P. 1
Peran Opinion Leader

Peran Opinion Leader

|Views: 264|Likes:
Published by mocheeze

More info:

Published by: mocheeze on Jan 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2014

pdf

text

original

Peranan Opinion Leader Dalam Sistem Komunikasi Model Arus Komunikasi Didalam pembahasan ini ada empat model

arus aliran pesan, yaitu model jarum injeksi (hypodemic needle model), Model aliran satu tahap (one stop flow model), model aliran dua arah tahap (two step flow model), dan model aliran banyak tahap (multy step flow model). Yang masing masing model tersebut memliki kelebihan dan kekurangan dalam teori serta penyampaiannya. a) Model Jarum Injeksi. Secara substansial, model ini adalah one step flow, artinya arus komunikasi disampaikan secara satu arah saja (dari media massa kepada audience). Dasar pemikiran model ini adalah bahwa khalayak bersikap pasif terhadap berbagai macam informasi yang disebarkan/disiarkan media massa. Sebaliknya media lebih aktif untuk mempengaruhi audience. Maka teori ini disebut teori peluru (bullet theory). Jadi jika sebutir peluru tembakkan, ia akan selalu menemukan sasaran, dan sasaran yang dimaksud tersebut adalah khalayak. Sehubungan dengan model ini Elihu Katz mengemukakan : media massa memiliki kekuatan yang luar biasa besarnya dan mass audience dianggap seperti atom-atom yang terpisah satu dengan yang lain serta tidak saling berhubungan dengan media massa. b) Model Aliran Satu Tahap. Pesan model aliran satu tahap ini, media massa langsung berhubungan dengan audiencenya. Dengan kata lain, pesan yang disampaiakan mengalir tanpa ada perantara (audience bisa langsung mengaskes langsung media). Adapun perbedaan diantara keduanya adalah : 1. Model aliran satu tahap mengakui bahwa media massa bukanlah all powerfull dan tidak semua media mempunyai kekeuatan yang sama. Dan model jarum hypodermik menyakini bahwa media itu all powerfull, ibarat peluru yang ditembakkan. 2. Aspek-aspek seleksi screening di pihak audience mempunyai impac pesan. Dengan kata lain, pesan yang diterima sangat tergantung pada sistem seleksi yang ada pada masing-masing audience. 3. Model aliran satu tahap mempengaruhi kemungkinan timbulnya reaksi atau efek yang berbeda dikalangan audience terhadap pesan-pesan dari media yang sama. Artinya pesan media yang sama diterima beberapa audience belum tentu menimbulkan reaksi yang sama, begitu pula dengan efek yang ditimbulkan. Tetapi dalam model jarum hipodemik, bahwa pesan yang disampaikan media massa akan menimbulkan reaksi dan efek yang sama. c) Model Aliran Dua Tahap Dalam model ini pesan-pesan dari media massa tidak seluruhnya langsung mengenai audience, tetapi pesan tersebut disampaikan oleh pihak tertentu artinya pihak tertentu tersebut dikenal dengan opinion leader (pemimpin opini/pemuka pendapat). Ada dua tahap penyampaian pesan dalam aliran ini. Pertama pesan media pada opinion leader dan kedua pesan opinion leader pada audience.

Kemudian kata opinion leader lebih sering dikenal dimasyarakat pedesaan. Opinion Leader Pasif (Opinion Seeking) Dalam hal ini followers lebih aktif mencari sumber informasinya kepada opinion leader. masyarakat ditanya kepada siapa mereka meminta nasihat atau mencari informasi mengenai masalah kemasyarakatan yang dihadapinya. Informast Ratting Metode ini mengajukan pertanyaan tertentu kepada orang /responden yang dianggap sebagai key informants dalam masyarakat mengenai siapa yang dianggap masyarakat sebagai pemimpin mereka. maka disini peranan opinion leader tersebut dituntun untuk menyampaikan informasi bahwa program KB ini bertujuan penting bagi kelangsungan masyarakat dipedesaan. sehubungan dengan permasalahan yang dihadapi seperti halnya contoh diatas tersebut. Tapi bagi masyarakat desa hal ini masih terlalu baru dan mereka belum mengenal apa itu KB sebenarnya. kepada masyarakat diajukan pertanyaan: dari mana anda memperoleh informasi tentang difusi inovasi? jadi orang yang paling banyak mengetahui dan dimintai nasihat tenteng masalah tersebut dialah yang disebut sebagai opinion leader. Contoh : saat adanya program KB (Keluarga Berencana) yang bertujuan menegendalikan pertumbuhan penduduk. sebab pada saat itu tingkat media masih rendah serta pendidikan yang belum maju. model ini adalah gabungan dari semua model yang sudah disebutkan diatas. Jadi kebutuhan akan informasi dipedesaan diterima dari mereka yang mempunyai pemahaman yang tinggi serta kebutuhan akan media yang tidak rendah. Menurut Everett M. Rogers (1973) ada tiga cara mengukur dan mengetahui adanya opinion leader yaitu : Metode Sosiometrik Dalam metode ini.. Cara Mengetahui Opinion Leader. Ada dua pengelompokan opinion leader : Opinion Leader Aktif (Opinion Giving) Disini para opinion leader tersebut sengaja mencari penerima atau followers untuk mengumumkan atau mensosialisasikan suatu informasi. influencers atau tastemakers untuk menyebut opinion leader. Jadi dalam hal ini responden tersebut haruslah jeli dalam mimilih siapa yang benar-benar harus . Misalnya masalah itu mengenai difusi inovasi. Pada prinsipnya. Sejarah Opinion Leader Istilah opinion leader menjadi perbincangan dalam literatur komunikasi sekitar tahun 1950-1960-an sebelumnya literatur komunikais sering digunakan kata-kata influentials.d) Model Aliran Banyak Tahap. Model ini menyatakan bahwa pesan-pesan media massa menyebar kepada audience atau khalayak melalui interaksi yang kompleks.

lebih inovatif dalam menerima dan mengambil ide baru 4. Metode ini mengajukan pertanyaan kepada responden dan meminta tendensi orang lain untuk menunjuk siapa yang mempunyai pengaruh. (Slamet Santoso. lebih tinggi status sosial ekonominya. artinya seorang pemimpin harus dapat memiliki ketajaman dalam menghadapi situasi. Opinion leader adalah orang yang mempunyai keungulan dari masyarakat kebanyakan.memimpin dalam masyarakat tersebut. Sebab adakalanya batasan yang melekat tersebut sangat tipis sekali antara opinion leader dengan followesnya. Jika jawabannya tidak maka hal tersebut belum menunjukkan siapa yang sering dimintai keterangan. 2. Lebih Kosmopolit (mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas). Menurut Homas (1961). pendidikan. artinya pemimpin harus memiliki kecakapan secara abstrak terhadap masalah yang dihadapi. Ability in abstrac thinking. Lebih tinggi pengenalan medianya (media exposure) 5. artinya pemimpin harus memiliki perasaan stabil. 7. 2. social perception. Apakah seseorang yang memerlukan suatu informasi perlu meminta keterangan kepada ibu /bapak. Seorang yang memiliki status sosial yang tinggi (pemimin . Floyd Ruch juga mengatakan syarat seorang pemimipin (termasuk pemimpin opini) 1. salah satu keunggulan opinion leader dibanding dengan masyarakat kebanyakan adalah opinion leader itu lebih mudah menyesuaikan diri dengan masyarakatnya. (SSE) 3. tidak mudah terkena pengaruh dari luar ( yang tidak dinyakini dan bertoloak belakang dengan kenyakinan masyarakat). Pada umumnya ciri-ciri yang melekat pada opinion leader tidak bisa dilekatkan secara tajam pada para pemimpin desa. Dengan demikian tidak bisa dikatakan bahwa ciri-ciri itu melekat pada opinion leader. Partisipasinya lebih besar. 3. Hal ini sangat bergantung kepada ketepatan (akurasi) responden untuk mengindentifikasi dirinya sebagai pemimpin. Misalnya. Sedangkan masyarakat tidak mempunyai ciri-ciri tersebut. lebih kompeten dan lebih tahu memelihara norma yang ada. Self Designing Method. Karakteristik Opinion Leader. Lebih tinggi pendidikan formalnya dibanding dengan anggota masyarakat lainnya. Dari segi kepribadian. Adapun karakteristik tersebut adalah : 1. 1992). serta tindakan yang dilakukannya terhadap masyarakat tersebut. Emotional stability. Kemampuan empatinya lebih besar 6.

Khususnya dipedesaan berbagai perubahan dan kemajuan masyarakat sangat ditentukan oleh opinion leader. Artinya pemimpin ini hanya bisa memecahkan dan menyelesaikan satu pokok permasalahan yang ada dalam masyarakat. untuk itulah selayaknya pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap pemuka pendapat ini. melaporkan kasus-kasus penyakit yang mencurigakan ke Puskesmas dan memasak air. Homofili artinya suatu tingkat dimana pasanga individu yang berinteraksi sepadan dalam hal tertentu. Misalnya tentang kepercayaan masyarakat pada program pembangunan. Opinion leader menjadi salah satu unsur yang sangat mempengaruhi arus komunikasi. Opinion leader bukanlah manusia yang serba tau akan segala hal. Roger dan Shoemaker bahwa orang orang yang paling tinggi status sosialnya dalam sisitem sosial jarang sekali untuk berinteraksi langsung dengan orang-orang yang paling rendah status sosialnya. maka komunikasi akan sangat mudah untuk dilakukan. Jika homofili dalam sistem sosial itu tinggi. Artinya pemimpin ini dapat memecahkan serta mengatasi berbagai macam permasalahan yang ada dalam masyarakat. . Lembaga ini telah berhasil melakukan program tersebut di Amerika Latin dengan cara memotivasi penduduk untuk membuat jamban. Di desa ada suatu kecenderungan dalam masyarakat. pendidikan dan status sosial. nilai-nilai. Polimorfik adalah seorang pemuka pendapat menguasai lebih dari satu pokok permasalahan yang ada. Misalnya pemimpin opini bisa berperan memotivasi masyarakat agar ikut serta secara aktif dalam pembangunan. Contoh kasus di Peru pernah dilakukan kampanye inovasi kesehatan kepada penduduk desa yang dilakuakn oleh Lembaga Pelanyanan Kesehatan. Bukan sebaliknya malah menjatuhkan opinion leader tersebut. Pemuka pendapat mempunyai gradasi homofili yan lebih baik dibanding dengan pihak lain. Homofili kebalikan kata dari heterofili. Misalnya mereka akan lebih tertarik dengan individu yang hanya lulusan SD dan SMP dibanding dengan lulusan universitas. selayaknya pemerintah memfungsikan peran opinion leader sebagai tokoh sentral dalam pembanguanan di pedesaan. Monomorfik dan Polimorfik Opinion Leader. Mereka memiliki jiwa sosial yang tinggi serta selalu siap memantu perubahan sosial di lingkungannya. membakar sampah. Opinion Leader dalam Komunikasi. Dalam penelitian Van de Ban (1963) di Belanda menemuan fakta bahwa apa yang dilakuakan oleh pemuka pendapat cenderung diikuti oleh masyarakat. dimana warga masyarakat akan lebih sering berkomunikasi sesama mereka dengan memilih tingkat pendidikan yang tidak terlalu tinggi. Sebagaimana yang dikatakan Everett M. Monomorfik adalah seorang pemuka pendapat hanya dapat menguasai satu pokok permasalah saja. seperti suatu kepercayaan. tapi heterofili suatu interaksi dalam berkomunikasi yang belum mempunyai dasar dalam bentuk kepercayaan untuk melakukan hal tersebut.pendapat) akan senantiasa memelihara nilai-nilai serta norma kelompoknya sebagai syarat minimal mempertahankan statusnya. tetapi kelebihannya adalah bahwa mereka diangap orang yang lebih peka dan in group serta tahu adat kebiasaamn masyarakat.

mereka akan bergerak ke kiri. Opinion Leader dalam Kehidupan Politik. tetapi masyarakat tak jarang mencari informasi yang benar untuk mendukung dan mematuhi pendapat pemimpin opininya. Pemimpin opini adalah mereka yang punya otoritas tinggi dalam menentukan sikap dan perilaku pengikutnya. 1. Megawati dan Gus Dur menjadi panutan pengikutnya. 2. mitos yang melekat padanya atau karena pengetahuan serta pengalaman yang dimilikinya. jika keduanya bilang massa bergerak ke kiri. Maksudnya pemuka pendapat disini adalah seseorang yang relatif dapat mempengaruhi sikap dan tigkah laku orang lain untuk bertindak dalam suatu tata cara tertentu. Megawati bisa memaksa pengikutnya untuk memilih PDI-P. Bahkan gaya kepemimpinan keduanya lebih didasarkan pada kepemimpinan yang kharismatik. Bukan dari kedudukan.Opinion Leader di Indonesia. apa pun yang terjadi pada partai tersebut. kajian tentang pemimpin opini ini awalnya muncul di Amerika seperti yang ditunjukkan oleh Paul Lazarefeld dan kawan-kawan. Kemudian informasi yang didapatkan tadi disampaikan kepada para pengikutnya. Artinya media massa tidak langsung mengenai audiencenya tetapi melalui pemimpin opininya. kharisma. jabatan politik tetapi karena kewibawaan. panutan tersebut tidakberdasarkan ketundukan rasional tetapi ketundukan irasional. Lambat laun pemimpin opini ini ditinggalkan karena para audiencenya (pengikut) telah menentukan sikap dan perilaku sendiri. Sebab pada saat sekarang banyak para pemimpin politik yang hanya disanjung dengan jabatannya saja. 3. Tapi seiring dengan tingkat perkembangan media massa dan zaman. Mereka menentukan apa yang harus dilakukan pengikutnya. Artinya meskipun media massa tersebut menolak ide kedua orang tersebut. Sebagai contoh Megawati dan Gus Dur ditempatkan sebagai pemimpin opini dalam politik. Peran keduanya juga mengukuhkan bahwa media massa punya pengaruh yang kecil dalam mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakatnya. Kata lainnya apa pun yang dilakukan kedua pemimpin tersebut baik dan buruk lebih cenderung diikuti pengikutnya. Hubungan antara pemimpin opini dalam politik dengan masyarakat di Indonesia adalah sebagai berikut : 1. Karena keduanya mampu menentukan sikap dan perilaku pengikutnya. Pemimpin opini juga bisa menolak kebijakan pemerintah . Contoh. Oleh karena itu modelmodel arus informasi yang mendekati pembahasan pemimpin opini ini adalah model two step flow. begitu juga Gus Dur bisa menentukan pengikutnya untuk terus mendukung dirinya pada tanda gambar PKB. Mengapa Megawati dan Gus Dur dianggap sebagai pemimpin opini. 2. Pemimpin opini sangat berpengaruh dalam mempengaruhi proses kebijakan politik di Indonesia. ketundukan. Sebagaimana sudah diketahui sebelumnya. sebab secara tidak langsung mereka telah mampu mengaskes media massa.

Masa Depan Opinion Leadership di Indonesia. Bisa dibanyangkan bagaimana jika program KB ini tidak mendapat dukungan dari para pemimpin opini. Masa depan opinion leader di Indonesia ditandai oleh beberapa poin penting dibawah ini : Masuknya teknologi komunikasi di pedesaan telah menyebabkan munculnya jarak sosial antara pemimpin opini dengan masyarakatnya. hubungan yang selama ini terbina antara pemimpin opini dengan masyarakat itu sendiri kian memudar. tetapi para pemimpin opini ini masih sangat berperan kuat dalam mempengaruhi sikap serta perilaku pengikutnya di desa. Opinion Leader dalam Kehidupan Sosial. Bantul Yogyakarta ditulis bahwa para Kiai dan tokoh masyarakat lain mendukung gerakan program KB tersebut. Kampaye lewat tulisan ini penting agar masyarakat yang semula ragu terhadap program KB tidak sangsi untuk memakai alat kontrasepsi. Tapi setelah masuknya teknologi tersebut telah mengubah pola pikir masyarakat dan budaya masyarakat menjadi lebih konsumtif. Dengan masuknya teknologi. hubungan antara masyarakat lebih didasarkan pada perasaan salind memiliki dan rela berkorban. tetapi juga bisa mempengaruhi sikap dan perilaku memilih dalam politik. sekuat apa pun keinginan pemerintah atau dipaksa dengan cara apa pun masyarakat tentu tidak akan menganggap KB sebagai program baru yang justru membatasi anak. Bahkan dampak positifnya. Maksudnya. Pemimpin opini tidak boleh dipandang sebelah mata agar keinginan pemerintah terpenuhi. Masalahnya. Karena pemimpin opini sangat dipercaya dalam masyarakatnya. Secara terang-terangan di sebuah kantor Kepala Desa di Patala. pemimpin opini ikut menentukan apakah program keluarga berencana (KB) yang dikampayekan pemerintah pada tahun 70-an sukses atau tidak. Ia ikut dalam menentukan berbagai perilaku masyarakatnya. Di Indonesia. . acara pengajian. penyebarluasan informasi yang bisa dilakuaka secara face to face sudah didapatkan lewat saluran komunikasi massa (televisi).3. pemimpin opini juga bisa memberikan pengaruh tidak hanya dalam masalah dimasyarakat desa. Teknologi yang masuk ke desa telah mengubahm muatan penting dalam komunikasi. Peranan pemimpin opini dalam kehiduan sosial di Indonesia juga tidak bisa dibilang rendah. Jetis. walaupun kepercayaan terhadap pemimpin opini sedikit berkurang. Malah sebaliknya pemimpin opini inilah kunci utama keberhasilan program pemerintah terutama di daerah pedesaan. pembangunan tidak akan berhasil jika pemerintah tidak mendapat dukungan penuh dari pemimpin opini. bahkan KB dianggap halal dan sah. Padahal filsapat hidup yang pernah berkembang di desa adalah banyak anak banyak rezeki. Sebelum masuk teknologi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->