MOTIVASI

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.[1] Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.[2] Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat. Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi.[2] Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.[2]

Tips Memberi Pujian

Pujian adalah motivator eksternal. Tujuan mendisiplin adalah membangkitkan motivasi internal. Karenanya, memberi pujian tidak semudah membuka mulut. Cara memuji yang tepat, agar buah hati Anda membangun motivasi internal: 1. Puji perilaku anak, bukan si anak. Pujian seperti ³anak baik´, akan disalah artikan oleh anak. Bagi anak, pujian ³anak baik´ terasa berat, karena bila ia tidak berperilaku baik, ia anak jelek. Pujilah secara spesifik, ³Hari ini kamu bangun tidur tidak nangis. Bagus itu.´ Pujian ini membuat anak akan mengulangi perilakunya. Besok kalau bangun tidur tidak usah menangis, apalagi berteriak-teriak memanggil bunda. Pujian ini mengirim pesan pada anak, ia diperhatikan. 2. Gunakan pujian untuk perilaku yang ingin Anda ubah. Misalnya berhenti merengek. Ketika anak bisa tidak merengek, beri dia pujian; ³Kamu tidak merengek. Bagus. Kamu sekarang punya mulut yang bagus untuk ngomong dengan baik.´ 3. Puji anak dengan tulus. Pujian kehilangan kekuatannya bila Anda bertepuk tangan untuk perilaku yang biasa. Misalnya, anak bisa makan sendiri di usia 3 tahun adalah wajar. Anda tak harus bertepuk tangan karena itu. Bila anak bertanggung jawab atas perbuatannya, misalnya menyapu ceceran gula yang ditumpahkannya, Anda boleh memujinya dengan tulus; ³Bagus, kamu bertanggung jawab pada perbuatanmu.´ Atau, di usia 3 tahun anak Anda berhasil makan tanpa berantakan, Anda boleh memujinya; ³Kamu pintar, makan tidak berantakan.´ 4. Gunakan standar yang nyata, misalnya ³Kamu akan lebih bagus pakai pita kuning itu daripada yang ungu karena bajumu ada warna kuningnya.´ Bukannya, ³Pita kuning akan membuatmu lebih cantik. Kalau pakai pita ungu itu kamu jadi nggak cantik.´ Dijamin, anak selamanya akan menghindari warna ungu karena merasa tidak cantik dengan warna itu. 5. Puji anak untuk sesuatu yang harus dia lakukan, bukan sesuatu yang dia suka lakukan. Misalnya, memberesi mainan sudah seharusnya dia lakukan. Bila anak mau melakukannya, beri pujian; ³Bagus, kamu bertanggung jawab pada mainanmu.´ 6. Pakailah seni memuji. Biasakan anak untuk merasa nyaman memuji orang lain dan dipuji. Misalnya, ³Ih, kamu ganteng lho.´ Atau, ³Cantiknya kamu pakai baju princess itu.´ Anak-anak dengan harga diri yang lemah sulit menerima pujian dan memuji orang lain. Bahasa tubuh dan kontak mata saat Anda mengucapkan pujian ini memperkuat ucapan Anda. Pastikan Anda tulus mengucapkannya. Bila Anda mendengar anak-anak saling memuji, pujilah diri Anda sendiri karena berhasil memberi contoh. 7. Hindari memberi pujian dengan maksud tersembunyi. Misalnya, Anda membelikan baju untuk si kecil tanpa persetujuannya dan dia tak suka memakainya. Hindari memuji dengan harapan ia mau memakai baju pilihan Anda. ³Kamu pasti cantik dengan baju ini.´ Pujian Anda akan terdengar tidak tulus. 8. Pujian untuk membentuk perilaku yang baik, tidak untuk membandingkan dengan anak lain. ³Kamu pintar lho, lebih pintar dari si X di umur kamu sekarang.´ Pujian ini mendorong anak untuk bersaing secara tidak sehat. Kalau pujian dimaksudkan untuk membandingkan, bandingkan anak dengan dirinya sendiri. ³Sekarang banyak yang sudah kamu bisa. Apa-apa bisa sendiri. Semakin besar, kamu akan tambah lagi kepintaranmu.´ Pujian yang salah 1. Bila Anda memuji anak karena kemampuannya:
y

Anak akan fokus pada yang 'tampak bagus', bukan pada proses belajarnya.

y

y

Anak yang dipuji karena kemampuannya cenderung menghindari tantangan. Ia akan memilih hal-hal yang mudah dilakukan karena hasilnya akan segera tampak dan mendapat pujian. ‡Anak yang dipuji karena kemampuannya akan melihat kegagalan sebagai kebodohan. Anak yang dipuji karena usahanya akan termotivasi mencoba sesuatu yang baru dan menantang.

2. Bila Anda memuji anak karena kecerdasannya:
y

Anak melihat kegagalannya sama dengan kecerdasan yang rendah.

3. Pujian yang berlebihan:
y y y y y y

Sama dengan kritik pedas yang belebihan, menghasilkan kepribadian narsistis. Memberi pesan pada anak bahwa ketaatan dan perilaku baik adalah pilihan, boleh dilakukan boleh tidak. Menumbuhkan rasa overconfident, merasa bisa melakukan apa saja. Tidak realistis menilai diri sendiri. Sombong, merasa diri paling hebat. Kecanduan pujian, mengharapkan pujian setiap saat. Anak gelisah saat Anda tidak memuji karena anak tidak memperoleh sesuatu yang bisa membuatnya merasa nyaman.

4. Diberikan pada perilaku yang salah, memotivasi anak untuk berperilaku salah. 5. Untuk membandingkan dengan anak lain. ³Pintar. Kamu lebih pintar dari si X lho.´
PENGERTIAN MOTIVASI Motif berasal dari bahasa Latin movere yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya to move . Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif juga membantu kita membuat prediksi tentang perilaku. Jika kita menyimpulkan motif dari contoh perilaku seseorang, dan jika kesimpulan kita itu benar, kita ada dalam posisi yang baik untuk membuat prediksi tentang apa yang akan dilakukan orang di masa yang akan datang. Seseorang yang memiliki dorongan yang kuat untuk menyakiti orang lain, akan menunjukan kekejaman dalam banyak situasi yang berbeda, seseorang yang cenderung memiliki motif berteman akan mencari teman itu dalam banyak situasi. Jadi, ketika motif tidak memberitahu kita apa yang sebenarnya terjadi, mereka memberi kita suatu gagasan/ ide tentang serangkaian halhal yang ingin dilakukan seseorang. Seseorang dengan suatu kebutuhan untuk berprestasi akan bekerja keras di sekolah, di bisnis, dalam permainan, dan dalam banyak situasi. Motif adalah keadaan umum yang membuat kita dapat memprediksi perilaku dalam banyak situasi yang berbeda. Motif tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan factor- factor lain, baik factor eksternal (contohnya seperti, mahasiswa yang rajin belajar agar dapat cepat lulus dengan IPK yang baik), maupun factor internal (contohnya seperti, rasa lapar ingin makan, rasa haus ingin minum). Hal tersebut menunjukan bahwa perilaku itu didorong dan diarahkan ke tujuan. Biasanya individu yang menunjukan perilaku yang ingin mencapai suatu tujuan tersebut biasanya cenderung untuk menetap. Suatu istilah yang menunjuk ke kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan perilaku yang tetap ke arah tujuan tertentu disebut motivasi . Menurut Walgito, motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong

perilaku ke arah tujuan. Menurut walgito motivasi mengandung 3 (tiga) aspek, yaitu : a. Keadaan yang mendorong dan kesiapan bergerak dalam diri individu yang timbul karena kebutuhan jasmani, keadaan lingkungan, dan keadaan mental. b. Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan tersebut. c. Sasaran dan tujuan yang dikejar oleh perilaku tersebut. Sedangkan menurut Plotnik, motivasi mengacu pada berbagai factor fisiologi dan psikologi yang menyebabkan seseorang melakukan aktivitas dengan cara yang spesifik pada waktu tertentu. Seseorang yang termotivasi menunjukan 3 (tiga) cirri sebagai berikut : a. Anda terdorong berbuat atau melaksanakan sesuatu kegiatan. b. Anda langsung mengarahkan energy anda untuk mencapai suatu tujuan tertentu. c. Anda mempunyai intensitas perasaan- perasaan yang berbeda tentang pencapaian tujuan itu. B. TEORI TENTANG MOTIVASI Teori motivasi berupaya untuk memberi serangkaian prinsip- prinsip untuk memberikan petunjuk pemahaman kita tentang dorongan, keinginan, kebutuhan, usaha, dan tujuan yang datang dari motivasi. a. Teori Drive Teori drive bisa diuraikan sebagai teori- teori dorongan tentang motivasi , perilaku didorong ke arah tujuan oleh keadaan- keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang. Secara umum teori drive mengatakan hal berikut, ketika suatu kedaaan dorongan internal muncul, individu didorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan mengarah ke tujuan yang mengurangi intensitas keadaan yang mendorong, pada manusia dapat mencapai tujuan yang memadai yang mengurangi keadaan dorongan apabila dapat menyenangkan atau memuaskan. b. Teori- teori Insentif Teori Insentif justru merupakan teori kebalikan dari teori drive, teori insentif adalah teori- teori dorongan tentang motivasi, karena cirri- cirri tertentu yang dimiliki, objek tujuan mendorong perilaku ke arah tujuan tersebut. Objek- objek tujuan yang memotivasi perilaku dikenal sebagai insentif. Satu bagian penting dari banyak teori insentif adalah bahwa individu- individu mengharapkan kesenangan dari pencapaian dari apa yang mereka sebut insentif positive dan dari penginderaan dari apa yang disebut insentif negative. Ide dasar dibelakang teori insentif motivation adalah bahwa cirri stimulus dari tujuan kadang dapat memicu suatu perilaku motivasi. c. Teori Oponen Proses Dasar dari teori ini adalah pengamatan bahwa banyak keadaan emosi- emosi diikuti oleh keadaan yang bertentangan atau berlawanan. Teori ini memberikan suatu cara berfikir tentang dasar dari beberapa motif yang dipelajari. Seperti contoh, pecandu heroin memerlukan suatu kebutuhan obat untuk tetap mempertahankan keadaan yang tidak menyenangkan bila berhenti. Dapat disimpulkan bahwa beberapa orang memerlukan suatu kebutuhan untuk sensasi supaya mendapat pengalaman setelah bahaya lewat. d. Teori Tingkat optimal Teori ini mungkin dapat disebut just right theory (teori yang baik- baik saja). Individu dimotivasi untuk berperilaku dalam suatu cara untuk mencapai tingkat dorongan (arousal) yang optimal. Maksudnya, jika dorongan itu terlalu rendah, seseorang akan mencari situasi atau stimulus yang menaikan dorongan itu, namun jika dorongan itu terlalu tinggi perilaku akan diarahkan ke arah penurunan dorongan sehingga akan mendapat hasil tingkat yang optimal.

dapat dimengerti bahwa lapar adalah motif proses primer yang diperlukan untuk hidup. MOTIF SEBAGAI INFERENSI. yang mengatur penghilangan air melalui ginjal. Seks dalam psikologi . Bagaimana kedua mekanisme itu bekerja yang akan menghasilkan keringat. yang merupakan konsep utama dalam teori psikoanalisis. c. Apabila seseorang dapat menyimpulkan dengan benar motif seseorang maka ia dapat memprediksikan perilakunya di masa yang akan datang. Motif sebagai Eksplanasi Motif juga bisa berfungsi sebagai alat untuk melakukan penjelasan (explanation) mengenai perilaku. Karenanya para psikolog kepribadian dan klinis memberi tekanan begitu besar pada motivasi.factor stimulus memainkan peran yang sangat besar dalam memprakarsai minum. Motif sebagai Inferensi Motif tidak dapat diamati secara langsung. Kita tidak harus sadar akan motivasi kita. Perilaku tersebut dapat didorong oleh motivasi yang tidak disadari (unconscious motivation).depletion hypothesis. D. Motivasi Haus Factor. oranglain dapat menyimpulkan tentang motivasi kita walaupun kita sendiri tidak menyadarinya. Orang yang mengenal motivasi dapat menjelaskan mengapa anda berperilaku dengan cara tertentu.tanda dab bau makanan yang lezat dapat mengarahkan meskipun keadaan kebutuhan internal tidak ada. tetapi tidak dapat diketahui atau disimpulkan (inferenced) dari perilaku. JENIS. Motivasi Seksual Motivasi seksual adalah social karena motivasi ini melibatkan oranglain. osmoreseptor (bagian dalam/depan dari hypothalamus yang menghasilkan impulsimpuls syaraf ketika mengalami dehidrasi).factor internal saja.JENIS MOTIVASI a.sel dan mengembalikan volume darah ke tingkat normal. tanda. tubuh kehilangan air. EKSPLANASI. Keadaan motif biologis ditimbulkan oleh hilangnya keseimbangan dan perilaku yang di motivasi didorong oleh hemeostatis yang tidak seimbang membantu memulihkan kondisi seimbang. Tubuh memiliki seperangkat proses hemeostatis internal yang kompleks untuk mengatur tingkat cairan dan perilaku minum. b. Motif seseorang dapat diketahui dari apa yang dikatakan dan apa yang dilakukannya. Cellular dehydration dan hypovolemia menyumbang pada haus dan minum disebut double. Tingkat air dalam tubuh dipelihara oleh kejadian fisiologis dalam beberapa hormone yaitu hormone antidiuretic (ADH). Motivasi Lapar proses biologis yang menopang hidup memperoleh energy mereka dan substansi kimia dari makanan. Kebanyakan penjelasan yang kita berikan setiap hari berkaitan dengan motivasi. dan volume darah telah menurun. Sumber motivasi lapar adalah kontrak otot perut yang menjadi signal untuk perasaan lapar dan juga hypothalamus yaitu merupakan bagian dari otak yang secara kritis terlibat dalam motivasi lapar dan dalam sejumlah motif biologis lain. Jadi. Motif sebagai Prediktor Motif juga berfungsi untuk membantu melakukan prediksi tentang perilaku. Motivasi Biologis Motivasi biologis secara luas adalah berakar dari fisiologis dari tubuh. Motivasi lapar dan makan diaktifkan bukan hanya oleh factor.C. Haus dimunculkan dan kita akan minum untuk membasahi sel. PREDIKTOR a.

Motif Sosial Motif social adalah keadaan motif yang kompleks. 2011 >Motivasi berasal dari bahasa Inggeris yaitu motivasion artinya dorongan. Menurt Mc Clelland terdapat 3 (tiga) jenis motif social. Dengan kata lain kebanyakan perilaku seksual dihidupkan oleh stimulus yang bertindak sebagai intensif atau penguat. wajah. tetapi juga dapat memberi kita penderitaan yang dalam dan menyebabkan kita terlibat dalam berbagai keputusan sulit. akan mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang n-achievment nya rendah. mengendalikan atau memerintah orang lain. Pengertian Motivasi Oleh : Deni Arisandi Pada: March 16th.zat tertentu dalam tubuh. pengalasan dan motivasi. dan dengan demikian akan terlihat kemampuan berprestasinya. yang pertama bahwa seks bukan diperlukan untuk mempertahankan hidup individu. Seks mempunyai ciri yang terangkai sebagai bagian dari dorongan biologis. motivasi seksual mungkin lebih dipengaruhi oleh informasi pancaindera dari lingkungan. Motivasi merupakan salah satu faktor psikologis yang sangat mempengaruhi dalam melakukan suatu aktivitas. Motif adalah ³keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk beraktivitas gun amencapai suatu tujuan yang diharapkan ³(Suryabrata. Orang yang mempunyai kebutuhan ini akan meningatkan kinerjanya. 1984: 33).dipercayai sebagai bagian yang penting dari kehidupan emosi kita. seks dapat menimbulkan kenikmatan intens. setidaknya pada binatang tingkat tinggi. Manusia yang secara hormonal siap digetarkan secara seksual oleh perkataan oranglain. perilaku seksual tidak ditimbulkan oleh kurangnya zat. gaya. Kedua. Kata kerjanya adalah to motive yang berarti mendorong. Disebut social karena dipelajari dalam kelompok dan biasanya melibatkan orang lain. Orang yang mempunyai power needs tinggi suka melakukan control. Dengan demikian dpat dikatakan bahwa untuk memprediksikan kinerja seseorang perlu diketahui dulu n-achievementnya. suara. sebab dan daya penggerak. Kebutuhan Akan Kekuasaan Kebutuhan ini timbul dan berkembang dalam interaksi social. Ketiga. kecuali bahwa seks diperlukan untuk kelangsungan hidup spesies itu. Penelitian menunjukan bahwa orang yang mempunyai n-achievement tinggi. dan berusaha mempertahankan hubungan yang telah dibina dengan orang lain tersebut. yaitu : Kebutuhan Berprestasi Kebutuhan ini merupakan motif social yang dipelajari secara mendetail. Sebaliknya orang yang kebutuhan afisiasinya rendah segan untuk mencari teman. Orang yang kuat kebutuhan afiliasinya akan selalu mencari teman. dan tidak cenderung membina dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. atau kebutuhan yang kompleks. yang merupakan sumber dari banyak tindakan manusia. cara berpakaian dan wewangian orang lain. b. Hal serupa cmengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu untuk tujuan teetentu pula. Jadi seseorang yang melakukan aktivitas seperti halnya aktivitas . Kebutuhan Berfaliasi Afiliasi menunjukan bahwa seseorang mempunyai kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain.

kebiasan dan moralnya selalu dalam kontrol dan selalu mengingat dan mengulang pelajarannya.. selalu bergabung dengan kelompok belajar di kelas. tidak cepat berputus asa jika menghadapi suatu masalah dan bekerja.. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brown (Tirtahardja. Ada beberapa ciri anak yang memilki motivasi belajar tinggi hal ini dapat diketahui melalui proses belajar di kelas. Secara garis besar.. Hal seperti di atas dapat ditanamkan pada diri anak .. sedang motivasi . memusatkan perhatian. 1981: 31) sebagai berikut : tertarik pada guru artinya tidak membenci atau acuh. Sebaliknya seseorang yang melakukan . 2) satu dorongan (drive). tertarik pada mata pelajaran mempunyai antusias tinggi. masyarakat dan pemerintah. y Pengembangan Motivasi Dalam proses belajar perlu diperhatikan apa yang dapat mendorong anak agar dapat belajar dengan baik dan memiliki motivasi berpikir. Anak yang memilki motifasi yang tinggi dalam belajar sedikit yang tertinggal belajarnya dan sedikit pulamelakukan kesalahan dalam belajarnya. Motif adalah dorongan. sehingga motif berbeda dengan motivasi. berusaha memperoleh hasil yang maksimal. yaitu ³faktor instrinsik dan ekstrinsik´..belajar supaya behasil dengan tujuan yang ingin dicapainya perlu memperhatikan dan selalu mengembangkan motivasi dalam dirinya. sedangkan motivasi intrinsik ialah motivasi yang berasl dari dalam diri tampa adanya ransangan dari luar. Menurut Prayitno (1989: 10) ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi. terutama digunakan untuk menyebut motif-motif dasar. motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi ekstrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar diri. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga memiliki kemauan yang tinggi serta energi yang banyak untuk belajar. merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan proses belajar. Tulisan yg berhubungan dg Pengertian Motivasi y Fungsi Motivasi Pentingnya motivasi bagi seseorang dalam melakukan sesuatu tidak dapat dipungkiri lagi. sehingga tujuan dan harapan dapat terkabulkan. karena dengan adanya motivasi maka seseorang akan lebih bersemangat.. Pendidikan anak diawali dari pendidikan keluarga yang merupakan lembaga . y Peranan Keluarga dalam perkembangan anak Pendidikan anak perlu mendapat perhatian dari keluarga. Motivasi belajar memegang peranan yang penting dalam memberikan gairah. y Pengertian Motif Motif adalah 1)kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force) sehingga motif sama dengan motivasi. ingin identitas dirinya diketahui orang lain.

peta dan gambarajah sebagai sebahagian daripada bahan pembelajaran mereka. kebanyakan kanak-kanak boleh mula menaakul dan menguji idea-ideanya mengenai dunia. gambar.. Pendahuluan Anak anda adalah salah seorang daripada berjuta kanak-kanak di dunia yang memiliki sifat unik yang membezakannya dengan kanak-kanak yang lain. Anda boleh menggunakan pembacaan cerita untuk menggalakkan y . Ia diharap dapat membantu anda memilih aktiviti dan kaedah yang paling sesuai untuk pembelajaran anak-anak anda. hal ini diperrtegas oleh Sutjipto Wirodjojo (Slamet. Misalnya. dan personalitinya... kanak-kanak biasanya akan menjadi kurang selfcentred dan boleh melihat di luar daripada dirinya. 1995: 61) yang menyatakan bahwa : Keluarga adalah merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Apakah kepekaan mereka yang paling utama? Adakah mereka sukakan gambar-gambar atau membaca? Jika demikian. Sebagai lembaga pendidikan yang utama dan pertama maka keluarga merupakan peletak dasar atau pundamen bagi . gaya pembelajaran. warna dan bentuk tetapi tidak bersedia untuk belajar perkaraperkara abstrak seperti tatabahasa dan sebagainya. namun ia masih bepusat kepada dirinya sendiri (self-centred). Sehingga mencapai umur 12 tahun. Ini juga bermakna bahawa kanak-kanak mesti berada pada tahap yang betul sebelum mereka bersedia mempelajari sesuatu. Keluarga yang sehat. y Ini bermakna. Pelajar jenis apakah anak-anak anda? y Adalah penting untuk anda mengambil tahu dan memahami bagaimana anakanak anda dapat belajar dengan cara yang lebih baik atau dengan cara yang ia paling suka. bagi kanak-kanak kecil kita perlu untuk 'personalise' dan memberikan contoh-contoh yang mempunyai kaitan dengan diri mereka sementara kanakkanak yang lebih berumur memerlukan bantuan dalam membangunkan kepekaan diri terhadap dunia di sekeliling mereka. kanak-kanak yang lebih kecil bersedia untuk belajar konsep nombor. Artikel ini akan menerangkan tentang beberapa gaya pembelajaran kanak-kanak untuk anda baca dan kemudian membuat penilaian terhadap anak anda.pendidikan yang utama dan pertama. anda bolehlah menggalakkan anak-anak anda menggunakan lukisan. Sebahagian kanak-kanak suka mendengar kepada penerangan dan membaca dengan kuat. y Cara memotivasi anak untuk belajar di lingkungan keluarga Cara orang tua dalam mendidik anaknya sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar anaknya. Cara terbaik pembelajaran seseorang kanak-kanak itu bergantung kepada banyak faktor: umur. Daripada umur 2 sehingga 7 tahun kanak-kanak akan mula membina kebolehan untuk mencari sebab dan berfikir. Kanak-kanak Melalui Peringkat Pembelajaran yang Berbeza y y Seorang bayi belajar mengenal dunia dengan memberikan reaksi terhadap input yang dirasai melalui derianya. Selepas berumur 7 tahun.. besar .

y y Terdapat sebahagian kanak-kanak lebih pendiam dan lebih reflektif. 'reading and writing puzzles'. Salah satu cara yang anda boleh lakukan ialah dengan membacakan cerita dalam bahasa Inggeris ketika ia hendak tidur. Dalam banyak keadaan. mampu bersosial dengan baik dan boleh belajar sesuatu bahasa dengan cepat kerana mereka hendak berkomunikasi. mempunyai kosakata yang baik dan boleh membaca dengan baik. Adakah anak-anak anda suka untuk menyentuh benda dan bergerak bebas? Ada sebahagian kanak-kanak yang kelihatan sangat bertenaga dan lincah. Untuk kanak-kanak seperti ini. keadaan yang lebih senyap dan tenang untuknya mempelajari sesuatu bahasa. Kebanyakan kanak-kanak memang seronok belajar melalui nyanyian dan lagu. Jadi. ia lebih perlukan privasi. Jika anak anda jenis yang mudah mesra. y Memotivasikan Anak Anda y Untuk mewujudkan motivasi dalam diri seseorang kanak-kanak. 'crosswords' dan carian perkataan sesuai digunakan untuk menggalakkan mereka belajar. Mereka belajar dengan cara mendengar dan memerhati apa yang berlaku. jika anak anda meminati bolasepak. Kanak-kanak jenis ini tidak takut untuk membuat kesilapan. dapatkanlah buku tentang bolasepak dalam bahasa Inggeris. Sementara bagi anak yang jenis pendiam. Terdapat kanak-kanak yang memerlukan penerangan yang terang dan jelas mengenai peraturan (rules) dan corak (patterns) dan dalam masa yang sama mereka ini baik dalam menguasai matematik. Sebagai contoh. Anda boleh menggunakan permainan (game) untuk menggalakkan mereka bergerak. pembelajaran perlulah dalam keadaan yang seronok dan tidak memberikan tekanan (stressfree). oleh Apakah jenis interaksi yang disukai anak anda? y Terdapat sebahagian kanak-kanak mudah mesra.y y y pembelajaran bagi kanak-kanak jenis ini. permainan seperti 'word games'. Galakkan anak anda untuk menuruti kehendak dan minatnya sendiri. Kanak-kanak jenis ini tidak suka melakukan kesilapan dan tidak akan memulakan sesuatu perkara atau tindakan sehinggalah mereka mendapat kepastian. meletakkan benda-benda mengikut sususan atau kategori dan juga permainan komputer (computer games) menyediakan peluang pembelajaran yang ideal. minat dan motivasi akan membolehkan kanak-kanak mengatasi masalah kesukaran untuk belajar membaca bahan bahasa Inggeris itu. dia biasanya akan gemar untuk membaca cerita mengenai bolasepak walaupun tahap bahan cerita itu sukar sedikit. pembacaan cerita atau mungkin dengan kaedah menari bersama mereka! Jika anak anda seorang yang pendiam. belajar secara berkumpulan dengan kanak-kanak lain mungkin lebih baik baginya. aktiviti seperti permainan teka-teki 'word puzzles'. penyelesaian masalah (problem-solving). .

sewaktu anda membuat aktiviti dengan anak anda. anak anda akan tahu bahawa apa yang ia lakukan itu betul dan baik dan biarkan mereka tahu perkara tersebut.y Cubalah anda sediakan pelbagai aktiviti menarik untuk anak-anak anda belajar bahasa Inggeris. jangan gusar untuk mengulang bahan yang anak anda gunakan untuk belajar bahasa Inggeris berkali-kali. Rutin dan Pengulangan y Kanak-kanak perlu mengulangi sesuatu bahasa sebanyak yang mungkin agar bahasa tersebut dapat 'melekat' padanya. sebarang jenis permainan (game) terutamanya permainan komputer dapat memotivasikan seseorang kanak-kanak. Oleh yang demikian. Jangan banyak sangat mengkritik anak anda apabila mereka membuat silap. Dengan memberikan pujian dan galakan. Anda boleh menyemak apa yang mereka perlu lakukan untuk 'homework' dan tetapkan masa untuk anak anda lakukan setiap hari. Membuat silap adalah suatu perkara yang lumrah apabila belajar bahasa Inggeris. Biarkan mereka mengulang sesuatu aktiviti. video dan DVD. Kanakkanak biasanya suka untuk mengulang lagu atau cerita yang sama kerana pengulangan mampu memberikan mereka rasa keyakinan. Sebaliknya. Jangan menyentuh setiap satu kesilapan tatabahasa. Jadi. galakkan anak anda menggunakan bahasa Inggeris untuk berkomunikasi. pastikan anda berhenti sebentar untuk rehat ataupun tukar kepada aktiviti yang lain apabila anak anda dilihat mula bosan atau menunjukkan kenakalannya. Lagu dan muzik bahasa Inggeris. ataupun membuat gerakerja tertentu menggunakan buku atau kertas. Berapa lama anak anda boleh memberikan tumpuan? y Kanak-kanak biasanya hanya mampu memberikan tumpuan untuk jangkamasa yang pendek. tajuk atau set perkataan. Membetulkan Kesilapan Anak Anda y Kanak-kanak akan memberikan maklumbalas yang baik jika diberikan galakan dan pujian. rancangan TV dalam bahasa Inggeris untuk kanak-kanak. y . Mengadakan rutin yang tetap untuk sesuatu kerja rumah (homework) juga adalah penting. misalnya menggunakan flash card.

