P. 1
ayuni

ayuni

|Views: 203|Likes:

More info:

Published by: AyuNiey Quuend Qyuud on Jan 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2014

pdf

text

original

MOTIVASI

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.[1] Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.[2] Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat. Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi.[2] Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.[2]

Tips Memberi Pujian

Pujian adalah motivator eksternal. Tujuan mendisiplin adalah membangkitkan motivasi internal. Karenanya, memberi pujian tidak semudah membuka mulut. Cara memuji yang tepat, agar buah hati Anda membangun motivasi internal: 1. Puji perilaku anak, bukan si anak. Pujian seperti ³anak baik´, akan disalah artikan oleh anak. Bagi anak, pujian ³anak baik´ terasa berat, karena bila ia tidak berperilaku baik, ia anak jelek. Pujilah secara spesifik, ³Hari ini kamu bangun tidur tidak nangis. Bagus itu.´ Pujian ini membuat anak akan mengulangi perilakunya. Besok kalau bangun tidur tidak usah menangis, apalagi berteriak-teriak memanggil bunda. Pujian ini mengirim pesan pada anak, ia diperhatikan. 2. Gunakan pujian untuk perilaku yang ingin Anda ubah. Misalnya berhenti merengek. Ketika anak bisa tidak merengek, beri dia pujian; ³Kamu tidak merengek. Bagus. Kamu sekarang punya mulut yang bagus untuk ngomong dengan baik.´ 3. Puji anak dengan tulus. Pujian kehilangan kekuatannya bila Anda bertepuk tangan untuk perilaku yang biasa. Misalnya, anak bisa makan sendiri di usia 3 tahun adalah wajar. Anda tak harus bertepuk tangan karena itu. Bila anak bertanggung jawab atas perbuatannya, misalnya menyapu ceceran gula yang ditumpahkannya, Anda boleh memujinya dengan tulus; ³Bagus, kamu bertanggung jawab pada perbuatanmu.´ Atau, di usia 3 tahun anak Anda berhasil makan tanpa berantakan, Anda boleh memujinya; ³Kamu pintar, makan tidak berantakan.´ 4. Gunakan standar yang nyata, misalnya ³Kamu akan lebih bagus pakai pita kuning itu daripada yang ungu karena bajumu ada warna kuningnya.´ Bukannya, ³Pita kuning akan membuatmu lebih cantik. Kalau pakai pita ungu itu kamu jadi nggak cantik.´ Dijamin, anak selamanya akan menghindari warna ungu karena merasa tidak cantik dengan warna itu. 5. Puji anak untuk sesuatu yang harus dia lakukan, bukan sesuatu yang dia suka lakukan. Misalnya, memberesi mainan sudah seharusnya dia lakukan. Bila anak mau melakukannya, beri pujian; ³Bagus, kamu bertanggung jawab pada mainanmu.´ 6. Pakailah seni memuji. Biasakan anak untuk merasa nyaman memuji orang lain dan dipuji. Misalnya, ³Ih, kamu ganteng lho.´ Atau, ³Cantiknya kamu pakai baju princess itu.´ Anak-anak dengan harga diri yang lemah sulit menerima pujian dan memuji orang lain. Bahasa tubuh dan kontak mata saat Anda mengucapkan pujian ini memperkuat ucapan Anda. Pastikan Anda tulus mengucapkannya. Bila Anda mendengar anak-anak saling memuji, pujilah diri Anda sendiri karena berhasil memberi contoh. 7. Hindari memberi pujian dengan maksud tersembunyi. Misalnya, Anda membelikan baju untuk si kecil tanpa persetujuannya dan dia tak suka memakainya. Hindari memuji dengan harapan ia mau memakai baju pilihan Anda. ³Kamu pasti cantik dengan baju ini.´ Pujian Anda akan terdengar tidak tulus. 8. Pujian untuk membentuk perilaku yang baik, tidak untuk membandingkan dengan anak lain. ³Kamu pintar lho, lebih pintar dari si X di umur kamu sekarang.´ Pujian ini mendorong anak untuk bersaing secara tidak sehat. Kalau pujian dimaksudkan untuk membandingkan, bandingkan anak dengan dirinya sendiri. ³Sekarang banyak yang sudah kamu bisa. Apa-apa bisa sendiri. Semakin besar, kamu akan tambah lagi kepintaranmu.´ Pujian yang salah 1. Bila Anda memuji anak karena kemampuannya:
y

Anak akan fokus pada yang 'tampak bagus', bukan pada proses belajarnya.

y

y

Anak yang dipuji karena kemampuannya cenderung menghindari tantangan. Ia akan memilih hal-hal yang mudah dilakukan karena hasilnya akan segera tampak dan mendapat pujian. ‡Anak yang dipuji karena kemampuannya akan melihat kegagalan sebagai kebodohan. Anak yang dipuji karena usahanya akan termotivasi mencoba sesuatu yang baru dan menantang.

2. Bila Anda memuji anak karena kecerdasannya:
y

Anak melihat kegagalannya sama dengan kecerdasan yang rendah.

3. Pujian yang berlebihan:
y y y y y y

Sama dengan kritik pedas yang belebihan, menghasilkan kepribadian narsistis. Memberi pesan pada anak bahwa ketaatan dan perilaku baik adalah pilihan, boleh dilakukan boleh tidak. Menumbuhkan rasa overconfident, merasa bisa melakukan apa saja. Tidak realistis menilai diri sendiri. Sombong, merasa diri paling hebat. Kecanduan pujian, mengharapkan pujian setiap saat. Anak gelisah saat Anda tidak memuji karena anak tidak memperoleh sesuatu yang bisa membuatnya merasa nyaman.

4. Diberikan pada perilaku yang salah, memotivasi anak untuk berperilaku salah. 5. Untuk membandingkan dengan anak lain. ³Pintar. Kamu lebih pintar dari si X lho.´
PENGERTIAN MOTIVASI Motif berasal dari bahasa Latin movere yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya to move . Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif juga membantu kita membuat prediksi tentang perilaku. Jika kita menyimpulkan motif dari contoh perilaku seseorang, dan jika kesimpulan kita itu benar, kita ada dalam posisi yang baik untuk membuat prediksi tentang apa yang akan dilakukan orang di masa yang akan datang. Seseorang yang memiliki dorongan yang kuat untuk menyakiti orang lain, akan menunjukan kekejaman dalam banyak situasi yang berbeda, seseorang yang cenderung memiliki motif berteman akan mencari teman itu dalam banyak situasi. Jadi, ketika motif tidak memberitahu kita apa yang sebenarnya terjadi, mereka memberi kita suatu gagasan/ ide tentang serangkaian halhal yang ingin dilakukan seseorang. Seseorang dengan suatu kebutuhan untuk berprestasi akan bekerja keras di sekolah, di bisnis, dalam permainan, dan dalam banyak situasi. Motif adalah keadaan umum yang membuat kita dapat memprediksi perilaku dalam banyak situasi yang berbeda. Motif tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan factor- factor lain, baik factor eksternal (contohnya seperti, mahasiswa yang rajin belajar agar dapat cepat lulus dengan IPK yang baik), maupun factor internal (contohnya seperti, rasa lapar ingin makan, rasa haus ingin minum). Hal tersebut menunjukan bahwa perilaku itu didorong dan diarahkan ke tujuan. Biasanya individu yang menunjukan perilaku yang ingin mencapai suatu tujuan tersebut biasanya cenderung untuk menetap. Suatu istilah yang menunjuk ke kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan perilaku yang tetap ke arah tujuan tertentu disebut motivasi . Menurut Walgito, motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong

perilaku ke arah tujuan. Menurut walgito motivasi mengandung 3 (tiga) aspek, yaitu : a. Keadaan yang mendorong dan kesiapan bergerak dalam diri individu yang timbul karena kebutuhan jasmani, keadaan lingkungan, dan keadaan mental. b. Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan tersebut. c. Sasaran dan tujuan yang dikejar oleh perilaku tersebut. Sedangkan menurut Plotnik, motivasi mengacu pada berbagai factor fisiologi dan psikologi yang menyebabkan seseorang melakukan aktivitas dengan cara yang spesifik pada waktu tertentu. Seseorang yang termotivasi menunjukan 3 (tiga) cirri sebagai berikut : a. Anda terdorong berbuat atau melaksanakan sesuatu kegiatan. b. Anda langsung mengarahkan energy anda untuk mencapai suatu tujuan tertentu. c. Anda mempunyai intensitas perasaan- perasaan yang berbeda tentang pencapaian tujuan itu. B. TEORI TENTANG MOTIVASI Teori motivasi berupaya untuk memberi serangkaian prinsip- prinsip untuk memberikan petunjuk pemahaman kita tentang dorongan, keinginan, kebutuhan, usaha, dan tujuan yang datang dari motivasi. a. Teori Drive Teori drive bisa diuraikan sebagai teori- teori dorongan tentang motivasi , perilaku didorong ke arah tujuan oleh keadaan- keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang. Secara umum teori drive mengatakan hal berikut, ketika suatu kedaaan dorongan internal muncul, individu didorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan mengarah ke tujuan yang mengurangi intensitas keadaan yang mendorong, pada manusia dapat mencapai tujuan yang memadai yang mengurangi keadaan dorongan apabila dapat menyenangkan atau memuaskan. b. Teori- teori Insentif Teori Insentif justru merupakan teori kebalikan dari teori drive, teori insentif adalah teori- teori dorongan tentang motivasi, karena cirri- cirri tertentu yang dimiliki, objek tujuan mendorong perilaku ke arah tujuan tersebut. Objek- objek tujuan yang memotivasi perilaku dikenal sebagai insentif. Satu bagian penting dari banyak teori insentif adalah bahwa individu- individu mengharapkan kesenangan dari pencapaian dari apa yang mereka sebut insentif positive dan dari penginderaan dari apa yang disebut insentif negative. Ide dasar dibelakang teori insentif motivation adalah bahwa cirri stimulus dari tujuan kadang dapat memicu suatu perilaku motivasi. c. Teori Oponen Proses Dasar dari teori ini adalah pengamatan bahwa banyak keadaan emosi- emosi diikuti oleh keadaan yang bertentangan atau berlawanan. Teori ini memberikan suatu cara berfikir tentang dasar dari beberapa motif yang dipelajari. Seperti contoh, pecandu heroin memerlukan suatu kebutuhan obat untuk tetap mempertahankan keadaan yang tidak menyenangkan bila berhenti. Dapat disimpulkan bahwa beberapa orang memerlukan suatu kebutuhan untuk sensasi supaya mendapat pengalaman setelah bahaya lewat. d. Teori Tingkat optimal Teori ini mungkin dapat disebut just right theory (teori yang baik- baik saja). Individu dimotivasi untuk berperilaku dalam suatu cara untuk mencapai tingkat dorongan (arousal) yang optimal. Maksudnya, jika dorongan itu terlalu rendah, seseorang akan mencari situasi atau stimulus yang menaikan dorongan itu, namun jika dorongan itu terlalu tinggi perilaku akan diarahkan ke arah penurunan dorongan sehingga akan mendapat hasil tingkat yang optimal.

Motivasi Seksual Motivasi seksual adalah social karena motivasi ini melibatkan oranglain. D. Karenanya para psikolog kepribadian dan klinis memberi tekanan begitu besar pada motivasi.C.JENIS MOTIVASI a. Motif sebagai Eksplanasi Motif juga bisa berfungsi sebagai alat untuk melakukan penjelasan (explanation) mengenai perilaku. yang mengatur penghilangan air melalui ginjal. oranglain dapat menyimpulkan tentang motivasi kita walaupun kita sendiri tidak menyadarinya. Motif seseorang dapat diketahui dari apa yang dikatakan dan apa yang dilakukannya. Motif sebagai Prediktor Motif juga berfungsi untuk membantu melakukan prediksi tentang perilaku. Cellular dehydration dan hypovolemia menyumbang pada haus dan minum disebut double. Jadi.depletion hypothesis.factor internal saja. Haus dimunculkan dan kita akan minum untuk membasahi sel. Seks dalam psikologi . yang merupakan konsep utama dalam teori psikoanalisis. EKSPLANASI. Perilaku tersebut dapat didorong oleh motivasi yang tidak disadari (unconscious motivation). osmoreseptor (bagian dalam/depan dari hypothalamus yang menghasilkan impulsimpuls syaraf ketika mengalami dehidrasi). Motivasi lapar dan makan diaktifkan bukan hanya oleh factor. dapat dimengerti bahwa lapar adalah motif proses primer yang diperlukan untuk hidup. c. dan volume darah telah menurun. Motivasi Lapar proses biologis yang menopang hidup memperoleh energy mereka dan substansi kimia dari makanan.tanda dab bau makanan yang lezat dapat mengarahkan meskipun keadaan kebutuhan internal tidak ada. b. Bagaimana kedua mekanisme itu bekerja yang akan menghasilkan keringat. Kebanyakan penjelasan yang kita berikan setiap hari berkaitan dengan motivasi. Motivasi Biologis Motivasi biologis secara luas adalah berakar dari fisiologis dari tubuh. MOTIF SEBAGAI INFERENSI. Motivasi Haus Factor. Kita tidak harus sadar akan motivasi kita. Keadaan motif biologis ditimbulkan oleh hilangnya keseimbangan dan perilaku yang di motivasi didorong oleh hemeostatis yang tidak seimbang membantu memulihkan kondisi seimbang.sel dan mengembalikan volume darah ke tingkat normal. Tubuh memiliki seperangkat proses hemeostatis internal yang kompleks untuk mengatur tingkat cairan dan perilaku minum. tanda. Tingkat air dalam tubuh dipelihara oleh kejadian fisiologis dalam beberapa hormone yaitu hormone antidiuretic (ADH). tubuh kehilangan air. Orang yang mengenal motivasi dapat menjelaskan mengapa anda berperilaku dengan cara tertentu. JENIS. Apabila seseorang dapat menyimpulkan dengan benar motif seseorang maka ia dapat memprediksikan perilakunya di masa yang akan datang. Sumber motivasi lapar adalah kontrak otot perut yang menjadi signal untuk perasaan lapar dan juga hypothalamus yaitu merupakan bagian dari otak yang secara kritis terlibat dalam motivasi lapar dan dalam sejumlah motif biologis lain. tetapi tidak dapat diketahui atau disimpulkan (inferenced) dari perilaku. Motif sebagai Inferensi Motif tidak dapat diamati secara langsung.factor stimulus memainkan peran yang sangat besar dalam memprakarsai minum. PREDIKTOR a.

Kebutuhan Akan Kekuasaan Kebutuhan ini timbul dan berkembang dalam interaksi social. akan mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang n-achievment nya rendah. Pengertian Motivasi Oleh : Deni Arisandi Pada: March 16th. atau kebutuhan yang kompleks. dan tidak cenderung membina dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. Kata kerjanya adalah to motive yang berarti mendorong. Orang yang kuat kebutuhan afiliasinya akan selalu mencari teman. pengalasan dan motivasi. Sebaliknya orang yang kebutuhan afisiasinya rendah segan untuk mencari teman. gaya. perilaku seksual tidak ditimbulkan oleh kurangnya zat. suara. yaitu : Kebutuhan Berprestasi Kebutuhan ini merupakan motif social yang dipelajari secara mendetail.dipercayai sebagai bagian yang penting dari kehidupan emosi kita. mengendalikan atau memerintah orang lain. Jadi seseorang yang melakukan aktivitas seperti halnya aktivitas . Manusia yang secara hormonal siap digetarkan secara seksual oleh perkataan oranglain. Ketiga. Dengan demikian dpat dikatakan bahwa untuk memprediksikan kinerja seseorang perlu diketahui dulu n-achievementnya. sebab dan daya penggerak. 2011 >Motivasi berasal dari bahasa Inggeris yaitu motivasion artinya dorongan. dan dengan demikian akan terlihat kemampuan berprestasinya. Hal serupa cmengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu untuk tujuan teetentu pula. yang pertama bahwa seks bukan diperlukan untuk mempertahankan hidup individu. Menurt Mc Clelland terdapat 3 (tiga) jenis motif social. Motif adalah ³keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk beraktivitas gun amencapai suatu tujuan yang diharapkan ³(Suryabrata. Disebut social karena dipelajari dalam kelompok dan biasanya melibatkan orang lain. cara berpakaian dan wewangian orang lain. setidaknya pada binatang tingkat tinggi. Kebutuhan Berfaliasi Afiliasi menunjukan bahwa seseorang mempunyai kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain. b. 1984: 33). Penelitian menunjukan bahwa orang yang mempunyai n-achievement tinggi. Orang yang mempunyai power needs tinggi suka melakukan control. Orang yang mempunyai kebutuhan ini akan meningatkan kinerjanya. yang merupakan sumber dari banyak tindakan manusia. Motif Sosial Motif social adalah keadaan motif yang kompleks. tetapi juga dapat memberi kita penderitaan yang dalam dan menyebabkan kita terlibat dalam berbagai keputusan sulit. kecuali bahwa seks diperlukan untuk kelangsungan hidup spesies itu. Kedua. seks dapat menimbulkan kenikmatan intens. Motivasi merupakan salah satu faktor psikologis yang sangat mempengaruhi dalam melakukan suatu aktivitas. Dengan kata lain kebanyakan perilaku seksual dihidupkan oleh stimulus yang bertindak sebagai intensif atau penguat. Seks mempunyai ciri yang terangkai sebagai bagian dari dorongan biologis. motivasi seksual mungkin lebih dipengaruhi oleh informasi pancaindera dari lingkungan.zat tertentu dalam tubuh. dan berusaha mempertahankan hubungan yang telah dibina dengan orang lain tersebut. wajah.

terutama digunakan untuk menyebut motif-motif dasar. tidak cepat berputus asa jika menghadapi suatu masalah dan bekerja... sehingga tujuan dan harapan dapat terkabulkan. sedangkan motivasi intrinsik ialah motivasi yang berasl dari dalam diri tampa adanya ransangan dari luar. masyarakat dan pemerintah. y Pengertian Motif Motif adalah 1)kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force) sehingga motif sama dengan motivasi. selalu bergabung dengan kelompok belajar di kelas. motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi ekstrinsik. tertarik pada mata pelajaran mempunyai antusias tinggi. yaitu ³faktor instrinsik dan ekstrinsik´. kebiasan dan moralnya selalu dalam kontrol dan selalu mengingat dan mengulang pelajarannya. Motivasi belajar memegang peranan yang penting dalam memberikan gairah.. sehingga motif berbeda dengan motivasi. 1981: 31) sebagai berikut : tertarik pada guru artinya tidak membenci atau acuh. Tulisan yg berhubungan dg Pengertian Motivasi y Fungsi Motivasi Pentingnya motivasi bagi seseorang dalam melakukan sesuatu tidak dapat dipungkiri lagi. berusaha memperoleh hasil yang maksimal.. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga memiliki kemauan yang tinggi serta energi yang banyak untuk belajar. Ada beberapa ciri anak yang memilki motivasi belajar tinggi hal ini dapat diketahui melalui proses belajar di kelas. sedang motivasi .. 2) satu dorongan (drive). Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar diri. y Peranan Keluarga dalam perkembangan anak Pendidikan anak perlu mendapat perhatian dari keluarga. Menurut Prayitno (1989: 10) ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi. Pendidikan anak diawali dari pendidikan keluarga yang merupakan lembaga . karena dengan adanya motivasi maka seseorang akan lebih bersemangat. Motif adalah dorongan. Sebaliknya seseorang yang melakukan . y Pengembangan Motivasi Dalam proses belajar perlu diperhatikan apa yang dapat mendorong anak agar dapat belajar dengan baik dan memiliki motivasi berpikir.. merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan proses belajar.belajar supaya behasil dengan tujuan yang ingin dicapainya perlu memperhatikan dan selalu mengembangkan motivasi dalam dirinya. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brown (Tirtahardja. ingin identitas dirinya diketahui orang lain. memusatkan perhatian. Anak yang memilki motifasi yang tinggi dalam belajar sedikit yang tertinggal belajarnya dan sedikit pulamelakukan kesalahan dalam belajarnya. Hal seperti di atas dapat ditanamkan pada diri anak . Secara garis besar.

Daripada umur 2 sehingga 7 tahun kanak-kanak akan mula membina kebolehan untuk mencari sebab dan berfikir. besar . Misalnya. 1995: 61) yang menyatakan bahwa : Keluarga adalah merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Anda boleh menggunakan pembacaan cerita untuk menggalakkan y . kebanyakan kanak-kanak boleh mula menaakul dan menguji idea-ideanya mengenai dunia. anda bolehlah menggalakkan anak-anak anda menggunakan lukisan. Ia diharap dapat membantu anda memilih aktiviti dan kaedah yang paling sesuai untuk pembelajaran anak-anak anda.pendidikan yang utama dan pertama.. Apakah kepekaan mereka yang paling utama? Adakah mereka sukakan gambar-gambar atau membaca? Jika demikian. Pelajar jenis apakah anak-anak anda? y Adalah penting untuk anda mengambil tahu dan memahami bagaimana anakanak anda dapat belajar dengan cara yang lebih baik atau dengan cara yang ia paling suka. Sebagai lembaga pendidikan yang utama dan pertama maka keluarga merupakan peletak dasar atau pundamen bagi . kanak-kanak biasanya akan menjadi kurang selfcentred dan boleh melihat di luar daripada dirinya. peta dan gambarajah sebagai sebahagian daripada bahan pembelajaran mereka. Sebahagian kanak-kanak suka mendengar kepada penerangan dan membaca dengan kuat.. y Cara memotivasi anak untuk belajar di lingkungan keluarga Cara orang tua dalam mendidik anaknya sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar anaknya. Artikel ini akan menerangkan tentang beberapa gaya pembelajaran kanak-kanak untuk anda baca dan kemudian membuat penilaian terhadap anak anda. Keluarga yang sehat. Cara terbaik pembelajaran seseorang kanak-kanak itu bergantung kepada banyak faktor: umur. kanak-kanak yang lebih kecil bersedia untuk belajar konsep nombor. Kanak-kanak Melalui Peringkat Pembelajaran yang Berbeza y y Seorang bayi belajar mengenal dunia dengan memberikan reaksi terhadap input yang dirasai melalui derianya. gambar. namun ia masih bepusat kepada dirinya sendiri (self-centred). bagi kanak-kanak kecil kita perlu untuk 'personalise' dan memberikan contoh-contoh yang mempunyai kaitan dengan diri mereka sementara kanakkanak yang lebih berumur memerlukan bantuan dalam membangunkan kepekaan diri terhadap dunia di sekeliling mereka. gaya pembelajaran. warna dan bentuk tetapi tidak bersedia untuk belajar perkaraperkara abstrak seperti tatabahasa dan sebagainya.. Ini juga bermakna bahawa kanak-kanak mesti berada pada tahap yang betul sebelum mereka bersedia mempelajari sesuatu. Sehingga mencapai umur 12 tahun. dan personalitinya. hal ini diperrtegas oleh Sutjipto Wirodjojo (Slamet. y Ini bermakna. Pendahuluan Anak anda adalah salah seorang daripada berjuta kanak-kanak di dunia yang memiliki sifat unik yang membezakannya dengan kanak-kanak yang lain. Selepas berumur 7 tahun..

y Memotivasikan Anak Anda y Untuk mewujudkan motivasi dalam diri seseorang kanak-kanak. Kanak-kanak jenis ini tidak suka melakukan kesilapan dan tidak akan memulakan sesuatu perkara atau tindakan sehinggalah mereka mendapat kepastian.y y y pembelajaran bagi kanak-kanak jenis ini. y y Terdapat sebahagian kanak-kanak lebih pendiam dan lebih reflektif. Sementara bagi anak yang jenis pendiam. Kanak-kanak jenis ini tidak takut untuk membuat kesilapan. Dalam banyak keadaan. 'crosswords' dan carian perkataan sesuai digunakan untuk menggalakkan mereka belajar. Anda boleh menggunakan permainan (game) untuk menggalakkan mereka bergerak. penyelesaian masalah (problem-solving). ia lebih perlukan privasi. Salah satu cara yang anda boleh lakukan ialah dengan membacakan cerita dalam bahasa Inggeris ketika ia hendak tidur. 'reading and writing puzzles'. minat dan motivasi akan membolehkan kanak-kanak mengatasi masalah kesukaran untuk belajar membaca bahan bahasa Inggeris itu. dia biasanya akan gemar untuk membaca cerita mengenai bolasepak walaupun tahap bahan cerita itu sukar sedikit. meletakkan benda-benda mengikut sususan atau kategori dan juga permainan komputer (computer games) menyediakan peluang pembelajaran yang ideal. oleh Apakah jenis interaksi yang disukai anak anda? y Terdapat sebahagian kanak-kanak mudah mesra. keadaan yang lebih senyap dan tenang untuknya mempelajari sesuatu bahasa. Sebagai contoh. pembelajaran perlulah dalam keadaan yang seronok dan tidak memberikan tekanan (stressfree). Kebanyakan kanak-kanak memang seronok belajar melalui nyanyian dan lagu. dapatkanlah buku tentang bolasepak dalam bahasa Inggeris. pembacaan cerita atau mungkin dengan kaedah menari bersama mereka! Jika anak anda seorang yang pendiam. mampu bersosial dengan baik dan boleh belajar sesuatu bahasa dengan cepat kerana mereka hendak berkomunikasi. Adakah anak-anak anda suka untuk menyentuh benda dan bergerak bebas? Ada sebahagian kanak-kanak yang kelihatan sangat bertenaga dan lincah. Jika anak anda jenis yang mudah mesra. Jadi. Untuk kanak-kanak seperti ini. Mereka belajar dengan cara mendengar dan memerhati apa yang berlaku. jika anak anda meminati bolasepak. . Terdapat kanak-kanak yang memerlukan penerangan yang terang dan jelas mengenai peraturan (rules) dan corak (patterns) dan dalam masa yang sama mereka ini baik dalam menguasai matematik. permainan seperti 'word games'. aktiviti seperti permainan teka-teki 'word puzzles'. mempunyai kosakata yang baik dan boleh membaca dengan baik. belajar secara berkumpulan dengan kanak-kanak lain mungkin lebih baik baginya. Galakkan anak anda untuk menuruti kehendak dan minatnya sendiri.

sebarang jenis permainan (game) terutamanya permainan komputer dapat memotivasikan seseorang kanak-kanak. pastikan anda berhenti sebentar untuk rehat ataupun tukar kepada aktiviti yang lain apabila anak anda dilihat mula bosan atau menunjukkan kenakalannya. Jangan banyak sangat mengkritik anak anda apabila mereka membuat silap. video dan DVD. rancangan TV dalam bahasa Inggeris untuk kanak-kanak. tajuk atau set perkataan. Kanakkanak biasanya suka untuk mengulang lagu atau cerita yang sama kerana pengulangan mampu memberikan mereka rasa keyakinan. Berapa lama anak anda boleh memberikan tumpuan? y Kanak-kanak biasanya hanya mampu memberikan tumpuan untuk jangkamasa yang pendek. ataupun membuat gerakerja tertentu menggunakan buku atau kertas. jangan gusar untuk mengulang bahan yang anak anda gunakan untuk belajar bahasa Inggeris berkali-kali. anak anda akan tahu bahawa apa yang ia lakukan itu betul dan baik dan biarkan mereka tahu perkara tersebut. Sebaliknya.y Cubalah anda sediakan pelbagai aktiviti menarik untuk anak-anak anda belajar bahasa Inggeris. sewaktu anda membuat aktiviti dengan anak anda. Lagu dan muzik bahasa Inggeris. Membuat silap adalah suatu perkara yang lumrah apabila belajar bahasa Inggeris. misalnya menggunakan flash card. Biarkan mereka mengulang sesuatu aktiviti. Oleh yang demikian. Dengan memberikan pujian dan galakan. Membetulkan Kesilapan Anak Anda y Kanak-kanak akan memberikan maklumbalas yang baik jika diberikan galakan dan pujian. y . Rutin dan Pengulangan y Kanak-kanak perlu mengulangi sesuatu bahasa sebanyak yang mungkin agar bahasa tersebut dapat 'melekat' padanya. Mengadakan rutin yang tetap untuk sesuatu kerja rumah (homework) juga adalah penting. Jangan menyentuh setiap satu kesilapan tatabahasa. Jadi. galakkan anak anda menggunakan bahasa Inggeris untuk berkomunikasi. Anda boleh menyemak apa yang mereka perlu lakukan untuk 'homework' dan tetapkan masa untuk anak anda lakukan setiap hari.

.

.

Anak itu egosentris. dan fungsional. serta Kellough (dalam Masitoh dkk. 2005: 1. Anak bersifat aktif dan enerjik. Dengan demikian dalam hal belajar anak juga memiliki karakteristik yang tidak sama pula dengan orang dewasa. bermakna. Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial. Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang.12) adalah : 1. 6. Anak mengekspresikan perilakunya secara relative spontan. 3.13) sebagai berikut.9 ± 6. 4. Anak belajar paling baik jika apa yang dipelajarinya mempertimbangkan keseluruhan aspek pengembangan. Brener. 2. Adapun karakterisktik cara belajar anak menurut Masitoh dkk. Anak masih mudah frustrasi. 3. Anak bersifat unik. Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak.STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK ANAK USIA DINI A. . khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple.. Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. 12. Anak memiliki daya perhatian yang pendek. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). 10. Hakikat Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14). Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini. 2. Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya. Anak belajar melalui bermain. Anak belajar secara alamiah. 5. Anak umumnya kaya dengan fantasi. 4. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono. (2009: 6. 1. 9. Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. 7. 2009: 7). 8. Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman. 11. Karakteristik cara belajar anak merupakan fenomena yang harus dipahami dan dijadikan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran untuk anak usia dini. menarik. Karakteristik Cara Belajar Anak Usia Dini Anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang dewasa dalam berperilaku.12 ± 1. B.

Ada bermacam-macam strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru Taman Kanak-kanak. serta kegiatan belajar tersebut menantang untuk dilakukan anak di usia tersebut. tema pembelajaran. Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran sebagai segala usaha guru dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Masitoh dkk. D. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan mengacu pada tiga hal penting. dan bernyanyi (Slamet Suyanto. dan 3) berorientasi pada konteks social budaya (Masitoh dkk. pada dasarnya adalah pengembangan kurikulum secara konkret berupa seperangkat rencana yang berisi sejumlah pengalaman belajar melalui bermain yang diberikan pada anak usia dini berdasarkan potensi dan tugas perkembangan yang harus dikuasainya dalam rangka pencapaian kompetensi yang harus dimiliki oleh anak.. senang. Untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang bermakna. bebas memilih. Perbedaan individual juga harus manjadi pertimbangan guru dalam merancang. 2) berorientasi pada individu yang tepat. anak menggunakan seluruh alat inderanya. Atas dasar pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa pembelajaran untuk anak usia dini memiliki karakteristik sebagai berikut. menerapkan. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran di Taman Kanak-kanak . Selain berorientasi pada usia dan individu yang tepat. 2005: 133). 2.. b. bermain. Pembelajaran untuk anak usia dini diwujudkan sedemikian rupa sehingga dapat membuat anak aktif. 1. 2005: 6. dan bernyanyi Pembelajaran untuk anak usia dini menggunakan prinsip belajar. Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor penting. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan harus sesuai dengan tingkat usia anak.C. c. Hasil belajar anak menjadi lebih baik jika kegiatan belajar dilakukan dengan teman sebayanya. pembelajaran berorientasi perkembangan harus mempertimbangkan konteks sosial budaya anak. menurut Sujiono dan Sujiono (Yuliani Nurani Sujiono. d. dan memenuhi harapan anak.3). yaitu : 1) berorientasi pada usia yang tepat. yaitu: a.12). Dalam belajar. berinteraksi. Anak-anak belajar melalui interaksi dengan alat-alat permainan dan perlengkapan serta manusia. karakteristik anak dan cara belajarnya. kemampuan yang diharapkan dapat dicapai. 2009: 138). E.. faktor budaya yang melingkupinya. Manusia merupakan makhluk individu. 20056. mengevaluasi kegiatan. bermain. masyarakat. 2005: 3. guru hendaknya melihat anak dalam konteks keluarga. serta e. artinya pembelajaran harus diminati. karakteristik tujuan pembelajaran. tempat berlangsungnya kegiatan belajar. Anak belajar dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan. Karakteristik Pembelajaran untuk Anak Usia Dini Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini.3). Belajar. pola kegiatan (Masitoh dkk.

. afektif. Sintaks pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak terdiri dari 3 tahap utama. d) buku-buku cerita. menyediakan alat-alat bermain yang terdiri dari : a) balok-balok kayu.6). kognitif. 1) Tahap merencanakan (planning time) Pada tahap ini guru member kesempatan kepada anak-anak untuk merencanakan kegiatan yang akan dilakukannya. misalnya. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Anak a. dan tahap review. dst. c) alat-alat transportasi. Anak juga merupakan makhluk yang aktif. Pendekatan yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak Anak merupakan individu yang sedang tumbuh dan berkembang. . e) peralatan menggambar. 2. mereka kemudian diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya secara langsung. Bermain merupakan aktivitas yang menyatu dengan dunia anak. bermain. Strategi Pembelajaran Melalui Bermain a. social. b) model buah-buahan.5 ± 8. Karakteristik pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut (Masitoh dkk. Guru mendampingi siswa. Anak memilih bahan-bahan dan memutuskan apa yang akan dikerjakan. 3) Review / recall Setelah anak-anak selesai melakukan aktivitasnya. Pada tahap ini guru berusaha agar ana-anak mengungkapkan perasaannya dengan tepat. Anak mentransformasi dan menggabungkan bahan-bahan. yang di dalamnya terkandung bermacammacam fungsi seperti pengembangan kemampuan fisik motorik. Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung dengan objek. 2) Tahap bekerja (work time) Setelah memilih kegiatan yang akan dilakukannya. memberikan dkungan dan siap memberikan bimbingan jika anak membutuhkan. Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh inderanya. dan f) macam-macam boneka. Pada tahap ini anak mulai bekerja. anak kemudian dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dipilih. y y y y y y Prakarsa kegiatan tumbuh dari anak. tahap bekerja. atau memecahkan masalah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Guru. Atas dasar fakta tersebut maka dikembangkan strategi pembelajaran berdasarkan: 1) pendekatan perkembangan dan 2) pendekatan belajar aktif. Rasional strategi pembelajaran melalui bermain Bermain merupakan kebutuhan anak.1. Anak menggunakan otot kasarnya. Dengan bermain akan mengalami suatu proses yang menarahkan pada perkembangan kemampuan manusiawinya. 2005: 8. c. yaitu : tahap merencanakan. b.

b) Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang diperlukan. membuat. 3. ember.. Kegiatan bercerita juga memberikan sejumlah pengetahuan social. seperti mengulas bentuk-bentuk geometris yang dibentuk anak. yaitu: tahap prabermain. peserta permainan mulai melakukan tugasnya masing-masing. yaitu sebagai berikut. dsb. dan (4) guru memperjelas apa yang harus dilakukan oleh setiap anak dalam melakukan tugasnya. b) menghubungkan pengalaman anak dalam bermain yang baru saja dilakukan dengan pengalaman lain. dan tahap penutup.. . 2) Tahap bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan berikut : a) semua anak menuju tempat yang sudah disediakan untuk bermain. b) dengan bimbingan guru. misalnya membuat istana. Strategi Pembelajaran Melalui bercerita a. misalnya di rumah. c) menunjukkan aspek-aspek penting dalam bekerja secara kelompok. bendera kecil. nilainilai moral dan keagamaan. menara. Rasional strategi pembelajaran melalui bercerita Pencapaian tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak dapat ditempuh dengan strategi pembelajaran melalui bercerita. misalnya menyiapkan bak pasir. dsb. 3) Tahap penutup Tahap penutup dari strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari kegiatan-kegiatan : a) menarik perhatian dan membangkitkan minat anak tentang aspek-aspek penting dalam membangun sesuatu. (2) guru menyampaikan aturan-aturan yang harus diikuti dalam kegiatan bermain. Guru dapat memanfaatkan kegiatan bercerita untuk menanamkan nilainilai positif pada anak. Masitoh dkk. (2005: 10. tahap bermain. c) setelah kegiatan selesai setiap anak menata kembali bahan dan peralatan permainannya. y y y y Bagi anak TK mendengarkan cerita yang menarik dan dekat dengan lingkungannya merupakan kegiatan yang mengasyikkan. a) Kegiatan penyiapan siswa terdiri dari : (1) guru menyampaikan tujuan kegiatan bermain kepada para siswa. Sintaks pembelajaran melalui bermain Strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari 3 langkah utama. 1) Tahap prabermain Tahap prabermain terdiri dari dua macam kegiatan persiapan : kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain dan kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan.b. d) menekankan petingnya kerja sama. dst. Pembelajaran dengan bercerita memberikan memberikan pengalaman belajar untuk mendengarkan. dan d) anak-anak mencuci tangan. (3) guru menawarkan tugas kepada masing-masing anak.6) mengidentifikasi manfaat cerita bagi anak TK.

dst. . 3) Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita sesuai dengan bentuk bercerita yang dipilih. b.y y Dengan dengan mendengarkan cerita anak dimungkinkan untk mengembangkan kemampuan kognitif. 5) Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dilaksanakan penilaian dengan cara mengajukan pertanyaanpertanyaan yang berhubungan dengan isi cerita untuk mengembangkan pemahaman anak aka isi cerita yang telah didengarkan. menggunakan gambar-gambar. menggunakan papan flannel. Rasional strategi pembelajaran melalui bernyanyi Honig. Membantu anak untuk membangun bermacam-macam peran yang mungkin dipilih anak. Langkahlangkah dimaksud adalah sebagai berikut. dan psikomotorik. 6) bernyanyi dapat mengembangkan rasa humor. Sintaks pembelajaran melalui bercerita Strategi pembelajaran melalui bercerita terdiri dari 5 langkah. dan bermacam layanan jasa yang ingin disumbangkan anak kepada masyarakat. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. 2) Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. 2) bernyanyi dapat dipakai untuk mengatasi kecemasan. 5) bernyanyi dapat membantu daya ingat anak. 3) bernyanyi merupakan media untuk mengekspresikan perasaan. menetapkan teknik bertutur. 7) bernyanyi dapat membantu pengembangan keterampilan berpikir dan kemampuan motorik anak. misalnya bercerita dengan membaca langsung dari buku cerita. 4) Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita.3) menyatakan bahwa bernyanyi memiliki banyak manfaat untuk praktik pendidikan anak dan pengembangan pribadinya secara luas karena : 1) bernyanyi bersifat menyenangkan. dan 8) bernyanyi dapat meningkatkan keeratan dalam sebuah kelompok. mengatur tempat duduk. 1) Menetapkan tujuan dan tema cerita. 4. Strategi Pembelajaran Melalui Bernyanyi a. yang terdiri dari: y y y y y y menyampaikan tujuan dan tema cerita. (2005: 11. 4) bernyanyi dapat membantu membangun rasa percaya diri anak. melaksanaan kegiatan pembukaan. mengembangkan cerita. dalam Masitoh dkk. afektif.

8) waktu pelaksanaan fleksibel. berupa pelaksanaan apa saja yang telah direncanakan. (b) Kegiatan tambahan : anak diajak mendramatisasikan lagu. yang terdiri dari: (a) kegiatan awal : guru memperkenalkan lagu yang akan dinyanyikan bersama dan memberi contoh bagaimana seharusnya lagu itu dinyanyikan serta memberikan arahan bagaimana bunyi tepuk tangan yang mengiringinya. 3) mengintegrasikan isi dan proses belajar.10). yang semuanya perlu dikembangkan. (b) penetapan materi pembelajaran. yang memiliki berbagai aspek kemampuan. dan 6) melibatkan orag tua atau keluarga untuk mengoptimalkan pembelajaran (Masitoh dkk. 1) Tahap perencanaan. 2005: 12. 3) memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan semua pemikirannya.10). terdiri dari: (a) penetapkan tujuan pembelajaran. 3) Tahap penilaian. 5) memadukan berbagai bidang pengembangan. Rasional strategi pembelajaran terpadu Anak adalah makhluk seutuhnya. misalnya lagu Dua Mata Saya. Strategi Pembelajaran Terpadu a. pembelajaran yang mengintegrasikan ke dalam semua bidang kurikulum atau bidang-bidang pengembangan. dan 11) direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak (Masitoh dkk. (c) menetapkan metode dan teknik pembelajaran. 10) tema dapat diperluas. dan (d) menetapkan evaluasi pembelajaran. 2005: 12. 2) Tahap pelaksanaan. Prinsip-prinsip strategi pembelajaran terpadu Strategi pembelajaran terpadu direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip: 1) berorientasi pada perkembangan anak. 5) menghargai perbedaan individu. 2) berkaitan dengan pengalaman nyata anak. b. misalnya pianika. Manfaat strategi pembelajaran terpadu . 5. 6) kegiatan belajar bervariasi. Sintaks pembelajaran melalui bernyanyi Strategi pembelajaran dengan bernyanyi terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut. 4) melibatkan penemuan aktif. yaitu dengan melakukan gerakan menunjuk organ-organ tubuh yang ada dalam lirik lagu. dilakukan dengan memakai pedoman observasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang telah dicapai anak secara individual maupun kelompok. d. (c) Kegiatan pengembangan : guru membantu anak untuk mengenal nada tinggi dan rendah dengan alat musik. Karakteristik strategi pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu memiliki karakteristik : 1) dilakukan melalui kegiatan pengalaman langsung. Berbagai kemampuan yang dimiliki oleh anak dapat berkembang jika ada stimulasi untuk hal tersebut. Dengan pembelajaran terpadu..b. 4) menggunakan bermain sebagai wahana belajar. c.. berbagai kemampuan anak yang ada pada anak diharapkan dapat berkembangan secara optimal. 7) memiliki potensi untuk dilaksanakan melalui proyek oleh anak. 9) melibatkan anggota keluarga anak. 2) sesuai dengan kebutuhan dan minat anak.

5) Penilaian Penilaian dilakukan pada saat pelaksanaan dan pada akhir kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk mengamati proses dan kemajuan yang dicapai anak melalui kegiatan pembelajaran terpadu. e.19 ± 12.Ada beberapa manfaat dari strategi pembelajaran terpadu. Pada saat proses berlangsung dilakukan pengamatan terhadap proses belajar yang dilakukan oleh anak. (b) peristiwa khusus. dan prinsip (principle). dan 4) dapat dilaksanakan pada jenjang program yang berbeda. Ada beberapa kriteria untuk pemilihan tema. (c) kejadian yang tidak diduga. Tentukan tujuan pembelajaran. fakta (fact). 2) memungkinkan anak untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui berbagai kegiatan. 3) Perencanaan Perencanaan harus dibuat secara tertulis sehingga memudahkan guru untuk mengetahui langkah-langkah apa yang harus ditempuh. sumber rujukan.20). yaitu: (a) relevansi topik dengan karakteristik anak. Sintaks pembelajaran terpadu Prosedur pelaksanaan pembelajaran terpadu terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut (Masitoh dkk. yaitu: 1) meningkatkan perkembangan konsep anak. kemudian dijabarkan ke dalam bidang-bidang pengembangan dan kegiatan belajar yang lebih operasional. 2005: 12. dan (e) potensi proyek. 2) Penjabaran tema Tema yang sudah diplih harus dijabarkan ke dalam sub tema-sub tema dakan konsep-konsep yang didalamnya terkandung istilah (term). dan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. (d) ketersediaan alat-alat. dan (e) orang tua dan guru. kegiatan belajar. dan penilaian yang akan dilakukan. (d) materi yang dimandatkan oleh lembaga. (b) pengalaman langsung. (c) keragaman dan keseimbangan dalam area kurikulum. . alat-permainan yang diperlukan. 4) Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan dilakukan dan dikembangkan kegiatan belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. 1) Memilih tema Pemilihan tema untuk pembelajaran terpadu dapat bersumber dari: (a) minat anak. pengorganisasian anak. 3) membantu guru dan praktisi lainnya untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya.. utnuk semua tingkat usia. waktu.

social-emosional dan seni. Satu hal yang harus disadari oleh setiap pamong PAUD adalah bahwa setiap metode pembelajaran selalu mempunyai kekuatan dan sekaligus kelemahan. Menyebutkan langkah-langkah penerapan metode beenyanyi 5. anak bukan miniatur orang dewasa. dalam setiap pembelajaran PAUD. Menyiapkan rancangan kegiatan karya wisata 7. anak berkembang secara bertahap.Menjelaskan pijakan-pijakan yang ada dalam metode sentra dan lingkaran 1. anak belajar dari pengalaman dan dunia anak adalah dunia bermain. anak belajar dari lingkungan. Kompetensi Setelah mempelajarai uraian materi dalam kegiatan belajar ini. Adapun karakteristik anak usia dini meliputi : setiap anak unik. Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan pembelajaran anak usia dini adalah pengembangan enam aspek. Menjelaskan rancangan pembelajaran TANDUR 10. yaitu pengembangan aspek moral dan nilai agama. pamong PAUD menggabungkan beberapa metode. Menjelaskan pengertian metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) 2. Menyebutkan jenis-jenis metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) 3. oleh karena itu pamong PAUD diharapkan dapat memilah dan memilih metode yang tepat. Instrument ini sangat menentukan keberhasilan setiap proses belajar mengajar. dalam arti sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan pembelajaran dan karakteristik anak usia dini. pembelajaran. fisik (motorik halus dan kasar). Menjelaskan pengaruh bermain bagi perkembangan anak 4. oleh karena itu merupakan langkah cerdas jika dalam pembelajaran. Menyiapkan rancangan kegiatan demonstrasi 8. Pendahuluan Metode pembelajaran merupakan salah satu instrumental input dalam setiap proses belajar mengajar yang menggunakan pendekatan IPO (Input Proses dan Output). Indikator Setelah mempelajari uraian materi dalam kegiatan belajar ini. Anda diharapkan dapat mengerti dan memahami pengertian metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) dan jenis-jenisnya serta dapat menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) B. Anda diharapkan dapat : 1. sehingga dapat saling melengkapi. . Menyebutkan manfaat dari metode bercakap-cakap (dialog) 9.Pengertian dan Macam-macam Metode Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) A. termasuk dalam pembelajaran untuk anak usia dini. kognitif. Menyebutkan manfaat dari bercerita atau mendongeng 6. .

(5) kelenturan. bukan karena adanya tuntutan atau paksaan. Dari pengertian tersebut. Jenis-Jenis Metode Pembelajaran PAUD Mengacu pada karakteristik tujuan pembelajaran dan karakteristik anak usia dini. yaitu : (1) motivasi intrinsik. tidak mengutamakan hasil. Metode Bermain "Bermain" (play) merupakan istilah yang digunakan secara bebas. timbul dari dalam dirinya. sehingga arti utamanya mungkin hilang. Bermain dilakukan sukarela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar atau kewajiban. merupakan kegiatan yang utama. bersifat pura-pura. bahwa setidaknya ada lima kriteria dalam bermain. Dari dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa bermain bagi anak merupakan kegiatan yang menyenangkan. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. Dalam konteks pendidikan anak usia dini. 2003). metode dapat diartikan sebagai cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. artinya kegiatan bermain merupakan tingkah laku yang menyenangkan atau menggembirakan. Menurut Harlock (1991). mengutamakan cara dari pada tujuan. artinya kegiatan bermain dimotivasi dari dalam diri anak. bermain bagi anak merupakan kegiatan yang utama dan lebih bersifat purapura. 3. (2) pengaruh positif. . metode yang tepat untuk pembelajaran anak usia dini diantaranya adalah : a. tidak ada paksaan. yaitu mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sementara Dworetzky (1990) dalam Moeslichatoen (1999) memberikan batasan. kelenturan ditunjukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. arti bermain yang tepat adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya. dan bersifat lentur. Sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU sisdiknas. metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini. tanpa mempertimbangkan hasil akhir. (3) bukan dikerjakan sambil lalu. secara sederhana dapat diartikan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang sistematis dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.2. (4) cara/tujuan. Pengertian Metode Pembelajaran PAUD Menurut kamus bahasa Indonesia.

Bermain bagi anak sangat mempengaruhi perkembangannya. Aman atau tidak berbahaya bagi anak. (6) rangsangan bagi kreativitas. Menarik. (8) belajar bermasyarakat. artinya seluruh waktu yang dimiliki anak. kesehatan. jadi tidak terlalu sulit dan tidak telalu mudah 5. bahwa bermain merupakan pekerjaan anak-anak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon & Browne. Kuat. dan dalam kondisi apa saja. misalnya bentuk. dibanting. Tingkat kesulitannya hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Jadi bermain bagi anak usia dini merupakan kebutuhan. baik warna maupun bentuknya 7. anak belajar melalui bermain dan bermain seraya belajar. di mana saja. Sebaiknya beraneka ragam. pakaian. warna dan bahan 2. maka alat permaianan yang digunakan sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut : 1. Melalui kegiatan bermain inilah seluruh potensi kecerdasan yang dimiliki oleh anak dapat dikembangkan. Untuk mencapai manfaat yang optimal. Bermain bagi anak usia dini merupakan kegiatan yang utama dalam kehidupannya. Informasi apapun yang akan diberikan kepada anak. 1991). kemanan. dalam arti tidak mudah rusak. Murah. natural dan spiritual. Oleh karena itu dalam pendidikan anak usia dini metode bermain sifatnya adalah wajib adanya. musical. selalu dihabiskan untuk kegiatan bermain. dll. sehingga anak bisa bereksplorasi dengan berbagai jenis mainan tersebut 4. namun dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita . kinestetik. (5) sumber belajar. kenyamanan dan lain-lain. visual-spasial. seperti kecerdasan linguistic. (9) standar moral. (4) penyaluran bagi keinginan dan kebutuhan. Berdasarkan minat anak .Ahli psikologi dan pendidik berpendapat. intrapersonal. 1985). seperti kebutuhan akan makan dan minum. logic-matematik. (2) dorongan berkomunikasi. (10) belajar bermain sesuai dengan peran jenis kelamin dan (11) perkembangan cirri kepribadian yang diinginkan (Harlock. kasih sayang. yaitu : (1) perkembangan fisik. (7) perkembvangan wawasan diri. sama seperti kebutuhan yang lain. jadi bukan pilihan orang lain 3. (3) penyaluran bagi energi emosional yang terpendam. karena anak cenderung ingin tahu sehingga mungkin akan dibongkar. kapan saja. hendaknya dikemas dalam kegiatan bermain yang menyenangkan dan mengasyikkan. setidaknya ada 11 pengaruh bermain bagi perkembangan anak. sehingga ada sinyalemen yang menyatakan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. interpersonal. mainan tidak harus membeli. 6.

b. Hampir setiap anak sangat menikmati lagu-lagu atau nyanyian yang didengarkan. (2) bahasanya indah dan mudah dimengerti anak. Pamong PAUD sangat mungkin dapat mengganti syair lagu anak-anak yang sudah ada menjadi syair baru yang disesuaiakan dengan pesan-pesan yang akan diberikan. (3) tidak terlalu panjang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan. Lagu " balonku ada lima" diubah menjadi lagu "rukun Islam yang lima". adalah : (1) mengandung nilai-nilai agama atau pesan-pesan yang positif. biola. Metode Bernyanyi Bernyanyi merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak. bila menciptakan lagu untuk anak-anak. (4) bila perlu bagilah menjadi . organ. termasuk dalam hal bernyanyi. sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih mudah dan lebih cepat diterima serta diserap oleh anak-anak. (2) jika itu lagu baru (belum dikenal anak). gitar. dan lebih bersemangat. terutama pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama. menghilangkan rasa sedih. 1. sehingga suasana akan lebih hidup dan lebih menyenangkan. atau alat musik yang lain. dengan demikian anak akan selalu ingat pesan-pesan yang diterimanya. Dalam kegiatan bernyanyi ini akan lebih sempurna jika pamong PAUD dapat mengiringinya dengan alat-alat musik secara langsung. membuat anak bahagia. pianika. semangat. misalnya piano. sehinggga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih lama mengendap di memori anak (ingatan jangka panjang). dll). anak-anak merasa terhibur. lebih-lebih jika nyanyian tersebut dibawakan oleh anak-anak seusianya dan diikuti dengan gerakan-gerakan tubuh yang sederhana. Dengan bernyanyi potensi belahan otak kanan dapat dioptimalkan. situasi dan kondisi. sebaiknya nyanyikan terlebih dahulu minimal tiga kali. Berikut ini beberapa contoh lagu yang sudah diganti syairnya. seruling. (4) iramanya mudah dicerna dan (5) syair dan liriknya bisa melibatkan emosi anak (gembira. harmonika. Syairnya berubah sebagai berikut : Dalam menyanyikan lagu langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh seorang pamong PAUD antara lain adalah : (1) pilihlah lagu yang cocok. kagum. sesuai dengan pesan-pesan yang diinginkan. Melalui nyanyian atau lagu banyak hal yang dapat kita pesankan kepada anak-anak. dalam arti sesuai dengan tema. menggairahkan. Melalui kegiatan bernyanyi suasana pembelajaran akan lebih menyenangkan. (3) bersama anak-anak nyanyikan lagi secara berulang-ulang. Sebagai pamong PAUD dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. atau bahkan mungkin dapat menciptakan lagu-lagu baru.

waktunya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak (tidak terlalu lama). (4) peristiwa dalam masyarakat. dll. dll. (9) berlatih mendengarkan.beberapa kelompok. melibatkan anak baik secara emosi atau fisik. (2) menambah pengalaman. (3) tanaman. (11) menambah pengetahuan. mengasyikkan. (6) nyanyikan sekali lagi secara bersama-sama dan (7) ulangi lagi lagu tersebut pada hari yang lain. bahkan dijadikan sebagai kebiasaan atau tradisi bagi para orangtua untuk menidurkan anak-anaknya. seperti binatang ternak. (5) pilihlah beberapa anak yang mungkin sudah hafal lagu itu untuk menyanyi secara individu. memberi perasaan yang lucu. dll. (2) binatang. maka sebaiknya tema-tema yang diangkat adalah tema-tema yang berkaitan erat dengan kehidupan anak-anak atau yang disukai oleh anak-anak. Tidak semua pamong PAUD mempunyai kemampuan untuk menghafal secara lengkap banyak cerita atau dongeng yang ada. Begitu juga pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama dapat kita tanamkan kepada anak-anak melalui tokohtokoh yang ada dalam cerita atau dongeng tersebut. sekolah atau masyarakat. meningkatkan gairah belajar. Yang penting bagaimana cara mengemas cerita atau dongeng sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan suasana yang menyenangkan. Melalui cerita atau dongeng banyak hal tentang hidup dan kehidupan yang dapat kita informasikan kepada anak-anak. . musim panen. binatang hidup di air. c. (6) melatih daya tangkap. seperti aneka bunga. (5) menciptakan suasana yang akrab. dan setiap kelompok bernyanyi bersama kelompoknya. Agar cerita atau dongeng yang dismpaikan dapat dicerna dan diserap anak. (7) mengembangkan perasaan sosial. memberi semangat anak. seperti pasar malam. dinamis (tidak monoton). (3) melatih daya konsentrasi. Bahkan jika mungkin dapat menciptakan cerita atau dongeng sendiri sesuai dengan tema. Metode Bercerita (Mendongeng) Bercerita atau mendongeng merupakan warisan budaya yang sudah lama kita kenal. oleh karena itu cerita atau dongeng tidak harus disampaikan secara lisan. (8) mengembangkan emosi anak. menarik perhatian. (10) mengenal nilai-nilai yang positif dan negatif. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan bercerita atau mendongeng antara lain adalah : (1) mengembangkan imajinasi anak. namun bisa juga disampaikan dengan membacakan buku cerita. menimbulkan rasa ingin tahu. tanaman pertanian. penuh ekspresi (tidak berlebihan). Misalnya tema tentang : (1) kehidupan anak dalam keluarga. dll. Oleh karena itu sebagai pamong PAUD hendaknya mempunyai inventaris buku-buku cerita yang sesuai dengan kehidupan dan perkambangan anak sebagai sumber cerita. situasi dan kondisi anak-anak. (4) menambah perbendaharaan kata.

idul fitri, dll, (5) profesi masyarakat, seperti polisi, petani, nelayan, dll, dan (6) tema-tema lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Sebagai seorang pamong PAUD, sebaiknya melakukan persiapanpersiapan sebelum bercerita atau mendongeng kepada anakanak. Beberapa persiapan yang dapat dilakukan antara lain : (1) menetapkan tujuan dan tema cerita, (2) menetapkan bentuk cerita, (3) menyiapkan alat dan media yang digunakan, (4) menetapkan langkah-langkah bercerita, (5) membaca dan memahami isi cerita. Dengan persiapan yang matang, maka kegiatan bercerita akan lebih terarah, fokus dan tidak melebar kemana-mana, sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. d. Metode Karya Wisata Karya wisata merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengamati atau mengobservasi, memperoleh informasi dan mengkaji dunia secara langsung, seperti binatang, tanaman, dan benda-benda lain yang ada disekitar anak. Melalui kegiatan karya wisata, anak-anak akan memperoleh pengalaman belajar secara langsung dengan menggunakan seluruh panca indera, sehingga apa yang diperoleh dari lapangan dapat lebih berkesan dan pada gilirannya akan lebih lama mengendap di memori anak. Melalui kegiatan karya wisata diharapkan dapat (1) merangsang minat anak terhadap sesuatu, (2) memperluas informasi yang diperoleh di kelas, (3) memberi pengalaman belajar secara langsung, (4) menumbuhkan minat anak terhadap sesuatu, (5) menambah wawasan anak, (6) menjadi sarana rekreasi, (7) memberi perasaan yang menyenangkan, (8) sarana mempererat hubungan antara orangtua dengan pamong PAUD, orangtua dengan orangtua, dan anak dengan anak. Kegiatan karya wisata dapat dilakukan diluar lembaga sesuai dengan tema yang sedang dibicarakan dalam bentuk "puncak tema". Misalnya : (1) tema binatang, anak-anak dapat diajak ke kebon binatang, (2) tema tanaman, anak-anak diajak ke kebun raya, pasar bunga, taman kota, dll, (3) tema profesi, anak-anak diajak berkunjung ke kantor polisi, rumah sakit, dll, (4) tema transportasi, dapat diajak berkunjung ke stasiun, pelabuhan, terminal, dll, (5) tema alat komunikasi, dapat mengunjuingi kantor pos, stasiun televisi, kantor penerbit, dll, (6) tema negara, dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah, seperti musium, taman pahlawan, tugu pahlawan, dll, (7) tema alam, dapat berkunjung ke pantai, pegunungan, dll, (8) dan tema-tema lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing lembaga. Mengingat metode karya wisata ini selalu dilakukan di luar lembaga, tentu akan membutuhkan dana tambahan untuk pelaksanaanya, misalnya untuk transportasi, dokumentasi,

konsumsi, retribusi, publikasi, dll. Agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan program lembaga, maka disarankan untuk melibatkan banyak pihak untuk menanganinya, utamanya orangtua anak. Dengan melibatkan banyak pihak diharapkan dapat meringankan beban yang harus dipikul oleh orang tua dan lembaga, misalnya melibatkan perusahaan sebagai sponsor, tokoh masyarakat sebagai donatur, lembaga pemerintah, dan lembaga-lembaga lain yang terkait dengan kegiatan ini. Sebelum pelaksanaan kegiatan karya wisata, sebaiknya pamong PAUD membuat rancangan kegiatan, sehingga kegiatan dapat dilakasanakan dengan baik sesuai dengan tujuan. Secara umum rancangan kegiatan yang dapat disiapkan oleh pamong PAUD meliputi : (1) menetapkan sasaran dan lokasi, sesuai dengan tema, (2) melakukan observasi lokasi dan hubungan dengan pihak pengelola lokasi, (3) merumuskan program kegiatan, yang meliputi : menentukan tujuan, adanya jaminan untuk mencapai tujuan, waktu, dana dan antisipasi adanya hambatan, (4) membentuk panitia pelaksanaan (bila perlu), (5) menyiapkan bahan dan alat serta perlengkapan yang diperlukan, (6) merumuskan tatatertib kegiatan, (7) meminta ijin dan partisipasi orangtua . e. Metode Demonstrasi Metode ini menekan pada cara-cara mengerjakan sesuatu dengan penjelasan, petunjuk dan peragaan secara langsung. Melalui metode ini diharapkan anak-anak dapat mengenal langkah-langkah pelaksanaan dalam melakukan suatu kegiatan, yang pada gilirannya anak-anak diharapkan dapat meniru dan melakukan apa yang didemonstrasikan oleh pamong. Misalnya ketrampilan melipat kertas (origami), menggambar sesuai pola, menggulung, menggunting dan sebagainya. Melalui kegiatan demontrasi pamong dapat memperlihatkan secara nyata apa yang harus dilakukan anak, mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dan konsep, mengamati dengan cermat dan teliti. Kegiatan demontrasi dapat memberi ilustrasi dalam menjelaskan informasi kepada anak. Anak akan melihat bagimana suatu peristiwa berlangsung, lebih menarik, dan merangsang perhatian serta lebih menantang. Disamping itu melalui kegiatan demontrasi dapat membantu meningkatkan daya pikir dalam peningkatan kemampuan mengenal, mengingat, berfikir konvergen dan berfikir evaluatif. Kegiatan demontrasi dapat memberi kesempatan kepada anak untuk memperkirakan apa yang akan terjadi, bagaimana hal itu dapat terjadi, dan mengapa hal itu dapat terjadi. Dengan demikian akan merangsang anak berusaha untuk memperhatikan ilustrasi dan apa yang sedang dilakukan pamong serta mendengarkan penjelasan pamong. Selain itu anak juga akan menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang

dihadapi dan berusaha untuk melakukan kegiatan sebagaimana yang dilakukan oleh pamong, serta merangsang anak untuk berfikir secara kritis dan menggunakan kemampuannya untuk menalar. Sesuai dengan tujuan metode demontrasi yaitu memberi pengalaman belajar melalui melihat dan mendengarkan yang diikuti dengan meniru pekerjaan yang didemonstrasikan, maka kegiatan yang sesuai dengan metode ini adalah : (1) kegiatan demontrasi yang dimulai dengan penjelasan. kegiatan ini berkaitan dengan cara membuat bentuk (bangunan0 dan cara menggunakan alat, misalnya : menarik garis lurus dan lengkung, menggunting pola, membentuk model, mengatur meja makan, mengatur tempat tidur dan cara menggunakan alat, dan sebagainya, (2) kegiatan demonstrasi dalam bentuk dramatisasi. Kegiatan ini pada umumnya untuk menanamkan nilai-nilai sosial, nilai-nilai moral dan nilai-nilai keagamaan. Sebelum pamong PAUD menerapkan metode demontrasi, sebaiknya membuat rancangan terlebih dahulu, sehingga kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan. Secara umum rancangan yang dapat dibuat meliputi : (1) menetapkan tujuan dan tema kegiatan, (2) menetapkan bentuk demonstrasi yang dipilih, (3) menyiapkan alat dan bahan, (4) menetapkan langkah-langkah kegiatan dan (5) menetapkan penilaian kegiatan. f. Metode Bercakap-cakap (Berdialog) Bercakap-cakap atau berdialog dapat diartikan saling mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan kebutuhan secara verbal, untuk mewujudkan bahasa reseptif yang meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain dan bahasa ekspresif yang meliputi kemampuan menyatakan pendapat, gagasan, perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. Bercakap-cakap dapat dilakukan antara pamong dengan anak, atau anak dengan anaik. Melalui kegiatan bercakap-cakap (dialog) diharapkan dapat : (1) meningkatkan keberanian anak untuk mengaktualisasikan diri dengan menggunakan kemampuan berbahasa secara ekspresif, misalnya menyatakan pendapat, perasaan, keinginan, bertanya, dan sebagainya, (2) meningkatkan keberanian anak untuk menyatakan secara lisan apa yang harus dilakukan oleh diri sendiri dan anak lain, (3) meningkatkan keberanian anak untuk mengadakan hubungan dengan orang lain, baik sesama teman atau pamong, (4) memberi kesempatan kepada anak untuk membangun jati dirinya, melalui kesempatan untuk berdialog, (5) memperluas pengetahuan, wawasan dan berbendaharaan kata , (6) meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, seperti mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain.

Dalam pembelajaran untuk anak usia dini, sebaiknya komunikasi dua arah dalam bentuk bercakap-cakap atau dialog hendaknya selalu dikedepankan, sementara komunikasi yang searah (ceramah) sebaiknya diminimalisir, sehingga suasana pembelajaran akan tampak hidup, lebih menarik dan melibatkan banyak anak. Berikan kesempatan kepada anak untuk bercerita apa saja yang mereka ketahui dan apa saja yang sudah mereka lakukan, baik di rumah, di lembaga PAUD atau di masyarakat. Bebaskan mereka untuk bertanya tentang apa saja, dan apapun yang yang diutarakan atau ditanyakan anak, hendaknya direspon secara positif, meskipun celoteh anak-anak sering menyimpang dari tema yang sedang dibicarakan. Sebagai seorang pamong PAUD, hendaknya berupaya untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam berdialog. Upayakan menggunakan kata-kata yang positif, penuh dengan penghargaan dan pujian, serta kata-kata yang santun dan lembut, misalnya kata "terima kasih", "al-hamdulillah", "luar biasa", "ma'af", "permisi", "pintar", "jempol dua", "subhanallah" dan lain-lain. Jika anak-anak sering mendengar katakata tersebut, mereka akan meniru dan membiasakan diri berkatakata yang baik, merasa dihargai pekerjaannya, merasa dihormati hak-haknya, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan termotivasi untuk lebih giat lagi. Sebaliknya, pamong PAUD hendaknya berupaya untuk menghindari kata-kata yang negatif, kurang sopan, kasar, tidak santun, besifat melarang, misalnya kata "jangan" , "tidak", "bodoh", "nakal", "malas", dan sebagainya. Jika anak-anak sering mendengar dan akrab dengan kata-kata tersebut, maka dampaknya akan fatal terhadap perkembangan anak nanti. Mereka akan meniru, merasa tidak dihargai, tidak dihormati, dikecilkan, dibatasi ruang geraknya, dihalangi kemauannya, bahkan sampai pada merasa disakiti hati dan perasaannya, yang nantinya akan membuat anak menjadi rendah diri, tidak percaya diri dan tidak termotivasi dalam pembelajaran. g. Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas ini diberikan kepada anak, semata-mata hanya untuk melatih persepsi pendengaran, meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, memusatkan perhatian dan membangun motivasi anak, bukan untuk melihat hasilnya. Oleh karena itu sebaiknya dihindari pemberian tugas yang bersifat memaksa, mendikte, membatasi kreativitas anak, terus menerus, dalam bentuk pekerjaan rumah, atau tugas-tugas lain yang membuat anak justru merasa tertekan, terpaksa, membuat anak bosan bahkan mungkin sampai pada tingkat frustasi. Berikan tugas-tugas yang dapat meningkatkan kreatrivitas anak, meningkatkan imajinasi anak, melatih motorik, membuat anak lebih bergairah, lebih bersemangat, merasa senang, nyaman,

(5) menguraikan cara baru yang dapat mempermudah pembelajaran. tidak membosankan. Dengan demikian tugas yang diberikan dapat mendorong anak-anak untuk lebih tertarik dan betah berada di lembaga PAUD. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. karena pada umumnya metode ini digunakan untuk pendidikan formal.menumbuhkan rasa percaya diri. unsur belajar yang mempengaruhi kesusksesan anak dan unsur yang mengubah kemampuan dan bakat alamiah menjadi cahaya yang bermanfaat. meningkatkan motivasi bel. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. menggunting. auditorial dan kinestetik). menempel. menyenangkan. h. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. termasuk untuk anak usia dini. auditorial dan kinestetik). sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. mewarnai. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. . bukan sebalinya. tidak membosankan. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. dinamis. hidup. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. Metode ini dalam penerapannya menekankan pada dua hal. yaitu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestai anak. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. Metode Quantum Teaching Metode ini tergolong relatif masih baru dalam PAUD. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. nyaman. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. (4) menunjukkan cara menjadi pendidik yang lebih baik. dan sebagainya. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. antara lain : (1) metode ini dapat digunakan dalam pembelajaran untuk semua usia. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. pembelajaran. (2) metode ini menekankan dua aspek. nyaman. meronce. menyenangkan. hidup. dinamis. Beberapa alasan mengapa metode ini diterapkan dalam PAUD. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan.ajar dan tugas-tugas lain yang membuat anak merasa nyaman dan aman ketika belajar di lembaga PAUD. seperti unsur belajar yang efektif. Misalnya tugas untuk menggambar bebas. (3) metode ini mengorkestrasi berbagai interaksi dalam momen belajar.

(6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. lebih baik dalam konteks yang berbeda dengan asalnya. menamai diberikan saat mengajarkan konsep ketrampilan berfikir strategis. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. kegiatan yang dilakukan oleh pamong PAUD antara lain : a. Pembelajaran dengan menggunakan metode Quantum Teaching mengacu pada rancangan pembelajaran yang berbentuk TANDUR. sebagai bentuk pengakuan untuk menyelesaikan sebuah usaha. mengurutkan & mendefinisikan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengalaman kepada anak. mencari tanggapan ´yesµ dari anak. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. Pijakan lingkungan main. (5) Ulangi. dapat memperkuat koneksi syaraf dan menumbuhkan rasa ´aku tahu bahwa aku tahu iniµ. dan memuaskan hasrat alami otak untuk memberi identitas. hidup. yaitu (1) Tumbuhkan. melalui kegiatan ini menamai dibangun diatas pengetahuan dan keingintahuan. saling memahami dan mendapatkan komitmen untuk menjelajah. yaitu : 1. Pembelajaran dengan menggunakan metode ini mengacu pada empat pijakan yang ada. sementara intervensi pamong dalam pembelajaran lebih diminimalisir. yang dapat memberi rasa rampung dengan menghormati usaha. Dalam pijakan ini. (4) Demontrasikan. dinamis. tidak membosankan. (2) Alami. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah.pembelajaran. ketekunan & kesuksesan anak. (3) Namai. i. nyaman. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. bertujuan untuk memberi peluang kepada anak untuk menterjemahkan dan menerapkan pengetahuan mereka dalam pembelajaran lain dan kehidupan mereka. auditorial dan kinestetik). dilakukan dengan multi modalitas dan multi kecerdasan. Metode Sentra dan Lingkaran (Seling) Metode ini menekankan pada pembelajaran pada system sentra. menyenangkan. dan (6) Rayakan. memanfaatkan pengalaman anak. Melalui kegiatan tumbuhkan ini diharapkan anak sudah terkondisi dan siap untuk menerima informasi dari pamong. mengelola awal lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup (tiga tempat main untuk setiap anak) . metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan jalinan & kepemilikan bersama. Metode ini lebih memberi keleluasaan kepada anakanak untuk bebas bermain di sentra-sentra yang sudah disiapkan. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. memanfaatkan pengetahuan & keinginan anak dan memanfaatkan hasrta alami otak untuk menjelajah.

memberikan anak waktu untuk mengelola dan memperluas pengalaman main mereka b. menata kesempatan main untuk mendukung hubungan social yang positif. memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan e. 2. Pijakan Pengalaman Main Setiap Anak Dalam pijakan ini kegiatan yang harus dilakukan oleh pamong PAUD meliputi : a. Pijakan Pengalaman Setelah Main Dalam pijakan yang terakhir ini. pembangunan dan main peran d. mendiskusikan aturan dan harapan untuk pengalaman main e. menggabungkan kosakata baru dan menunjukkan konsep yang mendukung perolehan ketrampilan kerja (standar kinerja) c. membaca buku yang berkaitan dengan pengalaman atau mendatangkan nara sumber b. Adapun uraian secara khusus dapat disesuaikan dengan sentra yang . meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui dukungan pada hubungan teman sebaya e. 3. yaitu sensorimotor.b. urutan dan penataan lingkungan main secara tepat Empat pijakan tersebut merupakan pijakan yang bersifat umum yang harus dilakukan oleh pamong PAUD dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode sentra. merencanakan intensitas (sejumlah waktu yang dibutuhkan untuk bermain) dan densitas (berbagai macam cara setiap jenis main yang disediakan) pengalaman c. menggunakan waktu membereskan maianan. memiliki berbagai bahan yang mendukung tiga jenis main. mengelola anak untuk keberhasilan hubungan social g. mengamati dan mendokumentasikan perkembangan dan kemajuan main anak 4. merancang dan menerapkan urutan transisi main. peran pamong PAUD adalah : a. sebagai pengalaman belajar positif melalui pengelompokkan. Pijakan Pengalaman Sebelum Main Dalam pijakan ini kegiatan yang dilakukan oleh pamong PAUD antara lain : a. menjelaskan ranmgkaian waktu main f. mencontohkan komunikasi yang tepat c. memberikan gagasan bagaimana menggunakan bahanbahan d. memperkuat dan memperluas bahasa anak d. mendukung anak untuk mengingat kembali pengalaman mainnya dan saling menceritakan pengalaman mainnya b.

Sentra dan Lingkaran E. Bernyanyi 3. Quantum Teaching 9. pembangunan bahan alam (sifat cair). PAUD singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini 2. dimana mitra yang lebih terampil menyesuaikan dukungan terhadap kinerja anak pada saat ini 7. sentra persiapan. sentran imtak. 2. Output adalah keluaran 4. Demonstrasi 6. Alami. Bercaka-cakap (berdialog) 7.disiapkan. Bercerita (mendongeng) 4. Pemberian Tugas 8. Namai. Kata-Kata Kunci 1. bermain peran makro. Karya Wisata 5. Metode pembelajaran PAUD adalah cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini. pembangunan terstruktur. Demonstrasikan. Beberapa metode pembelajaran yang cocok yang dapat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini antara lain adalah metode : 1. misalnya sentra bermain peran mikro. Seling singkatan dari Sentra dan Lingkaran . Input adalah masukan 3. Pijakan adalah dukungan yang berubah-ubah salama kegiatan belajar. Uraikan dan Rayakan 6. Bermain 2. D. dan sebagainya. Rangkuman 1. sentra musik dan olah tubuh. TANDUR singkatan dari Tumbuhkan. Quantum Teaching adalah metode pembelajaran yang menekankan pada pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestasi anak melalui orkestrasi dengan segala nuansanya yang ada dalam lingkungan belajar 5.

Disamping istilah strategi. strategi memang disusun untuk tujuan tertentu. Perlu disusun suatu strategi agar tujuan itu tercapai dengan optimal. intonasi suara.M (1988:90) metode ini adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya artinya metode ini berfungsi sebagai . Diantara kedudukan metode dalam belajar mengajar yaitu: 1.Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD LATAR BELAKANG MASALAHStrategi secara umum merupakan suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dalam bukunya yang sangat terkenal Models of Teaching (1971) menurut Joyce model itu lebih luas dari suatu strategi. cara memberikan ilustrasi dan sebagainya. Misalkan dalam suatu permainan sepak bola untuk memenangkan pertandingan kita dapat menggunakan strategi menyerang atau bertahan. metode dan taktik. bercakap-cakap. bercerita. Dikatakan pola umum. sosio drama. Metode merupakan cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Dan strategi adalah penjabaran dari pendekatan yang digunakan itu (Roy Killen. Untuk mencapai tujuan pembelajaran (ingat pembelajaran adalah peristiwa yang bertujuan). Oleh sebab itu untuk lebih jelasnya masalah penulisan tentang strategi pembelajaran ( learning strategy ) kita simak dalam bab pembahasan. PENGERTIAN STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARANStrategi merupakan pola umum menentukan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. serta penunjang yang diisyaratkan. Pendekatan adalah istilah yang diberikan untuk hal yang bersifat lebih umum. karena suatu model mengajar menyangkut 4 hal pokok yaitu. Sedangkan untuk mencapai tujuan. Metode dipilih berdasar strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditetapkan. Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan. 1998). Maka stelah kita menyusun strategi baru kita tentukan pola atau metode menyerang atau bertahan yang itu pola yang harus dilakukan. Dengan kata lain taktik dan teknik itu menunjukkan cara yang dilakukan seseorang yang sifatnya lebih tertumpu pada kemampuan dan pribadi seseorang. Metode Sebagai Alat Motivasi Ekstrinsik Menurut Sardiman A. proyek dan pemberian tugas dan metode demonstrasi. tepat dan jitu tidak mungkin tujuan dapat tercapai. Nah untuk mencapai tujuan tersebut maka seorang pendidik harus memahami kedudukan metode dalam sebuah pembelajaran karena metode sebagai salah satu komponen yang ikut andil dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Dalam konteks pembelajaran KBK. strategi dapat di katakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentan kegiatan yang dapati dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. KEDUDUKAN METODE DALAM BELAJAR MENGAJARKegiatan belajar mengajar yang melahirkan interseksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. baik ditinjau dari bahasa yang digunakan. Pendekatan memang tidak sama dengan strategi atau model. Karena TK mempunyai model khas yang telah dirancang dalam KBK seperti metode karya wisata. Istilah lain yang lebih umum dari istilah strategi dan model pembelajaran adalah istilah pendekatan. Sedangkan cara untuk menjalakan metode yang ditetapkan itu dinamakan dengan teknik atau taktik sifat-sifatnya lebih praktis yang disusun untuk menjalankan suatu metode dan strategi tertentu. Menurut Killen ada dua pendekatan yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada guru dan pendekatan yang berorientasi pada peserta didik. tahapan-tahapan model. Misal ada dua orang guru sama-sama menggunakan metode ceramah yang ditampilkan keduanya bisa berbeda. prinsip-prinsip reaksi guru dan peserta didik. Setelah kita menetapkan pola yang sesuai dengan strategi yang diinginkan. tanya jawab. Tenpa suatu strategi yang cocok. Namun tidak semua metode itu cocok untuk pelaksanaan kegiatan di TK. Demikian juga halnya dalam proses pembelajaran / learning. Pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu dalam proses pembelajaran dinamakan dengan metode pembelajaran. Seperti halnya dalam kegiatan belajar mengajar maka strategi bisa diartika sebagai polapola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. dalam konteks pembelajaran ada juga istilah lain yang dinamakan model mengajar (models of teaching) istilah ini dipopulerkan oleh Bruce Joyce dan Marsha Weil. Tidak ada strategi tanpa adanya tujuan yang harus dicapai. karena sebagai pendidik ataupun guru akan lebih mudah dalam melaksanakan suatu kegiatan khususnya dalam kegiatan belajar mengajar apabila telah mampu dan menguasai suatu strategi ataupun metode yang pas dengan kegiatan yang kita laksanakan. sistem sosial yang diharapkan. Jadi dengan demikian metode pada dasarnya berangkat dari suatu strategi tertentu. Sedangkan metode adalah cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri artinya suatu cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. baru membicarakan teknik atau tektik permainan. eksperimen. sebab suatu strategi pada hakikatnya belum mengasah pada hal-hal yang bersifat praktis. masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh.

maka apa yang guru sampaikan akan sia-sia. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODEKetika anak didik tidak mampu berkonsentrasi. Untuk mengembangkan motorik anak. Untuk mengembangkan krativitas anak. Selain dari tujuan kegiatan. pengembangan motorik dan pengembangan nilai serta pengembangan sikap dan nilai.alat perangsang dari luar yang membangkitkan belajar seseorang. Seharusnya penggunaan metode dapat menunjang pencapaian tujuan pengajaran. membaca dan menulis. mampu mengekspresikan diri secara kreatif. karakteristik anak juga ikut menentukan pemilihan metode. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan atau pelicin jalan pengajaran menuju tujuan. 2. pengembangan bahasa. Dan untuk perbedaan daya serap anak didik tersebut memerlukan strategi pengajaran yang tepat yaitu metode. kebiasaan menghargai waktu dan kebiasaan memlihara lingkungan. bukannya tujuan yang harus menyelesaikan diri dengan metode. Bahan dan alat yang digunakan dalam keadaan baik. Mampu menarik kesimpulan dan genalisasi. Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan adalah pengembangan kognitif. Karenanya efektivitas penggunaan metode patut dipertanyakan. Salah satunya adalah komponen metode. pengembangan emosi. mempunyai rasa ingin tahu yang kuat. Guru memberi kesempatan anak memperoleh pengalaman yang luas dalam mendengarkan dan berbicara. Untuk mengembangkan emosi anak. Untuk mengembangkan nilai dan sikap anak. Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pengajaran akan menjadi kendala dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Roestiyah N. Maka hal itu kegiatan belajar mengajar yang kurang kondusif. caranya adalah dengan memahami lingkungan dengan sekitarnya. dapat digunakan metode-metode yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan yang didasari oleh nilai-nilai agama dan moral Pancasila.K (1989:1) guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara efektif dan efisien mengena pada tujuan yang harapkan. Pemberian pengalaman belajar yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan kerja. Oleh karena itu dalam memilih suatu metode yang akan dipergunakan dalam program kegiatan anak di TK guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajari. ketika anak didik menunjukkan kelesuan. membangun kembali dan menemukan hubungan-hubungan baru. dapat dipergunakan metode-metode yang menjamin anak tidak mengamali cidera. 1985). karena bila tidak. mempunyai imajinasi dan senang berbicara. senang bereksperimen dan menguji. membuat pertanyaan yang membantu memecahkan. PENGGUNAAN METODE DI TAMAN KANAK-KANAKSebagaima dikemukakan bahwa metode itu merupakan cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Selain itu melatih anak menggunakan bahasa untuk berhubungan dengan orang lain dan melakukan apa yang dianggap benar berdasar nilai yang ada dalam masyarakat (HildeBrand. Metode Sebagai Alat Untuk Mencapai Tujuan Tujuan adalah suatu cita-cita yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar atau pedoman yang memberi arah kemana kegiatan belajar mengajar akan dibawa. 3. Daya serap anak didik juga bermacam-macam ada yang cepat ada yang sedang dan ada pula yang lambat. mengenal orang dan benda-benda yang ada. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metide mengajar. memahami tubuh dan perasaan mereka sendiri. ketika sebagia besar anak didik membuat kegaduhan. Tujuan dari kegiatan belajar mengajar tidak akan pernah tercapai selama komponenkomponen lainnya tidak diperlukan. 1986). Oleh karena itu guru perlu menciptakan lingkungan yang aman dan menantang (Gordon dan Brown. tidak menimbulkan perasaan takut. metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. . Metode Sebagai Strategi Pengajaran Dalam kegiatan belajar mengajar Dra. karena pada umumnya anak TK adalah anak yang selalu bergerak. Untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak dengan menggunakan metode yang dapat meningkatkan perkembangan ( development ) kemampuan berbicara. Ketika itulah guru mempertanyakan faktor penyebab dan berusaha mencari jawabannya secara tepat. cemas dalam menggunakannya. Untuk mengembangkan kognisi anak dapat dipergunakan metode-metode yang mampu menggerakkan anak agar menumbuhkan berfikir dapat menalar. mendengar. ketika minat anak didik semakin berkurang dan ketika anak didik sebagian besar tidak menguasai bahan yang telah guru sampaikan. Misalkan guru menggunakan metode ceramah sedangkan tujuan pengajarannya adalah anak dapat memperagakan sholat dengan baik. memikirkan kembali. pengembangan kreativitas. Karena dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam yang relatif lama. menggunakan metode-metode menggerakkan anak untuk mengekspresikan perasaan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan secara verbal dan tepat. Dengan demikian metode mengajar adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. 1994). Akan tetapi tidak selamanya berfungsi secara memadai. Boleh jadi dari sekian keadaan tersebut salah satu penyebabnya adalah faktor metode. agar anak dapat mengalami hidup sesuai dengan norma yang dianut masyarakat (Depdikbud.

karena anak lebih tertarik pada tingkah laku itu sendiri daripada keluaran yang dihasilkan. Cara/tujuan. b. Kelenturan. mengeksploitasi. eksperimen metode proyek dan pemberian tugas. Menurut Dearden (Hetherington dan Parkei. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. Bermain dapat digolongkan pada 4 bentuk (Gordon dan Brown) a) Bermain secara soliter. merekayasa. tingkah laku bermain di motivasi dari dalam diri anak. 6) Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain. d. yaitu anak bermain sendiri secara berdampingan. 5) Menyempurnakan keterampilan memecahkan masalah. karya wisata. 3) Mengantisipasi peran yang akan dijalani dimasa yang akan datang. Berikut metode pengajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia TK yaitu bermain. 1979) bermain merupakan kegiatan yang nonserius dan segalanya ada dalam kegiatan itu sendiri yang dapat memberikan kepuasan bagi anak. tanya jawab. tidak ada interaksi antara anak yang satu dengan yang lain c) Bermain asosiatif yaitu bermain berkelompok. Metode Bermain Menurut pendidik dan para ahli psikolog. kelenturan ditujukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. misal mengapa pohon layu kalau tidak disiram. 4) Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari. sosiodrama. Sedangkan menurut Hildebrand (1986:54) bermain berarti berlatih. yang lebih ditentukan pada caranya dari pada hasil yang diperoleh dari kegiatan itu (Dworetsky 1990:359). tingkah laku itu menyenangkan atau mengembirakan untuk dilakukan. misal bertepuk air beramai-ramai dan sebagainya . Bermain berupakan kegiatan yang memberikan kepuasan bagi diri sendiri. Bukan dikerjakan sambil lalu. Menurut Dworetsky ada lima kriteria dalam bermain: a. c. e. bermain merupakan pekerjaan masa kanak-kanak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon dan Brown. artinya bermain dapat menyalurkan kelebihan tenaga anak. Akan tetapi yang dapat kami jelaskan dalam makalah ini ada empat metode yaitu : 1. Pengaruh positif. bercakap-cakap. misal memakai dasi. demonstrasi. melainkan lebih bersifat purapura. bercerita.BEBERAPA METODE PENGAJARAN DIMENSI PERKEMBANGAN ANAK TKSeperti telah dikemukakan tidak semua metode pengajaran cocok bagi program kegiatan anak TK. Bermain mempunyai makna penting bagi pertumbuhan anak (Frank dan Theresa Caplan) Hildebrand (1986:55-56) a) Bermain membantu pertumbuhan anak b) Bermain merupakan kegiatan yang dilkukan secara sukarela c) Bermain memberi kebebasan anak untuk bertindak d) Bermain memberikan dunia khayal yang dapat dikuasai e) Bermain mempunyai unsur berpetualang didalamnya f) Bermain meletakkan dasar pengembangan bahasa g) Bermain mempunyai pengaruh yang unik dalam pembetukan hubungan antar pribadi h) Bermain memberikan kesempatan untuk menguasai diri secara fisik i) Bermain memperluas minat dan pemusatan perhatian j) Bermain merupakan cara anak untuk menyelidiki sesuatu k) Bermain merupakan cara anak mempelajari peran orang dewasa l) Bermain merupakan cara dinamis untuk belajar m) Bermain menjernihkan pertimbangan anak n) Bermain dapat distruktur secara dinamis o) Bermain merupakan kekuatan hidup p) Bermain merupakan sesuatu yang esensial bagi kelestarian hidup manusia Sedangkan fungsi bermain yaitu: 1) Mempertahankan keseimbangan. Motivasi intrinsik. karena itu tidak mengikuti pola atau aturan yang sebenarnya. Misal metode ceramah kurang cocok bagi program kegiatan belajar anak TK karena metode ceramah menuntut anak memusatkan perhatian dalam waktu cukup lama padahal rentang waktu perhatian anak relatif singkat. misal mendendarai sepeda dari roda 3 ke roda 2. 2) Menghayati berbagai pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan kebiasaan pada anak. yaitu anak bermain sendiri b) Bermain secara paralel. 1985:266). Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri. mengulang latihan apapun yang dapat dilakukan untuk mentrasformasi secara imajinatif hal-hal yang sama dengan dunia orang dewasa. bermain itu perilaku yang lentur. Melalui bermain anak memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan. maksudnya anak dapat mempersiapkan perannya kelak.

yaitu anak secara aktif menggulang hubungan dengan anak-anak lain untuk melaksanakan kegiatan bermain 2. memperluas wawasan. c) banyaknya waktu yang harus disesuaikan. (Gordon dan Browne 1985:314) Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK karena bercakap-cakap dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain. .d) Bermain secara kooperatif. Pengertian metode bercakap-cakap bagi anak TK Bercakap-cakap mempunyai arti saling mengkomunikasikan fikiran dan perasaan secara visual (Hildebrand 1987:279). makan dan sebagainya. . yaitu aspek kognitif. desa. 3) Rancangan penilaian karya wisata Apabila karya wisata telah dilaksanakan. memberika pengalaman menganai kenyataan yang ada. pluit. perlu adanya penilaian untuk mengetahui. . meningkatkan perbendaharaan. Sebagai bukti penguasaan bahasa reseptif ialah semakin banyknya kata-kata baru yang dikuasai oleh anak yang diperolehnya dari kegiatan bercakap-cakap. kognitif terutama bahasa. keberhasilan sebagaimana tujuan pendidikan TK. .Merumuskan program kegiatan melalui karya wisata. misal tema binatang. 3. dan dapat menambah wawasan (Hildebrand) c. memperoleh informasi/mengkaji segala sesuatu secara langsung (Hildebrand. Proses dua arah dalam bercakap-cakap diperlukan keterampilan mendengar dan berbicara. emosi. Melalui peningkatan keterampilan menyatakan perasaan atau gagasan. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan karya wisata Yaitu merupakan kegiatan penyiapan akhir bahan dan peralatan yang harus dibawa dalam melaksanakan karya wisata. warna. e. d) biaya yang dibutuhkan. misal di kota. b. pikiran dan perasaan kepada orang lain secara lisan. Karya wisata juga berarti membawa anak TK ke obyek-obyek tertentu sebagai pengayaan pengajaran. pengetahuan. pesisir. dunia kerja. Rancangan karya wisata 1) Rancangan persiapan karya wisata oleh guru . bahasa. Metode Karya Wisata Bagi anak TK karya wisata berarti memperoleh kesempatan untuk mengobservasi.Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan untuk karya wisata seperti: kamera.Menetapkan tata tertib karya wisata. hewan dan tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya dengan pengamatan yang diperoleh dari panca indra menganai bentuk. ia dapat memberitahukan kepada si pembicara 3) Ia dapat menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan agar dapat menerima pesan tersebut Becakap-cakap mengandung arti belajar mewujudkan kemampuan berbahasa reseptif dan ekspresif. Bercakap-cakap merupakan salah satu bentuk komunikasi antar pribadi.Mengadakan hubungan dan pengenalan medan sasaran karya wisata. kebutuhan. Sebagai bukti berkembangnya kemampuan berbahasa ekspresif ialah semakin seringnya anak mengatakan keinginan. yaitu a) tujuan pendidikan yang ingin dicapai. maka tujuan karya wisata dapat diarahkan pada pengambangan aspek perkembangan anak TK yang sesuai. kreativitas dan kehidupan bermasyarakat serta penghargaan pada karya dan jasa orang lain. memperluas informasi yang telah diperoleh di kelas.Menetapkan sasaran yang diprioritaskan sesuai dengan tema kegiatan belajar yang dipilih. kehidupan manusia. Tujuan karya wisata bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan yang diperoleh anak TK dari kegiatan karya wisata yakni menumbuhkan minat. d. . pegunungan. Metode Bercakap-Cakap a. misal kapan harus berkumpul. tali bekal dan lain-lain. Ada tiga hal yang harus dilakukan oleh pendengar dalam komunikasi antar pribadi (Hetherington dan Parke 1979) 1) Mengukur pemahaman yang didengar secara pasti 2) Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak jelas. 1986). Manfaat karya wisata bagi anak TK Karya wisata dapat dipergunakan untuk merangsang minat mereka terhadap sesuatu. Pengertian karya wisata bagi anak Taman Kanak-Kanak Karya wisata merupakan salah satu metode melaksanakan kegiatan pengajaran di Taman Kanak-Kanak dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung yang meliputi manusia. meningkatkan kemampuan hidup masyarakat. dunia tanaman. Bercakapcakap dapat pula diartikan sebagai dialog atau sebagai perwujudan bahasa reseptif dan ekspresif dalam satu situasi.Persiapan guru dikelas. pemberian pengalaman belajar yang tidak mungkin diperoleh anak di dalam kelas (Welton dan Mallon 1981:414) a. Artinya anak banyak mengenal kosa kata dari berbagai tema yang memacu pengembangan berbagai aspek perkembangan anak. Sasaran karya wisata Dunia binatang. . .Permintaan idzin dan partisipasi orang tua. emosi. e) antisipasi bahaya yang mungkin terjadi dan cara mengatasinya. Oleh karena itu penggunaan metode bercakap-cakap bagi anak TK akan membantu perkembangan dimensi sosial. ukuran dan sebagainya. b) keseusian karya wisata. guru harus mengenal betul sasaran yang akan dituju.

antara anak dengan anak yang lain. 4. Yang diobservasi adalah frekwensi masing-masing anak dalam mengungkapkan pikiran. misal dengan menyanyikan lagu-lagu sesuai dengan tema yang ditetapkan. sesudah anak dapat membedakan dirinya dengan lingkungan.b. a. etos waktu. antara anak dengan guru. Menurut Bruner bahasa itu memegang peranan penting yang sangat penting bagi perkembangan kognitif anak dan perkembangan bahasa. Keterlibatan anak terhadap dongeng yang diceritakan akan memberikan suasana yang segar menarik dan menjadi pengalaman yang unik bagi anak. Tujuan kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan manfaat yang diperoleh anak TK dalam kegiatan belajar dengan menggunakan metode becakapcakap yakni keberanian mengaktualisasikan diri dengan bahasa ekspresif. menyatakan apa yang dilakukan sendiri/orang lain. emosi dan konsep diri. perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. Fungsi bahasa menurut Hillady (Hetherington 1979:254) 1) Sebagai alat yang dapat memuaskan kebutuhan untuk menyatakan keinginannya saya ingin . berhubungan dengan orang. 5) Berpikir heuristik. Dinyatakan dengan lakukan itu . anak menggunakan bahasa yang dikuasainya untuk memiliki dan memahami lingkungan. Pengertian metode bercerita bagi anak TK Metode bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan/dengan cara bertutur kata kepada anak secara lisan. 3) Sebagai hubungan antara pribadi. Jadi bahasa mempunyai fungsi mempertanyakan atau katakan padaku mengapa begitu . bahasa. keagamaan. Adapun teknik-teknik bercerita antara lain: 1) Membaca langsung dari buku cerita 2) Bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar dan buku . dimensi kognitif anak dan bahasa anak. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan bercakap-cakap a) Menarik perhatian dan minat siswa. perasaan keinginan dan sikan anak terhadap topik yang dibicarakan. bahasa dapat digunakan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain dan lingkungan sosial. c. membangun jati diri dan memperluas pengetahuan dan wawasan. perasaannya dan sikapnya yang unik melalui bahasa dan melalui bahasa anak membangun jati diri. keinginan berkaitan dengan tema. merupakan percakapan yang melibatkan dua orang atau lebih. Bercerita juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Manfaat kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Dalam bercakap-cakap diperlukan kemampuan berbahasa baik reseptif maupun ekspresif. Seorang pendongeng yang baik akan menjadikan cerita sebagai sesuatu yang menarik dan hidup. d. Cerita yang dibawakan harus menarik dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. menanamkan etos kerja. b) Mengkomunikasi tujuan yang ingin dicapai c) Melaksanakan bercakap-cakap dibawah bimbingan guru dan pengaturan lalu lintas percakapan d) Menutup percakapan 3) Rancangan penilaian bercakap-cakap Sesuai dengan tujuan dan tema yang dipilih maka evaluasi kegiatan bercakap-cakap dapat dirancang dengan teknik evaluasi melalui observasi. merupakan percakapan yang dilakukan oleh anak. dengan bahasa anak dapat menghindari diri dari kenyataan yang memasuki alam semesta yang dibangunnya sendiri. Bahasa reseptif meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami bicara orang lain. anak mengatakan pandangannya. Metode Bercerita Bercerita merupakan cara untuk meneruskan warisan dari suatu generasu ke generasi berikutnya (Gordon dan Browne 1985:324). Sedangkan bahasa ekspresif meliputi kemampuan menyatakan gagasan. 7) Fungsi informatif. Bahasa membiarkan diri untuk berpura-pura atau berfungsi puitis. 6) Fungsi imajinatif. 4) Berfungsi bagi diri sendiri. Maka tujuan bercakap-cakap dapat diarahkan pada pengembangan aspek-aspek pengembangan kognitif. dihadapan teman-temannya dan guru. orang seorang. perasaan. Tiap-tiap anak diberi kesempatan berdiri di depan kelas/di tempat duduknya untuk mengungkapkan pikiran. membantuk mengembangkan fantasi anak. sosial. etos alam. karena melalui bercerita kita dapat mengkomunikasikan nilainilai budaya. Rancangan kegiatan becakap-cakap bagi anak TK 1) Rancangan persiapan guru a) Menetapkan tujuan dan tema kegiatan b) Menetapkan rancangan bentuk percakapan yang dipilih Monolog. melalui bahasa anak dapat mengengalikan tingkah laku orang lain. Dialog. anak dapat mengkomunikasikan informasi baru kepada orang lain dengan menggunakan bahasa dalam bentuk aku punya sesuatu untuk kuceritakan . sosial. Bercerita mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK. 2) Berfungsi mengatur.

keramahan. Strategi dalam konteks KBK dapat dikatakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentetan kegiatan yang dapat dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. d. . metode demonstrasi. metode proyek dan metode pemberian tugas. c. keberanian. metode sosiodrama. masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. Efektivitas penggunaan metode apabila proses belajar mengajar kurang kondusif dan tidak sesuai dengan tujuan kegiatan sehingga metode perlu disesuaikan dengan beberapa komponen-komponen pengajaran. Tujuan kegiatan bercerita bagi anak TK Bercerita dapat memberikan informasi atau menanamkan nilai-nilai sosial. 4) Bercerita dengan menggunakan papan flaneli 5) Bercerita dengan media boneka 6) Dramatisasi suatu cerita Guru dalam bercerita memainkan perwatakan tokoh-tokoh dalam suatu cerita yang disukai anak dan merupakan daya tarik yang bersifat universal (Gordon dan Browne). Misal cerita bawang putih dan bawang merah dan sebagainya. Seperti si kancil pencuri ketimun. metode bercakapcakap. Metode adalah pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri dalam proses pembelajaran.Menetapkan tujuan dan tema yang dipilih . metode bercerita.Menetapkan rancangan bahan dan alat yang diperlukan . Macam metode yang sesuai dengan perkembangan anak TK yaitu metode bermain. Penggunaan metode di TK harus sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. 7) Bercerita sambil memainkan jari-jari tangan b. seni. metode tanya jawab. Mendongeng merupakan cara meneruskan warisan budaya dari suatu generasi ke generasi yang berikutnya. kesetiaan. Manfaat metode cerita bagi anak TK Metode bercerita dapat menanamkan kejujuran. ketulusan dan sikap-sikap positif yang lain dalam kehidupan lingkungan keluarga. kognitif.Menetapkan rancangan langkah-langkah bercerita . metode karya wisata. Kedudukan metode dalam belajar mengajar Sebagai alat motivasi ekstrinsik Sebagai strategi pengajaran Sebagai alat untuk mencapai tujuan 3. Strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. metode eksperimen.Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih . nilai-nilai moral dan keagamaan serta dapat mengembangkan aspek perkembangan dasar anak yang meliputi bahasa. Rancangan kegiatan bercerita bagi Anak TK 1) Rancangan persiapan guru . 3) Menceritakan dongeng Cerita dongeng merupakan bentuk kesenian yang paling lama.Penggunaan ilustrasi gambar dalam bercerita dimaksudkan untuk memperjelas pesan-pesan yang dituturkan. Misal menyampaikan pesan-pesan kebajiakan dan sebagainya. Misal cerita banjir Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita KESIMPULAN 1. Karena strategi pada hakikatnya belum mengarah pada hal-hal yang bersifat praktis. 5. moral dan keagamaan. sekolah dan luar sekolah. Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan 2. Pemberian informasi lingkungan fisik yang meliputi segala sesuatu yang ada di sekitar anak yang non manusia serta lingkungan sosial. mengikat perhatian anak pada jalannya cerita. 4.Menetapkan rencangan penilaian kegiatan bercerita 2) Adapun langkah-langkah bercerita sebagai berikut: Mengkomuniskan tema dan tujuan Mengatur tempat duduk Sebagai pembukaan guru menggali pengalaman-pengalaman anak dalam kegiatan yang berkaitan dengan peristiwa cerita Pengembangan cerita yang dituturkan guru Menetapkan cara bertutur agar dapat menggetarkan perasaan anak dengan cara memberi gambaran anak-anak yang bernasib baik dan buruk. Juga dapat memberi pengetahuan sosial. afektif dan psikomotor.

Pendekatan yang paling tepat adalah pembelajaran yang berpusat pada anak KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA TK Hakikat Perkembangan Perkembangan dan pertumbuhan merupakan satu proses dalam kehidupan manusia yang berlangsung secara terus-menerus sejak masa konsepsi sampai akhir hayat. kaya dengan fantasi. Pada hakikatnya pendidikan TK/usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi. 5) Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas. sekolah. membimbing. Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan satu sama lain. bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. Baik Kurikulum TK 1994 maupun Kurikulum TK 2004 pada dasarnya sama memuat aspek-aspek perkembangan yang dipadukan dalam bidang pengembangan yang utuh yang mencakup bidang pengembangan perilaku melalui pembiasaan dan bidang kemampuan dasar. Berkesinambungan. dan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan seoptimal mungkin sejak lahir sampai akhir hayat. mudah frustrasi. Para ahli pendidikan anak berpendapat bahwa pendidikan TK merupakan pendidikan yang dapat membantu menumbuhkembangkan anak dan pendidikan dapat membantu perkembangan anak secara wajar. 3) Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu. 4) kurikulum. Dalam arti sempit. berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling ketergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organisme. 5) fasilitas pendidikan. antusias terhadap banyak hal. Sistematis. Pembelajaran anak usia dini/TK pada hakikatnya adalah pembelajaran yang berorientasi bermain (belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar). 3) pendidik. Kurikulum untuk anak usia dini/TK harus benar-benar memenuhi kebutuhan anak sesuai dengan tahap perkembangan dan harus dirancang untuk membuat anak mengembangkan potensi secara utuh. progresif. bersifat aktif dan energik. dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak.TK ANAK CERIA BANJARBARU HAKIKAT PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Pengertian Pendidikan dan Komponen-komponen Pendidikan Dalam arti luas pendidikan adalah segala bentuk pengalaman belajar yang berlangsung dalam lingkungan keluarga. . 1) Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti. dan berkesinambungan baik itu menyangkut aspek fisik maupun psikis. dan 6) interaksi edukatif. dan memiliki daya perhatian yang pendek. Komponen-komponen tersebut meliputi: 1) tujuan pendidikan. 6) Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan. berarti perubahan yang terjadi bersifat maju. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah upaya untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak. 4) Perkembangan terjadi pada tempat yang berlainan. pembelajaran yang berorientasi perkembangan yang lebih banyak memberi kesempatan kepada anak untuk dapat belajar dengan cara-cara yang tepat. berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara bertahap dan berurutan. mengasuh. meningkat dan mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis). Hakikat Pembelajaran di Taman Kanak-kanak Pada hakikatnya anak itu unik. 2010 by KB . Perkembangan memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut. pendidikan identik dengan persekolahan di mana pendidikan dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang terprogram dan terencana secara formal. 2) peserta didik. 2) Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi. mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan.STRATEGI dan PEMBELAJARAN Posted on May 12. Masa anak merupakan masa belajar yang potensial. memiliki rasa ingin tahu yang kuat. Perkembangan juga diartikan sebagai perubahanperubahan yang dialami oleh seorang individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis. Progresif. egosentris.

Perkembangan sosial anak merupakan hasil belajar. PEMBELAJARAN YANG BERORIENTASI PERKEMBANGAN Prinsip-prinsip Perkembangan Anak Penyelenggaraan pendidikan Taman Kanak-kanak menuntut pendidik yang memiliki kemampuan profesional. Sejak usia dua tahun anak sangat berminat untuk menyebut nama benda. Perkembangan sosial adalah perkembangan perilaku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan masyarakat dimana anak itu berada. serta bahasa. berdialog. dan psikologis. serta mengevaluasi perkembangan dan mendukung belajar anak secara optimal. (5) perkembangan mempunyai pengaruh yang bersifat kumulatif. Periode ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain dengan menggunakan simbol-simbol. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara seperti bertanya. dan menyanyi. anak usia TK berada pada tahapan praoperasional. Perkembangan emosi berhubungan dengan seluruh aspek perkembangan anak. berat dan panjang badan. proporsi tubuh. Dasar Pemikiran dan Pengertian Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan . sosial dan pribadi yang baik. Para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda tentang pembabakan atau periodisasi perkembangan ini. kegiatan bermain menjadikan fungsi sosial anak semakin berkembang. Ketika anak mencapai tahapan usia TK (3 sampai 6 tahun). (4) perkembangan baru didasarkan pada perkembangan sebelumnya. (3) perkembangan anak berlangsung pada tingkat yang beragam di dalam dan di antara anak. Pendapat-pendapat tersebut secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga. Perkembangan sosial diperoleh anak melalui kematangan dan kesempatan belajar dari berbagai respons terhadap dirinya. Sikap marah sering mereka perlihatkan dan sering berebut perhatian guru. terdapat ciri yang sangat berbeda dengan usia bayi. Karakteristik Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak Perkembangan anak usia TK yang terentang antara usia empat sampai dengan enam tahun merupakan bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan. sosial emosional. Bagi anak prasekolah. memilih dan menggunakan media. kognitif. Pada tahap ini emosi anak usia prasekolah lebih rinci atau terdiferensiasi.Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu. memilih bahan ajar. Perbedaannya terletak pada penampilan. serta keterampilan yang mereka miliki. didaktis. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik atau guru Taman Kanakkanak adalah memahami perkembangan anak. menentukan strategi. (2) perkembangan terjadi dalam urutan yang teratur. Prinsip-prinsip perkembangan anak meliputi: (1) anak berkembang secara holistik. anak cenderung mengekspresikan emosi dengan bebas dan terbuka. Melalui kemampuan tersebut anak mampu berimajinasi atau berfantasi tentang berbagai hal. bukan hanya sekedar hasil dari kematangan. Anak prasekolah biasanya telah mampu mengembangkan keterampilan bicara melalui percakapan yang dapat memikat orang lain. mengimplementasikan pembelajaran serta mengevaluasi perkembangan dan belajar anak. yaitu berdasarkan analisis biologis. yaitu tahapan di mana anak belum menguasai operasi mental secara logis. Prinsip-prinsip perkembangan anak tersebut memberikan implikasi bagi pendidik dalam menentukan tujuan. menata lingkungan belajar. Minat tersebut terus berlangsung sehingga dapat menambah perbendaharaan kata. Perkembangan pada usia ini mencakup perkembangan fisik dan motorik. Dilihat dari tahapan menurut Piaget. Pemahaman tentang karakteristik perkembangan anak memberikan kontribusi terhadap pendidik untuk merancang kegiatan.

kesalahpahaman masyarakat tentang konsep pendidikan anak usia dini. (7) belajar melalui bekerja. dan (3) berorientasi pada konteks sosial budaya anak. (6) kurikulum terpadu. sebagai berikut. (2) berorientasi pada anak secara individual. sosial emosi. Mendorong anak-anak untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan berbahasa secara menyeluruh yang meliputi kemampuan berbicara. dan (10) bermitra dengan orang tua untuk mendukung perkembangan dan belajar anak. mengembangkan keterampilan sosial. Menciptakan iklim yang positif dan kondusif untuk belajar. kognitif. membaca dan menulis dini. yaitu (1) berorientasi pada usia. (9) penilaian bersifat kontinu. mendengarkan. (8) memberikan pilihan kepada anak tentang apa dan bagaimana caranya belajar. (4) fleksibel. . Pengalaman belajar hendaknya dirancang secara konkret dan memberi kesempatan kepada anak untuk memilih kegiatannya sendiri. melakukan eksplorasi terhadap objek dan lingkungannya. (2) program pendidikan yang bersifat individual. Kurikulum diorganisasikan secara terpadu untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak yang meliputi aspek fisik motorik. Lingkungan dan jadwal hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi aktif. Praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan menekankan pada hal-hal sebagai berikut: (1) anak secara holistik. mengambil inisiatif. pengendalian dan disiplin diri. Motivasi dan bimbingan diberikan agar anak mengenal lingkungannya. PERENCANAAN PEMBELAJARAN Pengertian dan Komponen-komponen Pembelajaran Perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan anak agar tujuan dapat tercapai. dan seni. Mencatat dan mendokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan anak dan cara melakukan kegiatan tersebut. antara lain meningkatnya praktik pembelajaran yang bersifat formal di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini. lingkungan kelas menstimulasi anak. (3) pentingnya kegiatan yang diprakarsai anak.Ada beberapa hal yang mendasari munculnya praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan. melalui observasi. Strategi pembelajaran dirancang agar anak dapat berinteraksi dengan anak lainnya secara individual dan dalam kelompok kecil. Membantu keeratan kelompok dan memenuhi kebutuhan individu. (5) pentingnya bermain sebagai wahana belajar. Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan Untuk Anak Usia Taman Kanak-kanak Prinisp-prinsip pembelajaran yang berorientasi perkembangan dapat diidentifikasi dari beberapa dimensi. kuatnya tuntutan dan tekanan orang tua dan masyarakat terhadap pengajaran yang lebih bersifat akademik. bahasa. Penilaian terhadap anak dilakukan secara kontinu. Perencanaan pembelajaran mengandung komponen-komponen yang ditata secara sistematis dimana komponenkomponen tersebut saling berhubungan dan saling ketergantungan satu sama lain. Pembelajaran yang berorientasi perkembangan mengacu pada tiga hal penting.

Anak adalah pebelajar aktif. memuat keterampilan. Belajar anak dipengaruhi kematangan. Tidak hanya lingkungan fisik tetapi juga lingkungan belajar. Perencanaan Semester. Melalui bermain anak dapat memahami menciptakan memanipulasi simbolsimbol dan mentransformasi objek-objek tersebut . sosial dan mampu merefleksikannya. Evaluasi merupakan suatu proses memilih. kemampuan. sosial dan refleksi. tipe auditif dan tipe kinestetik. Anak secara energik mencari cara untuk menghasilkan potensi maksimum. Belajar anak dipengaruhi oleh lingkungan. Prosedur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Salah satu tugas guru adalah membuat perencanaan pembelajaran. mengumpulkan informasi untuk membuat keputusan. Materi adalah bahan yang akan diajarkan agar tujuan tercapai. Ketika bergerak anak mencari stimulasi yang dapat meningkatkan kesempatan untuk belajar. SKH dijabarkan dari SKM. Perencanaan Tahunan. Perencanaan Mingguan (SKM). Media dan sumber belajar merupakan salah satu komponen yang memberi dukungan terhadap proses belajar. Perencanaan Mingguan berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai kemampuan yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan tema pada minggu itu. Jenis-jenis perencanaan di TK meliputi Perencanaan Tahunan. pembiasaan-pembiasaan dan tema-tema yang sesuai dengan minat anak dan dekat dengan lingkungan anak. Anak belajar melalui bermain. Anak belajar dengan gaya yang berbeda. Tugas guru bagaimana menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak memperoleh pengalaman fisik. Guru harus memahami bagaimana kematangan anak dapat dicapai dan apa yang perlu dilakukan untuk memfasilitasi matangan tersebut. Anak menggunakan seluruh tubuhnya sebagai alat untuk belajar.Komponen-komponen perencanaan pembelajaran meliputi: Tujuan merupakan komponen pertama dalam perencanaan pembelajaran merupakan proyeksi tentang hasil belajar atau kemampuan yang harus dicapai anak setelah belajar. Perencanaan semester merupakan penjabaran dari perencanaan tahunan yang dibagi ke dalam dua semester. Anak belajar melalui kombinasi lingkungan fisik. Perencanaan Harian (SKH) merupakan perencanaan operasional yang disusun oleh guru dan merupakan acuan dalam melaksanakan pembelajaran. Perencanaan Harian (SKH). Ada yang tipe visual. Prinsip-prinsip belajar merupakan suatu ketentuan yang harus dilakukan anak ketika ia belajar. Dengan pengalaman tersebut anak memperoleh pengetahuannya. HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN Konsep Belajar dan Prinsip-prinsip Belajar Anak Belajar adalah proses perubahan perilaku berdasarkan pengalaman dan latihan. Kegiatan belajar mengajar adalah proyeksi kegiatan belajar yang harus dilakukan anak agar tujuan tercapai. Evaluasi sebagai alat untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan.

menarik. motorik. apakah berkaitan dengan. pengembangan kognitif. Terdapat beberapa kriteria yang harus menjadi pertimbangan guru dalam memilih strategi pembelajaran. kognitif. Dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran karakteristik tema merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan. Kegiatan perlu pula dipertimbangakan karena belajar di TK tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas tetapi juga ada kegiatan belajar di luar kelas. dan fungsional. Dengan demikian strategi pembelajaran menekankan kepada bagaimana aktivitas guru mengajar dan aktivitas anak belajar. dan (5) karakteristik pola kegiatan yang akan digunakan apakah melalui pengarahan langsung.Variabel Strategi Pembelajaran Tujuan. dan estetika. ditentukan oleh aturan. semi kreatif atau kreatif. Media dan Sumber belajar. fisik. Semua kriteria ini memberikan implikasi bagi guru untuk memilih stratgei pembelajaran yang paling tepat digunakan di Taman Kanak-kanak Karakteristik Cara Belajar Anak Anak belajar dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa. dan (4) anak belajar paling baik jika yang dipelajarinya menyeluruh. Media dan sumber belajar yang dipilih harus dapat mendukung terlaksananya proses belajar yang efektif dan relevan dengan strategi pembelajaran yang dipilih guru. suka rela. PEMILIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN Pengertian dan Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru dan murid dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar. Strategi pembelajaran adalah segala usaha guru untuk menerapkan berbagai metode pembelajaran dalam mencapai tujuan yang diharapkan. aktif. Atau apakah pembelajaran itu bertujuan untuk mengembangkan domain fisik-motorik. (2) karakteristik anak sebagai peserta didik baik usianya maupun kemampuannya. sosial emosi. Karakteristik tujuan perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajran. Anak perlu dipertimbangkan. Beberapa karakteristik cara belajar anak itu antara lain (1) anak belajar melalui bermain. menyenangkan. aspek afektif atau psikomotor. dan episodik. yaitu (1) karakteristik tujuan pembelajaran apakah untuk pengembangan aspek kognitif. tema pembelajaran di TK. Bermain sebagai salah satu cara belajar anak memiliki ciri-ciri simbolik. Kepiawaian guru dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar anak. bahasa. Kegiatan. masing-masing tema memiliki karakteristik tersendiri. moral agama . Tema. (4) karakteristik tema atau bahan ajar yang akan disajikan kepada anak. sosial emosi. (2) anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya. karena anak memilki karakteristik dalam perkembangan dan belajarnya anak itu unik dan memilki potensi untuk belajar. Guru-guru merupakan faktor penentu dalam keberhasilan belajar anak. (3) karakteristik tempat yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran apakah di luar atau di dalam ruangan. meliputi 20 tema. bermakna. Anak. bahasa. Para ahli teori konstruktivisme mempunyai pandangan tentang cara belajar anak yaitu bahwa anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya melalui kegiatan mengeksplorasi objek-objek dan peristiwa yang ada di lingkungannya dan melalui interaksi sosial dan pembelajaran dengan orang dewasa. (3) anak belajar secara alamiah. bermakna. .

undangan/ajakan. (6) Demonstrasi. 3) Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh indranya. pertanyaan. (13) tantangan. Guru harus berperan sebagai fasilitator yang dapat memberikan kemudahan dan kelancaran kepada anak dalam proses belajar. Jenis-jenis strategi pembelajaran umum tersebut adalah: (1) meningkatkan keterlibatan indra. Strategi Pembelajaran Khusus di Taman Kanak-kanak Terdapat beberapa jenis strategi pembelajaran khusus yang dapat diterapkan di Taman Kanak-kanak. Anak adalah pembangun aktif pengetahuannya sendiri. Penerapan strategi pembelajaran khusus tersebut pada prinsipnya sama dengan penerapan strategi pembelajaran umum. (11) menceritakan/menjelaskan/menginformasikan. menyimak. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Di samping strategi pembelajaran di atas.Lingkungan yang diciptakan secara kondusif akan mengundang anak untuk belajar secara alamiah tanpa paksaan sehingga apa yang dipelajari anak dari lingkungannya adalah hal-hal yang benar-benar bermakna. (3) Pemecahan Masalah. Jenis-jenis strategi pembelajaran khusus tersebut adalah (1) kegiatan eeksploratori. dan (7) Pengajaran Langsung. Yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak adalah pendekatan perkembangan dan pendekatan belajar aktif. . yaitu harus mempertimbangkan karakteristik tujuan. sehingga tercipta kegiatan belajar yang lebih bervariasi. 5) Anak mentransformasikan dan menggabungkan bahan-bahan. (12) do-it-signal. mempersiapkan isyarat lingkungan. karakteristik tempat yang akan digunakan. menggerakkan badan mereka menyentuh. karakteristik anak dan cara belajarnya. meraba dan membuat sesuatu terjadi dengan objek-objek di sekitar mereka. tidak berarti peranan guru pasif. Mereka membangun pengetahuannya ketika berinteraksi dengan objek. Strategi pembelajaran tersebut pada umumnya lebih menekankan pada aktivitas anak dalam belajar. dan pola kegiatan. (9) contoh atau modelling. Pembelajaran yang berpusat pada anak banyak diwarnai paham konstruktivis yang dimotori Piaget dan Vigotsky. meneliti. dan (15) kesenyapan. (5) praktik terbimbing. JENIS-JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Umum di Taman Kanak-kanak Ada beberapa jenis strategi pembelajaran umum yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA ANAK Rasional Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Anak pada hakikatnya memiliki potensi untuk aktif dan berkembang. (7) refleksi tingkah laku/tindakan. fungsional. 7) Anak menceritakan pengalamannya. benda. lingkungan. 6) Anak menggunakan otot kasarnya. (2) Penemuan Terbimbing. Belajar aktif merupakan proses dimana anak usia dini mengeksplorasi lingkungan melalui mengamati. (2) (6) (10) (14) Strategi-strategi pembelajaran tersebut dapat diintegrasikan atau digabungkan dalam keseluruhan proses pembelajaran. (4) scaffolding. menarik dan bersifat menyeluruh. 2) Anak-anak memilh bahan dan memutuskan apa yang ingin ia kerjakan. 4) Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung. penghargaan efektif). (3) analisis tugas. guru Taman Kanak-kanak dituntut untuk dapat menggunakan strategi pembelajaran lainnya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik. (8) refleksi kata-kata. (5) Belajar Kooperatif. (4) Diskusi. mencium. Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) prakarsa kegiatan tumbuh dari minat dan keinginan anak. namun.

Area. Area komputer. Area Rumah dan Bermain Drama. (Plan). Tahap Review (Recall). Tahap ini adalah tahap dimana anak bermain dan memecahkan masalah. tahap bekerja dan tahap melaporkan kembali. Anak mentransformasikan rencana ke dalam tindakan. Area pertukangan atau kerja Kayu.Prosedur Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Pembelajaran yang berpusat pada anak harus direncanakan dan diupayakan dengan matang. Area bermain di luar ruangan. mengerjakan (Do). Area Membaca dan menulis. Upaya yang dilakukan adalah dengan merencanakan dan menyediakan bahan/peralatan yang dapat mendukung perkembangan dan belajar anak secara komprehensif. Untuk itu perlu disediakan area-area yang memungkinkan berbagai kegiatan sesuai pilihannya. dan melaporkan kembali (Review). Pada tahap ini anak diberi kesempatan untuk membuat rencana dari kegiatan yang akan mereka lakukan selanjutnya. Tahap ini merupakan tahap memperlihatkan apa yang telah dilakukan anak pada tahap bekerja. Contoh Penerapan Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Plan Do Review. Area Seni. Area Balok.area tersebut meliputi: Area Pasir dan Air. Dalam pendekatan ini anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuai dengan minat dan keinginannya. Prosedur pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut: Tahap merencanakan (Planning Time). Tahap Bekerja (Work Time). Pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak meliputi: tahap perencanaan. Area Manipulatif. merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak. Area musik dan gerak. mulai dari membuat perencanaan. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERMAIN .

Bermain dapat dipandang sebagai suatu kegiatan yang bersifat voluntir. hal itu sepenuhnya tergantung pada jenis permainan yang dipilih. Selanjutnya ditentukan tempat dan ruang bermain yang akan digunakan. yaitu: . meyenangkan dan fleksibel. bermain asosiatif. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. emosi atau sosial. bermacam bahan dan peralatan yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai perlu dipersiapkan terlebih dahulu secara lengkap. Penentuan jenis kegiatan bermain diikuti dengan jumlah peserta kegiatan bermain. kognitif. serta untuk memecahkan masalah dan mencoba berbagai penyelesaian masalah. memiliki pengaruh positif. Tujuan kegiatan bermain bagi anak usia TK adalah untuk meningkatkan pengembangan seluruh aspek perkembangan anak usia TK. Menentukan jenis kegiatan bermain yang akan dipilih sangat tergantung kepada tujuan dan tema yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. Untuk menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng. bermain secara paralel. spontan. Cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. Langkah berikutnya adalah menentukan urutan langkah bermain yang disertai dengan penetapan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta permainan. memberi ganjaran secara intrinsik. Kriteria dalam kegiatan bermain adalah memotivasi intrinsik. bahan dan peralatan bermain. kreativitas. Fungsi bermain bagai anak TK adalah: Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. apakah di dalam atau di luar ruangan kelas. Kegiatan bermain akan memberikan hasil yang optimal apabila kegiatan itu dirancang dengan saksama dan tidak secara kebetulan. Untuk melepaskan dorongan-dorongan yang tidak dapat diterima seperti berperan sebagai pencuri.Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bermain Bermain merupakan suatu kegiatan yang melekat pada dunia anak. Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran melalui Bermain Anak Rancangan kegiatan bermain meliputi penentuan tujuan dan tema kegiatan bermain. dan bermain secara kooperatif. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. terdapat dua macam kegiatan persiapan. Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidup yang nyata. baik perkembangan motorik. dan urutan langkah bermain. Sebelum melakukan kegiatan bermain. serta bermain memiliki kelenturan. tempat dan ruang bermain. terfokus pada proses. macam kegiatan bermain. Contoh Penerapan Pembelajaran melalui Bermain Pelaksanaan kegiatan bermain terdiri dari tiga kegiatan yaitu: Kegiatan prabermain Kegiatan bermain Kegiatan penutup Pada kegiatan prabermain. bermain digolongkan sebagai berikut: bermain soliter. bahasa. Ditinjau dari dimensi perkembangan sosial. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. bukan dikerjakan sambil lalu. Bermain adalah kodrat anak. Tema yang akan dipilih dapat mengacu pada 20 tema yang terdapat dalam PKB TK 1994.

Kegiatan bercerita diusahakan dapat memberikan perasaan gembira. Metode bercerita merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. lucu. Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru adalah sebagai berikut: Menetapkan tujuan dan tema cerita. Beberapa macam teknik bercerita yang dapat dipergunakan antara lain guru dapat membaca langsung dari buku. kemampuan bekerja sama. . bermain peran dalam suatu cerita. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan kegiatan bermain yang telah ditetapkan sebelumnya . Pada kegiatan ini. dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. serta jumlah anak yang mengikuti permainan. Selain itu tempat duduk pun harus diatur sedemikian rupa. menggunakan papan flannel. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERCERITA Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bercerita Metode bercerita merupakan salah satu metode yang banyak dipergunakan di Taman Kanak-kanak. Bercerita sebaiknya dilakukan dalam kelompok kecil untuk memudahkan guru mengontrol kegiatan yang berlangsung sehingga akan berjalan lebih efektif. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. Penggunaan bercerita sebagai salah satu strategi pembelajaran di Taman Kanak-kanak haruslah memperhatikan hal-hal berikut: Isi cerita harus terkait dengan dunia kehidupan anak TK. dan mengasyikkan sesuai dengan dunia kehidupan anak yang penuh suka cita Kegiatan bercerita harus diusahakan menjadi pengalaman bagi anak TK yang bersifat unik dan menarik. Prosedur Penerapan Pembelajaran melalui Bercerita Kegiatan bercerita merupakan kegiatan yang memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak serta pencapaian tujuan pendidikan.Kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan dalam kegiatan bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan yang berurutan dari awal sampai dengan akhir kegiatan bermain. atau bercerita dengan menggunakan jari-jari tangan. Kegiatan penutup merupakan kegiatan akhir dari seluruh langkah kegiatan bermain. menggunakan boneka. Cerita yang dibawakan guru harus menarik. menunggu giliran. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita. guru memberikan penekanan pada aspek-aspek yang sepatutnya dikembangkan dan dimiliki oleh anak seperti. Evaluasi atau penilaian perlu dilaksanakan agar guru mendapatkan umpan balik tentang keberhasilan kegiatan bermain. misalnya berbentuk lingkaran sehingga akan terjalin komunikasi yang lebih efektif. Banyaknya kegiatan pada tahap bermain sangat tergantung pada jenis permainan yang dipilih. menggunakan ilustrasi dari buku gambar. Sebelum melaksanakan kegiatan bercerita guru terlebih dahulu harus merancang kegiatan bercerita berupa langkah-langkah yang harus ditempuh secara sistematis. kemampuan memecahkan masalah dan sebagainya.

Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. Penerapan Strategi Pembelajaran melalui Bercerita Penerapan strategi pembelajaran melalui bercerita mengacu pada prosedur pembelajaran yang telah dikembangkan sebelumnya. Guru memiliki kebebasan untuk menentukan bentuk cerita yang dipilih. dan teknik . Pengaturan tempat duduk. yaitu: Menetapkan tujuan dan tema cerita. melaksanakan kegiatan pembukaan. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita. mengembangkan cerita.Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita. melaksanakan kegiatan pembukaan. mengatur tempat duduk. Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita: mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita. Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan bercerita serta tema yang dipilih oleh guru menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan lainnya. mengembangkan cerita. mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. menetapkan teknik bertutur. Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita. mengatur tempat duduk. sepanjang bisa menggambarkan isi cerita dengan baik. Bahan dan alat yang dipergunakan dalam kegiatan bercerita sangat bergantung kepada bentuk cerita yang dipilih sebelumnya. merupakan hal yang patut mendapat perhatian karena pengaturan yang baik membuat anak merasa nyaman dan dapat mengikuti cerita di samping teknik bercerita. menetapkan teknik bertutur. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih.

balok berongga. main pembangunan dan main peran atau main simbolik Main sensorimotor dijelaskan oleh Jean Piaget dan Sara Smilansky (1968) yang menyatakan bahwa anak usia dini belajar melalui kegiatan bermain dengan menggunakan panca indranya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka. pengalaman bermain yang tepat dapat mengoptimalkan seluruh aspek tumbuh kembang anak. baik fisik. emosi. anak berinteraksi dengan lingkungannya. menyediakan banyak kesempatan untuk berhubungan dengan banyak tekstur dan berbagai jenis bahan mainan yang berbeda akan mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. air. Dalam kegiatan bermain. Pendekatan BCCT mendasarkan pada asumsi bahwa anak belajar melalui kegiatan bermain dengan benda-benda dan orang-orang disekitarnya (lingkungan biotik dan abiotik). baik di dalam maupun diluar ruangan. puzzle dan lainnya yang sejenis . Kegiatan bergerak secara bebas. crayon. leggo. Cat. Kegiatan bermain anak tersebut antara lain melalui tiga jenis kegiatan bermain yaitu main sensorimotor. ke yang paling terstruktur seperti puzzle dan balok. Charles Wolfgang dalam bukunya yang berjudul School for Young Children. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika pada mereka disediakan kesempatan untuk berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan. dan Charles and Mary Wolfgang (1992). menjelaskan suatu tahap yang berkesinambungan dari bahan yang paling cair atau messy seperti air. Pengalaman main sensorimotor pada anak usia dini merupakan rangsangan untuk mendukung proses kerja otak dalam mengelola informasi yang didapatkan anak dari lingkungan saat bermain. dilantai atau dimeja dengan kursi. baik bermain dengan badannya ataupun dengan berbagai benda disekitarnya. Dr. Sedangkan balok unit. bristle blocks. Main pembangunan dibahas oleh Jean Piaget (1962). bermain di halaman.Metode pembelajaran dengan Pendekatan Beyond Centers and Circle Times (BCCT) adalah metode pembelajaran anak usia dini melalui kegiatan bermain anak dalam sentra-sentra bermain dan saat-saat lingkaran. playdough. spidol. Jean Piaget menyatakan bahwa kesempatan main pembangunan membantu anak untuk mengembangkan keterampilan yang akan mendukung keberhasilan sekolahnya kelak. pasir dianggap sebagai bahan main pembangunan sifat cair atau bahan alam. kognisi maupun sosial anak. Sara Smilansky (1968).

Erik H. Anak mengantisipasi keadaan-keadaan masa depan melalui ujicoba-ujicoba. Main peran mikro adalah kegiatan bermain peran/role play dengan menggunakan bahan-bahan main berukuran kecil seperti rumah boneka lengkap dengan perabotnya dan orang-orangan sehingga anak dapat memainkannya. Selama tahap awal main peran. Hal ini merupakan latihan untuk pengalaman-pengalamannya di dunia nyata selanjutnya. membuka dan menutup lemari. menciptakan kembali masa lalunya dan mengembangkan keterampilan khayalan. membawa boneka bayi mengelilingi ruangan sambil bernyanyi. mengisi dan membongkar mainannya dan sebagainya. mendorong gerobak dan kereta barang.yang ditentukan dan mengarahkan bagaimana anak meletakkan bahan-bahan tersebut secara bersama menjadi sebuah karya. Saat anak berkembang melalui pengalaman main peran. anak melakukan percobaan dengan bahan dan peran. anak memakai baju dan melepaskannya. Tujuan akhir main peran adalah belajar bermain dan bekerja dengan orang lain. Anak dapat mengekspresikan dalam bahan-bahan ini dengan mengembangkannya dari proses bermain sensorimotor pada usia di bawah tiga tahun ke tahap main simbolik pada anak usia 3 sampai 6 tahun yang dapat terlihat dalam hubungan kerjasama dengan anak lainnya dalam menciptakan karya nyata. Sebagai contoh. dianggap sebagai bahan main pembangunan yang terstruktur. atau rangkaian kereta api dengan rel dan jalan dengan mobil. memperkuat dirinya sendiri untuk masa depan. anak memperbaiki kesalahannya dan memperkuat harapan-harapannya. Sedangkan main peran makro adalah main peran sesungguhnya dengan alat-alat permainan berukuran sesungguhnya dan anak dapat menggunakannya untuk menciptakan dan memainkan peran-peran. Dalam keadaan yang ia buat sendiri. mereka juga ³memeriksa egonya´ belajar menghadapi pertentangan emosinya. lapangan pesawat udara. Erikson menjelaskan bahwa anak menyusun pengalaman dengan membuat suatu keadaan yang semestinya dan menguasai kenyataan melalui ujicoba dan perencanaan di dalamnya. Selanjutnya Erikson menjelaskan bahwa ada dua jenis main peran yaitu main peran mikro dan main peran makro. misalnya . kebun binatang dan orang-orang kemudian anak memainkannya lengkap dengan scenario yang biasanya disusun seketika dan dimainkannya bersama temantemannya dalam satu session.

meja pendaftaran. dipadukan dengan pengalaman guru. Kegiatan . Pijakan setelah main. dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak. perawat yang membantu dokter.main dokter-dokteran maka alat permainan yang digunakan antara lain stetoskop mainan ukuran besar. petugas pendaftar. ide. PRINSIP DASAR PENDEKATAN BCCT Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini didasarkan atas prinsipprinsip sebagai Berorientasi pada kebutuhan anak. PEMBELAJARAN PAUD DENGAN MENGGUNAKAN METODE BCCT Pendekatan ini dikembangkan berdasarkan pada teori anak. kakak. teori neuroscience. kamar tidur. adik dan sebagainya. Dalam pendekatan BCCT ditekankan bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. Ibu. buku resep dan ballpoint. ruang makan. dan pengetahuan anak. Pendidik. Pijakan sebelum main. Atau dalam skala besar misalnya kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga. ruang tamu. ada alat-alat rumah tangga. Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup: Pijakan lingkungan main. Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main. garasi dan sebagainya dan anak-anak ada yang berperan sebagai Bapak. kamar periksa dan sebagainya yang semuanya dalam ukuran besar dan dapat dipergunakan seperti kegiatan sesungguhnya. teori multiple perkembangan yang intellegence. meja belajar. Pijakan selama anak main. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep. replica jarum suntik. aturan. orang tua.

dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan menggunakan benda-benda yang ada disekitarnya. Tugas pendidik adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal. kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik. supaya anak mendapatkan dasar yang kokoh untuk mencapai kemampuan yang lebih tinggi.. dan berpikir/kognisi. perkembangannya tangga anak seni dan sosialnya. fokus. mampu bersosialisasi. dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar. dasar untuk kemampuan pada tahap yang di tahap harus lebih yang mengembangkan pembelajaran kemampuan lebih tinggi. Tahap perkembangan anak Anak tumbuh menjadi lebih besar dan berkembang menjadi lebih pintar dalam aspek fisik. Kebutuhan khusus setiap anak perkembangan anak dapat dilihat pada ³menu . untuk mengetahui tahap generik´. kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri. Setiap memiliki awal kemampuan berbeda. serius dan konsentrasi. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar. lingkungan harus bagi diciptakan anak menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan selama mereka bermain. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain. disiplin. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi. tahapan pertumbuhan ke melalui tingkat menjadi yang menuju atas. dengan prinsip-prinsip menyeluruh perkembangan yang rangsangan semua aspek bersifat mencakup perkembangan.pembelajaran harus selalu ditujukan pada pemenuhan kebutuhan perkembangan anak secara individu. dalam bahasa. sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya.Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan. mengacu pendidikan dilaksanakan pada secara bertahap dan berulang-ulang anak. Mengembangkan kecakapan hidup anak. dengan karena itu anak usia dini disesuaikan tahap-tahap perkembangan anak. emosi.

interaksi sosial. dan spiritual). Contoh untuk mendapatkan keterampilan hidup. anak usia empat tahun yang memiliki kesempatan bergerak dengan leluasa akan memiliki kemampuan motorik (gerakan) yang lebih baik dibanding dengan anak usia sama yang sering dilarang melakukan sesuatu. Untuk membentuk anak cerdas maka anak harus banyak melakukan interaksi dengan lingkungan. Membangun pengetahuan anak Kecerdasan dirangsang oleh lingkungan. anak diberi kesempatan sejak kecil untuk melakukan sendiri .Kemampuan setiap anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungannya. Anak pada usia yang sama. tetapi satu kegiatan mencakup semua aspek. dan mengklasifikasi balok pasa saat membereskannya kembali. seni dan musik. bercerita tentang bangunan yang sudah dibuatnya. menumbuhkan kepercayaan diri. perbedaan kemampuan gerak kedua anak tersebut. dan mungkin pada beberapa aspek lainnya. alam. pembelajaran dini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. visual spasial. menghitung jumlah balok yang digunakan. sehingga anak mempunyai banyak pengalaman yang bermanfaat. menyebutkan bentuk balok yang dipakai. kinestetik. pemahaman diri. tahap perkembangan sama tetapi mendapatkan rangsangan akan memilki pengalaman anak usia belajar yang lingkungan berbeda karena itu berbeda. anak dirangsang untuk bercerita tentang gagasan yang akan dibangunnya. Pengalaman tersebut termasuk juga pengalaman sosial. Contohnya saat anak bermain dengan balok. logika matematika. Pembelajaran pada anak usia dini tidak seperti pembelajaran di sekolah-sekolah yang dibagi permata pelajaran. Pengembangan potensi jamak Setiap anak memiliki kemampuan jamak (bahasa. Karena itu pembelajaran untuk anak usia dini harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak melakukan sendiri dengan menggunakan panca inderanya. Contoh. membedakan kebutuhan belajar mereka pada aspek motoriknya.

komukasi mengembangkan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Fungsi kerja otak besar (otak untuk berpikir) berjalan dengan baik apabila mendapatkan rangsangan yang menyenangkan. dan itu sangat baik untuk mencapai kemajuan anak. Karena itu penting memberikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak. ia akan melakukannya secara berulang-ulang. mendengar. apabila anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang. Belajar melalui bermain. maka ia akan menolak untuk melakukannya kembali. anak dapat membangun jaringan syaraf otak dan memperkuat jaringat yang sudah terjalin. dan belajarnya menjadi sia-sia. bagi untuk mengembang dengn membangun daya hubungan imajinasi. Sebaliknya jika anak dipaksa untuk melakukan sesuatu. menyentuh membuka kemampuan lingkungan. meningkatkan kemampuan pemahaman tentang sesuatu yang . berarti penguatan kemampuan tersebut tidak akan terjadi. Contoh. menemukan atau Kesemuanya dan itu kesempatan fisiknya. dan itu akan menumbuhkan rasa ketergantungan dan ketidakmandirian anak Anak Belajar dengan baik apabila merasa aman dan nyaman secara fisik dan psikologisnya. Oleh karena itu sebelum melakukan pembelajaran perlu menarik minat anak terlebih dahulu. memecahkan masalah. belajar yang nyaman memberikan kemungkinan anak bermain Suasana aktif. atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. merasakan. dan aman selama proses belajar. menggunakan sepatu dan hal-hal lain yang dapat dan ingin dilakukannya. Bagi anak bermain adalah untuk sarana anak untuk pertumbuhan belajar. sehingga anak merasa tertarik dan senang untuk melakukannya. Bermain sama dengan bermain anak belajar melihat. keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan. dan Dalam perkembangannya. segala macam benda anak yang ditemukannya. Bantuan yang berlebihan dari orang dewasa akan membatasi anak untuk mengembangkan kemampuannya. sepanjang kegiatannya tidak membahayakan dirinya. mencicipi rasa. Selain itu suasana pembelajaran yang menyenangkan. memakai baju dan menentukan baju mana yang diinginkannya.seperti makan-minum sendiri. tenang.

untuk kecap. Pembelajaran untuk anak usia dini tidak bertentangan dengan ajaran agama.baru. budaya setempat. menghitung jumlah kue pasir. Anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya. Anak belajar dalam suasana yang menyenangkan. yang lihat. mengenal memberikan dunianya. Karena itu anak akan untuk beruntung melatih dan lebih maju apabila baru mendapatkan kesempatan keterampilan yang dikuasainya. ukuran untuk membuat pasir cetak. pengetahuan Dengan diperlukan anak alat-alat inderanya belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. Dalam suasana yang menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. Anak belajar dengan cara berulang Dengan latihan yang berulang-ulang anak memperkuat sambungan syaraf otak. raba. dengan menggunakan pasir dan cetakan anak dapat merasakan tekstur pasir. dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. kasih sayang. main imajinasi menggunakan kue pasir dengan temannya untuk pengembangan bahasanya. sosial dan budaya. Kesemuanya dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain yang menyenangkan. melihat warna pasir. Segala sesuatu yang anak baru dengar. dan lingkungan akan sosial dimana langsung anak sehingga pengalaman anak terkait dengan kehidupannya. Pengawasan dan perhatian yang tepat dari orang dewasa memberikan perasaan aman dan nyaman. dan kemampuan bahasa. Perhatian. anak cium. Contoh. . Juga kesempatan untuk mendapatkan tantangan sehingga dapat mengembangkan keterampilan berikutnya yang lebih sulit. bentuk pasir setelah dicetak. Anak belajar apabila sesuai dengan kemampuan perkembangannya. Kepatutan menurut konteks agama. nilai hidup. meningkatkan keterampilan menggunakan alat bermain.

bahan dan alat main.Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang lebih rendah dari pada yang dimilikinya. Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu. perhatikan apa yang dilakukan anak sekarang ini. Early Metode Young ini telah terakreditasi (NAEYC) di sebagai oleh National yang Assosiation Childhood metode direkomendasikan memperoleh dapat diterapkan dari Amerika dimana Serikat. bosan. Kegiatan yang sering dilakukan anak menunjukkan kemampuan yang dikuasai anak. baik dari segi materi. maka anak tidak tertarik. Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak. ia akan merasa frustasi karena merasa tidak berhasil. PENDEKATAN BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME (BCCT) Pendekatan Beyond Center and Circles Time (BCCT) atau Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran Metode Sentra dan Saat Lingkaran atau dikatakan metode Beyond Center and Circles Time (BCCT) adalah metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Reserch and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida Amerika Serikat. Pengembangan metode ini telah dilakukan lebih dari 25 tahun di Creative Pre School Florida. Karena itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. . dan tidak mendapatkan pengalaman baru. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang terlalu tinggi di atas kemampuannya. Indonesia dapat copyright CCCRT penerapannya dilaksanakan secara bertahap dan dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sepanjang tetap memperhatikan prinsipprinsip dasarnya. Untuk mengetahui dimana kemampuan anak saat ini. berarti ia tidak belajar. baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus. seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak.

sesuai dengan situasi dan kondisi Prinsip Pendekatan BCCT . B. Keunggulan Pendekatan BCCT diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak Kurikulumnya yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan. tanpa harus takut membuat kesalahanSetiap tahap perkembangan bermain anak sudah dirumuskan secara jelas.Yang dimaksud saat lingkaran adalah pendidik dan peserta didik duduk melingkar pada saat sebelum dan sesudah kegiatan bermain anak. sehingga mendorong kreativitas anak. sehingga semuanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. Namun demikian metode ini memiliki keunggulan. HighScope dan Reggio Emilio. secara bertahap. dan sesudah main. tingkat perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak.Pendidik lebih anak berperan sebagai perancang. kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri.Semua tahapan perkembangan anak telah dirumuskan dengan rinci dan jelas. sehingga dapat dijadikan panduan bagi pendidik pemulaMasing-masing anak memperoleh dukungan untuk aktif. sehingga dapat dijadikan pijakan bagi pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan anakPenerapannya tidak bersifat kaku. pendukung. sehingga rancangan. dukungan. dan penilaian disesuaikan dengan potensi. sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian perkembangan anakKegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-pijakan sebelum. sesaat. Metode Sentra dan Saat Lingkaran merupakan hasil pengemabngan dari metode Montessori. melainkan dapat dilakukan setempat. dan penilai kegiatan dengan mengkondisikan setiap anak untuk berperan aktif Pembelajarannya bersifat individual. pendidik dapat memantau perkembangan semua anak didiknya dengan mudah.

Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah. pendidik memberi waktu yang cukup kepada anak untuk melakukan kegiatan di sentra main yang disiapkan sesuai jadwal hari itu. pendidik duduk bersama anak didik dengan membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman setelah main. Menempatykan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal yang merangsang anak untuk aktif. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan. anak-anak pulang secara bergiliran . pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran.Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran. selama anak berada disentra. pendidik bersama anakanak membereskan peralatan dan tempat main. pendidik duduk bersama anak didik membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman sebelum main. semua anak mengikuti main pembukaan dengan bimbingan pendidik.Keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada teori dan pengalaman empiric. secara bergilir pendidik memberi pijakan kepada setiap anak. kreatif dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran/pembiasaan antri. untuk mengikuti Mempersyaratkan pelatihan pendidik dan pengelola program sebelum menerapkan metode ini. anak-anak masuk ke kelompok masing- masing dengan dibimbing oleh pendidik yang bersangkutan. pendidik bersama anakanak makan bekal yang dibawanya (tidak dalam posisi istirahat) kegiatan penutup. Standar Operasional Pendekatan BCCT Standar adalah: pendidik Operasional Proses Pembelajaran dengan Pendekatan BCCT menata lingkungan main sebagai pijakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ada pendidik yang bertugas menyambut kedatangan anak dan mempersilahkan untuk bermain bebas dulu.

Pendidik. Pijakan sebelum main. Pijakan setelah main. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain. Dalam pendekatan BCCT ditekankan bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan .pendidik membereskan tempat dan merapikan catatan-catatan dan kelengkapan administrasi. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep. Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup: Pijakan lingkungan main. berdasarkan teori pada teori perkembangan yang teori multiple intellegence. ini dikembangkan neuroscience. dan pengetahuan anak. aturan. dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak. pendidik melakukan diskusi evaluasi hari ini dan rencana esok hari PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DENGAN PENDEKATAN BCCT Pendekatan anak. PRINSIP DASAR PENDEKATAN BCCT Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini didasarkan atas prinsipprinsip sebagai harus Berorientasi selalu pada kebutuhan pada anak. dipadukan dengan pengalaman guru. Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main. ide. Kegiatan kebutuhan pembelajaran ditujukan pemenuhan perkembangan anak secara individu. Pijakan selama anak main. orang tua.

menggunakan benda-benda yang ada disekitarnya. sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. Kebutuhan khusus setiap anak perkembangan anak dapat dilihat pada ³menu Kemampuan setiap anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungannya. serius dan konsentrasi. dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar.Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan. mengacu pendidikan dilaksanakan pada secara bertahap dan berulang-ulang anak. fokus. lingkungan harus bagi diciptakan anak menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan selama mereka bermain. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi. tahap perkembangan sama tetapi mendapatkan rangsangan lingkungan berbeda . mampu bersosialisasi. dalam bahasa.. Setiap memiliki awal lebih kemampuan berbeda. dengan prinsip-prinsip menyeluruh perkembangan yang rangsangan semua aspek bersifat mencakup perkembangan. supaya anak mendapatkan dasar yang kokoh untuk mencapai kemampuan yang lebih tinggi. perkembangannya tangga anak seni dan sosialnya. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar. Tahap perkembangan anak Anak tumbuh menjadi lebih besar dan berkembang menjadi lebih pintar dalam aspek fisik. kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik. Mengembangkan kecakapan hidup anak. kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri. dasar untuk kemampuan pada tahap yang tahap harus lebih yang mengembangkan pembelajaran kemampuan di usia dini karena itu anak disesuaikan tahap-tahap perkembangan anak. untuk mengetahui tahap generik´. dan berpikir/kognisi. Tugas pendidik adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal. disiplin. Anak pada usia yang sama. emosi. dengan yang menuju atas. tahapan pertumbuhan ke melalui tingkat menjadi tinggi.

alam. logika matematika. dan mungkin pada beberapa aspek lainnya. menumbuhkan kepercayaan diri. menggunakan sepatu dan hal-hal lain yang dapat dan ingin dilakukannya. Untuk membentuk anak cerdas maka anak harus banyak melakukan interaksi dengan lingkungan. Pengembangan potensi jamak Setiap anak memiliki kemampuan jamak (bahasa. visual spasial. anak diberi kesempatan sejak kecil untuk melakukan sendiri seperti makan-minum sendiri. Contoh untuk mendapatkan keterampilan hidup.akan memilki pengalaman anak usia belajar yang berbeda. dan spiritual). menghitung jumlah balok yang digunakan. Bantuan yang berlebihan dari orang dewasa akan membatasi . perbedaan kemampuan gerak kedua anak tersebut. sepanjang kegiatannya tidak membahayakan dirinya. interaksi sosial. Karena itu pembelajaran untuk anak usia dini harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak melakukan sendiri dengan menggunakan panca inderanya. karena itu pembelajaran dini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. membedakan kebutuhan belajar mereka pada aspek motoriknya. sehingga anak mempunyai banyak pengalaman yang bermanfaat. seni dan musik. memakai baju dan menentukan baju mana yang diinginkannya. dan mengklasifikasi balok pasa saat membereskannya kembali. Contoh. bercerita tentang bangunan yang sudah dibuatnya. anak usia empat tahun yang memiliki kesempatan bergerak dengan leluasa akan memiliki kemampuan motorik (gerakan) yang lebih baik dibanding dengan anak usia sama yang sering dilarang melakukan sesuatu. Pengalaman tersebut termasuk juga pengalaman sosial. Contohnya saat anak bermain dengan balok. menyebutkan bentuk balok yang dipakai. Pembelajaran pada anak usia dini tidak seperti pembelajaran di sekolah-sekolah yang dibagi permata pelajaran. pemahaman diri. anak dirangsang untuk bercerita tentang gagasan yang akan dibangunnya. tetapi satu kegiatan mencakup semua aspek. Membangun pengetahuan anak Kecerdasan dirangsang oleh lingkungan. kinestetik.

ia akan melakukannya secara berulang-ulang. merasakan. apabila anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang. mencicipi rasa. belajar yang nyaman memberikan kemungkinan anak bermain Suasana aktif. maka ia akan menolak untuk melakukannya kembali. dengan menggunakan pasir dan cetakan anak dapat merasakan tekstur pasir. meningkatkan kemampuan pemahaman menggunakan tentang alat sesuatu bermain. dan aman selama proses belajar. baru. anak dapat membangun jaringan syaraf otak dan memperkuat jaringat yang sudah terjalin. segala macam benda anak yang ditemukannya. dan belajarnya menjadi sia-sia. berarti penguatan kemampuan tersebut tidak akan terjadi. tenang. keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan. Fungsi kerja otak besar (otak untuk berpikir) berjalan dengan baik apabila mendapatkan rangsangan yang menyenangkan. yang dan meningkatkan keterampilan kemampuan bahasa.anak untuk mengembangkan kemampuannya. Bagi anak bermain adalah untuk sarana anak untuk pertumbuhan belajar. Karena itu penting memberikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak. komukasi mengembangkan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Contoh. menemukan atau Kesemuanya dan itu kesempatan fisiknya. Contoh. memecahkan masalah. bentuk pasir setelah dicetak. . dan itu akan menumbuhkan rasa ketergantungan dan ketidakmandirian anak Anak Belajar dengan baik apabila merasa aman dan nyaman secara fisik dan psikologisnya. Sebaliknya jika anak dipaksa untuk melakukan sesuatu. menyentuh membuka kemampuan lingkungan. melihat warna pasir. dan Dalam perkembangannya. atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. Selain itu suasana pembelajaran yang menyenangkan. bagi untuk mengembang dengn membangun daya hubungan imajinasi. Belajar melalui bermain. mendengar. dan itu sangat baik untuk mencapai kemajuan anak. Bermain sama dengan bermain anak belajar melihat. Oleh karena itu sebelum melakukan pembelajaran perlu menarik minat anak terlebih dahulu. sehingga anak merasa tertarik dan senang untuk melakukannya.

dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. pengetahuan Dengan diperlukan anak alat-alat inderanya belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. kasih sayang. Anak belajar dalam suasana yang menyenangkan. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang lebih rendah dari pada yang dimilikinya. Kesemuanya dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain yang menyenangkan. Pembelajaran untuk anak usia dini tidak bertentangan dengan ajaran agama. dan tidak mendapatkan pengalaman baru. untuk kecap. Anak belajar apabila sesuai dengan kemampuan perkembangannya. Anak belajar dengan cara berulang Dengan latihan yang berulang-ulang anak memperkuat sambungan syaraf otak. main imajinasi menggunakan kue pasir dengan temannya untuk pengembangan bahasanya. maka anak tidak tertarik. yang lihat. . Perhatian. nilai hidup. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang terlalu tinggi di atas kemampuannya. Pengawasan dan perhatian yang tepat dari orang dewasa memberikan perasaan aman dan nyaman. Kepatutan menurut konteks agama.ukuran untuk membuat pasir cetak. Karena itu anak akan untuk beruntung melatih dan lebih maju apabila baru mendapatkan kesempatan keterampilan yang dikuasainya. sosial dan budaya. Segala sesuatu yang anak baru dengar. berarti ia tidak belajar. ia akan merasa frustasi karena merasa tidak berhasil. mengenal memberikan dunianya. menghitung jumlah kue pasir. dan lingkungan akan sosial dimana langsung anak sehingga pengalaman anak terkait dengan kehidupannya. anak cium. raba. Juga kesempatan untuk mendapatkan tantangan sehingga dapat mengembangkan keterampilan berikutnya yang lebih sulit. Dalam suasana yang menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. budaya setempat. Anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya. bosan.

baik dari segi materi. Yang dimaksud saat lingkaran adalah pendidik dan peserta didik duduk melingkar pada saat sebelum dan sesudah kegiatan bermain anak. bahan dan alat main.Karena itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. PENDEKATAN BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME (BCCT) Pendekatan Beyond Center and Circles Time (BCCT) atau Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran Metode Sentra dan Saat Lingkaran atau dikatakan metode Beyond Center and Circles Time (BCCT) adalah metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Reserch and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida Amerika Serikat. Indonesia dapat copyright CCCRT penerapannya dilaksanakan secara bertahap dan dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sepanjang tetap memperhatikan prinsipprinsip dasarnya. seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak. Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu. Untuk mengetahui dimana kemampuan anak saat ini. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Early Metode Young ini telah terakreditasi (NAEYC) di sebagai oleh National yang Assosiation Childhood metode direkomendasikan memperoleh dapat diterapkan dari Amerika dimana Serikat. . pendidik dapat memantau perkembangan semua anak didiknya dengan mudah. Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak. sehingga semuanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. perhatikan apa yang dilakukan anak sekarang ini. baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus. Pengembangan metode ini telah dilakukan lebih dari 25 tahun di Creative Pre School Florida. Kegiatan yang sering dilakukan anak menunjukkan kemampuan yang dikuasai anak.

pendukung. HighScope dan Reggio Emilio. tingkat perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak. secara bertahap. dukungan. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan. tanpa harus takut membuat kesalahanSetiap tahap perkembangan bermain anak sudah dirumuskan secara jelas. Menempatykan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal . sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian perkembangan anakKegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-pijakan sebelum. melainkan dapat dilakukan setempat. kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri. dan penilaian disesuaikan dengan potensi. dan penilai kegiatan dengan mengkondisikan setiap anak untuk berperan aktif Pembelajarannya bersifat individual. Keunggulan Pendekatan BCCT diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak Kurikulumnya yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan. Namun demikian metode ini memiliki keunggulan. sehingga rancangan. dan sesudah main.Semua tahapan perkembangan anak telah dirumuskan dengan rinci dan jelas. sehingga dapat dijadikan panduan bagi pendidik pemulaMasing-masing anak memperoleh dukungan untuk aktif. sehingga dapat dijadikan pijakan bagi pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan anakPenerapannya tidak bersifat kaku. sesaat. sehingga mendorong kreativitas anak.Pendidik lebih anak berperan sebagai perancang.Metode Sentra dan Saat Lingkaran merupakan hasil pengemabngan dari metode Montessori. B. sesuai dengan situasi dan kondisi Prinsip Pendekatan BCCT Keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada teori dan pengalaman empiric.

pendidik melakukan diskusi evaluasi hari ini dan rencana esok hari . pendidik memberi waktu yang cukup kepada anak untuk melakukan kegiatan di sentra main yang disiapkan sesuai jadwal hari itu. anak-anak masuk ke kelompok masing- masing dengan dibimbing oleh pendidik yang bersangkutan. pendidik bersama anakanak makan bekal yang dibawanya (tidak dalam posisi istirahat) kegiatan penutup. semua anak mengikuti main pembukaan dengan bimbingan pendidik.yang merangsang anak untuk aktif. Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah. untuk mengikuti Mempersyaratkan pelatihan pendidik dan pengelola program sebelum menerapkan metode ini. pendidik duduk bersama anak didik membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman sebelum main. pendidik duduk bersama anak didik dengan membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman setelah main. selama anak berada disentra. pendidik bersama anakanak membereskan peralatan dan tempat main. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran/pembiasaan antri.Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran. anak-anak pulang secara bergiliran pendidik membereskan tempat dan merapikan catatan-catatan dan kelengkapan administrasi. Standar Operasional Pendekatan BCCT Standar adalah: pendidik Operasional Proses Pembelajaran dengan Pendekatan BCCT menata lingkungan main sebagai pijakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ada pendidik yang bertugas menyambut kedatangan anak dan mempersilahkan untuk bermain bebas dulu. secara bergilir pendidik memberi pijakan kepada setiap anak. kreatif dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran.

baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya. kognitif. Ada anak-anak yang bermain dengan patut. Belajar Seraya Bermain Posted on February 8. Pengembangan fisik/motorik . Pada fase usia emas ini anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Di seluruh dunia anak bermain. emosional. kemandirian dan seni sesuai dengan tahap perkembangan anak. Demikian juga kemampuan berbahasa.Penerapan Sistem Bermain Sambil Belajar. Bermain bagi anak bagaikan bekerja bagi manusia dewasa. Diantaranya adalah metode belajar sambil bermain ataupun bermain sambil belajar. bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikirannya melalui bahasa yang sederhana secara tepat. Dengan pengembangan moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan yang Maha Esa dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar menjadi warga negara yang baik. perkembangan watak dan moralnya. Pada hakikatnya dua macam metode tersebut sama-sama saling mendukung dalam proses belajar anak didik. utamanya pengembangan kepribadian dan potensi diri baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama. Pada usia ini pula. mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk dapat berbahasa Indonesia. Pada umumnya dalam proses pendidikan pada anak balita atau usia dini lebih diutamakan pada metode bermain sambil belajar. Pemberian pendidikan yang tepat pada masa ini berpengaruh sangat signifikan bagi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. anak mulai belajar mengembangkan kemampuan bahasa dan sosialnya. dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup. sosial emosional. Peran pendidikanlah untuk mengawal bagaimana permainan dapat menumbuh kembangkan mereka secara patut dan utuh sebagai anak manusia. Para ahli psikologi berpendapat bahwa masa pendidikan di TK merupakan masa usia emas (golden age). Hal ini dilakukan karena metode ini lebih sesuai dengan kondisi anak-anak yang cenderung lebih suka bermain. Anak pada usia ini harus mendapatkan beragam input yang merangsangnya. Pendidikan TK dapat memberi andil bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. namun ada juga yang bermain ³cukup berbahaya´ mereka lakukan sebagai kanak-kanak. 2011 by KB . Maka para pendidik memanfaatkan hal ini untuk mendidik mereka dengan cara bermain sambil belajar yaitu disamping mereka bermain mereka sekaligus mengasah ketrampilan dan kemampuan. serta emosional dan intelektualnya.TK ANAK CERIA BANJARBARU Dalam penyelenggaraan pendidikan metode pembelajaran ada berbagai metode yang dilakukan oleh para pendidik. Pengembangan sosial. Usia emas itu datang hanya sekali dan tidak dapat terulang lagi pada fase berikutnya. Oleh karena itu. fisik/motorik. Cara ini akan lebih berkesan dalam memori otak anak-anak untuk perkembangan pengetahuannya karena pada usia dini adalah masa-masa perkembangan memori otak sangat pesat. masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat penting untuk meningkatkan seluruh potensi kecerdasannya. bahasa. dan kemandirian.

2006). meningkatkan kemampuan mengontrol gerakan tubuh dan kordinasi. pendidikan di TK yang menekankan bermain sambil belajar dapat mendorong anak untuk mengeluarkan semua daya kreativitasnya. Masa anak-anak merupakan masa puncak kreativitasnya. Dunia anak adalah dunia bermain. Seluruh potensi kecerdasan anak akan berkembang optimal apabila disirami suasana penuh kasih sayang dan jauh dari berbagai tindak kekerasan. dan dapat menghargai hasil karya yang kreatif. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika anak-anak disediakan kesempatan untuk bergerak secara bebas berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan. Mereka menampilkan ciri-ciri fisik dan psikologis yang berbeda untuk tiap tahap perkembangannya. Vygotsky. dan kreativitas mereka perlu terus dijaga dan dikembangkan dengan menciptakan lingkungan yang menghargai kreativitas yaitu melalui bermain. menyampaikan paling tidak ada tiga jenis kegiatan bermain yang mendukung pembelajaran anak. baik di dalam maupun di luar ruangan. Jenis Kegiatan Bermain Beberapa ahli psikologi anak seperti Rodgers. sehingga anak-anak dapat bermain dengan gembira. Pengembangan kognitif bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir anak untuk dapat mengolah perolehan belajarnya. serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat. mengembangkan kepekaan. Erikson. Bermain fungsional atau sensorimotor dimaksudkan bahwa anak belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungannya. dan interaksi pedagogis yang mengutamakan sentuhan emosional. kegiatan belajar yang efektif pada anak dilakukan melalui cara-cara bermain aktif yang menyenangkan. Bermain disesuaikan dengan perkembangan anak. yaitu. bermain peran. serta mempunyai kemampuan untuk mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir teliti. Piaget. anak bukan manusia dewasa mini. Oleh karena itu. Pada dasarnya anak senang sekali belajar. Oleh karena itu. sedangkan pengembangan seni. asal dilakukan dengan cara-cara bermain yang menyenangkan. agar anak mampu menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya.untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus. anak memperoleh dan memproses informasi mengenai hal-hal baru dan berlatih melalui keterampilan yang ada. dapat menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah. Permainan yang digunakan di TK merupakan permainan yang merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. sehat dan terampil. Anak dibina dengan berbagai cara agar mereka dapat . bukan teori akademik. dan bermain konstruktif. Bermain merupakan cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak TK sesuai kompetensinya. Seto Mulyadi (2006) psikolog anak. dan Freud. Anak-anak senantiasa tumbuh dan berkembang. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK (Depdiknas. karena itu metode pembelajaran terhadap anak harus disesuaikan dengan perkembangannya. dihadapkan dengan berbagai jenis bahan bermain yang berbeda yang mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. menjelaskan bahwa anak adalah anak. bermain fungsional atau sensorimotor. membantu anak mengembangkan kemampuan logika matematik dan pengetahuan akan ruang dan waktu. Melalui bermain.

atau bermain drama. keterampilan spasial. cat. . Sedangkan bermain peran makro. Bermain konstruktif dilakukan melalui kegiatan bermain untuk membuat bentuk-bentuk tertentu menjadi sebuah karya dengan menggunakan beraneka bahan. Bermain peran mikro dimaksudkan bahwa anak memainkan peran dengan menggunakan alat bermain berukuran kecil. Bermain peran dipandang sebagai sebuah kekuatan yang menjadi dasar perkembangan daya cipta. dan keterampilan awal menulis. krayon. Konsep densitas menekankan pada keanekaragaman kegiatan bermain yang disediakan untuk anak di lingkungannya. Dalam kegiatan bermain. Misalnya peran sebagai ayah. puzzle. Kegiatan ini harus memperkaya kesempatan pengalaman anak melalui beberapa jenis bermain yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan perkembangan anak. penyerapan kosa kata. serta hubungan kerja sama dengan anak lain dan menciptakan karya nyata. (2) ruang yang cukup. anak juga dapat mengekspresikan dirinya dalam mengembangkan bermain sensorimotor. nampan cat jari. mendapatkan kesempatan untuk menggambar. dan (3) adanya peralatan untuk mendukung bermacammacam adegan permainan. melukis.bermain secara penuh dan diberikan sebanyak mungkin kesempatan untuk menambah macam gerakan dan meningkatkan perkembangan sensorimotor. afeksi. Misalnya untuk melatih keteramplan pembangunan anak dapat menggunakan cat di papan lukis. dan warna yang berbeda. dan emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun. konsep hubungan kekeluargaan. ibu. sisa-sisa bahan bangunan untuk berlatih keterampilan pembangunan terstruktur. seperti air. Konsep intensitas menekankan pada jumlah waktu yang dibutuhkan anak untuk berpindah melalui tahap perkembangan kognisi. ukuran. Dengan demikian berarti dalam kegiatan bermain harus mempunyai intensitas dan dentitas yang memadai. Kualitas pengalaman main peran tergantung pada beberapa faktor. tahapan ingatan. Anak-anak dapat menggunakan palu dengan paku dan kayu. Bermain pembangunan menurut Piaget dapat membantu mengembangkan keterampilan anak dalam rangka keberhasilan sekolahnya dikemudian hari. kerja sama kelompok. atau bahan alam lain. imajinasi. Menurut Erikson terdapat dua jenis bermain peran. dan anak dalam sebuah rumah tangga. fantasi. cat dengan kuas kecil di atas meja. dengan spidol dan krayon. bermain peran. Bermain peran ini sangat penting untuk perkembangan kognisi. Bahan-bahan seperti kertas dengan tekstur. dan fisik yang dibutuhkan Misalnya anak-anak harus memiliki pengalaman harian yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan bahan yang bersifat cair. pura-pura. baik bahan cair. Melalui bermain pembangunan. maupun bahan terstruktur. pengendalian diri. antara lain. (1) cukup waktu untuk bermain. sosial. Bermain peran disebut juga bermain simbolik. sosial. Bermain peran memungkinkan anak memproyeksikan dirinya ke masa depan dan menciptakan kembali masa lalu. dikenal adanya konsep intensitas dan dentitas. misalnya orang-orangan kecil yang lagi berjual beli. emosi. pasir. yaitu bermain peran mikro dan makro. playdough. anak secara langsung bermain menjadi tokoh untuk memainkan peranperan tertentu sesuai dengan tema. dan keterampilan kognisi. dan sebagainya. papan lukis dengan kertas berbagai ukuran dan kuas akan membantu anak sepanjang waktu untuk berkembang melalui tahap awal dari corat-coret menuju ke penciptaan sesuatu yang bermakna dan menuju ke menulis kata dan kemudian kalimat.

mencontohkan komunikasi yang tepat. menyebabkan pembelajaran yang dilaksanakan kurang menekankan kegiatan bermain. sensorimotor. meliputi pemberian waktu kepada anak untuk mengelola dan memperluas pengalaman bermain. menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam. misalnya anak mendapat kesempatan memilih serangkaian kegiatan bermain setiap hari untuk terlibat dalam bermain peran. dan tempat yang memadai. mengamati dan mendokumentasikan kemajuan bermain anak. Penataan pengalaman saat bermain. dan sentra. hal itu berarti memberi layanan pendidikan kepada anak TK secara optimal. dan diberi bimbingan untuk memenuhi kebutuhan setiap anak sebagaimana yang telah dilakukan dalam model pembelajaran sentra. Sedangkan penataan pengalaman setelah bermain dimaksudkan mengajak anak untuk mengingat kembali pengalaman bermainnya dan saling menceritakan pengalaman bermain. model kelompok dengan pengaman. peralatan. kegiatan pembelajaran harus kreatif. dan menggunakan pendekatan tematik. tetapi lebih bersifat akademik. dan juga penataan pengalaman setelah bermain. Dengan sarana bermain yang sangat terbatas. memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif. maka pengalaman bermain anak seharusnya direncanakan dengan baik. Model pembelajaran yang digunakan di KB/TK harus memperhatikan bakat. misalnya model klasikal. memiliki berbagai bahan yang mendukung jenis-jenis permainan. bermain pembangunan. menantang. penataan pengalaman sebelum bermain. sedangkan model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan. model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan.Dengan menyediakan beraneka jenis mainan yang tepat bagi anak. pembangunan dan bermain peran. Selanjutnya agar anak-anak dalam bermain dapat berlangsung lebih efektif. dan menata kesempatan main untuk mendukung hubungan sosial yang positif. memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan. dan sensorimotor. dikenal beberapa model pembelajaran. minat dan perkembangan fisik serta psikologis anak. Model klasikal merupakan model pembelajaran yang paling sederhana yang menganggap anak memiliki kemampuan sama. memperkuat dan memperluas bahasa anak. yaitu dukungan penataan lingkungan bermain. . anak-anak dibagi-bagi menjadi beberapa sudut kegiatan. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di KB/TK. menyenangkan. dimana anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kegiatan pengaman. penataan pengalaman bermain saat bermain. Model pembelajaran berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman merupakan pola pembelajaran. penataan lingkungan yang tepat. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar. meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui hubungan teman sebaya. merencanakan intensitas dan densitas pengalaman. inspiratif. Penataan lingkungan bermain artinya mengelola lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup. Selain itu. Ada beberapa dukungan penataan/pijakan yang dilakukan untuk mencapai mutu pengalaman bermain. Penataan pengalaman sebelum bermain merupakan kegiatan awal yang dilakukan guru untuk memberi gagasan sebelum anak melakukan kegiatan bermain. serta model berdasarkan berdasarkan area. interaktif. Guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. serta mengemas permainan agar tertata kembali. serta memberi kesempatan yang cukup kepada anak untuk bermain.

bahasa dan sosialnya. Pembelajaran yang menggunakan area. karena pada masa ini. interaktif. anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kesimpulan Pendidikan yang tepat di TK mempunyai pengaruh sangat signifikan bagi proses tumbuh kembang anak dan mempengaruhi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK yang sangat tepat. kegiatan pembelajaran harus kreatif. serta emosional dan intelektualnya. inspiratif.Penggunaan model ini sudah mulai memperhatikan keberagaman kemampuan dan minat anak. area memasak. dan area agama. membantu anak dalam pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan. kegiatan bermain anak dalam rangka efektivitas pembelajaran dapat terpenuhi tentu dengan direncanakan secara matang dan dilaksanakan dengan baik. yang semuanya disesuaikan dengan kebutuhan anak untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi. serta menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam. dengan menfasilitasi sarana pembelajaran/bermain lebih bervariasi. dapat membangkitkan imajinasi. membiasakan anak berperilaku disiplin dan bertanggungjawab. dan pengetahuan anak dengan pijakan/penataan lingkungan bermain. dan menggunakan pendekatan tematik. tetapi juga didukung untuk membangun konsep. Kini. minat dan perkembangan fisik dan psikologis anak. guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di KB/TK menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. area IPA. menyenangkan. serta mengembangkan kreativitas anak. dengan tersedianya banyak area. dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar. area gerak dan musik. Cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak KB/TK adalah melalui pembelajaran yang menekankan pada kegiatan bermain. Demikian juga pada pembelajaran dengan sentra. namun yang terpenting harus dikemas dalam konteks bermain yang betul-betul didisain secara matang. dengan memperhatikan bakat. perkembangan watak dan moralnya. Selain itu. misalnya area seni. . area balok. pengelolaan tersebut dapat memberi kesempatan kepada anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi atau berinteraksi dengan lingkungannya. kita dapat menciptakan situasi belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi anak untuk melakukan berbagai kegiatan. model pembelajaran berdasarkan area atau sentra merupakan penyempurnaan dari sebelumnya. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. area bermain peran. sehingga merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. ide. Dalam implementasinya. karena dunia anak adalah dunia bermain. proses pembelajaran bukan hanya didukung dengan penyediaan sentra bermain yang beraneka ragam. area pasir dan air. dan penataan setelah bermain. aturan. menantang. memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif. penataan sebelum bermain. Apapun model pembelajaran yang digunakan di KB/TK. Dengan pengelolaan sarana bermain. baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya. penataan selama bermain. area matematika. Sebagai contoh adalah sebuah sekolah KB/TK Anak Ceria yang telah memiliki kurikulum yang telah dikembangkan untuk proses pembelajaran pada anak-anak yang duduk di bangku KB/TK. area baca-tulis. Permainan yang digunakan di KB/TK merupakan permainan yang didisain sedemikian rupa.

Meletakkan pendidikan pada empat pilar belajar : a. imtaq. Learning How to Know : Adalah belajar untuk mengenal cara memahami dan mengkomunikasikan sesuatu yang dipelajari. Learning How to Do: Adalah menumbuhkan kreativitas. d. Learning How to Be: Pengembangan potensi diri yang meliputi kemandirian.Kurikulum Kurikulum KB-TK Anak Ceria mengacu pada kurikulum Departemen Pendidikan Nasional terbaru yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk TK dan RA tahun 2009 yang diimplementasikan dalam metode ³Belajar Sambil Bermain´ dengan enam sentra pengembangan melalui pendekatan Beyond Centers Circle Times (BCCT) atau dalam bahasa Indonesianya adalah lebih jauh tentang sentra dan saat lingkaran. b. imajinasi. keadaan sekolah dan tuntutan kehidupan. ketangguhan dan profesionalisme. produktifitas. c. Prinsip-prinsip Filosofi Pendidikan Untuk mewujudkan tujuan pendidikan. kemampuan bernalar. Melalui keterpaduan kurikulum dan metode yang digunakan. berkelanjutan dan konsisten dalam pendidikannya seiring dengan perkembangan dan kedewasaan psikologis anak. disiplin dan tanggung jawab. Pendekatan ini akan memberikan kelonggaran guru untuk menentukan metoda yang paling tepat dan menantang para siswa untuk mencapai hasil belajar seoptimal mungkin. dalam rangka mengembangkan seluruh potensi kecerdasan anak. kesadaran estetik. menerapkan dua prinsip pendidikan. murid. Learning How to Live Together: . Kegiatan bermain sambil belajar pada sentra-sentra (sentra persiapan. Anak Ceria menyiapkan system pembelajaran berkesinambungan. Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Anak Ceria. balok. Melalui pendekatan kurikulum hingga tahun ke-2. sentra makro dan mikro. Sekolah dan guru menggunakan kurikulum ini untuk mengembangkan pembelajaran dan program pengajaran sesuai dengan kebutuhan murid. orang tua dan guru dapat memperoleh kejelasan tentang proses kegiatan dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai murid di sekolah. yaitu: 1. menguasai kompetensi menghadapi situasi yang senantiasa berubah. Anak dituntut aktif dan kreatif dalam kegiatan di sentra-sentra. seni dan sentra bahan alam). di mana murid dapat maju secara bertahap.

Pemahaman hidup selaras. seimbang nasional maupun internasional dengan menghormati nilai spiritual dan tradisi dalam kebhinekaan. Sebagaimana telah diuraikan diatas. METODE ³BERMAIN SAMBIL BELAJAR´ Dengan sarana Bermain Sentra Pengembangan A. Karena kualitas SDM akan menentukan kualitas suatu bangsa. Keterampilan membuat keputusan / making decision f. Perubahan ini akan berdampak pada generasi muda yang perlu dipersiapkan untuk belajar terus menerus. Pengembangan Kemampuan Leadership Disamping kedua prinsip pendidikan seperti tersebut di atas. Dan kualitas suatu bangsa akan menentukan keberlangsungan hidup bangsa tersebut yang terus berubah seiring dengan perubahan zaman menuju ke masyarakat-industrial. . informasi dan teknologi canggih. yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepribadian anak dikemudian hari. Keterampilan mengelola / managing g. 2. Kemampua belajar cara belajar / learning to learn e. Kemampuan keterampilan berkomunikasi / communication c. Belajar Sepanjang Hayat Pendidikan di era global ini hendaknya memperhatikan kualitas sumber daya manusia. Bekerja dalam kelompok / working with groups Kegiatan ini terintegrasi dalam kegiatan bermain sambil belajar terutama dalam kegiatan bermain di sudut pengembangan. Kemampuan untuk memahami diri sendiri / self understanding b. Konsep Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama Melalui Aplikasi Ilmu Pengetahuan Dan Tehnologi. Masyarakat modern ± industrial akan berkembang pesat jika ditunjang dengan sumber daya yang berkualitas. Kemampuan menerima dan diterima orang lain / getting along with others d. Metode pembelajaran tersebut adalah: ³Bermain Sambil Belajar Dengan Sarana Bermain Enam Sentra Pengembangan Integrasi Pendidikan Agama Melalui Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi´. Anak secara sadar atau tidak sadar akan belajar banyak hal. bahwa kegiatan bermain/permainan adalah kebutuhan yang sangat vital bagi anak. KB/TK Anak Ceria juga mengembangkan kemampuan leadership murid yang antara lain meliputi : a.

pembahasan tema.Metode ³Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama melalui Ilmu Pengetahuan dan tehnologi´ tersebut adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara bermain yang terintegrasi Pendidikan Agama melalui aplikasi ilmu pengetahuan dan tehnologi.Sentra Balok Karunia Allah SWT 5. Bertanggungjawab dalam kegiatan materi pagi. yang meliputi: do¶a sehari-hari. pengenalan huruf Al Qur¶an serta pembacaan cerita. Kegiatan pengembangan dilaksanakan dalam sentra-sentra pengembangan yang dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu.Sentra Kreatifitas dan Seni Karunia Allah SWT 6.Dalam setiap kegiatan sentra bermain.Sentra Bahan Alam Karunia Allah SWT Hal ini untuk memudahkan guru dalam pencapaian tujuan dan target pengembangan yang telah ditentukan/direncanakan seoptimal mungkin. berdaya cipta. yaitu: Guru kelompok bertugas mengumpulkan data/hasil perkembangan anak setiap harinya dari setiap sudut pengembangan dan melaporkannya kepada orang tua murid. Dengan Moving Class system. Satu kelompok belajar terdiri max 15 anak.Sentra Persiapan Karunia Allah SWT 2. Dengan pola dan media permainan yang beragam dan lebih variatif akan memotivasi kreativitas anak berkembang lebih optimal. Guru sentra menangani semua kelompok secara bergiliran. pengenalan huruf dan angka. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki teman bicara dan berdiskusi dalam rangka pengembangan bahasa dan aspek perkembangan lainnya. tari maupun suara serta dalam berkegiatan bermain serta berinteraksi sosial anak sehari-hari. kegiatan bermain dilakukan dengan cara berpindah ruang atau sudut sesuai dengan jadwal perputaran sudut yang telah ditetapkan. kegiatan belajar mengajar dikelola oleh seorang guru yang menguasai bidang pengembangan tertentu. Guru terbagi dalam dua kategori tugas. berbahasa. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kejenuhan anak dalam bermain dan belajar. berketrampilan dan mengapresiasi seni baik seni musik. ketaqwaan dan akhlakul karimah dalam berdaya pikir. Pemanfaatan sudut pengembangan tidak mutlak seluruhnya harus digunakan. Metode pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keimanan. Dalam pelaksanaannya. pengenalan surat-surat pendek. Hal ini . Bertugas mengatur dan menfasilitasi kegiatan pembelajaran dan bertanggung jawab pada sudutnya masing-masing. yaitu: 1.Sentra Ibadah Karunia Allah SWT 3.Sentra Main dan Peran Allah SWT 4. anak harus bermain bersama untuk setiap jenis permainan minimal dua orang.

duduk dikelas.Perputaran Sentra Perputaran sudut adalah perputaran ruang bermain anak. & Reifel. dan keterampilan yang dianggap relevan dengan kondisi dan keadaanmereka (Formberg. Melalui kegiatanbermain anak dapat mengembangkan keterampilan sosial yang dibutuhkan dalamberinteraksi seperti menunggu giliran. & Reifel. mereka meningkatkankemampuan perencanaan. 2002). Dalam bermain bebas anak dapat mengembangkankreativitasnya dan mencoba berbagai alternatif solusi untuk memecahkan masalahyang mereka hadapi dalam permainan. mengungkapkan perasaan dan keinginansecara adaptif. Perkembangan Sosial dan Emosional Sebagai makhluk sosial.maka sangat erat kaitannya dengan perkembangan kemampuan motorik kasar. Manfaat Bermain bagi Tumbuh Kembang Anak Perkembangankognitif Bermain bukan hanya merupakan cara unik anak untukbelajar mengenai dunianya. danpemecahan masalah yang merupakan keterampilan penting dalam kehidupan nyata(Ginsburg. dan mematuhi aturan-aturan sosial. bermain dengan teman sebaya atau orang lainjuga dapat memperkaya kosa kata dan keterampilan berkomunikasi anak. 2007). Bermain aktif juga mendorongpemaknaan akan suatu konsep secara personal. berkomunikasi. Wortham. agar tidak terjadi perbenturan waktu bermain sehingga anak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seluruh kegiatan bermain di semua sudut dalam hari-hari sekolahnya. ide. 2001). Perkembangan fisik Karena bermain seringkali melibatkan aktivitas fisik. Dengan demikian. 2001). Wortham. Selain itu. motorik halus. dan skema tubuh ( Frost. memahami hubungan sebab-akibat. Perputaran ini diatur secara bergiliran antar kelompok sesuai dengan kelompok usia. mengembangkanpengetahuan dan memperdalam pemahaman mereka melalui siklus belajar yangberulang-ulang (Frost. Dengan kemampuantersebut anak akan merasa lebih percaya diri. tetapi juga cara mereka untuk belajar tentang dirisendiri dan bagaimana mereka menempatkan diri dalam dunianya. menulis. dan sebagainya. berpikir logis.Kegiatan belajar berbasis permainan juga memberikankesempatan pada anak untuk mempelajari berbagai keterampilan sertamengembangkan perasaan kompeten dan percaya diri. mampu mengkoordinasikangerakan yang merupakan modal dasar contohnya dalam kegiatan olah raga.bermain dengan orang lain juga memberikan kesempatan bagi anak .tergantung pada situasi dan kondisi yang ada. stabil. B. Di samping itu. manusia memiliki kebutuhan dasaruntuk merasa menjadi bagian dari kelompok dan belajar untuk berfungsi dalamsuatu kelompok dengan komposisi dan peranan yang berbeda-beda. Anak akan lebih mudah mengingatsituasi. Yang terpenting bahwa dalam setiap kegiatan bermain harus terintegrasi pendidikan agama dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan tehnologi.

Permainan konstruktif merupakan sarana yang sangat baik untuk mengembangkan keterampilan motorikhalus dan koordinasi matagerakan tangan pada anak. Jenis mainan yang kaya akan warna. membangun balok. mengeksplorasi peran atau menirukan kegiatan orang-orang di sekitarnya. tekstur . bayi menggunakan panca inderanya untuk mengekplorasi lingkungan dandunianya. & Berk.dan bahasa anak. sebagian besar mainan bersifat fungsional. Seiring dengan perkembangannya anak mulai mampu untuk membuat atau menghasilkan sesuatu eperti gambar. dan ide dengan teman bermain (Creasy. Anak dapat mengembangkan kreativitasnya melalui improvisasi peran. Permainan Konstruktif Sekitar usia empat tahun kegiatan bermain fungsional cenderung berkurang. Permainan Imaginatif Permainan imaginatif atau bermain peran dapat meningkatkan kemampuan sosial. atau membentuk lilin. boneka. Orang tua juga dapat mengembangkan permainan anak agar mendapat informasiyang lebih kaya. saling berbagi. memahami sudut pandang dankebutuhan orang lain. Anak berusia 12 ± 18 bulan menyukai mainan yang bereaksi terhadaptindakan mereka seperti mengeluarkan bunyi ketika tombol ditekan. balok. permainan peran juga membantu anak untuk mengatasi ketakutan dan masalah yang ia hadapi karena seringkali hal tersebut direfleksikan dalam permainan. Objek yang dapat dimanipulasi seperti lilin. Kemudian menginjak usia tiga tahun. bentuk. Jenis-jenisPermainan Sensorimotor dan practice play Sejakdini. Munculnya jenis permainan ini menandakan berkembangnya kemampuan untuk berpikir simbolis dan juga sangat penting untuk perkembangan bahasa dimana anak menggunakan lebih banyak kosakata dan mampu menyusun sebuah cerita yang berkesinambungan. Peran Orangtua dalam Kegiatan Bermain Anak Besarnya implikasi bermain dalam setiap aspek perkembangan anak tidak terlepas dari keterlibatan orang tua atau pengasuh salah satunya dengan menyediakan fasilitas atau tempat yang aman bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungannya dengan bebas. Disamping itu. Mereka melatih keterampilan motorik melalui gerakan repetitif sepertimenggapai dan menggenggam.1998). Dari kegiatan ini anak mempelajari dampak darigerakan atau tindakan mereka terhadap lingkungan sekitarnya. boneka yangkeluar ketika kotak dibuka.cat. dan puzzle semakin banyak dimainkan oleh anak. mengatur emosi dan mengendalikan diri. serta berbagi¶kekuasaan¶. tempat. Jarvis. dan memecahkan masalah.untukmenyesuaikan tindakan mereka dengan orang lain. Permainan fungsional Melaluipermainan fungsional bayi dan anak dapat mencari tahu apa saja yang dapatdilakukan suatu objek atau hal-hal yang dapat mereka lakukan terhadap objektersebut.dan bunyi dapat menstimulasi panca indera anak.belajar bekerja sama. Meskipun . emosional.

Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan. yang memiliki tujuan tertentu dan tidak harus menimbulkan kesenangan. jumlah peserta serta lamanya waktu yang dialokasikan untuk bermain. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan. Hal ini senada dengan pendapat Piaget yang menjelaskan bahwa bermain terdiri atas tanggapan yang diulang semata untuk kesenangan fungsional. berpikir secara lebih fleksibel dan mampu meregulasi emosinya. sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. Saat ini. Pengertian ini membedakan antara bermain dengan bekerja. Namun. Bermain adalah kegiatan yang sangat dekat dengan dunia anak. Kegiatan ini dapat dilakukan secara perorangan maupun berkelompok. Ketika bermain dengan anak orangtua juga dapat menantang anak dengan memberikan hambatan atau masalah-masalah sederhana. sehingga kita kerap menganggapnya sebagai kegiatan biasa saja. bergantung pada keingingan serta kesepakatan yang dibuat oleh para peserta. GENI M. Begitu akrabnya kegiatan bermain ini dengan keseharian kita. contohnya dalam bermain peran. olah raga.L. . seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal. belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.PELNI telah disampaikan pada acara symposium 25April 2009 ) Arti Bermain Bagi Anak Saat ini. benarkah demikian? Bermain versus bekerja Bermain adalah kegiatan yang dilakukan semata-mata untuk menimbulkan kesenangan. agar kemampuannya untuk memecahkan masalah meningkat secarabertahap. Jenis permainan.Psi klinis Anak RS. ( oleh P. olah raga. drama. seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal. sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. Tidak ada yang istimewa. drama. orangtua sebaiknya tetap membebaskan anak untuk menggunakan imaginasi dan kreativitasnya dengan tidak terlalu direktif dan mengatur jalannya permainan atau justru terlalu¶memberikan kemudahkan¶ pada anak sehingga kemampuannya dalam memecahkan masalah tidak terasah.terlibat dalam permainan anak.

gelisah dan mudah tersinggung. Dengan demikian permainan dapat berlangsung berdasarkan kesepakatan-kesepakatan yang dibuat para peserta. misalnya jadwal belajar anak. 5. salah seorang pakar perkembangan anak. termasuk pembatasan lingkungan atas perilaku mereka. maka akan terjadi koordinasi gerakan otot. Penyaluran bagi energi emosional yang terpendam Sering kali. bisa menjadi siapapun yang ia inginkan ketika bermain. Mereka belajar mengungkapkan ide-ide serta memberikan pemahaman pada teman-teman sepermainannya tentang aturan dan teknis permainan yang akan dilakukan. Ada begitu banyak keingingan dan kebutuhan anak yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain. yaitu: 1. Ia mampu mewujudkan keinginannya menjadi seorang dokter. sama buruknya dengan memberikan kebebasan yang tanpa batas. melalui penyampaian pesan yang efektif dan dimengerti antar peserta bermain. menuliskan dalam buku Child Development. Selain itu. Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan. mendengarkan keluhan-keluhan mereka. bukan menceramahi. Melalui bermain anak menyalurkan beban emosionalnya secara menyenangkan. yang secara tidak sadar menimbulkan ketegangan dalam dirinya. bermain juga berfungsi untuk menyalurkan energi yang berlebihan pada anak. Dorongan berkomunikasi Seorang anak memiliki kesempatan berlatih berkomunikasi melalui sebuah permainan. Para orang tua dapat memperbaiki kondisi ini dengan terus membangun komunikasi yang terbuka dengan anakanaknya. Jika tidak ada komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. yang bila terus terpendam akan membuat anak tegang. Namun saya hanya akan menguraikan 9 di antaranya. Aturan-aturan ketat yang mesti ditaati di rumah. sering kali membuat anak merasa terkekang. seorang anak berhadapan dengan kenyataan-kenyataan yang tidak menyenangkan. maka kondisi ini akan terus membebani sang anak. Selain itu. Hurlock. Elizabeth B. namun sering kali bisa diwujudkan melalui kegiatan bermain. Sehingga otot-otot ini terlatih dan berkembang dengan baik. Mereka dapat berbagi cerita dengan teman-teman bermainnya untuk tujuan ini. 4. Ketegangan ini berkurang ketika anak bermain. 2. Perkembangan fisik Ketika seorang anak bermain. misalnya bermain permainan tradisional ³gobak sodor´ atau galah asin. yang mustahil mereka wujudkan dalam kehidupan nyata. Sebab kita sama-sama mengetahui bahwa terlalu mengekang anak. Seorang anak. Sumber belajar . tentara maupun seorang pemimpin pasukan perang.Bermain dan perkembangan anak Sesungguhnya bermain memberi manfaat yang besar bagi perkembangan anak. terutama otot-otot tungkai dan otototot gerakan bola mata. anak pun perlu diberikan kesempatan cukup untuk beristirahat pada waktu yang telah disepakati bersama. setidaknya ada 11 manfaat dari kegiatan bermain bagi anak. 3.

Melalui bermain. Bermain sambil belajar akan memberikan dua manfaat sekaligus pada anak. Melalui bermain. Pada saat seperti inilah mereka biasanya mencoba melakukan sebuah variasi permainan. 7. Belajar bersosialisasi. Dalam suatu pembelajaran peran guru bukan semata-mata memberikan informasi. mereka kerap merasakan adanya kejenuhan ataupun rasa bosan. akan menimbulkan adanya rasa penghargaan dari lingkungan serta menjadi motivasi munculnya ide-ide kreatif lainnya. Mereka belajar tentang arti bekerja sama. Di sini mereka belajar untuk mengembangkan daya kreativitas dan imajinasinya. Ia akan berusaha meningkatkan kemampuannya. seorang anak dapat mengetahui kemampuan teman-teman sepermainannya. kemudian membandingkannya dengan kemampuan yang ia miliki. 8. seorang anak dapat mempelajari banyak hal. Ketika anak-anak bermain. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Mohammad Ali (2007) bahwa pembelajaran adalah upaya yang dilakukan guru dalam merekayasa lingkungan agar terjadi belajar pada individu siswa. yang tidak selalu mereka peroleh di institusi pendidikan formal. Hal ini menjadi faktor pendorong yang sehat dalam pengembangan diri seorang anak. Hal ini memungkinkan terbangunnya konsep diri yang lebih jelas dan pasti. Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini Pembelajaran untuk anak usia dini memegang peranan yang sangat penting bagi pembentukan kemampuan dan sikap belajar pada tahap yang lebih lanjut. kian semakin bertambah pengetahuan dan pengalaman baru yang mereka terima. Kegiatan bermain menjadikan proses bersosialisai tersebut terbangun dengan cara yang wajar dan menyenangkan. Tidak jarang timbul beberapa masalah ketika anak-anak bermain. yaitu kesenangan serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini. melainkan juga mengarahkan dan memberi fasilitas belajar (directing and facilitating the learning) agar proses belajar lebih memadai. menyenangkannya sebuah kemenangan maupun kesedihan ketika mengalami kekalahan. Mereka belajar untuk menghadapi dan memecahkan persoalan yang timbul dalam sebuah permainan secara bersama-sama. Rangsangan bagi kreativitas. Semakin beragam media permainan serta banyaknya variasi kegiatan. Permainan pun akan kembali terasa menyenagkan. Perkembangan wawasan diri. sportivitas. Hal ini dapat difasilitasi oleh para orang tua dengan cara memasukkan unsur pengetahuan populer dalam permainan anak. Konsep pembelajaran menurut Corey (Sagala. Bersosialisasi dengan teman-teman sebaya merupakan hal penting yang perlu dilakukan oleh anak. dan jika kemudian diterima oleh teman sepermainannya. Ide-ide spontan yang dikemukakan oleh seorang anak. 2003) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu . jika ternyata ia jauh tertinggal dibandingkan teman-teman sepermainannya. 6.

Suatu rencana pembelajaran dan pelaksanaannya perlu memperhatikan hal-hal yang terkait dengan belajar bagaimana belajar (learning to learn). dan umpan balik evaluasi pembelajaran. belajar bagaimana berfikir (learning how to think). untuk membuat siswa belajar secara aktif. pamong belajar. dan demokratis agar menarik anak untuk terlibat dalam setiap kegiatan pembelajaran. menumbuhkan. evaluasi pembelajaran. dan belajar bagaimana bekerja sama dan hidup bersama (learning how to live together). pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. menilai. sehingga peserta didik dapat melakukan perubahan dalam dirinya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang merupakan bagian dari tujuan pendidikan. Fungsi-fungsi pembelajaran ini dilakukan oleh dan menjadi tanggung jawab pendidik yaitu guru. dan kegiatan pembelajaran yang mencakup metode dan media pembelajaran. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Sagala. Anak tidak hanya duduk tenang mendengarkan ceramah gurunya. . pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mencakup kegiatan belajar dan mengajar. keluaran dan pengaruh kegiatan pembelajaran. dan mengembangkan. pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar . materi. proses. membentuk. menggembirakan. Definisi tersebut menunjukan bahwa pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku dalam diri individunya. baik secara fisik maupun mental. 2003).dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. merawat. memelihara. melatih. belajar bagaimana melakukan (learning how to do). Sejalan dengan perkembangan anak usia dini. Pembelajaran disusun sehingga menyenangkan. Pengertian pembelajaran di atas. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 menyatakan bahwa. peserta didik. mendorong. membimbing. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Oleh sebab itu maka pembelajaran yang direncanakan dan dilaksanakan dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain. Kegiatan pembelajaran dilakukan berdasarkan rencana yang terorganisir secara sistematis yang mencakup tujuan pembelajaran. Pembelajaran menurut Sudjana (2000) adalah upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional. mengandung makna yang menggambarkan interaksi dinamis antar unsur-unsur yang terlibat dalam pembelajaran yaitu pendidik. materi pembelajaran. pelatih. Selanjutnya Sudjana menjelaskan bahwa pembelajaran adalah fungsi pendidik untuk membelajarkan peserta didik terhadap materi pelajaran untuk mencapai hasil belajar yang menimbulkan pengaruh belajar. meluruskan. Definisi pembelajaran tersebut mengandung berbagai fungsi seperti membantu. Surya (2004) menyatakan bahwa. maka pembelajaran perlu menekankan keempat aspek tersebut di atas. tetapi mereka aktif berinteraksi dengan berbagai benda dan orang lain di lingkungannya.

Setiap permainan yang diberikan harus diberi muatan pendidikan sehingga anak dapat belajar. dan (4) variabel produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. tetapi sifatnya lugas dan terencana. yaitu cara mendidik yang bersifat keras. Mengingat pendidikan tidak mempunyai peran maka aliran ini disebut juga pesimisme sebab pendidik merasa pesimis tidak dapat mempengaruhi anak didik karena faktor yang penting adalah faktor bakat. dan demokratis. Aliran konvergensi ini merupakan perpaduan antara aliran nativisme dan empirisme. Menurut Santoso (2002) ada tiga aliran pokok dalam pendidikan yang dapat digunakan untuk mendidik anak yaitu: 1. tingkat kematangan dan etika. Ketiga pendekatan tersebut adalah (1) Otoriter. merdeka. Pendekatan pembelajaran tentu tidak kaku harus menggunakan pendekatan tertentu. yaitu senang. Tokoh aliran ini adalah Schopenhauer. Dengan mengetahui tiga aliran di atas. bimbingan. 3. aliran ini berpendirian bahwa terbentuknya kepribadian anak tergantung dari faktor bakat dan juga faktor lingkungan. sekolah. Oleh sebab peranan pendidik sangat besar maka aliran ini disebut juga optimisme. 2. artinya memilih suatu pendekatan harus disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. Empirisme. pengalaman. Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu kompetensi substansi materi pembelajaran dan kompetensi metodologi pembelajaran. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan peserta didik dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu (Sagala. Bakat dan lingkungan keduanya penting dalam perkembangan anak dalam membentuk pribadinya. 2003). (3) variabel proses (process variables) berupa interaksi peserta didik dengan pendidik. aliran ini berpendapat bahwa proses pembentukan pribadi anak ditentukan oleh pengaruh lingkungan. Aliran ini dipelopori oleh John Locke (Inggris). Kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak didesain untuk memungkinkan anak belajar. (2) variabel konteks (context variables) berupa peserta didik. tujuan. yaitu lebih banyak . Dengan demikian bakat atau pembawaan menentukan perkembangan anak. 2003) proses pembelajaran atau pengajaran kelas (classroom teaching) berada pada empat variabel instruksi yaitu (1) varibel pertanda (presage variables) berupa pendidik. Pendidik dapat memberikan pengaruh. aliran ini mengatakan bahwa proses pembentukan pribadi anak ditentukan oleh bakat yang dimiliki anak sejak lahir. usia. (2) Permisive. volunter. Tokoh aliran ini adalah William Stern (Amerika). dan masyarakat. tegas. dan harus dilakukan oleh anak setelah diperintah oleh pendidik. Anak yang baru lahir ibarat kertas putih. .Menurut Dunkin dan Biddle (Sagala. lingkunganlah yang mempengaruhinya. Untuk itu guru di Taman Kanak-kanak harus kreatif melihat potensi lingkungan dan mendesain kegiatan pembelajaran yang menyenangkan anak. Setiap kegiatan harus mencerminkan jiwa bermain. maka menurut Santoso ada tiga cara pendekatan yang dapat dilakukan oleh pendidik sesuai dengan situasi. arahan atau aktivitas kepada anak didik. Konvergensi. Hal ini dikenal dengan nama teori tabularasa. Nativisme.

. yaitu memberikan kesempatan pada anak untuk menampilkan kreativitasnya. mampu bersosialisasi. 3) Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan teman sebayanya. dengan menggunakan strategi. 5) Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individual. Mengembangkan keterampilan hidup melalui pembiasaanpembiasaan agar mampu menolong diri sendiri (mandiri). Lingkungan harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan. f. h. c. kesehatan dan gizi yang dilaksanakan secara integratif dan holistik. dan memanfaatkan benda-benda di sekitarnya. memotivasi anak untuk berpikir kritis. Model pembelajaran terpadu yang beranjak dari tema yang menarik anak (center of interest) dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar. Belajar melalui bermain. disiplin. (3) Demokratis. g. 4) Minat anak dan keingintahuannya memotivasi belajarnya. Kreatif dan inovatif. Media dan sumber belajar dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan. dimulai dari membangun kesadaran.memberikan kebebasan pada anak untuk bertindak. dan media yang menarik agar mudah diikuti oleh anak. Adapun pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran bagi anak usia dini menurut Direktorat PADU (2002: 5) adalah sebagai berikut: a. Sebagaimana kita ketahui bahwa pembelajaran bagi anak usia dini berbeda dengan pembelajaran lainnya sehingga pendekatan yang digunakan dalam mendidik mereka pun disesuaikan dengan kondisi perkembangan anak. melakukan penjelajahan (eksplorasi). menemukan. b. Mengembangkan keterampilan hidup. Berorientasi pada kebutuhan anak. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi (penjajakan). Lingkungan yang kondusif. 2) Siklus belajar anak selalu berulang. Menggunakan pembelajaran terpadu. metode. dan memperoleh bekal keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya. tetapi dengan penuh bimbingan pendidik. dan menemukan hal-hal baru. berbuat dan berkreasi. membangkitkan rasa ingin tahu anak. Proses kreatif dan inovatif dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan menarik. Ciri-ciri pembelajaran ini adalah: 1) Anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tenteram secara psikologis. memperoleh penemuan untuk selanjutnya anak dapat menggunakannya. Pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak. materi/bahan. d. e. Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak untuk mendapatkan layanan pendidikan. dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan anak usia dini.

cara pembelajaran bersifat fleksibel dan tidak terstruktur. maka cara pembelajaran terpadu dipandang cocok untuk diterapkan bagi anak prasekaloh. (3) mendorong terjadinya komunikasi serta belajar secara bersama dan individual. Anak diberi kesempatan yang luas untuk berbuat aktif baik secara fisik maupun mental. Menurut Solehuddin (2000) pemahaman dan penguasaan metode pembelajaran anak merupakan hal yang mutlak diperlukan oleh guru prasekolah: Pertama. Kedua. cara pembelajaran anak usia prasekolah hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berinteraksi baik dengan guru maupun dengan teman-teman sebayanya. Sesuai dengan tuntutan dunia karakteristik anak yang berbeda dengan orang dewasa. 2. adanya variasi individual anak menuntut guru merancang dan menyediakan sejumlah alternatif kegiatan guna memberi kesempatan pada anak untuk memilih kegiatan yang diminati. dan dari keakuan ke rasa sosial. Pada saat anak melakukan suatu kegiatan. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. (5) memperhatikan variasi perkembangan anak. Keempat. dan moral (berdoa sebelum dan sesudah makan). dari konkrit ke abstrak. (2) kegiatan pembelajaran dibangun berdasarkan pengalaman dan minat anak. Stimulasi terpadu. dari gerakan ke verbal. Contoh: ketika anak melakukan kegiatan makan. i. dan (6) bersifat fleksibel. penerapan bermain sebagai sarana belajar di TK merupakan hal yang perlu diprioritaskan. metode . anak pada dasarnya belajar dalam situasi yang holistik. guru perlu menyiapkan suatu metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak. anak dapat mengembangkan beberapa aspek pengembangan sekaligus. sosial-emosional (duduk rapi dan menolong diri sendiri). terutama melalui projek atau pusat-pusat belajar. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak akan memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan kebiasaan berperilaku positif yangendukung pengembangan berbagai potensi dan kemampuan anak. Kelima. Ketiga. (4) mendorong anak untuk berani mengambil resiko dan belajar dari kesalahan. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran adalah suatu cara atau prosedur yang ditempuh pendidik dalam mengelola pembelajaran yang efektif dan efesien. motorik halus (memegang sendok dan menyuap makanan ke mulut). sesuai dengan karakteristik anak yang lazimnya aktif dan punya kemampuan untuk berkreasi.6) Anak belajar dengan cara dari sederhana ke rumit. kemampuan yang dikembangkan antara lain bahasa (mengenal kosa kata tentang jenis sayuran dan peralatan makan). diantaranya seperti yang dikemukakan oleh Moeslichatoen (2004) yaitu: metode bermain. Keenam. metode pembelajaran bagi anak usia prasekolah adalah yang berpusat pada anak. Metode pembelajaran berhubungan dengan teknik-teknik yang digunakan dalam menyajikan pembelajaran. Lebih lanjut Solehuddin (2000) mengemukakan beberapa prinsip dasar pembelajaran bagi anak usia prasekolah yang perlu diterapkan oleh para guru yaitu: (1) anak secara aktif terlibat dalam melakukan sesuatu atau bermain dalam suatu situasi yang menyenangkan. daya pikir (membandingkan makan sedikit dengan banyak).

metode bercerita. c. sawah. Hal ini dapat diwujudkan antara lain melalui darmawisata ke pasar. Bercerita dapat disertai gambar maupun dalam bentuk lainnya seperti panggung boneka. e. d. mendengar. metode bercakap-cakap. kebun. Bermain peran merupakan kegiatan menirukan perbuatan orang lain di sekitarnya. Peragaan/Demonstrasi Peragaan/demonstrasi adalah kegiatan dimana tenaga pendidik/guru memberikan contoh terlebih dahulu. kemudian ditirukan anak-anak. Melalui cerita daya imajinasi anak dapat ditingkatkan. dan lainnya. Cerita sebaiknya diberikan secara menarik dan membuka kesempatan bagi anak untuk bertanya dan memberikan tanggapan setelah cerita selesai. Dengan bernyanyi anak dapat terbawa kepada situasi emosional seperti sedih dan gembira. Cerita tersebut akan lebih bermanfaat jika dilaksanakan sesuai dengan minat. dan metode pemberian tugas. Dengan bermain peran. dan peran-peran tertentu sekitar anak. Bernyanyi Bernyanyi adalah kegiatan dalam melagukan pesan-pesan yang mengandung unsur pendidikan. Kegiatan tersebut dilakukan di luar ruangan terutama untuk melihat. kebiasaan dan kesukaan anak untuk meniru akan tersalurkan serta dapat mengembangkan daya khayal (imajinasi) dan penghayatan terhadap bahan kegiatan yang dilaksanakan. mengalami langsung berbagai keadaan atau peristiwa di lingkungannya. Berdarmawisata Darmawisata adalah kunjungan secara langsung ke obyek-obyek yang sesuai dengan bahan kegiatan yang sedang dibahas di lingkungan kehidupan anak. Peragaan/demonstrasi ini sesuai untuk melatih keterampilan dan cara-cara yang memerlukan contoh yang benar. merasakan. Pemberian Tugas Pemberian tugas merupakan metode yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang telah dipersiapkan sehingga anak dapat mengalami secara nyata dan melaksanakan tugas secara tuntas. Bercerita Bercerita adalah menceritakan atau membacakan cerita yang mengandung nilai-nilai pendidikan. Bermain peran Bermain peran adalah permainan yang dilakukan untuk memerankan tokoh-tokoh. b. metode proyek. metode demonstrasi. Tugas dapat diberikan secara berkelompok ataupun individual. menurut Direktorat PADU tahun 2001 Pembelajaran pada anak usia dini dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya: a. . Bernyanyi juga dapat menumbuhkan rasa estetika. Selain itu. pantai.karyawisata. f. kemampuan dan kebutuhan anak. benda-benda.

atau antara anak dengan guru. membaca. kemandirian. 2002: 11) sebagai berikut: a. menonton film maupun bermain dengan daya khayal (imajinasi) . i. h. atau pengembangan sikap dan nilai.g. yang umumnya berhubungan dengan pengembangan kepribadian anak seperti emosi. metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. dalam penggunaan metode pembelajaran pada pendidikan anak usia dini hendaknya memperhatikan sembilan kemampuan belajar anak yang tertuang dalam Acuan Menu Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini (Depdiknas. penyesuaian diri. Kecerdasan linguistik (linguistic intelligence) yang dapat berkembang bila dirangsang melalui berbicara. pengembangan nilai. Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. berdiskusi. Dalam pengembangan kreativitas anak. Metode Proyek/Pengamatan Metode proyek adalah metode yang memberikan kesempatan pada anak untuk menggunakan alam sekitar dan atau kegiatan sehari-hari anak sebagai bahan pembahasan melalui berbagai kegiatan. pengembangan motorik. seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. melukis. memikirkan kembali. Dalam memilih dan menggunakan metode di Taman Kanak-kanak guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut. Selain itu. menulis. hidup bermasyarakat. pengembangan emosi. dan menemukan hubungan-hubungan baru. menggambar. Kecerdasan logika-matematik (logico-mathematical-intelligence) yang dapat dirangsang melalui kegiatan menghitung. budi pekerti. mendengarkan. Metode Bercakap-cakap Suatu cara bercakap-cakap dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan anak. Karakteristik tujuan adalah pengembangan kreativitas. membedakan bentuk. disiplin. c. j. Latihan diberikan sesuai dengan langkah-langkah secara berurutan. Metode Pembiasaan Merupakan kegiatan yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan untuk melatih anak agar memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu. dan bercerita b. Kecerdasan visual-spasial (visual-spatial intelligence) yaitu kemampuan ruang yang dapat dirangsang melalui bermain balok-balok dan bentuk-bentuk geometri melengkapi puzzle. membuat pertanyaan yang membantu memecahkan. Latihan Latihan adalah kegiatan melatih anak untuk menguasai khususnya kemampuan psikomotorik yang menuntut koordinasi antara otot-otot dengan mata dan otak. menganalisis data dan bermain dengan benda-benda. pengembangan bahasa. membangun kembali. dan lain sebagainya.

birama. Kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence) yaitu kemampuan untuk melakukan hubungan antar manusia (berkawan) yang dapat dirangsang melalui bermain teman. h. mengenal diri sendiri. Kecerdasan kinestetik (bodiliy/kinesthetic intelligence) yang dapat dirangsang melalui gerakan tarian. bermain peran. banjir. e. Dapat dirangsang melalui penanaman nilai-nilai moral dan agama. angin. Kecerdasan musikal (musical/rhythmic intelligence) yang dapat dirangsang melalui irama. f. olahraga. pelangi. bekerjasama. termasuk mengamati fenomena alam seperti hujan. siang malam. berbagai bunyi dan bertepuk tangan. bercocok tanam. Kecerdasan naturalis (naturalist intelligence) yaitu mencintai keindahan alam. . g. percaya diri. bulan matahari.d. memelihara binatang. Dapat dirangsang melalui pengamatan lingkungan. harga diri. nada. Kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) yaitu kemampuan mengenal dan mencintai ciptaan Tuhan. dan terutama gerakan tubuh. panas dingin. Kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence) yaitu kemampuan memahami diri sendiri yang dapat dirangsang melalui pengembangan konsep diri. termasuk control diri dan disiplin i. dan memecahkan masalah serta menyelesaikan konflik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->