P. 1
Pendidikan Agama Kristen Protestan

Pendidikan Agama Kristen Protestan

5.0

|Views: 662|Likes:

More info:

Published by: HendricusNovellyImbangSusilo on Jan 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/15/2014

pdf

text

original

Pendidikan Agama Kristen Protestan Pertemuan ke 2 Drs. AZ. Jaffrie. BA ALLAH Pokok Bahasan ini, membicarakan tentang Allah.

Dlam pembahasan sebelumnya telah dibicarakan tentang adanya orang kristen, sebagai umat Allah. Dalam pembahasan ini dibicarakan tentang bagaimana pemahaman umat Allah akan Allahnya.

1.Pengertian Perlu ditekankan bahwa pengertian “umat Allah”, tidak seperti pengertian “Penduduk Jakarta” atau “warga negara Indonesia” atau “Suku Jawa”, dan sebagainya. Ada penekanan yang berbeda, karena kata “Allah” dalam ungkapan umat Allah menunjukan pada suatu dimensi dalam persekutuan ini yang berbeda dengan kehidupan Persekutuan lain, berdasarkan ikatan kekeluargaan atau ikatan Politis. Persekutuan Umat Allah adalah Persekutuan Iman, yang didasarkan pada penghayatan dan keyakinan tertentu dan khusus, dan yang diwarnai oleh suatu cara pengungkapan tertentu dan khusus pula. Pengertian umat Allah secara singkat, yaitu bahwa umat Allah adalah suatu persekutuan (komunitas) yang percaya kepada Allah, suatu komunitas iman, suatu komunitas yang dikuasai dan dibentuk oleh suatu kepentingan tertentu. Hubungeannya denagan Allah dilakukan dengan suatu pola berbahasa tertentu. Hubungannya dengan Allah dilakukan dengan suatu pola tertentu, bahasa Ilahi. Dalam hal iniAllah dilihat sebagai Allahyang mengatur, menguasai, mngarahkan, dan menentukan kehidupan umat-Nya. Namun, sejauh mana pengertian dan pemahaman kita tentang apa yang akan disebut sebagai Allah itu, benar-benar nampak sebagai yang mengatur, mengatasi, menguasai, mengarahkan dan menentukan kehidupan manusia, terutama bagi kita yang hidup di masa kini? Sejauh mana “Allah” berperan dalam kehidupan manusia? 2. Sikap hidup manusia modern Pertanyaan diatas diajukan karena, tampaknya, dalam kehidupan manusia modern ini, yang kemajuan ilmuadan teknologi sudah sedemikian pesatnya. Allah seakan-akan sudah tidak berbuat dan

? Apakah Allah telah mengalami kematian “ dalam proses pemahaman dan penghayatan manusia modern? Bukanlah dalam banyak bidang dalam masa lalu berada dibawah kontrol dan pengusasaan Allah. dan mungkin masih sering tampak pada masa kini. tetapi kinidengankemajuan teknologi yang ada manusia berusaha membuat hujan buatan. Pernyataan – pernyataan diatas dapat saja dibutuhkan demi memahami lebih dalam siapakah Allah itu menurut pemahaman iman kita. Pada saat yang lain manusia memohon kepada Tuhan agar ia memberkati usaha mereka di bidang pertanian demi mendapatkan hasil panen yang melimpah. ”rasa ketergantungan yang absolut (mutlak)“ merupakan intisari religi dan menujukan kepada realitas Allah. Apakah allah sudah tidak dibutuhkan lagi oleh manusia modern? Apakah allah hanyalah sisa-sisa pemahaman masa lampau. Kita perlu berhati-hati akan bahaya kesalahpaham nyang dapat dan mungkin terjadi. Namun kini dunia kedokteran modern telah memberikan jawaban bagi usaha pemberantasan dan pencegahannya. pada suatu pihak. Di dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas. ketika terjadi wabah penyakit menular. Atau uga pada masa lalu. Tetapi kini ada banyak usaha manusia. . sehingga dunia alamiah (natural) ini makin menjadi dunia manusiawi. dengan mempergunakan teknologi yang sudah ada. meningkatkan hasil panennya. masih adakah unsur-unsur dalam kehidupan manusia modern yang belum terjamah oleh ilmu dan teknolgi modern? 3. Padahal. Beberap contoh dapat disebutkan untuk membantu memahami pertanyaan tersebut diatas suatu saat manusia berdoa kepada Allah untuk meminta tujuan.berperan apa pun dan tinggal sekedar sebagai suatu lambang religius. Manusia bedoa kepada Allah untik menghentikan wabah dan melihat adanya wabah sebagai murka dan hukuman Allah atas dosa-dosa manusia. Kita perlu berhati-hati untuk tidak cenderung berpikir menurut paham-paham dalam sekularisme. seperti misalnyagejala-gejalanya dapat dikuasai dan diarahkan serta diperhitungkan oleh manusia sendiri?? Masih adakah daerah-daerah dan bidang-bidang dalam kehidupan manusia yang menampakan ketergantungan mutlak terhadap Allah? Dalam bidang moral etiskah? Atau juga.atau bahkan menyangkali adanya Allah. Misalnya salah satu aspek dari proses sekularisme adalah secara bertahaop membebaskan dunia ini dari yang dianggap berada dibawah kontrol/pengawan sesuatu yang supernatural (Allah) dan bersamaan dengan itu memperluas pengawasan (kontrol) manusia. Menghindari Kesalahpahaman. kita perlu berhati-hati akan bahaya kesalahpahaman yang dapat dan mungkin terjadi. dan terlihat cukup berhasil.

yang didasarkan pada pengkhayatan dan keyakinan tertentu dan khusus pula. Dua kata kunci yang berhubungan dengan pengalaman manusia adalah kata “anugerah” dan kata “pernyataan” Dengan demikian “Allah” dipandang sebagai sumber dari segala anugerah yang dikaruniakan kepada manusia. 4. Allah yang tuntutan dan kehendakNya harus ditaati dan dilaksanakan oleh umatnya. Manusia dapat disebut sebagai umat Allah disebabkan oleh adanya suatu hubungan khusus antara manusia (sebagai umat) dengan Allahnya. Namun. pihak lain pemahaman akan allah tidak perlu berarti bahwa ajaran dan konsepsi tentang allah harus sesuai dengan konsepsi manusia. harus terus dipertimbangkan demi dapat menjawab masalah-masalahyang dihadapi manusia modern. konsepsi dasariah tentang Allah. Manusia merasakan asanya sesuatu yang berada diluar jangkauan akal-pikiran dan pengetahuannya. Biarlah allah tetap menjadi allah dan bukan menjadi seperti apa yang kita inginkan. dan sumber dari mana segala pernyataan diwahyukan kepadanya. Dan jawabnya adalah dari pengalamanpengalaman manusia yang dialaminy di sepanjang hidupnya. Hal ini diketahui lewat pewahyuan dan penyataan kepada manusia. tampak adany konsepsi dasariah tantang Allah. manusia melihat hidupnya secara baru atau manusia hidup sebagai manusia baru. Demikian pula dengan ajaran tentang kepercayaan kepada Allah. 5. Berdasarkan pengalamanpengalaman ini. Manusia Mengerti akan Allah Telah dikatakan diatas bahwa persekutuan dari umat Allah ini adalah suatu persekutuan iman. Allah bekerja di dalam segala hal dan terhadap semua manusia dan . Pada satu pihak. Ada sesuatu yang mempengaruhi kehidupannya. Dalam iman Allah menjadi pola idup manusia dan sumber dari adanya manusia. dan pada pihak lain. Dalam pemahaman seperti diatas. Ada sesuatu yang mempertalikan keduanya. Manusia merasa bahwa hidup ini dan kehidupannya berasal dari suatu sumber dan merupakan anugrah yang diterimanya. Dan apakah sesuatu yang menghubungkannya? Apabila kita berusaha untuk mencari jawaban atas pertanyaan diatas dari segi manusia maka langkah pertama adalah mencari jawab atas pertanyaan bagaimana manusia (umat Allah) mengakui adanya tindakan Allah dalam hidupnya. dan sebagai jawaban manusia kan anugerah pernyataan itu.Theologia bukanlah suatu pengetahuan yang statis. bukan sebagai sesuatu yang telah direncanakan manusia sebelumnya. Allahadalah sumber dan asal mula segala sesuatu. manusia meng”iman” Allah.

Tetapi juga terlihat bahwa Allah adalah Allah yang maha memberi dan Allah yang memanggil umatnya untuk hidup dalam saling memberi dan saling menunjang. Kedua. Umat Allah menguji kebenaran dari konsepsi ini lewat pengalaman-pengalaman hidup mereka yaitu bahwa Allahlah yang membawa umatNya kedalam keberadaan sebagai umat Allah. Abraham dipanggil dan diperintahkan Allah untuk meninggalkan tanah kelahirannya tanpa memberikan alsn apapun kecuali janji keberkatan. Allah menjadi Jawaban dalam Pertanyaan Dasariah tentang Dunia Natural . pengertian tentang Allah adalah kasih tampak dalam pandangan tentang Allah sebagai Allah yang menganugerahkan dan meninggikan keberadaan manusia dan keterbatasan mereka. Allah mempunyai tempat dan kedudukam sentral. atau kemudian menggantikan Allah dengan berhala buatannya. Itu ternyata dari kelimpahanhidup yang tidak habis-habisnya. Pertama. Menuntun umatnya dalam mereka memasuki sesuatu yang baru dan tidak dikenal sebelumnya. Tetapi Allah yang disaksikan umat nya ini dalam sejarah bukanlah Allah menurut keinginan manusia. Seseorang yang merasakan akan kehidupannya atau seseorang yang membuat skala prioritas dalam hidupnya akan sangat berbeda dengan seseorang yang percaya bahwa Allah sebagai realitas utama menjadi atau tidak menjadi subjek pemujaanya. Padahal dalam pemahaman umatNya. atau pada pertanyaan yang mendasari segala hal lain. Memang. misalny pertanyaan tentang apakah hal yang sungguh-sungguh nyata. Apakah Allah adalah Allah yang Maha berkehandak dan yang kehendakNya menjadi patokandalam kehidupan manusia? Menjawab pertanyaan itu. Ada dua masalah utam yang menyangkut Allah sebagai sumber. Namun konsep tentang Allah ini belum menjawab peesoalan dalam dunia modern ini. 6. Tetapi ada satu hal yang perlu diingat. yang berhubungan dengan kehendak yang mutlak. bahwa Allah bukanlah jawaban pada pertanyaan-pertanyaan yang mendasar pada semua hal. kenyataannya Allah seringkali hanya dibutuhkan dalam bidang-bidang yang ilmu pengetahuan belum menjamahnya.mengangkat serta mempertinggikan keberadaan mereka. Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjelaskan bahwa percaya kepada Allah atau tidak percaya kepada Allah bukanlah murni pertanyaan intelektual. Misalny. apakah Allah memang menguasai seluruh kehidupan manusia ataukah hanya dalam bidang tertentu saja? Sebab. dan lewat sejarah umat ini Allahlah membangun kehidupan mereka menjadi kehiduopan yang sempurna dan berharga. bernilai dan lain-lain. seringkali manusia sesar dalam pikiranny tentang Allah. kita perlu melihat kembali pada pemanggilan Abraham.

Mungkin kita berpikir bahwa pada suatu ketika semua pertanyaan dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan. Karena Allah adalah kasih. Namun akan segera tampak semua pertanyaan itu adalah mengenai bagaimana segala peristiwa terjadi di dunia. Ada banyak pengertian ganda dalam gambaran seperti itu. Ia telah menghasilkan pribadi-pribadi. dan bukan pertanyaan mengapa ada suatu dunia. dan kehidupan pribadi merupakan bagian dari alam semesta. Tetapi jika demikian. terutama adanya fakta tentang kejahatan. padahal kita berbicara tentang iman dan bukan ilmu . Namun jika seseorang menyatakan eksistensi ini dan menegaskan bahwa Allah asalah kasih. kasih harus tampak dalam praktek hidup manusia. Namun tidak berarti bahwa pernyataan tentang dunia sebagai satu keseluruhan tidak berarti apaapadan tidak dapat diuji. orang akan berkata “ya” ataukah secara serius orangakan terus mempertanyakan dan jawabannya terlihat dari sikap hidup praktis mereka. mka pertanyaan ini tidak bermakna untukadipertanyakan? Ada 2 kemungkinan. apakah bila tidak ditemukan jawabannya atau bila orang berkata bahwa tidak ada jawaban atau tidak terjawab. Kemungkinan kedua ini akan terlihat dalam sikap umat Allah. yaitu dunia ada karena kasih. ia harus memperhadapkan pernyataanya dengan dunia natural yang dikenal lewat ilmu pengetahuan. Sebaliknya. alam semesta ini dimaksudkan untuk memberikan kehidupan dan kepribadian.harus diakui bahwa pernyataan ini tidak dapat diuji seperto menguji hipotese ilmiah tentangsuatu bidang fenomena dalam dunia. apakah kita menganggap atau haruskah kita menganggap bahwa daya kreatif yang bekerja di dalamnya adalah kehidupan dan kepribadian itu sendiri? Disini kita hanya akan berbicara dengan kemungkinan-kemungkinan dan bukan kepastian-kepastian. dan jika masih merupakan suatu realitas utama. apabila pertanyaan tentang dunia sebagai satu keseluruhan hendak dibuktikan. Tetapi walaupun pertanyaan ini mungkin menarik atau menggugah. Ada teologia yang dengan penuha semangat berusaha membuktikan akan keberadaan (eksistensi) Allah. dan kehidupan pribadi merupakan bagian dari alam semesta. Dunia natural adalah dunia dengan struktur dan aturan alam semesta yang dapat diandalkan dan bukan khaos. Dari kata Allah terletak jawaban pertanyaan “mengapa suatu dunia?”. apakah mungin tercipta dari suatu khaos (kekacaubalauan) ataukah dari ketiadaan. Namun untuk membuktikan hal ini tidak mudah. Ia telah menghasilkan pribadi-pribadi. Namun alam semesta ini bukanlah proses yang diatur secara sangat impersonal.

Tetapi yang jelas bahwa semuanya melihat Allah sebagai realitas spiritual utama. Allah sebagai jawaban ataspertanyaan Dasariah tentang Kewajiban Moral Apabila perhatian kita dialihkan dari alam kepada kehidupan manusia. dalam pengertian bahwa kewajiban moral adalah “karunia” dasar. Untuk dapat menjadi bagian dalam persekutuan (komunitas). 7. dalam dirinya sendiri. syaratnya adalah melaksanakan kewajibankewajiban dasar yang harus dipatuhi. Dalam hal ini kewajiban moral termasuk kepada keberadaan Allah. Namun iman dan pernyataan tidaklah berdiri sendiri. kita akan mengakui adanya kewajiban-kewajiban moral sebagai sesuatu yang muncul dari pengalaman manusia yang terdalam. Iman berasal dariperistiwa-peristia yang memperluas pandangan. Dalam situasi yang terus-menerus berubah. dan argumen-argumen lain dan melawan realitas Allah hanya berlangsung ketika terjadi pemahaman tentang maka dari pengalaman-pengalaman nyata. Sekali lagi. Baik dalam persekutuan orang percaya maupun dalam pengalaman individu. iman mampu menerangi banyak aspek dalam kehidupan manusia. Hal ini tidak berarti bahwa percaya kepada Allah terjadi melalui perenungan akan pertanyaan seperti “mengapa suatu dunia?” atau “ apakah kewajiban moral itu?” petanyaan-pertanyaan diatas merupakan akibat dari iman dan bukanlah sebab dari iman. atau apa yang dimaksudkan dengan sebaiknya atau seharusnya itu? Harus diakui. atay mengapa aku sebaiknya melakukan sesuatu hal. kita harus mempertanyakan diri kita tentang apa yang sebaiknya kita perbuat. Namun pendekatan diatas terjadi dalam pengalaman-pengalaman akan anugerah dan pernataan dari semua komunitas iman. . Dan klewajiban moral merupakan petunjuk kepada cara berada. seperti kehidupan dan kematian Yesus dalam pengalaman kristen atau pembebasan dari Mesir dalam pengalaman bangsa israel. tampak adanya seatu kewajiban moral tanpa menyangkali status kita sebagai pribadi. 8. Apabila kita mengatakan ciptaan Allah kita dapat mengatakan bahwa kewajiban itu dimasukkan dalam struktur realitas. Manusi mengerti Allah Mungkin ada banyak lagi pendekatan-pendekatan terhadap Allah. Pernyataan bukanlah suatuapembuktian diri.pengetahuan. Kewajiban dasar ini bukanlah suatu ciptaan pribadi atau masyarakat. Pernyataan harus ditempatkan dalam konteks dari seluruh pengalamannya dan bertanya sejauh mana pernyataan didukung oleh pengalaman.

namun untuk mana kita diarahkan bila kita berkata Allah adalah kasih. bahasa khayal. Hubungan Allah dengan dunia juga unik. mereka menjadikan Allah sama dengan makhluk-makhluk yang terbatas dan menyebabkan seluruh catatan tentang Allah menjadi tidak masuk Akal. Allah adalah bijaksana. tetapi secara analisis. suatu batas yang dapat kita bayangkan. tetapi muncul dari ketidaktepatan bahasa kita. manusia berbicara dengan analogi(persamaan). Banyak kata yang kita pergunakan tentang Allah merupakan kata negatif. Jika Allah adalah realitas utama dan nilai utama. Ini bukan pertentangan. seperti bila berbicata tentang Allah hanya sebagai “diatas” atau hanya sebagai “di dalam”. ia menolong menjelaskan suatu kompleks hubungan yang unik. Karena bahasa kita tentang Allah bukanlah bahasa literal (harfiah) tetapi bahasa yang khusus. Maka bagaimanakah kitadapat menerima suatu pernyataan tentang Allah atau membentuk suatu konsep tentang Allah atau membentuk konsep tentang Allah atau bahkan mengucapkan namaNya? Bahasa kita telah dipertimbangkan untuk berbicara tentang Allah? Bahasa kita tentang Allah bukanlah bahasa lieral. Selalu ada sesuatu yang “ lebih” . tidak pernah berakhir dalam pemahaman.Allah adalah unik dan tidak terbandingi. Jika berusaha membayangkan dengan mempergunakan gambaran dari hubungan yang renggangm kita akan memberikan pandangan yang sepihak dan menyimpang. manusia diarahkan kepada Allah secara negatif oleh pengertianny yang terbatas. misalnya tidak terbatas. Apabila manusia bersikeras memakai bahasa Allah secara harafiah. hal ini agaknya tidak mungkin. jika seseorang berbicara tentang objek-objek yang terbatas dalam lingkungan dunia. Kedua . Secara hardiah. menunjuk pada kelebihan itu sendiri. Misalnya apabila kita berkata tentang Allahsebagai “diatas” dunia. dan sebagainya. sering menyebabkan perbedaan makna. dan sebagainya. kasih. sepertiakebijaksanaan. dsb. Ada dua bentuk prinsip dari bahasa Allah yang berhubungan dengan dua cara yang mana sifat manusia kita sendiri menujuk kepada Allah. tidak berubah. . Akibat kita harus juga mempergunakan pengertian lain untuk menyeimbangkannya. Allah harus berada pada batas dari semua sifat-sifat baik ini.yang disebut “kemajuan”apapun yang baik dalam kehidupan manusia. Kita harus berkata bahwa ia berada diatas dan didalam. dan hal ini menimbulkan “cara negasi” (penyangkalan dalam berbicara tentang Allah). dan bukan persoalan sejauh mana kita meninggikan sifat-sifat ini. kebaikan. Pertama. Pada dasarnya manusia berada dalam peninggian diri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->