.

.

Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini. khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple. 6. serta Kellough (dalam Masitoh dkk. menarik. Anak memiliki daya perhatian yang pendek. Karakteristik Cara Belajar Anak Usia Dini Anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang dewasa dalam berperilaku.12) adalah : 1. 8. Anak mengekspresikan perilakunya secara relative spontan. 4.12 ± 1. Dengan demikian dalam hal belajar anak juga memiliki karakteristik yang tidak sama pula dengan orang dewasa. 3. 10. . bermakna. 9. Brener. 4. 3. 1. B. Anak umumnya kaya dengan fantasi. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya. 5. Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman. Hakikat Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14). Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono. Anak masih mudah frustrasi. Adapun karakterisktik cara belajar anak menurut Masitoh dkk. Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. 2.13) sebagai berikut. Anak itu egosentris. 12. Anak belajar secara alamiah. 2009: 7). 2005: 1. dan fungsional. (2009: 6. 7. 2. Anak bersifat unik. 11. Karakteristik cara belajar anak merupakan fenomena yang harus dipahami dan dijadikan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran untuk anak usia dini. Anak belajar paling baik jika apa yang dipelajarinya mempertimbangkan keseluruhan aspek pengembangan. Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial. Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak. Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Anak bersifat aktif dan enerjik. Anak belajar melalui bermain..9 ± 6.STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK ANAK USIA DINI A.

senang. serta kegiatan belajar tersebut menantang untuk dilakukan anak di usia tersebut. menurut Sujiono dan Sujiono (Yuliani Nurani Sujiono. Belajar. Anak-anak belajar melalui interaksi dengan alat-alat permainan dan perlengkapan serta manusia. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran di Taman Kanak-kanak ... E. 20056. Dalam belajar. Manusia merupakan makhluk individu. 2005: 6. faktor budaya yang melingkupinya. dan bernyanyi Pembelajaran untuk anak usia dini menggunakan prinsip belajar. 2. c. Karakteristik Pembelajaran untuk Anak Usia Dini Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini. Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor penting.3). pada dasarnya adalah pengembangan kurikulum secara konkret berupa seperangkat rencana yang berisi sejumlah pengalaman belajar melalui bermain yang diberikan pada anak usia dini berdasarkan potensi dan tugas perkembangan yang harus dikuasainya dalam rangka pencapaian kompetensi yang harus dimiliki oleh anak. Anak belajar dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan. guru hendaknya melihat anak dalam konteks keluarga. D. Hasil belajar anak menjadi lebih baik jika kegiatan belajar dilakukan dengan teman sebayanya. Selain berorientasi pada usia dan individu yang tepat. tempat berlangsungnya kegiatan belajar. yaitu : 1) berorientasi pada usia yang tepat. dan memenuhi harapan anak. Ada bermacam-macam strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru Taman Kanak-kanak. dan 3) berorientasi pada konteks social budaya (Masitoh dkk. Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran sebagai segala usaha guru dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Masitoh dkk. 2) berorientasi pada individu yang tepat. d. kemampuan yang diharapkan dapat dicapai. tema pembelajaran. bermain. 2005: 133). karakteristik tujuan pembelajaran. 2005: 3. serta e. bebas memilih. Perbedaan individual juga harus manjadi pertimbangan guru dalam merancang. Untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang bermakna. anak menggunakan seluruh alat inderanya. berinteraksi. karakteristik anak dan cara belajarnya.. Pembelajaran untuk anak usia dini diwujudkan sedemikian rupa sehingga dapat membuat anak aktif. mengevaluasi kegiatan. 2009: 138). Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan harus sesuai dengan tingkat usia anak. bermain. masyarakat. artinya pembelajaran harus diminati. yaitu: a.12). b. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan mengacu pada tiga hal penting. Atas dasar pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa pembelajaran untuk anak usia dini memiliki karakteristik sebagai berikut. 1. pola kegiatan (Masitoh dkk. pembelajaran berorientasi perkembangan harus mempertimbangkan konteks sosial budaya anak. menerapkan. dan bernyanyi (Slamet Suyanto.3).C.

yang di dalamnya terkandung bermacammacam fungsi seperti pengembangan kemampuan fisik motorik.1.. c) alat-alat transportasi. 2005: 8. dan f) macam-macam boneka. misalnya. Anak mentransformasi dan menggabungkan bahan-bahan. Anak juga merupakan makhluk yang aktif. Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh inderanya. 3) Review / recall Setelah anak-anak selesai melakukan aktivitasnya. Guru mendampingi siswa. Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung dengan objek. Guru. Sintaks pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak terdiri dari 3 tahap utama. bermain. 1) Tahap merencanakan (planning time) Pada tahap ini guru member kesempatan kepada anak-anak untuk merencanakan kegiatan yang akan dilakukannya. Pendekatan yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak Anak merupakan individu yang sedang tumbuh dan berkembang. yaitu : tahap merencanakan. d) buku-buku cerita. kognitif. c. Anak menggunakan otot kasarnya. b.5 ± 8. atau memecahkan masalah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Karakteristik pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut (Masitoh dkk. 2) Tahap bekerja (work time) Setelah memilih kegiatan yang akan dilakukannya.6). memberikan dkungan dan siap memberikan bimbingan jika anak membutuhkan. Pada tahap ini anak mulai bekerja. Anak memilih bahan-bahan dan memutuskan apa yang akan dikerjakan. b) model buah-buahan. afektif. dan tahap review. . menyediakan alat-alat bermain yang terdiri dari : a) balok-balok kayu. anak kemudian dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dipilih. Pada tahap ini guru berusaha agar ana-anak mengungkapkan perasaannya dengan tepat. mereka kemudian diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya secara langsung. e) peralatan menggambar. Bermain merupakan aktivitas yang menyatu dengan dunia anak. tahap bekerja. Strategi Pembelajaran Melalui Bermain a. Rasional strategi pembelajaran melalui bermain Bermain merupakan kebutuhan anak. y y y y y y Prakarsa kegiatan tumbuh dari anak. social. Dengan bermain akan mengalami suatu proses yang menarahkan pada perkembangan kemampuan manusiawinya. Atas dasar fakta tersebut maka dikembangkan strategi pembelajaran berdasarkan: 1) pendekatan perkembangan dan 2) pendekatan belajar aktif. dst. 2. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Anak a.

Sintaks pembelajaran melalui bermain Strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari 3 langkah utama.. 3) Tahap penutup Tahap penutup dari strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari kegiatan-kegiatan : a) menarik perhatian dan membangkitkan minat anak tentang aspek-aspek penting dalam membangun sesuatu. misalnya di rumah. tahap bermain. c) menunjukkan aspek-aspek penting dalam bekerja secara kelompok. Rasional strategi pembelajaran melalui bercerita Pencapaian tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak dapat ditempuh dengan strategi pembelajaran melalui bercerita. 1) Tahap prabermain Tahap prabermain terdiri dari dua macam kegiatan persiapan : kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain dan kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan. peserta permainan mulai melakukan tugasnya masing-masing. misalnya membuat istana. 3. b) Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang diperlukan. yaitu sebagai berikut. nilainilai moral dan keagamaan.. Guru dapat memanfaatkan kegiatan bercerita untuk menanamkan nilainilai positif pada anak. d) menekankan petingnya kerja sama. Pembelajaran dengan bercerita memberikan memberikan pengalaman belajar untuk mendengarkan. y y y y Bagi anak TK mendengarkan cerita yang menarik dan dekat dengan lingkungannya merupakan kegiatan yang mengasyikkan. dsb. Strategi Pembelajaran Melalui bercerita a. dan (4) guru memperjelas apa yang harus dilakukan oleh setiap anak dalam melakukan tugasnya. membuat. a) Kegiatan penyiapan siswa terdiri dari : (1) guru menyampaikan tujuan kegiatan bermain kepada para siswa. bendera kecil.b. Kegiatan bercerita juga memberikan sejumlah pengetahuan social. yaitu: tahap prabermain. b) menghubungkan pengalaman anak dalam bermain yang baru saja dilakukan dengan pengalaman lain. 2) Tahap bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan berikut : a) semua anak menuju tempat yang sudah disediakan untuk bermain. (2005: 10. dsb. . b) dengan bimbingan guru. c) setelah kegiatan selesai setiap anak menata kembali bahan dan peralatan permainannya. dst. ember. (3) guru menawarkan tugas kepada masing-masing anak. misalnya menyiapkan bak pasir. dan d) anak-anak mencuci tangan.6) mengidentifikasi manfaat cerita bagi anak TK. (2) guru menyampaikan aturan-aturan yang harus diikuti dalam kegiatan bermain. seperti mengulas bentuk-bentuk geometris yang dibentuk anak. Masitoh dkk. dan tahap penutup. menara.

dan 8) bernyanyi dapat meningkatkan keeratan dalam sebuah kelompok. menggunakan papan flannel. 7) bernyanyi dapat membantu pengembangan keterampilan berpikir dan kemampuan motorik anak. 5) Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dilaksanakan penilaian dengan cara mengajukan pertanyaanpertanyaan yang berhubungan dengan isi cerita untuk mengembangkan pemahaman anak aka isi cerita yang telah didengarkan. melaksanaan kegiatan pembukaan. dan bermacam layanan jasa yang ingin disumbangkan anak kepada masyarakat. mengatur tempat duduk. 2) bernyanyi dapat dipakai untuk mengatasi kecemasan. menggunakan gambar-gambar. 3) bernyanyi merupakan media untuk mengekspresikan perasaan. Sintaks pembelajaran melalui bercerita Strategi pembelajaran melalui bercerita terdiri dari 5 langkah. misalnya bercerita dengan membaca langsung dari buku cerita. 3) Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita sesuai dengan bentuk bercerita yang dipilih. 5) bernyanyi dapat membantu daya ingat anak. dalam Masitoh dkk. Strategi Pembelajaran Melalui Bernyanyi a. 4) Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita. b. 1) Menetapkan tujuan dan tema cerita. 6) bernyanyi dapat mengembangkan rasa humor. yang terdiri dari: y y y y y y menyampaikan tujuan dan tema cerita. menetapkan teknik bertutur. (2005: 11.3) menyatakan bahwa bernyanyi memiliki banyak manfaat untuk praktik pendidikan anak dan pengembangan pribadinya secara luas karena : 1) bernyanyi bersifat menyenangkan. afektif. 2) Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. mengembangkan cerita. 4) bernyanyi dapat membantu membangun rasa percaya diri anak. 4. . mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. Membantu anak untuk membangun bermacam-macam peran yang mungkin dipilih anak. Langkahlangkah dimaksud adalah sebagai berikut.y y Dengan dengan mendengarkan cerita anak dimungkinkan untk mengembangkan kemampuan kognitif. Rasional strategi pembelajaran melalui bernyanyi Honig. dst. dan psikomotorik.

misalnya pianika. (b) Kegiatan tambahan : anak diajak mendramatisasikan lagu. berupa pelaksanaan apa saja yang telah direncanakan. (c) menetapkan metode dan teknik pembelajaran. 2) sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. dilakukan dengan memakai pedoman observasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang telah dicapai anak secara individual maupun kelompok.10). 10) tema dapat diperluas. pembelajaran yang mengintegrasikan ke dalam semua bidang kurikulum atau bidang-bidang pengembangan. 2005: 12. berbagai kemampuan anak yang ada pada anak diharapkan dapat berkembangan secara optimal. Berbagai kemampuan yang dimiliki oleh anak dapat berkembang jika ada stimulasi untuk hal tersebut. (c) Kegiatan pengembangan : guru membantu anak untuk mengenal nada tinggi dan rendah dengan alat musik. c. b. d. yang terdiri dari: (a) kegiatan awal : guru memperkenalkan lagu yang akan dinyanyikan bersama dan memberi contoh bagaimana seharusnya lagu itu dinyanyikan serta memberikan arahan bagaimana bunyi tepuk tangan yang mengiringinya.. Dengan pembelajaran terpadu. 3) memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan semua pemikirannya. 7) memiliki potensi untuk dilaksanakan melalui proyek oleh anak.10). terdiri dari: (a) penetapkan tujuan pembelajaran. dan (d) menetapkan evaluasi pembelajaran. 3) mengintegrasikan isi dan proses belajar. (b) penetapan materi pembelajaran. 4) menggunakan bermain sebagai wahana belajar. Prinsip-prinsip strategi pembelajaran terpadu Strategi pembelajaran terpadu direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip: 1) berorientasi pada perkembangan anak. 2) berkaitan dengan pengalaman nyata anak. 9) melibatkan anggota keluarga anak. 5) memadukan berbagai bidang pengembangan. 8) waktu pelaksanaan fleksibel. Sintaks pembelajaran melalui bernyanyi Strategi pembelajaran dengan bernyanyi terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut. 2005: 12. misalnya lagu Dua Mata Saya. dan 11) direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak (Masitoh dkk. yang memiliki berbagai aspek kemampuan.. Manfaat strategi pembelajaran terpadu . Strategi Pembelajaran Terpadu a. yang semuanya perlu dikembangkan. 4) melibatkan penemuan aktif. 5. 2) Tahap pelaksanaan. 1) Tahap perencanaan. Karakteristik strategi pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu memiliki karakteristik : 1) dilakukan melalui kegiatan pengalaman langsung.b. 6) kegiatan belajar bervariasi. yaitu dengan melakukan gerakan menunjuk organ-organ tubuh yang ada dalam lirik lagu. 5) menghargai perbedaan individu. dan 6) melibatkan orag tua atau keluarga untuk mengoptimalkan pembelajaran (Masitoh dkk. Rasional strategi pembelajaran terpadu Anak adalah makhluk seutuhnya. 3) Tahap penilaian.

dan 4) dapat dilaksanakan pada jenjang program yang berbeda. dan prinsip (principle). dan penilaian yang akan dilakukan. waktu. 2005: 12. . 1) Memilih tema Pemilihan tema untuk pembelajaran terpadu dapat bersumber dari: (a) minat anak. e. dan (e) orang tua dan guru. utnuk semua tingkat usia. dan (e) potensi proyek. (c) kejadian yang tidak diduga. 4) Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan dilakukan dan dikembangkan kegiatan belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun.19 ± 12. fakta (fact). (d) materi yang dimandatkan oleh lembaga.Ada beberapa manfaat dari strategi pembelajaran terpadu. sumber rujukan. 3) Perencanaan Perencanaan harus dibuat secara tertulis sehingga memudahkan guru untuk mengetahui langkah-langkah apa yang harus ditempuh. kemudian dijabarkan ke dalam bidang-bidang pengembangan dan kegiatan belajar yang lebih operasional. alat-permainan yang diperlukan. (b) peristiwa khusus. dan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Sintaks pembelajaran terpadu Prosedur pelaksanaan pembelajaran terpadu terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut (Masitoh dkk. yaitu: (a) relevansi topik dengan karakteristik anak.20). 2) memungkinkan anak untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui berbagai kegiatan. (c) keragaman dan keseimbangan dalam area kurikulum. pengorganisasian anak.. Tentukan tujuan pembelajaran. Pada saat proses berlangsung dilakukan pengamatan terhadap proses belajar yang dilakukan oleh anak. (b) pengalaman langsung. kegiatan belajar. 3) membantu guru dan praktisi lainnya untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya. yaitu: 1) meningkatkan perkembangan konsep anak. (d) ketersediaan alat-alat. 5) Penilaian Penilaian dilakukan pada saat pelaksanaan dan pada akhir kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk mengamati proses dan kemajuan yang dicapai anak melalui kegiatan pembelajaran terpadu. Ada beberapa kriteria untuk pemilihan tema. 2) Penjabaran tema Tema yang sudah diplih harus dijabarkan ke dalam sub tema-sub tema dakan konsep-konsep yang didalamnya terkandung istilah (term).

Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan pembelajaran anak usia dini adalah pengembangan enam aspek. yaitu pengembangan aspek moral dan nilai agama. Indikator Setelah mempelajari uraian materi dalam kegiatan belajar ini. sehingga dapat saling melengkapi. Menyebutkan manfaat dari bercerita atau mendongeng 6. Menyebutkan jenis-jenis metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) 3. oleh karena itu merupakan langkah cerdas jika dalam pembelajaran. anak berkembang secara bertahap.Pengertian dan Macam-macam Metode Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) A. anak belajar dari pengalaman dan dunia anak adalah dunia bermain. Adapun karakteristik anak usia dini meliputi : setiap anak unik. kognitif. oleh karena itu pamong PAUD diharapkan dapat memilah dan memilih metode yang tepat. Menyiapkan rancangan kegiatan karya wisata 7.Menjelaskan pijakan-pijakan yang ada dalam metode sentra dan lingkaran 1. fisik (motorik halus dan kasar). Menyebutkan langkah-langkah penerapan metode beenyanyi 5. Kompetensi Setelah mempelajarai uraian materi dalam kegiatan belajar ini. social-emosional dan seni. Instrument ini sangat menentukan keberhasilan setiap proses belajar mengajar. Satu hal yang harus disadari oleh setiap pamong PAUD adalah bahwa setiap metode pembelajaran selalu mempunyai kekuatan dan sekaligus kelemahan. Menjelaskan pengaruh bermain bagi perkembangan anak 4. Menyebutkan manfaat dari metode bercakap-cakap (dialog) 9. Menjelaskan pengertian metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) 2. Anda diharapkan dapat mengerti dan memahami pengertian metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) dan jenis-jenisnya serta dapat menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) B. Anda diharapkan dapat : 1. termasuk dalam pembelajaran untuk anak usia dini. Pendahuluan Metode pembelajaran merupakan salah satu instrumental input dalam setiap proses belajar mengajar yang menggunakan pendekatan IPO (Input Proses dan Output). Menyiapkan rancangan kegiatan demonstrasi 8. anak bukan miniatur orang dewasa. . pamong PAUD menggabungkan beberapa metode. Menjelaskan rancangan pembelajaran TANDUR 10. . dalam setiap pembelajaran PAUD. anak belajar dari lingkungan. pembelajaran. dalam arti sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan pembelajaran dan karakteristik anak usia dini.

. Menurut Harlock (1991). Sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU sisdiknas. (3) bukan dikerjakan sambil lalu. (5) kelenturan. Pengertian Metode Pembelajaran PAUD Menurut kamus bahasa Indonesia. tanpa mempertimbangkan hasil akhir. bersifat pura-pura. metode dapat diartikan sebagai cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Metode Bermain "Bermain" (play) merupakan istilah yang digunakan secara bebas. sehingga arti utamanya mungkin hilang.2. Jenis-Jenis Metode Pembelajaran PAUD Mengacu pada karakteristik tujuan pembelajaran dan karakteristik anak usia dini. Dalam konteks pendidikan anak usia dini. kelenturan ditunjukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. artinya kegiatan bermain dimotivasi dari dalam diri anak. 2003). merupakan kegiatan yang utama. tidak mengutamakan hasil. 3. Bermain dilakukan sukarela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar atau kewajiban. metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini. yaitu : (1) motivasi intrinsik. bermain bagi anak merupakan kegiatan yang utama dan lebih bersifat purapura. secara sederhana dapat diartikan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang sistematis dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. (4) cara/tujuan. bukan karena adanya tuntutan atau paksaan. Sementara Dworetzky (1990) dalam Moeslichatoen (1999) memberikan batasan. bahwa setidaknya ada lima kriteria dalam bermain. metode yang tepat untuk pembelajaran anak usia dini diantaranya adalah : a. tidak ada paksaan. Dari pengertian tersebut. dan bersifat lentur. yaitu mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. timbul dari dalam dirinya. (2) pengaruh positif. mengutamakan cara dari pada tujuan. arti bermain yang tepat adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya. artinya kegiatan bermain merupakan tingkah laku yang menyenangkan atau menggembirakan. Dari dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa bermain bagi anak merupakan kegiatan yang menyenangkan. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya.

karena anak cenderung ingin tahu sehingga mungkin akan dibongkar. 1985). seperti kebutuhan akan makan dan minum. dll. Jadi bermain bagi anak usia dini merupakan kebutuhan. mainan tidak harus membeli. Bermain bagi anak usia dini merupakan kegiatan yang utama dalam kehidupannya. artinya seluruh waktu yang dimiliki anak. musical. kenyamanan dan lain-lain. selalu dihabiskan untuk kegiatan bermain. kasih sayang. namun dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita . (3) penyaluran bagi energi emosional yang terpendam. Aman atau tidak berbahaya bagi anak. maka alat permaianan yang digunakan sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut : 1. kemanan. Menarik. dalam arti tidak mudah rusak. (2) dorongan berkomunikasi. kinestetik. Murah. dan dalam kondisi apa saja. Sebaiknya beraneka ragam. (8) belajar bermasyarakat. (6) rangsangan bagi kreativitas. jadi bukan pilihan orang lain 3. natural dan spiritual. Melalui kegiatan bermain inilah seluruh potensi kecerdasan yang dimiliki oleh anak dapat dikembangkan. sehingga anak bisa bereksplorasi dengan berbagai jenis mainan tersebut 4. (9) standar moral. bahwa bermain merupakan pekerjaan anak-anak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon & Browne. anak belajar melalui bermain dan bermain seraya belajar. warna dan bahan 2. jadi tidak terlalu sulit dan tidak telalu mudah 5. sehingga ada sinyalemen yang menyatakan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. visual-spasial. (7) perkembvangan wawasan diri. Berdasarkan minat anak . misalnya bentuk. hendaknya dikemas dalam kegiatan bermain yang menyenangkan dan mengasyikkan. 1991). (5) sumber belajar. seperti kecerdasan linguistic. Kuat. baik warna maupun bentuknya 7. (10) belajar bermain sesuai dengan peran jenis kelamin dan (11) perkembangan cirri kepribadian yang diinginkan (Harlock. interpersonal. di mana saja. 6. pakaian. sama seperti kebutuhan yang lain. yaitu : (1) perkembangan fisik. logic-matematik.Ahli psikologi dan pendidik berpendapat. kesehatan. dibanting. setidaknya ada 11 pengaruh bermain bagi perkembangan anak. Oleh karena itu dalam pendidikan anak usia dini metode bermain sifatnya adalah wajib adanya. intrapersonal. Untuk mencapai manfaat yang optimal. kapan saja. Informasi apapun yang akan diberikan kepada anak. Tingkat kesulitannya hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Bermain bagi anak sangat mempengaruhi perkembangannya. (4) penyaluran bagi keinginan dan kebutuhan.

Pamong PAUD sangat mungkin dapat mengganti syair lagu anak-anak yang sudah ada menjadi syair baru yang disesuaiakan dengan pesan-pesan yang akan diberikan. termasuk dalam hal bernyanyi. biola. Dengan bernyanyi potensi belahan otak kanan dapat dioptimalkan. Syairnya berubah sebagai berikut : Dalam menyanyikan lagu langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh seorang pamong PAUD antara lain adalah : (1) pilihlah lagu yang cocok. sebaiknya nyanyikan terlebih dahulu minimal tiga kali. atau alat musik yang lain. (3) bersama anak-anak nyanyikan lagi secara berulang-ulang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan. (2) bahasanya indah dan mudah dimengerti anak. Hampir setiap anak sangat menikmati lagu-lagu atau nyanyian yang didengarkan. dll). gitar. sehingga suasana akan lebih hidup dan lebih menyenangkan. dan lebih bersemangat. Metode Bernyanyi Bernyanyi merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak. pianika. adalah : (1) mengandung nilai-nilai agama atau pesan-pesan yang positif. (2) jika itu lagu baru (belum dikenal anak). terutama pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama. organ. membuat anak bahagia. Sebagai pamong PAUD dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. (3) tidak terlalu panjang. misalnya piano. Dalam kegiatan bernyanyi ini akan lebih sempurna jika pamong PAUD dapat mengiringinya dengan alat-alat musik secara langsung. Berikut ini beberapa contoh lagu yang sudah diganti syairnya. semangat. (4) bila perlu bagilah menjadi . Melalui nyanyian atau lagu banyak hal yang dapat kita pesankan kepada anak-anak. kagum. seruling. 1. sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih mudah dan lebih cepat diterima serta diserap oleh anak-anak. lebih-lebih jika nyanyian tersebut dibawakan oleh anak-anak seusianya dan diikuti dengan gerakan-gerakan tubuh yang sederhana. menggairahkan.b. atau bahkan mungkin dapat menciptakan lagu-lagu baru. menghilangkan rasa sedih. dengan demikian anak akan selalu ingat pesan-pesan yang diterimanya. (4) iramanya mudah dicerna dan (5) syair dan liriknya bisa melibatkan emosi anak (gembira. anak-anak merasa terhibur. Melalui kegiatan bernyanyi suasana pembelajaran akan lebih menyenangkan. sehinggga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih lama mengendap di memori anak (ingatan jangka panjang). dalam arti sesuai dengan tema. situasi dan kondisi. bila menciptakan lagu untuk anak-anak. harmonika. Lagu " balonku ada lima" diubah menjadi lagu "rukun Islam yang lima". sesuai dengan pesan-pesan yang diinginkan.

