MOTIVASI

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.[1] Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.[2] Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat. Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi.[2] Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.[2]

Tips Memberi Pujian

Pujian adalah motivator eksternal. Tujuan mendisiplin adalah membangkitkan motivasi internal. Karenanya, memberi pujian tidak semudah membuka mulut. Cara memuji yang tepat, agar buah hati Anda membangun motivasi internal: 1. Puji perilaku anak, bukan si anak. Pujian seperti ³anak baik´, akan disalah artikan oleh anak. Bagi anak, pujian ³anak baik´ terasa berat, karena bila ia tidak berperilaku baik, ia anak jelek. Pujilah secara spesifik, ³Hari ini kamu bangun tidur tidak nangis. Bagus itu.´ Pujian ini membuat anak akan mengulangi perilakunya. Besok kalau bangun tidur tidak usah menangis, apalagi berteriak-teriak memanggil bunda. Pujian ini mengirim pesan pada anak, ia diperhatikan. 2. Gunakan pujian untuk perilaku yang ingin Anda ubah. Misalnya berhenti merengek. Ketika anak bisa tidak merengek, beri dia pujian; ³Kamu tidak merengek. Bagus. Kamu sekarang punya mulut yang bagus untuk ngomong dengan baik.´ 3. Puji anak dengan tulus. Pujian kehilangan kekuatannya bila Anda bertepuk tangan untuk perilaku yang biasa. Misalnya, anak bisa makan sendiri di usia 3 tahun adalah wajar. Anda tak harus bertepuk tangan karena itu. Bila anak bertanggung jawab atas perbuatannya, misalnya menyapu ceceran gula yang ditumpahkannya, Anda boleh memujinya dengan tulus; ³Bagus, kamu bertanggung jawab pada perbuatanmu.´ Atau, di usia 3 tahun anak Anda berhasil makan tanpa berantakan, Anda boleh memujinya; ³Kamu pintar, makan tidak berantakan.´ 4. Gunakan standar yang nyata, misalnya ³Kamu akan lebih bagus pakai pita kuning itu daripada yang ungu karena bajumu ada warna kuningnya.´ Bukannya, ³Pita kuning akan membuatmu lebih cantik. Kalau pakai pita ungu itu kamu jadi nggak cantik.´ Dijamin, anak selamanya akan menghindari warna ungu karena merasa tidak cantik dengan warna itu. 5. Puji anak untuk sesuatu yang harus dia lakukan, bukan sesuatu yang dia suka lakukan. Misalnya, memberesi mainan sudah seharusnya dia lakukan. Bila anak mau melakukannya, beri pujian; ³Bagus, kamu bertanggung jawab pada mainanmu.´ 6. Pakailah seni memuji. Biasakan anak untuk merasa nyaman memuji orang lain dan dipuji. Misalnya, ³Ih, kamu ganteng lho.´ Atau, ³Cantiknya kamu pakai baju princess itu.´ Anak-anak dengan harga diri yang lemah sulit menerima pujian dan memuji orang lain. Bahasa tubuh dan kontak mata saat Anda mengucapkan pujian ini memperkuat ucapan Anda. Pastikan Anda tulus mengucapkannya. Bila Anda mendengar anak-anak saling memuji, pujilah diri Anda sendiri karena berhasil memberi contoh. 7. Hindari memberi pujian dengan maksud tersembunyi. Misalnya, Anda membelikan baju untuk si kecil tanpa persetujuannya dan dia tak suka memakainya. Hindari memuji dengan harapan ia mau memakai baju pilihan Anda. ³Kamu pasti cantik dengan baju ini.´ Pujian Anda akan terdengar tidak tulus. 8. Pujian untuk membentuk perilaku yang baik, tidak untuk membandingkan dengan anak lain. ³Kamu pintar lho, lebih pintar dari si X di umur kamu sekarang.´ Pujian ini mendorong anak untuk bersaing secara tidak sehat. Kalau pujian dimaksudkan untuk membandingkan, bandingkan anak dengan dirinya sendiri. ³Sekarang banyak yang sudah kamu bisa. Apa-apa bisa sendiri. Semakin besar, kamu akan tambah lagi kepintaranmu.´ Pujian yang salah 1. Bila Anda memuji anak karena kemampuannya:
y

Anak akan fokus pada yang 'tampak bagus', bukan pada proses belajarnya.

y

y

Anak yang dipuji karena kemampuannya cenderung menghindari tantangan. Ia akan memilih hal-hal yang mudah dilakukan karena hasilnya akan segera tampak dan mendapat pujian. ‡Anak yang dipuji karena kemampuannya akan melihat kegagalan sebagai kebodohan. Anak yang dipuji karena usahanya akan termotivasi mencoba sesuatu yang baru dan menantang.

2. Bila Anda memuji anak karena kecerdasannya:
y

Anak melihat kegagalannya sama dengan kecerdasan yang rendah.

3. Pujian yang berlebihan:
y y y y y y

Sama dengan kritik pedas yang belebihan, menghasilkan kepribadian narsistis. Memberi pesan pada anak bahwa ketaatan dan perilaku baik adalah pilihan, boleh dilakukan boleh tidak. Menumbuhkan rasa overconfident, merasa bisa melakukan apa saja. Tidak realistis menilai diri sendiri. Sombong, merasa diri paling hebat. Kecanduan pujian, mengharapkan pujian setiap saat. Anak gelisah saat Anda tidak memuji karena anak tidak memperoleh sesuatu yang bisa membuatnya merasa nyaman.

4. Diberikan pada perilaku yang salah, memotivasi anak untuk berperilaku salah. 5. Untuk membandingkan dengan anak lain. ³Pintar. Kamu lebih pintar dari si X lho.´
PENGERTIAN MOTIVASI Motif berasal dari bahasa Latin movere yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya to move . Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif juga membantu kita membuat prediksi tentang perilaku. Jika kita menyimpulkan motif dari contoh perilaku seseorang, dan jika kesimpulan kita itu benar, kita ada dalam posisi yang baik untuk membuat prediksi tentang apa yang akan dilakukan orang di masa yang akan datang. Seseorang yang memiliki dorongan yang kuat untuk menyakiti orang lain, akan menunjukan kekejaman dalam banyak situasi yang berbeda, seseorang yang cenderung memiliki motif berteman akan mencari teman itu dalam banyak situasi. Jadi, ketika motif tidak memberitahu kita apa yang sebenarnya terjadi, mereka memberi kita suatu gagasan/ ide tentang serangkaian halhal yang ingin dilakukan seseorang. Seseorang dengan suatu kebutuhan untuk berprestasi akan bekerja keras di sekolah, di bisnis, dalam permainan, dan dalam banyak situasi. Motif adalah keadaan umum yang membuat kita dapat memprediksi perilaku dalam banyak situasi yang berbeda. Motif tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan factor- factor lain, baik factor eksternal (contohnya seperti, mahasiswa yang rajin belajar agar dapat cepat lulus dengan IPK yang baik), maupun factor internal (contohnya seperti, rasa lapar ingin makan, rasa haus ingin minum). Hal tersebut menunjukan bahwa perilaku itu didorong dan diarahkan ke tujuan. Biasanya individu yang menunjukan perilaku yang ingin mencapai suatu tujuan tersebut biasanya cenderung untuk menetap. Suatu istilah yang menunjuk ke kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan perilaku yang tetap ke arah tujuan tertentu disebut motivasi . Menurut Walgito, motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong

perilaku ke arah tujuan. Menurut walgito motivasi mengandung 3 (tiga) aspek, yaitu : a. Keadaan yang mendorong dan kesiapan bergerak dalam diri individu yang timbul karena kebutuhan jasmani, keadaan lingkungan, dan keadaan mental. b. Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan tersebut. c. Sasaran dan tujuan yang dikejar oleh perilaku tersebut. Sedangkan menurut Plotnik, motivasi mengacu pada berbagai factor fisiologi dan psikologi yang menyebabkan seseorang melakukan aktivitas dengan cara yang spesifik pada waktu tertentu. Seseorang yang termotivasi menunjukan 3 (tiga) cirri sebagai berikut : a. Anda terdorong berbuat atau melaksanakan sesuatu kegiatan. b. Anda langsung mengarahkan energy anda untuk mencapai suatu tujuan tertentu. c. Anda mempunyai intensitas perasaan- perasaan yang berbeda tentang pencapaian tujuan itu. B. TEORI TENTANG MOTIVASI Teori motivasi berupaya untuk memberi serangkaian prinsip- prinsip untuk memberikan petunjuk pemahaman kita tentang dorongan, keinginan, kebutuhan, usaha, dan tujuan yang datang dari motivasi. a. Teori Drive Teori drive bisa diuraikan sebagai teori- teori dorongan tentang motivasi , perilaku didorong ke arah tujuan oleh keadaan- keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang. Secara umum teori drive mengatakan hal berikut, ketika suatu kedaaan dorongan internal muncul, individu didorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan mengarah ke tujuan yang mengurangi intensitas keadaan yang mendorong, pada manusia dapat mencapai tujuan yang memadai yang mengurangi keadaan dorongan apabila dapat menyenangkan atau memuaskan. b. Teori- teori Insentif Teori Insentif justru merupakan teori kebalikan dari teori drive, teori insentif adalah teori- teori dorongan tentang motivasi, karena cirri- cirri tertentu yang dimiliki, objek tujuan mendorong perilaku ke arah tujuan tersebut. Objek- objek tujuan yang memotivasi perilaku dikenal sebagai insentif. Satu bagian penting dari banyak teori insentif adalah bahwa individu- individu mengharapkan kesenangan dari pencapaian dari apa yang mereka sebut insentif positive dan dari penginderaan dari apa yang disebut insentif negative. Ide dasar dibelakang teori insentif motivation adalah bahwa cirri stimulus dari tujuan kadang dapat memicu suatu perilaku motivasi. c. Teori Oponen Proses Dasar dari teori ini adalah pengamatan bahwa banyak keadaan emosi- emosi diikuti oleh keadaan yang bertentangan atau berlawanan. Teori ini memberikan suatu cara berfikir tentang dasar dari beberapa motif yang dipelajari. Seperti contoh, pecandu heroin memerlukan suatu kebutuhan obat untuk tetap mempertahankan keadaan yang tidak menyenangkan bila berhenti. Dapat disimpulkan bahwa beberapa orang memerlukan suatu kebutuhan untuk sensasi supaya mendapat pengalaman setelah bahaya lewat. d. Teori Tingkat optimal Teori ini mungkin dapat disebut just right theory (teori yang baik- baik saja). Individu dimotivasi untuk berperilaku dalam suatu cara untuk mencapai tingkat dorongan (arousal) yang optimal. Maksudnya, jika dorongan itu terlalu rendah, seseorang akan mencari situasi atau stimulus yang menaikan dorongan itu, namun jika dorongan itu terlalu tinggi perilaku akan diarahkan ke arah penurunan dorongan sehingga akan mendapat hasil tingkat yang optimal.

yang merupakan konsep utama dalam teori psikoanalisis. Kebanyakan penjelasan yang kita berikan setiap hari berkaitan dengan motivasi. Orang yang mengenal motivasi dapat menjelaskan mengapa anda berperilaku dengan cara tertentu. dan volume darah telah menurun. dapat dimengerti bahwa lapar adalah motif proses primer yang diperlukan untuk hidup.tanda dab bau makanan yang lezat dapat mengarahkan meskipun keadaan kebutuhan internal tidak ada. tubuh kehilangan air. Keadaan motif biologis ditimbulkan oleh hilangnya keseimbangan dan perilaku yang di motivasi didorong oleh hemeostatis yang tidak seimbang membantu memulihkan kondisi seimbang. Kita tidak harus sadar akan motivasi kita. Motif sebagai Inferensi Motif tidak dapat diamati secara langsung.depletion hypothesis. PREDIKTOR a. Bagaimana kedua mekanisme itu bekerja yang akan menghasilkan keringat.factor stimulus memainkan peran yang sangat besar dalam memprakarsai minum. Motivasi Lapar proses biologis yang menopang hidup memperoleh energy mereka dan substansi kimia dari makanan. Motif sebagai Eksplanasi Motif juga bisa berfungsi sebagai alat untuk melakukan penjelasan (explanation) mengenai perilaku. Cellular dehydration dan hypovolemia menyumbang pada haus dan minum disebut double. Tubuh memiliki seperangkat proses hemeostatis internal yang kompleks untuk mengatur tingkat cairan dan perilaku minum. Motivasi Biologis Motivasi biologis secara luas adalah berakar dari fisiologis dari tubuh.C. Motivasi Haus Factor. Jadi. D. c. EKSPLANASI. Sumber motivasi lapar adalah kontrak otot perut yang menjadi signal untuk perasaan lapar dan juga hypothalamus yaitu merupakan bagian dari otak yang secara kritis terlibat dalam motivasi lapar dan dalam sejumlah motif biologis lain.JENIS MOTIVASI a. JENIS. Haus dimunculkan dan kita akan minum untuk membasahi sel. Motivasi lapar dan makan diaktifkan bukan hanya oleh factor.factor internal saja. Apabila seseorang dapat menyimpulkan dengan benar motif seseorang maka ia dapat memprediksikan perilakunya di masa yang akan datang.sel dan mengembalikan volume darah ke tingkat normal. Perilaku tersebut dapat didorong oleh motivasi yang tidak disadari (unconscious motivation). tetapi tidak dapat diketahui atau disimpulkan (inferenced) dari perilaku. yang mengatur penghilangan air melalui ginjal. osmoreseptor (bagian dalam/depan dari hypothalamus yang menghasilkan impulsimpuls syaraf ketika mengalami dehidrasi). MOTIF SEBAGAI INFERENSI. Motif seseorang dapat diketahui dari apa yang dikatakan dan apa yang dilakukannya. Seks dalam psikologi . Karenanya para psikolog kepribadian dan klinis memberi tekanan begitu besar pada motivasi. Tingkat air dalam tubuh dipelihara oleh kejadian fisiologis dalam beberapa hormone yaitu hormone antidiuretic (ADH). b. tanda. Motif sebagai Prediktor Motif juga berfungsi untuk membantu melakukan prediksi tentang perilaku. Motivasi Seksual Motivasi seksual adalah social karena motivasi ini melibatkan oranglain. oranglain dapat menyimpulkan tentang motivasi kita walaupun kita sendiri tidak menyadarinya.

Dengan kata lain kebanyakan perilaku seksual dihidupkan oleh stimulus yang bertindak sebagai intensif atau penguat. Pengertian Motivasi Oleh : Deni Arisandi Pada: March 16th. Manusia yang secara hormonal siap digetarkan secara seksual oleh perkataan oranglain. setidaknya pada binatang tingkat tinggi. dan dengan demikian akan terlihat kemampuan berprestasinya. sebab dan daya penggerak. Jadi seseorang yang melakukan aktivitas seperti halnya aktivitas . dan tidak cenderung membina dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. Kata kerjanya adalah to motive yang berarti mendorong.dipercayai sebagai bagian yang penting dari kehidupan emosi kita. Disebut social karena dipelajari dalam kelompok dan biasanya melibatkan orang lain. Orang yang mempunyai kebutuhan ini akan meningatkan kinerjanya. Kebutuhan Akan Kekuasaan Kebutuhan ini timbul dan berkembang dalam interaksi social. Dengan demikian dpat dikatakan bahwa untuk memprediksikan kinerja seseorang perlu diketahui dulu n-achievementnya. cara berpakaian dan wewangian orang lain. Orang yang kuat kebutuhan afiliasinya akan selalu mencari teman. b. motivasi seksual mungkin lebih dipengaruhi oleh informasi pancaindera dari lingkungan. perilaku seksual tidak ditimbulkan oleh kurangnya zat. Motif adalah ³keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk beraktivitas gun amencapai suatu tujuan yang diharapkan ³(Suryabrata. Sebaliknya orang yang kebutuhan afisiasinya rendah segan untuk mencari teman. Orang yang mempunyai power needs tinggi suka melakukan control. kecuali bahwa seks diperlukan untuk kelangsungan hidup spesies itu. yang merupakan sumber dari banyak tindakan manusia. Motif Sosial Motif social adalah keadaan motif yang kompleks. tetapi juga dapat memberi kita penderitaan yang dalam dan menyebabkan kita terlibat dalam berbagai keputusan sulit.zat tertentu dalam tubuh. Penelitian menunjukan bahwa orang yang mempunyai n-achievement tinggi. 1984: 33). Seks mempunyai ciri yang terangkai sebagai bagian dari dorongan biologis. yang pertama bahwa seks bukan diperlukan untuk mempertahankan hidup individu. Motivasi merupakan salah satu faktor psikologis yang sangat mempengaruhi dalam melakukan suatu aktivitas. 2011 >Motivasi berasal dari bahasa Inggeris yaitu motivasion artinya dorongan. Kebutuhan Berfaliasi Afiliasi menunjukan bahwa seseorang mempunyai kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain. wajah. mengendalikan atau memerintah orang lain. Kedua. Ketiga. Hal serupa cmengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu untuk tujuan teetentu pula. gaya. dan berusaha mempertahankan hubungan yang telah dibina dengan orang lain tersebut. Menurt Mc Clelland terdapat 3 (tiga) jenis motif social. yaitu : Kebutuhan Berprestasi Kebutuhan ini merupakan motif social yang dipelajari secara mendetail. seks dapat menimbulkan kenikmatan intens. pengalasan dan motivasi. suara. akan mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang n-achievment nya rendah. atau kebutuhan yang kompleks.

2) satu dorongan (drive). Secara garis besar. sehingga tujuan dan harapan dapat terkabulkan. 1981: 31) sebagai berikut : tertarik pada guru artinya tidak membenci atau acuh. Motivasi belajar memegang peranan yang penting dalam memberikan gairah. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brown (Tirtahardja. y Pengembangan Motivasi Dalam proses belajar perlu diperhatikan apa yang dapat mendorong anak agar dapat belajar dengan baik dan memiliki motivasi berpikir... tidak cepat berputus asa jika menghadapi suatu masalah dan bekerja. selalu bergabung dengan kelompok belajar di kelas. Anak yang memilki motifasi yang tinggi dalam belajar sedikit yang tertinggal belajarnya dan sedikit pulamelakukan kesalahan dalam belajarnya. Hal seperti di atas dapat ditanamkan pada diri anak . Pendidikan anak diawali dari pendidikan keluarga yang merupakan lembaga . ingin identitas dirinya diketahui orang lain.. Menurut Prayitno (1989: 10) ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi. yaitu ³faktor instrinsik dan ekstrinsik´. Sebaliknya seseorang yang melakukan . sedang motivasi . masyarakat dan pemerintah. terutama digunakan untuk menyebut motif-motif dasar. Tulisan yg berhubungan dg Pengertian Motivasi y Fungsi Motivasi Pentingnya motivasi bagi seseorang dalam melakukan sesuatu tidak dapat dipungkiri lagi. karena dengan adanya motivasi maka seseorang akan lebih bersemangat. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga memiliki kemauan yang tinggi serta energi yang banyak untuk belajar. y Pengertian Motif Motif adalah 1)kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force) sehingga motif sama dengan motivasi. Ada beberapa ciri anak yang memilki motivasi belajar tinggi hal ini dapat diketahui melalui proses belajar di kelas... merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan proses belajar. motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi ekstrinsik. Motif adalah dorongan. memusatkan perhatian..belajar supaya behasil dengan tujuan yang ingin dicapainya perlu memperhatikan dan selalu mengembangkan motivasi dalam dirinya. kebiasan dan moralnya selalu dalam kontrol dan selalu mengingat dan mengulang pelajarannya. tertarik pada mata pelajaran mempunyai antusias tinggi. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar diri. sedangkan motivasi intrinsik ialah motivasi yang berasl dari dalam diri tampa adanya ransangan dari luar. sehingga motif berbeda dengan motivasi. berusaha memperoleh hasil yang maksimal. y Peranan Keluarga dalam perkembangan anak Pendidikan anak perlu mendapat perhatian dari keluarga.

anda bolehlah menggalakkan anak-anak anda menggunakan lukisan. Ini juga bermakna bahawa kanak-kanak mesti berada pada tahap yang betul sebelum mereka bersedia mempelajari sesuatu. Anda boleh menggunakan pembacaan cerita untuk menggalakkan y . Cara terbaik pembelajaran seseorang kanak-kanak itu bergantung kepada banyak faktor: umur. namun ia masih bepusat kepada dirinya sendiri (self-centred). 1995: 61) yang menyatakan bahwa : Keluarga adalah merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama. y Cara memotivasi anak untuk belajar di lingkungan keluarga Cara orang tua dalam mendidik anaknya sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar anaknya. warna dan bentuk tetapi tidak bersedia untuk belajar perkaraperkara abstrak seperti tatabahasa dan sebagainya. Selepas berumur 7 tahun. hal ini diperrtegas oleh Sutjipto Wirodjojo (Slamet. dan personalitinya. Misalnya. Sehingga mencapai umur 12 tahun. Apakah kepekaan mereka yang paling utama? Adakah mereka sukakan gambar-gambar atau membaca? Jika demikian. Pelajar jenis apakah anak-anak anda? y Adalah penting untuk anda mengambil tahu dan memahami bagaimana anakanak anda dapat belajar dengan cara yang lebih baik atau dengan cara yang ia paling suka. y Ini bermakna. kebanyakan kanak-kanak boleh mula menaakul dan menguji idea-ideanya mengenai dunia. Pendahuluan Anak anda adalah salah seorang daripada berjuta kanak-kanak di dunia yang memiliki sifat unik yang membezakannya dengan kanak-kanak yang lain. kanak-kanak biasanya akan menjadi kurang selfcentred dan boleh melihat di luar daripada dirinya. peta dan gambarajah sebagai sebahagian daripada bahan pembelajaran mereka.pendidikan yang utama dan pertama. besar . gambar. Keluarga yang sehat.. gaya pembelajaran. Sebagai lembaga pendidikan yang utama dan pertama maka keluarga merupakan peletak dasar atau pundamen bagi .. Sebahagian kanak-kanak suka mendengar kepada penerangan dan membaca dengan kuat. Kanak-kanak Melalui Peringkat Pembelajaran yang Berbeza y y Seorang bayi belajar mengenal dunia dengan memberikan reaksi terhadap input yang dirasai melalui derianya.. kanak-kanak yang lebih kecil bersedia untuk belajar konsep nombor. Ia diharap dapat membantu anda memilih aktiviti dan kaedah yang paling sesuai untuk pembelajaran anak-anak anda. bagi kanak-kanak kecil kita perlu untuk 'personalise' dan memberikan contoh-contoh yang mempunyai kaitan dengan diri mereka sementara kanakkanak yang lebih berumur memerlukan bantuan dalam membangunkan kepekaan diri terhadap dunia di sekeliling mereka.. Daripada umur 2 sehingga 7 tahun kanak-kanak akan mula membina kebolehan untuk mencari sebab dan berfikir. Artikel ini akan menerangkan tentang beberapa gaya pembelajaran kanak-kanak untuk anda baca dan kemudian membuat penilaian terhadap anak anda.

mempunyai kosakata yang baik dan boleh membaca dengan baik. permainan seperti 'word games'. penyelesaian masalah (problem-solving). 'crosswords' dan carian perkataan sesuai digunakan untuk menggalakkan mereka belajar. mampu bersosial dengan baik dan boleh belajar sesuatu bahasa dengan cepat kerana mereka hendak berkomunikasi. Kebanyakan kanak-kanak memang seronok belajar melalui nyanyian dan lagu. Kanak-kanak jenis ini tidak suka melakukan kesilapan dan tidak akan memulakan sesuatu perkara atau tindakan sehinggalah mereka mendapat kepastian. keadaan yang lebih senyap dan tenang untuknya mempelajari sesuatu bahasa.y y y pembelajaran bagi kanak-kanak jenis ini. y Memotivasikan Anak Anda y Untuk mewujudkan motivasi dalam diri seseorang kanak-kanak. Terdapat kanak-kanak yang memerlukan penerangan yang terang dan jelas mengenai peraturan (rules) dan corak (patterns) dan dalam masa yang sama mereka ini baik dalam menguasai matematik. belajar secara berkumpulan dengan kanak-kanak lain mungkin lebih baik baginya. jika anak anda meminati bolasepak. Dalam banyak keadaan. pembelajaran perlulah dalam keadaan yang seronok dan tidak memberikan tekanan (stressfree). aktiviti seperti permainan teka-teki 'word puzzles'. Mereka belajar dengan cara mendengar dan memerhati apa yang berlaku. Sebagai contoh. Jadi. y y Terdapat sebahagian kanak-kanak lebih pendiam dan lebih reflektif. oleh Apakah jenis interaksi yang disukai anak anda? y Terdapat sebahagian kanak-kanak mudah mesra. Galakkan anak anda untuk menuruti kehendak dan minatnya sendiri. meletakkan benda-benda mengikut sususan atau kategori dan juga permainan komputer (computer games) menyediakan peluang pembelajaran yang ideal. dapatkanlah buku tentang bolasepak dalam bahasa Inggeris. Kanak-kanak jenis ini tidak takut untuk membuat kesilapan. . 'reading and writing puzzles'. Adakah anak-anak anda suka untuk menyentuh benda dan bergerak bebas? Ada sebahagian kanak-kanak yang kelihatan sangat bertenaga dan lincah. ia lebih perlukan privasi. Jika anak anda jenis yang mudah mesra. Untuk kanak-kanak seperti ini. Salah satu cara yang anda boleh lakukan ialah dengan membacakan cerita dalam bahasa Inggeris ketika ia hendak tidur. Anda boleh menggunakan permainan (game) untuk menggalakkan mereka bergerak. minat dan motivasi akan membolehkan kanak-kanak mengatasi masalah kesukaran untuk belajar membaca bahan bahasa Inggeris itu. Sementara bagi anak yang jenis pendiam. pembacaan cerita atau mungkin dengan kaedah menari bersama mereka! Jika anak anda seorang yang pendiam. dia biasanya akan gemar untuk membaca cerita mengenai bolasepak walaupun tahap bahan cerita itu sukar sedikit.

Jangan banyak sangat mengkritik anak anda apabila mereka membuat silap. sebarang jenis permainan (game) terutamanya permainan komputer dapat memotivasikan seseorang kanak-kanak. misalnya menggunakan flash card. Membetulkan Kesilapan Anak Anda y Kanak-kanak akan memberikan maklumbalas yang baik jika diberikan galakan dan pujian. video dan DVD. Lagu dan muzik bahasa Inggeris. Anda boleh menyemak apa yang mereka perlu lakukan untuk 'homework' dan tetapkan masa untuk anak anda lakukan setiap hari. Mengadakan rutin yang tetap untuk sesuatu kerja rumah (homework) juga adalah penting. Sebaliknya. Jangan menyentuh setiap satu kesilapan tatabahasa. anak anda akan tahu bahawa apa yang ia lakukan itu betul dan baik dan biarkan mereka tahu perkara tersebut. Berapa lama anak anda boleh memberikan tumpuan? y Kanak-kanak biasanya hanya mampu memberikan tumpuan untuk jangkamasa yang pendek.y Cubalah anda sediakan pelbagai aktiviti menarik untuk anak-anak anda belajar bahasa Inggeris. galakkan anak anda menggunakan bahasa Inggeris untuk berkomunikasi. Biarkan mereka mengulang sesuatu aktiviti. Membuat silap adalah suatu perkara yang lumrah apabila belajar bahasa Inggeris. rancangan TV dalam bahasa Inggeris untuk kanak-kanak. Rutin dan Pengulangan y Kanak-kanak perlu mengulangi sesuatu bahasa sebanyak yang mungkin agar bahasa tersebut dapat 'melekat' padanya. tajuk atau set perkataan. y . Oleh yang demikian. ataupun membuat gerakerja tertentu menggunakan buku atau kertas. Kanakkanak biasanya suka untuk mengulang lagu atau cerita yang sama kerana pengulangan mampu memberikan mereka rasa keyakinan. jangan gusar untuk mengulang bahan yang anak anda gunakan untuk belajar bahasa Inggeris berkali-kali. sewaktu anda membuat aktiviti dengan anak anda. Jadi. pastikan anda berhenti sebentar untuk rehat ataupun tukar kepada aktiviti yang lain apabila anak anda dilihat mula bosan atau menunjukkan kenakalannya. Dengan memberikan pujian dan galakan.

.

.

2009: 7). Anak belajar melalui bermain. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono. 3. Anak bersifat unik. Anak itu egosentris. . 8. B. bermakna. Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak.13) sebagai berikut. Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. 5. khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple. 10. 4. (2009: 6. Hakikat Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14). 3. Brener. 9. 2. 2005: 1. Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial. Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini. 2. Anak masih mudah frustrasi. 7. Anak bersifat aktif dan enerjik. 11. 1. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). dan fungsional. Karakteristik cara belajar anak merupakan fenomena yang harus dipahami dan dijadikan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran untuk anak usia dini. serta Kellough (dalam Masitoh dkk. Anak mengekspresikan perilakunya secara relative spontan. Anak umumnya kaya dengan fantasi. Anak belajar paling baik jika apa yang dipelajarinya mempertimbangkan keseluruhan aspek pengembangan. Anak belajar secara alamiah. 6. Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya.STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK ANAK USIA DINI A. Adapun karakterisktik cara belajar anak menurut Masitoh dkk. Dengan demikian dalam hal belajar anak juga memiliki karakteristik yang tidak sama pula dengan orang dewasa. Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. Anak memiliki daya perhatian yang pendek. Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman. 12. menarik. Karakteristik Cara Belajar Anak Usia Dini Anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang dewasa dalam berperilaku. Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. 4. Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal..9 ± 6. Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun.12) adalah : 1.12 ± 1.

Untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang bermakna. Anak belajar dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan. serta kegiatan belajar tersebut menantang untuk dilakukan anak di usia tersebut. b. serta e. E. Atas dasar pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa pembelajaran untuk anak usia dini memiliki karakteristik sebagai berikut. masyarakat. artinya pembelajaran harus diminati. pada dasarnya adalah pengembangan kurikulum secara konkret berupa seperangkat rencana yang berisi sejumlah pengalaman belajar melalui bermain yang diberikan pada anak usia dini berdasarkan potensi dan tugas perkembangan yang harus dikuasainya dalam rangka pencapaian kompetensi yang harus dimiliki oleh anak. karakteristik anak dan cara belajarnya. menerapkan. yaitu: a. Karakteristik Pembelajaran untuk Anak Usia Dini Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini.C. D. 2009: 138). Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan mengacu pada tiga hal penting. Selain berorientasi pada usia dan individu yang tepat. dan 3) berorientasi pada konteks social budaya (Masitoh dkk. Pembelajaran untuk anak usia dini diwujudkan sedemikian rupa sehingga dapat membuat anak aktif. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran di Taman Kanak-kanak . tema pembelajaran.3). pola kegiatan (Masitoh dkk.3). karakteristik tujuan pembelajaran. tempat berlangsungnya kegiatan belajar. Dalam belajar. dan bernyanyi (Slamet Suyanto. 2005: 6. Hasil belajar anak menjadi lebih baik jika kegiatan belajar dilakukan dengan teman sebayanya. 20056.12). Perbedaan individual juga harus manjadi pertimbangan guru dalam merancang. mengevaluasi kegiatan.. bermain. senang.. c. bebas memilih. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan harus sesuai dengan tingkat usia anak. Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor penting. yaitu : 1) berorientasi pada usia yang tepat. 2005: 133). berinteraksi. menurut Sujiono dan Sujiono (Yuliani Nurani Sujiono. 2) berorientasi pada individu yang tepat. 2005: 3. anak menggunakan seluruh alat inderanya.. guru hendaknya melihat anak dalam konteks keluarga. 2. Belajar. kemampuan yang diharapkan dapat dicapai. dan bernyanyi Pembelajaran untuk anak usia dini menggunakan prinsip belajar. Anak-anak belajar melalui interaksi dengan alat-alat permainan dan perlengkapan serta manusia. bermain. 1. Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran sebagai segala usaha guru dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Masitoh dkk. pembelajaran berorientasi perkembangan harus mempertimbangkan konteks sosial budaya anak. dan memenuhi harapan anak. Ada bermacam-macam strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru Taman Kanak-kanak. faktor budaya yang melingkupinya. Manusia merupakan makhluk individu. d.

c) alat-alat transportasi. Guru.1. Anak juga merupakan makhluk yang aktif. tahap bekerja. Pendekatan yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak Anak merupakan individu yang sedang tumbuh dan berkembang. dst. 1) Tahap merencanakan (planning time) Pada tahap ini guru member kesempatan kepada anak-anak untuk merencanakan kegiatan yang akan dilakukannya. b. y y y y y y Prakarsa kegiatan tumbuh dari anak. social. Strategi Pembelajaran Melalui Bermain a. yang di dalamnya terkandung bermacammacam fungsi seperti pengembangan kemampuan fisik motorik. Karakteristik pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut (Masitoh dkk. Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung dengan objek. Dengan bermain akan mengalami suatu proses yang menarahkan pada perkembangan kemampuan manusiawinya. Pada tahap ini guru berusaha agar ana-anak mengungkapkan perasaannya dengan tepat. 3) Review / recall Setelah anak-anak selesai melakukan aktivitasnya. Anak menggunakan otot kasarnya. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Anak a. d) buku-buku cerita. dan f) macam-macam boneka. Atas dasar fakta tersebut maka dikembangkan strategi pembelajaran berdasarkan: 1) pendekatan perkembangan dan 2) pendekatan belajar aktif. kognitif. yaitu : tahap merencanakan. b) model buah-buahan. bermain. Guru mendampingi siswa. 2005: 8. afektif.6). Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh inderanya. mereka kemudian diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya secara langsung. Pada tahap ini anak mulai bekerja. e) peralatan menggambar. 2.. menyediakan alat-alat bermain yang terdiri dari : a) balok-balok kayu. anak kemudian dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dipilih. Sintaks pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak terdiri dari 3 tahap utama. Rasional strategi pembelajaran melalui bermain Bermain merupakan kebutuhan anak. Bermain merupakan aktivitas yang menyatu dengan dunia anak. c.5 ± 8. Anak mentransformasi dan menggabungkan bahan-bahan. Anak memilih bahan-bahan dan memutuskan apa yang akan dikerjakan. dan tahap review. . memberikan dkungan dan siap memberikan bimbingan jika anak membutuhkan. 2) Tahap bekerja (work time) Setelah memilih kegiatan yang akan dilakukannya. misalnya. atau memecahkan masalah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

y y y y Bagi anak TK mendengarkan cerita yang menarik dan dekat dengan lingkungannya merupakan kegiatan yang mengasyikkan. Kegiatan bercerita juga memberikan sejumlah pengetahuan social. b) Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang diperlukan. 3) Tahap penutup Tahap penutup dari strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari kegiatan-kegiatan : a) menarik perhatian dan membangkitkan minat anak tentang aspek-aspek penting dalam membangun sesuatu. (2) guru menyampaikan aturan-aturan yang harus diikuti dalam kegiatan bermain. peserta permainan mulai melakukan tugasnya masing-masing. 3.. (3) guru menawarkan tugas kepada masing-masing anak. dan d) anak-anak mencuci tangan. 2) Tahap bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan berikut : a) semua anak menuju tempat yang sudah disediakan untuk bermain. d) menekankan petingnya kerja sama. Pembelajaran dengan bercerita memberikan memberikan pengalaman belajar untuk mendengarkan. b) dengan bimbingan guru. Masitoh dkk. menara. yaitu: tahap prabermain. dst.. dsb. misalnya menyiapkan bak pasir. (2005: 10.b. c) menunjukkan aspek-aspek penting dalam bekerja secara kelompok. b) menghubungkan pengalaman anak dalam bermain yang baru saja dilakukan dengan pengalaman lain.6) mengidentifikasi manfaat cerita bagi anak TK. c) setelah kegiatan selesai setiap anak menata kembali bahan dan peralatan permainannya. . bendera kecil. nilainilai moral dan keagamaan. 1) Tahap prabermain Tahap prabermain terdiri dari dua macam kegiatan persiapan : kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain dan kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan. Guru dapat memanfaatkan kegiatan bercerita untuk menanamkan nilainilai positif pada anak. tahap bermain. ember. yaitu sebagai berikut. Strategi Pembelajaran Melalui bercerita a. a) Kegiatan penyiapan siswa terdiri dari : (1) guru menyampaikan tujuan kegiatan bermain kepada para siswa. seperti mengulas bentuk-bentuk geometris yang dibentuk anak. misalnya membuat istana. misalnya di rumah. Sintaks pembelajaran melalui bermain Strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari 3 langkah utama. dan tahap penutup. dan (4) guru memperjelas apa yang harus dilakukan oleh setiap anak dalam melakukan tugasnya. Rasional strategi pembelajaran melalui bercerita Pencapaian tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak dapat ditempuh dengan strategi pembelajaran melalui bercerita. membuat. dsb.

5) Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dilaksanakan penilaian dengan cara mengajukan pertanyaanpertanyaan yang berhubungan dengan isi cerita untuk mengembangkan pemahaman anak aka isi cerita yang telah didengarkan. Strategi Pembelajaran Melalui Bernyanyi a. menggunakan papan flannel. (2005: 11.3) menyatakan bahwa bernyanyi memiliki banyak manfaat untuk praktik pendidikan anak dan pengembangan pribadinya secara luas karena : 1) bernyanyi bersifat menyenangkan. Sintaks pembelajaran melalui bercerita Strategi pembelajaran melalui bercerita terdiri dari 5 langkah. afektif. 4) Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita. mengatur tempat duduk. Rasional strategi pembelajaran melalui bernyanyi Honig. 1) Menetapkan tujuan dan tema cerita. Membantu anak untuk membangun bermacam-macam peran yang mungkin dipilih anak. 4) bernyanyi dapat membantu membangun rasa percaya diri anak. . mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. 3) bernyanyi merupakan media untuk mengekspresikan perasaan. Langkahlangkah dimaksud adalah sebagai berikut. dst. b. dalam Masitoh dkk. menetapkan teknik bertutur. melaksanaan kegiatan pembukaan. dan psikomotorik. 6) bernyanyi dapat mengembangkan rasa humor. 2) Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. 7) bernyanyi dapat membantu pengembangan keterampilan berpikir dan kemampuan motorik anak. 2) bernyanyi dapat dipakai untuk mengatasi kecemasan. 4. 3) Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita sesuai dengan bentuk bercerita yang dipilih.y y Dengan dengan mendengarkan cerita anak dimungkinkan untk mengembangkan kemampuan kognitif. misalnya bercerita dengan membaca langsung dari buku cerita. 5) bernyanyi dapat membantu daya ingat anak. dan 8) bernyanyi dapat meningkatkan keeratan dalam sebuah kelompok. menggunakan gambar-gambar. yang terdiri dari: y y y y y y menyampaikan tujuan dan tema cerita. dan bermacam layanan jasa yang ingin disumbangkan anak kepada masyarakat. mengembangkan cerita.

(b) penetapan materi pembelajaran. dilakukan dengan memakai pedoman observasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang telah dicapai anak secara individual maupun kelompok. terdiri dari: (a) penetapkan tujuan pembelajaran. 2005: 12. 6) kegiatan belajar bervariasi. pembelajaran yang mengintegrasikan ke dalam semua bidang kurikulum atau bidang-bidang pengembangan. misalnya lagu Dua Mata Saya. 2) sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. 2) Tahap pelaksanaan. 3) mengintegrasikan isi dan proses belajar. Strategi Pembelajaran Terpadu a. 5. (b) Kegiatan tambahan : anak diajak mendramatisasikan lagu. yaitu dengan melakukan gerakan menunjuk organ-organ tubuh yang ada dalam lirik lagu. Karakteristik strategi pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu memiliki karakteristik : 1) dilakukan melalui kegiatan pengalaman langsung. Rasional strategi pembelajaran terpadu Anak adalah makhluk seutuhnya. 4) melibatkan penemuan aktif.10). 7) memiliki potensi untuk dilaksanakan melalui proyek oleh anak. c. 5) memadukan berbagai bidang pengembangan. 1) Tahap perencanaan. yang terdiri dari: (a) kegiatan awal : guru memperkenalkan lagu yang akan dinyanyikan bersama dan memberi contoh bagaimana seharusnya lagu itu dinyanyikan serta memberikan arahan bagaimana bunyi tepuk tangan yang mengiringinya. d. dan (d) menetapkan evaluasi pembelajaran. (c) menetapkan metode dan teknik pembelajaran. 3) Tahap penilaian. (c) Kegiatan pengembangan : guru membantu anak untuk mengenal nada tinggi dan rendah dengan alat musik. 10) tema dapat diperluas. Dengan pembelajaran terpadu. yang semuanya perlu dikembangkan..b. yang memiliki berbagai aspek kemampuan. 3) memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan semua pemikirannya.10). misalnya pianika. 2) berkaitan dengan pengalaman nyata anak. berbagai kemampuan anak yang ada pada anak diharapkan dapat berkembangan secara optimal. 2005: 12. dan 6) melibatkan orag tua atau keluarga untuk mengoptimalkan pembelajaran (Masitoh dkk. 8) waktu pelaksanaan fleksibel. 4) menggunakan bermain sebagai wahana belajar. Prinsip-prinsip strategi pembelajaran terpadu Strategi pembelajaran terpadu direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip: 1) berorientasi pada perkembangan anak. Berbagai kemampuan yang dimiliki oleh anak dapat berkembang jika ada stimulasi untuk hal tersebut. 5) menghargai perbedaan individu. 9) melibatkan anggota keluarga anak. b.. berupa pelaksanaan apa saja yang telah direncanakan. Sintaks pembelajaran melalui bernyanyi Strategi pembelajaran dengan bernyanyi terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut. Manfaat strategi pembelajaran terpadu . dan 11) direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak (Masitoh dkk.

2) Penjabaran tema Tema yang sudah diplih harus dijabarkan ke dalam sub tema-sub tema dakan konsep-konsep yang didalamnya terkandung istilah (term). 2) memungkinkan anak untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui berbagai kegiatan. 3) membantu guru dan praktisi lainnya untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya.Ada beberapa manfaat dari strategi pembelajaran terpadu. Sintaks pembelajaran terpadu Prosedur pelaksanaan pembelajaran terpadu terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut (Masitoh dkk. dan prinsip (principle). (b) pengalaman langsung. (c) keragaman dan keseimbangan dalam area kurikulum. dan 4) dapat dilaksanakan pada jenjang program yang berbeda. kemudian dijabarkan ke dalam bidang-bidang pengembangan dan kegiatan belajar yang lebih operasional.. dan (e) orang tua dan guru.20). fakta (fact). (c) kejadian yang tidak diduga. sumber rujukan. . Tentukan tujuan pembelajaran. kegiatan belajar. Ada beberapa kriteria untuk pemilihan tema. 5) Penilaian Penilaian dilakukan pada saat pelaksanaan dan pada akhir kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk mengamati proses dan kemajuan yang dicapai anak melalui kegiatan pembelajaran terpadu. (b) peristiwa khusus. utnuk semua tingkat usia. yaitu: (a) relevansi topik dengan karakteristik anak. Pada saat proses berlangsung dilakukan pengamatan terhadap proses belajar yang dilakukan oleh anak. 1) Memilih tema Pemilihan tema untuk pembelajaran terpadu dapat bersumber dari: (a) minat anak. pengorganisasian anak. 4) Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan dilakukan dan dikembangkan kegiatan belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. alat-permainan yang diperlukan. (d) materi yang dimandatkan oleh lembaga. yaitu: 1) meningkatkan perkembangan konsep anak. 2005: 12. e. dan (e) potensi proyek. dan penilaian yang akan dilakukan. waktu. 3) Perencanaan Perencanaan harus dibuat secara tertulis sehingga memudahkan guru untuk mengetahui langkah-langkah apa yang harus ditempuh.19 ± 12. (d) ketersediaan alat-alat. dan untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Pendahuluan Metode pembelajaran merupakan salah satu instrumental input dalam setiap proses belajar mengajar yang menggunakan pendekatan IPO (Input Proses dan Output). social-emosional dan seni. pamong PAUD menggabungkan beberapa metode. Menjelaskan pengertian metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) 2. dalam arti sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan pembelajaran dan karakteristik anak usia dini. dalam setiap pembelajaran PAUD. Indikator Setelah mempelajari uraian materi dalam kegiatan belajar ini. termasuk dalam pembelajaran untuk anak usia dini.Pengertian dan Macam-macam Metode Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) A. anak belajar dari pengalaman dan dunia anak adalah dunia bermain. anak belajar dari lingkungan. Anda diharapkan dapat : 1. Menyiapkan rancangan kegiatan demonstrasi 8. Menyebutkan manfaat dari metode bercakap-cakap (dialog) 9. oleh karena itu merupakan langkah cerdas jika dalam pembelajaran. Menyiapkan rancangan kegiatan karya wisata 7. Kompetensi Setelah mempelajarai uraian materi dalam kegiatan belajar ini. Menyebutkan manfaat dari bercerita atau mendongeng 6. anak berkembang secara bertahap. Menyebutkan jenis-jenis metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) 3. sehingga dapat saling melengkapi. oleh karena itu pamong PAUD diharapkan dapat memilah dan memilih metode yang tepat. fisik (motorik halus dan kasar). Instrument ini sangat menentukan keberhasilan setiap proses belajar mengajar. Menyebutkan langkah-langkah penerapan metode beenyanyi 5. Adapun karakteristik anak usia dini meliputi : setiap anak unik. Menjelaskan rancangan pembelajaran TANDUR 10. . Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan pembelajaran anak usia dini adalah pengembangan enam aspek. yaitu pengembangan aspek moral dan nilai agama. pembelajaran. Satu hal yang harus disadari oleh setiap pamong PAUD adalah bahwa setiap metode pembelajaran selalu mempunyai kekuatan dan sekaligus kelemahan. kognitif. anak bukan miniatur orang dewasa. Menjelaskan pengaruh bermain bagi perkembangan anak 4. Anda diharapkan dapat mengerti dan memahami pengertian metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) dan jenis-jenisnya serta dapat menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) B.Menjelaskan pijakan-pijakan yang ada dalam metode sentra dan lingkaran 1. .

(5) kelenturan. Dari pengertian tersebut. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. merupakan kegiatan yang utama. tidak mengutamakan hasil. (4) cara/tujuan. yaitu : (1) motivasi intrinsik. Metode Bermain "Bermain" (play) merupakan istilah yang digunakan secara bebas. bukan karena adanya tuntutan atau paksaan. Sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU sisdiknas. Menurut Harlock (1991). 3. Sementara Dworetzky (1990) dalam Moeslichatoen (1999) memberikan batasan. artinya kegiatan bermain merupakan tingkah laku yang menyenangkan atau menggembirakan. (2) pengaruh positif. mengutamakan cara dari pada tujuan. tanpa mempertimbangkan hasil akhir. sehingga arti utamanya mungkin hilang. artinya kegiatan bermain dimotivasi dari dalam diri anak. metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini. yaitu mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. bahwa setidaknya ada lima kriteria dalam bermain. Pengertian Metode Pembelajaran PAUD Menurut kamus bahasa Indonesia. 2003). metode yang tepat untuk pembelajaran anak usia dini diantaranya adalah : a. metode dapat diartikan sebagai cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. bermain bagi anak merupakan kegiatan yang utama dan lebih bersifat purapura. . kelenturan ditunjukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. dan bersifat lentur. Jenis-Jenis Metode Pembelajaran PAUD Mengacu pada karakteristik tujuan pembelajaran dan karakteristik anak usia dini. tidak ada paksaan. (3) bukan dikerjakan sambil lalu. secara sederhana dapat diartikan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang sistematis dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. timbul dari dalam dirinya. bersifat pura-pura.2. Dalam konteks pendidikan anak usia dini. Bermain dilakukan sukarela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar atau kewajiban. Dari dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa bermain bagi anak merupakan kegiatan yang menyenangkan. arti bermain yang tepat adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya.

pakaian. setidaknya ada 11 pengaruh bermain bagi perkembangan anak. dll. kasih sayang. di mana saja. hendaknya dikemas dalam kegiatan bermain yang menyenangkan dan mengasyikkan. Jadi bermain bagi anak usia dini merupakan kebutuhan. logic-matematik. sama seperti kebutuhan yang lain. mainan tidak harus membeli. karena anak cenderung ingin tahu sehingga mungkin akan dibongkar. artinya seluruh waktu yang dimiliki anak. sehingga ada sinyalemen yang menyatakan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. selalu dihabiskan untuk kegiatan bermain. jadi bukan pilihan orang lain 3. (9) standar moral. Sebaiknya beraneka ragam.Ahli psikologi dan pendidik berpendapat. kemanan. sehingga anak bisa bereksplorasi dengan berbagai jenis mainan tersebut 4. Aman atau tidak berbahaya bagi anak. misalnya bentuk. (2) dorongan berkomunikasi. 1991). (5) sumber belajar. natural dan spiritual. (10) belajar bermain sesuai dengan peran jenis kelamin dan (11) perkembangan cirri kepribadian yang diinginkan (Harlock. Berdasarkan minat anak . (6) rangsangan bagi kreativitas. jadi tidak terlalu sulit dan tidak telalu mudah 5. seperti kecerdasan linguistic. visual-spasial. Oleh karena itu dalam pendidikan anak usia dini metode bermain sifatnya adalah wajib adanya. Informasi apapun yang akan diberikan kepada anak. dan dalam kondisi apa saja. Melalui kegiatan bermain inilah seluruh potensi kecerdasan yang dimiliki oleh anak dapat dikembangkan. kapan saja. (4) penyaluran bagi keinginan dan kebutuhan. Tingkat kesulitannya hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. bahwa bermain merupakan pekerjaan anak-anak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon & Browne. kesehatan. namun dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita . seperti kebutuhan akan makan dan minum. kinestetik. yaitu : (1) perkembangan fisik. warna dan bahan 2. kenyamanan dan lain-lain. intrapersonal. Murah. 6. interpersonal. Bermain bagi anak sangat mempengaruhi perkembangannya. dibanting. Untuk mencapai manfaat yang optimal. (3) penyaluran bagi energi emosional yang terpendam. 1985). anak belajar melalui bermain dan bermain seraya belajar. baik warna maupun bentuknya 7. Menarik. dalam arti tidak mudah rusak. (8) belajar bermasyarakat. Bermain bagi anak usia dini merupakan kegiatan yang utama dalam kehidupannya. maka alat permaianan yang digunakan sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut : 1. musical. (7) perkembvangan wawasan diri. Kuat.

(2) bahasanya indah dan mudah dimengerti anak. Metode Bernyanyi Bernyanyi merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak. Hampir setiap anak sangat menikmati lagu-lagu atau nyanyian yang didengarkan. Berikut ini beberapa contoh lagu yang sudah diganti syairnya. biola. Beberapa hal yang perlu diperhatikan. Lagu " balonku ada lima" diubah menjadi lagu "rukun Islam yang lima". Pamong PAUD sangat mungkin dapat mengganti syair lagu anak-anak yang sudah ada menjadi syair baru yang disesuaiakan dengan pesan-pesan yang akan diberikan. sehinggga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih lama mengendap di memori anak (ingatan jangka panjang). dll).b. atau alat musik yang lain. organ. kagum. (3) bersama anak-anak nyanyikan lagi secara berulang-ulang. dalam arti sesuai dengan tema. Sebagai pamong PAUD dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. termasuk dalam hal bernyanyi. atau bahkan mungkin dapat menciptakan lagu-lagu baru. (2) jika itu lagu baru (belum dikenal anak). sesuai dengan pesan-pesan yang diinginkan. situasi dan kondisi. dan lebih bersemangat. Dengan bernyanyi potensi belahan otak kanan dapat dioptimalkan. anak-anak merasa terhibur. sebaiknya nyanyikan terlebih dahulu minimal tiga kali. membuat anak bahagia. (4) iramanya mudah dicerna dan (5) syair dan liriknya bisa melibatkan emosi anak (gembira. seruling. sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih mudah dan lebih cepat diterima serta diserap oleh anak-anak. lebih-lebih jika nyanyian tersebut dibawakan oleh anak-anak seusianya dan diikuti dengan gerakan-gerakan tubuh yang sederhana. (3) tidak terlalu panjang. terutama pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama. gitar. Syairnya berubah sebagai berikut : Dalam menyanyikan lagu langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh seorang pamong PAUD antara lain adalah : (1) pilihlah lagu yang cocok. harmonika. sehingga suasana akan lebih hidup dan lebih menyenangkan. Dalam kegiatan bernyanyi ini akan lebih sempurna jika pamong PAUD dapat mengiringinya dengan alat-alat musik secara langsung. misalnya piano. menghilangkan rasa sedih. bila menciptakan lagu untuk anak-anak. pianika. adalah : (1) mengandung nilai-nilai agama atau pesan-pesan yang positif. 1. Melalui kegiatan bernyanyi suasana pembelajaran akan lebih menyenangkan. Melalui nyanyian atau lagu banyak hal yang dapat kita pesankan kepada anak-anak. menggairahkan. (4) bila perlu bagilah menjadi . semangat. dengan demikian anak akan selalu ingat pesan-pesan yang diterimanya.

binatang hidup di air. dll. bahkan dijadikan sebagai kebiasaan atau tradisi bagi para orangtua untuk menidurkan anak-anaknya. Misalnya tema tentang : (1) kehidupan anak dalam keluarga. namun bisa juga disampaikan dengan membacakan buku cerita. dll. (10) mengenal nilai-nilai yang positif dan negatif. (8) mengembangkan emosi anak. Agar cerita atau dongeng yang dismpaikan dapat dicerna dan diserap anak. Melalui cerita atau dongeng banyak hal tentang hidup dan kehidupan yang dapat kita informasikan kepada anak-anak. dan setiap kelompok bernyanyi bersama kelompoknya. (11) menambah pengetahuan. (4) menambah perbendaharaan kata. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan bercerita atau mendongeng antara lain adalah : (1) mengembangkan imajinasi anak. memberi perasaan yang lucu. Bahkan jika mungkin dapat menciptakan cerita atau dongeng sendiri sesuai dengan tema.beberapa kelompok. memberi semangat anak. Oleh karena itu sebagai pamong PAUD hendaknya mempunyai inventaris buku-buku cerita yang sesuai dengan kehidupan dan perkambangan anak sebagai sumber cerita. (3) tanaman. mengasyikkan. dinamis (tidak monoton). dll. (2) menambah pengalaman. (2) binatang. . seperti pasar malam. oleh karena itu cerita atau dongeng tidak harus disampaikan secara lisan. (4) peristiwa dalam masyarakat. musim panen. penuh ekspresi (tidak berlebihan). menimbulkan rasa ingin tahu. (5) pilihlah beberapa anak yang mungkin sudah hafal lagu itu untuk menyanyi secara individu. seperti aneka bunga. dll. c. tanaman pertanian. meningkatkan gairah belajar. Metode Bercerita (Mendongeng) Bercerita atau mendongeng merupakan warisan budaya yang sudah lama kita kenal. (6) nyanyikan sekali lagi secara bersama-sama dan (7) ulangi lagi lagu tersebut pada hari yang lain. Yang penting bagaimana cara mengemas cerita atau dongeng sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan suasana yang menyenangkan. (3) melatih daya konsentrasi. (5) menciptakan suasana yang akrab. (6) melatih daya tangkap. melibatkan anak baik secara emosi atau fisik. sekolah atau masyarakat. (9) berlatih mendengarkan. Begitu juga pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama dapat kita tanamkan kepada anak-anak melalui tokohtokoh yang ada dalam cerita atau dongeng tersebut. situasi dan kondisi anak-anak. Tidak semua pamong PAUD mempunyai kemampuan untuk menghafal secara lengkap banyak cerita atau dongeng yang ada. menarik perhatian. maka sebaiknya tema-tema yang diangkat adalah tema-tema yang berkaitan erat dengan kehidupan anak-anak atau yang disukai oleh anak-anak. (7) mengembangkan perasaan sosial. seperti binatang ternak. waktunya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak (tidak terlalu lama).

idul fitri, dll, (5) profesi masyarakat, seperti polisi, petani, nelayan, dll, dan (6) tema-tema lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Sebagai seorang pamong PAUD, sebaiknya melakukan persiapanpersiapan sebelum bercerita atau mendongeng kepada anakanak. Beberapa persiapan yang dapat dilakukan antara lain : (1) menetapkan tujuan dan tema cerita, (2) menetapkan bentuk cerita, (3) menyiapkan alat dan media yang digunakan, (4) menetapkan langkah-langkah bercerita, (5) membaca dan memahami isi cerita. Dengan persiapan yang matang, maka kegiatan bercerita akan lebih terarah, fokus dan tidak melebar kemana-mana, sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. d. Metode Karya Wisata Karya wisata merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengamati atau mengobservasi, memperoleh informasi dan mengkaji dunia secara langsung, seperti binatang, tanaman, dan benda-benda lain yang ada disekitar anak. Melalui kegiatan karya wisata, anak-anak akan memperoleh pengalaman belajar secara langsung dengan menggunakan seluruh panca indera, sehingga apa yang diperoleh dari lapangan dapat lebih berkesan dan pada gilirannya akan lebih lama mengendap di memori anak. Melalui kegiatan karya wisata diharapkan dapat (1) merangsang minat anak terhadap sesuatu, (2) memperluas informasi yang diperoleh di kelas, (3) memberi pengalaman belajar secara langsung, (4) menumbuhkan minat anak terhadap sesuatu, (5) menambah wawasan anak, (6) menjadi sarana rekreasi, (7) memberi perasaan yang menyenangkan, (8) sarana mempererat hubungan antara orangtua dengan pamong PAUD, orangtua dengan orangtua, dan anak dengan anak. Kegiatan karya wisata dapat dilakukan diluar lembaga sesuai dengan tema yang sedang dibicarakan dalam bentuk "puncak tema". Misalnya : (1) tema binatang, anak-anak dapat diajak ke kebon binatang, (2) tema tanaman, anak-anak diajak ke kebun raya, pasar bunga, taman kota, dll, (3) tema profesi, anak-anak diajak berkunjung ke kantor polisi, rumah sakit, dll, (4) tema transportasi, dapat diajak berkunjung ke stasiun, pelabuhan, terminal, dll, (5) tema alat komunikasi, dapat mengunjuingi kantor pos, stasiun televisi, kantor penerbit, dll, (6) tema negara, dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah, seperti musium, taman pahlawan, tugu pahlawan, dll, (7) tema alam, dapat berkunjung ke pantai, pegunungan, dll, (8) dan tema-tema lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing lembaga. Mengingat metode karya wisata ini selalu dilakukan di luar lembaga, tentu akan membutuhkan dana tambahan untuk pelaksanaanya, misalnya untuk transportasi, dokumentasi,

konsumsi, retribusi, publikasi, dll. Agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan program lembaga, maka disarankan untuk melibatkan banyak pihak untuk menanganinya, utamanya orangtua anak. Dengan melibatkan banyak pihak diharapkan dapat meringankan beban yang harus dipikul oleh orang tua dan lembaga, misalnya melibatkan perusahaan sebagai sponsor, tokoh masyarakat sebagai donatur, lembaga pemerintah, dan lembaga-lembaga lain yang terkait dengan kegiatan ini. Sebelum pelaksanaan kegiatan karya wisata, sebaiknya pamong PAUD membuat rancangan kegiatan, sehingga kegiatan dapat dilakasanakan dengan baik sesuai dengan tujuan. Secara umum rancangan kegiatan yang dapat disiapkan oleh pamong PAUD meliputi : (1) menetapkan sasaran dan lokasi, sesuai dengan tema, (2) melakukan observasi lokasi dan hubungan dengan pihak pengelola lokasi, (3) merumuskan program kegiatan, yang meliputi : menentukan tujuan, adanya jaminan untuk mencapai tujuan, waktu, dana dan antisipasi adanya hambatan, (4) membentuk panitia pelaksanaan (bila perlu), (5) menyiapkan bahan dan alat serta perlengkapan yang diperlukan, (6) merumuskan tatatertib kegiatan, (7) meminta ijin dan partisipasi orangtua . e. Metode Demonstrasi Metode ini menekan pada cara-cara mengerjakan sesuatu dengan penjelasan, petunjuk dan peragaan secara langsung. Melalui metode ini diharapkan anak-anak dapat mengenal langkah-langkah pelaksanaan dalam melakukan suatu kegiatan, yang pada gilirannya anak-anak diharapkan dapat meniru dan melakukan apa yang didemonstrasikan oleh pamong. Misalnya ketrampilan melipat kertas (origami), menggambar sesuai pola, menggulung, menggunting dan sebagainya. Melalui kegiatan demontrasi pamong dapat memperlihatkan secara nyata apa yang harus dilakukan anak, mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dan konsep, mengamati dengan cermat dan teliti. Kegiatan demontrasi dapat memberi ilustrasi dalam menjelaskan informasi kepada anak. Anak akan melihat bagimana suatu peristiwa berlangsung, lebih menarik, dan merangsang perhatian serta lebih menantang. Disamping itu melalui kegiatan demontrasi dapat membantu meningkatkan daya pikir dalam peningkatan kemampuan mengenal, mengingat, berfikir konvergen dan berfikir evaluatif. Kegiatan demontrasi dapat memberi kesempatan kepada anak untuk memperkirakan apa yang akan terjadi, bagaimana hal itu dapat terjadi, dan mengapa hal itu dapat terjadi. Dengan demikian akan merangsang anak berusaha untuk memperhatikan ilustrasi dan apa yang sedang dilakukan pamong serta mendengarkan penjelasan pamong. Selain itu anak juga akan menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang

dihadapi dan berusaha untuk melakukan kegiatan sebagaimana yang dilakukan oleh pamong, serta merangsang anak untuk berfikir secara kritis dan menggunakan kemampuannya untuk menalar. Sesuai dengan tujuan metode demontrasi yaitu memberi pengalaman belajar melalui melihat dan mendengarkan yang diikuti dengan meniru pekerjaan yang didemonstrasikan, maka kegiatan yang sesuai dengan metode ini adalah : (1) kegiatan demontrasi yang dimulai dengan penjelasan. kegiatan ini berkaitan dengan cara membuat bentuk (bangunan0 dan cara menggunakan alat, misalnya : menarik garis lurus dan lengkung, menggunting pola, membentuk model, mengatur meja makan, mengatur tempat tidur dan cara menggunakan alat, dan sebagainya, (2) kegiatan demonstrasi dalam bentuk dramatisasi. Kegiatan ini pada umumnya untuk menanamkan nilai-nilai sosial, nilai-nilai moral dan nilai-nilai keagamaan. Sebelum pamong PAUD menerapkan metode demontrasi, sebaiknya membuat rancangan terlebih dahulu, sehingga kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan. Secara umum rancangan yang dapat dibuat meliputi : (1) menetapkan tujuan dan tema kegiatan, (2) menetapkan bentuk demonstrasi yang dipilih, (3) menyiapkan alat dan bahan, (4) menetapkan langkah-langkah kegiatan dan (5) menetapkan penilaian kegiatan. f. Metode Bercakap-cakap (Berdialog) Bercakap-cakap atau berdialog dapat diartikan saling mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan kebutuhan secara verbal, untuk mewujudkan bahasa reseptif yang meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain dan bahasa ekspresif yang meliputi kemampuan menyatakan pendapat, gagasan, perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. Bercakap-cakap dapat dilakukan antara pamong dengan anak, atau anak dengan anaik. Melalui kegiatan bercakap-cakap (dialog) diharapkan dapat : (1) meningkatkan keberanian anak untuk mengaktualisasikan diri dengan menggunakan kemampuan berbahasa secara ekspresif, misalnya menyatakan pendapat, perasaan, keinginan, bertanya, dan sebagainya, (2) meningkatkan keberanian anak untuk menyatakan secara lisan apa yang harus dilakukan oleh diri sendiri dan anak lain, (3) meningkatkan keberanian anak untuk mengadakan hubungan dengan orang lain, baik sesama teman atau pamong, (4) memberi kesempatan kepada anak untuk membangun jati dirinya, melalui kesempatan untuk berdialog, (5) memperluas pengetahuan, wawasan dan berbendaharaan kata , (6) meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, seperti mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain.

Dalam pembelajaran untuk anak usia dini, sebaiknya komunikasi dua arah dalam bentuk bercakap-cakap atau dialog hendaknya selalu dikedepankan, sementara komunikasi yang searah (ceramah) sebaiknya diminimalisir, sehingga suasana pembelajaran akan tampak hidup, lebih menarik dan melibatkan banyak anak. Berikan kesempatan kepada anak untuk bercerita apa saja yang mereka ketahui dan apa saja yang sudah mereka lakukan, baik di rumah, di lembaga PAUD atau di masyarakat. Bebaskan mereka untuk bertanya tentang apa saja, dan apapun yang yang diutarakan atau ditanyakan anak, hendaknya direspon secara positif, meskipun celoteh anak-anak sering menyimpang dari tema yang sedang dibicarakan. Sebagai seorang pamong PAUD, hendaknya berupaya untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam berdialog. Upayakan menggunakan kata-kata yang positif, penuh dengan penghargaan dan pujian, serta kata-kata yang santun dan lembut, misalnya kata "terima kasih", "al-hamdulillah", "luar biasa", "ma'af", "permisi", "pintar", "jempol dua", "subhanallah" dan lain-lain. Jika anak-anak sering mendengar katakata tersebut, mereka akan meniru dan membiasakan diri berkatakata yang baik, merasa dihargai pekerjaannya, merasa dihormati hak-haknya, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan termotivasi untuk lebih giat lagi. Sebaliknya, pamong PAUD hendaknya berupaya untuk menghindari kata-kata yang negatif, kurang sopan, kasar, tidak santun, besifat melarang, misalnya kata "jangan" , "tidak", "bodoh", "nakal", "malas", dan sebagainya. Jika anak-anak sering mendengar dan akrab dengan kata-kata tersebut, maka dampaknya akan fatal terhadap perkembangan anak nanti. Mereka akan meniru, merasa tidak dihargai, tidak dihormati, dikecilkan, dibatasi ruang geraknya, dihalangi kemauannya, bahkan sampai pada merasa disakiti hati dan perasaannya, yang nantinya akan membuat anak menjadi rendah diri, tidak percaya diri dan tidak termotivasi dalam pembelajaran. g. Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas ini diberikan kepada anak, semata-mata hanya untuk melatih persepsi pendengaran, meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, memusatkan perhatian dan membangun motivasi anak, bukan untuk melihat hasilnya. Oleh karena itu sebaiknya dihindari pemberian tugas yang bersifat memaksa, mendikte, membatasi kreativitas anak, terus menerus, dalam bentuk pekerjaan rumah, atau tugas-tugas lain yang membuat anak justru merasa tertekan, terpaksa, membuat anak bosan bahkan mungkin sampai pada tingkat frustasi. Berikan tugas-tugas yang dapat meningkatkan kreatrivitas anak, meningkatkan imajinasi anak, melatih motorik, membuat anak lebih bergairah, lebih bersemangat, merasa senang, nyaman,

bukan sebalinya. tidak membosankan. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. Dengan demikian tugas yang diberikan dapat mendorong anak-anak untuk lebih tertarik dan betah berada di lembaga PAUD. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. Metode Quantum Teaching Metode ini tergolong relatif masih baru dalam PAUD. tidak membosankan. menggunting. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. nyaman. antara lain : (1) metode ini dapat digunakan dalam pembelajaran untuk semua usia. (4) menunjukkan cara menjadi pendidik yang lebih baik. (5) menguraikan cara baru yang dapat mempermudah pembelajaran. yaitu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestai anak. seperti unsur belajar yang efektif. . pembelajaran. dinamis. menempel.ajar dan tugas-tugas lain yang membuat anak merasa nyaman dan aman ketika belajar di lembaga PAUD. h. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. hidup. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. menyenangkan. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. dan sebagainya.menumbuhkan rasa percaya diri. menyenangkan. (3) metode ini mengorkestrasi berbagai interaksi dalam momen belajar. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. meronce. Metode ini dalam penerapannya menekankan pada dua hal. auditorial dan kinestetik). (2) metode ini menekankan dua aspek. unsur belajar yang mempengaruhi kesusksesan anak dan unsur yang mengubah kemampuan dan bakat alamiah menjadi cahaya yang bermanfaat. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. termasuk untuk anak usia dini. hidup. mewarnai. meningkatkan motivasi bel. nyaman. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. Beberapa alasan mengapa metode ini diterapkan dalam PAUD. dinamis. auditorial dan kinestetik). Misalnya tugas untuk menggambar bebas. karena pada umumnya metode ini digunakan untuk pendidikan formal. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak.

Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. auditorial dan kinestetik). lebih baik dalam konteks yang berbeda dengan asalnya. dapat memperkuat koneksi syaraf dan menumbuhkan rasa ´aku tahu bahwa aku tahu iniµ. sementara intervensi pamong dalam pembelajaran lebih diminimalisir. Pijakan lingkungan main. (3) Namai. Metode Sentra dan Lingkaran (Seling) Metode ini menekankan pada pembelajaran pada system sentra. kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan jalinan & kepemilikan bersama. kegiatan yang dilakukan oleh pamong PAUD antara lain : a. i. dinamis. menamai diberikan saat mengajarkan konsep ketrampilan berfikir strategis. Dalam pijakan ini. sebagai bentuk pengakuan untuk menyelesaikan sebuah usaha. yaitu : 1. (4) Demontrasikan. Metode ini lebih memberi keleluasaan kepada anakanak untuk bebas bermain di sentra-sentra yang sudah disiapkan. mencari tanggapan ´yesµ dari anak. (2) Alami. yang dapat memberi rasa rampung dengan menghormati usaha.pembelajaran. yaitu (1) Tumbuhkan. saling memahami dan mendapatkan komitmen untuk menjelajah. dilakukan dengan multi modalitas dan multi kecerdasan. mengelola awal lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup (tiga tempat main untuk setiap anak) . bertujuan untuk memberi peluang kepada anak untuk menterjemahkan dan menerapkan pengetahuan mereka dalam pembelajaran lain dan kehidupan mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengalaman kepada anak. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. memanfaatkan pengetahuan & keinginan anak dan memanfaatkan hasrta alami otak untuk menjelajah. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. (5) Ulangi. nyaman. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. ketekunan & kesuksesan anak. Pembelajaran dengan menggunakan metode ini mengacu pada empat pijakan yang ada. Pembelajaran dengan menggunakan metode Quantum Teaching mengacu pada rancangan pembelajaran yang berbentuk TANDUR. dan (6) Rayakan. memanfaatkan pengalaman anak. menyenangkan. dan memuaskan hasrat alami otak untuk memberi identitas. Melalui kegiatan tumbuhkan ini diharapkan anak sudah terkondisi dan siap untuk menerima informasi dari pamong. hidup. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. melalui kegiatan ini menamai dibangun diatas pengetahuan dan keingintahuan. tidak membosankan. mengurutkan & mendefinisikan.

Pijakan Pengalaman Setelah Main Dalam pijakan yang terakhir ini. urutan dan penataan lingkungan main secara tepat Empat pijakan tersebut merupakan pijakan yang bersifat umum yang harus dilakukan oleh pamong PAUD dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode sentra. memiliki berbagai bahan yang mendukung tiga jenis main. mendiskusikan aturan dan harapan untuk pengalaman main e. sebagai pengalaman belajar positif melalui pengelompokkan. pembangunan dan main peran d. membaca buku yang berkaitan dengan pengalaman atau mendatangkan nara sumber b. Pijakan Pengalaman Main Setiap Anak Dalam pijakan ini kegiatan yang harus dilakukan oleh pamong PAUD meliputi : a. memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan e. menggabungkan kosakata baru dan menunjukkan konsep yang mendukung perolehan ketrampilan kerja (standar kinerja) c. merencanakan intensitas (sejumlah waktu yang dibutuhkan untuk bermain) dan densitas (berbagai macam cara setiap jenis main yang disediakan) pengalaman c. menata kesempatan main untuk mendukung hubungan social yang positif. Adapun uraian secara khusus dapat disesuaikan dengan sentra yang . menjelaskan ranmgkaian waktu main f. menggunakan waktu membereskan maianan. merancang dan menerapkan urutan transisi main. Pijakan Pengalaman Sebelum Main Dalam pijakan ini kegiatan yang dilakukan oleh pamong PAUD antara lain : a. memperkuat dan memperluas bahasa anak d. mengamati dan mendokumentasikan perkembangan dan kemajuan main anak 4. memberikan anak waktu untuk mengelola dan memperluas pengalaman main mereka b. meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui dukungan pada hubungan teman sebaya e. memberikan gagasan bagaimana menggunakan bahanbahan d. mengelola anak untuk keberhasilan hubungan social g. 3. yaitu sensorimotor. peran pamong PAUD adalah : a. mendukung anak untuk mengingat kembali pengalaman mainnya dan saling menceritakan pengalaman mainnya b. 2. mencontohkan komunikasi yang tepat c.b.

Alami. Output adalah keluaran 4. Bercaka-cakap (berdialog) 7. Seling singkatan dari Sentra dan Lingkaran . Uraikan dan Rayakan 6. 2. bermain peran makro. Beberapa metode pembelajaran yang cocok yang dapat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini antara lain adalah metode : 1. sentra persiapan. dimana mitra yang lebih terampil menyesuaikan dukungan terhadap kinerja anak pada saat ini 7. Input adalah masukan 3. Demonstrasi 6. sentra musik dan olah tubuh. Metode pembelajaran PAUD adalah cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini. D. Quantum Teaching adalah metode pembelajaran yang menekankan pada pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestasi anak melalui orkestrasi dengan segala nuansanya yang ada dalam lingkungan belajar 5. sentran imtak. Pemberian Tugas 8. TANDUR singkatan dari Tumbuhkan. Bernyanyi 3. Quantum Teaching 9. pembangunan terstruktur. PAUD singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini 2. Namai. misalnya sentra bermain peran mikro. Karya Wisata 5. Demonstrasikan. pembangunan bahan alam (sifat cair). Sentra dan Lingkaran E.disiapkan. Bercerita (mendongeng) 4. Kata-Kata Kunci 1. Rangkuman 1. Bermain 2. dan sebagainya. Pijakan adalah dukungan yang berubah-ubah salama kegiatan belajar.

masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. Dalam konteks pembelajaran KBK. sebab suatu strategi pada hakikatnya belum mengasah pada hal-hal yang bersifat praktis. metode dan taktik. dalam konteks pembelajaran ada juga istilah lain yang dinamakan model mengajar (models of teaching) istilah ini dipopulerkan oleh Bruce Joyce dan Marsha Weil. Jadi dengan demikian metode pada dasarnya berangkat dari suatu strategi tertentu. Metode dipilih berdasar strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditetapkan. Pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu dalam proses pembelajaran dinamakan dengan metode pembelajaran. strategi dapat di katakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentan kegiatan yang dapati dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. 1998). Perlu disusun suatu strategi agar tujuan itu tercapai dengan optimal. bercakap-cakap. Sedangkan cara untuk menjalakan metode yang ditetapkan itu dinamakan dengan teknik atau taktik sifat-sifatnya lebih praktis yang disusun untuk menjalankan suatu metode dan strategi tertentu.Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD LATAR BELAKANG MASALAHStrategi secara umum merupakan suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dengan kata lain taktik dan teknik itu menunjukkan cara yang dilakukan seseorang yang sifatnya lebih tertumpu pada kemampuan dan pribadi seseorang. intonasi suara. Metode Sebagai Alat Motivasi Ekstrinsik Menurut Sardiman A. eksperimen. baik ditinjau dari bahasa yang digunakan. Misal ada dua orang guru sama-sama menggunakan metode ceramah yang ditampilkan keduanya bisa berbeda. Seperti halnya dalam kegiatan belajar mengajar maka strategi bisa diartika sebagai polapola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Nah untuk mencapai tujuan tersebut maka seorang pendidik harus memahami kedudukan metode dalam sebuah pembelajaran karena metode sebagai salah satu komponen yang ikut andil dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. proyek dan pemberian tugas dan metode demonstrasi. Untuk mencapai tujuan pembelajaran (ingat pembelajaran adalah peristiwa yang bertujuan). Disamping istilah strategi. Sedangkan metode adalah cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri artinya suatu cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. tanya jawab. Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan. Namun tidak semua metode itu cocok untuk pelaksanaan kegiatan di TK. Dalam bukunya yang sangat terkenal Models of Teaching (1971) menurut Joyce model itu lebih luas dari suatu strategi. baru membicarakan teknik atau tektik permainan. Sedangkan untuk mencapai tujuan. Istilah lain yang lebih umum dari istilah strategi dan model pembelajaran adalah istilah pendekatan. Diantara kedudukan metode dalam belajar mengajar yaitu: 1.M (1988:90) metode ini adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya artinya metode ini berfungsi sebagai . KEDUDUKAN METODE DALAM BELAJAR MENGAJARKegiatan belajar mengajar yang melahirkan interseksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Karena TK mempunyai model khas yang telah dirancang dalam KBK seperti metode karya wisata. cara memberikan ilustrasi dan sebagainya. prinsip-prinsip reaksi guru dan peserta didik. bercerita. sistem sosial yang diharapkan. PENGERTIAN STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARANStrategi merupakan pola umum menentukan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Metode merupakan cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Misalkan dalam suatu permainan sepak bola untuk memenangkan pertandingan kita dapat menggunakan strategi menyerang atau bertahan. Setelah kita menetapkan pola yang sesuai dengan strategi yang diinginkan. Oleh sebab itu untuk lebih jelasnya masalah penulisan tentang strategi pembelajaran ( learning strategy ) kita simak dalam bab pembahasan. Demikian juga halnya dalam proses pembelajaran / learning. Maka stelah kita menyusun strategi baru kita tentukan pola atau metode menyerang atau bertahan yang itu pola yang harus dilakukan. Tidak ada strategi tanpa adanya tujuan yang harus dicapai. Pendekatan adalah istilah yang diberikan untuk hal yang bersifat lebih umum. sosio drama. tepat dan jitu tidak mungkin tujuan dapat tercapai. Menurut Killen ada dua pendekatan yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada guru dan pendekatan yang berorientasi pada peserta didik. serta penunjang yang diisyaratkan. Dan strategi adalah penjabaran dari pendekatan yang digunakan itu (Roy Killen. tahapan-tahapan model. strategi memang disusun untuk tujuan tertentu. Dikatakan pola umum. karena suatu model mengajar menyangkut 4 hal pokok yaitu. Pendekatan memang tidak sama dengan strategi atau model. Tenpa suatu strategi yang cocok. karena sebagai pendidik ataupun guru akan lebih mudah dalam melaksanakan suatu kegiatan khususnya dalam kegiatan belajar mengajar apabila telah mampu dan menguasai suatu strategi ataupun metode yang pas dengan kegiatan yang kita laksanakan.

1986). Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan atau pelicin jalan pengajaran menuju tujuan. mempunyai imajinasi dan senang berbicara. Pemberian pengalaman belajar yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan kerja. menggunakan metode-metode menggerakkan anak untuk mengekspresikan perasaan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan secara verbal dan tepat. karena bila tidak. Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pengajaran akan menjadi kendala dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Mampu menarik kesimpulan dan genalisasi. pengembangan bahasa. Untuk mengembangkan kognisi anak dapat dipergunakan metode-metode yang mampu menggerakkan anak agar menumbuhkan berfikir dapat menalar. mendengar. Dan untuk perbedaan daya serap anak didik tersebut memerlukan strategi pengajaran yang tepat yaitu metode. Untuk mengembangkan emosi anak. Oleh karena itu dalam memilih suatu metode yang akan dipergunakan dalam program kegiatan anak di TK guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajari. Selain dari tujuan kegiatan. ketika anak didik menunjukkan kelesuan. cemas dalam menggunakannya. Roestiyah N. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODEKetika anak didik tidak mampu berkonsentrasi. membuat pertanyaan yang membantu memecahkan. 2. Untuk mengembangkan nilai dan sikap anak. Tujuan dari kegiatan belajar mengajar tidak akan pernah tercapai selama komponenkomponen lainnya tidak diperlukan. membaca dan menulis. Boleh jadi dari sekian keadaan tersebut salah satu penyebabnya adalah faktor metode. Salah satunya adalah komponen metode. Misalkan guru menggunakan metode ceramah sedangkan tujuan pengajarannya adalah anak dapat memperagakan sholat dengan baik. pengembangan motorik dan pengembangan nilai serta pengembangan sikap dan nilai. tidak menimbulkan perasaan takut. . pengembangan emosi. memikirkan kembali. senang bereksperimen dan menguji. Oleh karena itu guru perlu menciptakan lingkungan yang aman dan menantang (Gordon dan Brown. mampu mengekspresikan diri secara kreatif. Bahan dan alat yang digunakan dalam keadaan baik. mempunyai rasa ingin tahu yang kuat. Untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak dengan menggunakan metode yang dapat meningkatkan perkembangan ( development ) kemampuan berbicara. maka apa yang guru sampaikan akan sia-sia. Selain itu melatih anak menggunakan bahasa untuk berhubungan dengan orang lain dan melakukan apa yang dianggap benar berdasar nilai yang ada dalam masyarakat (HildeBrand. 1985). Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. Karenanya efektivitas penggunaan metode patut dipertanyakan. PENGGUNAAN METODE DI TAMAN KANAK-KANAKSebagaima dikemukakan bahwa metode itu merupakan cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Dengan demikian metode mengajar adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. membangun kembali dan menemukan hubungan-hubungan baru. Akan tetapi tidak selamanya berfungsi secara memadai. Untuk mengembangkan motorik anak. memahami tubuh dan perasaan mereka sendiri. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metide mengajar. Untuk mengembangkan krativitas anak. pengembangan kreativitas. Metode Sebagai Alat Untuk Mencapai Tujuan Tujuan adalah suatu cita-cita yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar atau pedoman yang memberi arah kemana kegiatan belajar mengajar akan dibawa. Maka hal itu kegiatan belajar mengajar yang kurang kondusif. 1994). Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan adalah pengembangan kognitif.alat perangsang dari luar yang membangkitkan belajar seseorang. mengenal orang dan benda-benda yang ada. Metode Sebagai Strategi Pengajaran Dalam kegiatan belajar mengajar Dra. caranya adalah dengan memahami lingkungan dengan sekitarnya. bukannya tujuan yang harus menyelesaikan diri dengan metode. dapat digunakan metode-metode yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan yang didasari oleh nilai-nilai agama dan moral Pancasila. agar anak dapat mengalami hidup sesuai dengan norma yang dianut masyarakat (Depdikbud. Guru memberi kesempatan anak memperoleh pengalaman yang luas dalam mendengarkan dan berbicara. metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. ketika sebagia besar anak didik membuat kegaduhan. Ketika itulah guru mempertanyakan faktor penyebab dan berusaha mencari jawabannya secara tepat. 3. kebiasaan menghargai waktu dan kebiasaan memlihara lingkungan. dapat dipergunakan metode-metode yang menjamin anak tidak mengamali cidera. Karena dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam yang relatif lama. ketika minat anak didik semakin berkurang dan ketika anak didik sebagian besar tidak menguasai bahan yang telah guru sampaikan. Daya serap anak didik juga bermacam-macam ada yang cepat ada yang sedang dan ada pula yang lambat.K (1989:1) guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara efektif dan efisien mengena pada tujuan yang harapkan. karena pada umumnya anak TK adalah anak yang selalu bergerak. Seharusnya penggunaan metode dapat menunjang pencapaian tujuan pengajaran. karakteristik anak juga ikut menentukan pemilihan metode.

misal mengapa pohon layu kalau tidak disiram. misal memakai dasi. kelenturan ditujukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. yaitu anak bermain sendiri b) Bermain secara paralel. yaitu anak bermain sendiri secara berdampingan. Melalui bermain anak memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan. demonstrasi. merekayasa.BEBERAPA METODE PENGAJARAN DIMENSI PERKEMBANGAN ANAK TKSeperti telah dikemukakan tidak semua metode pengajaran cocok bagi program kegiatan anak TK. artinya bermain dapat menyalurkan kelebihan tenaga anak. bermain itu perilaku yang lentur. 5) Menyempurnakan keterampilan memecahkan masalah. Berikut metode pengajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia TK yaitu bermain. Akan tetapi yang dapat kami jelaskan dalam makalah ini ada empat metode yaitu : 1. Bermain dapat digolongkan pada 4 bentuk (Gordon dan Brown) a) Bermain secara soliter. Bermain berupakan kegiatan yang memberikan kepuasan bagi diri sendiri. Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri. eksperimen metode proyek dan pemberian tugas. sosiodrama. bercakap-cakap. misal mendendarai sepeda dari roda 3 ke roda 2. Kelenturan. Cara/tujuan. maksudnya anak dapat mempersiapkan perannya kelak. mengulang latihan apapun yang dapat dilakukan untuk mentrasformasi secara imajinatif hal-hal yang sama dengan dunia orang dewasa. Bukan dikerjakan sambil lalu. 1985:266). b. c. tingkah laku bermain di motivasi dari dalam diri anak. d. 6) Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain. karya wisata. e. Misal metode ceramah kurang cocok bagi program kegiatan belajar anak TK karena metode ceramah menuntut anak memusatkan perhatian dalam waktu cukup lama padahal rentang waktu perhatian anak relatif singkat. Menurut Dearden (Hetherington dan Parkei. melainkan lebih bersifat purapura. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. tidak ada interaksi antara anak yang satu dengan yang lain c) Bermain asosiatif yaitu bermain berkelompok. 4) Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari. Motivasi intrinsik. bermain merupakan pekerjaan masa kanak-kanak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon dan Brown. misal bertepuk air beramai-ramai dan sebagainya . karena anak lebih tertarik pada tingkah laku itu sendiri daripada keluaran yang dihasilkan. yang lebih ditentukan pada caranya dari pada hasil yang diperoleh dari kegiatan itu (Dworetsky 1990:359). 1979) bermain merupakan kegiatan yang nonserius dan segalanya ada dalam kegiatan itu sendiri yang dapat memberikan kepuasan bagi anak. Metode Bermain Menurut pendidik dan para ahli psikolog. mengeksploitasi. 2) Menghayati berbagai pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan kebiasaan pada anak. tingkah laku itu menyenangkan atau mengembirakan untuk dilakukan. tanya jawab. 3) Mengantisipasi peran yang akan dijalani dimasa yang akan datang. bercerita. Pengaruh positif. Menurut Dworetsky ada lima kriteria dalam bermain: a. Sedangkan menurut Hildebrand (1986:54) bermain berarti berlatih. karena itu tidak mengikuti pola atau aturan yang sebenarnya. Bermain mempunyai makna penting bagi pertumbuhan anak (Frank dan Theresa Caplan) Hildebrand (1986:55-56) a) Bermain membantu pertumbuhan anak b) Bermain merupakan kegiatan yang dilkukan secara sukarela c) Bermain memberi kebebasan anak untuk bertindak d) Bermain memberikan dunia khayal yang dapat dikuasai e) Bermain mempunyai unsur berpetualang didalamnya f) Bermain meletakkan dasar pengembangan bahasa g) Bermain mempunyai pengaruh yang unik dalam pembetukan hubungan antar pribadi h) Bermain memberikan kesempatan untuk menguasai diri secara fisik i) Bermain memperluas minat dan pemusatan perhatian j) Bermain merupakan cara anak untuk menyelidiki sesuatu k) Bermain merupakan cara anak mempelajari peran orang dewasa l) Bermain merupakan cara dinamis untuk belajar m) Bermain menjernihkan pertimbangan anak n) Bermain dapat distruktur secara dinamis o) Bermain merupakan kekuatan hidup p) Bermain merupakan sesuatu yang esensial bagi kelestarian hidup manusia Sedangkan fungsi bermain yaitu: 1) Mempertahankan keseimbangan.

. desa. perlu adanya penilaian untuk mengetahui.Menetapkan sasaran yang diprioritaskan sesuai dengan tema kegiatan belajar yang dipilih. Sebagai bukti penguasaan bahasa reseptif ialah semakin banyknya kata-kata baru yang dikuasai oleh anak yang diperolehnya dari kegiatan bercakap-cakap. meningkatkan perbendaharaan. 1986). Proses dua arah dalam bercakap-cakap diperlukan keterampilan mendengar dan berbicara. memperluas informasi yang telah diperoleh di kelas. Artinya anak banyak mengenal kosa kata dari berbagai tema yang memacu pengembangan berbagai aspek perkembangan anak. kognitif terutama bahasa. yaitu anak secara aktif menggulang hubungan dengan anak-anak lain untuk melaksanakan kegiatan bermain 2. Pengertian metode bercakap-cakap bagi anak TK Bercakap-cakap mempunyai arti saling mengkomunikasikan fikiran dan perasaan secara visual (Hildebrand 1987:279). Metode Karya Wisata Bagi anak TK karya wisata berarti memperoleh kesempatan untuk mengobservasi. Sebagai bukti berkembangnya kemampuan berbahasa ekspresif ialah semakin seringnya anak mengatakan keinginan. Rancangan karya wisata 1) Rancangan persiapan karya wisata oleh guru .Permintaan idzin dan partisipasi orang tua. d. yaitu aspek kognitif. . memperoleh informasi/mengkaji segala sesuatu secara langsung (Hildebrand.Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan untuk karya wisata seperti: kamera. . dunia kerja. . ia dapat memberitahukan kepada si pembicara 3) Ia dapat menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan agar dapat menerima pesan tersebut Becakap-cakap mengandung arti belajar mewujudkan kemampuan berbahasa reseptif dan ekspresif. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan karya wisata Yaitu merupakan kegiatan penyiapan akhir bahan dan peralatan yang harus dibawa dalam melaksanakan karya wisata. e) antisipasi bahaya yang mungkin terjadi dan cara mengatasinya. pluit. 3) Rancangan penilaian karya wisata Apabila karya wisata telah dilaksanakan. kehidupan manusia. (Gordon dan Browne 1985:314) Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK karena bercakap-cakap dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain. pengetahuan.d) Bermain secara kooperatif. yaitu a) tujuan pendidikan yang ingin dicapai. memperluas wawasan. pesisir. maka tujuan karya wisata dapat diarahkan pada pengambangan aspek perkembangan anak TK yang sesuai. Karya wisata juga berarti membawa anak TK ke obyek-obyek tertentu sebagai pengayaan pengajaran. Manfaat karya wisata bagi anak TK Karya wisata dapat dipergunakan untuk merangsang minat mereka terhadap sesuatu. tali bekal dan lain-lain. Oleh karena itu penggunaan metode bercakap-cakap bagi anak TK akan membantu perkembangan dimensi sosial. dan dapat menambah wawasan (Hildebrand) c. Pengertian karya wisata bagi anak Taman Kanak-Kanak Karya wisata merupakan salah satu metode melaksanakan kegiatan pengajaran di Taman Kanak-Kanak dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung yang meliputi manusia. . Metode Bercakap-Cakap a. c) banyaknya waktu yang harus disesuaikan. pikiran dan perasaan kepada orang lain secara lisan. Bercakap-cakap merupakan salah satu bentuk komunikasi antar pribadi.Mengadakan hubungan dan pengenalan medan sasaran karya wisata. Melalui peningkatan keterampilan menyatakan perasaan atau gagasan. pemberian pengalaman belajar yang tidak mungkin diperoleh anak di dalam kelas (Welton dan Mallon 1981:414) a. bahasa. misal kapan harus berkumpul. misal tema binatang. kreativitas dan kehidupan bermasyarakat serta penghargaan pada karya dan jasa orang lain. 3. .Menetapkan tata tertib karya wisata. pegunungan. e. b. memberika pengalaman menganai kenyataan yang ada. misal di kota. emosi.Merumuskan program kegiatan melalui karya wisata. warna. ukuran dan sebagainya. dunia tanaman.Persiapan guru dikelas. guru harus mengenal betul sasaran yang akan dituju. . keberhasilan sebagaimana tujuan pendidikan TK. Sasaran karya wisata Dunia binatang. b) keseusian karya wisata. Tujuan karya wisata bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan yang diperoleh anak TK dari kegiatan karya wisata yakni menumbuhkan minat. makan dan sebagainya. emosi. Bercakapcakap dapat pula diartikan sebagai dialog atau sebagai perwujudan bahasa reseptif dan ekspresif dalam satu situasi. meningkatkan kemampuan hidup masyarakat. hewan dan tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya dengan pengamatan yang diperoleh dari panca indra menganai bentuk. d) biaya yang dibutuhkan. Ada tiga hal yang harus dilakukan oleh pendengar dalam komunikasi antar pribadi (Hetherington dan Parke 1979) 1) Mengukur pemahaman yang didengar secara pasti 2) Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak jelas. kebutuhan.

b) Mengkomunikasi tujuan yang ingin dicapai c) Melaksanakan bercakap-cakap dibawah bimbingan guru dan pengaturan lalu lintas percakapan d) Menutup percakapan 3) Rancangan penilaian bercakap-cakap Sesuai dengan tujuan dan tema yang dipilih maka evaluasi kegiatan bercakap-cakap dapat dirancang dengan teknik evaluasi melalui observasi. karena melalui bercerita kita dapat mengkomunikasikan nilainilai budaya. perasaan. 4) Berfungsi bagi diri sendiri. dimensi kognitif anak dan bahasa anak. 5) Berpikir heuristik. Bercerita juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. d. Bahasa reseptif meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami bicara orang lain. Pengertian metode bercerita bagi anak TK Metode bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan/dengan cara bertutur kata kepada anak secara lisan. emosi dan konsep diri. perasaannya dan sikapnya yang unik melalui bahasa dan melalui bahasa anak membangun jati diri. Jadi bahasa mempunyai fungsi mempertanyakan atau katakan padaku mengapa begitu . 2) Berfungsi mengatur. Manfaat kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Dalam bercakap-cakap diperlukan kemampuan berbahasa baik reseptif maupun ekspresif. etos alam. a. Fungsi bahasa menurut Hillady (Hetherington 1979:254) 1) Sebagai alat yang dapat memuaskan kebutuhan untuk menyatakan keinginannya saya ingin . keagamaan. antara anak dengan guru. sosial. berhubungan dengan orang. anak dapat mengkomunikasikan informasi baru kepada orang lain dengan menggunakan bahasa dalam bentuk aku punya sesuatu untuk kuceritakan . sesudah anak dapat membedakan dirinya dengan lingkungan. Dinyatakan dengan lakukan itu . menanamkan etos kerja. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan bercakap-cakap a) Menarik perhatian dan minat siswa. melalui bahasa anak dapat mengengalikan tingkah laku orang lain. antara anak dengan anak yang lain. dengan bahasa anak dapat menghindari diri dari kenyataan yang memasuki alam semesta yang dibangunnya sendiri. membantuk mengembangkan fantasi anak. 7) Fungsi informatif. bahasa dapat digunakan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain dan lingkungan sosial. perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. menyatakan apa yang dilakukan sendiri/orang lain. Bercerita mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK. Maka tujuan bercakap-cakap dapat diarahkan pada pengembangan aspek-aspek pengembangan kognitif. membangun jati diri dan memperluas pengetahuan dan wawasan. merupakan percakapan yang melibatkan dua orang atau lebih. anak mengatakan pandangannya. Adapun teknik-teknik bercerita antara lain: 1) Membaca langsung dari buku cerita 2) Bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar dan buku . perasaan keinginan dan sikan anak terhadap topik yang dibicarakan. c. dihadapan teman-temannya dan guru. Menurut Bruner bahasa itu memegang peranan penting yang sangat penting bagi perkembangan kognitif anak dan perkembangan bahasa. keinginan berkaitan dengan tema. Tiap-tiap anak diberi kesempatan berdiri di depan kelas/di tempat duduknya untuk mengungkapkan pikiran. Dialog. 6) Fungsi imajinatif. Cerita yang dibawakan harus menarik dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. sosial. Keterlibatan anak terhadap dongeng yang diceritakan akan memberikan suasana yang segar menarik dan menjadi pengalaman yang unik bagi anak. merupakan percakapan yang dilakukan oleh anak. 3) Sebagai hubungan antara pribadi. Metode Bercerita Bercerita merupakan cara untuk meneruskan warisan dari suatu generasu ke generasi berikutnya (Gordon dan Browne 1985:324). misal dengan menyanyikan lagu-lagu sesuai dengan tema yang ditetapkan. anak menggunakan bahasa yang dikuasainya untuk memiliki dan memahami lingkungan. Rancangan kegiatan becakap-cakap bagi anak TK 1) Rancangan persiapan guru a) Menetapkan tujuan dan tema kegiatan b) Menetapkan rancangan bentuk percakapan yang dipilih Monolog. etos waktu. Sedangkan bahasa ekspresif meliputi kemampuan menyatakan gagasan. Bahasa membiarkan diri untuk berpura-pura atau berfungsi puitis. 4.b. bahasa. Tujuan kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan manfaat yang diperoleh anak TK dalam kegiatan belajar dengan menggunakan metode becakapcakap yakni keberanian mengaktualisasikan diri dengan bahasa ekspresif. Yang diobservasi adalah frekwensi masing-masing anak dalam mengungkapkan pikiran. orang seorang. Seorang pendongeng yang baik akan menjadikan cerita sebagai sesuatu yang menarik dan hidup.

metode bercakapcakap. Penggunaan metode di TK harus sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. Mendongeng merupakan cara meneruskan warisan budaya dari suatu generasi ke generasi yang berikutnya. nilai-nilai moral dan keagamaan serta dapat mengembangkan aspek perkembangan dasar anak yang meliputi bahasa. Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan 2. 4) Bercerita dengan menggunakan papan flaneli 5) Bercerita dengan media boneka 6) Dramatisasi suatu cerita Guru dalam bercerita memainkan perwatakan tokoh-tokoh dalam suatu cerita yang disukai anak dan merupakan daya tarik yang bersifat universal (Gordon dan Browne). Seperti si kancil pencuri ketimun. sekolah dan luar sekolah.Menetapkan rancangan bahan dan alat yang diperlukan . metode tanya jawab. moral dan keagamaan. Misal cerita banjir Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita KESIMPULAN 1. metode sosiodrama. 5. masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. Metode adalah pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri dalam proses pembelajaran. Rancangan kegiatan bercerita bagi Anak TK 1) Rancangan persiapan guru . Strategi dalam konteks KBK dapat dikatakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentetan kegiatan yang dapat dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. metode demonstrasi. metode proyek dan metode pemberian tugas. Manfaat metode cerita bagi anak TK Metode bercerita dapat menanamkan kejujuran.Menetapkan rancangan langkah-langkah bercerita . afektif dan psikomotor. d.Menetapkan tujuan dan tema yang dipilih . Juga dapat memberi pengetahuan sosial. Strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. keramahan. Kedudukan metode dalam belajar mengajar Sebagai alat motivasi ekstrinsik Sebagai strategi pengajaran Sebagai alat untuk mencapai tujuan 3. c. 4.Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih . kesetiaan.Penggunaan ilustrasi gambar dalam bercerita dimaksudkan untuk memperjelas pesan-pesan yang dituturkan. Efektivitas penggunaan metode apabila proses belajar mengajar kurang kondusif dan tidak sesuai dengan tujuan kegiatan sehingga metode perlu disesuaikan dengan beberapa komponen-komponen pengajaran. 3) Menceritakan dongeng Cerita dongeng merupakan bentuk kesenian yang paling lama. kognitif. metode bercerita. metode eksperimen. . Misal cerita bawang putih dan bawang merah dan sebagainya. Macam metode yang sesuai dengan perkembangan anak TK yaitu metode bermain. Misal menyampaikan pesan-pesan kebajiakan dan sebagainya. mengikat perhatian anak pada jalannya cerita. Tujuan kegiatan bercerita bagi anak TK Bercerita dapat memberikan informasi atau menanamkan nilai-nilai sosial.Menetapkan rencangan penilaian kegiatan bercerita 2) Adapun langkah-langkah bercerita sebagai berikut: Mengkomuniskan tema dan tujuan Mengatur tempat duduk Sebagai pembukaan guru menggali pengalaman-pengalaman anak dalam kegiatan yang berkaitan dengan peristiwa cerita Pengembangan cerita yang dituturkan guru Menetapkan cara bertutur agar dapat menggetarkan perasaan anak dengan cara memberi gambaran anak-anak yang bernasib baik dan buruk. 7) Bercerita sambil memainkan jari-jari tangan b. Pemberian informasi lingkungan fisik yang meliputi segala sesuatu yang ada di sekitar anak yang non manusia serta lingkungan sosial. ketulusan dan sikap-sikap positif yang lain dalam kehidupan lingkungan keluarga. seni. metode karya wisata. keberanian. Karena strategi pada hakikatnya belum mengarah pada hal-hal yang bersifat praktis.

dan 6) interaksi edukatif. 5) fasilitas pendidikan. membimbing. Pada hakikatnya pendidikan TK/usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi. kaya dengan fantasi. Para ahli pendidikan anak berpendapat bahwa pendidikan TK merupakan pendidikan yang dapat membantu menumbuhkembangkan anak dan pendidikan dapat membantu perkembangan anak secara wajar. berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara bertahap dan berurutan. Masa anak merupakan masa belajar yang potensial. meningkat dan mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis). mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan. berarti perubahan yang terjadi bersifat maju. mengasuh. 1) Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti. Kurikulum untuk anak usia dini/TK harus benar-benar memenuhi kebutuhan anak sesuai dengan tahap perkembangan dan harus dirancang untuk membuat anak mengembangkan potensi secara utuh. dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. sekolah. Sistematis. 4) Perkembangan terjadi pada tempat yang berlainan. pendidikan identik dengan persekolahan di mana pendidikan dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang terprogram dan terencana secara formal. antusias terhadap banyak hal. 2010 by KB . 6) Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan. dan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan seoptimal mungkin sejak lahir sampai akhir hayat. Berkesinambungan. dan berkesinambungan baik itu menyangkut aspek fisik maupun psikis. 5) Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas.TK ANAK CERIA BANJARBARU HAKIKAT PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Pengertian Pendidikan dan Komponen-komponen Pendidikan Dalam arti luas pendidikan adalah segala bentuk pengalaman belajar yang berlangsung dalam lingkungan keluarga. Baik Kurikulum TK 1994 maupun Kurikulum TK 2004 pada dasarnya sama memuat aspek-aspek perkembangan yang dipadukan dalam bidang pengembangan yang utuh yang mencakup bidang pengembangan perilaku melalui pembiasaan dan bidang kemampuan dasar. bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. 4) kurikulum. Dalam arti sempit. Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan satu sama lain. 3) Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu. Perkembangan juga diartikan sebagai perubahanperubahan yang dialami oleh seorang individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis. Pembelajaran anak usia dini/TK pada hakikatnya adalah pembelajaran yang berorientasi bermain (belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar). bersifat aktif dan energik. Pendekatan yang paling tepat adalah pembelajaran yang berpusat pada anak KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA TK Hakikat Perkembangan Perkembangan dan pertumbuhan merupakan satu proses dalam kehidupan manusia yang berlangsung secara terus-menerus sejak masa konsepsi sampai akhir hayat. memiliki rasa ingin tahu yang kuat. Hakikat Pembelajaran di Taman Kanak-kanak Pada hakikatnya anak itu unik. progresif. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah upaya untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak. 2) peserta didik. berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling ketergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organisme. Progresif. 2) Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi. mudah frustrasi. .STRATEGI dan PEMBELAJARAN Posted on May 12. pembelajaran yang berorientasi perkembangan yang lebih banyak memberi kesempatan kepada anak untuk dapat belajar dengan cara-cara yang tepat. egosentris. dan memiliki daya perhatian yang pendek. Perkembangan memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut. Komponen-komponen tersebut meliputi: 1) tujuan pendidikan. 3) pendidik.

kognitif. Dasar Pemikiran dan Pengertian Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan . Periode ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain dengan menggunakan simbol-simbol. anak usia TK berada pada tahapan praoperasional. proporsi tubuh. bukan hanya sekedar hasil dari kematangan. Para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda tentang pembabakan atau periodisasi perkembangan ini. Melalui kemampuan tersebut anak mampu berimajinasi atau berfantasi tentang berbagai hal. sosial dan pribadi yang baik. menata lingkungan belajar. berdialog. Perkembangan pada usia ini mencakup perkembangan fisik dan motorik. Pada tahap ini emosi anak usia prasekolah lebih rinci atau terdiferensiasi. Perkembangan emosi berhubungan dengan seluruh aspek perkembangan anak. menentukan strategi. sosial emosional. PEMBELAJARAN YANG BERORIENTASI PERKEMBANGAN Prinsip-prinsip Perkembangan Anak Penyelenggaraan pendidikan Taman Kanak-kanak menuntut pendidik yang memiliki kemampuan profesional. Prinsip-prinsip perkembangan anak tersebut memberikan implikasi bagi pendidik dalam menentukan tujuan. (3) perkembangan anak berlangsung pada tingkat yang beragam di dalam dan di antara anak. serta bahasa. Perkembangan sosial adalah perkembangan perilaku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan masyarakat dimana anak itu berada. Sikap marah sering mereka perlihatkan dan sering berebut perhatian guru. terdapat ciri yang sangat berbeda dengan usia bayi. anak cenderung mengekspresikan emosi dengan bebas dan terbuka. Perbedaannya terletak pada penampilan. Perkembangan sosial anak merupakan hasil belajar. Perkembangan sosial diperoleh anak melalui kematangan dan kesempatan belajar dari berbagai respons terhadap dirinya. berat dan panjang badan. kegiatan bermain menjadikan fungsi sosial anak semakin berkembang. memilih bahan ajar. Sejak usia dua tahun anak sangat berminat untuk menyebut nama benda. Pendapat-pendapat tersebut secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik atau guru Taman Kanakkanak adalah memahami perkembangan anak. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara seperti bertanya. didaktis. yaitu berdasarkan analisis biologis. (5) perkembangan mempunyai pengaruh yang bersifat kumulatif. Dilihat dari tahapan menurut Piaget. (2) perkembangan terjadi dalam urutan yang teratur. Pemahaman tentang karakteristik perkembangan anak memberikan kontribusi terhadap pendidik untuk merancang kegiatan. Minat tersebut terus berlangsung sehingga dapat menambah perbendaharaan kata. yaitu tahapan di mana anak belum menguasai operasi mental secara logis. mengimplementasikan pembelajaran serta mengevaluasi perkembangan dan belajar anak. dan psikologis. Bagi anak prasekolah. (4) perkembangan baru didasarkan pada perkembangan sebelumnya. serta keterampilan yang mereka miliki.Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu. Karakteristik Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak Perkembangan anak usia TK yang terentang antara usia empat sampai dengan enam tahun merupakan bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan. Anak prasekolah biasanya telah mampu mengembangkan keterampilan bicara melalui percakapan yang dapat memikat orang lain. Ketika anak mencapai tahapan usia TK (3 sampai 6 tahun). dan menyanyi. memilih dan menggunakan media. serta mengevaluasi perkembangan dan mendukung belajar anak secara optimal. Prinsip-prinsip perkembangan anak meliputi: (1) anak berkembang secara holistik.

kognitif. (2) berorientasi pada anak secara individual. Perencanaan pembelajaran mengandung komponen-komponen yang ditata secara sistematis dimana komponenkomponen tersebut saling berhubungan dan saling ketergantungan satu sama lain. melalui observasi.Ada beberapa hal yang mendasari munculnya praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan. Menciptakan iklim yang positif dan kondusif untuk belajar. sebagai berikut. (3) pentingnya kegiatan yang diprakarsai anak. Mendorong anak-anak untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan berbahasa secara menyeluruh yang meliputi kemampuan berbicara. melakukan eksplorasi terhadap objek dan lingkungannya. (9) penilaian bersifat kontinu. pengendalian dan disiplin diri. (2) program pendidikan yang bersifat individual. Mencatat dan mendokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan anak dan cara melakukan kegiatan tersebut. membaca dan menulis dini. PERENCANAAN PEMBELAJARAN Pengertian dan Komponen-komponen Pembelajaran Perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan anak agar tujuan dapat tercapai. Pengalaman belajar hendaknya dirancang secara konkret dan memberi kesempatan kepada anak untuk memilih kegiatannya sendiri. sosial emosi. Kurikulum diorganisasikan secara terpadu untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak yang meliputi aspek fisik motorik. antara lain meningkatnya praktik pembelajaran yang bersifat formal di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini. bahasa. (4) fleksibel. lingkungan kelas menstimulasi anak. kesalahpahaman masyarakat tentang konsep pendidikan anak usia dini. mengembangkan keterampilan sosial. yaitu (1) berorientasi pada usia. kuatnya tuntutan dan tekanan orang tua dan masyarakat terhadap pengajaran yang lebih bersifat akademik. Lingkungan dan jadwal hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi aktif. Strategi pembelajaran dirancang agar anak dapat berinteraksi dengan anak lainnya secara individual dan dalam kelompok kecil. Praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan menekankan pada hal-hal sebagai berikut: (1) anak secara holistik. (5) pentingnya bermain sebagai wahana belajar. Pembelajaran yang berorientasi perkembangan mengacu pada tiga hal penting. Membantu keeratan kelompok dan memenuhi kebutuhan individu. dan (3) berorientasi pada konteks sosial budaya anak. (6) kurikulum terpadu. (8) memberikan pilihan kepada anak tentang apa dan bagaimana caranya belajar. . Motivasi dan bimbingan diberikan agar anak mengenal lingkungannya. mendengarkan. (7) belajar melalui bekerja. Penilaian terhadap anak dilakukan secara kontinu. Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan Untuk Anak Usia Taman Kanak-kanak Prinisp-prinsip pembelajaran yang berorientasi perkembangan dapat diidentifikasi dari beberapa dimensi. mengambil inisiatif. dan seni. dan (10) bermitra dengan orang tua untuk mendukung perkembangan dan belajar anak.

SKH dijabarkan dari SKM. mengumpulkan informasi untuk membuat keputusan. Ada yang tipe visual. pembiasaan-pembiasaan dan tema-tema yang sesuai dengan minat anak dan dekat dengan lingkungan anak. Anak secara energik mencari cara untuk menghasilkan potensi maksimum. Melalui bermain anak dapat memahami menciptakan memanipulasi simbolsimbol dan mentransformasi objek-objek tersebut . Perencanaan Harian (SKH) merupakan perencanaan operasional yang disusun oleh guru dan merupakan acuan dalam melaksanakan pembelajaran. Perencanaan Mingguan (SKM).Komponen-komponen perencanaan pembelajaran meliputi: Tujuan merupakan komponen pertama dalam perencanaan pembelajaran merupakan proyeksi tentang hasil belajar atau kemampuan yang harus dicapai anak setelah belajar. HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN Konsep Belajar dan Prinsip-prinsip Belajar Anak Belajar adalah proses perubahan perilaku berdasarkan pengalaman dan latihan. kemampuan. tipe auditif dan tipe kinestetik. Tidak hanya lingkungan fisik tetapi juga lingkungan belajar. Anak belajar dengan gaya yang berbeda. Jenis-jenis perencanaan di TK meliputi Perencanaan Tahunan. Anak adalah pebelajar aktif. Belajar anak dipengaruhi oleh lingkungan. Materi adalah bahan yang akan diajarkan agar tujuan tercapai. Guru harus memahami bagaimana kematangan anak dapat dicapai dan apa yang perlu dilakukan untuk memfasilitasi matangan tersebut. Anak menggunakan seluruh tubuhnya sebagai alat untuk belajar. Prosedur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Salah satu tugas guru adalah membuat perencanaan pembelajaran. Perencanaan Semester. Anak belajar melalui kombinasi lingkungan fisik. Dengan pengalaman tersebut anak memperoleh pengetahuannya. Perencanaan Mingguan berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai kemampuan yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan tema pada minggu itu. Belajar anak dipengaruhi kematangan. memuat keterampilan. sosial dan refleksi. Prinsip-prinsip belajar merupakan suatu ketentuan yang harus dilakukan anak ketika ia belajar. Kegiatan belajar mengajar adalah proyeksi kegiatan belajar yang harus dilakukan anak agar tujuan tercapai. Perencanaan Tahunan. Ketika bergerak anak mencari stimulasi yang dapat meningkatkan kesempatan untuk belajar. sosial dan mampu merefleksikannya. Perencanaan Harian (SKH). Tugas guru bagaimana menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak memperoleh pengalaman fisik. Evaluasi sebagai alat untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan. Perencanaan semester merupakan penjabaran dari perencanaan tahunan yang dibagi ke dalam dua semester. Evaluasi merupakan suatu proses memilih. Anak belajar melalui bermain. Media dan sumber belajar merupakan salah satu komponen yang memberi dukungan terhadap proses belajar.

semi kreatif atau kreatif. Dengan demikian strategi pembelajaran menekankan kepada bagaimana aktivitas guru mengajar dan aktivitas anak belajar.Variabel Strategi Pembelajaran Tujuan. fisik. Terdapat beberapa kriteria yang harus menjadi pertimbangan guru dalam memilih strategi pembelajaran. bahasa. pengembangan kognitif. Tema. dan fungsional. aspek afektif atau psikomotor. Strategi pembelajaran adalah segala usaha guru untuk menerapkan berbagai metode pembelajaran dalam mencapai tujuan yang diharapkan. suka rela. (3) anak belajar secara alamiah. dan estetika. Beberapa karakteristik cara belajar anak itu antara lain (1) anak belajar melalui bermain. kognitif. Kegiatan. (2) anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya. PEMILIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN Pengertian dan Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru dan murid dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar. Kegiatan perlu pula dipertimbangakan karena belajar di TK tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas tetapi juga ada kegiatan belajar di luar kelas. Dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran karakteristik tema merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan. tema pembelajaran di TK. Media dan sumber belajar yang dipilih harus dapat mendukung terlaksananya proses belajar yang efektif dan relevan dengan strategi pembelajaran yang dipilih guru. Guru-guru merupakan faktor penentu dalam keberhasilan belajar anak. apakah berkaitan dengan. masing-masing tema memiliki karakteristik tersendiri. menyenangkan. yaitu (1) karakteristik tujuan pembelajaran apakah untuk pengembangan aspek kognitif. Para ahli teori konstruktivisme mempunyai pandangan tentang cara belajar anak yaitu bahwa anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya melalui kegiatan mengeksplorasi objek-objek dan peristiwa yang ada di lingkungannya dan melalui interaksi sosial dan pembelajaran dengan orang dewasa. bermakna. Atau apakah pembelajaran itu bertujuan untuk mengembangkan domain fisik-motorik. Kepiawaian guru dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar anak. motorik. (2) karakteristik anak sebagai peserta didik baik usianya maupun kemampuannya. karena anak memilki karakteristik dalam perkembangan dan belajarnya anak itu unik dan memilki potensi untuk belajar. moral agama . sosial emosi. meliputi 20 tema. (4) karakteristik tema atau bahan ajar yang akan disajikan kepada anak. Media dan Sumber belajar. dan (5) karakteristik pola kegiatan yang akan digunakan apakah melalui pengarahan langsung. ditentukan oleh aturan. dan episodik. Semua kriteria ini memberikan implikasi bagi guru untuk memilih stratgei pembelajaran yang paling tepat digunakan di Taman Kanak-kanak Karakteristik Cara Belajar Anak Anak belajar dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa. Karakteristik tujuan perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajran. menarik. (3) karakteristik tempat yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran apakah di luar atau di dalam ruangan. aktif. . dan (4) anak belajar paling baik jika yang dipelajarinya menyeluruh. Anak perlu dipertimbangkan. sosial emosi. bahasa. bermakna. Anak. Bermain sebagai salah satu cara belajar anak memiliki ciri-ciri simbolik.

guru Taman Kanak-kanak dituntut untuk dapat menggunakan strategi pembelajaran lainnya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik. dan pola kegiatan. (2) Penemuan Terbimbing. 4) Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung. (3) analisis tugas. benda. fungsional. Belajar aktif merupakan proses dimana anak usia dini mengeksplorasi lingkungan melalui mengamati. (3) Pemecahan Masalah. Guru harus berperan sebagai fasilitator yang dapat memberikan kemudahan dan kelancaran kepada anak dalam proses belajar. menarik dan bersifat menyeluruh. (12) do-it-signal. Di samping strategi pembelajaran di atas. Yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak adalah pendekatan perkembangan dan pendekatan belajar aktif. 3) Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh indranya. 6) Anak menggunakan otot kasarnya. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) prakarsa kegiatan tumbuh dari minat dan keinginan anak. Jenis-jenis strategi pembelajaran khusus tersebut adalah (1) kegiatan eeksploratori. dan (15) kesenyapan. yaitu harus mempertimbangkan karakteristik tujuan. Strategi Pembelajaran Khusus di Taman Kanak-kanak Terdapat beberapa jenis strategi pembelajaran khusus yang dapat diterapkan di Taman Kanak-kanak. JENIS-JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Umum di Taman Kanak-kanak Ada beberapa jenis strategi pembelajaran umum yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. mencium. (2) (6) (10) (14) Strategi-strategi pembelajaran tersebut dapat diintegrasikan atau digabungkan dalam keseluruhan proses pembelajaran. (4) scaffolding. menyimak. mempersiapkan isyarat lingkungan. (13) tantangan. Penerapan strategi pembelajaran khusus tersebut pada prinsipnya sama dengan penerapan strategi pembelajaran umum. penghargaan efektif). (7) refleksi tingkah laku/tindakan. dan (7) Pengajaran Langsung. meraba dan membuat sesuatu terjadi dengan objek-objek di sekitar mereka. menggerakkan badan mereka menyentuh. karakteristik tempat yang akan digunakan. (5) Belajar Kooperatif. Mereka membangun pengetahuannya ketika berinteraksi dengan objek. Jenis-jenis strategi pembelajaran umum tersebut adalah: (1) meningkatkan keterlibatan indra. (4) Diskusi. undangan/ajakan.Lingkungan yang diciptakan secara kondusif akan mengundang anak untuk belajar secara alamiah tanpa paksaan sehingga apa yang dipelajari anak dari lingkungannya adalah hal-hal yang benar-benar bermakna. 5) Anak mentransformasikan dan menggabungkan bahan-bahan. . (5) praktik terbimbing. (6) Demonstrasi. tidak berarti peranan guru pasif. (9) contoh atau modelling. sehingga tercipta kegiatan belajar yang lebih bervariasi. meneliti. namun. lingkungan. pertanyaan. (11) menceritakan/menjelaskan/menginformasikan. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA ANAK Rasional Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Anak pada hakikatnya memiliki potensi untuk aktif dan berkembang. 7) Anak menceritakan pengalamannya. Anak adalah pembangun aktif pengetahuannya sendiri. karakteristik anak dan cara belajarnya. 2) Anak-anak memilh bahan dan memutuskan apa yang ingin ia kerjakan. Pembelajaran yang berpusat pada anak banyak diwarnai paham konstruktivis yang dimotori Piaget dan Vigotsky. (8) refleksi kata-kata. Strategi pembelajaran tersebut pada umumnya lebih menekankan pada aktivitas anak dalam belajar.

Prosedur Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Pembelajaran yang berpusat pada anak harus direncanakan dan diupayakan dengan matang. Area bermain di luar ruangan. Area musik dan gerak. Untuk itu perlu disediakan area-area yang memungkinkan berbagai kegiatan sesuai pilihannya. Contoh Penerapan Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Plan Do Review. Area pertukangan atau kerja Kayu. merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak. Area Balok. mulai dari membuat perencanaan. Anak mentransformasikan rencana ke dalam tindakan. Prosedur pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut: Tahap merencanakan (Planning Time). mengerjakan (Do). Area komputer. dan melaporkan kembali (Review). Area Manipulatif. tahap bekerja dan tahap melaporkan kembali. Area. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERMAIN . Tahap Bekerja (Work Time). Dalam pendekatan ini anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuai dengan minat dan keinginannya. Area Membaca dan menulis. Pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak meliputi: tahap perencanaan. Area Seni. (Plan). Tahap ini adalah tahap dimana anak bermain dan memecahkan masalah. Tahap ini merupakan tahap memperlihatkan apa yang telah dilakukan anak pada tahap bekerja. Upaya yang dilakukan adalah dengan merencanakan dan menyediakan bahan/peralatan yang dapat mendukung perkembangan dan belajar anak secara komprehensif. Tahap Review (Recall). Pada tahap ini anak diberi kesempatan untuk membuat rencana dari kegiatan yang akan mereka lakukan selanjutnya.area tersebut meliputi: Area Pasir dan Air. Area Rumah dan Bermain Drama.

Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. hal itu sepenuhnya tergantung pada jenis permainan yang dipilih. Ditinjau dari dimensi perkembangan sosial. meyenangkan dan fleksibel. bermacam bahan dan peralatan yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai perlu dipersiapkan terlebih dahulu secara lengkap. memberi ganjaran secara intrinsik. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. Selanjutnya ditentukan tempat dan ruang bermain yang akan digunakan. Untuk menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng. Menentukan jenis kegiatan bermain yang akan dipilih sangat tergantung kepada tujuan dan tema yang telah ditetapkan sebelumnya. macam kegiatan bermain. dan urutan langkah bermain. bermain secara paralel. dan bermain secara kooperatif. Langkah berikutnya adalah menentukan urutan langkah bermain yang disertai dengan penetapan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta permainan. Sebelum melakukan kegiatan bermain. bermain asosiatif. baik perkembangan motorik. serta untuk memecahkan masalah dan mencoba berbagai penyelesaian masalah. bahan dan peralatan bermain. Bermain adalah kodrat anak. Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran melalui Bermain Anak Rancangan kegiatan bermain meliputi penentuan tujuan dan tema kegiatan bermain. bahasa.Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bermain Bermain merupakan suatu kegiatan yang melekat pada dunia anak. Penentuan jenis kegiatan bermain diikuti dengan jumlah peserta kegiatan bermain. Contoh Penerapan Pembelajaran melalui Bermain Pelaksanaan kegiatan bermain terdiri dari tiga kegiatan yaitu: Kegiatan prabermain Kegiatan bermain Kegiatan penutup Pada kegiatan prabermain. terfokus pada proses. bermain digolongkan sebagai berikut: bermain soliter. tempat dan ruang bermain. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. yaitu: . Tujuan kegiatan bermain bagi anak usia TK adalah untuk meningkatkan pengembangan seluruh aspek perkembangan anak usia TK. Tema yang akan dipilih dapat mengacu pada 20 tema yang terdapat dalam PKB TK 1994. Bermain dapat dipandang sebagai suatu kegiatan yang bersifat voluntir. kreativitas. memiliki pengaruh positif. bukan dikerjakan sambil lalu. Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidup yang nyata. apakah di dalam atau di luar ruangan kelas. terdapat dua macam kegiatan persiapan. kognitif. spontan. Cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. Kriteria dalam kegiatan bermain adalah memotivasi intrinsik. emosi atau sosial. Fungsi bermain bagai anak TK adalah: Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. serta bermain memiliki kelenturan. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. Kegiatan bermain akan memberikan hasil yang optimal apabila kegiatan itu dirancang dengan saksama dan tidak secara kebetulan. Untuk melepaskan dorongan-dorongan yang tidak dapat diterima seperti berperan sebagai pencuri.

Sebelum melaksanakan kegiatan bercerita guru terlebih dahulu harus merancang kegiatan bercerita berupa langkah-langkah yang harus ditempuh secara sistematis. Evaluasi atau penilaian perlu dilaksanakan agar guru mendapatkan umpan balik tentang keberhasilan kegiatan bermain. menggunakan boneka. dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. guru memberikan penekanan pada aspek-aspek yang sepatutnya dikembangkan dan dimiliki oleh anak seperti. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERCERITA Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bercerita Metode bercerita merupakan salah satu metode yang banyak dipergunakan di Taman Kanak-kanak. serta jumlah anak yang mengikuti permainan. Penggunaan bercerita sebagai salah satu strategi pembelajaran di Taman Kanak-kanak haruslah memperhatikan hal-hal berikut: Isi cerita harus terkait dengan dunia kehidupan anak TK. lucu. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita. kemampuan bekerja sama. Cerita yang dibawakan guru harus menarik. Bercerita sebaiknya dilakukan dalam kelompok kecil untuk memudahkan guru mengontrol kegiatan yang berlangsung sehingga akan berjalan lebih efektif. bermain peran dalam suatu cerita. Kegiatan bercerita diusahakan dapat memberikan perasaan gembira. kemampuan memecahkan masalah dan sebagainya. atau bercerita dengan menggunakan jari-jari tangan.Kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan dalam kegiatan bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan yang berurutan dari awal sampai dengan akhir kegiatan bermain. menggunakan ilustrasi dari buku gambar. Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru adalah sebagai berikut: Menetapkan tujuan dan tema cerita. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan kegiatan bermain yang telah ditetapkan sebelumnya . menggunakan papan flannel. Metode bercerita merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. Kegiatan penutup merupakan kegiatan akhir dari seluruh langkah kegiatan bermain. Beberapa macam teknik bercerita yang dapat dipergunakan antara lain guru dapat membaca langsung dari buku. Banyaknya kegiatan pada tahap bermain sangat tergantung pada jenis permainan yang dipilih. Prosedur Penerapan Pembelajaran melalui Bercerita Kegiatan bercerita merupakan kegiatan yang memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak serta pencapaian tujuan pendidikan. Pada kegiatan ini. misalnya berbentuk lingkaran sehingga akan terjalin komunikasi yang lebih efektif. menunggu giliran. dan mengasyikkan sesuai dengan dunia kehidupan anak yang penuh suka cita Kegiatan bercerita harus diusahakan menjadi pengalaman bagi anak TK yang bersifat unik dan menarik. Selain itu tempat duduk pun harus diatur sedemikian rupa. .

mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita. Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita. menetapkan teknik bertutur. menetapkan teknik bertutur. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. Pengaturan tempat duduk. mengatur tempat duduk. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita. yaitu: Menetapkan tujuan dan tema cerita. Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita: mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita. sepanjang bisa menggambarkan isi cerita dengan baik. mengatur tempat duduk.Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita. merupakan hal yang patut mendapat perhatian karena pengaturan yang baik membuat anak merasa nyaman dan dapat mengikuti cerita di samping teknik bercerita. mengembangkan cerita. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita. Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan bercerita serta tema yang dipilih oleh guru menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan lainnya. dan teknik . Penerapan Strategi Pembelajaran melalui Bercerita Penerapan strategi pembelajaran melalui bercerita mengacu pada prosedur pembelajaran yang telah dikembangkan sebelumnya. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. Bahan dan alat yang dipergunakan dalam kegiatan bercerita sangat bergantung kepada bentuk cerita yang dipilih sebelumnya. Guru memiliki kebebasan untuk menentukan bentuk cerita yang dipilih. melaksanakan kegiatan pembukaan. mengembangkan cerita. melaksanakan kegiatan pembukaan.

ke yang paling terstruktur seperti puzzle dan balok. Charles Wolfgang dalam bukunya yang berjudul School for Young Children. Pengalaman main sensorimotor pada anak usia dini merupakan rangsangan untuk mendukung proses kerja otak dalam mengelola informasi yang didapatkan anak dari lingkungan saat bermain. baik bermain dengan badannya ataupun dengan berbagai benda disekitarnya. Kegiatan bermain anak tersebut antara lain melalui tiga jenis kegiatan bermain yaitu main sensorimotor. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika pada mereka disediakan kesempatan untuk berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan. dan Charles and Mary Wolfgang (1992). Jean Piaget menyatakan bahwa kesempatan main pembangunan membantu anak untuk mengembangkan keterampilan yang akan mendukung keberhasilan sekolahnya kelak.Metode pembelajaran dengan Pendekatan Beyond Centers and Circle Times (BCCT) adalah metode pembelajaran anak usia dini melalui kegiatan bermain anak dalam sentra-sentra bermain dan saat-saat lingkaran. pasir dianggap sebagai bahan main pembangunan sifat cair atau bahan alam. puzzle dan lainnya yang sejenis . baik fisik. menyediakan banyak kesempatan untuk berhubungan dengan banyak tekstur dan berbagai jenis bahan mainan yang berbeda akan mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. Dalam kegiatan bermain. menjelaskan suatu tahap yang berkesinambungan dari bahan yang paling cair atau messy seperti air. emosi. balok berongga. Pendekatan BCCT mendasarkan pada asumsi bahwa anak belajar melalui kegiatan bermain dengan benda-benda dan orang-orang disekitarnya (lingkungan biotik dan abiotik). spidol. Dr. playdough. bristle blocks. baik di dalam maupun diluar ruangan. anak berinteraksi dengan lingkungannya. Cat. kognisi maupun sosial anak. Sedangkan balok unit. leggo. dilantai atau dimeja dengan kursi. Main pembangunan dibahas oleh Jean Piaget (1962). pengalaman bermain yang tepat dapat mengoptimalkan seluruh aspek tumbuh kembang anak. crayon. bermain di halaman. Sara Smilansky (1968). air. main pembangunan dan main peran atau main simbolik Main sensorimotor dijelaskan oleh Jean Piaget dan Sara Smilansky (1968) yang menyatakan bahwa anak usia dini belajar melalui kegiatan bermain dengan menggunakan panca indranya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka. Kegiatan bergerak secara bebas.

Sebagai contoh. Tujuan akhir main peran adalah belajar bermain dan bekerja dengan orang lain. misalnya . anak memperbaiki kesalahannya dan memperkuat harapan-harapannya. membawa boneka bayi mengelilingi ruangan sambil bernyanyi. memperkuat dirinya sendiri untuk masa depan. Sedangkan main peran makro adalah main peran sesungguhnya dengan alat-alat permainan berukuran sesungguhnya dan anak dapat menggunakannya untuk menciptakan dan memainkan peran-peran. Anak mengantisipasi keadaan-keadaan masa depan melalui ujicoba-ujicoba. Saat anak berkembang melalui pengalaman main peran. Dalam keadaan yang ia buat sendiri. dianggap sebagai bahan main pembangunan yang terstruktur. Main peran mikro adalah kegiatan bermain peran/role play dengan menggunakan bahan-bahan main berukuran kecil seperti rumah boneka lengkap dengan perabotnya dan orang-orangan sehingga anak dapat memainkannya. menciptakan kembali masa lalunya dan mengembangkan keterampilan khayalan. mereka juga ³memeriksa egonya´ belajar menghadapi pertentangan emosinya. Selama tahap awal main peran. Selanjutnya Erikson menjelaskan bahwa ada dua jenis main peran yaitu main peran mikro dan main peran makro. Hal ini merupakan latihan untuk pengalaman-pengalamannya di dunia nyata selanjutnya. mendorong gerobak dan kereta barang. anak memakai baju dan melepaskannya. anak melakukan percobaan dengan bahan dan peran. membuka dan menutup lemari. atau rangkaian kereta api dengan rel dan jalan dengan mobil. lapangan pesawat udara. Erikson menjelaskan bahwa anak menyusun pengalaman dengan membuat suatu keadaan yang semestinya dan menguasai kenyataan melalui ujicoba dan perencanaan di dalamnya. Anak dapat mengekspresikan dalam bahan-bahan ini dengan mengembangkannya dari proses bermain sensorimotor pada usia di bawah tiga tahun ke tahap main simbolik pada anak usia 3 sampai 6 tahun yang dapat terlihat dalam hubungan kerjasama dengan anak lainnya dalam menciptakan karya nyata. mengisi dan membongkar mainannya dan sebagainya.yang ditentukan dan mengarahkan bagaimana anak meletakkan bahan-bahan tersebut secara bersama menjadi sebuah karya. kebun binatang dan orang-orang kemudian anak memainkannya lengkap dengan scenario yang biasanya disusun seketika dan dimainkannya bersama temantemannya dalam satu session. Erik H.

teori multiple perkembangan yang intellegence. Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main. kamar tidur. meja belajar. dipadukan dengan pengalaman guru. replica jarum suntik. dan pengetahuan anak. meja pendaftaran. buku resep dan ballpoint. Pijakan setelah main. aturan. petugas pendaftar. Kegiatan . kakak. Pijakan sebelum main. Ibu. orang tua.main dokter-dokteran maka alat permainan yang digunakan antara lain stetoskop mainan ukuran besar. PEMBELAJARAN PAUD DENGAN MENGGUNAKAN METODE BCCT Pendekatan ini dikembangkan berdasarkan pada teori anak. PRINSIP DASAR PENDEKATAN BCCT Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini didasarkan atas prinsipprinsip sebagai Berorientasi pada kebutuhan anak. dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak. Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup: Pijakan lingkungan main. Dalam pendekatan BCCT ditekankan bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. adik dan sebagainya. Pendidik. ada alat-alat rumah tangga. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep. Atau dalam skala besar misalnya kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga. teori neuroscience. ruang makan. kamar periksa dan sebagainya yang semuanya dalam ukuran besar dan dapat dipergunakan seperti kegiatan sesungguhnya. garasi dan sebagainya dan anak-anak ada yang berperan sebagai Bapak. ruang tamu. ide. perawat yang membantu dokter. Pijakan selama anak main.

perkembangannya tangga anak seni dan sosialnya. untuk mengetahui tahap generik´. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi. mengacu pendidikan dilaksanakan pada secara bertahap dan berulang-ulang anak. dasar untuk kemampuan pada tahap yang di tahap harus lebih yang mengembangkan pembelajaran kemampuan lebih tinggi. mampu bersosialisasi. dalam bahasa. serius dan konsentrasi. dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain.pembelajaran harus selalu ditujukan pada pemenuhan kebutuhan perkembangan anak secara individu. dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan menggunakan benda-benda yang ada disekitarnya. Mengembangkan kecakapan hidup anak. kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri. kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik. supaya anak mendapatkan dasar yang kokoh untuk mencapai kemampuan yang lebih tinggi. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar. Setiap memiliki awal kemampuan berbeda. sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. disiplin. dengan karena itu anak usia dini disesuaikan tahap-tahap perkembangan anak.Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan. Kebutuhan khusus setiap anak perkembangan anak dapat dilihat pada ³menu . lingkungan harus bagi diciptakan anak menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan selama mereka bermain. Tugas pendidik adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal. Tahap perkembangan anak Anak tumbuh menjadi lebih besar dan berkembang menjadi lebih pintar dalam aspek fisik. dengan prinsip-prinsip menyeluruh perkembangan yang rangsangan semua aspek bersifat mencakup perkembangan. dan berpikir/kognisi. fokus.. emosi. tahapan pertumbuhan ke melalui tingkat menjadi yang menuju atas.

menghitung jumlah balok yang digunakan. seni dan musik. Pembelajaran pada anak usia dini tidak seperti pembelajaran di sekolah-sekolah yang dibagi permata pelajaran. anak usia empat tahun yang memiliki kesempatan bergerak dengan leluasa akan memiliki kemampuan motorik (gerakan) yang lebih baik dibanding dengan anak usia sama yang sering dilarang melakukan sesuatu. kinestetik. Pengalaman tersebut termasuk juga pengalaman sosial. dan spiritual). Untuk membentuk anak cerdas maka anak harus banyak melakukan interaksi dengan lingkungan. anak dirangsang untuk bercerita tentang gagasan yang akan dibangunnya. dan mengklasifikasi balok pasa saat membereskannya kembali. alam. sehingga anak mempunyai banyak pengalaman yang bermanfaat. dan mungkin pada beberapa aspek lainnya. Anak pada usia yang sama. menyebutkan bentuk balok yang dipakai. Contohnya saat anak bermain dengan balok. pembelajaran dini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. Karena itu pembelajaran untuk anak usia dini harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak melakukan sendiri dengan menggunakan panca inderanya. logika matematika. perbedaan kemampuan gerak kedua anak tersebut. pemahaman diri. Membangun pengetahuan anak Kecerdasan dirangsang oleh lingkungan. Contoh. tetapi satu kegiatan mencakup semua aspek. Contoh untuk mendapatkan keterampilan hidup.Kemampuan setiap anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungannya. interaksi sosial. anak diberi kesempatan sejak kecil untuk melakukan sendiri . Pengembangan potensi jamak Setiap anak memiliki kemampuan jamak (bahasa. visual spasial. membedakan kebutuhan belajar mereka pada aspek motoriknya. bercerita tentang bangunan yang sudah dibuatnya. menumbuhkan kepercayaan diri. tahap perkembangan sama tetapi mendapatkan rangsangan akan memilki pengalaman anak usia belajar yang lingkungan berbeda karena itu berbeda.

memakai baju dan menentukan baju mana yang diinginkannya. atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. Sebaliknya jika anak dipaksa untuk melakukan sesuatu. menggunakan sepatu dan hal-hal lain yang dapat dan ingin dilakukannya. sehingga anak merasa tertarik dan senang untuk melakukannya. merasakan. ia akan melakukannya secara berulang-ulang. Belajar melalui bermain. berarti penguatan kemampuan tersebut tidak akan terjadi. dan itu sangat baik untuk mencapai kemajuan anak. Selain itu suasana pembelajaran yang menyenangkan. menemukan atau Kesemuanya dan itu kesempatan fisiknya. dan itu akan menumbuhkan rasa ketergantungan dan ketidakmandirian anak Anak Belajar dengan baik apabila merasa aman dan nyaman secara fisik dan psikologisnya. dan belajarnya menjadi sia-sia. Oleh karena itu sebelum melakukan pembelajaran perlu menarik minat anak terlebih dahulu. mencicipi rasa. belajar yang nyaman memberikan kemungkinan anak bermain Suasana aktif. memecahkan masalah. dan aman selama proses belajar. menyentuh membuka kemampuan lingkungan.seperti makan-minum sendiri. Bagi anak bermain adalah untuk sarana anak untuk pertumbuhan belajar. maka ia akan menolak untuk melakukannya kembali. mendengar. Fungsi kerja otak besar (otak untuk berpikir) berjalan dengan baik apabila mendapatkan rangsangan yang menyenangkan. anak dapat membangun jaringan syaraf otak dan memperkuat jaringat yang sudah terjalin. Bantuan yang berlebihan dari orang dewasa akan membatasi anak untuk mengembangkan kemampuannya. komukasi mengembangkan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. tenang. Bermain sama dengan bermain anak belajar melihat. dan Dalam perkembangannya. bagi untuk mengembang dengn membangun daya hubungan imajinasi. sepanjang kegiatannya tidak membahayakan dirinya. apabila anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang. segala macam benda anak yang ditemukannya. Contoh. Karena itu penting memberikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak. keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan. meningkatkan kemampuan pemahaman tentang sesuatu yang .

dan lingkungan akan sosial dimana langsung anak sehingga pengalaman anak terkait dengan kehidupannya. dan kemampuan bahasa. anak cium. Karena itu anak akan untuk beruntung melatih dan lebih maju apabila baru mendapatkan kesempatan keterampilan yang dikuasainya. . raba. Anak belajar apabila sesuai dengan kemampuan perkembangannya. budaya setempat.baru. Kepatutan menurut konteks agama. Segala sesuatu yang anak baru dengar. Anak belajar dengan cara berulang Dengan latihan yang berulang-ulang anak memperkuat sambungan syaraf otak. Kesemuanya dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain yang menyenangkan. Perhatian. Contoh. sosial dan budaya. nilai hidup. dengan menggunakan pasir dan cetakan anak dapat merasakan tekstur pasir. bentuk pasir setelah dicetak. mengenal memberikan dunianya. untuk kecap. Juga kesempatan untuk mendapatkan tantangan sehingga dapat mengembangkan keterampilan berikutnya yang lebih sulit. kasih sayang. Pembelajaran untuk anak usia dini tidak bertentangan dengan ajaran agama. yang lihat. Anak belajar dalam suasana yang menyenangkan. Pengawasan dan perhatian yang tepat dari orang dewasa memberikan perasaan aman dan nyaman. dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. menghitung jumlah kue pasir. meningkatkan keterampilan menggunakan alat bermain. Dalam suasana yang menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. Anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya. ukuran untuk membuat pasir cetak. melihat warna pasir. pengetahuan Dengan diperlukan anak alat-alat inderanya belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. main imajinasi menggunakan kue pasir dengan temannya untuk pengembangan bahasanya.

baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus. perhatikan apa yang dilakukan anak sekarang ini.Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang lebih rendah dari pada yang dimilikinya. seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak. Early Metode Young ini telah terakreditasi (NAEYC) di sebagai oleh National yang Assosiation Childhood metode direkomendasikan memperoleh dapat diterapkan dari Amerika dimana Serikat. . Indonesia dapat copyright CCCRT penerapannya dilaksanakan secara bertahap dan dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sepanjang tetap memperhatikan prinsipprinsip dasarnya. Kegiatan yang sering dilakukan anak menunjukkan kemampuan yang dikuasai anak. bosan. PENDEKATAN BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME (BCCT) Pendekatan Beyond Center and Circles Time (BCCT) atau Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran Metode Sentra dan Saat Lingkaran atau dikatakan metode Beyond Center and Circles Time (BCCT) adalah metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Reserch and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida Amerika Serikat. Untuk mengetahui dimana kemampuan anak saat ini. bahan dan alat main. maka anak tidak tertarik. Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu. dan tidak mendapatkan pengalaman baru. berarti ia tidak belajar. baik dari segi materi. Karena itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang terlalu tinggi di atas kemampuannya. Pengembangan metode ini telah dilakukan lebih dari 25 tahun di Creative Pre School Florida. ia akan merasa frustasi karena merasa tidak berhasil.

sehingga dapat dijadikan pijakan bagi pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan anakPenerapannya tidak bersifat kaku. tanpa harus takut membuat kesalahanSetiap tahap perkembangan bermain anak sudah dirumuskan secara jelas.Pendidik lebih anak berperan sebagai perancang. pendidik dapat memantau perkembangan semua anak didiknya dengan mudah. Metode Sentra dan Saat Lingkaran merupakan hasil pengemabngan dari metode Montessori. dan penilai kegiatan dengan mengkondisikan setiap anak untuk berperan aktif Pembelajarannya bersifat individual.Yang dimaksud saat lingkaran adalah pendidik dan peserta didik duduk melingkar pada saat sebelum dan sesudah kegiatan bermain anak. dan sesudah main. tingkat perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak. kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri. dukungan. Namun demikian metode ini memiliki keunggulan. melainkan dapat dilakukan setempat. B. secara bertahap. sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian perkembangan anakKegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-pijakan sebelum.Semua tahapan perkembangan anak telah dirumuskan dengan rinci dan jelas. sehingga mendorong kreativitas anak. sesuai dengan situasi dan kondisi Prinsip Pendekatan BCCT . Keunggulan Pendekatan BCCT diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak Kurikulumnya yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan. HighScope dan Reggio Emilio. sehingga semuanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. pendukung. dan penilaian disesuaikan dengan potensi. sehingga dapat dijadikan panduan bagi pendidik pemulaMasing-masing anak memperoleh dukungan untuk aktif. sehingga rancangan. sesaat.

selama anak berada disentra. anak-anak masuk ke kelompok masing- masing dengan dibimbing oleh pendidik yang bersangkutan. Standar Operasional Pendekatan BCCT Standar adalah: pendidik Operasional Proses Pembelajaran dengan Pendekatan BCCT menata lingkungan main sebagai pijakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ada pendidik yang bertugas menyambut kedatangan anak dan mempersilahkan untuk bermain bebas dulu. semua anak mengikuti main pembukaan dengan bimbingan pendidik. pendidik duduk bersama anak didik dengan membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman setelah main. kreatif dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri. secara bergilir pendidik memberi pijakan kepada setiap anak. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan. pendidik bersama anakanak membereskan peralatan dan tempat main. untuk mengikuti Mempersyaratkan pelatihan pendidik dan pengelola program sebelum menerapkan metode ini.Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran. pendidik bersama anakanak makan bekal yang dibawanya (tidak dalam posisi istirahat) kegiatan penutup. anak-anak pulang secara bergiliran .Keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada teori dan pengalaman empiric. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran. Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah. Menempatykan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal yang merangsang anak untuk aktif. pendidik memberi waktu yang cukup kepada anak untuk melakukan kegiatan di sentra main yang disiapkan sesuai jadwal hari itu. pendidik duduk bersama anak didik membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman sebelum main. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran/pembiasaan antri.

aturan. orang tua. dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan . berdasarkan teori pada teori perkembangan yang teori multiple intellegence. Dalam pendekatan BCCT ditekankan bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. ini dikembangkan neuroscience. pendidik melakukan diskusi evaluasi hari ini dan rencana esok hari PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DENGAN PENDEKATAN BCCT Pendekatan anak. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain. Pijakan selama anak main. Pendidik. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep.pendidik membereskan tempat dan merapikan catatan-catatan dan kelengkapan administrasi. dipadukan dengan pengalaman guru. ide. Pijakan setelah main. Kegiatan kebutuhan pembelajaran ditujukan pemenuhan perkembangan anak secara individu. dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak. Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main. Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup: Pijakan lingkungan main. Pijakan sebelum main. dan pengetahuan anak. PRINSIP DASAR PENDEKATAN BCCT Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini didasarkan atas prinsipprinsip sebagai harus Berorientasi selalu pada kebutuhan pada anak.

dasar untuk kemampuan pada tahap yang tahap harus lebih yang mengembangkan pembelajaran kemampuan di usia dini karena itu anak disesuaikan tahap-tahap perkembangan anak. Kebutuhan khusus setiap anak perkembangan anak dapat dilihat pada ³menu Kemampuan setiap anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungannya. dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar. Tugas pendidik adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal. dan berpikir/kognisi. dalam bahasa. kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik. disiplin. mengacu pendidikan dilaksanakan pada secara bertahap dan berulang-ulang anak. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi. serius dan konsentrasi.menggunakan benda-benda yang ada disekitarnya. mampu bersosialisasi. emosi. Mengembangkan kecakapan hidup anak. tahap perkembangan sama tetapi mendapatkan rangsangan lingkungan berbeda . Tahap perkembangan anak Anak tumbuh menjadi lebih besar dan berkembang menjadi lebih pintar dalam aspek fisik.. fokus. Setiap memiliki awal lebih kemampuan berbeda. perkembangannya tangga anak seni dan sosialnya. kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri. sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. untuk mengetahui tahap generik´.Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan. dengan yang menuju atas. supaya anak mendapatkan dasar yang kokoh untuk mencapai kemampuan yang lebih tinggi. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar. lingkungan harus bagi diciptakan anak menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan selama mereka bermain. dengan prinsip-prinsip menyeluruh perkembangan yang rangsangan semua aspek bersifat mencakup perkembangan. tahapan pertumbuhan ke melalui tingkat menjadi tinggi. Anak pada usia yang sama.

perbedaan kemampuan gerak kedua anak tersebut. menyebutkan bentuk balok yang dipakai. interaksi sosial. memakai baju dan menentukan baju mana yang diinginkannya. alam. Pengembangan potensi jamak Setiap anak memiliki kemampuan jamak (bahasa. Contoh untuk mendapatkan keterampilan hidup. menggunakan sepatu dan hal-hal lain yang dapat dan ingin dilakukannya. membedakan kebutuhan belajar mereka pada aspek motoriknya. sehingga anak mempunyai banyak pengalaman yang bermanfaat. Pembelajaran pada anak usia dini tidak seperti pembelajaran di sekolah-sekolah yang dibagi permata pelajaran. logika matematika. bercerita tentang bangunan yang sudah dibuatnya. seni dan musik. Karena itu pembelajaran untuk anak usia dini harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak melakukan sendiri dengan menggunakan panca inderanya. dan mungkin pada beberapa aspek lainnya. tetapi satu kegiatan mencakup semua aspek. anak usia empat tahun yang memiliki kesempatan bergerak dengan leluasa akan memiliki kemampuan motorik (gerakan) yang lebih baik dibanding dengan anak usia sama yang sering dilarang melakukan sesuatu. dan mengklasifikasi balok pasa saat membereskannya kembali. Contoh. Bantuan yang berlebihan dari orang dewasa akan membatasi . Membangun pengetahuan anak Kecerdasan dirangsang oleh lingkungan. menumbuhkan kepercayaan diri. anak dirangsang untuk bercerita tentang gagasan yang akan dibangunnya. visual spasial. pemahaman diri. anak diberi kesempatan sejak kecil untuk melakukan sendiri seperti makan-minum sendiri.akan memilki pengalaman anak usia belajar yang berbeda. menghitung jumlah balok yang digunakan. kinestetik. sepanjang kegiatannya tidak membahayakan dirinya. dan spiritual). Pengalaman tersebut termasuk juga pengalaman sosial. Contohnya saat anak bermain dengan balok. karena itu pembelajaran dini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. Untuk membentuk anak cerdas maka anak harus banyak melakukan interaksi dengan lingkungan.

Belajar melalui bermain. dengan menggunakan pasir dan cetakan anak dapat merasakan tekstur pasir. Fungsi kerja otak besar (otak untuk berpikir) berjalan dengan baik apabila mendapatkan rangsangan yang menyenangkan. belajar yang nyaman memberikan kemungkinan anak bermain Suasana aktif. memecahkan masalah. merasakan. mencicipi rasa. segala macam benda anak yang ditemukannya. meningkatkan kemampuan pemahaman menggunakan tentang alat sesuatu bermain. dan itu akan menumbuhkan rasa ketergantungan dan ketidakmandirian anak Anak Belajar dengan baik apabila merasa aman dan nyaman secara fisik dan psikologisnya. . dan itu sangat baik untuk mencapai kemajuan anak. mendengar. baru. Bagi anak bermain adalah untuk sarana anak untuk pertumbuhan belajar. sehingga anak merasa tertarik dan senang untuk melakukannya. dan Dalam perkembangannya. tenang. apabila anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang.anak untuk mengembangkan kemampuannya. menemukan atau Kesemuanya dan itu kesempatan fisiknya. Karena itu penting memberikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak. Contoh. menyentuh membuka kemampuan lingkungan. komukasi mengembangkan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. bentuk pasir setelah dicetak. Oleh karena itu sebelum melakukan pembelajaran perlu menarik minat anak terlebih dahulu. melihat warna pasir. Sebaliknya jika anak dipaksa untuk melakukan sesuatu. bagi untuk mengembang dengn membangun daya hubungan imajinasi. Selain itu suasana pembelajaran yang menyenangkan. yang dan meningkatkan keterampilan kemampuan bahasa. keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan. dan aman selama proses belajar. Contoh. berarti penguatan kemampuan tersebut tidak akan terjadi. maka ia akan menolak untuk melakukannya kembali. Bermain sama dengan bermain anak belajar melihat. anak dapat membangun jaringan syaraf otak dan memperkuat jaringat yang sudah terjalin. atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. dan belajarnya menjadi sia-sia. ia akan melakukannya secara berulang-ulang.

Juga kesempatan untuk mendapatkan tantangan sehingga dapat mengembangkan keterampilan berikutnya yang lebih sulit. bosan. berarti ia tidak belajar. Pembelajaran untuk anak usia dini tidak bertentangan dengan ajaran agama. dan tidak mendapatkan pengalaman baru. main imajinasi menggunakan kue pasir dengan temannya untuk pengembangan bahasanya. Kepatutan menurut konteks agama. Anak belajar dalam suasana yang menyenangkan. maka anak tidak tertarik. budaya setempat. Anak belajar dengan cara berulang Dengan latihan yang berulang-ulang anak memperkuat sambungan syaraf otak. menghitung jumlah kue pasir. mengenal memberikan dunianya. anak cium. nilai hidup. dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. dan lingkungan akan sosial dimana langsung anak sehingga pengalaman anak terkait dengan kehidupannya. raba. Anak belajar apabila sesuai dengan kemampuan perkembangannya. pengetahuan Dengan diperlukan anak alat-alat inderanya belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. Karena itu anak akan untuk beruntung melatih dan lebih maju apabila baru mendapatkan kesempatan keterampilan yang dikuasainya. Dalam suasana yang menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. Pengawasan dan perhatian yang tepat dari orang dewasa memberikan perasaan aman dan nyaman. Perhatian. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang lebih rendah dari pada yang dimilikinya. untuk kecap. Kesemuanya dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain yang menyenangkan. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang terlalu tinggi di atas kemampuannya. Anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya.ukuran untuk membuat pasir cetak. sosial dan budaya. kasih sayang. . yang lihat. Segala sesuatu yang anak baru dengar. ia akan merasa frustasi karena merasa tidak berhasil.

sehingga semuanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. Early Metode Young ini telah terakreditasi (NAEYC) di sebagai oleh National yang Assosiation Childhood metode direkomendasikan memperoleh dapat diterapkan dari Amerika dimana Serikat. baik dari segi materi. pendidik dapat memantau perkembangan semua anak didiknya dengan mudah. baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus. bahan dan alat main. Yang dimaksud saat lingkaran adalah pendidik dan peserta didik duduk melingkar pada saat sebelum dan sesudah kegiatan bermain anak. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Indonesia dapat copyright CCCRT penerapannya dilaksanakan secara bertahap dan dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sepanjang tetap memperhatikan prinsipprinsip dasarnya. PENDEKATAN BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME (BCCT) Pendekatan Beyond Center and Circles Time (BCCT) atau Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran Metode Sentra dan Saat Lingkaran atau dikatakan metode Beyond Center and Circles Time (BCCT) adalah metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Reserch and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida Amerika Serikat. Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak. perhatikan apa yang dilakukan anak sekarang ini. . seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak. Pengembangan metode ini telah dilakukan lebih dari 25 tahun di Creative Pre School Florida. Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu. Untuk mengetahui dimana kemampuan anak saat ini. Kegiatan yang sering dilakukan anak menunjukkan kemampuan yang dikuasai anak.Karena itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak.

HighScope dan Reggio Emilio. Menempatykan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal . sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian perkembangan anakKegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-pijakan sebelum. sesuai dengan situasi dan kondisi Prinsip Pendekatan BCCT Keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada teori dan pengalaman empiric. sehingga dapat dijadikan panduan bagi pendidik pemulaMasing-masing anak memperoleh dukungan untuk aktif.Metode Sentra dan Saat Lingkaran merupakan hasil pengemabngan dari metode Montessori. B. Keunggulan Pendekatan BCCT diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak Kurikulumnya yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan. sehingga mendorong kreativitas anak. Namun demikian metode ini memiliki keunggulan. tingkat perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak. dan sesudah main.Pendidik lebih anak berperan sebagai perancang. sehingga rancangan. dukungan. kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri. tanpa harus takut membuat kesalahanSetiap tahap perkembangan bermain anak sudah dirumuskan secara jelas. secara bertahap.Semua tahapan perkembangan anak telah dirumuskan dengan rinci dan jelas. pendukung. sesaat. melainkan dapat dilakukan setempat. sehingga dapat dijadikan pijakan bagi pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan anakPenerapannya tidak bersifat kaku. dan penilai kegiatan dengan mengkondisikan setiap anak untuk berperan aktif Pembelajarannya bersifat individual. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan. dan penilaian disesuaikan dengan potensi.

anak-anak pulang secara bergiliran pendidik membereskan tempat dan merapikan catatan-catatan dan kelengkapan administrasi. pendidik memberi waktu yang cukup kepada anak untuk melakukan kegiatan di sentra main yang disiapkan sesuai jadwal hari itu. pendidik melakukan diskusi evaluasi hari ini dan rencana esok hari . untuk mengikuti Mempersyaratkan pelatihan pendidik dan pengelola program sebelum menerapkan metode ini. Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran. secara bergilir pendidik memberi pijakan kepada setiap anak. kreatif dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri. Standar Operasional Pendekatan BCCT Standar adalah: pendidik Operasional Proses Pembelajaran dengan Pendekatan BCCT menata lingkungan main sebagai pijakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ada pendidik yang bertugas menyambut kedatangan anak dan mempersilahkan untuk bermain bebas dulu.Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran. semua anak mengikuti main pembukaan dengan bimbingan pendidik. pendidik duduk bersama anak didik dengan membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman setelah main. selama anak berada disentra. pendidik bersama anakanak membereskan peralatan dan tempat main. pendidik bersama anakanak makan bekal yang dibawanya (tidak dalam posisi istirahat) kegiatan penutup.yang merangsang anak untuk aktif. pendidik duduk bersama anak didik membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman sebelum main. anak-anak masuk ke kelompok masing- masing dengan dibimbing oleh pendidik yang bersangkutan. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran/pembiasaan antri.

Peran pendidikanlah untuk mengawal bagaimana permainan dapat menumbuh kembangkan mereka secara patut dan utuh sebagai anak manusia. bahasa. bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikirannya melalui bahasa yang sederhana secara tepat. 2011 by KB . Anak pada usia ini harus mendapatkan beragam input yang merangsangnya. kognitif. perkembangan watak dan moralnya. Pada umumnya dalam proses pendidikan pada anak balita atau usia dini lebih diutamakan pada metode bermain sambil belajar. Di seluruh dunia anak bermain. baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya. Pendidikan TK dapat memberi andil bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. Pada hakikatnya dua macam metode tersebut sama-sama saling mendukung dalam proses belajar anak didik. Pada usia ini pula. Pada fase usia emas ini anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Diantaranya adalah metode belajar sambil bermain ataupun bermain sambil belajar. Ada anak-anak yang bermain dengan patut. Dengan pengembangan moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan yang Maha Esa dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar menjadi warga negara yang baik. Belajar Seraya Bermain Posted on February 8. Pemberian pendidikan yang tepat pada masa ini berpengaruh sangat signifikan bagi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. fisik/motorik. dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup. dan kemandirian. Maka para pendidik memanfaatkan hal ini untuk mendidik mereka dengan cara bermain sambil belajar yaitu disamping mereka bermain mereka sekaligus mengasah ketrampilan dan kemampuan. Pengembangan sosial. sosial emosional. Oleh karena itu.TK ANAK CERIA BANJARBARU Dalam penyelenggaraan pendidikan metode pembelajaran ada berbagai metode yang dilakukan oleh para pendidik. mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk dapat berbahasa Indonesia. Cara ini akan lebih berkesan dalam memori otak anak-anak untuk perkembangan pengetahuannya karena pada usia dini adalah masa-masa perkembangan memori otak sangat pesat. anak mulai belajar mengembangkan kemampuan bahasa dan sosialnya. Bermain bagi anak bagaikan bekerja bagi manusia dewasa. emosional. kemandirian dan seni sesuai dengan tahap perkembangan anak. utamanya pengembangan kepribadian dan potensi diri baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama. serta emosional dan intelektualnya. Para ahli psikologi berpendapat bahwa masa pendidikan di TK merupakan masa usia emas (golden age). Usia emas itu datang hanya sekali dan tidak dapat terulang lagi pada fase berikutnya. Pengembangan fisik/motorik . Demikian juga kemampuan berbahasa.Penerapan Sistem Bermain Sambil Belajar. Hal ini dilakukan karena metode ini lebih sesuai dengan kondisi anak-anak yang cenderung lebih suka bermain. masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat penting untuk meningkatkan seluruh potensi kecerdasannya. namun ada juga yang bermain ³cukup berbahaya´ mereka lakukan sebagai kanak-kanak.

yaitu. anak bukan manusia dewasa mini. Pada dasarnya anak senang sekali belajar. bermain fungsional atau sensorimotor.untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika anak-anak disediakan kesempatan untuk bergerak secara bebas berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan. Bermain merupakan cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak TK sesuai kompetensinya. kegiatan belajar yang efektif pada anak dilakukan melalui cara-cara bermain aktif yang menyenangkan. dan Freud. Vygotsky. serta mempunyai kemampuan untuk mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir teliti. karena itu metode pembelajaran terhadap anak harus disesuaikan dengan perkembangannya. dan kreativitas mereka perlu terus dijaga dan dikembangkan dengan menciptakan lingkungan yang menghargai kreativitas yaitu melalui bermain. Seluruh potensi kecerdasan anak akan berkembang optimal apabila disirami suasana penuh kasih sayang dan jauh dari berbagai tindak kekerasan. dan dapat menghargai hasil karya yang kreatif. Dunia anak adalah dunia bermain. dan interaksi pedagogis yang mengutamakan sentuhan emosional. mengembangkan kepekaan. Oleh karena itu. Pengembangan kognitif bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir anak untuk dapat mengolah perolehan belajarnya. baik di dalam maupun di luar ruangan. membantu anak mengembangkan kemampuan logika matematik dan pengetahuan akan ruang dan waktu. sedangkan pengembangan seni. dihadapkan dengan berbagai jenis bahan bermain yang berbeda yang mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. Bermain disesuaikan dengan perkembangan anak. Piaget. Jenis Kegiatan Bermain Beberapa ahli psikologi anak seperti Rodgers. Masa anak-anak merupakan masa puncak kreativitasnya. dan bermain konstruktif. meningkatkan kemampuan mengontrol gerakan tubuh dan kordinasi. Melalui bermain. Erikson. pendidikan di TK yang menekankan bermain sambil belajar dapat mendorong anak untuk mengeluarkan semua daya kreativitasnya. menyampaikan paling tidak ada tiga jenis kegiatan bermain yang mendukung pembelajaran anak. Seto Mulyadi (2006) psikolog anak. Mereka menampilkan ciri-ciri fisik dan psikologis yang berbeda untuk tiap tahap perkembangannya. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK (Depdiknas. serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat. bukan teori akademik. asal dilakukan dengan cara-cara bermain yang menyenangkan. dapat menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah. Permainan yang digunakan di TK merupakan permainan yang merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. Oleh karena itu. Anak-anak senantiasa tumbuh dan berkembang. agar anak mampu menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya. bermain peran. Anak dibina dengan berbagai cara agar mereka dapat . Bermain fungsional atau sensorimotor dimaksudkan bahwa anak belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungannya. sehingga anak-anak dapat bermain dengan gembira. 2006). menjelaskan bahwa anak adalah anak. sehat dan terampil. anak memperoleh dan memproses informasi mengenai hal-hal baru dan berlatih melalui keterampilan yang ada.

Kegiatan ini harus memperkaya kesempatan pengalaman anak melalui beberapa jenis bermain yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan perkembangan anak. dan keterampilan kognisi. melukis. Bermain peran memungkinkan anak memproyeksikan dirinya ke masa depan dan menciptakan kembali masa lalu. pasir. Bahan-bahan seperti kertas dengan tekstur. Dengan demikian berarti dalam kegiatan bermain harus mempunyai intensitas dan dentitas yang memadai. cat. Menurut Erikson terdapat dua jenis bermain peran. cat dengan kuas kecil di atas meja. atau bermain drama. dan emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun. Kualitas pengalaman main peran tergantung pada beberapa faktor. konsep hubungan kekeluargaan.bermain secara penuh dan diberikan sebanyak mungkin kesempatan untuk menambah macam gerakan dan meningkatkan perkembangan sensorimotor. sosial. dan keterampilan awal menulis. serta hubungan kerja sama dengan anak lain dan menciptakan karya nyata. Melalui bermain pembangunan. Bermain peran disebut juga bermain simbolik. dan warna yang berbeda. playdough. Konsep intensitas menekankan pada jumlah waktu yang dibutuhkan anak untuk berpindah melalui tahap perkembangan kognisi. afeksi. Misalnya untuk melatih keteramplan pembangunan anak dapat menggunakan cat di papan lukis. Bermain peran ini sangat penting untuk perkembangan kognisi. imajinasi. keterampilan spasial. baik bahan cair. seperti air. dan sebagainya. kerja sama kelompok. krayon. dikenal adanya konsep intensitas dan dentitas. yaitu bermain peran mikro dan makro. penyerapan kosa kata. sosial. dan (3) adanya peralatan untuk mendukung bermacammacam adegan permainan. (1) cukup waktu untuk bermain. dengan spidol dan krayon. anak secara langsung bermain menjadi tokoh untuk memainkan peranperan tertentu sesuai dengan tema. pengendalian diri. Bermain peran mikro dimaksudkan bahwa anak memainkan peran dengan menggunakan alat bermain berukuran kecil. emosi. Bermain konstruktif dilakukan melalui kegiatan bermain untuk membuat bentuk-bentuk tertentu menjadi sebuah karya dengan menggunakan beraneka bahan. nampan cat jari. Misalnya peran sebagai ayah. Bermain pembangunan menurut Piaget dapat membantu mengembangkan keterampilan anak dalam rangka keberhasilan sekolahnya dikemudian hari. sisa-sisa bahan bangunan untuk berlatih keterampilan pembangunan terstruktur. maupun bahan terstruktur. . dan anak dalam sebuah rumah tangga. (2) ruang yang cukup. antara lain. mendapatkan kesempatan untuk menggambar. ibu. Sedangkan bermain peran makro. papan lukis dengan kertas berbagai ukuran dan kuas akan membantu anak sepanjang waktu untuk berkembang melalui tahap awal dari corat-coret menuju ke penciptaan sesuatu yang bermakna dan menuju ke menulis kata dan kemudian kalimat. pura-pura. atau bahan alam lain. ukuran. bermain peran. Konsep densitas menekankan pada keanekaragaman kegiatan bermain yang disediakan untuk anak di lingkungannya. anak juga dapat mengekspresikan dirinya dalam mengembangkan bermain sensorimotor. tahapan ingatan. fantasi. Bermain peran dipandang sebagai sebuah kekuatan yang menjadi dasar perkembangan daya cipta. dan fisik yang dibutuhkan Misalnya anak-anak harus memiliki pengalaman harian yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan bahan yang bersifat cair. misalnya orang-orangan kecil yang lagi berjual beli. Anak-anak dapat menggunakan palu dengan paku dan kayu. Dalam kegiatan bermain. puzzle.

yaitu dukungan penataan lingkungan bermain. misalnya model klasikal. dikenal beberapa model pembelajaran. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. bermain pembangunan. Penataan pengalaman saat bermain. Guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan. serta model berdasarkan berdasarkan area. inspiratif. memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif. mengamati dan mendokumentasikan kemajuan bermain anak. memiliki berbagai bahan yang mendukung jenis-jenis permainan. dan tempat yang memadai. penataan lingkungan yang tepat. dan menggunakan pendekatan tematik. dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar. meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui hubungan teman sebaya. Selanjutnya agar anak-anak dalam bermain dapat berlangsung lebih efektif. interaktif. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di KB/TK. sedangkan model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan. Dengan sarana bermain yang sangat terbatas. Selain itu. Model klasikal merupakan model pembelajaran yang paling sederhana yang menganggap anak memiliki kemampuan sama. memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan. minat dan perkembangan fisik serta psikologis anak. dan menata kesempatan main untuk mendukung hubungan sosial yang positif. menyebabkan pembelajaran yang dilaksanakan kurang menekankan kegiatan bermain. dimana anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kegiatan pengaman. hal itu berarti memberi layanan pendidikan kepada anak TK secara optimal. menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam. sensorimotor. anak-anak dibagi-bagi menjadi beberapa sudut kegiatan. dan diberi bimbingan untuk memenuhi kebutuhan setiap anak sebagaimana yang telah dilakukan dalam model pembelajaran sentra. penataan pengalaman sebelum bermain. model kelompok dengan pengaman. Model pembelajaran yang digunakan di KB/TK harus memperhatikan bakat. kegiatan pembelajaran harus kreatif. Sedangkan penataan pengalaman setelah bermain dimaksudkan mengajak anak untuk mengingat kembali pengalaman bermainnya dan saling menceritakan pengalaman bermain. penataan pengalaman bermain saat bermain. . memperkuat dan memperluas bahasa anak. tetapi lebih bersifat akademik. Model pembelajaran berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman merupakan pola pembelajaran. Penataan lingkungan bermain artinya mengelola lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup. dan sentra. serta memberi kesempatan yang cukup kepada anak untuk bermain. serta mengemas permainan agar tertata kembali. menyenangkan. mencontohkan komunikasi yang tepat. maka pengalaman bermain anak seharusnya direncanakan dengan baik. pembangunan dan bermain peran. dan juga penataan pengalaman setelah bermain. meliputi pemberian waktu kepada anak untuk mengelola dan memperluas pengalaman bermain. dan sensorimotor. merencanakan intensitas dan densitas pengalaman. Penataan pengalaman sebelum bermain merupakan kegiatan awal yang dilakukan guru untuk memberi gagasan sebelum anak melakukan kegiatan bermain. peralatan. misalnya anak mendapat kesempatan memilih serangkaian kegiatan bermain setiap hari untuk terlibat dalam bermain peran. menantang. Ada beberapa dukungan penataan/pijakan yang dilakukan untuk mencapai mutu pengalaman bermain.Dengan menyediakan beraneka jenis mainan yang tepat bagi anak.

Dalam implementasinya. kegiatan pembelajaran harus kreatif. menyenangkan.Penggunaan model ini sudah mulai memperhatikan keberagaman kemampuan dan minat anak. dengan tersedianya banyak area. Permainan yang digunakan di KB/TK merupakan permainan yang didisain sedemikian rupa. area pasir dan air. anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. . proses pembelajaran bukan hanya didukung dengan penyediaan sentra bermain yang beraneka ragam. membiasakan anak berperilaku disiplin dan bertanggungjawab. dan area agama. minat dan perkembangan fisik dan psikologis anak. menantang. serta mengembangkan kreativitas anak. area memasak. area bermain peran. baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya. Kini. pengelolaan tersebut dapat memberi kesempatan kepada anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi atau berinteraksi dengan lingkungannya. guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di KB/TK menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. perkembangan watak dan moralnya. Dengan pengelolaan sarana bermain. karena dunia anak adalah dunia bermain. inspiratif. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK yang sangat tepat. Demikian juga pada pembelajaran dengan sentra. penataan selama bermain. area balok. Apapun model pembelajaran yang digunakan di KB/TK. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. kegiatan bermain anak dalam rangka efektivitas pembelajaran dapat terpenuhi tentu dengan direncanakan secara matang dan dilaksanakan dengan baik. bahasa dan sosialnya. area matematika. sehingga merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. misalnya area seni. area IPA. Sebagai contoh adalah sebuah sekolah KB/TK Anak Ceria yang telah memiliki kurikulum yang telah dikembangkan untuk proses pembelajaran pada anak-anak yang duduk di bangku KB/TK. namun yang terpenting harus dikemas dalam konteks bermain yang betul-betul didisain secara matang. dan penataan setelah bermain. Cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak KB/TK adalah melalui pembelajaran yang menekankan pada kegiatan bermain. dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar. Kesimpulan Pendidikan yang tepat di TK mempunyai pengaruh sangat signifikan bagi proses tumbuh kembang anak dan mempengaruhi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. penataan sebelum bermain. model pembelajaran berdasarkan area atau sentra merupakan penyempurnaan dari sebelumnya. Pembelajaran yang menggunakan area. tetapi juga didukung untuk membangun konsep. ide. serta emosional dan intelektualnya. dapat membangkitkan imajinasi. aturan. dengan memperhatikan bakat. kita dapat menciptakan situasi belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi anak untuk melakukan berbagai kegiatan. yang semuanya disesuaikan dengan kebutuhan anak untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi. membantu anak dalam pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan. serta menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam. interaktif. karena pada masa ini. Selain itu. memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif. area gerak dan musik. area baca-tulis. dan menggunakan pendekatan tematik. dengan menfasilitasi sarana pembelajaran/bermain lebih bervariasi. dan pengetahuan anak dengan pijakan/penataan lingkungan bermain.

menerapkan dua prinsip pendidikan. disiplin dan tanggung jawab. seni dan sentra bahan alam). Meletakkan pendidikan pada empat pilar belajar : a. murid. yaitu: 1. Sekolah dan guru menggunakan kurikulum ini untuk mengembangkan pembelajaran dan program pengajaran sesuai dengan kebutuhan murid. orang tua dan guru dapat memperoleh kejelasan tentang proses kegiatan dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai murid di sekolah. imtaq. Pendekatan ini akan memberikan kelonggaran guru untuk menentukan metoda yang paling tepat dan menantang para siswa untuk mencapai hasil belajar seoptimal mungkin. ketangguhan dan profesionalisme. kesadaran estetik. Learning How to Live Together: . sentra makro dan mikro. c. dalam rangka mengembangkan seluruh potensi kecerdasan anak. Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Anak Ceria. berkelanjutan dan konsisten dalam pendidikannya seiring dengan perkembangan dan kedewasaan psikologis anak. Prinsip-prinsip Filosofi Pendidikan Untuk mewujudkan tujuan pendidikan. di mana murid dapat maju secara bertahap. menguasai kompetensi menghadapi situasi yang senantiasa berubah. produktifitas. Kegiatan bermain sambil belajar pada sentra-sentra (sentra persiapan. Melalui pendekatan kurikulum hingga tahun ke-2. keadaan sekolah dan tuntutan kehidupan. Anak dituntut aktif dan kreatif dalam kegiatan di sentra-sentra. kemampuan bernalar. b. d. balok. Learning How to Know : Adalah belajar untuk mengenal cara memahami dan mengkomunikasikan sesuatu yang dipelajari. Anak Ceria menyiapkan system pembelajaran berkesinambungan. Learning How to Be: Pengembangan potensi diri yang meliputi kemandirian. imajinasi. Melalui keterpaduan kurikulum dan metode yang digunakan.Kurikulum Kurikulum KB-TK Anak Ceria mengacu pada kurikulum Departemen Pendidikan Nasional terbaru yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk TK dan RA tahun 2009 yang diimplementasikan dalam metode ³Belajar Sambil Bermain´ dengan enam sentra pengembangan melalui pendekatan Beyond Centers Circle Times (BCCT) atau dalam bahasa Indonesianya adalah lebih jauh tentang sentra dan saat lingkaran. Learning How to Do: Adalah menumbuhkan kreativitas.

Kemampua belajar cara belajar / learning to learn e. KB/TK Anak Ceria juga mengembangkan kemampuan leadership murid yang antara lain meliputi : a. Pengembangan Kemampuan Leadership Disamping kedua prinsip pendidikan seperti tersebut di atas. Metode pembelajaran tersebut adalah: ³Bermain Sambil Belajar Dengan Sarana Bermain Enam Sentra Pengembangan Integrasi Pendidikan Agama Melalui Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi´. Karena kualitas SDM akan menentukan kualitas suatu bangsa. Dan kualitas suatu bangsa akan menentukan keberlangsungan hidup bangsa tersebut yang terus berubah seiring dengan perubahan zaman menuju ke masyarakat-industrial. 2. yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepribadian anak dikemudian hari. Kemampuan keterampilan berkomunikasi / communication c. Konsep Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama Melalui Aplikasi Ilmu Pengetahuan Dan Tehnologi. Keterampilan membuat keputusan / making decision f. informasi dan teknologi canggih. Masyarakat modern ± industrial akan berkembang pesat jika ditunjang dengan sumber daya yang berkualitas. Kemampuan menerima dan diterima orang lain / getting along with others d. seimbang nasional maupun internasional dengan menghormati nilai spiritual dan tradisi dalam kebhinekaan. bahwa kegiatan bermain/permainan adalah kebutuhan yang sangat vital bagi anak.Pemahaman hidup selaras. . METODE ³BERMAIN SAMBIL BELAJAR´ Dengan sarana Bermain Sentra Pengembangan A. Anak secara sadar atau tidak sadar akan belajar banyak hal. Sebagaimana telah diuraikan diatas. Perubahan ini akan berdampak pada generasi muda yang perlu dipersiapkan untuk belajar terus menerus. Bekerja dalam kelompok / working with groups Kegiatan ini terintegrasi dalam kegiatan bermain sambil belajar terutama dalam kegiatan bermain di sudut pengembangan. Belajar Sepanjang Hayat Pendidikan di era global ini hendaknya memperhatikan kualitas sumber daya manusia. Kemampuan untuk memahami diri sendiri / self understanding b. Keterampilan mengelola / managing g.

pengenalan surat-surat pendek. berbahasa.Dalam setiap kegiatan sentra bermain. Bertugas mengatur dan menfasilitasi kegiatan pembelajaran dan bertanggung jawab pada sudutnya masing-masing. Satu kelompok belajar terdiri max 15 anak. kegiatan bermain dilakukan dengan cara berpindah ruang atau sudut sesuai dengan jadwal perputaran sudut yang telah ditetapkan. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki teman bicara dan berdiskusi dalam rangka pengembangan bahasa dan aspek perkembangan lainnya. Hal ini .Sentra Balok Karunia Allah SWT 5. yaitu: Guru kelompok bertugas mengumpulkan data/hasil perkembangan anak setiap harinya dari setiap sudut pengembangan dan melaporkannya kepada orang tua murid.Sentra Persiapan Karunia Allah SWT 2. Pemanfaatan sudut pengembangan tidak mutlak seluruhnya harus digunakan. kegiatan belajar mengajar dikelola oleh seorang guru yang menguasai bidang pengembangan tertentu.Metode ³Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama melalui Ilmu Pengetahuan dan tehnologi´ tersebut adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara bermain yang terintegrasi Pendidikan Agama melalui aplikasi ilmu pengetahuan dan tehnologi. anak harus bermain bersama untuk setiap jenis permainan minimal dua orang. berdaya cipta. pengenalan huruf dan angka. tari maupun suara serta dalam berkegiatan bermain serta berinteraksi sosial anak sehari-hari.Sentra Kreatifitas dan Seni Karunia Allah SWT 6. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kejenuhan anak dalam bermain dan belajar. ketaqwaan dan akhlakul karimah dalam berdaya pikir. Guru sentra menangani semua kelompok secara bergiliran.Sentra Bahan Alam Karunia Allah SWT Hal ini untuk memudahkan guru dalam pencapaian tujuan dan target pengembangan yang telah ditentukan/direncanakan seoptimal mungkin. Metode pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keimanan. pengenalan huruf Al Qur¶an serta pembacaan cerita. Kegiatan pengembangan dilaksanakan dalam sentra-sentra pengembangan yang dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu. berketrampilan dan mengapresiasi seni baik seni musik. Bertanggungjawab dalam kegiatan materi pagi. yang meliputi: do¶a sehari-hari. pembahasan tema.Sentra Main dan Peran Allah SWT 4. yaitu: 1. Dalam pelaksanaannya. Guru terbagi dalam dua kategori tugas.Sentra Ibadah Karunia Allah SWT 3. Dengan Moving Class system. Dengan pola dan media permainan yang beragam dan lebih variatif akan memotivasi kreativitas anak berkembang lebih optimal.

Dengan kemampuantersebut anak akan merasa lebih percaya diri. 2007). Yang terpenting bahwa dalam setiap kegiatan bermain harus terintegrasi pendidikan agama dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan tehnologi.tergantung pada situasi dan kondisi yang ada.bermain dengan orang lain juga memberikan kesempatan bagi anak . danpemecahan masalah yang merupakan keterampilan penting dalam kehidupan nyata(Ginsburg. bermain dengan teman sebaya atau orang lainjuga dapat memperkaya kosa kata dan keterampilan berkomunikasi anak. 2001). mereka meningkatkankemampuan perencanaan. stabil. berkomunikasi. Di samping itu. Anak akan lebih mudah mengingatsituasi. tetapi juga cara mereka untuk belajar tentang dirisendiri dan bagaimana mereka menempatkan diri dalam dunianya. dan skema tubuh ( Frost. duduk dikelas. ide. Dalam bermain bebas anak dapat mengembangkankreativitasnya dan mencoba berbagai alternatif solusi untuk memecahkan masalahyang mereka hadapi dalam permainan. B.Perputaran Sentra Perputaran sudut adalah perputaran ruang bermain anak. mampu mengkoordinasikangerakan yang merupakan modal dasar contohnya dalam kegiatan olah raga. & Reifel. Perkembangan Sosial dan Emosional Sebagai makhluk sosial. dan sebagainya. Wortham. agar tidak terjadi perbenturan waktu bermain sehingga anak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seluruh kegiatan bermain di semua sudut dalam hari-hari sekolahnya. menulis. Selain itu. Melalui kegiatanbermain anak dapat mengembangkan keterampilan sosial yang dibutuhkan dalamberinteraksi seperti menunggu giliran. mengungkapkan perasaan dan keinginansecara adaptif. 2001). Wortham. Bermain aktif juga mendorongpemaknaan akan suatu konsep secara personal. memahami hubungan sebab-akibat.Kegiatan belajar berbasis permainan juga memberikankesempatan pada anak untuk mempelajari berbagai keterampilan sertamengembangkan perasaan kompeten dan percaya diri. dan keterampilan yang dianggap relevan dengan kondisi dan keadaanmereka (Formberg. berpikir logis. & Reifel. Perkembangan fisik Karena bermain seringkali melibatkan aktivitas fisik. 2002). manusia memiliki kebutuhan dasaruntuk merasa menjadi bagian dari kelompok dan belajar untuk berfungsi dalamsuatu kelompok dengan komposisi dan peranan yang berbeda-beda. motorik halus. Manfaat Bermain bagi Tumbuh Kembang Anak Perkembangankognitif Bermain bukan hanya merupakan cara unik anak untukbelajar mengenai dunianya. dan mematuhi aturan-aturan sosial.maka sangat erat kaitannya dengan perkembangan kemampuan motorik kasar. Perputaran ini diatur secara bergiliran antar kelompok sesuai dengan kelompok usia. Dengan demikian. mengembangkanpengetahuan dan memperdalam pemahaman mereka melalui siklus belajar yangberulang-ulang (Frost.

boneka yangkeluar ketika kotak dibuka. saling berbagi. Jarvis. Anak berusia 12 ± 18 bulan menyukai mainan yang bereaksi terhadaptindakan mereka seperti mengeluarkan bunyi ketika tombol ditekan. Jenis-jenisPermainan Sensorimotor dan practice play Sejakdini.dan bahasa anak. sebagian besar mainan bersifat fungsional.1998). membangun balok. bayi menggunakan panca inderanya untuk mengekplorasi lingkungan dandunianya. & Berk. dan ide dengan teman bermain (Creasy. Disamping itu. dan puzzle semakin banyak dimainkan oleh anak. balok. Peran Orangtua dalam Kegiatan Bermain Anak Besarnya implikasi bermain dalam setiap aspek perkembangan anak tidak terlepas dari keterlibatan orang tua atau pengasuh salah satunya dengan menyediakan fasilitas atau tempat yang aman bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungannya dengan bebas. Permainan konstruktif merupakan sarana yang sangat baik untuk mengembangkan keterampilan motorikhalus dan koordinasi matagerakan tangan pada anak. Munculnya jenis permainan ini menandakan berkembangnya kemampuan untuk berpikir simbolis dan juga sangat penting untuk perkembangan bahasa dimana anak menggunakan lebih banyak kosakata dan mampu menyusun sebuah cerita yang berkesinambungan. Orang tua juga dapat mengembangkan permainan anak agar mendapat informasiyang lebih kaya.dan bunyi dapat menstimulasi panca indera anak. tempat. Seiring dengan perkembangannya anak mulai mampu untuk membuat atau menghasilkan sesuatu eperti gambar.untukmenyesuaikan tindakan mereka dengan orang lain. emosional. permainan peran juga membantu anak untuk mengatasi ketakutan dan masalah yang ia hadapi karena seringkali hal tersebut direfleksikan dalam permainan. serta berbagi¶kekuasaan¶. Mereka melatih keterampilan motorik melalui gerakan repetitif sepertimenggapai dan menggenggam. Objek yang dapat dimanipulasi seperti lilin. Anak dapat mengembangkan kreativitasnya melalui improvisasi peran. mengeksplorasi peran atau menirukan kegiatan orang-orang di sekitarnya. mengatur emosi dan mengendalikan diri. Permainan Imaginatif Permainan imaginatif atau bermain peran dapat meningkatkan kemampuan sosial. atau membentuk lilin. Jenis mainan yang kaya akan warna.cat. Meskipun . Permainan Konstruktif Sekitar usia empat tahun kegiatan bermain fungsional cenderung berkurang. memahami sudut pandang dankebutuhan orang lain. tekstur .belajar bekerja sama. dan memecahkan masalah. boneka. Kemudian menginjak usia tiga tahun. bentuk. Dari kegiatan ini anak mempelajari dampak darigerakan atau tindakan mereka terhadap lingkungan sekitarnya. Permainan fungsional Melaluipermainan fungsional bayi dan anak dapat mencari tahu apa saja yang dapatdilakukan suatu objek atau hal-hal yang dapat mereka lakukan terhadap objektersebut.

terlibat dalam permainan anak. olah raga. belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan. Namun. contohnya dalam bermain peran. Ketika bermain dengan anak orangtua juga dapat menantang anak dengan memberikan hambatan atau masalah-masalah sederhana. benarkah demikian? Bermain versus bekerja Bermain adalah kegiatan yang dilakukan semata-mata untuk menimbulkan kesenangan. Hal ini senada dengan pendapat Piaget yang menjelaskan bahwa bermain terdiri atas tanggapan yang diulang semata untuk kesenangan fungsional. seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal. Begitu akrabnya kegiatan bermain ini dengan keseharian kita. sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. Saat ini. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan. berpikir secara lebih fleksibel dan mampu meregulasi emosinya. Kegiatan ini dapat dilakukan secara perorangan maupun berkelompok. yang memiliki tujuan tertentu dan tidak harus menimbulkan kesenangan. sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. Bermain adalah kegiatan yang sangat dekat dengan dunia anak. olah raga. GENI M. Pengertian ini membedakan antara bermain dengan bekerja. bergantung pada keingingan serta kesepakatan yang dibuat oleh para peserta. jumlah peserta serta lamanya waktu yang dialokasikan untuk bermain. orangtua sebaiknya tetap membebaskan anak untuk menggunakan imaginasi dan kreativitasnya dengan tidak terlalu direktif dan mengatur jalannya permainan atau justru terlalu¶memberikan kemudahkan¶ pada anak sehingga kemampuannya dalam memecahkan masalah tidak terasah. agar kemampuannya untuk memecahkan masalah meningkat secarabertahap. Jenis permainan. Tidak ada yang istimewa. seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal. sehingga kita kerap menganggapnya sebagai kegiatan biasa saja. ( oleh P.L. drama. drama.Psi klinis Anak RS.PELNI telah disampaikan pada acara symposium 25April 2009 ) Arti Bermain Bagi Anak Saat ini. .

termasuk pembatasan lingkungan atas perilaku mereka.Bermain dan perkembangan anak Sesungguhnya bermain memberi manfaat yang besar bagi perkembangan anak. salah seorang pakar perkembangan anak. Mereka belajar mengungkapkan ide-ide serta memberikan pemahaman pada teman-teman sepermainannya tentang aturan dan teknis permainan yang akan dilakukan. 4. Seorang anak. Melalui bermain anak menyalurkan beban emosionalnya secara menyenangkan. yaitu: 1. misalnya jadwal belajar anak. maka kondisi ini akan terus membebani sang anak. tentara maupun seorang pemimpin pasukan perang. Namun saya hanya akan menguraikan 9 di antaranya. Ada begitu banyak keingingan dan kebutuhan anak yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain. Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan. Sehingga otot-otot ini terlatih dan berkembang dengan baik. setidaknya ada 11 manfaat dari kegiatan bermain bagi anak. gelisah dan mudah tersinggung. Dengan demikian permainan dapat berlangsung berdasarkan kesepakatan-kesepakatan yang dibuat para peserta. yang secara tidak sadar menimbulkan ketegangan dalam dirinya. Sumber belajar . Hurlock. Aturan-aturan ketat yang mesti ditaati di rumah. Ketegangan ini berkurang ketika anak bermain. seorang anak berhadapan dengan kenyataan-kenyataan yang tidak menyenangkan. sering kali membuat anak merasa terkekang. bermain juga berfungsi untuk menyalurkan energi yang berlebihan pada anak. menuliskan dalam buku Child Development. sama buruknya dengan memberikan kebebasan yang tanpa batas. anak pun perlu diberikan kesempatan cukup untuk beristirahat pada waktu yang telah disepakati bersama. 2. maka akan terjadi koordinasi gerakan otot. Para orang tua dapat memperbaiki kondisi ini dengan terus membangun komunikasi yang terbuka dengan anakanaknya. yang bila terus terpendam akan membuat anak tegang. Elizabeth B. Jika tidak ada komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. bisa menjadi siapapun yang ia inginkan ketika bermain. Perkembangan fisik Ketika seorang anak bermain. Dorongan berkomunikasi Seorang anak memiliki kesempatan berlatih berkomunikasi melalui sebuah permainan. Ia mampu mewujudkan keinginannya menjadi seorang dokter. melalui penyampaian pesan yang efektif dan dimengerti antar peserta bermain. yang mustahil mereka wujudkan dalam kehidupan nyata. misalnya bermain permainan tradisional ³gobak sodor´ atau galah asin. 5. Penyaluran bagi energi emosional yang terpendam Sering kali. Selain itu. 3. namun sering kali bisa diwujudkan melalui kegiatan bermain. terutama otot-otot tungkai dan otototot gerakan bola mata. Mereka dapat berbagi cerita dengan teman-teman bermainnya untuk tujuan ini. mendengarkan keluhan-keluhan mereka. Selain itu. Sebab kita sama-sama mengetahui bahwa terlalu mengekang anak. bukan menceramahi.

kian semakin bertambah pengetahuan dan pengalaman baru yang mereka terima. Ketika anak-anak bermain. 7. Belajar bersosialisasi. sportivitas. 2003) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu . Mereka belajar untuk menghadapi dan memecahkan persoalan yang timbul dalam sebuah permainan secara bersama-sama. Di sini mereka belajar untuk mengembangkan daya kreativitas dan imajinasinya. yaitu kesenangan serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini. 6. Konsep pembelajaran menurut Corey (Sagala. seorang anak dapat mengetahui kemampuan teman-teman sepermainannya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Mohammad Ali (2007) bahwa pembelajaran adalah upaya yang dilakukan guru dalam merekayasa lingkungan agar terjadi belajar pada individu siswa. Pada saat seperti inilah mereka biasanya mencoba melakukan sebuah variasi permainan. Ia akan berusaha meningkatkan kemampuannya. Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini Pembelajaran untuk anak usia dini memegang peranan yang sangat penting bagi pembentukan kemampuan dan sikap belajar pada tahap yang lebih lanjut. Ide-ide spontan yang dikemukakan oleh seorang anak. Bersosialisasi dengan teman-teman sebaya merupakan hal penting yang perlu dilakukan oleh anak.Melalui bermain. Dalam suatu pembelajaran peran guru bukan semata-mata memberikan informasi. Hal ini dapat difasilitasi oleh para orang tua dengan cara memasukkan unsur pengetahuan populer dalam permainan anak. 8. Rangsangan bagi kreativitas. Kegiatan bermain menjadikan proses bersosialisai tersebut terbangun dengan cara yang wajar dan menyenangkan. Hal ini memungkinkan terbangunnya konsep diri yang lebih jelas dan pasti. Perkembangan wawasan diri. Tidak jarang timbul beberapa masalah ketika anak-anak bermain. menyenangkannya sebuah kemenangan maupun kesedihan ketika mengalami kekalahan. Hal ini menjadi faktor pendorong yang sehat dalam pengembangan diri seorang anak. Permainan pun akan kembali terasa menyenagkan. Semakin beragam media permainan serta banyaknya variasi kegiatan. kemudian membandingkannya dengan kemampuan yang ia miliki. seorang anak dapat mempelajari banyak hal. Mereka belajar tentang arti bekerja sama. yang tidak selalu mereka peroleh di institusi pendidikan formal. jika ternyata ia jauh tertinggal dibandingkan teman-teman sepermainannya. Melalui bermain. melainkan juga mengarahkan dan memberi fasilitas belajar (directing and facilitating the learning) agar proses belajar lebih memadai. Bermain sambil belajar akan memberikan dua manfaat sekaligus pada anak. dan jika kemudian diterima oleh teman sepermainannya. akan menimbulkan adanya rasa penghargaan dari lingkungan serta menjadi motivasi munculnya ide-ide kreatif lainnya. mereka kerap merasakan adanya kejenuhan ataupun rasa bosan.

evaluasi pembelajaran. pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar . tetapi mereka aktif berinteraksi dengan berbagai benda dan orang lain di lingkungannya. pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. belajar bagaimana melakukan (learning how to do). Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional. Selanjutnya Sudjana menjelaskan bahwa pembelajaran adalah fungsi pendidik untuk membelajarkan peserta didik terhadap materi pelajaran untuk mencapai hasil belajar yang menimbulkan pengaruh belajar. proses. memelihara. Surya (2004) menyatakan bahwa. peserta didik. . merawat. 2003). Definisi tersebut menunjukan bahwa pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku dalam diri individunya. dan umpan balik evaluasi pembelajaran. untuk membuat siswa belajar secara aktif. dan belajar bagaimana bekerja sama dan hidup bersama (learning how to live together). Definisi pembelajaran tersebut mengandung berbagai fungsi seperti membantu. Pengertian pembelajaran di atas. mendorong. pelatih. Pembelajaran disusun sehingga menyenangkan. Sejalan dengan perkembangan anak usia dini. Suatu rencana pembelajaran dan pelaksanaannya perlu memperhatikan hal-hal yang terkait dengan belajar bagaimana belajar (learning to learn). menilai.dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 menyatakan bahwa. belajar bagaimana berfikir (learning how to think). dan demokratis agar menarik anak untuk terlibat dalam setiap kegiatan pembelajaran. membentuk. mengandung makna yang menggambarkan interaksi dinamis antar unsur-unsur yang terlibat dalam pembelajaran yaitu pendidik. Pembelajaran menurut Sudjana (2000) adalah upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. baik secara fisik maupun mental. sehingga peserta didik dapat melakukan perubahan dalam dirinya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang merupakan bagian dari tujuan pendidikan. dan mengembangkan. Fungsi-fungsi pembelajaran ini dilakukan oleh dan menjadi tanggung jawab pendidik yaitu guru. pamong belajar. materi. Kegiatan pembelajaran dilakukan berdasarkan rencana yang terorganisir secara sistematis yang mencakup tujuan pembelajaran. materi pembelajaran. menggembirakan. Anak tidak hanya duduk tenang mendengarkan ceramah gurunya. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mencakup kegiatan belajar dan mengajar. meluruskan. melatih. dan kegiatan pembelajaran yang mencakup metode dan media pembelajaran. maka pembelajaran perlu menekankan keempat aspek tersebut di atas. membimbing. pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. menumbuhkan. keluaran dan pengaruh kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu maka pembelajaran yang direncanakan dan dilaksanakan dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Sagala.

aliran ini mengatakan bahwa proses pembentukan pribadi anak ditentukan oleh bakat yang dimiliki anak sejak lahir. dan masyarakat. pengalaman. yaitu senang. tetapi sifatnya lugas dan terencana. Aliran konvergensi ini merupakan perpaduan antara aliran nativisme dan empirisme. artinya memilih suatu pendekatan harus disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. Ketiga pendekatan tersebut adalah (1) Otoriter. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan peserta didik dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu (Sagala. Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu kompetensi substansi materi pembelajaran dan kompetensi metodologi pembelajaran. sekolah. Pendidik dapat memberikan pengaruh.Menurut Dunkin dan Biddle (Sagala. (2) Permisive. aliran ini berpendapat bahwa proses pembentukan pribadi anak ditentukan oleh pengaruh lingkungan. Tokoh aliran ini adalah Schopenhauer. Konvergensi. yaitu lebih banyak . Dengan mengetahui tiga aliran di atas. tujuan. Pendekatan pembelajaran tentu tidak kaku harus menggunakan pendekatan tertentu. maka menurut Santoso ada tiga cara pendekatan yang dapat dilakukan oleh pendidik sesuai dengan situasi. Mengingat pendidikan tidak mempunyai peran maka aliran ini disebut juga pesimisme sebab pendidik merasa pesimis tidak dapat mempengaruhi anak didik karena faktor yang penting adalah faktor bakat. tegas. Kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak didesain untuk memungkinkan anak belajar. usia. Anak yang baru lahir ibarat kertas putih. Setiap kegiatan harus mencerminkan jiwa bermain. . Oleh sebab peranan pendidik sangat besar maka aliran ini disebut juga optimisme. 2003) proses pembelajaran atau pengajaran kelas (classroom teaching) berada pada empat variabel instruksi yaitu (1) varibel pertanda (presage variables) berupa pendidik. Dengan demikian bakat atau pembawaan menentukan perkembangan anak. 2003). lingkunganlah yang mempengaruhinya. bimbingan. dan demokratis. yaitu cara mendidik yang bersifat keras. Hal ini dikenal dengan nama teori tabularasa. (2) variabel konteks (context variables) berupa peserta didik. 3. dan harus dilakukan oleh anak setelah diperintah oleh pendidik. 2. Empirisme. dan (4) variabel produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Bakat dan lingkungan keduanya penting dalam perkembangan anak dalam membentuk pribadinya. Tokoh aliran ini adalah William Stern (Amerika). (3) variabel proses (process variables) berupa interaksi peserta didik dengan pendidik. Aliran ini dipelopori oleh John Locke (Inggris). arahan atau aktivitas kepada anak didik. Nativisme. Setiap permainan yang diberikan harus diberi muatan pendidikan sehingga anak dapat belajar. Untuk itu guru di Taman Kanak-kanak harus kreatif melihat potensi lingkungan dan mendesain kegiatan pembelajaran yang menyenangkan anak. merdeka. volunter. aliran ini berpendirian bahwa terbentuknya kepribadian anak tergantung dari faktor bakat dan juga faktor lingkungan. Menurut Santoso (2002) ada tiga aliran pokok dalam pendidikan yang dapat digunakan untuk mendidik anak yaitu: 1. tingkat kematangan dan etika.

5) Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individual. mampu bersosialisasi. kesehatan dan gizi yang dilaksanakan secara integratif dan holistik. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi (penjajakan). metode.memberikan kebebasan pada anak untuk bertindak. Model pembelajaran terpadu yang beranjak dari tema yang menarik anak (center of interest) dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak. 3) Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan teman sebayanya. dan menemukan hal-hal baru. f. melakukan penjelajahan (eksplorasi). materi/bahan. disiplin. (3) Demokratis. Menggunakan pembelajaran terpadu. Ciri-ciri pembelajaran ini adalah: 1) Anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tenteram secara psikologis. dan memperoleh bekal keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya. 4) Minat anak dan keingintahuannya memotivasi belajarnya. Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak untuk mendapatkan layanan pendidikan. dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. Berorientasi pada kebutuhan anak. dan memanfaatkan benda-benda di sekitarnya. memperoleh penemuan untuk selanjutnya anak dapat menggunakannya. c. d. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar. Pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak. yaitu memberikan kesempatan pada anak untuk menampilkan kreativitasnya. menemukan. Mengembangkan keterampilan hidup. Sebagaimana kita ketahui bahwa pembelajaran bagi anak usia dini berbeda dengan pembelajaran lainnya sehingga pendekatan yang digunakan dalam mendidik mereka pun disesuaikan dengan kondisi perkembangan anak. Proses kreatif dan inovatif dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan menarik. Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan anak usia dini. Mengembangkan keterampilan hidup melalui pembiasaanpembiasaan agar mampu menolong diri sendiri (mandiri). h. Lingkungan yang kondusif. 2) Siklus belajar anak selalu berulang. Kreatif dan inovatif. b. Media dan sumber belajar dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan. Belajar melalui bermain. . memotivasi anak untuk berpikir kritis. berbuat dan berkreasi. dengan menggunakan strategi. dan media yang menarik agar mudah diikuti oleh anak. Lingkungan harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan. tetapi dengan penuh bimbingan pendidik. e. Adapun pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran bagi anak usia dini menurut Direktorat PADU (2002: 5) adalah sebagai berikut: a. dimulai dari membangun kesadaran. membangkitkan rasa ingin tahu anak. g.

dan dari keakuan ke rasa sosial. Pada saat anak melakukan suatu kegiatan. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. Sesuai dengan tuntutan dunia karakteristik anak yang berbeda dengan orang dewasa. Ketiga. i. Kelima. penerapan bermain sebagai sarana belajar di TK merupakan hal yang perlu diprioritaskan. Lebih lanjut Solehuddin (2000) mengemukakan beberapa prinsip dasar pembelajaran bagi anak usia prasekolah yang perlu diterapkan oleh para guru yaitu: (1) anak secara aktif terlibat dalam melakukan sesuatu atau bermain dalam suatu situasi yang menyenangkan. (4) mendorong anak untuk berani mengambil resiko dan belajar dari kesalahan. Keempat. metode pembelajaran bagi anak usia prasekolah adalah yang berpusat pada anak. dari gerakan ke verbal. motorik halus (memegang sendok dan menyuap makanan ke mulut).6) Anak belajar dengan cara dari sederhana ke rumit. cara pembelajaran bersifat fleksibel dan tidak terstruktur. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak akan memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan kebiasaan berperilaku positif yangendukung pengembangan berbagai potensi dan kemampuan anak. anak pada dasarnya belajar dalam situasi yang holistik. metode . cara pembelajaran anak usia prasekolah hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berinteraksi baik dengan guru maupun dengan teman-teman sebayanya. Kedua. Anak diberi kesempatan yang luas untuk berbuat aktif baik secara fisik maupun mental. dan (6) bersifat fleksibel. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran adalah suatu cara atau prosedur yang ditempuh pendidik dalam mengelola pembelajaran yang efektif dan efesien. kemampuan yang dikembangkan antara lain bahasa (mengenal kosa kata tentang jenis sayuran dan peralatan makan). guru perlu menyiapkan suatu metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak. dari konkrit ke abstrak. (2) kegiatan pembelajaran dibangun berdasarkan pengalaman dan minat anak. (5) memperhatikan variasi perkembangan anak. diantaranya seperti yang dikemukakan oleh Moeslichatoen (2004) yaitu: metode bermain. sesuai dengan karakteristik anak yang lazimnya aktif dan punya kemampuan untuk berkreasi. daya pikir (membandingkan makan sedikit dengan banyak). Contoh: ketika anak melakukan kegiatan makan. dan moral (berdoa sebelum dan sesudah makan). Metode pembelajaran berhubungan dengan teknik-teknik yang digunakan dalam menyajikan pembelajaran. (3) mendorong terjadinya komunikasi serta belajar secara bersama dan individual. Stimulasi terpadu. terutama melalui projek atau pusat-pusat belajar. Keenam. maka cara pembelajaran terpadu dipandang cocok untuk diterapkan bagi anak prasekaloh. adanya variasi individual anak menuntut guru merancang dan menyediakan sejumlah alternatif kegiatan guna memberi kesempatan pada anak untuk memilih kegiatan yang diminati. 2. anak dapat mengembangkan beberapa aspek pengembangan sekaligus. Menurut Solehuddin (2000) pemahaman dan penguasaan metode pembelajaran anak merupakan hal yang mutlak diperlukan oleh guru prasekolah: Pertama. sosial-emosional (duduk rapi dan menolong diri sendiri).

dan peran-peran tertentu sekitar anak. Peragaan/Demonstrasi Peragaan/demonstrasi adalah kegiatan dimana tenaga pendidik/guru memberikan contoh terlebih dahulu. f. Bernyanyi juga dapat menumbuhkan rasa estetika. Bernyanyi Bernyanyi adalah kegiatan dalam melagukan pesan-pesan yang mengandung unsur pendidikan. e. d. metode bercerita. Cerita tersebut akan lebih bermanfaat jika dilaksanakan sesuai dengan minat. dan metode pemberian tugas. . kemudian ditirukan anak-anak. dan lainnya. merasakan. Tugas dapat diberikan secara berkelompok ataupun individual. metode demonstrasi. Bercerita Bercerita adalah menceritakan atau membacakan cerita yang mengandung nilai-nilai pendidikan. kemampuan dan kebutuhan anak. kebun. Peragaan/demonstrasi ini sesuai untuk melatih keterampilan dan cara-cara yang memerlukan contoh yang benar. Berdarmawisata Darmawisata adalah kunjungan secara langsung ke obyek-obyek yang sesuai dengan bahan kegiatan yang sedang dibahas di lingkungan kehidupan anak. menurut Direktorat PADU tahun 2001 Pembelajaran pada anak usia dini dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya: a. Dengan bernyanyi anak dapat terbawa kepada situasi emosional seperti sedih dan gembira. Dengan bermain peran. metode bercakap-cakap. Selain itu. sawah. mengalami langsung berbagai keadaan atau peristiwa di lingkungannya. Bermain peran merupakan kegiatan menirukan perbuatan orang lain di sekitarnya.karyawisata. Cerita sebaiknya diberikan secara menarik dan membuka kesempatan bagi anak untuk bertanya dan memberikan tanggapan setelah cerita selesai. Bercerita dapat disertai gambar maupun dalam bentuk lainnya seperti panggung boneka. mendengar. pantai. Melalui cerita daya imajinasi anak dapat ditingkatkan. c. b. Pemberian Tugas Pemberian tugas merupakan metode yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang telah dipersiapkan sehingga anak dapat mengalami secara nyata dan melaksanakan tugas secara tuntas. Kegiatan tersebut dilakukan di luar ruangan terutama untuk melihat. Hal ini dapat diwujudkan antara lain melalui darmawisata ke pasar. kebiasaan dan kesukaan anak untuk meniru akan tersalurkan serta dapat mengembangkan daya khayal (imajinasi) dan penghayatan terhadap bahan kegiatan yang dilaksanakan. metode proyek. Bermain peran Bermain peran adalah permainan yang dilakukan untuk memerankan tokoh-tokoh. benda-benda.

menganalisis data dan bermain dengan benda-benda. atau pengembangan sikap dan nilai. budi pekerti. metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. Latihan Latihan adalah kegiatan melatih anak untuk menguasai khususnya kemampuan psikomotorik yang menuntut koordinasi antara otot-otot dengan mata dan otak. 2002: 11) sebagai berikut: a. yang umumnya berhubungan dengan pengembangan kepribadian anak seperti emosi. atau antara anak dengan guru. Karakteristik tujuan adalah pengembangan kreativitas. c. Selain itu. membaca. i. kemandirian. menggambar. membedakan bentuk. disiplin. berdiskusi. membuat pertanyaan yang membantu memecahkan. Kecerdasan visual-spasial (visual-spatial intelligence) yaitu kemampuan ruang yang dapat dirangsang melalui bermain balok-balok dan bentuk-bentuk geometri melengkapi puzzle. h. Kecerdasan linguistik (linguistic intelligence) yang dapat berkembang bila dirangsang melalui berbicara.g. j. hidup bermasyarakat. dan lain sebagainya. dalam penggunaan metode pembelajaran pada pendidikan anak usia dini hendaknya memperhatikan sembilan kemampuan belajar anak yang tertuang dalam Acuan Menu Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini (Depdiknas. Metode Bercakap-cakap Suatu cara bercakap-cakap dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan anak. Dalam pengembangan kreativitas anak. menulis. Kecerdasan logika-matematik (logico-mathematical-intelligence) yang dapat dirangsang melalui kegiatan menghitung. pengembangan emosi. membangun kembali. Metode Pembiasaan Merupakan kegiatan yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan untuk melatih anak agar memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu. seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. penyesuaian diri. dan bercerita b. memikirkan kembali. melukis. Latihan diberikan sesuai dengan langkah-langkah secara berurutan. pengembangan nilai. pengembangan motorik. pengembangan bahasa. dan menemukan hubungan-hubungan baru. menonton film maupun bermain dengan daya khayal (imajinasi) . Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. mendengarkan. Metode Proyek/Pengamatan Metode proyek adalah metode yang memberikan kesempatan pada anak untuk menggunakan alam sekitar dan atau kegiatan sehari-hari anak sebagai bahan pembahasan melalui berbagai kegiatan. Dalam memilih dan menggunakan metode di Taman Kanak-kanak guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut.

nada. Kecerdasan kinestetik (bodiliy/kinesthetic intelligence) yang dapat dirangsang melalui gerakan tarian. siang malam. mengenal diri sendiri. f. percaya diri. g. Kecerdasan musikal (musical/rhythmic intelligence) yang dapat dirangsang melalui irama. Dapat dirangsang melalui penanaman nilai-nilai moral dan agama. banjir. memelihara binatang. termasuk mengamati fenomena alam seperti hujan. Kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence) yaitu kemampuan untuk melakukan hubungan antar manusia (berkawan) yang dapat dirangsang melalui bermain teman. panas dingin. dan terutama gerakan tubuh. termasuk control diri dan disiplin i. h. . pelangi. dan memecahkan masalah serta menyelesaikan konflik. bercocok tanam. e. olahraga. Dapat dirangsang melalui pengamatan lingkungan. bekerjasama. Kecerdasan naturalis (naturalist intelligence) yaitu mencintai keindahan alam. birama. bulan matahari. harga diri. Kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) yaitu kemampuan mengenal dan mencintai ciptaan Tuhan.d. bermain peran. Kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence) yaitu kemampuan memahami diri sendiri yang dapat dirangsang melalui pengembangan konsep diri. angin. berbagai bunyi dan bertepuk tangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful