MOTIVASI

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.[1] Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.[2] Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat. Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi.[2] Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.[2]

Tips Memberi Pujian

Pujian adalah motivator eksternal. Tujuan mendisiplin adalah membangkitkan motivasi internal. Karenanya, memberi pujian tidak semudah membuka mulut. Cara memuji yang tepat, agar buah hati Anda membangun motivasi internal: 1. Puji perilaku anak, bukan si anak. Pujian seperti ³anak baik´, akan disalah artikan oleh anak. Bagi anak, pujian ³anak baik´ terasa berat, karena bila ia tidak berperilaku baik, ia anak jelek. Pujilah secara spesifik, ³Hari ini kamu bangun tidur tidak nangis. Bagus itu.´ Pujian ini membuat anak akan mengulangi perilakunya. Besok kalau bangun tidur tidak usah menangis, apalagi berteriak-teriak memanggil bunda. Pujian ini mengirim pesan pada anak, ia diperhatikan. 2. Gunakan pujian untuk perilaku yang ingin Anda ubah. Misalnya berhenti merengek. Ketika anak bisa tidak merengek, beri dia pujian; ³Kamu tidak merengek. Bagus. Kamu sekarang punya mulut yang bagus untuk ngomong dengan baik.´ 3. Puji anak dengan tulus. Pujian kehilangan kekuatannya bila Anda bertepuk tangan untuk perilaku yang biasa. Misalnya, anak bisa makan sendiri di usia 3 tahun adalah wajar. Anda tak harus bertepuk tangan karena itu. Bila anak bertanggung jawab atas perbuatannya, misalnya menyapu ceceran gula yang ditumpahkannya, Anda boleh memujinya dengan tulus; ³Bagus, kamu bertanggung jawab pada perbuatanmu.´ Atau, di usia 3 tahun anak Anda berhasil makan tanpa berantakan, Anda boleh memujinya; ³Kamu pintar, makan tidak berantakan.´ 4. Gunakan standar yang nyata, misalnya ³Kamu akan lebih bagus pakai pita kuning itu daripada yang ungu karena bajumu ada warna kuningnya.´ Bukannya, ³Pita kuning akan membuatmu lebih cantik. Kalau pakai pita ungu itu kamu jadi nggak cantik.´ Dijamin, anak selamanya akan menghindari warna ungu karena merasa tidak cantik dengan warna itu. 5. Puji anak untuk sesuatu yang harus dia lakukan, bukan sesuatu yang dia suka lakukan. Misalnya, memberesi mainan sudah seharusnya dia lakukan. Bila anak mau melakukannya, beri pujian; ³Bagus, kamu bertanggung jawab pada mainanmu.´ 6. Pakailah seni memuji. Biasakan anak untuk merasa nyaman memuji orang lain dan dipuji. Misalnya, ³Ih, kamu ganteng lho.´ Atau, ³Cantiknya kamu pakai baju princess itu.´ Anak-anak dengan harga diri yang lemah sulit menerima pujian dan memuji orang lain. Bahasa tubuh dan kontak mata saat Anda mengucapkan pujian ini memperkuat ucapan Anda. Pastikan Anda tulus mengucapkannya. Bila Anda mendengar anak-anak saling memuji, pujilah diri Anda sendiri karena berhasil memberi contoh. 7. Hindari memberi pujian dengan maksud tersembunyi. Misalnya, Anda membelikan baju untuk si kecil tanpa persetujuannya dan dia tak suka memakainya. Hindari memuji dengan harapan ia mau memakai baju pilihan Anda. ³Kamu pasti cantik dengan baju ini.´ Pujian Anda akan terdengar tidak tulus. 8. Pujian untuk membentuk perilaku yang baik, tidak untuk membandingkan dengan anak lain. ³Kamu pintar lho, lebih pintar dari si X di umur kamu sekarang.´ Pujian ini mendorong anak untuk bersaing secara tidak sehat. Kalau pujian dimaksudkan untuk membandingkan, bandingkan anak dengan dirinya sendiri. ³Sekarang banyak yang sudah kamu bisa. Apa-apa bisa sendiri. Semakin besar, kamu akan tambah lagi kepintaranmu.´ Pujian yang salah 1. Bila Anda memuji anak karena kemampuannya:
y

Anak akan fokus pada yang 'tampak bagus', bukan pada proses belajarnya.

y

y

Anak yang dipuji karena kemampuannya cenderung menghindari tantangan. Ia akan memilih hal-hal yang mudah dilakukan karena hasilnya akan segera tampak dan mendapat pujian. ‡Anak yang dipuji karena kemampuannya akan melihat kegagalan sebagai kebodohan. Anak yang dipuji karena usahanya akan termotivasi mencoba sesuatu yang baru dan menantang.

2. Bila Anda memuji anak karena kecerdasannya:
y

Anak melihat kegagalannya sama dengan kecerdasan yang rendah.

3. Pujian yang berlebihan:
y y y y y y

Sama dengan kritik pedas yang belebihan, menghasilkan kepribadian narsistis. Memberi pesan pada anak bahwa ketaatan dan perilaku baik adalah pilihan, boleh dilakukan boleh tidak. Menumbuhkan rasa overconfident, merasa bisa melakukan apa saja. Tidak realistis menilai diri sendiri. Sombong, merasa diri paling hebat. Kecanduan pujian, mengharapkan pujian setiap saat. Anak gelisah saat Anda tidak memuji karena anak tidak memperoleh sesuatu yang bisa membuatnya merasa nyaman.

4. Diberikan pada perilaku yang salah, memotivasi anak untuk berperilaku salah. 5. Untuk membandingkan dengan anak lain. ³Pintar. Kamu lebih pintar dari si X lho.´
PENGERTIAN MOTIVASI Motif berasal dari bahasa Latin movere yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya to move . Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif juga membantu kita membuat prediksi tentang perilaku. Jika kita menyimpulkan motif dari contoh perilaku seseorang, dan jika kesimpulan kita itu benar, kita ada dalam posisi yang baik untuk membuat prediksi tentang apa yang akan dilakukan orang di masa yang akan datang. Seseorang yang memiliki dorongan yang kuat untuk menyakiti orang lain, akan menunjukan kekejaman dalam banyak situasi yang berbeda, seseorang yang cenderung memiliki motif berteman akan mencari teman itu dalam banyak situasi. Jadi, ketika motif tidak memberitahu kita apa yang sebenarnya terjadi, mereka memberi kita suatu gagasan/ ide tentang serangkaian halhal yang ingin dilakukan seseorang. Seseorang dengan suatu kebutuhan untuk berprestasi akan bekerja keras di sekolah, di bisnis, dalam permainan, dan dalam banyak situasi. Motif adalah keadaan umum yang membuat kita dapat memprediksi perilaku dalam banyak situasi yang berbeda. Motif tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan factor- factor lain, baik factor eksternal (contohnya seperti, mahasiswa yang rajin belajar agar dapat cepat lulus dengan IPK yang baik), maupun factor internal (contohnya seperti, rasa lapar ingin makan, rasa haus ingin minum). Hal tersebut menunjukan bahwa perilaku itu didorong dan diarahkan ke tujuan. Biasanya individu yang menunjukan perilaku yang ingin mencapai suatu tujuan tersebut biasanya cenderung untuk menetap. Suatu istilah yang menunjuk ke kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan perilaku yang tetap ke arah tujuan tertentu disebut motivasi . Menurut Walgito, motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong

perilaku ke arah tujuan. Menurut walgito motivasi mengandung 3 (tiga) aspek, yaitu : a. Keadaan yang mendorong dan kesiapan bergerak dalam diri individu yang timbul karena kebutuhan jasmani, keadaan lingkungan, dan keadaan mental. b. Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan tersebut. c. Sasaran dan tujuan yang dikejar oleh perilaku tersebut. Sedangkan menurut Plotnik, motivasi mengacu pada berbagai factor fisiologi dan psikologi yang menyebabkan seseorang melakukan aktivitas dengan cara yang spesifik pada waktu tertentu. Seseorang yang termotivasi menunjukan 3 (tiga) cirri sebagai berikut : a. Anda terdorong berbuat atau melaksanakan sesuatu kegiatan. b. Anda langsung mengarahkan energy anda untuk mencapai suatu tujuan tertentu. c. Anda mempunyai intensitas perasaan- perasaan yang berbeda tentang pencapaian tujuan itu. B. TEORI TENTANG MOTIVASI Teori motivasi berupaya untuk memberi serangkaian prinsip- prinsip untuk memberikan petunjuk pemahaman kita tentang dorongan, keinginan, kebutuhan, usaha, dan tujuan yang datang dari motivasi. a. Teori Drive Teori drive bisa diuraikan sebagai teori- teori dorongan tentang motivasi , perilaku didorong ke arah tujuan oleh keadaan- keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang. Secara umum teori drive mengatakan hal berikut, ketika suatu kedaaan dorongan internal muncul, individu didorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan mengarah ke tujuan yang mengurangi intensitas keadaan yang mendorong, pada manusia dapat mencapai tujuan yang memadai yang mengurangi keadaan dorongan apabila dapat menyenangkan atau memuaskan. b. Teori- teori Insentif Teori Insentif justru merupakan teori kebalikan dari teori drive, teori insentif adalah teori- teori dorongan tentang motivasi, karena cirri- cirri tertentu yang dimiliki, objek tujuan mendorong perilaku ke arah tujuan tersebut. Objek- objek tujuan yang memotivasi perilaku dikenal sebagai insentif. Satu bagian penting dari banyak teori insentif adalah bahwa individu- individu mengharapkan kesenangan dari pencapaian dari apa yang mereka sebut insentif positive dan dari penginderaan dari apa yang disebut insentif negative. Ide dasar dibelakang teori insentif motivation adalah bahwa cirri stimulus dari tujuan kadang dapat memicu suatu perilaku motivasi. c. Teori Oponen Proses Dasar dari teori ini adalah pengamatan bahwa banyak keadaan emosi- emosi diikuti oleh keadaan yang bertentangan atau berlawanan. Teori ini memberikan suatu cara berfikir tentang dasar dari beberapa motif yang dipelajari. Seperti contoh, pecandu heroin memerlukan suatu kebutuhan obat untuk tetap mempertahankan keadaan yang tidak menyenangkan bila berhenti. Dapat disimpulkan bahwa beberapa orang memerlukan suatu kebutuhan untuk sensasi supaya mendapat pengalaman setelah bahaya lewat. d. Teori Tingkat optimal Teori ini mungkin dapat disebut just right theory (teori yang baik- baik saja). Individu dimotivasi untuk berperilaku dalam suatu cara untuk mencapai tingkat dorongan (arousal) yang optimal. Maksudnya, jika dorongan itu terlalu rendah, seseorang akan mencari situasi atau stimulus yang menaikan dorongan itu, namun jika dorongan itu terlalu tinggi perilaku akan diarahkan ke arah penurunan dorongan sehingga akan mendapat hasil tingkat yang optimal.

Haus dimunculkan dan kita akan minum untuk membasahi sel. dan volume darah telah menurun.sel dan mengembalikan volume darah ke tingkat normal. Motif sebagai Inferensi Motif tidak dapat diamati secara langsung. EKSPLANASI. Motivasi lapar dan makan diaktifkan bukan hanya oleh factor. MOTIF SEBAGAI INFERENSI. Tingkat air dalam tubuh dipelihara oleh kejadian fisiologis dalam beberapa hormone yaitu hormone antidiuretic (ADH). Perilaku tersebut dapat didorong oleh motivasi yang tidak disadari (unconscious motivation).tanda dab bau makanan yang lezat dapat mengarahkan meskipun keadaan kebutuhan internal tidak ada. D. yang mengatur penghilangan air melalui ginjal. tanda. Jadi. osmoreseptor (bagian dalam/depan dari hypothalamus yang menghasilkan impulsimpuls syaraf ketika mengalami dehidrasi). yang merupakan konsep utama dalam teori psikoanalisis.factor stimulus memainkan peran yang sangat besar dalam memprakarsai minum. Kita tidak harus sadar akan motivasi kita. Keadaan motif biologis ditimbulkan oleh hilangnya keseimbangan dan perilaku yang di motivasi didorong oleh hemeostatis yang tidak seimbang membantu memulihkan kondisi seimbang. Karenanya para psikolog kepribadian dan klinis memberi tekanan begitu besar pada motivasi. PREDIKTOR a. Motivasi Seksual Motivasi seksual adalah social karena motivasi ini melibatkan oranglain. Sumber motivasi lapar adalah kontrak otot perut yang menjadi signal untuk perasaan lapar dan juga hypothalamus yaitu merupakan bagian dari otak yang secara kritis terlibat dalam motivasi lapar dan dalam sejumlah motif biologis lain. b. Motivasi Biologis Motivasi biologis secara luas adalah berakar dari fisiologis dari tubuh. oranglain dapat menyimpulkan tentang motivasi kita walaupun kita sendiri tidak menyadarinya.JENIS MOTIVASI a. Apabila seseorang dapat menyimpulkan dengan benar motif seseorang maka ia dapat memprediksikan perilakunya di masa yang akan datang. c. Bagaimana kedua mekanisme itu bekerja yang akan menghasilkan keringat. Seks dalam psikologi . Tubuh memiliki seperangkat proses hemeostatis internal yang kompleks untuk mengatur tingkat cairan dan perilaku minum. Motivasi Haus Factor. Motif sebagai Prediktor Motif juga berfungsi untuk membantu melakukan prediksi tentang perilaku. tubuh kehilangan air. Orang yang mengenal motivasi dapat menjelaskan mengapa anda berperilaku dengan cara tertentu. Kebanyakan penjelasan yang kita berikan setiap hari berkaitan dengan motivasi.factor internal saja. Motif sebagai Eksplanasi Motif juga bisa berfungsi sebagai alat untuk melakukan penjelasan (explanation) mengenai perilaku.C.depletion hypothesis. JENIS. Motivasi Lapar proses biologis yang menopang hidup memperoleh energy mereka dan substansi kimia dari makanan. Cellular dehydration dan hypovolemia menyumbang pada haus dan minum disebut double. Motif seseorang dapat diketahui dari apa yang dikatakan dan apa yang dilakukannya. dapat dimengerti bahwa lapar adalah motif proses primer yang diperlukan untuk hidup. tetapi tidak dapat diketahui atau disimpulkan (inferenced) dari perilaku.

mengendalikan atau memerintah orang lain. Seks mempunyai ciri yang terangkai sebagai bagian dari dorongan biologis. Menurt Mc Clelland terdapat 3 (tiga) jenis motif social. setidaknya pada binatang tingkat tinggi. Jadi seseorang yang melakukan aktivitas seperti halnya aktivitas . Sebaliknya orang yang kebutuhan afisiasinya rendah segan untuk mencari teman. Orang yang mempunyai kebutuhan ini akan meningatkan kinerjanya. Kebutuhan Berfaliasi Afiliasi menunjukan bahwa seseorang mempunyai kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain. wajah. atau kebutuhan yang kompleks. dan dengan demikian akan terlihat kemampuan berprestasinya.dipercayai sebagai bagian yang penting dari kehidupan emosi kita. 2011 >Motivasi berasal dari bahasa Inggeris yaitu motivasion artinya dorongan. seks dapat menimbulkan kenikmatan intens. 1984: 33). gaya. yang merupakan sumber dari banyak tindakan manusia. kecuali bahwa seks diperlukan untuk kelangsungan hidup spesies itu. motivasi seksual mungkin lebih dipengaruhi oleh informasi pancaindera dari lingkungan. Kedua. Ketiga. Motif Sosial Motif social adalah keadaan motif yang kompleks. suara. perilaku seksual tidak ditimbulkan oleh kurangnya zat. akan mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang n-achievment nya rendah. sebab dan daya penggerak. Orang yang kuat kebutuhan afiliasinya akan selalu mencari teman. Motif adalah ³keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk beraktivitas gun amencapai suatu tujuan yang diharapkan ³(Suryabrata. Kebutuhan Akan Kekuasaan Kebutuhan ini timbul dan berkembang dalam interaksi social. Penelitian menunjukan bahwa orang yang mempunyai n-achievement tinggi. dan tidak cenderung membina dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. Pengertian Motivasi Oleh : Deni Arisandi Pada: March 16th. yang pertama bahwa seks bukan diperlukan untuk mempertahankan hidup individu.zat tertentu dalam tubuh. yaitu : Kebutuhan Berprestasi Kebutuhan ini merupakan motif social yang dipelajari secara mendetail. Kata kerjanya adalah to motive yang berarti mendorong. Dengan demikian dpat dikatakan bahwa untuk memprediksikan kinerja seseorang perlu diketahui dulu n-achievementnya. Disebut social karena dipelajari dalam kelompok dan biasanya melibatkan orang lain. b. Manusia yang secara hormonal siap digetarkan secara seksual oleh perkataan oranglain. tetapi juga dapat memberi kita penderitaan yang dalam dan menyebabkan kita terlibat dalam berbagai keputusan sulit. Motivasi merupakan salah satu faktor psikologis yang sangat mempengaruhi dalam melakukan suatu aktivitas. dan berusaha mempertahankan hubungan yang telah dibina dengan orang lain tersebut. Orang yang mempunyai power needs tinggi suka melakukan control. Dengan kata lain kebanyakan perilaku seksual dihidupkan oleh stimulus yang bertindak sebagai intensif atau penguat. pengalasan dan motivasi. cara berpakaian dan wewangian orang lain. Hal serupa cmengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu untuk tujuan teetentu pula.

1981: 31) sebagai berikut : tertarik pada guru artinya tidak membenci atau acuh.. masyarakat dan pemerintah. Ada beberapa ciri anak yang memilki motivasi belajar tinggi hal ini dapat diketahui melalui proses belajar di kelas. motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi ekstrinsik. ingin identitas dirinya diketahui orang lain.belajar supaya behasil dengan tujuan yang ingin dicapainya perlu memperhatikan dan selalu mengembangkan motivasi dalam dirinya. merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan proses belajar. sedangkan motivasi intrinsik ialah motivasi yang berasl dari dalam diri tampa adanya ransangan dari luar. berusaha memperoleh hasil yang maksimal. terutama digunakan untuk menyebut motif-motif dasar. yaitu ³faktor instrinsik dan ekstrinsik´. 2) satu dorongan (drive). tidak cepat berputus asa jika menghadapi suatu masalah dan bekerja. kebiasan dan moralnya selalu dalam kontrol dan selalu mengingat dan mengulang pelajarannya. Secara garis besar. Menurut Prayitno (1989: 10) ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brown (Tirtahardja. Pendidikan anak diawali dari pendidikan keluarga yang merupakan lembaga . Hal seperti di atas dapat ditanamkan pada diri anak . Motivasi belajar memegang peranan yang penting dalam memberikan gairah. Sebaliknya seseorang yang melakukan . y Pengertian Motif Motif adalah 1)kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force) sehingga motif sama dengan motivasi. selalu bergabung dengan kelompok belajar di kelas. Motif adalah dorongan. memusatkan perhatian. y Pengembangan Motivasi Dalam proses belajar perlu diperhatikan apa yang dapat mendorong anak agar dapat belajar dengan baik dan memiliki motivasi berpikir.. y Peranan Keluarga dalam perkembangan anak Pendidikan anak perlu mendapat perhatian dari keluarga. sedang motivasi . karena dengan adanya motivasi maka seseorang akan lebih bersemangat. sehingga tujuan dan harapan dapat terkabulkan.. Anak yang memilki motifasi yang tinggi dalam belajar sedikit yang tertinggal belajarnya dan sedikit pulamelakukan kesalahan dalam belajarnya.. tertarik pada mata pelajaran mempunyai antusias tinggi. Tulisan yg berhubungan dg Pengertian Motivasi y Fungsi Motivasi Pentingnya motivasi bagi seseorang dalam melakukan sesuatu tidak dapat dipungkiri lagi. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga memiliki kemauan yang tinggi serta energi yang banyak untuk belajar. sehingga motif berbeda dengan motivasi.. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar diri..

Misalnya.. gaya pembelajaran. Keluarga yang sehat. Selepas berumur 7 tahun... 1995: 61) yang menyatakan bahwa : Keluarga adalah merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Ini juga bermakna bahawa kanak-kanak mesti berada pada tahap yang betul sebelum mereka bersedia mempelajari sesuatu. gambar. warna dan bentuk tetapi tidak bersedia untuk belajar perkaraperkara abstrak seperti tatabahasa dan sebagainya. hal ini diperrtegas oleh Sutjipto Wirodjojo (Slamet. Apakah kepekaan mereka yang paling utama? Adakah mereka sukakan gambar-gambar atau membaca? Jika demikian. Cara terbaik pembelajaran seseorang kanak-kanak itu bergantung kepada banyak faktor: umur. Daripada umur 2 sehingga 7 tahun kanak-kanak akan mula membina kebolehan untuk mencari sebab dan berfikir. Ia diharap dapat membantu anda memilih aktiviti dan kaedah yang paling sesuai untuk pembelajaran anak-anak anda. y Cara memotivasi anak untuk belajar di lingkungan keluarga Cara orang tua dalam mendidik anaknya sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar anaknya. y Ini bermakna. Sebahagian kanak-kanak suka mendengar kepada penerangan dan membaca dengan kuat. Pendahuluan Anak anda adalah salah seorang daripada berjuta kanak-kanak di dunia yang memiliki sifat unik yang membezakannya dengan kanak-kanak yang lain. besar . dan personalitinya. kanak-kanak yang lebih kecil bersedia untuk belajar konsep nombor.. kanak-kanak biasanya akan menjadi kurang selfcentred dan boleh melihat di luar daripada dirinya. peta dan gambarajah sebagai sebahagian daripada bahan pembelajaran mereka. Sebagai lembaga pendidikan yang utama dan pertama maka keluarga merupakan peletak dasar atau pundamen bagi . Kanak-kanak Melalui Peringkat Pembelajaran yang Berbeza y y Seorang bayi belajar mengenal dunia dengan memberikan reaksi terhadap input yang dirasai melalui derianya. Pelajar jenis apakah anak-anak anda? y Adalah penting untuk anda mengambil tahu dan memahami bagaimana anakanak anda dapat belajar dengan cara yang lebih baik atau dengan cara yang ia paling suka. kebanyakan kanak-kanak boleh mula menaakul dan menguji idea-ideanya mengenai dunia. anda bolehlah menggalakkan anak-anak anda menggunakan lukisan. Sehingga mencapai umur 12 tahun. Anda boleh menggunakan pembacaan cerita untuk menggalakkan y . bagi kanak-kanak kecil kita perlu untuk 'personalise' dan memberikan contoh-contoh yang mempunyai kaitan dengan diri mereka sementara kanakkanak yang lebih berumur memerlukan bantuan dalam membangunkan kepekaan diri terhadap dunia di sekeliling mereka.pendidikan yang utama dan pertama. namun ia masih bepusat kepada dirinya sendiri (self-centred). Artikel ini akan menerangkan tentang beberapa gaya pembelajaran kanak-kanak untuk anda baca dan kemudian membuat penilaian terhadap anak anda.

mempunyai kosakata yang baik dan boleh membaca dengan baik. keadaan yang lebih senyap dan tenang untuknya mempelajari sesuatu bahasa. oleh Apakah jenis interaksi yang disukai anak anda? y Terdapat sebahagian kanak-kanak mudah mesra. Mereka belajar dengan cara mendengar dan memerhati apa yang berlaku. Jika anak anda jenis yang mudah mesra.y y y pembelajaran bagi kanak-kanak jenis ini. dia biasanya akan gemar untuk membaca cerita mengenai bolasepak walaupun tahap bahan cerita itu sukar sedikit. pembelajaran perlulah dalam keadaan yang seronok dan tidak memberikan tekanan (stressfree). Untuk kanak-kanak seperti ini. Anda boleh menggunakan permainan (game) untuk menggalakkan mereka bergerak. mampu bersosial dengan baik dan boleh belajar sesuatu bahasa dengan cepat kerana mereka hendak berkomunikasi. permainan seperti 'word games'. Galakkan anak anda untuk menuruti kehendak dan minatnya sendiri. Kebanyakan kanak-kanak memang seronok belajar melalui nyanyian dan lagu. minat dan motivasi akan membolehkan kanak-kanak mengatasi masalah kesukaran untuk belajar membaca bahan bahasa Inggeris itu. Kanak-kanak jenis ini tidak suka melakukan kesilapan dan tidak akan memulakan sesuatu perkara atau tindakan sehinggalah mereka mendapat kepastian. jika anak anda meminati bolasepak. Jadi. Dalam banyak keadaan. ia lebih perlukan privasi. belajar secara berkumpulan dengan kanak-kanak lain mungkin lebih baik baginya. Kanak-kanak jenis ini tidak takut untuk membuat kesilapan. 'reading and writing puzzles'. y y Terdapat sebahagian kanak-kanak lebih pendiam dan lebih reflektif. y Memotivasikan Anak Anda y Untuk mewujudkan motivasi dalam diri seseorang kanak-kanak. 'crosswords' dan carian perkataan sesuai digunakan untuk menggalakkan mereka belajar. Salah satu cara yang anda boleh lakukan ialah dengan membacakan cerita dalam bahasa Inggeris ketika ia hendak tidur. Sementara bagi anak yang jenis pendiam. Adakah anak-anak anda suka untuk menyentuh benda dan bergerak bebas? Ada sebahagian kanak-kanak yang kelihatan sangat bertenaga dan lincah. pembacaan cerita atau mungkin dengan kaedah menari bersama mereka! Jika anak anda seorang yang pendiam. dapatkanlah buku tentang bolasepak dalam bahasa Inggeris. penyelesaian masalah (problem-solving). . meletakkan benda-benda mengikut sususan atau kategori dan juga permainan komputer (computer games) menyediakan peluang pembelajaran yang ideal. aktiviti seperti permainan teka-teki 'word puzzles'. Sebagai contoh. Terdapat kanak-kanak yang memerlukan penerangan yang terang dan jelas mengenai peraturan (rules) dan corak (patterns) dan dalam masa yang sama mereka ini baik dalam menguasai matematik.

y . Dengan memberikan pujian dan galakan. pastikan anda berhenti sebentar untuk rehat ataupun tukar kepada aktiviti yang lain apabila anak anda dilihat mula bosan atau menunjukkan kenakalannya. video dan DVD. ataupun membuat gerakerja tertentu menggunakan buku atau kertas. Jangan menyentuh setiap satu kesilapan tatabahasa. Mengadakan rutin yang tetap untuk sesuatu kerja rumah (homework) juga adalah penting. galakkan anak anda menggunakan bahasa Inggeris untuk berkomunikasi. Membuat silap adalah suatu perkara yang lumrah apabila belajar bahasa Inggeris. sebarang jenis permainan (game) terutamanya permainan komputer dapat memotivasikan seseorang kanak-kanak. tajuk atau set perkataan. jangan gusar untuk mengulang bahan yang anak anda gunakan untuk belajar bahasa Inggeris berkali-kali. anak anda akan tahu bahawa apa yang ia lakukan itu betul dan baik dan biarkan mereka tahu perkara tersebut. sewaktu anda membuat aktiviti dengan anak anda. Lagu dan muzik bahasa Inggeris. Jadi. Biarkan mereka mengulang sesuatu aktiviti. Oleh yang demikian. Jangan banyak sangat mengkritik anak anda apabila mereka membuat silap.y Cubalah anda sediakan pelbagai aktiviti menarik untuk anak-anak anda belajar bahasa Inggeris. Rutin dan Pengulangan y Kanak-kanak perlu mengulangi sesuatu bahasa sebanyak yang mungkin agar bahasa tersebut dapat 'melekat' padanya. Membetulkan Kesilapan Anak Anda y Kanak-kanak akan memberikan maklumbalas yang baik jika diberikan galakan dan pujian. misalnya menggunakan flash card. Berapa lama anak anda boleh memberikan tumpuan? y Kanak-kanak biasanya hanya mampu memberikan tumpuan untuk jangkamasa yang pendek. Sebaliknya. Kanakkanak biasanya suka untuk mengulang lagu atau cerita yang sama kerana pengulangan mampu memberikan mereka rasa keyakinan. Anda boleh menyemak apa yang mereka perlu lakukan untuk 'homework' dan tetapkan masa untuk anak anda lakukan setiap hari. rancangan TV dalam bahasa Inggeris untuk kanak-kanak.

.

.

Anak bersifat aktif dan enerjik. Karakteristik cara belajar anak merupakan fenomena yang harus dipahami dan dijadikan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran untuk anak usia dini. 7. 3. Adapun karakterisktik cara belajar anak menurut Masitoh dkk. Anak bersifat unik. Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. Karakteristik Cara Belajar Anak Usia Dini Anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang dewasa dalam berperilaku. 2009: 7).12 ± 1.. B. menarik. serta Kellough (dalam Masitoh dkk. Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. 10. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono. khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple. Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya. dan fungsional. Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. (2009: 6.9 ± 6. .13) sebagai berikut. 8. 4. Anak belajar secara alamiah. 2005: 1. bermakna. Hakikat Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14). Anak umumnya kaya dengan fantasi. 4. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age).STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK ANAK USIA DINI A. Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini. Brener. Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial. Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman. 6. Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak. Anak belajar paling baik jika apa yang dipelajarinya mempertimbangkan keseluruhan aspek pengembangan. Anak belajar melalui bermain. Anak memiliki daya perhatian yang pendek. Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. Anak mengekspresikan perilakunya secara relative spontan. 11. 12. Anak masih mudah frustrasi. 1. 5. Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. 3. Dengan demikian dalam hal belajar anak juga memiliki karakteristik yang tidak sama pula dengan orang dewasa. 9.12) adalah : 1. 2. Anak itu egosentris. 2.

2005: 3. Hasil belajar anak menjadi lebih baik jika kegiatan belajar dilakukan dengan teman sebayanya. bermain. Selain berorientasi pada usia dan individu yang tepat.12). Belajar. c. 1.3). mengevaluasi kegiatan. 2005: 133). karakteristik anak dan cara belajarnya. Dalam belajar. dan memenuhi harapan anak. yaitu : 1) berorientasi pada usia yang tepat. pada dasarnya adalah pengembangan kurikulum secara konkret berupa seperangkat rencana yang berisi sejumlah pengalaman belajar melalui bermain yang diberikan pada anak usia dini berdasarkan potensi dan tugas perkembangan yang harus dikuasainya dalam rangka pencapaian kompetensi yang harus dimiliki oleh anak. faktor budaya yang melingkupinya. pola kegiatan (Masitoh dkk. Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor penting. berinteraksi. menurut Sujiono dan Sujiono (Yuliani Nurani Sujiono. 2005: 6. bermain. Anak belajar dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan. senang. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan mengacu pada tiga hal penting. 2. Pembelajaran untuk anak usia dini diwujudkan sedemikian rupa sehingga dapat membuat anak aktif. Ada bermacam-macam strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru Taman Kanak-kanak. serta e. Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran sebagai segala usaha guru dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Masitoh dkk. artinya pembelajaran harus diminati. 20056. kemampuan yang diharapkan dapat dicapai.3). Jenis-jenis Strategi Pembelajaran di Taman Kanak-kanak .. karakteristik tujuan pembelajaran. Manusia merupakan makhluk individu. pembelajaran berorientasi perkembangan harus mempertimbangkan konteks sosial budaya anak.C.. serta kegiatan belajar tersebut menantang untuk dilakukan anak di usia tersebut. Karakteristik Pembelajaran untuk Anak Usia Dini Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini. 2) berorientasi pada individu yang tepat. guru hendaknya melihat anak dalam konteks keluarga. tema pembelajaran. d. D. tempat berlangsungnya kegiatan belajar. 2009: 138). b. yaitu: a. dan bernyanyi Pembelajaran untuk anak usia dini menggunakan prinsip belajar. Atas dasar pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa pembelajaran untuk anak usia dini memiliki karakteristik sebagai berikut. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan harus sesuai dengan tingkat usia anak.. dan 3) berorientasi pada konteks social budaya (Masitoh dkk. Anak-anak belajar melalui interaksi dengan alat-alat permainan dan perlengkapan serta manusia. E. Untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang bermakna. anak menggunakan seluruh alat inderanya. masyarakat. Perbedaan individual juga harus manjadi pertimbangan guru dalam merancang. menerapkan. dan bernyanyi (Slamet Suyanto. bebas memilih.

yaitu : tahap merencanakan. Rasional strategi pembelajaran melalui bermain Bermain merupakan kebutuhan anak. Strategi Pembelajaran Melalui Bermain a. bermain. dst. Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh inderanya. Bermain merupakan aktivitas yang menyatu dengan dunia anak. Anak juga merupakan makhluk yang aktif. Guru. Sintaks pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak terdiri dari 3 tahap utama. Anak memilih bahan-bahan dan memutuskan apa yang akan dikerjakan. c. misalnya. mereka kemudian diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya secara langsung. dan tahap review. e) peralatan menggambar. Anak menggunakan otot kasarnya. anak kemudian dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dipilih. c) alat-alat transportasi. menyediakan alat-alat bermain yang terdiri dari : a) balok-balok kayu. y y y y y y Prakarsa kegiatan tumbuh dari anak. atau memecahkan masalah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan bermain akan mengalami suatu proses yang menarahkan pada perkembangan kemampuan manusiawinya. kognitif. social. 1) Tahap merencanakan (planning time) Pada tahap ini guru member kesempatan kepada anak-anak untuk merencanakan kegiatan yang akan dilakukannya.5 ± 8. afektif. 3) Review / recall Setelah anak-anak selesai melakukan aktivitasnya. Pada tahap ini anak mulai bekerja. b) model buah-buahan. Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung dengan objek. yang di dalamnya terkandung bermacammacam fungsi seperti pengembangan kemampuan fisik motorik.. 2. Atas dasar fakta tersebut maka dikembangkan strategi pembelajaran berdasarkan: 1) pendekatan perkembangan dan 2) pendekatan belajar aktif. b. Pendekatan yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak Anak merupakan individu yang sedang tumbuh dan berkembang. 2) Tahap bekerja (work time) Setelah memilih kegiatan yang akan dilakukannya.1. Anak mentransformasi dan menggabungkan bahan-bahan. Karakteristik pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut (Masitoh dkk. Guru mendampingi siswa. d) buku-buku cerita. Pada tahap ini guru berusaha agar ana-anak mengungkapkan perasaannya dengan tepat. dan f) macam-macam boneka. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Anak a. tahap bekerja.6). memberikan dkungan dan siap memberikan bimbingan jika anak membutuhkan. 2005: 8. .

6) mengidentifikasi manfaat cerita bagi anak TK. (2) guru menyampaikan aturan-aturan yang harus diikuti dalam kegiatan bermain. Pembelajaran dengan bercerita memberikan memberikan pengalaman belajar untuk mendengarkan. bendera kecil. d) menekankan petingnya kerja sama. . peserta permainan mulai melakukan tugasnya masing-masing. Guru dapat memanfaatkan kegiatan bercerita untuk menanamkan nilainilai positif pada anak. dsb. Kegiatan bercerita juga memberikan sejumlah pengetahuan social. c) menunjukkan aspek-aspek penting dalam bekerja secara kelompok. c) setelah kegiatan selesai setiap anak menata kembali bahan dan peralatan permainannya.. nilainilai moral dan keagamaan. b) menghubungkan pengalaman anak dalam bermain yang baru saja dilakukan dengan pengalaman lain.. (2005: 10. 1) Tahap prabermain Tahap prabermain terdiri dari dua macam kegiatan persiapan : kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain dan kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan. membuat. dan tahap penutup. misalnya membuat istana. 3. 3) Tahap penutup Tahap penutup dari strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari kegiatan-kegiatan : a) menarik perhatian dan membangkitkan minat anak tentang aspek-aspek penting dalam membangun sesuatu. tahap bermain. a) Kegiatan penyiapan siswa terdiri dari : (1) guru menyampaikan tujuan kegiatan bermain kepada para siswa. b) dengan bimbingan guru. Strategi Pembelajaran Melalui bercerita a. menara. Masitoh dkk. yaitu: tahap prabermain. 2) Tahap bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan berikut : a) semua anak menuju tempat yang sudah disediakan untuk bermain. dan d) anak-anak mencuci tangan. yaitu sebagai berikut. misalnya di rumah. dst. b) Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang diperlukan. ember.b. Rasional strategi pembelajaran melalui bercerita Pencapaian tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak dapat ditempuh dengan strategi pembelajaran melalui bercerita. dan (4) guru memperjelas apa yang harus dilakukan oleh setiap anak dalam melakukan tugasnya. misalnya menyiapkan bak pasir. Sintaks pembelajaran melalui bermain Strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari 3 langkah utama. y y y y Bagi anak TK mendengarkan cerita yang menarik dan dekat dengan lingkungannya merupakan kegiatan yang mengasyikkan. seperti mengulas bentuk-bentuk geometris yang dibentuk anak. (3) guru menawarkan tugas kepada masing-masing anak. dsb.

yang terdiri dari: y y y y y y menyampaikan tujuan dan tema cerita. 2) bernyanyi dapat dipakai untuk mengatasi kecemasan. dan bermacam layanan jasa yang ingin disumbangkan anak kepada masyarakat. dst. melaksanaan kegiatan pembukaan. dalam Masitoh dkk. Rasional strategi pembelajaran melalui bernyanyi Honig. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. 5) Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dilaksanakan penilaian dengan cara mengajukan pertanyaanpertanyaan yang berhubungan dengan isi cerita untuk mengembangkan pemahaman anak aka isi cerita yang telah didengarkan. menetapkan teknik bertutur. 7) bernyanyi dapat membantu pengembangan keterampilan berpikir dan kemampuan motorik anak. . mengembangkan cerita. 1) Menetapkan tujuan dan tema cerita. Langkahlangkah dimaksud adalah sebagai berikut. 3) Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita sesuai dengan bentuk bercerita yang dipilih. 4.y y Dengan dengan mendengarkan cerita anak dimungkinkan untk mengembangkan kemampuan kognitif. menggunakan gambar-gambar. b. dan 8) bernyanyi dapat meningkatkan keeratan dalam sebuah kelompok. 2) Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. (2005: 11. 3) bernyanyi merupakan media untuk mengekspresikan perasaan. dan psikomotorik. Strategi Pembelajaran Melalui Bernyanyi a. 6) bernyanyi dapat mengembangkan rasa humor. Sintaks pembelajaran melalui bercerita Strategi pembelajaran melalui bercerita terdiri dari 5 langkah. 4) bernyanyi dapat membantu membangun rasa percaya diri anak. 5) bernyanyi dapat membantu daya ingat anak. menggunakan papan flannel. misalnya bercerita dengan membaca langsung dari buku cerita.3) menyatakan bahwa bernyanyi memiliki banyak manfaat untuk praktik pendidikan anak dan pengembangan pribadinya secara luas karena : 1) bernyanyi bersifat menyenangkan. Membantu anak untuk membangun bermacam-macam peran yang mungkin dipilih anak. afektif. mengatur tempat duduk. 4) Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita.

5) menghargai perbedaan individu. dan 6) melibatkan orag tua atau keluarga untuk mengoptimalkan pembelajaran (Masitoh dkk. 8) waktu pelaksanaan fleksibel. misalnya lagu Dua Mata Saya. 9) melibatkan anggota keluarga anak. 2) sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. dan 11) direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak (Masitoh dkk. d. 3) memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan semua pemikirannya. Manfaat strategi pembelajaran terpadu . yang memiliki berbagai aspek kemampuan. Berbagai kemampuan yang dimiliki oleh anak dapat berkembang jika ada stimulasi untuk hal tersebut. berbagai kemampuan anak yang ada pada anak diharapkan dapat berkembangan secara optimal. yang semuanya perlu dikembangkan. 4) melibatkan penemuan aktif. 2005: 12.b. 6) kegiatan belajar bervariasi. terdiri dari: (a) penetapkan tujuan pembelajaran. (c) menetapkan metode dan teknik pembelajaran. c. 5) memadukan berbagai bidang pengembangan. (c) Kegiatan pengembangan : guru membantu anak untuk mengenal nada tinggi dan rendah dengan alat musik. yaitu dengan melakukan gerakan menunjuk organ-organ tubuh yang ada dalam lirik lagu. Strategi Pembelajaran Terpadu a. berupa pelaksanaan apa saja yang telah direncanakan. 10) tema dapat diperluas. (b) Kegiatan tambahan : anak diajak mendramatisasikan lagu. Karakteristik strategi pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu memiliki karakteristik : 1) dilakukan melalui kegiatan pengalaman langsung. Rasional strategi pembelajaran terpadu Anak adalah makhluk seutuhnya. 3) mengintegrasikan isi dan proses belajar. 2) Tahap pelaksanaan. 7) memiliki potensi untuk dilaksanakan melalui proyek oleh anak. 2) berkaitan dengan pengalaman nyata anak. 2005: 12.. dan (d) menetapkan evaluasi pembelajaran. yang terdiri dari: (a) kegiatan awal : guru memperkenalkan lagu yang akan dinyanyikan bersama dan memberi contoh bagaimana seharusnya lagu itu dinyanyikan serta memberikan arahan bagaimana bunyi tepuk tangan yang mengiringinya.10). Sintaks pembelajaran melalui bernyanyi Strategi pembelajaran dengan bernyanyi terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut. 1) Tahap perencanaan. Prinsip-prinsip strategi pembelajaran terpadu Strategi pembelajaran terpadu direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip: 1) berorientasi pada perkembangan anak. pembelajaran yang mengintegrasikan ke dalam semua bidang kurikulum atau bidang-bidang pengembangan. dilakukan dengan memakai pedoman observasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang telah dicapai anak secara individual maupun kelompok.. b. misalnya pianika.10). (b) penetapan materi pembelajaran. 4) menggunakan bermain sebagai wahana belajar. 5. Dengan pembelajaran terpadu. 3) Tahap penilaian.

1) Memilih tema Pemilihan tema untuk pembelajaran terpadu dapat bersumber dari: (a) minat anak. kegiatan belajar. pengorganisasian anak. utnuk semua tingkat usia. kemudian dijabarkan ke dalam bidang-bidang pengembangan dan kegiatan belajar yang lebih operasional. Sintaks pembelajaran terpadu Prosedur pelaksanaan pembelajaran terpadu terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut (Masitoh dkk. yaitu: (a) relevansi topik dengan karakteristik anak. dan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. 2) memungkinkan anak untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui berbagai kegiatan. 5) Penilaian Penilaian dilakukan pada saat pelaksanaan dan pada akhir kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk mengamati proses dan kemajuan yang dicapai anak melalui kegiatan pembelajaran terpadu. 3) membantu guru dan praktisi lainnya untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya.. (d) ketersediaan alat-alat. dan 4) dapat dilaksanakan pada jenjang program yang berbeda. dan (e) orang tua dan guru. sumber rujukan. dan (e) potensi proyek. . waktu. (c) keragaman dan keseimbangan dalam area kurikulum. 4) Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan dilakukan dan dikembangkan kegiatan belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. 2005: 12. yaitu: 1) meningkatkan perkembangan konsep anak.19 ± 12. Tentukan tujuan pembelajaran. dan prinsip (principle). 2) Penjabaran tema Tema yang sudah diplih harus dijabarkan ke dalam sub tema-sub tema dakan konsep-konsep yang didalamnya terkandung istilah (term). 3) Perencanaan Perencanaan harus dibuat secara tertulis sehingga memudahkan guru untuk mengetahui langkah-langkah apa yang harus ditempuh.20). (b) peristiwa khusus. e. (c) kejadian yang tidak diduga. Pada saat proses berlangsung dilakukan pengamatan terhadap proses belajar yang dilakukan oleh anak. fakta (fact). alat-permainan yang diperlukan. Ada beberapa kriteria untuk pemilihan tema. (b) pengalaman langsung.Ada beberapa manfaat dari strategi pembelajaran terpadu. dan penilaian yang akan dilakukan. (d) materi yang dimandatkan oleh lembaga.

Menjelaskan pengertian metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) 2. yaitu pengembangan aspek moral dan nilai agama. oleh karena itu merupakan langkah cerdas jika dalam pembelajaran. Adapun karakteristik anak usia dini meliputi : setiap anak unik. . kognitif. social-emosional dan seni. dalam arti sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan pembelajaran dan karakteristik anak usia dini. Menyebutkan langkah-langkah penerapan metode beenyanyi 5. Anda diharapkan dapat mengerti dan memahami pengertian metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) dan jenis-jenisnya serta dapat menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) B. pembelajaran. Anda diharapkan dapat : 1. Pendahuluan Metode pembelajaran merupakan salah satu instrumental input dalam setiap proses belajar mengajar yang menggunakan pendekatan IPO (Input Proses dan Output). anak berkembang secara bertahap. Menjelaskan rancangan pembelajaran TANDUR 10. fisik (motorik halus dan kasar). Instrument ini sangat menentukan keberhasilan setiap proses belajar mengajar. pamong PAUD menggabungkan beberapa metode. Indikator Setelah mempelajari uraian materi dalam kegiatan belajar ini.Pengertian dan Macam-macam Metode Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) A. Menyebutkan jenis-jenis metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) 3. termasuk dalam pembelajaran untuk anak usia dini. Menyiapkan rancangan kegiatan karya wisata 7. Menjelaskan pengaruh bermain bagi perkembangan anak 4. Menyebutkan manfaat dari bercerita atau mendongeng 6. Satu hal yang harus disadari oleh setiap pamong PAUD adalah bahwa setiap metode pembelajaran selalu mempunyai kekuatan dan sekaligus kelemahan. anak bukan miniatur orang dewasa.Menjelaskan pijakan-pijakan yang ada dalam metode sentra dan lingkaran 1. Menyebutkan manfaat dari metode bercakap-cakap (dialog) 9. Kompetensi Setelah mempelajarai uraian materi dalam kegiatan belajar ini. Menyiapkan rancangan kegiatan demonstrasi 8. sehingga dapat saling melengkapi. oleh karena itu pamong PAUD diharapkan dapat memilah dan memilih metode yang tepat. anak belajar dari lingkungan. . Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan pembelajaran anak usia dini adalah pengembangan enam aspek. anak belajar dari pengalaman dan dunia anak adalah dunia bermain. dalam setiap pembelajaran PAUD.

artinya kegiatan bermain dimotivasi dari dalam diri anak. . Dalam konteks pendidikan anak usia dini. mengutamakan cara dari pada tujuan. Dari dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa bermain bagi anak merupakan kegiatan yang menyenangkan. (4) cara/tujuan. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. Pengertian Metode Pembelajaran PAUD Menurut kamus bahasa Indonesia. tidak mengutamakan hasil. artinya kegiatan bermain merupakan tingkah laku yang menyenangkan atau menggembirakan. arti bermain yang tepat adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya. dan bersifat lentur. yaitu : (1) motivasi intrinsik. bukan karena adanya tuntutan atau paksaan. secara sederhana dapat diartikan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang sistematis dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. tidak ada paksaan. 2003). metode yang tepat untuk pembelajaran anak usia dini diantaranya adalah : a.2. (5) kelenturan. Menurut Harlock (1991). Jenis-Jenis Metode Pembelajaran PAUD Mengacu pada karakteristik tujuan pembelajaran dan karakteristik anak usia dini. Sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU sisdiknas. bersifat pura-pura. Bermain dilakukan sukarela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar atau kewajiban. Sementara Dworetzky (1990) dalam Moeslichatoen (1999) memberikan batasan. (2) pengaruh positif. merupakan kegiatan yang utama. bermain bagi anak merupakan kegiatan yang utama dan lebih bersifat purapura. metode dapat diartikan sebagai cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. 3. Metode Bermain "Bermain" (play) merupakan istilah yang digunakan secara bebas. tanpa mempertimbangkan hasil akhir. bahwa setidaknya ada lima kriteria dalam bermain. Dari pengertian tersebut. kelenturan ditunjukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. (3) bukan dikerjakan sambil lalu. timbul dari dalam dirinya. metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini. sehingga arti utamanya mungkin hilang. yaitu mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

(2) dorongan berkomunikasi. dll. Jadi bermain bagi anak usia dini merupakan kebutuhan. jadi tidak terlalu sulit dan tidak telalu mudah 5. musical. sehingga ada sinyalemen yang menyatakan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. dibanting. kemanan. baik warna maupun bentuknya 7. sehingga anak bisa bereksplorasi dengan berbagai jenis mainan tersebut 4. visual-spasial. (5) sumber belajar. mainan tidak harus membeli. dan dalam kondisi apa saja. 1985). (7) perkembvangan wawasan diri. anak belajar melalui bermain dan bermain seraya belajar. (8) belajar bermasyarakat. Tingkat kesulitannya hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Bermain bagi anak sangat mempengaruhi perkembangannya. kinestetik. kasih sayang. maka alat permaianan yang digunakan sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut : 1. 6. (6) rangsangan bagi kreativitas. hendaknya dikemas dalam kegiatan bermain yang menyenangkan dan mengasyikkan. jadi bukan pilihan orang lain 3. Sebaiknya beraneka ragam. namun dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita . Aman atau tidak berbahaya bagi anak. setidaknya ada 11 pengaruh bermain bagi perkembangan anak. pakaian. natural dan spiritual. warna dan bahan 2. Menarik. seperti kebutuhan akan makan dan minum. (4) penyaluran bagi keinginan dan kebutuhan. dalam arti tidak mudah rusak. Berdasarkan minat anak . selalu dihabiskan untuk kegiatan bermain. kesehatan. bahwa bermain merupakan pekerjaan anak-anak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon & Browne. 1991). Informasi apapun yang akan diberikan kepada anak. Bermain bagi anak usia dini merupakan kegiatan yang utama dalam kehidupannya. misalnya bentuk. karena anak cenderung ingin tahu sehingga mungkin akan dibongkar. (9) standar moral. (10) belajar bermain sesuai dengan peran jenis kelamin dan (11) perkembangan cirri kepribadian yang diinginkan (Harlock. intrapersonal. Untuk mencapai manfaat yang optimal. Murah. interpersonal. sama seperti kebutuhan yang lain. seperti kecerdasan linguistic. di mana saja. Melalui kegiatan bermain inilah seluruh potensi kecerdasan yang dimiliki oleh anak dapat dikembangkan.Ahli psikologi dan pendidik berpendapat. yaitu : (1) perkembangan fisik. artinya seluruh waktu yang dimiliki anak. logic-matematik. (3) penyaluran bagi energi emosional yang terpendam. kapan saja. Kuat. Oleh karena itu dalam pendidikan anak usia dini metode bermain sifatnya adalah wajib adanya. kenyamanan dan lain-lain.

terutama pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama. Melalui kegiatan bernyanyi suasana pembelajaran akan lebih menyenangkan.b. (3) bersama anak-anak nyanyikan lagi secara berulang-ulang. dan lebih bersemangat. dll). biola. kagum. dengan demikian anak akan selalu ingat pesan-pesan yang diterimanya. adalah : (1) mengandung nilai-nilai agama atau pesan-pesan yang positif. Hampir setiap anak sangat menikmati lagu-lagu atau nyanyian yang didengarkan. menggairahkan. (4) iramanya mudah dicerna dan (5) syair dan liriknya bisa melibatkan emosi anak (gembira. Metode Bernyanyi Bernyanyi merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak. sesuai dengan pesan-pesan yang diinginkan. atau alat musik yang lain. dalam arti sesuai dengan tema. sebaiknya nyanyikan terlebih dahulu minimal tiga kali. Syairnya berubah sebagai berikut : Dalam menyanyikan lagu langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh seorang pamong PAUD antara lain adalah : (1) pilihlah lagu yang cocok. sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih mudah dan lebih cepat diterima serta diserap oleh anak-anak. seruling. (2) bahasanya indah dan mudah dimengerti anak. 1. Lagu " balonku ada lima" diubah menjadi lagu "rukun Islam yang lima". Sebagai pamong PAUD dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. (4) bila perlu bagilah menjadi . semangat. bila menciptakan lagu untuk anak-anak. Dengan bernyanyi potensi belahan otak kanan dapat dioptimalkan. menghilangkan rasa sedih. Berikut ini beberapa contoh lagu yang sudah diganti syairnya. harmonika. Beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dalam kegiatan bernyanyi ini akan lebih sempurna jika pamong PAUD dapat mengiringinya dengan alat-alat musik secara langsung. organ. Pamong PAUD sangat mungkin dapat mengganti syair lagu anak-anak yang sudah ada menjadi syair baru yang disesuaiakan dengan pesan-pesan yang akan diberikan. gitar. (2) jika itu lagu baru (belum dikenal anak). membuat anak bahagia. sehinggga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih lama mengendap di memori anak (ingatan jangka panjang). situasi dan kondisi. sehingga suasana akan lebih hidup dan lebih menyenangkan. anak-anak merasa terhibur. pianika. termasuk dalam hal bernyanyi. misalnya piano. lebih-lebih jika nyanyian tersebut dibawakan oleh anak-anak seusianya dan diikuti dengan gerakan-gerakan tubuh yang sederhana. Melalui nyanyian atau lagu banyak hal yang dapat kita pesankan kepada anak-anak. atau bahkan mungkin dapat menciptakan lagu-lagu baru. (3) tidak terlalu panjang.

(8) mengembangkan emosi anak. dll. oleh karena itu cerita atau dongeng tidak harus disampaikan secara lisan. Tidak semua pamong PAUD mempunyai kemampuan untuk menghafal secara lengkap banyak cerita atau dongeng yang ada. menarik perhatian.beberapa kelompok. Agar cerita atau dongeng yang dismpaikan dapat dicerna dan diserap anak. meningkatkan gairah belajar. situasi dan kondisi anak-anak. Bahkan jika mungkin dapat menciptakan cerita atau dongeng sendiri sesuai dengan tema. (10) mengenal nilai-nilai yang positif dan negatif. c. (4) peristiwa dalam masyarakat. melibatkan anak baik secara emosi atau fisik. maka sebaiknya tema-tema yang diangkat adalah tema-tema yang berkaitan erat dengan kehidupan anak-anak atau yang disukai oleh anak-anak. Misalnya tema tentang : (1) kehidupan anak dalam keluarga. penuh ekspresi (tidak berlebihan). dan setiap kelompok bernyanyi bersama kelompoknya. seperti binatang ternak. (2) menambah pengalaman. (2) binatang. (5) menciptakan suasana yang akrab. mengasyikkan. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan bercerita atau mendongeng antara lain adalah : (1) mengembangkan imajinasi anak. waktunya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak (tidak terlalu lama). sekolah atau masyarakat. . (4) menambah perbendaharaan kata. Oleh karena itu sebagai pamong PAUD hendaknya mempunyai inventaris buku-buku cerita yang sesuai dengan kehidupan dan perkambangan anak sebagai sumber cerita. Begitu juga pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama dapat kita tanamkan kepada anak-anak melalui tokohtokoh yang ada dalam cerita atau dongeng tersebut. seperti pasar malam. tanaman pertanian. Metode Bercerita (Mendongeng) Bercerita atau mendongeng merupakan warisan budaya yang sudah lama kita kenal. (11) menambah pengetahuan. seperti aneka bunga. (7) mengembangkan perasaan sosial. dll. (5) pilihlah beberapa anak yang mungkin sudah hafal lagu itu untuk menyanyi secara individu. dll. (3) melatih daya konsentrasi. (6) nyanyikan sekali lagi secara bersama-sama dan (7) ulangi lagi lagu tersebut pada hari yang lain. namun bisa juga disampaikan dengan membacakan buku cerita. (3) tanaman. bahkan dijadikan sebagai kebiasaan atau tradisi bagi para orangtua untuk menidurkan anak-anaknya. menimbulkan rasa ingin tahu. dinamis (tidak monoton). (9) berlatih mendengarkan. memberi perasaan yang lucu. binatang hidup di air. memberi semangat anak. dll. Yang penting bagaimana cara mengemas cerita atau dongeng sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan suasana yang menyenangkan. Melalui cerita atau dongeng banyak hal tentang hidup dan kehidupan yang dapat kita informasikan kepada anak-anak. musim panen. (6) melatih daya tangkap.

idul fitri, dll, (5) profesi masyarakat, seperti polisi, petani, nelayan, dll, dan (6) tema-tema lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Sebagai seorang pamong PAUD, sebaiknya melakukan persiapanpersiapan sebelum bercerita atau mendongeng kepada anakanak. Beberapa persiapan yang dapat dilakukan antara lain : (1) menetapkan tujuan dan tema cerita, (2) menetapkan bentuk cerita, (3) menyiapkan alat dan media yang digunakan, (4) menetapkan langkah-langkah bercerita, (5) membaca dan memahami isi cerita. Dengan persiapan yang matang, maka kegiatan bercerita akan lebih terarah, fokus dan tidak melebar kemana-mana, sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. d. Metode Karya Wisata Karya wisata merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengamati atau mengobservasi, memperoleh informasi dan mengkaji dunia secara langsung, seperti binatang, tanaman, dan benda-benda lain yang ada disekitar anak. Melalui kegiatan karya wisata, anak-anak akan memperoleh pengalaman belajar secara langsung dengan menggunakan seluruh panca indera, sehingga apa yang diperoleh dari lapangan dapat lebih berkesan dan pada gilirannya akan lebih lama mengendap di memori anak. Melalui kegiatan karya wisata diharapkan dapat (1) merangsang minat anak terhadap sesuatu, (2) memperluas informasi yang diperoleh di kelas, (3) memberi pengalaman belajar secara langsung, (4) menumbuhkan minat anak terhadap sesuatu, (5) menambah wawasan anak, (6) menjadi sarana rekreasi, (7) memberi perasaan yang menyenangkan, (8) sarana mempererat hubungan antara orangtua dengan pamong PAUD, orangtua dengan orangtua, dan anak dengan anak. Kegiatan karya wisata dapat dilakukan diluar lembaga sesuai dengan tema yang sedang dibicarakan dalam bentuk "puncak tema". Misalnya : (1) tema binatang, anak-anak dapat diajak ke kebon binatang, (2) tema tanaman, anak-anak diajak ke kebun raya, pasar bunga, taman kota, dll, (3) tema profesi, anak-anak diajak berkunjung ke kantor polisi, rumah sakit, dll, (4) tema transportasi, dapat diajak berkunjung ke stasiun, pelabuhan, terminal, dll, (5) tema alat komunikasi, dapat mengunjuingi kantor pos, stasiun televisi, kantor penerbit, dll, (6) tema negara, dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah, seperti musium, taman pahlawan, tugu pahlawan, dll, (7) tema alam, dapat berkunjung ke pantai, pegunungan, dll, (8) dan tema-tema lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing lembaga. Mengingat metode karya wisata ini selalu dilakukan di luar lembaga, tentu akan membutuhkan dana tambahan untuk pelaksanaanya, misalnya untuk transportasi, dokumentasi,

konsumsi, retribusi, publikasi, dll. Agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan program lembaga, maka disarankan untuk melibatkan banyak pihak untuk menanganinya, utamanya orangtua anak. Dengan melibatkan banyak pihak diharapkan dapat meringankan beban yang harus dipikul oleh orang tua dan lembaga, misalnya melibatkan perusahaan sebagai sponsor, tokoh masyarakat sebagai donatur, lembaga pemerintah, dan lembaga-lembaga lain yang terkait dengan kegiatan ini. Sebelum pelaksanaan kegiatan karya wisata, sebaiknya pamong PAUD membuat rancangan kegiatan, sehingga kegiatan dapat dilakasanakan dengan baik sesuai dengan tujuan. Secara umum rancangan kegiatan yang dapat disiapkan oleh pamong PAUD meliputi : (1) menetapkan sasaran dan lokasi, sesuai dengan tema, (2) melakukan observasi lokasi dan hubungan dengan pihak pengelola lokasi, (3) merumuskan program kegiatan, yang meliputi : menentukan tujuan, adanya jaminan untuk mencapai tujuan, waktu, dana dan antisipasi adanya hambatan, (4) membentuk panitia pelaksanaan (bila perlu), (5) menyiapkan bahan dan alat serta perlengkapan yang diperlukan, (6) merumuskan tatatertib kegiatan, (7) meminta ijin dan partisipasi orangtua . e. Metode Demonstrasi Metode ini menekan pada cara-cara mengerjakan sesuatu dengan penjelasan, petunjuk dan peragaan secara langsung. Melalui metode ini diharapkan anak-anak dapat mengenal langkah-langkah pelaksanaan dalam melakukan suatu kegiatan, yang pada gilirannya anak-anak diharapkan dapat meniru dan melakukan apa yang didemonstrasikan oleh pamong. Misalnya ketrampilan melipat kertas (origami), menggambar sesuai pola, menggulung, menggunting dan sebagainya. Melalui kegiatan demontrasi pamong dapat memperlihatkan secara nyata apa yang harus dilakukan anak, mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dan konsep, mengamati dengan cermat dan teliti. Kegiatan demontrasi dapat memberi ilustrasi dalam menjelaskan informasi kepada anak. Anak akan melihat bagimana suatu peristiwa berlangsung, lebih menarik, dan merangsang perhatian serta lebih menantang. Disamping itu melalui kegiatan demontrasi dapat membantu meningkatkan daya pikir dalam peningkatan kemampuan mengenal, mengingat, berfikir konvergen dan berfikir evaluatif. Kegiatan demontrasi dapat memberi kesempatan kepada anak untuk memperkirakan apa yang akan terjadi, bagaimana hal itu dapat terjadi, dan mengapa hal itu dapat terjadi. Dengan demikian akan merangsang anak berusaha untuk memperhatikan ilustrasi dan apa yang sedang dilakukan pamong serta mendengarkan penjelasan pamong. Selain itu anak juga akan menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang

dihadapi dan berusaha untuk melakukan kegiatan sebagaimana yang dilakukan oleh pamong, serta merangsang anak untuk berfikir secara kritis dan menggunakan kemampuannya untuk menalar. Sesuai dengan tujuan metode demontrasi yaitu memberi pengalaman belajar melalui melihat dan mendengarkan yang diikuti dengan meniru pekerjaan yang didemonstrasikan, maka kegiatan yang sesuai dengan metode ini adalah : (1) kegiatan demontrasi yang dimulai dengan penjelasan. kegiatan ini berkaitan dengan cara membuat bentuk (bangunan0 dan cara menggunakan alat, misalnya : menarik garis lurus dan lengkung, menggunting pola, membentuk model, mengatur meja makan, mengatur tempat tidur dan cara menggunakan alat, dan sebagainya, (2) kegiatan demonstrasi dalam bentuk dramatisasi. Kegiatan ini pada umumnya untuk menanamkan nilai-nilai sosial, nilai-nilai moral dan nilai-nilai keagamaan. Sebelum pamong PAUD menerapkan metode demontrasi, sebaiknya membuat rancangan terlebih dahulu, sehingga kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan. Secara umum rancangan yang dapat dibuat meliputi : (1) menetapkan tujuan dan tema kegiatan, (2) menetapkan bentuk demonstrasi yang dipilih, (3) menyiapkan alat dan bahan, (4) menetapkan langkah-langkah kegiatan dan (5) menetapkan penilaian kegiatan. f. Metode Bercakap-cakap (Berdialog) Bercakap-cakap atau berdialog dapat diartikan saling mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan kebutuhan secara verbal, untuk mewujudkan bahasa reseptif yang meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain dan bahasa ekspresif yang meliputi kemampuan menyatakan pendapat, gagasan, perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. Bercakap-cakap dapat dilakukan antara pamong dengan anak, atau anak dengan anaik. Melalui kegiatan bercakap-cakap (dialog) diharapkan dapat : (1) meningkatkan keberanian anak untuk mengaktualisasikan diri dengan menggunakan kemampuan berbahasa secara ekspresif, misalnya menyatakan pendapat, perasaan, keinginan, bertanya, dan sebagainya, (2) meningkatkan keberanian anak untuk menyatakan secara lisan apa yang harus dilakukan oleh diri sendiri dan anak lain, (3) meningkatkan keberanian anak untuk mengadakan hubungan dengan orang lain, baik sesama teman atau pamong, (4) memberi kesempatan kepada anak untuk membangun jati dirinya, melalui kesempatan untuk berdialog, (5) memperluas pengetahuan, wawasan dan berbendaharaan kata , (6) meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, seperti mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain.

Dalam pembelajaran untuk anak usia dini, sebaiknya komunikasi dua arah dalam bentuk bercakap-cakap atau dialog hendaknya selalu dikedepankan, sementara komunikasi yang searah (ceramah) sebaiknya diminimalisir, sehingga suasana pembelajaran akan tampak hidup, lebih menarik dan melibatkan banyak anak. Berikan kesempatan kepada anak untuk bercerita apa saja yang mereka ketahui dan apa saja yang sudah mereka lakukan, baik di rumah, di lembaga PAUD atau di masyarakat. Bebaskan mereka untuk bertanya tentang apa saja, dan apapun yang yang diutarakan atau ditanyakan anak, hendaknya direspon secara positif, meskipun celoteh anak-anak sering menyimpang dari tema yang sedang dibicarakan. Sebagai seorang pamong PAUD, hendaknya berupaya untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam berdialog. Upayakan menggunakan kata-kata yang positif, penuh dengan penghargaan dan pujian, serta kata-kata yang santun dan lembut, misalnya kata "terima kasih", "al-hamdulillah", "luar biasa", "ma'af", "permisi", "pintar", "jempol dua", "subhanallah" dan lain-lain. Jika anak-anak sering mendengar katakata tersebut, mereka akan meniru dan membiasakan diri berkatakata yang baik, merasa dihargai pekerjaannya, merasa dihormati hak-haknya, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan termotivasi untuk lebih giat lagi. Sebaliknya, pamong PAUD hendaknya berupaya untuk menghindari kata-kata yang negatif, kurang sopan, kasar, tidak santun, besifat melarang, misalnya kata "jangan" , "tidak", "bodoh", "nakal", "malas", dan sebagainya. Jika anak-anak sering mendengar dan akrab dengan kata-kata tersebut, maka dampaknya akan fatal terhadap perkembangan anak nanti. Mereka akan meniru, merasa tidak dihargai, tidak dihormati, dikecilkan, dibatasi ruang geraknya, dihalangi kemauannya, bahkan sampai pada merasa disakiti hati dan perasaannya, yang nantinya akan membuat anak menjadi rendah diri, tidak percaya diri dan tidak termotivasi dalam pembelajaran. g. Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas ini diberikan kepada anak, semata-mata hanya untuk melatih persepsi pendengaran, meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, memusatkan perhatian dan membangun motivasi anak, bukan untuk melihat hasilnya. Oleh karena itu sebaiknya dihindari pemberian tugas yang bersifat memaksa, mendikte, membatasi kreativitas anak, terus menerus, dalam bentuk pekerjaan rumah, atau tugas-tugas lain yang membuat anak justru merasa tertekan, terpaksa, membuat anak bosan bahkan mungkin sampai pada tingkat frustasi. Berikan tugas-tugas yang dapat meningkatkan kreatrivitas anak, meningkatkan imajinasi anak, melatih motorik, membuat anak lebih bergairah, lebih bersemangat, merasa senang, nyaman,

selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. (2) metode ini menekankan dua aspek. nyaman. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. auditorial dan kinestetik). meronce. (3) metode ini mengorkestrasi berbagai interaksi dalam momen belajar. Metode ini dalam penerapannya menekankan pada dua hal. bukan sebalinya. dinamis. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. menggunting. (4) menunjukkan cara menjadi pendidik yang lebih baik. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. seperti unsur belajar yang efektif. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. menyenangkan. nyaman. termasuk untuk anak usia dini. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. Beberapa alasan mengapa metode ini diterapkan dalam PAUD. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. yaitu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestai anak. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. h. dan sebagainya. meningkatkan motivasi bel. tidak membosankan.menumbuhkan rasa percaya diri. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. menempel. unsur belajar yang mempengaruhi kesusksesan anak dan unsur yang mengubah kemampuan dan bakat alamiah menjadi cahaya yang bermanfaat. dinamis. auditorial dan kinestetik). karena pada umumnya metode ini digunakan untuk pendidikan formal. (5) menguraikan cara baru yang dapat mempermudah pembelajaran. Dengan demikian tugas yang diberikan dapat mendorong anak-anak untuk lebih tertarik dan betah berada di lembaga PAUD. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. antara lain : (1) metode ini dapat digunakan dalam pembelajaran untuk semua usia. tidak membosankan. Misalnya tugas untuk menggambar bebas. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. hidup. hidup.ajar dan tugas-tugas lain yang membuat anak merasa nyaman dan aman ketika belajar di lembaga PAUD. pembelajaran. Metode Quantum Teaching Metode ini tergolong relatif masih baru dalam PAUD. menyenangkan. mewarnai. . sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar.

lebih baik dalam konteks yang berbeda dengan asalnya. memanfaatkan pengalaman anak. Metode ini lebih memberi keleluasaan kepada anakanak untuk bebas bermain di sentra-sentra yang sudah disiapkan. bertujuan untuk memberi peluang kepada anak untuk menterjemahkan dan menerapkan pengetahuan mereka dalam pembelajaran lain dan kehidupan mereka. dinamis. memanfaatkan pengetahuan & keinginan anak dan memanfaatkan hasrta alami otak untuk menjelajah. menyenangkan. dan (6) Rayakan. saling memahami dan mendapatkan komitmen untuk menjelajah. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. sementara intervensi pamong dalam pembelajaran lebih diminimalisir. sebagai bentuk pengakuan untuk menyelesaikan sebuah usaha. yang dapat memberi rasa rampung dengan menghormati usaha. Pembelajaran dengan menggunakan metode ini mengacu pada empat pijakan yang ada. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. nyaman. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. kegiatan yang dilakukan oleh pamong PAUD antara lain : a. hidup. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengalaman kepada anak. Melalui kegiatan tumbuhkan ini diharapkan anak sudah terkondisi dan siap untuk menerima informasi dari pamong. yaitu : 1. yaitu (1) Tumbuhkan. tidak membosankan. (2) Alami. menamai diberikan saat mengajarkan konsep ketrampilan berfikir strategis. (5) Ulangi. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. (3) Namai. i. mengelola awal lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup (tiga tempat main untuk setiap anak) . Metode Sentra dan Lingkaran (Seling) Metode ini menekankan pada pembelajaran pada system sentra. (4) Demontrasikan. mengurutkan & mendefinisikan. mencari tanggapan ´yesµ dari anak. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. ketekunan & kesuksesan anak. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. dilakukan dengan multi modalitas dan multi kecerdasan. dapat memperkuat koneksi syaraf dan menumbuhkan rasa ´aku tahu bahwa aku tahu iniµ. Pembelajaran dengan menggunakan metode Quantum Teaching mengacu pada rancangan pembelajaran yang berbentuk TANDUR. melalui kegiatan ini menamai dibangun diatas pengetahuan dan keingintahuan. Dalam pijakan ini. dan memuaskan hasrat alami otak untuk memberi identitas. Pijakan lingkungan main. kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan jalinan & kepemilikan bersama.pembelajaran. auditorial dan kinestetik). sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar.

meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui dukungan pada hubungan teman sebaya e. menata kesempatan main untuk mendukung hubungan social yang positif. menggabungkan kosakata baru dan menunjukkan konsep yang mendukung perolehan ketrampilan kerja (standar kinerja) c. urutan dan penataan lingkungan main secara tepat Empat pijakan tersebut merupakan pijakan yang bersifat umum yang harus dilakukan oleh pamong PAUD dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode sentra. 3. membaca buku yang berkaitan dengan pengalaman atau mendatangkan nara sumber b. memperkuat dan memperluas bahasa anak d. mendukung anak untuk mengingat kembali pengalaman mainnya dan saling menceritakan pengalaman mainnya b. memiliki berbagai bahan yang mendukung tiga jenis main. 2. pembangunan dan main peran d. memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan e. merencanakan intensitas (sejumlah waktu yang dibutuhkan untuk bermain) dan densitas (berbagai macam cara setiap jenis main yang disediakan) pengalaman c. sebagai pengalaman belajar positif melalui pengelompokkan. menggunakan waktu membereskan maianan. mengelola anak untuk keberhasilan hubungan social g. mendiskusikan aturan dan harapan untuk pengalaman main e. Pijakan Pengalaman Setelah Main Dalam pijakan yang terakhir ini. mengamati dan mendokumentasikan perkembangan dan kemajuan main anak 4. mencontohkan komunikasi yang tepat c. yaitu sensorimotor. merancang dan menerapkan urutan transisi main. menjelaskan ranmgkaian waktu main f. memberikan gagasan bagaimana menggunakan bahanbahan d.b. memberikan anak waktu untuk mengelola dan memperluas pengalaman main mereka b. Adapun uraian secara khusus dapat disesuaikan dengan sentra yang . Pijakan Pengalaman Main Setiap Anak Dalam pijakan ini kegiatan yang harus dilakukan oleh pamong PAUD meliputi : a. peran pamong PAUD adalah : a. Pijakan Pengalaman Sebelum Main Dalam pijakan ini kegiatan yang dilakukan oleh pamong PAUD antara lain : a.

bermain peran makro. Rangkuman 1. Pijakan adalah dukungan yang berubah-ubah salama kegiatan belajar. Karya Wisata 5. sentra persiapan. Sentra dan Lingkaran E. Alami. pembangunan terstruktur. D. Demonstrasi 6. Input adalah masukan 3. Bermain 2. Quantum Teaching 9. Bercerita (mendongeng) 4. dimana mitra yang lebih terampil menyesuaikan dukungan terhadap kinerja anak pada saat ini 7. pembangunan bahan alam (sifat cair). misalnya sentra bermain peran mikro. Bercaka-cakap (berdialog) 7. Metode pembelajaran PAUD adalah cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini. Pemberian Tugas 8. Bernyanyi 3. Seling singkatan dari Sentra dan Lingkaran . sentran imtak. sentra musik dan olah tubuh. Beberapa metode pembelajaran yang cocok yang dapat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini antara lain adalah metode : 1. Demonstrasikan. PAUD singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini 2.disiapkan. 2. Namai. Output adalah keluaran 4. TANDUR singkatan dari Tumbuhkan. Uraikan dan Rayakan 6. Quantum Teaching adalah metode pembelajaran yang menekankan pada pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestasi anak melalui orkestrasi dengan segala nuansanya yang ada dalam lingkungan belajar 5. dan sebagainya. Kata-Kata Kunci 1.

Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan.M (1988:90) metode ini adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya artinya metode ini berfungsi sebagai . Dalam bukunya yang sangat terkenal Models of Teaching (1971) menurut Joyce model itu lebih luas dari suatu strategi. Karena TK mempunyai model khas yang telah dirancang dalam KBK seperti metode karya wisata. Diantara kedudukan metode dalam belajar mengajar yaitu: 1. Sedangkan untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran (ingat pembelajaran adalah peristiwa yang bertujuan). proyek dan pemberian tugas dan metode demonstrasi. eksperimen. baik ditinjau dari bahasa yang digunakan. prinsip-prinsip reaksi guru dan peserta didik. strategi memang disusun untuk tujuan tertentu. bercakap-cakap. Tidak ada strategi tanpa adanya tujuan yang harus dicapai. cara memberikan ilustrasi dan sebagainya. serta penunjang yang diisyaratkan. Pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu dalam proses pembelajaran dinamakan dengan metode pembelajaran. Jadi dengan demikian metode pada dasarnya berangkat dari suatu strategi tertentu. intonasi suara. karena suatu model mengajar menyangkut 4 hal pokok yaitu. Tenpa suatu strategi yang cocok. baru membicarakan teknik atau tektik permainan. Menurut Killen ada dua pendekatan yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada guru dan pendekatan yang berorientasi pada peserta didik. Misalkan dalam suatu permainan sepak bola untuk memenangkan pertandingan kita dapat menggunakan strategi menyerang atau bertahan.Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD LATAR BELAKANG MASALAHStrategi secara umum merupakan suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. bercerita. Demikian juga halnya dalam proses pembelajaran / learning. Namun tidak semua metode itu cocok untuk pelaksanaan kegiatan di TK. dalam konteks pembelajaran ada juga istilah lain yang dinamakan model mengajar (models of teaching) istilah ini dipopulerkan oleh Bruce Joyce dan Marsha Weil. Sedangkan metode adalah cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri artinya suatu cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Seperti halnya dalam kegiatan belajar mengajar maka strategi bisa diartika sebagai polapola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Nah untuk mencapai tujuan tersebut maka seorang pendidik harus memahami kedudukan metode dalam sebuah pembelajaran karena metode sebagai salah satu komponen yang ikut andil dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. karena sebagai pendidik ataupun guru akan lebih mudah dalam melaksanakan suatu kegiatan khususnya dalam kegiatan belajar mengajar apabila telah mampu dan menguasai suatu strategi ataupun metode yang pas dengan kegiatan yang kita laksanakan. Sedangkan cara untuk menjalakan metode yang ditetapkan itu dinamakan dengan teknik atau taktik sifat-sifatnya lebih praktis yang disusun untuk menjalankan suatu metode dan strategi tertentu. masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. PENGERTIAN STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARANStrategi merupakan pola umum menentukan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Disamping istilah strategi. tanya jawab. Dan strategi adalah penjabaran dari pendekatan yang digunakan itu (Roy Killen. Misal ada dua orang guru sama-sama menggunakan metode ceramah yang ditampilkan keduanya bisa berbeda. strategi dapat di katakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentan kegiatan yang dapati dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Istilah lain yang lebih umum dari istilah strategi dan model pembelajaran adalah istilah pendekatan. Metode merupakan cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. KEDUDUKAN METODE DALAM BELAJAR MENGAJARKegiatan belajar mengajar yang melahirkan interseksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. metode dan taktik. Maka stelah kita menyusun strategi baru kita tentukan pola atau metode menyerang atau bertahan yang itu pola yang harus dilakukan. Pendekatan memang tidak sama dengan strategi atau model. Setelah kita menetapkan pola yang sesuai dengan strategi yang diinginkan. Perlu disusun suatu strategi agar tujuan itu tercapai dengan optimal. Dengan kata lain taktik dan teknik itu menunjukkan cara yang dilakukan seseorang yang sifatnya lebih tertumpu pada kemampuan dan pribadi seseorang. 1998). sebab suatu strategi pada hakikatnya belum mengasah pada hal-hal yang bersifat praktis. Oleh sebab itu untuk lebih jelasnya masalah penulisan tentang strategi pembelajaran ( learning strategy ) kita simak dalam bab pembahasan. tepat dan jitu tidak mungkin tujuan dapat tercapai. Metode dipilih berdasar strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditetapkan. Pendekatan adalah istilah yang diberikan untuk hal yang bersifat lebih umum. Dikatakan pola umum. Metode Sebagai Alat Motivasi Ekstrinsik Menurut Sardiman A. tahapan-tahapan model. sistem sosial yang diharapkan. Dalam konteks pembelajaran KBK. sosio drama.

dapat digunakan metode-metode yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan yang didasari oleh nilai-nilai agama dan moral Pancasila. pengembangan motorik dan pengembangan nilai serta pengembangan sikap dan nilai. 1985). Oleh karena itu guru perlu menciptakan lingkungan yang aman dan menantang (Gordon dan Brown. Untuk mengembangkan nilai dan sikap anak. . Pemberian pengalaman belajar yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan kerja. Metode Sebagai Alat Untuk Mencapai Tujuan Tujuan adalah suatu cita-cita yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar atau pedoman yang memberi arah kemana kegiatan belajar mengajar akan dibawa. Selain itu melatih anak menggunakan bahasa untuk berhubungan dengan orang lain dan melakukan apa yang dianggap benar berdasar nilai yang ada dalam masyarakat (HildeBrand. pengembangan bahasa. Misalkan guru menggunakan metode ceramah sedangkan tujuan pengajarannya adalah anak dapat memperagakan sholat dengan baik. Ketika itulah guru mempertanyakan faktor penyebab dan berusaha mencari jawabannya secara tepat. Maka hal itu kegiatan belajar mengajar yang kurang kondusif. cemas dalam menggunakannya. Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan adalah pengembangan kognitif. karena bila tidak. 3. Daya serap anak didik juga bermacam-macam ada yang cepat ada yang sedang dan ada pula yang lambat. kebiasaan menghargai waktu dan kebiasaan memlihara lingkungan. 1994). pengembangan emosi. Bahan dan alat yang digunakan dalam keadaan baik. karena pada umumnya anak TK adalah anak yang selalu bergerak. metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. ketika sebagia besar anak didik membuat kegaduhan. PENGGUNAAN METODE DI TAMAN KANAK-KANAKSebagaima dikemukakan bahwa metode itu merupakan cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. agar anak dapat mengalami hidup sesuai dengan norma yang dianut masyarakat (Depdikbud. Untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak dengan menggunakan metode yang dapat meningkatkan perkembangan ( development ) kemampuan berbicara. Mampu menarik kesimpulan dan genalisasi. bukannya tujuan yang harus menyelesaikan diri dengan metode. Karena dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam yang relatif lama. memahami tubuh dan perasaan mereka sendiri. Salah satunya adalah komponen metode. Untuk mengembangkan kognisi anak dapat dipergunakan metode-metode yang mampu menggerakkan anak agar menumbuhkan berfikir dapat menalar. Dan untuk perbedaan daya serap anak didik tersebut memerlukan strategi pengajaran yang tepat yaitu metode. mempunyai imajinasi dan senang berbicara. mampu mengekspresikan diri secara kreatif. karakteristik anak juga ikut menentukan pemilihan metode. membaca dan menulis. Seharusnya penggunaan metode dapat menunjang pencapaian tujuan pengajaran. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metide mengajar. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan atau pelicin jalan pengajaran menuju tujuan.alat perangsang dari luar yang membangkitkan belajar seseorang. menggunakan metode-metode menggerakkan anak untuk mengekspresikan perasaan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan secara verbal dan tepat. Metode Sebagai Strategi Pengajaran Dalam kegiatan belajar mengajar Dra. Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pengajaran akan menjadi kendala dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan. 1986). tidak menimbulkan perasaan takut. membuat pertanyaan yang membantu memecahkan. Untuk mengembangkan krativitas anak. memikirkan kembali. dapat dipergunakan metode-metode yang menjamin anak tidak mengamali cidera. senang bereksperimen dan menguji. Karenanya efektivitas penggunaan metode patut dipertanyakan. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODEKetika anak didik tidak mampu berkonsentrasi. Selain dari tujuan kegiatan. mempunyai rasa ingin tahu yang kuat.K (1989:1) guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara efektif dan efisien mengena pada tujuan yang harapkan. Akan tetapi tidak selamanya berfungsi secara memadai. Untuk mengembangkan motorik anak. Boleh jadi dari sekian keadaan tersebut salah satu penyebabnya adalah faktor metode. mengenal orang dan benda-benda yang ada. Roestiyah N. Oleh karena itu dalam memilih suatu metode yang akan dipergunakan dalam program kegiatan anak di TK guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajari. Tujuan dari kegiatan belajar mengajar tidak akan pernah tercapai selama komponenkomponen lainnya tidak diperlukan. mendengar. ketika minat anak didik semakin berkurang dan ketika anak didik sebagian besar tidak menguasai bahan yang telah guru sampaikan. ketika anak didik menunjukkan kelesuan. Dengan demikian metode mengajar adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. 2. maka apa yang guru sampaikan akan sia-sia. pengembangan kreativitas. Guru memberi kesempatan anak memperoleh pengalaman yang luas dalam mendengarkan dan berbicara. Untuk mengembangkan emosi anak. membangun kembali dan menemukan hubungan-hubungan baru. caranya adalah dengan memahami lingkungan dengan sekitarnya.

cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. Bermain berupakan kegiatan yang memberikan kepuasan bagi diri sendiri. yaitu anak bermain sendiri secara berdampingan. 1985:266). 1979) bermain merupakan kegiatan yang nonserius dan segalanya ada dalam kegiatan itu sendiri yang dapat memberikan kepuasan bagi anak. d. Bermain mempunyai makna penting bagi pertumbuhan anak (Frank dan Theresa Caplan) Hildebrand (1986:55-56) a) Bermain membantu pertumbuhan anak b) Bermain merupakan kegiatan yang dilkukan secara sukarela c) Bermain memberi kebebasan anak untuk bertindak d) Bermain memberikan dunia khayal yang dapat dikuasai e) Bermain mempunyai unsur berpetualang didalamnya f) Bermain meletakkan dasar pengembangan bahasa g) Bermain mempunyai pengaruh yang unik dalam pembetukan hubungan antar pribadi h) Bermain memberikan kesempatan untuk menguasai diri secara fisik i) Bermain memperluas minat dan pemusatan perhatian j) Bermain merupakan cara anak untuk menyelidiki sesuatu k) Bermain merupakan cara anak mempelajari peran orang dewasa l) Bermain merupakan cara dinamis untuk belajar m) Bermain menjernihkan pertimbangan anak n) Bermain dapat distruktur secara dinamis o) Bermain merupakan kekuatan hidup p) Bermain merupakan sesuatu yang esensial bagi kelestarian hidup manusia Sedangkan fungsi bermain yaitu: 1) Mempertahankan keseimbangan. 4) Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari. eksperimen metode proyek dan pemberian tugas. tingkah laku bermain di motivasi dari dalam diri anak. Misal metode ceramah kurang cocok bagi program kegiatan belajar anak TK karena metode ceramah menuntut anak memusatkan perhatian dalam waktu cukup lama padahal rentang waktu perhatian anak relatif singkat. karena itu tidak mengikuti pola atau aturan yang sebenarnya. mengeksploitasi. tingkah laku itu menyenangkan atau mengembirakan untuk dilakukan. Motivasi intrinsik. misal mengapa pohon layu kalau tidak disiram. Cara/tujuan. c.BEBERAPA METODE PENGAJARAN DIMENSI PERKEMBANGAN ANAK TKSeperti telah dikemukakan tidak semua metode pengajaran cocok bagi program kegiatan anak TK. merekayasa. Menurut Dworetsky ada lima kriteria dalam bermain: a. yaitu anak bermain sendiri b) Bermain secara paralel. b. tidak ada interaksi antara anak yang satu dengan yang lain c) Bermain asosiatif yaitu bermain berkelompok. Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri. 3) Mengantisipasi peran yang akan dijalani dimasa yang akan datang. misal memakai dasi. Kelenturan. kelenturan ditujukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. tanya jawab. Menurut Dearden (Hetherington dan Parkei. bercakap-cakap. karena anak lebih tertarik pada tingkah laku itu sendiri daripada keluaran yang dihasilkan. 5) Menyempurnakan keterampilan memecahkan masalah. karya wisata. bermain merupakan pekerjaan masa kanak-kanak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon dan Brown. Pengaruh positif. Melalui bermain anak memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan. Akan tetapi yang dapat kami jelaskan dalam makalah ini ada empat metode yaitu : 1. bermain itu perilaku yang lentur. demonstrasi. yang lebih ditentukan pada caranya dari pada hasil yang diperoleh dari kegiatan itu (Dworetsky 1990:359). Sedangkan menurut Hildebrand (1986:54) bermain berarti berlatih. misal bertepuk air beramai-ramai dan sebagainya . misal mendendarai sepeda dari roda 3 ke roda 2. 6) Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain. Bermain dapat digolongkan pada 4 bentuk (Gordon dan Brown) a) Bermain secara soliter. sosiodrama. Bukan dikerjakan sambil lalu. melainkan lebih bersifat purapura. Metode Bermain Menurut pendidik dan para ahli psikolog. bercerita. mengulang latihan apapun yang dapat dilakukan untuk mentrasformasi secara imajinatif hal-hal yang sama dengan dunia orang dewasa. maksudnya anak dapat mempersiapkan perannya kelak. e. artinya bermain dapat menyalurkan kelebihan tenaga anak. 2) Menghayati berbagai pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan kebiasaan pada anak. Berikut metode pengajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia TK yaitu bermain.

kebutuhan. tali bekal dan lain-lain. pengetahuan. guru harus mengenal betul sasaran yang akan dituju. e.d) Bermain secara kooperatif. d) biaya yang dibutuhkan. kehidupan manusia. Sebagai bukti penguasaan bahasa reseptif ialah semakin banyknya kata-kata baru yang dikuasai oleh anak yang diperolehnya dari kegiatan bercakap-cakap. yaitu a) tujuan pendidikan yang ingin dicapai. ia dapat memberitahukan kepada si pembicara 3) Ia dapat menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan agar dapat menerima pesan tersebut Becakap-cakap mengandung arti belajar mewujudkan kemampuan berbahasa reseptif dan ekspresif. Metode Karya Wisata Bagi anak TK karya wisata berarti memperoleh kesempatan untuk mengobservasi. memperoleh informasi/mengkaji segala sesuatu secara langsung (Hildebrand. memberika pengalaman menganai kenyataan yang ada. memperluas wawasan. Sasaran karya wisata Dunia binatang. 1986). . pegunungan. emosi. Pengertian karya wisata bagi anak Taman Kanak-Kanak Karya wisata merupakan salah satu metode melaksanakan kegiatan pengajaran di Taman Kanak-Kanak dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung yang meliputi manusia. b. 3. . Manfaat karya wisata bagi anak TK Karya wisata dapat dipergunakan untuk merangsang minat mereka terhadap sesuatu. bahasa. ukuran dan sebagainya. yaitu anak secara aktif menggulang hubungan dengan anak-anak lain untuk melaksanakan kegiatan bermain 2. warna.Permintaan idzin dan partisipasi orang tua. dunia tanaman. misal kapan harus berkumpul. b) keseusian karya wisata. pluit.Menetapkan tata tertib karya wisata. 3) Rancangan penilaian karya wisata Apabila karya wisata telah dilaksanakan. Ada tiga hal yang harus dilakukan oleh pendengar dalam komunikasi antar pribadi (Hetherington dan Parke 1979) 1) Mengukur pemahaman yang didengar secara pasti 2) Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak jelas. desa. d. Melalui peningkatan keterampilan menyatakan perasaan atau gagasan. Artinya anak banyak mengenal kosa kata dari berbagai tema yang memacu pengembangan berbagai aspek perkembangan anak. keberhasilan sebagaimana tujuan pendidikan TK. . Bercakap-cakap merupakan salah satu bentuk komunikasi antar pribadi. (Gordon dan Browne 1985:314) Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK karena bercakap-cakap dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain. meningkatkan perbendaharaan. pesisir. makan dan sebagainya. e) antisipasi bahaya yang mungkin terjadi dan cara mengatasinya. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan karya wisata Yaitu merupakan kegiatan penyiapan akhir bahan dan peralatan yang harus dibawa dalam melaksanakan karya wisata. . Rancangan karya wisata 1) Rancangan persiapan karya wisata oleh guru . yaitu aspek kognitif. misal tema binatang. pikiran dan perasaan kepada orang lain secara lisan. maka tujuan karya wisata dapat diarahkan pada pengambangan aspek perkembangan anak TK yang sesuai. Tujuan karya wisata bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan yang diperoleh anak TK dari kegiatan karya wisata yakni menumbuhkan minat.Mengadakan hubungan dan pengenalan medan sasaran karya wisata. kognitif terutama bahasa. kreativitas dan kehidupan bermasyarakat serta penghargaan pada karya dan jasa orang lain. emosi.Menetapkan sasaran yang diprioritaskan sesuai dengan tema kegiatan belajar yang dipilih. Pengertian metode bercakap-cakap bagi anak TK Bercakap-cakap mempunyai arti saling mengkomunikasikan fikiran dan perasaan secara visual (Hildebrand 1987:279). . Sebagai bukti berkembangnya kemampuan berbahasa ekspresif ialah semakin seringnya anak mengatakan keinginan. .Persiapan guru dikelas. misal di kota. dan dapat menambah wawasan (Hildebrand) c. pemberian pengalaman belajar yang tidak mungkin diperoleh anak di dalam kelas (Welton dan Mallon 1981:414) a. Proses dua arah dalam bercakap-cakap diperlukan keterampilan mendengar dan berbicara. c) banyaknya waktu yang harus disesuaikan. Karya wisata juga berarti membawa anak TK ke obyek-obyek tertentu sebagai pengayaan pengajaran. Metode Bercakap-Cakap a. Bercakapcakap dapat pula diartikan sebagai dialog atau sebagai perwujudan bahasa reseptif dan ekspresif dalam satu situasi. dunia kerja. . Oleh karena itu penggunaan metode bercakap-cakap bagi anak TK akan membantu perkembangan dimensi sosial. perlu adanya penilaian untuk mengetahui. meningkatkan kemampuan hidup masyarakat.Merumuskan program kegiatan melalui karya wisata. hewan dan tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya dengan pengamatan yang diperoleh dari panca indra menganai bentuk. memperluas informasi yang telah diperoleh di kelas.Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan untuk karya wisata seperti: kamera.

a. Cerita yang dibawakan harus menarik dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. Bahasa reseptif meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami bicara orang lain. orang seorang. karena melalui bercerita kita dapat mengkomunikasikan nilainilai budaya. Metode Bercerita Bercerita merupakan cara untuk meneruskan warisan dari suatu generasu ke generasi berikutnya (Gordon dan Browne 1985:324). 7) Fungsi informatif. dimensi kognitif anak dan bahasa anak. c. Bercerita juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Dialog. antara anak dengan guru. dihadapan teman-temannya dan guru. d. Bercerita mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK. bahasa dapat digunakan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain dan lingkungan sosial. Manfaat kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Dalam bercakap-cakap diperlukan kemampuan berbahasa baik reseptif maupun ekspresif. antara anak dengan anak yang lain. anak mengatakan pandangannya. Maka tujuan bercakap-cakap dapat diarahkan pada pengembangan aspek-aspek pengembangan kognitif. dengan bahasa anak dapat menghindari diri dari kenyataan yang memasuki alam semesta yang dibangunnya sendiri. Yang diobservasi adalah frekwensi masing-masing anak dalam mengungkapkan pikiran. keinginan berkaitan dengan tema. Rancangan kegiatan becakap-cakap bagi anak TK 1) Rancangan persiapan guru a) Menetapkan tujuan dan tema kegiatan b) Menetapkan rancangan bentuk percakapan yang dipilih Monolog. 2) Berfungsi mengatur. misal dengan menyanyikan lagu-lagu sesuai dengan tema yang ditetapkan. membangun jati diri dan memperluas pengetahuan dan wawasan. merupakan percakapan yang dilakukan oleh anak. 4. Adapun teknik-teknik bercerita antara lain: 1) Membaca langsung dari buku cerita 2) Bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar dan buku . Sedangkan bahasa ekspresif meliputi kemampuan menyatakan gagasan. Dinyatakan dengan lakukan itu . menyatakan apa yang dilakukan sendiri/orang lain. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan bercakap-cakap a) Menarik perhatian dan minat siswa. merupakan percakapan yang melibatkan dua orang atau lebih. keagamaan. 4) Berfungsi bagi diri sendiri. 6) Fungsi imajinatif. Menurut Bruner bahasa itu memegang peranan penting yang sangat penting bagi perkembangan kognitif anak dan perkembangan bahasa. Fungsi bahasa menurut Hillady (Hetherington 1979:254) 1) Sebagai alat yang dapat memuaskan kebutuhan untuk menyatakan keinginannya saya ingin . Tujuan kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan manfaat yang diperoleh anak TK dalam kegiatan belajar dengan menggunakan metode becakapcakap yakni keberanian mengaktualisasikan diri dengan bahasa ekspresif. sesudah anak dapat membedakan dirinya dengan lingkungan. berhubungan dengan orang. Pengertian metode bercerita bagi anak TK Metode bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan/dengan cara bertutur kata kepada anak secara lisan. anak menggunakan bahasa yang dikuasainya untuk memiliki dan memahami lingkungan. bahasa. b) Mengkomunikasi tujuan yang ingin dicapai c) Melaksanakan bercakap-cakap dibawah bimbingan guru dan pengaturan lalu lintas percakapan d) Menutup percakapan 3) Rancangan penilaian bercakap-cakap Sesuai dengan tujuan dan tema yang dipilih maka evaluasi kegiatan bercakap-cakap dapat dirancang dengan teknik evaluasi melalui observasi. Keterlibatan anak terhadap dongeng yang diceritakan akan memberikan suasana yang segar menarik dan menjadi pengalaman yang unik bagi anak. sosial. perasaan. Tiap-tiap anak diberi kesempatan berdiri di depan kelas/di tempat duduknya untuk mengungkapkan pikiran. perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. sosial. etos alam. Bahasa membiarkan diri untuk berpura-pura atau berfungsi puitis. perasaan keinginan dan sikan anak terhadap topik yang dibicarakan. 3) Sebagai hubungan antara pribadi. Seorang pendongeng yang baik akan menjadikan cerita sebagai sesuatu yang menarik dan hidup. melalui bahasa anak dapat mengengalikan tingkah laku orang lain. Jadi bahasa mempunyai fungsi mempertanyakan atau katakan padaku mengapa begitu . perasaannya dan sikapnya yang unik melalui bahasa dan melalui bahasa anak membangun jati diri. 5) Berpikir heuristik. menanamkan etos kerja. etos waktu. anak dapat mengkomunikasikan informasi baru kepada orang lain dengan menggunakan bahasa dalam bentuk aku punya sesuatu untuk kuceritakan . membantuk mengembangkan fantasi anak.b. emosi dan konsep diri.

metode tanya jawab. masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. Rancangan kegiatan bercerita bagi Anak TK 1) Rancangan persiapan guru . Juga dapat memberi pengetahuan sosial. sekolah dan luar sekolah. metode proyek dan metode pemberian tugas. Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan 2. metode bercakapcakap. Manfaat metode cerita bagi anak TK Metode bercerita dapat menanamkan kejujuran. metode demonstrasi. keramahan. metode karya wisata. Efektivitas penggunaan metode apabila proses belajar mengajar kurang kondusif dan tidak sesuai dengan tujuan kegiatan sehingga metode perlu disesuaikan dengan beberapa komponen-komponen pengajaran. 4. nilai-nilai moral dan keagamaan serta dapat mengembangkan aspek perkembangan dasar anak yang meliputi bahasa. Karena strategi pada hakikatnya belum mengarah pada hal-hal yang bersifat praktis. moral dan keagamaan. Pemberian informasi lingkungan fisik yang meliputi segala sesuatu yang ada di sekitar anak yang non manusia serta lingkungan sosial.Menetapkan rancangan bahan dan alat yang diperlukan . ketulusan dan sikap-sikap positif yang lain dalam kehidupan lingkungan keluarga. metode bercerita. seni.Penggunaan ilustrasi gambar dalam bercerita dimaksudkan untuk memperjelas pesan-pesan yang dituturkan. keberanian. Penggunaan metode di TK harus sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar.Menetapkan rancangan langkah-langkah bercerita . 3) Menceritakan dongeng Cerita dongeng merupakan bentuk kesenian yang paling lama. . metode eksperimen. Misal cerita bawang putih dan bawang merah dan sebagainya. Misal menyampaikan pesan-pesan kebajiakan dan sebagainya. Seperti si kancil pencuri ketimun. 5.Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih . Metode adalah pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri dalam proses pembelajaran. Tujuan kegiatan bercerita bagi anak TK Bercerita dapat memberikan informasi atau menanamkan nilai-nilai sosial. Strategi dalam konteks KBK dapat dikatakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentetan kegiatan yang dapat dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. kesetiaan.Menetapkan rencangan penilaian kegiatan bercerita 2) Adapun langkah-langkah bercerita sebagai berikut: Mengkomuniskan tema dan tujuan Mengatur tempat duduk Sebagai pembukaan guru menggali pengalaman-pengalaman anak dalam kegiatan yang berkaitan dengan peristiwa cerita Pengembangan cerita yang dituturkan guru Menetapkan cara bertutur agar dapat menggetarkan perasaan anak dengan cara memberi gambaran anak-anak yang bernasib baik dan buruk. Misal cerita banjir Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita KESIMPULAN 1. metode sosiodrama. Strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. kognitif. d. mengikat perhatian anak pada jalannya cerita. Macam metode yang sesuai dengan perkembangan anak TK yaitu metode bermain.Menetapkan tujuan dan tema yang dipilih . Mendongeng merupakan cara meneruskan warisan budaya dari suatu generasi ke generasi yang berikutnya. 4) Bercerita dengan menggunakan papan flaneli 5) Bercerita dengan media boneka 6) Dramatisasi suatu cerita Guru dalam bercerita memainkan perwatakan tokoh-tokoh dalam suatu cerita yang disukai anak dan merupakan daya tarik yang bersifat universal (Gordon dan Browne). Kedudukan metode dalam belajar mengajar Sebagai alat motivasi ekstrinsik Sebagai strategi pengajaran Sebagai alat untuk mencapai tujuan 3. 7) Bercerita sambil memainkan jari-jari tangan b. c. afektif dan psikomotor.

kaya dengan fantasi. dan memiliki daya perhatian yang pendek. Masa anak merupakan masa belajar yang potensial. Perkembangan memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut. progresif. memiliki rasa ingin tahu yang kuat. Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan satu sama lain. Dalam arti sempit. bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan. berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara bertahap dan berurutan. 2010 by KB . pembelajaran yang berorientasi perkembangan yang lebih banyak memberi kesempatan kepada anak untuk dapat belajar dengan cara-cara yang tepat. sekolah. Pendekatan yang paling tepat adalah pembelajaran yang berpusat pada anak KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA TK Hakikat Perkembangan Perkembangan dan pertumbuhan merupakan satu proses dalam kehidupan manusia yang berlangsung secara terus-menerus sejak masa konsepsi sampai akhir hayat. bersifat aktif dan energik. 6) Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan. 2) peserta didik. Pada hakikatnya pendidikan TK/usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi. 3) pendidik. Komponen-komponen tersebut meliputi: 1) tujuan pendidikan. Perkembangan juga diartikan sebagai perubahanperubahan yang dialami oleh seorang individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis. 4) kurikulum. Kurikulum untuk anak usia dini/TK harus benar-benar memenuhi kebutuhan anak sesuai dengan tahap perkembangan dan harus dirancang untuk membuat anak mengembangkan potensi secara utuh. Berkesinambungan. egosentris. Para ahli pendidikan anak berpendapat bahwa pendidikan TK merupakan pendidikan yang dapat membantu menumbuhkembangkan anak dan pendidikan dapat membantu perkembangan anak secara wajar. dan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan seoptimal mungkin sejak lahir sampai akhir hayat. 3) Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu. 2) Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi. berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling ketergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organisme. dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. Hakikat Pembelajaran di Taman Kanak-kanak Pada hakikatnya anak itu unik. 5) Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas. meningkat dan mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis). 5) fasilitas pendidikan. dan berkesinambungan baik itu menyangkut aspek fisik maupun psikis. .STRATEGI dan PEMBELAJARAN Posted on May 12. Sistematis.TK ANAK CERIA BANJARBARU HAKIKAT PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Pengertian Pendidikan dan Komponen-komponen Pendidikan Dalam arti luas pendidikan adalah segala bentuk pengalaman belajar yang berlangsung dalam lingkungan keluarga. pendidikan identik dengan persekolahan di mana pendidikan dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang terprogram dan terencana secara formal. Pembelajaran anak usia dini/TK pada hakikatnya adalah pembelajaran yang berorientasi bermain (belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar). 1) Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti. berarti perubahan yang terjadi bersifat maju. Progresif. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah upaya untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak. dan 6) interaksi edukatif. mudah frustrasi. 4) Perkembangan terjadi pada tempat yang berlainan. antusias terhadap banyak hal. mengasuh. Baik Kurikulum TK 1994 maupun Kurikulum TK 2004 pada dasarnya sama memuat aspek-aspek perkembangan yang dipadukan dalam bidang pengembangan yang utuh yang mencakup bidang pengembangan perilaku melalui pembiasaan dan bidang kemampuan dasar. membimbing.

berat dan panjang badan. Periode ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain dengan menggunakan simbol-simbol. Prinsip-prinsip perkembangan anak meliputi: (1) anak berkembang secara holistik. mengimplementasikan pembelajaran serta mengevaluasi perkembangan dan belajar anak. memilih dan menggunakan media. Sejak usia dua tahun anak sangat berminat untuk menyebut nama benda. Perbedaannya terletak pada penampilan. (4) perkembangan baru didasarkan pada perkembangan sebelumnya. Bagi anak prasekolah. Prinsip-prinsip perkembangan anak tersebut memberikan implikasi bagi pendidik dalam menentukan tujuan. serta mengevaluasi perkembangan dan mendukung belajar anak secara optimal. Dasar Pemikiran dan Pengertian Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan . Perkembangan pada usia ini mencakup perkembangan fisik dan motorik. anak cenderung mengekspresikan emosi dengan bebas dan terbuka. dan psikologis. bukan hanya sekedar hasil dari kematangan. serta keterampilan yang mereka miliki. Pemahaman tentang karakteristik perkembangan anak memberikan kontribusi terhadap pendidik untuk merancang kegiatan. yaitu tahapan di mana anak belum menguasai operasi mental secara logis. berdialog. Perkembangan sosial diperoleh anak melalui kematangan dan kesempatan belajar dari berbagai respons terhadap dirinya. Sikap marah sering mereka perlihatkan dan sering berebut perhatian guru. Para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda tentang pembabakan atau periodisasi perkembangan ini. Perkembangan emosi berhubungan dengan seluruh aspek perkembangan anak. terdapat ciri yang sangat berbeda dengan usia bayi. anak usia TK berada pada tahapan praoperasional. memilih bahan ajar. (2) perkembangan terjadi dalam urutan yang teratur. kognitif. yaitu berdasarkan analisis biologis. Minat tersebut terus berlangsung sehingga dapat menambah perbendaharaan kata. Pada tahap ini emosi anak usia prasekolah lebih rinci atau terdiferensiasi. Perkembangan sosial adalah perkembangan perilaku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan masyarakat dimana anak itu berada. proporsi tubuh. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik atau guru Taman Kanakkanak adalah memahami perkembangan anak. PEMBELAJARAN YANG BERORIENTASI PERKEMBANGAN Prinsip-prinsip Perkembangan Anak Penyelenggaraan pendidikan Taman Kanak-kanak menuntut pendidik yang memiliki kemampuan profesional. sosial emosional. serta bahasa. Dilihat dari tahapan menurut Piaget. (5) perkembangan mempunyai pengaruh yang bersifat kumulatif. Ketika anak mencapai tahapan usia TK (3 sampai 6 tahun). didaktis. kegiatan bermain menjadikan fungsi sosial anak semakin berkembang. menentukan strategi. Pendapat-pendapat tersebut secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga. sosial dan pribadi yang baik. Perkembangan sosial anak merupakan hasil belajar. Karakteristik Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak Perkembangan anak usia TK yang terentang antara usia empat sampai dengan enam tahun merupakan bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan. Melalui kemampuan tersebut anak mampu berimajinasi atau berfantasi tentang berbagai hal.Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu. dan menyanyi. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara seperti bertanya. (3) perkembangan anak berlangsung pada tingkat yang beragam di dalam dan di antara anak. menata lingkungan belajar. Anak prasekolah biasanya telah mampu mengembangkan keterampilan bicara melalui percakapan yang dapat memikat orang lain.

dan seni. (8) memberikan pilihan kepada anak tentang apa dan bagaimana caranya belajar. mengambil inisiatif. (4) fleksibel. dan (10) bermitra dengan orang tua untuk mendukung perkembangan dan belajar anak. Perencanaan pembelajaran mengandung komponen-komponen yang ditata secara sistematis dimana komponenkomponen tersebut saling berhubungan dan saling ketergantungan satu sama lain. dan (3) berorientasi pada konteks sosial budaya anak. (6) kurikulum terpadu. bahasa. Strategi pembelajaran dirancang agar anak dapat berinteraksi dengan anak lainnya secara individual dan dalam kelompok kecil. PERENCANAAN PEMBELAJARAN Pengertian dan Komponen-komponen Pembelajaran Perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan anak agar tujuan dapat tercapai. mendengarkan. Pembelajaran yang berorientasi perkembangan mengacu pada tiga hal penting. mengembangkan keterampilan sosial. yaitu (1) berorientasi pada usia.Ada beberapa hal yang mendasari munculnya praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan. . (9) penilaian bersifat kontinu. Kurikulum diorganisasikan secara terpadu untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak yang meliputi aspek fisik motorik. Praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan menekankan pada hal-hal sebagai berikut: (1) anak secara holistik. (2) program pendidikan yang bersifat individual. kuatnya tuntutan dan tekanan orang tua dan masyarakat terhadap pengajaran yang lebih bersifat akademik. membaca dan menulis dini. (7) belajar melalui bekerja. pengendalian dan disiplin diri. Mencatat dan mendokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan anak dan cara melakukan kegiatan tersebut. Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan Untuk Anak Usia Taman Kanak-kanak Prinisp-prinsip pembelajaran yang berorientasi perkembangan dapat diidentifikasi dari beberapa dimensi. kesalahpahaman masyarakat tentang konsep pendidikan anak usia dini. kognitif. Membantu keeratan kelompok dan memenuhi kebutuhan individu. sosial emosi. Menciptakan iklim yang positif dan kondusif untuk belajar. lingkungan kelas menstimulasi anak. (5) pentingnya bermain sebagai wahana belajar. Mendorong anak-anak untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan berbahasa secara menyeluruh yang meliputi kemampuan berbicara. Motivasi dan bimbingan diberikan agar anak mengenal lingkungannya. melalui observasi. sebagai berikut. antara lain meningkatnya praktik pembelajaran yang bersifat formal di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini. Penilaian terhadap anak dilakukan secara kontinu. Pengalaman belajar hendaknya dirancang secara konkret dan memberi kesempatan kepada anak untuk memilih kegiatannya sendiri. melakukan eksplorasi terhadap objek dan lingkungannya. (2) berorientasi pada anak secara individual. (3) pentingnya kegiatan yang diprakarsai anak. Lingkungan dan jadwal hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi aktif.

Komponen-komponen perencanaan pembelajaran meliputi: Tujuan merupakan komponen pertama dalam perencanaan pembelajaran merupakan proyeksi tentang hasil belajar atau kemampuan yang harus dicapai anak setelah belajar. Evaluasi sebagai alat untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan. Prinsip-prinsip belajar merupakan suatu ketentuan yang harus dilakukan anak ketika ia belajar. Anak belajar melalui kombinasi lingkungan fisik. Anak menggunakan seluruh tubuhnya sebagai alat untuk belajar. Perencanaan Harian (SKH). sosial dan mampu merefleksikannya. memuat keterampilan. Anak belajar dengan gaya yang berbeda. Perencanaan Mingguan (SKM). Melalui bermain anak dapat memahami menciptakan memanipulasi simbolsimbol dan mentransformasi objek-objek tersebut . Prosedur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Salah satu tugas guru adalah membuat perencanaan pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar adalah proyeksi kegiatan belajar yang harus dilakukan anak agar tujuan tercapai. Media dan sumber belajar merupakan salah satu komponen yang memberi dukungan terhadap proses belajar. Perencanaan Mingguan berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai kemampuan yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan tema pada minggu itu. Anak secara energik mencari cara untuk menghasilkan potensi maksimum. Guru harus memahami bagaimana kematangan anak dapat dicapai dan apa yang perlu dilakukan untuk memfasilitasi matangan tersebut. Perencanaan semester merupakan penjabaran dari perencanaan tahunan yang dibagi ke dalam dua semester. mengumpulkan informasi untuk membuat keputusan. Perencanaan Tahunan. HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN Konsep Belajar dan Prinsip-prinsip Belajar Anak Belajar adalah proses perubahan perilaku berdasarkan pengalaman dan latihan. pembiasaan-pembiasaan dan tema-tema yang sesuai dengan minat anak dan dekat dengan lingkungan anak. Ketika bergerak anak mencari stimulasi yang dapat meningkatkan kesempatan untuk belajar. Anak belajar melalui bermain. Belajar anak dipengaruhi kematangan. Perencanaan Semester. Materi adalah bahan yang akan diajarkan agar tujuan tercapai. SKH dijabarkan dari SKM. Jenis-jenis perencanaan di TK meliputi Perencanaan Tahunan. Tugas guru bagaimana menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak memperoleh pengalaman fisik. kemampuan. Ada yang tipe visual. Perencanaan Harian (SKH) merupakan perencanaan operasional yang disusun oleh guru dan merupakan acuan dalam melaksanakan pembelajaran. sosial dan refleksi. tipe auditif dan tipe kinestetik. Anak adalah pebelajar aktif. Evaluasi merupakan suatu proses memilih. Belajar anak dipengaruhi oleh lingkungan. Tidak hanya lingkungan fisik tetapi juga lingkungan belajar. Dengan pengalaman tersebut anak memperoleh pengetahuannya.

Dengan demikian strategi pembelajaran menekankan kepada bagaimana aktivitas guru mengajar dan aktivitas anak belajar. Media dan Sumber belajar. Kegiatan perlu pula dipertimbangakan karena belajar di TK tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas tetapi juga ada kegiatan belajar di luar kelas. moral agama . bermakna. Kegiatan. sosial emosi. Karakteristik tujuan perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajran. suka rela. motorik. yaitu (1) karakteristik tujuan pembelajaran apakah untuk pengembangan aspek kognitif. tema pembelajaran di TK. Semua kriteria ini memberikan implikasi bagi guru untuk memilih stratgei pembelajaran yang paling tepat digunakan di Taman Kanak-kanak Karakteristik Cara Belajar Anak Anak belajar dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa. ditentukan oleh aturan. dan episodik. fisik. dan (4) anak belajar paling baik jika yang dipelajarinya menyeluruh. dan fungsional. PEMILIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN Pengertian dan Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru dan murid dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar. (4) karakteristik tema atau bahan ajar yang akan disajikan kepada anak. Tema. Anak. menarik. kognitif. Para ahli teori konstruktivisme mempunyai pandangan tentang cara belajar anak yaitu bahwa anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya melalui kegiatan mengeksplorasi objek-objek dan peristiwa yang ada di lingkungannya dan melalui interaksi sosial dan pembelajaran dengan orang dewasa. bahasa. sosial emosi. . semi kreatif atau kreatif. aspek afektif atau psikomotor. Kepiawaian guru dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar anak. apakah berkaitan dengan. pengembangan kognitif. Strategi pembelajaran adalah segala usaha guru untuk menerapkan berbagai metode pembelajaran dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Media dan sumber belajar yang dipilih harus dapat mendukung terlaksananya proses belajar yang efektif dan relevan dengan strategi pembelajaran yang dipilih guru. menyenangkan. dan (5) karakteristik pola kegiatan yang akan digunakan apakah melalui pengarahan langsung. Anak perlu dipertimbangkan. Atau apakah pembelajaran itu bertujuan untuk mengembangkan domain fisik-motorik. Beberapa karakteristik cara belajar anak itu antara lain (1) anak belajar melalui bermain. Bermain sebagai salah satu cara belajar anak memiliki ciri-ciri simbolik. (2) anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya. (3) anak belajar secara alamiah.Variabel Strategi Pembelajaran Tujuan. dan estetika. aktif. (3) karakteristik tempat yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran apakah di luar atau di dalam ruangan. meliputi 20 tema. bermakna. Guru-guru merupakan faktor penentu dalam keberhasilan belajar anak. Terdapat beberapa kriteria yang harus menjadi pertimbangan guru dalam memilih strategi pembelajaran. masing-masing tema memiliki karakteristik tersendiri. bahasa. karena anak memilki karakteristik dalam perkembangan dan belajarnya anak itu unik dan memilki potensi untuk belajar. Dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran karakteristik tema merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan. (2) karakteristik anak sebagai peserta didik baik usianya maupun kemampuannya.

(9) contoh atau modelling. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA ANAK Rasional Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Anak pada hakikatnya memiliki potensi untuk aktif dan berkembang. 7) Anak menceritakan pengalamannya. meneliti. (11) menceritakan/menjelaskan/menginformasikan. dan (7) Pengajaran Langsung. benda. Pembelajaran yang berpusat pada anak banyak diwarnai paham konstruktivis yang dimotori Piaget dan Vigotsky. menyimak. . 2) Anak-anak memilh bahan dan memutuskan apa yang ingin ia kerjakan. guru Taman Kanak-kanak dituntut untuk dapat menggunakan strategi pembelajaran lainnya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik. Jenis-jenis strategi pembelajaran khusus tersebut adalah (1) kegiatan eeksploratori. (3) Pemecahan Masalah. (4) Diskusi. mempersiapkan isyarat lingkungan. JENIS-JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Umum di Taman Kanak-kanak Ada beberapa jenis strategi pembelajaran umum yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. lingkungan. fungsional. Yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak adalah pendekatan perkembangan dan pendekatan belajar aktif. Jenis-jenis strategi pembelajaran umum tersebut adalah: (1) meningkatkan keterlibatan indra. (13) tantangan. penghargaan efektif). (2) (6) (10) (14) Strategi-strategi pembelajaran tersebut dapat diintegrasikan atau digabungkan dalam keseluruhan proses pembelajaran. Mereka membangun pengetahuannya ketika berinteraksi dengan objek. sehingga tercipta kegiatan belajar yang lebih bervariasi. (5) Belajar Kooperatif. Strategi pembelajaran tersebut pada umumnya lebih menekankan pada aktivitas anak dalam belajar. (12) do-it-signal. Strategi Pembelajaran Khusus di Taman Kanak-kanak Terdapat beberapa jenis strategi pembelajaran khusus yang dapat diterapkan di Taman Kanak-kanak. Penerapan strategi pembelajaran khusus tersebut pada prinsipnya sama dengan penerapan strategi pembelajaran umum. pertanyaan. 4) Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung. undangan/ajakan. (7) refleksi tingkah laku/tindakan. (3) analisis tugas. dan pola kegiatan. mencium. Guru harus berperan sebagai fasilitator yang dapat memberikan kemudahan dan kelancaran kepada anak dalam proses belajar. karakteristik tempat yang akan digunakan. (5) praktik terbimbing. menggerakkan badan mereka menyentuh.Lingkungan yang diciptakan secara kondusif akan mengundang anak untuk belajar secara alamiah tanpa paksaan sehingga apa yang dipelajari anak dari lingkungannya adalah hal-hal yang benar-benar bermakna. namun. Belajar aktif merupakan proses dimana anak usia dini mengeksplorasi lingkungan melalui mengamati. meraba dan membuat sesuatu terjadi dengan objek-objek di sekitar mereka. (4) scaffolding. Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) prakarsa kegiatan tumbuh dari minat dan keinginan anak. (8) refleksi kata-kata. (6) Demonstrasi. menarik dan bersifat menyeluruh. Anak adalah pembangun aktif pengetahuannya sendiri. tidak berarti peranan guru pasif. dan (15) kesenyapan. Di samping strategi pembelajaran di atas. 3) Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh indranya. 5) Anak mentransformasikan dan menggabungkan bahan-bahan. karakteristik anak dan cara belajarnya. (2) Penemuan Terbimbing. 6) Anak menggunakan otot kasarnya. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. yaitu harus mempertimbangkan karakteristik tujuan.

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERMAIN . Area musik dan gerak. Area. Tahap Bekerja (Work Time). tahap bekerja dan tahap melaporkan kembali. Area Balok. Anak mentransformasikan rencana ke dalam tindakan. Prosedur pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut: Tahap merencanakan (Planning Time). mulai dari membuat perencanaan. Untuk itu perlu disediakan area-area yang memungkinkan berbagai kegiatan sesuai pilihannya. (Plan). Area Membaca dan menulis. Tahap Review (Recall). Contoh Penerapan Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Plan Do Review. Pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak meliputi: tahap perencanaan. Tahap ini merupakan tahap memperlihatkan apa yang telah dilakukan anak pada tahap bekerja. Area Seni. Area komputer. Area Manipulatif. Upaya yang dilakukan adalah dengan merencanakan dan menyediakan bahan/peralatan yang dapat mendukung perkembangan dan belajar anak secara komprehensif. Pada tahap ini anak diberi kesempatan untuk membuat rencana dari kegiatan yang akan mereka lakukan selanjutnya. Area Rumah dan Bermain Drama. Area pertukangan atau kerja Kayu.area tersebut meliputi: Area Pasir dan Air. mengerjakan (Do). merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak. Dalam pendekatan ini anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuai dengan minat dan keinginannya. dan melaporkan kembali (Review). Tahap ini adalah tahap dimana anak bermain dan memecahkan masalah. Area bermain di luar ruangan.Prosedur Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Pembelajaran yang berpusat pada anak harus direncanakan dan diupayakan dengan matang.

Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. Tujuan kegiatan bermain bagi anak usia TK adalah untuk meningkatkan pengembangan seluruh aspek perkembangan anak usia TK. spontan. Kriteria dalam kegiatan bermain adalah memotivasi intrinsik. bermain secara paralel. serta untuk memecahkan masalah dan mencoba berbagai penyelesaian masalah. Fungsi bermain bagai anak TK adalah: Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. bermacam bahan dan peralatan yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai perlu dipersiapkan terlebih dahulu secara lengkap. Menentukan jenis kegiatan bermain yang akan dipilih sangat tergantung kepada tujuan dan tema yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. hal itu sepenuhnya tergantung pada jenis permainan yang dipilih. Ditinjau dari dimensi perkembangan sosial. terfokus pada proses. serta bermain memiliki kelenturan.Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bermain Bermain merupakan suatu kegiatan yang melekat pada dunia anak. kreativitas. dan urutan langkah bermain. Untuk menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng. Langkah berikutnya adalah menentukan urutan langkah bermain yang disertai dengan penetapan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta permainan. Bermain dapat dipandang sebagai suatu kegiatan yang bersifat voluntir. bermain asosiatif. Selanjutnya ditentukan tempat dan ruang bermain yang akan digunakan. meyenangkan dan fleksibel. dan bermain secara kooperatif. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. bukan dikerjakan sambil lalu. Tema yang akan dipilih dapat mengacu pada 20 tema yang terdapat dalam PKB TK 1994. Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran melalui Bermain Anak Rancangan kegiatan bermain meliputi penentuan tujuan dan tema kegiatan bermain. memiliki pengaruh positif. bahan dan peralatan bermain. memberi ganjaran secara intrinsik. baik perkembangan motorik. terdapat dua macam kegiatan persiapan. tempat dan ruang bermain. Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidup yang nyata. Kegiatan bermain akan memberikan hasil yang optimal apabila kegiatan itu dirancang dengan saksama dan tidak secara kebetulan. bermain digolongkan sebagai berikut: bermain soliter. apakah di dalam atau di luar ruangan kelas. macam kegiatan bermain. Sebelum melakukan kegiatan bermain. yaitu: . Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. Contoh Penerapan Pembelajaran melalui Bermain Pelaksanaan kegiatan bermain terdiri dari tiga kegiatan yaitu: Kegiatan prabermain Kegiatan bermain Kegiatan penutup Pada kegiatan prabermain. Cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. Untuk melepaskan dorongan-dorongan yang tidak dapat diterima seperti berperan sebagai pencuri. Bermain adalah kodrat anak. Penentuan jenis kegiatan bermain diikuti dengan jumlah peserta kegiatan bermain. emosi atau sosial. bahasa. kognitif.

Prosedur Penerapan Pembelajaran melalui Bercerita Kegiatan bercerita merupakan kegiatan yang memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak serta pencapaian tujuan pendidikan. Selain itu tempat duduk pun harus diatur sedemikian rupa. bermain peran dalam suatu cerita. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERCERITA Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bercerita Metode bercerita merupakan salah satu metode yang banyak dipergunakan di Taman Kanak-kanak. . Evaluasi atau penilaian perlu dilaksanakan agar guru mendapatkan umpan balik tentang keberhasilan kegiatan bermain. Sebelum melaksanakan kegiatan bercerita guru terlebih dahulu harus merancang kegiatan bercerita berupa langkah-langkah yang harus ditempuh secara sistematis. Banyaknya kegiatan pada tahap bermain sangat tergantung pada jenis permainan yang dipilih. guru memberikan penekanan pada aspek-aspek yang sepatutnya dikembangkan dan dimiliki oleh anak seperti. Kegiatan penutup merupakan kegiatan akhir dari seluruh langkah kegiatan bermain. Pada kegiatan ini. Metode bercerita merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. Beberapa macam teknik bercerita yang dapat dipergunakan antara lain guru dapat membaca langsung dari buku. menunggu giliran. Bercerita sebaiknya dilakukan dalam kelompok kecil untuk memudahkan guru mengontrol kegiatan yang berlangsung sehingga akan berjalan lebih efektif. misalnya berbentuk lingkaran sehingga akan terjalin komunikasi yang lebih efektif. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita. Penggunaan bercerita sebagai salah satu strategi pembelajaran di Taman Kanak-kanak haruslah memperhatikan hal-hal berikut: Isi cerita harus terkait dengan dunia kehidupan anak TK. lucu.Kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan dalam kegiatan bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan yang berurutan dari awal sampai dengan akhir kegiatan bermain. kemampuan bekerja sama. Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru adalah sebagai berikut: Menetapkan tujuan dan tema cerita. kemampuan memecahkan masalah dan sebagainya. dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. Cerita yang dibawakan guru harus menarik. dan mengasyikkan sesuai dengan dunia kehidupan anak yang penuh suka cita Kegiatan bercerita harus diusahakan menjadi pengalaman bagi anak TK yang bersifat unik dan menarik. menggunakan ilustrasi dari buku gambar. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan kegiatan bermain yang telah ditetapkan sebelumnya . menggunakan papan flannel. serta jumlah anak yang mengikuti permainan. menggunakan boneka. atau bercerita dengan menggunakan jari-jari tangan. Kegiatan bercerita diusahakan dapat memberikan perasaan gembira.

Penerapan Strategi Pembelajaran melalui Bercerita Penerapan strategi pembelajaran melalui bercerita mengacu pada prosedur pembelajaran yang telah dikembangkan sebelumnya. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. mengembangkan cerita. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita. Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita. menetapkan teknik bertutur. mengatur tempat duduk. Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita: mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita. Guru memiliki kebebasan untuk menentukan bentuk cerita yang dipilih.Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita. Pengaturan tempat duduk. melaksanakan kegiatan pembukaan. mengatur tempat duduk. menetapkan teknik bertutur. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita. mengembangkan cerita. melaksanakan kegiatan pembukaan. Bahan dan alat yang dipergunakan dalam kegiatan bercerita sangat bergantung kepada bentuk cerita yang dipilih sebelumnya. dan teknik . yaitu: Menetapkan tujuan dan tema cerita. merupakan hal yang patut mendapat perhatian karena pengaturan yang baik membuat anak merasa nyaman dan dapat mengikuti cerita di samping teknik bercerita. mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita. Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan bercerita serta tema yang dipilih oleh guru menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan lainnya. sepanjang bisa menggambarkan isi cerita dengan baik. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita.

Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika pada mereka disediakan kesempatan untuk berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan. Pengalaman main sensorimotor pada anak usia dini merupakan rangsangan untuk mendukung proses kerja otak dalam mengelola informasi yang didapatkan anak dari lingkungan saat bermain. Sedangkan balok unit. kognisi maupun sosial anak. bermain di halaman. baik bermain dengan badannya ataupun dengan berbagai benda disekitarnya. baik di dalam maupun diluar ruangan. Main pembangunan dibahas oleh Jean Piaget (1962). Kegiatan bermain anak tersebut antara lain melalui tiga jenis kegiatan bermain yaitu main sensorimotor. leggo. playdough. anak berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam kegiatan bermain. Sara Smilansky (1968). air. Cat. Jean Piaget menyatakan bahwa kesempatan main pembangunan membantu anak untuk mengembangkan keterampilan yang akan mendukung keberhasilan sekolahnya kelak. Kegiatan bergerak secara bebas. spidol. dilantai atau dimeja dengan kursi. bristle blocks. main pembangunan dan main peran atau main simbolik Main sensorimotor dijelaskan oleh Jean Piaget dan Sara Smilansky (1968) yang menyatakan bahwa anak usia dini belajar melalui kegiatan bermain dengan menggunakan panca indranya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka. pengalaman bermain yang tepat dapat mengoptimalkan seluruh aspek tumbuh kembang anak. puzzle dan lainnya yang sejenis . Dr. ke yang paling terstruktur seperti puzzle dan balok. emosi. dan Charles and Mary Wolfgang (1992). baik fisik. crayon.Metode pembelajaran dengan Pendekatan Beyond Centers and Circle Times (BCCT) adalah metode pembelajaran anak usia dini melalui kegiatan bermain anak dalam sentra-sentra bermain dan saat-saat lingkaran. pasir dianggap sebagai bahan main pembangunan sifat cair atau bahan alam. Charles Wolfgang dalam bukunya yang berjudul School for Young Children. Pendekatan BCCT mendasarkan pada asumsi bahwa anak belajar melalui kegiatan bermain dengan benda-benda dan orang-orang disekitarnya (lingkungan biotik dan abiotik). menyediakan banyak kesempatan untuk berhubungan dengan banyak tekstur dan berbagai jenis bahan mainan yang berbeda akan mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. balok berongga. menjelaskan suatu tahap yang berkesinambungan dari bahan yang paling cair atau messy seperti air.

atau rangkaian kereta api dengan rel dan jalan dengan mobil. Anak dapat mengekspresikan dalam bahan-bahan ini dengan mengembangkannya dari proses bermain sensorimotor pada usia di bawah tiga tahun ke tahap main simbolik pada anak usia 3 sampai 6 tahun yang dapat terlihat dalam hubungan kerjasama dengan anak lainnya dalam menciptakan karya nyata. anak memperbaiki kesalahannya dan memperkuat harapan-harapannya. misalnya . menciptakan kembali masa lalunya dan mengembangkan keterampilan khayalan. anak melakukan percobaan dengan bahan dan peran. Sebagai contoh. Tujuan akhir main peran adalah belajar bermain dan bekerja dengan orang lain.yang ditentukan dan mengarahkan bagaimana anak meletakkan bahan-bahan tersebut secara bersama menjadi sebuah karya. memperkuat dirinya sendiri untuk masa depan. Hal ini merupakan latihan untuk pengalaman-pengalamannya di dunia nyata selanjutnya. Anak mengantisipasi keadaan-keadaan masa depan melalui ujicoba-ujicoba. mendorong gerobak dan kereta barang. membuka dan menutup lemari. Erikson menjelaskan bahwa anak menyusun pengalaman dengan membuat suatu keadaan yang semestinya dan menguasai kenyataan melalui ujicoba dan perencanaan di dalamnya. membawa boneka bayi mengelilingi ruangan sambil bernyanyi. mereka juga ³memeriksa egonya´ belajar menghadapi pertentangan emosinya. Erik H. dianggap sebagai bahan main pembangunan yang terstruktur. Dalam keadaan yang ia buat sendiri. Sedangkan main peran makro adalah main peran sesungguhnya dengan alat-alat permainan berukuran sesungguhnya dan anak dapat menggunakannya untuk menciptakan dan memainkan peran-peran. kebun binatang dan orang-orang kemudian anak memainkannya lengkap dengan scenario yang biasanya disusun seketika dan dimainkannya bersama temantemannya dalam satu session. lapangan pesawat udara. mengisi dan membongkar mainannya dan sebagainya. Selanjutnya Erikson menjelaskan bahwa ada dua jenis main peran yaitu main peran mikro dan main peran makro. Main peran mikro adalah kegiatan bermain peran/role play dengan menggunakan bahan-bahan main berukuran kecil seperti rumah boneka lengkap dengan perabotnya dan orang-orangan sehingga anak dapat memainkannya. anak memakai baju dan melepaskannya. Selama tahap awal main peran. Saat anak berkembang melalui pengalaman main peran.

kakak. dan pengetahuan anak. Pijakan sebelum main. Pendidik. kamar tidur. Ibu.main dokter-dokteran maka alat permainan yang digunakan antara lain stetoskop mainan ukuran besar. adik dan sebagainya. ide. Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main. aturan. dipadukan dengan pengalaman guru. Pijakan selama anak main. PRINSIP DASAR PENDEKATAN BCCT Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini didasarkan atas prinsipprinsip sebagai Berorientasi pada kebutuhan anak. Dalam pendekatan BCCT ditekankan bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. Kegiatan . teori multiple perkembangan yang intellegence. Pijakan setelah main. dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak. perawat yang membantu dokter. buku resep dan ballpoint. teori neuroscience. ada alat-alat rumah tangga. meja belajar. ruang tamu. ruang makan. garasi dan sebagainya dan anak-anak ada yang berperan sebagai Bapak. kamar periksa dan sebagainya yang semuanya dalam ukuran besar dan dapat dipergunakan seperti kegiatan sesungguhnya. Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup: Pijakan lingkungan main. replica jarum suntik. meja pendaftaran. orang tua. PEMBELAJARAN PAUD DENGAN MENGGUNAKAN METODE BCCT Pendekatan ini dikembangkan berdasarkan pada teori anak. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep. petugas pendaftar. Atau dalam skala besar misalnya kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga.

Setiap memiliki awal kemampuan berbeda. disiplin. kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri. mampu bersosialisasi. serius dan konsentrasi. kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik.. sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi. Mengembangkan kecakapan hidup anak. Kebutuhan khusus setiap anak perkembangan anak dapat dilihat pada ³menu . dalam bahasa.pembelajaran harus selalu ditujukan pada pemenuhan kebutuhan perkembangan anak secara individu. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar. Tahap perkembangan anak Anak tumbuh menjadi lebih besar dan berkembang menjadi lebih pintar dalam aspek fisik. Tugas pendidik adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal. perkembangannya tangga anak seni dan sosialnya.Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain. dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan menggunakan benda-benda yang ada disekitarnya. dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar. emosi. lingkungan harus bagi diciptakan anak menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan selama mereka bermain. dengan karena itu anak usia dini disesuaikan tahap-tahap perkembangan anak. dengan prinsip-prinsip menyeluruh perkembangan yang rangsangan semua aspek bersifat mencakup perkembangan. mengacu pendidikan dilaksanakan pada secara bertahap dan berulang-ulang anak. fokus. supaya anak mendapatkan dasar yang kokoh untuk mencapai kemampuan yang lebih tinggi. dasar untuk kemampuan pada tahap yang di tahap harus lebih yang mengembangkan pembelajaran kemampuan lebih tinggi. untuk mengetahui tahap generik´. dan berpikir/kognisi. tahapan pertumbuhan ke melalui tingkat menjadi yang menuju atas.

Anak pada usia yang sama. dan spiritual). tetapi satu kegiatan mencakup semua aspek. dan mungkin pada beberapa aspek lainnya. perbedaan kemampuan gerak kedua anak tersebut. Pengembangan potensi jamak Setiap anak memiliki kemampuan jamak (bahasa. Contohnya saat anak bermain dengan balok. menghitung jumlah balok yang digunakan. visual spasial.Kemampuan setiap anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungannya. pemahaman diri. Untuk membentuk anak cerdas maka anak harus banyak melakukan interaksi dengan lingkungan. Contoh. alam. anak usia empat tahun yang memiliki kesempatan bergerak dengan leluasa akan memiliki kemampuan motorik (gerakan) yang lebih baik dibanding dengan anak usia sama yang sering dilarang melakukan sesuatu. interaksi sosial. Pengalaman tersebut termasuk juga pengalaman sosial. Karena itu pembelajaran untuk anak usia dini harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak melakukan sendiri dengan menggunakan panca inderanya. membedakan kebutuhan belajar mereka pada aspek motoriknya. anak dirangsang untuk bercerita tentang gagasan yang akan dibangunnya. seni dan musik. bercerita tentang bangunan yang sudah dibuatnya. Pembelajaran pada anak usia dini tidak seperti pembelajaran di sekolah-sekolah yang dibagi permata pelajaran. anak diberi kesempatan sejak kecil untuk melakukan sendiri . kinestetik. logika matematika. Contoh untuk mendapatkan keterampilan hidup. tahap perkembangan sama tetapi mendapatkan rangsangan akan memilki pengalaman anak usia belajar yang lingkungan berbeda karena itu berbeda. dan mengklasifikasi balok pasa saat membereskannya kembali. menyebutkan bentuk balok yang dipakai. pembelajaran dini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. sehingga anak mempunyai banyak pengalaman yang bermanfaat. Membangun pengetahuan anak Kecerdasan dirangsang oleh lingkungan. menumbuhkan kepercayaan diri.

dan belajarnya menjadi sia-sia.seperti makan-minum sendiri. tenang. Belajar melalui bermain. dan aman selama proses belajar. meningkatkan kemampuan pemahaman tentang sesuatu yang . Oleh karena itu sebelum melakukan pembelajaran perlu menarik minat anak terlebih dahulu. anak dapat membangun jaringan syaraf otak dan memperkuat jaringat yang sudah terjalin. Bagi anak bermain adalah untuk sarana anak untuk pertumbuhan belajar. ia akan melakukannya secara berulang-ulang. Bantuan yang berlebihan dari orang dewasa akan membatasi anak untuk mengembangkan kemampuannya. Karena itu penting memberikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak. apabila anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang. maka ia akan menolak untuk melakukannya kembali. memakai baju dan menentukan baju mana yang diinginkannya. menggunakan sepatu dan hal-hal lain yang dapat dan ingin dilakukannya. mendengar. keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan. belajar yang nyaman memberikan kemungkinan anak bermain Suasana aktif. dan Dalam perkembangannya. menemukan atau Kesemuanya dan itu kesempatan fisiknya. segala macam benda anak yang ditemukannya. berarti penguatan kemampuan tersebut tidak akan terjadi. Selain itu suasana pembelajaran yang menyenangkan. sepanjang kegiatannya tidak membahayakan dirinya. mencicipi rasa. menyentuh membuka kemampuan lingkungan. dan itu akan menumbuhkan rasa ketergantungan dan ketidakmandirian anak Anak Belajar dengan baik apabila merasa aman dan nyaman secara fisik dan psikologisnya. Contoh. Sebaliknya jika anak dipaksa untuk melakukan sesuatu. dan itu sangat baik untuk mencapai kemajuan anak. merasakan. atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. memecahkan masalah. Bermain sama dengan bermain anak belajar melihat. sehingga anak merasa tertarik dan senang untuk melakukannya. bagi untuk mengembang dengn membangun daya hubungan imajinasi. Fungsi kerja otak besar (otak untuk berpikir) berjalan dengan baik apabila mendapatkan rangsangan yang menyenangkan. komukasi mengembangkan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif.

Pengawasan dan perhatian yang tepat dari orang dewasa memberikan perasaan aman dan nyaman. Anak belajar dengan cara berulang Dengan latihan yang berulang-ulang anak memperkuat sambungan syaraf otak. ukuran untuk membuat pasir cetak. Juga kesempatan untuk mendapatkan tantangan sehingga dapat mengembangkan keterampilan berikutnya yang lebih sulit. Perhatian. anak cium. Kesemuanya dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain yang menyenangkan. Contoh. Anak belajar apabila sesuai dengan kemampuan perkembangannya. sosial dan budaya. Dalam suasana yang menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. Anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya. dan lingkungan akan sosial dimana langsung anak sehingga pengalaman anak terkait dengan kehidupannya. meningkatkan keterampilan menggunakan alat bermain. Kepatutan menurut konteks agama. Segala sesuatu yang anak baru dengar. main imajinasi menggunakan kue pasir dengan temannya untuk pengembangan bahasanya. dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. bentuk pasir setelah dicetak. raba. Pembelajaran untuk anak usia dini tidak bertentangan dengan ajaran agama. dengan menggunakan pasir dan cetakan anak dapat merasakan tekstur pasir. Karena itu anak akan untuk beruntung melatih dan lebih maju apabila baru mendapatkan kesempatan keterampilan yang dikuasainya. pengetahuan Dengan diperlukan anak alat-alat inderanya belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan.baru. kasih sayang. untuk kecap. budaya setempat. nilai hidup. dan kemampuan bahasa. Anak belajar dalam suasana yang menyenangkan. yang lihat. melihat warna pasir. mengenal memberikan dunianya. . menghitung jumlah kue pasir.

ia akan merasa frustasi karena merasa tidak berhasil. Kegiatan yang sering dilakukan anak menunjukkan kemampuan yang dikuasai anak. Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu. bahan dan alat main. Pengembangan metode ini telah dilakukan lebih dari 25 tahun di Creative Pre School Florida. baik dari segi materi. Karena itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak.Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang lebih rendah dari pada yang dimilikinya. maka anak tidak tertarik. berarti ia tidak belajar. perhatikan apa yang dilakukan anak sekarang ini. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Early Metode Young ini telah terakreditasi (NAEYC) di sebagai oleh National yang Assosiation Childhood metode direkomendasikan memperoleh dapat diterapkan dari Amerika dimana Serikat. Untuk mengetahui dimana kemampuan anak saat ini. . Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak. Indonesia dapat copyright CCCRT penerapannya dilaksanakan secara bertahap dan dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sepanjang tetap memperhatikan prinsipprinsip dasarnya. baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus. seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak. PENDEKATAN BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME (BCCT) Pendekatan Beyond Center and Circles Time (BCCT) atau Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran Metode Sentra dan Saat Lingkaran atau dikatakan metode Beyond Center and Circles Time (BCCT) adalah metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Reserch and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida Amerika Serikat. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang terlalu tinggi di atas kemampuannya. bosan. dan tidak mendapatkan pengalaman baru.

secara bertahap.Semua tahapan perkembangan anak telah dirumuskan dengan rinci dan jelas. tingkat perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak. kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri. sehingga dapat dijadikan panduan bagi pendidik pemulaMasing-masing anak memperoleh dukungan untuk aktif. sehingga mendorong kreativitas anak. pendidik dapat memantau perkembangan semua anak didiknya dengan mudah. melainkan dapat dilakukan setempat. sesuai dengan situasi dan kondisi Prinsip Pendekatan BCCT .Pendidik lebih anak berperan sebagai perancang. sesaat. sehingga rancangan. Namun demikian metode ini memiliki keunggulan. dan penilai kegiatan dengan mengkondisikan setiap anak untuk berperan aktif Pembelajarannya bersifat individual. dan sesudah main.Yang dimaksud saat lingkaran adalah pendidik dan peserta didik duduk melingkar pada saat sebelum dan sesudah kegiatan bermain anak. sehingga dapat dijadikan pijakan bagi pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan anakPenerapannya tidak bersifat kaku. Metode Sentra dan Saat Lingkaran merupakan hasil pengemabngan dari metode Montessori. B. tanpa harus takut membuat kesalahanSetiap tahap perkembangan bermain anak sudah dirumuskan secara jelas. HighScope dan Reggio Emilio. sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian perkembangan anakKegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-pijakan sebelum. sehingga semuanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. dan penilaian disesuaikan dengan potensi. pendukung. dukungan. Keunggulan Pendekatan BCCT diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak Kurikulumnya yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan.

kreatif dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri. Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah. selama anak berada disentra. anak-anak masuk ke kelompok masing- masing dengan dibimbing oleh pendidik yang bersangkutan. pendidik duduk bersama anak didik membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman sebelum main. pendidik duduk bersama anak didik dengan membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman setelah main. untuk mengikuti Mempersyaratkan pelatihan pendidik dan pengelola program sebelum menerapkan metode ini. pendidik memberi waktu yang cukup kepada anak untuk melakukan kegiatan di sentra main yang disiapkan sesuai jadwal hari itu. pendidik bersama anakanak membereskan peralatan dan tempat main. pendidik bersama anakanak makan bekal yang dibawanya (tidak dalam posisi istirahat) kegiatan penutup. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran. secara bergilir pendidik memberi pijakan kepada setiap anak. anak-anak pulang secara bergiliran . pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran/pembiasaan antri.Keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada teori dan pengalaman empiric. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan. Menempatykan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal yang merangsang anak untuk aktif. Standar Operasional Pendekatan BCCT Standar adalah: pendidik Operasional Proses Pembelajaran dengan Pendekatan BCCT menata lingkungan main sebagai pijakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ada pendidik yang bertugas menyambut kedatangan anak dan mempersilahkan untuk bermain bebas dulu.Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran. semua anak mengikuti main pembukaan dengan bimbingan pendidik.

orang tua. PRINSIP DASAR PENDEKATAN BCCT Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini didasarkan atas prinsipprinsip sebagai harus Berorientasi selalu pada kebutuhan pada anak. dan pengetahuan anak. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep. Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup: Pijakan lingkungan main. dipadukan dengan pengalaman guru. Pendidik. ide. Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main. dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan . Pijakan setelah main. Pijakan sebelum main. aturan.pendidik membereskan tempat dan merapikan catatan-catatan dan kelengkapan administrasi. dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak. ini dikembangkan neuroscience. berdasarkan teori pada teori perkembangan yang teori multiple intellegence. Kegiatan kebutuhan pembelajaran ditujukan pemenuhan perkembangan anak secara individu. Pijakan selama anak main. Dalam pendekatan BCCT ditekankan bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain. pendidik melakukan diskusi evaluasi hari ini dan rencana esok hari PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DENGAN PENDEKATAN BCCT Pendekatan anak.

tahapan pertumbuhan ke melalui tingkat menjadi tinggi. Mengembangkan kecakapan hidup anak. mampu bersosialisasi. dalam bahasa. supaya anak mendapatkan dasar yang kokoh untuk mencapai kemampuan yang lebih tinggi. Anak pada usia yang sama. tahap perkembangan sama tetapi mendapatkan rangsangan lingkungan berbeda . emosi. dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar.. dasar untuk kemampuan pada tahap yang tahap harus lebih yang mengembangkan pembelajaran kemampuan di usia dini karena itu anak disesuaikan tahap-tahap perkembangan anak. dengan prinsip-prinsip menyeluruh perkembangan yang rangsangan semua aspek bersifat mencakup perkembangan. dengan yang menuju atas. mengacu pendidikan dilaksanakan pada secara bertahap dan berulang-ulang anak. lingkungan harus bagi diciptakan anak menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan selama mereka bermain. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar. serius dan konsentrasi. kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik.Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan. Tahap perkembangan anak Anak tumbuh menjadi lebih besar dan berkembang menjadi lebih pintar dalam aspek fisik. sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. dan berpikir/kognisi. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi.menggunakan benda-benda yang ada disekitarnya. disiplin. fokus. untuk mengetahui tahap generik´. kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri. Kebutuhan khusus setiap anak perkembangan anak dapat dilihat pada ³menu Kemampuan setiap anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungannya. Tugas pendidik adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal. perkembangannya tangga anak seni dan sosialnya. Setiap memiliki awal lebih kemampuan berbeda.

dan mengklasifikasi balok pasa saat membereskannya kembali. bercerita tentang bangunan yang sudah dibuatnya. Pembelajaran pada anak usia dini tidak seperti pembelajaran di sekolah-sekolah yang dibagi permata pelajaran. sehingga anak mempunyai banyak pengalaman yang bermanfaat. visual spasial. Bantuan yang berlebihan dari orang dewasa akan membatasi . memakai baju dan menentukan baju mana yang diinginkannya. Contoh. Untuk membentuk anak cerdas maka anak harus banyak melakukan interaksi dengan lingkungan. anak usia empat tahun yang memiliki kesempatan bergerak dengan leluasa akan memiliki kemampuan motorik (gerakan) yang lebih baik dibanding dengan anak usia sama yang sering dilarang melakukan sesuatu. Contoh untuk mendapatkan keterampilan hidup. kinestetik. pemahaman diri. perbedaan kemampuan gerak kedua anak tersebut. Pengembangan potensi jamak Setiap anak memiliki kemampuan jamak (bahasa. karena itu pembelajaran dini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap anak.akan memilki pengalaman anak usia belajar yang berbeda. dan mungkin pada beberapa aspek lainnya. menyebutkan bentuk balok yang dipakai. interaksi sosial. dan spiritual). Contohnya saat anak bermain dengan balok. menghitung jumlah balok yang digunakan. anak diberi kesempatan sejak kecil untuk melakukan sendiri seperti makan-minum sendiri. menumbuhkan kepercayaan diri. Karena itu pembelajaran untuk anak usia dini harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak melakukan sendiri dengan menggunakan panca inderanya. alam. seni dan musik. Pengalaman tersebut termasuk juga pengalaman sosial. sepanjang kegiatannya tidak membahayakan dirinya. tetapi satu kegiatan mencakup semua aspek. menggunakan sepatu dan hal-hal lain yang dapat dan ingin dilakukannya. Membangun pengetahuan anak Kecerdasan dirangsang oleh lingkungan. anak dirangsang untuk bercerita tentang gagasan yang akan dibangunnya. logika matematika. membedakan kebutuhan belajar mereka pada aspek motoriknya.

Belajar melalui bermain. atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. Fungsi kerja otak besar (otak untuk berpikir) berjalan dengan baik apabila mendapatkan rangsangan yang menyenangkan. Sebaliknya jika anak dipaksa untuk melakukan sesuatu. Bermain sama dengan bermain anak belajar melihat. berarti penguatan kemampuan tersebut tidak akan terjadi. mencicipi rasa. bentuk pasir setelah dicetak. anak dapat membangun jaringan syaraf otak dan memperkuat jaringat yang sudah terjalin. keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan. baru. Bagi anak bermain adalah untuk sarana anak untuk pertumbuhan belajar. Contoh. Karena itu penting memberikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak. dengan menggunakan pasir dan cetakan anak dapat merasakan tekstur pasir. Oleh karena itu sebelum melakukan pembelajaran perlu menarik minat anak terlebih dahulu. merasakan. segala macam benda anak yang ditemukannya. maka ia akan menolak untuk melakukannya kembali. menemukan atau Kesemuanya dan itu kesempatan fisiknya. sehingga anak merasa tertarik dan senang untuk melakukannya. melihat warna pasir. komukasi mengembangkan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. mendengar. dan Dalam perkembangannya. meningkatkan kemampuan pemahaman menggunakan tentang alat sesuatu bermain. . belajar yang nyaman memberikan kemungkinan anak bermain Suasana aktif. ia akan melakukannya secara berulang-ulang. dan aman selama proses belajar. menyentuh membuka kemampuan lingkungan. memecahkan masalah. dan itu sangat baik untuk mencapai kemajuan anak. dan itu akan menumbuhkan rasa ketergantungan dan ketidakmandirian anak Anak Belajar dengan baik apabila merasa aman dan nyaman secara fisik dan psikologisnya. bagi untuk mengembang dengn membangun daya hubungan imajinasi. Selain itu suasana pembelajaran yang menyenangkan. Contoh.anak untuk mengembangkan kemampuannya. apabila anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang. tenang. dan belajarnya menjadi sia-sia. yang dan meningkatkan keterampilan kemampuan bahasa.

Juga kesempatan untuk mendapatkan tantangan sehingga dapat mengembangkan keterampilan berikutnya yang lebih sulit. ia akan merasa frustasi karena merasa tidak berhasil. main imajinasi menggunakan kue pasir dengan temannya untuk pengembangan bahasanya. menghitung jumlah kue pasir. dan lingkungan akan sosial dimana langsung anak sehingga pengalaman anak terkait dengan kehidupannya. yang lihat. berarti ia tidak belajar. Anak belajar apabila sesuai dengan kemampuan perkembangannya. nilai hidup. Karena itu anak akan untuk beruntung melatih dan lebih maju apabila baru mendapatkan kesempatan keterampilan yang dikuasainya. bosan. Perhatian. maka anak tidak tertarik. budaya setempat. dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. raba. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang lebih rendah dari pada yang dimilikinya. . untuk kecap. Pengawasan dan perhatian yang tepat dari orang dewasa memberikan perasaan aman dan nyaman.ukuran untuk membuat pasir cetak. Anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya. Dalam suasana yang menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. pengetahuan Dengan diperlukan anak alat-alat inderanya belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. Pembelajaran untuk anak usia dini tidak bertentangan dengan ajaran agama. mengenal memberikan dunianya. anak cium. Kepatutan menurut konteks agama. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang terlalu tinggi di atas kemampuannya. sosial dan budaya. Anak belajar dengan cara berulang Dengan latihan yang berulang-ulang anak memperkuat sambungan syaraf otak. dan tidak mendapatkan pengalaman baru. Segala sesuatu yang anak baru dengar. kasih sayang. Anak belajar dalam suasana yang menyenangkan. Kesemuanya dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain yang menyenangkan.

baik dari segi materi. Early Metode Young ini telah terakreditasi (NAEYC) di sebagai oleh National yang Assosiation Childhood metode direkomendasikan memperoleh dapat diterapkan dari Amerika dimana Serikat. perhatikan apa yang dilakukan anak sekarang ini. bahan dan alat main. Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu. sehingga semuanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak. Yang dimaksud saat lingkaran adalah pendidik dan peserta didik duduk melingkar pada saat sebelum dan sesudah kegiatan bermain anak. Untuk mengetahui dimana kemampuan anak saat ini. baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus. . Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak. PENDEKATAN BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME (BCCT) Pendekatan Beyond Center and Circles Time (BCCT) atau Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran Metode Sentra dan Saat Lingkaran atau dikatakan metode Beyond Center and Circles Time (BCCT) adalah metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Reserch and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida Amerika Serikat. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Indonesia dapat copyright CCCRT penerapannya dilaksanakan secara bertahap dan dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sepanjang tetap memperhatikan prinsipprinsip dasarnya. pendidik dapat memantau perkembangan semua anak didiknya dengan mudah. Kegiatan yang sering dilakukan anak menunjukkan kemampuan yang dikuasai anak. Pengembangan metode ini telah dilakukan lebih dari 25 tahun di Creative Pre School Florida.Karena itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak.

sehingga dapat dijadikan panduan bagi pendidik pemulaMasing-masing anak memperoleh dukungan untuk aktif. sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian perkembangan anakKegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-pijakan sebelum. kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri. pendukung. HighScope dan Reggio Emilio.Pendidik lebih anak berperan sebagai perancang. B. sehingga dapat dijadikan pijakan bagi pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan anakPenerapannya tidak bersifat kaku. Namun demikian metode ini memiliki keunggulan. sesaat. Keunggulan Pendekatan BCCT diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak Kurikulumnya yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan. melainkan dapat dilakukan setempat. Menempatykan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal .Metode Sentra dan Saat Lingkaran merupakan hasil pengemabngan dari metode Montessori. secara bertahap. dukungan. dan penilai kegiatan dengan mengkondisikan setiap anak untuk berperan aktif Pembelajarannya bersifat individual. dan penilaian disesuaikan dengan potensi. sesuai dengan situasi dan kondisi Prinsip Pendekatan BCCT Keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada teori dan pengalaman empiric.Semua tahapan perkembangan anak telah dirumuskan dengan rinci dan jelas. sehingga rancangan. dan sesudah main. sehingga mendorong kreativitas anak. tingkat perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak. tanpa harus takut membuat kesalahanSetiap tahap perkembangan bermain anak sudah dirumuskan secara jelas.

pendidik duduk bersama anak didik dengan membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman setelah main. secara bergilir pendidik memberi pijakan kepada setiap anak. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran. Standar Operasional Pendekatan BCCT Standar adalah: pendidik Operasional Proses Pembelajaran dengan Pendekatan BCCT menata lingkungan main sebagai pijakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ada pendidik yang bertugas menyambut kedatangan anak dan mempersilahkan untuk bermain bebas dulu. pendidik melakukan diskusi evaluasi hari ini dan rencana esok hari .Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran. anak-anak pulang secara bergiliran pendidik membereskan tempat dan merapikan catatan-catatan dan kelengkapan administrasi. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran/pembiasaan antri. Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah. pendidik bersama anakanak makan bekal yang dibawanya (tidak dalam posisi istirahat) kegiatan penutup. selama anak berada disentra. anak-anak masuk ke kelompok masing- masing dengan dibimbing oleh pendidik yang bersangkutan. pendidik memberi waktu yang cukup kepada anak untuk melakukan kegiatan di sentra main yang disiapkan sesuai jadwal hari itu.yang merangsang anak untuk aktif. pendidik bersama anakanak membereskan peralatan dan tempat main. untuk mengikuti Mempersyaratkan pelatihan pendidik dan pengelola program sebelum menerapkan metode ini. semua anak mengikuti main pembukaan dengan bimbingan pendidik. kreatif dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri. pendidik duduk bersama anak didik membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman sebelum main.

utamanya pengembangan kepribadian dan potensi diri baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama. Bermain bagi anak bagaikan bekerja bagi manusia dewasa. bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikirannya melalui bahasa yang sederhana secara tepat. dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup. Para ahli psikologi berpendapat bahwa masa pendidikan di TK merupakan masa usia emas (golden age). Belajar Seraya Bermain Posted on February 8. 2011 by KB . masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat penting untuk meningkatkan seluruh potensi kecerdasannya. kognitif. baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya. Pemberian pendidikan yang tepat pada masa ini berpengaruh sangat signifikan bagi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. Pada umumnya dalam proses pendidikan pada anak balita atau usia dini lebih diutamakan pada metode bermain sambil belajar. anak mulai belajar mengembangkan kemampuan bahasa dan sosialnya. serta emosional dan intelektualnya. Pada usia ini pula. Pengembangan fisik/motorik . Hal ini dilakukan karena metode ini lebih sesuai dengan kondisi anak-anak yang cenderung lebih suka bermain. namun ada juga yang bermain ³cukup berbahaya´ mereka lakukan sebagai kanak-kanak. Di seluruh dunia anak bermain.Penerapan Sistem Bermain Sambil Belajar. Usia emas itu datang hanya sekali dan tidak dapat terulang lagi pada fase berikutnya. sosial emosional. Demikian juga kemampuan berbahasa. Dengan pengembangan moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan yang Maha Esa dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar menjadi warga negara yang baik. Pengembangan sosial. Maka para pendidik memanfaatkan hal ini untuk mendidik mereka dengan cara bermain sambil belajar yaitu disamping mereka bermain mereka sekaligus mengasah ketrampilan dan kemampuan. Pada fase usia emas ini anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Anak pada usia ini harus mendapatkan beragam input yang merangsangnya. perkembangan watak dan moralnya. dan kemandirian.TK ANAK CERIA BANJARBARU Dalam penyelenggaraan pendidikan metode pembelajaran ada berbagai metode yang dilakukan oleh para pendidik. kemandirian dan seni sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pada hakikatnya dua macam metode tersebut sama-sama saling mendukung dalam proses belajar anak didik. Oleh karena itu. Diantaranya adalah metode belajar sambil bermain ataupun bermain sambil belajar. emosional. fisik/motorik. Cara ini akan lebih berkesan dalam memori otak anak-anak untuk perkembangan pengetahuannya karena pada usia dini adalah masa-masa perkembangan memori otak sangat pesat. Ada anak-anak yang bermain dengan patut. bahasa. Pendidikan TK dapat memberi andil bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. Peran pendidikanlah untuk mengawal bagaimana permainan dapat menumbuh kembangkan mereka secara patut dan utuh sebagai anak manusia. mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk dapat berbahasa Indonesia.

Jenis Kegiatan Bermain Beberapa ahli psikologi anak seperti Rodgers. Seluruh potensi kecerdasan anak akan berkembang optimal apabila disirami suasana penuh kasih sayang dan jauh dari berbagai tindak kekerasan. membantu anak mengembangkan kemampuan logika matematik dan pengetahuan akan ruang dan waktu. bermain fungsional atau sensorimotor. kegiatan belajar yang efektif pada anak dilakukan melalui cara-cara bermain aktif yang menyenangkan. anak memperoleh dan memproses informasi mengenai hal-hal baru dan berlatih melalui keterampilan yang ada. Piaget. Pengembangan kognitif bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir anak untuk dapat mengolah perolehan belajarnya. Anak-anak senantiasa tumbuh dan berkembang. dihadapkan dengan berbagai jenis bahan bermain yang berbeda yang mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. Mereka menampilkan ciri-ciri fisik dan psikologis yang berbeda untuk tiap tahap perkembangannya. agar anak mampu menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya. sehingga anak-anak dapat bermain dengan gembira. menyampaikan paling tidak ada tiga jenis kegiatan bermain yang mendukung pembelajaran anak. Oleh karena itu. serta mempunyai kemampuan untuk mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir teliti. dapat menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah. Bermain merupakan cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak TK sesuai kompetensinya. Masa anak-anak merupakan masa puncak kreativitasnya. sedangkan pengembangan seni. Vygotsky. Bermain fungsional atau sensorimotor dimaksudkan bahwa anak belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungannya. Melalui bermain. Anak dibina dengan berbagai cara agar mereka dapat . yaitu. dan bermain konstruktif. dan kreativitas mereka perlu terus dijaga dan dikembangkan dengan menciptakan lingkungan yang menghargai kreativitas yaitu melalui bermain. pendidikan di TK yang menekankan bermain sambil belajar dapat mendorong anak untuk mengeluarkan semua daya kreativitasnya.untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus. bukan teori akademik. dan dapat menghargai hasil karya yang kreatif. dan Freud. baik di dalam maupun di luar ruangan. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK (Depdiknas. meningkatkan kemampuan mengontrol gerakan tubuh dan kordinasi. sehat dan terampil. Seto Mulyadi (2006) psikolog anak. karena itu metode pembelajaran terhadap anak harus disesuaikan dengan perkembangannya. anak bukan manusia dewasa mini. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika anak-anak disediakan kesempatan untuk bergerak secara bebas berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan. mengembangkan kepekaan. bermain peran. Bermain disesuaikan dengan perkembangan anak. serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat. Erikson. 2006). asal dilakukan dengan cara-cara bermain yang menyenangkan. Dunia anak adalah dunia bermain. Permainan yang digunakan di TK merupakan permainan yang merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. Oleh karena itu. menjelaskan bahwa anak adalah anak. Pada dasarnya anak senang sekali belajar. dan interaksi pedagogis yang mengutamakan sentuhan emosional.

anak juga dapat mengekspresikan dirinya dalam mengembangkan bermain sensorimotor. dan keterampilan awal menulis. Misalnya untuk melatih keteramplan pembangunan anak dapat menggunakan cat di papan lukis. cat dengan kuas kecil di atas meja. sosial. tahapan ingatan. sisa-sisa bahan bangunan untuk berlatih keterampilan pembangunan terstruktur. Melalui bermain pembangunan. Bermain peran mikro dimaksudkan bahwa anak memainkan peran dengan menggunakan alat bermain berukuran kecil. (1) cukup waktu untuk bermain. imajinasi. Misalnya peran sebagai ayah. ukuran. serta hubungan kerja sama dengan anak lain dan menciptakan karya nyata. dan sebagainya. Bahan-bahan seperti kertas dengan tekstur. maupun bahan terstruktur. Kegiatan ini harus memperkaya kesempatan pengalaman anak melalui beberapa jenis bermain yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan perkembangan anak. fantasi. atau bermain drama. baik bahan cair. mendapatkan kesempatan untuk menggambar. dan keterampilan kognisi. pasir. Bermain peran disebut juga bermain simbolik. papan lukis dengan kertas berbagai ukuran dan kuas akan membantu anak sepanjang waktu untuk berkembang melalui tahap awal dari corat-coret menuju ke penciptaan sesuatu yang bermakna dan menuju ke menulis kata dan kemudian kalimat. konsep hubungan kekeluargaan. antara lain. dan warna yang berbeda. puzzle. penyerapan kosa kata. cat. dan (3) adanya peralatan untuk mendukung bermacammacam adegan permainan. keterampilan spasial. pura-pura.bermain secara penuh dan diberikan sebanyak mungkin kesempatan untuk menambah macam gerakan dan meningkatkan perkembangan sensorimotor. dan fisik yang dibutuhkan Misalnya anak-anak harus memiliki pengalaman harian yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan bahan yang bersifat cair. misalnya orang-orangan kecil yang lagi berjual beli. Bermain konstruktif dilakukan melalui kegiatan bermain untuk membuat bentuk-bentuk tertentu menjadi sebuah karya dengan menggunakan beraneka bahan. anak secara langsung bermain menjadi tokoh untuk memainkan peranperan tertentu sesuai dengan tema. sosial. Sedangkan bermain peran makro. nampan cat jari. Bermain peran memungkinkan anak memproyeksikan dirinya ke masa depan dan menciptakan kembali masa lalu. krayon. dan emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun. Bermain pembangunan menurut Piaget dapat membantu mengembangkan keterampilan anak dalam rangka keberhasilan sekolahnya dikemudian hari. dikenal adanya konsep intensitas dan dentitas. Konsep densitas menekankan pada keanekaragaman kegiatan bermain yang disediakan untuk anak di lingkungannya. Bermain peran ini sangat penting untuk perkembangan kognisi. yaitu bermain peran mikro dan makro. Bermain peran dipandang sebagai sebuah kekuatan yang menjadi dasar perkembangan daya cipta. bermain peran. dengan spidol dan krayon. Anak-anak dapat menggunakan palu dengan paku dan kayu. emosi. pengendalian diri. Konsep intensitas menekankan pada jumlah waktu yang dibutuhkan anak untuk berpindah melalui tahap perkembangan kognisi. Kualitas pengalaman main peran tergantung pada beberapa faktor. playdough. afeksi. dan anak dalam sebuah rumah tangga. melukis. seperti air. Dengan demikian berarti dalam kegiatan bermain harus mempunyai intensitas dan dentitas yang memadai. (2) ruang yang cukup. Menurut Erikson terdapat dua jenis bermain peran. ibu. kerja sama kelompok. atau bahan alam lain. Dalam kegiatan bermain. .

merencanakan intensitas dan densitas pengalaman. menyebabkan pembelajaran yang dilaksanakan kurang menekankan kegiatan bermain. Penataan pengalaman sebelum bermain merupakan kegiatan awal yang dilakukan guru untuk memberi gagasan sebelum anak melakukan kegiatan bermain.Dengan menyediakan beraneka jenis mainan yang tepat bagi anak. dan menggunakan pendekatan tematik. Selanjutnya agar anak-anak dalam bermain dapat berlangsung lebih efektif. model kelompok dengan pengaman. meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui hubungan teman sebaya. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di KB/TK. dan juga penataan pengalaman setelah bermain. meliputi pemberian waktu kepada anak untuk mengelola dan memperluas pengalaman bermain. serta mengemas permainan agar tertata kembali. menyenangkan. sensorimotor. dan sentra. peralatan. misalnya model klasikal. interaktif. penataan lingkungan yang tepat. Sedangkan penataan pengalaman setelah bermain dimaksudkan mengajak anak untuk mengingat kembali pengalaman bermainnya dan saling menceritakan pengalaman bermain. penataan pengalaman bermain saat bermain. memperkuat dan memperluas bahasa anak. inspiratif. yaitu dukungan penataan lingkungan bermain. maka pengalaman bermain anak seharusnya direncanakan dengan baik. dan tempat yang memadai. Dengan sarana bermain yang sangat terbatas. Guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. pembangunan dan bermain peran. Model pembelajaran yang digunakan di KB/TK harus memperhatikan bakat. serta model berdasarkan berdasarkan area. kegiatan pembelajaran harus kreatif. Ada beberapa dukungan penataan/pijakan yang dilakukan untuk mencapai mutu pengalaman bermain. minat dan perkembangan fisik serta psikologis anak. mencontohkan komunikasi yang tepat. menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam. menantang. bermain pembangunan. serta memberi kesempatan yang cukup kepada anak untuk bermain. Selain itu. dan sensorimotor. mengamati dan mendokumentasikan kemajuan bermain anak. model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan. Penataan lingkungan bermain artinya mengelola lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup. Model pembelajaran berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman merupakan pola pembelajaran. penataan pengalaman sebelum bermain. Model klasikal merupakan model pembelajaran yang paling sederhana yang menganggap anak memiliki kemampuan sama. hal itu berarti memberi layanan pendidikan kepada anak TK secara optimal. dan diberi bimbingan untuk memenuhi kebutuhan setiap anak sebagaimana yang telah dilakukan dalam model pembelajaran sentra. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. dan menata kesempatan main untuk mendukung hubungan sosial yang positif. Penataan pengalaman saat bermain. dikenal beberapa model pembelajaran. dimana anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kegiatan pengaman. dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar. tetapi lebih bersifat akademik. memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif. memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan. anak-anak dibagi-bagi menjadi beberapa sudut kegiatan. sedangkan model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan. memiliki berbagai bahan yang mendukung jenis-jenis permainan. . misalnya anak mendapat kesempatan memilih serangkaian kegiatan bermain setiap hari untuk terlibat dalam bermain peran.

dan penataan setelah bermain. area gerak dan musik. area memasak. karena pada masa ini. dengan menfasilitasi sarana pembelajaran/bermain lebih bervariasi. pengelolaan tersebut dapat memberi kesempatan kepada anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi atau berinteraksi dengan lingkungannya. kita dapat menciptakan situasi belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi anak untuk melakukan berbagai kegiatan. area baca-tulis. Permainan yang digunakan di KB/TK merupakan permainan yang didisain sedemikian rupa. Pembelajaran yang menggunakan area.Penggunaan model ini sudah mulai memperhatikan keberagaman kemampuan dan minat anak. inspiratif. sehingga merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. misalnya area seni. menantang. membiasakan anak berperilaku disiplin dan bertanggungjawab. Sebagai contoh adalah sebuah sekolah KB/TK Anak Ceria yang telah memiliki kurikulum yang telah dikembangkan untuk proses pembelajaran pada anak-anak yang duduk di bangku KB/TK. memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif. penataan selama bermain. baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya. area IPA. minat dan perkembangan fisik dan psikologis anak. aturan. dengan tersedianya banyak area. Dengan pengelolaan sarana bermain. dan menggunakan pendekatan tematik. . menyenangkan. anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar. serta mengembangkan kreativitas anak. area matematika. serta emosional dan intelektualnya. model pembelajaran berdasarkan area atau sentra merupakan penyempurnaan dari sebelumnya. kegiatan bermain anak dalam rangka efektivitas pembelajaran dapat terpenuhi tentu dengan direncanakan secara matang dan dilaksanakan dengan baik. bahasa dan sosialnya. namun yang terpenting harus dikemas dalam konteks bermain yang betul-betul didisain secara matang. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK yang sangat tepat. serta menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam. interaktif. area bermain peran. proses pembelajaran bukan hanya didukung dengan penyediaan sentra bermain yang beraneka ragam. Apapun model pembelajaran yang digunakan di KB/TK. Demikian juga pada pembelajaran dengan sentra. karena dunia anak adalah dunia bermain. ide. Kini. Selain itu. area balok. perkembangan watak dan moralnya. Kesimpulan Pendidikan yang tepat di TK mempunyai pengaruh sangat signifikan bagi proses tumbuh kembang anak dan mempengaruhi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. dapat membangkitkan imajinasi. kegiatan pembelajaran harus kreatif. tetapi juga didukung untuk membangun konsep. dan pengetahuan anak dengan pijakan/penataan lingkungan bermain. Cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak KB/TK adalah melalui pembelajaran yang menekankan pada kegiatan bermain. dengan memperhatikan bakat. Dalam implementasinya. guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di KB/TK menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. membantu anak dalam pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan. yang semuanya disesuaikan dengan kebutuhan anak untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi. area pasir dan air. dan area agama. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. penataan sebelum bermain.

Sekolah dan guru menggunakan kurikulum ini untuk mengembangkan pembelajaran dan program pengajaran sesuai dengan kebutuhan murid. Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Anak Ceria. menerapkan dua prinsip pendidikan. imtaq. Learning How to Be: Pengembangan potensi diri yang meliputi kemandirian. balok. orang tua dan guru dapat memperoleh kejelasan tentang proses kegiatan dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai murid di sekolah. Pendekatan ini akan memberikan kelonggaran guru untuk menentukan metoda yang paling tepat dan menantang para siswa untuk mencapai hasil belajar seoptimal mungkin. di mana murid dapat maju secara bertahap. menguasai kompetensi menghadapi situasi yang senantiasa berubah. c. murid.Kurikulum Kurikulum KB-TK Anak Ceria mengacu pada kurikulum Departemen Pendidikan Nasional terbaru yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk TK dan RA tahun 2009 yang diimplementasikan dalam metode ³Belajar Sambil Bermain´ dengan enam sentra pengembangan melalui pendekatan Beyond Centers Circle Times (BCCT) atau dalam bahasa Indonesianya adalah lebih jauh tentang sentra dan saat lingkaran. Meletakkan pendidikan pada empat pilar belajar : a. b. ketangguhan dan profesionalisme. disiplin dan tanggung jawab. sentra makro dan mikro. kesadaran estetik. Kegiatan bermain sambil belajar pada sentra-sentra (sentra persiapan. Anak dituntut aktif dan kreatif dalam kegiatan di sentra-sentra. dalam rangka mengembangkan seluruh potensi kecerdasan anak. Prinsip-prinsip Filosofi Pendidikan Untuk mewujudkan tujuan pendidikan. kemampuan bernalar. yaitu: 1. berkelanjutan dan konsisten dalam pendidikannya seiring dengan perkembangan dan kedewasaan psikologis anak. produktifitas. Anak Ceria menyiapkan system pembelajaran berkesinambungan. d. seni dan sentra bahan alam). Melalui pendekatan kurikulum hingga tahun ke-2. Melalui keterpaduan kurikulum dan metode yang digunakan. Learning How to Live Together: . Learning How to Do: Adalah menumbuhkan kreativitas. keadaan sekolah dan tuntutan kehidupan. imajinasi. Learning How to Know : Adalah belajar untuk mengenal cara memahami dan mengkomunikasikan sesuatu yang dipelajari.

. Kemampuan untuk memahami diri sendiri / self understanding b. KB/TK Anak Ceria juga mengembangkan kemampuan leadership murid yang antara lain meliputi : a. 2. Masyarakat modern ± industrial akan berkembang pesat jika ditunjang dengan sumber daya yang berkualitas. METODE ³BERMAIN SAMBIL BELAJAR´ Dengan sarana Bermain Sentra Pengembangan A. Dan kualitas suatu bangsa akan menentukan keberlangsungan hidup bangsa tersebut yang terus berubah seiring dengan perubahan zaman menuju ke masyarakat-industrial. Karena kualitas SDM akan menentukan kualitas suatu bangsa. Anak secara sadar atau tidak sadar akan belajar banyak hal. Belajar Sepanjang Hayat Pendidikan di era global ini hendaknya memperhatikan kualitas sumber daya manusia. Pengembangan Kemampuan Leadership Disamping kedua prinsip pendidikan seperti tersebut di atas. Perubahan ini akan berdampak pada generasi muda yang perlu dipersiapkan untuk belajar terus menerus. Kemampuan menerima dan diterima orang lain / getting along with others d.Pemahaman hidup selaras. Sebagaimana telah diuraikan diatas. Bekerja dalam kelompok / working with groups Kegiatan ini terintegrasi dalam kegiatan bermain sambil belajar terutama dalam kegiatan bermain di sudut pengembangan. Kemampua belajar cara belajar / learning to learn e. Metode pembelajaran tersebut adalah: ³Bermain Sambil Belajar Dengan Sarana Bermain Enam Sentra Pengembangan Integrasi Pendidikan Agama Melalui Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi´. informasi dan teknologi canggih. Keterampilan mengelola / managing g. Keterampilan membuat keputusan / making decision f. bahwa kegiatan bermain/permainan adalah kebutuhan yang sangat vital bagi anak. seimbang nasional maupun internasional dengan menghormati nilai spiritual dan tradisi dalam kebhinekaan. Kemampuan keterampilan berkomunikasi / communication c. Konsep Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama Melalui Aplikasi Ilmu Pengetahuan Dan Tehnologi. yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepribadian anak dikemudian hari.

Sentra Kreatifitas dan Seni Karunia Allah SWT 6. tari maupun suara serta dalam berkegiatan bermain serta berinteraksi sosial anak sehari-hari. yang meliputi: do¶a sehari-hari. yaitu: Guru kelompok bertugas mengumpulkan data/hasil perkembangan anak setiap harinya dari setiap sudut pengembangan dan melaporkannya kepada orang tua murid. Bertugas mengatur dan menfasilitasi kegiatan pembelajaran dan bertanggung jawab pada sudutnya masing-masing.Sentra Main dan Peran Allah SWT 4. kegiatan bermain dilakukan dengan cara berpindah ruang atau sudut sesuai dengan jadwal perputaran sudut yang telah ditetapkan. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki teman bicara dan berdiskusi dalam rangka pengembangan bahasa dan aspek perkembangan lainnya. yaitu: 1.Sentra Balok Karunia Allah SWT 5.Dalam setiap kegiatan sentra bermain. Guru sentra menangani semua kelompok secara bergiliran. Bertanggungjawab dalam kegiatan materi pagi. pengenalan huruf Al Qur¶an serta pembacaan cerita. Satu kelompok belajar terdiri max 15 anak. anak harus bermain bersama untuk setiap jenis permainan minimal dua orang. berdaya cipta. Hal ini . Kegiatan pengembangan dilaksanakan dalam sentra-sentra pengembangan yang dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu. Dengan Moving Class system. berbahasa. Dengan pola dan media permainan yang beragam dan lebih variatif akan memotivasi kreativitas anak berkembang lebih optimal. Dalam pelaksanaannya. pengenalan huruf dan angka.Sentra Ibadah Karunia Allah SWT 3. Metode pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keimanan. pembahasan tema.Metode ³Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama melalui Ilmu Pengetahuan dan tehnologi´ tersebut adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara bermain yang terintegrasi Pendidikan Agama melalui aplikasi ilmu pengetahuan dan tehnologi.Sentra Bahan Alam Karunia Allah SWT Hal ini untuk memudahkan guru dalam pencapaian tujuan dan target pengembangan yang telah ditentukan/direncanakan seoptimal mungkin.Sentra Persiapan Karunia Allah SWT 2. Pemanfaatan sudut pengembangan tidak mutlak seluruhnya harus digunakan. ketaqwaan dan akhlakul karimah dalam berdaya pikir. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kejenuhan anak dalam bermain dan belajar. Guru terbagi dalam dua kategori tugas. kegiatan belajar mengajar dikelola oleh seorang guru yang menguasai bidang pengembangan tertentu. pengenalan surat-surat pendek. berketrampilan dan mengapresiasi seni baik seni musik.

ide. Wortham. tetapi juga cara mereka untuk belajar tentang dirisendiri dan bagaimana mereka menempatkan diri dalam dunianya. danpemecahan masalah yang merupakan keterampilan penting dalam kehidupan nyata(Ginsburg. bermain dengan teman sebaya atau orang lainjuga dapat memperkaya kosa kata dan keterampilan berkomunikasi anak. Dengan kemampuantersebut anak akan merasa lebih percaya diri. 2007). Wortham. Yang terpenting bahwa dalam setiap kegiatan bermain harus terintegrasi pendidikan agama dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan tehnologi. dan skema tubuh ( Frost. Di samping itu. Perkembangan fisik Karena bermain seringkali melibatkan aktivitas fisik. mengembangkanpengetahuan dan memperdalam pemahaman mereka melalui siklus belajar yangberulang-ulang (Frost. dan sebagainya. dan mematuhi aturan-aturan sosial. Anak akan lebih mudah mengingatsituasi. berpikir logis.bermain dengan orang lain juga memberikan kesempatan bagi anak . B. motorik halus.maka sangat erat kaitannya dengan perkembangan kemampuan motorik kasar. mengungkapkan perasaan dan keinginansecara adaptif.tergantung pada situasi dan kondisi yang ada. Melalui kegiatanbermain anak dapat mengembangkan keterampilan sosial yang dibutuhkan dalamberinteraksi seperti menunggu giliran. Dengan demikian. memahami hubungan sebab-akibat. 2002). Perkembangan Sosial dan Emosional Sebagai makhluk sosial. berkomunikasi. & Reifel.Perputaran Sentra Perputaran sudut adalah perputaran ruang bermain anak. Selain itu. mereka meningkatkankemampuan perencanaan. & Reifel. Perputaran ini diatur secara bergiliran antar kelompok sesuai dengan kelompok usia. Bermain aktif juga mendorongpemaknaan akan suatu konsep secara personal. mampu mengkoordinasikangerakan yang merupakan modal dasar contohnya dalam kegiatan olah raga. menulis. duduk dikelas. manusia memiliki kebutuhan dasaruntuk merasa menjadi bagian dari kelompok dan belajar untuk berfungsi dalamsuatu kelompok dengan komposisi dan peranan yang berbeda-beda. 2001). Manfaat Bermain bagi Tumbuh Kembang Anak Perkembangankognitif Bermain bukan hanya merupakan cara unik anak untukbelajar mengenai dunianya. 2001). stabil. agar tidak terjadi perbenturan waktu bermain sehingga anak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seluruh kegiatan bermain di semua sudut dalam hari-hari sekolahnya.Kegiatan belajar berbasis permainan juga memberikankesempatan pada anak untuk mempelajari berbagai keterampilan sertamengembangkan perasaan kompeten dan percaya diri. Dalam bermain bebas anak dapat mengembangkankreativitasnya dan mencoba berbagai alternatif solusi untuk memecahkan masalahyang mereka hadapi dalam permainan. dan keterampilan yang dianggap relevan dengan kondisi dan keadaanmereka (Formberg.

Dari kegiatan ini anak mempelajari dampak darigerakan atau tindakan mereka terhadap lingkungan sekitarnya.belajar bekerja sama. tekstur . tempat. Jarvis. Permainan Konstruktif Sekitar usia empat tahun kegiatan bermain fungsional cenderung berkurang. Meskipun . Anak dapat mengembangkan kreativitasnya melalui improvisasi peran. Permainan fungsional Melaluipermainan fungsional bayi dan anak dapat mencari tahu apa saja yang dapatdilakukan suatu objek atau hal-hal yang dapat mereka lakukan terhadap objektersebut. bentuk. dan ide dengan teman bermain (Creasy.cat. dan puzzle semakin banyak dimainkan oleh anak.dan bahasa anak. Munculnya jenis permainan ini menandakan berkembangnya kemampuan untuk berpikir simbolis dan juga sangat penting untuk perkembangan bahasa dimana anak menggunakan lebih banyak kosakata dan mampu menyusun sebuah cerita yang berkesinambungan. sebagian besar mainan bersifat fungsional. Peran Orangtua dalam Kegiatan Bermain Anak Besarnya implikasi bermain dalam setiap aspek perkembangan anak tidak terlepas dari keterlibatan orang tua atau pengasuh salah satunya dengan menyediakan fasilitas atau tempat yang aman bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungannya dengan bebas. Anak berusia 12 ± 18 bulan menyukai mainan yang bereaksi terhadaptindakan mereka seperti mengeluarkan bunyi ketika tombol ditekan. Objek yang dapat dimanipulasi seperti lilin. balok. & Berk. Permainan konstruktif merupakan sarana yang sangat baik untuk mengembangkan keterampilan motorikhalus dan koordinasi matagerakan tangan pada anak. dan memecahkan masalah. boneka yangkeluar ketika kotak dibuka. serta berbagi¶kekuasaan¶. emosional. Jenis-jenisPermainan Sensorimotor dan practice play Sejakdini. Seiring dengan perkembangannya anak mulai mampu untuk membuat atau menghasilkan sesuatu eperti gambar.untukmenyesuaikan tindakan mereka dengan orang lain. membangun balok. saling berbagi.1998). mengatur emosi dan mengendalikan diri. Orang tua juga dapat mengembangkan permainan anak agar mendapat informasiyang lebih kaya. Kemudian menginjak usia tiga tahun. memahami sudut pandang dankebutuhan orang lain. Disamping itu. bayi menggunakan panca inderanya untuk mengekplorasi lingkungan dandunianya. boneka.dan bunyi dapat menstimulasi panca indera anak. mengeksplorasi peran atau menirukan kegiatan orang-orang di sekitarnya. permainan peran juga membantu anak untuk mengatasi ketakutan dan masalah yang ia hadapi karena seringkali hal tersebut direfleksikan dalam permainan. Jenis mainan yang kaya akan warna. atau membentuk lilin. Permainan Imaginatif Permainan imaginatif atau bermain peran dapat meningkatkan kemampuan sosial. Mereka melatih keterampilan motorik melalui gerakan repetitif sepertimenggapai dan menggenggam.

Kegiatan ini dapat dilakukan secara perorangan maupun berkelompok. contohnya dalam bermain peran. olah raga. sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. Bermain adalah kegiatan yang sangat dekat dengan dunia anak. ( oleh P.PELNI telah disampaikan pada acara symposium 25April 2009 ) Arti Bermain Bagi Anak Saat ini. Tidak ada yang istimewa. orangtua sebaiknya tetap membebaskan anak untuk menggunakan imaginasi dan kreativitasnya dengan tidak terlalu direktif dan mengatur jalannya permainan atau justru terlalu¶memberikan kemudahkan¶ pada anak sehingga kemampuannya dalam memecahkan masalah tidak terasah. GENI M. drama. benarkah demikian? Bermain versus bekerja Bermain adalah kegiatan yang dilakukan semata-mata untuk menimbulkan kesenangan. bergantung pada keingingan serta kesepakatan yang dibuat oleh para peserta. agar kemampuannya untuk memecahkan masalah meningkat secarabertahap.Psi klinis Anak RS. sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. Hal ini senada dengan pendapat Piaget yang menjelaskan bahwa bermain terdiri atas tanggapan yang diulang semata untuk kesenangan fungsional. Begitu akrabnya kegiatan bermain ini dengan keseharian kita. Namun.L. berpikir secara lebih fleksibel dan mampu meregulasi emosinya. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan. seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal. Ketika bermain dengan anak orangtua juga dapat menantang anak dengan memberikan hambatan atau masalah-masalah sederhana. yang memiliki tujuan tertentu dan tidak harus menimbulkan kesenangan. sehingga kita kerap menganggapnya sebagai kegiatan biasa saja. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan. belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal.terlibat dalam permainan anak. olah raga. Saat ini. Jenis permainan. drama. jumlah peserta serta lamanya waktu yang dialokasikan untuk bermain. Pengertian ini membedakan antara bermain dengan bekerja. .

seorang anak berhadapan dengan kenyataan-kenyataan yang tidak menyenangkan. terutama otot-otot tungkai dan otototot gerakan bola mata. Sehingga otot-otot ini terlatih dan berkembang dengan baik. Ketegangan ini berkurang ketika anak bermain. Sebab kita sama-sama mengetahui bahwa terlalu mengekang anak. Dorongan berkomunikasi Seorang anak memiliki kesempatan berlatih berkomunikasi melalui sebuah permainan. Ada begitu banyak keingingan dan kebutuhan anak yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain. yaitu: 1. Selain itu. Namun saya hanya akan menguraikan 9 di antaranya. anak pun perlu diberikan kesempatan cukup untuk beristirahat pada waktu yang telah disepakati bersama. bukan menceramahi. sering kali membuat anak merasa terkekang. namun sering kali bisa diwujudkan melalui kegiatan bermain. gelisah dan mudah tersinggung. yang bila terus terpendam akan membuat anak tegang. salah seorang pakar perkembangan anak. sama buruknya dengan memberikan kebebasan yang tanpa batas. 2. Ia mampu mewujudkan keinginannya menjadi seorang dokter. Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan. setidaknya ada 11 manfaat dari kegiatan bermain bagi anak. yang secara tidak sadar menimbulkan ketegangan dalam dirinya. bisa menjadi siapapun yang ia inginkan ketika bermain. maka akan terjadi koordinasi gerakan otot. Aturan-aturan ketat yang mesti ditaati di rumah. maka kondisi ini akan terus membebani sang anak. menuliskan dalam buku Child Development. Penyaluran bagi energi emosional yang terpendam Sering kali. tentara maupun seorang pemimpin pasukan perang. melalui penyampaian pesan yang efektif dan dimengerti antar peserta bermain. Sumber belajar . 4. Melalui bermain anak menyalurkan beban emosionalnya secara menyenangkan. Elizabeth B. Mereka dapat berbagi cerita dengan teman-teman bermainnya untuk tujuan ini. 5. Seorang anak. misalnya jadwal belajar anak. Hurlock. Jika tidak ada komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. Mereka belajar mengungkapkan ide-ide serta memberikan pemahaman pada teman-teman sepermainannya tentang aturan dan teknis permainan yang akan dilakukan. mendengarkan keluhan-keluhan mereka.Bermain dan perkembangan anak Sesungguhnya bermain memberi manfaat yang besar bagi perkembangan anak. 3. Perkembangan fisik Ketika seorang anak bermain. Para orang tua dapat memperbaiki kondisi ini dengan terus membangun komunikasi yang terbuka dengan anakanaknya. Selain itu. misalnya bermain permainan tradisional ³gobak sodor´ atau galah asin. yang mustahil mereka wujudkan dalam kehidupan nyata. termasuk pembatasan lingkungan atas perilaku mereka. bermain juga berfungsi untuk menyalurkan energi yang berlebihan pada anak. Dengan demikian permainan dapat berlangsung berdasarkan kesepakatan-kesepakatan yang dibuat para peserta.

mereka kerap merasakan adanya kejenuhan ataupun rasa bosan. Belajar bersosialisasi. melainkan juga mengarahkan dan memberi fasilitas belajar (directing and facilitating the learning) agar proses belajar lebih memadai. Bermain sambil belajar akan memberikan dua manfaat sekaligus pada anak. Di sini mereka belajar untuk mengembangkan daya kreativitas dan imajinasinya. seorang anak dapat mempelajari banyak hal. Mereka belajar tentang arti bekerja sama. kian semakin bertambah pengetahuan dan pengalaman baru yang mereka terima. Permainan pun akan kembali terasa menyenagkan. jika ternyata ia jauh tertinggal dibandingkan teman-teman sepermainannya. Dalam suatu pembelajaran peran guru bukan semata-mata memberikan informasi. Ia akan berusaha meningkatkan kemampuannya. dan jika kemudian diterima oleh teman sepermainannya. seorang anak dapat mengetahui kemampuan teman-teman sepermainannya. Pada saat seperti inilah mereka biasanya mencoba melakukan sebuah variasi permainan. Ide-ide spontan yang dikemukakan oleh seorang anak. Tidak jarang timbul beberapa masalah ketika anak-anak bermain. Hal ini menjadi faktor pendorong yang sehat dalam pengembangan diri seorang anak. 2003) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu . Kegiatan bermain menjadikan proses bersosialisai tersebut terbangun dengan cara yang wajar dan menyenangkan. Rangsangan bagi kreativitas. menyenangkannya sebuah kemenangan maupun kesedihan ketika mengalami kekalahan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Mohammad Ali (2007) bahwa pembelajaran adalah upaya yang dilakukan guru dalam merekayasa lingkungan agar terjadi belajar pada individu siswa. 8. Konsep pembelajaran menurut Corey (Sagala. Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini Pembelajaran untuk anak usia dini memegang peranan yang sangat penting bagi pembentukan kemampuan dan sikap belajar pada tahap yang lebih lanjut. yang tidak selalu mereka peroleh di institusi pendidikan formal. Hal ini dapat difasilitasi oleh para orang tua dengan cara memasukkan unsur pengetahuan populer dalam permainan anak.Melalui bermain. Semakin beragam media permainan serta banyaknya variasi kegiatan. 7. kemudian membandingkannya dengan kemampuan yang ia miliki. akan menimbulkan adanya rasa penghargaan dari lingkungan serta menjadi motivasi munculnya ide-ide kreatif lainnya. Hal ini memungkinkan terbangunnya konsep diri yang lebih jelas dan pasti. Bersosialisasi dengan teman-teman sebaya merupakan hal penting yang perlu dilakukan oleh anak. Ketika anak-anak bermain. Perkembangan wawasan diri. Mereka belajar untuk menghadapi dan memecahkan persoalan yang timbul dalam sebuah permainan secara bersama-sama. yaitu kesenangan serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini. 6. sportivitas. Melalui bermain.

dan belajar bagaimana bekerja sama dan hidup bersama (learning how to live together). . melatih. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sejalan dengan perkembangan anak usia dini. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 menyatakan bahwa. menggembirakan. keluaran dan pengaruh kegiatan pembelajaran. pamong belajar. dan umpan balik evaluasi pembelajaran. pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar . proses. Kegiatan pembelajaran dilakukan berdasarkan rencana yang terorganisir secara sistematis yang mencakup tujuan pembelajaran. dan kegiatan pembelajaran yang mencakup metode dan media pembelajaran. maka pembelajaran perlu menekankan keempat aspek tersebut di atas. merawat. dan mengembangkan. menumbuhkan. peserta didik. Pengertian pembelajaran di atas. membimbing. menilai. pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. mengandung makna yang menggambarkan interaksi dinamis antar unsur-unsur yang terlibat dalam pembelajaran yaitu pendidik. Definisi pembelajaran tersebut mengandung berbagai fungsi seperti membantu. materi. sehingga peserta didik dapat melakukan perubahan dalam dirinya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang merupakan bagian dari tujuan pendidikan.dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Sagala. baik secara fisik maupun mental. 2003). Fungsi-fungsi pembelajaran ini dilakukan oleh dan menjadi tanggung jawab pendidik yaitu guru. Pembelajaran menurut Sudjana (2000) adalah upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. meluruskan. tetapi mereka aktif berinteraksi dengan berbagai benda dan orang lain di lingkungannya. Suatu rencana pembelajaran dan pelaksanaannya perlu memperhatikan hal-hal yang terkait dengan belajar bagaimana belajar (learning to learn). Oleh sebab itu maka pembelajaran yang direncanakan dan dilaksanakan dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain. mendorong. untuk membuat siswa belajar secara aktif. Surya (2004) menyatakan bahwa. memelihara. dan demokratis agar menarik anak untuk terlibat dalam setiap kegiatan pembelajaran. Pembelajaran disusun sehingga menyenangkan. belajar bagaimana melakukan (learning how to do). Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional. evaluasi pembelajaran. membentuk. Anak tidak hanya duduk tenang mendengarkan ceramah gurunya. Selanjutnya Sudjana menjelaskan bahwa pembelajaran adalah fungsi pendidik untuk membelajarkan peserta didik terhadap materi pelajaran untuk mencapai hasil belajar yang menimbulkan pengaruh belajar. pelatih. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mencakup kegiatan belajar dan mengajar. Definisi tersebut menunjukan bahwa pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku dalam diri individunya. belajar bagaimana berfikir (learning how to think). materi pembelajaran.

Untuk itu guru di Taman Kanak-kanak harus kreatif melihat potensi lingkungan dan mendesain kegiatan pembelajaran yang menyenangkan anak. tegas. tujuan. merdeka. Aliran ini dipelopori oleh John Locke (Inggris). maka menurut Santoso ada tiga cara pendekatan yang dapat dilakukan oleh pendidik sesuai dengan situasi. Aliran konvergensi ini merupakan perpaduan antara aliran nativisme dan empirisme. 2003) proses pembelajaran atau pengajaran kelas (classroom teaching) berada pada empat variabel instruksi yaitu (1) varibel pertanda (presage variables) berupa pendidik. aliran ini berpendirian bahwa terbentuknya kepribadian anak tergantung dari faktor bakat dan juga faktor lingkungan. yaitu senang. tetapi sifatnya lugas dan terencana. 3. Pendekatan pembelajaran tentu tidak kaku harus menggunakan pendekatan tertentu. Setiap permainan yang diberikan harus diberi muatan pendidikan sehingga anak dapat belajar. dan masyarakat. aliran ini mengatakan bahwa proses pembentukan pribadi anak ditentukan oleh bakat yang dimiliki anak sejak lahir. Bakat dan lingkungan keduanya penting dalam perkembangan anak dalam membentuk pribadinya. artinya memilih suatu pendekatan harus disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. (3) variabel proses (process variables) berupa interaksi peserta didik dengan pendidik. pengalaman. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan peserta didik dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu (Sagala. Pendidik dapat memberikan pengaruh. bimbingan. tingkat kematangan dan etika. dan demokratis. lingkunganlah yang mempengaruhinya. Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu kompetensi substansi materi pembelajaran dan kompetensi metodologi pembelajaran. Nativisme. volunter. arahan atau aktivitas kepada anak didik. Setiap kegiatan harus mencerminkan jiwa bermain. Hal ini dikenal dengan nama teori tabularasa. yaitu cara mendidik yang bersifat keras. Mengingat pendidikan tidak mempunyai peran maka aliran ini disebut juga pesimisme sebab pendidik merasa pesimis tidak dapat mempengaruhi anak didik karena faktor yang penting adalah faktor bakat. Anak yang baru lahir ibarat kertas putih. aliran ini berpendapat bahwa proses pembentukan pribadi anak ditentukan oleh pengaruh lingkungan.Menurut Dunkin dan Biddle (Sagala. Empirisme. . Tokoh aliran ini adalah William Stern (Amerika). 2. dan harus dilakukan oleh anak setelah diperintah oleh pendidik. Tokoh aliran ini adalah Schopenhauer. Ketiga pendekatan tersebut adalah (1) Otoriter. Dengan mengetahui tiga aliran di atas. Kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak didesain untuk memungkinkan anak belajar. 2003). sekolah. Dengan demikian bakat atau pembawaan menentukan perkembangan anak. Oleh sebab peranan pendidik sangat besar maka aliran ini disebut juga optimisme. usia. Menurut Santoso (2002) ada tiga aliran pokok dalam pendidikan yang dapat digunakan untuk mendidik anak yaitu: 1. (2) variabel konteks (context variables) berupa peserta didik. Konvergensi. (2) Permisive. yaitu lebih banyak . dan (4) variabel produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

memperoleh penemuan untuk selanjutnya anak dapat menggunakannya. Berorientasi pada kebutuhan anak. menemukan. Lingkungan harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan. f. 4) Minat anak dan keingintahuannya memotivasi belajarnya.memberikan kebebasan pada anak untuk bertindak. dengan menggunakan strategi. b. c. Media dan sumber belajar dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan. . Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi (penjajakan). Menggunakan pembelajaran terpadu. Belajar melalui bermain. dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. yaitu memberikan kesempatan pada anak untuk menampilkan kreativitasnya. Proses kreatif dan inovatif dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan menarik. 5) Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individual. Pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak. Model pembelajaran terpadu yang beranjak dari tema yang menarik anak (center of interest) dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak. (3) Demokratis. Mengembangkan keterampilan hidup. tetapi dengan penuh bimbingan pendidik. Mengembangkan keterampilan hidup melalui pembiasaanpembiasaan agar mampu menolong diri sendiri (mandiri). 2) Siklus belajar anak selalu berulang. Lingkungan yang kondusif. d. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar. Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak untuk mendapatkan layanan pendidikan. kesehatan dan gizi yang dilaksanakan secara integratif dan holistik. disiplin. berbuat dan berkreasi. Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan anak usia dini. 3) Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan teman sebayanya. materi/bahan. dan media yang menarik agar mudah diikuti oleh anak. dan menemukan hal-hal baru. membangkitkan rasa ingin tahu anak. melakukan penjelajahan (eksplorasi). g. Adapun pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran bagi anak usia dini menurut Direktorat PADU (2002: 5) adalah sebagai berikut: a. Ciri-ciri pembelajaran ini adalah: 1) Anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tenteram secara psikologis. Kreatif dan inovatif. mampu bersosialisasi. dimulai dari membangun kesadaran. dan memperoleh bekal keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya. h. memotivasi anak untuk berpikir kritis. metode. e. dan memanfaatkan benda-benda di sekitarnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa pembelajaran bagi anak usia dini berbeda dengan pembelajaran lainnya sehingga pendekatan yang digunakan dalam mendidik mereka pun disesuaikan dengan kondisi perkembangan anak.

sosial-emosional (duduk rapi dan menolong diri sendiri). Menurut Solehuddin (2000) pemahaman dan penguasaan metode pembelajaran anak merupakan hal yang mutlak diperlukan oleh guru prasekolah: Pertama. maka cara pembelajaran terpadu dipandang cocok untuk diterapkan bagi anak prasekaloh. Sesuai dengan tuntutan dunia karakteristik anak yang berbeda dengan orang dewasa. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran adalah suatu cara atau prosedur yang ditempuh pendidik dalam mengelola pembelajaran yang efektif dan efesien. motorik halus (memegang sendok dan menyuap makanan ke mulut). metode . dan moral (berdoa sebelum dan sesudah makan). Ketiga. Anak diberi kesempatan yang luas untuk berbuat aktif baik secara fisik maupun mental. dari gerakan ke verbal. cara pembelajaran anak usia prasekolah hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berinteraksi baik dengan guru maupun dengan teman-teman sebayanya.6) Anak belajar dengan cara dari sederhana ke rumit. adanya variasi individual anak menuntut guru merancang dan menyediakan sejumlah alternatif kegiatan guna memberi kesempatan pada anak untuk memilih kegiatan yang diminati. (4) mendorong anak untuk berani mengambil resiko dan belajar dari kesalahan. dan dari keakuan ke rasa sosial. i. Lebih lanjut Solehuddin (2000) mengemukakan beberapa prinsip dasar pembelajaran bagi anak usia prasekolah yang perlu diterapkan oleh para guru yaitu: (1) anak secara aktif terlibat dalam melakukan sesuatu atau bermain dalam suatu situasi yang menyenangkan. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. Keenam. dari konkrit ke abstrak. cara pembelajaran bersifat fleksibel dan tidak terstruktur. sesuai dengan karakteristik anak yang lazimnya aktif dan punya kemampuan untuk berkreasi. guru perlu menyiapkan suatu metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak. dan (6) bersifat fleksibel. Stimulasi terpadu. anak pada dasarnya belajar dalam situasi yang holistik. anak dapat mengembangkan beberapa aspek pengembangan sekaligus. (2) kegiatan pembelajaran dibangun berdasarkan pengalaman dan minat anak. metode pembelajaran bagi anak usia prasekolah adalah yang berpusat pada anak. Metode pembelajaran berhubungan dengan teknik-teknik yang digunakan dalam menyajikan pembelajaran. Kedua. Kelima. kemampuan yang dikembangkan antara lain bahasa (mengenal kosa kata tentang jenis sayuran dan peralatan makan). 2. (3) mendorong terjadinya komunikasi serta belajar secara bersama dan individual. daya pikir (membandingkan makan sedikit dengan banyak). Keempat. diantaranya seperti yang dikemukakan oleh Moeslichatoen (2004) yaitu: metode bermain. penerapan bermain sebagai sarana belajar di TK merupakan hal yang perlu diprioritaskan. Contoh: ketika anak melakukan kegiatan makan. terutama melalui projek atau pusat-pusat belajar. (5) memperhatikan variasi perkembangan anak. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak akan memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan kebiasaan berperilaku positif yangendukung pengembangan berbagai potensi dan kemampuan anak. Pada saat anak melakukan suatu kegiatan.

Peragaan/demonstrasi ini sesuai untuk melatih keterampilan dan cara-cara yang memerlukan contoh yang benar. mengalami langsung berbagai keadaan atau peristiwa di lingkungannya. Cerita tersebut akan lebih bermanfaat jika dilaksanakan sesuai dengan minat. sawah. Tugas dapat diberikan secara berkelompok ataupun individual. Selain itu. dan peran-peran tertentu sekitar anak. Peragaan/Demonstrasi Peragaan/demonstrasi adalah kegiatan dimana tenaga pendidik/guru memberikan contoh terlebih dahulu. kebiasaan dan kesukaan anak untuk meniru akan tersalurkan serta dapat mengembangkan daya khayal (imajinasi) dan penghayatan terhadap bahan kegiatan yang dilaksanakan. metode bercakap-cakap. e. dan lainnya. Melalui cerita daya imajinasi anak dapat ditingkatkan. Dengan bernyanyi anak dapat terbawa kepada situasi emosional seperti sedih dan gembira. kebun. Kegiatan tersebut dilakukan di luar ruangan terutama untuk melihat. f. metode bercerita. Bernyanyi juga dapat menumbuhkan rasa estetika. Bercerita Bercerita adalah menceritakan atau membacakan cerita yang mengandung nilai-nilai pendidikan. menurut Direktorat PADU tahun 2001 Pembelajaran pada anak usia dini dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya: a. dan metode pemberian tugas. metode proyek. Bercerita dapat disertai gambar maupun dalam bentuk lainnya seperti panggung boneka. mendengar. . Bermain peran merupakan kegiatan menirukan perbuatan orang lain di sekitarnya. Hal ini dapat diwujudkan antara lain melalui darmawisata ke pasar. kemampuan dan kebutuhan anak. pantai. Cerita sebaiknya diberikan secara menarik dan membuka kesempatan bagi anak untuk bertanya dan memberikan tanggapan setelah cerita selesai. d. b. metode demonstrasi. merasakan. Bernyanyi Bernyanyi adalah kegiatan dalam melagukan pesan-pesan yang mengandung unsur pendidikan. Berdarmawisata Darmawisata adalah kunjungan secara langsung ke obyek-obyek yang sesuai dengan bahan kegiatan yang sedang dibahas di lingkungan kehidupan anak. kemudian ditirukan anak-anak.karyawisata. Pemberian Tugas Pemberian tugas merupakan metode yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang telah dipersiapkan sehingga anak dapat mengalami secara nyata dan melaksanakan tugas secara tuntas. Bermain peran Bermain peran adalah permainan yang dilakukan untuk memerankan tokoh-tokoh. Dengan bermain peran. c. benda-benda.

membaca. Latihan diberikan sesuai dengan langkah-langkah secara berurutan. menulis. yang umumnya berhubungan dengan pengembangan kepribadian anak seperti emosi. mendengarkan.g. membangun kembali. dan menemukan hubungan-hubungan baru. Dalam memilih dan menggunakan metode di Taman Kanak-kanak guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut. berdiskusi. atau pengembangan sikap dan nilai. Selain itu. kemandirian. Kecerdasan visual-spasial (visual-spatial intelligence) yaitu kemampuan ruang yang dapat dirangsang melalui bermain balok-balok dan bentuk-bentuk geometri melengkapi puzzle. atau antara anak dengan guru. menonton film maupun bermain dengan daya khayal (imajinasi) . Latihan Latihan adalah kegiatan melatih anak untuk menguasai khususnya kemampuan psikomotorik yang menuntut koordinasi antara otot-otot dengan mata dan otak. Karakteristik tujuan adalah pengembangan kreativitas. i. penyesuaian diri. dalam penggunaan metode pembelajaran pada pendidikan anak usia dini hendaknya memperhatikan sembilan kemampuan belajar anak yang tertuang dalam Acuan Menu Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini (Depdiknas. pengembangan bahasa. dan bercerita b. pengembangan nilai. 2002: 11) sebagai berikut: a. dan lain sebagainya. menganalisis data dan bermain dengan benda-benda. memikirkan kembali. pengembangan motorik. metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. h. Metode Bercakap-cakap Suatu cara bercakap-cakap dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan anak. disiplin. j. membedakan bentuk. Dalam pengembangan kreativitas anak. Metode Pembiasaan Merupakan kegiatan yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan untuk melatih anak agar memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu. menggambar. Kecerdasan linguistik (linguistic intelligence) yang dapat berkembang bila dirangsang melalui berbicara. hidup bermasyarakat. pengembangan emosi. c. Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. melukis. budi pekerti. Metode Proyek/Pengamatan Metode proyek adalah metode yang memberikan kesempatan pada anak untuk menggunakan alam sekitar dan atau kegiatan sehari-hari anak sebagai bahan pembahasan melalui berbagai kegiatan. membuat pertanyaan yang membantu memecahkan. seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. Kecerdasan logika-matematik (logico-mathematical-intelligence) yang dapat dirangsang melalui kegiatan menghitung.

g. dan terutama gerakan tubuh. percaya diri.d. berbagai bunyi dan bertepuk tangan. mengenal diri sendiri. panas dingin. termasuk mengamati fenomena alam seperti hujan. angin. bermain peran. Dapat dirangsang melalui pengamatan lingkungan. Kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence) yaitu kemampuan untuk melakukan hubungan antar manusia (berkawan) yang dapat dirangsang melalui bermain teman. . birama. Kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) yaitu kemampuan mengenal dan mencintai ciptaan Tuhan. banjir. Kecerdasan kinestetik (bodiliy/kinesthetic intelligence) yang dapat dirangsang melalui gerakan tarian. bekerjasama. harga diri. termasuk control diri dan disiplin i. bulan matahari. nada. f. pelangi. Kecerdasan musikal (musical/rhythmic intelligence) yang dapat dirangsang melalui irama. Kecerdasan naturalis (naturalist intelligence) yaitu mencintai keindahan alam. siang malam. h. olahraga. memelihara binatang. Dapat dirangsang melalui penanaman nilai-nilai moral dan agama. dan memecahkan masalah serta menyelesaikan konflik. e. bercocok tanam. Kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence) yaitu kemampuan memahami diri sendiri yang dapat dirangsang melalui pengembangan konsep diri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful