P. 1
JURNAL MANAJEMEN SDM

JURNAL MANAJEMEN SDM

|Views: 5,133|Likes:
Published by Deswita Muharni

More info:

Published by: Deswita Muharni on Jan 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2013

pdf

text

original

MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN bekerjasama PUSAT PEMBINAAN KEAHLIAN dan TEKNIK KONSTRUKSI BADAN PEMBINAAN

KONSTRUKSI dan SUMBER DAYA MANUSIA DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALITAS dan PRODUKTIVITAS PEGAWAI NEGERI SIPIL di INDONESIA dengan MELAKUKAN REFORMASI BIROKRASI yang MENYELURUH
DESWITA MUHARNI (2008831022) Abstrak: Persoalan reformasi birokrasi, perbaikan pelayanan publik atau good governance (pemerintahan yang baik) selalu dikaitan dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang pengelola administrasi negara. Good Governance adalah tata pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa. Terkait dengan itu, pemerintah yang bersih (clean government) dan bebas KKN. Sering disebutkan bahwa birokrasi itu sangat sulit berubah. Reformasi birokrasi belum memperlihatkan hasil yang optimal. Hal ini menjadi satu keluhan yang sering kita dengar di masyarakat. Walaupun secara jujur harus diakui bahwa, birokrasi masih dalam proses dan terus berjalan dan banyak hal yang telah berubah, namun masih jauh dari harapan publik. Untuk itu perlu dilakukan Reformasi Birokrasi yang menyeluruh agar dapat meningkatkan profesionalisme dan produktivitas PNS. Dengan reformasi birokrasi yang berkesinambungan maka PNS yang profesional dan bermoral, sistem manajemen yang bersifat unified dan berorientasi pada kinerja akan terwujud sehingga tujuan pembangunan nasional dapat tercapai.

MAKALAH:

PENDAHULUAN
Di tengah kesulitan lapangan pekerjaan di Indonesia saat ini, pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi primadona, dimana setiap diadakannya penerimaan PNS, jumlah pelamar selalu membludak. Mungkin saat ini PNS merupakan “the best job ever”. Namun, masalah sumber daya manusia di lingkungan PNS masih menjadi sorotan, baik di Pemerintahan Pusat maupun di Pemerintahan Daerah. Ada gambaran umum seorang PNS “Datang, absen, duduk, kemudian pulang”, sehinggan PNS diplesetkan menjadi kependekan dari “Pegawai Nyantai Sekali”. PNS juga identik dengan birokrasi yang berbelit-belit, lamban dalam menyelesaikan pekerjaan, menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, sigap mencari amplop dan sabetan, datang ke kantor paling akhir tapi pulang paling awal, dan sering keluyuran saat jam kerja. Berita-berita di media tentang maraknya PNS yang menerima suap menyebabkan masyarakat meminta reformasi pelayanan publik yang jauh lebih dalam lagi. Namun sejauh ini hanya sedikit indikasi bahwa reformasi yang diinginkan ini menjadi prioritas. Reformasi birokrasi ini berjalan sangat lambat untuk tidak dikatakan stagnan. Sudah sembilan tahun usia gerakan reformasi Indonesia, tidak ada perubahan nyata terhadap kondisi birokrasi kita. Birokrasi kita masih ditandai rendahnya kinerja sumber daya manusia dan kelembagaan aparatur; sistem kelembagaan (organisasi) dan tata laksana (manajemen) pemerintahan yang belum memadai; rendahnya efisiensi dan efektivitas kerja; rendahnya kualitas pelayanan umum; rendahnya kesejahteraan PNS; dan banyaknya peraturan perundang-undangan yang sudah tidak sesuai dengan

TUJUAN Tujuan dari penulisan ini adalah man upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan profesionalisme dan produktivitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan melakukan Reformasi Birokrasi yang menyeluruh. pemerintah yang bersih (clean government). Menurutnya pemerintah belum menyelesaikan berbagai masalah yang muncul seputar birokrasi secara menyeluruh dan belum terlalu memperhatikan PNS. bersih. serta profesionalitas mereka sehingga menghasilkan PNS yang benar-benar dapat diandalkan. tidak tanggap atas keragaman kebutuhan dan kondisi daerah setempat. pemerintah harus mempunyai standar baku yang mesti dinilai berdasarkan kompetensi. PEMBAHASAN PERMASALAHAN Untuk meningkatkan profesionalitas dan produktivitas PNS perlu melakukan penataan kembali sistem birokrasi di Indonesia. Sudah saatnya pemerintah memperbaiki dan memiliki program untuk meningkatkan profesionalitas dan produktivitas kinerja PNS. Reformasi Birokrasi diarahkan pada upaya-upaya mencegah dan mempercepat pemberantasan korupsi. hanya 40 persen pegawai negeri yang benar-benar bekerja. dan berwibawa (good governance). mengubah. PENINGKATAN PROFESIONALISME DAN PRODUKTIVITAS PNS KEKUATAN KELEMAHAN (STRENGTH) (WEAKNESS) • Jumlah PNS yang banyak • • Profesionalisme kurang Kualifikasi pendidikan belum mencukupi PELUANG (OPPORTUNITY) STRATEGI SO STRATEGI WO . dalam menciptakan tata pemerintahan yang baik. sisanya hanya sekedar datang ke kantor tanpa melakukan pekerjaan yang berarti. Dalam perekrutan dan penyelesaian CPNS.perkembangan keadan dan tuntutan pembangunanmekanisme kerja yang tidak efisien. 12/3/07). merubah perilaku pejabat untuk menghindarkan tindak pidana korupsi. Banyak hal yang harus dilakukan oleh Pemerintah dalam rangka reformasi birokrasi. Hal yang penting dalam reformasi birokrasi adalah perubahan mind-set dan culture-set serta pengembangan budaya kerja. secara berkelanjutan. Dalam reformasi birokrasi ini harus ditinjau ulang mengenai tugas PNS di setiap lembaga. tidak modern atau ketinggalan zaman. Kondisi birokrasi memang harus segera diperbaiki. Hal-hal yang harus dilakukan tersebut diantaranya adalah memperbaiki kinerja PNS dalam melaksanakan pelayanan publik. Menurut Miftah Toha (Guru Besar Ilmu Pemerintahan). keahlian. sering menyalahgunakan wewenang dan masih besarnya praktek KKN. dan menata jumlah PNS agar disesuaikan dengan pekerjaan yang ada. Pemerintah harus meninjau berapa PNS yang benar-benar dibutuhkan dalam setiap institusi sehingga tidak ada lagi yang menganggur. Reformasi birokrasi pada suatu organisasi pada hakekatnya adalah menata. proses pelayanan yang lamban. menyempurnakan dan memperbaiki birokrasi agar lebih efisin efektif dan lebih produktif. jumlah pegawai yang gemuk. Urgensi ini ditegaskan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) yang mengungkapkan reformasi birokrasi masih jauh dari harapan karena belum adanya kesamaan persepsi (Tempo Interaktif. dan bebas KKN.

Rekrutmen PNS sebaiknya menggunakan cara-cara profesional yaitu berdasarkan kualifikasi. banyak metode dan teknik seleksi untuk mengevaluasi pelamar sesuai jabatan yang lowong dalam organisasi. kolusi. belum mampu mengungkap kompetensi SDM-PNS sesuai dengan kebutuhan. serta terukur dari instansi pemerintah maka organisasi instansi pemerintah kedepan harus berubah. • • Memberikan pembinaan pada PNS untuk meningkatkan profesionalisme Pendidikan dan pelatihan bagi PNS sesuai dengan bidangnya ANCAMAN (THREAT) • • KKN Apatisme dan ketidakperc ayaan dari masyarakat STRATEGI ST • • Penegakan hukum/aturan dengan sebaik-baiknya. namun dalam implementasinya belum memenuhi kebutuhan yang dapat menunjang keberhasilan kinerja dan profesionalitas SDM-PNS. kompetensi. 2. Kondisi SDM-PNS demikian ini antara lain disebabkan oleh perencanaan kepegawaian saat ini belum didasarkan pada kebutuhan nyata sesuai dengan kebutuhan organisasi. Secara teoritis. Rekrutmen pegawai yang dilaksanakan oleh pemerintah. Rekrutmen ini berhubungan dengan kebutuhan organisasi secara riil. Melaksanakan Remunerasi . atau secara singkat harus dilakukan fit and proper test (uji kelayakan dan kemampuan) yang kemudian dilanjutkan dengan psikotest oleh psikolog. Secara organisatoris rekrutmen sebagai perencanaan sumber daya manusia harus terprogram secara komprehensif untuk dapat memprediksi kebutuhan baik kuantitas maupun kualitas serta perencanaan yang profesional. Penempatan pegawai sesuai dengan keahliannya • STRATEGI WT Meningkatkan kompetensi dan produktivitas PNS agar mendapat kepercayaan dari masyarakat Melihat kompleksnya permasalahan. Sistem Rekrutmen Pegawai yang Komprehensif Rekrutmen sebagai suatu proses pengumpulan calon pemegang jabatan yang sesuai dengan rencana sumber daya manusia untuk menduduki suatu jabatan tertentu. kemampuan. antara lain ditentukan oleh rekrutmen yang merupakan proses aktivitas mencari dan menemukan SDM-PNS yang memiliki motivasi. Kebutuhan riil organisasi berhubungan dengan orientasi atau tujuan yang tercermin dalam sasaran dan target organisasi yang jelas dan terukur dalam suatu kurun waktu tertentu.• • • Jabatan tinggi Penghasilan besar Status sosial meningkat • Memberikan kesempatan kepada seluruh PNS untuk mengembangkan profesionalisme dan produktivitas setinggi mungkin untuk meningkatkan karir dengan pola reward dan punishment. kemampuan akademis dan akhlak/moral yang baik. Meskipun sistem rekrutmen telah diatur dalam peraturan pemerintah sebagai upaya untuk menjaring SDM-PNS yang kompeten. Mereformasi birokrasi juga berarti memutus lingkaran setan atau mata rantai KKN di birokrasi. Proses prosedur rekrutmen PNS selama ini menurut opini yang berkembang di masyarakat. cenderung diwarnai oleh praktik-praktik korupsi. keahlian dan pengetahuan yang diperlukan dalam melaksanakan tugas jabatannya. Dengan melihat pada permasalahan di atas maka upaya-upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan profesionalitas dan produktivitas PNS adalah : 1. dan nepotisme (KKN) Kualitas SDM-PNS. untuk mengetahui apakah secara psikis calon PNS tersebut telah siap. terjadwal dan dilaksanakan dengan dijiwai oleh semangat perbaikan yang besar. pelaksanaan reformasi birokrasi memaksa kita memilih strategi yang tepat. Untuk menjamin adanya sasaran dan target yang jelas. yaitu menuju struktur organisasi fungsional yang dilakukan secara gradual. untuk menjadikan instansi pemerintah seperti yang di cita-citakan.

Salah satu cara memberikan psychological income ialah dengan cara membuat rancangan kerja yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. insentif ke dalam pekerjaan (apabila pegawai merasa pekerjaannya bervariasi. dan ada kesempatan untuk berhubungan dengan orang lain dan membentuk suatu persahabatan. seperti. 3. Sebenarnyalah. Besaran gaji pokok didasarkan pada bobot jabatan. yang dibutuhkan bukanlah manusia yang termotivasi secara individu. Disamping itu. sistem penggajian tersebut mengakibatkan kurangnya insentif untuk meningkatkan karier dan prestasi. serta mendorong terjadinya penyalahgunaan wewenang untuk meningkatkan taraf hidupnya. pesangon dan/atau pensiun. masih bersifat paternalistik. melainkan manusia yang termotivasi secara kelompok. Memasukkan tujuan kerja. mempunyai otonomi luas. ada identitas tugas. Dalam kelesuan ekonomi seperti sekarang ini. Penggajian PNS juga berdasar pada pola keseimbangan komposisi antara gaji pokok dengan tunjangan dan keseimbangan skala gaji terendah dan tertinggi. Tetapi apabila tidak dilakukan maka yang terjadi adalah motivasi untuk berprestasi dari PNS sangat berkurang atau bahkan sudah lama menguap. tunjangan tetap. Pada gilirannya manusia berkelompok yang termotivasi akan dapat menggerakkan organisasi secara keseluruhan. Manusia akan bekerja dengan baik kalau ia cukup termotivasi untuk melakukannya. memberikan otonomi dan tanggung jawab lebih besar pegawai untuk membuat perencanaan.Peningkatan kesejahteraan melalui perbaikan struktur gaji(remunerasi). bonus atau prestasi. membuat pekerjaan lebih berarti. Pemenuhan psychological income ini tidaklah memerlukan biaya yang terlalu besar. pegawai akan bekerja dengan motivasi yang tinggi). Memberikan tambahan tugas pada pegawai agar pekerjaan lebih bervariasi tanpa menuntut kemampuan yang lebih tinggi. kondisi ini tidak mendorong PNS untuk lebih berprestasi sesuai dengan kompetensinya. Menciptakan Rancangan Kerja yang Menyenangkan Unsur yang paling menentukan tingkat kinerja adalah manusia. feed back. disatu pihak apabila gaji akan dinaikan sesuai kebutuhan riel masyarakat untuk dapat berkehidupan yang layak. Untuk meningkatkan kinerja. Bagi PNS keseluruhan. lebih menarik dan lebih memberikan tantangan (caranya dengan merancang pekerjaan yang melibatkan banyak variasi dalam hal isinya yang menuntut keahlian lebih tinggi. Mengingat reformasi birokrasi adalah subyek yang cukup kompleks. dan pengawasan pekerjaan sendiri). honorarium. Namun masalah gaji ini menjadi dilema. pemerintahan sebaiknya mulai lebih memperhatikan masalah psikologis PNS sebagai upaya meningkatkan kinerja dibandingkan biaya untuk financial income. Pemilihan langkah untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan pegawai terlebih dahulu adalah untuk menangkal semakin besarnya kerugian negara akibat KKN. kelenturan dalam melaksanakan reformasi juga diperlukan. pelaksanaan. hal-hal positif yang ingin diperoleh PNS dalam bekerja tidaklah semata-mata bersifat finansial tetapi juga hal-hal yang sifatnya psikologis. Dengan remunerasi pula. maka akan sangat membebani anggaran negara. insentif. Perhitungan besaran gaji pokok sekarang ini mengacu pada masa kerja dan golongan PNS. peningkatan kesejahteraan pegawai dikaitkan dengan kinerja individu dan kinerja organisasi. Upaya meningkatkan kinerja PNS pada akhirnya ditentukan oleh pola hubungan dalam instansi di mana ia bekerja. Pola hubungan antara atasan dengan bawahan dalam banyak instansi kedinasan pemerintahan di negara kita ini. ada feed back hasil kerja. Dengan remunerasi diharapkan adanya sistem penggajian pegawai yang adil dan layak. PNS dengan masa kerja dan golongan yang sama akan memiliki gaji pokok yang sama walaupun bobot pekerjaannya berbeda. Remunerasi adalah pemberian imbalan kerja yang dapat berupa gaji. pola demikian itu mesti diubah dengan merangsang partisipasi aktif setiap PNS dalam bekerja. . gaji dan tunjangan yang dterima saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan hidup.

mengingat fungsi DP3 sebenarnya sangat penting untuk menilai akuntabilitas personal (pribadi). Pemeliharaan dengan sistem ganjaran ini diharapkan dapat membawa pengaruh terhadap tingkat prestasi dan produktitas kerja PNS yang optimal 5. diklat fungsional dan diklat teknis. Jumlah angkatan kerja di Indonesia sekitar 95 juta orang dimana 3. Menetapan Indikator Kerja. Kinerja pegawai dijabarkan langsung dari misi organisai. Namun. DP3 PNS adalah laporan hasil kinerja pegawai selama satu tahun yang di dalamnya terdapat unsur-unsur yang dinilai dalam pelaksanaan pekerjaaan seorang PNS merupakan salah satu aspek/faktor pendukung dalam rangka mewujudkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP) atau akuntabilitas publik. Namun sangat disayangkan. yaitu dari Subyektif menjadi obyektif. karena belum adanya alat ukur lain yang dapat digunakan sebagai dasar penilaian prestasi pegawai. sampai saat ini eksisitensi DP3 sebagai tolok ukur keberhasilan PNS kurang berarti bahkan masih sebatas formalitas. Malakukan Pendidikan dan Pelatihan Hal lain yang dapat diupayakan pemerintah dalam memperbaiki kinerja aparaturnya adalah dengan memberikan kesempatan kepada PNS untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan. dari Tidak ada klarifikasi menjadi ada klarifikasi. Yang dimaksud dengan kinerja instansi pemerintah adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian sasaran ataupun tujuan instansi pemerintah sebagai penjabaran dari visi. Paradigma baru DP3. dari Tertutup menjadi terbuka. Penilaian kinerja menjadi bahan diagnosis dalam upaya peningkatan kinerja organisasi. Perubahan paradigma ini diharapkan dapat memberikan iklim yang memungkinkan seluruh PNS dapat bekerja secara profesional. dari Tidak ada kontrak menjai ada kontrak sasaran kerja individu. PNS dengan pendidikan Diploma I sampai dengan Diploma . Selanjutnya kinerja pegawai juga menjadi istrumen utama dalam pemberian reward and punishment termasuk untuk promosi dan rotasi pegawai. agar menghasilkan pegawai yang profesional. Pendidikan dan pelatihan merupakan upaya untuk pengembangaan SDM. Penetapan indikator kinerja utama di lingkungan instansi pemerintah harus memenuhi karakteristik spesifik. relevan. DP3 yang saat ini masih merupakan satu-satunya alat ukur prestasi pegawai. Pendidikan pada umumnya berkaitan dengan mempersiapkan calon tenaga yang digunakan oleh suatu organisasi. sedangkan pelatihan lebih berkaitan dengan peningkatan kemampuan atau keterampilan pekerja yang sudah menduduki suatu jabatan atau tugas tertentu (Buchari Zainudin). dari Tidak focus pekerjaan menjadi fokus pekerjaan. Pendidikan dan Pelatihan dapat berupa diklat prajabatan dan diklat dalam jabatan antara lain diklat kepemimpinan. dapat dicapai.4. misi dan rencana strategi instansi pemerintah yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan. Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) masih merupakan hal yang patut mendapatkan perhatian.7 juta orang merupakan PNS. menggambarkan keberhasilan sesuatu yang diukur dan dapat dikuantifikasi dan diukur. Sistem Penilaian Kinerja PNS dan Memberikan Reward Dalam usaha meningkatkan kinerja aparatur. Adanya perubahan Paradigma menuju kepada paradigma baru. Sebagian besar PNS di negeri ini pendidikannya SMA kebawah (35%). dari Tak terukur menjadi terukur. Pemeliharaan kinerja SDM harus disertai dengan ganjaran (reward system) akan berpengaruh terhadap jalannya program. memiliki unsur subyektivitas yang sangat tinggi. pemerintah harus menetapkan program manajemen kepegawaian berbasis kinerja dan menetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah. Penilaian kinerja dilakukan secara transparan dan obyektif. terutama untuk pengembangan kemampuan intelektual dan kepribadian.

dan keterampilan yang dimiliki oleh seorang individu untuk melakukan kegiatan atau tugas-tugas tertentu sesuai dengan program untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. akan tetapi realitas di lapangan sungguh merupakan tantangan berat. Bahkan pelanggaran tata krama dan sopan santun pun seakan-akan menjadi hal yang lumrah. Arogansi dan keangkuhan. tetapi masing-masing sibuk dengan kesenangan masingmasing.III/Sarjana Muda adalah 33. Namun yang menjadi permasalahan adalah tidak adanya tindakan dari atasan untuk memberikan teguran kepada staf yang melakukan pelanggaran. Bojonegoro: Belasan pegawai negeri sipil ditangkap Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Meningkatkan Disiplin PNS.5% dan S3 hanya 0. PNS bergelar S2 hanya 2. Dari mulai pegawai rendahan sampai para pejabat eselon di tingkat kabupaten/kota. berbagai pelanggaran disiplin seringkali terlihat.com/2008/08/pns-sumber-masalah-negeri-ini). kemampuan. Ada yang malas-malasan sambil tidur-tiduran di kursi. dan etika moral. kemauan. Pemerintah yakin perbaikan kinerja pemerintah dapat terlaksana bila setiap instansi pemerintah menegakkan disiplin PNS. diperlukan sistem pembinaan PNS yang mampu memberikan keseimbangan terjaminnya hak dan kewajiban PNS. Ironisnya lagi. Satu dua orang PNS yang ada di ruangan bukannya bekerja. bahkan ada juga yang makan cemilan ramai-ramai. Selain itu diharapkan PNS wajib menjaga dan mengembangkan etika profesinya 7.4%. Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa masih rendahnya kualitas PNS di Indonesia jika ditinjau dari segi pendidikan. mentaati ketentuan jam kerja. khususnya bagi PNS yang nota-bene merupakan kepanjangan tangan pemerintah dalam memberikan layanan terbaiknya bagi masyarakat. Pada waktu jam kerja. Di beberapa dinas pemerintah pada tingkat kabupaten/kota. pengalaman. Memberikan Punishment Disiplin bekerja mudah untuk diucapkan tetapi kenyataannya sulit untuk dilakukan. komitmen. Kejadian sebagaimana diatas tidak saja terjadi di Bojonegoro. merasa dirinya orang terhormat. (2). sehingga kejadian ini terus berulang. seringkali para PNS selepas istirahat siang entah pada kemana. ada yang ngerumpi. Disiplin tersebut tidak terjadi hanya untuk sementara alias hangat-hangat tahi ayam. Segalanya tidak semudah membalik telapak tangan. 6. sementara PNS yang Sarjana hanya 28. ketika sedang berada di mal saat jam kerja. Meskipun Gerakan Disiplin Nasional selalu digembar-gemborkan serta disosialisaikan terus menerus dalam berbagai kesempatan. Dari mulai halhal yang kecil sampai hal-hal yang besar dan prinsipil. Dari website TEMPO Interaktif. Ada tiga hal penting yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengangkatan calon pejabat struktural. Lebih menyedihkan lagi. Kejadian diatas merupakan pelanggaran terhadap PP Nomor 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil pada Pasal 2 dimana berbunyi: “ Setiap Pegawai Negeri Sipil Wajib: k. dan motivasi untuk . yaitu. Sebagai abdi masyarakat dan juga abdi negara sepertinya sudah terlupakan. seakan-akan sudah merasuki sanubari dan merusak tatanan moral yang berlaku. Beberapa PNS lari tungganglanggang menghindari operasi itu. dengan misi tiap satuan organisasi pemerintah untuk memotivasi kinerja PNS perlu disusun pola karier yang memungkinkan potensi PNS dikembangkan seoptimal mungkin dalam rangka misi organisasi pemerintah yang akhirnya pencapaian tujuan nasional dapat dilaksanakan secara lebih efektif. Kamis (17/4) siang. Pola Pembinaan Karir PNS Untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan secara berdayaguna dan berhasilguna.2% saja (http://nofeiman. Kemauan berhubungan dengan keyakinan. ketidak-disiplinan dalam bekerja ini hampir dilakukan oleh semua tingkatan PNS.9%. Kemampuan adalah pengetahuan. Penerapan peraturan disiplin PNS harus tegas dan konsisten. (1). tapi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Meja-meja kerja pada melompong kosong tak berpenghuni.

dan juga agar menciptakan suatu rancangan kerja yang jelas dan menyenangkan yang membawa tanggung jawab penuh bagi para pegawai sesuai dengan keahliannya. Perlu adanya sistem penggajian dan insentif PNS yang lebih mampu mendorong pengembangan prestasi dan karier. Kualifikasi pendidikan adalah salah satu syarat yang diperlukan bagi calon pejabat struktural. Namun dalam kenyataannya. Hakekat pola karier PNS adalah lintasan perkembangan dan kemajuan pegawai dengan pola gerakan posisi pegawai baik secara horizontal maupun vertikal yang selalu mengarah pada tingkat atau jenjang posisi yang lebih tinggi. d. disebutkan bahwa untuk menjamin kualitas dan obyektifitas dalam pengangkatan. (3). Tugas pokok Baperjakat adalah memberikan pertimbangan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian dalam pengangkatan. Melaksanakan pola rekruitmen pegawai yang komprehensif yang benar-benar sesuai dengan keahlian dan kebutuhan serta tidak berorientasi kepada KKN. sehingga bagi kebanyakan PNS mengartikan Baperjakan sebagai badan Pertimbangan Jauh dan Dekat. dukung. b. karena latar belakang pendidikan sangat menunjang dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. peningkatan kesejahteraan serta mengeliminasi kemungkinan terjadinya penyalahgunaan wewenang. Basis kompetensi merujuk pada Soft . Persepsi itu tentu tidak sehat. c. dan Pemberian sanksi yang seberat-beratnya bagi pelaku KKN sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dan dawuh). kedisiplinan. PNS diangkat dalam jabatan dan pangkat pada Jabatan Struktural atau Jabatan Fungsional. berarti kesempatan pengembangan seperti untuk promosi. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural Eselon II ke bawah. Terkait dengan merit. pemindahan. karena tingkat pendidikan dapat meningkatkan kemampuan dan wawasan seseorang sehingga dapat mempermudah pejabat yang besangkutan dalam melaksanakan tugasnya. Etika moral adalah berhubungan dengan nilai-nilai luhur yang berkaitan dengan kejujuran. sehingga hal ini akan membantu meningkatkan profesionalitas dan produktivitas PNS sehingga akan menjadi pelayan publik yang profesional dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. dekat. dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku Pada pasal 14 ayat (1) PP Nomor 100 Tahun 2000 Tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural. yakni 4D (duit. Baperjakat sering tidak mempertimbangkan profesionalisme dan kompetensi dalam pengangkatan PNS yang lebih sering mempertimbangkan hubungan kekerabatan. maka hal-hal yang perlu segera dilakukan oleh Pemerintah adalah: a. didasarkan kepada kompetensi dan prestasi kerja terbaik. disamping itu. maka sistem yang dibangun hendaknya berbasis merit dan bersifat terbuka.menyelesaikan tugas atau program yang telah ditentukan. Menuntaskan penanggulangan penyalahgunaan kewenangan dalam bentuk praktek-praktek KKN. ketaatan. dengan cara penerapan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance) pada semua tingkat dan lini pemerintahan dan semua kegiatan. kendatipun realitas sosial menyatakan begitu karena masih banyak pengangkatan pejabat yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan maupun keahliannya. Agar pola karier dapat menjadi daya tarik bagi pegawai. dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan struktural Eselon II ke bawah di setiap instansi dibentuk Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). tanggung jawab. Bahkan kini ada persepsi yang berkembang bahwa dalam promosi jabatan/pengembangan seseorang harus memiliki empat syarat. KESIMPULAN Agar profesionalitas dan produktivitas PNS dapat meningkat sebagaimana yang diharapkan. maka reformasi di bidang birokrasi harus terwujud.

hendaknya mempertimbangkan aspek spesifikasi jabatan yaitu bakat. Gunung Agung. Sehingga pengangkatan seseorang dalam suatu jabatan adalah bukan berdasarkan "selera" pimpinan atau atasan yang mengangkatnya. diunduh tanggal 27 Februari 2009 _____ http://www. diunduh tanggal 27 Februari 2009. “Rekrutmen PNS dan Kondisi Birokrasi. adapun maksud dari pada “fit and proper test” adalah untuk mencari kandidat yang memiliki karakteristik seperti sikap. Untuk membina kedisiplinan PNS memang tidak hanya cukup dengan perubahan sistem saja. diunduh tanggal 27 Februari 2009. yang diukur dari hasil penilaian prestasi kerja pegawai yang dilakukan secara teratur. dan temperamen yang dibutuhkan dalam pekerjaan.com/berita.go. _____ http://www. “Pengawasan Belum Menyentuh Manajemen Kinerja”. Selain itu. g. pemerintah selalu mengingatkan dan mengajak para pegawainya supaya membekali diri dengan berbagai kecakapan (kompetensi) antara conceptual skill (kemampuan konseptual).waspada. siap-siaplah menjadi MPP (alias mati pelan-pelan) atau tidak mendapat promosi jabatan.id/artikel/ “Reformasi Birokrasi Bukan Renumerasi” oleh: Teguh Imam Santoso. PT.surya. dan prestasi kerja. keterampilan dan watak yang tepat untuk jabatan yang harus diisi.com/2009/01/perpindahan-jabatan-struktural/ “Perpindahan Pejabat Struktural”. Terkait dengan besaran peluang terutama bagi pegawai internal yang telah menunjukkan prestasi kerja terbaik. Drs. Demikian halnya dalam pengembangan karier pegawai. Dengan melakukan merit system dapat pula memberikan tambahan penghasilan kepada orang yang bekerja melebihi panggilan tugasnya. _____ http://www. baik untuk promosi maupun rotasi.e. perlu dilakukan punishment terhadap yang tidak disiplin.e-pns.co.php? “Disiplin PNS Memprihatinkan”. .id/ “Keharusan Reformasi Birokrasi”. oleh Chaidir Ritonga.id/web/ “Lambatnya Reformasi Birokrasi” oleh Muhammad Siraj.com/2008/08/pns-sumber-masalah-negeri-ini “PNS Benarkah Sumber Masalah Negeri Kita Ini?”. _____ http://www. social skill (kemampuan bersosial) dan technical skill (kemampuan teknis) terkait dengan tugas dan fungsi masing-masind departemen/ lembaga pemerintah. Competencies dan Hard Competencies. Warta Pengawasan Vol XIII/No. MA. Dra (29/11/2008) “Kinerja PNS Masih Dipertanyakan” _____ http://nofeiman. Bila tidak. motivasi. sistem manajemen yang bersifat unified dan berorientasi pada kinerja akan terwujud sehingga tujuan pembangunan nasional dapat tercapai DAFTAR PUSTAKA Bambang Pujiyono (22/02/2006).kabarindonesia.co. f. diunduh tanggal 27 Februari 2009.3/Juli 2006 Yuli Indriani. baik jabatan struktural maupun jabatan fungsional. tetapi perlu juga memberikan reward terhadap yang berprestasi. diunduh tanggal 27 Februari 2009. minat. minat. Jakarta Miftah Toha dan Dedi Supriady Bratakusumah. Buchari Zainun (2001). diunduh tanggal 27 Februari 2009. Dengan reformasi birokrasi yang berkesinambungan maka PNS yang profesional dan bermoral. juga tidak cukup tanpa disertai sistem yang kuat.” Bambang Heru (31/01/2009). Perlu dilakukan seleksi melalui “fit and proper test” kepada semua PNS yang akan menduduki jabatan.djpbn-jateng. Tujuannya adalah untuk mengetahui kelayakan mereka pada posisi jabatan yang akan didudukinya. Tetapi juga perlu pembinaan moral PNS itu sendiri. “Remunerasi dan Reformasi Birokrasi”. “Peningkatan Profesionalitas dan Produktivitas Pegawai Negeri Sipil” Setia Budi. perbaikan kinerja aparatur negara akan semakin lebih baik. _____ http://www. “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Akan tetapi pembinaan moral saja.Harapan untuk tahun-tahun mendatang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->