P. 1
MAcam- macam pendekatan

MAcam- macam pendekatan

|Views: 1,465|Likes:
Published by Siti Rahmadani

More info:

Published by: Siti Rahmadani on Jan 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

MAcam -Macam Pendekatan PeMBELajaRan

1. PENDEKATAN KONSTEKTUAL Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (US Departement of Education,2001). Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar,manfaatnya,dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya. Dengan ini siswa akan menyadari bahwa apa yang mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti. Sehingga,akan membuat mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal yang bermanfaat untuk hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk menggapinya http://zalva-kapeta.blog.spot.com Pendekatan konstektual merupakan pendekatan yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.pendekatan kontekstual sendiri dilakukan dengan melibatkan komponen komponen pembelajaran yang efektif yaitu konstruktivisme,bertanya,menemukan,masyarakat belajar,pemodelan,refleksi,penilaian sebenarnya. http://maistrofisika.blogspot.com Dalam pengajaran kontekstual memungkinkan terjadinya lima bentuk belajar yang penting,yaitu: 1.Mengaitkan adalah strategi yang paling hebat dan merupakan inti konstruktivisme. Guru menggunakan strategi ini ketia ia mengkaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal siswa. Jadi dengan demikian,mengaitkan apa yang sudah diketahui siswa dengan informasi baru. 2. Mengalami merupakan inti belajar kontekstual dimana mengaitkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengelaman maupun pengetahui sebelumnya. Belajar dapat terjadi lebih cepat ketika siswa dapat memanipulasi peralatan dan bahan serta melakukan bentuk-bentuk penelitian yang aktif. 3. Menerapkan. Siswa menerapkan suatu konsep ketika ia malakukan kegiatan pemecahan masalah. Guru dapet memotivasi siswa dengan memberikam latihan yang realistic dan relevan. 4. Kerjasama. Siswa yang bekerja secara individu sering tidak membantu kemajuan yang signifikan. Sebaliknya,siswa yang bekerja secara kelompok sering dapat mengatasi masalah yang komplek dengan sedikit bantuan. Pengalaman kerjasama tidak hanya membanti siswa mempelajari bahan ajar,tetapi konsisten dengan dunia nyata.

5. Mentransfer. Peran guru membuat bermacam-macam pengelaman belajar dengan focus pada pemahaman bukan hapalan Doantara Yasa (dalam web http://ipotes.wordpress.com ) 2. PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME Pendekatan konstruktivisme merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang lebih menekankan pada tingkat kreatifitas siswa dalam menyalurkan ide-ide baru yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri siswa yang didasarkan pada pengetahuan. Pada dasarnya pendekatan konstruktivisme sangat penting dalam peningkatan dan pengembangan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa berupa keterampilan dasar yang dapat diperlukan dalam pengembangan diri siswa baik dalam lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat. Dalam pendekatan konstruktivisme ini peran guru hanya sebagai pembibimbing dan pengajar dalam kegiatan pembelajaran. Olek karena itu ,guru lebih mengutamakan keaktifan siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan ide-ide baru yang sesuai dengan materi yang disajikan unutk meningkatkankemampuansiswasecarapribadi. Jadi pendekatan konstruktivisme merupakan pembelajaran yang lebih mengutamakan pengalaman langsung dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. http://emanbateportofolio.blogspot.com Secara umum yang disebut konstruktivisme menekankan kontribusi seseorang pembelajar dalam memberikan arti,serta belajar sesuatu melalui aktivitas individu dan sosial. Tidak ada satupun teori belajar tentang konstruktivisme,namun terdapat beberapa pendekatan konstruktivis,misalnya pendekatan yang khusus dalam pendidikan matematik dan sains. Beberapa pemikir konstruktivis seperti Vigotsky menekankan berbagi dan konstruksi sosial dalam pembentukan pengetahuan (konstruktivisme sosial);sedangkan yang lain seperti Piaget melihat konstruksi individu lah yang utama (konstruktivisme individu). Konstrukstivisme Individu Para psikolog konstruktivis yang tertarik dengan pengetahuan individu,kepercayaan,konsep diri atau identitas adalah mereka yang biasa disebut konstruktivis individual. Riset mereka berusaha mengungkap sisi dalam psikologi manusia dan bagaimana seseorang membentuk struktur emosional atau kognitif dan strateginya Konstruktivisme social Berbeda dengan Piaget,Vygotsky percaya bahwa pengetahuan dibentuk secara sosial,yaitu terhadap apa yang masing-masing partisipan kontribusikan dan buat secara bersama-sama. Sehingga perkembangan pengetahuan yang dihasilkan akan berbeda-beda dalam konteks budaya yang berbeda. Interaksi sosial,alat-alat budaya,dan aktivitasnya membentuk perkembangan dan kemampuan belajar individual. Ciri-ciri pendekatan konstruktivisme

blog. 4 adalah contoh dari penelitian induksi. http://zalva-kapeta.peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan.coml Pendekatan deduktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) yang dijelaskan di dalam pernyataan (statement) dibangun berdasarkan observasi dari praktek yang ada. 3. 4.1. Peran guru hanya sebagai pembimbing dengan menyediakan materi atau konsep apa yang akan dipelajari serta memberikan peluang kepada siswa untuk menganalisis sesuai dengan materi yang dipelajari Deceng (dalam web http://deceng. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum kesesuatuyangkhusus.com Pendekatan induktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan khusus menuju keadaan umum APB Statement No. http://maistrofisika.lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut.prinsip umum dan diikuti dengan contoh contoh khusus atau penerapan aturan. PENDEKATAN DEDUKTIF Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan.blog.pengembangan pengetahuan bagi peserta didik dapat dilakukan oleh siswa itu sendiri melalui kegiatan penelitian atau pengamatan langsung sehingga siswa dapat menyalurkan ide-ide baru sesuai dengan pengalaman dengan menemukan fakta yang sesuai dengan kajian teori. Setiap siswa mempunyai peranan penting dalam menentukan apa yang mereka pelajari. PerbedaanPendekatanDeduktifdanInduktif Teori normatif (normative theory) menggunakan pertimbangan nilai (value judgement) yang berisi satu atau lebih premis menjelaskan cara yang seharusnya ditempuh. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum.spot.premis yang menyatakan bahwa laporan akuntansi (accounting reports) seharusnya . http://zalva-kapeta. Antara pengetahuan-pengetahuan yang ada harus ada keterkaitan dengan pengalaman yang ada dalam diri siswa.wordpress.prinsip umum ke dalam keadaan khusus. Dengan adanya pendekatan konstruktivisme. Dalam sistem deduktif yang kompleks.com) 3.spot.Statement ini adalah suatu usaha APB untuk membangun sebuah teori akuntansi. PENDEKATAN INDUKTIF Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu. Sebagai contoh. 2.blogspot.com 4.

Ciri-ciri suatu konsep adalah: a. d Penjelasan perlahan-lahan dari yang konkret sampai ke yang abstrak. Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman. a. http://maistrofisika.Konsep diperoleh melalui pengamatan dan pengalaman langsung c. Konsep adalah klasifikasi perangsang yang memiliki ciri-ciri tertentu yang sama. Langkah-langkah mengajar dengan pendekatan konsep melalui 3 tahap yaitu.Menanti kesiapan belajar.Memperkenalkan konsep yang spesifik dari pengalaman yang spesifik pula sampai konsep yang komplek.didasarkan kepada pengukuran nilai aset bersih yang bisa direalisasi (net realizable value measurements of assets) merupakan premis dari teori normatif.Konsep yang diperoleh berguna untuk menafsirkan pengalaman-pengalarnan e Konsep yang benar membentuk pengertian f.kematangan berpikir sesuai denaan unsur lingkungan. Setiap konsep berbeda dengan melihat µciri-ciri tertentu Kondisi-kondisi yang dipertimbangkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan konsep adalah: a.com 5.Tahap enaktik Tahap enaktik dimulai dari: .com Pendekatan Konsep merupakan suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh.Konsep memiliki gejala-gejala tertentu b. b. Sebaliknya. PENDEKATAN KONSEP Pendekatan konsep adalah pendekatan yang mengarahkan peserta didik meguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi). http://www. c.blogspot.Mengetengahkan konsep dasar dengan persepsi yang benar yang mudah dimengerti.Konsep berbeda dalam isi dan luasnya d.sribd.teori deskriptif (descriptive theory) berupaya untuk menemukan hubungan yang sebenarnya terjadi.

Istilah Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam bahasa Inggris disebut Sains Technology Society (STS).dan istilah serta defenisi. PENDEKATAN PROSES pendekatan proses merupakan pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses.Tahap simbolik Tahap simbolik siperkenalkan dengan: .blogspot.Tahap ikonik Tahap ini adalah tahap penguasaan konsep secara abstrak.seperti angka.Inkuiri dan diskoveri serta pendekatan lingkungan. .ketelitian.penafsiran tentang benda baru b.keterampilan proses.lambang.1999).CBSA.Simbol.com 7.. Evaluasi pembelajaran yang dinilai adalah proses yang mencakup kebenaran cara kerja.istilah.Pengenalan benda konkret.coml 6.TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT Pendekatan Science. . PENDEKATAN SAINS.keuletan dalam bekerrja dan sebagainya.Pengamatan.Teknologi dan Masyarakat (STM) merupakan gabungan antara pendekatan konsep.com Pendekatan proses adalah pendekatan yang berorientasi pada proses bukan hasil. http://www.seperti (?=.Menyebut nama. Pada pendekatan ini peserta didik diharapkan benar-benar menguasai proses.Membandingkan antara contoh dan non-contoh untuk menangkap apakah siswa cukup mengerti akan ciri-cirinya.Science Technology Society and Environtment (STSE) atau Sains Teknologi mengatakannya .Memberi nama.apakah siswa sudah mampu http://maistrofisika.kode. .defmisi.Technology and Society (STS) atau pendekatan Sains. (Susilo. c.Menghubungkan dengan pengalaman lama atau berupa pengalaman baru.keakuratan. kode. http://maistrofisika./) dll. Pendekatan ini penting untuk melatih daya pikir atau mengembangkan kemampuan berpikir dan melatih psikomotor peserta didik.seperti: .blogspot. Dalam pendekatan proses peserta didik juga harus dapat mengilustrasikan atau memodelkan dan bahkan melakukan percobaan.huruf.sribd. .

http://ipotes.teknologi.blogspot.wordpress.com. Sains Teknologi Masyarakat (STM) merupakan pendekatan terpadu antara sains.2 Macam-macam Pendekatan Pembelajaran Roy Killen (1998) berpendapat pendekatan pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua.dan isu yang ada di masyarakat.blogspot.blog.yang mendasari aplkasi strategi dan metode. Pendekatan merupakan dasar penentuan strategi yang akan diwujudkan dengan penentuan metode sedangkan metode merupakan alat yang digunakan dalam pelaksanaan strategi pembelajaran. Pendekatan adalah titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran atau merupakan gambaran pola umum perbuatan guru dan peserta didik di dalam perwujudan kegiatan pembelajaran. http://maistrofisika. Meskipun istilahnya banyak namun sebenarnya intinya sama yaitu Environtment.00 wib Pendekatan Konstruktivisme.wordpress.Lingkungan dan Masyarakat.yaitu peserta didik menyusun sendiri konsep-konsep di dalam struktur kognitifnya berdasarkan apa yang telah mereka ketahui.com DAFTAR PUSTAKA Dantara Yasa.sribd. Pendekatan adalah pola/cara berpikir atau dasar pandangan terhadap sesuatu. september jam11.blogspot.Pada tanggal 15 http://maistrofisika. Strategi dapat diimplementasikan dalam beberapa metode.1 Pengertian Pendekatan Pembelajaran Pendekatan (approach) memiliki pengetahuan yang berbeda dengan strategi (Sanjaya Wina. Sedangkan strategi sendiri merupakan pola umum perbuatan guru peserta didik di dalam perwujudan kegiatan pembelajaran. Pendekatan bersifat filosofis paradigmatik .com/2009/02/gaya-belajar.spot. http://deceng. Pada tanggal 27 september jam 20.com/2009/05/lt.Jadi pendekatan lebih luas cakupanya dibandingkan dengan strategi.sehingga mampu mengambil keputusan penting tentang masalah-masalah dalam masyarakat serta mengambil tindakan sehubungan dengan keputusan yang telah diambilnya Filosofi yang mendasari pendekatan STM adalah pendekatan konstruktivisme.fisika. Pendekatan dapat diimplementasikan dalam sejumlah strategi. Pendekatan Kontekstual.yang dalam berbagai kegiatan perlu ditonjolkan.00 wib http://emanbateportofolio. Adapun tujuan dari pendekatan STM ini adalah menghasilkan peserta didik yang cukup memiliki bekal pengetahuan. strategi adalah pola umum perbuatan guru-siswa di dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar. Teori Belajar Konstruktivisme.com. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred approaches) dan pendekatan yang .html http://www.com. 2007).html 3.Pada tanggal 27 september jam 20.00 wib Deceng.com/doc/12429922/pendekatan dan metode http://zalva-kapeta. 3. Sedangkan.

Untuk memperjelas keterangan di atas berikut ini akan dibahas tentang pendekatan konsep. Hanya saja perlu digali bagaimana . Selain itu. karena tidak semua bahan pembelajaran dapat disampaikan dengan pendekatan keterampilan proses. Sedangkan belajar keterampilan proses biasanya diikuti dengan kadar keaktifan peserta didik yang tinggi. Sedangkan pendekatan keterampilan proses menekankan pentingnya kebermaknaan belajar untuk mencapai hasil yang memadai. dan pembelajaran deduktif atau expository. Pendekatan konsep tidak dapat dipertentangkan dengan pendekatan keterampilan proses sehingga keduanya merupakan dua pendekatan yang terpisah. Belajar dengan keterampilan proses tidak mungkin terjadi apabila tidak ada materi atau bahan pelajaran yang dipelajari. Untuk itu pendekatan ini terkesan hanya merupakan pemberian informasi. pendekatan keterampilan proses juga menekankan pentingkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran dan menekankan pada hasil belajar secara tuntas. bahwa CBSA dapat terjadi pada waktu peserta didik mempelajari konsep. lebih menekankan perolehan dan pemahanan fakta dan prinsip. Pendekatan Konsep Pendekatan konsep merupakan pendekatan yang mementingkan hasil daripada proses perolehan hasil. Sebaliknya. Kondisi demikian cenderung memperlihatkan modus pembelajaran yang lebih expository. Pendekatan keterampilan proses merupakan pendekatan yang relevan dengan prinsip cara belajar siswa aktif (CBSA). Sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiry serta pembelajaran induktif. Pendekatan konsep adalah suatu pendekatan yang menekankan pada perolehan dan pemahaman fakta dan prinsip. dan pendekatan discovery. pendekatan expository. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instrucion). walaupun dapat pula terjadi pendekatan keterampilan proses dengan kadar keaktifan peserta didik yang tidak tertalu tinggi. Hal ini disebabkan keduanya merupakan garis kontinum. Hal ini memungkinkan belajar keterampilan proses cenderung untuk bermodus discovery. secara garis besar pendekatan pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua. Sedangkan pendekatan proses atau dikenal dengan pendekatan keterampilan proses menekankan pada bagaimana bahan pelajaran itu diajarkan dan dipelajari. yakni pendekatan keterampilan proses menekankan penghayatan proses dan pendekatan konsep. dan prinsip. yaitu pendekatan konsep dan pendekatan proses. belajar konsep tidak mungkin dilakaukan tanpa adanya keterampilan proses pada diri peserta didik. Kondisi demikian cenderung akan memperlihatkan modus pembelajaran yang lebih expository. Pendekatan konsep lebih banyak bergantung pada apa yang diajarkan guru berupa bahan atau isi pelajaran. Karena faktor jenis bahan atau waktu yang tersedia tidak memungkinkan dilakukan dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses semua. sehingga hasilnya kurang bermakna dan kurang bertahan lama. Begitu pula sebaliknya. Bagaimanapun pendekatan ini masih dibutuhkan dalam pembelajaran.berpusat pada siswa (student-centred approaches). dan lebih bersifat kognitif. fakta. Biasanya belajar konsep diikuti dengan kadar keaktifan peserta didik yang rendah. Berdasarkan pemerolehan bahan pembelajaran. pendekatan keterampilan proses. Klasifikasi pendekatan di atas didasarkan pada subjek dan objek pembelajaran.

Sedangkan. 2. yaitu manusia yang kreatif. Sajikan masalah-masalah aktual kepada peserta didik dalam konteks yang sesuai dengan tingkat perkembangan mereka. dan melaksanakan eksperimen. sehingga siap disampaikan kepada peserta didik. 2. Resitasi. Dengan mengetahui proses diharapkan dapat merangsang daya cipta peserta didik untuk menemukan sesuatu. Keterampilan proses ini tidak saja mementingkan hasil. peserta didik hanya menerima saja informasi yang diberikan oleh guru. menyususn definisi operasional. Apersepsi. Apapun pendekatan yang digunakan sebenarnya yang diharapkan hasil belajar dari pendekatan tersebut adalah peserta didik dapat membentuk kerangka kognitif sendiri. yaitu guru bertanya atau memberikan uraian singkat untuk mengarahkan perhatian peserta didik kepada materi yang akan diajarkan. Hal ini dapat dilakukan karena pendekatan keterampilan proses dilakukan sebagaimana layaknya ilmuan menemukan pengetahuan (menggunakan langkah-langkah metode ilmiah). hukum atau dalil beserta bukti-bukti yang mendukung. yaitu bertanya dan peserta didik disuruh menyatakan kembali dengan kata-kata sendiri pokok-pokok yang telah dipelajari (lisan atau tertulis). mampu memecahkan persoalan-persoalan aktual dalam kehidupan. Keterampilan proses dapat lebih disederhanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Keterampilan proses meliputi keterampilan-keterampilan mengamati. 3. meyusun tabel data. dan peserta didik diharapkan belajar dari informasi yang diterimanya itu. tetapi juga memperhatikan proses mendapatkan hasil. Presentasi. Dengan melaksanakan pendekatan keterampila proses berarti peserta didik terlibat secara aktif dalam kegiatan pengamatan dan menemukan sendiri konsep dan prinsip sehingga materi pelajaran mudah dikuasai oleh peserta didik. 4. Pendekatan Keterampilan Proses Pendekatan ketrampilan proses merupakan pendekatan yang mengembangkan keterampilan memproseskan pemerolehan. Pada akhirnya dapat membentuk manusia yang berkualitas. Pengajaran telah diolah oleh guru. mengukur. yaitu guru menyajikan bahan dengan cara memberikan ceramah atau menyuruh peserta didik membaca bahan yang telah dipersiapkan (diambil) dari buku teks tertentu atau ditulis oleh guru. Beri dorongan kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan sendiri. Dalam strategi expository guru cenderung memberikan informasi yang berupa teori. yaitu guru menyiapkan bahan selengkapnya secara sistematis dan rapi. dan mampu mengambil keputusan yang menjangkau masa depan. Beri motivasi mereka untuk menemukan jawaban-jawaban dari pertanyaannya sendiri. Strukturkan pembelajaran di sekitar konsep-konsep primer. . sehingga peserta didik mampu menemukan dan mengembangkan secara bebas dan kreatif fakta dan konsep serta mengaitkannya dengan sikap dan nilai yang diperlukan. 4. Preparasi. memanipulasi variabel. sehingga konsep tersebut benar-benar menjadi milik peserta didik yang pada akhirnya mudah mereproduksi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Maksudnya. menarik kesimpulan.penerapan pendekatan konsep ini dapat berlangsung semaksimal mungkin di dalam pembelajaran. sehingga kevalidannya dapat diandalkan. merumuskan hipotesis. Prosedur expository adalah sebagai berikut: 1. konsep yang dimiliki oleh peserta didik adalah hasil bangunannya sendiri. 3. generalisasi.

dan pengajaran ditekankan pada pengertian yang fundamental. Dalam pelaksanaannya guru hendaknya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan arti bagi mereka sendiri. yaitu discovery yang masih dituntun oleh guru. Pendekatan discovery dapat digunakan dengan ketentuan berikut: ‡ Adanya problem yang akan dipecahkan. Beri motivasi mereka untuk menemukan pendapat dan hargai sudut pandangnya. mudah dan cepat ditransfer dalam kehidupan sehari-hari. misalnya merumuskan problem. ‡ Hasil belajar lebih mengakar. Hal ini memungkinkan belajar keterampilan proses cenderung untuk bermodus discovery. 6. mengelompokkan. yang dinyatakan dengan pernyataan dan pertanyaan. Kelebihan penggunaan discovery antara lain: ‡ Mata pelajaran dapat diajarkan secara efektif dalam bentuk intelektual yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak.5. 8. Discovery atau penemuan adalah proses mental yang memiliki ciri peserta didik dapat mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. Inqury atau penyelidikan mengandung proses mental yang lebih tinggi. Proses mental itu misalnya mengamati. Refleksi dari belajar discovery ini adalah bahwa belajar berkisar pada manusia sebagai pengolah aktif terhadap informasi atau masukan yang diterimanya untuk memperoleh pemahaman. Menurut Brunner discovery learning adalah merupakan belajar dengan menemukan sendiri menggunakan prinsip belajar induktif. membuat kesimpulan. menganalisis data dan membuat kesimpulan. Belajar keterampilan proses biasanya diikuti dengan kadar keaktifan peserta didik yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat bahwa inquiry ini selaras dengan teori belajar yang ditemukan oleh Brunner. merancang eksperimen. dari konkrit ke yang abstrak. Hal tersebut terjadi karena discovery diberikan dengan cara yang bermakna. Dengan discovery ini diharapkan peserta didik dapat mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir. mengumpulkan data. Tantang mereka untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam. sehingga perlu disiasati dengan cara Gaided discovery learning. 7. Pendekatan discovery ini bila dilaksanakan secara murni sangat memerlukan waktu yang cukup lama. ‡ Orang menciptakan sendiri suatu kerangka kogitif bagi diri sendiri. yaitu dari khusus ke yang umum. menjelaskan. dan untuk mempelajari konsepkonsep dalam bahasa mereka pahami. Sumber munculnya discovery learning ini adalah teori belajar Piaget. Dorong mereka untuk berani menerima tanggung jawab. . melaksanakan eksperimen. Dasar pikiran penggunaan discovery learning ini adalah: ‡ Belajar berinteraksi dengan lingkungan secara aktif. yaitu anak harus berperan secara aktif di dalam kelas. Anjurkan peserta didik untuk bekerja dalam kelompok. bukan sekedar menyelesaikan tugas. Misalnya guru menyajikan suatu problem dan mendampingi dalam pemecahannya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang terarah. dan berdaya guna untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam bernalar dengan baik.

pendekatan bervariasi. ‡ Alat/bahan perlu disediakan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan. ‡ Konsep atau prinsip yang harus ditemukan peserta didik melalui kegiatan tersebut perlu ditulis dengan jelas. guru harus melakukan pendekatan individual dalam implementasi strategi belajar mengajarnya. Dalam kasus ini dapat digunakan memisahkan/ memindahkan salah satu peserta didik tersebut pada tempat yang terpisah dengan jarak yang cukup jauh. pendekatan fungsional. Dan discovery dapat digunakan pada kelas yang lebih rendah. Dengan kata lain. Analis proses inquiry. Dengan pendekatan individual diharapkan peserta didik memiliki tingkat penguasaan optimal. dan pendekatan kebermaknaan. Bila tidak dilakukan. Pengelolaan kelas sangat memerlukan pendekatan individual ini. 5. dapat diatasi dengan pendekatan individual. pendekatan emosional. pendekatan keagamaan. 3. Mengumpulkan data untuk memperoleh kejelasan.‡ Jelas tingkat/kelasnya. misalnya untuk menghentikan peserta didik yang suka bicara. pendekatan kelompok. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu guru dalam mememacahkan masalah kegiatan belajar-mengajar. Pengumpulan data untuk mengadakan percobaan. yang mengarah pada kegiatan yang dilakukan peserta didik. 4. pendekatan pembiasaan. Syaiful Bahri (2006) membagi pendekatan menjadi sembilan jenis yaitu. 2. pendekatan individual. pendekatan rasional. yang diharapkan dalam kegiatan. Peserta didik yang suka bicara ditempatkan pada kelompok peserta didik yang pendiam. Sedangkan langkah-langkah inquiry adalah: 1. maka strategi belajar tuntas atau mastery learning yang menuntut penguasaan penuh kepada peserta didik tidak pernah menjadi kenyataan. ‡ Proses berpikir kritis perlu dijelaskan untuk menunjukkan adanya mental operasional peserta didik. ‡ Adanya catatan guru yang meliputi penjelasan tentang hal-hal yang sulit dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil terutama kalau penyelidikan mengalami kegagalan atau tak berjalan sebagaimana mestinya. Pendekatan Individual Perbedaan individual peserta didik yang beragam memberikan wawasan kepada guru bahwa strategi pengajaran harus mamperhatikan perbedaan peserta didik secara individual. Pendekatan individual mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan pembelajaran. Perumusan keterangan yang diperoleh. ‡ Perlu dikembangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat terbuka. Pemilihan metode harus . Menemukan masalah. ‡ Diskusi sebagai pengarahan sebelum peserta didik melaksanakan kegiatan. ‡ Kegiatan metode menemukan oleh peserta didik berupa penyelidikan/percobaan untuk menemukan konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. pendekatan edukatif pendekatan pengalaman. Pada kasus-kasus tertentu yang timbul dalam kegiatan belajarmengajar. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa inquiry lebih cocok digunakan di kelaskelas tinggi dengan kematangan psikologis yang cukup. Itupu masih harus dipertimbangkan apakah discovery yang digunakan murni atau discovery terpimpin.

yakni makhluk yang berkecenderungan untuk hidup bersama. Peserta didik yang dibiasakan hidup bersama dan bekerja sama dalam kelompok. berikut. terutama yang berhubungan dengan penempatan peserta didik. yakni peserta didik y aktif. disadari atau tidak. Inilah yang diharapkan. Keakraban kelompok ditentukan oleh beberapa faktor. pendekatan kelompok sangat diperlukan. Perbedaan individual peserta didik pada aspek biologis. Sebaliknya. Karena itu. mereka yang mempunyai kekurangan dengan rela hati mau belajar dari mereka yang mempunyai kelebihan tanpa ada rasa minder. Mereka dibina untuk mengendalikan rasa egois yang ada dalam diri mereka masing-masing. Dengan demikian kesulitan belajar peserta didik lebih mudah dipecahkan. walaupun suatu saat pendekatan kelompok diperlukan. makhluk lain itu ikut ambil bagian dalam kehidupan makhluk tertentu. keakraban atau kekompakan kelompok ditentukan oleh tarikan-tarikan interpersonal. Partisipasi/keterlibatan dalam kelompok 5. Penerimaan tujuan kelompok dan persetujuan dalam cara mencapainya 6. guru harus mempertimbangkan bahwa hal itu tidak bertentangan dengan tujuan. Teknik pengelompokan oleh guru 4. langsung atau tidak langsung. diharapkan dapat tumbuh dan berkembang rasa sosial yang tinggi pada diri setiap peserta didik. Keakraban adalah satu-satunya faktor yang menyebabkan kelompok bersatu. Mereka sadar bahwa hidup ini saling ketergantungan. seperti ekosistem dalam mata rantai kehidupan semua makhluk hidup di dunia. Perasaan diterima atau disukai teman-teman 2. metode yang akan dipakai sudah dikuasai. Dalam pengelolaan kelas. Sedang sifat-sifat kelompok itu adalah: . dan mandiri. intelektual. pendekatan kelompok tidak bisa dilakukan secara sembarangan. yakni pendekatan kelompok. Tidak ada makhluk hidup yang terus menerus berdiri sendiri tanpa keterlibatan makhluk lain. 1. akan menyadari bahwa dirinya ada kekurangan dan kelebihan. sehingga terbentuk sikap kesetiakawanan sosial di kelas. kreatif. Tentu saja dalam hal sikap kesetiakawanan sosial yang positif. Beberapa pengarang mengatakan.didasari oleh kegunaan pendkatan individual sehingga dalam proses pembelajaran di kelas guru akan memperhatikan perserta didik secara individu. dan psikologis dapat dijadikan sebagai pijakan dalam menentukan pendekatan kelompok. tetapi banyak hal yang berpengaruh yang harus dipertimbangkan dalam penggunaannya. Tarikan kelompok 3. atau saling suka satu sama lain. Ketika guru ingin menggunakan pendekatan kelompok. Persaingan yang positif pun dapat terjadi di kelas dalam rangka mencapai prestasi belajar yang optimal. Yang mempunyai kelebihan dengan ikhlas mau membantu mereka yang mempunyai kekurangan. dan bahan yang akan diberikan kepada peserta didik cocok. Struktur dan sifat-sifat kelompok. sesuai dengan fasilitas belajar pendukung yang ada. Dengan pendekatan kelompok. Pendekatan Kelompok Dalam kegiatan belajar mengajar kadang-kadang ada juga guru yang menggunakan pendekatan lain. Hal ini disadari bahwa peserta didik adalah sejenis makhluk homo socius. Pendekatan kelompok memang suatu waktu diperlukan dan perlu digunakan untuk membina dan mengembangkan sikap sosial peserta didik.

untuk itu pendekatan yang digunakan guru pun akan lebih tepat kalau bervariasi pula. itu hanya pada kasus tertentu. dan f. guru akan berhadapan dengan permasalahan peserta didik yang bervariasi. Ini sebagai tanda adanya gangguan dalam proses belajar mengajar. Diantara mereka ada yang duduk dan berbicara (berbincang-bincang) satu sama lain tentang hal¬-hal lain yang tidak ada kaitannya dengan masalah pelajaran. Terkait dengan itu pendekatan bervariasi ini dapat menjadi alat yang dapat guru gunakan untuk kepentingan pengajaran. Kalaupun ada. Ada peserta didik yang memiliki motivasi rendah. Efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan pun jadi terganggu. guru yang hanya menggunakan satu metode biasanya sukar menciptakan suasana kelas yang kondusif dalam waktu relatif lama. Bagaimana keinginan mereka masing-masing. Bila hal ini terjadi. Bila terjadi perubahan suasana kelas. dalam proses pembelajaran kebanyakan guru menggunakan beberapa metode dan jarang sekali menggunakan satu metode. Tetapi dalam hal ini. Demikian juga halnya terhadap peserta didik yang membuat keributan. Akibatnya. . Boleh jadi dalam suatu pertemuan ada peserta didik yang suka belajar dalam kelompok. guru bisa saja membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok belajar. b. belajar dalam kelompok dan belajar sendiri. Guru tidak bisa menggunakan teknik pemecahan yang sama dengan teknik memecahkan permasalahan yang lain. Hal tersebut karena metode yang dipilih memiliki banyak kelemahan. Pendekatan Bervariasi Ketika guru dihadapkan kepada permasalahan peserta didik yang bermasalah. e. dan ada yang bergairah belajar. suatu organisasi atau struktur. merupakan suatu kekuatan atau standar perilaku tertentu. tetapi ada juga peserta didik yang senang belajar sendiri. Penggunaan satu metode dalam proses pembelajaran dapat mengakibatkan proses pembelajaran tersebut tidak bisa berlangsung. Dalam kegiatan belajar mengajar. Perbedaan dalam teknik pemecahan kasus itulah merupakan implikasi ³pendekatan bervariasi. ³ Pendekatan bervariasi bertolak dari konsepsi bahwa permasalahan yang dihadapi oleh setiap peserta didik dalam belajar bermacam-macam. peserta didik yang tidak disiplin dan peserta didik yang suka berbicara memiliki pemecahannya dan menghendaki pendekatan yang berbeda pula. terkadang diperlukan juga pendapat dan kemauan peserta didik. terkadang ada perbedaan dalam belajar. misalnya dalam hal motivasi.Karena itu.a. merupakan suatu motif tertentu dan tujuan bersama. ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu. Dalam mengajar. Akan tetapi semua masih dalam pengawasan dan bimbingan guru. karena peserta didik kurang berkonsentrasi. suatu sistem interaksi. suatu multi personalia dengan tingkatan keakraban tertentu. sulit menormalkannya kembali. Permasalahan yang dihadapi oleh setiap peserta didik biasanya bervariasi. Kasus yang biasanya muncul dalam pembelajaran itu memiliki berbagai motif sehingga diperlukan variasi teknik pemecahan. d. Setiap masalah yang dihadapi oleh peserta didik tidak selalu sama. Misalnya. pola perilaku yang dapat diobservasi yang disebut kepriba¬dian. c. proses pembelajaran kurang efektif. ada pula yang kurang bergairah.

yakni membuat keributan di kelas ketika guru sedang memberikan pelajaran. dengan tujuan untuk mendidik peserta didik agar menghargai norma hukum. Hal ini menghendaki pendekatan yang tepat. Kerawanan hubungan guru dengan peserta didik disebabkan komunikasi antara guru dengan peserta didik yang kurang berjalan harmonis. yakni teori kekuasaan untuk menundukkan orang lain. Jadi. Berbagai kasus yang terjadi. Setiap tindakan. karena menyebabkan peserta didik menjadi orang yang introvert (tertutup). norma moral. Guru yang jarang bergaul dengan peserta didik dan tidak mau tahu dengan masalah yang dirasakan peserta didik membuat peserta didik apatis dan tertutup terhadap apa yang dirasakannya. norma susila. Kerawanan hubungan ini menjadi kendala bagi guru untuk melakukan pendekatan edukatif kepada peserta didik yang bermasalah. Di sisi pintu masuk guru berdiri sambil mengontrol bagaimana anak-anak berbaris di depan pintu masuk kelas. tidak tepat diberikan sanksi hukum dengan cara memukul badannya hingga luka atau cidera. Guru telah meletakkan tujuan untuk membina watak peserta didik dengan pendidikan akhlak yang mulia. Demikian juga semua anak laki berbaris dalam kelompok sejenisnya. guru akan kurang arif dan bijaksana bila menggunakan kekuasaan karena hal itu bisa merugikan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian peserta didik. Contoh di atas menggambarkan pendekatan edukatif yang telah dilakukan oleh guru dengan menyuruh peserta didik berbaris di depan pintu masuk kelas. sikap. Kasuistis yang terjadi di sekolah biasanya tidak hanya satu. Peserta didik yang telah melakukan kesalahan. ada yang dapat didekati dengan pendekatan kelompok. dan ada pula yang dapat didekati dengan pendekatan bervariasi. Namun yang penting untuk diingat adalah bahwa pendekatan individual harus berdampingan dengan pendekatan edukatif. Demikian juga halnya dengan guru yang mengambil jarak dengan peserta didik. Mereka pun satu per satu masuk kelas. semua anak masuk dan pelajaran pun dimulai. dan perbuatan yang guru lakukan hams bemilai pendidikan. Semua anak perempuan berbaris dalam kelompok jenisnya. bukan karena motif-motif lain. membina bagaimana cara menghargai orang lain dengan cara mematuhi semua perintahnya yang bernilai kebaikan. barisan dibentuk menjadi dua dengan pandangan terarah ke pintu masuk. noram sosial. Guru telah membimbing peserta didik bagaimana cara memimpin kawan-kawannya dan anak-anak lainnya. Salah satu contoh. ketika lonceng tanda masuk kelas telah berbunyi. Ini adalah tindakan sanksi hukum yang tidak bernilai pendidikan. Guru telah melakukan pendekatan yang salah. Pendekatan yang benar bagi guru adalah dengan melakukan pendekatan edukatif. Dalam pendidikan. selain ada yang dapat didekati dengan pendekatan individual. dan sebagainya. anak-anak jangan dibiarkan masuk dulu. Sikap guru yang demikian kurang dibenarkan dalam pendidikan. Cukup banyak sikap dan perbuatan yang harus guru lakukan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada peserta didik. ingin ditakuti. tetapi bermacam-macam jenis dan tingkat kesukaran.Pendekatan Edukatif Apa pun yang dilakukan guru dalam pendidikan dan pengajaran memiliki tujuan mendidik. dan norma agama. gengsi. Akhirnya. Guru telah menggunakan teori power. seperti dendam. Guru yang hanya mengajar di kelas belum tentu dapat menjamin terbentuknya kepribadian peserta didik yang berakhlak mulia. pendekatan kelompok harus berdampingan . Semua anak dipersilakan masuk oleh ketua kelas. tetapi suruh mereka bebaris di depan pintu masuk dan perintahkanlah ketua kelas untuk mengatur barisan. Mereka satu per satu menyalami guru sambil mencium tangan guru.

experiencing. dengan tujuan untuk mendidik. 1986: 57) Meskipun pengalaman diperlukan dan selalu dicari selama hidup. pendekatan pembiasaan. (H. Burton. Pengalaman adalah guru yang tanpa jiwa. Kegiatan peserta didik ini adalah untuk mendapatkan pengalaman keagamaan. dan pendekatan bervariasi harus berdampingan dengan pendekatan edukatif. Untuk pendidikan agama Islam. atau tidak pernah berbuat sama sekali. pengalaman adalah guru yang terbaik. misalnya ³mendidik anak menjadi pencopet. namun selalu dicari oleh siapa pun juga. karena pendidikan agama Islam di sekolah umum dilaksanakan melalui kegiatan intra dan ekstra kurikuler yang satu sama lainnya saling menunjang dan saling melengkapi. pendekatan pengalaman yaitu suatu pendekatan yang memberikan pengalaman keagamaan kepada siswa dalam rangka penanaman nilai-nilai keagamaan. kontinu dengan kehidupan anak. Dengan pendekatan ini siswa diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman keagamaan. semua pendekatan yang dilakukan guru harus bernilai edukatif. Suatu pengalaman dikatakan tidak mendidik. ketika bulan Ramadhan tiba. bila guru tidak membawa anak ke arah tujuan pendidikan. pendekatan emosional. Berdasarakan kurikulum atau Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) Pendidikan Agama Islam SUP Tahun 1994 disebutkan lima macam pendekatan untuk pendidikan agama Islam. Sehingga dijadikanlah pengalaman itu sebagai suatu pendekatan. Para peserta didik biasanya tidak ketinggalan untuk mendengarkan ceramah tersebut. Betapa tingginya nilai suatu pengalaman. yaitu pendekatan pengalaman. ciri-ciri pengalaman yang edukatif adalah berpusat pada suatu tujuan yang berarti bagi anak (meaningful). namun tidak semua pengalaman bersifat mendidik (educative ex¬perience) karena ada pengalaman yang tidak bersifat mendidik miseducative experience). Kelima macam pendekatan ini diajukan. the proses of learn¬ing is doing. Maka jadilah ³pendekatan pengalaman´ sebagai frase yang baku dan diakui pemakaiannya dalam pendidikan. The products of learning are all achieved by the learner through his own activity. Belajar dari pengalaman adalah lebih baik daripada sekadar bicara. semua kaum muslimin diwajibkan melaksanakan ibadah puasa. interaktif dengan lingkungan. Selain berbagai pendekatan yang telah disebutkan di depan. Pengalaman adalah guru bisu yang tidak pernah marah.H. Di malam bulan Ramadhan biasanya setelah kaum muslimin selesai menunaikan Salat Tarawih dilanjutkan dengan kegitan ceramah agama sekitar tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh ulama atau da¶ i/guru agama dengan penjadwalan yang telah ditentukan. dan menambah integritas anak. Sebagai contoh.C. Dengan demikian. Kegiatan ini untuk peserta didik tertentu biasanya merupakan tugas dari guru mereka dan kemudian mereka harus melaporkannya kepada guru dalam bentuk laporan tertulis yang sudah ditandatangani oleh penceramah.dengan pendekatan edukatif. pendekatan rasional. Kelima pendekatan tersebut dijelaskan sebagai berikut: Pendekatan Pengalaman Experience is the -best teacher. baik secara individu maipun kelompok. dan pendekatan fungsional. reacting. Belajar adalah kenyataan yang ditunjukkan dengan kegiatan. Witherington dan W. Karena itu. ada pendekatan-pendekatan lain.´ Karena itu. undergoing. maka disadari akan pentingnya pengalaman itu bagi perkembangan jiwa anak. .

di dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu cara untuk memberikan haknya di bidang pendidikan adalah dengan cara memberikan kebiasaan yang baik dalam kehidupan mereka. suka berkelahi. aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang baik-baik. aliran Behaviorisme dari J. gemar melakukan salat lima waktu. dan perumpamaan adalah contoh kata benda abstrak yang sukar dipikirkan oleh mereka yang belum kuat ingatannya. Watson dan aliran Empirisme dari John Locke lebih dominan daripada aliran Nativisme dari Shcopenhour. orang tua menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik saja dan jangan sekali-kali mendidik anak berdusta. sekolah. Ngalim Purwanto. pembiasaan buruk akan membentuk sosok manusia yang berkepribadian buruk pula. kedua kepribadian yang bertentangan ini selalu ada dan tidak jarang menimbulkan konflik di antara mereka. keadilan. Menanamkan kebiasaan yang baik memang tidak mudah dan kadang-kadang makan waktu yang lama. yang disukainya. ia lekas melupakan apa yang sudah dan baru terjadi.B. karena latihan dan belajar. Pembiasaan yang baik akan membentuk suatu sosok manusia yang berkepribadian yang baik pula. hak diberi makanan yang bergizi. Tanamkanlah kebiasaan seperti ikhlas melakukan puasa. Oleh karena itu pendekatan pembiasaan memberikan kesempatan kepada siswa untuk senantiasa mengamalkan ajaran agamanya baik secara individual maupun secara kelompok dalam kehidupan sehari-hari. Emosi berhubungan dengan . Karena dengan pembiasaan itulah akhimya suatu aktivitas akan menjadi milik anak di kemudian hari. yang lain. Anak kecil tidak seperti orang dewasa yang dapat berpikir abstrak. Terkait dengan metode mengajar yang perlu dipertimbangkan.jawab mengenai pengalaman keagamaan peserta didik. seperti hak dipelihara. metode mengajar yang perlu dipertimbangkan untuk digunakan. Untuk itu hal yang penting adalah pada awal kehidupan anak. antara lain adalah metode latihan (drill). Sebaliknya. Pendidikan agama Islam sangat penting dalam hal ini karena dengan pendidikan pembiasaan itulah diharapkan siswa senantiasa mengamalkan ajaran agamanya. dan sebagainya. Watson (1991) berpendapat. gemar menolong orang yang kesukaran. Karenanya. Anak kecil hanya dapat berpikir konkrit. Terkait dengan itu. Tetapi sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan sukar untuk diubah. dan masyarakat tidak bisa dielakkan dalam hal ini. Begitulah biasanya yang terlihat dan yang terjadi pada diri seseorang. tetapi dia sudah mempunyai hak. Kebiasaan-kebiasaan itu terbentuk dalam perkembangan. Pendekatan Emosional Emosi adalah gejala kejiwaan yang ada di dalam diri seseorang. Perhatian mereka lekas dan mudah beralih kepada hal-hal yang baru. Kata-kata seperti kebijaksanaan. bahwa reaksi-reaksi kodrati yang dibawa sejak lahir itu sedikit sekali. demonstrasi dan pengalaman langsung di lapangan.Untuk pendekatan ini. Pendekatan Pembiasaan Pembiasaan adalah alat pendidikan. dan sebagainya. tidak disiplin. pelaksanaan tugas. Pengaruh lingkungan keluarga. dan hak mendapatkan pendidikan. hak dilindungi. pembiasaan ini sangat penting. Bagi anak yang masih kecil. suka membantu fakir dan miskin.B. antara lain adalah metode pemberian tugas (resitasi) dan Tanya. J. Bertolak dari pendidikan kebiasaan itulah yang menyebabkan kebiasaan dijadikan sebagai pendekatan pembiasaan. Berdasarkan pembiasaan yang baik di rumah itulah anak terbiasa menurut dan taat kepada peraturan-peraturan yang berlaku di masyarakat dan juga di sekolah. 1991) Anak kecil memang belum mempunyai kewajiban. (M.

cerita. sedangkan makhluk lainnya seperti binatang dan sejenisnya tidak mempunyai akal. menurut ³rasa senang dan tidak senang´. dialog. baik perasaan jasmaniah maupun perasaan rohaniah. perasaan sosial. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya yang diciptakan oleh Tuhan. tetapi diyakini pula bahwa dengan akal . Merasa adalah aktualisasi kerja dari hati sebagai materi dalam struktur tubuh manusia. menimbulkan rasa senasib dan sekewajiban sebagai manusia (perasaan religius). Seseorang yang mempunyai perasaan pasti dapat merasakan sesuatu. sindiran. seseorang akan marah. Dalam kehidupan sosial keagamaan. hanya manusialah yang dapat berpikir. mertcaci-maki. perasaan seiman dan seagama mengikat perasaan seseorang sebagai orang yang beragama. mempengaruhi kadar emosi seseorang. dari sejak anak hingga dewasa. anjuran. seseorang yang tergugah perasaannya berarti emosinya tergugah. perasaan etis. Karena menyadari akan suatu kewajiban yang dibebankan di pundaknya oleh hukum agama. perintah. Perasaan keagamaan yang demikian tumbuh dan berkembang seiring dengan bertambahnya usia seseorang. sedih.masalah perasaan. Emosi akan memberi tanggapan (respons) bila ada rangsangan (stimulus) dari luar diri seseorang. Misalnya. Ditambahkan lagi oleh mereka bahwa nilai perasaan bagi manusia pada umumnya adalah dapat menyesuaikan diri dengan keadaan alam sekitar. Manusia adalah makhluk yang sempurna diciptakan. Orang yang emosional adalah orang yang cepat tergugah perasaannya. dan umumnya tidak tergantung pada pengamatan yang dilakukan oleh indra. Hal ini dilakukan dengan mengemukakan suatu kesan senang atau tidak senang. pujian. memahami. seseorang dapat ikut mengalami. Baik rangsangan verbal maupun nonverbal. atau mengancam. Dengan akal pula dapat membuktikan dan membenarkan adanya Tuhan Yang Maha Kuasa. dan tidak berdiri sendiri sebagai pernyataan jiwa. dan sebagainya sedangkan rangsangan nonverbal dalam bentuk perilaku berupa sikap Pendekatan Rasional Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh sang Maha Pencipta. ketika seseorang menonton film sedih di TV karena menyentuh perasaannya tersebut menangis atau sedih. Maha Pencipta atas segala sesuatu di dunia ini. perasaan estetis. lama dan sebentar. Mendengar atau melihat saudaranya seiman dan seagama menderita atau meninggal dunia akibat peperangan antarbangsa di dunia. sedangkan makhluk lainnya tidak mampu berpikir. dan menghayati ajaran agamanya itu. dan sebagainya. dapat membedakan antara makhluk bahwa manusia merupakan makhluk yang mempunyai perasaan. yaitu Allah swt. mempunyai sifat-sifat senang dan sedih/tidak senang. Dengan kekuatan akalnya manusia dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatah yang buruk. Perbedaannya terletak pada akal. Manusia mempunyai akal. dan merasa sebagai aktivitas kejiwaan adalah suatu pernyataan jiwa yang bersifat subjektif. Rangsangan verbal itu misalnya ceramah. dia menyadari adanya ajaran kitab sucinya yang menyuruh berbuat kebaikan dan menjauhi perbuatan yang munkar. Dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun disadari keterbatasan akal untuk memikirkan dan memecahkan sesuatu. relatif. Perasaan rohaniah di dalamnya ada perasaan intelektual. kuat dan lemah. dan perasaan harga diri. maka dengan kesadaran dia meyakini. berita. Jadi. Demikian juga halnya dalam kehidupan seseorang yang beragama. mana kebenaran dan mana kedustaan dari sesuatu ajaran atau perbuatan. Emosi atau perasaan adalah sesuatu yang peka. ejekan.

Untuk mendukung pemakaian pendekatan ini. Tentu saja penggunaannya tidak sembarangan. sesuai dengan tingkat usia anak. Karena keampuhan akal (rasio) itulah akhirnya dijadikan pendekatan yang disebut pendekatan rasional guna kepentingan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Bahkan yang lebih penting adalah ilmu pengetahuan dapat membentuk kepribadian anak. Dalam hal ini ada beberapa metode mengajar yang perlu dipertimbangkan. tetapi diharapkan berguna bagi kehidupan anak. prinsip. Pendekatan fungsional yang diterapkan di sekolah diharapkan dapat menjembatani harapan tersebut. tetapi harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran . Untuk memperlicin jalan ke arah itu. termasuk mencoba memahami hikmah dan fungsi ajaran agama. baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial. akal dijadikan alat untuk membuktikan kebenaran ajaran-ajaran agama. keyakinan terhadap agama yang dianut bertambah kokoh. maka metode mengajar yang perlu dipertimbangkan antara lain adalah metode ceramah. dan pemberian tugas. Usaha yang terpenting bagi guru adalah bagaimana memberikan peranan kepada akal (rasio) dalam memahami dan menerima kebenaran ajaran agama. yakni makhluk yang berkecenderungan untuk berpikir. kerja kelompok. atau hukum menghendaki dari hal-hal yang sangat sederhana menuju ke kompleks. Di sekolah peserta didik dengan berbagai ilmu pengetahuan. Anak dapat merasakan manfaat dari ilmu yang didapatnya di sekolah. diskusi. Kesalahan pembuktian akan berakibat fatal bagi perkembangan j iwa anak. kurikulum pun disusun sesuai dengan kebutuhan siswa di masyarakat. tentu saja diperlukan penggunaan metode mengajar. Berbagai pendekatan dalam pembahasan terdahulu dapat digunakan untuk kedua jenis mata pelajaran ini. Untuk itu pembuktian suatu kebenaran. tetapi untuk diimplementasikan ke dalam kehidupan seharihari. antara lain adalah metode latihan. Akal atau rasio memang mempunyai potensi untuk menaklukkan dunia. Anak dapat memanfaatkan ilmunya untuk kehidupan sehari-hari sesuai dengan tingkat perkembangannya. Pendekatan Fungsional Ilmu pengetahuan yang dipelajari oleh anak di sekolah bukanlah hanya sekadar pengisi otak.dapat dicapai ketinggian ilmu pengetahuan dan penghasilan teknologi modern. tetapi terdiri dari banyak mata pelajaran. Hal yang demikian itulah yang pada akhirnya hendak dicapai oleh tujuan pendidikan agama di sekolah dalam berbagai jenis dan tingkatan. Tetapi jangan sampai mempertuhankan akal. Pelajaran agama yang diberikan di kelas bukan hanya untuk memberantas kebodohan dan pengisi kekosongan intelektual. dalil. Perkembangan berpikir anak mulai dari yang konkret sampai yang abstrak. Sebaiknya. tanya jawab. Karena itu. Perkembangan berpikir anak dibimbing ke arah yang lebih baik. latihan. ceramah. Pembuktian tentang sesuatu yang berhubungan dengan masalah keagamaan harus sesuai dengan tingkat berpikir anak. pemberian tugas. Semua mata pelajaran itu pada umumnya dapat dibagi menjadi mata pelajaran umum dan mata pelajaran agama. Pendekatan Keagamaan Pendidikan dan pelajaran di sekolah tidak hanya memberikan satu atau dua macam mata pelajaran. tanya jawab. Itulah sebabnya manusia dikatakan sebagai homo sapien. dan demonstrasi. Anak mendayagunakan nilai guna dari suatu ilmu sudah fungsional di dalam diri anak. Dengan begitu. Karena hal itu akan menggelincirkan keimanan terhadap ajaran agama.

fasilitas. ayat 34. Makna ditentukan oleh lingkup kebahasaan maupun lingkup situasi yang merupakan konsep dasar dalam pendekatan kebermaknaan pengajaran bahasa yang natural. Persoalannya sekarang terletak pada mau atau tidaknya guru mata pelajaran tersebut mencari dan menggali dalil-dalil dimaksud serta menafsirkannya guna mendukung penggunaan pendekatan keagamaan dalam pendidikan dan pengajaran. 3. Surah Yaasiin. dan perasaan). pendekatan agama dapat membantu guru untuk memperkecil kerdilnya jiwa agama di dalam diri siswa. Motivasi belajar peserta didik merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajamya. 4. lingkungan serta kompetensi guru. tetapi ada hubungannya. Pendekatan kebermaknaan Dalam rangka penguasaan bahasa asing guru tidak bisa mengabaikan masalah pendekatan yang harus digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini dimaksudkan agar nilai budaya ilmu itu tidak sekuler. dihayati. Akhirnya. 38. dan 40 adalah dalil-dalil nyata pendukung pendekatan keagamaan dalam mata pelajaran fisika. Cukup banyak dalil agama yang membahas masalah biologi. tetapi menyatu dengan nilai agama. 1. bukan terpisah dari masalah agama. karena akan menjadi masalah bagi siswa dalam setiap jenjang pendidikan yang dimasukinya. Karenanya perlu dipecahkan. pikiran. Dalam praktiknya tidak hanya digunakan satu. Dengan penerapan prinsip-prinsip mengajar seperti prinsip korelasi dan sosialisasi. dipahami. dan diamalkan selama hayat siswa di kandung badan. sangat berkepentingan dengan pendekatan keagamaan. Tentu saja guru harus menguasai ajaran-ajaran agama yang sesuai dengan mata pelajaran yang dipegang. baik secara lisan maupun tertulis. . tetapi bisa juga penggabungan dua atau lebih pendekatan. 39. Kadar motivasi ini banyak ditentukan oleh kadar kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran yang diikuti peserta didik. Beberapa konsep penting yang berkaitan dengan pendekatan ini diuraikan sebagai berikut. guru dapat menyisipkan pesan-pesan keagamaan untuk semua mata pelajaran umum. pendapat. 2. Khususnya untuk mata pelajaran umum. Salah satu sebab kegagalan penguasaan bahasa asing oleh siswa. adalah bukti nyata bahwa pelajaran biologi tidak bisa dipisahkan dari ajaran agama. 5. kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran memiliki peranan yang amat penting dalam keberhasilan belajar peserta didik. Mata pelajaran biologi. tetapi diya¬kini. didukung oleh pemahaman lintas budaya. misalnya. Belajar bahasa asing adalah belajar berkomunikasi melalui bahasa tersebut sebagai bahasa sasaran baik secara lisan maupun tertulis. Bahasa merupakan alat untuk mengungkapkan makna yang diwujudkan malalui struktur (tata bahasa dan kosa kata). Kegagalan pengajaran tersebut tentu saja tidak boleh dibiarkan begitu saja. dan ayat 36. Jadi keragaman ujaran diakui keberadaannya dalam bentuk bahasa lisan atau tertulis. yaitu pendekatan kebermaknaan. Dengan demikian. struktur berperan sebagai alat pengungkapan makna (gagasan. yang pada akhir¬nya nilai-nilai agama tidak dicemoohkan dan dilecehkan. Suatu kalimat dapat mempunyai makna yang berbeda tergantung pada situasi saat kalimat itu digunakan.yang dicapai. Salah satu alternatif ke arah pemecahan masalah tersebut diajukanlah pendekatan baru. adalah kurang tepatnya pendekatan yang digunakan oleh guru selain faktor lain seperti faktor sejarah. Belajar berkomunikasi ini perlu didukung oleh pembelajaran unsur-¬unsur bahasa sasaran. Surah Yaasiin ayat 37. Dengan kata lain. Makna dapat diwujudkan melalui kalimat yang berbeda.

Karena itu. 1. keterampilan.3 Pemilihan Pendekatan yang efektif Pemilihan pendekatan pembelajaran yang efektif perlu mempehatikan hal-hal berikut. 5. Analisis tujuan Tujuan-tujuan yang telah ditetapkan secara dimensional dijabarkan menjadi seperangkat tujuan-tujuan yang lebih spesifik. Setiap dimensi tujuan dijabarkan sedemikian rupa sehingga mencerminkan segala sesuatu yang harus dicapai. 8. pengalaman peserta didik dalam lingkungan. Karena itu perlu dibuat suatu kejelasan tujuan berdasarkan tuntutan pekerjaan itu. . Penetapan tujuan Langkah ini sejalan dengan langkah yang telah dilaksanakan sebelumnya. artinya jenis-jenis pendidikan dan atau latihan-latihan yang sewajarnya disediakan dalam rangka mengembangkan kemampuan-kemampuan yang telah ditetapkan.Tentu saja kompetensi yang diharapkan itu harus relevan dengan tuntutan kerja yang telah ditentukan. pendekatan emosional. pendekatan edukatif pendekatan pengalaman. Identifikasi kebutuhan pendidikan dan latihan Ada perbedaan pendekatan antara pembelajaran yang bersifat teoritis dan prakti. Bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi peserta didik jika berhubungan dengan pengalaman. seperti kegiatan teoritis dan praktis. minat. dan sikap juga terkait dengan tingkat usia peserta didik. Hal itulah yang menjadi titik tolak untuk menentukan pendekatan pembelajaran yang sesuai. tata nilai. Identifikasi tujuan Kegiatan merancang suatu program harus dimulai dari identifikasi tujuan yang menjadi tuntutan suatu pekerjaan. Untuk itu diperlukan langkah analisis kebutuhan pendidikan dan latihan. bukan sebagai objek belaka. dan pendekatan kebermaknaan. ciri-ciri dan kebutuhan mereka harus dipertimbangkan dalam segala keputusan yang terkait dengan pengajaran. dan masa depannya. minat. Spesifikasi pengetahuan. sikap-sikap apa. dan sikap Agar tidak terjadi tumpang tindih pendekatan antara satu materi dengan yang lain maka. peserta didik merupakan subjek utama. Akhimya. Setiap tujuan hendaknya didasarkan pada kriteria kognitif. Setiap kompetensi yang ditetapkan dirinci menjadi pengetahuan apa. afektif. pendekatan rasional. pendekatan pembiasaan. tata nilai. Dengan penetapan tujuan maka selanjutnya akan diikuti untuk penetapan pendekatan 4. Selanjutnya ditentukan peranan-peranan yang harus dilaksanakan sehubungan dengan tujuan tersebut tersebut. dan masa depannya harus dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pengajaran dan pembelajaran untuk membuat pelajaran lebih bermakna bagi siswa. pendekatan bervariasi. Karena itu. pendekatan fungsional. 3. perlu diikhtisarkan bahwa ada berbagai pendekatan yang dapat dipergunakan dalam pendidikan dan pengajaran. yaitu pendekatan individual. Spesifikasi pengetahuan. 3. ketrampilan. Dalam proses belajar-mengajar guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa mengembangkan keterampilan berbahasanya. 7.6. Hal ini akan lebih memudahkan dalam pemilihan pendekatan pembelajaran yang lebih sesuai. Dalam proses belajar-mengajar. pendekatan keagamaan. 2.dan psikomoto. pendekatan kelompok. dan keterampilan-¬keterampilan apa yang perlu dimiliki oleh setiap peserta didik.

pendekatan bervariasi. akan menentukan penggunaan pendekatan dalam pembelajaran. pendekatan fungsional. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred approaches) dan pendekatan yang berpust pada siswa (student-centred approaches). Evaluasi. Organisasi sumber-sumber belajar Langkah pengorganisasian sumber belajar juga akan menentukan pengambilan pendekatan dalam pembelajaran. Spesifikasi pengetahuan. Rangkuman i Pendekatan adalah titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. i Aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan pendekatan pembelajaran yang efektif adalah dengan mempertimbangkan aspek-aspek berikut ini: Identifikasi tujuan.7. pendekatan individual. dan pendekatan kebermaknaan. Identifikasi kebutuhan pendidikan dan latihan. pendekatan rasional. pendekatan secara garis besar dibedakan menjadi dua yaitu pendekatan konsep dan pendekatan proses. Evaluasi Kriteria penentuan jenis evaluasi sebagai indikator keberhasilan suatu program. Hal ini karena materi pelajaran yang akan disampaikan sangat erat hubungannya dengan pencapaian tujuan yang telah ditentukan. . Penetapan tujuan. i Berdasarkan cara perolehan bahan pembelajaran. Analisis tujuan. pendekatan kelompok. pendekatan keagamaan. i Berdasarkan subjek dan objek. . 8. Karena keberhasilan tersebut akan terwujud secara efektif apabila ada ketepatan dalam penentuan pendekatan. pendekatan emosional. keterampilan. Organisasi sumber-sumber belajar. i Pendekatan dapat dibedakan menjadi sembilan jenis yaitu. pendekatan edukatif pendekatan pengalaman. dan sikap. pendekatan pembiasaan. pendekatan pembelajaran dibedakan menjadi dua.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->