PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Matematika merupakan mata pelajaran yang memegang peranan penting, untuk memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan lainnya. Oleh karena itu, mata pelajaran matematika menjadi salah satu mata pelajaran wajib disetiap jenjang pendidikan. Mengingat begitu pentingnya peranan matematika, maka guru harus berupaya besar dalam meningkatkan minat dan pelajaran yang membosankan. sehingga siswa malas untuk mengikuti pelajaran matematika dengan serius. Hal ini secara tidak langsung mengakibatkan hasil belajar siswa dapat diketahui dari penilaian atau evaluasi. Di lapangan diketahui banyak sekali siswa yang menyatakan bahwa matematika sulit, penuh perhitungan dan pelajaran yang membosankan. Sehingga siswa malas untuk mengikuti pelajaran matematika dengan serius. Hal ini secara tidak langsung mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Hasil belajar siswa dapat di ketahui dari penilaian atau evaluasi. Evaluasi merupakan rangkaian panjang dari pembelajaran,di mulai dari perencanaan, proses pembelajaran dan berskhir dengan evaluasi hasil belajar untuk mengambil suatu kesimpulan. Dalam evaluasi menyangkut kemampuan kognitif, efektif dan psikomotor yang merupakan sasaran yang akan dicapai. Untuk melihat perkembangan evaluasi pembelajaran, penulis mengobservasi ke Sekolah Menengah Atas, berupa wawancara/Tanya jawab, masuk ke kelas melihat proses evaluasi berlangsung dan diskusi. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis mengambil kesimpulan sebagai bahan observasi sebagai berikut : 1. Bagaimana guru melaksanakan evalusi belajar mengajar di kelas? 2. Bagaiman guru merencanakan evaluasi pembelajaran matematika? 3. Apakah guru mengadakan evaluasi terhadap tes awal dan tes akhir dari pembelajara matematika? 4. Apakah pelaksanaan evaluasi pembelajaran matematika tersebut sudah sesuai dengan pelaksanaan evaluasi yang seharusnya? 5. Bagaimana tindak lanjut yang dilakukan guru terhadap hasil evaluasi pembelajaran tersebut ? C. Tujuan Tujuan dari observasi ini adalah : 1. Untuk melihat bagaimana proses evaluasi dilakukan dari awal perencanaan sampai tindak lanjut evaluasi itu sendiri. 2. Untuk mengetahui berbagai masalah yang dihadapi siswa SMK WALISONGO 2 Gempol dalam proses evaluasi belajar mengajar.

3. Sebagai persyaratan mata kuliah Evaluasi pembelajaran. 4. Menjadikan pengalaman dan pertimbangan bagi penulis sebagai calon pendidik di masa datang dalam mengevaluasi hasil belajar siswa. D. Manfaat Manfat dari observasi adalah Menambah ilmu dan wawasan penulis dalam evaluasi pembelajaran matematika.

BAB II KAJIAN TEORI Pengertian Evalusi adalah kegiatan mengukur dan menilai. Mengukur lebih bersifat komutatif, sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. Namun secara umum orang hanya mengidentikan kegiatan evalusisama dengan menilai, karena aktifitas mengukur sudah ada didalamnya. Secara harfiah evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation, dalam bahasa arab al-Taqdir, dalam bahasa Indonesia berarti penilaian. Akr katanya adalah value, dalam bahasa arab alQimah dalam bahasa Indonesia berarti nilai. Ada beberapa pengertian evaluasi : A.1. Menurut Bloom Pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannyaterjadi perubahan pada diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri siswa A.2. Menurut Wiersma dan Jurs Suatu proses yang mencangkup pengukuran dan mungkin juga testing, yng juga berisi pengambilan keputusan orang lain. A.

A.3. Menurut Ralph Tyler Sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa dan bagaimana tujuan pendidikan sudah tercapai. A.4. Menurut Cronbach dan Stufflebeam Bahwa proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan. A.5. Menurut Edwin Wandt dan Gerald W Brown Sutau tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. B. Makna Evaluasi Evalusi hasil belajar siswa bermakna bagi semua komponen dalam proses pengajaran, terutama siswa, guru, pembimbing/penyuluh sekolah dan orang tua siswa 1. Bagi Siswa Hasil evaluasi memberikan informasi tentang sejauh mana ia telah menguasi bahan pelajaran yang telah disajikan guru. Dengan informasi ini siswa dapat mengambil lamgkahlangkah yang sesuai. Terdapat dua kemungkinan bagi siswa untuk mengambil sika[ dan langkah yang sesuai : Hasil evaluasi yang tidak memuaskan Apabila hasil evaluasi tidak menunjukkan siswa itu belum mencapai tujuan intruksional yang diinginkan, ia dapat memotivasi untuk belajar lebih giat lagi dan mencari upaya untuk menutupi kekurangannya itu. Meskipun demikian, hasil serupa dapat mempunyai akibat negatif siswa sementara, yakni mereka menjadi putus asa dan motivasi belajarnya menurun atau bahkan hilang sama sekali.

Hasil evaluasi yang memuaskan Jika memperoleh hasil yang memuaskan, tentunya kepuasn ini ingin diperoleh kembali pada waktu yang akan dating. Untuk itu siswa akan termotivasi untuk belajar lebih giat agar perolehannya sama bahkan meningkat pada masa yang akan datang. Dengan demikian siswa merasa ada motivasi untuk sekurang-kurangnya mempertahankan tingkat kegiatan belajarnya atau malah lebih giat lagi belajar di waktu yang akan dating. Seperti halnya dengan yang terjadi pada butir diatas, disini pun terdapat dua kemungkinan siswa sudah merasa puas dengan hasil belajar yang diperoleh sehingga tidak merasa adanya motivasi untuk belajar lebih giat lagi. Sehingga pada waktu berikutnya hasil belajar dapat menurun. 2. Bagi Guru Hasil evaluasi memberikan petunjuk bagi guru mengenai keadaan siswa, materi pengajaran dan metode mengajarnya. Keadaan siswa Karena hasil yang diperoleh dari evaluasi itu adalah hasil yang dicapai oleh setiap siswa, hasil evaluasi tersebut memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan belajr tiap siswa

terdapat kemungkinan bahwa metode pengajaran yang ditetapkan untuk penyajian topik tertentu itu tidak atau belum selesai. Siswa yang senang berkelahi. Akan tetapi. Oleh karena itu setiap caturwulan atau semester. Dengan kondisi belajar tidak saja dimaksudkan situasi yang ada selama proses belajar mengajar berlangsung ( misalnya suasana belajar yang tenang ) tetapi juga kondisi yang berhubungan dengan siswa. hampir semua siswa mendapatkan hasil yang tidak memuaskan pada soal-saol yang menanyakan suatu topik tertentu. semuanya itu merupakan kondisi yang memprasyaratkan kurangnya keberhasilan kegiatan belajar mengajar. 3. Guru dapat meneliti lebih jauh keadaan materi yang belum dikuasi tersebut dan mengupayakan perbaikan atau penyesuaian. bauk dari intelektualnya maupun dari segi emosionalnya. Misalnya. Bagi pembimbing/penyuluh sekolah Bimbingan dan penyuluh umumnya diarahkan kepada usaha peningkatan daya serap siswa dengan lingkungannya. guru yang tingkat pendidikannya yang rendah. orang tua siswa dan sebagainya. Keadaan metode mengajarkan Hasil evaluasi dapat menunjukkan tepat tidaknya metode mengajar yang dipergunakan oleh guru dalam menyajikan suatu materi tertentu. Bagi orang tua Semua oarng tua ingin melihat sejauh mana tingkat kemajuan yang dicapai anaknya di sekolah. Keadaan materi pengajaran Hasil evaluasi pun dapat memberikan gambaran bagi guru tentang daya serap siswa atas materi pengajaran yang disajikan. guru. Untuk memperoleh informasi akurat yang diinginkan itu evaluasi memengang peranan penting. apabila keadannya justru sebaliknya. Efektifitas kegiatan belajar mengajar yang diprasaratakan antara lain oleh kondisi belajar yang diciptakan oleh sekolah itu dapat dipakai sekolah untuk mengintrospeksi diri untuk melihat sejauh mana kondisi belajar yang diciptakannya membantu terselenggaranya pengajaran yang baik. maka materi pengajaran tersebut tidak perlu diulangi lagi. guru yang dedikasinya sebagai guru yang tidak terlslu tinggi. sekolah . 4. Sebaliknya apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua siswa telah menguasai bahan pengajaran tersebut. 5. Guru berkewajiban mencari metode lain yang lebih cocok untuk mengajarkan materi pengajaran tertentu itu. orang tua yang acuh tak acuh terhadap perkembangan anaknya. kendatipun pengetahuan itu tidak menjamin adanya upaya dari mereka untuk peningkatan kemajuan anaknya.berikut letak kesulitan belajar yang dialami oleh mereka. berarti topik itu belum dikuasi oleh sebagian besar siswanya. Upaya bimbingan dan penyuluhan akan lebih terarah kepada tujuannya apabila ditunjang oleh informasi yang akurat tentang keadaan siswa. Apabilaq hasil evaluasi mengecewakan. Bagi sekolah Keberhasilan kegiatan belajar mengajar ditentukan pula oleh kondisi belajar yang diciptakan sekolah. Berdasrkan petunjuk ini guru dapat mengupayakan perbaikan atau pengayaan belajar siswa. dapat diharapkan bahwa efektifitas belajar mengajar pun meningkat tinggi.

Untuk mencari dan menentukan faktor ±faktor penyebab keberhasilan dan ketidak berhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan. dan terakhir adalah untuk memberitahukan / melaporkan kepada orang tua / wali anak didik mengenai penentuan kenaikan kelas dan penentuan kelulusan anak didik. sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara ±cara perbaikannya. Untuk memperbaiki atau mendalami dan memperluas pelajaran. Anas Sudjiono Tujuan Umum : Untuk menghimpun bahan ± bahan keterangan yang akan di jadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik. Untuk mengetahui tingkat efektifitas dari metode ± metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pengajaran selama jangka waktu tertentu. Untuk mengetahui posisi atau kedudukan siswa dalam kelompok kelasnya. Untuk mengetahui hingga sejauh mana siswa telah mendayagunakan kapasitas kognitifnya untuk keperluan belajar. 2. Syaiful Memperbaiki cara belajar dan mengajar. Tujuan khusus : Untuk merangsang peserta didik dalam menempuh program pendidikan. serta menempatkan anak didik pada situasi belajar mengajar yang lebih tepat sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimilikinya. Untuk mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah digunakan dalam proses belajar mengajar.memberikan laporan kemajuan siswa kepada orang tuanya dalam bentuk buku rapor. Tujuan Evaluasi Tujuan evaluasi menurut beberapa ahli adalah : 1. Fungsi Evaluasi Fungsi evaluasi menurut para ahli : 1. D. mengadakan perbaikan dan pengayaan bagi anak didik. Yang ada dalam buku rapor itu tidak lain dari hasil evaluasi yang dibuat oleh guru dan semua petugas sekolah terhadap siswa. C. 3. Untuk mengetahui tingkat usaha yang dilakukan siswa dalam belajar. Muhibbin Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu kurun waktu proses belajar tertentu. Slameto (2001 : 15 ) untuk mengetahui kemajuan belajar murid untuk mengetahui akademis seseorang siswa dalam kelompok / kelas . setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.

E. fungsi penempatan. 1. guru dan program pengajaran sebagai alat motivasi belajar ± mengajar 2.pendidik untuk mengetahui penguasaan. Pemahaman yaitu kemampuan seseorang untuk memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Analisis yaitu kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian ± bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya. fungsi bimbingan. . prinsip ± prinsip atau rumus ± rumus. fungsi selektif. Ranah Kognitif Ranah kognitif adalh ranah yang menyangkut kegiatan mental ( otak ) yang terdiri dari : Pengetahuan yaitu kemampuan seseorang untuk mengingat kembali tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunakannya. Anas sudjino Secara Umum Mengukur kemajuan Menunjang penyusunan rencana Memperbaiki / menyempurnakan kembali Secara Khusus Secara psikologis o Bagi peserta didik : mengenal kapasitas dan status dirinya o Bagi pendidik : kepastian tentang hasil usahanya Secara didaktik o Bagi peserta didik : dorongan perbaikan dan peningkatan prestasi : fungsi diagnostik. fungsi intruksional Secara administrasi o Memberikan laporan o Memberikan data o Memberikan gambaran Aspek ± Aspek Evaluasi Ada tiga aspek evaluasi atau ranah kejiwaan yang erat sekali kaitannya degan evalusi hasil belajar mengajar Ketiga ranah tersebut adalah . Aplikasi yaitu kesanggupan seseorang untuk menerapkan ide ±ide umum. kekuatan dan kelemahan seseorang siswa atas suatu unti pelajaran untuk mengetahui efisiensi metode mengajar yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan di sekolah yang bersangkutan untuk memberi laporan kepada siswa dan orang tuanya merupakan bahan feedback bagi siswa.

Ranah Afektif Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. 1. Ranah Psikomotor Ranah psikomotor adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar kognitif dan efektif akan menjadi hasil belajar psikomotor apabila siswa telah mengajukan prilaku tertentu sesuai dengan makna yang terkandung dalam ranah kognitif dan efektif. . Jenis ± Jenis Evaluasi Evaluasi Formatif Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan setiap kali selesai mempelajari suatu unit pelajaran tertentu. kuisioner ataupun cara lain yang sesuai. Hal ±hal yang berhubungan dengan masalah evaluasi formatif adalah sebagai berikut : Penilaian dilakukan pada setiap akhir satuan pelajaran. maka pembelajarn dilanjutkan dengan pokok bahasan baru. 2. Tindak lanjut yang perlu dilakukan setelah diketahuinya hasil evaluasi formatif adalah : Jika materi yang diteskan itu telah dikuasi dengan baik. F. Meliputi lima jenjang kemampuan yaitu : Menerimanya yaitu berhubungan dengan kesediaan atau kemauan siswa untuk ikut dalam kegiatan kelas Menjawab yaitu berhubungan dengan partisipasi siswa Menilai yaitu berhubungan dengan nilai yang dikenakan siswa terhadap objek atau tingkah laku tertentu Mengorganisasikan yaitu menunjukkan kemampuan mengorganisasikan nilai dari berbagai nilai ±nilai yang berbeda Membentuk watak yaitu individu memiliki system yang mengontrol tingkah lakunya untuk suatu waktu yaqng cukup lama sehingga membentuk karakteristik. Bermanfaat sebagai alat penilain proses belajar mengajar suatu unit bahan pelajaran tertentu. 3.Sintesis yaitu proses yang memadukan bagian ±bagian atau unsure ±unsur secara logis dari hasil analisis. Evaluasi yaitu kemampuan seseorang untuk memuat pertimbangan terhadap suatu situasi nilai ataupun ide. Materi dari evaluasi formatif ini pada umumnya ditekankan pada bahan ± bahan pelajaran yang telah tercapai. Siswa di nilai berhasil dalam penilai formatif jika mencapai taraf penguasaan sekurang ± kurangnya 75% dari tujuan yang hendak dicapai. Dilakukan untuk mempergunakan tes hasil belajar.

Evaluasi Subsumatif/Submatif Evaluasi submatif ialah penilain yang dilaksanakan setelah beberapa satuan pelajaran diselesaikan. 4. Karena tujuannya adalah untuk mendiagnotis kesulitan belajar siswa. Yang menjadi tujuan evaluasi peserta didik setelah mereka menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu terten5tu. Hal ±hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian evaluasi sumatif adalah . efektif dan psikomotor. Sedangakan evaluasi sumatif adalah penilaian yang dilakasanakan setiap akhir pengajaran suatu program atau sejumlah unit pelajaran tertentu. kuisoner ataupun cara lainnya yang sesuai dengan menilai ketiga ranah yakni kognitif. yang tertuang dalam bentuk Rapor atau Surat Tanda Tamat Belajar. Evaluasi kokurikuler adalah kegiatan yang berhubungan dengan hal ± hal berikut : . dilakuakan pada perempat atau tengah semester. Untuk tiap unit dalam pokok bahasan itu dibuatkan beberapa soal yang tingkat kesukarannya lebih rendah. seperti setiap semester atau akhir tahun pelajaran. Hal ± hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian evaluasi sumatif adalah : Butir ±butir soal dibuat lebih memusatkan pada bagian mana yang belum diketahui siswa. sepintas lalu tampaknya seperti tes formatif atau tes lainnya. Evaluasi Diagnostik Evaluasi diagnostik bertujuan mendiagnosis kesulitan belajar siswa untuk mengupayakan perbaikannya. Dapat atau tidak nya peserta didik untuk mengikuti program pelajaran berikutnnya ( yang lebih tinggi ) Kemajuan peserta didik. Hasil penilaian sumatif menyatakan dalam skala 0-10. 2. Siswa dinialai berhasil dalam mata pelajaran tertentu selama satu semester apabila nilai rapor mata pelajaran tersebut sekurang ±kurangnya 6 Penilaian sumatif dilakukan dengan mempergunakan tes hasil belajar. 3. maka sebelum dilanjutkan dengan pokok bahasan baru. Evaluasi kokirikuler Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan diluar jam pelajaran yang telah dijatahkan dalam struktur program berupa penugasan ± penugasan atau pekerjaan rumah. untuk diinformasikan kepada pihak orang tua. maka harus terlebih dahulu diketahui bagian mana dari pengajaran yang memberikan kesulitan belajar siswa. Evaluasi sumatif bermanfaat untuk menilai hasil pencapaian siswa terhadap tujuan suatau program pelajaran dalam periode tertentu. atau pasaran kerja. lembaga ± lembaga pendidikan lainnya.Jika ada bagian ± bagian yang belum dikuasi. petugas bimbingan dan konseling. sehingga dapat ditentukan : Kedudukan dari masing ± masing peserta di tengah ±tengah kelompoknya. atau dibuat untuk melihat pemahaman siswa terhadap pokok bahasan ataupun subpokok bahasan tertentu. terlebih dahulu diulangi atau dijelaskan lagi bagian ± bagian yang belum dikuasai oleh peserta didik.

Instrumen Evaluasi Bentuk ± bentuk instrumen secara umum dapat digolongkan menjadi dua yaitu : 1. Ada 2 jenis tes bentuk uraian. antara lain berupa : o Kegiatan PKS ( Patroli Keamanan Sekolah ) o Kegiatan Pramuka o Kegiatan PMR ( Palang Merah Remaja ) Penilaian ekstrakulikuler didasarkan atas hasil pengamatan guru yang ditunjukan oleh kepala sekolah Hasil penilaian ekstrakulikuler dinyatakan secara kualitatif Hasil penilaian merupakan bahan pertimbangan kunulatif siswaq untuk kegiatan ekstrakulikuler G. Tes uraian bentuk bebas atau terbuka Tes uraian bentuk terbatas Tes objektif o o . Tes Uraian Tes ini digunakan jika guru ingin mengungkapkan pemahaman siswa dan kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan ide atau konsep serta prinsipnya yang telah dipelajarinya serta mengungkapkan kemampuan mengaplikasikan konsep atau prinsip tersebut. Evaluasi Ekstrakulikuler Kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan diluar jam pelajarann yang dilakukan di sekolah ataupun diluar sekolah. Tes tertulis Soal ±soal tes dituangkandalam bentuk tertulis dan jawaban yang diinginkan juga dalam bentuk tertulis.Penilaian kokurikuler setelah dilakukan setelah siswa selesai mengerjakan setiap tugas yang diberikan. Yang menjadi bidang garapan evaluasi ekstrakulikuler adalah : Penilaian ekstrakulikuler terutana dilakukan terhadap hasil kegiatan ekstrakulikuler. a. Tes Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatau dalam suasana. dengan cara dan aturan ±aturan yang sudah ditentukan. Hasil penilain kokurikuler dinyatakan dalam skala nilai 1 ± 10 Penilaian dapat dilakukann perorangan Nilai kokurikuler diperhitungkan untuk nilai rapor 5.

memberi jawaban singkat. kebiasaan. Yang termasuk alat evaluasi non tes diantaranya : a.Yaitu bentuk tes yang mengharuskan memilih diantara kemungkinan ± kemungkinan jawaban ± jawaban yang telah tersedia. skala bertingkat skala menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap suatu hasil pertimbangan. Tes lisan Merupakan alat penilaian yang pelaksanaannya dilakukan dengan Tanya jawab secara langsung untuk mengetahui kemam[puan ± kemampuan berupa proses berfikir siswa dalam memecahkan suatu masalah. . Untuk mengukur aspek ± aspek itu dapat digunakan alat non tes. kejadian. dan hanya ada satu jawaban yang benar. Suatu skala disajikan dalam berbentuk angka b. yang dilakukan siswa secara individual atau kelompok. atau mengisi jawaban pada kolom titik ± yitik yang disediakan. gejala atau tingkah laku yang spesifik dan menarik. tanggung jawab. Non Tes Beberapa aspek kemampuan siswa tidak dapat diukur secara kuantitatif. kerajinan dan sebagainya. c. dan cara penilaiannya dilakukan terhadap proses penyelesaian tugas dan hasil akhir yang hjarus dicapai setelah melaksanakan tugas tersebut. 2. catatan anekdota suatu catatan faktual dan seketika tentang peristiwa. Tes objektif jawaban singkat ( short ± answer ) Completion tes o Soal objektif jawaban terbatas ( fixed ± respon item ) Pada tes ini. Tes tindakan Wujud soal tesnya berupa pemberian perintah atau tugas yang harus dilaksanakan oleh guru. misalnya aspek afektif dan aspek psikomotor yang meliputi sikap. mempertanggung jawabkan pendapat. kejujuran. butir ± butir soal yang diberikan disertai dengan alternatif jawaban sehingga peserta tes tinggal memilih satu dari alternatif yang disetiakan Tipe benar salah Pilihan ganda ( multy choice tes ) Menjodohkan ( matching ) Rearrangement exercises b. kerjasama. penggunaan bahasa dan penguasaan materi pelajaran. o Soal objektif jawaban bebas ( free respon item ) Tes ini menuntut jawaban singkat jika perlu hanya terdiri dari satu kata.

Sedangkan. sehingga responden secara bebasdapt memberikan jawaban sesuai dengan bahasanya sendiri Angket tertutup ataun berstruktur adalah angket yang disusun sedemikian rupa. yakni catatan anekdota insidental dan insendental periodik. Jadi responden menjawab pertanyaan orang lain Angket memiliki kekuatan dan kelemahan Kekuatan angket : . Catatan anekdota insidental digunakan untuk mencatat peristiwa yang terjadi tidak terus ± menerus. angket langsung dan tidak langsung Angket langsung adalah angket yang dikirim kepada responden dan langsung diisinya Angket tak langsung adalah angket yang dikirimkan kepada responden dan dijawab oleh orang yang bukan diminta keterangannya. Catatan anekdota memiliki kekuatan dan kelemahan : Kekuatan catatan anekdota antara lain : anekdota yang tidak dapat diperoleh melalui pengukuran sistematis ini dapat mencatat peristiwa secara seketika yang berarti bagi perkembangan siswa hasil pengamatan yang diperoleh bersifat asli dan objektif dapat dipakai untuk memahami siswa dengan lebih tepat kelemahan catatan anekdota antara lain : taraf relibilitas catatan anekdota rendah menuntut banyak waktu dam kesabaran dalam meneliti muncunya suatu peristiwa. angket dibagi mkenjadi terbuka dan angket penutup dua yaitu angket Angket terbuka atau tak terstruktur adalah angket yang disusun sedemikian rupa. Kuisioner adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisikan oleh orang yang akan diukur. Pada pokoknya angket dibagi menjadi dua. yang apabila muncul harus dicatat seketika apabila pencatatan tidak dilakukan sekrtika. Ditinjau dari cara menjawab pertanyaannya. Angket / Kuesioner Kuisioner sering disebut dengan angket. objektifitas catatn bisa berkurang c. Pada pokoknya ada dua jenis catatan ini. artinya yang dicatat hanyalah peristiwa yang berkaitan dengan tujuan. sehingga responden tinggl memilih jawaban yang disediakan Ditinjau dari jawaban yang diberikan.peristiwa yang terjadi insidental dalam suatu periode tertentu. catatan insidental periodic digunakan untuk mencatat peristiwa. angket dapat di bagi menjadi dua.Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang pencatatan anekdota catatan tersebut harus sungguh ± sungguh objektif dilaksanakan secara efektif. berdasarkan cara menjawab pertanyaan dan bagaimana jawaban diberikan.

sedangkan salah satu kelemahannya adalah bahwa mutu daftar cek sangat tergantung pada kejelasan pertanyaan ± pertanyaan dalam daftar cek. maka wawancara dapat dibagi menjadi tiga : wawancara dengan terstruktur atau tertutup suatu wawancara dimana pertanyaan ± pertanyaan dan kemungkinan jawaban ± jawabanya telah disediakan oleh interviewer. jawaban ± jawaban yang dihasilkan tiodak objektif d. jawaban hantya dapat diberikan oleh responden yang hanya dapat membacanya. karena pertanyaan yang diberikan kepada responden sama Kelemahan angket : Karena agket merupakan daftar pertanyaan tertulis. sehingga jawaban dari interviewe tingal dikelompokkan pada kemungkinan jawaban yang telah disediakan wawancara dengan pertanyaan yang tak berstruktur atau terbuka atau bebas suatu wawancara dimana pertanyaan ± pertanyaan yang disediakan memberi kebebasan ± kebebasan interview untuk menjawabnya atau mengemukakan pendapatnya . keutuhan pertanyaan sebagai bagian menyeluruh dari kemampuan yang akan di ukur dan kemampuan pengamat untuik menandai ada atau tidaknya suatu gejala atau suatu pernyataan. Angket yang dikembalikan tidak mncapai jumlah yang diharapkan dan dibutuhkan waktu yang lama Apabila pertanyaan tidak disusun dengan baik. Daftar cek memiliki kekuatan antara lain sangat supel untuk mengecek kemampuan yang tanpa dalam berbagai tingkah laku / pernyataan hasil belajar dari berbagai mata pelajaran.Angket dapat diberikan kepada sejumlah besar responden tanpa kehadiran penilai Cara menjawab angket disesuaikan dengan kesempatannya sendiri dan sejujurnya Data jawaban responden lebih mudah diolah. Daftar cek bertujuan untuk mengetahui apakah gejala yang berupa pertanyaan yang tercantum dalam daftar cek ada atau tidak ada pada seseorang individu atau kelompok. Wawancara Wawancara atau interview adalah suatu metode atau cara yang sering digunakan untuk mendapatkan jawaban atau respon dengan jalan tanya jawab. Daftar Cocok ( check list ) Daftar cocok adalah deretan pertanyaan ( yang biasa disingkat ± singkat ) dimana respon yang dievaluasi tinggal membutuhkan tanda cocok Daftar Cocok ( chek list ) Daftar cocok adalah deretan pertanyaan (yang bisanya di singkat ± singkat) dimana respon yang dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok (¥) ditempat yang telah disediakan. Ditinjau dari bentuk pertanyaan.

Sifat ± sifat observasi yang baik : Tujuan pelaksanaannya harus telah direncanakan secara sistematis. Pengamatan (observasion) Pangamatan atau observasi adalah suatu tgeknik yang dilakuakan denagn cara melakukan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematissecara teliti serta pencatatan secara sistematis. sedangkan observasi non sistematis adalah observasi yang dilakukan tanpa mempergunakan pedoman observasi sebagai intrumen pengamatannya. dan kemampuan dan penyesuaian secaraemosional dari interviewe untuk menerima dan kerja sama yang baik dengan interviewer. jenis observasi dapat dibagikan menjadi : Observasi sistematis dan observasi non sistematis. hasil wawancara banyak tergantung pada kemampuan dan faktor subjektif dari interviewerdalam menggali. Observasi partisipatif dan non partisipatif. sedangkan observasi non partisipatif adalah observasi yang dilakukan pengamat tanpa ikut serta dalam kegiatan yang di lakukan individu atau kelompok yang diamati Observasi eksperimental. pelaksanannya dapat lebih fleksibel dan dinamis. . Observasi partisipatif adalah observasi yang dilakukan pengamat dan ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang diamati. relatifdibutuhkan banyak waktu. menimbulkan hubungan baik antara interviewe dan interviewer.wawancara dengan pertanyaan bentuk kombinasi suatu wawancara dimana pertanyaan ± pertanyaan yang disediakan berupa kombinasi antara pertanyaan berstruktur dengan pertanyaan tak bertstruktur. karena wawancara dilaksanakan secara individual. wawancara merupakan suatu alat pengukur yang baik untuk mengetahui tingkah laku manusia. hasil wawancara sangat dipengaruhi oleh penguasaan bahasa interviewe dan interviewer. Kekuatan wawancara : apabila suatu wawancara dipersiapkan dengan baik. Observasi harus dilaksanakan sesuai dengan tujuan pelaksanaan observasi Hasil observasi harus dicatat dan diolah secara sistematis Observasi harus dilaksanakan secarkontinu Ditinjau dari sudutcaradan tujuan suatu observasi dilaksanakan. Observasi sistematis adalah observasi yang dilakukan dalam mempergunakan pedoman observasi sebagai intrumen pengamatan. kesetiaan. biaya apabila jumlah interviewenya besar. Kelemahan wawancara : keberhasilan wawancara sangat terghantung pada kerelaan. tenaga . mencatat dan menafsirkan setiap jawaban interviewe. kesan umum interviewerterhadap intervieweedapat memprngaruhi hasil wawancara.

Tes Lisan Hal ± hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan tes lisan menurut Sudijono (2001 : 154 156) : Adanya inventarisasi berbagai jenis soal yang akan diujikan Setiap soal yang diajukan sudah ditetapkan jawaban betulnya . Hasil observasi dapat dipakai sebagai alat kontrol data yang diperoleh dengan teknik yang lain. khususnya yang bersifat pribadi H. apabila yang diamati mengetahui bahwa tingkah lakunya sedang diamati Observasi tidak dapat mengungkap seluruh aspek tingkah laku. Tes Tertulis Hal ± hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan testertulis menurut Sudijono (2001 : 151 157) : Ruangan yang disediakan harus tenang Posisi duduk siswa harus jarang tidak boleh rapat Ruangan tes seharusnya memiliki sistem pencahayaan yang baik Ruangan tes tersedia meja tulis atau kursi dengan alastempat duduk Soal tes diletakkan terbalik saat dibagikan Dalam mengawasi jalannya tesguru harus bberlaku wajar Sebelum tes sebaiknya diberitahukan sanksi siswa yang melakukan kecurangan Sebagai bukti mengikuti tes. Kelemahan observasi antara lain : Pelaksanaan observasi banyak tergantung pada faktor ± faktor yang dapat dikontrol sebelumnya sehingga hasilnya kurang reliabel Tingkah laku sering tidak asli lagi. Observasi memiliki kekuatan dan kelemahan Kekuatan observasi antara lain : Pemunculan gejala dan pencatatannya dapat dilakukan sekaligus oleh pengamat Dapat direkam atau dicatat berbagai tingkah laku siswa yang di butuhkan Dalam pelaksanaan.Observasi eksperimental adalah observasi yang dilakukan secara sistematis tetapi non partisipatif. harus disiapkan daftar hadir yang harus ditanda tangani oleh peserta didik Jika waktu yang ditentukan telah habis. Teknik pelaksanaan evaluasi 1. pengamat tidak perlu menggunakan bahasa secar dominan dalam berkomunikasi d4ngan gejal ± gejala yang diamati. peserta didik diminta menghentikan pekerjaannya dan mengumpulkan lembaran jawabanya 2.

Dalam pengamatan langsung ini penulis melakukan beberapa pengamatan yaitu : Pengamatan proses evaluasi . Tes Tindakan Hal ± hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan tes tindakan menurut Sudijono (2001 : 156 ± 157) : Cara yang ditempuh oleh peserta tes dalam menyelesaikan tugas harus diamati secara teliti Penguji jangan berbicara atau berbuat sesuatu sehingga dapat mempengaruhi peserta tes Pempersiapkan intrumen berupa lembar penilaian yang berisi hal ± hal yang harus diamati dan diberikan penilaian.Setiap diberi soal. BAB III HASIL PENGAMATAN Penulis melakukan pengamatan di kelas XI IPA IV dan XI IPA V SMA Negeri 3 Padang mengenai pelaksanaan Evaluasi Belajar Mengajar. Dalam observasi tersebut penulis melakukan beberapa pengamatan langsung. 1. siswa langsung menjawab dan pada saat itu juga dilakukan penskoran Tes tidak boleh menyimpang menjadi diskusi Penguji tidak dibenarkan memberikan bantuan atau membimbing Tes lisan berlangsung wajar tanpa ada tekanan dari penguji Waktu dalam menjawab soal harus seimbang untuk setiap peserta tes Pertanyaan harus berupa bervariasi Tes berlangsung secara individual 3.

ketua mengkomando temantemannya untuk membaca do¶a sebelum belajar secara bersama-sama. Pengamatan Proses Evaluasi (Tes kecil-kecilan) Untuk kelas XI IPA IV. Pada awal masuk. buku tugas. penulis dapat mengetahui beberapa proses pelaksanaan evaluasi yaitu : Proses sebelum evaluasi dilaksanakan Ujian dilaksanakan pada jam pertama.Wawancara dengan guru Wawancara dengan siswa 2. Tes kecil-kecilan dilakukan pada : Hari : Kamis Tanggal : 14 Mei 2009 Materi yang diujikan : Nilai Maximum dan Nilai Minimum Interval terhadap Fungsi dalam Untuk kelas XI IPA V. Posisi duduk siswa sama seperti posisi duduk saat belajar. . Suasana tenang saat guru meminta siswa agar menyediakan alat tulisnya yang diperlukan dalam tes agar tidak terjadi pinjammeminjam. Kemudian guru memberitahu bahwa hari ini akan diadakan Tes. buku pegangan/paket dan LKS. Pengamatan Langsung Proses Evaluasi a. Dan guru menyuruh siswa untuk nengeluarkan kertas dan buram. Pengamatan tidak langsung Analisis dokumen Hasil observasi yang telah penulis lakukan diantaranya : I. Sebelum ujian dimulai guru terlebih dahulu meminta siswa menyimpan semua buku yang berhubungan dengan mata pelajaran matematika yaitu catatan. latihan. tes kecil-kecilan dilakukan pada : Hari : Kamis Tanggal : 14 Mei 2009 Materi yang diujikan : Nilai Maximum dan Nilai Minimum Interval terhadap Fungsi dalam i. Kelas XI IPA IV Dari pengamatan yang dilakukan. Pengamatan Proses Evaluasi a.

menguap sehingga terkesan mengantuk. setelah istirahat. tanggal. Lalu guru menyuruh kepada siswa yang pekerjaan rumahnya tidak lengkap untuk melengkapinya. Guru mencatat soal di papan tulis dan menyuruh siswa mengerjakan soal yang ada di papan tulis tersebut. Kelas XI IPA V Kelas ini sedikit berbeda dengan kelas sebelumnya. Guru memperhatika siswa yang sedang ujian sesekali menegur siswa yang dicurigai mencontek kepada temannya. terlihat sudah ada siswa yang sudah selesai mengerjakan soal dan memeriksa kembali jawabannya. karena siswa di kelas ini lebih tenang dibandingkan kelas sebelumnya. guru meminta siswa meletakkan lembar jawabannya di pojok kiri dan lembar jawabannya ditutup. Sebelum ujian dimulai guru terlebih dahulu meminta siswa menyimpan semua buku yang berhubungan dengan mata pelajaran matematika yaitu catatan. Siswa yang terlambat tersebut akan diberi nilai khusus. Pada 5 menit berlangsungnya ujian ada beberapa orang siswa yang terlambat. Siswa mengerjakan soal dengan tenang. . Saat mengerjakan soal. buku pegangan/paket dan LKS. Guru mencatat soal di papan tulis. Guru langsung menegur siswa tersebut dan menyuruh siswa agar mengerjakannya sendiri. dan hari pada lembar jawabannya. Proses sebelum evaluasi dilaksanakan Ujian dilaksanakan pada jam keenam. Soal ujian berbentuk essay. Pengawasan guru pada saat ujian tidak terlalu ketat. ada yang melamun. dan hari pada lembar jawabannya. buku tugas.ii. ada yang serius menjawabnya. dan menyuruh siswa mengerjakan soal yang ada di papan tulis tersebut. Dan guru menyuruh siswa untuk mengeluarkan kertas dan buram. Siswa diminta untuk membuat nama. dan guru menyuruh siswa tersebut untuk memberi tanda pada lembar jawabannya. Soal ujian berbentuk essay. kelas. Guru memberitahu bahwa waktu ujian tinggal 10 menit lagi. Suasana tenang saat guru meminta siswa agar menyediakan alat tulisnya yang diperlukan dalam ulangan harian agar tidak terjadi pinjam-meminjam. tanggal. Lalu guru mengingatkan agar apabila ada pertanyaan tentang soal untuk bertanya langsung kepada guru. Pada proses ujian masih ada siswa yang bertanya tentang maksud soal kepada temannya. latihan. kelas. Proses berlangsungnya ujian Siswa mengerjakan soal dengan kurang tenang. memainkan alat tulis. Saat waktu ujian habis. Siswa diminta untuk membuat nama. ii. i. Saat pertengahan waktu ujian. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan pekerjaan rumahnya. Proses berlangsungnya ujian Proses ujian pada kelas XI IPA V tidak terlalu memiliki perbedaan dengan kelas XI IPA IV. ada siswa yang ketahuan mencontek. karena terlihat siswa sangat tenang dalam mengerjakan dan mengerti dengan maksud soal. dan dikumpulkan pada akhir pelajaran. gelisah. Posisi duduk siswa sama seperti posisi duduk saat belajar.

Pada proses pembelajaran terjadinya komunikasi dua arah antara siswa dengan guru berupa tanya jawab dengan siswa. dan siswa mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan dari guru agar tidak terjadi keributan dalam menjawab pertanyaan dari guru. Untuk kelas XI IPA V. b. Kondisi saat terjadi pembelajaran tenang. Latihan diberikan oleh guru dengan cara mendiktekan soal atau menuliskan di papan tulis. sedangkan siswa yang lain menjawab soal-soal yang belum diselesaikannya. Guru menerangkan pelajaran dan siswa mendengarkan pelajaran dengan antusias. Sikap siswa saat guru memberikan materi pelajaran tenang dan bisa memberikan feedback atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru. Dalam menyelesaikan soal latihan ada siswa yang mengerjakan sendiri. Kondisi saat terjadi pembelajaran tenang. tenang dan bisa memberikan feedback atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru. Setelah pemberian latihan beberapa siswa yang ditunjuk oleh guru menjawab soal-soal tersebut di papan tulis. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab soal ke depan. Guru menerangkan pelajaran dan siswa mendengarkan pelajaran dengan antusias. Saat waktu ujian habis.Guru memberitahu bahwa waktu ujian tinggal 5 menit lagi. Soalsoal yang diberikan berasal dari buku cetak dan guru. Pada awal pembelajaran. guru meminta siswa meletakkan lembar jawabannya di pojok kiri dan lembar jawabannya ditutup. Pengamatan Proses Evaluasi (Proses Belajar) Untuk kelas XI IPA V. ketua mengkomando teman-temannya untuk membaca do¶a sebelum belajar secara bersama-sama. guru memberikan tes awal berupa tanya jawab untuk mengingatkan siswa tentang materi sebelumnya. dilakukan pada : Hari : Jumat Tanggal : 15 Mei 2009 Materi yang dipelajari : Penerapan Soal-Soal Diferensial Kelas XI IPA IV Pada awal pembelajaran. Pekerjaan rumah diberikan guru setiap akhir pembelajaran. . terlihat sudah ada siswa yang sudah selesai mengerjakan soal dan memeriksa kembali jawabannya. ada yang bertanya ke siswa yang lain. guru memberikan tes awal berupa tanya jawab untuk mengingatkan siswa tentang materi sebelumnya. Guru memberikan soal-soal pekerjaan rumah berasal dari buku cetak. dan ada yang bertanya ke guru. dilakukan pada : Hari : Jumat Tanggal : 15 Mei 2009 Materi yang dipelajari : Penerapan Soal-Soal Diferensial Kelas XI IPA V Pada awal masuk. Pemberian latihan dilaksanakan guru saat Proses Belajar Mengajar (PBM) berlangsung.

4. 1. dimana pada RPP tersebut telah tersedia soalsoal untuk PR dan UH. latihan Apakah bentuk evaluasi yang digunakan bervariasi yang disesuaikan dengan materi atau terpaku pada satu bentuk evaluasi apa saja? Evaluasi yang digunakan berupa tes tertulis berbentuk uraian. Evaluasi yang digunakan dalam setiap materi sama. tanya jawab. Soalsoal yang diberikan berasal dari buku cetak dan guru. Seperti apakah bentuk evaluasi pembelajaran matematika yang diberikan guru kepada siwa? Pada proses belajar mengajar bentuk evaluasi yang diberikan guru mencakup teknik tes dan non tes. Latihan diberikan oleh guru dengan cara mendiktekan soal atau menuliskan di papan tulis. Lalu guru menjelaskan kembali tentang materi tersebut.b. Pemberian latihan dilaksanakan guru saat Proses Belajar Mengajar (PBM) berlangsung. Teknik tes ada yang berupa PR. 2. kuis. Setelah siswa mengerjakan latihan. siswa dengan semangat mengerjakan tugas latihannya. Bagaimana suasana kelas pada saat diadakan evaluasi? Suasana saat terjadinya evaluasi tenang. guru menanyakan mengerti atau tidak siswa dengan materi yang telah diberikan. 5. dan siswa secara serempak menjawab pertanyaan dari guru. siswa cendrung mengerjakannya secara bersama-bersama atau berkelompok dengan inisiatif sendiri. Pada proses pembelajran terjadi komunikasi dua arah antara siswa dengan guru berupa tanya jawab dengan siswa. 3. Dalam menyelesaikan soal latihan. tes lisan? Guru mengadakan tes awal (tes diagnostik) berupa tes lisan dengan cara tanya jawab dengan siswa mengenai materi yang telah dipelajari dan materi yang akan dipelajari. Seringkali terjadi keributan saat menyelesaikan latihan (siswa tertawa. Guru memantau pekerjaan siswa. Siswa-siswa tersebut merapatkan tempat duduk dan mejanya. 6. . Pada saat pemberian latihan. tapi walaupun demikian latihan yang diberikan guru dapat mereka selesaikan dengan baik. serius dan penuh konsentrasi dalam menjawab soal. Apakah guru mengadakan tes awal. tes akhir. Akan tetapi guru tidak melakukan/mengadakan kuis dan tes formatif dalam pembelajaran. Guru melakukan tes akhir berupa tes lisan dengan cara tanya jawab dengan siswa mengenai materi yang telah dipelajari. Pekerjaan rumah diberikan guru setiap akhir pembelajaran Wawancara dengan Guru Wawancara dengan guru dilakukan pada : Hari : Kamis Tanggal : 14 Mei 2009 Bagaimana guru merencanakan dan mempersiapkan evaluasi terhadap pembelajaran matematika? Perencanaan evaluasi disiapkan guru melalui RPP.bercerita). Seperti apa format penilaian yang diberikan guru dari evaluasi yang diterapkan kepada siswa? Penilaian yang diterapkan oleh guru ada 2 yaitu : Penilaian Internal : Dilakukan oleh guru di sekolah.

UTS.a. a. Penilaian eksternal Penilaian yang dilakukan oleh dinas.5. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. c. karena soal objektif itu membingungkan dan membuat saya ragu dalam menjawab soal. Karena saya menyukai tes uraian yang diberikan guru. Sehingga saya dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. Bentuk soal seperti apa yang kamu sukai dan tidak disukai? Bentuk soal yang saya sukai adalah tes berbentuk uraian dan yang tidak saya sukai adalah tes berupa objektif. Penilaian Isi Rafor : UH : 60% Tugas : 30% Semester : 10% KKM yang ditetapkan adalah 6. Sebaiknya juga diadakan metoda pembelajaran secara diskusi kelompok. Penilaian sikap Penilaian sikap terdiri dari : Sikap terhadap guru Kehadiran Sikap terhadap materi Megikuti pelajaran dengan baik Sikap terhadap proses pembelajaran Aktif dan tidak aktif siswa dalam PBM Penilaian diri Suatu teknik penilaian dimana peserta didik diminta untuk menilai sendiri berkaitan dengan status. - - - . Conteh : UAN. Saran KDM di SMP N 12 harus lebih ditingkatkan lagi. Wawancara dengan Siswa Wawancara dengan siswa dilakukan pada : Hari : Jumat Tanggal : 15 Mei 2009 Kelas II IPA IV Amelinda Putri Bagaimana pengaruh dilaksanakannya ujian terhadap motivasi belajarmu? Dengan adanya ujian yang diberikan oleh guru. UAS. saya termotivasi untuk belajar dan meningkatkan pemahaman saya. Apakah kamu bekerjasama dengan temanmu dalam mengerjakan soal ujian? c. b. Apakah kamu merasa kesulitan terhadap bentuk soal yang biasa diberikan guru? Tidak. Penilaian tertulis Tes tertulis dimana soal yang diberikan kepada siswa berupa tulisan.

sehingga saya mengetahui apakah saya melakukan remedial atau tidak. saya tidak bekerjasama dengan teman yang lain. Bentuk soal seperti apa yang kamu sukai dan tidak disukai? Bentukujian yang saya sukai adalah tes tanya jawab dan dijawab di tempat duduk saja. saya kadang-kadang bekerjasama dengan teman yang lain. jika hasil ujian saya bagus dan saya akan merasa sedih jika ujian saya jelek dan harus melakukan remedial. Lebih baik saya mengerjakannya sendiri. - Pada saat terjadinya ujian. Bagaimana reaksimu terhadap hasil ujian yang kamu peroleh? Saya sangat gembira. sehingga saya mengetahui apakah saya melakukan remedial atau. Bentuk soal seperti apa yang kamu sukai dan tidak disukai? Bentuk ujian yang saya sukai adalah tes berbentuk uraian dan ujian tidak saya sukai adalah tes berupa objektif karena soal objektif itu membingungkan dan membuat saya ragu dalam menjawab soal. Ogi Febrio Mandala Bagaimana pengaruh dilaksanakannya ujian terhadap motivasi belajarmu? Dengan adanya ujian yang diberikan oleh guru saya biasa saja. Kelas II IPA V Bertha Morinda Bagaimana pengaruh dilaksanakannya ujian terhadap motivasi belajarmu? Dengan adanya ujian yang diberikan oleh guru saya termotivasi untuk belajar dan meningkatkan pemahaman saya. Apakah hasil ujian diberitahu oleh guru? Hasil ujian diberitahu oleh guru. Apakah hasil ujian diberitahu oleh guru? - a. jika hasil ujian saya bagus dan saya akan merasa biasa saja jika ujian saya jelek dan harus melakukan remedial. - - - - . malah teman saya yang suka menyontek. Apakah kamu merasa kesulitan terhadap bentuk soal yang biasa diberikan guru? Tidak.- - b. Sehingga saya dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. Apakah hasil ujian diberitahu oleh guru? Hasil ujian diberitahu oleh guru. karena saya menyukai tes uraian yang diberikan guru. Karena saya vtakut dimarahi. saya tidak bekerjasama dengan dengan teman yang lain. Apakah kamu bekerjasama dengan temanmu dalam mengerjakan soal ujian? Pada saat terjadinya ujian. Apakah kamu bekerjasama dengan temanmu dalam mengerjakan soal ujian? Pada saat terjadinya ujian. Saya tidak suka jika guru menunjuk saya untuk mengerjakan tes tersebut di papan tulis. Bagaimana reaksimu terhadap hasil ujian yang kamu peroleh? Saya sangat gembira. Apakah kamu merasa kesulitan terhadap bentuk soal yang biasa diberikan guru? Ya.

Apakah hasil ujian diberitahu oleh guru? Hasil ujian diinformasikan oleh guru. karena saya lebih menyukai guru memberikan pertanyaan dan jawabannya kita tulis di depan tulis. - - - - - - c. tapi kadang-kadang tidak diinformasikan. Bagaimana reaksimu terhadap hasil ujian yang kamu peroleh? Saya sangat gembira jika hasil ujian saya bagus dan saya akan merasa sedih jika ujian saya jelek dan harus melakukan remedial. Bentuk soal seperti apa yang kamu sukai dan tidak disukai? Bentuk ujian yang saya sukai adalah tes tanya jawab dan mengerjakannya di papan tulis. sehingga saya mengetahui apakakah saya melakukan remedial atau tidak. Lebih baik saya mengrjakannya sendiri. Lebih baik saya mengerjakannya sendiri. Miftahul Yan Afwar Bagaimana pengaruh dilaksanakannya ujian terhadap motivasi belajarmu? Dengan adanya ujian yang diberikan oleh guru saya termotivasi untuk belajar dan meningkatkan pemahaman saya. Apakah hasil ujian diberitahu oleh guru? Hasil ujian diberitahu oleh guru. - - - - Hasil ujian diberitahu oleh guru. sehingga saya mengetahui apakah saya melakukan remedial atau tidak. Sehingga saya dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. Sehingga saya mengetahui apakah saya melakukan remedial atau tidak. . Apakah kamu bekerjasama dengan temanmu dalam mengerjakan soal ujian? Pada saat terjadinya ujian. Dan ujian yang tidak saya sukai adalah tes berupa objektif karena soal objektif itu membingungkan dan membuat saya ragu dalam menjawab soal. saya tidak bekerjasama dengan teman yang lain. Bagaimana reaksimu terhadap hasil ujian yang kamu peroleh? Saya sangat gembira jika hasil ujian saya bagus dan saya akan maerasa sedih jika hasil ujian saya jelek dan harus melakukan remedial. Saya kesulitan dalam menjawab. Sehingga saya dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. saya tidak bekerja sama dengan teman yang lain.- b. Apakah kamu merasa kesulitan terhadap bentuk soal yang biasa diberikan guru? Ya. Oky Febri Wahyudi Bagaimana pengaruh dilaksanakannya ujian terhadap motivasi belajarmu? Dengan adanya ujian yang diberikan oleh guru saya termotivasi untuk belajar dan meningkatkan pemahaman saya. karena kadang-kadang guru tidak memberi petunjuk dalam mengerjakan soal. Apakah kamu merasa kesulitan terhadap bentuk soal yang biasa diberikan guru? Ya. Apakah kamu bekerjasama dengan temanmu dalam mengerjakan soal ujian? Pada saat terjadinya ujian. Bentuk soal seperti apa yang kamu sukai dan tidak disukai? Bentuk ujian yang saya sukai adalah tes lisan dan uraian.

Baik siswa XI IPA IV maupun siswa XI IPA V umumnya menganggap evaluasi merupakan sesuatu yang penting bagi kemajuan proses belajar mereka karena dengan adanya evaluasi siswa dapat : . . Selama PBM berlangsung. Berdasarkan hasil pengamatan kami ketika melakukan observasi di SMAN 3 Padang. Bagi Siswa Berdasarkan hasil wawancara kami dengan beberapa orang siswa di SMAN 3 Padang. evaluasi tidak akan berlangsung tanpa didahului oleh PBM. antara lain : 1.II. evaluasi bila dilaksanakan setelah PBM berlangsung beberapa waktu. Tetapi sebagian siswa menganggap hasil evaluasi hanya merupakan suatu prosedur pendidikan yang harus ia jalani sehingga apapun hasil evaluasi yang ia peroleh tidak mempengaruhi proses belajarnya dimasa yang akan datang. BAB IV PEMBAHASAN Sebelum menyajikan materi pelajaran di kelas. PBM ini erat kaitannya dengan evaluasi. tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas XI IPA IV dan XI IPA V mengenai hasil evaluasi dan pengaruhnya terhadap proses belajarnya dimasa yang akan datang. kami dapat mengambil beberapa kesimpulan bahwa sebagian siswa menjadikan hasil evaluasi sebagai umpan balik (feed back) terhadap proses belajar yang telah dilakukannya selama ini. guru terlebih dahulu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai pedoman selama berlangsungnya Proses Belajar Mengajar (PBM). Dengan kata lain. Fungsi Evaluasi Makna Evaluasi Evaluasi tentunya mempunyai makna bagi berbagai pihak. Pengamatan Tidak Langsung Pengamatan tidak langsung berupa analisis dokumen : Terlampir. PBM di SMAN 3 Padang lebih tersebut pada guru mengawali proses belajar mengajar dengan metode ceramah kemudian memberikan contoh soal dan latihan. siswa memperhatikan pelajaran yang diberikan guru di depan kelas.Bagaimana reaksimu terhadap hasil ujian yang kamu peroleh? Saya sangat gembira jika hasil ujian saya bagus dan saya akan merasa sedih jika ujian saya jelek dan harus melakukan remedial. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan.

Mengetahui kekuatan-kekuatan maupun kelemahan-kelemahan di waktu yang lampau. materi harus di ulang sedikit. Terdapat perbedaan antara kelas II IPA IV dan II IPA V dalam banyak siswa yang mengikuti remedial. Tujuan remedial ini adalah agar tercapainya indikator. Kisi-kisi soal remedial sama dengan soal ulangan harian tetapi tingkat kesukaran soal remedial lebih mudah dari soal ulangan harian. guru dapat mengetahui sampai sejauh mana siswa memahami materi yang diajarkan. sehingga kelemahan-kelemahannya dapak diperbaiki dan kekuatannya dapat ditingkatkan. Keadaan Materi Pelajaran Berdasarkan hasil evaluasi. Bagi Orang Tua . Bimbingan dan penyuluhan dilakukan dengan berbicara langsung dengan siswa yang bersangkutan atau berkonsultasi dengan orang tua siswa. Siswa-siswa yang nilainya masih di bawah KKM mengikuti remedial sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan mereka yang telah di ajarkan. Bagi siswa yang dianggap memiliki masalah dalam belajar akan diberikan bimbingan dan penyuluhan. remedial dilakukan di luar jam pelajaran. Hal ini disebabkan karena guru harus menuntaskan materi pelajaran di kelas XI IPA IV. Setiap menjelang dilaksanakan remedial. Jika masih ada siswa yang belum menguasai materi pelajaran. dapat diambil kesimpulan bahwa keadaan materi pelajaran di kelas XI IPA IV belum tersampaikan dengan baik. Sedangkan di kelas XI IPA V sudah tersampaikan dengan baik. guru dapat melakukan tindak lanjut evaluasi. Lebih bersemangat dan bergairah dalam belajar Mengetahui apakah ia belajar sesuai dengan kemampuannya Mengetahui apakah ia telah mempelajari apa yang seharusnya ia pelajari dan dalam mempelajarinya itu apakah telah menggunakan cara-cara yang tepat 2. Bagi Pembimbing/Penyuluh Sekolah Berdasarkan hasil pengamatan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru. 4. Hal ini mengingat ketercapaian materi sampai akhir pembelajaran. Bagi Guru Adapun makna evaluasi bagi guru yang mengajar di SMAN 3 Padang adalah : Keadaan Siswa Setelah melaksanakan evaluasi. 3. guru dan pembimbing saling bekerjasama. yaitu melaksanakan perbaikan atau pengayaan belajar siswa (remedial). Guru memberikan informasi mengenai siswa berdasarkan hasil evaluasi yang diperoleh kemudian pembimbing menentukan perlu atau tidak dilakukan pembimbing atau penyuluhan. Keadaan Metode Pembelajaran Berdasarkan hasil evaluasi dapat ditarik kesimpulan metode pengajaran yang diterapkan oleh guru dapat dikatakn sudah tepat. Siswa II IPA IV lebih banyak mengikuti remedial dari pada siswa II IPA V. Hal ini sudah dilaksanakan di SMAN 3 Padang.

Penilaian terhadap tes diagnostik dilakukan guru dengan cara membandingkan berapa banyak siswa yang mengacungkan tangan dengan siswa yang tidak mengacungkan tangan. Pemberian tes diagnostik di kelas XI IPA IV dan XI IPA V tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Perencanaan penilaian disiapkan guru melalui RPP dimana pada RPP tersebut telah tersedia soal-soal untuk PR dan UH. Evaluasi Formatif UH ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah terbentuk setelah mengikuti sesuatu program tertentu. Evaluasi Diagnostik Evaluasi diagnostik bertujuan mendiagnosis kesulitan belajar siswa untuk mengupayakan perbaikannya. Soal remedial terdiri dari 2 buah soal untuk setiap UH. B. Guru meminta murid memeriksakan tugas mereka kepada orang tua sebelum dikumpul.Di SMAN 3 Padang komunikasi orang tua dengan guru berjalan dengan baik. Pada pembelajaran matematika di SMAN 3 Padang. Jika siswa tidak mencapai nilai ketuntasan yang telah ditentukan. c. Siswa dianggap berhasil (tuntas) apabila nilai mereka mencapai nilai ketuntasan untuk setiap satuan pelajaran yang didapat dengan cara memperhitungkan kompleksitas. Sehingga mereka dapat mengetahui perkembangan anak mereka melalui pekerjaan tersebut. Soal-soal diberikan berupa soal uraian. b. Dari penilaian tersebut guru dapaat mencari solusinya. Bagi siswa yang tuntas. Pengadaan di kelas XI IPA IV dan XI IPA V. Orang tua juga dapat melihat batas materi pelajaran. Guru membandingkan tiap baris tempat duduk siswa. Evaluasi Subsumatif/Sumatif Untuk menilai sejauh mana siswa telah terbentuk setelah menyelesaikan sesuatu satuan pelajaran tertentu (Evaluasi Subsumatif) dan setelah menyelesaikan satuan program tertentu . guru memberikan pengayaan. Jenis-jenis Evaluasi a. Komunikasi guru dan orang tua secara tidak langsung dihubungkan dengan adanya pemberian pekerjaan rumah. guru biasanya memberikan tes berupa Ulangan Harian (UH) di akhir satuan pelajaran. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada pengadaan UH didua kelas ini. guru akan memberikan remedial. Soal-soal remedial dan soal-soal pengayaan juga direncanakan dalam RPP. guru memberikan tes diagnostik dilakukan dengan lisan yaitu guru menanyakan pada siswa tentang materi sebelumnya. daya dukung dari sekolah serta intak dari siswa. Pada pembelajaran matematika di SMAN 3 Padang. Khususnya pada pelajaran matematika. Secara keseluruhan hasil belajar siswa dapat dilihat melalui rapor hasil belajar siswa yang diberikan secara berkala. sehingga guru dapat mengetahui siswa-siswa yang tidak paham terhadap materi.

Format pekerjaan rumah yang disusun oleh Ibu Dra. Dari laporan inilah orang tua siswa dapat mengetahui hasil belajar anaknya selama satu semester. Di kelas XI IPA IV terlihat siswa lebih cendrung mengerjakan soal tersebut secara berkelompok. ketika mereka menemukan kesulitan baru mereka mendiskusikannya dengan teman sebangku mereka atau bertanya pada guru. Terdapat beberapa siswa yang hanya menyalin jawaban temannya saja. Terdapat perbedaan ketika siswa mengerjakan latihan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru evaluasi ini merupakan evaluasi eksternal dimana soal-soal yang diberikan oleh DIKNAS. sehingga soal-soal serta pelaksanaan ujian sama dengan sekolah-sekolah negeri lainnya di kota Padang. Pemberian latihan dengan teknik ini tidak menghabiskan banyak waktu.(Evaluasi Sumatif) pada pembelajaran matematika matematika di SMAN 3 Padang. Evaluasi Kokurikuler Jenis kegiatan kokurikuler yang diberika oleh guru di SMAN 3 Padang berupa latihan. Apalagi ketika guru memberikan soal latihan dengan cara mendiktekan atau menuliskan di papan tulis. Setelah diadakan tes sumatif. Bagi siswa yang memiliki nilai di bawah KKM. Tugas-tugas ini diberikan agar siswa lebih memahami pelajaran yang baru saja diberikan saat jam tatap muka di kelas. Teknik pemberian dan penilaian latihan yang diterapkan oleh Ibu Dra. Jenis-jenis Instrumen Evaluasi 1. sehingga suasana kelas sedikit ribut. sehingga materi yang disampaikan tidak mudah lupa dalam ingatan siswa. Nilai-nilai siswa tersebut ditulis dalam dafatr nilai. Berbeda dengan kelas XI IPA V mereka lebih cendrung menyelesaikan soal tersebut sendiri-sendiri terlebih dahulu. setiap guru pelajaran mengolah nilai-nilai siswa sebagai hasil belajarnya selama satu semeser. Apabila remedial dilaksanakna dalam jam pelajaran di kelas. Ketika mereka merasa kesulitan untuk menjawabnya baru mereka bertanya kepada guru. maka diadakan remedial setelah Ujian MID Semester. d. guru memberikan penekanan terhadap soal-soal. yang kemudian diserahkan kepada wali kelas untuk pengisian nilai rapor. pekerjaan rumah. C. Yen Fitri dapat memberi gambaran kepada orang tua mengenai perkembangan belajar anak mereka. Soal-soal yang diberikan berupa soal objektif. Yen Fitri di kelas XI IPA IV sama dengan XI IPA V. Pada saat guru menyuruh mereka menjawab soal di papan tulis siswa terlihat antusias untuk menyelesaikan soal-soal tersebut. gru memberikan Evaluasi Subsumatif berupa Ujian Tengah Semester (UTS) dan Evaluasi Sumatif berupa Ujian Akhir Semester (UAS). Tes tertulis bentuk uraian . Tes Jenis tes yang sering digunakan oleh guru matematika di SMAN 3 Padang adalah : Tes Tertulis a. Tetapi terdapat kekurangan dalam teknik ini ketika siswa mengerjakan latihan. maka bagi siswa yang memiliki nilai memenuhi KKM akan diberikan pengayaan.

Teknik Pelaksanaan Evaluasi Pelaksanaan evaluasi di SMAN 3 Padang yaitu : a. pengayaan. Dapat dilakukan ketika proses belajar mengajar berlangsung (perintah mengerjakan latihan) dan di luar proses belajar mengajar (perintah mengerjakan PR) D. Melalui tes tertulis bentuk essay guru secara tidak langsung dapat melihat pemahaman siswa terhadap materi yang diujikan dari cara memecahkan atau menyelesaikan tiap soal. Dapat ditarik kesimpulan pelaksanaan evaluasi pelajaran matematika di kelas XI IPA IV dan XI IPA V sesuai dengan teori. Tes tertulis bentuk objetif diberikan dengan cara : Dilaksanakan setiap tengah atau akhir semester Posisi duduk sesuai dengan nomor ujian Jumlah soal sama setiap kelas Soal dibuat oleh DIKNAS Siawa dilarang membawa segala yang berhubungan dengan pelajaran matematika kecuali peralatan tulis untu ujian Dapat ditarik kesimpulan pelaksanaan evaluasi pelajaran matematika di kelas XI IPA IV dan XI IPA V sesuai dengan teori. karena materi yang diujikan terdiri dari materi yang diajarkan setengah semaester (UTS) dan materi selama satu semester (UAS) Tes Lisan Tes lisan dilakukan ketika pemberian tes diagnostik di awal dan diakhir pelajaran. b. Tes Lisan Tes lisan dilaksanakan di awal dan saat akhir proses belajar mengajar Posisi duduk siswa tetap seperti saaat belajar Setiap soal yang diajukan belum ditetapkan jawaban betulnya . b. buku pegangan disimpan saat ujian berlangsung. Tes tertulis bentuk objektif Tes tertulis bentuk objektif digunakan pada saat Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester. latihan. Pada tes ini diperlukan jawaban singkat dari siswa dan tidak dibutuhkan penggunaan bahasa yang baku. Tes tindakan Tes tindakan diberikan guru dengan cara pemberian perintah atau tugas yang harus dilaksanakan oleh siswa. remedial.Tess tertulis bentuk uraian digunakan pada saat ulangan harian. Tes Tertulis Tes tertulis bentuk uraian dilakukan dengan cara : Kadang-kadang dilaksanakan setiap akhir satuan pelajaran (Ulangan Harian) Posisi duduk siswa tetap seperti saat belajar Soal diberikan oleh guru di setiap kelas berbeda tetapi kisi-kisi soalnya sama Buku catatan.

Aspek ± aspek penilaian terdiri dari : Pemahaman konsep (PK) / A Pemahaman konsep diperoleh dengan cara : PK= Ket : Q=Rata-Rata Tugas Penalaran Komunikasi (B) Dilakukan dengan cara menguji siswa berupa tanya jawab saat proses belajar mengajar berlangsung. Penilaian dilakukan terhadap tugas (latihan. Tes Tindakan Cara yang ditempuh oleh peserta tes diamati oleh guru Guru memberikan tekanan terhadap soal ± soal yang penting sehingga mempengaruhi siswa Guru tidak mempersiapkan lembar penilaian yang berisi nilai yang diperoleh siswa Dapat ditarik kesimpulan pelaksaan evaluasi pelajaran matematika dikelas XI IPA IV dan XI IPA V tidak sesuai dengan teori. Penilaian Terhadap Aspek-aspek Evaluasi Untuk menentukan nilai dari tiap aspek evaluasi guru di SMAN 3 Padang memiliki pedoman yang ditetapkan sekolah KKM ditentukan oleh sekolah masing ± masing berdasarkan rapat guru mata pelajaran. c. Dapat diperoleh dengan cara : Pemecahan Masalah (C) . tengah dan akhir semester. E.Setiap diberi soal siswa langsung menjawab dengan jawaban singkat Tes menyimpang menjadi diskusi Guru memberikan bantuan atau membimbing Tes lisan berlangsung tanpa ada tekanan dari guru Tes diberikan pada siswa secara acak sehingga tidak semua siswa diberikan tes Pertanyaan bervariasi Tes berlangsung secara klasikal Dapat ditari kesimpulan pelaksanaan evaluasi pelajaran matematika di kelas XI IPA IV dan XI IPA V tidak sesuai dengan teori. ulangan harian. PR).

Surabaya: Usaha Nasional Siverius. Jakarta: Bumi Aksara Thoha. Saran Sebaiknya guru juga mengadakan evaluasi non tes seperti pengamatan dan wawancara. 1. Jakarta: PT. Evaluasi Pendidikan. Untuk masa yang akan datang. Chabib. Evaluasi Hasil Belajar Dan Umpan Balik. 2001. Jakarta: Bumi Aksara Bahri. Grasindo Sudijono. pelaksanaan evaluasi lebih ditingkatkan lagi. 1. 3.Melihat keterampilan siswa dalam memecahkan suatu masalah yang diberikan Aspek-aspek inilah yang nantinya dicantumkan dalam buku rapor siswa. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Dalam pelaksanaan observasi terdapat perbedaan antara XI IPA IV dan XI IPA V. Jdamarah. Suharsimi. Anas. Jakarta: PT. Karena kemampuan ataupun hasil belajar tidak selalu dapat diukur melalui tes. 2. 2. 1990. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Teknik Evaluasi Pendidikan. 2000. B. Rineka Cipta Nurkancana. BAB V PENUTUP A. Jakarta: PT. Siswa kelas XI IPA V lebih tenang dibandingkan kelas XI IPA IV> Teknik pelaksanaan evaluasi yamg dilakukan di SMAN 3 Padang secara umum sesuai dengan teori. 1983. Wayan. Raja Grafindo Persada . 1998. DAFTAR KEPUSTAKAAN Arikunto. 1991.Guru Dan Anak Didik. Suke. Kesimpulan Dari hasil observasi yang penulis lakukan di SMAN 3 Padang dalam pelaksanaan evaluasi di kelas XI IPA IV dan XI IPA V terdapat persamaan cara pelaksanaan dan teknik evaluasi yang diadakan pada masing-masing kelas.

Diposkan oleh ACHIE di 17:17 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful