Kajian Fiqh Muamalah Tentang Gadai Emas Syariah

Gadai emas syariah saat ini tengah menjadi primadona bagi masyarakat yang memerlukan dana segar dengan cepat. Masyarakat juga memiliki pilihan tempat untuk melakukan gadai emas syariah karena selain di Pegadaian Syariah, yang bekerjasama dengan Bank Muamalat, kini banyak bank-bank syariah yang membuka unit gadai syariah, seperti Bank Syariah Mandiri, Bank Danamon Syariah, BNI Syariah, Bank BRI Syariah, dan Bank Jabar Syariah. Gadai emas di pegadaian syariah atau bank syariah memiliki kelebihan, seperti persyaratan mudah, proses cepat dan mudah, jaminan keamanan standar bank, pencairan dana cepat, dan jangka waktu peminjaman yang dapat diperbarui. Segala kelebihan di atas menjadi pendorong bagi masyarakat atau wirausahawan untuk melakukan gadai emas syariah.

A. Pendahuluan

Gadai emas syariah saat ini tengah menjadi primadona bagi masyarakat yang memerlukan dana segar dengan cepat. Masyarakat juga memiliki pilihan tempat untuk melakukan gadai emas syariah karena selain di Pegadaian Syariah, yang bekerjasama dengan Bank Muamalat, kini banyak bank-bank syariah yang membuka unit gadai syariah, seperti Bank Syariah Mandiri, Bank Danamon Syariah, BNI Syariah, Bank BRI Syariah, dan Bank Jabar Syariah. Gadai emas di pegadaian syariah atau bank syariah memiliki kelebihan, seperti persyaratan mudah, proses cepat dan mudah, jaminan keamanan standar bank, pencairan dana cepat, dan jangka waktu peminjaman yang dapat diperbarui. Segala kelebihan di atas menjadi pendorong bagi masyarakat atau wirausahawan untuk melakukan gadai emas syariah.

Bagi lembaga keuangan syariah, khususnya bank syariah, produk gadai emas juga memiliki beberapa keuntungan. Menurut Direktur Utama Karim Business Consulting, Adiwarman A. Karim, ada tiga keuntungan yang diperoleh bank syariah dari produk gadai emas, yaitu 1.) profitabilitas tinggi, margin tebal karena masyarakat kecil mau bayar mahal, 2.) bagi bank aman karena ini ibarat seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA), tapi kalau KTA tidak ada jaminan, ini ada jaminan dan likuid, 3.) tidak ada Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif. Keuntungan dan kelebihan yang dapat diberikan oleh gadai emas syariah baik bagi masyarakat maupun bank syariah menjadikan produk pembiayaan ini memiliki prospek yang bagus untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam aktivitas ekonomi Islam dan ikut serta dalam memperluas penerapan ekonomi Islam di Indonesia.

Sistem gadai emas syariah yang saat ini sedang booming di pegadaian syariah dan bank syariah ini tentu perlu untuk diketahui landasan syariah dan fiqh muamalahnya agar masyarakat mendapat informasi dan

Sedangkan menurut istilah muamalah adalah adalah peraturan-peraturan Allah yang wajib ditaati yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam kaitannya dengan cara memperoleh dan mengembangkan harta benda. saling meridhai. Ruang lingkup fiqh muamalah dapat dibedakan menjadi dua bagian. Fiqh muamalah merupakan salah satu cabang dari ilmu fiqh yang lebih fokus terhadap hal-hal yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia. hak dan kewajiban. Adapun alat yang digunakan dalam menyimpulkan hukum-hukum yang terdapat dalam fiqh mu amalah adalah kaidah-kaidah ushul fiqh. kecuali yang dilarang dalam Al-Quran. Sunnah dan sumber hukum lainnya. B. Artinya. ruang lingkup yang bersifat adabiyah (adab dan akhlak) seperti ijab dan Kabul. segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia yang berhubungan dengan manusia lainnya adalah diperbolehkan. Dari pengertian masing-masing kata fiqh dan muamalah di atas. Kata fiqh secara bahasa berasal dari kata faqihayafqahu yang berarti faham atau mengerti.edukasi yang cukup tentang sistem ini. agar masyarakat mengetahui dan memahaminya sehingga ekonomi Islam menjadi semakin akrab di tengah-tengah masyarakat Indonesia. baik hubungan personal ataupun hubungan kerja atau bisnis. Kata muamalah dari segi bahasa berasal dari kata amla-yu amilu yang berarti saling bertindak. Sebagaimana ilmu fiqh. saling berbuat atau saling mengamalkan. Sedangkan dalam istilahnya fiqh berarti ilmu tentang hukumhukum syariah yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah. Salah satu kaidah ushul fiqh yang terdapat dalam beberapa kajian fiqh muamalah adalah al-ashlu fil mu amalat al-ibhah illa ma dalla ad-dalillu ala tahriimiha (asal hukum muamalah adalah boleh kecuali ada dalil yang melarangnya). kejujuran . fiqh muamalah digunakan sebagai pedoman setiap muslim dalam menjalankan kegiatan sehari-hari dengan manusia lain. Fiqh Muamalah Fiqh muamalah terdiri dari kata fiqh dan muamalah. Selain itu. Pertama. Kaidah-kaidah ushul fiqh bersumber dari Al-Quran dan Sunnah yang disimpulkan oleh para ulama-ulama fiqh. dapat disimpulkan bahwa fiqh muamalah adalah ilmu tentang aturan-aturan atau hukum Allah untuk mengatur hubungan antar manusia agar tercipta kehidupan yang lebih baik.

(AtThayyar. Pengertian Gadai (Rahn) Gadai (Rahn) secara etimologis berarti tsubut (tetap). kredit dan masalah-masalah turunannya. gadai. 347). baik seluruhnya maupun sebagiannya . 2004). titipan. Hukum Gadai . 1985). pengalihan utang. yang dapat dijadikan (seluruh atau sebagiannya) untuk pembayaran utang apabila orang yang berhutang tidak dapat membayar hutangnya. bunga bank. Gadai (Rahn) C. sewa. penipuan. Kedua. upah. jaminan. 1996: hal. C. sehingga memungkinkan mengambil seluruh atau sebagian utang dari benda itu (Sabiq. Rahn juga dapat diartikan dengan menjadikan suatu benda yang mempunyai nilai dalam pandangan hukum untuk kepercayaan suatu utang. asuransi. C. 1. 1999: hal. Istilah rahn menurut Imam Ibnu Mandzur diartikan apa-apa yang diberikan sebagai jaminan atas suatu manfaat barang yang diagunkan (Ibn Mandzur. kerjasama. 1480).pedagang. Adapun rahn secara terminologis adalah menjadikan harta benda sebagai jaminan hutang agar hutang itu dilunasi (dikembalikan) atau dibayarkan harganya jika tidak dapat mengembalikan hutangnya. dawam (terus-menerus) dan habs (menahan). ruang lingkup yang bersifat madiyah (materi) seperti jual beli. yang dapat dijadikan pembayar utang apabila orang yang berhutang tidak bisa membayar hutangnya (Hope. bagi hasil. perdamaian. Berdasarkan beberapa pengertian di atas. dapat disimpulkan bahwa gadai (rahn) dalam pandangan Islam adalah harta yang dijadikan oleh pemiliknya sebagai jaminan utang dan kepercayaan terhadap utang. Ulama Mazhab Maliki mendefinisikan rahn sebagai harta yang dijadikan pemiliknya sebagai jaminan utang yang bersifat mengikat . dan penimbunan. 2. Ulama Mazhab Hanafi mendefinisikannya dengan menjadikan suatu barang sebagai jaminan terhadap hak (piutang) yang mungkin dijadikan sebagai pembayar hak tersebut. pemberian. Ulama Syafii dan Hambali dalam mengartikan rahn dalam arti akad yakni menjadikan materi (barang) sebagai jaminan utang. pemalsuan.

Dari Abu Hurairah RA. sesungguhnya Rasulullah S.w.w. C. Al Daruquthni. sebab adakalanya pihak atau orang yang meminjamkan uang harus disertai dengan jaminan. Al Syafi i. memberikan ketenangan sebagai jaminan atas dana yang dikeluarkan. Ijma Ulama. Nabi s.Hukum asal dari gadai adalah boleh berdasarkan nash Qur an. 4. Dari A isyah RA. 3. binatang ternak yang digadaikan dapat diperah susunya dengan menanggung biayanya.w. surat Al Baqarah ayat 283 yang artinya Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis. Hikmah Gadai Dalam gadai terdapat hikmah atau manfaat bagi pihak yang menggadaikan (rahin) maupun bagi pihak yang menerima gadai (murtahin).a. sebagai pihak yang membutuhkan dana dengan jalan pinjaman kebajikan. Bukhari Muslim). C.a. Sunnah. Sunnah. b) Bagi Murtahin (yang menerima gadai). dan Nabi menggadaikan sebuah baju besi kepadanya (HR. bersabda: tunggangan (kendaraan) yang digadaikan boleh dinaiki dengan menanggung biayanya. para ulama sepakat membolehkan akad rahn seperti dalam al Fiqh al Islam wa Adillatuhu (al Zuhaili. Ia memperoleh manfaat dan menanggung resikonya (HR. Ijma Ulama.a. Al Qur an. pernah membeli makanan dengan berhutang dari seorang Yahudi. maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang) . dan Ibnu Majjah). Syarat Gadai . Jamaah kecuali Muslim dan An Nasai). Dari Abu Hurairah RA. Bagi yang menggunakan kendaraan dan memerah susu wajib menanggung biaya perawatan dan pemeliharaan (HR. Al Mughni ( Ibn Quddamah. Rasulullah S. bersabda: tidak terlepas kepemilikan barang gadai dari pemilik yang menggadaikannya. yaitu: a) Bagi Rahin (yang menggadaikan). volume 4: 362). 1985: volume 181).

dalam kendaraan dan hewan yang menyusui. Pertumbuhan Barang Gadai Pertumbuhan atau pertambahan barang gadai setelah digadaikan adakalanya bergabung dan adakalanya terpisah.Gadai memiliki beberapa persyaratan yang menjadikan gadai tersebut sah atau diperbolehkan dalam hukum syariah. C. 5. 1. maka ia masuk dalam barang gadai dengan kesepakatan ulama. Bila tergabung seperti. Ibnu Hazm berpendapat. Gadai dilakukan dengan utang yang wajib. (bertambah) gemuk. Barang yang digadaikan adalah milik orang yang menggadaikan atau orang yang mendapat izin untuk menggadaikannya. Barang gadaian juga harus halal dalam syariat Islam dan diketahui oleh kedua pihak. dan dapat membedakan yang baik dan yang buruk. maka dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Pemeliharaan. Sedangkan jika terpisah. C. 2. berakal sehat. 5. Menurut Syafi iyyah. (pertambahan dan pertumbuhannya) milik yang menafkahinya [Abhats Hai'at Kibar Ulama 6/134-135. Imam Abu Hanifah. Barang yang digadaikan dapat dinilai dengan uang. pertambahan atau pertumbuhan bukan ikut barang gadai. kedua belah pihak tidak dapat diwakilkan. Pemanfaatan Barang Gadai . tetapi menjadi milik orang yang menggadaikannya. Beberapa Hal yang Berkaitan dengan Gadai C. sehingga dapat digunakan/ dijual untuk membayar utang jika orang yang menggadaikannya tidak dapat membayar utangnya. Imam Ahmad dan yang menyepakatinya memandang pertambahan atau pertumbuhan barang gadai yang terjadi setelah barang gadai ditangan Murtahin. yakni baligh. Pembiayaan. 5. Sedangkan Imam Syafi i dan Ibnu Hazm dan yang menyepakatinya memandang. Hanya saja Ibnu Hazm berbeda dengan Syafi i menyangkut barang gadai yang berupa kendaraan dan hewan menyusui. Menurut At-Thayyar (2004) syarat-syarat gadai adalah sebagai berikut: Masing-masing dari dua pihak yang melakukan transaksi adalah mereka yang termasuk orang yang boleh membelanjakan harta.]. maka ikut kepada barang gadai tersebut.

ulama sepakat bahwa biaya pemeliharaan barang gadai dibebankan kepada pemiliknya. Pemanfaatan hanyalah hak penggadai dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam Ia yang berhak memanfaatkannya dan wajib baginya biaya pemeliharaannya [HR Al daraquthni dan Al Hakim] . maka boleh menggunakan dan mengambil air susunya apabila ia memberikan nafkah (dalam arti pemeliharaan barang tersebut). Adapun mayotitas ulama fiqih dari Hanafiyah. Orang lain tidak boleh mengambilnya tanpa seizinnya. (untuk) memberi nafkahnya. Bila ia mengizinkan Murtahin (pemberi hutang) untuk mengambil manfaat barang gadainya tanpa imbalan. apabila digadaikan dan susu hewan menyusui diminum dengan sebab nafkah. manfaat dan pertumbuhan barang gadai menjadi hak pihak penggadai. karena itu berarti peminjaman hutang yang menghasilkan manfaat. tentunya sesuai dengan besarnya nafkah yang dikeluarkan dan memperhatikan keadilan. sesuai besarnya nafkah tanpa izin dari penggadai karena sabda Rasulullah Ar-Rahn (Gadai) ditunggangi dengan sebab nafkahnya. Penulis kitab Al-Fiqhul Muyassarah mengatakan. bila barang gadainya berupa kendaraan atau hewan yang memiliki susu perah.Pada asalnya barang. ia tidak boleh mengambil manfaat barang gadaian tersebut. 2512]. biaya pemeliharaan dan manfaat barang yang digadaikan adalah milik orang yang menggadaikan (Rahin). Akan tetapi. apabila digadaikan. [Hadits Shahih riwayat At-Tirmidzi. maka Murtahin mengendarainya dan memeras susunya. Menurut Syaikh Al Basaam. [Lihat pembahsannya dalam Taudhih Al Ahkam 4/462-477]. karena barang itu merupakan miliknya. dan hutang gadainya dihasilkan dari peminjaman maka tidak boleh. Demikian madzhab Hanabilah. Wajib bagi yang mengendarainya dan yang minum. Pemanfaatan barang gadai tesebut. kecuali bila barang tersebut berupa kendaraan atau hewan yang diambil air susunya. Hal ini di dasarkan sabda Rasululloh Shallallahu alaihi wa sallam Hewan yang dikendarai dinaiki apabila digadaikan dan susu (dari hewan) diminum apabila hewannya digadaikan. Dan wajib bagi menungganginya dan meminumnya (untuk) memberi nafkah [HR Al Bukhori no. kecuali pada dua hal. yaitu kendaraan dan hewan yang memiliki air susu yang diperas oleh yang menerima gadai. Malikiyah dan Syafi iyah mereka memandang Murtahin tidak boleh mengambil manfaat barang gadai. Adapun Murtahin. Demikian juga pertumbuhan dan keuntungan barang tersebut juga menjadi miliknya.

Namun bila telah jatuh tempo. bahwa hadits ini dan kaidah dan ushul syari at menunjukkan. Bila barang gadai tersebut ditangannya. [Dinukil dari Taudhih Al Ahkaam 4/462]. [Taudhih Al Ahkaam 4/467]. maka barang gadai tersebut dijual untuk membayar pelunasan hutang tersebut. lalu tidak dinaiki dan tidak diperas susunya. Sehingga tuntutan keadilan. dan Murtahin (yang memberikan hutang) memiliki atasnya sebagai hak jaminan. Pada zaman jahiliyah dahulu apabila telah jatuh tempo pembayaran hutang dan orang yang menggadaikan belum melunasi hutangnya kepada pihak yang berpiutang. barang gadai adalah milik orang yang menggadaikannya. Pemiliknya memiliki hak kepemilikan. bila harga barang tersebut belum dapat melunasi hutangnya. 3. dikarenakan hutangnya yang sudah jatuh tempo. harus dilunasi seperti hutang tanpa gadai. tidak boleh memaksa orang yang menggadaikannya menjualnya kecuali dalam keadaan tidak mampu melunasi hutangnya tesebut. pemegang barang gadai (Murtahin) dan hewan tersebut. Kesimpulannya. maka orang yang menggadaikannya tersebut masih menanggung sisa hutangnya. dan menggantikannya dengan menafkahi (hewan tersebut). analogi (qiyas) dan kemaslahatan penggadai. Bila tidak mampu melunasi saat jatuh tempo. hewan gadai dihormati karena hak Allah. maka pihak yang berpiutang menyita barang gadai tersebut secara langsung tanpa izin orang yang menggadaikannya. tentu kemanfaatannya akan hilang secara sia-sia. Bila Murtahin menyempurnakan pemanfaatannya dan menggantinya dengan nafkah. maka dalam hal ini terdapat kompromi dua kemaslahatan dan dua hak. Apa bila ternyata ada sisanya maka sisa tersebut menjadi hak pemilik barang gadai tersebut (orang yang menggadaikan barang tersebut). maka Murtahin . Sebaliknya. Bila Rahin dapat melunasi seluruhnya tanpa (menjual atau memindahkan kepemilikian) barang gadainya. 5. Lalu Islam membatalkan cara yang dzalim ini dan menjelaskan bahwa barang gadai tersebut adalah amanat pemiliknya ditangan pihak yang berpiutang. Perpindahan Kepemilikan dan Pelunasan Utang dengan Barang Gadai Barang gadai tidak berpindah kepemilikannya kepada Murtahin apabila telah selesai masa perjanjiannya. dan rahin tidak mampu melunasinya. ialah Murtahin mengambil manfaat mengendarai dan memeras susunya. kecuali dengan izin orang yang menggadaikannya (Rahin).Ibnul Qayyim rahimahullah memberikan komentar terhadap hadits pemanfaatan kendaraan gadai. maka penggadai meminta kepada Murtahin untuk menyelesaikan permasalah hutangnya. C.

bahkan mungkin berlipat-lipat. Namun bila tidak dapat menutupinya. Perbuatan semacam ini. Apabila tidak juga menjualnya maka pemerintah menjual barang gadai tersebut dan melunasi hutang tersebut dari nilai hasil jualnya. bila tampak pada Ar-Rahin tidak mau melunasinya. pemerintah menjual barang gadainya dan melunasi hutangnya dengan hasil penjualan tersebut tanpa memenjarakan sang penggadai tersebut. maka pemerintah boleh menghukumnya dengan penjara.harus melepas barang tersebut. mereka memandang pemerintah boleh menjual barang gadainya tanpa memenjarakannya dan melunasi hutang tersebut dengan hasil penjualannya. antara nila barang gadai denan hutangnya dan ia wajib melunasinya. Penyelesaian dan pelunasan hutang dilakukan secara adil. Pemerintah (pengadilan) tidak boleh menjual barang gadainya. Adapun bila Rahin tidak mampu melunasi seluruhnya atau sebagiannya. agar ia menjual barang gadainya tersebut. namun memenjarakannya saja. Demikianlah pendapat madzhab Syafi iyah dan Hambaliyah. dan dalam pembayaran hutnganya didahulukan Murtahin atas pemilik piutang lainnya. Apabila penggadai tersebut enggan melunasi hutangnya dan tidak mau menjual barang gadainya. Juga untuk mencegah adanya dampak negative di masyarakat dan lainnya. dengan izin dari Murtahin. jika diberlakukan penjara. karena tujuannya adalah membayar hutang. Murtahin boleh menagih pelunasan hutang kepada penggadai dan meminta pemerintah untuk memenjarakannya. sangat jelas merupakan perbuatan Jahiliyah dan perbuatan zhalim yang harus dihilangkan. maka penggadai tersebut tetap memiliki hutang sisa. dengan cara menyita barang gadai. Sedangkan Hanafiyah memandang. Adapun Malikiyah. Demikianlah keindahan Islam dalam permasalah gadai. sampai ia menjualnya dalam rangka menolak kedzoliman. Yakni terjadinya tindak kezhaliman yang dilakukan pemilik piutang. D. maka wajib bagi orang yang menggadaikan (Ar-Rahin) menjual sendiri barang gadainya atau melalui wakilnya. dan tujuan itu terwujud dengan menjual barang gadai tersebut. Tidak seperti yang dilakukan di tengah masyarakat kebanyakan. Gadai Emas . [Al Fiqh Al Muyassar hal 119] Pendapat yang rajih (jelas). Apabila barang gadai tersebut dapat menutupi seluruh hutangnya. maka selesailah hutang tersebut. Semoga kita terhindar dari perbuatan ini. walau nilainya lebih besar dari hutangnya.

seseorang dengan mudah mendapatkan uang tunai tanpa harus menjual emas atau perhiasan yang dimilikinya. ia dapat memiliki kembali perhiasannya. Mulai dari persyaratan. Prinsip yang digunakan dalam gadai emas syariah baik di bank syariah ataupun di pegadaian syariah tidak berbeda dengan prinsip gadai pada umumnya. Biaya administrasi Biaya administrasi adalah ongkos atau pengorbanan materi yang dikeluarkan oleh bank dalam hal pelaksanaan akad gadai dengan penggadai (rahin). Aman dari pihak bank. hingga mekanisme penjualan barang gadaian ketika pihak yang menggadaikan tidak dapat melunasi utangnya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam gadai emas syariah baik di bank syariah maupun di lembaga yang menawarkan produk gadai emas syariah. Artinya. biaya (ongkos) administrasi. Cepat dari pihak nasabah dalam mendapatkan dana pinjaman tanpa prosedur yang panjang di bandingkan dengan produk pembiayaan lainnya. Hal yang dimaksud adalah biaya administrasi dan biaya pemeliharaan. Mudah berarti pihak nasabah dapat kembali memiliki emas yang digadaikannya dengan mengembalikan sejumlah uang pinjaman dari bank. biaya pemeliharaan/ penyimpanan. Emas merupakan logam mulia yang bernilai tinggi dan harganya relative stabil bahkan selalu menunjukkan tren yang positif setiap tahunnya. karena bank memiliki barang jaminan yaitu emas yang bernilai tinggi dan relatif stabil bahkan nilainya cenderung bertambah. Gadai emas memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan barang gadaian lainnya. sedangkan mudah dari pihak bank yaitu ketika nasabah tidak mampu mengembalikan pinjamannya (utang) maka bank dengan mudah dapat menjualnya dengan harga yang bersaing karena nilai emas yang stabil bahkan bertambah. aman dan mudah. Ketika seseorang membutuhkan uang tunai. maka ia dapat dengan mudah menggadaikan perhiasaannya kepada lembaga penggadaian atau bank syariah. Setelah ia dapat melunasi utangnya. Para ulama sepakat bahwa segala biaya yang .Gadai Emas di perbankan syariah merupakan produk pembiayaan atas dasar jaminan berupa emas dalam bentuk lantakan ataupun perhiasan sebagai salah satu alternatif memperoleh uang tunai dengan cepat. Emas juga merupakan barang atau harta yang dapat dengan mudah dimiliki oleh setiap orang khususnya emas dalam bentuk perhiasan.

26/ DSN-MUI/ III/2002 menyebutkan bahwa biaya atau ongkos yang ditanggung oleh penggadai besarnya didasarkan pada pengeluaran yang nyata-nyata diperlukan.) [HR al-Baihaqi] Biaya pemeliharaan Biaya pemeliharaan atau penyimpanan merupakan biaya yang dibutuhkan untuk merawan barang gadaian selama jangka waktu pada akad gadai. Setelah bank menghitung total biaya administrasi. Sesuai dengan pendapat para jumhur ulama biaya pemeliharaan atau penyimpanan menjadi tanggungan penggadai (rahin). Karena pada dasarnya . tidak banyak atau bahkan sangat jarang nasabah yang mengetahui rincian biaya administrasi tersebut. dll. foto copy. Bank hanya menginformasikan total biaya administrasi yang harus ditanggung oleh nasabah atau penggadai tanpa menyebutkan rinciannya. Keterbukaan dalam menginformasikan rincian biaya administrasi tersebut sangat penting dalam rangka keterbukaan yang kaitannya dengan ridha bi ridha. biaya administrasi gadai dibebankan kepada penggadai. Artinya. Dewan Syariah Nasional dalam Fatwa No. formulir akad. jasa penaksiran. kemudian nasabah atau penggadai mengganti biaya administrasi tersebut. Hal tersebut diatas yang juga menyebabkan biaya administrasi harus dibayar di depan. penggadai harus mengetahui besar rincian dan pengeluaran apa saja yang dikeluarkan oleh bank untuk melaksanakan akad gadai. Oleh karena itu. Karena pada dasarnya akad gadai adalah transaksi pinjam-meminjam (qardh) yang bersifat tabarru yang berarti kebaikan atau tolong menolong. Sehingga tidak diperkenankan untuk mengambil keuntungan atau manfaat dari kegiatan pinjam-meminjam (qardh) karena sifatnya adalah tabarru . karena biaya administrasi tersebut dibebankan kepada nasabah atau penggadai. maka pihak bank yang lebih mengetahui dalam menghitung rincian biaya administrasi. seperti biaya materai. Namun. Karena biaya administrasi merupakan ongkos yang dikeluarkan bank. Intinya adalah pihak bank tidak diperbolehkan untuk mengambil keuntungan dari akad gadai syariah. Sesuai dengan hadits tentang pinjaman (qard) berikut: Rasul bersabda : kullu qardhin jarra manfa atan fahuwa wajhun min wujûhi ar-ribâ (Setiap pinjaman yang menarik suatu manfaat maka itu termasuk salah satu bentuk riba. print out.bersumber dari barang yang digadaikan adalah menjadi tanggungan penggadai.

dalam prakteknya perlu dipertahikan hal-hal seperti keterbukaan dalam penetapan biaya administrasi. Biaya pemeliharaan/ penyimpanan/ sewa dapat berupa biaya sewa tempat SDB (Save Deposit Box). kemudian bank menetapkan biaya sewa tempat. Bank akan mendapatkan fee atau upah atas jasa yang diberikan kepada penggadai atau bayaran atas jasa sewa yang diberikan kepada penggadai. gadai emas syariah pada dasarnya sama dengan gadai pada umumnya. Akad yang digunakan untuk penerapan biaya pemeliharaan atau penyimpanan adalah akad ijarah (sewa). Artinya. biaya keamanan. biaya pemeliharaan. Dengan akad ijarah dalam pemeliharaan atau penyimpanan barang gadaian bank dapat memperoleh pendapatan yang sah dan halal. penggadai (rahin) menyewa tempat di bank untuk menyimpan atau menitipkan barang gadainya. Oleh karena itu. gadai emas syariah sangat bermanfaat bagi penggadai yang membutuhkan dana tunai dengan cepat dan bagi pihak bank yang menyediakan jasa gadai emas syariah karena bank akan mendapatkan pemasukan atau keuntungan dari jasa penitipan barang gadaian dan bukan dari kegiatan gadai itu sendiri. .penggadai (rahin) masih menjadi pemilik dari barang gadaian tersebut. Biaya pemeliharaan/ penyimpanan ataupun biaya sewa tersebut diperbolehkan oleh para ulama dengan merujuk kepada diperbolehkannya akad ijarah. Kesimpulan Secara prinsip. Dalam pengertian lainnya. penggadai (rahin) menggujakan jasa bank untuk menyimpan atau memelihara barang gadainya hingga jangka waktu gadai berakhir. Namun. kewajaran biaya pemeliharaan atau penyimpanan dan proses penjualan barang gadai ketika penggadai tidak mampu menebus atau membayar utangnya. Produk-produk gadai emas syariah yang terdapat pada berbagai bank syariah secara konsep sesuai dengan prinsipprinsip gadai yang terdapat dalam fiqh muamalah. sehingga dia bertanggungjawab atas seluruh biaya yang dikeluarkan dari barang gadai miliknya. dan biaya lainnya yang diperlukan untuk memelihara atau menyimpan barang gadai tersebut.

Suhendi. Volume 181.com/2007/07/03/hukum-gadai-agunan-dalam-islam/.. . Biaya dari produk yang ditawarkan sangat beragam dan cukup bersaing. Jamal al-Din M. 1985. Muhammad Sa eed Dabas. Fiqh As-Sunnah . Himpunan Fatwa Dewan Syari ah Nasional MUI . Bassam Al. mulai dari maksimal dana pinjaman yang dapat diperoleh penggadai dari taksiran (80%-90%). Sabiq. 2008. Dewan Syariah Nasional MUI dan Bank Indonesia.Setiap bank syariah menawarkan keunggulan dan fasilitas dari masing-masing produk gadai emas syariah yang dimiliki. Sayyid.. edisi pertama. Wahbah. 1997. edisi pertama. Taudhihu-l-al-Alkam min Bulughu-l-Maram . Damaskus. cetakan keempat. Zarabozo. Jakarta. Zuhaili. 2004. Fiqh Muamalah. besarnya biaya administrasi dan biaya penyimpanan. Ensiklopedia Fiqh Muamalah dalam Pandangan 4 Madzhab (terjemahan) . Oleh karena itu. Ciputat-Jakarta http://jacksite. Fiqh Al Islam Wa Adilatuhu. nasabah atau penggadai diharap untuk lebih selektif dalam memilih produk yang tidak hanya sesuai dengan kebutuhannya akan tetapi juga sesuai dengan syariah. Beirut.wordpress. American Trust Publications. CV. translators.. Jilid IV. Maktabah Al-Hanif. Abdullah bin Muhammad. Hendi. Yogyakarta. 1985. . Indianapolis. Mu assasah al-Khidmaat at-Thiba iyah. Abdullah bin Abdurrahman. Cet 3. Rajawali Press. Gaung Persada. Referensi Ath-Thayyar. 2006.