Kedudukan Siswa Dalam Kelompok

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Dalam pelajaran dasar-dasar evaluasi pendidikan itu mencakup salah satu tentang kedudukan siswa dalam kelompok. Maksud kedudukan siswa dalam kelompok adalah letak seseorang siswa di dalam urutan tingkatan. Dalam istilah yang umum, disebut ranking, untuk dapat di ketahui ranking dari siswa-siswa di suatu kelas maka harus di adakan pengurutan nilai siswasiswa tersebut dari yang paling atas sampai ke nilai yang paling bawah. Dengan mengurutkan nilai-nilai maka dengan mudah dapat ditentukan nomor yang menunjukkan siswa dalam tingkatannya. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka penulis merumuskan masalah di atas sebagai berikut : 1. Kedudukan siswa dalam kelompok 2. Cara-cara menentukan kedudukan siswa C. TUJUAN PENULISAN Penulisan makalah ini bertujuan sebagai berikut : 1. Memenuhi tugas dari Ibu Septiah S.Ag selaku dosen mata kuliah Dasardasar Evaluasi Pendidikan. 2. Sebagai tambahan informasi bagi para pembaca. 3. Sebagai bahan yang didiskusikan pada saat pelaksanaan mata kuliah dasardasar evaluasi pendidikan. D. METODE PENULISAN Metode yang digunakan untuk pembuatan makalah ini adalah metode literatur yaitu suatu penulisan yang mengambil sumber-sumbernya dari bukubuku yang ada hubungannya dengan permasalahan pada makalah yang tim penyusun buat. BAB II CARA MENENTUKAN KEDUDUKAN SISWA

Dengan standar deviasi 4. Dengan menggunakan Z-Score Simple Rank (SR) Adalah urutan yang menunjukkan letak/kedudukan seseorang dalam kelompoknya dan dinyatakan dengan nomor atau angka biasa. Pengertian. Untuk dapat diketahui rangking dari siswa-siswa di suatu kelas maka harus diadakan pengurutan nilai-nilai siswa tersebut dari yang paling atas sampai ke nilai yang paling bawah. Yang dimaksud dengan siswa dalam kelompok adalah letak seseorang siswa di dalam urutan tingkat. disebut rangking. Ada 4 macam cara untuk menentukan ranking atau kedudukan siswa dalam kelompoknya : 1. untuk maka skor-skor tersebut terlebih dahulu harus kita . kita belum dapat menentukan ranking atau kedudukan seseorang dalam kelompoknya. Dengan ranking sederhana (Simple rank) 2. B. Dalam istilah yang umum. Cara-cara Menentukan Kedudukan Siswa. Dengan ranking persentase (percentile rank) 3.DALAM KELOMPOK A. Contoh : Skor dari ulangan bahasa Indonesia bagi 20 orang siswa adalah sebagai berikut : A = 45 B = 50 C = 39 D = 61 E = 63 F = 70 G = 75 H = 69 I = 60 J = 73 K = 75 L = 75 M = 69 N = 60 O = 73 P = 78 Q = 74 R = 65 S = 49 T = 60 Hanya dengan melihat deretan skor yang masih berserakan ini. Dengan mengurutkan nilai-nilai maka dengan mudah dapat ditentukan nomor yang menunjukkan kedudukan siswa dalam tingkatannya.

urut dari skor yang paling tinggi sampai ke skor yang paling rendah. 4. Sehingga ada nomor-nomor yang tidak digunakan sebagai nomor urut. Untuk memahami bagaimana menentukan simple rank atau ranking sederhana marilah kita urutkan skor-skor A sampai dengan T. yaitu rata-rata dari urutan orang-orang yang memiliki skor sama tersebut. juga mempunyai ranking sama. harus diberi nomor urut atau ranking yang sama pula. 2. yaitu 1. 3.5 (dari 14+15 ) 19 20 a. dan terdapatlah seperti berikut ini : TABLE SIMPLE RANK DARI 20 ORANG SISWA Nama Siswa Skor Ranking G P H K L Q O F M I R E D N T B S J A C 81 78 75 75 75 74 73 70 69 68 65 62 61 60 60 50 49 46 45 39 1 2 3 4 4 dari ( 3+4+5 ) 53 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 14. Siswa yang mempunyai skor sama. 5 dan seterusnya sampai seluruh siswa memperoleh nomor. Setelah itu kita tentukan urutan nomor dari atas. . Yang perlu diingat disini bahwa apa bila ada dua atau tiga orang yang kebetulan memiliki skor yang sama. dengan urutan ke bawah.susun.

Siswa F mendahului ranking 8 dalam simple rank (SR). . dalam hal ini siswa dibandingkan dengan siswa lain yang mempunyai skor sama atau lebih kecil dari padanya. hingga A termasuk juru kunci. 3) Mengalikan dengan 100. karena angka ranking menunjukkan besarnya persentase siswa dalam kelompok yang berhasil dilampaui. Contoh : Dengan kelompok yang terdapat pada "Tabel Simple Rank untuk 20 orang". Tampaknya nomor kecil. Apabila hanya dengan simple rank hanya diketahui nomor. setelah dibagi dengan kelompok itu.b. Cara menentukan PR adalah demikian : 1) Menentukan dahulu SR (Simple Rank)-nya. setelah dibagi dengan kelompok. Rank terakhir selalu sama dengan nomor urut siswa atau banyaknya siswa dapat di kelompok. Mungkin A mempunyai ranking 15. yang ada di bawahnya. tetapi siapa tahu bahwa seluruh kelompok memang hanya terdiri dari 15 orang. Maka banyak siswa yang ada di bawahnya adalah (20-8) orang atau 12 orang. Dengan ranking persentase atau percentile rank. yang menunjukkan banyaknya persentase yang berada di bawahnya. Jadi. lebih dapat di ketahui gambaran kecakapan siswa. kecuali ada beberapa siswa yang mempunyai persamaan skor. tanpa menunjukkan banyaknya individu yang masuk dalam kelompok. Percentile Rank Percentile Rank atau ranking persentase : Adalah kedudukan seseorang dalam kelompok. 2) Mencari dengan 100. Contoh : Jika seorang siswa memiliki PR ( percentile rank) 85 ini menunjukkan bahwa kecakapan siswa tersebut sama atau melebihi 85 % dari seluruh kelompok.

27%) sebagian kecil terletak di daerah "atas" dan sebagian lain lagi akan terletak di daerah " bawah" (masing-masing 15. Sebagian besar dari siswa-siswa ini terletak di tengahtengah kurva sebagai kelompok "sedang" (68.PR untuk F adalah x 100 atau 60 Ini berarti bahwa siswa F itu letak dalam kelompok mengalahkan sebanyak 60% untuk prestasi yang bersangkutan.86 %). Tiap kelompok dibatasi oleh suatu standar deviasi tertentu. Pengelompokan atas 3 ranking. Cobalah untuk siswa yang mempunyai SR 1 sampai 100 ! Standar Deviasi Yang dimaksud dengan penentuan siswa dengan standar deviasi adalah penentuan kedudukan dengan membagi kelas atas kelompokkelompok. Dengan contoh di atas dapat dikatakan bahwa untuk menentukan PR kita tidak boleh menentukan SR terlebih dahulu. Tidak pernah ada PR 100 karena tidak ada siswa yang mengalahkan dirinya sendiri. Pengelompokan atas 11 ranking a. Rumus untuk menentukan PR adalah : PR = x 100 Di dalam kelompok. terlebih dahulu kelas dibagi menjadi 3 kelompok kemudian dari pengelompokan itu dapat diketahui dia termasuk kelompok mana. Pengelompokan atas 3 ranking. Prestasi siswa dalam satu kelas dapat tergambar sebagai sebuah karya normal. b. . maka PR hanya berkisar antara 1 sampai 100. Langkah-langkah menentukan kedudukan siswa dalam 3 ranking 1) Menjumlah skor semua siswa. Penentuan kedudukan dengan standar deviasi dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : a. Dengan demikian maka dalam menentukan seseorang siswa.

2) Mencari nilai rata-rata (Mean) dan simpangan baku (Deviasi standar atau standar deviasi). Contoh : Skor 30 orang siswa adalah : 6 6 7 6 8 7 5 6 7 8 4 8 7 6 8 6 6 7 7 5 5 4 4 7 7 7 6 6 6 6 Untuk menghitung Mean dan Standar Deviasi (SD) dapat digunakan rumus-rumus dan dapat dihitung melalui tabel berikut : Skor 8 7 6 5 4 f 4 9 11 3 3 fx 32 63 66 15 12 188 fx2 256 441 396 75 48 1. 3) Menentukan batas-batas kelompok. c ) Kelompok kurang Semua siswa yang mempunyai skor -1 SD dan yang kurang dari itu. a ) Kelompok atas Semua siswa yang mempunyai skor sebanyak skor rata-rata plus satu standar deviasi ke atas. b ) Kelompok sedang Semua siswa yang mempunyai skor antara -1 SD & 1 SD.216 ( S fx2 ) N = 30 ( S fx ) .

39 ada 20 orang. b.27 SD = = = . . maka digunakan rumus-rumus yang lain : Mean = Sedangkan rumus Standar Deviasi adalah : SD = .12 = 7.39 Jadi : .( ) 2 Dari data yang ada maka Mean = = 6.Kelompok atas Semua siswa yang mempunyai skor 7.12 = 5.15 ke bawah ada 6 orang. .15 dan 7.27 + 1.Batas kelompok bawah sedang adalah : 6. 27 .Batas kelompok sedang atas adalah : 6.Kelompok bawah Semua siswa yang mempunyai skor 5. 271 = 40.1.15 .39 ke atas yaitu skor 8 ada 4 orang.= 39.533 Apa bila dilalui tabel ini. Pengelompokan atas 11 ranking .Kelompok sedang Semua siswa yang mempunyai skor antara 5.

75) SD Skala nilai 1 : Mean . dengan skala angka 0.75) SD Skala nilai 6 : Mean + (0. Standar score ini lebih mempunyai arti dibandingkan dengan score itu sendiri karena telah dibandingkan dengan suatu standar yang sama. selanjutnya akan terdapat 11 rank (tingkat) yaitu : Rangking 1 : kelompok siswa dengan nilai 10 Rangking 2 : kelompok siswa dengan nilai 9 Rangking 3 : kelompok siswa dengan nilai 8 Rangking 4 : kelompok siswa dengan nilai 7 Untuk standar mengingatkan kembali batas-batas setiap ranking.(0. Mean dan Standar Deviasi yaitu menghitung ke skala 1 . .25) SD Skala nilai 5 : Mean + (0.25) SD Untuk ranking ke-11. harus diketahui : .25) SD Skala nilai 2 : Mean .25) SD Skala nilai 4 : Mean . Untuk menentukan Z-Score.(1.10.Standar Deviasi dari skor-skor tersebut Z= Rumus : Z = nilai baku Contoh : Dari 10 orang siswa tercatat skornya sebagai berikut : .25 SD.Sebenarnya pengelompokan berdasarkan Standar Deviasi (SD) dapat dilakukan dengan mengambil 3 ranking dan 11 ranking saja.Rata-rata skor dari kelompok. dalam siswa yang memiliki skor lebih kecil dari -2. Di bawah ini dideretkan lagi Standar Deviasi untuk tiap skala.25) SD Skala nilai 9 : Mean + (1.75) SD Skala nilai 3 : Mean . Standar Score atau Z-Score Adalah angka yang menunjukkan perbandingan perbedaan score seseorang dari mean dengan standar deviasi. Skala nilai 10 : Mean + (2.75) SD Skala nilai 8 : Mean + (1.(1.(2.25) SD Skala nilai 7 : Mean + (0.

yakni Mita mempunyai skor 37 Z-Score untuk Mita = = . Untuk ini dapat dibantu dengan menghitung Z-Score terlebih dahulu.Siswa ke tiga.42 .11 Pengetrapan dari Z-Score ini banyak digunakan di dalam menentukan kejuaraan seseorang apa bila kebetulan jumlah nilainya sama.Siswa ke dua yakni Tini mempunyai skor 55 Z-Score untuk Tini = = + 0. Hanya dengan melihat jumlah nilai saja dapatkah ditentukan siapa yang menduduki tempat tertinggi ? Nilai untuk Bidang Studi dari 5 Orang Siswa Bidang Studi Nama Tini Tuti Tino Rita Matematika Bahas a Indo.75 .( ) Maka SD = = = 11. 45 47 50 53 Bahas a Inggris 48 49 50 51 Jumla h Nomo r IPA IPS 90 70 50 30 30 40 50 60 40 45 50 55 253 251 250 249 I II III IV . yakni Suryo mempunyai skor 63 Z-Score untuk Suryo = = + 1.Siswa ke lima. Dibawah ini terdapat 5 siswa yang mempunyai variasi nilai yang unik tapi jumlahnya sama.11 .50 45 55 70 63 30 60 40 37 50 Rata-rata skor = = 50 Dengan rumus : SD = .1.

34 V Tuti 0.4 1 0.81 -0. tampaknya Tini adalah yang menduduki tempat teratas karena memiliki nilai jumlah paling banyak.41 Melihat keadaan nilai lima siswa tersebut. 4 7. Z = = + 1.71 -0.36 -1.31 II .41 -1.71 -0.0 0 0.26 Tabel Z .00 III Rita 0.31 IV Tino 0.63 -0.00 -0.41 -4.26 1.7 -1.69 1.71 2.00 -0.00 -0.71 -2.48 Deviasi 14. Bahas a Inggri s Jumla h Nomo r Tini 1.Score untuk Bidang Studi dari 5 Orang Siswa Bidang Studi Nama Matematik a IPA IPS Baha sa Indo.Ani Standar 10 70 60 55 52 247 V 31. Sebaliknya Ani memiliki nilai paling sedikit sehingga diperkirakan menduduki tempat yang paling bawah.7 1 0.63 -0.0 7 3.81 0.00 -0.

00 Catatan : tanda plus berada diatas Mean dan tanda minus berarti di bawah mean.00 0.26 1.00 0. caranya juga seperti yang telah dicontohkan. Dengan menggunakan Z-Score ini tidak akan dipengaruhi oleh jumlah nilai.36 1.34 I Jumlah 0.4 1 0.0 0 Ani 1.Score dapat dicari dengan cara mengalikan Z-Score dengan 10. setelah dihitung dengan Z-Score kedudukannya menjadi terbalik. T = 10 Z + 50 Atau Contoh : . Skala T. kemudian ditambah 50.00 0. T = 50 + T-Score adalah angka skala yang menggunakan Mean = 50 dan SD = 10.41 1.1 1. Dengan angka-angka Z-Score yang diperoleh.42 4. Anilah nyatanya yang menduduki tempat paling atas. Terbuktilah disini bahwa Tini yang semula kita perkirakan menduduki tempat paling atas dan Ani tempat paling bawah. maka kita bekerja dengan angka-angka tidak bulat dan tanda-tanda plus-minus. maka untuk mempermudahnya kita menggunakan T-Score. Untuk menentukan kedudukan siswa-siswa yang memiliki jumlah nilai sama.

80 = T-Score 42 Dengan demikian tabel Z-score untuk 5 bidang studi 5 orang siswa di atas dapat diganti menjadi tabel T-Score sebagai berikut : Tabel T-Score untuk Studi dari 5 Orang Siswa Matematik a Bahas a Indo. disebut ranking. untuk dapat di ketahui ranking dari siswa-siswa di suatu kelas maka harus di adakan . Dalam istilah yang umum.0. BAB III PENUTUP A.20 = T-Score 62 Z .Score .Score + 1.Z . Bahas a Jumla Inggris h Bidang Studi Nama Tini Tuti Tino Rita Ani Jumlah IPA IPS Nomo r 63 56 50 44 37 250 36 43 50 57 64 250 36 43 50 57 64 250 36 24 50 58 64 250 36 43 50 57 64 250 207 237 250 273 289 V IV III II I Urutan nomornya tetap seperti jika menggunakan Z-Score. Kesimpulan Kedudukan siswa dalam kelompok adalah letak seseorang siswa di dalam urutan tingkatan.

pengurutan nilai siswa-siswa tersebut dari yang paling atas sampai ke nilai yang paling bawah. . Cara menentukan kedudukan siswa / ranking mempunyai beberapa macam yaitu : . maksud ketelitian dan kecermatan disini bukan hanya tentang penilaian dalam kegiatan pembelajaran tetapi juga perlu memperhatikan dari segi bagaimana siswasiswa itu berpakaian.Simple Rank (SR) .Standar Score/Z-Score B.Standar Deviasi .Percentile Rank . Saran-saran Dalam menentukan kedudukan siswa dalam kelompok atau ranking memerlukan ketelitian dan kecermatan. keterampilannya serta ekstrakurikulernya karena itu sangat mempengaruhi. itu yang diutamakan agar seorang guru tidak salah mengambil keputusan dalam suatu penilaian.

Graw Hill Book Company 1971. Inc New York 1974. David. Mc Millan Publishing Co. Norman E : Impriving Marketing and Reporting In Class-room Instruction. . Dep. Jakarta 1970.Bloon J. Jakarta 1976. Departemen P dan K : Pedoman Penelitian Buku Pedoman Khusus Seri Kurikulum 1975. Seven Ways of Teaching. P dan K. Evaluasi Pendidikan. BP3K Dep. Jakarta 1977. Suharsini Arikunto.DAFTAR PUSTAKA Amir Daicu Indrakusuma. Madaus : Hand Book on Formative and Summative Evaluation of Student Learning. Australia : Hawker Brownlow Education. BP3K. New York 1960. Remmers H. George F.L : A Practical Introduction to Measurement and Evaluation. Gronlund. P dan K. Harper & Row. Thoma Hastings. The Artistry of Teaching With Multiple Intelegences. Benjamin S. BP3K in Collaboration With The British Council and IIEPUNESCO.H and Gade N.F salinger : Dasar-dasar Ruang Lingkup dan Strategi penilaian di Sekolah. Marsandi. 1991. Suroso R. Mc. Lazear. Barker Lunn Joan : Concepts of Measturement. terbitan 1975.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful