TUGAS MAKALAH P.

EKONOMI PEMBANGUNAN PENGANGGURAN DI KALANGAN MENENGAH KEBAWAH Disusun Oleh Nama Kelasa Npm : Apriani Uliarta : 2 DD O4 : 30208162 UNIVERSITAS GUNADARMA Kampus J DAFTAR ISI JUDUL …………………………………………………………………………… i KATA PENGANTAR …………………………………………………………… ii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ……………………………………………… 1 1.2 Pembatas Masalah ……………………………………………………. 2 1.3 Tujuan Penulisan ………………………………………………………. 3 1.4 Metode Penelitian …………………………………………………….. 3 1.5 Sistematika Penulisan ………………………………………………… BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Bentuk, Devinisi & Pengertian Pengangguran ………………………. 2.2 Jenis Macam Pengangguran …………………………………………. 2.2.1 Pengangguran Frisiksional ………………………………… 2.2.2 Pengangguran Struktural …………………………………… 2.2.3 Pengangguran Musiman …………………………………… 2.2.4 Pengangguran Siklikal …………………………………….. BABA 3 PEMBAHASAN 3.1 Pengangguran Dapat dikelompokan Menurut Sumber & Penyebabnya ………………………………………………………… 3.1.1 Pengangguran Friksional ………………………………….. 3.1.2 Pengangguran Silikal ……………………………………… 3.1.3 Pengangguran Struktual …………………………………… 3.1.4 Pengangguran Teknologi …………………………………… 3.2 Pengangguran Dapat Juga dikelompokan Menurut Ciri Pengangguran yang Berlaku …………………………………………. 9 8 8 8 9 7 6 6 6 6 6 6 4

3.2.1 Pengangguran Terbuka …………………………………….. 3.2.2 Pengangguran Tersembunyi ………………………………… 3.2.3 Pengangguran Musiman ……………………………………. 3.2.4 Pengangguran Setengah Menganggur ……………………… BAB 4 PENUTUP

9 9 10 10 11 12 12

3.3 Masalah Pengangguran & Krisis Sosial ………………………………. 4.1 Kesimpulan …………………………………………………………. 4.2 Saran ………………………………………………………………… 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok permasalahan ekonomi makro. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif dan bukannya negatif. Kedua adalah masalah inflasi. Inflasi adalah indikator pergerakan hargaharga barang dan jasa secara umum, yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. Inflasi mencerminkan stabilitas harga, semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan ke arah stabilitas harga. Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa. Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyaraka. Sedangkan daya beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. Inflasi sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil. Masalah ketiga adalah pengangguran. Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Latar Belakang Masalah pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga dialami oleh negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut. Melalui Makalah inilah saya mencoba untuk mengangkat masalah pengangguran dengan segala dampaknya di Indonesia yang 2 menurut pengamatan saya sudah semakin memprihatinkan terutama ketika negara kita terkena imbas dari krisis ekonomi sejak tahun 1997 .

Apa itu pengangguran? Pengangguran adalah suatu kondisi di mana orang tidak dapat bekerja, karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan. Ada berbagai macam tipe pengangguran, misalnya pengangguran teknologis, pengangguran friksional dan pengangguran struktural. Tingginya angka pengangguran, masalah ledakan penduduk, distribusi pendapatan yang tidak merata, dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju, pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di negara-negara maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. 1.2. Pembatas Masalah Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut.dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. 3 1.3. Tujuan Penulisan Tujuan Penu;lis membuat makalah yang berjudul “MASALAH PENGANGGURAN DI KALANGAN MENENGAH KEBAWAH” Adalah Sebagai Berikut: • • • • • Mengetahui Devinisi Pengangguran Mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di Indonesia Mengetahui Keadaan Pengangguran DI Indonesia Mengetahui akibat yang di Timbulkan dari Pengangguran Mengetahui Dampak Pengangguran di Indonesia Terhadap Pertumbuhan Penduduk

1.4 Metode Penulisan Dalam Metode penulisas ini, penulis menggunakan beberapa metode penelitiaan, diantaranya adalah :. 1. Dalam Penyusunanmakalah ini perlu sekali pengumpulan data serta sejumlah informasi actual yang sesuai dengan permasalahan yang akan di bahas sehubungan dengan masalah tersebut, dalam penyusunan makalah ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data yang pertama browsing di internet, kedua dengan membaca media cetak dan dengan pengetahuan yang penulis miliki. 4 1.5 Sistematika Penulisan

Penulisan Tugas ini terdiri dari atas tiga bab. Pengangguran jenis ini pada dewasa ini memang perlu di definisi ulang Setiap hari di kantor kantor pemerintah tidak nampak karyawan yang sibuk. BAB 4 PENUTUP Berisi kesimpulan dari hasil yang didapat selama pembahasan mengenai masalah pengganguran di daerah Perum PMDA dan saran. Salah satu media ibukota melaporkan bahwa diantara para pemulung di TPA Bantar Gebang itu ada yang sarjana. Bahkan para boss mereka dengan baik hati telah melengkapi kantor mereka dengan perangkat televisi yang boleh ditonton pada jam kerja. 5 BAB II LANDASAN TEORI Kalau kita mau jujur tentu kita akan mengakui bahwa pengangguran di negeri kita dari tahun ke tahun bertambah besar. Belum lagi penggunaan komputer yang acapkali kalau diperhatikan lebih banyak digunakan untuk bermain “game” atau bahkan yang lebih canggih lagi untuk menelusuri situs-situs internet yang tidak ada relevansinya dengan pekerjaan. yaitu penulisan. Para TKI ini mungkin lebih pantas disebut sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”. metode penelitian. Tentu sebagian besar mereka adalah wanita yang lebih terampil dan fleksibel dibandingakan para pria. Jadi dapat dibayangkan biaya besar yang dikeluarkan oleh pemerintah lewat APBN dan APBD yang begitu besar baik untuk membeli peralatan. yaitu : BAB 1 PENDAHULUAN Menguraikan pokok persoalan yang terdiri dari latar belakang masalah. Bisa kita bayangkan betapa akan lebih hebatnya kondisi pengangguran di Indonesia manakala tidak ada kesempatan bagi TKI untuk mencari pekerjaan di luar negeri. Belum lagi apa yang sudah sejak lama kita kenal dengan istilah “disguised unemployement”. Sebuah ironi yang sangat memilukan. BAB 2 LANDASAN TEORI Menguraikan teori-teori penunjang yang melandasi penelitiandari berbagai sumber yang bermanfaat untuk mengatasi pengganguran di Masyarakat Menengah kebawah. . Pemerintah dan sektor swasta (mestinya termasuk koperasi) tidak mampu menciptakan lapangan kerja yang layak bagi penghidupan anak bangsa. adat dan budaya yang berbeda 6 dengan tempat asal mereka. dan sistematika penilisan. masalah dan pembatasan masalah. BAB 3 PEMBAHASAN Berisi dan menjelaskan mengenai pembahasan masalah pengangguran di Masyarakat Menengah kebawah saat ini. Kita tidak tahu apakah ini ukuran kemajuan atau sebuah kemunduran besar bangsa yang dialami bangsa Indonesia. Tidak mengherankan manakala disana sini terjadi ekses karena begitu banyak wanita (yang sebagian besar datang dari pedesaan) dengan pendidikan minim harus bekerja di manca negara dengan aturan. membayar listrik dan telepon serta penyediaan ruang kerja nyaman telah membuat pengangguran tidak kentara di sektor pemerintahan ini menjadi jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang terjadi di sektor pertanian di pedesaan.

informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.2. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam.1 Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. Rumus Menghitung Tingkat Pengangguran. dan sebagian lainnya tidak bekerja. dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan. sedang berusaha mendapatkan (mengembangkan) pekerjaan tetapi belum berhasil mendapatkannya (menemukannya) disebut pengangguran. Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja. Mereka yang bekerja adalah mereka yang berminat untuk bekerja. Di negara-negara berkembang. Istilah pengangguran (unemployment) tidak berkaitan dengan mereka yang berniat untuk tidak bekerja seperti siswa atau mahasiswa (sekalipun ada yang sambil bekerja atau berusaha mencari pekerjaan sambil sekolah atau kuliah. siswa sekolan smp. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. mahasiswa perguruan tinggi. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. upaya-upaya pembangunan diarahkan pada perbaikan tingkat hidup.2. 2. sma. Dari total jumlah penduduk hanya sebagian yang bekerja. 2. Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%. Arti Definisi Dan Pengertian Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Sedangkan mereka yang tidak bekerja adalah mereka yang sedang berusaha mendapatkan atau mengembangkan pekerjaan tetapi belum berhasil.2. Mereka yang ingin bekerja.2. Jenis & Macam Pengangguran 2. 2000). ibu rumah tangga yang . Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga.3. telah berusaha mencari atau menciptakan pekerjaan. dengan dimensi pembangunan yang berorientasi pada pengentasan keterbelakangan dalam bentuk kemiskinan. pengangguran dan ketimpangan (Suryana.2. mereka diasumsikan tidak mencari pekerjaan). harga diri dan kebebasan.1. dan berhasil mendapatkan atau mengembangkan pekerjaan. 2.4 Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. tukan jualan duren yang menanti musim durian. dan mereka yang berniat untuk tidak bekerja. 7 BAB III PEMBAHASAN Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses multidimensional yang melibatkan perubahan besar secara sosial dalam ekonomi.2. 2.2 Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.

Adakalanya permintaan agregat lebih tinggi. dan memungut hasil. kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. memotong rumput.4. Pengangguran Silikal Pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian. dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur. Pengangguran dapat di klompokan menurut sumber atau penyebabnya pengangguran menurut cara ini tedapat empat jenis pengangguran yaitu : 3. Pengangguran Struktual 9 Pengangguran struktural adalah pengangguran yang akibatkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi. Akan tetapi pada masa lainnya permintaan agregat mengalami penurunan. Pengangguran merupakan salah satu persoalan dalam pembangunan. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industri tersebut menurun. Dalam perekonomian yang berkembang pesat. atau penduduk usia kerja yang karena kondisi fisik mereka tidak dapat bekerja sehingga tidak mencari kerja (Djohanputro. Kemerosotan ini ditimbulkan oleh salah satu atau beberapa faktor yaitu munculnya barang baru yang lebih baik. Kemunduran ini menimbulkan efek kepada perusahaan-perusahaan lain yang mempunyai hubungan juga akan mengalami kemerosontan dalam permintaan terhadap produksinya. jumlah pengangguran rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. tetapi karena sedang mencari pekerjaan lain yang lebih baik.1. maka pengangguran akan bertambah. Sedangkan pengusaha sulit memperoleh pekerja. Kemerosotan permintaan agregat ini mengakibatkan perusahaa-perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. Pengangguran Friksional Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. 3.1. Perekonomian tidak selalu berkembang dengan teguh. 3.sengaja memfokuskan diri untuk mengurus keluarga. Di pabrik ada kalanya robot telah menggantikan kerja-kerja manusia. Pengangguran Teknologi Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya. membersihkan kawasan. sawah dan lahan pertanian lainnya. Contohnya racun rumput telah mengurangi penggunaan tenaga kerja untuk membersihkan perkebunan. Untuk itu pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi.1.1. dan ekspor produksi industri sangat menurun karena persaingan yang lebih serius dari negara-negara lain. Hal inilah yang akan mendorong para pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya yang lama dan mencari kerja baru yang lebih tinggi gajinya atau lebih sesuai dengan keahliannya. dan hal ini mendorong pengusaha menaikkan produksi untuk itu lebih banyak pekerja baru digunakan dan pengangguran berkurang. 3. informasi dan kondisi antara pencari kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Begitu juga mesin telah mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk membuat lubah. Dalam proses mencari pekerjaan baru ini untuk sementara para pekerja tersebut tergolong sebagai penganggur. Tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju sebagian akan mengalami kemunduran. 2006). . biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing.1.2.3.1. Para penganggur ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh pekerjaan. 8 3.

atau akibat kemunduran perkembangan suatu 10 Industri. Menurut cara ini terdapat empat jenis pengangguran yaitu: 3. Pada periode tersebut banyak di antara para petani dan tenaga kerja di sektor pertanian tidak melakukan suatu pekerjaan. Pengangguran ini terutama terjadi di sektor pertanian atau jasa. Pengangguran terbuka dapat pula dikarenakan kegiatan ekonomi yang menurun. 11 3. Faktor yang perlu dipertimbangkan adalah besar atau kecilnya perusahaan. Disamping itu ada pula yang tidak menganggur. padahal dengan mengurangi tenaga kerja sampai jumlah tertentu tidak akan mengurangi jumlah produksi. jenis kegiatan perusahaan.2. Salah satu tujuan dari urbanisasi tersebut adalah untuk mencari pekerjaan di kota-kota. . Setiap kegiatan ekonomi memerlukan tenaga kerja.3. 3. dan berlaku dalam waktu-waktu tertentu. dan jam kerja mereka lebih rendah dari jam kerja normal. kemajuan teknologi yang mengurangi penggunaan tenaga manusia. Waktu di antara menuai dan masa menanam berikutnya dan periode di antara sesudah menanam bibit dan masa menuai hasilnya adalah masa yang kurang sibuk dalam kegiatan pertanian. Pengangguran Setengah Menganggur Kelebihan penduduk di sektor pertanian di negara-negara berkembang disertai pertambahan penduduknya yang cepat telah menimbulkan percepatan dalam proses urbanisasi. Efek dari keadaan ini dalam jangka panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan. dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung kepada banyak faktor.2. Banyak di antara mereka yang terpaksa menganggur sepenuh waktu. Pengangguran Terbuka Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang terjadi karena pertambahan lowongan pekerjaan lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Contoh lain pengangguran tersembunyi adalah orang yang melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginannya atau tidak sepadan dengan kemampuannya.4. Pengangguran Tersembunyi Pengangguran tersembunyi adalah pengangguran yang terjadi karena terlalu banyaknya tenaga kerja untuk satu unit pekerjaan. tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu. Pengangguran dapat juga dikelompokkan menurut ciri pengangguran yang berlaku. 3. Akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan.1. Jenis pengangguran ini hanya sementara saja. Berarti mereka sedang dalam keadaan menganggur. Biasanya pengangguran seperti itu berlaku pada waktu-waktu di mana kegiatan bercocok tanam sedang menurun kesibukannya. atau satu hingga empat jam sehari.2. Di banyak negara berkembang seringkali didapati jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan agar ia dapat menjalankan kegiatannya dengan efisien. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari seminggu. Contohnya keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar mengerjakan luas tanah yang sangat sempit.3. Pengangguran Musiman Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi pada waktu-waktu tertentu di dalam satu tahun.2. mesin yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai.2.2. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan digolongkan dalam pengangguran tersembunyi. Tidak semua orang yang hijrah ke kota-kota dapat memperoleh pekerjaan. Bentuk pengangguran terutama terjadi di sektor pertanian dan perikanan. Mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu.

3.3 Masalah Pengangguran dan Krisis Sosial Berdasarkan teori Fungsional Struktural, masalah sosial timbul karena terjadinya ketidak seimbangan lembaga-lembaga sosial sehingga menyebabkan fungsi lembaga-lembaga tersebut terganggu. Pengangguran dalam hal ini, terjadi akibat kepincangan lembaga ekonomi dan menimbulkan masalah bagi lembaga sosial. Pengangguran menjadi masalah sosial tidak karena bersumber pada penyimpangan norma-norma masyarakat, tetapi karena ia rawan menimbulkan masalah-masalah sosial lainnya, seperti kemiskinan, meningkatnya kriminalitas, premanisme, prostitusi, dll. Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis sosial. Suka atau tidak suka, pengangguran selalu berkorelasi dengan kemiskinan yang identik dengan kebodohan, kejahatan dan perilaku menyimpang lainnya. Indikator masalah social ini bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak yang orang tuanya menganggur, yang mulai turun ke jalan. Mereka menjadi pengamen, pedagang asongan maupun pelaku tindak kriminalitas. Mereka adalah generasi yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik. Ironisnya, apa yang terjadi saat ini adalah banyak para penganggur yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. Banyak dari mereka yang menjadi pencopet, penjaja seks, pencuri, preman, penjual narkoba, dan sebagainya. Bahkan tidak sedikit mereka yang dibayar untuk berbuat rusuh atau anarkis demi kepentingan politik salah satu kelompok tertentu.. Belum lagi dengan semakin menjamurnya prostitusi di Indonesia, sebuah pilihan hidup akibat himpitan ekonomi. 12 BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan Jadi, secara ringkas dapat saya kemukakan bahwa pengangguran merupakan sebuah masalah yang kompleks, tidak hanya menyangkut masalah sosial bagi masyarakat luas tetapi juga merupakan masalah eksistensial bagi individu yang menjalaninya. Namun, terlepas dari itu semua, masalah sosial merupakan masalah yang harus dicarikan jalan keluarnya tidak hanya oleh pemerintah tetapi oleh kita semua. Melalui penyelesaian masalah pengangguran, diharapkan masalah-masalah sosial lain yang timbul akibat pengangguran seperti kejahatan dan prostitusi juga dapat teratasi. 4.2 . Saran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

MAKALAH MASALAH PENGANGGURAN
KONDISI PENGANGGURAN DI INDONESIA Studi Kasus Pada Kota Bekasi Dari tahun ke tahun

Disusun Oleh Marchela irdani 30208767 UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS EKONOMI Tugas Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan 2009 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT atas berkat rahmatnya sehungga penulis dapat menyelesaikan tugas penelitian UMKM (usaha mikro kecil menengah) dengan judul usaha pembuatan sepatu dan sandal. Adapun tujuan dari penelitian untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah ekonomi pembangunan. Keberhasilan penulis menyelesaikan penelitian ini adalah berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak serta keteguhan hati penulis, meskipun banyak hambatan yang di hadapi oleh penulis, namun semua menjadi pelajaran dan pengalaman yang berkesan Dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya atas dorongan dan bantuan yang diterima oleh penulis sampai dengan menyelesaikan penelitian ini. Dan perkenankanlah penulis mengucapakan terima kasih kepada: 1.Bapak Nurhadi selaku dosen pengantar ekonomi pembangunan 2.Bapak Dr Bagus Nurcahyo, SE, MM selaku dosen pengampu softskills 3.Kedua orang tua yang memberikan dorongan, motivasi dan doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini 4.Teman-teman di 2 DD 03 dan 04 yang memberikan kritik dan saran kepada penulis. Akhir kata dengan segala kerendahan hati penulis memohon maaf atas segala kekurangan yang terdapat pada kata-kata yang salah dan tidak berkenan di hati pembaca Bekasi, Desember 2009 Marchela irdani BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, serta sistematika penulisan. BAB 2 KAJIAN MATERI Bab ini berisi mengenai teori – teori yang memdasari penelitian, gambaran umum tentang kemiskinan, konsep serta definisi dari pengangguran. BAB 3 PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang penjabaran data penganguran yang dibutuhkan. BAB 4 KESIMPULAN Bab ini berisi kesimpulan penelitian dan saran yang ditujukan kepada berbagai pihak yang merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan sehingga dapat berguna untuk kegiatan lebih lanjut.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Keterbatasan lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia pada khususnya di daerah kota Jakarta sangat cukup tinggi dari tahun ke tahun, sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja setiap tahun selalu meninggakat tidak pernah mengalami penurunan. Dan pada akhirnya masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan jika masalah pengangguran masih terusseperti ini di tahun yang akan datang. Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan "pendidikan" dalam mengurangi angka kemiskinan yang ada. Seiring berjalannya waktu Maka merembaknya isyu pengangguran terdidik menjadi sinyal yang cukup mengganggu bagi perencana pendidikan di negara-negara berkembang pada umumnya di Indonesia khususnya di daerah kota Jakarta. Sementara dampak sosial dari jenis pengangguran ini relatif lebih besar dan banyak efek negative dari hal ini salah satunya tinggkat kriminalitas tiap daerah juga ikut bertambah karena dorongan ekonomi. Mengingat kompleksnya masalah ini, maka upaya pemecahannya pun tidak sebatas pada kebijakan sektor pendidikan saja, namun merembet pada masalah lain secara multi dimensional. Fenomena pengangguran sering menyebabkan timbulnya masalah sosial lainnya sperti yang sudah diterangkan di atas. Di samping tentu saja akan menciptakan angka produktivitas sosial yang rendah, yang akan menurunkan tingkat pendapatan masyarakat nantinya. Pengangguran merupakan masalah serius yang dihadapi dalam pembangunan sumber daya manusia yang tengah dilakukan saat ini. Krisis ekonomi yang kini dihadapi ternyata telah memporakporandakan tatanan kehidupan bangsa. Data yang diperoleh saya dari Bappenas menunjukkan pada tahun 1998 penduduk miskin telah mencapai 80 juta orang, yang berarti mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 22,4 juta orang saja. Selanjutnya data BPS pun mencatat angka pengangguran pada tahun 1999 sebesar 6,37 juta orang. Yang kemudian di akhir 1999, jumlah pengangguran semakin membengkak, yakni mencapai 14 juta orang dan tenaga kerja setangah menganggur mencapai 35 juta orang itu adalah sebagian contoh prentase penganguran yang ada di Indonesia secara umum pada tahun 98 sampai dengan 99. Rumusan Masalah

Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Tingkat kemiskinan di kota Jakarta B.87 juta orang. peraturan yang menghambat inventasi. pada tahun 2002 berjumlah 28.Definisi Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 60 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. sebesar 9.Kegunaan Penelitian Penelitian ini mempunyai dua kegunaan yakni sebagai berikut Bersifat Teoritis Bagi mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan tentang tingiinya angka pengangguran Diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan bagi mahasiswa dan pemerhati masalah sosial khususnya tentang penggauran BAB II KAJIAN MATERI A. karena tidak sesuainya tingkat upah dengan aspirasi pekerja. pengangguran itu bersifat sukarela. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5. Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian 1. Teori ini menyebutkan bahwa untuk mengurangi pengangguran tidak diperlukan campur tangan pemerintah karena pengangguran yang terjadi sifatnya sukarela.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). upah rendah.13 juta penganggur terbuka.7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless). Selain itu unit-unit pelaku ekonomi percaya bahwa upah dan tingkat harga yang fleksibel dapat menyesuaikan diri secara otomatis untuk mencapai titik keseimbangan . perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional. Selain itu terdapat sebanyak 2.Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian Adapun tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan dan menganalisis tentang : A. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan. dan lain-lain. sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. hambatan dalam proses ekspor impor. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan.Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu. yang disebabkan antara lain. enurut Teori Klasik (1729-1790). yang mengakibatkan produktivitas rendah. Bertambahnya jumlah pengangguran dalam masyarakat terjadi karena orang menunggu pada masa transisi dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Perkembangan tingkat kemiskinan di kota Jakarta 2. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.

Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Pengangguran Musiman Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek atau perubahan keadaan suatu Negara secara tiba-tiba yang menyebabkan seseorang harus nganggur.dalam perekonomian. . Jenis & Macam Pengangguran 1. 3. 4.Tingkat Pengangguran Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja. tukan jualan duren yang menanti musim durian. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan yang menjadi pihak penyedia. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam.Pengangguran Friksional Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya hanya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. Pengangguran Struktural Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tetapi tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja. B. 2. RUMUS Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100% C. Karena Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah terlebih di kota besar maka akan meningkatkan pula kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumsebelumnya.

MASALAH PENGANGURAN SECARA UMUM Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. sumber utama kemiskinan. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja. . kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu. Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. pendamping. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. Kekurangselarasan antara perencanaan pembangunan pendidikan dengan perkembangan lapangan kerja merupakan penyebab utama terjadinya jenis pengangguran ini. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. sumber utama kemiskinan. Salah satu bentuk pengangguran yang populer dewasa ini adalah pengangguran terdidik. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. Pengangguran terdidik secara potensial dapat menyebabkan (1) timbulnya masalah-masalah sosial dengan tingkat rawan yang lebih tinggi. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung.BAB III PEMBAHASAN A. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. menjadi beban keluarga dan masyarakat. Dalam pembangunan Nasional. pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. menjadi beban keluarga dan masyarakat.

000 342. ditandai oleh: .756 1.24 Age APK (%) Seb.747.97 8. bila tidak disertai oleh apresiasi masyarakat yang tinggi terhadap pendidikan. Apresiasi ini sebenarnya harus menjadi "Conditio sine Quanon" untuk pembangunan SDM. (3) menurunkan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan.500 231.61 1.667.Repelita Repelita I Repelita II Repelita III Repelita IV Repelita V 1968 1973 1978 1983 1988 1992 156. Dan akan sangat muskil APK meningkat. Balitbang Dikbud Menurunnya apresiasi masyarakat terhadap pendidikan itu di . Tabel 1 Perkembangan APK Perguruan Tinggi PERIODE TAHUN MAHASISWA PENDUDUK 19 .(2) menciptakan pemborosan sumber daya pendidikan.700 21. Sulit dibayangkan SDM berkualitas akan tercapai bila tidak disertai oleh meningkatnya angka partisipasi kasar (APK) pendidikan.166 823.000 14.925 1.962.000 11.795.26 6.93 2.288.100 1.356.32 5.500 9.000 15.705.464.600 19.43 Sumber : Pusat Informatika.

2 -33. tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SLKTP Tamat SMU Tamat SMK Tamat PT (S0) Tamat PT (S1) -3. Tabel 2 Analisis Keseimbangan antara Kebutuhan dan Penyediaan Tenaga Kerja menurut Tingkat Pendidikan Sampai Pelita VI NO TINGKAT PENDIDIKAN KEBUTUHAN (000) % PERSEDIAAN (000) % KESEIMBANGAN(000) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tidak sekolah Tid.7 173.8 .7 8.(a) berkurangnya jumlah siswa (di samping akibat keberhasilan KB).411.0 343.900. (b) meningkatnya jumlah tenaga kerja (TK) unskill and uneducated dalam sektor sekunder.429.9 8.3 73.2 18.1 954. (d) meningkatnya jumlah pengguna jasa pendidikan luar negeri.551.7 1.9 1.5 2. (c) rendahnya angka melanjutnya pendidikan (di Jawa Barat hanya 57% lulusan SD meneruskan ke SMP).164.1 382.

3 -60.5 3. dan BPS. Selain masalah kemacetan lalu lintas.5 100 350. DATA PENGANGGURAN KHUSUS DI KOTA JAKARTA Meski menyandang predikat sebagai kota besar ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius.6 0.5 17.2 2. Depdikbud.191.530.041.899.3 17.0 1.3 21.3 779.1 490. .5 0.8 393.3 5.3 18.3.7 1.4 2.0 15.1 -229. jumlah pengangguran di kota Jakarta selalu meningkat setiap tahun.8 Sumber: Bappenas.3 *) 862.4 Jumlah 11.0 153.2 2. 1993 B. Depnaker.510.3 630.7 100 11.0 1.5 -5.8 49.3 13.6 457. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran.0 2.861. Buktinya.104.3 12.817.2 3.

dan (3) reorentasi kelembagaan. Reorentasi pendekatan. khususnya dalam memodifikasi pendekatan dari kuantitatif menjadi kuantitatif-kualitatif. Lembaga pendidikan merupakan sub sistem dari sistem sosial pembangunan. secara bertahap mutu lulusan dapat lebih diterima dunia kerja dan secara absolut mampu mengimbangi laju dinamika dunia kerja. Dalam arti lain pendidikan harus dilihat sebagai proses investasi bukan lagi proses konsumtif. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal kota Bekasi dan mana yang berasal dari luar kota. Saat ini Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran ini. Kebijaksanaan konversi ini pun dapat dilakukan untuk lembaga pendidikan lainnya terutama pada bidang keilmuan yang sudah jenuh. Konversi IKIP ke dalam Universitas merupakan langkah kongkrit yang perlu terus dilaksanakan secara konsisten. perlu mengkaji ulang keberadaan lembaga pendidikan yang memiliki tingkat kejenuhan untuk lulusannya di lapangan kerja. memberdayakan program "link and match" melalui "cooperative education" dan "dual system" dalam kurikulum. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah kota-kota besar. khususnya bagi penciptaan kesiapan lulusan untuk berkiprah dalam dunia kerja. 2. (2) reorentasi program. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. Reorentasi kelembagaan. konversi itu berimplikasi pada menurunnya jumlah penawaran tenaga pengajar yang secara langsung akan menyebabkan meningkatnya penghargaan dan harkat hidup tenaga pendidik. Untuk itu perlu peningkatan kemampuan dalam pembobotan kurikulum. Kepala Disnakertrans mengatakan peningkatan jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov saja. (1) reorentasi pendekatan. Reorentasi program. dari pihak manapun.002 orang. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kota Jakarta bekerja ekstra keras. Langkah-langkah produktif untuk melaksanakan reorentasi lembaga pendidikan. pendidikan harus dilihat sebagai upaya rasional. mutu tenaga pengajar. yang kurang proporsional dengan upaya peningkatan kualitas program pendidikan sebaiknya dihindari. Dengan demikian. reorentasi itu menyangkut recana mengurangi pengangguran yang ada. Pengabaian dari fakta tersebut hanya menciptakan "menara gading" yang tidak memiliki manfaat yang berarti bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat secara umum. Konsekwensi dari pada itu. . Sehingga pesan-pesan dan kepentingan yang berada di luar kepentingan pendidikan harus mulai dihapus. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. Dan campur tangan. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. dan kepedulian dunia kerja. Sebab. Dalam arti pendekatan pemerataan harus diimbangi secara proporsional dengan perhatian terhadap mutu proses dan hasil pendidikan. tingginya jumlah pengangguran dikota Jakarta disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke kota-kota besar seperti Jakarta. oleh itu keberadaan dan eksistensinya tidak lepas dari sub sistem lainnya. 1. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2009. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. Dengan demikian sharing ide maupun aktivitas lainnya yang bernuansa sinergi dengan komponen lain hendaknya harus merupakan bagian tak terpisahkan dari program perbaikan sinambung (countinues improvement) program pembelajaran.Hingga Agustus 2008 ini.

Pertama. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. dan lingkungan yang tidak sehat. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Kesembilan. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. B. Selain itu. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri.Kritik dan saran . Keempat. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerjaSetiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Ketiga. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. ada juga kebijakan mikro (khusus). khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Keenam. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. Kedelapan. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. Ketujuh. tingkat suku bunga. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Kesimpulan Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kedua. seperti sampah. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). Kelima. Kesepuluh. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). pengendalian banjir.BAB IV PENUTUP A. segera mengembangkan potensi kelautan kita.

Daftar Pustaka Wahjoetoemo (1995). Kumpulan makalah Hasil Seminar Nasional "Mutu PTS menjelang Era Globalisasi". Penutup Penerapan konsep manajemen mutu dalam penyelenggaraan pendidikan memuat kandungan tentang sistem kerja yang terintegrasi antara dunia pendidikan tinggi dengan pengguna. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia. 1995. Unmer Malang. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. Kumpulan Makalah Seminar Nasional 11-13 November 1996. Kompas. Malang.Unmer Malang. Malang. Suara Pembaruan Daily.T . Grasindo. Jakarta. Kondisi itu dapat terwujud lebih cepat. Jakarta.com MAKALAH PENGANGGURAN MASALAH PENGANGGURAN Di KOTA MALANG Disususn Oleh : Nama : DIMAS APRIYANA .beritajakarta. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. Rumusan Hasil Seminar. Menuju Manajemen Perguruan Tinggi yang Efisien. Manajemen Perguruan Tinggi pada Era Global. C. Jakarta Daulat Sinuraya. Depdikbud (1995). bila pembenahan manajemen internal didukung oleh komitmen pemerintah yang kuat khususnya dalam penyediaan anggaran yang memadai. (1993). Mempersiapkan Mutu Perguruan Tinggi Menuju Kualitas Global. dan secara makro pengguran terdidik dapat ditekan. Deregulasi Pendidikan. (1996). 27-28 Juli 1994. Jakarta Unmer Malang (1994). Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. Terimakasih. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. Pembangunan Pendidikan Nasional Dalam Repelita VI. Laporan Hasil Seminar "Menuju Manajemen PTS yang Efisien". Grasindo. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis. Keluaran perguruan tinggi seyogyanya memiliki nilai relevansi dan koherensi yang tinggi dengan dunia kerja. sehingga kesan "pemborosan" pada pendidikan tinggi di Indonesia dapat ditepis. 1996. 2004 http://www.Demikianlah makalah ini.

persoalan pengangguran dihadapkan pula pada bermunculannya para penganggur baru. kemudian meramaikan pasar kerja. berkaitan dengan kualitas sumber daya manausia dari para penganggur sendiri. Dalam kondisi penganggur lama. yaitu orang-orang yang baru lulus mengikuti pendidikan. Jika pun penganggur berkualifikasi pendidikan tinggi. Kondisinya diperparah dengan persoalan ekonomi yang juga tidak kunjungselesai setelah sangat terpuruk di akhir abad dua puluh yang lalu. penulis.Kelas : 2 DD 04 NPM : 31208479 UNIVERSITAS GUNADARMA 2009 Kata Pengantar Hingga saat ini. misalnya dari aspek tingkat pendidikan yang masih belum begitu bagus. masalah pengangguran di Indonesia sepertinya tidak pernah terselesaikan secara tuntas. yaitu mereka yang pernah bekerja tetapi masih mencari pekerjaan belum tertangani. sering dihadang oleh kesempatan kerja yang sangat terbatas.1Latar Belakang Masalah 1 1. yaitu angkatan kerja yang bekerja pada posisi yang tidak sesuai dengan pendidikannya. Bukan rahasia lagi.2Rumusan Masalah 2 1. Selain karena sulitnya lapangan pekerjaan. Keadaan seperti ini memunculkan fenomena mismatch. Permasalahan lain.4Sistematis Penulisan 3 .3Tujuan Penulisan 3 1. maka kedatangan penganggur baru di pasar kerja turut menambah rumitnya persoalan ketenagakerjaan di Indonesia. DAFTAR ISI Kata Pengantar i Daftar isi ii BAB I PENDAHULUAN 1 1. banyak mereka yang bekerja pada posisi yang sebetulnya bisa diisi oleh mereka yang berpendidikan rendah atau menengah.

Dengan demikian. secara linear berpotensi menggugat eksistensi dan urgensi pendidikan dalam perspektif masyarakat. antara lain berkisar pada masalah mutu pendidikan. Atau setidaktidaknya. kesiapan tenaga pendidik. tujuan akhir program pendidikan bagi masyarakat pengguna jasa pendidikan.5 Data Pengangguran di kota Malang 9 BAB III PENUTUP 10 3. Kekurangtersediaan lapangan pekerjaan akan berimbas pada kemapanan sosial dan eksistensi pendidikan dalam perspektif masyarakat.5Manfaat Penelitian 3 BAB II PEMBAHASAN 4 2.1Latar Belakang Masalah Masalah kependidikan yang serius dihadapi oleh kota berkembang pada umumnya. pendidikan diposisikan sebagai sarana untuk peningkatan kesejahteraan melalui pemanfatan kesempatan kerja yang ada.1.3 Tingkat Pengangguran di kota Malang 6-7 2. adalah teraihnya lapangan kerja yang diaharpkan. memiliki greget yang lain. Pada masyarakat yang tengah berkembang. Membidik masalah yang terakhir. 1.1 Kesimpulan 10 3. dengan tidak bermaksud mengecilkan arti ketiga masalah lainnya.3 Kritik dan Saran 12 BAB 1 PENDAHULUAN 1. setelah lulus dapat bekerja di sektor formal yang memiliki nilai "gengsi" yang lebih tinggi di banding sektor informal. keterbatasan lapangan pekerjaan sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja. khususnya juga di Indonesia. Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan "pendidikan". dan lapangan pekerjaan.1 Pengertian (definisi) Masalah pengangguran 4-5 2. Dalam arti lain. Maka merembaknya isyu pengangguran terdidik menjadi sinyal yang cukup mengganggu bagi perencana pendidikan di negara-negara berkembang pada umumnya.2 Solusi Masalah Pengangguran 11-12 3.2 Rumusan Masalah Seperti yang telah di uraikan pada latar belakang masalah dapat membuat rumusan masalah yaitu : 1. Masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan.2 Masalah Pengangguran di kota Malang 6 2.Apa pengertian dari Pengangguran .4 Dampak Pengangguran bagi kota Malang 8 2. fasilitas.

dan sistematika penlisan. BAB 2 PEMBAHASAN Pada bab ini di temukan pembahasan yang terdiri dari : pengertian pengangguran . 1.Apa yang menjadi masalah pengangguran di kota Malang 3.Untuk mengetahui akibat yang timbul dari pengangguran 5.Untuk mengetahui keadaan pengangguran di kota Malang 4.Sajian data pengangguran di kota Malang 1.2.Untuk mengetahui pengertian ( Definisi ) 2. rumusan masalah.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai kemiskinan. BAB 3 PENUTUP Diakhir memuat kesimpulan dan solusi masalah pengangguran.Untuk mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di kota Malang 3. data-data pengangguran.3 TUJUAN PENULISAN Dapat di ketahui tujuan penulis makalah ini.Apa dampak dari pengangguran bagi kota Malang 5. hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabngan dalam kegiatan penelitian selanjutnya. dampak pengangguran.5MANFAAT PENULISAN Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1. masalah .4SISTEMATIKA PENULISA BAB 1 PENDAHULUAN Dapat di jelaskan tentang latar belakang. .Untuk mengetahui data-data tentang pengangguran di kota Malang 1.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah Kemiskinan.Bagaimana keadaan pengangguran di kota Malang 4. tujuan penulisan. pengangguran keadaan. 1.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan kemiskinan serta masyarakat juga dapat berindak langsung dalam upaya pengentasan kemiskinan 3. 2.

Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja. tukan jualan duren yang menanti musim durian. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). . mahasiswa perguruan tinggi. sma. 2.BAB II PEMBAHASAN 2. Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. siswa sekolan smp. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan. 4.1 Pengertian Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga. Jenis & Macam Pengangguran 1. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. 3.

baik mereka yang baru lulus sekolah dan pertama kali mencari pekerjaan. dibagi dengan total angkatan kerja dikalikan seratus. karena mungkin masih banyak yang pension tapi masih mencari pekerjaan. Jika dibandingkan dengan kota-kota maju. TINGKAT PENGANGGURAN 1. Pengangguran penuh atau terbuka yakni terdiri dari orang-orang yang sebenarnya mampu dan ingin bekerja. Pada umur-umur tua. untuk kemudian meningkat lagi pada kelompok usia non produktif. Tingkat Pengangguran Menurut Umur Tingkat pengangguran yang dimaksud pada tulisan ini adalah tingkat pengangguran terbuka atau open unemployment rate.3. kemudian menurun tajam hingga usia 30-34 tahun. masalah ledakan penduduk. relatif stabil rendah. Ukuran ini merupakan salah satu tolok ukur ketenagakerjaan yang banyak digunakan untuk melihat sampai seberapa jauh penawaran tenaga keja. Diperoleh dengan cara menghitung jumlah absolut angkatan kerja yang menganggur. 2. Dua penyebab utama dari rendahnya pemanfaatan sumber daya manusia adalah karena tingkat pengangguran penuh dan tingkat pengangguran terselubung yang terlalu tinggi dan terus melonjak.Tingkat Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan Tingkat pengangguran menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan lebih menarik untuk di bahas. dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita.2. Pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh kota-kota berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di kota-kota maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. serta bagaimana permintaan akan kesempatan kerja. rendahnya taraf hidup di kota-kota berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya. Berdasarkan data dari Depnaker pada tahun 1997 jumlah pengangguran terbuka saja sudah mencapai sekitar 10%. maupun yang sudah pernah bekerja tetapi sedang mencari kembali pekerjaan. 2. Pada umumnya tingkat pengangguran di . termasuk sumber daya manusia.memperlihatkan pola tingkat pengangguran yang sangat umum. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab. berarti ada 10 orang penganggur dari setiap 100 orang angkatan kerja. Jika tingkat pengangguran 10 persen. distribusi pendapatan yang tidak merata.2 Masalah pengangguran di kota Malang Tingginya angka pengangguran. yaitu memiliki persentase yang tinggi pada kelompok umur muda (15-19 tahun). akan tetapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali.

Tingginya angka inflasi karena tidak seimbangnya antara permintaan dan penawaran barang dan jasa. tapi juga faktor fisik. 2. Karena itu maka salah satu kelemahan dari sistem pendidikan kita adalah sulitnya memberikan pendidikan yang benar-benar dapat memupuk profesionalisme seseorang dalam berkarier atau bekerja. Jika kita mengambil kesimpulan mengenai masalah inflasi di Indonesia bahwa ternyata laju inflasi tidak semata ditentukan faktor moneter. Ada empat faktor yang menentukan tingkat inflasi. tetapi langsung mencari kerja. tingkat pengangguran yang paling tinggi adalah pada jenjang SLTA. Kondisi ini belum banyak berubah sejak beberapa decade terakhir Hal ini dapat dibuktikan dengan mengkaji ulang beberapa tulisan yang membahas mengenai pengangguran seperti Effendi (1993) yang memakai data SUPAS 1985. Dampak ini masih terasa sampai bulan Juli 2001 yang akan memberikan sumbangan inflasi antara 0. bukan sektor moneter. tingkat inflasi ditentukan faktor fisik prasarana.4 DAMPAK PENGANGGURAN BAGI KOTA MALANG Kecenderungan pengangguran terdidik di kota Malang semakin meningkat namun upaya perluasan kesempatan pendidikan dari pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi tidak boleh berhenti. Kemungkinan penyebab ini adalah banyaknya lulusan SLTP yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke SLTA. Melonjaknya inflasipun karena dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menarik subisidi sehingga harga listrik dan BBM meningkat. Efek domino yang ditimbulkan pun masih menjadi pemicu kenaikan harga lainnya. Di sanapun. Pendidikan seringkali disampaikan dalam bentuk yang monoton sehingga membuat para siswa menjadi bosan. yang didasarkan pada data ketenagakerjaan hasil Sakernas 2001. Baik di daerah pedesaan maupun di perkotaan. 2. Ini membuktikan tingginya laju inflasi di negara kita lebih banyak dipengaruhi sektor riil.pedesaan lebih rendah dari perkotaan. Saat ini pendidikan kita terlalu menekankan pada segi teori dan bukannya praktek.67 persen. pendidikkan dalam wujud praktek lebih diberikan dalam porsi yang lebih besar.31 persen.. serta analisis Setiawan (2002) terhadap angkatan kerja dan pengangguran. Kenaikan BBM ini telah menggenjot tingkat inflasi bulan Juni 2001 menjadi 1. namun pada tingkat SLTP angkanya sedikit lebih tinggi di pedesaan. pembahasan yang berasal dari data sensus penduduk 1990 serna Sakernas 1996 oleh Tjiptoherijanto dan Soemitro (1998).5 DATA PENGANGGURAN DI KOTA MALANG Jumlah Pengangguran di Kota Malang hingga November 2009 mencapai 38 ribu . cara pembelajaran dan pemberian pendidikkan diberikan dalam wujud yang lebih menarik dan kreatif. Akan tetapi pemerataan pendidikan itu harus dilakukan tanpa mengabaikan mutu pendidikan itu sendiri. Diperkirakan inflasi tahun ini. dan pada klasifikasi SLTA angkanya hampir sama.

Data di Dinas menyebutkan dari 38 ribu pengangguran. Pada tahun 2006. "Seharusnya saat kuliah mereka mencari kemampuan tambahan." katanya.1 kesimpulan Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. "Selebihnya lulusan SD dan tak berijazah. jumlah pengangguran mencapai 40. Wahyu Santoso jumlah pengangguran ini tak sebanding dengan jumlah lowongan yang tersedia selama 2009. Senin (7/12). Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. tercatat pengangguran berpendidikan sarjana mencapai 30 persen. seperti bursa kerja. Padahal kemampuan tambahan itu merupakan nilai plus bagi para pencari kerja. Selain itu juga terus menjalin kerja sama dengan perusahaan di luar Kota Malang untuk bisa merekrut Warga Kota Malang sebagai tenaga kerjanya dan pengiriman TKI keluar negeri. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan . dan kerajinan. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Malang. dan berpendidikan SMP sebanyak 15 persen. jumlah penangguran di Kota Malang mencapai 49. pengangguran berpendidikan SMA sebanyak 30 persen. Para sarjana menganggur karena tidak memiliki bekal kemampuan tambahan misalnya bahasa asing. pada 2007. yakni sebesar 600 lowongan kerja.149 jiwa. Jumlah ini terbagi menjadi 10 ribu pengangguran yang murni tidak mencari kerja dan 28 ribu pengangguran yang aktif mencari kerja. "Yang terserap lowongan kerja tak lebi dari seribu orang. membuat. Wahyu berharap hingga akhir tahun 2009 jumlah PHK di Kota Malang tidak sampai bertambah. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Disnakersos menggelar berbagai kegiatan. Untuk memperkecil jumlah pengangguran. pada 2008 mencapai 39 ribu orang. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja." katanya. BAB III PENUTUP 3.orang dari total jumlah penduduk yang mencapai 800 ribu orang.390 orang.

apa pun alasan dan bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah . jasa dan sebagainya setiap hari. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. Untuk itu diperlukan dua kebijakan.2 SOLUSI MASALAH PENGANGGURAN DI KOTA MALANG Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Kedua. gula. Bekerja berarti memiliki produksi. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. Ketiga. ada juga kebijakan mikro (khusus). Diharapkan ke depannya di kota Malang kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. Selain itu. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. energi listrik. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. 3. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). pengembangan mindset dan wawasan penganggur.pengangguran menjadi komitmen nasional. tingkat suku bunga. sepatu. Karena itu. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. Selain itu. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Setiap orang harus mengkonsumsi beras. minyak. Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia. politik dan kemiskinan. Keempat. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. dan lingkungan yang tidak sehat. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. pengendalian banjir. seperti sampah. Pertama. Kita. pakaian. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Kelima.

Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya.. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). Diposkan oleh diimas di 22:14 1 komentar: winda mengatakan. berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut. Terimakasih. Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar.3 Kritik dan saran Demikianlah makalah ini.. integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara. tingkat suku bunga. . hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran.. semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama.. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. sbg refrensi saya. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. komprehensif. Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. Sebagai solusi pengangguran. 3. saya bisa minta daftar pustaka dari makalah ini ga.pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus).

peraturan yang menghambat inventasi. hambatan dalam proses ekspor impor. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta bekerja ekstra keras. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja.BAB 1 PENDAHULUAN 1. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah daripada kenyataan riil yang ada di lapangan. kata Deded. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. dan lain-lain. Selain masalah kemacetan lalu lintas. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Deded Sukandar. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. jumlah pengangguran di DKI selalu meningkat setiap tahun.002 orang. Hingga Agustus 2008 ini.2Perumusan Masalah Meski menyandang predikat sebagai kota besar sekaligus Ibukota Negara. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. 1. menurut Deded. Kepala Disnakertrans DKI mengatakan peningkatann jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov DKI saja. Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran . perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. dan buta huruf. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.1Latar Belakang Penelitian Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Buktinya. Oleh karenanya. Bisa saja dalam kenyataannya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan angka resmi itu. Sebab. menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pension atau cacad jasmani. yang disebabkan antara lain. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. Saat ini. Sedangkan yang di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari kerja. tingginya jumlah pengangguran di DKI disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke Jakarta. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah ke Jakarta. Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka. Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran.

serta untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan juga untuk mengetahui bagaiamana sikap pemerintah dalam mengatasi pengangguran. maka penulisan tugas makalah ini dikelompokan dalam 4 bab.3Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarnya pengangguran yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan pengangguran serta masyarakat juga dapat bertindak langsung dalam upaya mengatasi masalah pengangguran. 1. Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai tugas Softskill program Diploma III Jurusan Manjemen Pemasaran. 1. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. BAB IV ◊ PENTUP Penutup ini berisi mengenai Saran serta Kritik dan Daftar pustaka.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah pengangguran.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai masalah pengangguran 2.5Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian ini.1 Pengertian pengangguran Pengertian penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja. BAB II LANDASAN TEORI 2. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2008. yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut : BAB 1 ◊ PENDAHULUAN Pada bab ini berisi mengenai latar belakang. manfaat penelitian. metode penelitian serta sistematikan penulisan BAB II ◊ LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi mengenai pengertian serta factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan Jenis pengangguran BAB III ◊ ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini dibahas mengenai berbagai masalah masalah dalam pengangguran serta pemecahan solusi dalam masalah ini.6Sistematika Penulisan Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai makalah ini. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal Jakarta dan mana yang berasal dari luar Jakarta. perumusan masalah. 1. 3. hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabangan dalam kegiatan penelitian selanjutnya.4Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1. mencatat serta melihat keadaan secara langsung maupun dari pemberitaan media elektronik selain itu penulis juga mendapatkan informasi ini melalui internet. tujuan penelitian. penulis memakai metode observasi dengan membaca. Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu .ini. 1.

penurunan ini mungkin di sebabkan kemrosotan harga – harga komoditas. Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya Pengangguran Terbuka.sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup. 2. dan ekspor produksi industri itu sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari Negara. tetapi juga proporsi mereka dari keseluruhan tenaga kerja telah menjadi bertambah tinggi. Pengangguran Stuktural. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku.2 Keadaan Masalah pengangguran Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Kemrosotan ini mengakibatkan perusahaan – perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. Pengangguran ini pada umumnya terjadi di sector pertanian atau jasa. Contohnya banyak Negara berkembang terjadi bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya di perlukan supaya dia dapat menjalankan kegiatannya secara efisien. Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan kerja yang lebih rendah dari pada bertambahan tenaga kerja. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Wujudnya barang baru yang lebih baik. Para pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja. dan sebagian pekerja terpaksa di berhentikan dan menjadi penganggur. Kolusi dan Nepotisme. di sebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi . Oleh karenanya. di beberapa Negara miskin bukan saja jumlah pengangguran menjadi bertambah besar. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing.3Jenis pengangguran Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya Pengangguran Normal atau Friksional yaitu pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari tenaga kerja. Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tergolong sebagai penganggur. Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan . Pengangguran bermusim. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industry tersebut menurun. Di pabrik-pabrik ada kalanya robot telah menggantikan pekerjaan manusia.kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. Pengangguran teknologi. 2. tetapi karena sedang mencari kerja yang lebih baik. misalnya : di Negara-negara produsen bahan mentah pertanian. Lebih malang lagi. Misalnya pelayan retoran yang lebih banyak dari yang di perlukan. kebanyakan investor asing tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena biaya ekonominya sangat tinggi akibat masih kuatnya praktek Korupsi.Negara lain. di sebabkan oleh penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. Pengangguran Siklikal . Pengangguran ini terutama terdapat di sector pertanian atau perikanan. Pengangguran Tersembunyi.

Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari dalam seminggu atau satu hingga empat jam sehari. di dalam suatu rumah tangga harus ada yang mempunyai pekerjaan guna memenuhi kebutuhannya. Keterampilan yang di sediakan Seperti menjahit.Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga. 2. 2. Salah satunya ada dengan meningkatkan peranan Balai Latihan Kerja (BLK) 2. 2. dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja. Contohnya.1 Sikap Pemerintah 1. karena semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi kasus kejahatan. tata boga. Sebagai akibatnya perkembangan ekonomi yang terlambat berakibat pangangguran memburuk. Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama.Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat 3.Menyediakan lowongan pekerjaan dari tahun ke tahun 2. 3 Mutu para lulusan BLK yaitu memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi. perusahaan motor bahkan instansi pemerintahan daerah setempat.Memperbaiki pembagian pendapatan Tujuan Bersifat social dan politik 1. sambungnya.4 Kebijakan Pemerintah Beberapa Tujuan Kebijakan Pemerintah Tujuan Bersifat Ekonomi 1.Mewujudkan kestabilan politik. dalam perekonomian yang tingkat penganggurannya tinggi masyarakat sering kali melakukan demontrasi dan mengemukakan kritik atas pemimpin pemerintah dan ini dapat menghambat kegiatan ekonomi. perusahaan garmen. 3.5 Tindakan Pemerintah Tindakan pemerintah dalam mengatasi pengangguran: mengurangi pajak mendorong lebih banyak investasi membari subsidi -Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat . dan keterampilan lainnya yang diperlukan oleh hotel.terpaksa menganggur.Memperbaiki pembagian pendapatan . Setengah Menganggur. Menangani Lapangan Pekerjaan Sikap Pemerintah pada saat bertambahnya para penganggur dan juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya. komputer. Dari 60 orang yang menempuh pelatihan kerja di sana. Apabila dalam masa di atas para penyadap karet dan nelayan tidak dapat pekerjaan lain maka terpaksa menganggur. di BLK Jakarta Timur. bengkel.seharusnya pemerintah membuka kursus untuk ketermpilan bagi masyarakat. hampir 50 persen diminta beberapa perusahaan untuk menjadi pegawai mereka.Menghindari masalah kejahatan. .Menambah keterampilan masyarakat BAB III ANALISA PEMECAHAN MASALAH 3.Menghindari masalah kejahatan . di sebabkan karena jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal.

sehingga tidak ada lagi warga yang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.5 Dampak Negatif dari pengangguran dan Penuntasanya Seperti:beragamnya tindakan kriminal. . Saat ini. Tetapi upaya mengurangi pengangguran bukanlah hal yang mustahil.Untuk menekan arus urbanisasi. 3. Jakarta akan menampung masyarakat yang dating dari provinsi lain. padat karya dll disamping strategi jangka panjang seperti pemerataan wilayah pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan desentralisasi. pengemis. aborsi. anak jalanan. Dari hasil pelatihan tersebut. prostitusi. Karena di daerahnya telah memberikan kesempatan pekerjaan yang lebih luas dari ibukota. tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korbansosial dari penyakit sosial ini sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupankemanusiaan yang beradab. Cara yang realistis dalam jangka pendek mengurangi pengangguran adalah memberdayakan sektor informal. angkayang kurang akurat tidak akan menghasilkan perumusan kebijakan yang tajam danlangkah-langkah penanganan yang saksama. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkankorban-korban sosial yang tidak ternilai. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawabi sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi Bangsa kita. Namun bukan berarti sektor formal diabaikan. mantan Walikota Jakarta Pusat ini menyatakan perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi lain. Tentunya untuk menghilangkan pengangguran dalam situasi kehidupan ekonomi Bangsa yang sedang morat-marit ini adalah sesuatu yang tidak mungkin. Dengan azas otonomi daerah. Disnakertrans telah mengadakan pelatihan kerja sama bengkel dengan Perusahaan Toyota Astra. Menurunnya kualitas sumber daya manusia. 3. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal.2 Mengenai Tingkat Penganguran Terjadi karena Urbanisasi tidak bisa di tekan ini terlihat pada setiap akhir tahun seusai labaran . Disnakertrans juga membina kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mengadakan pelatihan keterampilan.4 Kepedulian Masyarakat Mengapa kita peduli terhadap angka-angka tersebut? Pertama. perdagangan anak. Toyota Astra akan melihat peserta didik yang dinilai berkualitas baik lalu diajak bergabung untuk bekerja di perusahaannya 3. Karena itu persoalah pengangguran ini harussecepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik. pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus kankeryang sulit diberantas. masalah pengangguranberdampak luas terhadap kehidupan sosial dan politik yang pada gilirannya akanmemukul balik kestabilan makro-ekonomi yang telah dicapai dengan susah payah. Kedua. maka sudah waktunya sektor informal ini didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran.4 Disnakertrans bekerja sama Cara lainnya. Ketidak Stabilan angka Pengangguran Salah satunya disebabkan jumlah pencari kerja lebih banyak dari lowongan kerja yang ditawarkan dan penempatan kerja dari pencari kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan perusahaan-perusahaan. pembangunan di luar Jakarta harus dapat diakselarasikan dengan di ibukota. Sector informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global.

bukan saja sumber nafkah.maka upaya pertama(penyadaran) .6 sebab langsung(direct causes) Ada beberapa sebab langsung(direct causes) terjadinya pengangguran besar-besaran di Indonesia yakni: 1) terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. pangan dan papan menjerumuskan sebagaian besar manusia Indonesia ke jurang kemelaratan. PHK disebabkan oleh perusahaan bangkrut. Harus lebih banyak diskusi dan sharing pengalaman untuk membangkitkan gairah mereka di dalam situasi-situasi sulit menghadapi kerasnya kehidupan sebagai penganggur. sangat membantu di dalam prosesnya sehingga tidak menimbulkan kebosanan.7 Sebagai pihak yang Netral kaum akademisi/intelektual atau LSM harus menciptakan modelmodel penyadaran ini sebagai cara menjembatani(bridging the gap) keadaan yang sekarang dengan keadaan yang diinginkan. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang. Budaya KKN ini disebabkan oleh pemerintahan yang kotor(tidak bersih). Untuk mengatasi masalah ini.Keterbatasan mereka di dalam pendidikan sangat mudah dijadikan alat komoditas politik untuk melakukan berbagai konflik sosial di tengah masyarakat Pengangguran erat kaitannya dengan kemiskinan dan kemelaratan. 3. Metode-metode ceramah dan bersifat menggurui harus dihindari mengingat pesertanya adalah para penganggur yang kehilangan matamepencaharian. pola sikap dan pola tindak yang positip dalam rangka menciptakan kehidupan sosial yang baik di kalangan para penganggur kurang terdidik ini harus dibangun dalam konteks penghormatan terhadap martabat manusia(human dignity) itu sendiri. Kondisi menganggur adalah kondisi dimana segala-galanya hilang dan tercabut dari seseorang. Sebab langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. Masih bisa dicari lagi sebab-sebabnya misalnya dekadensi(kemerosotan moral). Bisa saja usaha penyadaran ini bagi sebagian besar penganggur dirasakan membuang-buang waktu karena mereka harus mencari kerja untuk bisa menghidupi anak istrinya atau keluarganya. 3. film. 4) Rasionalisasi karyawan dll. Krisis ekonomi disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS). slide. Krisis moneter disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia. tetapi juga recognition(pengakuan) dan harga diri. Kredit macet disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997. kolusi dan nepotisme (KKN) yang menggurita dan sistematik pada semua lembaga negara dan swasta. 3) Pemulangan TKI ke Indonesia. Usaha mengkomunikasikan segala hal yang bertujuan agar terbentuk pola pikir. Kerusakan ekonomi ini disebabkan oleh adanya mental korup. Tidak tercapainya pemenuhan kebutuhan ekonomi ini akan menciptakan masalah-masalah social. Berbagai cara penyadaran dengan penggunaan audio visual. Kehilangan jati diri inilah yang membuat orang yang menganggur akan mengalami stress yang tinggi dan apabila tidak mampu dikendalikan maka akan menjadi depresi yang mengarah kepada sakit mental atau gila. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. 2) Kelangkaan Lapangan Kerja. Karena pertimbangan itulah maka proses penyadaran ini harus melibatkan banyak pihak termasuk para psikolog dan psikiater.

lancar TKI pintar. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern karena struktur angkatan kerja.keamanan. Kebutuhan para penganggur dan keluarganya dalam jangka pendek adalah kebutuhan akan makan dan minum Pemenuhan kebutuhan dasar ini harus didahulukan dan menjadi perhatian utama. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas9.8 Upaya Memecahkan masalah Penganguran Abraham Maslow menyebut 5 kebutuhan manusia dalam 5 tingkatan hierarkis yaitu : 1 ) kebutuhan akan makan. Tenaga-tenaga para penganggur kurang terdidik ini bisa dimanfaatkan di kegiatan-kegiatan padat karya sehingga mereka bisa mendapatkan kembali harga dirinya yang telah hilang oleh karena terkena pemutusan hubungan kerja atau karena tidak adanya ketrampilan di dalam bekerja. Bahkan menurut Bambang Widianto.diikuti dengan upaya yang kedua yang lebih konkret dan realistis yakni Pemberdayaan secara ekonomis dan social Penyadaran melalui pembentukan sikap dan mental yang dilakukan pada tahap pertama di atas harus diikuti dengan pemberdayaan tahap kedua yang lebih bersifat ekonomis dan konkret. . pekerja dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan Sekolah Dasar (SD) ke bawah. minum dan pakaian. aktualisasi diri Ultimate goal Masyarakat sejahtera Masyarakat bermartabat Negara kuat Goal/core objective Upaya intervensi tdk ada PHK tersedianya TKI dibutuhkan ekspansi usaha lap. 4) kebutuhan akan penhargaan dan 5) kebutuhan akan aktualisasi diri. Alderfer memformulsikannya menjadi tiga dan disebutnya ERG 1) kebutuhan akan Eksistensi. Karena para penganggur berpendidikan rendah ini sangat banyak maka mereka bisa disalurkan dalam kegiatan-kegiatan padat karya yang bias mendatangkan upah bagi mereka.tinggi tak langsung kredit lancar aktivitas ekon.kerja langsung upaya intervensi Perusahaan pertumbuhan demand thdp TKI efisiensi usaha tinggi maju ekon. 3) kebutuhan akan rasa memiliki atau sosial.trampil ekonomi membaik stabilitas moneter bersih dari KKN bersih clean goverment clean goverment clean goverment Note : Semua variable bersifat positif Seperti terlihat pada pohon tujuan di atas. ada sejumlah elemen yang menjadi faktor penentu ada tidaknya pekerjaan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung seperti: 1) tersedianya lapangan kerja. 2) dibutuhkannya Tenaga Kerja Indonesia(TKI) di luar negeri. 2)kebutuhan akan keselamatan. 3) adanya ekspansi usaha. 2)kebutuhan akan Relatedness(hubungan) dan 3) kebutuhan akan Growth(pertumbuhan) meliputi penghargaan. Pada pemberdayaan ekonomi ini 3. 4) adanya jaminan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja dan sebagainya.

pengangguran telah menjadi kuman penyakit sosial yang relatif cepat menyebar. 10 September 2003 6. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Dilema Pembauran Golongan Minoritas Cina.Bab IV Kesimpulan dan Penutup Pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial. Gramedia. Harian Pos Kupang. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi pembangunan. 25 Oktober 2003. berbahaya dan beresiko tinggi menghasilkan korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia. Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran./ Beritajakarta. Dok. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja.com 14 Kompas Kamis 5 Februari 2009 BAB I PENDAHULUAN A. Jelamu Ardu Marius. pelacuran. maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. 8. 1999. jula beli anak. John Naisbit dan Patricia A. Buku Ekonomi Pembangunan.com 13. yang . Undang-Undang Otonomi Daerah No. Conyer Diana. Studi Kasus di Kupang NTT. Novermber 2003. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. 11. 9. Delapan Jalan Menuju Perubahan. Tesis. 7. kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi. 20 Juni 2003. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. 27 September 2003. martabat dan harga diri manusia. DAFTAR PUSTAKA 1.Sadono Penerbit Raja Grafindo Persada. Hadi . 2. Dilihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial. 22 tahun 1999 10. Jakarta. WWW. Harian Kompas. Buku Makro Ekonomi ‘Teori Pengantar’ Edisi ketiga. 3. 4. Adalah fakta bahwa berbagai kejahatan sosial seperti pencurian/penodongan/perampokan. 5. anak jalanan dan lain-lain merupakan dampak dari pengangguran. Prayitno. Keadaan Penganggur dan Setengah Pengangguran. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hudup(pekerjaan). Suarapublika. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.Google. Penerbit Ghalia Indonesia 12. Pascasarjana UI. 1993. Harian Kompas. Sukirno. 1994. Harian Kompas.

B. yang hingga saat ini tingkat produktivitasnya masih tergolong rendah.XXIV-Juni 2004 C.87 juta orang.33 juta orang hanya berpendidikan SD kebawah.6 juta orang.03 TH. sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. Pada tahun 2002. Ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja yang tersedia adalah bagi golongan berpendidikan rendah. Sumber : Majalah Nakertrans Edisi . upah rendah.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). Selain itu terdapat sebanyak 2.8 juta orang. Selanjutnya 63. Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu. (Sumber: Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia. dan lain-lain. Sasaran Sasaran yang diharapkan. Sekitar 44. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5. jumlah orang yang bekerja adalah sebesar 91. sebesar 9.5 persen pada tahun 2009.33 persen kesempatan kerja ini berada disektor pertanian. hambatan dalam proses ekspor impor. yang mengakibatkan produktivitas rendah. Meningkatnya jumlah tenaga kerja formal dari 36.65 juta orang menjadi 108. Seluruh gambaran di atas menunjukkan bahwa kesempatan kerja di Indonesia mempunyai persyaratan kerja yang rendah dan memberikan imbalan yang kurang layak. Tingkatkan perluasan lapangan kerja dari 91. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan.96 pesen menjadi 5. Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik . Ciri lain dari kesempatan kerja Indonesia adalah dominannya lulusan pendidikan SLTP ke bawah.7 juta.71 persen menjadi 60 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009. peraturan yang menghambat inventasi. meliputi Pengendalian Jumlah Angkatan kerja peningkatan Kualitas angkatan Kerja.13 juta penganggur terbuka.65 persen menjadi 20 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009. pada tahun 2002 berjumlah 28. 45. dirumuskan sebagai berikut : Menurunnya jumlah penganggur terbuka dari 0. 29 Juni 2004. 11 Pebruari 2004). pembinaan Hubungan Industrial. Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan.disebabkan antara lain. peningkatan Efektivitas Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja. Menurunnya jumlah setengah penganggur dari 28. Keadaan lain yang juga mempengaruhi pengangguran dan setengah pengangguran tersebut adalah keadaan kesempatan kerja. Masalah pengangguran dan setengah pengangguran tersebut di atas salah satunya dipengaruhi oleh besarnya angkatan kerja.7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless). ini berarti bahwa angkatan kerja di Indonesia kualitasnya masih rendah. Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002. Pada sisi lain.97 juta orang. Untuk mencapai hal tersebut disusun strategi. kebijakan dan program-program yang perlu terus dibahas untuk menjadi kesepakatan semua pihak. Terbangunnya jejaring antara pusat dengan seluruh Kabupaten/kota. Angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2002 sebesar 100. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans.54 persen menjadi 15 persen pada tahun 2009. Keadaan Angkatan Kerja dan Keadaan Kesempatan Kerja.79 juta dari kesempatan kerja yang tersedia tersebut berstatus informal. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. Menurunnya jumlah angkatan kerja usia sekolah dari 20. Mereka ini didominasi oleh angkatan kerja usia sekolah (15-24 tahun) sebanyak 20. Implikasinya adalah produktivitas tenaga kerja rendah.

33 19. baik pada menengah pertama maupun pada menengah atas.7 juta.47 .02 persen pada 1998. yaitu angkatan kerja berpendidikan menengah ke atas dan tidak bekerja. terjadi peningkatan pengangguran berpendidikan menengah ke atas (SMTA. Ini mencakup pengangguran yang muncul karena peralihan antar kerja oleh tenaga kerja.57 persen pada 1982 menjadi 5.91 2.67 persen dan pengaruh krisis ekonomi yang berkepanjangan. Pertama. periode 1982-1998. Konsep lainnya adalah under employment. Pasca krisis moneter.90 32. Keempat. gap tersebut semakin membengkak tajam.61 16. Ini disebabkan pertambahan angkatan kerja baru jauh lebih besar dibanding pertumbuhan lapangan kerja produktif yang dapat diciptakan setiap tahun. Namun tingkat pengangguran 5.Diploma I 0.Selain masalah upah. Angka ini sebenarnya masih di sekitar tingkat pengangguran natural (Natural Rate of Unemployment). sekitar 45 persen tenaga kerja bekerja di bawah 35 jam per minggu atau setara dengan 25 persen pengangguran penuh. laju peningkatan pengangguran di sekolah menengah kejuruan lebih rendah daripada sekolah menengah umum. Akademi dan Sarjana) secara signifikan dari 26 persen menjadi 57 persen.69 11. Ketiga.44 SLTA Umum 12. persentase peningkatan tingkat pengangguran berpendidikan sarjana adalah paling tinggi. pada 1998. yakni tenaga kerja yang jumlah jam kerjanya tidak optimal karena ketiadaan kesempatan untuk bekerja.30 24. Di samping masalah tingginya angka pengangguran. Berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik) sampai Mei 1997. Suatu tingkat yang sangat serius dan membahayakan dalam pembangunan nasional.74 40. Kedua. Pada tahun 1998 tingkat pengangguran mencapai 5.7 persen berarti terdapat 4. Dengan jumlah angkatan kerja 92. yang melonjak dari 0. suatu tingkat yang secara alamiah mustahil dihindarkan.61 3. khususnya dalam kaitannya dengan strategi serta kebijakan perekonomian dan pendidikan nasional.94 .79 16.7 persen tersebut sebenarnya adalah angka pengangguran terbuka (open unemployment). atau meningkat hampir 120 persen.13 SLTA Kejuruan 12. Sebenarnya tingkat pengangguran ini relatif kecil dibanding tingkat pengangguran di beberapa negara industri maju di Eropa di tahun 90-an yang bahkan mencapai dua digit.5 juta orang penganggur. Jika ditambah angka pengangguran terbuka 2. Di luar pengertian tersebut.86 Diploma 0. total pengangguran nyata bisa mencapai 35-40 persen.68 23. yang termasuk juga rawan adalah pengangguran tenaga terdidik.09 SLTP 11. Pola Pengangguran Dari tabel di bawah mengungkapkan beberapa hal menarik. terdapat sejumlah besar penganggur yang dalam konsep ekonomi termasuk dalam kualifikasi pengangguran terselubung (disguised unemployment). yakni penduduk angkatan kerja yang benar-benar menganggur.74 0. pengangguran 5.7 persen. Fenomena ini patut diantisipasi sebab cakupannya berdimensi luas. yakni tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya disebabkan lemahnya permintaan tenaga kerja. persoalan mendasar ketenagakerjaan di Indonesia saat ini menyangkut tingkat pengangguran. Tabel Struktur Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan (%) Pendidikan 1982 1995 1998 SD ke bawah 61. hampir separuh (49 persen) penganggur ternyata berpendidikan menengah atas (SMTA Umum dan Kejuruan).

Kesenjangan ini memang sudah sering diangkat ke permukaan sampai lahirnya konsep link and match. 1985. Tampaknya gejala tersebut diakibatkan pola perkembangan industri saat ini yang kurang berbasis pada permasalahan nasional yang sifatnya seolah labor surplus padahal karena permintaan yang kecil. 1995. mahalnya biaya juga menjadi kendala utama. sementara sektor sekunder dan tersier hanya meningkat 3 persen dari 23 persen.57 3. sehingga terjadi pendayagunaan tenaga kerja terdidik yang tidak optimal. perhatian juga sudah seharusnya diberikan pada pengembangan industri yang lebih berorientasi pada penyerapan tenaga kerja terdidik yang tidak hanya jumlahnya besar tetapi juga tumbuh dengan sangat cepat. lapangan kerja masih didominasi sektor-sektor subsistensi yang tidak membutuhkan tenaga kerja berpendidikan. paling tidak sudah memiliki bekal keterampilan yang dibutuhkan untuk masuk dunia kerja.032 lowongan kerja terdaftar. pada saat angkatan kerja terdidik meningkat dengan pesat. selain tempat terbatas. . Di lain pihak kontribusi sektor primer terhadap PDB turun sebesar 9 persen menjadi 15 persen sementara sektor sekunder dan tersier meningkat sekitar 14 persen menjadi 27 persen. Kedua.Diploma II 1. kualitas tenaga kerja nasional meningkat disebabkan dua hal. Menurut data Sub Direktorat Informasi Pasar Kerja. pada hal untuk masuk ke dunia perguruan tinggi. Periode 1980-98. Secara makro ini juga disebabkan transformasi struktur ekonomi dari sektor primer (pertanian) ke sektor sekunder dan tersier (industri dan jasa) tidak diikuti transformasi penyerapan tenaga kerja.53 Universitas 0. dari 254. ternyata lowongan kerja yang belum terisi cenderung meningkat serta porsinya terhadap lowongan kerja relatif besar. Berbagai perubahan menyangkut penjurusan di tingkat menengah atas tampaknya tidak akan mampu menjawab permasalahan kualitas angkatan kerja golongan pendidikan ini. Apa yang terjadi sekarang adalah. di samping membangun industri skala besar yang sifatnya padat modal dan teknologi. penyerapan tenaga kerja sektor primer turun 9 persen menjadi 47 persen. sedangkan paling rendah lulusan SD dan diploma satu (D1) sekitar 10 persen.87 2. Selain itu. Pertama. Ini menimbulkan gejala supply induce di mana tenaga kerja terdidik yang jumlahnya cukup besar memberi tekanan kuat terhadap kesempatan kerja di sektor formal yang jumlahnya relatif kecil. terdapat 15 persen lowongan kerja yang tidak dapat terisi. di tengah membengkaknya jumlah penganggur. Depnaker April 1998. sejauh mana konsep tersebut tertuang dalam kerangka yang lebih operasional.. kurikulum SMTA Umum sekarang mendapat proporsi keterampilan praktis sehingga bilamana lulusan SMTA tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi. berbagai kebijakan di bidang pendidikan nasional membawa peningkatan pada kualitas pendidikan formal angkatan kerja. Dengan demikian. Sekitar 50 persen di antaranya adalah angkatan kerja berpendidikan sarjana dan sarjana muda.02 Sumber: Statistik Tahunan Indonesia. 1998 Beberapa Sebab Secara kualitatif. Masalahnya. Perlu juga penanganan serius terhadap tingginya persentase lulusan SMTA Umum yang menganggur (lebih tinggi daripada SMTA Kejuruan). Tingginya proporsi lowongan kerja untuk sarjana dan sarjana muda yang belum terisi menunjukkan adanya kesenjangan antara kualitas penawaran tenaga kerja (dunia perguruan tinggi) dengan kualitas permintaan tenaga kerja (dunia usaha). Hal ini karena pada dasarnya SMTA Umum dipersiapkan untuk memasuki perguruan tinggi. Seharusnya.86 5. mayoritas angkatan kerja berpendidikan SMTA Umum bekerja di sektor perdagangan dan sektor informal yang produktivitasnya relatif rendah. pembangunan ekonomi pada tingkat tertentu berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga masyarakat lebih mampu membiayai pendidikan formal dan mengakomodasi makanan bergizi yang membantu kualitas tenaga kerja. Akan tetapi.

Pengangguran Terus Bertambah Kolapsnya perekonomian Indonesia sejak krisis pada pertengahan 1997 membuat kondisi ketenagakerjaan Indonesia ikut memburuk.807 juta).9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2. pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tidak pernah mencapai 7-8 persen. bila tidak diimbangi dengan penjembatanan secara struktural. setengah penganggur sukarela (24.010 juta). dari 4. Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan.6 juta tenaga kerja. otomatis penyerapan tenaga kerja juga ada. pada 2002: usia kerja (148. Sementara itu. tentunya hanya akan menyerap 1.35 juta. Padahal. data pekerja dan pengangguran menunjukkan. jumlah penganggur terbuka mencapai 4.812 juta). dapat ditekan menjadi 1. pada 1997. Ada tiga asumsi yang menjadi harapan untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran. tapi juga harus ditangani dari hulu.18 juta menjadi 11. tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 400 ribu orang. Akan tetapi. tinggal di pulau Jawa dan berlokasi di daerah perkotaan. Bayangkan. penduduk yang kerja (90.422 juta). angkatan kerja (100. 2000 (5. beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) sudah menerapkan hal ini di mana banyak praktisi bisnis menjadi dosen-dosen PTS.0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4. perdagangan.Secara fungsional. angkatan kerja (98.0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1. angka pengangguran terbuka di Indonesia terus menaik. peneliti dan praktisi niscaya sulit untuk mempersempit gap tersebut. Jika pertumbuhan ekonomi ada.13 juta) dan 2003 (11.4 persen. masalah pengangguran erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. BAB II MASALAH A. Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 3-4 persen.1 persen. pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun dapat ditekan dari 2. Didominasi oleh penganggur usia muda.647 . 2002 (9.35 juta). Sejak itu. misalnya dengan berbagai proyek kerjasama penelitian antara dunia usaha dengan perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa. Angka Pengangguran Indonesia Naik Sejak 1997 sampai 2003. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. Pertama. Ketiga. pendidikan dan ekonomi. dosen. penganggur terbuka (8. penduduk yang kerja (91. Tiap Tahun.730 juta).005 juta). dapat ditingkatkannya pertumbuhan ekonomi menjadi 6. Intensitas permasalahan juga lebih banyak terjadi pada penganggur wanita dan pengaggur terdidik. Kedua. B.5 juta pertahun. pada 1999 (6. Sehingga. jasa dan industri. setiap tahun pasti ada sisa. Setiap pertumbuhan ekonomi satu persen.81 juta). Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu.7 persen pada periode 2005-2009. pengangguran juga banyak mencakup berpendidikan rendah.03 juta). Selanjutnya. Pengangguran dan setengah pengangguran merupakan permasalahan di muara yang tidak bisa diselesaikan pada titik itu saja. pada 2001: usia kerja (144. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja. sementara pencari kerja mencapai rata-rata 2. Selain usia muda. Sektor di hulu yang banyak berdampak pada pengangguran dan setengah pengangguran adalah sektor kependudukan.005 juta). transformasi sektor informal ke sektor formal dapat dipercepat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan terutama di sektor pertanian. 2001 (8.18 juta.033 juta). yang secara perlahan membawa perubahan pada kurikulum.779 juta). setengah penganggur terpaksa (6.

Ketiga. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja.393) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans. sisa perkara (6. hingga “terpaksa” harus melahirkan paket Undang Undang Serikat Pekerja.867) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (110. jumlah putusan (117. jumlah putusan (95). sisa perkara (2. jasa dan industri. Sisa perkara (321) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans. setengah penganggur sukarela . Tapi pemecahan persoalan tidak semudah itu. Ditjen Binawas Jumlah Perkara dan Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Kasus PHK (2. Sebenarnya. baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. jumlah putusan (2. setengah penganggur terpaksa (28. Ditjen Binawas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 2001: Perkara yang masuk (2.0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1. persoalan terus datang. sisa perkara (4.933). lihatlah data berikut: Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) 2001: Perkara yg Masuk (81). Jumlah putusan (91).0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4.413) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans. tenaga kerja PHK (110. sisa perkara (223. Kedua.632) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara yang masuk (2.175).415) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (2.565). ditekan menjadi 1.098).357). Sejak 2000.4 persen. tenaga kerja yang terlibat (61.9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2. pertumbuhan ekonomi ditingkatkan menjadi 6. jelas masalah buruh dan pengusaha seakan juga menjadi bom waktu . terutama di sektor pertanian.juta). Tenaga Kerja PHK (114. Ditjen Binawas Jumlah Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Perkara yang masuk (114.845) 2002: Kasus pemogokan (220). jumlah putusan (98. Jumlah Putusan (80).175).906). sisa perkara (205. penganggur terbuka (9.445).1 persen. perdagangan.145). tenaga kerja yang terlibat (109. Bicara soal ketenagakerjaan tidak akan lepas dari persoalan buruh dan pengusaha yang tiap hari kian mencuat ke permukaan.132 juta). kasus PHI (101) 2003: Kasus PHK (12.869 juta). tenaga kerja yang terlibat (769. Ditjen Binawas Berdasarkan data di atas. Ditjen Binawas Pemogokan 2001: Kasus Pemogokan (174). jumlah putusan (1. yaitu pertama. jumlah putusan (1. untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran bisa saja dicapai lewa tiga asumsi dasar. Sisa*) Perkara (73) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara masuk (101).445). Ketenagakerjaan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).933).790) Sumber: Depnakertrans. mempercepat transformasi sektor informal ke sektor formal. Selesaikan masalah? Tunggu dulu. sisa perkara (189) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara masuk (95). pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun ditekan dari 2.980).160).7 persen pada periode 2005-2009.145).142) 2003: Kasus pemogokan (146). kasus PHI (95) Sumber: Depnakertrans.

kemungkinan kita akan dikejar oleh Vietnam. Tuntutan kesejahteraan buruh itu. Informal yang jumlahnya jelas lebih banyak ini.yang tiap saat bisa meledak dan menghancurkan kerangka ketenagakerjaan Indonesia. Sisanya. buruh sebenarnya mau berkompromi untuk menunda pemenuhan hak yang mereka tuntut. Soal paketan UU Ketenagakerjaan boleh jadi harus menjadi perhatian serius. lebih dari 60 persen angkatan kerja Indonesia ada di sektor informal. Tapi pemerintah jangan menaikkan . itu namanya tidak baik dan mampu berkompetisi. tapi kembalikan ke buruh. adanya pernyataan beberapa ekonom yang mengatakan. ada jaminan kesehatan dan lainnya. memang harus ada berbagai jaminan. ada di sektor formal. akan diikuti juga perusahaan lainnya. jelas menguntungkan pasar bebas itu. Jelas. adalah hak buruh yang bisa dipahami. penggunaan keuntungan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) untuk kepentingan buruh dan pengusaha. jelas makin hari makin terjadi PHK. 62. pegawai negeri dan lainnya yang memang mempunyai jaminan perlindungan. buruh bisa save biaya transportasi dan memberikan hidup yang lebih layak. tentunya tidak mempunyai jaminan sama sekali: satu perbandingan yang tidak sehat. compete tidak? Jika upah buruh naik. Bagi pengusaha. Tentunya. Artinya. kompetisi usaha Indonesiapun semakin menurun.. Bahkan. produktifitas tidak naik. kenaikan upah minimum akan menyumbang pengangguran sebesar satu persen. Jumlah buruh di 2665 perusahaan tekstil dan produksi tekstil serta terkait dengan industri tesktil dan produksi tekstil saja mencapai 4. seperti tiap bulan mendapatkan gaji tetap. tidak perlu harus mengeluarkan UU baru yang ternyata menguntungkan pasar bebas. Investasi akan semakin tidak mampu masuk. banyak industri berubah jadi trading. bukan sekadar mendapatkan win-win solution. tutupnya perusahan elektronik SONY dan DOSON yang memproduksi sepatu Reebok. UU Ketenagakerjaan justru membuat pengusaha menutup perusahaannya yang kemudian menurunkan kesempatan meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan. Fakta hubungan buruh dan pengusaha tidak bisa serta merta terselesaikan dengan hadirnya UU Ketenagakerjaan dan PPHI. impor. itu dulu deh. dan upah minimum bukan penyebab utama pengangguran itu. Celakanya. Bahkan. Tidak heran saat ini. normatif ketenagakerjaan Indonesia bagaimana. Dana Jamsostek yang surplus sekitar satu triliun rupiah itukan bisa dikembalikan ke buruh dengan membangun perumahan buruh yang tersebar di sekitar sentra industri. Di sisi lain. Pertanyaannya.5 persen pangsa pasar tenaga kerja itu ada di desa. Soal buruh dan pengusaha. Belum di industri lainnya. industri tidak bersaing sehingga terjadi deindustrialisasi dan jadilah pedagang. kesejahteraan buruhpun jadi terhambat. apakah hak upah minimum itu berkorelasi dengan pengangguran? Soal pengangguran itu jelas terkait dengan krisis ekonomi yang tidak bisa diselesaikan pemerintah.7 juta. upah minimumnya. Tapi yang bisa di berikan saat ini adalah yang sesuai dengan dukungan ekonomi kita. tapi juga memperhatikan kepentingan publik. Tidak ada korelasi. Kemungkinan. sebenarnya banyak yang bisa dilakukan pemerintah. Janganlah pemerintah mengambil deviden dari Jamsostek. Karena berdasarkan riset ILO (International Labour Organization) 2-3 tahun terakhir. itu tidak ada masalah. Tanpa ada kemampuan yang didukung ekonomi nasional. Karena investor akan melihat. Cina dan Thailand bukanlah kompetitor lagi. UU yang baru ini jelas memberatkan pengusaha. Tidak apa-apa upah tidak dinaikkan untuk sementara. Satu contoh yang mungkin pengusaha dan buruh lainnya juga sepakat. Laos dan Kamboja. Komponen pengeluaran besar buruh adalah penginapan dan transportasi. Ditambah lagi. sehingga terjadi pengangguran yang tentunya. uruh itu hanya concern pada dua hal: PHK dan penyelesaian perselisihan. Tapi siapa yang akan memberikan pekerjaan? Soal ketenagakerjaan memang menjadi hal pokok dalam menggerakkan iklim investasi. bekerja di perusahaan.

bersama-sama mengatasi masalah ini. Umumnya negara berkembang. sebagai usaha mandiri. supaya juga bisa membuat tolak ukur. antara lain terciptanya kesempatan kerja produktif dan remunerative. Selama ini Depnakertranas sudah menyebarkan informasi dan mendorong ke arah wira-usaha. maupun pola-pola pemberian kredit bank. seperti yang kita alami sekarang ini. Depnakertrans juga mencoba “menyentil” instansi lain untuk peduli terhadap masalah pengangguran. baik lewat tenaga kerja pemuda mandiri professional. Untuk 2002 saja. Pemdalah yang . Untuk itu. kecil-menengah. Daerah tidak pernah meng-update data yang ada. Kemudian diikuti sektor kelautan. kemungkinan besar akan semakin parah dan mengganggu sendi-sendi pembangunan lainnya. lalu masalah pengembangan penerapan teknologi tepat guna. antara lain: identifikasi dan pemilihan program. Bagaimana mungkin Depnaker bisa menjalankan programnya jika basis data saja tidak punya? Sudah pernah di mintakan ke Pemda. harus bersama-sama. Konsolidasi ini. Tapi Depnakertrans mengaku. aspek penanggulangan pengangguran harus dijadikan sebagai titik perhatian. Pemda hanya mengharapkan PAD. Dengan cara ini. Selain itu. dimana. atau hanya bersifat supplemen bilamana keadaan terlalu memaksa. Depnaker tidak mampu mengatasi pengangguran. motivator. sampai dengan 40 persen. sektor pertanian menyerap tenaga kerja. perencana. Untuk itu seluruh komponen bangsa. Depnakertrans hanya mempunyai dana 40-41 milyar rupiah dan dibagikan ke seluruh Indonesia. Dengan otonomi daerah. Idealnya untuk penanggulangan penganggur ini. Depnakertrans diberikan dana sekitar 1 trilyun rupiah agar sampai tenaga kerja sarjana bisa di tampung dan fokuskan pada pengembangan desa. koordinasi pelaksanaan. Karena desa memerlukan ahli. fasilitator. pengawasan dan lain-lain. sejahtera dan berkembang dan tidak menganggur. Yang mampu mengatasinya adalah semua sektor. pemerintah dan masyarakat sendiri. Yang di dorong itu pencari kerjanya. seperti kelurahan dan desa. Untuk menanggulangi masalah penganggur dan setengah penganggur. Jelas. Sampai sekarang Depnakertrans juga belum mempunyai peta potensi wilayah dan pengangguran sampai ke daerah terkecil. mencakup berbagai aspek penting. Masalahnya. jumlah pengangguran terus bertambah. Bila hal ini benar-benar terjadi. Kebijakan itu perlu ditempuh untuk menghindari dampak negatif yang lebih besar dari sekadar dampak negatif. Programnya mencakup pelatihan dan upaya-upaya pendorongan ke wira-usaha. redistribusi pendapatan dalam bentuk seperti pengalihan subsidi BBM tidak perlu lagi dilakukan. Fakta tetap mengatakan. Data-data menunjukkan. efek netto dari hasil pembangunan yang diperkirakan akan semakin baik di masa mendatang perlu didistribusikan kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk. 54-60 persen sektor informal mampu menampung pencari kerja. tidak pernah memikirkan bagaimana masyarakatnya makmur. Praktek dan rill di lapangan. Tanpa harus mengabaikan core-programe masing-masing instansi atau pihak terkait. pembiayaan. membuat gambaran: berapa sektor kerja dan tenaga kerja yang riil ada. dinamisator masyarakat desa. Seperti pertanian. Ketidak-stabilan peta politik dan keamanan. pendorong dan pemberi wacana-wacana. Tapi tidak pernah ada. mau tidak mau. termasuk instansi-instansi pemerintah yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan ketenaga-kerjaan untuk harus segera mengkonsolidasikan diri. pemerintah pusat hanyalah pembuat kebijakan. dimana diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. latar-belakangnya dan potensi wilayah yang ada. Indonesia akan berada pada bibir jurang kehancuran yang sulit dihindarkan.harga barang. anggaran yang dimiliki sangat terbatas untuk mendorong kesempatan kerja. departemen pertanian dan kelautan misalnya. Dana Jamsostek itu juga seharusnya bisa dijadikan solusi dalam hal kesejahteraan buruh. seperti data penganggur. listrik dan layanan publik lainnya dong. semua mata serasa tertuju ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) sebagai operator (pemerintah) penyelesaian soal ketenagakerjaan ini. harusnya mampu memperluas kesempatan pekerjaan di sektor mereka sendiri. tenaga kerja terdidik.

Tampaknya. Kegiatan yang dilaksanakan adalah: a. Meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga nasional maupun internasional .225 orang. jika bicara soal ketenagakerjaan. Belum lagi bicara soal banyaknya tenaga kerja asing yang masuk dan mengisi pekerjaan di Indonesia. . 2.764 orang.855 orang. terbukti pada lomba ketrampilan se-Asia pada dua tahun lalu. SDM nantinya mampu mengisi lowongan pekerjaan dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan. Tidak kompetitifnya SDM Indonesia. Pemberian ijin tenaga kerja asing (IKTA) sebanyak 19. . Merumuskan pedoman atau petunjuk teknis. ada beberapa tugas yang bisa dilakukan direktoratnya: pembinaan yang menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia. .485 orang. Apalagi. Pemberian bantuan peralatan kepada 78 lembaga pelatihan BLK/LLK dan 12 pondok pesantren. 2003 telah dilaksanakan : 1.800 orang. . penempatan dan produktivitas tenaga kerja.Pengembangan model perluasan kerja 685 orang.Terapan teknologi tepat guna 4. Untuk itu. mengimplementasikan dan mensosialisasikan kebijakan pembinaan yang bertujuan untuk : 1. Membangun sistem peningkatan kualitas tenaga kerja . SDM Indonesia ditempatkan pada posisi 112 dari 117 negara yang diteliti. Depnakertrans lewat Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri juga mempunyai program dan kegiatan yang diarahkan untuk pencapaian Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja serta Program Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Pengembangan Kesempatan Kerja. Selain mempunyai Rencana Tenaga Kerja Nasional 2004-2009. eletronik dan lainnya itu.276 orang. . hingga SDM bisa bekerja secara produktif. 6. 3.Pelatihan institusional : 14. b. Pelaksanaan pemagangan ke Jepang sebanyak 4.Pelatihan Magang : 1. . 3.088 orang. Indonesia hanya memperoleh perunggu untuk kompetisi di bidang otomotif.280 orang. 4. . TKI saja .Pelatihan MTU : 20.Pembinaan dan pendayagunaan anak jalanan dan pedagang asongan 690 orang. Apalagi. .734 orang.561 orang meliputi : . Penempatan Tenaga Kerja AKAD : 21.A. .Pelatihan kewirausahaan : 2. harus benar-benar menjadi perhatian Depnakertrans. tenaga kerja sarjana dan tenaga kerja mandiri terdidik sebanyak 67.Pelatihan melalui anggaran DPKK-TKI : 2. “SDM kita belum mampu bersaing. Meningkatkan kualitas pelayanan di Bidang Perluasan Kesempatan Kerja dan Penempatan Kerja . kita upayakan agar dengan standar kompetisi. semua perencanaan yang “terkesan” bagus itu.Penciptaan wirausaha baru 2. Karena tenaga kerja Indonesia belum mampu mengisinya.Padat karya produktif 44.898 orang.Pelatihan Teknisi :1.317 orang.951 orang meliputi : . 2. Pelatihan ketrampilan sebanyak 42. 7. Mendorong peranan masyarakat luas di Bidang Ketenagakerjaan meliputi pelatihan.Pendayagunaan tenaga kerja pemuda mandiri profesional. Saat itu.mengurusi semuanya. . 4. Perluasan lapangan kerja bagi 120. dalam T. Pelatihan untuk angkatan kerja khusus seperti penyandang cacat dan lanjut usia sebanyak 1.790 orang 5.200 orang.589 orang. penempatan.

pasar luar negeri. tetapi harus memanfaatkan ekspor. penjabarannya ada di daerah. Tidak adil jika penanaman modal asing (PMA) langsung hanya diukur dari perizinan yang diberikan BKPM. pembangunan sistem irigasi. Sekarang. Tahun 2004 pemerintah menggerakkan ekspor agar pada tahun 2005 ekspor mulai meningkat dan investor akan merasa lebih pasti lagi dalam menanamkan modalnya. semoga tahun ini kita dapat menunjukkan apa artinya (pertumbuhan ekonomi) naik dari empat persen ke lima persen. obligasi korporasi. apa lagi fasilitas yang bisa kita tawarkan kepada mereka Tidak banyak. Dalam kenyataannya. tahun 1996. nasib ketenagakerjaan akan semakin memburuk sampai ada kejelasan pada 2006. ekspor nonmigas ditargetkan tumbuh mencapai tujuh persen dari tahun sebelumnya. pusat hanya pembuat kebijakan. perekonomian Indonesia harus menggalakkan ekspor dan investasi. sudah disiapkan angka-angka yang benar-benar dapat dipercaya dan mewakili jumlah PMA langsung yang masuk ke Indonesia. pembangunan pembangkit tenaga listrik yang baru. sektor informal bisa di persiapkan. jika ingin kembali ke tingkat pertumbuhan ekonomi enam persen. penanaman modal bergeser dari sekadar pembelian reksa dana. terkait dengan semangat otonomi daerah. Hal itu dapat dicapai melalui penetrasi pasar dan penguatan daya saing. BAB III PEMBAHASAN A. tingkat kemiskinan Indonesia akan kembali ke posisi sebelum krisis. investasi yang di lakukan baru investasi prasarana. Sejak otonomi daerah.8-5. Untuk tahun 2004. dan tahun-tahun berikutnya baru di dorong migrasi tenaga kerja di sektor informal menuju sektor formal. investasi harus digalakkan. Padahal. yang masuk ke BKPM adalah persetujuan untuk perusahaan yang meminta fasilitas. Untuk tingkat pengangguran. Sekadar dengan mengerem investasi dan mempergunakan subsidi langsung. Sekitar 2005. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. Alasannya. Ini berarti. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tujuh persen. Diharapkan. Oleh karena itu.masih dalam posisi menengah. tingkat kemiskinan di Indonesia sebetulnya sekarang sudah kembali ke waktu kita mau masuk krisis. Sementara tingkat pengangguran terbuka tahun 2003 tercatat 10 juta orang. Sehingga pada 2006. C. Tahun 2004 ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 4. Tax holiday sama sekali tidak termasuk fasilitas perpajakan yang dimaksud. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis Jika perekonomian tumbuh lima persen pada tahun 2004.3 persen. pusat dan daerah terputus. seperti proyek sejuta rumah. Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 tercatat 4. Jika berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi lima persen tahun 2004 ini. dan surat utang negara menuju penggunaan dana untuk penanaman modal langsung. Untuk mencapai pertumbuhan lima persen. Penanggulangan Pengangguran di Indonesia . Banyak investasi yang juga sudah masuk ke Indonesia. Soal penanggulangan pengangguran dan perencanaan tenaga kerja nasional seharusnya juga ada di tiap daerah. proyek 700 km jalan tol. tetapi tidak membutuhkan fasilitas. di tingkatkan sektor formal. Salah satu unsur penguatan daya saing adalah pemberian fasilitas perpajakan.0 persen. dan proyek banjir kanal timur di Jakarta. perekonomian Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi dan pasar dalam negeri. Selanjutnya. Tingkat kemiskinan sudah lebih baik daripada waktu krisis. Indonesia dapat mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan.

Dalam pembangunan Nasional. Zulkarnaen Karim. DR. . Palgunadi. Lima orang tokoh dari pemerintah provinsi. sumber utama kemiskinan. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. UPN Veteran Jakarta. perwakilan pengusaha. kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. Sitanggang. Gerakan tersebut dicanangkan dalam satu Deklarasi GNPP yang diadakan di Jakarta 29 Juni 2004. perwakilan perguruan tinggi. serta masyarakat seluruhnya untuk berupaya mengatasi pengangguran. pemerintah kabupaten/kota. pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. Kesadaran dan dukungan sebagaimana diwujudkan dalam kesepakatan GNPP tersebut. pengusaha. LSM. bahwa GNPP ini dimaksudkan untuk membangun kepekaan dan kepedulian seluruh aparatur dari pusat ke daerah. merekaadalah Gubernur Riau H. menjadi beban keluarga dan masyarakat. sebaiknya segera dibentuk Badan Koordinasi Perluasan Kesempatan Kerja. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. B. menandatangani deklarasi tersebut. Berdasarkan kondisi diatas perlu dilakukan Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP) dengan mengerahkan semua unsur-unsur dan potensi di tingkat nasional dan daerah untuk menyusun kebijakan dan strategi serta melaksanakan program penanggulangan pengangguran. maka diperlukan penanganan khusus secara terpadu program aksi penciptaan dan perluasan kesempatan kerja khusus bagi kaum muda oleh semua pihak. Mengingat 70 persen penganggur didominasi oleh kaum muda.P. Bambang Ismawan. menjadi beban keluarga dan masyarakat. Walikota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. bahwa untuk itu. Menurut para deklarator tersebut. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. mereka adalah sebagian kecil dari para tokoh yang memandang masalah ketenagakerjaan di Indonesia harus segera ditanggulangi oleh segenap komponen bangsa.Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar. Rusli Zainal. Bina Swadaya. Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP). J. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung. kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. pendamping. T. Salah satu tolok ukur kebijakan nasional dan regional haruslah keberhasilan dalam perluasan kesempatan kerja atau penurunan pengangguran dan setengah pengangguran. Setyawan. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.ABAC. Dalam deklarasi itu ditegaskan. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak. sumber utama kemiskinan. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup.M.

meliputi keadaan pengangguran dan setengah pengangguran. baik pemerintah maupun swasta harus dikaitkan dengan penciptaan kesempatan kerja yang seluas-luasnya. Dalam proses penyusunan ini telah dilakukan beberapa kali pembahasan di lingkungan Depnakertrans sendiri. dengan Tripartit secara terbatas (Apindo dan beberapa Serikat Pekerja). Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia.. bahwa secara konstitusional. Dalam konteks ini kiranya paparan tersebut masih relevan untuk diinformasikan. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. minyak. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. pakaian. Setiap orang harus mengkonsumsi beras. Kedua Pasal UUD 1945 ini perlu menjadi perhatian bahwa upaya-upaya penanganan pengangguran yang telah dilaksanakan selama ini masih belum memenuhi harapan. maupun dunia pendidikan. " Memperhatikan kompleksnya permasalahan pengangguran. Selanjutnya Menakertrans menyatakan. Selanjutnya secara lebih konkrit pada Pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa : " tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan " dan pada Pasal 28 D ayat (2) menyatakan bahwa:" Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja". C. dan keadaan kesempatan kerja. Hal ini berarti. tutur Menteri Jacob Nuwa Wea. dan juga pembahasan dengan beberapa Departemen dan Bappenas. Oleh karena itu. Selain itu. Bekerja berarti memiliki produksi. serta mendorong segera dapat dirumuskan Konsepsi Penanggulangan Pengangguran. Karena itu.. Depnakertrans dengan mengikut sertakan pihak-pihak terkait sedang menyusun konsepsi penanggulangan pengangguran. pemerintah berkewajiban untuk menyediakan pekerjaan dalam jumlah yang cukup. sepatu. Sementara itu dalam Raker dengan Komisi VII DPR-RI 11 Pebruari 2004 yang lalu. Konsepsi. serta sasaran yang akan dicapai. akan tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. produktif dan remuneratif. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. Menakertrans Jacob Nuwa Wea dalam penjelasannya juga berkesempatan memaparkan konsepsi penanggulangan pengangguran di Indonesia. bahwa pembukaan UUD 1945 mengamanatkan: ". energi listrik. Menyadari bahwa upaya penciptaan kesempatan kerja itu bukan semata fungsi dan tanggung jawab Depatemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. masih memerlukan waktu dan dukungan biaya sehingga pada akhirnya dapat dirumuskan suatu Konsepsi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat". dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa . disadari bahwa penyusunan konsepsi tersebut masih perlu didiskusikan dan dikembangkan lebih lanjut dengan berbagai pihak yang lebih luas. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. politik dan kemiskinan. untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. apa pun alasan dan . pihak pemerintah baik pusat maupun daerah... keadaan angkatan kerja. gula.". jasa dan sebagainya setiap hari. Dalam salah satu bagian paparannya Menteri menyebutkan. dunia usaha. antara lain sangat dibutuhkan masukan dan dukungan sepenuhnya dari Anggotra DPR-RI yang terhormat khususnya Komisi VII. dalam penyusunan kebijakan dan program masing-masing pihak. utamanya upaya penanggulangan pengangguran. Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya.menunjukan suatu kepedulian dari segenap komponen bangsa terhadap masalah ketenagakerjaan.

Kepribadian yang matang. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. Itu merupakan tuntutan utama dan mendasar di era globalisasi dan informasi yang sangat kompetitif dewasa ini dan di masa-masa mendatang. tingkat suku bunga. profesional dan bertanggung jawab. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. sumber daya manusia maupun keuangan (finansial). Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. ada juga kebijakan mikro (khusus). integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara. Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait. Pertama. Secara teknis dan rinci. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Ketiga. Keempat. Kebijakan Mikro Selain itu. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Kebijakan ini dapat diimplementasikan menjadi gerakan nasional melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan yang kompeten untuk itu Kedua. dinamis dan kreatif memiliki tujuan dan visi yang jauh ke depan. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya.bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Dengan membangun lembaga itu. diharapkan setiap pribadi sanggup mengaktualisasikan potensi terbaiknya dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). setiap penganggur di Indonesia akan tercatat dengan baik dan mendapat perhatian khusus. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam. komprehensif. Itu semua . Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. kesuksesan yang hakiki berawal dari sikap mental kita untuk berani berpikir dan bertindak secara nyata. Hal itu dapat dilakukan serentak dengan pendirian Badan Jaminan Sosial Nasional dengan embrio mengubah PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) menjadi Badan Jaminan Sosial Nasional yang terdiri dari berbagai devisi menurut sasarannya. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional. sepenuh hati. berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut. berani mengambil tantangan serta mempunyai mindset yang benar. tulus. Dengan demikian. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. jujur matang. bernilai dan berkualitas bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas. Sebagai solusi pengangguran. Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara. keberadaaan lembaga itu dapat disusun dengan baik. Perlu diyakini oleh setiap orang. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal.

gedung. Kelima. Kesembilan. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. dan lingkungan yang tidak sehat. Akibatnya. antara lain sumber daya manusianya (brainware). Tentunya badan itu diperlengkapi dengan lembaga pelatihan (Training Center) yang kompeten untuk jenis-jenis keterampilan tertentu yang sangat banyak peluang di negara lain. BAB IV PENUTUP A. atau orang yang baru masuk ke pasar kerja. Bagi pemerintah Daerah yang memiliki lahan cukup. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). keuangan dan aset lainnya yang memadai dapat membangun Badan Usaha Milik Daerah Pengerahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri (BUMD-PJTKI). segera mengembangkan potensi kelautan kita. Di samping itu. misalnya. Sampah. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Hal-hal yang paling sedikit yang dapat dikembangkan untuk menciptakan lapangan kerja bagi para penggemar sesuai pendidikannya. penurunan permintaan produksi industri tertentu dan seterusnya. Kesimpulan . Pengembangan lembaga itu mencakup. perangkat lunak (software). Ketujuh. Sisdiknas perlu reorientasi supaya dapat mencapai tujuan pendidikan secara optimal. seperti sampah. keterampilannya. dan sebagainya. Kesepuluh. Pihak-pihak yang terlibat sangat banyak dan kompleks sehingga hal itu perlu dicegah dengan berbagai cara terutama penyempurnaan berbagai kebijakan. Keenam. Perlu seleksi lebih ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. Lembaga itu dapat disebutkan sebagai job center dan dibangun dan dikembangkan secara profesional sehingga dapat membimbing dan menyalurkan para pencari kerja. penurunan produktivitas. umurnya penganggur terbuka atau setengah penganggur. Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan. perlu dibuat peraturan tersendiri tentang pengiriman TKI ke luar negeri seperti di Filipina. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil (skilled). manajemen dan keuangan. terdiri dari bahan organik yang dapat dijadikan kompos dan bahan nonorganik yang dapat didaur ulang. justru sebaliknya bermuara pada PHK yang berarti menambah jumlah penganggur. Semuanya mempunyai nilai ekonomis tinggi dan akan menciptakan lapangan kerja. perangkat keras (hardware). bukan hanya tidak mampu menciptakan lapangan kerja baru. Potensi kelautan Indonesia perlu dikelola lebih baik supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif dan remuneratif. PHI dewasa ini sangat banyak berperan terhadap penutupan perusahaan. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. Lembaga itu dapat di bawah lembaga jaminan sosial penganggur atau bekerja sama tergantung kondisinya. perbankan. Karena itu. pengendalian banjir.perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan investasi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Sampah sebagai bahan baku pupuk organik dapat diolah untuk menciptakan lapangan kerja dan pupuk organik itu dapat didistribusikan ke wilayah-wilayah tandus yang berdekatan untuk meningkatkan produksi lahan. Kedelapan. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulaupulau yang sangat potensial sebagai negara maritim. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya.

khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. 2004 Levi Silalahi . Kesembilan. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Kedelapan. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Kedua. Kritik dan saran Demikianlah makalah ini. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. 2004 . Ketiga. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis. Pengangguran Terus Bertambah. Jakarta Daulat Sinuraya. Media Indonesia. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Keenam. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). Elwin Tobing. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. Kelima. seperti sampah. DAFTAR PUSTAKA --------------. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Terimakasih. Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik. Pertama. 29 Juni 2004. Keempat. B. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan. segera mengembangkan potensi kelautan kita. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Kompas. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Suara Pembaruan Daily. Kesepuluh. Depnakertrans. 11 Pebruari 2004. pengendalian banjir. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Selain itu. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. tingkat suku bunga. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). ada juga kebijakan mikro (khusus). semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. dan lingkungan yang tidak sehat. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan.Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. Ketujuh. 2004 Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia.

ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.002 orang. 2004 Statistik Tahunan Indonesia. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Jakarta. jumlah pengangguran di DKI selalu meningkat setiap tahun. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah ke Jakarta. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. Tiap Tahun. Bisa saja dalam kenyataannya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan angka resmi itu. Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah daripada kenyataan riil yang ada di lapangan. hambatan dalam proses ekspor impor. menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pension atau cacad jasmani. yang disebabkan antara lain. Oleh karenanya. dan lain-lain. Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka.03 TH. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja . pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. peraturan yang menghambat inventasi.Majalah Nakertrans Edisi .2Perumusan Masalah Meski menyandang predikat sebagai kota besar sekaligus Ibukota Negara. 1. 1998 VN:F [1. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. 1995. dan buta huruf. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun.1Latar Belakang Penelitian Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Hingga Agustus 2008 ini. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah.XXIV-Juni 2004 Muchamad Nafi.8_931] BAB 1 PENDAHULUAN 1. Selain masalah kemacetan lalu lintas. Sedangkan yang di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari kerja. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. 1985. Angka Pengangguran Indonesia Naik. Buktinya. Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku.6.Tempo Interaktif.

tingginya jumlah pengangguran di DKI disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke Jakarta. kata Deded. 1. 1. menurut Deded. yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut : BAB 1 ◊ PENDAHULUAN Pada bab ini berisi mengenai latar belakang. Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran ini. serta untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan juga untuk mengetahui bagaiamana sikap pemerintah dalam mengatasi pengangguran. 3. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2008.6Sistematika Penulisan Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai makalah ini. hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabangan dalam kegiatan penelitian selanjutnya. manfaat penelitian. .3Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarnya pengangguran yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. Kepala Disnakertrans DKI mengatakan peningkatann jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov DKI saja. Saat ini. tujuan penelitian. Deded Sukandar.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan pengangguran serta masyarakat juga dapat bertindak langsung dalam upaya mengatasi masalah pengangguran. perumusan masalah. penulis memakai metode observasi dengan membaca. metode penelitian serta sistematikan penulisan BAB II ◊ LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi mengenai pengertian serta factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan Jenis pengangguran BAB III ◊ ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini dibahas mengenai berbagai masalah masalah dalam pengangguran serta pemecahan solusi dalam masalah ini. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai tugas Softskill program Diploma III Jurusan Manjemen Pemasaran.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah pengangguran. maka penulisan tugas makalah ini dikelompokan dalam 4 bab.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai masalah pengangguran 2.4Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia.dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta bekerja ekstra keras. Sebab. 1.5Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian ini. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal Jakarta dan mana yang berasal dari luar Jakarta. mencatat serta melihat keadaan secara langsung maupun dari pemberitaan media elektronik selain itu penulis juga mendapatkan informasi ini melalui internet. 1.

Para pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industry tersebut menurun. BAB II LANDASAN TEORI 2. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Pengangguran Stuktural. Wujudnya barang baru yang lebih baik. Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya Pengangguran Terbuka. . Pengangguran teknologi. Lebih malang lagi. 2.Negara lain. di sebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi . Pengangguran Siklikal .3Jenis pengangguran Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya Pengangguran Normal atau Friksional yaitu pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari tenaga kerja. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. di beberapa Negara miskin bukan saja jumlah pengangguran menjadi bertambah besar. Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan kerja yang lebih rendah dari pada bertambahan tenaga kerja. di sebabkan oleh penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia.2 Keadaan Masalah pengangguran Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. 2. Di pabrik-pabrik ada kalanya robot telah menggantikan pekerjaan manusia. Kemrosotan ini mengakibatkan perusahaan – perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. Kolusi dan Nepotisme. dan sebagian pekerja terpaksa di berhentikan dan menjadi penganggur. dan ekspor produksi industri itu sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari Negara. tetapi juga proporsi mereka dari keseluruhan tenaga kerja telah menjadi bertambah tinggi. tetapi karena sedang mencari kerja yang lebih baik. Oleh karenanya.1 Pengertian pengangguran Pengertian penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing.kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut.penurunan ini mungkin di sebabkan kemrosotan harga – harga komoditas.BAB IV ◊ PENTUP Penutup ini berisi mengenai Saran serta Kritik dan Daftar pustaka. misalnya : di Negara-negara produsen bahan mentah pertanian. Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup. kebanyakan investor asing tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena biaya ekonominya sangat tinggi akibat masih kuatnya praktek Korupsi. Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tergolong sebagai penganggur.

Misalnya pelayan retoran yang lebih banyak dari yang di perlukan.Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga.Menambah keterampilan masyarakat BAB III ANALISA PEMECAHAN MASALAH 3. perusahaan motor bahkan instansi pemerintahan daerah setempat. 2.Mewujudkan kestabilan politik.1 Sikap Pemerintah 1. Pengangguran ini terutama terdapat di sector pertanian atau perikanan. di sebabkan karena jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal.Pengangguran Tersembunyi. 3. Contohnya banyak Negara berkembang terjadi bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya di perlukan supaya dia dapat menjalankan kegiatannya secara efisien. Menangani Lapangan Pekerjaan Sikap Pemerintah pada saat bertambahnya para penganggur dan juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya. bengkel. Apabila dalam masa di atas para penyadap karet dan nelayan tidak dapat pekerjaan lain maka terpaksa menganggur. Pengangguran ini pada umumnya terjadi di sector pertanian atau jasa.Menghindari masalah kejahatan.Memperbaiki pembagian pendapatan Tujuan Bersifat social dan politik 1. tata boga. 2.Menyediakan lowongan pekerjaan dari tahun ke tahun 2.4 Kebijakan Pemerintah Beberapa Tujuan Kebijakan Pemerintah Tujuan Bersifat Ekonomi 1. . Salah satunya ada dengan meningkatkan peranan Balai Latihan Kerja (BLK) 2. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari dalam seminggu atau satu hingga empat jam sehari. Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur.5 Tindakan Pemerintah Tindakan pemerintah dalam mengatasi pengangguran: mengurangi pajak mendorong lebih banyak investasi membari subsidi -Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat . 2. dan keterampilan lainnya yang diperlukan oleh hotel. komputer. karena semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi kasus kejahatan. Keterampilan yang di sediakan Seperti menjahit. di dalam suatu rumah tangga harus ada yang mempunyai pekerjaan guna memenuhi kebutuhannya. Sebagai akibatnya perkembangan ekonomi yang terlambat berakibat pangangguran memburuk.Menghindari masalah kejahatan .seharusnya pemerintah membuka kursus untuk ketermpilan bagi masyarakat.Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat 3. dalam perekonomian yang tingkat penganggurannya tinggi masyarakat sering kali melakukan demontrasi dan mengemukakan kritik atas pemimpin pemerintah dan ini dapat menghambat kegiatan ekonomi. Setengah Menganggur. Pengangguran bermusim.Memperbaiki pembagian pendapatan .

2 Mengenai Tingkat Penganguran Terjadi karena Urbanisasi tidak bisa di tekan ini terlihat pada setiap akhir tahun seusai labaran .4 Kepedulian Masyarakat Mengapa kita peduli terhadap angka-angka tersebut? Pertama. pembangunan di luar Jakarta harus dapat diakselarasikan dengan di ibukota. Disnakertrans telah mengadakan pelatihan kerja sama bengkel dengan Perusahaan Toyota Astra. Cara yang realistis dalam jangka pendek mengurangi pengangguran adalah memberdayakan sektor informal. Tetapi upaya mengurangi pengangguran bukanlah hal yang mustahil. 3. tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korbansosial dari penyakit sosial ini sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupankemanusiaan yang beradab. mantan Walikota Jakarta Pusat ini menyatakan perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi lain. Karena di daerahnya telah memberikan kesempatan pekerjaan yang lebih luas dari ibukota. 3.3 Mutu para lulusan BLK yaitu memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi. Disnakertrans juga membina kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mengadakan pelatihan keterampilan. Dari 60 orang yang menempuh pelatihan kerja di sana. Saat ini. Tentunya untuk menghilangkan pengangguran dalam situasi kehidupan ekonomi Bangsa yang sedang morat-marit ini adalah sesuatu yang tidak mungkin. 4 Disnakertrans bekerja sama Cara lainnya.Untuk menekan arus urbanisasi. angkayang kurang akurat tidak akan menghasilkan perumusan kebijakan yang tajam danlangkah-langkah penanganan yang saksama. Sector informal dinilai sangat membantu . Dari hasil pelatihan tersebut. Ketidak Stabilan angka Pengangguran Salah satunya disebabkan jumlah pencari kerja lebih banyak dari lowongan kerja yang ditawarkan dan penempatan kerja dari pencari kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan perusahaan-perusahaan. perdagangan anak. Karena itu persoalah pengangguran ini harussecepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik. aborsi. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkankorban-korban sosial yang tidak ternilai. Toyota Astra akan melihat peserta didik yang dinilai berkualitas baik lalu diajak bergabung untuk bekerja di perusahaannya 3. hampir 50 persen diminta beberapa perusahaan untuk menjadi pegawai mereka. masalah pengangguranberdampak luas terhadap kehidupan sosial dan politik yang pada gilirannya akanmemukul balik kestabilan makro-ekonomi yang telah dicapai dengan susah payah. Contohnya. pengemis. Jakarta akan menampung masyarakat yang dating dari provinsi lain. dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja. padat karya dll disamping strategi jangka panjang seperti pemerataan wilayah pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan desentralisasi. prostitusi. sambungnya. Menurunnya kualitas sumber daya manusia.5 Dampak Negatif dari pengangguran dan Penuntasanya Seperti:beragamnya tindakan kriminal. pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus kankeryang sulit diberantas. sehingga tidak ada lagi warga yang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. perusahaan garmen. Kedua. Dengan azas otonomi daerah. di BLK Jakarta Timur. Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama. anak jalanan.

3. maka sudah waktunya sektor informal ini didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran. sangat membantu di dalam prosesnya sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawabi sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi Bangsa kita. Harus lebih banyak diskusi dan sharing pengalaman untuk membangkitkan gairah mereka di dalam situasi-situasi sulit menghadapi kerasnya kehidupan sebagai penganggur. pola sikap dan pola tindak yang positip dalam rangka menciptakan kehidupan sosial yang baik di kalangan para penganggur kurang terdidik ini harus dibangun dalam konteks penghormatan terhadap martabat manusia(human dignity) itu sendiri. Keterbatasan mereka di dalam pendidikan sangat mudah dijadikan alat komoditas politik untuk melakukan berbagai konflik sosial di tengah masyarakat Pengangguran erat kaitannya dengan kemiskinan dan kemelaratan. tetapi juga recognition(pengakuan) dan harga diri. pangan dan papan menjerumuskan sebagaian besar manusia Indonesia ke jurang kemelaratan. Kondisi menganggur adalah kondisi dimana segala-galanya hilang dan tercabut dari seseorang. PHK disebabkan oleh perusahaan bangkrut.7 Sebagai pihak yang Netral kaum akademisi/intelektual atau LSM harus menciptakan modelmodel penyadaran ini sebagai cara menjembatani(bridging the gap) keadaan yang sekarang dengan keadaan yang diinginkan. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang. Krisis moneter disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia. Tidak tercapainya pemenuhan kebutuhan ekonomi ini akan menciptakan masalah-masalah social. 4) Rasionalisasi karyawan dll. Kredit macet disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997. Kerusakan ekonomi ini disebabkan oleh adanya mental korup. Usaha mengkomunikasikan segala hal yang bertujuan agar terbentuk pola pikir. Kehilangan jati diri inilah yang membuat orang yang menganggur akan mengalami stress yang tinggi dan apabila tidak mampu dikendalikan maka . Masih bisa dicari lagi sebab-sebabnya misalnya dekadensi(kemerosotan moral). film. bukan saja sumber nafkah. Sebab langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. 3. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal. Budaya KKN ini disebabkan oleh pemerintahan yang kotor(tidak bersih). Metode-metode ceramah dan bersifat menggurui harus dihindari mengingat pesertanya adalah para penganggur yang kehilangan matamepencaharian. 2) Kelangkaan Lapangan Kerja.6 sebab langsung(direct causes) Ada beberapa sebab langsung(direct causes) terjadinya pengangguran besar-besaran di Indonesia yakni: 1) terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Namun bukan berarti sektor formal diabaikan. kolusi dan nepotisme (KKN) yang menggurita dan sistematik pada semua lembaga negara dan swasta. Berbagai cara penyadaran dengan penggunaan audio visual. Krisis ekonomi disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS). slide.menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. 3) Pemulangan TKI ke Indonesia.

kerja langsung upaya intervensi Perusahaan pertumbuhan demand thdp TKI efisiensi usaha tinggi maju ekon. Pada pemberdayaan ekonomi ini 3. Karena para penganggur berpendidikan rendah ini sangat banyak maka mereka bisa disalurkan dalam kegiatan-kegiatan padat karya yang bias mendatangkan upah bagi mereka. Kebutuhan para penganggur dan keluarganya dalam jangka pendek adalah kebutuhan akan makan dan minum Pemenuhan kebutuhan dasar ini harus didahulukan dan menjadi perhatian utama.keamanan. Untuk mengatasi masalah ini. pekerja dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan Sekolah Dasar (SD) ke bawah.tinggi tak langsung kredit lancar aktivitas ekon.trampil ekonomi membaik stabilitas moneter bersih dari KKN bersih clean goverment clean goverment clean goverment Note : Semua variable bersifat positif Seperti terlihat pada pohon tujuan di atas. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern karena struktur angkatan kerja. Karena pertimbangan itulah maka proses penyadaran ini harus melibatkan banyak pihak termasuk para psikolog dan psikiater. aktualisasi diri Ultimate goal Masyarakat sejahtera Masyarakat bermartabat Negara kuat Goal/core objective Upaya intervensi tdk ada PHK tersedianya TKI dibutuhkan ekspansi usaha lap.akan menjadi depresi yang mengarah kepada sakit mental atau gila.8 Upaya Memecahkan masalah Penganguran Abraham Maslow menyebut 5 kebutuhan manusia dalam 5 tingkatan hierarkis yaitu : 1 ) kebutuhan akan makan. ada sejumlah elemen yang . 3) kebutuhan akan rasa memiliki atau sosial.maka upaya pertama(penyadaran) diikuti dengan upaya yang kedua yang lebih konkret dan realistis yakni Pemberdayaan secara ekonomis dan social Penyadaran melalui pembentukan sikap dan mental yang dilakukan pada tahap pertama di atas harus diikuti dengan pemberdayaan tahap kedua yang lebih bersifat ekonomis dan konkret. lancar TKI pintar. 2)kebutuhan akan Relatedness(hubungan) dan 3) kebutuhan akan Growth(pertumbuhan) meliputi penghargaan. Bisa saja usaha penyadaran ini bagi sebagian besar penganggur dirasakan membuang-buang waktu karena mereka harus mencari kerja untuk bisa menghidupi anak istrinya atau keluarganya. Bahkan menurut Bambang Widianto. Tenaga-tenaga para penganggur kurang terdidik ini bisa dimanfaatkan di kegiatan-kegiatan padat karya sehingga mereka bisa mendapatkan kembali harga dirinya yang telah hilang oleh karena terkena pemutusan hubungan kerja atau karena tidak adanya ketrampilan di dalam bekerja. 4) kebutuhan akan penhargaan dan 5) kebutuhan akan aktualisasi diri. minum dan pakaian. Alderfer memformulsikannya menjadi tiga dan disebutnya ERG 1) kebutuhan akan Eksistensi. 2)kebutuhan akan keselamatan. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas9.

Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga. Gramedia. 22 tahun 1999 10. John Naisbit dan Patricia A. Sukirno. Harian Kompas. Novermber 2003. 11. Buku Ekonomi Pembangunan. 1993. Jelamu Ardu Marius. 2. pelacuran. Suarapublika. Adalah fakta bahwa berbagai kejahatan sosial seperti pencurian/penodongan/perampokan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. 10 September 2003 6. WWW. 3.Google. 1999. 25 Oktober 2003.Sadono Penerbit Raja Grafindo Persada. 2) dibutuhkannya Tenaga Kerja Indonesia(TKI) di luar negeri. Undang-Undang Otonomi Daerah No. Harian Pos Kupang. 20 Juni 2003. Jakarta. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hudup(pekerjaan). Studi Kasus di Kupang NTT. Hadi . anak jalanan dan lain-lain merupakan dampak dari pengangguran. Harian Kompas. DAFTAR PUSTAKA 1. Prayitno. 9. 4.com 13. 3) adanya ekspansi usaha. Harian Kompas. Bab IV Kesimpulan dan Penutup Pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial. Dilihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial. 27 September 2003. 8. Tesis. kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi./ Beritajakarta. 1994. Penerbit Ghalia Indonesia 12. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi pembangunan. Buku Makro Ekonomi ‘Teori Pengantar’ Edisi ketiga. 5. Pascasarjana UI.com 14 Kompas Kamis 5 Februari 2009 . Delapan Jalan Menuju Perubahan. 7.menjadi faktor penentu ada tidaknya pekerjaan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung seperti: 1) tersedianya lapangan kerja. maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. 4) adanya jaminan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja dan sebagainya. pengangguran telah menjadi kuman penyakit sosial yang relatif cepat menyebar. Dok. Conyer Diana. martabat dan harga diri manusia. Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran. jula beli anak. Dilema Pembauran Golongan Minoritas Cina. berbahaya dan beresiko tinggi menghasilkan korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia.

Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran. sedang mencari kerja. bekerja kurang dari dua hari selama seminggu. pedagang durian yang menanti musim durian. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. 2011 by laillamardianti Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali. dilakukan oleh lebih banyak orang. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. • Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. . informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.Pengangguran dan Cara Mengatasinya Published April 17. • Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Jenis & macam pengangguran • Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Untuk mengatasi masalah tersebut. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural. 4. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. Cara-cara Mengatasi Pengangguran Ada berbagai cara mengatasi pengangguran.Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. yaitu: 1. . pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja. pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. Pengelolaan Permintaan Masyarakat Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk mengatasi pengangguran musiman. Menurut Keynes. Di sejumlah Negara. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja. Dalam situasi normal. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Masalah tersebut adalah persoalan informasi. 2. 3. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. dilakukan oleh lebih banyak orang. kampus. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan. perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. dan balai latihan kerja.

. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. yaitu: 1. terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk mengatasi pengangguran musiman. 6.shvoong. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural. Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja. Masalah tersebut adalah persoalan informasi. perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja.com/social-sciences/economics/2119555-cara-cara-mengatasipengangguran/#ixzz1Ja2LiLqy www. 2. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. 5. pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. dan balai latihan kerja.google. Pengelolaan Permintaan Masyarakat Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah. 3. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil. perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita. atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu.Pengangguran tidak disengaja. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan. Sumber: http://id. kampus. Wiraswasta Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu. sebaliknya. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Untuk mengatasi masalah tersebut.wikipedia.org www. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa.com Ada berbagai cara mengatasi pengangguran.

pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. sebaliknya. Pengangguran tidak disengaja. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi. Menurut Keynes. Keadaan yang sunatullah ini menjadi kesimpulan para ilmuan untuk menyepakati bahwa angka pengangguran tidak mungkin nol persen atau tingkat tenaga kerja penuh (full employment). Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita.shvoong.4. Pertentangan paling alot di pembahasan ekonomi dalam masalah pengangguran ini terjadi pada mazhab klasik yang di usung Adam Smith dan mazhab Keynesian yang di populeri oleh Keynes . Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. 5. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. Sumber: http://id. Dalam situasi normal. pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain. Wiraswasta Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu.com/social-sciences/economics/2119555-cara-cara-mengatasipengangguran/#ixzz1j9FyKNWg Kebijakan Mengatasi Pengangguran February 5th. terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan. Dalam sejarah umat manusia fenomena pengangguran ini terus terjadi dalam keadaan yang sunatullah. 6. 2010 | Author: viepanda Pengangguran dapat digambarkan sebagai seuatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum mendapatkan pekerjaan tersebut. Di sejumlah Negara. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu.

Khusus dalam permasalahan pengangguran hal ini dapat menjadi cara yang ideal untuk diterapkan. Dibandingkan tahun sebelumnya angka pengangguran Indonesia adalah 11 juta jiwa. Jika kita memberi umpan seperti yang dilakukan pemerintah dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) maka hanya menyebabkan masyarakat semakin malas. tetapi membelikan kebutuhan pokok (primer) terlebih dahulu. jangan memberi umpan” adalah kebijakan yang lemah.sendiri. Kedua mazhab besar ekonomi ini yang menjadi rujukan mahasiswa eknomi untuk di pelajari pengangguran.7 juta jiwa.7 juta jiwa dengan jumlah penduduk miskin mencapai 45. Dimana perbedaannya? Perbedaannya jelas sangat jauh. Kembali pada pernyataan pertama.” Kemudian Rasulullah mengambil sebahagian pakaian dan cangkir tersebut untuk di jual kepada para sahabat. Jika dapat syukur. Hal ini jelas terlihat dimana begitu banyak masyarakat berkeluh kesah susahnya mencari pekerjaan pasa saat sekarang. Selanjutnya Rasulullah membagi uang yang di dapat tersebut untuk sebahagaian dibelikan keperluan kebutuhan keluarga pengemis tersebut dan sebahagian lagi dibelikan kapak sebagai sarana untuk berusaha mencari kayu bakar. mengharapkan ikan akan tersangkut di mata kail dengan penuh ketidak pastian. Artinya terjadi kenaikan yang di prediksi sebesar 1. Sudah idealkah kebijakan ini? Teladan Islam Dalam Pengentasan Pengangguran Merujuk pada permasalahan diatas sebenarnya Islam telah mengajarkan cara yang paling ideal dalam mengatasi pengangguran. Suatu ketika datang kepada Rasulullah dari kalangan Anshar untuk meminta-minta (pengemis).7 juta jiwa. “Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?” Pengemis itu menjawab. Kisah ini sudah terlalu sering kita dengar akan tetapi jarang kita mau mengambil hikmah untuk menganalisa suatu permasalahan hidup. Atau kita bisa lihat setiap kali Expo tenaga kerja baik di Jakarta maupun di Riau seperti yang baru-baru ini diadakan selalu dikunjunggi ribuan tenaga kerja yang ingin mendapatkan pekerjaan seperti mana penerimaan calon pegawai negri sipil. Akhirnya dengan usahanya sang pengemis mendapatkan uang sebanyak sepuluh dirham. Maksud dari pernyataan ini adalah pengentasan kemiskinan harus dengan membangun suatu sistim yang mampu meningkatkan kemampuan para pencari kerja yang pada tahap berikut diharapkan pencari kerja mampu mandiri. ada suatu kebijakan yang selalu menjadi referensi untuk mengatasi masalah pengangguran yaitu “kita harus memberi pancing. Rasulullah memikirkan kebutuhan hidup sang pengangguran kemudian membantunya dalam melihat peluang usaha. Bagaimana dengan tauladan Rasulullah yang ditujukan oleh pengemis tadi? Rasulullah tidak langsung memerintahkan pada pengemis itu untuk membeli kapak. Jika pada hari pertama pengemis tadi tidak mendapatkan penghasilan dari . Dari sekian banyak teori tentang pengentasan kemiskinan oleh para ahli. Mazhab klasik selalu mengatakan bahwa meskipun terjadi pengangguran secara otomatis pasar selalu akan menyerap kelebihan pengangguran ini. jika tidak dapat maka pemancing (pengangguran) akan mati kelaparan. Tidak sekedar mengharapkan bantuan orang lain. Sebaliknya Keynes selalu berpendapat bahwa pengangguran memang ada dan perlunya suatu langkah untuk mengatasi pengangguran ini. Lalu Rasulullah bertanya kepada pengemis tersebut. Terbukti cara ini tidak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Pusat Penelitian Ekonomi LIPI angka pengangguran Indonesia pada tahun 2007 diprediksi 12. jangan memberi umpan”. Coba kita bayangkan orang yang sedang memancing. “Saya mempunyai pakaian dan cangkir. Setelah kebutuhan pokok nya terpenuhi maka barulah Rasulullah memerintahkan untuk membeli kampak. Salah seorang sahabat sanggup membeli barang-barang tersebut seharga dua dirham. “kita berikan pancing.

Dan semoga Allah STW selalu memberi jalan yang terang untuk kita dalam menghadapi permasalahan bangsa yang kompleks ini. Dalam Islam tangan diatas lebih baik dari pada tangan yang selalu dibawah. Administrasi birokrasi harus seefesian mungkin. Kejadian Ujian Nasional di beberapa daerah menjadi pelajaran yang amat berharga untuk mengevaluasi kembali apakah kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Bangkitnya dunia usaha (sektor riil) akan menyerap pengangguran yang ada. Jangan jadikan biriksasi yang bertele-tele membuat pengusaha jadi enggan dalam memulai suatu usaha. Mudah-mudahan apa yang pernah di ajarkan Rasulullah daluhu dapat membantu kita sebagai umat khususnya pemegang kebijakan untuk berbuat lebih baik lagi. meningkatkan kemampuan kerja. Untuk hal ini pemerintah harus terus menjaga kualitas pendidikan dan pelatihan yang baik. . Apalagi cara ini akan meningkatkan biaya produksi perusahaan. Keadaan politik dan ekonomi yang stabil harus terus dipertahankan agar dunia usaha baik pengusaha dalam dan luar negri merasa nyaman dalam menjalankan usahanya. Tidak lagi sekedar umpan. Pertama. Amin. Hal yain yang menjadi pelajaran dari kisah tersebut adalah Rasulullah tidak suka kita sebagai manusia menjadi pemalas. Kedua. atau sekedar pancing tetapi harus berjalan keduanya sekaligus. Yang perlu selalu di ingat adalah pengangguran sangat dekat dengan kemiskinan. Contoh tersebut layak untuk dijadikan acuan berfikir oleh pemerintah bagaimana seharusnya membuat sebuah kebijakan yang benar dan baik untuk mengatasi tingkat pengangguran yang semakin hari semakin meningkat ini. ia tidak perlu terlalu susah hati karena sebagian uang telah dibelikan kebutuhan pokoknya. menjaga stabilitas politik dan ekonomi. Masih banyak lagi kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah untuk menekan angka pengangguran.berjualan kayu bakar. Dan kemiskinan pasti akan menyimpan potensi konflik yang besar. Pengangguran di Indonesia disebabkan salah satunya karena kemampuan tenaga kerja (skill) kita yang rendah. Mungkin banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah mengatasi masalah pengangguran. Kebijakan yang Perlu Lakukan Untuk aplikasinya ada baiknya pemerintah tetap mendata pengangguran dan kemiskinan secara tepat tanpa kepentingan apapun dan sekaligus mencari jalan keluar untuk masalah ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful