MAKALAH

KEDUDUKAN PANCASILA PADA ERA ORDE LAMA, ORDE BARU, DAN REFORMASI
SEMESTER I TAHUN 2011/2012

Nama Nim

: SADDAM HUSEIN : 1103036384

Jurusan : D3 Manajeman informatika

UNIVERSITAS RIAU
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
D3 MANAJEMAN INFORMATIKA 2012

hanya lebih pendekatan pada study banding atau membandingkan beberapa materi yang sama dari berbagai referensi. Makalah ini penulis buat dalam rangka memenuhi salah satu syarat penilaian mata kuliah Pancasila. penulis sebagai penyusun pastinya tidak pernah lepas dari kesalahan. Namun. Sehingga makalah ini selesai tepat pada waktunya. penulis gunakan metode pengumpulan data ini. Oleh karena itu. sebagai pengajar mata kuliah Pancasila yang telah membimbing penulis dalam penyusunan makalah ini.KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. yang mempunyai banyak kekurangan. Yang telah memberikan banyak nikmatnya kepada penulis. nilai individu. Yang meliputi nilai tugas. 1 Januari 2012 Penulis . Makalah ini menggunakan metode study pustaka. dan era reformasi. penulis mohon maaf atas segala kekurangannya. yaitu mengumpulkan dan mengkaji materi Pendidikan Pancasila dari berbagai referensi. era orde baru. agar makalah yang penulis susun dapat memberikan informasi yang akurat dan bisa dibuktikan.tidak lupa pula kepada rekan ± rekan yang telah ikut berpartisipasi. Spd. Sehingga penulis mampu menyelesaikan Makalah Pendidikan Pancasila ini sesuai dengan waktu yang kami rencanakan. Begitu pula dalam penyusunan makalah ini. dan nilai keaktifan. Yang semoga bisa member tambahan pada hal yang terkait dengan Kepentingan Pendidikan Pancasila dalam perkembangan Negara Indonesia dari era orde lama.Penyusun Pekanbaru. penulis ucapkan terima kasih kepada bapak separen. Penyusunan makalah ini tidak berniat untuk mengubah materi yang sudah tersusun.

............................. 3...................................... C................ Kesimpulan......................... . Visi & misi««««««««««««««««««.................................... Fasilitas upt puskom ur«««««««««««««............................................................................................................ D....................................... BAB II : ISI ...........DAFTAR ISI COVER ........ KATA PENGANTAR .................. Identitas perusahaan««««««««««««««««......... DAFTAR ISI ....................... Wilayah kerja«««««««««««««««««. Membuat akun di 000webshost......................... Tujuan penulisan laporan««««««««««««««...................... 4............................................................................................................ Waktu pelaksanaan«««««««««««««««««....................... Saran.......................................................................................................................... Perbedaan & kesamaan Pancasila Pada Orde Lama........................................................ BAB IV :DAFTAR PUSTAKA ........ Menginstall wordpress di hosting................. Orde Baru dan Reformasi ... Pengertian Pancasila ..... Sejarah upt puskom ur««««««««««««««..................................................... 2.................................................................. Kedudukan Pancasila Pada Era Reformasi ............................................................................ Kedudukan Pancasila Pada Era Orde Lama ........................................................... BAB I : PENDAHULUAN ................... 1................ BAB III: PENUTUP ........................................... B...... Kedudukan pancasila Pada Era Orde Baru .......... A............................................................................................................................................... Alat dan bahan........................

http://mlebu.com/2011/06/persamaan-dan-perbedaan-ordelama-orde.blogdetik. . http://roni-bae.blogspot.html 3.com/2010/04/16/makalah-pancasila/ 2.DAFTAR PUSTAKA 1.

35 (2006).dll tetap saja membantah melakukan korupsi.1 (1971) menjadi 6. o Kebijakan Pemerintah Sejak pemerintahan orde lama hingga orde reformasi kini. kewenangan menjalankan anggaran negara tetap ada pada Presiden (masing-masing melahirkan individu atau pemimpin yang sangat kuat dalam setiap periode pemerintahan sehingga menjadikan mereka seperti ³manusia setengah dewa´). kemiskinan. namun pada kenyataanya tidak merata terhadap masyarakat.media elektronik. o Adanya KKN (Korupsi.29 (2002) menjadi 0. Kebijakan anggaran negara yang diterapkan pemerintah selama ini sepertinya berorientasi pada ekonomi masyarakat. Hal ini dikarenakan untuk disesuaikan dengan kondisi: stabilitas politik. Padahal kenyataannya kebijakan yang ada biasanya hanya untuk segelintir orang dan bahkan lebih banyak menyengsarakan rakyat. Orde Baru: Hampir semua jajaran pemerintah koruptor (KKN). serta keamanan dan ketertiban.8 (1997). Nepotisme) Orde Lama: Walaupun kecil. Dalam 26 tahun masa orde baru (1971-1997) rasio pendapatan penduduk daerah terkaya dan penduduk daerah termiskin meningkat dari 5.8 (1983) dan naik lagi menjadi 9. dan ketidakadilan Setelah Indonesia Merdeka. Kolusi. Hal ini menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat yang sulit untuk disembuhkan akibat praktik-pratik pemerintahan yang manipulatif dan tidak terkontrol. Sehingga dapat dikatakan bahwa kaum kaya memperoleh manfaat terbesar dari pertumbuhan ekonomi yang dikatakan cukup tinggi. Belum lagi kebijakan-kebijakan .PERSAMAAN Sama-sama masih terdapat ketimpangan ekonomi. Ketika reformasi ketimpangan distribusi pendapatan semakin tinggi dari 0. korupsi sudah ada. tingkat ekonomi masyarakat. dan ketidakadilan. kemiskinan. Namun tiap-tiap masa pemerintahan mempunyai cirinya masing-masing dalam menjalankan arah kebijakan anggaran negara. ketimpangan ekonomi tidak separah ketika zaman penjajahan namun tetap saja ada terjadi ketimpangan ekonomi. Reformasi: Walaupun sudah dibongkar dan dipublikasi di mana-mana dari media massa.

Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerahdaerah yang dikuasai sekutu. PERBEDAAN : . Inflasi yang sangat tinggi.Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI. b. banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga. dilakukan pada bulan Juli 1946. b. c. Dalam arti kebijakan yang ditempuh bukan untuk perencanaan ke masa yang akan datang. yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. antara lain : a. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI.yang tidak tepat sasaran. yaitu mata uang De Javasche Bank. dan mata uang pendudukan Jepang. mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika. mata uang pemerintah Hindia Belanda. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP. yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi. antara lain disebabkan oleh : a. c.Orde lama (Demokrasi Terpimpin) 1. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946. dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia. . Berdasarkan teori moneter. Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950) Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk.Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India. yang hanya menambah beban APBN.Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak. Kas negara kosong. pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru. masalah sandang. Pada bulan Oktober 1946. namun biasanya cenderung untuk mengatur hal-hal yang sedang dibutuhkan saat ini. disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu. Bila diteliti lebih mendalam kebijakan-kebijakan sejak Orde Baru hingga sekarang hanya bersifat jangka pendek. serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan. d.

Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi. sehingga hanya dijadikan alat untuk . karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi. yaitu upaya menumbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. d)Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo. b)Program Benteng (Kabinet Natsir). diharapkan perekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan). mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif. yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi.d. c)Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no. karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer. dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950. Masa Demokrasi Liberal (1950-1957) Masa ini disebut masa liberal. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi. untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun. Program ini tidak berjalan dengan baik. antara lain : a)Gunting Syarifuddin. e. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan pada pengusaha pribumi.Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947 Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. Dengan swasembada pangan. karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka. Namun usaha ini gagal. 2.Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. terutama pengusaha Cina.

Akan tetapi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi. Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama. Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. e)Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Meja Bundar.Orde Baru/ Orba (Demokrasi Pancasila) Pada masa orde baru. Dikarenakan pada masa itu pemerintah sukses menghadirkan suatu stablilitas politik . Sekali lagi.000 dibekukan. b)Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967) Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959. termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda.dan ekonomi (mengikuti Mazhab Sosialisme). c)Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. maupun bidang-bidang lain.mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. politik. antara lain : a)Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50. eonomi. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut. kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia. . dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negaranegara Barat. pemerintah menjalankan kebijakan yang tidak mengalami perubahan terlalu signifikan selama 32 tahun. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%. tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. ini juga salah satu konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat ke Timur (sosialis) baik dalam politik. Dengan sistem ini. 3. dan semua simpanan di bank yang melebihi 25. diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial. maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100.

disusun berdasarkan asumsiasumsi perhitungan dasar. Format APBN pada masa Orde baru dibedakan dalam penerimaan dan pengeluaran. masalah-masalah dalam dunia usaha. yaitu anggaran penerimaan yang disesuaikan dengan . Kebijakan-kebijakan ekonomi pada masa itu dituangkan pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Hal tersebut dituangkan ke dalam jargon kebijakan ekonomi yang disebut dengan Trilogi Pembangungan. Oleh karena itu pemerintah selalu dihadapkan pada kritikan yang menyatakan bahwa penetapan asumsi APBN tersebut tidaklah realistis sesuai keadaan yang terjadi. sehingga menimbulkan kesan bahwa kebijakan ekonomi nasional memperhatikan petani. Yaitu laju pertumbuhan ekonomi. serta nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Padahal sesungguhnya. pertumbuhan ekonomi yang stabil. Karena hal itulah maka pemerintah jarang sekali melakukan perubahan-perubahan kebijakan terutama dalam hal anggaran negara. APBN pada masa pemerintahan Orde Baru. Pada masa pemerintahan orde baru. harga ekspor minyak mentah Indonesia. tingkat resiko yang tinggi.sehingga mendukung terjadinya stabilitas ekonomi. dan pemerataan pembangunan. Misalnya. Asumsi-asumsi dasar tersebut dijadikan sebagai ukuran fundamental ekonomi nasional. hingga penerapan dunia swasta dan BUMN yang baik dan bersih. fundamental ekonomi nasional tidak didasarkan pada perhitungan hal-hal makro. Penerimaan terdiri dari penerimaan rutin dan penerimaan pembangunan serta pengeluaran terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. Sirkulasi anggaran dimulai pada 1 April dan berakhir pada 31 Maret tahun berikutnya. kebijakan ekonominya berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi. lebih kearah yang bersifat mikro-ekonomi. yang pada akhirnya selalu disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk disahkan menjadi APBN. yaitu stabilitas politik. tingkat inflasi. pemerintahan mengalami stabilitas politik sehingga menunjang stabilitas ekonomi. Kebijakan yang disebut tahun fiskal ini diterapkan seseuai dengan masa panen petani. Kebijakan ekonomi tersebut didukung oleh kestabilan politik yang dijalankan oleh pemerintah. APBN pada masa itu diberlakukan atas dasar kebijakan prinsip berimbang. Akan tetapi. Hal ini berhasil karena selama lebih dari 30 tahun.

Pinjaman-pinjaman luar negeri inilah yang digunakan pemerintah untuk menutup anggaran yang defisit. pada masa itu penerimaan pajak saat minim sehingga tidak dapat menutup defisit anggaran. Padahal seharusnya pinjaman-pinjaman tersebut adalah utang yang harus dikembalikan. Prinsip lain yang diterapkan pemerintah Orde Baru adalah prinsip fungsional. Sehingga antara penerimaan dan pengeluaran dapat berimbang. Dalam Keterangan Pemerintah tentang RAPBN tahun 1977. Padahal. karena pinjaman yang digunakan akan membuahkan hasil yang nyata. Akan tetapi. Padahal. Penerapan kebijakan tersebut menimbulkan banyak kritik. Hal ini bertentangan dengan keinginan pemerintah untuk selalu meningkatkan penerimaan dalam negeri. Permasalahannya. karena pada masa itu pinjaman luar negeri selalu mengalir. pada dasarnya APBN pada masa itu selalu mengalami defisit anggaran. Sehingga pembangunanpun terus dapat berjalan. Hal perimbangan tersebut sebetulnya sangat tidak mungkin. Karena pemerintah dapat menghindari terjadinya inflasi. pembangunan memerlukan dana investasi yang besar dan tidak dapat seluruhnya dibiayai oleh sumber dana dalam negeri. khususnya di bidang ekonomi. konsep yang benar adalah pengeluaran pemerintah dapat ditutup dengan penerimaan pajak dalam negeri. dalam APBN tiap tahunnya cantuman angka pinjaman luar negeri selalu meningkat. Presiden menyatakan bahwa dana-dana pembiayaan yang bersumber dari dalam negeri harus meningkat. yang sumber pokoknya karena terjadi anggaran yang defisit. karena anggaran defisit negara ditutup dengan pinjaman luar negeri. Namun prinsip berimbang ini merupakan kunci sukses pemerintah pada masa itu untuk mempertahankan stabilitas. Oleh karena itu.anggaran pengeluaran sehingga terdapat jumlah yang sama antara penerimaan dan pengeluaran. Pada dasarnya kebijakan ini sangat bagus. Karena menurut pemerintah. ketergantungan yang besar terhadap pinjaman luar negeri akan . dan merupakan beban pengeluaran di masa yang akan datang. Ini artinya pinjaman-pinjaman luar negeri tersebut ditempatkan pada anggaran penerimaan. Prinsip ini merupakan pengaturan atas fungsi anggaran pembangunan dimana pinjaman luar negeri hanya digunakan untuk membiayai anggaran belanja pembangunan.

Pemerintahan presiden BJ. Hal lain yang dapat terjadi adalah pemerataan ekonomi tidak akan terwujud. . Pada masa ini tidak hanya hal ketatanegaraan yang mengalami perubahan. Padahal. Kebijakan pemerintah ini dilakukan dengan dua cara.ditandai dengan tumbangnya pemerintahan Orde Baru kemudian disusul dengan era reformasi yang dimulai oleh pemerintahan Presiden Habibie.Masa Reformasi (Demokrasi Liberal) Pada masa krisis ekonomi. Prinsip ketiga yang diterapakan oleh pemerintahan Orde Baru dalam APBN adalah. dan penyalahgunaan. ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan . Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun. yaitu derelgulasi perbankan dan reformasi perpajakan. Padahal disaat yang bersamaan persentase pengeluaran rutin untuk membayar pinjaman luar negeri terus meningkat. Dalam hal ini pemerintah akan berupaya untuk mendapatkan kelebihan pendapatan yang telah dikurangi dengan pengeluaran rutin. Sehingga yang terjadi hanya perbedaan penghasilan.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. Selain itu pinjaman luar negeri yang banyak akan menimbulkan resiko kebocoran. korupsi. Diantaranya akan menyebabkan berkurangnya pertumbuhan ekonomi. namun juga kebijakan ekonomi. terpaksa mengalami perubahan guna menyesuaikan dengan keadaan. Sehingga apa yang telah stabil dijalankan selama 32 tahun. belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Sehingga pada akhirnya berakibat tidak dapat terpenuhinya keinginan pemerintah untuk meningkatkan tabungannya. pemerintah dapat memanfaatkan tabungan tersebut untuk berinvestasi dalam pembangunan. Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik. Akan tetapi. Hal ini jelas menggambarkan betapa APBN pada masa pemerintahan Orde Baru sangat bergantung pada pinjaman luar negeri. Akibatnya. Dan lebih parahnya lagi ketergantungan tersebut akan menyebabkan negara menjadi malas untuk berusaha meningkatkan penerimaan dalam negeri. kebijakan demikian membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama. Oleh karena itu. kebijakan untuk mengurangi bantuan luar negeri tidak dapat terjadi karena jumlah pinjaman luar negeri terus meningkat. agar dapat dijadikan tabungan pemerintah. dinamis yang berarti peningkatan tabungan pemerintah untuk membiayai pembangunan.menimbulkan akibat-akibat.

dan mempertahankan kurs rupiah. Kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi persoalan-persoalan ekonomi antara lain : a)Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5. Privatisasi adalah menjual perusahaan negara di dalam periode krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah. pengendalian inflasi. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan. atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia. Hasil penjualan itu berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4.8 milyar pada pertemuan Paris Club ke-3 dan mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116.orde baru harus dihadapi. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu. b)Kebijakan privatisasi BUMN. Masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri mengalami masalahmasalah yang mendesak untuk dipecahkan adalah pemulihan ekonomi dan penegakan hukum. kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak. dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial. Di masa ini juga direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). kinerja BUMN. Kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan kontroversial kedua. Akibatnya. yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi.Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke perusahaan asing. Namun kebijakan ini memicu banyak kontroversi. Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono terdapat kebijakan kontroversial yaitu mengurangi subsidi BBM.1 %. antara lain masalah KKN (Korupsi. . Kolusi dan Nepotisme). dan mengganggu jalannya pembangunan nasional. pemulihan ekonomi. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia.3 triliun.

karena inefisiensi pengelolaan anggaran. Hal ini disebabkan karena beberapa hal. Selain itu. diharapkan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah. tapi Bung Karno tidak pernah menggadaikan (konsesi) tambang-tambang milik bangsa ke perusahaan asing. tapi di lain pihak. Jika semakin banyak investasi asing di Indonesia. Kekayaan alam itu akan menjadi tabungan anak cucu di masa depan.2 miliar dolar AS. Pada masa orde lama : Konsep Bung Karno tentang kekayaan alam sangat jelas. digadaikan.10 jiwa di bulan Februari 2005 menjadi 39. yang salah satunya adalah revisi undang-undang ketenagakerjaan. Kalo bisa ngutang ya ngutang. dan jumlah penduduk miskin meningkat dari 35. Biarlah anak cucu yang menikmati jika mereka sudah mampu dan bisa. Beras murah. terutama investor asing.Menurut Keynes. sehingga kinerja sector riil kurang dan berimbas pada turunnya investasi. Indonesia melunasi seluruh sisa utang pada IMF sebesar 3. setelah keluarnya laporan bahwa kesenjangan ekonomi antara penduduk kaya dan miskin menajam. Namun wacana untuk berhutang lagi pada luar negri kembali mencuat. di satu sisi pemerintah berupaya mengundang investor dari luar negri. maka diharapkan Indonesia tak lagi mengikuti agenda-agenda IMF dalam menentukan kebijakan dalam negeri. investasi merupakan faktor utama untuk menentukan kesempatan kerja.05 juta jiwa pada bulan Maret 2006. Jika Bangsa Indonesia belum mampu atau belum punya iptek untuk menambang minyak bumi dsb biarlah SDA tetap berada di dalam perut bumi Indonesia. Dengan ini. o Masalah pemanfaatan kekayaan alam. Beberapa gelintir orang mendapat rente ekonomi yang luar biasa dari berbagai jenis monopoli impor komoditi bahan pokok. birokrasi pemerintahan terlalu kental. Jadi saat dipimpin Bung Karno. Yang penting bisa selalu makan enak dan hidup wah. Jadi. kondisi dalam negeri masih kurang kondusif. Mungkin ini mendasari kebijakan pemerintah yang selalu ditujukan untuk memberi kemudahan bagi investor. Penebangan hutan pada masa Bung Karno juga amat minim. antara lain karena pengucuran kredit perbankan ke sector riil masih sangat kurang (perbankan lebih suka menyimpan dana di SBI). termasuk . meski RI hidup miskin. sehingga menyebabkan kecilnya realisasi belanja Negara dan daya serap. Rakyat pun merasa hidup berkecukupan pada masa Orba. Pada pertengahan bulan Oktober 2006 . Pada masa Orde Baru konsepnya bertolak belakang dengan orde lama.Apa yang bisa digadaikan. padahal sebagian adalah beras impor.

Sebab. Masa Reformasi krisis ekonomi parah sudah terjadi. Jika ada orang mempertanyakan. Budaya korupsi yang sudah menggurita sulit dihilangkan. fokus pada pembangunan ekonomi. sentralistik.Sistem politik otoriter (partisipasi masyarakat sangat minimal) . industri kayu yang sudah terbentuk dimana-mana akibat dari berbagai HPH . Jangan dilupakan pula bahwa ekonomi RI ambruk parah ditandai Rupiah terjun bebas ke Rp 16. kapitalisme. Yang memimpikan kembalinya rezim totaliter mungkin hanyalah sekelompok orang yang dulu amat menikmati previlege dan romantisme kenikmatan duniawi di zaman Orba. Hutan dijadikan sumber duit. berorientasi pada politik. namun sektor ekonomi sudah diserahkan ke swasta/asing. Tonggak awal reformasi 11 tahun lalu yang diharapkan bisa menarik garis demarkasi kekuatan lama yang korup dan otoriter dengan kekuatan baru yang ingin melakukan perubahan justru ³terbelenggu´ oleh faktor kekuasaan. dibagi menjadi kapling-kapling HPH. Perbedaan Orde Baru dan Orde Reformasi secara kultural dan substansi semakin kabur. Soeharto melahirkan Orde Baru dan Orde Baru merupakan sistem kekuasaan yang menopang pemerintahan Soeharto selama lebih dari tiga dekade. Utang LN tetap harus dibayar.demokrasi Terpimpin.Sekarang kita mewarisi hutan yang sudah rusak parah. diancam tuduhan subversif. bangsa ini tidak pernah membuat garis demarkasi yang jelas terhadap Orde Baru. Kita masih menyaksikan koruptor masih bercokol di negeri ini.000 per dollar terjadi masih pada masa Orde Baru. Rakyat menikmati kebebasan (namun sepertinya terlalu ³bebas´). Media masa menjadi terbuka. Orde baru : kebijakan masih pada pemerintah. dibagi-bagi ke orangorang tertentu (kroni) secara tidak transparan. Semua serba tertutup dan tidak tranparan. Soeharto dan Orde Baru tidak bisa dipisahkan. Mengapa semua ini terjadi? Salah satu jawabannya. demokrasi Pancasila. Ingat fakta sejarah: Orde Baru tumbang akibat demo mahasiswa yang memprotes pemerintah Orba yang bergelimang KKN.semua proyek diserahkan kepada pemerintah. sekularisme. Betulkah Orde Baru telah berakhir? Kita masih menyaksikan praktik-praktik nilai Orde Baru hari ini masih menjadi karakter dan tabiat politik di negeri ini. kedelai dsb. meski pada masa Presiden SBY pemberantasan korupsi mulai kelihatan wujudnya. sentralistik.. menjadi muara dari illegal logging. terigu. o Sistem pemerintahan Orde lama : kebijakan pada pemerintah.beras.

Orde reformasi : pemerintahan tidak punya kebijakan (menuruti alur parpol di DPR). pewadahunggalan organisasi profesi. dll. pemerintahan lemah.pada masa orba terdapat instrumen-instrumen pengendali seperti pembatasan ruang gerak pers. kekuasaan militer untuk memasuki wilayahwilayah sipil. pembatasan partai poltik. dan muncul otonomi daerah yang kebablasan. demokrasi Liberal (neoliberaliseme). tidak jelas apa orientasinya dan mau dibawa kemana bangsa ini .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful