MAKALAH HAKIKAT PENDIDIKAN

DAFTAR ISI

Halaman Halaman Judul.................................................................................................. Kata Pengantar.................................................................................................. Daftar Isi...........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN............................................................ BAB II INTI..................................................................................
2.1 Hakikat Pendidikan..................................................................................... 2.2 Permasalahan dalam kependidikan............................................................. 2.3 Pembahasan masalah kependidikan............................................................ 2.4 Hang Out (Garis Besar)..............................................................................

BAB III PENUTUP........................................................................
3.1 Kesimpulan................................................................................................. 3.2 Saran...........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................

“Tak ada gading yang tak retak” begitu pula dalam pembuatan tugas ini sangat jauh dari kesempurnaan. Sehingga untuk berbuat sesuatu atau mengerjakan sesuatu agar berhasil baik dan tanpa kesulitan. Pendidikan. Pendidikan nasional hanya dapat hidup dalam realitas kehidupan masyarakat kita yang bhineka. Suatu masyarakat mempunyai keteraturan yang diikat oleh sistem nilai yang hidup dalam kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu. masyarakat. Kita ingin mewujudkan masyarakat madani Indonesia. Laporan yang singkat dan sederhana ini memaparkan tentang Hakikat Pendidikan di antaranya mengenai Permasalahan Pendidikan serta pembahasan masalahnya. seseorang harus memahami atau menguasai ilmunya terlebih dahulu serta menghantarkan seseorang ke tingkat keimanan yang lebih tinggi dan ketaqwaan yang sepenuhnya kepada sang pencipta. haruslah menjadi dasar pendidikan nasional kita. Kebudayaan nasional Indonesia. Ilmu merupakan imamnya amal. Masyarakat Indonesia yang bineka serta sedang dalam tahap belajar untuk hidup berdemokrasi dalam arti yang sebenarnya. merupakan suatu tri partit tunggal dimana kebudayaan merupakan dasarnya. memang peranan sangat strategis dalam setiap masyarakat dan kebudayaan. Tentunya masyarakat tersebut haruslah berakar pada dan hidup dalam kebudayaan Indonesia. Kebijakan-kebijakan pendidikan nasional kita haruslah bertolak dari premis ini. yang telah ada atau yang sedang kita bentuk. Pendidikan dalam arti yang luas. Dalam era reformasi. masyarakat menyediakan sarana dan proses pendidikan merupakan kegiatan untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai yang mengikat kehidupan bersama dalam masyarakat. pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan dan masyarakat sebagai pemilik kebudayaan itu. sehingga apabila dalam tugas ini ditemukan . kebudayaan. Materi yang dituliskan dalam laporan ini dimaksudkan untuk mempelajari hakikat pendidikan. kesehatan dan kemampuan hingga pembuatan tugas ini dapat kami selesaikan.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya serta memberi kekuatan. Memerlukan proses belajar dengan prioritas nilai-nilai tertentu. Dengan demikian.

Sebaliknya jika pernyataan yang menyangkut konsepsi-konsepsi dasar tersebut adalah benar. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dengan tulus hingga terselesaikannya tugas ini. Sri Widayati.pernyataan-pernyataan yang keliru dan tidak logis. untuk dijadikan landasan dan penyempurnaan tulisan ini. maka hal tersebut adalah semata-mata karena kekeliruan dan kelemahan kami. Sehubungan dengan pembuatan tugas ini. M.Pd. . itu hanya semata-mata karena pertolongan Allah yang maha kuasa. Akhirnya kami berharap semoga tugas yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita semua. kami sangat mengharap saran dan kritik yang membangun dari semua pihak. khususnya kepada Ibu Dra.

Era reformasi menuntut kembali kedaulatan rakyat yang telah hilang itu. yang tidak kritis. mengingat proses pendidikan merupakan salah satu tuntutan konstitusi yang mengatakan bahwa tujuan untuk membangun negara yang merdeka ini ialah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. menandakan suatu keinginan yang sudah lama terpendam dari manusia dan masyarakat mudah untuk memperoleh kembali hak-hak asasinya yang dijamin di dalam UUD 1945. Euforia demokrasi sedang marak dalam masyarakat Indonesia. Di tengah-tengah euforia demokrasi ini lahirlah berbagai jenis pendapat. Era Reformasi Masyarakat Indonesia kini sedang berada dalam masa transformasi Era Reformasi telah lahir dalam masyarakat Indonesia ingin mewujudkan perubahan dalam semua aspek kehidupannya. ternyata pemerintahan yang represif telah menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang tertekan. . Dalam sejarah perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia yang telah lebih 54 tahun merdeka itu untuk memperoleh hak asasinya belum sepenuhnya dapat diwujudkan. yang bertindak dan berpikir dalam acuan suatu struktur kekuasaan. pandangan. Selama orde Baru telah tercipta suatu kehidupan berbangsa yang tidak sesuai dengan cita-cita UUD 1945. Pendidikan nasional merupakan salah satu tuntutan fundamental yang diamanatkan oleh konstitusi 1945. konsep yang tidak jarang yang satu bertentangan dengan yang lain.BAB I PENDAHULUAN A. antara lain berbagai pandangan mengenai bentuk masyarakat dan bangsa Indonesia yang dicita-citakan di masa depan. Dalam bidang pendidikan nasional juga telah muncul berbagai pendapat dan pandangan mengenai perlunya reformasi pendidikan nasional tuntutan reformasi total dalam kehidupan berbangsa termasuk di dalamnya reformasi pendidikan nasional semakin lama semakin perlu. Tujuan kita membentuk negara ialah untuk melahirkan bangsa Indonesia yang cerdas. Sistem pendidikan nasional dengan demikian sangat erat kaitannya dengan kehidupan politik bangsa. Salah satu ciri masyarakat demokrasi ialah lahirnya berbagai jenis pendapat sebagai pernyataan harkat manusia untuk memenuhi hak-hak asasinya untuk berekspresi. yang tidak jarang yang satu berseberangan dengan yang lain. Munculnya berbagai jenis pendapat.

kooperatif dan kompetitif serta memiliki kesadaran dan solidaritas antara generasi dan antara bangsa.Dengan sendirinya pula pendidikan nasional haruslah dikembalikan fungsinya memberdayakan masyarakat yaitu mengembalikan kedaulatan rakyat. yaitu yang sesuai dengan konstitusi ialah mewujudkan suatu masyarakat demokrasi. Reformasi pendidikan nasional dilaksanakan sesuai dengan visi reformasi yaitu terwujudnya tatanan kehidupan yang sesuai dengan amanat proklamasi kemerdekaan 1945 yaitu untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas. maju dan mandiri. Masyarakat yang cerdas adalah masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang Maha Esa. tertib dan sadar hukum. demokratis dan beradab. Apabila kita ingin mereformasi pendidikan nasional maka perlulah sistem pendidikan nasional itu mempunyai visi yang jelas. berakhlak mulia. menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia dan bertanggung jawab. Pendidikan nasional cara untuk mencapai cita-cita nasional. Mengapa Reformasi Pendidikan Nasional Perlu. serta berwawasan budaya. Pendidikan nasional perlu direformasikan untuk mewujudkan visi baru masyarakat Indonesia yaitu suatu masyarakat madani Indonesia. masyarakat yang menghargai hak-hak asasi manusia dan mengembangkan tanggung jawab anggota masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang dicita-citakan itu. . Masyarakat yang cerdas ialah suatu masyarakat pancasilais yang memiliki cita-cita dan harapan masa depan. Pendidikan Nasional dan cita-cita nasional tidak dapat dipisahkan sesuai dengan amanat konstitusi. B.

1 HAKIKAT PENDIDIKAN A. Berbagai pendapat mengenai hakikat pendidikan dapat digolongkan atas dua kelompok besar yaitu : 1. Artinya manusia hanya dapat dimanusiakan melalui proses pendidikan.BAB II INTI 2. Pendekatan negativis / negativisme 6. Pendekatan Redaksional Teori-teori / pendekatan redaksional sangat banyak dikemukakan di dalam khazanah ilmu pendidikan. Pendekatan tersebut mencari makna pendidikan sebagai ilmu yaitu mempunyai objek yang akan merupakan dasar analisis yang akan membangun ilmu pengetahuan yang disebut ilmu pendidikan. Pendekatan religius / religionisme 4. Pendekatan pedagogis / pedagogisme 2. Dari sudut pandang pendidikan dilihat sebagai sesuatu proses yang interen dalam konsep manusia. Pendekatan Filasofis / religionisme 3. Di dalam pendidikan epistemologis yang menjadi masalah adalah akar atau kerangka ilmu pendidikan sebagai ilmu. Kedua pendekatan tersebut tentunya dapat melahirkan jawaban yang berbeda-beda mengenai apakah hakikat pendidikan itu. Pendekatan reduksionisme 2. Pendekatan holistik integratif B. Dalam hal ini akan dibicarakan berbagai pendekatan reduksionaisme sebagai berikut : 1. Pendekatan sosiologis / sosiologismu . Berbagai pendekatan. Hakikat pendidikan itu dapat dikategorisasikan dalam dua pendapat yaitu pendekatan epistemologis dan pendekatan ontologi atau metafisik. Pendekatan psikologis / psikologisme 5.

Pendekatan Negativis. 3. 5. Pandangan-pandangan pedagogisme seperti yang telah diuraikan telah lebih memacu masuknya psikologi ke dalam bidang ilmu pendidikan hal tersebut telah mempersempit pandangan para pendidik seakan-akan ilmu pendidikan terbatas kepada ilmu mengajar saja. Titik-tolak dari pandangan ini ialah prioritas kepada kebutuhan masyarakat dan bukan kepada kebutuhan individu. Pendekatan Pedagogisme Titik tolak dari teori ini ialah anak yang akan di besarkan menjadi manusia dewasa. Pandangan ini apakah berupa pandangan nativisme schopenhouer serta menganut penganutnya yang beranggapan bahwa anak telah mempunyai kemampuan-kemampuan yang dilahirkan dan tinggal di kembangkan saja. Dengan demikian pandangan negativisme ini melihat bahwa segala sesuatu seakan-akan telah tersedia di dalam diri anak yang bertumbuh dengan baik apabila tidak dipengaruhi oleh hal-hal yang merugikan pertumbuhan tersebut.1. Pendekatan Psikologis. . 2. 4. Oleh sebab itu. proses pendewasaan anak bertitiktolak dari anak sebagai anak manusia yang mempunyai tingkat-tingkat perkembangan sendiri. Pendekatan Filosofis. Namun demikian kemajuan ilmu pengetahuan yang sekuler tidak menjawab terhadap kehidupan yang bermoral. Pendekatan Sosiologis. Anak manusia mempunyai hakikatnya sendiri dan berada dengan hakikat orang dewasa. Pendekatan Religius Pendekatan religius / religionisme dianut oleh pemikir-pemikir yang melihat hakikat manusia sebagai makhluk yang religius. 6. Pendidikan ialah menjaga pertumbuhan anak. Pandangan sosiologisme cenderung berlawanan arah dengan pedagogisme.

Pendidikan yang dikumandangkan oleh Freire ini yang juga dikenal sebagai pendidikan pembebasan pendidikan adalah proses pembebasan. C. Sekolah harus berfungsi membangkitkan kesadaran bahwa manusia adalah bebas. Qua atau di dalam istilah Polo Freire. Paulo Freire di dalam pendidikan pembebasan melihat fungsi atau hakikat pendidikan sebagai pembebasan manusia dari berbagai penindasan. anak manusia. Dalam sejarah perkembangan manusia kita lihat bahwa tuntutan masyarakat tidak selalu etis. yang berbudaya. Pengalaman pembangunan Indonesia selama Orde Baru telah mengarah kepada paham developmentalisme yang menekan kepada pencapaian pertumbuhan yang tinggi. Teori-teori tersebut satu persatu sifatnya mungkin mendalam secara Vertikal namun tidak melebar secara horizontal. menampilkan pandangan ontologis maupun metafisis tertentu mengenai hakikat pendidikan. “kapitalisme yang licik”. Salah satu pandangan sosiologisme yang sangat populer adalah konsiensialisme yang dikumandangkan oleh ahli pikir pendidikan Ferkenal Paulo Freire. . Peserta didik. Proses pendidikan diarahkan kepada pencapaian target-target tersebut dan tidak jarang nilai-nilai kemanusiaan disubordinasikan untuk mencapai target pembangunan. Sekolah adalah lembaga sosial yang pada umumnya mempresentasi kekuatan-kekuatan sosial politik yang ada agar menjaga status quo hukum membebaskan manusia dari tirani kekuasaan. termasuk kehidupan pasca kehidupan. target pemberantasan buta huruf.Peserta didik adalah anggota masyarakat. tidak hidup secara terisolasi tetapi dia hidup dan berkembang di dalam suatu masyarakat tertentu. Konsiensialisme yang dikumandangkan Freire merupakan suatu pandangan pendidikan yang sangat mempunyai kadar politis karena dihubungkan dengan situasi kehidupan politik terutama di negara-negara Amerika Latin. yang mempunyai visi terhadap kehidupan di masa depan. target pelaksanaan wajib belajar 9 dan 12 tahun. Pendekatan Holistik Integratif Pendekatan-pendekatan reduksionisme melihat proses pendidikan peserta didik dan keseluruhan termasuk lembaga-lembaga pendidikan. Versi yang lain dari pandangan ini ialah develop mentalisme.

Proses berkesinambungan yang terus menerus dalam arti adanya interaksi dalam lingkungannya. Proses pendidikan adalah proses mewujudkan eksistensi manusia yang memasyarakat. Hakikat pendidikan adalah suatu proses menumbuh kembangkan eksistensi peserta didik yang memasyarakat.Pendekatan reduksionisme terhadap hakikat pendidikan. Eksistensi manusia yang memasyarakat. dikembangkan dan dilaksanakan . Eksistensi manusia selalu berarti dengan hubungan sesama manusia baik yang dekat maupun dalam ruang lingkup yang semakin luas dengan sesama manusia di dalam planet bumi ini. 4. Proses pendidikan dalam masyarakat yang membudaya. Apabila pendidikan di letakkan di dalam tempatnya yang sebenarnya ialah sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia yang pada dasarnya adalah kehidupan bermoral. membudaya. nasional dan global. dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal. Proses pendidikan berarti menumbuhkembangkan eksistensi manusia. lingkungan sosial. Jauh Dewey mengatakan bahwa tujuan pendidikan tidak berada di luar proses pendidikan itu tetapi di dalam pendidikan sendiri karena sekolah adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Nilai-nilai tersebut perlu dihayati. Eksistensi atau keberadaan manusia adalah suatu keberadaan interaktif. Inti dari kehidupan bermasyarakat adalah nilai-nilai. lingkungan budayanya dan ekologinya. 3. Proses pendidikan bukan hanya mempunyai dimensi lokal tetapi juga berdimensi nasional dan global. Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan. dilestarikan. Proses pendidikan adalah proses penyelamatan kehidupan sosial dan penyelamatan lingkungan yang memberikan jaminan hidup yang berkesinambungan. Lingkungan tersebut berupa lingkungan manusia. Rumusan operasional mengenai hakikat pendidikan tersebut di atas mempunyai komponen-komponen sebagai berikut : 1. Proses pendidikan yang berkesinambungan berarti bahwa manusia tidak pernah akan selesai. maka dirumuskan suatu pengertian operasional mengenai hakikat pendidikan. 2.

Menggugurkan pendidikan dari proses pembudayaan merupakan alienasi dari hakikat manusia dan dengan demikian alienasi dari proses humanisasi. .Untuk pertama kalinya dalam sejarah. dan kedudukan dalam penentuan kebijakan nasional maupun internasional bertumbuh secara lunak. proses tersebut mempunyai aspek-aspek historisitas. .Untuk pertama kalinya dalam sejarah. 2. Untuk memasuki jenis masyarakat yang baru sama sekali. berarti bahwa kekuatan-kekuatan historis telah menumpuk dan berasimilasi di dalam suatu proses kebudayaan. di bawah anggaran ketentaraan. 5. yang menyejarah. Merupakan yang kedua. Pendidikan merupakan soal vital bagi tiap segi kemajuan dan perkembangan manusia. pendidikan menyiapkan manusia. Dan proses pembudayaan adalah proses pendidikan. pria maupun wanita. . . Perkembangan Pendidikan secara keseluruhan cenderung mendahului perkembangan ekonomi.2 PERMASALAHAN DALAM PENDIDIKAN Sejak akhir perang dunia ke dua. Dengan dimensi waktu. Alienasi proses pendidikan dari kebudayaan berarti menjauhkan pendidikan dari perwujudan nilainilai moral di dalam kehidupan manusia. keteraturan dan disiplin para anggotanya. kekinian dan visi masa depan. Proses bermasyarakat dan membudaya mempunyai dimensidimensi waktu dan ruang. pendidikan telah menjadi kegiatan utama di dunia dipandang dari segi keseluruhan pembiayaannya.oleh seluruh anggota masyarakatnya. Penghayatan dan pelaksanaan nilai-nilai yang hidup. Tanpa keteraturan dan disiplin maka suatu kesatuan hidup akan bubar dengan sendirinya dan berarti pula matinya suatu kebudayaan. Aspek historisitas berarti bahwa suatu masyarakat telah berkembang di dalam proses waktu. Di pandang dari segi dana umum.Untuk pertama kalinya dalam sejarah. Proses pendidikan adalah proses pembudayaan. beberapa masyarakat mulai menolak banyak hal tentang “hasil yang telah terselesaikan” dari pendidikan formal.

Di negara-negara lain. Pendidikan taman kanak-kanak yang masih tetap terbatas.Mengenai struktur sistem pendidikan. yang paling banyak masuk terjadi pada tingkat terendah dari sistemnya dan yang paling banyak keluar adalah di tengah jalan (terutama karena gagal) atau di puncak. pendaftaran di sekolah-sekolah lebih tinggi sampai pada perguruan tinggi memperlihatkan peningkatan besar. Jumlah tahun yang digunakan untuk bersekolah juga meningkat. umumnya merupakan bagian integral (menyeluruh) dari sistem persekolahan. Perubahan penting juga telah terjadi di negara-negara sedang berkembang. . karena berbagai keadaan atau situasi itu telah timbul secara perlahan di bawah teori. tetapi kini mulai banyak terjadi. maka yang putus sekolah (drop-outs) dan yang tinggal kelas juga makin banyak. Masuk dan keluar atau pindah di tengah-tengah pendidikan memang kurang. Namun masih merupakan faktor bahwa banyak perkembangan memperlihatkan suatu konsistensi (ketetapan) yang memang aneh. melonggarkan penguasaan pusat dan kemungkinan keanekaragaman yang lebih besar. kebanyakan di selenggarakan oleh pemerintah pusat. setelah menyelesaikan pelajaran dengan baik. timbul berbagai keinginan dan kecenderungan. Namun. kecenderungan bergerak ke arah ke daerahkan. Jumlah murid di sekolah juga makin meningkat. Karena yang diserahi tugas itu sering ingin menunggu dahulu sampai hasil-hasil Perolehan di lain negara dapat dipelajari. Pada umumnya. Dengan atau tanpa pengikut. Pendidikan dasar meluas dalam ruang lingkupnya dan anakanak ingin mulai sekolah pada umur lebih muda. pada waktunya akan terjadi hampir dimana saja. 1) Pembaharuan (reformasi) pendidikan Kecenderungan pertama ini bergerak ke arah perubahan atau penyusunan kembali (reorganisasi) struktur pendidikan yang ada dan memodernkan metode pengajaran. dan tidak hanya pada tingkat rendah. meskipun kekurangan peralatan dan sistem birokrasi yang kurang sehat kadang kala sangat menghambat pembaharuan itu. dan berubah atau perbaikan antara sering menjurus dasar ke dan pemaduan tahun-tahun ataupun pertama penggandengan pendidikan pendidikan menengah. perubahan struktur semacam itu. tantangan dan gerakan protes yang berbeda-beda. karena jumlah pelajar makin meningkat.

bila kritik secara luas mulai merongrong benteng pendidikan yang hingga waktu itu tak dapat ditembus. Kritik secara jujur atau penolakan pendidikan yang “dilembagakan” mungkin menjurus ke perumusan jalan tengah. ahli pendidikan. ahli penelitian dan para ilmuwan. Teori ekstrem itu didasari gagasan bahwa pendidikan adalah variabel tak terikat dalam tiap masyarakat. Hai ini menjadi sebab pertikaian yang memuncak menjadi pertikaian politik atau ideologi. membuang-buang tenaga. Mengingat keadaan-keadaan negara dewasa ini.2) politik Perubahan (transformasi) struktur Di negara-negara yang telah menjalin peningkatan sosial dan pada tahun-tahun terakhir ini. merasa tertekan. tetapi juga dapat ke arah rencana radikal tentang masyarakat “tanpa sekolah formal” sama sekali. kita dapat dan harus menyelami arti sebenarnya pendidikan dalam dunia modern ini. Keresahan mahasiswa sering merupakan tanda dalam sejarah. Dan ini telah banyak berkembang di negaranegara tertentu yang pendidikannya menyangkut para ahli politik. . Kecenderungan keempat di sebabkan karena ketakpuasan pada yang berkenaan sendiri. Meskipun demikian perhatian terhadap pendidikan belum pernah sebesar sekarang. 3) Kritik Radikal Kecenderungan ketiga diutarakan oleh mereka yang menyetujui adanya pendidikan “tak terlembagakan” dan masyarakat tanpa sekolah formal. maupun para siswa sendiri dan pula khalayak umum. Dalam kenyataannya. Mereka menjadi kecewa. kejadian-kejadian telah sering mengakibatkan perubahan struktur yang cukup besar dalam dunia pendidikan. hal-hal itu telah menjadi salah satu tema utama dari pada kritik sosial mengenai pengalaman dan ideologi. kemudahan memperoleh pendidikan pada berbagai tingkat. perubahan kurikulum meskipun belum sangat mendalam juga mempengaruhi modernisasi metode pengajaran. dan merupakan sebab langsung dari pertentangan sosial. menjadi bosan atau menemukan jalan keluar bagi harapan dan cita-citanya. yang mempengaruhi penerimaan mahasiswa. 4) Ketidak puasan.

Pendidikan dasar secara umum yang diselenggarakan menurut keperluan dan dana nasional. Pendidikan bagi kanak-kanak usia prasekolah harus menjadi tujuan penting bagi strategi pendidikan di hari mendatang. Di dalam maupun di luar sekolah dengan di dasari prinsip pendidikan seumur hidup.3 PEMBAHASAN MASALAH Pendidikan seumur hidup seharusnya merupakan kunci dari semua kebijaksanaan pendidikan di tahun-tahun mendatang. Misalnya : memerlukan penyusunan kembali seluruh pendidikan. merupakan proyek jangka panjang. . sebanyak adanya negara di dunia ini. kemungkinan hari depannya dan tujuan serta sasaran utamanya. melainkan juga menganalisa atau menelaah tenaga dan mitos yang mendasarinya. Pendidikan harus diberikan dengan berbagai cara. seharusnya merupakan tujuan kebijaksanaan yang diprioritaskan di hari mendatang. dapat sangat bermanfaat guna mengatasi akibat jelek dari “kelaparan” pendidikan yang sekarang. Yang penting bukan bagaimana seseorang telah dididik. Tiap orang seharusnya memiliki kebebasan lebih besar dalam memilih apa yang akan dipelajari. baik di negara yang industrinya telah berkembang maupun di negara yang sedang berkembang. dan penyelangan pelajaran jangan sampai menghalangi seseorang untuk kemudian meneruskan lagi. Berjuta kanak-kanak dan anak muda masih belum memperoleh pendidikan. Pendidikan kanakkanak usia prasekolah (mulai dari umur 2 atau 3 tahun) perlu diorganisasi berdasar pada pola bebas. Usaha menyeluruh untuk membuat pendidikan dasar tersedia bagi semua anak. 2. Konsep pendidikan seumur hidup dapat diterapkan dengan berbagai jalan. tetapi pengetahuan apa yang dengan nyata telah di peroleh.tidak hanya dengan menetapkan kembali kewajiban dan tanggung jawabnya kepada generasi sekarang yang harus disiapkan untuk dunia di kemudian hari. Tetapi pengetahuan secara luwes yang memungkinkan penggunaan ruang sekolah dasar secara lebih intensif dan lebih luas. luwes dan dapat menemukan cara-cara terbaik agar keluarga dan masyarakat setempat bersedia kerja sama dan bersama-sama memberikan biayanya.

seharusnya merupakan tujuan yang mendapat prioritas dalam strategi pendidikan di waktu sepuluh tahun mendatang. kemampuan dan kecakapan seseorang. Pendidikan tinggi perlu diperluas dan dibuat cukup bervariasi untuk memenuhi keperluan perorangan dan masyarakat. pemimpin perusahaan dan industri. pekerja dan pemerintah. perusahaan ekonomi. tetapi juga untuk melengkapinya agar dapat menyesuaikan diri dalam berbagai pekerjaan. Guna memenuhi kewajiban dan harus tumbuh dalam latihan teknis. . Pendidikan orang dewasa dapat langsung mempengaruhi kemajuan anak-anak di sekolah karena pendidikan dasar dan tingkat pendidikan orang tua tidak dapat dipisah-pisahkan.- Pendidikan seharusnya bertujuan tidak hanya untuk melatih anak muda dalam pekerjaan kelas. Walaupun peranan utama pendidikan adalah memberikan latihan dalam suatu kejujuran. Itu sebaiknya dilakukan bersama oleh sekolah. dan pendidikan luar sekolah. Anak-anak tidak dapat dididik secara baik dan lancar dalam lingkungan buta huruf. Dan ini membutuhkan kerja sama secara aktif antara pendidik. pendidikan memerlukan bantuan dari lembaga-lembaga lain. industri. Sikap tradisional terhadap universitas harus berubah. Pengembangan pendidikan orang dewasa. Kewajiban latihan teknis seharusnya tidak khususnya jatuh pada sistem sekolah. Pemerintah umum terhadap jenis-jenis baru lembaga pendidikan tinggi akan membantu dalam menghilangkan tekanan yang terlalu banyak di bebankan pada universitas jenis tradisional. Kemungkinan masuk ke berbagai jenis pendidikan dan pekerjaan seharusnya hanya tergantung dari pengetahuan. namun sistem pendidikan jenis tradisional tidak mampu memberikan latihan yang tepat dapat mengikuti persyaratan kerja yang terus berubah dalam industri modern. di dalam dan di luar sekolah. Penilaian wajar dan baik dari kemajuan yang dicapai murid atau mahasiswa seharusnya berdasar pada penelaahan pekerjaannya selam jangka waktu tertentu dan bukan hanya pada hasil ujiannya.

melek huruf secara massal di mana keadaan sosial untuk perkembangan-politik. melek huruf fungsional di antara kalangan pekerja di mana dorongan untuk melek huruf adalah yang terbesar. ekonomi. Program pendidikan guru seharusnya memanfaatkan sepenuhnya Sumber-sumber baru yang diberikan teknologi pendidikan metode dan alat bantu mutakhir. dan budaya-memungkinkan masyarakat dapat ikut serta. dan peralatan audio-visual. perpustakaan. Sistem pendidikan seharusnya di gambarkan dan direncanakan dalam rangka kemungkinan-kemungkinan yang di berikan oleh teknik pendidikan baru. Berbagai jalan baru telah di ambil dalam pendidikan dan perluasan fasilitas pendidikan telah membantu meningkatkan dasar dan praktek belajar sendiri. sebaiknya di perkenalkan dan dimasukkan secara sistematis dalam lembaga pendidikan guru. . Pemberantasan buta huruf seharusnya mempunyai dua tujuan dasar : . . . peralatan dan insentif guna membuat belajar sendiri menjadi suatu kegiatan yang produktif dan menguntungkan. Hingga kini sistem sekolah biasanya tak mampu menggunakan kemungkinan-kemungkinan baru yang di berikan oleh kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan secara teratur dan sistematis. Bagi setiap orang seharusnya disediakan sarana. sebagainya dipersatukan ke dalam semua sistem pendidikan.Pertama.Semua usaha pemberantasan buta huruf harus diselenggarakan ke arah tujuan negara dalam perkembangan sosial dan ekonomi. bank data.Bahwa terdapat pendidikan diri sendiri yang meliputi laboratorium bahasa.Kedua.

Cita-cita era reformasi tidak lain ialah membangun suatu masyarakat madani Indonesia. menengah dan tinggi. masyarakat terbuka. dan bukan karena kolusi ataupun untuk kepentingan kelompok sendiri. Pendidikan dalam masyarakat madani Indonesia tidak lain ialah proses pendidikan yang mengakui akan hak-hak serta kewajiban perorangan di dalam masyarakat. . Pranata sosial pendidikan keluarga. Dengan demikian pergeseran paradigma masyarakat Indonesia dalam memasuki kehidupan baru milenium ketiga. pemerintahan yang bersih. baik kebudayaan daerah maupun kebudayaan nasional. antara lain memerlukan strategi reformasi pendidikan nasional sebagai berikut : 1. Pendidikan kita dewasa ini belum menunjang jiwa reformasi yaitu yang menginginkan masyarakat demokratis. Oleh karena pendidikan merupakan bagian yang integral dan kegiatan dari masyarakat dan kebudayaannya. masyarakat transparan. Pendidikan nasional kita dewasa ini yang telah terpisah dari kebudayaan. Sekolah haruslah dijadikan pusat pengembangan kebudayaan daerah dan nasional.4 Hang Out Secara devinisi. Visi pendidikan nasional berakar dari kebudayaan nasional. Proses pendidikan yang berakar dari kebudayaan. berbeda dengan praktis pendidikan yang terjadi dewasa ini yang cenderung mengalienasikan proses pendidikan dari kebudayaan. hak-hak dan kewajiban tersebut merupakan batu landasan dari masyarakat. maka yang lebih tepat adalah pendidikan dalam masyarakat madani Indonesia.2. Oleh sebab itu paradigma baru pendidikan nasional diarahkan kepada terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut antara lain perlunya kebijakan pengambangan bahasa daerah di lembaga-lembaga pendidikan dasar. 2. Kita memerlukan suatu perubahan paradigma dari pendidikan nasional untuk menghadapi proses globalisasi dan menata kembali kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam suatu masyarakat yang demokratis. sebenarnya tidak ada pendidikan untuk masyarakat madani Indonesia. perlu dijabarkan secara rinci dalam semua program pendidikan.

artinya pendidikan bukan menggunakan “Sistem Bank” tetapi yang menghidupkan berpikir mandiri dan kritis. Menghidupkan dan mengembangkan tata cara hidup Proses belajar dikembangkan dalam suasana demokrasi. Oleh karena itu pendidikan nasional harus mempunyai visi untuk dapat memberdayakan rakyat banyak sehingga rentan terhadap perubahan-perubahan global yang menimpanya. 4. Prinsip-prinsip kehidupan nasional yang berdasarkan pancasila perlu dilaksanakan di dalam kehidupan nyata dalam seluruh lembaga pendidikan. Desentralisasi dan Sentralisa pengelolaan pendidikan yang seimbang. 5. dapat berdialog dan menerima pendapat orang lain berbeda.3. demokrasi. .

2 SARAN Ilmu merupakan imamnya amal. Pendekatan mengenai hakikat pendidikan dapat digolongkan atas dua kelompok besar. sehingga untuk berbuat sesuatu agar berhasil lebih baik dan tanpa kesulitan. Pendekatan reduksionisme 2. . kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak. seseorang harus memahami atau menguasai ilmunya. nasional dan global. yaitu : 1. terlebih dahulu serta menghantarkan seseorang ke tingkat keimanan yang lebih tinggi dan ketakwaan yang sepenuhnya kepada sang pencipta.BAB III PENUTUP 3. 3. untuk dijadikan landasan dalam penyempurnaan tugas ini.1 KESIMPULAN Era reformasi adalah era untuk terciptanya suatu masyarakat terbuka dan percaya kepada partisipasi masyarakat di dalam pengembangan dirinya sendiri. Sehubungan dengan perbuatan tugas ini. Syarat-syarat untuk meningkatkan akuntabilitas pendidikan tinggi kita ialah semakin bosannya partisipasi masyarakat di dalam membangun pendidikan tingginya. Pendekatan holistis integratif Hakikat pendidikan adalah suatu proses menumbuhkembangkan eksistensi peserta didik yang memasyarakat. membudaya dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal.

M. Bandung : PT. 1982 . H.DAFTAR PUSTAKA • • Fernandez perez. Krisis Dalam Pendidikan . Pendidikan dan Masyarakat madani Indonesia . Prof . Jakarta : PN Balai Pustaka.R.Sc. Dr. Remaja Rosdakarya. Miguel .Ed. Tilaar . .A. 2002 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful