LAPORAN PENDAHULUAN PROFESI KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN STROKE NON HEMORAGIK

A. Pengertian Cerebrovaskular accident atau stroke merupakan gangguan neurology yang disebabkan oleh adanya gangguan pada peredaran darah di otak (Black, 1997) Stroke atau cedera cerebrovaskuler adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak sering ini adalah kulminasi penyakit serebrovaskuler selama beberapa tahun. (Smeltzer C. Suzanne, 2002 dalam ekspresiku-blogspot 2008) Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral, baik fokal maupun menyeluruh (global), yang berlangsung dengan cepat, berlangsung lebih dari 24 jam, atau berakhir dengan maut, tanpa ditemukannya penyebab selain daripada gangguan vascular Berdasarkan etiologinya, stroke dibedakan menjadi : 1. Stroke perdarahan atau strok hemoragik 2. Strok iskemik atau stroke non hemoragik Stroke non hemoragik atau yang disebut juga strok iskemik didefinisikan, secara patologis, sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat B. Anatomi Peredaran Darah Otak Vaskularisasi susunan saraf pusat sangat berkaitan dengan tingkat kegiatan metabolisme pada bagian tertentu dan ini berkaitan dengan banyak sedikitnya dendrit dan sinaps di daerah tersebut. Pembuluh darah utama yang mendarahi otak ialah sepasang arteria karotis interna dan sepasang arteria vertebralis. Dari kedua sumber pendarah itu akan berhubungan membentuk kolateral yang disebut sirkulus Willisi. Sistem kolateral juga dijumpai pada pembuluh-pembuluh yang berada di dalam jaringan otak. Penyaluran darah selanjutnya melalui sistem vena yang akan bermuara ke dalam sinus duramatris. Pada permukaan otak, arteri pendarah membentuk anastomosis yang cukup, sedangkan anastomosis di dalam jaringan otak lebih sedikit. Pembuluh darah dari arteri permukaan yang menembus/memasuki jarigan otak, secara fungsional dapat dianggap sebagai end artery. Sistem Karotis Pembuluh utama ialah arteri carotis kommunis yang mempercabangkan selain arteria karotis eksterna juga arteri karotis interna yang akan banyak mendarahi bangunan intrakranial terutama dalam hal ini ialah hemisferium serebri. Cabang-cabang besar arteria karotis interna adalah: a. oftalmika, a. komunikans posterior, a. khoroidal anterior, a. serebri anterior, a. komunikans anterior, a. serebri media.3 Sistem Vertebrobasiler

serebri posterior. merokok. diakibatkan oleh komplikasi trombotik atau embolik dari ateroma. E. TIA. Dari penelitian epidemiologi didapatkan bahwa sekitar 50 % dari semua serangan iskmik otak.2000) . hiperkolesterolemia.tekanan meningkat dan cairan yang mengandung darah menunjukan adanya perdarahan 4. Angiografi serebral membantu menentukan penyebab stroke secara spesifik seperti perdarahan atau obstruksi arteri 3. Emboli dapat terbentuk dari gumpalan darah. Marilynn. akan mendarahi batang otak dan serebellum dengan tiga kelompok arteri yakni: median. iskemia dan adanya infark 2. udara . Trombus yang lepas dan menyangkut di pembuluh darah yang lebih distal disebut embolus. diabetes mellitus. metastase. Factor resiko Obesitas. lemak. penyakit ateriosklerotis. penyakit jantung emboli. stress emosional.menunjukan adanya tekanan normal .3 C. hipertrofi ventrikel kiri. 2. Pungsi Lumbal . gagal jantung. apakah yang permanen atau yang transien.1. fibrin trombosit. Ultrasonografi Dopler : Mengidentifikasi penyakit arteriovena 7. paramedian. Pemeriksaan Penunjang 1.tumor. CT Scan Memperlihatkan adanya edema . Arteri basilaris berakhir sebagai sepasang cabang a.Dengan sepasang arteri vertebralis yang kemudian bersatu menjadi arteri basilaris. penggunaan kokain dan konsumsi alcohol yang berlebihan. polisitemia. dan sekitar 25 % disebabkan oleh penyakit pembuluh darah kecil di intyrakranial dan 20 % oleh emboli jantung. penyakit arteri koroner. hematoma. benda asing 3. Sinar X Tengkorak : Menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal (DoengesE. Iskemia ( Penurunan aliran darah ke area otak) D. Trombosis ( bekuan cairan di dalam pembuluh darah otak ). Embolisme cerebral ( bekuan darah atau material lain ) Emboli merupakan 5-15 % dari penyebab stroke. kolesterol. 5. yang merupakan kelainan dari arteri ukuran besar atau sedang. Etiologi Penyebab-penyebabnya antara lain: 1. EEG: Memperlihatkan daerah lesi yang spesifik 6. MRI : Menunjukan daerah yang mengalami infark. dan arteri sirkumferensial. bakteri. atrial fibrilasi. hemoragik. hipertensi.

pandangan kabur atau buta bila gangguan pada lobus oksipital 2. didahului gejala prodromal. Bila lesi di subkortikal. akan timbul tanda seperti. Bila disertai hemiplegi. Gejala Klinik Gejala neurologik yang timbul akibat gangguan peredaran darah di otak bergantung pada berat ringannya gangguan pembuluh darah dan lokalisasinya. terjadi pada waktu istirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tak menurun. Pendarahan otak dilayani oleh 2 sistem yaitu sistem karotis dan sistem vertebrobasilar. 3 . Biasanya terjadi pada usia lebih dari 50 tahun. tekanan normal. lengan dan tungkai sama berat lumpuhnya. Gangguan sensorik 7. Likuor serebrospinalis adalah normal. Gangguan peredaran darah otak akibat emboli serebri didapatkan pada usia lebih muda. Gangguan pada sistem karotis menyebabkan : 1. gangguan sensorik kortikal. afasia. Ganguan sensorik Gangguan pada sistem vertebrobasilar menyebabkan : 1. disfasia atau afasia 3. muka dan lengan lebih lumpuh atau tungkai lebih lumpuh. Gnggguan koordinasi 5. Gangguan bicara.. Gangguan motorik 4. Drop attack 6. Ganguan penglihatan. Pada pungsi lumbal. lesi pada kapsula interna. akan terjadi gejala klinik seperti. hemipareses yang disertai kejang. distonic posture. Gangguan nervi kranialais bila mengenai batang otak 3. Gangguan kesadaran Bila lesi di kortikal. gangguan sensoris nyeri dan raba pada muka lengan dan tungkai (tampak pada lesi di talamus). Kesadaran dapat menurun bila embolus cukup besar. Gejala utama gangguan peredaran darah otak iskemik akibat trombosis serebri ialah timbulnya defisit neurologik secara mendadak/subakut. hemiplegi/hemiparese kontralateral 4. dan eritrosit kurang dari 500. Pemeriksaan CT Scan dapat dilihat adanya daerah hipodens yang menunjukkan infark/iskmik dan edema. Sumber emboli berasal dari berbagai tempat yakni kelainan jantung atau ateroma yang terlepas. liquor serebrospinalis jernih. muka. mendadak dan pada waktu aktif. Gangguan motorik. eye deviation. Gangguan penglihatan 2.F.

disartri.Perubahan tonus otot ( flaksid atau spastic). endokarditis bacterial ). Pengkajian a. gangguan menelan. deviasi lidah.gangguan pendengaran.kesulitan dalam beraktivitas .Pulsasi : kemungkinan bervariasi .Hipertensi arterial . gangguan miksi dan defekasi. femoral dan arteri iliaka atau aorta abdominal 3. Pengkajian Primer . hipotensi terjadi pada tahap lanjut. gambaran klinis berupa: hemiplegi alternans. timbulnya pernapasan yang sulit dan / atau tak teratur. Pengkajian Sekunder 1. kelemahan. perubahan EKG . gangguan sensoris dan keringat sesuai tinggi lesi.Airway Adanya sumbatan/obstruksi jalan napas oleh adanya penumpukan sekret akibat kelemahan reflek batuk . Aktivitas dan istirahat Data Subyektif: . bunyi jantung normal pada tahap dini. paraliysis ( hemiplegia ) .Disritmia.Breathing Kelemahan menelan/ batuk/ melindungi jalan napas.gangguan penglihatan 2. H. akan timbul gejala seperti.Bila lesi di batang otak.mudah lelah.Riwayat penyakit jantung ( penyakit katup jantung. . Integritas ego Data Subyektif: .Circulation TD dapat normal atau meningkat . disritmia.Denyut karotis. dingin. Sirkulasi Data Subyektif: . . takikardi. Bila topis di medulla spinalis. kehilangan sensasi atau paralysis. kesulitan istirahat ( nyeri atau kejang otot ) Data obyektif: . sianosis pada tahap lanjut b. kelemahan umum. nistagmus. gagal jantung . disritmia. gangguan sensoris. polisitemia. suara nafas terdengar ronchi /aspirasi . kulit dan membran mukosa pucat.Data obyektif: . tanda-tanda serebelar.Perubahan tingkat kesadaran .

koma biasanya menandai stadium perdarahan . pipi .distensi abdomen ( kandung kemih sangat penuh ). kegembiraan .Inkontinensia.Kehilangan kemampuan mengenal atau melihat.. kemungkinan ekspresif/ kesulitan berkata kata.Sentuhan : kehilangan sensor pada sisi kolateral pada ekstremitas dan pada muka ipsilateral ( sisi yang sama ) .Kelemahan. stimuli taktil .nyeri kepala : pada perdarahan intra serebral atau perdarahan sub arachnoid. Eliminasi Data Subyektif: .Ekstremitas : kelemahan / paraliysis ( kontralateral pada semua jenis stroke.Wajah: paralisis / parese ( ipsilateral ) . tenggorokan. Makan/ minumData Subyektif: .kesulitan berekspresi diri 4.Pusing / syncope ( sebelum CVA / sementara selama TIA ) . hilang harapanData obyektif: .Nausea / vomitus menandakan adanya PTIK . disfagia .Problem dalam mengunyah ( menurunnya reflek palatum dan faring ) .Sakit kepala yang bervariasi intensitasnya Data obyektif: .Gangguan rasa pengecapan dan penciuman Data obyektif: .Perasaan tidak berdaya. . kesemutan/kebas.Emosi yang labil dan marah yang tidak tepat. menyerang) dan gangguan fungsi kognitif . tidak adanya suara usus( ileus paralitik ) 5. kesediahan . berkurangnya reflek tendon dalam ( kontralateral ) . Peningkatan lemak dalam darah Data obyektif: . gangguan tingkah laku (seperti: letergi.Obesitas ( factor resiko ) 6.Kehilangan sensasi lidah . reseptif / kesulitan berkata kata komprehensif. sisi yang terkena terlihat seperti lumpuh/mati .Penglihatan berkurang . genggaman tangan tidak imbang. pendengaran. anuria .Reaksi dan ukuran pupil : tidak sama dilatasi dan tak bereaksi pada sisi ipsi lateral 7.Afasia ( kerusakan atau kehilangan fungsi bahasa.Riwayat DM. apatis.Nafsu makan hilang . .Apraksia : kehilangan kemampuan menggunakan motorik . Nyeri / kenyamanan Data Subyektif: . global / kombinasi dari keduanya. Sensori neural Data Subyektif: .Status mental .

Marilynn.Keamanan Data obyektif: . pasien akan : Mempertahankan tingkat kesadaran biasanya atau Intervensi MANDIRI Menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian / penyebab Rasional Mempengaruhi penetapan intervensi. kata.Perubahan persepsi terhadap tubuh. .Perokok ( factor resiko ) 9. ketegangan otot / fasial 8.Motorik/sensorik : masalah dengan penglihatan .Gangguan dalam memutuskan.Tidak mampu mengenali objek.. kesulitan untuk melihat objek. ketidakmampuan berkomunikasi (Doenges E.Problem berbicara. warna. perhatian sedikit terhadap keamanan. M.2000) Rencana Asuhan Keperawatan Nama Pasien : a Mahasiswa : Ruang : NPM : No. dan wajah yang pernah dikenali .Tingkah laku yang tidak stabil. dan dingin/gangguan regulasi suhu tubuh . gelisah. hilang kewasadaan terhadap bagian tubuh yang sakit . berkurang kesadaran diri 10.Gangguan berespon terhadap panas. hemoragi. Respirasi Data Subyektif: . Interaksi social Data obyektif: .R : N Diagnosa o Keperawatan 1. vasospasme serevral dan edema serebral Nam Tujuan / sasaran Setelah x 24 jam pemberian asuhan keperawatan. Perubahan perfusi jaringan serebral b/d interupsi aliran darahm gangguan oklusif.

dan reaksinya terhadap cahaya. catat pola irama dari pernapasan. luas dan kemajuan / resolusi kerusakan SSP. Seperti : adanya hipertensi. Mengidentifikasika n keamanan yang harus mendapat perhatian. catat ukuran. frekuensi dan irama jantung. Menunjukkan TTV stabil dan tak ada tandatanda peningkatan TIK khusus selama koma / penurunan perfusi serebral dan potensial terjadinya peningkatan TIK. bentuk. Memantau dan mencatat status neurologis sesering mungkin dan bandingkan dengan keadaan normal atau standar Mengetahui kecenderungan tingkat kesadaran dan potensial peningkatan TIK dan mengetahui lokasi. kehilangan memori Perubahan TTV Gelisah membaik. Menurunkan Pantau TTV.DS : Defisit sensori. auskultasi adanya murmur. Evaluasi pupil. TIA merupakan tanda terjadi trombosis baru Memantau dan mengidentifikasi jika terjadi perubahan yang tiba-tiba atau signifikan Reaksi pupil diatur oleh saraf kranial okulomotor dan berguna dalam menentukan apakah batang otak tersebut masih baik Gangguan penglihatan yang spesifik mencerminkan daerah otak yang terkena. DO : Perubahan tingkat kesadaran. bahasam intektual dan emosi. . fungsi kognitif dan motorik sensori. kesamaan.

pasien akan : Mempertahankan posisi optimal dari fungsi Mempertahankan atau meningkatkan kekuatan dan fungsi tubuh Mempertahankan integritas kulit Letakkan kepala dengan posisi agak ditinggikan dan dalam posisi anatomis.2. tekanan arteri dengan meningkatkan drainase dan meningkatkan sirkulasi / perfusi serebral. kelemahan. Aktivitas yang kontinu dapat meningkatkan TIK. Kerusakan perceptual / kognitif. Catat perubahan dalam penglihatan seperti adanya kebutaan. ciptakan vasodilatasi serebral lingkungan dan tekanan yang tenang.d keterlibatan neuromuskuler. terapetik Cegah terjadinya mengedan saat defekasi Mengidentifkasikan KOLABORASI kekuatan / Memberikan kelemahan dan oksigen sesuai dapat memberikan indikasi] informasi mengenai . paralysis spastis. flaksid/ paralysis hipotonik. meningkat batasi Memberikan pengunjung informasi tentang atau aktivitas keefektifan klien sesuai pengobatan / kadar indikasi. Valsava manuver dapat meningkatkan TIK Menurunkan Pertahankan hipoksia yang dapat keadaan tirah menyebabkan baring. gangguan lapang pandang dan persepsi. parestesia. DS: Klien enggan untuk bergerak DO : Penurunan kemampuan untuk bergerak Keterbatasan rentang gerak Setelah x 24 jam pemberian asuhan keperawatan. Kerusakan mobilitas fisik b.

pasien akan : Mengindikasika n pemahaman tentang masalah komunikasi Menerima pesan-pesan melalui metodemetode alternatif Memperlihatkan peningkatan kemampuan untuk mengerti Ubah posisi minimal setiap 2 jam (telentang. Mandiri Mengkaji kemampuan secara fungsional / luasnya kerusakan awal dengan cara yang benar. kerusakan neuromuskular. miring) dan sebagainya Melakukan latihan gerak aktif dan pasif pada semua pada saat masuk. kelemahan/kelelaha n umum. Setelah x 24 jam pemberian asuhan keperawatan. pemulihan. Menganjurkan Penggunaan penyanggga dapat menurunkan resiko terjadinya sublukasio lengan dan sindrom bahulengan Meningkatkan aliran balik vema dan membantu mencegah terbentuknya edema.d kerusakan sirkulasi serebral. meningkatkan sirkulasi dan membantu mencegah terjadinya kontraktur. kadar dilantin 3. Memantau pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi. Membantu dalam pemilihan intervensi Menurunkan resiko terjadinya trauma/iskemia jaringan dan kerusakan pada kulit Meminimalkan atrofi otot. kehilangan tonus. Klasifikasikan melalui skala 04 Kerusakan komunikasi verbal b. Meningkatkan distribusi merara berat badan yang menurunkan . seperti masa protrombin.

Membantu menentukan daerah atau derajat kerusakan serebral yang terjadi dan kesulitan pasien dalam beberapa atau seluruh tahap proses komunikasi Klien mungkin kehilangan kemampuan untuk memantau ucapan yang keluar dan tidak menyadari bahwa komunikasi yang diucapkannya . latihan resistif dan ambulasi pasien.melakukan latihan seperti latihan quadrisep/glute al. meremas bola karet. Program yang khusus dapat dikembangkan untuk menemukan kebutuhan yang berarti / menjaga kekurangan tersebut dalam keseimbangan. koordinasi dan kekuatan Kolaborasi Memberikan tempat tidur dengan matras bulat sesuai indikasi Konsultasikan dengan ahli fisioterapi secara aktif. melebarkan jari-jari dan telapak tangan Gunakan penyangga lengan ketika pasien berada dalam posisi tegak Tinggikan tangan dan kepala tekanan pada tulang-tulang tertentu dan membantu untuk mencegah kerusakan kulit/terbentuknya dekubitus.

Meminta pasien untuk mengikuti perintah sederhanan ulangi dengan kata atau kalimat sederhana Menunjukkan objek dan meminta pasien Pengkajian secara individual kemampuan bicara dan sensori. Memperhatika n kesalahan dalam komunikasi dan berikan umpan balik Melalukan penilaian terhadap adanya kerusakan motorik Mengurangi isolasi sosial pasien dan meningkatkan pencipataan komunikasi yang efektif. . motorik dan kognitif berfungsi untuk mengidentifikasi kekurangan atau kebutuhan terapi.tidak nyata. Melalukan penilaian terhadap adanya kerusakan sensorik Mandiri Mengkaji tipe/ derajat disfungsi seperti pasien tidak tampak memahami kata atau mengalami kesulitan berbicara atau membuat pengertian sendiri.

Jakarta : penerbit Buku Kedokteran EGC Gejala.untuk menyebutkan nama tersebut Menganjurkan pengunjung/ora ng terdekat mempertahanka n usahanya untuk berkomunikasi dengan pasien. Diambil dari http://www. Saunders company Carpenito. Medical Surgical Nursing fifth edition : clinical managemen for continuity of care. 2001. diskusi tentang hal-hal yang terjadi pada keluarga.com/2007/04/11/gejala-diagnosa-terapi-strokenon-hemoragik/ tanggal 4 oktober 2008 pukul 19. Ester Matasarrin. Joyce M.jevuska. Philadelfia : WB. Jacobs. Lynda Juall. 2000. Marilynn E. seperti membaca surat. Kolaborasi Konsultasikan kepada ahli terapi wicara REFERENSI Black. 1997. Rencana asuhan keperawatan : pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. Buku saku Diagnosa Keperawatan.00 . Diagnosa & Terapi Stroke Non Hemoragik. Jakarta : EGC Doengoes.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful