P. 1
Artikel Pendidikan Lingkungan

Artikel Pendidikan Lingkungan

|Views: 853|Likes:
Published by Mohammad Solihin

More info:

Published by: Mohammad Solihin on Jan 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2013

pdf

text

original

Artikel Pendidikan Lingkungan

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DAN APLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAGI SISWA SEKOLAH DASAR MAKALAH OLEH: Sri Hendrawati, S.Pd., M.Pd A. Latar Belakang Kerusakan lingkungan dan sumber daya alam telah sampai pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Kerusakan lingkungan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal dan nasional saja, tetapi dalam skala global, banyak kejadian-kejadian yang selama ini kita saksikan, misalnya kebakaran hutan, semburan gas, sampah menggunung, polusi udara, limbah-limbah yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik, dan banyak lagi yang dapat mengakibatkan kerusakan pada lingkungan dan ekosistem yang selama ini kita dambakan kelestariannya, meskipun demikian sesuai dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman yang terus menerus sesuai dengan tuntutan kemajuan teknologi, pada tatanannya dapat memberikan dampak yang positif maupun negatif tergantung pada peruntukkan dan cara pengelolaannya. Menyikapi perihal kerusakan lingkungan dan sumber daya alam, perlu adanya pengetahuan dan keterampilan yang bersifat langsung aplikasi dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi pola tindak dan pola pikir untuk penanganan yang lebih spesifik pada permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia umumnya, khususnya masyarakat Kota Bandung, yang selama ini memiliki masalah yang paling urgensi yaitu penanganan sampah, polusi, air limbah, serta konservasi alam sebagai paru ± paru kota dan sebagai kantungkantung persediaan air. Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan pengetahuan, kajian, bahan materi pelajaran yang berupaya untuk mendidik siswa Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah untuk memahami dan mempraktikkan langsung cara penanganan masalah-masalah lingkungan tersebut yang selama ini menjadi permasalahan dunia. Siswa-siswi sekolah dasar adalah

calon-calon penerus bangsa yang akan hidup di masa mendatang dan akan menghadapi tantangan kehidupan yang tinggi dengan segala dilematisasi yang sangat kompleks. B. Sejarah Perkembangan Pendidikan Lingkungan Hidup 1. Perkembangan Pendidikan Lingkungan Hidup di Tingkat Internasional Pada tahun 1975, sebuah lokakarya internasional tentang pendidikan lingkungan hidup diadakan di Beograd, Jugoslavia. Pada pertemuan tersebut dihasilkan pernyataan antar negara peserta mengenai pendidikan lingkungan hidup yang dikenal sebagai "The Belgrade Charter - a Global Framework for Environmental Education". Secara ringkas tujuan pendidikan lingkungan hidup yang dirumuskan dalam Belgrade Charter tersebut di atas adalah sbb: 1. Meningkatkan kesadaran dan perhatian terhadap keterkaitan bidang ekonomi, sosial, politik serta ekologi, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. 2. Memberi kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, sikap/perilaku, motivasi dan komitmen, yang diperlukan untuk bekerja secara individu dan kolektif untuk menyelesaikan masalah lingkungan saat ini dan mencegah munculnya masalah baru. 3. Menciptakan satu kesatuan pola tingkah laku baru bagi individu, kelompok-kelompok dan masyarakat terhadap lingkungan hidup. 2. Perkembangan Pendidikan Lingkungan Hidup di tingkat ASEAN Program pengembangan pendidikan lingkungan bukan merupakan hal yang baru di lingkup ASEAN. Negara-negara anggota ASEAN telah mengembangkan program dan kegiatannya sejak konferensi internasional pendidikan lingkungan hidup pertama di Belgrade tahun 1975. Sejak dikeluarkannya ASEAN Environmental Education Action Plan 2000-2005, masing-masing negara anggota ASEAN perlu memiliki kerangka kerja untuk pengembangan dan pelaksanaan pendidikan lingkungan. Indonesia sebagai negara anggota ASEAN turut aktif dalam merancang dan melaksanakan ASEAN Environmental Education Action Plan 2000-2005. Pada intinya ASEAN Environmental Education Action Plan 2000 ± 2005 ini merupakan tonggak sejarah yang penting dalam upaya kerja sama regional antar sesama negara anggota ASEAN dalam turut meningkatkan pelaksanaan pendidikan lingkungan di masing-masing negara anggota ASEAN.

Perkembangan Pendidikan Lingkungan Hidup di Indonesia Di Indonesia perkembangan penyelenggaraan pendidikan lingkungan dimulai pada tahun 1975 dimana IKIP Jakarta untuk pertama kalinya merintis pengembangan pendidikan lingkungan dengan menyusun Garis-garis Besar Program Pengajaran Pendidikan Lingkungan Hidup yang diujicobakan di 15 Sekolah Dasar Jakarta pada periode tahun 1977/1978. misalnya di Jurusan Kehutanan IPB. Bersamaan dengan itu pula mulai dikembangkannya pendidikan AMDAL oleh semua PSL di bawah koordinasi Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Meneg-PPLH). Pada tahun 1979 dibentuk dan berkembang Pusat Studi Lingkungan (PSL) di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta. Kelompok Kerja Pendidikan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Lingkungan Hidup (Pokja PKSDH & L) telah membagi perkembangan kegiatan pendidikan lingkungan hidup di Indonesia ke dalam tiga periode. Sejak tahun 1989/1990 hingga saat ini berbagai pelatihan tentang lingkungan hidup telah diperkenalkan oleh Departemen Pendidikan Nasional bagi guru-guru SD. Saat ini jumlah PSL yang menjadi anggota BKPSL telah berkembang menjadi 87 PSL. SMP dan SMA termasuk Sekolah Kejuruan.3. yaitu : . Pada jenjang pendidikan dasar dan menegah (menengah umum dan kejuruan). penyampaian mata ajar tentang masalah kependudukan dan lingkungan hidup secara integratif dituangkan dalam sistem kurikulum tahun 1984 dengan memasukkan masalahmasalah kependudukan dan lingkungan hidup ke dalam hampir semua mata pelajaran. Hingga tahun 2001 tercatat 76 anggota JPL yang bergerak dalam pengembangan dan pelaksanaan pendidikan lingkungan. Pada tahun 1996/1997 terbentuk Jaringan Pendidikan Lingkungan (JPL) antara LSM-LSM yang berminat dan menaruh perhatian terhadap pendidikan lingkungan. Prakarsa pengembangan pendidikan lingkungan juga dilakukan oleh berbagai LSM. di samping itu berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta mulai mengembangkan dan membentuk program khusus pendidikan lingkungan. Sehubungan dengan kegiatan pendidikan lingkungan hidup di Indonesia.

berbagai pusat studi seperti Pusat Studi Kependudukkan (PSK) dan Pusat Studi Lingkungan (PSL) baik di perguruan tinggi negeri maupun pergurutan tinggi swasta terus bertambah jumlah dan aktivitasnya. yaitu dengan terus dimantapkannya program dan aktivitasnya melalui pembentukkan Bagian Proyek KLH sebagai salah satu unit kegiatan di Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen). Salah satu kegiatan yang mempelopori pengembangan pendidikan lingkungan hidup di Indonesia dilakukan oleh IKIP Jakarta pada tahun yaitu dengan menyusun Garis-garis Besar Pendidikan dan Pengajaran (GBPP) bidang lingkungan hidup untuk pendidikan dasar. kegiatan pendidikan lingkungan hidup baik di jalur formal (sekolah) maupun di jalur non formal (luar sekolah) telah semakin berkembang. Periode 1983-1993 (periode sosialisasi) Pada periode ini. dan S3 yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup dan sumberdaya alam juga terus berkembang. khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pada tahun 1977/1978. 2. Selain itu penyusunan GBPP untuk pendidikan dasar. Pada jalur pendidikan formal. Selama periode ini. program-program studi pada jenjang S1. beberapa perguruan tinggi juga mulai mengembangkan Pusat Studi Lingkungan (PSL) yang salah satu aktivitas utamanya adalah melaksanakan kursus-kursus mengenai analisis dampak lingkungan (AMDAL). S2. GBPP tersebut kemudian diujicobakan pada 15 SD di Jakarta. Periode 1969-1983 (periode persiapan dan peletakan dasar) Usaha pengembangan pendidikan LH ini tidak bisa dilepaskan dari hasil Konferensi Stockholm pada tahun 1972 yang antara lain menghasilkan rekomendasi dan deklarasi antara lain tentang pentingnya kegiatan pendidikan untuk menciptakan kesadaran masyarakat dalam melestarikan lingkungan hidup. Program studi lingkungan dan konservasi sumberdaya alam di beberapa perguruan tinggi juga mulai dikembangkan. materi pendidikan yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan konservasi SDA telah diintegrasikan ke dalam kurikulum 1984. Perhatian terhadap upaya pengembangan pendidikan lingkungan hidup oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan juga terus meningkat. Selain itu.1. Pada periode ini sosialiasasi masalah lingkungan hidup juga dilakukan terhadap kalangan administratur negara dengan . Bahkan isu dan permasalahan lingkungan hidup telah diarahkan sebagai bagian dari Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang harus diterima oleh semua mahasiswa pada semua program studi atau disiplin ilmu. khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Periode 1993 .sekarang (periode pemantapan dan pengembangan) Salah satu hal yang menonjol dalam periode ini adalah ditetapkannya Memorandum Bersama antara Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup No. pendidikan menengah. baik untuk pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. tanggal 21 Mei 1996. selama periode ini pula banyak LSM serta lembaga nirlaba lainnya yang didirikan dan ikut mengambil peran dalam mendorong terbentuknya kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku ramah lingkungan. perkembangan kegiatan pendidikan. pendidikan dasar. LSM. pengembangan sarana pendidikan seperti penyusunan modulmodul integrasi. 0142/U/1996 dan No Kep: 89/MENLH/5/1996 tentang Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup. kegiatan pendidikan lingkungan hidup yang dilaksanakan mulai jenjang pra sekolah. maupun erguruan tinggi dalam mengembangkan pendidikan lingkungan hidup melalui kegiatan seminar. APLIKASI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DI SEKOLAH DASAR A. Secara keseluruhan. program sekolah asri. Selain itu. sararasehan. hingga pendidikan tinggi melalui berbagai bentuk kegiatan dapat memberikan hasil yang optimal. buku-buku bacaan dan lain-lain.memasukkan materi kependudukkan dan lingkungan hidup ke dalam kurikulum penjenjangan tingkat Sepada. lokakarya. Pengertian dan Definisi . berbagai insiatif dilakukan baik oleh pemerintah. penataran guru. dan lain-lain. penyiapan Buku Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) untuk Guru SD. Sejalan dengan itu. namun harus diakui bahwa masih banyak hal yang perlu terus selalu diperbaiki agar pendidikan lingkungan hidup dapat lebih memasyarakat secara konsisten dan berkelanjutan. dan penyadaran masyarakat di atas tidak saja terjadi di Jakarta tetapi juga di daerah-daerah lainnya. Sepadya. penggalakkan bulan bakti lingkungan. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Departemen P & K juga terus mendorong pengembangan dan pemantapan pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup di sekolah-sekolah antara lain melalui penataran guru. dan Sespa pada Diklat Lembaga Administrasi Negara (LAN) tahun 1989/1990. SLTP. 3. SMU dan SMK . Di samping itu. Walaupun perhatian terhadap langkah-langkah pengembangan pendidikan lingkungan hidup pada satu atau dua tahun terakhir ini semakin meningkat. penyuluhan. Dengan demikian.

Pada hakikatnya visi ini bertitik tolak dari latar belakang permasalahan pendidikan lingkungan hidup yang ada selama ini dan sejalan dengan filosofi pembangunan . ISO 14000. Pendidikan lingkungan hidup informal adalah kegiatan pendidikan di bidang lingkungan hidup yang dilakukan di luar sekolah dan dilaksanakan tidak terstruktur maupun tidak berjenjang. dan negara. Visi pendidikan lingkungan hidup yaitu: Terwujudnya manusia Indonesia yang memiliki pengetahuan. keterampilan dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. kepribadian. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. terdiri atas pendidikan dasar. masyarakat.Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan. akhlak manusia. daya. bangsa. PPNS). Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda. dan mahluk hidup. kecerdasan. pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dan dilakukan secara terstruktur dan berjenjang dengan metode pendekatan kurikulum yang terintegrasi maupun kurikulum yang monolitik (tersendiri). kesadaran dan keterampilan untuk berperan aktif dalam melestarikan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. termasuk manusia dan perilakunya. Pendidikan lingkungan hidup nonformal adalah kegiatan pendidikan di bidang lingkungan hidup yang dilakukan di luar sekolah yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang (misalnya pelatihan AMDAL. Pendidikan lingkungan hidup adalah upaya mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan. keadaan. Pendidikan lingkungan hidup formal adalah kegiatan pendidikan di bidang lingkungan hidup yang diselenggarakan melalui sekolah. pengendalian diri. yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lain.

Mengembangkan kapasitas kelembagaan pendidikan lingkungan hidup di pusat dan daerah.berkelanjutan yang menekankan bahwa pembangunan harus dapat memenuhi aspirasi dan kebutuhan masyarakat generasi saat ini tanpa mengurangi potensi pemenuhan aspirasi dan kebutuhan generasi mendatang serta melestarikan dan mempertahankan fungsi lingkungan dan daya dukung ekosistem. B. mengembangkan etika lingkungan hidup dan memperbaiki kualitas hidup. Ruang Lingkup Ruang lingkup kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup meliputi hal-hal sebagai berikut: . a. 3. 4. 2. maka disusunlah kebijakan pendidikan lingkungan hidup di Indonesia yang bertujuan untuk menciptakan iklim yang mendorong semua pihak berperan dalam pengembangan pendidikan lingkungan hidup untuk pelestarian lingkungan hidup. Meningkatkan sinergi antar pelaku pendidikan lingkungan hidup. Mengembangkan kebijakan pendidikan nasional yang berparadigma lingkungan hidup. turut menciptakan pola perilaku baru yang bersahabat dengan lingkungan hidup. Meningkatkan akses informasi pendidikan lingkungan hidup secara merata. memperbaiki serta memanfaatkan lingkungan hidup secara bijaksana. komitmen untuk melindungi. maka ditetapkan misi yang harus dilaksanakan. Untuk dapat mewujudkan visi tersebut di atas. Sesuai dengan tujuan pendidikan lingkungan hidup. Tujuan dan Ruang Lingkup kebijakan PLH Tujuan pendidikan lingkungan hidup: Mendorong dan memberikan kesempatan kepada masyarakat memperoleh pengetahuan. keterampilan dan sikap yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kepedulian. yaitu: 1.

g) peran serta masyarakat. 4. UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. dan h) metode pelaksanaan. f) komunikasi dan informasi. 9. Naskah Kerja Sama antara Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Malang sebagai Pusat Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup Nasional untuk Sekolah Menengah Kejuruan dan Direktorat Pengembangan Kelembagaan/Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor 218/C19/TT/1996 dan Nomor B-1648/I/06/96 tentang Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup pada Sekolah Menengah Kejuruan. Landasan Kebijakan Kebijakan pendidikan lingkungan hidup disusun berdasarkan: 1. UU No.1. Memorandum Bersama antara Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 0142/U/1996 dan Nomor KEP:89/MENLH/5/1996 Lingkungan Hidup. 8. 2. Keputusan Bersama Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup dan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1991 dan Nomor 38 Tahun 1991. d) pendanaan. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. c) sarana dan prasarana. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. UU No. 3. Diarahkan kepada beberapa hal yang meliputi aspek: a) kelembagaan. nonformal dan jalur informal dilaksanakan oleh seluruh stakeholder. 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional. UU No. 6. 2. tentang Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan . Pendidikan lingkungan hidup yang melalui jalur formal. 5. UU No. e) materi. tentang Peningkatan Pemasyarakatan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Melalui Jalur Agama. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. b) SDM yang terkait dalam pelaku/pelaksana maupun objek pendidikan lingkungan hidup. Piagam Kerja Sama Menteri Negara Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan dengan Menteri Dalam Negeri Nomor 05/MENLH/8/1998 dan Nomor 119/1922/SJ tentang Kegiatan Akademik dan Non Akademik di Bidang Lingkungan Hidup. 7.

alam dapat digunakan sebagai sarana pengetahuan. 3. Salah satu hambatan yang dirasakan sangat krusial adalah belum optimalnya kelembagaan pendidikan lingkungan hidup di Indonesia sebagai wadah yang ideal dan efektif dalam mendorong keberhasilan pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup di lapangan. ruang kelas. 4. berketerampilan. Pengalokasian dan pemanfaatan anggaran pendidikan lingkungan hidup yang efisien dan efektif Penyelenggaraan pendidikan lingkungan hidup perlu didukung pendanaan yang memadai. Komitmen-komitmen Internasional yang berkaitan dengan pendidikan lingkungan hidup. Agar pendidikan . dalam melaksanakan pendidikan lingkungan hidup. Di samping itu. 2. bersikap dan berperilaku serta mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pelestarian fungsi lingkungan hidup di sekitarnya. fasilitator) diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berpengetahuan. pengajar. Kelembagaan pendidikan lingkungan hidup menjadi wadah/sarana menciptakan perubahan perilaku manusia yang berbudaya lingkungan Selama ini pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup di lapangan masih banyak mengahadapi berbagai hambatan. Kebijakan Umum Kebijakan umum pendidikan lingkungan hidup terdiri dari: 1.10. perpustakaan. baik pusat dan daerah. Sarana dan prasarana tersebut meliputi antara lain: laboratorium. Dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas pelaku pendidikan lingkungan hidup (misalnya: guru. peralatan belajarmengajar. perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Pendanaan dan pengalokasian anggaran bagi pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup tersebut sangat bergantung kepada komitmen pelaku pendidikan lingkungan hidup di semua tingkatan. Sarana dan prasarana pendidikan lingkungan hidup sesuai dengan kebutuhan Agar proses belajar-mengajar dalam pendidikan lingkungan hidup dapat berjalan dengan baik. Sumber daya manusia pendidikan lingkungan hidup yang berkualitas dan berbudaya lingkungan Berhasil tidaknya pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup di lapangan ditentukan antara lain oleh kualitas dan kuantitas pelaku dan kelompok sasaran pendidikan lingkungan hidup.

Pendidikan lingkungan secara menyeluruh . 6. materi pendidikan lingkungan hidup perlu dipersiapkan secara matang dengan mengintegrasikan pengetahuan lingkungan yang berwawasan pembangunan berkelanjutan. pelaksanaan dan evaluasi pendidikan lingkungan hidup. Oleh karena itu. dapat meningkatkan kualitas pendidikan lingkungan hidup sehingga dapat mencapai sasaran yang diharapkan. 7. Informasi yang berkualitas dapat digunakan untuk pelaksanaan komunikasi efektif antar pelaku dan kelompok sasaran serta bagi pengembangan pendidikan lingkungan hidup. Materi pendidikan lingkungan hidup yang berwawasan pembangunan berkelanjutan. Metode pendidikan lingkungan hidup berbasis kompetensi Metode pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup merupakan hal yang penting dan sangat berperan dalam menghasilkan proses pembelajaran yang berkualitas. Pengembangan metode pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup yang baik (berbasis kompetensi dan aplikatif).lingkungan hidup dapat dilaksanakan dengan baik perlu adanya keterlibatan semua pihak dalam pengalokasian anggaran yang proporsional dan penggunaan anggaran pendidikan lingkungan hidup yang efisien dan efektif. pelaku pendidikan lingkungan hidup perlu memberikan peran yang jelas bagi keterlibatan masyarakat tersebut. Untuk itu. Aplikasi Penyelenggaraan PLH di Sekolah Dasar Menurut Wittmann 1997. Keterlibatan dan ketersediaan ruang bagi peran serta masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan lingkungan hidup Keterlibatan masyarakat diperlukan dalam proses perencanaan. 5. 8. dan disusun secara komprehensif. komprehensif dan aplikatif Penyusunan materi pendidikan lingkungan hidup harus mengacu pada tujuan pendidikan lingkungan hidup dengan memperhatikan tahap perkembangan dan kebutuhan yang ada saat ini. serta mudah diaplikasikan kepada seluruh kelompok sasaran. Informasi yang berkualitas dan mudah diakses sebagai dasar komunikasi yang efektif Kualitas informasi tentang pendidikan lingkungan hidup perlu terus dibangun dan dijamin ketersediaannya agar setiap orang mudah mendapatkan informasi tersebut. yaitu sebagai berikut : 1. ada tiga prinsip dasar didaktis untuk pendidikan lingkungan hidup yang dapat dijalani siswa. C.

Misalnya jika permasalahan yang muncul adalah mengenai tumpukan sampah yang tersebar diseluruh penjuru sekolah. Dengan demikian. dapat diharapkan ketika ia mencapai masa remaja dan dewasa. situasi belajar harus dapat memberikan peluang kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan dimana ia berada sebagai sumber belajar. maka bekal pengetahuan. hargailah anak agar ia dapat menumbuhkan motivasinya untuk belajar dan berbuat. afektif dan psikomotor. PLH yang diberikan secara formal dapat dilakukan di sekolah-sekolah dengan memasukkan PLH ke dalam kurikulum sekolah dan . 2. baik yang berhubungan dengan alat indera. Pendidikan lingkungan menuntut tindakan Penyelenggaraan PLH hendaknya memberikan pelayanan pada siswa untuk aware terhadap masalah lingkungan dan siswa berlatih untuk menyusun sebuah positive action dalam upaya meminimalisasi dampak permasalahan yang timbul di lingkungannya tersebut. maka siswa dapat melakukan tindakan positif sebagai individu yang peduli lingkungan dengan cara memungut sampah tersebut kemudian membuangnya ke tempat sampah. 3. Jika pengetahuan dan cara yang ditanakan pada masa kanak-kanak itu benar. pemahaman dan pembentukan perilaku semasa masa kanak-kanak akan membawa pengaruh positif yang sangat besar yang akan mempengaruhi kehidupannya. atau mungkin juga mengajak beberapa temannya untuk melakukan opsih (operasi bersih) di lingkungan sekolah. Kedua. Perlu diperhatikan bahwa perasaan anak sama dengan orang dewasa. Pendidikan lingkungan diterapkan sesuai dengan situasi. maupun ranah kognitif. Belajar yang menyeluruh akan menunjukkan hubungan keterkaitan antara satu dengan lain hal. sangatlah strategis pembekalan mengenai lingkungan hidup diberikan kepada anak-anak secara terprogram dan berkelanjutan seperti halnya yang tertuang dalam mata pelajaran PLH ini agar tercipta insane-insan yang peduli pada lingkungan. Waryono dan Didit (2001) menyatakan bahwa masa kanak-kanak merupakan masa yang kritis sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan dating. Waryono dan Didit (2001) menyatakan bahwa PLH dapat diberikan secar formal maupun informal kepada generasi muda.Menyeluruh artinya mencakup semua dimensi yang berhubungan dengan pemahaman lingkungan. Pertama situasi belajar harus menyentuh perasaan anak. ajak siswa untuk mencari solusi terhadap permasalahanpermasalahan yang muncul di lingkungan sekitarnya.

Aktivitas yang dilakukan dapat berupa permainan. namun esensinya dapat diberikan bersamaan dengan pelajaran lain yang memiliki keterkaitan dengan materi PLH tersebut. melalui tahap-tahap penyadaran. jelajah lingkungan dan aksi lingkungan . mengingat PLH bukanlah mata pelajaran baru. Bentuk materi PLH dapat dikemas secara integrative di dalam mata pelajaran sekolah. mendengarkan cerita/dongeng.memanfaatkan potensi lingkungan yang ada di sekitarnya. dengan melakukan kegiatan outbond yang mendekatkan siswa dengan alam. Dalam hal ini guru yang menyampaikan materi pelajaran tidaklah harus selalu ekolog atau ilmuwan. mengenal kasus-kasus lingkungan di sekitarnya kemudian mendiskusikannya secara bersama untuk menemukan solusi dan menentukan positive action. Dengan begitu PLH menjadi aplikatif dan bukan sekedar hafalan semata. tanggung jawab dan pemupukan sikap positif lainnya seperti kecintaan pada lingkungan. serta pembahasan actual tentang isu lingkungan hidup. seperti penanaman pohon pengelolaan sampah. peduli lingkungan dan memiliki kecerdasan emosi yang baik dengan mau menyayangi sesame makhluk ciptaan Tuhan. pendidikan lingkungan hidup dapat juga dimasukan dalam kegiatan ekstra kurikuler dalam wujud kegiatan kongkret dengan mengarah pada pembentukan sikap kepribadian yang berwawasan lingkungan. perhatian. olahraga. pengertian. sehingga apa yang diharapkan dapat dicapai dengan baik. aktivitas tersebut tentunya menyenangkan bagi siswa sehingga pembelajaran dapat lebih bermakna bagi siswa. eksperimen. . Penyelenggaraan PLH dapat dilakukan secara outdoor education. dan mengarahkan pada pembentukan sikap dan perubahan tingkah laku yang peka terhadap lingkungan. atau bisa juga dikemas dalam satu pelajaran terpisah yang merupakan materi atau mata pelajaran muatan local tentang PLH. Pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup ini sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang melibatkan peran aktif semua unsure di sekolah dan perguruan tinggi yang yang lebih mengutamakan pembentukan sikap dan kepeduliannya terhadap lingkungan . guru kelas pun dapat menyampaikan materi PLH selama ia mampu menjadi pemandu dalam berpikir tentang lingkungan yang ada di sekitarnya. perlombaan.

Sedangkan metode pembahasan lingkungan seyogyanya ditekankan pada kerja kelompok. kerja social dan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup. Dalam hal ini perlu digalakan pemahaman tentang etika lingkungan hidup. Strategi yang dipilih untuk keberlanjutan sumber daya alam disesuaikan dengan tipe manusia .Dengan demikian pendidikan lingkungan hidup dapat terintregasi pada berbagai aktivitas sehingga akan tercapai perbaikan situasi lingkungan secara terus-menerus dan menjdikan sekolah berwawasan lingkungan. serta perlu ada monitoring dan evaluasi untuk mengukur keberhasilan program. karena sejak tahun 2006 PLH telah dijadikan sebagai mata pelajaran muatan lokal wajib yang dilaksanakan mulai dari TK hingga SMA. D. Selanjutnya strategi pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup dengan menggunakan pendekatan intergrasi dalam kegiatan sekolah mengacu pada kebijaksanaan pemerintah tenang lngkungan hidup. . Untu tipe manusia menggunkan sumber daya alam dengan boros maka perlu penyadaran diri sudah saatnya hidup secukupnya bukan tidak mampu beli tetapi karena timbulnya kesadaran bahwa semua hal yang bersifat konsumennisme itu akan mencemari lingkungan padahal alam memiliki keterbatasan untuk menampung dan menetralkan zat pencemar tersebut. kerja proyek. yaitu tipe manusia yang menggunakan daya alam di bawah minimum dan menggunkan hanya secukupnya di ikuti dengan pelstarian . Kota bandung merupakan kota satu-satunya di Indonesia yang menerapkan PLH sebagai Mata Pelajaran Muatan Lokal. menggunakan satuan organisasi yang sudah ada. praktik laboraturium. Adapun strategi untuk mewujudkan perilaku bagi seluruh lapisan masyarakat bisa dilakukan dengan meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat untuk memelihara kelstarian lingkungan hidup. Untuk itu tentu diperlukan proses yang berkelanjutan dan konsisten. Penyelenggaraan PLH di Kota Bandung Penyelenggaraan PLH di kota Bandung berbeda dengan penyelenggaraan PLH di kota-kota lain di Indonesia. Untuk tipe manusia serakah yang tidak pernah puas mengeplorasi alam perlu ada tindakan tegas berupa sanksi yang sesuai dengan kerusakan yang dibuatnya terhadap alam dari pemerintah atau dari masyarakat sehingga tidak terulang lagi tindakan serupa. maka yang dilakukan adalah sikap untuk mempertahankan perilaku tersebut serat mengajak menyebarluaskan perilaku tersebut kepada masyarakat di sekitarnya.

Membentuk sikap dan kepribadian yang positif dalam bentuk kegiatan pembiasaan pola hidup yang menghargai lingkungan. sehingga dapat merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi (Hubungan Interpersonal) 3. Mengembangkan rasa sosial dengan menghayati dan mengamalkan pentingnya lingkungan hidup. Berbagai Keterampilan Yang Dikembangkan : 1. dan Menghargai Orang Lain 7. Memberikan Kemampuan Dalam Mengatasi Situasi Sehari-hari 4. Memupuk Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa b. f. Berikut ini adalah landasan penyelenggaraan MULOK PLH di Kota Bandung : Tujuan diberikan Mata Pelajaran Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Hidup.Mulok Pendidikan Lingkungan Hidup adalah kumpulan bahan kajian dan materi tentang lingkungan hidup dalam konteks internalisasi secara langsung maupun tidak langsung. e. Empati ( Kesadaran Diri ) 2. d. Membina kemampuan berinisiatif dan mengambil keputusan yang tepat dalam waktu singkat. Meningkatkan Keberhasilan dalam Menciptakan Lingkungan yang Baik 2. Memotivasi Siswa untuk Meningkatkan Kemampuannya 5. Menghayati keanekaragaman hayati yang dapat memberikan kontribusi kesempurnaan dan keseimbangan ekosistem Manfaat Pendidikan Lingkungan Hidup 1. dalam membentuk kepribadian mandiri serta pola tindak dan pola pikir siswa. Kebersamaan. Membentuk pengenalan dan penguasaan kemampuan yang membangun watak dan tanggungjawab untuk mencintai lingkungan. Berpikir Inovatif ( Pengembangan) . Meningkatkan Rasa Toleransi. Berpikir Kreatif (Berpikir Kritis) 5. Memberikan Wawasan Berpikir yang Luas 3. c. Pengambilan Keputusan (Problem Solving) 4. agar peserta didik mampu : a. Memberi Kemampuan Mengatasi Permasalahan Pribadi 6. Meningkatkan Rasa Tanggungjawab Terhadap Diri Sendiri dan Orang Lain.

Ruang Lingkup PLH meliputi penanaman konsep. Penilaian pada dasarnya dilakukan secara berkesinambungan dan menyeluruh. Contoh Penyelenggaraan PLH di SD Contoh (1) MENYEDIAKAN BAHAN DAN ALAT YANG BISA DIGUNAKAN UNTUK PEMBIBITAN TANAMAN . tetapi yang sebagian besar dilaksanakan dan digunakan adalah sebagai berikut : Ceramah. sekolah dan sekitarnya. Bermain peran dan simulasi. Diskusi / Tanya Jawab.Pelaksana Kurikulum Muatan Lokal PLH adalah guru. baik tentang proses maupun hasil pembelajaran yang telah dicapai peserta didik. Penanaman. Beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam mengajarkan Mulok PLH : yGuru harus senantiasa berbicara dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan memberikan kesempatan pada siswa agar dapat berpartisipasi aktif kepada siswa untuk tetap mempertahankan semangat siswa yGuru mengungkapkan gagasannya/ yGuru sebaiknya dalam setiap kegiatan yBerikan penguatan/reinforcement belajar dalam setiap kegiatan yGuru sebaiknya mengembangkan metode pembelajaran PAKEM E. baik guru kelas atau guru khusus mulok PLH. Penugasan / Praktek . serta Implementasi IPTEK dalam pengelolaan Llingkungan hidup. sekolah dan lingkungan masyarakat. Pemeliharaan dan Pengawasan di lingkungan rumah. Alokasi waktu mata pelajaran Mulok PLH adalah 2 jam per minggu dengan bobot 70% praktek dan 30% teori. pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor). kebersihan dan keindahan di lingkungan rumah. Adapun metode pembelajaran / penyampaian materi Pendidikan Lingkungan Hidup. Penilaian tersebut meliputi penilaian terhadap sikap (afektif). pelatihan dan penerapan yang terdiri dari konsep dasar lingkungan hidup. pada dasarnya menggunakan berbagai metode (multy method). P4LH yang merupakan serangkaian kegiatan meliputi kegiatan Pembibitan. K3 merupakan bahan kajian yang menekankan ketertiban.

kompos. tanaman yang mudah disemai. y Perlengkapan diantaranya WAKTU 2 Jam Pelajaran ( 2 x 35 menit ) LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN 1. Setelah berupaya melakukan pemilihan bahan dan alat untuk pembibitan 6. dll tanam berupa campuran tanah.PENGANTAR Kegiatan ini dapat dilakukan oleh individu ataupun kelompok. Jelaskan bagaimana pentingnya pemilihan bahan dan alat untuk pembibitan tanaman . guru akan dapat melihat langsung kemampuan siswa dalam menyediakan bahan dan alat yang bisa digunakan untuk pembibitan tanaman . dan pupuk kandang. Jelaskan kembali temuan-temuan yang didapat ketika proses sedanga berlangsung 7. misalnya cabe. Jelaskan dengan singkat cara pelaksanaan pemilahan bahan dan alat untuk pembibitan tanaman 4. isilasi dan tali raffia polibag atau lahan tanah. Mengetahui jenis-jenis tanaman 3. Jelaskan pula jika akan melakukan pemilihan bahan dan alat untuk pembibitan tanaman 5. Lakukan kegiatan ini di luar kelas 2. Mengetahui pupuk yang harus dipergunakan 4. : kater. Dapat mengetahui penggunaan bahan dan alat untuk pembibitan tanaman 2. bayam. TUJUAN 1. Siswa dapat dibuat kelompok atau individu 3. 9. Dapat mengetahui area pembibitan BAHAN / ALAT YANG DISEDIAKAN y Bermacam-macam bibit y Media y Pot.Akan lebih objektif apabila dilakukan secara berkelompok sebab penyediaan bahan dan alat cukup mahal. tomat. Tengahi apabila ada ketidak cocokan antar kelompok. Beri kesempatan kepada siswa yang dapat memberikan tanggapan hasil kerja kelompoknya atau kelompok yang lain 8.

Teks lagu .Teks tata tertib sekolah . Membangkitkan sikap rasa senang terhadap pelaksanaan ketertibandi sekolah . Membiasakan sikap senang terhadap pelaksanaan ketertiban di sekolah . BAHAN / ALAT YANG DISEDIAKAN . irama yang diambil dari lagu yang populer di telinga siswa. Menanamkan rasa sikap senang terhadap pelaksanaan ketertiban di sekolah . 3.Untuk itu sebelum kegiatan. Syair lagu dikembangkan dari satu kata yang disampaikan kelompok lain.Model gambar sekolah atau kelas yang tertib dan kelas yang tidak tertib WAKTU 2 Jam Pelajaran . misalnya lagu ³rasa sayange³ Pemilihan kegiatan dalam bentuk lagu dimaksudkan agar siswa dapat bernyanyi sambil belajar. karena itu siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. 2. guru hendaknya menjelaskan agar tiap kelompok menunjuk seorang siswa sebagai penggerak / komando untuk dinyanyikan kelompoknya bersama-sama TUJUAN 1.PENEGASAN Siapkan bahan dan alat untuk pembibitan tanaman. untuk menggali potensi siswa dalam pemilihan bahan dan alat untuk pembibitan tanaman EVALUASI Evaluasi bisa menggunakan lembar pengamatan atau lembar skala sikap Contoh (2) SIKAP SENANG TERHADAP PELAKSANAAN KETERTIBAN DI SEKOLAH PENGANTAR Kegiatan ini berbentuk lagu yang dinyanyikan bergantian. sehingga tujuan bisa berhasil karena dilakukan tanpa beban dan tanpa terpaksa. atau lagu yang populer di daerah masing-masing.

siswa kembali diberi pertanyaan : Apakah kamu senang dengan adanya tata tertib sekolah ? kalau senang laksanakan tata tertib itu sebaik-baiknya ! PENEGASAN Jelaskan bahwa ketertiban harus dilaksanakan dan ditaati oleh semua siswa / guru untuk mengatur dan membantu kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN 1. Kemudian siswa diberi pertanyaan yang berkaitan dengan tata tertib . Siswa diberi beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan tema ketertiban . 3. 9. Lakukan kegiatan ini didalam kelas atau diluar kelas . beberapa siswa diminta untuk membacakan teks tata tertib kelas. Dalam hal ini siswa harus menerima dengan sikap senang terhadap pelaksanaan ketertiban di sekolah . Guru menjelaskan kembali tentang manfaat tata tertib di kelas/ sekolah. EVALUASI . Untuk lebih memahami tentang ketertiban sekolah siswa diajak untuk melihat dan mencatat hal-hal yang dianggap penting yang berkaitan dengan pelaksanaan ketertiban diruangan kelas lain. 4. 2. 5. Contoh : Apakah ketertiban sudah terlaksana di kelas kamu ? 8. Untuk membuktikan jawaban siswa. siswa yang lain menyimaknya. Mengkondisikan siswa dalam kegiatan belajar dengan cara bernyanyi bersama tentang sikap senang terhadap pelaksanaan ketertiban di sekolah . sebagai bahan perbandingan dalam hal ketertiban 7. Guru memberi pertanyaan kepada siswa yang berkaitan dengan ketertiban . Contoh : -Apakah kamu sudah melaksanakan ketertiban di sekolah ? Jelaskan ! 10. Guru menjelaskan dan mengembangkan syair lagu yang berkaitan dengan ketertiban sekolah. Guru mengajak siswa untuk mengamati model gambar yang menceritakan ketertiban sekolah 6.

praktek.Untuk mengetahui sejauhmana respon anak terhadap upaya membiasakan sikap senang terhadap pelaksanaan ketertiban sekolah dengan mentaati tanpa ada paksaan. baik secara individu maupun secara kolektif . Perbedaan nilai tersebut dapat mempersulit untuk derive the fact. dan masyarakat yang memiliki pengetahuan. untuk dapat memecahkan berbagai masalah lingkungan saat ini. Dalam PLH perlu dimunculkan atau dijelaskan bahwa dalam kehidupan nyata memang selalu terdapat perbedaan nilai-nilai yang dianut oleh individu. ketrampilan. Salah satu puncak perkembangan pendidikan lingkungan adalah dirumuskannya tujuan pendidikan lingkungan hidup menurut UNCED adalah sebagai berikut: Pendidikan lingkungan Hidup (environmental education . dan mencegah timbulnya masalah baru [UN . Pencapaian tujuan afektif ini biasanya sukar dilakukan. nilai dan komitmen yang diperlukan untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan (sustainable). sikap dan tingkah laku. diskusi. motivasi serta komitmen untuk bekerja sama . Berilah tanda cek { ¥ } pada kolom yang tersedia! BAB III PENUTUP Program Pendidikan Lingkungan menyangkut skala yang sangat luas. sehingga perlu partisipasi dan kerjasama berbagai pihak agar hasilnya optimal dan bebas konflik. Dalam menilai kegiatan ini guru menggunakan lembar Skala Sikap. dalam pembelajaran guru perlu memasukkan metode-metode yang memungkinkan berlangsungnya klarifikasi dan internalisasi nilai-nilai. permainan.EE) adalah suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan total (keseluruhan) dan segala masalah yang berkaitan dengannya. PLH bertujuan untuk meningkatkan kepedulian anak terhadap lingkungan melalui kegiatan teori. Georgia USSR (1977) dalam Unesco. serta dapat menimbulkan kontroversi/pertentangan . Oleh karena itu.Tbilisi. serta observasi lapangan serta menanamkan nilainilai konservasi alam dan lingkungan sedini mungkin pada siswa sehingga meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. (1978)] PLH memasukkan aspek afektif yaitu tingkah laku. Secara umum.

9. sehingga siswa dapat menerima insight mengenai kondisi lingkungan di wilayah geografis yang lain. ketrampilan untuk memecahkan masalah dan klarifikasi nilai pada setiap tahap umur. Memberi tekanan pada situasi lingkungan saat ini dan situasi lingkungan yang potensial. 6. dengan menarik/mengambil isi atau ciri spesifik dari masing-masing disiplin ilmu sehingga memungkinkan suatu pendekatan yang holistik dan perspektif yang seimbang. 11. sehingga diperlukan kemampuan untuk berfikir secara kritis dengan ketrampilan untuk memecahkan masalah.pendapat. dimulai pada jaman pra sekolah. 5. politik. bersifat teknologi dan sosial (ekonomi. Mempertimbangkan lingkungan sebagai suatu totalitas ² alami dan buatan. Memampukan peserta didik untuk mempunyai peran dalam merencanakan pengalaman belajar mereka. . 4. Menghubungkan (relate) kepekaan kepada lingkungan. tetapi bagi umur muda (tahun-tahun pertama) diberikan tekanan yang khusus terhadap kepekaan lingkungan terhadap lingkungan tempat mereka hidup. estetika). dan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan dan menerima konsekuensi dari keputusan tersebut. Mempromosikan nilai dan pentingnya kerjasama lokal. 2. Pendidikan lingkungan hidup haruslah: 1. pengetahuan. 3. moral. Oleh karena itu. Membantu peserta didik untuk menemukan (discover). Mempunyai pendekatan yang sifatnya interdisipliner. Secara eksplisit mempertimbangkan/memperhitungkan aspek lingkungan dalam rencana pembangunan dan pertumbuhan. dengan memasukkan pertimbangan perspektif historisnya. regional dan internasional. kultural. nasional dan internasional untuk mencegah dan memecahkan masalah-masalah lingkungan. historis. Meneliti (examine) issue lingkungan yang utama dari sudut pandang lokal. 7. dan berlanjut ke tahap pendidikan formal maupun non formal. PLH perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun ketrampilan yang dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah?. gejala-gejala dan penyebab dari masalah lingkungan. 10. nasional. Merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus dan sepanjang hidup. Memberi tekanan mengenai kompleksitas masalah lingkungan. 8.

. Bandung : P4TK IPA ± Depdiknas. (2006) Handout Pelatihan PLH Untuk Guru-guru SD se-kota Bandung e-leadhership.hand experience). Kementrian Lingkungan Hidup.id Wittman.menlh. Jakarta. (2007) Pendidikan Lingkungan Hidup Bukan untuk Pembebanan Baru bagi Siswa Hendriani. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas (2006).go.H (1997). Modul PLH untuk Pengawas TK/SD dan Guru SD. Kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup.12. Bandung Depdiknas (2006) Standar Kompetensi Muatan Lokal PLH SD. Bandung ---------. Pendidikan Lingkungan Hidup. http://www.Yeni (2007). Memanfaatkan beraneka ragam situasi pembelajaran (learning environment) dan berbagai pendekatan dalam pembelajaran mengenai dan dari lingkungan dengan tekanan yang kuat pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya praktis dan memberikan pengalaman secara langsung (first . Hanns-Seidel-Foundation. Pendidikan Lingkungan Hidup. Wawasan LH/PLH dan Etika Lingkungan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->