P. 1
Bab 3 Distribusi Frekuensi Baru

Bab 3 Distribusi Frekuensi Baru

|Views: 223|Likes:
Published by anii88

More info:

Published by: anii88 on Jan 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2015

pdf

text

original

DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI DAN GRAFIKNYA

A. PENGERTIAN DISTRIBUSI FREKUENSI Menurut Hasan (2009) Distribusi Frekuensi adalah Susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau menurut katagori tertentu dalam sebuah daftar. Menurut Riduwan (2003) Distribusi frekuensi adalah Penyusunan suatu data mulai dari terkecil sampai terbesar yang membagi banyaknya data kedalam beberapa kelas. Kegunaan data yang masuk dalam distribusi frekuensi adalah Untuk memudahkan data dalam penyajian, mudah dipahami, dan mudah dibaca sebagai informasi, pada gilirannya digunakan untuk perhitungan membuat gambar statistik dalam berbagai bentuk penyajian data.

B. BAGIAN-BAGIAN DISTRIBUSI FREKUENSI Menurut Hasan (2009) bagian-bagian distribusi frekuensi adalah sebagai berikut : 1. Kelas-kelas Kelas adalah kelompok nilai data 2. Batas Kelas Batas kelas adalah nilai-nilai yang membatasi kelas yang satu dengan kelas yang lain. Ada dua batas kelas yaitu : a. Batas bawah kelas terdapat disebelah kiri deretan kelas b. batas atas kelas terdapat disebelah kanan deretan kelas 3. Tepi Kelas Terpi kelas adalah batas kelas yang tidak memiliki lubang untuk angka tertentu antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Tepi kelas ini kegunaanya waktu pembuatan histogram. Apabila ujung atas interval kelas pertama ditambah ujung bawah interval kedua dan dikalikan setengah, maka hasil tersebut dinamakan tepi kelas, atau ujung bawah interval kelas dikurangi 0,5; 0,05 bahkan 0,005 tergantung ketelitian data yang dibuat
1
Analisis Statistika, 2011

oleh peneliti dan diujung kelas atas ditambah 0,5; 0,05; 0,005 maka nilai itu dinamakan batas kelas. 4. Titik tengah kelas adalah nilai data yang terletak ditengah-tengah kelas Titik tengah kelas = ½(batas atas kelas + batas bawah kelas) 5. Interval adalah selang yang memisahkan kelas yang satu dengan kelas yang lain 6. Panjang interval kelas adalah jarak antara tepi atas kelas dan tepi bawah kelas 7. Frekuensi kelas adalah banyaknya data yang termasuk kedalam kelas tertentu. Contoh : Interval Kelas Turus Frekuensi 3 4 4 8 12 23 6

9-21 III 22-34 IIII 35-47 IIII 48-60 IIII III 61-73 IIII IIII II 74-86 IIII IIII IIII IIII III 87-99 IIII I Dari distribusi frekuensi diatas : a. Banyaknya kelas adalah 7 b. Batas kelas-kelas adalah 9, 21, 22, 34, ...

c. Batas bawah kelas-kelas adalah 9, 22, 35, 48, 61, 74, 87 d. Batas atas kelas-kelas adalah 21, 34, 47, 60, 73, 86, 99 e. Tepi bawah kelas adalah 8,5; 21,5; 34,5; 47,5; 60,5; 73,5; 86,5 f. Tepi atas kelas adalah 21,5; 34,5; 47,5; 60,5; 73,5; 86,5; 99,5 g. Titik tengah kelas adalah 15, 28, 41, 54, 67, 80, 93 h. Interval Kelas adalah 9-21, 22-34, 35-47, 48-60, 61-73, 74-86, 87-99. i. Panjang Interval kelas-kelas masing-masing 13. j. Frekuensi kelas-kelas adalah 3, 4 ,4 ,8 ,12 ,23 ,6.

2
Analisis Statistika, 2011

C. PENYUSUNAN DISTRIBUSI FREKUENSI 1) Mengurutkan data dari yang terkecil ke yang terbesar 2) Tentukan Range atau jangkauan data (R) Jangkauan = data terbesar – data terkecil 3) Tentukan banyak kelas (k) Rumus Sturgess : k=1+3,3 log n 4) Tentukan panjang interval kelas (i) i = Jangkauan / banyak kelas 5) Batas bawah kelas pertama Batas bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data terkecil atau data terkecil yang berasal dari pelebaran jangkauan (data yang lebih kecil dari data terkecil) dan selisihnya harus kurang dari panjang interval kelasnya. 6) Menuliskan frekuensi kelas secara melidi dalam kolom turus atau tally (sistem turus) sesuai banyaknya data. Contoh : Interval Kelas 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 frekuensi (f) Interval Kelas 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 Frekuensi 3 4 4 8 12 23 6 Turus III IIII IIII IIII III IIII IIII II IIII IIII IIII IIII III IIII I Frekuensi 3 4 4 8 12 23 6

7) Membuat tabel distribusi frekuensi dengan cara memindahkan semua angka

3
Analisis Statistika, 2011

CONTOH MEMBUAT TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI Data hasil ujian akhir Mata Kuliah Statistika dari 60 orang mahasiswa 23 80 52 41 60 60 77 10 71 78 79 81 64 83 89 32 95 75 54 76 57 41 78 64 84 74 65 25 72 48 52 92 80 88 84 70 85 98 62 90 82 55 81 74 15 36 76 67 43 79

34 67 17 82 69 74 63 80 85 61 Buatlah daftar distribusi frekuensi dari data diatas : Penyelesaian : a. Urutkan data 10 32 43 55 62 67 72 76 79 81 84 89 15 34 48 57 63 67 74 76 79 81 84 90 17 36 52 60 64 69 74 77 80 82 85 92 23 41 52 60 64 70 74 78 80 82 85 95 25 41 54 61 65 71 75 78 80 83 88 98 b. c. d. e. f. Jangkauan (R) = 98 – 10 = 88 Banyak kelas (k) = 1 + 3,3 log 60 = 6,8 ≈ 7 Lebar interval kelas (i) = 88 / 7 = 12,5 ≈ 13 Batas kelas pertama, misalnya diambil 9 Menuliskan frekuensi secara melidi / turus Interval Kelas 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 Turus III IIII IIII IIII III IIII IIII II IIII IIII IIII IIII III IIII I Frekuensi 3 4 4 8 12 23 6

4
Analisis Statistika, 2011

g.

Membuat tabel distribusi frekuensi dengan cara memindahkan semua angka frekuensi (f) Interval Kelas 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 Frekuensi 3 4 4 8 12 23 6

D. HISTOGRAM, POLIGON FREKUENSI DAN KURVA 1. Histogram Dan Poligon Frekuensi Histogram dan poligon frekuensi adalah dua grafik yang sering digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi. Histogram merupakan grafik batang dari distribusi frekuensi dan poligon frekuensi merupakan grafik garisnya. Pada histogram, batang-batangnya saling melekat atau berimpitan, sedang poligon frekuensi dibuat dengan cara menarik garis dari satu titik tengah batang histogram ke titik tengah batang histogram yang lain. Agar diperoleh poligon tertutup, harus dibuat dua kelas baru dengan panjang kelas sama dengan frekuensi nol pada kedua ujungnya. Pembuatan dua kelas baru itu diperbolehkan karena luas histogram dan poligon yang tertutup sama. Pada pembuatan histogram digunakan sistem salib sumbu. Sumbu mendatar (sumbu X) menyetakan interval kelas (tepi bawah dan tepi atas masingmasing kelas) dan sumbu tegak (sumbu Y) menyatakan frekuensi. Contoh Data hasil ujian akhir Mata Kuliah Statistika dari 60 orang mahasiswa Interval Kelas 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 Frekuensi 3 4 4 8 12 23 6 Tepi Interval Kelas 8,5 – 21,5 21,5 – 34,5 34,5 – 47,5 47,5 – 60,5 60,5 – 73,5 73,5 – 86,5 86,5 – 99,5 Titik Tengah 15 28 41 54 67 80 93

5
Analisis Statistika, 2011

2.

Kurva Frekuensi Kurva distribusi frekuensi disingkat kurva frekuensi yang telah dihaluskan

mempunyai berbagai bentuk dengan ciri-ciri tertentu. Bentuk-bentuk kurva distribusi frekuensi asalah sebagai berikut : No 1 Bentuk Kurva Simetris atau berbentuk lonceng Ciri-cirinya ialah nilai variabel di Gambar

samping kiri dan kanan yang berjarak sama terhadap titik terbesar) tengah (yang

frekuensinya

mempunyai

frekuensi yang sama. Bentuk kurva simetris sering dijumpai dalam distribusi bermacam-macam variabel, karena itu dinamakan distribusi normal. 2 Tidak simetris atau condong Ciri-cirinya ialah ekor yang satu lebih panjang daripada ekor kurva lainnya. Jika kurva lebih panjang berada Condong ke kanan

disebelah kanan kurva disebut kurva condong ke kanan (mempunyai

kecondongan positif), sebaliknya disebut condong ke kiri (mempunyai Condong ke kiri

kecondongan negatif) 3 Bentuk J atau J terbalik Ciri-cirinya ialah salah satu nilai ujung kurva memiliki frekuensi maksimum

Bentuk J

Bentuk J Terbalik
6
Analisis Statistika, 2011

4

Bentuk U Ciri-cirinya kedua ujung kurva memiliki frekuensi maksimum

5

Bimodal Ciri mempunyai dua maksimum

6

Multinom Ciri mempunyai lebih dari dua

maksimum

7

Uniform Terjadi bila nilai-nilai variabel dalam suatu interval mempunyai frekuensi sama

E. JENIS-JENIS DISTRIBUSI FREKUENSI 1. DISTRIBUSI FREKUENSI BIASA adalah distribusi yang hanya berisikan jumlah frekuensi dari setiap kelompok. Ada 2 yaitu : a. Distribusi frekuensi numerik adalah distribusi frekuensi yang pembagian kelasnya dinyatakan dalam angka. Interval Kelas 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 Frekuensi 3 4 4 8 12 23 6

7
Analisis Statistika, 2011

b. Distribusi frekuensi peristiwa adalah distribusi yang pembagian kelasnya dinyatakan berdsarkan golongan data yang ada. Distribusi Frekuensi Mahasiswa Pendidikan Matematika Semester 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah Frekuensi 100 80 78 70 55 40 20 5 448

2.

DISTRIBUSI FREKUENSI RELATIF Distribusi frekuensi relatif adalah distribusi frekuensi yang berisikan nilai-

nilai hasil bagi antara frekuensi kelas dan jumlah pengamatan yang terkandung dalam kumpulan data yang berdistribusi tertentu distribusi frekuensi relatif dapat dirumuskan :
f relatif 

f

fi

x100%, i  1,2,3,...

Keterangan fi = frekuensi kelas ke-i ∑f = jumlah frekuensi Frekuensi relatif kadang-kadang dinyatakan dalam bentuk perbandingan, desimal, ataupun persen.

8
Analisis Statistika, 2011

Contoh Distribusi Frekuensi Relatif Nilai Ujian Akhir Mata Kuliah Statistika
Interval Kelas 9- 21 22- 34 35- 52 48- 35 61- 81 74- 36 87- 112 Frekuensi Relatif (%) Frekuensi 3 4 4 8 12 23 6 60 Perbandingan
3 60 4 60 4 60 8 60 12 60 23 60 6 60

Desimal 0,050 0,067 0,067 0,133 0,200 0,383 0,100 1

Persen 5% 7% 7% 13% 20% 38% 10% 100%

1

3.

DISTRIBUSI FREKUENSI KUMULATIF Distribusi frekuensi kumulatif adalah distribusi frekuensi yang berisikan

frekuensi kumulatif. Frekuensi kumulatif adalah frekuensi yang dijumlah. Distribusi frekuensi kumulatif memiliki grafik atau kurva yang disebut OGIF. Pada ogif dicantumkan frekuensi kumulatifnya dan digunakan nilai batas kelas. Ada dua macam Distribusi frekuensi kumulatif, yaitu : 1. Distribusi Frekuensi Kumulatif Kurang Dari Distribusi frekuensi kumulatif kurang dari adalah distribusi frekuensi yang memuat jumlah frekuensi yang memiliki nilai kurang dari nilai batas kelas suatu interval tertentu. 2. Distribusi Frekuensi Kumulatif Lebih Dari Distribusi frekuensi kumulatif lebih dari adalah distribusi frekuensi yang memuat jumlah frekuensi yang memiliki nilai lebih dari nilai batas kelas suatu interval tertentu.

9
Analisis Statistika, 2011

CONTOH : Distribusi Frekuensi Kumulatif Kurang Dari Distribusi Frekuensi Kumulatif Kurang Dari Untuk Nilai Ujian Akhir Mata Kuliah Statistika Distribusi Frekuensi Biasa Interval Kelas 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 Distribusi frekuensi Kumulatif Kurang Dari Frekuensi Kumulatif =0 0+3=3 0+3+4=7 0 + 3 + 4 + 4 = 11 0 + 3 + 4 + 4 + 8 = 19 0 + 3 + 4 + 4 + 8 + 12 = 31 0 + 3 + 4 + 4 + 8 + 12 + 23 = 54 0 + 3 + 4 + 4 + 8 + 12 + 23 + 6 = 60

Frekuensi Batas Kelas <9 < 22 < 35 < 48 < 61 < 74 < 87 < 100

3 4 4 8 12 23 6

Gambar distribusi frekuensi kumulatif kurang dari

10
Analisis Statistika, 2011

CONTOH : Distribusi Frekuensi Kumulatif Lebih Dari Distribusi Frekuensi Kumulatif Lebih Dari Untuk Nilai Ujian Akhir Mata Kuliah Statistika Distribusi Frekuensi Biasa Interval Kelas 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 Distribusi frekuensi Kumulatif Lebih Dari Frekuensi Kumulatif = 60 60 – 3 = 57 60 – 3 – 4 = 53 60 – 3 – 4 – 4 = 49 60 – 3 – 4 – 4 – 8 = 41 60 – 3 – 4 – 4 – 8 – 12 = 29 60 – 3 – 4 – 4 – 8 -12 – 23 = 6 60 – 3 – 4 – 4 – 8 – 12 – 23 – 6 = 0

Frekuensi Batas Kelas 3 4 4 8 12 23 6 >9 > 22 > 35 > 48 > 61 > 74 > 87 > 100

Gambar distribusi frekuensi kumulatif lebih dari

Ogif Frekuensi Kumulatif Dari Untuk Nilai Ujian Akhir Mata Kuliah Statistika

Referensi : Hasan, Iqbal. 2009. Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif). Jakarta : Bumi Aksara.

11
Analisis Statistika, 2011

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->