apa yang dimaksud biokatalisator

Posted on | February 18, 2011 | No Comments biokatalisator adalah katalisator organik yang dihasilkan oleh sel berikut penjelasannya ENZIM Enzim merupakan biokatalisator / katalisator organik yang dihasilkan oleh sel. Struktur enzim terdiri dari: ‡ Apoenzim, yaitu bagian enzim yang tersusun dari protein, yang akan rusak bila suhu terlampau panas(termolabil). ‡ Gugus Prostetik (Kofaktor), yaitu bagian enzim yang tidak tersusun dari protein, tetapi dari ion-ion logam atau molekul-molekul organik yang disebut KOENZIM. Molekul gugus prostetik lebih kecil dan tahan panas (termostabil), ion-ion logam yang menjadi kofaktor berperan sebagai stabilisator agarenzim tetap aktif. Koenzim yang terkenal pada rantai pengangkutan elektron (respirasi sel), yaitu NAD (Nikotinamid Adenin Dinukleotida), FAD (Flavin Adenin Dinukleotida), SITOKROM. Enzim mengatur kecepatan dan kekhususan ribuan reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel. Walaupun enzim dibuat di dalam sel, tetapi untuk bertindak sebagai katalis tidak harus berada di dalam sel. Reaksi yang dikendalikan oleh enzim antara lain ialah respirasi, pertumbuhan dan perkembangan, kontraksi otot, fotosintesis, fiksasi, nitrogen, dan pencernaan. Sifat-sifat enzim Enzim mempunyai sifat-siat sebagai berikut: 1. Biokatalisator, mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. 2. Thermolabil; mudah rusak, bila dipanasi lebih dari suhu 60º C, karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. 3. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. 4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sebagai biokatalisator, reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang. 5. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim), contoh ektoenzim: amilase,maltase. 6. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah, meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah, contoh : lipase, mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. lipase Lemak + H2O ²²²²²²²²²²²> Asam lemak + Gliserol

Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. 2+ 2+ contoh aktivator enzim: ion Mg. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. Gbr. Bekerjanya spesifik . 8. penjelasan lebih lengkap mengenai enzim dapat anda download di link ini . Penghambatan Reversible terhadap kerja enzim Pada reaksis enzimatis terdapat zat yang mempengarahi reaksi. yakni aktivator dan inhibitor. Arsen. Ca. aktivator dapat mempercepat jalannya reaksi. Sianida. Contoh inhibitor : CO. Inhibitor akan menghambat jalannya reaksi enzim. enzim bersifat spesifik. Hg.7. zat organik seperti koenzim-A.

S: Substrat (reaktan). Enzim berfungsi seperti katalisator anorganik. Energi potensial hasil reaksi menjadi lebih rendah dari pada pereaksi. Dialisis enzim dapat memisahkan bagian-bagian protein. A. ENZIM MIKROBA Enzim adalah katalisator organik (biokatalisator) yang dihasilkan oleh sel. yaitu untuk mempercepat reaksi kimia. Saat berlangsungnya reaksi enzimatik terjadi ikatan sementara antara enzim dengan substratnya (reaktan). enzim tidak mengalami perubahan jumlah. A. Energi aktivasi adalah energi yang diperlukan untuk mengaktifkan suatu reaktan sehingga dapat bereaksi untuk membentuk senyawa lain. tetapi enzim tidak mempengaruhi letak kesetimbangan reaksi. sehingga jumlah enzim sebelum dan setelah reaksi adalah tetap. Ikatan sementara ini bersifat labil dan hanya untuk waktu yang singkat saja. Banyak enzim yang hanya terdiri protein saja. STRUKTUR ENZIM Pada umumnya enzim tersusun dari protein. Enzim yang terlepas kembali setelah reaksi dapat berfungsi lagi sebagai biokatalisator untuk reaksi yang sama. Protein penyusun enzim dapat berupa protein sederhana atau protein yang terikat pada gugusan non-protein. Setelah reaksi berlangsung. P: Hasil reaksi Sistem enzim-substrat untuk tiap-tiap reaksi enzimatik bersifat khusus. Kestabilan ikatan enzim-substrat ditentukan oleh konstanta Michaelis (Km). misal tripsin. Selanjutnya ikatan enzim-substrat akan pecah menjadi enzim dan hasil akhir. sehingga kesetimbangan reaksi menuju ke hasil reaksi. Enzim mempunyai selektivitas dan spesifitas yang tinggi terhadap reaktan yang direaksikan dan jenis reaksi yang dikatalisasi. E+S ES E+P Keterangan: E : Enzim.IV. ES: ikatan sementara. MEKANISME BEKERJANYA ENZIM Enzim meningkatkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi. yaitu bagian protein . Adanya enzim menyebabkan energi aktivasi menjadi lebih rendah.

Apoenzim apabila bergabung dengan bagian nonprotein disebut holoenzim yang bersifat aktif sebagai biokatal isator. diperlukan untuk memantapkan struktur protein dengan adanya interaksi antar muatan. yaitu enzim yang bekerjanya di luar sel. Misal proteinase adalah enzim yang dapat mengkatalisis pemecahan protein. Endoenzim Endoenzim disebut juga enzim intraseluler. Umumnya pemberian nama enzim didasarkan atas nama substrat yang dikatalisis atau daya katalisisnya dengan penambahan kata ±ase. hidrogen atau oksigen. Eksoenzim Eksoenzim disebut juga enzim ekstraseluler. PENGGOLONGAN ENZIM Enzim dapat digolongkan berdasarkan tempat bekerjanya. misal dalam proses respirasi. yaitu enzim yang bekerjanya di dalam sel. 2. Penggolongan enzim berdasarkan daya katalisis a. untuk dijadikan molekul yang lebih sederhana dengan BM lebih rendah sehingga dapat masuk melewati membran sel. Koenzim adalah bagian yang terikat secara lemah pada apoenzim (protein). a. daya katalisisnya. Sebagai contoh adalah enzim elektron transfer . Gugus prostetik adalah bagian yang terikat dengan kuat pada apoenzim. Koenzim dan gugus prostetik berfungsi sama. Ion logam merupakan komponen yang sangat penting. 1. yang merupakan pemindahan elektron. Masing-masing bagian tersebut apabila terpisah menjadi tidak aktif. dan cara terbentuknya. C. Koenzim berfungsi menentukan jenis reaksi kimia yang dikatalisis enzim. Oksidoreduktase Enzim ini mengkatalisis reaksi oksidasi-reduksi. Penggolongan enzim berdasarkan tempat bekerjanya a. substrat yang dikatalisis.yang disebut apoenzim dan bagian nonprotein yang berupa koenzim. Umumnya berfungsi untuk ³mencernakan´ substrat secara hidrolisis. Umumnya merupakan enzim yang digunakan untuk proses sintesis di dalam sel dan untuk pembentukan energi (ATP) yang berguna untuk proses kehidupan sel. gugus prostetis dan kofaktor ion logam. Energi yang dibebaskan pada reaksi pemecahan substrat di luar sel tidak digunakan dalam proses kehidupan sel.

Dehidrogenase: NaNO3 + (e-+ H+) Na2SO4 + (e + H ) Na2CO3 + (e + H ) .Peptidase adalah hidrolase yang menghidrolisis protein dan polipeptida. .Oksigenase (transferase oksigen): O2 + 2 substrat . .Transaminase adalah transferase yang memindahkan gugusan amina. yaitu enzim oksidase.Oksidase mengkatalisis 2 macam reaksi: O2 + (4e. Ada beberapa macam enzim elektron transfer oksidase.L malat hidroliase (fumarase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengambilan air dari malat sehingga dihasilkan fumarat. b.+ 4 H+) .Transfosforilase adalah transferase yang memindahkan gugusan fosfat. dengan contoh enzim adalah: . .Lipase adalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester lipida).enzim tersebut mengkatalisis reaksi-reaksi sebagai berikut: . Isomerase .Hidrogen peroksidase: 2 H2O2 b.+ 4 H+) O2 + (2e. . + + 2 H2O H2O2 2 substrat-O substrat-O 2 koenzim + H2O NaNO2 H2S CH4 2 H2O + O2 d. d. . Enzim. Hidrolase Enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis.oksidase dan hidrogen peroksidase (katalase).Transasilase adalah transferase yang memindahkan gugusan asil.Dekarboksiliase (dekarboksilase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengambilan gugus karboksil. oksigenase.Hidroksilase : substrat + 1/2 O2 2 koenzim-H + 1/2 O2 . hidroksilase dan dehidrogenase. sebagai contoh adalah: .Karboksilesterase adalah hidrolase yang menghidrolisis gugusan ester karboksil. Sebagai contoh adalah beberapa enzim sebagai berikut: . Transferase Transferase mengkatalisis pemindahan gugusan molekul dari suatu molekul ke molekul yang lain. Liase Enzim ini berfungsi untuk mengkatalisis pengambilan atau penambahan gugusan dari suatu molekul tanpa melalui proses hidrolisis.

Enzim konstitutif Di dalam sel terdapat enzim yang merupakan bagian dari susunan sel normal. coli membentuk enzim beta . Ligase Enzim ini mengkatalisis reaksi penggabungan 2 molekul dengan dibebaskannya pirofosfat dari nukleosida trifosfat. Mulamula E.Epimerase. Enzim adaptif adalah enzim yang pembentukannya dirangsang oleh adanya substrat. Permease adalah enzim yang berperan dalam menentukan sifat selektif permiabel dari membran sel. coli tidak dapat menggunakan laktosa sehingga awalnya tidak nampak adanya pertumbuhan (fase lag/fase adaptasi panjang) setelah beberapa waktu baru menampakkan pertumbuhan. dan sebagainya serta enzim yang termasuk enzim permease. sehingga enzim tersebut selalu ada umumnya dalam jumlah tetap pada sel hidup.Cis-trans isomerase. merubah transmetinal . sebagai contoh adalah enzim molekul asetat=CoASH ligase yang mengkatalisis rekasi sebagai berikut: Asetat + CoA-SH + ATP Asetil CoA + AMP + P-P d. misalnya enzim amilase. Induksi menyebabkan kecepatan sintesis suatu enzim dapat dirangsang sampai beberapa ribu kali. misalnya enzim pepsin. merubah D-gliseraldehid-3-fosfatdihidroksi aseton fosfat . Enzim adaptif Perubahan lingkungan mikroba dapat menginduksi terbentuknya enzim tertentu. triosin. meru bah D-ri bulosa-5-fosfat .Rasemase. a. merubah l-alanin D-alanin D-xylulosa-5-fosfat cisrentolal suksinil  CoA . Penggolongan enzim berdasar cara terbentuknya a. Sebagai contoh adalah enzim beta galaktosidase yang dihasilkan oleh bakteri E. merubah metilmalonil-CoA d. Sedangkan enzim-enzim yang berperan dalam proses respirasi jumlahnya tidak dipengaruhi oleh kadar substratnya. Selama fase lag tersebut E.Intramolekul transferase atau mutase. Walaupun demikian ada enzim yang jumlahnya dipengaruhi kadar substratnya.coli yang ditumbuhkan di dalam medium yang mengandung laktosa. 3.Intramolekul ketol isomerase. Enzim lain dengan tatanama berbeda Ada beberapa enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas. yaitu: .Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi.

karena terjadinya denaturasi protein enzim. Kecepatan reaksi enzimatik juga dipengaruhi kadar enzim. maka semua hal yang dapat mempengaruhi protein dan sel akan berpengaruh terhadap reaksi enzimatik. Walaupun demikian ada beberapa enzim yang tahan terhadap suhu tinggi. Enzim mempunyai gugus aktif yang bermuatan positif (+) dan negatif (-). 2. Daya katalisis enzim menjadi rendah pada pH rendah maupun tinggi. Penambahan substrat selanjutnya tidak akan menambah kecepatan reaksi. Pada keadaan masam muatannya cenderung positif. Suhu Seperti reaksi kimia pada umumnya. akan mempercepat reaksi enzimatik sampai mencapai maksimum.galaktosidase yang digunakan untuk merombak laktosa. Aktivitas enzim akan optimum kalau terdapat keseimbangan antara kedua muatannya. Kenaikan suhu sampai optimum akan diikuti pula oleh kenaikan kecepatan reaksi enzimatik. Penambahan kadar substrat sampai jumlah tertentu dengan jumlah enzim yang tetap. jumlah enzim yang terikat substrat (ES) dan konstanta Michaelis (K m ). Umumnya enzim mengalami kerusakan (denaturasi) pada suhu diatas 50oC. 1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REAKSI ENZIMATIK Protein adalah bagian utama enzim yang dihasilkan sel. Kepekaan enzim terhadap suhu pada keadaan suhu melebihi optimum disebabkan terjadinya perubahan fisikokimia protein penyusun enzim. Apabila nilai Km besar berarti enzim mempunyai afinitas rendah terhadap substrat. sehingga kesetimbangan reaksi kearah E + S. Sebagai contoh amilase . Kemasaman (pH) pH dapat mempengaruhi aktivitas enzim. 2. Nilai Km kecil berarti enzim mempunyai afinitas tinggi terhadap substrat maka kompleks ES sangat mantap. sehingga kesetimbangan reaksi kearah kompleks ES. K m menggambarkan mesetimbangan disosiasi kompleks ES menjadi enzim dan substrat. maka reaksi enzimatik dipengaruhi oleh suhu. misalnya taka-diastase dan tripsin. Substrat (reaktan) Kecepatan reaksi enzimatik umumnya dipengaruhi kadar substrat. pH optimum untuk masing-masing enzim tidak selalu sama. dan pada keadaan basis muatannya cenderung negatif sehinggaaktivitas enzimnya menjadi berkurang atau bahkan menjadi tidak aktif. D.

Hasil akhir reaksi juga mempengaruhi pembentukan enzim. dan karbon monooksida adalah senyawa penghambat untuk enzim yang mengandung Fe. b. Penghambatan oleh inhibitor dapat dikurangi dengan menambah jumlah substrat sampai berlebihan. Struktur asam suksinat mirip dengan asam malonat. 4. Dalam reaksi ini asam malonat bersaing dengan asam suksinat (substrat) untuk dapat bergabung dengan bagian aktif protein enzim dehidrogenase.jamur mempunyai pH optimum 5. Daya penghambatannya dipengaruhi oleh kadar penghambat. Misalnya enzim sitokrom oksidase dihambat oleh CO (karbon monooksida) dengan mengikat Fe yang merupakan gugusan aktif enzim tersebut. b.0. Misalnya asam malonat dapat menghambat enzim dehidrogenase suksinat pada pembentukan asam fumarat dari suksinat. kadar substrat dan aktivitas relatif antara penghambat dan substrat. natrium azida. arginase mempunyai pH optimum 10. oleh karena daya penghambatannya dipengaruhi oleh kadar penghambat dan afinitas penghambat terhadap enzim. Penghambat umpan balik (feed back inhibitor) Penghambatan umpan balik disebabkan oleh hasil akhir suatu rangkaian reaksi enzimatik yang menghambat aktifitas enzim pada reaksi pertama. Senyawa-senyawa seperti sianida. Penghambatan nonkompetitif tidak dapat dikurangi dengan penambahan jumlah substrat. Penghambat bersaing (kompetitif) Penghambatan disebabkan oleh senyawa tertentu yang mempunyai struktur mirip dengan substrat saat reaksi enzimatik akan terjadi. yaitu dengan terjadinya reaksi antara senyawa-senyawa tersebut dengan ion Fe yang menyebabkan enzim menjadi tidak aktif. Pada penghambatan nonkompetitif tidak terjadi persaingan antara zat penghambat dengan substrat. Penghambat tidak bersaing (non-kompetitif) Zat-zat kimia tertentu mempunyai afinitas yang tinggi terhadap ion logam penyusun enzim. sulfida. Merkuri (Hg) dan perak (Ag) merupakan penghambat enzim yang mengandung gugusan sulfhidril (-SH). yang dapat digambarkan sebagai berikut: . Penghambat enzim (inhibitor) Inhibitor enzim adalah zat atau senyawa yang dapat menghambat enzim dengan beberapa cara penghambatan sebagai berikut: a.

D: substrat enzim a.c. e. 5.b. Struktur senyawa penghambat alosterik tidak mirip dengan struktur substrat.D: substrat enzim a. atau berupa koenzim.c.B. Penginduksi (induktor) . Penghambat alosterik Penghambat alosterik adalah penghambat yang dapat mempengaruhi enzim alosterik.d. Enzim alosterik adalah enzim yang mempunyai dua bagian aktif. X: hasil akhir reaksi enzimatik yang menghambat sintesis enzim a. Fe.B. d.b. Enzim yang belum aktif disebut pre-enzim atau zymogen (simogen).C. Penghambat represor Represor adalah hasil akhir suatu rangkaian reaksi enzimatik yang dapat mempengaruhi atau mengatur pembentukan enzim-enzim pada reaksi sebelumnya. 7.d. Gambaran skematik reaksinya adalah sebagai berikut: Enzim a B Enzim b C Enzim c D Enzim d A Keterangan: A.d.A Enzim a B Enzim b C Enzim c D Enzim d Keterangan: A. Pengikatan penghambat alosterik pada enzim menyebabkan enzim tidak aktif. Kofaktor dapat berbentuk ion-ion dari unsur H. sehingga enzim dapat aktif mereaksikan substrat menjadi produk. Apabila ada senyawa yang dapat memasuki bagian yang menangkap penghambat maka enzim menjadi tidak aktif. Apabila enzim menangkap substrat maka penghambat tidak dapat terikat pada enzim.C. Zn. yaitu bagian aktif yang menangkap substrat dan bagian yang menangkap penghambat.b. Mo. sehingga substrat tidak dapat dikatalisis dan tidak menghasilkan produk. senyawa penghambat tersebut merupakan penghambat alosterik.c. vitamin. dan enzim lain. Co. Aktivator (penggiat) atau kofaktor Aktivator atau kofaktor adalah suatu zat yang dapat mengaktifkan enzim yang semula belum aktif. Cu. Mg. X: hasil akhir reaksi enzimatik yang menghambat sintesis enzim a.

Induktor adalah suatu substrat yang dapat merangsang pembentukan enzim. seperti terlihat dalam grafik pertumbuhan mikroba berikut: . Sebagai contoh adalah laktosa dapat menginduksi pembentukan enzim beta galaktosidase.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful