TUGAS MAKALAH P.

EKONOMI PEMBANGUNAN PENGANGGURAN DI KALANGAN MENENGAH KEBAWAH Disusun Oleh Nama Kelasa Npm : Apriani Uliarta : 2 DD O4 : 30208162 UNIVERSITAS GUNADARMA Kampus J DAFTAR ISI JUDUL …………………………………………………………………………… i KATA PENGANTAR …………………………………………………………… ii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ……………………………………………… 1 1.2 Pembatas Masalah ……………………………………………………. 2 1.3 Tujuan Penulisan ………………………………………………………. 3 1.4 Metode Penelitian …………………………………………………….. 3 1.5 Sistematika Penulisan ………………………………………………… BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Bentuk, Devinisi & Pengertian Pengangguran ………………………. 2.2 Jenis Macam Pengangguran …………………………………………. 2.2.1 Pengangguran Frisiksional ………………………………… 2.2.2 Pengangguran Struktural …………………………………… 2.2.3 Pengangguran Musiman …………………………………… 2.2.4 Pengangguran Siklikal …………………………………….. BABA 3 PEMBAHASAN 3.1 Pengangguran Dapat dikelompokan Menurut Sumber & Penyebabnya ………………………………………………………… 3.1.1 Pengangguran Friksional ………………………………….. 3.1.2 Pengangguran Silikal ……………………………………… 3.1.3 Pengangguran Struktual …………………………………… 3.1.4 Pengangguran Teknologi …………………………………… 3.2 Pengangguran Dapat Juga dikelompokan Menurut Ciri Pengangguran yang Berlaku …………………………………………. 9 8 8 8 9 7 6 6 6 6 6 6 4

3.2.1 Pengangguran Terbuka …………………………………….. 3.2.2 Pengangguran Tersembunyi ………………………………… 3.2.3 Pengangguran Musiman ……………………………………. 3.2.4 Pengangguran Setengah Menganggur ……………………… BAB 4 PENUTUP

9 9 10 10 11 12 12

3.3 Masalah Pengangguran & Krisis Sosial ………………………………. 4.1 Kesimpulan …………………………………………………………. 4.2 Saran ………………………………………………………………… 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok permasalahan ekonomi makro. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif dan bukannya negatif. Kedua adalah masalah inflasi. Inflasi adalah indikator pergerakan hargaharga barang dan jasa secara umum, yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. Inflasi mencerminkan stabilitas harga, semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan ke arah stabilitas harga. Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa. Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyaraka. Sedangkan daya beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. Inflasi sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil. Masalah ketiga adalah pengangguran. Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Latar Belakang Masalah pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga dialami oleh negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut. Melalui Makalah inilah saya mencoba untuk mengangkat masalah pengangguran dengan segala dampaknya di Indonesia yang 2 menurut pengamatan saya sudah semakin memprihatinkan terutama ketika negara kita terkena imbas dari krisis ekonomi sejak tahun 1997 .

Apa itu pengangguran? Pengangguran adalah suatu kondisi di mana orang tidak dapat bekerja, karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan. Ada berbagai macam tipe pengangguran, misalnya pengangguran teknologis, pengangguran friksional dan pengangguran struktural. Tingginya angka pengangguran, masalah ledakan penduduk, distribusi pendapatan yang tidak merata, dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju, pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di negara-negara maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. 1.2. Pembatas Masalah Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut.dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. 3 1.3. Tujuan Penulisan Tujuan Penu;lis membuat makalah yang berjudul “MASALAH PENGANGGURAN DI KALANGAN MENENGAH KEBAWAH” Adalah Sebagai Berikut: • • • • • Mengetahui Devinisi Pengangguran Mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di Indonesia Mengetahui Keadaan Pengangguran DI Indonesia Mengetahui akibat yang di Timbulkan dari Pengangguran Mengetahui Dampak Pengangguran di Indonesia Terhadap Pertumbuhan Penduduk

1.4 Metode Penulisan Dalam Metode penulisas ini, penulis menggunakan beberapa metode penelitiaan, diantaranya adalah :. 1. Dalam Penyusunanmakalah ini perlu sekali pengumpulan data serta sejumlah informasi actual yang sesuai dengan permasalahan yang akan di bahas sehubungan dengan masalah tersebut, dalam penyusunan makalah ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data yang pertama browsing di internet, kedua dengan membaca media cetak dan dengan pengetahuan yang penulis miliki. 4 1.5 Sistematika Penulisan

yaitu : BAB 1 PENDAHULUAN Menguraikan pokok persoalan yang terdiri dari latar belakang masalah. BAB 2 LANDASAN TEORI Menguraikan teori-teori penunjang yang melandasi penelitiandari berbagai sumber yang bermanfaat untuk mengatasi pengganguran di Masyarakat Menengah kebawah. Belum lagi apa yang sudah sejak lama kita kenal dengan istilah “disguised unemployement”.Penulisan Tugas ini terdiri dari atas tiga bab. Belum lagi penggunaan komputer yang acapkali kalau diperhatikan lebih banyak digunakan untuk bermain “game” atau bahkan yang lebih canggih lagi untuk menelusuri situs-situs internet yang tidak ada relevansinya dengan pekerjaan. membayar listrik dan telepon serta penyediaan ruang kerja nyaman telah membuat pengangguran tidak kentara di sektor pemerintahan ini menjadi jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang terjadi di sektor pertanian di pedesaan. masalah dan pembatasan masalah. adat dan budaya yang berbeda 6 dengan tempat asal mereka. dan sistematika penilisan. 5 BAB II LANDASAN TEORI Kalau kita mau jujur tentu kita akan mengakui bahwa pengangguran di negeri kita dari tahun ke tahun bertambah besar. Bahkan para boss mereka dengan baik hati telah melengkapi kantor mereka dengan perangkat televisi yang boleh ditonton pada jam kerja. Para TKI ini mungkin lebih pantas disebut sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”. Bisa kita bayangkan betapa akan lebih hebatnya kondisi pengangguran di Indonesia manakala tidak ada kesempatan bagi TKI untuk mencari pekerjaan di luar negeri. Kita tidak tahu apakah ini ukuran kemajuan atau sebuah kemunduran besar bangsa yang dialami bangsa Indonesia. Tidak mengherankan manakala disana sini terjadi ekses karena begitu banyak wanita (yang sebagian besar datang dari pedesaan) dengan pendidikan minim harus bekerja di manca negara dengan aturan. Pengangguran jenis ini pada dewasa ini memang perlu di definisi ulang Setiap hari di kantor kantor pemerintah tidak nampak karyawan yang sibuk. Sebuah ironi yang sangat memilukan. metode penelitian. . BAB 4 PENUTUP Berisi kesimpulan dari hasil yang didapat selama pembahasan mengenai masalah pengganguran di daerah Perum PMDA dan saran. Tentu sebagian besar mereka adalah wanita yang lebih terampil dan fleksibel dibandingakan para pria. Jadi dapat dibayangkan biaya besar yang dikeluarkan oleh pemerintah lewat APBN dan APBD yang begitu besar baik untuk membeli peralatan. Pemerintah dan sektor swasta (mestinya termasuk koperasi) tidak mampu menciptakan lapangan kerja yang layak bagi penghidupan anak bangsa. Salah satu media ibukota melaporkan bahwa diantara para pemulung di TPA Bantar Gebang itu ada yang sarjana. BAB 3 PEMBAHASAN Berisi dan menjelaskan mengenai pembahasan masalah pengangguran di Masyarakat Menengah kebawah saat ini. yaitu penulisan.

Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Jenis & Macam Pengangguran 2. dan sebagian lainnya tidak bekerja.1 Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu.1. dan mereka yang berniat untuk tidak bekerja. mahasiswa perguruan tinggi.2. telah berusaha mencari atau menciptakan pekerjaan.2. dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan. Di negara-negara berkembang. Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.2 Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Mereka yang ingin bekerja. Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja. pengangguran dan ketimpangan (Suryana.2.2. 2000). Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. ibu rumah tangga yang . harga diri dan kebebasan. 7 BAB III PEMBAHASAN Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses multidimensional yang melibatkan perubahan besar secara sosial dalam ekonomi. Arti Definisi Dan Pengertian Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.2. Sedangkan mereka yang tidak bekerja adalah mereka yang sedang berusaha mendapatkan atau mengembangkan pekerjaan tetapi belum berhasil. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga. sedang berusaha mendapatkan (mengembangkan) pekerjaan tetapi belum berhasil mendapatkannya (menemukannya) disebut pengangguran. Rumus Menghitung Tingkat Pengangguran. Mereka yang bekerja adalah mereka yang berminat untuk bekerja. 2. dengan dimensi pembangunan yang berorientasi pada pengentasan keterbelakangan dalam bentuk kemiskinan. mereka diasumsikan tidak mencari pekerjaan). dan berhasil mendapatkan atau mengembangkan pekerjaan. 2.2. 2. 2.3. siswa sekolan smp. upaya-upaya pembangunan diarahkan pada perbaikan tingkat hidup. Dari total jumlah penduduk hanya sebagian yang bekerja. sma. tukan jualan duren yang menanti musim durian.4 Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. Istilah pengangguran (unemployment) tidak berkaitan dengan mereka yang berniat untuk tidak bekerja seperti siswa atau mahasiswa (sekalipun ada yang sambil bekerja atau berusaha mencari pekerjaan sambil sekolah atau kuliah.

Pengangguran Struktual 9 Pengangguran struktural adalah pengangguran yang akibatkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi. atau penduduk usia kerja yang karena kondisi fisik mereka tidak dapat bekerja sehingga tidak mencari kerja (Djohanputro.2. Perekonomian tidak selalu berkembang dengan teguh. 3. Sedangkan pengusaha sulit memperoleh pekerja. Pengangguran merupakan salah satu persoalan dalam pembangunan.1. 3. Pengangguran Teknologi Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya.1.1. jumlah pengangguran rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. Pengangguran Silikal Pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian. Para penganggur ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh pekerjaan.sengaja memfokuskan diri untuk mengurus keluarga. sawah dan lahan pertanian lainnya. membersihkan kawasan. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing. Dalam proses mencari pekerjaan baru ini untuk sementara para pekerja tersebut tergolong sebagai penganggur. dan ekspor produksi industri sangat menurun karena persaingan yang lebih serius dari negara-negara lain. 3. maka pengangguran akan bertambah. Pengangguran dapat di klompokan menurut sumber atau penyebabnya pengangguran menurut cara ini tedapat empat jenis pengangguran yaitu : 3. tetapi karena sedang mencari pekerjaan lain yang lebih baik.1. Untuk itu pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi. dan hal ini mendorong pengusaha menaikkan produksi untuk itu lebih banyak pekerja baru digunakan dan pengangguran berkurang. dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur.4. Adakalanya permintaan agregat lebih tinggi. informasi dan kondisi antara pencari kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Hal inilah yang akan mendorong para pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya yang lama dan mencari kerja baru yang lebih tinggi gajinya atau lebih sesuai dengan keahliannya. memotong rumput.1.1. . 8 3. Begitu juga mesin telah mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk membuat lubah. Kemerosotan permintaan agregat ini mengakibatkan perusahaa-perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. Kemerosotan ini ditimbulkan oleh salah satu atau beberapa faktor yaitu munculnya barang baru yang lebih baik. 2006). Dalam perekonomian yang berkembang pesat. Tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju sebagian akan mengalami kemunduran.3. Di pabrik ada kalanya robot telah menggantikan kerja-kerja manusia. Contohnya racun rumput telah mengurangi penggunaan tenaga kerja untuk membersihkan perkebunan. Kemunduran ini menimbulkan efek kepada perusahaan-perusahaan lain yang mempunyai hubungan juga akan mengalami kemerosontan dalam permintaan terhadap produksinya. Pengangguran Friksional Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. Akan tetapi pada masa lainnya permintaan agregat mengalami penurunan. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industri tersebut menurun. dan memungut hasil.

Pengangguran ini terutama terjadi di sektor pertanian atau jasa. Pengangguran Musiman Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi pada waktu-waktu tertentu di dalam satu tahun. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan digolongkan dalam pengangguran tersembunyi. dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung kepada banyak faktor. atau satu hingga empat jam sehari. Bentuk pengangguran terutama terjadi di sektor pertanian dan perikanan.2. Menurut cara ini terdapat empat jenis pengangguran yaitu: 3. jenis kegiatan perusahaan.2. Banyak di antara mereka yang terpaksa menganggur sepenuh waktu.1. kemajuan teknologi yang mengurangi penggunaan tenaga manusia.2. padahal dengan mengurangi tenaga kerja sampai jumlah tertentu tidak akan mengurangi jumlah produksi.2. Pengangguran Tersembunyi Pengangguran tersembunyi adalah pengangguran yang terjadi karena terlalu banyaknya tenaga kerja untuk satu unit pekerjaan.2. dan berlaku dalam waktu-waktu tertentu. .3. 3. Salah satu tujuan dari urbanisasi tersebut adalah untuk mencari pekerjaan di kota-kota. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari seminggu. 11 3. Jenis pengangguran ini hanya sementara saja. Pengangguran dapat juga dikelompokkan menurut ciri pengangguran yang berlaku. mesin yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai. Contoh lain pengangguran tersembunyi adalah orang yang melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginannya atau tidak sepadan dengan kemampuannya. Pengangguran Terbuka Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang terjadi karena pertambahan lowongan pekerjaan lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu. Setiap kegiatan ekonomi memerlukan tenaga kerja. Tidak semua orang yang hijrah ke kota-kota dapat memperoleh pekerjaan. Efek dari keadaan ini dalam jangka panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan. Disamping itu ada pula yang tidak menganggur.2. Waktu di antara menuai dan masa menanam berikutnya dan periode di antara sesudah menanam bibit dan masa menuai hasilnya adalah masa yang kurang sibuk dalam kegiatan pertanian. dan jam kerja mereka lebih rendah dari jam kerja normal. Berarti mereka sedang dalam keadaan menganggur. Contohnya keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar mengerjakan luas tanah yang sangat sempit. atau akibat kemunduran perkembangan suatu 10 Industri. Mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu. 3. Biasanya pengangguran seperti itu berlaku pada waktu-waktu di mana kegiatan bercocok tanam sedang menurun kesibukannya. Pengangguran terbuka dapat pula dikarenakan kegiatan ekonomi yang menurun. Akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan.3. Faktor yang perlu dipertimbangkan adalah besar atau kecilnya perusahaan. Pada periode tersebut banyak di antara para petani dan tenaga kerja di sektor pertanian tidak melakukan suatu pekerjaan. Pengangguran Setengah Menganggur Kelebihan penduduk di sektor pertanian di negara-negara berkembang disertai pertambahan penduduknya yang cepat telah menimbulkan percepatan dalam proses urbanisasi. Di banyak negara berkembang seringkali didapati jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan agar ia dapat menjalankan kegiatannya dengan efisien.4.

3.3 Masalah Pengangguran dan Krisis Sosial Berdasarkan teori Fungsional Struktural, masalah sosial timbul karena terjadinya ketidak seimbangan lembaga-lembaga sosial sehingga menyebabkan fungsi lembaga-lembaga tersebut terganggu. Pengangguran dalam hal ini, terjadi akibat kepincangan lembaga ekonomi dan menimbulkan masalah bagi lembaga sosial. Pengangguran menjadi masalah sosial tidak karena bersumber pada penyimpangan norma-norma masyarakat, tetapi karena ia rawan menimbulkan masalah-masalah sosial lainnya, seperti kemiskinan, meningkatnya kriminalitas, premanisme, prostitusi, dll. Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis sosial. Suka atau tidak suka, pengangguran selalu berkorelasi dengan kemiskinan yang identik dengan kebodohan, kejahatan dan perilaku menyimpang lainnya. Indikator masalah social ini bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak yang orang tuanya menganggur, yang mulai turun ke jalan. Mereka menjadi pengamen, pedagang asongan maupun pelaku tindak kriminalitas. Mereka adalah generasi yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik. Ironisnya, apa yang terjadi saat ini adalah banyak para penganggur yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. Banyak dari mereka yang menjadi pencopet, penjaja seks, pencuri, preman, penjual narkoba, dan sebagainya. Bahkan tidak sedikit mereka yang dibayar untuk berbuat rusuh atau anarkis demi kepentingan politik salah satu kelompok tertentu.. Belum lagi dengan semakin menjamurnya prostitusi di Indonesia, sebuah pilihan hidup akibat himpitan ekonomi. 12 BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan Jadi, secara ringkas dapat saya kemukakan bahwa pengangguran merupakan sebuah masalah yang kompleks, tidak hanya menyangkut masalah sosial bagi masyarakat luas tetapi juga merupakan masalah eksistensial bagi individu yang menjalaninya. Namun, terlepas dari itu semua, masalah sosial merupakan masalah yang harus dicarikan jalan keluarnya tidak hanya oleh pemerintah tetapi oleh kita semua. Melalui penyelesaian masalah pengangguran, diharapkan masalah-masalah sosial lain yang timbul akibat pengangguran seperti kejahatan dan prostitusi juga dapat teratasi. 4.2 . Saran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

MAKALAH MASALAH PENGANGGURAN
KONDISI PENGANGGURAN DI INDONESIA Studi Kasus Pada Kota Bekasi Dari tahun ke tahun

Disusun Oleh Marchela irdani 30208767 UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS EKONOMI Tugas Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan 2009 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT atas berkat rahmatnya sehungga penulis dapat menyelesaikan tugas penelitian UMKM (usaha mikro kecil menengah) dengan judul usaha pembuatan sepatu dan sandal. Adapun tujuan dari penelitian untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah ekonomi pembangunan. Keberhasilan penulis menyelesaikan penelitian ini adalah berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak serta keteguhan hati penulis, meskipun banyak hambatan yang di hadapi oleh penulis, namun semua menjadi pelajaran dan pengalaman yang berkesan Dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya atas dorongan dan bantuan yang diterima oleh penulis sampai dengan menyelesaikan penelitian ini. Dan perkenankanlah penulis mengucapakan terima kasih kepada: 1.Bapak Nurhadi selaku dosen pengantar ekonomi pembangunan 2.Bapak Dr Bagus Nurcahyo, SE, MM selaku dosen pengampu softskills 3.Kedua orang tua yang memberikan dorongan, motivasi dan doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini 4.Teman-teman di 2 DD 03 dan 04 yang memberikan kritik dan saran kepada penulis. Akhir kata dengan segala kerendahan hati penulis memohon maaf atas segala kekurangan yang terdapat pada kata-kata yang salah dan tidak berkenan di hati pembaca Bekasi, Desember 2009 Marchela irdani BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, serta sistematika penulisan. BAB 2 KAJIAN MATERI Bab ini berisi mengenai teori – teori yang memdasari penelitian, gambaran umum tentang kemiskinan, konsep serta definisi dari pengangguran. BAB 3 PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang penjabaran data penganguran yang dibutuhkan. BAB 4 KESIMPULAN Bab ini berisi kesimpulan penelitian dan saran yang ditujukan kepada berbagai pihak yang merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan sehingga dapat berguna untuk kegiatan lebih lanjut.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Keterbatasan lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia pada khususnya di daerah kota Jakarta sangat cukup tinggi dari tahun ke tahun, sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja setiap tahun selalu meninggakat tidak pernah mengalami penurunan. Dan pada akhirnya masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan jika masalah pengangguran masih terusseperti ini di tahun yang akan datang. Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan "pendidikan" dalam mengurangi angka kemiskinan yang ada. Seiring berjalannya waktu Maka merembaknya isyu pengangguran terdidik menjadi sinyal yang cukup mengganggu bagi perencana pendidikan di negara-negara berkembang pada umumnya di Indonesia khususnya di daerah kota Jakarta. Sementara dampak sosial dari jenis pengangguran ini relatif lebih besar dan banyak efek negative dari hal ini salah satunya tinggkat kriminalitas tiap daerah juga ikut bertambah karena dorongan ekonomi. Mengingat kompleksnya masalah ini, maka upaya pemecahannya pun tidak sebatas pada kebijakan sektor pendidikan saja, namun merembet pada masalah lain secara multi dimensional. Fenomena pengangguran sering menyebabkan timbulnya masalah sosial lainnya sperti yang sudah diterangkan di atas. Di samping tentu saja akan menciptakan angka produktivitas sosial yang rendah, yang akan menurunkan tingkat pendapatan masyarakat nantinya. Pengangguran merupakan masalah serius yang dihadapi dalam pembangunan sumber daya manusia yang tengah dilakukan saat ini. Krisis ekonomi yang kini dihadapi ternyata telah memporakporandakan tatanan kehidupan bangsa. Data yang diperoleh saya dari Bappenas menunjukkan pada tahun 1998 penduduk miskin telah mencapai 80 juta orang, yang berarti mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 22,4 juta orang saja. Selanjutnya data BPS pun mencatat angka pengangguran pada tahun 1999 sebesar 6,37 juta orang. Yang kemudian di akhir 1999, jumlah pengangguran semakin membengkak, yakni mencapai 14 juta orang dan tenaga kerja setangah menganggur mencapai 35 juta orang itu adalah sebagian contoh prentase penganguran yang ada di Indonesia secara umum pada tahun 98 sampai dengan 99. Rumusan Masalah

7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless).Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu. Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002. enurut Teori Klasik (1729-1790). Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan. Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional. Perkembangan tingkat kemiskinan di kota Jakarta 2.13 juta penganggur terbuka.Definisi Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 60 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5. pengangguran itu bersifat sukarela. karena tidak sesuainya tingkat upah dengan aspirasi pekerja. hambatan dalam proses ekspor impor. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian Adapun tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan dan menganalisis tentang : A.Kegunaan Penelitian Penelitian ini mempunyai dua kegunaan yakni sebagai berikut Bersifat Teoritis Bagi mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan tentang tingiinya angka pengangguran Diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan bagi mahasiswa dan pemerhati masalah sosial khususnya tentang penggauran BAB II KAJIAN MATERI A. sebesar 9. peraturan yang menghambat inventasi. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian 1. Selain itu unit-unit pelaku ekonomi percaya bahwa upah dan tingkat harga yang fleksibel dapat menyesuaikan diri secara otomatis untuk mencapai titik keseimbangan . yang mengakibatkan produktivitas rendah. Selain itu terdapat sebanyak 2. Bertambahnya jumlah pengangguran dalam masyarakat terjadi karena orang menunggu pada masa transisi dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). dan lain-lain. upah rendah. Teori ini menyebutkan bahwa untuk mengurangi pengangguran tidak diperlukan campur tangan pemerintah karena pengangguran yang terjadi sifatnya sukarela. yang disebabkan antara lain. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif.87 juta orang. Tingkat kemiskinan di kota Jakarta B. pada tahun 2002 berjumlah 28.

informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan yang menjadi pihak penyedia. Pengangguran Struktural Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tetapi tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Karena Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah terlebih di kota besar maka akan meningkatkan pula kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumsebelumnya. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja. 3. Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.Pengangguran Friksional Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya hanya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. 2. Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik.dalam perekonomian. 4.Tingkat Pengangguran Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja. Pengangguran Musiman Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek atau perubahan keadaan suatu Negara secara tiba-tiba yang menyebabkan seseorang harus nganggur. tukan jualan duren yang menanti musim durian. RUMUS Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100% C. B. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. Jenis & Macam Pengangguran 1. .

Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. sumber utama kemiskinan. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja. Pengangguran terdidik secara potensial dapat menyebabkan (1) timbulnya masalah-masalah sosial dengan tingkat rawan yang lebih tinggi. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. menjadi beban keluarga dan masyarakat. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. Kekurangselarasan antara perencanaan pembangunan pendidikan dengan perkembangan lapangan kerja merupakan penyebab utama terjadinya jenis pengangguran ini. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. pendamping. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Dalam pembangunan Nasional.BAB III PEMBAHASAN A. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung. menjadi beban keluarga dan masyarakat. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Salah satu bentuk pengangguran yang populer dewasa ini adalah pengangguran terdidik. Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu. MASALAH PENGANGURAN SECARA UMUM Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar. Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. . pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. sumber utama kemiskinan. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak.

Dan akan sangat muskil APK meningkat. Balitbang Dikbud Menurunnya apresiasi masyarakat terhadap pendidikan itu di .667.700 21.000 15.61 1. Sulit dibayangkan SDM berkualitas akan tercapai bila tidak disertai oleh meningkatnya angka partisipasi kasar (APK) pendidikan.93 2.288.356.32 5.43 Sumber : Pusat Informatika.100 1.500 231.000 342.000 14.756 1.000 11. (3) menurunkan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan.600 19. ditandai oleh: .747.500 9. bila tidak disertai oleh apresiasi masyarakat yang tinggi terhadap pendidikan. Tabel 1 Perkembangan APK Perguruan Tinggi PERIODE TAHUN MAHASISWA PENDUDUK 19 .795.26 6.97 8.962.24 Age APK (%) Seb.(2) menciptakan pemborosan sumber daya pendidikan.Repelita Repelita I Repelita II Repelita III Repelita IV Repelita V 1968 1973 1978 1983 1988 1992 156.925 1.464.166 823. Apresiasi ini sebenarnya harus menjadi "Conditio sine Quanon" untuk pembangunan SDM.705.

2 -33.(a) berkurangnya jumlah siswa (di samping akibat keberhasilan KB).429. (b) meningkatnya jumlah tenaga kerja (TK) unskill and uneducated dalam sektor sekunder. Tabel 2 Analisis Keseimbangan antara Kebutuhan dan Penyediaan Tenaga Kerja menurut Tingkat Pendidikan Sampai Pelita VI NO TINGKAT PENDIDIKAN KEBUTUHAN (000) % PERSEDIAAN (000) % KESEIMBANGAN(000) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tidak sekolah Tid.7 173.8 .411. (c) rendahnya angka melanjutnya pendidikan (di Jawa Barat hanya 57% lulusan SD meneruskan ke SMP).9 1.900. tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SLKTP Tamat SMU Tamat SMK Tamat PT (S0) Tamat PT (S1) -3. (d) meningkatnya jumlah pengguna jasa pendidikan luar negeri.1 382.7 1.1 954.0 343.164.3 73.9 8.5 2.7 8.2 18.551.

3.3 21.3 630.5 100 350.4 2.6 457.191. .104.3 13.899. DATA PENGANGGURAN KHUSUS DI KOTA JAKARTA Meski menyandang predikat sebagai kota besar ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius.3 5.5 -5.1 490.3 18.5 3.7 100 11.530.3 17.1 -229.0 2.861.0 1.2 2.0 1.4 Jumlah 11.3 *) 862.8 49.6 0.3 779. Buktinya.3 12.0 153. Selain masalah kemacetan lalu lintas.3 -60.8 393.2 3.8 Sumber: Bappenas.2 2.5 17.5 0.510. dan BPS. 1993 B.817. Depdikbud. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran. Depnaker.7 1.041. jumlah pengangguran di kota Jakarta selalu meningkat setiap tahun.0 15.

secara bertahap mutu lulusan dapat lebih diterima dunia kerja dan secara absolut mampu mengimbangi laju dinamika dunia kerja. Kepala Disnakertrans mengatakan peningkatan jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov saja. 1. Kebijaksanaan konversi ini pun dapat dilakukan untuk lembaga pendidikan lainnya terutama pada bidang keilmuan yang sudah jenuh. khususnya dalam memodifikasi pendekatan dari kuantitatif menjadi kuantitatif-kualitatif. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kota Jakarta bekerja ekstra keras.Hingga Agustus 2008 ini. Sehingga pesan-pesan dan kepentingan yang berada di luar kepentingan pendidikan harus mulai dihapus. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dalam arti lain pendidikan harus dilihat sebagai proses investasi bukan lagi proses konsumtif. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah kota-kota besar. Konsekwensi dari pada itu. (1) reorentasi pendekatan. mutu tenaga pengajar. yang kurang proporsional dengan upaya peningkatan kualitas program pendidikan sebaiknya dihindari. Dengan demikian sharing ide maupun aktivitas lainnya yang bernuansa sinergi dengan komponen lain hendaknya harus merupakan bagian tak terpisahkan dari program perbaikan sinambung (countinues improvement) program pembelajaran. Reorentasi kelembagaan. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. dari pihak manapun. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. 2. perlu mengkaji ulang keberadaan lembaga pendidikan yang memiliki tingkat kejenuhan untuk lulusannya di lapangan kerja. Dalam arti pendekatan pemerataan harus diimbangi secara proporsional dengan perhatian terhadap mutu proses dan hasil pendidikan. Untuk itu perlu peningkatan kemampuan dalam pembobotan kurikulum. Saat ini Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran ini. dan kepedulian dunia kerja. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal kota Bekasi dan mana yang berasal dari luar kota. memberdayakan program "link and match" melalui "cooperative education" dan "dual system" dalam kurikulum. Dengan demikian. Reorentasi pendekatan. . khususnya bagi penciptaan kesiapan lulusan untuk berkiprah dalam dunia kerja. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2009. pendidikan harus dilihat sebagai upaya rasional. tingginya jumlah pengangguran dikota Jakarta disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke kota-kota besar seperti Jakarta. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. Sebab. dan (3) reorentasi kelembagaan. Pengabaian dari fakta tersebut hanya menciptakan "menara gading" yang tidak memiliki manfaat yang berarti bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat secara umum. oleh itu keberadaan dan eksistensinya tidak lepas dari sub sistem lainnya.002 orang. Dan campur tangan. Reorentasi program. (2) reorentasi program. reorentasi itu menyangkut recana mengurangi pengangguran yang ada. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. Lembaga pendidikan merupakan sub sistem dari sistem sosial pembangunan. Konversi IKIP ke dalam Universitas merupakan langkah kongkrit yang perlu terus dilaksanakan secara konsisten. Langkah-langkah produktif untuk melaksanakan reorentasi lembaga pendidikan. konversi itu berimplikasi pada menurunnya jumlah penawaran tenaga pengajar yang secara langsung akan menyebabkan meningkatnya penghargaan dan harkat hidup tenaga pendidik.

Kedelapan. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Kesembilan. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Kedua. Kelima. ada juga kebijakan mikro (khusus). dan lingkungan yang tidak sehat. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Kesepuluh. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Kesimpulan Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. B. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.Kritik dan saran . hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. tingkat suku bunga. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. segera mengembangkan potensi kelautan kita. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Keempat. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerjaSetiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia.BAB IV PENUTUP A. Ketiga. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). pengendalian banjir. Selain itu. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. Ketujuh. Keenam. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. seperti sampah. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Pertama.

Mempersiapkan Mutu Perguruan Tinggi Menuju Kualitas Global. Rumusan Hasil Seminar.Demikianlah makalah ini.com MAKALAH PENGANGGURAN MASALAH PENGANGGURAN Di KOTA MALANG Disususn Oleh : Nama : DIMAS APRIYANA . Jakarta Unmer Malang (1994). Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis. 27-28 Juli 1994. Kompas.Unmer Malang. Daftar Pustaka Wahjoetoemo (1995). sehingga kesan "pemborosan" pada pendidikan tinggi di Indonesia dapat ditepis. Deregulasi Pendidikan. Jakarta. Kondisi itu dapat terwujud lebih cepat. Kumpulan Makalah Seminar Nasional 11-13 November 1996. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. Penutup Penerapan konsep manajemen mutu dalam penyelenggaraan pendidikan memuat kandungan tentang sistem kerja yang terintegrasi antara dunia pendidikan tinggi dengan pengguna. 1995. Menuju Manajemen Perguruan Tinggi yang Efisien. Grasindo. 1996. Grasindo. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. Unmer Malang. Suara Pembaruan Daily. Jakarta Daulat Sinuraya. Pembangunan Pendidikan Nasional Dalam Repelita VI. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. dan secara makro pengguran terdidik dapat ditekan. Kumpulan makalah Hasil Seminar Nasional "Mutu PTS menjelang Era Globalisasi".beritajakarta. Depdikbud (1995). 2004 http://www. Jakarta.T . semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. (1996). Malang. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia. (1993). Terimakasih. Malang. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. Manajemen Perguruan Tinggi pada Era Global. Keluaran perguruan tinggi seyogyanya memiliki nilai relevansi dan koherensi yang tinggi dengan dunia kerja. Laporan Hasil Seminar "Menuju Manajemen PTS yang Efisien". C. bila pembenahan manajemen internal didukung oleh komitmen pemerintah yang kuat khususnya dalam penyediaan anggaran yang memadai.

Dalam kondisi penganggur lama. masalah pengangguran di Indonesia sepertinya tidak pernah terselesaikan secara tuntas. yaitu mereka yang pernah bekerja tetapi masih mencari pekerjaan belum tertangani.3Tujuan Penulisan 3 1.Kelas : 2 DD 04 NPM : 31208479 UNIVERSITAS GUNADARMA 2009 Kata Pengantar Hingga saat ini. banyak mereka yang bekerja pada posisi yang sebetulnya bisa diisi oleh mereka yang berpendidikan rendah atau menengah. misalnya dari aspek tingkat pendidikan yang masih belum begitu bagus. maka kedatangan penganggur baru di pasar kerja turut menambah rumitnya persoalan ketenagakerjaan di Indonesia. Keadaan seperti ini memunculkan fenomena mismatch. yaitu angkatan kerja yang bekerja pada posisi yang tidak sesuai dengan pendidikannya.2Rumusan Masalah 2 1. yaitu orang-orang yang baru lulus mengikuti pendidikan.1Latar Belakang Masalah 1 1. kemudian meramaikan pasar kerja. Kondisinya diperparah dengan persoalan ekonomi yang juga tidak kunjungselesai setelah sangat terpuruk di akhir abad dua puluh yang lalu. Bukan rahasia lagi. penulis. DAFTAR ISI Kata Pengantar i Daftar isi ii BAB I PENDAHULUAN 1 1. persoalan pengangguran dihadapkan pula pada bermunculannya para penganggur baru. sering dihadang oleh kesempatan kerja yang sangat terbatas. Permasalahan lain. berkaitan dengan kualitas sumber daya manausia dari para penganggur sendiri. Jika pun penganggur berkualifikasi pendidikan tinggi.4Sistematis Penulisan 3 . Selain karena sulitnya lapangan pekerjaan.

1 Pengertian (definisi) Masalah pengangguran 4-5 2. Dalam arti lain. Kekurangtersediaan lapangan pekerjaan akan berimbas pada kemapanan sosial dan eksistensi pendidikan dalam perspektif masyarakat. dengan tidak bermaksud mengecilkan arti ketiga masalah lainnya.4 Dampak Pengangguran bagi kota Malang 8 2. kesiapan tenaga pendidik.3 Tingkat Pengangguran di kota Malang 6-7 2. setelah lulus dapat bekerja di sektor formal yang memiliki nilai "gengsi" yang lebih tinggi di banding sektor informal. Atau setidaktidaknya.2 Solusi Masalah Pengangguran 11-12 3.3 Kritik dan Saran 12 BAB 1 PENDAHULUAN 1. khususnya juga di Indonesia.1Latar Belakang Masalah Masalah kependidikan yang serius dihadapi oleh kota berkembang pada umumnya. tujuan akhir program pendidikan bagi masyarakat pengguna jasa pendidikan. Membidik masalah yang terakhir. Pada masyarakat yang tengah berkembang. Dengan demikian.5 Data Pengangguran di kota Malang 9 BAB III PENUTUP 10 3. Maka merembaknya isyu pengangguran terdidik menjadi sinyal yang cukup mengganggu bagi perencana pendidikan di negara-negara berkembang pada umumnya. Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan "pendidikan". keterbatasan lapangan pekerjaan sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja.1. pendidikan diposisikan sebagai sarana untuk peningkatan kesejahteraan melalui pemanfatan kesempatan kerja yang ada. Masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan. 1.Apa pengertian dari Pengangguran . memiliki greget yang lain.2 Masalah Pengangguran di kota Malang 6 2.5Manfaat Penelitian 3 BAB II PEMBAHASAN 4 2.1 Kesimpulan 10 3. secara linear berpotensi menggugat eksistensi dan urgensi pendidikan dalam perspektif masyarakat. fasilitas. adalah teraihnya lapangan kerja yang diaharpkan. dan lapangan pekerjaan. antara lain berkisar pada masalah mutu pendidikan.2 Rumusan Masalah Seperti yang telah di uraikan pada latar belakang masalah dapat membuat rumusan masalah yaitu : 1.

Apa dampak dari pengangguran bagi kota Malang 5.2.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai kemiskinan.4SISTEMATIKA PENULISA BAB 1 PENDAHULUAN Dapat di jelaskan tentang latar belakang. tujuan penulisan.Untuk mengetahui data-data tentang pengangguran di kota Malang 1. . data-data pengangguran.Sajian data pengangguran di kota Malang 1.Bagaimana keadaan pengangguran di kota Malang 4. 1. masalah . hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabngan dalam kegiatan penelitian selanjutnya. dampak pengangguran.Untuk mengetahui keadaan pengangguran di kota Malang 4. pengangguran keadaan.Untuk mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di kota Malang 3.Untuk mengetahui pengertian ( Definisi ) 2. 2. BAB 3 PENUTUP Diakhir memuat kesimpulan dan solusi masalah pengangguran. 1.Apa yang menjadi masalah pengangguran di kota Malang 3.5MANFAAT PENULISAN Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1. rumusan masalah.3 TUJUAN PENULISAN Dapat di ketahui tujuan penulis makalah ini.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah Kemiskinan. BAB 2 PEMBAHASAN Pada bab ini di temukan pembahasan yang terdiri dari : pengertian pengangguran . dan sistematika penlisan.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan kemiskinan serta masyarakat juga dapat berindak langsung dalam upaya pengentasan kemiskinan 3.Untuk mengetahui akibat yang timbul dari pengangguran 5.

mahasiswa perguruan tinggi. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. 2. tukan jualan duren yang menanti musim durian. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. 3.BAB II PEMBAHASAN 2. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Jenis & Macam Pengangguran 1. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment).1 Pengertian Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan. 4. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga. siswa sekolan smp. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. sma. Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. .

karena mungkin masih banyak yang pension tapi masih mencari pekerjaan. TINGKAT PENGANGGURAN 1. masalah ledakan penduduk.3. dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Jika dibandingkan dengan kota-kota maju. kemudian menurun tajam hingga usia 30-34 tahun.2 Masalah pengangguran di kota Malang Tingginya angka pengangguran. Ukuran ini merupakan salah satu tolok ukur ketenagakerjaan yang banyak digunakan untuk melihat sampai seberapa jauh penawaran tenaga keja. maupun yang sudah pernah bekerja tetapi sedang mencari kembali pekerjaan.2. Dua penyebab utama dari rendahnya pemanfaatan sumber daya manusia adalah karena tingkat pengangguran penuh dan tingkat pengangguran terselubung yang terlalu tinggi dan terus melonjak. Jika tingkat pengangguran 10 persen. Tingkat Pengangguran Menurut Umur Tingkat pengangguran yang dimaksud pada tulisan ini adalah tingkat pengangguran terbuka atau open unemployment rate. serta bagaimana permintaan akan kesempatan kerja. relatif stabil rendah. untuk kemudian meningkat lagi pada kelompok usia non produktif. rendahnya taraf hidup di kota-kota berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab. Pengangguran penuh atau terbuka yakni terdiri dari orang-orang yang sebenarnya mampu dan ingin bekerja.Tingkat Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan Tingkat pengangguran menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan lebih menarik untuk di bahas. 2. termasuk sumber daya manusia. Pada umumnya tingkat pengangguran di . dibagi dengan total angkatan kerja dikalikan seratus. 2. distribusi pendapatan yang tidak merata.memperlihatkan pola tingkat pengangguran yang sangat umum. Diperoleh dengan cara menghitung jumlah absolut angkatan kerja yang menganggur. Pada umur-umur tua. Pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh kota-kota berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di kota-kota maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. baik mereka yang baru lulus sekolah dan pertama kali mencari pekerjaan. berarti ada 10 orang penganggur dari setiap 100 orang angkatan kerja. yaitu memiliki persentase yang tinggi pada kelompok umur muda (15-19 tahun). akan tetapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali. Berdasarkan data dari Depnaker pada tahun 1997 jumlah pengangguran terbuka saja sudah mencapai sekitar 10%.

Karena itu maka salah satu kelemahan dari sistem pendidikan kita adalah sulitnya memberikan pendidikan yang benar-benar dapat memupuk profesionalisme seseorang dalam berkarier atau bekerja. 2. Kenaikan BBM ini telah menggenjot tingkat inflasi bulan Juni 2001 menjadi 1.4 DAMPAK PENGANGGURAN BAGI KOTA MALANG Kecenderungan pengangguran terdidik di kota Malang semakin meningkat namun upaya perluasan kesempatan pendidikan dari pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi tidak boleh berhenti. Jika kita mengambil kesimpulan mengenai masalah inflasi di Indonesia bahwa ternyata laju inflasi tidak semata ditentukan faktor moneter. Diperkirakan inflasi tahun ini. tingkat inflasi ditentukan faktor fisik prasarana. bukan sektor moneter.31 persen. serta analisis Setiawan (2002) terhadap angkatan kerja dan pengangguran. tapi juga faktor fisik. tetapi langsung mencari kerja. pembahasan yang berasal dari data sensus penduduk 1990 serna Sakernas 1996 oleh Tjiptoherijanto dan Soemitro (1998).5 DATA PENGANGGURAN DI KOTA MALANG Jumlah Pengangguran di Kota Malang hingga November 2009 mencapai 38 ribu . yang didasarkan pada data ketenagakerjaan hasil Sakernas 2001. pendidikkan dalam wujud praktek lebih diberikan dalam porsi yang lebih besar. namun pada tingkat SLTP angkanya sedikit lebih tinggi di pedesaan. Pendidikan seringkali disampaikan dalam bentuk yang monoton sehingga membuat para siswa menjadi bosan. Kondisi ini belum banyak berubah sejak beberapa decade terakhir Hal ini dapat dibuktikan dengan mengkaji ulang beberapa tulisan yang membahas mengenai pengangguran seperti Effendi (1993) yang memakai data SUPAS 1985. cara pembelajaran dan pemberian pendidikkan diberikan dalam wujud yang lebih menarik dan kreatif. Dampak ini masih terasa sampai bulan Juli 2001 yang akan memberikan sumbangan inflasi antara 0. Kemungkinan penyebab ini adalah banyaknya lulusan SLTP yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke SLTA. Melonjaknya inflasipun karena dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menarik subisidi sehingga harga listrik dan BBM meningkat. Ada empat faktor yang menentukan tingkat inflasi. Ini membuktikan tingginya laju inflasi di negara kita lebih banyak dipengaruhi sektor riil. Saat ini pendidikan kita terlalu menekankan pada segi teori dan bukannya praktek.67 persen. dan pada klasifikasi SLTA angkanya hampir sama. 2. Di sanapun. Baik di daerah pedesaan maupun di perkotaan. Tingginya angka inflasi karena tidak seimbangnya antara permintaan dan penawaran barang dan jasa.. Efek domino yang ditimbulkan pun masih menjadi pemicu kenaikan harga lainnya. tingkat pengangguran yang paling tinggi adalah pada jenjang SLTA.pedesaan lebih rendah dari perkotaan. Akan tetapi pemerataan pendidikan itu harus dilakukan tanpa mengabaikan mutu pendidikan itu sendiri.

149 jiwa. jumlah pengangguran mencapai 40. Selain itu juga terus menjalin kerja sama dengan perusahaan di luar Kota Malang untuk bisa merekrut Warga Kota Malang sebagai tenaga kerjanya dan pengiriman TKI keluar negeri. membuat. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. seperti bursa kerja. Wahyu berharap hingga akhir tahun 2009 jumlah PHK di Kota Malang tidak sampai bertambah. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. tercatat pengangguran berpendidikan sarjana mencapai 30 persen. pada 2007. Senin (7/12). Untuk memperkecil jumlah pengangguran. Disnakersos menggelar berbagai kegiatan. Pada tahun 2006." katanya. "Selebihnya lulusan SD dan tak berijazah. BAB III PENUTUP 3. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Malang.orang dari total jumlah penduduk yang mencapai 800 ribu orang. dan kerajinan.1 kesimpulan Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Jumlah ini terbagi menjadi 10 ribu pengangguran yang murni tidak mencari kerja dan 28 ribu pengangguran yang aktif mencari kerja. Padahal kemampuan tambahan itu merupakan nilai plus bagi para pencari kerja. yakni sebesar 600 lowongan kerja. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan . Data di Dinas menyebutkan dari 38 ribu pengangguran. pada 2008 mencapai 39 ribu orang." katanya. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. dan berpendidikan SMP sebanyak 15 persen. Wahyu Santoso jumlah pengangguran ini tak sebanding dengan jumlah lowongan yang tersedia selama 2009. Para sarjana menganggur karena tidak memiliki bekal kemampuan tambahan misalnya bahasa asing. jumlah penangguran di Kota Malang mencapai 49. "Yang terserap lowongan kerja tak lebi dari seribu orang. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. pengangguran berpendidikan SMA sebanyak 30 persen.390 orang. "Seharusnya saat kuliah mereka mencari kemampuan tambahan.

fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Kelima. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran.pengangguran menjadi komitmen nasional. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). sepatu. Bekerja berarti memiliki produksi. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. minyak. politik dan kemiskinan. Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. tingkat suku bunga. Karena itu. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. gula. Diharapkan ke depannya di kota Malang kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. Selain itu. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. energi listrik. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. jasa dan sebagainya setiap hari. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Pertama. pengendalian banjir. Setiap orang harus mengkonsumsi beras. seperti sampah. apa pun alasan dan bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah . Selain itu. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. Kedua. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Kita. dan lingkungan yang tidak sehat. 3. Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia. ada juga kebijakan mikro (khusus). segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Keempat. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. Ketiga. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral).2 SOLUSI MASALAH PENGANGGURAN DI KOTA MALANG Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. pakaian. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok.

Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional. Terimakasih. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. komprehensif.. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara. Sebagai solusi pengangguran. saya bisa minta daftar pustaka dari makalah ini ga. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional.. Diposkan oleh diimas di 22:14 1 komentar: winda mengatakan. Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait.. integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara.pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. sbg refrensi saya.. berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. 3.3 Kritik dan saran Demikianlah makalah ini. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. . semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. tingkat suku bunga.

Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah ke Jakarta. Deded Sukandar. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. menurut Deded. Sedangkan yang di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari kerja. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pension atau cacad jasmani. Saat ini. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. dan lain-lain. Selain masalah kemacetan lalu lintas. Oleh karenanya. Kepala Disnakertrans DKI mengatakan peningkatann jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov DKI saja. ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius.002 orang. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Sebab. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. tingginya jumlah pengangguran di DKI disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke Jakarta. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. Buktinya. yang disebabkan antara lain. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta bekerja ekstra keras. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran.BAB 1 PENDAHULUAN 1. Hingga Agustus 2008 ini. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. dan buta huruf. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah.1Latar Belakang Penelitian Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. hambatan dalam proses ekspor impor. kata Deded. jumlah pengangguran di DKI selalu meningkat setiap tahun. 1.2Perumusan Masalah Meski menyandang predikat sebagai kota besar sekaligus Ibukota Negara. Bisa saja dalam kenyataannya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan angka resmi itu. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran . Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah daripada kenyataan riil yang ada di lapangan. peraturan yang menghambat inventasi.

Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai masalah pengangguran 2. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2008.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan pengangguran serta masyarakat juga dapat bertindak langsung dalam upaya mengatasi masalah pengangguran. serta untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan juga untuk mengetahui bagaiamana sikap pemerintah dalam mengatasi pengangguran.ini.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah pengangguran. Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu . mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal Jakarta dan mana yang berasal dari luar Jakarta.4Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1.5Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian ini. hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabangan dalam kegiatan penelitian selanjutnya. BAB II LANDASAN TEORI 2.6Sistematika Penulisan Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai makalah ini. 3. manfaat penelitian. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. mencatat serta melihat keadaan secara langsung maupun dari pemberitaan media elektronik selain itu penulis juga mendapatkan informasi ini melalui internet. tujuan penelitian. 1. yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut : BAB 1 ◊ PENDAHULUAN Pada bab ini berisi mengenai latar belakang.3Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarnya pengangguran yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta. penulis memakai metode observasi dengan membaca. Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai tugas Softskill program Diploma III Jurusan Manjemen Pemasaran. maka penulisan tugas makalah ini dikelompokan dalam 4 bab. 1. 1. perumusan masalah. 1.1 Pengertian pengangguran Pengertian penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja. metode penelitian serta sistematikan penulisan BAB II ◊ LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi mengenai pengertian serta factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan Jenis pengangguran BAB III ◊ ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini dibahas mengenai berbagai masalah masalah dalam pengangguran serta pemecahan solusi dalam masalah ini. BAB IV ◊ PENTUP Penutup ini berisi mengenai Saran serta Kritik dan Daftar pustaka.

di sebabkan oleh penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. misalnya : di Negara-negara produsen bahan mentah pertanian. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. dan sebagian pekerja terpaksa di berhentikan dan menjadi penganggur. Pengangguran teknologi. Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan kerja yang lebih rendah dari pada bertambahan tenaga kerja. dan ekspor produksi industri itu sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari Negara.sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup.kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. 2. Pengangguran Stuktural. Misalnya pelayan retoran yang lebih banyak dari yang di perlukan.2 Keadaan Masalah pengangguran Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia.3Jenis pengangguran Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya Pengangguran Normal atau Friksional yaitu pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari tenaga kerja. di beberapa Negara miskin bukan saja jumlah pengangguran menjadi bertambah besar. Pengangguran Tersembunyi. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing. Oleh karenanya. Pengangguran ini terutama terdapat di sector pertanian atau perikanan. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku.penurunan ini mungkin di sebabkan kemrosotan harga – harga komoditas. Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya Pengangguran Terbuka. Wujudnya barang baru yang lebih baik. tetapi karena sedang mencari kerja yang lebih baik. Pengangguran bermusim. 2. Contohnya banyak Negara berkembang terjadi bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya di perlukan supaya dia dapat menjalankan kegiatannya secara efisien. Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tergolong sebagai penganggur. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industry tersebut menurun. di sebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi . dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah.Negara lain. Kemrosotan ini mengakibatkan perusahaan – perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. kebanyakan investor asing tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena biaya ekonominya sangat tinggi akibat masih kuatnya praktek Korupsi. Lebih malang lagi. Di pabrik-pabrik ada kalanya robot telah menggantikan pekerjaan manusia. Kolusi dan Nepotisme. Pengangguran ini pada umumnya terjadi di sector pertanian atau jasa. Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan . Pengangguran Siklikal . tetapi juga proporsi mereka dari keseluruhan tenaga kerja telah menjadi bertambah tinggi. Para pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja.

Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama. tata boga. bengkel.Menghindari masalah kejahatan . Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari dalam seminggu atau satu hingga empat jam sehari. Keterampilan yang di sediakan Seperti menjahit.1 Sikap Pemerintah 1. dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja.terpaksa menganggur. 2. dan keterampilan lainnya yang diperlukan oleh hotel.4 Kebijakan Pemerintah Beberapa Tujuan Kebijakan Pemerintah Tujuan Bersifat Ekonomi 1.Menyediakan lowongan pekerjaan dari tahun ke tahun 2. 3 Mutu para lulusan BLK yaitu memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi. Salah satunya ada dengan meningkatkan peranan Balai Latihan Kerja (BLK) 2.5 Tindakan Pemerintah Tindakan pemerintah dalam mengatasi pengangguran: mengurangi pajak mendorong lebih banyak investasi membari subsidi -Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat . 3. perusahaan motor bahkan instansi pemerintahan daerah setempat.Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat 3. di dalam suatu rumah tangga harus ada yang mempunyai pekerjaan guna memenuhi kebutuhannya.Mewujudkan kestabilan politik. Menangani Lapangan Pekerjaan Sikap Pemerintah pada saat bertambahnya para penganggur dan juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya. komputer. hampir 50 persen diminta beberapa perusahaan untuk menjadi pegawai mereka.seharusnya pemerintah membuka kursus untuk ketermpilan bagi masyarakat. 2. 2. karena semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi kasus kejahatan. di BLK Jakarta Timur. Setengah Menganggur. Apabila dalam masa di atas para penyadap karet dan nelayan tidak dapat pekerjaan lain maka terpaksa menganggur. Contohnya. dalam perekonomian yang tingkat penganggurannya tinggi masyarakat sering kali melakukan demontrasi dan mengemukakan kritik atas pemimpin pemerintah dan ini dapat menghambat kegiatan ekonomi.Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga. sambungnya.Menghindari masalah kejahatan. di sebabkan karena jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal.Menambah keterampilan masyarakat BAB III ANALISA PEMECAHAN MASALAH 3. Dari 60 orang yang menempuh pelatihan kerja di sana.Memperbaiki pembagian pendapatan . .Memperbaiki pembagian pendapatan Tujuan Bersifat social dan politik 1. perusahaan garmen. Sebagai akibatnya perkembangan ekonomi yang terlambat berakibat pangangguran memburuk.

Menurunnya kualitas sumber daya manusia. Sector informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus kankeryang sulit diberantas. sehingga tidak ada lagi warga yang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. 3. Tentunya untuk menghilangkan pengangguran dalam situasi kehidupan ekonomi Bangsa yang sedang morat-marit ini adalah sesuatu yang tidak mungkin.4 Disnakertrans bekerja sama Cara lainnya. angkayang kurang akurat tidak akan menghasilkan perumusan kebijakan yang tajam danlangkah-langkah penanganan yang saksama. perdagangan anak. padat karya dll disamping strategi jangka panjang seperti pemerataan wilayah pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan desentralisasi. maka sudah waktunya sektor informal ini didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran. Saat ini.5 Dampak Negatif dari pengangguran dan Penuntasanya Seperti:beragamnya tindakan kriminal. Dari hasil pelatihan tersebut. Disnakertrans juga membina kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mengadakan pelatihan keterampilan. pengemis. Tetapi upaya mengurangi pengangguran bukanlah hal yang mustahil. Disnakertrans telah mengadakan pelatihan kerja sama bengkel dengan Perusahaan Toyota Astra. Jakarta akan menampung masyarakat yang dating dari provinsi lain. Namun bukan berarti sektor formal diabaikan. pembangunan di luar Jakarta harus dapat diakselarasikan dengan di ibukota. aborsi. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkankorban-korban sosial yang tidak ternilai. Karena di daerahnya telah memberikan kesempatan pekerjaan yang lebih luas dari ibukota. 3. Karena itu persoalah pengangguran ini harussecepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik. Cara yang realistis dalam jangka pendek mengurangi pengangguran adalah memberdayakan sektor informal. Toyota Astra akan melihat peserta didik yang dinilai berkualitas baik lalu diajak bergabung untuk bekerja di perusahaannya 3. anak jalanan.4 Kepedulian Masyarakat Mengapa kita peduli terhadap angka-angka tersebut? Pertama. Kedua.2 Mengenai Tingkat Penganguran Terjadi karena Urbanisasi tidak bisa di tekan ini terlihat pada setiap akhir tahun seusai labaran . Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawabi sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi Bangsa kita. mantan Walikota Jakarta Pusat ini menyatakan perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi lain.Untuk menekan arus urbanisasi. tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korbansosial dari penyakit sosial ini sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupankemanusiaan yang beradab. Dengan azas otonomi daerah. . Ketidak Stabilan angka Pengangguran Salah satunya disebabkan jumlah pencari kerja lebih banyak dari lowongan kerja yang ditawarkan dan penempatan kerja dari pencari kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan perusahaan-perusahaan. prostitusi. masalah pengangguranberdampak luas terhadap kehidupan sosial dan politik yang pada gilirannya akanmemukul balik kestabilan makro-ekonomi yang telah dicapai dengan susah payah. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal.

Kondisi menganggur adalah kondisi dimana segala-galanya hilang dan tercabut dari seseorang. Kerusakan ekonomi ini disebabkan oleh adanya mental korup. Harus lebih banyak diskusi dan sharing pengalaman untuk membangkitkan gairah mereka di dalam situasi-situasi sulit menghadapi kerasnya kehidupan sebagai penganggur. Masih bisa dicari lagi sebab-sebabnya misalnya dekadensi(kemerosotan moral). Sebab langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. film.maka upaya pertama(penyadaran) . sangat membantu di dalam prosesnya sehingga tidak menimbulkan kebosanan. 2) Kelangkaan Lapangan Kerja. 3. Krisis ekonomi disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS). Tidak tercapainya pemenuhan kebutuhan ekonomi ini akan menciptakan masalah-masalah social. Budaya KKN ini disebabkan oleh pemerintahan yang kotor(tidak bersih). 3. Kredit macet disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997. slide. Usaha mengkomunikasikan segala hal yang bertujuan agar terbentuk pola pikir. 3) Pemulangan TKI ke Indonesia. Krisis moneter disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia. Bisa saja usaha penyadaran ini bagi sebagian besar penganggur dirasakan membuang-buang waktu karena mereka harus mencari kerja untuk bisa menghidupi anak istrinya atau keluarganya. pola sikap dan pola tindak yang positip dalam rangka menciptakan kehidupan sosial yang baik di kalangan para penganggur kurang terdidik ini harus dibangun dalam konteks penghormatan terhadap martabat manusia(human dignity) itu sendiri. Berbagai cara penyadaran dengan penggunaan audio visual. pangan dan papan menjerumuskan sebagaian besar manusia Indonesia ke jurang kemelaratan.7 Sebagai pihak yang Netral kaum akademisi/intelektual atau LSM harus menciptakan modelmodel penyadaran ini sebagai cara menjembatani(bridging the gap) keadaan yang sekarang dengan keadaan yang diinginkan. tetapi juga recognition(pengakuan) dan harga diri. Untuk mengatasi masalah ini. PHK disebabkan oleh perusahaan bangkrut. kolusi dan nepotisme (KKN) yang menggurita dan sistematik pada semua lembaga negara dan swasta.6 sebab langsung(direct causes) Ada beberapa sebab langsung(direct causes) terjadinya pengangguran besar-besaran di Indonesia yakni: 1) terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang. Metode-metode ceramah dan bersifat menggurui harus dihindari mengingat pesertanya adalah para penganggur yang kehilangan matamepencaharian.Keterbatasan mereka di dalam pendidikan sangat mudah dijadikan alat komoditas politik untuk melakukan berbagai konflik sosial di tengah masyarakat Pengangguran erat kaitannya dengan kemiskinan dan kemelaratan. 4) Rasionalisasi karyawan dll. Kehilangan jati diri inilah yang membuat orang yang menganggur akan mengalami stress yang tinggi dan apabila tidak mampu dikendalikan maka akan menjadi depresi yang mengarah kepada sakit mental atau gila. Karena pertimbangan itulah maka proses penyadaran ini harus melibatkan banyak pihak termasuk para psikolog dan psikiater. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. bukan saja sumber nafkah.

lancar TKI pintar. 2) dibutuhkannya Tenaga Kerja Indonesia(TKI) di luar negeri. Bahkan menurut Bambang Widianto. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas9. 2)kebutuhan akan keselamatan.kerja langsung upaya intervensi Perusahaan pertumbuhan demand thdp TKI efisiensi usaha tinggi maju ekon.keamanan.tinggi tak langsung kredit lancar aktivitas ekon.trampil ekonomi membaik stabilitas moneter bersih dari KKN bersih clean goverment clean goverment clean goverment Note : Semua variable bersifat positif Seperti terlihat pada pohon tujuan di atas. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern karena struktur angkatan kerja.diikuti dengan upaya yang kedua yang lebih konkret dan realistis yakni Pemberdayaan secara ekonomis dan social Penyadaran melalui pembentukan sikap dan mental yang dilakukan pada tahap pertama di atas harus diikuti dengan pemberdayaan tahap kedua yang lebih bersifat ekonomis dan konkret.8 Upaya Memecahkan masalah Penganguran Abraham Maslow menyebut 5 kebutuhan manusia dalam 5 tingkatan hierarkis yaitu : 1 ) kebutuhan akan makan. Kebutuhan para penganggur dan keluarganya dalam jangka pendek adalah kebutuhan akan makan dan minum Pemenuhan kebutuhan dasar ini harus didahulukan dan menjadi perhatian utama. 3) kebutuhan akan rasa memiliki atau sosial. ada sejumlah elemen yang menjadi faktor penentu ada tidaknya pekerjaan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung seperti: 1) tersedianya lapangan kerja. 4) adanya jaminan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja dan sebagainya. 3) adanya ekspansi usaha. 4) kebutuhan akan penhargaan dan 5) kebutuhan akan aktualisasi diri. Alderfer memformulsikannya menjadi tiga dan disebutnya ERG 1) kebutuhan akan Eksistensi. Tenaga-tenaga para penganggur kurang terdidik ini bisa dimanfaatkan di kegiatan-kegiatan padat karya sehingga mereka bisa mendapatkan kembali harga dirinya yang telah hilang oleh karena terkena pemutusan hubungan kerja atau karena tidak adanya ketrampilan di dalam bekerja. Pada pemberdayaan ekonomi ini 3. Karena para penganggur berpendidikan rendah ini sangat banyak maka mereka bisa disalurkan dalam kegiatan-kegiatan padat karya yang bias mendatangkan upah bagi mereka. aktualisasi diri Ultimate goal Masyarakat sejahtera Masyarakat bermartabat Negara kuat Goal/core objective Upaya intervensi tdk ada PHK tersedianya TKI dibutuhkan ekspansi usaha lap. . minum dan pakaian. 2)kebutuhan akan Relatedness(hubungan) dan 3) kebutuhan akan Growth(pertumbuhan) meliputi penghargaan. pekerja dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan Sekolah Dasar (SD) ke bawah.

Harian Pos Kupang. berbahaya dan beresiko tinggi menghasilkan korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia. Pascasarjana UI. Conyer Diana. pelacuran. 27 September 2003. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. 8. 5. Harian Kompas. 10 September 2003 6.com 13./ Beritajakarta. Harian Kompas. Penerbit Ghalia Indonesia 12. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga.Bab IV Kesimpulan dan Penutup Pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial. Harian Kompas. Jelamu Ardu Marius. kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi. John Naisbit dan Patricia A. Dilema Pembauran Golongan Minoritas Cina. 1994. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.Google. Gramedia.Sadono Penerbit Raja Grafindo Persada. Dilihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial. jula beli anak. 9. Jakarta. Adalah fakta bahwa berbagai kejahatan sosial seperti pencurian/penodongan/perampokan. Dok. anak jalanan dan lain-lain merupakan dampak dari pengangguran. DAFTAR PUSTAKA 1. 1999. Studi Kasus di Kupang NTT. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi pembangunan. 2. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Tesis. yang .com 14 Kompas Kamis 5 Februari 2009 BAB I PENDAHULUAN A. 1993. 25 Oktober 2003. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Undang-Undang Otonomi Daerah No. pengangguran telah menjadi kuman penyakit sosial yang relatif cepat menyebar. Buku Makro Ekonomi ‘Teori Pengantar’ Edisi ketiga. 22 tahun 1999 10. Hadi . Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Delapan Jalan Menuju Perubahan. Buku Ekonomi Pembangunan. maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. 3. 4. Prayitno. 11. 7. Sukirno. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hudup(pekerjaan). Suarapublika. WWW. 20 Juni 2003. martabat dan harga diri manusia. Keadaan Penganggur dan Setengah Pengangguran. Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran. Novermber 2003.

B. Sasaran Sasaran yang diharapkan. Menurunnya jumlah angkatan kerja usia sekolah dari 20.6 juta orang.97 juta orang. Menurunnya jumlah setengah penganggur dari 28. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan. Mereka ini didominasi oleh angkatan kerja usia sekolah (15-24 tahun) sebanyak 20. 11 Pebruari 2004). (Sumber: Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan. pembinaan Hubungan Industrial. 29 Juni 2004. peningkatan Efektivitas Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja. dan lain-lain. Untuk mencapai hal tersebut disusun strategi. sebesar 9. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans. Keadaan Angkatan Kerja dan Keadaan Kesempatan Kerja.disebabkan antara lain. hambatan dalam proses ekspor impor. Ciri lain dari kesempatan kerja Indonesia adalah dominannya lulusan pendidikan SLTP ke bawah. Ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja yang tersedia adalah bagi golongan berpendidikan rendah. Seluruh gambaran di atas menunjukkan bahwa kesempatan kerja di Indonesia mempunyai persyaratan kerja yang rendah dan memberikan imbalan yang kurang layak. Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5. Angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2002 sebesar 100. Pada tahun 2002. Pada sisi lain.96 pesen menjadi 5. kebijakan dan program-program yang perlu terus dibahas untuk menjadi kesepakatan semua pihak. Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik . Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional. ini berarti bahwa angkatan kerja di Indonesia kualitasnya masih rendah.33 persen kesempatan kerja ini berada disektor pertanian. sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi.33 juta orang hanya berpendidikan SD kebawah. Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu. upah rendah. Tingkatkan perluasan lapangan kerja dari 91.65 persen menjadi 20 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009.5 persen pada tahun 2009.03 TH.71 persen menjadi 60 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009. Sumber : Majalah Nakertrans Edisi . Selain itu terdapat sebanyak 2.54 persen menjadi 15 persen pada tahun 2009. Implikasinya adalah produktivitas tenaga kerja rendah. Sekitar 44.79 juta dari kesempatan kerja yang tersedia tersebut berstatus informal.XXIV-Juni 2004 C.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun).7 juta. meliputi Pengendalian Jumlah Angkatan kerja peningkatan Kualitas angkatan Kerja. Masalah pengangguran dan setengah pengangguran tersebut di atas salah satunya dipengaruhi oleh besarnya angkatan kerja.65 juta orang menjadi 108.7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless). Meningkatnya jumlah tenaga kerja formal dari 36. pada tahun 2002 berjumlah 28. Selanjutnya 63. dirumuskan sebagai berikut : Menurunnya jumlah penganggur terbuka dari 0. Keadaan lain yang juga mempengaruhi pengangguran dan setengah pengangguran tersebut adalah keadaan kesempatan kerja. Terbangunnya jejaring antara pusat dengan seluruh Kabupaten/kota. jumlah orang yang bekerja adalah sebesar 91.13 juta penganggur terbuka. yang mengakibatkan produktivitas rendah.87 juta orang.8 juta orang. peraturan yang menghambat inventasi. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. yang hingga saat ini tingkat produktivitasnya masih tergolong rendah. 45.

44 SLTA Umum 12. yakni tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya disebabkan lemahnya permintaan tenaga kerja. pengangguran 5.30 24. Suatu tingkat yang sangat serius dan membahayakan dalam pembangunan nasional. khususnya dalam kaitannya dengan strategi serta kebijakan perekonomian dan pendidikan nasional.61 16.7 persen berarti terdapat 4. Akademi dan Sarjana) secara signifikan dari 26 persen menjadi 57 persen. total pengangguran nyata bisa mencapai 35-40 persen. yaitu angkatan kerja berpendidikan menengah ke atas dan tidak bekerja. Kedua.79 16. Di samping masalah tingginya angka pengangguran. Dengan jumlah angkatan kerja 92. Keempat.74 0.90 32.Selain masalah upah. terdapat sejumlah besar penganggur yang dalam konsep ekonomi termasuk dalam kualifikasi pengangguran terselubung (disguised unemployment).86 Diploma 0. Berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik) sampai Mei 1997. Pertama.67 persen dan pengaruh krisis ekonomi yang berkepanjangan. Pola Pengangguran Dari tabel di bawah mengungkapkan beberapa hal menarik. laju peningkatan pengangguran di sekolah menengah kejuruan lebih rendah daripada sekolah menengah umum. Ini disebabkan pertambahan angkatan kerja baru jauh lebih besar dibanding pertumbuhan lapangan kerja produktif yang dapat diciptakan setiap tahun.69 11.94 . pada 1998. Fenomena ini patut diantisipasi sebab cakupannya berdimensi luas. Ketiga. Konsep lainnya adalah under employment.Diploma I 0.09 SLTP 11.5 juta orang penganggur. sekitar 45 persen tenaga kerja bekerja di bawah 35 jam per minggu atau setara dengan 25 persen pengangguran penuh.91 2. Pasca krisis moneter.7 persen. yakni penduduk angkatan kerja yang benar-benar menganggur. baik pada menengah pertama maupun pada menengah atas. periode 1982-1998.13 SLTA Kejuruan 12. Ini mencakup pengangguran yang muncul karena peralihan antar kerja oleh tenaga kerja.02 persen pada 1998. yakni tenaga kerja yang jumlah jam kerjanya tidak optimal karena ketiadaan kesempatan untuk bekerja.74 40. Di luar pengertian tersebut. suatu tingkat yang secara alamiah mustahil dihindarkan. hampir separuh (49 persen) penganggur ternyata berpendidikan menengah atas (SMTA Umum dan Kejuruan). Pada tahun 1998 tingkat pengangguran mencapai 5. gap tersebut semakin membengkak tajam.68 23.7 persen tersebut sebenarnya adalah angka pengangguran terbuka (open unemployment).33 19. persoalan mendasar ketenagakerjaan di Indonesia saat ini menyangkut tingkat pengangguran. Sebenarnya tingkat pengangguran ini relatif kecil dibanding tingkat pengangguran di beberapa negara industri maju di Eropa di tahun 90-an yang bahkan mencapai dua digit.7 juta.61 3. yang termasuk juga rawan adalah pengangguran tenaga terdidik. yang melonjak dari 0. Jika ditambah angka pengangguran terbuka 2.47 . atau meningkat hampir 120 persen. terjadi peningkatan pengangguran berpendidikan menengah ke atas (SMTA. Angka ini sebenarnya masih di sekitar tingkat pengangguran natural (Natural Rate of Unemployment). Tabel Struktur Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan (%) Pendidikan 1982 1995 1998 SD ke bawah 61.57 persen pada 1982 menjadi 5. Namun tingkat pengangguran 5. persentase peningkatan tingkat pengangguran berpendidikan sarjana adalah paling tinggi.

Perlu juga penanganan serius terhadap tingginya persentase lulusan SMTA Umum yang menganggur (lebih tinggi daripada SMTA Kejuruan). kurikulum SMTA Umum sekarang mendapat proporsi keterampilan praktis sehingga bilamana lulusan SMTA tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi.. Menurut data Sub Direktorat Informasi Pasar Kerja.53 Universitas 0. 1998 Beberapa Sebab Secara kualitatif. paling tidak sudah memiliki bekal keterampilan yang dibutuhkan untuk masuk dunia kerja. Kedua.57 3. Tampaknya gejala tersebut diakibatkan pola perkembangan industri saat ini yang kurang berbasis pada permasalahan nasional yang sifatnya seolah labor surplus padahal karena permintaan yang kecil. Pertama. sedangkan paling rendah lulusan SD dan diploma satu (D1) sekitar 10 persen. perhatian juga sudah seharusnya diberikan pada pengembangan industri yang lebih berorientasi pada penyerapan tenaga kerja terdidik yang tidak hanya jumlahnya besar tetapi juga tumbuh dengan sangat cepat. di samping membangun industri skala besar yang sifatnya padat modal dan teknologi. pada hal untuk masuk ke dunia perguruan tinggi. sejauh mana konsep tersebut tertuang dalam kerangka yang lebih operasional. mayoritas angkatan kerja berpendidikan SMTA Umum bekerja di sektor perdagangan dan sektor informal yang produktivitasnya relatif rendah.02 Sumber: Statistik Tahunan Indonesia. Ini menimbulkan gejala supply induce di mana tenaga kerja terdidik yang jumlahnya cukup besar memberi tekanan kuat terhadap kesempatan kerja di sektor formal yang jumlahnya relatif kecil. Tingginya proporsi lowongan kerja untuk sarjana dan sarjana muda yang belum terisi menunjukkan adanya kesenjangan antara kualitas penawaran tenaga kerja (dunia perguruan tinggi) dengan kualitas permintaan tenaga kerja (dunia usaha). Selain itu. Di lain pihak kontribusi sektor primer terhadap PDB turun sebesar 9 persen menjadi 15 persen sementara sektor sekunder dan tersier meningkat sekitar 14 persen menjadi 27 persen. Secara makro ini juga disebabkan transformasi struktur ekonomi dari sektor primer (pertanian) ke sektor sekunder dan tersier (industri dan jasa) tidak diikuti transformasi penyerapan tenaga kerja. berbagai kebijakan di bidang pendidikan nasional membawa peningkatan pada kualitas pendidikan formal angkatan kerja. Berbagai perubahan menyangkut penjurusan di tingkat menengah atas tampaknya tidak akan mampu menjawab permasalahan kualitas angkatan kerja golongan pendidikan ini. Masalahnya. 1985. dari 254. Depnaker April 1998. Kesenjangan ini memang sudah sering diangkat ke permukaan sampai lahirnya konsep link and match.Diploma II 1. pembangunan ekonomi pada tingkat tertentu berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga masyarakat lebih mampu membiayai pendidikan formal dan mengakomodasi makanan bergizi yang membantu kualitas tenaga kerja. Sekitar 50 persen di antaranya adalah angkatan kerja berpendidikan sarjana dan sarjana muda. mahalnya biaya juga menjadi kendala utama. penyerapan tenaga kerja sektor primer turun 9 persen menjadi 47 persen. di tengah membengkaknya jumlah penganggur. sementara sektor sekunder dan tersier hanya meningkat 3 persen dari 23 persen. sehingga terjadi pendayagunaan tenaga kerja terdidik yang tidak optimal. selain tempat terbatas. Seharusnya. lapangan kerja masih didominasi sektor-sektor subsistensi yang tidak membutuhkan tenaga kerja berpendidikan.86 5. Hal ini karena pada dasarnya SMTA Umum dipersiapkan untuk memasuki perguruan tinggi. 1995. kualitas tenaga kerja nasional meningkat disebabkan dua hal. Akan tetapi.032 lowongan kerja terdaftar. ternyata lowongan kerja yang belum terisi cenderung meningkat serta porsinya terhadap lowongan kerja relatif besar. Periode 1980-98. . terdapat 15 persen lowongan kerja yang tidak dapat terisi. Apa yang terjadi sekarang adalah. Dengan demikian.87 2. pada saat angkatan kerja terdidik meningkat dengan pesat.

angkatan kerja (100.730 juta). Sementara itu.35 juta). Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 3-4 persen. pada 2001: usia kerja (144. pengangguran juga banyak mencakup berpendidikan rendah. Sektor di hulu yang banyak berdampak pada pengangguran dan setengah pengangguran adalah sektor kependudukan. dari 4.03 juta).0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1. Kedua.005 juta). beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) sudah menerapkan hal ini di mana banyak praktisi bisnis menjadi dosen-dosen PTS. setiap tahun pasti ada sisa. dapat ditingkatkannya pertumbuhan ekonomi menjadi 6. transformasi sektor informal ke sektor formal dapat dipercepat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan terutama di sektor pertanian. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja. Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. pada 1997.005 juta).Secara fungsional.807 juta). 2000 (5. Setiap pertumbuhan ekonomi satu persen. Bayangkan.1 persen. dosen. Jika pertumbuhan ekonomi ada. B. tapi juga harus ditangani dari hulu. Pertama.18 juta menjadi 11. Pengangguran dan setengah pengangguran merupakan permasalahan di muara yang tidak bisa diselesaikan pada titik itu saja. Intensitas permasalahan juga lebih banyak terjadi pada penganggur wanita dan pengaggur terdidik. Selain usia muda.422 juta).4 persen. sementara pencari kerja mencapai rata-rata 2. bila tidak diimbangi dengan penjembatanan secara struktural. penduduk yang kerja (91. angka pengangguran terbuka di Indonesia terus menaik.010 juta). pada 1999 (6. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan. BAB II MASALAH A. penduduk yang kerja (90. dapat ditekan menjadi 1. jumlah penganggur terbuka mencapai 4. tinggal di pulau Jawa dan berlokasi di daerah perkotaan. Ada tiga asumsi yang menjadi harapan untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran. pendidikan dan ekonomi. Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu. Sejak itu.13 juta) dan 2003 (11.81 juta). angkatan kerja (98.033 juta). setengah penganggur terpaksa (6. masalah pengangguran erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. tentunya hanya akan menyerap 1.0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4.779 juta). pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tidak pernah mencapai 7-8 persen. pada 2002: usia kerja (148. Didominasi oleh penganggur usia muda. Tiap Tahun. jasa dan industri. tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 400 ribu orang.35 juta. Akan tetapi. perdagangan.6 juta tenaga kerja. Ketiga.5 juta pertahun. pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun dapat ditekan dari 2. data pekerja dan pengangguran menunjukkan. Angka Pengangguran Indonesia Naik Sejak 1997 sampai 2003. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut.9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2. peneliti dan praktisi niscaya sulit untuk mempersempit gap tersebut.812 juta). setengah penganggur sukarela (24. 2001 (8. otomatis penyerapan tenaga kerja juga ada. yang secara perlahan membawa perubahan pada kurikulum.647 . Padahal. Sehingga. Selanjutnya. 2002 (9. misalnya dengan berbagai proyek kerjasama penelitian antara dunia usaha dengan perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa.7 persen pada periode 2005-2009. Pengangguran Terus Bertambah Kolapsnya perekonomian Indonesia sejak krisis pada pertengahan 1997 membuat kondisi ketenagakerjaan Indonesia ikut memburuk.18 juta. penganggur terbuka (8.

jumlah putusan (117. Bicara soal ketenagakerjaan tidak akan lepas dari persoalan buruh dan pengusaha yang tiap hari kian mencuat ke permukaan.869 juta). tenaga kerja yang terlibat (61.906).175). pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun ditekan dari 2. kasus PHI (95) Sumber: Depnakertrans.632) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara yang masuk (2.413) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans. mempercepat transformasi sektor informal ke sektor formal.132 juta). hingga “terpaksa” harus melahirkan paket Undang Undang Serikat Pekerja. tenaga kerja yang terlibat (109.1 persen.4 persen. yaitu pertama. Ditjen Binawas Jumlah Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Perkara yang masuk (114.445). sisa perkara (223. Ditjen Binawas Berdasarkan data di atas. perdagangan.933).0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4. persoalan terus datang. Sebenarnya. tenaga kerja PHK (110. jasa dan industri. lihatlah data berikut: Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) 2001: Perkara yg Masuk (81). jumlah putusan (1.175). Sisa*) Perkara (73) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara masuk (101).867) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (110. kasus PHI (101) 2003: Kasus PHK (12.845) 2002: Kasus pemogokan (220).145). Jumlah Putusan (80). Jumlah putusan (91).145).933). jelas masalah buruh dan pengusaha seakan juga menjadi bom waktu . Ketenagakerjaan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI). jumlah putusan (95). sisa perkara (4. jumlah putusan (1. Kedua. sisa perkara (189) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara masuk (95).098). Sejak 2000.0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1. Ditjen Binawas Pemogokan 2001: Kasus Pemogokan (174). untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran bisa saja dicapai lewa tiga asumsi dasar. terutama di sektor pertanian.565). baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Selesaikan masalah? Tunggu dulu. setengah penganggur terpaksa (28. pertumbuhan ekonomi ditingkatkan menjadi 6. Ketiga. Tenaga Kerja PHK (114. sisa perkara (6.9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2. setengah penganggur sukarela .7 persen pada periode 2005-2009. Ditjen Binawas Jumlah Perkara dan Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Kasus PHK (2. sisa perkara (205.445). penganggur terbuka (9.357).980).393) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans.415) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (2. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja. Ditjen Binawas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 2001: Perkara yang masuk (2.juta).142) 2003: Kasus pemogokan (146). Tapi pemecahan persoalan tidak semudah itu. tenaga kerja yang terlibat (769. jumlah putusan (2. Sisa perkara (321) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans. ditekan menjadi 1. sisa perkara (2.790) Sumber: Depnakertrans.160). jumlah putusan (98.

buruh sebenarnya mau berkompromi untuk menunda pemenuhan hak yang mereka tuntut. itu tidak ada masalah. Soal paketan UU Ketenagakerjaan boleh jadi harus menjadi perhatian serius. tentunya tidak mempunyai jaminan sama sekali: satu perbandingan yang tidak sehat. UU Ketenagakerjaan justru membuat pengusaha menutup perusahaannya yang kemudian menurunkan kesempatan meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan. Dana Jamsostek yang surplus sekitar satu triliun rupiah itukan bisa dikembalikan ke buruh dengan membangun perumahan buruh yang tersebar di sekitar sentra industri. Tentunya. lebih dari 60 persen angkatan kerja Indonesia ada di sektor informal. sebenarnya banyak yang bisa dilakukan pemerintah. Satu contoh yang mungkin pengusaha dan buruh lainnya juga sepakat. Pertanyaannya. kompetisi usaha Indonesiapun semakin menurun. Tidak apa-apa upah tidak dinaikkan untuk sementara. normatif ketenagakerjaan Indonesia bagaimana. memang harus ada berbagai jaminan. Bahkan. tapi kembalikan ke buruh. Tidak heran saat ini. Bagi pengusaha. Tanpa ada kemampuan yang didukung ekonomi nasional.7 juta. industri tidak bersaing sehingga terjadi deindustrialisasi dan jadilah pedagang. Di sisi lain. kemungkinan kita akan dikejar oleh Vietnam. tapi juga memperhatikan kepentingan publik. kenaikan upah minimum akan menyumbang pengangguran sebesar satu persen. compete tidak? Jika upah buruh naik. produktifitas tidak naik. jelas makin hari makin terjadi PHK. Bahkan. Jumlah buruh di 2665 perusahaan tekstil dan produksi tekstil serta terkait dengan industri tesktil dan produksi tekstil saja mencapai 4. kesejahteraan buruhpun jadi terhambat. Ditambah lagi. ada di sektor formal. apakah hak upah minimum itu berkorelasi dengan pengangguran? Soal pengangguran itu jelas terkait dengan krisis ekonomi yang tidak bisa diselesaikan pemerintah. itu dulu deh. Komponen pengeluaran besar buruh adalah penginapan dan transportasi. uruh itu hanya concern pada dua hal: PHK dan penyelesaian perselisihan. 62.5 persen pangsa pasar tenaga kerja itu ada di desa. Karena investor akan melihat.yang tiap saat bisa meledak dan menghancurkan kerangka ketenagakerjaan Indonesia. banyak industri berubah jadi trading. Tuntutan kesejahteraan buruh itu. tutupnya perusahan elektronik SONY dan DOSON yang memproduksi sepatu Reebok. tidak perlu harus mengeluarkan UU baru yang ternyata menguntungkan pasar bebas. bekerja di perusahaan. buruh bisa save biaya transportasi dan memberikan hidup yang lebih layak. impor. Tapi pemerintah jangan menaikkan . akan diikuti juga perusahaan lainnya. Tapi yang bisa di berikan saat ini adalah yang sesuai dengan dukungan ekonomi kita. dan upah minimum bukan penyebab utama pengangguran itu. Sisanya. pegawai negeri dan lainnya yang memang mempunyai jaminan perlindungan. Tapi siapa yang akan memberikan pekerjaan? Soal ketenagakerjaan memang menjadi hal pokok dalam menggerakkan iklim investasi. Janganlah pemerintah mengambil deviden dari Jamsostek. itu namanya tidak baik dan mampu berkompetisi.. UU yang baru ini jelas memberatkan pengusaha. Jelas. adanya pernyataan beberapa ekonom yang mengatakan. Artinya. seperti tiap bulan mendapatkan gaji tetap. bukan sekadar mendapatkan win-win solution. Celakanya. jelas menguntungkan pasar bebas itu. upah minimumnya. Tidak ada korelasi. adalah hak buruh yang bisa dipahami. sehingga terjadi pengangguran yang tentunya. Belum di industri lainnya. Karena berdasarkan riset ILO (International Labour Organization) 2-3 tahun terakhir. Soal buruh dan pengusaha. penggunaan keuntungan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) untuk kepentingan buruh dan pengusaha. ada jaminan kesehatan dan lainnya. Kemungkinan. Cina dan Thailand bukanlah kompetitor lagi. Laos dan Kamboja. Investasi akan semakin tidak mampu masuk. Fakta hubungan buruh dan pengusaha tidak bisa serta merta terselesaikan dengan hadirnya UU Ketenagakerjaan dan PPHI. Informal yang jumlahnya jelas lebih banyak ini.

sampai dengan 40 persen. Bila hal ini benar-benar terjadi. Programnya mencakup pelatihan dan upaya-upaya pendorongan ke wira-usaha. Kemudian diikuti sektor kelautan. redistribusi pendapatan dalam bentuk seperti pengalihan subsidi BBM tidak perlu lagi dilakukan. antara lain terciptanya kesempatan kerja produktif dan remunerative. kecil-menengah. membuat gambaran: berapa sektor kerja dan tenaga kerja yang riil ada.harga barang. Selama ini Depnakertranas sudah menyebarkan informasi dan mendorong ke arah wira-usaha. Pemda hanya mengharapkan PAD. Untuk itu. Selain itu. supaya juga bisa membuat tolak ukur. bersama-sama mengatasi masalah ini. 54-60 persen sektor informal mampu menampung pencari kerja. seperti yang kita alami sekarang ini. harus bersama-sama. dimana diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. semua mata serasa tertuju ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) sebagai operator (pemerintah) penyelesaian soal ketenagakerjaan ini. termasuk instansi-instansi pemerintah yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan ketenaga-kerjaan untuk harus segera mengkonsolidasikan diri. Tanpa harus mengabaikan core-programe masing-masing instansi atau pihak terkait. sektor pertanian menyerap tenaga kerja. Tapi tidak pernah ada. Konsolidasi ini. Jelas. listrik dan layanan publik lainnya dong. aspek penanggulangan pengangguran harus dijadikan sebagai titik perhatian. Daerah tidak pernah meng-update data yang ada. dimana. Depnaker tidak mampu mengatasi pengangguran. Kebijakan itu perlu ditempuh untuk menghindari dampak negatif yang lebih besar dari sekadar dampak negatif. jumlah pengangguran terus bertambah. pemerintah dan masyarakat sendiri. Untuk 2002 saja. seperti data penganggur. sebagai usaha mandiri. perencana. Ketidak-stabilan peta politik dan keamanan. Indonesia akan berada pada bibir jurang kehancuran yang sulit dihindarkan. departemen pertanian dan kelautan misalnya. antara lain: identifikasi dan pemilihan program. Yang di dorong itu pencari kerjanya. Dengan otonomi daerah. Tapi Depnakertrans mengaku. Data-data menunjukkan. pengawasan dan lain-lain. Bagaimana mungkin Depnaker bisa menjalankan programnya jika basis data saja tidak punya? Sudah pernah di mintakan ke Pemda. fasilitator. Depnakertrans diberikan dana sekitar 1 trilyun rupiah agar sampai tenaga kerja sarjana bisa di tampung dan fokuskan pada pengembangan desa. koordinasi pelaksanaan. pemerintah pusat hanyalah pembuat kebijakan. Praktek dan rill di lapangan. Sampai sekarang Depnakertrans juga belum mempunyai peta potensi wilayah dan pengangguran sampai ke daerah terkecil. tenaga kerja terdidik. Pemdalah yang . atau hanya bersifat supplemen bilamana keadaan terlalu memaksa. Depnakertrans hanya mempunyai dana 40-41 milyar rupiah dan dibagikan ke seluruh Indonesia. maupun pola-pola pemberian kredit bank. Idealnya untuk penanggulangan penganggur ini. Untuk itu seluruh komponen bangsa. Depnakertrans juga mencoba “menyentil” instansi lain untuk peduli terhadap masalah pengangguran. efek netto dari hasil pembangunan yang diperkirakan akan semakin baik di masa mendatang perlu didistribusikan kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk. kemungkinan besar akan semakin parah dan mengganggu sendi-sendi pembangunan lainnya. Untuk menanggulangi masalah penganggur dan setengah penganggur. dinamisator masyarakat desa. latar-belakangnya dan potensi wilayah yang ada. motivator. harusnya mampu memperluas kesempatan pekerjaan di sektor mereka sendiri. pembiayaan. sejahtera dan berkembang dan tidak menganggur. anggaran yang dimiliki sangat terbatas untuk mendorong kesempatan kerja. Dana Jamsostek itu juga seharusnya bisa dijadikan solusi dalam hal kesejahteraan buruh. Fakta tetap mengatakan. Yang mampu mengatasinya adalah semua sektor. Karena desa memerlukan ahli. baik lewat tenaga kerja pemuda mandiri professional. Umumnya negara berkembang. tidak pernah memikirkan bagaimana masyarakatnya makmur. Dengan cara ini. Masalahnya. Seperti pertanian. pendorong dan pemberi wacana-wacana. mau tidak mau. lalu masalah pengembangan penerapan teknologi tepat guna. seperti kelurahan dan desa. mencakup berbagai aspek penting.

Pelaksanaan pemagangan ke Jepang sebanyak 4.764 orang. . . Pemberian bantuan peralatan kepada 78 lembaga pelatihan BLK/LLK dan 12 pondok pesantren. SDM nantinya mampu mengisi lowongan pekerjaan dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan. Mendorong peranan masyarakat luas di Bidang Ketenagakerjaan meliputi pelatihan.898 orang. Pemberian ijin tenaga kerja asing (IKTA) sebanyak 19.Pelatihan kewirausahaan : 2. Depnakertrans lewat Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri juga mempunyai program dan kegiatan yang diarahkan untuk pencapaian Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja serta Program Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Penempatan Tenaga Kerja AKAD : 21. ada beberapa tugas yang bisa dilakukan direktoratnya: pembinaan yang menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia. 7.Penciptaan wirausaha baru 2. semua perencanaan yang “terkesan” bagus itu. Karena tenaga kerja Indonesia belum mampu mengisinya. . TKI saja . Tampaknya. 2.Pelatihan MTU : 20. Belum lagi bicara soal banyaknya tenaga kerja asing yang masuk dan mengisi pekerjaan di Indonesia. .734 orang. . “SDM kita belum mampu bersaing.088 orang.Pelatihan Magang : 1. Perluasan lapangan kerja bagi 120. . Meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga nasional maupun internasional .280 orang.Pelatihan institusional : 14.855 orang.951 orang meliputi : . 6. terbukti pada lomba ketrampilan se-Asia pada dua tahun lalu. 3. 4. 4. . Apalagi. dalam T.Terapan teknologi tepat guna 4.mengurusi semuanya.Pelatihan Teknisi :1. tenaga kerja sarjana dan tenaga kerja mandiri terdidik sebanyak 67. Apalagi.589 orang. eletronik dan lainnya itu. jika bicara soal ketenagakerjaan. Untuk itu. Indonesia hanya memperoleh perunggu untuk kompetisi di bidang otomotif. Pelatihan ketrampilan sebanyak 42. Selain mempunyai Rencana Tenaga Kerja Nasional 2004-2009. hingga SDM bisa bekerja secara produktif. 3. Pengembangan Kesempatan Kerja.Pendayagunaan tenaga kerja pemuda mandiri profesional. Merumuskan pedoman atau petunjuk teknis.A. SDM Indonesia ditempatkan pada posisi 112 dari 117 negara yang diteliti.Pengembangan model perluasan kerja 685 orang. Tidak kompetitifnya SDM Indonesia. .200 orang.790 orang 5. . penempatan.276 orang. Kegiatan yang dilaksanakan adalah: a.Padat karya produktif 44. 2. kita upayakan agar dengan standar kompetisi. mengimplementasikan dan mensosialisasikan kebijakan pembinaan yang bertujuan untuk : 1. harus benar-benar menjadi perhatian Depnakertrans. 2003 telah dilaksanakan : 1. Saat itu.485 orang.800 orang. Membangun sistem peningkatan kualitas tenaga kerja . Meningkatkan kualitas pelayanan di Bidang Perluasan Kesempatan Kerja dan Penempatan Kerja .561 orang meliputi : . penempatan dan produktivitas tenaga kerja. .317 orang.225 orang.Pelatihan melalui anggaran DPKK-TKI : 2. Pelatihan untuk angkatan kerja khusus seperti penyandang cacat dan lanjut usia sebanyak 1. b.Pembinaan dan pendayagunaan anak jalanan dan pedagang asongan 690 orang.

Indonesia dapat mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan. tetapi tidak membutuhkan fasilitas. C. Sekadar dengan mengerem investasi dan mempergunakan subsidi langsung. jika ingin kembali ke tingkat pertumbuhan ekonomi enam persen. BAB III PEMBAHASAN A. tetapi harus memanfaatkan ekspor.3 persen. pasar luar negeri. dan surat utang negara menuju penggunaan dana untuk penanaman modal langsung. yang masuk ke BKPM adalah persetujuan untuk perusahaan yang meminta fasilitas. sektor informal bisa di persiapkan. pembangunan sistem irigasi. obligasi korporasi. penanaman modal bergeser dari sekadar pembelian reksa dana. Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 tercatat 4. Sejak otonomi daerah. Sekitar 2005. Untuk mencapai pertumbuhan lima persen. Sekarang. perekonomian Indonesia harus menggalakkan ekspor dan investasi. Banyak investasi yang juga sudah masuk ke Indonesia. Oleh karena itu. Tidak adil jika penanaman modal asing (PMA) langsung hanya diukur dari perizinan yang diberikan BKPM. tahun 1996. Tahun 2004 ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 4. Soal penanggulangan pengangguran dan perencanaan tenaga kerja nasional seharusnya juga ada di tiap daerah.0 persen. Untuk tahun 2004. Diharapkan. dan tahun-tahun berikutnya baru di dorong migrasi tenaga kerja di sektor informal menuju sektor formal. semoga tahun ini kita dapat menunjukkan apa artinya (pertumbuhan ekonomi) naik dari empat persen ke lima persen. pusat dan daerah terputus. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis Jika perekonomian tumbuh lima persen pada tahun 2004. Tingkat kemiskinan sudah lebih baik daripada waktu krisis. ekspor nonmigas ditargetkan tumbuh mencapai tujuh persen dari tahun sebelumnya. penjabarannya ada di daerah. Dalam kenyataannya. pusat hanya pembuat kebijakan. Selanjutnya. di tingkatkan sektor formal. proyek 700 km jalan tol.masih dalam posisi menengah. perekonomian Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi dan pasar dalam negeri. pembangunan pembangkit tenaga listrik yang baru. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang.8-5. Hal itu dapat dicapai melalui penetrasi pasar dan penguatan daya saing. Sehingga pada 2006. investasi harus digalakkan. sudah disiapkan angka-angka yang benar-benar dapat dipercaya dan mewakili jumlah PMA langsung yang masuk ke Indonesia. Tahun 2004 pemerintah menggerakkan ekspor agar pada tahun 2005 ekspor mulai meningkat dan investor akan merasa lebih pasti lagi dalam menanamkan modalnya. Untuk tingkat pengangguran. tingkat kemiskinan di Indonesia sebetulnya sekarang sudah kembali ke waktu kita mau masuk krisis. Alasannya. Jika berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi lima persen tahun 2004 ini. tingkat kemiskinan Indonesia akan kembali ke posisi sebelum krisis. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tujuh persen. apa lagi fasilitas yang bisa kita tawarkan kepada mereka Tidak banyak. investasi yang di lakukan baru investasi prasarana. dan proyek banjir kanal timur di Jakarta. seperti proyek sejuta rumah. nasib ketenagakerjaan akan semakin memburuk sampai ada kejelasan pada 2006. Sementara tingkat pengangguran terbuka tahun 2003 tercatat 10 juta orang. Salah satu unsur penguatan daya saing adalah pemberian fasilitas perpajakan. Penanggulangan Pengangguran di Indonesia . Tax holiday sama sekali tidak termasuk fasilitas perpajakan yang dimaksud. Padahal. Ini berarti. terkait dengan semangat otonomi daerah.

Sitanggang. menjadi beban keluarga dan masyarakat. perwakilan perguruan tinggi. Mengingat 70 persen penganggur didominasi oleh kaum muda. Dalam deklarasi itu ditegaskan. Rusli Zainal. pemerintah kabupaten/kota. Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Kesadaran dan dukungan sebagaimana diwujudkan dalam kesepakatan GNPP tersebut. Dalam pembangunan Nasional. sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. LSM. Gerakan tersebut dicanangkan dalam satu Deklarasi GNPP yang diadakan di Jakarta 29 Juni 2004. Lima orang tokoh dari pemerintah provinsi. pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. sumber utama kemiskinan. Setyawan. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak. pendamping.Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar. maka diperlukan penanganan khusus secara terpadu program aksi penciptaan dan perluasan kesempatan kerja khusus bagi kaum muda oleh semua pihak. . dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Bina Swadaya. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja. DR. Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP). Salah satu tolok ukur kebijakan nasional dan regional haruslah keberhasilan dalam perluasan kesempatan kerja atau penurunan pengangguran dan setengah pengangguran. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. mereka adalah sebagian kecil dari para tokoh yang memandang masalah ketenagakerjaan di Indonesia harus segera ditanggulangi oleh segenap komponen bangsa. serta masyarakat seluruhnya untuk berupaya mengatasi pengangguran. bahwa untuk itu. Bambang Ismawan. Menurut para deklarator tersebut. menjadi beban keluarga dan masyarakat. sebaiknya segera dibentuk Badan Koordinasi Perluasan Kesempatan Kerja. pengusaha. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. B. UPN Veteran Jakarta. T.ABAC.P. perwakilan pengusaha. kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. Walikota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. Zulkarnaen Karim. bahwa GNPP ini dimaksudkan untuk membangun kepekaan dan kepedulian seluruh aparatur dari pusat ke daerah. Berdasarkan kondisi diatas perlu dilakukan Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP) dengan mengerahkan semua unsur-unsur dan potensi di tingkat nasional dan daerah untuk menyusun kebijakan dan strategi serta melaksanakan program penanggulangan pengangguran. Palgunadi. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung. J. merekaadalah Gubernur Riau H.M. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. sumber utama kemiskinan. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. menandatangani deklarasi tersebut.

dunia usaha. Menakertrans Jacob Nuwa Wea dalam penjelasannya juga berkesempatan memaparkan konsepsi penanggulangan pengangguran di Indonesia. politik dan kemiskinan.. Dalam salah satu bagian paparannya Menteri menyebutkan. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. dan juga pembahasan dengan beberapa Departemen dan Bappenas..". keadaan angkatan kerja.menunjukan suatu kepedulian dari segenap komponen bangsa terhadap masalah ketenagakerjaan. dengan Tripartit secara terbatas (Apindo dan beberapa Serikat Pekerja). Selanjutnya secara lebih konkrit pada Pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa : " tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan " dan pada Pasal 28 D ayat (2) menyatakan bahwa:" Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja". Sementara itu dalam Raker dengan Komisi VII DPR-RI 11 Pebruari 2004 yang lalu. Oleh karena itu. maupun dunia pendidikan. utamanya upaya penanggulangan pengangguran. jasa dan sebagainya setiap hari. disadari bahwa penyusunan konsepsi tersebut masih perlu didiskusikan dan dikembangkan lebih lanjut dengan berbagai pihak yang lebih luas. Dalam proses penyusunan ini telah dilakukan beberapa kali pembahasan di lingkungan Depnakertrans sendiri. " Memperhatikan kompleksnya permasalahan pengangguran. dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa . Bekerja berarti memiliki produksi. pakaian. dan keadaan kesempatan kerja. Selanjutnya Menakertrans menyatakan. apa pun alasan dan . meliputi keadaan pengangguran dan setengah pengangguran. Kedua Pasal UUD 1945 ini perlu menjadi perhatian bahwa upaya-upaya penanganan pengangguran yang telah dilaksanakan selama ini masih belum memenuhi harapan. serta mendorong segera dapat dirumuskan Konsepsi Penanggulangan Pengangguran. tutur Menteri Jacob Nuwa Wea. baik pemerintah maupun swasta harus dikaitkan dengan penciptaan kesempatan kerja yang seluas-luasnya. sepatu. antara lain sangat dibutuhkan masukan dan dukungan sepenuhnya dari Anggotra DPR-RI yang terhormat khususnya Komisi VII. bahwa pembukaan UUD 1945 mengamanatkan: ". dalam penyusunan kebijakan dan program masing-masing pihak. akan tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. pihak pemerintah baik pusat maupun daerah... minyak. Konsepsi. produktif dan remuneratif. energi listrik. Hal ini berarti. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. bahwa secara konstitusional. masih memerlukan waktu dan dukungan biaya sehingga pada akhirnya dapat dirumuskan suatu Konsepsi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat". Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia. Depnakertrans dengan mengikut sertakan pihak-pihak terkait sedang menyusun konsepsi penanggulangan pengangguran. gula. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. C. Selain itu. Dalam konteks ini kiranya paparan tersebut masih relevan untuk diinformasikan. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. pemerintah berkewajiban untuk menyediakan pekerjaan dalam jumlah yang cukup. Karena itu. Setiap orang harus mengkonsumsi beras. untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. serta sasaran yang akan dicapai. Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. Menyadari bahwa upaya penciptaan kesempatan kerja itu bukan semata fungsi dan tanggung jawab Depatemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). Dengan demikian. dinamis dan kreatif memiliki tujuan dan visi yang jauh ke depan. setiap penganggur di Indonesia akan tercatat dengan baik dan mendapat perhatian khusus. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. profesional dan bertanggung jawab. keberadaaan lembaga itu dapat disusun dengan baik. tingkat suku bunga. Keempat. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). bernilai dan berkualitas bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas. sumber daya manusia maupun keuangan (finansial). berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut. Pertama. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Itu merupakan tuntutan utama dan mendasar di era globalisasi dan informasi yang sangat kompetitif dewasa ini dan di masa-masa mendatang. Itu semua . berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. berani mengambil tantangan serta mempunyai mindset yang benar. Secara teknis dan rinci.bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. Kebijakan ini dapat diimplementasikan menjadi gerakan nasional melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan yang kompeten untuk itu Kedua. Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara. Ketiga. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. Perlu diyakini oleh setiap orang. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. tulus. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. komprehensif. ada juga kebijakan mikro (khusus). Sebagai solusi pengangguran. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional. jujur matang. diharapkan setiap pribadi sanggup mengaktualisasikan potensi terbaiknya dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. Dengan membangun lembaga itu. sepenuh hati. Hal itu dapat dilakukan serentak dengan pendirian Badan Jaminan Sosial Nasional dengan embrio mengubah PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) menjadi Badan Jaminan Sosial Nasional yang terdiri dari berbagai devisi menurut sasarannya. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Kebijakan Mikro Selain itu. Kepribadian yang matang. kesuksesan yang hakiki berawal dari sikap mental kita untuk berani berpikir dan bertindak secara nyata. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam.

Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan. Perlu seleksi lebih ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. Lembaga itu dapat di bawah lembaga jaminan sosial penganggur atau bekerja sama tergantung kondisinya. dan lingkungan yang tidak sehat. terdiri dari bahan organik yang dapat dijadikan kompos dan bahan nonorganik yang dapat didaur ulang. manajemen dan keuangan. Akibatnya. penurunan produktivitas. Bagi pemerintah Daerah yang memiliki lahan cukup. Kesepuluh. pengendalian banjir. dan sebagainya. segera mengembangkan potensi kelautan kita. misalnya. Kesimpulan . Sisdiknas perlu reorientasi supaya dapat mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Karena itu. Pihak-pihak yang terlibat sangat banyak dan kompleks sehingga hal itu perlu dicegah dengan berbagai cara terutama penyempurnaan berbagai kebijakan. Hal-hal yang paling sedikit yang dapat dikembangkan untuk menciptakan lapangan kerja bagi para penggemar sesuai pendidikannya. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Potensi kelautan Indonesia perlu dikelola lebih baik supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif dan remuneratif. Sampah sebagai bahan baku pupuk organik dapat diolah untuk menciptakan lapangan kerja dan pupuk organik itu dapat didistribusikan ke wilayah-wilayah tandus yang berdekatan untuk meningkatkan produksi lahan. seperti sampah. antara lain sumber daya manusianya (brainware). perangkat lunak (software). atau orang yang baru masuk ke pasar kerja. Tentunya badan itu diperlengkapi dengan lembaga pelatihan (Training Center) yang kompeten untuk jenis-jenis keterampilan tertentu yang sangat banyak peluang di negara lain. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. perbankan. Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. bukan hanya tidak mampu menciptakan lapangan kerja baru.perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan investasi untuk menciptakan lapangan kerja baru. gedung. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. Semuanya mempunyai nilai ekonomis tinggi dan akan menciptakan lapangan kerja. Sampah. Pengembangan lembaga itu mencakup. Kelima. PHI dewasa ini sangat banyak berperan terhadap penutupan perusahaan. Kesembilan. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulaupulau yang sangat potensial sebagai negara maritim. umurnya penganggur terbuka atau setengah penganggur. keterampilannya. justru sebaliknya bermuara pada PHK yang berarti menambah jumlah penganggur. Ketujuh. keuangan dan aset lainnya yang memadai dapat membangun Badan Usaha Milik Daerah Pengerahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri (BUMD-PJTKI). Di samping itu. Kedelapan. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil (skilled). penurunan permintaan produksi industri tertentu dan seterusnya. BAB IV PENUTUP A. Keenam. Lembaga itu dapat disebutkan sebagai job center dan dibangun dan dikembangkan secara profesional sehingga dapat membimbing dan menyalurkan para pencari kerja. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). perlu dibuat peraturan tersendiri tentang pengiriman TKI ke luar negeri seperti di Filipina. perangkat keras (hardware).

Kedua. Kelima. Elwin Tobing. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. 2004 Levi Silalahi . Selain itu. segera mengembangkan potensi kelautan kita. Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Depnakertrans. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. Terimakasih. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Kesepuluh. Kedelapan. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. Keempat. Ketujuh. Kompas. Keenam. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. B. 2004 Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. Media Indonesia. semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. seperti sampah. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Jakarta Daulat Sinuraya. pengendalian banjir. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. dan lingkungan yang tidak sehat. Pengangguran Terus Bertambah. 2004 . Suara Pembaruan Daily. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Pertama. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans. Ketiga. 29 Juni 2004. tingkat suku bunga. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA --------------. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. ada juga kebijakan mikro (khusus). Kritik dan saran Demikianlah makalah ini. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Kesembilan. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. 11 Pebruari 2004. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA).Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan.

Jakarta. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius.03 TH. hambatan dalam proses ekspor impor.Tempo Interaktif. Tiap Tahun. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. Buktinya. peraturan yang menghambat inventasi. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka.XXIV-Juni 2004 Muchamad Nafi. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah ke Jakarta. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. Oleh karenanya. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. dan lain-lain.Majalah Nakertrans Edisi . 2004 Statistik Tahunan Indonesia. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. 1995. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah. Hingga Agustus 2008 ini. ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius. 1. Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah daripada kenyataan riil yang ada di lapangan. Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran.8_931] BAB 1 PENDAHULUAN 1.6. 1985. Selain masalah kemacetan lalu lintas. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. jumlah pengangguran di DKI selalu meningkat setiap tahun. 1998 VN:F [1. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. dan buta huruf.1Latar Belakang Penelitian Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Angka Pengangguran Indonesia Naik. Sedangkan yang di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari kerja.2Perumusan Masalah Meski menyandang predikat sebagai kota besar sekaligus Ibukota Negara. yang disebabkan antara lain. Bisa saja dalam kenyataannya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan angka resmi itu.002 orang. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja . tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pension atau cacad jasmani. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.

6Sistematika Penulisan Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai makalah ini. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal Jakarta dan mana yang berasal dari luar Jakarta. Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai tugas Softskill program Diploma III Jurusan Manjemen Pemasaran. Kepala Disnakertrans DKI mengatakan peningkatann jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov DKI saja. Sebab. mencatat serta melihat keadaan secara langsung maupun dari pemberitaan media elektronik selain itu penulis juga mendapatkan informasi ini melalui internet.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah pengangguran.3Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarnya pengangguran yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta. hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabangan dalam kegiatan penelitian selanjutnya. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat.5Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian ini. tingginya jumlah pengangguran di DKI disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke Jakarta. penulis memakai metode observasi dengan membaca. serta untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan juga untuk mengetahui bagaiamana sikap pemerintah dalam mengatasi pengangguran. 1. 1. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2008. menurut Deded. Saat ini.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai masalah pengangguran 2. 3. Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran ini. perumusan masalah. manfaat penelitian. 1. metode penelitian serta sistematikan penulisan BAB II ◊ LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi mengenai pengertian serta factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan Jenis pengangguran BAB III ◊ ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini dibahas mengenai berbagai masalah masalah dalam pengangguran serta pemecahan solusi dalam masalah ini.dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta bekerja ekstra keras. tujuan penelitian.4Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. 1. maka penulisan tugas makalah ini dikelompokan dalam 4 bab.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan pengangguran serta masyarakat juga dapat bertindak langsung dalam upaya mengatasi masalah pengangguran. yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut : BAB 1 ◊ PENDAHULUAN Pada bab ini berisi mengenai latar belakang. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. . kata Deded. Deded Sukandar.

tetapi juga proporsi mereka dari keseluruhan tenaga kerja telah menjadi bertambah tinggi. Wujudnya barang baru yang lebih baik. Kemrosotan ini mengakibatkan perusahaan – perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. kebanyakan investor asing tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena biaya ekonominya sangat tinggi akibat masih kuatnya praktek Korupsi. Oleh karenanya.2 Keadaan Masalah pengangguran Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. di beberapa Negara miskin bukan saja jumlah pengangguran menjadi bertambah besar. Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup. misalnya : di Negara-negara produsen bahan mentah pertanian.3Jenis pengangguran Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya Pengangguran Normal atau Friksional yaitu pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari tenaga kerja.1 Pengertian pengangguran Pengertian penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja.BAB IV ◊ PENTUP Penutup ini berisi mengenai Saran serta Kritik dan Daftar pustaka. 2. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Para pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja. Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tergolong sebagai penganggur. Di pabrik-pabrik ada kalanya robot telah menggantikan pekerjaan manusia. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. . di sebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi .Negara lain. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing. BAB II LANDASAN TEORI 2. Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya Pengangguran Terbuka. tetapi karena sedang mencari kerja yang lebih baik. Pengangguran teknologi. 2. di sebabkan oleh penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. dan sebagian pekerja terpaksa di berhentikan dan menjadi penganggur.penurunan ini mungkin di sebabkan kemrosotan harga – harga komoditas.kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. Pengangguran Stuktural. Kolusi dan Nepotisme. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industry tersebut menurun. Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan kerja yang lebih rendah dari pada bertambahan tenaga kerja. Pengangguran Siklikal . dan ekspor produksi industri itu sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari Negara. Lebih malang lagi. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku.

Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur. Misalnya pelayan retoran yang lebih banyak dari yang di perlukan. Pengangguran bermusim. perusahaan motor bahkan instansi pemerintahan daerah setempat. Contohnya banyak Negara berkembang terjadi bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya di perlukan supaya dia dapat menjalankan kegiatannya secara efisien. Sebagai akibatnya perkembangan ekonomi yang terlambat berakibat pangangguran memburuk. Salah satunya ada dengan meningkatkan peranan Balai Latihan Kerja (BLK) 2. 2.1 Sikap Pemerintah 1. Setengah Menganggur. di sebabkan karena jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal.Mewujudkan kestabilan politik.Menyediakan lowongan pekerjaan dari tahun ke tahun 2.Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga. karena semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi kasus kejahatan. komputer.Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat 3. 2.5 Tindakan Pemerintah Tindakan pemerintah dalam mengatasi pengangguran: mengurangi pajak mendorong lebih banyak investasi membari subsidi -Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat .Menghindari masalah kejahatan. Pengangguran ini pada umumnya terjadi di sector pertanian atau jasa.4 Kebijakan Pemerintah Beberapa Tujuan Kebijakan Pemerintah Tujuan Bersifat Ekonomi 1. dan keterampilan lainnya yang diperlukan oleh hotel. dalam perekonomian yang tingkat penganggurannya tinggi masyarakat sering kali melakukan demontrasi dan mengemukakan kritik atas pemimpin pemerintah dan ini dapat menghambat kegiatan ekonomi. bengkel.Memperbaiki pembagian pendapatan . Pengangguran ini terutama terdapat di sector pertanian atau perikanan. tata boga. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari dalam seminggu atau satu hingga empat jam sehari.Menghindari masalah kejahatan .Menambah keterampilan masyarakat BAB III ANALISA PEMECAHAN MASALAH 3. Menangani Lapangan Pekerjaan Sikap Pemerintah pada saat bertambahnya para penganggur dan juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya. Apabila dalam masa di atas para penyadap karet dan nelayan tidak dapat pekerjaan lain maka terpaksa menganggur. di dalam suatu rumah tangga harus ada yang mempunyai pekerjaan guna memenuhi kebutuhannya.seharusnya pemerintah membuka kursus untuk ketermpilan bagi masyarakat. 3. .Pengangguran Tersembunyi. 2.Memperbaiki pembagian pendapatan Tujuan Bersifat social dan politik 1. Keterampilan yang di sediakan Seperti menjahit.

Tetapi upaya mengurangi pengangguran bukanlah hal yang mustahil. 4 Disnakertrans bekerja sama Cara lainnya. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkankorban-korban sosial yang tidak ternilai. Disnakertrans telah mengadakan pelatihan kerja sama bengkel dengan Perusahaan Toyota Astra.2 Mengenai Tingkat Penganguran Terjadi karena Urbanisasi tidak bisa di tekan ini terlihat pada setiap akhir tahun seusai labaran . Karena itu persoalah pengangguran ini harussecepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik. Cara yang realistis dalam jangka pendek mengurangi pengangguran adalah memberdayakan sektor informal.4 Kepedulian Masyarakat Mengapa kita peduli terhadap angka-angka tersebut? Pertama. Kedua. Dari 60 orang yang menempuh pelatihan kerja di sana. anak jalanan. padat karya dll disamping strategi jangka panjang seperti pemerataan wilayah pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan desentralisasi. masalah pengangguranberdampak luas terhadap kehidupan sosial dan politik yang pada gilirannya akanmemukul balik kestabilan makro-ekonomi yang telah dicapai dengan susah payah. dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja. mantan Walikota Jakarta Pusat ini menyatakan perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi lain. Dari hasil pelatihan tersebut. Sector informal dinilai sangat membantu . Karena di daerahnya telah memberikan kesempatan pekerjaan yang lebih luas dari ibukota. hampir 50 persen diminta beberapa perusahaan untuk menjadi pegawai mereka. Ketidak Stabilan angka Pengangguran Salah satunya disebabkan jumlah pencari kerja lebih banyak dari lowongan kerja yang ditawarkan dan penempatan kerja dari pencari kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan perusahaan-perusahaan. pembangunan di luar Jakarta harus dapat diakselarasikan dengan di ibukota. aborsi. angkayang kurang akurat tidak akan menghasilkan perumusan kebijakan yang tajam danlangkah-langkah penanganan yang saksama. prostitusi. 3. Jakarta akan menampung masyarakat yang dating dari provinsi lain. pengemis.3 Mutu para lulusan BLK yaitu memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi. pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus kankeryang sulit diberantas. di BLK Jakarta Timur. sehingga tidak ada lagi warga yang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.5 Dampak Negatif dari pengangguran dan Penuntasanya Seperti:beragamnya tindakan kriminal.Untuk menekan arus urbanisasi. Disnakertrans juga membina kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mengadakan pelatihan keterampilan. Dengan azas otonomi daerah. Menurunnya kualitas sumber daya manusia. sambungnya. Saat ini. Tentunya untuk menghilangkan pengangguran dalam situasi kehidupan ekonomi Bangsa yang sedang morat-marit ini adalah sesuatu yang tidak mungkin. 3. perdagangan anak. tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korbansosial dari penyakit sosial ini sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupankemanusiaan yang beradab. Toyota Astra akan melihat peserta didik yang dinilai berkualitas baik lalu diajak bergabung untuk bekerja di perusahaannya 3. Contohnya. Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama. perusahaan garmen.

Krisis ekonomi disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS). PHK disebabkan oleh perusahaan bangkrut. 3) Pemulangan TKI ke Indonesia. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang. Sebab langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. 3.6 sebab langsung(direct causes) Ada beberapa sebab langsung(direct causes) terjadinya pengangguran besar-besaran di Indonesia yakni: 1) terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Tidak tercapainya pemenuhan kebutuhan ekonomi ini akan menciptakan masalah-masalah social. 2) Kelangkaan Lapangan Kerja. Krisis moneter disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia. bukan saja sumber nafkah. slide. Budaya KKN ini disebabkan oleh pemerintahan yang kotor(tidak bersih). kolusi dan nepotisme (KKN) yang menggurita dan sistematik pada semua lembaga negara dan swasta. Harus lebih banyak diskusi dan sharing pengalaman untuk membangkitkan gairah mereka di dalam situasi-situasi sulit menghadapi kerasnya kehidupan sebagai penganggur.7 Sebagai pihak yang Netral kaum akademisi/intelektual atau LSM harus menciptakan modelmodel penyadaran ini sebagai cara menjembatani(bridging the gap) keadaan yang sekarang dengan keadaan yang diinginkan. Keterbatasan mereka di dalam pendidikan sangat mudah dijadikan alat komoditas politik untuk melakukan berbagai konflik sosial di tengah masyarakat Pengangguran erat kaitannya dengan kemiskinan dan kemelaratan. pangan dan papan menjerumuskan sebagaian besar manusia Indonesia ke jurang kemelaratan. Usaha mengkomunikasikan segala hal yang bertujuan agar terbentuk pola pikir. film. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank.menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. Kondisi menganggur adalah kondisi dimana segala-galanya hilang dan tercabut dari seseorang. Berbagai cara penyadaran dengan penggunaan audio visual. Kredit macet disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997. Metode-metode ceramah dan bersifat menggurui harus dihindari mengingat pesertanya adalah para penganggur yang kehilangan matamepencaharian. sangat membantu di dalam prosesnya sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Masih bisa dicari lagi sebab-sebabnya misalnya dekadensi(kemerosotan moral). Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawabi sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi Bangsa kita. Kehilangan jati diri inilah yang membuat orang yang menganggur akan mengalami stress yang tinggi dan apabila tidak mampu dikendalikan maka . Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal. maka sudah waktunya sektor informal ini didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran. Kerusakan ekonomi ini disebabkan oleh adanya mental korup. pola sikap dan pola tindak yang positip dalam rangka menciptakan kehidupan sosial yang baik di kalangan para penganggur kurang terdidik ini harus dibangun dalam konteks penghormatan terhadap martabat manusia(human dignity) itu sendiri. 3. 4) Rasionalisasi karyawan dll. tetapi juga recognition(pengakuan) dan harga diri. Namun bukan berarti sektor formal diabaikan.

minum dan pakaian.keamanan.8 Upaya Memecahkan masalah Penganguran Abraham Maslow menyebut 5 kebutuhan manusia dalam 5 tingkatan hierarkis yaitu : 1 ) kebutuhan akan makan. 2)kebutuhan akan keselamatan. aktualisasi diri Ultimate goal Masyarakat sejahtera Masyarakat bermartabat Negara kuat Goal/core objective Upaya intervensi tdk ada PHK tersedianya TKI dibutuhkan ekspansi usaha lap.tinggi tak langsung kredit lancar aktivitas ekon. 2)kebutuhan akan Relatedness(hubungan) dan 3) kebutuhan akan Growth(pertumbuhan) meliputi penghargaan. Untuk mengatasi masalah ini.akan menjadi depresi yang mengarah kepada sakit mental atau gila. lancar TKI pintar. Bisa saja usaha penyadaran ini bagi sebagian besar penganggur dirasakan membuang-buang waktu karena mereka harus mencari kerja untuk bisa menghidupi anak istrinya atau keluarganya.kerja langsung upaya intervensi Perusahaan pertumbuhan demand thdp TKI efisiensi usaha tinggi maju ekon. 3) kebutuhan akan rasa memiliki atau sosial. pekerja dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan Sekolah Dasar (SD) ke bawah.maka upaya pertama(penyadaran) diikuti dengan upaya yang kedua yang lebih konkret dan realistis yakni Pemberdayaan secara ekonomis dan social Penyadaran melalui pembentukan sikap dan mental yang dilakukan pada tahap pertama di atas harus diikuti dengan pemberdayaan tahap kedua yang lebih bersifat ekonomis dan konkret. 4) kebutuhan akan penhargaan dan 5) kebutuhan akan aktualisasi diri. Alderfer memformulsikannya menjadi tiga dan disebutnya ERG 1) kebutuhan akan Eksistensi. Tenaga-tenaga para penganggur kurang terdidik ini bisa dimanfaatkan di kegiatan-kegiatan padat karya sehingga mereka bisa mendapatkan kembali harga dirinya yang telah hilang oleh karena terkena pemutusan hubungan kerja atau karena tidak adanya ketrampilan di dalam bekerja. Kebutuhan para penganggur dan keluarganya dalam jangka pendek adalah kebutuhan akan makan dan minum Pemenuhan kebutuhan dasar ini harus didahulukan dan menjadi perhatian utama. Karena para penganggur berpendidikan rendah ini sangat banyak maka mereka bisa disalurkan dalam kegiatan-kegiatan padat karya yang bias mendatangkan upah bagi mereka.trampil ekonomi membaik stabilitas moneter bersih dari KKN bersih clean goverment clean goverment clean goverment Note : Semua variable bersifat positif Seperti terlihat pada pohon tujuan di atas. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern karena struktur angkatan kerja. Pada pemberdayaan ekonomi ini 3. Bahkan menurut Bambang Widianto. ada sejumlah elemen yang . Karena pertimbangan itulah maka proses penyadaran ini harus melibatkan banyak pihak termasuk para psikolog dan psikiater. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas9.

Studi Kasus di Kupang NTT. Novermber 2003. Dilihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial. Harian Pos Kupang.com 14 Kompas Kamis 5 Februari 2009 . 22 tahun 1999 10. John Naisbit dan Patricia A. Buku Ekonomi Pembangunan. berbahaya dan beresiko tinggi menghasilkan korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia. Dok. maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. Harian Kompas. Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran. Harian Kompas. 4. 3) adanya ekspansi usaha. 1999. Undang-Undang Otonomi Daerah No. 7. Bab IV Kesimpulan dan Penutup Pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial. Penerbit Ghalia Indonesia 12. Hadi . pengangguran telah menjadi kuman penyakit sosial yang relatif cepat menyebar./ Beritajakarta. Sukirno. 27 September 2003. Delapan Jalan Menuju Perubahan. 5. 3. 10 September 2003 6. 2) dibutuhkannya Tenaga Kerja Indonesia(TKI) di luar negeri. 1994. jula beli anak. Gramedia. 11. Conyer Diana.menjadi faktor penentu ada tidaknya pekerjaan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung seperti: 1) tersedianya lapangan kerja. Tesis. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga. 4) adanya jaminan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja dan sebagainya. 8.Google. Buku Makro Ekonomi ‘Teori Pengantar’ Edisi ketiga. Dilema Pembauran Golongan Minoritas Cina. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA 1.Sadono Penerbit Raja Grafindo Persada. 20 Juni 2003. Pascasarjana UI. pelacuran. martabat dan harga diri manusia. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi pembangunan. Prayitno. WWW. 1993.com 13. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hudup(pekerjaan). Harian Kompas. 9. Jelamu Ardu Marius. kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi. 25 Oktober 2003. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. 2. anak jalanan dan lain-lain merupakan dampak dari pengangguran. Adalah fakta bahwa berbagai kejahatan sosial seperti pencurian/penodongan/perampokan. Suarapublika.

informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. dilakukan oleh lebih banyak orang. • Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. 2011 by laillamardianti Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. sedang mencari kerja. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit. atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran. bekerja kurang dari dua hari selama seminggu. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. • Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. pedagang durian yang menanti musim durian. produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. . Di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Jenis & macam pengangguran • Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.Pengangguran dan Cara Mengatasinya Published April 17.

4. perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik. keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. 3. pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. 2. Dalam situasi normal. Cara-cara Mengatasi Pengangguran Ada berbagai cara mengatasi pengangguran. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja. dan balai latihan kerja. Di sejumlah Negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural. pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah.Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengelolaan Permintaan Masyarakat Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah. dilakukan oleh lebih banyak orang. Menurut Keynes. . atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja. perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja. yaitu: 1. Masalah tersebut adalah persoalan informasi. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk mengatasi pengangguran musiman. Untuk mengatasi masalah tersebut. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. kampus.

Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. sebaliknya. dan balai latihan kerja. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil. Pengelolaan Permintaan Masyarakat Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah. . 3.shvoong. Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. yaitu: 1. pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. 2.Pengangguran tidak disengaja.org www. Wiraswasta Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu.com Ada berbagai cara mengatasi pengangguran. 6. kampus.com/social-sciences/economics/2119555-cara-cara-mengatasipengangguran/#ixzz1Ja2LiLqy www. Untuk mengatasi masalah tersebut. atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. Masalah tersebut adalah persoalan informasi. 5. mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk mengatasi pengangguran musiman.google. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural. Sumber: http://id.wikipedia. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan. perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok.

pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. 6. pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. Pertentangan paling alot di pembahasan ekonomi dalam masalah pengangguran ini terjadi pada mazhab klasik yang di usung Adam Smith dan mazhab Keynesian yang di populeri oleh Keynes . pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. Di sejumlah Negara. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil.shvoong. 2010 | Author: viepanda Pengangguran dapat digambarkan sebagai seuatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum mendapatkan pekerjaan tersebut. Sumber: http://id.4. 5. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja.com/social-sciences/economics/2119555-cara-cara-mengatasipengangguran/#ixzz1j9FyKNWg Kebijakan Mengatasi Pengangguran February 5th. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi. Keadaan yang sunatullah ini menjadi kesimpulan para ilmuan untuk menyepakati bahwa angka pengangguran tidak mungkin nol persen atau tingkat tenaga kerja penuh (full employment). mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. Menurut Keynes. sebaliknya. Wiraswasta Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain. Pengangguran tidak disengaja. pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan. Dalam sejarah umat manusia fenomena pengangguran ini terus terjadi dalam keadaan yang sunatullah. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Dalam situasi normal.

“kita berikan pancing. Menurut Pusat Penelitian Ekonomi LIPI angka pengangguran Indonesia pada tahun 2007 diprediksi 12. Hal ini jelas terlihat dimana begitu banyak masyarakat berkeluh kesah susahnya mencari pekerjaan pasa saat sekarang. ada suatu kebijakan yang selalu menjadi referensi untuk mengatasi masalah pengangguran yaitu “kita harus memberi pancing. Rasulullah memikirkan kebutuhan hidup sang pengangguran kemudian membantunya dalam melihat peluang usaha. jangan memberi umpan” adalah kebijakan yang lemah. Coba kita bayangkan orang yang sedang memancing.” Kemudian Rasulullah mengambil sebahagian pakaian dan cangkir tersebut untuk di jual kepada para sahabat. Tidak sekedar mengharapkan bantuan orang lain. Sudah idealkah kebijakan ini? Teladan Islam Dalam Pengentasan Pengangguran Merujuk pada permasalahan diatas sebenarnya Islam telah mengajarkan cara yang paling ideal dalam mengatasi pengangguran. Kedua mazhab besar ekonomi ini yang menjadi rujukan mahasiswa eknomi untuk di pelajari pengangguran. jangan memberi umpan”. Setelah kebutuhan pokok nya terpenuhi maka barulah Rasulullah memerintahkan untuk membeli kampak. Jika dapat syukur.7 juta jiwa. Dimana perbedaannya? Perbedaannya jelas sangat jauh. Kembali pada pernyataan pertama. Khusus dalam permasalahan pengangguran hal ini dapat menjadi cara yang ideal untuk diterapkan. Atau kita bisa lihat setiap kali Expo tenaga kerja baik di Jakarta maupun di Riau seperti yang baru-baru ini diadakan selalu dikunjunggi ribuan tenaga kerja yang ingin mendapatkan pekerjaan seperti mana penerimaan calon pegawai negri sipil. Selanjutnya Rasulullah membagi uang yang di dapat tersebut untuk sebahagaian dibelikan keperluan kebutuhan keluarga pengemis tersebut dan sebahagian lagi dibelikan kapak sebagai sarana untuk berusaha mencari kayu bakar. Terbukti cara ini tidak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya Keynes selalu berpendapat bahwa pengangguran memang ada dan perlunya suatu langkah untuk mengatasi pengangguran ini.7 juta jiwa dengan jumlah penduduk miskin mencapai 45. Akhirnya dengan usahanya sang pengemis mendapatkan uang sebanyak sepuluh dirham.sendiri. Dari sekian banyak teori tentang pengentasan kemiskinan oleh para ahli. “Saya mempunyai pakaian dan cangkir. mengharapkan ikan akan tersangkut di mata kail dengan penuh ketidak pastian. Mazhab klasik selalu mengatakan bahwa meskipun terjadi pengangguran secara otomatis pasar selalu akan menyerap kelebihan pengangguran ini. Jika kita memberi umpan seperti yang dilakukan pemerintah dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) maka hanya menyebabkan masyarakat semakin malas. Jika pada hari pertama pengemis tadi tidak mendapatkan penghasilan dari . Suatu ketika datang kepada Rasulullah dari kalangan Anshar untuk meminta-minta (pengemis). Maksud dari pernyataan ini adalah pengentasan kemiskinan harus dengan membangun suatu sistim yang mampu meningkatkan kemampuan para pencari kerja yang pada tahap berikut diharapkan pencari kerja mampu mandiri. Lalu Rasulullah bertanya kepada pengemis tersebut. Kisah ini sudah terlalu sering kita dengar akan tetapi jarang kita mau mengambil hikmah untuk menganalisa suatu permasalahan hidup. Bagaimana dengan tauladan Rasulullah yang ditujukan oleh pengemis tadi? Rasulullah tidak langsung memerintahkan pada pengemis itu untuk membeli kapak. jika tidak dapat maka pemancing (pengangguran) akan mati kelaparan. tetapi membelikan kebutuhan pokok (primer) terlebih dahulu. Dibandingkan tahun sebelumnya angka pengangguran Indonesia adalah 11 juta jiwa. Salah seorang sahabat sanggup membeli barang-barang tersebut seharga dua dirham.7 juta jiwa. Artinya terjadi kenaikan yang di prediksi sebesar 1. “Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?” Pengemis itu menjawab.

Yang perlu selalu di ingat adalah pengangguran sangat dekat dengan kemiskinan. Pengangguran di Indonesia disebabkan salah satunya karena kemampuan tenaga kerja (skill) kita yang rendah. Hal yain yang menjadi pelajaran dari kisah tersebut adalah Rasulullah tidak suka kita sebagai manusia menjadi pemalas. Pertama. Dan kemiskinan pasti akan menyimpan potensi konflik yang besar. ia tidak perlu terlalu susah hati karena sebagian uang telah dibelikan kebutuhan pokoknya. Keadaan politik dan ekonomi yang stabil harus terus dipertahankan agar dunia usaha baik pengusaha dalam dan luar negri merasa nyaman dalam menjalankan usahanya. Kejadian Ujian Nasional di beberapa daerah menjadi pelajaran yang amat berharga untuk mengevaluasi kembali apakah kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Untuk hal ini pemerintah harus terus menjaga kualitas pendidikan dan pelatihan yang baik. menjaga stabilitas politik dan ekonomi. Bangkitnya dunia usaha (sektor riil) akan menyerap pengangguran yang ada. Tidak lagi sekedar umpan. Masih banyak lagi kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah untuk menekan angka pengangguran. Contoh tersebut layak untuk dijadikan acuan berfikir oleh pemerintah bagaimana seharusnya membuat sebuah kebijakan yang benar dan baik untuk mengatasi tingkat pengangguran yang semakin hari semakin meningkat ini. Kedua. Kebijakan yang Perlu Lakukan Untuk aplikasinya ada baiknya pemerintah tetap mendata pengangguran dan kemiskinan secara tepat tanpa kepentingan apapun dan sekaligus mencari jalan keluar untuk masalah ini. Dan semoga Allah STW selalu memberi jalan yang terang untuk kita dalam menghadapi permasalahan bangsa yang kompleks ini. Apalagi cara ini akan meningkatkan biaya produksi perusahaan. atau sekedar pancing tetapi harus berjalan keduanya sekaligus.berjualan kayu bakar. Administrasi birokrasi harus seefesian mungkin. . Mungkin banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah mengatasi masalah pengangguran. meningkatkan kemampuan kerja. Jangan jadikan biriksasi yang bertele-tele membuat pengusaha jadi enggan dalam memulai suatu usaha. Mudah-mudahan apa yang pernah di ajarkan Rasulullah daluhu dapat membantu kita sebagai umat khususnya pemegang kebijakan untuk berbuat lebih baik lagi. Dalam Islam tangan diatas lebih baik dari pada tangan yang selalu dibawah. Amin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful