Latar Belakang

Kesehatan sebagai hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang menjadi tanggung jawab setiap orang, keluarga dan masyarakat serta didukung oleh pemerintah. Undang-undang RI Nomor.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan Pembangunan Kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang

Latar Belakang Kesehatan sebagai hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang menjadi tanggung jawab setiap orang. pemerintah berkomitmen melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kesehatan (RPJP-K) tahun 2005-2025 yang dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kesehatan (RPJM-K). Untuk melaksanakan amanat Undang-undang Kesehatan Nomor 36. menurunkan Angka Kematian Bayi menjadi 24/ 1000 kelahiran hidup. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. lingkungan yang sehat dan informasi serta edukasi tentang kesehatan yang seimbang dan bertanggungjawab. menurunkan Angka Kematian Ibu menjadi 118/ 100 ribu kelahiran hidup serta menurukan prevalensi gizi kurang pada balita menjadi 15%. Setiap orang juga berkewajiban 1 MDG¶s dan RPJMN Kesehatan menitikberatkan pada kesehatan Ibu dan Anak. sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. bahwa Umur Harapan Hidup Manusia Indonesia adalah 72 tahun. pengobatan penyakit dan pemulihan kesehatan. peningkatan kesehatan. keluarga dan masyarakat serta didukung oleh pemerintah. Hal ini diperkuat dengan komitmen global yang tertuang dalam Millenium Development Goals (MDGs) serta pemantapan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) seperti : program Desa Siaga. Setiap orang berhak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Millenium Development Goals (MDGs) adalah delapan tujuan pembangunan internasional yang harus dicapai pada tahun 2015 oleh 192 . dalam bentuk pencegahan penyakit. Untuk itu upaya kesehatan harus ditingkatkan secara terus menerus untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Undang-undang RI Nomor. serta kemitraan global untuk pembangunan kesehatan. Target RPJM-K Tahun 2010-2014 yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 2010. berperilaku Hidup Bersih dan Sehat serta menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan bagi orang lain yang menjadi tanggung jawabnya. Revitalisasi Posyandu dan Reformasi Puskesmas dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Tampak gambar disamping adalah pementasan drama parodi Kesehatan Ibu dan Anak.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan Pembangunan Kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran.

Target RPJM-K Tahun 2010-2014 yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 2010. bahwa Umur Harapan Hidup Manusia Indonesia adalah 72 tahun.2 miliar jiwa . Beberapa pencapaian MDG¶s di bidang kesehatan 2 Anak-anak Papua ikut merayakan kemeriahan HKN ke-45 tahun 2009 Kemiskinan dan kelaparan merupakan persoalan kemanusiaan sangat besar yang belum terpecahkan hingga jaman modern ini. pengobatan penyakit dan pemulihan kesehatan. Setiap orang berhak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. dalam bentuk pencegahan penyakit. PBB mencatat dari enam miliar penduduk dunia terdapat 1. lingkungan yang sehat dan informasi serta edukasi tentang kesehatan yang seimbang dan bertanggungjawab. Hal ini diperkuat dengan komitmen global yang tertuang dalam Millenium Development Goals (MDGs) serta pemantapan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) seperti : program Desa Siaga. Millenium Development Goals (MDGs) adalah delapan tujuan pembangunan internasional yang harus dicapai pada tahun 2015 oleh 192 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sedikitnya 23 organisasi internasional. Setiap orang juga berkewajiban 1 MDG¶s dan RPJMN Kesehatan menitikberatkan pada kesehatan Ibu dan Anak. pemerintah berkomitmen melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kesehatan (RPJP-K) tahun 2005-2025 yang dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kesehatan (RPJM-K). peningkatan kesehatan.setinggi-tingginya. Untuk melaksanakan amanat Undang-undang Kesehatan Nomor 36. menurunkan Angka Kematian Bayi menjadi 24/ 1000 kelahiran hidup. Untuk itu upaya kesehatan harus ditingkatkan secara terus menerus untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tampak gambar disamping adalah pementasan drama parodi Kesehatan Ibu dan Anak. Revitalisasi Posyandu dan Reformasi Puskesmas dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif. berperilaku Hidup Bersih dan Sehat serta menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan bagi orang lain yang menjadi tanggung jawabnya. serta kemitraan global untuk pembangunan kesehatan. sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. menurunkan Angka Kematian Ibu menjadi 118/ 100 ribu kelahiran hidup serta menurukan prevalensi gizi kurang pada balita menjadi 15%.

3 persen). Mewujudkan pendidikan dasar bagi semua. jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 37. Kenyataan itu lah yang mendorong para aktivis melakukan kampanye untuk menggugah nurani para pemimpin dunia agar lebih serius memikirkan kemiskinan. sebagai satu paket tujuan yang terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Secara umum. [2] Penandatanganan deklarasi ini merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi lebih dari separuh orang-orang yang menderita akibat kelaparan. Kampanye itu membuahkan hasil ketika Para pemimpin dunia yang hadir dalam Millennium Summit (pertemuan tingkat tinggi Millenium) September 2000 mendeklarasikan Millennium Development Goals (MDGs). Meningkatkan kesehatan ibu.3 juta (sekitar 19 persen). Delapan poin MDGs itu adalah: Memberantas kemiskinan dan kelaparan. Tahun 2001. Jika indikator kemiskinan dinaikkan menjadi 2 diolar AS per hari. Target ini merupakan tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi Milenium. jumlah penduduk miskin sedikit turun menjadi 37. dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun 2015. Sukses tidaknya pencapaian delapan poin MDGs itu diukur berdasarkan 48 indikator. Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015.6 persen). ada delapan poin tujuan pembangunan Abad Milenium yang dirinci lagi ke dalam 18 target-target. mengurangi kematian anak balita hingga 2/3 . 191 negara anggota PBB sepakat untuk melakukan berbagai upaya serius mengurangi kemiskinan hingga setengahnya pada tahun 2015.2 persen). berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Menjamin kelestarian lingkungan. dan Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Indonesia berkepentingan dengan keberhasilan MDGs karena delapan nilai dasar dari MDGs itu sejalan dengan amanat konstitusi negara UUD 1945 dan persoalan kemiskinan rakyat. Krisis ekonomi tahun 1997 membuat jumlah penduduk miskin meningkat hingga 49. Dalam deklarasi tersebut. Mengurangi tingkat kematian anak. Deklarasi berisi sebagai komitmen Negara masing-masing dan komunitas internasional untuk mencapai 8 buah sasaran pembangunan dalam Milenium ini (MDG) yaitu .5 juta (24. maka jumlah kaum papa mencapai 2 miliar orang. menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya.1 juta (16.5 juta (11. malaria dan penyakit lain. Penduduk miskin Indonesia tahun 1996 berjumlah 22. Deklarasi berisi sebagai komitmen negara masing-masing dan komunitas internasional untuk mencapai 8 buah sasaran pembangunan dalam Milenium ini (MDG). mengentaskan kesenjangan jender pada semua tingkat pendidikan. Memerangi HIV/AIDS. Saat deklarasi MDGs diluncurkan tahun 2000. [1] Pemerintah Indonesia turut menghadiri Pertemuan Puncak Milenium di New York tersebut dan menandatangani Deklarasi Milenium itu.2 Sasaran Pembangunan Milenium (bahasa Inggris : Millennium Development Goals atau disingkat dalam bahasa Inggris MDGs) adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada September 2000. Mendorong kesetaraan jender dan memberdayakan perempuan.1 juta dan tahun 2004 kembali turun menjadi 36. dan diadopsi oleh 189 negara serta ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000 tersebut.000 per hari).yang hidup di bawah garis kemiskinan atau hidup dengan biaya kurang dari 1 dollar AS (Rp 9.

1. 8. 5. Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk setidaknya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh. Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan 2. Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan system keuangan yang berdasarkan aturan. Mengurangi tingkat kematian anak Target untuk 2015 : Mengurangi dua per tiga kematian anak-anak usia dibawah 5 tahun. Perlawanan terhadap HIV/AIDS. Termasuk komitmen . Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat 3. malaria dan penyakit lainnya Target untuk 2015 : Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV?AIDS. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Target : 1. Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim Target untuk 2015 : Mengurangi setengah dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar AS sehari dan mengalami kelaparan. Pemerataan pendidikan dasar Target untuk 2015 : Memastikan bahwa setiap anak. 4. 2. dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Meningkatkan kesehatan ibu Target 2015 : Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan 6. 3. Menjamin daya dukung lingkungan hidup Target : 1. baik laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar. malaria dan penyakit berat lainnya. 7. Mendukung adanya persamaan gemder dan pemberdayaan perempuan Target 2005 dan 2015 : Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.

tapi masyarakat mendapatkan pekerjaan yang pendapatannya di atas 1 dolar AS setiap harinya. terutama teknologi informasi dan komunikasi Upaya jangka pendek bisa dilakukan dengan berbagai subsidi. pembangunan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional. penggusuran dan bisa juga dengan menambah suatu daerah yang semula dianggap mempunyai jumlah penduduk miskin yang besar dengan sejumlah besar penduduk yang tidak miskin. Dengan pendekatan jangka pendek tersebut kemiskinan di suatu daerah bisa dihilangkan karena dipindahkan atau digusur. karena krisis ekonomi. sehingga perlu dipacu dengan bantuan uang tunai tersebut. membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru. Pemerintah nampaknya telah sadar bahwa salah satu kendala yang ada di tanah air adalah kesenjangan dan ketidak adilan karena tidak adanya kesetaraan gender. penduduk miskin bisa memperoleh modal untuk mencari pekerjaan yang akhirnya dapat mengentaskan mereka dari pendapatan di atas Rp 270. perlu adanya pemerataan dan perbaikan pendidikan. dengan adanya pemerataan dan perbaikan pendidikan. Atau sama sekali merubah dan mengganti suatu daerah yang semula menjadi tempat tinggal penduduk menjadi tempat tinggal baru dengan penduduk yang tidak miskin. menjadi lebih maju sehingga kedepanya manusia yang telah dibekali pendidikan yang cukup mampu hidup dan bertahan dalam kehidupanya. 4. Ada baiknya kita . 3.000 setiap bulannya. Atau. dengan membantu sebesar Rp 100. meningkatkan pembebasan hutang untuk Negara miskin yang berhutang besar. pembatalan hutang bilateral resmi. terhadap pemerintahan yang baik. sehingga peluang-peluang untuk mereka berkarya itu tidak tetutup. Dalam kerjasama dengan pihak swasta. tentunya didukung oleh stabilitas politik dan ekonomi di negara ini. Kedua asumsi itu salah. Mengembangkan usaha produktif yang layak dijalankan untuk kaummuda Dalam kerjasama dengan pihak ³pharmaceutical´. Menghadapi secara komprehensif dengan Negara berkembang dengan masalah hutang melalui pertimbangan nasional dan internasional untuk membuat hutang lebih dapat ditanggung dalam jangka panjang. tetapi tidak diselesaikan. rakyat miskin tetap tidak mujur. menyediakan akses obat penting yang terjangkau dalam Negara berkembang.2. Ini termasuk pembebasan tariff dan kuota untuk ekspor mereka. Dengan digusur. Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus Negara-negara kurang berkembang. pendapatan penduduk menurun. mereka akan bisa menjadi manusia yang aktif dan produktif. dan kebutuhan khusus dari Negara-negara terpencil dan kepullauan ±kepulauan kecil. maka sumberdaya manusia di Negara ini menjadi lebih baik. karena yang dimaksud dengan target tersebut bukan sekadar melengkapi pendapatan seseorang. 6. Penyelesaian yang dilakukan dengan cara tersebut bersifat semu. 5. bukan penanggulangan atau pemberdayaan penduduk miskin.000 setiap bulan. Tapi untuk jangka panjangnya hal ini tidak mungkin dilakukan terus menerus. dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk Negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan. Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang Negara-negara berkembang. Atau. Penyelesaian semu mudah dilakukan karena yang diselesaikan adalah wilayah miskin.

Posisi rendah dan tidak bergerak tersebut menandakan bahwa pembangunan kesetaraan gender melalui bidang pendidikan belum banyak memperhatikan pengarusutamaan gender dibandingkan dengan negara-negara tetangga lainnya. kesetaraan gender yang timpang. Yaitu peranan guru dalam mengerti potensi-potensi yang dimiliki siswanya. Mereka yang juga dibekali ketrampilan akan siap terjun ke lapangan ketika mereka telah selesai menempuh pendidikan. terutama anak-anak perempuan. Tetapi perlu diingat bahwa yang perlu diperhatikan adalah bahwa mutu lulusan yang dapat diandalkan. dapat menampung anakanak muda yang mandiri tersebut dalam lembaga yang dapat diakses oleh anak keluarga kurang mampu. dari keluarga miskin para anak laki ± laki juga seringkali hanya memikirkan bagaimana caranya mencari uang semudah mungkin. Bahwa sebenarnya dengan memiliki pendidikan yang cukup mereka bias dan mampu menjadi lebih baik.haryono. . dalam jumlah yang memadai dapat diberikan sebagai bagian dari kegiatan sekolah. lebih-lebih anak perempuan. atau sekolah yang lebih tinggi. Kalau keluarga tersebut mempunyai anak balita. hal ini jelas akan membantu dalam penuntasan kemiskinan yang telah menjadi problema di Indonesia selama ini. diperkirakan partisipasi anak perempuan pada setiap jenjang sekolah yang dewasa ini kurang mantab. Hal inilah yang harus di ubah. Bukan saja mutu akademis agar seorang anak dapat melanjutkan ke tingkat pendidikan lebih tinggi. Mereka akan menjadi seseorang yang lebih baik dari mereka yng tanpa pendidikan. tetapi seorang anak. hampir pasti anak perempuannya akan ditugasi untuk membantu orang tuanya bekerja di ladang atau pada bidang usaha yang dilakukannya. Tidak hanya anak perempuan. Peranan dalam penyetaraan gender dalam pendidikan. dengan adanya penyetaraan gender maka seluruh warga negara Indonesia yang ada akan menjadi warga yang produktif. mempunyai ketrampilan praktis yang dapat dimanfaatkan seandainya yang bersangkutan tidak dapat melanjutkan pada pendidikan tinggi. Andaikan ketrampilan. akan dengan pelahan dapat diselesaikan.tegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan terpadu yang berkelanjutan. atau tidak melanjutkan sekolah pada pendidikan yang lebih tinggi. dengan materi yang dipilih secara tepat. lebih-lebih menyambung dengan keadaan masyarakat secara nyata. Pendidikan lanjutan. Pendidikan resmi di sekolah bisa menjadi salah satu upaya untuk memotong rantai kemiskinan. Sehingga dengan pendidikan yang tepat dengan potensi individu inilah kemampuan atau mutu dari setiap orang akan menjadi maksimal. lebih-lebih secara tegas memberikan perhatian yang tinggi kepada anak-anak perempuan akan membuka cakrawala baru yang lebih baik di masa depan. Mereka tidak memperhatikan pendidikan tetapi karena mereka berpikir tanpa pendidikanpun sejatinya mereka bias mecari nafkah. Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut anak perempuan biasanya tertinggal. Perguruan Tinggi. Namun perlu diperhatian bahwa anak-anak perempuan dari keluarga yang hidupnya sangat paspasan biasanya sangat diperlukan oleh orang tuanya untuk membantu di rumah dengan urusanurusan masak memasak dan menyediakan segala sesuatu untuk seluruh keluarganya. Apabila orang tua tersebut tergolong keluarga miskin. Dengan demikian maka potensi berkembangnya kemiskinan akan menjadi lebih sempit. secara bertahap pada waktu mereka makin mampu. (dikutip dari http://www. Maka daripada itu peran guru dalam tercapainya pendidikan yang lebih baik juga besar. Karena pendidikan akan membentuk mereka menjadi seseorang yang siap menghadapi kondisi apapun yang akan terjadi. biasanya anak perempuan akan mendapat tugas membantu orang tua memantau adiknya.com) Dari kutipan diatas maka peranan pendidikan dalam tercapainya MDGs tahun 2015 jelas besar.

000 kelahiran hidup. Oleh karena itu pendidikan mutlak fungsinya dalam mencapai ke delapan sasaran MDGs tersebut. Taburia. dan iodisasi garam serta tata laksana kasus gizi buruk dan gizi kurang. pada tahun 2011. Endang. Untuk target MDG 6 yang terkait dengan penyakit HIV/AIDS. Pendidikan sangat berpengaruh terhadap 8 tujuan MDGs karena manusia yang memiliki pendidikan lebih atau cukup akan lebih memperhatikan 8 sasaran MDGs. Prevalensi Gizi Kurang telah menurun secara signifikan. TB. Kementerian Kesehatan telah menetapkan kebijakan bahwa semua persalinan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih dan memulai program Jampersal (Jaminan Persalinan). Dalam pada itu prevalensi gizi buruk turun dari 12.9 % pada tahun 2010. jelas dr. Bayi.0 % pada tahun 1989 menjadi 17. posnatal dan Keluarga Berencana. Penguatan/pengembangan Sistem . Angka Kematian Bayi 34/1000. masih jauh dari target MDGs sebesar 102/100.000 kelahiran hidup. berbagai upaya perbaikan gizi masyarakat melalui kegiatan yang mencakup peningkatan program ASI Ekslusif. tablet besi bagi bumil. tahun 2010 sebanyak 15.8% pada tahun 1995 menjadi 4. cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan telah mencapai angka di atas 80 % dan terjadi peningkatan yang bermakna sejak tahun 1990. dari 31. yaitu suatu paket program yang mencakup pelayanan antenatal. Data Suvey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 menunjukkan Angka Kematian Balita sebesar 44/1000. Penguatan kapasitas manajemen dan teknis program di semua tingkatan.Lembaga itu akan mengantar anak-anak muda yang mampu memotong rantai kemiskinan tersebut melanjutkan pendidikan sampai ke tingkat yang setinggi-tingginya. Pada tahun 2010. upaya penanggulangan gizi mikro melalui pemberian Vitamin A. dan Angka Kematian Neonatal 19/1000. Cakupan persalinan yang tinggi dan yang memenuhi standar persalinan merupakan indikator proxy dari angka kematian ibu. Kementerian kesehatan RI merilis laporan target Millenium Development Goals (MDG)-1 dibidang kesehatan yang terkait dengan kemiskinan dan kelaparan. Angka Kematian Balita. Indikator AKI merupakan salah satu indikator yang diramalkan sulit dicapai. Untuk mempercepat pencapaian target MDGs. dan Malaria. Target MDG 4 terkait dengan penurunan kematian balita. Jumlah kasus HIV yang masuk perawatan mengalami peningkatan.158 orang.9 % pada tahun 2010. Tidak hanya di Indonesia akan tetapi di banyak negara berkembang di dunia.275 orang. Sedangkan jumlah kasus AIDS pada tahun 2010 sebanyak 4. dan Neonatal terus mengalami penurunan. Target MDGs 5 terkait dengan penurunan angka kematian ibu (AKI). persalinan. Menteri Kesehatan mengatakan. Data terakhir pada 2007 menunjukkan AKI sebesar 228/100. Target paling paling menentukan adalah prevalensi gizi kurang dan gizi buruk. Strategi Pengendalian HIV/AIDS adalah : Penguatan Pokja AIDS sektor kesehatan.

bahkan sebelum tahun 2015. Penerapan PITC (Provider Initiative Testing and Counseling). ekonomi. politik dan sosial yang memungkinkan masyarakat miskin dapat memperoleh kesempatan dalam pemenuhan hak-hak dasar dan peningkatan taraf hidup secara berkelanjutan.Informasi dan Surveilans. Persentase rumah tangga yang akses terhadap sumber air minum diperdesaan terus mengalami peningkatan (Riskesdas. ditujukan menciptakan kondisi dan lingkungan ekonomi. Jika trend penurunan ini dapat tetap terus dipertahankan. politik. Angka penemuan Kasus TB (CDR). dilakukan untuk mempercepat kelembagaan sosial. Pengembangan Kolaborasi TB-HIV. 2. dan Pengembangan fasilitas layanan konseling. dan budaya masyarakat dan memperluas partisipasi masyarakat miskin dalam pengambilan keputusan kebijakan publik yang menjamin kehormatan. Pemberdayaan Masyarakat.(c8/pr) Penanggulangan Kemiskinan dengan ³Grand Strategy´ dilaksanakan melalui 5 (lima) pilar yaitu : 1. Angka kesakitan malaria yang diukur dengan angka API (Annual Parasite Incidence) menunjukan penurunan pada Periode Lima (5) tahun kebelakang s/d 2010 menjadi 1. Penguatan Sistem Distribusi Logistik. 2010). diagnostik dan pengobatan. dan angka keberhasilan TB (SR) tahun 2009 sudah melampaui target MDGs tahun 2015. Perluasan Kesempatan. Angka ini telah mendekati target MDGs yang harus dicapai pada tahun 2015. .58. maka target MDGs 2015 akan tercapai.

Perlindungan Sosial. Upaya untuk mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) dan pemberdayaan perempuan telah dilakukan antara lain melalui pembentukan dan penguatan kelembagaan seperti Forum Komunikasi Pengarusutamaan Gender dan Forum Kajian Gender. regional. Selain itu juga dilakukan pengintegrasian perspektif gender ke dalam dokumendokumen perencanaan . anak terlantar. 4. kemampuan berbeda (penyandang cacat) dan masyarakat miskin baik laki-laki maupun perempuan yang disebabkan antara lain oleh bencana alam. 5.perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar. dilakukan untuk pengembangan dan menata ulang hubungan dan kerjasama lokal. Peningkatan Kapasitas. Kemitraan Regional. orang jompo. dan konflik sosial. dilakukan untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi kelompok rentan (perempuan kepala rumah tangga. dampak negatif krisis ekonomi. fakir miskin. nasional dan internasional guna mendukung pelaksanaan ke empat strategi di atas. dilakukan untuk pengembangan kemampuan dasar dan kemampuan berusaha masyarakat miskin agar dapat memanfaatkan perkembangan lingkungan. 3.

Upaya penanggulangan kemiskinan telah dilakukan melalui berbagai strategi baik secara langsung maupun tidak langsung. mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). bantuan sosial (antara lain melalui program Subsidi Langsung Tunai. dukungan serta pengobatan (Care. memudahkan ODHA untuk memperoleh obat Anti Retroviral (ARV) melalui pelayanan di Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) dan perawatan. Beras Miskin. Support and Treatment) baik di rumah sakit maupun di komunitas. Berbagai upaya untuk memerangi merebaknya HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya terus dilaksanakan antara lain dengan mengoptimalkan peran dan fungsi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dengan mengintegrasikan lintas sektor dan LSM Peduli AIDS. Sektoral . Secara langsung diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan dana stimulan sebagai modal usaha kegiatan ekonomi produktif. ibu dan anak.Angka kematian bayi mendapat perhatian secara khusus melalui berbagai program dan kegiatan untuk menekan terjadinya gizi buruk pada balita Sedangkan meningkatnya angka kesehatan ibu ditandai dengan semakin turunnya angka kematian ibu karena proses persalinan serta masih tetap dilaksanakannya program keluarga berencana. mempercepat pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS pada kelompok resiko tertular.

2. dan program khusus lainnya). program khusus. pengembangan pendidikan dan pelatihan wirausaha serta pemberdayaan usaha skala mikro. melalui penanganan tindakan medis. Penguatan kelembagaan dan Perlindungan sosial (antara lain melalui program Bantuan Kepada Kabupaten/ Kota. Sedangkan upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi kemiskinan Di Jawa Tengah ditempuh melalui : 1. Perdagangan dan Koperasi. penanggulangan gizi buruk dan gizi kurang. Peningkatan Pendapatan. dan pengembangan Poliklinik Kesehatan Desa (PKD). Bidang Kesehatan dan Keluarga Berencana. Bidang Perindustrian. Bidang . b. melalui : a. b. Bidang Pendidikan. operatif keluarga miskin.Pusat/ Daerah. melalui pengembangan wirausaha. dll). secara tidak langsung melalui penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan sosial ekonomi. melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bantuan Khusus Murid (BKM). Pengurangan pengeluaran. Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM) serta bantuan alat kontrasepsi dan obat / pil KB. Sektoral Pusat/ Daerah. dan Bantuan Bea Siswa Keluarga Miskin. Pemberdayaan masyarakat. melalui : a.

Kemiskinan bukan hanya masalah Jawa Tengah maupun Indonesia. korban bencana alam dan penyediaan air bersih serta pembangunan sanitasi. organisasi masyarakat dan kelompok .Sosial. Dilihat dari berbagai program dan kegiatan yang sudah dilaksanakan dan besarnya sumber dana yang telah dikeluarkan. Bidang Perumahan dan Pemukiman diantaranya pemugaran rumah kumuh dan padat di perkotaan. c. melalui Bantuan Modal Usaha bagi Penduduk Miskin. tetapi juga merupakan masalah dunia. Hal tersebut terjadi antara lain karena upaya penanggulangan kemiskinan merupakan upaya terpadu yang harus dilakukan oleh semua pihak termasuk juga masyarakat miskin itu sendiri dengan komitmen yang kuat dari semua unsur pimpinan baik Pemerintah. d. melalui perluasan kesempatan kerja dan berusaha termasuk pengiriman transmigrasn serta pelatihan ketrampilan tenaga kerja. Bidang Ketenagakerjaan. kemiskinan di Jawa Tengah tetap masih menjadi permasalahan yang tidak mudah untuk diatasi walaupun jumlah penduduk miskin sudah semakin berkurang. PENUTUP Tujuan pembangunan Millenium yang ditargetkan untuk dapat dicapai pada tahun 2015 dapat dijadikan sebagai salah satu pemacu dan semangat untuk dapat melakukan upaya yang lebih baik dalam penanganan permasalahan yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia.

masyarakat. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful