TUGAS MAKALAH P.

EKONOMI PEMBANGUNAN PENGANGGURAN DI KALANGAN MENENGAH KEBAWAH Disusun Oleh Nama Kelasa Npm : Apriani Uliarta : 2 DD O4 : 30208162 UNIVERSITAS GUNADARMA Kampus J DAFTAR ISI JUDUL …………………………………………………………………………… i KATA PENGANTAR …………………………………………………………… ii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ……………………………………………… 1 1.2 Pembatas Masalah ……………………………………………………. 2 1.3 Tujuan Penulisan ………………………………………………………. 3 1.4 Metode Penelitian …………………………………………………….. 3 1.5 Sistematika Penulisan ………………………………………………… BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Bentuk, Devinisi & Pengertian Pengangguran ………………………. 2.2 Jenis Macam Pengangguran …………………………………………. 2.2.1 Pengangguran Frisiksional ………………………………… 2.2.2 Pengangguran Struktural …………………………………… 2.2.3 Pengangguran Musiman …………………………………… 2.2.4 Pengangguran Siklikal …………………………………….. BABA 3 PEMBAHASAN 3.1 Pengangguran Dapat dikelompokan Menurut Sumber & Penyebabnya ………………………………………………………… 3.1.1 Pengangguran Friksional ………………………………….. 3.1.2 Pengangguran Silikal ……………………………………… 3.1.3 Pengangguran Struktual …………………………………… 3.1.4 Pengangguran Teknologi …………………………………… 3.2 Pengangguran Dapat Juga dikelompokan Menurut Ciri Pengangguran yang Berlaku …………………………………………. 9 8 8 8 9 7 6 6 6 6 6 6 4

3.2.1 Pengangguran Terbuka …………………………………….. 3.2.2 Pengangguran Tersembunyi ………………………………… 3.2.3 Pengangguran Musiman ……………………………………. 3.2.4 Pengangguran Setengah Menganggur ……………………… BAB 4 PENUTUP

9 9 10 10 11 12 12

3.3 Masalah Pengangguran & Krisis Sosial ………………………………. 4.1 Kesimpulan …………………………………………………………. 4.2 Saran ………………………………………………………………… 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok permasalahan ekonomi makro. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif dan bukannya negatif. Kedua adalah masalah inflasi. Inflasi adalah indikator pergerakan hargaharga barang dan jasa secara umum, yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. Inflasi mencerminkan stabilitas harga, semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan ke arah stabilitas harga. Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa. Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyaraka. Sedangkan daya beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. Inflasi sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil. Masalah ketiga adalah pengangguran. Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Latar Belakang Masalah pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga dialami oleh negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut. Melalui Makalah inilah saya mencoba untuk mengangkat masalah pengangguran dengan segala dampaknya di Indonesia yang 2 menurut pengamatan saya sudah semakin memprihatinkan terutama ketika negara kita terkena imbas dari krisis ekonomi sejak tahun 1997 .

Apa itu pengangguran? Pengangguran adalah suatu kondisi di mana orang tidak dapat bekerja, karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan. Ada berbagai macam tipe pengangguran, misalnya pengangguran teknologis, pengangguran friksional dan pengangguran struktural. Tingginya angka pengangguran, masalah ledakan penduduk, distribusi pendapatan yang tidak merata, dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju, pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di negara-negara maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. 1.2. Pembatas Masalah Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut.dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. 3 1.3. Tujuan Penulisan Tujuan Penu;lis membuat makalah yang berjudul “MASALAH PENGANGGURAN DI KALANGAN MENENGAH KEBAWAH” Adalah Sebagai Berikut: • • • • • Mengetahui Devinisi Pengangguran Mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di Indonesia Mengetahui Keadaan Pengangguran DI Indonesia Mengetahui akibat yang di Timbulkan dari Pengangguran Mengetahui Dampak Pengangguran di Indonesia Terhadap Pertumbuhan Penduduk

1.4 Metode Penulisan Dalam Metode penulisas ini, penulis menggunakan beberapa metode penelitiaan, diantaranya adalah :. 1. Dalam Penyusunanmakalah ini perlu sekali pengumpulan data serta sejumlah informasi actual yang sesuai dengan permasalahan yang akan di bahas sehubungan dengan masalah tersebut, dalam penyusunan makalah ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data yang pertama browsing di internet, kedua dengan membaca media cetak dan dengan pengetahuan yang penulis miliki. 4 1.5 Sistematika Penulisan

Kita tidak tahu apakah ini ukuran kemajuan atau sebuah kemunduran besar bangsa yang dialami bangsa Indonesia.Penulisan Tugas ini terdiri dari atas tiga bab. Jadi dapat dibayangkan biaya besar yang dikeluarkan oleh pemerintah lewat APBN dan APBD yang begitu besar baik untuk membeli peralatan. . Belum lagi apa yang sudah sejak lama kita kenal dengan istilah “disguised unemployement”. yaitu : BAB 1 PENDAHULUAN Menguraikan pokok persoalan yang terdiri dari latar belakang masalah. Tentu sebagian besar mereka adalah wanita yang lebih terampil dan fleksibel dibandingakan para pria. BAB 2 LANDASAN TEORI Menguraikan teori-teori penunjang yang melandasi penelitiandari berbagai sumber yang bermanfaat untuk mengatasi pengganguran di Masyarakat Menengah kebawah. 5 BAB II LANDASAN TEORI Kalau kita mau jujur tentu kita akan mengakui bahwa pengangguran di negeri kita dari tahun ke tahun bertambah besar. yaitu penulisan. Sebuah ironi yang sangat memilukan. adat dan budaya yang berbeda 6 dengan tempat asal mereka. BAB 4 PENUTUP Berisi kesimpulan dari hasil yang didapat selama pembahasan mengenai masalah pengganguran di daerah Perum PMDA dan saran. Salah satu media ibukota melaporkan bahwa diantara para pemulung di TPA Bantar Gebang itu ada yang sarjana. membayar listrik dan telepon serta penyediaan ruang kerja nyaman telah membuat pengangguran tidak kentara di sektor pemerintahan ini menjadi jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang terjadi di sektor pertanian di pedesaan. dan sistematika penilisan. metode penelitian. Tidak mengherankan manakala disana sini terjadi ekses karena begitu banyak wanita (yang sebagian besar datang dari pedesaan) dengan pendidikan minim harus bekerja di manca negara dengan aturan. Pengangguran jenis ini pada dewasa ini memang perlu di definisi ulang Setiap hari di kantor kantor pemerintah tidak nampak karyawan yang sibuk. Pemerintah dan sektor swasta (mestinya termasuk koperasi) tidak mampu menciptakan lapangan kerja yang layak bagi penghidupan anak bangsa. Bahkan para boss mereka dengan baik hati telah melengkapi kantor mereka dengan perangkat televisi yang boleh ditonton pada jam kerja. BAB 3 PEMBAHASAN Berisi dan menjelaskan mengenai pembahasan masalah pengangguran di Masyarakat Menengah kebawah saat ini. Bisa kita bayangkan betapa akan lebih hebatnya kondisi pengangguran di Indonesia manakala tidak ada kesempatan bagi TKI untuk mencari pekerjaan di luar negeri. masalah dan pembatasan masalah. Belum lagi penggunaan komputer yang acapkali kalau diperhatikan lebih banyak digunakan untuk bermain “game” atau bahkan yang lebih canggih lagi untuk menelusuri situs-situs internet yang tidak ada relevansinya dengan pekerjaan. Para TKI ini mungkin lebih pantas disebut sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”.

2.2. siswa sekolan smp. sedang berusaha mendapatkan (mengembangkan) pekerjaan tetapi belum berhasil mendapatkannya (menemukannya) disebut pengangguran. Sedangkan mereka yang tidak bekerja adalah mereka yang sedang berusaha mendapatkan atau mengembangkan pekerjaan tetapi belum berhasil. tukan jualan duren yang menanti musim durian. ibu rumah tangga yang . Jenis & Macam Pengangguran 2.2.2. dan mereka yang berniat untuk tidak bekerja. Rumus Menghitung Tingkat Pengangguran. 7 BAB III PEMBAHASAN Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses multidimensional yang melibatkan perubahan besar secara sosial dalam ekonomi. Mereka yang ingin bekerja. 2. upaya-upaya pembangunan diarahkan pada perbaikan tingkat hidup.1. 2. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Mereka yang bekerja adalah mereka yang berminat untuk bekerja. Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. 2. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. sma.2. dan sebagian lainnya tidak bekerja. dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.4 Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. mereka diasumsikan tidak mencari pekerjaan). 2000). Di negara-negara berkembang. telah berusaha mencari atau menciptakan pekerjaan. pengangguran dan ketimpangan (Suryana. Dari total jumlah penduduk hanya sebagian yang bekerja. dengan dimensi pembangunan yang berorientasi pada pengentasan keterbelakangan dalam bentuk kemiskinan. 2.1 Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. harga diri dan kebebasan.2. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga. Istilah pengangguran (unemployment) tidak berkaitan dengan mereka yang berniat untuk tidak bekerja seperti siswa atau mahasiswa (sekalipun ada yang sambil bekerja atau berusaha mencari pekerjaan sambil sekolah atau kuliah. dan berhasil mendapatkan atau mengembangkan pekerjaan. mahasiswa perguruan tinggi. Arti Definisi Dan Pengertian Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya.2 Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.3.

1. Kemerosotan permintaan agregat ini mengakibatkan perusahaa-perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. Perekonomian tidak selalu berkembang dengan teguh. Kemunduran ini menimbulkan efek kepada perusahaan-perusahaan lain yang mempunyai hubungan juga akan mengalami kemerosontan dalam permintaan terhadap produksinya. 2006). 3. informasi dan kondisi antara pencari kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. atau penduduk usia kerja yang karena kondisi fisik mereka tidak dapat bekerja sehingga tidak mencari kerja (Djohanputro. dan memungut hasil. Pengangguran Teknologi Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya. Dalam perekonomian yang berkembang pesat. Adakalanya permintaan agregat lebih tinggi. Hal inilah yang akan mendorong para pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya yang lama dan mencari kerja baru yang lebih tinggi gajinya atau lebih sesuai dengan keahliannya. Kemerosotan ini ditimbulkan oleh salah satu atau beberapa faktor yaitu munculnya barang baru yang lebih baik. Pengangguran merupakan salah satu persoalan dalam pembangunan. sawah dan lahan pertanian lainnya. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industri tersebut menurun. memotong rumput. tetapi karena sedang mencari pekerjaan lain yang lebih baik. jumlah pengangguran rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. Pengangguran Silikal Pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian. dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur. .sengaja memfokuskan diri untuk mengurus keluarga.4. Dalam proses mencari pekerjaan baru ini untuk sementara para pekerja tersebut tergolong sebagai penganggur. Sedangkan pengusaha sulit memperoleh pekerja. 8 3.1. dan hal ini mendorong pengusaha menaikkan produksi untuk itu lebih banyak pekerja baru digunakan dan pengangguran berkurang. kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut.1. membersihkan kawasan. Begitu juga mesin telah mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk membuat lubah. Tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju sebagian akan mengalami kemunduran. maka pengangguran akan bertambah. Contohnya racun rumput telah mengurangi penggunaan tenaga kerja untuk membersihkan perkebunan. 3.2. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing. dan ekspor produksi industri sangat menurun karena persaingan yang lebih serius dari negara-negara lain.1. Pengangguran Struktual 9 Pengangguran struktural adalah pengangguran yang akibatkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi.1. Pengangguran dapat di klompokan menurut sumber atau penyebabnya pengangguran menurut cara ini tedapat empat jenis pengangguran yaitu : 3.1. Di pabrik ada kalanya robot telah menggantikan kerja-kerja manusia. Pengangguran Friksional Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. 3. Para penganggur ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh pekerjaan. Untuk itu pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi.3. Akan tetapi pada masa lainnya permintaan agregat mengalami penurunan.

Akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan. 11 3. . Banyak di antara mereka yang terpaksa menganggur sepenuh waktu. Pengangguran Terbuka Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang terjadi karena pertambahan lowongan pekerjaan lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Setiap kegiatan ekonomi memerlukan tenaga kerja. Tidak semua orang yang hijrah ke kota-kota dapat memperoleh pekerjaan. Salah satu tujuan dari urbanisasi tersebut adalah untuk mencari pekerjaan di kota-kota. Pengangguran terbuka dapat pula dikarenakan kegiatan ekonomi yang menurun. Berarti mereka sedang dalam keadaan menganggur. kemajuan teknologi yang mengurangi penggunaan tenaga manusia. Pengangguran dapat juga dikelompokkan menurut ciri pengangguran yang berlaku. Pengangguran Tersembunyi Pengangguran tersembunyi adalah pengangguran yang terjadi karena terlalu banyaknya tenaga kerja untuk satu unit pekerjaan.1. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari seminggu. padahal dengan mengurangi tenaga kerja sampai jumlah tertentu tidak akan mengurangi jumlah produksi. Pengangguran ini terutama terjadi di sektor pertanian atau jasa. Contoh lain pengangguran tersembunyi adalah orang yang melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginannya atau tidak sepadan dengan kemampuannya. Pengangguran Musiman Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi pada waktu-waktu tertentu di dalam satu tahun. Faktor yang perlu dipertimbangkan adalah besar atau kecilnya perusahaan. dan berlaku dalam waktu-waktu tertentu. Disamping itu ada pula yang tidak menganggur.2. mesin yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai. Bentuk pengangguran terutama terjadi di sektor pertanian dan perikanan.2.2.3. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan digolongkan dalam pengangguran tersembunyi. atau akibat kemunduran perkembangan suatu 10 Industri. dan jam kerja mereka lebih rendah dari jam kerja normal.2.4. dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung kepada banyak faktor.3. Waktu di antara menuai dan masa menanam berikutnya dan periode di antara sesudah menanam bibit dan masa menuai hasilnya adalah masa yang kurang sibuk dalam kegiatan pertanian. Menurut cara ini terdapat empat jenis pengangguran yaitu: 3. tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu.2. Pengangguran Setengah Menganggur Kelebihan penduduk di sektor pertanian di negara-negara berkembang disertai pertambahan penduduknya yang cepat telah menimbulkan percepatan dalam proses urbanisasi. jenis kegiatan perusahaan. Biasanya pengangguran seperti itu berlaku pada waktu-waktu di mana kegiatan bercocok tanam sedang menurun kesibukannya. atau satu hingga empat jam sehari. Mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu. Jenis pengangguran ini hanya sementara saja. 3. Di banyak negara berkembang seringkali didapati jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan agar ia dapat menjalankan kegiatannya dengan efisien.2. Contohnya keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar mengerjakan luas tanah yang sangat sempit. 3. Pada periode tersebut banyak di antara para petani dan tenaga kerja di sektor pertanian tidak melakukan suatu pekerjaan. Efek dari keadaan ini dalam jangka panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan.

3.3 Masalah Pengangguran dan Krisis Sosial Berdasarkan teori Fungsional Struktural, masalah sosial timbul karena terjadinya ketidak seimbangan lembaga-lembaga sosial sehingga menyebabkan fungsi lembaga-lembaga tersebut terganggu. Pengangguran dalam hal ini, terjadi akibat kepincangan lembaga ekonomi dan menimbulkan masalah bagi lembaga sosial. Pengangguran menjadi masalah sosial tidak karena bersumber pada penyimpangan norma-norma masyarakat, tetapi karena ia rawan menimbulkan masalah-masalah sosial lainnya, seperti kemiskinan, meningkatnya kriminalitas, premanisme, prostitusi, dll. Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis sosial. Suka atau tidak suka, pengangguran selalu berkorelasi dengan kemiskinan yang identik dengan kebodohan, kejahatan dan perilaku menyimpang lainnya. Indikator masalah social ini bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak yang orang tuanya menganggur, yang mulai turun ke jalan. Mereka menjadi pengamen, pedagang asongan maupun pelaku tindak kriminalitas. Mereka adalah generasi yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik. Ironisnya, apa yang terjadi saat ini adalah banyak para penganggur yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. Banyak dari mereka yang menjadi pencopet, penjaja seks, pencuri, preman, penjual narkoba, dan sebagainya. Bahkan tidak sedikit mereka yang dibayar untuk berbuat rusuh atau anarkis demi kepentingan politik salah satu kelompok tertentu.. Belum lagi dengan semakin menjamurnya prostitusi di Indonesia, sebuah pilihan hidup akibat himpitan ekonomi. 12 BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan Jadi, secara ringkas dapat saya kemukakan bahwa pengangguran merupakan sebuah masalah yang kompleks, tidak hanya menyangkut masalah sosial bagi masyarakat luas tetapi juga merupakan masalah eksistensial bagi individu yang menjalaninya. Namun, terlepas dari itu semua, masalah sosial merupakan masalah yang harus dicarikan jalan keluarnya tidak hanya oleh pemerintah tetapi oleh kita semua. Melalui penyelesaian masalah pengangguran, diharapkan masalah-masalah sosial lain yang timbul akibat pengangguran seperti kejahatan dan prostitusi juga dapat teratasi. 4.2 . Saran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

MAKALAH MASALAH PENGANGGURAN
KONDISI PENGANGGURAN DI INDONESIA Studi Kasus Pada Kota Bekasi Dari tahun ke tahun

Disusun Oleh Marchela irdani 30208767 UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS EKONOMI Tugas Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan 2009 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT atas berkat rahmatnya sehungga penulis dapat menyelesaikan tugas penelitian UMKM (usaha mikro kecil menengah) dengan judul usaha pembuatan sepatu dan sandal. Adapun tujuan dari penelitian untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah ekonomi pembangunan. Keberhasilan penulis menyelesaikan penelitian ini adalah berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak serta keteguhan hati penulis, meskipun banyak hambatan yang di hadapi oleh penulis, namun semua menjadi pelajaran dan pengalaman yang berkesan Dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya atas dorongan dan bantuan yang diterima oleh penulis sampai dengan menyelesaikan penelitian ini. Dan perkenankanlah penulis mengucapakan terima kasih kepada: 1.Bapak Nurhadi selaku dosen pengantar ekonomi pembangunan 2.Bapak Dr Bagus Nurcahyo, SE, MM selaku dosen pengampu softskills 3.Kedua orang tua yang memberikan dorongan, motivasi dan doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini 4.Teman-teman di 2 DD 03 dan 04 yang memberikan kritik dan saran kepada penulis. Akhir kata dengan segala kerendahan hati penulis memohon maaf atas segala kekurangan yang terdapat pada kata-kata yang salah dan tidak berkenan di hati pembaca Bekasi, Desember 2009 Marchela irdani BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, serta sistematika penulisan. BAB 2 KAJIAN MATERI Bab ini berisi mengenai teori – teori yang memdasari penelitian, gambaran umum tentang kemiskinan, konsep serta definisi dari pengangguran. BAB 3 PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang penjabaran data penganguran yang dibutuhkan. BAB 4 KESIMPULAN Bab ini berisi kesimpulan penelitian dan saran yang ditujukan kepada berbagai pihak yang merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan sehingga dapat berguna untuk kegiatan lebih lanjut.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Keterbatasan lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia pada khususnya di daerah kota Jakarta sangat cukup tinggi dari tahun ke tahun, sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja setiap tahun selalu meninggakat tidak pernah mengalami penurunan. Dan pada akhirnya masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan jika masalah pengangguran masih terusseperti ini di tahun yang akan datang. Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan "pendidikan" dalam mengurangi angka kemiskinan yang ada. Seiring berjalannya waktu Maka merembaknya isyu pengangguran terdidik menjadi sinyal yang cukup mengganggu bagi perencana pendidikan di negara-negara berkembang pada umumnya di Indonesia khususnya di daerah kota Jakarta. Sementara dampak sosial dari jenis pengangguran ini relatif lebih besar dan banyak efek negative dari hal ini salah satunya tinggkat kriminalitas tiap daerah juga ikut bertambah karena dorongan ekonomi. Mengingat kompleksnya masalah ini, maka upaya pemecahannya pun tidak sebatas pada kebijakan sektor pendidikan saja, namun merembet pada masalah lain secara multi dimensional. Fenomena pengangguran sering menyebabkan timbulnya masalah sosial lainnya sperti yang sudah diterangkan di atas. Di samping tentu saja akan menciptakan angka produktivitas sosial yang rendah, yang akan menurunkan tingkat pendapatan masyarakat nantinya. Pengangguran merupakan masalah serius yang dihadapi dalam pembangunan sumber daya manusia yang tengah dilakukan saat ini. Krisis ekonomi yang kini dihadapi ternyata telah memporakporandakan tatanan kehidupan bangsa. Data yang diperoleh saya dari Bappenas menunjukkan pada tahun 1998 penduduk miskin telah mencapai 80 juta orang, yang berarti mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 22,4 juta orang saja. Selanjutnya data BPS pun mencatat angka pengangguran pada tahun 1999 sebesar 6,37 juta orang. Yang kemudian di akhir 1999, jumlah pengangguran semakin membengkak, yakni mencapai 14 juta orang dan tenaga kerja setangah menganggur mencapai 35 juta orang itu adalah sebagian contoh prentase penganguran yang ada di Indonesia secara umum pada tahun 98 sampai dengan 99. Rumusan Masalah

Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian 1. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan. Tingkat kemiskinan di kota Jakarta B. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Selain itu unit-unit pelaku ekonomi percaya bahwa upah dan tingkat harga yang fleksibel dapat menyesuaikan diri secara otomatis untuk mencapai titik keseimbangan . hambatan dalam proses ekspor impor. yang mengakibatkan produktivitas rendah. sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif.Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu. pengangguran itu bersifat sukarela. dan lain-lain. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless). Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan. karena tidak sesuainya tingkat upah dengan aspirasi pekerja. Selain itu terdapat sebanyak 2.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5. sebesar 9. peraturan yang menghambat inventasi. enurut Teori Klasik (1729-1790).Definisi Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 60 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. pada tahun 2002 berjumlah 28.87 juta orang. Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Perkembangan tingkat kemiskinan di kota Jakarta 2. Bertambahnya jumlah pengangguran dalam masyarakat terjadi karena orang menunggu pada masa transisi dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional.13 juta penganggur terbuka.Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian Adapun tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan dan menganalisis tentang : A. yang disebabkan antara lain. upah rendah.Kegunaan Penelitian Penelitian ini mempunyai dua kegunaan yakni sebagai berikut Bersifat Teoritis Bagi mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan tentang tingiinya angka pengangguran Diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan bagi mahasiswa dan pemerhati masalah sosial khususnya tentang penggauran BAB II KAJIAN MATERI A. Teori ini menyebutkan bahwa untuk mengurangi pengangguran tidak diperlukan campur tangan pemerintah karena pengangguran yang terjadi sifatnya sukarela.

Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. 2. B. 3. . informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan yang menjadi pihak penyedia. Karena Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah terlebih di kota besar maka akan meningkatkan pula kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumsebelumnya. Pengangguran Struktural Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tetapi tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Jenis & Macam Pengangguran 1. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment).dalam perekonomian. Pengangguran Musiman Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek atau perubahan keadaan suatu Negara secara tiba-tiba yang menyebabkan seseorang harus nganggur.Tingkat Pengangguran Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja.Pengangguran Friksional Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya hanya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. RUMUS Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100% C. 4. tukan jualan duren yang menanti musim durian. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja. Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik.

menjadi beban keluarga dan masyarakat. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Kekurangselarasan antara perencanaan pembangunan pendidikan dengan perkembangan lapangan kerja merupakan penyebab utama terjadinya jenis pengangguran ini. sumber utama kemiskinan. kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. menjadi beban keluarga dan masyarakat. Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu. kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. Salah satu bentuk pengangguran yang populer dewasa ini adalah pengangguran terdidik. pendamping. MASALAH PENGANGURAN SECARA UMUM Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar.BAB III PEMBAHASAN A. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. sumber utama kemiskinan. Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. . Pengangguran terdidik secara potensial dapat menyebabkan (1) timbulnya masalah-masalah sosial dengan tingkat rawan yang lebih tinggi. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. Dalam pembangunan Nasional. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.

100 1.700 21.61 1.756 1.600 19.288.24 Age APK (%) Seb.705.97 8.500 9.000 15. ditandai oleh: . (3) menurunkan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan.000 342.93 2. Balitbang Dikbud Menurunnya apresiasi masyarakat terhadap pendidikan itu di .000 11.356.925 1.(2) menciptakan pemborosan sumber daya pendidikan.166 823.26 6. Sulit dibayangkan SDM berkualitas akan tercapai bila tidak disertai oleh meningkatnya angka partisipasi kasar (APK) pendidikan. Tabel 1 Perkembangan APK Perguruan Tinggi PERIODE TAHUN MAHASISWA PENDUDUK 19 .32 5. bila tidak disertai oleh apresiasi masyarakat yang tinggi terhadap pendidikan.667.747.Repelita Repelita I Repelita II Repelita III Repelita IV Repelita V 1968 1973 1978 1983 1988 1992 156.795.464. Dan akan sangat muskil APK meningkat.962.43 Sumber : Pusat Informatika.000 14.500 231. Apresiasi ini sebenarnya harus menjadi "Conditio sine Quanon" untuk pembangunan SDM.

411. (d) meningkatnya jumlah pengguna jasa pendidikan luar negeri.0 343.429.(a) berkurangnya jumlah siswa (di samping akibat keberhasilan KB).7 173.164.1 954.2 18.900.7 1.9 8. Tabel 2 Analisis Keseimbangan antara Kebutuhan dan Penyediaan Tenaga Kerja menurut Tingkat Pendidikan Sampai Pelita VI NO TINGKAT PENDIDIKAN KEBUTUHAN (000) % PERSEDIAAN (000) % KESEIMBANGAN(000) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tidak sekolah Tid.9 1.2 -33.1 382.7 8.3 73. tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SLKTP Tamat SMU Tamat SMK Tamat PT (S0) Tamat PT (S1) -3. (c) rendahnya angka melanjutnya pendidikan (di Jawa Barat hanya 57% lulusan SD meneruskan ke SMP). (b) meningkatnya jumlah tenaga kerja (TK) unskill and uneducated dalam sektor sekunder.551.5 2.8 .

3 13.3 12.1 -229.5 0.3 779.861. . Depdikbud.817.2 2.6 457.3.5 -5.530. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran.1 490.5 100 350.5 17.5 3.041.104.3 5. Depnaker.3 17.8 393.4 Jumlah 11.3 *) 862.0 1.8 Sumber: Bappenas.7 100 11.0 1.3 630.510.3 21.191.3 -60. dan BPS.6 0.8 49.0 15.899.4 2.7 1. 1993 B. jumlah pengangguran di kota Jakarta selalu meningkat setiap tahun.0 153. Selain masalah kemacetan lalu lintas. DATA PENGANGGURAN KHUSUS DI KOTA JAKARTA Meski menyandang predikat sebagai kota besar ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius.0 2. Buktinya.2 2.3 18.2 3.

melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. konversi itu berimplikasi pada menurunnya jumlah penawaran tenaga pengajar yang secara langsung akan menyebabkan meningkatnya penghargaan dan harkat hidup tenaga pendidik. Untuk itu perlu peningkatan kemampuan dalam pembobotan kurikulum. reorentasi itu menyangkut recana mengurangi pengangguran yang ada. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. yang kurang proporsional dengan upaya peningkatan kualitas program pendidikan sebaiknya dihindari. (2) reorentasi program. Lembaga pendidikan merupakan sub sistem dari sistem sosial pembangunan. Konversi IKIP ke dalam Universitas merupakan langkah kongkrit yang perlu terus dilaksanakan secara konsisten. dan kepedulian dunia kerja. Reorentasi program. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kota Jakarta bekerja ekstra keras. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. Sebab. Dengan demikian. Reorentasi pendekatan. pendidikan harus dilihat sebagai upaya rasional. Konsekwensi dari pada itu. tingginya jumlah pengangguran dikota Jakarta disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke kota-kota besar seperti Jakarta. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah kota-kota besar. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. Dalam arti lain pendidikan harus dilihat sebagai proses investasi bukan lagi proses konsumtif. oleh itu keberadaan dan eksistensinya tidak lepas dari sub sistem lainnya. dari pihak manapun. Pengabaian dari fakta tersebut hanya menciptakan "menara gading" yang tidak memiliki manfaat yang berarti bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat secara umum. mutu tenaga pengajar. Saat ini Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran ini. Langkah-langkah produktif untuk melaksanakan reorentasi lembaga pendidikan. 2. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2009. Reorentasi kelembagaan. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal kota Bekasi dan mana yang berasal dari luar kota. . Kebijaksanaan konversi ini pun dapat dilakukan untuk lembaga pendidikan lainnya terutama pada bidang keilmuan yang sudah jenuh. khususnya bagi penciptaan kesiapan lulusan untuk berkiprah dalam dunia kerja. 1. Dan campur tangan. (1) reorentasi pendekatan. Kepala Disnakertrans mengatakan peningkatan jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov saja.Hingga Agustus 2008 ini.002 orang. Dalam arti pendekatan pemerataan harus diimbangi secara proporsional dengan perhatian terhadap mutu proses dan hasil pendidikan. Sehingga pesan-pesan dan kepentingan yang berada di luar kepentingan pendidikan harus mulai dihapus. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. memberdayakan program "link and match" melalui "cooperative education" dan "dual system" dalam kurikulum. secara bertahap mutu lulusan dapat lebih diterima dunia kerja dan secara absolut mampu mengimbangi laju dinamika dunia kerja. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. perlu mengkaji ulang keberadaan lembaga pendidikan yang memiliki tingkat kejenuhan untuk lulusannya di lapangan kerja. Dengan demikian sharing ide maupun aktivitas lainnya yang bernuansa sinergi dengan komponen lain hendaknya harus merupakan bagian tak terpisahkan dari program perbaikan sinambung (countinues improvement) program pembelajaran. khususnya dalam memodifikasi pendekatan dari kuantitatif menjadi kuantitatif-kualitatif. dan (3) reorentasi kelembagaan.

Pertama. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Keempat. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. segera mengembangkan potensi kelautan kita. Kedelapan. tingkat suku bunga. Kelima. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. seperti sampah. Ketiga. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Ketujuh. ada juga kebijakan mikro (khusus). upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Kedua. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Keenam. dan lingkungan yang tidak sehat. Untuk itu diperlukan dua kebijakan.BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. pengendalian banjir. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). B. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. Kesepuluh. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerjaSetiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Kesembilan. Selain itu.Kritik dan saran . berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral).

2004 http://www. 27-28 Juli 1994. Menuju Manajemen Perguruan Tinggi yang Efisien. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis. 1995. Grasindo. Penutup Penerapan konsep manajemen mutu dalam penyelenggaraan pendidikan memuat kandungan tentang sistem kerja yang terintegrasi antara dunia pendidikan tinggi dengan pengguna. Pembangunan Pendidikan Nasional Dalam Repelita VI. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. Keluaran perguruan tinggi seyogyanya memiliki nilai relevansi dan koherensi yang tinggi dengan dunia kerja. (1993). Laporan Hasil Seminar "Menuju Manajemen PTS yang Efisien". dan secara makro pengguran terdidik dapat ditekan.com MAKALAH PENGANGGURAN MASALAH PENGANGGURAN Di KOTA MALANG Disususn Oleh : Nama : DIMAS APRIYANA . Malang. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. Unmer Malang. Rumusan Hasil Seminar. Malang. Kondisi itu dapat terwujud lebih cepat.T . Jakarta Unmer Malang (1994). Suara Pembaruan Daily. Terimakasih. Mempersiapkan Mutu Perguruan Tinggi Menuju Kualitas Global. Deregulasi Pendidikan. C. bila pembenahan manajemen internal didukung oleh komitmen pemerintah yang kuat khususnya dalam penyediaan anggaran yang memadai. Depdikbud (1995).Unmer Malang. semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama.Demikianlah makalah ini. Grasindo. (1996). Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia. Jakarta.beritajakarta. Kumpulan makalah Hasil Seminar Nasional "Mutu PTS menjelang Era Globalisasi". kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. Manajemen Perguruan Tinggi pada Era Global. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. Kumpulan Makalah Seminar Nasional 11-13 November 1996. Kompas. Jakarta. sehingga kesan "pemborosan" pada pendidikan tinggi di Indonesia dapat ditepis. Daftar Pustaka Wahjoetoemo (1995). 1996. Jakarta Daulat Sinuraya.

maka kedatangan penganggur baru di pasar kerja turut menambah rumitnya persoalan ketenagakerjaan di Indonesia.1Latar Belakang Masalah 1 1. Permasalahan lain. yaitu angkatan kerja yang bekerja pada posisi yang tidak sesuai dengan pendidikannya. kemudian meramaikan pasar kerja.Kelas : 2 DD 04 NPM : 31208479 UNIVERSITAS GUNADARMA 2009 Kata Pengantar Hingga saat ini. Kondisinya diperparah dengan persoalan ekonomi yang juga tidak kunjungselesai setelah sangat terpuruk di akhir abad dua puluh yang lalu. berkaitan dengan kualitas sumber daya manausia dari para penganggur sendiri.2Rumusan Masalah 2 1. Jika pun penganggur berkualifikasi pendidikan tinggi. masalah pengangguran di Indonesia sepertinya tidak pernah terselesaikan secara tuntas.4Sistematis Penulisan 3 . yaitu mereka yang pernah bekerja tetapi masih mencari pekerjaan belum tertangani. persoalan pengangguran dihadapkan pula pada bermunculannya para penganggur baru. sering dihadang oleh kesempatan kerja yang sangat terbatas. Keadaan seperti ini memunculkan fenomena mismatch. Dalam kondisi penganggur lama. banyak mereka yang bekerja pada posisi yang sebetulnya bisa diisi oleh mereka yang berpendidikan rendah atau menengah. misalnya dari aspek tingkat pendidikan yang masih belum begitu bagus. Bukan rahasia lagi. DAFTAR ISI Kata Pengantar i Daftar isi ii BAB I PENDAHULUAN 1 1. yaitu orang-orang yang baru lulus mengikuti pendidikan. penulis. Selain karena sulitnya lapangan pekerjaan.3Tujuan Penulisan 3 1.

Kekurangtersediaan lapangan pekerjaan akan berimbas pada kemapanan sosial dan eksistensi pendidikan dalam perspektif masyarakat. kesiapan tenaga pendidik. Dalam arti lain. khususnya juga di Indonesia. Membidik masalah yang terakhir.2 Masalah Pengangguran di kota Malang 6 2. adalah teraihnya lapangan kerja yang diaharpkan. antara lain berkisar pada masalah mutu pendidikan.3 Kritik dan Saran 12 BAB 1 PENDAHULUAN 1.5Manfaat Penelitian 3 BAB II PEMBAHASAN 4 2. secara linear berpotensi menggugat eksistensi dan urgensi pendidikan dalam perspektif masyarakat. Atau setidaktidaknya.1 Pengertian (definisi) Masalah pengangguran 4-5 2. dengan tidak bermaksud mengecilkan arti ketiga masalah lainnya. Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan "pendidikan". tujuan akhir program pendidikan bagi masyarakat pengguna jasa pendidikan. Dengan demikian.3 Tingkat Pengangguran di kota Malang 6-7 2.1 Kesimpulan 10 3. fasilitas. 1.1. pendidikan diposisikan sebagai sarana untuk peningkatan kesejahteraan melalui pemanfatan kesempatan kerja yang ada. memiliki greget yang lain.Apa pengertian dari Pengangguran .2 Solusi Masalah Pengangguran 11-12 3. keterbatasan lapangan pekerjaan sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja. Maka merembaknya isyu pengangguran terdidik menjadi sinyal yang cukup mengganggu bagi perencana pendidikan di negara-negara berkembang pada umumnya. Pada masyarakat yang tengah berkembang.4 Dampak Pengangguran bagi kota Malang 8 2.5 Data Pengangguran di kota Malang 9 BAB III PENUTUP 10 3. dan lapangan pekerjaan. Masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan.1Latar Belakang Masalah Masalah kependidikan yang serius dihadapi oleh kota berkembang pada umumnya. setelah lulus dapat bekerja di sektor formal yang memiliki nilai "gengsi" yang lebih tinggi di banding sektor informal.2 Rumusan Masalah Seperti yang telah di uraikan pada latar belakang masalah dapat membuat rumusan masalah yaitu : 1.

BAB 3 PENUTUP Diakhir memuat kesimpulan dan solusi masalah pengangguran.4SISTEMATIKA PENULISA BAB 1 PENDAHULUAN Dapat di jelaskan tentang latar belakang. . 1.Apa dampak dari pengangguran bagi kota Malang 5. dan sistematika penlisan. dampak pengangguran. rumusan masalah.Untuk mengetahui keadaan pengangguran di kota Malang 4.Apa yang menjadi masalah pengangguran di kota Malang 3.Sajian data pengangguran di kota Malang 1.Untuk mengetahui pengertian ( Definisi ) 2. pengangguran keadaan.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai kemiskinan.Untuk mengetahui data-data tentang pengangguran di kota Malang 1.2.3 TUJUAN PENULISAN Dapat di ketahui tujuan penulis makalah ini. tujuan penulisan. 1. data-data pengangguran.Untuk mengetahui akibat yang timbul dari pengangguran 5.Untuk mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di kota Malang 3.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah Kemiskinan.5MANFAAT PENULISAN Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1. BAB 2 PEMBAHASAN Pada bab ini di temukan pembahasan yang terdiri dari : pengertian pengangguran . 2. masalah .Bagaimana keadaan pengangguran di kota Malang 4.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan kemiskinan serta masyarakat juga dapat berindak langsung dalam upaya pengentasan kemiskinan 3. hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabngan dalam kegiatan penelitian selanjutnya.

siswa sekolan smp. Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.BAB II PEMBAHASAN 2. Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. . informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. sma. dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan. Jenis & Macam Pengangguran 1. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. 3. 4. tukan jualan duren yang menanti musim durian. mahasiswa perguruan tinggi. 2. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja.1 Pengertian Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan kota-kota maju. serta bagaimana permintaan akan kesempatan kerja. Pengangguran penuh atau terbuka yakni terdiri dari orang-orang yang sebenarnya mampu dan ingin bekerja. 2.memperlihatkan pola tingkat pengangguran yang sangat umum.3. Berdasarkan data dari Depnaker pada tahun 1997 jumlah pengangguran terbuka saja sudah mencapai sekitar 10%. distribusi pendapatan yang tidak merata. Dua penyebab utama dari rendahnya pemanfaatan sumber daya manusia adalah karena tingkat pengangguran penuh dan tingkat pengangguran terselubung yang terlalu tinggi dan terus melonjak. Tingkat Pengangguran Menurut Umur Tingkat pengangguran yang dimaksud pada tulisan ini adalah tingkat pengangguran terbuka atau open unemployment rate.2.Tingkat Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan Tingkat pengangguran menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan lebih menarik untuk di bahas. masalah ledakan penduduk.2 Masalah pengangguran di kota Malang Tingginya angka pengangguran. Pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh kota-kota berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di kota-kota maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. akan tetapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali. untuk kemudian meningkat lagi pada kelompok usia non produktif. rendahnya taraf hidup di kota-kota berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya. TINGKAT PENGANGGURAN 1. yaitu memiliki persentase yang tinggi pada kelompok umur muda (15-19 tahun). Jika tingkat pengangguran 10 persen. maupun yang sudah pernah bekerja tetapi sedang mencari kembali pekerjaan. dibagi dengan total angkatan kerja dikalikan seratus. Pada umur-umur tua. berarti ada 10 orang penganggur dari setiap 100 orang angkatan kerja. termasuk sumber daya manusia. Diperoleh dengan cara menghitung jumlah absolut angkatan kerja yang menganggur. dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. 2. relatif stabil rendah. Pada umumnya tingkat pengangguran di . Ukuran ini merupakan salah satu tolok ukur ketenagakerjaan yang banyak digunakan untuk melihat sampai seberapa jauh penawaran tenaga keja. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab. baik mereka yang baru lulus sekolah dan pertama kali mencari pekerjaan. kemudian menurun tajam hingga usia 30-34 tahun. karena mungkin masih banyak yang pension tapi masih mencari pekerjaan.

67 persen. Kenaikan BBM ini telah menggenjot tingkat inflasi bulan Juni 2001 menjadi 1. Jika kita mengambil kesimpulan mengenai masalah inflasi di Indonesia bahwa ternyata laju inflasi tidak semata ditentukan faktor moneter. cara pembelajaran dan pemberian pendidikkan diberikan dalam wujud yang lebih menarik dan kreatif.31 persen. Di sanapun. 2. yang didasarkan pada data ketenagakerjaan hasil Sakernas 2001. Ini membuktikan tingginya laju inflasi di negara kita lebih banyak dipengaruhi sektor riil. pendidikkan dalam wujud praktek lebih diberikan dalam porsi yang lebih besar. Kondisi ini belum banyak berubah sejak beberapa decade terakhir Hal ini dapat dibuktikan dengan mengkaji ulang beberapa tulisan yang membahas mengenai pengangguran seperti Effendi (1993) yang memakai data SUPAS 1985. Tingginya angka inflasi karena tidak seimbangnya antara permintaan dan penawaran barang dan jasa. Diperkirakan inflasi tahun ini.pedesaan lebih rendah dari perkotaan. dan pada klasifikasi SLTA angkanya hampir sama. Saat ini pendidikan kita terlalu menekankan pada segi teori dan bukannya praktek. Karena itu maka salah satu kelemahan dari sistem pendidikan kita adalah sulitnya memberikan pendidikan yang benar-benar dapat memupuk profesionalisme seseorang dalam berkarier atau bekerja. Pendidikan seringkali disampaikan dalam bentuk yang monoton sehingga membuat para siswa menjadi bosan. tingkat pengangguran yang paling tinggi adalah pada jenjang SLTA.5 DATA PENGANGGURAN DI KOTA MALANG Jumlah Pengangguran di Kota Malang hingga November 2009 mencapai 38 ribu . tingkat inflasi ditentukan faktor fisik prasarana. bukan sektor moneter. 2. tetapi langsung mencari kerja. tapi juga faktor fisik. Kemungkinan penyebab ini adalah banyaknya lulusan SLTP yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke SLTA. Akan tetapi pemerataan pendidikan itu harus dilakukan tanpa mengabaikan mutu pendidikan itu sendiri. serta analisis Setiawan (2002) terhadap angkatan kerja dan pengangguran. pembahasan yang berasal dari data sensus penduduk 1990 serna Sakernas 1996 oleh Tjiptoherijanto dan Soemitro (1998). Ada empat faktor yang menentukan tingkat inflasi.. Melonjaknya inflasipun karena dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menarik subisidi sehingga harga listrik dan BBM meningkat.4 DAMPAK PENGANGGURAN BAGI KOTA MALANG Kecenderungan pengangguran terdidik di kota Malang semakin meningkat namun upaya perluasan kesempatan pendidikan dari pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi tidak boleh berhenti. Dampak ini masih terasa sampai bulan Juli 2001 yang akan memberikan sumbangan inflasi antara 0. namun pada tingkat SLTP angkanya sedikit lebih tinggi di pedesaan. Baik di daerah pedesaan maupun di perkotaan. Efek domino yang ditimbulkan pun masih menjadi pemicu kenaikan harga lainnya.

Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. "Seharusnya saat kuliah mereka mencari kemampuan tambahan. Disnakersos menggelar berbagai kegiatan." katanya. Wahyu Santoso jumlah pengangguran ini tak sebanding dengan jumlah lowongan yang tersedia selama 2009. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Malang. Padahal kemampuan tambahan itu merupakan nilai plus bagi para pencari kerja. Senin (7/12). Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Data di Dinas menyebutkan dari 38 ribu pengangguran. "Selebihnya lulusan SD dan tak berijazah. pada 2008 mencapai 39 ribu orang. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.orang dari total jumlah penduduk yang mencapai 800 ribu orang. pada 2007. Para sarjana menganggur karena tidak memiliki bekal kemampuan tambahan misalnya bahasa asing. pengangguran berpendidikan SMA sebanyak 30 persen.1 kesimpulan Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. dan kerajinan. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan . BAB III PENUTUP 3. Pada tahun 2006. seperti bursa kerja. Jumlah ini terbagi menjadi 10 ribu pengangguran yang murni tidak mencari kerja dan 28 ribu pengangguran yang aktif mencari kerja." katanya. tercatat pengangguran berpendidikan sarjana mencapai 30 persen. Untuk memperkecil jumlah pengangguran. Wahyu berharap hingga akhir tahun 2009 jumlah PHK di Kota Malang tidak sampai bertambah. membuat. "Yang terserap lowongan kerja tak lebi dari seribu orang.390 orang. Selain itu juga terus menjalin kerja sama dengan perusahaan di luar Kota Malang untuk bisa merekrut Warga Kota Malang sebagai tenaga kerjanya dan pengiriman TKI keluar negeri. jumlah penangguran di Kota Malang mencapai 49. dan berpendidikan SMP sebanyak 15 persen. yakni sebesar 600 lowongan kerja. jumlah pengangguran mencapai 40. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.149 jiwa.

Diharapkan ke depannya di kota Malang kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. jasa dan sebagainya setiap hari. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Selain itu. Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. ada juga kebijakan mikro (khusus).2 SOLUSI MASALAH PENGANGGURAN DI KOTA MALANG Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. 3. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. apa pun alasan dan bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah . politik dan kemiskinan. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). pakaian. minyak. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. gula. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. seperti sampah. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Pertama. energi listrik. Kita. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. sepatu. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Ketiga. Selain itu.pengangguran menjadi komitmen nasional. tingkat suku bunga. Setiap orang harus mengkonsumsi beras. dan lingkungan yang tidak sehat. Keempat. Karena itu. Kelima. Bekerja berarti memiliki produksi. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. pengendalian banjir. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Kedua. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi.

. Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait. saya bisa minta daftar pustaka dari makalah ini ga. .. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. tingkat suku bunga.pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. komprehensif. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar.. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran.3 Kritik dan saran Demikianlah makalah ini. integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara. Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Sebagai solusi pengangguran. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). sbg refrensi saya.. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional. Terimakasih. Diposkan oleh diimas di 22:14 1 komentar: winda mengatakan. 3. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya.

yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.1Latar Belakang Penelitian Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Saat ini. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. yang disebabkan antara lain. hambatan dalam proses ekspor impor. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pension atau cacad jasmani. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). kata Deded. Deded Sukandar. Sedangkan yang di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari kerja. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius. 1. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran . tingginya jumlah pengangguran di DKI disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke Jakarta. Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah daripada kenyataan riil yang ada di lapangan. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah ke Jakarta. dan buta huruf. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta bekerja ekstra keras. dan lain-lain.BAB 1 PENDAHULUAN 1. menurut Deded. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. jumlah pengangguran di DKI selalu meningkat setiap tahun. Buktinya. Kepala Disnakertrans DKI mengatakan peningkatann jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov DKI saja. peraturan yang menghambat inventasi. Oleh karenanya.002 orang. Sebab. Selain masalah kemacetan lalu lintas. Bisa saja dalam kenyataannya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan angka resmi itu. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Hingga Agustus 2008 ini. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.2Perumusan Masalah Meski menyandang predikat sebagai kota besar sekaligus Ibukota Negara.

Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan pengangguran serta masyarakat juga dapat bertindak langsung dalam upaya mengatasi masalah pengangguran. 1. mencatat serta melihat keadaan secara langsung maupun dari pemberitaan media elektronik selain itu penulis juga mendapatkan informasi ini melalui internet.6Sistematika Penulisan Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai makalah ini. penulis memakai metode observasi dengan membaca. metode penelitian serta sistematikan penulisan BAB II ◊ LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi mengenai pengertian serta factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan Jenis pengangguran BAB III ◊ ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini dibahas mengenai berbagai masalah masalah dalam pengangguran serta pemecahan solusi dalam masalah ini.ini. 1. Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai tugas Softskill program Diploma III Jurusan Manjemen Pemasaran.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai masalah pengangguran 2. serta untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan juga untuk mengetahui bagaiamana sikap pemerintah dalam mengatasi pengangguran.4Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1.3Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarnya pengangguran yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta. yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut : BAB 1 ◊ PENDAHULUAN Pada bab ini berisi mengenai latar belakang. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal Jakarta dan mana yang berasal dari luar Jakarta. BAB II LANDASAN TEORI 2.5Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian ini. hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabangan dalam kegiatan penelitian selanjutnya.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah pengangguran. maka penulisan tugas makalah ini dikelompokan dalam 4 bab.1 Pengertian pengangguran Pengertian penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja. perumusan masalah. 1. BAB IV ◊ PENTUP Penutup ini berisi mengenai Saran serta Kritik dan Daftar pustaka. 3. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. 1. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2008. manfaat penelitian. tujuan penelitian. Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu .

Misalnya pelayan retoran yang lebih banyak dari yang di perlukan. Oleh karenanya. Pengangguran Siklikal . kebanyakan investor asing tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena biaya ekonominya sangat tinggi akibat masih kuatnya praktek Korupsi. Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan kerja yang lebih rendah dari pada bertambahan tenaga kerja. di beberapa Negara miskin bukan saja jumlah pengangguran menjadi bertambah besar. 2. Pengangguran Stuktural. dan sebagian pekerja terpaksa di berhentikan dan menjadi penganggur. Pengangguran teknologi. Pengangguran ini pada umumnya terjadi di sector pertanian atau jasa. Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tergolong sebagai penganggur.sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup. Wujudnya barang baru yang lebih baik. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing. dan ekspor produksi industri itu sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari Negara. Kemrosotan ini mengakibatkan perusahaan – perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. misalnya : di Negara-negara produsen bahan mentah pertanian. Para pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja.kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. tetapi karena sedang mencari kerja yang lebih baik. Di pabrik-pabrik ada kalanya robot telah menggantikan pekerjaan manusia. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industry tersebut menurun.2 Keadaan Masalah pengangguran Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. tetapi juga proporsi mereka dari keseluruhan tenaga kerja telah menjadi bertambah tinggi.penurunan ini mungkin di sebabkan kemrosotan harga – harga komoditas. Lebih malang lagi. Pengangguran Tersembunyi.Negara lain.3Jenis pengangguran Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya Pengangguran Normal atau Friksional yaitu pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari tenaga kerja. Pengangguran ini terutama terdapat di sector pertanian atau perikanan. Contohnya banyak Negara berkembang terjadi bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya di perlukan supaya dia dapat menjalankan kegiatannya secara efisien. Kolusi dan Nepotisme. 2. Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan . Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Pengangguran bermusim. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya Pengangguran Terbuka. di sebabkan oleh penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. di sebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi . masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius.

hampir 50 persen diminta beberapa perusahaan untuk menjadi pegawai mereka. Setengah Menganggur. Salah satunya ada dengan meningkatkan peranan Balai Latihan Kerja (BLK) 2. Sebagai akibatnya perkembangan ekonomi yang terlambat berakibat pangangguran memburuk. dalam perekonomian yang tingkat penganggurannya tinggi masyarakat sering kali melakukan demontrasi dan mengemukakan kritik atas pemimpin pemerintah dan ini dapat menghambat kegiatan ekonomi. Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama. 2. bengkel.Mewujudkan kestabilan politik. sambungnya. Menangani Lapangan Pekerjaan Sikap Pemerintah pada saat bertambahnya para penganggur dan juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya.seharusnya pemerintah membuka kursus untuk ketermpilan bagi masyarakat.1 Sikap Pemerintah 1. perusahaan garmen.4 Kebijakan Pemerintah Beberapa Tujuan Kebijakan Pemerintah Tujuan Bersifat Ekonomi 1.Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga. Dari 60 orang yang menempuh pelatihan kerja di sana. 2. 3 Mutu para lulusan BLK yaitu memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi. di sebabkan karena jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal.Menyediakan lowongan pekerjaan dari tahun ke tahun 2.Menambah keterampilan masyarakat BAB III ANALISA PEMECAHAN MASALAH 3. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari dalam seminggu atau satu hingga empat jam sehari. tata boga. di dalam suatu rumah tangga harus ada yang mempunyai pekerjaan guna memenuhi kebutuhannya. Apabila dalam masa di atas para penyadap karet dan nelayan tidak dapat pekerjaan lain maka terpaksa menganggur. 3. . komputer.terpaksa menganggur. 2. dan keterampilan lainnya yang diperlukan oleh hotel. Keterampilan yang di sediakan Seperti menjahit.Menghindari masalah kejahatan . dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja.Memperbaiki pembagian pendapatan Tujuan Bersifat social dan politik 1.Memperbaiki pembagian pendapatan . perusahaan motor bahkan instansi pemerintahan daerah setempat.Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat 3. di BLK Jakarta Timur.Menghindari masalah kejahatan. karena semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi kasus kejahatan.5 Tindakan Pemerintah Tindakan pemerintah dalam mengatasi pengangguran: mengurangi pajak mendorong lebih banyak investasi membari subsidi -Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat . Contohnya.

Tentunya untuk menghilangkan pengangguran dalam situasi kehidupan ekonomi Bangsa yang sedang morat-marit ini adalah sesuatu yang tidak mungkin. maka sudah waktunya sektor informal ini didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran. 3.2 Mengenai Tingkat Penganguran Terjadi karena Urbanisasi tidak bisa di tekan ini terlihat pada setiap akhir tahun seusai labaran . Tetapi upaya mengurangi pengangguran bukanlah hal yang mustahil. tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korbansosial dari penyakit sosial ini sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupankemanusiaan yang beradab. Sector informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. 3. angkayang kurang akurat tidak akan menghasilkan perumusan kebijakan yang tajam danlangkah-langkah penanganan yang saksama. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkankorban-korban sosial yang tidak ternilai. Cara yang realistis dalam jangka pendek mengurangi pengangguran adalah memberdayakan sektor informal. Dari hasil pelatihan tersebut. aborsi.4 Disnakertrans bekerja sama Cara lainnya. anak jalanan. pembangunan di luar Jakarta harus dapat diakselarasikan dengan di ibukota. Kedua.4 Kepedulian Masyarakat Mengapa kita peduli terhadap angka-angka tersebut? Pertama. pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus kankeryang sulit diberantas. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal. perdagangan anak. Saat ini. padat karya dll disamping strategi jangka panjang seperti pemerataan wilayah pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan desentralisasi.5 Dampak Negatif dari pengangguran dan Penuntasanya Seperti:beragamnya tindakan kriminal. pengemis. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawabi sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi Bangsa kita. Karena itu persoalah pengangguran ini harussecepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik. Disnakertrans telah mengadakan pelatihan kerja sama bengkel dengan Perusahaan Toyota Astra. Ketidak Stabilan angka Pengangguran Salah satunya disebabkan jumlah pencari kerja lebih banyak dari lowongan kerja yang ditawarkan dan penempatan kerja dari pencari kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan perusahaan-perusahaan. Menurunnya kualitas sumber daya manusia. Toyota Astra akan melihat peserta didik yang dinilai berkualitas baik lalu diajak bergabung untuk bekerja di perusahaannya 3. . Disnakertrans juga membina kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mengadakan pelatihan keterampilan. masalah pengangguranberdampak luas terhadap kehidupan sosial dan politik yang pada gilirannya akanmemukul balik kestabilan makro-ekonomi yang telah dicapai dengan susah payah. Dengan azas otonomi daerah. Jakarta akan menampung masyarakat yang dating dari provinsi lain.Untuk menekan arus urbanisasi. mantan Walikota Jakarta Pusat ini menyatakan perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi lain. prostitusi. sehingga tidak ada lagi warga yang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Karena di daerahnya telah memberikan kesempatan pekerjaan yang lebih luas dari ibukota. Namun bukan berarti sektor formal diabaikan.

sangat membantu di dalam prosesnya sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Metode-metode ceramah dan bersifat menggurui harus dihindari mengingat pesertanya adalah para penganggur yang kehilangan matamepencaharian. 2) Kelangkaan Lapangan Kerja. pangan dan papan menjerumuskan sebagaian besar manusia Indonesia ke jurang kemelaratan. Krisis moneter disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia. pola sikap dan pola tindak yang positip dalam rangka menciptakan kehidupan sosial yang baik di kalangan para penganggur kurang terdidik ini harus dibangun dalam konteks penghormatan terhadap martabat manusia(human dignity) itu sendiri. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank.6 sebab langsung(direct causes) Ada beberapa sebab langsung(direct causes) terjadinya pengangguran besar-besaran di Indonesia yakni: 1) terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Bisa saja usaha penyadaran ini bagi sebagian besar penganggur dirasakan membuang-buang waktu karena mereka harus mencari kerja untuk bisa menghidupi anak istrinya atau keluarganya.7 Sebagai pihak yang Netral kaum akademisi/intelektual atau LSM harus menciptakan modelmodel penyadaran ini sebagai cara menjembatani(bridging the gap) keadaan yang sekarang dengan keadaan yang diinginkan. Usaha mengkomunikasikan segala hal yang bertujuan agar terbentuk pola pikir. Krisis ekonomi disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS). Berbagai cara penyadaran dengan penggunaan audio visual. Kehilangan jati diri inilah yang membuat orang yang menganggur akan mengalami stress yang tinggi dan apabila tidak mampu dikendalikan maka akan menjadi depresi yang mengarah kepada sakit mental atau gila. 4) Rasionalisasi karyawan dll. bukan saja sumber nafkah. Budaya KKN ini disebabkan oleh pemerintahan yang kotor(tidak bersih). Karena pertimbangan itulah maka proses penyadaran ini harus melibatkan banyak pihak termasuk para psikolog dan psikiater. Harus lebih banyak diskusi dan sharing pengalaman untuk membangkitkan gairah mereka di dalam situasi-situasi sulit menghadapi kerasnya kehidupan sebagai penganggur. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang. 3. Untuk mengatasi masalah ini. kolusi dan nepotisme (KKN) yang menggurita dan sistematik pada semua lembaga negara dan swasta. tetapi juga recognition(pengakuan) dan harga diri. PHK disebabkan oleh perusahaan bangkrut. Kredit macet disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997. 3) Pemulangan TKI ke Indonesia. Sebab langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain.maka upaya pertama(penyadaran) .Keterbatasan mereka di dalam pendidikan sangat mudah dijadikan alat komoditas politik untuk melakukan berbagai konflik sosial di tengah masyarakat Pengangguran erat kaitannya dengan kemiskinan dan kemelaratan. Masih bisa dicari lagi sebab-sebabnya misalnya dekadensi(kemerosotan moral). Tidak tercapainya pemenuhan kebutuhan ekonomi ini akan menciptakan masalah-masalah social. film. slide. 3. Kerusakan ekonomi ini disebabkan oleh adanya mental korup. Kondisi menganggur adalah kondisi dimana segala-galanya hilang dan tercabut dari seseorang.

8 Upaya Memecahkan masalah Penganguran Abraham Maslow menyebut 5 kebutuhan manusia dalam 5 tingkatan hierarkis yaitu : 1 ) kebutuhan akan makan. minum dan pakaian. Kebutuhan para penganggur dan keluarganya dalam jangka pendek adalah kebutuhan akan makan dan minum Pemenuhan kebutuhan dasar ini harus didahulukan dan menjadi perhatian utama. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas9. .keamanan. Alderfer memformulsikannya menjadi tiga dan disebutnya ERG 1) kebutuhan akan Eksistensi. pekerja dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan Sekolah Dasar (SD) ke bawah. Pada pemberdayaan ekonomi ini 3. 2) dibutuhkannya Tenaga Kerja Indonesia(TKI) di luar negeri. 4) adanya jaminan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja dan sebagainya. 2)kebutuhan akan Relatedness(hubungan) dan 3) kebutuhan akan Growth(pertumbuhan) meliputi penghargaan. aktualisasi diri Ultimate goal Masyarakat sejahtera Masyarakat bermartabat Negara kuat Goal/core objective Upaya intervensi tdk ada PHK tersedianya TKI dibutuhkan ekspansi usaha lap.diikuti dengan upaya yang kedua yang lebih konkret dan realistis yakni Pemberdayaan secara ekonomis dan social Penyadaran melalui pembentukan sikap dan mental yang dilakukan pada tahap pertama di atas harus diikuti dengan pemberdayaan tahap kedua yang lebih bersifat ekonomis dan konkret.kerja langsung upaya intervensi Perusahaan pertumbuhan demand thdp TKI efisiensi usaha tinggi maju ekon. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern karena struktur angkatan kerja. ada sejumlah elemen yang menjadi faktor penentu ada tidaknya pekerjaan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung seperti: 1) tersedianya lapangan kerja.trampil ekonomi membaik stabilitas moneter bersih dari KKN bersih clean goverment clean goverment clean goverment Note : Semua variable bersifat positif Seperti terlihat pada pohon tujuan di atas. Karena para penganggur berpendidikan rendah ini sangat banyak maka mereka bisa disalurkan dalam kegiatan-kegiatan padat karya yang bias mendatangkan upah bagi mereka. 2)kebutuhan akan keselamatan. Bahkan menurut Bambang Widianto.tinggi tak langsung kredit lancar aktivitas ekon. 3) kebutuhan akan rasa memiliki atau sosial. 4) kebutuhan akan penhargaan dan 5) kebutuhan akan aktualisasi diri. Tenaga-tenaga para penganggur kurang terdidik ini bisa dimanfaatkan di kegiatan-kegiatan padat karya sehingga mereka bisa mendapatkan kembali harga dirinya yang telah hilang oleh karena terkena pemutusan hubungan kerja atau karena tidak adanya ketrampilan di dalam bekerja. lancar TKI pintar. 3) adanya ekspansi usaha.

berbahaya dan beresiko tinggi menghasilkan korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia. Jakarta. anak jalanan dan lain-lain merupakan dampak dari pengangguran.Bab IV Kesimpulan dan Penutup Pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial. 3. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi pembangunan. 5. Conyer Diana. 20 Juni 2003. 1993. Dilihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial. Harian Kompas. Undang-Undang Otonomi Daerah No. Harian Pos Kupang. WWW./ Beritajakarta. 7. 1994. jula beli anak.com 13. 8. Harian Kompas. Jelamu Ardu Marius. 11. 10 September 2003 6. Buku Makro Ekonomi ‘Teori Pengantar’ Edisi ketiga. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga. Penerbit Ghalia Indonesia 12. 9. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi. 22 tahun 1999 10. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Delapan Jalan Menuju Perubahan. 25 Oktober 2003. Sukirno. Keadaan Penganggur dan Setengah Pengangguran. Novermber 2003. maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. Harian Kompas. pelacuran. 27 September 2003.Sadono Penerbit Raja Grafindo Persada. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hudup(pekerjaan).com 14 Kompas Kamis 5 Februari 2009 BAB I PENDAHULUAN A. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Dok. 4. DAFTAR PUSTAKA 1. Gramedia. Prayitno. Hadi . Suarapublika. Tesis. Pascasarjana UI. Dilema Pembauran Golongan Minoritas Cina. pengangguran telah menjadi kuman penyakit sosial yang relatif cepat menyebar. Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran.Google. Buku Ekonomi Pembangunan. Studi Kasus di Kupang NTT. martabat dan harga diri manusia. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. 2. John Naisbit dan Patricia A. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. 1999. yang . Adalah fakta bahwa berbagai kejahatan sosial seperti pencurian/penodongan/perampokan.

upah rendah. Mereka ini didominasi oleh angkatan kerja usia sekolah (15-24 tahun) sebanyak 20. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif.33 persen kesempatan kerja ini berada disektor pertanian. Menurunnya jumlah angkatan kerja usia sekolah dari 20. sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi.33 juta orang hanya berpendidikan SD kebawah.87 juta orang.7 juta.13 juta penganggur terbuka.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). Terbangunnya jejaring antara pusat dengan seluruh Kabupaten/kota. Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002. 11 Pebruari 2004). Tingkatkan perluasan lapangan kerja dari 91. Sekitar 44. Untuk mencapai hal tersebut disusun strategi. Keadaan Angkatan Kerja dan Keadaan Kesempatan Kerja.96 pesen menjadi 5. Selain itu terdapat sebanyak 2. Selanjutnya 63.XXIV-Juni 2004 C.54 persen menjadi 15 persen pada tahun 2009. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans.65 juta orang menjadi 108. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5. Ciri lain dari kesempatan kerja Indonesia adalah dominannya lulusan pendidikan SLTP ke bawah.5 persen pada tahun 2009. Pada tahun 2002. Implikasinya adalah produktivitas tenaga kerja rendah. B. Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik . Masalah pengangguran dan setengah pengangguran tersebut di atas salah satunya dipengaruhi oleh besarnya angkatan kerja.8 juta orang. hambatan dalam proses ekspor impor.03 TH. Menurunnya jumlah setengah penganggur dari 28. Keadaan lain yang juga mempengaruhi pengangguran dan setengah pengangguran tersebut adalah keadaan kesempatan kerja.6 juta orang.71 persen menjadi 60 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009. pembinaan Hubungan Industrial. meliputi Pengendalian Jumlah Angkatan kerja peningkatan Kualitas angkatan Kerja. pada tahun 2002 berjumlah 28. sebesar 9. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan. Angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2002 sebesar 100. peningkatan Efektivitas Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja. Sumber : Majalah Nakertrans Edisi . 45. Ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja yang tersedia adalah bagi golongan berpendidikan rendah. Meningkatnya jumlah tenaga kerja formal dari 36. dirumuskan sebagai berikut : Menurunnya jumlah penganggur terbuka dari 0.7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless). yang mengakibatkan produktivitas rendah. Seluruh gambaran di atas menunjukkan bahwa kesempatan kerja di Indonesia mempunyai persyaratan kerja yang rendah dan memberikan imbalan yang kurang layak. Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu.65 persen menjadi 20 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan.79 juta dari kesempatan kerja yang tersedia tersebut berstatus informal. Sasaran Sasaran yang diharapkan. (Sumber: Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia. ini berarti bahwa angkatan kerja di Indonesia kualitasnya masih rendah. jumlah orang yang bekerja adalah sebesar 91.97 juta orang.disebabkan antara lain. kebijakan dan program-program yang perlu terus dibahas untuk menjadi kesepakatan semua pihak. yang hingga saat ini tingkat produktivitasnya masih tergolong rendah. 29 Juni 2004. dan lain-lain. Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional. Pada sisi lain. peraturan yang menghambat inventasi.

79 16. pengangguran 5.68 23. yang termasuk juga rawan adalah pengangguran tenaga terdidik. Pasca krisis moneter. Suatu tingkat yang sangat serius dan membahayakan dalam pembangunan nasional.47 . terdapat sejumlah besar penganggur yang dalam konsep ekonomi termasuk dalam kualifikasi pengangguran terselubung (disguised unemployment).02 persen pada 1998. Jika ditambah angka pengangguran terbuka 2. Di samping masalah tingginya angka pengangguran. Pada tahun 1998 tingkat pengangguran mencapai 5.69 11. Namun tingkat pengangguran 5.61 3.94 . gap tersebut semakin membengkak tajam. pada 1998. yakni tenaga kerja yang jumlah jam kerjanya tidak optimal karena ketiadaan kesempatan untuk bekerja. Fenomena ini patut diantisipasi sebab cakupannya berdimensi luas.09 SLTP 11. sekitar 45 persen tenaga kerja bekerja di bawah 35 jam per minggu atau setara dengan 25 persen pengangguran penuh.74 40. yakni tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya disebabkan lemahnya permintaan tenaga kerja.90 32. total pengangguran nyata bisa mencapai 35-40 persen. Keempat.7 juta.67 persen dan pengaruh krisis ekonomi yang berkepanjangan. Konsep lainnya adalah under employment. hampir separuh (49 persen) penganggur ternyata berpendidikan menengah atas (SMTA Umum dan Kejuruan). Kedua.44 SLTA Umum 12.57 persen pada 1982 menjadi 5. baik pada menengah pertama maupun pada menengah atas. yakni penduduk angkatan kerja yang benar-benar menganggur. atau meningkat hampir 120 persen. Berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik) sampai Mei 1997. suatu tingkat yang secara alamiah mustahil dihindarkan.7 persen berarti terdapat 4. Ini mencakup pengangguran yang muncul karena peralihan antar kerja oleh tenaga kerja. Akademi dan Sarjana) secara signifikan dari 26 persen menjadi 57 persen. Sebenarnya tingkat pengangguran ini relatif kecil dibanding tingkat pengangguran di beberapa negara industri maju di Eropa di tahun 90-an yang bahkan mencapai dua digit. periode 1982-1998. Pertama. persentase peningkatan tingkat pengangguran berpendidikan sarjana adalah paling tinggi.5 juta orang penganggur.7 persen. Di luar pengertian tersebut.7 persen tersebut sebenarnya adalah angka pengangguran terbuka (open unemployment).74 0. yang melonjak dari 0.13 SLTA Kejuruan 12. Ini disebabkan pertambahan angkatan kerja baru jauh lebih besar dibanding pertumbuhan lapangan kerja produktif yang dapat diciptakan setiap tahun. Tabel Struktur Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan (%) Pendidikan 1982 1995 1998 SD ke bawah 61. Pola Pengangguran Dari tabel di bawah mengungkapkan beberapa hal menarik. Angka ini sebenarnya masih di sekitar tingkat pengangguran natural (Natural Rate of Unemployment). terjadi peningkatan pengangguran berpendidikan menengah ke atas (SMTA. laju peningkatan pengangguran di sekolah menengah kejuruan lebih rendah daripada sekolah menengah umum.30 24. persoalan mendasar ketenagakerjaan di Indonesia saat ini menyangkut tingkat pengangguran. khususnya dalam kaitannya dengan strategi serta kebijakan perekonomian dan pendidikan nasional.61 16. Dengan jumlah angkatan kerja 92. yaitu angkatan kerja berpendidikan menengah ke atas dan tidak bekerja.33 19.Diploma I 0.91 2.Selain masalah upah.86 Diploma 0. Ketiga.

pembangunan ekonomi pada tingkat tertentu berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga masyarakat lebih mampu membiayai pendidikan formal dan mengakomodasi makanan bergizi yang membantu kualitas tenaga kerja.02 Sumber: Statistik Tahunan Indonesia. kurikulum SMTA Umum sekarang mendapat proporsi keterampilan praktis sehingga bilamana lulusan SMTA tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi. dari 254. selain tempat terbatas. Tampaknya gejala tersebut diakibatkan pola perkembangan industri saat ini yang kurang berbasis pada permasalahan nasional yang sifatnya seolah labor surplus padahal karena permintaan yang kecil. kualitas tenaga kerja nasional meningkat disebabkan dua hal. Berbagai perubahan menyangkut penjurusan di tingkat menengah atas tampaknya tidak akan mampu menjawab permasalahan kualitas angkatan kerja golongan pendidikan ini. mayoritas angkatan kerja berpendidikan SMTA Umum bekerja di sektor perdagangan dan sektor informal yang produktivitasnya relatif rendah. sedangkan paling rendah lulusan SD dan diploma satu (D1) sekitar 10 persen.032 lowongan kerja terdaftar. pada saat angkatan kerja terdidik meningkat dengan pesat.87 2. lapangan kerja masih didominasi sektor-sektor subsistensi yang tidak membutuhkan tenaga kerja berpendidikan. Depnaker April 1998. . di samping membangun industri skala besar yang sifatnya padat modal dan teknologi. Kedua. Hal ini karena pada dasarnya SMTA Umum dipersiapkan untuk memasuki perguruan tinggi. pada hal untuk masuk ke dunia perguruan tinggi. Masalahnya. 1995. Periode 1980-98. Menurut data Sub Direktorat Informasi Pasar Kerja. Dengan demikian. sehingga terjadi pendayagunaan tenaga kerja terdidik yang tidak optimal. 1998 Beberapa Sebab Secara kualitatif. berbagai kebijakan di bidang pendidikan nasional membawa peningkatan pada kualitas pendidikan formal angkatan kerja.Diploma II 1. sejauh mana konsep tersebut tertuang dalam kerangka yang lebih operasional. di tengah membengkaknya jumlah penganggur. Tingginya proporsi lowongan kerja untuk sarjana dan sarjana muda yang belum terisi menunjukkan adanya kesenjangan antara kualitas penawaran tenaga kerja (dunia perguruan tinggi) dengan kualitas permintaan tenaga kerja (dunia usaha). penyerapan tenaga kerja sektor primer turun 9 persen menjadi 47 persen. Selain itu. 1985. Perlu juga penanganan serius terhadap tingginya persentase lulusan SMTA Umum yang menganggur (lebih tinggi daripada SMTA Kejuruan).86 5. Pertama. Apa yang terjadi sekarang adalah. Kesenjangan ini memang sudah sering diangkat ke permukaan sampai lahirnya konsep link and match. terdapat 15 persen lowongan kerja yang tidak dapat terisi. Akan tetapi. ternyata lowongan kerja yang belum terisi cenderung meningkat serta porsinya terhadap lowongan kerja relatif besar.. Ini menimbulkan gejala supply induce di mana tenaga kerja terdidik yang jumlahnya cukup besar memberi tekanan kuat terhadap kesempatan kerja di sektor formal yang jumlahnya relatif kecil. perhatian juga sudah seharusnya diberikan pada pengembangan industri yang lebih berorientasi pada penyerapan tenaga kerja terdidik yang tidak hanya jumlahnya besar tetapi juga tumbuh dengan sangat cepat. Secara makro ini juga disebabkan transformasi struktur ekonomi dari sektor primer (pertanian) ke sektor sekunder dan tersier (industri dan jasa) tidak diikuti transformasi penyerapan tenaga kerja. mahalnya biaya juga menjadi kendala utama.57 3. sementara sektor sekunder dan tersier hanya meningkat 3 persen dari 23 persen. paling tidak sudah memiliki bekal keterampilan yang dibutuhkan untuk masuk dunia kerja. Sekitar 50 persen di antaranya adalah angkatan kerja berpendidikan sarjana dan sarjana muda. Di lain pihak kontribusi sektor primer terhadap PDB turun sebesar 9 persen menjadi 15 persen sementara sektor sekunder dan tersier meningkat sekitar 14 persen menjadi 27 persen. Seharusnya.53 Universitas 0.

beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) sudah menerapkan hal ini di mana banyak praktisi bisnis menjadi dosen-dosen PTS.18 juta.005 juta). Ketiga. yang secara perlahan membawa perubahan pada kurikulum. Kedua. bila tidak diimbangi dengan penjembatanan secara struktural. tinggal di pulau Jawa dan berlokasi di daerah perkotaan. sementara pencari kerja mencapai rata-rata 2.4 persen. Selain usia muda.779 juta). pendidikan dan ekonomi. data pekerja dan pengangguran menunjukkan. tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 400 ribu orang. pada 1997.13 juta) dan 2003 (11. angkatan kerja (98.03 juta). pada 2001: usia kerja (144. transformasi sektor informal ke sektor formal dapat dipercepat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan terutama di sektor pertanian. Sejak itu.35 juta. angka pengangguran terbuka di Indonesia terus menaik. Sementara itu. tentunya hanya akan menyerap 1.6 juta tenaga kerja. pada 2002: usia kerja (148. peneliti dan praktisi niscaya sulit untuk mempersempit gap tersebut. perdagangan. setengah penganggur terpaksa (6. Pertama.812 juta). setiap tahun pasti ada sisa. Pengangguran dan setengah pengangguran merupakan permasalahan di muara yang tidak bisa diselesaikan pada titik itu saja. Selanjutnya.35 juta). Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 3-4 persen.807 juta). angkatan kerja (100. Tiap Tahun. setengah penganggur sukarela (24. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan.1 persen. Intensitas permasalahan juga lebih banyak terjadi pada penganggur wanita dan pengaggur terdidik.647 .81 juta).010 juta). penduduk yang kerja (90.0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4. jasa dan industri. Sehingga. jumlah penganggur terbuka mencapai 4. Angka Pengangguran Indonesia Naik Sejak 1997 sampai 2003. penduduk yang kerja (91. Ada tiga asumsi yang menjadi harapan untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran. tapi juga harus ditangani dari hulu. masalah pengangguran erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. misalnya dengan berbagai proyek kerjasama penelitian antara dunia usaha dengan perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa. pengangguran juga banyak mencakup berpendidikan rendah. Didominasi oleh penganggur usia muda. penganggur terbuka (8. Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. dari 4. 2001 (8.422 juta). Pengangguran Terus Bertambah Kolapsnya perekonomian Indonesia sejak krisis pada pertengahan 1997 membuat kondisi ketenagakerjaan Indonesia ikut memburuk. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. dapat ditingkatkannya pertumbuhan ekonomi menjadi 6. Padahal. dosen. BAB II MASALAH A.9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2. Bayangkan. pada 1999 (6. Sektor di hulu yang banyak berdampak pada pengangguran dan setengah pengangguran adalah sektor kependudukan. otomatis penyerapan tenaga kerja juga ada.18 juta menjadi 11. Akan tetapi. pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tidak pernah mencapai 7-8 persen. Jika pertumbuhan ekonomi ada.0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1. Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu.7 persen pada periode 2005-2009. dapat ditekan menjadi 1.Secara fungsional.5 juta pertahun. 2002 (9. 2000 (5.730 juta). Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja. B.005 juta).033 juta). pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun dapat ditekan dari 2. Setiap pertumbuhan ekonomi satu persen.

415) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (2. Kedua. Tenaga Kerja PHK (114. Ditjen Binawas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 2001: Perkara yang masuk (2. sisa perkara (6. jumlah putusan (1. ditekan menjadi 1.4 persen.0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4.445). baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.933).9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2.0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1. jumlah putusan (117. Sebenarnya. persoalan terus datang. Ketiga.132 juta).393) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans.098). jumlah putusan (95). sisa perkara (189) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara masuk (95). perdagangan. tenaga kerja yang terlibat (769. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja. jelas masalah buruh dan pengusaha seakan juga menjadi bom waktu .1 persen. Sisa perkara (321) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans. Jumlah putusan (91). Bicara soal ketenagakerjaan tidak akan lepas dari persoalan buruh dan pengusaha yang tiap hari kian mencuat ke permukaan. hingga “terpaksa” harus melahirkan paket Undang Undang Serikat Pekerja.145). untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran bisa saja dicapai lewa tiga asumsi dasar.980). Selesaikan masalah? Tunggu dulu.632) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara yang masuk (2.790) Sumber: Depnakertrans.869 juta). jasa dan industri. Jumlah Putusan (80). jumlah putusan (2. yaitu pertama. penganggur terbuka (9. tenaga kerja yang terlibat (61.juta). mempercepat transformasi sektor informal ke sektor formal. sisa perkara (2. lihatlah data berikut: Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) 2001: Perkara yg Masuk (81). sisa perkara (223.175).845) 2002: Kasus pemogokan (220). Ditjen Binawas Jumlah Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Perkara yang masuk (114. sisa perkara (4.7 persen pada periode 2005-2009. terutama di sektor pertanian. pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun ditekan dari 2. Sejak 2000. tenaga kerja yang terlibat (109.175). Ditjen Binawas Jumlah Perkara dan Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Kasus PHK (2. kasus PHI (101) 2003: Kasus PHK (12. jumlah putusan (98.413) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans.160). sisa perkara (205.906). Sisa*) Perkara (73) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara masuk (101).933).357). Ketenagakerjaan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).142) 2003: Kasus pemogokan (146). pertumbuhan ekonomi ditingkatkan menjadi 6.145). Ditjen Binawas Pemogokan 2001: Kasus Pemogokan (174). tenaga kerja PHK (110. jumlah putusan (1.565). Tapi pemecahan persoalan tidak semudah itu.867) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (110. Ditjen Binawas Berdasarkan data di atas. setengah penganggur sukarela . setengah penganggur terpaksa (28.445). kasus PHI (95) Sumber: Depnakertrans.

Karena berdasarkan riset ILO (International Labour Organization) 2-3 tahun terakhir. Soal buruh dan pengusaha. sehingga terjadi pengangguran yang tentunya. Soal paketan UU Ketenagakerjaan boleh jadi harus menjadi perhatian serius.5 persen pangsa pasar tenaga kerja itu ada di desa. Satu contoh yang mungkin pengusaha dan buruh lainnya juga sepakat. kemungkinan kita akan dikejar oleh Vietnam. dan upah minimum bukan penyebab utama pengangguran itu. industri tidak bersaing sehingga terjadi deindustrialisasi dan jadilah pedagang. Bahkan. jelas menguntungkan pasar bebas itu. UU Ketenagakerjaan justru membuat pengusaha menutup perusahaannya yang kemudian menurunkan kesempatan meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan. Celakanya. apakah hak upah minimum itu berkorelasi dengan pengangguran? Soal pengangguran itu jelas terkait dengan krisis ekonomi yang tidak bisa diselesaikan pemerintah. Bagi pengusaha. Sisanya. impor.yang tiap saat bisa meledak dan menghancurkan kerangka ketenagakerjaan Indonesia. Di sisi lain. Tanpa ada kemampuan yang didukung ekonomi nasional. bekerja di perusahaan. Tidak heran saat ini. Tentunya. lebih dari 60 persen angkatan kerja Indonesia ada di sektor informal. Tapi pemerintah jangan menaikkan . Pertanyaannya. ada di sektor formal. akan diikuti juga perusahaan lainnya. Belum di industri lainnya. Tapi siapa yang akan memberikan pekerjaan? Soal ketenagakerjaan memang menjadi hal pokok dalam menggerakkan iklim investasi. uruh itu hanya concern pada dua hal: PHK dan penyelesaian perselisihan. Tapi yang bisa di berikan saat ini adalah yang sesuai dengan dukungan ekonomi kita. adalah hak buruh yang bisa dipahami. kesejahteraan buruhpun jadi terhambat.. kompetisi usaha Indonesiapun semakin menurun. Informal yang jumlahnya jelas lebih banyak ini. Fakta hubungan buruh dan pengusaha tidak bisa serta merta terselesaikan dengan hadirnya UU Ketenagakerjaan dan PPHI. tentunya tidak mempunyai jaminan sama sekali: satu perbandingan yang tidak sehat. Artinya. itu namanya tidak baik dan mampu berkompetisi. Jelas. pegawai negeri dan lainnya yang memang mempunyai jaminan perlindungan.7 juta. buruh sebenarnya mau berkompromi untuk menunda pemenuhan hak yang mereka tuntut. Tuntutan kesejahteraan buruh itu. Janganlah pemerintah mengambil deviden dari Jamsostek. Dana Jamsostek yang surplus sekitar satu triliun rupiah itukan bisa dikembalikan ke buruh dengan membangun perumahan buruh yang tersebar di sekitar sentra industri. Jumlah buruh di 2665 perusahaan tekstil dan produksi tekstil serta terkait dengan industri tesktil dan produksi tekstil saja mencapai 4. bukan sekadar mendapatkan win-win solution. Laos dan Kamboja. penggunaan keuntungan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) untuk kepentingan buruh dan pengusaha. Komponen pengeluaran besar buruh adalah penginapan dan transportasi. Ditambah lagi. itu tidak ada masalah. tidak perlu harus mengeluarkan UU baru yang ternyata menguntungkan pasar bebas. tutupnya perusahan elektronik SONY dan DOSON yang memproduksi sepatu Reebok. itu dulu deh. Cina dan Thailand bukanlah kompetitor lagi. Karena investor akan melihat. normatif ketenagakerjaan Indonesia bagaimana. adanya pernyataan beberapa ekonom yang mengatakan. upah minimumnya. ada jaminan kesehatan dan lainnya. memang harus ada berbagai jaminan. compete tidak? Jika upah buruh naik. Tidak ada korelasi. tapi kembalikan ke buruh. sebenarnya banyak yang bisa dilakukan pemerintah. Bahkan. Investasi akan semakin tidak mampu masuk. produktifitas tidak naik. seperti tiap bulan mendapatkan gaji tetap. kenaikan upah minimum akan menyumbang pengangguran sebesar satu persen. banyak industri berubah jadi trading. 62. buruh bisa save biaya transportasi dan memberikan hidup yang lebih layak. tapi juga memperhatikan kepentingan publik. Tidak apa-apa upah tidak dinaikkan untuk sementara. Kemungkinan. UU yang baru ini jelas memberatkan pengusaha. jelas makin hari makin terjadi PHK.

seperti yang kita alami sekarang ini. Dengan cara ini. tenaga kerja terdidik. Kemudian diikuti sektor kelautan. Depnakertrans juga mencoba “menyentil” instansi lain untuk peduli terhadap masalah pengangguran. Depnakertrans hanya mempunyai dana 40-41 milyar rupiah dan dibagikan ke seluruh Indonesia. Dengan otonomi daerah. termasuk instansi-instansi pemerintah yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan ketenaga-kerjaan untuk harus segera mengkonsolidasikan diri.harga barang. antara lain terciptanya kesempatan kerja produktif dan remunerative. Tanpa harus mengabaikan core-programe masing-masing instansi atau pihak terkait. pemerintah dan masyarakat sendiri. Fakta tetap mengatakan. motivator. seperti kelurahan dan desa. lalu masalah pengembangan penerapan teknologi tepat guna. mau tidak mau. Selain itu. Seperti pertanian. atau hanya bersifat supplemen bilamana keadaan terlalu memaksa. Masalahnya. pendorong dan pemberi wacana-wacana. Pemda hanya mengharapkan PAD. dimana. seperti data penganggur. dinamisator masyarakat desa. Praktek dan rill di lapangan. pemerintah pusat hanyalah pembuat kebijakan. Bila hal ini benar-benar terjadi. aspek penanggulangan pengangguran harus dijadikan sebagai titik perhatian. sejahtera dan berkembang dan tidak menganggur. Untuk 2002 saja. mencakup berbagai aspek penting. Depnakertrans diberikan dana sekitar 1 trilyun rupiah agar sampai tenaga kerja sarjana bisa di tampung dan fokuskan pada pengembangan desa. semua mata serasa tertuju ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) sebagai operator (pemerintah) penyelesaian soal ketenagakerjaan ini. Bagaimana mungkin Depnaker bisa menjalankan programnya jika basis data saja tidak punya? Sudah pernah di mintakan ke Pemda. sebagai usaha mandiri. harus bersama-sama. listrik dan layanan publik lainnya dong. harusnya mampu memperluas kesempatan pekerjaan di sektor mereka sendiri. jumlah pengangguran terus bertambah. kecil-menengah. Sampai sekarang Depnakertrans juga belum mempunyai peta potensi wilayah dan pengangguran sampai ke daerah terkecil. efek netto dari hasil pembangunan yang diperkirakan akan semakin baik di masa mendatang perlu didistribusikan kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk. anggaran yang dimiliki sangat terbatas untuk mendorong kesempatan kerja. Yang mampu mengatasinya adalah semua sektor. supaya juga bisa membuat tolak ukur. Untuk menanggulangi masalah penganggur dan setengah penganggur. Yang di dorong itu pencari kerjanya. Data-data menunjukkan. bersama-sama mengatasi masalah ini. Tapi tidak pernah ada. Karena desa memerlukan ahli. kemungkinan besar akan semakin parah dan mengganggu sendi-sendi pembangunan lainnya. maupun pola-pola pemberian kredit bank. Dana Jamsostek itu juga seharusnya bisa dijadikan solusi dalam hal kesejahteraan buruh. perencana. Konsolidasi ini. fasilitator. Daerah tidak pernah meng-update data yang ada. sampai dengan 40 persen. Depnaker tidak mampu mengatasi pengangguran. Idealnya untuk penanggulangan penganggur ini. Untuk itu seluruh komponen bangsa. Kebijakan itu perlu ditempuh untuk menghindari dampak negatif yang lebih besar dari sekadar dampak negatif. Programnya mencakup pelatihan dan upaya-upaya pendorongan ke wira-usaha. pembiayaan. latar-belakangnya dan potensi wilayah yang ada. redistribusi pendapatan dalam bentuk seperti pengalihan subsidi BBM tidak perlu lagi dilakukan. Indonesia akan berada pada bibir jurang kehancuran yang sulit dihindarkan. Pemdalah yang . Tapi Depnakertrans mengaku. tidak pernah memikirkan bagaimana masyarakatnya makmur. koordinasi pelaksanaan. antara lain: identifikasi dan pemilihan program. Ketidak-stabilan peta politik dan keamanan. dimana diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. Selama ini Depnakertranas sudah menyebarkan informasi dan mendorong ke arah wira-usaha. 54-60 persen sektor informal mampu menampung pencari kerja. departemen pertanian dan kelautan misalnya. pengawasan dan lain-lain. baik lewat tenaga kerja pemuda mandiri professional. sektor pertanian menyerap tenaga kerja. membuat gambaran: berapa sektor kerja dan tenaga kerja yang riil ada. Umumnya negara berkembang. Untuk itu. Jelas.

Pelatihan ketrampilan sebanyak 42.Pelatihan Magang : 1. Penempatan Tenaga Kerja AKAD : 21.Pelatihan institusional : 14. . semua perencanaan yang “terkesan” bagus itu.855 orang. Pemberian ijin tenaga kerja asing (IKTA) sebanyak 19. mengimplementasikan dan mensosialisasikan kebijakan pembinaan yang bertujuan untuk : 1. . SDM nantinya mampu mengisi lowongan pekerjaan dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan.Terapan teknologi tepat guna 4. . Untuk itu. 2. Mendorong peranan masyarakat luas di Bidang Ketenagakerjaan meliputi pelatihan.764 orang. Apalagi.485 orang.225 orang. 6. Membangun sistem peningkatan kualitas tenaga kerja .Pelatihan kewirausahaan : 2.561 orang meliputi : . 3. Kegiatan yang dilaksanakan adalah: a.800 orang. TKI saja .088 orang. hingga SDM bisa bekerja secara produktif. 3. kita upayakan agar dengan standar kompetisi. 4. .mengurusi semuanya. Depnakertrans lewat Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri juga mempunyai program dan kegiatan yang diarahkan untuk pencapaian Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja serta Program Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja.Pengembangan model perluasan kerja 685 orang. Pemberian bantuan peralatan kepada 78 lembaga pelatihan BLK/LLK dan 12 pondok pesantren. jika bicara soal ketenagakerjaan. Pelaksanaan pemagangan ke Jepang sebanyak 4. tenaga kerja sarjana dan tenaga kerja mandiri terdidik sebanyak 67.317 orang. penempatan dan produktivitas tenaga kerja. Meningkatkan kualitas pelayanan di Bidang Perluasan Kesempatan Kerja dan Penempatan Kerja .Pelatihan melalui anggaran DPKK-TKI : 2.Pelatihan Teknisi :1. b. .589 orang. penempatan. Merumuskan pedoman atau petunjuk teknis.276 orang. 7. Pelatihan untuk angkatan kerja khusus seperti penyandang cacat dan lanjut usia sebanyak 1. Belum lagi bicara soal banyaknya tenaga kerja asing yang masuk dan mengisi pekerjaan di Indonesia. harus benar-benar menjadi perhatian Depnakertrans.Padat karya produktif 44. “SDM kita belum mampu bersaing.Pembinaan dan pendayagunaan anak jalanan dan pedagang asongan 690 orang. . SDM Indonesia ditempatkan pada posisi 112 dari 117 negara yang diteliti.Penciptaan wirausaha baru 2. dalam T. Tidak kompetitifnya SDM Indonesia. 2003 telah dilaksanakan : 1. 4. Saat itu.734 orang. Meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga nasional maupun internasional .790 orang 5. . Tampaknya.200 orang. eletronik dan lainnya itu.A. Karena tenaga kerja Indonesia belum mampu mengisinya.951 orang meliputi : .280 orang. Indonesia hanya memperoleh perunggu untuk kompetisi di bidang otomotif.Pelatihan MTU : 20. . Perluasan lapangan kerja bagi 120. Selain mempunyai Rencana Tenaga Kerja Nasional 2004-2009. Apalagi. 2. . terbukti pada lomba ketrampilan se-Asia pada dua tahun lalu. ada beberapa tugas yang bisa dilakukan direktoratnya: pembinaan yang menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pengembangan Kesempatan Kerja. .898 orang.Pendayagunaan tenaga kerja pemuda mandiri profesional.

obligasi korporasi. Diharapkan. Oleh karena itu. tingkat kemiskinan di Indonesia sebetulnya sekarang sudah kembali ke waktu kita mau masuk krisis. pusat dan daerah terputus. C. Ini berarti. Soal penanggulangan pengangguran dan perencanaan tenaga kerja nasional seharusnya juga ada di tiap daerah. ekspor nonmigas ditargetkan tumbuh mencapai tujuh persen dari tahun sebelumnya. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. di tingkatkan sektor formal. BAB III PEMBAHASAN A. Tax holiday sama sekali tidak termasuk fasilitas perpajakan yang dimaksud. perekonomian Indonesia harus menggalakkan ekspor dan investasi. tingkat kemiskinan Indonesia akan kembali ke posisi sebelum krisis. proyek 700 km jalan tol. penanaman modal bergeser dari sekadar pembelian reksa dana. investasi harus digalakkan. Alasannya. tetapi harus memanfaatkan ekspor. semoga tahun ini kita dapat menunjukkan apa artinya (pertumbuhan ekonomi) naik dari empat persen ke lima persen. Tahun 2004 pemerintah menggerakkan ekspor agar pada tahun 2005 ekspor mulai meningkat dan investor akan merasa lebih pasti lagi dalam menanamkan modalnya. dan proyek banjir kanal timur di Jakarta. Selanjutnya. yang masuk ke BKPM adalah persetujuan untuk perusahaan yang meminta fasilitas. pusat hanya pembuat kebijakan. tahun 1996. dan tahun-tahun berikutnya baru di dorong migrasi tenaga kerja di sektor informal menuju sektor formal. dan surat utang negara menuju penggunaan dana untuk penanaman modal langsung. Sekadar dengan mengerem investasi dan mempergunakan subsidi langsung. Sementara tingkat pengangguran terbuka tahun 2003 tercatat 10 juta orang.0 persen. investasi yang di lakukan baru investasi prasarana. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis Jika perekonomian tumbuh lima persen pada tahun 2004. Sekarang. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tujuh persen.8-5. Sekitar 2005. Untuk tingkat pengangguran.masih dalam posisi menengah. Padahal. Tidak adil jika penanaman modal asing (PMA) langsung hanya diukur dari perizinan yang diberikan BKPM. Hal itu dapat dicapai melalui penetrasi pasar dan penguatan daya saing. Sejak otonomi daerah. Indonesia dapat mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan. nasib ketenagakerjaan akan semakin memburuk sampai ada kejelasan pada 2006. tetapi tidak membutuhkan fasilitas. jika ingin kembali ke tingkat pertumbuhan ekonomi enam persen. penjabarannya ada di daerah. pembangunan pembangkit tenaga listrik yang baru. pembangunan sistem irigasi. Tingkat kemiskinan sudah lebih baik daripada waktu krisis. Tahun 2004 ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 4.3 persen. Salah satu unsur penguatan daya saing adalah pemberian fasilitas perpajakan. Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 tercatat 4. Dalam kenyataannya. Jika berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi lima persen tahun 2004 ini. apa lagi fasilitas yang bisa kita tawarkan kepada mereka Tidak banyak. seperti proyek sejuta rumah. Untuk mencapai pertumbuhan lima persen. Banyak investasi yang juga sudah masuk ke Indonesia. Untuk tahun 2004. Penanggulangan Pengangguran di Indonesia . sektor informal bisa di persiapkan. pasar luar negeri. sudah disiapkan angka-angka yang benar-benar dapat dipercaya dan mewakili jumlah PMA langsung yang masuk ke Indonesia. perekonomian Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi dan pasar dalam negeri. Sehingga pada 2006. terkait dengan semangat otonomi daerah.

LSM. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. pemerintah kabupaten/kota. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. T. pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. maka diperlukan penanganan khusus secara terpadu program aksi penciptaan dan perluasan kesempatan kerja khusus bagi kaum muda oleh semua pihak. Kesadaran dan dukungan sebagaimana diwujudkan dalam kesepakatan GNPP tersebut. Berdasarkan kondisi diatas perlu dilakukan Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP) dengan mengerahkan semua unsur-unsur dan potensi di tingkat nasional dan daerah untuk menyusun kebijakan dan strategi serta melaksanakan program penanggulangan pengangguran. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja. Mengingat 70 persen penganggur didominasi oleh kaum muda.M. serta masyarakat seluruhnya untuk berupaya mengatasi pengangguran. Bina Swadaya. pendamping. Palgunadi. perwakilan perguruan tinggi. Zulkarnaen Karim. menjadi beban keluarga dan masyarakat. Dalam deklarasi itu ditegaskan. menjadi beban keluarga dan masyarakat. Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP). Walikota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. Lima orang tokoh dari pemerintah provinsi. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. bahwa untuk itu. sumber utama kemiskinan. mereka adalah sebagian kecil dari para tokoh yang memandang masalah ketenagakerjaan di Indonesia harus segera ditanggulangi oleh segenap komponen bangsa. Bambang Ismawan. UPN Veteran Jakarta. sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Setyawan.Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar. Dalam pembangunan Nasional. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. DR. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. Menurut para deklarator tersebut. . sebaiknya segera dibentuk Badan Koordinasi Perluasan Kesempatan Kerja. merekaadalah Gubernur Riau H. J. menandatangani deklarasi tersebut. perwakilan pengusaha. Sitanggang. B. Gerakan tersebut dicanangkan dalam satu Deklarasi GNPP yang diadakan di Jakarta 29 Juni 2004. Salah satu tolok ukur kebijakan nasional dan regional haruslah keberhasilan dalam perluasan kesempatan kerja atau penurunan pengangguran dan setengah pengangguran.P.ABAC. sumber utama kemiskinan. kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. pengusaha. bahwa GNPP ini dimaksudkan untuk membangun kepekaan dan kepedulian seluruh aparatur dari pusat ke daerah. kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung. Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak. Rusli Zainal.

untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kedua Pasal UUD 1945 ini perlu menjadi perhatian bahwa upaya-upaya penanganan pengangguran yang telah dilaksanakan selama ini masih belum memenuhi harapan. Setiap orang harus mengkonsumsi beras. jasa dan sebagainya setiap hari. pemerintah berkewajiban untuk menyediakan pekerjaan dalam jumlah yang cukup. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. Selain itu. disadari bahwa penyusunan konsepsi tersebut masih perlu didiskusikan dan dikembangkan lebih lanjut dengan berbagai pihak yang lebih luas. keadaan angkatan kerja. Depnakertrans dengan mengikut sertakan pihak-pihak terkait sedang menyusun konsepsi penanggulangan pengangguran. masih memerlukan waktu dan dukungan biaya sehingga pada akhirnya dapat dirumuskan suatu Konsepsi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat". meliputi keadaan pengangguran dan setengah pengangguran. gula. " Memperhatikan kompleksnya permasalahan pengangguran. Menyadari bahwa upaya penciptaan kesempatan kerja itu bukan semata fungsi dan tanggung jawab Depatemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. minyak. Sementara itu dalam Raker dengan Komisi VII DPR-RI 11 Pebruari 2004 yang lalu. antara lain sangat dibutuhkan masukan dan dukungan sepenuhnya dari Anggotra DPR-RI yang terhormat khususnya Komisi VII. Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial.. Dalam konteks ini kiranya paparan tersebut masih relevan untuk diinformasikan. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. dalam penyusunan kebijakan dan program masing-masing pihak. tutur Menteri Jacob Nuwa Wea. pihak pemerintah baik pusat maupun daerah... produktif dan remuneratif. dan keadaan kesempatan kerja. utamanya upaya penanggulangan pengangguran. apa pun alasan dan . serta sasaran yang akan dicapai. akan tetapi merupakan tanggung jawab kita semua.menunjukan suatu kepedulian dari segenap komponen bangsa terhadap masalah ketenagakerjaan. dunia usaha. Selanjutnya secara lebih konkrit pada Pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa : " tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan " dan pada Pasal 28 D ayat (2) menyatakan bahwa:" Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja". Oleh karena itu. Dalam salah satu bagian paparannya Menteri menyebutkan. baik pemerintah maupun swasta harus dikaitkan dengan penciptaan kesempatan kerja yang seluas-luasnya. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. Bekerja berarti memiliki produksi. Menakertrans Jacob Nuwa Wea dalam penjelasannya juga berkesempatan memaparkan konsepsi penanggulangan pengangguran di Indonesia. Dalam proses penyusunan ini telah dilakukan beberapa kali pembahasan di lingkungan Depnakertrans sendiri. dan juga pembahasan dengan beberapa Departemen dan Bappenas. bahwa secara konstitusional. Konsepsi.". politik dan kemiskinan. Karena itu. C. Hal ini berarti. sepatu. bahwa pembukaan UUD 1945 mengamanatkan: ". serta mendorong segera dapat dirumuskan Konsepsi Penanggulangan Pengangguran. Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan.. dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa . Selanjutnya Menakertrans menyatakan. dengan Tripartit secara terbatas (Apindo dan beberapa Serikat Pekerja). pakaian. maupun dunia pendidikan. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. energi listrik.

Untuk itu diperlukan dua kebijakan. ada juga kebijakan mikro (khusus). Itu semua . Kepribadian yang matang. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. Dengan membangun lembaga itu. Kebijakan Mikro Selain itu. diharapkan setiap pribadi sanggup mengaktualisasikan potensi terbaiknya dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik. bernilai dan berkualitas bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas. Perlu diyakini oleh setiap orang. Itu merupakan tuntutan utama dan mendasar di era globalisasi dan informasi yang sangat kompetitif dewasa ini dan di masa-masa mendatang. tingkat suku bunga. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. kesuksesan yang hakiki berawal dari sikap mental kita untuk berani berpikir dan bertindak secara nyata. sumber daya manusia maupun keuangan (finansial). Keempat. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. tulus. Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait. Dengan demikian. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. Sebagai solusi pengangguran. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam.bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. profesional dan bertanggung jawab. Hal itu dapat dilakukan serentak dengan pendirian Badan Jaminan Sosial Nasional dengan embrio mengubah PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) menjadi Badan Jaminan Sosial Nasional yang terdiri dari berbagai devisi menurut sasarannya. Kebijakan ini dapat diimplementasikan menjadi gerakan nasional melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan yang kompeten untuk itu Kedua. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). keberadaaan lembaga itu dapat disusun dengan baik. Pertama. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara. jujur matang. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. komprehensif. Secara teknis dan rinci. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. berani mengambil tantangan serta mempunyai mindset yang benar. integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara. setiap penganggur di Indonesia akan tercatat dengan baik dan mendapat perhatian khusus. dinamis dan kreatif memiliki tujuan dan visi yang jauh ke depan. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Ketiga. sepenuh hati. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran.

misalnya. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). umurnya penganggur terbuka atau setengah penganggur. Keenam. dan lingkungan yang tidak sehat. segera mengembangkan potensi kelautan kita. Di samping itu. Tentunya badan itu diperlengkapi dengan lembaga pelatihan (Training Center) yang kompeten untuk jenis-jenis keterampilan tertentu yang sangat banyak peluang di negara lain. Karena itu. terdiri dari bahan organik yang dapat dijadikan kompos dan bahan nonorganik yang dapat didaur ulang. Kelima. atau orang yang baru masuk ke pasar kerja. keuangan dan aset lainnya yang memadai dapat membangun Badan Usaha Milik Daerah Pengerahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri (BUMD-PJTKI). menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. BAB IV PENUTUP A. penurunan permintaan produksi industri tertentu dan seterusnya. Lembaga itu dapat di bawah lembaga jaminan sosial penganggur atau bekerja sama tergantung kondisinya. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. seperti sampah. justru sebaliknya bermuara pada PHK yang berarti menambah jumlah penganggur. manajemen dan keuangan. perangkat lunak (software). penurunan produktivitas. perbankan. Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. Potensi kelautan Indonesia perlu dikelola lebih baik supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif dan remuneratif. Semuanya mempunyai nilai ekonomis tinggi dan akan menciptakan lapangan kerja. keterampilannya. Kedelapan. Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan. gedung. Kesepuluh. Lembaga itu dapat disebutkan sebagai job center dan dibangun dan dikembangkan secara profesional sehingga dapat membimbing dan menyalurkan para pencari kerja. PHI dewasa ini sangat banyak berperan terhadap penutupan perusahaan. Perlu seleksi lebih ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. Bagi pemerintah Daerah yang memiliki lahan cukup. Sisdiknas perlu reorientasi supaya dapat mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Kesembilan. Pengembangan lembaga itu mencakup. bukan hanya tidak mampu menciptakan lapangan kerja baru. Akibatnya. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. perangkat keras (hardware). antara lain sumber daya manusianya (brainware). pengendalian banjir. Sampah. Sampah sebagai bahan baku pupuk organik dapat diolah untuk menciptakan lapangan kerja dan pupuk organik itu dapat didistribusikan ke wilayah-wilayah tandus yang berdekatan untuk meningkatkan produksi lahan. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulaupulau yang sangat potensial sebagai negara maritim.perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan investasi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil (skilled). Pihak-pihak yang terlibat sangat banyak dan kompleks sehingga hal itu perlu dicegah dengan berbagai cara terutama penyempurnaan berbagai kebijakan. Kesimpulan . dan sebagainya. Ketujuh. perlu dibuat peraturan tersendiri tentang pengiriman TKI ke luar negeri seperti di Filipina. Hal-hal yang paling sedikit yang dapat dikembangkan untuk menciptakan lapangan kerja bagi para penggemar sesuai pendidikannya.

yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik. 2004 Levi Silalahi . Selain itu. 29 Juni 2004. 2004 Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia. Kedelapan. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. 11 Pebruari 2004. Suara Pembaruan Daily. Ketiga. Pengangguran Terus Bertambah. Kompas. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. Ketujuh. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. DAFTAR PUSTAKA --------------. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. ada juga kebijakan mikro (khusus). Terimakasih. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. segera mengembangkan potensi kelautan kita. 2004 . tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. dan lingkungan yang tidak sehat. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Jakarta Daulat Sinuraya. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Kedua. Kesepuluh. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan. Keenam. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). tingkat suku bunga. Media Indonesia. Kritik dan saran Demikianlah makalah ini. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Pertama. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. Elwin Tobing. Kesembilan. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Keempat. B. Kelima. seperti sampah.Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. pengendalian banjir. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia. Depnakertrans.

yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.8_931] BAB 1 PENDAHULUAN 1. Buktinya.2Perumusan Masalah Meski menyandang predikat sebagai kota besar sekaligus Ibukota Negara. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja . Angka Pengangguran Indonesia Naik. Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah daripada kenyataan riil yang ada di lapangan. Hingga Agustus 2008 ini. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun.03 TH. 1. Selain masalah kemacetan lalu lintas. yang disebabkan antara lain. dan buta huruf. 2004 Statistik Tahunan Indonesia. hambatan dalam proses ekspor impor. dan lain-lain.Majalah Nakertrans Edisi . 1985. Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran. Bisa saja dalam kenyataannya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan angka resmi itu. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. peraturan yang menghambat inventasi. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Sedangkan yang di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari kerja. 1998 VN:F [1. ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius.002 orang. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.XXIV-Juni 2004 Muchamad Nafi. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah. 1995. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. Oleh karenanya. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. Jakarta. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain.1Latar Belakang Penelitian Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah ke Jakarta.Tempo Interaktif. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.6. jumlah pengangguran di DKI selalu meningkat setiap tahun. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pension atau cacad jasmani. Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka. Tiap Tahun.

penulis memakai metode observasi dengan membaca.3Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarnya pengangguran yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta. mencatat serta melihat keadaan secara langsung maupun dari pemberitaan media elektronik selain itu penulis juga mendapatkan informasi ini melalui internet.5Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian ini.dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta bekerja ekstra keras. maka penulisan tugas makalah ini dikelompokan dalam 4 bab. menurut Deded. manfaat penelitian. 1. perumusan masalah.6Sistematika Penulisan Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai makalah ini. 1. Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran ini. serta untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan juga untuk mengetahui bagaiamana sikap pemerintah dalam mengatasi pengangguran.4Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah pengangguran. yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut : BAB 1 ◊ PENDAHULUAN Pada bab ini berisi mengenai latar belakang. 1.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan pengangguran serta masyarakat juga dapat bertindak langsung dalam upaya mengatasi masalah pengangguran. Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai tugas Softskill program Diploma III Jurusan Manjemen Pemasaran. kata Deded. Sebab. . tujuan penelitian. hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabangan dalam kegiatan penelitian selanjutnya. Kepala Disnakertrans DKI mengatakan peningkatann jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov DKI saja. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. 3. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. Deded Sukandar. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2008.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai masalah pengangguran 2. tingginya jumlah pengangguran di DKI disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke Jakarta. 1. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal Jakarta dan mana yang berasal dari luar Jakarta. Saat ini. metode penelitian serta sistematikan penulisan BAB II ◊ LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi mengenai pengertian serta factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan Jenis pengangguran BAB III ◊ ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini dibahas mengenai berbagai masalah masalah dalam pengangguran serta pemecahan solusi dalam masalah ini.

1 Pengertian pengangguran Pengertian penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja. Kolusi dan Nepotisme. tetapi karena sedang mencari kerja yang lebih baik. Pengangguran teknologi. kebanyakan investor asing tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena biaya ekonominya sangat tinggi akibat masih kuatnya praktek Korupsi.2 Keadaan Masalah pengangguran Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup. dan ekspor produksi industri itu sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari Negara. Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan kerja yang lebih rendah dari pada bertambahan tenaga kerja. 2. 2.3Jenis pengangguran Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya Pengangguran Normal atau Friksional yaitu pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari tenaga kerja. di sebabkan oleh penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tergolong sebagai penganggur.BAB IV ◊ PENTUP Penutup ini berisi mengenai Saran serta Kritik dan Daftar pustaka.penurunan ini mungkin di sebabkan kemrosotan harga – harga komoditas. BAB II LANDASAN TEORI 2. Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya Pengangguran Terbuka. tetapi juga proporsi mereka dari keseluruhan tenaga kerja telah menjadi bertambah tinggi. Di pabrik-pabrik ada kalanya robot telah menggantikan pekerjaan manusia. Para pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja. . dan sebagian pekerja terpaksa di berhentikan dan menjadi penganggur.Negara lain. Kemrosotan ini mengakibatkan perusahaan – perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya.kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. Pengangguran Siklikal . Wujudnya barang baru yang lebih baik. misalnya : di Negara-negara produsen bahan mentah pertanian. Oleh karenanya. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing. di beberapa Negara miskin bukan saja jumlah pengangguran menjadi bertambah besar. di sebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi . masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industry tersebut menurun. Pengangguran Stuktural. Lebih malang lagi.

Misalnya pelayan retoran yang lebih banyak dari yang di perlukan. bengkel. Setengah Menganggur. 2.Mewujudkan kestabilan politik.Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga. di dalam suatu rumah tangga harus ada yang mempunyai pekerjaan guna memenuhi kebutuhannya. 3.Menghindari masalah kejahatan.5 Tindakan Pemerintah Tindakan pemerintah dalam mengatasi pengangguran: mengurangi pajak mendorong lebih banyak investasi membari subsidi -Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat . Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur.Pengangguran Tersembunyi. perusahaan motor bahkan instansi pemerintahan daerah setempat. komputer. Salah satunya ada dengan meningkatkan peranan Balai Latihan Kerja (BLK) 2. Pengangguran ini terutama terdapat di sector pertanian atau perikanan. 2. 2. dan keterampilan lainnya yang diperlukan oleh hotel. Keterampilan yang di sediakan Seperti menjahit.Memperbaiki pembagian pendapatan Tujuan Bersifat social dan politik 1.1 Sikap Pemerintah 1. karena semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi kasus kejahatan.Memperbaiki pembagian pendapatan .Menyediakan lowongan pekerjaan dari tahun ke tahun 2. Pengangguran ini pada umumnya terjadi di sector pertanian atau jasa.Menambah keterampilan masyarakat BAB III ANALISA PEMECAHAN MASALAH 3.4 Kebijakan Pemerintah Beberapa Tujuan Kebijakan Pemerintah Tujuan Bersifat Ekonomi 1. Pengangguran bermusim. Sebagai akibatnya perkembangan ekonomi yang terlambat berakibat pangangguran memburuk. Apabila dalam masa di atas para penyadap karet dan nelayan tidak dapat pekerjaan lain maka terpaksa menganggur. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari dalam seminggu atau satu hingga empat jam sehari.Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat 3. tata boga. Menangani Lapangan Pekerjaan Sikap Pemerintah pada saat bertambahnya para penganggur dan juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya. Contohnya banyak Negara berkembang terjadi bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya di perlukan supaya dia dapat menjalankan kegiatannya secara efisien. .seharusnya pemerintah membuka kursus untuk ketermpilan bagi masyarakat. dalam perekonomian yang tingkat penganggurannya tinggi masyarakat sering kali melakukan demontrasi dan mengemukakan kritik atas pemimpin pemerintah dan ini dapat menghambat kegiatan ekonomi. di sebabkan karena jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal.Menghindari masalah kejahatan .

sambungnya. Disnakertrans juga membina kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mengadakan pelatihan keterampilan.5 Dampak Negatif dari pengangguran dan Penuntasanya Seperti:beragamnya tindakan kriminal. Tentunya untuk menghilangkan pengangguran dalam situasi kehidupan ekonomi Bangsa yang sedang morat-marit ini adalah sesuatu yang tidak mungkin. padat karya dll disamping strategi jangka panjang seperti pemerataan wilayah pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan desentralisasi.4 Kepedulian Masyarakat Mengapa kita peduli terhadap angka-angka tersebut? Pertama. Saat ini. Menurunnya kualitas sumber daya manusia. pembangunan di luar Jakarta harus dapat diakselarasikan dengan di ibukota. 3. pengemis. perdagangan anak. hampir 50 persen diminta beberapa perusahaan untuk menjadi pegawai mereka. anak jalanan. Dengan azas otonomi daerah. pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus kankeryang sulit diberantas. Dari 60 orang yang menempuh pelatihan kerja di sana. Karena itu persoalah pengangguran ini harussecepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik. Ketidak Stabilan angka Pengangguran Salah satunya disebabkan jumlah pencari kerja lebih banyak dari lowongan kerja yang ditawarkan dan penempatan kerja dari pencari kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan perusahaan-perusahaan. Cara yang realistis dalam jangka pendek mengurangi pengangguran adalah memberdayakan sektor informal. perusahaan garmen. di BLK Jakarta Timur. Jakarta akan menampung masyarakat yang dating dari provinsi lain. prostitusi. Karena di daerahnya telah memberikan kesempatan pekerjaan yang lebih luas dari ibukota.3 Mutu para lulusan BLK yaitu memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi. masalah pengangguranberdampak luas terhadap kehidupan sosial dan politik yang pada gilirannya akanmemukul balik kestabilan makro-ekonomi yang telah dicapai dengan susah payah. 3. Tetapi upaya mengurangi pengangguran bukanlah hal yang mustahil. aborsi. Sector informal dinilai sangat membantu . Disnakertrans telah mengadakan pelatihan kerja sama bengkel dengan Perusahaan Toyota Astra. Dari hasil pelatihan tersebut. Contohnya. dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja. Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama.2 Mengenai Tingkat Penganguran Terjadi karena Urbanisasi tidak bisa di tekan ini terlihat pada setiap akhir tahun seusai labaran . Kedua. tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korbansosial dari penyakit sosial ini sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupankemanusiaan yang beradab. sehingga tidak ada lagi warga yang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.Untuk menekan arus urbanisasi. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkankorban-korban sosial yang tidak ternilai. angkayang kurang akurat tidak akan menghasilkan perumusan kebijakan yang tajam danlangkah-langkah penanganan yang saksama. mantan Walikota Jakarta Pusat ini menyatakan perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi lain. Toyota Astra akan melihat peserta didik yang dinilai berkualitas baik lalu diajak bergabung untuk bekerja di perusahaannya 3. 4 Disnakertrans bekerja sama Cara lainnya.

Masih bisa dicari lagi sebab-sebabnya misalnya dekadensi(kemerosotan moral). sangat membantu di dalam prosesnya sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Krisis moneter disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia. Usaha mengkomunikasikan segala hal yang bertujuan agar terbentuk pola pikir.menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawabi sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi Bangsa kita. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang. Metode-metode ceramah dan bersifat menggurui harus dihindari mengingat pesertanya adalah para penganggur yang kehilangan matamepencaharian. pangan dan papan menjerumuskan sebagaian besar manusia Indonesia ke jurang kemelaratan. Tidak tercapainya pemenuhan kebutuhan ekonomi ini akan menciptakan masalah-masalah social. Sebab langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. PHK disebabkan oleh perusahaan bangkrut. Berbagai cara penyadaran dengan penggunaan audio visual.7 Sebagai pihak yang Netral kaum akademisi/intelektual atau LSM harus menciptakan modelmodel penyadaran ini sebagai cara menjembatani(bridging the gap) keadaan yang sekarang dengan keadaan yang diinginkan. maka sudah waktunya sektor informal ini didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran. Krisis ekonomi disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS). bukan saja sumber nafkah. tetapi juga recognition(pengakuan) dan harga diri. 3. Budaya KKN ini disebabkan oleh pemerintahan yang kotor(tidak bersih). 3. pola sikap dan pola tindak yang positip dalam rangka menciptakan kehidupan sosial yang baik di kalangan para penganggur kurang terdidik ini harus dibangun dalam konteks penghormatan terhadap martabat manusia(human dignity) itu sendiri. slide. 3) Pemulangan TKI ke Indonesia. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal. Namun bukan berarti sektor formal diabaikan. film. Harus lebih banyak diskusi dan sharing pengalaman untuk membangkitkan gairah mereka di dalam situasi-situasi sulit menghadapi kerasnya kehidupan sebagai penganggur. Kerusakan ekonomi ini disebabkan oleh adanya mental korup. 4) Rasionalisasi karyawan dll. kolusi dan nepotisme (KKN) yang menggurita dan sistematik pada semua lembaga negara dan swasta. 2) Kelangkaan Lapangan Kerja. Kehilangan jati diri inilah yang membuat orang yang menganggur akan mengalami stress yang tinggi dan apabila tidak mampu dikendalikan maka . Keterbatasan mereka di dalam pendidikan sangat mudah dijadikan alat komoditas politik untuk melakukan berbagai konflik sosial di tengah masyarakat Pengangguran erat kaitannya dengan kemiskinan dan kemelaratan. Kondisi menganggur adalah kondisi dimana segala-galanya hilang dan tercabut dari seseorang. Kredit macet disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997.6 sebab langsung(direct causes) Ada beberapa sebab langsung(direct causes) terjadinya pengangguran besar-besaran di Indonesia yakni: 1) terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja.

Untuk mengatasi masalah ini. lancar TKI pintar.tinggi tak langsung kredit lancar aktivitas ekon.akan menjadi depresi yang mengarah kepada sakit mental atau gila. aktualisasi diri Ultimate goal Masyarakat sejahtera Masyarakat bermartabat Negara kuat Goal/core objective Upaya intervensi tdk ada PHK tersedianya TKI dibutuhkan ekspansi usaha lap. 2)kebutuhan akan keselamatan.8 Upaya Memecahkan masalah Penganguran Abraham Maslow menyebut 5 kebutuhan manusia dalam 5 tingkatan hierarkis yaitu : 1 ) kebutuhan akan makan.keamanan. Karena pertimbangan itulah maka proses penyadaran ini harus melibatkan banyak pihak termasuk para psikolog dan psikiater. Kebutuhan para penganggur dan keluarganya dalam jangka pendek adalah kebutuhan akan makan dan minum Pemenuhan kebutuhan dasar ini harus didahulukan dan menjadi perhatian utama. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern karena struktur angkatan kerja. 4) kebutuhan akan penhargaan dan 5) kebutuhan akan aktualisasi diri. Pada pemberdayaan ekonomi ini 3.trampil ekonomi membaik stabilitas moneter bersih dari KKN bersih clean goverment clean goverment clean goverment Note : Semua variable bersifat positif Seperti terlihat pada pohon tujuan di atas.maka upaya pertama(penyadaran) diikuti dengan upaya yang kedua yang lebih konkret dan realistis yakni Pemberdayaan secara ekonomis dan social Penyadaran melalui pembentukan sikap dan mental yang dilakukan pada tahap pertama di atas harus diikuti dengan pemberdayaan tahap kedua yang lebih bersifat ekonomis dan konkret. 2)kebutuhan akan Relatedness(hubungan) dan 3) kebutuhan akan Growth(pertumbuhan) meliputi penghargaan. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas9.kerja langsung upaya intervensi Perusahaan pertumbuhan demand thdp TKI efisiensi usaha tinggi maju ekon. Tenaga-tenaga para penganggur kurang terdidik ini bisa dimanfaatkan di kegiatan-kegiatan padat karya sehingga mereka bisa mendapatkan kembali harga dirinya yang telah hilang oleh karena terkena pemutusan hubungan kerja atau karena tidak adanya ketrampilan di dalam bekerja. 3) kebutuhan akan rasa memiliki atau sosial. Alderfer memformulsikannya menjadi tiga dan disebutnya ERG 1) kebutuhan akan Eksistensi. minum dan pakaian. Bisa saja usaha penyadaran ini bagi sebagian besar penganggur dirasakan membuang-buang waktu karena mereka harus mencari kerja untuk bisa menghidupi anak istrinya atau keluarganya. pekerja dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan Sekolah Dasar (SD) ke bawah. Karena para penganggur berpendidikan rendah ini sangat banyak maka mereka bisa disalurkan dalam kegiatan-kegiatan padat karya yang bias mendatangkan upah bagi mereka. ada sejumlah elemen yang . Bahkan menurut Bambang Widianto.

berbahaya dan beresiko tinggi menghasilkan korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia. Buku Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. John Naisbit dan Patricia A. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga. Harian Pos Kupang. 25 Oktober 2003. Delapan Jalan Menuju Perubahan. 22 tahun 1999 10. Pascasarjana UI. Dilema Pembauran Golongan Minoritas Cina. maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. Buku Makro Ekonomi ‘Teori Pengantar’ Edisi ketiga. pengangguran telah menjadi kuman penyakit sosial yang relatif cepat menyebar. Studi Kasus di Kupang NTT. Harian Kompas. Conyer Diana./ Beritajakarta. anak jalanan dan lain-lain merupakan dampak dari pengangguran. 20 Juni 2003. 4) adanya jaminan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja dan sebagainya. Adalah fakta bahwa berbagai kejahatan sosial seperti pencurian/penodongan/perampokan. 2) dibutuhkannya Tenaga Kerja Indonesia(TKI) di luar negeri. 27 September 2003. Harian Kompas. pelacuran.menjadi faktor penentu ada tidaknya pekerjaan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung seperti: 1) tersedianya lapangan kerja.Google. Hadi . Tesis. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi pembangunan. Harian Kompas. Prayitno. 3) adanya ekspansi usaha. jula beli anak. Gramedia. Novermber 2003. 10 September 2003 6. 5. 2.Sadono Penerbit Raja Grafindo Persada. 8.com 14 Kompas Kamis 5 Februari 2009 . 7. Jakarta.com 13. Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran. Undang-Undang Otonomi Daerah No. 3. 9. 4. Sukirno. Bab IV Kesimpulan dan Penutup Pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial. martabat dan harga diri manusia. WWW. 1993. 11. DAFTAR PUSTAKA 1. Jelamu Ardu Marius. Penerbit Ghalia Indonesia 12. Dok. Suarapublika. 1999. Dilihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hudup(pekerjaan). kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi. 1994.

sedang mencari kerja. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. 2011 by laillamardianti Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. dilakukan oleh lebih banyak orang.Pengangguran dan Cara Mengatasinya Published April 17. produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. • Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. pedagang durian yang menanti musim durian. . Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit. Jenis & macam pengangguran • Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. bekerja kurang dari dua hari selama seminggu. • Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia. dilakukan oleh lebih banyak orang. keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural. yaitu: 1. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan. Menurut Keynes. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk mengatasi pengangguran musiman. pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Dalam situasi normal. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru.Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengelolaan Permintaan Masyarakat Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah. Masalah tersebut adalah persoalan informasi. pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. Di sejumlah Negara. 3. kampus. Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja. 2. Untuk mengatasi masalah tersebut. pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. dan balai latihan kerja. Cara-cara Mengatasi Pengangguran Ada berbagai cara mengatasi pengangguran. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. 4. dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit. . Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik.

pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. 3. mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu.com Ada berbagai cara mengatasi pengangguran. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk mengatasi pengangguran musiman. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. sebaliknya. atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. Untuk mengatasi masalah tersebut. Sumber: http://id. 6. Wiraswasta Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu. yaitu: 1.google. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. kampus. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita.com/social-sciences/economics/2119555-cara-cara-mengatasipengangguran/#ixzz1Ja2LiLqy www. . Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural. 2. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi. perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok.shvoong. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. Pengelolaan Permintaan Masyarakat Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah. 5. dan balai latihan kerja.wikipedia. Masalah tersebut adalah persoalan informasi.org www. terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan. Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan. perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja.Pengangguran tidak disengaja.

Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional.shvoong. Menurut Keynes. terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan.com/social-sciences/economics/2119555-cara-cara-mengatasipengangguran/#ixzz1j9FyKNWg Kebijakan Mengatasi Pengangguran February 5th. Wiraswasta Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu. Dalam sejarah umat manusia fenomena pengangguran ini terus terjadi dalam keadaan yang sunatullah. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil. mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain. sebaliknya. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita. Dalam situasi normal. Pengangguran tidak disengaja. Sumber: http://id. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja. pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. 5. pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Keadaan yang sunatullah ini menjadi kesimpulan para ilmuan untuk menyepakati bahwa angka pengangguran tidak mungkin nol persen atau tingkat tenaga kerja penuh (full employment). Di sejumlah Negara.4. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Pertentangan paling alot di pembahasan ekonomi dalam masalah pengangguran ini terjadi pada mazhab klasik yang di usung Adam Smith dan mazhab Keynesian yang di populeri oleh Keynes . pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. 2010 | Author: viepanda Pengangguran dapat digambarkan sebagai seuatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum mendapatkan pekerjaan tersebut. 6.

mengharapkan ikan akan tersangkut di mata kail dengan penuh ketidak pastian. Jika kita memberi umpan seperti yang dilakukan pemerintah dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) maka hanya menyebabkan masyarakat semakin malas. jangan memberi umpan” adalah kebijakan yang lemah. “Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?” Pengemis itu menjawab. Kedua mazhab besar ekonomi ini yang menjadi rujukan mahasiswa eknomi untuk di pelajari pengangguran.” Kemudian Rasulullah mengambil sebahagian pakaian dan cangkir tersebut untuk di jual kepada para sahabat. Menurut Pusat Penelitian Ekonomi LIPI angka pengangguran Indonesia pada tahun 2007 diprediksi 12. Dibandingkan tahun sebelumnya angka pengangguran Indonesia adalah 11 juta jiwa. Dari sekian banyak teori tentang pengentasan kemiskinan oleh para ahli. tetapi membelikan kebutuhan pokok (primer) terlebih dahulu.sendiri. Dimana perbedaannya? Perbedaannya jelas sangat jauh. ada suatu kebijakan yang selalu menjadi referensi untuk mengatasi masalah pengangguran yaitu “kita harus memberi pancing. “kita berikan pancing. Tidak sekedar mengharapkan bantuan orang lain. Kembali pada pernyataan pertama.7 juta jiwa. Lalu Rasulullah bertanya kepada pengemis tersebut.7 juta jiwa dengan jumlah penduduk miskin mencapai 45. Akhirnya dengan usahanya sang pengemis mendapatkan uang sebanyak sepuluh dirham. Sudah idealkah kebijakan ini? Teladan Islam Dalam Pengentasan Pengangguran Merujuk pada permasalahan diatas sebenarnya Islam telah mengajarkan cara yang paling ideal dalam mengatasi pengangguran. Hal ini jelas terlihat dimana begitu banyak masyarakat berkeluh kesah susahnya mencari pekerjaan pasa saat sekarang. Setelah kebutuhan pokok nya terpenuhi maka barulah Rasulullah memerintahkan untuk membeli kampak. Khusus dalam permasalahan pengangguran hal ini dapat menjadi cara yang ideal untuk diterapkan. Jika pada hari pertama pengemis tadi tidak mendapatkan penghasilan dari . Sebaliknya Keynes selalu berpendapat bahwa pengangguran memang ada dan perlunya suatu langkah untuk mengatasi pengangguran ini. Suatu ketika datang kepada Rasulullah dari kalangan Anshar untuk meminta-minta (pengemis). Coba kita bayangkan orang yang sedang memancing. jangan memberi umpan”. “Saya mempunyai pakaian dan cangkir. Mazhab klasik selalu mengatakan bahwa meskipun terjadi pengangguran secara otomatis pasar selalu akan menyerap kelebihan pengangguran ini. Terbukti cara ini tidak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maksud dari pernyataan ini adalah pengentasan kemiskinan harus dengan membangun suatu sistim yang mampu meningkatkan kemampuan para pencari kerja yang pada tahap berikut diharapkan pencari kerja mampu mandiri. Salah seorang sahabat sanggup membeli barang-barang tersebut seharga dua dirham. Atau kita bisa lihat setiap kali Expo tenaga kerja baik di Jakarta maupun di Riau seperti yang baru-baru ini diadakan selalu dikunjunggi ribuan tenaga kerja yang ingin mendapatkan pekerjaan seperti mana penerimaan calon pegawai negri sipil. Kisah ini sudah terlalu sering kita dengar akan tetapi jarang kita mau mengambil hikmah untuk menganalisa suatu permasalahan hidup. Jika dapat syukur. Rasulullah memikirkan kebutuhan hidup sang pengangguran kemudian membantunya dalam melihat peluang usaha. Bagaimana dengan tauladan Rasulullah yang ditujukan oleh pengemis tadi? Rasulullah tidak langsung memerintahkan pada pengemis itu untuk membeli kapak. Selanjutnya Rasulullah membagi uang yang di dapat tersebut untuk sebahagaian dibelikan keperluan kebutuhan keluarga pengemis tersebut dan sebahagian lagi dibelikan kapak sebagai sarana untuk berusaha mencari kayu bakar. Artinya terjadi kenaikan yang di prediksi sebesar 1.7 juta jiwa. jika tidak dapat maka pemancing (pengangguran) akan mati kelaparan.

Dalam Islam tangan diatas lebih baik dari pada tangan yang selalu dibawah. Mudah-mudahan apa yang pernah di ajarkan Rasulullah daluhu dapat membantu kita sebagai umat khususnya pemegang kebijakan untuk berbuat lebih baik lagi. Kebijakan yang Perlu Lakukan Untuk aplikasinya ada baiknya pemerintah tetap mendata pengangguran dan kemiskinan secara tepat tanpa kepentingan apapun dan sekaligus mencari jalan keluar untuk masalah ini. Contoh tersebut layak untuk dijadikan acuan berfikir oleh pemerintah bagaimana seharusnya membuat sebuah kebijakan yang benar dan baik untuk mengatasi tingkat pengangguran yang semakin hari semakin meningkat ini. Tidak lagi sekedar umpan. Apalagi cara ini akan meningkatkan biaya produksi perusahaan. Administrasi birokrasi harus seefesian mungkin.berjualan kayu bakar. Pertama. . meningkatkan kemampuan kerja. Yang perlu selalu di ingat adalah pengangguran sangat dekat dengan kemiskinan. Bangkitnya dunia usaha (sektor riil) akan menyerap pengangguran yang ada. Kedua. Jangan jadikan biriksasi yang bertele-tele membuat pengusaha jadi enggan dalam memulai suatu usaha. ia tidak perlu terlalu susah hati karena sebagian uang telah dibelikan kebutuhan pokoknya. Dan kemiskinan pasti akan menyimpan potensi konflik yang besar. Dan semoga Allah STW selalu memberi jalan yang terang untuk kita dalam menghadapi permasalahan bangsa yang kompleks ini. Keadaan politik dan ekonomi yang stabil harus terus dipertahankan agar dunia usaha baik pengusaha dalam dan luar negri merasa nyaman dalam menjalankan usahanya. Mungkin banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah mengatasi masalah pengangguran. Masih banyak lagi kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah untuk menekan angka pengangguran. Hal yain yang menjadi pelajaran dari kisah tersebut adalah Rasulullah tidak suka kita sebagai manusia menjadi pemalas. menjaga stabilitas politik dan ekonomi. Pengangguran di Indonesia disebabkan salah satunya karena kemampuan tenaga kerja (skill) kita yang rendah. Untuk hal ini pemerintah harus terus menjaga kualitas pendidikan dan pelatihan yang baik. Amin. Kejadian Ujian Nasional di beberapa daerah menjadi pelajaran yang amat berharga untuk mengevaluasi kembali apakah kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. atau sekedar pancing tetapi harus berjalan keduanya sekaligus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful