P. 1
Resume Skenario 3

Resume Skenario 3

|Views: 2,701|Likes:
Published by devezzfil

More info:

Published by: devezzfil on Jan 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/11/2013

pdf

text

original

Sections

  • FAKULTAS KEDOKTERAN
  • UNIVERSITAS JEMBER
  • SKENARIO 3
  • PERILAKU ANEH
  • Epilepsi
  • Absence Seizure
  • Tindakan Obat Dosis Cara
  • Schizophrenia
  • 1. Genetik
  • 2. Nurokimia
  • 3. Hipotesis perkembangan syaraf (Neuredovelopmental hypothesis)
  • GEJALA
  • 1. Penampilan dan Perilaku umum
  • 2. Gangguan Pembicaraan
  • 3. Gangguan Perilaku
  • 4. Gangguan Afek
  • anhedonia
  • Halusinasi:
  • 6. Gangguan Pikiran
  • JENIS-JENIS SKIZOFRENIA
  • 4. Skizofrenia Spesifik
  • 5. Skizofrenia Tak Terinci
  • 6. Skizofrenia Simplex
  • Reactive Psychosis and Puerpural Psychosis
  • Psikosis reaktif
  • Gejala
  • pengobatan
  • Psikosis puerpural
  • Tata Laksana
  • GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR
  • DEFINISI
  • EPIDEMIOLOGI
  • ETIOLOGI
  • FAKTOR RESIKO
  • TANDA DAN GEJALA
  • PEMERIKSAAN FISIK
  • Penampilan
  • Afek/Suasana Hati
  • PIKIRAN
  • BUNUH DIRI
  • PEMBUNUHAN/KEKERASAN
  • PENGERTIAN DIRI/INSIGHT
  • PENATALAKSANAAN
  • 1. Penentuan Kegawatdaruratan Penderita
  • Pengobatan pasien rawat inap :
  • Rawat inap parsial atau program perawatan sehari
  • Pengobatan rawat jalan : Pengobatan rawat jalan memiliki 4 tujuan utama
  • TERAPI
  • Terapi Farmakologi
  • Nama Generik Nama Dagang Manic Mixed Maintenance Depresi
  • Terapi Non Farmakologi
  • PENCEGAHAN
  • KOMPLIKASI
  • PROGNOSA
  • Gangguang Afektif Unipolar (Depresif)
  • EPISODE DEPRESIF
  • Gejala lainnya :
  • EPISODE DEPRESIF RINGAN
  • GANGGUAN DEPRESIF BERULANG
  • DIAGNOSIS BANDING
  • GANGGUAN DEPRESIF BERULANG, EPISODE KINI RINGAN
  • Parkinson
  • Patofisiologi
  • Diagnosis
  • Simtoma klinis
  • Pengobatan
  • Levodopa
  • Intoksikasi
  • A. ETIOLOGI
  • B. DIAGNOSIS
  • Karakteristik bau racun
  • Karakteristik warna urin
  • C. GEJALA KLINIS
  • Gambaran klinis yang menunjukkan penyebab keracunan
  • Gambaran klinis Kemungkinan penyebab
  • D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
  • 1. Pemeriksaan radiologi
  • 2. Laboratorium klinik
  • 3. Pemeriksaan EKG
  • E. PENATALAKSANAAN
  • 1. Stabilisasi
  • 2. Dekontaminasi
  • 3. Dekontaminasi pulmonal
  • 5. Dekontaminasi kulit (rambut dan kuku)
  • 6. Dekopntaminasi gastrointestinal
  • 7. Eliminasi
  • 8. Antidotum
  • PENYALAHGUNAAN OBAT
  • Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat)
  • Gambaran Klinis
  • DELIRIUM
  • GEJALA KLINIS
  • PROGNOSIS
  • Amnesia
  • Bentuk amnesia
  • DAFTAR PUSTAKA

RESUME TUTORIAL BLOK 14 KELOMPOK D SKENARIO 3 Perilaku Aneh

Oleh: 1. Ari Setyo Rini 2. Hendri Prasetyo 3. Yudha Ananta KP 4. Wulan Pradani Nurisa 5. Malfin Abidatun 6. Megga Setyana 7. Anre Hernadia Inas 8. Fitrahtulijal Rezya 9. RR Lia Chairina 10. Dian Hadi Purnamasari 11. M. Iqbal Fanani 12. Inomi Claudia 13. Alfina Hadid F 14. Dwita Riadini 15. Chindia RR Bunga L 16. Ayunita Tri Wiratami 17. Amin Kamaril (092010101042) (092010101043) (092010101044) (092010101045) (092010101046) (092010101048) (092010101049) (092010101051) (092010101052) (092010101054) (092010101055) (092010101060) (092010101066) (092010101067) (092010101073) (082010101045) (082010101051)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER 2011

SKENARIO 3 PERILAKU ANEH

Seorang pemuda, usia 23 tahun, dibawa ke dokter karena memiliki perilaku yang mengkhawatirkan keluarga dan tetangganya. Dua minggu terakhir ini pasien sering melempari rumah tetangganya dengan batu. Sebelumnya pasien telah menunjukkan keanehan, yaitu mendengar suara-suara tetangganya tentang hal-hal buruk yang menyangkut diri pasien, bahkan pasien menganggap akan disantet oleh tetangganya. Menurut keluarganya, pasien sering marah-marah dan bicara sendiri . pasien meyakini pikirannya dapat dibaca oleh orang lain dan perutnya bisa berbicara.pasien sering melihat mayat terbang dan bayangan laki-laki yang ingin mencekiknya. Saat dibawa ke dokter pasien dalam keadaan kebingungan dan mata kabur. Pasien adalah pecandu alkohol sejak 4 tahun yang lalu (dalam sehari minum minimal 2 botol). Pasien memiliki riwayat kejang sejak usia 10 tahun. Kejang seluruh tubuh, disertai hilangnya kesadaran, mulut berbuih, lidah tergigit, dan biasanya dipicu oleh kelelahan fisik. Pasien minum obat anti kejang tetapi tidak teratur.

Epilepsi Absence Seizure y Serangan epileptik berupa kehilangan kesadaran sejenak, tonus otot skeletal tidak hilang penderita tidak jatuh. Lama serangan 5-10 detik, jarang dijumpai serangan

sampai 30 detik. y y Adakalanya timbul gerak otot setempat pada wajah ( facial twitching ). Pada saat serangan, kedua mata menatap secara hampa ke depan atau kedua mata berputar ke atas sambil melepaskan benda yang dipegangnya atau berhenti bicara. Setelah sadar, penderita lupa dengan yang terjadi pada dirinya. Juga pembicaraan yang dihentikan, tidak dapat diingat kembali. y y Biasanya timbul pada anak-anak berumur 4-8 tahun. EEG: memperlihatkan kompleks spike wave yang berfrekuensi 3 siklus perdetik yang bangkit secara menyeluruh. y Petit mal dapat berhenti untuk seterusnya setelah 20 tahun atau selambatnya 30 tahun. Ada kemungkinan petit mal berkembang menjadi grand mal pada umur 20 tahun y Terapi: ethosuximide 20 mg/kg/BB/hari dan dosis dapat dinaikkan secara berangsur-angsur setiap seminggu sekali sampai penderita bebas serangan. Efek samping: mual, ataksia, mengantuk, mempunyai kecenderungan untuk membangkitkan grand mal. Clonazepam 0.01-0.03 mg/kg/BB/hari Sodium Valproate 20 mg/kg/BB/hari Azetolamide 10-25 mg/kg/BB/hari sebagai obat tambahan

Status Epilepticus y Keadaan konvulsi umum yang berlangsung terus-menerus atau timbul secara berturutturut dengan interval yang sejenak saja. y y Dapat timbul karena berbagai sebab. Diagnosis menyelidiki penyakit yang mendasari: a. Penderita dapat dikenal sebagai penderita grand mal/epilepsi fokal. Ini menunjukkan bahwa keadaannya memburuk dan menandakan progresifitas penyakit yang

mendasarinya. Pemakaian obat antikonvulsan harus diselidiki. Penggantian jenis antikonvulsan / kombinasinya dapat menimbulkan efek withdrawal yang dapat berupa status konvulsikus. b. Jika penderita belum pernah mengalami konvulsi umum (bukan epileptikus), maka kemungkinan trauma kapitis, diabetes, penggunaan insulin, dan obat-obatan harus diselidiki. y Perawatan: a. Tindakan terapetik pada status epileptikus penderita non-epileptikus Bila penderita status konvulsikus tersebut didapati tanda-tanda hipoksia dan asidosis, pemberantasan konvulsi harus dilakukan dengan segera (tindakan nomer D/E). Adapun tindakan yang harus dilakukan: 1) Lidah harus berada di antara lantai mulut dan guide airway , sehingga lintasan jalan pernafasan sudah terjamin. 2) Penderita posisi tengkurap dengan kepala lebih rendah daripada badan untuk mencegah aspirasi 3) Tempat tidur harus didindingi kasur tipis agar penderita tidak melukai dirinya karena konvulsi tonik klonik 4) Pemeriksaan elektrolit, BUN, calsium, magnesium, glukosa, dan pemerikasaan darah rutin. Kemudian dengan terapi medisinal: Tindakan Obat Dewasa A. Glukosa 25-50 mg Dosis Anak-anak 1-2 mg/kg/BB Dextrose 50% Thiamin B. C. Phenobarbital Phenobarbital 100 mg 100-120 mg 30-60 mg 5-10mg/kg/BB 5-10mg/kg/BB i.v. cepat i.m. i.m. setiap 15 menit i.v. cepat Cara

maka harus dilakukan: F.Jika dosis phenobarbital total sebesar 500 mg untuk orang dewasa dan 20 mg/kg/BB untuk anak sudah diberikan dan masih saja dalam status konvulsikus. Pada umumnya. .5-10 mg 5-10 mg i. Narkosis 10 cc intrarektal b. Chloral hydrat 20 cc 10% Jika pemberian Chloral hydrat masih belum menolong. suntikan intravena 5 mg diazepam cukup untuk menghentikan konvulsi umum. maka tindakan E harus dikerjakan E. Tindakan terapetik pada status konvulsikus penderita epileptik Dapat disebabkan oleh penghentian obat antikonvulsan secara mendadak atau sudah lama tidak minum obat. maka tindakan E dan F tersebut di atas harus dilakukan. Jika konvulsi umum belum hilang. D.v. Diazepam 2. lambat 2 menit Jika konvulsi masih belum hilang dalam waktu 15 menit. Bila belum diberikan lagi suntikan intravena 5 mg diazepam dan bila perlu diberi 30-60 mg phenobarbital (untuk orang dewasa) atau 5-10 mg/kg/BB mg phenobarbital (untuk anak-anak) setiap 15 menit sampai dosis maksimal tercapai (untuk dewasa 500 mg dan untuk anak 20 mg/kg/BB). maka tindakan berikut harus dilakukan.

9-1. serta neuropeptida lain masih terus diteliti oleh para ahli. bagi kembar satu telur (onozigot) 61-86%. Keterlibatan neurotransmitter lain seperti serotonin. Genetik Dapat dipastikan bahwa ada beberapa faktor genetik yang turut menentukan timbulnya skizofrnia. dapat menginduksikan psikosis yang mirip dngan skizofrenia. 3. gangguan metabiolisme di daerah frontal dan temporal. GABA dan glutamate. bagi saudara kandung 7-15%. bagi anakanak yang memiliki salah satu orang tuanya yang me nderita skizofrenia 40-68%. Studi . dan obat antiseptic (terutama antiseptic generasi pertama atau antiseptic tipikal/klasik) bekerja dengan menggeblok reseptor domain. Hal ini telah dibuktikan dengan penelitian tentang keluargakeluarga penderita skizofrenia dan terutama anak-nak kembar satu telur. Hipotesis perkembangan syaraf (Neuredovelopmental hypothesis) Adalah studi autopsy dan studi pencitraan otak memperlihatkan abnormalitas struktur dan morfologi otak penderita skizofrenia. terutama reseptor D2. antara lain berupa berat otak yang rata-rata lebih kecil 6% dari pada otak normal dan ukuran anteriorposterior 4% lebih pendek. mungkin juga lemah. Angka kesakitan bagi saudara tiri adalah 0.8%.Schizophrenia Teori tentang etiologi skizofrenia yang saat ini banyak dianut adalah sebagai berikut: 1. Hal ini didukung oleh temuan bahwa amfetamin. pembesaran ventrikel otak yang nonspesifik. yang kerjanya meningkatkan pelepasan domain. bagi kembar dua telur (heterizigot) 2-15%. Diperkirakan bahwa yang diturunkan adalah potensi untuk mendapatkan skizofrenia (bukan juga penyakit itu sendiri) melalui gen yang resesif. Nurokimia Hipotesis domain menyatakan bahwa skizofreia disebabkan oleh overaktivitas pada jaras domain mesolimbik. dan kelainan susunan seluler pada struktur saraf di beberapa daerak kortex dan subkortex tanpa adanya gliosis yang menandakan kelainan tersebut terjadi pada saat perkembangan. Tapi pengaruh genetic tidak sederhana seperti hokum mendel. tetapi selanjutnya tergantung pada lingkungan individu itu apakah akan terjadi manifestasi skizofrenia aytau tidak (mirip hal geneik pada diabetes mellitus) 2. noradrenalin.potensi itu mungkin kuat.

Kadang-kadang satu ide belum selesai diutarakan. Tidak jarang juga digunakan ati simbolik. Penampilan dan Perilaku umum Tidak ada penampilan atau perilaku yang khas skizofrenia. Mereka juga cenderung menarik diri secara social. y Neologisme : Kadang-kadang pasien dengan skizofrenia membentuk kata baru untuk menyatakan arti yang hanya dipahami oleh dirinya sendiri. dan kemudian dimodifikasi oleh factor-faktor maturasi dan lingkungan. Gangguan Pembicaraan Pada skizrofenia ini gangguan memang terjadi pada proses pkiran yang terganggu terutama adalah asosiasi. GEJALA Gejala psikotik ditandai oleh abnormalitas dalam bentuk dan isi pikiran. Mungkin mereka tempak berpreokupasi terhadap kesehatan. Kalimatnya tidak saling berhubungan. misalnya maksudnya tani tetapi dikatakan sawah . Semua ini menyatakan bahwa pikirannya pada skizofrenia sukar atau tidak dapa diikuti dan dimengerti. . penampilan badan. Kerapian dan hygiene pribadi juga terabaikan. seperti dikatakan merah bila dimaksudkan berani atau lari dulu waktu matahari.fungsi ksekutif dan memori pada penderita skizofrenia. Bentuk yang paling parah adalah inkoherensi. Beberapa bahkan dapat berpnampilan normal . Asosiasi longgar berarti tidak adanya hubunga antaride. Pasien dengan skizofrenia kronis cenderung menelantarkan penampilannya. Berikut ini beberapa gejala yang dapat iamati pada skizofrenia : 1. mungkin sekali akibat pengaruh genetic. persepsi dan emosi serta perilaku. lalu saya . Semua bkti tersebut melahirkan hipotesis bahwa perubahan patofisiologis gangguan ini terjai pada awal kehidupan. Atau terdapat pemindahan maksud. jah memang matahari. agama atau minatnya.neuropsikologis mengungkapkan deficit si bidang atensi emilihan konseptual . sudah dikemukakan ide lain. 2.

y Multisme : Sekarang tampak pada pasien skizofrenia katatonik. Pada stupor katatonik juga bisa didapati fleksibiitas serea dan katalepsi. Berulang-ulang melakukan suatugerakan aatau menampilkan sikap badan tertentu disebut stereotipia misalnya menarik-narik rambutnya. Fleksibelitas area bila anggota badan dibengkokkan terasa suatu tahanan seperti pada lili atau malam dan posisi itu dipertahankan agak lama. biasanya berlangsung beberapa detik saja. tetapi kadang-kadang sampai beberapa hari. yang dapat dilihat dalam bentuk grimas pada mukanya atau keanehan berjalan dan gaya berjalan. Gangguan Perilaku Salah satu gangguan aktivitas motorik pada skizofrenia adalah gejala katatonik yang dapat berupa stuor atau gaduh gelisah (excitement). Kadang-kadang pikirannya seakan-akan berhenti. y Negativise : Menentang atau justru melakukan yang berlawanan dengan apa yang disuruh. 3. Keadaan ini dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa tahun. tidak timbul ide lagi. Sedangkan pasien dengan katatonik gaduh-gelisah menunjukkan aktivitas motorik yang tidak terkensali. Menerisme adalah stereotpi terutama pada skizofrenia. Gangguan perilaku lain adalah stereotipi dan manarisme. Termaksud dalam gangguan ini adalah . Gejala katalepsi adalah bila suatu posisi badan dipertahankan untuk waktu yang lama. meskipun ia sepenuhnya sadar. kata atau kalimat diulang-ulang. tidak berbicara dan tidak berespons. y Otomatisme komando (command automatism) : Sebetulnya merupakaan lawan dari negativism: semua perintah dituruti secara otoatis. Stereotipi pembicaraan dinamakan verbigerasi. bagaimana ganjilpun. Pasien dengan stupor tidak bergerak. Keadaan ini dinamakan blocking. Hal ini juga terdapat pada gangguan otak organic. atau tiap kali bila mau menyuap nasi mengetuk piring dulu beberapa kali. Kedua keadaan ini kadang-kadang terjadi bergantian.

y Paramimi : Penderita merasa senang dan gembira. Semua ini merupakan ganggaun afek dan emosi yang khas untuk skizofrenia. Kerena itu sering kita sering tidak dapat erasakan perasaan penderita. tetapi mulutnya selalu tertawa. atau menangis dan tertawa tentang satu hal yang sama. y Sensifitas emosi : . sehingga kelihatan seperti dibuat-buat. Juga sering didapati anhedonia. Kadang-kadang emosi dan efek serta ekspresinya tidak mempunyai kesatuan. Perasaan halus sudah hilang. akan tetapi ia menangis. Ini dinamakan ambivalensi afectif. Yang penting juga pada skizofrenia adalah hilangnya kemampuan untuk mengadakan hunbungan emosi yang baik (emotional rapport). Parathimi dan paramimi bersama-sama dinamakan incongruity of effect dalam bahasa inggris dan inadequaat dalam bahasa Belanda. misalnya sesudah membunuh anaknya penderita menangis berhari-hari. pada penderita timbula rasa sedih atau marah. Gangguan Afek Kadangkalan respons emosi ( emotional blunting). y Parathimi : Apa yang seharusnya menimbulkan rasa senang dan gebira. 4. misalnya mencintai dan membenci satu orang yang sama. misalnya penderita menjadi acuh-tak acuh terhadap hal-hal yang penting untuk dirinya sendiri seperti keadaan keluarganya dan masa depannya. Karena terpecah-belahnya kepribadian. seperti penderita sedang bersandiwara.echolalia (penderita meniru kata-kata yang diucapkan orang lain) dan ekhopraxia (penderita eniru perbuatan atau perilaku orang lain). Gangguan afek dan emosi lain adalah : Emosi yang berebihan. maka dua hal yang berlawanan mungkin timbul bersama-sama.

atau ada yang menyinarinya dengan alat rahasia. yaitu waham primer dan waham sekunder.Penderita skizofrenia sering menunjukkan hipersensivitas terhadap penolakan. Gangguan Pikiran y Waham: Pada skizofrenia waha sering tidak logis sama sekali dan sangat bizar. Misalnya penderita mencium kembang ke manapun ia pergi. .sering hal ini menimbulkan isolasi social untuk enghindari penolakan. Sebaliknya ia tidak mrngubah sikapnya yang bertentangan. maka bisanya pada stadium permulaan. Mayer-Gross membagi waham menjadi 2 kelompok. halusinasi timbul tanpa penurunan kesadaran dan hal ini merupakan suatu gejala yang hamper tidak diumpai pada keadaan lain. Gangguan Persepsi y Halusinasi: Pada skizofrnia. 5. Misalnya waham bahwa istrnya sedang serong sebab ia melihah seekor cicak berjalan dan berhenti dua kali. Halusinasi penciuman (alfatorik). Ada juga tafsiran yang bersifat waham (delusional interpretations) Waham primer timur secara tidak logis sama sekali. Menurut Mayer-Gross hal ini hamper patognomik buat skizofrenia. atau seorang penderita berkata dunia akan kiamat sebab ia melihat seekor anjing mengangkat kaki terhadap sebatang pohon untuk mencing. tetapi ia bermain-main dengan air ludahnya dan mau disuruh melakukan pekerjaan kasar. misalnya penderita melihat cahaya yang berwarna atau muka orang yang menakutkan. bahwa sebelum mnerita sakit. bunyi barang-barang atau siulan. Bila terdapat. Halusinasi penglihatan (optic) agak jarang pada skizofrenia. misalnya penderita berwaha bahwaia raja. Mungkin juga terdapat waham sistematis. Paling sering pada skizofrenia adalah halusinansi pendengaran (auditorik atau akustik) adalah bentuk suara manusia. halusinasi pengecapan (gustatorik) atau halusinasi rabaan (taktil) jarang dijumpai. 6. Penderita tidak menginsafi hal ini dan baginya wahamnya erupakan fakta yang tidak dapat diubah oleh siapapun. lebih sering pada psikosis akut yang berhubungan dengan sindrom otak organic. atau ia merasa ada racun di dalam makanannya. tanpa penyebab apa-apa dari luar.

Skizofrenia hebefrenik dan katatonik sering lama kelamaan menunjukkan gejala-gejala skizofrenia simplex. agak congkak dan kurang percaya pada orang lain. waha kejaran. Eaham dinamakan menutut isinya: waham kebesaran atau expnsif. 2. Waham primer agak jarang terjadi dan lebih sulit ditentukan dengan pasti. Baru dengan pemeriksaan yang teliti ternyata ada juga gangguan proses pikiran. waham nihilistic. Gejala-gejala yang mencolok adalah wahama primer. Pembagiannya adalah sebagai berikut: 1. Skizofrenia Hebefrenik . gejala-gejala dapat diganti-ganti atau mugkin seorang penderita tidak dapat digolongkan ke dalam salah sau jenis. atau gejala-gejala hebefrenik dan katonik bercampuran. Skizofrenia paranoid Skizofrenia paranoit agak berlainan dari jenis-jenis yang lain dalam jalannya penyakit. Jenis skizofrenia ini serng mulai pada umur 30 tahun. Waham kejaran(persecutory delusion) sering didapatkan tetapi tidak spesiik untuk skizofrenia. Waham refrensi dan waham kendali serta waha pikiran sisipan atau pikiransiaran lebih jarang tetapi mempunyai arti diagnostic yang lebih besar untuk skizofrenia. Penderita digolongkan ke dalam salah satu jenis menurut gejala utama yang terdapat padanya. gangguan afek.Waham sekunder biasanya logis kedengaranny: dapat diikuti dan merupakan cara bagi penderita untuk enerangkan gejala-gejala skizofrenia lain. Tidak demikian halnya dengan skizofrenia paranoid yang jalannya agak konstan. suka menyendiri. tetapi ungkin juga akut. waham sindiran dosa. disertai dengan wahama-wahaa skunder dan halusinasi. dan sebagainya. Permulannya ungki subakut. JENIS-JENIS SKIZOFRENIA Kraepelin membagi skizofenia menjadi beberapa jenis. Kepribadian penderita sebelu sakit sering dapat digolonglan schizoid. Mereka mudah tersingguang. Akan tetapi batasbatas golongan-golongan ini tidak jelas. emosi dan kemauan.

Gangguan psikomotor seperti manneris. gangguan kemauan dan adanya depersonaliasi atau double personaly. air seni dan feses ditahan Terdapat grimas dan katalepsi Gaduh gelisah katonik: terdapat hiperakivitas motorik. Gejala yang mencolok adalah: gangguan proses berpikir. 3. Skizofrenia Katatonik Timbulya pertama kali antara umur 15-30 tahun. tidak dapat makan dan tidak minum sehingga mungkin terjadi dehidrasi atau kalops dan kadang-kadang kematian ( karena kehabisan tenaga dan terlebih bila terdapat penyakit badaniah: jantung. neologisme atau perkiraan kekanak-kanakan sering terdapat pada skizofrenia hebrefenik. Bila digani posisinya penderita menentang: negativism Makanan ditolak. dan biasanya akut serta sering didahului eleh stress emisional. Mungkin terjadi gauh-gelisah katatonik atau stupor katatonik. gerimas dan neo. Waham dan halusinasi banyak sekali. Emosinya sangat dangkal. Ia tidak dapat tidur. kadang-kadang dengan mata tertutup Muka tanpa mimic. tetapi tidak disertai dengan emosi yang semestinya tidak dipengarui oleh rangsangan dari luar. . air ludah tidak ditelan sehingga terkumpul di dalam ulut dan meleleh keluar. Stupor katatonik: pederita tidak sama sekali memperlihatkan kepeduliannya pada lingkungannya. penderita tidak bergerak sama sekali untuk waktu yang lama. Penderta terus berbicara atau bergerak saja. Gejala yang penting adalah gejala psikomotor seperti: Mutisme.Permulaanya perlahan-lahan atau subakut danseing timbul pada masa remaja atau antara -25 tahun. manerisme. paru dan sebagainya ). Ia menujukkan stereotipi. seperti topeng Supor.ogisme. beberapa hari atau bahkan sampai beberapa bulan.

Psikosis reaktif dipicu oleh stres yang ekstrim (seperti kecelakaan traumatis atau kehilangan yang dicintai). Pada permulaan mungkin penderita mulai kurang memperhatikan keluarganya atau mulai menarik diri dari pergaulan. 6. Makin lama ia makin mundur dalam pekerjaan atau pelajaran dan akhirnya menjadi penganggur. simplex. Bila tidak ada orang yang menolongnya ia mungkin akan menjadi pengemis. dan residual. Reactive Psychosis and Puerpural Psychosis Psikosis reaktif Psikosis reaktif dalam DSM IV disebut sebagai "gangguan psikotik singkat dengan ditandai oleh stressor". pelacur atau pencahat. Orang tersebut mungkin tidak menyadari perilaku anehnya sendiri. Skizofrenia Spesifik Sering timbul pertama kali pada masa pebertas. Skizofrenia Simplex Sering timbul pertama kali pada masa pubertas. Waham dan halusinasi jarang ditemukan. 5. hebefrenik. Orang yang memiliki gangguan kepribadian memiliki risiko lebih besar untuk mengalami psikosis reaktif. . Pada permulaan mungkin penderita mungkin kurang memperhatikan keluarganyaatau mulai menaik diri dari pergaulan. Skizofrenia Tak Terinci Sikzofrenia tak terinci adalah suatu skizofrenia yang tak memenuhi kriteria diagnosis dari skizofrenia paranoid. Gangguan proses berfikir biasanya sukat ditemukan. Gejala utama pada jenis simplex adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. katatonik. Juga merupakan istilah untuk psikosis yang dapat dipicu oleh sebuah peristiwa dengan stress yang amat sangat dalam kehidupan pasien. Kondisi ini paling sering mempengaruhi orang-orang yang berusia 20 40 tahun. Jenis ini timbulnya perlahanlahan sekali. Jenis ini timbulnya perlahanlahan sekali. residual.4. Waham dan halusinasinya jarang sekali terlihat. Gangguan proses berfikir biasanya sukar ditemukan. Gejala utama pada jenis simplex adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. Makin lama ia makin mundur dalam pekerjaan atau pelajaran dan akhirnya menjadi penggur.

Penyakit ini biasanya terjadi dalam tiga bulan pertama setelah melahirkan. Terapi bicara juga dapat membantu Anda mengatasi stres emosional yang memicu masalah.Gejala Gejala psikosis reaktif singkat mungkin termasuk yang berikut: y y y y perilaku tidak teratur Ide-ide yang salah tentang apa yang sedang terjadi (delusi) Mendengar atau melihat hal-hal yang tidak (halusinasi) yang nyata Aneh ucapan atau bahasa Gejala-gejala ini bukan akibat alkohol atau penyalahgunaan obat lain dan Biasanya bertahan lebih lama dari satu hari. Obat antipsikotik dapat membantu mengurangi atau menghentikan gejala psikotik. dengan sebagian besar terjadi di dua minggu pertama. pengobatan Gejala psikotik dapat hilang sendiri dalam waktu kurang dari 1 bulan. Dalam beberapa kasus. seperti skizofrenia atau gangguan schizoaffective. Gejala Gejala yang paling umum adalah: y y y y y y y y y y y y y Depresi Cemas Lelah Retardasi atau agitasi psikomotor Kurang konsentrasi Ketidaktegasan Pikiran bunuh diri Insomnia atau hypersomnia Kecurigaan Inkoherensi atau kebingungan Pikiran irrasional Perhatian obsesif tentang kesehatan bayi / kesejahteraan Delusi bahwa bayi tidak normal . psikosis reaktif dapat menjadi awal dari kondisi psikotik lebih kronis. Yang mengetahui pertama adalah biasanya keluarganya. tetapi kurang dari sebulan. Psikosis puerpural Psikosis puerperal adalah penyakit mental yang menunjukan gejala pada seorang wanita setelah melahirkan.

3 1.y Halusinasi suara menyuruhnya membahayakan bayi Tata Laksana Farmakoterapi yang biasanya diberikan adalah antidepresan (misalnya prothiaden) atau antipsikotik (misalnya haloperidol. dan gangguan pikiran berat yang mungkin/tidak termasuk psikosis. tingkat prevalensi gangguan bipolar sebagai gangguan yang lama dan menetap sebesar 0.8 % populasi mengalami BP I dan 0. peningkatan libido. chlorpromazine).5 %. Gejala-gejala mania meliputi kurangnya tidur. GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR DEFINISI Gangguan bipolar atau Manic-Depressive Illness (MDI) merupakan salah satu gangguan jiwa tersering yang berat dan persisten. Morbiditas dan . tingkat prevalensi ini dapat mencapai 1 1. Siklotimia (periode manic dan depresif yang bergantian/naik-turun). Gangguan bipolar ditandai oleh suatu periode depresi yang dalam dan lama. Di Amerika Serikat. penderita gangguan bipolar memasuki periode yang baik dan dapat hidup secara produktif.5 % populasi mengalami BP II. Bipolar II (BP II). serta dapat berubah menjadi suatu periode yang meningkat secara cepat dan/atau dapat menimbulkan amarah yang dikenal sebagai mania. dan depresi yang hebat. terapi elektrokonvulsif bias digunakan agar memungkinkan ibu untuk melanjutkan merawat bayi barunya. EPIDEMIOLOGI Di dunia. Gangguan bipolar mendasari satu spektrum kutub dari gangguan mood/suasana perasaan meliputi Bipolar I (BP I). yaitu sekitar 0. Gangguan bipolar merupakan suatu gangguan yang lama dan jangka panjang. perilaku yang cenderung kacau tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Kemungkinan pasien harus dirawat di rumah sakit dan dalam kasus yang lebih berat.6 %. dimana dua jenis gangguan bipolar ini berbeda pada populasi dewasa. Di antara kedua periode tersebut. nada suara tinggi.

Namun. Insiden BP II lebih tinggi pada wanita daripada pria. sekitar 25 50 % individu dengan gangguan bipolar melakukan percobaan bunuh diri dan 11 % benar-benar tewas karena bunuh diri. sama pada kedua jenis kelamin. FAKTOR RESIKO y Ras : Tidak ada kelompok ras tertentu yang memiliki predileksi kecenderungan terjadinya gangguan ini. BP I dan BP II adalah antara anak-anak hingga 50 tahun. . Sebagian penderita yang didiagnosa dengan depresi hebat berulang mungkin saja juga mengalami gangguan bipolar dan baru berkembang mengalami episode manic yang pertama saat usia mereka lebih dari 50 tahun. para klinisi menyatakan bahwa kecenderungan tersering dari gangguan ini terjadi pada populasi Afrika-Amerika.Mortalitas dari gangguan bipolar sangat signifikan. dengan perkiraan rata-rata usia 21 tahun.5 miliar dolar Amerika. y Usia Usia individu yang mengalami gangguan bipolar ini bervariasi cukup besar. ETIOLOGI Etiologi dari gangguan bipolar memang belum dapat diketahui secara pasti. Banyaknya angka kehilangan pekerjaan. Kasus ini terbanyak pada usia 15 tahun. namun rapid-cycling bipolar disorder (gangguan bipolar dengan 4 atau lebih episode dalam setahun) lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. dan tidak ada penanda biologis (biological marker) yang objektif yang berhubungan secara pasti dengan keadaan penyakit ini. Perkiraan lainnya. y Jenis Kelamin : Angka kejadian dari BP I. Rentang usia dari keduanya. kerugian yang ditimbulkan sebagai akibat dari gangguan tingkat produktivitas yang disebabkan gangguan ini di Amerika serikat sepanjang periode awal tahun 1990an diperkirakan sebesar 15. berdasarkan sejarah kejadian yang ada. dan rentang usia terbanyak kedua adalah pada usia 20 19 24 tahun.

terutama BP I. depresif berat. Sebagian besar penderita dengan onset manic pada usia lebih dari 50 tahun harus dilakukan penelusuran terhadap adanya gangguan neurologis seperti penyakit serebrovaskular. bahkan meskipun mereka bertempat tinggal dan dibesarkan oleh orang tua yang mengadopsi dan tidak menderita gangguan. Gangguan bipolar juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. biokimiawi. serta menunjukkan adanya hubungan antara skizofrenia dan gangguan bipolar. Perlu digaris-bawahi. meliputi genetik. Hubungan keluarga inti dengan orang yang menderita BP I diperkirakan 7 kali lebih sering mengalami BP I dibandingkan populasi umum. y Genetik Gangguan bipolar. psikodinamik dan lingkungan. memiliki komponen genetik utama. Penelitian pada keluarga adopsi. membuktikan bahwa lingkungan umum bukanlah satu-satunya faktor yang membuat gangguan bipolar terjadi dalam keluarga. Bukti yang mengindikasikan adanya peran dari faktor genetik dari gangguan bipolar terdapat beberapa bentuk. dan skizofrenia mengalami penurunan yang sama dalam 90 % . keturunan dari orang tua yang menderita gangguan bipolar memiliki kemungkinan 50 % menderita gangguan psikiatrik lain. skizoafektif. Tsuang dan kawan-kawan mengindikasikan adanya kontribusi genetik pada MDI dengan gambaran psikotik. Penemuan ini menimbulkan dugaan suatu genetik tersendiri bertanggungjawab pada psikosis berbagi dengan gangguan mood dan skizofrenia. Studi tentang ekspresi gen juga menunjukkan orang dengan gangguan bipolar. dan sindrom manic berbagi faktor resiko genetik dan genetik yang bertanggung jawab terhadap gangguan skizoafektif seluruhnya secara umum juga terdapat pada dua sindrom yang lain tadi. Anak dengan hubungan biologis pada orang tua yang menderita BP I atau gangguan depresif hebat memiliki resiko yang lebih tinggi dari perkembangan gangguan afektif.Mereka mungkin memiliki riwayat keluarga yang juga menderita gangguan bipolar. Penelitian pada orang yang kembar menunjukkan hubungan 33 menderita BP I dari saudara kembar yang identik. Cardno dan kawan-kawan di London menunjukkan bahwa skizofrenia. antara lain : 1.

4. Antidepresan trisiklik dapat memicu terjadinya manic. Sejumlah bukti menunjukkan bahwa terdapat kaitan antara glutamat dengan gangguan bipolar dan depresi berat. manik timbul sebagai mekanisme defens dalam melawan rasa depresi (Melanie Klein) 9. Psikodinamik Banyak praktisi melihat dinamika MDI sebagai suatu hal yang berhubungan melalui suatu jalur. yang menginhibisi reuptake dopamin dan serotonin. Obat tekanan darah reserpin. yang menghabiskan/mendeplesikan katekolamin pada saraf terminal telah tercatat menyebabkan depresi. Biokimiawi Multipel jalur biokimiawi mungkin berperan pada gangguan bipolar. Obat-obatan seperti kokain. 6. 8. 3. suatu siklus hidup mungkin berkaitan langsung dengan stres eksternal atau tekanan eksternal yang dapat memperburuk . Ini berpedoman pada hipotesis katekolamin yang berpegang pada peningkatan epinefrin dan norepinefrin menyebabkan manic dan penurunan epinefrin dan norepinefrin menyebabkan depresi. Beberapa neurotransmitter berhubungan dengan gangguan ini. Studi postmortem dari lobus frontal dengan kedua gangguan menunjukkan peningkatan level glutamat. Oleh karena itu. contohnya hilangnya pegertian terhadap diri dan adanya perasaan harga diri rendah. hal ini yang menyebabkan sulitnya mendeteksi suatu abnormalitas tertentu. 5. Agen lain yang dapat mengeksaserbasi manic termasuk L-dopa. yang juga bekerja pada sistem neurotransmitter ini mengeksaserbasi terjadinya manic. sebagian besar didasrkan pada respon pasien terhadap agen-agen psikoaktif. Gangguan dan ketidakseimbangan hormonal dari aksis hipotalamus-pituitariadrenal. 7. menggangu homeostasis dan menimbulkan respon stres yang juga berperan pada gambaran klinis gangguan bipolar.ekspresi dari gen hubungan oligodendrosit-myelin dan abnormalitas substansia nigra pada bermacam daerah otak. 2. Mereka melihat depresi sebagai manifestasi dari suatu kehilangan. Lingkungan Pada beberapa kejadian.

panas. TANDA DAN GEJALA y Diagnosis dari BP I ditegakkan dengan setidaknya terdapat episode manic paling tidak dengan durasi 1 minggu yang mengindikasikan penderita untuk dirawat inap atau kelainan lain yang signifikan dalam fungsi okupasi dan sosial. nada suara yang tinggi dan bicara berlebihan. oleh karena sifat pekerjaan. mudah marah (iritabel). Gejala lain yang menyertai antara lain (paling tidak 3 atau lebih): Perasaan kebesaran. menghilangkan bukti kekacauan pikiran. gangguan tidur. tempat kerja atau seksual. dimana ia akan sangat sibuk pada musim semi. Hal ini menunjukkan lingkungan juga dapat berpengaruh terhadap keadaan psikiatri seseorang. y Episode manic ditandai oleh gejala-gejala berikut ini : Setidaknya terdapat 1 minggu gangguan mood yang dalam. flight of ideas. yang ditandai dengan suasana perasaan yang meningkat (elasi). Kehamilan merupakan stres tertentu bagi wanita dengan riwayat MDI dan meningkatkan kemungkinan psikosis postpartum. Kriteria ini berdasarkan spesifikasi dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. membahayakan pasien atau orang lain. Episode manic bukan disebabkan oleh penyakit medis lain atau penyalahgunaan zat.berulangnya gangguan pada beberapa kasus yang memang sudah memiliki predisposisi genetik atau biokimiawi. Contoh lain. meningkatnya aktivitas yang menyenangkan dan bahkan yang memiliki konsekuensi menyakitkan. beberapa orang memiliki periode permintaan yang tinggi diikuti periode kebutuhan yang sedikit. atau adanya keinginan untuk keluar rumah. namun selama musim dingin akan relatif inaktif kecuali membersihkan salju. meningkatnya tingkat fokus kerja di rumah. . sehingga ia akan tampak manic pada hampir sepanjang tahun dan tenang selama musim dingin. dan gugur. Fourth Edition. Gangguan mood cukup untuk membuat kerusakan di tempat kerja. Hal ini didapati pada seorang petani. Text Revision (DSM-IV-TR).

dengan paling tidak terdapat gejala perasaan depresi atau ditandai dengan kehilangan kesenangan atau perhatian. Paling tidak terdapat 3 atau lebih gejala-gejala berikut ini : Perasaan kebesaran atau mengagumi diri sendiri. nada suara tinggi. hipersomnia atau insomnia. flight of ideas. atau mudah marah (iritabel) setidaknya selama 4 hari. menghilangkan bukti kekacauan pikiran. dengan gejala depresi hanya terjadi selama 1 minggu.- Gangguan suasana perasaan tersebut bukan disebabkan oleh penyalahgunaan zat atau karena gangguan medis lain. Gangguan suasana perasaan tersebut bukan disebabkan oleh penyalahgunaan zat atau karena gangguan medis lain. penurunan daya konsentrasi. retardasi psikomotor atau agitasi. penurunan berat badan yang signifikan dan selera. . penderita memiliki rencana untuk bunuh diri atau telah melakukan bunuh diri tersebut. agitasi psikomotor di rumah. preokupasi dengan kematian atau bunuh diri. Gangguan mood tampak oleh orang lain. tempat kerja atau seksual. - Episode hipomanic ditandai oleh gejala-gejala berikut : Penderita mengalami suasana perasaan yang meningkat (elasi). mulai melakukan aktivitas dengan resiko tinggi terhadap konsekuensi yang menyakitkan. y Episode campuran ditandai dengan gejala-gejala berikut ini :  Pada penderita harus terdapat kedua kriteria baik manic maupun depresi. y Episode depresif ditandai dengan gejala-gejala berikut :  Karena sebab yang sama selama 2 minggu. setidaknya pada seseorang terdapat 5 atau lebih gejala berikut ini : Perasaan depresi/tertekan.  Gejala-gejala tersebut menyebabkan kerusakan dan distress. gangguan tidur.  Gangguan mood mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi sosial dan kerja.  Gangguan suasana perasaan tersebut bukan disebabkan oleh penyalahgunaan zat atau karena gangguan medis lain. kehilangan energi atau kelemahan. adanya keinginan untuk keluar rumah. penurunan perasaan senang dan minat pada hampir semua aktivitas.

kuku jari tangannya mungkin terdapat lapisan warna yang berbeda atau sebagian warna yang rusak pada kuku mereka. yang ditunjukkan dengan badan yang kurus. manic. berlubang. Mereka kurang istirahat. Kebersihan diri tercermin dari mood mereka yang rendah. Penderita fase manic menunjukkan keadaan hiperaktif dan hipervigilasi. 2003). bertenaga. serta berbicara dan bertindak cepat. atau campuran. Mereka bergerak dengan lambat dan sangat sedikit yang menunjukkan retardasi psikomotor. Pakaian mereka . Pakaian mereka mungkin tidak terawat. sebagian mengalami perubahan tingakat energi dan suasana hati (Keck. bahkan cenderung kotor juga pada tangannya. ukuran pakaiannya tidak akan cocok. afek depresi jelas terlihat. serta tidak cocok dengan ukuran badan. Bila orang ini bergerak. kumal. Status mental penderita tergantung pada keadaan depresi. Pada wanita. Pakaian mereka mencerminkan keadaan itu. kotor. Episode hipomanic : Penderita ini sangat sibuk dan aktif. PEMERIKSAAN FISIK Menggunakan Mental Status Examination (MSE) untuk mendiagnosis adanya gangguan bipolar. Mereka juga berbicara dengan suara yang pelan atau suara yang monoton. Gangguan suasana perasaan tersebut bukan disebabkan oleh penyalahgunaan zat atau karena gangguan medis lain. Episode manic : Pada banyak kasus. dengan variasi area MSE ditandai sesuai dengan fase tertentu dari penderita. Penampilan Periode depresi : Orang yang menunjukkan suatu periode depresi mungkin menunjukkan sedikit sampai tidak ada kontak mata. dan tidak membersihkan diri. aktif. Mereka memiliki energi dan selalu kemana-mana. Bila seseorang kehilangan berat badan secara signifikan. dimana terlihat dikenakan dengan tergesa-gesa dan kacau. Mereka selalu berencana melakukan sesuatu. Rambut mereka juga tidak terurus. hipomanic. perilaku penderita dengan fase manic menunjukkan perilaku yang berlawanan dengan penderita dengan fase depresi. tidak bercukur.

2 Hs sering menyertai suasana hati penderita. Episode Manic: Penderita mempunyai pemikiran yang sangat opimis dan luas. kehilangan. perhatian nihilistik. kosong dan terisolasi. Mereka merasa pemikiran mereka sangat aktif dan aktif. dan bahkan berlebihan. PIKIRAN Episode Depresi: Penderita mempunyai pemikiran yang mencerminkan kesedihan mereka. Afek/Suasana Hati Episode depresi: Kesedihan mendominasi suasana hati seseorang dalam episode depresi. dan mereka mempunyai suatu istilah bahwa mereka bagaikan gelas yang separuh kosong .biasanya terlalu terang. serta mencolok. PERSEPSI . Penderita merasa sedih. tertekan. Episode hipomanik: Suasana hati penderita meningkat. Gagasan yang negatif. Mereka dapat dengan cepat membuat pemikiran/gagasan. Episode Hipomanik: Penderita mempunyai pemikiran yang optimis. Episode campuran: penderita menunjukkan gejala kedua episode (depresi dan manic) dalam suatu periode singkat (1 minggu atau kurang). meluas dan peka. Pemikiran mereka lebih berfokus tentang kematian dan tentang bunuh diri. tanpa pengahrapan dan semua terasa sia-sia. berpikir ke depan dan mempunyai sikap yang positif. Euphoria. Episode manik: Suasana hati penderita tampak menggembirakan. Episode Campuran: Penderita dapat berubah secara cepat antara depresi dan euforia dan meraka juga mudah marah. Mereka berdiri di keramaian dan menjadi menonjol karena pakaian mereka yang sering menarik perhatian. penuh warna. Percaya diri yang berlebihan. Penderita sangat mudah marah.

Episode Manic: 3 dari 4 penderita dalam tahap ini mengalami halusinasi. dan merasakan penyesalan yang snagat dalam. Episode Hipomanik: Angka bunuh diri rendah. sangat mudah . Mereka dapat menjadi sangat menuntut. Episode Campuran: Penderita menunjukkan khayalan dan halusinasi yang konsisten dengan depresi atau manic atau keduanya. bersalah. Episode Manik: Penderita agresif. Mereka dapat menjadi tidak sabar terhadap orang lain. Pada beberapa penderita depresi biasanya merasa dunia sudah tidak berguna lagi untuknya dan untuk orang terdekatnya/orang lain. Mereka adalah individu yang mencoba dan berhasil dalam usaha bunuh diri. Episode Hipomanic: Penderita menunjukkan sifat mudah marah dan agresif. kasar. penderita mempunyai khayalan dan halusinasi yang sesuai atau tidak dengan suasana hati. Episode Manik: Angka bunuh diri rendah. Episode Campuran: Pada tahap depresi pasien memiliki resiko untuk bunuh diri. Penderita merasa telah berdosa. Episode Hipomanik: Penderita tidak mengalami gangguan persepsi. BUNUH DIRI Episode Depresi: Angka kejadian bunuh diri banyak terjadi pada penderita depresi. Khayalan manic menunjukkan persepsi gengsi dan kemuliaan.Episode Depresi: Terdapat 2 format dari tipe depresi yang dijelaskan. Dengan psikotik. Mereka tidak memiliki sifat sabar atau toleransi dengan orang lain tidak ada. PEMBUNUHAN/KEKERASAN Episode Depresi: Pembunuhan yang dilakukan oleh penderita biasanya diikuti dengan bunuh diri. Dengan psikotik dan tanpa psikotik.

. rencana dan perilaku mereka. KOGNITIF : Kemunduran/kelemahan dalam orientasi dan daya ingat sangat jarang diamati pada pasien dengan gangguan afek bipolar kecuali mereka psikotik. Namun sangat luas. Episode Campuran: Penderita dapat menjadi sangat agresif terutama dalam tahap manic. bukan sebagai hipomanik. PENATALAKSANAAN 1. kemampuan penderita untuk mengingat informasi dapat sangat luas. Penderita tidak mempunyai pengertian yang jelas mengenai kebutuhan. Pada beberapa kasus hipomanic dan kadang hipomanic. Penderita biasanya gagal dalam melakukan tindakan yang penting sebab mereka sangat jatuh dan menurun dalam mengenali diri mereka sendiri. PENGERTIAN DIRI/INSIGHT Episode Depresi: Depresi dapat mempengaruhi penilaian seseorang mengenai dirinya sendiri. Episode Campuran: Pergeseran/perubahan dalam afek dapat merusak pengertian pasien tentang dirinya dan bertentangan dengan insight mereka. Meraka memeiliki sedikit pengertian terhadap diri mereka sendiri.marah. penderita dapat mengalami kesulutan dalam berkonsentrasi dan memusatkan perhatiannya. Episode Manic: Dalam tahap ini pengertian diri/insight sangat lemah. dan derajat keparahan fase tersebut. seperti depresi atau manic. Mereka mengetahui waktu dan temapt mereka berada. Pada dpresi dan manic yang berat. Penentuan Kegawatdaruratan Penderita Pengobatan dari gangguan bipolar secara langsung terkait pada fase dari episodenya. Pembunuhan terjadi jika penderita mempunyai suatu khayalan terhadap kesenangan penderita.mereka dapat mengingat kejadian yang lampau dan terbaru. Episode Hipomanik: Biasanya penderita memiliki penegrtian yang baik mengenai diri mereka. Mereka menilai diri mereka sangat produktif dan teliti.

sehingga orang tidak dapat melakukan fungsinya sama sekali. mereka menghancurkan karir dan berbahaya bagi orang di sekitarnya. seseorang dengan depresi moderat yang masih dapat bekerja.  Berbahaya bagi orang lain : Penderita gangguan bipolar dapat mengancam nyawa ornag lain. meninggalkan orang seperti ini sendirian sanagt berbahaya dan tidak menyembuhkannya. Namun.Contoh. seseorang dengan depresi yang ekstrim dan menunjukkan perilaku bunuh diri memerlukan/mengindikasikan pengobatan rawat inap. memerlukan observasi yang ketat dan perlindungan pencegahan. . Percobaan bunuh diri yang serius dan ideasi spesifik dengan rencana menghilangkan bukti. sehingga ia berencana untuk membunuh anaknya untuk membebaskan mereka dari kesengsaraan dunia. Dalam situasi ini. perilaku penderita sangat di luar batas.  Tidak dapat diarahkan sama sekali : Hal ini benar-benar terjadi selama episode manic. sejalan dengan itu. dimana obat psikotropik dapat dimonitor dan diobservasi. Sebaliknya. penderita dengan manic yang ekstrim yang tidak mau tidur atau makan mungkin mengalami kelelahan yang hebat. dapat terlihat dengan resiko yang signifikan untuk bunuh diri. Pengobatan pasien rawat inap : indikasi seseorang dengan gangguan bipolar untuk dirawat inap adalah sebagai berikut :  Berbahaya untuk diri sendiri : Pasien yang terutama dengan episode depresif. contohnya seorang penderita yang mengalami depresi yang berat meyakini bahwa dunia itu sangat suram/gelap. diobati sebagai pasien rawat jalan. contohnya seorang penderita depresi yang tidak cukup makan beresiko kematian.  Ketidakmampuan total dari fungsi : Adakalanya depresi yang dialami terlalu dalam. bahaya bagi penderita bisa datang dari aspek lain dari penyakit.  Kondisi medis yang harus dimonitor : Contohnya penderita gangguan jiwa yang disertai gangguan jantung harus berada di lingkungan medi.

namun mereka juga menyangkal memerlukannya. Oleh karena itu. terutama sepanjang hari dan dengan bantuan dan keterlibatan dari keluarga. Hal ini merupakan satu dari banyak alasan bagi para praktisi setuju dengan ambivalensi penderita tentang pengobatan. membangun dan memelihara sekumpulan orang yang peduli. lihat stresornya dan cari cara untuk menanganinya.  Kedua.  Ketiga. namun bila terakumulasi. Seiring perjalanan waktu. Rawat inap parsial juga menjembatani untuk bisa segera kembali bekerja. . Hal ini merupakan bagian dari psikoterapi.  Pertama. kekuatan sekumpulan orang yang peduli membantu mempertahnkan gejala penderita dalam keadaan minimum dan membantu penderita tinggal dan diterima di masyarakat. mereka mendorong penderita menjadi manic atau depresi.Rawat inap parsial atau program perawatan sehari  Secara umum. Pengobatan membuat perubahan yang luar biasa. Kuncinya adalah mendapatkan keuntungan dan mencegah efek samping.  Contohnya. dan rawat inap parsial memberi dukungan dan hubungan interpersonal. Kembali secara langsung ke pekerjaan seringkali sulit bagi penderita dengan gejala yang berat. penderita dengan depresi berat yang berpikir akan bunuh diri tapi tidak berencana untuk melakukannya dan dapat memiliki tingkat motivasi yang tinggi bila diberi banyak dukungan interpersonal. Mereka mengetahui bahwa obat membantu dan mencegah mereka untuk dirawat inap. Keluarga harus selalu berada di rumah setiap malamdan harus peduli terhadap penderita. Penderita memiliki rasa yang bertentangan dengan pengobatan mereka. Pengobatan rawat jalan : Pengobatan rawat jalan memiliki 4 tujuan utama. harus dibantu untuk mengarahkan perasaan mereka dan membantu mereka untuk mau melanjutkan pengobatan. penderita ini memiliki gejala yang berat namun memiliki tingkat pengendalian dan lingkungan hidup yang stabil. memonitor dan mendukung pengobatan. Stres ini bisa berasal dari keluarga atau pekerjaan.

aripiprazole and olanzapine. bahkan untuk mengobati beberapa kasus depresi bipolar untukmenstabilkan mood. situasi yang mungkin memicu kekambuhan. pengobatan yang paling efektif untuk manic akut adalah kombinasi dari generasi kedua antipsikosis dan medikasi mood stabilizing. dan peran pengobatan yang penting. seperti ziprasidone. Keempat. depresi berat). infeksi. Rentang yang luas dari antidepresan dan ECT digunakan untuk episode depresi akut (contoh. komplikasi sistem urinari.  Keadaan kesehatan tubuh penderita gangguan bipolar juga harus diperhatikan oleh para praktisi. seperti gejala psikotik. Klinisi harus membantu edukasi bagi penderita dan keluarga tentang penyakit bipolar. Dukungan kelompok bagi penderita dan keluarga memiliki arti penting yang sangat luar biasa. Selanjutnya. Tabel FDA-Approved Bipolar Treatment Regimens . agresi. Berdasarkan konsensus yang sekarang. masalah endokrin. suatu medikasi lain dipilih untuk terapi pemeliharaan/maintenance dan pencegahan. Tabel berikut menunjukkan FDAapproved bipolar treatment regimens. diabetes. TERAPI Terapi Farmakologi y Pengobatan yang tepat tergantung pada stadium gangguan bipolar yang dialami penderita. Antipsikosis atipikal kini juga sering digunakan untuk menstabilkan manic akut. aspek yang melibatkan edukasi. Medikasi ini bekerja menstabilkan mood penderita sesuai namanya. risperidone. y Pengalaman klinik menunjukkan bahwa bila diterapi dengan obat mood stabilizer. Pilihan obat tergantung pada gejala yang tampak. Mereka harus sadar dan waspada terhadap bahaya penyalahgunaan zat. juga menstabilakn manic dan depresi yang ekstrim. agitasi. dan gangguan tidur. penderita gangguan bipolar akan mengalami lebih sedikit periode manic dan depresi. dan gangguan keseimbangan elektrolit. termasuk keadaan kardiovaskular. quetiapine. Antipsikosis atipikal meningkat penggunaannya untuk kedua hal yaitu manic akut dan mood stabilization.

sedangkan mengurangi asupan garam dapat meningkatkan kadar litium serum dan menyebabkan toksisitas. Penderita dianjurkan untuk tidak merubah asupan garam. Baik aktivitas fisik dan jadwal yang reguler meupakan kunci untuk bertahan dari penyakit ini. Terapi Non Farmakologi y Konsultasi Suatu konsultasi dengan seorang psikiater atau psikofarmakologis selalu sesuai bila penderita tidak menunjukkan respon terhadap terapi konvensional dan medikasi. . tidak ada diet khusus yang dianjurkan. Jadwal aktivitas fisik yang reguler harus dibuat. karena peningkatan asupan garam membuat kadar litium serum menurun dan menurunkan efikasinya.Nama Generik Valproate Carbamazepine extended release Lamotrigine Lithium Aripiprazole Ziprasidone Risperidone Quetiapine Chlorpromazine Olanzapine Nama Dagang Manic Mixed Maintenance Depresi Depakote Equestro Lamictal X Abilify Geodon Risperdal Seroquel Thorazine Zyprexa X X X X X X X X X X X X X X X X X X X Olanzapine/fluoxetine Combination Symbyax Tabel dari Medscape. y Diet Terkecuali pada penderita dengan monoamine oxidase inhibitors (MAOIs). y Aktivitas Penderita dengan fase depresi harus didukung untuk melakukan olahraga/aktivitas fisik.

Keduanya harus memahami dan mengetahui pentingnya pengobatan adekuat dan tanda-tanda awal dari manic dan depresi. informasikan kepada penderita tentang kekambuhan dalam konteks gangguan. dan gejala. y Edukasi Penderita Pengobatan penderita gangguan bipolar melibatkan edukasi penderita awal dan lanjutan. PENCEGAHAN Prevensi merupakan kunci dari terapi jangka panjang dari gangguan bipolar. Hal ini mencakup beberapa hal sebagai berikut : y y Pertama. penjelasan biologis tentang penyakit harus jelas dan benar. psikoedukasi dimulai dari penderita dan keluarga penderita. Kelompok pengobatan yang adekuat tinggal suatu bagian yang penting dari perawatan dan edukasi. Tujuan edukasi harus diarahkan tidak hanya langsung pada penderita. . Pengenalan terhadap adanya perubahan memudahkan langkah-langkah pencegahan yang baik. namun juga melalui keluarga dan sistem disekitarnya. tidak hanya meningkatkan ketahanan dan pengetahuan mereka tentang penyakit. Kedua. bila aktivitas fisik ini berlebihan dengan peningkatan perspirasi dapat meningkatkan kadar litium serum dan menyebabkan toksisitas litium. fakta menunjukkan peningkatan dari tujuan edukasi ini. medikasi seperti litium bertindak sebagai mood stabilizers. Edukasi juga harus memperhatikan bahaya dari stresor. namun juga kualitas hidupnya. Membantu identifikasi individu dan bekerja dengan stresor yang ada menyediakan aspek kritis penderita dan kewaspadaan keluarga. terutama cerita tentang individu dengan MDI dapat membantu penderita untuk berusaha menghadapi tantangan dari perspektif lain. Cerita-cerita tentang individu membantu penderita dan keluarga. pemunculan kembali. Pertama. ini merupakan hal yang penting. Lagipula. Akhirnya. memberi informasi tentang bagaimana cara memonitor penyakit terkait apresiasi tanda awal. Kedua.Namun. Hal ini mengurangi perasaan bersalah dan mempromosikan pengobatan yang adekuat.

dan adiksi. 45 % penderita mengalami episode berulang. dan berat) : 1) Afek depresif. Gangguang Afektif Unipolar (Depresif) EPISODE DEPRESIF Gejala utama (pada derajat ringan. gejala tidak kembali/mengalami penyembuhan. 3) Berkurangnya energy yang menuju meningkatnya keadaan yang mudah lelah ( rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya aktifitas. Dalam 2 tahun pertama setelah episode awal. 40 50 % penderita mengalami serangan manic lain. gambaran psikotik.  Faktor-faktor yang membuat prognosis menjadi lebih buruk antara lain : Riwayat kerja yang buruk.  Indikator prognosis yang baik adalah sebagai berikut : fase manic (dalam durasi pendek). . Pada 7 % penderita. sedang. pemikiran untuk bunuh diri yang rendah. adanya bukti keadaan depresif. masalah kesehatan (organik) yang rendah.  Hanya 50 60 % penderita BP I dapat dikontrol dengan litium terhadap gejalanya. dan 40 % mengalami gangguan yang menetap. penyalahgunaan alkohol. jenis kelamin laki-laki. Onset terjadi pada usia yang lanjut. gambaran psikotik yang rendah.KOMPLIKASI Komplikasi dari gangguan ini antara lain bunuh diri. b) Harga diri dan kepercayaan diri berkurang. PROGNOSA Penderita dengan BP I lebih buruk daripada penderita depresi berat. Gejala lainnya : a) Konsentrasi dan perhatian lainya berkurang. gambaran depresif diantara episode manic dan depresi.  Seringkali perputaran episode depresif dan manic berhubungan dengan usia. 2) Kehilangan minat dan kegembiraan. pembunuhan.

0). Kategori diagnosis episode depresif ringan (F32. Karakter kelima : F32.10 = Tanpa gejala somatik . F32.c) Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna.01 = dengan gejala somatik. f) Tidur terganggu. Lamanya seluruh episode berlangsung minimum sekitar 2 minggu.2) hanya digunakan untuk episode depresif tunggal (yang pertama). g) Nafsu makan berkurang. Ditambah sekurang-kurangnya 2 dari gejala lainya : (a) sampai dengan (g).pekerjaan dan urusan rumah tangga.sedang(F32. EPISODE DEPRESIF RINGAN y y y y y Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama depresi seperti tersebut diatas.1)dan berat(F32. Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya. Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu. Menghadapi kesulitan nyata untuk meneruskan kegiatan sosial. Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial yang biasa dilakukannya. F32. Karakter kelima : F32.0). y y y Ditambah sekurang-kurangnya 3 (dan sebaiknya 4) dari gejala lainnya.akan tetapi periode lebih pendek dapat dapat dibenarkan jika gejala luar biasa dan berlangsung cepat.-). d) Pandangan masa depan yang suram dan pesimis. Episode depresif berikutnya harus diklasifikasikan dibawah salah satu diagnosis gangguan depresif berulang (F33.1 Episode Depresif Sedang y Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama depresi seperti pada episode depresi ringan (F30.00 = tampa gejala somatik. Untuk episode depresif dari ketiga tingkat keparahan tersebut diperlukan masa sekurang kurangnya dua minggu untuk penegakan diagnosis. e) Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri.

2 Episode Depresif Berat tanpa Gejala Psikotik y y Semua 3 gejala utama depresi harus ada.9 Episode Depresif YTT . F32.waham atau halusinasi dapat ditentukan sebagai serasi atau tidak serasi dengan afek ( mood congruent). pekerjaan atau urusan rumah tangga. penilaian secara menyeluruh terhadap episode depresif berat masih dapat dibenarkan. Halusinasi auditorik atau olfatorik biasanya berupa suara yang menghina atau menuduh. halusinasi atayu stupor depresif. y Sangat tidak mungkin pasien akan mampu meneruskan kegiatan sosial. kecuali pada tarah yang sangat terbatas.2 tersebut diatas. Retradasi psikomotor yang berat dapat menuju pada stupor. kemiskinan atau malapetaka yang mengancam.3 Episode Depresif Berat dengan Gejala Psikotik y y Episode depresi berat yang memenuhi kriteria menurut F32.maka pasien mungkin tidak mau atau tidak mampu untuk melaporkan banyak gejalanya secara rinci. atau bau kotoran atau daging membusuk.8 Episode Depresif lainya F32. Disertai waham. Dalam hal demikian. y Bila ada gejala penting (misalnya agitasi atau retradasi psikomotor) yang mencolok. Ditambah sekurang-kurangnya 4 dari gejala lainnya. dan pasien merasa bertanggung jawab atas hal itu. F32. Waham biasanya melibatkan ide tentang dosa. Jika diperlukan.maka masih dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dalam kurun waktu kurang dari 2 minggu. y Episode depresif biasanya harus berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu.11 = Dengan gejala somatik F32. akan tetapi jika gejala amat berat dan beronset sangat cepat. dan beberapa diantaranya harus berintensitas berat.F32.

Episode depresi sedang (F32.(F30. Episode depresi berat (F32. Tanpa riwayat adanya episode tersendiri dari peninggian afek dan hiperaktivitas yang memenuhi kriteria mania.3) Episode masing-masing rata-rata lamanya sekitar 6 bulan.0) segera sesudah suatu episode depresif (kadang-kadang tampaknya dicetuskan oleh suatu tinakan pengobatan depresi).1) 3.GANGGUAN DEPRESIF BERULANG Gangguan ini tersifat dengan episode berulang dari : 1. kayegori ini harus tetap digunakan) Episode masing-masing. Kriteria untuk gangguan depresi berulang (F33. dalam berbagai tingkat keparahan.1 dan F30. akan tetapi frekwensinya lebih jarang dibandingkan dengan ganggu bipolar. namun sebagian kecil pasien mungkin mendpat depresi yang akhirnya menetap. Pemulihan keadaan biasanya sempurna diantara episode. EPISODE KINI RINGAN y Untuk diagnosis pasti: a. dan episode sekarang harus memenuhu untuk episode depresif ringan (F32.2 dan F32.-) harus dipenuhi.0) 2. dan . terutama di usia lanjut (untuk keadaan ini.1) GANGGUAN DEPRESIF BERULANG. Namun kategori ini tetap harus digunakan jika ternyata ada episode singkat dari peninggian afek dan hiperaktivias ringa yang memenuhi kriteria hipomania (F30.2). seringkali dicetuskan oleh peristiwa kehidupan yang penuh stress atau trauma mental lain (adanya stress tidak essensial untuk penegakkan diagnosis).0). Episode depresi ringan (F32. DIAGNOSIS BANDING Episode depresif singkat berulang (F38.

Karakter kelima : F33.Episode Kini Berat tanpa Gejala Psikotik y Untuk diagnosis pasti .01 = dengan gejala somatik F33. dan b.-) harus dipenuhi. Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna.2 Gangguan Depresif Berulang. Episode Kini Berat dengan Gejala Psikotik y Untuk diagnosis pasti : a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (f33.3).3 Gangguan Depresif Berulang. F33.-)harus dipenuhi. dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik (F32. Kriteria untuk gangguan depresif erulang (F33.1 Gangguan Depresif Berulang. dan episodesekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik (F32. Episode Kini Sedang y Untuk diagnosis pasti : a.-)harus dipenuhi. a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (F33. Karakter kelima : F33.00 = tanpa gejala somatik F33.dan b) Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama 2 minggu dengan sela waktu beberpa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakana. dan .2).11 = dengan gejala somatik F33.10 = tanpa gejala somatik F33. dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif sedang (F32.1). Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna.b.

-) harus pernah dipenuhi di masa lampau. maka sel-sel saraf di dalam ganglia basalis akan membantu menghaluskan gerakan tersebut dan mengatur perubahan sikap tubuh. dan b) Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna. Parkinson menyerang sekitar 1 di antara 250 orang yang berusia diatas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia diatas 65 tahun. yang akan menyampaikan informasi yang telah diolah kembali ke korteks otak besar. Patofisiologi Jauh di dalam otak ada sebuah daerah yang disebut ganglia basalis. Kini dalam Remisi y Untuk diagnosis pasti : a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (F33.9 Gangguan Depresif Berulang YTT Parkinson Penyakit Parkinson ditandai dengan adanya tremor pada saat beristirahat. F33. kesulitan untuk memulai pergerakan dan kekakuan otot.4 Gangguan Depresif Berulang .8 Gangguan Depresif Berulang Lainnya F33. Neurotransmiter yang utama pada ganglia basalis adalah dopamin. . Ganglia basalis mengolah sinyal dan mengantarkan pesan ke talamus. Keseluruhan sinyal tersebut diantarkan oleh bahan kimia neurotransmiter sebagai impuls listrik di sepanjang jalur saraf dan di antara saraf-saraf. F33. Jika otak memerintahkan suatu aktivitas (misalnya mengangkat lengan).b) Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna. tetapi keadaan sekarang harus tidak memenuhi kriteria untuk episode depresi denganderajat keparahan apa pun atau gangguan lain apa pun dalam F30-F39.

Penderita mengalami kesulitan dalam melangkah dan seringkali berjalan tertatih-tatih dimana lengannya tidak berayun sesuai dengan langkahnya. Pada awalnya tremor terjadi pada satu tangan. Penyebab dari kemunduran sel saraf dan berkurangnya dopamin terkadang tidak diketahui. Tremor juga akan mengenai rahang. maka gerakannya terasa kaku. akhirnya akan mengenai tangan lainnya. Stres emosional atau kelelahan bisa memperberat tremor. tremor akan berkurang jika tangan digerakkan secara sengaja dan menghilang selama tidur. Misalnya obat anti psikosa yang digunakan untuk mengobati paranoia berat dan skizofrenia menghambat kerja dopamin pada sel saraf. obat-obatan atau racun memengaruhi atau menghalangi kerja dopamin di dalam otak.Pada penyakit Parkinson. tremor bukan merupakan gejala awal. pada penderita lainnya tremor semakin berkurang sejalan dengan berkembangnya penyakit dan sisanya tidak pernah mengalami tremor. sel-sel saraf pada ganglia basalis mengalami kemunduran sehingga pembentukan dopamin berkurang dan hubungan dengan sel saraf dan otot lainnya juga lebih sedikit. Wajah penderita menjadi kurang ekspresif karena otot-otot wajah untuk membentuk ekspresi tidak bergerak. sehingga pekerjaan sehari -hari (misalnya mengancingkan baju dan mengikat tali sepatu) semakin sulit dilakukan. Simtoma klinis Penyakit Parkinson dimulai secara samar-samar dan berkembang secara perlahan. Langkahnya bertambah cepat sehingga mendorong mereka untuk berlari kecil supaya tidak terjatuh. Jika lengan bawah ditekuk ke belakang atau diluruskan oleh orang lain. Kadang penyebabnya diketahui. Pada banyak penderita. Jika penderita sudah mulai berjalan. Penyakit ini cenderung diturunkan. mereka mengalami kesulitan untuk berhenti atau berbalik. Kekakuan dan imobilitas bisa menyebabkan sakit otot dan kelelahan. Parkinson merupakan komplikasi yang sangat lanjut dari ensefalitis karena virus (suatu infeksi yang menyebabkan peradangan otak). Diagnosis Diagnosa ditegakkan gejala-gejalanya. lidah. Otototot kecil di tangan seringkali mengalami gangguan. Pada beberapa kasus. Kekakuan dan kesulitan dalam memulai suatu pergerakan bisa menyebabkan berbagai kesulitan. Sikap tubuhnya menjadi bungkuk dan sulit mempertahankan keseimbangan sehingga cenderung jatuh ke depan atau ke belakang. Penderita mengalami kesulitan dalam memulai suatu pergerakan dan terjadi kekakuan otot. kening dan kelopak mata. lengan dan tungkai. Kasus lainnya terjadi jika penyakit degeneratif lainnya. Pada sepertiga penderita. Kadang berkurangnya ekspresi wajah ini disalah artikan sebagai . walau terkadang faktor genetik tidang memegang peran utama. pada mulanya Parkinson muncul sebagai tremor (gemetar) tangan ketika sedang beristirahat.

Di dalam otak levodopa diubah menjadi dopamin . Penambahan karbidopa dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas levodopa di dalam otak dan untuk mengurangi efek levodopa yang tidak diinginkan di luar otak. seperti Alzheimer. Pencarian senyawa organik penghambat yang spesifik bekerja pada kedua enzim ini. bromokriptin. seperti levodopa. Penderita seringkali ileran atau tersedak karena kekakuan pada otot wajah dan tenggorokan menyebabkan kesulitan menelan. walaupun memang banyak penderita Parkinson yang akhirnya mengalami depresi. oleh karena dapat dimodulasi oleh molekul ligan kecil. kepala mengangguk-angguk dan lengan serta tungkai berputar-putar. ditemukan memiliki peran yang selama ini belum diketahui. anti depresi. antikolinergik (benztropin atau triheksifenidil). Pandangan tampak kosong dengan mulut terbuka dan matanya jarang mengedip. Tidak satupun dari obat-obat tersebut yang menyembuhkan penyakit atau menghentikan perkembangannya. Mengkonsumsi levodopa selama bertahuntahun bisa menyebabkan timbulnya gerakan lidah dan bibir yang tidak dikehendakik. pada patologi molekular dari beberapa kelainan neurogeneratif. propanolol dan amantadin. penyakit Parkinson dan sklerosis lateral amiotrofik. namun beberapa lintasan utama telah ditemukan. Sebuah protein kinase. wajah menyeringai. Peran kinase pada lintasan molekular neuron terus dipelajari.depresi. CK1 dan CK2. Beberapa ahli percaya bahwa menambahkan atau mengganti levodopa dengan bromokriptin selama tahun-tahun pertama pengobatan bisa menunda munculnya gerakangerakan yang tidak dikehendaki. . Untuk mempertahankan mobilitasnya. kinase protein telah menjadi prioritas terpenting kedua pada upaya penyembuhan. selegilin. penderita dianjurkan untuk tetap melakukan kegiatan sehari-harinya sebanyak mungkin dan mengikuti program latihan secara rutin. Pengobatan Menyusul ditemukannya kinom pada manusia. Sebagian besar penderita memiliki intelektual yang normal. Pengobatan dasar untuk Parkinson adalah levodopa-karbidopa. antihistamin. sekarang telah menjadi tantangan dalam perawatan penyakit tersebut di atas. tetapi obat-obat tersebut menyebabkan penderita lebih mudah melakukan suatu gerakan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Penderita berbicara sangat pelan dan tanpa aksen (monoton) dan menjadi gagap karena mengalami kesulitan dalam mengartikulasikan fikirannya.[1] Penyakit Parkinson bisa diobati dengan berbagai obat. Sel-sel saraf penghasil dopamin dari jaringan janin manusia yang dicangkokkan ke dalam otak penderita Parkinson bisa memperbaiki kelainan kimia tetapi belum cukup data mengenai tindakan ini. pergolid. tetapi ada juga yang menjadi pikun. Penderita Parkinson ringan bisa kembali menjalani aktivitasnya secara normal dan penderita yang sebelumnya terbaring di tempat tidur menjadi kembali mandiri. Obat ini mengurangi tremor dan kekakuan otot dan memperbaiki gerakan.

Amantadin Digunakan pada stadium awal untuk penyakit yg ringan Pada stadium lanjut diberikan untuk meningkatkan efek levodopa Bisa menjadi tidak efektif setelah beberap bulan digunakan sendiri Intoksikasi Intoksikasi (keracunan) adalah masuknya zat ke dalam tubuh yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian. Levodopa Levodopa dikombinasikan dengan karbidopa merupakan pengobatan utama untuk Parkinson Diberikan bersama karbidopa untuk meningkatkan efektivitasnya & mengurangi efek sampingnya Mulai dengan dosis rendah. mulai diberikan dalam dosis rendah Bisa menimbulkan beberapa efek samping. Pemberian makanan harus benar-benar diperhatikan karena kekakuan otot bisa menyebabkan penderita mengalami kesulitan menelan sehingga bisa mengalami kekurangan gizi (malnutrisi). dan zat cair (alkohol. Melalui kulit . makanan). efektivitasnya bisa berkurang bromokriptin atau pergolid Pada awal pengobatan seringkali ditambahkan pada pemberian levodopa untuk meningkatkan kerja levodopa atau diberikan kemudian ketika efek samping levodopa menimbulkan masalah baru Jarang diberikan sendiri. Seleglin Seringkali diberikan sebagai tambahan pada pemakaian levodopa Bisa meningkatkan aktivitas levodopa di otak . Berbeda dengan alergi. Semua zat dapat menjadi racun bila diberikan dalam dosis yang tidak seharusnya. zat yang dapat menyebabkan keracunan antara lain : zat padat (obat-obatan. diantaranya : 1. dehidrasi dan beberapa obat. keracunan memiliki gejala yang bervariasi dan harus ditindaki dengan cepat dan tepat karena penanganan yang kurang tepat tidak menutup kemungkinan hanya akan memperparah keracunan yang dialami penderita. obat anti depresi tertentu. A. pestisida. bisa/ racun hewan) Racun racun tersebut masuk ke dalam tubuh manusia melalui beberapa cara. zat kimia.Terapi fisik dan pemakaian alat bantu mekanik (misalnya kursi roda) bisa membantu penderita tetap mandiri. Makanan kaya serat bisa membantu mengatasi sembelit akibat kurangnya aktivitas. yg selanjutnya ditingkatkan sampai efek terbesar diperoleh Setelah beberapa tahun digunakan. bensin. minyak tanah. ETIOLOGI Keracunan dapat disebabkan oleh beberapa hal. zat gas (CO2). Makanan tambahan dan pelunak tinja bisa membantu memperlancar buang air besar. pada stadium lanjut diberikan bersamaan dengan levodopa. Obat antikolinergik (benztropin & triheksifenidil). berdasarkan wujudnya. antihistamin (difenhidramin) Pada stadium awal penyakit bisa diberikan tanpa levodopa.

oral. Melalui jalan napas (inhalasi) Melalui saluran pencernaan (mulut) Melalui suntikan Melalui mata (kontaminasi maata) B. DIAGNOSIS Penegakan diagnosis pasti penyebab keracunan cukupn sulit dilakukan karena dibutuhkan sarana laboratorium toksikologi yang cukup handal. dan belum ada sarana laboratorium swasata yang ikut berperan sedangkan sarana laboratorium rumah sakit untuk pemeriksaan ini juga belum memadai dan sarana instansi resmi pemerintah juga sangat minim jumlahnya. selenium.2. Luka bakar warna keputihan pada mukosa mulut atau keabuan pad bibir dan dagu menunjukkan akibat bahan kausatif dan korosif baik yang bersifat asam kuat maupun basa kuat. Untuk membantu penegakan diagnosis maka diperlukan autoanamnesis dan aloanamnesis yang cukup cermat serta diperlukan bukti bukti yang diperoleh ditempat kejadian. 5. besi (Fe) Fenol. merkaptan Penyebab Metilin biru Rifampisin. Racun yang melalui rute oral biasanya bisa diketaghui melalui bau mulut atau muntahan kecuali racun yanf sifat dasarnya tidak berbau dan berwarna sepreti arsinikum yang sulit ditemukan hanya berdasar inspeksi saja. Adapun penyebab keracunan dapat dikenali melaui bau racun tersebut atau warna urin setelah terkontamiasi denga racun tersebut antara lain : Karakteristik bau racun Bau Aseton Almond Bawang putih Telur busuk Karakteristik warna urin Warna urine Hijau/ biru Kuning-merah Coklat tua Butiran keputihan Coklat Penyebab Isopropil alkohol. aseton Sinida Arsenik. Hal ini penting diketahui karena berpengaruh pada efek kecepatan dan lamanya durasi (reaksi) keracunan. Perbedaan pada dampak luka bakarnya yaitu nekrosis koagulatif akibat paparan asam kuat sedangkan basa kuat menyebabkan nekrosis likuitatif. talium Hidrogen sulfida. 3. absorpsi kulit. 4. dan mukosa atau parental. kresol Primidon Mio/ haemoglobinuria . Selanjutnya pada pemeriksaan fisik harus ditemukan dugaan tempat masuknya racun yang dapat melalui berbagai cara yaitu inhalasi.

fenothiazin. carbamate insektidida). kokain agitasi Hipertemia dan takikardi. ekstasi. Alat ukur yang paling sering digunakan adalah GCS (Glasgow Coma Scale). isoniazid Hipertemia Litium. GEJALA KLINIS Penilaian keadaan klinis yang paling awal adalah status kesadaran. benzodiazepin halusinasi D. laju napas turun Benzodiazepin Dilatasi pupil. opiat. antagonis kalsium (kecuali dihidropiridin). hipoglikemia. klonidin. takikardia Antidepresan trisiklik. takikardi. metoklopramid Seizures Antidepresan trisiklik. frekuensi napas dan denyut nadi mungkin dapat membantu penegakan diagnosis pada pasien dengan penurunan kesadaran. alkohol Gejala ekstrapiramidal Fenotiazin. teofilin. amfetamin. trauma. antikolonergik (benzeksol. asidosis Salsilat metabolik Bradikardia Penghambat beta. diare. inhibitor kolinesterase (organofosfat. frekuensi napas turun Opoioid. subdural/ ekstradural haematom. haloperidol. bahan penyebab methaemoglobinemia Hipersalivasi Organofosfat/ karbamat. hal ini selain dapat membantu penegakan diagnosis juga berguna untuk kepentingan penyidikan polisi pada kasusu . takikardi. organofosfat insektisida Abdominal cramp. fenotiazin Dilatasi pupil. karbamazepin). uremia. tanda serebral Antikonvulsan (frenitoin. perdarahan subaraknoid/ intrakranial. opioid. antikonvulsan. PEMERIKSAAN PENUNJANG Analisis toksikologi harus dilakukan sedini mungkin. kokain. antihistamin Sianosis Obat depresan SSP. benztropin). insektisida Nistagmus. Penemuan klinis seperti ukuran pupil mata. antihistamin. Amfetamin. diabetik ketoasidosis. klonidin. Withdrawal alkohol. maka diagnosis keracunan dapat dilakukan pereksklusionam dan semua penyebab penurunan kesdaran seperti meningoensefalitis. ataksia. antidepresan trisiklik. Gambaran klinis yang menunjukkan penyebab keracunan Gambaran klinis Kemungkinan penyebab Pupil pin point.C. antihistamin Hipertemia dan hipertensi. Apabila pasien tidak sadar dan tidak ada keterangan apapun. digoksin. ensefalopati. OAINS. ekstasi.

E. Beberapa gangguan gas darah dapat membantu penegakan diagnosis penyebab keracunan. 3. hipovolemia. fibrilasi ventrikuler. Beberapa faktor predosposisi timbulnya aritmia pada keracunan adalah keracunan obat kardiotoksik. 1. Sampel yang dikirim ke laboratorium adalah 50 ml urin. gangguan elektrolit darah. mengurangi absorpsi dan mencegah kerusakan. ginjal dan sedimen urin harus pula dilakukan karena selain berguna untuk mengetahui dampak keracunan juga dapat dijadiakan sebagai dasar diagnosis penyebab keracunan seperti keracunan parasetamol atau makanan yang mengandung asam jengkol. perbaikan fungsi pernapasan. takikardi supraventrikuler. dan penyakit dasar jantunmg iskemik. Dekontaminasi pulmonal Dekontaminasi pulmonal berupa tindakan menjauhkan korban dari pemaparan inhalasi zat racun. 4. Stabilisasi Penatalaksanaan keracunan pada waktu pertama kali berupa tindakan resusitasi kardiopulmoner yang dilakukan dengan cepat dan tepat berupa pembebasan jalan napas. Laboratorium klinik Pemeriksaan ini penting dilakukan terutama analisis gas darah. nyeri dan ansietas. monitor kemungkinan gawat napas dan berikan oksigen lembab 100% dan jika perlu beri ventilator. sinus bradikardi. disosiasi elektromekanik. 2. hipoksia. dan perbaikan sistem sirkulasi darah.kejahatan. 3. Pemeriksaan EKG Pemeriksaan ini juga perlu dilakukan pada kasus keracunan karena sering diikuti terjadinya gangguan irama jantung yang berupa sinus takikardi. PENATALAKSANAAN 1. hiperkarbia. Dekontaminasi mata . Pemeriksaan radiologi Pemeriksaan radiologi perlu dilakukan terutama bila curiga adanya aspirasi zat racun melalui inhilasi atau adanya dugaan perforasi lambung. Pemeriksaan fingsi hati. 10 ml serum. 2. Dekontaminasi Dekontaminasi merupakan terapi intervensi yang bertujuan untuk menurunkan pemaparan terhadap racun. bahan muntahan dan feses. asistol. takikardi ventrikuler.

sepatu dan aksesorisd lainnnya dan masukkan dalam wadah plastik yang kedap air dan tutup rapat. pengenceran atau mengeluarkan isi kambung dengan cara induksi muntah atau aspirasi dan kumbah lambung dapat mengurangi jumlah paparan bvahan toksik 7. menyebabkan anesthesia yang lengkap dari sistem pernapasan. pertimbangan dan kehilangan memori jangka pendek yang bisa diakibatkan perubahan tingkah laku yang menyebabkan luka atau kematian. Bertindak sebagai suatu penekan sistem syaraf pusat.9% perlahan sampai zat racunnya diperkirakan sudah hilang. Antidotum Pada kebanyakan kasus keracunan sangat sedikit jenis racun yang ada obat antidotumnya dan sediaan obat antidot yang tersedia secara komersial sangat sedikit jumlahnya PENYALAHGUNAAN OBAT Penyebab umum lain pada penderita dengan gejala psikosis adalah intoksikasi obat. arloji. 5. Eliminasi Tindakan eliminasi adalah tindakan untuk mempercepat pengeluaran racun yang sedang beredar dalam darah. pusing. pengertian yang mendalam. 6. cuci bagian kulit yang terkena dengan air mengalir dan disabun minimal 10 menit selanjutnya keringkan dengan handuk kering dan lembut. Bagaimanapun isunya. dan berkurangnya hambatan sosial. sehingga tindakan pemberian bahan pengikat (karbon aktif). Bagaimanapun. Di samping pertimbangan konsentrasi lemah. tingkat alkohol di bawah 60 miligram per deciliter darah pada umumnya tidak mematikan. sukar untuk ditangani di Unit Gawat Darurat. efek awal alkohol pada umumnya diinginkan dan ditandai oleh banyak bicara. Gejala akut ini terjadi setelah masa pengamatan atau penanganan psikofarmakologis yang terbatas. Intoksikasi alkohol akut seperti halnya bentuk lain penyalahgunaan obat memerlukan intervensi psikiatrik. Dekontaminasi kulit (rambut dan kuku) Tindakan dekontaminasi paling awal adalah melepaskan pakaian. Dekopntaminasi gastrointestinal Penelanan merupakan rute pemaparan yang tersering.Dekontaminasi mata berupa tindakan untuk membersihkan mata dari racun yaitu posisi kepala pasiem ditengadahkan dan miring ke posisi mata yang terburuk kondisinya. individu dengan 200 miligram per deciliter darah dipertimbangkan menderita intoksikasi dan level konsentrasi pada 400 miligram per deciliter darah bersifat mematikan. Buka kelopak matanya perlahan dan irigasi larutan aquades atau NaCL 0. seperti ketergantungan obat atau penyiksaan. Di luar perubahan tingkah laku berbahaya yang terjadi setelah . atau dalam saluran gastrointestinal setelah lebih dari 4 jam 8. penampilan verbal dan motorik.

disorientasi. suatu suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala. iritabilitas. dan kecanduan opiat mungkin menetap selama sebulan setelah putus zat. seperti penyakit jantung. termasuk pipotermia dan hipertermia. kediaman pusat perawatan. Hal ini meliputi fasilitas pasien rawat jalan. kelemahan. dosis. Sindroma putus obat mencapai puncak intensitasnya selama hari kedua atau ketiga dan menghilang selama 7 sampai 10 hari setelahnya. delusi dan halusinasi visual. Gejala penyerta putus opioid adalah kegelisahan. rinorea lakrimasipiloereksi. Gejala residual seperti insomnia. agresi meningkat. Klinikus harus menentukan penggunaan obat. Pada tiap waktu selama sindroma abstinensi. demam. Pecandu minuman alkohol yang kronis dapat menderita halusinasi. kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik dasar yang parah. intoksikasi idionkrasi bisa terjadi pada beberapa individu setelah mengkonsumsi sedikit alkohol. menguap. Perawatan yang sesuai harus pula ditentukan. kram perut. Perawatan segera dan jangka panjang ditentukan oleh keseriusan dan ketergantungan fisiologis yang ditimbulkan dari penyalahgunaan obat. tremor. . kekerasan. Seseorang dengan ketergantungan opioid jarang meninggal akibat putus opioid. bradikardia. mual. Peristiwa seperti ini dapat terjadi untuk beberapa jam atau seminggu penuh. hasutan. atau rumah sakit. Antipsikotik merupakan obat yang sering digunakan untuk menangani gejala ini. disregulasi temperatur. depresi. dan waktu penggunaan untuk menentukan perawatan jangka pendek dan panjang yang diperlukan. Tetapi beberapa gejala mungkin menetap selama enam bulan atau lebih lama. Withdrawal Syndrome (Gejala Putus Obat) Gejala putus obat dimulai dalam enam sampai delapan jam setelah dosis terakhir. hipertensi takikardia disregulasi temperatur. diare berat. Gambaran Klinis kram otot parah dan nyeri tulang.mengkonsumsi sejumlah alkohol tertentu. dimana konsumsi yang diperpanjang dapat mencetuskan halusinasi auditorik. dilatasi pupil. amukan. Kelainan ini pada umumnya terdiri dari kebingungan. dan muntah. Biasanya setelah suatu periode satu sampai dua minggu pemakaian kontinu atau pemberian antagonis narkotik.

bila perlu diberikan stimulansia. ada yang bingung dan cemas. Pemberian cairan juga harus cukup. bila proses itu sembuh. GEJALA KLINIS Gejala umum pada delirium ialah kesadaran yang menurun. selain itu faal otak dibantu agar tidak terjadi kerusakan otak yang menetap. Delirum biasanya hilang apabila penyakit badaniah yang menyebabkannya sudah sembuh. TERAPI Pengobatan yang dilakukan adalah pengobatan etionya sedini mungkin. gelisah dan panik. sebab tak jarang terjadi dehidrasi. mungkin sampai kira-kira 1 bulan sesudahnya. ada juga pasien yang terutama berhalusinasi dan ada yang berbicara komat-kamit dan inkoheren. . Perdaran dara juga harus diperhatikan.DELIRIUM DEFINISI Delirium menunjuk kepada sindroma otak organik (SOO) karena gangguan fungsi atau metabolisme otak secara umum dan karena keracunan yang menghambat metabolisme otak. Jika disebabkan oleh proses langsung yang menyerang otak. PROGNOSIS Prognosisnya tergantung pada dapat atau tidak dapat kembalinya penyakit yang menyebabkannya dan kemampuan otak untuk menahan pengaruh penyakit itu. maka gejala-gejalanya tergantung pada besarnya kerusakan yang ditinggalkan. Gejala-gejala yang lain ialah: penderita tidak mampu mengenal orang dan berkomunikasi dengan baik.

dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam. Bentuk amnesia y Anterograde amnesia: kejadian baru dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke ingatan jangka panjang yang permanen. Penyebab fungsional adalah faktor psikologis. Hal ini terjadi karena bila seorang yang normal membayangkan masa depan. Sebagai contoh.Amnesia Amnesia adalah kondisi terganggunya daya ingat. Penyebab amnesia dapat berupa organik atau fungsional. Penderitanya tidak akan bisa mengingat apapun yang terjadi setelah munculnya amnesia ini walaupun baru berlalu sesaat. y Kedua kategori amnesia tersebut dapat muncul bersamaan pada pasien yang sama. Amnesia dapat pula terjadi secara spontan. mereka menggunakan pengalaman masa lalu untuk mengkonstruksi skenario yang mungkin dihadapi. Penelitian terakhir yang dipublikasikan dalam jaringan di Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa amnesia dengan kerusakan pada hipokampus tidak dapat membayangkan masa depan. Retrograde amnesia: ketidakmampuan memunculkan kembali ingatan masa lalu yang lebih dari peristiwa lupa biasa. Contohnya seperti pada pengendara sepeda motor yang tidak mengingat akan pergi kemana dia sebelum tabrakan (retrograde amnesia). juga melupakan tentang kejadian di rumah sakit dua hari setelahnya (anterograde amnesia). . Penyebab organik dapat berupa kerusakan otak. seseorang yang mencoba membayangkan apa yang akan terjadi dalam pesta yang hendak didatanginya akan menggunakan pengalaman pesta sebelumnya untuk membantu mengkonstruksi kejadian di masa depan. atau penggunaan obat-obatan (biasanya yang bersifat sedatif). seperti halnya mekanisme pertahanan ego. seperti terjadi pada transient global amnesia. terutama pada pria. akibat trauma atau penyakit. Dampak lain dari amnesia adalah ketidakmampuan membayangkan masa depan. Jenis amnesia global ini umum terjadi mulai usia pertengahan sampai usia tua.

1997. Sadock.Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Saddock B. Edisi Tujuh. Grabb J.DAFTAR PUSTAKA Kaplan H.BJ and Sadock VA.2007 PPDGJ III W. I. Airlangga Universty Press.Synopsis of Psychiatri. 10th edition. Sinopsis Psikiatri. A. Jilid 2. J. Jakarta: Penerbit Binarupa Aksara. Maramis. Edisi Ke-6. Wiliam & Wilkins Lippincot. Surabaya 1995 .F.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->