P. 1
9. kerangka karangan S1

9. kerangka karangan S1

|Views: 558|Likes:
Published by royjalyforfun
cara membuat kerangka karangan yang baik dan benar menurut EYD bahasa Indonesia
cara membuat kerangka karangan yang baik dan benar menurut EYD bahasa Indonesia

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: royjalyforfun on Jan 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2012

pdf

text

original

Langkah-langkah Penulisan

Karangan Ilmiah

Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

2

Mahasiswa dapat melakukan

±pemilihan topik

±pembatasan topik

±pemilihan judul

±menentukan tujuan penulisan

±menentukan bahan penulisan dan

±menentukan kerangka karangan

±langkah-langkah penulisan ilmiah

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

3

Ciri Karangan Ilmiah

Memiliki ciri lugas, jelas, dan bebas dari

keambiguan serta segala bentuk

metafora dan idiom. Bebas dari

keambiguan artinya bahasa ilmiah harus

memberikan informasi keilmuan yang

jelas, tanpa keraguan makna, dan

terbebas dari kemungkinan tafsiran

makna yang berbeda, oleh karena itu

tidak dijumpai metafora maupun idiom.

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

4

Jenis-jenis Karangan Ilmiah

laporan

Makalah

Sekripsi

Tesis

Desertasi

Diktat

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

5

Laporan

Laporan adalah suatu tulisan yang dibuat

oleh seseorang setelah melakukan

percobaan, peninjauan, observasi,

pembacaan buku (refrensi), dan

sebagainya. Laporan disusun

berdasarkan data yang ada dengan

disertai penilaian secara objektif baik

buruknya serta saran-saran seperlunya.

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

6

Makalah

Makalah merupakan tulisan yang berisikan

prasaran, pendapat yang turut membahas

suatu pokok persoalan yang akan

dibicarakan dalam rapat kerja,

symposium, seminar dan sejenisnya.

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

7

Skripsi

Skripsi adalah karya ilmiah yang ditulis

berdasarkan hasil penelitian ataupun

telaah pustaka sebagai prasyarata untuk

memperoleh gelar sarjana di perguruan

tinggi dan dipertahankan di depan siding

ujian.

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

8

Tesis

Tesis merupakan karya ilmiah yang

tarafnya lebih mendalam dan lebih

metodis daripada skripsi. Tesis ini

merupakan karya tulis ilmiah untuk

memenuhi salah satu persyaratan

mencapai gelar sarjana strata dua (S2).

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

9

Desertasi

Disertasi merupakan karya tulis ilmiah

untuk memenuhi salah satu persyaratan

gelar sarjana strata tiga (S3). Masalah

yang dibahas dalam disertasi lebih

kompleks dan detail disbanding dengan

tesis atau sekripsi.

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

10

Buku/Diktat

Buku maupun diktat merupakan tulisan
ilmiah yang menginformasikan factual
tentang disiplin ilmu. Buku ini ditulis oleh
pengaranganya untuk menjelaskan atau
memperkenalkan isinya untuk keadaan
yang lebih umum. Buku umumnya dicetak
oleh salah suatu penerbit. Diktat ditulis
dalam suatu keadaan tertentu untuk
mengarahkan proses belajar mahsiswa
ataupun siswa.

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

11

Topik

Topikmerupakan pokok yang akan

diperikan atau masalah yang akan

dikemukakan.

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

12

Syarat-syarat yang Harus Dipenuhi

dalam Memilih Topik yang Baik

PERTAMA

Topik harus menarik perhatian penulis

Alasanya:

1.Pemilihan topik yang menarik dengan harapan dapat memotivasi
pengarang penulis secara terus-menerus mencari data-data
untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.

2.Mendorong penulis menyelesaikan tulisan dengan sebaik-
baiknya. Bila terdapat hambatan, penulis tidak akan berusaha
dengan sekuat tenaga untuk mengumpulkan data dan fakta
yang akan digunakan untuk memecahkan masalah.

3.Mengurangi kesalahan-kesalahan analisis, karena topik yang
tidak disenangi penulis akan menimbulkan kesalahan.

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

13

KEDUA

Diketahui oleh Penulis

Penulis hendaklah mengerti atau mengetahui
meskipun baru prinsip-perinsip ilmiahnya.
Sehingga penulis akan mudah;

Mencari sumber-sumber data.

Metode atau penerapan yang digunakan dalam
mendapatkan data.

Metode analisis yang akan digunakan.

Buku-buku referensi yang digunakan.

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

14

KETIGA

Jangan terlalu baru, jangan terlalu teknis
dan jangan terlalu kontroversial.

Alasanya,

1.Bagi penulis pemula,topik yang baru kemungkinan
belum ada referensinya dalam kepustakaan.

2.Topik yang terlalu teknis kemungkinan dapat menjebak
penulis bila tidak benar-benar menguasai bahan
penulisannya.

3.Topik yang kontroversial akan menimbulkan kesulitan
untuk bertindak secara objektif.

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

15

KEEMPAT

Bermanfaat

Topik yang dipilih hendakanya bermanfaat yang ditinjau
dari segi akademis maupun segi praktis.

KELIMA

Jangan terlau luas

Penulis harus membatasi topik yang akan ditulis.

Artinya, penulis harus betul-betul yakin bahwa topik

yang dipilihnya cukup sempit dan berbatas untuk
digarap sehingga tulisannya dapat terfokus.

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

16

Cara-cara Pembatasan Topik

Perlunya pembatasan bermaksud membantu
pengarang pada bidang-bidang yang belum
diketahui penulis.

Pembatasann topik akan membantu pengarang dalam :

1.Memungkinkan penulis penuh dengan keyakinan dan
kepercayaan bahwa topik tersebut benar-benar
diketahuinya.

2.Memungkinkan penulis mengadakan penelitian lebih
intensif mengenai masalahnya.

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

17

Cara pembatasan topik:

1.Tetapkanlah topik dalam kedudukan central.
Contoh; Komunikasi.

2. Ajukan pertanyaan apakah topik tersebut
masih dapat dirinci, bila dapat tetapkanlah.

3.Tetapkanlah yang mana subtopik yang akan
dipilih.

4. Ajukan pertanyaan apakah subtopik yang
dipilih masih dapat dirinci lebih lanjut.

KERANGKA KARANGAN

&

CONTOH FORMAT

KK FORMAL

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

19

Kerangka karanganadalah rencana garis besar
karangan berdasarkan tingkat kepentingannya
yang memuat pokok-pokok yang akan
dibicarakan, serta sebarai pedoman bagi
pembaca untuk mengetahui isi suatu karangan

Kerangka karangan dalam bentuk formalnya

KK diungkapkan dalam bentuk kata
kerangka karangan topik

KK diungkapkan dalam bentuk kalimat
kerangka kalimat

Dalam beberapa kalimat kerangka alinea

Dalam beberapa paragraf proposal (harus
dilengkapi dana dan waktu yang diperlukan)

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

20

Contoh

Kerangka Karangan (KK)

Topik

: Banjir di Perumahan

Monangmaning Denpasar

Tema

: Apakah sebab-sebab terjadinya

banjir dan bagaimanakah cara

mengatasi akibat banjir tsb

Judul

: Penanggulangan Akibat Banjir di

Perumahan Monangmaning

Denpasar

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

21

Topik

: Pengembangan Sistem Telekomunikasi

Judul

: Pengembangan Sistem Telekomunikasi di
Indonesia

Tujuan

: memperoleh jenis sistem telekomunikasi yang
tepat dan cocok untuk dipakai di Indonesia

Rumusan Masalah : Sistem telekomunikasi apa yang sesuai

atau tepat digunakan di Indonesia untuk
menjangkau seluruh wilayah Indonesia sehingga
kebutuhan masyarakat akan telekomunikasi dapat
terpenuhi.

Aspek yang Diteliti :

a. Keadaan wilayah Indonesia

b. Kebutuhan masyarakat akan telekomunikasi

CONTOH 1

KERANGKA KARANGAN FORMAL

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

22

c. Berbagai jenis sistem telekomunikasi

d. Sistem-sistem telekomunikasi yang telah ada di Indonesia

e. Keadaan telekomunikasi di Indonesia saat ini

f. Hal-hal yang diperlukan untuk mengembangkan
telekomunikasi di Indonesia

g. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan
telekomunikasi di Indonesia.

Metode penelitian :

studi pustaka

survey melalui wawancara

Literatur : (min 5)

CONTOH 1

KERANGKA KARANGAN FORMAL

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

23

Rumusan Masalah,

perlu dituangkan dengan jelas agar

pembahasan masalah terarah sesuai dengan

tujuan. Biasanya diungkapkan dalam bentuk

pertanyaan apa,mengapa, bagaimana,

sejauhmana, upaya apa.

Metode Penelitian - diperlukan dalam upaya

memperoleh data. Data diperlukan untuk

membahas masalah dan mencari solusi dari

permasalahan yang dihadapi

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

24

Contoh 2

Kerangka Karangan Formal

Topik

: Penggunaan Kendaraan Bermesin Diesel

Judul

: Pencegahan Polusi Karena Penggunaan Kendaraan
Bermesin Diesel

Tujuan

:

mengetahui penyebab tingginya tingkat polusi yang dihasilkan
kendaraan bermesin diesel

mencegah polusi karena penggunaan kendaraan bermesin diesel

Rumusan Masalah:

Langkah apa yang harus dilakukan agar polusi kendaraan bermesin
diesel dapat dikurangi

Aspek yang Diteliti:

1.komponen mesin diesel

2.cara kerja mesin diesel

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

25

Contoh 2

Kerangka Karangan Formal

3.gas buang dari proses pembakaran pada mesin diesel

4.perawatan mesin diesel

5.volume penggunaan kendaraan bermesin diesel

6.penyebab tingginya tingkat polusi kendaraan bermesin

diesel

7.pengaruh gas buang terhadap kondisi udara

Metode Penelitian

studi pustaka

survey melalui observasi, wawancara, dan kuesioner

Literatur (min 5)

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

26

Topik: penggunaan kompor briket batubara

Judul: Dilema Penggunaan Kompor Briket Batubara dan Penanggulangannya

Tujuan: Memperoleh jalan keluar dari dilema penggunaan kompor briket

batubara dengan meningkatnya pencemaran

Rumusan Masalah : Upaya apa yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan

bahan bakar tanpa menimbulkan masalah baru.

Aspek yang diteliti :

1.kebutuhan bahan bakar masyarakat Indonesia

2.sumber bahan bakar di Indonesia

3.cadangan bahan bakar di Indonesia

4.kenyataan yang terjadi di masyarakat saat ini berkaitan dengan kebutuhan

dan penggunaan bahan bakar batubara sebagai bahan bakar alternatif

5.efek negatif batubara sebagai bahan bakar alternatif

6.jalan keluar atas dilema penggunaan kompor briket batubara

Contoh 3

Kerangka Karangan Formal

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

27

Metode Penelitian :

studi pustaka

survey melalui wawancara dan penyebaran angket

Literatur :

Cinningham, W.P. & B.W. Saigo. 1999. Environmental Science: a global

concern. Fifth edition. Mc Graw, Boston

Kupchella, C.E. & M.C.Hyland. 1993. Environmental Science:Living in
the environment.
BrooksCole Publishing company, Pacific Grove, CA.

Raven, P.H., L.R. Berg & G.B.Johnsons. 1998. Environment. Second
Edition.
Saunders College Publishing, Forthworth, FL.

Tribun Bandung, Minggu (16 Oktober 2005), hal. 2

www.wikipedia.com

Contoh 3

Kerangka Karangan Formal

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

28

Contoh Lain

Topik

: Pencarian sumber energi alternatif

Judul

: Pendayagunaan Energi Matahari sebagai Sumber

Energi Alternatif

Tujuan/Tema: memperkenalkan teknologi yang menggunakan

energi matahari

Rumusan Masalah : sejauhmana energi matahari dapat

menggantikan sumber energi fosil

Aspek yang diteliti :

a. kebutuhan energi

b. sumber energi yang akan digunakan

c. keterbatasan sumber energi fosil

d. matahari sebagai sumber energi

e. penggunaan teknologi energi matahari dalam kehidupan sehari-hari

Metode Penelitian

a. studi pustaka

b. survey melalui wawancara dan kuesioner

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

29

TEMA, JUDUL, UNGKAPAN

MAKSUD

l

09/01/2012

STIKOM BALI/43103

30

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->