P. 1
Perusahaan multinasional

Perusahaan multinasional

|Views: 360|Likes:
Published by beatlesxxx

More info:

Published by: beatlesxxx on Jan 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2014

pdf

text

original

Perusahaan multinasional

Perusahaan multinasional atau PMN adalah perusahaan yang berusaha di banyak negara; perusahaan ini biasanya sangat besar. Perusahaan seperti ini memiliki kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di banyak negara. Mereka biasanya memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemen global. Perusahaan multinasional yang sangat besar memiliki dana yang melewati dana banyak negara. Mereka dapat memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagai para politisi, dan juga sumber finansial yang sangat berkecukupan untuk relasi masyarakat dan melobi politik. Karena jangkauan internasional dan mobilitas PMN, wilayah dalam negara, dan negara sendiri, harus berkompetisi agar perusahaan ini dapat menempatkan fasilitas mereka (dengan begitu juga pajak pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas eknomi lainnya) di wilayah tersebut. Untuk dapat berkompetisi, negara-negara dan distrik politik regional seringkali menawarkan insentif kepada PMN, seperti potongan pajak, bantuan pemerintah atau infrastruktur yang lebih baik atau standar pekerja dan lingkungan yang memadai. PMN seringkali memanfaatkan subkontraktor untuk memproduksi barang tertentu yang mereka butuhkan. Perusahaan multinasional pertama muncul pada 1602 yaitu Perusahaan Hindia Timur Belanda yang merupakan saingan berat dari Perusahaan Hindia Timur Britania.

Contoh
y y y y y y y y y y y y y y y y y

Acer Inc. Adidas Allianz AOL Apple Computer AT&T BMW Bombardier British Petroleum Chevron Corporation Coca-Cola Dell Enron Exxon Fiat Fonterra Freeport

y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y

General Electric General Motors Google Grup Volkswagen Halliburton Hearst Corporation Heckler & Koch Honda HSBC Hutchison Whampoa Limited Hyundai IBM Intel Corporation Jardine Matheson KFC Kyocera LG Electronics McDonald's Mercedes Benz Microsoft Monsanto Nestlé Newmont Mining Corporation Nike, Inc. Nintendo Nissan Nokia NTT Nortel Networks Opel Parmalat Pepsi Petrobras Philips Prentice Hall Prudential plc Puma Shell Schlumberger Sony Steyr Mannlicher Swire Group The Walt Disney Company Toshiba Total S.A. Toyota Wal-Mart Stores, Inc. Yahoo!

.

munculnya berbagai perusahaan multinasional. hingga batas tertentu. dari satu Negara ke Negara lainnya. transformasi pesat dunia industri mengambil bentuknya yang baru. Ia bermula saat sebuah perusahaan dari satu negara menanamkan modalnya dalam jangka panjang ke sebuah perusahaan di negara lain. British Petroleum. membuka peluang bagi globalisasi ekonomi. seperti IBM. semuanya dalam skala besar-besaran. Volkswagen. FDI (Foreign Direct Investment) atau investasi langsung luar negeri adalah salah satu ciri penting dari sistem ekonomi yang kian mengglobal. tenaga kerja dan teknologi produksi. Arus sumber-sumber keuangan internasional dapat terwujud dalam dua bentuk. apalagi mengenai distribusi keuntungannya. Merekalah penyalur utama aneka factor produksi.Di beberapa dekade akhir abad ke-20. Ford. mulai dari modal. mereka menjalankan berbagai macam operasi bisnis yang inovatif dan kompleks sehingga tidak bias lagi kita pahami hanya dengan perangkat teori-teori perdagangan yang sederhana. dan Coca-Cola. Mungkin perkembangan yang terpenting dalam hubungan-hubungan ekonomi internasional selama dua dasawarsa terakhir ini adalah lonjakan mengagumkan kekuatan dan pengaruh perusahaan-perusahaan raksasa multinasional. Exxon. Dalam operasinya ke berbagai Negara-negara dunia ketiga. Hitachi. Philips. Yang pasti. Perekonomian adalah salah satu bidang yang mengalami berbagai perubahan mencolok di masa-masa tersebut. Pengalaman pertumbuhan ekonomi pada abad kesembilan belas di Negara-negara maju banyak bersumber dari dari pergerakan modal internasional yang cukup deras pada waktu itu. terutama berupa penanaman modal asing ³langsung´ (PMI). Mobiltas faktor-faktor produksi yang terjadi antar Negara mencapai titik puncaknya dengan hadirnya perusahaan-perusahaan multinasional. sebagai mesin penggerak suatu masyarakat. Dengan cara ini perusahaan yang ada di negara asal (biasa disebut µhome countryµ) bisa mengendalikan perusahaan yang ada di negara tujuan investasi (biasa disebut µhost countryµ) baik sebagian atau . Kemajuan mencolok ilmu dan teknologi. Penanaman modal seperti ini juga dapat disebut Foreign Direct Investment (FDI). Perusahaan-perusahaan raksasa. Yang pertama adalah penanaman modal asing yang dilakukan oleh pihak swasta (private foreign investment) dan investasi portofolio. Renault. telah sedemikan rupa mendunia dalam operasinya sehingga kalkulasi atas distribusi keuntungan-keuntungan yang dihasilkan oleh produksi internasional itu kepada penduduk setempat dan pihak asing menjadi semakin sulit dilakukan. dunia mendapatkan pengaruhnya dari berbagai sudut.

Joint ventures yang melibatkan tiga pihak atau lebih biasanya disebut sindikasi (atau µsyndicatesµ) dan biasanya dibentuk untuk proyek tertentu seperti konstruksi skala luas atau proyek pekerjaan umum yang melibatkan dan membutuhkan berbagai jenis keahlian dan sumberdaya. misalnya pembelian atau konstruksi sebuah pabrik. sebelumnya US$0. atau konstruksi peralatan atau bangunan yang baru yang dilakukan oleh perusahaan asing. Caranya dengan si penanam modal membeli perusahaan di luar negeri yang sudah ada atau menyediakan modal untuk membangun perusahaan baru di sana atau membeli sahamnya sekurangnya 10%. Sebagian besar FDI ini merupakan kepemilikan penuh atau hampir penuh dari sebuah perusahaan.seluruhnya. pembelian tanah.678 milyar pada tahun 1997 dan $6. Inggris.023 milyar pada tahun 2004 (data terakhir yang tersedia). . Menurut data statistik UNCTAD. bersamaan dengan tumbuhnya ekonomi sebesar 5-6% sejak akhir 2004. Cina.145 milyar pada tahun 2002. Di Indonesia adalah wewenang Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memberikan persetujuan dan ijin atas investasi langsung luar negeri. Singapura.194 milyar pada tahun 1996 [tahun puncak]. Pada awal 2005. Kini mulai muncul corak-corak baru dalam FDI seperti pemberian lisensi atas penggunaan teknologi tinggi. Kini muncul tanda-tanda bahwa situasi ini berubah: ada sekitar 70% kenaikan FDI di paruh pertama tahun 2005. Penanaman kembali modal (reinvestment) dari pendapatan perusahaan dan penyediaan pinjaman jangka pendek dan panjang antara perusahaan induk dan perusahaan anak atau afiliasinya juga dikategorikan sebagai investasi langsung. 1/1967) dikeluarkan untuk menarik investasi asing guna membangun ekonomi nasional. peralatan atau bangunan. $4. Biasanya. Jepang. Hong Kong. Australia. Dalam dekade terakhir ini pemodal asing enggan menanamkan modalnya di Indonesia karena tidak stabilnya kondisi ekonomi dan politik. jumlah total arus masuk FDI di Indonesia adalah US$1. Termasuk juga perusahaan-perusahaan yang dimiliki bersama (joint ventures) dan aliansi strategis dengan perusahaan-perusahaan lokal. FDI terkait dengan investasi aset-aset produktif. dan Malaysia adalah sumber-sumber FDI yang dianggap penting. FDI dan Liberalisasi di Indonesia UU Penanaman Modal Asing (UU No.

penerbangan. perkereta-apian (KA). yang dana-dana investasinya langsung digunakan untuk menjalankan kegiatan bisnis atau mengadakan alat-alat atau fasilitas produksi seperti memberi lahan. Salah satu aspek penting dari FDI adalah bahwa pemodal bisa mengontrol atau setidaknya punya pengaruh penting manajemen dan produksi dari perusahaan di luar negeri. dan INCO semuanya memiliki investasi langsung di Indonesia.4 miliar. kebanyakan FDI di Indonesia ada di sektor manufaktur di Jawa. Cargill. dan media massa. Apabila pada tahun 1962 nilai totalnya baru mencapai sekitar US$ 2. maka di tahun 1980 jumlahnya telah melonjak menjadi sekitar US$ 11 miliar. tenaga nuklir. dikatakan dengan jelas bahwa beberapa jenis bidang usaha sepenuhnya tertutup bagi perusahaan asing.1 tahun 1967. Heidelberg Cement.miliar di tahun 1997. mendatangkan mesin-mesin. pendidikan. bukan sumber daya alam di daerah-daerah. BP. Exxon. yaitu pelabuhan. serta berpuncak sebesar lebih dari US$ 120 . air minum. telah berlangsung secara sangat cepat selama sekian dasawarsa terakhir ini. hanya sekitar 60 persen dari total dana investasi asing tersebut yang mengalir ke Negara-negara di Asia. dan sebagainya di Negara-negara dunia ketiga seperti di Indonesia ini. Perusahaan-perusahaan multinasional yang ingin menyedot sumber daya alam menguasai pasar (baik yang sudah ada dan menguntungkan maupun yang baru muncul) dan menekan biaya produksi dengan mempekerjakan buruh murah di negara berkembang. yaitu Undang-Undang No. Rio Tinto dan Freeport McMoRan. Biasanya juga FDI adalah komitmen jangka-panjang. dari keuntungan yang sedemikian besar diperoleh ini. dimana pemodal asing membeli saham perusahaan lokal tetapi tidak mengendalikannya secara langsung. pembangkitan dan transmisi listrik. membeli bahan baku.Pertumbuhan penanaman modal swasta asing secara langsung (foreign direct investment)-yakni. Kesemua . biasanya adalah para penanam modal asing ini. telekomunikasi. Newmont. Namun demikian. Contoh µklasik¶ FDI semacam ini misalnya adalah perusahaanperusahaan pertambangan Kanada yang membuka tambang di Indonesia atau perusahaan minyak sawit Malaysia yang mengambil alih perkebunan-perkebunan sawit di Indonesia. kemudian naik lagi hingga US$ 35 miliar di tahun 1990. Itu sebabnya ia dianggap lebih bernilai bagi sebuah negara dibandingkan investasi jenis lain yang bisa ditarik begitu saja ketika ada muncul tanda adanya persoalan. Undang-Undang penanaman Modal Pertama dikeluarkan pada waktu masa pemerintahan orde baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto. Hal ini berbeda dari portofolio atau investasi tak langsung. membuka pabrik-pabrik.

1 96. telekomunikasi.4 Cina Brasil Meksiko Indonesia Polandia Malaysia Argentina India Venezuela Negara-negara berkembang lainnya Penerima Utama FDI. menyatakan sebagai berikut : ³Perusahaan Nasional adalah perusahaan yang sekurang-kurangnya 51 % daripada modal dalam negeri yang ditanam di dalmnya dimiliki oleh Negara dan / atau swasta nasional´. 20/1994 Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 5 ayat 1). pemodal asing hanya boleh memiliki modal maksimal.5 53.1 42. berdasarkan Undang-Undang ini.6 tahun 1968). yang didalamnya (Pasal 3 ayat 1). Penanaman Modal Swasta Asing Secara Langsung (FDI).3 118. 1997 Negara Penerima FDI yang diterima (persentase total) 31 13 7 5 4 3 3 3 2 29 . dan media massa´ (PP No.1 10. Setahun kemudian dibuatlah Undang-Undang yang mengatur tentang penanaman modal dalam negeri (UU No. Namun kemudian. KA.9 119. pembangkit tenaga nuklir. 1970-1997 Penanaman FDI Tahun Total FDI netto (dalam US$ miliar) 1970 1980 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 3. pemerintah Indonesia menerbitkan peraturan pemerintah yang menjamin investor asing bisa memiliki hingga 95% saham perusahaan yang bergerak dalam bidang ³« pelabuhan. produksi dan transmisi serta distribusi tenaga listrik umum. penerbangan.bidang ini dibatasi adanya campur tangan oleh pihak asing karena bidang-bidang ini dapat dikategorikan sebagai usaha yang bernilai strategis bagi Negara dan kehidupan sehari-hari rakyat banyak yang seharusnya tidak boleh dipengaruhi oleh pihak asing (terdapat di pasal 6 ayat 1).9 23. pelayaran.7 35.2 78. sebanyak-sebanyaknya 49% dalam sebuah perusahaan. air minum. Dengan kata lain.

Infrastructure summit menghasilkan keputusan eksplisit bahwa seluruh proyek infrastruktur dibuka bagi investor asing untuk mendapatkan keuntungan. Perusahaan multinasional atau PMN adalah perusahaan yang berusaha di banyak negara. harus berkompetisi agar perusahaan ini dapat menempatkan fasilitas mereka (dengan begitu juga pajak pendapatan. tanpa perkecualian. dan aktivitas ekonomi lainnya) di wilayah tersebut. Pembatasan hanya akan tercipta dari kompetisi antarperusahaan. hampir setiap aspek dari kehidupan komunitas telah terkena dampak dari operasi Perusahaan Multinasional. pabrik atau kantor cabang di banyak negara. Perusahaan seperti ini memiliki kantor-kantor. pemerintah Indonesia mengadakan International Infrastructure Summit pada tanggal 17 Januari 2005 dan BUMN summit pada tanggal 25-26 Januari 2005. negara-negara dan distrik politik . Mereka biasanya memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemen global. Di masa depan seluruh barang dan jasa bagi publik akan menjadi barang dan jasa yang bersifat komersial yang penyediaannya murni karena motif untuk mendapatkan laba. Perusahaan-Perusahaan Multinasional Perusahaan Multinasional telah memainkan peranan yang sangat penting dalam menjalankan kebijakan dan aturan baik di tingkat national maupun internasional. Perusahaan multinasional yang sangat besar memiliki dana yang melewati dana banyak negara. Untuk dapat berkompetisi. Dengan kata lain. Mereka dapat memiliki pengaruh kuat dalam politik global.Selanjutnya dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Karena jangkauan internasional dan mobilitas PMN. Kebijakan-kebijakan ini menunjukkan proses liberalisasi yang saat ini sedang berlangsung di semua sektor di Indonesia dan menunjukkan pentingnya FDI bagi pemerintah Indonesia. dan juga sumber finansial yang sangat berkecukupan untuk relasi masyarakat dan melobi politik. Di negaranegara berkembang. artinya tak akan ada lagi barang dan jasa yang disediakan oleh pemerintah dengan biaya murah yang disubsidi dari pajak. perusahaan ini biasanya sangat besar. Pemerintah juga menyatakan dengan jelas bahwa tidak akan ada perbedaan perlakuan terhadap bisnis Indonesia ataupun bisnis asing yang beroperasi di Indonesia. dan Negara sendiri. karena pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagai para politisi. wilayah dalam negara. BUMN summit menyatakan jelas bahwa seluruh BUMN akan dijual pada sektor privat. lapangan kerja.

harus berkompetisi agar perusahaan ini dapat menempatkan fasilitas mereka (dengan begitu juga pajak pendapatan. lapangan kerja. yakni ukuran mereka yang sangat besar dan kenyataan bahwa operasi bisnis mereka yang tersebar ke seluruh dunia itu . setelah terpengaruh oleh kondisi perekonomian di zaman itu. karena pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagai para politisi. bantuan pemerintah atau infrastruktur yang lebih baik atau standar pekerja dan lingkungan yang memadai. Terdapat dua karakteristik pokok dari perusahaan multinasional. memiliki serta mengendalikan operasi bisnis atau kegiatan-kegiatan usahanya di lebih dari satu Negara. perusahaan-perusahaan Eropa mengikuti jejak langkah mereka ini. Mereka biasanya memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemen global. terutama di AS. Perusahaan multinasional yang sangat besar memiliki dana yang melewati dana banyak negara. Perusahaan seperti ini memiliki kantor-kantor. model perusahaan seperti ini mulai bermunculan sejak dekade 50. perusahaan ini biasanya sangat besar. Dari sudut pandang sejarah. perusahaan-perusahaan multinasional. Tak lama kemudian. demikian pula karena adanya ³celah´ antara hubungan Eropa dan Jepang. dan juga sumber finansial yang sangat berkecukupan untuk relasi masyarakat dan melobi politik. wilayah dalam negara.regional seringkali menawarkan insentif kepada PMN. Dengan memanfaatkan sistem transportasi dan komunikasi internasional yang semakin modern. Perusahaan multinasional pada dasarnya adalah sebuah perusahaan raksasa yang menjalankan. Mereka dapat memiliki pengaruh kuat dalam politik global. Perusahaan multinasional ini umumnya berupa perusahaan yang dikelola oleh lebih dari sebuah negara. pabrik atau kantor cabang di banyak negara. Karena jangkauan internasional dan mobilitas PMN. bantuan pemerintah atau infrastruktur yang lebih baik atau standar pekerja dan lingkungan yang memadai. ia mampu mempengaruhi kebijakan-kebijakan perekonomian suatu negara dengan sangat luas. Perusahaan multinasional atau PMN adalah perusahaan yang berusaha di banyak negara. dan oleh karena kekuatan ekonominya yang besar. semakin aktif di beberapa bidang. seperti potongan pajak. negara-negara dan distrik politik regional seringkali menawarkan insentif kepada PMN. dan Negara sendiri. Untuk dapat berkompetisi. seperti potongan pajak. perusahaan-perusahaan ini menemukan peluang untuk menjual produk-produk mereka ke luar batas-batas AS. sehingga menjadi semakin luaslah keberadaan perusahaan-perusahaan multinasional ini. dan aktivitas ekonomi lainnya) di wilayah tersebut.

Kekuatan mereka ini juga ditunjang lagi oleh posisi oligopolitik yang mereka genggam dalam perekonomian domestic atau bahkan internasional pada sektor atau jenis-jenis produk yang mereka jalankan. perusahaan multinasional tersebut tidak hanya akan menyediakan sumber-sumber financial dan pabrik-pabrik baru saja kepada Negara-negara miskin yang bertindak sebagai tuan rumah. apalagi jika dibandingkan dengan pemerintahan di Negara-negara berkembang di mana mereka menjalankan bisnisnya. maka bisa dibayangkan betapa dahsyatnya kekuatan ekonomi (dan terkadang politik) yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaa multinasional tersebut. Dampak positif pertama yang paling sering disebut-sebut sebagai sumbangan positif penanaman modal asing ini adalah. Dampak positif kedua adalah. dsb). Negara yang di¶ekspansi¶nya. Dari gambaran ini. sehingga mereka merupakan kekuatan utama (sekitar 40%) yang menyebabkan berlangsungnya globalisasi perdagangan duniua secara pesat. baik dampak positif maupun dampak negatifnya. Dampak positif ketiga adalah.cenderung dikelola secara terpusat oleh para pemimpinnya di kantor pusatnya yang berkedudukan di Negara asal. Dampak perusahaan multinasional Dewasa ini kehadiran perusahaan-perusahaan multinasional di bidang ekonomi dan politik dunia. peranannya dalam mengisi kekosongan atau kekurangan sumber daya antara tingkat investasi yang ditargetkan dengan jumlah actual ³tabungan domestik´ yang dapat dimobilisasikan. Dengan kekuatan yang begitu besar. bubur gandum instant. pemerintah Negara-negara berkembang berharap dalam bahwa rangka mereka akan dapat turut memobilisasikan sumber-sumber financial membiayai proyek-proyek pembangunan secara lebih baik. Perusahaan-perusahaan multinasional yang ³menancapkan kukunya´ juga tentu saja memberikan implikasi kepada. akan tetapi mereka juga menyediakan suatu ³paket´ sumber . saya sebut sebagai. Ukuran mereka yang sedemikian besar tentu memberikan kekuatan ekonomi (dan terkadang juga kekuatan politik) yang sangat besar. terasa sangat mencolok. dengan memungut pajak atas keuntungan perusahaan multinasional dan ikut serta secara financial dalam kegiatan-kegiatan mereka di dalam negeri. mie. merekalah yang sebenarnya seringkali mendominasi aneka komoditi dagang di Negara-negara berkembang (tembakau.

Kemudian kita juga harus menyadari bahwa perusahaan-perusahaan mutinasional ini tidak tertarik untuk menunjang usaha pembangunan suatu Negara. dan juga perusahaan-perusahaan raksasa ini sangat kuat menjalankan kepentingan ekonomi untuk keuntungan mereka sendiri. kemampuan kewirausahaan. Perusahaan-perusahaan multi nasional ini senantiasa mencari peluang ekonomi yang paling menguntungkan. . ketimpangan pendapatan dan lonjakan pengangguran. dan mereka tidak bisa diharapkan untuk memberi perhatiam kepada soal-soal kemiskinan. Pada umumnya pasar yang menjadi sasaran pemasaran perusahaan multinasional ini memang adalah Negara-negara yang notabenenya adalah Negara-negara yang sedang berkembang atau Negara-negara dunia ketiga. perusahaan multinasional juga mempunyai dampak negatif yang terjadi pada Negara tamu. Hal ini mereka lakukan karena Negara-negara dunia ketiga ini dinilai belum mempunyai perlindungan yang baik atau belum mempunyai ³kekuatan´ yang cukup untuk menolak ³kekuatan´ daripada perusahaan-perusahaan raksasa multinasional ini sehingga bukan tidak mungkin mereka bisa melakukan intervensi terhadap pemerintahan yang dilangsungkan oleh Negara yang bersangkutan. tentu saja dalam pelaksanaan kegiatan ekonominya. serta memperluas jaringanjaringan pemasaran sampai ke tingkat internasional. termasuk juga pengalaman dan kecakapan manajerial. atau dengan kata lain Negara-negara ini menghadapi dilema di mana sebagian besar negara terlalu lemah untuk menerapkan prinsip aturan hukum. perusahaan multinasional akan membawa pengetahuan dan teknologi yang tentu saja dinilai sangat maju dan maju oleh Negara berkembang mengenai proses produksi sekaligus memperkenalkan mesinmesin dan peralatan modern kepada Negara-negara dun ia ketiga. mencari alternative pasokan sumber daya. perusahaan multinasional juga berguna untuk mendidik para manajer local agar mengetahui strategi dalam rangka membuat relasi dengan bank-bank luar negeri. Perhatian mereka hanya tertuju kepada upaya maksimalisasi keuntungan atau tingkat hasil financial atas setiap sen modal yang mereka tanamkan. Pada umumnya. Operasi mereka cenderung terpusat di sector modern yang mampu menghasilkan keuntungan yang maksimal yaitu di daerah perkotaan. perusahaan-perusahaan multinasional hanya sedikit memperkerjakan tenagatenaga setempat. Selain dampak positif yang telah dikatakan diatas.daya yang dibutuhkan bagi proses pembangunan secara keseluruhan. Dampak positif keempat adalah. yang pada akhirnya nanti dapat dimanifestasikan dan diajarkan kepada pengusaha-pengusaha domestic. Dampak positif kelima adalah.

dan biayabiaya jasa manajemen ke Negara asalnya. keahlian-keahlian khusus. baik itu yang berasal dari Negara setempat atau yang didatangkan dari Negara-negara lain. jaringan hubungan luar negeri yang luas dan tertata baik. Selain itu perusahaan-perusahaan multinasional berpotensi besar untuk merusak perekonomian tuan rumah dengan cara menekan timbulnya semangat bisnis para usahawan local. bersekongkol dengan perusahaan lainnya dalam membagi daerah operasinya serta sekaligus untuk mencegah atau membatasi masuknya perusahaan-perusahaan baru yang nantinya dikhawatirkan akan menjadi saingan mereka. Jadi praktis pihak Negara tuan rumah tidak memperoleh bagian keuntungan yang adil dan wajar. karena mereka biasanya memberikan gaji dan aneka tunjangan kesejahteraan yang jauh lebih tinggi ketimbang gaji gaji rata-rata kepada para karyawannya. Di atas telah dikatakan bahwa keuatan mereka juga ditunjang oleh posisi oligopolitik yang mereka genggam dalam perekonomian domestik atau bahkan internasional pada sektor atau jenis-jenis produk yang mereka geluti. keahlian dan agresivitas di . Situasi seperti ini memberi mereka kemampuan serta kesempatan yang sangat besar untuk secara sepihak menentukan harga-harga dan laba yang mereka kehendaki. serta berbagai kegiatan periklanan secara gencar dan besar-besaran untuk mempengaruhi. Hal-hal tersebut mereka upayakan dengan menggunakan kekuatan yang mereka miliki dalam penguasaan teknologi-teknologi baru yang paling canggih dan efisien. kalau perlu mengubah. royalty. baik dari sisi neraca transaksi berjalan maupun neraca modal. yakni dapat mengurangi penghasilan devisa itu. Kemudian walaupun dampak-dampak awal (berjangka awal) dari penanaman modal perusahaan multinasional memang dapat memperbaiki posisi devisa Negara yang menerima mereka (Negara tuan rumah). Hal ini bertolak berlakang dari keyataan bahwa mereka cenderung beroperasi di pasar-pasar yang dikuasai oleh beberapa penjual dan pembeli saja. diferensiasi produk. mereka bahkan seringkali memberi pengaruh negative terhadap tingkat upah rata-rata. tetapi dalam jangka panjang dampak-dampaknya justru negatif. Neraca transaksi berjalan bisa memburuk karena adanya impor besar-besaran atas barang-barang setengah jadi dan barang modal oleh perusahaan multinasional itu.Selain tidak bisa diharapkan untuk ikut membantu mengatasi masalah ketenagakerjaan di Negara tuan rumah. dan menggunakan tingkat penguasaan pengetahuan teknologi mereka yang superior. selera dan minat konsumen. dan hal tersebut masih diperburuk lagi oleh adanya pengiriman kembali keuntungan hasil bunga.

FI karena dinilai tidak memberikan keuntungan yang adil bagi warga local. dan memanipulasi berbagai kebijakan pemerintah di Negara tuan rumah ke arah yang tidak menguntungkan bagi pembangunannya. Mereka menilai otonomi khusus belum mampu meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan rakyat rakyat. menyuap. Ekspor pertama konsentrat tembaga dimulainya pada Desember 1972 dan beberapa bulan kemudian . telah hancur. Lokasi pertambangan Freeport berupa gunung biji tembaga (Ertsberg). Pepera telah melenceng jauh dari amanat rakyat Papua. Ironisnya. Kemudian. Kebijakan pemekaran yang sewaktu itu digembar-gemborkan juga dianggap upaya ³memecah belah´. FI mereka nilai tidak mengakomodasi hak rakyat Papua. yakni hutan dan gunung. dengan salah satu perusahaan multinasional yang beroperasi di daerah papua yaitu PT. FI? Di tempat beroperasinya perusahaan tambang yang makmur itu. Warga yang bertikai menuntut penutupan PT. Freeport pertama kali melakukan penambangan pada bulan Desember 1967 pasca-Kontrak Karya I (KK I). dan sekaligus untuk menghalangi munculnya perusahaan-perusahaan baru yang berpotensi untuk menjadi saingan mereka. Pembangunan untuk siapa ? Berkah Atau Bencana ? Pada saat ini. Perusahaanperusahaan multinasional juga sering menggunakan kekuatan ekonomi mereka untuk mempengaruhi. Menurut mereka. Freeport Indonesia (FI). Gugatan terhadap situasi ini sebenarnya sudah lama dilancarkan.bidang periklanan. sekelompok rakyat Papua malah menjadi pencari remah-remah sisa pada pembuangan tailing. serta penguasaan atas berbagai berbagai jenis jasa pelengkap lainnya untuk mendorong keluar setiap perusahaan local yang cukup potensial yang dianggap mengganggu atau mengancam dalam kancah persaingan. pertama kali ditemukan seorang ahli geologi kebangsaan Belanda. Freeport Indonesia . sejak Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Irian Barat 1969 dilaksanakan. tetapi selalu menghadapi tantangan pelanggaran hak asasi manusia. Jean Jacqnes Dory pada 1936. permukiman dan tempat mereka hidup dan bersosial. Mengapa mereka menggugat PT. apalagi menciptakan lapangan kerja yang produktif. kontrak yang dilakukan Pemerintah Indonesia bersama PT. masih lekang dingatan kita tentang kasus pertikaian berdarah yang terjadi di tanah papua antara kaum asli papua yang merasa sebagai pemilik tanah yang asli sebagai kaum yang termarginalkan di tanahnya sendiri. Kemudian ekspedisi Forbes Wilson tahun 1960 menemukan kembali Ertsberg.

dan pengelolaan yang tak profesional. Sebab. juga bagi para pejabat Orba yang menangani Freeport turut menikmatinya. Tentu saja yang mendapat keuntungan besar ini.36 persen. Di samping itu. 18/3 2006) dinyatakan bahwa para petinggi Freeport paling tidak menerima Rp126. James R Moffet menerima sekitar Rp87. Apalagi dana itu disinyalir sebagai media peredam setelah ada kerusuhan Maret 1996. Melihat potensi itu. Tapi jelas tak seberapa dibanding jumlah hasil tambang yang telah dikeruk dari perut ³ibu´ (sebutan perumpamaan gunung biji emas bagi orang Amungme terhadap Ertsberg dan Grasberg). tepatnya tahun 2041 barulah Freeport kembali menjadi milik Indonesia. kandungannya jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Setelah sekian lama dilakukan ekplorasi dan tentunya eksploitasi. mereka yang terlibat dalam pengelolaan pertambangan itu. Di daerah ini.3 miliar/bulan. Terus yang tak bisa dipungkiri.5 miliar lebih per bulan dan President Directornya. kandungan tembaga semakin berkurang. bukan tak mungkin KK I dan II diwarnai dengan berbagai permainan ³sulap´. Ini berarti KK II itu akan berakhir pada tahun 2021 dan jika diperpanjang. Tapi pada 1986 ditemukan sumber penambangan baru di puncak gunung rumput atau dikenal dengan nama Grasberg. Bahkan sempat Lembaga Masyarakat Adat Amungme (Lemasa) awalnya menolak menerima dana itu. maka akan berakhir 2041 nanti. Menurut kantor berita Reuters (³PR´.000 ton biji emas/tembaga.5 miliar ton dan kandungan tembaga sebesar 22 juta ton lebih.000 hingga 200. . khususnya tujuh suku di dalam kawasan wilayah konsesi Freeport. Sehingga setelah 35 tahun.tepatnya Maret 1973. proyek pertambangan dan Kota Tembagapura ini diresmikan Presiden Soeharto. dana ini menjadi sumber konflik internal diantara mereka. ketidakadilan. Andrianto Machribie menerima Rp15. saham pemerintah hanya 9. Intinya: ada ketidakpuasan. Walau memang sejak Juli 1996. Misalnya Chairman of the Board. Diperkirakan dalam sehari diproduksi 185.16 hingga 2. Kandungan bahan tambang emas terbesar di dunia ini diketahui sekitar 2. Sementara warga lokal dari adat lain yang ada di sekitar perusahaan merasa berhak juga atas dana itu. siapa yang menikmati hasil Freeport selama ini? Sebab sumbangan ke APBN hanya Rp2 triliunan. sisanya milik asing. Freeport memperpanjang KK I dan dibuatlah KK II pada Desember 1991 yang memberikan hak kepada Freeport selama 30 tahun dengan kemungkinkan perpanjangan selama 2 X 10 tahun. Lalu pertanyaannya.1 miliar per bulan. ada dana satu persen dari laba kotor perusahaan bagi warga lokal di Kabupaten Mimika.

tetapi mereka tak dibayar.13 % warga . konflik-konflik sekitar Freeport telah dimulai sejak perusahaan itu berdiri. Ironisnya. Konflik lainnya dipicu soal kerusakan lingkungan yang semakin parah. serta hutan dan laut yang berlimpah. Konflik-konflik berkaitan dengan January Agreement terus saja berlanjut sampai pembentukan Lemasa tahun 1992. Terus yang perlu diingat pula. sekitar 80 % penduduknya masih hidup pada tingkat subsisten. ketika sumber daya alam mereka menghasilkan uang bertriliun-triliun. diduga Freeport telah mengambil tanah adat jauh di luar batas yang telah disepakati. konflik pertama terjadi saat tim ekspedisi Forbes Wilson tahun 1960 meminta bantuan masyarakat sekitar membawa barang-barang keperluan rombongan (porter). Isinya menyangkut kesepakatan antara Freeport dengan masyarakat Suku Amungme dalam kaitan pematokan lahan penambangan dan batas tanah milik perusahaan dengan masyarakat adat setempat. Konflik berikutnya yang dikenal dengan konflik January Agreement yang dibuat tahun 1974. saat persiapan awal proyek Freeport sekitar 1960-1973 telah terjadi konflik dengan masyarakat adat setempat berkaitan soal pengakuan identitas dan pandangan hidup yang berhubungan dengan alam yang mereka anggap keramat. Dari sisi pendidikan. Angka itu hampir tidak berubah sesudah otonomi khusus. minyak dan gas bumi. Walaupun kekayaan alam itu sudah dieksploratif secara ekstraktif selama puluhan tahun. yaitu 100 per seribu kelahiran bayi hidup. Misalnya. Dalam laporan Conservation Internasional Indonesia 2004 dikatakan warga Papua mempunyai tingkat kesehatan yang memprihatinkan. Kekecewaan dan merasa ditipu ini bisa menjadi awal konflik. angka kematian bayi di Papua cukup tinggi. Angka kematian ibu juga paling tinggi di negeri ini. rakyat Papua yang bejumlah sekitar dua juta jiwa masih tergolong penduduk termiskin di republik ini. Namun pada kenyataannya. Misalnya gunung-gunung berselimut salju (Nemangkawi atau panah putih) yang telah dikeruk itu merupakan tempat bersemayamnya roh-roh nenek moyang mereka ketika meninggal dunia. Angka ini akan menjadi lebih besar karena sebagian besar penduduk miskin ini berada pada warga asli yang jumlahnya sekitar 60 % dari total jumlah penduduk provinsi ini. seperti bahan tambang. yaitu 60-700 per 100. Masyarakat adat semakin tergerser dan menjadi kaum pinggiran (pheripheral saja). Masih banyak warga yang hanya memakai koteka. Selain itu tingkat harapan hidup juga rendah. Papua memiliki 42 juta hektar hutan dengan keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Data Badan Pusat Statisitik (BPS) pada tahun 2004 menunjukkan penduduk miskin di Papua pada tahun 2002 mencapai 39 %.Tapi sejatinya.000 kelahiran. 44.

FI merancang pola pembangunan masyarakat untuk memecahkan proses pembangunan di Mimika. Padahal. dan PT. pemerintah Irian Jaya. angka kemiskinan penduduk Mimika hampir dua kali lipat kemiskinan tingkat nasional.75 %. dukungan adat. 70. namun trenyata dana tersebut tidak dirasakan oleh masyarakat sekitar.32 miliar (24 %) dan dana kesehatan Rp.852. Sektor pendidikan yang semestinya menjadi sektor paling dasar. ini disebabkan total nilai tambah dari sector pertambangan meningkat 38 %. Jika tahun 1996.715 jiwa kala itu. produk domestk regional bruto (PDRB) Papua melonjak dari Rp. 393 miliar (tabel).615. Sistim sekolah hancur. dana 1 persen yang telah dikucurkan PT FI sebesar Rp. ketika republik ini mengalami krisis. Ketidakseimbangan dalam bagi hasil penerimaan dan pengelolaan sumber daya alam dianggap sebagai biang keladi kemiskinan dan ketertinggalan ini. Sejak 3 tahun yang lalu. Kamoro. Masyarakat sendiri mendirikan Yayasan Tujuh Suku (terdiri dari suku Amungme. Lani. Walaupun ada kebijakan penerapan dana 1 persen dari PT.906 US$). Nduga). Padahal. angka kemiskinan itu mengalaim kemiskinan sepanjang tahun. dukungan agama. Runyamnya. penduduk miskinnya mencapai 32. sekolah-sekolah nyaris tidak memiliki guru. Damal. FI untuk masyarakat sekitar. 9 triliun pada tahun 1997 menjadi Rp. DKI Jakarta dan Kalimantan Timur. Dari jumlah penduduk sebanyak 131. Sepanjang sepuluh tahun ini (1996-2005). 63. Akibatnya sekolah-sekolah sering diliburkan. ternyata hanya membuat hati terenyuh. PT FI berkomitmen untuk mengalokasikan dana sebesar 1 persen dari pendapat kotor tahunan selama 10 tahun guna mendukung program tersebut.Papua buta huruf. Sebagian besar dana itu digunakan untuk sektor pendidkan dan kesehatan. Papua merupakan propinsi dengan tingkat PDRB kempat tertinggi stelah Riau. tahun 2005 dana pendidikan sebesar Rp. serta manajemen dan kapital dengan jumlah yang variatif. Tiap suku mengelola dana tersebut secara sendiri-sendiri. 1. Nyatanya uang menjungkirbalikan kearifan lokal yang selama ini dipegang teguh oleh masyarakat. Mee / Ekari. maka pada tahun 2005 Rp. Di pedalaman-pedalaman. Dana kompensasi 1 persen berawal ketika pemerintah pusat.591 (190. Dana itu ditangani Tim Pengembangan Wilayah Timika Terpadu (PWT2). 19 triliun pada tahun 1998.61 miliar (27 %). Moni. Kebersamaan yantg menjadi perilaku dasar pun mulai tergerogoti setelah mengenal uang.635. dana 1 persen itu sejumlah 25 miliar. . Sebagai contoh. Sektor lainnya yang dibiayai dengan dana 1 persen itu antara lain pengembangan ekonomi dan pengambangan desa. PT FI yang beroperasi sejak 1967 mulai mengucurkan dana tersebut pada tahun 1996.847.

612.750 158. Sejak ditandatanganinya MoU antara pemerintah Indonesia dengan pihak manajemen Freeport di tahun 1967.029.625. Bahkan Majelis Rakyat Papua (MRP) dalam surat keputusannya bernomor 08/MRP/2006 Tentang Keberadaan PT Freeport Indonesia yang berisi empat poin.534. Sebab tak mustahil konflik ini imbas ketidakberesan penanganan perusahaan MNC selama ini sebagai warisan kebijakan pemerintah Orde Baru (Orba).853. Secara kasat mata. kasus Freeport bukan hal baru.229 18.150 12.041.037.482 190.636.742.000 38. fenomena konflik sekitar Freeport memberikan sebuah gambaran menarik dicermati.479 393.915 16.550 179.313.591 Hingga kini.208. Sehingga kasus ± kasus seperti itu seakan tak pernah berhenti. masih ada yang menilai Freeport belum memberi keadilan bagi pemilik sumber daya alam yang mereka keruk selama ini.015 13.305. salah satunya merekomendasi kepada pemerintah agar Freeport ditutup.710 172.256.288 21.330 17.704.615.641.766 18.117.847.285.841.852.728.043.906 Dalam Rupiah 25.751.810. Dari isu penembakan komunitas lokal oleh aparat keamanan di lokasi pertambangan itu hingga perusakan ekosistem yang dilakukan perusahaan.178 189.585 161.470 117.635.298 21. bukanlah merupakan satu fenomena baru.838.735.618.Penerimaan dana 1 persen (1996-2005) Tahun 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 Total Dalam US$ 10.186.268 1.504.938.433 40. .601 179.056. Berbagai konflik yang berkaitan dengan eksistensi Freeport di Kabupaten Mimika itu. terhitung banyak kasus yang terjadi. Sebab mereka menilai.317.

. Menurut Emmy. Kesimpulan Akhir dekade 1990-an ini merupakan periode yang menarik bagi kita untuk menilai kembali segala dampak kualitatif maupun kuantitatif yang ditimbulkan oleh investasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan raksasa multinasional terhadap kondisi social-ekonomi Negara-negara berkembang yang bertindak sebagai tuan rumahnya. dukungan transportasi dan bahan makanan bagi guru di daerah terpencil. perusahaan-perusahaan multinasional selalu berusaha menggunakan setiap celah untuk mendikte norma internasional. jangan heran bila banyak kebijakan pemerintah soal perburuhan misalnya. ³Jadi. RS Waa-Banti. antara lain rumah sakit (RS) Mitra Masyarakat. perusahaan multinasional di Tanah Air lebih banyak menimbulkan berbagai kerusakan daripada keuntungan.464 pelajar atau mahasiswa tujuh suku itu yang tersebar di berbagai kota. serta pelecehan seksual. Berbagai kerusakan itu antara lain. dana 1 persen itu juga disalurkan sebagai beasiswa bagi 5. penghancuran sumber daya alam. dimana pun. ³Dan nyatanya berhasil. Tetapi perusahaan multinasional atau transnasional bisa menjadi bencana nasional karena rawan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan bisa menjadi kekuatan penghambat proses demokratisasi di negaranegara sedang berkembang. para pemimpin pemerintahan atau negara di negara-negara berkembang tunduk pada kekuatan modal perusahaan-perusahaan transnasional. Sarana itu diberikan gratis bagi warga tujuh suku itu. perampasan hak penduduk atas lingkungan hidup yang sehat.Menurut John Nakiaya. Emmy berpendapat. lebih memihak kepentingan perusahaan transnasional. ada kecenderungan kuat. tetapi berupa fasilitas public. Puskesmas pembantu di aroanap dan Tsinga.´ tegasnya. Di bidang pendidikan. Emmy mengatakan. selain pembangunan infrastruktur. perampasan tanah. Rabu (21 November 2006) di Jakarta. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Emmy Hafild mengemukakan hal itu dalam diskusi bertema. lembaga yang kini mengelola kompensasi dana 1 persen itu mengatakan bahwa alokasi dana itu tidak dalam bentuk uang tunai.´ tuturnya. pengelolaan asrama. penghancuran tradisi. ³Tanggung Jawab Transnational Corporations dalam HAM´ yang diselenggarakan Komisi Nasional HAM. Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK).

Barang kali satu-satunya kesimpulan yang cukup sahih untuk dikemukakan di sini adalah bahwasannya penanaman modal swasta asing bisa merupakan pendorong pembangunan ekonomi dan social yang penting selama kepentingan-kepentingan perusahaan multinasional tersebut memang sejalan dengan kepentingan pemerintah dan masyarakat di Negara tuan rumah (tentu saja yang dimaksudkan dengan kepentingan di sini bukanlah kepentingan yang pada akhirnya menyebabkan berlarut-larutnya pembangunan yang dualistis serta memburuknya ketimpangan distribusi pendapatan). maka selama itu pula tuduhan-tuduhan dari pihak yang menentang penanaman modal asing akan semakin mendapatkan dukungan di kalangan pemerintah maupun masyarakat di Negara-negara dunia ketiga. mengingat suku-suku yang mendiami kawasan pegunungan itu hidup dalam kelompok-kelompok kecil di daerah-daerah terisolasi sehingga dampak yang terjadi lebih dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar. kata Rachmat. Namun. tetapi saat ini masih terbatas dan masih belum menjadi suatu gerakan. keterlibatan masyarakat sangat esensial dalam pembangunan berkelanjutan. dibutuhkan suatu wahan untuk menyebarkan suatu informasi mengenai pembangunan berkelanjutan dan isu lingkungan global. Selain itu. diperlukan penguatan jejaring masyarakat untuk dapat berperan dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan. Daftar Pustaka . Terkait dengan kasus yang terjadi di Papua. Untuk mendorong partisipasi masyarakat. mungkin solusi yang perlu dimanifestasikan di dalam masyarakat itu sendiri adalah berupa pola alokasi dana ke titik tertentu mungkin perlu dikembangkan ke kelompokkelompok yang lebih kecil. selama perusahaan-perusahaan multinasional tersebut hanya melihat kepentingan mereka dari segi output secara global atau maksimalisasi keuntungan saja tanpa memperdulikan dampak-dampak jangka panjang yang ditimbulkan oleh segenap aktivitas bisnisnya terhadap kondisi-kondisi ekonomi dan social di wilayah-wilayah operasinya.

wikipedia. <Http://www.Anonim.php?gid=72&spid=24> tanggal 20 Desember 2006 Dedi Muhtadi.com>. Sabtu 11 Maret 2006. 2006.com/sp_read. Diakses . Kompas. 2006. 2006. Perusahaan Multinasional dan Dampaknya. Home page Anonim.parasindonesia.org/wiki/Freeport_Indonesia>. 2006. Diakses tanggal 20 Desember 2006 Anonim. hal 53-55. <Http://www.google. Home page <Http://id. Diakses tanggal 20 Desember 2006.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->