MOTIVASI

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.[1] Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.[2] Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat. Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi.[2] Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.[2]

Tips Memberi Pujian

Pujian adalah motivator eksternal. Tujuan mendisiplin adalah membangkitkan motivasi internal. Karenanya, memberi pujian tidak semudah membuka mulut. Cara memuji yang tepat, agar buah hati Anda membangun motivasi internal: 1. Puji perilaku anak, bukan si anak. Pujian seperti ³anak baik´, akan disalah artikan oleh anak. Bagi anak, pujian ³anak baik´ terasa berat, karena bila ia tidak berperilaku baik, ia anak jelek. Pujilah secara spesifik, ³Hari ini kamu bangun tidur tidak nangis. Bagus itu.´ Pujian ini membuat anak akan mengulangi perilakunya. Besok kalau bangun tidur tidak usah menangis, apalagi berteriak-teriak memanggil bunda. Pujian ini mengirim pesan pada anak, ia diperhatikan. 2. Gunakan pujian untuk perilaku yang ingin Anda ubah. Misalnya berhenti merengek. Ketika anak bisa tidak merengek, beri dia pujian; ³Kamu tidak merengek. Bagus. Kamu sekarang punya mulut yang bagus untuk ngomong dengan baik.´ 3. Puji anak dengan tulus. Pujian kehilangan kekuatannya bila Anda bertepuk tangan untuk perilaku yang biasa. Misalnya, anak bisa makan sendiri di usia 3 tahun adalah wajar. Anda tak harus bertepuk tangan karena itu. Bila anak bertanggung jawab atas perbuatannya, misalnya menyapu ceceran gula yang ditumpahkannya, Anda boleh memujinya dengan tulus; ³Bagus, kamu bertanggung jawab pada perbuatanmu.´ Atau, di usia 3 tahun anak Anda berhasil makan tanpa berantakan, Anda boleh memujinya; ³Kamu pintar, makan tidak berantakan.´ 4. Gunakan standar yang nyata, misalnya ³Kamu akan lebih bagus pakai pita kuning itu daripada yang ungu karena bajumu ada warna kuningnya.´ Bukannya, ³Pita kuning akan membuatmu lebih cantik. Kalau pakai pita ungu itu kamu jadi nggak cantik.´ Dijamin, anak selamanya akan menghindari warna ungu karena merasa tidak cantik dengan warna itu. 5. Puji anak untuk sesuatu yang harus dia lakukan, bukan sesuatu yang dia suka lakukan. Misalnya, memberesi mainan sudah seharusnya dia lakukan. Bila anak mau melakukannya, beri pujian; ³Bagus, kamu bertanggung jawab pada mainanmu.´ 6. Pakailah seni memuji. Biasakan anak untuk merasa nyaman memuji orang lain dan dipuji. Misalnya, ³Ih, kamu ganteng lho.´ Atau, ³Cantiknya kamu pakai baju princess itu.´ Anak-anak dengan harga diri yang lemah sulit menerima pujian dan memuji orang lain. Bahasa tubuh dan kontak mata saat Anda mengucapkan pujian ini memperkuat ucapan Anda. Pastikan Anda tulus mengucapkannya. Bila Anda mendengar anak-anak saling memuji, pujilah diri Anda sendiri karena berhasil memberi contoh. 7. Hindari memberi pujian dengan maksud tersembunyi. Misalnya, Anda membelikan baju untuk si kecil tanpa persetujuannya dan dia tak suka memakainya. Hindari memuji dengan harapan ia mau memakai baju pilihan Anda. ³Kamu pasti cantik dengan baju ini.´ Pujian Anda akan terdengar tidak tulus. 8. Pujian untuk membentuk perilaku yang baik, tidak untuk membandingkan dengan anak lain. ³Kamu pintar lho, lebih pintar dari si X di umur kamu sekarang.´ Pujian ini mendorong anak untuk bersaing secara tidak sehat. Kalau pujian dimaksudkan untuk membandingkan, bandingkan anak dengan dirinya sendiri. ³Sekarang banyak yang sudah kamu bisa. Apa-apa bisa sendiri. Semakin besar, kamu akan tambah lagi kepintaranmu.´ Pujian yang salah 1. Bila Anda memuji anak karena kemampuannya:
y

Anak akan fokus pada yang 'tampak bagus', bukan pada proses belajarnya.

y

y

Anak yang dipuji karena kemampuannya cenderung menghindari tantangan. Ia akan memilih hal-hal yang mudah dilakukan karena hasilnya akan segera tampak dan mendapat pujian. ‡Anak yang dipuji karena kemampuannya akan melihat kegagalan sebagai kebodohan. Anak yang dipuji karena usahanya akan termotivasi mencoba sesuatu yang baru dan menantang.

2. Bila Anda memuji anak karena kecerdasannya:
y

Anak melihat kegagalannya sama dengan kecerdasan yang rendah.

3. Pujian yang berlebihan:
y y y y y y

Sama dengan kritik pedas yang belebihan, menghasilkan kepribadian narsistis. Memberi pesan pada anak bahwa ketaatan dan perilaku baik adalah pilihan, boleh dilakukan boleh tidak. Menumbuhkan rasa overconfident, merasa bisa melakukan apa saja. Tidak realistis menilai diri sendiri. Sombong, merasa diri paling hebat. Kecanduan pujian, mengharapkan pujian setiap saat. Anak gelisah saat Anda tidak memuji karena anak tidak memperoleh sesuatu yang bisa membuatnya merasa nyaman.

4. Diberikan pada perilaku yang salah, memotivasi anak untuk berperilaku salah. 5. Untuk membandingkan dengan anak lain. ³Pintar. Kamu lebih pintar dari si X lho.´
PENGERTIAN MOTIVASI Motif berasal dari bahasa Latin movere yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya to move . Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif juga membantu kita membuat prediksi tentang perilaku. Jika kita menyimpulkan motif dari contoh perilaku seseorang, dan jika kesimpulan kita itu benar, kita ada dalam posisi yang baik untuk membuat prediksi tentang apa yang akan dilakukan orang di masa yang akan datang. Seseorang yang memiliki dorongan yang kuat untuk menyakiti orang lain, akan menunjukan kekejaman dalam banyak situasi yang berbeda, seseorang yang cenderung memiliki motif berteman akan mencari teman itu dalam banyak situasi. Jadi, ketika motif tidak memberitahu kita apa yang sebenarnya terjadi, mereka memberi kita suatu gagasan/ ide tentang serangkaian halhal yang ingin dilakukan seseorang. Seseorang dengan suatu kebutuhan untuk berprestasi akan bekerja keras di sekolah, di bisnis, dalam permainan, dan dalam banyak situasi. Motif adalah keadaan umum yang membuat kita dapat memprediksi perilaku dalam banyak situasi yang berbeda. Motif tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan factor- factor lain, baik factor eksternal (contohnya seperti, mahasiswa yang rajin belajar agar dapat cepat lulus dengan IPK yang baik), maupun factor internal (contohnya seperti, rasa lapar ingin makan, rasa haus ingin minum). Hal tersebut menunjukan bahwa perilaku itu didorong dan diarahkan ke tujuan. Biasanya individu yang menunjukan perilaku yang ingin mencapai suatu tujuan tersebut biasanya cenderung untuk menetap. Suatu istilah yang menunjuk ke kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan perilaku yang tetap ke arah tujuan tertentu disebut motivasi . Menurut Walgito, motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong

perilaku ke arah tujuan. Menurut walgito motivasi mengandung 3 (tiga) aspek, yaitu : a. Keadaan yang mendorong dan kesiapan bergerak dalam diri individu yang timbul karena kebutuhan jasmani, keadaan lingkungan, dan keadaan mental. b. Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan tersebut. c. Sasaran dan tujuan yang dikejar oleh perilaku tersebut. Sedangkan menurut Plotnik, motivasi mengacu pada berbagai factor fisiologi dan psikologi yang menyebabkan seseorang melakukan aktivitas dengan cara yang spesifik pada waktu tertentu. Seseorang yang termotivasi menunjukan 3 (tiga) cirri sebagai berikut : a. Anda terdorong berbuat atau melaksanakan sesuatu kegiatan. b. Anda langsung mengarahkan energy anda untuk mencapai suatu tujuan tertentu. c. Anda mempunyai intensitas perasaan- perasaan yang berbeda tentang pencapaian tujuan itu. B. TEORI TENTANG MOTIVASI Teori motivasi berupaya untuk memberi serangkaian prinsip- prinsip untuk memberikan petunjuk pemahaman kita tentang dorongan, keinginan, kebutuhan, usaha, dan tujuan yang datang dari motivasi. a. Teori Drive Teori drive bisa diuraikan sebagai teori- teori dorongan tentang motivasi , perilaku didorong ke arah tujuan oleh keadaan- keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang. Secara umum teori drive mengatakan hal berikut, ketika suatu kedaaan dorongan internal muncul, individu didorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan mengarah ke tujuan yang mengurangi intensitas keadaan yang mendorong, pada manusia dapat mencapai tujuan yang memadai yang mengurangi keadaan dorongan apabila dapat menyenangkan atau memuaskan. b. Teori- teori Insentif Teori Insentif justru merupakan teori kebalikan dari teori drive, teori insentif adalah teori- teori dorongan tentang motivasi, karena cirri- cirri tertentu yang dimiliki, objek tujuan mendorong perilaku ke arah tujuan tersebut. Objek- objek tujuan yang memotivasi perilaku dikenal sebagai insentif. Satu bagian penting dari banyak teori insentif adalah bahwa individu- individu mengharapkan kesenangan dari pencapaian dari apa yang mereka sebut insentif positive dan dari penginderaan dari apa yang disebut insentif negative. Ide dasar dibelakang teori insentif motivation adalah bahwa cirri stimulus dari tujuan kadang dapat memicu suatu perilaku motivasi. c. Teori Oponen Proses Dasar dari teori ini adalah pengamatan bahwa banyak keadaan emosi- emosi diikuti oleh keadaan yang bertentangan atau berlawanan. Teori ini memberikan suatu cara berfikir tentang dasar dari beberapa motif yang dipelajari. Seperti contoh, pecandu heroin memerlukan suatu kebutuhan obat untuk tetap mempertahankan keadaan yang tidak menyenangkan bila berhenti. Dapat disimpulkan bahwa beberapa orang memerlukan suatu kebutuhan untuk sensasi supaya mendapat pengalaman setelah bahaya lewat. d. Teori Tingkat optimal Teori ini mungkin dapat disebut just right theory (teori yang baik- baik saja). Individu dimotivasi untuk berperilaku dalam suatu cara untuk mencapai tingkat dorongan (arousal) yang optimal. Maksudnya, jika dorongan itu terlalu rendah, seseorang akan mencari situasi atau stimulus yang menaikan dorongan itu, namun jika dorongan itu terlalu tinggi perilaku akan diarahkan ke arah penurunan dorongan sehingga akan mendapat hasil tingkat yang optimal.

tetapi tidak dapat diketahui atau disimpulkan (inferenced) dari perilaku. dapat dimengerti bahwa lapar adalah motif proses primer yang diperlukan untuk hidup. PREDIKTOR a. Sumber motivasi lapar adalah kontrak otot perut yang menjadi signal untuk perasaan lapar dan juga hypothalamus yaitu merupakan bagian dari otak yang secara kritis terlibat dalam motivasi lapar dan dalam sejumlah motif biologis lain. Haus dimunculkan dan kita akan minum untuk membasahi sel. yang merupakan konsep utama dalam teori psikoanalisis. Motif seseorang dapat diketahui dari apa yang dikatakan dan apa yang dilakukannya. oranglain dapat menyimpulkan tentang motivasi kita walaupun kita sendiri tidak menyadarinya. tubuh kehilangan air. Karenanya para psikolog kepribadian dan klinis memberi tekanan begitu besar pada motivasi.sel dan mengembalikan volume darah ke tingkat normal. Motif sebagai Inferensi Motif tidak dapat diamati secara langsung. D. Apabila seseorang dapat menyimpulkan dengan benar motif seseorang maka ia dapat memprediksikan perilakunya di masa yang akan datang. yang mengatur penghilangan air melalui ginjal. Tubuh memiliki seperangkat proses hemeostatis internal yang kompleks untuk mengatur tingkat cairan dan perilaku minum. dan volume darah telah menurun. Perilaku tersebut dapat didorong oleh motivasi yang tidak disadari (unconscious motivation). Cellular dehydration dan hypovolemia menyumbang pada haus dan minum disebut double.tanda dab bau makanan yang lezat dapat mengarahkan meskipun keadaan kebutuhan internal tidak ada.factor internal saja. Motivasi Biologis Motivasi biologis secara luas adalah berakar dari fisiologis dari tubuh. Tingkat air dalam tubuh dipelihara oleh kejadian fisiologis dalam beberapa hormone yaitu hormone antidiuretic (ADH).C. osmoreseptor (bagian dalam/depan dari hypothalamus yang menghasilkan impulsimpuls syaraf ketika mengalami dehidrasi). Keadaan motif biologis ditimbulkan oleh hilangnya keseimbangan dan perilaku yang di motivasi didorong oleh hemeostatis yang tidak seimbang membantu memulihkan kondisi seimbang.factor stimulus memainkan peran yang sangat besar dalam memprakarsai minum.JENIS MOTIVASI a. MOTIF SEBAGAI INFERENSI. c. Motif sebagai Eksplanasi Motif juga bisa berfungsi sebagai alat untuk melakukan penjelasan (explanation) mengenai perilaku. JENIS. Motif sebagai Prediktor Motif juga berfungsi untuk membantu melakukan prediksi tentang perilaku.depletion hypothesis. Motivasi Seksual Motivasi seksual adalah social karena motivasi ini melibatkan oranglain. tanda. Kita tidak harus sadar akan motivasi kita. Motivasi lapar dan makan diaktifkan bukan hanya oleh factor. b. Bagaimana kedua mekanisme itu bekerja yang akan menghasilkan keringat. Seks dalam psikologi . Orang yang mengenal motivasi dapat menjelaskan mengapa anda berperilaku dengan cara tertentu. Motivasi Lapar proses biologis yang menopang hidup memperoleh energy mereka dan substansi kimia dari makanan. Motivasi Haus Factor. Jadi. EKSPLANASI. Kebanyakan penjelasan yang kita berikan setiap hari berkaitan dengan motivasi.

zat tertentu dalam tubuh. Motif adalah ³keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk beraktivitas gun amencapai suatu tujuan yang diharapkan ³(Suryabrata. cara berpakaian dan wewangian orang lain. Kata kerjanya adalah to motive yang berarti mendorong. 2011 >Motivasi berasal dari bahasa Inggeris yaitu motivasion artinya dorongan. yang pertama bahwa seks bukan diperlukan untuk mempertahankan hidup individu. Kedua. 1984: 33). Disebut social karena dipelajari dalam kelompok dan biasanya melibatkan orang lain. dan dengan demikian akan terlihat kemampuan berprestasinya. suara. perilaku seksual tidak ditimbulkan oleh kurangnya zat. Menurt Mc Clelland terdapat 3 (tiga) jenis motif social. dan berusaha mempertahankan hubungan yang telah dibina dengan orang lain tersebut. Dengan kata lain kebanyakan perilaku seksual dihidupkan oleh stimulus yang bertindak sebagai intensif atau penguat. motivasi seksual mungkin lebih dipengaruhi oleh informasi pancaindera dari lingkungan. Orang yang mempunyai kebutuhan ini akan meningatkan kinerjanya.dipercayai sebagai bagian yang penting dari kehidupan emosi kita. Sebaliknya orang yang kebutuhan afisiasinya rendah segan untuk mencari teman. Seks mempunyai ciri yang terangkai sebagai bagian dari dorongan biologis. pengalasan dan motivasi. Dengan demikian dpat dikatakan bahwa untuk memprediksikan kinerja seseorang perlu diketahui dulu n-achievementnya. Orang yang mempunyai power needs tinggi suka melakukan control. Jadi seseorang yang melakukan aktivitas seperti halnya aktivitas . dan tidak cenderung membina dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. setidaknya pada binatang tingkat tinggi. Kebutuhan Berfaliasi Afiliasi menunjukan bahwa seseorang mempunyai kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain. gaya. Orang yang kuat kebutuhan afiliasinya akan selalu mencari teman. yaitu : Kebutuhan Berprestasi Kebutuhan ini merupakan motif social yang dipelajari secara mendetail. mengendalikan atau memerintah orang lain. kecuali bahwa seks diperlukan untuk kelangsungan hidup spesies itu. Penelitian menunjukan bahwa orang yang mempunyai n-achievement tinggi. sebab dan daya penggerak. b. Motif Sosial Motif social adalah keadaan motif yang kompleks. Ketiga. wajah. akan mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang n-achievment nya rendah. Kebutuhan Akan Kekuasaan Kebutuhan ini timbul dan berkembang dalam interaksi social. seks dapat menimbulkan kenikmatan intens. yang merupakan sumber dari banyak tindakan manusia. Manusia yang secara hormonal siap digetarkan secara seksual oleh perkataan oranglain. atau kebutuhan yang kompleks. Pengertian Motivasi Oleh : Deni Arisandi Pada: March 16th. Motivasi merupakan salah satu faktor psikologis yang sangat mempengaruhi dalam melakukan suatu aktivitas. Hal serupa cmengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu untuk tujuan teetentu pula. tetapi juga dapat memberi kita penderitaan yang dalam dan menyebabkan kita terlibat dalam berbagai keputusan sulit.

. motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi ekstrinsik. Tulisan yg berhubungan dg Pengertian Motivasi y Fungsi Motivasi Pentingnya motivasi bagi seseorang dalam melakukan sesuatu tidak dapat dipungkiri lagi.. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga memiliki kemauan yang tinggi serta energi yang banyak untuk belajar. Motivasi belajar memegang peranan yang penting dalam memberikan gairah. masyarakat dan pemerintah. sehingga tujuan dan harapan dapat terkabulkan. Hal seperti di atas dapat ditanamkan pada diri anak . tidak cepat berputus asa jika menghadapi suatu masalah dan bekerja. merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan proses belajar. karena dengan adanya motivasi maka seseorang akan lebih bersemangat. sehingga motif berbeda dengan motivasi. ingin identitas dirinya diketahui orang lain. Ada beberapa ciri anak yang memilki motivasi belajar tinggi hal ini dapat diketahui melalui proses belajar di kelas. kebiasan dan moralnya selalu dalam kontrol dan selalu mengingat dan mengulang pelajarannya. y Peranan Keluarga dalam perkembangan anak Pendidikan anak perlu mendapat perhatian dari keluarga. Pendidikan anak diawali dari pendidikan keluarga yang merupakan lembaga . sedang motivasi . y Pengertian Motif Motif adalah 1)kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force) sehingga motif sama dengan motivasi. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar diri.. Anak yang memilki motifasi yang tinggi dalam belajar sedikit yang tertinggal belajarnya dan sedikit pulamelakukan kesalahan dalam belajarnya.belajar supaya behasil dengan tujuan yang ingin dicapainya perlu memperhatikan dan selalu mengembangkan motivasi dalam dirinya.. Menurut Prayitno (1989: 10) ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi. Secara garis besar.. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brown (Tirtahardja. y Pengembangan Motivasi Dalam proses belajar perlu diperhatikan apa yang dapat mendorong anak agar dapat belajar dengan baik dan memiliki motivasi berpikir. memusatkan perhatian. yaitu ³faktor instrinsik dan ekstrinsik´. terutama digunakan untuk menyebut motif-motif dasar. Motif adalah dorongan. berusaha memperoleh hasil yang maksimal.. 1981: 31) sebagai berikut : tertarik pada guru artinya tidak membenci atau acuh. sedangkan motivasi intrinsik ialah motivasi yang berasl dari dalam diri tampa adanya ransangan dari luar. 2) satu dorongan (drive). Sebaliknya seseorang yang melakukan . tertarik pada mata pelajaran mempunyai antusias tinggi. selalu bergabung dengan kelompok belajar di kelas.

hal ini diperrtegas oleh Sutjipto Wirodjojo (Slamet. anda bolehlah menggalakkan anak-anak anda menggunakan lukisan. Apakah kepekaan mereka yang paling utama? Adakah mereka sukakan gambar-gambar atau membaca? Jika demikian. y Ini bermakna. dan personalitinya. kebanyakan kanak-kanak boleh mula menaakul dan menguji idea-ideanya mengenai dunia. kanak-kanak yang lebih kecil bersedia untuk belajar konsep nombor. Daripada umur 2 sehingga 7 tahun kanak-kanak akan mula membina kebolehan untuk mencari sebab dan berfikir... besar . bagi kanak-kanak kecil kita perlu untuk 'personalise' dan memberikan contoh-contoh yang mempunyai kaitan dengan diri mereka sementara kanakkanak yang lebih berumur memerlukan bantuan dalam membangunkan kepekaan diri terhadap dunia di sekeliling mereka. 1995: 61) yang menyatakan bahwa : Keluarga adalah merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Ini juga bermakna bahawa kanak-kanak mesti berada pada tahap yang betul sebelum mereka bersedia mempelajari sesuatu. Sebahagian kanak-kanak suka mendengar kepada penerangan dan membaca dengan kuat. Pendahuluan Anak anda adalah salah seorang daripada berjuta kanak-kanak di dunia yang memiliki sifat unik yang membezakannya dengan kanak-kanak yang lain. gaya pembelajaran. Pelajar jenis apakah anak-anak anda? y Adalah penting untuk anda mengambil tahu dan memahami bagaimana anakanak anda dapat belajar dengan cara yang lebih baik atau dengan cara yang ia paling suka. Sebagai lembaga pendidikan yang utama dan pertama maka keluarga merupakan peletak dasar atau pundamen bagi . namun ia masih bepusat kepada dirinya sendiri (self-centred).. peta dan gambarajah sebagai sebahagian daripada bahan pembelajaran mereka..pendidikan yang utama dan pertama. gambar. Kanak-kanak Melalui Peringkat Pembelajaran yang Berbeza y y Seorang bayi belajar mengenal dunia dengan memberikan reaksi terhadap input yang dirasai melalui derianya. Ia diharap dapat membantu anda memilih aktiviti dan kaedah yang paling sesuai untuk pembelajaran anak-anak anda. Misalnya. Sehingga mencapai umur 12 tahun. kanak-kanak biasanya akan menjadi kurang selfcentred dan boleh melihat di luar daripada dirinya. Selepas berumur 7 tahun. Anda boleh menggunakan pembacaan cerita untuk menggalakkan y . warna dan bentuk tetapi tidak bersedia untuk belajar perkaraperkara abstrak seperti tatabahasa dan sebagainya. y Cara memotivasi anak untuk belajar di lingkungan keluarga Cara orang tua dalam mendidik anaknya sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar anaknya. Keluarga yang sehat. Artikel ini akan menerangkan tentang beberapa gaya pembelajaran kanak-kanak untuk anda baca dan kemudian membuat penilaian terhadap anak anda. Cara terbaik pembelajaran seseorang kanak-kanak itu bergantung kepada banyak faktor: umur.

Salah satu cara yang anda boleh lakukan ialah dengan membacakan cerita dalam bahasa Inggeris ketika ia hendak tidur. jika anak anda meminati bolasepak. . Sebagai contoh. ia lebih perlukan privasi. Jadi. dia biasanya akan gemar untuk membaca cerita mengenai bolasepak walaupun tahap bahan cerita itu sukar sedikit. 'crosswords' dan carian perkataan sesuai digunakan untuk menggalakkan mereka belajar. y y Terdapat sebahagian kanak-kanak lebih pendiam dan lebih reflektif.y y y pembelajaran bagi kanak-kanak jenis ini. dapatkanlah buku tentang bolasepak dalam bahasa Inggeris. Jika anak anda jenis yang mudah mesra. pembacaan cerita atau mungkin dengan kaedah menari bersama mereka! Jika anak anda seorang yang pendiam. Adakah anak-anak anda suka untuk menyentuh benda dan bergerak bebas? Ada sebahagian kanak-kanak yang kelihatan sangat bertenaga dan lincah. Anda boleh menggunakan permainan (game) untuk menggalakkan mereka bergerak. 'reading and writing puzzles'. oleh Apakah jenis interaksi yang disukai anak anda? y Terdapat sebahagian kanak-kanak mudah mesra. mampu bersosial dengan baik dan boleh belajar sesuatu bahasa dengan cepat kerana mereka hendak berkomunikasi. meletakkan benda-benda mengikut sususan atau kategori dan juga permainan komputer (computer games) menyediakan peluang pembelajaran yang ideal. Galakkan anak anda untuk menuruti kehendak dan minatnya sendiri. Kanak-kanak jenis ini tidak takut untuk membuat kesilapan. penyelesaian masalah (problem-solving). mempunyai kosakata yang baik dan boleh membaca dengan baik. Untuk kanak-kanak seperti ini. Kebanyakan kanak-kanak memang seronok belajar melalui nyanyian dan lagu. Sementara bagi anak yang jenis pendiam. Mereka belajar dengan cara mendengar dan memerhati apa yang berlaku. permainan seperti 'word games'. Dalam banyak keadaan. pembelajaran perlulah dalam keadaan yang seronok dan tidak memberikan tekanan (stressfree). aktiviti seperti permainan teka-teki 'word puzzles'. belajar secara berkumpulan dengan kanak-kanak lain mungkin lebih baik baginya. keadaan yang lebih senyap dan tenang untuknya mempelajari sesuatu bahasa. Kanak-kanak jenis ini tidak suka melakukan kesilapan dan tidak akan memulakan sesuatu perkara atau tindakan sehinggalah mereka mendapat kepastian. y Memotivasikan Anak Anda y Untuk mewujudkan motivasi dalam diri seseorang kanak-kanak. Terdapat kanak-kanak yang memerlukan penerangan yang terang dan jelas mengenai peraturan (rules) dan corak (patterns) dan dalam masa yang sama mereka ini baik dalam menguasai matematik. minat dan motivasi akan membolehkan kanak-kanak mengatasi masalah kesukaran untuk belajar membaca bahan bahasa Inggeris itu.

video dan DVD. Kanakkanak biasanya suka untuk mengulang lagu atau cerita yang sama kerana pengulangan mampu memberikan mereka rasa keyakinan. Jangan banyak sangat mengkritik anak anda apabila mereka membuat silap. Membetulkan Kesilapan Anak Anda y Kanak-kanak akan memberikan maklumbalas yang baik jika diberikan galakan dan pujian. Biarkan mereka mengulang sesuatu aktiviti. pastikan anda berhenti sebentar untuk rehat ataupun tukar kepada aktiviti yang lain apabila anak anda dilihat mula bosan atau menunjukkan kenakalannya. anak anda akan tahu bahawa apa yang ia lakukan itu betul dan baik dan biarkan mereka tahu perkara tersebut. Oleh yang demikian. rancangan TV dalam bahasa Inggeris untuk kanak-kanak. jangan gusar untuk mengulang bahan yang anak anda gunakan untuk belajar bahasa Inggeris berkali-kali. Mengadakan rutin yang tetap untuk sesuatu kerja rumah (homework) juga adalah penting. ataupun membuat gerakerja tertentu menggunakan buku atau kertas. Membuat silap adalah suatu perkara yang lumrah apabila belajar bahasa Inggeris. sewaktu anda membuat aktiviti dengan anak anda. Anda boleh menyemak apa yang mereka perlu lakukan untuk 'homework' dan tetapkan masa untuk anak anda lakukan setiap hari. Rutin dan Pengulangan y Kanak-kanak perlu mengulangi sesuatu bahasa sebanyak yang mungkin agar bahasa tersebut dapat 'melekat' padanya.y Cubalah anda sediakan pelbagai aktiviti menarik untuk anak-anak anda belajar bahasa Inggeris. Dengan memberikan pujian dan galakan. y . Sebaliknya. Jadi. Berapa lama anak anda boleh memberikan tumpuan? y Kanak-kanak biasanya hanya mampu memberikan tumpuan untuk jangkamasa yang pendek. tajuk atau set perkataan. misalnya menggunakan flash card. galakkan anak anda menggunakan bahasa Inggeris untuk berkomunikasi. sebarang jenis permainan (game) terutamanya permainan komputer dapat memotivasikan seseorang kanak-kanak. Jangan menyentuh setiap satu kesilapan tatabahasa. Lagu dan muzik bahasa Inggeris.

.

.

Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman. 7. B.13) sebagai berikut.9 ± 6. Karakteristik Cara Belajar Anak Usia Dini Anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang dewasa dalam berperilaku. Anak bersifat unik. 5. 4. Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. 4. Adapun karakterisktik cara belajar anak menurut Masitoh dkk. 8. Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. . 1. (2009: 6. Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak. Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple. Dengan demikian dalam hal belajar anak juga memiliki karakteristik yang tidak sama pula dengan orang dewasa. 12. Anak itu egosentris. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). Anak memiliki daya perhatian yang pendek. Anak bersifat aktif dan enerjik. 9. bermakna. 11. 3. Anak umumnya kaya dengan fantasi.12 ± 1.STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK ANAK USIA DINI A. Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono. Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial. Anak belajar melalui bermain. Brener. Anak belajar secara alamiah. 2005: 1. serta Kellough (dalam Masitoh dkk. Anak mengekspresikan perilakunya secara relative spontan. Karakteristik cara belajar anak merupakan fenomena yang harus dipahami dan dijadikan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran untuk anak usia dini. 2..12) adalah : 1. 10. Anak masih mudah frustrasi. Hakikat Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14). Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. 2. menarik. 3. dan fungsional. Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini. Anak belajar paling baik jika apa yang dipelajarinya mempertimbangkan keseluruhan aspek pengembangan. 6. 2009: 7).

bermain. E. Anak-anak belajar melalui interaksi dengan alat-alat permainan dan perlengkapan serta manusia. kemampuan yang diharapkan dapat dicapai. bermain. b.. 2009: 138). pola kegiatan (Masitoh dkk.. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran di Taman Kanak-kanak . dan bernyanyi Pembelajaran untuk anak usia dini menggunakan prinsip belajar. Selain berorientasi pada usia dan individu yang tepat. masyarakat. mengevaluasi kegiatan. 2005: 133). 2) berorientasi pada individu yang tepat. serta e. Hasil belajar anak menjadi lebih baik jika kegiatan belajar dilakukan dengan teman sebayanya. yaitu: a. karakteristik anak dan cara belajarnya. d. tema pembelajaran. anak menggunakan seluruh alat inderanya. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan mengacu pada tiga hal penting. Anak belajar dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan. pembelajaran berorientasi perkembangan harus mempertimbangkan konteks sosial budaya anak. artinya pembelajaran harus diminati. 20056. Manusia merupakan makhluk individu. Ada bermacam-macam strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru Taman Kanak-kanak. menerapkan. Belajar.3).. dan memenuhi harapan anak. Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor penting. Pembelajaran untuk anak usia dini diwujudkan sedemikian rupa sehingga dapat membuat anak aktif. pada dasarnya adalah pengembangan kurikulum secara konkret berupa seperangkat rencana yang berisi sejumlah pengalaman belajar melalui bermain yang diberikan pada anak usia dini berdasarkan potensi dan tugas perkembangan yang harus dikuasainya dalam rangka pencapaian kompetensi yang harus dimiliki oleh anak. serta kegiatan belajar tersebut menantang untuk dilakukan anak di usia tersebut. dan bernyanyi (Slamet Suyanto. 2. c. D. Dalam belajar. Atas dasar pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa pembelajaran untuk anak usia dini memiliki karakteristik sebagai berikut. tempat berlangsungnya kegiatan belajar. berinteraksi. bebas memilih.C. yaitu : 1) berorientasi pada usia yang tepat. Untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang bermakna. 2005: 3. menurut Sujiono dan Sujiono (Yuliani Nurani Sujiono. senang. Karakteristik Pembelajaran untuk Anak Usia Dini Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini.12). guru hendaknya melihat anak dalam konteks keluarga. dan 3) berorientasi pada konteks social budaya (Masitoh dkk. 1. Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran sebagai segala usaha guru dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Masitoh dkk. karakteristik tujuan pembelajaran. 2005: 6.3). Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan harus sesuai dengan tingkat usia anak. faktor budaya yang melingkupinya. Perbedaan individual juga harus manjadi pertimbangan guru dalam merancang.

2) Tahap bekerja (work time) Setelah memilih kegiatan yang akan dilakukannya. Pendekatan yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak Anak merupakan individu yang sedang tumbuh dan berkembang. atau memecahkan masalah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. bermain. Atas dasar fakta tersebut maka dikembangkan strategi pembelajaran berdasarkan: 1) pendekatan perkembangan dan 2) pendekatan belajar aktif. Dengan bermain akan mengalami suatu proses yang menarahkan pada perkembangan kemampuan manusiawinya. e) peralatan menggambar. c.6). kognitif. Pada tahap ini anak mulai bekerja. Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung dengan objek.1. y y y y y y Prakarsa kegiatan tumbuh dari anak. Anak memilih bahan-bahan dan memutuskan apa yang akan dikerjakan. dan f) macam-macam boneka. afektif. tahap bekerja. 2. Sintaks pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak terdiri dari 3 tahap utama. Pada tahap ini guru berusaha agar ana-anak mengungkapkan perasaannya dengan tepat. 1) Tahap merencanakan (planning time) Pada tahap ini guru member kesempatan kepada anak-anak untuk merencanakan kegiatan yang akan dilakukannya. yang di dalamnya terkandung bermacammacam fungsi seperti pengembangan kemampuan fisik motorik. Guru mendampingi siswa. Bermain merupakan aktivitas yang menyatu dengan dunia anak. Guru. menyediakan alat-alat bermain yang terdiri dari : a) balok-balok kayu. Karakteristik pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut (Masitoh dkk. c) alat-alat transportasi.. Anak mentransformasi dan menggabungkan bahan-bahan. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Anak a. dst. social. memberikan dkungan dan siap memberikan bimbingan jika anak membutuhkan. mereka kemudian diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya secara langsung. Anak menggunakan otot kasarnya. Anak juga merupakan makhluk yang aktif. 2005: 8. b. misalnya.5 ± 8. Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh inderanya. Strategi Pembelajaran Melalui Bermain a. anak kemudian dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dipilih. dan tahap review. Rasional strategi pembelajaran melalui bermain Bermain merupakan kebutuhan anak. . d) buku-buku cerita. 3) Review / recall Setelah anak-anak selesai melakukan aktivitasnya. b) model buah-buahan. yaitu : tahap merencanakan.

Masitoh dkk. dsb. nilainilai moral dan keagamaan. misalnya di rumah. Rasional strategi pembelajaran melalui bercerita Pencapaian tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak dapat ditempuh dengan strategi pembelajaran melalui bercerita. c) menunjukkan aspek-aspek penting dalam bekerja secara kelompok. 3. c) setelah kegiatan selesai setiap anak menata kembali bahan dan peralatan permainannya. (2005: 10. yaitu sebagai berikut. misalnya membuat istana. b) menghubungkan pengalaman anak dalam bermain yang baru saja dilakukan dengan pengalaman lain. . a) Kegiatan penyiapan siswa terdiri dari : (1) guru menyampaikan tujuan kegiatan bermain kepada para siswa. dan d) anak-anak mencuci tangan. misalnya menyiapkan bak pasir. bendera kecil. peserta permainan mulai melakukan tugasnya masing-masing. y y y y Bagi anak TK mendengarkan cerita yang menarik dan dekat dengan lingkungannya merupakan kegiatan yang mengasyikkan. b) Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang diperlukan. 2) Tahap bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan berikut : a) semua anak menuju tempat yang sudah disediakan untuk bermain. dan (4) guru memperjelas apa yang harus dilakukan oleh setiap anak dalam melakukan tugasnya. Sintaks pembelajaran melalui bermain Strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari 3 langkah utama. (2) guru menyampaikan aturan-aturan yang harus diikuti dalam kegiatan bermain. d) menekankan petingnya kerja sama. (3) guru menawarkan tugas kepada masing-masing anak. tahap bermain. ember. 1) Tahap prabermain Tahap prabermain terdiri dari dua macam kegiatan persiapan : kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain dan kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan. Kegiatan bercerita juga memberikan sejumlah pengetahuan social. dan tahap penutup. dsb. b) dengan bimbingan guru. menara. dst. 3) Tahap penutup Tahap penutup dari strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari kegiatan-kegiatan : a) menarik perhatian dan membangkitkan minat anak tentang aspek-aspek penting dalam membangun sesuatu.6) mengidentifikasi manfaat cerita bagi anak TK.. Strategi Pembelajaran Melalui bercerita a. membuat. Guru dapat memanfaatkan kegiatan bercerita untuk menanamkan nilainilai positif pada anak.b. seperti mengulas bentuk-bentuk geometris yang dibentuk anak.. Pembelajaran dengan bercerita memberikan memberikan pengalaman belajar untuk mendengarkan. yaitu: tahap prabermain.

melaksanaan kegiatan pembukaan. dan 8) bernyanyi dapat meningkatkan keeratan dalam sebuah kelompok. (2005: 11.y y Dengan dengan mendengarkan cerita anak dimungkinkan untk mengembangkan kemampuan kognitif. afektif. 4) Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita. menggunakan papan flannel. yang terdiri dari: y y y y y y menyampaikan tujuan dan tema cerita. 2) bernyanyi dapat dipakai untuk mengatasi kecemasan. 4) bernyanyi dapat membantu membangun rasa percaya diri anak. misalnya bercerita dengan membaca langsung dari buku cerita. 3) Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita sesuai dengan bentuk bercerita yang dipilih. 1) Menetapkan tujuan dan tema cerita. b. mengembangkan cerita. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. Rasional strategi pembelajaran melalui bernyanyi Honig. Membantu anak untuk membangun bermacam-macam peran yang mungkin dipilih anak. 5) bernyanyi dapat membantu daya ingat anak. mengatur tempat duduk. menetapkan teknik bertutur. 7) bernyanyi dapat membantu pengembangan keterampilan berpikir dan kemampuan motorik anak. dst. 6) bernyanyi dapat mengembangkan rasa humor. menggunakan gambar-gambar. dan psikomotorik. 3) bernyanyi merupakan media untuk mengekspresikan perasaan. Langkahlangkah dimaksud adalah sebagai berikut. Strategi Pembelajaran Melalui Bernyanyi a.3) menyatakan bahwa bernyanyi memiliki banyak manfaat untuk praktik pendidikan anak dan pengembangan pribadinya secara luas karena : 1) bernyanyi bersifat menyenangkan. Sintaks pembelajaran melalui bercerita Strategi pembelajaran melalui bercerita terdiri dari 5 langkah. 2) Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. dalam Masitoh dkk. 5) Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dilaksanakan penilaian dengan cara mengajukan pertanyaanpertanyaan yang berhubungan dengan isi cerita untuk mengembangkan pemahaman anak aka isi cerita yang telah didengarkan. 4. dan bermacam layanan jasa yang ingin disumbangkan anak kepada masyarakat. .

(b) Kegiatan tambahan : anak diajak mendramatisasikan lagu. 4) menggunakan bermain sebagai wahana belajar. 3) memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan semua pemikirannya. Karakteristik strategi pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu memiliki karakteristik : 1) dilakukan melalui kegiatan pengalaman langsung. yang terdiri dari: (a) kegiatan awal : guru memperkenalkan lagu yang akan dinyanyikan bersama dan memberi contoh bagaimana seharusnya lagu itu dinyanyikan serta memberikan arahan bagaimana bunyi tepuk tangan yang mengiringinya. (b) penetapan materi pembelajaran. yang memiliki berbagai aspek kemampuan. 3) Tahap penilaian. 2) berkaitan dengan pengalaman nyata anak. 10) tema dapat diperluas. 3) mengintegrasikan isi dan proses belajar. 2005: 12. pembelajaran yang mengintegrasikan ke dalam semua bidang kurikulum atau bidang-bidang pengembangan. 2005: 12. 5. Manfaat strategi pembelajaran terpadu . 4) melibatkan penemuan aktif.. 9) melibatkan anggota keluarga anak. (c) menetapkan metode dan teknik pembelajaran. (c) Kegiatan pengembangan : guru membantu anak untuk mengenal nada tinggi dan rendah dengan alat musik. 8) waktu pelaksanaan fleksibel.. Prinsip-prinsip strategi pembelajaran terpadu Strategi pembelajaran terpadu direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip: 1) berorientasi pada perkembangan anak. Berbagai kemampuan yang dimiliki oleh anak dapat berkembang jika ada stimulasi untuk hal tersebut. yang semuanya perlu dikembangkan. 2) Tahap pelaksanaan. Dengan pembelajaran terpadu.10). 2) sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. d. misalnya pianika. dan 6) melibatkan orag tua atau keluarga untuk mengoptimalkan pembelajaran (Masitoh dkk. c. Rasional strategi pembelajaran terpadu Anak adalah makhluk seutuhnya.b. dan 11) direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak (Masitoh dkk. b. misalnya lagu Dua Mata Saya. 5) menghargai perbedaan individu. terdiri dari: (a) penetapkan tujuan pembelajaran. 1) Tahap perencanaan. Sintaks pembelajaran melalui bernyanyi Strategi pembelajaran dengan bernyanyi terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut. dilakukan dengan memakai pedoman observasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang telah dicapai anak secara individual maupun kelompok. yaitu dengan melakukan gerakan menunjuk organ-organ tubuh yang ada dalam lirik lagu. Strategi Pembelajaran Terpadu a. berbagai kemampuan anak yang ada pada anak diharapkan dapat berkembangan secara optimal. 6) kegiatan belajar bervariasi. dan (d) menetapkan evaluasi pembelajaran. 5) memadukan berbagai bidang pengembangan.10). berupa pelaksanaan apa saja yang telah direncanakan. 7) memiliki potensi untuk dilaksanakan melalui proyek oleh anak.

sumber rujukan. dan 4) dapat dilaksanakan pada jenjang program yang berbeda. 2005: 12. kemudian dijabarkan ke dalam bidang-bidang pengembangan dan kegiatan belajar yang lebih operasional. Ada beberapa kriteria untuk pemilihan tema. (d) materi yang dimandatkan oleh lembaga. . (b) pengalaman langsung. dan penilaian yang akan dilakukan. 2) memungkinkan anak untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui berbagai kegiatan. Tentukan tujuan pembelajaran. dan (e) potensi proyek. (b) peristiwa khusus. kegiatan belajar. dan (e) orang tua dan guru. (c) kejadian yang tidak diduga. 4) Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan dilakukan dan dikembangkan kegiatan belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. alat-permainan yang diperlukan.. dan prinsip (principle). utnuk semua tingkat usia. (c) keragaman dan keseimbangan dalam area kurikulum. fakta (fact). waktu.Ada beberapa manfaat dari strategi pembelajaran terpadu.20). yaitu: 1) meningkatkan perkembangan konsep anak. Pada saat proses berlangsung dilakukan pengamatan terhadap proses belajar yang dilakukan oleh anak. e. (d) ketersediaan alat-alat. 3) membantu guru dan praktisi lainnya untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya. 1) Memilih tema Pemilihan tema untuk pembelajaran terpadu dapat bersumber dari: (a) minat anak. pengorganisasian anak.19 ± 12. 2) Penjabaran tema Tema yang sudah diplih harus dijabarkan ke dalam sub tema-sub tema dakan konsep-konsep yang didalamnya terkandung istilah (term). 5) Penilaian Penilaian dilakukan pada saat pelaksanaan dan pada akhir kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk mengamati proses dan kemajuan yang dicapai anak melalui kegiatan pembelajaran terpadu. dan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. yaitu: (a) relevansi topik dengan karakteristik anak. Sintaks pembelajaran terpadu Prosedur pelaksanaan pembelajaran terpadu terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut (Masitoh dkk. 3) Perencanaan Perencanaan harus dibuat secara tertulis sehingga memudahkan guru untuk mengetahui langkah-langkah apa yang harus ditempuh.

Menyebutkan manfaat dari bercerita atau mendongeng 6. . dalam setiap pembelajaran PAUD. Menjelaskan pengertian metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) 2. anak bukan miniatur orang dewasa. anak berkembang secara bertahap. yaitu pengembangan aspek moral dan nilai agama.Pengertian dan Macam-macam Metode Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) A. Pendahuluan Metode pembelajaran merupakan salah satu instrumental input dalam setiap proses belajar mengajar yang menggunakan pendekatan IPO (Input Proses dan Output). anak belajar dari pengalaman dan dunia anak adalah dunia bermain. kognitif. Menjelaskan rancangan pembelajaran TANDUR 10. oleh karena itu merupakan langkah cerdas jika dalam pembelajaran. Menyiapkan rancangan kegiatan karya wisata 7. Menyebutkan langkah-langkah penerapan metode beenyanyi 5. Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan pembelajaran anak usia dini adalah pengembangan enam aspek. social-emosional dan seni. Indikator Setelah mempelajari uraian materi dalam kegiatan belajar ini. Menyiapkan rancangan kegiatan demonstrasi 8. anak belajar dari lingkungan. Menjelaskan pengaruh bermain bagi perkembangan anak 4. pamong PAUD menggabungkan beberapa metode.Menjelaskan pijakan-pijakan yang ada dalam metode sentra dan lingkaran 1. . sehingga dapat saling melengkapi. Menyebutkan jenis-jenis metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) 3. Instrument ini sangat menentukan keberhasilan setiap proses belajar mengajar. fisik (motorik halus dan kasar). termasuk dalam pembelajaran untuk anak usia dini. pembelajaran. dalam arti sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan pembelajaran dan karakteristik anak usia dini. Satu hal yang harus disadari oleh setiap pamong PAUD adalah bahwa setiap metode pembelajaran selalu mempunyai kekuatan dan sekaligus kelemahan. Menyebutkan manfaat dari metode bercakap-cakap (dialog) 9. Adapun karakteristik anak usia dini meliputi : setiap anak unik. oleh karena itu pamong PAUD diharapkan dapat memilah dan memilih metode yang tepat. Kompetensi Setelah mempelajarai uraian materi dalam kegiatan belajar ini. Anda diharapkan dapat : 1. Anda diharapkan dapat mengerti dan memahami pengertian metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) dan jenis-jenisnya serta dapat menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) B.

Sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU sisdiknas. bersifat pura-pura. artinya kegiatan bermain dimotivasi dari dalam diri anak. Bermain dilakukan sukarela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar atau kewajiban.2. metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini. kelenturan ditunjukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. Dari pengertian tersebut. metode dapat diartikan sebagai cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. yaitu : (1) motivasi intrinsik. yaitu mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam konteks pendidikan anak usia dini. Pengertian Metode Pembelajaran PAUD Menurut kamus bahasa Indonesia. Dari dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa bermain bagi anak merupakan kegiatan yang menyenangkan. Metode Bermain "Bermain" (play) merupakan istilah yang digunakan secara bebas. tidak mengutamakan hasil. bukan karena adanya tuntutan atau paksaan. tidak ada paksaan. metode yang tepat untuk pembelajaran anak usia dini diantaranya adalah : a. 3. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. (2) pengaruh positif. Sementara Dworetzky (1990) dalam Moeslichatoen (1999) memberikan batasan. merupakan kegiatan yang utama. artinya kegiatan bermain merupakan tingkah laku yang menyenangkan atau menggembirakan. Menurut Harlock (1991). (4) cara/tujuan. Jenis-Jenis Metode Pembelajaran PAUD Mengacu pada karakteristik tujuan pembelajaran dan karakteristik anak usia dini. 2003). mengutamakan cara dari pada tujuan. dan bersifat lentur. . secara sederhana dapat diartikan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang sistematis dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. sehingga arti utamanya mungkin hilang. bermain bagi anak merupakan kegiatan yang utama dan lebih bersifat purapura. (3) bukan dikerjakan sambil lalu. bahwa setidaknya ada lima kriteria dalam bermain. arti bermain yang tepat adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya. (5) kelenturan. timbul dari dalam dirinya. tanpa mempertimbangkan hasil akhir.

di mana saja. (9) standar moral. kemanan. dalam arti tidak mudah rusak. seperti kecerdasan linguistic. Melalui kegiatan bermain inilah seluruh potensi kecerdasan yang dimiliki oleh anak dapat dikembangkan. jadi bukan pilihan orang lain 3. Bermain bagi anak sangat mempengaruhi perkembangannya. kinestetik. (2) dorongan berkomunikasi. dibanting. (10) belajar bermain sesuai dengan peran jenis kelamin dan (11) perkembangan cirri kepribadian yang diinginkan (Harlock. maka alat permaianan yang digunakan sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut : 1. 1985). mainan tidak harus membeli. 1991). (3) penyaluran bagi energi emosional yang terpendam. kenyamanan dan lain-lain. selalu dihabiskan untuk kegiatan bermain. namun dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita .Ahli psikologi dan pendidik berpendapat. Oleh karena itu dalam pendidikan anak usia dini metode bermain sifatnya adalah wajib adanya. yaitu : (1) perkembangan fisik. Tingkat kesulitannya hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Murah. dan dalam kondisi apa saja. hendaknya dikemas dalam kegiatan bermain yang menyenangkan dan mengasyikkan. bahwa bermain merupakan pekerjaan anak-anak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon & Browne. (7) perkembvangan wawasan diri. sehingga ada sinyalemen yang menyatakan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. kesehatan. (6) rangsangan bagi kreativitas. Sebaiknya beraneka ragam. Kuat. (5) sumber belajar. jadi tidak terlalu sulit dan tidak telalu mudah 5. (4) penyaluran bagi keinginan dan kebutuhan. Informasi apapun yang akan diberikan kepada anak. misalnya bentuk. 6. Untuk mencapai manfaat yang optimal. natural dan spiritual. sama seperti kebutuhan yang lain. sehingga anak bisa bereksplorasi dengan berbagai jenis mainan tersebut 4. Menarik. musical. kasih sayang. dll. interpersonal. logic-matematik. visual-spasial. baik warna maupun bentuknya 7. pakaian. artinya seluruh waktu yang dimiliki anak. kapan saja. setidaknya ada 11 pengaruh bermain bagi perkembangan anak. karena anak cenderung ingin tahu sehingga mungkin akan dibongkar. Aman atau tidak berbahaya bagi anak. Berdasarkan minat anak . intrapersonal. Bermain bagi anak usia dini merupakan kegiatan yang utama dalam kehidupannya. anak belajar melalui bermain dan bermain seraya belajar. (8) belajar bermasyarakat. warna dan bahan 2. seperti kebutuhan akan makan dan minum. Jadi bermain bagi anak usia dini merupakan kebutuhan.

misalnya piano. biola. dll). Lagu " balonku ada lima" diubah menjadi lagu "rukun Islam yang lima". Melalui nyanyian atau lagu banyak hal yang dapat kita pesankan kepada anak-anak. (3) tidak terlalu panjang. anak-anak merasa terhibur. (3) bersama anak-anak nyanyikan lagi secara berulang-ulang. Metode Bernyanyi Bernyanyi merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak. atau alat musik yang lain. Pamong PAUD sangat mungkin dapat mengganti syair lagu anak-anak yang sudah ada menjadi syair baru yang disesuaiakan dengan pesan-pesan yang akan diberikan. terutama pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama. Beberapa hal yang perlu diperhatikan. lebih-lebih jika nyanyian tersebut dibawakan oleh anak-anak seusianya dan diikuti dengan gerakan-gerakan tubuh yang sederhana. adalah : (1) mengandung nilai-nilai agama atau pesan-pesan yang positif. gitar. harmonika. bila menciptakan lagu untuk anak-anak. Dalam kegiatan bernyanyi ini akan lebih sempurna jika pamong PAUD dapat mengiringinya dengan alat-alat musik secara langsung. Sebagai pamong PAUD dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. (4) iramanya mudah dicerna dan (5) syair dan liriknya bisa melibatkan emosi anak (gembira. Dengan bernyanyi potensi belahan otak kanan dapat dioptimalkan. sebaiknya nyanyikan terlebih dahulu minimal tiga kali. menghilangkan rasa sedih. (4) bila perlu bagilah menjadi . sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih mudah dan lebih cepat diterima serta diserap oleh anak-anak. kagum. sehinggga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih lama mengendap di memori anak (ingatan jangka panjang). Berikut ini beberapa contoh lagu yang sudah diganti syairnya. sehingga suasana akan lebih hidup dan lebih menyenangkan. organ. dan lebih bersemangat. termasuk dalam hal bernyanyi. situasi dan kondisi. Melalui kegiatan bernyanyi suasana pembelajaran akan lebih menyenangkan. sesuai dengan pesan-pesan yang diinginkan.b. Hampir setiap anak sangat menikmati lagu-lagu atau nyanyian yang didengarkan. (2) jika itu lagu baru (belum dikenal anak). seruling. pianika. semangat. Syairnya berubah sebagai berikut : Dalam menyanyikan lagu langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh seorang pamong PAUD antara lain adalah : (1) pilihlah lagu yang cocok. 1. menggairahkan. dengan demikian anak akan selalu ingat pesan-pesan yang diterimanya. (2) bahasanya indah dan mudah dimengerti anak. atau bahkan mungkin dapat menciptakan lagu-lagu baru. membuat anak bahagia. dalam arti sesuai dengan tema.

(5) menciptakan suasana yang akrab. tanaman pertanian. penuh ekspresi (tidak berlebihan). dan setiap kelompok bernyanyi bersama kelompoknya. Tidak semua pamong PAUD mempunyai kemampuan untuk menghafal secara lengkap banyak cerita atau dongeng yang ada. seperti pasar malam. Metode Bercerita (Mendongeng) Bercerita atau mendongeng merupakan warisan budaya yang sudah lama kita kenal. waktunya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak (tidak terlalu lama). memberi semangat anak. (6) melatih daya tangkap. oleh karena itu cerita atau dongeng tidak harus disampaikan secara lisan. (8) mengembangkan emosi anak. binatang hidup di air. Begitu juga pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama dapat kita tanamkan kepada anak-anak melalui tokohtokoh yang ada dalam cerita atau dongeng tersebut. dll. namun bisa juga disampaikan dengan membacakan buku cerita. dinamis (tidak monoton). meningkatkan gairah belajar. menimbulkan rasa ingin tahu.beberapa kelompok. situasi dan kondisi anak-anak. (5) pilihlah beberapa anak yang mungkin sudah hafal lagu itu untuk menyanyi secara individu. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan bercerita atau mendongeng antara lain adalah : (1) mengembangkan imajinasi anak. menarik perhatian. (4) menambah perbendaharaan kata. Bahkan jika mungkin dapat menciptakan cerita atau dongeng sendiri sesuai dengan tema. Misalnya tema tentang : (1) kehidupan anak dalam keluarga. (2) menambah pengalaman. c. maka sebaiknya tema-tema yang diangkat adalah tema-tema yang berkaitan erat dengan kehidupan anak-anak atau yang disukai oleh anak-anak. (3) melatih daya konsentrasi. dll. . mengasyikkan. sekolah atau masyarakat. musim panen. (2) binatang. seperti binatang ternak. (3) tanaman. (6) nyanyikan sekali lagi secara bersama-sama dan (7) ulangi lagi lagu tersebut pada hari yang lain. Oleh karena itu sebagai pamong PAUD hendaknya mempunyai inventaris buku-buku cerita yang sesuai dengan kehidupan dan perkambangan anak sebagai sumber cerita. (11) menambah pengetahuan. (7) mengembangkan perasaan sosial. Agar cerita atau dongeng yang dismpaikan dapat dicerna dan diserap anak. (4) peristiwa dalam masyarakat. (9) berlatih mendengarkan. bahkan dijadikan sebagai kebiasaan atau tradisi bagi para orangtua untuk menidurkan anak-anaknya. (10) mengenal nilai-nilai yang positif dan negatif. Melalui cerita atau dongeng banyak hal tentang hidup dan kehidupan yang dapat kita informasikan kepada anak-anak. dll. melibatkan anak baik secara emosi atau fisik. Yang penting bagaimana cara mengemas cerita atau dongeng sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan suasana yang menyenangkan. seperti aneka bunga. dll. memberi perasaan yang lucu.

idul fitri, dll, (5) profesi masyarakat, seperti polisi, petani, nelayan, dll, dan (6) tema-tema lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Sebagai seorang pamong PAUD, sebaiknya melakukan persiapanpersiapan sebelum bercerita atau mendongeng kepada anakanak. Beberapa persiapan yang dapat dilakukan antara lain : (1) menetapkan tujuan dan tema cerita, (2) menetapkan bentuk cerita, (3) menyiapkan alat dan media yang digunakan, (4) menetapkan langkah-langkah bercerita, (5) membaca dan memahami isi cerita. Dengan persiapan yang matang, maka kegiatan bercerita akan lebih terarah, fokus dan tidak melebar kemana-mana, sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. d. Metode Karya Wisata Karya wisata merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengamati atau mengobservasi, memperoleh informasi dan mengkaji dunia secara langsung, seperti binatang, tanaman, dan benda-benda lain yang ada disekitar anak. Melalui kegiatan karya wisata, anak-anak akan memperoleh pengalaman belajar secara langsung dengan menggunakan seluruh panca indera, sehingga apa yang diperoleh dari lapangan dapat lebih berkesan dan pada gilirannya akan lebih lama mengendap di memori anak. Melalui kegiatan karya wisata diharapkan dapat (1) merangsang minat anak terhadap sesuatu, (2) memperluas informasi yang diperoleh di kelas, (3) memberi pengalaman belajar secara langsung, (4) menumbuhkan minat anak terhadap sesuatu, (5) menambah wawasan anak, (6) menjadi sarana rekreasi, (7) memberi perasaan yang menyenangkan, (8) sarana mempererat hubungan antara orangtua dengan pamong PAUD, orangtua dengan orangtua, dan anak dengan anak. Kegiatan karya wisata dapat dilakukan diluar lembaga sesuai dengan tema yang sedang dibicarakan dalam bentuk "puncak tema". Misalnya : (1) tema binatang, anak-anak dapat diajak ke kebon binatang, (2) tema tanaman, anak-anak diajak ke kebun raya, pasar bunga, taman kota, dll, (3) tema profesi, anak-anak diajak berkunjung ke kantor polisi, rumah sakit, dll, (4) tema transportasi, dapat diajak berkunjung ke stasiun, pelabuhan, terminal, dll, (5) tema alat komunikasi, dapat mengunjuingi kantor pos, stasiun televisi, kantor penerbit, dll, (6) tema negara, dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah, seperti musium, taman pahlawan, tugu pahlawan, dll, (7) tema alam, dapat berkunjung ke pantai, pegunungan, dll, (8) dan tema-tema lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing lembaga. Mengingat metode karya wisata ini selalu dilakukan di luar lembaga, tentu akan membutuhkan dana tambahan untuk pelaksanaanya, misalnya untuk transportasi, dokumentasi,

konsumsi, retribusi, publikasi, dll. Agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan program lembaga, maka disarankan untuk melibatkan banyak pihak untuk menanganinya, utamanya orangtua anak. Dengan melibatkan banyak pihak diharapkan dapat meringankan beban yang harus dipikul oleh orang tua dan lembaga, misalnya melibatkan perusahaan sebagai sponsor, tokoh masyarakat sebagai donatur, lembaga pemerintah, dan lembaga-lembaga lain yang terkait dengan kegiatan ini. Sebelum pelaksanaan kegiatan karya wisata, sebaiknya pamong PAUD membuat rancangan kegiatan, sehingga kegiatan dapat dilakasanakan dengan baik sesuai dengan tujuan. Secara umum rancangan kegiatan yang dapat disiapkan oleh pamong PAUD meliputi : (1) menetapkan sasaran dan lokasi, sesuai dengan tema, (2) melakukan observasi lokasi dan hubungan dengan pihak pengelola lokasi, (3) merumuskan program kegiatan, yang meliputi : menentukan tujuan, adanya jaminan untuk mencapai tujuan, waktu, dana dan antisipasi adanya hambatan, (4) membentuk panitia pelaksanaan (bila perlu), (5) menyiapkan bahan dan alat serta perlengkapan yang diperlukan, (6) merumuskan tatatertib kegiatan, (7) meminta ijin dan partisipasi orangtua . e. Metode Demonstrasi Metode ini menekan pada cara-cara mengerjakan sesuatu dengan penjelasan, petunjuk dan peragaan secara langsung. Melalui metode ini diharapkan anak-anak dapat mengenal langkah-langkah pelaksanaan dalam melakukan suatu kegiatan, yang pada gilirannya anak-anak diharapkan dapat meniru dan melakukan apa yang didemonstrasikan oleh pamong. Misalnya ketrampilan melipat kertas (origami), menggambar sesuai pola, menggulung, menggunting dan sebagainya. Melalui kegiatan demontrasi pamong dapat memperlihatkan secara nyata apa yang harus dilakukan anak, mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dan konsep, mengamati dengan cermat dan teliti. Kegiatan demontrasi dapat memberi ilustrasi dalam menjelaskan informasi kepada anak. Anak akan melihat bagimana suatu peristiwa berlangsung, lebih menarik, dan merangsang perhatian serta lebih menantang. Disamping itu melalui kegiatan demontrasi dapat membantu meningkatkan daya pikir dalam peningkatan kemampuan mengenal, mengingat, berfikir konvergen dan berfikir evaluatif. Kegiatan demontrasi dapat memberi kesempatan kepada anak untuk memperkirakan apa yang akan terjadi, bagaimana hal itu dapat terjadi, dan mengapa hal itu dapat terjadi. Dengan demikian akan merangsang anak berusaha untuk memperhatikan ilustrasi dan apa yang sedang dilakukan pamong serta mendengarkan penjelasan pamong. Selain itu anak juga akan menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang

dihadapi dan berusaha untuk melakukan kegiatan sebagaimana yang dilakukan oleh pamong, serta merangsang anak untuk berfikir secara kritis dan menggunakan kemampuannya untuk menalar. Sesuai dengan tujuan metode demontrasi yaitu memberi pengalaman belajar melalui melihat dan mendengarkan yang diikuti dengan meniru pekerjaan yang didemonstrasikan, maka kegiatan yang sesuai dengan metode ini adalah : (1) kegiatan demontrasi yang dimulai dengan penjelasan. kegiatan ini berkaitan dengan cara membuat bentuk (bangunan0 dan cara menggunakan alat, misalnya : menarik garis lurus dan lengkung, menggunting pola, membentuk model, mengatur meja makan, mengatur tempat tidur dan cara menggunakan alat, dan sebagainya, (2) kegiatan demonstrasi dalam bentuk dramatisasi. Kegiatan ini pada umumnya untuk menanamkan nilai-nilai sosial, nilai-nilai moral dan nilai-nilai keagamaan. Sebelum pamong PAUD menerapkan metode demontrasi, sebaiknya membuat rancangan terlebih dahulu, sehingga kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan. Secara umum rancangan yang dapat dibuat meliputi : (1) menetapkan tujuan dan tema kegiatan, (2) menetapkan bentuk demonstrasi yang dipilih, (3) menyiapkan alat dan bahan, (4) menetapkan langkah-langkah kegiatan dan (5) menetapkan penilaian kegiatan. f. Metode Bercakap-cakap (Berdialog) Bercakap-cakap atau berdialog dapat diartikan saling mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan kebutuhan secara verbal, untuk mewujudkan bahasa reseptif yang meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain dan bahasa ekspresif yang meliputi kemampuan menyatakan pendapat, gagasan, perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. Bercakap-cakap dapat dilakukan antara pamong dengan anak, atau anak dengan anaik. Melalui kegiatan bercakap-cakap (dialog) diharapkan dapat : (1) meningkatkan keberanian anak untuk mengaktualisasikan diri dengan menggunakan kemampuan berbahasa secara ekspresif, misalnya menyatakan pendapat, perasaan, keinginan, bertanya, dan sebagainya, (2) meningkatkan keberanian anak untuk menyatakan secara lisan apa yang harus dilakukan oleh diri sendiri dan anak lain, (3) meningkatkan keberanian anak untuk mengadakan hubungan dengan orang lain, baik sesama teman atau pamong, (4) memberi kesempatan kepada anak untuk membangun jati dirinya, melalui kesempatan untuk berdialog, (5) memperluas pengetahuan, wawasan dan berbendaharaan kata , (6) meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, seperti mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain.

Dalam pembelajaran untuk anak usia dini, sebaiknya komunikasi dua arah dalam bentuk bercakap-cakap atau dialog hendaknya selalu dikedepankan, sementara komunikasi yang searah (ceramah) sebaiknya diminimalisir, sehingga suasana pembelajaran akan tampak hidup, lebih menarik dan melibatkan banyak anak. Berikan kesempatan kepada anak untuk bercerita apa saja yang mereka ketahui dan apa saja yang sudah mereka lakukan, baik di rumah, di lembaga PAUD atau di masyarakat. Bebaskan mereka untuk bertanya tentang apa saja, dan apapun yang yang diutarakan atau ditanyakan anak, hendaknya direspon secara positif, meskipun celoteh anak-anak sering menyimpang dari tema yang sedang dibicarakan. Sebagai seorang pamong PAUD, hendaknya berupaya untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam berdialog. Upayakan menggunakan kata-kata yang positif, penuh dengan penghargaan dan pujian, serta kata-kata yang santun dan lembut, misalnya kata "terima kasih", "al-hamdulillah", "luar biasa", "ma'af", "permisi", "pintar", "jempol dua", "subhanallah" dan lain-lain. Jika anak-anak sering mendengar katakata tersebut, mereka akan meniru dan membiasakan diri berkatakata yang baik, merasa dihargai pekerjaannya, merasa dihormati hak-haknya, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan termotivasi untuk lebih giat lagi. Sebaliknya, pamong PAUD hendaknya berupaya untuk menghindari kata-kata yang negatif, kurang sopan, kasar, tidak santun, besifat melarang, misalnya kata "jangan" , "tidak", "bodoh", "nakal", "malas", dan sebagainya. Jika anak-anak sering mendengar dan akrab dengan kata-kata tersebut, maka dampaknya akan fatal terhadap perkembangan anak nanti. Mereka akan meniru, merasa tidak dihargai, tidak dihormati, dikecilkan, dibatasi ruang geraknya, dihalangi kemauannya, bahkan sampai pada merasa disakiti hati dan perasaannya, yang nantinya akan membuat anak menjadi rendah diri, tidak percaya diri dan tidak termotivasi dalam pembelajaran. g. Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas ini diberikan kepada anak, semata-mata hanya untuk melatih persepsi pendengaran, meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, memusatkan perhatian dan membangun motivasi anak, bukan untuk melihat hasilnya. Oleh karena itu sebaiknya dihindari pemberian tugas yang bersifat memaksa, mendikte, membatasi kreativitas anak, terus menerus, dalam bentuk pekerjaan rumah, atau tugas-tugas lain yang membuat anak justru merasa tertekan, terpaksa, membuat anak bosan bahkan mungkin sampai pada tingkat frustasi. Berikan tugas-tugas yang dapat meningkatkan kreatrivitas anak, meningkatkan imajinasi anak, melatih motorik, membuat anak lebih bergairah, lebih bersemangat, merasa senang, nyaman,

ajar dan tugas-tugas lain yang membuat anak merasa nyaman dan aman ketika belajar di lembaga PAUD. dinamis. mewarnai. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. termasuk untuk anak usia dini. menyenangkan. tidak membosankan. nyaman. . (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain.menumbuhkan rasa percaya diri. auditorial dan kinestetik). (2) metode ini menekankan dua aspek. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. hidup. (3) metode ini mengorkestrasi berbagai interaksi dalam momen belajar. auditorial dan kinestetik). (5) menguraikan cara baru yang dapat mempermudah pembelajaran. karena pada umumnya metode ini digunakan untuk pendidikan formal. Dengan demikian tugas yang diberikan dapat mendorong anak-anak untuk lebih tertarik dan betah berada di lembaga PAUD. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. (4) menunjukkan cara menjadi pendidik yang lebih baik. meningkatkan motivasi bel. seperti unsur belajar yang efektif. pembelajaran. Metode ini dalam penerapannya menekankan pada dua hal. menggunting. Metode Quantum Teaching Metode ini tergolong relatif masih baru dalam PAUD. meronce. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. nyaman. dinamis. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. hidup. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. h. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. Beberapa alasan mengapa metode ini diterapkan dalam PAUD. unsur belajar yang mempengaruhi kesusksesan anak dan unsur yang mengubah kemampuan dan bakat alamiah menjadi cahaya yang bermanfaat. tidak membosankan. menyenangkan. Misalnya tugas untuk menggambar bebas. bukan sebalinya. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. yaitu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestai anak. dan sebagainya. antara lain : (1) metode ini dapat digunakan dalam pembelajaran untuk semua usia. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. menempel.

Pijakan lingkungan main. dilakukan dengan multi modalitas dan multi kecerdasan. (4) Demontrasikan. dan (6) Rayakan. (3) Namai. dinamis. Pembelajaran dengan menggunakan metode ini mengacu pada empat pijakan yang ada. melalui kegiatan ini menamai dibangun diatas pengetahuan dan keingintahuan. i. (2) Alami. auditorial dan kinestetik). bertujuan untuk memberi peluang kepada anak untuk menterjemahkan dan menerapkan pengetahuan mereka dalam pembelajaran lain dan kehidupan mereka. (5) Ulangi. mencari tanggapan ´yesµ dari anak. mengurutkan & mendefinisikan. sementara intervensi pamong dalam pembelajaran lebih diminimalisir. hidup. tidak membosankan. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. yang dapat memberi rasa rampung dengan menghormati usaha. menyenangkan. Melalui kegiatan tumbuhkan ini diharapkan anak sudah terkondisi dan siap untuk menerima informasi dari pamong. sebagai bentuk pengakuan untuk menyelesaikan sebuah usaha. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. mengelola awal lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup (tiga tempat main untuk setiap anak) . menamai diberikan saat mengajarkan konsep ketrampilan berfikir strategis. ketekunan & kesuksesan anak. memanfaatkan pengetahuan & keinginan anak dan memanfaatkan hasrta alami otak untuk menjelajah. lebih baik dalam konteks yang berbeda dengan asalnya. memanfaatkan pengalaman anak. kegiatan yang dilakukan oleh pamong PAUD antara lain : a. Dalam pijakan ini. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. dan memuaskan hasrat alami otak untuk memberi identitas. yaitu (1) Tumbuhkan. kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan jalinan & kepemilikan bersama. Metode ini lebih memberi keleluasaan kepada anakanak untuk bebas bermain di sentra-sentra yang sudah disiapkan. dapat memperkuat koneksi syaraf dan menumbuhkan rasa ´aku tahu bahwa aku tahu iniµ. yaitu : 1. nyaman. Pembelajaran dengan menggunakan metode Quantum Teaching mengacu pada rancangan pembelajaran yang berbentuk TANDUR. saling memahami dan mendapatkan komitmen untuk menjelajah. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan.pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengalaman kepada anak. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. Metode Sentra dan Lingkaran (Seling) Metode ini menekankan pada pembelajaran pada system sentra.

mendukung anak untuk mengingat kembali pengalaman mainnya dan saling menceritakan pengalaman mainnya b. menggunakan waktu membereskan maianan. 3. memperkuat dan memperluas bahasa anak d. Pijakan Pengalaman Setelah Main Dalam pijakan yang terakhir ini. memberikan gagasan bagaimana menggunakan bahanbahan d. sebagai pengalaman belajar positif melalui pengelompokkan. menggabungkan kosakata baru dan menunjukkan konsep yang mendukung perolehan ketrampilan kerja (standar kinerja) c. menjelaskan ranmgkaian waktu main f. membaca buku yang berkaitan dengan pengalaman atau mendatangkan nara sumber b. memberikan anak waktu untuk mengelola dan memperluas pengalaman main mereka b. menata kesempatan main untuk mendukung hubungan social yang positif. Pijakan Pengalaman Main Setiap Anak Dalam pijakan ini kegiatan yang harus dilakukan oleh pamong PAUD meliputi : a. memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan e. mendiskusikan aturan dan harapan untuk pengalaman main e. Pijakan Pengalaman Sebelum Main Dalam pijakan ini kegiatan yang dilakukan oleh pamong PAUD antara lain : a.b. meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui dukungan pada hubungan teman sebaya e. memiliki berbagai bahan yang mendukung tiga jenis main. Adapun uraian secara khusus dapat disesuaikan dengan sentra yang . merencanakan intensitas (sejumlah waktu yang dibutuhkan untuk bermain) dan densitas (berbagai macam cara setiap jenis main yang disediakan) pengalaman c. mengamati dan mendokumentasikan perkembangan dan kemajuan main anak 4. urutan dan penataan lingkungan main secara tepat Empat pijakan tersebut merupakan pijakan yang bersifat umum yang harus dilakukan oleh pamong PAUD dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode sentra. mencontohkan komunikasi yang tepat c. pembangunan dan main peran d. merancang dan menerapkan urutan transisi main. peran pamong PAUD adalah : a. yaitu sensorimotor. mengelola anak untuk keberhasilan hubungan social g. 2.

Pemberian Tugas 8. bermain peran makro. Bercerita (mendongeng) 4. pembangunan bahan alam (sifat cair). PAUD singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini 2. sentra persiapan. dimana mitra yang lebih terampil menyesuaikan dukungan terhadap kinerja anak pada saat ini 7. Uraikan dan Rayakan 6. D. pembangunan terstruktur. Seling singkatan dari Sentra dan Lingkaran . Beberapa metode pembelajaran yang cocok yang dapat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini antara lain adalah metode : 1. Quantum Teaching 9. Bercaka-cakap (berdialog) 7. Output adalah keluaran 4. TANDUR singkatan dari Tumbuhkan. sentran imtak. Pijakan adalah dukungan yang berubah-ubah salama kegiatan belajar. Input adalah masukan 3. misalnya sentra bermain peran mikro. Kata-Kata Kunci 1. sentra musik dan olah tubuh. Rangkuman 1. Namai. Demonstrasikan. Bermain 2. Karya Wisata 5. Demonstrasi 6. Sentra dan Lingkaran E. Alami. Bernyanyi 3. Metode pembelajaran PAUD adalah cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini. dan sebagainya. 2.disiapkan. Quantum Teaching adalah metode pembelajaran yang menekankan pada pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestasi anak melalui orkestrasi dengan segala nuansanya yang ada dalam lingkungan belajar 5.

Sedangkan untuk mencapai tujuan. Istilah lain yang lebih umum dari istilah strategi dan model pembelajaran adalah istilah pendekatan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran (ingat pembelajaran adalah peristiwa yang bertujuan). PENGERTIAN STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARANStrategi merupakan pola umum menentukan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. metode dan taktik. masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. karena sebagai pendidik ataupun guru akan lebih mudah dalam melaksanakan suatu kegiatan khususnya dalam kegiatan belajar mengajar apabila telah mampu dan menguasai suatu strategi ataupun metode yang pas dengan kegiatan yang kita laksanakan. Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan.M (1988:90) metode ini adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya artinya metode ini berfungsi sebagai . Nah untuk mencapai tujuan tersebut maka seorang pendidik harus memahami kedudukan metode dalam sebuah pembelajaran karena metode sebagai salah satu komponen yang ikut andil dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. sistem sosial yang diharapkan. Maka stelah kita menyusun strategi baru kita tentukan pola atau metode menyerang atau bertahan yang itu pola yang harus dilakukan. eksperimen. Tenpa suatu strategi yang cocok. tahapan-tahapan model. Pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu dalam proses pembelajaran dinamakan dengan metode pembelajaran. KEDUDUKAN METODE DALAM BELAJAR MENGAJARKegiatan belajar mengajar yang melahirkan interseksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Disamping istilah strategi. Demikian juga halnya dalam proses pembelajaran / learning. serta penunjang yang diisyaratkan. Dan strategi adalah penjabaran dari pendekatan yang digunakan itu (Roy Killen. Setelah kita menetapkan pola yang sesuai dengan strategi yang diinginkan. intonasi suara. Diantara kedudukan metode dalam belajar mengajar yaitu: 1. proyek dan pemberian tugas dan metode demonstrasi. Menurut Killen ada dua pendekatan yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada guru dan pendekatan yang berorientasi pada peserta didik. cara memberikan ilustrasi dan sebagainya. Sedangkan metode adalah cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri artinya suatu cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Perlu disusun suatu strategi agar tujuan itu tercapai dengan optimal. Pendekatan memang tidak sama dengan strategi atau model. Tidak ada strategi tanpa adanya tujuan yang harus dicapai. Metode Sebagai Alat Motivasi Ekstrinsik Menurut Sardiman A. Jadi dengan demikian metode pada dasarnya berangkat dari suatu strategi tertentu. Dalam konteks pembelajaran KBK. Karena TK mempunyai model khas yang telah dirancang dalam KBK seperti metode karya wisata. Pendekatan adalah istilah yang diberikan untuk hal yang bersifat lebih umum. tepat dan jitu tidak mungkin tujuan dapat tercapai. Seperti halnya dalam kegiatan belajar mengajar maka strategi bisa diartika sebagai polapola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. 1998). Metode merupakan cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Sedangkan cara untuk menjalakan metode yang ditetapkan itu dinamakan dengan teknik atau taktik sifat-sifatnya lebih praktis yang disusun untuk menjalankan suatu metode dan strategi tertentu. prinsip-prinsip reaksi guru dan peserta didik. Dalam bukunya yang sangat terkenal Models of Teaching (1971) menurut Joyce model itu lebih luas dari suatu strategi. tanya jawab. bercerita. Dengan kata lain taktik dan teknik itu menunjukkan cara yang dilakukan seseorang yang sifatnya lebih tertumpu pada kemampuan dan pribadi seseorang. baru membicarakan teknik atau tektik permainan. Misalkan dalam suatu permainan sepak bola untuk memenangkan pertandingan kita dapat menggunakan strategi menyerang atau bertahan.Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD LATAR BELAKANG MASALAHStrategi secara umum merupakan suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. bercakap-cakap. sosio drama. dalam konteks pembelajaran ada juga istilah lain yang dinamakan model mengajar (models of teaching) istilah ini dipopulerkan oleh Bruce Joyce dan Marsha Weil. karena suatu model mengajar menyangkut 4 hal pokok yaitu. Oleh sebab itu untuk lebih jelasnya masalah penulisan tentang strategi pembelajaran ( learning strategy ) kita simak dalam bab pembahasan. Namun tidak semua metode itu cocok untuk pelaksanaan kegiatan di TK. baik ditinjau dari bahasa yang digunakan. strategi dapat di katakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentan kegiatan yang dapati dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. sebab suatu strategi pada hakikatnya belum mengasah pada hal-hal yang bersifat praktis. Metode dipilih berdasar strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditetapkan. Dikatakan pola umum. Misal ada dua orang guru sama-sama menggunakan metode ceramah yang ditampilkan keduanya bisa berbeda. strategi memang disusun untuk tujuan tertentu.

Maka hal itu kegiatan belajar mengajar yang kurang kondusif. karakteristik anak juga ikut menentukan pemilihan metode. 1986). membuat pertanyaan yang membantu memecahkan. Roestiyah N. caranya adalah dengan memahami lingkungan dengan sekitarnya. karena pada umumnya anak TK adalah anak yang selalu bergerak. pengembangan emosi. Selain itu melatih anak menggunakan bahasa untuk berhubungan dengan orang lain dan melakukan apa yang dianggap benar berdasar nilai yang ada dalam masyarakat (HildeBrand. memahami tubuh dan perasaan mereka sendiri. Metode Sebagai Strategi Pengajaran Dalam kegiatan belajar mengajar Dra. maka apa yang guru sampaikan akan sia-sia. . Pemberian pengalaman belajar yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan kerja. agar anak dapat mengalami hidup sesuai dengan norma yang dianut masyarakat (Depdikbud. Untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak dengan menggunakan metode yang dapat meningkatkan perkembangan ( development ) kemampuan berbicara. 3. Salah satunya adalah komponen metode. PENGGUNAAN METODE DI TAMAN KANAK-KANAKSebagaima dikemukakan bahwa metode itu merupakan cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Boleh jadi dari sekian keadaan tersebut salah satu penyebabnya adalah faktor metode. cemas dalam menggunakannya. Ketika itulah guru mempertanyakan faktor penyebab dan berusaha mencari jawabannya secara tepat. Untuk mengembangkan krativitas anak. Untuk mengembangkan emosi anak. Oleh karena itu dalam memilih suatu metode yang akan dipergunakan dalam program kegiatan anak di TK guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajari. Daya serap anak didik juga bermacam-macam ada yang cepat ada yang sedang dan ada pula yang lambat. menggunakan metode-metode menggerakkan anak untuk mengekspresikan perasaan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan secara verbal dan tepat. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan atau pelicin jalan pengajaran menuju tujuan. membaca dan menulis. Untuk mengembangkan motorik anak. Bahan dan alat yang digunakan dalam keadaan baik. senang bereksperimen dan menguji. Karenanya efektivitas penggunaan metode patut dipertanyakan. Mampu menarik kesimpulan dan genalisasi. dapat digunakan metode-metode yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan yang didasari oleh nilai-nilai agama dan moral Pancasila. karena bila tidak. Akan tetapi tidak selamanya berfungsi secara memadai. mampu mengekspresikan diri secara kreatif. metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. Metode Sebagai Alat Untuk Mencapai Tujuan Tujuan adalah suatu cita-cita yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar atau pedoman yang memberi arah kemana kegiatan belajar mengajar akan dibawa. Selain dari tujuan kegiatan. Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pengajaran akan menjadi kendala dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Tujuan dari kegiatan belajar mengajar tidak akan pernah tercapai selama komponenkomponen lainnya tidak diperlukan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metide mengajar. Dengan demikian metode mengajar adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. mempunyai imajinasi dan senang berbicara. pengembangan motorik dan pengembangan nilai serta pengembangan sikap dan nilai. Karena dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam yang relatif lama. tidak menimbulkan perasaan takut. Untuk mengembangkan kognisi anak dapat dipergunakan metode-metode yang mampu menggerakkan anak agar menumbuhkan berfikir dapat menalar. 2. Oleh karena itu guru perlu menciptakan lingkungan yang aman dan menantang (Gordon dan Brown. mempunyai rasa ingin tahu yang kuat. Misalkan guru menggunakan metode ceramah sedangkan tujuan pengajarannya adalah anak dapat memperagakan sholat dengan baik. Dan untuk perbedaan daya serap anak didik tersebut memerlukan strategi pengajaran yang tepat yaitu metode.K (1989:1) guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara efektif dan efisien mengena pada tujuan yang harapkan. kebiasaan menghargai waktu dan kebiasaan memlihara lingkungan. Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan adalah pengembangan kognitif. Untuk mengembangkan nilai dan sikap anak. Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. 1994). 1985). ketika sebagia besar anak didik membuat kegaduhan. ketika minat anak didik semakin berkurang dan ketika anak didik sebagian besar tidak menguasai bahan yang telah guru sampaikan. pengembangan bahasa. dapat dipergunakan metode-metode yang menjamin anak tidak mengamali cidera. Seharusnya penggunaan metode dapat menunjang pencapaian tujuan pengajaran. Guru memberi kesempatan anak memperoleh pengalaman yang luas dalam mendengarkan dan berbicara. ketika anak didik menunjukkan kelesuan. mendengar. membangun kembali dan menemukan hubungan-hubungan baru. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODEKetika anak didik tidak mampu berkonsentrasi. pengembangan kreativitas.alat perangsang dari luar yang membangkitkan belajar seseorang. bukannya tujuan yang harus menyelesaikan diri dengan metode. memikirkan kembali. mengenal orang dan benda-benda yang ada.

eksperimen metode proyek dan pemberian tugas. d. 6) Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain. mengeksploitasi. Melalui bermain anak memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan. kelenturan ditujukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. 3) Mengantisipasi peran yang akan dijalani dimasa yang akan datang. tanya jawab. karya wisata. Menurut Dworetsky ada lima kriteria dalam bermain: a. karena anak lebih tertarik pada tingkah laku itu sendiri daripada keluaran yang dihasilkan. merekayasa. Misal metode ceramah kurang cocok bagi program kegiatan belajar anak TK karena metode ceramah menuntut anak memusatkan perhatian dalam waktu cukup lama padahal rentang waktu perhatian anak relatif singkat. 1979) bermain merupakan kegiatan yang nonserius dan segalanya ada dalam kegiatan itu sendiri yang dapat memberikan kepuasan bagi anak. misal mengapa pohon layu kalau tidak disiram. misal bertepuk air beramai-ramai dan sebagainya . maksudnya anak dapat mempersiapkan perannya kelak. Metode Bermain Menurut pendidik dan para ahli psikolog. yaitu anak bermain sendiri b) Bermain secara paralel. bercerita. Bukan dikerjakan sambil lalu. tingkah laku itu menyenangkan atau mengembirakan untuk dilakukan. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. Menurut Dearden (Hetherington dan Parkei. bermain itu perilaku yang lentur. bermain merupakan pekerjaan masa kanak-kanak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon dan Brown. Berikut metode pengajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia TK yaitu bermain.BEBERAPA METODE PENGAJARAN DIMENSI PERKEMBANGAN ANAK TKSeperti telah dikemukakan tidak semua metode pengajaran cocok bagi program kegiatan anak TK. misal mendendarai sepeda dari roda 3 ke roda 2. b. yaitu anak bermain sendiri secara berdampingan. mengulang latihan apapun yang dapat dilakukan untuk mentrasformasi secara imajinatif hal-hal yang sama dengan dunia orang dewasa. Bermain dapat digolongkan pada 4 bentuk (Gordon dan Brown) a) Bermain secara soliter. Kelenturan. tidak ada interaksi antara anak yang satu dengan yang lain c) Bermain asosiatif yaitu bermain berkelompok. demonstrasi. 5) Menyempurnakan keterampilan memecahkan masalah. e. Akan tetapi yang dapat kami jelaskan dalam makalah ini ada empat metode yaitu : 1. Motivasi intrinsik. yang lebih ditentukan pada caranya dari pada hasil yang diperoleh dari kegiatan itu (Dworetsky 1990:359). Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri. 1985:266). c. tingkah laku bermain di motivasi dari dalam diri anak. Pengaruh positif. melainkan lebih bersifat purapura. sosiodrama. Cara/tujuan. artinya bermain dapat menyalurkan kelebihan tenaga anak. 4) Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari. karena itu tidak mengikuti pola atau aturan yang sebenarnya. misal memakai dasi. 2) Menghayati berbagai pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan kebiasaan pada anak. Bermain berupakan kegiatan yang memberikan kepuasan bagi diri sendiri. Sedangkan menurut Hildebrand (1986:54) bermain berarti berlatih. Bermain mempunyai makna penting bagi pertumbuhan anak (Frank dan Theresa Caplan) Hildebrand (1986:55-56) a) Bermain membantu pertumbuhan anak b) Bermain merupakan kegiatan yang dilkukan secara sukarela c) Bermain memberi kebebasan anak untuk bertindak d) Bermain memberikan dunia khayal yang dapat dikuasai e) Bermain mempunyai unsur berpetualang didalamnya f) Bermain meletakkan dasar pengembangan bahasa g) Bermain mempunyai pengaruh yang unik dalam pembetukan hubungan antar pribadi h) Bermain memberikan kesempatan untuk menguasai diri secara fisik i) Bermain memperluas minat dan pemusatan perhatian j) Bermain merupakan cara anak untuk menyelidiki sesuatu k) Bermain merupakan cara anak mempelajari peran orang dewasa l) Bermain merupakan cara dinamis untuk belajar m) Bermain menjernihkan pertimbangan anak n) Bermain dapat distruktur secara dinamis o) Bermain merupakan kekuatan hidup p) Bermain merupakan sesuatu yang esensial bagi kelestarian hidup manusia Sedangkan fungsi bermain yaitu: 1) Mempertahankan keseimbangan. bercakap-cakap.

. keberhasilan sebagaimana tujuan pendidikan TK. Artinya anak banyak mengenal kosa kata dari berbagai tema yang memacu pengembangan berbagai aspek perkembangan anak. meningkatkan perbendaharaan. pesisir. Tujuan karya wisata bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan yang diperoleh anak TK dari kegiatan karya wisata yakni menumbuhkan minat. maka tujuan karya wisata dapat diarahkan pada pengambangan aspek perkembangan anak TK yang sesuai. memperluas wawasan. ia dapat memberitahukan kepada si pembicara 3) Ia dapat menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan agar dapat menerima pesan tersebut Becakap-cakap mengandung arti belajar mewujudkan kemampuan berbahasa reseptif dan ekspresif.Persiapan guru dikelas. misal kapan harus berkumpul. emosi.Merumuskan program kegiatan melalui karya wisata. b) keseusian karya wisata. d. hewan dan tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya dengan pengamatan yang diperoleh dari panca indra menganai bentuk. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan karya wisata Yaitu merupakan kegiatan penyiapan akhir bahan dan peralatan yang harus dibawa dalam melaksanakan karya wisata. pluit. e.Permintaan idzin dan partisipasi orang tua. Manfaat karya wisata bagi anak TK Karya wisata dapat dipergunakan untuk merangsang minat mereka terhadap sesuatu.Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan untuk karya wisata seperti: kamera. bahasa. c) banyaknya waktu yang harus disesuaikan. Sebagai bukti penguasaan bahasa reseptif ialah semakin banyknya kata-kata baru yang dikuasai oleh anak yang diperolehnya dari kegiatan bercakap-cakap.d) Bermain secara kooperatif. . . Proses dua arah dalam bercakap-cakap diperlukan keterampilan mendengar dan berbicara. kebutuhan.Menetapkan sasaran yang diprioritaskan sesuai dengan tema kegiatan belajar yang dipilih. guru harus mengenal betul sasaran yang akan dituju. misal tema binatang. e) antisipasi bahaya yang mungkin terjadi dan cara mengatasinya.Mengadakan hubungan dan pengenalan medan sasaran karya wisata. Metode Bercakap-Cakap a. ukuran dan sebagainya. yaitu aspek kognitif. misal di kota. 1986). Melalui peningkatan keterampilan menyatakan perasaan atau gagasan. Bercakapcakap dapat pula diartikan sebagai dialog atau sebagai perwujudan bahasa reseptif dan ekspresif dalam satu situasi. kehidupan manusia. memberika pengalaman menganai kenyataan yang ada. memperluas informasi yang telah diperoleh di kelas. yaitu a) tujuan pendidikan yang ingin dicapai. dunia kerja. (Gordon dan Browne 1985:314) Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK karena bercakap-cakap dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain. .Menetapkan tata tertib karya wisata. dan dapat menambah wawasan (Hildebrand) c. Pengertian karya wisata bagi anak Taman Kanak-Kanak Karya wisata merupakan salah satu metode melaksanakan kegiatan pengajaran di Taman Kanak-Kanak dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung yang meliputi manusia. Karya wisata juga berarti membawa anak TK ke obyek-obyek tertentu sebagai pengayaan pengajaran. makan dan sebagainya. pegunungan. d) biaya yang dibutuhkan. emosi. . pikiran dan perasaan kepada orang lain secara lisan. Metode Karya Wisata Bagi anak TK karya wisata berarti memperoleh kesempatan untuk mengobservasi. dunia tanaman. 3) Rancangan penilaian karya wisata Apabila karya wisata telah dilaksanakan. 3. Ada tiga hal yang harus dilakukan oleh pendengar dalam komunikasi antar pribadi (Hetherington dan Parke 1979) 1) Mengukur pemahaman yang didengar secara pasti 2) Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak jelas. pengetahuan. Rancangan karya wisata 1) Rancangan persiapan karya wisata oleh guru . desa. pemberian pengalaman belajar yang tidak mungkin diperoleh anak di dalam kelas (Welton dan Mallon 1981:414) a. tali bekal dan lain-lain. meningkatkan kemampuan hidup masyarakat. Pengertian metode bercakap-cakap bagi anak TK Bercakap-cakap mempunyai arti saling mengkomunikasikan fikiran dan perasaan secara visual (Hildebrand 1987:279). yaitu anak secara aktif menggulang hubungan dengan anak-anak lain untuk melaksanakan kegiatan bermain 2. Bercakap-cakap merupakan salah satu bentuk komunikasi antar pribadi. . Sasaran karya wisata Dunia binatang. . b. memperoleh informasi/mengkaji segala sesuatu secara langsung (Hildebrand. kreativitas dan kehidupan bermasyarakat serta penghargaan pada karya dan jasa orang lain. Sebagai bukti berkembangnya kemampuan berbahasa ekspresif ialah semakin seringnya anak mengatakan keinginan. perlu adanya penilaian untuk mengetahui. Oleh karena itu penggunaan metode bercakap-cakap bagi anak TK akan membantu perkembangan dimensi sosial. kognitif terutama bahasa. warna.

Pengertian metode bercerita bagi anak TK Metode bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan/dengan cara bertutur kata kepada anak secara lisan. etos alam. Metode Bercerita Bercerita merupakan cara untuk meneruskan warisan dari suatu generasu ke generasi berikutnya (Gordon dan Browne 1985:324). dihadapan teman-temannya dan guru. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan bercakap-cakap a) Menarik perhatian dan minat siswa. dimensi kognitif anak dan bahasa anak. 4) Berfungsi bagi diri sendiri. Rancangan kegiatan becakap-cakap bagi anak TK 1) Rancangan persiapan guru a) Menetapkan tujuan dan tema kegiatan b) Menetapkan rancangan bentuk percakapan yang dipilih Monolog. orang seorang. dengan bahasa anak dapat menghindari diri dari kenyataan yang memasuki alam semesta yang dibangunnya sendiri. membantuk mengembangkan fantasi anak. perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. c. emosi dan konsep diri. berhubungan dengan orang. Adapun teknik-teknik bercerita antara lain: 1) Membaca langsung dari buku cerita 2) Bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar dan buku . 5) Berpikir heuristik. Menurut Bruner bahasa itu memegang peranan penting yang sangat penting bagi perkembangan kognitif anak dan perkembangan bahasa. Bercerita mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK. misal dengan menyanyikan lagu-lagu sesuai dengan tema yang ditetapkan. 6) Fungsi imajinatif. keinginan berkaitan dengan tema. melalui bahasa anak dapat mengengalikan tingkah laku orang lain. 2) Berfungsi mengatur. perasaan. antara anak dengan guru. Seorang pendongeng yang baik akan menjadikan cerita sebagai sesuatu yang menarik dan hidup. Keterlibatan anak terhadap dongeng yang diceritakan akan memberikan suasana yang segar menarik dan menjadi pengalaman yang unik bagi anak. 7) Fungsi informatif. membangun jati diri dan memperluas pengetahuan dan wawasan. a. Dinyatakan dengan lakukan itu . Fungsi bahasa menurut Hillady (Hetherington 1979:254) 1) Sebagai alat yang dapat memuaskan kebutuhan untuk menyatakan keinginannya saya ingin . perasaan keinginan dan sikan anak terhadap topik yang dibicarakan. Tiap-tiap anak diberi kesempatan berdiri di depan kelas/di tempat duduknya untuk mengungkapkan pikiran.b. Dialog. anak dapat mengkomunikasikan informasi baru kepada orang lain dengan menggunakan bahasa dalam bentuk aku punya sesuatu untuk kuceritakan . Bahasa membiarkan diri untuk berpura-pura atau berfungsi puitis. Cerita yang dibawakan harus menarik dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. sosial. bahasa. anak menggunakan bahasa yang dikuasainya untuk memiliki dan memahami lingkungan. perasaannya dan sikapnya yang unik melalui bahasa dan melalui bahasa anak membangun jati diri. 4. keagamaan. Sedangkan bahasa ekspresif meliputi kemampuan menyatakan gagasan. antara anak dengan anak yang lain. menyatakan apa yang dilakukan sendiri/orang lain. sesudah anak dapat membedakan dirinya dengan lingkungan. b) Mengkomunikasi tujuan yang ingin dicapai c) Melaksanakan bercakap-cakap dibawah bimbingan guru dan pengaturan lalu lintas percakapan d) Menutup percakapan 3) Rancangan penilaian bercakap-cakap Sesuai dengan tujuan dan tema yang dipilih maka evaluasi kegiatan bercakap-cakap dapat dirancang dengan teknik evaluasi melalui observasi. bahasa dapat digunakan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain dan lingkungan sosial. karena melalui bercerita kita dapat mengkomunikasikan nilainilai budaya. merupakan percakapan yang melibatkan dua orang atau lebih. merupakan percakapan yang dilakukan oleh anak. Bahasa reseptif meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami bicara orang lain. sosial. Maka tujuan bercakap-cakap dapat diarahkan pada pengembangan aspek-aspek pengembangan kognitif. etos waktu. Tujuan kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan manfaat yang diperoleh anak TK dalam kegiatan belajar dengan menggunakan metode becakapcakap yakni keberanian mengaktualisasikan diri dengan bahasa ekspresif. anak mengatakan pandangannya. menanamkan etos kerja. Yang diobservasi adalah frekwensi masing-masing anak dalam mengungkapkan pikiran. d. Jadi bahasa mempunyai fungsi mempertanyakan atau katakan padaku mengapa begitu . Manfaat kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Dalam bercakap-cakap diperlukan kemampuan berbahasa baik reseptif maupun ekspresif. 3) Sebagai hubungan antara pribadi. Bercerita juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Manfaat metode cerita bagi anak TK Metode bercerita dapat menanamkan kejujuran. metode eksperimen. Misal cerita bawang putih dan bawang merah dan sebagainya. kesetiaan. d. Kedudukan metode dalam belajar mengajar Sebagai alat motivasi ekstrinsik Sebagai strategi pengajaran Sebagai alat untuk mencapai tujuan 3. afektif dan psikomotor. 7) Bercerita sambil memainkan jari-jari tangan b.Menetapkan tujuan dan tema yang dipilih . Tujuan kegiatan bercerita bagi anak TK Bercerita dapat memberikan informasi atau menanamkan nilai-nilai sosial. Karena strategi pada hakikatnya belum mengarah pada hal-hal yang bersifat praktis. sekolah dan luar sekolah.Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih .Menetapkan rancangan bahan dan alat yang diperlukan . 3) Menceritakan dongeng Cerita dongeng merupakan bentuk kesenian yang paling lama. Misal menyampaikan pesan-pesan kebajiakan dan sebagainya. Mendongeng merupakan cara meneruskan warisan budaya dari suatu generasi ke generasi yang berikutnya. 5. metode demonstrasi. Macam metode yang sesuai dengan perkembangan anak TK yaitu metode bermain. metode karya wisata. ketulusan dan sikap-sikap positif yang lain dalam kehidupan lingkungan keluarga.Menetapkan rancangan langkah-langkah bercerita . masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. metode bercerita.Menetapkan rencangan penilaian kegiatan bercerita 2) Adapun langkah-langkah bercerita sebagai berikut: Mengkomuniskan tema dan tujuan Mengatur tempat duduk Sebagai pembukaan guru menggali pengalaman-pengalaman anak dalam kegiatan yang berkaitan dengan peristiwa cerita Pengembangan cerita yang dituturkan guru Menetapkan cara bertutur agar dapat menggetarkan perasaan anak dengan cara memberi gambaran anak-anak yang bernasib baik dan buruk. Metode adalah pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri dalam proses pembelajaran.Penggunaan ilustrasi gambar dalam bercerita dimaksudkan untuk memperjelas pesan-pesan yang dituturkan. metode tanya jawab. moral dan keagamaan. Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan 2. Pemberian informasi lingkungan fisik yang meliputi segala sesuatu yang ada di sekitar anak yang non manusia serta lingkungan sosial. 4. Strategi dalam konteks KBK dapat dikatakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentetan kegiatan yang dapat dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. nilai-nilai moral dan keagamaan serta dapat mengembangkan aspek perkembangan dasar anak yang meliputi bahasa. Seperti si kancil pencuri ketimun. Rancangan kegiatan bercerita bagi Anak TK 1) Rancangan persiapan guru . Efektivitas penggunaan metode apabila proses belajar mengajar kurang kondusif dan tidak sesuai dengan tujuan kegiatan sehingga metode perlu disesuaikan dengan beberapa komponen-komponen pengajaran. metode proyek dan metode pemberian tugas. Strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. kognitif. Misal cerita banjir Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita KESIMPULAN 1. keberanian. . metode bercakapcakap. metode sosiodrama. keramahan. seni. Juga dapat memberi pengetahuan sosial. 4) Bercerita dengan menggunakan papan flaneli 5) Bercerita dengan media boneka 6) Dramatisasi suatu cerita Guru dalam bercerita memainkan perwatakan tokoh-tokoh dalam suatu cerita yang disukai anak dan merupakan daya tarik yang bersifat universal (Gordon dan Browne). c. Penggunaan metode di TK harus sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. mengikat perhatian anak pada jalannya cerita.

sekolah. Sistematis. dan 6) interaksi edukatif. dan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan seoptimal mungkin sejak lahir sampai akhir hayat. berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling ketergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organisme. 3) Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu. membimbing. Pendekatan yang paling tepat adalah pembelajaran yang berpusat pada anak KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA TK Hakikat Perkembangan Perkembangan dan pertumbuhan merupakan satu proses dalam kehidupan manusia yang berlangsung secara terus-menerus sejak masa konsepsi sampai akhir hayat.TK ANAK CERIA BANJARBARU HAKIKAT PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Pengertian Pendidikan dan Komponen-komponen Pendidikan Dalam arti luas pendidikan adalah segala bentuk pengalaman belajar yang berlangsung dalam lingkungan keluarga. 2) Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi. dan memiliki daya perhatian yang pendek. Dalam arti sempit. 2) peserta didik. 2010 by KB . 6) Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan. 4) kurikulum. dan berkesinambungan baik itu menyangkut aspek fisik maupun psikis. Hakikat Pembelajaran di Taman Kanak-kanak Pada hakikatnya anak itu unik. berarti perubahan yang terjadi bersifat maju. dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah upaya untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak. egosentris. Perkembangan juga diartikan sebagai perubahanperubahan yang dialami oleh seorang individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis. 3) pendidik. Kurikulum untuk anak usia dini/TK harus benar-benar memenuhi kebutuhan anak sesuai dengan tahap perkembangan dan harus dirancang untuk membuat anak mengembangkan potensi secara utuh. Berkesinambungan. Komponen-komponen tersebut meliputi: 1) tujuan pendidikan. 5) Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas. Masa anak merupakan masa belajar yang potensial. progresif. Perkembangan memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut. 5) fasilitas pendidikan. meningkat dan mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis). mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan. 4) Perkembangan terjadi pada tempat yang berlainan. pendidikan identik dengan persekolahan di mana pendidikan dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang terprogram dan terencana secara formal. mudah frustrasi. Pada hakikatnya pendidikan TK/usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi. mengasuh. Progresif.STRATEGI dan PEMBELAJARAN Posted on May 12. 1) Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti. memiliki rasa ingin tahu yang kuat. Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan satu sama lain. kaya dengan fantasi. berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara bertahap dan berurutan. Baik Kurikulum TK 1994 maupun Kurikulum TK 2004 pada dasarnya sama memuat aspek-aspek perkembangan yang dipadukan dalam bidang pengembangan yang utuh yang mencakup bidang pengembangan perilaku melalui pembiasaan dan bidang kemampuan dasar. Para ahli pendidikan anak berpendapat bahwa pendidikan TK merupakan pendidikan yang dapat membantu menumbuhkembangkan anak dan pendidikan dapat membantu perkembangan anak secara wajar. bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. pembelajaran yang berorientasi perkembangan yang lebih banyak memberi kesempatan kepada anak untuk dapat belajar dengan cara-cara yang tepat. bersifat aktif dan energik. . antusias terhadap banyak hal. Pembelajaran anak usia dini/TK pada hakikatnya adalah pembelajaran yang berorientasi bermain (belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar).

Pendapat-pendapat tersebut secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga. Perkembangan sosial anak merupakan hasil belajar. sosial emosional. mengimplementasikan pembelajaran serta mengevaluasi perkembangan dan belajar anak. (5) perkembangan mempunyai pengaruh yang bersifat kumulatif. yaitu berdasarkan analisis biologis. Minat tersebut terus berlangsung sehingga dapat menambah perbendaharaan kata. Anak prasekolah biasanya telah mampu mengembangkan keterampilan bicara melalui percakapan yang dapat memikat orang lain. serta keterampilan yang mereka miliki. Bagi anak prasekolah. (4) perkembangan baru didasarkan pada perkembangan sebelumnya. dan psikologis. Perkembangan sosial diperoleh anak melalui kematangan dan kesempatan belajar dari berbagai respons terhadap dirinya. bukan hanya sekedar hasil dari kematangan. Perkembangan emosi berhubungan dengan seluruh aspek perkembangan anak. Para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda tentang pembabakan atau periodisasi perkembangan ini. terdapat ciri yang sangat berbeda dengan usia bayi. Dilihat dari tahapan menurut Piaget. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik atau guru Taman Kanakkanak adalah memahami perkembangan anak. kegiatan bermain menjadikan fungsi sosial anak semakin berkembang. serta bahasa. (2) perkembangan terjadi dalam urutan yang teratur. berat dan panjang badan. dan menyanyi. Karakteristik Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak Perkembangan anak usia TK yang terentang antara usia empat sampai dengan enam tahun merupakan bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan. berdialog. Prinsip-prinsip perkembangan anak tersebut memberikan implikasi bagi pendidik dalam menentukan tujuan. Sejak usia dua tahun anak sangat berminat untuk menyebut nama benda. memilih bahan ajar. serta mengevaluasi perkembangan dan mendukung belajar anak secara optimal. kognitif. Dasar Pemikiran dan Pengertian Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan . Sikap marah sering mereka perlihatkan dan sering berebut perhatian guru. didaktis. yaitu tahapan di mana anak belum menguasai operasi mental secara logis. anak cenderung mengekspresikan emosi dengan bebas dan terbuka. anak usia TK berada pada tahapan praoperasional. Melalui kemampuan tersebut anak mampu berimajinasi atau berfantasi tentang berbagai hal. menata lingkungan belajar. sosial dan pribadi yang baik. proporsi tubuh. Pemahaman tentang karakteristik perkembangan anak memberikan kontribusi terhadap pendidik untuk merancang kegiatan. Periode ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain dengan menggunakan simbol-simbol. Prinsip-prinsip perkembangan anak meliputi: (1) anak berkembang secara holistik. Perkembangan sosial adalah perkembangan perilaku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan masyarakat dimana anak itu berada. Ketika anak mencapai tahapan usia TK (3 sampai 6 tahun). PEMBELAJARAN YANG BERORIENTASI PERKEMBANGAN Prinsip-prinsip Perkembangan Anak Penyelenggaraan pendidikan Taman Kanak-kanak menuntut pendidik yang memiliki kemampuan profesional. Perkembangan pada usia ini mencakup perkembangan fisik dan motorik. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara seperti bertanya. menentukan strategi. (3) perkembangan anak berlangsung pada tingkat yang beragam di dalam dan di antara anak. memilih dan menggunakan media. Pada tahap ini emosi anak usia prasekolah lebih rinci atau terdiferensiasi.Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu. Perbedaannya terletak pada penampilan.

yaitu (1) berorientasi pada usia. Mencatat dan mendokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan anak dan cara melakukan kegiatan tersebut. Strategi pembelajaran dirancang agar anak dapat berinteraksi dengan anak lainnya secara individual dan dalam kelompok kecil. Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan Untuk Anak Usia Taman Kanak-kanak Prinisp-prinsip pembelajaran yang berorientasi perkembangan dapat diidentifikasi dari beberapa dimensi. (7) belajar melalui bekerja. mengambil inisiatif. bahasa. Lingkungan dan jadwal hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi aktif. dan (10) bermitra dengan orang tua untuk mendukung perkembangan dan belajar anak. (5) pentingnya bermain sebagai wahana belajar. dan seni. Perencanaan pembelajaran mengandung komponen-komponen yang ditata secara sistematis dimana komponenkomponen tersebut saling berhubungan dan saling ketergantungan satu sama lain. Pengalaman belajar hendaknya dirancang secara konkret dan memberi kesempatan kepada anak untuk memilih kegiatannya sendiri. Pembelajaran yang berorientasi perkembangan mengacu pada tiga hal penting. kuatnya tuntutan dan tekanan orang tua dan masyarakat terhadap pengajaran yang lebih bersifat akademik. Motivasi dan bimbingan diberikan agar anak mengenal lingkungannya. mendengarkan. kognitif. antara lain meningkatnya praktik pembelajaran yang bersifat formal di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini. Kurikulum diorganisasikan secara terpadu untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak yang meliputi aspek fisik motorik. PERENCANAAN PEMBELAJARAN Pengertian dan Komponen-komponen Pembelajaran Perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan anak agar tujuan dapat tercapai. Membantu keeratan kelompok dan memenuhi kebutuhan individu. kesalahpahaman masyarakat tentang konsep pendidikan anak usia dini. (9) penilaian bersifat kontinu. melakukan eksplorasi terhadap objek dan lingkungannya. (6) kurikulum terpadu. . lingkungan kelas menstimulasi anak. Penilaian terhadap anak dilakukan secara kontinu. (2) berorientasi pada anak secara individual. pengendalian dan disiplin diri. (4) fleksibel. Menciptakan iklim yang positif dan kondusif untuk belajar. (8) memberikan pilihan kepada anak tentang apa dan bagaimana caranya belajar. (2) program pendidikan yang bersifat individual. dan (3) berorientasi pada konteks sosial budaya anak.Ada beberapa hal yang mendasari munculnya praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan. (3) pentingnya kegiatan yang diprakarsai anak. melalui observasi. membaca dan menulis dini. mengembangkan keterampilan sosial. sosial emosi. sebagai berikut. Praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan menekankan pada hal-hal sebagai berikut: (1) anak secara holistik. Mendorong anak-anak untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan berbahasa secara menyeluruh yang meliputi kemampuan berbicara.

Kegiatan belajar mengajar adalah proyeksi kegiatan belajar yang harus dilakukan anak agar tujuan tercapai. mengumpulkan informasi untuk membuat keputusan.Komponen-komponen perencanaan pembelajaran meliputi: Tujuan merupakan komponen pertama dalam perencanaan pembelajaran merupakan proyeksi tentang hasil belajar atau kemampuan yang harus dicapai anak setelah belajar. HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN Konsep Belajar dan Prinsip-prinsip Belajar Anak Belajar adalah proses perubahan perilaku berdasarkan pengalaman dan latihan. sosial dan mampu merefleksikannya. pembiasaan-pembiasaan dan tema-tema yang sesuai dengan minat anak dan dekat dengan lingkungan anak. Perencanaan semester merupakan penjabaran dari perencanaan tahunan yang dibagi ke dalam dua semester. Ketika bergerak anak mencari stimulasi yang dapat meningkatkan kesempatan untuk belajar. Anak belajar melalui kombinasi lingkungan fisik. Perencanaan Harian (SKH) merupakan perencanaan operasional yang disusun oleh guru dan merupakan acuan dalam melaksanakan pembelajaran. Melalui bermain anak dapat memahami menciptakan memanipulasi simbolsimbol dan mentransformasi objek-objek tersebut . Materi adalah bahan yang akan diajarkan agar tujuan tercapai. Anak belajar melalui bermain. Media dan sumber belajar merupakan salah satu komponen yang memberi dukungan terhadap proses belajar. Guru harus memahami bagaimana kematangan anak dapat dicapai dan apa yang perlu dilakukan untuk memfasilitasi matangan tersebut. Belajar anak dipengaruhi kematangan. sosial dan refleksi. Perencanaan Tahunan. Evaluasi merupakan suatu proses memilih. Ada yang tipe visual. Anak menggunakan seluruh tubuhnya sebagai alat untuk belajar. Anak adalah pebelajar aktif. Prosedur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Salah satu tugas guru adalah membuat perencanaan pembelajaran. Anak belajar dengan gaya yang berbeda. tipe auditif dan tipe kinestetik. Belajar anak dipengaruhi oleh lingkungan. memuat keterampilan. SKH dijabarkan dari SKM. Perencanaan Mingguan berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai kemampuan yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan tema pada minggu itu. Tugas guru bagaimana menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak memperoleh pengalaman fisik. Prinsip-prinsip belajar merupakan suatu ketentuan yang harus dilakukan anak ketika ia belajar. Perencanaan Harian (SKH). Jenis-jenis perencanaan di TK meliputi Perencanaan Tahunan. Perencanaan Semester. kemampuan. Evaluasi sebagai alat untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan. Dengan pengalaman tersebut anak memperoleh pengetahuannya. Anak secara energik mencari cara untuk menghasilkan potensi maksimum. Perencanaan Mingguan (SKM). Tidak hanya lingkungan fisik tetapi juga lingkungan belajar.

bahasa. bermakna. (2) karakteristik anak sebagai peserta didik baik usianya maupun kemampuannya. Guru-guru merupakan faktor penentu dalam keberhasilan belajar anak. Anak. Media dan Sumber belajar. (2) anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya. Atau apakah pembelajaran itu bertujuan untuk mengembangkan domain fisik-motorik. motorik. Dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran karakteristik tema merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan. Kegiatan. Kegiatan perlu pula dipertimbangakan karena belajar di TK tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas tetapi juga ada kegiatan belajar di luar kelas. Tema.Variabel Strategi Pembelajaran Tujuan. masing-masing tema memiliki karakteristik tersendiri. menarik. semi kreatif atau kreatif. pengembangan kognitif. Terdapat beberapa kriteria yang harus menjadi pertimbangan guru dalam memilih strategi pembelajaran. Anak perlu dipertimbangkan. apakah berkaitan dengan. yaitu (1) karakteristik tujuan pembelajaran apakah untuk pengembangan aspek kognitif. aspek afektif atau psikomotor. meliputi 20 tema. sosial emosi. Media dan sumber belajar yang dipilih harus dapat mendukung terlaksananya proses belajar yang efektif dan relevan dengan strategi pembelajaran yang dipilih guru. Karakteristik tujuan perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajran. kognitif. fisik. Beberapa karakteristik cara belajar anak itu antara lain (1) anak belajar melalui bermain. (3) anak belajar secara alamiah. (3) karakteristik tempat yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran apakah di luar atau di dalam ruangan. bahasa. ditentukan oleh aturan. dan estetika. menyenangkan. Dengan demikian strategi pembelajaran menekankan kepada bagaimana aktivitas guru mengajar dan aktivitas anak belajar. (4) karakteristik tema atau bahan ajar yang akan disajikan kepada anak. suka rela. Strategi pembelajaran adalah segala usaha guru untuk menerapkan berbagai metode pembelajaran dalam mencapai tujuan yang diharapkan. karena anak memilki karakteristik dalam perkembangan dan belajarnya anak itu unik dan memilki potensi untuk belajar. . dan episodik. moral agama . Semua kriteria ini memberikan implikasi bagi guru untuk memilih stratgei pembelajaran yang paling tepat digunakan di Taman Kanak-kanak Karakteristik Cara Belajar Anak Anak belajar dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa. sosial emosi. bermakna. PEMILIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN Pengertian dan Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru dan murid dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar. dan (5) karakteristik pola kegiatan yang akan digunakan apakah melalui pengarahan langsung. dan (4) anak belajar paling baik jika yang dipelajarinya menyeluruh. Para ahli teori konstruktivisme mempunyai pandangan tentang cara belajar anak yaitu bahwa anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya melalui kegiatan mengeksplorasi objek-objek dan peristiwa yang ada di lingkungannya dan melalui interaksi sosial dan pembelajaran dengan orang dewasa. aktif. Kepiawaian guru dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar anak. dan fungsional. Bermain sebagai salah satu cara belajar anak memiliki ciri-ciri simbolik. tema pembelajaran di TK.

baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. karakteristik anak dan cara belajarnya. 4) Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung. . Penerapan strategi pembelajaran khusus tersebut pada prinsipnya sama dengan penerapan strategi pembelajaran umum. 2) Anak-anak memilh bahan dan memutuskan apa yang ingin ia kerjakan. benda. (8) refleksi kata-kata. penghargaan efektif). (9) contoh atau modelling. Strategi pembelajaran tersebut pada umumnya lebih menekankan pada aktivitas anak dalam belajar. Anak adalah pembangun aktif pengetahuannya sendiri. menggerakkan badan mereka menyentuh. meneliti. meraba dan membuat sesuatu terjadi dengan objek-objek di sekitar mereka. (6) Demonstrasi. (7) refleksi tingkah laku/tindakan. (4) scaffolding. guru Taman Kanak-kanak dituntut untuk dapat menggunakan strategi pembelajaran lainnya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik. Guru harus berperan sebagai fasilitator yang dapat memberikan kemudahan dan kelancaran kepada anak dalam proses belajar. fungsional. Di samping strategi pembelajaran di atas. 5) Anak mentransformasikan dan menggabungkan bahan-bahan. (5) Belajar Kooperatif. Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) prakarsa kegiatan tumbuh dari minat dan keinginan anak. Mereka membangun pengetahuannya ketika berinteraksi dengan objek. 7) Anak menceritakan pengalamannya. tidak berarti peranan guru pasif. 6) Anak menggunakan otot kasarnya. Jenis-jenis strategi pembelajaran umum tersebut adalah: (1) meningkatkan keterlibatan indra. namun. Strategi Pembelajaran Khusus di Taman Kanak-kanak Terdapat beberapa jenis strategi pembelajaran khusus yang dapat diterapkan di Taman Kanak-kanak. (2) (6) (10) (14) Strategi-strategi pembelajaran tersebut dapat diintegrasikan atau digabungkan dalam keseluruhan proses pembelajaran. (3) Pemecahan Masalah. (5) praktik terbimbing. menyimak. dan (15) kesenyapan. dan pola kegiatan. (3) analisis tugas. dan (7) Pengajaran Langsung. (2) Penemuan Terbimbing. JENIS-JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Umum di Taman Kanak-kanak Ada beberapa jenis strategi pembelajaran umum yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. undangan/ajakan. 3) Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh indranya. menarik dan bersifat menyeluruh. (4) Diskusi. sehingga tercipta kegiatan belajar yang lebih bervariasi. (12) do-it-signal. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA ANAK Rasional Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Anak pada hakikatnya memiliki potensi untuk aktif dan berkembang. mencium.Lingkungan yang diciptakan secara kondusif akan mengundang anak untuk belajar secara alamiah tanpa paksaan sehingga apa yang dipelajari anak dari lingkungannya adalah hal-hal yang benar-benar bermakna. (13) tantangan. pertanyaan. mempersiapkan isyarat lingkungan. yaitu harus mempertimbangkan karakteristik tujuan. karakteristik tempat yang akan digunakan. Pembelajaran yang berpusat pada anak banyak diwarnai paham konstruktivis yang dimotori Piaget dan Vigotsky. Belajar aktif merupakan proses dimana anak usia dini mengeksplorasi lingkungan melalui mengamati. lingkungan. Jenis-jenis strategi pembelajaran khusus tersebut adalah (1) kegiatan eeksploratori. Yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak adalah pendekatan perkembangan dan pendekatan belajar aktif. (11) menceritakan/menjelaskan/menginformasikan.

Tahap Bekerja (Work Time). (Plan). Area Rumah dan Bermain Drama. Area komputer. Tahap ini adalah tahap dimana anak bermain dan memecahkan masalah. Prosedur pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut: Tahap merencanakan (Planning Time). Contoh Penerapan Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Plan Do Review. Area pertukangan atau kerja Kayu.Prosedur Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Pembelajaran yang berpusat pada anak harus direncanakan dan diupayakan dengan matang. tahap bekerja dan tahap melaporkan kembali. Dalam pendekatan ini anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuai dengan minat dan keinginannya.area tersebut meliputi: Area Pasir dan Air. Area Balok. mulai dari membuat perencanaan. Area musik dan gerak. Untuk itu perlu disediakan area-area yang memungkinkan berbagai kegiatan sesuai pilihannya. Pada tahap ini anak diberi kesempatan untuk membuat rencana dari kegiatan yang akan mereka lakukan selanjutnya. Area Membaca dan menulis. dan melaporkan kembali (Review). Area Seni. Area bermain di luar ruangan. Area. Tahap ini merupakan tahap memperlihatkan apa yang telah dilakukan anak pada tahap bekerja. merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak. mengerjakan (Do). Upaya yang dilakukan adalah dengan merencanakan dan menyediakan bahan/peralatan yang dapat mendukung perkembangan dan belajar anak secara komprehensif. Area Manipulatif. Pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak meliputi: tahap perencanaan. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERMAIN . Tahap Review (Recall). Anak mentransformasikan rencana ke dalam tindakan.

Penentuan jenis kegiatan bermain diikuti dengan jumlah peserta kegiatan bermain. Ditinjau dari dimensi perkembangan sosial. serta untuk memecahkan masalah dan mencoba berbagai penyelesaian masalah. kognitif. emosi atau sosial. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. macam kegiatan bermain. Kriteria dalam kegiatan bermain adalah memotivasi intrinsik. Kegiatan bermain akan memberikan hasil yang optimal apabila kegiatan itu dirancang dengan saksama dan tidak secara kebetulan. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. baik perkembangan motorik. tempat dan ruang bermain. Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidup yang nyata. memiliki pengaruh positif. bahan dan peralatan bermain. meyenangkan dan fleksibel. Cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya.Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bermain Bermain merupakan suatu kegiatan yang melekat pada dunia anak. apakah di dalam atau di luar ruangan kelas. bermain digolongkan sebagai berikut: bermain soliter. Fungsi bermain bagai anak TK adalah: Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. terdapat dua macam kegiatan persiapan. serta bermain memiliki kelenturan. bermacam bahan dan peralatan yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai perlu dipersiapkan terlebih dahulu secara lengkap. Bermain adalah kodrat anak. Langkah berikutnya adalah menentukan urutan langkah bermain yang disertai dengan penetapan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta permainan. Sebelum melakukan kegiatan bermain. Selanjutnya ditentukan tempat dan ruang bermain yang akan digunakan. Menentukan jenis kegiatan bermain yang akan dipilih sangat tergantung kepada tujuan dan tema yang telah ditetapkan sebelumnya. Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran melalui Bermain Anak Rancangan kegiatan bermain meliputi penentuan tujuan dan tema kegiatan bermain. kreativitas. spontan. Untuk menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng. hal itu sepenuhnya tergantung pada jenis permainan yang dipilih. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. bermain secara paralel. yaitu: . Tema yang akan dipilih dapat mengacu pada 20 tema yang terdapat dalam PKB TK 1994. Contoh Penerapan Pembelajaran melalui Bermain Pelaksanaan kegiatan bermain terdiri dari tiga kegiatan yaitu: Kegiatan prabermain Kegiatan bermain Kegiatan penutup Pada kegiatan prabermain. Bermain dapat dipandang sebagai suatu kegiatan yang bersifat voluntir. Tujuan kegiatan bermain bagi anak usia TK adalah untuk meningkatkan pengembangan seluruh aspek perkembangan anak usia TK. dan bermain secara kooperatif. dan urutan langkah bermain. terfokus pada proses. bukan dikerjakan sambil lalu. Untuk melepaskan dorongan-dorongan yang tidak dapat diterima seperti berperan sebagai pencuri. memberi ganjaran secara intrinsik. bahasa. bermain asosiatif. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata.

Kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan dalam kegiatan bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan yang berurutan dari awal sampai dengan akhir kegiatan bermain. Penggunaan bercerita sebagai salah satu strategi pembelajaran di Taman Kanak-kanak haruslah memperhatikan hal-hal berikut: Isi cerita harus terkait dengan dunia kehidupan anak TK. menggunakan papan flannel. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan kegiatan bermain yang telah ditetapkan sebelumnya . Sebelum melaksanakan kegiatan bercerita guru terlebih dahulu harus merancang kegiatan bercerita berupa langkah-langkah yang harus ditempuh secara sistematis. menggunakan ilustrasi dari buku gambar. Banyaknya kegiatan pada tahap bermain sangat tergantung pada jenis permainan yang dipilih. misalnya berbentuk lingkaran sehingga akan terjalin komunikasi yang lebih efektif. Kegiatan penutup merupakan kegiatan akhir dari seluruh langkah kegiatan bermain. kemampuan memecahkan masalah dan sebagainya. bermain peran dalam suatu cerita. Selain itu tempat duduk pun harus diatur sedemikian rupa. Beberapa macam teknik bercerita yang dapat dipergunakan antara lain guru dapat membaca langsung dari buku. Prosedur Penerapan Pembelajaran melalui Bercerita Kegiatan bercerita merupakan kegiatan yang memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak serta pencapaian tujuan pendidikan. menggunakan boneka. dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. serta jumlah anak yang mengikuti permainan. Pada kegiatan ini. atau bercerita dengan menggunakan jari-jari tangan. Cerita yang dibawakan guru harus menarik. Metode bercerita merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. guru memberikan penekanan pada aspek-aspek yang sepatutnya dikembangkan dan dimiliki oleh anak seperti. lucu. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERCERITA Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bercerita Metode bercerita merupakan salah satu metode yang banyak dipergunakan di Taman Kanak-kanak. Kegiatan bercerita diusahakan dapat memberikan perasaan gembira. menunggu giliran. dan mengasyikkan sesuai dengan dunia kehidupan anak yang penuh suka cita Kegiatan bercerita harus diusahakan menjadi pengalaman bagi anak TK yang bersifat unik dan menarik. Evaluasi atau penilaian perlu dilaksanakan agar guru mendapatkan umpan balik tentang keberhasilan kegiatan bermain. . kemampuan bekerja sama. Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru adalah sebagai berikut: Menetapkan tujuan dan tema cerita. Bercerita sebaiknya dilakukan dalam kelompok kecil untuk memudahkan guru mengontrol kegiatan yang berlangsung sehingga akan berjalan lebih efektif. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih.

Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita. Bahan dan alat yang dipergunakan dalam kegiatan bercerita sangat bergantung kepada bentuk cerita yang dipilih sebelumnya. menetapkan teknik bertutur. Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan bercerita serta tema yang dipilih oleh guru menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan lainnya. Pengaturan tempat duduk. dan teknik . menetapkan teknik bertutur. mengembangkan cerita. Penerapan Strategi Pembelajaran melalui Bercerita Penerapan strategi pembelajaran melalui bercerita mengacu pada prosedur pembelajaran yang telah dikembangkan sebelumnya.Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. Guru memiliki kebebasan untuk menentukan bentuk cerita yang dipilih. sepanjang bisa menggambarkan isi cerita dengan baik. mengatur tempat duduk. Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita. mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita. melaksanakan kegiatan pembukaan. mengatur tempat duduk. merupakan hal yang patut mendapat perhatian karena pengaturan yang baik membuat anak merasa nyaman dan dapat mengikuti cerita di samping teknik bercerita. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. melaksanakan kegiatan pembukaan. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita: mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita. yaitu: Menetapkan tujuan dan tema cerita. mengembangkan cerita.

baik bermain dengan badannya ataupun dengan berbagai benda disekitarnya. spidol. Kegiatan bermain anak tersebut antara lain melalui tiga jenis kegiatan bermain yaitu main sensorimotor. emosi. menyediakan banyak kesempatan untuk berhubungan dengan banyak tekstur dan berbagai jenis bahan mainan yang berbeda akan mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. main pembangunan dan main peran atau main simbolik Main sensorimotor dijelaskan oleh Jean Piaget dan Sara Smilansky (1968) yang menyatakan bahwa anak usia dini belajar melalui kegiatan bermain dengan menggunakan panca indranya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka. pasir dianggap sebagai bahan main pembangunan sifat cair atau bahan alam. balok berongga. Sedangkan balok unit. anak berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam kegiatan bermain. menjelaskan suatu tahap yang berkesinambungan dari bahan yang paling cair atau messy seperti air. ke yang paling terstruktur seperti puzzle dan balok. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika pada mereka disediakan kesempatan untuk berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan. Pengalaman main sensorimotor pada anak usia dini merupakan rangsangan untuk mendukung proses kerja otak dalam mengelola informasi yang didapatkan anak dari lingkungan saat bermain. Cat.Metode pembelajaran dengan Pendekatan Beyond Centers and Circle Times (BCCT) adalah metode pembelajaran anak usia dini melalui kegiatan bermain anak dalam sentra-sentra bermain dan saat-saat lingkaran. pengalaman bermain yang tepat dapat mengoptimalkan seluruh aspek tumbuh kembang anak. Jean Piaget menyatakan bahwa kesempatan main pembangunan membantu anak untuk mengembangkan keterampilan yang akan mendukung keberhasilan sekolahnya kelak. bermain di halaman. Dr. crayon. Kegiatan bergerak secara bebas. dilantai atau dimeja dengan kursi. Charles Wolfgang dalam bukunya yang berjudul School for Young Children. baik fisik. air. Main pembangunan dibahas oleh Jean Piaget (1962). kognisi maupun sosial anak. playdough. Sara Smilansky (1968). Pendekatan BCCT mendasarkan pada asumsi bahwa anak belajar melalui kegiatan bermain dengan benda-benda dan orang-orang disekitarnya (lingkungan biotik dan abiotik). leggo. bristle blocks. baik di dalam maupun diluar ruangan. puzzle dan lainnya yang sejenis . dan Charles and Mary Wolfgang (1992).

anak memakai baju dan melepaskannya. Selama tahap awal main peran. Dalam keadaan yang ia buat sendiri. Anak dapat mengekspresikan dalam bahan-bahan ini dengan mengembangkannya dari proses bermain sensorimotor pada usia di bawah tiga tahun ke tahap main simbolik pada anak usia 3 sampai 6 tahun yang dapat terlihat dalam hubungan kerjasama dengan anak lainnya dalam menciptakan karya nyata. atau rangkaian kereta api dengan rel dan jalan dengan mobil. Main peran mikro adalah kegiatan bermain peran/role play dengan menggunakan bahan-bahan main berukuran kecil seperti rumah boneka lengkap dengan perabotnya dan orang-orangan sehingga anak dapat memainkannya. lapangan pesawat udara. dianggap sebagai bahan main pembangunan yang terstruktur. membawa boneka bayi mengelilingi ruangan sambil bernyanyi. Saat anak berkembang melalui pengalaman main peran. menciptakan kembali masa lalunya dan mengembangkan keterampilan khayalan. Hal ini merupakan latihan untuk pengalaman-pengalamannya di dunia nyata selanjutnya. Erik H. mendorong gerobak dan kereta barang. Tujuan akhir main peran adalah belajar bermain dan bekerja dengan orang lain. mereka juga ³memeriksa egonya´ belajar menghadapi pertentangan emosinya. misalnya . Erikson menjelaskan bahwa anak menyusun pengalaman dengan membuat suatu keadaan yang semestinya dan menguasai kenyataan melalui ujicoba dan perencanaan di dalamnya. Sedangkan main peran makro adalah main peran sesungguhnya dengan alat-alat permainan berukuran sesungguhnya dan anak dapat menggunakannya untuk menciptakan dan memainkan peran-peran. membuka dan menutup lemari. anak memperbaiki kesalahannya dan memperkuat harapan-harapannya.yang ditentukan dan mengarahkan bagaimana anak meletakkan bahan-bahan tersebut secara bersama menjadi sebuah karya. Selanjutnya Erikson menjelaskan bahwa ada dua jenis main peran yaitu main peran mikro dan main peran makro. Sebagai contoh. kebun binatang dan orang-orang kemudian anak memainkannya lengkap dengan scenario yang biasanya disusun seketika dan dimainkannya bersama temantemannya dalam satu session. mengisi dan membongkar mainannya dan sebagainya. memperkuat dirinya sendiri untuk masa depan. Anak mengantisipasi keadaan-keadaan masa depan melalui ujicoba-ujicoba. anak melakukan percobaan dengan bahan dan peran.

replica jarum suntik. Atau dalam skala besar misalnya kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga. kamar periksa dan sebagainya yang semuanya dalam ukuran besar dan dapat dipergunakan seperti kegiatan sesungguhnya. dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak. adik dan sebagainya. ruang tamu. Kegiatan . PEMBELAJARAN PAUD DENGAN MENGGUNAKAN METODE BCCT Pendekatan ini dikembangkan berdasarkan pada teori anak. petugas pendaftar. dan pengetahuan anak. Pijakan sebelum main. meja pendaftaran. aturan. Pijakan selama anak main. kakak. perawat yang membantu dokter. meja belajar. ide. Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main. teori multiple perkembangan yang intellegence. kamar tidur. teori neuroscience. Dalam pendekatan BCCT ditekankan bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. ada alat-alat rumah tangga. garasi dan sebagainya dan anak-anak ada yang berperan sebagai Bapak. dipadukan dengan pengalaman guru. Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup: Pijakan lingkungan main. Pendidik. buku resep dan ballpoint. Pijakan setelah main. Ibu. PRINSIP DASAR PENDEKATAN BCCT Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini didasarkan atas prinsipprinsip sebagai Berorientasi pada kebutuhan anak. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep. ruang makan. orang tua.main dokter-dokteran maka alat permainan yang digunakan antara lain stetoskop mainan ukuran besar.

sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. dasar untuk kemampuan pada tahap yang di tahap harus lebih yang mengembangkan pembelajaran kemampuan lebih tinggi. Tahap perkembangan anak Anak tumbuh menjadi lebih besar dan berkembang menjadi lebih pintar dalam aspek fisik. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar. perkembangannya tangga anak seni dan sosialnya. mengacu pendidikan dilaksanakan pada secara bertahap dan berulang-ulang anak.Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan. fokus. emosi. dengan prinsip-prinsip menyeluruh perkembangan yang rangsangan semua aspek bersifat mencakup perkembangan. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain. disiplin. dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar.. tahapan pertumbuhan ke melalui tingkat menjadi yang menuju atas. untuk mengetahui tahap generik´. dan berpikir/kognisi. Setiap memiliki awal kemampuan berbeda. dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan menggunakan benda-benda yang ada disekitarnya. dalam bahasa.pembelajaran harus selalu ditujukan pada pemenuhan kebutuhan perkembangan anak secara individu. lingkungan harus bagi diciptakan anak menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan selama mereka bermain. Kebutuhan khusus setiap anak perkembangan anak dapat dilihat pada ³menu . dengan karena itu anak usia dini disesuaikan tahap-tahap perkembangan anak. supaya anak mendapatkan dasar yang kokoh untuk mencapai kemampuan yang lebih tinggi. mampu bersosialisasi. serius dan konsentrasi. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi. kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik. Tugas pendidik adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal. kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri. Mengembangkan kecakapan hidup anak.

anak dirangsang untuk bercerita tentang gagasan yang akan dibangunnya. Contoh. visual spasial. dan mengklasifikasi balok pasa saat membereskannya kembali. kinestetik. membedakan kebutuhan belajar mereka pada aspek motoriknya. alam. Anak pada usia yang sama. anak usia empat tahun yang memiliki kesempatan bergerak dengan leluasa akan memiliki kemampuan motorik (gerakan) yang lebih baik dibanding dengan anak usia sama yang sering dilarang melakukan sesuatu. tahap perkembangan sama tetapi mendapatkan rangsangan akan memilki pengalaman anak usia belajar yang lingkungan berbeda karena itu berbeda. Untuk membentuk anak cerdas maka anak harus banyak melakukan interaksi dengan lingkungan. Contoh untuk mendapatkan keterampilan hidup. Karena itu pembelajaran untuk anak usia dini harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak melakukan sendiri dengan menggunakan panca inderanya. pemahaman diri.Kemampuan setiap anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungannya. menghitung jumlah balok yang digunakan. bercerita tentang bangunan yang sudah dibuatnya. menyebutkan bentuk balok yang dipakai. Pengembangan potensi jamak Setiap anak memiliki kemampuan jamak (bahasa. logika matematika. Pengalaman tersebut termasuk juga pengalaman sosial. sehingga anak mempunyai banyak pengalaman yang bermanfaat. tetapi satu kegiatan mencakup semua aspek. pembelajaran dini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. perbedaan kemampuan gerak kedua anak tersebut. menumbuhkan kepercayaan diri. Contohnya saat anak bermain dengan balok. dan spiritual). Pembelajaran pada anak usia dini tidak seperti pembelajaran di sekolah-sekolah yang dibagi permata pelajaran. dan mungkin pada beberapa aspek lainnya. seni dan musik. interaksi sosial. Membangun pengetahuan anak Kecerdasan dirangsang oleh lingkungan. anak diberi kesempatan sejak kecil untuk melakukan sendiri .

menggunakan sepatu dan hal-hal lain yang dapat dan ingin dilakukannya. dan aman selama proses belajar. tenang. sepanjang kegiatannya tidak membahayakan dirinya. dan itu akan menumbuhkan rasa ketergantungan dan ketidakmandirian anak Anak Belajar dengan baik apabila merasa aman dan nyaman secara fisik dan psikologisnya. segala macam benda anak yang ditemukannya. apabila anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang.seperti makan-minum sendiri. belajar yang nyaman memberikan kemungkinan anak bermain Suasana aktif. merasakan. atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. dan itu sangat baik untuk mencapai kemajuan anak. sehingga anak merasa tertarik dan senang untuk melakukannya. Fungsi kerja otak besar (otak untuk berpikir) berjalan dengan baik apabila mendapatkan rangsangan yang menyenangkan. Karena itu penting memberikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak. Bagi anak bermain adalah untuk sarana anak untuk pertumbuhan belajar. anak dapat membangun jaringan syaraf otak dan memperkuat jaringat yang sudah terjalin. meningkatkan kemampuan pemahaman tentang sesuatu yang . Sebaliknya jika anak dipaksa untuk melakukan sesuatu. dan Dalam perkembangannya. dan belajarnya menjadi sia-sia. Selain itu suasana pembelajaran yang menyenangkan. Belajar melalui bermain. ia akan melakukannya secara berulang-ulang. berarti penguatan kemampuan tersebut tidak akan terjadi. mencicipi rasa. Oleh karena itu sebelum melakukan pembelajaran perlu menarik minat anak terlebih dahulu. Contoh. menyentuh membuka kemampuan lingkungan. menemukan atau Kesemuanya dan itu kesempatan fisiknya. bagi untuk mengembang dengn membangun daya hubungan imajinasi. memecahkan masalah. Bermain sama dengan bermain anak belajar melihat. komukasi mengembangkan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan. mendengar. Bantuan yang berlebihan dari orang dewasa akan membatasi anak untuk mengembangkan kemampuannya. memakai baju dan menentukan baju mana yang diinginkannya. maka ia akan menolak untuk melakukannya kembali.

Anak belajar apabila sesuai dengan kemampuan perkembangannya. Karena itu anak akan untuk beruntung melatih dan lebih maju apabila baru mendapatkan kesempatan keterampilan yang dikuasainya. anak cium. Perhatian. yang lihat. melihat warna pasir. Kepatutan menurut konteks agama. untuk kecap. Juga kesempatan untuk mendapatkan tantangan sehingga dapat mengembangkan keterampilan berikutnya yang lebih sulit. menghitung jumlah kue pasir. ukuran untuk membuat pasir cetak. dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dalam suasana yang menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. bentuk pasir setelah dicetak. Anak belajar dalam suasana yang menyenangkan. dan kemampuan bahasa. Contoh. pengetahuan Dengan diperlukan anak alat-alat inderanya belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. . sosial dan budaya. Kesemuanya dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain yang menyenangkan. nilai hidup. Anak belajar dengan cara berulang Dengan latihan yang berulang-ulang anak memperkuat sambungan syaraf otak. dengan menggunakan pasir dan cetakan anak dapat merasakan tekstur pasir. budaya setempat. main imajinasi menggunakan kue pasir dengan temannya untuk pengembangan bahasanya. meningkatkan keterampilan menggunakan alat bermain. Anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya. Segala sesuatu yang anak baru dengar. raba.baru. kasih sayang. Pembelajaran untuk anak usia dini tidak bertentangan dengan ajaran agama. dan lingkungan akan sosial dimana langsung anak sehingga pengalaman anak terkait dengan kehidupannya. mengenal memberikan dunianya. Pengawasan dan perhatian yang tepat dari orang dewasa memberikan perasaan aman dan nyaman.

Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang terlalu tinggi di atas kemampuannya. dan tidak mendapatkan pengalaman baru. ia akan merasa frustasi karena merasa tidak berhasil. Pengembangan metode ini telah dilakukan lebih dari 25 tahun di Creative Pre School Florida. Indonesia dapat copyright CCCRT penerapannya dilaksanakan secara bertahap dan dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sepanjang tetap memperhatikan prinsipprinsip dasarnya. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. bahan dan alat main. seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak.Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang lebih rendah dari pada yang dimilikinya. Kegiatan yang sering dilakukan anak menunjukkan kemampuan yang dikuasai anak. Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu. bosan. . PENDEKATAN BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME (BCCT) Pendekatan Beyond Center and Circles Time (BCCT) atau Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran Metode Sentra dan Saat Lingkaran atau dikatakan metode Beyond Center and Circles Time (BCCT) adalah metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Reserch and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida Amerika Serikat. Early Metode Young ini telah terakreditasi (NAEYC) di sebagai oleh National yang Assosiation Childhood metode direkomendasikan memperoleh dapat diterapkan dari Amerika dimana Serikat. Karena itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. maka anak tidak tertarik. Untuk mengetahui dimana kemampuan anak saat ini. berarti ia tidak belajar. Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak. baik dari segi materi. baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus. perhatikan apa yang dilakukan anak sekarang ini.

pendidik dapat memantau perkembangan semua anak didiknya dengan mudah.Yang dimaksud saat lingkaran adalah pendidik dan peserta didik duduk melingkar pada saat sebelum dan sesudah kegiatan bermain anak. secara bertahap. tanpa harus takut membuat kesalahanSetiap tahap perkembangan bermain anak sudah dirumuskan secara jelas. sehingga dapat dijadikan pijakan bagi pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan anakPenerapannya tidak bersifat kaku. dukungan.Pendidik lebih anak berperan sebagai perancang. dan penilai kegiatan dengan mengkondisikan setiap anak untuk berperan aktif Pembelajarannya bersifat individual. sehingga rancangan. Namun demikian metode ini memiliki keunggulan. Keunggulan Pendekatan BCCT diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak Kurikulumnya yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan. sehingga semuanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. sesuai dengan situasi dan kondisi Prinsip Pendekatan BCCT . sehingga dapat dijadikan panduan bagi pendidik pemulaMasing-masing anak memperoleh dukungan untuk aktif. HighScope dan Reggio Emilio. kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri. tingkat perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak. sesaat. sehingga mendorong kreativitas anak. dan penilaian disesuaikan dengan potensi. B. Metode Sentra dan Saat Lingkaran merupakan hasil pengemabngan dari metode Montessori. melainkan dapat dilakukan setempat. sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian perkembangan anakKegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-pijakan sebelum. dan sesudah main.Semua tahapan perkembangan anak telah dirumuskan dengan rinci dan jelas. pendukung.

Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah. secara bergilir pendidik memberi pijakan kepada setiap anak. pendidik bersama anakanak makan bekal yang dibawanya (tidak dalam posisi istirahat) kegiatan penutup. untuk mengikuti Mempersyaratkan pelatihan pendidik dan pengelola program sebelum menerapkan metode ini. anak-anak pulang secara bergiliran . pendidik duduk bersama anak didik dengan membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman setelah main. selama anak berada disentra. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran.Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran. pendidik memberi waktu yang cukup kepada anak untuk melakukan kegiatan di sentra main yang disiapkan sesuai jadwal hari itu. Standar Operasional Pendekatan BCCT Standar adalah: pendidik Operasional Proses Pembelajaran dengan Pendekatan BCCT menata lingkungan main sebagai pijakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ada pendidik yang bertugas menyambut kedatangan anak dan mempersilahkan untuk bermain bebas dulu. pendidik duduk bersama anak didik membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman sebelum main.Keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada teori dan pengalaman empiric. semua anak mengikuti main pembukaan dengan bimbingan pendidik. kreatif dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri. anak-anak masuk ke kelompok masing- masing dengan dibimbing oleh pendidik yang bersangkutan. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran/pembiasaan antri. Menempatykan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal yang merangsang anak untuk aktif. pendidik bersama anakanak membereskan peralatan dan tempat main.

Pijakan setelah main. Pijakan sebelum main. aturan. dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan . berdasarkan teori pada teori perkembangan yang teori multiple intellegence. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep. pendidik melakukan diskusi evaluasi hari ini dan rencana esok hari PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DENGAN PENDEKATAN BCCT Pendekatan anak. PRINSIP DASAR PENDEKATAN BCCT Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini didasarkan atas prinsipprinsip sebagai harus Berorientasi selalu pada kebutuhan pada anak. Pendidik. dan pengetahuan anak. orang tua. Pijakan selama anak main. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain. Dalam pendekatan BCCT ditekankan bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup: Pijakan lingkungan main. Kegiatan kebutuhan pembelajaran ditujukan pemenuhan perkembangan anak secara individu. ide.pendidik membereskan tempat dan merapikan catatan-catatan dan kelengkapan administrasi. dipadukan dengan pengalaman guru. Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main. ini dikembangkan neuroscience. dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak.

mampu bersosialisasi. untuk mengetahui tahap generik´. serius dan konsentrasi. dasar untuk kemampuan pada tahap yang tahap harus lebih yang mengembangkan pembelajaran kemampuan di usia dini karena itu anak disesuaikan tahap-tahap perkembangan anak. emosi. kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik. dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar.menggunakan benda-benda yang ada disekitarnya. Mengembangkan kecakapan hidup anak. mengacu pendidikan dilaksanakan pada secara bertahap dan berulang-ulang anak.Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan. dengan yang menuju atas. Tugas pendidik adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal. Anak pada usia yang sama. fokus. kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi. Setiap memiliki awal lebih kemampuan berbeda. sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya.. dalam bahasa. supaya anak mendapatkan dasar yang kokoh untuk mencapai kemampuan yang lebih tinggi. dengan prinsip-prinsip menyeluruh perkembangan yang rangsangan semua aspek bersifat mencakup perkembangan. tahapan pertumbuhan ke melalui tingkat menjadi tinggi. Tahap perkembangan anak Anak tumbuh menjadi lebih besar dan berkembang menjadi lebih pintar dalam aspek fisik. dan berpikir/kognisi. perkembangannya tangga anak seni dan sosialnya. lingkungan harus bagi diciptakan anak menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan selama mereka bermain. Kebutuhan khusus setiap anak perkembangan anak dapat dilihat pada ³menu Kemampuan setiap anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungannya. disiplin. tahap perkembangan sama tetapi mendapatkan rangsangan lingkungan berbeda .

tetapi satu kegiatan mencakup semua aspek. Pengalaman tersebut termasuk juga pengalaman sosial. Contoh. Bantuan yang berlebihan dari orang dewasa akan membatasi . sehingga anak mempunyai banyak pengalaman yang bermanfaat. menumbuhkan kepercayaan diri. Pengembangan potensi jamak Setiap anak memiliki kemampuan jamak (bahasa. interaksi sosial. Membangun pengetahuan anak Kecerdasan dirangsang oleh lingkungan. menggunakan sepatu dan hal-hal lain yang dapat dan ingin dilakukannya. karena itu pembelajaran dini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. Contoh untuk mendapatkan keterampilan hidup. Karena itu pembelajaran untuk anak usia dini harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak melakukan sendiri dengan menggunakan panca inderanya. dan mengklasifikasi balok pasa saat membereskannya kembali. Contohnya saat anak bermain dengan balok. dan mungkin pada beberapa aspek lainnya. logika matematika. perbedaan kemampuan gerak kedua anak tersebut. menghitung jumlah balok yang digunakan. Pembelajaran pada anak usia dini tidak seperti pembelajaran di sekolah-sekolah yang dibagi permata pelajaran. kinestetik. pemahaman diri. anak diberi kesempatan sejak kecil untuk melakukan sendiri seperti makan-minum sendiri. visual spasial. bercerita tentang bangunan yang sudah dibuatnya. memakai baju dan menentukan baju mana yang diinginkannya. dan spiritual). membedakan kebutuhan belajar mereka pada aspek motoriknya. seni dan musik. sepanjang kegiatannya tidak membahayakan dirinya. menyebutkan bentuk balok yang dipakai. anak dirangsang untuk bercerita tentang gagasan yang akan dibangunnya. Untuk membentuk anak cerdas maka anak harus banyak melakukan interaksi dengan lingkungan.akan memilki pengalaman anak usia belajar yang berbeda. alam. anak usia empat tahun yang memiliki kesempatan bergerak dengan leluasa akan memiliki kemampuan motorik (gerakan) yang lebih baik dibanding dengan anak usia sama yang sering dilarang melakukan sesuatu.

dan belajarnya menjadi sia-sia. bentuk pasir setelah dicetak. dan itu sangat baik untuk mencapai kemajuan anak. Bermain sama dengan bermain anak belajar melihat. keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan. Selain itu suasana pembelajaran yang menyenangkan. atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. ia akan melakukannya secara berulang-ulang. anak dapat membangun jaringan syaraf otak dan memperkuat jaringat yang sudah terjalin.anak untuk mengembangkan kemampuannya. merasakan. Contoh. mencicipi rasa. dan itu akan menumbuhkan rasa ketergantungan dan ketidakmandirian anak Anak Belajar dengan baik apabila merasa aman dan nyaman secara fisik dan psikologisnya. menemukan atau Kesemuanya dan itu kesempatan fisiknya. berarti penguatan kemampuan tersebut tidak akan terjadi. memecahkan masalah. sehingga anak merasa tertarik dan senang untuk melakukannya. Fungsi kerja otak besar (otak untuk berpikir) berjalan dengan baik apabila mendapatkan rangsangan yang menyenangkan. dan Dalam perkembangannya. meningkatkan kemampuan pemahaman menggunakan tentang alat sesuatu bermain. menyentuh membuka kemampuan lingkungan. baru. segala macam benda anak yang ditemukannya. tenang. dengan menggunakan pasir dan cetakan anak dapat merasakan tekstur pasir. Bagi anak bermain adalah untuk sarana anak untuk pertumbuhan belajar. Karena itu penting memberikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak. mendengar. Sebaliknya jika anak dipaksa untuk melakukan sesuatu. yang dan meningkatkan keterampilan kemampuan bahasa. maka ia akan menolak untuk melakukannya kembali. . belajar yang nyaman memberikan kemungkinan anak bermain Suasana aktif. melihat warna pasir. Belajar melalui bermain. dan aman selama proses belajar. Contoh. bagi untuk mengembang dengn membangun daya hubungan imajinasi. apabila anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang. komukasi mengembangkan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Oleh karena itu sebelum melakukan pembelajaran perlu menarik minat anak terlebih dahulu.

. Kesemuanya dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain yang menyenangkan. Kepatutan menurut konteks agama. anak cium. raba. dan lingkungan akan sosial dimana langsung anak sehingga pengalaman anak terkait dengan kehidupannya. menghitung jumlah kue pasir. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang terlalu tinggi di atas kemampuannya. Anak belajar dalam suasana yang menyenangkan. Dalam suasana yang menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. main imajinasi menggunakan kue pasir dengan temannya untuk pengembangan bahasanya. Anak belajar dengan cara berulang Dengan latihan yang berulang-ulang anak memperkuat sambungan syaraf otak. nilai hidup. Juga kesempatan untuk mendapatkan tantangan sehingga dapat mengembangkan keterampilan berikutnya yang lebih sulit. bosan. Perhatian. kasih sayang. dan tidak mendapatkan pengalaman baru. mengenal memberikan dunianya. Pembelajaran untuk anak usia dini tidak bertentangan dengan ajaran agama. Pengawasan dan perhatian yang tepat dari orang dewasa memberikan perasaan aman dan nyaman.ukuran untuk membuat pasir cetak. Segala sesuatu yang anak baru dengar. Karena itu anak akan untuk beruntung melatih dan lebih maju apabila baru mendapatkan kesempatan keterampilan yang dikuasainya. dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. berarti ia tidak belajar. budaya setempat. yang lihat. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang lebih rendah dari pada yang dimilikinya. pengetahuan Dengan diperlukan anak alat-alat inderanya belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. ia akan merasa frustasi karena merasa tidak berhasil. sosial dan budaya. untuk kecap. maka anak tidak tertarik. Anak belajar apabila sesuai dengan kemampuan perkembangannya. Anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya.

pendidik dapat memantau perkembangan semua anak didiknya dengan mudah. perhatikan apa yang dilakukan anak sekarang ini. Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.Karena itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. baik dari segi materi. bahan dan alat main. Kegiatan yang sering dilakukan anak menunjukkan kemampuan yang dikuasai anak. Yang dimaksud saat lingkaran adalah pendidik dan peserta didik duduk melingkar pada saat sebelum dan sesudah kegiatan bermain anak. baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus. Untuk mengetahui dimana kemampuan anak saat ini. PENDEKATAN BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME (BCCT) Pendekatan Beyond Center and Circles Time (BCCT) atau Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran Metode Sentra dan Saat Lingkaran atau dikatakan metode Beyond Center and Circles Time (BCCT) adalah metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Reserch and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida Amerika Serikat. . Indonesia dapat copyright CCCRT penerapannya dilaksanakan secara bertahap dan dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sepanjang tetap memperhatikan prinsipprinsip dasarnya. seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak. Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu. Early Metode Young ini telah terakreditasi (NAEYC) di sebagai oleh National yang Assosiation Childhood metode direkomendasikan memperoleh dapat diterapkan dari Amerika dimana Serikat. sehingga semuanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. Pengembangan metode ini telah dilakukan lebih dari 25 tahun di Creative Pre School Florida.

sehingga mendorong kreativitas anak. HighScope dan Reggio Emilio. sehingga dapat dijadikan pijakan bagi pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan anakPenerapannya tidak bersifat kaku. melainkan dapat dilakukan setempat.Metode Sentra dan Saat Lingkaran merupakan hasil pengemabngan dari metode Montessori. dan penilaian disesuaikan dengan potensi. dukungan. sesuai dengan situasi dan kondisi Prinsip Pendekatan BCCT Keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada teori dan pengalaman empiric. sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian perkembangan anakKegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-pijakan sebelum. Keunggulan Pendekatan BCCT diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak Kurikulumnya yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan. Menempatykan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal . kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri. sehingga dapat dijadikan panduan bagi pendidik pemulaMasing-masing anak memperoleh dukungan untuk aktif. B. dan penilai kegiatan dengan mengkondisikan setiap anak untuk berperan aktif Pembelajarannya bersifat individual. secara bertahap. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan.Semua tahapan perkembangan anak telah dirumuskan dengan rinci dan jelas. Namun demikian metode ini memiliki keunggulan.Pendidik lebih anak berperan sebagai perancang. sesaat. dan sesudah main. sehingga rancangan. tanpa harus takut membuat kesalahanSetiap tahap perkembangan bermain anak sudah dirumuskan secara jelas. pendukung. tingkat perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak.

untuk mengikuti Mempersyaratkan pelatihan pendidik dan pengelola program sebelum menerapkan metode ini. secara bergilir pendidik memberi pijakan kepada setiap anak. anak-anak masuk ke kelompok masing- masing dengan dibimbing oleh pendidik yang bersangkutan. semua anak mengikuti main pembukaan dengan bimbingan pendidik. pendidik bersama anakanak makan bekal yang dibawanya (tidak dalam posisi istirahat) kegiatan penutup. pendidik duduk bersama anak didik membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman sebelum main. anak-anak pulang secara bergiliran pendidik membereskan tempat dan merapikan catatan-catatan dan kelengkapan administrasi. pendidik melakukan diskusi evaluasi hari ini dan rencana esok hari . pendidik duduk bersama anak didik dengan membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman setelah main.yang merangsang anak untuk aktif. pendidik memberi waktu yang cukup kepada anak untuk melakukan kegiatan di sentra main yang disiapkan sesuai jadwal hari itu. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran/pembiasaan antri.Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran. Standar Operasional Pendekatan BCCT Standar adalah: pendidik Operasional Proses Pembelajaran dengan Pendekatan BCCT menata lingkungan main sebagai pijakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ada pendidik yang bertugas menyambut kedatangan anak dan mempersilahkan untuk bermain bebas dulu. selama anak berada disentra. kreatif dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran. pendidik bersama anakanak membereskan peralatan dan tempat main. Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah.

Pada usia ini pula. Diantaranya adalah metode belajar sambil bermain ataupun bermain sambil belajar. Di seluruh dunia anak bermain. Para ahli psikologi berpendapat bahwa masa pendidikan di TK merupakan masa usia emas (golden age). Cara ini akan lebih berkesan dalam memori otak anak-anak untuk perkembangan pengetahuannya karena pada usia dini adalah masa-masa perkembangan memori otak sangat pesat. Dengan pengembangan moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan yang Maha Esa dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar menjadi warga negara yang baik. fisik/motorik. baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya. perkembangan watak dan moralnya. Peran pendidikanlah untuk mengawal bagaimana permainan dapat menumbuh kembangkan mereka secara patut dan utuh sebagai anak manusia. masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat penting untuk meningkatkan seluruh potensi kecerdasannya. Pada hakikatnya dua macam metode tersebut sama-sama saling mendukung dalam proses belajar anak didik. Bermain bagi anak bagaikan bekerja bagi manusia dewasa. Belajar Seraya Bermain Posted on February 8. Hal ini dilakukan karena metode ini lebih sesuai dengan kondisi anak-anak yang cenderung lebih suka bermain. bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikirannya melalui bahasa yang sederhana secara tepat. Anak pada usia ini harus mendapatkan beragam input yang merangsangnya. Ada anak-anak yang bermain dengan patut. dan kemandirian. Maka para pendidik memanfaatkan hal ini untuk mendidik mereka dengan cara bermain sambil belajar yaitu disamping mereka bermain mereka sekaligus mengasah ketrampilan dan kemampuan. namun ada juga yang bermain ³cukup berbahaya´ mereka lakukan sebagai kanak-kanak.TK ANAK CERIA BANJARBARU Dalam penyelenggaraan pendidikan metode pembelajaran ada berbagai metode yang dilakukan oleh para pendidik. Pemberian pendidikan yang tepat pada masa ini berpengaruh sangat signifikan bagi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya.Penerapan Sistem Bermain Sambil Belajar. Pengembangan fisik/motorik . kognitif. Oleh karena itu. Pendidikan TK dapat memberi andil bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. 2011 by KB . anak mulai belajar mengembangkan kemampuan bahasa dan sosialnya. Pengembangan sosial. utamanya pengembangan kepribadian dan potensi diri baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama. bahasa. dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup. emosional. kemandirian dan seni sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pada umumnya dalam proses pendidikan pada anak balita atau usia dini lebih diutamakan pada metode bermain sambil belajar. mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk dapat berbahasa Indonesia. serta emosional dan intelektualnya. sosial emosional. Demikian juga kemampuan berbahasa. Pada fase usia emas ini anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Usia emas itu datang hanya sekali dan tidak dapat terulang lagi pada fase berikutnya.

menyampaikan paling tidak ada tiga jenis kegiatan bermain yang mendukung pembelajaran anak. karena itu metode pembelajaran terhadap anak harus disesuaikan dengan perkembangannya. menjelaskan bahwa anak adalah anak. asal dilakukan dengan cara-cara bermain yang menyenangkan. bukan teori akademik. anak bukan manusia dewasa mini. 2006). Dunia anak adalah dunia bermain. Permainan yang digunakan di TK merupakan permainan yang merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. bermain fungsional atau sensorimotor. dan Freud. Bermain disesuaikan dengan perkembangan anak. membantu anak mengembangkan kemampuan logika matematik dan pengetahuan akan ruang dan waktu. Vygotsky. agar anak mampu menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya. Melalui bermain. Pengembangan kognitif bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir anak untuk dapat mengolah perolehan belajarnya. dan interaksi pedagogis yang mengutamakan sentuhan emosional. meningkatkan kemampuan mengontrol gerakan tubuh dan kordinasi. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK (Depdiknas. mengembangkan kepekaan. Anak dibina dengan berbagai cara agar mereka dapat . yaitu. Piaget. dan kreativitas mereka perlu terus dijaga dan dikembangkan dengan menciptakan lingkungan yang menghargai kreativitas yaitu melalui bermain. Oleh karena itu.untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus. Mereka menampilkan ciri-ciri fisik dan psikologis yang berbeda untuk tiap tahap perkembangannya. serta mempunyai kemampuan untuk mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir teliti. dihadapkan dengan berbagai jenis bahan bermain yang berbeda yang mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. dapat menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah. Oleh karena itu. sehat dan terampil. pendidikan di TK yang menekankan bermain sambil belajar dapat mendorong anak untuk mengeluarkan semua daya kreativitasnya. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika anak-anak disediakan kesempatan untuk bergerak secara bebas berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan. dan bermain konstruktif. Jenis Kegiatan Bermain Beberapa ahli psikologi anak seperti Rodgers. Seluruh potensi kecerdasan anak akan berkembang optimal apabila disirami suasana penuh kasih sayang dan jauh dari berbagai tindak kekerasan. kegiatan belajar yang efektif pada anak dilakukan melalui cara-cara bermain aktif yang menyenangkan. Seto Mulyadi (2006) psikolog anak. Anak-anak senantiasa tumbuh dan berkembang. bermain peran. baik di dalam maupun di luar ruangan. sehingga anak-anak dapat bermain dengan gembira. sedangkan pengembangan seni. serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat. Bermain fungsional atau sensorimotor dimaksudkan bahwa anak belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungannya. Pada dasarnya anak senang sekali belajar. Masa anak-anak merupakan masa puncak kreativitasnya. dan dapat menghargai hasil karya yang kreatif. Erikson. anak memperoleh dan memproses informasi mengenai hal-hal baru dan berlatih melalui keterampilan yang ada. Bermain merupakan cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak TK sesuai kompetensinya.

cat. dan anak dalam sebuah rumah tangga. Bermain peran dipandang sebagai sebuah kekuatan yang menjadi dasar perkembangan daya cipta. Bermain peran ini sangat penting untuk perkembangan kognisi. Bermain peran disebut juga bermain simbolik. baik bahan cair. Konsep intensitas menekankan pada jumlah waktu yang dibutuhkan anak untuk berpindah melalui tahap perkembangan kognisi. Menurut Erikson terdapat dua jenis bermain peran. dan (3) adanya peralatan untuk mendukung bermacammacam adegan permainan. Dengan demikian berarti dalam kegiatan bermain harus mempunyai intensitas dan dentitas yang memadai. imajinasi. Kegiatan ini harus memperkaya kesempatan pengalaman anak melalui beberapa jenis bermain yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan perkembangan anak. fantasi. penyerapan kosa kata. ukuran. krayon. keterampilan spasial. Bermain peran memungkinkan anak memproyeksikan dirinya ke masa depan dan menciptakan kembali masa lalu. cat dengan kuas kecil di atas meja. seperti air. Bahan-bahan seperti kertas dengan tekstur. (1) cukup waktu untuk bermain. anak secara langsung bermain menjadi tokoh untuk memainkan peranperan tertentu sesuai dengan tema. kerja sama kelompok. Bermain konstruktif dilakukan melalui kegiatan bermain untuk membuat bentuk-bentuk tertentu menjadi sebuah karya dengan menggunakan beraneka bahan. Misalnya peran sebagai ayah. dengan spidol dan krayon. dan warna yang berbeda. melukis. . nampan cat jari. sosial. papan lukis dengan kertas berbagai ukuran dan kuas akan membantu anak sepanjang waktu untuk berkembang melalui tahap awal dari corat-coret menuju ke penciptaan sesuatu yang bermakna dan menuju ke menulis kata dan kemudian kalimat. afeksi. anak juga dapat mengekspresikan dirinya dalam mengembangkan bermain sensorimotor. konsep hubungan kekeluargaan. dan keterampilan awal menulis. emosi. atau bahan alam lain. pasir. antara lain. Dalam kegiatan bermain. Melalui bermain pembangunan. misalnya orang-orangan kecil yang lagi berjual beli. Misalnya untuk melatih keteramplan pembangunan anak dapat menggunakan cat di papan lukis. bermain peran. sosial. atau bermain drama. Bermain pembangunan menurut Piaget dapat membantu mengembangkan keterampilan anak dalam rangka keberhasilan sekolahnya dikemudian hari. puzzle. (2) ruang yang cukup. maupun bahan terstruktur. pengendalian diri. Kualitas pengalaman main peran tergantung pada beberapa faktor. Sedangkan bermain peran makro. pura-pura. dikenal adanya konsep intensitas dan dentitas. dan fisik yang dibutuhkan Misalnya anak-anak harus memiliki pengalaman harian yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan bahan yang bersifat cair. playdough.bermain secara penuh dan diberikan sebanyak mungkin kesempatan untuk menambah macam gerakan dan meningkatkan perkembangan sensorimotor. yaitu bermain peran mikro dan makro. serta hubungan kerja sama dengan anak lain dan menciptakan karya nyata. ibu. tahapan ingatan. sisa-sisa bahan bangunan untuk berlatih keterampilan pembangunan terstruktur. dan keterampilan kognisi. Konsep densitas menekankan pada keanekaragaman kegiatan bermain yang disediakan untuk anak di lingkungannya. mendapatkan kesempatan untuk menggambar. dan sebagainya. dan emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun. Anak-anak dapat menggunakan palu dengan paku dan kayu. Bermain peran mikro dimaksudkan bahwa anak memainkan peran dengan menggunakan alat bermain berukuran kecil.

dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar. mencontohkan komunikasi yang tepat. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif. model kelompok dengan pengaman. Selain itu. minat dan perkembangan fisik serta psikologis anak. penataan lingkungan yang tepat. peralatan. Sedangkan penataan pengalaman setelah bermain dimaksudkan mengajak anak untuk mengingat kembali pengalaman bermainnya dan saling menceritakan pengalaman bermain. Model pembelajaran berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman merupakan pola pembelajaran. serta memberi kesempatan yang cukup kepada anak untuk bermain. . menyenangkan. dan tempat yang memadai. model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan. menantang. Dengan sarana bermain yang sangat terbatas. inspiratif. mengamati dan mendokumentasikan kemajuan bermain anak. interaktif. meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui hubungan teman sebaya. Penataan pengalaman sebelum bermain merupakan kegiatan awal yang dilakukan guru untuk memberi gagasan sebelum anak melakukan kegiatan bermain.Dengan menyediakan beraneka jenis mainan yang tepat bagi anak. menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam. memiliki berbagai bahan yang mendukung jenis-jenis permainan. memperkuat dan memperluas bahasa anak. kegiatan pembelajaran harus kreatif. pembangunan dan bermain peran. Penataan lingkungan bermain artinya mengelola lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup. Model klasikal merupakan model pembelajaran yang paling sederhana yang menganggap anak memiliki kemampuan sama. dan sensorimotor. Penataan pengalaman saat bermain. hal itu berarti memberi layanan pendidikan kepada anak TK secara optimal. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di KB/TK. sensorimotor. Selanjutnya agar anak-anak dalam bermain dapat berlangsung lebih efektif. meliputi pemberian waktu kepada anak untuk mengelola dan memperluas pengalaman bermain. penataan pengalaman sebelum bermain. misalnya anak mendapat kesempatan memilih serangkaian kegiatan bermain setiap hari untuk terlibat dalam bermain peran. penataan pengalaman bermain saat bermain. Ada beberapa dukungan penataan/pijakan yang dilakukan untuk mencapai mutu pengalaman bermain. memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan. dan sentra. dan menata kesempatan main untuk mendukung hubungan sosial yang positif. dikenal beberapa model pembelajaran. yaitu dukungan penataan lingkungan bermain. misalnya model klasikal. serta model berdasarkan berdasarkan area. anak-anak dibagi-bagi menjadi beberapa sudut kegiatan. sedangkan model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan. dan diberi bimbingan untuk memenuhi kebutuhan setiap anak sebagaimana yang telah dilakukan dalam model pembelajaran sentra. Guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. dan menggunakan pendekatan tematik. tetapi lebih bersifat akademik. merencanakan intensitas dan densitas pengalaman. dimana anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kegiatan pengaman. menyebabkan pembelajaran yang dilaksanakan kurang menekankan kegiatan bermain. serta mengemas permainan agar tertata kembali. maka pengalaman bermain anak seharusnya direncanakan dengan baik. dan juga penataan pengalaman setelah bermain. bermain pembangunan. Model pembelajaran yang digunakan di KB/TK harus memperhatikan bakat.

inspiratif. namun yang terpenting harus dikemas dalam konteks bermain yang betul-betul didisain secara matang. Permainan yang digunakan di KB/TK merupakan permainan yang didisain sedemikian rupa. Cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak KB/TK adalah melalui pembelajaran yang menekankan pada kegiatan bermain. Kesimpulan Pendidikan yang tepat di TK mempunyai pengaruh sangat signifikan bagi proses tumbuh kembang anak dan mempengaruhi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. area memasak. dan area agama. dapat membangkitkan imajinasi. menantang. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK yang sangat tepat. menyenangkan. model pembelajaran berdasarkan area atau sentra merupakan penyempurnaan dari sebelumnya. anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dengan pengelolaan sarana bermain. sehingga merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. misalnya area seni. aturan.Penggunaan model ini sudah mulai memperhatikan keberagaman kemampuan dan minat anak. Sebagai contoh adalah sebuah sekolah KB/TK Anak Ceria yang telah memiliki kurikulum yang telah dikembangkan untuk proses pembelajaran pada anak-anak yang duduk di bangku KB/TK. area baca-tulis. Pembelajaran yang menggunakan area. kegiatan pembelajaran harus kreatif. dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar. dengan memperhatikan bakat. pengelolaan tersebut dapat memberi kesempatan kepada anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi atau berinteraksi dengan lingkungannya. membiasakan anak berperilaku disiplin dan bertanggungjawab. Demikian juga pada pembelajaran dengan sentra. dan penataan setelah bermain. area pasir dan air. kita dapat menciptakan situasi belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi anak untuk melakukan berbagai kegiatan. Selain itu. dengan tersedianya banyak area. area IPA. proses pembelajaran bukan hanya didukung dengan penyediaan sentra bermain yang beraneka ragam. . ide. serta menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam. dengan menfasilitasi sarana pembelajaran/bermain lebih bervariasi. kegiatan bermain anak dalam rangka efektivitas pembelajaran dapat terpenuhi tentu dengan direncanakan secara matang dan dilaksanakan dengan baik. penataan sebelum bermain. Kini. dan menggunakan pendekatan tematik. tetapi juga didukung untuk membangun konsep. interaktif. serta mengembangkan kreativitas anak. penataan selama bermain. area balok. bahasa dan sosialnya. serta emosional dan intelektualnya. guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di KB/TK menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. area bermain peran. Dalam implementasinya. yang semuanya disesuaikan dengan kebutuhan anak untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi. karena pada masa ini. area matematika. area gerak dan musik. Apapun model pembelajaran yang digunakan di KB/TK. membantu anak dalam pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan. karena dunia anak adalah dunia bermain. dan pengetahuan anak dengan pijakan/penataan lingkungan bermain. baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya. perkembangan watak dan moralnya. minat dan perkembangan fisik dan psikologis anak.

Learning How to Be: Pengembangan potensi diri yang meliputi kemandirian. Pendekatan ini akan memberikan kelonggaran guru untuk menentukan metoda yang paling tepat dan menantang para siswa untuk mencapai hasil belajar seoptimal mungkin. Prinsip-prinsip Filosofi Pendidikan Untuk mewujudkan tujuan pendidikan. d. murid. berkelanjutan dan konsisten dalam pendidikannya seiring dengan perkembangan dan kedewasaan psikologis anak. Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Anak Ceria. Melalui keterpaduan kurikulum dan metode yang digunakan. seni dan sentra bahan alam).Kurikulum Kurikulum KB-TK Anak Ceria mengacu pada kurikulum Departemen Pendidikan Nasional terbaru yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk TK dan RA tahun 2009 yang diimplementasikan dalam metode ³Belajar Sambil Bermain´ dengan enam sentra pengembangan melalui pendekatan Beyond Centers Circle Times (BCCT) atau dalam bahasa Indonesianya adalah lebih jauh tentang sentra dan saat lingkaran. produktifitas. Anak dituntut aktif dan kreatif dalam kegiatan di sentra-sentra. Kegiatan bermain sambil belajar pada sentra-sentra (sentra persiapan. ketangguhan dan profesionalisme. dalam rangka mengembangkan seluruh potensi kecerdasan anak. balok. keadaan sekolah dan tuntutan kehidupan. c. menerapkan dua prinsip pendidikan. Learning How to Live Together: . Meletakkan pendidikan pada empat pilar belajar : a. disiplin dan tanggung jawab. Sekolah dan guru menggunakan kurikulum ini untuk mengembangkan pembelajaran dan program pengajaran sesuai dengan kebutuhan murid. b. Learning How to Do: Adalah menumbuhkan kreativitas. di mana murid dapat maju secara bertahap. imajinasi. Anak Ceria menyiapkan system pembelajaran berkesinambungan. kesadaran estetik. menguasai kompetensi menghadapi situasi yang senantiasa berubah. Melalui pendekatan kurikulum hingga tahun ke-2. sentra makro dan mikro. kemampuan bernalar. Learning How to Know : Adalah belajar untuk mengenal cara memahami dan mengkomunikasikan sesuatu yang dipelajari. imtaq. orang tua dan guru dapat memperoleh kejelasan tentang proses kegiatan dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai murid di sekolah. yaitu: 1.

Kemampuan keterampilan berkomunikasi / communication c. Kemampuan untuk memahami diri sendiri / self understanding b. Belajar Sepanjang Hayat Pendidikan di era global ini hendaknya memperhatikan kualitas sumber daya manusia. 2. Metode pembelajaran tersebut adalah: ³Bermain Sambil Belajar Dengan Sarana Bermain Enam Sentra Pengembangan Integrasi Pendidikan Agama Melalui Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi´. METODE ³BERMAIN SAMBIL BELAJAR´ Dengan sarana Bermain Sentra Pengembangan A. bahwa kegiatan bermain/permainan adalah kebutuhan yang sangat vital bagi anak. yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepribadian anak dikemudian hari. Kemampuan menerima dan diterima orang lain / getting along with others d. KB/TK Anak Ceria juga mengembangkan kemampuan leadership murid yang antara lain meliputi : a. Sebagaimana telah diuraikan diatas. Masyarakat modern ± industrial akan berkembang pesat jika ditunjang dengan sumber daya yang berkualitas. Pengembangan Kemampuan Leadership Disamping kedua prinsip pendidikan seperti tersebut di atas. seimbang nasional maupun internasional dengan menghormati nilai spiritual dan tradisi dalam kebhinekaan. Keterampilan mengelola / managing g. Anak secara sadar atau tidak sadar akan belajar banyak hal.Pemahaman hidup selaras. Dan kualitas suatu bangsa akan menentukan keberlangsungan hidup bangsa tersebut yang terus berubah seiring dengan perubahan zaman menuju ke masyarakat-industrial. Kemampua belajar cara belajar / learning to learn e. Perubahan ini akan berdampak pada generasi muda yang perlu dipersiapkan untuk belajar terus menerus. Karena kualitas SDM akan menentukan kualitas suatu bangsa. Konsep Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama Melalui Aplikasi Ilmu Pengetahuan Dan Tehnologi. Bekerja dalam kelompok / working with groups Kegiatan ini terintegrasi dalam kegiatan bermain sambil belajar terutama dalam kegiatan bermain di sudut pengembangan. . informasi dan teknologi canggih. Keterampilan membuat keputusan / making decision f.

Bertugas mengatur dan menfasilitasi kegiatan pembelajaran dan bertanggung jawab pada sudutnya masing-masing. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kejenuhan anak dalam bermain dan belajar. Metode pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keimanan. anak harus bermain bersama untuk setiap jenis permainan minimal dua orang.Sentra Persiapan Karunia Allah SWT 2. Bertanggungjawab dalam kegiatan materi pagi. berdaya cipta. yaitu: Guru kelompok bertugas mengumpulkan data/hasil perkembangan anak setiap harinya dari setiap sudut pengembangan dan melaporkannya kepada orang tua murid. berketrampilan dan mengapresiasi seni baik seni musik. Dalam pelaksanaannya. pengenalan huruf Al Qur¶an serta pembacaan cerita. berbahasa. ketaqwaan dan akhlakul karimah dalam berdaya pikir. Pemanfaatan sudut pengembangan tidak mutlak seluruhnya harus digunakan. Hal ini . Kegiatan pengembangan dilaksanakan dalam sentra-sentra pengembangan yang dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu. tari maupun suara serta dalam berkegiatan bermain serta berinteraksi sosial anak sehari-hari. pengenalan surat-surat pendek.Dalam setiap kegiatan sentra bermain. pengenalan huruf dan angka. kegiatan belajar mengajar dikelola oleh seorang guru yang menguasai bidang pengembangan tertentu. Satu kelompok belajar terdiri max 15 anak. Dengan Moving Class system.Sentra Bahan Alam Karunia Allah SWT Hal ini untuk memudahkan guru dalam pencapaian tujuan dan target pengembangan yang telah ditentukan/direncanakan seoptimal mungkin. Guru sentra menangani semua kelompok secara bergiliran. Guru terbagi dalam dua kategori tugas. Dengan pola dan media permainan yang beragam dan lebih variatif akan memotivasi kreativitas anak berkembang lebih optimal. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki teman bicara dan berdiskusi dalam rangka pengembangan bahasa dan aspek perkembangan lainnya.Sentra Kreatifitas dan Seni Karunia Allah SWT 6. kegiatan bermain dilakukan dengan cara berpindah ruang atau sudut sesuai dengan jadwal perputaran sudut yang telah ditetapkan.Metode ³Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama melalui Ilmu Pengetahuan dan tehnologi´ tersebut adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara bermain yang terintegrasi Pendidikan Agama melalui aplikasi ilmu pengetahuan dan tehnologi.Sentra Main dan Peran Allah SWT 4. pembahasan tema.Sentra Balok Karunia Allah SWT 5. yang meliputi: do¶a sehari-hari. yaitu: 1.Sentra Ibadah Karunia Allah SWT 3.

motorik halus.Perputaran Sentra Perputaran sudut adalah perputaran ruang bermain anak.bermain dengan orang lain juga memberikan kesempatan bagi anak . Perkembangan Sosial dan Emosional Sebagai makhluk sosial. Melalui kegiatanbermain anak dapat mengembangkan keterampilan sosial yang dibutuhkan dalamberinteraksi seperti menunggu giliran. dan skema tubuh ( Frost. manusia memiliki kebutuhan dasaruntuk merasa menjadi bagian dari kelompok dan belajar untuk berfungsi dalamsuatu kelompok dengan komposisi dan peranan yang berbeda-beda. dan keterampilan yang dianggap relevan dengan kondisi dan keadaanmereka (Formberg. bermain dengan teman sebaya atau orang lainjuga dapat memperkaya kosa kata dan keterampilan berkomunikasi anak. duduk dikelas. dan mematuhi aturan-aturan sosial. ide. Dalam bermain bebas anak dapat mengembangkankreativitasnya dan mencoba berbagai alternatif solusi untuk memecahkan masalahyang mereka hadapi dalam permainan. Dengan demikian. 2001). Dengan kemampuantersebut anak akan merasa lebih percaya diri. Wortham. mampu mengkoordinasikangerakan yang merupakan modal dasar contohnya dalam kegiatan olah raga. memahami hubungan sebab-akibat. menulis. agar tidak terjadi perbenturan waktu bermain sehingga anak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seluruh kegiatan bermain di semua sudut dalam hari-hari sekolahnya. 2007). dan sebagainya. stabil. Yang terpenting bahwa dalam setiap kegiatan bermain harus terintegrasi pendidikan agama dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Perkembangan fisik Karena bermain seringkali melibatkan aktivitas fisik. 2002). mengembangkanpengetahuan dan memperdalam pemahaman mereka melalui siklus belajar yangberulang-ulang (Frost. danpemecahan masalah yang merupakan keterampilan penting dalam kehidupan nyata(Ginsburg. B.Kegiatan belajar berbasis permainan juga memberikankesempatan pada anak untuk mempelajari berbagai keterampilan sertamengembangkan perasaan kompeten dan percaya diri. & Reifel. berkomunikasi. mengungkapkan perasaan dan keinginansecara adaptif.tergantung pada situasi dan kondisi yang ada. Di samping itu. Manfaat Bermain bagi Tumbuh Kembang Anak Perkembangankognitif Bermain bukan hanya merupakan cara unik anak untukbelajar mengenai dunianya. & Reifel.maka sangat erat kaitannya dengan perkembangan kemampuan motorik kasar. berpikir logis. Anak akan lebih mudah mengingatsituasi. Bermain aktif juga mendorongpemaknaan akan suatu konsep secara personal. mereka meningkatkankemampuan perencanaan. 2001). Perputaran ini diatur secara bergiliran antar kelompok sesuai dengan kelompok usia. tetapi juga cara mereka untuk belajar tentang dirisendiri dan bagaimana mereka menempatkan diri dalam dunianya. Wortham. Selain itu.

Munculnya jenis permainan ini menandakan berkembangnya kemampuan untuk berpikir simbolis dan juga sangat penting untuk perkembangan bahasa dimana anak menggunakan lebih banyak kosakata dan mampu menyusun sebuah cerita yang berkesinambungan.cat. mengeksplorasi peran atau menirukan kegiatan orang-orang di sekitarnya.1998). boneka. balok. mengatur emosi dan mengendalikan diri. Permainan konstruktif merupakan sarana yang sangat baik untuk mengembangkan keterampilan motorikhalus dan koordinasi matagerakan tangan pada anak. permainan peran juga membantu anak untuk mengatasi ketakutan dan masalah yang ia hadapi karena seringkali hal tersebut direfleksikan dalam permainan. Permainan fungsional Melaluipermainan fungsional bayi dan anak dapat mencari tahu apa saja yang dapatdilakukan suatu objek atau hal-hal yang dapat mereka lakukan terhadap objektersebut. Jenis-jenisPermainan Sensorimotor dan practice play Sejakdini. Orang tua juga dapat mengembangkan permainan anak agar mendapat informasiyang lebih kaya. bentuk. emosional. saling berbagi. Jarvis. Objek yang dapat dimanipulasi seperti lilin. Dari kegiatan ini anak mempelajari dampak darigerakan atau tindakan mereka terhadap lingkungan sekitarnya.dan bahasa anak. Peran Orangtua dalam Kegiatan Bermain Anak Besarnya implikasi bermain dalam setiap aspek perkembangan anak tidak terlepas dari keterlibatan orang tua atau pengasuh salah satunya dengan menyediakan fasilitas atau tempat yang aman bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungannya dengan bebas. dan ide dengan teman bermain (Creasy. Permainan Imaginatif Permainan imaginatif atau bermain peran dapat meningkatkan kemampuan sosial. serta berbagi¶kekuasaan¶. Meskipun . bayi menggunakan panca inderanya untuk mengekplorasi lingkungan dandunianya. sebagian besar mainan bersifat fungsional. Mereka melatih keterampilan motorik melalui gerakan repetitif sepertimenggapai dan menggenggam. Seiring dengan perkembangannya anak mulai mampu untuk membuat atau menghasilkan sesuatu eperti gambar. Anak berusia 12 ± 18 bulan menyukai mainan yang bereaksi terhadaptindakan mereka seperti mengeluarkan bunyi ketika tombol ditekan. membangun balok. & Berk.belajar bekerja sama. atau membentuk lilin. Permainan Konstruktif Sekitar usia empat tahun kegiatan bermain fungsional cenderung berkurang. Anak dapat mengembangkan kreativitasnya melalui improvisasi peran. Kemudian menginjak usia tiga tahun. Disamping itu. boneka yangkeluar ketika kotak dibuka. Jenis mainan yang kaya akan warna. dan memecahkan masalah. memahami sudut pandang dankebutuhan orang lain.dan bunyi dapat menstimulasi panca indera anak.untukmenyesuaikan tindakan mereka dengan orang lain. tempat. dan puzzle semakin banyak dimainkan oleh anak. tekstur .

contohnya dalam bermain peran. benarkah demikian? Bermain versus bekerja Bermain adalah kegiatan yang dilakukan semata-mata untuk menimbulkan kesenangan. olah raga. . belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. olah raga. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan. bergantung pada keingingan serta kesepakatan yang dibuat oleh para peserta. GENI M.terlibat dalam permainan anak. seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal. sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. Bermain adalah kegiatan yang sangat dekat dengan dunia anak.Psi klinis Anak RS. sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. drama. Namun. Jenis permainan. Kegiatan ini dapat dilakukan secara perorangan maupun berkelompok. sehingga kita kerap menganggapnya sebagai kegiatan biasa saja.L. agar kemampuannya untuk memecahkan masalah meningkat secarabertahap. ( oleh P.PELNI telah disampaikan pada acara symposium 25April 2009 ) Arti Bermain Bagi Anak Saat ini. orangtua sebaiknya tetap membebaskan anak untuk menggunakan imaginasi dan kreativitasnya dengan tidak terlalu direktif dan mengatur jalannya permainan atau justru terlalu¶memberikan kemudahkan¶ pada anak sehingga kemampuannya dalam memecahkan masalah tidak terasah. Pengertian ini membedakan antara bermain dengan bekerja. jumlah peserta serta lamanya waktu yang dialokasikan untuk bermain. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan. seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal. Hal ini senada dengan pendapat Piaget yang menjelaskan bahwa bermain terdiri atas tanggapan yang diulang semata untuk kesenangan fungsional. berpikir secara lebih fleksibel dan mampu meregulasi emosinya. Tidak ada yang istimewa. Saat ini. drama. yang memiliki tujuan tertentu dan tidak harus menimbulkan kesenangan. Ketika bermain dengan anak orangtua juga dapat menantang anak dengan memberikan hambatan atau masalah-masalah sederhana. Begitu akrabnya kegiatan bermain ini dengan keseharian kita.

misalnya jadwal belajar anak. Namun saya hanya akan menguraikan 9 di antaranya. menuliskan dalam buku Child Development. Ia mampu mewujudkan keinginannya menjadi seorang dokter. 3. Seorang anak. Hurlock. anak pun perlu diberikan kesempatan cukup untuk beristirahat pada waktu yang telah disepakati bersama. tentara maupun seorang pemimpin pasukan perang. bisa menjadi siapapun yang ia inginkan ketika bermain. yang mustahil mereka wujudkan dalam kehidupan nyata. yang bila terus terpendam akan membuat anak tegang. Selain itu.Bermain dan perkembangan anak Sesungguhnya bermain memberi manfaat yang besar bagi perkembangan anak. Selain itu. yang secara tidak sadar menimbulkan ketegangan dalam dirinya. termasuk pembatasan lingkungan atas perilaku mereka. setidaknya ada 11 manfaat dari kegiatan bermain bagi anak. terutama otot-otot tungkai dan otototot gerakan bola mata. Melalui bermain anak menyalurkan beban emosionalnya secara menyenangkan. Para orang tua dapat memperbaiki kondisi ini dengan terus membangun komunikasi yang terbuka dengan anakanaknya. yaitu: 1. sama buruknya dengan memberikan kebebasan yang tanpa batas. Aturan-aturan ketat yang mesti ditaati di rumah. Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan. seorang anak berhadapan dengan kenyataan-kenyataan yang tidak menyenangkan. bermain juga berfungsi untuk menyalurkan energi yang berlebihan pada anak. namun sering kali bisa diwujudkan melalui kegiatan bermain. maka akan terjadi koordinasi gerakan otot. Elizabeth B. Dorongan berkomunikasi Seorang anak memiliki kesempatan berlatih berkomunikasi melalui sebuah permainan. 5. Penyaluran bagi energi emosional yang terpendam Sering kali. Ada begitu banyak keingingan dan kebutuhan anak yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain. mendengarkan keluhan-keluhan mereka. Ketegangan ini berkurang ketika anak bermain. bukan menceramahi. 4. gelisah dan mudah tersinggung. Mereka belajar mengungkapkan ide-ide serta memberikan pemahaman pada teman-teman sepermainannya tentang aturan dan teknis permainan yang akan dilakukan. misalnya bermain permainan tradisional ³gobak sodor´ atau galah asin. Sumber belajar . Perkembangan fisik Ketika seorang anak bermain. Mereka dapat berbagi cerita dengan teman-teman bermainnya untuk tujuan ini. melalui penyampaian pesan yang efektif dan dimengerti antar peserta bermain. 2. Sehingga otot-otot ini terlatih dan berkembang dengan baik. salah seorang pakar perkembangan anak. sering kali membuat anak merasa terkekang. Sebab kita sama-sama mengetahui bahwa terlalu mengekang anak. maka kondisi ini akan terus membebani sang anak. Jika tidak ada komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. Dengan demikian permainan dapat berlangsung berdasarkan kesepakatan-kesepakatan yang dibuat para peserta.

Perkembangan wawasan diri. Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini Pembelajaran untuk anak usia dini memegang peranan yang sangat penting bagi pembentukan kemampuan dan sikap belajar pada tahap yang lebih lanjut. jika ternyata ia jauh tertinggal dibandingkan teman-teman sepermainannya. Ia akan berusaha meningkatkan kemampuannya. Hal ini dapat difasilitasi oleh para orang tua dengan cara memasukkan unsur pengetahuan populer dalam permainan anak. kemudian membandingkannya dengan kemampuan yang ia miliki. Belajar bersosialisasi. seorang anak dapat mempelajari banyak hal. menyenangkannya sebuah kemenangan maupun kesedihan ketika mengalami kekalahan. Kegiatan bermain menjadikan proses bersosialisai tersebut terbangun dengan cara yang wajar dan menyenangkan. Semakin beragam media permainan serta banyaknya variasi kegiatan. Mereka belajar untuk menghadapi dan memecahkan persoalan yang timbul dalam sebuah permainan secara bersama-sama. yang tidak selalu mereka peroleh di institusi pendidikan formal. dan jika kemudian diterima oleh teman sepermainannya. Hal ini menjadi faktor pendorong yang sehat dalam pengembangan diri seorang anak. 2003) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu . Melalui bermain. Dalam suatu pembelajaran peran guru bukan semata-mata memberikan informasi. yaitu kesenangan serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini. 8. kian semakin bertambah pengetahuan dan pengalaman baru yang mereka terima. 6. melainkan juga mengarahkan dan memberi fasilitas belajar (directing and facilitating the learning) agar proses belajar lebih memadai. akan menimbulkan adanya rasa penghargaan dari lingkungan serta menjadi motivasi munculnya ide-ide kreatif lainnya.Melalui bermain. Bermain sambil belajar akan memberikan dua manfaat sekaligus pada anak. Pada saat seperti inilah mereka biasanya mencoba melakukan sebuah variasi permainan. Ketika anak-anak bermain. Mereka belajar tentang arti bekerja sama. Di sini mereka belajar untuk mengembangkan daya kreativitas dan imajinasinya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Mohammad Ali (2007) bahwa pembelajaran adalah upaya yang dilakukan guru dalam merekayasa lingkungan agar terjadi belajar pada individu siswa. Rangsangan bagi kreativitas. seorang anak dapat mengetahui kemampuan teman-teman sepermainannya. mereka kerap merasakan adanya kejenuhan ataupun rasa bosan. Tidak jarang timbul beberapa masalah ketika anak-anak bermain. Bersosialisasi dengan teman-teman sebaya merupakan hal penting yang perlu dilakukan oleh anak. Hal ini memungkinkan terbangunnya konsep diri yang lebih jelas dan pasti. Ide-ide spontan yang dikemukakan oleh seorang anak. sportivitas. 7. Permainan pun akan kembali terasa menyenagkan. Konsep pembelajaran menurut Corey (Sagala.

untuk membuat siswa belajar secara aktif. Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional. mendorong. merawat. menilai. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 menyatakan bahwa. Surya (2004) menyatakan bahwa. pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. membentuk. maka pembelajaran perlu menekankan keempat aspek tersebut di atas.dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. dan kegiatan pembelajaran yang mencakup metode dan media pembelajaran. Selanjutnya Sudjana menjelaskan bahwa pembelajaran adalah fungsi pendidik untuk membelajarkan peserta didik terhadap materi pelajaran untuk mencapai hasil belajar yang menimbulkan pengaruh belajar. Kegiatan pembelajaran dilakukan berdasarkan rencana yang terorganisir secara sistematis yang mencakup tujuan pembelajaran. pamong belajar. memelihara. Pengertian pembelajaran di atas. evaluasi pembelajaran. mengandung makna yang menggambarkan interaksi dinamis antar unsur-unsur yang terlibat dalam pembelajaran yaitu pendidik. Sejalan dengan perkembangan anak usia dini. Pembelajaran menurut Sudjana (2000) adalah upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mencakup kegiatan belajar dan mengajar. Pembelajaran disusun sehingga menyenangkan. peserta didik. sehingga peserta didik dapat melakukan perubahan dalam dirinya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang merupakan bagian dari tujuan pendidikan. materi pembelajaran. belajar bagaimana melakukan (learning how to do). pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. meluruskan. melatih. materi. Oleh sebab itu maka pembelajaran yang direncanakan dan dilaksanakan dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain. dan belajar bagaimana bekerja sama dan hidup bersama (learning how to live together). dan demokratis agar menarik anak untuk terlibat dalam setiap kegiatan pembelajaran. pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar . tetapi mereka aktif berinteraksi dengan berbagai benda dan orang lain di lingkungannya. baik secara fisik maupun mental. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. proses. keluaran dan pengaruh kegiatan pembelajaran. Definisi pembelajaran tersebut mengandung berbagai fungsi seperti membantu. membimbing. . Suatu rencana pembelajaran dan pelaksanaannya perlu memperhatikan hal-hal yang terkait dengan belajar bagaimana belajar (learning to learn). belajar bagaimana berfikir (learning how to think). Definisi tersebut menunjukan bahwa pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku dalam diri individunya. menumbuhkan. menggembirakan. 2003). Anak tidak hanya duduk tenang mendengarkan ceramah gurunya. dan umpan balik evaluasi pembelajaran. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Sagala. dan mengembangkan. Fungsi-fungsi pembelajaran ini dilakukan oleh dan menjadi tanggung jawab pendidik yaitu guru. pelatih.

yaitu lebih banyak .Menurut Dunkin dan Biddle (Sagala. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan peserta didik dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu (Sagala. Konvergensi. Anak yang baru lahir ibarat kertas putih. Tokoh aliran ini adalah Schopenhauer. yaitu cara mendidik yang bersifat keras. aliran ini mengatakan bahwa proses pembentukan pribadi anak ditentukan oleh bakat yang dimiliki anak sejak lahir. (3) variabel proses (process variables) berupa interaksi peserta didik dengan pendidik. Oleh sebab peranan pendidik sangat besar maka aliran ini disebut juga optimisme. usia. Kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak didesain untuk memungkinkan anak belajar. Hal ini dikenal dengan nama teori tabularasa. Mengingat pendidikan tidak mempunyai peran maka aliran ini disebut juga pesimisme sebab pendidik merasa pesimis tidak dapat mempengaruhi anak didik karena faktor yang penting adalah faktor bakat. dan (4) variabel produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 2. Nativisme. Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu kompetensi substansi materi pembelajaran dan kompetensi metodologi pembelajaran. (2) Permisive. aliran ini berpendapat bahwa proses pembentukan pribadi anak ditentukan oleh pengaruh lingkungan. tujuan. dan harus dilakukan oleh anak setelah diperintah oleh pendidik. dan masyarakat. tingkat kematangan dan etika. Ketiga pendekatan tersebut adalah (1) Otoriter. Dengan mengetahui tiga aliran di atas. volunter. Empirisme. Aliran konvergensi ini merupakan perpaduan antara aliran nativisme dan empirisme. tetapi sifatnya lugas dan terencana. 2003) proses pembelajaran atau pengajaran kelas (classroom teaching) berada pada empat variabel instruksi yaitu (1) varibel pertanda (presage variables) berupa pendidik. lingkunganlah yang mempengaruhinya. Menurut Santoso (2002) ada tiga aliran pokok dalam pendidikan yang dapat digunakan untuk mendidik anak yaitu: 1. dan demokratis. Bakat dan lingkungan keduanya penting dalam perkembangan anak dalam membentuk pribadinya. arahan atau aktivitas kepada anak didik. 2003). Setiap kegiatan harus mencerminkan jiwa bermain. yaitu senang. sekolah. tegas. Pendekatan pembelajaran tentu tidak kaku harus menggunakan pendekatan tertentu. merdeka. pengalaman. Untuk itu guru di Taman Kanak-kanak harus kreatif melihat potensi lingkungan dan mendesain kegiatan pembelajaran yang menyenangkan anak. artinya memilih suatu pendekatan harus disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. . Dengan demikian bakat atau pembawaan menentukan perkembangan anak. (2) variabel konteks (context variables) berupa peserta didik. Tokoh aliran ini adalah William Stern (Amerika). Pendidik dapat memberikan pengaruh. Aliran ini dipelopori oleh John Locke (Inggris). bimbingan. 3. Setiap permainan yang diberikan harus diberi muatan pendidikan sehingga anak dapat belajar. aliran ini berpendirian bahwa terbentuknya kepribadian anak tergantung dari faktor bakat dan juga faktor lingkungan. maka menurut Santoso ada tiga cara pendekatan yang dapat dilakukan oleh pendidik sesuai dengan situasi.

2) Siklus belajar anak selalu berulang. yaitu memberikan kesempatan pada anak untuk menampilkan kreativitasnya. mampu bersosialisasi. Belajar melalui bermain. c. Media dan sumber belajar dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan. melakukan penjelajahan (eksplorasi). Berorientasi pada kebutuhan anak. menemukan. Adapun pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran bagi anak usia dini menurut Direktorat PADU (2002: 5) adalah sebagai berikut: a. Menggunakan pembelajaran terpadu. memperoleh penemuan untuk selanjutnya anak dapat menggunakannya. dan memanfaatkan benda-benda di sekitarnya. e. tetapi dengan penuh bimbingan pendidik. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi (penjajakan). kesehatan dan gizi yang dilaksanakan secara integratif dan holistik. Ciri-ciri pembelajaran ini adalah: 1) Anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tenteram secara psikologis. Lingkungan yang kondusif. Pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak. metode. Mengembangkan keterampilan hidup. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar. g. dan media yang menarik agar mudah diikuti oleh anak. materi/bahan. (3) Demokratis. berbuat dan berkreasi. dengan menggunakan strategi. Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan anak usia dini. 5) Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individual. h. 4) Minat anak dan keingintahuannya memotivasi belajarnya. dan menemukan hal-hal baru. d. Mengembangkan keterampilan hidup melalui pembiasaanpembiasaan agar mampu menolong diri sendiri (mandiri). 3) Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan teman sebayanya. Model pembelajaran terpadu yang beranjak dari tema yang menarik anak (center of interest) dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak.memberikan kebebasan pada anak untuk bertindak. Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak untuk mendapatkan layanan pendidikan. Lingkungan harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan. Proses kreatif dan inovatif dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan menarik. dimulai dari membangun kesadaran. dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. b. membangkitkan rasa ingin tahu anak. disiplin. memotivasi anak untuk berpikir kritis. dan memperoleh bekal keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya. f. . Kreatif dan inovatif. Sebagaimana kita ketahui bahwa pembelajaran bagi anak usia dini berbeda dengan pembelajaran lainnya sehingga pendekatan yang digunakan dalam mendidik mereka pun disesuaikan dengan kondisi perkembangan anak.

(5) memperhatikan variasi perkembangan anak. adanya variasi individual anak menuntut guru merancang dan menyediakan sejumlah alternatif kegiatan guna memberi kesempatan pada anak untuk memilih kegiatan yang diminati. guru perlu menyiapkan suatu metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak. daya pikir (membandingkan makan sedikit dengan banyak). (4) mendorong anak untuk berani mengambil resiko dan belajar dari kesalahan. Kedua. dan moral (berdoa sebelum dan sesudah makan). Menurut Solehuddin (2000) pemahaman dan penguasaan metode pembelajaran anak merupakan hal yang mutlak diperlukan oleh guru prasekolah: Pertama. terutama melalui projek atau pusat-pusat belajar.6) Anak belajar dengan cara dari sederhana ke rumit. Keenam. (2) kegiatan pembelajaran dibangun berdasarkan pengalaman dan minat anak. metode . Kelima. anak pada dasarnya belajar dalam situasi yang holistik. dan dari keakuan ke rasa sosial. 2. anak dapat mengembangkan beberapa aspek pengembangan sekaligus. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak akan memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan kebiasaan berperilaku positif yangendukung pengembangan berbagai potensi dan kemampuan anak. sosial-emosional (duduk rapi dan menolong diri sendiri). Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. Sesuai dengan tuntutan dunia karakteristik anak yang berbeda dengan orang dewasa. dan (6) bersifat fleksibel. kemampuan yang dikembangkan antara lain bahasa (mengenal kosa kata tentang jenis sayuran dan peralatan makan). metode pembelajaran bagi anak usia prasekolah adalah yang berpusat pada anak. Pada saat anak melakukan suatu kegiatan. dari gerakan ke verbal. penerapan bermain sebagai sarana belajar di TK merupakan hal yang perlu diprioritaskan. i. cara pembelajaran anak usia prasekolah hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berinteraksi baik dengan guru maupun dengan teman-teman sebayanya. Contoh: ketika anak melakukan kegiatan makan. Lebih lanjut Solehuddin (2000) mengemukakan beberapa prinsip dasar pembelajaran bagi anak usia prasekolah yang perlu diterapkan oleh para guru yaitu: (1) anak secara aktif terlibat dalam melakukan sesuatu atau bermain dalam suatu situasi yang menyenangkan. sesuai dengan karakteristik anak yang lazimnya aktif dan punya kemampuan untuk berkreasi. cara pembelajaran bersifat fleksibel dan tidak terstruktur. dari konkrit ke abstrak. Anak diberi kesempatan yang luas untuk berbuat aktif baik secara fisik maupun mental. Metode pembelajaran berhubungan dengan teknik-teknik yang digunakan dalam menyajikan pembelajaran. Stimulasi terpadu. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran adalah suatu cara atau prosedur yang ditempuh pendidik dalam mengelola pembelajaran yang efektif dan efesien. Keempat. motorik halus (memegang sendok dan menyuap makanan ke mulut). Ketiga. (3) mendorong terjadinya komunikasi serta belajar secara bersama dan individual. maka cara pembelajaran terpadu dipandang cocok untuk diterapkan bagi anak prasekaloh. diantaranya seperti yang dikemukakan oleh Moeslichatoen (2004) yaitu: metode bermain.

sawah.karyawisata. Bercerita Bercerita adalah menceritakan atau membacakan cerita yang mengandung nilai-nilai pendidikan. metode proyek. . Cerita sebaiknya diberikan secara menarik dan membuka kesempatan bagi anak untuk bertanya dan memberikan tanggapan setelah cerita selesai. Tugas dapat diberikan secara berkelompok ataupun individual. Bercerita dapat disertai gambar maupun dalam bentuk lainnya seperti panggung boneka. kebiasaan dan kesukaan anak untuk meniru akan tersalurkan serta dapat mengembangkan daya khayal (imajinasi) dan penghayatan terhadap bahan kegiatan yang dilaksanakan. mendengar. Bernyanyi juga dapat menumbuhkan rasa estetika. Kegiatan tersebut dilakukan di luar ruangan terutama untuk melihat. e. Peragaan/demonstrasi ini sesuai untuk melatih keterampilan dan cara-cara yang memerlukan contoh yang benar. metode bercakap-cakap. Melalui cerita daya imajinasi anak dapat ditingkatkan. Pemberian Tugas Pemberian tugas merupakan metode yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang telah dipersiapkan sehingga anak dapat mengalami secara nyata dan melaksanakan tugas secara tuntas. kebun. metode bercerita. Peragaan/Demonstrasi Peragaan/demonstrasi adalah kegiatan dimana tenaga pendidik/guru memberikan contoh terlebih dahulu. Hal ini dapat diwujudkan antara lain melalui darmawisata ke pasar. dan metode pemberian tugas. menurut Direktorat PADU tahun 2001 Pembelajaran pada anak usia dini dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya: a. pantai. c. dan peran-peran tertentu sekitar anak. Cerita tersebut akan lebih bermanfaat jika dilaksanakan sesuai dengan minat. Bernyanyi Bernyanyi adalah kegiatan dalam melagukan pesan-pesan yang mengandung unsur pendidikan. kemudian ditirukan anak-anak. merasakan. Berdarmawisata Darmawisata adalah kunjungan secara langsung ke obyek-obyek yang sesuai dengan bahan kegiatan yang sedang dibahas di lingkungan kehidupan anak. Bermain peran Bermain peran adalah permainan yang dilakukan untuk memerankan tokoh-tokoh. Dengan bernyanyi anak dapat terbawa kepada situasi emosional seperti sedih dan gembira. benda-benda. f. d. dan lainnya. metode demonstrasi. kemampuan dan kebutuhan anak. Selain itu. Bermain peran merupakan kegiatan menirukan perbuatan orang lain di sekitarnya. Dengan bermain peran. mengalami langsung berbagai keadaan atau peristiwa di lingkungannya. b.

pengembangan motorik. menulis. j. budi pekerti. Latihan Latihan adalah kegiatan melatih anak untuk menguasai khususnya kemampuan psikomotorik yang menuntut koordinasi antara otot-otot dengan mata dan otak. i. melukis. Dalam pengembangan kreativitas anak. Kecerdasan logika-matematik (logico-mathematical-intelligence) yang dapat dirangsang melalui kegiatan menghitung. membuat pertanyaan yang membantu memecahkan. Dalam memilih dan menggunakan metode di Taman Kanak-kanak guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut. c. yang umumnya berhubungan dengan pengembangan kepribadian anak seperti emosi. hidup bermasyarakat. disiplin. atau antara anak dengan guru. membaca. pengembangan emosi. Metode Proyek/Pengamatan Metode proyek adalah metode yang memberikan kesempatan pada anak untuk menggunakan alam sekitar dan atau kegiatan sehari-hari anak sebagai bahan pembahasan melalui berbagai kegiatan. menggambar. dalam penggunaan metode pembelajaran pada pendidikan anak usia dini hendaknya memperhatikan sembilan kemampuan belajar anak yang tertuang dalam Acuan Menu Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini (Depdiknas. Kecerdasan linguistik (linguistic intelligence) yang dapat berkembang bila dirangsang melalui berbicara. Kecerdasan visual-spasial (visual-spatial intelligence) yaitu kemampuan ruang yang dapat dirangsang melalui bermain balok-balok dan bentuk-bentuk geometri melengkapi puzzle. membangun kembali. h. penyesuaian diri. dan menemukan hubungan-hubungan baru. atau pengembangan sikap dan nilai. Selain itu. berdiskusi. Metode Bercakap-cakap Suatu cara bercakap-cakap dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan anak. Karakteristik tujuan adalah pengembangan kreativitas. Latihan diberikan sesuai dengan langkah-langkah secara berurutan. menonton film maupun bermain dengan daya khayal (imajinasi) . seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar.g. membedakan bentuk. 2002: 11) sebagai berikut: a. dan lain sebagainya. Metode Pembiasaan Merupakan kegiatan yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan untuk melatih anak agar memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu. pengembangan nilai. menganalisis data dan bermain dengan benda-benda. mendengarkan. metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. pengembangan bahasa. dan bercerita b. kemandirian. memikirkan kembali.

f. e. termasuk control diri dan disiplin i. Kecerdasan musikal (musical/rhythmic intelligence) yang dapat dirangsang melalui irama. bercocok tanam. Kecerdasan naturalis (naturalist intelligence) yaitu mencintai keindahan alam. dan memecahkan masalah serta menyelesaikan konflik. dan terutama gerakan tubuh. g. Kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence) yaitu kemampuan untuk melakukan hubungan antar manusia (berkawan) yang dapat dirangsang melalui bermain teman. Kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) yaitu kemampuan mengenal dan mencintai ciptaan Tuhan.d. panas dingin. olahraga. nada. birama. siang malam. mengenal diri sendiri. bekerjasama. bermain peran. Dapat dirangsang melalui pengamatan lingkungan. berbagai bunyi dan bertepuk tangan. bulan matahari. banjir. Kecerdasan kinestetik (bodiliy/kinesthetic intelligence) yang dapat dirangsang melalui gerakan tarian. pelangi. termasuk mengamati fenomena alam seperti hujan. Kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence) yaitu kemampuan memahami diri sendiri yang dapat dirangsang melalui pengembangan konsep diri. h. . memelihara binatang. harga diri. percaya diri. angin. Dapat dirangsang melalui penanaman nilai-nilai moral dan agama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful