MOTIVASI

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.[1] Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.[2] Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat. Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi.[2] Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.[2]

Tips Memberi Pujian

Pujian adalah motivator eksternal. Tujuan mendisiplin adalah membangkitkan motivasi internal. Karenanya, memberi pujian tidak semudah membuka mulut. Cara memuji yang tepat, agar buah hati Anda membangun motivasi internal: 1. Puji perilaku anak, bukan si anak. Pujian seperti ³anak baik´, akan disalah artikan oleh anak. Bagi anak, pujian ³anak baik´ terasa berat, karena bila ia tidak berperilaku baik, ia anak jelek. Pujilah secara spesifik, ³Hari ini kamu bangun tidur tidak nangis. Bagus itu.´ Pujian ini membuat anak akan mengulangi perilakunya. Besok kalau bangun tidur tidak usah menangis, apalagi berteriak-teriak memanggil bunda. Pujian ini mengirim pesan pada anak, ia diperhatikan. 2. Gunakan pujian untuk perilaku yang ingin Anda ubah. Misalnya berhenti merengek. Ketika anak bisa tidak merengek, beri dia pujian; ³Kamu tidak merengek. Bagus. Kamu sekarang punya mulut yang bagus untuk ngomong dengan baik.´ 3. Puji anak dengan tulus. Pujian kehilangan kekuatannya bila Anda bertepuk tangan untuk perilaku yang biasa. Misalnya, anak bisa makan sendiri di usia 3 tahun adalah wajar. Anda tak harus bertepuk tangan karena itu. Bila anak bertanggung jawab atas perbuatannya, misalnya menyapu ceceran gula yang ditumpahkannya, Anda boleh memujinya dengan tulus; ³Bagus, kamu bertanggung jawab pada perbuatanmu.´ Atau, di usia 3 tahun anak Anda berhasil makan tanpa berantakan, Anda boleh memujinya; ³Kamu pintar, makan tidak berantakan.´ 4. Gunakan standar yang nyata, misalnya ³Kamu akan lebih bagus pakai pita kuning itu daripada yang ungu karena bajumu ada warna kuningnya.´ Bukannya, ³Pita kuning akan membuatmu lebih cantik. Kalau pakai pita ungu itu kamu jadi nggak cantik.´ Dijamin, anak selamanya akan menghindari warna ungu karena merasa tidak cantik dengan warna itu. 5. Puji anak untuk sesuatu yang harus dia lakukan, bukan sesuatu yang dia suka lakukan. Misalnya, memberesi mainan sudah seharusnya dia lakukan. Bila anak mau melakukannya, beri pujian; ³Bagus, kamu bertanggung jawab pada mainanmu.´ 6. Pakailah seni memuji. Biasakan anak untuk merasa nyaman memuji orang lain dan dipuji. Misalnya, ³Ih, kamu ganteng lho.´ Atau, ³Cantiknya kamu pakai baju princess itu.´ Anak-anak dengan harga diri yang lemah sulit menerima pujian dan memuji orang lain. Bahasa tubuh dan kontak mata saat Anda mengucapkan pujian ini memperkuat ucapan Anda. Pastikan Anda tulus mengucapkannya. Bila Anda mendengar anak-anak saling memuji, pujilah diri Anda sendiri karena berhasil memberi contoh. 7. Hindari memberi pujian dengan maksud tersembunyi. Misalnya, Anda membelikan baju untuk si kecil tanpa persetujuannya dan dia tak suka memakainya. Hindari memuji dengan harapan ia mau memakai baju pilihan Anda. ³Kamu pasti cantik dengan baju ini.´ Pujian Anda akan terdengar tidak tulus. 8. Pujian untuk membentuk perilaku yang baik, tidak untuk membandingkan dengan anak lain. ³Kamu pintar lho, lebih pintar dari si X di umur kamu sekarang.´ Pujian ini mendorong anak untuk bersaing secara tidak sehat. Kalau pujian dimaksudkan untuk membandingkan, bandingkan anak dengan dirinya sendiri. ³Sekarang banyak yang sudah kamu bisa. Apa-apa bisa sendiri. Semakin besar, kamu akan tambah lagi kepintaranmu.´ Pujian yang salah 1. Bila Anda memuji anak karena kemampuannya:
y

Anak akan fokus pada yang 'tampak bagus', bukan pada proses belajarnya.

y

y

Anak yang dipuji karena kemampuannya cenderung menghindari tantangan. Ia akan memilih hal-hal yang mudah dilakukan karena hasilnya akan segera tampak dan mendapat pujian. ‡Anak yang dipuji karena kemampuannya akan melihat kegagalan sebagai kebodohan. Anak yang dipuji karena usahanya akan termotivasi mencoba sesuatu yang baru dan menantang.

2. Bila Anda memuji anak karena kecerdasannya:
y

Anak melihat kegagalannya sama dengan kecerdasan yang rendah.

3. Pujian yang berlebihan:
y y y y y y

Sama dengan kritik pedas yang belebihan, menghasilkan kepribadian narsistis. Memberi pesan pada anak bahwa ketaatan dan perilaku baik adalah pilihan, boleh dilakukan boleh tidak. Menumbuhkan rasa overconfident, merasa bisa melakukan apa saja. Tidak realistis menilai diri sendiri. Sombong, merasa diri paling hebat. Kecanduan pujian, mengharapkan pujian setiap saat. Anak gelisah saat Anda tidak memuji karena anak tidak memperoleh sesuatu yang bisa membuatnya merasa nyaman.

4. Diberikan pada perilaku yang salah, memotivasi anak untuk berperilaku salah. 5. Untuk membandingkan dengan anak lain. ³Pintar. Kamu lebih pintar dari si X lho.´
PENGERTIAN MOTIVASI Motif berasal dari bahasa Latin movere yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya to move . Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif juga membantu kita membuat prediksi tentang perilaku. Jika kita menyimpulkan motif dari contoh perilaku seseorang, dan jika kesimpulan kita itu benar, kita ada dalam posisi yang baik untuk membuat prediksi tentang apa yang akan dilakukan orang di masa yang akan datang. Seseorang yang memiliki dorongan yang kuat untuk menyakiti orang lain, akan menunjukan kekejaman dalam banyak situasi yang berbeda, seseorang yang cenderung memiliki motif berteman akan mencari teman itu dalam banyak situasi. Jadi, ketika motif tidak memberitahu kita apa yang sebenarnya terjadi, mereka memberi kita suatu gagasan/ ide tentang serangkaian halhal yang ingin dilakukan seseorang. Seseorang dengan suatu kebutuhan untuk berprestasi akan bekerja keras di sekolah, di bisnis, dalam permainan, dan dalam banyak situasi. Motif adalah keadaan umum yang membuat kita dapat memprediksi perilaku dalam banyak situasi yang berbeda. Motif tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan factor- factor lain, baik factor eksternal (contohnya seperti, mahasiswa yang rajin belajar agar dapat cepat lulus dengan IPK yang baik), maupun factor internal (contohnya seperti, rasa lapar ingin makan, rasa haus ingin minum). Hal tersebut menunjukan bahwa perilaku itu didorong dan diarahkan ke tujuan. Biasanya individu yang menunjukan perilaku yang ingin mencapai suatu tujuan tersebut biasanya cenderung untuk menetap. Suatu istilah yang menunjuk ke kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan perilaku yang tetap ke arah tujuan tertentu disebut motivasi . Menurut Walgito, motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong

perilaku ke arah tujuan. Menurut walgito motivasi mengandung 3 (tiga) aspek, yaitu : a. Keadaan yang mendorong dan kesiapan bergerak dalam diri individu yang timbul karena kebutuhan jasmani, keadaan lingkungan, dan keadaan mental. b. Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan tersebut. c. Sasaran dan tujuan yang dikejar oleh perilaku tersebut. Sedangkan menurut Plotnik, motivasi mengacu pada berbagai factor fisiologi dan psikologi yang menyebabkan seseorang melakukan aktivitas dengan cara yang spesifik pada waktu tertentu. Seseorang yang termotivasi menunjukan 3 (tiga) cirri sebagai berikut : a. Anda terdorong berbuat atau melaksanakan sesuatu kegiatan. b. Anda langsung mengarahkan energy anda untuk mencapai suatu tujuan tertentu. c. Anda mempunyai intensitas perasaan- perasaan yang berbeda tentang pencapaian tujuan itu. B. TEORI TENTANG MOTIVASI Teori motivasi berupaya untuk memberi serangkaian prinsip- prinsip untuk memberikan petunjuk pemahaman kita tentang dorongan, keinginan, kebutuhan, usaha, dan tujuan yang datang dari motivasi. a. Teori Drive Teori drive bisa diuraikan sebagai teori- teori dorongan tentang motivasi , perilaku didorong ke arah tujuan oleh keadaan- keadaan yang mendorong dalam diri seseorang atau binatang. Secara umum teori drive mengatakan hal berikut, ketika suatu kedaaan dorongan internal muncul, individu didorong untuk mengaturnya dalam perilaku yang akan mengarah ke tujuan yang mengurangi intensitas keadaan yang mendorong, pada manusia dapat mencapai tujuan yang memadai yang mengurangi keadaan dorongan apabila dapat menyenangkan atau memuaskan. b. Teori- teori Insentif Teori Insentif justru merupakan teori kebalikan dari teori drive, teori insentif adalah teori- teori dorongan tentang motivasi, karena cirri- cirri tertentu yang dimiliki, objek tujuan mendorong perilaku ke arah tujuan tersebut. Objek- objek tujuan yang memotivasi perilaku dikenal sebagai insentif. Satu bagian penting dari banyak teori insentif adalah bahwa individu- individu mengharapkan kesenangan dari pencapaian dari apa yang mereka sebut insentif positive dan dari penginderaan dari apa yang disebut insentif negative. Ide dasar dibelakang teori insentif motivation adalah bahwa cirri stimulus dari tujuan kadang dapat memicu suatu perilaku motivasi. c. Teori Oponen Proses Dasar dari teori ini adalah pengamatan bahwa banyak keadaan emosi- emosi diikuti oleh keadaan yang bertentangan atau berlawanan. Teori ini memberikan suatu cara berfikir tentang dasar dari beberapa motif yang dipelajari. Seperti contoh, pecandu heroin memerlukan suatu kebutuhan obat untuk tetap mempertahankan keadaan yang tidak menyenangkan bila berhenti. Dapat disimpulkan bahwa beberapa orang memerlukan suatu kebutuhan untuk sensasi supaya mendapat pengalaman setelah bahaya lewat. d. Teori Tingkat optimal Teori ini mungkin dapat disebut just right theory (teori yang baik- baik saja). Individu dimotivasi untuk berperilaku dalam suatu cara untuk mencapai tingkat dorongan (arousal) yang optimal. Maksudnya, jika dorongan itu terlalu rendah, seseorang akan mencari situasi atau stimulus yang menaikan dorongan itu, namun jika dorongan itu terlalu tinggi perilaku akan diarahkan ke arah penurunan dorongan sehingga akan mendapat hasil tingkat yang optimal.

Kita tidak harus sadar akan motivasi kita. JENIS. Sumber motivasi lapar adalah kontrak otot perut yang menjadi signal untuk perasaan lapar dan juga hypothalamus yaitu merupakan bagian dari otak yang secara kritis terlibat dalam motivasi lapar dan dalam sejumlah motif biologis lain. EKSPLANASI. Haus dimunculkan dan kita akan minum untuk membasahi sel. osmoreseptor (bagian dalam/depan dari hypothalamus yang menghasilkan impulsimpuls syaraf ketika mengalami dehidrasi). tanda. Orang yang mengenal motivasi dapat menjelaskan mengapa anda berperilaku dengan cara tertentu. MOTIF SEBAGAI INFERENSI. Motif sebagai Inferensi Motif tidak dapat diamati secara langsung. Motif sebagai Eksplanasi Motif juga bisa berfungsi sebagai alat untuk melakukan penjelasan (explanation) mengenai perilaku. yang merupakan konsep utama dalam teori psikoanalisis. dan volume darah telah menurun. Motivasi Haus Factor. dapat dimengerti bahwa lapar adalah motif proses primer yang diperlukan untuk hidup.depletion hypothesis. tubuh kehilangan air.JENIS MOTIVASI a. Jadi. oranglain dapat menyimpulkan tentang motivasi kita walaupun kita sendiri tidak menyadarinya. PREDIKTOR a. D. Tubuh memiliki seperangkat proses hemeostatis internal yang kompleks untuk mengatur tingkat cairan dan perilaku minum. Apabila seseorang dapat menyimpulkan dengan benar motif seseorang maka ia dapat memprediksikan perilakunya di masa yang akan datang.factor stimulus memainkan peran yang sangat besar dalam memprakarsai minum.factor internal saja.C.tanda dab bau makanan yang lezat dapat mengarahkan meskipun keadaan kebutuhan internal tidak ada. Bagaimana kedua mekanisme itu bekerja yang akan menghasilkan keringat. b. Karenanya para psikolog kepribadian dan klinis memberi tekanan begitu besar pada motivasi. yang mengatur penghilangan air melalui ginjal. Motivasi Seksual Motivasi seksual adalah social karena motivasi ini melibatkan oranglain. Kebanyakan penjelasan yang kita berikan setiap hari berkaitan dengan motivasi. Motivasi lapar dan makan diaktifkan bukan hanya oleh factor. Seks dalam psikologi .sel dan mengembalikan volume darah ke tingkat normal. Motif sebagai Prediktor Motif juga berfungsi untuk membantu melakukan prediksi tentang perilaku. Perilaku tersebut dapat didorong oleh motivasi yang tidak disadari (unconscious motivation). Motivasi Lapar proses biologis yang menopang hidup memperoleh energy mereka dan substansi kimia dari makanan. Motif seseorang dapat diketahui dari apa yang dikatakan dan apa yang dilakukannya. Motivasi Biologis Motivasi biologis secara luas adalah berakar dari fisiologis dari tubuh. c. tetapi tidak dapat diketahui atau disimpulkan (inferenced) dari perilaku. Cellular dehydration dan hypovolemia menyumbang pada haus dan minum disebut double. Tingkat air dalam tubuh dipelihara oleh kejadian fisiologis dalam beberapa hormone yaitu hormone antidiuretic (ADH). Keadaan motif biologis ditimbulkan oleh hilangnya keseimbangan dan perilaku yang di motivasi didorong oleh hemeostatis yang tidak seimbang membantu memulihkan kondisi seimbang.

Kebutuhan Berfaliasi Afiliasi menunjukan bahwa seseorang mempunyai kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain. Kedua. dan berusaha mempertahankan hubungan yang telah dibina dengan orang lain tersebut.zat tertentu dalam tubuh. sebab dan daya penggerak. cara berpakaian dan wewangian orang lain.dipercayai sebagai bagian yang penting dari kehidupan emosi kita. Dengan demikian dpat dikatakan bahwa untuk memprediksikan kinerja seseorang perlu diketahui dulu n-achievementnya. Ketiga. dan tidak cenderung membina dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. Disebut social karena dipelajari dalam kelompok dan biasanya melibatkan orang lain. yang pertama bahwa seks bukan diperlukan untuk mempertahankan hidup individu. Manusia yang secara hormonal siap digetarkan secara seksual oleh perkataan oranglain. perilaku seksual tidak ditimbulkan oleh kurangnya zat. dan dengan demikian akan terlihat kemampuan berprestasinya. Seks mempunyai ciri yang terangkai sebagai bagian dari dorongan biologis. Penelitian menunjukan bahwa orang yang mempunyai n-achievement tinggi. motivasi seksual mungkin lebih dipengaruhi oleh informasi pancaindera dari lingkungan. mengendalikan atau memerintah orang lain. tetapi juga dapat memberi kita penderitaan yang dalam dan menyebabkan kita terlibat dalam berbagai keputusan sulit. Motif adalah ³keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk beraktivitas gun amencapai suatu tujuan yang diharapkan ³(Suryabrata. Kebutuhan Akan Kekuasaan Kebutuhan ini timbul dan berkembang dalam interaksi social. kecuali bahwa seks diperlukan untuk kelangsungan hidup spesies itu. yang merupakan sumber dari banyak tindakan manusia. Menurt Mc Clelland terdapat 3 (tiga) jenis motif social. seks dapat menimbulkan kenikmatan intens. 2011 >Motivasi berasal dari bahasa Inggeris yaitu motivasion artinya dorongan. akan mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang n-achievment nya rendah. Pengertian Motivasi Oleh : Deni Arisandi Pada: March 16th. Jadi seseorang yang melakukan aktivitas seperti halnya aktivitas . Kata kerjanya adalah to motive yang berarti mendorong. Hal serupa cmengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu untuk tujuan teetentu pula. pengalasan dan motivasi. Orang yang mempunyai power needs tinggi suka melakukan control. Orang yang mempunyai kebutuhan ini akan meningatkan kinerjanya. 1984: 33). setidaknya pada binatang tingkat tinggi. Motivasi merupakan salah satu faktor psikologis yang sangat mempengaruhi dalam melakukan suatu aktivitas. Motif Sosial Motif social adalah keadaan motif yang kompleks. suara. Dengan kata lain kebanyakan perilaku seksual dihidupkan oleh stimulus yang bertindak sebagai intensif atau penguat. yaitu : Kebutuhan Berprestasi Kebutuhan ini merupakan motif social yang dipelajari secara mendetail. Sebaliknya orang yang kebutuhan afisiasinya rendah segan untuk mencari teman. gaya. Orang yang kuat kebutuhan afiliasinya akan selalu mencari teman. wajah. b. atau kebutuhan yang kompleks.

masyarakat dan pemerintah. tertarik pada mata pelajaran mempunyai antusias tinggi. Motif adalah dorongan. terutama digunakan untuk menyebut motif-motif dasar.. 2) satu dorongan (drive). sedangkan motivasi intrinsik ialah motivasi yang berasl dari dalam diri tampa adanya ransangan dari luar. merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan proses belajar. memusatkan perhatian. Hal seperti di atas dapat ditanamkan pada diri anak . karena dengan adanya motivasi maka seseorang akan lebih bersemangat. Anak yang memilki motifasi yang tinggi dalam belajar sedikit yang tertinggal belajarnya dan sedikit pulamelakukan kesalahan dalam belajarnya. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar diri. kebiasan dan moralnya selalu dalam kontrol dan selalu mengingat dan mengulang pelajarannya. y Pengembangan Motivasi Dalam proses belajar perlu diperhatikan apa yang dapat mendorong anak agar dapat belajar dengan baik dan memiliki motivasi berpikir.. 1981: 31) sebagai berikut : tertarik pada guru artinya tidak membenci atau acuh.belajar supaya behasil dengan tujuan yang ingin dicapainya perlu memperhatikan dan selalu mengembangkan motivasi dalam dirinya. Menurut Prayitno (1989: 10) ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi.. ingin identitas dirinya diketahui orang lain. Motivasi belajar memegang peranan yang penting dalam memberikan gairah. Ada beberapa ciri anak yang memilki motivasi belajar tinggi hal ini dapat diketahui melalui proses belajar di kelas.. Secara garis besar. Pendidikan anak diawali dari pendidikan keluarga yang merupakan lembaga . sebagaimana yang dikemukakan oleh Brown (Tirtahardja. sehingga tujuan dan harapan dapat terkabulkan. Tulisan yg berhubungan dg Pengertian Motivasi y Fungsi Motivasi Pentingnya motivasi bagi seseorang dalam melakukan sesuatu tidak dapat dipungkiri lagi.. sedang motivasi . y Pengertian Motif Motif adalah 1)kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force) sehingga motif sama dengan motivasi. Sebaliknya seseorang yang melakukan . tidak cepat berputus asa jika menghadapi suatu masalah dan bekerja. sehingga motif berbeda dengan motivasi. berusaha memperoleh hasil yang maksimal. yaitu ³faktor instrinsik dan ekstrinsik´. y Peranan Keluarga dalam perkembangan anak Pendidikan anak perlu mendapat perhatian dari keluarga.. motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi ekstrinsik. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga memiliki kemauan yang tinggi serta energi yang banyak untuk belajar. selalu bergabung dengan kelompok belajar di kelas.

dan personalitinya. Apakah kepekaan mereka yang paling utama? Adakah mereka sukakan gambar-gambar atau membaca? Jika demikian. Sehingga mencapai umur 12 tahun. Ini juga bermakna bahawa kanak-kanak mesti berada pada tahap yang betul sebelum mereka bersedia mempelajari sesuatu. kanak-kanak yang lebih kecil bersedia untuk belajar konsep nombor. Artikel ini akan menerangkan tentang beberapa gaya pembelajaran kanak-kanak untuk anda baca dan kemudian membuat penilaian terhadap anak anda. gaya pembelajaran. Sebagai lembaga pendidikan yang utama dan pertama maka keluarga merupakan peletak dasar atau pundamen bagi . warna dan bentuk tetapi tidak bersedia untuk belajar perkaraperkara abstrak seperti tatabahasa dan sebagainya. Selepas berumur 7 tahun. gambar. Misalnya.pendidikan yang utama dan pertama. bagi kanak-kanak kecil kita perlu untuk 'personalise' dan memberikan contoh-contoh yang mempunyai kaitan dengan diri mereka sementara kanakkanak yang lebih berumur memerlukan bantuan dalam membangunkan kepekaan diri terhadap dunia di sekeliling mereka. Pelajar jenis apakah anak-anak anda? y Adalah penting untuk anda mengambil tahu dan memahami bagaimana anakanak anda dapat belajar dengan cara yang lebih baik atau dengan cara yang ia paling suka. Ia diharap dapat membantu anda memilih aktiviti dan kaedah yang paling sesuai untuk pembelajaran anak-anak anda.. anda bolehlah menggalakkan anak-anak anda menggunakan lukisan. y Cara memotivasi anak untuk belajar di lingkungan keluarga Cara orang tua dalam mendidik anaknya sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar anaknya. Sebahagian kanak-kanak suka mendengar kepada penerangan dan membaca dengan kuat. Kanak-kanak Melalui Peringkat Pembelajaran yang Berbeza y y Seorang bayi belajar mengenal dunia dengan memberikan reaksi terhadap input yang dirasai melalui derianya. Keluarga yang sehat.. Pendahuluan Anak anda adalah salah seorang daripada berjuta kanak-kanak di dunia yang memiliki sifat unik yang membezakannya dengan kanak-kanak yang lain. namun ia masih bepusat kepada dirinya sendiri (self-centred).. Cara terbaik pembelajaran seseorang kanak-kanak itu bergantung kepada banyak faktor: umur. kanak-kanak biasanya akan menjadi kurang selfcentred dan boleh melihat di luar daripada dirinya. 1995: 61) yang menyatakan bahwa : Keluarga adalah merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama. y Ini bermakna. kebanyakan kanak-kanak boleh mula menaakul dan menguji idea-ideanya mengenai dunia. Anda boleh menggunakan pembacaan cerita untuk menggalakkan y . peta dan gambarajah sebagai sebahagian daripada bahan pembelajaran mereka. Daripada umur 2 sehingga 7 tahun kanak-kanak akan mula membina kebolehan untuk mencari sebab dan berfikir.. hal ini diperrtegas oleh Sutjipto Wirodjojo (Slamet. besar .

minat dan motivasi akan membolehkan kanak-kanak mengatasi masalah kesukaran untuk belajar membaca bahan bahasa Inggeris itu. meletakkan benda-benda mengikut sususan atau kategori dan juga permainan komputer (computer games) menyediakan peluang pembelajaran yang ideal. pembacaan cerita atau mungkin dengan kaedah menari bersama mereka! Jika anak anda seorang yang pendiam. Sementara bagi anak yang jenis pendiam. aktiviti seperti permainan teka-teki 'word puzzles'. dapatkanlah buku tentang bolasepak dalam bahasa Inggeris. ia lebih perlukan privasi. jika anak anda meminati bolasepak. pembelajaran perlulah dalam keadaan yang seronok dan tidak memberikan tekanan (stressfree). mempunyai kosakata yang baik dan boleh membaca dengan baik. Dalam banyak keadaan. . keadaan yang lebih senyap dan tenang untuknya mempelajari sesuatu bahasa. belajar secara berkumpulan dengan kanak-kanak lain mungkin lebih baik baginya. y Memotivasikan Anak Anda y Untuk mewujudkan motivasi dalam diri seseorang kanak-kanak. Salah satu cara yang anda boleh lakukan ialah dengan membacakan cerita dalam bahasa Inggeris ketika ia hendak tidur. 'reading and writing puzzles'. Jika anak anda jenis yang mudah mesra. Sebagai contoh. Anda boleh menggunakan permainan (game) untuk menggalakkan mereka bergerak. 'crosswords' dan carian perkataan sesuai digunakan untuk menggalakkan mereka belajar. y y Terdapat sebahagian kanak-kanak lebih pendiam dan lebih reflektif. Kebanyakan kanak-kanak memang seronok belajar melalui nyanyian dan lagu. Mereka belajar dengan cara mendengar dan memerhati apa yang berlaku. Kanak-kanak jenis ini tidak suka melakukan kesilapan dan tidak akan memulakan sesuatu perkara atau tindakan sehinggalah mereka mendapat kepastian. dia biasanya akan gemar untuk membaca cerita mengenai bolasepak walaupun tahap bahan cerita itu sukar sedikit. Galakkan anak anda untuk menuruti kehendak dan minatnya sendiri.y y y pembelajaran bagi kanak-kanak jenis ini. Untuk kanak-kanak seperti ini. oleh Apakah jenis interaksi yang disukai anak anda? y Terdapat sebahagian kanak-kanak mudah mesra. penyelesaian masalah (problem-solving). Kanak-kanak jenis ini tidak takut untuk membuat kesilapan. Terdapat kanak-kanak yang memerlukan penerangan yang terang dan jelas mengenai peraturan (rules) dan corak (patterns) dan dalam masa yang sama mereka ini baik dalam menguasai matematik. Adakah anak-anak anda suka untuk menyentuh benda dan bergerak bebas? Ada sebahagian kanak-kanak yang kelihatan sangat bertenaga dan lincah. permainan seperti 'word games'. Jadi. mampu bersosial dengan baik dan boleh belajar sesuatu bahasa dengan cepat kerana mereka hendak berkomunikasi.

sewaktu anda membuat aktiviti dengan anak anda. Jadi. Lagu dan muzik bahasa Inggeris. Anda boleh menyemak apa yang mereka perlu lakukan untuk 'homework' dan tetapkan masa untuk anak anda lakukan setiap hari. Jangan menyentuh setiap satu kesilapan tatabahasa. Kanakkanak biasanya suka untuk mengulang lagu atau cerita yang sama kerana pengulangan mampu memberikan mereka rasa keyakinan. Rutin dan Pengulangan y Kanak-kanak perlu mengulangi sesuatu bahasa sebanyak yang mungkin agar bahasa tersebut dapat 'melekat' padanya. Membetulkan Kesilapan Anak Anda y Kanak-kanak akan memberikan maklumbalas yang baik jika diberikan galakan dan pujian. anak anda akan tahu bahawa apa yang ia lakukan itu betul dan baik dan biarkan mereka tahu perkara tersebut. galakkan anak anda menggunakan bahasa Inggeris untuk berkomunikasi. jangan gusar untuk mengulang bahan yang anak anda gunakan untuk belajar bahasa Inggeris berkali-kali. y . Dengan memberikan pujian dan galakan. tajuk atau set perkataan. Biarkan mereka mengulang sesuatu aktiviti. Membuat silap adalah suatu perkara yang lumrah apabila belajar bahasa Inggeris. sebarang jenis permainan (game) terutamanya permainan komputer dapat memotivasikan seseorang kanak-kanak. Jangan banyak sangat mengkritik anak anda apabila mereka membuat silap. Oleh yang demikian. pastikan anda berhenti sebentar untuk rehat ataupun tukar kepada aktiviti yang lain apabila anak anda dilihat mula bosan atau menunjukkan kenakalannya. Sebaliknya. Berapa lama anak anda boleh memberikan tumpuan? y Kanak-kanak biasanya hanya mampu memberikan tumpuan untuk jangkamasa yang pendek. misalnya menggunakan flash card.y Cubalah anda sediakan pelbagai aktiviti menarik untuk anak-anak anda belajar bahasa Inggeris. Mengadakan rutin yang tetap untuk sesuatu kerja rumah (homework) juga adalah penting. video dan DVD. rancangan TV dalam bahasa Inggeris untuk kanak-kanak. ataupun membuat gerakerja tertentu menggunakan buku atau kertas.

.

.

3. Anak belajar melalui bermain. Karakteristik cara belajar anak merupakan fenomena yang harus dipahami dan dijadikan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran untuk anak usia dini. menarik. Karakteristik Cara Belajar Anak Usia Dini Anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang dewasa dalam berperilaku. B. Brener. (2009: 6. 5. Anak memiliki daya perhatian yang pendek. 7. 9. 3. Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini. dan fungsional. 2. Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman. 4. Anak masih mudah frustrasi.. 8. Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak. 1. Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. 6. 12. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). Dengan demikian dalam hal belajar anak juga memiliki karakteristik yang tidak sama pula dengan orang dewasa. Anak belajar secara alamiah. Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya.12) adalah : 1. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono. Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal.12 ± 1. 4.13) sebagai berikut. bermakna.STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK ANAK USIA DINI A. Anak umumnya kaya dengan fantasi. 10. 2. . Anak mengekspresikan perilakunya secara relative spontan. Anak bersifat unik.9 ± 6. khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple. Anak bersifat aktif dan enerjik. Hakikat Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14). 2005: 1. 11. Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. 2009: 7). serta Kellough (dalam Masitoh dkk. Adapun karakterisktik cara belajar anak menurut Masitoh dkk. Anak belajar paling baik jika apa yang dipelajarinya mempertimbangkan keseluruhan aspek pengembangan. Anak itu egosentris. Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial.

Manusia merupakan makhluk individu. 20056.C.3). faktor budaya yang melingkupinya. Atas dasar pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa pembelajaran untuk anak usia dini memiliki karakteristik sebagai berikut. serta kegiatan belajar tersebut menantang untuk dilakukan anak di usia tersebut. d.. pada dasarnya adalah pengembangan kurikulum secara konkret berupa seperangkat rencana yang berisi sejumlah pengalaman belajar melalui bermain yang diberikan pada anak usia dini berdasarkan potensi dan tugas perkembangan yang harus dikuasainya dalam rangka pencapaian kompetensi yang harus dimiliki oleh anak. Karakteristik Pembelajaran untuk Anak Usia Dini Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini. Belajar. tempat berlangsungnya kegiatan belajar.12). yaitu: a. artinya pembelajaran harus diminati. D. Pembelajaran untuk anak usia dini diwujudkan sedemikian rupa sehingga dapat membuat anak aktif. bebas memilih. karakteristik tujuan pembelajaran. E. Dalam belajar. Ada bermacam-macam strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru Taman Kanak-kanak.3). 2009: 138). pembelajaran berorientasi perkembangan harus mempertimbangkan konteks sosial budaya anak. Untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang bermakna. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran di Taman Kanak-kanak . Anak-anak belajar melalui interaksi dengan alat-alat permainan dan perlengkapan serta manusia. bermain. karakteristik anak dan cara belajarnya. menerapkan.. anak menggunakan seluruh alat inderanya. guru hendaknya melihat anak dalam konteks keluarga. berinteraksi. 2005: 133). dan 3) berorientasi pada konteks social budaya (Masitoh dkk. Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor penting. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan mengacu pada tiga hal penting. dan bernyanyi (Slamet Suyanto. b. serta e. 2. Perbedaan individual juga harus manjadi pertimbangan guru dalam merancang. pola kegiatan (Masitoh dkk. dan memenuhi harapan anak. yaitu : 1) berorientasi pada usia yang tepat. bermain. menurut Sujiono dan Sujiono (Yuliani Nurani Sujiono. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan harus sesuai dengan tingkat usia anak. Hasil belajar anak menjadi lebih baik jika kegiatan belajar dilakukan dengan teman sebayanya. 2) berorientasi pada individu yang tepat. 1. masyarakat. tema pembelajaran. Selain berorientasi pada usia dan individu yang tepat. 2005: 3.. 2005: 6. Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran sebagai segala usaha guru dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Masitoh dkk. kemampuan yang diharapkan dapat dicapai. c. dan bernyanyi Pembelajaran untuk anak usia dini menggunakan prinsip belajar. Anak belajar dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan. senang. mengevaluasi kegiatan.

afektif. social. y y y y y y Prakarsa kegiatan tumbuh dari anak. dan f) macam-macam boneka.. misalnya. Guru mendampingi siswa. 3) Review / recall Setelah anak-anak selesai melakukan aktivitasnya. Bermain merupakan aktivitas yang menyatu dengan dunia anak.5 ± 8. atau memecahkan masalah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. b) model buah-buahan. Strategi Pembelajaran Melalui Bermain a. Guru. 2) Tahap bekerja (work time) Setelah memilih kegiatan yang akan dilakukannya. mereka kemudian diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya secara langsung. Anak menggunakan otot kasarnya.6). Dengan bermain akan mengalami suatu proses yang menarahkan pada perkembangan kemampuan manusiawinya. d) buku-buku cerita. Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung dengan objek. kognitif. b. yang di dalamnya terkandung bermacammacam fungsi seperti pengembangan kemampuan fisik motorik. Anak juga merupakan makhluk yang aktif. anak kemudian dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dipilih. menyediakan alat-alat bermain yang terdiri dari : a) balok-balok kayu. Anak mentransformasi dan menggabungkan bahan-bahan. bermain. e) peralatan menggambar. Rasional strategi pembelajaran melalui bermain Bermain merupakan kebutuhan anak. 1) Tahap merencanakan (planning time) Pada tahap ini guru member kesempatan kepada anak-anak untuk merencanakan kegiatan yang akan dilakukannya. memberikan dkungan dan siap memberikan bimbingan jika anak membutuhkan.1. Pada tahap ini guru berusaha agar ana-anak mengungkapkan perasaannya dengan tepat. Sintaks pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak terdiri dari 3 tahap utama. dst. Pada tahap ini anak mulai bekerja. Pendekatan yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak Anak merupakan individu yang sedang tumbuh dan berkembang. tahap bekerja. Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh inderanya. Karakteristik pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut (Masitoh dkk. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Anak a. 2005: 8. yaitu : tahap merencanakan. . Atas dasar fakta tersebut maka dikembangkan strategi pembelajaran berdasarkan: 1) pendekatan perkembangan dan 2) pendekatan belajar aktif. dan tahap review. c) alat-alat transportasi. 2. c. Anak memilih bahan-bahan dan memutuskan apa yang akan dikerjakan.

nilainilai moral dan keagamaan. dsb. membuat.6) mengidentifikasi manfaat cerita bagi anak TK. b) dengan bimbingan guru..b. Masitoh dkk.. misalnya di rumah. . Kegiatan bercerita juga memberikan sejumlah pengetahuan social. Rasional strategi pembelajaran melalui bercerita Pencapaian tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak dapat ditempuh dengan strategi pembelajaran melalui bercerita. b) Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang diperlukan. 2) Tahap bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan berikut : a) semua anak menuju tempat yang sudah disediakan untuk bermain. Pembelajaran dengan bercerita memberikan memberikan pengalaman belajar untuk mendengarkan. misalnya membuat istana. d) menekankan petingnya kerja sama. bendera kecil. Guru dapat memanfaatkan kegiatan bercerita untuk menanamkan nilainilai positif pada anak. dan d) anak-anak mencuci tangan. yaitu: tahap prabermain. menara. dan tahap penutup. peserta permainan mulai melakukan tugasnya masing-masing. Strategi Pembelajaran Melalui bercerita a. dsb. 3) Tahap penutup Tahap penutup dari strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari kegiatan-kegiatan : a) menarik perhatian dan membangkitkan minat anak tentang aspek-aspek penting dalam membangun sesuatu. c) setelah kegiatan selesai setiap anak menata kembali bahan dan peralatan permainannya. b) menghubungkan pengalaman anak dalam bermain yang baru saja dilakukan dengan pengalaman lain. 1) Tahap prabermain Tahap prabermain terdiri dari dua macam kegiatan persiapan : kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain dan kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan. dst. (3) guru menawarkan tugas kepada masing-masing anak. ember. yaitu sebagai berikut. seperti mengulas bentuk-bentuk geometris yang dibentuk anak. dan (4) guru memperjelas apa yang harus dilakukan oleh setiap anak dalam melakukan tugasnya. misalnya menyiapkan bak pasir. a) Kegiatan penyiapan siswa terdiri dari : (1) guru menyampaikan tujuan kegiatan bermain kepada para siswa. 3. y y y y Bagi anak TK mendengarkan cerita yang menarik dan dekat dengan lingkungannya merupakan kegiatan yang mengasyikkan. tahap bermain. Sintaks pembelajaran melalui bermain Strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari 3 langkah utama. (2) guru menyampaikan aturan-aturan yang harus diikuti dalam kegiatan bermain. (2005: 10. c) menunjukkan aspek-aspek penting dalam bekerja secara kelompok.

dan 8) bernyanyi dapat meningkatkan keeratan dalam sebuah kelompok. Langkahlangkah dimaksud adalah sebagai berikut. mengatur tempat duduk. b. 1) Menetapkan tujuan dan tema cerita. menggunakan papan flannel.y y Dengan dengan mendengarkan cerita anak dimungkinkan untk mengembangkan kemampuan kognitif. 3) Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita sesuai dengan bentuk bercerita yang dipilih. Rasional strategi pembelajaran melalui bernyanyi Honig. . Strategi Pembelajaran Melalui Bernyanyi a. 6) bernyanyi dapat mengembangkan rasa humor. dst. 4) bernyanyi dapat membantu membangun rasa percaya diri anak. menetapkan teknik bertutur. afektif. dan bermacam layanan jasa yang ingin disumbangkan anak kepada masyarakat. yang terdiri dari: y y y y y y menyampaikan tujuan dan tema cerita. misalnya bercerita dengan membaca langsung dari buku cerita. 5) bernyanyi dapat membantu daya ingat anak. 3) bernyanyi merupakan media untuk mengekspresikan perasaan. 5) Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dilaksanakan penilaian dengan cara mengajukan pertanyaanpertanyaan yang berhubungan dengan isi cerita untuk mengembangkan pemahaman anak aka isi cerita yang telah didengarkan. Sintaks pembelajaran melalui bercerita Strategi pembelajaran melalui bercerita terdiri dari 5 langkah. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. dalam Masitoh dkk. mengembangkan cerita. 7) bernyanyi dapat membantu pengembangan keterampilan berpikir dan kemampuan motorik anak. melaksanaan kegiatan pembukaan. 4. 2) bernyanyi dapat dipakai untuk mengatasi kecemasan. menggunakan gambar-gambar. (2005: 11. 4) Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita.3) menyatakan bahwa bernyanyi memiliki banyak manfaat untuk praktik pendidikan anak dan pengembangan pribadinya secara luas karena : 1) bernyanyi bersifat menyenangkan. 2) Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. dan psikomotorik. Membantu anak untuk membangun bermacam-macam peran yang mungkin dipilih anak.

Berbagai kemampuan yang dimiliki oleh anak dapat berkembang jika ada stimulasi untuk hal tersebut. 5) memadukan berbagai bidang pengembangan.10). 3) Tahap penilaian. b. 10) tema dapat diperluas. 7) memiliki potensi untuk dilaksanakan melalui proyek oleh anak. yaitu dengan melakukan gerakan menunjuk organ-organ tubuh yang ada dalam lirik lagu. d. 2005: 12. Rasional strategi pembelajaran terpadu Anak adalah makhluk seutuhnya. pembelajaran yang mengintegrasikan ke dalam semua bidang kurikulum atau bidang-bidang pengembangan. (c) menetapkan metode dan teknik pembelajaran. 3) mengintegrasikan isi dan proses belajar. 2005: 12. dan (d) menetapkan evaluasi pembelajaran. berupa pelaksanaan apa saja yang telah direncanakan. 4) melibatkan penemuan aktif. 2) sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. yang terdiri dari: (a) kegiatan awal : guru memperkenalkan lagu yang akan dinyanyikan bersama dan memberi contoh bagaimana seharusnya lagu itu dinyanyikan serta memberikan arahan bagaimana bunyi tepuk tangan yang mengiringinya. berbagai kemampuan anak yang ada pada anak diharapkan dapat berkembangan secara optimal. (b) penetapan materi pembelajaran. 1) Tahap perencanaan.. misalnya lagu Dua Mata Saya.b. terdiri dari: (a) penetapkan tujuan pembelajaran. c. 2) Tahap pelaksanaan. Strategi Pembelajaran Terpadu a. 6) kegiatan belajar bervariasi. Prinsip-prinsip strategi pembelajaran terpadu Strategi pembelajaran terpadu direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip: 1) berorientasi pada perkembangan anak. Karakteristik strategi pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu memiliki karakteristik : 1) dilakukan melalui kegiatan pengalaman langsung. 2) berkaitan dengan pengalaman nyata anak.. yang memiliki berbagai aspek kemampuan. Manfaat strategi pembelajaran terpadu .10). dan 11) direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak (Masitoh dkk. 9) melibatkan anggota keluarga anak. dilakukan dengan memakai pedoman observasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang telah dicapai anak secara individual maupun kelompok. Dengan pembelajaran terpadu. 5) menghargai perbedaan individu. 3) memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan semua pemikirannya. (b) Kegiatan tambahan : anak diajak mendramatisasikan lagu. 8) waktu pelaksanaan fleksibel. misalnya pianika. (c) Kegiatan pengembangan : guru membantu anak untuk mengenal nada tinggi dan rendah dengan alat musik. dan 6) melibatkan orag tua atau keluarga untuk mengoptimalkan pembelajaran (Masitoh dkk. Sintaks pembelajaran melalui bernyanyi Strategi pembelajaran dengan bernyanyi terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut. 4) menggunakan bermain sebagai wahana belajar. 5. yang semuanya perlu dikembangkan.

dan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. dan (e) potensi proyek. e. yaitu: 1) meningkatkan perkembangan konsep anak. kemudian dijabarkan ke dalam bidang-bidang pengembangan dan kegiatan belajar yang lebih operasional. dan 4) dapat dilaksanakan pada jenjang program yang berbeda. pengorganisasian anak.20). (b) peristiwa khusus. waktu. Sintaks pembelajaran terpadu Prosedur pelaksanaan pembelajaran terpadu terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut (Masitoh dkk. Ada beberapa kriteria untuk pemilihan tema. 1) Memilih tema Pemilihan tema untuk pembelajaran terpadu dapat bersumber dari: (a) minat anak. 2) memungkinkan anak untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui berbagai kegiatan. (d) materi yang dimandatkan oleh lembaga. dan prinsip (principle).. (b) pengalaman langsung. fakta (fact). Pada saat proses berlangsung dilakukan pengamatan terhadap proses belajar yang dilakukan oleh anak. 5) Penilaian Penilaian dilakukan pada saat pelaksanaan dan pada akhir kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk mengamati proses dan kemajuan yang dicapai anak melalui kegiatan pembelajaran terpadu. 3) Perencanaan Perencanaan harus dibuat secara tertulis sehingga memudahkan guru untuk mengetahui langkah-langkah apa yang harus ditempuh. (c) keragaman dan keseimbangan dalam area kurikulum. 2) Penjabaran tema Tema yang sudah diplih harus dijabarkan ke dalam sub tema-sub tema dakan konsep-konsep yang didalamnya terkandung istilah (term). 3) membantu guru dan praktisi lainnya untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya. (d) ketersediaan alat-alat. utnuk semua tingkat usia. 4) Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan dilakukan dan dikembangkan kegiatan belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. dan (e) orang tua dan guru. dan penilaian yang akan dilakukan. . alat-permainan yang diperlukan. Tentukan tujuan pembelajaran. sumber rujukan. yaitu: (a) relevansi topik dengan karakteristik anak. 2005: 12.Ada beberapa manfaat dari strategi pembelajaran terpadu.19 ± 12. kegiatan belajar. (c) kejadian yang tidak diduga.

termasuk dalam pembelajaran untuk anak usia dini. Menyebutkan manfaat dari bercerita atau mendongeng 6. oleh karena itu pamong PAUD diharapkan dapat memilah dan memilih metode yang tepat. Satu hal yang harus disadari oleh setiap pamong PAUD adalah bahwa setiap metode pembelajaran selalu mempunyai kekuatan dan sekaligus kelemahan. Menjelaskan pengaruh bermain bagi perkembangan anak 4. Adapun karakteristik anak usia dini meliputi : setiap anak unik. Menyiapkan rancangan kegiatan karya wisata 7. . anak berkembang secara bertahap. Kompetensi Setelah mempelajarai uraian materi dalam kegiatan belajar ini. oleh karena itu merupakan langkah cerdas jika dalam pembelajaran.Pengertian dan Macam-macam Metode Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) A.Menjelaskan pijakan-pijakan yang ada dalam metode sentra dan lingkaran 1. Indikator Setelah mempelajari uraian materi dalam kegiatan belajar ini. anak belajar dari lingkungan. fisik (motorik halus dan kasar). Instrument ini sangat menentukan keberhasilan setiap proses belajar mengajar. Pendahuluan Metode pembelajaran merupakan salah satu instrumental input dalam setiap proses belajar mengajar yang menggunakan pendekatan IPO (Input Proses dan Output). dalam setiap pembelajaran PAUD. social-emosional dan seni. pamong PAUD menggabungkan beberapa metode. anak bukan miniatur orang dewasa. Menyebutkan jenis-jenis metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) 3. dalam arti sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan pembelajaran dan karakteristik anak usia dini. Menjelaskan pengertian metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) 2. yaitu pengembangan aspek moral dan nilai agama. Menjelaskan rancangan pembelajaran TANDUR 10. anak belajar dari pengalaman dan dunia anak adalah dunia bermain. pembelajaran. Anda diharapkan dapat : 1. . kognitif. Menyebutkan manfaat dari metode bercakap-cakap (dialog) 9. Menyiapkan rancangan kegiatan demonstrasi 8. sehingga dapat saling melengkapi. Menyebutkan langkah-langkah penerapan metode beenyanyi 5. Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan pembelajaran anak usia dini adalah pengembangan enam aspek. Anda diharapkan dapat mengerti dan memahami pengertian metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) dan jenis-jenisnya serta dapat menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) B.

timbul dari dalam dirinya. sehingga arti utamanya mungkin hilang. yaitu mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. bahwa setidaknya ada lima kriteria dalam bermain. Dari pengertian tersebut. metode dapat diartikan sebagai cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Jenis-Jenis Metode Pembelajaran PAUD Mengacu pada karakteristik tujuan pembelajaran dan karakteristik anak usia dini. 2003). secara sederhana dapat diartikan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang sistematis dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. Metode Bermain "Bermain" (play) merupakan istilah yang digunakan secara bebas. Menurut Harlock (1991). artinya kegiatan bermain merupakan tingkah laku yang menyenangkan atau menggembirakan. 3. Sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU sisdiknas. arti bermain yang tepat adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya. bermain bagi anak merupakan kegiatan yang utama dan lebih bersifat purapura. yaitu : (1) motivasi intrinsik. bersifat pura-pura. kelenturan ditunjukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. dan bersifat lentur. . metode yang tepat untuk pembelajaran anak usia dini diantaranya adalah : a. (4) cara/tujuan. merupakan kegiatan yang utama. tidak ada paksaan. tanpa mempertimbangkan hasil akhir. bukan karena adanya tuntutan atau paksaan. Dari dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa bermain bagi anak merupakan kegiatan yang menyenangkan. Pengertian Metode Pembelajaran PAUD Menurut kamus bahasa Indonesia.2. Bermain dilakukan sukarela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar atau kewajiban. Dalam konteks pendidikan anak usia dini. metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini. (3) bukan dikerjakan sambil lalu. tidak mengutamakan hasil. artinya kegiatan bermain dimotivasi dari dalam diri anak. mengutamakan cara dari pada tujuan. Sementara Dworetzky (1990) dalam Moeslichatoen (1999) memberikan batasan. (2) pengaruh positif. (5) kelenturan.

karena anak cenderung ingin tahu sehingga mungkin akan dibongkar. kasih sayang. Sebaiknya beraneka ragam. (5) sumber belajar. natural dan spiritual. 1985). kinestetik. kemanan. logic-matematik. sehingga anak bisa bereksplorasi dengan berbagai jenis mainan tersebut 4. Menarik. setidaknya ada 11 pengaruh bermain bagi perkembangan anak. Informasi apapun yang akan diberikan kepada anak. selalu dihabiskan untuk kegiatan bermain. dll. Tingkat kesulitannya hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. kenyamanan dan lain-lain. Aman atau tidak berbahaya bagi anak. Melalui kegiatan bermain inilah seluruh potensi kecerdasan yang dimiliki oleh anak dapat dikembangkan. Bermain bagi anak usia dini merupakan kegiatan yang utama dalam kehidupannya. maka alat permaianan yang digunakan sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut : 1. Jadi bermain bagi anak usia dini merupakan kebutuhan. visual-spasial. dibanting. seperti kebutuhan akan makan dan minum. dan dalam kondisi apa saja. musical. hendaknya dikemas dalam kegiatan bermain yang menyenangkan dan mengasyikkan. intrapersonal. seperti kecerdasan linguistic. mainan tidak harus membeli. bahwa bermain merupakan pekerjaan anak-anak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon & Browne. (8) belajar bermasyarakat. pakaian. dalam arti tidak mudah rusak. warna dan bahan 2. 1991). sama seperti kebutuhan yang lain. jadi tidak terlalu sulit dan tidak telalu mudah 5. jadi bukan pilihan orang lain 3. misalnya bentuk. (2) dorongan berkomunikasi. anak belajar melalui bermain dan bermain seraya belajar. yaitu : (1) perkembangan fisik. baik warna maupun bentuknya 7. di mana saja. sehingga ada sinyalemen yang menyatakan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. 6. namun dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita . (10) belajar bermain sesuai dengan peran jenis kelamin dan (11) perkembangan cirri kepribadian yang diinginkan (Harlock. Oleh karena itu dalam pendidikan anak usia dini metode bermain sifatnya adalah wajib adanya. interpersonal. (3) penyaluran bagi energi emosional yang terpendam. (7) perkembvangan wawasan diri. Murah. Berdasarkan minat anak .Ahli psikologi dan pendidik berpendapat. artinya seluruh waktu yang dimiliki anak. Bermain bagi anak sangat mempengaruhi perkembangannya. Untuk mencapai manfaat yang optimal. (9) standar moral. (4) penyaluran bagi keinginan dan kebutuhan. (6) rangsangan bagi kreativitas. Kuat. kapan saja. kesehatan.

kagum. 1. sebaiknya nyanyikan terlebih dahulu minimal tiga kali. Hampir setiap anak sangat menikmati lagu-lagu atau nyanyian yang didengarkan. pianika. Dengan bernyanyi potensi belahan otak kanan dapat dioptimalkan. Berikut ini beberapa contoh lagu yang sudah diganti syairnya. adalah : (1) mengandung nilai-nilai agama atau pesan-pesan yang positif. Dalam kegiatan bernyanyi ini akan lebih sempurna jika pamong PAUD dapat mengiringinya dengan alat-alat musik secara langsung. sehinggga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih lama mengendap di memori anak (ingatan jangka panjang). sesuai dengan pesan-pesan yang diinginkan. Melalui nyanyian atau lagu banyak hal yang dapat kita pesankan kepada anak-anak. lebih-lebih jika nyanyian tersebut dibawakan oleh anak-anak seusianya dan diikuti dengan gerakan-gerakan tubuh yang sederhana. menggairahkan. atau bahkan mungkin dapat menciptakan lagu-lagu baru. (4) bila perlu bagilah menjadi . seruling. (3) tidak terlalu panjang. Sebagai pamong PAUD dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. bila menciptakan lagu untuk anak-anak. terutama pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama. harmonika. menghilangkan rasa sedih. (3) bersama anak-anak nyanyikan lagi secara berulang-ulang. Lagu " balonku ada lima" diubah menjadi lagu "rukun Islam yang lima". sehingga pesan-pesan yang kita berikan akan lebih mudah dan lebih cepat diterima serta diserap oleh anak-anak. dengan demikian anak akan selalu ingat pesan-pesan yang diterimanya. organ. Pamong PAUD sangat mungkin dapat mengganti syair lagu anak-anak yang sudah ada menjadi syair baru yang disesuaiakan dengan pesan-pesan yang akan diberikan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan. (4) iramanya mudah dicerna dan (5) syair dan liriknya bisa melibatkan emosi anak (gembira. dalam arti sesuai dengan tema. Melalui kegiatan bernyanyi suasana pembelajaran akan lebih menyenangkan. gitar. Metode Bernyanyi Bernyanyi merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak. (2) bahasanya indah dan mudah dimengerti anak. dan lebih bersemangat. misalnya piano.b. semangat. dll). sehingga suasana akan lebih hidup dan lebih menyenangkan. (2) jika itu lagu baru (belum dikenal anak). Syairnya berubah sebagai berikut : Dalam menyanyikan lagu langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh seorang pamong PAUD antara lain adalah : (1) pilihlah lagu yang cocok. anak-anak merasa terhibur. situasi dan kondisi. biola. membuat anak bahagia. atau alat musik yang lain. termasuk dalam hal bernyanyi.

(5) pilihlah beberapa anak yang mungkin sudah hafal lagu itu untuk menyanyi secara individu. seperti binatang ternak. situasi dan kondisi anak-anak. dll. memberi semangat anak. (9) berlatih mendengarkan. Yang penting bagaimana cara mengemas cerita atau dongeng sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan suasana yang menyenangkan. menarik perhatian. Melalui cerita atau dongeng banyak hal tentang hidup dan kehidupan yang dapat kita informasikan kepada anak-anak. Begitu juga pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama dapat kita tanamkan kepada anak-anak melalui tokohtokoh yang ada dalam cerita atau dongeng tersebut. dll. c. memberi perasaan yang lucu. menimbulkan rasa ingin tahu. dinamis (tidak monoton). (3) melatih daya konsentrasi. bahkan dijadikan sebagai kebiasaan atau tradisi bagi para orangtua untuk menidurkan anak-anaknya.beberapa kelompok. dll. melibatkan anak baik secara emosi atau fisik. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan bercerita atau mendongeng antara lain adalah : (1) mengembangkan imajinasi anak. (2) menambah pengalaman. seperti pasar malam. (10) mengenal nilai-nilai yang positif dan negatif. meningkatkan gairah belajar. (11) menambah pengetahuan. sekolah atau masyarakat. maka sebaiknya tema-tema yang diangkat adalah tema-tema yang berkaitan erat dengan kehidupan anak-anak atau yang disukai oleh anak-anak. seperti aneka bunga. namun bisa juga disampaikan dengan membacakan buku cerita. . (8) mengembangkan emosi anak. Metode Bercerita (Mendongeng) Bercerita atau mendongeng merupakan warisan budaya yang sudah lama kita kenal. mengasyikkan. dll. (6) nyanyikan sekali lagi secara bersama-sama dan (7) ulangi lagi lagu tersebut pada hari yang lain. penuh ekspresi (tidak berlebihan). Agar cerita atau dongeng yang dismpaikan dapat dicerna dan diserap anak. oleh karena itu cerita atau dongeng tidak harus disampaikan secara lisan. dan setiap kelompok bernyanyi bersama kelompoknya. (3) tanaman. Oleh karena itu sebagai pamong PAUD hendaknya mempunyai inventaris buku-buku cerita yang sesuai dengan kehidupan dan perkambangan anak sebagai sumber cerita. Misalnya tema tentang : (1) kehidupan anak dalam keluarga. waktunya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak (tidak terlalu lama). (2) binatang. tanaman pertanian. (6) melatih daya tangkap. (4) menambah perbendaharaan kata. (7) mengembangkan perasaan sosial. (5) menciptakan suasana yang akrab. Tidak semua pamong PAUD mempunyai kemampuan untuk menghafal secara lengkap banyak cerita atau dongeng yang ada. (4) peristiwa dalam masyarakat. Bahkan jika mungkin dapat menciptakan cerita atau dongeng sendiri sesuai dengan tema. binatang hidup di air. musim panen.

idul fitri, dll, (5) profesi masyarakat, seperti polisi, petani, nelayan, dll, dan (6) tema-tema lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Sebagai seorang pamong PAUD, sebaiknya melakukan persiapanpersiapan sebelum bercerita atau mendongeng kepada anakanak. Beberapa persiapan yang dapat dilakukan antara lain : (1) menetapkan tujuan dan tema cerita, (2) menetapkan bentuk cerita, (3) menyiapkan alat dan media yang digunakan, (4) menetapkan langkah-langkah bercerita, (5) membaca dan memahami isi cerita. Dengan persiapan yang matang, maka kegiatan bercerita akan lebih terarah, fokus dan tidak melebar kemana-mana, sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. d. Metode Karya Wisata Karya wisata merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengamati atau mengobservasi, memperoleh informasi dan mengkaji dunia secara langsung, seperti binatang, tanaman, dan benda-benda lain yang ada disekitar anak. Melalui kegiatan karya wisata, anak-anak akan memperoleh pengalaman belajar secara langsung dengan menggunakan seluruh panca indera, sehingga apa yang diperoleh dari lapangan dapat lebih berkesan dan pada gilirannya akan lebih lama mengendap di memori anak. Melalui kegiatan karya wisata diharapkan dapat (1) merangsang minat anak terhadap sesuatu, (2) memperluas informasi yang diperoleh di kelas, (3) memberi pengalaman belajar secara langsung, (4) menumbuhkan minat anak terhadap sesuatu, (5) menambah wawasan anak, (6) menjadi sarana rekreasi, (7) memberi perasaan yang menyenangkan, (8) sarana mempererat hubungan antara orangtua dengan pamong PAUD, orangtua dengan orangtua, dan anak dengan anak. Kegiatan karya wisata dapat dilakukan diluar lembaga sesuai dengan tema yang sedang dibicarakan dalam bentuk "puncak tema". Misalnya : (1) tema binatang, anak-anak dapat diajak ke kebon binatang, (2) tema tanaman, anak-anak diajak ke kebun raya, pasar bunga, taman kota, dll, (3) tema profesi, anak-anak diajak berkunjung ke kantor polisi, rumah sakit, dll, (4) tema transportasi, dapat diajak berkunjung ke stasiun, pelabuhan, terminal, dll, (5) tema alat komunikasi, dapat mengunjuingi kantor pos, stasiun televisi, kantor penerbit, dll, (6) tema negara, dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah, seperti musium, taman pahlawan, tugu pahlawan, dll, (7) tema alam, dapat berkunjung ke pantai, pegunungan, dll, (8) dan tema-tema lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing lembaga. Mengingat metode karya wisata ini selalu dilakukan di luar lembaga, tentu akan membutuhkan dana tambahan untuk pelaksanaanya, misalnya untuk transportasi, dokumentasi,

konsumsi, retribusi, publikasi, dll. Agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan program lembaga, maka disarankan untuk melibatkan banyak pihak untuk menanganinya, utamanya orangtua anak. Dengan melibatkan banyak pihak diharapkan dapat meringankan beban yang harus dipikul oleh orang tua dan lembaga, misalnya melibatkan perusahaan sebagai sponsor, tokoh masyarakat sebagai donatur, lembaga pemerintah, dan lembaga-lembaga lain yang terkait dengan kegiatan ini. Sebelum pelaksanaan kegiatan karya wisata, sebaiknya pamong PAUD membuat rancangan kegiatan, sehingga kegiatan dapat dilakasanakan dengan baik sesuai dengan tujuan. Secara umum rancangan kegiatan yang dapat disiapkan oleh pamong PAUD meliputi : (1) menetapkan sasaran dan lokasi, sesuai dengan tema, (2) melakukan observasi lokasi dan hubungan dengan pihak pengelola lokasi, (3) merumuskan program kegiatan, yang meliputi : menentukan tujuan, adanya jaminan untuk mencapai tujuan, waktu, dana dan antisipasi adanya hambatan, (4) membentuk panitia pelaksanaan (bila perlu), (5) menyiapkan bahan dan alat serta perlengkapan yang diperlukan, (6) merumuskan tatatertib kegiatan, (7) meminta ijin dan partisipasi orangtua . e. Metode Demonstrasi Metode ini menekan pada cara-cara mengerjakan sesuatu dengan penjelasan, petunjuk dan peragaan secara langsung. Melalui metode ini diharapkan anak-anak dapat mengenal langkah-langkah pelaksanaan dalam melakukan suatu kegiatan, yang pada gilirannya anak-anak diharapkan dapat meniru dan melakukan apa yang didemonstrasikan oleh pamong. Misalnya ketrampilan melipat kertas (origami), menggambar sesuai pola, menggulung, menggunting dan sebagainya. Melalui kegiatan demontrasi pamong dapat memperlihatkan secara nyata apa yang harus dilakukan anak, mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dan konsep, mengamati dengan cermat dan teliti. Kegiatan demontrasi dapat memberi ilustrasi dalam menjelaskan informasi kepada anak. Anak akan melihat bagimana suatu peristiwa berlangsung, lebih menarik, dan merangsang perhatian serta lebih menantang. Disamping itu melalui kegiatan demontrasi dapat membantu meningkatkan daya pikir dalam peningkatan kemampuan mengenal, mengingat, berfikir konvergen dan berfikir evaluatif. Kegiatan demontrasi dapat memberi kesempatan kepada anak untuk memperkirakan apa yang akan terjadi, bagaimana hal itu dapat terjadi, dan mengapa hal itu dapat terjadi. Dengan demikian akan merangsang anak berusaha untuk memperhatikan ilustrasi dan apa yang sedang dilakukan pamong serta mendengarkan penjelasan pamong. Selain itu anak juga akan menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang

dihadapi dan berusaha untuk melakukan kegiatan sebagaimana yang dilakukan oleh pamong, serta merangsang anak untuk berfikir secara kritis dan menggunakan kemampuannya untuk menalar. Sesuai dengan tujuan metode demontrasi yaitu memberi pengalaman belajar melalui melihat dan mendengarkan yang diikuti dengan meniru pekerjaan yang didemonstrasikan, maka kegiatan yang sesuai dengan metode ini adalah : (1) kegiatan demontrasi yang dimulai dengan penjelasan. kegiatan ini berkaitan dengan cara membuat bentuk (bangunan0 dan cara menggunakan alat, misalnya : menarik garis lurus dan lengkung, menggunting pola, membentuk model, mengatur meja makan, mengatur tempat tidur dan cara menggunakan alat, dan sebagainya, (2) kegiatan demonstrasi dalam bentuk dramatisasi. Kegiatan ini pada umumnya untuk menanamkan nilai-nilai sosial, nilai-nilai moral dan nilai-nilai keagamaan. Sebelum pamong PAUD menerapkan metode demontrasi, sebaiknya membuat rancangan terlebih dahulu, sehingga kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan. Secara umum rancangan yang dapat dibuat meliputi : (1) menetapkan tujuan dan tema kegiatan, (2) menetapkan bentuk demonstrasi yang dipilih, (3) menyiapkan alat dan bahan, (4) menetapkan langkah-langkah kegiatan dan (5) menetapkan penilaian kegiatan. f. Metode Bercakap-cakap (Berdialog) Bercakap-cakap atau berdialog dapat diartikan saling mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan kebutuhan secara verbal, untuk mewujudkan bahasa reseptif yang meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain dan bahasa ekspresif yang meliputi kemampuan menyatakan pendapat, gagasan, perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. Bercakap-cakap dapat dilakukan antara pamong dengan anak, atau anak dengan anaik. Melalui kegiatan bercakap-cakap (dialog) diharapkan dapat : (1) meningkatkan keberanian anak untuk mengaktualisasikan diri dengan menggunakan kemampuan berbahasa secara ekspresif, misalnya menyatakan pendapat, perasaan, keinginan, bertanya, dan sebagainya, (2) meningkatkan keberanian anak untuk menyatakan secara lisan apa yang harus dilakukan oleh diri sendiri dan anak lain, (3) meningkatkan keberanian anak untuk mengadakan hubungan dengan orang lain, baik sesama teman atau pamong, (4) memberi kesempatan kepada anak untuk membangun jati dirinya, melalui kesempatan untuk berdialog, (5) memperluas pengetahuan, wawasan dan berbendaharaan kata , (6) meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, seperti mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain.

Dalam pembelajaran untuk anak usia dini, sebaiknya komunikasi dua arah dalam bentuk bercakap-cakap atau dialog hendaknya selalu dikedepankan, sementara komunikasi yang searah (ceramah) sebaiknya diminimalisir, sehingga suasana pembelajaran akan tampak hidup, lebih menarik dan melibatkan banyak anak. Berikan kesempatan kepada anak untuk bercerita apa saja yang mereka ketahui dan apa saja yang sudah mereka lakukan, baik di rumah, di lembaga PAUD atau di masyarakat. Bebaskan mereka untuk bertanya tentang apa saja, dan apapun yang yang diutarakan atau ditanyakan anak, hendaknya direspon secara positif, meskipun celoteh anak-anak sering menyimpang dari tema yang sedang dibicarakan. Sebagai seorang pamong PAUD, hendaknya berupaya untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam berdialog. Upayakan menggunakan kata-kata yang positif, penuh dengan penghargaan dan pujian, serta kata-kata yang santun dan lembut, misalnya kata "terima kasih", "al-hamdulillah", "luar biasa", "ma'af", "permisi", "pintar", "jempol dua", "subhanallah" dan lain-lain. Jika anak-anak sering mendengar katakata tersebut, mereka akan meniru dan membiasakan diri berkatakata yang baik, merasa dihargai pekerjaannya, merasa dihormati hak-haknya, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan termotivasi untuk lebih giat lagi. Sebaliknya, pamong PAUD hendaknya berupaya untuk menghindari kata-kata yang negatif, kurang sopan, kasar, tidak santun, besifat melarang, misalnya kata "jangan" , "tidak", "bodoh", "nakal", "malas", dan sebagainya. Jika anak-anak sering mendengar dan akrab dengan kata-kata tersebut, maka dampaknya akan fatal terhadap perkembangan anak nanti. Mereka akan meniru, merasa tidak dihargai, tidak dihormati, dikecilkan, dibatasi ruang geraknya, dihalangi kemauannya, bahkan sampai pada merasa disakiti hati dan perasaannya, yang nantinya akan membuat anak menjadi rendah diri, tidak percaya diri dan tidak termotivasi dalam pembelajaran. g. Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas ini diberikan kepada anak, semata-mata hanya untuk melatih persepsi pendengaran, meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, memusatkan perhatian dan membangun motivasi anak, bukan untuk melihat hasilnya. Oleh karena itu sebaiknya dihindari pemberian tugas yang bersifat memaksa, mendikte, membatasi kreativitas anak, terus menerus, dalam bentuk pekerjaan rumah, atau tugas-tugas lain yang membuat anak justru merasa tertekan, terpaksa, membuat anak bosan bahkan mungkin sampai pada tingkat frustasi. Berikan tugas-tugas yang dapat meningkatkan kreatrivitas anak, meningkatkan imajinasi anak, melatih motorik, membuat anak lebih bergairah, lebih bersemangat, merasa senang, nyaman,

menumbuhkan rasa percaya diri. nyaman. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. unsur belajar yang mempengaruhi kesusksesan anak dan unsur yang mengubah kemampuan dan bakat alamiah menjadi cahaya yang bermanfaat. auditorial dan kinestetik). tidak membosankan. Dengan demikian tugas yang diberikan dapat mendorong anak-anak untuk lebih tertarik dan betah berada di lembaga PAUD. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. h. dinamis. . menyenangkan. Metode ini dalam penerapannya menekankan pada dua hal. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. Metode Quantum Teaching Metode ini tergolong relatif masih baru dalam PAUD. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. (2) metode ini menekankan dua aspek. dinamis. mewarnai. yaitu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestai anak. Beberapa alasan mengapa metode ini diterapkan dalam PAUD. hidup. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. auditorial dan kinestetik).ajar dan tugas-tugas lain yang membuat anak merasa nyaman dan aman ketika belajar di lembaga PAUD. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. dan sebagainya. tidak membosankan. bukan sebalinya. menggunting. (3) metode ini mengorkestrasi berbagai interaksi dalam momen belajar. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. pembelajaran. antara lain : (1) metode ini dapat digunakan dalam pembelajaran untuk semua usia. hidup. nyaman. (5) menguraikan cara baru yang dapat mempermudah pembelajaran. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. (4) menunjukkan cara menjadi pendidik yang lebih baik. Misalnya tugas untuk menggambar bebas. menempel. termasuk untuk anak usia dini. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. meronce. karena pada umumnya metode ini digunakan untuk pendidikan formal. menyenangkan. seperti unsur belajar yang efektif. meningkatkan motivasi bel. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain.

Pembelajaran dengan menggunakan metode Quantum Teaching mengacu pada rancangan pembelajaran yang berbentuk TANDUR. menamai diberikan saat mengajarkan konsep ketrampilan berfikir strategis. kegiatan yang dilakukan oleh pamong PAUD antara lain : a. (5) Ulangi. (7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah dan (8) mengakomodasi berbagai metode yang lain. sementara intervensi pamong dalam pembelajaran lebih diminimalisir. nyaman. auditorial dan kinestetik). sebagai bentuk pengakuan untuk menyelesaikan sebuah usaha. memanfaatkan pengetahuan & keinginan anak dan memanfaatkan hasrta alami otak untuk menjelajah. saling memahami dan mendapatkan komitmen untuk menjelajah. tidak membosankan. yaitu (1) Tumbuhkan. Melalui kegiatan tumbuhkan ini diharapkan anak sudah terkondisi dan siap untuk menerima informasi dari pamong. mencari tanggapan ´yesµ dari anak. yaitu : 1. lebih baik dalam konteks yang berbeda dengan asalnya. dilakukan dengan multi modalitas dan multi kecerdasan. Metode Sentra dan Lingkaran (Seling) Metode ini menekankan pada pembelajaran pada system sentra. sehingga anak-anak lebih betah dan krasan selama belajar. (4) Demontrasikan. mengurutkan & mendefinisikan. mengelola awal lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup (tiga tempat main untuk setiap anak) . melalui kegiatan ini menamai dibangun diatas pengetahuan dan keingintahuan. yang dapat memberi rasa rampung dengan menghormati usaha. (6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya. sehingga dengan menggunakan metode ini suasana belajar akan lebih bergairah. Dalam pijakan ini. bertujuan untuk memberi peluang kepada anak untuk menterjemahkan dan menerapkan pengetahuan mereka dalam pembelajaran lain dan kehidupan mereka. (3) Namai. Pijakan lingkungan main. i. dan memuaskan hasrat alami otak untuk memberi identitas.pembelajaran. memanfaatkan pengalaman anak. menyenangkan. hidup. (2) Alami. selain itu metode ini juga mengoptimalkan potensi kecerdasanmajemuk yang dimiliki anak. Melalui metode Quantum Teaching peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimalkan. kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan jalinan & kepemilikan bersama. metode ini juga mampu mengakomodasi modalitas belajar anak (visual. dapat memperkuat koneksi syaraf dan menumbuhkan rasa ´aku tahu bahwa aku tahu iniµ. Pembelajaran dengan menggunakan metode ini mengacu pada empat pijakan yang ada. dinamis. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengalaman kepada anak. ketekunan & kesuksesan anak. dan (6) Rayakan. Metode ini lebih memberi keleluasaan kepada anakanak untuk bebas bermain di sentra-sentra yang sudah disiapkan.

sebagai pengalaman belajar positif melalui pengelompokkan. mengelola anak untuk keberhasilan hubungan social g. mencontohkan komunikasi yang tepat c. mendiskusikan aturan dan harapan untuk pengalaman main e.b. Pijakan Pengalaman Setelah Main Dalam pijakan yang terakhir ini. Adapun uraian secara khusus dapat disesuaikan dengan sentra yang . membaca buku yang berkaitan dengan pengalaman atau mendatangkan nara sumber b. memberikan gagasan bagaimana menggunakan bahanbahan d. memperkuat dan memperluas bahasa anak d. Pijakan Pengalaman Sebelum Main Dalam pijakan ini kegiatan yang dilakukan oleh pamong PAUD antara lain : a. merencanakan intensitas (sejumlah waktu yang dibutuhkan untuk bermain) dan densitas (berbagai macam cara setiap jenis main yang disediakan) pengalaman c. peran pamong PAUD adalah : a. mengamati dan mendokumentasikan perkembangan dan kemajuan main anak 4. memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan e. menata kesempatan main untuk mendukung hubungan social yang positif. Pijakan Pengalaman Main Setiap Anak Dalam pijakan ini kegiatan yang harus dilakukan oleh pamong PAUD meliputi : a. merancang dan menerapkan urutan transisi main. meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui dukungan pada hubungan teman sebaya e. urutan dan penataan lingkungan main secara tepat Empat pijakan tersebut merupakan pijakan yang bersifat umum yang harus dilakukan oleh pamong PAUD dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode sentra. 2. yaitu sensorimotor. menjelaskan ranmgkaian waktu main f. pembangunan dan main peran d. 3. menggunakan waktu membereskan maianan. memiliki berbagai bahan yang mendukung tiga jenis main. mendukung anak untuk mengingat kembali pengalaman mainnya dan saling menceritakan pengalaman mainnya b. memberikan anak waktu untuk mengelola dan memperluas pengalaman main mereka b. menggabungkan kosakata baru dan menunjukkan konsep yang mendukung perolehan ketrampilan kerja (standar kinerja) c.

Uraikan dan Rayakan 6. misalnya sentra bermain peran mikro. Input adalah masukan 3. Bercaka-cakap (berdialog) 7. Beberapa metode pembelajaran yang cocok yang dapat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini antara lain adalah metode : 1. TANDUR singkatan dari Tumbuhkan. pembangunan bahan alam (sifat cair). Rangkuman 1. 2. sentran imtak. dan sebagainya. Pijakan adalah dukungan yang berubah-ubah salama kegiatan belajar. Bermain 2. Bercerita (mendongeng) 4. sentra persiapan. D. Pemberian Tugas 8. bermain peran makro. Bernyanyi 3.disiapkan. Alami. Seling singkatan dari Sentra dan Lingkaran . Metode pembelajaran PAUD adalah cara yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran anak usia dini. Quantum Teaching 9. Karya Wisata 5. Namai. Demonstrasikan. Demonstrasi 6. Kata-Kata Kunci 1. dimana mitra yang lebih terampil menyesuaikan dukungan terhadap kinerja anak pada saat ini 7. Quantum Teaching adalah metode pembelajaran yang menekankan pada pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestasi anak melalui orkestrasi dengan segala nuansanya yang ada dalam lingkungan belajar 5. Output adalah keluaran 4. PAUD singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini 2. sentra musik dan olah tubuh. pembangunan terstruktur. Sentra dan Lingkaran E.

Oleh sebab itu untuk lebih jelasnya masalah penulisan tentang strategi pembelajaran ( learning strategy ) kita simak dalam bab pembahasan. Seperti halnya dalam kegiatan belajar mengajar maka strategi bisa diartika sebagai polapola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Misal ada dua orang guru sama-sama menggunakan metode ceramah yang ditampilkan keduanya bisa berbeda. Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan. karena suatu model mengajar menyangkut 4 hal pokok yaitu. strategi memang disusun untuk tujuan tertentu. proyek dan pemberian tugas dan metode demonstrasi. Metode Sebagai Alat Motivasi Ekstrinsik Menurut Sardiman A. Tenpa suatu strategi yang cocok. sosio drama. 1998). Menurut Killen ada dua pendekatan yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada guru dan pendekatan yang berorientasi pada peserta didik. tahapan-tahapan model. intonasi suara. masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. baik ditinjau dari bahasa yang digunakan. PENGERTIAN STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARANStrategi merupakan pola umum menentukan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Dikatakan pola umum. Jadi dengan demikian metode pada dasarnya berangkat dari suatu strategi tertentu. Karena TK mempunyai model khas yang telah dirancang dalam KBK seperti metode karya wisata. Nah untuk mencapai tujuan tersebut maka seorang pendidik harus memahami kedudukan metode dalam sebuah pembelajaran karena metode sebagai salah satu komponen yang ikut andil dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. tepat dan jitu tidak mungkin tujuan dapat tercapai. Untuk mencapai tujuan pembelajaran (ingat pembelajaran adalah peristiwa yang bertujuan). prinsip-prinsip reaksi guru dan peserta didik. Istilah lain yang lebih umum dari istilah strategi dan model pembelajaran adalah istilah pendekatan.M (1988:90) metode ini adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya artinya metode ini berfungsi sebagai . Tidak ada strategi tanpa adanya tujuan yang harus dicapai. Demikian juga halnya dalam proses pembelajaran / learning. bercakap-cakap. sebab suatu strategi pada hakikatnya belum mengasah pada hal-hal yang bersifat praktis. Sedangkan untuk mencapai tujuan. Sedangkan cara untuk menjalakan metode yang ditetapkan itu dinamakan dengan teknik atau taktik sifat-sifatnya lebih praktis yang disusun untuk menjalankan suatu metode dan strategi tertentu. bercerita. Maka stelah kita menyusun strategi baru kita tentukan pola atau metode menyerang atau bertahan yang itu pola yang harus dilakukan. Diantara kedudukan metode dalam belajar mengajar yaitu: 1. Metode merupakan cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. metode dan taktik.Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD Strategi & metode pengembangan kegiatan pembelajaran PAUD LATAR BELAKANG MASALAHStrategi secara umum merupakan suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. tanya jawab. karena sebagai pendidik ataupun guru akan lebih mudah dalam melaksanakan suatu kegiatan khususnya dalam kegiatan belajar mengajar apabila telah mampu dan menguasai suatu strategi ataupun metode yang pas dengan kegiatan yang kita laksanakan. Setelah kita menetapkan pola yang sesuai dengan strategi yang diinginkan. Pendekatan memang tidak sama dengan strategi atau model. Dalam bukunya yang sangat terkenal Models of Teaching (1971) menurut Joyce model itu lebih luas dari suatu strategi. cara memberikan ilustrasi dan sebagainya. eksperimen. Dalam konteks pembelajaran KBK. Dan strategi adalah penjabaran dari pendekatan yang digunakan itu (Roy Killen. Disamping istilah strategi. baru membicarakan teknik atau tektik permainan. Misalkan dalam suatu permainan sepak bola untuk memenangkan pertandingan kita dapat menggunakan strategi menyerang atau bertahan. Pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu dalam proses pembelajaran dinamakan dengan metode pembelajaran. dalam konteks pembelajaran ada juga istilah lain yang dinamakan model mengajar (models of teaching) istilah ini dipopulerkan oleh Bruce Joyce dan Marsha Weil. KEDUDUKAN METODE DALAM BELAJAR MENGAJARKegiatan belajar mengajar yang melahirkan interseksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Dengan kata lain taktik dan teknik itu menunjukkan cara yang dilakukan seseorang yang sifatnya lebih tertumpu pada kemampuan dan pribadi seseorang. Pendekatan adalah istilah yang diberikan untuk hal yang bersifat lebih umum. Perlu disusun suatu strategi agar tujuan itu tercapai dengan optimal. sistem sosial yang diharapkan. strategi dapat di katakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentan kegiatan yang dapati dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Namun tidak semua metode itu cocok untuk pelaksanaan kegiatan di TK. Metode dipilih berdasar strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditetapkan. Sedangkan metode adalah cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri artinya suatu cara yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. serta penunjang yang diisyaratkan.

cemas dalam menggunakannya. Karena dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam yang relatif lama. memahami tubuh dan perasaan mereka sendiri. Oleh karena itu guru perlu menciptakan lingkungan yang aman dan menantang (Gordon dan Brown. caranya adalah dengan memahami lingkungan dengan sekitarnya. karakteristik anak juga ikut menentukan pemilihan metode. mempunyai rasa ingin tahu yang kuat. 3. 1994). Oleh karena itu dalam memilih suatu metode yang akan dipergunakan dalam program kegiatan anak di TK guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajari. Dengan demikian metode mengajar adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. Maka hal itu kegiatan belajar mengajar yang kurang kondusif. Bahan dan alat yang digunakan dalam keadaan baik. Metode Sebagai Strategi Pengajaran Dalam kegiatan belajar mengajar Dra. . 2. senang bereksperimen dan menguji. Untuk mengembangkan motorik anak. dapat dipergunakan metode-metode yang menjamin anak tidak mengamali cidera. pengembangan kreativitas. Untuk mengembangkan kognisi anak dapat dipergunakan metode-metode yang mampu menggerakkan anak agar menumbuhkan berfikir dapat menalar. Salah satunya adalah komponen metode. Untuk mengembangkan emosi anak. Selain dari tujuan kegiatan. Untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak dengan menggunakan metode yang dapat meningkatkan perkembangan ( development ) kemampuan berbicara. Untuk mengembangkan krativitas anak. menggunakan metode-metode menggerakkan anak untuk mengekspresikan perasaan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan secara verbal dan tepat. mengenal orang dan benda-benda yang ada. membangun kembali dan menemukan hubungan-hubungan baru. bukannya tujuan yang harus menyelesaikan diri dengan metode. memikirkan kembali. Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pengajaran akan menjadi kendala dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Boleh jadi dari sekian keadaan tersebut salah satu penyebabnya adalah faktor metode. Selain itu melatih anak menggunakan bahasa untuk berhubungan dengan orang lain dan melakukan apa yang dianggap benar berdasar nilai yang ada dalam masyarakat (HildeBrand. tidak menimbulkan perasaan takut. Metode Sebagai Alat Untuk Mencapai Tujuan Tujuan adalah suatu cita-cita yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar atau pedoman yang memberi arah kemana kegiatan belajar mengajar akan dibawa. kebiasaan menghargai waktu dan kebiasaan memlihara lingkungan. Pemberian pengalaman belajar yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan kerja. PENGGUNAAN METODE DI TAMAN KANAK-KANAKSebagaima dikemukakan bahwa metode itu merupakan cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan. ketika anak didik menunjukkan kelesuan. Tujuan dari kegiatan belajar mengajar tidak akan pernah tercapai selama komponenkomponen lainnya tidak diperlukan. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan atau pelicin jalan pengajaran menuju tujuan. Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. membuat pertanyaan yang membantu memecahkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metide mengajar. Akan tetapi tidak selamanya berfungsi secara memadai. mampu mengekspresikan diri secara kreatif. membaca dan menulis. ketika sebagia besar anak didik membuat kegaduhan. Dan untuk perbedaan daya serap anak didik tersebut memerlukan strategi pengajaran yang tepat yaitu metode. pengembangan bahasa. maka apa yang guru sampaikan akan sia-sia. Misalkan guru menggunakan metode ceramah sedangkan tujuan pengajarannya adalah anak dapat memperagakan sholat dengan baik.K (1989:1) guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara efektif dan efisien mengena pada tujuan yang harapkan. 1985). Untuk mengembangkan nilai dan sikap anak. Mampu menarik kesimpulan dan genalisasi. Karenanya efektivitas penggunaan metode patut dipertanyakan. 1986). Guru memberi kesempatan anak memperoleh pengalaman yang luas dalam mendengarkan dan berbicara. pengembangan motorik dan pengembangan nilai serta pengembangan sikap dan nilai. Roestiyah N. pengembangan emosi.alat perangsang dari luar yang membangkitkan belajar seseorang. agar anak dapat mengalami hidup sesuai dengan norma yang dianut masyarakat (Depdikbud. karena pada umumnya anak TK adalah anak yang selalu bergerak. Daya serap anak didik juga bermacam-macam ada yang cepat ada yang sedang dan ada pula yang lambat. Seharusnya penggunaan metode dapat menunjang pencapaian tujuan pengajaran. ketika minat anak didik semakin berkurang dan ketika anak didik sebagian besar tidak menguasai bahan yang telah guru sampaikan. mempunyai imajinasi dan senang berbicara. karena bila tidak. Yang dimaksud dengan karakteristik tujuan adalah pengembangan kognitif. mendengar. dapat digunakan metode-metode yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan yang didasari oleh nilai-nilai agama dan moral Pancasila. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODEKetika anak didik tidak mampu berkonsentrasi. Ketika itulah guru mempertanyakan faktor penyebab dan berusaha mencari jawabannya secara tepat.

karya wisata. yaitu anak bermain sendiri secara berdampingan. Menurut Dworetsky ada lima kriteria dalam bermain: a. mengulang latihan apapun yang dapat dilakukan untuk mentrasformasi secara imajinatif hal-hal yang sama dengan dunia orang dewasa. bermain itu perilaku yang lentur. Motivasi intrinsik. 1985:266). sosiodrama. tidak ada interaksi antara anak yang satu dengan yang lain c) Bermain asosiatif yaitu bermain berkelompok. karena anak lebih tertarik pada tingkah laku itu sendiri daripada keluaran yang dihasilkan. cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. Melalui bermain anak memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan. melainkan lebih bersifat purapura. eksperimen metode proyek dan pemberian tugas. misal memakai dasi. Berikut metode pengajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia TK yaitu bermain. tanya jawab. kelenturan ditujukkan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlaku dalam setiap situasi. artinya bermain dapat menyalurkan kelebihan tenaga anak. yaitu anak bermain sendiri b) Bermain secara paralel. 4) Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari. yang lebih ditentukan pada caranya dari pada hasil yang diperoleh dari kegiatan itu (Dworetsky 1990:359). Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri. Bermain berupakan kegiatan yang memberikan kepuasan bagi diri sendiri. b. 2) Menghayati berbagai pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan kebiasaan pada anak. merekayasa. tingkah laku bermain di motivasi dari dalam diri anak. Pengaruh positif. misal bertepuk air beramai-ramai dan sebagainya . d. 3) Mengantisipasi peran yang akan dijalani dimasa yang akan datang. bermain merupakan pekerjaan masa kanak-kanak dan cermin pertumbuhan anak (Gordon dan Brown. Akan tetapi yang dapat kami jelaskan dalam makalah ini ada empat metode yaitu : 1. Menurut Dearden (Hetherington dan Parkei. Metode Bermain Menurut pendidik dan para ahli psikolog. mengeksploitasi. 6) Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain. karena itu tidak mengikuti pola atau aturan yang sebenarnya. Sedangkan menurut Hildebrand (1986:54) bermain berarti berlatih. tingkah laku itu menyenangkan atau mengembirakan untuk dilakukan. bercerita. Bermain mempunyai makna penting bagi pertumbuhan anak (Frank dan Theresa Caplan) Hildebrand (1986:55-56) a) Bermain membantu pertumbuhan anak b) Bermain merupakan kegiatan yang dilkukan secara sukarela c) Bermain memberi kebebasan anak untuk bertindak d) Bermain memberikan dunia khayal yang dapat dikuasai e) Bermain mempunyai unsur berpetualang didalamnya f) Bermain meletakkan dasar pengembangan bahasa g) Bermain mempunyai pengaruh yang unik dalam pembetukan hubungan antar pribadi h) Bermain memberikan kesempatan untuk menguasai diri secara fisik i) Bermain memperluas minat dan pemusatan perhatian j) Bermain merupakan cara anak untuk menyelidiki sesuatu k) Bermain merupakan cara anak mempelajari peran orang dewasa l) Bermain merupakan cara dinamis untuk belajar m) Bermain menjernihkan pertimbangan anak n) Bermain dapat distruktur secara dinamis o) Bermain merupakan kekuatan hidup p) Bermain merupakan sesuatu yang esensial bagi kelestarian hidup manusia Sedangkan fungsi bermain yaitu: 1) Mempertahankan keseimbangan. Bukan dikerjakan sambil lalu. c. 5) Menyempurnakan keterampilan memecahkan masalah. misal mengapa pohon layu kalau tidak disiram. misal mendendarai sepeda dari roda 3 ke roda 2. demonstrasi. e. Bermain dapat digolongkan pada 4 bentuk (Gordon dan Brown) a) Bermain secara soliter. bercakap-cakap. 1979) bermain merupakan kegiatan yang nonserius dan segalanya ada dalam kegiatan itu sendiri yang dapat memberikan kepuasan bagi anak. maksudnya anak dapat mempersiapkan perannya kelak. Cara/tujuan. Misal metode ceramah kurang cocok bagi program kegiatan belajar anak TK karena metode ceramah menuntut anak memusatkan perhatian dalam waktu cukup lama padahal rentang waktu perhatian anak relatif singkat. Kelenturan.BEBERAPA METODE PENGAJARAN DIMENSI PERKEMBANGAN ANAK TKSeperti telah dikemukakan tidak semua metode pengajaran cocok bagi program kegiatan anak TK.

pemberian pengalaman belajar yang tidak mungkin diperoleh anak di dalam kelas (Welton dan Mallon 1981:414) a. ia dapat memberitahukan kepada si pembicara 3) Ia dapat menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan agar dapat menerima pesan tersebut Becakap-cakap mengandung arti belajar mewujudkan kemampuan berbahasa reseptif dan ekspresif. kebutuhan. pesisir. memberika pengalaman menganai kenyataan yang ada.Menetapkan sasaran yang diprioritaskan sesuai dengan tema kegiatan belajar yang dipilih. Tujuan karya wisata bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan yang diperoleh anak TK dari kegiatan karya wisata yakni menumbuhkan minat. pegunungan. . . keberhasilan sebagaimana tujuan pendidikan TK. kehidupan manusia. memperluas wawasan. b. misal kapan harus berkumpul. makan dan sebagainya. dan dapat menambah wawasan (Hildebrand) c. pengetahuan. c) banyaknya waktu yang harus disesuaikan. kognitif terutama bahasa. dunia tanaman. e) antisipasi bahaya yang mungkin terjadi dan cara mengatasinya. Proses dua arah dalam bercakap-cakap diperlukan keterampilan mendengar dan berbicara. pluit.Persiapan guru dikelas.Menetapkan tata tertib karya wisata. Metode Bercakap-Cakap a. kreativitas dan kehidupan bermasyarakat serta penghargaan pada karya dan jasa orang lain. e. 3. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan karya wisata Yaitu merupakan kegiatan penyiapan akhir bahan dan peralatan yang harus dibawa dalam melaksanakan karya wisata.Permintaan idzin dan partisipasi orang tua. . Metode Karya Wisata Bagi anak TK karya wisata berarti memperoleh kesempatan untuk mengobservasi. 1986). emosi. . Pengertian karya wisata bagi anak Taman Kanak-Kanak Karya wisata merupakan salah satu metode melaksanakan kegiatan pengajaran di Taman Kanak-Kanak dengan cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung yang meliputi manusia. misal di kota. tali bekal dan lain-lain. memperluas informasi yang telah diperoleh di kelas. yaitu aspek kognitif. Sebagai bukti penguasaan bahasa reseptif ialah semakin banyknya kata-kata baru yang dikuasai oleh anak yang diperolehnya dari kegiatan bercakap-cakap. . maka tujuan karya wisata dapat diarahkan pada pengambangan aspek perkembangan anak TK yang sesuai. d) biaya yang dibutuhkan. yaitu a) tujuan pendidikan yang ingin dicapai. meningkatkan perbendaharaan. pikiran dan perasaan kepada orang lain secara lisan.Mengadakan hubungan dan pengenalan medan sasaran karya wisata. misal tema binatang. Rancangan karya wisata 1) Rancangan persiapan karya wisata oleh guru . ukuran dan sebagainya. (Gordon dan Browne 1985:314) Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK karena bercakap-cakap dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain. d. . Bercakap-cakap merupakan salah satu bentuk komunikasi antar pribadi. Artinya anak banyak mengenal kosa kata dari berbagai tema yang memacu pengembangan berbagai aspek perkembangan anak.d) Bermain secara kooperatif. 3) Rancangan penilaian karya wisata Apabila karya wisata telah dilaksanakan. desa. warna. Ada tiga hal yang harus dilakukan oleh pendengar dalam komunikasi antar pribadi (Hetherington dan Parke 1979) 1) Mengukur pemahaman yang didengar secara pasti 2) Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak jelas. Pengertian metode bercakap-cakap bagi anak TK Bercakap-cakap mempunyai arti saling mengkomunikasikan fikiran dan perasaan secara visual (Hildebrand 1987:279). memperoleh informasi/mengkaji segala sesuatu secara langsung (Hildebrand. Sebagai bukti berkembangnya kemampuan berbahasa ekspresif ialah semakin seringnya anak mengatakan keinginan. Oleh karena itu penggunaan metode bercakap-cakap bagi anak TK akan membantu perkembangan dimensi sosial. b) keseusian karya wisata. Melalui peningkatan keterampilan menyatakan perasaan atau gagasan. meningkatkan kemampuan hidup masyarakat. Manfaat karya wisata bagi anak TK Karya wisata dapat dipergunakan untuk merangsang minat mereka terhadap sesuatu. yaitu anak secara aktif menggulang hubungan dengan anak-anak lain untuk melaksanakan kegiatan bermain 2. bahasa. Bercakapcakap dapat pula diartikan sebagai dialog atau sebagai perwujudan bahasa reseptif dan ekspresif dalam satu situasi. . dunia kerja. guru harus mengenal betul sasaran yang akan dituju. Sasaran karya wisata Dunia binatang.Merumuskan program kegiatan melalui karya wisata.Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan untuk karya wisata seperti: kamera. emosi. Karya wisata juga berarti membawa anak TK ke obyek-obyek tertentu sebagai pengayaan pengajaran. perlu adanya penilaian untuk mengetahui. hewan dan tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya dengan pengamatan yang diperoleh dari panca indra menganai bentuk.

Yang diobservasi adalah frekwensi masing-masing anak dalam mengungkapkan pikiran. Menurut Bruner bahasa itu memegang peranan penting yang sangat penting bagi perkembangan kognitif anak dan perkembangan bahasa. membangun jati diri dan memperluas pengetahuan dan wawasan. Bahasa reseptif meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami bicara orang lain. Cerita yang dibawakan harus menarik dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. antara anak dengan guru. Jadi bahasa mempunyai fungsi mempertanyakan atau katakan padaku mengapa begitu .b. orang seorang. etos waktu. emosi dan konsep diri. sosial. Tujuan kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Sesuai dengan kemungkinan manfaat yang diperoleh anak TK dalam kegiatan belajar dengan menggunakan metode becakapcakap yakni keberanian mengaktualisasikan diri dengan bahasa ekspresif. Keterlibatan anak terhadap dongeng yang diceritakan akan memberikan suasana yang segar menarik dan menjadi pengalaman yang unik bagi anak. a. Fungsi bahasa menurut Hillady (Hetherington 1979:254) 1) Sebagai alat yang dapat memuaskan kebutuhan untuk menyatakan keinginannya saya ingin . 3) Sebagai hubungan antara pribadi. 5) Berpikir heuristik. berhubungan dengan orang. dihadapan teman-temannya dan guru. 6) Fungsi imajinatif. Bercerita juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. anak menggunakan bahasa yang dikuasainya untuk memiliki dan memahami lingkungan. Bercerita mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK. 4. perasaan dan kebutuhan kepada orang lain. Dialog. Rancangan kegiatan becakap-cakap bagi anak TK 1) Rancangan persiapan guru a) Menetapkan tujuan dan tema kegiatan b) Menetapkan rancangan bentuk percakapan yang dipilih Monolog. Sedangkan bahasa ekspresif meliputi kemampuan menyatakan gagasan. Maka tujuan bercakap-cakap dapat diarahkan pada pengembangan aspek-aspek pengembangan kognitif. karena melalui bercerita kita dapat mengkomunikasikan nilainilai budaya. Dinyatakan dengan lakukan itu . Pengertian metode bercerita bagi anak TK Metode bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan/dengan cara bertutur kata kepada anak secara lisan. keagamaan. perasaan keinginan dan sikan anak terhadap topik yang dibicarakan. etos alam. Tiap-tiap anak diberi kesempatan berdiri di depan kelas/di tempat duduknya untuk mengungkapkan pikiran. 2) Rancangan pelaksanaan kegiatan bercakap-cakap a) Menarik perhatian dan minat siswa. bahasa. merupakan percakapan yang melibatkan dua orang atau lebih. anak dapat mengkomunikasikan informasi baru kepada orang lain dengan menggunakan bahasa dalam bentuk aku punya sesuatu untuk kuceritakan . bahasa dapat digunakan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain dan lingkungan sosial. Manfaat kegiatan bercakap-cakap bagi anak TK Dalam bercakap-cakap diperlukan kemampuan berbahasa baik reseptif maupun ekspresif. menanamkan etos kerja. 2) Berfungsi mengatur. 4) Berfungsi bagi diri sendiri. dimensi kognitif anak dan bahasa anak. Adapun teknik-teknik bercerita antara lain: 1) Membaca langsung dari buku cerita 2) Bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar dan buku . dengan bahasa anak dapat menghindari diri dari kenyataan yang memasuki alam semesta yang dibangunnya sendiri. Metode Bercerita Bercerita merupakan cara untuk meneruskan warisan dari suatu generasu ke generasi berikutnya (Gordon dan Browne 1985:324). c. melalui bahasa anak dapat mengengalikan tingkah laku orang lain. d. membantuk mengembangkan fantasi anak. keinginan berkaitan dengan tema. menyatakan apa yang dilakukan sendiri/orang lain. anak mengatakan pandangannya. 7) Fungsi informatif. Bahasa membiarkan diri untuk berpura-pura atau berfungsi puitis. misal dengan menyanyikan lagu-lagu sesuai dengan tema yang ditetapkan. antara anak dengan anak yang lain. perasaan. Seorang pendongeng yang baik akan menjadikan cerita sebagai sesuatu yang menarik dan hidup. sosial. b) Mengkomunikasi tujuan yang ingin dicapai c) Melaksanakan bercakap-cakap dibawah bimbingan guru dan pengaturan lalu lintas percakapan d) Menutup percakapan 3) Rancangan penilaian bercakap-cakap Sesuai dengan tujuan dan tema yang dipilih maka evaluasi kegiatan bercakap-cakap dapat dirancang dengan teknik evaluasi melalui observasi. perasaannya dan sikapnya yang unik melalui bahasa dan melalui bahasa anak membangun jati diri. merupakan percakapan yang dilakukan oleh anak. sesudah anak dapat membedakan dirinya dengan lingkungan.

Rancangan kegiatan bercerita bagi Anak TK 1) Rancangan persiapan guru . Kedudukan metode dalam belajar mengajar Sebagai alat motivasi ekstrinsik Sebagai strategi pengajaran Sebagai alat untuk mencapai tujuan 3. ketulusan dan sikap-sikap positif yang lain dalam kehidupan lingkungan keluarga. Misal menyampaikan pesan-pesan kebajiakan dan sebagainya. Penggunaan metode di TK harus sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. Efektivitas penggunaan metode apabila proses belajar mengajar kurang kondusif dan tidak sesuai dengan tujuan kegiatan sehingga metode perlu disesuaikan dengan beberapa komponen-komponen pengajaran. kognitif. Strategi dalam konteks KBK dapat dikatakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentetan kegiatan yang dapat dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. masih berupa rencana atau gambaran menyeluruh. Tujuan kegiatan bercerita bagi anak TK Bercerita dapat memberikan informasi atau menanamkan nilai-nilai sosial. 4.Menetapkan rancangan bahan dan alat yang diperlukan . 5. 7) Bercerita sambil memainkan jari-jari tangan b. d. Mendongeng merupakan cara meneruskan warisan budaya dari suatu generasi ke generasi yang berikutnya. seni. keberanian.Penggunaan ilustrasi gambar dalam bercerita dimaksudkan untuk memperjelas pesan-pesan yang dituturkan. 3) Menceritakan dongeng Cerita dongeng merupakan bentuk kesenian yang paling lama. afektif dan psikomotor. Seperti si kancil pencuri ketimun. Macam metode yang sesuai dengan perkembangan anak TK yaitu metode bermain. Karena strategi pada hakikatnya belum mengarah pada hal-hal yang bersifat praktis. metode sosiodrama. mengikat perhatian anak pada jalannya cerita. Misal cerita banjir Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita KESIMPULAN 1. . metode proyek dan metode pemberian tugas. metode bercerita. sekolah dan luar sekolah. metode tanya jawab. metode karya wisata. metode bercakapcakap. Manfaat metode cerita bagi anak TK Metode bercerita dapat menanamkan kejujuran.Menetapkan rancangan langkah-langkah bercerita . Strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. metode eksperimen. 4) Bercerita dengan menggunakan papan flaneli 5) Bercerita dengan media boneka 6) Dramatisasi suatu cerita Guru dalam bercerita memainkan perwatakan tokoh-tokoh dalam suatu cerita yang disukai anak dan merupakan daya tarik yang bersifat universal (Gordon dan Browne). c. Pemberian informasi lingkungan fisik yang meliputi segala sesuatu yang ada di sekitar anak yang non manusia serta lingkungan sosial. keramahan. Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan 2. moral dan keagamaan. metode demonstrasi. kesetiaan. nilai-nilai moral dan keagamaan serta dapat mengembangkan aspek perkembangan dasar anak yang meliputi bahasa.Menetapkan rencangan penilaian kegiatan bercerita 2) Adapun langkah-langkah bercerita sebagai berikut: Mengkomuniskan tema dan tujuan Mengatur tempat duduk Sebagai pembukaan guru menggali pengalaman-pengalaman anak dalam kegiatan yang berkaitan dengan peristiwa cerita Pengembangan cerita yang dituturkan guru Menetapkan cara bertutur agar dapat menggetarkan perasaan anak dengan cara memberi gambaran anak-anak yang bernasib baik dan buruk.Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih . Misal cerita bawang putih dan bawang merah dan sebagainya.Menetapkan tujuan dan tema yang dipilih . Metode adalah pola atau cara yang ditetapkan sebagai hasil dari kajian strategi itu sendiri dalam proses pembelajaran. Juga dapat memberi pengetahuan sosial.

1) Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti. 2) Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi. 3) pendidik. 6) Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan. Masa anak merupakan masa belajar yang potensial. Pendekatan yang paling tepat adalah pembelajaran yang berpusat pada anak KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA TK Hakikat Perkembangan Perkembangan dan pertumbuhan merupakan satu proses dalam kehidupan manusia yang berlangsung secara terus-menerus sejak masa konsepsi sampai akhir hayat. dan 6) interaksi edukatif. dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. Komponen-komponen tersebut meliputi: 1) tujuan pendidikan.TK ANAK CERIA BANJARBARU HAKIKAT PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Pengertian Pendidikan dan Komponen-komponen Pendidikan Dalam arti luas pendidikan adalah segala bentuk pengalaman belajar yang berlangsung dalam lingkungan keluarga. mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan. memiliki rasa ingin tahu yang kuat. mudah frustrasi.STRATEGI dan PEMBELAJARAN Posted on May 12. Perkembangan juga diartikan sebagai perubahanperubahan yang dialami oleh seorang individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis. Pembelajaran anak usia dini/TK pada hakikatnya adalah pembelajaran yang berorientasi bermain (belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar). Berkesinambungan. 5) fasilitas pendidikan. 4) kurikulum. dan berkesinambungan baik itu menyangkut aspek fisik maupun psikis. 4) Perkembangan terjadi pada tempat yang berlainan. sekolah. Kurikulum untuk anak usia dini/TK harus benar-benar memenuhi kebutuhan anak sesuai dengan tahap perkembangan dan harus dirancang untuk membuat anak mengembangkan potensi secara utuh. 2) peserta didik. Progresif. 5) Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah upaya untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak. kaya dengan fantasi. progresif. bersifat aktif dan energik. Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan satu sama lain. pendidikan identik dengan persekolahan di mana pendidikan dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang terprogram dan terencana secara formal. Baik Kurikulum TK 1994 maupun Kurikulum TK 2004 pada dasarnya sama memuat aspek-aspek perkembangan yang dipadukan dalam bidang pengembangan yang utuh yang mencakup bidang pengembangan perilaku melalui pembiasaan dan bidang kemampuan dasar. membimbing. egosentris. Para ahli pendidikan anak berpendapat bahwa pendidikan TK merupakan pendidikan yang dapat membantu menumbuhkembangkan anak dan pendidikan dapat membantu perkembangan anak secara wajar. Sistematis. dan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan seoptimal mungkin sejak lahir sampai akhir hayat. Dalam arti sempit. 2010 by KB . berarti perubahan yang terjadi bersifat maju. Hakikat Pembelajaran di Taman Kanak-kanak Pada hakikatnya anak itu unik. . meningkat dan mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis). antusias terhadap banyak hal. 3) Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu. Perkembangan memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut. berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara bertahap dan berurutan. dan memiliki daya perhatian yang pendek. berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling ketergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organisme. bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. Pada hakikatnya pendidikan TK/usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi. pembelajaran yang berorientasi perkembangan yang lebih banyak memberi kesempatan kepada anak untuk dapat belajar dengan cara-cara yang tepat. mengasuh.

Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara seperti bertanya. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik atau guru Taman Kanakkanak adalah memahami perkembangan anak. Para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda tentang pembabakan atau periodisasi perkembangan ini. Ketika anak mencapai tahapan usia TK (3 sampai 6 tahun). kognitif. yaitu berdasarkan analisis biologis. PEMBELAJARAN YANG BERORIENTASI PERKEMBANGAN Prinsip-prinsip Perkembangan Anak Penyelenggaraan pendidikan Taman Kanak-kanak menuntut pendidik yang memiliki kemampuan profesional. dan menyanyi. Pendapat-pendapat tersebut secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga. serta bahasa. memilih bahan ajar. (5) perkembangan mempunyai pengaruh yang bersifat kumulatif. berdialog. Bagi anak prasekolah. Perbedaannya terletak pada penampilan. Minat tersebut terus berlangsung sehingga dapat menambah perbendaharaan kata. menentukan strategi. Periode ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain dengan menggunakan simbol-simbol. didaktis. Melalui kemampuan tersebut anak mampu berimajinasi atau berfantasi tentang berbagai hal. Pemahaman tentang karakteristik perkembangan anak memberikan kontribusi terhadap pendidik untuk merancang kegiatan. Dasar Pemikiran dan Pengertian Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan . Perkembangan sosial diperoleh anak melalui kematangan dan kesempatan belajar dari berbagai respons terhadap dirinya. sosial emosional. bukan hanya sekedar hasil dari kematangan. Sejak usia dua tahun anak sangat berminat untuk menyebut nama benda. (4) perkembangan baru didasarkan pada perkembangan sebelumnya. (3) perkembangan anak berlangsung pada tingkat yang beragam di dalam dan di antara anak. anak cenderung mengekspresikan emosi dengan bebas dan terbuka. Perkembangan sosial adalah perkembangan perilaku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan masyarakat dimana anak itu berada. Perkembangan sosial anak merupakan hasil belajar. kegiatan bermain menjadikan fungsi sosial anak semakin berkembang. serta mengevaluasi perkembangan dan mendukung belajar anak secara optimal. menata lingkungan belajar. yaitu tahapan di mana anak belum menguasai operasi mental secara logis. mengimplementasikan pembelajaran serta mengevaluasi perkembangan dan belajar anak. Dilihat dari tahapan menurut Piaget. (2) perkembangan terjadi dalam urutan yang teratur. sosial dan pribadi yang baik. Pada tahap ini emosi anak usia prasekolah lebih rinci atau terdiferensiasi. dan psikologis. Perkembangan emosi berhubungan dengan seluruh aspek perkembangan anak. Perkembangan pada usia ini mencakup perkembangan fisik dan motorik. anak usia TK berada pada tahapan praoperasional. proporsi tubuh. terdapat ciri yang sangat berbeda dengan usia bayi. Prinsip-prinsip perkembangan anak meliputi: (1) anak berkembang secara holistik. serta keterampilan yang mereka miliki. Sikap marah sering mereka perlihatkan dan sering berebut perhatian guru. Prinsip-prinsip perkembangan anak tersebut memberikan implikasi bagi pendidik dalam menentukan tujuan. berat dan panjang badan. memilih dan menggunakan media. Karakteristik Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak Perkembangan anak usia TK yang terentang antara usia empat sampai dengan enam tahun merupakan bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan. Anak prasekolah biasanya telah mampu mengembangkan keterampilan bicara melalui percakapan yang dapat memikat orang lain.

Ada beberapa hal yang mendasari munculnya praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan. bahasa. Pengalaman belajar hendaknya dirancang secara konkret dan memberi kesempatan kepada anak untuk memilih kegiatannya sendiri. sebagai berikut. Kurikulum diorganisasikan secara terpadu untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak yang meliputi aspek fisik motorik. melalui observasi. Lingkungan dan jadwal hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi aktif. Perencanaan pembelajaran mengandung komponen-komponen yang ditata secara sistematis dimana komponenkomponen tersebut saling berhubungan dan saling ketergantungan satu sama lain. (8) memberikan pilihan kepada anak tentang apa dan bagaimana caranya belajar. (3) pentingnya kegiatan yang diprakarsai anak. Praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan menekankan pada hal-hal sebagai berikut: (1) anak secara holistik. Pembelajaran yang berorientasi perkembangan mengacu pada tiga hal penting. melakukan eksplorasi terhadap objek dan lingkungannya. dan (3) berorientasi pada konteks sosial budaya anak. sosial emosi. lingkungan kelas menstimulasi anak. (4) fleksibel. Motivasi dan bimbingan diberikan agar anak mengenal lingkungannya. kesalahpahaman masyarakat tentang konsep pendidikan anak usia dini. (9) penilaian bersifat kontinu. (2) berorientasi pada anak secara individual. yaitu (1) berorientasi pada usia. kognitif. (5) pentingnya bermain sebagai wahana belajar. dan (10) bermitra dengan orang tua untuk mendukung perkembangan dan belajar anak. (6) kurikulum terpadu. (7) belajar melalui bekerja. . Menciptakan iklim yang positif dan kondusif untuk belajar. Penilaian terhadap anak dilakukan secara kontinu. kuatnya tuntutan dan tekanan orang tua dan masyarakat terhadap pengajaran yang lebih bersifat akademik. Strategi pembelajaran dirancang agar anak dapat berinteraksi dengan anak lainnya secara individual dan dalam kelompok kecil. mendengarkan. (2) program pendidikan yang bersifat individual. dan seni. Membantu keeratan kelompok dan memenuhi kebutuhan individu. Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan Untuk Anak Usia Taman Kanak-kanak Prinisp-prinsip pembelajaran yang berorientasi perkembangan dapat diidentifikasi dari beberapa dimensi. membaca dan menulis dini. pengendalian dan disiplin diri. antara lain meningkatnya praktik pembelajaran yang bersifat formal di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini. PERENCANAAN PEMBELAJARAN Pengertian dan Komponen-komponen Pembelajaran Perencanaan pembelajaran adalah rencana yang dibuat oleh guru untuk memproyeksikan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh guru dan anak agar tujuan dapat tercapai. mengambil inisiatif. mengembangkan keterampilan sosial. Mendorong anak-anak untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan berbahasa secara menyeluruh yang meliputi kemampuan berbicara. Mencatat dan mendokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan anak dan cara melakukan kegiatan tersebut.

Kegiatan belajar mengajar adalah proyeksi kegiatan belajar yang harus dilakukan anak agar tujuan tercapai. Prinsip-prinsip belajar merupakan suatu ketentuan yang harus dilakukan anak ketika ia belajar. Evaluasi merupakan suatu proses memilih. Anak menggunakan seluruh tubuhnya sebagai alat untuk belajar. Ketika bergerak anak mencari stimulasi yang dapat meningkatkan kesempatan untuk belajar. Tidak hanya lingkungan fisik tetapi juga lingkungan belajar. kemampuan. Perencanaan Mingguan berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai kemampuan yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan tema pada minggu itu. Perencanaan Harian (SKH). Belajar anak dipengaruhi kematangan. Perencanaan Semester. Guru harus memahami bagaimana kematangan anak dapat dicapai dan apa yang perlu dilakukan untuk memfasilitasi matangan tersebut. Perencanaan Harian (SKH) merupakan perencanaan operasional yang disusun oleh guru dan merupakan acuan dalam melaksanakan pembelajaran. Perencanaan semester merupakan penjabaran dari perencanaan tahunan yang dibagi ke dalam dua semester. sosial dan mampu merefleksikannya. Dengan pengalaman tersebut anak memperoleh pengetahuannya. Jenis-jenis perencanaan di TK meliputi Perencanaan Tahunan. mengumpulkan informasi untuk membuat keputusan. memuat keterampilan. Evaluasi sebagai alat untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan. Perencanaan Mingguan (SKM). Anak adalah pebelajar aktif. Anak belajar melalui bermain. sosial dan refleksi. Melalui bermain anak dapat memahami menciptakan memanipulasi simbolsimbol dan mentransformasi objek-objek tersebut . Anak belajar dengan gaya yang berbeda. pembiasaan-pembiasaan dan tema-tema yang sesuai dengan minat anak dan dekat dengan lingkungan anak. Materi adalah bahan yang akan diajarkan agar tujuan tercapai. Anak belajar melalui kombinasi lingkungan fisik. Media dan sumber belajar merupakan salah satu komponen yang memberi dukungan terhadap proses belajar. Anak secara energik mencari cara untuk menghasilkan potensi maksimum. Belajar anak dipengaruhi oleh lingkungan. Ada yang tipe visual. Prosedur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Salah satu tugas guru adalah membuat perencanaan pembelajaran.Komponen-komponen perencanaan pembelajaran meliputi: Tujuan merupakan komponen pertama dalam perencanaan pembelajaran merupakan proyeksi tentang hasil belajar atau kemampuan yang harus dicapai anak setelah belajar. HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN Konsep Belajar dan Prinsip-prinsip Belajar Anak Belajar adalah proses perubahan perilaku berdasarkan pengalaman dan latihan. tipe auditif dan tipe kinestetik. Tugas guru bagaimana menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak memperoleh pengalaman fisik. SKH dijabarkan dari SKM. Perencanaan Tahunan.

(2) karakteristik anak sebagai peserta didik baik usianya maupun kemampuannya. karena anak memilki karakteristik dalam perkembangan dan belajarnya anak itu unik dan memilki potensi untuk belajar. Strategi pembelajaran adalah segala usaha guru untuk menerapkan berbagai metode pembelajaran dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan demikian strategi pembelajaran menekankan kepada bagaimana aktivitas guru mengajar dan aktivitas anak belajar. dan (4) anak belajar paling baik jika yang dipelajarinya menyeluruh. Guru-guru merupakan faktor penentu dalam keberhasilan belajar anak. Atau apakah pembelajaran itu bertujuan untuk mengembangkan domain fisik-motorik. motorik. Dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran karakteristik tema merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan. Kepiawaian guru dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar anak. Bermain sebagai salah satu cara belajar anak memiliki ciri-ciri simbolik. Karakteristik tujuan perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajran. sosial emosi. kognitif. bermakna. (4) karakteristik tema atau bahan ajar yang akan disajikan kepada anak. sosial emosi. masing-masing tema memiliki karakteristik tersendiri. meliputi 20 tema. aspek afektif atau psikomotor. menarik. Semua kriteria ini memberikan implikasi bagi guru untuk memilih stratgei pembelajaran yang paling tepat digunakan di Taman Kanak-kanak Karakteristik Cara Belajar Anak Anak belajar dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa. ditentukan oleh aturan. Kegiatan perlu pula dipertimbangakan karena belajar di TK tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas tetapi juga ada kegiatan belajar di luar kelas. bahasa. tema pembelajaran di TK. moral agama . menyenangkan. bahasa. (3) anak belajar secara alamiah. fisik. Anak perlu dipertimbangkan. (3) karakteristik tempat yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran apakah di luar atau di dalam ruangan. PEMILIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN Pengertian dan Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru dan murid dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar. suka rela. bermakna. dan episodik. . dan (5) karakteristik pola kegiatan yang akan digunakan apakah melalui pengarahan langsung. pengembangan kognitif. Anak. apakah berkaitan dengan.Variabel Strategi Pembelajaran Tujuan. Tema. aktif. Media dan sumber belajar yang dipilih harus dapat mendukung terlaksananya proses belajar yang efektif dan relevan dengan strategi pembelajaran yang dipilih guru. yaitu (1) karakteristik tujuan pembelajaran apakah untuk pengembangan aspek kognitif. (2) anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya. Para ahli teori konstruktivisme mempunyai pandangan tentang cara belajar anak yaitu bahwa anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya melalui kegiatan mengeksplorasi objek-objek dan peristiwa yang ada di lingkungannya dan melalui interaksi sosial dan pembelajaran dengan orang dewasa. Beberapa karakteristik cara belajar anak itu antara lain (1) anak belajar melalui bermain. Terdapat beberapa kriteria yang harus menjadi pertimbangan guru dalam memilih strategi pembelajaran. Media dan Sumber belajar. Kegiatan. semi kreatif atau kreatif. dan fungsional. dan estetika.

Di samping strategi pembelajaran di atas.Lingkungan yang diciptakan secara kondusif akan mengundang anak untuk belajar secara alamiah tanpa paksaan sehingga apa yang dipelajari anak dari lingkungannya adalah hal-hal yang benar-benar bermakna. karakteristik anak dan cara belajarnya. Belajar aktif merupakan proses dimana anak usia dini mengeksplorasi lingkungan melalui mengamati. Pembelajaran yang berpusat pada anak banyak diwarnai paham konstruktivis yang dimotori Piaget dan Vigotsky. (3) Pemecahan Masalah. karakteristik tempat yang akan digunakan. tidak berarti peranan guru pasif. 6) Anak menggunakan otot kasarnya. (8) refleksi kata-kata. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. dan (7) Pengajaran Langsung. menggerakkan badan mereka menyentuh. (5) praktik terbimbing. meneliti. (4) scaffolding. (2) (6) (10) (14) Strategi-strategi pembelajaran tersebut dapat diintegrasikan atau digabungkan dalam keseluruhan proses pembelajaran. Jenis-jenis strategi pembelajaran umum tersebut adalah: (1) meningkatkan keterlibatan indra. guru Taman Kanak-kanak dituntut untuk dapat menggunakan strategi pembelajaran lainnya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik. dan pola kegiatan. menyimak. 3) Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh indranya. mempersiapkan isyarat lingkungan. Mereka membangun pengetahuannya ketika berinteraksi dengan objek. JENIS-JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Umum di Taman Kanak-kanak Ada beberapa jenis strategi pembelajaran umum yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. Strategi pembelajaran tersebut pada umumnya lebih menekankan pada aktivitas anak dalam belajar. Jenis-jenis strategi pembelajaran khusus tersebut adalah (1) kegiatan eeksploratori. (11) menceritakan/menjelaskan/menginformasikan. mencium. 2) Anak-anak memilh bahan dan memutuskan apa yang ingin ia kerjakan. Yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak adalah pendekatan perkembangan dan pendekatan belajar aktif. menarik dan bersifat menyeluruh. yaitu harus mempertimbangkan karakteristik tujuan. (7) refleksi tingkah laku/tindakan. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA ANAK Rasional Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Anak pada hakikatnya memiliki potensi untuk aktif dan berkembang. meraba dan membuat sesuatu terjadi dengan objek-objek di sekitar mereka. pertanyaan. (9) contoh atau modelling. (4) Diskusi. Guru harus berperan sebagai fasilitator yang dapat memberikan kemudahan dan kelancaran kepada anak dalam proses belajar. dan (15) kesenyapan. Penerapan strategi pembelajaran khusus tersebut pada prinsipnya sama dengan penerapan strategi pembelajaran umum. (13) tantangan. penghargaan efektif). Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) prakarsa kegiatan tumbuh dari minat dan keinginan anak. (3) analisis tugas. Anak adalah pembangun aktif pengetahuannya sendiri. 7) Anak menceritakan pengalamannya. Strategi Pembelajaran Khusus di Taman Kanak-kanak Terdapat beberapa jenis strategi pembelajaran khusus yang dapat diterapkan di Taman Kanak-kanak. fungsional. sehingga tercipta kegiatan belajar yang lebih bervariasi. (2) Penemuan Terbimbing. (5) Belajar Kooperatif. lingkungan. . (12) do-it-signal. undangan/ajakan. benda. namun. (6) Demonstrasi. 4) Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung. 5) Anak mentransformasikan dan menggabungkan bahan-bahan.

Pada tahap ini anak diberi kesempatan untuk membuat rencana dari kegiatan yang akan mereka lakukan selanjutnya. dan melaporkan kembali (Review). Tahap ini adalah tahap dimana anak bermain dan memecahkan masalah. Area komputer. Tahap ini merupakan tahap memperlihatkan apa yang telah dilakukan anak pada tahap bekerja. Area Seni. merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak. Area Membaca dan menulis. tahap bekerja dan tahap melaporkan kembali. Upaya yang dilakukan adalah dengan merencanakan dan menyediakan bahan/peralatan yang dapat mendukung perkembangan dan belajar anak secara komprehensif. Area bermain di luar ruangan. mulai dari membuat perencanaan. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERMAIN . Area Balok.Prosedur Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Pembelajaran yang berpusat pada anak harus direncanakan dan diupayakan dengan matang. Area Manipulatif. Untuk itu perlu disediakan area-area yang memungkinkan berbagai kegiatan sesuai pilihannya. Prosedur pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut: Tahap merencanakan (Planning Time). Contoh Penerapan Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Plan Do Review.area tersebut meliputi: Area Pasir dan Air. Pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak meliputi: tahap perencanaan. mengerjakan (Do). Tahap Review (Recall). Area musik dan gerak. Area. Anak mentransformasikan rencana ke dalam tindakan. Area Rumah dan Bermain Drama. Dalam pendekatan ini anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuai dengan minat dan keinginannya. (Plan). Tahap Bekerja (Work Time). Area pertukangan atau kerja Kayu.

dan bermain secara kooperatif. bukan dikerjakan sambil lalu. Bermain adalah kodrat anak. Kriteria dalam kegiatan bermain adalah memotivasi intrinsik. tempat dan ruang bermain. yaitu: . Tema yang akan dipilih dapat mengacu pada 20 tema yang terdapat dalam PKB TK 1994. Langkah berikutnya adalah menentukan urutan langkah bermain yang disertai dengan penetapan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta permainan. Fungsi bermain bagai anak TK adalah: Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. Untuk mencerminkan hubungan dalam keluarga dan pengalaman hidup yang nyata. Untuk melepaskan dorongan-dorongan yang tidak dapat diterima seperti berperan sebagai pencuri. Bermain dapat dipandang sebagai suatu kegiatan yang bersifat voluntir. emosi atau sosial. bermain digolongkan sebagai berikut: bermain soliter. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran melalui Bermain Anak Rancangan kegiatan bermain meliputi penentuan tujuan dan tema kegiatan bermain. serta untuk memecahkan masalah dan mencoba berbagai penyelesaian masalah. terfokus pada proses. memiliki pengaruh positif. Tujuan kegiatan bermain bagi anak usia TK adalah untuk meningkatkan pengembangan seluruh aspek perkembangan anak usia TK. bermain secara paralel. Ditinjau dari dimensi perkembangan sosial. memberi ganjaran secara intrinsik. baik perkembangan motorik. bahan dan peralatan bermain. bermain asosiatif. kreativitas. Selanjutnya ditentukan tempat dan ruang bermain yang akan digunakan. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan seperti gosok gigi. meyenangkan dan fleksibel. hal itu sepenuhnya tergantung pada jenis permainan yang dipilih.Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bermain Bermain merupakan suatu kegiatan yang melekat pada dunia anak. macam kegiatan bermain. Sebelum melakukan kegiatan bermain. Cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya. spontan. bahasa. Untuk menyalurkan perasaan yang kuat seperti memukul-mukul kaleng. Penentuan jenis kegiatan bermain diikuti dengan jumlah peserta kegiatan bermain. terdapat dua macam kegiatan persiapan. Contoh Penerapan Pembelajaran melalui Bermain Pelaksanaan kegiatan bermain terdiri dari tiga kegiatan yaitu: Kegiatan prabermain Kegiatan bermain Kegiatan penutup Pada kegiatan prabermain. Menentukan jenis kegiatan bermain yang akan dipilih sangat tergantung kepada tujuan dan tema yang telah ditetapkan sebelumnya. apakah di dalam atau di luar ruangan kelas. Kegiatan bermain akan memberikan hasil yang optimal apabila kegiatan itu dirancang dengan saksama dan tidak secara kebetulan. dan urutan langkah bermain. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata. bermacam bahan dan peralatan yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai perlu dipersiapkan terlebih dahulu secara lengkap. kognitif. serta bermain memiliki kelenturan. Untuk melakukan berbagai peran yang ada di dalam kehidupan nyata.

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI BERCERITA Rasional Strategi Pembelajaran melalui Bercerita Metode bercerita merupakan salah satu metode yang banyak dipergunakan di Taman Kanak-kanak. menunggu giliran. kemampuan memecahkan masalah dan sebagainya. dan mengasyikkan sesuai dengan dunia kehidupan anak yang penuh suka cita Kegiatan bercerita harus diusahakan menjadi pengalaman bagi anak TK yang bersifat unik dan menarik. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita. bermain peran dalam suatu cerita. serta jumlah anak yang mengikuti permainan. guru memberikan penekanan pada aspek-aspek yang sepatutnya dikembangkan dan dimiliki oleh anak seperti. Bercerita sebaiknya dilakukan dalam kelompok kecil untuk memudahkan guru mengontrol kegiatan yang berlangsung sehingga akan berjalan lebih efektif. lucu. . Cerita yang dibawakan guru harus menarik. Banyaknya kegiatan pada tahap bermain sangat tergantung pada jenis permainan yang dipilih. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan kegiatan bermain yang telah ditetapkan sebelumnya . Beberapa macam teknik bercerita yang dapat dipergunakan antara lain guru dapat membaca langsung dari buku. Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru adalah sebagai berikut: Menetapkan tujuan dan tema cerita. Pada kegiatan ini. kemampuan bekerja sama. Kegiatan bercerita diusahakan dapat memberikan perasaan gembira. Prosedur Penerapan Pembelajaran melalui Bercerita Kegiatan bercerita merupakan kegiatan yang memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak serta pencapaian tujuan pendidikan. misalnya berbentuk lingkaran sehingga akan terjalin komunikasi yang lebih efektif. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. menggunakan boneka.Kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan dalam kegiatan bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan yang berurutan dari awal sampai dengan akhir kegiatan bermain. Kegiatan penutup merupakan kegiatan akhir dari seluruh langkah kegiatan bermain. menggunakan papan flannel. Selain itu tempat duduk pun harus diatur sedemikian rupa. Sebelum melaksanakan kegiatan bercerita guru terlebih dahulu harus merancang kegiatan bercerita berupa langkah-langkah yang harus ditempuh secara sistematis. menggunakan ilustrasi dari buku gambar. Metode bercerita merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK. atau bercerita dengan menggunakan jari-jari tangan. Evaluasi atau penilaian perlu dilaksanakan agar guru mendapatkan umpan balik tentang keberhasilan kegiatan bermain. Penggunaan bercerita sebagai salah satu strategi pembelajaran di Taman Kanak-kanak haruslah memperhatikan hal-hal berikut: Isi cerita harus terkait dengan dunia kehidupan anak TK.

Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita. merupakan hal yang patut mendapat perhatian karena pengaturan yang baik membuat anak merasa nyaman dan dapat mengikuti cerita di samping teknik bercerita. Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita: mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita. Pengaturan tempat duduk. Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita. melaksanakan kegiatan pembukaan. Penerapan Strategi Pembelajaran melalui Bercerita Penerapan strategi pembelajaran melalui bercerita mengacu pada prosedur pembelajaran yang telah dikembangkan sebelumnya. menetapkan teknik bertutur. melaksanakan kegiatan pembukaan. mengembangkan cerita. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. mengatur tempat duduk. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. yaitu: Menetapkan tujuan dan tema cerita. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. sepanjang bisa menggambarkan isi cerita dengan baik. Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan bercerita serta tema yang dipilih oleh guru menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan lainnya. Guru memiliki kebebasan untuk menentukan bentuk cerita yang dipilih. mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita. Bahan dan alat yang dipergunakan dalam kegiatan bercerita sangat bergantung kepada bentuk cerita yang dipilih sebelumnya. menetapkan teknik bertutur.Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita. mengembangkan cerita. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita. mengatur tempat duduk. dan teknik .

bermain di halaman. balok berongga. Dr. Dalam kegiatan bermain. baik bermain dengan badannya ataupun dengan berbagai benda disekitarnya. pengalaman bermain yang tepat dapat mengoptimalkan seluruh aspek tumbuh kembang anak. Pendekatan BCCT mendasarkan pada asumsi bahwa anak belajar melalui kegiatan bermain dengan benda-benda dan orang-orang disekitarnya (lingkungan biotik dan abiotik). air. emosi. Jean Piaget menyatakan bahwa kesempatan main pembangunan membantu anak untuk mengembangkan keterampilan yang akan mendukung keberhasilan sekolahnya kelak. pasir dianggap sebagai bahan main pembangunan sifat cair atau bahan alam. bristle blocks. kognisi maupun sosial anak. Main pembangunan dibahas oleh Jean Piaget (1962). menjelaskan suatu tahap yang berkesinambungan dari bahan yang paling cair atau messy seperti air. ke yang paling terstruktur seperti puzzle dan balok. Cat. dilantai atau dimeja dengan kursi. spidol.Metode pembelajaran dengan Pendekatan Beyond Centers and Circle Times (BCCT) adalah metode pembelajaran anak usia dini melalui kegiatan bermain anak dalam sentra-sentra bermain dan saat-saat lingkaran. Charles Wolfgang dalam bukunya yang berjudul School for Young Children. Sedangkan balok unit. anak berinteraksi dengan lingkungannya. main pembangunan dan main peran atau main simbolik Main sensorimotor dijelaskan oleh Jean Piaget dan Sara Smilansky (1968) yang menyatakan bahwa anak usia dini belajar melalui kegiatan bermain dengan menggunakan panca indranya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka. baik di dalam maupun diluar ruangan. puzzle dan lainnya yang sejenis . leggo. crayon. Sara Smilansky (1968). Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika pada mereka disediakan kesempatan untuk berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan. Pengalaman main sensorimotor pada anak usia dini merupakan rangsangan untuk mendukung proses kerja otak dalam mengelola informasi yang didapatkan anak dari lingkungan saat bermain. menyediakan banyak kesempatan untuk berhubungan dengan banyak tekstur dan berbagai jenis bahan mainan yang berbeda akan mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. dan Charles and Mary Wolfgang (1992). playdough. baik fisik. Kegiatan bermain anak tersebut antara lain melalui tiga jenis kegiatan bermain yaitu main sensorimotor. Kegiatan bergerak secara bebas.

Erikson menjelaskan bahwa anak menyusun pengalaman dengan membuat suatu keadaan yang semestinya dan menguasai kenyataan melalui ujicoba dan perencanaan di dalamnya. menciptakan kembali masa lalunya dan mengembangkan keterampilan khayalan. atau rangkaian kereta api dengan rel dan jalan dengan mobil. Sebagai contoh. Erik H. lapangan pesawat udara. mereka juga ³memeriksa egonya´ belajar menghadapi pertentangan emosinya. Anak mengantisipasi keadaan-keadaan masa depan melalui ujicoba-ujicoba. Sedangkan main peran makro adalah main peran sesungguhnya dengan alat-alat permainan berukuran sesungguhnya dan anak dapat menggunakannya untuk menciptakan dan memainkan peran-peran. Selanjutnya Erikson menjelaskan bahwa ada dua jenis main peran yaitu main peran mikro dan main peran makro. mengisi dan membongkar mainannya dan sebagainya. anak melakukan percobaan dengan bahan dan peran. Tujuan akhir main peran adalah belajar bermain dan bekerja dengan orang lain. Hal ini merupakan latihan untuk pengalaman-pengalamannya di dunia nyata selanjutnya.yang ditentukan dan mengarahkan bagaimana anak meletakkan bahan-bahan tersebut secara bersama menjadi sebuah karya. Dalam keadaan yang ia buat sendiri. kebun binatang dan orang-orang kemudian anak memainkannya lengkap dengan scenario yang biasanya disusun seketika dan dimainkannya bersama temantemannya dalam satu session. membawa boneka bayi mengelilingi ruangan sambil bernyanyi. misalnya . Main peran mikro adalah kegiatan bermain peran/role play dengan menggunakan bahan-bahan main berukuran kecil seperti rumah boneka lengkap dengan perabotnya dan orang-orangan sehingga anak dapat memainkannya. Selama tahap awal main peran. memperkuat dirinya sendiri untuk masa depan. dianggap sebagai bahan main pembangunan yang terstruktur. anak memakai baju dan melepaskannya. anak memperbaiki kesalahannya dan memperkuat harapan-harapannya. Anak dapat mengekspresikan dalam bahan-bahan ini dengan mengembangkannya dari proses bermain sensorimotor pada usia di bawah tiga tahun ke tahap main simbolik pada anak usia 3 sampai 6 tahun yang dapat terlihat dalam hubungan kerjasama dengan anak lainnya dalam menciptakan karya nyata. membuka dan menutup lemari. mendorong gerobak dan kereta barang. Saat anak berkembang melalui pengalaman main peran.

main dokter-dokteran maka alat permainan yang digunakan antara lain stetoskop mainan ukuran besar. garasi dan sebagainya dan anak-anak ada yang berperan sebagai Bapak. kamar periksa dan sebagainya yang semuanya dalam ukuran besar dan dapat dipergunakan seperti kegiatan sesungguhnya. PEMBELAJARAN PAUD DENGAN MENGGUNAKAN METODE BCCT Pendekatan ini dikembangkan berdasarkan pada teori anak. replica jarum suntik. meja belajar. kakak. teori multiple perkembangan yang intellegence. Atau dalam skala besar misalnya kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga. meja pendaftaran. Ibu. dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak. teori neuroscience. ada alat-alat rumah tangga. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep. ruang makan. ide. Pendidik. petugas pendaftar. dan pengetahuan anak. Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup: Pijakan lingkungan main. PRINSIP DASAR PENDEKATAN BCCT Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini didasarkan atas prinsipprinsip sebagai Berorientasi pada kebutuhan anak. perawat yang membantu dokter. Dalam pendekatan BCCT ditekankan bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. orang tua. ruang tamu. buku resep dan ballpoint. adik dan sebagainya. Pijakan setelah main. Pijakan sebelum main. kamar tidur. Kegiatan . Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main. dipadukan dengan pengalaman guru. Pijakan selama anak main. aturan.

mampu bersosialisasi. Tugas pendidik adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal. fokus. emosi.pembelajaran harus selalu ditujukan pada pemenuhan kebutuhan perkembangan anak secara individu. mengacu pendidikan dilaksanakan pada secara bertahap dan berulang-ulang anak. kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar. tahapan pertumbuhan ke melalui tingkat menjadi yang menuju atas. Setiap memiliki awal kemampuan berbeda. Kebutuhan khusus setiap anak perkembangan anak dapat dilihat pada ³menu . supaya anak mendapatkan dasar yang kokoh untuk mencapai kemampuan yang lebih tinggi. perkembangannya tangga anak seni dan sosialnya.. dengan karena itu anak usia dini disesuaikan tahap-tahap perkembangan anak. serius dan konsentrasi. dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan menggunakan benda-benda yang ada disekitarnya. Tahap perkembangan anak Anak tumbuh menjadi lebih besar dan berkembang menjadi lebih pintar dalam aspek fisik. lingkungan harus bagi diciptakan anak menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan selama mereka bermain. dalam bahasa. disiplin. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi. dengan prinsip-prinsip menyeluruh perkembangan yang rangsangan semua aspek bersifat mencakup perkembangan. sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. dan berpikir/kognisi.Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain. Mengembangkan kecakapan hidup anak. untuk mengetahui tahap generik´. dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar. kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri. dasar untuk kemampuan pada tahap yang di tahap harus lebih yang mengembangkan pembelajaran kemampuan lebih tinggi.

Anak pada usia yang sama. seni dan musik. interaksi sosial. Pembelajaran pada anak usia dini tidak seperti pembelajaran di sekolah-sekolah yang dibagi permata pelajaran. dan mungkin pada beberapa aspek lainnya. sehingga anak mempunyai banyak pengalaman yang bermanfaat. Contohnya saat anak bermain dengan balok. Pengalaman tersebut termasuk juga pengalaman sosial. menumbuhkan kepercayaan diri. kinestetik. dan mengklasifikasi balok pasa saat membereskannya kembali. Contoh. Karena itu pembelajaran untuk anak usia dini harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak melakukan sendiri dengan menggunakan panca inderanya. membedakan kebutuhan belajar mereka pada aspek motoriknya. menyebutkan bentuk balok yang dipakai. perbedaan kemampuan gerak kedua anak tersebut.Kemampuan setiap anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungannya. menghitung jumlah balok yang digunakan. tahap perkembangan sama tetapi mendapatkan rangsangan akan memilki pengalaman anak usia belajar yang lingkungan berbeda karena itu berbeda. pemahaman diri. tetapi satu kegiatan mencakup semua aspek. bercerita tentang bangunan yang sudah dibuatnya. anak usia empat tahun yang memiliki kesempatan bergerak dengan leluasa akan memiliki kemampuan motorik (gerakan) yang lebih baik dibanding dengan anak usia sama yang sering dilarang melakukan sesuatu. Pengembangan potensi jamak Setiap anak memiliki kemampuan jamak (bahasa. anak diberi kesempatan sejak kecil untuk melakukan sendiri . pembelajaran dini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. anak dirangsang untuk bercerita tentang gagasan yang akan dibangunnya. visual spasial. Untuk membentuk anak cerdas maka anak harus banyak melakukan interaksi dengan lingkungan. Membangun pengetahuan anak Kecerdasan dirangsang oleh lingkungan. logika matematika. alam. dan spiritual). Contoh untuk mendapatkan keterampilan hidup.

tenang. keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan. menemukan atau Kesemuanya dan itu kesempatan fisiknya. Sebaliknya jika anak dipaksa untuk melakukan sesuatu. dan itu akan menumbuhkan rasa ketergantungan dan ketidakmandirian anak Anak Belajar dengan baik apabila merasa aman dan nyaman secara fisik dan psikologisnya. segala macam benda anak yang ditemukannya. ia akan melakukannya secara berulang-ulang. Bermain sama dengan bermain anak belajar melihat. mencicipi rasa. apabila anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang. dan Dalam perkembangannya. Contoh. maka ia akan menolak untuk melakukannya kembali. belajar yang nyaman memberikan kemungkinan anak bermain Suasana aktif. Oleh karena itu sebelum melakukan pembelajaran perlu menarik minat anak terlebih dahulu. merasakan. Fungsi kerja otak besar (otak untuk berpikir) berjalan dengan baik apabila mendapatkan rangsangan yang menyenangkan. Karena itu penting memberikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak. Bantuan yang berlebihan dari orang dewasa akan membatasi anak untuk mengembangkan kemampuannya. Bagi anak bermain adalah untuk sarana anak untuk pertumbuhan belajar. atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. sehingga anak merasa tertarik dan senang untuk melakukannya. dan belajarnya menjadi sia-sia.seperti makan-minum sendiri. meningkatkan kemampuan pemahaman tentang sesuatu yang . Belajar melalui bermain. menyentuh membuka kemampuan lingkungan. sepanjang kegiatannya tidak membahayakan dirinya. Selain itu suasana pembelajaran yang menyenangkan. bagi untuk mengembang dengn membangun daya hubungan imajinasi. mendengar. memecahkan masalah. berarti penguatan kemampuan tersebut tidak akan terjadi. komukasi mengembangkan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. dan itu sangat baik untuk mencapai kemajuan anak. memakai baju dan menentukan baju mana yang diinginkannya. dan aman selama proses belajar. menggunakan sepatu dan hal-hal lain yang dapat dan ingin dilakukannya. anak dapat membangun jaringan syaraf otak dan memperkuat jaringat yang sudah terjalin.

baru. Dalam suasana yang menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. anak cium. menghitung jumlah kue pasir. pengetahuan Dengan diperlukan anak alat-alat inderanya belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. Juga kesempatan untuk mendapatkan tantangan sehingga dapat mengembangkan keterampilan berikutnya yang lebih sulit. Kesemuanya dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain yang menyenangkan. Karena itu anak akan untuk beruntung melatih dan lebih maju apabila baru mendapatkan kesempatan keterampilan yang dikuasainya. Pengawasan dan perhatian yang tepat dari orang dewasa memberikan perasaan aman dan nyaman. Anak belajar apabila sesuai dengan kemampuan perkembangannya. meningkatkan keterampilan menggunakan alat bermain. budaya setempat. Anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya. dan lingkungan akan sosial dimana langsung anak sehingga pengalaman anak terkait dengan kehidupannya. main imajinasi menggunakan kue pasir dengan temannya untuk pengembangan bahasanya. melihat warna pasir. dan kemampuan bahasa. nilai hidup. Anak belajar dengan cara berulang Dengan latihan yang berulang-ulang anak memperkuat sambungan syaraf otak. yang lihat. dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. mengenal memberikan dunianya. untuk kecap. ukuran untuk membuat pasir cetak. Contoh. Perhatian. . raba. dengan menggunakan pasir dan cetakan anak dapat merasakan tekstur pasir. Anak belajar dalam suasana yang menyenangkan. Pembelajaran untuk anak usia dini tidak bertentangan dengan ajaran agama. sosial dan budaya. Segala sesuatu yang anak baru dengar. kasih sayang. Kepatutan menurut konteks agama. bentuk pasir setelah dicetak.

bosan. Early Metode Young ini telah terakreditasi (NAEYC) di sebagai oleh National yang Assosiation Childhood metode direkomendasikan memperoleh dapat diterapkan dari Amerika dimana Serikat. Kegiatan yang sering dilakukan anak menunjukkan kemampuan yang dikuasai anak. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang terlalu tinggi di atas kemampuannya. ia akan merasa frustasi karena merasa tidak berhasil. Untuk mengetahui dimana kemampuan anak saat ini. baik dari segi materi. seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak. Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak. baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus.Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang lebih rendah dari pada yang dimilikinya. . berarti ia tidak belajar. Karena itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. PENDEKATAN BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME (BCCT) Pendekatan Beyond Center and Circles Time (BCCT) atau Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran Metode Sentra dan Saat Lingkaran atau dikatakan metode Beyond Center and Circles Time (BCCT) adalah metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Reserch and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida Amerika Serikat. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. dan tidak mendapatkan pengalaman baru. perhatikan apa yang dilakukan anak sekarang ini. maka anak tidak tertarik. Indonesia dapat copyright CCCRT penerapannya dilaksanakan secara bertahap dan dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sepanjang tetap memperhatikan prinsipprinsip dasarnya. bahan dan alat main. Pengembangan metode ini telah dilakukan lebih dari 25 tahun di Creative Pre School Florida. Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu.

B. sehingga dapat dijadikan panduan bagi pendidik pemulaMasing-masing anak memperoleh dukungan untuk aktif.Yang dimaksud saat lingkaran adalah pendidik dan peserta didik duduk melingkar pada saat sebelum dan sesudah kegiatan bermain anak. pendukung. secara bertahap.Semua tahapan perkembangan anak telah dirumuskan dengan rinci dan jelas. sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian perkembangan anakKegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-pijakan sebelum.Pendidik lebih anak berperan sebagai perancang. Keunggulan Pendekatan BCCT diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak Kurikulumnya yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan. dan sesudah main. sehingga dapat dijadikan pijakan bagi pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan anakPenerapannya tidak bersifat kaku. Namun demikian metode ini memiliki keunggulan. sehingga mendorong kreativitas anak. melainkan dapat dilakukan setempat. kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri. sehingga rancangan. sehingga semuanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. sesuai dengan situasi dan kondisi Prinsip Pendekatan BCCT . HighScope dan Reggio Emilio. Metode Sentra dan Saat Lingkaran merupakan hasil pengemabngan dari metode Montessori. pendidik dapat memantau perkembangan semua anak didiknya dengan mudah. sesaat. dan penilaian disesuaikan dengan potensi. tanpa harus takut membuat kesalahanSetiap tahap perkembangan bermain anak sudah dirumuskan secara jelas. dukungan. tingkat perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak. dan penilai kegiatan dengan mengkondisikan setiap anak untuk berperan aktif Pembelajarannya bersifat individual.

Menempatykan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal yang merangsang anak untuk aktif. secara bergilir pendidik memberi pijakan kepada setiap anak. anak-anak pulang secara bergiliran . pendidik bersama anakanak membereskan peralatan dan tempat main. untuk mengikuti Mempersyaratkan pelatihan pendidik dan pengelola program sebelum menerapkan metode ini. pendidik duduk bersama anak didik dengan membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman setelah main. semua anak mengikuti main pembukaan dengan bimbingan pendidik. Standar Operasional Pendekatan BCCT Standar adalah: pendidik Operasional Proses Pembelajaran dengan Pendekatan BCCT menata lingkungan main sebagai pijakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ada pendidik yang bertugas menyambut kedatangan anak dan mempersilahkan untuk bermain bebas dulu. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran/pembiasaan antri. pendidik bersama anakanak makan bekal yang dibawanya (tidak dalam posisi istirahat) kegiatan penutup. pendidik duduk bersama anak didik membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman sebelum main. pendidik memberi waktu yang cukup kepada anak untuk melakukan kegiatan di sentra main yang disiapkan sesuai jadwal hari itu. Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah. anak-anak masuk ke kelompok masing- masing dengan dibimbing oleh pendidik yang bersangkutan. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran.Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran. selama anak berada disentra. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan.Keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada teori dan pengalaman empiric. kreatif dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri.

pendidik membereskan tempat dan merapikan catatan-catatan dan kelengkapan administrasi. Pijakan sebelum main. dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan . aturan. Pijakan setelah main. berdasarkan teori pada teori perkembangan yang teori multiple intellegence. Dalam pendekatan BCCT ditekankan bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. dan pengetahuan anak. dipadukan dengan pengalaman guru. Pendidik. PRINSIP DASAR PENDEKATAN BCCT Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini didasarkan atas prinsipprinsip sebagai harus Berorientasi selalu pada kebutuhan pada anak. orang tua. ini dikembangkan neuroscience. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain. Pijakan selama anak main. Kegiatan kebutuhan pembelajaran ditujukan pemenuhan perkembangan anak secara individu. ide. Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup: Pijakan lingkungan main. pendidik melakukan diskusi evaluasi hari ini dan rencana esok hari PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DENGAN PENDEKATAN BCCT Pendekatan anak. dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak. Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main.

dengan yang menuju atas. tahap perkembangan sama tetapi mendapatkan rangsangan lingkungan berbeda . mengacu pendidikan dilaksanakan pada secara bertahap dan berulang-ulang anak. dengan prinsip-prinsip menyeluruh perkembangan yang rangsangan semua aspek bersifat mencakup perkembangan. fokus. dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar. mampu bersosialisasi.. supaya anak mendapatkan dasar yang kokoh untuk mencapai kemampuan yang lebih tinggi. dasar untuk kemampuan pada tahap yang tahap harus lebih yang mengembangkan pembelajaran kemampuan di usia dini karena itu anak disesuaikan tahap-tahap perkembangan anak. emosi.menggunakan benda-benda yang ada disekitarnya. sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. tahapan pertumbuhan ke melalui tingkat menjadi tinggi. lingkungan harus bagi diciptakan anak menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan selama mereka bermain. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi. Tugas pendidik adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan dapat berkembang secara optimal. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar. Setiap memiliki awal lebih kemampuan berbeda. kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik. serius dan konsentrasi. Mengembangkan kecakapan hidup anak. dan berpikir/kognisi. disiplin. Tahap perkembangan anak Anak tumbuh menjadi lebih besar dan berkembang menjadi lebih pintar dalam aspek fisik. Anak pada usia yang sama.Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan. kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri. Kebutuhan khusus setiap anak perkembangan anak dapat dilihat pada ³menu Kemampuan setiap anak dipengaruhi oleh faktor bawaan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungannya. perkembangannya tangga anak seni dan sosialnya. untuk mengetahui tahap generik´. dalam bahasa.

visual spasial. pemahaman diri. dan mengklasifikasi balok pasa saat membereskannya kembali. Pengembangan potensi jamak Setiap anak memiliki kemampuan jamak (bahasa. memakai baju dan menentukan baju mana yang diinginkannya. tetapi satu kegiatan mencakup semua aspek. dan spiritual). Pembelajaran pada anak usia dini tidak seperti pembelajaran di sekolah-sekolah yang dibagi permata pelajaran. menghitung jumlah balok yang digunakan. Contoh. Contoh untuk mendapatkan keterampilan hidup. sepanjang kegiatannya tidak membahayakan dirinya. dan mungkin pada beberapa aspek lainnya. karena itu pembelajaran dini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. logika matematika. Karena itu pembelajaran untuk anak usia dini harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak melakukan sendiri dengan menggunakan panca inderanya. kinestetik. bercerita tentang bangunan yang sudah dibuatnya. interaksi sosial. sehingga anak mempunyai banyak pengalaman yang bermanfaat. anak diberi kesempatan sejak kecil untuk melakukan sendiri seperti makan-minum sendiri. anak usia empat tahun yang memiliki kesempatan bergerak dengan leluasa akan memiliki kemampuan motorik (gerakan) yang lebih baik dibanding dengan anak usia sama yang sering dilarang melakukan sesuatu. seni dan musik. Bantuan yang berlebihan dari orang dewasa akan membatasi .akan memilki pengalaman anak usia belajar yang berbeda. anak dirangsang untuk bercerita tentang gagasan yang akan dibangunnya. perbedaan kemampuan gerak kedua anak tersebut. menumbuhkan kepercayaan diri. Pengalaman tersebut termasuk juga pengalaman sosial. Contohnya saat anak bermain dengan balok. menyebutkan bentuk balok yang dipakai. alam. Untuk membentuk anak cerdas maka anak harus banyak melakukan interaksi dengan lingkungan. Membangun pengetahuan anak Kecerdasan dirangsang oleh lingkungan. membedakan kebutuhan belajar mereka pada aspek motoriknya. menggunakan sepatu dan hal-hal lain yang dapat dan ingin dilakukannya.

baru. maka ia akan menolak untuk melakukannya kembali. melihat warna pasir. mendengar. menemukan atau Kesemuanya dan itu kesempatan fisiknya. dengan menggunakan pasir dan cetakan anak dapat merasakan tekstur pasir. dan itu akan menumbuhkan rasa ketergantungan dan ketidakmandirian anak Anak Belajar dengan baik apabila merasa aman dan nyaman secara fisik dan psikologisnya. Selain itu suasana pembelajaran yang menyenangkan. keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan. yang dan meningkatkan keterampilan kemampuan bahasa. bagi untuk mengembang dengn membangun daya hubungan imajinasi. memecahkan masalah. Contoh. komukasi mengembangkan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. belajar yang nyaman memberikan kemungkinan anak bermain Suasana aktif. dan belajarnya menjadi sia-sia. Sebaliknya jika anak dipaksa untuk melakukan sesuatu. menyentuh membuka kemampuan lingkungan. apabila anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang.anak untuk mengembangkan kemampuannya. bentuk pasir setelah dicetak. Fungsi kerja otak besar (otak untuk berpikir) berjalan dengan baik apabila mendapatkan rangsangan yang menyenangkan. dan aman selama proses belajar. merasakan. Karena itu penting memberikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak. Oleh karena itu sebelum melakukan pembelajaran perlu menarik minat anak terlebih dahulu. . segala macam benda anak yang ditemukannya. sehingga anak merasa tertarik dan senang untuk melakukannya. Belajar melalui bermain. mencicipi rasa. Bermain sama dengan bermain anak belajar melihat. berarti penguatan kemampuan tersebut tidak akan terjadi. Contoh. ia akan melakukannya secara berulang-ulang. anak dapat membangun jaringan syaraf otak dan memperkuat jaringat yang sudah terjalin. dan itu sangat baik untuk mencapai kemajuan anak. dan Dalam perkembangannya. meningkatkan kemampuan pemahaman menggunakan tentang alat sesuatu bermain. Bagi anak bermain adalah untuk sarana anak untuk pertumbuhan belajar. atau melakukan sesuatu yang tidak disukainya. tenang.

kasih sayang. . bosan. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang lebih rendah dari pada yang dimilikinya. Karena itu anak akan untuk beruntung melatih dan lebih maju apabila baru mendapatkan kesempatan keterampilan yang dikuasainya. sosial dan budaya. Anak belajar dengan cara berulang Dengan latihan yang berulang-ulang anak memperkuat sambungan syaraf otak. budaya setempat. Segala sesuatu yang anak baru dengar. main imajinasi menggunakan kue pasir dengan temannya untuk pengembangan bahasanya. nilai hidup. Anak belajar apabila sesuai dengan kemampuan perkembangannya. Pembelajaran untuk anak usia dini tidak bertentangan dengan ajaran agama. dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dalam suasana yang menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. yang lihat. berarti ia tidak belajar. dan lingkungan akan sosial dimana langsung anak sehingga pengalaman anak terkait dengan kehidupannya. Kepatutan menurut konteks agama. anak cium. mengenal memberikan dunianya. Anak belajar dalam suasana yang menyenangkan. maka anak tidak tertarik. Anak belajar menggunakan seluruh panca inderanya. Kesemuanya dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain yang menyenangkan. Perhatian. Jika anak dirangsang dengan kemampuan yang terlalu tinggi di atas kemampuannya. raba.ukuran untuk membuat pasir cetak. ia akan merasa frustasi karena merasa tidak berhasil. pengetahuan Dengan diperlukan anak alat-alat inderanya belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. Pengawasan dan perhatian yang tepat dari orang dewasa memberikan perasaan aman dan nyaman. untuk kecap. dan tidak mendapatkan pengalaman baru. Juga kesempatan untuk mendapatkan tantangan sehingga dapat mengembangkan keterampilan berikutnya yang lebih sulit. menghitung jumlah kue pasir.

Oleh karena itu dalam merancang dan menata kegiatan bermain yang bermutu. Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak. sehingga semuanya dapat saling berinteraksi satu sama lain. Untuk mengetahui dimana kemampuan anak saat ini. bahan dan alat main. Early Metode Young ini telah terakreditasi (NAEYC) di sebagai oleh National yang Assosiation Childhood metode direkomendasikan memperoleh dapat diterapkan dari Amerika dimana Serikat. baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus. baik dari segi materi. Setiap sentra memiliki tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. seorang guru harus memperhatikan proses perkembangan anak. Yang dimaksud saat lingkaran adalah pendidik dan peserta didik duduk melingkar pada saat sebelum dan sesudah kegiatan bermain anak. pendidik dapat memantau perkembangan semua anak didiknya dengan mudah. Pengembangan metode ini telah dilakukan lebih dari 25 tahun di Creative Pre School Florida.Karena itu pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. . PENDEKATAN BEYOND CENTER AND CIRCLES TIME (BCCT) Pendekatan Beyond Center and Circles Time (BCCT) atau Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran Metode Sentra dan Saat Lingkaran atau dikatakan metode Beyond Center and Circles Time (BCCT) adalah metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Reserch and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida Amerika Serikat. Indonesia dapat copyright CCCRT penerapannya dilaksanakan secara bertahap dan dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia sepanjang tetap memperhatikan prinsipprinsip dasarnya. perhatikan apa yang dilakukan anak sekarang ini. Kegiatan yang sering dilakukan anak menunjukkan kemampuan yang dikuasai anak.

sesaat. dan penilai kegiatan dengan mengkondisikan setiap anak untuk berperan aktif Pembelajarannya bersifat individual. sehingga dapat dijadikan pijakan bagi pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan anakPenerapannya tidak bersifat kaku. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk 4 jenis pijakan. kreatif dan berani mengambil keputusan sendiri. sesuai dengan situasi dan kondisi Prinsip Pendekatan BCCT Keseluruhan proses pembelajarannya berlandaskan pada teori dan pengalaman empiric. dan sesudah main. pendukung. sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian perkembangan anakKegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas mulai dari penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-pijakan sebelum. dan penilaian disesuaikan dengan potensi. melainkan dapat dilakukan setempat.Semua tahapan perkembangan anak telah dirumuskan dengan rinci dan jelas.Metode Sentra dan Saat Lingkaran merupakan hasil pengemabngan dari metode Montessori. secara bertahap. tanpa harus takut membuat kesalahanSetiap tahap perkembangan bermain anak sudah dirumuskan secara jelas. Keunggulan Pendekatan BCCT diarahkan untuk membangun berbagai pengetahuan anak Kurikulumnya yang digali sendiri melalui variasi pengalaman main di sentra-sentra kegiatan. sehingga dapat dijadikan panduan bagi pendidik pemulaMasing-masing anak memperoleh dukungan untuk aktif. HighScope dan Reggio Emilio. sehingga mendorong kreativitas anak. sehingga rancangan. B. Namun demikian metode ini memiliki keunggulan. tingkat perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak.Pendidik lebih anak berperan sebagai perancang. Menempatykan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal . dukungan.

pendidik memberi waktu yang cukup kepada anak untuk melakukan kegiatan di sentra main yang disiapkan sesuai jadwal hari itu. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran. semua anak mengikuti main pembukaan dengan bimbingan pendidik. pendidik bersama anakanak membereskan peralatan dan tempat main. anak-anak masuk ke kelompok masing- masing dengan dibimbing oleh pendidik yang bersangkutan.Menggunakan standar operasional yang baku dalam proses pembelajaran. pendidik duduk bersama anak didik membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman sebelum main. Standar Operasional Pendekatan BCCT Standar adalah: pendidik Operasional Proses Pembelajaran dengan Pendekatan BCCT menata lingkungan main sebagai pijakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ada pendidik yang bertugas menyambut kedatangan anak dan mempersilahkan untuk bermain bebas dulu. pendidik duduk bersama anak didik dengan membentuk lingkaran untuk memberikan pijakan pengalaman setelah main. anak-anak pulang secara bergiliran pendidik membereskan tempat dan merapikan catatan-catatan dan kelengkapan administrasi.yang merangsang anak untuk aktif. pendidik bersama anakanak makan bekal yang dibawanya (tidak dalam posisi istirahat) kegiatan penutup. secara bergilir pendidik memberi pijakan kepada setiap anak. pendidik melakukan diskusi evaluasi hari ini dan rencana esok hari . kreatif dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri. selama anak berada disentra. untuk mengikuti Mempersyaratkan pelatihan pendidik dan pengelola program sebelum menerapkan metode ini. Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah. pendidik memberi waktu kepada anak untuk ke kamar kecil dan minum secara bergiliran/pembiasaan antri.

kognitif. emosional.TK ANAK CERIA BANJARBARU Dalam penyelenggaraan pendidikan metode pembelajaran ada berbagai metode yang dilakukan oleh para pendidik. serta emosional dan intelektualnya. Pendidikan TK dapat memberi andil bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. sosial emosional. bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikirannya melalui bahasa yang sederhana secara tepat. Diantaranya adalah metode belajar sambil bermain ataupun bermain sambil belajar. Pengembangan sosial. Pada hakikatnya dua macam metode tersebut sama-sama saling mendukung dalam proses belajar anak didik. dan kemandirian. 2011 by KB . Cara ini akan lebih berkesan dalam memori otak anak-anak untuk perkembangan pengetahuannya karena pada usia dini adalah masa-masa perkembangan memori otak sangat pesat.Penerapan Sistem Bermain Sambil Belajar. Pemberian pendidikan yang tepat pada masa ini berpengaruh sangat signifikan bagi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. Demikian juga kemampuan berbahasa. Usia emas itu datang hanya sekali dan tidak dapat terulang lagi pada fase berikutnya. fisik/motorik. utamanya pengembangan kepribadian dan potensi diri baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama. Pada umumnya dalam proses pendidikan pada anak balita atau usia dini lebih diutamakan pada metode bermain sambil belajar. dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup. perkembangan watak dan moralnya. Peran pendidikanlah untuk mengawal bagaimana permainan dapat menumbuh kembangkan mereka secara patut dan utuh sebagai anak manusia. Belajar Seraya Bermain Posted on February 8. kemandirian dan seni sesuai dengan tahap perkembangan anak. bahasa. namun ada juga yang bermain ³cukup berbahaya´ mereka lakukan sebagai kanak-kanak. Oleh karena itu. Dengan pengembangan moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan yang Maha Esa dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar menjadi warga negara yang baik. Hal ini dilakukan karena metode ini lebih sesuai dengan kondisi anak-anak yang cenderung lebih suka bermain. Pengembangan fisik/motorik . Pada fase usia emas ini anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk dapat berbahasa Indonesia. Pada usia ini pula. baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya. Para ahli psikologi berpendapat bahwa masa pendidikan di TK merupakan masa usia emas (golden age). Maka para pendidik memanfaatkan hal ini untuk mendidik mereka dengan cara bermain sambil belajar yaitu disamping mereka bermain mereka sekaligus mengasah ketrampilan dan kemampuan. Di seluruh dunia anak bermain. Ada anak-anak yang bermain dengan patut. Anak pada usia ini harus mendapatkan beragam input yang merangsangnya. anak mulai belajar mengembangkan kemampuan bahasa dan sosialnya. masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat penting untuk meningkatkan seluruh potensi kecerdasannya. Bermain bagi anak bagaikan bekerja bagi manusia dewasa.

Melalui bermain. Bermain disesuaikan dengan perkembangan anak. dan dapat menghargai hasil karya yang kreatif. dan bermain konstruktif. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika anak-anak disediakan kesempatan untuk bergerak secara bebas berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan. Seto Mulyadi (2006) psikolog anak. anak bukan manusia dewasa mini. Permainan yang digunakan di TK merupakan permainan yang merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. sehat dan terampil.untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus. meningkatkan kemampuan mengontrol gerakan tubuh dan kordinasi. karena itu metode pembelajaran terhadap anak harus disesuaikan dengan perkembangannya. Anak-anak senantiasa tumbuh dan berkembang. Anak dibina dengan berbagai cara agar mereka dapat . dan kreativitas mereka perlu terus dijaga dan dikembangkan dengan menciptakan lingkungan yang menghargai kreativitas yaitu melalui bermain. mengembangkan kepekaan. bermain peran. 2006). Masa anak-anak merupakan masa puncak kreativitasnya. Vygotsky. Pada dasarnya anak senang sekali belajar. dan Freud. Seluruh potensi kecerdasan anak akan berkembang optimal apabila disirami suasana penuh kasih sayang dan jauh dari berbagai tindak kekerasan. Bermain fungsional atau sensorimotor dimaksudkan bahwa anak belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungannya. sehingga anak-anak dapat bermain dengan gembira. sedangkan pengembangan seni. Oleh karena itu. baik di dalam maupun di luar ruangan. Bermain merupakan cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak TK sesuai kompetensinya. dihadapkan dengan berbagai jenis bahan bermain yang berbeda yang mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. bukan teori akademik. serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat. anak memperoleh dan memproses informasi mengenai hal-hal baru dan berlatih melalui keterampilan yang ada. pendidikan di TK yang menekankan bermain sambil belajar dapat mendorong anak untuk mengeluarkan semua daya kreativitasnya. Erikson. bermain fungsional atau sensorimotor. Pengembangan kognitif bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir anak untuk dapat mengolah perolehan belajarnya. menyampaikan paling tidak ada tiga jenis kegiatan bermain yang mendukung pembelajaran anak. serta mempunyai kemampuan untuk mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir teliti. agar anak mampu menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK (Depdiknas. Mereka menampilkan ciri-ciri fisik dan psikologis yang berbeda untuk tiap tahap perkembangannya. Jenis Kegiatan Bermain Beberapa ahli psikologi anak seperti Rodgers. yaitu. kegiatan belajar yang efektif pada anak dilakukan melalui cara-cara bermain aktif yang menyenangkan. menjelaskan bahwa anak adalah anak. asal dilakukan dengan cara-cara bermain yang menyenangkan. membantu anak mengembangkan kemampuan logika matematik dan pengetahuan akan ruang dan waktu. dapat menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah. Oleh karena itu. Dunia anak adalah dunia bermain. dan interaksi pedagogis yang mengutamakan sentuhan emosional. Piaget.

kerja sama kelompok. dan anak dalam sebuah rumah tangga. mendapatkan kesempatan untuk menggambar. tahapan ingatan. atau bermain drama.bermain secara penuh dan diberikan sebanyak mungkin kesempatan untuk menambah macam gerakan dan meningkatkan perkembangan sensorimotor. anak juga dapat mengekspresikan dirinya dalam mengembangkan bermain sensorimotor. Anak-anak dapat menggunakan palu dengan paku dan kayu. Bermain pembangunan menurut Piaget dapat membantu mengembangkan keterampilan anak dalam rangka keberhasilan sekolahnya dikemudian hari. Bermain peran dipandang sebagai sebuah kekuatan yang menjadi dasar perkembangan daya cipta. pengendalian diri. sosial. bermain peran. dengan spidol dan krayon. (2) ruang yang cukup. keterampilan spasial. serta hubungan kerja sama dengan anak lain dan menciptakan karya nyata. yaitu bermain peran mikro dan makro. Bermain peran mikro dimaksudkan bahwa anak memainkan peran dengan menggunakan alat bermain berukuran kecil. Bermain peran disebut juga bermain simbolik. sosial. maupun bahan terstruktur. Bermain konstruktif dilakukan melalui kegiatan bermain untuk membuat bentuk-bentuk tertentu menjadi sebuah karya dengan menggunakan beraneka bahan. dan keterampilan kognisi. Bermain peran memungkinkan anak memproyeksikan dirinya ke masa depan dan menciptakan kembali masa lalu. cat. krayon. dan warna yang berbeda. papan lukis dengan kertas berbagai ukuran dan kuas akan membantu anak sepanjang waktu untuk berkembang melalui tahap awal dari corat-coret menuju ke penciptaan sesuatu yang bermakna dan menuju ke menulis kata dan kemudian kalimat. puzzle. anak secara langsung bermain menjadi tokoh untuk memainkan peranperan tertentu sesuai dengan tema. pasir. . playdough. Misalnya untuk melatih keteramplan pembangunan anak dapat menggunakan cat di papan lukis. dan emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun. nampan cat jari. dan sebagainya. dan fisik yang dibutuhkan Misalnya anak-anak harus memiliki pengalaman harian yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan bahan yang bersifat cair. antara lain. Kegiatan ini harus memperkaya kesempatan pengalaman anak melalui beberapa jenis bermain yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan perkembangan anak. konsep hubungan kekeluargaan. Dengan demikian berarti dalam kegiatan bermain harus mempunyai intensitas dan dentitas yang memadai. imajinasi. dan keterampilan awal menulis. Konsep intensitas menekankan pada jumlah waktu yang dibutuhkan anak untuk berpindah melalui tahap perkembangan kognisi. dikenal adanya konsep intensitas dan dentitas. Sedangkan bermain peran makro. melukis. Bahan-bahan seperti kertas dengan tekstur. atau bahan alam lain. Bermain peran ini sangat penting untuk perkembangan kognisi. Konsep densitas menekankan pada keanekaragaman kegiatan bermain yang disediakan untuk anak di lingkungannya. dan (3) adanya peralatan untuk mendukung bermacammacam adegan permainan. afeksi. pura-pura. Melalui bermain pembangunan. emosi. Menurut Erikson terdapat dua jenis bermain peran. Kualitas pengalaman main peran tergantung pada beberapa faktor. sisa-sisa bahan bangunan untuk berlatih keterampilan pembangunan terstruktur. Dalam kegiatan bermain. penyerapan kosa kata. Misalnya peran sebagai ayah. fantasi. cat dengan kuas kecil di atas meja. misalnya orang-orangan kecil yang lagi berjual beli. baik bahan cair. seperti air. ibu. (1) cukup waktu untuk bermain. ukuran.

serta mengemas permainan agar tertata kembali. menantang. yaitu dukungan penataan lingkungan bermain. menyebabkan pembelajaran yang dilaksanakan kurang menekankan kegiatan bermain. peralatan. sedangkan model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan. Selanjutnya agar anak-anak dalam bermain dapat berlangsung lebih efektif. pembangunan dan bermain peran. Penataan pengalaman sebelum bermain merupakan kegiatan awal yang dilakukan guru untuk memberi gagasan sebelum anak melakukan kegiatan bermain. hal itu berarti memberi layanan pendidikan kepada anak TK secara optimal. penataan pengalaman bermain saat bermain. Dengan sarana bermain yang sangat terbatas. dan tempat yang memadai. misalnya model klasikal. dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di KB/TK. merencanakan intensitas dan densitas pengalaman. serta memberi kesempatan yang cukup kepada anak untuk bermain. memperkuat dan memperluas bahasa anak. dan sensorimotor. Ada beberapa dukungan penataan/pijakan yang dilakukan untuk mencapai mutu pengalaman bermain. sensorimotor. Model pembelajaran yang digunakan di KB/TK harus memperhatikan bakat. dimana anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kegiatan pengaman. maka pengalaman bermain anak seharusnya direncanakan dengan baik. misalnya anak mendapat kesempatan memilih serangkaian kegiatan bermain setiap hari untuk terlibat dalam bermain peran. Guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. Penataan pengalaman saat bermain. meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui hubungan teman sebaya. tetapi lebih bersifat akademik.Dengan menyediakan beraneka jenis mainan yang tepat bagi anak. dan menata kesempatan main untuk mendukung hubungan sosial yang positif. bermain pembangunan. memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif. penataan pengalaman sebelum bermain. dan juga penataan pengalaman setelah bermain. minat dan perkembangan fisik serta psikologis anak. inspiratif. model kelompok dengan pengaman. menyenangkan. meliputi pemberian waktu kepada anak untuk mengelola dan memperluas pengalaman bermain. mengamati dan mendokumentasikan kemajuan bermain anak. Model klasikal merupakan model pembelajaran yang paling sederhana yang menganggap anak memiliki kemampuan sama. dan menggunakan pendekatan tematik. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. penataan lingkungan yang tepat. Selain itu. serta model berdasarkan berdasarkan area. Sedangkan penataan pengalaman setelah bermain dimaksudkan mengajak anak untuk mengingat kembali pengalaman bermainnya dan saling menceritakan pengalaman bermain. memiliki berbagai bahan yang mendukung jenis-jenis permainan. memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan. Penataan lingkungan bermain artinya mengelola lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup. anak-anak dibagi-bagi menjadi beberapa sudut kegiatan. menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam. Model pembelajaran berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman merupakan pola pembelajaran. dan sentra. dan diberi bimbingan untuk memenuhi kebutuhan setiap anak sebagaimana yang telah dilakukan dalam model pembelajaran sentra. model pembelajaran berdasarkan sudut kegiatan. kegiatan pembelajaran harus kreatif. . dikenal beberapa model pembelajaran. mencontohkan komunikasi yang tepat. interaktif.

dan penataan setelah bermain. namun yang terpenting harus dikemas dalam konteks bermain yang betul-betul didisain secara matang. Permainan yang digunakan di KB/TK merupakan permainan yang didisain sedemikian rupa. penataan sebelum bermain. karena dunia anak adalah dunia bermain. serta emosional dan intelektualnya. dengan menfasilitasi sarana pembelajaran/bermain lebih bervariasi. area IPA. Cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak KB/TK adalah melalui pembelajaran yang menekankan pada kegiatan bermain. Apapun model pembelajaran yang digunakan di KB/TK. baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya. ide. Dengan pengelolaan sarana bermain. kegiatan pembelajaran harus kreatif. Kini. area memasak. area pasir dan air. model pembelajaran berdasarkan area atau sentra merupakan penyempurnaan dari sebelumnya. dapat membangkitkan imajinasi. menyenangkan. area bermain peran. Kesimpulan Pendidikan yang tepat di TK mempunyai pengaruh sangat signifikan bagi proses tumbuh kembang anak dan mempengaruhi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. proses pembelajaran bukan hanya didukung dengan penyediaan sentra bermain yang beraneka ragam. karena pada masa ini. tetapi juga didukung untuk membangun konsep. area gerak dan musik. aturan. area matematika. minat dan perkembangan fisik dan psikologis anak. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK yang sangat tepat. Dalam implementasinya. dan menggunakan pendekatan tematik. serta menggunakan berbagai sarana/bahan/alat dan sumber belajar yang beragam. pengelolaan tersebut dapat memberi kesempatan kepada anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi atau berinteraksi dengan lingkungannya. dengan tersedianya banyak area. interaktif. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. Demikian juga pada pembelajaran dengan sentra. membiasakan anak berperilaku disiplin dan bertanggungjawab. area baca-tulis. misalnya area seni. serta mengembangkan kreativitas anak. dengan memperhatikan bakat. Selain itu. dan pengetahuan anak dengan pijakan/penataan lingkungan bermain. kegiatan bermain anak dalam rangka efektivitas pembelajaran dapat terpenuhi tentu dengan direncanakan secara matang dan dilaksanakan dengan baik. guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di KB/TK menggunakan pola yang disebut model pembelajaran. kita dapat menciptakan situasi belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi anak untuk melakukan berbagai kegiatan. Pembelajaran yang menggunakan area. memotivasi anak untuk berpartisipasi secara aktif. yang semuanya disesuaikan dengan kebutuhan anak untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi. . dan area agama. menantang. inspiratif. Sebagai contoh adalah sebuah sekolah KB/TK Anak Ceria yang telah memiliki kurikulum yang telah dikembangkan untuk proses pembelajaran pada anak-anak yang duduk di bangku KB/TK. penataan selama bermain. bahasa dan sosialnya. sehingga merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. perkembangan watak dan moralnya.Penggunaan model ini sudah mulai memperhatikan keberagaman kemampuan dan minat anak. membantu anak dalam pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan. dilakukan pada aktivitas bermain sambil belajar. anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. area balok.

keadaan sekolah dan tuntutan kehidupan. seni dan sentra bahan alam). Pendekatan ini akan memberikan kelonggaran guru untuk menentukan metoda yang paling tepat dan menantang para siswa untuk mencapai hasil belajar seoptimal mungkin. yaitu: 1. imtaq. sentra makro dan mikro. Melalui pendekatan kurikulum hingga tahun ke-2. Anak Ceria menyiapkan system pembelajaran berkesinambungan. Learning How to Live Together: . Kegiatan bermain sambil belajar pada sentra-sentra (sentra persiapan. berkelanjutan dan konsisten dalam pendidikannya seiring dengan perkembangan dan kedewasaan psikologis anak. Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Anak Ceria. Anak dituntut aktif dan kreatif dalam kegiatan di sentra-sentra. kemampuan bernalar. Prinsip-prinsip Filosofi Pendidikan Untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Meletakkan pendidikan pada empat pilar belajar : a. kesadaran estetik. c. disiplin dan tanggung jawab. dalam rangka mengembangkan seluruh potensi kecerdasan anak. Learning How to Know : Adalah belajar untuk mengenal cara memahami dan mengkomunikasikan sesuatu yang dipelajari. Sekolah dan guru menggunakan kurikulum ini untuk mengembangkan pembelajaran dan program pengajaran sesuai dengan kebutuhan murid. b. balok. d. Learning How to Be: Pengembangan potensi diri yang meliputi kemandirian. orang tua dan guru dapat memperoleh kejelasan tentang proses kegiatan dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai murid di sekolah. Learning How to Do: Adalah menumbuhkan kreativitas. produktifitas. Melalui keterpaduan kurikulum dan metode yang digunakan. menerapkan dua prinsip pendidikan. di mana murid dapat maju secara bertahap. menguasai kompetensi menghadapi situasi yang senantiasa berubah. ketangguhan dan profesionalisme.Kurikulum Kurikulum KB-TK Anak Ceria mengacu pada kurikulum Departemen Pendidikan Nasional terbaru yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk TK dan RA tahun 2009 yang diimplementasikan dalam metode ³Belajar Sambil Bermain´ dengan enam sentra pengembangan melalui pendekatan Beyond Centers Circle Times (BCCT) atau dalam bahasa Indonesianya adalah lebih jauh tentang sentra dan saat lingkaran. imajinasi. murid.

Perubahan ini akan berdampak pada generasi muda yang perlu dipersiapkan untuk belajar terus menerus. Kemampua belajar cara belajar / learning to learn e. Bekerja dalam kelompok / working with groups Kegiatan ini terintegrasi dalam kegiatan bermain sambil belajar terutama dalam kegiatan bermain di sudut pengembangan. Masyarakat modern ± industrial akan berkembang pesat jika ditunjang dengan sumber daya yang berkualitas. Kemampuan keterampilan berkomunikasi / communication c. yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepribadian anak dikemudian hari. Sebagaimana telah diuraikan diatas. Kemampuan untuk memahami diri sendiri / self understanding b. METODE ³BERMAIN SAMBIL BELAJAR´ Dengan sarana Bermain Sentra Pengembangan A. seimbang nasional maupun internasional dengan menghormati nilai spiritual dan tradisi dalam kebhinekaan.Pemahaman hidup selaras. Pengembangan Kemampuan Leadership Disamping kedua prinsip pendidikan seperti tersebut di atas. 2. Belajar Sepanjang Hayat Pendidikan di era global ini hendaknya memperhatikan kualitas sumber daya manusia. Karena kualitas SDM akan menentukan kualitas suatu bangsa. Konsep Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama Melalui Aplikasi Ilmu Pengetahuan Dan Tehnologi. bahwa kegiatan bermain/permainan adalah kebutuhan yang sangat vital bagi anak. Metode pembelajaran tersebut adalah: ³Bermain Sambil Belajar Dengan Sarana Bermain Enam Sentra Pengembangan Integrasi Pendidikan Agama Melalui Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi´. Kemampuan menerima dan diterima orang lain / getting along with others d. KB/TK Anak Ceria juga mengembangkan kemampuan leadership murid yang antara lain meliputi : a. Keterampilan membuat keputusan / making decision f. informasi dan teknologi canggih. Keterampilan mengelola / managing g. Anak secara sadar atau tidak sadar akan belajar banyak hal. Dan kualitas suatu bangsa akan menentukan keberlangsungan hidup bangsa tersebut yang terus berubah seiring dengan perubahan zaman menuju ke masyarakat-industrial. .

kegiatan belajar mengajar dikelola oleh seorang guru yang menguasai bidang pengembangan tertentu. berbahasa. pembahasan tema. Satu kelompok belajar terdiri max 15 anak. yaitu: Guru kelompok bertugas mengumpulkan data/hasil perkembangan anak setiap harinya dari setiap sudut pengembangan dan melaporkannya kepada orang tua murid. pengenalan huruf Al Qur¶an serta pembacaan cerita. ketaqwaan dan akhlakul karimah dalam berdaya pikir. Guru terbagi dalam dua kategori tugas.Sentra Persiapan Karunia Allah SWT 2. Hal ini .Sentra Bahan Alam Karunia Allah SWT Hal ini untuk memudahkan guru dalam pencapaian tujuan dan target pengembangan yang telah ditentukan/direncanakan seoptimal mungkin.Sentra Ibadah Karunia Allah SWT 3. Bertugas mengatur dan menfasilitasi kegiatan pembelajaran dan bertanggung jawab pada sudutnya masing-masing. Dengan pola dan media permainan yang beragam dan lebih variatif akan memotivasi kreativitas anak berkembang lebih optimal. Kegiatan pengembangan dilaksanakan dalam sentra-sentra pengembangan yang dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki teman bicara dan berdiskusi dalam rangka pengembangan bahasa dan aspek perkembangan lainnya. pengenalan surat-surat pendek. yaitu: 1. yang meliputi: do¶a sehari-hari.Metode ³Bermain Sambil Belajar Integrasi Pendidikan Agama melalui Ilmu Pengetahuan dan tehnologi´ tersebut adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara bermain yang terintegrasi Pendidikan Agama melalui aplikasi ilmu pengetahuan dan tehnologi. kegiatan bermain dilakukan dengan cara berpindah ruang atau sudut sesuai dengan jadwal perputaran sudut yang telah ditetapkan. Bertanggungjawab dalam kegiatan materi pagi. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kejenuhan anak dalam bermain dan belajar.Sentra Main dan Peran Allah SWT 4. Metode pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keimanan.Sentra Kreatifitas dan Seni Karunia Allah SWT 6. Guru sentra menangani semua kelompok secara bergiliran. Dengan Moving Class system. pengenalan huruf dan angka.Dalam setiap kegiatan sentra bermain. berdaya cipta. berketrampilan dan mengapresiasi seni baik seni musik.Sentra Balok Karunia Allah SWT 5. tari maupun suara serta dalam berkegiatan bermain serta berinteraksi sosial anak sehari-hari. Pemanfaatan sudut pengembangan tidak mutlak seluruhnya harus digunakan. Dalam pelaksanaannya. anak harus bermain bersama untuk setiap jenis permainan minimal dua orang.

Selain itu. dan sebagainya. motorik halus. dan mematuhi aturan-aturan sosial. danpemecahan masalah yang merupakan keterampilan penting dalam kehidupan nyata(Ginsburg. B.Kegiatan belajar berbasis permainan juga memberikankesempatan pada anak untuk mempelajari berbagai keterampilan sertamengembangkan perasaan kompeten dan percaya diri. Wortham. stabil. Dengan demikian. Melalui kegiatanbermain anak dapat mengembangkan keterampilan sosial yang dibutuhkan dalamberinteraksi seperti menunggu giliran. Di samping itu. mengungkapkan perasaan dan keinginansecara adaptif. menulis. berkomunikasi. 2001). berpikir logis. Bermain aktif juga mendorongpemaknaan akan suatu konsep secara personal. 2001). tetapi juga cara mereka untuk belajar tentang dirisendiri dan bagaimana mereka menempatkan diri dalam dunianya. Anak akan lebih mudah mengingatsituasi. manusia memiliki kebutuhan dasaruntuk merasa menjadi bagian dari kelompok dan belajar untuk berfungsi dalamsuatu kelompok dengan komposisi dan peranan yang berbeda-beda. mengembangkanpengetahuan dan memperdalam pemahaman mereka melalui siklus belajar yangberulang-ulang (Frost. ide. dan skema tubuh ( Frost.maka sangat erat kaitannya dengan perkembangan kemampuan motorik kasar. agar tidak terjadi perbenturan waktu bermain sehingga anak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seluruh kegiatan bermain di semua sudut dalam hari-hari sekolahnya. bermain dengan teman sebaya atau orang lainjuga dapat memperkaya kosa kata dan keterampilan berkomunikasi anak. Perputaran ini diatur secara bergiliran antar kelompok sesuai dengan kelompok usia. Yang terpenting bahwa dalam setiap kegiatan bermain harus terintegrasi pendidikan agama dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan tehnologi. 2007). memahami hubungan sebab-akibat. Perkembangan Sosial dan Emosional Sebagai makhluk sosial. Manfaat Bermain bagi Tumbuh Kembang Anak Perkembangankognitif Bermain bukan hanya merupakan cara unik anak untukbelajar mengenai dunianya. Dengan kemampuantersebut anak akan merasa lebih percaya diri.Perputaran Sentra Perputaran sudut adalah perputaran ruang bermain anak. & Reifel. mereka meningkatkankemampuan perencanaan.tergantung pada situasi dan kondisi yang ada. duduk dikelas. & Reifel. Dalam bermain bebas anak dapat mengembangkankreativitasnya dan mencoba berbagai alternatif solusi untuk memecahkan masalahyang mereka hadapi dalam permainan. dan keterampilan yang dianggap relevan dengan kondisi dan keadaanmereka (Formberg. mampu mengkoordinasikangerakan yang merupakan modal dasar contohnya dalam kegiatan olah raga. 2002).bermain dengan orang lain juga memberikan kesempatan bagi anak . Wortham. Perkembangan fisik Karena bermain seringkali melibatkan aktivitas fisik.

sebagian besar mainan bersifat fungsional. serta berbagi¶kekuasaan¶. Objek yang dapat dimanipulasi seperti lilin.untukmenyesuaikan tindakan mereka dengan orang lain.belajar bekerja sama. atau membentuk lilin. tempat. dan memecahkan masalah. memahami sudut pandang dankebutuhan orang lain.dan bahasa anak. Seiring dengan perkembangannya anak mulai mampu untuk membuat atau menghasilkan sesuatu eperti gambar. boneka.dan bunyi dapat menstimulasi panca indera anak. Anak berusia 12 ± 18 bulan menyukai mainan yang bereaksi terhadaptindakan mereka seperti mengeluarkan bunyi ketika tombol ditekan. Meskipun . emosional. Jenis-jenisPermainan Sensorimotor dan practice play Sejakdini. Peran Orangtua dalam Kegiatan Bermain Anak Besarnya implikasi bermain dalam setiap aspek perkembangan anak tidak terlepas dari keterlibatan orang tua atau pengasuh salah satunya dengan menyediakan fasilitas atau tempat yang aman bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungannya dengan bebas. Jarvis. Permainan konstruktif merupakan sarana yang sangat baik untuk mengembangkan keterampilan motorikhalus dan koordinasi matagerakan tangan pada anak.1998). mengeksplorasi peran atau menirukan kegiatan orang-orang di sekitarnya. tekstur . bentuk. Disamping itu. Dari kegiatan ini anak mempelajari dampak darigerakan atau tindakan mereka terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka melatih keterampilan motorik melalui gerakan repetitif sepertimenggapai dan menggenggam. balok. Permainan fungsional Melaluipermainan fungsional bayi dan anak dapat mencari tahu apa saja yang dapatdilakukan suatu objek atau hal-hal yang dapat mereka lakukan terhadap objektersebut. Anak dapat mengembangkan kreativitasnya melalui improvisasi peran. Jenis mainan yang kaya akan warna. dan ide dengan teman bermain (Creasy.cat. boneka yangkeluar ketika kotak dibuka. bayi menggunakan panca inderanya untuk mengekplorasi lingkungan dandunianya. mengatur emosi dan mengendalikan diri. Kemudian menginjak usia tiga tahun. Permainan Imaginatif Permainan imaginatif atau bermain peran dapat meningkatkan kemampuan sosial. & Berk. Munculnya jenis permainan ini menandakan berkembangnya kemampuan untuk berpikir simbolis dan juga sangat penting untuk perkembangan bahasa dimana anak menggunakan lebih banyak kosakata dan mampu menyusun sebuah cerita yang berkesinambungan. dan puzzle semakin banyak dimainkan oleh anak. Permainan Konstruktif Sekitar usia empat tahun kegiatan bermain fungsional cenderung berkurang. permainan peran juga membantu anak untuk mengatasi ketakutan dan masalah yang ia hadapi karena seringkali hal tersebut direfleksikan dalam permainan. Orang tua juga dapat mengembangkan permainan anak agar mendapat informasiyang lebih kaya. saling berbagi. membangun balok.

Psi klinis Anak RS. Hal ini senada dengan pendapat Piaget yang menjelaskan bahwa bermain terdiri atas tanggapan yang diulang semata untuk kesenangan fungsional. drama. Tidak ada yang istimewa.terlibat dalam permainan anak. Kegiatan ini dapat dilakukan secara perorangan maupun berkelompok.PELNI telah disampaikan pada acara symposium 25April 2009 ) Arti Bermain Bagi Anak Saat ini. belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. contohnya dalam bermain peran. . orangtua sebaiknya tetap membebaskan anak untuk menggunakan imaginasi dan kreativitasnya dengan tidak terlalu direktif dan mengatur jalannya permainan atau justru terlalu¶memberikan kemudahkan¶ pada anak sehingga kemampuannya dalam memecahkan masalah tidak terasah. Ketika bermain dengan anak orangtua juga dapat menantang anak dengan memberikan hambatan atau masalah-masalah sederhana. seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal. seni dan sebagainya dalam kurikulum pendidikan formal. ( oleh P. jumlah peserta serta lamanya waktu yang dialokasikan untuk bermain. olah raga. Pengertian ini membedakan antara bermain dengan bekerja. bergantung pada keingingan serta kesepakatan yang dibuat oleh para peserta. olah raga. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan. benarkah demikian? Bermain versus bekerja Bermain adalah kegiatan yang dilakukan semata-mata untuk menimbulkan kesenangan. Namun. Jenis permainan. Bermain adalah kegiatan yang sangat dekat dengan dunia anak. sehingga kita kerap menganggapnya sebagai kegiatan biasa saja.L. Saat ini. berpikir secara lebih fleksibel dan mampu meregulasi emosinya. yang memiliki tujuan tertentu dan tidak harus menimbulkan kesenangan. drama. agar kemampuannya untuk memecahkan masalah meningkat secarabertahap. sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik. Begitu akrabnya kegiatan bermain ini dengan keseharian kita. Hal ini terlihat dengan pencakupan kegiatan permainan. GENI M. sekolah telah mengakui nilai dan manfaat bermain yang bersifat edukatif bagi perkembangan para peserta didik.

Mereka belajar mengungkapkan ide-ide serta memberikan pemahaman pada teman-teman sepermainannya tentang aturan dan teknis permainan yang akan dilakukan. Para orang tua dapat memperbaiki kondisi ini dengan terus membangun komunikasi yang terbuka dengan anakanaknya. Aturan-aturan ketat yang mesti ditaati di rumah. sering kali membuat anak merasa terkekang. anak pun perlu diberikan kesempatan cukup untuk beristirahat pada waktu yang telah disepakati bersama. yaitu: 1. tentara maupun seorang pemimpin pasukan perang. Dengan demikian permainan dapat berlangsung berdasarkan kesepakatan-kesepakatan yang dibuat para peserta. 2. maka akan terjadi koordinasi gerakan otot. misalnya bermain permainan tradisional ³gobak sodor´ atau galah asin. yang mustahil mereka wujudkan dalam kehidupan nyata.Bermain dan perkembangan anak Sesungguhnya bermain memberi manfaat yang besar bagi perkembangan anak. Penyaluran bagi energi emosional yang terpendam Sering kali. Perkembangan fisik Ketika seorang anak bermain. Sumber belajar . bisa menjadi siapapun yang ia inginkan ketika bermain. Sehingga otot-otot ini terlatih dan berkembang dengan baik. sama buruknya dengan memberikan kebebasan yang tanpa batas. yang bila terus terpendam akan membuat anak tegang. melalui penyampaian pesan yang efektif dan dimengerti antar peserta bermain. bermain juga berfungsi untuk menyalurkan energi yang berlebihan pada anak. 3. Jika tidak ada komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. mendengarkan keluhan-keluhan mereka. misalnya jadwal belajar anak. Melalui bermain anak menyalurkan beban emosionalnya secara menyenangkan. Elizabeth B. Sebab kita sama-sama mengetahui bahwa terlalu mengekang anak. maka kondisi ini akan terus membebani sang anak. gelisah dan mudah tersinggung. Ia mampu mewujudkan keinginannya menjadi seorang dokter. 4. bukan menceramahi. Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan. Mereka dapat berbagi cerita dengan teman-teman bermainnya untuk tujuan ini. salah seorang pakar perkembangan anak. 5. terutama otot-otot tungkai dan otototot gerakan bola mata. Seorang anak. yang secara tidak sadar menimbulkan ketegangan dalam dirinya. setidaknya ada 11 manfaat dari kegiatan bermain bagi anak. seorang anak berhadapan dengan kenyataan-kenyataan yang tidak menyenangkan. menuliskan dalam buku Child Development. Selain itu. Selain itu. Hurlock. Ada begitu banyak keingingan dan kebutuhan anak yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain. Dorongan berkomunikasi Seorang anak memiliki kesempatan berlatih berkomunikasi melalui sebuah permainan. termasuk pembatasan lingkungan atas perilaku mereka. Ketegangan ini berkurang ketika anak bermain. namun sering kali bisa diwujudkan melalui kegiatan bermain. Namun saya hanya akan menguraikan 9 di antaranya.

yang tidak selalu mereka peroleh di institusi pendidikan formal. Bermain sambil belajar akan memberikan dua manfaat sekaligus pada anak.Melalui bermain. Kegiatan bermain menjadikan proses bersosialisai tersebut terbangun dengan cara yang wajar dan menyenangkan. akan menimbulkan adanya rasa penghargaan dari lingkungan serta menjadi motivasi munculnya ide-ide kreatif lainnya. kian semakin bertambah pengetahuan dan pengalaman baru yang mereka terima. Ide-ide spontan yang dikemukakan oleh seorang anak. Bersosialisasi dengan teman-teman sebaya merupakan hal penting yang perlu dilakukan oleh anak. seorang anak dapat mempelajari banyak hal. melainkan juga mengarahkan dan memberi fasilitas belajar (directing and facilitating the learning) agar proses belajar lebih memadai. Hal ini menjadi faktor pendorong yang sehat dalam pengembangan diri seorang anak. Hal ini memungkinkan terbangunnya konsep diri yang lebih jelas dan pasti. Melalui bermain. 7. Mereka belajar tentang arti bekerja sama. Pada saat seperti inilah mereka biasanya mencoba melakukan sebuah variasi permainan. sportivitas. Di sini mereka belajar untuk mengembangkan daya kreativitas dan imajinasinya. kemudian membandingkannya dengan kemampuan yang ia miliki. seorang anak dapat mengetahui kemampuan teman-teman sepermainannya. jika ternyata ia jauh tertinggal dibandingkan teman-teman sepermainannya. mereka kerap merasakan adanya kejenuhan ataupun rasa bosan. Permainan pun akan kembali terasa menyenagkan. Rangsangan bagi kreativitas. Ia akan berusaha meningkatkan kemampuannya. Tidak jarang timbul beberapa masalah ketika anak-anak bermain. Konsep pembelajaran menurut Corey (Sagala. Hal ini dapat difasilitasi oleh para orang tua dengan cara memasukkan unsur pengetahuan populer dalam permainan anak. menyenangkannya sebuah kemenangan maupun kesedihan ketika mengalami kekalahan. Belajar bersosialisasi. dan jika kemudian diterima oleh teman sepermainannya. Semakin beragam media permainan serta banyaknya variasi kegiatan. Dalam suatu pembelajaran peran guru bukan semata-mata memberikan informasi. 6. 8. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Mohammad Ali (2007) bahwa pembelajaran adalah upaya yang dilakukan guru dalam merekayasa lingkungan agar terjadi belajar pada individu siswa. Perkembangan wawasan diri. Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini Pembelajaran untuk anak usia dini memegang peranan yang sangat penting bagi pembentukan kemampuan dan sikap belajar pada tahap yang lebih lanjut. Ketika anak-anak bermain. yaitu kesenangan serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini. Mereka belajar untuk menghadapi dan memecahkan persoalan yang timbul dalam sebuah permainan secara bersama-sama. 2003) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu .

Pengertian pembelajaran di atas. peserta didik. belajar bagaimana berfikir (learning how to think). merawat. memelihara. membimbing. membentuk. Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional. baik secara fisik maupun mental. Oleh sebab itu maka pembelajaran yang direncanakan dan dilaksanakan dilakukan dalam bentuk kegiatan bermain. Definisi tersebut menunjukan bahwa pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku dalam diri individunya. Suatu rencana pembelajaran dan pelaksanaannya perlu memperhatikan hal-hal yang terkait dengan belajar bagaimana belajar (learning to learn). Fungsi-fungsi pembelajaran ini dilakukan oleh dan menjadi tanggung jawab pendidik yaitu guru. pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mencakup kegiatan belajar dan mengajar. menggembirakan. pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar . Kegiatan pembelajaran dilakukan berdasarkan rencana yang terorganisir secara sistematis yang mencakup tujuan pembelajaran. dan belajar bagaimana bekerja sama dan hidup bersama (learning how to live together). evaluasi pembelajaran. Anak tidak hanya duduk tenang mendengarkan ceramah gurunya. belajar bagaimana melakukan (learning how to do). maka pembelajaran perlu menekankan keempat aspek tersebut di atas. Sejalan dengan perkembangan anak usia dini. keluaran dan pengaruh kegiatan pembelajaran. . mendorong. 2003). Pembelajaran menurut Sudjana (2000) adalah upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Definisi pembelajaran tersebut mengandung berbagai fungsi seperti membantu. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. untuk membuat siswa belajar secara aktif. pamong belajar. menumbuhkan. meluruskan. materi pembelajaran. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Sagala. dan demokratis agar menarik anak untuk terlibat dalam setiap kegiatan pembelajaran. Selanjutnya Sudjana menjelaskan bahwa pembelajaran adalah fungsi pendidik untuk membelajarkan peserta didik terhadap materi pelajaran untuk mencapai hasil belajar yang menimbulkan pengaruh belajar. melatih.dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. dan kegiatan pembelajaran yang mencakup metode dan media pembelajaran. mengandung makna yang menggambarkan interaksi dinamis antar unsur-unsur yang terlibat dalam pembelajaran yaitu pendidik. tetapi mereka aktif berinteraksi dengan berbagai benda dan orang lain di lingkungannya. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 menyatakan bahwa. Pembelajaran disusun sehingga menyenangkan. pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. sehingga peserta didik dapat melakukan perubahan dalam dirinya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang merupakan bagian dari tujuan pendidikan. proses. Surya (2004) menyatakan bahwa. dan mengembangkan. dan umpan balik evaluasi pembelajaran. pelatih. menilai. materi.

tingkat kematangan dan etika. Empirisme. dan harus dilakukan oleh anak setelah diperintah oleh pendidik. Konvergensi. Aliran ini dipelopori oleh John Locke (Inggris). Bakat dan lingkungan keduanya penting dalam perkembangan anak dalam membentuk pribadinya. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan peserta didik dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu (Sagala. Anak yang baru lahir ibarat kertas putih. Aliran konvergensi ini merupakan perpaduan antara aliran nativisme dan empirisme. Oleh sebab peranan pendidik sangat besar maka aliran ini disebut juga optimisme. artinya memilih suatu pendekatan harus disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. 2. (2) variabel konteks (context variables) berupa peserta didik. dan (4) variabel produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Menurut Dunkin dan Biddle (Sagala. Setiap permainan yang diberikan harus diberi muatan pendidikan sehingga anak dapat belajar. aliran ini mengatakan bahwa proses pembentukan pribadi anak ditentukan oleh bakat yang dimiliki anak sejak lahir. maka menurut Santoso ada tiga cara pendekatan yang dapat dilakukan oleh pendidik sesuai dengan situasi. volunter. dan masyarakat. (3) variabel proses (process variables) berupa interaksi peserta didik dengan pendidik. Setiap kegiatan harus mencerminkan jiwa bermain. Untuk itu guru di Taman Kanak-kanak harus kreatif melihat potensi lingkungan dan mendesain kegiatan pembelajaran yang menyenangkan anak. Menurut Santoso (2002) ada tiga aliran pokok dalam pendidikan yang dapat digunakan untuk mendidik anak yaitu: 1. yaitu senang. aliran ini berpendapat bahwa proses pembentukan pribadi anak ditentukan oleh pengaruh lingkungan. tetapi sifatnya lugas dan terencana. Ketiga pendekatan tersebut adalah (1) Otoriter. Pendekatan pembelajaran tentu tidak kaku harus menggunakan pendekatan tertentu. Tokoh aliran ini adalah Schopenhauer. bimbingan. aliran ini berpendirian bahwa terbentuknya kepribadian anak tergantung dari faktor bakat dan juga faktor lingkungan. arahan atau aktivitas kepada anak didik. (2) Permisive. Mengingat pendidikan tidak mempunyai peran maka aliran ini disebut juga pesimisme sebab pendidik merasa pesimis tidak dapat mempengaruhi anak didik karena faktor yang penting adalah faktor bakat. Tokoh aliran ini adalah William Stern (Amerika). yaitu lebih banyak . Dengan mengetahui tiga aliran di atas. dan demokratis. sekolah. usia. Hal ini dikenal dengan nama teori tabularasa. 2003) proses pembelajaran atau pengajaran kelas (classroom teaching) berada pada empat variabel instruksi yaitu (1) varibel pertanda (presage variables) berupa pendidik. 2003). tegas. Pendidik dapat memberikan pengaruh. merdeka. tujuan. Nativisme. yaitu cara mendidik yang bersifat keras. 3. . Dengan demikian bakat atau pembawaan menentukan perkembangan anak. pengalaman. lingkunganlah yang mempengaruhinya. Kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak didesain untuk memungkinkan anak belajar. Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu kompetensi substansi materi pembelajaran dan kompetensi metodologi pembelajaran.

e. yaitu memberikan kesempatan pada anak untuk menampilkan kreativitasnya. c. Proses kreatif dan inovatif dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan menarik. metode. Belajar melalui bermain. Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak untuk mendapatkan layanan pendidikan. Ciri-ciri pembelajaran ini adalah: 1) Anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tenteram secara psikologis. dimulai dari membangun kesadaran. Kreatif dan inovatif. dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. (3) Demokratis. Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan anak usia dini. h. disiplin. dan memanfaatkan benda-benda di sekitarnya. dengan menggunakan strategi. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar. kesehatan dan gizi yang dilaksanakan secara integratif dan holistik. Lingkungan harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan. Berorientasi pada kebutuhan anak. Sebagaimana kita ketahui bahwa pembelajaran bagi anak usia dini berbeda dengan pembelajaran lainnya sehingga pendekatan yang digunakan dalam mendidik mereka pun disesuaikan dengan kondisi perkembangan anak. Menggunakan pembelajaran terpadu. memotivasi anak untuk berpikir kritis. dan menemukan hal-hal baru. mampu bersosialisasi. menemukan. dan memperoleh bekal keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya. Mengembangkan keterampilan hidup. membangkitkan rasa ingin tahu anak. g. Media dan sumber belajar dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan.memberikan kebebasan pada anak untuk bertindak. Adapun pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran bagi anak usia dini menurut Direktorat PADU (2002: 5) adalah sebagai berikut: a. 2) Siklus belajar anak selalu berulang. Mengembangkan keterampilan hidup melalui pembiasaanpembiasaan agar mampu menolong diri sendiri (mandiri). memperoleh penemuan untuk selanjutnya anak dapat menggunakannya. tetapi dengan penuh bimbingan pendidik. 5) Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individual. b. d. f. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi (penjajakan). 3) Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan teman sebayanya. . Lingkungan yang kondusif. Pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak. melakukan penjelajahan (eksplorasi). berbuat dan berkreasi. Model pembelajaran terpadu yang beranjak dari tema yang menarik anak (center of interest) dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak. dan media yang menarik agar mudah diikuti oleh anak. materi/bahan. 4) Minat anak dan keingintahuannya memotivasi belajarnya.

guru perlu menyiapkan suatu metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak. daya pikir (membandingkan makan sedikit dengan banyak). Menurut Solehuddin (2000) pemahaman dan penguasaan metode pembelajaran anak merupakan hal yang mutlak diperlukan oleh guru prasekolah: Pertama. anak dapat mengembangkan beberapa aspek pengembangan sekaligus. adanya variasi individual anak menuntut guru merancang dan menyediakan sejumlah alternatif kegiatan guna memberi kesempatan pada anak untuk memilih kegiatan yang diminati. cara pembelajaran bersifat fleksibel dan tidak terstruktur. Ketiga. 2. Pada saat anak melakukan suatu kegiatan. terutama melalui projek atau pusat-pusat belajar. dan dari keakuan ke rasa sosial.6) Anak belajar dengan cara dari sederhana ke rumit. Keempat. Kedua. metode . dari gerakan ke verbal. motorik halus (memegang sendok dan menyuap makanan ke mulut). penerapan bermain sebagai sarana belajar di TK merupakan hal yang perlu diprioritaskan. Anak diberi kesempatan yang luas untuk berbuat aktif baik secara fisik maupun mental. i. kemampuan yang dikembangkan antara lain bahasa (mengenal kosa kata tentang jenis sayuran dan peralatan makan). cara pembelajaran anak usia prasekolah hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berinteraksi baik dengan guru maupun dengan teman-teman sebayanya. Contoh: ketika anak melakukan kegiatan makan. sesuai dengan karakteristik anak yang lazimnya aktif dan punya kemampuan untuk berkreasi. Keenam. Stimulasi terpadu. anak pada dasarnya belajar dalam situasi yang holistik. dari konkrit ke abstrak. maka cara pembelajaran terpadu dipandang cocok untuk diterapkan bagi anak prasekaloh. dan (6) bersifat fleksibel. diantaranya seperti yang dikemukakan oleh Moeslichatoen (2004) yaitu: metode bermain. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran adalah suatu cara atau prosedur yang ditempuh pendidik dalam mengelola pembelajaran yang efektif dan efesien. sosial-emosional (duduk rapi dan menolong diri sendiri). Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan dunia anak akan memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan kebiasaan berperilaku positif yangendukung pengembangan berbagai potensi dan kemampuan anak. Kelima. Lebih lanjut Solehuddin (2000) mengemukakan beberapa prinsip dasar pembelajaran bagi anak usia prasekolah yang perlu diterapkan oleh para guru yaitu: (1) anak secara aktif terlibat dalam melakukan sesuatu atau bermain dalam suatu situasi yang menyenangkan. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan di Taman Kanak-kanak. Metode pembelajaran berhubungan dengan teknik-teknik yang digunakan dalam menyajikan pembelajaran. dan moral (berdoa sebelum dan sesudah makan). (3) mendorong terjadinya komunikasi serta belajar secara bersama dan individual. Sesuai dengan tuntutan dunia karakteristik anak yang berbeda dengan orang dewasa. (2) kegiatan pembelajaran dibangun berdasarkan pengalaman dan minat anak. metode pembelajaran bagi anak usia prasekolah adalah yang berpusat pada anak. (5) memperhatikan variasi perkembangan anak. (4) mendorong anak untuk berani mengambil resiko dan belajar dari kesalahan.

dan metode pemberian tugas. Dengan bernyanyi anak dapat terbawa kepada situasi emosional seperti sedih dan gembira. menurut Direktorat PADU tahun 2001 Pembelajaran pada anak usia dini dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya: a. Pemberian Tugas Pemberian tugas merupakan metode yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang telah dipersiapkan sehingga anak dapat mengalami secara nyata dan melaksanakan tugas secara tuntas. Dengan bermain peran. mengalami langsung berbagai keadaan atau peristiwa di lingkungannya. b. Hal ini dapat diwujudkan antara lain melalui darmawisata ke pasar. metode bercakap-cakap. f. Bermain peran merupakan kegiatan menirukan perbuatan orang lain di sekitarnya. Melalui cerita daya imajinasi anak dapat ditingkatkan. kebun. Bermain peran Bermain peran adalah permainan yang dilakukan untuk memerankan tokoh-tokoh. sawah. . Bercerita dapat disertai gambar maupun dalam bentuk lainnya seperti panggung boneka. Cerita sebaiknya diberikan secara menarik dan membuka kesempatan bagi anak untuk bertanya dan memberikan tanggapan setelah cerita selesai. d. Bernyanyi Bernyanyi adalah kegiatan dalam melagukan pesan-pesan yang mengandung unsur pendidikan. mendengar. kebiasaan dan kesukaan anak untuk meniru akan tersalurkan serta dapat mengembangkan daya khayal (imajinasi) dan penghayatan terhadap bahan kegiatan yang dilaksanakan. dan lainnya. Berdarmawisata Darmawisata adalah kunjungan secara langsung ke obyek-obyek yang sesuai dengan bahan kegiatan yang sedang dibahas di lingkungan kehidupan anak. Tugas dapat diberikan secara berkelompok ataupun individual. e. metode demonstrasi. kemudian ditirukan anak-anak. dan peran-peran tertentu sekitar anak.karyawisata. Bernyanyi juga dapat menumbuhkan rasa estetika. metode proyek. pantai. benda-benda. kemampuan dan kebutuhan anak. Peragaan/demonstrasi ini sesuai untuk melatih keterampilan dan cara-cara yang memerlukan contoh yang benar. metode bercerita. Cerita tersebut akan lebih bermanfaat jika dilaksanakan sesuai dengan minat. Peragaan/Demonstrasi Peragaan/demonstrasi adalah kegiatan dimana tenaga pendidik/guru memberikan contoh terlebih dahulu. c. merasakan. Selain itu. Kegiatan tersebut dilakukan di luar ruangan terutama untuk melihat. Bercerita Bercerita adalah menceritakan atau membacakan cerita yang mengandung nilai-nilai pendidikan.

dan bercerita b. hidup bermasyarakat. Metode Pembiasaan Merupakan kegiatan yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan untuk melatih anak agar memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu. menggambar. Kecerdasan logika-matematik (logico-mathematical-intelligence) yang dapat dirangsang melalui kegiatan menghitung. Latihan Latihan adalah kegiatan melatih anak untuk menguasai khususnya kemampuan psikomotorik yang menuntut koordinasi antara otot-otot dengan mata dan otak. pengembangan bahasa. c. menganalisis data dan bermain dengan benda-benda. menonton film maupun bermain dengan daya khayal (imajinasi) . i. yang umumnya berhubungan dengan pengembangan kepribadian anak seperti emosi. disiplin. Metode Proyek/Pengamatan Metode proyek adalah metode yang memberikan kesempatan pada anak untuk menggunakan alam sekitar dan atau kegiatan sehari-hari anak sebagai bahan pembahasan melalui berbagai kegiatan. penyesuaian diri. berdiskusi. Metode Bercakap-cakap Suatu cara bercakap-cakap dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan anak. pengembangan motorik. membaca. pengembangan nilai. metode-metode yang dipilih adalah metode yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan motivasi rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi. atau antara anak dengan guru. dalam penggunaan metode pembelajaran pada pendidikan anak usia dini hendaknya memperhatikan sembilan kemampuan belajar anak yang tertuang dalam Acuan Menu Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini (Depdiknas. membuat pertanyaan yang membantu memecahkan. 2002: 11) sebagai berikut: a.g. Selain itu. menulis. h. dan menemukan hubungan-hubungan baru. Karakteristik tujuan adalah pengembangan kreativitas. pengembangan emosi. melukis. Dalam pengembangan kreativitas anak. membangun kembali. atau pengembangan sikap dan nilai. seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. Kecerdasan visual-spasial (visual-spatial intelligence) yaitu kemampuan ruang yang dapat dirangsang melalui bermain balok-balok dan bentuk-bentuk geometri melengkapi puzzle. membedakan bentuk. Kecerdasan linguistik (linguistic intelligence) yang dapat berkembang bila dirangsang melalui berbicara. memikirkan kembali. dan lain sebagainya. budi pekerti. Dalam mengembangkan kreativitas anak metode yang dipergunakan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya. Dalam memilih dan menggunakan metode di Taman Kanak-kanak guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan metode tersebut. mendengarkan. kemandirian. j. Latihan diberikan sesuai dengan langkah-langkah secara berurutan.

Dapat dirangsang melalui penanaman nilai-nilai moral dan agama. nada. Dapat dirangsang melalui pengamatan lingkungan. Kecerdasan naturalis (naturalist intelligence) yaitu mencintai keindahan alam. . olahraga. dan memecahkan masalah serta menyelesaikan konflik. birama. f. memelihara binatang. bercocok tanam. angin. pelangi. siang malam. bekerjasama. harga diri. g. Kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence) yaitu kemampuan memahami diri sendiri yang dapat dirangsang melalui pengembangan konsep diri. mengenal diri sendiri. dan terutama gerakan tubuh. panas dingin. Kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence) yaitu kemampuan untuk melakukan hubungan antar manusia (berkawan) yang dapat dirangsang melalui bermain teman. termasuk control diri dan disiplin i. Kecerdasan musikal (musical/rhythmic intelligence) yang dapat dirangsang melalui irama. percaya diri. bulan matahari. banjir.d. Kecerdasan kinestetik (bodiliy/kinesthetic intelligence) yang dapat dirangsang melalui gerakan tarian. bermain peran. Kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) yaitu kemampuan mengenal dan mencintai ciptaan Tuhan. e. termasuk mengamati fenomena alam seperti hujan. h. berbagai bunyi dan bertepuk tangan.