P. 1
Iklim Sekolah Dengan Prestasi Belajar

Iklim Sekolah Dengan Prestasi Belajar

|Views: 356|Likes:
Published by Zoul Ramadhan

More info:

Published by: Zoul Ramadhan on Jan 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pada zaman modern seperti saat ini sudah selayaknya prestasi pendidikan secara kualitas semakin baik, baik secara intelektual maupun spiritual, namun kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Banyak faktor yang menciptakan sebuah sekolah yang berkualitas. Diantaranya adalah lingkungan, baik secara fisik maupun non fisik. Dengan tersediannya sarana yang lengkap dan juga guru yang profesional, bukanlah menjadi jaminan sebuah sekolah mendapatkan prestasi yang tinggi bagi peserta didiknya. Suasana yang baik sangat mendukung terciptanya sekolahan yang bermutu. Walaupun sarana prasarana lengkap dengan adanya guru yang profesional namun jika suasana nya kurang baik maka sulit sekali sebuah lembaga sekolahan tersebut menciptakan prestasi siswa yang baik. Pada dasarnya kewajiban dari sekola h adalah menciptakan iklim yang baik, menyena ngkan, serasi dan bertanggung jawab, serta didalamnya terkandung harapan siswa yang tinggi, sikap guru yang efektif dan disiplin, kurikulum yang

1

1

terorganisasi, sistem rewerd dan insentif bagi siswa dan guru, serta tuntutan belajar yang tinggi. 1 Dalam bidang pendidikan siswa menginginkan dari pendidikan sekolah sebagai tempat yang selalu dinamis dan tidak membosankan agar terciptannya suasana proses pembelajaran yang menyenangkan, karena proses pembelajaran merupakan inti dari aktifitas pendidikan sekolah, sehingga perlu adanya penataan iklim sekolah dalam rangka menciptakan situasi yang tenang dan baik untuk kegiatan belajar, disamping itu diperlukan adanya komunikasi yang harmonis antara siswa yang satu dengan yang lain serta dengan guru sebagai pendidik, agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik dan tujuan pendidikan yang terancang dapat tercapai secara optimal, sehingga keberhasilan proses pembelajaran dapat diwujudkan. Adapun pengertian iklim sekolah menurut pendapat Hadiyanto adalah situasi atau suasana yang muncul karena adanya hubungan antara kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru, guru dengan peserta didik atau hubungan antara peserta didik yang menjadi ciri khas sekolah yang ikut mempengaruhi proses belajar mengajar disekolah. 2 Sedangkan iklim sekolah menurut pendapat Larsen mendefinisikan iklim sekolah merupakan suatu norma, harapan dan kepercayaan dari personal-personal yang terlibat dalam organisasi sekolah, yang dapat

Aan Komariah dan Cepi Triatna, Visionary Leardership, (Jakarta : PT Bumi Aksara, 2006), hal 45 2 Hadiyanto, Mencari Sosok Desentralisasi Manajemen Pendidikan Di Indonesia (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), hal. 179

1

guru. Sekolah Unggul Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan (Surabaya: Duta Graha Pustaka. yang dapat diartikan pula sebagai perilaku yang sesuai bagi warga sekolah. dimana keadaan dan lingkungannya. mulai dari kepala sekolah. 119 3 . nyaman. 4 Iklim sekolah dapat mempertinggi harapan siswa untuk meraih prestasi yang lebih baik. dalam keadaan yang sangat aman. hubungan yang sangat bersahabat diantara para penghuninya. siswa dan orang tua. kepala sekolah.2 memberikan dorongan untuk bertindak yang mengarah pada prestasi siswa yang tinggi. civitas sekolah harus Moedjiarta. siswa maupun para pegawai administrasinya. hal. menyenangkan untuk kegiatan belajar mengajar. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Dan Dewan Sekolah (Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Bekerja ditempat atau lingkungan yang nyaman akan membuat para pekerja menjadi betah dan mencintai kegiatan pekerjaannya. 2004). 2001). keramaian maupun kejahatan. merupakan faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap iklim belajar di sekolah. Iklim sekolah yang baik itu selalu terbebas dari segala kebisingan. damai. Bahwasanya sekolah itu membutuhkan lingkungan kerja yang kondusif. hal 28 4 Naah. Apabila sekolah telah memiliki iklim sekolah yang positif. Mereka merupakan agen dalam mengembangkan iklim belajar tersebut. suasanya senantiasa dalam keadaan yang tentram. guru. suatu lingkungan yang baik secara fisik maupun psikis dapat menumbuh iklim yang menyenangkan untuk melakukan kerja. 3 Iklim sekolah yang positif itu merupakan suatu kondisi. dan karyawan lainnya.

penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian ini dengan judul ”Studi Korelasi antara Iklim Sekolah Dengan Prestasi Belajar Siswa Di SD Negeri Sidokumpul Sidoarjo”.3 lebih tanggap terhadap eksistensi sekolah dan apa yang dimilikinya. dalam berinteraksi antara satu dengan yang lain seperti hubungan antara kepala sekolah dengan guru. dan disebelah barat jalan tersebut dekat dengan keramaian seperti pasar bunga. Berdasarkan latar belakang tersebut. siswa dengan siswa dan lain. . terminal bayangan dan Mall Sidoarjo yang ada dilingkungan tersebut. guru dengan guru. Sebab secara rasional dapat dianalisa bagaimana KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) bisa berlangsung dengan lancar apabila sekolahan tersebut letaknya jauh dari kebisingan kendaraan bermotor. yaitu iklim belajar yang baik.lainnya. Iklim sekolah yang ada di SDN Sidokumpul yang menyangkut tentang lingkungan sosial (non fisik) yang meliputi hubungan seluruh komponen yang terdapat di dalamnya. Dengan adanya hubugan yang baik antara personil sekolah maka tujuan sekolah ini akan mudah tercapai dan harapan prestasi belajar siswa yang baik juga dapat terwujud. guru dengan siswa. Akan tetapi harapan ini nampaknya sulit diperoleh apabila lokasi sekolah SDN Sidokumpul Sidoarjo yang lokasinya dekat sekali dengan kebisingan dan keramaian.

Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. maka dapat ditentukan tujuan penelitian sebagai berikut : 1) Untuk mengetahui bagaimana iklim sekolah di SDN Sidokumpul Sidoarjo. Tujuan Penelitian Berdasarkan pada rumusan masalah diatas. Bagaimana korelasi antara iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa di SDN Sidokumpul Sidoarjo? C. Bagaimana prestasi belajar siswa di SDN Sidokumpul Sidoarjo? 3. 2.4 B. Kegunaan Penelitian 1) Sebagai sarana melatih diri bagi penulis dalam mencari dan menganalisa permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan. . sebagaimana tersebut diatas maka dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah. 3) Untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa di SDN Sidokumpul Sidoarjo. 2) Untuk mengetahui bagaimana prestasi belajar siswa di SDN Sidokumpul Sidoarjo. Bagaimana iklim sekolah di SDN Sidokumpul Sidoarjo? 2.

dengan sasaran pengembangan iklim sekolah 3) Sebagai bahan informasi yang berguna bagi penulis dan untuk memenuhi salah satu persyaratan mengakhiri studi program sarjana (S1) pada jurusan Kependidikan Islam di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya. khususnya yang ada hubungannya dengan prestasi belajar siswa. Drs. Pengantar Statistik Pendidikan. 289 .2006). Menjelaskan bahwa teknik korelasi merupakan salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel. Statistik 2 (Yogyakarta: Yayasan Fakultas Psikologi UGM. agar lebih mudah memahami. hal. D. 1987). Definisi Operasional Definisi operasional ini dimaksud untuk menjelaskan dan mempertegas kata-kata atau istilah kunci yang terkait dengan judul penelitian. Korelasi Korelasi adalah hubungan antara dua variabel atau lebih.179 Sutrisno Hadi. 5 6 Anas Sudjana. 6 Jadi hubungan yang dimaksud di sini adalah hubungan antara iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa di SD Negeri Sidokumpul Sidoarjo. hal. Sutrisno Hadi.5 2) Sebagai sumbangan terhadap pengembangan penelitian dalam bidang pendidikan. 5 Sedangkan pendapat Prof. maka peneliti menyusun sebagai berikut: 1. MA. (Jakarta: Raja Grafindo Persada.

guru dengan guru. Mencari Sosok Desentralisasi Manajemen Pendidikan Di Indonesia (Jakarta: Rineka Cipta. 1995). 3. Balajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta. hal. 2 7 . Prestasi Belajar Siswa Presatasi adalah Prestasi adalah Hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan. hal. guru dengan peserta didik atau hubungan antara peserta didik yang menjadi ciri khas sekolah yang ikut mempengaruhi proses belajar mengajar disekolah. Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru (Surabaya: Usaha Nasional. 9 Jadi prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di Hadiyanto. 19 9 Slameto. 179 8 Syaiful Bahri Djamarah. baik secara individual maupun kelompok. 1994). 2004). 7 Jadi iklim sekolah dis ini penulis lebih menekankan pada hubungan antara siswa dengan siswa. siswa dengan para pegawai lainnya.6 2. guru dengan orang tua siswa. 8 Sedangkan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Iklim Sekolah Iklim Sekolah adalah situasi atau suasana yang muncul karena adanya hubungan antara kepala sekolah dengan guru. diciptakan. siswa dengan guru.

11 maka penulis akan mengemukakan hipotesa penelitian sebagia berikut: 10 Tulus Tu’u. 75 11 Sumadi Surya Brata. (Jakarta: PT. hal. Dengan penjelasan istilah diatas yang dimaksud dengan judul ” Studi Korelasi Antara Iklim Sekolah dengan Prestasi Belajar Siswa di SD Negeri Sidokumpul Sidoarjo” adalah bagaimana korelasi (hubungan) antara siswa dengan siswa.10 4. E. hal.23 Sidoarjo dan yang menjadi lokasi penelitian. V dan VI semester genap ( II ) tahun 2007-2008 di SD Negeri Sidokumpul Sidoarjo. Hipotesis Penelitian Hipotesa adalah dugaan yang mungkin benar atau mungkin salah. Raja Grafindo Persada. 69 . ditolak bila salah dan diterima bila fakta. 2004). siswa dengan guru. 1998). siswa dengan para pegawai lainnya dengan prestasi belajar (nilai raport) siswa kelas VI. Metodelogi Penelitian. Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa (Jakarta: Gramedia Widiasarana. guru dengan orang tua siswa.7 sekolah yang berupa nilai dari dalam buku raport semester genap ( II ) tahun 2007-2008. SDN Sidokumpul SD Negeri Sidokumpul adalah nama sebuah lembaga pendidikan sekolah dasar yang terletak di jalan diponegoro no.fakta membenarkannya.

Variabel yang mempengaruhi disebut variabel variabel penyebab. variabel tergantung. hal. Dalam suatu penelitian yang mempelajari pengaruh suatu treatment (perlakuan). Hipotesa Nihil (Ho) Hipotesa yang menyatakan tidak adanya hubungan antara iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa di SDN Sidokumpul Sidoarjo. atau apa yang menjadi titik perhatian saat penelitian”12 .8 1. 2. penulis akan menjelaskan tentang variabel menurut Suharsimi Arikunto “Variabel adalah obyek yang diteliti. pada judul penelitian ini adalah “iklim sekolah”. 13 Variabel bebas (independent) atau variabel yang mempengaruhi. sedangkan akibat disebut variabel tak bebas. sedangkan variabel tak bebas (dependent) atau variabel akibat adalah “prestasi belajar siswa”. prosedur Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta. 2002).. 104 . F. variabel terikat atau disebut juga dengan dependent variabel. 96 Ibid. Hipotesa alternatif (Ha) Hipotesa yang menyatakan adanya hubungan antara iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa di SDN Sidokumpul Sidoarjo. variabel bebas. Batasan Operasional Variabel Untuk memberi batasan masalah dalam penelitian disini. atau independent variabel (X). Berikut ini kategori variabel dalam judul penelitian diatas sebagai berikut: 12 13 Suharsimi Arikunto. maka ada vaeriabel yang mempengaruhi dan variabel terikat. hal.

Variabel Bebas (X) : Iklim Sekolah Hubungan siswa dengan siswa. Metode Penelitian 1. Adapun pengertian dari pendekatan kuantitatif ini adalah penelitian yang bekerja dengan menggunakan angka. peringkat dan frekuensi) yang dianalisis dengan menggunakan satistik untuk menjawab pertanyaan atau hipotesa penelitian yang bersifat spesifik dan untuk melakukan prediksi bahwa suatu variabel tertentu mempengaruhi variabel lain. G. yang datanya berwujud bilangan (skor. 2.9 1. siswa dengan guru. Pendekatan dan Jenis penelitian Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. penulis menggunakan pendekatan ini karena penelitian ini hendak mengukur hasil dari beberapa variabel yang telah ditetapkan melalui statistik. Variabel Terikat (Y) : Prestasi Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa atau sesuatu yang kongkrit tentang kemampuan yang dicapai siswa dalam proses belajar dalam hal ini berupa buku raport semester genap ( II ) tahun 2007-2008. . nilai. siswa dengan karyawan lainnya.

hal126 hal. Jenis data. maka dalam penelitian ini penulis memerlukan dua jenis data yaitu: 1) Data kualitatif Yang dimaksud data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka. siswa dan karyawan.. ”Segala keterangan mengenai variabel yang diteliti disebut data. keadaanguru. (Bandung: Pustaka Setia. 14 Dari keterangan tersebut. 126 15 . Dalam hal ini adalah data yang berhubungan dengan nilai 14 Amrul Hadi Haryono. 1998). 2. Metodelogi Penelitian Pendidikan. Ibid. Jenis dan Sumber Data a. Dengan demikian penelitian ini mencoba untuk melihat korelasi (hubungan) antara variabel yang satu dengan yang lainnya melalui pengujian hipotesa.10 Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel bebas dengan variabel terikat. dan keadaan sarana prasarana. Data kualitatif dinyatakan dalam bentuk kata atau kalimat. 2) Data kuantitatif Data kuantitatif adalah data yang dinyatakan denganbentuk angka. 15 Adapun data kualitatif yang penulis butuhkan adalah data tentang gambaran umum obyek penelitian. Data dalam penelitian pada dasarnya dikelompokkan menjadi data kualitatif dan kuantitatif.

b. Dalam penelitian ini sumber data primernya adalah siswa/peserta didik data tentang iklim sekolah dan data prestasi belajar siswa yang berupa buku raport. hal 107-108 Sumadi Surya Brata. Populasi dan sampel penelitian Untuk memperoleh data yang valid.. Sumber data Yang dimaksud sumber data adalah sabyek dimana data diperoleh. 17 Dalam penelitian ini sumber data sekundernya adalah kepala sekolah. 1983). guru dan karyawan lainnya. Sumber data primer adalah sumber data yang dikumpulkan oleh peneliti atau petugas-petugas lainnya dari sumber pertamanya. 2) Sumber data sekunder. Prosedur Penelitian…. 16 Sumber data itu dibedakan menjadi dua yaitu: 1) Sumber data primer. keadaan sarana dan prasarana. jumlah guru. Sumber data sekunder adalah sumber data yang tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen. 3.. .11 prestasi siswa yang berupa buku (raport). 16 17 Suharsimi Arikunto. sebab tanpa adanya populasi penelitian maka mengalami kesulitan mengelolah data yang masuk. hal 93. maka diperlukan adanya populasi yang diteliti. (Jakarta: Rajawali. Metodelogi Penelitian. jumlah karyawan. jumlah siswa.

(Surabaya: Unesa University Press.2007). Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Jika seseorang ingin melakukan penelitian kepada semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian tersebut. 18 Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV.12 a. 108 19 Yatim Riyanto. hal. maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. apabila diberikan suatu pertanyaan. 52 18 . V dan VI lebih faham dari pada kelas bawahnya. Sampel Sampel adalah bagian dari suatu populasi. (Jakarta: Rineka Cipta. dengan alasan bahwa murid kelas IV. 2002). Metodelogi pendidikan kualitatif dan kuantitatif. Adapun rinciannya sebagai berikut: Kelas IV V VI Jumlah Laki-laki 60 72 74 206 Perempuan 58 68 64 190 Jumlah 118 140 138 396 b. 19 Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto sampel adalah sebagian atau populasi Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitia: Suatu Pendekatan Praktek. hal. V dan VI di SDN Sidokumpul Sidoarjo semester genap tahun ajaran 2007 / 2008 yang berjumlah 396 siswa.

20 Suharsimi Arikunto juga mengatakan bahwa dalam penentuan sampel.8 (12) 14 13. hal. 112 . V. Apabila subyeknya lebih besar (lebih dari 100). VI yang berjumlah 396 yang penulis ambil dari tiap-tiap kelas 10% nya saja baik laki. 21 Adapun yang terpilih menjadi sampel dalam penelitian skripsi ini adalah siswa kelas IV. apabila subyeknya kurang dari 100 maka dapat diambil semuanya. maka dapat diambil sebagian dari populasi yaitu antara 10-15% atau 20-25% atau lebih. Prosedur Penelitian…. 109 Ibid. 20 21 Suharsimi Arikunto. hal.8 (14) 40 Berdasarkan hasil dari perhitungan diatas penulis menetapkan besar jumlah sampel yang diambil sebanyak 40 siswa dari 396 siswa yang ada dalam populasi diatas...laki atau perempuan.13 yang diteliti. perinciannya adalah sebagai berikut: Kelas IV V VI Jumlah Jumlah populasi 118 140 138 396 Presentasi 10% 10% 10% 10% Jumlah 11.

22 Dalam metode observasi ini merupakan teknik yang paling penting sebelum melakukan penelitian untuk memperoleh suatu data. Sutrisno Hadi. 70. hal. 1997). 23 Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang: Gambaran umum obyek penelitian. 193. Metode Observasi (Pengamatan) Sebelum melakukan wawancara langkah awal yang harus ditempuh oleh penulis terlebih dahulu adalah melakukan observasi yaitu melakukan pengamatan secara mendalam terhadap obyek yang diteliti. Metode Pengumpulan Data a. b. 22 23 Cholid Narbuko. Metode Interview (wawancara) Metode interview (wawancara) adalah metode pengempulan data yang dilakukan dengan cara tanya jawab untuk memperoleh keterangan dalam sebuah penelitian yang dilakukan antara pewancaran dengan responden sambil bertatap mata. hal. sejarah berdirinya SDN Sidokumpul Sidoarjo. 1980). Metode Researh 2 (Jogyakarta: Andi Office. dengan adanya metode observasi ini hasil yang diperoleh peneliti lebih jelas dan terarah sesuai dengan tujuan. Metode Penelitian (Jakarta: Bumi Aksara. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang: letak georafis yang ada di SDN Sidokumpul Sidoarjo.14 4. .

proses analisa data merupakan salah satu usaha untuk merumuskan jawaban dan pertanyaan dari perihal perumusan-perumusan dan pelajaran adalah hal. 206. siswa dan karyawan. 5. Teknik Analisa Data Setelah semua data terkumpul yang dilakukan adalah analisis data.. Metode Dokumentasi Berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. notulen rapat. agenda. . 24 25 Suharsimi Arikunto. V dan VI SDN Sidokumpul Sidoarjo.hal yang kita peroleh dari obyek penelitian. 24 Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang: Prestasi belajar siswa yang berupa buku raport. Prosedur Penelitian. Cholid Narbuko. struktur orga nisasi. Metodelogi Penelitian. visi.76. dokumen. hal. Metode Angket (koesioner) Angket adalah suatu daftar yang brisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu masalah atau bidang yang akan diteliti. majalah. keadaan sarana prasarana di SDN Sidokumpul Sidoarjo d. keadaan guru.. surat kabar.. misi dan tujuan... di dalam melaksanakan metode ini peneliti mencari data mengenai halhal atau variabel yang berupa catatan transkrip. internet.15 c. 25 Dan yang bertindak sebagai responden dalam metode ini adalah siswa kelas IV. buku-buku dan peraturanperaturan.

Statistik Pendidikan.43 . Dalam penelitian ini. Untuk menbuktikan ada tidaknya korelasi atau hubungan iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa SDN Sidokumpul Sidoarjo. data yang penulis peroleh dari angket yang disebarkan kepada siswa.16 Tujuan dari analisa data ini adalah untuk mencari kebenaran dari data-data yang telah diperoleh. maka teknik analisa datanya menggunak tekni analisa data statistik. maka selanjutnya adalah memprosentase tiap aitem kedalam tabel dengan rumus sebagai berikut: 26 P = f N 26 x 100% Anas Sudjana. yang mana metode statistik adalah cara-cara tertentu yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan. adapun sebagai berikut. Maka dalam penelitian ini diperlukan teknik analisis data. 1. penulis menggunakan teknik diskriptif kuantitatif. dan memberi interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka agar dapat memberikan pernyataan dan makna tertentu. sehingga dari sini bisa ditarik kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dialakukan. hal. menyajikan. menyusun. menganalisis. setelah angket didapat dari siswa. Untuk menjawab rumusan masalah pertama digunakan analisis diskriptif.

1998). P : Prosentase F : frekuensi dari jawaban responden N : Jumlah frekuensi Setelah hasil total prosentase diperoleh.100% b. maka penulis menggunakan rumus mean sebagai berikut:28 M = Keterangan: M Σy N : Mean yang dicari. langkah selanjutnya penulis menafsirkan hasil prosentase tersebut dengan menetapkan hasil standart dengan kalimat yang yang bersifat kualitatif sebagai berikut: a. 76%. 56%-75% c. 246 28 Anas Sudjana. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. : Jumlah dari skor-skor (nilai. hal.81 . Statistik Pendidikan. Untuk menjawab rumusan masalah kedua yaitu tentang prestasi belajar siswa SD Negeri Sidokumpul Sidoarjo. 40%-55% d. ∑y 27 Suharsimi Arikunto.17 Keterangan.nilai) yang ada. hal. 0%-35% = kategori baik = kategori cukup = kategori kurang baik = kategori jelek 27 2.

penulis dapat melihat kategori baik tidaknya dari lriteria yang telah ditentukan dalam raport sebagai berikut: 10 9 8 7 6 : Istimewa : Baik Sekali : Baik : Lebih dari cukup : Cukup 5 4 3 2 1 : Kurang : Lebih Dari Kurang : Kurang Sekali : Buruk : Buruk Sekali 3. . Untuk menjawab rumusan masalah ketiga yaitu tentang ada tidaknya korelasi (hubungan) iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa SDN Sidokumpul Sidoarjo. rumusnya sebagai berikut:29 rXY = ∑ XY (∑ X )(∑ Y ) 2 2 Keterangan : rXY : Angka indeks korela “r” Produk Moment ∑XY : Jumlah hasil perkalian antara variabel X dan Y ∑X2 : Jumlah dediasi skor X yang telah dikuadratkan terlebih dahulu 29 Ibid. digunakan rumus produk moment.18 N : Nomor Of Casses Setelah diketahui hasilnya dari nilai rata-rata tersebut. 204..

tujuan dan kegunaan penelitian.90 – 1. dan sistematikan pembahasan yang dipakai dalam skripsi ini.70 – 0. batasan masalah. hipotesis penelitian.20 – 0.00 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi H.00 – 0. . rumusan masalah.19 ∑Y2 : Jumlah dediasi skor Y yang telah dikuadratkan terlebih dahulu Tabel : Interpretasi Nilai “r” Besarnya “r” Product Moment (rXY) 0. metode penelitian. Sistematikan Pembahasan Adapun sistematika pembahasan dalam skripsi ini digambarkan sebagai berikut : Bab I Berisi tentang latar belakang masalah.70 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang sedang atau cukupan 0.40 – 0.90 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi 0.40 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang lemah atau rendah 0. definisi operasional. akan tetapi korelasi itu sangat lemah dan sangat rendah sehingga korelasi itu diabaikan (dianggap tidak ada korelasi antara variabel X dan Y) 0.20 Interpretasi Antara variabel X dan Y memang terdapat korelasi.

.macam lingkungan pendidikan. visi. prestasi yang faktor-faktor mempengaruhi prestasi belajar. keadaan siswa. Tinjauan tentang belajar siswa meliputi: pengertian prestasi belajar. kemudian korelasi antara iklim sekolah dengan prestasi belajar siswa. penyajian data tentang gambaran umum SDN sidokumpul Sidoarjo yang meliputi: sejarah singkat.20 Bab II Berisi tentang landasan teori. yaitu tinjauan tentang iklim sekolah meliputi: pengertian iklim sekolah. letak geografis. struktur orgnisasi. misi dan tujuan. macam. Penyajian data dan Analisis data. keadaan guru dan keadaan karyawan. Bab IV Penutup memuat kesimpulan yang diambil dari permasalahan yang telah dibahas. juga disampaikan saran-saran dari penulis sebagai masukan agar yang baik dapat dipertahankan dan yang kurang dapat di perbaiki. iklim sekolah bagian dari lingkungan pendidikan. Bab III Beris i tentang laporan hasil penelitian. sarana prasarana.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->