TUGAS MAKALAH P.

EKONOMI PEMBANGUNAN PENGANGGURAN DI KALANGAN MENENGAH KEBAWAH Disusun Oleh Nama Kelasa Npm : Apriani Uliarta : 2 DD O4 : 30208162 UNIVERSITAS GUNADARMA Kampus J DAFTAR ISI JUDUL …………………………………………………………………………… i KATA PENGANTAR …………………………………………………………… ii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ……………………………………………… 1 1.2 Pembatas Masalah ……………………………………………………. 2 1.3 Tujuan Penulisan ………………………………………………………. 3 1.4 Metode Penelitian …………………………………………………….. 3 1.5 Sistematika Penulisan ………………………………………………… BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Bentuk, Devinisi & Pengertian Pengangguran ………………………. 2.2 Jenis Macam Pengangguran …………………………………………. 2.2.1 Pengangguran Frisiksional ………………………………… 2.2.2 Pengangguran Struktural …………………………………… 2.2.3 Pengangguran Musiman …………………………………… 2.2.4 Pengangguran Siklikal …………………………………….. BABA 3 PEMBAHASAN 3.1 Pengangguran Dapat dikelompokan Menurut Sumber & Penyebabnya ………………………………………………………… 3.1.1 Pengangguran Friksional ………………………………….. 3.1.2 Pengangguran Silikal ……………………………………… 3.1.3 Pengangguran Struktual …………………………………… 3.1.4 Pengangguran Teknologi …………………………………… 3.2 Pengangguran Dapat Juga dikelompokan Menurut Ciri Pengangguran yang Berlaku …………………………………………. 9 8 8 8 9 7 6 6 6 6 6 6 4

3.2.1 Pengangguran Terbuka …………………………………….. 3.2.2 Pengangguran Tersembunyi ………………………………… 3.2.3 Pengangguran Musiman ……………………………………. 3.2.4 Pengangguran Setengah Menganggur ……………………… BAB 4 PENUTUP

9 9 10 10 11 12 12

3.3 Masalah Pengangguran & Krisis Sosial ………………………………. 4.1 Kesimpulan …………………………………………………………. 4.2 Saran ………………………………………………………………… 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok permasalahan ekonomi makro. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif dan bukannya negatif. Kedua adalah masalah inflasi. Inflasi adalah indikator pergerakan hargaharga barang dan jasa secara umum, yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. Inflasi mencerminkan stabilitas harga, semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan ke arah stabilitas harga. Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa. Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyaraka. Sedangkan daya beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. Inflasi sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil. Masalah ketiga adalah pengangguran. Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Latar Belakang Masalah pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga dialami oleh negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut. Melalui Makalah inilah saya mencoba untuk mengangkat masalah pengangguran dengan segala dampaknya di Indonesia yang 2 menurut pengamatan saya sudah semakin memprihatinkan terutama ketika negara kita terkena imbas dari krisis ekonomi sejak tahun 1997 .

Apa itu pengangguran? Pengangguran adalah suatu kondisi di mana orang tidak dapat bekerja, karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan. Ada berbagai macam tipe pengangguran, misalnya pengangguran teknologis, pengangguran friksional dan pengangguran struktural. Tingginya angka pengangguran, masalah ledakan penduduk, distribusi pendapatan yang tidak merata, dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju, pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di negara-negara maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. 1.2. Pembatas Masalah Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut.dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. 3 1.3. Tujuan Penulisan Tujuan Penu;lis membuat makalah yang berjudul “MASALAH PENGANGGURAN DI KALANGAN MENENGAH KEBAWAH” Adalah Sebagai Berikut: • • • • • Mengetahui Devinisi Pengangguran Mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di Indonesia Mengetahui Keadaan Pengangguran DI Indonesia Mengetahui akibat yang di Timbulkan dari Pengangguran Mengetahui Dampak Pengangguran di Indonesia Terhadap Pertumbuhan Penduduk

1.4 Metode Penulisan Dalam Metode penulisas ini, penulis menggunakan beberapa metode penelitiaan, diantaranya adalah :. 1. Dalam Penyusunanmakalah ini perlu sekali pengumpulan data serta sejumlah informasi actual yang sesuai dengan permasalahan yang akan di bahas sehubungan dengan masalah tersebut, dalam penyusunan makalah ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data yang pertama browsing di internet, kedua dengan membaca media cetak dan dengan pengetahuan yang penulis miliki. 4 1.5 Sistematika Penulisan

. Pemerintah dan sektor swasta (mestinya termasuk koperasi) tidak mampu menciptakan lapangan kerja yang layak bagi penghidupan anak bangsa. metode penelitian. BAB 2 LANDASAN TEORI Menguraikan teori-teori penunjang yang melandasi penelitiandari berbagai sumber yang bermanfaat untuk mengatasi pengganguran di Masyarakat Menengah kebawah. adat dan budaya yang berbeda 6 dengan tempat asal mereka. dan sistematika penilisan. Belum lagi apa yang sudah sejak lama kita kenal dengan istilah “disguised unemployement”. BAB 4 PENUTUP Berisi kesimpulan dari hasil yang didapat selama pembahasan mengenai masalah pengganguran di daerah Perum PMDA dan saran.Penulisan Tugas ini terdiri dari atas tiga bab. Jadi dapat dibayangkan biaya besar yang dikeluarkan oleh pemerintah lewat APBN dan APBD yang begitu besar baik untuk membeli peralatan. 5 BAB II LANDASAN TEORI Kalau kita mau jujur tentu kita akan mengakui bahwa pengangguran di negeri kita dari tahun ke tahun bertambah besar. Salah satu media ibukota melaporkan bahwa diantara para pemulung di TPA Bantar Gebang itu ada yang sarjana. membayar listrik dan telepon serta penyediaan ruang kerja nyaman telah membuat pengangguran tidak kentara di sektor pemerintahan ini menjadi jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang terjadi di sektor pertanian di pedesaan. Belum lagi penggunaan komputer yang acapkali kalau diperhatikan lebih banyak digunakan untuk bermain “game” atau bahkan yang lebih canggih lagi untuk menelusuri situs-situs internet yang tidak ada relevansinya dengan pekerjaan. Sebuah ironi yang sangat memilukan. Bahkan para boss mereka dengan baik hati telah melengkapi kantor mereka dengan perangkat televisi yang boleh ditonton pada jam kerja. Tidak mengherankan manakala disana sini terjadi ekses karena begitu banyak wanita (yang sebagian besar datang dari pedesaan) dengan pendidikan minim harus bekerja di manca negara dengan aturan. BAB 3 PEMBAHASAN Berisi dan menjelaskan mengenai pembahasan masalah pengangguran di Masyarakat Menengah kebawah saat ini. Kita tidak tahu apakah ini ukuran kemajuan atau sebuah kemunduran besar bangsa yang dialami bangsa Indonesia. masalah dan pembatasan masalah. Tentu sebagian besar mereka adalah wanita yang lebih terampil dan fleksibel dibandingakan para pria. Para TKI ini mungkin lebih pantas disebut sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”. yaitu penulisan. yaitu : BAB 1 PENDAHULUAN Menguraikan pokok persoalan yang terdiri dari latar belakang masalah. Pengangguran jenis ini pada dewasa ini memang perlu di definisi ulang Setiap hari di kantor kantor pemerintah tidak nampak karyawan yang sibuk. Bisa kita bayangkan betapa akan lebih hebatnya kondisi pengangguran di Indonesia manakala tidak ada kesempatan bagi TKI untuk mencari pekerjaan di luar negeri.

3. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. 2. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. upaya-upaya pembangunan diarahkan pada perbaikan tingkat hidup. dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan. 7 BAB III PEMBAHASAN Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses multidimensional yang melibatkan perubahan besar secara sosial dalam ekonomi. siswa sekolan smp. Sedangkan mereka yang tidak bekerja adalah mereka yang sedang berusaha mendapatkan atau mengembangkan pekerjaan tetapi belum berhasil. Istilah pengangguran (unemployment) tidak berkaitan dengan mereka yang berniat untuk tidak bekerja seperti siswa atau mahasiswa (sekalipun ada yang sambil bekerja atau berusaha mencari pekerjaan sambil sekolah atau kuliah. 2. mahasiswa perguruan tinggi.2. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Di negara-negara berkembang. dengan dimensi pembangunan yang berorientasi pada pengentasan keterbelakangan dalam bentuk kemiskinan. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga. sedang berusaha mendapatkan (mengembangkan) pekerjaan tetapi belum berhasil mendapatkannya (menemukannya) disebut pengangguran. sma.4 Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. Jenis & Macam Pengangguran 2.2. tukan jualan duren yang menanti musim durian. telah berusaha mencari atau menciptakan pekerjaan.2 Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. dan berhasil mendapatkan atau mengembangkan pekerjaan. Dari total jumlah penduduk hanya sebagian yang bekerja. 2. dan mereka yang berniat untuk tidak bekerja. Mereka yang bekerja adalah mereka yang berminat untuk bekerja. ibu rumah tangga yang .2. Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja. Rumus Menghitung Tingkat Pengangguran. Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%. harga diri dan kebebasan. mereka diasumsikan tidak mencari pekerjaan).2.1.2. Mereka yang ingin bekerja. pengangguran dan ketimpangan (Suryana.2.1 Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. 2. Arti Definisi Dan Pengertian Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. 2000). dan sebagian lainnya tidak bekerja.

Akan tetapi pada masa lainnya permintaan agregat mengalami penurunan. dan ekspor produksi industri sangat menurun karena persaingan yang lebih serius dari negara-negara lain. dan memungut hasil. Pengangguran Struktual 9 Pengangguran struktural adalah pengangguran yang akibatkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi. Perekonomian tidak selalu berkembang dengan teguh. tetapi karena sedang mencari pekerjaan lain yang lebih baik. informasi dan kondisi antara pencari kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Untuk itu pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi.4.1. Hal inilah yang akan mendorong para pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya yang lama dan mencari kerja baru yang lebih tinggi gajinya atau lebih sesuai dengan keahliannya. Pengangguran Teknologi Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya. Pengangguran dapat di klompokan menurut sumber atau penyebabnya pengangguran menurut cara ini tedapat empat jenis pengangguran yaitu : 3. Pengangguran Friksional Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. 3. atau penduduk usia kerja yang karena kondisi fisik mereka tidak dapat bekerja sehingga tidak mencari kerja (Djohanputro. . Contohnya racun rumput telah mengurangi penggunaan tenaga kerja untuk membersihkan perkebunan. 3.1.sengaja memfokuskan diri untuk mengurus keluarga. Di pabrik ada kalanya robot telah menggantikan kerja-kerja manusia. Kemerosotan permintaan agregat ini mengakibatkan perusahaa-perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. Dalam perekonomian yang berkembang pesat. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industri tersebut menurun. Pengangguran merupakan salah satu persoalan dalam pembangunan.1. kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. Sedangkan pengusaha sulit memperoleh pekerja. dan hal ini mendorong pengusaha menaikkan produksi untuk itu lebih banyak pekerja baru digunakan dan pengangguran berkurang. 8 3.1. Begitu juga mesin telah mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk membuat lubah. Kemerosotan ini ditimbulkan oleh salah satu atau beberapa faktor yaitu munculnya barang baru yang lebih baik.3. Adakalanya permintaan agregat lebih tinggi. maka pengangguran akan bertambah. 2006).2. Kemunduran ini menimbulkan efek kepada perusahaan-perusahaan lain yang mempunyai hubungan juga akan mengalami kemerosontan dalam permintaan terhadap produksinya. 3. membersihkan kawasan. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing.1. memotong rumput. Tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju sebagian akan mengalami kemunduran. Para penganggur ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh pekerjaan. dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur. Dalam proses mencari pekerjaan baru ini untuk sementara para pekerja tersebut tergolong sebagai penganggur.1. jumlah pengangguran rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. sawah dan lahan pertanian lainnya. Pengangguran Silikal Pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian.

Efek dari keadaan ini dalam jangka panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan. atau akibat kemunduran perkembangan suatu 10 Industri. Berarti mereka sedang dalam keadaan menganggur. Pengangguran Musiman Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi pada waktu-waktu tertentu di dalam satu tahun. Pengangguran Setengah Menganggur Kelebihan penduduk di sektor pertanian di negara-negara berkembang disertai pertambahan penduduknya yang cepat telah menimbulkan percepatan dalam proses urbanisasi. Faktor yang perlu dipertimbangkan adalah besar atau kecilnya perusahaan.2. 3. atau satu hingga empat jam sehari.1. Pengangguran terbuka dapat pula dikarenakan kegiatan ekonomi yang menurun. padahal dengan mengurangi tenaga kerja sampai jumlah tertentu tidak akan mengurangi jumlah produksi.2. jenis kegiatan perusahaan. dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung kepada banyak faktor. Pada periode tersebut banyak di antara para petani dan tenaga kerja di sektor pertanian tidak melakukan suatu pekerjaan. Pengangguran dapat juga dikelompokkan menurut ciri pengangguran yang berlaku. Mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu. Bentuk pengangguran terutama terjadi di sektor pertanian dan perikanan. Akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan.4. kemajuan teknologi yang mengurangi penggunaan tenaga manusia. tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu. dan berlaku dalam waktu-waktu tertentu. Contoh lain pengangguran tersembunyi adalah orang yang melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginannya atau tidak sepadan dengan kemampuannya. Jenis pengangguran ini hanya sementara saja. Disamping itu ada pula yang tidak menganggur. Setiap kegiatan ekonomi memerlukan tenaga kerja. Banyak di antara mereka yang terpaksa menganggur sepenuh waktu. Menurut cara ini terdapat empat jenis pengangguran yaitu: 3. Biasanya pengangguran seperti itu berlaku pada waktu-waktu di mana kegiatan bercocok tanam sedang menurun kesibukannya.3. mesin yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai. Contohnya keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar mengerjakan luas tanah yang sangat sempit.2. 11 3. Pengangguran Terbuka Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang terjadi karena pertambahan lowongan pekerjaan lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja.2.3.2. Waktu di antara menuai dan masa menanam berikutnya dan periode di antara sesudah menanam bibit dan masa menuai hasilnya adalah masa yang kurang sibuk dalam kegiatan pertanian. dan jam kerja mereka lebih rendah dari jam kerja normal. Salah satu tujuan dari urbanisasi tersebut adalah untuk mencari pekerjaan di kota-kota.2. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan digolongkan dalam pengangguran tersembunyi. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari seminggu. Tidak semua orang yang hijrah ke kota-kota dapat memperoleh pekerjaan. . Pengangguran ini terutama terjadi di sektor pertanian atau jasa. Pengangguran Tersembunyi Pengangguran tersembunyi adalah pengangguran yang terjadi karena terlalu banyaknya tenaga kerja untuk satu unit pekerjaan. Di banyak negara berkembang seringkali didapati jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan agar ia dapat menjalankan kegiatannya dengan efisien. 3.

3.3 Masalah Pengangguran dan Krisis Sosial Berdasarkan teori Fungsional Struktural, masalah sosial timbul karena terjadinya ketidak seimbangan lembaga-lembaga sosial sehingga menyebabkan fungsi lembaga-lembaga tersebut terganggu. Pengangguran dalam hal ini, terjadi akibat kepincangan lembaga ekonomi dan menimbulkan masalah bagi lembaga sosial. Pengangguran menjadi masalah sosial tidak karena bersumber pada penyimpangan norma-norma masyarakat, tetapi karena ia rawan menimbulkan masalah-masalah sosial lainnya, seperti kemiskinan, meningkatnya kriminalitas, premanisme, prostitusi, dll. Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis sosial. Suka atau tidak suka, pengangguran selalu berkorelasi dengan kemiskinan yang identik dengan kebodohan, kejahatan dan perilaku menyimpang lainnya. Indikator masalah social ini bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak yang orang tuanya menganggur, yang mulai turun ke jalan. Mereka menjadi pengamen, pedagang asongan maupun pelaku tindak kriminalitas. Mereka adalah generasi yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik. Ironisnya, apa yang terjadi saat ini adalah banyak para penganggur yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. Banyak dari mereka yang menjadi pencopet, penjaja seks, pencuri, preman, penjual narkoba, dan sebagainya. Bahkan tidak sedikit mereka yang dibayar untuk berbuat rusuh atau anarkis demi kepentingan politik salah satu kelompok tertentu.. Belum lagi dengan semakin menjamurnya prostitusi di Indonesia, sebuah pilihan hidup akibat himpitan ekonomi. 12 BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan Jadi, secara ringkas dapat saya kemukakan bahwa pengangguran merupakan sebuah masalah yang kompleks, tidak hanya menyangkut masalah sosial bagi masyarakat luas tetapi juga merupakan masalah eksistensial bagi individu yang menjalaninya. Namun, terlepas dari itu semua, masalah sosial merupakan masalah yang harus dicarikan jalan keluarnya tidak hanya oleh pemerintah tetapi oleh kita semua. Melalui penyelesaian masalah pengangguran, diharapkan masalah-masalah sosial lain yang timbul akibat pengangguran seperti kejahatan dan prostitusi juga dapat teratasi. 4.2 . Saran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

MAKALAH MASALAH PENGANGGURAN
KONDISI PENGANGGURAN DI INDONESIA Studi Kasus Pada Kota Bekasi Dari tahun ke tahun

Disusun Oleh Marchela irdani 30208767 UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS EKONOMI Tugas Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan 2009 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT atas berkat rahmatnya sehungga penulis dapat menyelesaikan tugas penelitian UMKM (usaha mikro kecil menengah) dengan judul usaha pembuatan sepatu dan sandal. Adapun tujuan dari penelitian untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah ekonomi pembangunan. Keberhasilan penulis menyelesaikan penelitian ini adalah berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak serta keteguhan hati penulis, meskipun banyak hambatan yang di hadapi oleh penulis, namun semua menjadi pelajaran dan pengalaman yang berkesan Dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya atas dorongan dan bantuan yang diterima oleh penulis sampai dengan menyelesaikan penelitian ini. Dan perkenankanlah penulis mengucapakan terima kasih kepada: 1.Bapak Nurhadi selaku dosen pengantar ekonomi pembangunan 2.Bapak Dr Bagus Nurcahyo, SE, MM selaku dosen pengampu softskills 3.Kedua orang tua yang memberikan dorongan, motivasi dan doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini 4.Teman-teman di 2 DD 03 dan 04 yang memberikan kritik dan saran kepada penulis. Akhir kata dengan segala kerendahan hati penulis memohon maaf atas segala kekurangan yang terdapat pada kata-kata yang salah dan tidak berkenan di hati pembaca Bekasi, Desember 2009 Marchela irdani BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, serta sistematika penulisan. BAB 2 KAJIAN MATERI Bab ini berisi mengenai teori – teori yang memdasari penelitian, gambaran umum tentang kemiskinan, konsep serta definisi dari pengangguran. BAB 3 PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang penjabaran data penganguran yang dibutuhkan. BAB 4 KESIMPULAN Bab ini berisi kesimpulan penelitian dan saran yang ditujukan kepada berbagai pihak yang merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan sehingga dapat berguna untuk kegiatan lebih lanjut.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Keterbatasan lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia pada khususnya di daerah kota Jakarta sangat cukup tinggi dari tahun ke tahun, sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja setiap tahun selalu meninggakat tidak pernah mengalami penurunan. Dan pada akhirnya masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan jika masalah pengangguran masih terusseperti ini di tahun yang akan datang. Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan "pendidikan" dalam mengurangi angka kemiskinan yang ada. Seiring berjalannya waktu Maka merembaknya isyu pengangguran terdidik menjadi sinyal yang cukup mengganggu bagi perencana pendidikan di negara-negara berkembang pada umumnya di Indonesia khususnya di daerah kota Jakarta. Sementara dampak sosial dari jenis pengangguran ini relatif lebih besar dan banyak efek negative dari hal ini salah satunya tinggkat kriminalitas tiap daerah juga ikut bertambah karena dorongan ekonomi. Mengingat kompleksnya masalah ini, maka upaya pemecahannya pun tidak sebatas pada kebijakan sektor pendidikan saja, namun merembet pada masalah lain secara multi dimensional. Fenomena pengangguran sering menyebabkan timbulnya masalah sosial lainnya sperti yang sudah diterangkan di atas. Di samping tentu saja akan menciptakan angka produktivitas sosial yang rendah, yang akan menurunkan tingkat pendapatan masyarakat nantinya. Pengangguran merupakan masalah serius yang dihadapi dalam pembangunan sumber daya manusia yang tengah dilakukan saat ini. Krisis ekonomi yang kini dihadapi ternyata telah memporakporandakan tatanan kehidupan bangsa. Data yang diperoleh saya dari Bappenas menunjukkan pada tahun 1998 penduduk miskin telah mencapai 80 juta orang, yang berarti mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 22,4 juta orang saja. Selanjutnya data BPS pun mencatat angka pengangguran pada tahun 1999 sebesar 6,37 juta orang. Yang kemudian di akhir 1999, jumlah pengangguran semakin membengkak, yakni mencapai 14 juta orang dan tenaga kerja setangah menganggur mencapai 35 juta orang itu adalah sebagian contoh prentase penganguran yang ada di Indonesia secara umum pada tahun 98 sampai dengan 99. Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian Adapun tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan dan menganalisis tentang : A. enurut Teori Klasik (1729-1790). dan lain-lain. Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. pengangguran itu bersifat sukarela. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. peraturan yang menghambat inventasi. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian 1.Kegunaan Penelitian Penelitian ini mempunyai dua kegunaan yakni sebagai berikut Bersifat Teoritis Bagi mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan tentang tingiinya angka pengangguran Diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan bagi mahasiswa dan pemerhati masalah sosial khususnya tentang penggauran BAB II KAJIAN MATERI A. Selain itu terdapat sebanyak 2.Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan.7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless). Perkembangan tingkat kemiskinan di kota Jakarta 2. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. hambatan dalam proses ekspor impor. pada tahun 2002 berjumlah 28. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5. Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional. yang disebabkan antara lain. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Bertambahnya jumlah pengangguran dalam masyarakat terjadi karena orang menunggu pada masa transisi dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan.13 juta penganggur terbuka.Definisi Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 60 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya.Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Selain itu unit-unit pelaku ekonomi percaya bahwa upah dan tingkat harga yang fleksibel dapat menyesuaikan diri secara otomatis untuk mencapai titik keseimbangan . sebesar 9. karena tidak sesuainya tingkat upah dengan aspirasi pekerja. Tingkat kemiskinan di kota Jakarta B. yang mengakibatkan produktivitas rendah. sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. Teori ini menyebutkan bahwa untuk mengurangi pengangguran tidak diperlukan campur tangan pemerintah karena pengangguran yang terjadi sifatnya sukarela.87 juta orang. upah rendah.

Karena Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah terlebih di kota besar maka akan meningkatkan pula kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumsebelumnya. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. Jenis & Macam Pengangguran 1. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan yang menjadi pihak penyedia. Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja. B. 3. tukan jualan duren yang menanti musim durian. 2. .dalam perekonomian.Tingkat Pengangguran Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja. RUMUS Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100% C.Pengangguran Friksional Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya hanya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. Pengangguran Struktural Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tetapi tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. Pengangguran Musiman Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek atau perubahan keadaan suatu Negara secara tiba-tiba yang menyebabkan seseorang harus nganggur. 4. Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment).

sumber utama kemiskinan. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. MASALAH PENGANGURAN SECARA UMUM Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar. . sumber utama kemiskinan. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat.BAB III PEMBAHASAN A. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. menjadi beban keluarga dan masyarakat. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. pendamping. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. menjadi beban keluarga dan masyarakat. kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu. Kekurangselarasan antara perencanaan pembangunan pendidikan dengan perkembangan lapangan kerja merupakan penyebab utama terjadinya jenis pengangguran ini. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Salah satu bentuk pengangguran yang populer dewasa ini adalah pengangguran terdidik. Dalam pembangunan Nasional. Pengangguran terdidik secara potensial dapat menyebabkan (1) timbulnya masalah-masalah sosial dengan tingkat rawan yang lebih tinggi.

795.93 2.000 11.288.000 15. Apresiasi ini sebenarnya harus menjadi "Conditio sine Quanon" untuk pembangunan SDM. Tabel 1 Perkembangan APK Perguruan Tinggi PERIODE TAHUN MAHASISWA PENDUDUK 19 .32 5.24 Age APK (%) Seb.500 9.464.925 1.600 19.43 Sumber : Pusat Informatika. (3) menurunkan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan.500 231.667. bila tidak disertai oleh apresiasi masyarakat yang tinggi terhadap pendidikan.100 1.700 21.26 6. ditandai oleh: .000 14. Balitbang Dikbud Menurunnya apresiasi masyarakat terhadap pendidikan itu di .000 342.Repelita Repelita I Repelita II Repelita III Repelita IV Repelita V 1968 1973 1978 1983 1988 1992 156.97 8. Dan akan sangat muskil APK meningkat.356.705.166 823.962. Sulit dibayangkan SDM berkualitas akan tercapai bila tidak disertai oleh meningkatnya angka partisipasi kasar (APK) pendidikan.747.61 1.(2) menciptakan pemborosan sumber daya pendidikan.756 1.

tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SLKTP Tamat SMU Tamat SMK Tamat PT (S0) Tamat PT (S1) -3. (c) rendahnya angka melanjutnya pendidikan (di Jawa Barat hanya 57% lulusan SD meneruskan ke SMP).164.2 18.7 1.0 343.429. Tabel 2 Analisis Keseimbangan antara Kebutuhan dan Penyediaan Tenaga Kerja menurut Tingkat Pendidikan Sampai Pelita VI NO TINGKAT PENDIDIKAN KEBUTUHAN (000) % PERSEDIAAN (000) % KESEIMBANGAN(000) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tidak sekolah Tid.9 8.551.8 . (d) meningkatnya jumlah pengguna jasa pendidikan luar negeri.3 73.2 -33.7 173.(a) berkurangnya jumlah siswa (di samping akibat keberhasilan KB).1 954. (b) meningkatnya jumlah tenaga kerja (TK) unskill and uneducated dalam sektor sekunder.9 1.1 382.411.900.7 8.5 2.

4 2.8 393. . dan BPS.510. 1993 B. DATA PENGANGGURAN KHUSUS DI KOTA JAKARTA Meski menyandang predikat sebagai kota besar ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius.041.3 -60.3 779.6 0.0 153.5 -5.817.5 0. Depdikbud.8 Sumber: Bappenas.0 15.3 *) 862.3 5.4 Jumlah 11.3 17.5 17.0 1.899.7 100 11.5 100 350.104.3 21.1 -229.8 49. Buktinya. Depnaker.6 457.5 3.2 2.0 2. Selain masalah kemacetan lalu lintas.3 12.3 18.2 3. jumlah pengangguran di kota Jakarta selalu meningkat setiap tahun. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran.3 13.3 630.861.530.0 1.7 1.2 2.191.1 490.3.

oleh itu keberadaan dan eksistensinya tidak lepas dari sub sistem lainnya. reorentasi itu menyangkut recana mengurangi pengangguran yang ada. Sehingga pesan-pesan dan kepentingan yang berada di luar kepentingan pendidikan harus mulai dihapus. Kebijaksanaan konversi ini pun dapat dilakukan untuk lembaga pendidikan lainnya terutama pada bidang keilmuan yang sudah jenuh. Dalam arti pendekatan pemerataan harus diimbangi secara proporsional dengan perhatian terhadap mutu proses dan hasil pendidikan. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia.002 orang. dan kepedulian dunia kerja. (1) reorentasi pendekatan. . dan (3) reorentasi kelembagaan. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2009. Sebab. Lembaga pendidikan merupakan sub sistem dari sistem sosial pembangunan. Pengabaian dari fakta tersebut hanya menciptakan "menara gading" yang tidak memiliki manfaat yang berarti bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat secara umum. 2. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. Langkah-langkah produktif untuk melaksanakan reorentasi lembaga pendidikan. Dan campur tangan. Reorentasi program. memberdayakan program "link and match" melalui "cooperative education" dan "dual system" dalam kurikulum. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kota Jakarta bekerja ekstra keras. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah kota-kota besar. (2) reorentasi program. dari pihak manapun. Konversi IKIP ke dalam Universitas merupakan langkah kongkrit yang perlu terus dilaksanakan secara konsisten. mutu tenaga pengajar. yang kurang proporsional dengan upaya peningkatan kualitas program pendidikan sebaiknya dihindari. perlu mengkaji ulang keberadaan lembaga pendidikan yang memiliki tingkat kejenuhan untuk lulusannya di lapangan kerja. 1. Konsekwensi dari pada itu. Reorentasi kelembagaan. konversi itu berimplikasi pada menurunnya jumlah penawaran tenaga pengajar yang secara langsung akan menyebabkan meningkatnya penghargaan dan harkat hidup tenaga pendidik. khususnya bagi penciptaan kesiapan lulusan untuk berkiprah dalam dunia kerja. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal kota Bekasi dan mana yang berasal dari luar kota. Untuk itu perlu peningkatan kemampuan dalam pembobotan kurikulum. pendidikan harus dilihat sebagai upaya rasional. Dengan demikian. Reorentasi pendekatan. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. Saat ini Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran ini. Dengan demikian sharing ide maupun aktivitas lainnya yang bernuansa sinergi dengan komponen lain hendaknya harus merupakan bagian tak terpisahkan dari program perbaikan sinambung (countinues improvement) program pembelajaran. khususnya dalam memodifikasi pendekatan dari kuantitatif menjadi kuantitatif-kualitatif. Kepala Disnakertrans mengatakan peningkatan jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov saja. tingginya jumlah pengangguran dikota Jakarta disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke kota-kota besar seperti Jakarta. secara bertahap mutu lulusan dapat lebih diterima dunia kerja dan secara absolut mampu mengimbangi laju dinamika dunia kerja. Dalam arti lain pendidikan harus dilihat sebagai proses investasi bukan lagi proses konsumtif.Hingga Agustus 2008 ini. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerjaSetiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Kesepuluh. pengendalian banjir. seperti sampah. B. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). pengembangan mindset dan wawasan penganggur. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Ketiga. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Ketujuh. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Keenam. segera mengembangkan potensi kelautan kita. Kelima. Pertama. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Selain itu. Kesembilan. Kesimpulan Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet.BAB IV PENUTUP A. Kedua. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Kedelapan. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Keempat. tingkat suku bunga. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. dan lingkungan yang tidak sehat.Kritik dan saran . inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. ada juga kebijakan mikro (khusus). Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.

Daftar Pustaka Wahjoetoemo (1995). Depdikbud (1995). Malang. 1995. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. Grasindo. Kumpulan Makalah Seminar Nasional 11-13 November 1996.Demikianlah makalah ini. Kumpulan makalah Hasil Seminar Nasional "Mutu PTS menjelang Era Globalisasi". Penutup Penerapan konsep manajemen mutu dalam penyelenggaraan pendidikan memuat kandungan tentang sistem kerja yang terintegrasi antara dunia pendidikan tinggi dengan pengguna. Keluaran perguruan tinggi seyogyanya memiliki nilai relevansi dan koherensi yang tinggi dengan dunia kerja. Kompas. Laporan Hasil Seminar "Menuju Manajemen PTS yang Efisien". Jakarta Daulat Sinuraya. (1996). semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. Jakarta. 2004 http://www. 1996. Deregulasi Pendidikan. Jakarta. sehingga kesan "pemborosan" pada pendidikan tinggi di Indonesia dapat ditepis. Jakarta Unmer Malang (1994). Manajemen Perguruan Tinggi pada Era Global. 27-28 Juli 1994. Menuju Manajemen Perguruan Tinggi yang Efisien. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia.com MAKALAH PENGANGGURAN MASALAH PENGANGGURAN Di KOTA MALANG Disususn Oleh : Nama : DIMAS APRIYANA . bila pembenahan manajemen internal didukung oleh komitmen pemerintah yang kuat khususnya dalam penyediaan anggaran yang memadai. Unmer Malang.T . Terimakasih. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis. Suara Pembaruan Daily.Unmer Malang. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. Rumusan Hasil Seminar. Malang. Kondisi itu dapat terwujud lebih cepat. C. Grasindo. dan secara makro pengguran terdidik dapat ditekan. Pembangunan Pendidikan Nasional Dalam Repelita VI. Mempersiapkan Mutu Perguruan Tinggi Menuju Kualitas Global. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang.beritajakarta. (1993). tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu.

3Tujuan Penulisan 3 1. maka kedatangan penganggur baru di pasar kerja turut menambah rumitnya persoalan ketenagakerjaan di Indonesia.4Sistematis Penulisan 3 . penulis. yaitu angkatan kerja yang bekerja pada posisi yang tidak sesuai dengan pendidikannya. misalnya dari aspek tingkat pendidikan yang masih belum begitu bagus. Jika pun penganggur berkualifikasi pendidikan tinggi. persoalan pengangguran dihadapkan pula pada bermunculannya para penganggur baru. Permasalahan lain. kemudian meramaikan pasar kerja. Keadaan seperti ini memunculkan fenomena mismatch. yaitu mereka yang pernah bekerja tetapi masih mencari pekerjaan belum tertangani.Kelas : 2 DD 04 NPM : 31208479 UNIVERSITAS GUNADARMA 2009 Kata Pengantar Hingga saat ini.1Latar Belakang Masalah 1 1. Selain karena sulitnya lapangan pekerjaan. Kondisinya diperparah dengan persoalan ekonomi yang juga tidak kunjungselesai setelah sangat terpuruk di akhir abad dua puluh yang lalu. yaitu orang-orang yang baru lulus mengikuti pendidikan. banyak mereka yang bekerja pada posisi yang sebetulnya bisa diisi oleh mereka yang berpendidikan rendah atau menengah.2Rumusan Masalah 2 1. berkaitan dengan kualitas sumber daya manausia dari para penganggur sendiri. DAFTAR ISI Kata Pengantar i Daftar isi ii BAB I PENDAHULUAN 1 1. masalah pengangguran di Indonesia sepertinya tidak pernah terselesaikan secara tuntas. Dalam kondisi penganggur lama. Bukan rahasia lagi. sering dihadang oleh kesempatan kerja yang sangat terbatas.

Masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan. Maka merembaknya isyu pengangguran terdidik menjadi sinyal yang cukup mengganggu bagi perencana pendidikan di negara-negara berkembang pada umumnya. dan lapangan pekerjaan. setelah lulus dapat bekerja di sektor formal yang memiliki nilai "gengsi" yang lebih tinggi di banding sektor informal.1. antara lain berkisar pada masalah mutu pendidikan. Atau setidaktidaknya.1 Pengertian (definisi) Masalah pengangguran 4-5 2. kesiapan tenaga pendidik.3 Kritik dan Saran 12 BAB 1 PENDAHULUAN 1.Apa pengertian dari Pengangguran .2 Rumusan Masalah Seperti yang telah di uraikan pada latar belakang masalah dapat membuat rumusan masalah yaitu : 1. Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan "pendidikan". khususnya juga di Indonesia. keterbatasan lapangan pekerjaan sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja.2 Solusi Masalah Pengangguran 11-12 3.5Manfaat Penelitian 3 BAB II PEMBAHASAN 4 2. Dalam arti lain. memiliki greget yang lain. 1. pendidikan diposisikan sebagai sarana untuk peningkatan kesejahteraan melalui pemanfatan kesempatan kerja yang ada. tujuan akhir program pendidikan bagi masyarakat pengguna jasa pendidikan.1 Kesimpulan 10 3.2 Masalah Pengangguran di kota Malang 6 2. Dengan demikian.1Latar Belakang Masalah Masalah kependidikan yang serius dihadapi oleh kota berkembang pada umumnya. adalah teraihnya lapangan kerja yang diaharpkan. Kekurangtersediaan lapangan pekerjaan akan berimbas pada kemapanan sosial dan eksistensi pendidikan dalam perspektif masyarakat. Membidik masalah yang terakhir.5 Data Pengangguran di kota Malang 9 BAB III PENUTUP 10 3.4 Dampak Pengangguran bagi kota Malang 8 2. secara linear berpotensi menggugat eksistensi dan urgensi pendidikan dalam perspektif masyarakat. fasilitas.3 Tingkat Pengangguran di kota Malang 6-7 2. Pada masyarakat yang tengah berkembang. dengan tidak bermaksud mengecilkan arti ketiga masalah lainnya.

Untuk mengetahui pengertian ( Definisi ) 2. dampak pengangguran. BAB 3 PENUTUP Diakhir memuat kesimpulan dan solusi masalah pengangguran. 2. rumusan masalah.Apa yang menjadi masalah pengangguran di kota Malang 3.Untuk mengetahui akibat yang timbul dari pengangguran 5. dan sistematika penlisan.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan kemiskinan serta masyarakat juga dapat berindak langsung dalam upaya pengentasan kemiskinan 3.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah Kemiskinan.Untuk mengetahui keadaan pengangguran di kota Malang 4.Apa dampak dari pengangguran bagi kota Malang 5. data-data pengangguran. BAB 2 PEMBAHASAN Pada bab ini di temukan pembahasan yang terdiri dari : pengertian pengangguran . hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabngan dalam kegiatan penelitian selanjutnya.2.5MANFAAT PENULISAN Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1.Untuk mengetahui data-data tentang pengangguran di kota Malang 1.4SISTEMATIKA PENULISA BAB 1 PENDAHULUAN Dapat di jelaskan tentang latar belakang. .3 TUJUAN PENULISAN Dapat di ketahui tujuan penulis makalah ini. tujuan penulisan.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai kemiskinan. pengangguran keadaan. masalah .Bagaimana keadaan pengangguran di kota Malang 4. 1.Sajian data pengangguran di kota Malang 1. 1.Untuk mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di kota Malang 3.

Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. 2. . Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga. sma. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. Jenis & Macam Pengangguran 1. mahasiswa perguruan tinggi. siswa sekolan smp. 3. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.1 Pengertian Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya.BAB II PEMBAHASAN 2. Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. tukan jualan duren yang menanti musim durian. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. 4. dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

relatif stabil rendah. baik mereka yang baru lulus sekolah dan pertama kali mencari pekerjaan. Diperoleh dengan cara menghitung jumlah absolut angkatan kerja yang menganggur. termasuk sumber daya manusia.2. 2. TINGKAT PENGANGGURAN 1. Berdasarkan data dari Depnaker pada tahun 1997 jumlah pengangguran terbuka saja sudah mencapai sekitar 10%. Jika tingkat pengangguran 10 persen. berarti ada 10 orang penganggur dari setiap 100 orang angkatan kerja. masalah ledakan penduduk. akan tetapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali. serta bagaimana permintaan akan kesempatan kerja. distribusi pendapatan yang tidak merata. dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Jika dibandingkan dengan kota-kota maju. Pada umur-umur tua. Pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh kota-kota berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di kota-kota maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. kemudian menurun tajam hingga usia 30-34 tahun. Tingkat Pengangguran Menurut Umur Tingkat pengangguran yang dimaksud pada tulisan ini adalah tingkat pengangguran terbuka atau open unemployment rate. dibagi dengan total angkatan kerja dikalikan seratus. rendahnya taraf hidup di kota-kota berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya. yaitu memiliki persentase yang tinggi pada kelompok umur muda (15-19 tahun).memperlihatkan pola tingkat pengangguran yang sangat umum. untuk kemudian meningkat lagi pada kelompok usia non produktif. karena mungkin masih banyak yang pension tapi masih mencari pekerjaan. Dua penyebab utama dari rendahnya pemanfaatan sumber daya manusia adalah karena tingkat pengangguran penuh dan tingkat pengangguran terselubung yang terlalu tinggi dan terus melonjak.Tingkat Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan Tingkat pengangguran menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan lebih menarik untuk di bahas. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab.3. Pada umumnya tingkat pengangguran di . 2. maupun yang sudah pernah bekerja tetapi sedang mencari kembali pekerjaan. Ukuran ini merupakan salah satu tolok ukur ketenagakerjaan yang banyak digunakan untuk melihat sampai seberapa jauh penawaran tenaga keja. Pengangguran penuh atau terbuka yakni terdiri dari orang-orang yang sebenarnya mampu dan ingin bekerja.2 Masalah pengangguran di kota Malang Tingginya angka pengangguran.

5 DATA PENGANGGURAN DI KOTA MALANG Jumlah Pengangguran di Kota Malang hingga November 2009 mencapai 38 ribu . Akan tetapi pemerataan pendidikan itu harus dilakukan tanpa mengabaikan mutu pendidikan itu sendiri. 2. cara pembelajaran dan pemberian pendidikkan diberikan dalam wujud yang lebih menarik dan kreatif. Saat ini pendidikan kita terlalu menekankan pada segi teori dan bukannya praktek. Melonjaknya inflasipun karena dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menarik subisidi sehingga harga listrik dan BBM meningkat. tetapi langsung mencari kerja. tingkat inflasi ditentukan faktor fisik prasarana. Tingginya angka inflasi karena tidak seimbangnya antara permintaan dan penawaran barang dan jasa. 2. serta analisis Setiawan (2002) terhadap angkatan kerja dan pengangguran.67 persen. pendidikkan dalam wujud praktek lebih diberikan dalam porsi yang lebih besar. yang didasarkan pada data ketenagakerjaan hasil Sakernas 2001.31 persen. Ada empat faktor yang menentukan tingkat inflasi. Kemungkinan penyebab ini adalah banyaknya lulusan SLTP yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke SLTA. Dampak ini masih terasa sampai bulan Juli 2001 yang akan memberikan sumbangan inflasi antara 0. Karena itu maka salah satu kelemahan dari sistem pendidikan kita adalah sulitnya memberikan pendidikan yang benar-benar dapat memupuk profesionalisme seseorang dalam berkarier atau bekerja.pedesaan lebih rendah dari perkotaan. bukan sektor moneter. Kenaikan BBM ini telah menggenjot tingkat inflasi bulan Juni 2001 menjadi 1.. tingkat pengangguran yang paling tinggi adalah pada jenjang SLTA. dan pada klasifikasi SLTA angkanya hampir sama. Diperkirakan inflasi tahun ini. Baik di daerah pedesaan maupun di perkotaan. Kondisi ini belum banyak berubah sejak beberapa decade terakhir Hal ini dapat dibuktikan dengan mengkaji ulang beberapa tulisan yang membahas mengenai pengangguran seperti Effendi (1993) yang memakai data SUPAS 1985. Di sanapun. Ini membuktikan tingginya laju inflasi di negara kita lebih banyak dipengaruhi sektor riil.4 DAMPAK PENGANGGURAN BAGI KOTA MALANG Kecenderungan pengangguran terdidik di kota Malang semakin meningkat namun upaya perluasan kesempatan pendidikan dari pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi tidak boleh berhenti. namun pada tingkat SLTP angkanya sedikit lebih tinggi di pedesaan. pembahasan yang berasal dari data sensus penduduk 1990 serna Sakernas 1996 oleh Tjiptoherijanto dan Soemitro (1998). Jika kita mengambil kesimpulan mengenai masalah inflasi di Indonesia bahwa ternyata laju inflasi tidak semata ditentukan faktor moneter. Pendidikan seringkali disampaikan dalam bentuk yang monoton sehingga membuat para siswa menjadi bosan. tapi juga faktor fisik. Efek domino yang ditimbulkan pun masih menjadi pemicu kenaikan harga lainnya.

jumlah pengangguran mencapai 40. seperti bursa kerja. Wahyu berharap hingga akhir tahun 2009 jumlah PHK di Kota Malang tidak sampai bertambah. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. "Selebihnya lulusan SD dan tak berijazah. dan berpendidikan SMP sebanyak 15 persen. pengangguran berpendidikan SMA sebanyak 30 persen. Wahyu Santoso jumlah pengangguran ini tak sebanding dengan jumlah lowongan yang tersedia selama 2009. BAB III PENUTUP 3. Jumlah ini terbagi menjadi 10 ribu pengangguran yang murni tidak mencari kerja dan 28 ribu pengangguran yang aktif mencari kerja. Senin (7/12). Para sarjana menganggur karena tidak memiliki bekal kemampuan tambahan misalnya bahasa asing. tercatat pengangguran berpendidikan sarjana mencapai 30 persen.149 jiwa. "Seharusnya saat kuliah mereka mencari kemampuan tambahan. Data di Dinas menyebutkan dari 38 ribu pengangguran. Disnakersos menggelar berbagai kegiatan. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Malang." katanya. Pada tahun 2006.390 orang. Padahal kemampuan tambahan itu merupakan nilai plus bagi para pencari kerja. yakni sebesar 600 lowongan kerja." katanya. jumlah penangguran di Kota Malang mencapai 49. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan . pada 2008 mencapai 39 ribu orang. dan kerajinan.1 kesimpulan Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. "Yang terserap lowongan kerja tak lebi dari seribu orang. pada 2007. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga terus menjalin kerja sama dengan perusahaan di luar Kota Malang untuk bisa merekrut Warga Kota Malang sebagai tenaga kerjanya dan pengiriman TKI keluar negeri.orang dari total jumlah penduduk yang mencapai 800 ribu orang. membuat. Untuk memperkecil jumlah pengangguran. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.

energi listrik. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. minyak. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Bekerja berarti memiliki produksi.2 SOLUSI MASALAH PENGANGGURAN DI KOTA MALANG Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Diharapkan ke depannya di kota Malang kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. ada juga kebijakan mikro (khusus). politik dan kemiskinan. Kita. 3. Setiap orang harus mengkonsumsi beras. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. Selain itu. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. apa pun alasan dan bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah . Dalam keputusan rapat-rapat kebinet.pengangguran menjadi komitmen nasional. Kedua. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). dan lingkungan yang tidak sehat. Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. jasa dan sebagainya setiap hari. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Keempat. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. gula. Selain itu. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. tingkat suku bunga. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Pertama. Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). Karena itu. seperti sampah. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. Ketiga. sepatu. pakaian. Kelima. pengendalian banjir.

fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus).pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu.. berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut. tingkat suku bunga. komprehensif. Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara.. saya bisa minta daftar pustaka dari makalah ini ga. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Diposkan oleh diimas di 22:14 1 komentar: winda mengatakan. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet..3 Kritik dan saran Demikianlah makalah ini. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. 3.. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara. . inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. Terimakasih. Sebagai solusi pengangguran. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait. semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. sbg refrensi saya. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional.

Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran . Hingga Agustus 2008 ini.002 orang. Deded Sukandar. tingginya jumlah pengangguran di DKI disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke Jakarta. dan buta huruf. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Buktinya. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. dan lain-lain. ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. menurut Deded. Sebab. Kepala Disnakertrans DKI mengatakan peningkatann jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov DKI saja. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. peraturan yang menghambat inventasi.1Latar Belakang Penelitian Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. hambatan dalam proses ekspor impor. Selain masalah kemacetan lalu lintas. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah. Bisa saja dalam kenyataannya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan angka resmi itu.2Perumusan Masalah Meski menyandang predikat sebagai kota besar sekaligus Ibukota Negara. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta bekerja ekstra keras. jumlah pengangguran di DKI selalu meningkat setiap tahun. 1. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. yang disebabkan antara lain. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. kata Deded. Saat ini. Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah daripada kenyataan riil yang ada di lapangan. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Oleh karenanya.BAB 1 PENDAHULUAN 1. Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah ke Jakarta. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pension atau cacad jasmani. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. Sedangkan yang di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari kerja.

Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan pengangguran serta masyarakat juga dapat bertindak langsung dalam upaya mengatasi masalah pengangguran.4Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal Jakarta dan mana yang berasal dari luar Jakarta. 3. mencatat serta melihat keadaan secara langsung maupun dari pemberitaan media elektronik selain itu penulis juga mendapatkan informasi ini melalui internet. yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut : BAB 1 ◊ PENDAHULUAN Pada bab ini berisi mengenai latar belakang. Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu .1 Pengertian pengangguran Pengertian penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja. serta untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan juga untuk mengetahui bagaiamana sikap pemerintah dalam mengatasi pengangguran. hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabangan dalam kegiatan penelitian selanjutnya.5Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian ini. Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai tugas Softskill program Diploma III Jurusan Manjemen Pemasaran. 1. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2008.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah pengangguran. 1.3Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarnya pengangguran yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta. manfaat penelitian. penulis memakai metode observasi dengan membaca.ini. BAB IV ◊ PENTUP Penutup ini berisi mengenai Saran serta Kritik dan Daftar pustaka. 1.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai masalah pengangguran 2.6Sistematika Penulisan Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai makalah ini. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. BAB II LANDASAN TEORI 2. maka penulisan tugas makalah ini dikelompokan dalam 4 bab. perumusan masalah. 1. metode penelitian serta sistematikan penulisan BAB II ◊ LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi mengenai pengertian serta factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan Jenis pengangguran BAB III ◊ ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini dibahas mengenai berbagai masalah masalah dalam pengangguran serta pemecahan solusi dalam masalah ini. tujuan penelitian.

tetapi karena sedang mencari kerja yang lebih baik. 2. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing. Pengangguran Stuktural.kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industry tersebut menurun. Pengangguran ini pada umumnya terjadi di sector pertanian atau jasa. dan ekspor produksi industri itu sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari Negara. Pengangguran Tersembunyi. Lebih malang lagi. Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya Pengangguran Terbuka. Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan .penurunan ini mungkin di sebabkan kemrosotan harga – harga komoditas. misalnya : di Negara-negara produsen bahan mentah pertanian. Para pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja. Pengangguran teknologi. Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan kerja yang lebih rendah dari pada bertambahan tenaga kerja.2 Keadaan Masalah pengangguran Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. di beberapa Negara miskin bukan saja jumlah pengangguran menjadi bertambah besar. Oleh karenanya. kebanyakan investor asing tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena biaya ekonominya sangat tinggi akibat masih kuatnya praktek Korupsi. Pengangguran bermusim. 2. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku.3Jenis pengangguran Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya Pengangguran Normal atau Friksional yaitu pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari tenaga kerja. Pengangguran Siklikal . Kolusi dan Nepotisme. Pengangguran ini terutama terdapat di sector pertanian atau perikanan. Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tergolong sebagai penganggur. di sebabkan oleh penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. Misalnya pelayan retoran yang lebih banyak dari yang di perlukan. Kemrosotan ini mengakibatkan perusahaan – perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya.Negara lain. tetapi juga proporsi mereka dari keseluruhan tenaga kerja telah menjadi bertambah tinggi.sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup. Wujudnya barang baru yang lebih baik. dan sebagian pekerja terpaksa di berhentikan dan menjadi penganggur. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Di pabrik-pabrik ada kalanya robot telah menggantikan pekerjaan manusia. Contohnya banyak Negara berkembang terjadi bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya di perlukan supaya dia dapat menjalankan kegiatannya secara efisien. di sebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi .

3 Mutu para lulusan BLK yaitu memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi.terpaksa menganggur. perusahaan motor bahkan instansi pemerintahan daerah setempat. dan keterampilan lainnya yang diperlukan oleh hotel. dalam perekonomian yang tingkat penganggurannya tinggi masyarakat sering kali melakukan demontrasi dan mengemukakan kritik atas pemimpin pemerintah dan ini dapat menghambat kegiatan ekonomi. Sebagai akibatnya perkembangan ekonomi yang terlambat berakibat pangangguran memburuk.Menghindari masalah kejahatan . di sebabkan karena jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal. di dalam suatu rumah tangga harus ada yang mempunyai pekerjaan guna memenuhi kebutuhannya. 2.Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat 3.Memperbaiki pembagian pendapatan .Mewujudkan kestabilan politik. Menangani Lapangan Pekerjaan Sikap Pemerintah pada saat bertambahnya para penganggur dan juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya. 3. dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja. hampir 50 persen diminta beberapa perusahaan untuk menjadi pegawai mereka.1 Sikap Pemerintah 1. 2. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari dalam seminggu atau satu hingga empat jam sehari. perusahaan garmen.Memperbaiki pembagian pendapatan Tujuan Bersifat social dan politik 1.seharusnya pemerintah membuka kursus untuk ketermpilan bagi masyarakat. Setengah Menganggur. Keterampilan yang di sediakan Seperti menjahit. Dari 60 orang yang menempuh pelatihan kerja di sana. . 2. di BLK Jakarta Timur. karena semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi kasus kejahatan.Menyediakan lowongan pekerjaan dari tahun ke tahun 2. komputer. Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama. Apabila dalam masa di atas para penyadap karet dan nelayan tidak dapat pekerjaan lain maka terpaksa menganggur. sambungnya. Contohnya.4 Kebijakan Pemerintah Beberapa Tujuan Kebijakan Pemerintah Tujuan Bersifat Ekonomi 1.5 Tindakan Pemerintah Tindakan pemerintah dalam mengatasi pengangguran: mengurangi pajak mendorong lebih banyak investasi membari subsidi -Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat .Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga. bengkel. tata boga.Menambah keterampilan masyarakat BAB III ANALISA PEMECAHAN MASALAH 3.Menghindari masalah kejahatan. Salah satunya ada dengan meningkatkan peranan Balai Latihan Kerja (BLK) 2.

prostitusi. Karena itu persoalah pengangguran ini harussecepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik. Disnakertrans telah mengadakan pelatihan kerja sama bengkel dengan Perusahaan Toyota Astra.Untuk menekan arus urbanisasi. Saat ini. Toyota Astra akan melihat peserta didik yang dinilai berkualitas baik lalu diajak bergabung untuk bekerja di perusahaannya 3. pengemis. Jakarta akan menampung masyarakat yang dating dari provinsi lain. mantan Walikota Jakarta Pusat ini menyatakan perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi lain.5 Dampak Negatif dari pengangguran dan Penuntasanya Seperti:beragamnya tindakan kriminal. pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus kankeryang sulit diberantas. . Tentunya untuk menghilangkan pengangguran dalam situasi kehidupan ekonomi Bangsa yang sedang morat-marit ini adalah sesuatu yang tidak mungkin. Kedua. Tetapi upaya mengurangi pengangguran bukanlah hal yang mustahil. sehingga tidak ada lagi warga yang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. aborsi. Sector informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. padat karya dll disamping strategi jangka panjang seperti pemerataan wilayah pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan desentralisasi. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawabi sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi Bangsa kita. Dengan azas otonomi daerah. perdagangan anak. maka sudah waktunya sektor informal ini didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran.2 Mengenai Tingkat Penganguran Terjadi karena Urbanisasi tidak bisa di tekan ini terlihat pada setiap akhir tahun seusai labaran .4 Kepedulian Masyarakat Mengapa kita peduli terhadap angka-angka tersebut? Pertama. Disnakertrans juga membina kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mengadakan pelatihan keterampilan. Cara yang realistis dalam jangka pendek mengurangi pengangguran adalah memberdayakan sektor informal. Menurunnya kualitas sumber daya manusia. Ketidak Stabilan angka Pengangguran Salah satunya disebabkan jumlah pencari kerja lebih banyak dari lowongan kerja yang ditawarkan dan penempatan kerja dari pencari kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan perusahaan-perusahaan. masalah pengangguranberdampak luas terhadap kehidupan sosial dan politik yang pada gilirannya akanmemukul balik kestabilan makro-ekonomi yang telah dicapai dengan susah payah.4 Disnakertrans bekerja sama Cara lainnya. 3. 3. angkayang kurang akurat tidak akan menghasilkan perumusan kebijakan yang tajam danlangkah-langkah penanganan yang saksama. Karena di daerahnya telah memberikan kesempatan pekerjaan yang lebih luas dari ibukota. Dari hasil pelatihan tersebut. tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korbansosial dari penyakit sosial ini sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupankemanusiaan yang beradab. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkankorban-korban sosial yang tidak ternilai. anak jalanan. Namun bukan berarti sektor formal diabaikan. pembangunan di luar Jakarta harus dapat diakselarasikan dengan di ibukota.

pangan dan papan menjerumuskan sebagaian besar manusia Indonesia ke jurang kemelaratan. Krisis moneter disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia. Karena pertimbangan itulah maka proses penyadaran ini harus melibatkan banyak pihak termasuk para psikolog dan psikiater. slide.Keterbatasan mereka di dalam pendidikan sangat mudah dijadikan alat komoditas politik untuk melakukan berbagai konflik sosial di tengah masyarakat Pengangguran erat kaitannya dengan kemiskinan dan kemelaratan. kolusi dan nepotisme (KKN) yang menggurita dan sistematik pada semua lembaga negara dan swasta. 3. Usaha mengkomunikasikan segala hal yang bertujuan agar terbentuk pola pikir. 2) Kelangkaan Lapangan Kerja.maka upaya pertama(penyadaran) . Kondisi menganggur adalah kondisi dimana segala-galanya hilang dan tercabut dari seseorang. bukan saja sumber nafkah. Kehilangan jati diri inilah yang membuat orang yang menganggur akan mengalami stress yang tinggi dan apabila tidak mampu dikendalikan maka akan menjadi depresi yang mengarah kepada sakit mental atau gila. Kerusakan ekonomi ini disebabkan oleh adanya mental korup. Tidak tercapainya pemenuhan kebutuhan ekonomi ini akan menciptakan masalah-masalah social. pola sikap dan pola tindak yang positip dalam rangka menciptakan kehidupan sosial yang baik di kalangan para penganggur kurang terdidik ini harus dibangun dalam konteks penghormatan terhadap martabat manusia(human dignity) itu sendiri. Budaya KKN ini disebabkan oleh pemerintahan yang kotor(tidak bersih).7 Sebagai pihak yang Netral kaum akademisi/intelektual atau LSM harus menciptakan modelmodel penyadaran ini sebagai cara menjembatani(bridging the gap) keadaan yang sekarang dengan keadaan yang diinginkan.6 sebab langsung(direct causes) Ada beberapa sebab langsung(direct causes) terjadinya pengangguran besar-besaran di Indonesia yakni: 1) terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. PHK disebabkan oleh perusahaan bangkrut. Metode-metode ceramah dan bersifat menggurui harus dihindari mengingat pesertanya adalah para penganggur yang kehilangan matamepencaharian. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. tetapi juga recognition(pengakuan) dan harga diri. Harus lebih banyak diskusi dan sharing pengalaman untuk membangkitkan gairah mereka di dalam situasi-situasi sulit menghadapi kerasnya kehidupan sebagai penganggur. film. Masih bisa dicari lagi sebab-sebabnya misalnya dekadensi(kemerosotan moral). 4) Rasionalisasi karyawan dll. Bisa saja usaha penyadaran ini bagi sebagian besar penganggur dirasakan membuang-buang waktu karena mereka harus mencari kerja untuk bisa menghidupi anak istrinya atau keluarganya. Berbagai cara penyadaran dengan penggunaan audio visual. sangat membantu di dalam prosesnya sehingga tidak menimbulkan kebosanan. 3) Pemulangan TKI ke Indonesia. Sebab langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. Untuk mengatasi masalah ini. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang. Krisis ekonomi disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS). 3. Kredit macet disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997.

3) kebutuhan akan rasa memiliki atau sosial. ada sejumlah elemen yang menjadi faktor penentu ada tidaknya pekerjaan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung seperti: 1) tersedianya lapangan kerja. Kebutuhan para penganggur dan keluarganya dalam jangka pendek adalah kebutuhan akan makan dan minum Pemenuhan kebutuhan dasar ini harus didahulukan dan menjadi perhatian utama. Bahkan menurut Bambang Widianto. 2)kebutuhan akan keselamatan. minum dan pakaian.diikuti dengan upaya yang kedua yang lebih konkret dan realistis yakni Pemberdayaan secara ekonomis dan social Penyadaran melalui pembentukan sikap dan mental yang dilakukan pada tahap pertama di atas harus diikuti dengan pemberdayaan tahap kedua yang lebih bersifat ekonomis dan konkret.trampil ekonomi membaik stabilitas moneter bersih dari KKN bersih clean goverment clean goverment clean goverment Note : Semua variable bersifat positif Seperti terlihat pada pohon tujuan di atas. 2)kebutuhan akan Relatedness(hubungan) dan 3) kebutuhan akan Growth(pertumbuhan) meliputi penghargaan.8 Upaya Memecahkan masalah Penganguran Abraham Maslow menyebut 5 kebutuhan manusia dalam 5 tingkatan hierarkis yaitu : 1 ) kebutuhan akan makan. 2) dibutuhkannya Tenaga Kerja Indonesia(TKI) di luar negeri. 4) adanya jaminan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja dan sebagainya. Alderfer memformulsikannya menjadi tiga dan disebutnya ERG 1) kebutuhan akan Eksistensi. 4) kebutuhan akan penhargaan dan 5) kebutuhan akan aktualisasi diri. aktualisasi diri Ultimate goal Masyarakat sejahtera Masyarakat bermartabat Negara kuat Goal/core objective Upaya intervensi tdk ada PHK tersedianya TKI dibutuhkan ekspansi usaha lap.tinggi tak langsung kredit lancar aktivitas ekon. pekerja dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan Sekolah Dasar (SD) ke bawah.kerja langsung upaya intervensi Perusahaan pertumbuhan demand thdp TKI efisiensi usaha tinggi maju ekon. Tenaga-tenaga para penganggur kurang terdidik ini bisa dimanfaatkan di kegiatan-kegiatan padat karya sehingga mereka bisa mendapatkan kembali harga dirinya yang telah hilang oleh karena terkena pemutusan hubungan kerja atau karena tidak adanya ketrampilan di dalam bekerja. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas9.keamanan. lancar TKI pintar. . 3) adanya ekspansi usaha. Pada pemberdayaan ekonomi ini 3. Karena para penganggur berpendidikan rendah ini sangat banyak maka mereka bisa disalurkan dalam kegiatan-kegiatan padat karya yang bias mendatangkan upah bagi mereka. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern karena struktur angkatan kerja.

Gramedia. Jelamu Ardu Marius. 1994.com 14 Kompas Kamis 5 Februari 2009 BAB I PENDAHULUAN A. Conyer Diana. martabat dan harga diri manusia. Dilema Pembauran Golongan Minoritas Cina. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. pengangguran telah menjadi kuman penyakit sosial yang relatif cepat menyebar. Harian Pos Kupang. Suarapublika. Adalah fakta bahwa berbagai kejahatan sosial seperti pencurian/penodongan/perampokan. 1999. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. 7. 27 September 2003.Bab IV Kesimpulan dan Penutup Pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Studi Kasus di Kupang NTT. Buku Ekonomi Pembangunan.com 13. Sukirno. Penerbit Ghalia Indonesia 12. berbahaya dan beresiko tinggi menghasilkan korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia. Harian Kompas.Google./ Beritajakarta. Harian Kompas. Undang-Undang Otonomi Daerah No. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. 22 tahun 1999 10. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi pembangunan. Jakarta. Dilihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial. Hadi . 9. Buku Makro Ekonomi ‘Teori Pengantar’ Edisi ketiga. Pascasarjana UI. pelacuran. 11. 8. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. 1993. Novermber 2003. Harian Kompas. 25 Oktober 2003. DAFTAR PUSTAKA 1. 10 September 2003 6. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. 2. jula beli anak. WWW. yang . anak jalanan dan lain-lain merupakan dampak dari pengangguran. 4. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hudup(pekerjaan). maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. Prayitno. John Naisbit dan Patricia A. Keadaan Penganggur dan Setengah Pengangguran. 20 Juni 2003. 5. Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran.Sadono Penerbit Raja Grafindo Persada. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga. Dok. Delapan Jalan Menuju Perubahan. kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi. Tesis. 3.

03 TH. Sekitar 44. Meningkatnya jumlah tenaga kerja formal dari 36. Masalah pengangguran dan setengah pengangguran tersebut di atas salah satunya dipengaruhi oleh besarnya angkatan kerja.96 pesen menjadi 5. Sasaran Sasaran yang diharapkan. 29 Juni 2004.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). Terbangunnya jejaring antara pusat dengan seluruh Kabupaten/kota. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. Menurunnya jumlah setengah penganggur dari 28. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5.8 juta orang. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan. Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional. Angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2002 sebesar 100. (Sumber: Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia. Tingkatkan perluasan lapangan kerja dari 91.54 persen menjadi 15 persen pada tahun 2009. ini berarti bahwa angkatan kerja di Indonesia kualitasnya masih rendah. Pada sisi lain.65 persen menjadi 20 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009.79 juta dari kesempatan kerja yang tersedia tersebut berstatus informal.65 juta orang menjadi 108. Selanjutnya 63. Ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja yang tersedia adalah bagi golongan berpendidikan rendah. Seluruh gambaran di atas menunjukkan bahwa kesempatan kerja di Indonesia mempunyai persyaratan kerja yang rendah dan memberikan imbalan yang kurang layak.33 persen kesempatan kerja ini berada disektor pertanian.87 juta orang. dirumuskan sebagai berikut : Menurunnya jumlah penganggur terbuka dari 0. Menurunnya jumlah angkatan kerja usia sekolah dari 20. peningkatan Efektivitas Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja. peraturan yang menghambat inventasi. 11 Pebruari 2004). Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu. Ciri lain dari kesempatan kerja Indonesia adalah dominannya lulusan pendidikan SLTP ke bawah.6 juta orang.13 juta penganggur terbuka. upah rendah.5 persen pada tahun 2009.71 persen menjadi 60 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009. sebesar 9. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans. Mereka ini didominasi oleh angkatan kerja usia sekolah (15-24 tahun) sebanyak 20.7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless). Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan. yang hingga saat ini tingkat produktivitasnya masih tergolong rendah. Pada tahun 2002. hambatan dalam proses ekspor impor. jumlah orang yang bekerja adalah sebesar 91. Selain itu terdapat sebanyak 2. meliputi Pengendalian Jumlah Angkatan kerja peningkatan Kualitas angkatan Kerja. Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik . Sumber : Majalah Nakertrans Edisi . Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002. sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. pembinaan Hubungan Industrial. Untuk mencapai hal tersebut disusun strategi.33 juta orang hanya berpendidikan SD kebawah. Keadaan Angkatan Kerja dan Keadaan Kesempatan Kerja.7 juta.disebabkan antara lain. kebijakan dan program-program yang perlu terus dibahas untuk menjadi kesepakatan semua pihak. pada tahun 2002 berjumlah 28. Keadaan lain yang juga mempengaruhi pengangguran dan setengah pengangguran tersebut adalah keadaan kesempatan kerja. B.XXIV-Juni 2004 C. yang mengakibatkan produktivitas rendah. Implikasinya adalah produktivitas tenaga kerja rendah. dan lain-lain. 45.97 juta orang.

yaitu angkatan kerja berpendidikan menengah ke atas dan tidak bekerja. hampir separuh (49 persen) penganggur ternyata berpendidikan menengah atas (SMTA Umum dan Kejuruan).30 24.47 .7 persen berarti terdapat 4. sekitar 45 persen tenaga kerja bekerja di bawah 35 jam per minggu atau setara dengan 25 persen pengangguran penuh. persoalan mendasar ketenagakerjaan di Indonesia saat ini menyangkut tingkat pengangguran.57 persen pada 1982 menjadi 5. Namun tingkat pengangguran 5. Ini mencakup pengangguran yang muncul karena peralihan antar kerja oleh tenaga kerja.13 SLTA Kejuruan 12. Suatu tingkat yang sangat serius dan membahayakan dalam pembangunan nasional. Jika ditambah angka pengangguran terbuka 2. total pengangguran nyata bisa mencapai 35-40 persen. Pola Pengangguran Dari tabel di bawah mengungkapkan beberapa hal menarik. laju peningkatan pengangguran di sekolah menengah kejuruan lebih rendah daripada sekolah menengah umum. yang termasuk juga rawan adalah pengangguran tenaga terdidik. persentase peningkatan tingkat pengangguran berpendidikan sarjana adalah paling tinggi. baik pada menengah pertama maupun pada menengah atas. terdapat sejumlah besar penganggur yang dalam konsep ekonomi termasuk dalam kualifikasi pengangguran terselubung (disguised unemployment). yakni tenaga kerja yang jumlah jam kerjanya tidak optimal karena ketiadaan kesempatan untuk bekerja.74 0.Diploma I 0. Konsep lainnya adalah under employment. Kedua.5 juta orang penganggur.68 23. suatu tingkat yang secara alamiah mustahil dihindarkan. Ketiga. Di luar pengertian tersebut.67 persen dan pengaruh krisis ekonomi yang berkepanjangan. Di samping masalah tingginya angka pengangguran. yakni penduduk angkatan kerja yang benar-benar menganggur.69 11.90 32. Ini disebabkan pertambahan angkatan kerja baru jauh lebih besar dibanding pertumbuhan lapangan kerja produktif yang dapat diciptakan setiap tahun. yakni tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya disebabkan lemahnya permintaan tenaga kerja. terjadi peningkatan pengangguran berpendidikan menengah ke atas (SMTA.94 . gap tersebut semakin membengkak tajam. periode 1982-1998. Berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik) sampai Mei 1997. pengangguran 5. Dengan jumlah angkatan kerja 92. yang melonjak dari 0. Pertama.61 3.09 SLTP 11.44 SLTA Umum 12. khususnya dalam kaitannya dengan strategi serta kebijakan perekonomian dan pendidikan nasional. Angka ini sebenarnya masih di sekitar tingkat pengangguran natural (Natural Rate of Unemployment). Tabel Struktur Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan (%) Pendidikan 1982 1995 1998 SD ke bawah 61. Fenomena ini patut diantisipasi sebab cakupannya berdimensi luas. Keempat.7 persen tersebut sebenarnya adalah angka pengangguran terbuka (open unemployment). Akademi dan Sarjana) secara signifikan dari 26 persen menjadi 57 persen.86 Diploma 0.02 persen pada 1998. Pada tahun 1998 tingkat pengangguran mencapai 5. pada 1998.7 juta. Sebenarnya tingkat pengangguran ini relatif kecil dibanding tingkat pengangguran di beberapa negara industri maju di Eropa di tahun 90-an yang bahkan mencapai dua digit.79 16.74 40.61 16. Pasca krisis moneter. atau meningkat hampir 120 persen.91 2.33 19.Selain masalah upah.7 persen.

Masalahnya. sejauh mana konsep tersebut tertuang dalam kerangka yang lebih operasional. 1995. 1985. perhatian juga sudah seharusnya diberikan pada pengembangan industri yang lebih berorientasi pada penyerapan tenaga kerja terdidik yang tidak hanya jumlahnya besar tetapi juga tumbuh dengan sangat cepat. pembangunan ekonomi pada tingkat tertentu berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga masyarakat lebih mampu membiayai pendidikan formal dan mengakomodasi makanan bergizi yang membantu kualitas tenaga kerja. Di lain pihak kontribusi sektor primer terhadap PDB turun sebesar 9 persen menjadi 15 persen sementara sektor sekunder dan tersier meningkat sekitar 14 persen menjadi 27 persen. dari 254. kurikulum SMTA Umum sekarang mendapat proporsi keterampilan praktis sehingga bilamana lulusan SMTA tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi. Pertama. 1998 Beberapa Sebab Secara kualitatif.86 5. selain tempat terbatas. penyerapan tenaga kerja sektor primer turun 9 persen menjadi 47 persen. Kedua. Akan tetapi. Selain itu. lapangan kerja masih didominasi sektor-sektor subsistensi yang tidak membutuhkan tenaga kerja berpendidikan. mahalnya biaya juga menjadi kendala utama.032 lowongan kerja terdaftar. kualitas tenaga kerja nasional meningkat disebabkan dua hal.02 Sumber: Statistik Tahunan Indonesia. Seharusnya. terdapat 15 persen lowongan kerja yang tidak dapat terisi. Menurut data Sub Direktorat Informasi Pasar Kerja.53 Universitas 0. Secara makro ini juga disebabkan transformasi struktur ekonomi dari sektor primer (pertanian) ke sektor sekunder dan tersier (industri dan jasa) tidak diikuti transformasi penyerapan tenaga kerja.87 2. Hal ini karena pada dasarnya SMTA Umum dipersiapkan untuk memasuki perguruan tinggi. Dengan demikian. Kesenjangan ini memang sudah sering diangkat ke permukaan sampai lahirnya konsep link and match. Berbagai perubahan menyangkut penjurusan di tingkat menengah atas tampaknya tidak akan mampu menjawab permasalahan kualitas angkatan kerja golongan pendidikan ini. Periode 1980-98. mayoritas angkatan kerja berpendidikan SMTA Umum bekerja di sektor perdagangan dan sektor informal yang produktivitasnya relatif rendah.. sementara sektor sekunder dan tersier hanya meningkat 3 persen dari 23 persen. .57 3. berbagai kebijakan di bidang pendidikan nasional membawa peningkatan pada kualitas pendidikan formal angkatan kerja. paling tidak sudah memiliki bekal keterampilan yang dibutuhkan untuk masuk dunia kerja. Depnaker April 1998. di samping membangun industri skala besar yang sifatnya padat modal dan teknologi. Ini menimbulkan gejala supply induce di mana tenaga kerja terdidik yang jumlahnya cukup besar memberi tekanan kuat terhadap kesempatan kerja di sektor formal yang jumlahnya relatif kecil. ternyata lowongan kerja yang belum terisi cenderung meningkat serta porsinya terhadap lowongan kerja relatif besar. sehingga terjadi pendayagunaan tenaga kerja terdidik yang tidak optimal. Tingginya proporsi lowongan kerja untuk sarjana dan sarjana muda yang belum terisi menunjukkan adanya kesenjangan antara kualitas penawaran tenaga kerja (dunia perguruan tinggi) dengan kualitas permintaan tenaga kerja (dunia usaha). pada saat angkatan kerja terdidik meningkat dengan pesat. Sekitar 50 persen di antaranya adalah angkatan kerja berpendidikan sarjana dan sarjana muda. pada hal untuk masuk ke dunia perguruan tinggi. sedangkan paling rendah lulusan SD dan diploma satu (D1) sekitar 10 persen.Diploma II 1. Perlu juga penanganan serius terhadap tingginya persentase lulusan SMTA Umum yang menganggur (lebih tinggi daripada SMTA Kejuruan). Apa yang terjadi sekarang adalah. Tampaknya gejala tersebut diakibatkan pola perkembangan industri saat ini yang kurang berbasis pada permasalahan nasional yang sifatnya seolah labor surplus padahal karena permintaan yang kecil. di tengah membengkaknya jumlah penganggur.

dapat ditingkatkannya pertumbuhan ekonomi menjadi 6.422 juta). 2001 (8.Secara fungsional. penduduk yang kerja (90. Setiap pertumbuhan ekonomi satu persen. Padahal. bila tidak diimbangi dengan penjembatanan secara struktural. angka pengangguran terbuka di Indonesia terus menaik. dapat ditekan menjadi 1. jumlah penganggur terbuka mencapai 4.005 juta).0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4. 2002 (9. Sektor di hulu yang banyak berdampak pada pengangguran dan setengah pengangguran adalah sektor kependudukan.730 juta).5 juta pertahun.18 juta.4 persen. pendidikan dan ekonomi. dosen. Bayangkan. Pertama. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja. tinggal di pulau Jawa dan berlokasi di daerah perkotaan.35 juta. pada 2001: usia kerja (144.03 juta). Pengangguran Terus Bertambah Kolapsnya perekonomian Indonesia sejak krisis pada pertengahan 1997 membuat kondisi ketenagakerjaan Indonesia ikut memburuk. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. angkatan kerja (100. transformasi sektor informal ke sektor formal dapat dipercepat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan terutama di sektor pertanian. otomatis penyerapan tenaga kerja juga ada. Akan tetapi. pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tidak pernah mencapai 7-8 persen. Kedua.779 juta). Angka Pengangguran Indonesia Naik Sejak 1997 sampai 2003.647 . Selain usia muda.0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1. masalah pengangguran erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi.7 persen pada periode 2005-2009.033 juta). data pekerja dan pengangguran menunjukkan. perdagangan. Jika pertumbuhan ekonomi ada. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan. Sementara itu. Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 3-4 persen.81 juta).35 juta).1 persen. pada 1999 (6. pada 2002: usia kerja (148. dari 4. beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) sudah menerapkan hal ini di mana banyak praktisi bisnis menjadi dosen-dosen PTS. tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 400 ribu orang. penduduk yang kerja (91. B. misalnya dengan berbagai proyek kerjasama penelitian antara dunia usaha dengan perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa. 2000 (5. Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. setengah penganggur sukarela (24.005 juta). tentunya hanya akan menyerap 1. yang secara perlahan membawa perubahan pada kurikulum. setengah penganggur terpaksa (6.9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2. Selanjutnya. Sehingga. tapi juga harus ditangani dari hulu. angkatan kerja (98. Didominasi oleh penganggur usia muda. Ada tiga asumsi yang menjadi harapan untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran. Tiap Tahun. pada 1997. Sejak itu.13 juta) dan 2003 (11. setiap tahun pasti ada sisa. sementara pencari kerja mencapai rata-rata 2. pengangguran juga banyak mencakup berpendidikan rendah.18 juta menjadi 11. Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu.812 juta). pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun dapat ditekan dari 2. Intensitas permasalahan juga lebih banyak terjadi pada penganggur wanita dan pengaggur terdidik.010 juta).807 juta). peneliti dan praktisi niscaya sulit untuk mempersempit gap tersebut. Ketiga. Pengangguran dan setengah pengangguran merupakan permasalahan di muara yang tidak bisa diselesaikan pada titik itu saja. jasa dan industri. penganggur terbuka (8.6 juta tenaga kerja. BAB II MASALAH A.

sisa perkara (6.933). penganggur terbuka (9. setengah penganggur sukarela . hingga “terpaksa” harus melahirkan paket Undang Undang Serikat Pekerja. Bicara soal ketenagakerjaan tidak akan lepas dari persoalan buruh dan pengusaha yang tiap hari kian mencuat ke permukaan. kasus PHI (95) Sumber: Depnakertrans. Ketenagakerjaan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).098). Kedua.4 persen. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja. mempercepat transformasi sektor informal ke sektor formal. yaitu pertama. Ditjen Binawas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 2001: Perkara yang masuk (2. jasa dan industri. sisa perkara (205. sisa perkara (2. jumlah putusan (117. lihatlah data berikut: Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) 2001: Perkara yg Masuk (81).9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2. jumlah putusan (2. Selesaikan masalah? Tunggu dulu.145). Tapi pemecahan persoalan tidak semudah itu.980). Ditjen Binawas Pemogokan 2001: Kasus Pemogokan (174).145). Ditjen Binawas Jumlah Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Perkara yang masuk (114.933). ditekan menjadi 1. Jumlah putusan (91). tenaga kerja PHK (110.357).175). jelas masalah buruh dan pengusaha seakan juga menjadi bom waktu . pertumbuhan ekonomi ditingkatkan menjadi 6.175).393) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans. tenaga kerja yang terlibat (769. terutama di sektor pertanian. Ditjen Binawas Berdasarkan data di atas. jumlah putusan (95). tenaga kerja yang terlibat (61. perdagangan.790) Sumber: Depnakertrans. Ketiga. sisa perkara (4. baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.445). untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran bisa saja dicapai lewa tiga asumsi dasar. jumlah putusan (98. pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun ditekan dari 2. jumlah putusan (1. sisa perkara (189) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara masuk (95). Tenaga Kerja PHK (114. Ditjen Binawas Jumlah Perkara dan Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Kasus PHK (2.445). Jumlah Putusan (80). Sejak 2000.132 juta).160). sisa perkara (223. Sisa perkara (321) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans.7 persen pada periode 2005-2009.1 persen.juta).0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4. kasus PHI (101) 2003: Kasus PHK (12. persoalan terus datang.142) 2003: Kasus pemogokan (146).869 juta).413) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans.906).0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1. tenaga kerja yang terlibat (109.415) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (2.565). setengah penganggur terpaksa (28.867) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (110. Sisa*) Perkara (73) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara masuk (101).845) 2002: Kasus pemogokan (220). Sebenarnya.632) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara yang masuk (2. jumlah putusan (1.

5 persen pangsa pasar tenaga kerja itu ada di desa. memang harus ada berbagai jaminan. Tidak apa-apa upah tidak dinaikkan untuk sementara. itu namanya tidak baik dan mampu berkompetisi. Investasi akan semakin tidak mampu masuk. Belum di industri lainnya. Di sisi lain. Satu contoh yang mungkin pengusaha dan buruh lainnya juga sepakat. ada di sektor formal. tapi juga memperhatikan kepentingan publik. Laos dan Kamboja. banyak industri berubah jadi trading. Sisanya. Tentunya. Dana Jamsostek yang surplus sekitar satu triliun rupiah itukan bisa dikembalikan ke buruh dengan membangun perumahan buruh yang tersebar di sekitar sentra industri. compete tidak? Jika upah buruh naik. Soal buruh dan pengusaha. Celakanya. Bahkan. Tapi yang bisa di berikan saat ini adalah yang sesuai dengan dukungan ekonomi kita. 62. uruh itu hanya concern pada dua hal: PHK dan penyelesaian perselisihan.yang tiap saat bisa meledak dan menghancurkan kerangka ketenagakerjaan Indonesia. dan upah minimum bukan penyebab utama pengangguran itu. lebih dari 60 persen angkatan kerja Indonesia ada di sektor informal.. Ditambah lagi. industri tidak bersaing sehingga terjadi deindustrialisasi dan jadilah pedagang. tapi kembalikan ke buruh. Artinya. Bagi pengusaha. Jelas. kesejahteraan buruhpun jadi terhambat. UU Ketenagakerjaan justru membuat pengusaha menutup perusahaannya yang kemudian menurunkan kesempatan meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan. normatif ketenagakerjaan Indonesia bagaimana. itu tidak ada masalah. bekerja di perusahaan. Tapi siapa yang akan memberikan pekerjaan? Soal ketenagakerjaan memang menjadi hal pokok dalam menggerakkan iklim investasi. UU yang baru ini jelas memberatkan pengusaha. seperti tiap bulan mendapatkan gaji tetap. Pertanyaannya. Jumlah buruh di 2665 perusahaan tekstil dan produksi tekstil serta terkait dengan industri tesktil dan produksi tekstil saja mencapai 4. Tidak heran saat ini. Tapi pemerintah jangan menaikkan . Kemungkinan. jelas menguntungkan pasar bebas itu. kompetisi usaha Indonesiapun semakin menurun. Tanpa ada kemampuan yang didukung ekonomi nasional. upah minimumnya. Karena investor akan melihat. Cina dan Thailand bukanlah kompetitor lagi. Karena berdasarkan riset ILO (International Labour Organization) 2-3 tahun terakhir. buruh bisa save biaya transportasi dan memberikan hidup yang lebih layak. tutupnya perusahan elektronik SONY dan DOSON yang memproduksi sepatu Reebok. pegawai negeri dan lainnya yang memang mempunyai jaminan perlindungan. tentunya tidak mempunyai jaminan sama sekali: satu perbandingan yang tidak sehat. Fakta hubungan buruh dan pengusaha tidak bisa serta merta terselesaikan dengan hadirnya UU Ketenagakerjaan dan PPHI. ada jaminan kesehatan dan lainnya. Tidak ada korelasi. Komponen pengeluaran besar buruh adalah penginapan dan transportasi. kemungkinan kita akan dikejar oleh Vietnam. apakah hak upah minimum itu berkorelasi dengan pengangguran? Soal pengangguran itu jelas terkait dengan krisis ekonomi yang tidak bisa diselesaikan pemerintah. produktifitas tidak naik. Janganlah pemerintah mengambil deviden dari Jamsostek. Tuntutan kesejahteraan buruh itu. adalah hak buruh yang bisa dipahami. sebenarnya banyak yang bisa dilakukan pemerintah. sehingga terjadi pengangguran yang tentunya. itu dulu deh. buruh sebenarnya mau berkompromi untuk menunda pemenuhan hak yang mereka tuntut. Informal yang jumlahnya jelas lebih banyak ini. impor. akan diikuti juga perusahaan lainnya. tidak perlu harus mengeluarkan UU baru yang ternyata menguntungkan pasar bebas. jelas makin hari makin terjadi PHK. kenaikan upah minimum akan menyumbang pengangguran sebesar satu persen. adanya pernyataan beberapa ekonom yang mengatakan. penggunaan keuntungan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) untuk kepentingan buruh dan pengusaha. Bahkan. bukan sekadar mendapatkan win-win solution.7 juta. Soal paketan UU Ketenagakerjaan boleh jadi harus menjadi perhatian serius.

mau tidak mau. atau hanya bersifat supplemen bilamana keadaan terlalu memaksa. Untuk 2002 saja. Dengan otonomi daerah. pembiayaan. mencakup berbagai aspek penting. pengawasan dan lain-lain. Depnakertrans hanya mempunyai dana 40-41 milyar rupiah dan dibagikan ke seluruh Indonesia. dimana diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. aspek penanggulangan pengangguran harus dijadikan sebagai titik perhatian. Seperti pertanian. semua mata serasa tertuju ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) sebagai operator (pemerintah) penyelesaian soal ketenagakerjaan ini. Masalahnya. jumlah pengangguran terus bertambah. sektor pertanian menyerap tenaga kerja. pendorong dan pemberi wacana-wacana. tenaga kerja terdidik. Untuk itu. Tapi Depnakertrans mengaku. koordinasi pelaksanaan. seperti data penganggur. harusnya mampu memperluas kesempatan pekerjaan di sektor mereka sendiri. sampai dengan 40 persen. Untuk menanggulangi masalah penganggur dan setengah penganggur. seperti kelurahan dan desa. lalu masalah pengembangan penerapan teknologi tepat guna. Bila hal ini benar-benar terjadi. termasuk instansi-instansi pemerintah yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan ketenaga-kerjaan untuk harus segera mengkonsolidasikan diri. Pemdalah yang . Karena desa memerlukan ahli. supaya juga bisa membuat tolak ukur. Selain itu. Idealnya untuk penanggulangan penganggur ini. Tapi tidak pernah ada. membuat gambaran: berapa sektor kerja dan tenaga kerja yang riil ada. efek netto dari hasil pembangunan yang diperkirakan akan semakin baik di masa mendatang perlu didistribusikan kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk. latar-belakangnya dan potensi wilayah yang ada. dinamisator masyarakat desa. bersama-sama mengatasi masalah ini. pemerintah dan masyarakat sendiri. Kemudian diikuti sektor kelautan. kecil-menengah. tidak pernah memikirkan bagaimana masyarakatnya makmur. sejahtera dan berkembang dan tidak menganggur. antara lain terciptanya kesempatan kerja produktif dan remunerative. sebagai usaha mandiri. pemerintah pusat hanyalah pembuat kebijakan.harga barang. Yang di dorong itu pencari kerjanya. Pemda hanya mengharapkan PAD. Ketidak-stabilan peta politik dan keamanan. Jelas. Daerah tidak pernah meng-update data yang ada. Praktek dan rill di lapangan. Indonesia akan berada pada bibir jurang kehancuran yang sulit dihindarkan. Programnya mencakup pelatihan dan upaya-upaya pendorongan ke wira-usaha. 54-60 persen sektor informal mampu menampung pencari kerja. redistribusi pendapatan dalam bentuk seperti pengalihan subsidi BBM tidak perlu lagi dilakukan. fasilitator. Untuk itu seluruh komponen bangsa. Fakta tetap mengatakan. Depnaker tidak mampu mengatasi pengangguran. Data-data menunjukkan. Yang mampu mengatasinya adalah semua sektor. antara lain: identifikasi dan pemilihan program. listrik dan layanan publik lainnya dong. perencana. Tanpa harus mengabaikan core-programe masing-masing instansi atau pihak terkait. Kebijakan itu perlu ditempuh untuk menghindari dampak negatif yang lebih besar dari sekadar dampak negatif. maupun pola-pola pemberian kredit bank. Dana Jamsostek itu juga seharusnya bisa dijadikan solusi dalam hal kesejahteraan buruh. Dengan cara ini. baik lewat tenaga kerja pemuda mandiri professional. Bagaimana mungkin Depnaker bisa menjalankan programnya jika basis data saja tidak punya? Sudah pernah di mintakan ke Pemda. Konsolidasi ini. Selama ini Depnakertranas sudah menyebarkan informasi dan mendorong ke arah wira-usaha. anggaran yang dimiliki sangat terbatas untuk mendorong kesempatan kerja. kemungkinan besar akan semakin parah dan mengganggu sendi-sendi pembangunan lainnya. harus bersama-sama. motivator. departemen pertanian dan kelautan misalnya. dimana. seperti yang kita alami sekarang ini. Sampai sekarang Depnakertrans juga belum mempunyai peta potensi wilayah dan pengangguran sampai ke daerah terkecil. Depnakertrans juga mencoba “menyentil” instansi lain untuk peduli terhadap masalah pengangguran. Umumnya negara berkembang. Depnakertrans diberikan dana sekitar 1 trilyun rupiah agar sampai tenaga kerja sarjana bisa di tampung dan fokuskan pada pengembangan desa.

Untuk itu. Saat itu. 4.951 orang meliputi : .589 orang.734 orang. SDM nantinya mampu mengisi lowongan pekerjaan dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan. . Pelaksanaan pemagangan ke Jepang sebanyak 4.Pelatihan melalui anggaran DPKK-TKI : 2.Padat karya produktif 44.317 orang. dalam T. harus benar-benar menjadi perhatian Depnakertrans. terbukti pada lomba ketrampilan se-Asia pada dua tahun lalu. “SDM kita belum mampu bersaing. SDM Indonesia ditempatkan pada posisi 112 dari 117 negara yang diteliti.Pelatihan institusional : 14. Pemberian ijin tenaga kerja asing (IKTA) sebanyak 19. Indonesia hanya memperoleh perunggu untuk kompetisi di bidang otomotif. Membangun sistem peningkatan kualitas tenaga kerja . Meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga nasional maupun internasional . b.088 orang. Tidak kompetitifnya SDM Indonesia. semua perencanaan yang “terkesan” bagus itu.Pelatihan kewirausahaan : 2. Apalagi.764 orang.Penciptaan wirausaha baru 2.A.Pengembangan model perluasan kerja 685 orang. 7. Mendorong peranan masyarakat luas di Bidang Ketenagakerjaan meliputi pelatihan.Pelatihan Magang : 1.mengurusi semuanya. Perluasan lapangan kerja bagi 120. penempatan dan produktivitas tenaga kerja.280 orang. Penempatan Tenaga Kerja AKAD : 21.276 orang.200 orang. Pelatihan untuk angkatan kerja khusus seperti penyandang cacat dan lanjut usia sebanyak 1. Depnakertrans lewat Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri juga mempunyai program dan kegiatan yang diarahkan untuk pencapaian Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja serta Program Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja.Pembinaan dan pendayagunaan anak jalanan dan pedagang asongan 690 orang. Pengembangan Kesempatan Kerja.Pelatihan MTU : 20. Apalagi. ada beberapa tugas yang bisa dilakukan direktoratnya: pembinaan yang menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain mempunyai Rencana Tenaga Kerja Nasional 2004-2009. . 3. 2. 6. Pelatihan ketrampilan sebanyak 42. .800 orang.Terapan teknologi tepat guna 4. Belum lagi bicara soal banyaknya tenaga kerja asing yang masuk dan mengisi pekerjaan di Indonesia. tenaga kerja sarjana dan tenaga kerja mandiri terdidik sebanyak 67.898 orang. Tampaknya. hingga SDM bisa bekerja secara produktif. 4.485 orang. Meningkatkan kualitas pelayanan di Bidang Perluasan Kesempatan Kerja dan Penempatan Kerja .Pelatihan Teknisi :1. 2. 2003 telah dilaksanakan : 1. Pemberian bantuan peralatan kepada 78 lembaga pelatihan BLK/LLK dan 12 pondok pesantren. .561 orang meliputi : . 3. eletronik dan lainnya itu. jika bicara soal ketenagakerjaan.790 orang 5. penempatan. . .Pendayagunaan tenaga kerja pemuda mandiri profesional. mengimplementasikan dan mensosialisasikan kebijakan pembinaan yang bertujuan untuk : 1. Merumuskan pedoman atau petunjuk teknis. kita upayakan agar dengan standar kompetisi. . . Kegiatan yang dilaksanakan adalah: a. . TKI saja . . Karena tenaga kerja Indonesia belum mampu mengisinya.225 orang.855 orang.

proyek 700 km jalan tol. seperti proyek sejuta rumah. nasib ketenagakerjaan akan semakin memburuk sampai ada kejelasan pada 2006. semoga tahun ini kita dapat menunjukkan apa artinya (pertumbuhan ekonomi) naik dari empat persen ke lima persen. Untuk mencapai pertumbuhan lima persen. Jika berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi lima persen tahun 2004 ini. Selanjutnya. tingkat kemiskinan di Indonesia sebetulnya sekarang sudah kembali ke waktu kita mau masuk krisis. Tidak adil jika penanaman modal asing (PMA) langsung hanya diukur dari perizinan yang diberikan BKPM. pembangunan sistem irigasi. C. dan surat utang negara menuju penggunaan dana untuk penanaman modal langsung. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis Jika perekonomian tumbuh lima persen pada tahun 2004. tetapi tidak membutuhkan fasilitas. Sekadar dengan mengerem investasi dan mempergunakan subsidi langsung.masih dalam posisi menengah. Dalam kenyataannya. Diharapkan. pusat dan daerah terputus. sudah disiapkan angka-angka yang benar-benar dapat dipercaya dan mewakili jumlah PMA langsung yang masuk ke Indonesia. Tax holiday sama sekali tidak termasuk fasilitas perpajakan yang dimaksud. Hal itu dapat dicapai melalui penetrasi pasar dan penguatan daya saing. Salah satu unsur penguatan daya saing adalah pemberian fasilitas perpajakan.8-5. tingkat kemiskinan Indonesia akan kembali ke posisi sebelum krisis.0 persen. investasi harus digalakkan. investasi yang di lakukan baru investasi prasarana. pasar luar negeri. Sekitar 2005. jika ingin kembali ke tingkat pertumbuhan ekonomi enam persen. Sejak otonomi daerah. penanaman modal bergeser dari sekadar pembelian reksa dana. Padahal. yang masuk ke BKPM adalah persetujuan untuk perusahaan yang meminta fasilitas. Penanggulangan Pengangguran di Indonesia . perekonomian Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi dan pasar dalam negeri. obligasi korporasi. pembangunan pembangkit tenaga listrik yang baru. perekonomian Indonesia harus menggalakkan ekspor dan investasi. Tingkat kemiskinan sudah lebih baik daripada waktu krisis. pusat hanya pembuat kebijakan. Banyak investasi yang juga sudah masuk ke Indonesia. tahun 1996. terkait dengan semangat otonomi daerah. Sekarang. Untuk tingkat pengangguran. ekspor nonmigas ditargetkan tumbuh mencapai tujuh persen dari tahun sebelumnya. tetapi harus memanfaatkan ekspor. Tahun 2004 pemerintah menggerakkan ekspor agar pada tahun 2005 ekspor mulai meningkat dan investor akan merasa lebih pasti lagi dalam menanamkan modalnya. apa lagi fasilitas yang bisa kita tawarkan kepada mereka Tidak banyak. penjabarannya ada di daerah. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. Oleh karena itu. Soal penanggulangan pengangguran dan perencanaan tenaga kerja nasional seharusnya juga ada di tiap daerah. di tingkatkan sektor formal. Alasannya. Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 tercatat 4. Sementara tingkat pengangguran terbuka tahun 2003 tercatat 10 juta orang. Untuk tahun 2004. Indonesia dapat mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan. Ini berarti. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tujuh persen. Tahun 2004 ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 4. sektor informal bisa di persiapkan. dan proyek banjir kanal timur di Jakarta. BAB III PEMBAHASAN A.3 persen. Sehingga pada 2006. dan tahun-tahun berikutnya baru di dorong migrasi tenaga kerja di sektor informal menuju sektor formal.

Mengingat 70 persen penganggur didominasi oleh kaum muda.P.Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar. bahwa GNPP ini dimaksudkan untuk membangun kepekaan dan kepedulian seluruh aparatur dari pusat ke daerah. Salah satu tolok ukur kebijakan nasional dan regional haruslah keberhasilan dalam perluasan kesempatan kerja atau penurunan pengangguran dan setengah pengangguran. Palgunadi. Kesadaran dan dukungan sebagaimana diwujudkan dalam kesepakatan GNPP tersebut. Berdasarkan kondisi diatas perlu dilakukan Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP) dengan mengerahkan semua unsur-unsur dan potensi di tingkat nasional dan daerah untuk menyusun kebijakan dan strategi serta melaksanakan program penanggulangan pengangguran. pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. LSM. bahwa untuk itu. menjadi beban keluarga dan masyarakat. Zulkarnaen Karim. mereka adalah sebagian kecil dari para tokoh yang memandang masalah ketenagakerjaan di Indonesia harus segera ditanggulangi oleh segenap komponen bangsa.M. J. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. Dalam pembangunan Nasional. sumber utama kemiskinan. sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. merekaadalah Gubernur Riau H. T. Setyawan. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. pengusaha. .ABAC. sebaiknya segera dibentuk Badan Koordinasi Perluasan Kesempatan Kerja. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. menandatangani deklarasi tersebut. Bambang Ismawan. perwakilan perguruan tinggi. Lima orang tokoh dari pemerintah provinsi. Bina Swadaya. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung. Rusli Zainal. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Gerakan tersebut dicanangkan dalam satu Deklarasi GNPP yang diadakan di Jakarta 29 Juni 2004. pendamping. Walikota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Dalam deklarasi itu ditegaskan. perwakilan pengusaha. B. menjadi beban keluarga dan masyarakat. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Menurut para deklarator tersebut. kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. pemerintah kabupaten/kota. sumber utama kemiskinan. UPN Veteran Jakarta. maka diperlukan penanganan khusus secara terpadu program aksi penciptaan dan perluasan kesempatan kerja khusus bagi kaum muda oleh semua pihak. Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP). DR. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja. serta masyarakat seluruhnya untuk berupaya mengatasi pengangguran. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. Sitanggang.

menunjukan suatu kepedulian dari segenap komponen bangsa terhadap masalah ketenagakerjaan.. sepatu. apa pun alasan dan . Oleh karena itu. disadari bahwa penyusunan konsepsi tersebut masih perlu didiskusikan dan dikembangkan lebih lanjut dengan berbagai pihak yang lebih luas. keadaan angkatan kerja.. Dalam konteks ini kiranya paparan tersebut masih relevan untuk diinformasikan. Selanjutnya Menakertrans menyatakan. pakaian. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. " Memperhatikan kompleksnya permasalahan pengangguran.". energi listrik. masih memerlukan waktu dan dukungan biaya sehingga pada akhirnya dapat dirumuskan suatu Konsepsi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat". dan juga pembahasan dengan beberapa Departemen dan Bappenas. C. Dalam proses penyusunan ini telah dilakukan beberapa kali pembahasan di lingkungan Depnakertrans sendiri. tutur Menteri Jacob Nuwa Wea. utamanya upaya penanggulangan pengangguran. gula. bahwa pembukaan UUD 1945 mengamanatkan: ". jasa dan sebagainya setiap hari. dalam penyusunan kebijakan dan program masing-masing pihak.. Menakertrans Jacob Nuwa Wea dalam penjelasannya juga berkesempatan memaparkan konsepsi penanggulangan pengangguran di Indonesia. Menyadari bahwa upaya penciptaan kesempatan kerja itu bukan semata fungsi dan tanggung jawab Depatemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. serta mendorong segera dapat dirumuskan Konsepsi Penanggulangan Pengangguran. baik pemerintah maupun swasta harus dikaitkan dengan penciptaan kesempatan kerja yang seluas-luasnya. Selain itu. Konsepsi.. Depnakertrans dengan mengikut sertakan pihak-pihak terkait sedang menyusun konsepsi penanggulangan pengangguran. untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. pemerintah berkewajiban untuk menyediakan pekerjaan dalam jumlah yang cukup. Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. maupun dunia pendidikan. bahwa secara konstitusional. dan keadaan kesempatan kerja. Sementara itu dalam Raker dengan Komisi VII DPR-RI 11 Pebruari 2004 yang lalu. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. akan tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. Selanjutnya secara lebih konkrit pada Pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa : " tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan " dan pada Pasal 28 D ayat (2) menyatakan bahwa:" Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja". tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. antara lain sangat dibutuhkan masukan dan dukungan sepenuhnya dari Anggotra DPR-RI yang terhormat khususnya Komisi VII. Kedua Pasal UUD 1945 ini perlu menjadi perhatian bahwa upaya-upaya penanganan pengangguran yang telah dilaksanakan selama ini masih belum memenuhi harapan. Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia. Bekerja berarti memiliki produksi. Hal ini berarti. dunia usaha. produktif dan remuneratif. pihak pemerintah baik pusat maupun daerah. meliputi keadaan pengangguran dan setengah pengangguran. minyak. politik dan kemiskinan. Dalam salah satu bagian paparannya Menteri menyebutkan. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. Karena itu. dengan Tripartit secara terbatas (Apindo dan beberapa Serikat Pekerja). serta sasaran yang akan dicapai. Setiap orang harus mengkonsumsi beras. dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa .

Keempat. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. keberadaaan lembaga itu dapat disusun dengan baik. Hal itu dapat dilakukan serentak dengan pendirian Badan Jaminan Sosial Nasional dengan embrio mengubah PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) menjadi Badan Jaminan Sosial Nasional yang terdiri dari berbagai devisi menurut sasarannya. Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait. Itu semua . fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Ketiga. jujur matang. Kebijakan ini dapat diimplementasikan menjadi gerakan nasional melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan yang kompeten untuk itu Kedua. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. komprehensif. Dengan membangun lembaga itu. bernilai dan berkualitas bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas. Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara. Kebijakan Mikro Selain itu. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam. berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). setiap penganggur di Indonesia akan tercatat dengan baik dan mendapat perhatian khusus. profesional dan bertanggung jawab.bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. diharapkan setiap pribadi sanggup mengaktualisasikan potensi terbaiknya dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Kepribadian yang matang. ada juga kebijakan mikro (khusus). Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Sebagai solusi pengangguran. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Dengan demikian. tingkat suku bunga. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Perlu diyakini oleh setiap orang. Itu merupakan tuntutan utama dan mendasar di era globalisasi dan informasi yang sangat kompetitif dewasa ini dan di masa-masa mendatang. dinamis dan kreatif memiliki tujuan dan visi yang jauh ke depan. sepenuh hati. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional. kesuksesan yang hakiki berawal dari sikap mental kita untuk berani berpikir dan bertindak secara nyata. sumber daya manusia maupun keuangan (finansial). Secara teknis dan rinci. Pertama. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. tulus. berani mengambil tantangan serta mempunyai mindset yang benar. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara.

penurunan permintaan produksi industri tertentu dan seterusnya. dan lingkungan yang tidak sehat. Lembaga itu dapat disebutkan sebagai job center dan dibangun dan dikembangkan secara profesional sehingga dapat membimbing dan menyalurkan para pencari kerja. Semuanya mempunyai nilai ekonomis tinggi dan akan menciptakan lapangan kerja. Sisdiknas perlu reorientasi supaya dapat mencapai tujuan pendidikan secara optimal. gedung. perbankan. justru sebaliknya bermuara pada PHK yang berarti menambah jumlah penganggur. Di samping itu. Sampah sebagai bahan baku pupuk organik dapat diolah untuk menciptakan lapangan kerja dan pupuk organik itu dapat didistribusikan ke wilayah-wilayah tandus yang berdekatan untuk meningkatkan produksi lahan. Sampah. perangkat lunak (software). Ketujuh. Lembaga itu dapat di bawah lembaga jaminan sosial penganggur atau bekerja sama tergantung kondisinya. keterampilannya. Potensi kelautan Indonesia perlu dikelola lebih baik supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif dan remuneratif. perangkat keras (hardware). Pihak-pihak yang terlibat sangat banyak dan kompleks sehingga hal itu perlu dicegah dengan berbagai cara terutama penyempurnaan berbagai kebijakan. Kesembilan. Akibatnya. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulaupulau yang sangat potensial sebagai negara maritim. dan sebagainya. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil (skilled). Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. segera mengembangkan potensi kelautan kita. umurnya penganggur terbuka atau setengah penganggur. Keenam. Kelima. antara lain sumber daya manusianya (brainware). PHI dewasa ini sangat banyak berperan terhadap penutupan perusahaan. seperti sampah. bukan hanya tidak mampu menciptakan lapangan kerja baru. Kedelapan. keuangan dan aset lainnya yang memadai dapat membangun Badan Usaha Milik Daerah Pengerahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri (BUMD-PJTKI). menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. penurunan produktivitas.perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan investasi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Perlu seleksi lebih ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. Tentunya badan itu diperlengkapi dengan lembaga pelatihan (Training Center) yang kompeten untuk jenis-jenis keterampilan tertentu yang sangat banyak peluang di negara lain. Pengembangan lembaga itu mencakup. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. Hal-hal yang paling sedikit yang dapat dikembangkan untuk menciptakan lapangan kerja bagi para penggemar sesuai pendidikannya. perlu dibuat peraturan tersendiri tentang pengiriman TKI ke luar negeri seperti di Filipina. pengendalian banjir. manajemen dan keuangan. misalnya. Kesepuluh. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). BAB IV PENUTUP A. atau orang yang baru masuk ke pasar kerja. Karena itu. terdiri dari bahan organik yang dapat dijadikan kompos dan bahan nonorganik yang dapat didaur ulang. Kesimpulan . Bagi pemerintah Daerah yang memiliki lahan cukup. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan. Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.

Kesembilan. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). Kritik dan saran Demikianlah makalah ini. ada juga kebijakan mikro (khusus). Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Kedua. tingkat suku bunga. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Terimakasih. Kedelapan. Elwin Tobing. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. B. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Keenam. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. 2004 Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. dan lingkungan yang tidak sehat. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Ketujuh. Jakarta Daulat Sinuraya. Ketiga. Media Indonesia. Keempat. Kompas. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Pengangguran Terus Bertambah. Kelima. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). 29 Juni 2004. seperti sampah. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis. Pertama. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Selain itu. DAFTAR PUSTAKA --------------. semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. segera mengembangkan potensi kelautan kita. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. pengendalian banjir. Suara Pembaruan Daily. 2004 Levi Silalahi . Kesepuluh. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. 11 Pebruari 2004. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik. Depnakertrans. 2004 . menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri.

yang disebabkan antara lain. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Selain masalah kemacetan lalu lintas. Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah ke Jakarta.2Perumusan Masalah Meski menyandang predikat sebagai kota besar sekaligus Ibukota Negara.03 TH. hambatan dalam proses ekspor impor.8_931] BAB 1 PENDAHULUAN 1. Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran. 1995. Angka Pengangguran Indonesia Naik. dan lain-lain.1Latar Belakang Penelitian Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. jumlah pengangguran di DKI selalu meningkat setiap tahun. 1. Sedangkan yang di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari kerja. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. Hingga Agustus 2008 ini.6.002 orang. Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah daripada kenyataan riil yang ada di lapangan. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja . Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah. Oleh karenanya. Bisa saja dalam kenyataannya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan angka resmi itu. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pension atau cacad jasmani. 1985. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius.Tempo Interaktif. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. 1998 VN:F [1. Buktinya. ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius. dan buta huruf. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.Majalah Nakertrans Edisi . 2004 Statistik Tahunan Indonesia. Tiap Tahun.XXIV-Juni 2004 Muchamad Nafi. peraturan yang menghambat inventasi. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Jakarta.

3. kata Deded. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. . mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal Jakarta dan mana yang berasal dari luar Jakarta. Deded Sukandar. manfaat penelitian. yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut : BAB 1 ◊ PENDAHULUAN Pada bab ini berisi mengenai latar belakang. 1. 1. metode penelitian serta sistematikan penulisan BAB II ◊ LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi mengenai pengertian serta factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan Jenis pengangguran BAB III ◊ ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini dibahas mengenai berbagai masalah masalah dalam pengangguran serta pemecahan solusi dalam masalah ini.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan pengangguran serta masyarakat juga dapat bertindak langsung dalam upaya mengatasi masalah pengangguran. Kepala Disnakertrans DKI mengatakan peningkatann jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov DKI saja. hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabangan dalam kegiatan penelitian selanjutnya. serta untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan juga untuk mengetahui bagaiamana sikap pemerintah dalam mengatasi pengangguran. maka penulisan tugas makalah ini dikelompokan dalam 4 bab. menurut Deded. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia.3Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarnya pengangguran yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta. perumusan masalah. penulis memakai metode observasi dengan membaca. 1.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai masalah pengangguran 2.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah pengangguran. tingginya jumlah pengangguran di DKI disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke Jakarta. Saat ini. 1.6Sistematika Penulisan Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai makalah ini. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2008. Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai tugas Softskill program Diploma III Jurusan Manjemen Pemasaran. tujuan penelitian. Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran ini.dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta bekerja ekstra keras. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat.4Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1. mencatat serta melihat keadaan secara langsung maupun dari pemberitaan media elektronik selain itu penulis juga mendapatkan informasi ini melalui internet. Sebab.5Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian ini.

tetapi karena sedang mencari kerja yang lebih baik.2 Keadaan Masalah pengangguran Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. tetapi juga proporsi mereka dari keseluruhan tenaga kerja telah menjadi bertambah tinggi. Para pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja.BAB IV ◊ PENTUP Penutup ini berisi mengenai Saran serta Kritik dan Daftar pustaka.penurunan ini mungkin di sebabkan kemrosotan harga – harga komoditas. di sebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi . Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup. di sebabkan oleh penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tergolong sebagai penganggur. di beberapa Negara miskin bukan saja jumlah pengangguran menjadi bertambah besar. kebanyakan investor asing tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena biaya ekonominya sangat tinggi akibat masih kuatnya praktek Korupsi. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industry tersebut menurun.Negara lain. misalnya : di Negara-negara produsen bahan mentah pertanian. Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan kerja yang lebih rendah dari pada bertambahan tenaga kerja. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing. Oleh karenanya.kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. BAB II LANDASAN TEORI 2. Kemrosotan ini mengakibatkan perusahaan – perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. Lebih malang lagi. 2. dan sebagian pekerja terpaksa di berhentikan dan menjadi penganggur. Wujudnya barang baru yang lebih baik. 2. dan ekspor produksi industri itu sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari Negara. Pengangguran Siklikal . Di pabrik-pabrik ada kalanya robot telah menggantikan pekerjaan manusia. Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya Pengangguran Terbuka. . Pengangguran teknologi. Pengangguran Stuktural.1 Pengertian pengangguran Pengertian penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja.3Jenis pengangguran Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya Pengangguran Normal atau Friksional yaitu pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari tenaga kerja. Kolusi dan Nepotisme. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku.

Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga.Menghindari masalah kejahatan. Apabila dalam masa di atas para penyadap karet dan nelayan tidak dapat pekerjaan lain maka terpaksa menganggur.Mewujudkan kestabilan politik. Contohnya banyak Negara berkembang terjadi bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya di perlukan supaya dia dapat menjalankan kegiatannya secara efisien. . bengkel. di sebabkan karena jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal. Misalnya pelayan retoran yang lebih banyak dari yang di perlukan. Pengangguran ini terutama terdapat di sector pertanian atau perikanan. Menangani Lapangan Pekerjaan Sikap Pemerintah pada saat bertambahnya para penganggur dan juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya. 3. dalam perekonomian yang tingkat penganggurannya tinggi masyarakat sering kali melakukan demontrasi dan mengemukakan kritik atas pemimpin pemerintah dan ini dapat menghambat kegiatan ekonomi.1 Sikap Pemerintah 1. tata boga. Setengah Menganggur. Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur. dan keterampilan lainnya yang diperlukan oleh hotel. 2. 2. 2. Keterampilan yang di sediakan Seperti menjahit. di dalam suatu rumah tangga harus ada yang mempunyai pekerjaan guna memenuhi kebutuhannya. karena semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi kasus kejahatan.5 Tindakan Pemerintah Tindakan pemerintah dalam mengatasi pengangguran: mengurangi pajak mendorong lebih banyak investasi membari subsidi -Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat .seharusnya pemerintah membuka kursus untuk ketermpilan bagi masyarakat. Sebagai akibatnya perkembangan ekonomi yang terlambat berakibat pangangguran memburuk.Pengangguran Tersembunyi.4 Kebijakan Pemerintah Beberapa Tujuan Kebijakan Pemerintah Tujuan Bersifat Ekonomi 1.Memperbaiki pembagian pendapatan .Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat 3. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari dalam seminggu atau satu hingga empat jam sehari.Menghindari masalah kejahatan . perusahaan motor bahkan instansi pemerintahan daerah setempat. Pengangguran bermusim.Menambah keterampilan masyarakat BAB III ANALISA PEMECAHAN MASALAH 3.Menyediakan lowongan pekerjaan dari tahun ke tahun 2. komputer.Memperbaiki pembagian pendapatan Tujuan Bersifat social dan politik 1. Salah satunya ada dengan meningkatkan peranan Balai Latihan Kerja (BLK) 2. Pengangguran ini pada umumnya terjadi di sector pertanian atau jasa.

Sector informal dinilai sangat membantu . anak jalanan. Tentunya untuk menghilangkan pengangguran dalam situasi kehidupan ekonomi Bangsa yang sedang morat-marit ini adalah sesuatu yang tidak mungkin.3 Mutu para lulusan BLK yaitu memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi. 3. Disnakertrans telah mengadakan pelatihan kerja sama bengkel dengan Perusahaan Toyota Astra. Jakarta akan menampung masyarakat yang dating dari provinsi lain. pembangunan di luar Jakarta harus dapat diakselarasikan dengan di ibukota. Kedua. Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama. perdagangan anak. 3. masalah pengangguranberdampak luas terhadap kehidupan sosial dan politik yang pada gilirannya akanmemukul balik kestabilan makro-ekonomi yang telah dicapai dengan susah payah. aborsi. dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja. hampir 50 persen diminta beberapa perusahaan untuk menjadi pegawai mereka. Saat ini. mantan Walikota Jakarta Pusat ini menyatakan perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi lain. Ketidak Stabilan angka Pengangguran Salah satunya disebabkan jumlah pencari kerja lebih banyak dari lowongan kerja yang ditawarkan dan penempatan kerja dari pencari kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan perusahaan-perusahaan. Dari 60 orang yang menempuh pelatihan kerja di sana. Toyota Astra akan melihat peserta didik yang dinilai berkualitas baik lalu diajak bergabung untuk bekerja di perusahaannya 3. pengemis. Contohnya. pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus kankeryang sulit diberantas. Dengan azas otonomi daerah.5 Dampak Negatif dari pengangguran dan Penuntasanya Seperti:beragamnya tindakan kriminal. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkankorban-korban sosial yang tidak ternilai. Cara yang realistis dalam jangka pendek mengurangi pengangguran adalah memberdayakan sektor informal. 4 Disnakertrans bekerja sama Cara lainnya.Untuk menekan arus urbanisasi. perusahaan garmen. Karena di daerahnya telah memberikan kesempatan pekerjaan yang lebih luas dari ibukota. Disnakertrans juga membina kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mengadakan pelatihan keterampilan. tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korbansosial dari penyakit sosial ini sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupankemanusiaan yang beradab. sambungnya. sehingga tidak ada lagi warga yang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Tetapi upaya mengurangi pengangguran bukanlah hal yang mustahil. padat karya dll disamping strategi jangka panjang seperti pemerataan wilayah pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan desentralisasi. prostitusi. Karena itu persoalah pengangguran ini harussecepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik.2 Mengenai Tingkat Penganguran Terjadi karena Urbanisasi tidak bisa di tekan ini terlihat pada setiap akhir tahun seusai labaran . Dari hasil pelatihan tersebut. angkayang kurang akurat tidak akan menghasilkan perumusan kebijakan yang tajam danlangkah-langkah penanganan yang saksama.4 Kepedulian Masyarakat Mengapa kita peduli terhadap angka-angka tersebut? Pertama. Menurunnya kualitas sumber daya manusia. di BLK Jakarta Timur.

4) Rasionalisasi karyawan dll. maka sudah waktunya sektor informal ini didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran. pola sikap dan pola tindak yang positip dalam rangka menciptakan kehidupan sosial yang baik di kalangan para penganggur kurang terdidik ini harus dibangun dalam konteks penghormatan terhadap martabat manusia(human dignity) itu sendiri. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawabi sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi Bangsa kita. 2) Kelangkaan Lapangan Kerja. sangat membantu di dalam prosesnya sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Metode-metode ceramah dan bersifat menggurui harus dihindari mengingat pesertanya adalah para penganggur yang kehilangan matamepencaharian. Kredit macet disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang. 3. Usaha mengkomunikasikan segala hal yang bertujuan agar terbentuk pola pikir. Kondisi menganggur adalah kondisi dimana segala-galanya hilang dan tercabut dari seseorang. tetapi juga recognition(pengakuan) dan harga diri.menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. Krisis moneter disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia. bukan saja sumber nafkah. Namun bukan berarti sektor formal diabaikan. 3. Harus lebih banyak diskusi dan sharing pengalaman untuk membangkitkan gairah mereka di dalam situasi-situasi sulit menghadapi kerasnya kehidupan sebagai penganggur. Kehilangan jati diri inilah yang membuat orang yang menganggur akan mengalami stress yang tinggi dan apabila tidak mampu dikendalikan maka . Tidak tercapainya pemenuhan kebutuhan ekonomi ini akan menciptakan masalah-masalah social. Kerusakan ekonomi ini disebabkan oleh adanya mental korup. kolusi dan nepotisme (KKN) yang menggurita dan sistematik pada semua lembaga negara dan swasta. PHK disebabkan oleh perusahaan bangkrut. 3) Pemulangan TKI ke Indonesia. Sebab langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal. Budaya KKN ini disebabkan oleh pemerintahan yang kotor(tidak bersih).6 sebab langsung(direct causes) Ada beberapa sebab langsung(direct causes) terjadinya pengangguran besar-besaran di Indonesia yakni: 1) terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. pangan dan papan menjerumuskan sebagaian besar manusia Indonesia ke jurang kemelaratan. Masih bisa dicari lagi sebab-sebabnya misalnya dekadensi(kemerosotan moral). Keterbatasan mereka di dalam pendidikan sangat mudah dijadikan alat komoditas politik untuk melakukan berbagai konflik sosial di tengah masyarakat Pengangguran erat kaitannya dengan kemiskinan dan kemelaratan. slide. film. Berbagai cara penyadaran dengan penggunaan audio visual. Krisis ekonomi disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS).7 Sebagai pihak yang Netral kaum akademisi/intelektual atau LSM harus menciptakan modelmodel penyadaran ini sebagai cara menjembatani(bridging the gap) keadaan yang sekarang dengan keadaan yang diinginkan.

minum dan pakaian. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern karena struktur angkatan kerja.keamanan.akan menjadi depresi yang mengarah kepada sakit mental atau gila. Kebutuhan para penganggur dan keluarganya dalam jangka pendek adalah kebutuhan akan makan dan minum Pemenuhan kebutuhan dasar ini harus didahulukan dan menjadi perhatian utama.kerja langsung upaya intervensi Perusahaan pertumbuhan demand thdp TKI efisiensi usaha tinggi maju ekon. lancar TKI pintar. aktualisasi diri Ultimate goal Masyarakat sejahtera Masyarakat bermartabat Negara kuat Goal/core objective Upaya intervensi tdk ada PHK tersedianya TKI dibutuhkan ekspansi usaha lap.maka upaya pertama(penyadaran) diikuti dengan upaya yang kedua yang lebih konkret dan realistis yakni Pemberdayaan secara ekonomis dan social Penyadaran melalui pembentukan sikap dan mental yang dilakukan pada tahap pertama di atas harus diikuti dengan pemberdayaan tahap kedua yang lebih bersifat ekonomis dan konkret. Bisa saja usaha penyadaran ini bagi sebagian besar penganggur dirasakan membuang-buang waktu karena mereka harus mencari kerja untuk bisa menghidupi anak istrinya atau keluarganya. Bahkan menurut Bambang Widianto. ada sejumlah elemen yang . Alderfer memformulsikannya menjadi tiga dan disebutnya ERG 1) kebutuhan akan Eksistensi. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas9. 4) kebutuhan akan penhargaan dan 5) kebutuhan akan aktualisasi diri. Tenaga-tenaga para penganggur kurang terdidik ini bisa dimanfaatkan di kegiatan-kegiatan padat karya sehingga mereka bisa mendapatkan kembali harga dirinya yang telah hilang oleh karena terkena pemutusan hubungan kerja atau karena tidak adanya ketrampilan di dalam bekerja.8 Upaya Memecahkan masalah Penganguran Abraham Maslow menyebut 5 kebutuhan manusia dalam 5 tingkatan hierarkis yaitu : 1 ) kebutuhan akan makan. 2)kebutuhan akan Relatedness(hubungan) dan 3) kebutuhan akan Growth(pertumbuhan) meliputi penghargaan. 3) kebutuhan akan rasa memiliki atau sosial. Pada pemberdayaan ekonomi ini 3.tinggi tak langsung kredit lancar aktivitas ekon. Untuk mengatasi masalah ini. pekerja dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan Sekolah Dasar (SD) ke bawah. 2)kebutuhan akan keselamatan. Karena para penganggur berpendidikan rendah ini sangat banyak maka mereka bisa disalurkan dalam kegiatan-kegiatan padat karya yang bias mendatangkan upah bagi mereka. Karena pertimbangan itulah maka proses penyadaran ini harus melibatkan banyak pihak termasuk para psikolog dan psikiater.trampil ekonomi membaik stabilitas moneter bersih dari KKN bersih clean goverment clean goverment clean goverment Note : Semua variable bersifat positif Seperti terlihat pada pohon tujuan di atas.

Google. Buku Ekonomi Pembangunan. Gramedia. Studi Kasus di Kupang NTT. 22 tahun 1999 10. Jakarta. 7. Jelamu Ardu Marius. 3. Harian Kompas. 9. Delapan Jalan Menuju Perubahan. kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi. Suarapublika. martabat dan harga diri manusia. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga.com 13. jula beli anak. Harian Kompas. Adalah fakta bahwa berbagai kejahatan sosial seperti pencurian/penodongan/perampokan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. 1994. pengangguran telah menjadi kuman penyakit sosial yang relatif cepat menyebar. Bab IV Kesimpulan dan Penutup Pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial. 4. DAFTAR PUSTAKA 1. Dilema Pembauran Golongan Minoritas Cina. Buku Makro Ekonomi ‘Teori Pengantar’ Edisi ketiga. Dok. Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran. 8. Prayitno. Harian Kompas. Harian Pos Kupang. 1999. Penerbit Ghalia Indonesia 12. Novermber 2003. Undang-Undang Otonomi Daerah No. Hadi . anak jalanan dan lain-lain merupakan dampak dari pengangguran.Sadono Penerbit Raja Grafindo Persada. Dilihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial. 4) adanya jaminan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja dan sebagainya. John Naisbit dan Patricia A. berbahaya dan beresiko tinggi menghasilkan korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia. maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. WWW. 11. 2.menjadi faktor penentu ada tidaknya pekerjaan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung seperti: 1) tersedianya lapangan kerja. 25 Oktober 2003.com 14 Kompas Kamis 5 Februari 2009 . 2) dibutuhkannya Tenaga Kerja Indonesia(TKI) di luar negeri./ Beritajakarta. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hudup(pekerjaan). 5. pelacuran. Tesis. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi pembangunan. 10 September 2003 6. Conyer Diana. 27 September 2003. Sukirno. 3) adanya ekspansi usaha. 1993. Pascasarjana UI. 20 Juni 2003.

atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. bekerja kurang dari dua hari selama seminggu. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. . • Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. • Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan.Pengangguran dan Cara Mengatasinya Published April 17. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. pedagang durian yang menanti musim durian. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran. 2011 by laillamardianti Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Jenis & macam pengangguran • Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. sedang mencari kerja. dilakukan oleh lebih banyak orang. dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Pengelolaan Permintaan Masyarakat Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah. 4.Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Menurut Keynes. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia. pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. yaitu: 1. 3. keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk mengatasi pengangguran musiman. Cara-cara Mengatasi Pengangguran Ada berbagai cara mengatasi pengangguran. atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Masalah tersebut adalah persoalan informasi. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain. pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. . Dalam situasi normal. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. kampus. dan balai latihan kerja. perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja. dilakukan oleh lebih banyak orang. Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. 2. Di sejumlah Negara. Untuk mengatasi masalah tersebut.

shvoong. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk mengatasi pengangguran musiman. 2. sebaliknya.com/social-sciences/economics/2119555-cara-cara-mengatasipengangguran/#ixzz1Ja2LiLqy www. 6. perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja. 5. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural. Wiraswasta Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu. dan balai latihan kerja. Masalah tersebut adalah persoalan informasi. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan. yaitu: 1.Pengangguran tidak disengaja.wikipedia. pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik.google. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. 3.com Ada berbagai cara mengatasi pengangguran. mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. . Sumber: http://id. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita. Untuk mengatasi masalah tersebut. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil. kampus. atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. Pengelolaan Permintaan Masyarakat Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi. terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan.org www. Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja.

Dalam sejarah umat manusia fenomena pengangguran ini terus terjadi dalam keadaan yang sunatullah. pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur.shvoong. Di sejumlah Negara. 6.4. 2010 | Author: viepanda Pengangguran dapat digambarkan sebagai seuatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum mendapatkan pekerjaan tersebut. Pengangguran tidak disengaja. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain. 5. sebaliknya. Keadaan yang sunatullah ini menjadi kesimpulan para ilmuan untuk menyepakati bahwa angka pengangguran tidak mungkin nol persen atau tingkat tenaga kerja penuh (full employment). Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Wiraswasta Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu. Menurut Keynes. pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja. Dalam situasi normal. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. Sumber: http://id. Pertentangan paling alot di pembahasan ekonomi dalam masalah pengangguran ini terjadi pada mazhab klasik yang di usung Adam Smith dan mazhab Keynesian yang di populeri oleh Keynes .com/social-sciences/economics/2119555-cara-cara-mengatasipengangguran/#ixzz1j9FyKNWg Kebijakan Mengatasi Pengangguran February 5th.

Menurut Pusat Penelitian Ekonomi LIPI angka pengangguran Indonesia pada tahun 2007 diprediksi 12. Kisah ini sudah terlalu sering kita dengar akan tetapi jarang kita mau mengambil hikmah untuk menganalisa suatu permasalahan hidup. Jika pada hari pertama pengemis tadi tidak mendapatkan penghasilan dari .7 juta jiwa. jika tidak dapat maka pemancing (pengangguran) akan mati kelaparan. Dimana perbedaannya? Perbedaannya jelas sangat jauh. Jika kita memberi umpan seperti yang dilakukan pemerintah dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) maka hanya menyebabkan masyarakat semakin malas. Akhirnya dengan usahanya sang pengemis mendapatkan uang sebanyak sepuluh dirham. Sebaliknya Keynes selalu berpendapat bahwa pengangguran memang ada dan perlunya suatu langkah untuk mengatasi pengangguran ini. jangan memberi umpan”.sendiri. Tidak sekedar mengharapkan bantuan orang lain. Atau kita bisa lihat setiap kali Expo tenaga kerja baik di Jakarta maupun di Riau seperti yang baru-baru ini diadakan selalu dikunjunggi ribuan tenaga kerja yang ingin mendapatkan pekerjaan seperti mana penerimaan calon pegawai negri sipil. “Saya mempunyai pakaian dan cangkir. Bagaimana dengan tauladan Rasulullah yang ditujukan oleh pengemis tadi? Rasulullah tidak langsung memerintahkan pada pengemis itu untuk membeli kapak. Suatu ketika datang kepada Rasulullah dari kalangan Anshar untuk meminta-minta (pengemis). “kita berikan pancing. Maksud dari pernyataan ini adalah pengentasan kemiskinan harus dengan membangun suatu sistim yang mampu meningkatkan kemampuan para pencari kerja yang pada tahap berikut diharapkan pencari kerja mampu mandiri. jangan memberi umpan” adalah kebijakan yang lemah. ada suatu kebijakan yang selalu menjadi referensi untuk mengatasi masalah pengangguran yaitu “kita harus memberi pancing. Hal ini jelas terlihat dimana begitu banyak masyarakat berkeluh kesah susahnya mencari pekerjaan pasa saat sekarang. Salah seorang sahabat sanggup membeli barang-barang tersebut seharga dua dirham. Artinya terjadi kenaikan yang di prediksi sebesar 1. mengharapkan ikan akan tersangkut di mata kail dengan penuh ketidak pastian. Setelah kebutuhan pokok nya terpenuhi maka barulah Rasulullah memerintahkan untuk membeli kampak.” Kemudian Rasulullah mengambil sebahagian pakaian dan cangkir tersebut untuk di jual kepada para sahabat. Coba kita bayangkan orang yang sedang memancing. Dibandingkan tahun sebelumnya angka pengangguran Indonesia adalah 11 juta jiwa.7 juta jiwa dengan jumlah penduduk miskin mencapai 45. Jika dapat syukur. Dari sekian banyak teori tentang pengentasan kemiskinan oleh para ahli.7 juta jiwa. Terbukti cara ini tidak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya Rasulullah membagi uang yang di dapat tersebut untuk sebahagaian dibelikan keperluan kebutuhan keluarga pengemis tersebut dan sebahagian lagi dibelikan kapak sebagai sarana untuk berusaha mencari kayu bakar. “Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?” Pengemis itu menjawab. Lalu Rasulullah bertanya kepada pengemis tersebut. Mazhab klasik selalu mengatakan bahwa meskipun terjadi pengangguran secara otomatis pasar selalu akan menyerap kelebihan pengangguran ini. tetapi membelikan kebutuhan pokok (primer) terlebih dahulu. Kembali pada pernyataan pertama. Kedua mazhab besar ekonomi ini yang menjadi rujukan mahasiswa eknomi untuk di pelajari pengangguran. Khusus dalam permasalahan pengangguran hal ini dapat menjadi cara yang ideal untuk diterapkan. Sudah idealkah kebijakan ini? Teladan Islam Dalam Pengentasan Pengangguran Merujuk pada permasalahan diatas sebenarnya Islam telah mengajarkan cara yang paling ideal dalam mengatasi pengangguran. Rasulullah memikirkan kebutuhan hidup sang pengangguran kemudian membantunya dalam melihat peluang usaha.

atau sekedar pancing tetapi harus berjalan keduanya sekaligus. Masih banyak lagi kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah untuk menekan angka pengangguran. menjaga stabilitas politik dan ekonomi. Jangan jadikan biriksasi yang bertele-tele membuat pengusaha jadi enggan dalam memulai suatu usaha. ia tidak perlu terlalu susah hati karena sebagian uang telah dibelikan kebutuhan pokoknya. Kejadian Ujian Nasional di beberapa daerah menjadi pelajaran yang amat berharga untuk mengevaluasi kembali apakah kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Pertama. Dalam Islam tangan diatas lebih baik dari pada tangan yang selalu dibawah. Kedua. Tidak lagi sekedar umpan. Contoh tersebut layak untuk dijadikan acuan berfikir oleh pemerintah bagaimana seharusnya membuat sebuah kebijakan yang benar dan baik untuk mengatasi tingkat pengangguran yang semakin hari semakin meningkat ini. Dan kemiskinan pasti akan menyimpan potensi konflik yang besar. Yang perlu selalu di ingat adalah pengangguran sangat dekat dengan kemiskinan. Keadaan politik dan ekonomi yang stabil harus terus dipertahankan agar dunia usaha baik pengusaha dalam dan luar negri merasa nyaman dalam menjalankan usahanya. meningkatkan kemampuan kerja. Dan semoga Allah STW selalu memberi jalan yang terang untuk kita dalam menghadapi permasalahan bangsa yang kompleks ini. Untuk hal ini pemerintah harus terus menjaga kualitas pendidikan dan pelatihan yang baik. Hal yain yang menjadi pelajaran dari kisah tersebut adalah Rasulullah tidak suka kita sebagai manusia menjadi pemalas. Apalagi cara ini akan meningkatkan biaya produksi perusahaan. Administrasi birokrasi harus seefesian mungkin. Kebijakan yang Perlu Lakukan Untuk aplikasinya ada baiknya pemerintah tetap mendata pengangguran dan kemiskinan secara tepat tanpa kepentingan apapun dan sekaligus mencari jalan keluar untuk masalah ini. Mungkin banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah mengatasi masalah pengangguran. Mudah-mudahan apa yang pernah di ajarkan Rasulullah daluhu dapat membantu kita sebagai umat khususnya pemegang kebijakan untuk berbuat lebih baik lagi. Bangkitnya dunia usaha (sektor riil) akan menyerap pengangguran yang ada. Pengangguran di Indonesia disebabkan salah satunya karena kemampuan tenaga kerja (skill) kita yang rendah. Amin. .berjualan kayu bakar.