(9) berlatih mendengarkan. Metode Bercerita (Mendongeng) Bercerita atau mendongeng merupakan warisan budaya yang sudah lama kita kenal. bahkan dijadikan sebagai kebiasaan atau tradisi bagi para orangtua untuk menidurkan anak-anaknya. namun bisa juga disampaikan dengan membacakan buku cerita. waktunya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak (tidak terlalu lama). meningkatkan gairah belajar.beberapa kelompok. seperti binatang ternak. (5) pilihlah beberapa anak yang mungkin sudah hafal lagu itu untuk menyanyi secara individu. dll. memberi perasaan yang lucu. tanaman pertanian. memberi semangat anak. (11) menambah pengetahuan. dll. Bahkan jika mungkin dapat menciptakan cerita atau dongeng sendiri sesuai dengan tema. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan bercerita atau mendongeng antara lain adalah : (1) mengembangkan imajinasi anak. (3) tanaman. Oleh karena itu sebagai pamong PAUD hendaknya mempunyai inventaris buku-buku cerita yang sesuai dengan kehidupan dan perkambangan anak sebagai sumber cerita. (2) binatang. (2) menambah pengalaman. Agar cerita atau dongeng yang dismpaikan dapat dicerna dan diserap anak. menimbulkan rasa ingin tahu. dll. situasi dan kondisi anak-anak. (10) mengenal nilai-nilai yang positif dan negatif. Tidak semua pamong PAUD mempunyai kemampuan untuk menghafal secara lengkap banyak cerita atau dongeng yang ada. binatang hidup di air. seperti aneka bunga. oleh karena itu cerita atau dongeng tidak harus disampaikan secara lisan. Begitu juga pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama dapat kita tanamkan kepada anak-anak melalui tokohtokoh yang ada dalam cerita atau dongeng tersebut. menarik perhatian. Misalnya tema tentang : (1) kehidupan anak dalam keluarga. mengasyikkan. (7) mengembangkan perasaan sosial. melibatkan anak baik secara emosi atau fisik. Yang penting bagaimana cara mengemas cerita atau dongeng sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan suasana yang menyenangkan. Melalui cerita atau dongeng banyak hal tentang hidup dan kehidupan yang dapat kita informasikan kepada anak-anak. . penuh ekspresi (tidak berlebihan). seperti pasar malam. musim panen. (8) mengembangkan emosi anak. (3) melatih daya konsentrasi. dll. (4) menambah perbendaharaan kata. (4) peristiwa dalam masyarakat. c. sekolah atau masyarakat. dan setiap kelompok bernyanyi bersama kelompoknya. maka sebaiknya tema-tema yang diangkat adalah tema-tema yang berkaitan erat dengan kehidupan anak-anak atau yang disukai oleh anak-anak. (5) menciptakan suasana yang akrab. (6) melatih daya tangkap. (6) nyanyikan sekali lagi secara bersama-sama dan (7) ulangi lagi lagu tersebut pada hari yang lain. dinamis (tidak monoton).

idul fitri, dll, (5) profesi masyarakat, seperti polisi, petani, nelayan, dll, dan (6) tema-tema lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Sebagai seorang pamong PAUD, sebaiknya melakukan persiapanpersiapan sebelum bercerita atau mendongeng kepada anakanak. Beberapa persiapan yang dapat dilakukan antara lain : (1) menetapkan tujuan dan tema cerita, (2) menetapkan bentuk cerita, (3) menyiapkan alat dan media yang digunakan, (4) menetapkan langkah-langkah bercerita, (5) membaca dan memahami isi cerita. Dengan persiapan yang matang, maka kegiatan bercerita akan lebih terarah, fokus dan tidak melebar kemana-mana, sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. d. Metode Karya Wisata Karya wisata merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengamati atau mengobservasi, memperoleh informasi dan mengkaji dunia secara langsung, seperti binatang, tanaman, dan benda-benda lain yang ada disekitar anak. Melalui kegiatan karya wisata, anak-anak akan memperoleh pengalaman belajar secara langsung dengan menggunakan seluruh panca indera, sehingga apa yang diperoleh dari lapangan dapat lebih berkesan dan pada gilirannya akan lebih lama mengendap di memori anak. Melalui kegiatan karya wisata diharapkan dapat (1) merangsang minat anak terhadap sesuatu, (2) memperluas informasi yang diperoleh di kelas, (3) memberi pengalaman belajar secara langsung, (4) menumbuhkan minat anak terhadap sesuatu, (5) menambah wawasan anak, (6) menjadi sarana rekreasi, (7) memberi perasaan yang menyenangkan, (8) sarana mempererat hubungan antara orangtua dengan pamong PAUD, orangtua dengan orangtua, dan anak dengan anak. Kegiatan karya wisata dapat dilakukan diluar lembaga sesuai dengan tema yang sedang dibicarakan dalam bentuk "puncak tema". Misalnya : (1) tema binatang, anak-anak dapat diajak ke kebon binatang, (2) tema tanaman, anak-anak diajak ke kebun raya, pasar bunga, taman kota, dll, (3) tema profesi, anak-anak diajak berkunjung ke kantor polisi, rumah sakit, dll, (4) tema transportasi, dapat diajak berkunjung ke stasiun, pelabuhan, terminal, dll, (5) tema alat komunikasi, dapat mengunjuingi kantor pos, stasiun televisi, kantor penerbit, dll, (6) tema negara, dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah, seperti musium, taman pahlawan, tugu pahlawan, dll, (7) tema alam, dapat berkunjung ke pantai, pegunungan, dll, (8) dan tema-tema lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing lembaga. Mengingat metode karya wisata ini selalu dilakukan di luar lembaga, tentu akan membutuhkan dana tambahan untuk pelaksanaanya, misalnya untuk transportasi, dokumentasi,

konsumsi, retribusi, publikasi, dll. Agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan program lembaga, maka disarankan untuk melibatkan banyak pihak untuk menanganinya, utamanya orangtua anak. Dengan melibatkan banyak pihak diharapkan dapat meringankan beban yang harus dipikul oleh orang tua dan lembaga, misalnya melibatkan perusahaan sebagai sponsor, tokoh masyarakat sebagai donatur, lembaga pemerintah, dan lembaga-lembaga lain yang terkait dengan kegiatan ini. Sebelum pelaksanaan kegiatan karya wisata, sebaiknya pamong PAUD membuat rancangan kegiatan, sehingga kegiatan dapat dilakasanakan dengan baik sesuai dengan tujuan. Secara umum rancangan kegiatan yang dapat disiapkan oleh pamong PAUD meliputi : (1) menetapkan sasaran dan lokasi, sesuai dengan tema, (2) melakukan observasi lokasi dan hubungan dengan pihak pengelola lokasi, (3) merumuskan program kegiatan, yang meliputi : menentukan tujuan, adanya jaminan untuk mencapai tujuan, waktu, dana dan antisipasi adanya hambatan, (4) membentuk panitia pelaksanaan (bila perlu), (5) menyiapkan bahan dan alat serta perlengkapan yang diperlukan, (6) merumuskan tatatertib kegiatan, (7) meminta ijin dan partisipasi orangtua . e. Metode Demonstrasi Metode ini menekan pada cara-cara mengerjakan sesuatu dengan penjelasan, petunjuk dan peragaan secara langsung. Melalui metode ini diharapkan anak-anak dapat mengenal langkah-langkah pelaksanaan dalam melakukan suatu kegiatan, yang pada gilirannya anak-anak diharapkan dapat meniru dan melakukan apa yang didemonstrasikan oleh pamong. Misalnya ketrampilan melipat kertas (origami), menggambar sesuai pola, menggulung, menggunting dan sebagainya. Melalui kegiatan demontrasi pamong dapat memperlihatkan secara nyata apa yang harus dilakukan anak, mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dan konsep, mengamati dengan cermat dan teliti. Kegiatan demontrasi dapat memberi ilustrasi dalam menjelaskan informasi kepada anak. Anak akan melihat bagimana suatu peristiwa berlangsung, lebih menarik, dan merangsang perhatian serta lebih menantang. Disamping itu melalui kegiatan demontrasi dapat membantu meningkatkan daya pikir dalam peningkatan kemampuan mengenal, mengingat, berfikir konvergen dan berfikir evaluatif. Kegiatan demontrasi dapat memberi kesempatan kepada anak untuk memperkirakan apa yang akan terjadi, bagaimana hal itu dapat terjadi, dan mengapa hal itu dapat terjadi. Dengan demikian akan merangsang anak berusaha untuk memperhatikan ilustrasi dan apa yang sedang dilakukan pamong serta mendengarkan penjelasan pamong. Selain itu anak juga akan menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang

dihadapi dan berusaha untuk melakukan kegiatan sebagaimana yang dilakukan oleh pamong, serta merangsang anak untuk berfikir secara kritis dan menggunakan kemampuannya untuk menalar. Sesuai dengan tujuan metode demontrasi yaitu memberi pengalaman belajar melalui melihat dan mendengarkan yang diikuti dengan meniru pekerjaan yang didemonstrasikan, maka kegiatan yang sesuai dengan metode ini adalah : (1) kegiatan demontrasi yang dimulai dengan penjelasan. kegiatan ini berkaitan dengan cara membuat bentuk (bangunan0 dan cara menggunakan alat, misalnya : menarik garis lurus dan lengkung, menggunting pola, membentuk model, mengatur meja makan, mengatur tempat tidur dan cara menggunakan alat, dan sebagainya, (2) kegiatan demonstrasi dalam bentuk dramatisasi. Kegiatan ini pada umumnya untuk menanamkan nilai-nilai sosial, nilai-nilai moral dan nilai-nilai keagamaan. Sebelum pamong PAUD menerapkan metode demontrasi, sebaiknya membuat rancangan terlebih dahulu, sehingga kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan. Secara umum rancangan yang dapat dibuat meliputi : (1) menetapkan tujuan dan tema kegiatan, (2) menetapkan bentuk demonstrasi yang dipilih, (3) menyiapkan alat dan bahan, (4) menetapkan langkah-langkah kegiatan dan (5) menetapkan penilaian kegiatan. f. Metode Bercakap-cakap (Berdialog) Bercakap-cakap atau berdialog dapat diartikan saling mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan kebutuhan secara verbal, untuk mewujudkan bahasa reseptif yang meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain dan bahasa ekspresif yang meliputi kemampuan menyatakan pendapat, gagasan, perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. Bercakap-cakap dapat dilakukan antara pamong dengan anak, atau anak dengan anaik. Melalui kegiatan bercakap-cakap (dialog) diharapkan dapat : (1) meningkatkan keberanian anak untuk mengaktualisasikan diri dengan menggunakan kemampuan berbahasa secara ekspresif, misalnya menyatakan pendapat, perasaan, keinginan, bertanya, dan sebagainya, (2) meningkatkan keberanian anak untuk menyatakan secara lisan apa yang harus dilakukan oleh diri sendiri dan anak lain, (3) meningkatkan keberanian anak untuk mengadakan hubungan dengan orang lain, baik sesama teman atau pamong, (4) memberi kesempatan kepada anak untuk membangun jati dirinya, melalui kesempatan untuk berdialog, (5) memperluas pengetahuan, wawasan dan berbendaharaan kata , (6) meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, seperti mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain.

Dalam pembelajaran untuk anak usia dini, sebaiknya komunikasi dua arah dalam bentuk bercakap-cakap atau dialog hendaknya selalu dikedepankan, sementara komunikasi yang searah (ceramah) sebaiknya diminimalisir, sehingga suasana pembelajaran akan tampak hidup, lebih menarik dan melibatkan banyak anak. Berikan kesempatan kepada anak untuk bercerita apa saja yang mereka ketahui dan apa saja yang sudah mereka lakukan, baik di rumah, di lembaga PAUD atau di masyarakat. Bebaskan mereka untuk bertanya tentang apa saja, dan apapun yang yang diutarakan atau ditanyakan anak, hendaknya direspon secara positif, meskipun celoteh anak-anak sering menyimpang dari tema yang sedang dibicarakan. Sebagai seorang pamong PAUD, hendaknya berupaya untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam berdialog. Upayakan menggunakan kata-kata yang positif, penuh dengan penghargaan dan pujian, serta kata-kata yang santun dan lembut, misalnya kata "terima kasih", "al-hamdulillah", "luar biasa", "ma'af", "permisi", "pintar", "jempol dua", "subhanallah" dan lain-lain. Jika anak-anak sering mendengar katakata tersebut, mereka akan meniru dan membiasakan diri berkatakata yang baik, merasa dihargai pekerjaannya, merasa dihormati hak-haknya, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan termotivasi untuk lebih giat lagi. Sebaliknya, pamong PAUD hendaknya berupaya untuk menghindari kata-kata yang negatif, kurang sopan, kasar, tidak santun, besifat melarang, misalnya kata "jangan" , "tidak", "bodoh", "nakal", "malas", dan sebagainya. Jika anak-anak sering mendengar dan akrab dengan kata-kata tersebut, maka dampaknya akan fatal terhadap perkembangan anak nanti. Mereka akan meniru, merasa tidak dihargai, tidak dihormati, dikecilkan, dibatasi ruang geraknya, dihalangi kemauannya, bahkan sampai pada merasa disakiti hati dan perasaannya, yang nantinya akan membuat anak menjadi rendah diri, tidak percaya diri dan tidak termotivasi dalam pembelajaran. g. Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas ini diberikan kepada anak, semata-mata hanya untuk melatih persepsi pendengaran, meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, memusatkan perhatian dan membangun motivasi anak, bukan untuk melihat hasilnya. Oleh karena itu sebaiknya dihindari pemberian tugas yang bersifat memaksa, mendikte, membatasi kreativitas anak, terus menerus, dalam bentuk pekerjaan rumah, atau tugas-tugas lain yang membuat anak justru merasa tertekan, terpaksa, membuat anak bosan bahkan mungkin sampai pada tingkat frustasi. Berikan tugas-tugas yang dapat meningkatkan kreatrivitas anak, meningkatkan imajinasi anak, melatih motorik, membuat anak lebih bergairah, lebih bersemangat, merasa senang, nyaman,

auditorial dan kinestetik). menggunting. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. (5) menguraikan cara baru yang dapat mempermudah pembelajaran. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. bukan sebalinya. . Beberapa alasan mengapa metode ini diterapkan dalam PAUD. (3) metode ini mengorkestrasi berbagai interaksi dalam momen belajar. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. Metode Quantum Teaching Metode ini tergolong relatif masih baru dalam PAUD. pembelajaran. mewarnai. karena pada umumnya metode ini digunakan untuk pendidikan formal. dinamis. dan sebagainya. Misalnya tugas untuk menggambar bebas. auditorial dan kinestetik). Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. menyenangkan. seperti unsur belajar yang efektif. yaitu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestai anak. Metode ini dalam penerapannya menekankan pada dua hal. dinamis. tidak membosankan. meronce. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. nyaman. (4) menunjukkan cara menjadi pendidik yang lebih baik. h. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. menyenangkan. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. hidup. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. meningkatkan motivasi bel. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. unsur belajar yang mempengaruhi kesusksesan anak dan unsur yang mengubah kemampuan dan bakat alamiah menjadi cahaya yang bermanfaat. Dengan demikian tugas yang diberikan dapat mendorong anak-anak untuk lebih tertarik dan betah berada di lembaga PAUD. tidak membosankan.menumbuhkan rasa percaya diri. hidup. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. antara lain : (1) metode ini dapat digunakan dalam pembelajaran untuk semua usia. (2) metode ini menekankan dua aspek. menempel. nyaman.ajar dan tugas-tugas lain yang membuat anak merasa nyaman dan aman ketika belajar di lembaga PAUD. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. termasuk untuk anak usia dini.

yaitu : 1. Pembelajaran dengan menggunakan metode Quantum Teaching mengacu pada rancangan pembelajaran yang berbentuk TANDUR. Dalam pijakan ini. kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan jalinan & kepemilikan bersama. yaitu (1) Tumbuhkan. sebagai bentuk pengakuan untuk menyelesaikan sebuah usaha. kegiatan yang dilakukan oleh pamong PAUD antara lain : a. dan memuaskan hasrat alami otak untuk memberi identitas. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. sementara intervensi pamong dalam pembelajaran lebih diminimalisir. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. (4) Demontrasikan. Metode Sentra dan Lingkaran (Seling) Metode ini menekankan pada pembelajaran pada system sentra. dapat memperkuat koneksi syaraf dan menumbuhkan rasa ´aku tahu bahwa aku tahu iniµ. Metode ini lebih memberi keleluasaan kepada anakanak untuk bebas bermain di sentra-sentra yang sudah disiapkan. mencari tanggapan ´yesµ dari anak. melalui kegiatan ini menamai dibangun diatas pengetahuan dan keingintahuan. nyaman. yang dapat memberi rasa rampung dengan menghormati usaha. mengurutkan & mendefinisikan. bertujuan untuk memberi peluang kepada anak untuk menterjemahkan dan menerapkan pengetahuan mereka dalam pembelajaran lain dan kehidupan mereka. dan (6) Rayakan. (5) Ulangi. lebih baik dalam konteks yang berbeda dengan asalnya. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. Pembelajaran dengan menggunakan metode ini mengacu pada empat pijakan yang ada. tidak membosankan. menamai diberikan saat mengajarkan konsep ketrampilan berfikir strategis. memanfaatkan pengetahuan & keinginan anak dan memanfaatkan hasrta alami otak untuk menjelajah. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. i. (3) Namai. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengalaman kepada anak. auditorial dan kinestetik). saling memahami dan mendapatkan komitmen untuk menjelajah. menyenangkan. hidup. mengelola awal lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup (tiga tempat main untuk setiap anak) . sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. ketekunan & kesuksesan anak. Melalui kegiatan tumbuhkan ini diharapkan anak sudah terkondisi dan siap untuk menerima informasi dari pamong. dinamis. memanfaatkan pengalaman anak. (2) Alami.pembelajaran. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. Pijakan lingkungan main. dilakukan dengan multi modalitas dan multi kecerdasan.

merencanakan intensitas (sejumlah waktu yang dibutuhkan untuk bermain) dan densitas (berbagai macam cara setiap jenis main yang disediakan) pengalaman c. menggabungkan kosakata baru dan menunjukkan konsep yang mendukung perolehan ketrampilan kerja (standar kinerja) c.b. pembangunan dan main peran d. merancang dan menerapkan urutan transisi main. mendukung anak untuk mengingat kembali pengalaman mainnya dan saling menceritakan pengalaman mainnya b. menata kesempatan main untuk mendukung hubungan social yang positif. Pijakan Pengalaman Main Setiap Anak Dalam pijakan ini kegiatan yang harus dilakukan oleh pamong PAUD meliputi : a. mengelola anak untuk keberhasilan hubungan social g. sebagai pengalaman belajar positif melalui pengelompokkan. mendiskusikan aturan dan harapan untuk pengalaman main e. peran pamong PAUD adalah : a. memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan e. 3. Pijakan Pengalaman Sebelum Main Dalam pijakan ini kegiatan yang dilakukan oleh pamong PAUD antara lain : a. 2. Adapun uraian secara khusus dapat disesuaikan dengan sentra yang . menjelaskan ranmgkaian waktu main f. membaca buku yang berkaitan dengan pengalaman atau mendatangkan nara sumber b. menggunakan waktu membereskan maianan. memberikan anak waktu untuk mengelola dan memperluas pengalaman main mereka b. meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui dukungan pada hubungan teman sebaya e. mengamati dan mendokumentasikan perkembangan dan kemajuan main anak 4. Pijakan Pengalaman Setelah Main Dalam pijakan yang terakhir ini. mencontohkan komunikasi yang tepat c. urutan dan penataan lingkungan main secara tepat Empat pijakan tersebut merupakan pijakan yang bersifat umum yang harus dilakukan oleh pamong PAUD dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode sentra. memberikan gagasan bagaimana menggunakan bahanbahan d. memperkuat dan memperluas bahasa anak d. memiliki berbagai bahan yang mendukung tiga jenis main. yaitu sensorimotor.

Demonstrasikan. Quantum Teaching adalah metode pembelajaran yang menekankan pada pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestasi anak melalui orkestrasi dengan segala nuansanya yang ada dalam lingkungan belajar 5. Karya Wisata 5. bermain peran makro. Beberapa metode pembelajaran yang cocok yang dapat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini antara lain adalah metode : 1. Pemberian Tugas 8. Bermain 2. Bernyanyi 3. Bercerita (mendongeng) 4. 2. pembangunan bahan alam (sifat cair). Rangkuman 1. sentra persiapan. Input adalah masukan 3. Bercaka-cakap (berdialog) 7. Pijakan adalah dukungan yang berubah-ubah salama kegiatan belajar. pembangunan terstruktur. sentra musik dan olah tubuh. sentran imtak. Metode pembelajaran PAUD adalah cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini. Seling singkatan dari Sentra dan Lingkaran . TANDUR singkatan dari Tumbuhkan. Alami. Kata-Kata Kunci 1.disiapkan. Quantum Teaching 9. dan sebagainya. misalnya sentra bermain peran mikro. Output adalah keluaran 4. dimana mitra yang lebih terampil menyesuaikan dukungan terhadap kinerja anak pada saat ini 7. Sentra dan Lingkaran E. Demonstrasi 6. Uraikan dan Rayakan 6. D. PAUD singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini 2. Namai.

Sedangkan untuk mencapai tujuan. proyek dan pemberian tugas dan metode demonstrasi. Pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu dalam proses pembelajaran dinamakan dengan metode pembelajaran. karena suatu model mengajar menyangkut 4 hal pokok yaitu. tanya jawab. Diantara kedudukan metode dalam belajar mengajar yaitu: 1. sosio drama. Menurut Killen ada dua pendekatan yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada guru dan pendekatan yang berorientasi pada peserta didik. Metode merupakan cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Disamping istilah strategi. Setelah kita menetapkan pola yang sesuai dengan strategi yang diinginkan. Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan. Tidak ada strategi tanpa adanya tujuan yang harus dicapai. tepat dan jitu tidak mungkin tujuan dapat tercapai. baik ditinjau dari bahasa yang digunakan. Perlu disusun suatu strategi agar tujuan itu tercapai dengan optimal. masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. Dan strategi adalah penjabaran dari pendekatan yang digunakan itu (Roy Killen. serta penunjang yang diisyaratkan. KEDUDUKAN METODE DALAM BELAJAR MENGAJARKegiatan belajar mengajar yang melahirkan interseksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Dalam bukunya yang sangat terkenal Models of Teaching (1971) menurut Joyce model itu lebih luas dari suatu strategi. Nah untuk mencapai tujuan tersebut maka seorang pendidik harus memahami kedudukan metode dalam sebuah pembelajaran karena metode sebagai salah satu komponen yang ikut andil dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. cara memberikan ilustrasi dan sebagainya. Untuk mencapai tujuan pembelajaran (ingat pembelajaran adalah peristiwa yang bertujuan). Dengan kata lain taktik dan teknik itu menunjukkan cara yang dilakukan seseorang yang sifatnya lebih tertumpu pada kemampuan dan pribadi seseorang. bercerita. Pendekatan adalah istilah yang diberikan untuk hal yang bersifat lebih umum. tahapan-tahapan model. intonasi suara. strategi dapat di katakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentan kegiatan yang dapati dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Jadi dengan demikian metode pada dasarnya berangkat dari suatu strategi tertentu. strategi memang disusun untuk tujuan tertentu. Misal ada dua orang guru sama-sama menggunakan metode ceramah yang ditampilkan keduanya bisa berbeda. dalam konteks pembelajaran ada juga istilah lain yang dinamakan model mengajar (models of teaching) istilah ini dipopulerkan oleh Bruce Joyce dan Marsha Weil. Sedangkan cara untuk menjalakan metode yang ditetapkan itu dinamakan dengan teknik atau taktik sifat-sifatnya lebih praktis yang disusun untuk menjalankan suatu metode dan strategi tertentu. karena sebagai pendidik ataupun guru akan lebih mudah dalam melaksanakan suatu kegiatan khususnya dalam kegiatan belajar mengajar apabila telah mampu dan menguasai suatu strategi ataupun metode yang pas dengan kegiatan yang kita laksanakan. Maka stelah kita menyusun strategi baru kita tentukan pola atau metode menyerang atau bertahan yang itu pola yang harus dilakukan. Metode Sebagai Alat Motivasi Ekstrinsik Menurut Sardiman A. Oleh sebab itu untuk lebih jelasnya masalah penulisan tentang strategi pembelajaran ( learning strategy ) kita simak dalam bab pembahasan. Misalkan dalam suatu permainan sepak bola untuk memenangkan pertandingan kita dapat menggunakan strategi menyerang atau bertahan. Metode dipilih berdasar strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditetapkan. Namun tidak semua metode itu cocok untuk pelaksanaan kegiatan di TK. 1998). Karena TK mempunyai model khas yang telah dirancang dalam KBK seperti metode karya wisata. Demikian juga halnya dalam proses pembelajaran / learning.M (1988:90) metode ini adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya artinya metode ini berfungsi sebagai . Dikatakan pola umum. Dalam konteks pembelajaran KBK. PENGERTIAN STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARANStrategi merupakan pola umum menentukan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. sebab suatu strategi pada hakikatnya belum mengasah pada hal-hal yang bersifat praktis. eksperimen. Pendekatan memang tidak sama dengan strategi atau model. Tenpa suatu strategi yang cocok. bercakap-cakap. sistem sosial yang diharapkan. metode dan taktik. baru membicarakan teknik atau tektik permainan. prinsip-prinsip reaksi guru dan peserta didik. Seperti halnya dalam kegiatan belajar mengajar maka strategi bisa diartika sebagai polapola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Istilah lain yang lebih umum dari istilah strategi dan model pembelajaran adalah istilah pendekatan.Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD LATAR BELAKANG MASALAHStrategi secara umum merupakan suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Sedangkan metode adalah cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri artinya suatu cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan.

Metode Sebagai Alat Untuk Mencapai Tujuan Tujuan adalah suatu cita-cita yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar atau pedoman yang memberi arah kemana kegiatan belajar mengajar akan dibawa. 1994). Karena dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam yang relatif lama. Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan adalah pengembangan kognitif. membangun kembali dan menemukan hubungan-hubungan baru. Metode Sebagai Strategi Pengajaran Dalam kegiatan belajar mengajar Dra. Roestiyah N.K (1989:1) guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara efektif dan efisien mengena pada tujuan yang harapkan. Untuk mengembangkan krativitas anak. mampu mengekspresikan diri secara kreatif. ketika anak didik menunjukkan kelesuan. ketika sebagia besar anak didik membuat kegaduhan. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan atau pelicin jalan pengajaran menuju tujuan. Oleh karena itu dalam memilih suatu metode yang akan dipergunakan dalam program kegiatan anak di TK guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajari. Boleh jadi dari sekian keadaan tersebut salah satu penyebabnya adalah faktor metode. Dengan demikian metode mengajar adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. mendengar. Bahan dan alat yang digunakan dalam keadaan baik. pengembangan emosi. memahami tubuh dan perasaan mereka sendiri. Seharusnya penggunaan metode dapat menunjang pencapaian tujuan pengajaran. pengembangan motorik dan pengembangan nilai serta pengembangan sikap dan nilai. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODEKetika anak didik tidak mampu berkonsentrasi. dapat dipergunakan metode-metode yang menjamin anak tidak mengamali cidera. Selain dari tujuan kegiatan. Pemberian pengalaman belajar yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan kerja. Untuk mengembangkan emosi anak. membuat pertanyaan yang membantu memecahkan. caranya adalah dengan memahami lingkungan dengan sekitarnya. Dan untuk perbedaan daya serap anak didik tersebut memerlukan strategi pengajaran yang tepat yaitu metode. Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pengajaran akan menjadi kendala dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Ketika itulah guru mempertanyakan faktor penyebab dan berusaha mencari jawabannya secara tepat. mengenal orang dan benda-benda yang ada. Untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak dengan menggunakan metode yang dapat meningkatkan perkembangan ( development ) kemampuan berbicara. Misalkan guru menggunakan metode ceramah sedangkan tujuan pengajarannya adalah anak dapat memperagakan sholat dengan baik. kebiasaan menghargai waktu dan kebiasaan memlihara lingkungan. maka apa yang guru sampaikan akan sia-sia. ketika minat anak didik semakin berkurang dan ketika anak didik sebagian besar tidak menguasai bahan yang telah guru sampaikan. bukannya tujuan yang harus menyelesaikan diri dengan metode. Daya serap anak didik juga bermacam-macam ada yang cepat ada yang sedang dan ada pula yang lambat. Salah satunya adalah komponen metode. metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. Guru memberi kesempatan anak memperoleh pengalaman yang luas dalam mendengarkan dan berbicara. mempunyai imajinasi dan senang berbicara. . memikirkan kembali. Maka hal itu kegiatan belajar mengajar yang kurang kondusif. Tujuan dari kegiatan belajar mengajar tidak akan pernah tercapai selama komponenkomponen lainnya tidak diperlukan. Selain itu melatih anak menggunakan bahasa untuk berhubungan dengan orang lain dan melakukan apa yang dianggap benar berdasar nilai yang ada dalam masyarakat (HildeBrand. karena bila tidak. 2. 1985). mempunyai rasa ingin tahu yang kuat. Untuk mengembangkan motorik anak. menggunakan metode-metode menggerakkan anak untuk mengekspresikan perasaan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan secara verbal dan tepat. 3. Karenanya efektivitas penggunaan metode patut dipertanyakan. Untuk mengembangkan kognisi anak dapat dipergunakan metode-metode yang mampu menggerakkan anak agar menumbuhkan berfikir dapat menalar. membaca dan menulis. cemas dalam menggunakannya. pengembangan bahasa. karakteristik anak juga ikut menentukan pemilihan metode.alat perangsang dari luar yang membangkitkan belajar seseorang. Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. karena pada umumnya anak TK adalah anak yang selalu bergerak. agar anak dapat mengalami hidup sesuai dengan norma yang dianut masyarakat (Depdikbud. Akan tetapi tidak selamanya berfungsi secara memadai. senang bereksperimen dan menguji. tidak menimbulkan perasaan takut. pengembangan kreativitas. PENGGUNAAN METODE DI TAMAN KANAK-KANAKSebagaima dikemukakan bahwa metode itu merupakan cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Mampu menarik kesimpulan dan genalisasi. Untuk mengembangkan nilai dan sikap anak. dapat digunakan metode-metode yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan yang didasari oleh nilai-nilai agama dan moral Pancasila. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metide mengajar. 1986). Oleh karena itu guru perlu menciptakan lingkungan yang aman dan menantang (Gordon dan Brown.

Melalui bermain anak memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan. yaitu anak bermain sendiri secara berdampingan. misal bertepuk air beramai-ramai dan sebagainya . mengeksploitasi. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. tidak ada interaksi antara anak yang satu dengan yang lain c) Bermain asosiatif yaitu bermain berkelompok. 6) Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain. karya wisata. karena anak lebih tertarik pada tingkah laku itu sendiri daripada keluaran yang dihasilkan. c. karena itu tidak mengikuti pola atau aturan yang sebenarnya. bercakap-cakap. 2) Menghayati berbagai pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan kebiasaan pada anak. kelenturan ditujukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. bercerita. sosiodrama. Misal metode ceramah kurang cocok bagi program kegiatan belajar anak TK karena metode ceramah menuntut anak memusatkan perhatian dalam waktu cukup lama padahal rentang waktu perhatian anak relatif singkat. 4) Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari. Metode Bermain Menurut pendidik dan para ahli psikolog. misal mengapa pohon layu kalau tidak disiram. Bermain mempunyai makna penting bagi pertumbuhan anak (Frank dan Theresa Caplan) Hildebrand (1986:55-56) a) Bermain membantu pertumbuhan anak b) Bermain merupakan kegiatan yang dilkukan secara sukarela c) Bermain memberi kebebasan anak untuk bertindak d) Bermain memberikan dunia khayal yang dapat dikuasai e) Bermain mempunyai unsur berpetualang didalamnya f) Bermain meletakkan dasar pengembangan bahasa g) Bermain mempunyai pengaruh yang unik dalam pembetukan hubungan antar pribadi h) Bermain memberikan kesempatan untuk menguasai diri secara fisik i) Bermain memperluas minat dan pemusatan perhatian j) Bermain merupakan cara anak untuk menyelidiki sesuatu k) Bermain merupakan cara anak mempelajari peran orang dewasa l) Bermain merupakan cara dinamis untuk belajar m) Bermain menjernihkan pertimbangan anak n) Bermain dapat distruktur secara dinamis o) Bermain merupakan kekuatan hidup p) Bermain merupakan sesuatu yang esensial bagi kelestarian hidup manusia Sedangkan fungsi bermain yaitu: 1) Mempertahankan keseimbangan. Menurut Dworetsky ada lima kriteria dalam bermain: a. b. merekayasa. mengulang latihan apapun yang dapat dilakukan untuk mentrasformasi secara imajinatif hal-hal yang sama dengan dunia orang dewasa.BEBERAPA METODE PENGAJARAN DIMENSI PERKEMBANGAN ANAK TKSeperti telah dikemukakan tidak semua metode pengajaran cocok bagi program kegiatan anak TK. maksudnya anak dapat mempersiapkan perannya kelak. 5) Menyempurnakan keterampilan memecahkan masalah. bermain merupakan pekerjaan masa kanak-kanak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon dan Brown. Sedangkan menurut Hildebrand (1986:54) bermain berarti berlatih. melainkan lebih bersifat purapura. Bukan dikerjakan sambil lalu. bermain itu perilaku yang lentur. Berikut metode pengajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia TK yaitu bermain. misal mendendarai sepeda dari roda 3 ke roda 2. Kelenturan. yang lebih ditentukan pada caranya dari pada hasil yang diperoleh dari kegiatan itu (Dworetsky 1990:359). yaitu anak bermain sendiri b) Bermain secara paralel. Akan tetapi yang dapat kami jelaskan dalam makalah ini ada empat metode yaitu : 1. Bermain dapat digolongkan pada 4 bentuk (Gordon dan Brown) a) Bermain secara soliter. Menurut Dearden (Hetherington dan Parkei. tanya jawab. Cara/tujuan. Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri. e. Pengaruh positif. misal memakai dasi. Bermain berupakan kegiatan yang memberikan kepuasan bagi diri sendiri. d. tingkah laku bermain di motivasi dari dalam diri anak. Motivasi intrinsik. 3) Mengantisipasi peran yang akan dijalani dimasa yang akan datang. eksperimen metode proyek dan pemberian tugas. demonstrasi. 1985:266). tingkah laku itu menyenangkan atau mengembirakan untuk dilakukan. 1979) bermain merupakan kegiatan yang nonserius dan segalanya ada dalam kegiatan itu sendiri yang dapat memberikan kepuasan bagi anak. artinya bermain dapat menyalurkan kelebihan tenaga anak.

pengetahuan. Bercakapcakap dapat pula diartikan sebagai dialog atau sebagai perwujudan bahasa reseptif dan ekspresif dalam satu situasi. kebutuhan. emosi. dan dapat menambah wawasan (Hildebrand) c. Bercakap-cakap merupakan salah satu bentuk komunikasi antar pribadi. ia dapat memberitahukan kepada si pembicara 3) Ia dapat menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan agar dapat menerima pesan tersebut Becakap-cakap mengandung arti belajar mewujudkan kemampuan berbahasa reseptif dan ekspresif. b. warna. misal di kota. d. Manfaat karya wisata bagi anak TK Karya wisata dapat dipergunakan untuk merangsang minat mereka terhadap sesuatu. Rancangan karya wisata 1) Rancangan persiapan karya wisata oleh guru . d) biaya yang dibutuhkan. Melalui peningkatan keterampilan menyatakan perasaan atau gagasan. c) banyaknya waktu yang harus disesuaikan. pegunungan. Artinya anak banyak mengenal kosa kata dari berbagai tema yang memacu pengembangan berbagai aspek perkembangan anak.Menetapkan tata tertib karya wisata. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan karya wisata Yaitu merupakan kegiatan penyiapan akhir bahan dan peralatan yang harus dibawa dalam melaksanakan karya wisata. Sasaran karya wisata Dunia binatang. ukuran dan sebagainya. pemberian pengalaman belajar yang tidak mungkin diperoleh anak di dalam kelas (Welton dan Mallon 1981:414) a. . dunia kerja. Proses dua arah dalam bercakap-cakap diperlukan keterampilan mendengar dan berbicara. kreativitas dan kehidupan bermasyarakat serta penghargaan pada karya dan jasa orang lain. pesisir. Ada tiga hal yang harus dilakukan oleh pendengar dalam komunikasi antar pribadi (Hetherington dan Parke 1979) 1) Mengukur pemahaman yang didengar secara pasti 2) Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak jelas. Oleh karena itu penggunaan metode bercakap-cakap bagi anak TK akan membantu perkembangan dimensi sosial.Permintaan idzin dan partisipasi orang tua. Sebagai bukti penguasaan bahasa reseptif ialah semakin banyknya kata-kata baru yang dikuasai oleh anak yang diperolehnya dari kegiatan bercakap-cakap. 3) Rancangan penilaian karya wisata Apabila karya wisata telah dilaksanakan. dunia tanaman. . kehidupan manusia.Menetapkan sasaran yang diprioritaskan sesuai dengan tema kegiatan belajar yang dipilih. 3. Tujuan karya wisata bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan yang diperoleh anak TK dari kegiatan karya wisata yakni menumbuhkan minat. meningkatkan perbendaharaan. e) antisipasi bahaya yang mungkin terjadi dan cara mengatasinya. .Mengadakan hubungan dan pengenalan medan sasaran karya wisata. maka tujuan karya wisata dapat diarahkan pada pengambangan aspek perkembangan anak TK yang sesuai. e. Metode Bercakap-Cakap a. Pengertian metode bercakap-cakap bagi anak TK Bercakap-cakap mempunyai arti saling mengkomunikasikan fikiran dan perasaan secara visual (Hildebrand 1987:279). kognitif terutama bahasa. pikiran dan perasaan kepada orang lain secara lisan. yaitu anak secara aktif menggulang hubungan dengan anak-anak lain untuk melaksanakan kegiatan bermain 2. misal tema binatang. .Merumuskan program kegiatan melalui karya wisata. desa. keberhasilan sebagaimana tujuan pendidikan TK. Karya wisata juga berarti membawa anak TK ke obyek-obyek tertentu sebagai pengayaan pengajaran. emosi. memperluas informasi yang telah diperoleh di kelas. yaitu aspek kognitif. Pengertian karya wisata bagi anak Taman Kanak-Kanak Karya wisata merupakan salah satu metode melaksanakan kegiatan pengajaran di Taman Kanak-Kanak dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung yang meliputi manusia. yaitu a) tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Metode Karya Wisata Bagi anak TK karya wisata berarti memperoleh kesempatan untuk mengobservasi. guru harus mengenal betul sasaran yang akan dituju.d) Bermain secara kooperatif. hewan dan tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya dengan pengamatan yang diperoleh dari panca indra menganai bentuk. . perlu adanya penilaian untuk mengetahui. . b) keseusian karya wisata. memperoleh informasi/mengkaji segala sesuatu secara langsung (Hildebrand.Persiapan guru dikelas. bahasa. 1986). makan dan sebagainya. . memberika pengalaman menganai kenyataan yang ada. meningkatkan kemampuan hidup masyarakat. misal kapan harus berkumpul. tali bekal dan lain-lain. memperluas wawasan. Sebagai bukti berkembangnya kemampuan berbahasa ekspresif ialah semakin seringnya anak mengatakan keinginan. pluit. (Gordon dan Browne 1985:314) Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK karena bercakap-cakap dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain.Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan untuk karya wisata seperti: kamera.

3) Sebagai hubungan antara pribadi. etos alam. perasaannya dan sikapnya yang unik melalui bahasa dan melalui bahasa anak membangun jati diri. sosial. misal dengan menyanyikan lagu-lagu sesuai dengan tema yang ditetapkan. 4. Menurut Bruner bahasa itu memegang peranan penting yang sangat penting bagi perkembangan kognitif anak dan perkembangan bahasa. Seorang pendongeng yang baik akan menjadikan cerita sebagai sesuatu yang menarik dan hidup. perasaan keinginan dan sikan anak terhadap topik yang dibicarakan. Cerita yang dibawakan harus menarik dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. Keterlibatan anak terhadap dongeng yang diceritakan akan memberikan suasana yang segar menarik dan menjadi pengalaman yang unik bagi anak. 5) Berpikir heuristik. a. b) Mengkomunikasi tujuan yang ingin dicapai c) Melaksanakan bercakap-cakap dibawah bimbingan guru dan pengaturan lalu lintas percakapan d) Menutup percakapan 3) Rancangan penilaian bercakap-cakap Sesuai dengan tujuan dan tema yang dipilih maka evaluasi kegiatan bercakap-cakap dapat dirancang dengan teknik evaluasi melalui observasi. dimensi kognitif anak dan bahasa anak. menyatakan apa yang dilakukan sendiri/orang lain. Bercerita mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK. Dinyatakan dengan lakukan itu . membantuk mengembangkan fantasi anak. Adapun teknik-teknik bercerita antara lain: 1) Membaca langsung dari buku cerita 2) Bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar dan buku . Bahasa reseptif meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami bicara orang lain. Sedangkan bahasa ekspresif meliputi kemampuan menyatakan gagasan. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan bercakap-cakap a) Menarik perhatian dan minat siswa. antara anak dengan anak yang lain. sesudah anak dapat membedakan dirinya dengan lingkungan. etos waktu. perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. perasaan. Metode Bercerita Bercerita merupakan cara untuk meneruskan warisan dari suatu generasu ke generasi berikutnya (Gordon dan Browne 1985:324). c. d. sosial.b. berhubungan dengan orang. anak dapat mengkomunikasikan informasi baru kepada orang lain dengan menggunakan bahasa dalam bentuk aku punya sesuatu untuk kuceritakan . Rancangan kegiatan becakap-cakap bagi anak TK 1) Rancangan persiapan guru a) Menetapkan tujuan dan tema kegiatan b) Menetapkan rancangan bentuk percakapan yang dipilih Monolog. keagamaan. 4) Berfungsi bagi diri sendiri. bahasa dapat digunakan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain dan lingkungan sosial. merupakan percakapan yang dilakukan oleh anak. Tiap-tiap anak diberi kesempatan berdiri di depan kelas/di tempat duduknya untuk mengungkapkan pikiran. dihadapan teman-temannya dan guru. Manfaat kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Dalam bercakap-cakap diperlukan kemampuan berbahasa baik reseptif maupun ekspresif. Bercerita juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. 7) Fungsi informatif. Yang diobservasi adalah frekwensi masing-masing anak dalam mengungkapkan pikiran. Tujuan kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan manfaat yang diperoleh anak TK dalam kegiatan belajar dengan menggunakan metode becakapcakap yakni keberanian mengaktualisasikan diri dengan bahasa ekspresif. 6) Fungsi imajinatif. emosi dan konsep diri. Jadi bahasa mempunyai fungsi mempertanyakan atau katakan padaku mengapa begitu . Bahasa membiarkan diri untuk berpura-pura atau berfungsi puitis. bahasa. 2) Berfungsi mengatur. karena melalui bercerita kita dapat mengkomunikasikan nilainilai budaya. menanamkan etos kerja. Dialog. anak mengatakan pandangannya. keinginan berkaitan dengan tema. merupakan percakapan yang melibatkan dua orang atau lebih. melalui bahasa anak dapat mengengalikan tingkah laku orang lain. antara anak dengan guru. dengan bahasa anak dapat menghindari diri dari kenyataan yang memasuki alam semesta yang dibangunnya sendiri. Maka tujuan bercakap-cakap dapat diarahkan pada pengembangan aspek-aspek pengembangan kognitif. Fungsi bahasa menurut Hillady (Hetherington 1979:254) 1) Sebagai alat yang dapat memuaskan kebutuhan untuk menyatakan keinginannya saya ingin . orang seorang. Pengertian metode bercerita bagi anak TK Metode bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan/dengan cara bertutur kata kepada anak secara lisan. anak menggunakan bahasa yang dikuasainya untuk memiliki dan memahami lingkungan. membangun jati diri dan memperluas pengetahuan dan wawasan.

kesetiaan. 3) Menceritakan dongeng Cerita dongeng merupakan bentuk kesenian yang paling lama. Juga dapat memberi pengetahuan sosial. Rancangan kegiatan bercerita bagi Anak TK 1) Rancangan persiapan guru . Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan 2. 7) Bercerita sambil memainkan jari-jari tangan b. Strategi dalam konteks KBK dapat dikatakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentetan kegiatan yang dapat dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Tujuan kegiatan bercerita bagi anak TK Bercerita dapat memberikan informasi atau menanamkan nilai-nilai sosial. 4.Menetapkan rencangan penilaian kegiatan bercerita 2) Adapun langkah-langkah bercerita sebagai berikut: Mengkomuniskan tema dan tujuan Mengatur tempat duduk Sebagai pembukaan guru menggali pengalaman-pengalaman anak dalam kegiatan yang berkaitan dengan peristiwa cerita Pengembangan cerita yang dituturkan guru Menetapkan cara bertutur agar dapat menggetarkan perasaan anak dengan cara memberi gambaran anak-anak yang bernasib baik dan buruk. 5. Kedudukan metode dalam belajar mengajar Sebagai alat motivasi ekstrinsik Sebagai strategi pengajaran Sebagai alat untuk mencapai tujuan 3. d. Pemberian informasi lingkungan fisik yang meliputi segala sesuatu yang ada di sekitar anak yang non manusia serta lingkungan sosial. Misal menyampaikan pesan-pesan kebajiakan dan sebagainya. Macam metode yang sesuai dengan perkembangan anak TK yaitu metode bermain. Mendongeng merupakan cara meneruskan warisan budaya dari suatu generasi ke generasi yang berikutnya. masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. metode tanya jawab. kognitif. metode eksperimen. metode proyek dan metode pemberian tugas. metode demonstrasi. metode sosiodrama. Penggunaan metode di TK harus sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. Misal cerita bawang putih dan bawang merah dan sebagainya. Metode adalah pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri dalam proses pembelajaran.Penggunaan ilustrasi gambar dalam bercerita dimaksudkan untuk memperjelas pesan-pesan yang dituturkan. Efektivitas penggunaan metode apabila proses belajar mengajar kurang kondusif dan tidak sesuai dengan tujuan kegiatan sehingga metode perlu disesuaikan dengan beberapa komponen-komponen pengajaran. .Menetapkan rancangan bahan dan alat yang diperlukan . metode bercerita.Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih . 4) Bercerita dengan menggunakan papan flaneli 5) Bercerita dengan media boneka 6) Dramatisasi suatu cerita Guru dalam bercerita memainkan perwatakan tokoh-tokoh dalam suatu cerita yang disukai anak dan merupakan daya tarik yang bersifat universal (Gordon dan Browne). sekolah dan luar sekolah. afektif dan psikomotor. nilai-nilai moral dan keagamaan serta dapat mengembangkan aspek perkembangan dasar anak yang meliputi bahasa. seni. c.Menetapkan tujuan dan tema yang dipilih . Strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.Menetapkan rancangan langkah-langkah bercerita . Manfaat metode cerita bagi anak TK Metode bercerita dapat menanamkan kejujuran. metode karya wisata. moral dan keagamaan. Seperti si kancil pencuri ketimun. ketulusan dan sikap-sikap positif yang lain dalam kehidupan lingkungan keluarga. metode bercakapcakap. keberanian. Karena strategi pada hakikatnya belum mengarah pada hal-hal yang bersifat praktis. mengikat perhatian anak pada jalannya cerita. Misal cerita banjir Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita KESIMPULAN 1. keramahan.

TK ANAK CERIA BANJARBARU HAKIKAT PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Pengertian Pendidikan dan Komponen-komponen Pendidikan Dalam arti luas pendidikan adalah segala bentuk pengalaman belajar yang berlangsung dalam lingkungan keluarga. dan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan seoptimal mungkin sejak lahir sampai akhir hayat. Sistematis. berarti perubahan yang terjadi bersifat maju. Perkembangan juga diartikan sebagai perubahanperubahan yang dialami oleh seorang individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis. dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. dan memiliki daya perhatian yang pendek. Perkembangan memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut. 5) Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas. 2) peserta didik. berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling ketergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organisme. egosentris. 5) fasilitas pendidikan. . 2) Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi. 2010 by KB . mengasuh. dan 6) interaksi edukatif. 1) Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti. memiliki rasa ingin tahu yang kuat. Komponen-komponen tersebut meliputi: 1) tujuan pendidikan. 3) Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu. Para ahli pendidikan anak berpendapat bahwa pendidikan TK merupakan pendidikan yang dapat membantu menumbuhkembangkan anak dan pendidikan dapat membantu perkembangan anak secara wajar. Baik Kurikulum TK 1994 maupun Kurikulum TK 2004 pada dasarnya sama memuat aspek-aspek perkembangan yang dipadukan dalam bidang pengembangan yang utuh yang mencakup bidang pengembangan perilaku melalui pembiasaan dan bidang kemampuan dasar. berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara bertahap dan berurutan. Dalam arti sempit. kaya dengan fantasi. Kurikulum untuk anak usia dini/TK harus benar-benar memenuhi kebutuhan anak sesuai dengan tahap perkembangan dan harus dirancang untuk membuat anak mengembangkan potensi secara utuh. pembelajaran yang berorientasi perkembangan yang lebih banyak memberi kesempatan kepada anak untuk dapat belajar dengan cara-cara yang tepat. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah upaya untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak. dan berkesinambungan baik itu menyangkut aspek fisik maupun psikis. meningkat dan mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis). mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan.STRATEGI dan PEMBELAJARAN Posted on May 12. membimbing. 3) pendidik. 4) Perkembangan terjadi pada tempat yang berlainan. 4) kurikulum. Pembelajaran anak usia dini/TK pada hakikatnya adalah pembelajaran yang berorientasi bermain (belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar). bersifat aktif dan energik. Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan satu sama lain. sekolah. antusias terhadap banyak hal. Pendekatan yang paling tepat adalah pembelajaran yang berpusat pada anak KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA TK Hakikat Perkembangan Perkembangan dan pertumbuhan merupakan satu proses dalam kehidupan manusia yang berlangsung secara terus-menerus sejak masa konsepsi sampai akhir hayat. Pada hakikatnya pendidikan TK/usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi. Progresif. mudah frustrasi. 6) Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan. Masa anak merupakan masa belajar yang potensial. progresif. bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. Berkesinambungan. Hakikat Pembelajaran di Taman Kanak-kanak Pada hakikatnya anak itu unik. pendidikan identik dengan persekolahan di mana pendidikan dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang terprogram dan terencana secara formal.

dan menyanyi. berat dan panjang badan. Perkembangan emosi berhubungan dengan seluruh aspek perkembangan anak. Perkembangan sosial adalah perkembangan perilaku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan masyarakat dimana anak itu berada. memilih dan menggunakan media. (5) perkembangan mempunyai pengaruh yang bersifat kumulatif. anak cenderung mengekspresikan emosi dengan bebas dan terbuka. Dasar Pemikiran dan Pengertian Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan . terdapat ciri yang sangat berbeda dengan usia bayi. mengimplementasikan pembelajaran serta mengevaluasi perkembangan dan belajar anak. kegiatan bermain menjadikan fungsi sosial anak semakin berkembang. yaitu tahapan di mana anak belum menguasai operasi mental secara logis. Pendapat-pendapat tersebut secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga. Bagi anak prasekolah. serta bahasa. Perkembangan sosial anak merupakan hasil belajar. Prinsip-prinsip perkembangan anak tersebut memberikan implikasi bagi pendidik dalam menentukan tujuan. Dilihat dari tahapan menurut Piaget. didaktis. sosial emosional. anak usia TK berada pada tahapan praoperasional. dan psikologis. proporsi tubuh. memilih bahan ajar. PEMBELAJARAN YANG BERORIENTASI PERKEMBANGAN Prinsip-prinsip Perkembangan Anak Penyelenggaraan pendidikan Taman Kanak-kanak menuntut pendidik yang memiliki kemampuan profesional. serta keterampilan yang mereka miliki. Ketika anak mencapai tahapan usia TK (3 sampai 6 tahun). Periode ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain dengan menggunakan simbol-simbol. (2) perkembangan terjadi dalam urutan yang teratur. Melalui kemampuan tersebut anak mampu berimajinasi atau berfantasi tentang berbagai hal. kognitif. Sikap marah sering mereka perlihatkan dan sering berebut perhatian guru. Anak prasekolah biasanya telah mampu mengembangkan keterampilan bicara melalui percakapan yang dapat memikat orang lain. sosial dan pribadi yang baik. serta mengevaluasi perkembangan dan mendukung belajar anak secara optimal. Minat tersebut terus berlangsung sehingga dapat menambah perbendaharaan kata. Perkembangan pada usia ini mencakup perkembangan fisik dan motorik. Perkembangan sosial diperoleh anak melalui kematangan dan kesempatan belajar dari berbagai respons terhadap dirinya. bukan hanya sekedar hasil dari kematangan. Perbedaannya terletak pada penampilan. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik atau guru Taman Kanakkanak adalah memahami perkembangan anak. yaitu berdasarkan analisis biologis. menata lingkungan belajar. Prinsip-prinsip perkembangan anak meliputi: (1) anak berkembang secara holistik. Pemahaman tentang karakteristik perkembangan anak memberikan kontribusi terhadap pendidik untuk merancang kegiatan.Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu. (4) perkembangan baru didasarkan pada perkembangan sebelumnya. Karakteristik Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak Perkembangan anak usia TK yang terentang antara usia empat sampai dengan enam tahun merupakan bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan. Pada tahap ini emosi anak usia prasekolah lebih rinci atau terdiferensiasi. (3) perkembangan anak berlangsung pada tingkat yang beragam di dalam dan di antara anak. Sejak usia dua tahun anak sangat berminat untuk menyebut nama benda. Para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda tentang pembabakan atau periodisasi perkembangan ini. berdialog. menentukan strategi. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara seperti bertanya.

(8) memberikan pilihan kepada anak tentang apa dan bagaimana caranya belajar. Praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan menekankan pada hal-hal sebagai berikut: (1) anak secara holistik. Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan Untuk Anak Usia Taman Kanak-kanak Prinisp-prinsip pembelajaran yang berorientasi perkembangan dapat diidentifikasi dari beberapa dimensi. pengendalian dan disiplin diri. antara lain meningkatnya praktik pembelajaran yang bersifat formal di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini. (3) pentingnya kegiatan yang diprakarsai anak. mendengarkan. (7) belajar melalui bekerja. (4) fleksibel. Penilaian terhadap anak dilakukan secara kontinu. sosial emosi. kesalahpahaman masyarakat tentang konsep pendidikan anak usia dini.Ada beberapa hal yang mendasari munculnya praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan. Motivasi dan bimbingan diberikan agar anak mengenal lingkungannya. (2) berorientasi pada anak secara individual. Pengalaman belajar hendaknya dirancang secara konkret dan memberi kesempatan kepada anak untuk memilih kegiatannya sendiri. mengembangkan keterampilan sosial. bahasa. Mencatat dan mendokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan anak dan cara melakukan kegiatan tersebut. mengambil inisiatif. Lingkungan dan jadwal hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi aktif. dan (10) bermitra dengan orang tua untuk mendukung perkembangan dan belajar anak. Strategi pembelajaran dirancang agar anak dapat berinteraksi dengan anak lainnya secara individual dan dalam kelompok kecil. Menciptakan iklim yang positif dan kondusif untuk belajar. Kurikulum diorganisasikan secara terpadu untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak yang meliputi aspek fisik motorik. sebagai berikut. Pembelajaran yang berorientasi perkembangan mengacu pada tiga hal penting. (9) penilaian bersifat kontinu. . (5) pentingnya bermain sebagai wahana belajar. kuatnya tuntutan dan tekanan orang tua dan masyarakat terhadap pengajaran yang lebih bersifat akademik. Perencanaan pembelajaran mengandung komponen-komponen yang ditata secara sistematis dimana komponenkomponen tersebut saling berhubungan dan saling ketergantungan satu sama lain. lingkungan kelas menstimulasi anak. dan seni. Mendorong anak-anak untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan berbahasa secara menyeluruh yang meliputi kemampuan berbicara. kognitif. yaitu (1) berorientasi pada usia. (6) kurikulum terpadu. melalui observasi. melakukan eksplorasi terhadap objek dan lingkungannya. membaca dan menulis dini. dan (3) berorientasi pada konteks sosial budaya anak. (2) program pendidikan yang bersifat individual. Membantu keeratan kelompok dan memenuhi kebutuhan individu. PERENCANAAN PEMBELAJARAN Pengertian dan Komponen-komponen Pembelajaran Perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan anak agar tujuan dapat tercapai.

mengumpulkan informasi untuk membuat keputusan. Prinsip-prinsip belajar merupakan suatu ketentuan yang harus dilakukan anak ketika ia belajar. Ketika bergerak anak mencari stimulasi yang dapat meningkatkan kesempatan untuk belajar. Perencanaan Mingguan (SKM). Perencanaan Tahunan. sosial dan mampu merefleksikannya. Perencanaan Harian (SKH). Perencanaan Mingguan berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai kemampuan yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan tema pada minggu itu. Guru harus memahami bagaimana kematangan anak dapat dicapai dan apa yang perlu dilakukan untuk memfasilitasi matangan tersebut. Materi adalah bahan yang akan diajarkan agar tujuan tercapai. Perencanaan semester merupakan penjabaran dari perencanaan tahunan yang dibagi ke dalam dua semester. Anak menggunakan seluruh tubuhnya sebagai alat untuk belajar. Ada yang tipe visual. Media dan sumber belajar merupakan salah satu komponen yang memberi dukungan terhadap proses belajar. HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN Konsep Belajar dan Prinsip-prinsip Belajar Anak Belajar adalah proses perubahan perilaku berdasarkan pengalaman dan latihan. Anak adalah pebelajar aktif. Jenis-jenis perencanaan di TK meliputi Perencanaan Tahunan. Tidak hanya lingkungan fisik tetapi juga lingkungan belajar. Dengan pengalaman tersebut anak memperoleh pengetahuannya. Anak belajar dengan gaya yang berbeda. Melalui bermain anak dapat memahami menciptakan memanipulasi simbolsimbol dan mentransformasi objek-objek tersebut . kemampuan. Perencanaan Harian (SKH) merupakan perencanaan operasional yang disusun oleh guru dan merupakan acuan dalam melaksanakan pembelajaran. Prosedur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Salah satu tugas guru adalah membuat perencanaan pembelajaran. tipe auditif dan tipe kinestetik. Anak belajar melalui kombinasi lingkungan fisik. Kegiatan belajar mengajar adalah proyeksi kegiatan belajar yang harus dilakukan anak agar tujuan tercapai. Belajar anak dipengaruhi oleh lingkungan. Belajar anak dipengaruhi kematangan. Anak secara energik mencari cara untuk menghasilkan potensi maksimum. Anak belajar melalui bermain.Komponen-komponen perencanaan pembelajaran meliputi: Tujuan merupakan komponen pertama dalam perencanaan pembelajaran merupakan proyeksi tentang hasil belajar atau kemampuan yang harus dicapai anak setelah belajar. memuat keterampilan. Evaluasi sebagai alat untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan. Tugas guru bagaimana menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak memperoleh pengalaman fisik. Evaluasi merupakan suatu proses memilih. sosial dan refleksi. pembiasaan-pembiasaan dan tema-tema yang sesuai dengan minat anak dan dekat dengan lingkungan anak. Perencanaan Semester. SKH dijabarkan dari SKM.

tema pembelajaran di TK. pengembangan kognitif. Guru-guru merupakan faktor penentu dalam keberhasilan belajar anak. bermakna. Kegiatan perlu pula dipertimbangakan karena belajar di TK tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas tetapi juga ada kegiatan belajar di luar kelas. sosial emosi. Anak. Atau apakah pembelajaran itu bertujuan untuk mengembangkan domain fisik-motorik. dan (5) karakteristik pola kegiatan yang akan digunakan apakah melalui pengarahan langsung. Media dan sumber belajar yang dipilih harus dapat mendukung terlaksananya proses belajar yang efektif dan relevan dengan strategi pembelajaran yang dipilih guru. karena anak memilki karakteristik dalam perkembangan dan belajarnya anak itu unik dan memilki potensi untuk belajar. Dengan demikian strategi pembelajaran menekankan kepada bagaimana aktivitas guru mengajar dan aktivitas anak belajar. aktif.Variabel Strategi Pembelajaran Tujuan. semi kreatif atau kreatif. (4) karakteristik tema atau bahan ajar yang akan disajikan kepada anak. Anak perlu dipertimbangkan. bahasa. aspek afektif atau psikomotor. motorik. Para ahli teori konstruktivisme mempunyai pandangan tentang cara belajar anak yaitu bahwa anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya melalui kegiatan mengeksplorasi objek-objek dan peristiwa yang ada di lingkungannya dan melalui interaksi sosial dan pembelajaran dengan orang dewasa. Dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran karakteristik tema merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan. (2) anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya. sosial emosi. dan (4) anak belajar paling baik jika yang dipelajarinya menyeluruh. bermakna. apakah berkaitan dengan. PEMILIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN Pengertian dan Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru dan murid dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar. (2) karakteristik anak sebagai peserta didik baik usianya maupun kemampuannya. suka rela. meliputi 20 tema. masing-masing tema memiliki karakteristik tersendiri. dan fungsional. . fisik. kognitif. Strategi pembelajaran adalah segala usaha guru untuk menerapkan berbagai metode pembelajaran dalam mencapai tujuan yang diharapkan. menyenangkan. Terdapat beberapa kriteria yang harus menjadi pertimbangan guru dalam memilih strategi pembelajaran. menarik. ditentukan oleh aturan. yaitu (1) karakteristik tujuan pembelajaran apakah untuk pengembangan aspek kognitif. bahasa. Bermain sebagai salah satu cara belajar anak memiliki ciri-ciri simbolik. Beberapa karakteristik cara belajar anak itu antara lain (1) anak belajar melalui bermain. dan estetika. Karakteristik tujuan perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajran. Kepiawaian guru dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar anak. dan episodik. moral agama . (3) karakteristik tempat yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran apakah di luar atau di dalam ruangan. Semua kriteria ini memberikan implikasi bagi guru untuk memilih stratgei pembelajaran yang paling tepat digunakan di Taman Kanak-kanak Karakteristik Cara Belajar Anak Anak belajar dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa. Tema. (3) anak belajar secara alamiah. Kegiatan. Media dan Sumber belajar.

7) Anak menceritakan pengalamannya. JENIS-JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Umum di Taman Kanak-kanak Ada beberapa jenis strategi pembelajaran umum yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. Guru harus berperan sebagai fasilitator yang dapat memberikan kemudahan dan kelancaran kepada anak dalam proses belajar. namun. meneliti. Anak adalah pembangun aktif pengetahuannya sendiri. Pembelajaran yang berpusat pada anak banyak diwarnai paham konstruktivis yang dimotori Piaget dan Vigotsky. (2) Penemuan Terbimbing. Jenis-jenis strategi pembelajaran khusus tersebut adalah (1) kegiatan eeksploratori. (4) Diskusi. (9) contoh atau modelling. Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) prakarsa kegiatan tumbuh dari minat dan keinginan anak. Strategi Pembelajaran Khusus di Taman Kanak-kanak Terdapat beberapa jenis strategi pembelajaran khusus yang dapat diterapkan di Taman Kanak-kanak. sehingga tercipta kegiatan belajar yang lebih bervariasi. lingkungan. mempersiapkan isyarat lingkungan. karakteristik tempat yang akan digunakan. dan pola kegiatan. (5) praktik terbimbing. (5) Belajar Kooperatif. karakteristik anak dan cara belajarnya. (8) refleksi kata-kata. (6) Demonstrasi. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. benda. pertanyaan. menarik dan bersifat menyeluruh. mencium. (7) refleksi tingkah laku/tindakan. (11) menceritakan/menjelaskan/menginformasikan. 5) Anak mentransformasikan dan menggabungkan bahan-bahan. 4) Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung. (3) analisis tugas. . menyimak. Jenis-jenis strategi pembelajaran umum tersebut adalah: (1) meningkatkan keterlibatan indra. undangan/ajakan. fungsional. (13) tantangan. (12) do-it-signal. dan (7) Pengajaran Langsung.Lingkungan yang diciptakan secara kondusif akan mengundang anak untuk belajar secara alamiah tanpa paksaan sehingga apa yang dipelajari anak dari lingkungannya adalah hal-hal yang benar-benar bermakna. (2) (6) (10) (14) Strategi-strategi pembelajaran tersebut dapat diintegrasikan atau digabungkan dalam keseluruhan proses pembelajaran. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA ANAK Rasional Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Anak pada hakikatnya memiliki potensi untuk aktif dan berkembang. Di samping strategi pembelajaran di atas. 3) Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh indranya. dan (15) kesenyapan. (4) scaffolding. penghargaan efektif). 6) Anak menggunakan otot kasarnya. Belajar aktif merupakan proses dimana anak usia dini mengeksplorasi lingkungan melalui mengamati. meraba dan membuat sesuatu terjadi dengan objek-objek di sekitar mereka. menggerakkan badan mereka menyentuh. 2) Anak-anak memilh bahan dan memutuskan apa yang ingin ia kerjakan. (3) Pemecahan Masalah. Yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak adalah pendekatan perkembangan dan pendekatan belajar aktif. yaitu harus mempertimbangkan karakteristik tujuan. Penerapan strategi pembelajaran khusus tersebut pada prinsipnya sama dengan penerapan strategi pembelajaran umum. Mereka membangun pengetahuannya ketika berinteraksi dengan objek. Strategi pembelajaran tersebut pada umumnya lebih menekankan pada aktivitas anak dalam belajar. guru Taman Kanak-kanak dituntut untuk dapat menggunakan strategi pembelajaran lainnya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik. tidak berarti peranan guru pasif.

Anak mentransformasikan rencana ke dalam tindakan. dan melaporkan kembali (Review). Area bermain di luar ruangan. Area Rumah dan Bermain Drama. Prosedur pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut: Tahap merencanakan (Planning Time). (Plan). Tahap Bekerja (Work Time).area tersebut meliputi: Area Pasir dan Air. merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak. Area komputer. Upaya yang dilakukan adalah dengan merencanakan dan menyediakan bahan/peralatan yang dapat mendukung perkembangan dan belajar anak secara komprehensif. Area. Area Membaca dan menulis. Area musik dan gerak. mengerjakan (Do).Prosedur Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Pembelajaran yang berpusat pada anak harus direncanakan dan diupayakan dengan matang. Dalam pendekatan ini anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuai dengan minat dan keinginannya. Untuk itu perlu disediakan area-area yang memungkinkan berbagai kegiatan sesuai pilihannya. mulai dari membuat perencanaan. Contoh Penerapan Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Plan Do Review. tahap bekerja dan tahap melaporkan kembali. Area Manipulatif. Tahap ini merupakan tahap memperlihatkan apa yang telah dilakukan anak pada tahap bekerja. Area Seni. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERMAIN . Area pertukangan atau kerja Kayu. Pada tahap ini anak diberi kesempatan untuk membuat rencana dari kegiatan yang akan mereka lakukan selanjutnya. Area Balok. Tahap ini adalah tahap dimana anak bermain dan memecahkan masalah. Tahap Review (Recall). Pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak meliputi: tahap perencanaan.

Selanjutnya ditentukan tempat dan ruang bermain yang akan digunakan. Tujuan kegiatan bermain bagi anak usia TK adalah untuk meningkatkan pengembangan seluruh aspek perkembangan anak usia TK. Untuk menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng. memberi ganjaran secara intrinsik. apakah di dalam atau di luar ruangan kelas. terfokus pada proses. memiliki pengaruh positif. Contoh Penerapan Pembelajaran melalui Bermain Pelaksanaan kegiatan bermain terdiri dari tiga kegiatan yaitu: Kegiatan prabermain Kegiatan bermain Kegiatan penutup Pada kegiatan prabermain. Penentuan jenis kegiatan bermain diikuti dengan jumlah peserta kegiatan bermain. kognitif. Cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. Sebelum melakukan kegiatan bermain. Ditinjau dari dimensi perkembangan sosial. dan urutan langkah bermain. Untuk melepaskan dorongan-dorongan yang tidak dapat diterima seperti berperan sebagai pencuri. Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidup yang nyata. Langkah berikutnya adalah menentukan urutan langkah bermain yang disertai dengan penetapan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta permainan. bahan dan peralatan bermain. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran melalui Bermain Anak Rancangan kegiatan bermain meliputi penentuan tujuan dan tema kegiatan bermain. bahasa.Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bermain Bermain merupakan suatu kegiatan yang melekat pada dunia anak. Menentukan jenis kegiatan bermain yang akan dipilih sangat tergantung kepada tujuan dan tema yang telah ditetapkan sebelumnya. Tema yang akan dipilih dapat mengacu pada 20 tema yang terdapat dalam PKB TK 1994. Bermain dapat dipandang sebagai suatu kegiatan yang bersifat voluntir. bukan dikerjakan sambil lalu. serta untuk memecahkan masalah dan mencoba berbagai penyelesaian masalah. tempat dan ruang bermain. meyenangkan dan fleksibel. spontan. Fungsi bermain bagai anak TK adalah: Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. macam kegiatan bermain. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. bermacam bahan dan peralatan yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai perlu dipersiapkan terlebih dahulu secara lengkap. terdapat dua macam kegiatan persiapan. hal itu sepenuhnya tergantung pada jenis permainan yang dipilih. baik perkembangan motorik. Kriteria dalam kegiatan bermain adalah memotivasi intrinsik. kreativitas. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. emosi atau sosial. dan bermain secara kooperatif. bermain asosiatif. serta bermain memiliki kelenturan. Bermain adalah kodrat anak. yaitu: . Kegiatan bermain akan memberikan hasil yang optimal apabila kegiatan itu dirancang dengan saksama dan tidak secara kebetulan. bermain secara paralel. bermain digolongkan sebagai berikut: bermain soliter.

Prosedur Penerapan Pembelajaran melalui Bercerita Kegiatan bercerita merupakan kegiatan yang memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak serta pencapaian tujuan pendidikan. Cerita yang dibawakan guru harus menarik. atau bercerita dengan menggunakan jari-jari tangan. Selain itu tempat duduk pun harus diatur sedemikian rupa. menunggu giliran. guru memberikan penekanan pada aspek-aspek yang sepatutnya dikembangkan dan dimiliki oleh anak seperti. Penggunaan bercerita sebagai salah satu strategi pembelajaran di Taman Kanak-kanak haruslah memperhatikan hal-hal berikut: Isi cerita harus terkait dengan dunia kehidupan anak TK. Sebelum melaksanakan kegiatan bercerita guru terlebih dahulu harus merancang kegiatan bercerita berupa langkah-langkah yang harus ditempuh secara sistematis. menggunakan ilustrasi dari buku gambar. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. Pada kegiatan ini. kemampuan bekerja sama. kemampuan memecahkan masalah dan sebagainya. Banyaknya kegiatan pada tahap bermain sangat tergantung pada jenis permainan yang dipilih. Beberapa macam teknik bercerita yang dapat dipergunakan antara lain guru dapat membaca langsung dari buku. . Metode bercerita merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. Kegiatan bercerita diusahakan dapat memberikan perasaan gembira. menggunakan boneka. dan mengasyikkan sesuai dengan dunia kehidupan anak yang penuh suka cita Kegiatan bercerita harus diusahakan menjadi pengalaman bagi anak TK yang bersifat unik dan menarik. menggunakan papan flannel. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan kegiatan bermain yang telah ditetapkan sebelumnya . Bercerita sebaiknya dilakukan dalam kelompok kecil untuk memudahkan guru mengontrol kegiatan yang berlangsung sehingga akan berjalan lebih efektif. misalnya berbentuk lingkaran sehingga akan terjalin komunikasi yang lebih efektif. lucu. dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERCERITA Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bercerita Metode bercerita merupakan salah satu metode yang banyak dipergunakan di Taman Kanak-kanak. Kegiatan penutup merupakan kegiatan akhir dari seluruh langkah kegiatan bermain. Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru adalah sebagai berikut: Menetapkan tujuan dan tema cerita. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita. serta jumlah anak yang mengikuti permainan. bermain peran dalam suatu cerita.Kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan dalam kegiatan bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan yang berurutan dari awal sampai dengan akhir kegiatan bermain. Evaluasi atau penilaian perlu dilaksanakan agar guru mendapatkan umpan balik tentang keberhasilan kegiatan bermain.

Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita. dan teknik . sepanjang bisa menggambarkan isi cerita dengan baik. Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita. Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita: mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita. mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita. melaksanakan kegiatan pembukaan. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita. menetapkan teknik bertutur. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. merupakan hal yang patut mendapat perhatian karena pengaturan yang baik membuat anak merasa nyaman dan dapat mengikuti cerita di samping teknik bercerita. menetapkan teknik bertutur. Penerapan Strategi Pembelajaran melalui Bercerita Penerapan strategi pembelajaran melalui bercerita mengacu pada prosedur pembelajaran yang telah dikembangkan sebelumnya. yaitu: Menetapkan tujuan dan tema cerita. mengatur tempat duduk. Pengaturan tempat duduk. Guru memiliki kebebasan untuk menentukan bentuk cerita yang dipilih. Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan bercerita serta tema yang dipilih oleh guru menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan lainnya. mengatur tempat duduk. mengembangkan cerita. mengembangkan cerita. Bahan dan alat yang dipergunakan dalam kegiatan bercerita sangat bergantung kepada bentuk cerita yang dipilih sebelumnya. melaksanakan kegiatan pembukaan.

dilantai atau dimeja dengan kursi. kognisi maupun sosial anak. Pendekatan BCCT mendasarkan pada asumsi bahwa anak belajar melalui kegiatan bermain dengan benda-benda dan orang-orang disekitarnya (lingkungan biotik dan abiotik). Jean Piaget menyatakan bahwa kesempatan main pembangunan membantu anak untuk mengembangkan keterampilan yang akan mendukung keberhasilan sekolahnya kelak. ke yang paling terstruktur seperti puzzle dan balok. pengalaman bermain yang tepat dapat mengoptimalkan seluruh aspek tumbuh kembang anak. Dr. Cat. menyediakan banyak kesempatan untuk berhubungan dengan banyak tekstur dan berbagai jenis bahan mainan yang berbeda akan mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. Kegiatan bermain anak tersebut antara lain melalui tiga jenis kegiatan bermain yaitu main sensorimotor. Charles Wolfgang dalam bukunya yang berjudul School for Young Children. anak berinteraksi dengan lingkungannya. bristle blocks.Metode pembelajaran dengan Pendekatan Beyond Centers and Circle Times (BCCT) adalah metode pembelajaran anak usia dini melalui kegiatan bermain anak dalam sentra-sentra bermain dan saat-saat lingkaran. baik bermain dengan badannya ataupun dengan berbagai benda disekitarnya. crayon. pasir dianggap sebagai bahan main pembangunan sifat cair atau bahan alam. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika pada mereka disediakan kesempatan untuk berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan. main pembangunan dan main peran atau main simbolik Main sensorimotor dijelaskan oleh Jean Piaget dan Sara Smilansky (1968) yang menyatakan bahwa anak usia dini belajar melalui kegiatan bermain dengan menggunakan panca indranya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka. menjelaskan suatu tahap yang berkesinambungan dari bahan yang paling cair atau messy seperti air. Dalam kegiatan bermain. Sedangkan balok unit. baik fisik. balok berongga. spidol. Pengalaman main sensorimotor pada anak usia dini merupakan rangsangan untuk mendukung proses kerja otak dalam mengelola informasi yang didapatkan anak dari lingkungan saat bermain. air. dan Charles and Mary Wolfgang (1992). bermain di halaman. puzzle dan lainnya yang sejenis . emosi. leggo. baik di dalam maupun diluar ruangan. Kegiatan bergerak secara bebas. playdough. Sara Smilansky (1968). Main pembangunan dibahas oleh Jean Piaget (1962).

Erikson menjelaskan bahwa anak menyusun pengalaman dengan membuat suatu keadaan yang semestinya dan menguasai kenyataan melalui ujicoba dan perencanaan di dalamnya. Selanjutnya Erikson menjelaskan bahwa ada dua jenis main peran yaitu main peran mikro dan main peran makro. anak memperbaiki kesalahannya dan memperkuat harapan-harapannya. misalnya . Erik H. kebun binatang dan orang-orang kemudian anak memainkannya lengkap dengan scenario yang biasanya disusun seketika dan dimainkannya bersama temantemannya dalam satu session. Anak mengantisipasi keadaan-keadaan masa depan melalui ujicoba-ujicoba. Hal ini merupakan latihan untuk pengalaman-pengalamannya di dunia nyata selanjutnya. atau rangkaian kereta api dengan rel dan jalan dengan mobil. mengisi dan membongkar mainannya dan sebagainya. Saat anak berkembang melalui pengalaman main peran. memperkuat dirinya sendiri untuk masa depan. membuka dan menutup lemari. anak melakukan percobaan dengan bahan dan peran. membawa boneka bayi mengelilingi ruangan sambil bernyanyi. mendorong gerobak dan kereta barang. Selama tahap awal main peran. Main peran mikro adalah kegiatan bermain peran/role play dengan menggunakan bahan-bahan main berukuran kecil seperti rumah boneka lengkap dengan perabotnya dan orang-orangan sehingga anak dapat memainkannya. Tujuan akhir main peran adalah belajar bermain dan bekerja dengan orang lain. lapangan pesawat udara. Dalam keadaan yang ia buat sendiri. mereka juga ³memeriksa egonya´ belajar menghadapi pertentangan emosinya. menciptakan kembali masa lalunya dan mengembangkan keterampilan khayalan.yang ditentukan dan mengarahkan bagaimana anak meletakkan bahan-bahan tersebut secara bersama menjadi sebuah karya. dianggap sebagai bahan main pembangunan yang terstruktur. Anak dapat mengekspresikan dalam bahan-bahan ini dengan mengembangkannya dari proses bermain sensorimotor pada usia di bawah tiga tahun ke tahap main simbolik pada anak usia 3 sampai 6 tahun yang dapat terlihat dalam hubungan kerjasama dengan anak lainnya dalam menciptakan karya nyata. anak memakai baju dan melepaskannya. Sedangkan main peran makro adalah main peran sesungguhnya dengan alat-alat permainan berukuran sesungguhnya dan anak dapat menggunakannya untuk menciptakan dan memainkan peran-peran. Sebagai contoh.

Ibu. replica jarum suntik. dipadukan dengan pengalaman guru. ide. Pijakan selama anak main. perawat yang membantu dokter. Pendidik. PEMBELAJARAN PAUD DENGAN MENGGUNAKAN METODE BCCT Pendekatan ini dikembangkan berdasarkan pada teori anak. dan pengetahuan anak. kamar periksa dan sebagainya yang semuanya dalam ukuran besar dan dapat dipergunakan seperti kegiatan sesungguhnya. PRINSIP DASAR PENDEKATAN BCCT Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini didasarkan atas prinsipprinsip sebagai Berorientasi pada kebutuhan anak. adik dan sebagainya. ada alat-alat rumah tangga. Pijakan setelah main. kamar tidur.main dokter-dokteran maka alat permainan yang digunakan antara lain stetoskop mainan ukuran besar. kakak. petugas pendaftar. orang tua. buku resep dan ballpoint. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep. Kegiatan . Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup: Pijakan lingkungan main. Atau dalam skala besar misalnya kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga. Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main. aturan. ruang makan. meja pendaftaran. ruang tamu. garasi dan sebagainya dan anak-anak ada yang berperan sebagai Bapak. teori neuroscience. Pijakan sebelum main. dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak. Dalam pendekatan BCCT ditekankan bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. meja belajar. teori multiple perkembangan yang intellegence.

dan berpikir/kognisi. disiplin. tahapan pertumbuhan ke melalui tingkat menjadi yang menuju atas. dalam bahasa. dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar. perkembangannya tangga anak seni dan sosialnya. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi. fokus.Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan. Tugas pendidik adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal. Kebutuhan khusus setiap anak perkembangan anak dapat dilihat pada ³menu . emosi. serius dan konsentrasi. supaya anak mendapatkan dasar yang kokoh untuk mencapai kemampuan yang lebih tinggi. Mengembangkan kecakapan hidup anak. Tahap perkembangan anak Anak tumbuh menjadi lebih besar dan berkembang menjadi lebih pintar dalam aspek fisik. untuk mengetahui tahap generik´. sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. dengan karena itu anak usia dini disesuaikan tahap-tahap perkembangan anak. kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik.. kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar. Setiap memiliki awal kemampuan berbeda. mengacu pendidikan dilaksanakan pada secara bertahap dan berulang-ulang anak. mampu bersosialisasi. lingkungan harus bagi diciptakan anak menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan selama mereka bermain. dengan prinsip-prinsip menyeluruh perkembangan yang rangsangan semua aspek bersifat mencakup perkembangan.pembelajaran harus selalu ditujukan pada pemenuhan kebutuhan perkembangan anak secara individu. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain. dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan menggunakan benda-benda yang ada disekitarnya. dasar untuk kemampuan pada tahap yang di tahap harus lebih yang mengembangkan pembelajaran kemampuan lebih tinggi.

pemahaman diri. dan spiritual). anak usia empat tahun yang memiliki kesempatan bergerak dengan leluasa akan memiliki kemampuan motorik (gerakan) yang lebih baik dibanding dengan anak usia sama yang sering dilarang melakukan sesuatu. alam. Pembelajaran pada anak usia dini tidak seperti pembelajaran di sekolah-sekolah yang dibagi permata pelajaran. sehingga anak mempunyai banyak pengalaman yang bermanfaat. visual spasial. Anak pada usia yang sama. Karena itu pembelajaran untuk anak usia dini harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak melakukan sendiri dengan menggunakan panca inderanya. menyebutkan bentuk balok yang dipakai. bercerita tentang bangunan yang sudah dibuatnya. kinestetik.Kemampuan setiap anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungannya. Contoh. dan mungkin pada beberapa aspek lainnya. Membangun pengetahuan anak Kecerdasan dirangsang oleh lingkungan. anak diberi kesempatan sejak kecil untuk melakukan sendiri . perbedaan kemampuan gerak kedua anak tersebut. anak dirangsang untuk bercerita tentang gagasan yang akan dibangunnya. Pengembangan potensi jamak Setiap anak memiliki kemampuan jamak (bahasa. menghitung jumlah balok yang digunakan. membedakan kebutuhan belajar mereka pada aspek motoriknya. logika matematika. pembelajaran dini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. Untuk membentuk anak cerdas maka anak harus banyak melakukan interaksi dengan lingkungan. tetapi satu kegiatan mencakup semua aspek. Pengalaman tersebut termasuk juga pengalaman sosial. menumbuhkan kepercayaan diri. Contoh untuk mendapatkan keterampilan hidup. interaksi sosial. tahap perkembangan sama tetapi mendapatkan rangsangan akan memilki pengalaman anak usia belajar yang lingkungan berbeda karena itu berbeda. Contohnya saat anak bermain dengan balok. dan mengklasifikasi balok pasa saat membereskannya kembali. seni dan musik.

memakai baju dan menentukan baju mana yang diinginkannya. menggunakan sepatu dan hal-hal lain yang dapat dan ingin dilakukannya. sepanjang kegiatannya tidak membahayakan dirinya. dan itu akan menumbuhkan rasa ketergantungan dan ketidakmandirian anak Anak Belajar dengan baik apabila merasa aman dan nyaman secara fisik dan psikologisnya. meningkatkan kemampuan pemahaman tentang sesuatu yang . segala macam benda anak yang ditemukannya. mencicipi rasa. anak dapat membangun jaringan syaraf otak dan memperkuat jaringat yang sudah terjalin. apabila anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang. Karena itu penting memberikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak. dan Dalam perkembangannya. menyentuh membuka kemampuan lingkungan. belajar yang nyaman memberikan kemungkinan anak bermain Suasana aktif. Bagi anak bermain adalah untuk sarana anak untuk pertumbuhan belajar. Sebaliknya jika anak dipaksa untuk melakukan sesuatu. atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. dan itu sangat baik untuk mencapai kemajuan anak. merasakan. dan aman selama proses belajar. Contoh. sehingga anak merasa tertarik dan senang untuk melakukannya. Selain itu suasana pembelajaran yang menyenangkan.seperti makan-minum sendiri. memecahkan masalah. tenang. menemukan atau Kesemuanya dan itu kesempatan fisiknya. bagi untuk mengembang dengn membangun daya hubungan imajinasi. Bantuan yang berlebihan dari orang dewasa akan membatasi anak untuk mengembangkan kemampuannya. Belajar melalui bermain. maka ia akan menolak untuk melakukannya kembali. Fungsi kerja otak besar (otak untuk berpikir) berjalan dengan baik apabila mendapatkan rangsangan yang menyenangkan. ia akan melakukannya secara berulang-ulang. keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan. berarti penguatan kemampuan tersebut tidak akan terjadi. Oleh karena itu sebelum melakukan pembelajaran perlu menarik minat anak terlebih dahulu. komukasi mengembangkan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Bermain sama dengan bermain anak belajar melihat. mendengar. dan belajarnya menjadi sia-sia.

. nilai hidup. melihat warna pasir. dan lingkungan akan sosial dimana langsung anak sehingga pengalaman anak terkait dengan kehidupannya. raba. Contoh. Anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya. anak cium. yang lihat. dengan menggunakan pasir dan cetakan anak dapat merasakan tekstur pasir. dan kemampuan bahasa. ukuran untuk membuat pasir cetak. Dalam suasana yang menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. Kepatutan menurut konteks agama. Perhatian. menghitung jumlah kue pasir. sosial dan budaya. Pengawasan dan perhatian yang tepat dari orang dewasa memberikan perasaan aman dan nyaman. untuk kecap. bentuk pasir setelah dicetak. Anak belajar dalam suasana yang menyenangkan. mengenal memberikan dunianya. meningkatkan keterampilan menggunakan alat bermain. Pembelajaran untuk anak usia dini tidak bertentangan dengan ajaran agama.baru. kasih sayang. dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Kesemuanya dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain yang menyenangkan. Segala sesuatu yang anak baru dengar. Anak belajar dengan cara berulang Dengan latihan yang berulang-ulang anak memperkuat sambungan syaraf otak. main imajinasi menggunakan kue pasir dengan temannya untuk pengembangan bahasanya. Juga kesempatan untuk mendapatkan tantangan sehingga dapat mengembangkan keterampilan berikutnya yang lebih sulit. Karena itu anak akan untuk beruntung melatih dan lebih maju apabila baru mendapatkan kesempatan keterampilan yang dikuasainya. Anak belajar apabila sesuai dengan kemampuan perkembangannya. pengetahuan Dengan diperlukan anak alat-alat inderanya belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. budaya setempat.

dan tidak mendapatkan pengalaman baru. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. bahan dan alat main. Karena itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. baik dari segi materi. Indonesia dapat copyright CCCRT penerapannya dilaksanakan secara bertahap dan dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sepanjang tetap memperhatikan prinsipprinsip dasarnya. Early Metode Young ini telah terakreditasi (NAEYC) di sebagai oleh National yang Assosiation Childhood metode direkomendasikan memperoleh dapat diterapkan dari Amerika dimana Serikat. Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu. berarti ia tidak belajar. Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak. baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus. Pengembangan metode ini telah dilakukan lebih dari 25 tahun di Creative Pre School Florida. ia akan merasa frustasi karena merasa tidak berhasil. seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak. Kegiatan yang sering dilakukan anak menunjukkan kemampuan yang dikuasai anak. . Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang terlalu tinggi di atas kemampuannya. PENDEKATAN BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME (BCCT) Pendekatan Beyond Center and Circles Time (BCCT) atau Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran Metode Sentra dan Saat Lingkaran atau dikatakan metode Beyond Center and Circles Time (BCCT) adalah metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Reserch and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida Amerika Serikat. maka anak tidak tertarik.Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang lebih rendah dari pada yang dimilikinya. bosan. Untuk mengetahui dimana kemampuan anak saat ini. perhatikan apa yang dilakukan anak sekarang ini.

sesaat. pendidik dapat memantau perkembangan semua anak didiknya dengan mudah. HighScope dan Reggio Emilio. dan penilai kegiatan dengan mengkondisikan setiap anak untuk berperan aktif Pembelajarannya bersifat individual. sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian perkembangan anakKegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-pijakan sebelum. melainkan dapat dilakukan setempat. sehingga rancangan. sesuai dengan situasi dan kondisi Prinsip Pendekatan BCCT . pendukung. Keunggulan Pendekatan BCCT diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak Kurikulumnya yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan. sehingga dapat dijadikan panduan bagi pendidik pemulaMasing-masing anak memperoleh dukungan untuk aktif. tanpa harus takut membuat kesalahanSetiap tahap perkembangan bermain anak sudah dirumuskan secara jelas. dan penilaian disesuaikan dengan potensi. sehingga semuanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri. B. dan sesudah main. Namun demikian metode ini memiliki keunggulan. dukungan.Yang dimaksud saat lingkaran adalah pendidik dan peserta didik duduk melingkar pada saat sebelum dan sesudah kegiatan bermain anak.Semua tahapan perkembangan anak telah dirumuskan dengan rinci dan jelas.Pendidik lebih anak berperan sebagai perancang. tingkat perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak. sehingga dapat dijadikan pijakan bagi pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan anakPenerapannya tidak bersifat kaku. Metode Sentra dan Saat Lingkaran merupakan hasil pengemabngan dari metode Montessori. secara bertahap. sehingga mendorong kreativitas anak.

pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran. selama anak berada disentra. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan. Standar Operasional Pendekatan BCCT Standar adalah: pendidik Operasional Proses Pembelajaran dengan Pendekatan BCCT menata lingkungan main sebagai pijakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ada pendidik yang bertugas menyambut kedatangan anak dan mempersilahkan untuk bermain bebas dulu. pendidik duduk bersama anak didik dengan membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman setelah main. anak-anak masuk ke kelompok masing- masing dengan dibimbing oleh pendidik yang bersangkutan. secara bergilir pendidik memberi pijakan kepada setiap anak. kreatif dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran/pembiasaan antri. pendidik memberi waktu yang cukup kepada anak untuk melakukan kegiatan di sentra main yang disiapkan sesuai jadwal hari itu. Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah. pendidik bersama anakanak makan bekal yang dibawanya (tidak dalam posisi istirahat) kegiatan penutup. pendidik duduk bersama anak didik membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman sebelum main. Menempatykan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal yang merangsang anak untuk aktif.Keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada teori dan pengalaman empiric. anak-anak pulang secara bergiliran . pendidik bersama anakanak membereskan peralatan dan tempat main. untuk mengikuti Mempersyaratkan pelatihan pendidik dan pengelola program sebelum menerapkan metode ini.Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran. semua anak mengikuti main pembukaan dengan bimbingan pendidik.

dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak. Pijakan sebelum main. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep. ide. orang tua. Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup: Pijakan lingkungan main. dan pengetahuan anak. PRINSIP DASAR PENDEKATAN BCCT Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini didasarkan atas prinsipprinsip sebagai harus Berorientasi selalu pada kebutuhan pada anak. pendidik melakukan diskusi evaluasi hari ini dan rencana esok hari PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DENGAN PENDEKATAN BCCT Pendekatan anak. berdasarkan teori pada teori perkembangan yang teori multiple intellegence. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain. Pijakan setelah main. dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan . ini dikembangkan neuroscience. Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main. Kegiatan kebutuhan pembelajaran ditujukan pemenuhan perkembangan anak secara individu. Pendidik. Dalam pendekatan BCCT ditekankan bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. Pijakan selama anak main. aturan. dipadukan dengan pengalaman guru.pendidik membereskan tempat dan merapikan catatan-catatan dan kelengkapan administrasi.

kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri. dasar untuk kemampuan pada tahap yang tahap harus lebih yang mengembangkan pembelajaran kemampuan di usia dini karena itu anak disesuaikan tahap-tahap perkembangan anak. Tugas pendidik adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal.. disiplin. kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi. emosi. mengacu pendidikan dilaksanakan pada secara bertahap dan berulang-ulang anak. dan berpikir/kognisi. Kebutuhan khusus setiap anak perkembangan anak dapat dilihat pada ³menu Kemampuan setiap anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungannya. Setiap memiliki awal lebih kemampuan berbeda.Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan. sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar. Tahap perkembangan anak Anak tumbuh menjadi lebih besar dan berkembang menjadi lebih pintar dalam aspek fisik.menggunakan benda-benda yang ada disekitarnya. tahapan pertumbuhan ke melalui tingkat menjadi tinggi. lingkungan harus bagi diciptakan anak menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan selama mereka bermain. dengan prinsip-prinsip menyeluruh perkembangan yang rangsangan semua aspek bersifat mencakup perkembangan. untuk mengetahui tahap generik´. mampu bersosialisasi. Anak pada usia yang sama. dalam bahasa. Mengembangkan kecakapan hidup anak. tahap perkembangan sama tetapi mendapatkan rangsangan lingkungan berbeda . supaya anak mendapatkan dasar yang kokoh untuk mencapai kemampuan yang lebih tinggi. dengan yang menuju atas. serius dan konsentrasi. perkembangannya tangga anak seni dan sosialnya. dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar. fokus.

menghitung jumlah balok yang digunakan. menyebutkan bentuk balok yang dipakai. logika matematika. sehingga anak mempunyai banyak pengalaman yang bermanfaat. dan spiritual). Contoh untuk mendapatkan keterampilan hidup. karena itu pembelajaran dini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. sepanjang kegiatannya tidak membahayakan dirinya. anak diberi kesempatan sejak kecil untuk melakukan sendiri seperti makan-minum sendiri. menumbuhkan kepercayaan diri. tetapi satu kegiatan mencakup semua aspek. Bantuan yang berlebihan dari orang dewasa akan membatasi . Pembelajaran pada anak usia dini tidak seperti pembelajaran di sekolah-sekolah yang dibagi permata pelajaran. Contoh. memakai baju dan menentukan baju mana yang diinginkannya. membedakan kebutuhan belajar mereka pada aspek motoriknya. Karena itu pembelajaran untuk anak usia dini harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak melakukan sendiri dengan menggunakan panca inderanya. bercerita tentang bangunan yang sudah dibuatnya. Pengalaman tersebut termasuk juga pengalaman sosial. anak usia empat tahun yang memiliki kesempatan bergerak dengan leluasa akan memiliki kemampuan motorik (gerakan) yang lebih baik dibanding dengan anak usia sama yang sering dilarang melakukan sesuatu. Contohnya saat anak bermain dengan balok. dan mengklasifikasi balok pasa saat membereskannya kembali. Membangun pengetahuan anak Kecerdasan dirangsang oleh lingkungan. anak dirangsang untuk bercerita tentang gagasan yang akan dibangunnya. visual spasial. interaksi sosial. pemahaman diri. menggunakan sepatu dan hal-hal lain yang dapat dan ingin dilakukannya. seni dan musik. Untuk membentuk anak cerdas maka anak harus banyak melakukan interaksi dengan lingkungan. perbedaan kemampuan gerak kedua anak tersebut. Pengembangan potensi jamak Setiap anak memiliki kemampuan jamak (bahasa. dan mungkin pada beberapa aspek lainnya.akan memilki pengalaman anak usia belajar yang berbeda. alam. kinestetik.

belajar yang nyaman memberikan kemungkinan anak bermain Suasana aktif. Bagi anak bermain adalah untuk sarana anak untuk pertumbuhan belajar. memecahkan masalah. dan itu sangat baik untuk mencapai kemajuan anak. ia akan melakukannya secara berulang-ulang. bentuk pasir setelah dicetak. maka ia akan menolak untuk melakukannya kembali. menemukan atau Kesemuanya dan itu kesempatan fisiknya. .anak untuk mengembangkan kemampuannya. Bermain sama dengan bermain anak belajar melihat. berarti penguatan kemampuan tersebut tidak akan terjadi. Contoh. atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. apabila anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang. komukasi mengembangkan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Selain itu suasana pembelajaran yang menyenangkan. dan itu akan menumbuhkan rasa ketergantungan dan ketidakmandirian anak Anak Belajar dengan baik apabila merasa aman dan nyaman secara fisik dan psikologisnya. dengan menggunakan pasir dan cetakan anak dapat merasakan tekstur pasir. Contoh. Karena itu penting memberikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak. mencicipi rasa. dan Dalam perkembangannya. menyentuh membuka kemampuan lingkungan. baru. mendengar. meningkatkan kemampuan pemahaman menggunakan tentang alat sesuatu bermain. keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan. sehingga anak merasa tertarik dan senang untuk melakukannya. yang dan meningkatkan keterampilan kemampuan bahasa. dan belajarnya menjadi sia-sia. Belajar melalui bermain. Fungsi kerja otak besar (otak untuk berpikir) berjalan dengan baik apabila mendapatkan rangsangan yang menyenangkan. Oleh karena itu sebelum melakukan pembelajaran perlu menarik minat anak terlebih dahulu. tenang. segala macam benda anak yang ditemukannya. melihat warna pasir. bagi untuk mengembang dengn membangun daya hubungan imajinasi. Sebaliknya jika anak dipaksa untuk melakukan sesuatu. anak dapat membangun jaringan syaraf otak dan memperkuat jaringat yang sudah terjalin. dan aman selama proses belajar. merasakan.

Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang terlalu tinggi di atas kemampuannya. yang lihat. Anak belajar dengan cara berulang Dengan latihan yang berulang-ulang anak memperkuat sambungan syaraf otak. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang lebih rendah dari pada yang dimilikinya. ia akan merasa frustasi karena merasa tidak berhasil. raba. sosial dan budaya. Pembelajaran untuk anak usia dini tidak bertentangan dengan ajaran agama. dan lingkungan akan sosial dimana langsung anak sehingga pengalaman anak terkait dengan kehidupannya. budaya setempat. Pengawasan dan perhatian yang tepat dari orang dewasa memberikan perasaan aman dan nyaman. Anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya. kasih sayang. Segala sesuatu yang anak baru dengar. Perhatian. anak cium. Anak belajar dalam suasana yang menyenangkan. Anak belajar apabila sesuai dengan kemampuan perkembangannya. maka anak tidak tertarik. berarti ia tidak belajar. Kepatutan menurut konteks agama. main imajinasi menggunakan kue pasir dengan temannya untuk pengembangan bahasanya. Dalam suasana yang menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. dan tidak mendapatkan pengalaman baru. mengenal memberikan dunianya. menghitung jumlah kue pasir. Kesemuanya dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain yang menyenangkan. nilai hidup. dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. untuk kecap. pengetahuan Dengan diperlukan anak alat-alat inderanya belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. bosan. Karena itu anak akan untuk beruntung melatih dan lebih maju apabila baru mendapatkan kesempatan keterampilan yang dikuasainya.ukuran untuk membuat pasir cetak. . Juga kesempatan untuk mendapatkan tantangan sehingga dapat mengembangkan keterampilan berikutnya yang lebih sulit.

Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak. baik dari segi materi. Indonesia dapat copyright CCCRT penerapannya dilaksanakan secara bertahap dan dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sepanjang tetap memperhatikan prinsipprinsip dasarnya. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. PENDEKATAN BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME (BCCT) Pendekatan Beyond Center and Circles Time (BCCT) atau Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran Metode Sentra dan Saat Lingkaran atau dikatakan metode Beyond Center and Circles Time (BCCT) adalah metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Reserch and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida Amerika Serikat. bahan dan alat main. Kegiatan yang sering dilakukan anak menunjukkan kemampuan yang dikuasai anak. Pengembangan metode ini telah dilakukan lebih dari 25 tahun di Creative Pre School Florida. pendidik dapat memantau perkembangan semua anak didiknya dengan mudah. Untuk mengetahui dimana kemampuan anak saat ini. Early Metode Young ini telah terakreditasi (NAEYC) di sebagai oleh National yang Assosiation Childhood metode direkomendasikan memperoleh dapat diterapkan dari Amerika dimana Serikat. Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu. .Karena itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Yang dimaksud saat lingkaran adalah pendidik dan peserta didik duduk melingkar pada saat sebelum dan sesudah kegiatan bermain anak. baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus. perhatikan apa yang dilakukan anak sekarang ini. sehingga semuanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak.

dan penilai kegiatan dengan mengkondisikan setiap anak untuk berperan aktif Pembelajarannya bersifat individual. sehingga dapat dijadikan pijakan bagi pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan anakPenerapannya tidak bersifat kaku. dan sesudah main. Menempatykan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal . sesuai dengan situasi dan kondisi Prinsip Pendekatan BCCT Keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada teori dan pengalaman empiric. dan penilaian disesuaikan dengan potensi. tingkat perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak. dukungan. pendukung. HighScope dan Reggio Emilio. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan. tanpa harus takut membuat kesalahanSetiap tahap perkembangan bermain anak sudah dirumuskan secara jelas. Keunggulan Pendekatan BCCT diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak Kurikulumnya yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan. Namun demikian metode ini memiliki keunggulan. kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri.Semua tahapan perkembangan anak telah dirumuskan dengan rinci dan jelas. sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian perkembangan anakKegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-pijakan sebelum. B.Pendidik lebih anak berperan sebagai perancang. melainkan dapat dilakukan setempat. secara bertahap. sesaat. sehingga rancangan. sehingga dapat dijadikan panduan bagi pendidik pemulaMasing-masing anak memperoleh dukungan untuk aktif. sehingga mendorong kreativitas anak.Metode Sentra dan Saat Lingkaran merupakan hasil pengemabngan dari metode Montessori.

pendidik bersama anakanak membereskan peralatan dan tempat main. secara bergilir pendidik memberi pijakan kepada setiap anak. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran/pembiasaan antri. pendidik memberi waktu yang cukup kepada anak untuk melakukan kegiatan di sentra main yang disiapkan sesuai jadwal hari itu. semua anak mengikuti main pembukaan dengan bimbingan pendidik. selama anak berada disentra.Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran. pendidik duduk bersama anak didik dengan membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman setelah main. anak-anak masuk ke kelompok masing- masing dengan dibimbing oleh pendidik yang bersangkutan. pendidik bersama anakanak makan bekal yang dibawanya (tidak dalam posisi istirahat) kegiatan penutup. Standar Operasional Pendekatan BCCT Standar adalah: pendidik Operasional Proses Pembelajaran dengan Pendekatan BCCT menata lingkungan main sebagai pijakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ada pendidik yang bertugas menyambut kedatangan anak dan mempersilahkan untuk bermain bebas dulu. pendidik melakukan diskusi evaluasi hari ini dan rencana esok hari . kreatif dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri. Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah.yang merangsang anak untuk aktif. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran. anak-anak pulang secara bergiliran pendidik membereskan tempat dan merapikan catatan-catatan dan kelengkapan administrasi. pendidik duduk bersama anak didik membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman sebelum main. untuk mengikuti Mempersyaratkan pelatihan pendidik dan pengelola program sebelum menerapkan metode ini.

Hal ini dilakukan karena metode ini lebih sesuai dengan kondisi anak-anak yang cenderung lebih suka bermain. serta emosional dan intelektualnya. perkembangan watak dan moralnya. Oleh karena itu. Pada umumnya dalam proses pendidikan pada anak balita atau usia dini lebih diutamakan pada metode bermain sambil belajar. bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikirannya melalui bahasa yang sederhana secara tepat. Maka para pendidik memanfaatkan hal ini untuk mendidik mereka dengan cara bermain sambil belajar yaitu disamping mereka bermain mereka sekaligus mengasah ketrampilan dan kemampuan.Penerapan Sistem Bermain Sambil Belajar. masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat penting untuk meningkatkan seluruh potensi kecerdasannya. utamanya pengembangan kepribadian dan potensi diri baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama. mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk dapat berbahasa Indonesia. emosional. sosial emosional. Dengan pengembangan moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan yang Maha Esa dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar menjadi warga negara yang baik. Cara ini akan lebih berkesan dalam memori otak anak-anak untuk perkembangan pengetahuannya karena pada usia dini adalah masa-masa perkembangan memori otak sangat pesat. dan kemandirian. Bermain bagi anak bagaikan bekerja bagi manusia dewasa. Pemberian pendidikan yang tepat pada masa ini berpengaruh sangat signifikan bagi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. Pendidikan TK dapat memberi andil bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. Di seluruh dunia anak bermain. kognitif. bahasa. Pengembangan fisik/motorik . dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup. Pada usia ini pula. Belajar Seraya Bermain Posted on February 8. Peran pendidikanlah untuk mengawal bagaimana permainan dapat menumbuh kembangkan mereka secara patut dan utuh sebagai anak manusia. kemandirian dan seni sesuai dengan tahap perkembangan anak. Diantaranya adalah metode belajar sambil bermain ataupun bermain sambil belajar. Pada fase usia emas ini anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Usia emas itu datang hanya sekali dan tidak dapat terulang lagi pada fase berikutnya. Para ahli psikologi berpendapat bahwa masa pendidikan di TK merupakan masa usia emas (golden age). fisik/motorik. 2011 by KB . Ada anak-anak yang bermain dengan patut. namun ada juga yang bermain ³cukup berbahaya´ mereka lakukan sebagai kanak-kanak. Pada hakikatnya dua macam metode tersebut sama-sama saling mendukung dalam proses belajar anak didik.TK ANAK CERIA BANJARBARU Dalam penyelenggaraan pendidikan metode pembelajaran ada berbagai metode yang dilakukan oleh para pendidik. anak mulai belajar mengembangkan kemampuan bahasa dan sosialnya. Anak pada usia ini harus mendapatkan beragam input yang merangsangnya. Pengembangan sosial. Demikian juga kemampuan berbahasa. baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya.

Anak dibina dengan berbagai cara agar mereka dapat . dan interaksi pedagogis yang mengutamakan sentuhan emosional. Piaget. Seto Mulyadi (2006) psikolog anak. Vygotsky. bermain peran. mengembangkan kepekaan. serta mempunyai kemampuan untuk mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir teliti. Permainan yang digunakan di TK merupakan permainan yang merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. Oleh karena itu. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK (Depdiknas. kegiatan belajar yang efektif pada anak dilakukan melalui cara-cara bermain aktif yang menyenangkan. Mereka menampilkan ciri-ciri fisik dan psikologis yang berbeda untuk tiap tahap perkembangannya. Masa anak-anak merupakan masa puncak kreativitasnya. Dunia anak adalah dunia bermain. sedangkan pengembangan seni. Anak-anak senantiasa tumbuh dan berkembang. anak bukan manusia dewasa mini. dihadapkan dengan berbagai jenis bahan bermain yang berbeda yang mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. membantu anak mengembangkan kemampuan logika matematik dan pengetahuan akan ruang dan waktu. Pada dasarnya anak senang sekali belajar. Bermain fungsional atau sensorimotor dimaksudkan bahwa anak belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungannya. dan kreativitas mereka perlu terus dijaga dan dikembangkan dengan menciptakan lingkungan yang menghargai kreativitas yaitu melalui bermain. agar anak mampu menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya. Bermain disesuaikan dengan perkembangan anak. Jenis Kegiatan Bermain Beberapa ahli psikologi anak seperti Rodgers. menjelaskan bahwa anak adalah anak. karena itu metode pembelajaran terhadap anak harus disesuaikan dengan perkembangannya. Melalui bermain.untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus. pendidikan di TK yang menekankan bermain sambil belajar dapat mendorong anak untuk mengeluarkan semua daya kreativitasnya. dan dapat menghargai hasil karya yang kreatif. menyampaikan paling tidak ada tiga jenis kegiatan bermain yang mendukung pembelajaran anak. yaitu. Bermain merupakan cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak TK sesuai kompetensinya. Erikson. baik di dalam maupun di luar ruangan. Seluruh potensi kecerdasan anak akan berkembang optimal apabila disirami suasana penuh kasih sayang dan jauh dari berbagai tindak kekerasan. 2006). meningkatkan kemampuan mengontrol gerakan tubuh dan kordinasi. Oleh karena itu. sehingga anak-anak dapat bermain dengan gembira. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika anak-anak disediakan kesempatan untuk bergerak secara bebas berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan. serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat. dan bermain konstruktif. anak memperoleh dan memproses informasi mengenai hal-hal baru dan berlatih melalui keterampilan yang ada. Pengembangan kognitif bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir anak untuk dapat mengolah perolehan belajarnya. sehat dan terampil. asal dilakukan dengan cara-cara bermain yang menyenangkan. dan Freud. bukan teori akademik. dapat menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah. bermain fungsional atau sensorimotor.

imajinasi. emosi. Bahan-bahan seperti kertas dengan tekstur. melukis. atau bahan alam lain. ukuran. Misalnya untuk melatih keteramplan pembangunan anak dapat menggunakan cat di papan lukis. Bermain peran ini sangat penting untuk perkembangan kognisi. Misalnya peran sebagai ayah. dan fisik yang dibutuhkan Misalnya anak-anak harus memiliki pengalaman harian yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan bahan yang bersifat cair. afeksi. papan lukis dengan kertas berbagai ukuran dan kuas akan membantu anak sepanjang waktu untuk berkembang melalui tahap awal dari corat-coret menuju ke penciptaan sesuatu yang bermakna dan menuju ke menulis kata dan kemudian kalimat. Dalam kegiatan bermain. dan anak dalam sebuah rumah tangga. maupun bahan terstruktur. tahapan ingatan. Bermain peran memungkinkan anak memproyeksikan dirinya ke masa depan dan menciptakan kembali masa lalu. Sedangkan bermain peran makro. . cat dengan kuas kecil di atas meja. baik bahan cair. sosial. pasir. dan keterampilan awal menulis. penyerapan kosa kata. anak secara langsung bermain menjadi tokoh untuk memainkan peranperan tertentu sesuai dengan tema. Melalui bermain pembangunan. dikenal adanya konsep intensitas dan dentitas. Bermain peran mikro dimaksudkan bahwa anak memainkan peran dengan menggunakan alat bermain berukuran kecil. yaitu bermain peran mikro dan makro. bermain peran. Bermain konstruktif dilakukan melalui kegiatan bermain untuk membuat bentuk-bentuk tertentu menjadi sebuah karya dengan menggunakan beraneka bahan. misalnya orang-orangan kecil yang lagi berjual beli. serta hubungan kerja sama dengan anak lain dan menciptakan karya nyata. Anak-anak dapat menggunakan palu dengan paku dan kayu. puzzle. seperti air. dengan spidol dan krayon. Kegiatan ini harus memperkaya kesempatan pengalaman anak melalui beberapa jenis bermain yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan perkembangan anak. Menurut Erikson terdapat dua jenis bermain peran. anak juga dapat mengekspresikan dirinya dalam mengembangkan bermain sensorimotor. krayon. dan warna yang berbeda. mendapatkan kesempatan untuk menggambar. sosial. dan emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun. Bermain peran dipandang sebagai sebuah kekuatan yang menjadi dasar perkembangan daya cipta. (1) cukup waktu untuk bermain. ibu.bermain secara penuh dan diberikan sebanyak mungkin kesempatan untuk menambah macam gerakan dan meningkatkan perkembangan sensorimotor. atau bermain drama. pengendalian diri. kerja sama kelompok. antara lain. (2) ruang yang cukup. dan keterampilan kognisi. Dengan demikian berarti dalam kegiatan bermain harus mempunyai intensitas dan dentitas yang memadai. dan (3) adanya peralatan untuk mendukung bermacammacam adegan permainan. konsep hubungan kekeluargaan. nampan cat jari. pura-pura. keterampilan spasial. Konsep densitas menekankan pada keanekaragaman kegiatan bermain yang disediakan untuk anak di lingkungannya. cat. sisa-sisa bahan bangunan untuk berlatih keterampilan pembangunan terstruktur. Konsep intensitas menekankan pada jumlah waktu yang dibutuhkan anak untuk berpindah melalui tahap perkembangan kognisi. dan sebagainya. Bermain pembangunan menurut Piaget dapat membantu mengembangkan keterampilan anak dalam rangka keberhasilan sekolahnya dikemudian hari. Bermain peran disebut juga bermain simbolik. Kualitas pengalaman main peran tergantung pada beberapa faktor. fantasi. playdough.

sedangkan model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan. Sedangkan penataan pengalaman setelah bermain dimaksudkan mengajak anak untuk mengingat kembali pengalaman bermainnya dan saling menceritakan pengalaman bermain. interaktif. penataan pengalaman bermain saat bermain. meliputi pemberian waktu kepada anak untuk mengelola dan memperluas pengalaman bermain. merencanakan intensitas dan densitas pengalaman. Penataan pengalaman sebelum bermain merupakan kegiatan awal yang dilakukan guru untuk memberi gagasan sebelum anak melakukan kegiatan bermain. memperkuat dan memperluas bahasa anak. Selain itu. menantang. mencontohkan komunikasi yang tepat. minat dan perkembangan fisik serta psikologis anak. Model klasikal merupakan model pembelajaran yang paling sederhana yang menganggap anak memiliki kemampuan sama. Ada beberapa dukungan penataan/pijakan yang dilakukan untuk mencapai mutu pengalaman bermain. dan sensorimotor. dan menata kesempatan main untuk mendukung hubungan sosial yang positif. Penataan lingkungan bermain artinya mengelola lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup. menyebabkan pembelajaran yang dilaksanakan kurang menekankan kegiatan bermain. tetapi lebih bersifat akademik. model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan. peralatan. dan tempat yang memadai. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. dan menggunakan pendekatan tematik. bermain pembangunan. inspiratif. misalnya model klasikal. penataan pengalaman sebelum bermain. sensorimotor. Selanjutnya agar anak-anak dalam bermain dapat berlangsung lebih efektif. Guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. anak-anak dibagi-bagi menjadi beberapa sudut kegiatan. model kelompok dengan pengaman. maka pengalaman bermain anak seharusnya direncanakan dengan baik. dan diberi bimbingan untuk memenuhi kebutuhan setiap anak sebagaimana yang telah dilakukan dalam model pembelajaran sentra. hal itu berarti memberi layanan pendidikan kepada anak TK secara optimal. misalnya anak mendapat kesempatan memilih serangkaian kegiatan bermain setiap hari untuk terlibat dalam bermain peran. serta model berdasarkan berdasarkan area. pembangunan dan bermain peran. memiliki berbagai bahan yang mendukung jenis-jenis permainan. penataan lingkungan yang tepat. dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar. dan juga penataan pengalaman setelah bermain. dan sentra. serta mengemas permainan agar tertata kembali. menyenangkan. Dengan sarana bermain yang sangat terbatas. Penataan pengalaman saat bermain. menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam. memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif. kegiatan pembelajaran harus kreatif. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di KB/TK. memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan. . Model pembelajaran yang digunakan di KB/TK harus memperhatikan bakat. yaitu dukungan penataan lingkungan bermain. meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui hubungan teman sebaya. Model pembelajaran berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman merupakan pola pembelajaran. mengamati dan mendokumentasikan kemajuan bermain anak.Dengan menyediakan beraneka jenis mainan yang tepat bagi anak. dikenal beberapa model pembelajaran. dimana anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kegiatan pengaman. serta memberi kesempatan yang cukup kepada anak untuk bermain.

model pembelajaran berdasarkan area atau sentra merupakan penyempurnaan dari sebelumnya. bahasa dan sosialnya. aturan. dan pengetahuan anak dengan pijakan/penataan lingkungan bermain. pengelolaan tersebut dapat memberi kesempatan kepada anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi atau berinteraksi dengan lingkungannya. . Pembelajaran yang menggunakan area. serta emosional dan intelektualnya. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK yang sangat tepat. area balok. kita dapat menciptakan situasi belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi anak untuk melakukan berbagai kegiatan. minat dan perkembangan fisik dan psikologis anak. area gerak dan musik. dan area agama. tetapi juga didukung untuk membangun konsep. area baca-tulis.Penggunaan model ini sudah mulai memperhatikan keberagaman kemampuan dan minat anak. dan penataan setelah bermain. namun yang terpenting harus dikemas dalam konteks bermain yang betul-betul didisain secara matang. memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif. perkembangan watak dan moralnya. dengan memperhatikan bakat. Demikian juga pada pembelajaran dengan sentra. Selain itu. inspiratif. membantu anak dalam pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. area pasir dan air. Sebagai contoh adalah sebuah sekolah KB/TK Anak Ceria yang telah memiliki kurikulum yang telah dikembangkan untuk proses pembelajaran pada anak-anak yang duduk di bangku KB/TK. area IPA. anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. menantang. interaktif. yang semuanya disesuaikan dengan kebutuhan anak untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi. Dalam implementasinya. dan menggunakan pendekatan tematik. Apapun model pembelajaran yang digunakan di KB/TK. Cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak KB/TK adalah melalui pembelajaran yang menekankan pada kegiatan bermain. sehingga merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. dengan tersedianya banyak area. Kesimpulan Pendidikan yang tepat di TK mempunyai pengaruh sangat signifikan bagi proses tumbuh kembang anak dan mempengaruhi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. dapat membangkitkan imajinasi. penataan sebelum bermain. baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya. Permainan yang digunakan di KB/TK merupakan permainan yang didisain sedemikian rupa. kegiatan bermain anak dalam rangka efektivitas pembelajaran dapat terpenuhi tentu dengan direncanakan secara matang dan dilaksanakan dengan baik. karena pada masa ini. Dengan pengelolaan sarana bermain. misalnya area seni. area bermain peran. dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar. area matematika. membiasakan anak berperilaku disiplin dan bertanggungjawab. kegiatan pembelajaran harus kreatif. penataan selama bermain. menyenangkan. serta menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam. guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di KB/TK menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. serta mengembangkan kreativitas anak. proses pembelajaran bukan hanya didukung dengan penyediaan sentra bermain yang beraneka ragam. Kini. karena dunia anak adalah dunia bermain. area memasak. ide. dengan menfasilitasi sarana pembelajaran/bermain lebih bervariasi.

b. ketangguhan dan profesionalisme. yaitu: 1. Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Anak Ceria. Meletakkan pendidikan pada empat pilar belajar : a. Prinsip-prinsip Filosofi Pendidikan Untuk mewujudkan tujuan pendidikan. berkelanjutan dan konsisten dalam pendidikannya seiring dengan perkembangan dan kedewasaan psikologis anak. imajinasi. kemampuan bernalar. Pendekatan ini akan memberikan kelonggaran guru untuk menentukan metoda yang paling tepat dan menantang para siswa untuk mencapai hasil belajar seoptimal mungkin. kesadaran estetik. balok. Learning How to Do: Adalah menumbuhkan kreativitas. Anak dituntut aktif dan kreatif dalam kegiatan di sentra-sentra. dalam rangka mengembangkan seluruh potensi kecerdasan anak. keadaan sekolah dan tuntutan kehidupan. c. imtaq. Learning How to Be: Pengembangan potensi diri yang meliputi kemandirian. Melalui pendekatan kurikulum hingga tahun ke-2.Kurikulum Kurikulum KB-TK Anak Ceria mengacu pada kurikulum Departemen Pendidikan Nasional terbaru yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk TK dan RA tahun 2009 yang diimplementasikan dalam metode ³Belajar Sambil Bermain´ dengan enam sentra pengembangan melalui pendekatan Beyond Centers Circle Times (BCCT) atau dalam bahasa Indonesianya adalah lebih jauh tentang sentra dan saat lingkaran. murid. seni dan sentra bahan alam). Learning How to Know : Adalah belajar untuk mengenal cara memahami dan mengkomunikasikan sesuatu yang dipelajari. di mana murid dapat maju secara bertahap. d. produktifitas. Anak Ceria menyiapkan system pembelajaran berkesinambungan. menerapkan dua prinsip pendidikan. Melalui keterpaduan kurikulum dan metode yang digunakan. disiplin dan tanggung jawab. sentra makro dan mikro. menguasai kompetensi menghadapi situasi yang senantiasa berubah. Sekolah dan guru menggunakan kurikulum ini untuk mengembangkan pembelajaran dan program pengajaran sesuai dengan kebutuhan murid. orang tua dan guru dapat memperoleh kejelasan tentang proses kegiatan dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai murid di sekolah. Kegiatan bermain sambil belajar pada sentra-sentra (sentra persiapan. Learning How to Live Together: .

informasi dan teknologi canggih. Konsep Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama Melalui Aplikasi Ilmu Pengetahuan Dan Tehnologi. KB/TK Anak Ceria juga mengembangkan kemampuan leadership murid yang antara lain meliputi : a. METODE ³BERMAIN SAMBIL BELAJAR´ Dengan sarana Bermain Sentra Pengembangan A. Keterampilan mengelola / managing g. Metode pembelajaran tersebut adalah: ³Bermain Sambil Belajar Dengan Sarana Bermain Enam Sentra Pengembangan Integrasi Pendidikan Agama Melalui Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi´. Perubahan ini akan berdampak pada generasi muda yang perlu dipersiapkan untuk belajar terus menerus. Kemampuan menerima dan diterima orang lain / getting along with others d. Belajar Sepanjang Hayat Pendidikan di era global ini hendaknya memperhatikan kualitas sumber daya manusia. Pengembangan Kemampuan Leadership Disamping kedua prinsip pendidikan seperti tersebut di atas. Masyarakat modern ± industrial akan berkembang pesat jika ditunjang dengan sumber daya yang berkualitas. Kemampuan keterampilan berkomunikasi / communication c. Dan kualitas suatu bangsa akan menentukan keberlangsungan hidup bangsa tersebut yang terus berubah seiring dengan perubahan zaman menuju ke masyarakat-industrial. Bekerja dalam kelompok / working with groups Kegiatan ini terintegrasi dalam kegiatan bermain sambil belajar terutama dalam kegiatan bermain di sudut pengembangan. yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepribadian anak dikemudian hari.Pemahaman hidup selaras. seimbang nasional maupun internasional dengan menghormati nilai spiritual dan tradisi dalam kebhinekaan. Karena kualitas SDM akan menentukan kualitas suatu bangsa. Kemampua belajar cara belajar / learning to learn e. . bahwa kegiatan bermain/permainan adalah kebutuhan yang sangat vital bagi anak. Sebagaimana telah diuraikan diatas. Kemampuan untuk memahami diri sendiri / self understanding b. Anak secara sadar atau tidak sadar akan belajar banyak hal. 2. Keterampilan membuat keputusan / making decision f.

berbahasa. pengenalan huruf dan angka.Sentra Balok Karunia Allah SWT 5.Dalam setiap kegiatan sentra bermain. Kegiatan pengembangan dilaksanakan dalam sentra-sentra pengembangan yang dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kejenuhan anak dalam bermain dan belajar.Sentra Kreatifitas dan Seni Karunia Allah SWT 6. pengenalan surat-surat pendek. tari maupun suara serta dalam berkegiatan bermain serta berinteraksi sosial anak sehari-hari. Dengan Moving Class system. pembahasan tema. ketaqwaan dan akhlakul karimah dalam berdaya pikir. Metode pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keimanan. Pemanfaatan sudut pengembangan tidak mutlak seluruhnya harus digunakan.Sentra Main dan Peran Allah SWT 4. Guru terbagi dalam dua kategori tugas. pengenalan huruf Al Qur¶an serta pembacaan cerita. kegiatan belajar mengajar dikelola oleh seorang guru yang menguasai bidang pengembangan tertentu.Sentra Ibadah Karunia Allah SWT 3. Hal ini .Sentra Bahan Alam Karunia Allah SWT Hal ini untuk memudahkan guru dalam pencapaian tujuan dan target pengembangan yang telah ditentukan/direncanakan seoptimal mungkin. Guru sentra menangani semua kelompok secara bergiliran. Satu kelompok belajar terdiri max 15 anak. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki teman bicara dan berdiskusi dalam rangka pengembangan bahasa dan aspek perkembangan lainnya. yang meliputi: do¶a sehari-hari. anak harus bermain bersama untuk setiap jenis permainan minimal dua orang. yaitu: 1. Bertanggungjawab dalam kegiatan materi pagi.Sentra Persiapan Karunia Allah SWT 2. Dalam pelaksanaannya. Bertugas mengatur dan menfasilitasi kegiatan pembelajaran dan bertanggung jawab pada sudutnya masing-masing. berdaya cipta.Metode ³Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama melalui Ilmu Pengetahuan dan tehnologi´ tersebut adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara bermain yang terintegrasi Pendidikan Agama melalui aplikasi ilmu pengetahuan dan tehnologi. berketrampilan dan mengapresiasi seni baik seni musik. yaitu: Guru kelompok bertugas mengumpulkan data/hasil perkembangan anak setiap harinya dari setiap sudut pengembangan dan melaporkannya kepada orang tua murid. Dengan pola dan media permainan yang beragam dan lebih variatif akan memotivasi kreativitas anak berkembang lebih optimal. kegiatan bermain dilakukan dengan cara berpindah ruang atau sudut sesuai dengan jadwal perputaran sudut yang telah ditetapkan.

memahami hubungan sebab-akibat. dan skema tubuh ( Frost. Wortham. danpemecahan masalah yang merupakan keterampilan penting dalam kehidupan nyata(Ginsburg. dan keterampilan yang dianggap relevan dengan kondisi dan keadaanmereka (Formberg. motorik halus. mampu mengkoordinasikangerakan yang merupakan modal dasar contohnya dalam kegiatan olah raga. Dengan kemampuantersebut anak akan merasa lebih percaya diri. Bermain aktif juga mendorongpemaknaan akan suatu konsep secara personal. Wortham. berkomunikasi. Perkembangan Sosial dan Emosional Sebagai makhluk sosial. 2001).Perputaran Sentra Perputaran sudut adalah perputaran ruang bermain anak. manusia memiliki kebutuhan dasaruntuk merasa menjadi bagian dari kelompok dan belajar untuk berfungsi dalamsuatu kelompok dengan komposisi dan peranan yang berbeda-beda. dan sebagainya. ide. berpikir logis. agar tidak terjadi perbenturan waktu bermain sehingga anak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seluruh kegiatan bermain di semua sudut dalam hari-hari sekolahnya. Anak akan lebih mudah mengingatsituasi. Perputaran ini diatur secara bergiliran antar kelompok sesuai dengan kelompok usia. Selain itu. menulis. Dalam bermain bebas anak dapat mengembangkankreativitasnya dan mencoba berbagai alternatif solusi untuk memecahkan masalahyang mereka hadapi dalam permainan. duduk dikelas.tergantung pada situasi dan kondisi yang ada. Dengan demikian. 2001). 2007).maka sangat erat kaitannya dengan perkembangan kemampuan motorik kasar. Perkembangan fisik Karena bermain seringkali melibatkan aktivitas fisik. 2002). & Reifel. tetapi juga cara mereka untuk belajar tentang dirisendiri dan bagaimana mereka menempatkan diri dalam dunianya. Yang terpenting bahwa dalam setiap kegiatan bermain harus terintegrasi pendidikan agama dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan tehnologi. & Reifel. Manfaat Bermain bagi Tumbuh Kembang Anak Perkembangankognitif Bermain bukan hanya merupakan cara unik anak untukbelajar mengenai dunianya. mengungkapkan perasaan dan keinginansecara adaptif. mereka meningkatkankemampuan perencanaan. Melalui kegiatanbermain anak dapat mengembangkan keterampilan sosial yang dibutuhkan dalamberinteraksi seperti menunggu giliran.Kegiatan belajar berbasis permainan juga memberikankesempatan pada anak untuk mempelajari berbagai keterampilan sertamengembangkan perasaan kompeten dan percaya diri. bermain dengan teman sebaya atau orang lainjuga dapat memperkaya kosa kata dan keterampilan berkomunikasi anak. mengembangkanpengetahuan dan memperdalam pemahaman mereka melalui siklus belajar yangberulang-ulang (Frost.bermain dengan orang lain juga memberikan kesempatan bagi anak . dan mematuhi aturan-aturan sosial. stabil. B. Di samping itu.

permainan peran juga membantu anak untuk mengatasi ketakutan dan masalah yang ia hadapi karena seringkali hal tersebut direfleksikan dalam permainan. emosional.1998). Permainan fungsional Melaluipermainan fungsional bayi dan anak dapat mencari tahu apa saja yang dapatdilakukan suatu objek atau hal-hal yang dapat mereka lakukan terhadap objektersebut. mengatur emosi dan mengendalikan diri. Disamping itu. mengeksplorasi peran atau menirukan kegiatan orang-orang di sekitarnya. Kemudian menginjak usia tiga tahun. Peran Orangtua dalam Kegiatan Bermain Anak Besarnya implikasi bermain dalam setiap aspek perkembangan anak tidak terlepas dari keterlibatan orang tua atau pengasuh salah satunya dengan menyediakan fasilitas atau tempat yang aman bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungannya dengan bebas. tempat. dan memecahkan masalah. membangun balok. boneka. boneka yangkeluar ketika kotak dibuka. Anak dapat mengembangkan kreativitasnya melalui improvisasi peran. Objek yang dapat dimanipulasi seperti lilin. Orang tua juga dapat mengembangkan permainan anak agar mendapat informasiyang lebih kaya. Meskipun . memahami sudut pandang dankebutuhan orang lain. Jenis-jenisPermainan Sensorimotor dan practice play Sejakdini. Anak berusia 12 ± 18 bulan menyukai mainan yang bereaksi terhadaptindakan mereka seperti mengeluarkan bunyi ketika tombol ditekan. balok. Jenis mainan yang kaya akan warna. serta berbagi¶kekuasaan¶. Mereka melatih keterampilan motorik melalui gerakan repetitif sepertimenggapai dan menggenggam. dan puzzle semakin banyak dimainkan oleh anak. bentuk. Permainan Imaginatif Permainan imaginatif atau bermain peran dapat meningkatkan kemampuan sosial. Munculnya jenis permainan ini menandakan berkembangnya kemampuan untuk berpikir simbolis dan juga sangat penting untuk perkembangan bahasa dimana anak menggunakan lebih banyak kosakata dan mampu menyusun sebuah cerita yang berkesinambungan.belajar bekerja sama. tekstur .untukmenyesuaikan tindakan mereka dengan orang lain. dan ide dengan teman bermain (Creasy.dan bunyi dapat menstimulasi panca indera anak. Permainan konstruktif merupakan sarana yang sangat baik untuk mengembangkan keterampilan motorikhalus dan koordinasi matagerakan tangan pada anak. & Berk.cat. Jarvis. Dari kegiatan ini anak mempelajari dampak darigerakan atau tindakan mereka terhadap lingkungan sekitarnya. atau membentuk lilin. Seiring dengan perkembangannya anak mulai mampu untuk membuat atau menghasilkan sesuatu eperti gambar. Permainan Konstruktif Sekitar usia empat tahun kegiatan bermain fungsional cenderung berkurang. saling berbagi. sebagian besar mainan bersifat fungsional.dan bahasa anak. bayi menggunakan panca inderanya untuk mengekplorasi lingkungan dandunianya.

seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal. sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. orangtua sebaiknya tetap membebaskan anak untuk menggunakan imaginasi dan kreativitasnya dengan tidak terlalu direktif dan mengatur jalannya permainan atau justru terlalu¶memberikan kemudahkan¶ pada anak sehingga kemampuannya dalam memecahkan masalah tidak terasah. Begitu akrabnya kegiatan bermain ini dengan keseharian kita. Saat ini. Namun. olah raga. .L. Ketika bermain dengan anak orangtua juga dapat menantang anak dengan memberikan hambatan atau masalah-masalah sederhana.Psi klinis Anak RS. Bermain adalah kegiatan yang sangat dekat dengan dunia anak. Kegiatan ini dapat dilakukan secara perorangan maupun berkelompok. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan.terlibat dalam permainan anak. contohnya dalam bermain peran. agar kemampuannya untuk memecahkan masalah meningkat secarabertahap. sehingga kita kerap menganggapnya sebagai kegiatan biasa saja. belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. olah raga. benarkah demikian? Bermain versus bekerja Bermain adalah kegiatan yang dilakukan semata-mata untuk menimbulkan kesenangan. Hal ini senada dengan pendapat Piaget yang menjelaskan bahwa bermain terdiri atas tanggapan yang diulang semata untuk kesenangan fungsional. bergantung pada keingingan serta kesepakatan yang dibuat oleh para peserta. ( oleh P. Tidak ada yang istimewa. sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. GENI M. yang memiliki tujuan tertentu dan tidak harus menimbulkan kesenangan. seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal. berpikir secara lebih fleksibel dan mampu meregulasi emosinya.PELNI telah disampaikan pada acara symposium 25April 2009 ) Arti Bermain Bagi Anak Saat ini. drama. Jenis permainan. Pengertian ini membedakan antara bermain dengan bekerja. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan. jumlah peserta serta lamanya waktu yang dialokasikan untuk bermain. drama.

Selain itu. yaitu: 1. Selain itu. Ia mampu mewujudkan keinginannya menjadi seorang dokter. Seorang anak. sering kali membuat anak merasa terkekang. salah seorang pakar perkembangan anak. Sumber belajar . Elizabeth B. Ketegangan ini berkurang ketika anak bermain. bukan menceramahi. 2. 3. namun sering kali bisa diwujudkan melalui kegiatan bermain. Dorongan berkomunikasi Seorang anak memiliki kesempatan berlatih berkomunikasi melalui sebuah permainan. termasuk pembatasan lingkungan atas perilaku mereka. Hurlock. Namun saya hanya akan menguraikan 9 di antaranya. maka kondisi ini akan terus membebani sang anak. gelisah dan mudah tersinggung. misalnya bermain permainan tradisional ³gobak sodor´ atau galah asin. Sebab kita sama-sama mengetahui bahwa terlalu mengekang anak. Aturan-aturan ketat yang mesti ditaati di rumah. bisa menjadi siapapun yang ia inginkan ketika bermain. Melalui bermain anak menyalurkan beban emosionalnya secara menyenangkan. tentara maupun seorang pemimpin pasukan perang. Ada begitu banyak keingingan dan kebutuhan anak yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain. anak pun perlu diberikan kesempatan cukup untuk beristirahat pada waktu yang telah disepakati bersama. Jika tidak ada komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. bermain juga berfungsi untuk menyalurkan energi yang berlebihan pada anak. Mereka belajar mengungkapkan ide-ide serta memberikan pemahaman pada teman-teman sepermainannya tentang aturan dan teknis permainan yang akan dilakukan. maka akan terjadi koordinasi gerakan otot. misalnya jadwal belajar anak. Perkembangan fisik Ketika seorang anak bermain. Sehingga otot-otot ini terlatih dan berkembang dengan baik. yang bila terus terpendam akan membuat anak tegang. yang secara tidak sadar menimbulkan ketegangan dalam dirinya. Mereka dapat berbagi cerita dengan teman-teman bermainnya untuk tujuan ini. seorang anak berhadapan dengan kenyataan-kenyataan yang tidak menyenangkan. mendengarkan keluhan-keluhan mereka. setidaknya ada 11 manfaat dari kegiatan bermain bagi anak. Penyaluran bagi energi emosional yang terpendam Sering kali.Bermain dan perkembangan anak Sesungguhnya bermain memberi manfaat yang besar bagi perkembangan anak. Dengan demikian permainan dapat berlangsung berdasarkan kesepakatan-kesepakatan yang dibuat para peserta. yang mustahil mereka wujudkan dalam kehidupan nyata. 4. terutama otot-otot tungkai dan otototot gerakan bola mata. 5. Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan. sama buruknya dengan memberikan kebebasan yang tanpa batas. menuliskan dalam buku Child Development. melalui penyampaian pesan yang efektif dan dimengerti antar peserta bermain. Para orang tua dapat memperbaiki kondisi ini dengan terus membangun komunikasi yang terbuka dengan anakanaknya.

Semakin beragam media permainan serta banyaknya variasi kegiatan. melainkan juga mengarahkan dan memberi fasilitas belajar (directing and facilitating the learning) agar proses belajar lebih memadai. yaitu kesenangan serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini. Belajar bersosialisasi. menyenangkannya sebuah kemenangan maupun kesedihan ketika mengalami kekalahan. 8. Tidak jarang timbul beberapa masalah ketika anak-anak bermain. Dalam suatu pembelajaran peran guru bukan semata-mata memberikan informasi. Hal ini dapat difasilitasi oleh para orang tua dengan cara memasukkan unsur pengetahuan populer dalam permainan anak. Ide-ide spontan yang dikemukakan oleh seorang anak. Melalui bermain. Hal ini memungkinkan terbangunnya konsep diri yang lebih jelas dan pasti. Ia akan berusaha meningkatkan kemampuannya. Mereka belajar untuk menghadapi dan memecahkan persoalan yang timbul dalam sebuah permainan secara bersama-sama. Hal ini menjadi faktor pendorong yang sehat dalam pengembangan diri seorang anak. Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini Pembelajaran untuk anak usia dini memegang peranan yang sangat penting bagi pembentukan kemampuan dan sikap belajar pada tahap yang lebih lanjut.Melalui bermain. seorang anak dapat mempelajari banyak hal. yang tidak selalu mereka peroleh di institusi pendidikan formal. Ketika anak-anak bermain. 6. 2003) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu . jika ternyata ia jauh tertinggal dibandingkan teman-teman sepermainannya. akan menimbulkan adanya rasa penghargaan dari lingkungan serta menjadi motivasi munculnya ide-ide kreatif lainnya. seorang anak dapat mengetahui kemampuan teman-teman sepermainannya. Kegiatan bermain menjadikan proses bersosialisai tersebut terbangun dengan cara yang wajar dan menyenangkan. Konsep pembelajaran menurut Corey (Sagala. Di sini mereka belajar untuk mengembangkan daya kreativitas dan imajinasinya. Permainan pun akan kembali terasa menyenagkan. Rangsangan bagi kreativitas. sportivitas. Perkembangan wawasan diri. Bermain sambil belajar akan memberikan dua manfaat sekaligus pada anak. dan jika kemudian diterima oleh teman sepermainannya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Mohammad Ali (2007) bahwa pembelajaran adalah upaya yang dilakukan guru dalam merekayasa lingkungan agar terjadi belajar pada individu siswa. mereka kerap merasakan adanya kejenuhan ataupun rasa bosan. Pada saat seperti inilah mereka biasanya mencoba melakukan sebuah variasi permainan. kemudian membandingkannya dengan kemampuan yang ia miliki. kian semakin bertambah pengetahuan dan pengalaman baru yang mereka terima. 7. Bersosialisasi dengan teman-teman sebaya merupakan hal penting yang perlu dilakukan oleh anak. Mereka belajar tentang arti bekerja sama.

peserta didik. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mencakup kegiatan belajar dan mengajar. materi.dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. membentuk. Fungsi-fungsi pembelajaran ini dilakukan oleh dan menjadi tanggung jawab pendidik yaitu guru. dan umpan balik evaluasi pembelajaran. Definisi tersebut menunjukan bahwa pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku dalam diri individunya. Pengertian pembelajaran di atas. Pembelajaran menurut Sudjana (2000) adalah upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. memelihara. Surya (2004) menyatakan bahwa. Oleh sebab itu maka pembelajaran yang direncanakan dan dilaksanakan dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain. dan belajar bagaimana bekerja sama dan hidup bersama (learning how to live together). meluruskan. pamong belajar. sehingga peserta didik dapat melakukan perubahan dalam dirinya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang merupakan bagian dari tujuan pendidikan. Sejalan dengan perkembangan anak usia dini. keluaran dan pengaruh kegiatan pembelajaran. Pembelajaran disusun sehingga menyenangkan. belajar bagaimana berfikir (learning how to think). melatih. pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 menyatakan bahwa. pelatih. menggembirakan. dan kegiatan pembelajaran yang mencakup metode dan media pembelajaran. Definisi pembelajaran tersebut mengandung berbagai fungsi seperti membantu. pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar . materi pembelajaran. dan demokratis agar menarik anak untuk terlibat dalam setiap kegiatan pembelajaran. . Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional. Suatu rencana pembelajaran dan pelaksanaannya perlu memperhatikan hal-hal yang terkait dengan belajar bagaimana belajar (learning to learn). pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. membimbing. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Sagala. maka pembelajaran perlu menekankan keempat aspek tersebut di atas. belajar bagaimana melakukan (learning how to do). sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. baik secara fisik maupun mental. menumbuhkan. 2003). mengandung makna yang menggambarkan interaksi dinamis antar unsur-unsur yang terlibat dalam pembelajaran yaitu pendidik. merawat. untuk membuat siswa belajar secara aktif. Anak tidak hanya duduk tenang mendengarkan ceramah gurunya. mendorong. evaluasi pembelajaran. tetapi mereka aktif berinteraksi dengan berbagai benda dan orang lain di lingkungannya. proses. Kegiatan pembelajaran dilakukan berdasarkan rencana yang terorganisir secara sistematis yang mencakup tujuan pembelajaran. Selanjutnya Sudjana menjelaskan bahwa pembelajaran adalah fungsi pendidik untuk membelajarkan peserta didik terhadap materi pelajaran untuk mencapai hasil belajar yang menimbulkan pengaruh belajar. menilai. dan mengembangkan.

bimbingan. Setiap permainan yang diberikan harus diberi muatan pendidikan sehingga anak dapat belajar. Pendidik dapat memberikan pengaruh. Bakat dan lingkungan keduanya penting dalam perkembangan anak dalam membentuk pribadinya. volunter. Aliran konvergensi ini merupakan perpaduan antara aliran nativisme dan empirisme. yaitu lebih banyak . Dengan mengetahui tiga aliran di atas. (2) Permisive. Menurut Santoso (2002) ada tiga aliran pokok dalam pendidikan yang dapat digunakan untuk mendidik anak yaitu: 1. arahan atau aktivitas kepada anak didik. Dengan demikian bakat atau pembawaan menentukan perkembangan anak. (2) variabel konteks (context variables) berupa peserta didik. Aliran ini dipelopori oleh John Locke (Inggris). 2003) proses pembelajaran atau pengajaran kelas (classroom teaching) berada pada empat variabel instruksi yaitu (1) varibel pertanda (presage variables) berupa pendidik. 2003). dan masyarakat. maka menurut Santoso ada tiga cara pendekatan yang dapat dilakukan oleh pendidik sesuai dengan situasi. . Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu kompetensi substansi materi pembelajaran dan kompetensi metodologi pembelajaran. tingkat kematangan dan etika. Empirisme. Tokoh aliran ini adalah William Stern (Amerika). aliran ini berpendapat bahwa proses pembentukan pribadi anak ditentukan oleh pengaruh lingkungan.Menurut Dunkin dan Biddle (Sagala. Ketiga pendekatan tersebut adalah (1) Otoriter. dan (4) variabel produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. pengalaman. Setiap kegiatan harus mencerminkan jiwa bermain. yaitu senang. tujuan. dan demokratis. lingkunganlah yang mempengaruhinya. artinya memilih suatu pendekatan harus disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. Oleh sebab peranan pendidik sangat besar maka aliran ini disebut juga optimisme. tetapi sifatnya lugas dan terencana. Pendekatan pembelajaran tentu tidak kaku harus menggunakan pendekatan tertentu. Untuk itu guru di Taman Kanak-kanak harus kreatif melihat potensi lingkungan dan mendesain kegiatan pembelajaran yang menyenangkan anak. Hal ini dikenal dengan nama teori tabularasa. sekolah. dan harus dilakukan oleh anak setelah diperintah oleh pendidik. yaitu cara mendidik yang bersifat keras. Konvergensi. Kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak didesain untuk memungkinkan anak belajar. merdeka. usia. Anak yang baru lahir ibarat kertas putih. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan peserta didik dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu (Sagala. aliran ini berpendirian bahwa terbentuknya kepribadian anak tergantung dari faktor bakat dan juga faktor lingkungan. Tokoh aliran ini adalah Schopenhauer. Nativisme. tegas. 3. 2. (3) variabel proses (process variables) berupa interaksi peserta didik dengan pendidik. aliran ini mengatakan bahwa proses pembentukan pribadi anak ditentukan oleh bakat yang dimiliki anak sejak lahir. Mengingat pendidikan tidak mempunyai peran maka aliran ini disebut juga pesimisme sebab pendidik merasa pesimis tidak dapat mempengaruhi anak didik karena faktor yang penting adalah faktor bakat.

dan memanfaatkan benda-benda di sekitarnya. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi (penjajakan). menemukan. dimulai dari membangun kesadaran. dan menemukan hal-hal baru. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar. metode. dan memperoleh bekal keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya. b. Model pembelajaran terpadu yang beranjak dari tema yang menarik anak (center of interest) dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak. Lingkungan harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan. Mengembangkan keterampilan hidup melalui pembiasaanpembiasaan agar mampu menolong diri sendiri (mandiri). Media dan sumber belajar dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan. Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak untuk mendapatkan layanan pendidikan. h. 4) Minat anak dan keingintahuannya memotivasi belajarnya. Kreatif dan inovatif.memberikan kebebasan pada anak untuk bertindak. (3) Demokratis. d. f. Proses kreatif dan inovatif dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan menarik. Berorientasi pada kebutuhan anak. mampu bersosialisasi. Mengembangkan keterampilan hidup. disiplin. Pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak. memotivasi anak untuk berpikir kritis. 3) Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan teman sebayanya. membangkitkan rasa ingin tahu anak. 2) Siklus belajar anak selalu berulang. melakukan penjelajahan (eksplorasi). kesehatan dan gizi yang dilaksanakan secara integratif dan holistik. dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan anak usia dini. c. Sebagaimana kita ketahui bahwa pembelajaran bagi anak usia dini berbeda dengan pembelajaran lainnya sehingga pendekatan yang digunakan dalam mendidik mereka pun disesuaikan dengan kondisi perkembangan anak. dengan menggunakan strategi. 5) Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individual. berbuat dan berkreasi. dan media yang menarik agar mudah diikuti oleh anak. tetapi dengan penuh bimbingan pendidik. Adapun pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran bagi anak usia dini menurut Direktorat PADU (2002: 5) adalah sebagai berikut: a. Belajar melalui bermain. materi/bahan. g. yaitu memberikan kesempatan pada anak untuk menampilkan kreativitasnya. Ciri-ciri pembelajaran ini adalah: 1) Anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tenteram secara psikologis. e. Lingkungan yang kondusif. . Menggunakan pembelajaran terpadu. memperoleh penemuan untuk selanjutnya anak dapat menggunakannya.

kemampuan yang dikembangkan antara lain bahasa (mengenal kosa kata tentang jenis sayuran dan peralatan makan). Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak akan memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan kebiasaan berperilaku positif yangendukung pengembangan berbagai potensi dan kemampuan anak. (4) mendorong anak untuk berani mengambil resiko dan belajar dari kesalahan. Ketiga. Pada saat anak melakukan suatu kegiatan. motorik halus (memegang sendok dan menyuap makanan ke mulut). dari gerakan ke verbal. guru perlu menyiapkan suatu metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak. dan (6) bersifat fleksibel. Stimulasi terpadu. penerapan bermain sebagai sarana belajar di TK merupakan hal yang perlu diprioritaskan. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran adalah suatu cara atau prosedur yang ditempuh pendidik dalam mengelola pembelajaran yang efektif dan efesien. Keenam. Anak diberi kesempatan yang luas untuk berbuat aktif baik secara fisik maupun mental. Contoh: ketika anak melakukan kegiatan makan. adanya variasi individual anak menuntut guru merancang dan menyediakan sejumlah alternatif kegiatan guna memberi kesempatan pada anak untuk memilih kegiatan yang diminati. anak dapat mengembangkan beberapa aspek pengembangan sekaligus. Metode pembelajaran berhubungan dengan teknik-teknik yang digunakan dalam menyajikan pembelajaran. Lebih lanjut Solehuddin (2000) mengemukakan beberapa prinsip dasar pembelajaran bagi anak usia prasekolah yang perlu diterapkan oleh para guru yaitu: (1) anak secara aktif terlibat dalam melakukan sesuatu atau bermain dalam suatu situasi yang menyenangkan. Kelima. dan moral (berdoa sebelum dan sesudah makan). terutama melalui projek atau pusat-pusat belajar. Sesuai dengan tuntutan dunia karakteristik anak yang berbeda dengan orang dewasa. Kedua. Menurut Solehuddin (2000) pemahaman dan penguasaan metode pembelajaran anak merupakan hal yang mutlak diperlukan oleh guru prasekolah: Pertama. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. 2. metode pembelajaran bagi anak usia prasekolah adalah yang berpusat pada anak. (3) mendorong terjadinya komunikasi serta belajar secara bersama dan individual. i. (5) memperhatikan variasi perkembangan anak.6) Anak belajar dengan cara dari sederhana ke rumit. dan dari keakuan ke rasa sosial. daya pikir (membandingkan makan sedikit dengan banyak). cara pembelajaran anak usia prasekolah hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berinteraksi baik dengan guru maupun dengan teman-teman sebayanya. sosial-emosional (duduk rapi dan menolong diri sendiri). sesuai dengan karakteristik anak yang lazimnya aktif dan punya kemampuan untuk berkreasi. cara pembelajaran bersifat fleksibel dan tidak terstruktur. dari konkrit ke abstrak. anak pada dasarnya belajar dalam situasi yang holistik. diantaranya seperti yang dikemukakan oleh Moeslichatoen (2004) yaitu: metode bermain. metode . maka cara pembelajaran terpadu dipandang cocok untuk diterapkan bagi anak prasekaloh. (2) kegiatan pembelajaran dibangun berdasarkan pengalaman dan minat anak. Keempat.

Bermain peran merupakan kegiatan menirukan perbuatan orang lain di sekitarnya. dan peran-peran tertentu sekitar anak. kebun. Kegiatan tersebut dilakukan di luar ruangan terutama untuk melihat. Bernyanyi juga dapat menumbuhkan rasa estetika. metode demonstrasi. Bermain peran Bermain peran adalah permainan yang dilakukan untuk memerankan tokoh-tokoh. . merasakan. Cerita sebaiknya diberikan secara menarik dan membuka kesempatan bagi anak untuk bertanya dan memberikan tanggapan setelah cerita selesai. d. Peragaan/demonstrasi ini sesuai untuk melatih keterampilan dan cara-cara yang memerlukan contoh yang benar. benda-benda. f. metode proyek. Bernyanyi Bernyanyi adalah kegiatan dalam melagukan pesan-pesan yang mengandung unsur pendidikan. kemampuan dan kebutuhan anak. e. mendengar. Berdarmawisata Darmawisata adalah kunjungan secara langsung ke obyek-obyek yang sesuai dengan bahan kegiatan yang sedang dibahas di lingkungan kehidupan anak. Melalui cerita daya imajinasi anak dapat ditingkatkan. dan metode pemberian tugas. Cerita tersebut akan lebih bermanfaat jika dilaksanakan sesuai dengan minat. metode bercerita. Dengan bernyanyi anak dapat terbawa kepada situasi emosional seperti sedih dan gembira. Tugas dapat diberikan secara berkelompok ataupun individual. Bercerita dapat disertai gambar maupun dalam bentuk lainnya seperti panggung boneka.karyawisata. Dengan bermain peran. sawah. b. metode bercakap-cakap. menurut Direktorat PADU tahun 2001 Pembelajaran pada anak usia dini dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya: a. c. dan lainnya. pantai. Pemberian Tugas Pemberian tugas merupakan metode yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang telah dipersiapkan sehingga anak dapat mengalami secara nyata dan melaksanakan tugas secara tuntas. kebiasaan dan kesukaan anak untuk meniru akan tersalurkan serta dapat mengembangkan daya khayal (imajinasi) dan penghayatan terhadap bahan kegiatan yang dilaksanakan. mengalami langsung berbagai keadaan atau peristiwa di lingkungannya. Selain itu. Bercerita Bercerita adalah menceritakan atau membacakan cerita yang mengandung nilai-nilai pendidikan. kemudian ditirukan anak-anak. Peragaan/Demonstrasi Peragaan/demonstrasi adalah kegiatan dimana tenaga pendidik/guru memberikan contoh terlebih dahulu. Hal ini dapat diwujudkan antara lain melalui darmawisata ke pasar.

Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. pengembangan motorik. pengembangan nilai. atau antara anak dengan guru. membaca. memikirkan kembali. Metode Proyek/Pengamatan Metode proyek adalah metode yang memberikan kesempatan pada anak untuk menggunakan alam sekitar dan atau kegiatan sehari-hari anak sebagai bahan pembahasan melalui berbagai kegiatan. Kecerdasan linguistik (linguistic intelligence) yang dapat berkembang bila dirangsang melalui berbicara. berdiskusi. dan menemukan hubungan-hubungan baru. Dalam pengembangan kreativitas anak. melukis. menonton film maupun bermain dengan daya khayal (imajinasi) . j. Karakteristik tujuan adalah pengembangan kreativitas. dan bercerita b. dan lain sebagainya. budi pekerti. Latihan Latihan adalah kegiatan melatih anak untuk menguasai khususnya kemampuan psikomotorik yang menuntut koordinasi antara otot-otot dengan mata dan otak. hidup bermasyarakat. seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. 2002: 11) sebagai berikut: a. yang umumnya berhubungan dengan pengembangan kepribadian anak seperti emosi. Metode Bercakap-cakap Suatu cara bercakap-cakap dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan anak. Latihan diberikan sesuai dengan langkah-langkah secara berurutan. Metode Pembiasaan Merupakan kegiatan yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan untuk melatih anak agar memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu. penyesuaian diri. Kecerdasan visual-spasial (visual-spatial intelligence) yaitu kemampuan ruang yang dapat dirangsang melalui bermain balok-balok dan bentuk-bentuk geometri melengkapi puzzle. kemandirian. membangun kembali. i. mendengarkan. dalam penggunaan metode pembelajaran pada pendidikan anak usia dini hendaknya memperhatikan sembilan kemampuan belajar anak yang tertuang dalam Acuan Menu Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini (Depdiknas. metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. Kecerdasan logika-matematik (logico-mathematical-intelligence) yang dapat dirangsang melalui kegiatan menghitung. menganalisis data dan bermain dengan benda-benda.g. atau pengembangan sikap dan nilai. membedakan bentuk. membuat pertanyaan yang membantu memecahkan. menulis. Selain itu. Dalam memilih dan menggunakan metode di Taman Kanak-kanak guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut. pengembangan bahasa. pengembangan emosi. disiplin. c. h. menggambar.

memelihara binatang. Kecerdasan kinestetik (bodiliy/kinesthetic intelligence) yang dapat dirangsang melalui gerakan tarian. olahraga. bulan matahari. Dapat dirangsang melalui penanaman nilai-nilai moral dan agama. mengenal diri sendiri. Dapat dirangsang melalui pengamatan lingkungan. e. f. bermain peran.d. g. berbagai bunyi dan bertepuk tangan. angin. percaya diri. panas dingin. Kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence) yaitu kemampuan untuk melakukan hubungan antar manusia (berkawan) yang dapat dirangsang melalui bermain teman. birama. h. Kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence) yaitu kemampuan memahami diri sendiri yang dapat dirangsang melalui pengembangan konsep diri. termasuk mengamati fenomena alam seperti hujan. banjir. Kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) yaitu kemampuan mengenal dan mencintai ciptaan Tuhan. bekerjasama. nada. bercocok tanam. pelangi. . siang malam. dan memecahkan masalah serta menyelesaikan konflik. termasuk control diri dan disiplin i. Kecerdasan musikal (musical/rhythmic intelligence) yang dapat dirangsang melalui irama. dan terutama gerakan tubuh. harga diri. Kecerdasan naturalis (naturalist intelligence) yaitu mencintai keindahan alam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful