MAKALAH

SERVER ERROR DAN KOMPUTER HANG

Oleh : Ariyanto 1008036137

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA
PROGRAM PASCA SARJANA ADMINISTRASI PENDIDIKAN JAKARTA 201 BAB I

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada era global saat ini, keamanan jaringan internet harus sangat diperhatikan, karena jaringan Internet yang sifatnya publik dan global pada dasarnya tidak aman. Pada saat data terkirim dari suatu terminal asal menuju ke terminal tujuan dalam Internet, data itu akan melewati sejumlah terminal yang lain yang berarti akan memberi kesempatan pada user Internet yang lain untuk menyadap atau mengubah data tersebut..

Seiring dengan semakin berkembangnya system keamanan tersebut berdampak pula pada berkembangnya suatu bentuk usaha-usaha untuk mencari lubang keamanan lain. Diantaranya yaitu dengan melakukan pendeteksian, penyusupan bahkan penyerangan pada suatu target host dengan memanfaatkan protokol ICMP. ICMP (Internet Control message Protokol) adalah protocol pada TCP/IP yang bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus. Hal ini dapat dilakukan dengan mengevaluasi pesan yang dihasilkan oleh ICMP. Jenis pesan pada ICMP ada dua yaitu ICMP Error Message dan ICMP Query Message Dengan memanfaatkan kedua message ini memungkinkan seorang hacker untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum melakukan penyerangan ( ICMP sweep, traceroute, OS Fingerprinting) dan menyiapkan strategi yang diperlukan untuk melakukan penyerangan (ICMP route redirect, ICMP informational messages, ICMP router Discovery Messages dan ICMP flood). Usaha2 tersebut dapat dilakukan manual dengan cara mengevaluasi data-data request dan reply pada tcpdump atau dapat juga dilakukan secara otomatis dengan menggunakan tool yang saat ini sudah banyak beredar dan dapat didownload dari internet.

Maksud Tujuan
Dalam tugas akhir matakuliah sistem keamanan komputer dengan judul pemanfaatan protocol ICMP untuk ekploitasi jaringan komputer ini bertujuan untuk menambah wawasan penulis tentang keberadaaan protocol ICMP sebagai suatu tool powerfull yang dapat digunakan

untuk memberikan bermacam-macam informasi tentang host , device maupun jaringan. Selain itu juga ICMP dapat dimanfaatkan oleh seorang hacker / attacker untuk melakukan serangan.

Metode Penulisan Tugas akhir ini ditulis berdasarkan beberapa referensi yang didapatkan dari literatur mengenai keamanan jaringan internet. Analisa keamanan suatu jaringan dilakukan dengan menggunakan tool-tool sederhana yang sering digunakan oleh setiap pengguna komputer

BAB II DASAR TEORI PROTOKOL ICMP

– – Tidak ada respon ICMP yang dikirimkan untuk menghindari adanya perulangan tak terbatas. Dari gambar terlihat bahwa nomor protocol selalu 1 (ICMP) dan Type of Service selalu nol. Format ICMP message dapat dilihat pada gambar 1. ICMP error message tidak pernah dikirimkan sebagai respon sebuah datagram untuk tujuan broadcast atau multicast. Pesan / paket ICMP dikirim jika terjadi masalah pada layer IP dan layer diatasnya (TCP/UDP). 8-10.Definisi dan karakteristik ICMP (Internet Control Message Protocol) [1] adalah protocol yang bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus. kecuali respon dari query message ( ICMP type 0. 13-18). Tidak mendukung kehandalan pengiriman paket IP. Jika diperlukan adanya kehandalan maka harus diimplementasikan pada layer transport ( pada arsitektur TCP /IP). Datagram/ paket bisa tidak terkirim dan tidak ada report pemberitahuan tentang kehilangan datagram. ICMP Message ICMP message dikirimkan didalam IP datagram. . Karakteristik dari ICMP adalah : – – – ICMP merupakan bagian internal dari IP dan diimplementasikan disetiap module IP ICMP digunakan untuk menyediakan feedback tentang beberapa error pada sebuah proses datagram.

Dibawah ini adalah tabel yang berisi penjelasan setiap tipe dan code . sementara error code pada datagram dilaporkan oleh ICMP message pada field Code. Pada field Type menspesifikasikan tipe dari message.Gambar 1. Pengertian setiap code bergantung dari tipe message. Format ICMP Message ICMP error message Setiap ICMP error message terdiri dari Internet Header (IP) dan sekurangnya 8 data octet (byte) pada datagram.

Tabel 1 Pada kondisi normal protocol IP berjalan baik dan menghasilkan proses penggunaan memori serta sumber daya transmisi yang efisien. misalnya karena router yang crash. Pada saat ini ICMP berperan membantu menstabilkan kondisi jaringan. putusnya kabel atau matinya host tujuan. Namun ada beberapa kondisi dimana koneksi IP terganggu. Hal ini dilakukan dengan cara .

Timbulnya ICMP .memberikan pesan-pesan tertentu. sebagai respons atas kondisi tertentu yang terjadi pada jaringan tersebut. ICMP A server C Router D B Link down Gambar 2.

paket ini dikirimkan jika terdapat kesalahan paameter pada header paket IP ➢ Source Quench. Beberapa tipe yang penting adalah: • • • • • • Network Unreachable. nilai TTL dalam paket tersebut dikurangi satu. jika host tujuan tidak diketahui ➢ Time exceeded. Sebagaimana telah diterangkan pada bagian IP diatas. jika network tujuan tak diketahui Destination Host is Unknown. Pesan ini dihasilkan oleh router jika pengiriman paket mengalami kegagalan akibat masalah putusnya jalur. pada gambar diatas. Dengan adanya pemberitahuan ini maka host tujuan tidak akan terus menerus berusaha mengirimkan paketnya melewati router B. pihak pengirim paket harus memperlambat pengiriman paketnya. jika host tujuan tak bisa dihubungi Protocol at Destination is Unreachable. Destination Unreachable ini dibagi menjadi beberapa tipe. jika jaringan tujuan tak dapat dihubungi Host Unreachable. ICMP Error Message sesuai namanya dihasilkan jika terjadi kesalahan pada jaringan. ➢ Parameter Problem.Sebagai contoh. ICMP Error Message dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya : ➢ Destination Unreachable. . TTL ini diterapkan untuk mencegah timbulnya paket IP yang terus menerus berputar dinetwork karena suatu kesalahan tertentu. maka router A akan secara otomatis mengirimkan paket ICMP Destination Unreachable ke host pengirim paket yang berusaha melewati host B menuju tujuannya. tiap kali sebuah paket IP melewati satu router. sehingga menghabiskan sumberdaya jaringan yang ada. hubungan antar router A dan B mengalami masalah. Contoh diatas hanya sebagian dari jenis pesan ICMP. Paket ICMP jenis ini dikirimkan jika isi field TTL dalam paket IP sudah habis dan paket belum juga sampai ke tujuannya. Sebagai respons pada paket ini. jika tidak ada port yang dimaksud pada tujuan Destination Network is Unknown. Paket ICMP ini dikirimkan jika router atau tujuan mengalami kongesti. Sedangkan ICMP Query Message ialah jenis pesan yang dihasilkan oleh protocol ICMP jika pengirim paket menginginkan informasi tertentu yang berkaitan dengan kondisi jaringan. baik secara fisik maupun secara logic. Ada dua tipe pesan yang dapat dihasilkan oleh ICMP yaitu ICMP Error Message dan ICMP Query Message. jika ditujuan tak tersedia protocol tersebut Port is Unreachable.

➢ Address mask. Sebagai paket pengatur kelancaran jaringan. paket ICMP tidak diperbolehkan membebani network. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi sebuah komputer pada jaringan yang menjadi target yang dapat dicapai dari internet.dengan mengirimkan sebuah ICMP echo datagram ke sebuah target system dan menunggu ICMP reply. Bertujuan untuk memeriksa apakah system tujuan dalam keadaan aktif.RECONNAISSANCE & SCANNING Sebelum melakukan penyerangan diperlukan adanya usaha-usaha untuk melakukan pengumpulan informasi sebanyak-banyaknya mengenai target host diantaranya yaitu melakukan pendeteksian (detection host).➢ Redirect. paket ini dikirimkan jika router merasa host mengirimkan paket IP melalui router yang salah. Paket ini seharusnya dikirimkan melalui router lain. Program ping merupakan program pengiriman paket ini. Dibawah ini adalah uraian yang dilakukan untuk proses pengumpulan informasi tersebut : Detection Host Dengan melakukan pendeteksian pada sebuah host dapat memberikan informasi penting bagi attacker. Sedangkan ICMP Query Messages terdiri atas: ➢ Echo dan Echo Reply. Untuk mengetahui berapa netmask yang harus digunakan oleh suatu host dalam suatu network. Responder harus menembalikan data yang sama dengan data yang dikirimkan. Aktifitas yang dilakukan didalam melakukan pendeteksian host adalah sebagai berikut: ICMP Echo (Type 8) dan Echo Reply (Type 0) Kita dapat menggunakan sebuah ICMP Echo datagram untuk menentukan apakah sebuah target IP Address aktif atau tidak. Inverse mapping dan Traceroute. Jika ICMP diterima mengindikasikan bahwa target sedang aktif ( hidup) jika tidak ada respon berarti target host sedang tidak aktif (mati) atau ada . Menghasilkan informasi waktu yang diperlukan system tujuan untuk memproses suatu paket. ➢ Timestamp dan Timestamp Reply. Karenanya paket ICMP tidak boleh dikirim saat terjadi problem yang disebabkan oleh: Kegagalan pengiriman paket ICMP Kegagalan pengiriman paket broadcast atau multica BAB III PEMBAHASAN Exploitasi Keamanan Phase I .

Host yang hidup akan mengirimkan ICMP echo reply. Broadcast ICMP Cara termudah untuk mengetahui host yang hidup pada sebuah target jaringan adalah dengan mengirimkan ICMP echo request ke broadcast address pada target jaringan tersebut. Sebuah permintaan (request) akan dikirim secara broadcast kesemua host pada target network. Gambar 3. namun untuk jaringan besar sebaiknya tidak menggunakan command ping karena untuk prosesnya membutuhkan waktu agak lama.sebuah filter utk mencegah ICMP echo datagram ke dalam jaringan. Mekanisme ICMP Echo ICMP Sweep Fungsi dari ICMP sweep pada prinsipnya sama dengan ICMP echo dan ICMP echo reply yaitu untuk mencari tahu apakah system dalam keadaan hidup atau mati bedanya adalah untuk jaringan kecil sampai sedang masih bisa menggunakan command ping untuk melakukan pendeteksian host. . Cara diatas dapat digunakan secara manual dengan menggunakan command ping dan snort trace. Hal ini disebabkan karena setiap command Ping menunggu sebuah reply dari probed host sebelum dilanjutkan ke proses berikutnya.

Gambar 4. Informasi ini sangat penting untuk attacker didalam melakukan perencanaan penyerangan ke sebuah network. attacker tidak hanya mengetahui jejak jalur sebuah paket saat menuju target tetapi juga memberikan informasi topologi target network . Contoh pemakaian command traceroute : . Dengan mengirimkan paket dengan nilai TTL 1 akan memperbolehkan router pertama didalam jalur paket untuk mengembalikan pesan “time exceeded” yang akan memperbolehkan / mengizinkan attacker untuk mengetahui IP address router pertama. Dengan menggunakan teknik ini. maka akan mengurangi nilai TTL sebelum meneruskan nya ke router berikutnya. sehingga attacker akan mengetahui setiap loncatan antara host asal dengan target host. Broadcast ICMP Traceroute Tool penting lain yang berguna untuk memetakan konfigurasi jaringan suatu target adalah dengan menggunakan sebuah command sederhana yang dikenal dengan traceroute[3]. Ketika sebuah router lanjutan menerima sebuah paket terusan. Pada saat itu jika nilai TTL pada sebuah paket mencapai nilai nol sebuah pesan “time exceeded” akan dikirim balik ke host asal. Kegunaannya adalah untuk mengirimkan secara serempak sebuah urutan paket dengan menambahkan nilai TTL (Time to Live). Kemudian paket berikutnya dikirimkan dengan menambahkan nilai 1 pada TTL .

dan memanfaatkannya untuk menyimpulkan kemungkinan keberadaannya. . router melihat pada IP addressnya dan memutuskan jalur routing. Biasanya beberapa system tersebut tidak terjangkau oleh internet.akan memberikan informasi arsitektur internal dari sebuah network. Dengan menggunakan routers. Attacker mengumpulkan / menyusun sebuah daftar IP. Kemudian mengirimkan sejumlah paket sembarang ke suatu jaringan yang akan di probe. Ketika sebuah router mendapatkan paket dengan IP addressnya tidak terdapat pada jaringan tersebut. router mengirimkan ICMP host Unreachable atau ICMP Time Exceeded Error Message ke Inverse Mapping originating. Jika tidak didapatkan jawaban diasumsikan bahwa IP ini berada didalam jaringan yang diprobe.Fungsi dari trace route sendiri saat ini sudah semakin berkembang diantaranya yaitu : – – – – Mentrace lokasi geografik suatu system Mendapatkan informasi tentang topologi suatu jaringan Mendeteksi adanya firewall Mendeteksi OS Fingerprinting Inverse mapping adalah sebuah teknik yang digunakan untuk memetakan internal jaringan atau host yang dilindungi oleh sebuah filtering device. dimana daftar tersebut tidak ada disana. Ketika sebuah router baik itu interior ataupun exterior mendapatkan paket tersebut dan diproses lebih lanjut.

sangatlah bermanfaat sekali jika mengetahui operating system yang digunakan dan service yang tersedia.OS Fingerprinting Sebelum penyerangan dilakukan selain mengetahui adanya target host. Dalam beberapa hal hanya diperlukan sebuah paket single yang dikirimkan untuk menentukan operating system yang digunakan oleh target system. Remote OS Fingerprinting adalah sebuah teknik yang mengeksploitasi perbedaan operating system setiap vendor didalam menangani network traffic. Dengan menggunakan protocol ICMP ada beberapa metode yang digunakan untuk melakukan Remote OS Fingerprinting diantaranya yaitu : Menggunakan nilai IP TTL pada ICMP Echo Request Dengan menggunakan nilai IP TTL pada ICMP Echo Request ( hasil dapat dilihat pada Tcpdump) dan membandingkannya dengan table ( hasil penelitian dari Ofir Arkin) maka akan didapat jenis Operating system yang sedang digunakan. . Keuntungan dari penggunaan protocol ICMP didalam sebuah remote OS fingerprinting adalah memberikan kemudahan bagi ataccker untuk melakukan proses identifikasi OS secara diam-diam (tidak diketahui oleh target host). Ketika port scanner dapat menentukan tipe dari service yang ditawarkan pada system. ICMP dapat juga digunakan untuk membantu menentukan operating system.

15). Dari kemungkinan windows 98/98Se/ME di perjelas lagi dengan mengirimkan ICMP address mask request. Untuk evaluasi / analisa lebih detail diperlukan proses lanjutan menggunakan ICMP Timestamp Request Precedence Bits dan ICMP Address mask Request ( lihat diagram 1 pada hal Alur diagram Request reply (hasil penelitian Ofir Arkan) [6] seperti dibawah ini: . Bila dikirimkan reply berarti OS yang digunakan yaitu Windows 98/98SE. sedangkan group windows nilai TTLnya adalah 128 kecuali Windows 95 nilainya adalah 32. Ultrix atau Microsoft windows 2000 family. Untuk lebih detailnya dari kemungkinan OS diatas diperjelas lagi dengan di replykan sebuah TTL. Namun bila TTLnya 255 berarti OS yang digunakan open VMS. Bila nilai TTL adalah 128 berarti OS yang digunakan yaitu kemungkinan windows 98/98SE atau ME. Bila dilihat pada table 2 nilai TTL 255 dimiliki oleh group unix. Jika terdapat reply pada ICMP timestamps request precedence bit !=0 berarti OS yang digunakan yaitu kemungkinan Windows 98/98SE/ME. namun bila tidak dikirimkan reply berarti Osnya Windows ME.Tabel 2 Hasil Evaluasi Hasil keluaran pada Tcpdump dibandingkan dengan table 2 maka didapat operating system yang sedang aktif adalah unix.

Dalam hal ini untuk membedakan antara Linux kernel dan device networking .Diagram 1 OS Fingerprinting dengan memanfaatkan ICMP ini dapat juga dilakukan seperti langkah dibawah ini: Langkah 1: Attacker mengirimkan sebuah paket UDP dengan menset DF bit ke sebuah target host dimana port UDPnya tertutup Langkah 2: Sebuah pesan ICMP “Destination unreachable port” akan dikembalikan ke attacker Langkah 3: Oleh karena itu host yang berbeda akan mengirim kembali paket ICMP yang berbeda. Operating system dapat ditentukan dengan memeriksa beberapa bit didalam paket kembalian.0. Dalam kasus ini kami akan melihat nilai IP TTL yang diset. Linux kernel akan mengembalikan sebuah perbedaan jumlah bytes dibandingkan dengan networking device.. metode ICMP error Quoting Size fingerprinting dapat digunakan. Jika melihat pada field precedence bits pada paket dan nilainya adalah 0xc0.2.x / 2. Satu langkah selanjutnya adalah dapat membedakan antara versi linux kernel.4. Pada metode ini pengembalian paket ICMP diperiksa untuk sejumlah byte yang dikembalikan.x . jadi dapat dibedakan keduanya.0.x atau sebuah route cisco atau sebuah network switch. linux kernel 2. operating system dapat disimpulkan adalah linux kernel 2.x / 2.

Phase 2. . Sekarang untuk membedakan antara 2.2. seorang attacker akan melakukan suatu eksploiting system yang dapat mengakibatkan denial of service dan distributed denial of service. X Probe [7] adalah sebuah tool untuk pendeteksian OS secara otomatis.2.mempunyai nilai inisial 64 sedangkan 2. ICMP ROUTE REDIRECT Sebuah pesan ICMP Route Redirect[8] dikirimkan ketika sebuah gateway / router menerima IP traffic dari sebuah host dan menemukan pada routing tabelnya bahwa seharusnya IP traffic tersebut diroutekan melalui gateway lain yang berada pada jaringan yang sama.1 – 2. Dibawah ini adalah scenario-skenario yang dimungkinkan untuk melakukan serangan / attack. IV. Teknik lain seperti bagaimana sebuah host merespond sebuah ICMP timestamp request juga digunakan untuk membedakan antara operating system.4.x menggunakan nilai inisial 255.x adalah melihat nilai IP ID pada paket.x.EXPLOITING SYSTEM Setelah selesai melakukan pengumpulan data yaitu pendeteksian. attacker dapat menentukan tipe dan versi dari operating system. pemetaan topologi jaringan dan inverse mapping. Sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah.x dan 2.4 mempunyai sebuah nilai samadengan nol tidak seperti 2. Karena protocol ICMP selain dapat digunakan untuk memberitahukan keadaan suatu jaringan juga dapat digunakan untuk melakukan serangan. Jadi dengan melihat pada 1 pengembalian paket dari target.4.4. Pada eksploiting system ini attacker memanfaatkan protocol ICMP.2. tetapi melalui scenario dibawah ini terlihat bahwa hal ini dapat dieksploitasi dengan mengizinkan / memperbolehkan adanya man in the midle attack. dimana kegiatan tersebut dilakukankan pada phase 1 ke suatu target host. 2.4.x dan 2.

Setelah itu semua trafik untuk destination host melalui G2 berubah menjadi melalui G1. Langkah 2: Ketika sebuah reply transit dari source host ke destination host melalui gateway G2. ICMP Route Redirect Tujuan : Attacker (host) yang berpura-pura sebagai sebuah router ( posisinya pada G1) merencanakan untuk melakukan pengambilalihan gateway G1 agar dapat berhubungan / berkomunikasi dengan source host (target host) tanpa sepengetahuan source host bahwa G1 adalah attacker. Tahapannya adalah sebagai berikut: Langkah 1: Attacker mengirimkan sebuah paket TCP open ke source host seolah-olah berasal dari destination host. attacker mengirimkan sebuah pesan ICMP route redirect ke source host dengan berpura-pura sebagai G2. Langkah 3: Source host menerima pesan perubahan route dan segera melakukan perubahan rute pada routing tabelnya. Bila sebelumnya . Hal ini dilakukan karena routing eksisting yang berlaku yaitu souce host – G2 – destination host tidak melalui G1.Gambar 6. Tujuan attack ini adalah attacker akan menyadap atau bahkan mengedit informasi-informasi yang dikirimkan dari source host ke destination host tanpa sepengetahuan source host dengan cara mengirimkan suatu message ICMP route redirect ke source host.

Spesifikasi TCP/IP menyebutkan bahwa maksimum besar paket yang dapat dihandle adalah sebesar 65536 octets/byte. Beberapa OS tidak mengetahui bagaimana menangani paket dengan ukuran lebih besar dari ukuran maksimum yang ditetapkan oleh RFC. OS akan membeku atau reboot setelah menerima satu kelebihan paket.sekarang attacker dapat melakukan manipulasi data dengan cara membaca. Namun karena pengaruh dari dikirimkannya message ICMP route redirect oleh attacker menyebabkan routenya berubah menjadi Source host – G1 – G2 – Destination host.). Dengan mengeksploitasi fragmentation seperti oversized ICMP packet. Eksploitasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan tool Ssping [10]. . Salah satu contohnya adalah hping2 [9]. Jika target host tidak seutuhnya dipatch. Lebih lanjut dapat juga mengunakan tool lain yaitu Jolt2 [11]. Hal ini dapat berpotensi menyebabkan crash/reboot pada target host sehingga system menjadi hang.jalur rutenya adalah Source host – G2 – Destination Host.merubah dan mengirimkan trafik ke destination host dengan menjelma sebagai man in the middle host. Langkah 4: Tanpa sepengetahuan source host . dapat mengakibatkan beberapa OS menghentikan responnya dan mengharuskan untuk melakukan reboot untuk memulihkannya dari attack ini. Pada attack ini pengiriman sejumlah besar paket ICMP fragmented ke target host akan menyebabkan sebuah host menghentikan responnya pada periode waktu tertetu pada saat proses penyerangan sedang berjalan. Beberapa OS akan memeriksa ukuran dari paket ping tersebut. maka paket tersebut ditolak. bila ternyata ukuran paket lebih besar dari 65536 octets. Eksploitasi ini dilakukan dengan menggunakan command ping dengan membawa sebuah paket yang ukurannya lebih besar dari 65536 octets/bytes. Eksploiting system ini dilakukan dengan cara mengirimkan pesan “oversized” ke sebuah target host. Namun dalam perkembangannya ada beberapa tool yang tersedia diinternet dan dapat didownload yang memungkinkan atacker untuk mengirimkan ping dengan besar paket yang dapat disesuaikan. ICMP Informational Messages Eksploiting system kedua yang dilakukan oleh seorang attacker dikenal dengan ICMP Informational Message.

Sebelum sebuah host A mengirimkan sebuah message ke suatu host B diluar subnet. Pada ICMP router Discovery Protokol dapat menggunakan Router advertisement seperti pesan yang ada pada router solicitation yaitu suatu host dapat menemukan IP address sebuah router yang digunakan pada jaringan tersebut.Tool lain seperti teardrop [12] mengirimkan sebuah aliran paket fragmented ke target host dan mengembalikan secara bersamaan. ICMP Router Discovery Messages Eksploiting system ketiga yaitu ICMP Router Discovery Messages. host A harus dapat mengidentifikasi alamat router yang akan digunakan. Langkah 2 : Pada saat yang sama attacker mendengarkan pesan dan mengirimkan pesan palsu seolah-olah berasal dari default router. Tahapannya adalah sebagai berikut: Langkah1 : Sebuah Host yang baru diaktifkan akan mengeluarkan pesan router solicitation untuk menemukan default router pada jaringan dimana host itu berada. Hal ini mengakibatkan target host menjadi hang dan memerlukan re-boot sebelum dapat berfungsi kembali. Jika pesan tidak otentik. . Ketika sebuah host mencoba untuk menjalankan tool tersebut. Eksploiting system ini dilakukan dengan cara memanipulasi pesan yang dikirimkan oleh attacker dimana seolah-olah pesan itu berasal dari router sebenarnya (default router). didapatkan bahwa ukuran paket tidak sesuai dengan persyaratan. Langkah 3 : Default router pada host sekarang diset menggunakan IP address attacker Langkah 4 : Kemudian attacker dapat melakukan sniffing dan menjelma menjadi man in the middle attack untuk menyadap semua trafik outgoing yang melalui mesin attacker. attacker pada subnet yang sama dengan host dapat memalsukan pesan ini. ia akan menggunakan pesan router solicitation untuk memeriksa address pada router. Ketika sebuah host mulai diaktifkan. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca konfigurasi file pada saat start up dan pada beberapa multicast network dengan mendengarkan protocol routing.

yang disebabkan karena pengiriman sejumlah paket yang besar ke arah target host. Smurf [13] attacks sangat pandai: mereka menggunakan seluruh komputer pada jaringan untuk menghubungkan sejumlah besar trafik ke sebuah mesin dan jaringan yang menjadi korban. hal inilah yang membuat target host tersebut menjadi hang dan menurunkan kinerja jaringan. Langkah 2: Attacker membuat jaringan diatas. Sebuah smurf attack digambarkan seperti dibawah ini: Langkah 1: Attacker menemukan beberapa network intermediary yang akan merespon ke network broadcast address. IP address palsu (victim host) ICMP echo request dan mengirimkan sejumlah besar paket ke broadcast address pada . Eksploting system ini dilakukan dengan cara mengirimkan suatu command ping dengan tujuan broadcast atau multicast dimana sipengirim dibuat seolah-olah adalah target host. Seorang attacker melakukan eksploiting system ini bertujuan untuk membuat suatu target host menjadi hang. Semua pesan balasan dikembalikan ke target host.ICMP Flood Gambar 7. Bahkan hal ini dapat mengakibatkan terjadinya denial of service. ICMP Flood Eksploiting system terakhir dikenal dengan ICMP Flood.

salah satu jalan untuk menyembunyikan informasi yang dikirimkan melalui sebuah network adalah dengan menggunakan suatu teknik yang disebut tunneling. Loki2 ketika diimplementasikan seperti sebuah module kernel akan menjadi lebih stealthier seolah2 tidak akan terproses oleh ICMP traffic yang berpotensi dideteksi oleh sebuah alert administrator. Sekarang attacker mempunyai akses sell ke victim machine sementara tunneling traffic melalui paket ICMP normal. Phase 3 MENGAMANKAN TRACKS Setelah attacker berhasil masuk dan mengendalikan sebuah sistem. Contohnya adalah TFN2K dan Stacheldrant . Seperti pada penyerangan. trafik yang dikirimkan antara Loki client dan Loki server hampir tersembunyi seolah2 tidak ada listening port terbuka pada victim machine dan bahkan trafik dapat dienkripsi dengan sebuah algoritma enkripsi seperti blowfish. Tunneling dilakukan dengan cara menyembunyikan satu protokol didalam protokol lain. Dengan melihat pada DDOS attack saat ini.Langkah 3: Sekarang semua host pada jaringan akan merespon balik ICMP echo request dengan mengirimkan ICMP echo reply ke IP Address yang menjadi target (Victim host) Langkah 4: Hal ini akan mengakibatkan sejumlah besar ICMP echo replies tertuju ke victim dan jaringannya sehingga mengakibatkan penurunan performansi network dan denial of services. ICMP dapat digunakan dalam hampir semua tool untuk melindungi komunikasi antara DDOS client dan penanganan program atacker. Loki2 [14] adalah satu contoh implementasi yang menggunakan protokol ICMP dan UDP tunneling untuk mendapatkan sebuah kebalikan shell dari sebuah attacked sistem. Langkahnya adalah sebagai berikut: Langkah 1 : Attacker menjadi root pada sebuah victim sistem Langkah 2 : Attacker memakai Loki2 dan menyusunnya pada mesin Langkah 3: Langkah 4: Attacker mengunakan Loki2 client pada attacking mesin dan mendapat sebuah kebalikan shell pada victim host.

Dengan adanya masalah tersebut membuat sedikit tidak nyaman bagi host namun hal ini lebih baik bila kita tidak melakukan blok karena akan berdampak pada munculnya ICMP error message berbahaya lainnya didalam suatu jaringan. Host akan hang sampai waktu timeout habis. Jika tipe trafik tersebut di blok dapat mengakibatkan turunnya kinerja jaringan. host akan hang ketika destination system network / host tidak tercapai.Upaya Pencegahan Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah adanya scanning atau attack menggunakan protocol ICMP terhadap suatu jaringan / host. Namun harus dipahami mengenai aspek keamanannya jika pesan tersebut tidak diblok. Network/Host/Protocol/Port Unreachable yang datang dari internet. Filtering ICMP Penjelasan gambar 8: Dari internet ke intranet dan sebaliknya dilakukan blokir terhadap trafik ICMP Ketika melakukan pemblokiran ICMP error message seperti ICMP destination Unreachable. Pesan ICMP type 3 code 4 diperbolehkan untuk keluar masuk dari internet ke suatu jaringan yang sudah diproteksi. Proxy server tersebut hanya berbentuk sebuah tunnel. Aspek keamanan yang mungkin terjadi adalah denial of service. . – Adapula tools seperti traceroute dan ping yang tetap diaktifkan. Gambar 8. yang digunakan oleh Path MTU Discovery Process. inverse mapping dan host detection. Dapat pula digunakan sebuah proxy server antara internet dan jaringan yang diproteksi. Namun penggunaan traceroute dan ping juga dapat menyebabkan adanya hal-hal yang dapat membahayakan jaringan seperti Inverse mapping. Diantaranya yaitu: Untuk mencegah adanya usaha-usaha attacker masuk ke suatu jaringan yang sudah mengunakan Firewall / Filtering device disarankan agar melakukan bloking untuk semua trafik incoming ICMP kecuali untuk message dengan type 3 code 4 yaitu “Fragmentation Needed dan Don’t Fragment Bit” . atau ketika protocol pada mesin tujuan tidak tersedia.

. berikut ini adalah macam-macam metode username/password: • Tidak ada username/password Pada sistem ini tidak diperlukan username atau password untuk mengakses suatu jaringan. diantaranya : Authentikasi Metode authentikasi yang paling umum digunakan adalah penggunaan username beserta password-nya. Pilihan ini merupakan pilihan yang palin tidak aman. Metode username/password ini ada berbagai macam jenisnya.PENINGKATAN KEAMANAN JARINGAN INTERNET Ada beberapa cara lain selain yang diatas untuk meningkatkan keamanan pada jaringaninternet.

biasanya oleh user. eavesdropping.yang digunakan untuk membuat daftar password.dan password cracking program. OTP memaksa user jaringan untuk memasukkan password yang berbeda setiap kali melakukan login. Deskripsi adalah invers dari proses enkripsi. maka penerima tersebut harus mengkonversikan kembali ke bentuk semula melalui proses dekripsi. Keuntungan menggunakan enkripsi adalah bila metode lain untuk melindungi data berhasil dibongkar oleh penyusup.• Statis username/password Pada metode ini username/password tidak berubah sampai diganti oleh administrator atau user. • One-Time Password (OTP) Metode ini merupakan metoda yang teraman dari semua metode username/password. Rawan terkena playback attacks. Kebanyakan sistem OTP berdasarkan pada “secret passphrase”. baik pada saat dintransmisikan maupun pada saat disimpan. Untuk melakukan proses dekripsi. eavesdropping. penerima harus memiliki suatu data khusus sebagai kunci. Rawan terkena playbacks attacka. Bila penerima data yang sudah dienkrip ingin membaca data semula.Sebuah password hanya digunakan satu kali. theft. maka data yang diperoleh oleh penyusup tersebut tidak ada . Kunci tersebut harus didistribusikan dan dijaga secara hati-hati. dan password cracking program tetapi dengan tingkat kerawanan yang lebih rendah dibanding dengan statis username/password. Enkripsi Enkripsi dapat digunakan untuk melindungi data. theft.Enkripsi dapat didefenisikan sebagai proses – proses konversi suatu informasi dalam bentuk yang dapat dibaca ke dalam bentuk yang tidak dapat dimengerti oleh pihak lain. Beberapa vendor menyediakan device –device perangkat keras untuk enkripsi yang dapat digunakan untuk mengenkrip dan mendekrip data pada koneksi point-topoint. • Expired username/password Pada metode ini username/password akan tidak berlaku sampai batas waktu tertentu (30-60 hari) setelah itu harus direset.

Plaintext dilambangkan dengan M (message). Ciphertext dilambangkan dengan C. Ciphertext juga merupakan data biner dengan ukuran yang mungkin sama atau lebih besar dari ukuran plaintext (apabila mengkombinasikan proses enkripsi dengan proses kompresi. Data yang sudah dienkripsi biasanya disebut dengan ciphertext. Namun. Hal ini sering disebut end-toend-encryption. Sering kali dilakukan enkripsi terhadap seluruh file sebelum mengirimkannya. ukuran dari ciphertext mungkin akan lebih kecil dari ukuran plaintext. bila si penyusup memiliki akses terhadap perangkat keras enkripsi. Dalam notasi matematis: D(C) = M Identitas berikut ini haruslah selalu benar: D(E(M)) = M Algoritma kriptografi. adalah fungsi matematis yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi (biasanya terdapat 2 fungsi yang saling berhubungan.Ada beberapa jenis paket enkripsi baik dalam bentuk perangkat keras maupun perangkat lunak. . dll. Data yang ditransmisikan dalam jaringan rentan terhadap penyadapan. aliran dari suara yang sudah didigitalisasi. file teks. M adalah sebuah data biner. biasa disebut juga dengan cipher.Data yang ingin dikirim biasanya disebut dengan plaintext. Dalam notasi matematis: E(M) = C Fungsi dari proses dekripsi dilambangkan dengan D.artinya bagi penyusup tersebut. Perangkat keras enkripsi biasanya dibuat dengan prosesor khusus enkripsi dan jauh lebih cepat dibandingkan dengan perangkap lunak enkripsi. makapenyusup tersebut dapat membuat skema dekripsi berbasis perangkat keras yangdapat digunakan untuk membuka informasi yang dapat dienkrip. Paket perangkat lunak enkripsi terdapat dalam versi komersial mau pun freeware. Berikut ini adalah gambar yang menunjukan proses enkripsi dan dekripsi. Plaintext dapat berupa aliran bit (stream of bits). Fugsi dari proses enkripsi dilambangkan dengan E. satu untuk enkripsi dan satu lagi untuk dekripsi) Apabila suatu algoritma harus dijaga kerahasian cara kerjanya untuk menjamin keamanan dalam proses enkripsi dan dekripsi.disisi lain.

yang biasanya dilambangkan dengan subscript K). yaitu: • Symmetric Algorithms Algoritma adalah algoritma yang kunci untuk enkripsinya dapat dihitung dari kunci deskripsinya. Jadi pegirim dan penerima data harus menentukan kunci yang akan digunakan sebelum mereka dapat berkomunikasi secara aman.. Algoritma ini biasanya digunakan untuk aplikasi yang tidak membutuhkan tingkat keamanan yang terlalu tinggi. • Public-Key Algorithms Public-Key Algorithms didesain sedemikian rupa sehingga kunci yang digunakan untuk enkripsi berbeda dengan kunci yang digunakan untuk dekripsi ( kunci untuk dekripsinya tidak .mengetahui algoritma enkripsi dan dekripsi. Hal ini berarti algoritma dapat disebarluaskan. berlaku untuk kebalikannya. kunci yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi adalah kunci yang sama. notasi matematisnya dapat ditulis seperti berikut: EK (M) = C DK (C) = M DK (EK (M)) = M Beberapa algoritma menggunakan kunci (key) enkripsi dan kunci (key) dekripsi yang berbeda. Pada kebanyakan Symmetric Algorithms. Notasi matematisnya dapat ditulis sebagai berikut: EK1(M) = C DK2 (C) = M DK2 (EK1 (M)) = M Apabila seseorang. maka ia tidak akan dapat mengetahui isi pesan yang dikirim selama ia tidak mengetahui kunci yang digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi.maka algoritma ini disebut dengan algoritma terbatas (restricted algorithm). Ada terdapat 2 tipe dari algoritma yang menggunakan kunci. yang tidak berhak mengetahui isi pesan yang dikirim. Kriptografi modern menyelesaikan masalah ini dengan menggunakan sebuah kunci (key).

blok data terpecah menjadi 2 bagian. Pada sistem yang seperti ini kunci untuk enkripsi disebut dengan public key. Setelah 16 tingkat selesai maka data pada bagian .dapat dihitung dari kunci enkripsinya).bagian kiri dan bagian kanan. Algoritma ini disebuat dengan “Public-Key” karena kunci untuk enkripsinya dapat dibuat umum (public). Algoritma DES diciptakan oleh IBM pada tahun 1960-1970. Block Cipher membagi sebuah pesan dalam beberapa blok sebesar n bits. yang masing-masing panjangnya sebesar 32 bit. Plaintext sebesar 64 bit dienkripsi dan menghasilkan 64 bit ciphertext. Bila kunci tersebut diketahui oleh penerima. DES(Data Encryption Standard) DES merupakan mekanisme enkripsi data yang sangat populer dan dapat digunakan. kemudian meng-enkripsi setiap blok tersebut dengan sebuah kuncirahasia dengan menggunakan algoritma khusus. sedangkan kunci untk dekripsi disebut dengan privatekey. Pada proses enkripsi terdapat 16 tingkat operasi yang identik. Seorang yang benar-benar asing dapat mengenkripsi pesan dengan menggunakan kunci public tersebut tetapi hanya oran-orang tertentu saja yang dapat mendekrip pesan.Berikut ini akan dibahas mengenai beberapa algoritma enkripsi. Brute force attack dengan mencoba segala kombinasi membutuhkan 256 kombinasi atau sekitar 7 x 1017 atau 70 juta milyar kombinasi Kelemahan potensial yang dimiliki oleh semua sistem enkripsi adalah kunci harus diingat. biasa disebut dengan fungsi f. ini digunakan pada digital signature.maka dapat dilakukan proses konversi dari Chipertext kedalam bentuk aslinya. Parity bit ini merupakan least significant bit dari setiap byte kunci ini). Bila kunci terlupakan maka pemegang kunci tidak akan dapat membaca data aslinya. DES akan membagi data yang akan dienkripsi menjadi beberapa blok yang masing-masingnya terdiri dari 64 bit. Keamanan dari sistem ini bergantung dari kunci ini. Bila kunci diketahui oleh pihak lain yang tidak diharapkan maka data asli akan dapat terbaca. tetapi setiap 8 bit digunakan sebagai parity checking.DES merupakan tranformasi informasi dalam bentuk plain teks ke dalam bentuk data terenkripsi yang disebut dengan ciphertext melalui algoritma khusus dan seed value yang disebut dengan kunci. DES termasuk ke dalam Symmetric Key Cryptosystem —Block Cipher Encryption. Garis besar dari algoritma DES ini adalah seperti berikut: – Seperti telah disebutkan di atas bahwa dalam proses mengenkripsi.Panjang dari kunci yang dipergunakan adalah 56 bit ( kunci ini biasanya mempunyai panjang 64 bit . sebagai mana sebuah password harus diingat. Setelah inisial permutasi. Untuk keperluan tertentu pesan akan dienkripsi dengan private key dan didekrip dengan public key. DES mengenkripsikan data dengan ukuran 64-bit .fungsi ini akan mengkombinasikan data dengan kunci.

sehingga e*d = 1 mod (m). 5. Berikut ini langkah-langkah untuk mengenerasikan public key dan private key : 1. RSA RSA merupakan public-key algorithm yang paling populer. misalnya 1024 bit. Kirim C ke A Sedangkan untuk mendekripsi pesan M yang dikirim. Hitung n = p*q 4. Oleh karena itu. maka algoritma dari DES ini selesai. Pilih e yg relatively prime terhadap merelatively prime terhadap m artinya faktor pembagi terbesar keduanya adalah 1. hal-hal yang harus dilakukan oleh adalah menggunakan kunci pribadi d untuk menghasilkan M = C^(d) (mod n) . Keamanan RSA didapat dari sulitnya untuk memfaktorkan bilangan yang besar. Public key dan private key adalah fungsi dari pasangan bilangan prima yang besar. Untuk mencarinya dapat digunakan algoritma Euclid. 6. Hitung C = M ^ e (mod n) d. Ambil kunci publik A yg otentik (n.m) = 1. Hasilkan dua buah integer prima besar. Representasikan message sbg integer M dalam interval [0.kanan dan data pada bagian kiri akan digabungkan. dan setelah final permutasi. n Kunci private : d Apabila B ingin mengenkripsi message M untuk A maka yang harus dilakukan B adalah : a. dapat digunakan algoritma extended Euclid. e) b. Cari d. Kunci publik : e.n-1] c. yang merupakan invers dari inisial permutasi. Hitung m = (p-1)*(q-1) 3. atau d = (1+nm)/e Untuk bilangan besar. Keamanan RSA didapat dari sulitnya untuk memfaktorkan bilangan yang besar. p dan q Untuk memperoleh tingkat keamanan yang tinggi pilih p dan q yang berukuran besar. secara matematis disebut gcd(e. RSA dapat digunakan untuk proses enkripsi dan sebagai digital signatures. 2. Untuk dapat mengembalikan plaintext dengan menggunakan public key dan ciphertext adalah ekuivalen dengan memfaktorkan perkalian dari 2 bilangan prima yang dipilih sebagai public key dan private key.

Cara-cara eksploitasi menggunakan protocol ICMP ini dilakukan secara bertahap.BAB IV KESIMPULAN Dari hasil penulisan diatas kesimpulan yang didapat adalah: – Protokol ICMP yang sebelumnya banyak digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus. – – Ada dua jenis pesan yang dihasilkan oleh protocol ICMP yang digunakan untuk proses evaluasi yaitu ICMP error message dan ICMP query message. nmap. Tahap pertama yaitu Reconnaisance & scanning Tahap kedua : Eksploiting sistim Tahap ketiga : Mengamankan tracks Tahap keempat : Melakukan pencegahan – Tools-tools yang digunakan untuk melakukan hal diatas adalah ping. snort dll . tracert. pada saat ini sudah banyak digunakan untuk melakukan eksploitasi suatu system.

10 Dec 2001 [4].de/prod/3dtraceroute [6].html [5]. URL : http://www. Christopher Low. URL :http://www.sys-security.sans.html [8]. 17 May 2001 URL : http:/www. – Untuk meningkatkan keamanan jaringan internet dapat menggunakan beberapa metode. 11 Dec 2001 URL :http://rr. Hal ini sudah banyak dilakukan oleh para attacker.com/html/projects/X.sk/newsread.pdf [7]. “ X probe tool” URL http://www. penyadapan bahkan penyerangan kesuatu target sehingga dapat berakibat denial of service dan system menjadi hang.– Seperti sudah disebutkan diatas bahwa dengan memanfaatkan protocol ICMP dapat digunakan untuk mengeksploiting system.php [9]. “ The Truth About icmp”. contohnya metode authentikasi. URL :http://www.com/visuaalroute/index. Diantaranya yaitu dengan menggunakan firewall atau filtering device lainnya. Penggunaan Firewall ini diharapkan dapat melakukan filter terhadap pesan-pesan ICMP dan bahkan melakukan bloking terhadap trafik ICMP.box.hlembke.visualware. Offir Arkin. 30 April 2002 URL : http://www. “X Remote ICMP based OS Fingerprinting techniques” August 2001 URL : http://www. penggunaan metode enkripsi-dekripsi. Ankit Fadia. – Karena berbahayanya pemanfaatan pesan ICMP ini oleh para attacker.org/threats/ICMP_attacks.sys-security. Mereka memanfaatkan pesan-pesan yang dihasilkan oleh protocol ICMP untuk melakukan suatu pendeteksian.php?newsid=4036 [3].sans.org/infosecFAQ/threats/ICMP.com/tools/641 . Fyodor Yarochin & Ofir Arkin.neworder.0.insecure.org/nmap . Lindsay van Eden. dan menggunakan Firewall REFERENSI [1].securityfocus.com/archieve/papers/x_v1. NMAP URL : http://www. “ICMP attack illustrated”. maka disarankan untuk melakukan perlindungan kepada jaringan-jaringan pada setiap perusahaan.html [2]. “ Tracing the traceroute: A White Paper”.

zip [11].orf/Exploit_code_archive/ssping. 2001 [17]. Desain dan Implementasi” [16].baylor. URL : http://cs.phrack. “ Getting More Out of ICMP”. Onno W.c [13].com/publish/advisories/adv_jolt2.html [12].edu/~donahoo/NIUNNet/hacking/smurf/smurf.org/Exploit_Code_Archive/teardrop.org/show. “TCP/IP : Standar. URL : http://packetstormsecurity. Purbo.org/infosecFAQ/audit/more_ICMP. URL : http://razor.[10]. Pete Schuyler. URL :http://packetstormsecurity. 16 may 2001 URL : http://www.php?p=51 [15].bindview.sans.htm . URL : http://www. “Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet”. Budi Rahardjo.c [14].

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful