P. 1
Kelas08 Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu Sri Waluyo

Kelas08 Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu Sri Waluyo

4.56

|Views: 38,607|Likes:
Published by umar
BACA DONG SEMOGA BERGUNA
BACA DONG SEMOGA BERGUNA

More info:

Published by: umar on Nov 05, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/31/2015

pdf

text

original

Sections

1.Janji Perdana Menteri Kuniaki Koiso

Pada tahun 1944, kedudukan Jepang makin terjepit oleh Sekutu
dalam Perang Dunia II. Beberapa wilayah yang dulu pernah
dikuasai oleh Jepang telah jatuh ke tangan Sekutu. Kondisi tersebut
diperparah dengan mundurnya moral masyarakat Jepang, produksi
peralatan perang merosot, dan permasalahan dalam bidang logistik.
Kondisi tersebut sangat memukul Jepang. Oleh karena itu, perlu
diupayakan berbagi cara agar memulihkan kondisi tersebut. Satu-
satunya harapan bagi Jepang adalah Indonesia.

Untuk menarik hati bangsa Indonesia, maka pada tanggal 7
September 1944 dalam sidang parlemen Jepang, Perdana Menteri
Kuniaki Koiso mengumumkan bahwa daerah Hindia Timur (Indo-
nesia) diperkenankan merdeka “kelak di kemudian hari”.
Pengumuman tersebut disambut gembira oleh bangsa Indonesia.

2.Pembentukan BPUPKI

Setelah Jepang memberikan janji kemerdekaan di kemudian
hari kepada bangsa Indonesia, para pemimpin pergerakan
kemerdekaan Indonesia segera menuntut janji tersebut untuk
diwujudkan. Akibat desakan para pemimpin pergerakan kemer-
dekaan Indonesia dan kedudukan Jepang yang makin terdesak,
maka Letnan Jenderal Kumakici Harada (pimpinan tentara Jepang
di Jawa) pada tanggal 1 Maret 1945 mengumumkan pembentukan
Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indo-
nesia (Dokuritsu Junbi Cosakai), dr. K.R.T. Radjiman
Wedyodiningrat ditunjuk sebagai ketua BPUPKI dan R.P. Suroso
sebagai wakil ketua.

Setelah susunan pengurus BPUPKI terbentuk, pada tanggal
28 Mei 1945 diresmikan oleh pemerintah bala tentara Jepang,
sekaligus dilangsungkan upacara persiapan BPUPKI di gedung
Cuo Sangi In, Jalan Pejambon Jakarta (sekarang gedung departemen
luar negeri).

Pada waktu itu dilakukan upacara pengibaran bendera
Hinomaru oleh M.r. A.R.Pringgodigdo yang kemudian disusul
dengan pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih oleh Toyohiko
Masuda. Peristiwa tersebut membangkitkan semangat para
anggota BPUPKI dalam usahanya mempersiapkan kemerdekaan
Indonesia. Selain membangkitkan semangat anggota BPUPKI, juga
menggugah semangat bangsa Indonesia untuk berjuang memper-
oleh kemerdekaan.

Serasi

(Serba-serbi Sosial)

Pada akhir bulan Juli
1945, bala tentara
Jepang di wilayah
selatan mengadakan
rapat di Singapura.
Rapat itu menyetujui
pemberian kemerdeka-
an Indonesia pada
tanggal 7 September
1945. Namun pada
tanggal 6 dan 9 Agus-
tus 1945 bom atom di-
jatuhkan Sekutu di Hi-
roshima dan Nagasaki,
sehingga peristiwa itu
mendorong diubahnya
tanggal pemberian ke-
merdekaan Indonesia
menjadi 24 Agustus
1945.
Kemudian tanggal 15
Agustus 1945, Jepang
menyerah tanpa syarat
kepada Sekutu. Dan
hal ini mendorong
kuat keinginan bangsa
Indonesia untuk sese-
gera mungkin mempro-
klamasikan kemerdeka-
an Indonesia, karena
terjadinya “Vacum of
Power” (kekosongan
kekuasaan) di Indone-
sia.

Sumber:Ensiklopedi Umum
untuk Pelajar, 2005

Gambar 13.1 Tokoh
BPUPKI (K.R.T. Radjiman
Wedyodiningrat)

Galeri Pengetahuan Sosial 2

224

Dalam perjalanannya BPUPKI menyelenggarakan dua kali

sidang.

a.Sidang pertama BPUPKI (29 Mei 1945–1 Juni 1945)

Dalam sidang pertama membahas tentang dasar negara.
Ketua BPUPKI dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam pembuka-
annya meminta pandangan dari anggota mengenai dasar negara
Indonesia.

Sidang ini menekankan bahwa sesuatu yang akan dijadikan
dasar negara hendaknya dicari dan digali dari nilai-nilai yang sudah
berakar kuat dari hati dan pikiran rakyat. Selain itu agar dapat
diterima secara bulat dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.
Beberapa tokoh yang mengajukan konsep tentang dasar negara
adalah Mr. Muhammad Yamin, Mr. Supomo, dan Ir Soekarno.

Dalam pidatonya, Ir. Soekarno juga memberi usul mengenai
nama dasar negara Indonesia merdeka, yaitu Pancasila, Trisila,
dan Ekasila. Dalam rapat tanggal 1 Juni 1945, nama yang dipilih
untuk dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Oleh karena itu,
tanggal 1 Juni 1945 diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.
Dengan berakhirnya rapat pada tanggal 1 Juni 1945, maka selesailah
pelaksanaan persidangan pertama BPUPKI.

Dalam pertemuan ini pula dibentuk lagi Panitia Kecil yang
beranggotakan sembilan orang sehingga disebut Panitia Sembilan.
Ketua Panitia Sembilan adalah Ir. Soekarno, dengan anggotanya
Drs. Mohammad Hatta, Mr. Muhammad Yamin, Mr. Ahmad
Soebardjo, Mr. A.A. Maramis, Abdulkadir Muzakir, Wachid Hasim,
H. Agus Salim, dan Abikusno Tjokrosujoso. Tugas Panitia Sembilan
adalah menyusun rencana Pembukaan Undang-Undang Dasar.

Dalam persidangan yang dilakukan oleh Panitia Sembilan
menghasilkan rumusan yang menggambarkan maksud dan tujuan
pembentukan negara Indonesia merdeka. Rumusan dasar negara
yang dihasilkan oleh Panitia Sembilan adalah sebagai berikut:

1)Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya.

2)(Menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

3)Persatuan Indonesia.

4)(Dan) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan/perwakilan.

5)(Serta mewujudkan sesuatu) keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.

Dengan berhasilnya merumuskan calon dasar negara tersebut,
maka tugas Panitia Sembilan selesai pada tanggal 22 Juni 1945.
Rumusan dasar negara yang dihasilkan oleh Panitia Sembilan oleh

Aktivitas Mandiri

Untuk menambah pe-
mahaman dan pengeta-
huan kalian, coba
lakukan studi pustaka
guna menggali
informasi selengkap-
lengkapnya mengenai
makna nama dasar
negara kita, yaitu
“Pancasila”. Kemudian
kemukakan di kelas
hasil dari studi pustaka
kalian tersebut.

Ajang Curah
Pendapat

Untuk menambah pe-
mahaman kalian dan
melatih kecakapan
analisa kalian, coba
diskusikan dengan
kelompok kalian, guna
membandingkan
usulan dasar falsafah
negara Indonesia yang
disampaikan oleh Mr.
Muh. Yamin, Mr. Soe-
pono, dan Ir. Soekar-
no. Menurut kelompok
kalian, manakah yang
paling mendekati
dengan isi Pancasila
yang termuat dalam
pembukaan UUD
1945? Kemukakan
pula alasannya.

Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia

225

Mr. Muhammad Yamin disebut “Piagam Jakarta” atau “Jakarta
Charter”. Rancangan itu diterima secara bulat dan sepakat untuk
dimatangkan dalam sidang kedua BPUPKI mulai tanggal 10 Juli
1945.

b.Persidangan kedua BPUPKI (10 Juli 1945–16 Juli 1945)

Sidang BPUPKI yang kedua memiliki agenda khusus yaitu
mempersiapkanrancangan undang-undang dasar, termasuk juga
pembukaannya. Sebelum BPUPKI mulai sidang yang kedua, bangsa
Indonesia telah memiliki rancangan undang-undang dasar yang
telah disusun oleh panita 9 yang dikenal dengan istilah “Piagam
Jakarta” atau “Jakarta Charter”. Dalam sidang ini dibentuk Panitia
Perancang Undang-Undang Dasar, yang pada akhirnya bersepakat
bahwapreambule atau pembukaan diambil dari Piagam Jakarta.

Dalam persidangan BPUPKI yang kedua (10 Juli 1945 – 16
Juli 1945) yang membahas undang-undang dasar menetapkan
bahwa bentuk negara Indonesia adalah republik dan wilayah negara
Indonesia yakni seluruh wilayah Kepulauan Indonesia yang semula
wilayah kekuasaan Hindia Belanda.

Sebelum sidang BPUPKI berakhir, Panitia Perancang
Undang-Undang Dasar melaporkan hasil dari sidang yaitu:

1)Pernyataan Indonesia Merdeka.

2)Pembukaan Undang-Undang Dasar.

3)Undang-Undang Dasar itu sendiri dan batang tubuh.

Dengan keberhasilan dari Panitia Perancang Undang-Undang
menyusun rancangan undang-undang dasar, maka tugas BPUPKI
dinyatakan telah selesai dan dibubarkan.

c.Pembentukan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan In-
donesia)

Pada tanggal 6 Agustus 1945 Hiroshima dibom atom oleh
Amerika Serikat yang tergabung dalam pasukan Sekutu. Bayangan
kekalahan makin menghantui para pemimpin Jepang. Dalam
keadaan semacam itu, Jepang seakan-akan hendak mewujudkan
janjinya kepada bangsa Indonesia untuk merdeka. Oleh karena
itu, pada tanggal 7 Agustus 1945 diumumkan pembentukan Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Docuritsu Junbi
Inkai. PPKI dibentuk oleh Jepang dengan anggota berjumlah 21
orang.

Pada tanggal 9 Agustus 1945, Nagasaki juga dibom atom
oleh pasukan Amerika Serikat. Akibat pengeboman itu, Jepang
makin tidak berdaya. Oleh karena itu, Jenderal Besar Terauchi
selaku Panglima Tentara Umum Selatan, yang mengepalai semua

Serasi

(Serba-serbi Sosial)

Pengeboman kota Hi-
roshima dan Nagasaki
merupakan pukulan
berat bagi Jepang. Uni
Sovyet juga menyata-
kan perang terhadap
Jepang dengan diawali
menyerang Manchuria.
Akhirnya, Jepang me-
nyerah tanpa syarat
kepada Sekutu pada
tanggal 14 Agustus
1945.

Sumber: Ensiklopedi Umum
untuk pelajar, 2005

Gambar 13. 2Moh. Yamin
salah satu anggota penting.

Galeri Pengetahuan Sosial 2

226

tentara Jepang di seluruh kawasan Asia Tenggara, memanggil Ir.
Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan dr. Radjiman Wedyo-
diningrat agar datang ke markas di Dalat (Vietnam).

Rombongan pemimpin nasional Indonesia berangkat ke Dalat,
Vietnam pada tanggal 9 Agustus 1945. Mereka melakukan
pertemuan dengan Jenderal Besar Terauchi pada tanggal 12
Agustus 1945. Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Besar Terauchi
menyatakan bahwa pemerintah kemaharajaan Jepang memutuskan
akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Kemerdekaan
itu dapat diumumkan apabila segala persiapan sudah selesai.

Pada pertemuan tanggal 12 Agustus 1945 kepada para
pemimpin bangsa Indonesia, Jenderal Besar Terauchi menyampai-
kan hal-hal sebagai berikut.

1)Pemerintah Jepang memutuskan memberikan kemerdekaan
kepada bangsa Indonesia.

2)Untuk melaksanakan kemerdekaan dibentuk PPKI.

3)Pelaksanaan kemerdekaan segera dilakukan setelah persiapan
selesai dilakukan dan secara berangsur-angsur dari Pulau Jawa,
baru disusul oleh pulau lainnya.

4)Wilayah Indonesia akan meliputi seluruh bekas wilayah Hindia
Belanda.

B.PERSIAPAN PERUMUSAN NASKAH PROKLA-
MASI KEMERDEKAAN

1.Perbedaan Pendapat antara Golongan Tua dan
Golongan Muda

Akibat menyerahnya Jepang kepada Sekutu di Indonesia
terjadivacuum of power, artinya tidak ada pemerintah yang
berkuasa. Kekosongan kekuasaan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya
oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Setelah mengetahui bahwa Jepang menyerah kepada Sekutu,
para pemuda segera menemui Bung Karno dan Bung Hatta di
Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Dalam pertemuan itu, Sutan
Syahrir sebagai juru bicara para pemuda meminta agar Bung
Karno dan Bung Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan
Indonesia pada saat itu juga, lepas dari campur tangan Jepang.
Namun Bung Karno tidak menyetujui usul para pemuda karena
proklamasi kemerdekaan perlu dibicarakan dahulu dalam rapat
PPKI. Alasannya, badan inilah yang bertugas mempersiapkan
kemerdekaan Indonesia. Para pemuda menolak pendapat Bung
Karno. Para pemuda berpendapat bahwa menyatakan kemer-

Cinderamata
Sosial

Buat karangan singkat
(narasi) dengan tema di
bawah ini:
1. Penderitaan rakyat
Indonesia pada
masa penjajahan
Jepang.
2.Seandainya saya da-
hulu menjadi pemu-
da dan menjadi
anggota BPUPKI.
Pilihlah salah satu tema
di atas dan presentasi-
kan hasilnya di depan
kelas.

Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia

227

dekaan melalui PPKI tentu akan dicap oleh Sekutu bahwa
kemerdekaan Indonesia hanyalah pemberian Jepang. Para pemuda
tidak menginginkan kemerdekaan Indonesia dianggap sebagai
hadiah Jepang. Dengan demikian, usaha para pemuda dengan juru
bicara Sutan Syahrir untuk membujuk Ir. Soekarno agar segera
memproklamasikan kemerdekaan Indonesia mengalami kegagalan.

Karena belum berhasil membujuk Bung Karno, maka pada
tanggal, l5 Agustus 1945 pukul 20.00 WIB para pemuda kembali
mengadakan rapat di Lembaga Bakteriologi di Jalan Pegangsaan
Timur dengan dipimpin oleh Chaerul Saleh. Keputusan rapat
mengajukan tuntutan radikal yang menegaskan bahwa kemer-
dekaan Indonesia adalah hak dan persoalan rakyat Indonesia sendiri
dan tidak dapat digantungkan pada orang dan kerajaan lain. Segala
ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan dari Jepang harus
diputuskan. Sebaliknya, diharapkan diadakan suatu perundingan
dengan Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta agar segera
menyatakan proklamasi.

Hasil keputusan rapat disampaikan kepada Bung Karno pada
pukul 22.00 WIB oleh Darwis dan Wikana. Wikana menghendaki
agar proklamasi kemerdekaan Indonesia dinyatakan oleh Bung
Karno pada keesokan harinya tanggal 16 Agustus 1945. Mereka
mengancam akan terjadi pertumpahan darah jika keinginan itu tidak
dilaksanakan. Mendengar ancaman itu, Bung Karno marah. Bung
Karno sebagai ketua PPKI tidak dapat melepaskan tanggung
jawabnya, sehingga bersikeras ingin membicarakan terlebih dahulu
dengan anggota PPKI lainnya. Suasana tegang antara Darwis dan
Wikana, dengan Bung Karno disaksikan oleh para tokoh nasionalis
golongan tua, seperti Drs. Mohammad Hatta, Mr. lwa Kusuma
Sumantri, Ar. Buntaran, dr. Samsi, dan Ahmad Soebardjo.

Tampak perbedaan pendapat mengenai pelaksanaan prokla-
masi. Golongan tua menghendaki diadakan rapat PPKI terlebih
dahulu. Sementara itu, golongan pemuda bersikeras menyatakan
bahwa proklamasi harus dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus
lepas dari PPKI.

2.Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Setelah melalui peristiwa Rengasdengklok, akhirnya rombong-
an Soekarno Hatta sampai di Jakarta pada pukul 23.30 waktu Jawa
zaman Jepang (pukul 23.00 WIB). Soekarno-Hatta setelah singgah
di rumah masing masing, kemudian bersama rombongan lainnya
menuju rumah Laksamana Maeda untuk merumuskan teks
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Laksamana Maeda adalah
seorang Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jepang di Jakarta
tempat Ahmad Soebardjo bekerja sebagai stafnya.

Serasi

(Serba-serbi Sosial)

Perbedaan pendapat
terjadi antara golongan
tua dengan golongan
muda.
a.Golongan muda:
Sutan Syahris, Dar-
wis, Sukarni, Sudi-
ro, Eikana, Chaerul
Shaleh, Yusuf Kun-
co, Sayuti Melik,
Adam Malik, B.M.
Diah, dan lain-lain.
b.Golongan tua: Ir.
Soekarno, Drs.
Moh. Hatta, M. Ya-
min, Ahmad Soe-
bardjo, dan lain-
lain.

Galeri Pengetahuan Sosial 2

228

Ahmad Soebardjo memohon agar para tokoh pergerakan
diperbolehkan berkumpul di rumah Maeda untuk membicarakan
persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia besok pagi.
Laksamana Maeda mengizinkan dan menjamin keselamatan
mereka di rumahnya, Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta.

Pada malam itu, Soekarno–Hatta juga menemui Kepala
Pemerintahan Umum (Sumobuco), Mayor Jenderal Nishimura
untuk menjajaki sikapnya tentang rencana Proklamasi Kemerde-
kaan Indonesia. Soekarno-Hatta ditemani oleh Laksamana Maeda
bersama Shigerada Nishijima, Tomegoro Yoshizumi, dan Miyoshi
sebagai penerjemah. Ternyata Nishimura tidak berani mengizinkan
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, karena takut disalahkan oleh
Sekutu. Dengan demikian Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
memang harus dilakukan lepas dari pengaruh Jepang.

Malam itu juga segera diadakan musyawarah. Tokoh tokoh
yang hadir saat itu Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Ahmad
Soebardjo, para anggota PPKI, dan para tokoh pemuda, seperti
Sukarni, Sayuti Melik, B.M. Diah, dan Sudiro (Mbah). Mereka
yang merumuskan teks proklamasi berada di ruang makan, yakni
Ir. Soekarno, memegang pena dan kertas, Drs. Mohammad Hatta
dan Ahmad Soebardjo turut mengemukakan ide idenya secara lisan.
Ahmad Soebardjo menyampaikan kalimat pertama yang berbunyi,

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan
Indonesia,Mohammad Hattakemudian menyempurnakan dengan
kalimat kedua yang berbunyi, Hal-hal yang mengenai pemin-
dahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara
saksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya.

Setelah konsep teks proklamasi itu jadi, kemudian dibawa ke
ruang depan tempat pemimpin Indonesia lainnya berkumpul untuk
dimusyawarahkan. Saat itu timbul persoalan tentang siapa yang
akan menandatangani teks proklamasi. Chaerul Saleh menyatakan
tidak setuju jika teks itu ditandatangani oleh para anggota PPKI
sebab lembaga itu menurutnya merupakan bentukan pemerintah
Jepang. Sukarni kemudian mengusulkan agar teks proklamasi
ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas
nama bangsa Indonesia, dan seluruh hadirin pun setuju.

Setelah itu, konsep teks proklamasi diserahkan kepada Sayuti
Melik untuk diketik. Sebelum diketik dilakukan sedikit perubahan,
yaitu pada kata “tempoh” diubah menjadi “tempo”, kalimat “wakil
wakil bangsa Indonesia” diubah menjadi “Atas nama bangsa
Indonesia”. Penulisan tanggal juga diubah sehingga menjadi
Djakarta, Hari 17 boelan 8 tahoen 05. Tahun 05 adalah tahun Showa
(Jepang), yakni, 2605 yang sama dengan tahun Masehi 1945.
Setelah selesai diketik, barulah teks proklamasi ditandatangani oleh

Serasi

(Serba-serbi Sosial)

Maklumat pemerintah
tanggal 31 Agustus
1945 menetapkan
politik perjuangan
“merdeka” sebagai
salam nasional.
Caranya ialah dengan
mengangkat tangan
setinggi bahu, telapak
tangan menghadap ke
muka, dan bersamaan
dengan itu memekik-
kan “merdeka”.

Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia

229

Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta. Naskah inilah yang
dianggap sebagai naskah autentik.

Perumusan teks proklamasi sampai dengan penandata-
nganannya baru selesai pukul 04.00 WIB pagi hari, tanggal 17
Agustus 1945. Pada saat itu juga telah diputuskan bahwa teks
proklamasi akan dibacakan di halaman rumah Ir. Soekarno di Jalan
Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada pagi hari pukul 10.00 WIB.

Teks proklamasi tersebut walaupun isinya sangat singkat,
mengandung makna yang sangat dalam karena merupakan
pernyataan bangsa Indonesia untuk merdeka. Teks proklamasi akan
mengubah jalannya sejarah bangsa Indonesia yang dahulu terjajah
menjadi bangsa merdeka.

Pada tanggal 17 Agustus malam hari juga telah berhasil
membuat bendera Merah Putih yang dikibarkan pada saat upacara
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Keberhasilan pembuatan bendera Merah Putih tersebut atas jasa
dari Ibu Fatmawati Soekarno.

Pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda
menyerah tanpa syarat kepada Jepang
maka berakhirlah kekuasaan Belanda di
Indonesia dan Indonesia dikuasai oleh
Jepang.
Kedatangan Jepang disambut gembira
oleh rakyat Indonesia, sebab kedatang-
annya membawa propaganda akan
membebaskan bangsa Indonesia dari
penindasan Belanda. Namun, ternyata
hal tersebut hanya merupakan tipu mus-
lihat belaka.
Pada tahun 1944, kedudukan Jepang
makin terjepit oleh Sekutu dalam Perang
Dunia II, sehingga Perdana Menteri
Kuniaki Koiso mengumumkan bahwa
daerah Hindia Timur (Indonesia) diper-
kenankan merdeka “kelak dikemudian
hari”.

Pada tanggal 1 Maret 1945, diumumkan
pembentukan Badan Penyelidik Usaha-
Usaha Persiapan Kemerdekaan Indo-
nesia (Docuritsu Junbi Cosakai).
Adapun dr. K.R.T. Radjiman Wedyodi-
ningrat ditunjuk sebagai ketua BPUPKI
dan R.P. Suroso sebagai wakil ketua.
Sidang pertama BPUPKI (29 Mei 1945
–1 Juni 1945)membahas tentang dasar
negara. Beberapa tokoh mengajukan
konsep tentang dasar negara, yaitu Mr.
Muhammad Yamin, Mr. Supomo, dan
Ir. Soekarno. Dalam pidatonya Ir. Soe-
karno juga memberi usul mengenai
nama dasar negara dan diberi nama
Pancasila.
Panitia Sembilan berhasil merumuskan
rancangan naskan Pembukaan UUD
1945 yang dikenal dengan nama Pia-
gam Jakarta.

Rangkuman

Galeri Pengetahuan Sosial 2

230

Persidangan kedua BPUPKI (10 Juli
1945–16 Juli 1945),menghasilkan:

–Pernyataan Indonesia Merdeka.

–Pembukaan Undang-Undang Dasar.

–Undang-Undang Dasar (batang
tubuh.)
Akibat keadaan Jepang yang makin
terjepit, maka pada tanggal 7 Agustus
1945 diumumkan pembentukan Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(PPKI) atau Docuritsu Junbi Inkai.
Akibat menyerahnya Jepang kepada
Sekutu di Indonesia terjadi vacuum of
power, artinya tidak ada pemerintah
yang berkuasa. Kekosongan kekuasaan
ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh
bangsa Indonesia untuk memproklama-
sikan kemerdekaannya.

Dalam perencanaan perumusan nas-
kah proklamasi kemerdekaan Indone-
sia sedikit terjadi perbedaan pendapat
antara kelompok tua dan kelompok mu-
da, sehingga terjadi peristiwa Rengas-
dengklok.
Setelah terjadi kesepakatan antara
kelompok muda dan kelompok tua,
maka rancangan naskah Proklamasi
Kemerdekaan dirumuskan di rumah
Laksamana Maeda Jalan Imam Bonjol
No. 1 Jakarta, tanggal 16 Agustus (ma-
lam hari) dan baru ditandatangani pada
pukul 04.00. tanggal 17 Agustus 1945
dan pada saat itu juga telah diputuskan
bahwa teks proklamasi akan dibacakan
di halaman rumah Ir. Soekarno di Jalan
Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada
pagi hari pukul 10.00 WIB.

Kemerdekaan yang kita rasakan sekarang ini,
tidaklah terjadi begitu saja. Namun melalui
proses yang sangat panjang. Berbagai
peristiwa, usaha, dan pengorbanan turut
andil dalam mencapai kemerdekaan.
Khususnya peristiwa-peristiwa dalam usaha
mempersiapkan kemerdekaan.
Tidak bisa dipungkiri, bahwa peran dan jasa
tokoh-tokoh pejuang persiapan kemerdeka-
an sangatlah besar. Dengan segenap jiwa
dan raga mereka bersatu mempersiapkan
kemerdekaan. Mereka juga mampu
memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Mereka bekerja sama, saling bahu membahu
tanpa membedakan golongan. Mereka tidak
memandang apakah itu golongan muda atau
tua.
Oleh karena itulah, sebagai generasi muda
apakah kita akan merusak nilai-nilai
perjuangan tersebut? Akankah kita mampu
meneruskan perjuangan? Ataukah kita hanya
berdiam diri saja? Coba kamu tanyakan
kepada hati nuranimu, apa yang akan kamu
berikan kepada bangsamu.

Petikan Ilmu

(Refleksi Diri)

Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia

231

Ayo Belajar

Aspek: Kognitif

Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu.
A.Ayo, pilih jawaban yang paling tepat sesuai dengan materi
Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia, untuk
mengevaluasi daya serap materimu.

5.Panitia Sembilan yang bertugas me-
nyusun rencana Pembukaan Undang-
Undang Dasar berhasil merumuskan
....
a.Piagam Jakarta
b.Batang Tubuh UUD 1945
c.lagu kebangsaan Indonesia Raya
d.rancangan bentuk negara dan sis-
tem pemerintahan

6.Sidang BPUPKI yang kedua memiliki
agenda khusus yaitu mempersiapkan
....
a.rancangan naskah Proklamasi Ke-
merdekaan
b.rumusan dasar negara
c.rancangan undang-undang dasar
d.bendera dan bahasa negara jika
Indonesia merdeka

7.Tokoh yang menjadi ketua BPUPKI
adalah ....
a.R.P. Suroso
b.dr. K.R.T. Radjiman Wedyodi-
ningrat
c.Mr. Soepomo
d.Mr. Muhammad Yamin

8.Pernyatan berikut yang bukan meru-
pakan keputusan sidang BPUPKI
yaitu ....
a.pernyataan Indonesia Merdeka
b.Pembukaan undang-undang dasar
c.undang-undang dasar (batang
tubuh)
d.rancangan naskah teks Proklamasi
Kemerdekaan

1.Letnan Jenderal Kumakici Harada
pada tanggal 1 Maret 1945 meng-
umumkan pembentukan ....
a.Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia
b.Panitia Perancang Hukum Dasar
c.Panitia Perancang Undang-Un-
dang Dasar
d.Badan Penyelidik Usaha-Usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia

2.Sidang pertama BPUPKI (29 Mei
1945 – 1 Juni 1945) menghasilkan ....
a.rancangan Pembukaan UUD 1945
b.rancangan naskah Proklamasi
Kemerdekaan
c.rumusan dasar negara
d.rancangan UUD 1945

3.Mr. Muhammad Yamin mengemuka-
kan lima asas dasar negara Republik
Indonesia, adapun rumusan pada urut-
an pertama berbunyi ....
a.Kebangsaan Indonesia
b.Kekeluargaan
c.Mufakat atau demokrasi
d.Peri Kebangsaan

4.Rumusan dasar negara (Pancasila)
yang dikemukakan oleh Ir. Soekarno
sila kesatu berbunyi ....
a.Persatuan Indonesia
b.Kebangsaan Indonesia
c.Internasionalisme atau perikema-
nusiaan
d.Keadilan Rakyat

Galeri Pengetahuan Sosial 2

232

10.Keputusan rapat golongan pemuda
mengajukan tuntutan radikal kepada
golongan tua yang menegaskan bahwa
kemerdekaan Indonesia adalah ....
a.tidak bisa lepas dari PPKI
b.hak dan persoalan rakyat Indone-
sia sendiri
c.perjuangan para pemuda yang be-
rani melawan penjajah
d. tujuan akhir dari perjuangan bangsa

9.Pertemuan para pemimpin bangsa In-
donesia dengan Jenderal Besar Terau-
chi tanggal 12 Agustus 1945 antara
lain menegaskan ....
a.untuk melaksanakan kemerdekaan
dibentuk PPKI
b.untuk melaksanakan kemerdekaan
Indonesia dibentuk Tentara Nasio-
nal Indonesia
c.Indonesia akan diberi kemerdekaan
jika pengurus BPUPKI telah siap
d.Indonesia akan diberi kemerdekaan
dalam waktu dekat

B.Ayo, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut sesuai
materi Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

1.Sebutkan 3 contoh tindakan penjajah
Jepang yang melakukan pemerasan
sumber tenaga manusia Indonesia.

2.Jelaskan isi pidato Mr. Muhammad
Yamin yang disampaikan dalam sidang
pertama BPUPKI tanggal 29 Mei
1945.

3.Langkah apakah yang dilakukan oleh
BPUPKI untuk mengatasi berbagai

perbedaan pendapat tentang dasar
negara antara golongan nasionalis dan
golongan agama yang menyangkut
masalah ketuhanan?

4.Apakah tugas pokok PPKI?

5.Sebutkan tokoh-tokoh yang sangat
berjasa dalam penyusunan naskah
Proklamasi Kemerdekaan.

Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia

233

Sikap Sosial

Aspek: Afektif

Sekarang coba kalian tuliskan perilaku-perilaku keteladanan
yang dimiliki dan ditunjukkan para tokoh perjuangan. Tulislah
pendapat kalian disertai alasannya. Apakah kehidupan kalian
sehari-hari sudah mencerminkan sikap yang menghargai jasa para
pahlawan?

Coba tuliskan seperti pada tabel berikut di buku tugas.

Selamat mengerjakan dan semoga mampu meneladani
dan menerapkan sifat dan sikap para pejuang persiapan
kemerdekaan Indonesia.

No.

1.

2.

3.

Perilaku Keteladanan Tokoh
Pejuang Persiapan
Kemerdekaan Indonesia

Penerapan Perilaku dalam
Kehidupan Sehari-hari

Sejak 17 Agustus 1945, berarti bangsa
Indonesia telah bebas dari penjajahan.
Bangsa Indonesia sudah berhak menentu-
kan nasib bangsanya sendiri dan berhak
mengatur tata kehidupan politik, sosial,
budaya, ekonomi, secara berdaulat. Di
samping itu, bangsa Indonesia juga berhak
disejajarkan dengan bangsa-bangsa lain di
dunia serta turut serta dan berperan aktif
dalam kancah percaturan bangsa-bangsa di
dunia.

Uji Unjuk Kerja

Aspek: Psikomotorik

Namun kenyataannya sekarang ini,
bangsa Indonesia masih “terjajah” oleh
bangsa lain. Dalam arti kata, dalam bidang-
bidang tertentu, bangsa Indonesia masih
sangat tergantung dan didikte oleh bangsa
lain.

Berdasarkan wacana di atas, coba
identifikasikan bentuk-bentuk “penjajahan”
pada masa sekarang ini yang dialami oleh
bangsa Indonesia.

Galeri Pengetahuan Sosial 2

234

No.

1.

2.

3.

4.

5.

Aspek Kehidupan

Sosial

Politik

Ekonomi

Budaya

Aspek kehidupan lainnya: ....

Bentuk Penjajahan

Identifikasikanlah dengan membuat tabel seperti berikut.

Kerjakan di buku tugasmu.

Selamat mengerjakan dan semoga makin memahami
makna penjajahan secara lebih luas lagi.

HUBUNGAN SOSIAL

Manusia adalah makhluk yang unik, selain
sebagai makhluk individu, manusia juga
termasuk makhluk sosial. Tingkah laku manusia

sebagai makhluk individu berbeda
dengan tingkah laku manusia se-
bagaimana makhluk sosial. Ting-
kah laku manusia sebagai makhluk
sosial sangat dipengaruhi oleh
lingkungan sosialnya.

Sebagai makhluk sosial,
manusia tidak bisa hidup sendiri
tanpa orang lain. Oleh karena
itulah manusia perlu menjalin
hubungan dengan orang lain.
Dalam berhubungan dengan orang
lain, terdapat ciri resiprokal (timbal
balik). Hubungan tersebut bisa
saling menguntungkan, bahkan
bisa merugikan, tergantung dari
konteks hubungan tersebut.

Sumber:Ensiklopedi Umum untuk Pelajar, 2005

Analisa Kuis

Dalam kehidupan ini tak ubahnya seperti
bermain sepak bola, untuk mencapai
keberhasilan haruslah pandai mengatur
strategi dalam menjalin kerja sama dengan
pemain lain dalam timnya. Demikian pula
dalam kehidupan ini, sebagai makhluk sosial
manusia memerlukan orang lain. Untuk
mewujudkan hal itu, maka seseorang harus
mampu menjalin hubungan sosial dengan
orang lain demi tercapainya suatu
kebutuhan.

Dalam bermain bola selain ada teman, ada
pula lawan. Demikian halnya dalam upaya
menjalin hubungan sosial di tengah
kehidupan masyarakat, meskipun tidak
bermaksud mencari lawan, namun tidak
selalu hubungan sosial yang terjalin berakhir
menjadi sebuah persahabatan yang menye-
nangkan, tapi ada kalanya justru membuah-
kan permusuhan yang meresahkan. Mengapa
hal itu bisa terjadi? Coba analisalah hal ter-
sebut, agar kalian makin tertarik mempelajari
materi berikut secara keseluruhan.

Galeri Pengetahuan Sosial 2

236

Peta Konsep

Hubungan Sosial

Dampak

Faktor Pendorong

Assosiatif

Dissosiatif

Meliputi

Hubungan Sosial

237

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->