MAKALAH

KEDUDUKAN PANCASILA PADA ERA ORDE LAMA, ORDE BARU, DAN REFORMASI
SEMESTER I TAHUN 2011/2012

Nama Nim

: SADDAM HUSEIN : 1103036384

Jurusan : D3 Manajeman informatika

UNIVERSITAS RIAU
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
D3 MANAJEMAN INFORMATIKA 2012

Sehingga penulis mampu menyelesaikan Makalah Pendidikan Pancasila ini sesuai dengan waktu yang kami rencanakan. 1 Januari 2012 Penulis . Yang telah memberikan banyak nikmatnya kepada penulis. Oleh karena itu. dan era reformasi. Makalah ini menggunakan metode study pustaka. Yang semoga bisa member tambahan pada hal yang terkait dengan Kepentingan Pendidikan Pancasila dalam perkembangan Negara Indonesia dari era orde lama. yang mempunyai banyak kekurangan. sebagai pengajar mata kuliah Pancasila yang telah membimbing penulis dalam penyusunan makalah ini. Sehingga makalah ini selesai tepat pada waktunya. penulis ucapkan terima kasih kepada bapak separen. Spd. penulis sebagai penyusun pastinya tidak pernah lepas dari kesalahan.tidak lupa pula kepada rekan ± rekan yang telah ikut berpartisipasi. nilai individu. Makalah ini penulis buat dalam rangka memenuhi salah satu syarat penilaian mata kuliah Pancasila. Namun. penulis gunakan metode pengumpulan data ini. dan nilai keaktifan. penulis mohon maaf atas segala kekurangannya. hanya lebih pendekatan pada study banding atau membandingkan beberapa materi yang sama dari berbagai referensi. agar makalah yang penulis susun dapat memberikan informasi yang akurat dan bisa dibuktikan.KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. Penyusunan makalah ini tidak berniat untuk mengubah materi yang sudah tersusun.Penyusun Pekanbaru. era orde baru. Begitu pula dalam penyusunan makalah ini. yaitu mengumpulkan dan mengkaji materi Pendidikan Pancasila dari berbagai referensi. Yang meliputi nilai tugas.

.............................................. DAFTAR ISI ..................................................................... Kedudukan pancasila Pada Era Orde Baru ........................................................... Kedudukan Pancasila Pada Era Reformasi ....... BAB III: PENUTUP ............................................. Identitas perusahaan««««««««««««««««................... BAB I : PENDAHULUAN . Perbedaan & kesamaan Pancasila Pada Orde Lama................................................ Saran................................ Kesimpulan............................................. A...................................................................................... Menginstall wordpress di hosting.................................. Tujuan penulisan laporan««««««««««««««.......................... Orde Baru dan Reformasi .................................................. D................................................................................ Waktu pelaksanaan«««««««««««««««««....................................................DAFTAR ISI COVER ....................... Pengertian Pancasila ................... 1........ 2........ B....... Alat dan bahan................................................................................. Visi & misi««««««««««««««««««............................................................................................................................. 4.......................................................................... Kedudukan Pancasila Pada Era Orde Lama ...................................... Membuat akun di 000webshost............. ....... BAB IV :DAFTAR PUSTAKA ....... Wilayah kerja«««««««««««««««««..................... Sejarah upt puskom ur««««««««««««««... C..................................................................................... KATA PENGANTAR .................... 3.. Fasilitas upt puskom ur«««««««««««««....................... BAB II : ISI ...

blogspot.blogdetik. http://mlebu. .com/2011/06/persamaan-dan-perbedaan-ordelama-orde.DAFTAR PUSTAKA 1.com/2010/04/16/makalah-pancasila/ 2.html 3. http://roni-bae.

Belum lagi kebijakan-kebijakan . ketimpangan ekonomi tidak separah ketika zaman penjajahan namun tetap saja ada terjadi ketimpangan ekonomi.1 (1971) menjadi 6. Reformasi: Walaupun sudah dibongkar dan dipublikasi di mana-mana dari media massa. korupsi sudah ada. kewenangan menjalankan anggaran negara tetap ada pada Presiden (masing-masing melahirkan individu atau pemimpin yang sangat kuat dalam setiap periode pemerintahan sehingga menjadikan mereka seperti ³manusia setengah dewa´). Padahal kenyataannya kebijakan yang ada biasanya hanya untuk segelintir orang dan bahkan lebih banyak menyengsarakan rakyat. Ketika reformasi ketimpangan distribusi pendapatan semakin tinggi dari 0. dan ketidakadilan Setelah Indonesia Merdeka. Kolusi. dan ketidakadilan. Sehingga dapat dikatakan bahwa kaum kaya memperoleh manfaat terbesar dari pertumbuhan ekonomi yang dikatakan cukup tinggi. Orde Baru: Hampir semua jajaran pemerintah koruptor (KKN). Kebijakan anggaran negara yang diterapkan pemerintah selama ini sepertinya berorientasi pada ekonomi masyarakat.PERSAMAAN Sama-sama masih terdapat ketimpangan ekonomi. Hal ini dikarenakan untuk disesuaikan dengan kondisi: stabilitas politik.35 (2006). Namun tiap-tiap masa pemerintahan mempunyai cirinya masing-masing dalam menjalankan arah kebijakan anggaran negara.8 (1997). Nepotisme) Orde Lama: Walaupun kecil. Dalam 26 tahun masa orde baru (1971-1997) rasio pendapatan penduduk daerah terkaya dan penduduk daerah termiskin meningkat dari 5. Hal ini menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat yang sulit untuk disembuhkan akibat praktik-pratik pemerintahan yang manipulatif dan tidak terkontrol. namun pada kenyataanya tidak merata terhadap masyarakat.8 (1983) dan naik lagi menjadi 9.29 (2002) menjadi 0. kemiskinan.media elektronik. o Kebijakan Pemerintah Sejak pemerintahan orde lama hingga orde reformasi kini. kemiskinan. tingkat ekonomi masyarakat. serta keamanan dan ketertiban.dll tetap saja membantah melakukan korupsi. o Adanya KKN (Korupsi.

b. Kas negara kosong. Dalam arti kebijakan yang ditempuh bukan untuk perencanaan ke masa yang akan datang. banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga. c. yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI. mata uang pemerintah Hindia Belanda.yang tidak tepat sasaran. yang hanya menambah beban APBN. dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia. dilakukan pada bulan Juli 1946. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi. antara lain : a. dan mata uang pendudukan Jepang. d. Bila diteliti lebih mendalam kebijakan-kebijakan sejak Orde Baru hingga sekarang hanya bersifat jangka pendek. c. antara lain disebabkan oleh : a. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI.Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak. Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950) Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk. mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika. b. serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan. yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan. PERBEDAAN : .Orde lama (Demokrasi Terpimpin) 1. disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali.Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. masalah sandang. Pada bulan Oktober 1946. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP. pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru. Berdasarkan teori moneter. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946. yaitu mata uang De Javasche Bank. . namun biasanya cenderung untuk mengatur hal-hal yang sedang dibutuhkan saat ini.Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India. Pada waktu itu. Inflasi yang sangat tinggi. Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerahdaerah yang dikuasai sekutu.

Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi. Program ini tidak berjalan dengan baik. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan pada pengusaha pribumi. karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. terutama pengusaha Cina. karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi. yaitu upaya menumbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. c)Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no. dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun. Dengan swasembada pangan.d.Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. diharapkan perekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan).Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947 Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948. e. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka. yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. antara lain : a)Gunting Syarifuddin. d)Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo. Namun usaha ini gagal. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer. 2.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman. mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif. Masa Demokrasi Liberal (1950-1957) Masa ini disebut masa liberal. sehingga hanya dijadikan alat untuk . yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950. b)Program Benteng (Kabinet Natsir).

Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%. e)Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Meja Bundar. . kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia. dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negaranegara Barat. Sekali lagi.000 dibekukan. eonomi. antara lain : a)Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50. ini juga salah satu konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat ke Timur (sosialis) baik dalam politik. Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967) Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959. Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah.Orde Baru/ Orba (Demokrasi Pancasila) Pada masa orde baru. politik. 3. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut. Dengan sistem ini. dan semua simpanan di bank yang melebihi 25. termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi. pemerintah menjalankan kebijakan yang tidak mengalami perubahan terlalu signifikan selama 32 tahun. Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama. maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). c)Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Akan tetapi.dan ekonomi (mengikuti Mazhab Sosialisme). maupun bidang-bidang lain.mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial. Dikarenakan pada masa itu pemerintah sukses menghadirkan suatu stablilitas politik . Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. b)Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin.

Hal tersebut dituangkan ke dalam jargon kebijakan ekonomi yang disebut dengan Trilogi Pembangungan. pemerintahan mengalami stabilitas politik sehingga menunjang stabilitas ekonomi. Misalnya. Yaitu laju pertumbuhan ekonomi. Penerimaan terdiri dari penerimaan rutin dan penerimaan pembangunan serta pengeluaran terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. disusun berdasarkan asumsiasumsi perhitungan dasar. Kebijakan ekonomi tersebut didukung oleh kestabilan politik yang dijalankan oleh pemerintah. yang pada akhirnya selalu disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk disahkan menjadi APBN. APBN pada masa itu diberlakukan atas dasar kebijakan prinsip berimbang. yaitu stabilitas politik. APBN pada masa pemerintahan Orde Baru. tingkat resiko yang tinggi. Format APBN pada masa Orde baru dibedakan dalam penerimaan dan pengeluaran. sehingga menimbulkan kesan bahwa kebijakan ekonomi nasional memperhatikan petani. Kebijakan-kebijakan ekonomi pada masa itu dituangkan pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). fundamental ekonomi nasional tidak didasarkan pada perhitungan hal-hal makro. masalah-masalah dalam dunia usaha. serta nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.sehingga mendukung terjadinya stabilitas ekonomi. harga ekspor minyak mentah Indonesia. hingga penerapan dunia swasta dan BUMN yang baik dan bersih. Kebijakan yang disebut tahun fiskal ini diterapkan seseuai dengan masa panen petani. yaitu anggaran penerimaan yang disesuaikan dengan . Hal ini berhasil karena selama lebih dari 30 tahun. kebijakan ekonominya berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi. pertumbuhan ekonomi yang stabil. tingkat inflasi. Karena hal itulah maka pemerintah jarang sekali melakukan perubahan-perubahan kebijakan terutama dalam hal anggaran negara. Asumsi-asumsi dasar tersebut dijadikan sebagai ukuran fundamental ekonomi nasional. lebih kearah yang bersifat mikro-ekonomi. Padahal sesungguhnya. Sirkulasi anggaran dimulai pada 1 April dan berakhir pada 31 Maret tahun berikutnya. Akan tetapi. Pada masa pemerintahan orde baru. dan pemerataan pembangunan. Oleh karena itu pemerintah selalu dihadapkan pada kritikan yang menyatakan bahwa penetapan asumsi APBN tersebut tidaklah realistis sesuai keadaan yang terjadi.

ketergantungan yang besar terhadap pinjaman luar negeri akan . Ini artinya pinjaman-pinjaman luar negeri tersebut ditempatkan pada anggaran penerimaan. pembangunan memerlukan dana investasi yang besar dan tidak dapat seluruhnya dibiayai oleh sumber dana dalam negeri. Hal ini bertentangan dengan keinginan pemerintah untuk selalu meningkatkan penerimaan dalam negeri. Pada dasarnya kebijakan ini sangat bagus. Sehingga antara penerimaan dan pengeluaran dapat berimbang. Permasalahannya. Karena menurut pemerintah. pada dasarnya APBN pada masa itu selalu mengalami defisit anggaran. Padahal.anggaran pengeluaran sehingga terdapat jumlah yang sama antara penerimaan dan pengeluaran. Padahal. karena anggaran defisit negara ditutup dengan pinjaman luar negeri. Presiden menyatakan bahwa dana-dana pembiayaan yang bersumber dari dalam negeri harus meningkat. Pinjaman-pinjaman luar negeri inilah yang digunakan pemerintah untuk menutup anggaran yang defisit. konsep yang benar adalah pengeluaran pemerintah dapat ditutup dengan penerimaan pajak dalam negeri. pada masa itu penerimaan pajak saat minim sehingga tidak dapat menutup defisit anggaran. Padahal seharusnya pinjaman-pinjaman tersebut adalah utang yang harus dikembalikan. yang sumber pokoknya karena terjadi anggaran yang defisit. dalam APBN tiap tahunnya cantuman angka pinjaman luar negeri selalu meningkat. Dalam Keterangan Pemerintah tentang RAPBN tahun 1977. Akan tetapi. Penerapan kebijakan tersebut menimbulkan banyak kritik. Prinsip ini merupakan pengaturan atas fungsi anggaran pembangunan dimana pinjaman luar negeri hanya digunakan untuk membiayai anggaran belanja pembangunan. Oleh karena itu. Karena pemerintah dapat menghindari terjadinya inflasi. karena pinjaman yang digunakan akan membuahkan hasil yang nyata. dan merupakan beban pengeluaran di masa yang akan datang. Prinsip lain yang diterapkan pemerintah Orde Baru adalah prinsip fungsional. Namun prinsip berimbang ini merupakan kunci sukses pemerintah pada masa itu untuk mempertahankan stabilitas. karena pada masa itu pinjaman luar negeri selalu mengalir. khususnya di bidang ekonomi. Hal perimbangan tersebut sebetulnya sangat tidak mungkin. Sehingga pembangunanpun terus dapat berjalan.

Kebijakan pemerintah ini dilakukan dengan dua cara. Hal lain yang dapat terjadi adalah pemerataan ekonomi tidak akan terwujud. dan penyalahgunaan. korupsi.ditandai dengan tumbangnya pemerintahan Orde Baru kemudian disusul dengan era reformasi yang dimulai oleh pemerintahan Presiden Habibie. namun juga kebijakan ekonomi. kebijakan demikian membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama. dinamis yang berarti peningkatan tabungan pemerintah untuk membiayai pembangunan.Masa Reformasi (Demokrasi Liberal) Pada masa krisis ekonomi. Diantaranya akan menyebabkan berkurangnya pertumbuhan ekonomi. Pemerintahan presiden BJ. belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Prinsip ketiga yang diterapakan oleh pemerintahan Orde Baru dalam APBN adalah. Dalam hal ini pemerintah akan berupaya untuk mendapatkan kelebihan pendapatan yang telah dikurangi dengan pengeluaran rutin. Dan lebih parahnya lagi ketergantungan tersebut akan menyebabkan negara menjadi malas untuk berusaha meningkatkan penerimaan dalam negeri.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi.menimbulkan akibat-akibat. Akan tetapi. pemerintah dapat memanfaatkan tabungan tersebut untuk berinvestasi dalam pembangunan. Sehingga pada akhirnya berakibat tidak dapat terpenuhinya keinginan pemerintah untuk meningkatkan tabungannya. Padahal. terpaksa mengalami perubahan guna menyesuaikan dengan keadaan. ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan . Oleh karena itu. Selain itu pinjaman luar negeri yang banyak akan menimbulkan resiko kebocoran. Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun. kebijakan untuk mengurangi bantuan luar negeri tidak dapat terjadi karena jumlah pinjaman luar negeri terus meningkat. agar dapat dijadikan tabungan pemerintah. Pada masa ini tidak hanya hal ketatanegaraan yang mengalami perubahan. Padahal disaat yang bersamaan persentase pengeluaran rutin untuk membayar pinjaman luar negeri terus meningkat. Sehingga yang terjadi hanya perbedaan penghasilan. Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik. Sehingga apa yang telah stabil dijalankan selama 32 tahun. Akibatnya. Hal ini jelas menggambarkan betapa APBN pada masa pemerintahan Orde Baru sangat bergantung pada pinjaman luar negeri. . yaitu derelgulasi perbankan dan reformasi perpajakan.

Hasil penjualan itu berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4. dan mempertahankan kurs rupiah. kinerja BUMN.orde baru harus dihadapi. atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu. b)Kebijakan privatisasi BUMN.3 triliun. serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri mengalami masalahmasalah yang mendesak untuk dipecahkan adalah pemulihan ekonomi dan penegakan hukum. antara lain masalah KKN (Korupsi. Kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi persoalan-persoalan ekonomi antara lain : a)Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5. tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia.Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Kolusi dan Nepotisme). dan mengganggu jalannya pembangunan nasional. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat. pemulihan ekonomi. Di masa ini juga direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan kontroversial kedua. Akibatnya. Privatisasi adalah menjual perusahaan negara di dalam periode krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati. karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke perusahaan asing.8 milyar pada pertemuan Paris Club ke-3 dan mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. . Namun kebijakan ini memicu banyak kontroversi. pengendalian inflasi. Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono terdapat kebijakan kontroversial yaitu mengurangi subsidi BBM.1 %. yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin.

kondisi dalam negeri masih kurang kondusif. Selain itu. antara lain karena pengucuran kredit perbankan ke sector riil masih sangat kurang (perbankan lebih suka menyimpan dana di SBI). Penebangan hutan pada masa Bung Karno juga amat minim.05 juta jiwa pada bulan Maret 2006. Pada masa Orde Baru konsepnya bertolak belakang dengan orde lama. Jadi saat dipimpin Bung Karno. sehingga kinerja sector riil kurang dan berimbas pada turunnya investasi. Indonesia melunasi seluruh sisa utang pada IMF sebesar 3. tapi Bung Karno tidak pernah menggadaikan (konsesi) tambang-tambang milik bangsa ke perusahaan asing. Beberapa gelintir orang mendapat rente ekonomi yang luar biasa dari berbagai jenis monopoli impor komoditi bahan pokok. birokrasi pemerintahan terlalu kental. Jadi. Mungkin ini mendasari kebijakan pemerintah yang selalu ditujukan untuk memberi kemudahan bagi investor. Yang penting bisa selalu makan enak dan hidup wah.Menurut Keynes. Pada masa orde lama : Konsep Bung Karno tentang kekayaan alam sangat jelas. terutama investor asing. yang salah satunya adalah revisi undang-undang ketenagakerjaan. Kekayaan alam itu akan menjadi tabungan anak cucu di masa depan. setelah keluarnya laporan bahwa kesenjangan ekonomi antara penduduk kaya dan miskin menajam. Dengan ini. o Masalah pemanfaatan kekayaan alam. Jika semakin banyak investasi asing di Indonesia. dan jumlah penduduk miskin meningkat dari 35. termasuk .10 jiwa di bulan Februari 2005 menjadi 39. diharapkan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah.2 miliar dolar AS. investasi merupakan faktor utama untuk menentukan kesempatan kerja. Namun wacana untuk berhutang lagi pada luar negri kembali mencuat. karena inefisiensi pengelolaan anggaran. meski RI hidup miskin.Apa yang bisa digadaikan. tapi di lain pihak. sehingga menyebabkan kecilnya realisasi belanja Negara dan daya serap. Beras murah. Pada pertengahan bulan Oktober 2006 . di satu sisi pemerintah berupaya mengundang investor dari luar negri. Kalo bisa ngutang ya ngutang. digadaikan. padahal sebagian adalah beras impor. Jika Bangsa Indonesia belum mampu atau belum punya iptek untuk menambang minyak bumi dsb biarlah SDA tetap berada di dalam perut bumi Indonesia. Hal ini disebabkan karena beberapa hal. maka diharapkan Indonesia tak lagi mengikuti agenda-agenda IMF dalam menentukan kebijakan dalam negeri. Biarlah anak cucu yang menikmati jika mereka sudah mampu dan bisa. Rakyat pun merasa hidup berkecukupan pada masa Orba.

Mengapa semua ini terjadi? Salah satu jawabannya. Hutan dijadikan sumber duit. diancam tuduhan subversif. menjadi muara dari illegal logging. dibagi menjadi kapling-kapling HPH. Semua serba tertutup dan tidak tranparan. Masa Reformasi krisis ekonomi parah sudah terjadi. Jangan dilupakan pula bahwa ekonomi RI ambruk parah ditandai Rupiah terjun bebas ke Rp 16. dibagi-bagi ke orangorang tertentu (kroni) secara tidak transparan.demokrasi Terpimpin. Budaya korupsi yang sudah menggurita sulit dihilangkan. sentralistik. bangsa ini tidak pernah membuat garis demarkasi yang jelas terhadap Orde Baru. berorientasi pada politik.000 per dollar terjadi masih pada masa Orde Baru. Soeharto dan Orde Baru tidak bisa dipisahkan. kapitalisme. Soeharto melahirkan Orde Baru dan Orde Baru merupakan sistem kekuasaan yang menopang pemerintahan Soeharto selama lebih dari tiga dekade.semua proyek diserahkan kepada pemerintah. Rakyat menikmati kebebasan (namun sepertinya terlalu ³bebas´).beras. Media masa menjadi terbuka. Tonggak awal reformasi 11 tahun lalu yang diharapkan bisa menarik garis demarkasi kekuatan lama yang korup dan otoriter dengan kekuatan baru yang ingin melakukan perubahan justru ³terbelenggu´ oleh faktor kekuasaan. Sebab. sekularisme.Sekarang kita mewarisi hutan yang sudah rusak parah. Orde baru : kebijakan masih pada pemerintah. namun sektor ekonomi sudah diserahkan ke swasta/asing. Betulkah Orde Baru telah berakhir? Kita masih menyaksikan praktik-praktik nilai Orde Baru hari ini masih menjadi karakter dan tabiat politik di negeri ini. meski pada masa Presiden SBY pemberantasan korupsi mulai kelihatan wujudnya. Utang LN tetap harus dibayar.Sistem politik otoriter (partisipasi masyarakat sangat minimal) . o Sistem pemerintahan Orde lama : kebijakan pada pemerintah. fokus pada pembangunan ekonomi. terigu. industri kayu yang sudah terbentuk dimana-mana akibat dari berbagai HPH . Jika ada orang mempertanyakan. Perbedaan Orde Baru dan Orde Reformasi secara kultural dan substansi semakin kabur.. kedelai dsb. sentralistik. demokrasi Pancasila. Yang memimpikan kembalinya rezim totaliter mungkin hanyalah sekelompok orang yang dulu amat menikmati previlege dan romantisme kenikmatan duniawi di zaman Orba. Kita masih menyaksikan koruptor masih bercokol di negeri ini. Ingat fakta sejarah: Orde Baru tumbang akibat demo mahasiswa yang memprotes pemerintah Orba yang bergelimang KKN.

kekuasaan militer untuk memasuki wilayahwilayah sipil. dll. Orde reformasi : pemerintahan tidak punya kebijakan (menuruti alur parpol di DPR). pewadahunggalan organisasi profesi.pada masa orba terdapat instrumen-instrumen pengendali seperti pembatasan ruang gerak pers. dan muncul otonomi daerah yang kebablasan. pembatasan partai poltik. tidak jelas apa orientasinya dan mau dibawa kemana bangsa ini . pemerintahan lemah. demokrasi Liberal (neoliberaliseme).