MOTIVASI

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.[1] Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.[2] Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat. Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi.[2] Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.[2]

Tips Memberi Pujian

Pujian adalah motivator eksternal. Tujuan mendisiplin adalah membangkitkan motivasi internal. Karenanya, memberi pujian tidak semudah membuka mulut. Cara memuji yang tepat, agar buah hati Anda membangun motivasi internal: 1. Puji perilaku anak, bukan si anak. Pujian seperti ³anak baik´, akan disalah artikan oleh anak. Bagi anak, pujian ³anak baik´ terasa berat, karena bila ia tidak berperilaku baik, ia anak jelek. Pujilah secara spesifik, ³Hari ini kamu bangun tidur tidak nangis. Bagus itu.´ Pujian ini membuat anak akan mengulangi perilakunya. Besok kalau bangun tidur tidak usah menangis, apalagi berteriak-teriak memanggil bunda. Pujian ini mengirim pesan pada anak, ia diperhatikan. 2. Gunakan pujian untuk perilaku yang ingin Anda ubah. Misalnya berhenti merengek. Ketika anak bisa tidak merengek, beri dia pujian; ³Kamu tidak merengek. Bagus. Kamu sekarang punya mulut yang bagus untuk ngomong dengan baik.´ 3. Puji anak dengan tulus. Pujian kehilangan kekuatannya bila Anda bertepuk tangan untuk perilaku yang biasa. Misalnya, anak bisa makan sendiri di usia 3 tahun adalah wajar. Anda tak harus bertepuk tangan karena itu. Bila anak bertanggung jawab atas perbuatannya, misalnya menyapu ceceran gula yang ditumpahkannya, Anda boleh memujinya dengan tulus; ³Bagus, kamu bertanggung jawab pada perbuatanmu.´ Atau, di usia 3 tahun anak Anda berhasil makan tanpa berantakan, Anda boleh memujinya; ³Kamu pintar, makan tidak berantakan.´ 4. Gunakan standar yang nyata, misalnya ³Kamu akan lebih bagus pakai pita kuning itu daripada yang ungu karena bajumu ada warna kuningnya.´ Bukannya, ³Pita kuning akan membuatmu lebih cantik. Kalau pakai pita ungu itu kamu jadi nggak cantik.´ Dijamin, anak selamanya akan menghindari warna ungu karena merasa tidak cantik dengan warna itu. 5. Puji anak untuk sesuatu yang harus dia lakukan, bukan sesuatu yang dia suka lakukan. Misalnya, memberesi mainan sudah seharusnya dia lakukan. Bila anak mau melakukannya, beri pujian; ³Bagus, kamu bertanggung jawab pada mainanmu.´ 6. Pakailah seni memuji. Biasakan anak untuk merasa nyaman memuji orang lain dan dipuji. Misalnya, ³Ih, kamu ganteng lho.´ Atau, ³Cantiknya kamu pakai baju princess itu.´ Anak-anak dengan harga diri yang lemah sulit menerima pujian dan memuji orang lain. Bahasa tubuh dan kontak mata saat Anda mengucapkan pujian ini memperkuat ucapan Anda. Pastikan Anda tulus mengucapkannya. Bila Anda mendengar anak-anak saling memuji, pujilah diri Anda sendiri karena berhasil memberi contoh. 7. Hindari memberi pujian dengan maksud tersembunyi. Misalnya, Anda membelikan baju untuk si kecil tanpa persetujuannya dan dia tak suka memakainya. Hindari memuji dengan harapan ia mau memakai baju pilihan Anda. ³Kamu pasti cantik dengan baju ini.´ Pujian Anda akan terdengar tidak tulus. 8. Pujian untuk membentuk perilaku yang baik, tidak untuk membandingkan dengan anak lain. ³Kamu pintar lho, lebih pintar dari si X di umur kamu sekarang.´ Pujian ini mendorong anak untuk bersaing secara tidak sehat. Kalau pujian dimaksudkan untuk membandingkan, bandingkan anak dengan dirinya sendiri. ³Sekarang banyak yang sudah kamu bisa. Apa-apa bisa sendiri. Semakin besar, kamu akan tambah lagi kepintaranmu.´ Pujian yang salah 1. Bila Anda memuji anak karena kemampuannya:
y

Anak akan fokus pada yang 'tampak bagus', bukan pada proses belajarnya.

y

y

Anak yang dipuji karena kemampuannya cenderung menghindari tantangan. Ia akan memilih hal-hal yang mudah dilakukan karena hasilnya akan segera tampak dan mendapat pujian. ‡Anak yang dipuji karena kemampuannya akan melihat kegagalan sebagai kebodohan. Anak yang dipuji karena usahanya akan termotivasi mencoba sesuatu yang baru dan menantang.

2. Bila Anda memuji anak karena kecerdasannya:
y

Anak melihat kegagalannya sama dengan kecerdasan yang rendah.

3. Pujian yang berlebihan:
y y y y y y

Sama dengan kritik pedas yang belebihan, menghasilkan kepribadian narsistis. Memberi pesan pada anak bahwa ketaatan dan perilaku baik adalah pilihan, boleh dilakukan boleh tidak. Menumbuhkan rasa overconfident, merasa bisa melakukan apa saja. Tidak realistis menilai diri sendiri. Sombong, merasa diri paling hebat. Kecanduan pujian, mengharapkan pujian setiap saat. Anak gelisah saat Anda tidak memuji karena anak tidak memperoleh sesuatu yang bisa membuatnya merasa nyaman.

4. Diberikan pada perilaku yang salah, memotivasi anak untuk berperilaku salah. 5. Untuk membandingkan dengan anak lain. ³Pintar. Kamu lebih pintar dari si X lho.´
PENGERTIAN MOTIVASI Motif berasal dari bahasa Latin movere yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya to move . Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif juga membantu kita membuat prediksi tentang perilaku. Jika kita menyimpulkan motif dari contoh perilaku seseorang, dan jika kesimpulan kita itu benar, kita ada dalam posisi yang baik untuk membuat prediksi tentang apa yang akan dilakukan orang di masa yang akan datang. Seseorang yang memiliki dorongan yang kuat untuk menyakiti orang lain, akan menunjukan kekejaman dalam banyak situasi yang berbeda, seseorang yang cenderung memiliki motif berteman akan mencari teman itu dalam banyak situasi. Jadi, ketika motif tidak memberitahu kita apa yang sebenarnya terjadi, mereka memberi kita suatu gagasan/ ide tentang serangkaian halhal yang ingin dilakukan seseorang. Seseorang dengan suatu kebutuhan untuk berprestasi akan bekerja keras di sekolah, di bisnis, dalam permainan, dan dalam banyak situasi. Motif adalah keadaan umum yang membuat kita dapat memprediksi perilaku dalam banyak situasi yang berbeda. Motif tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan factor- factor lain, baik factor eksternal (contohnya seperti, mahasiswa yang rajin belajar agar dapat cepat lulus dengan IPK yang baik), maupun factor internal (contohnya seperti, rasa lapar ingin makan, rasa haus ingin minum). Hal tersebut menunjukan bahwa perilaku itu didorong dan diarahkan ke tujuan. Biasanya individu yang menunjukan perilaku yang ingin mencapai suatu tujuan tersebut biasanya cenderung untuk menetap. Suatu istilah yang menunjuk ke kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan perilaku yang tetap ke arah tujuan tertentu disebut motivasi . Menurut Walgito, motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong

perilaku ke arah tujuan. Menurut walgito motivasi mengandung 3 (tiga) aspek, yaitu : a. Keadaan yang mendorong dan kesiapan bergerak dalam diri individu yang timbul karena kebutuhan jasmani, keadaan lingkungan, dan keadaan mental. b. Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan tersebut. c. Sasaran dan tujuan yang dikejar oleh perilaku tersebut. Sedangkan menurut Plotnik, motivasi mengacu pada berbagai factor fisiologi dan psikologi yang menyebabkan seseorang melakukan aktivitas dengan cara yang spesifik pada waktu tertentu. Seseorang yang termotivasi menunjukan 3 (tiga) cirri sebagai berikut : a. Anda terdorong berbuat atau melaksanakan sesuatu kegiatan. b. Anda langsung mengarahkan energy anda untuk mencapai suatu tujuan tertentu. c. Anda mempunyai intensitas perasaan- perasaan yang berbeda tentang pencapaian tujuan itu. B. TEORI TENTANG MOTIVASI Teori motivasi berupaya untuk memberi serangkaian prinsip- prinsip untuk memberikan petunjuk pemahaman kita tentang dorongan, keinginan, kebutuhan, usaha, dan tujuan yang datang dari motivasi. a. Teori Drive Teori drive bisa diuraikan sebagai teori- teori dorongan tentang motivasi , perilaku didorong ke arah tujuan oleh keadaan- keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang. Secara umum teori drive mengatakan hal berikut, ketika suatu kedaaan dorongan internal muncul, individu didorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan mengarah ke tujuan yang mengurangi intensitas keadaan yang mendorong, pada manusia dapat mencapai tujuan yang memadai yang mengurangi keadaan dorongan apabila dapat menyenangkan atau memuaskan. b. Teori- teori Insentif Teori Insentif justru merupakan teori kebalikan dari teori drive, teori insentif adalah teori- teori dorongan tentang motivasi, karena cirri- cirri tertentu yang dimiliki, objek tujuan mendorong perilaku ke arah tujuan tersebut. Objek- objek tujuan yang memotivasi perilaku dikenal sebagai insentif. Satu bagian penting dari banyak teori insentif adalah bahwa individu- individu mengharapkan kesenangan dari pencapaian dari apa yang mereka sebut insentif positive dan dari penginderaan dari apa yang disebut insentif negative. Ide dasar dibelakang teori insentif motivation adalah bahwa cirri stimulus dari tujuan kadang dapat memicu suatu perilaku motivasi. c. Teori Oponen Proses Dasar dari teori ini adalah pengamatan bahwa banyak keadaan emosi- emosi diikuti oleh keadaan yang bertentangan atau berlawanan. Teori ini memberikan suatu cara berfikir tentang dasar dari beberapa motif yang dipelajari. Seperti contoh, pecandu heroin memerlukan suatu kebutuhan obat untuk tetap mempertahankan keadaan yang tidak menyenangkan bila berhenti. Dapat disimpulkan bahwa beberapa orang memerlukan suatu kebutuhan untuk sensasi supaya mendapat pengalaman setelah bahaya lewat. d. Teori Tingkat optimal Teori ini mungkin dapat disebut just right theory (teori yang baik- baik saja). Individu dimotivasi untuk berperilaku dalam suatu cara untuk mencapai tingkat dorongan (arousal) yang optimal. Maksudnya, jika dorongan itu terlalu rendah, seseorang akan mencari situasi atau stimulus yang menaikan dorongan itu, namun jika dorongan itu terlalu tinggi perilaku akan diarahkan ke arah penurunan dorongan sehingga akan mendapat hasil tingkat yang optimal.

Motivasi Lapar proses biologis yang menopang hidup memperoleh energy mereka dan substansi kimia dari makanan. Motivasi Seksual Motivasi seksual adalah social karena motivasi ini melibatkan oranglain. b.factor stimulus memainkan peran yang sangat besar dalam memprakarsai minum. Motif seseorang dapat diketahui dari apa yang dikatakan dan apa yang dilakukannya. Motif sebagai Prediktor Motif juga berfungsi untuk membantu melakukan prediksi tentang perilaku. dan volume darah telah menurun. yang merupakan konsep utama dalam teori psikoanalisis.factor internal saja. c.C. dapat dimengerti bahwa lapar adalah motif proses primer yang diperlukan untuk hidup. Motivasi lapar dan makan diaktifkan bukan hanya oleh factor. Orang yang mengenal motivasi dapat menjelaskan mengapa anda berperilaku dengan cara tertentu. Cellular dehydration dan hypovolemia menyumbang pada haus dan minum disebut double. Tubuh memiliki seperangkat proses hemeostatis internal yang kompleks untuk mengatur tingkat cairan dan perilaku minum. Kita tidak harus sadar akan motivasi kita. EKSPLANASI. oranglain dapat menyimpulkan tentang motivasi kita walaupun kita sendiri tidak menyadarinya. Bagaimana kedua mekanisme itu bekerja yang akan menghasilkan keringat. Motivasi Haus Factor.tanda dab bau makanan yang lezat dapat mengarahkan meskipun keadaan kebutuhan internal tidak ada. Seks dalam psikologi . Motif sebagai Inferensi Motif tidak dapat diamati secara langsung. osmoreseptor (bagian dalam/depan dari hypothalamus yang menghasilkan impulsimpuls syaraf ketika mengalami dehidrasi).depletion hypothesis. Karenanya para psikolog kepribadian dan klinis memberi tekanan begitu besar pada motivasi. tubuh kehilangan air. JENIS. Haus dimunculkan dan kita akan minum untuk membasahi sel. Jadi. yang mengatur penghilangan air melalui ginjal. MOTIF SEBAGAI INFERENSI. PREDIKTOR a. tanda. Tingkat air dalam tubuh dipelihara oleh kejadian fisiologis dalam beberapa hormone yaitu hormone antidiuretic (ADH). tetapi tidak dapat diketahui atau disimpulkan (inferenced) dari perilaku. Motivasi Biologis Motivasi biologis secara luas adalah berakar dari fisiologis dari tubuh. Apabila seseorang dapat menyimpulkan dengan benar motif seseorang maka ia dapat memprediksikan perilakunya di masa yang akan datang.JENIS MOTIVASI a. Perilaku tersebut dapat didorong oleh motivasi yang tidak disadari (unconscious motivation). Motif sebagai Eksplanasi Motif juga bisa berfungsi sebagai alat untuk melakukan penjelasan (explanation) mengenai perilaku. Kebanyakan penjelasan yang kita berikan setiap hari berkaitan dengan motivasi. Sumber motivasi lapar adalah kontrak otot perut yang menjadi signal untuk perasaan lapar dan juga hypothalamus yaitu merupakan bagian dari otak yang secara kritis terlibat dalam motivasi lapar dan dalam sejumlah motif biologis lain.sel dan mengembalikan volume darah ke tingkat normal. D. Keadaan motif biologis ditimbulkan oleh hilangnya keseimbangan dan perilaku yang di motivasi didorong oleh hemeostatis yang tidak seimbang membantu memulihkan kondisi seimbang.

mengendalikan atau memerintah orang lain. Motif adalah ³keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk beraktivitas gun amencapai suatu tujuan yang diharapkan ³(Suryabrata.dipercayai sebagai bagian yang penting dari kehidupan emosi kita. seks dapat menimbulkan kenikmatan intens. Pengertian Motivasi Oleh : Deni Arisandi Pada: March 16th. Dengan demikian dpat dikatakan bahwa untuk memprediksikan kinerja seseorang perlu diketahui dulu n-achievementnya. Jadi seseorang yang melakukan aktivitas seperti halnya aktivitas . Orang yang mempunyai kebutuhan ini akan meningatkan kinerjanya. Sebaliknya orang yang kebutuhan afisiasinya rendah segan untuk mencari teman. dan berusaha mempertahankan hubungan yang telah dibina dengan orang lain tersebut. Kedua. Kebutuhan Berfaliasi Afiliasi menunjukan bahwa seseorang mempunyai kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain. motivasi seksual mungkin lebih dipengaruhi oleh informasi pancaindera dari lingkungan. Orang yang kuat kebutuhan afiliasinya akan selalu mencari teman. Motif Sosial Motif social adalah keadaan motif yang kompleks. Hal serupa cmengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu untuk tujuan teetentu pula. wajah. Dengan kata lain kebanyakan perilaku seksual dihidupkan oleh stimulus yang bertindak sebagai intensif atau penguat. Kata kerjanya adalah to motive yang berarti mendorong. Disebut social karena dipelajari dalam kelompok dan biasanya melibatkan orang lain. yang merupakan sumber dari banyak tindakan manusia. Manusia yang secara hormonal siap digetarkan secara seksual oleh perkataan oranglain. 1984: 33). Orang yang mempunyai power needs tinggi suka melakukan control. akan mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang n-achievment nya rendah. Menurt Mc Clelland terdapat 3 (tiga) jenis motif social. Penelitian menunjukan bahwa orang yang mempunyai n-achievement tinggi. 2011 >Motivasi berasal dari bahasa Inggeris yaitu motivasion artinya dorongan. tetapi juga dapat memberi kita penderitaan yang dalam dan menyebabkan kita terlibat dalam berbagai keputusan sulit. b. cara berpakaian dan wewangian orang lain. sebab dan daya penggerak. kecuali bahwa seks diperlukan untuk kelangsungan hidup spesies itu. setidaknya pada binatang tingkat tinggi. Ketiga. Kebutuhan Akan Kekuasaan Kebutuhan ini timbul dan berkembang dalam interaksi social. perilaku seksual tidak ditimbulkan oleh kurangnya zat. yaitu : Kebutuhan Berprestasi Kebutuhan ini merupakan motif social yang dipelajari secara mendetail.zat tertentu dalam tubuh. atau kebutuhan yang kompleks. dan tidak cenderung membina dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. dan dengan demikian akan terlihat kemampuan berprestasinya. yang pertama bahwa seks bukan diperlukan untuk mempertahankan hidup individu. gaya. Motivasi merupakan salah satu faktor psikologis yang sangat mempengaruhi dalam melakukan suatu aktivitas. Seks mempunyai ciri yang terangkai sebagai bagian dari dorongan biologis. suara. pengalasan dan motivasi.

berusaha memperoleh hasil yang maksimal. Pendidikan anak diawali dari pendidikan keluarga yang merupakan lembaga . y Pengembangan Motivasi Dalam proses belajar perlu diperhatikan apa yang dapat mendorong anak agar dapat belajar dengan baik dan memiliki motivasi berpikir. sehingga tujuan dan harapan dapat terkabulkan. Sebaliknya seseorang yang melakukan . sehingga motif berbeda dengan motivasi. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brown (Tirtahardja. karena dengan adanya motivasi maka seseorang akan lebih bersemangat. kebiasan dan moralnya selalu dalam kontrol dan selalu mengingat dan mengulang pelajarannya.. selalu bergabung dengan kelompok belajar di kelas.. memusatkan perhatian. merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan proses belajar. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar diri. Hal seperti di atas dapat ditanamkan pada diri anak . semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga memiliki kemauan yang tinggi serta energi yang banyak untuk belajar. Motif adalah dorongan. Menurut Prayitno (1989: 10) ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi. tidak cepat berputus asa jika menghadapi suatu masalah dan bekerja. sedang motivasi . Ada beberapa ciri anak yang memilki motivasi belajar tinggi hal ini dapat diketahui melalui proses belajar di kelas.. yaitu ³faktor instrinsik dan ekstrinsik´. y Peranan Keluarga dalam perkembangan anak Pendidikan anak perlu mendapat perhatian dari keluarga. ingin identitas dirinya diketahui orang lain. masyarakat dan pemerintah. motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi ekstrinsik.. sedangkan motivasi intrinsik ialah motivasi yang berasl dari dalam diri tampa adanya ransangan dari luar. Motivasi belajar memegang peranan yang penting dalam memberikan gairah. 1981: 31) sebagai berikut : tertarik pada guru artinya tidak membenci atau acuh. tertarik pada mata pelajaran mempunyai antusias tinggi. Secara garis besar. Anak yang memilki motifasi yang tinggi dalam belajar sedikit yang tertinggal belajarnya dan sedikit pulamelakukan kesalahan dalam belajarnya. Tulisan yg berhubungan dg Pengertian Motivasi y Fungsi Motivasi Pentingnya motivasi bagi seseorang dalam melakukan sesuatu tidak dapat dipungkiri lagi. y Pengertian Motif Motif adalah 1)kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force) sehingga motif sama dengan motivasi.. terutama digunakan untuk menyebut motif-motif dasar.. 2) satu dorongan (drive).belajar supaya behasil dengan tujuan yang ingin dicapainya perlu memperhatikan dan selalu mengembangkan motivasi dalam dirinya.

kanak-kanak yang lebih kecil bersedia untuk belajar konsep nombor. peta dan gambarajah sebagai sebahagian daripada bahan pembelajaran mereka. Sebahagian kanak-kanak suka mendengar kepada penerangan dan membaca dengan kuat. Sehingga mencapai umur 12 tahun.. Cara terbaik pembelajaran seseorang kanak-kanak itu bergantung kepada banyak faktor: umur..pendidikan yang utama dan pertama. warna dan bentuk tetapi tidak bersedia untuk belajar perkaraperkara abstrak seperti tatabahasa dan sebagainya. bagi kanak-kanak kecil kita perlu untuk 'personalise' dan memberikan contoh-contoh yang mempunyai kaitan dengan diri mereka sementara kanakkanak yang lebih berumur memerlukan bantuan dalam membangunkan kepekaan diri terhadap dunia di sekeliling mereka. anda bolehlah menggalakkan anak-anak anda menggunakan lukisan. dan personalitinya. y Ini bermakna. Ini juga bermakna bahawa kanak-kanak mesti berada pada tahap yang betul sebelum mereka bersedia mempelajari sesuatu. Kanak-kanak Melalui Peringkat Pembelajaran yang Berbeza y y Seorang bayi belajar mengenal dunia dengan memberikan reaksi terhadap input yang dirasai melalui derianya. besar . kanak-kanak biasanya akan menjadi kurang selfcentred dan boleh melihat di luar daripada dirinya. kebanyakan kanak-kanak boleh mula menaakul dan menguji idea-ideanya mengenai dunia. Ia diharap dapat membantu anda memilih aktiviti dan kaedah yang paling sesuai untuk pembelajaran anak-anak anda. Keluarga yang sehat. 1995: 61) yang menyatakan bahwa : Keluarga adalah merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama. hal ini diperrtegas oleh Sutjipto Wirodjojo (Slamet. Daripada umur 2 sehingga 7 tahun kanak-kanak akan mula membina kebolehan untuk mencari sebab dan berfikir. gaya pembelajaran. Selepas berumur 7 tahun. Apakah kepekaan mereka yang paling utama? Adakah mereka sukakan gambar-gambar atau membaca? Jika demikian. Pelajar jenis apakah anak-anak anda? y Adalah penting untuk anda mengambil tahu dan memahami bagaimana anakanak anda dapat belajar dengan cara yang lebih baik atau dengan cara yang ia paling suka.. Anda boleh menggunakan pembacaan cerita untuk menggalakkan y . Pendahuluan Anak anda adalah salah seorang daripada berjuta kanak-kanak di dunia yang memiliki sifat unik yang membezakannya dengan kanak-kanak yang lain. Sebagai lembaga pendidikan yang utama dan pertama maka keluarga merupakan peletak dasar atau pundamen bagi . Misalnya.. gambar. y Cara memotivasi anak untuk belajar di lingkungan keluarga Cara orang tua dalam mendidik anaknya sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar anaknya. namun ia masih bepusat kepada dirinya sendiri (self-centred). Artikel ini akan menerangkan tentang beberapa gaya pembelajaran kanak-kanak untuk anda baca dan kemudian membuat penilaian terhadap anak anda.

aktiviti seperti permainan teka-teki 'word puzzles'. Galakkan anak anda untuk menuruti kehendak dan minatnya sendiri. y Memotivasikan Anak Anda y Untuk mewujudkan motivasi dalam diri seseorang kanak-kanak. Jika anak anda jenis yang mudah mesra.y y y pembelajaran bagi kanak-kanak jenis ini. 'crosswords' dan carian perkataan sesuai digunakan untuk menggalakkan mereka belajar. Kanak-kanak jenis ini tidak takut untuk membuat kesilapan. ia lebih perlukan privasi. dapatkanlah buku tentang bolasepak dalam bahasa Inggeris. y y Terdapat sebahagian kanak-kanak lebih pendiam dan lebih reflektif. dia biasanya akan gemar untuk membaca cerita mengenai bolasepak walaupun tahap bahan cerita itu sukar sedikit. Terdapat kanak-kanak yang memerlukan penerangan yang terang dan jelas mengenai peraturan (rules) dan corak (patterns) dan dalam masa yang sama mereka ini baik dalam menguasai matematik. permainan seperti 'word games'. minat dan motivasi akan membolehkan kanak-kanak mengatasi masalah kesukaran untuk belajar membaca bahan bahasa Inggeris itu. pembelajaran perlulah dalam keadaan yang seronok dan tidak memberikan tekanan (stressfree). mempunyai kosakata yang baik dan boleh membaca dengan baik. Sementara bagi anak yang jenis pendiam. Anda boleh menggunakan permainan (game) untuk menggalakkan mereka bergerak. Mereka belajar dengan cara mendengar dan memerhati apa yang berlaku. Sebagai contoh. 'reading and writing puzzles'. pembacaan cerita atau mungkin dengan kaedah menari bersama mereka! Jika anak anda seorang yang pendiam. belajar secara berkumpulan dengan kanak-kanak lain mungkin lebih baik baginya. penyelesaian masalah (problem-solving). Jadi. Kebanyakan kanak-kanak memang seronok belajar melalui nyanyian dan lagu. oleh Apakah jenis interaksi yang disukai anak anda? y Terdapat sebahagian kanak-kanak mudah mesra. jika anak anda meminati bolasepak. meletakkan benda-benda mengikut sususan atau kategori dan juga permainan komputer (computer games) menyediakan peluang pembelajaran yang ideal. keadaan yang lebih senyap dan tenang untuknya mempelajari sesuatu bahasa. Adakah anak-anak anda suka untuk menyentuh benda dan bergerak bebas? Ada sebahagian kanak-kanak yang kelihatan sangat bertenaga dan lincah. mampu bersosial dengan baik dan boleh belajar sesuatu bahasa dengan cepat kerana mereka hendak berkomunikasi. Untuk kanak-kanak seperti ini. Salah satu cara yang anda boleh lakukan ialah dengan membacakan cerita dalam bahasa Inggeris ketika ia hendak tidur. Dalam banyak keadaan. Kanak-kanak jenis ini tidak suka melakukan kesilapan dan tidak akan memulakan sesuatu perkara atau tindakan sehinggalah mereka mendapat kepastian. .

rancangan TV dalam bahasa Inggeris untuk kanak-kanak. Dengan memberikan pujian dan galakan. ataupun membuat gerakerja tertentu menggunakan buku atau kertas. Oleh yang demikian. Membuat silap adalah suatu perkara yang lumrah apabila belajar bahasa Inggeris. Jangan menyentuh setiap satu kesilapan tatabahasa. sebarang jenis permainan (game) terutamanya permainan komputer dapat memotivasikan seseorang kanak-kanak. Lagu dan muzik bahasa Inggeris. Jangan banyak sangat mengkritik anak anda apabila mereka membuat silap. Rutin dan Pengulangan y Kanak-kanak perlu mengulangi sesuatu bahasa sebanyak yang mungkin agar bahasa tersebut dapat 'melekat' padanya. Biarkan mereka mengulang sesuatu aktiviti. Jadi. y . jangan gusar untuk mengulang bahan yang anak anda gunakan untuk belajar bahasa Inggeris berkali-kali. Mengadakan rutin yang tetap untuk sesuatu kerja rumah (homework) juga adalah penting. Kanakkanak biasanya suka untuk mengulang lagu atau cerita yang sama kerana pengulangan mampu memberikan mereka rasa keyakinan. Anda boleh menyemak apa yang mereka perlu lakukan untuk 'homework' dan tetapkan masa untuk anak anda lakukan setiap hari. misalnya menggunakan flash card. pastikan anda berhenti sebentar untuk rehat ataupun tukar kepada aktiviti yang lain apabila anak anda dilihat mula bosan atau menunjukkan kenakalannya.y Cubalah anda sediakan pelbagai aktiviti menarik untuk anak-anak anda belajar bahasa Inggeris. Membetulkan Kesilapan Anak Anda y Kanak-kanak akan memberikan maklumbalas yang baik jika diberikan galakan dan pujian. Sebaliknya. sewaktu anda membuat aktiviti dengan anak anda. anak anda akan tahu bahawa apa yang ia lakukan itu betul dan baik dan biarkan mereka tahu perkara tersebut. video dan DVD. tajuk atau set perkataan. galakkan anak anda menggunakan bahasa Inggeris untuk berkomunikasi. Berapa lama anak anda boleh memberikan tumpuan? y Kanak-kanak biasanya hanya mampu memberikan tumpuan untuk jangkamasa yang pendek.

.

.

Dengan demikian dalam hal belajar anak juga memiliki karakteristik yang tidak sama pula dengan orang dewasa. Anak itu egosentris. Anak bersifat unik. Karakteristik Cara Belajar Anak Usia Dini Anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang dewasa dalam berperilaku. bermakna.9 ± 6. Hakikat Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14). Karakteristik cara belajar anak merupakan fenomena yang harus dipahami dan dijadikan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran untuk anak usia dini.12) adalah : 1.13) sebagai berikut. 10. 7. 12. Anak memiliki daya perhatian yang pendek. Anak belajar paling baik jika apa yang dipelajarinya mempertimbangkan keseluruhan aspek pengembangan. B. 2009: 7). Adapun karakterisktik cara belajar anak menurut Masitoh dkk.12 ± 1. 3. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono. Anak mengekspresikan perilakunya secara relative spontan. Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak. 5. 6. 2005: 1. Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini. Anak bersifat aktif dan enerjik. dan fungsional. Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya. 2. . Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial.. Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman. Anak belajar melalui bermain. (2009: 6. 11.STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK ANAK USIA DINI A. Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple. 4. serta Kellough (dalam Masitoh dkk. Brener. 2. Anak belajar secara alamiah. Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. 3. 1. 9. Anak umumnya kaya dengan fantasi. 8. menarik. Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. 4. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). Anak masih mudah frustrasi.

Hasil belajar anak menjadi lebih baik jika kegiatan belajar dilakukan dengan teman sebayanya. 2005: 133). pembelajaran berorientasi perkembangan harus mempertimbangkan konteks sosial budaya anak. Dalam belajar. serta kegiatan belajar tersebut menantang untuk dilakukan anak di usia tersebut. Anak belajar dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan. guru hendaknya melihat anak dalam konteks keluarga. Atas dasar pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa pembelajaran untuk anak usia dini memiliki karakteristik sebagai berikut. karakteristik tujuan pembelajaran. bebas memilih. tempat berlangsungnya kegiatan belajar.3). Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran sebagai segala usaha guru dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Masitoh dkk. anak menggunakan seluruh alat inderanya. Anak-anak belajar melalui interaksi dengan alat-alat permainan dan perlengkapan serta manusia. Selain berorientasi pada usia dan individu yang tepat. Manusia merupakan makhluk individu. menurut Sujiono dan Sujiono (Yuliani Nurani Sujiono. pada dasarnya adalah pengembangan kurikulum secara konkret berupa seperangkat rencana yang berisi sejumlah pengalaman belajar melalui bermain yang diberikan pada anak usia dini berdasarkan potensi dan tugas perkembangan yang harus dikuasainya dalam rangka pencapaian kompetensi yang harus dimiliki oleh anak.. karakteristik anak dan cara belajarnya. b. dan bernyanyi (Slamet Suyanto. bermain. D. kemampuan yang diharapkan dapat dicapai. Belajar. faktor budaya yang melingkupinya. 2005: 6. Untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang bermakna. artinya pembelajaran harus diminati. tema pembelajaran.C. pola kegiatan (Masitoh dkk. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan mengacu pada tiga hal penting. Pembelajaran untuk anak usia dini diwujudkan sedemikian rupa sehingga dapat membuat anak aktif. Perbedaan individual juga harus manjadi pertimbangan guru dalam merancang. berinteraksi. Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor penting. 2005: 3. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran di Taman Kanak-kanak .12). yaitu: a.. serta e. yaitu : 1) berorientasi pada usia yang tepat. bermain. 2009: 138). dan bernyanyi Pembelajaran untuk anak usia dini menggunakan prinsip belajar. d. Karakteristik Pembelajaran untuk Anak Usia Dini Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini. c. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan harus sesuai dengan tingkat usia anak. 20056. E. menerapkan. 1. 2. 2) berorientasi pada individu yang tepat.. masyarakat. dan memenuhi harapan anak.3). senang. dan 3) berorientasi pada konteks social budaya (Masitoh dkk. Ada bermacam-macam strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru Taman Kanak-kanak. mengevaluasi kegiatan.

tahap bekerja. menyediakan alat-alat bermain yang terdiri dari : a) balok-balok kayu. Anak memilih bahan-bahan dan memutuskan apa yang akan dikerjakan. social. c) alat-alat transportasi. afektif. misalnya. dan tahap review. memberikan dkungan dan siap memberikan bimbingan jika anak membutuhkan. kognitif. 2005: 8.6). bermain. yaitu : tahap merencanakan. Bermain merupakan aktivitas yang menyatu dengan dunia anak. Guru. d) buku-buku cerita. 3) Review / recall Setelah anak-anak selesai melakukan aktivitasnya. Strategi Pembelajaran Melalui Bermain a. dst. mereka kemudian diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya secara langsung. Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung dengan objek. Rasional strategi pembelajaran melalui bermain Bermain merupakan kebutuhan anak. c. y y y y y y Prakarsa kegiatan tumbuh dari anak. anak kemudian dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dipilih. b) model buah-buahan. Guru mendampingi siswa.1. Anak mentransformasi dan menggabungkan bahan-bahan. yang di dalamnya terkandung bermacammacam fungsi seperti pengembangan kemampuan fisik motorik. Pada tahap ini guru berusaha agar ana-anak mengungkapkan perasaannya dengan tepat. dan f) macam-macam boneka. e) peralatan menggambar. Dengan bermain akan mengalami suatu proses yang menarahkan pada perkembangan kemampuan manusiawinya. Karakteristik pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut (Masitoh dkk.5 ± 8. b. Pendekatan yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak Anak merupakan individu yang sedang tumbuh dan berkembang. Sintaks pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak terdiri dari 3 tahap utama. 1) Tahap merencanakan (planning time) Pada tahap ini guru member kesempatan kepada anak-anak untuk merencanakan kegiatan yang akan dilakukannya. 2) Tahap bekerja (work time) Setelah memilih kegiatan yang akan dilakukannya. atau memecahkan masalah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.. Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh inderanya. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Anak a. . Pada tahap ini anak mulai bekerja. Anak juga merupakan makhluk yang aktif. Atas dasar fakta tersebut maka dikembangkan strategi pembelajaran berdasarkan: 1) pendekatan perkembangan dan 2) pendekatan belajar aktif. Anak menggunakan otot kasarnya. 2.

Strategi Pembelajaran Melalui bercerita a. Kegiatan bercerita juga memberikan sejumlah pengetahuan social. (2) guru menyampaikan aturan-aturan yang harus diikuti dalam kegiatan bermain. nilainilai moral dan keagamaan. dan d) anak-anak mencuci tangan. dsb. Rasional strategi pembelajaran melalui bercerita Pencapaian tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak dapat ditempuh dengan strategi pembelajaran melalui bercerita. y y y y Bagi anak TK mendengarkan cerita yang menarik dan dekat dengan lingkungannya merupakan kegiatan yang mengasyikkan. 1) Tahap prabermain Tahap prabermain terdiri dari dua macam kegiatan persiapan : kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain dan kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan. a) Kegiatan penyiapan siswa terdiri dari : (1) guru menyampaikan tujuan kegiatan bermain kepada para siswa. dst. b) Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang diperlukan. dan (4) guru memperjelas apa yang harus dilakukan oleh setiap anak dalam melakukan tugasnya. membuat. Pembelajaran dengan bercerita memberikan memberikan pengalaman belajar untuk mendengarkan. dan tahap penutup. yaitu: tahap prabermain. b) dengan bimbingan guru. 3. ember. misalnya membuat istana. misalnya di rumah. menara. seperti mengulas bentuk-bentuk geometris yang dibentuk anak. (2005: 10. Masitoh dkk. bendera kecil.b. Sintaks pembelajaran melalui bermain Strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari 3 langkah utama. c) setelah kegiatan selesai setiap anak menata kembali bahan dan peralatan permainannya. dsb. d) menekankan petingnya kerja sama. .. peserta permainan mulai melakukan tugasnya masing-masing. (3) guru menawarkan tugas kepada masing-masing anak. tahap bermain. yaitu sebagai berikut. Guru dapat memanfaatkan kegiatan bercerita untuk menanamkan nilainilai positif pada anak. b) menghubungkan pengalaman anak dalam bermain yang baru saja dilakukan dengan pengalaman lain. c) menunjukkan aspek-aspek penting dalam bekerja secara kelompok. misalnya menyiapkan bak pasir. 3) Tahap penutup Tahap penutup dari strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari kegiatan-kegiatan : a) menarik perhatian dan membangkitkan minat anak tentang aspek-aspek penting dalam membangun sesuatu..6) mengidentifikasi manfaat cerita bagi anak TK. 2) Tahap bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan berikut : a) semua anak menuju tempat yang sudah disediakan untuk bermain.

4. Langkahlangkah dimaksud adalah sebagai berikut. menetapkan teknik bertutur. dan 8) bernyanyi dapat meningkatkan keeratan dalam sebuah kelompok. melaksanaan kegiatan pembukaan. dan bermacam layanan jasa yang ingin disumbangkan anak kepada masyarakat. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. Rasional strategi pembelajaran melalui bernyanyi Honig. Strategi Pembelajaran Melalui Bernyanyi a. afektif. (2005: 11. 3) Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita sesuai dengan bentuk bercerita yang dipilih. dan psikomotorik. 5) bernyanyi dapat membantu daya ingat anak. dst. 4) bernyanyi dapat membantu membangun rasa percaya diri anak. 2) Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. menggunakan papan flannel. 7) bernyanyi dapat membantu pengembangan keterampilan berpikir dan kemampuan motorik anak. menggunakan gambar-gambar. 5) Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dilaksanakan penilaian dengan cara mengajukan pertanyaanpertanyaan yang berhubungan dengan isi cerita untuk mengembangkan pemahaman anak aka isi cerita yang telah didengarkan. 6) bernyanyi dapat mengembangkan rasa humor. mengembangkan cerita. 3) bernyanyi merupakan media untuk mengekspresikan perasaan. 2) bernyanyi dapat dipakai untuk mengatasi kecemasan. . b.3) menyatakan bahwa bernyanyi memiliki banyak manfaat untuk praktik pendidikan anak dan pengembangan pribadinya secara luas karena : 1) bernyanyi bersifat menyenangkan.y y Dengan dengan mendengarkan cerita anak dimungkinkan untk mengembangkan kemampuan kognitif. 1) Menetapkan tujuan dan tema cerita. yang terdiri dari: y y y y y y menyampaikan tujuan dan tema cerita. dalam Masitoh dkk. Sintaks pembelajaran melalui bercerita Strategi pembelajaran melalui bercerita terdiri dari 5 langkah. mengatur tempat duduk. misalnya bercerita dengan membaca langsung dari buku cerita. Membantu anak untuk membangun bermacam-macam peran yang mungkin dipilih anak. 4) Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita.

3) mengintegrasikan isi dan proses belajar.10). c. 4) melibatkan penemuan aktif. 2) berkaitan dengan pengalaman nyata anak.. Dengan pembelajaran terpadu. Sintaks pembelajaran melalui bernyanyi Strategi pembelajaran dengan bernyanyi terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut. misalnya lagu Dua Mata Saya. (b) Kegiatan tambahan : anak diajak mendramatisasikan lagu. 3) Tahap penilaian. (c) menetapkan metode dan teknik pembelajaran. b. 1) Tahap perencanaan. d. terdiri dari: (a) penetapkan tujuan pembelajaran. 2005: 12. yang semuanya perlu dikembangkan. 4) menggunakan bermain sebagai wahana belajar. dan 11) direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak (Masitoh dkk. 2) Tahap pelaksanaan. berbagai kemampuan anak yang ada pada anak diharapkan dapat berkembangan secara optimal. (c) Kegiatan pengembangan : guru membantu anak untuk mengenal nada tinggi dan rendah dengan alat musik.10). yaitu dengan melakukan gerakan menunjuk organ-organ tubuh yang ada dalam lirik lagu. misalnya pianika. yang memiliki berbagai aspek kemampuan. 2005: 12. Rasional strategi pembelajaran terpadu Anak adalah makhluk seutuhnya. 5) memadukan berbagai bidang pengembangan. Prinsip-prinsip strategi pembelajaran terpadu Strategi pembelajaran terpadu direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip: 1) berorientasi pada perkembangan anak.. Manfaat strategi pembelajaran terpadu . Strategi Pembelajaran Terpadu a. 3) memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan semua pemikirannya. 6) kegiatan belajar bervariasi. 9) melibatkan anggota keluarga anak. pembelajaran yang mengintegrasikan ke dalam semua bidang kurikulum atau bidang-bidang pengembangan. 2) sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. 10) tema dapat diperluas. 5) menghargai perbedaan individu. 7) memiliki potensi untuk dilaksanakan melalui proyek oleh anak. (b) penetapan materi pembelajaran.b. 5. dan (d) menetapkan evaluasi pembelajaran. berupa pelaksanaan apa saja yang telah direncanakan. dilakukan dengan memakai pedoman observasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang telah dicapai anak secara individual maupun kelompok. dan 6) melibatkan orag tua atau keluarga untuk mengoptimalkan pembelajaran (Masitoh dkk. 8) waktu pelaksanaan fleksibel. Berbagai kemampuan yang dimiliki oleh anak dapat berkembang jika ada stimulasi untuk hal tersebut. Karakteristik strategi pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu memiliki karakteristik : 1) dilakukan melalui kegiatan pengalaman langsung. yang terdiri dari: (a) kegiatan awal : guru memperkenalkan lagu yang akan dinyanyikan bersama dan memberi contoh bagaimana seharusnya lagu itu dinyanyikan serta memberikan arahan bagaimana bunyi tepuk tangan yang mengiringinya.

2) memungkinkan anak untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui berbagai kegiatan. utnuk semua tingkat usia. waktu. 2) Penjabaran tema Tema yang sudah diplih harus dijabarkan ke dalam sub tema-sub tema dakan konsep-konsep yang didalamnya terkandung istilah (term). kemudian dijabarkan ke dalam bidang-bidang pengembangan dan kegiatan belajar yang lebih operasional. (b) pengalaman langsung. 5) Penilaian Penilaian dilakukan pada saat pelaksanaan dan pada akhir kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk mengamati proses dan kemajuan yang dicapai anak melalui kegiatan pembelajaran terpadu. e. 3) membantu guru dan praktisi lainnya untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya. dan 4) dapat dilaksanakan pada jenjang program yang berbeda. Pada saat proses berlangsung dilakukan pengamatan terhadap proses belajar yang dilakukan oleh anak. 4) Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan dilakukan dan dikembangkan kegiatan belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. dan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. (b) peristiwa khusus. pengorganisasian anak. sumber rujukan. 2005: 12. (c) kejadian yang tidak diduga. 1) Memilih tema Pemilihan tema untuk pembelajaran terpadu dapat bersumber dari: (a) minat anak. yaitu: (a) relevansi topik dengan karakteristik anak.20).Ada beberapa manfaat dari strategi pembelajaran terpadu. Sintaks pembelajaran terpadu Prosedur pelaksanaan pembelajaran terpadu terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut (Masitoh dkk. (c) keragaman dan keseimbangan dalam area kurikulum. Tentukan tujuan pembelajaran. dan (e) potensi proyek. kegiatan belajar. (d) ketersediaan alat-alat. yaitu: 1) meningkatkan perkembangan konsep anak. . Ada beberapa kriteria untuk pemilihan tema. alat-permainan yang diperlukan. fakta (fact). dan (e) orang tua dan guru.19 ± 12.. dan penilaian yang akan dilakukan. 3) Perencanaan Perencanaan harus dibuat secara tertulis sehingga memudahkan guru untuk mengetahui langkah-langkah apa yang harus ditempuh. (d) materi yang dimandatkan oleh lembaga. dan prinsip (principle).

Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan pembelajaran anak usia dini adalah pengembangan enam aspek. Menyebutkan langkah-langkah penerapan metode beenyanyi 5. oleh karena itu pamong PAUD diharapkan dapat memilah dan memilih metode yang tepat. anak belajar dari pengalaman dan dunia anak adalah dunia bermain. fisik (motorik halus dan kasar).Menjelaskan pijakan-pijakan yang ada dalam metode sentra dan lingkaran 1. Adapun karakteristik anak usia dini meliputi : setiap anak unik. Menyiapkan rancangan kegiatan karya wisata 7. Pendahuluan Metode pembelajaran merupakan salah satu instrumental input dalam setiap proses belajar mengajar yang menggunakan pendekatan IPO (Input Proses dan Output). anak berkembang secara bertahap. oleh karena itu merupakan langkah cerdas jika dalam pembelajaran. Menjelaskan pengaruh bermain bagi perkembangan anak 4. Menjelaskan pengertian metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) 2. termasuk dalam pembelajaran untuk anak usia dini. dalam arti sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan pembelajaran dan karakteristik anak usia dini. . dalam setiap pembelajaran PAUD. Menyebutkan manfaat dari bercerita atau mendongeng 6. Anda diharapkan dapat mengerti dan memahami pengertian metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) dan jenis-jenisnya serta dapat menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) B. Indikator Setelah mempelajari uraian materi dalam kegiatan belajar ini. kognitif. sehingga dapat saling melengkapi. pembelajaran. Anda diharapkan dapat : 1. Menyebutkan manfaat dari metode bercakap-cakap (dialog) 9. Kompetensi Setelah mempelajarai uraian materi dalam kegiatan belajar ini. Menjelaskan rancangan pembelajaran TANDUR 10. Menyebutkan jenis-jenis metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) 3. anak bukan miniatur orang dewasa. anak belajar dari lingkungan. pamong PAUD menggabungkan beberapa metode. yaitu pengembangan aspek moral dan nilai agama. Instrument ini sangat menentukan keberhasilan setiap proses belajar mengajar. social-emosional dan seni. . Satu hal yang harus disadari oleh setiap pamong PAUD adalah bahwa setiap metode pembelajaran selalu mempunyai kekuatan dan sekaligus kelemahan. Menyiapkan rancangan kegiatan demonstrasi 8.Pengertian dan Macam-macam Metode Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) A.

tidak mengutamakan hasil. Dari dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa bermain bagi anak merupakan kegiatan yang menyenangkan. (3) bukan dikerjakan sambil lalu. tanpa mempertimbangkan hasil akhir. artinya kegiatan bermain dimotivasi dari dalam diri anak. Bermain dilakukan sukarela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar atau kewajiban. . 2003). cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. artinya kegiatan bermain merupakan tingkah laku yang menyenangkan atau menggembirakan. Jenis-Jenis Metode Pembelajaran PAUD Mengacu pada karakteristik tujuan pembelajaran dan karakteristik anak usia dini. (5) kelenturan. metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini. Sementara Dworetzky (1990) dalam Moeslichatoen (1999) memberikan batasan. secara sederhana dapat diartikan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang sistematis dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. merupakan kegiatan yang utama. yaitu mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. bahwa setidaknya ada lima kriteria dalam bermain. Menurut Harlock (1991). metode dapat diartikan sebagai cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Dari pengertian tersebut. 3. metode yang tepat untuk pembelajaran anak usia dini diantaranya adalah : a. mengutamakan cara dari pada tujuan. tidak ada paksaan. Sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU sisdiknas. sehingga arti utamanya mungkin hilang. bersifat pura-pura. Metode Bermain "Bermain" (play) merupakan istilah yang digunakan secara bebas. Dalam konteks pendidikan anak usia dini. bukan karena adanya tuntutan atau paksaan. dan bersifat lentur. (2) pengaruh positif. yaitu : (1) motivasi intrinsik. kelenturan ditunjukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. arti bermain yang tepat adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya. timbul dari dalam dirinya.2. bermain bagi anak merupakan kegiatan yang utama dan lebih bersifat purapura. (4) cara/tujuan. Pengertian Metode Pembelajaran PAUD Menurut kamus bahasa Indonesia.

kesehatan. Menarik. yaitu : (1) perkembangan fisik. artinya seluruh waktu yang dimiliki anak. logic-matematik. seperti kebutuhan akan makan dan minum. Berdasarkan minat anak . sehingga ada sinyalemen yang menyatakan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Jadi bermain bagi anak usia dini merupakan kebutuhan. baik warna maupun bentuknya 7. seperti kecerdasan linguistic. (4) penyaluran bagi keinginan dan kebutuhan. warna dan bahan 2. pakaian. mainan tidak harus membeli.Ahli psikologi dan pendidik berpendapat. dalam arti tidak mudah rusak. jadi bukan pilihan orang lain 3. intrapersonal. Bermain bagi anak usia dini merupakan kegiatan yang utama dalam kehidupannya. kemanan. karena anak cenderung ingin tahu sehingga mungkin akan dibongkar. sama seperti kebutuhan yang lain. musical. 1985). 6. 1991). Melalui kegiatan bermain inilah seluruh potensi kecerdasan yang dimiliki oleh anak dapat dikembangkan. Informasi apapun yang akan diberikan kepada anak. namun dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita . kenyamanan dan lain-lain. selalu dihabiskan untuk kegiatan bermain. Oleh karena itu dalam pendidikan anak usia dini metode bermain sifatnya adalah wajib adanya. maka alat permaianan yang digunakan sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut : 1. hendaknya dikemas dalam kegiatan bermain yang menyenangkan dan mengasyikkan. bahwa bermain merupakan pekerjaan anak-anak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon & Browne. kinestetik. dibanting. (7) perkembvangan wawasan diri. visual-spasial. (5) sumber belajar. (9) standar moral. natural dan spiritual. misalnya bentuk. (8) belajar bermasyarakat. (10) belajar bermain sesuai dengan peran jenis kelamin dan (11) perkembangan cirri kepribadian yang diinginkan (Harlock. Aman atau tidak berbahaya bagi anak. (2) dorongan berkomunikasi. dan dalam kondisi apa saja. dll. anak belajar melalui bermain dan bermain seraya belajar. Murah. Kuat. jadi tidak terlalu sulit dan tidak telalu mudah 5. interpersonal. (6) rangsangan bagi kreativitas. (3) penyaluran bagi energi emosional yang terpendam. Untuk mencapai manfaat yang optimal. kasih sayang. Sebaiknya beraneka ragam. Bermain bagi anak sangat mempengaruhi perkembangannya. kapan saja. Tingkat kesulitannya hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. sehingga anak bisa bereksplorasi dengan berbagai jenis mainan tersebut 4. di mana saja. setidaknya ada 11 pengaruh bermain bagi perkembangan anak.

dll). menggairahkan. anak-anak merasa terhibur. Pamong PAUD sangat mungkin dapat mengganti syair lagu anak-anak yang sudah ada menjadi syair baru yang disesuaiakan dengan pesan-pesan yang akan diberikan. menghilangkan rasa sedih. misalnya piano. (4) bila perlu bagilah menjadi . sesuai dengan pesan-pesan yang diinginkan. Metode Bernyanyi Bernyanyi merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak. kagum. Sebagai pamong PAUD dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. lebih-lebih jika nyanyian tersebut dibawakan oleh anak-anak seusianya dan diikuti dengan gerakan-gerakan tubuh yang sederhana. dalam arti sesuai dengan tema. Dalam kegiatan bernyanyi ini akan lebih sempurna jika pamong PAUD dapat mengiringinya dengan alat-alat musik secara langsung. Melalui kegiatan bernyanyi suasana pembelajaran akan lebih menyenangkan. Lagu " balonku ada lima" diubah menjadi lagu "rukun Islam yang lima". situasi dan kondisi. sehingga suasana akan lebih hidup dan lebih menyenangkan.b. atau alat musik yang lain. dengan demikian anak akan selalu ingat pesan-pesan yang diterimanya. sebaiknya nyanyikan terlebih dahulu minimal tiga kali. membuat anak bahagia. sehinggga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih lama mengendap di memori anak (ingatan jangka panjang). biola. termasuk dalam hal bernyanyi. bila menciptakan lagu untuk anak-anak. Dengan bernyanyi potensi belahan otak kanan dapat dioptimalkan. (3) bersama anak-anak nyanyikan lagi secara berulang-ulang. (2) jika itu lagu baru (belum dikenal anak). gitar. (3) tidak terlalu panjang. organ. Beberapa hal yang perlu diperhatikan. Syairnya berubah sebagai berikut : Dalam menyanyikan lagu langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh seorang pamong PAUD antara lain adalah : (1) pilihlah lagu yang cocok. seruling. Berikut ini beberapa contoh lagu yang sudah diganti syairnya. sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih mudah dan lebih cepat diterima serta diserap oleh anak-anak. dan lebih bersemangat. (2) bahasanya indah dan mudah dimengerti anak. 1. adalah : (1) mengandung nilai-nilai agama atau pesan-pesan yang positif. terutama pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama. harmonika. Melalui nyanyian atau lagu banyak hal yang dapat kita pesankan kepada anak-anak. semangat. pianika. atau bahkan mungkin dapat menciptakan lagu-lagu baru. Hampir setiap anak sangat menikmati lagu-lagu atau nyanyian yang didengarkan. (4) iramanya mudah dicerna dan (5) syair dan liriknya bisa melibatkan emosi anak (gembira.

(3) tanaman. (2) binatang. (2) menambah pengalaman. (4) menambah perbendaharaan kata. Oleh karena itu sebagai pamong PAUD hendaknya mempunyai inventaris buku-buku cerita yang sesuai dengan kehidupan dan perkambangan anak sebagai sumber cerita. (6) melatih daya tangkap. . (4) peristiwa dalam masyarakat. musim panen. binatang hidup di air. mengasyikkan. seperti pasar malam. tanaman pertanian.beberapa kelompok. Melalui cerita atau dongeng banyak hal tentang hidup dan kehidupan yang dapat kita informasikan kepada anak-anak. menimbulkan rasa ingin tahu. sekolah atau masyarakat. seperti binatang ternak. (6) nyanyikan sekali lagi secara bersama-sama dan (7) ulangi lagi lagu tersebut pada hari yang lain. dll. oleh karena itu cerita atau dongeng tidak harus disampaikan secara lisan. Begitu juga pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama dapat kita tanamkan kepada anak-anak melalui tokohtokoh yang ada dalam cerita atau dongeng tersebut. namun bisa juga disampaikan dengan membacakan buku cerita. (5) menciptakan suasana yang akrab. c. memberi semangat anak. Metode Bercerita (Mendongeng) Bercerita atau mendongeng merupakan warisan budaya yang sudah lama kita kenal. dinamis (tidak monoton). Misalnya tema tentang : (1) kehidupan anak dalam keluarga. (7) mengembangkan perasaan sosial. dll. Tidak semua pamong PAUD mempunyai kemampuan untuk menghafal secara lengkap banyak cerita atau dongeng yang ada. melibatkan anak baik secara emosi atau fisik. Bahkan jika mungkin dapat menciptakan cerita atau dongeng sendiri sesuai dengan tema. situasi dan kondisi anak-anak. dll. menarik perhatian. (10) mengenal nilai-nilai yang positif dan negatif. meningkatkan gairah belajar. maka sebaiknya tema-tema yang diangkat adalah tema-tema yang berkaitan erat dengan kehidupan anak-anak atau yang disukai oleh anak-anak. (3) melatih daya konsentrasi. (11) menambah pengetahuan. memberi perasaan yang lucu. Agar cerita atau dongeng yang dismpaikan dapat dicerna dan diserap anak. waktunya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak (tidak terlalu lama). penuh ekspresi (tidak berlebihan). Yang penting bagaimana cara mengemas cerita atau dongeng sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan suasana yang menyenangkan. (9) berlatih mendengarkan. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan bercerita atau mendongeng antara lain adalah : (1) mengembangkan imajinasi anak. bahkan dijadikan sebagai kebiasaan atau tradisi bagi para orangtua untuk menidurkan anak-anaknya. dan setiap kelompok bernyanyi bersama kelompoknya. seperti aneka bunga. (8) mengembangkan emosi anak. (5) pilihlah beberapa anak yang mungkin sudah hafal lagu itu untuk menyanyi secara individu. dll.

idul fitri, dll, (5) profesi masyarakat, seperti polisi, petani, nelayan, dll, dan (6) tema-tema lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Sebagai seorang pamong PAUD, sebaiknya melakukan persiapanpersiapan sebelum bercerita atau mendongeng kepada anakanak. Beberapa persiapan yang dapat dilakukan antara lain : (1) menetapkan tujuan dan tema cerita, (2) menetapkan bentuk cerita, (3) menyiapkan alat dan media yang digunakan, (4) menetapkan langkah-langkah bercerita, (5) membaca dan memahami isi cerita. Dengan persiapan yang matang, maka kegiatan bercerita akan lebih terarah, fokus dan tidak melebar kemana-mana, sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. d. Metode Karya Wisata Karya wisata merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengamati atau mengobservasi, memperoleh informasi dan mengkaji dunia secara langsung, seperti binatang, tanaman, dan benda-benda lain yang ada disekitar anak. Melalui kegiatan karya wisata, anak-anak akan memperoleh pengalaman belajar secara langsung dengan menggunakan seluruh panca indera, sehingga apa yang diperoleh dari lapangan dapat lebih berkesan dan pada gilirannya akan lebih lama mengendap di memori anak. Melalui kegiatan karya wisata diharapkan dapat (1) merangsang minat anak terhadap sesuatu, (2) memperluas informasi yang diperoleh di kelas, (3) memberi pengalaman belajar secara langsung, (4) menumbuhkan minat anak terhadap sesuatu, (5) menambah wawasan anak, (6) menjadi sarana rekreasi, (7) memberi perasaan yang menyenangkan, (8) sarana mempererat hubungan antara orangtua dengan pamong PAUD, orangtua dengan orangtua, dan anak dengan anak. Kegiatan karya wisata dapat dilakukan diluar lembaga sesuai dengan tema yang sedang dibicarakan dalam bentuk "puncak tema". Misalnya : (1) tema binatang, anak-anak dapat diajak ke kebon binatang, (2) tema tanaman, anak-anak diajak ke kebun raya, pasar bunga, taman kota, dll, (3) tema profesi, anak-anak diajak berkunjung ke kantor polisi, rumah sakit, dll, (4) tema transportasi, dapat diajak berkunjung ke stasiun, pelabuhan, terminal, dll, (5) tema alat komunikasi, dapat mengunjuingi kantor pos, stasiun televisi, kantor penerbit, dll, (6) tema negara, dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah, seperti musium, taman pahlawan, tugu pahlawan, dll, (7) tema alam, dapat berkunjung ke pantai, pegunungan, dll, (8) dan tema-tema lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing lembaga. Mengingat metode karya wisata ini selalu dilakukan di luar lembaga, tentu akan membutuhkan dana tambahan untuk pelaksanaanya, misalnya untuk transportasi, dokumentasi,

konsumsi, retribusi, publikasi, dll. Agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan program lembaga, maka disarankan untuk melibatkan banyak pihak untuk menanganinya, utamanya orangtua anak. Dengan melibatkan banyak pihak diharapkan dapat meringankan beban yang harus dipikul oleh orang tua dan lembaga, misalnya melibatkan perusahaan sebagai sponsor, tokoh masyarakat sebagai donatur, lembaga pemerintah, dan lembaga-lembaga lain yang terkait dengan kegiatan ini. Sebelum pelaksanaan kegiatan karya wisata, sebaiknya pamong PAUD membuat rancangan kegiatan, sehingga kegiatan dapat dilakasanakan dengan baik sesuai dengan tujuan. Secara umum rancangan kegiatan yang dapat disiapkan oleh pamong PAUD meliputi : (1) menetapkan sasaran dan lokasi, sesuai dengan tema, (2) melakukan observasi lokasi dan hubungan dengan pihak pengelola lokasi, (3) merumuskan program kegiatan, yang meliputi : menentukan tujuan, adanya jaminan untuk mencapai tujuan, waktu, dana dan antisipasi adanya hambatan, (4) membentuk panitia pelaksanaan (bila perlu), (5) menyiapkan bahan dan alat serta perlengkapan yang diperlukan, (6) merumuskan tatatertib kegiatan, (7) meminta ijin dan partisipasi orangtua . e. Metode Demonstrasi Metode ini menekan pada cara-cara mengerjakan sesuatu dengan penjelasan, petunjuk dan peragaan secara langsung. Melalui metode ini diharapkan anak-anak dapat mengenal langkah-langkah pelaksanaan dalam melakukan suatu kegiatan, yang pada gilirannya anak-anak diharapkan dapat meniru dan melakukan apa yang didemonstrasikan oleh pamong. Misalnya ketrampilan melipat kertas (origami), menggambar sesuai pola, menggulung, menggunting dan sebagainya. Melalui kegiatan demontrasi pamong dapat memperlihatkan secara nyata apa yang harus dilakukan anak, mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dan konsep, mengamati dengan cermat dan teliti. Kegiatan demontrasi dapat memberi ilustrasi dalam menjelaskan informasi kepada anak. Anak akan melihat bagimana suatu peristiwa berlangsung, lebih menarik, dan merangsang perhatian serta lebih menantang. Disamping itu melalui kegiatan demontrasi dapat membantu meningkatkan daya pikir dalam peningkatan kemampuan mengenal, mengingat, berfikir konvergen dan berfikir evaluatif. Kegiatan demontrasi dapat memberi kesempatan kepada anak untuk memperkirakan apa yang akan terjadi, bagaimana hal itu dapat terjadi, dan mengapa hal itu dapat terjadi. Dengan demikian akan merangsang anak berusaha untuk memperhatikan ilustrasi dan apa yang sedang dilakukan pamong serta mendengarkan penjelasan pamong. Selain itu anak juga akan menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang

dihadapi dan berusaha untuk melakukan kegiatan sebagaimana yang dilakukan oleh pamong, serta merangsang anak untuk berfikir secara kritis dan menggunakan kemampuannya untuk menalar. Sesuai dengan tujuan metode demontrasi yaitu memberi pengalaman belajar melalui melihat dan mendengarkan yang diikuti dengan meniru pekerjaan yang didemonstrasikan, maka kegiatan yang sesuai dengan metode ini adalah : (1) kegiatan demontrasi yang dimulai dengan penjelasan. kegiatan ini berkaitan dengan cara membuat bentuk (bangunan0 dan cara menggunakan alat, misalnya : menarik garis lurus dan lengkung, menggunting pola, membentuk model, mengatur meja makan, mengatur tempat tidur dan cara menggunakan alat, dan sebagainya, (2) kegiatan demonstrasi dalam bentuk dramatisasi. Kegiatan ini pada umumnya untuk menanamkan nilai-nilai sosial, nilai-nilai moral dan nilai-nilai keagamaan. Sebelum pamong PAUD menerapkan metode demontrasi, sebaiknya membuat rancangan terlebih dahulu, sehingga kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan. Secara umum rancangan yang dapat dibuat meliputi : (1) menetapkan tujuan dan tema kegiatan, (2) menetapkan bentuk demonstrasi yang dipilih, (3) menyiapkan alat dan bahan, (4) menetapkan langkah-langkah kegiatan dan (5) menetapkan penilaian kegiatan. f. Metode Bercakap-cakap (Berdialog) Bercakap-cakap atau berdialog dapat diartikan saling mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan kebutuhan secara verbal, untuk mewujudkan bahasa reseptif yang meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain dan bahasa ekspresif yang meliputi kemampuan menyatakan pendapat, gagasan, perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. Bercakap-cakap dapat dilakukan antara pamong dengan anak, atau anak dengan anaik. Melalui kegiatan bercakap-cakap (dialog) diharapkan dapat : (1) meningkatkan keberanian anak untuk mengaktualisasikan diri dengan menggunakan kemampuan berbahasa secara ekspresif, misalnya menyatakan pendapat, perasaan, keinginan, bertanya, dan sebagainya, (2) meningkatkan keberanian anak untuk menyatakan secara lisan apa yang harus dilakukan oleh diri sendiri dan anak lain, (3) meningkatkan keberanian anak untuk mengadakan hubungan dengan orang lain, baik sesama teman atau pamong, (4) memberi kesempatan kepada anak untuk membangun jati dirinya, melalui kesempatan untuk berdialog, (5) memperluas pengetahuan, wawasan dan berbendaharaan kata , (6) meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, seperti mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain.

Dalam pembelajaran untuk anak usia dini, sebaiknya komunikasi dua arah dalam bentuk bercakap-cakap atau dialog hendaknya selalu dikedepankan, sementara komunikasi yang searah (ceramah) sebaiknya diminimalisir, sehingga suasana pembelajaran akan tampak hidup, lebih menarik dan melibatkan banyak anak. Berikan kesempatan kepada anak untuk bercerita apa saja yang mereka ketahui dan apa saja yang sudah mereka lakukan, baik di rumah, di lembaga PAUD atau di masyarakat. Bebaskan mereka untuk bertanya tentang apa saja, dan apapun yang yang diutarakan atau ditanyakan anak, hendaknya direspon secara positif, meskipun celoteh anak-anak sering menyimpang dari tema yang sedang dibicarakan. Sebagai seorang pamong PAUD, hendaknya berupaya untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam berdialog. Upayakan menggunakan kata-kata yang positif, penuh dengan penghargaan dan pujian, serta kata-kata yang santun dan lembut, misalnya kata "terima kasih", "al-hamdulillah", "luar biasa", "ma'af", "permisi", "pintar", "jempol dua", "subhanallah" dan lain-lain. Jika anak-anak sering mendengar katakata tersebut, mereka akan meniru dan membiasakan diri berkatakata yang baik, merasa dihargai pekerjaannya, merasa dihormati hak-haknya, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan termotivasi untuk lebih giat lagi. Sebaliknya, pamong PAUD hendaknya berupaya untuk menghindari kata-kata yang negatif, kurang sopan, kasar, tidak santun, besifat melarang, misalnya kata "jangan" , "tidak", "bodoh", "nakal", "malas", dan sebagainya. Jika anak-anak sering mendengar dan akrab dengan kata-kata tersebut, maka dampaknya akan fatal terhadap perkembangan anak nanti. Mereka akan meniru, merasa tidak dihargai, tidak dihormati, dikecilkan, dibatasi ruang geraknya, dihalangi kemauannya, bahkan sampai pada merasa disakiti hati dan perasaannya, yang nantinya akan membuat anak menjadi rendah diri, tidak percaya diri dan tidak termotivasi dalam pembelajaran. g. Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas ini diberikan kepada anak, semata-mata hanya untuk melatih persepsi pendengaran, meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, memusatkan perhatian dan membangun motivasi anak, bukan untuk melihat hasilnya. Oleh karena itu sebaiknya dihindari pemberian tugas yang bersifat memaksa, mendikte, membatasi kreativitas anak, terus menerus, dalam bentuk pekerjaan rumah, atau tugas-tugas lain yang membuat anak justru merasa tertekan, terpaksa, membuat anak bosan bahkan mungkin sampai pada tingkat frustasi. Berikan tugas-tugas yang dapat meningkatkan kreatrivitas anak, meningkatkan imajinasi anak, melatih motorik, membuat anak lebih bergairah, lebih bersemangat, merasa senang, nyaman,

(6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. tidak membosankan. antara lain : (1) metode ini dapat digunakan dalam pembelajaran untuk semua usia. Misalnya tugas untuk menggambar bebas.menumbuhkan rasa percaya diri. karena pada umumnya metode ini digunakan untuk pendidikan formal. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. meningkatkan motivasi bel. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. unsur belajar yang mempengaruhi kesusksesan anak dan unsur yang mengubah kemampuan dan bakat alamiah menjadi cahaya yang bermanfaat. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. auditorial dan kinestetik). sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. (2) metode ini menekankan dua aspek.ajar dan tugas-tugas lain yang membuat anak merasa nyaman dan aman ketika belajar di lembaga PAUD. hidup. menempel. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. Beberapa alasan mengapa metode ini diterapkan dalam PAUD. auditorial dan kinestetik). yaitu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestai anak. Metode Quantum Teaching Metode ini tergolong relatif masih baru dalam PAUD. menggunting. (3) metode ini mengorkestrasi berbagai interaksi dalam momen belajar. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. menyenangkan. hidup. (5) menguraikan cara baru yang dapat mempermudah pembelajaran. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. dan sebagainya. seperti unsur belajar yang efektif. pembelajaran. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. mewarnai. Metode ini dalam penerapannya menekankan pada dua hal. nyaman. (4) menunjukkan cara menjadi pendidik yang lebih baik. tidak membosankan. termasuk untuk anak usia dini. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. . Dengan demikian tugas yang diberikan dapat mendorong anak-anak untuk lebih tertarik dan betah berada di lembaga PAUD. h. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. menyenangkan. dinamis. bukan sebalinya. nyaman. meronce. dinamis.

mencari tanggapan ´yesµ dari anak. dinamis. Pijakan lingkungan main. sementara intervensi pamong dalam pembelajaran lebih diminimalisir. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengalaman kepada anak. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. yaitu : 1. (2) Alami. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. Melalui kegiatan tumbuhkan ini diharapkan anak sudah terkondisi dan siap untuk menerima informasi dari pamong. mengurutkan & mendefinisikan. menamai diberikan saat mengajarkan konsep ketrampilan berfikir strategis. dan memuaskan hasrat alami otak untuk memberi identitas. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. sebagai bentuk pengakuan untuk menyelesaikan sebuah usaha. tidak membosankan. memanfaatkan pengalaman anak. mengelola awal lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup (tiga tempat main untuk setiap anak) . dan (6) Rayakan. nyaman. (4) Demontrasikan. bertujuan untuk memberi peluang kepada anak untuk menterjemahkan dan menerapkan pengetahuan mereka dalam pembelajaran lain dan kehidupan mereka. (3) Namai. Pembelajaran dengan menggunakan metode Quantum Teaching mengacu pada rancangan pembelajaran yang berbentuk TANDUR. dilakukan dengan multi modalitas dan multi kecerdasan. Metode ini lebih memberi keleluasaan kepada anakanak untuk bebas bermain di sentra-sentra yang sudah disiapkan.pembelajaran. ketekunan & kesuksesan anak. Metode Sentra dan Lingkaran (Seling) Metode ini menekankan pada pembelajaran pada system sentra. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. memanfaatkan pengetahuan & keinginan anak dan memanfaatkan hasrta alami otak untuk menjelajah. dapat memperkuat koneksi syaraf dan menumbuhkan rasa ´aku tahu bahwa aku tahu iniµ. melalui kegiatan ini menamai dibangun diatas pengetahuan dan keingintahuan. (5) Ulangi. Dalam pijakan ini. kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan jalinan & kepemilikan bersama. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. yaitu (1) Tumbuhkan. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. menyenangkan. i. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. Pembelajaran dengan menggunakan metode ini mengacu pada empat pijakan yang ada. kegiatan yang dilakukan oleh pamong PAUD antara lain : a. saling memahami dan mendapatkan komitmen untuk menjelajah. hidup. lebih baik dalam konteks yang berbeda dengan asalnya. auditorial dan kinestetik). yang dapat memberi rasa rampung dengan menghormati usaha.

membaca buku yang berkaitan dengan pengalaman atau mendatangkan nara sumber b. 3.b. memiliki berbagai bahan yang mendukung tiga jenis main. merancang dan menerapkan urutan transisi main. memberikan gagasan bagaimana menggunakan bahanbahan d. memperkuat dan memperluas bahasa anak d. mengamati dan mendokumentasikan perkembangan dan kemajuan main anak 4. menggabungkan kosakata baru dan menunjukkan konsep yang mendukung perolehan ketrampilan kerja (standar kinerja) c. menata kesempatan main untuk mendukung hubungan social yang positif. menjelaskan ranmgkaian waktu main f. Pijakan Pengalaman Main Setiap Anak Dalam pijakan ini kegiatan yang harus dilakukan oleh pamong PAUD meliputi : a. sebagai pengalaman belajar positif melalui pengelompokkan. memberikan anak waktu untuk mengelola dan memperluas pengalaman main mereka b. mendiskusikan aturan dan harapan untuk pengalaman main e. menggunakan waktu membereskan maianan. merencanakan intensitas (sejumlah waktu yang dibutuhkan untuk bermain) dan densitas (berbagai macam cara setiap jenis main yang disediakan) pengalaman c. pembangunan dan main peran d. mencontohkan komunikasi yang tepat c. 2. Adapun uraian secara khusus dapat disesuaikan dengan sentra yang . Pijakan Pengalaman Setelah Main Dalam pijakan yang terakhir ini. peran pamong PAUD adalah : a. meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui dukungan pada hubungan teman sebaya e. yaitu sensorimotor. urutan dan penataan lingkungan main secara tepat Empat pijakan tersebut merupakan pijakan yang bersifat umum yang harus dilakukan oleh pamong PAUD dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode sentra. Pijakan Pengalaman Sebelum Main Dalam pijakan ini kegiatan yang dilakukan oleh pamong PAUD antara lain : a. mendukung anak untuk mengingat kembali pengalaman mainnya dan saling menceritakan pengalaman mainnya b. mengelola anak untuk keberhasilan hubungan social g. memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan e.

pembangunan bahan alam (sifat cair). bermain peran makro. pembangunan terstruktur. dan sebagainya. Sentra dan Lingkaran E. Bernyanyi 3. Uraikan dan Rayakan 6. Demonstrasi 6. Rangkuman 1. sentra persiapan. dimana mitra yang lebih terampil menyesuaikan dukungan terhadap kinerja anak pada saat ini 7. sentran imtak. Alami. D. sentra musik dan olah tubuh. Quantum Teaching adalah metode pembelajaran yang menekankan pada pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestasi anak melalui orkestrasi dengan segala nuansanya yang ada dalam lingkungan belajar 5. Pijakan adalah dukungan yang berubah-ubah salama kegiatan belajar. Demonstrasikan. Bercerita (mendongeng) 4. Metode pembelajaran PAUD adalah cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini. Beberapa metode pembelajaran yang cocok yang dapat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini antara lain adalah metode : 1.disiapkan. misalnya sentra bermain peran mikro. Namai. 2. Karya Wisata 5. Bermain 2. Seling singkatan dari Sentra dan Lingkaran . PAUD singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini 2. Output adalah keluaran 4. Pemberian Tugas 8. Kata-Kata Kunci 1. Input adalah masukan 3. Quantum Teaching 9. TANDUR singkatan dari Tumbuhkan. Bercaka-cakap (berdialog) 7.

PENGERTIAN STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARANStrategi merupakan pola umum menentukan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Disamping istilah strategi. Tidak ada strategi tanpa adanya tujuan yang harus dicapai. strategi dapat di katakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentan kegiatan yang dapati dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. intonasi suara. proyek dan pemberian tugas dan metode demonstrasi. Karena TK mempunyai model khas yang telah dirancang dalam KBK seperti metode karya wisata. baru membicarakan teknik atau tektik permainan. Dengan kata lain taktik dan teknik itu menunjukkan cara yang dilakukan seseorang yang sifatnya lebih tertumpu pada kemampuan dan pribadi seseorang. eksperimen. Pendekatan memang tidak sama dengan strategi atau model. Istilah lain yang lebih umum dari istilah strategi dan model pembelajaran adalah istilah pendekatan. Diantara kedudukan metode dalam belajar mengajar yaitu: 1. Pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu dalam proses pembelajaran dinamakan dengan metode pembelajaran. Perlu disusun suatu strategi agar tujuan itu tercapai dengan optimal. Sedangkan untuk mencapai tujuan. dalam konteks pembelajaran ada juga istilah lain yang dinamakan model mengajar (models of teaching) istilah ini dipopulerkan oleh Bruce Joyce dan Marsha Weil. Maka stelah kita menyusun strategi baru kita tentukan pola atau metode menyerang atau bertahan yang itu pola yang harus dilakukan. tepat dan jitu tidak mungkin tujuan dapat tercapai. Pendekatan adalah istilah yang diberikan untuk hal yang bersifat lebih umum. Namun tidak semua metode itu cocok untuk pelaksanaan kegiatan di TK. Jadi dengan demikian metode pada dasarnya berangkat dari suatu strategi tertentu. bercerita. Tenpa suatu strategi yang cocok. strategi memang disusun untuk tujuan tertentu. Sedangkan cara untuk menjalakan metode yang ditetapkan itu dinamakan dengan teknik atau taktik sifat-sifatnya lebih praktis yang disusun untuk menjalankan suatu metode dan strategi tertentu. Misalkan dalam suatu permainan sepak bola untuk memenangkan pertandingan kita dapat menggunakan strategi menyerang atau bertahan. tahapan-tahapan model. serta penunjang yang diisyaratkan. Nah untuk mencapai tujuan tersebut maka seorang pendidik harus memahami kedudukan metode dalam sebuah pembelajaran karena metode sebagai salah satu komponen yang ikut andil dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Untuk mencapai tujuan pembelajaran (ingat pembelajaran adalah peristiwa yang bertujuan). masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. Metode dipilih berdasar strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditetapkan. metode dan taktik. sistem sosial yang diharapkan. cara memberikan ilustrasi dan sebagainya.Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD LATAR BELAKANG MASALAHStrategi secara umum merupakan suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Misal ada dua orang guru sama-sama menggunakan metode ceramah yang ditampilkan keduanya bisa berbeda. tanya jawab. Sedangkan metode adalah cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri artinya suatu cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. sosio drama. Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan. karena suatu model mengajar menyangkut 4 hal pokok yaitu. Demikian juga halnya dalam proses pembelajaran / learning. Seperti halnya dalam kegiatan belajar mengajar maka strategi bisa diartika sebagai polapola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Dikatakan pola umum. baik ditinjau dari bahasa yang digunakan. Metode Sebagai Alat Motivasi Ekstrinsik Menurut Sardiman A. Oleh sebab itu untuk lebih jelasnya masalah penulisan tentang strategi pembelajaran ( learning strategy ) kita simak dalam bab pembahasan. Setelah kita menetapkan pola yang sesuai dengan strategi yang diinginkan. Dan strategi adalah penjabaran dari pendekatan yang digunakan itu (Roy Killen. Menurut Killen ada dua pendekatan yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada guru dan pendekatan yang berorientasi pada peserta didik. Metode merupakan cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. bercakap-cakap. karena sebagai pendidik ataupun guru akan lebih mudah dalam melaksanakan suatu kegiatan khususnya dalam kegiatan belajar mengajar apabila telah mampu dan menguasai suatu strategi ataupun metode yang pas dengan kegiatan yang kita laksanakan. KEDUDUKAN METODE DALAM BELAJAR MENGAJARKegiatan belajar mengajar yang melahirkan interseksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran.M (1988:90) metode ini adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya artinya metode ini berfungsi sebagai . Dalam bukunya yang sangat terkenal Models of Teaching (1971) menurut Joyce model itu lebih luas dari suatu strategi. 1998). sebab suatu strategi pada hakikatnya belum mengasah pada hal-hal yang bersifat praktis. Dalam konteks pembelajaran KBK. prinsip-prinsip reaksi guru dan peserta didik.

Bahan dan alat yang digunakan dalam keadaan baik. kebiasaan menghargai waktu dan kebiasaan memlihara lingkungan. agar anak dapat mengalami hidup sesuai dengan norma yang dianut masyarakat (Depdikbud. Selain dari tujuan kegiatan. ketika anak didik menunjukkan kelesuan. pengembangan emosi. caranya adalah dengan memahami lingkungan dengan sekitarnya. 1986). Untuk mengembangkan emosi anak. Oleh karena itu dalam memilih suatu metode yang akan dipergunakan dalam program kegiatan anak di TK guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajari. Dengan demikian metode mengajar adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Tujuan dari kegiatan belajar mengajar tidak akan pernah tercapai selama komponenkomponen lainnya tidak diperlukan. ketika sebagia besar anak didik membuat kegaduhan. maka apa yang guru sampaikan akan sia-sia. dapat digunakan metode-metode yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan yang didasari oleh nilai-nilai agama dan moral Pancasila. Dan untuk perbedaan daya serap anak didik tersebut memerlukan strategi pengajaran yang tepat yaitu metode. Ketika itulah guru mempertanyakan faktor penyebab dan berusaha mencari jawabannya secara tepat. mampu mengekspresikan diri secara kreatif. Oleh karena itu guru perlu menciptakan lingkungan yang aman dan menantang (Gordon dan Brown. pengembangan bahasa. mengenal orang dan benda-benda yang ada. Pemberian pengalaman belajar yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan kerja. 1985). Seharusnya penggunaan metode dapat menunjang pencapaian tujuan pengajaran. memahami tubuh dan perasaan mereka sendiri. mendengar. pengembangan motorik dan pengembangan nilai serta pengembangan sikap dan nilai. cemas dalam menggunakannya. Guru memberi kesempatan anak memperoleh pengalaman yang luas dalam mendengarkan dan berbicara. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan atau pelicin jalan pengajaran menuju tujuan. Untuk mengembangkan motorik anak. dapat dipergunakan metode-metode yang menjamin anak tidak mengamali cidera. membangun kembali dan menemukan hubungan-hubungan baru. Daya serap anak didik juga bermacam-macam ada yang cepat ada yang sedang dan ada pula yang lambat. karakteristik anak juga ikut menentukan pemilihan metode. senang bereksperimen dan menguji. Untuk mengembangkan krativitas anak. mempunyai rasa ingin tahu yang kuat. tidak menimbulkan perasaan takut. ketika minat anak didik semakin berkurang dan ketika anak didik sebagian besar tidak menguasai bahan yang telah guru sampaikan.K (1989:1) guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara efektif dan efisien mengena pada tujuan yang harapkan. Salah satunya adalah komponen metode. membuat pertanyaan yang membantu memecahkan. membaca dan menulis. bukannya tujuan yang harus menyelesaikan diri dengan metode. Mampu menarik kesimpulan dan genalisasi. pengembangan kreativitas. memikirkan kembali. karena bila tidak. metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan adalah pengembangan kognitif. Karenanya efektivitas penggunaan metode patut dipertanyakan. Metode Sebagai Alat Untuk Mencapai Tujuan Tujuan adalah suatu cita-cita yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar atau pedoman yang memberi arah kemana kegiatan belajar mengajar akan dibawa. karena pada umumnya anak TK adalah anak yang selalu bergerak. Untuk mengembangkan kognisi anak dapat dipergunakan metode-metode yang mampu menggerakkan anak agar menumbuhkan berfikir dapat menalar. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metide mengajar. PENGGUNAAN METODE DI TAMAN KANAK-KANAKSebagaima dikemukakan bahwa metode itu merupakan cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan.alat perangsang dari luar yang membangkitkan belajar seseorang. 2. Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pengajaran akan menjadi kendala dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Karena dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam yang relatif lama. menggunakan metode-metode menggerakkan anak untuk mengekspresikan perasaan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan secara verbal dan tepat. Untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak dengan menggunakan metode yang dapat meningkatkan perkembangan ( development ) kemampuan berbicara. mempunyai imajinasi dan senang berbicara. Misalkan guru menggunakan metode ceramah sedangkan tujuan pengajarannya adalah anak dapat memperagakan sholat dengan baik. 1994). 3. Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. Selain itu melatih anak menggunakan bahasa untuk berhubungan dengan orang lain dan melakukan apa yang dianggap benar berdasar nilai yang ada dalam masyarakat (HildeBrand. Roestiyah N. Boleh jadi dari sekian keadaan tersebut salah satu penyebabnya adalah faktor metode. Akan tetapi tidak selamanya berfungsi secara memadai. Maka hal itu kegiatan belajar mengajar yang kurang kondusif. Untuk mengembangkan nilai dan sikap anak. Metode Sebagai Strategi Pengajaran Dalam kegiatan belajar mengajar Dra. . EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODEKetika anak didik tidak mampu berkonsentrasi.

Cara/tujuan. bermain itu perilaku yang lentur. bercerita. 1979) bermain merupakan kegiatan yang nonserius dan segalanya ada dalam kegiatan itu sendiri yang dapat memberikan kepuasan bagi anak. misal mendendarai sepeda dari roda 3 ke roda 2. artinya bermain dapat menyalurkan kelebihan tenaga anak. 3) Mengantisipasi peran yang akan dijalani dimasa yang akan datang. Motivasi intrinsik. misal memakai dasi. misal mengapa pohon layu kalau tidak disiram. Berikut metode pengajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia TK yaitu bermain. karena itu tidak mengikuti pola atau aturan yang sebenarnya. Bermain berupakan kegiatan yang memberikan kepuasan bagi diri sendiri. yaitu anak bermain sendiri b) Bermain secara paralel. demonstrasi. Pengaruh positif. eksperimen metode proyek dan pemberian tugas. 4) Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari. Bukan dikerjakan sambil lalu. bercakap-cakap. Akan tetapi yang dapat kami jelaskan dalam makalah ini ada empat metode yaitu : 1. tidak ada interaksi antara anak yang satu dengan yang lain c) Bermain asosiatif yaitu bermain berkelompok. merekayasa. kelenturan ditujukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. Melalui bermain anak memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan. 6) Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain. yang lebih ditentukan pada caranya dari pada hasil yang diperoleh dari kegiatan itu (Dworetsky 1990:359). Menurut Dearden (Hetherington dan Parkei. Bermain dapat digolongkan pada 4 bentuk (Gordon dan Brown) a) Bermain secara soliter. yaitu anak bermain sendiri secara berdampingan. tingkah laku bermain di motivasi dari dalam diri anak. Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri. tanya jawab. melainkan lebih bersifat purapura. Misal metode ceramah kurang cocok bagi program kegiatan belajar anak TK karena metode ceramah menuntut anak memusatkan perhatian dalam waktu cukup lama padahal rentang waktu perhatian anak relatif singkat. b. karya wisata. c.BEBERAPA METODE PENGAJARAN DIMENSI PERKEMBANGAN ANAK TKSeperti telah dikemukakan tidak semua metode pengajaran cocok bagi program kegiatan anak TK. 5) Menyempurnakan keterampilan memecahkan masalah. 1985:266). sosiodrama. e. Metode Bermain Menurut pendidik dan para ahli psikolog. mengulang latihan apapun yang dapat dilakukan untuk mentrasformasi secara imajinatif hal-hal yang sama dengan dunia orang dewasa. Kelenturan. misal bertepuk air beramai-ramai dan sebagainya . maksudnya anak dapat mempersiapkan perannya kelak. Sedangkan menurut Hildebrand (1986:54) bermain berarti berlatih. Menurut Dworetsky ada lima kriteria dalam bermain: a. d. bermain merupakan pekerjaan masa kanak-kanak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon dan Brown. 2) Menghayati berbagai pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan kebiasaan pada anak. mengeksploitasi. tingkah laku itu menyenangkan atau mengembirakan untuk dilakukan. karena anak lebih tertarik pada tingkah laku itu sendiri daripada keluaran yang dihasilkan. Bermain mempunyai makna penting bagi pertumbuhan anak (Frank dan Theresa Caplan) Hildebrand (1986:55-56) a) Bermain membantu pertumbuhan anak b) Bermain merupakan kegiatan yang dilkukan secara sukarela c) Bermain memberi kebebasan anak untuk bertindak d) Bermain memberikan dunia khayal yang dapat dikuasai e) Bermain mempunyai unsur berpetualang didalamnya f) Bermain meletakkan dasar pengembangan bahasa g) Bermain mempunyai pengaruh yang unik dalam pembetukan hubungan antar pribadi h) Bermain memberikan kesempatan untuk menguasai diri secara fisik i) Bermain memperluas minat dan pemusatan perhatian j) Bermain merupakan cara anak untuk menyelidiki sesuatu k) Bermain merupakan cara anak mempelajari peran orang dewasa l) Bermain merupakan cara dinamis untuk belajar m) Bermain menjernihkan pertimbangan anak n) Bermain dapat distruktur secara dinamis o) Bermain merupakan kekuatan hidup p) Bermain merupakan sesuatu yang esensial bagi kelestarian hidup manusia Sedangkan fungsi bermain yaitu: 1) Mempertahankan keseimbangan.

Menetapkan tata tertib karya wisata. guru harus mengenal betul sasaran yang akan dituju. 3) Rancangan penilaian karya wisata Apabila karya wisata telah dilaksanakan. . . memperoleh informasi/mengkaji segala sesuatu secara langsung (Hildebrand. dan dapat menambah wawasan (Hildebrand) c. memperluas wawasan. pluit. Pengertian karya wisata bagi anak Taman Kanak-Kanak Karya wisata merupakan salah satu metode melaksanakan kegiatan pengajaran di Taman Kanak-Kanak dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung yang meliputi manusia. Ada tiga hal yang harus dilakukan oleh pendengar dalam komunikasi antar pribadi (Hetherington dan Parke 1979) 1) Mengukur pemahaman yang didengar secara pasti 2) Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak jelas.Persiapan guru dikelas. . Tujuan karya wisata bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan yang diperoleh anak TK dari kegiatan karya wisata yakni menumbuhkan minat. Bercakapcakap dapat pula diartikan sebagai dialog atau sebagai perwujudan bahasa reseptif dan ekspresif dalam satu situasi. .d) Bermain secara kooperatif. meningkatkan perbendaharaan.Mengadakan hubungan dan pengenalan medan sasaran karya wisata. ukuran dan sebagainya. Rancangan karya wisata 1) Rancangan persiapan karya wisata oleh guru . (Gordon dan Browne 1985:314) Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK karena bercakap-cakap dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain. yaitu aspek kognitif. bahasa. dunia kerja. yaitu anak secara aktif menggulang hubungan dengan anak-anak lain untuk melaksanakan kegiatan bermain 2. b) keseusian karya wisata. . pemberian pengalaman belajar yang tidak mungkin diperoleh anak di dalam kelas (Welton dan Mallon 1981:414) a. d) biaya yang dibutuhkan. e. meningkatkan kemampuan hidup masyarakat. . Manfaat karya wisata bagi anak TK Karya wisata dapat dipergunakan untuk merangsang minat mereka terhadap sesuatu. misal di kota. Karya wisata juga berarti membawa anak TK ke obyek-obyek tertentu sebagai pengayaan pengajaran. b. dunia tanaman. Metode Karya Wisata Bagi anak TK karya wisata berarti memperoleh kesempatan untuk mengobservasi. pengetahuan. memperluas informasi yang telah diperoleh di kelas.Merumuskan program kegiatan melalui karya wisata. Proses dua arah dalam bercakap-cakap diperlukan keterampilan mendengar dan berbicara.Menetapkan sasaran yang diprioritaskan sesuai dengan tema kegiatan belajar yang dipilih. pesisir. emosi. Sasaran karya wisata Dunia binatang. hewan dan tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya dengan pengamatan yang diperoleh dari panca indra menganai bentuk. d. ia dapat memberitahukan kepada si pembicara 3) Ia dapat menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan agar dapat menerima pesan tersebut Becakap-cakap mengandung arti belajar mewujudkan kemampuan berbahasa reseptif dan ekspresif. tali bekal dan lain-lain. misal tema binatang. misal kapan harus berkumpul. . Oleh karena itu penggunaan metode bercakap-cakap bagi anak TK akan membantu perkembangan dimensi sosial. e) antisipasi bahaya yang mungkin terjadi dan cara mengatasinya. pikiran dan perasaan kepada orang lain secara lisan. emosi.Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan untuk karya wisata seperti: kamera. Melalui peningkatan keterampilan menyatakan perasaan atau gagasan. yaitu a) tujuan pendidikan yang ingin dicapai. 3. memberika pengalaman menganai kenyataan yang ada. Pengertian metode bercakap-cakap bagi anak TK Bercakap-cakap mempunyai arti saling mengkomunikasikan fikiran dan perasaan secara visual (Hildebrand 1987:279). Sebagai bukti berkembangnya kemampuan berbahasa ekspresif ialah semakin seringnya anak mengatakan keinginan. keberhasilan sebagaimana tujuan pendidikan TK. kreativitas dan kehidupan bermasyarakat serta penghargaan pada karya dan jasa orang lain. warna. kognitif terutama bahasa. c) banyaknya waktu yang harus disesuaikan. pegunungan. Sebagai bukti penguasaan bahasa reseptif ialah semakin banyknya kata-kata baru yang dikuasai oleh anak yang diperolehnya dari kegiatan bercakap-cakap.Permintaan idzin dan partisipasi orang tua. kehidupan manusia. Metode Bercakap-Cakap a. Bercakap-cakap merupakan salah satu bentuk komunikasi antar pribadi. perlu adanya penilaian untuk mengetahui. kebutuhan. maka tujuan karya wisata dapat diarahkan pada pengambangan aspek perkembangan anak TK yang sesuai. Artinya anak banyak mengenal kosa kata dari berbagai tema yang memacu pengembangan berbagai aspek perkembangan anak. makan dan sebagainya. 1986). 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan karya wisata Yaitu merupakan kegiatan penyiapan akhir bahan dan peralatan yang harus dibawa dalam melaksanakan karya wisata. desa.

7) Fungsi informatif. emosi dan konsep diri. Seorang pendongeng yang baik akan menjadikan cerita sebagai sesuatu yang menarik dan hidup. Menurut Bruner bahasa itu memegang peranan penting yang sangat penting bagi perkembangan kognitif anak dan perkembangan bahasa. 4. bahasa. Pengertian metode bercerita bagi anak TK Metode bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan/dengan cara bertutur kata kepada anak secara lisan. Sedangkan bahasa ekspresif meliputi kemampuan menyatakan gagasan. Keterlibatan anak terhadap dongeng yang diceritakan akan memberikan suasana yang segar menarik dan menjadi pengalaman yang unik bagi anak. etos alam. Rancangan kegiatan becakap-cakap bagi anak TK 1) Rancangan persiapan guru a) Menetapkan tujuan dan tema kegiatan b) Menetapkan rancangan bentuk percakapan yang dipilih Monolog.b. perasaannya dan sikapnya yang unik melalui bahasa dan melalui bahasa anak membangun jati diri. 2) Berfungsi mengatur. Tujuan kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan manfaat yang diperoleh anak TK dalam kegiatan belajar dengan menggunakan metode becakapcakap yakni keberanian mengaktualisasikan diri dengan bahasa ekspresif. Manfaat kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Dalam bercakap-cakap diperlukan kemampuan berbahasa baik reseptif maupun ekspresif. dengan bahasa anak dapat menghindari diri dari kenyataan yang memasuki alam semesta yang dibangunnya sendiri. Maka tujuan bercakap-cakap dapat diarahkan pada pengembangan aspek-aspek pengembangan kognitif. 5) Berpikir heuristik. perasaan keinginan dan sikan anak terhadap topik yang dibicarakan. 6) Fungsi imajinatif. dimensi kognitif anak dan bahasa anak. Bercerita mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK. anak dapat mengkomunikasikan informasi baru kepada orang lain dengan menggunakan bahasa dalam bentuk aku punya sesuatu untuk kuceritakan . anak mengatakan pandangannya. menyatakan apa yang dilakukan sendiri/orang lain. karena melalui bercerita kita dapat mengkomunikasikan nilainilai budaya. antara anak dengan guru. merupakan percakapan yang melibatkan dua orang atau lebih. melalui bahasa anak dapat mengengalikan tingkah laku orang lain. orang seorang. anak menggunakan bahasa yang dikuasainya untuk memiliki dan memahami lingkungan. antara anak dengan anak yang lain. 4) Berfungsi bagi diri sendiri. berhubungan dengan orang. dihadapan teman-temannya dan guru. bahasa dapat digunakan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain dan lingkungan sosial. membangun jati diri dan memperluas pengetahuan dan wawasan. c. a. Dialog. sesudah anak dapat membedakan dirinya dengan lingkungan. Tiap-tiap anak diberi kesempatan berdiri di depan kelas/di tempat duduknya untuk mengungkapkan pikiran. misal dengan menyanyikan lagu-lagu sesuai dengan tema yang ditetapkan. Fungsi bahasa menurut Hillady (Hetherington 1979:254) 1) Sebagai alat yang dapat memuaskan kebutuhan untuk menyatakan keinginannya saya ingin . Adapun teknik-teknik bercerita antara lain: 1) Membaca langsung dari buku cerita 2) Bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar dan buku . perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. etos waktu. keinginan berkaitan dengan tema. menanamkan etos kerja. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan bercakap-cakap a) Menarik perhatian dan minat siswa. 3) Sebagai hubungan antara pribadi. Bercerita juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. merupakan percakapan yang dilakukan oleh anak. b) Mengkomunikasi tujuan yang ingin dicapai c) Melaksanakan bercakap-cakap dibawah bimbingan guru dan pengaturan lalu lintas percakapan d) Menutup percakapan 3) Rancangan penilaian bercakap-cakap Sesuai dengan tujuan dan tema yang dipilih maka evaluasi kegiatan bercakap-cakap dapat dirancang dengan teknik evaluasi melalui observasi. Cerita yang dibawakan harus menarik dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. Metode Bercerita Bercerita merupakan cara untuk meneruskan warisan dari suatu generasu ke generasi berikutnya (Gordon dan Browne 1985:324). perasaan. membantuk mengembangkan fantasi anak. d. Dinyatakan dengan lakukan itu . Bahasa membiarkan diri untuk berpura-pura atau berfungsi puitis. Yang diobservasi adalah frekwensi masing-masing anak dalam mengungkapkan pikiran. sosial. Bahasa reseptif meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami bicara orang lain. keagamaan. sosial. Jadi bahasa mempunyai fungsi mempertanyakan atau katakan padaku mengapa begitu .

Misal cerita bawang putih dan bawang merah dan sebagainya. ketulusan dan sikap-sikap positif yang lain dalam kehidupan lingkungan keluarga. Manfaat metode cerita bagi anak TK Metode bercerita dapat menanamkan kejujuran. keberanian. 5. Seperti si kancil pencuri ketimun. metode tanya jawab. Misal cerita banjir Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita KESIMPULAN 1. metode bercakapcakap. c. sekolah dan luar sekolah. Mendongeng merupakan cara meneruskan warisan budaya dari suatu generasi ke generasi yang berikutnya. keramahan.Menetapkan tujuan dan tema yang dipilih . Penggunaan metode di TK harus sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. metode proyek dan metode pemberian tugas. Juga dapat memberi pengetahuan sosial. moral dan keagamaan. Metode adalah pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri dalam proses pembelajaran. Tujuan kegiatan bercerita bagi anak TK Bercerita dapat memberikan informasi atau menanamkan nilai-nilai sosial.Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih . Pemberian informasi lingkungan fisik yang meliputi segala sesuatu yang ada di sekitar anak yang non manusia serta lingkungan sosial. . 7) Bercerita sambil memainkan jari-jari tangan b. metode bercerita. metode demonstrasi. Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan 2. Macam metode yang sesuai dengan perkembangan anak TK yaitu metode bermain. mengikat perhatian anak pada jalannya cerita. nilai-nilai moral dan keagamaan serta dapat mengembangkan aspek perkembangan dasar anak yang meliputi bahasa.Menetapkan rencangan penilaian kegiatan bercerita 2) Adapun langkah-langkah bercerita sebagai berikut: Mengkomuniskan tema dan tujuan Mengatur tempat duduk Sebagai pembukaan guru menggali pengalaman-pengalaman anak dalam kegiatan yang berkaitan dengan peristiwa cerita Pengembangan cerita yang dituturkan guru Menetapkan cara bertutur agar dapat menggetarkan perasaan anak dengan cara memberi gambaran anak-anak yang bernasib baik dan buruk. seni. kognitif. Misal menyampaikan pesan-pesan kebajiakan dan sebagainya.Menetapkan rancangan langkah-langkah bercerita . metode sosiodrama. Efektivitas penggunaan metode apabila proses belajar mengajar kurang kondusif dan tidak sesuai dengan tujuan kegiatan sehingga metode perlu disesuaikan dengan beberapa komponen-komponen pengajaran. 3) Menceritakan dongeng Cerita dongeng merupakan bentuk kesenian yang paling lama. afektif dan psikomotor. Karena strategi pada hakikatnya belum mengarah pada hal-hal yang bersifat praktis. 4) Bercerita dengan menggunakan papan flaneli 5) Bercerita dengan media boneka 6) Dramatisasi suatu cerita Guru dalam bercerita memainkan perwatakan tokoh-tokoh dalam suatu cerita yang disukai anak dan merupakan daya tarik yang bersifat universal (Gordon dan Browne).Penggunaan ilustrasi gambar dalam bercerita dimaksudkan untuk memperjelas pesan-pesan yang dituturkan.Menetapkan rancangan bahan dan alat yang diperlukan . metode eksperimen. Strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. d. Strategi dalam konteks KBK dapat dikatakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentetan kegiatan yang dapat dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Kedudukan metode dalam belajar mengajar Sebagai alat motivasi ekstrinsik Sebagai strategi pengajaran Sebagai alat untuk mencapai tujuan 3. masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. Rancangan kegiatan bercerita bagi Anak TK 1) Rancangan persiapan guru . 4. kesetiaan. metode karya wisata.

berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling ketergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organisme. bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. Baik Kurikulum TK 1994 maupun Kurikulum TK 2004 pada dasarnya sama memuat aspek-aspek perkembangan yang dipadukan dalam bidang pengembangan yang utuh yang mencakup bidang pengembangan perilaku melalui pembiasaan dan bidang kemampuan dasar. 4) kurikulum. Dalam arti sempit. Kurikulum untuk anak usia dini/TK harus benar-benar memenuhi kebutuhan anak sesuai dengan tahap perkembangan dan harus dirancang untuk membuat anak mengembangkan potensi secara utuh. dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. berarti perubahan yang terjadi bersifat maju. antusias terhadap banyak hal. Hakikat Pembelajaran di Taman Kanak-kanak Pada hakikatnya anak itu unik.TK ANAK CERIA BANJARBARU HAKIKAT PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Pengertian Pendidikan dan Komponen-komponen Pendidikan Dalam arti luas pendidikan adalah segala bentuk pengalaman belajar yang berlangsung dalam lingkungan keluarga. dan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan seoptimal mungkin sejak lahir sampai akhir hayat. 2) peserta didik. mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan. Pembelajaran anak usia dini/TK pada hakikatnya adalah pembelajaran yang berorientasi bermain (belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar). 4) Perkembangan terjadi pada tempat yang berlainan. 1) Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti. 3) Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu. kaya dengan fantasi. 3) pendidik. Komponen-komponen tersebut meliputi: 1) tujuan pendidikan. memiliki rasa ingin tahu yang kuat.STRATEGI dan PEMBELAJARAN Posted on May 12. dan memiliki daya perhatian yang pendek. Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan satu sama lain. Pendekatan yang paling tepat adalah pembelajaran yang berpusat pada anak KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA TK Hakikat Perkembangan Perkembangan dan pertumbuhan merupakan satu proses dalam kehidupan manusia yang berlangsung secara terus-menerus sejak masa konsepsi sampai akhir hayat. 2010 by KB . meningkat dan mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis). Perkembangan juga diartikan sebagai perubahanperubahan yang dialami oleh seorang individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis. dan berkesinambungan baik itu menyangkut aspek fisik maupun psikis. Sistematis. Perkembangan memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut. bersifat aktif dan energik. sekolah. pembelajaran yang berorientasi perkembangan yang lebih banyak memberi kesempatan kepada anak untuk dapat belajar dengan cara-cara yang tepat. Masa anak merupakan masa belajar yang potensial. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah upaya untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak. mudah frustrasi. berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara bertahap dan berurutan. mengasuh. pendidikan identik dengan persekolahan di mana pendidikan dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang terprogram dan terencana secara formal. . dan 6) interaksi edukatif. 2) Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi. membimbing. 6) Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan. Pada hakikatnya pendidikan TK/usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi. 5) fasilitas pendidikan. progresif. Para ahli pendidikan anak berpendapat bahwa pendidikan TK merupakan pendidikan yang dapat membantu menumbuhkembangkan anak dan pendidikan dapat membantu perkembangan anak secara wajar. Berkesinambungan. 5) Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas. Progresif. egosentris.

Melalui kemampuan tersebut anak mampu berimajinasi atau berfantasi tentang berbagai hal. bukan hanya sekedar hasil dari kematangan. Bagi anak prasekolah. Sejak usia dua tahun anak sangat berminat untuk menyebut nama benda. Anak prasekolah biasanya telah mampu mengembangkan keterampilan bicara melalui percakapan yang dapat memikat orang lain. (2) perkembangan terjadi dalam urutan yang teratur. anak cenderung mengekspresikan emosi dengan bebas dan terbuka.Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu. yaitu tahapan di mana anak belum menguasai operasi mental secara logis. menentukan strategi. Para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda tentang pembabakan atau periodisasi perkembangan ini. Dilihat dari tahapan menurut Piaget. Ketika anak mencapai tahapan usia TK (3 sampai 6 tahun). memilih bahan ajar. (3) perkembangan anak berlangsung pada tingkat yang beragam di dalam dan di antara anak. Perkembangan pada usia ini mencakup perkembangan fisik dan motorik. yaitu berdasarkan analisis biologis. sosial dan pribadi yang baik. Perkembangan sosial anak merupakan hasil belajar. proporsi tubuh. Dasar Pemikiran dan Pengertian Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan . serta bahasa. Minat tersebut terus berlangsung sehingga dapat menambah perbendaharaan kata. Pendapat-pendapat tersebut secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga. Pemahaman tentang karakteristik perkembangan anak memberikan kontribusi terhadap pendidik untuk merancang kegiatan. dan psikologis. berdialog. mengimplementasikan pembelajaran serta mengevaluasi perkembangan dan belajar anak. berat dan panjang badan. Perkembangan sosial adalah perkembangan perilaku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan masyarakat dimana anak itu berada. Prinsip-prinsip perkembangan anak meliputi: (1) anak berkembang secara holistik. memilih dan menggunakan media. terdapat ciri yang sangat berbeda dengan usia bayi. Sikap marah sering mereka perlihatkan dan sering berebut perhatian guru. kegiatan bermain menjadikan fungsi sosial anak semakin berkembang. Prinsip-prinsip perkembangan anak tersebut memberikan implikasi bagi pendidik dalam menentukan tujuan. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara seperti bertanya. Karakteristik Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak Perkembangan anak usia TK yang terentang antara usia empat sampai dengan enam tahun merupakan bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan. didaktis. Perkembangan emosi berhubungan dengan seluruh aspek perkembangan anak. kognitif. Pada tahap ini emosi anak usia prasekolah lebih rinci atau terdiferensiasi. anak usia TK berada pada tahapan praoperasional. (5) perkembangan mempunyai pengaruh yang bersifat kumulatif. serta mengevaluasi perkembangan dan mendukung belajar anak secara optimal. sosial emosional. Perkembangan sosial diperoleh anak melalui kematangan dan kesempatan belajar dari berbagai respons terhadap dirinya. (4) perkembangan baru didasarkan pada perkembangan sebelumnya. PEMBELAJARAN YANG BERORIENTASI PERKEMBANGAN Prinsip-prinsip Perkembangan Anak Penyelenggaraan pendidikan Taman Kanak-kanak menuntut pendidik yang memiliki kemampuan profesional. Perbedaannya terletak pada penampilan. Periode ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain dengan menggunakan simbol-simbol. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik atau guru Taman Kanakkanak adalah memahami perkembangan anak. menata lingkungan belajar. dan menyanyi. serta keterampilan yang mereka miliki.

(9) penilaian bersifat kontinu. Perencanaan pembelajaran mengandung komponen-komponen yang ditata secara sistematis dimana komponenkomponen tersebut saling berhubungan dan saling ketergantungan satu sama lain. Lingkungan dan jadwal hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi aktif. pengendalian dan disiplin diri. dan (3) berorientasi pada konteks sosial budaya anak.Ada beberapa hal yang mendasari munculnya praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan. Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan Untuk Anak Usia Taman Kanak-kanak Prinisp-prinsip pembelajaran yang berorientasi perkembangan dapat diidentifikasi dari beberapa dimensi. melakukan eksplorasi terhadap objek dan lingkungannya. Mendorong anak-anak untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan berbahasa secara menyeluruh yang meliputi kemampuan berbicara. (7) belajar melalui bekerja. dan seni. Mencatat dan mendokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan anak dan cara melakukan kegiatan tersebut. membaca dan menulis dini. mengambil inisiatif. kuatnya tuntutan dan tekanan orang tua dan masyarakat terhadap pengajaran yang lebih bersifat akademik. (2) program pendidikan yang bersifat individual. mendengarkan. (6) kurikulum terpadu. lingkungan kelas menstimulasi anak. (5) pentingnya bermain sebagai wahana belajar. Praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan menekankan pada hal-hal sebagai berikut: (1) anak secara holistik. bahasa. Pembelajaran yang berorientasi perkembangan mengacu pada tiga hal penting. (2) berorientasi pada anak secara individual. melalui observasi. (4) fleksibel. Menciptakan iklim yang positif dan kondusif untuk belajar. Penilaian terhadap anak dilakukan secara kontinu. kognitif. Membantu keeratan kelompok dan memenuhi kebutuhan individu. . (8) memberikan pilihan kepada anak tentang apa dan bagaimana caranya belajar. mengembangkan keterampilan sosial. Kurikulum diorganisasikan secara terpadu untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak yang meliputi aspek fisik motorik. yaitu (1) berorientasi pada usia. Motivasi dan bimbingan diberikan agar anak mengenal lingkungannya. (3) pentingnya kegiatan yang diprakarsai anak. antara lain meningkatnya praktik pembelajaran yang bersifat formal di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini. sosial emosi. sebagai berikut. dan (10) bermitra dengan orang tua untuk mendukung perkembangan dan belajar anak. Pengalaman belajar hendaknya dirancang secara konkret dan memberi kesempatan kepada anak untuk memilih kegiatannya sendiri. kesalahpahaman masyarakat tentang konsep pendidikan anak usia dini. Strategi pembelajaran dirancang agar anak dapat berinteraksi dengan anak lainnya secara individual dan dalam kelompok kecil. PERENCANAAN PEMBELAJARAN Pengertian dan Komponen-komponen Pembelajaran Perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan anak agar tujuan dapat tercapai.

Perencanaan Mingguan (SKM). Anak menggunakan seluruh tubuhnya sebagai alat untuk belajar. Perencanaan Semester. sosial dan mampu merefleksikannya. pembiasaan-pembiasaan dan tema-tema yang sesuai dengan minat anak dan dekat dengan lingkungan anak. Tidak hanya lingkungan fisik tetapi juga lingkungan belajar. Anak belajar melalui bermain. sosial dan refleksi. Kegiatan belajar mengajar adalah proyeksi kegiatan belajar yang harus dilakukan anak agar tujuan tercapai. Perencanaan Harian (SKH). Prosedur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Salah satu tugas guru adalah membuat perencanaan pembelajaran. Belajar anak dipengaruhi kematangan. Anak secara energik mencari cara untuk menghasilkan potensi maksimum. Perencanaan Mingguan berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai kemampuan yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan tema pada minggu itu. mengumpulkan informasi untuk membuat keputusan. memuat keterampilan. Evaluasi merupakan suatu proses memilih. Ada yang tipe visual. Prinsip-prinsip belajar merupakan suatu ketentuan yang harus dilakukan anak ketika ia belajar. Evaluasi sebagai alat untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan. Jenis-jenis perencanaan di TK meliputi Perencanaan Tahunan. Perencanaan Tahunan. tipe auditif dan tipe kinestetik. Perencanaan semester merupakan penjabaran dari perencanaan tahunan yang dibagi ke dalam dua semester. Media dan sumber belajar merupakan salah satu komponen yang memberi dukungan terhadap proses belajar. kemampuan. Materi adalah bahan yang akan diajarkan agar tujuan tercapai. Anak belajar melalui kombinasi lingkungan fisik. Perencanaan Harian (SKH) merupakan perencanaan operasional yang disusun oleh guru dan merupakan acuan dalam melaksanakan pembelajaran. Tugas guru bagaimana menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak memperoleh pengalaman fisik. SKH dijabarkan dari SKM. Guru harus memahami bagaimana kematangan anak dapat dicapai dan apa yang perlu dilakukan untuk memfasilitasi matangan tersebut. Belajar anak dipengaruhi oleh lingkungan.Komponen-komponen perencanaan pembelajaran meliputi: Tujuan merupakan komponen pertama dalam perencanaan pembelajaran merupakan proyeksi tentang hasil belajar atau kemampuan yang harus dicapai anak setelah belajar. HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN Konsep Belajar dan Prinsip-prinsip Belajar Anak Belajar adalah proses perubahan perilaku berdasarkan pengalaman dan latihan. Anak belajar dengan gaya yang berbeda. Ketika bergerak anak mencari stimulasi yang dapat meningkatkan kesempatan untuk belajar. Melalui bermain anak dapat memahami menciptakan memanipulasi simbolsimbol dan mentransformasi objek-objek tersebut . Dengan pengalaman tersebut anak memperoleh pengetahuannya. Anak adalah pebelajar aktif.

Kegiatan perlu pula dipertimbangakan karena belajar di TK tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas tetapi juga ada kegiatan belajar di luar kelas. Media dan sumber belajar yang dipilih harus dapat mendukung terlaksananya proses belajar yang efektif dan relevan dengan strategi pembelajaran yang dipilih guru. dan estetika. tema pembelajaran di TK. kognitif. Kepiawaian guru dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar anak. semi kreatif atau kreatif. Para ahli teori konstruktivisme mempunyai pandangan tentang cara belajar anak yaitu bahwa anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya melalui kegiatan mengeksplorasi objek-objek dan peristiwa yang ada di lingkungannya dan melalui interaksi sosial dan pembelajaran dengan orang dewasa. Guru-guru merupakan faktor penentu dalam keberhasilan belajar anak. dan fungsional. menarik. yaitu (1) karakteristik tujuan pembelajaran apakah untuk pengembangan aspek kognitif. dan (5) karakteristik pola kegiatan yang akan digunakan apakah melalui pengarahan langsung. fisik. bermakna. Bermain sebagai salah satu cara belajar anak memiliki ciri-ciri simbolik. masing-masing tema memiliki karakteristik tersendiri. bahasa. (4) karakteristik tema atau bahan ajar yang akan disajikan kepada anak. Anak perlu dipertimbangkan. dan (4) anak belajar paling baik jika yang dipelajarinya menyeluruh. moral agama . (3) anak belajar secara alamiah. Karakteristik tujuan perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajran. suka rela. karena anak memilki karakteristik dalam perkembangan dan belajarnya anak itu unik dan memilki potensi untuk belajar. . meliputi 20 tema. bermakna. Beberapa karakteristik cara belajar anak itu antara lain (1) anak belajar melalui bermain. sosial emosi. Media dan Sumber belajar. menyenangkan. Tema. Atau apakah pembelajaran itu bertujuan untuk mengembangkan domain fisik-motorik. Strategi pembelajaran adalah segala usaha guru untuk menerapkan berbagai metode pembelajaran dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran karakteristik tema merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan. (2) karakteristik anak sebagai peserta didik baik usianya maupun kemampuannya.Variabel Strategi Pembelajaran Tujuan. PEMILIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN Pengertian dan Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru dan murid dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar. Kegiatan. ditentukan oleh aturan. motorik. pengembangan kognitif. dan episodik. Terdapat beberapa kriteria yang harus menjadi pertimbangan guru dalam memilih strategi pembelajaran. Semua kriteria ini memberikan implikasi bagi guru untuk memilih stratgei pembelajaran yang paling tepat digunakan di Taman Kanak-kanak Karakteristik Cara Belajar Anak Anak belajar dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa. aspek afektif atau psikomotor. (3) karakteristik tempat yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran apakah di luar atau di dalam ruangan. bahasa. sosial emosi. apakah berkaitan dengan. Anak. aktif. Dengan demikian strategi pembelajaran menekankan kepada bagaimana aktivitas guru mengajar dan aktivitas anak belajar. (2) anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya.

menarik dan bersifat menyeluruh. Strategi Pembelajaran Khusus di Taman Kanak-kanak Terdapat beberapa jenis strategi pembelajaran khusus yang dapat diterapkan di Taman Kanak-kanak. Strategi pembelajaran tersebut pada umumnya lebih menekankan pada aktivitas anak dalam belajar. (9) contoh atau modelling. dan (15) kesenyapan. Jenis-jenis strategi pembelajaran umum tersebut adalah: (1) meningkatkan keterlibatan indra. menyimak. (3) Pemecahan Masalah. (2) (6) (10) (14) Strategi-strategi pembelajaran tersebut dapat diintegrasikan atau digabungkan dalam keseluruhan proses pembelajaran. (12) do-it-signal. undangan/ajakan. sehingga tercipta kegiatan belajar yang lebih bervariasi.Lingkungan yang diciptakan secara kondusif akan mengundang anak untuk belajar secara alamiah tanpa paksaan sehingga apa yang dipelajari anak dari lingkungannya adalah hal-hal yang benar-benar bermakna. (6) Demonstrasi. penghargaan efektif). (4) Diskusi. 7) Anak menceritakan pengalamannya. Di samping strategi pembelajaran di atas. karakteristik anak dan cara belajarnya. lingkungan. meraba dan membuat sesuatu terjadi dengan objek-objek di sekitar mereka. fungsional. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Pembelajaran yang berpusat pada anak banyak diwarnai paham konstruktivis yang dimotori Piaget dan Vigotsky. (13) tantangan. Guru harus berperan sebagai fasilitator yang dapat memberikan kemudahan dan kelancaran kepada anak dalam proses belajar. Jenis-jenis strategi pembelajaran khusus tersebut adalah (1) kegiatan eeksploratori. (7) refleksi tingkah laku/tindakan. dan pola kegiatan. (11) menceritakan/menjelaskan/menginformasikan. mempersiapkan isyarat lingkungan. guru Taman Kanak-kanak dituntut untuk dapat menggunakan strategi pembelajaran lainnya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik. Penerapan strategi pembelajaran khusus tersebut pada prinsipnya sama dengan penerapan strategi pembelajaran umum. tidak berarti peranan guru pasif. (8) refleksi kata-kata. (4) scaffolding. 5) Anak mentransformasikan dan menggabungkan bahan-bahan. Mereka membangun pengetahuannya ketika berinteraksi dengan objek. . Yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak adalah pendekatan perkembangan dan pendekatan belajar aktif. pertanyaan. 4) Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung. benda. (2) Penemuan Terbimbing. mencium. 3) Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh indranya. namun. (3) analisis tugas. JENIS-JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Umum di Taman Kanak-kanak Ada beberapa jenis strategi pembelajaran umum yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. 6) Anak menggunakan otot kasarnya. karakteristik tempat yang akan digunakan. meneliti. Anak adalah pembangun aktif pengetahuannya sendiri. menggerakkan badan mereka menyentuh. dan (7) Pengajaran Langsung. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA ANAK Rasional Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Anak pada hakikatnya memiliki potensi untuk aktif dan berkembang. Belajar aktif merupakan proses dimana anak usia dini mengeksplorasi lingkungan melalui mengamati. (5) Belajar Kooperatif. 2) Anak-anak memilh bahan dan memutuskan apa yang ingin ia kerjakan. (5) praktik terbimbing. Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) prakarsa kegiatan tumbuh dari minat dan keinginan anak. yaitu harus mempertimbangkan karakteristik tujuan.

Prosedur Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Pembelajaran yang berpusat pada anak harus direncanakan dan diupayakan dengan matang. dan melaporkan kembali (Review). Pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak meliputi: tahap perencanaan. tahap bekerja dan tahap melaporkan kembali. Area. Tahap Review (Recall). Anak mentransformasikan rencana ke dalam tindakan. Dalam pendekatan ini anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuai dengan minat dan keinginannya. Untuk itu perlu disediakan area-area yang memungkinkan berbagai kegiatan sesuai pilihannya. Upaya yang dilakukan adalah dengan merencanakan dan menyediakan bahan/peralatan yang dapat mendukung perkembangan dan belajar anak secara komprehensif. mengerjakan (Do). Area komputer. Area bermain di luar ruangan. Prosedur pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut: Tahap merencanakan (Planning Time). (Plan). Tahap ini adalah tahap dimana anak bermain dan memecahkan masalah. Area musik dan gerak. Tahap Bekerja (Work Time). Pada tahap ini anak diberi kesempatan untuk membuat rencana dari kegiatan yang akan mereka lakukan selanjutnya.area tersebut meliputi: Area Pasir dan Air. Area Rumah dan Bermain Drama. Tahap ini merupakan tahap memperlihatkan apa yang telah dilakukan anak pada tahap bekerja. Area Seni. Area Membaca dan menulis. Area Manipulatif. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERMAIN . Area Balok. mulai dari membuat perencanaan. Area pertukangan atau kerja Kayu. Contoh Penerapan Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Plan Do Review. merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak.

Langkah berikutnya adalah menentukan urutan langkah bermain yang disertai dengan penetapan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta permainan. bahasa. bermain digolongkan sebagai berikut: bermain soliter. Fungsi bermain bagai anak TK adalah: Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. emosi atau sosial. Tujuan kegiatan bermain bagi anak usia TK adalah untuk meningkatkan pengembangan seluruh aspek perkembangan anak usia TK. Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran melalui Bermain Anak Rancangan kegiatan bermain meliputi penentuan tujuan dan tema kegiatan bermain. Untuk menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng. bahan dan peralatan bermain. Selanjutnya ditentukan tempat dan ruang bermain yang akan digunakan. dan bermain secara kooperatif. bermain secara paralel. Bermain dapat dipandang sebagai suatu kegiatan yang bersifat voluntir. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. memiliki pengaruh positif. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. Bermain adalah kodrat anak. bermacam bahan dan peralatan yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai perlu dipersiapkan terlebih dahulu secara lengkap. Tema yang akan dipilih dapat mengacu pada 20 tema yang terdapat dalam PKB TK 1994. memberi ganjaran secara intrinsik. terfokus pada proses. bukan dikerjakan sambil lalu. serta bermain memiliki kelenturan. Sebelum melakukan kegiatan bermain. baik perkembangan motorik. dan urutan langkah bermain. Penentuan jenis kegiatan bermain diikuti dengan jumlah peserta kegiatan bermain. meyenangkan dan fleksibel. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. Cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. Contoh Penerapan Pembelajaran melalui Bermain Pelaksanaan kegiatan bermain terdiri dari tiga kegiatan yaitu: Kegiatan prabermain Kegiatan bermain Kegiatan penutup Pada kegiatan prabermain. tempat dan ruang bermain. Kriteria dalam kegiatan bermain adalah memotivasi intrinsik. serta untuk memecahkan masalah dan mencoba berbagai penyelesaian masalah. Ditinjau dari dimensi perkembangan sosial. bermain asosiatif. Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidup yang nyata. hal itu sepenuhnya tergantung pada jenis permainan yang dipilih. macam kegiatan bermain. Kegiatan bermain akan memberikan hasil yang optimal apabila kegiatan itu dirancang dengan saksama dan tidak secara kebetulan. spontan. apakah di dalam atau di luar ruangan kelas.Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bermain Bermain merupakan suatu kegiatan yang melekat pada dunia anak. kreativitas. kognitif. Untuk melepaskan dorongan-dorongan yang tidak dapat diterima seperti berperan sebagai pencuri. terdapat dua macam kegiatan persiapan. Menentukan jenis kegiatan bermain yang akan dipilih sangat tergantung kepada tujuan dan tema yang telah ditetapkan sebelumnya. yaitu: .

dan mengasyikkan sesuai dengan dunia kehidupan anak yang penuh suka cita Kegiatan bercerita harus diusahakan menjadi pengalaman bagi anak TK yang bersifat unik dan menarik. menggunakan boneka. serta jumlah anak yang mengikuti permainan. Prosedur Penerapan Pembelajaran melalui Bercerita Kegiatan bercerita merupakan kegiatan yang memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak serta pencapaian tujuan pendidikan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan kegiatan bermain yang telah ditetapkan sebelumnya . Banyaknya kegiatan pada tahap bermain sangat tergantung pada jenis permainan yang dipilih. menggunakan papan flannel. Beberapa macam teknik bercerita yang dapat dipergunakan antara lain guru dapat membaca langsung dari buku. Pada kegiatan ini. guru memberikan penekanan pada aspek-aspek yang sepatutnya dikembangkan dan dimiliki oleh anak seperti. Kegiatan penutup merupakan kegiatan akhir dari seluruh langkah kegiatan bermain. kemampuan memecahkan masalah dan sebagainya. dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. menunggu giliran. Metode bercerita merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. misalnya berbentuk lingkaran sehingga akan terjalin komunikasi yang lebih efektif. bermain peran dalam suatu cerita. Selain itu tempat duduk pun harus diatur sedemikian rupa. atau bercerita dengan menggunakan jari-jari tangan. Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru adalah sebagai berikut: Menetapkan tujuan dan tema cerita. kemampuan bekerja sama. Cerita yang dibawakan guru harus menarik. lucu. menggunakan ilustrasi dari buku gambar. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERCERITA Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bercerita Metode bercerita merupakan salah satu metode yang banyak dipergunakan di Taman Kanak-kanak. Evaluasi atau penilaian perlu dilaksanakan agar guru mendapatkan umpan balik tentang keberhasilan kegiatan bermain. Bercerita sebaiknya dilakukan dalam kelompok kecil untuk memudahkan guru mengontrol kegiatan yang berlangsung sehingga akan berjalan lebih efektif. Penggunaan bercerita sebagai salah satu strategi pembelajaran di Taman Kanak-kanak haruslah memperhatikan hal-hal berikut: Isi cerita harus terkait dengan dunia kehidupan anak TK. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita.Kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan dalam kegiatan bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan yang berurutan dari awal sampai dengan akhir kegiatan bermain. Kegiatan bercerita diusahakan dapat memberikan perasaan gembira. Sebelum melaksanakan kegiatan bercerita guru terlebih dahulu harus merancang kegiatan bercerita berupa langkah-langkah yang harus ditempuh secara sistematis. .

mengembangkan cerita. Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita. Penerapan Strategi Pembelajaran melalui Bercerita Penerapan strategi pembelajaran melalui bercerita mengacu pada prosedur pembelajaran yang telah dikembangkan sebelumnya. Pengaturan tempat duduk. Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita. mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita. dan teknik . yaitu: Menetapkan tujuan dan tema cerita. melaksanakan kegiatan pembukaan. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. mengembangkan cerita. melaksanakan kegiatan pembukaan. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. menetapkan teknik bertutur. sepanjang bisa menggambarkan isi cerita dengan baik. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. mengatur tempat duduk. Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita: mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita. merupakan hal yang patut mendapat perhatian karena pengaturan yang baik membuat anak merasa nyaman dan dapat mengikuti cerita di samping teknik bercerita. Guru memiliki kebebasan untuk menentukan bentuk cerita yang dipilih. mengatur tempat duduk.Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita. menetapkan teknik bertutur. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita. Bahan dan alat yang dipergunakan dalam kegiatan bercerita sangat bergantung kepada bentuk cerita yang dipilih sebelumnya. Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan bercerita serta tema yang dipilih oleh guru menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan lainnya.

Charles Wolfgang dalam bukunya yang berjudul School for Young Children. Kegiatan bermain anak tersebut antara lain melalui tiga jenis kegiatan bermain yaitu main sensorimotor. puzzle dan lainnya yang sejenis . air. Jean Piaget menyatakan bahwa kesempatan main pembangunan membantu anak untuk mengembangkan keterampilan yang akan mendukung keberhasilan sekolahnya kelak. Pendekatan BCCT mendasarkan pada asumsi bahwa anak belajar melalui kegiatan bermain dengan benda-benda dan orang-orang disekitarnya (lingkungan biotik dan abiotik). anak berinteraksi dengan lingkungannya. bristle blocks. Sara Smilansky (1968). Cat. emosi. Main pembangunan dibahas oleh Jean Piaget (1962). spidol. Sedangkan balok unit. menyediakan banyak kesempatan untuk berhubungan dengan banyak tekstur dan berbagai jenis bahan mainan yang berbeda akan mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. playdough. crayon. menjelaskan suatu tahap yang berkesinambungan dari bahan yang paling cair atau messy seperti air. balok berongga. leggo. baik di dalam maupun diluar ruangan. dan Charles and Mary Wolfgang (1992). main pembangunan dan main peran atau main simbolik Main sensorimotor dijelaskan oleh Jean Piaget dan Sara Smilansky (1968) yang menyatakan bahwa anak usia dini belajar melalui kegiatan bermain dengan menggunakan panca indranya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka. pengalaman bermain yang tepat dapat mengoptimalkan seluruh aspek tumbuh kembang anak. ke yang paling terstruktur seperti puzzle dan balok. Kegiatan bergerak secara bebas. kognisi maupun sosial anak. Dr. bermain di halaman. Dalam kegiatan bermain. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika pada mereka disediakan kesempatan untuk berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan. dilantai atau dimeja dengan kursi. Pengalaman main sensorimotor pada anak usia dini merupakan rangsangan untuk mendukung proses kerja otak dalam mengelola informasi yang didapatkan anak dari lingkungan saat bermain. pasir dianggap sebagai bahan main pembangunan sifat cair atau bahan alam.Metode pembelajaran dengan Pendekatan Beyond Centers and Circle Times (BCCT) adalah metode pembelajaran anak usia dini melalui kegiatan bermain anak dalam sentra-sentra bermain dan saat-saat lingkaran. baik fisik. baik bermain dengan badannya ataupun dengan berbagai benda disekitarnya.

membuka dan menutup lemari. Erik H. Tujuan akhir main peran adalah belajar bermain dan bekerja dengan orang lain. kebun binatang dan orang-orang kemudian anak memainkannya lengkap dengan scenario yang biasanya disusun seketika dan dimainkannya bersama temantemannya dalam satu session. Anak dapat mengekspresikan dalam bahan-bahan ini dengan mengembangkannya dari proses bermain sensorimotor pada usia di bawah tiga tahun ke tahap main simbolik pada anak usia 3 sampai 6 tahun yang dapat terlihat dalam hubungan kerjasama dengan anak lainnya dalam menciptakan karya nyata. Main peran mikro adalah kegiatan bermain peran/role play dengan menggunakan bahan-bahan main berukuran kecil seperti rumah boneka lengkap dengan perabotnya dan orang-orangan sehingga anak dapat memainkannya. Selama tahap awal main peran. Saat anak berkembang melalui pengalaman main peran. Selanjutnya Erikson menjelaskan bahwa ada dua jenis main peran yaitu main peran mikro dan main peran makro. mereka juga ³memeriksa egonya´ belajar menghadapi pertentangan emosinya. anak memakai baju dan melepaskannya. dianggap sebagai bahan main pembangunan yang terstruktur. memperkuat dirinya sendiri untuk masa depan. menciptakan kembali masa lalunya dan mengembangkan keterampilan khayalan.yang ditentukan dan mengarahkan bagaimana anak meletakkan bahan-bahan tersebut secara bersama menjadi sebuah karya. mengisi dan membongkar mainannya dan sebagainya. Sedangkan main peran makro adalah main peran sesungguhnya dengan alat-alat permainan berukuran sesungguhnya dan anak dapat menggunakannya untuk menciptakan dan memainkan peran-peran. Erikson menjelaskan bahwa anak menyusun pengalaman dengan membuat suatu keadaan yang semestinya dan menguasai kenyataan melalui ujicoba dan perencanaan di dalamnya. membawa boneka bayi mengelilingi ruangan sambil bernyanyi. anak memperbaiki kesalahannya dan memperkuat harapan-harapannya. atau rangkaian kereta api dengan rel dan jalan dengan mobil. mendorong gerobak dan kereta barang. lapangan pesawat udara. Sebagai contoh. Hal ini merupakan latihan untuk pengalaman-pengalamannya di dunia nyata selanjutnya. Dalam keadaan yang ia buat sendiri. anak melakukan percobaan dengan bahan dan peran. Anak mengantisipasi keadaan-keadaan masa depan melalui ujicoba-ujicoba. misalnya .

dipadukan dengan pengalaman guru. ada alat-alat rumah tangga. ide. ruang makan. Ibu. garasi dan sebagainya dan anak-anak ada yang berperan sebagai Bapak. aturan. teori neuroscience. Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main. Kegiatan . adik dan sebagainya. PEMBELAJARAN PAUD DENGAN MENGGUNAKAN METODE BCCT Pendekatan ini dikembangkan berdasarkan pada teori anak. Pijakan setelah main. Dalam pendekatan BCCT ditekankan bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. orang tua. meja pendaftaran. meja belajar. replica jarum suntik.main dokter-dokteran maka alat permainan yang digunakan antara lain stetoskop mainan ukuran besar. kakak. PRINSIP DASAR PENDEKATAN BCCT Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini didasarkan atas prinsipprinsip sebagai Berorientasi pada kebutuhan anak. Pijakan selama anak main. dan pengetahuan anak. Pendidik. ruang tamu. teori multiple perkembangan yang intellegence. perawat yang membantu dokter. kamar periksa dan sebagainya yang semuanya dalam ukuran besar dan dapat dipergunakan seperti kegiatan sesungguhnya. Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup: Pijakan lingkungan main. buku resep dan ballpoint. kamar tidur. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep. Pijakan sebelum main. Atau dalam skala besar misalnya kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga. dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak. petugas pendaftar.

dengan karena itu anak usia dini disesuaikan tahap-tahap perkembangan anak. supaya anak mendapatkan dasar yang kokoh untuk mencapai kemampuan yang lebih tinggi. tahapan pertumbuhan ke melalui tingkat menjadi yang menuju atas. dengan prinsip-prinsip menyeluruh perkembangan yang rangsangan semua aspek bersifat mencakup perkembangan. Tugas pendidik adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal.pembelajaran harus selalu ditujukan pada pemenuhan kebutuhan perkembangan anak secara individu. dan berpikir/kognisi. untuk mengetahui tahap generik´. dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan menggunakan benda-benda yang ada disekitarnya. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar. mampu bersosialisasi. sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. Tahap perkembangan anak Anak tumbuh menjadi lebih besar dan berkembang menjadi lebih pintar dalam aspek fisik. Setiap memiliki awal kemampuan berbeda.Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan. serius dan konsentrasi. perkembangannya tangga anak seni dan sosialnya. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi.. fokus. disiplin. kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain. emosi. kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik. dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar. Kebutuhan khusus setiap anak perkembangan anak dapat dilihat pada ³menu . dalam bahasa. lingkungan harus bagi diciptakan anak menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan selama mereka bermain. dasar untuk kemampuan pada tahap yang di tahap harus lebih yang mengembangkan pembelajaran kemampuan lebih tinggi. Mengembangkan kecakapan hidup anak. mengacu pendidikan dilaksanakan pada secara bertahap dan berulang-ulang anak.

anak usia empat tahun yang memiliki kesempatan bergerak dengan leluasa akan memiliki kemampuan motorik (gerakan) yang lebih baik dibanding dengan anak usia sama yang sering dilarang melakukan sesuatu. Anak pada usia yang sama. seni dan musik. menumbuhkan kepercayaan diri. interaksi sosial. anak dirangsang untuk bercerita tentang gagasan yang akan dibangunnya. dan mungkin pada beberapa aspek lainnya. Pembelajaran pada anak usia dini tidak seperti pembelajaran di sekolah-sekolah yang dibagi permata pelajaran. perbedaan kemampuan gerak kedua anak tersebut. anak diberi kesempatan sejak kecil untuk melakukan sendiri .Kemampuan setiap anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungannya. Karena itu pembelajaran untuk anak usia dini harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak melakukan sendiri dengan menggunakan panca inderanya. dan spiritual). menyebutkan bentuk balok yang dipakai. Membangun pengetahuan anak Kecerdasan dirangsang oleh lingkungan. kinestetik. visual spasial. menghitung jumlah balok yang digunakan. tetapi satu kegiatan mencakup semua aspek. logika matematika. Pengembangan potensi jamak Setiap anak memiliki kemampuan jamak (bahasa. pemahaman diri. dan mengklasifikasi balok pasa saat membereskannya kembali. alam. sehingga anak mempunyai banyak pengalaman yang bermanfaat. Pengalaman tersebut termasuk juga pengalaman sosial. pembelajaran dini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. membedakan kebutuhan belajar mereka pada aspek motoriknya. tahap perkembangan sama tetapi mendapatkan rangsangan akan memilki pengalaman anak usia belajar yang lingkungan berbeda karena itu berbeda. bercerita tentang bangunan yang sudah dibuatnya. Untuk membentuk anak cerdas maka anak harus banyak melakukan interaksi dengan lingkungan. Contoh. Contohnya saat anak bermain dengan balok. Contoh untuk mendapatkan keterampilan hidup.

komukasi mengembangkan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. menyentuh membuka kemampuan lingkungan. sehingga anak merasa tertarik dan senang untuk melakukannya. ia akan melakukannya secara berulang-ulang. atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. memakai baju dan menentukan baju mana yang diinginkannya. segala macam benda anak yang ditemukannya. memecahkan masalah. Bantuan yang berlebihan dari orang dewasa akan membatasi anak untuk mengembangkan kemampuannya. dan Dalam perkembangannya. berarti penguatan kemampuan tersebut tidak akan terjadi. belajar yang nyaman memberikan kemungkinan anak bermain Suasana aktif. apabila anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang. sepanjang kegiatannya tidak membahayakan dirinya. bagi untuk mengembang dengn membangun daya hubungan imajinasi. dan itu sangat baik untuk mencapai kemajuan anak. Bagi anak bermain adalah untuk sarana anak untuk pertumbuhan belajar. dan belajarnya menjadi sia-sia. Belajar melalui bermain. maka ia akan menolak untuk melakukannya kembali. tenang. Sebaliknya jika anak dipaksa untuk melakukan sesuatu. anak dapat membangun jaringan syaraf otak dan memperkuat jaringat yang sudah terjalin. Oleh karena itu sebelum melakukan pembelajaran perlu menarik minat anak terlebih dahulu. keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan. menggunakan sepatu dan hal-hal lain yang dapat dan ingin dilakukannya. dan aman selama proses belajar. mendengar. dan itu akan menumbuhkan rasa ketergantungan dan ketidakmandirian anak Anak Belajar dengan baik apabila merasa aman dan nyaman secara fisik dan psikologisnya. menemukan atau Kesemuanya dan itu kesempatan fisiknya. Bermain sama dengan bermain anak belajar melihat. Contoh. Fungsi kerja otak besar (otak untuk berpikir) berjalan dengan baik apabila mendapatkan rangsangan yang menyenangkan. Selain itu suasana pembelajaran yang menyenangkan. mencicipi rasa.seperti makan-minum sendiri. meningkatkan kemampuan pemahaman tentang sesuatu yang . merasakan. Karena itu penting memberikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak.

Contoh. kasih sayang.baru. Pengawasan dan perhatian yang tepat dari orang dewasa memberikan perasaan aman dan nyaman. bentuk pasir setelah dicetak. Pembelajaran untuk anak usia dini tidak bertentangan dengan ajaran agama. raba. dengan menggunakan pasir dan cetakan anak dapat merasakan tekstur pasir. anak cium. Dalam suasana yang menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. yang lihat. Perhatian. mengenal memberikan dunianya. meningkatkan keterampilan menggunakan alat bermain. untuk kecap. Anak belajar dengan cara berulang Dengan latihan yang berulang-ulang anak memperkuat sambungan syaraf otak. Anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya. sosial dan budaya. Segala sesuatu yang anak baru dengar. melihat warna pasir. Anak belajar apabila sesuai dengan kemampuan perkembangannya. main imajinasi menggunakan kue pasir dengan temannya untuk pengembangan bahasanya. menghitung jumlah kue pasir. pengetahuan Dengan diperlukan anak alat-alat inderanya belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. Karena itu anak akan untuk beruntung melatih dan lebih maju apabila baru mendapatkan kesempatan keterampilan yang dikuasainya. Juga kesempatan untuk mendapatkan tantangan sehingga dapat mengembangkan keterampilan berikutnya yang lebih sulit. nilai hidup. dan lingkungan akan sosial dimana langsung anak sehingga pengalaman anak terkait dengan kehidupannya. Kepatutan menurut konteks agama. dan kemampuan bahasa. . Kesemuanya dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain yang menyenangkan. ukuran untuk membuat pasir cetak. dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Anak belajar dalam suasana yang menyenangkan. budaya setempat.

baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus.Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang lebih rendah dari pada yang dimilikinya. Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu. Untuk mengetahui dimana kemampuan anak saat ini. Indonesia dapat copyright CCCRT penerapannya dilaksanakan secara bertahap dan dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sepanjang tetap memperhatikan prinsipprinsip dasarnya. perhatikan apa yang dilakukan anak sekarang ini. Kegiatan yang sering dilakukan anak menunjukkan kemampuan yang dikuasai anak. maka anak tidak tertarik. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang terlalu tinggi di atas kemampuannya. bosan. Karena itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak. ia akan merasa frustasi karena merasa tidak berhasil. baik dari segi materi. . berarti ia tidak belajar. Pengembangan metode ini telah dilakukan lebih dari 25 tahun di Creative Pre School Florida. PENDEKATAN BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME (BCCT) Pendekatan Beyond Center and Circles Time (BCCT) atau Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran Metode Sentra dan Saat Lingkaran atau dikatakan metode Beyond Center and Circles Time (BCCT) adalah metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Reserch and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida Amerika Serikat. bahan dan alat main. seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak. dan tidak mendapatkan pengalaman baru. Early Metode Young ini telah terakreditasi (NAEYC) di sebagai oleh National yang Assosiation Childhood metode direkomendasikan memperoleh dapat diterapkan dari Amerika dimana Serikat.

sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian perkembangan anakKegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-pijakan sebelum. HighScope dan Reggio Emilio. sehingga mendorong kreativitas anak. pendukung. dan penilai kegiatan dengan mengkondisikan setiap anak untuk berperan aktif Pembelajarannya bersifat individual. dan penilaian disesuaikan dengan potensi. secara bertahap. sehingga rancangan.Semua tahapan perkembangan anak telah dirumuskan dengan rinci dan jelas. tingkat perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak. kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri. melainkan dapat dilakukan setempat.Yang dimaksud saat lingkaran adalah pendidik dan peserta didik duduk melingkar pada saat sebelum dan sesudah kegiatan bermain anak.Pendidik lebih anak berperan sebagai perancang. pendidik dapat memantau perkembangan semua anak didiknya dengan mudah. sesaat. Metode Sentra dan Saat Lingkaran merupakan hasil pengemabngan dari metode Montessori. sesuai dengan situasi dan kondisi Prinsip Pendekatan BCCT . dukungan. sehingga dapat dijadikan panduan bagi pendidik pemulaMasing-masing anak memperoleh dukungan untuk aktif. sehingga semuanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. tanpa harus takut membuat kesalahanSetiap tahap perkembangan bermain anak sudah dirumuskan secara jelas. dan sesudah main. Namun demikian metode ini memiliki keunggulan. sehingga dapat dijadikan pijakan bagi pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan anakPenerapannya tidak bersifat kaku. B. Keunggulan Pendekatan BCCT diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak Kurikulumnya yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan.

pendidik bersama anakanak makan bekal yang dibawanya (tidak dalam posisi istirahat) kegiatan penutup. selama anak berada disentra. kreatif dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri. Menempatykan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal yang merangsang anak untuk aktif. untuk mengikuti Mempersyaratkan pelatihan pendidik dan pengelola program sebelum menerapkan metode ini. secara bergilir pendidik memberi pijakan kepada setiap anak. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran/pembiasaan antri. Standar Operasional Pendekatan BCCT Standar adalah: pendidik Operasional Proses Pembelajaran dengan Pendekatan BCCT menata lingkungan main sebagai pijakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ada pendidik yang bertugas menyambut kedatangan anak dan mempersilahkan untuk bermain bebas dulu. pendidik duduk bersama anak didik dengan membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman setelah main. anak-anak pulang secara bergiliran . pendidik memberi waktu yang cukup kepada anak untuk melakukan kegiatan di sentra main yang disiapkan sesuai jadwal hari itu.Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran. pendidik bersama anakanak membereskan peralatan dan tempat main. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran. pendidik duduk bersama anak didik membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman sebelum main.Keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada teori dan pengalaman empiric. Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah. semua anak mengikuti main pembukaan dengan bimbingan pendidik. anak-anak masuk ke kelompok masing- masing dengan dibimbing oleh pendidik yang bersangkutan. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan.

dipadukan dengan pengalaman guru. dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan . Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain. Pendidik. Pijakan setelah main. orang tua. PRINSIP DASAR PENDEKATAN BCCT Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini didasarkan atas prinsipprinsip sebagai harus Berorientasi selalu pada kebutuhan pada anak. Pijakan sebelum main. ini dikembangkan neuroscience. Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main. Pijakan selama anak main. dan pengetahuan anak. Dalam pendekatan BCCT ditekankan bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep. Kegiatan kebutuhan pembelajaran ditujukan pemenuhan perkembangan anak secara individu. Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup: Pijakan lingkungan main.pendidik membereskan tempat dan merapikan catatan-catatan dan kelengkapan administrasi. aturan. pendidik melakukan diskusi evaluasi hari ini dan rencana esok hari PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DENGAN PENDEKATAN BCCT Pendekatan anak. dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak. ide. berdasarkan teori pada teori perkembangan yang teori multiple intellegence.

serius dan konsentrasi. tahapan pertumbuhan ke melalui tingkat menjadi tinggi. lingkungan harus bagi diciptakan anak menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan selama mereka bermain. kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri. dasar untuk kemampuan pada tahap yang tahap harus lebih yang mengembangkan pembelajaran kemampuan di usia dini karena itu anak disesuaikan tahap-tahap perkembangan anak. mampu bersosialisasi. disiplin. supaya anak mendapatkan dasar yang kokoh untuk mencapai kemampuan yang lebih tinggi.Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan. Anak pada usia yang sama. perkembangannya tangga anak seni dan sosialnya. Setiap memiliki awal lebih kemampuan berbeda. dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar. untuk mengetahui tahap generik´. kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik. dan berpikir/kognisi.menggunakan benda-benda yang ada disekitarnya. Tahap perkembangan anak Anak tumbuh menjadi lebih besar dan berkembang menjadi lebih pintar dalam aspek fisik. dalam bahasa. mengacu pendidikan dilaksanakan pada secara bertahap dan berulang-ulang anak. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar.. sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. Tugas pendidik adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi. emosi. fokus. dengan yang menuju atas. Kebutuhan khusus setiap anak perkembangan anak dapat dilihat pada ³menu Kemampuan setiap anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungannya. dengan prinsip-prinsip menyeluruh perkembangan yang rangsangan semua aspek bersifat mencakup perkembangan. Mengembangkan kecakapan hidup anak. tahap perkembangan sama tetapi mendapatkan rangsangan lingkungan berbeda .

interaksi sosial. Bantuan yang berlebihan dari orang dewasa akan membatasi . tetapi satu kegiatan mencakup semua aspek. pemahaman diri. dan mengklasifikasi balok pasa saat membereskannya kembali. Contohnya saat anak bermain dengan balok. anak usia empat tahun yang memiliki kesempatan bergerak dengan leluasa akan memiliki kemampuan motorik (gerakan) yang lebih baik dibanding dengan anak usia sama yang sering dilarang melakukan sesuatu. Membangun pengetahuan anak Kecerdasan dirangsang oleh lingkungan. menghitung jumlah balok yang digunakan. membedakan kebutuhan belajar mereka pada aspek motoriknya. Pengembangan potensi jamak Setiap anak memiliki kemampuan jamak (bahasa.akan memilki pengalaman anak usia belajar yang berbeda. bercerita tentang bangunan yang sudah dibuatnya. visual spasial. logika matematika. Pembelajaran pada anak usia dini tidak seperti pembelajaran di sekolah-sekolah yang dibagi permata pelajaran. Untuk membentuk anak cerdas maka anak harus banyak melakukan interaksi dengan lingkungan. sepanjang kegiatannya tidak membahayakan dirinya. alam. Contoh untuk mendapatkan keterampilan hidup. kinestetik. menggunakan sepatu dan hal-hal lain yang dapat dan ingin dilakukannya. dan spiritual). anak dirangsang untuk bercerita tentang gagasan yang akan dibangunnya. menyebutkan bentuk balok yang dipakai. memakai baju dan menentukan baju mana yang diinginkannya. menumbuhkan kepercayaan diri. Karena itu pembelajaran untuk anak usia dini harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak melakukan sendiri dengan menggunakan panca inderanya. dan mungkin pada beberapa aspek lainnya. seni dan musik. karena itu pembelajaran dini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. perbedaan kemampuan gerak kedua anak tersebut. Pengalaman tersebut termasuk juga pengalaman sosial. Contoh. sehingga anak mempunyai banyak pengalaman yang bermanfaat. anak diberi kesempatan sejak kecil untuk melakukan sendiri seperti makan-minum sendiri.

mendengar. dan belajarnya menjadi sia-sia. Selain itu suasana pembelajaran yang menyenangkan. anak dapat membangun jaringan syaraf otak dan memperkuat jaringat yang sudah terjalin. Bermain sama dengan bermain anak belajar melihat. dan itu akan menumbuhkan rasa ketergantungan dan ketidakmandirian anak Anak Belajar dengan baik apabila merasa aman dan nyaman secara fisik dan psikologisnya. keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan. berarti penguatan kemampuan tersebut tidak akan terjadi. merasakan. komukasi mengembangkan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. dan aman selama proses belajar. belajar yang nyaman memberikan kemungkinan anak bermain Suasana aktif. Sebaliknya jika anak dipaksa untuk melakukan sesuatu. meningkatkan kemampuan pemahaman menggunakan tentang alat sesuatu bermain. segala macam benda anak yang ditemukannya. Karena itu penting memberikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak. Contoh. yang dan meningkatkan keterampilan kemampuan bahasa. mencicipi rasa. dan itu sangat baik untuk mencapai kemajuan anak. Fungsi kerja otak besar (otak untuk berpikir) berjalan dengan baik apabila mendapatkan rangsangan yang menyenangkan. dan Dalam perkembangannya.anak untuk mengembangkan kemampuannya. . dengan menggunakan pasir dan cetakan anak dapat merasakan tekstur pasir. menemukan atau Kesemuanya dan itu kesempatan fisiknya. Oleh karena itu sebelum melakukan pembelajaran perlu menarik minat anak terlebih dahulu. tenang. bentuk pasir setelah dicetak. bagi untuk mengembang dengn membangun daya hubungan imajinasi. menyentuh membuka kemampuan lingkungan. Contoh. melihat warna pasir. sehingga anak merasa tertarik dan senang untuk melakukannya. baru. Bagi anak bermain adalah untuk sarana anak untuk pertumbuhan belajar. apabila anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang. memecahkan masalah. Belajar melalui bermain. atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. ia akan melakukannya secara berulang-ulang. maka ia akan menolak untuk melakukannya kembali.

Pengawasan dan perhatian yang tepat dari orang dewasa memberikan perasaan aman dan nyaman. Perhatian. Anak belajar apabila sesuai dengan kemampuan perkembangannya. . kasih sayang. menghitung jumlah kue pasir. bosan. mengenal memberikan dunianya. Juga kesempatan untuk mendapatkan tantangan sehingga dapat mengembangkan keterampilan berikutnya yang lebih sulit. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang lebih rendah dari pada yang dimilikinya. anak cium. raba. untuk kecap. yang lihat. Anak belajar dalam suasana yang menyenangkan.ukuran untuk membuat pasir cetak. Dalam suasana yang menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. berarti ia tidak belajar. budaya setempat. ia akan merasa frustasi karena merasa tidak berhasil. Karena itu anak akan untuk beruntung melatih dan lebih maju apabila baru mendapatkan kesempatan keterampilan yang dikuasainya. pengetahuan Dengan diperlukan anak alat-alat inderanya belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. sosial dan budaya. nilai hidup. Anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya. main imajinasi menggunakan kue pasir dengan temannya untuk pengembangan bahasanya. maka anak tidak tertarik. dan lingkungan akan sosial dimana langsung anak sehingga pengalaman anak terkait dengan kehidupannya. Anak belajar dengan cara berulang Dengan latihan yang berulang-ulang anak memperkuat sambungan syaraf otak. Kesemuanya dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain yang menyenangkan. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang terlalu tinggi di atas kemampuannya. Kepatutan menurut konteks agama. dan tidak mendapatkan pengalaman baru. Segala sesuatu yang anak baru dengar. dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pembelajaran untuk anak usia dini tidak bertentangan dengan ajaran agama.

bahan dan alat main. perhatikan apa yang dilakukan anak sekarang ini. baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus. Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak. Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu. Pengembangan metode ini telah dilakukan lebih dari 25 tahun di Creative Pre School Florida. Untuk mengetahui dimana kemampuan anak saat ini. baik dari segi materi. sehingga semuanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. Early Metode Young ini telah terakreditasi (NAEYC) di sebagai oleh National yang Assosiation Childhood metode direkomendasikan memperoleh dapat diterapkan dari Amerika dimana Serikat. . Kegiatan yang sering dilakukan anak menunjukkan kemampuan yang dikuasai anak. Yang dimaksud saat lingkaran adalah pendidik dan peserta didik duduk melingkar pada saat sebelum dan sesudah kegiatan bermain anak. Indonesia dapat copyright CCCRT penerapannya dilaksanakan secara bertahap dan dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sepanjang tetap memperhatikan prinsipprinsip dasarnya. pendidik dapat memantau perkembangan semua anak didiknya dengan mudah. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. PENDEKATAN BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME (BCCT) Pendekatan Beyond Center and Circles Time (BCCT) atau Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran Metode Sentra dan Saat Lingkaran atau dikatakan metode Beyond Center and Circles Time (BCCT) adalah metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Reserch and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida Amerika Serikat. seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak.Karena itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak.

sehingga dapat dijadikan pijakan bagi pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan anakPenerapannya tidak bersifat kaku. tingkat perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak. sesuai dengan situasi dan kondisi Prinsip Pendekatan BCCT Keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada teori dan pengalaman empiric. Menempatykan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal . dukungan.Pendidik lebih anak berperan sebagai perancang. Namun demikian metode ini memiliki keunggulan.Semua tahapan perkembangan anak telah dirumuskan dengan rinci dan jelas. sehingga rancangan. sesaat. sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian perkembangan anakKegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-pijakan sebelum. dan penilaian disesuaikan dengan potensi. secara bertahap. Keunggulan Pendekatan BCCT diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak Kurikulumnya yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan. dan penilai kegiatan dengan mengkondisikan setiap anak untuk berperan aktif Pembelajarannya bersifat individual. sehingga dapat dijadikan panduan bagi pendidik pemulaMasing-masing anak memperoleh dukungan untuk aktif. tanpa harus takut membuat kesalahanSetiap tahap perkembangan bermain anak sudah dirumuskan secara jelas. melainkan dapat dilakukan setempat. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan. dan sesudah main. B. pendukung. sehingga mendorong kreativitas anak. kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri.Metode Sentra dan Saat Lingkaran merupakan hasil pengemabngan dari metode Montessori. HighScope dan Reggio Emilio.

anak-anak masuk ke kelompok masing- masing dengan dibimbing oleh pendidik yang bersangkutan. pendidik bersama anakanak makan bekal yang dibawanya (tidak dalam posisi istirahat) kegiatan penutup. selama anak berada disentra. anak-anak pulang secara bergiliran pendidik membereskan tempat dan merapikan catatan-catatan dan kelengkapan administrasi. pendidik duduk bersama anak didik dengan membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman setelah main. pendidik memberi waktu yang cukup kepada anak untuk melakukan kegiatan di sentra main yang disiapkan sesuai jadwal hari itu. Standar Operasional Pendekatan BCCT Standar adalah: pendidik Operasional Proses Pembelajaran dengan Pendekatan BCCT menata lingkungan main sebagai pijakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ada pendidik yang bertugas menyambut kedatangan anak dan mempersilahkan untuk bermain bebas dulu. semua anak mengikuti main pembukaan dengan bimbingan pendidik.Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran/pembiasaan antri. untuk mengikuti Mempersyaratkan pelatihan pendidik dan pengelola program sebelum menerapkan metode ini.yang merangsang anak untuk aktif. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran. kreatif dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri. pendidik duduk bersama anak didik membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman sebelum main. pendidik bersama anakanak membereskan peralatan dan tempat main. secara bergilir pendidik memberi pijakan kepada setiap anak. Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah. pendidik melakukan diskusi evaluasi hari ini dan rencana esok hari .

dan kemandirian. Anak pada usia ini harus mendapatkan beragam input yang merangsangnya. Cara ini akan lebih berkesan dalam memori otak anak-anak untuk perkembangan pengetahuannya karena pada usia dini adalah masa-masa perkembangan memori otak sangat pesat. fisik/motorik. Para ahli psikologi berpendapat bahwa masa pendidikan di TK merupakan masa usia emas (golden age). serta emosional dan intelektualnya. Pemberian pendidikan yang tepat pada masa ini berpengaruh sangat signifikan bagi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk dapat berbahasa Indonesia. Usia emas itu datang hanya sekali dan tidak dapat terulang lagi pada fase berikutnya. anak mulai belajar mengembangkan kemampuan bahasa dan sosialnya. Pada fase usia emas ini anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada umumnya dalam proses pendidikan pada anak balita atau usia dini lebih diutamakan pada metode bermain sambil belajar. Ada anak-anak yang bermain dengan patut. Di seluruh dunia anak bermain.Penerapan Sistem Bermain Sambil Belajar. dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup. Bermain bagi anak bagaikan bekerja bagi manusia dewasa. Pada usia ini pula. Pada hakikatnya dua macam metode tersebut sama-sama saling mendukung dalam proses belajar anak didik. namun ada juga yang bermain ³cukup berbahaya´ mereka lakukan sebagai kanak-kanak. kemandirian dan seni sesuai dengan tahap perkembangan anak.TK ANAK CERIA BANJARBARU Dalam penyelenggaraan pendidikan metode pembelajaran ada berbagai metode yang dilakukan oleh para pendidik. perkembangan watak dan moralnya. 2011 by KB . bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikirannya melalui bahasa yang sederhana secara tepat. Peran pendidikanlah untuk mengawal bagaimana permainan dapat menumbuh kembangkan mereka secara patut dan utuh sebagai anak manusia. masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat penting untuk meningkatkan seluruh potensi kecerdasannya. baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya. Pengembangan fisik/motorik . Pengembangan sosial. kognitif. Diantaranya adalah metode belajar sambil bermain ataupun bermain sambil belajar. Belajar Seraya Bermain Posted on February 8. utamanya pengembangan kepribadian dan potensi diri baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama. Pendidikan TK dapat memberi andil bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. Hal ini dilakukan karena metode ini lebih sesuai dengan kondisi anak-anak yang cenderung lebih suka bermain. emosional. Dengan pengembangan moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan yang Maha Esa dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar menjadi warga negara yang baik. bahasa. Demikian juga kemampuan berbahasa. Maka para pendidik memanfaatkan hal ini untuk mendidik mereka dengan cara bermain sambil belajar yaitu disamping mereka bermain mereka sekaligus mengasah ketrampilan dan kemampuan. sosial emosional. Oleh karena itu.

dan kreativitas mereka perlu terus dijaga dan dikembangkan dengan menciptakan lingkungan yang menghargai kreativitas yaitu melalui bermain. menjelaskan bahwa anak adalah anak. Anak dibina dengan berbagai cara agar mereka dapat . sehat dan terampil. serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat. Piaget. Bermain fungsional atau sensorimotor dimaksudkan bahwa anak belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungannya. karena itu metode pembelajaran terhadap anak harus disesuaikan dengan perkembangannya. dan interaksi pedagogis yang mengutamakan sentuhan emosional. sehingga anak-anak dapat bermain dengan gembira. anak bukan manusia dewasa mini. Permainan yang digunakan di TK merupakan permainan yang merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. dihadapkan dengan berbagai jenis bahan bermain yang berbeda yang mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. Erikson. bukan teori akademik. serta mempunyai kemampuan untuk mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir teliti. dan dapat menghargai hasil karya yang kreatif. kegiatan belajar yang efektif pada anak dilakukan melalui cara-cara bermain aktif yang menyenangkan. Vygotsky.untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika anak-anak disediakan kesempatan untuk bergerak secara bebas berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan. yaitu. asal dilakukan dengan cara-cara bermain yang menyenangkan. Masa anak-anak merupakan masa puncak kreativitasnya. dan Freud. bermain fungsional atau sensorimotor. dan bermain konstruktif. pendidikan di TK yang menekankan bermain sambil belajar dapat mendorong anak untuk mengeluarkan semua daya kreativitasnya. menyampaikan paling tidak ada tiga jenis kegiatan bermain yang mendukung pembelajaran anak. Melalui bermain. anak memperoleh dan memproses informasi mengenai hal-hal baru dan berlatih melalui keterampilan yang ada. Anak-anak senantiasa tumbuh dan berkembang. membantu anak mengembangkan kemampuan logika matematik dan pengetahuan akan ruang dan waktu. 2006). baik di dalam maupun di luar ruangan. Bermain merupakan cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak TK sesuai kompetensinya. sedangkan pengembangan seni. Seto Mulyadi (2006) psikolog anak. Bermain disesuaikan dengan perkembangan anak. Seluruh potensi kecerdasan anak akan berkembang optimal apabila disirami suasana penuh kasih sayang dan jauh dari berbagai tindak kekerasan. Pengembangan kognitif bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir anak untuk dapat mengolah perolehan belajarnya. Jenis Kegiatan Bermain Beberapa ahli psikologi anak seperti Rodgers. dapat menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah. Dunia anak adalah dunia bermain. Oleh karena itu. Pada dasarnya anak senang sekali belajar. meningkatkan kemampuan mengontrol gerakan tubuh dan kordinasi. agar anak mampu menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya. Oleh karena itu. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK (Depdiknas. mengembangkan kepekaan. bermain peran. Mereka menampilkan ciri-ciri fisik dan psikologis yang berbeda untuk tiap tahap perkembangannya.

Bahan-bahan seperti kertas dengan tekstur.bermain secara penuh dan diberikan sebanyak mungkin kesempatan untuk menambah macam gerakan dan meningkatkan perkembangan sensorimotor. playdough. atau bahan alam lain. krayon. konsep hubungan kekeluargaan. dan warna yang berbeda. Bermain peran mikro dimaksudkan bahwa anak memainkan peran dengan menggunakan alat bermain berukuran kecil. Anak-anak dapat menggunakan palu dengan paku dan kayu. Misalnya peran sebagai ayah. Bermain konstruktif dilakukan melalui kegiatan bermain untuk membuat bentuk-bentuk tertentu menjadi sebuah karya dengan menggunakan beraneka bahan. penyerapan kosa kata. emosi. (2) ruang yang cukup. nampan cat jari. cat dengan kuas kecil di atas meja. dan fisik yang dibutuhkan Misalnya anak-anak harus memiliki pengalaman harian yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan bahan yang bersifat cair. Sedangkan bermain peran makro. bermain peran. Bermain pembangunan menurut Piaget dapat membantu mengembangkan keterampilan anak dalam rangka keberhasilan sekolahnya dikemudian hari. Menurut Erikson terdapat dua jenis bermain peran. Konsep densitas menekankan pada keanekaragaman kegiatan bermain yang disediakan untuk anak di lingkungannya. pasir. kerja sama kelompok. baik bahan cair. sosial. serta hubungan kerja sama dengan anak lain dan menciptakan karya nyata. yaitu bermain peran mikro dan makro. Dalam kegiatan bermain. pengendalian diri. Bermain peran memungkinkan anak memproyeksikan dirinya ke masa depan dan menciptakan kembali masa lalu. afeksi. atau bermain drama. pura-pura. dan keterampilan kognisi. dan sebagainya. imajinasi. cat. Konsep intensitas menekankan pada jumlah waktu yang dibutuhkan anak untuk berpindah melalui tahap perkembangan kognisi. ibu. Bermain peran ini sangat penting untuk perkembangan kognisi. dan emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun. sosial. anak juga dapat mengekspresikan dirinya dalam mengembangkan bermain sensorimotor. ukuran. antara lain. . puzzle. Melalui bermain pembangunan. maupun bahan terstruktur. fantasi. keterampilan spasial. Misalnya untuk melatih keteramplan pembangunan anak dapat menggunakan cat di papan lukis. sisa-sisa bahan bangunan untuk berlatih keterampilan pembangunan terstruktur. dengan spidol dan krayon. Bermain peran dipandang sebagai sebuah kekuatan yang menjadi dasar perkembangan daya cipta. Bermain peran disebut juga bermain simbolik. Dengan demikian berarti dalam kegiatan bermain harus mempunyai intensitas dan dentitas yang memadai. papan lukis dengan kertas berbagai ukuran dan kuas akan membantu anak sepanjang waktu untuk berkembang melalui tahap awal dari corat-coret menuju ke penciptaan sesuatu yang bermakna dan menuju ke menulis kata dan kemudian kalimat. misalnya orang-orangan kecil yang lagi berjual beli. melukis. (1) cukup waktu untuk bermain. Kegiatan ini harus memperkaya kesempatan pengalaman anak melalui beberapa jenis bermain yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan perkembangan anak. seperti air. mendapatkan kesempatan untuk menggambar. Kualitas pengalaman main peran tergantung pada beberapa faktor. dan anak dalam sebuah rumah tangga. tahapan ingatan. anak secara langsung bermain menjadi tokoh untuk memainkan peranperan tertentu sesuai dengan tema. dikenal adanya konsep intensitas dan dentitas. dan keterampilan awal menulis. dan (3) adanya peralatan untuk mendukung bermacammacam adegan permainan.

serta model berdasarkan berdasarkan area. penataan pengalaman bermain saat bermain. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. maka pengalaman bermain anak seharusnya direncanakan dengan baik. dan diberi bimbingan untuk memenuhi kebutuhan setiap anak sebagaimana yang telah dilakukan dalam model pembelajaran sentra. Guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. Selain itu. pembangunan dan bermain peran. penataan lingkungan yang tepat. peralatan. dimana anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kegiatan pengaman. sedangkan model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan. model kelompok dengan pengaman. dan menggunakan pendekatan tematik. menantang. memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif. misalnya model klasikal. Penataan lingkungan bermain artinya mengelola lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup. hal itu berarti memberi layanan pendidikan kepada anak TK secara optimal. kegiatan pembelajaran harus kreatif. dan sentra. minat dan perkembangan fisik serta psikologis anak. dan sensorimotor. serta mengemas permainan agar tertata kembali. yaitu dukungan penataan lingkungan bermain. memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan. bermain pembangunan. merencanakan intensitas dan densitas pengalaman.Dengan menyediakan beraneka jenis mainan yang tepat bagi anak. memiliki berbagai bahan yang mendukung jenis-jenis permainan. menyenangkan. anak-anak dibagi-bagi menjadi beberapa sudut kegiatan. menyebabkan pembelajaran yang dilaksanakan kurang menekankan kegiatan bermain. Dengan sarana bermain yang sangat terbatas. serta memberi kesempatan yang cukup kepada anak untuk bermain. penataan pengalaman sebelum bermain. Ada beberapa dukungan penataan/pijakan yang dilakukan untuk mencapai mutu pengalaman bermain. Sedangkan penataan pengalaman setelah bermain dimaksudkan mengajak anak untuk mengingat kembali pengalaman bermainnya dan saling menceritakan pengalaman bermain. dan tempat yang memadai. meliputi pemberian waktu kepada anak untuk mengelola dan memperluas pengalaman bermain. . Penataan pengalaman sebelum bermain merupakan kegiatan awal yang dilakukan guru untuk memberi gagasan sebelum anak melakukan kegiatan bermain. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di KB/TK. misalnya anak mendapat kesempatan memilih serangkaian kegiatan bermain setiap hari untuk terlibat dalam bermain peran. interaktif. meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui hubungan teman sebaya. dan juga penataan pengalaman setelah bermain. tetapi lebih bersifat akademik. memperkuat dan memperluas bahasa anak. mengamati dan mendokumentasikan kemajuan bermain anak. dan menata kesempatan main untuk mendukung hubungan sosial yang positif. Penataan pengalaman saat bermain. sensorimotor. Model pembelajaran yang digunakan di KB/TK harus memperhatikan bakat. model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan. mencontohkan komunikasi yang tepat. Model klasikal merupakan model pembelajaran yang paling sederhana yang menganggap anak memiliki kemampuan sama. Model pembelajaran berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman merupakan pola pembelajaran. Selanjutnya agar anak-anak dalam bermain dapat berlangsung lebih efektif. dikenal beberapa model pembelajaran. menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam. inspiratif. dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar.

Demikian juga pada pembelajaran dengan sentra. dan penataan setelah bermain. area pasir dan air. baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya. Sebagai contoh adalah sebuah sekolah KB/TK Anak Ceria yang telah memiliki kurikulum yang telah dikembangkan untuk proses pembelajaran pada anak-anak yang duduk di bangku KB/TK. penataan sebelum bermain. Dengan pengelolaan sarana bermain. . dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar. Selain itu. interaktif. dengan tersedianya banyak area. penataan selama bermain.Penggunaan model ini sudah mulai memperhatikan keberagaman kemampuan dan minat anak. anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. area baca-tulis. dengan menfasilitasi sarana pembelajaran/bermain lebih bervariasi. Dalam implementasinya. proses pembelajaran bukan hanya didukung dengan penyediaan sentra bermain yang beraneka ragam. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. inspiratif. menyenangkan. misalnya area seni. ide. perkembangan watak dan moralnya. dengan memperhatikan bakat. serta mengembangkan kreativitas anak. memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif. area gerak dan musik. karena dunia anak adalah dunia bermain. dan area agama. area balok. model pembelajaran berdasarkan area atau sentra merupakan penyempurnaan dari sebelumnya. Apapun model pembelajaran yang digunakan di KB/TK. guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di KB/TK menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. serta menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam. area bermain peran. karena pada masa ini. bahasa dan sosialnya. menantang. dapat membangkitkan imajinasi. tetapi juga didukung untuk membangun konsep. kegiatan pembelajaran harus kreatif. area memasak. Permainan yang digunakan di KB/TK merupakan permainan yang didisain sedemikian rupa. membiasakan anak berperilaku disiplin dan bertanggungjawab. pengelolaan tersebut dapat memberi kesempatan kepada anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi atau berinteraksi dengan lingkungannya. Kesimpulan Pendidikan yang tepat di TK mempunyai pengaruh sangat signifikan bagi proses tumbuh kembang anak dan mempengaruhi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK yang sangat tepat. area matematika. Pembelajaran yang menggunakan area. membantu anak dalam pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan. serta emosional dan intelektualnya. dan pengetahuan anak dengan pijakan/penataan lingkungan bermain. Cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak KB/TK adalah melalui pembelajaran yang menekankan pada kegiatan bermain. minat dan perkembangan fisik dan psikologis anak. kita dapat menciptakan situasi belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi anak untuk melakukan berbagai kegiatan. sehingga merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. namun yang terpenting harus dikemas dalam konteks bermain yang betul-betul didisain secara matang. yang semuanya disesuaikan dengan kebutuhan anak untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi. dan menggunakan pendekatan tematik. aturan. Kini. area IPA. kegiatan bermain anak dalam rangka efektivitas pembelajaran dapat terpenuhi tentu dengan direncanakan secara matang dan dilaksanakan dengan baik.

Melalui keterpaduan kurikulum dan metode yang digunakan. berkelanjutan dan konsisten dalam pendidikannya seiring dengan perkembangan dan kedewasaan psikologis anak.Kurikulum Kurikulum KB-TK Anak Ceria mengacu pada kurikulum Departemen Pendidikan Nasional terbaru yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk TK dan RA tahun 2009 yang diimplementasikan dalam metode ³Belajar Sambil Bermain´ dengan enam sentra pengembangan melalui pendekatan Beyond Centers Circle Times (BCCT) atau dalam bahasa Indonesianya adalah lebih jauh tentang sentra dan saat lingkaran. kemampuan bernalar. imtaq. menerapkan dua prinsip pendidikan. dalam rangka mengembangkan seluruh potensi kecerdasan anak. menguasai kompetensi menghadapi situasi yang senantiasa berubah. Prinsip-prinsip Filosofi Pendidikan Untuk mewujudkan tujuan pendidikan. b. disiplin dan tanggung jawab. murid. Meletakkan pendidikan pada empat pilar belajar : a. balok. seni dan sentra bahan alam). Sekolah dan guru menggunakan kurikulum ini untuk mengembangkan pembelajaran dan program pengajaran sesuai dengan kebutuhan murid. orang tua dan guru dapat memperoleh kejelasan tentang proses kegiatan dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai murid di sekolah. kesadaran estetik. Learning How to Know : Adalah belajar untuk mengenal cara memahami dan mengkomunikasikan sesuatu yang dipelajari. c. Anak dituntut aktif dan kreatif dalam kegiatan di sentra-sentra. sentra makro dan mikro. Pendekatan ini akan memberikan kelonggaran guru untuk menentukan metoda yang paling tepat dan menantang para siswa untuk mencapai hasil belajar seoptimal mungkin. Kegiatan bermain sambil belajar pada sentra-sentra (sentra persiapan. Anak Ceria menyiapkan system pembelajaran berkesinambungan. Melalui pendekatan kurikulum hingga tahun ke-2. imajinasi. Learning How to Live Together: . keadaan sekolah dan tuntutan kehidupan. d. yaitu: 1. Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Anak Ceria. di mana murid dapat maju secara bertahap. ketangguhan dan profesionalisme. Learning How to Be: Pengembangan potensi diri yang meliputi kemandirian. produktifitas. Learning How to Do: Adalah menumbuhkan kreativitas.

Keterampilan mengelola / managing g. 2. Perubahan ini akan berdampak pada generasi muda yang perlu dipersiapkan untuk belajar terus menerus. Bekerja dalam kelompok / working with groups Kegiatan ini terintegrasi dalam kegiatan bermain sambil belajar terutama dalam kegiatan bermain di sudut pengembangan. Kemampuan keterampilan berkomunikasi / communication c. bahwa kegiatan bermain/permainan adalah kebutuhan yang sangat vital bagi anak. yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepribadian anak dikemudian hari. KB/TK Anak Ceria juga mengembangkan kemampuan leadership murid yang antara lain meliputi : a. METODE ³BERMAIN SAMBIL BELAJAR´ Dengan sarana Bermain Sentra Pengembangan A. Belajar Sepanjang Hayat Pendidikan di era global ini hendaknya memperhatikan kualitas sumber daya manusia. . Karena kualitas SDM akan menentukan kualitas suatu bangsa.Pemahaman hidup selaras. Masyarakat modern ± industrial akan berkembang pesat jika ditunjang dengan sumber daya yang berkualitas. Dan kualitas suatu bangsa akan menentukan keberlangsungan hidup bangsa tersebut yang terus berubah seiring dengan perubahan zaman menuju ke masyarakat-industrial. seimbang nasional maupun internasional dengan menghormati nilai spiritual dan tradisi dalam kebhinekaan. informasi dan teknologi canggih. Anak secara sadar atau tidak sadar akan belajar banyak hal. Sebagaimana telah diuraikan diatas. Kemampuan menerima dan diterima orang lain / getting along with others d. Keterampilan membuat keputusan / making decision f. Kemampuan untuk memahami diri sendiri / self understanding b. Kemampua belajar cara belajar / learning to learn e. Konsep Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama Melalui Aplikasi Ilmu Pengetahuan Dan Tehnologi. Pengembangan Kemampuan Leadership Disamping kedua prinsip pendidikan seperti tersebut di atas. Metode pembelajaran tersebut adalah: ³Bermain Sambil Belajar Dengan Sarana Bermain Enam Sentra Pengembangan Integrasi Pendidikan Agama Melalui Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi´.

Dengan Moving Class system. berbahasa. berketrampilan dan mengapresiasi seni baik seni musik.Sentra Main dan Peran Allah SWT 4. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki teman bicara dan berdiskusi dalam rangka pengembangan bahasa dan aspek perkembangan lainnya. kegiatan belajar mengajar dikelola oleh seorang guru yang menguasai bidang pengembangan tertentu. pengenalan surat-surat pendek. Satu kelompok belajar terdiri max 15 anak. Dengan pola dan media permainan yang beragam dan lebih variatif akan memotivasi kreativitas anak berkembang lebih optimal. yaitu: 1.Dalam setiap kegiatan sentra bermain. pengenalan huruf Al Qur¶an serta pembacaan cerita. yang meliputi: do¶a sehari-hari.Sentra Bahan Alam Karunia Allah SWT Hal ini untuk memudahkan guru dalam pencapaian tujuan dan target pengembangan yang telah ditentukan/direncanakan seoptimal mungkin. Hal ini . Dalam pelaksanaannya.Sentra Ibadah Karunia Allah SWT 3. Guru terbagi dalam dua kategori tugas. yaitu: Guru kelompok bertugas mengumpulkan data/hasil perkembangan anak setiap harinya dari setiap sudut pengembangan dan melaporkannya kepada orang tua murid. Guru sentra menangani semua kelompok secara bergiliran. Kegiatan pengembangan dilaksanakan dalam sentra-sentra pengembangan yang dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu.Sentra Kreatifitas dan Seni Karunia Allah SWT 6.Sentra Persiapan Karunia Allah SWT 2.Sentra Balok Karunia Allah SWT 5. pembahasan tema. berdaya cipta. anak harus bermain bersama untuk setiap jenis permainan minimal dua orang. Pemanfaatan sudut pengembangan tidak mutlak seluruhnya harus digunakan. Bertugas mengatur dan menfasilitasi kegiatan pembelajaran dan bertanggung jawab pada sudutnya masing-masing. kegiatan bermain dilakukan dengan cara berpindah ruang atau sudut sesuai dengan jadwal perputaran sudut yang telah ditetapkan. tari maupun suara serta dalam berkegiatan bermain serta berinteraksi sosial anak sehari-hari. pengenalan huruf dan angka. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kejenuhan anak dalam bermain dan belajar. Bertanggungjawab dalam kegiatan materi pagi. Metode pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keimanan. ketaqwaan dan akhlakul karimah dalam berdaya pikir.Metode ³Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama melalui Ilmu Pengetahuan dan tehnologi´ tersebut adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara bermain yang terintegrasi Pendidikan Agama melalui aplikasi ilmu pengetahuan dan tehnologi.

Perkembangan Sosial dan Emosional Sebagai makhluk sosial. agar tidak terjadi perbenturan waktu bermain sehingga anak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seluruh kegiatan bermain di semua sudut dalam hari-hari sekolahnya. dan sebagainya. duduk dikelas. Dengan kemampuantersebut anak akan merasa lebih percaya diri. stabil. berkomunikasi. Bermain aktif juga mendorongpemaknaan akan suatu konsep secara personal. Di samping itu. dan mematuhi aturan-aturan sosial. dan keterampilan yang dianggap relevan dengan kondisi dan keadaanmereka (Formberg. Perputaran ini diatur secara bergiliran antar kelompok sesuai dengan kelompok usia. 2002). & Reifel. Wortham. mampu mengkoordinasikangerakan yang merupakan modal dasar contohnya dalam kegiatan olah raga. 2001). menulis. bermain dengan teman sebaya atau orang lainjuga dapat memperkaya kosa kata dan keterampilan berkomunikasi anak. ide. Dengan demikian. mereka meningkatkankemampuan perencanaan. Melalui kegiatanbermain anak dapat mengembangkan keterampilan sosial yang dibutuhkan dalamberinteraksi seperti menunggu giliran. Dalam bermain bebas anak dapat mengembangkankreativitasnya dan mencoba berbagai alternatif solusi untuk memecahkan masalahyang mereka hadapi dalam permainan. danpemecahan masalah yang merupakan keterampilan penting dalam kehidupan nyata(Ginsburg. B. Perkembangan fisik Karena bermain seringkali melibatkan aktivitas fisik.maka sangat erat kaitannya dengan perkembangan kemampuan motorik kasar. Yang terpenting bahwa dalam setiap kegiatan bermain harus terintegrasi pendidikan agama dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan tehnologi. manusia memiliki kebutuhan dasaruntuk merasa menjadi bagian dari kelompok dan belajar untuk berfungsi dalamsuatu kelompok dengan komposisi dan peranan yang berbeda-beda. berpikir logis.Perputaran Sentra Perputaran sudut adalah perputaran ruang bermain anak. Manfaat Bermain bagi Tumbuh Kembang Anak Perkembangankognitif Bermain bukan hanya merupakan cara unik anak untukbelajar mengenai dunianya. motorik halus.tergantung pada situasi dan kondisi yang ada. Selain itu. 2001). mengembangkanpengetahuan dan memperdalam pemahaman mereka melalui siklus belajar yangberulang-ulang (Frost. mengungkapkan perasaan dan keinginansecara adaptif. dan skema tubuh ( Frost.Kegiatan belajar berbasis permainan juga memberikankesempatan pada anak untuk mempelajari berbagai keterampilan sertamengembangkan perasaan kompeten dan percaya diri.bermain dengan orang lain juga memberikan kesempatan bagi anak . Wortham. memahami hubungan sebab-akibat. 2007). & Reifel. tetapi juga cara mereka untuk belajar tentang dirisendiri dan bagaimana mereka menempatkan diri dalam dunianya. Anak akan lebih mudah mengingatsituasi.

boneka. memahami sudut pandang dankebutuhan orang lain. saling berbagi. Permainan fungsional Melaluipermainan fungsional bayi dan anak dapat mencari tahu apa saja yang dapatdilakukan suatu objek atau hal-hal yang dapat mereka lakukan terhadap objektersebut. Disamping itu.belajar bekerja sama. Permainan Konstruktif Sekitar usia empat tahun kegiatan bermain fungsional cenderung berkurang. dan puzzle semakin banyak dimainkan oleh anak. Permainan Imaginatif Permainan imaginatif atau bermain peran dapat meningkatkan kemampuan sosial. Objek yang dapat dimanipulasi seperti lilin. boneka yangkeluar ketika kotak dibuka. Orang tua juga dapat mengembangkan permainan anak agar mendapat informasiyang lebih kaya. Kemudian menginjak usia tiga tahun. atau membentuk lilin.dan bunyi dapat menstimulasi panca indera anak.dan bahasa anak. mengatur emosi dan mengendalikan diri. tempat. Meskipun .untukmenyesuaikan tindakan mereka dengan orang lain. tekstur . Permainan konstruktif merupakan sarana yang sangat baik untuk mengembangkan keterampilan motorikhalus dan koordinasi matagerakan tangan pada anak. Dari kegiatan ini anak mempelajari dampak darigerakan atau tindakan mereka terhadap lingkungan sekitarnya. permainan peran juga membantu anak untuk mengatasi ketakutan dan masalah yang ia hadapi karena seringkali hal tersebut direfleksikan dalam permainan. dan memecahkan masalah. Anak berusia 12 ± 18 bulan menyukai mainan yang bereaksi terhadaptindakan mereka seperti mengeluarkan bunyi ketika tombol ditekan. mengeksplorasi peran atau menirukan kegiatan orang-orang di sekitarnya. Seiring dengan perkembangannya anak mulai mampu untuk membuat atau menghasilkan sesuatu eperti gambar. Munculnya jenis permainan ini menandakan berkembangnya kemampuan untuk berpikir simbolis dan juga sangat penting untuk perkembangan bahasa dimana anak menggunakan lebih banyak kosakata dan mampu menyusun sebuah cerita yang berkesinambungan. Jenis-jenisPermainan Sensorimotor dan practice play Sejakdini. Anak dapat mengembangkan kreativitasnya melalui improvisasi peran. balok. sebagian besar mainan bersifat fungsional. serta berbagi¶kekuasaan¶. bentuk. bayi menggunakan panca inderanya untuk mengekplorasi lingkungan dandunianya. membangun balok.cat. dan ide dengan teman bermain (Creasy. Jenis mainan yang kaya akan warna. & Berk. Jarvis. emosional. Mereka melatih keterampilan motorik melalui gerakan repetitif sepertimenggapai dan menggenggam. Peran Orangtua dalam Kegiatan Bermain Anak Besarnya implikasi bermain dalam setiap aspek perkembangan anak tidak terlepas dari keterlibatan orang tua atau pengasuh salah satunya dengan menyediakan fasilitas atau tempat yang aman bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungannya dengan bebas.1998).

Kegiatan ini dapat dilakukan secara perorangan maupun berkelompok. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan. ( oleh P. Begitu akrabnya kegiatan bermain ini dengan keseharian kita.terlibat dalam permainan anak. Namun. seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal. belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. yang memiliki tujuan tertentu dan tidak harus menimbulkan kesenangan. drama. sehingga kita kerap menganggapnya sebagai kegiatan biasa saja. Hal ini senada dengan pendapat Piaget yang menjelaskan bahwa bermain terdiri atas tanggapan yang diulang semata untuk kesenangan fungsional.Psi klinis Anak RS. benarkah demikian? Bermain versus bekerja Bermain adalah kegiatan yang dilakukan semata-mata untuk menimbulkan kesenangan. berpikir secara lebih fleksibel dan mampu meregulasi emosinya. sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. Saat ini. Jenis permainan. olah raga. sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. Tidak ada yang istimewa. bergantung pada keingingan serta kesepakatan yang dibuat oleh para peserta. seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal. agar kemampuannya untuk memecahkan masalah meningkat secarabertahap. Ketika bermain dengan anak orangtua juga dapat menantang anak dengan memberikan hambatan atau masalah-masalah sederhana.PELNI telah disampaikan pada acara symposium 25April 2009 ) Arti Bermain Bagi Anak Saat ini. orangtua sebaiknya tetap membebaskan anak untuk menggunakan imaginasi dan kreativitasnya dengan tidak terlalu direktif dan mengatur jalannya permainan atau justru terlalu¶memberikan kemudahkan¶ pada anak sehingga kemampuannya dalam memecahkan masalah tidak terasah. Bermain adalah kegiatan yang sangat dekat dengan dunia anak. olah raga. jumlah peserta serta lamanya waktu yang dialokasikan untuk bermain. Pengertian ini membedakan antara bermain dengan bekerja.L. drama. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan. contohnya dalam bermain peran. GENI M. .

Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan. misalnya jadwal belajar anak. Sebab kita sama-sama mengetahui bahwa terlalu mengekang anak. maka akan terjadi koordinasi gerakan otot. Perkembangan fisik Ketika seorang anak bermain. misalnya bermain permainan tradisional ³gobak sodor´ atau galah asin. Penyaluran bagi energi emosional yang terpendam Sering kali. Hurlock. 2. salah seorang pakar perkembangan anak. Para orang tua dapat memperbaiki kondisi ini dengan terus membangun komunikasi yang terbuka dengan anakanaknya. Ketegangan ini berkurang ketika anak bermain. Seorang anak. sama buruknya dengan memberikan kebebasan yang tanpa batas.Bermain dan perkembangan anak Sesungguhnya bermain memberi manfaat yang besar bagi perkembangan anak. Dengan demikian permainan dapat berlangsung berdasarkan kesepakatan-kesepakatan yang dibuat para peserta. yang mustahil mereka wujudkan dalam kehidupan nyata. namun sering kali bisa diwujudkan melalui kegiatan bermain. bermain juga berfungsi untuk menyalurkan energi yang berlebihan pada anak. Selain itu. mendengarkan keluhan-keluhan mereka. setidaknya ada 11 manfaat dari kegiatan bermain bagi anak. sering kali membuat anak merasa terkekang. yang bila terus terpendam akan membuat anak tegang. bisa menjadi siapapun yang ia inginkan ketika bermain. termasuk pembatasan lingkungan atas perilaku mereka. menuliskan dalam buku Child Development. 5. gelisah dan mudah tersinggung. melalui penyampaian pesan yang efektif dan dimengerti antar peserta bermain. Ia mampu mewujudkan keinginannya menjadi seorang dokter. seorang anak berhadapan dengan kenyataan-kenyataan yang tidak menyenangkan. anak pun perlu diberikan kesempatan cukup untuk beristirahat pada waktu yang telah disepakati bersama. bukan menceramahi. 3. Elizabeth B. Ada begitu banyak keingingan dan kebutuhan anak yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain. Namun saya hanya akan menguraikan 9 di antaranya. maka kondisi ini akan terus membebani sang anak. yaitu: 1. terutama otot-otot tungkai dan otototot gerakan bola mata. Jika tidak ada komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. Selain itu. Sumber belajar . Mereka belajar mengungkapkan ide-ide serta memberikan pemahaman pada teman-teman sepermainannya tentang aturan dan teknis permainan yang akan dilakukan. Aturan-aturan ketat yang mesti ditaati di rumah. tentara maupun seorang pemimpin pasukan perang. 4. yang secara tidak sadar menimbulkan ketegangan dalam dirinya. Dorongan berkomunikasi Seorang anak memiliki kesempatan berlatih berkomunikasi melalui sebuah permainan. Sehingga otot-otot ini terlatih dan berkembang dengan baik. Melalui bermain anak menyalurkan beban emosionalnya secara menyenangkan. Mereka dapat berbagi cerita dengan teman-teman bermainnya untuk tujuan ini.

yaitu kesenangan serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini. 2003) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu . Ide-ide spontan yang dikemukakan oleh seorang anak. Ketika anak-anak bermain. Bersosialisasi dengan teman-teman sebaya merupakan hal penting yang perlu dilakukan oleh anak. Dalam suatu pembelajaran peran guru bukan semata-mata memberikan informasi. Mereka belajar tentang arti bekerja sama. Hal ini menjadi faktor pendorong yang sehat dalam pengembangan diri seorang anak. Ia akan berusaha meningkatkan kemampuannya. yang tidak selalu mereka peroleh di institusi pendidikan formal. menyenangkannya sebuah kemenangan maupun kesedihan ketika mengalami kekalahan. Hal ini dapat difasilitasi oleh para orang tua dengan cara memasukkan unsur pengetahuan populer dalam permainan anak. Perkembangan wawasan diri. dan jika kemudian diterima oleh teman sepermainannya.Melalui bermain. Tidak jarang timbul beberapa masalah ketika anak-anak bermain. Kegiatan bermain menjadikan proses bersosialisai tersebut terbangun dengan cara yang wajar dan menyenangkan. seorang anak dapat mengetahui kemampuan teman-teman sepermainannya. Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini Pembelajaran untuk anak usia dini memegang peranan yang sangat penting bagi pembentukan kemampuan dan sikap belajar pada tahap yang lebih lanjut. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Mohammad Ali (2007) bahwa pembelajaran adalah upaya yang dilakukan guru dalam merekayasa lingkungan agar terjadi belajar pada individu siswa. 6. sportivitas. Konsep pembelajaran menurut Corey (Sagala. 8. kemudian membandingkannya dengan kemampuan yang ia miliki. Melalui bermain. seorang anak dapat mempelajari banyak hal. Di sini mereka belajar untuk mengembangkan daya kreativitas dan imajinasinya. Pada saat seperti inilah mereka biasanya mencoba melakukan sebuah variasi permainan. Belajar bersosialisasi. 7. Rangsangan bagi kreativitas. Mereka belajar untuk menghadapi dan memecahkan persoalan yang timbul dalam sebuah permainan secara bersama-sama. Hal ini memungkinkan terbangunnya konsep diri yang lebih jelas dan pasti. kian semakin bertambah pengetahuan dan pengalaman baru yang mereka terima. akan menimbulkan adanya rasa penghargaan dari lingkungan serta menjadi motivasi munculnya ide-ide kreatif lainnya. Permainan pun akan kembali terasa menyenagkan. jika ternyata ia jauh tertinggal dibandingkan teman-teman sepermainannya. mereka kerap merasakan adanya kejenuhan ataupun rasa bosan. Bermain sambil belajar akan memberikan dua manfaat sekaligus pada anak. melainkan juga mengarahkan dan memberi fasilitas belajar (directing and facilitating the learning) agar proses belajar lebih memadai. Semakin beragam media permainan serta banyaknya variasi kegiatan.

menilai. baik secara fisik maupun mental. belajar bagaimana melakukan (learning how to do). Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Sagala. pelatih. Definisi tersebut menunjukan bahwa pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku dalam diri individunya. mendorong. keluaran dan pengaruh kegiatan pembelajaran. pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. materi pembelajaran. Fungsi-fungsi pembelajaran ini dilakukan oleh dan menjadi tanggung jawab pendidik yaitu guru. menggembirakan. pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. dan mengembangkan. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 menyatakan bahwa. Sejalan dengan perkembangan anak usia dini. Definisi pembelajaran tersebut mengandung berbagai fungsi seperti membantu. Oleh sebab itu maka pembelajaran yang direncanakan dan dilaksanakan dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain. pamong belajar. belajar bagaimana berfikir (learning how to think). dan kegiatan pembelajaran yang mencakup metode dan media pembelajaran. menumbuhkan. Selanjutnya Sudjana menjelaskan bahwa pembelajaran adalah fungsi pendidik untuk membelajarkan peserta didik terhadap materi pelajaran untuk mencapai hasil belajar yang menimbulkan pengaruh belajar. peserta didik. merawat. maka pembelajaran perlu menekankan keempat aspek tersebut di atas. Pembelajaran disusun sehingga menyenangkan. membentuk. Surya (2004) menyatakan bahwa. membimbing. 2003). sehingga peserta didik dapat melakukan perubahan dalam dirinya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang merupakan bagian dari tujuan pendidikan. memelihara. Anak tidak hanya duduk tenang mendengarkan ceramah gurunya. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mencakup kegiatan belajar dan mengajar. dan demokratis agar menarik anak untuk terlibat dalam setiap kegiatan pembelajaran. untuk membuat siswa belajar secara aktif. dan umpan balik evaluasi pembelajaran. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Kegiatan pembelajaran dilakukan berdasarkan rencana yang terorganisir secara sistematis yang mencakup tujuan pembelajaran.dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. proses. pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar . . tetapi mereka aktif berinteraksi dengan berbagai benda dan orang lain di lingkungannya. dan belajar bagaimana bekerja sama dan hidup bersama (learning how to live together). meluruskan. melatih. Pengertian pembelajaran di atas. mengandung makna yang menggambarkan interaksi dinamis antar unsur-unsur yang terlibat dalam pembelajaran yaitu pendidik. evaluasi pembelajaran. materi. Suatu rencana pembelajaran dan pelaksanaannya perlu memperhatikan hal-hal yang terkait dengan belajar bagaimana belajar (learning to learn). Pembelajaran menurut Sudjana (2000) adalah upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar.

Konvergensi. . Pendidik dapat memberikan pengaruh. Oleh sebab peranan pendidik sangat besar maka aliran ini disebut juga optimisme. Mengingat pendidikan tidak mempunyai peran maka aliran ini disebut juga pesimisme sebab pendidik merasa pesimis tidak dapat mempengaruhi anak didik karena faktor yang penting adalah faktor bakat. maka menurut Santoso ada tiga cara pendekatan yang dapat dilakukan oleh pendidik sesuai dengan situasi. dan demokratis. Tokoh aliran ini adalah William Stern (Amerika). Setiap permainan yang diberikan harus diberi muatan pendidikan sehingga anak dapat belajar. Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu kompetensi substansi materi pembelajaran dan kompetensi metodologi pembelajaran. Kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak didesain untuk memungkinkan anak belajar. Hal ini dikenal dengan nama teori tabularasa. Menurut Santoso (2002) ada tiga aliran pokok dalam pendidikan yang dapat digunakan untuk mendidik anak yaitu: 1. dan (4) variabel produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. (2) variabel konteks (context variables) berupa peserta didik. tetapi sifatnya lugas dan terencana.Menurut Dunkin dan Biddle (Sagala. Untuk itu guru di Taman Kanak-kanak harus kreatif melihat potensi lingkungan dan mendesain kegiatan pembelajaran yang menyenangkan anak. aliran ini mengatakan bahwa proses pembentukan pribadi anak ditentukan oleh bakat yang dimiliki anak sejak lahir. (2) Permisive. Dengan demikian bakat atau pembawaan menentukan perkembangan anak. yaitu lebih banyak . 2003) proses pembelajaran atau pengajaran kelas (classroom teaching) berada pada empat variabel instruksi yaitu (1) varibel pertanda (presage variables) berupa pendidik. aliran ini berpendapat bahwa proses pembentukan pribadi anak ditentukan oleh pengaruh lingkungan. tegas. merdeka. 2. Aliran konvergensi ini merupakan perpaduan antara aliran nativisme dan empirisme. Aliran ini dipelopori oleh John Locke (Inggris). bimbingan. Nativisme. Tokoh aliran ini adalah Schopenhauer. tingkat kematangan dan etika. 3. Bakat dan lingkungan keduanya penting dalam perkembangan anak dalam membentuk pribadinya. lingkunganlah yang mempengaruhinya. artinya memilih suatu pendekatan harus disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. yaitu cara mendidik yang bersifat keras. usia. Setiap kegiatan harus mencerminkan jiwa bermain. (3) variabel proses (process variables) berupa interaksi peserta didik dengan pendidik. Empirisme. tujuan. dan harus dilakukan oleh anak setelah diperintah oleh pendidik. Pendekatan pembelajaran tentu tidak kaku harus menggunakan pendekatan tertentu. yaitu senang. pengalaman. Ketiga pendekatan tersebut adalah (1) Otoriter. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan peserta didik dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu (Sagala. Anak yang baru lahir ibarat kertas putih. 2003). volunter. arahan atau aktivitas kepada anak didik. aliran ini berpendirian bahwa terbentuknya kepribadian anak tergantung dari faktor bakat dan juga faktor lingkungan. dan masyarakat. sekolah. Dengan mengetahui tiga aliran di atas.

melakukan penjelajahan (eksplorasi). c. f. dan memperoleh bekal keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya. 5) Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individual. Belajar melalui bermain. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi (penjajakan). Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan anak usia dini. memperoleh penemuan untuk selanjutnya anak dapat menggunakannya. yaitu memberikan kesempatan pada anak untuk menampilkan kreativitasnya. Adapun pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran bagi anak usia dini menurut Direktorat PADU (2002: 5) adalah sebagai berikut: a. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar. . h. Model pembelajaran terpadu yang beranjak dari tema yang menarik anak (center of interest) dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak. e. menemukan. Lingkungan harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan. tetapi dengan penuh bimbingan pendidik. b. Lingkungan yang kondusif. Sebagaimana kita ketahui bahwa pembelajaran bagi anak usia dini berbeda dengan pembelajaran lainnya sehingga pendekatan yang digunakan dalam mendidik mereka pun disesuaikan dengan kondisi perkembangan anak. Kreatif dan inovatif. dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. (3) Demokratis. dimulai dari membangun kesadaran. dan media yang menarik agar mudah diikuti oleh anak. materi/bahan. Menggunakan pembelajaran terpadu. 4) Minat anak dan keingintahuannya memotivasi belajarnya. Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak untuk mendapatkan layanan pendidikan. berbuat dan berkreasi. kesehatan dan gizi yang dilaksanakan secara integratif dan holistik. metode. dan menemukan hal-hal baru. memotivasi anak untuk berpikir kritis. d. mampu bersosialisasi. Mengembangkan keterampilan hidup. Berorientasi pada kebutuhan anak. Pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak. membangkitkan rasa ingin tahu anak. 3) Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan teman sebayanya. dan memanfaatkan benda-benda di sekitarnya.memberikan kebebasan pada anak untuk bertindak. 2) Siklus belajar anak selalu berulang. Proses kreatif dan inovatif dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan menarik. Ciri-ciri pembelajaran ini adalah: 1) Anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tenteram secara psikologis. Mengembangkan keterampilan hidup melalui pembiasaanpembiasaan agar mampu menolong diri sendiri (mandiri). disiplin. Media dan sumber belajar dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan. dengan menggunakan strategi. g.

Kedua. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. Keempat. Sesuai dengan tuntutan dunia karakteristik anak yang berbeda dengan orang dewasa. sosial-emosional (duduk rapi dan menolong diri sendiri). sesuai dengan karakteristik anak yang lazimnya aktif dan punya kemampuan untuk berkreasi. Keenam. Menurut Solehuddin (2000) pemahaman dan penguasaan metode pembelajaran anak merupakan hal yang mutlak diperlukan oleh guru prasekolah: Pertama. dan moral (berdoa sebelum dan sesudah makan). adanya variasi individual anak menuntut guru merancang dan menyediakan sejumlah alternatif kegiatan guna memberi kesempatan pada anak untuk memilih kegiatan yang diminati. diantaranya seperti yang dikemukakan oleh Moeslichatoen (2004) yaitu: metode bermain. penerapan bermain sebagai sarana belajar di TK merupakan hal yang perlu diprioritaskan.6) Anak belajar dengan cara dari sederhana ke rumit. cara pembelajaran bersifat fleksibel dan tidak terstruktur. (2) kegiatan pembelajaran dibangun berdasarkan pengalaman dan minat anak. metode pembelajaran bagi anak usia prasekolah adalah yang berpusat pada anak. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak akan memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan kebiasaan berperilaku positif yangendukung pengembangan berbagai potensi dan kemampuan anak. Kelima. guru perlu menyiapkan suatu metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak. terutama melalui projek atau pusat-pusat belajar. Anak diberi kesempatan yang luas untuk berbuat aktif baik secara fisik maupun mental. Contoh: ketika anak melakukan kegiatan makan. cara pembelajaran anak usia prasekolah hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berinteraksi baik dengan guru maupun dengan teman-teman sebayanya. metode . daya pikir (membandingkan makan sedikit dengan banyak). 2. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran adalah suatu cara atau prosedur yang ditempuh pendidik dalam mengelola pembelajaran yang efektif dan efesien. Metode pembelajaran berhubungan dengan teknik-teknik yang digunakan dalam menyajikan pembelajaran. dari konkrit ke abstrak. dan (6) bersifat fleksibel. Pada saat anak melakukan suatu kegiatan. (3) mendorong terjadinya komunikasi serta belajar secara bersama dan individual. motorik halus (memegang sendok dan menyuap makanan ke mulut). dan dari keakuan ke rasa sosial. (4) mendorong anak untuk berani mengambil resiko dan belajar dari kesalahan. kemampuan yang dikembangkan antara lain bahasa (mengenal kosa kata tentang jenis sayuran dan peralatan makan). maka cara pembelajaran terpadu dipandang cocok untuk diterapkan bagi anak prasekaloh. i. (5) memperhatikan variasi perkembangan anak. dari gerakan ke verbal. Stimulasi terpadu. anak dapat mengembangkan beberapa aspek pengembangan sekaligus. anak pada dasarnya belajar dalam situasi yang holistik. Ketiga. Lebih lanjut Solehuddin (2000) mengemukakan beberapa prinsip dasar pembelajaran bagi anak usia prasekolah yang perlu diterapkan oleh para guru yaitu: (1) anak secara aktif terlibat dalam melakukan sesuatu atau bermain dalam suatu situasi yang menyenangkan.

Bermain peran Bermain peran adalah permainan yang dilakukan untuk memerankan tokoh-tokoh. Cerita tersebut akan lebih bermanfaat jika dilaksanakan sesuai dengan minat. kemampuan dan kebutuhan anak. Dengan bermain peran. metode proyek. kemudian ditirukan anak-anak. sawah. Dengan bernyanyi anak dapat terbawa kepada situasi emosional seperti sedih dan gembira. metode bercerita. e. Pemberian Tugas Pemberian tugas merupakan metode yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang telah dipersiapkan sehingga anak dapat mengalami secara nyata dan melaksanakan tugas secara tuntas. Selain itu. Kegiatan tersebut dilakukan di luar ruangan terutama untuk melihat. benda-benda. pantai. metode bercakap-cakap. Hal ini dapat diwujudkan antara lain melalui darmawisata ke pasar. b. Tugas dapat diberikan secara berkelompok ataupun individual. Melalui cerita daya imajinasi anak dapat ditingkatkan. Bercerita Bercerita adalah menceritakan atau membacakan cerita yang mengandung nilai-nilai pendidikan. dan metode pemberian tugas. mengalami langsung berbagai keadaan atau peristiwa di lingkungannya. menurut Direktorat PADU tahun 2001 Pembelajaran pada anak usia dini dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya: a. Bercerita dapat disertai gambar maupun dalam bentuk lainnya seperti panggung boneka. Cerita sebaiknya diberikan secara menarik dan membuka kesempatan bagi anak untuk bertanya dan memberikan tanggapan setelah cerita selesai. Peragaan/demonstrasi ini sesuai untuk melatih keterampilan dan cara-cara yang memerlukan contoh yang benar. dan peran-peran tertentu sekitar anak. mendengar. Peragaan/Demonstrasi Peragaan/demonstrasi adalah kegiatan dimana tenaga pendidik/guru memberikan contoh terlebih dahulu. Bermain peran merupakan kegiatan menirukan perbuatan orang lain di sekitarnya. . merasakan. c. f. kebiasaan dan kesukaan anak untuk meniru akan tersalurkan serta dapat mengembangkan daya khayal (imajinasi) dan penghayatan terhadap bahan kegiatan yang dilaksanakan. metode demonstrasi. Bernyanyi Bernyanyi adalah kegiatan dalam melagukan pesan-pesan yang mengandung unsur pendidikan. d. Berdarmawisata Darmawisata adalah kunjungan secara langsung ke obyek-obyek yang sesuai dengan bahan kegiatan yang sedang dibahas di lingkungan kehidupan anak.karyawisata. Bernyanyi juga dapat menumbuhkan rasa estetika. kebun. dan lainnya.

c. budi pekerti. kemandirian. dalam penggunaan metode pembelajaran pada pendidikan anak usia dini hendaknya memperhatikan sembilan kemampuan belajar anak yang tertuang dalam Acuan Menu Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini (Depdiknas. j. menganalisis data dan bermain dengan benda-benda. yang umumnya berhubungan dengan pengembangan kepribadian anak seperti emosi. pengembangan bahasa.g. membangun kembali. Metode Pembiasaan Merupakan kegiatan yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan untuk melatih anak agar memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu. Dalam memilih dan menggunakan metode di Taman Kanak-kanak guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut. atau antara anak dengan guru. Kecerdasan linguistik (linguistic intelligence) yang dapat berkembang bila dirangsang melalui berbicara. 2002: 11) sebagai berikut: a. hidup bermasyarakat. Karakteristik tujuan adalah pengembangan kreativitas. Selain itu. pengembangan emosi. Latihan diberikan sesuai dengan langkah-langkah secara berurutan. penyesuaian diri. h. Metode Bercakap-cakap Suatu cara bercakap-cakap dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan anak. menggambar. pengembangan motorik. dan bercerita b. seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. Metode Proyek/Pengamatan Metode proyek adalah metode yang memberikan kesempatan pada anak untuk menggunakan alam sekitar dan atau kegiatan sehari-hari anak sebagai bahan pembahasan melalui berbagai kegiatan. dan menemukan hubungan-hubungan baru. Dalam pengembangan kreativitas anak. Kecerdasan logika-matematik (logico-mathematical-intelligence) yang dapat dirangsang melalui kegiatan menghitung. membaca. i. metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. melukis. membuat pertanyaan yang membantu memecahkan. Kecerdasan visual-spasial (visual-spatial intelligence) yaitu kemampuan ruang yang dapat dirangsang melalui bermain balok-balok dan bentuk-bentuk geometri melengkapi puzzle. pengembangan nilai. mendengarkan. Latihan Latihan adalah kegiatan melatih anak untuk menguasai khususnya kemampuan psikomotorik yang menuntut koordinasi antara otot-otot dengan mata dan otak. berdiskusi. Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. memikirkan kembali. menonton film maupun bermain dengan daya khayal (imajinasi) . disiplin. menulis. dan lain sebagainya. atau pengembangan sikap dan nilai. membedakan bentuk.

banjir. Kecerdasan kinestetik (bodiliy/kinesthetic intelligence) yang dapat dirangsang melalui gerakan tarian. bekerjasama. dan terutama gerakan tubuh. termasuk mengamati fenomena alam seperti hujan. percaya diri. termasuk control diri dan disiplin i. e. birama. Dapat dirangsang melalui penanaman nilai-nilai moral dan agama. dan memecahkan masalah serta menyelesaikan konflik. bermain peran.d. Kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence) yaitu kemampuan memahami diri sendiri yang dapat dirangsang melalui pengembangan konsep diri. Kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence) yaitu kemampuan untuk melakukan hubungan antar manusia (berkawan) yang dapat dirangsang melalui bermain teman. mengenal diri sendiri. Kecerdasan musikal (musical/rhythmic intelligence) yang dapat dirangsang melalui irama. h. Kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) yaitu kemampuan mengenal dan mencintai ciptaan Tuhan. harga diri. Dapat dirangsang melalui pengamatan lingkungan. angin. Kecerdasan naturalis (naturalist intelligence) yaitu mencintai keindahan alam. panas dingin. olahraga. berbagai bunyi dan bertepuk tangan. memelihara binatang. . pelangi. nada. bercocok tanam. bulan matahari. g. f. siang malam.