KARAKTER MENURUT DEPDIKNAS Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah ´bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi

pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watakµ. Adapun berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat dan berwatakµ. Menurut Tadkiroatun Musfiroh (UNY, 2008), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitude), perilaku (behavior), motivasi (motivation) dan keterampilan (skill). Karakter berasal dari kata Yunani yang berarti ´to markµ atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia. Karakter mulia berarti individu memiliki pengetahuan tentang potensi dirinya yang ditandai dengan nilai-nilai seperti reflektif, percaya diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif dan inovatif, mandiri, hidup sehat, bertanggung jawab, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban, pemberani, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, rendah hati, malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja keras, tekun, ulet/gigih, teliti, berinisiatif, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, hemat/efisien, menghargai waktu, pengabdian/dedikatif, pengendalian diri, produktif, ramah, cinta keindahan (estetis), sportif, tabah, terbuka, tertib. Individu juga memiliki kesadaran untuk berbuat yang terbaik atau unggul dan individu juga mampu bertindak sesuai potensi dan kesadarannya tersebut. Karakteristik adalah realisasi perkembangan positif sebagai individu (intelektual, emosional, sosial, etika dan perilaku). Individu yang berkarakter baik atau unggul secara tegas adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal terbaik bagi Tuhan, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan negara serta dunia pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya disertai kesadaran, emosi dan motivasinya. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan dan ethos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan. Di samping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan harus berkarakter. Lebih lanjut dijelaskan, pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu membentuk

yakni meningkatnya kenakalan remaja dalam masyarakat. cara guru berbicara atau menyampaikan materi. kasih sayang. sebagian pakar menyarankan penggunaan pendekatan-pendekatan pendidikan moral yang dikembangkan di banyak negara . Berhubungan dengan pendekatan. lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan dapat meningkatkan peranannya dalam membentuk kepribadian peserta didik melalui peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter. Bahkan di beberapa kota besar. jujur. tanggung jawab. tanggung jawab. cinta damai dan cinta persatuan. disiplin. Tuntutan tersebut didasarkan pada fenomena sosial yang berkembang. Menurut para ahli psikologi. tekun. warga masyarakat dan warga negara yang baik. berani. visioner. seperti tawuran massal dan berbagai kasus dekadensi moral lainnya. kondisi dan lingkungan sekolah itu sendiri. keadilan dan kepemimpinan. hakikat pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai. Oleh karena itu. gejala tersebut telah sampai pada taraf yang sangat meresahkan. Pendidikan karakter berpijak pada karakter dasar manusia yang bersumber dari nilai moral universal (sifatnya absolut) yang bersumber pada nilai-nilai agama yang dianggap sebagai the golden rule. yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri dalam rangka membina kepribadian generasi muda. kerja keras dan pantang menyerah. Menurut T.watak peserta didik. Penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah harus berpijak kepada nilai-nilai karakter dasar yang selanjutnya dikembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi (yang bersifat tidak absolut atau bersifat relatif) sesuai dengan kebutuhan. peduli. adil dan punya integritas. Para pakar pendidikan umumnya sependapat tentang pentingnya upaya peningkatan pendidikan karakter pada jalur pendidikan formal. ketulusan. baik dan rendah hati. warga masyarakat dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa secara umum adalah nilainilai sosial tertentu yang banyak dipengaruhi budaya masyarakat dan bangsanya. Pendapat lain mengatakan bahwa karakter dasar manusia terdiri dari: dapat dipercaya. Adapun kriteria manusia yang baik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru. rasa hormat dan perhatian. kewarganegaraan. Namun demikian. beberapa nilai karakter dasar tersebut adalah: cinta kepada Allah dan ciptaan-Nya (alam seisinya). Karena itu. hormat dan santun. peduli dan kerjasama. ada perbedaanperbedaan pendapat di antara mereka tentang pendekatan dan modus pendidikannya. Dewasa ini banyak pihak menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal. Ramli (2003). pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. kreatif. toleransi. bagaimana guru bertoleransi dan berbagai hal terkait lainnya. jujur. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan pasti apabila berpijak pada nilai-nilai karakter dasar tersebut. percaya diri. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak supaya menjadi manusia yang baik.

secara psikologis dan sosial-kultural. Pendekatan pengembangan moral e. Pendekatan klarifikasi d. pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia (kognitif. Yang lain menyarankan penggunaan pendekatan tradisional. Olah Pikir (Intellectual Development). afektif. Olah Raga dan Kinestetik (Physical and Kinestetic Development) dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity Development) yang secara diagramatik digambarkan sebagai berikut: Para pakar telah mengemukakan berbagai teori tentang pendidikan moral. Berdasarkan grand design yang dikembangkan Kemendiknas (2010). kognitif. pertimbangan. yakni: pendekatan kognitif. konatif dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga. Menurut Hersh (1980). Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan . Berbeda dengan klasifikasi tersebut. Elias (1989) mengklasifikasikan berbagai teori yang berkembang menjadi tiga. pendekatan analisis nilai dan pendekatan klarifikasi nilai. ada lima pendekatan yang digunakan yaitu: a.Eropa/Barat seperti: pendekatan perkembangan moral kognitif. Pendekatan perilaku sosial rasional. yakni melalui penanaman nilai-nilai sosial tertentu dalam diri peserta didiknya. kognisi dan afeksi. nilai. pendekatan afektif dan pendekatan perilaku. sekolah dan masyarakat) yang berlangsung sepanjang hayat. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dapat dikelompokkan dalam: Olah Hati (Spiritual and Emotional Development). Pendekatan c. Klasifikasi didasarkan pada tiga unsur moralitas yang biasa menjadi tumpuan kajian psikologi yakni: perilaku. Pendekatan pengembangan b.

perasaan. lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran. hukum.dengan Tuhan. sikap. budaya dan adat istiadat. perkataan dan perbuatan berdasarkan normanorma agama. . sesama manusia. diri sendiri. tata krama.

patuh pada aturan. Pendidikan Kewargaan Negara: Nasionalis. Muatan Lokal: Menghargai kebersamaan. santun. santun. mengahrgai keragaman. peduli lingkungan. Bahasa Inggris: Menghargai keberagaman. nasionalis. ingin. jujur. menghargai keberagaman. menghargai keberagaman. 4. jujur. demokratis 8. dan menghargai karya orang lain. percaya diri. jujur. kreatif. Penanaman nilai-nilai sebagai sebuah karakteristik seseorang sudah berlangsung sejak dahulu kala. jujur. 5. Distribusi penanaman nilai-nilai utama dalam tiap mata pelajaran dapat dilihat sebagai berikut: 1. disiplin. cinta ilmu 6. kerja keras. bertanggung jawab. TIK/Ketrampilan: Berpikir logis. peduli. menghargai karya orang lain. kerja keras. Pendidikan Agama: Nilai utama yang ditanamkan antara lain: religius. jujur. bergaya hidup sehat. kerja keras. kritis. Ilmu Pengetahuan Alam: Ingin tahu. disiplin. berpikir logis. kreatif dan inovatif. mandiri. kritis. percaya diri. 3. mandiri. kritis. dan menghargai karya orang lain. patuh pada aturan sosial 7. berjiwa wirausaha. agaknya menuntut adanya penenaman kembali nilai-nilai tersebut ke dalam sebuah wadah kegiatan pendidikan di setiap pengajaran. ingin tahu. percaya diri. dan inovatif. santun. seiring dengan perubahan jaman. bertanggung jawab. tanggung jawab. kreatif. Hal ini disebabkan oleh adanya keutamaan fokus dari tiap mapel yang tentunya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ilmu Pengetahuan Sosial: Nasionalis. disiplin. . sadar akan hak dan kewajiban. Setiap mata palajaran mempunyai nilai-nilai tersendiri yang akan ditanamkan dalam diri anak didik. disiplin. Bahasa Indonesia: Berfikir logis. Akan tetapi. 2. sosial. menghargai keberagaman. nasional. jujur. sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain. cinta ilmu. percaya diri. berpikir logis. percaya diri. kreatif. dan adil. dan inovatif. ingin tahu. dan inovatif. bergaya hidup sehat. Penjasorkes: Bergaya hidup sehat. Penanaman nilai-nilai tersebut dimasukkan (embeded) ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dengan maksud agar dapat tercapai sebuah karakter yang selama ini semakin memudar. patuh pada aturan sosial. mengahrgai karya dan prestasi orang lain 9. demokratis. kritis. 10. mandiri. bekerja sama. peduli sosial dan lingkungan. bertanggung jawab. mandiri.Pendidikan karakter merupakan hal yang baru sekarang ini meskipun bukan sesuatu yang baru. nasionalis. Seni Budaya: Menghargai keberagaman.

mandiri) 5. Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru. bertanggung jawab. kerja keras. mandiri. dan sumber belajar lainnya (contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama. disiplin. kerja keras) Bagian kedua adalah Elaborasi. nilai-nilai yang dapat ditanamkan antara lain: 1. kreatif. dan bertindak tanpa rasa takut (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif. dan sumber belajar lain (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif. Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis. percaya diri. kerjasama) 2. Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri. logis) 2. kerjasama) 7. Memberi kesempatan untuk berpikir. menyelesaikan masalah. Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: rasa percaya diri. tanggung jawab) 5. secara individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: jujur. saling menghargai. studio. Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas. saling menghargai. diskusi. percaya diri. kerja keras) 3. sampai dengan konfirmasi. lingkungan. menganalisis. Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium. kerjasama) .Bagaimana kesemuanya diaplikasikan? Setiap nilai utama tersebut dapat dimasukkan ke dalam pembelajaran mulai dari kegiatan eksplorasi. Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar (contoh nilai yang ditanamkan: jujur. kritis) 4. kritis. elaborasi. berfikir logis. antara lain dengan cara: 1. saling menghargai. kerjasama. Bagian pertama adalah Eksplorasi. saling menghargai. atau lapangan (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri. peduli lingkungan) 4. Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugastugas tertentu yang bermakna (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu. santun) 3. mandiri. saling menghargai. Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran. dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif. media pembelajaran. Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri. percaya diri. kreatif. menghargai) 6. Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif (contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama.

serta produk yang dihasilkan (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri. antara lain dengan guru: y y y y y Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan. keterampilan. saling menghargai. Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi (contoh nilai yang ditanamkan: kritis) Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu). kerjasama) Dan bagian ketiga adalah konfirmasi. dan sikap. Penanaman nilai inilah yang nantinya diharapkan akan menjadikan peserta didik menjadi lebih berkarakter. mandiri. mandiri. santun. Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri. isyarat. tulisan. logis) 2. percaya diri. saling menghargai. nilai-nilainya antara lain: 1. festival. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan. Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan (contoh nilai yang ditanamkan: memahami kelebihan dan kekurangan) 4. percaya diri). santun). kritis) 3. turnamen. Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran. kritis. dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar (contoh nilai yang ditanamkan: peduli. . dan Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif (contoh nilai yang ditanamkan: peduli. Memfasilitasi peserta didik untuk lebih jauh/dalam/luas memperoleh pengetahuan. Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri. membantu menyelesaikan masalah (contoh nilai yang ditanamkan: peduli). kerjasama) 9. maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan: saling menghargai. logis.8.

pendidikan moral. dan kreatif memerlukan upaya pengkondisian sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai tersebut. Setiap kegiatan belajar mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif. dan bernegara Indonesia. untuk pengembangan nilai-nilai tertentu seperti kerja keras. afektif. pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai. -Menjelaskan pemanfaatan peta dengan penuh percaya diri. toleransi. dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. diyakini bahwa nilai dan karakter yang secara legal-formal dirumuskan sebagai fungsi dan tujuan pendidikan nasional. serta kegiatan keseharian di rumah. yang tujuannya mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk.Secara akademik. pendidikan budi pekerrti. memelihara apa yang baik itu. peduli lingkungan. Meski pun demikian. semangat kebangsaan. Jenis-jenis nilai karakter yang dapat ditanamkan kepada peserta didik di kelas a. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat. Pembelajaran Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa menggunakan pendekatan proses belajar peserta didik belajar aktif dan berpusat pada anak. Di Kelas dilaksanakan melalui proses belajar setiap mata pelajaran atau kegiatan yang dirancang khusus. kegiatan ko-kurikuler dan/atau ekstra kurikuler. Oleh karena itu tidak selalu diperlukan kegiatan belajar khusus untuk mengembangkan nilai-nilai pada pendidikan budaya dan karakter bangsa. dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas. kegiatan keseharian dalam bentuk budaya sekolah (school culture). Dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas pengembangan nilai/karakter dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan terintegrasi dalam semua mata pelajaran (embeded approach). cinta tanah air. dan gemar membaca dapat dikembangkan melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru. harus dimiliki peserta didik agar mampu menghadapi tantangan hidup pada saat ini dan di masa mendatang akan datang Secara mikro pengembangan nilai/karakter dapat dibagi dalam empat pilar. jujur. Contoh dalam tujuan pembelajaran dikelas. sekolah. pendidikan watak. dan masyarakat .l : Nilai Karakter dalam Hubunganya dengan Diri Sendiri: . dan psikomotor. berbangsa. siswa dapat : -Memperbesar dan memperkecil peta dengan bantuan garis-garis koordinat bersamasama dengan teliti/cermat. rasa ingin tahu. yakni kegiatan belajar-mengajar di kelas. Untuk pegembangan beberapa nilai lain seperti peduli sosial. mandiri. disiplin. dan dalam masyarakat.

Menghargai karya dan prestasi orang lain .Disiplin .Ingin tahu .Demokratis Nilai Kebangsaan: .Nasionalis .Kerja Keras .Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain .Berpikir logis.Mandiri . kreatif. inovatif .Cinta Ilmu Nilai Karakter dalam Hubunganya dengan Sesama: .Jujur .Santun .Berjiwa Wira usaha .Bertanggung jawab . kritis.Percaya Diri ..Hidup sehat .Patuh pada aturan-aturan sosial .Menghargai Keberagaman Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan Lingkungan: .

Religius .taqwa Sumber: http://id.Peduli Sosial dan Lingkungan ‡ Nilai Karakter dalam Hubunganya dengan Tuhan: .com/social-sciences/education/2092783-konseppendidikan-karakter-dalam-pembelajaran/#ixzz1fpYgI8Ui .shvoong..

menyadari/peduli. Kedua mata pelajaran tersebut merupakan mata pelajaran yang secara langsung (eksplisit) mengenalkan nilai-nilai. Pada dasarnya kegiatan pembelajaran. Care and compassion Doing your best Fair go . dan sampai taraf tertentu menjadikan peserta didik peduli dan menginternalisasi nilai-nilai. selain untuk menjadikan peserta didik menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan. yaitu pendidikan Agama dan PKn. ada dua mata pelajaran yang terkait langsung dengan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia. dan diinternalisasinya sembilan karakter utama. fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai. juga dirancang dan dilakukan untuk menjadikan peserta didik mengenal. melalui Values Education yang dikembangkannya menekankan pada diperkenalkan. disadari. Australia. yaitu: 1. 2. misalnya. Nilai-nilai Karakter untuk Siswa Penekanan internalisasi nilai-nilai utama tertentu pada pendidikan karakter telah dianut oleh sejumlah negara. dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. B. 3. Pengertian Pendidikan Karakter Secara Terintegrasi dalam Proses Pembelajaran Yang dimaksud dengan pendidikan karakter secara terintegrasi di dalam proses pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai. dan menginternalisasi nilai-nilai dan menjadikannya perilaku. Dalam struktur kurikulum kita.Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Secara Terpadu A.

b. kritis. 7. h. e. 8.4. g. k. tolerance. 9. c. dan inovatif Mandiri Ingin tahu Cinta ilmu . j. Freedom Honesty and trustworthiness Integrity Respect Responsibility Understanding. kreatif. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Religius Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri Jujur Bertanggung jawab Bergaya hidup sehat Disiplin Kerja keras Percaya diri Berjiwa wirausaha Berpikir logis. 2. a. f. and inclusion Berikut merupakan contoh nilai-nilai karakter yang dapat dijadikan sekolah sebagai nilai-nilai utama yang diambil/disarikan dari butir-butir SKL dan mata pelajaran-mata pelajaran SMP yang ditargetkan untuk diinternalisasi oleh siswa: 1. 6. i. a. 5. d.

Apabila semua nilai tersebut harus ditanamkan dengan intensitas yang sama pada semua mata pelajaran. peduli Nasionalis. menghargai keberagaman. Pendidikan Agama Nilai Utama Religius. a. b. santun. 5. Distribusi Butir-butir Karakter Utama ke Dalam Mata Pelajaran Pada bagian sebelumnya disebutkan bahwa ada banyak nilai yang perlu ditanamkan pada siswa. bertanggung jawab. cinta ilmu. Selain itu. sadar akan hak dan kewajiban. 2. patuh pada aturan social. c. Tabel 1. Tabel 1. Contoh Distribusi Nilai-Nilai Utama ke Dalam Mata Pelajaran Mata Pelajaran 1. jujur. percaya diri. d. patuh pada aturan sosial. ingin tahu. 4. bergaya hidup sehat.1 menyajikan contoh distribusi nilai-nilai utama ke dalam mata pelajaran. b. e.3. Oleh karena itu perlu dipilih sejumlah nilai utama sebagai pangkal tolak bagi penanaman nilai-nilai lainnya. kerja keras. Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain Patuh pada aturan-aturan sosial Menghargai karya dan prestasi orang lain Santun Demokratis Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan Peduli sosial dan lingkungan Nilai kebangsaan Nasionalis Menghargai keberagaman C. disiplin. untuk membantu fokus penanaman nilai-nilai utama tersebut. penanaman nilai menjadi sangat berat. PKn .1. a. nilainilai tersebut perlu dipilah-pilah atau dikelompokkan untuk kemudian diintegrasikan pada mata pelajaran-mata pelajaran yang paling cocok. a.

melaksanakan proses pembelajaran. kritis. dan evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran. bergaya hidup sehat. 1. dan evaluasi adalah prinsip-prinsip pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning. percaya diri. kreatif. patuh pada aturan sosial Menghargai keberagaman. Penjasorkes 9.3. berpikir logis. dan menghargai karya orang lain Menghargai keberagaman. jujur. mandiri. sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain Berfikir logis. dan inovatif. menghargai keragaman. Seni Budaya 8. Bahasa Indonesia 4. menghargai keberagaman. Muatan Lokal demokratis. kritis. bertanggung jawab. mandiri. kerja keras. menghargai karya dan prestasi orang lain Berpikir logis. santun. bertanggung jawab. mandiri. dan inovatif. Prinsip-prinsip tersebut secara singkat dijelaskan berikut ini. jujur. jujur. percaya diri. Bahasa Inggris 7. menghargai keberagaman. bekerjasama. disiplin. Berpikir logis. kreatif dan inovatif. kritis. . ingin tahu. mandiri. jujur. Di antara prinsip-prinsip yang dapat diadopsi dalam membuat perencanaan pembelajaran. peduli lingkungan. peduli Pelaksanaan nPendidikan karakter Secara Terintegrasi dalam Proses Pembelajaran Integrasi pendidikan karakter di dalam proses pembelajaran dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan. disiplin. pelaksanaan. berjiwa wirausaha. dan inovatif. menghargai karya orang lain. santun. Konstruktivisme (Constructivism) Konstrukstivisme adalah teori belajar yang menyatakan bahwa orang menyusun atau membangun pemahaman mereka dari pengalaman-pengalaman baru berdasarkan pengetahuan awal dan kepercayaan mereka. nasionalis. dan menghargai karya orang lain. kreatif. kritis. ingin tahu. peduli social dan lingkungan. nasionalis. IPS 5. demokratis Bergaya hidup sehat. kerja keras ingin tahu. percaya diri. TIK/Keterampilan 10. jujur. nasionalis Nasionalis. percaya diri. disiplin. cinta ilmu Menghargai keberagaman. IPA 6. kreatif. bertanggung jawab.

dan menyusun teori serta konsep yang berdasar pada data dan pengetahuan. bagan. mengembangkan cara pengujian hipotesis. membuat pengamatan lebih jauh. gambar. Jawaban pertanyaanpertanyaan tersebut didapat melalui siklus menyusun dugaan. Langkah-langkah kegiatan inkuiri: a) b) merumuskan masalah (dalam mata pelajaran apapun) Mengamati atau melakukan observasi c) Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. laporan. tabel. 2. dan karya lain . (c) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. yang diawali dengan pengamatan dari pertanyaan yang muncul. Bertanya (Questioning) Dalam pembelajaran yang produktif. kegiatan bertanya berguna untuk: (a) menggali informasi. baik teknis maupun akademis (b) mengecek pemahaman siswa (c) membangkitkan respon siswa (d) mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa (e) (f) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru (g) menyegarkan kembali pengetahuan siswa 3. Inkuiri (Inquiry) Inkuiri adalah proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman. menyusun hipotesis. (b) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri.Tugas guru dalam pembelajaran dengan: (a) pembelajaran konstruktivis adalah memfasilitasi proses menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa.

petani. bekerja. olahragawan. Refleksi (Reflection) Refleksi memungkinkan cara berpikir tentang apa yang telah siswa pelajari dan untuk membantu siswa menggambarkan makna personal siswa sendiri. Contoh praktik pemodelan di kelas: a) Guru olah raga memberi contoh berenang gaya kupu-kupu di hadapan siswa b) Guru PKn mendatangkan seorang veteran kemerdekaan ke kelas. dan lainnya) (d) Bekerja dengan kelas sederajat (e) Bekerja kelompok dengan kelas di atasnya (f) Bekerja dengan masyarakat 5. guru. dan belajar. . teman sekelas. dokter. Masyarakat Belajar (Learning Community) Masyarakat belajar adalah sekelompok siswa yang terikat dalam kegiatan belajar agar terjadi proses belajar lebih dalam. lalu siswa diminta bertanya jawab dengan tokoh tersebut c) Guru Geografi menunjukkan peta jadi yang dapat digunakan sebagai contoh siswa dalam merancang peta daerahnya d) Guru Biologi mendemonstrasikan penggunaan thermometer suhu badan 6.d) Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. polisi. Guru menunjukkan bagaimana melakukan sesuatu untuk mempelajari sesuatu yang baru. Pemodelan (Modeling) Pemodelan adalah proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir. atau audien yang lain 4. Praktik masyarakat belajar terwujud dalam: (a) Pembentukan kelompok kecil (b) Pembentukan kelompok besar (c) Mendatangkan ¶ahli· ke kelas (tokoh.

Realisasi refleksi dapat diterapkan. bernalar Tanggung jawab . Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Penilaian autentik sesungguhnya adalah suatu istilah/terminologi yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif. misalnya pada akhir pembelajaran guru menyisakan waktu sejenak agar siswa melakukan refleksi. kritis. kreatif. kreatif Gigih. 1 2 3 4 Rumusan SKL Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja Menunjukkan sikap percaya diri Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas Menghargai keberagaman agama. jawab bernalar tanggung 8 9 10 Terbuka. Hal ini dapat berupa: (a) pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperoleh siswa hari ini (b) catatan atau jurnal di buku siswa (c) kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran hari ini (d) diskusi (e) hasil karya 7. dan kreatif Menunjukkan kemampuan berpikir logis. suku. kreatif 6 7 bernalar. ras. kritis. dan inovatif Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari Mendeskripsi gejala alam dan sosial Memanfaatkan lingkungan secara Nilai/Karakter Iman dan taqwa adil disiplin nasionalistik 5 Bernalar. dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. budaya. Substansi Nilai/Karakter yang ada pada SKL SMP/MTs/SMPLB/Paket B No.

dan memanfaatkan waktu luang Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat Menghargai adanya perbedaan pendapat Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana Menunjukkan keterampilan menyimak. aman. berbicara. membaca. nasionalistik Tanggung jawab. dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah Nasionalistik. berbangsa. adil Gigih. bugar. bernalar Terbuka.11 12 13 14 15 16 17 18 19 bertanggung jawab Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. bernalar . dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia Menghargai karya seni dan budaya nasional Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya Menerapkan hidup bersih. kreatif 20 Bervisi. sehat. kreatif Gigih. gotong royong Peduli. Tanggung jawab Terbuka. kreatif Bersih dan sehat Santun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful