2.

1

Perubahan dan adaptasi fisiologis dan psikologis pada persalinan Definisi persalinan Persalinan adalah rangkaian proses yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Proses ini dimulai dengan kontraksi persalinan sejati, yang ditandai oleh perubahan progresif pada serviks dan diakhiri oleh pelahiran plasenta. (Buku ajar asuhan kebidanan, Varney : 672) Persalinan menurut WHO adalah persalinan yang dimulai secara spontan, beresiko rendah pada awal persalinan dan tetap demikian selama proses persalinan. Bayi dilahirkan secara spontan dan presentasi belakang kepala pada usia kehamilan 37 - 42 minggu lengkap. Setelah persalinan ibu maupun bayi berada dalam kondisi baik. Persalinan normal adalah bila bayi lahir dengan presentasi belakang kepala tanpa memakai alat-alat atau pertolongan istimewa serta tidak melukai ibu dan bayi dan umumnya berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam. Berdasarkan teori diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37 - 42 minggu), lahir spontan tanpa memakai alat-alat atau pertolongan istimewa (misalnya dengan induksi), dengan presentasi belakang kepala dan berlangsung dalam waktu kurang 24 jam. Faktor-faktor Penting Dalam Persalinan 1. Power • • • • His (kontraksi otot rahim-rahim) Kontraksi otot dinding perut Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan Ketegangan dan kontraksi ligamentum retundum

2. Pasanger (Janin dan plasenta).

Pendataran serviks c. Kekuatan his makin sering dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek. 2. Perlunakan serviks b. Dapat disertai ketuban pecah 3.• • • Letak (hubungan antara sumbu panjang janin dengan sumbu panjang ibu) Presentasi (bagian pertama janin yang memasuki pintu atas panggul) Sikap (postur khas janin yang ditentukan dengan melihat hubungan bagian-bagian janin terhadap satu sama lainnya dan efek pada kolumna vertebrakis janin) • • Posisi (titik yang dipilih secara acak pada janin untuk setiap presentasi yang dihubungkan dengan sisi kanan dan kiri ibu) Variasi (titik pada janin yang dugunakan dalam menentukan hubungannya dengan bagian anterior. Dapat terjadi pengeluaran pembawa tanda. dijumpai perubahan serviks : a.1 Perubahan dan adaptasi fisiologis dalam persalinan .1. Passage (Jalan lahir lunak dan jalan lahir). Pada pemeriksaan dalam. Lendir bercampur darah c. Terjadi pembukaan serviks 2. lintang atau posterior pelvis) 2. yaitu : a. Tanda-tanda Persalinan 1. Pengeluaran lendir b.

dan pararameter lain. mmHg 2. yang lebih penurunan selama titik puncak . denyut nadi. disertai fase frekuensi peningkatan peningkatan. • Peningkatan terlihat dari altivitas metabolik Peningkatan curah jantung dan cairan suhu yang hilang mempengaruhi fungsi peningkatan tubuh. segera setelah melahirkan. Denyut nadi • Perubahan yang mencolok selama kontraksi selama sampai rendah.5 . Tekanan Darah • Meningkat selama Makna kontraksi Untuk memastikan tekanan darah yang disertai peningkatan sistolik rata. • Namun persalinan berlangsung lebih lam. 1°C 4. peningkatan Peningkatan suhu yang dianggap suhu dapat mengindikasikan dehidrasi normal tidak boleh lebih dari 0. ginjal dan perlu mendapat perhatian curah jantung.sebenarnya pastikan mengecek dengan rata 15 mmHg dan diastolik 5-10 baik pada interval diantara kontraksi. Berikut ini adalah perubahan fisiologis yang terjadi pada kala I: Perubahan Fisiologis 1.Selama persalinan terjadi perubahan fisiologis pada ibu. aerob maupun anaerob meningkat Peningkatan ini disebabkan oleh ansietas dan aktivitas otot rangka. Metabolisme • Metabolisme dengan karbohidrat kecepatan baik tetap. dan cairan yang serta ditindaklanjuti guna mencegah hilang 3. tertinggi selama dan normal. Suhu • Sedikit meningkat terjadinya dehidrasi selama Peningkatan suhu sedikit bila adalah persalinan. pernapasan.

yang penuh dapat ketidaknyamanan . 5. • Mual dan muntah umum terjadi selama fase transisi yang menandai akhir fase pertama persalinan 8. 7. dapat menyebabkan alkalosis 6. persalinan. bukan telentang. Pernapasan • Sedikit peningkatan frekuensi Sulit memperoleh temuan yang akurat frekuensi pernapasan dipengaruhi oleh rasa senang. dan kemungkinan peningkatan laju filtrasi glomerolus dan aliran plasma ginjal. dan penggunaan teknik pernapasan masih normal selama karena persalinan. Perubahan Hematologi • Hemoglobin 1. • Hiperventilasi adalah temuan yang abnormal dan pernapasan. Cek parameter lain kontraksi dibanding sedikit periode lebih tinggi untuk menyingkirkan kemungkinan menjelang lain. Perubahan pada ginjal • Poliuria persalinan. nyeri. Perubahan pada saluran cerna • Motilitas dan absorpsi lambung Lambung terhadap berkurang. sering terjadi ini pada Kandung kemih harus selalu untuk Kondisi terjadi dievaluasi setiap dua jamdan karena peningkatan lebih lanjut mengetahui adanya distensi juga harus curah jantung selama persalinan dikosongkan. • Frekuensi denyut nadi diantara dianggap normal.• Penurunan yang mencolok selama puncak kontraksi uterus tidak Sedikit peningkatan denyut nadi terjadi jika wanita berada pada posisi miring. yang memanjang rasa takut.2gm/100ml selama meningkat persalinan • Jangan terburu-buru dalam mendiagnosa wanita anemia makanan padat menyebabkan selama masa transisi.

dan dari luar misalnya rangsangan oleh jari-jari tangan dapat menimbulkan kontraksi. tidak dipengaruhi oleh kemauan. • Hitung sel darah putih meningkat selama kala satu ± 5000-15000 pada saat pembukaan lengkap. • Waktu koagulasi berkurang dan terdapat plasma. Tanda-tanda kontraksi (his) yang terjadi pada kala II Persalinan adalah :  Meningkat sangat kuat dari kala I (2-3 menit sekali. Kontraksi uterus karena otot-otot rahim bekerja dengan baik dan sempurna dengan sifat-sifat : 1. ini menurunkan pada wanita HPP a. regangan dari servik karena kontraksi atau regangan dan tarikan pada peritonium waktu kontraksi. 2. peningkatan fibrinogen • • atau tidak Perubahan resiko normal Peningkatan ini tidak selalu mengindikasi proses infeksi ketika jumlahnya dicapai. Kontraksi simetris Fundus dominan. kemudian diikuti Relaksasi . tekanan pada ganglia dalam cervik dan segmen bawah oleh serabut-serabut otot-otot yang berkontraksi. 3. bersifat nyeri. Nyeri ini mungkin disebabkan oleh anoxia dari sel-sel otototot waktu kontraksi.dan kembali ke kadar sebelum persalinan pada 1hari PP jika tidak terjadi kehilangan darah. simetris. lamanya 40 detik)  Teratur. terkoordinasi  His/ kontraksi untuk mengeluarkan janin Pada his persalinan. Kontraksi/ dorongan otot-otot persalinan His adalah kontraksi otot-otot rahim pada persalinan. Kontraksi rahim bersifat otonom. Kontraksi (his) pada kala II Persalinan disebut juga dengan “ His Pengeluaran”. walaupun his itu suatu kontraksi dari otot rahim yang fisiologis akan tetapi bertentangan dengan kontraksi fisiologis lainnya.

2. menjadi tebal dan mendorong anak keluar. Oleh karena servik tidak mempunyai otot-otot yang banyak. Sejak kehamilan lanjut uterus dengan jelas terdiri dari dua bagian.Pada waktu kontraksi. Kavum uteri menjadi lebih kecil serta mendorong janin dan kantong ke arah segmen bawah rahim dan servik. Jadi secara singkat segmen atas berkontraksi. 3. Segmen atas memegang peranan yang aktif karena berkontraksi dan dindingnya bertambah tebal dengan majunya persalinan. 4. Pergeseran organ dasar panggul • Keadaan segmen atas dan segmen bawah rahim pada persalinan. 5. Segmen bawah rahim memegang peranan pasif dan makin tipis dengan majunya persalinan karena diregang. ialah segmen atas rahim yang dibentuk oleh corpus uteri dan segmen bawah rahim yang terjadi dari isthmus uteri. otot-otot rahim menguncup sehingga menjadi tebal dan menjadi lebih pendek. Involuntir (tidak dapat di kendalikan) Intermitten /berkala Terasa sakit Terkoordinasi/ teratur dan simetris Kadang-kadang dapat dipengaruhi dari luar secara fisik. maka pada setiap his terjadi perubahan pada servik : tertarik dan mendatar (effacement) dan membuka (dilatasi). . b. kimia dan psikis Pace maker adalah pusat koordinasi his yang berada pada uterus di sudut tuba di mana gelombang his berasal. sedangkan segmen bawah dan servik mengadakan relaksasi dan dilatasi dan menjadi saluran yang tipis dan teregang yang akan dilalui bayi. disebut fundus dominan. His yang sempurna mempunyai kekuatan paling tinggi di fundus uteri. Sifat-sifat lain dari his adalah : 1. Dalam persalinan perbedaan antara segmen atas rahim dan segmen bawah rahim lebih jelas lagi. Dari sini gelombang his bergerak ke dalam dan ke bawah dengan kecepatan 2 cm tiap detik mencakup seluruh otot-otot uterus.

tetapi paling kuat di daerah fundus uteri dan berangsur berkurang ke bawah dan paling lemah pada segmen bawah rahim. dan perubahan pada perineum. Kejadian ini disebut ”Retraksi”. Inilah pentingnya kandung kemih kosong pada masa persalinan sebab bila kandung kemih penuh.Kontraksi otot rahim mempunyai sifat yang khas : 1) Setelah kontraksi maka otot tersebut tidak berelaksasi kembali ke keadaan sebelum kontraksi tapi menjadi sedikit lebih pendek walaupun tonusnya sebelum kontrksi. Bila anak sudah berada di dasar panggul. Akibat retraksi ini segemen atas makin tebal dengan majunya persalinan apalagi setelah bayi lahir. yaitu vagina dapat meregang dengan bebas sehingga diameter vagina sesuai dengan ukuran . Perubahan dalam dasar panggul ini adalah perubahan letak kandung kemih. perubahan pada rektum. dengan tekanan sedikit saja kepala anak. Dengan retraksi ini maka rongga rahim mengecil dan anak bengangsur didorong ke bawah dan tidak banyak naik lagi ke atas seteleh his hilang. Kosongnya kandung kemih dari dasar panggul ini juga untuk memperluas jalan kelahiran. 2) Kontraksi tidak sama kuatnya. kandung kemih naik ke rongga perut agar tidak mendapatkan tekanan dari kepala anak. kandung kemih mudah pecah.

5. isi itu akan dikeluarkan terutama pada waktu ibu akan mengedan. 3. c. Karena bentuk panggul mempunyai ukuran yang tertentu sedangkan ukuran-ukuran kepala anak hampir sama besarnya dengan ukuran-ukuran dalam panggul maka kepala harus menyesuaikan diri dengan bentuk panggul mulai dari PAP kebidang tengah panggul dan pada pintu bawah panggul. dimana presentasi ini masuk dalam PAP dengan sutura sagitalis melintang atau serong. presentasi yang sering kita jumpai adalah presentasi belakang kepala.kepala anak yang akan lewat dengan bantuan tenaga mengedan akan mudah lahir. Fleksi. Rotasi dalam ( putaran paksi dalam) 4. 2. Dengan adanya kepala anak di dasar panggul. Dengan mengembangnya perineum maka orifisium vagina terbuka dan tertarik ke atas. Ekstensi. Dengan adanya tekanan dan tarikan pada rektum ini. Ekspulsi Janin / mekanisme persalinan Dalam persalinan. Dengan demikian dapat di lalui anak. Dengan tekanan kepala anak dalam dasar panggul pada perineum. maka dasar panggul bagian belakang akan terdorong ke bawah sehingga rektum akan tertekan oleh kepala anak. Gerakan-gerakan utama dari mekanisme persalinan adalah : 1. Hal ini diperlukan untuk menambah panjangnya saluran jalan lahir bagian belakang.5 cm hingga bagian dinding depannya dapat kelihatan dari luar. supaya anak bisa lahir. maka anus akan terbuka. Penurunan kepala. Bila masih ada isi dalam rektum ini. pembukaan sampai diameter sampai 2. maka perineum menjadi tipis dan mengembang sehingga ukurannya menjadi lebih panjang. Rotasi luar ( putaran paksi luar) . Dengan meregangnya vagina pada batas maksimal akan merobekkan selaput lendir yang ada di vagina sehingga akan menimbulkan sedikit perdarahan.

Penurunan Kepala / desensus Pada primigravida. 2. Dalam waktu yang bersamaan terjadi relaksasi dari segmen bawah rahim. Hal ini disebabkan karena adanya kontraksi dan retraksi dari segmen atas rahim. biasanya dengan sutura sagitalis melintang atau serong dan dengan fleksi yang ringan. Penurunan kepala lebih lanjut terjadi pada kala I dan kala II persalinan. os parietal depan dan belakang sama tingginya. sehingga terjadi penipisan dan dilatasi servik. Ekspulsi. Bila sutura sagitalis terdapat di tengah-tengah jalan lahir. tetapi pada multigravida biasanya baru terjadi pada permulaan persalinan. Asinklitismus posterior Bila sutura sagitalis mendekati simpisis dan os. Ada 2 jenis asinklitismus yaitu : 1. tepat di antara simpisis dan promontorium maka disebut sinklitismus.6. maka dikatakan kepala dalam keadaan asinklitismus. Jika sutura sagitalis agak ke depan mendekati simpisis atau agak ke belakang mendekati promontorium. Keadaan ini menyebabkan bayi terdorong ke dalam jalan lahir. parietal belakang lebih rendah dari os parietal depan. Asinklitismus anterior Bila sutura sagitalis mendekati promontorium sehingga os parietal depan lebih rendah dari os parietal belakang. . Masuknya kepala ke dalam PAP. masuknya kepala ke dalam pintu atas panggul biasanya sudah terjadi pada bulan terakhir dari kehamilan. kekuatan mengejan atau adanya kontraksi otot-otot abdomen dan melurusnya badan anak. Pada sinklitismus. 1. Penurunan kepala ini juga disebabkan karena tekanan cairan intra uterine. yang menyebabkan tekanan langsung fundus pada bokong janin.

dinding pelvis dan lantai pelvis. Akibat dari keadaan ini terjadilah fleksi. Fleksi Pada awal persalinan. karena rotasi dalam merupakan suatu usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir khususnya bidang tengah dan pintu bawah panggul. Pada pergerakan ini dagu dibawa lebih dekat ke arah dada janin sehingga ubunubun kecil lebih rendah dari ubun-ubun besar hal ini disebabkan karena adanya tahanan dari dinding seviks. sampai di dasar panggul. Gambar Putaran paksi dalam . Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa fleksi bisa terjadi. Rotasi dalam penting untuk menyelesaikan persalinan. Dengan adanya fleksi.2. Fleksi ini disebabkan karena anak di dorong maju dan sebaliknya mendapat tahanan dari serviks. Pada presentasi belakang kepala bagian yang terendah ialah daerah ubun-ubun kecil dan bagian inilah yang akan memutar ke depan kearah simpisis. Gambar Fleksi Dagu dibawa lebih dekat ke arah dada janin 3. Rotasi Dalam (Putaran Paksi Dalam) Putaran paksi dalam adalah pemutaran dari bagian depan sedemikian rupa sehingga bagian terendah dari bagian depan janin memutar ke depan ke bawah simpisis. dinding panggul atau dasar panggul. kepala bayi dalam keadaan fleksi yang ringan.5 cm) menggantikan diameter suboccipito frontalis (11 cm). diameter suboccipito bregmatika (9. biasanya kepala janin berada dalam keadaan fleksi maksimal. Dengan majunya kepala biasanya fleksi juga bertambah.

Gambar Gerakan kepala janin pada defleksi Subocciput sebagai hipomoklion . mulut dan dagu bayi dengan gerakan ekstensi.Simfisis UUK UUK berputar kearah depan. Hal ini di sebabkan karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah ke depan dan ke atas sehingga kepala harus mengadakan ekstensi untuk melewatinya. dahi. Subocciput yang tertahan pada pinggir bawah simpisis akan menjadi pusat pemutaran (hypomochlion). Ekstensi Sesudah kepala janin sampai di dasar panggul dan ubun-ubun kecil berada di bawah simpisis. sehingga dasar panggul UUK akan berada di bawah simpisis 4. maka terjadilah ekstensi dari kepala janin. hidung. Kalau kepala yang fleksi penuh pada waktu mencapai dasar panggul tidak melakukan ekstensi maka kepala akan tertekan pada perineum dan dapat menembusnya. maka lahirlah berturut-turut pada pinggir atas perineum: ubun-ubun besar.

selanjutnya seluruh badan bayi dilahirkan searah dengan sumbu jalan lahir. . 6. bahu depan sampai di bawah simpisis dan menjadi hipomochlion untuk kelahiran bahu belakang. Gerakan kepala janin putar paksi luar kepala berhadapan dengan tuber ischiadikum sepihak. Bersamaan dengan itu kepala bayi juga melanjutkan putaran hingga belakang kepala berhadapan dengan tuber ischiadikum sepihak. Di dalam rongga panggul bahu akan menyesuaikan diri dengan bentuk panggul yang dilaluinya. Bahu melintasi pintu dalam keadaan miring. Putaran Paksi Luar Kepala yang sudah lahir selanjutnya mengalami restitusi yaitu kepala bayi memutar kembali ke arah punggung anak untuk menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi dalam. sehingga di dasar panggul setelah kepala bayi lahir.Kepala melakukan ekstensi 5. bahu mengalami putaran dalam dimana ukuran bahu menempatkan diri dalam diameter anteroposterior dari pintu bawah panggul. Setelah kedua bahu bayi lahir . Ekspulsi Setelah putaran paksi luar.

Dengan kontraksi yang efektif. tempat melahirkan. dan janin dengan ukuran yang rata-rata. rotasi mungkin tidak sempurna atau mungkin tidak terjadi sama sekali. aspek-aspek asuhan yang terbukti mempengaruhi perasaan persalinan dan kepuasan pengalaman persalinan meliputi komunikasi dan pemberian informasi. Sebagai contoh kontraksi yang buruk atau fleksi kepala yang salah atau keduanya. Faktor utama yang mengarah pada kepuasan yang lebih besar terdiri dari prestasi yang dicapai pribadi atau pasangan. Memori jangka panjang kaum wanita mengenai persalinan telah ditunjukkan secara akurat dan gamblang. sebagian besar oksiput yang posisinya posterior berputar cepat segera setelah mencapai dasar panggul.2 Perubahan serta adaptasi psikologis dalam persalinan Memori melahirkan. seperti persalinan dengan bantuan alat juga dapat meningkatkan kejadian depresi pasca natal. Tetapi pada kira-kira 5-10 % kasus. keyakinan bahwa pengalaman persalinan dapat meningkatkan harga diri atau kepercayaan diri dan memori positif dari para profesional yang terlibat dalam persalinan. Terdapat beberapa dugaan bahwa efek jangka panjang dari beberapa intervensi. dan persalinan tidak begitu bertambah panjang. fleksi kepala yang adekuat. penatalaksanaan nyeri. dukungan sosial dan dukungan dari pasangan serta dukungan dari pemberi asuhan. dan pada akhirnya dapat menimbulkan efek emosional dan reaksi psikososial jangka pendek dan jangka panjang. keadaan yang menguntungkan ini tidak terjadi. Pengkajian kepuasan yang terkait dengan persalinan baru-baru ini telah menjadi bagian integral dari ketentuan asuhan maternitas karena survei kepuasaan telah diimplementasikan di banyak unit. Mengidentifikasi respon wanita terhadap aspek-aspek asuhan yang spesifik akan lebih menguntungkan. khususnya kalau janin besar. peristiwa orang-orang yang terlibat dapat bersifat negatif atau positif. mengurangi kepercayaan diri wanita dalam .1. 2. sementara perasaan ini dapat berlanjut menjadi kemarahan pada beberapa wanita. Beberapa wanita yang memiliki pengalaman persalinan yang kurang memuaskan tampaknya mendapatkan citra diri yang negatif. perasaan memiliki kendali. namun pada akhirnya menjadi lebih asertif.

anak dan keluarganya baik secara fisik maupun emosional. bidan sebagai praktisi dan pendidik harus memikirkan dan mengevaluasi praktek mereka.kemampuannya menjalankan peran sebagai ibu atau mengganggu proses kelekatan yang alami. meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan wanita. Ini mengakibatkan pengalaman yang sangat membuat stres sehingga dapat menyebabkan masalah psikologis seperti gangguan stres pasca trauma. Wanita yang menggunakan tingkah laku alami. naluri melahirkan dan hormon fisiologis mereka dalam menatalaksanakan persalinan akan lebih sedikit menggunakan obat sehingga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan emosional ibu dan bayi. Oleh karena itu. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful