Dalam kimia fisik, mineralogi, dan teknik material, diagram fase adalah sejenis grafik yang digunakan untuk

menunjukkan kondisi kesetimbangan antara fase-fase yang berbeda dari suatu zat yang sama. Dalam matematika dan fisika, diagram fase juga mempunyai arti sinonim dengan ruang fase.
Daftar isi
[tampilkan]

[sunting]Tinjauan Komponen-komponen umum diagram fase adalah garis kesetimbangan atau sempadan fase, yang merujuk pada garis yang menandakan terjadinya transisi fase. dari campuran kristal dan cairan. [sunting]Tipe-tipe

d

iagaram fase
[sunting]Diagram

fase 2D

Diagram fase yang paling sederhana adalah diagram tekanan-temperatur dari zat tunggal, seperti air. Sumbu-sumbu diagram berkoresponden dengan tekanan dan temperatur. Diagram fase pada ruang tekanan-temperatur menunjukkan garis kesetimbangan atTitik tripel adalah titik potong dari garis-garis kesetimbangan antara tiga fase benda, biasanya padat, cair, dan gas. Solidus adalah temperatur di mana zat tersebut stabil dalam keadaan padat. Likuidus adalah temperatur di mana zat tersebut stabil dalam keadaan cair. Adalah mungkin terdapat celah di antara solidus dan likuidus; di antara celah tersebut, zat tersebut terdiri au sempadan fase antara tiga fase padat, cair, dan gas.

Diagram fase yang umum. Garis titik-titik merupakan sifat anomali air. Garis berwarna hijau menandakan titik beku dan garis biru menandakantitik didih yang berubah-ubah sesuai dengan tekanan.

Penandaan diagram fase menunjukkan titik-titik di mana energi bebas bersifat non-analitis. Fase-fase dipisahkan dengan sebuah garis non-analisitas, di mana transisi fase terjadi, dan disebut sebagai sempadan fase. Pada diagaram sebelah kiri, sempadan fase antara cair dan gas tidak berlanjut sampai tak terhingga. Ia akan berhenti pada sebuah titik pada diagaram fase yang disebut sebagai titik kritis. Ini menunjukkan bahwa pada temperatur dan tekanan yang sangat tinggi, fase cair dan gas menjadi tidak dapat dibedakan[1], yang dikenal sebagai fluida superkritis. Pada air, titik kritis ada pada sekitar 647 K dan 22,064 MPa (3.200,1 psi) Keberadaan titik kritis cair-gas menunjukkan ambiguitas pada definisi di atas. Ketika dari cair menjadi gas, biasanya akan melewati sebuah sempadan fase, namun adalah mungkin untuk memilih lajur yang tidak melewati sempadan dengan berjalan menuju fase superkritis. Oleh karena itu, fase cair dan gas dapat dicampur terus menerus.

dan volume jenis (v). entalpi jenis. Garis/kurva hijau adalah isokor yang menunjukkan volume jenis konstan. di mana zat padat. . grafik komponen tunggal Temperatur vs. padat-cair. permukaan padat-uap. [sunting]Sifat-sifat termodinamika lainnya Selain temperatur dan tekanan. air dan uap berada dalam keadaan kesetimbangan. dan gas. dua kuantitas termodinamika dapat ditunjukkan pada sumbu horizontal dan vertikal. entropi jenis untuk air/uap. menunjukkan bahwa es mempunyai densitas yang lebih kecil daripada air. Titik kritis masih berupa sebuah titik pada permukaan bahkan pada diagram fase 3D. Kuantitas termodinamika lainnya dapat diilustrasikan dengan bertumpuk sebagai sebuah deret garis atau kurva. dan cair-uap akan menjadi tiga kurva garis yang akan bertemu pada titik tripel. Pada area di bawah kubah. tekanan (P). Sebagai contoh. dan gas dapat berada dalam kesetimbangan. Titik kritisnya ada di atas kubah. Pada beberapa bagian diagram fase air. s) untuk air/uap atau untuk refrigeran biasanya digunakan untuk mengilustrasikan siklus termodinamika seperti siklus Carnot dan siklus Rankine. cair. Garis-garis ini mewakili kuantitas termodinamika pada nilai konstan tertentu. cair. Proyeksi ortografi grafik P-v-T 3D yang menunjukkan tekanan dan temperatur sebagai sumbu vertikal dan horizontal akan menurunkan plot 3D tersebut menjadi diagram tekanan-temperatur 2D. Kondisi kesetimbangan akan ditungjukkan sebagai permukaan tiga dimensi dengan luas permukaan untuk fase padat. sempadan fase padat-cair air memiliki gradien yang negatif. koordinat 3D Cartesius dapat menunjukkan temperatur (T).Sempadan padat-cair pada diagram fase kebanyakan zat memiliki gradien yang positif. Pada grafik dua dimensi. Hal ini dikarenakan fase padat memiliki densitas yang lebih tinggi daripada fase cair. Garis pada permukaan tersebut disebut garis tripel. Entropi jenis (T vs. sehingga peningkatan tekanan akan meningkatkan titik leleh. yang merupakan proyeksi ortografik garis tripel. sifat-sifat termodinamika lainnya juga dapat digambarkan pada diagram fase. Contohnya meliputi volume jenis. Diagram fase temperatur vs. Garis/kurva biru adalah isobar yang menunjukkan tekanan konstan. Sebagai contoh. Garis merah menunjukkan kualitas konstan [sunting]Diagram fase 3D Adalah mungkin untuk membuat grafik tiga dimensi (3D) yang menunjukkan tiga kuantitas termodinamika. Grafik 3D tersebut kadang-kadang disebut diagram P-v-T. untuk sebuah komponen tunggal. Ketika hal ini terjadi. atau entropi jenis.

pump. Sehingga pengetahuan yang mendalam tentang oil and production system menjadi sangat penting. Jenis reservoir berdasarkan diagram fasa.1 di bawah. Seperti pada gambar 1. separator. Kemudian well menyediakan fasilitas untuk mentransfer oil atau gas tersebut dari bawah permukaan ke atas permukaan dan mengontrol laju produksi. flowline. Berikutnya flowline akan membawa oil or gas ke separator. • • Reservoir minyak Reservoir gas • Reservoir gas condensate (retrograde) . Dan pada bagian ini kita akan mendiskusikan tentang tentang oil and gas production system. Pumps dan compressor digunakan untuk mentransport oil atau gas menggunakan pipelines. well. suatu oil anda gas production system yang lengkap terdiri dari reservoir. Reservoir Reservoir adalah bagian dari perangkap bawah permukaan baik struktural maupun stratigrafis yang berupa bentukan (formasi) batuan batupasir atau karbonat yang bersifat porous sehingga dapat mengandung minyak/gas dan permeabel sehingga dapat mengalirkan minyak/gas tersebut.PETROLEUM PRODUCTION SYSTEM Pendahuluan Tugas utama dari seorang production engineer adalah memaksimalkan produksi minyak dan gas semaksimal mungkin dan dengan biaya yang seminimal mungkin. gas dan water. Separator akan memisahkan oil. Reservoir menyuplai wellbore dengan crude oil atau gas. dan transportation pipelines.

• • • • • Adapun mekanisme pendorongan dalam seuah reservoir dapat berupa Solution gas drive Gas cap drive Water drive Segregation drive Combination .

seperti pada gambar Gambar 1. packer. dan surface choke. .6 tersusun dari casings. tubing. down-hole choke.Well Sebuah well. wellhead. Cristmass tree.

pipeline ini berfungsi untuk mentranportasikan crude oil. dan produk turunannya dari suatu tempat ke tempat lain. karakteristik dari fuida yang akan dipisahkan. Pipelines Sebagaimana telah kita ketahui. Ada 3 jenis separator yang umum dipakai dalam dunia perminyakan. tahan lama dan dapat mentransport fluid dalam jumlah yang besar dengan rate yang relative constant.Separator Umumnya suatu fluida yang terproduksi dari dalam reservoir masih dalam keadaan tercampur antara oil. dan air. lokasi / ruang dimana ia kan diletakkan. Tranport dengan menggunakan pipelines ini lebih menguntungkan secara ekonomi karena ia bersifat continue. . Sehingga diperlukanlah suatu separator untuk memisahkannya. separator vertical dan separator spherical. yaitu : separator horizontal. gas. natural gas. Pemilihan jenis separator yang akan digunakan ini tergantung dari keekonomian.

Beberapa ilmuan mencoba mengembangkan persamaan gas ideal untuk bisa diaplikasikan dengan gas –gas yang tidak ideal. Dalam kenyataannya gas selalu hadir dalam komposisi yang sangat beragam. temperature dan komposisi dari gas tersebut. Gas ideal memiliki persamaan sbb: PV = nRT Dimana P = Tekanan absolute V = Volume ruang n = Mol Gas pada P & T R = Konstanta Gas T = Temperature absolute Persamaaan diatas valid pada tekanan hingga 60 psia (500 Kpa). tergantung dari asal reservoirnya. Densitas gas ada kalanya di sebut sebagai spesifik grafity yaitu rasio massa jenis gas terhadap udara bebas. antara lain : Van Der Waals. Viskositas . PengRobinson dan Benedict-Webb-Rubin. 2. Densitas Densitas adalah satuan kerapatan massa gas terhadap volumenya. Redlick-Kwong. Volume (V) dan Temperature (T) disebut dengan persamaan kesetimbangan gas.SIFAT FISIK GAS Sifat fisik dan kimia gas sangat tergantung dari tekanan. Semakin beragam component penyusun gas maka akan semakin tidak akurat perhitungan gasnya. Dari berbagai persamaan yang muncul dapat di sederhanakan dalam angka kompresibilitas dimana persamaan das ideal akan menjadi PV = ZnRT Dimana Z = factor kompresibilitas = Actual volume gas / Ideal Gas volume Sifat fisik gas dijabarkan dalam parameter-parameter sebagai berikut: 1. Hal ini membutuhkan perhitungan yang lebih rumit dibandingkan apabila kita hanya dengan system satu gas murni. ketika tekanan naik diatas tekanan tersebut maka system bukan lagi berada dalam kondisi gas ideal. hal ini disebabkan karena tidak ada gas yang merupakan gas ideal. Persamaan gas ideal sangat terbatas sekali pemakaiannya dilapangan. Beberapa persamaan korelasi antara tekanan (P).

Diagram Fasa Diagram fasa mencoba menjelaskan fasa yang terjadi pada suatu benda dalam kondisi Tekanan. 3.V) untuk menyederhadakan pembacaan.Nilai viskositas sangat penting dalam perhitungan persamaan aliran. Dengan cara ini kita bisa mengidentifikasi fasa pada keadaan lain apabila terjadi perubahan parameterparameternya.T) ataupun dua dimensi (P. Diagram fasa disini akan meliputi diagram fasa satu komponen dan diagram fasa beberapa komponen yang merupakan fluida reservoir. Molekul memiliki energi yang tinggi dan juga densitas paling rendah.000672 lbm s/ft KESETIMBANGAN FASA Fasa dikelompokkan dalam tiga golongan utama yaitu: 1. Diagram fasa bisa digambarkan dalam tiga dimensi (P. Vapour / Gas Tidak memiliki volum ataupun bentuk yang tetap. Diagram Fasa Satu Komponen Dalam system satu komponen hanya tersusun atas satu jenis atom atau molekul.V. Memiliki densitas yang lebih rendah dari solid. Diagram fasa pada system sperti ini dapat digambarkan dalam diagram PT sebagi berikut . temperature dan volume tertentu. adalah suatu angka yang mewakili gaya gesek yang disebabkan gaya tarik menarik dalam lapisan fluida.01 dyne s/cm2 = 0. 2.T atau P. Liquid/ Cairan Memiliki volume yang tetap tetapi bentuknya berubah-ubah Molekul memiliki energi lebih tinggi dibandingkan solid yang memungkinkan terjadinya pergerakan molekul dari satu tempat ketempat yang lain. Satuan viskositas dalam Centipoise (cp) 1 cp = 0. Solid/ Padatan Memiliki bentuk tetap dan keras jika disentuh Terdiri dari molekul-molekul dengan energi yang rendah yang berada dalam satu tempat yang tetap.

Secara umum diagram PT beberapa komponen digambarkan sebagai berikut: . Triple Point (T) Kondisi tekanan dan temperature dimana padatan. Critical Point (C ) Merupakan ujung dari vapor –pressure line. Vapor-Pressure line (TC) Garis yang terjadi dalam keadaan tekanan dan temperature tertentu dimana substan berada dalam fasa perpindahan antara liquid dan Gas Titik diatas garis ini mengindikasikan sebagai fasa liquid sedangkan dibawahnya sebagai Gas. 4. 3. Critical Temperature (Tc) Temperature pada critical point Pada temperature diatas temperature ini gas tidak lagi bisa dicairkan. Diagram Fasa Beberapa Komponen Dalam system beberapa komponen terdapat lebih dari satu komponen penyusun. cairan dan gas berada bersamaan dalam suatu kondisi kesetimbangan. Melting Point Line Merupakan garis yang hamper vertical diatas triple point yang memisahkan kondisi fasa padatan dan cairan. Critical Pressure (Pc) Tekanan pada critical point Pada tekanan diatas tekanan ini fasa tidak dalam gas ataupun cairan 5. 7.Keterangan : 1. disini komposisi komponen akan sangat berpengaruh terhadap diagram yang dibentuk. Titik pada garis mengindikasikan kondisi perubahan Gas – Liquid. vapor line membagi dua fasa dalam padatan atau gas. Sublimation Point Line Pada temperature dibawah triple point temperature. 6. 2.

2.Bentuk dasar dari diagram ini adalah sebuah kurva tertutup yang terbagi dua dibatasi bubble point line pada satu sisi dan dew-point line pada sisi yang lainnya Keterangan: 1. dan akan mulai terbentuk gas. CO2 dan H2S keduanya memiliki cricondenbar yang rendah. Dalam gas alam pengaruh bahan pengotor akan sangat mempengaruhi bentuk dari diagram fasanya. Diagram fasa dari reservoir ini sebagi berikut: 1. Secara umum fluida reservoir terbagi menjadi 5 macam : A. Tidak terbentuk gas didalam reservoir hingga pressure mencapai bubble point. Dew -Point Pressure. sehingga tidak banyak berpengaruh terhadap pada diagram fasanya. Bubble –Point Pressure. Air memiliki vapor pressure yang rendah dan keberadaanya tidak bercampur / immiscible dalam fasa liquid hydrocarbon. Hal ini juga menyebabkan adanya penyusutan volume minyak di permukaan. 4. seiring dengan penurunan tekanan di lubang bore maka gas akan mengembang dan lepas dari cairan minyak. Kondisi tekanan pada temperature tetap dimana gas pertama kali terbentuk (Pb) 2. Nitrogen (N2) memiliki efek menaikan cricondenbar . Dalam kondisi reservoir fluida berada dalam bentuk cairan. 3. Black Oil Reservoir Merupakan reservoir minyak dengan factor penyusutan yang kecil sekali. Fraksi C7+ dalam gas alam mungkin jarang terjadi tetapi akan sangat berpengaruh pada dew-point line gas dalam diagram fasa. Memiliki temperature yang lebih rendah dibandingkan critical temperaturnya. jika keduanya berada dalam satu system gas maka akan menurunkan garis cricondenbar dari campuran gas tersebut. Critical Point Titik dimana cairan dan gas hadir bersamaan atau titik temu antara ujung bubble point line dengan dew point line. . Kondisi tekanan pada temperature tetap dimana tepat ketika semua cairan habis (Pd) 3. Cricondenbar & Cricondentherm Tekanan dan temperature maksimum dimana cairan dan gas pertama kali hadir.

5. Temperature reservoir berada diantara critical point dan cricondentherm. orange atau hijau Faktor formasi lebih tinggi dari 2 bbl/ STB 10. Sedikit penurunan pada tekanan akan menyebabkan terlepasnya jumlah gas dalam volume yang banyak. Komposisi Heptana plus mencapai lebih dari 30 mole persen. 2. 7. 3. Critical temperature lebih rendah disbandingkan black oil. 9. 2. Komposisi heptana plus diantara 12. Kondisi awal di reservoir merupakan gas . Temperature reservoir lebih rendah dari critical temperature.4. 40 API atau lebih Warna coklat. 6. Retrograde Gas Reservoir Juga sering disebut sebagai retrograde kondensat reservoir.5 – 30 mole persen. Pada kondisi reservoir terlihat masih terdapat cairan minyak dalam jumlah yang besar. Diagram fasa dari reservoir ini sebagi berikut: 1. GOR awal dengan 2000 SCF/STB atau lebih rendah. 7. dengan diagram fasa sebagai berikut: 1. GOR awal pada 2000 hingga 3300 scf/STB GOR akan naik sebanding dengan penurunan tekanan reservoir. GOR akan naik setelah tekanan reservoir mencapai bubble poinnya Specific graffiti minyak pada 35 API atau lebih rendah Warna gelap / hitam Faktor formasi yang tinggi Bo = 2 bbl/ STB 10. 6. dengan penyusun utama adalah ethana hingga hexane (C2-C6) C. 4. 8. Yang menunjukkan tingginya fasa berat hydrocarbon dalam blak oil. 5. Volatile Oil Reservoir Merupakan reservoir minyak dengan factor penyusutan yang besar. mendekati temperature reservoir. B. 9. Pada kondisi separator akan terdapat lebih banyak gas dalam separator dibandingkan black oil. 8.

5.000 scf/STB gas memiliki cricondentherm mendekati kondisi temperature reservoir dimana terdapat sedikit sekali fasa liquid di reservoir. Merupakan fasa gas dalam penurunan tekanan reservoirnya. GOR diatas 50. Merupakan fasa gas dalam penurunan tekanan reservoirnya. Dalam kondisi separator tetap merupakan fasa gas. 1. 4. D. dalam kenyataannya reservoir ini juga mengandung air yang terlarut didalamya.5 mole persen. 1. . Dry Gas Reservoir / Gas Kering Kering disini menunjukkan gas tersusun dari fasa ringan hydrocarbon sehingga tidak terbentuk cairan dipermukaan. 6. orange atau hijau yang lebih terang Komposisi heptana plus lebih kecil dari 12. 9. Basah disini bukan berarti basah dari air tetapi basah sebagai keberadaan kondensat di permukaan.3. Biasanya cairan yang terbentuk dipermukaan justru air yang terkondensasi. Keseluruhan diagram berada pada temperature yang lebih rendah dari temperature reservoir. 7. GOR awal pada 3300 hingga 150. Keseluruhan diagram berada pada temperature yang lebih rendah dari temperature reservoir. Wet Gas Reservoir / Gas Basah Dalam reservoir ini cairan di permukaan merupakan kondensat dan kadang juga disebut sebagai reservoir kondensat. 10. 5. 8. Sedikit penurunan pada tekanan akan menyebabkan mulai terbentuknya cairan pada dew point lineya. 40 –60 API pada kondisi stok tank Warna coklat. 4. 40 –60 API pada kondisi stok tank seperti pada retrograde Cairan dengan warna bening E.000 scf/STB 6. 3.000 scf/STB. Dalam kondisi separator merupakan dua fasa cairan dan gas dengan sedikit cairan di permukaan. Pada GOR lebih dari 50. 2. Pada kondisi separator akan menjadi percampuran gas dan cairan. 3. Dengan reservoir seperti ini diperlukan fasilitas pengolahan fasa menengah (C3-C6) untuk dipisahkan dari gasnya. 2.

Methane dalam system gas ada kalanya tidak dapat memenuhi permintaan standard heating value jika terdapat nitrogen atau carbon dioksida dalam jumlah yang besar. Komposisi gas alam dapat ditentukan dengan gas chromatograph (GPA Std 2177-84).4. Tersusun atas fasa ringan (C1) methane sebagai penyusun utamanya. Ketika spesifikasi dew point diperhitungkan dalam kontrak penjualan maka unsur berat hydrocarbon harus dipisahkan (sebagai kondensat) dengan cara refrigerasi ataupun dengan proses cryogenic. Kedua bahan ini akan menyebabkan korosi dalam fasilitas di permukaan. kandungan H2S dan Gross heating value (nilai kalor) dari gas alam. Heating value antara 950-1250 BTU/SCF. . Gas alam terbagi menjadi : Gas Basah : Gas dengan kandungan air yang cukup tinggi sebelum dilakukan pemisahan air di permukaan. Dalam system gas alam kandungan air dan H2S harus dipisahkan dalan jumlah konsentrasi yang rendah. Gross heating value dari beberapa hydrocarbon sbb: Methane Ethane Propane n-Butane C1 C2 C3 n-C4 1010 BTU/SCF 1770 BTU/SCF 2516 BTU/SCF 3262 BTU/SCF Methane sebagai penyusun utama gas biasanya memiliki porsi yang paling banyak dalam satu system gas alam justru memiliki nilai heating value yang rendah. SPESIFIKASI GAS Tujuan dari unit pemprosesan di permukaan adalah untuk mencapai gas sebagai suatu product yang bisa di jual dan dikirimkan. Analisa spectrographic massa juga dapat digunakan sebagai cara yang lebih komprehansif tetapi juga lebih mahal. Gas Alam Campuran hydrocarbon ringan dalam reservoir gas yang terbentuk secara alami. Disamping air juga berakibat pada terbentuknya hydrat. 2. Hal terpenting dari gas yang akan di jual adalah kadar air. Gas Salah satu dari fasa yang mengisi wadahnya sesuai dengan volume dan bentuknya. 4. DEFINISI DALAM SYSTEM GAS 1.

dalam satuan PSI atau Kpa. F) 5. Acid gas : Gas asam dengan kandungan sulfur dan karbon dioksida dalam porsi yang besar. Dalam satuan BTU (British Thermal Unit) yang setara dengan 1055. Volume Ruangan dalam tiga dimensi dengan satuan cubic.Gas Kering : Gas setelah melewati proses pemisahan air (dehydration ) atau kondisi gas dimana tidak terdapat air dalam fasa cairnya.5/ SG)-131. 2. Heating value Jumlah panas yang dihasilkan dari sebuah pembakaran sempurna hydrocarbon. . K.73 PSI. Temperature Derajat panas atau dingin dengan skala pengukuran tertentu ( C.73 psia. Volume standard : Volume pada kondisi standard 60 F & 14. Tekanan Gaya tiap satuan leas. Sour gas : Gas alam dengan kandungan sulfur yang tinggi. Density : massa per satuan volume (lb/ft3) Specific gravity : rasio densitas gas/ cairan terhadap pembandingnya (udara/air) Crude oil API = (141.056 joule. Tekanan Gauge : Pengukuran tekanan lebih tinggi dari atmospheric (psig) Vacuum : Pengukuran dibawah atmospheric. 4. Volume spesifik : Volume pada kondisi tekanan dan temperature tententu. Massa Perhitungan jumlah bahan penyusun dalam satuan Kg atau Pounds. Sweet gas : Gas alam dengan kandungan sulfur yang rendah sehingga bisa dipakai tanpa pemisahan dipermukaan. Tekanan Absolute : Tekanan mutlak = psig + tekanan atmospheric 3.5 6. Tekanan Atmospheric : tekanan karena berat udara pada sea-level 14.