PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN

DATA JEMBATAN SRANDAKAN II
Tipe Jembatan : Beton Prategang Kelas Jembatan : I (Bina Marga) Jumlah bentang : 3 bentang Panjang tiap bentang : 40.8 m Lebar jembatan : 19 m Fondasi Jembatan : borepile Down-load contoh perhitungan berikut ini :
y y y y y y y y

01. PERHITUNGAN SLAB LANTAI JEMBATAN 02. PERHITUNGAN PRESTRESSED CONCRETE "I" GIRDER 03. ANALISIS BEBAN ABUTMENT 04. PERHITUNGAN FONDASI ABUTMENT 05. ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR ABUTMENT 06. ANALISIS BEBAN PIER 07. PERHITUNGAN FONDASI PIER 08. ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR PIER

DATA JEMBATAN TEBING RUMBIH KALSEL
Tipe Jembatan : Beton Prategang Kelas Jembatan : I (Bina Marga) Jumlah bentang : 1 bentang Panjang bentang : 50.8 m Lebar jembatan : 9 m Fondasi Jembatan : tiang pancang baja Down-load contoh perhitungan berikut ini :

Elastomeric Bearings Pads dirancang untuk digunakan dalam struktur jembatan & bangunan,di bawah pre-cast beton balok,dan balok baja,dll sebagai komponen yang mampu menahan beban dan memberikan gerakan translasi pada kedua arah horisontal bersamasama dengan kapasitas rotasi, dan juga sebagai dukungan isolasi getaran pada struktur. Aplikasi umum Elastomeric Bearing Pads antara lain Jembatan,Fly over,pondasi bangunan,sebagai peredam getaran mesin,area parkir,elastomeric bearing pads untuk pedestal kolom 2 Model spesifikasi Elastomeric Bearing Pads
1. 2.

Plain Elastomeric Bearing Pads ( tipe elastomer polos tanpa plat ) Laminated Elastomeric Bearing Pads (elastomer dengan lapis pat bagian dalamnya)

Material Elastomeric Bearing Pads menggunakan Natural Rubber (Karet Alam) dan Neoprene ( Polychloroprene) Neopere Bearing Pads Neoprene atau Polichloropene adalah keluarga karet sintetis yang diproduksi oleh polimerisasi chloroprene.keistimewaan neoprene pada umumnya memiliki stabilitas kimia baik,dan flesibilitas tahan temperature nya bagus.penggunaan neoprene elastomeric bearing pads sangat dianjurkan sekali dalam penggunaan berbagai macam konstruksi terutama dimana struktur membutuhkan flesibilitas.Neoprene sangat handal sekali karena kelebihan-kelebihannya,daya tahan yang bagusdan pemeliharaan yang mudah. http://bantalanjembatan.blogspot.com
Pemakaian Bantalan Elastomer Karet Jembatan (Elastomer Jembatan,Elastomeric Rubber Bearing Pads) pada Jembatan sangatlah penting dalam pembangunan sebuah Jembatan ataupun pembangunan flyover/jembatan layang ± jalan tol. Karet Bantalan Jembatan/Elastomer Perletakan Jembatan berfungsi sebagai penerus beban pada bagian atas struktur jembatan ke bagian bawah struktur Jembatan.biasanya terletak pada bagian bawah Girder Jembatan.ukuran dan spesifikasi Karet Bantalan Jembatan (Elastomer Perletakan Jembatan,Rubber Bridge Bearing Pads) tergantung pada beban jembatan tersebut,terdapat 2 tipe elastomer jembatan yaitu 1. Karet Bantalan Jembatan Elastomer Jembatan Tipe Polos ± Tanpa adanya Plat 2. Karet Bantalan Jembatan Tipe Laminasi ± terdapat 2,3,4 ataupun lebih Plat pada bagian dalamnya.

Revisi Konsep Spesifikasi Rehabilitasi Jembatan 2009/1

8-1

DIVISI 8 PERLENGKAPAN JEMBATAN
SEKSI 8.1. LANDASAN JEMBATAN 8.1.1. UMUM

1) Uraian Pekerjaan ini mencakup pengadaan dan pemasangan dan penggantian landasan jembatan yang terbuat dari logam atau bantalan karet untuk menopang gelagar, pelat atau rangka baja, seperti yang ditunjukkan pada Gambar rencana dan persyaratan dalam Spesifikasi ini. 8.1.2. PERSYARATAN 1) Standar Rujukan Standar Nasional Indonesia (SNI) : SNI 03-4801-1998 : Metode Pengujian Bantalan Karet Untuk Landasan Jembatan SNI 03-4816-1998 : Spesifikasi Bantalan Karet Untuk Landasan Jembatan SNI 06-3045-1992 : Bantalan Karet Jembatan SNI 03-3967-2002 : Spesifikasi Landasan Elastomer Jembatan Tipe Polos dan Tipe Laminasi AASHTO, ASTM : AASHTO M 105-96 : Gray Iron Castings. AASHTO M 163-97 : Corrosion-resistant Iron-Chromium, Iron-Chromium-Nickel and Nickel-based Castings for General Application. AASHTO M 169-97 : Steel Bars, Carbon, Cold finished, Standard Quality. AASHTO M 102-98 : Steel Forging, Carbon and Alloy for General Industrial Use. AASHTO M 183-98 : Structural Steel. AASHTO M 251±97 : Standard Spesicification for Plain and Laminated Elastomeric Bridge Bearing ASTM A 47 : Mild Castings (Grade No 35019). ASTM D 3183 : Elastomeric Bearings. 2) Toleransi pekerjaan bantalan a) Penempatan Bantalan Landasan, baut pengunci dan dowel pelengkap harus diletakkan sedemikian hingga sumbunya berada dalam rentang toleransi +3 mm dari posisi yang seharusnya. Elevasi permukaan landasan tunggal atau permukaan rata-rata dari landasan yang lebih dari satu pada setiap penyangga harus berada dalam rentang toleransi + 0,0001 kali jumlah jarak gelagar yang bersebelahan dari suatu gelagar menerus tetapi tidak melebihi + 5 mm. b) Permukaan Landasan Beton

.

d) Baut Angkur Penyetelan baut angkur berulir harus dikencangkan sampai merata untuk menghindari tegangan berlebihan pada suatu bagian bantalan.Revisi Konsep Spesifikasi Rehabilitasi Jembatan 2009/1 8-2 Permukaan untuk penempatan langsung dari bantalan kemiringannya tidak boleh melampaui lebih dari 1/200 dari sebuah bidang datar rencana untuk landasan dan ketidak rataan setempat tidak boleh melampaui 1 mm tingginya. Setelah pemasangan.3 mm Bantalan karet dengan ketebalan atau tinggi di atas 200 mm + 6 mm + 5% . (2) Bahan landasan harus mampu meneruskan beban dari struktur atas ke struktur bawah tanpa kerusakan. Permukaan beton dimana bantalan akan diletakan harus dilapisi dengan pasta semen. Bilamana terdapat getaran yang cukup berarti. maka baut angkur yang digunakan harus dari jenis yang tahan getaran e) Ukuran Landasan Toleransi dimensi landasan harus memenuhi Tabel 8-1 Tabel 8-1 Toleransi Dimensi Total Landasan Yang Diijinkan Jenis Landasan Toleransi Total Bantalan Bidang Datar Tebal atau Tinggi Bantalan karet dengan ketebalan atau tinggi sampai 200 mm + 6 mm + 1 mm . tidak boleh terdapat rongga pada landasan.3 mm Selain Bantalan karet + 3 mm + 3 mm . Permukaan atas dari setiap bidang landasan di luar landasan harus mempunyai kelandaian yang menurun kearah luar dari bantalan. c) Landasan Bantalan (1) Bantalan harus dilandasi pada seluruh bidang dasarnya sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar rencana atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

f) Sifat Sejajar Permukaan Luar Bagian Atas Bantalan Bilamana dirancang sejajar.0 mm sampai dengan + 0.01 % dari panjang dalam arah pengukuran untuk panjang di atas 250 mm. Kekasaran permukaan rol tidak boleh melampaui 0.025 mm.2 % dari sisi yang lebih panjang untuk permukaan segi panjang dalam bidang datar.8 mikron.5 mm .2 % dari diameter untuk permukaan bundar dalam bidang datar dan 0.025 mm untuk panjang sampai dengan 250 mm dan 0. maka toleransi bagian atas bantalan yang sejajar. g) Landasan Rol (Roler Bearing) (1) Umum Toleransi mendatar pelat rol diukur dari segala arah harus 0.0 mm sampai dengan + 0. (2) Rol Silinder Toleransi kesilinderan harus 0. sebagai titik duga. Toleransi ukuran rol tunggal terhadap diamater nominalnya harus 0. Toleransi ukuran rol berganda terhadap diamater nominalnya harus 0.08 mm. (3) Rol Bukan Silinder . harus 0.

.

j) Landasan Geser (Plane Sliding Bearing) Toleransi mendatar dari lembaran polytetra-fluorethylene (PTFE) harus 0.Revisi Konsep Spesifikasi Rehabilitasi Jembatan 2009/1 8-3 Permukaan kurva harus mempunyai toleransi profil atau permukaan + 0.075 mm untuk ukuran panjang sampai dengan dan termasuk 250 mm dan 0.025 % dari diamater atau diagonal tersebut untuk dimensi yang lebih besar atau sama dengan 800 mm. dipilih yang lebih besar.0. Toleransi ukuran terhadap tinggi pada sumbu Bantalan harus + 0.3 % dari radius nominalnya. Toleransi ukuran terhadap radius permukaan kurva pada landasan yang telah selesai harus 3 % dari radius yang dimaksudkan. Toleransi sifat sejajar antara garis lengkung (chord line) yang menghubungkan ujung-ujung dasar permukaan rol sebagai titik duga harus 1 mm.0002 x h mm atau 0. Toleransi kepersegian antara bidang yang melewati pusat-pusat permukaan rol sebagai titik duga.025 mm. atau ketebalan (dalam mm) untuk polytetrafluorethylene (PTFE) yang direkat. Toleransi dimensi pada lembaran PTFE disyaratkan dalam Tabel 8-2.5 mikron. Toleransi profil dan permukaan untuk panjang permukaan dimana dapat terjadi kontak harus 0.0 mm.5 mm dan .8 mikron. Kekasaran permukaan dari permukaan geser logam yang melengkung tidak boleh melebihi 0. dimana x adalah panjang tali (chord) (dalam mm) antara ujung-ujung dari permukaan polytetra-fluorethylene (PTFE) (dalam mm) dalam arah rotasi dan h adalah proyeksi dari polytetra-fluorethylene (PTFE) (dalam mm) di atas puncak ceruk (recess) yang mengikat.2 mm untuk diamater atau diagonal adalah kurang dari 800 mm dan 0. Tabel 8-2 Toleransi Dimensi pada Lembaran PTFE Diameter atau Diagonal (mm) Toleransi pada Dimensi Bidang (mm) Toleransi Ketebalan (mm) . Pada permukaan PTFE yang terbuat lebih dari satu lapis PTFE maka ketentuanketentuan tersebut di atas akan berlaku untuk diameter diagonal dari dimensi lingkaran atau empat persegi panjang sekeliling PTFE yang digoreskan. puncak dan dasar garis penghubung yang menghubungkan ujung-ujung permukaan rol harus 1 mm. Bilamana polytetra-fluorethylene (PTFE) membentuk salah satu permukaan kontak maka harus memenuhi ketentuanketentuan yang diberikan dalam (j). Kekasaran permukaan untuk permukaan yang bergoyang (rocking surface) harus tidak melebihi 0. h) Landasan Roker (Rocker Bearing) Toleransi mendatar pelat yang berpasangan dengan rocker harus 0. untuk polytetra-fluorethylene (PTFE) yang terikat.24 mm.03 % dari panjang untuk ukuran panjang di atas 250 mm. i) Landasan Sendi (Knuckle Bearing) Landasan sendi silinder dan berbentuk bola : Toleransi mendatar dan profil permukaan untuk landasan sendi silinder dan toleransi profil permukaan untuk landasan sendi berbentuk bola harus 0.

0 + 0.5 + 0.0.0 > 1200 + 2.0.7 .5 .0 + 0.1 .6 .0 + 0.0.0.0 + 0.0.PTFE yang diceruk (recessed) PTFE yang direkat < 600 + 1.2 .0 > 600 dan < 1200 + 1.0 Tidak digunakan .

.

k) Landasan Bantalan Karet (1) Sifat Sejajar Toleransi sifat sejajar untuk sumbu penulangan pelat terhadap dasar perletakan sebagai titik duga harus 1% dari diamater. (2) Ukuran .5 -0 > 600 dan < 1200 + 0.8 -0 Semua pengukuran atas lembaran PTFE harus dilakukan pada temperatur 20 o C sampai 25 o C. dipilih yang lebih besar. dimana L adalah panjang (dalam mm) permukaan PTFE dalam arah yang diukur dan h adalah proyeksi PTFE (dalam mm) di atas puncak ceruk yang terikat untuk PTFE yang terikat. maka toleransi mendatar dalam semua arah harus 0. Tabel 8-3 Toleransi Profil Dimensi Maksimum dari PTFE (diamater atau diagonal) (mm) Toleransi pada Proyeksi yang ditetapkan di atas Ceruk (mm) > 600 + 0. dalam arah yang diukur.0002.5 mm atau 0. Permukaan-permukaan yang berpasangan : Untuk permukaan-permukaan yang berpasangan dengan PTFE. Kekasaran lajur permukaan geser logam tidak boleh melebihi 0. atau tebal (dalam mm) untuk PTFE yang direkat.1 % dari dimensi bidang datar lembaran PTFE yang sesuai.L. Toleransi profil pada proyeksi yang ditetapkan dari PTFE di atas ceruk diikat harus memenuhi Tabel 8-3.15 mikron.Revisi Konsep Spesifikasi Rehabilitasi Jembatan 2009/1 8-4 Celah antara tepi lembaran PTFE dan tepi ceruk (recess) yang diikat dalam segala hal tidak boleh melebihi 0. atau ketebalan (dalam mm) untuk PTFE yang terikat. atau 1% dari sisi yang lebih pendek untuk pelat empat persegi panjang dalam bidang datar.6 -0 > 1200 dan < 1500 + 0.h mm. untuk pelat bulat dalam bidang datar.

dipilih yang lebih kecil. Toleransi ukuran terhadap ketebalan lapisan penutup sisi yang membungkus landasan elastomer harus + 3 mm dan 0 mm.Toleransi ukuran terhadap dimensi bidang datar pelat untuk landasan elastomer dengan penulangan pelat harus + 3 mm dan .75 mm sampai +1. l) Landasan Pot (Pot Bearing) Toleransi ketepatan antara piston dan blok berongga harus + 0. . dipilih yang lebih kecil.1 mm. atau 1 mm.0 % dari ketebalan nominal. Toleransi ukuran terhadap masing-masing ketebalan lapisan dalam landasan elastomer harus + 20% dari nilai ketebalan nominalnya. atau 3 mm. Toleransi ukuran terhadap ketebalan lapisan penutup bagian atas dan bawah untuk membungkus landasan elastomer harus antara + 20 % dan .25mm.

.

5 mikron. .Revisi Konsep Spesifikasi Rehabilitasi Jembatan 2009/1 8-5 Pedoman kekasaran permukaan geser logam tidak boleh melebihi 0. (b) Landasan Logam Landasan logam harus berupa landasan blok berongga (pot). rol (roler). 3) Persyaratan Bahan a) Baja untuk Landasan (1) Baja untuk Landasan (a) Lapisan Pelat Baja Lapisan penulangan pelat baja untuk bantalan landasan harus memenuhi AASHTO M 183-90. (2) Elastomer untuk Landasan Elastomer yang digunakan dalam landasan jembatan harus mengandung baik karet alam maupun karet chloroprene sebagai bahan baku polymer.. yang disetel atau landasan lainnya sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Tepi-tepi pelat harus dikerjakan dengan rapi untuk menghindari penakikan. sebagaimana yang ditentukan dari pengujian. Bahan harus memenuhi spesifikasi AASHTO yang berkaitan. Lubang penyetelan pada pelat landasan. Bilamana toleransi yang diperlukan pada posisi untuk titik pusat lubang-lubang penyetelan harus sebagaimana dirinci atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan. harus memenuhi ketentuan Error! Reference source not found. Karet yang diolah kembali atau karet vulkanisir tidak boleh digunakan. sendi (knuckle). geser (sliding). Pelat harus terbungkus penuh dalam elastomer untuk mencegah korosi. Bahan elastomer. goyang (rocker).

.

Revisi Konsep Spesifikasi Rehabilitasi Jembatan 2009/1 8-6 Tabel 8 ± 4 Ketentuan Bahan Elastomer Sifat Material ASTM Standard Persyaratan Pengujian Polyisoprene (Natural Rubber) Polychloroprene (Neoprene) Satuan 50 Duro 60 Duro 70 Duro 50 Duro 60 Duro 70 Duro Sifat fisik D 2240 D 412 Hardness Tensile Strength minimum Pemuluran minimum 50 5 15.5 350 70 5 15.5 400 70 5 15.5 300 50 5 15.5 450 60 5 15.5 300 Shore ³A´ points Mpa Percent Ketahanan terhadap panas D 573 Pada temperatur yang disyaratkan Temperatur yang disyaratkan Aging time Perubahan max dalam derometer hardness) Perubahan max dalam tensile             .5 400 60 5 15.

15 .40 100 70 + 15 .25 70 168 + 10 .25 70 168 + 10 .25 .40 100 70 + 15 .strength Perubahan mad dalam pemuluran ultimit 70 168 + 10 .25 .25 100 70 + 15 .25 .40 0 C Jam Shore ´A´ points Percent Percent Pengaturan .15 .15 .

57 0 C Memenuhi Memenuhi memenuhi Memenuhi Memenuhi memenuhi Memenuhi Memenuhi memenuhi Memenuhi Memenuhi memenuhi Memenuhi .terhadap tekan D 395 Method B pada temperatur yang disyaratakan Temperatur yang dusyaratkan Perubahan max diizinkan (setelah 22 jam) 70 25 70 25 70 25 100 35 100 35 100 35 0 C Percent Kerapuhan pada temperatur rendah D 746 Prosedur B Grade 0 & 2 ± tanpa pengujian Pengujian grade 3 pada ± 40 0 C Pengujian grade 4 pada .48 0 C Pengujian grade 5 pada .

Memenuhi memenuhi Memenuhi Memenuhi memenuhi Ketahanan terhadap ozone D 1149 Konsentrasi ozone Lamanya pengujian Pengujian regangan 20% pada 37.7 C 0 C. menggunakan prosedur A pada D 518 25 48 Tidak retak 25 48 Tidak retak 25 48 Tidak retak 100 100 Tidak retak 100 100 Tidak retak 100 100 Tidak retak MPa Jam Kelekatan D 429. B Kelekatan pada saat vulkanisir. lba per inch (kg/m) 40 ¡ 0 1 .

(714) 40 (714) 40 (714) 40 (714) 40 (714) 40 (714) .

.

Alat-alat penanganan yang cocok harus disediakan sebagaimana diperlukan. Jika ini disetujui oleh Direksi Pekerjaan. (2) Penyedia Jasa harus menyerahkan proses tahapan pelaksanaan penggantian landasan secara rinci dan disertai dengan perhitungan kestabilan struktur yang akan diangkat. b) Metode Kerja penggantian Landasan (1) Penyedia Jasa harus menyerahkan rincian metode kerja dalam penggantian landasan sesuai dengan jenis serta posisinya. Akan tetapi. maka umumnya landasan tidak akan dilepas setelah keluar dari pabrik. b) Agar permukaan yang bergerak tidak terkena kotoran. Bahan polymer dalam paduan elastomer harus berupa karet dan tidak boleh kurang dari 60 % volume total landasan. bentuk atau sifat-sifat fisik dari bahan yang telah disetujui akan mengakibatkan ditolaknya bahan tersebut oleh Direksi Pekerjaan.Revisi Konsep Spesifikasi Rehabilitasi Jembatan 2009/1 8-7 Pelekatan antara elastomer dengan logam harus sedemikian rupa hingga bilamana diuji untuk pemisahan. Rincian juga harus menunjukkan setiap perubahan detail pada bangunan bawah (substructure) dan bangunan atas jembatan dimana landasan tersebut akan ditempatkan. tetapi tidak boleh digunakan untuk menyandang atau menggantung landasan kecuali dirancang khusus untuk maksud tersebut. (2) Penyedia Jasa harus menyerahkan contoh bahan yang diusulkan pada Direksi Pekerjaan untuk disetujui. 8. PELAKSANAAN 1) Umum a) Landasan harus ditandai dengan jelas tentang jenis dan tempat pemasangan pada saat tiba di tempat kerja. dengan memperhitungkan ketentuan toleransi dan temperatur pemasangan. tidak terjadi kerusakan pada elastomer atau antara elastomer dengan logam. .3.1. 4) Persyaratan Kerja a) Pengajuan Kesiapan Kerja (1) Penyedia Jasa harus menyerahkan rincian jenis landasan yang diusulkan untuk digunakan bersama dengan sertifikat pabrik yang menunjukkan bahwa bahan yang digunakan sesuai dengan Spesifikasi ini. Setiap perubahan mutu. Bahan yang dipasok akan dibandingkan dengan bahan yang telah disetujui. maka Penyedia Jasa harus membuat gambar kerja yang menunjukkan cara penempatan dan pemasangan. untuk menentukan lokasi dan menyetel landasan tersebut. bilamana oleh suatu alasan. Alat-alat penjepit sementara harus digunakan untuk menjaga orientasi bagian-bagian dengan tepat.

Bilamana lubang-lubang penyetelan akan digunakan kembali. c) Pemindahan beban bangunan atas jembatan pada landasan tidak akan diperkenankan sampai kekuatan landasan telah cukup untuk menahan beban yang diberikan. maka pelepasan ini hanya boleh dilaksanakan di bawah pengawasan seorang ahli dan bantuan dari pabrik pembuatnya harus didatangkan. Alatalat pengjepit sementara harus disingkirkan pada waktu yang cocok sebelum landasan tersebut diperlukan untuk menahan gerakan.landasan tersebut perlu dilepas. Landasan jenis elastomer tidak boleh dilepas. Perhatian khusus harus diberikan pada setiap penanganan yang diperlukan untuk lubang-lubang yang terekspos pada saat pelepasan penjepit transit sementara. maka bahan yang dipilih untuk mengisinya tidak hanya .

.

e) Baji perancah baja dan bantalan karet cocok untuk penyangga sementara di bawah pelat dasar landasan. gemuk. c) Untuk menghindari terjadinya resiko elektrolisis. pembebanan dini. ukuran celah yang akan diisi. kotoran. ukuran peletakan. 3) Landasan-landasan a) Pemilihan bahan landasan harus berdasarkan cara pemasangan landasan. pengaturan yang cocok harus dilaksanakan untuk menampung pergerakan termal dan deformasi elastis dari bangunan atas jembatan yang belum selesai. f) Untuk menampung rangkak dan penyusutan beton ditambah pergerakan akibat temperatur pada bangunan atas jembatan. d) Bilamana diperlukan. pengaturan dowel. baja lunak dan baja tahan karat adalah tidak sejenis. Dalam pemilihan bahan landasan. dan aluminium dengan baja harus dihindarkan. Dalam beberapa hal. Kerusakan pada landasan harus segera diberitahukan kepada Direksi Pekerjaan secara tertulis. Bilamana penyangga sementara di bawah pelat dasar landasan disediakan. kelembaban dan benda-benda lainnya yang tidak dikehendaki. minyak. maka kontak antara bahan-bahan yang tidak sejenis harus dihindarkan. nikel dan logam paduannya (misalnya kuningan dan perunggu) dengan aluminium. Bahan yang umum digunakan adalah adukan semen atau resin kimiawi. penyusutan bahan landasan. tebal bahan yang diperlukan. kekuatan yang diperlukan dan waktu pengerasan (setting time) yang diperlukan. b) Landasan harus disimpan di gudang lapangan yang kedap di atas permukaan tanah dan harus selalu dilindungi dari kerusakan akibat cuaca fisik serta harus bebas dari akumulasi debu. Dalam hal ini. pembebanan pada landasan.Revisi Konsep Spesifikasi Rehabilitasi Jembatan 2009/1 8-8 memberikan perlindungan terhadap kerusakan. urutan dan waktu pelaksanaan. tetapi juga merupakan bahan yang mudah dapat dikeluarkan tanpa merusak uliran manapun. 2) Penyimpanan dan Pengamanan Bahan a) Setelah pengiriman landasan tiba di tempat maka landasan tersebut harus diperiksa untuk menjamin bahwa landasan tersebut sesuai dengan yang diperlukan dan tidak mengalami kerusakan selama pengiriman dan penanganan. ketentuan geser (friction). mungkin perlu melakukan percobaan untuk memastikan bahan yang paling cocok. maka faktor-faktor berikut harus dipertimbangkan : jenis landasan. Kontak langsung antara tembaga. maka landasan harus disetel sebelumnya sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan. ruangan untuk mencapai landasan. Setiap rongga yang ditinggalkan sebagai akibat dari pengeluaran tersebut harus diperbaiki dengan menggunakan bahan yang sejenis dengan bahan landasan. Tembaga dapat dipengaruhi oleh kontak langsung dengan beton. b) Komposisi dan kelecakan (workability) bahan landasan harus dirancang berdasarkan pengujian dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas. rancangan dan kondisi permukaan pada lokasi landasan. maka penyangga tersebut harus tahan tekanan menurut beban rancangan atau dikeluarkan sewaktu bahan landasan telah mencapai kekuatan yang diperlukan. adukan encer .

maka perlu digarisbawahi bahwa adalah setiap bahan landasan. . Penggunaan bahan seperti timbal.(grout) dan kemasan kering. harus diperluas ke seluruh daerah landasan. c) Untuk menjamin agar pembebanan yang merata pada landasan dan struktur penyangga. harus dihindarkan. baik di atas maupun di bawah landasan. meninggalkan bintik-bintik besar. yang cenderung meleleh di bawah tekanan beban.

.

. maka adukan resin sintesis harus ditempatkan dalam suatu ceruk yang cocok untuk ditulangi pada semua sisi. d) Bilamana bangunan bawah jembatan terbuat dari baja maka landasan dapat langsung dibaut padanya. b) Landasan yang akan dipasang pada penyangga sementara harus ditanam dengan kokoh pada struktur dengan baut jangkar atau cara lain untuk mencegah gangguan selama operasi-operasi berikutnya. Bilamana memungkinkan. Landasan. c) Tempat-tempat yang sulit harus dihindari. pemindahan atau distorsi landasan akibat beban beton yang masih basah di atas landasan. pencegahan harus diambil untuk mencegah pengotoran landasan selama pemasangan baut. maka pemasangan sebelumnya harus dihindarkan. terutama permukaan bidang kontak. landasan tersebut harus diletakkan pada suatu lapisan bahan landasan. Baut toleransi rapat harus dipasang dengan menggunakan landasan sebagai mal. Dalam hal ini. 6) Landasan Yang Menunjang Lantai Beton Cor Langsung Di Tempat a) Bilamana landasan dipasang sebelum pengecoran langsung lantai beton. landasan dapat disetel langsung pada pelat landasan logam yang ditempatkan ke dalam atau ditanamkan pada permukaan struktur penyangga. Sambungan geser atau baut jangkar harus dipasang dengan akurat dalam ceruk yang dicetak di dalam struktur dengan menggunakan mal dan rongga yang tertinggal dalam ceruk harus diisi dengan suatu bahan yang mampu menahan beban yang berkaitan. Sebagai alternatif. harus dilindungi sepenuhnya selama operasi pengecoran. rongga di bawah landasan harus diisi sepenuhnya dengan bahan landasan. b) Pelat geser harus ditunjang sepenuhnya dan perhatian khusus harus diberikan untuk mencegah pergeseran. 5) Penyetelan Landasan Elastomer Landasan elastomer dapat diletakkan langsung pada beton. Akhirnya. Dalam hal yang khusus ini. maka acuan sekitar landasan harus ditutup dengan rapi untuk mencegah kebocoran adukan encer. misalnya paking sementara penahan getaran harus dikeluarkan dan digunakan ring pegas. asalkan berada dalam toleransi yang disyaratkan untuk kedataran dan kerataan. maka penyetelan harus dilaksanakan. e) Bilamana landasan telah dipasang sebelumnya (presetting) maka pabrik pembuatnya harus diberitahu pada waktu pemesanan sedemikian hingga perlengkapan lainnya dapat disediakan untuk pergerakan dari bagian-bagian yang berkaitan. Cara pengencangan baut harus sedemikian rupa sehingga tidak mengubah bentuk landasan. perlengkapan harus disediakan untuk menjamin bahwa garis dan elevasi berada dalam rentang toleransi yang diijinkan. Sebagai alternatif. Hanya adukan semen tipis untuk landasan yang boleh digunakan dan jika selain adukan resin sintesis yang digunakan untuk maksud ini. Setiap adukan semen yang mengotori perletakan harus dibuang sampai bersih sebelum mengeras.Revisi Konsep Spesifikasi Rehabilitasi Jembatan 2009/1 8-9 4) Penyetelan Landasan Selain Bantalan Karet Elastomer a) Untuk mengatasi getaran dan benturan yang kebetulan.

. landasan dengan pelat landasan sisi luar dapat dibaut pada pelat jangkar. pada soket yang tertanam dalam elemen pracetak.7) Landasan Yang Menyangga Unit-unit Beton Pracetak atau Baja Suatu lapisan tipis adukan resin sistesis harus ditempatkan antara landasan dan balok. Sebagai alternatif. atau pada pelat tunggal yang dibuat dengan mesin di atas elemen baja.

.

1). PENGENDALIAN MUTU 1) Penerimaan Bahan Bahan yang diterima harus diperiksa oleh pengawas penerimaan bahan dengan mengecek/memeriksa bukti tertulis yang menunjukkan bahwa bahan-bahan yang telah diterima harus sesuai dengan ketentuan persyaratan bahan pada pasal 8. e) Apabila landasan dari bantalan (beton mortar) tersebut mengalami kerusakan seperti gompal. retak dan lain sebagainya. Bilamana pengujian dan perhitungan ini tidak dapat dibuktikan.1.4).10 8) Penggantian Landasan a) Pelaksanaan penggantian landasan ini harus diawali dengan pemeriksaan dan pengukuran secara rinci semua dimensi yang berkaitan dengan pendongkrakan yang akan dilaksanakan. d) Dongkrak-dongkrak yang akan digunakan untuk mengangkat jembatan tersebut harus dikalibrasi terlebih dahulu dan disamakan tekanan serta kenaikan batang pengangkatnya.1.1. b) Apabila jumlah landasan karet yang diuji mengalami kegagalan atau tidak memenuhi . 8. gelagar beton pratekan. gelagar baja atau rnagka baja harus diperhitungkan posisi dongkrak sedemikian rupa. agar landasan baru dapat dipasang dengan sempurna.Revisi Konsep Spesifikasi Rehabilitasi Jembatan 2009/1 8 . sehingga pada waktu pengangkatan gelagar dilaksanakan semua gelagar harus secara bersamaan naik dengan tingkat yang seragam sehinga tidak timbul gaya tambahan yang dapat menyebabkan kerusakan pada lantai jembatan c) Pengangkatan gelagar diusahakan lebih tinggi dari landasan yang akan dipasang beserta landasan bantalannya sekitar 5cm.2 . dan tabel 8-4. 2) Jaminan Mutu Mutu bahan yang dipasok. maka perletakan yang tidak memenuhi toleransi dimensi harus disingkirkan dari tempat kerja dan diganti. kecakapan kerja dan hasil akhir harus sesuai dengan Standar Rujukan dalam Pasal 8. b) Pada penggantian struktur gelagar beton bertulang. landasan bantalan tersebut harus diperbaiki terlebih dahulu dengan bahan seperti pada seksi 3. bahwa kinerja landasan tidak terganggu dengan dimensi di luar toleransi yang diijinkan dan tidak ada beban tambahan yang dilimpahkan pada bangunan atas atau bagian bangunan bawah jembatan.5. maka sebelum pemasangan landasan baru.2. 3) Penggantian Atas Bahan Landasan Yang Tidak Memenuhi Ketentuan a) Landasan yang tidak memenuhi toleransi dimensi tidak boleh dipasang dalam pekerjaan. kecuali dapat ditunjukkan dengan pengujian dan perhitungan yang dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan.5.

maka landasan karet harus ditolak. Kinerja perletakan karet tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.5 ++6. yaitu (6.00 m.00 m. Siar muai yang rusak adalah tipe karet seal. Perletakan karet dipasang pada kepala jembatan arah Bekasi.00)m. c) Apabila bahan landasan tidak memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan dalam tabel 8-4. Aplikasi siar muai Asphaltic Plug Joint dilaksanakan pada jembatan Cilio km 4.00 + 7. Hasil pengamatan terhadap pengaruh temperatur dan beban kendaraan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan .syarat lebih dari 10% dari jumlah landasan karet yang diuji secara mekanik (tekan dan/atau geser). Aplikasi perletakan karet dilaksanakan pada jembatan Citarum dengan panjang 208. maka landasan karet dalam lot yang bersangkutan ditolak dan pemasok harus mengganti dengan landasan karet baru untuk diuji kembali sesuai dengan ketentuan. masing-masing bentang panjangnya 26. d) Landasan yang dipasang tidak memenuhi toleransi pemasangan yang memperhitungkan pengaruh temperatur. Panjang bentang 20.00 m terdiri dari 8 bentang. konstruksi beton bertulang mempunyai lebar jembatan yang terdiri dari jalur cepat. pengamatan belum dapat dilakukan karena oprit jalan masuk jembatan belum selesai sepenuhnya.900 Bandung. harus dibongkar dan bilamana tidak mengalami kerusakan dapat dipasang kembali atas persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Akibat beban kendaraan menggunakan beban truk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful