P. 1
TUGAS MAKALAH

TUGAS MAKALAH

|Views: 2,033|Likes:
Published by Alyunia Yulinza

More info:

Published by: Alyunia Yulinza on Jan 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

TUGAS MAKALAH P.

EKONOMI PEMBANGUNAN PENGANGGURAN DI KALANGAN MENENGAH KEBAWAH Disusun Oleh Nama Kelasa Npm : Apriani Uliarta : 2 DD O4 : 30208162 UNIVERSITAS GUNADARMA Kampus J DAFTAR ISI JUDUL …………………………………………………………………………… i KATA PENGANTAR …………………………………………………………… ii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ……………………………………………… 1 1.2 Pembatas Masalah ……………………………………………………. 2 1.3 Tujuan Penulisan ………………………………………………………. 3 1.4 Metode Penelitian …………………………………………………….. 3 1.5 Sistematika Penulisan ………………………………………………… BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Bentuk, Devinisi & Pengertian Pengangguran ………………………. 2.2 Jenis Macam Pengangguran …………………………………………. 2.2.1 Pengangguran Frisiksional ………………………………… 2.2.2 Pengangguran Struktural …………………………………… 2.2.3 Pengangguran Musiman …………………………………… 2.2.4 Pengangguran Siklikal …………………………………….. BABA 3 PEMBAHASAN 3.1 Pengangguran Dapat dikelompokan Menurut Sumber & Penyebabnya ………………………………………………………… 3.1.1 Pengangguran Friksional ………………………………….. 3.1.2 Pengangguran Silikal ……………………………………… 3.1.3 Pengangguran Struktual …………………………………… 3.1.4 Pengangguran Teknologi …………………………………… 3.2 Pengangguran Dapat Juga dikelompokan Menurut Ciri Pengangguran yang Berlaku …………………………………………. 9 8 8 8 9 7 6 6 6 6 6 6 4

3.2.1 Pengangguran Terbuka …………………………………….. 3.2.2 Pengangguran Tersembunyi ………………………………… 3.2.3 Pengangguran Musiman ……………………………………. 3.2.4 Pengangguran Setengah Menganggur ……………………… BAB 4 PENUTUP

9 9 10 10 11 12 12

3.3 Masalah Pengangguran & Krisis Sosial ………………………………. 4.1 Kesimpulan …………………………………………………………. 4.2 Saran ………………………………………………………………… 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok permasalahan ekonomi makro. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif dan bukannya negatif. Kedua adalah masalah inflasi. Inflasi adalah indikator pergerakan hargaharga barang dan jasa secara umum, yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. Inflasi mencerminkan stabilitas harga, semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan ke arah stabilitas harga. Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa. Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyaraka. Sedangkan daya beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. Inflasi sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil. Masalah ketiga adalah pengangguran. Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Latar Belakang Masalah pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga dialami oleh negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut. Melalui Makalah inilah saya mencoba untuk mengangkat masalah pengangguran dengan segala dampaknya di Indonesia yang 2 menurut pengamatan saya sudah semakin memprihatinkan terutama ketika negara kita terkena imbas dari krisis ekonomi sejak tahun 1997 .

Apa itu pengangguran? Pengangguran adalah suatu kondisi di mana orang tidak dapat bekerja, karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan. Ada berbagai macam tipe pengangguran, misalnya pengangguran teknologis, pengangguran friksional dan pengangguran struktural. Tingginya angka pengangguran, masalah ledakan penduduk, distribusi pendapatan yang tidak merata, dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju, pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di negara-negara maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. 1.2. Pembatas Masalah Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut.dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. 3 1.3. Tujuan Penulisan Tujuan Penu;lis membuat makalah yang berjudul “MASALAH PENGANGGURAN DI KALANGAN MENENGAH KEBAWAH” Adalah Sebagai Berikut: • • • • • Mengetahui Devinisi Pengangguran Mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di Indonesia Mengetahui Keadaan Pengangguran DI Indonesia Mengetahui akibat yang di Timbulkan dari Pengangguran Mengetahui Dampak Pengangguran di Indonesia Terhadap Pertumbuhan Penduduk

1.4 Metode Penulisan Dalam Metode penulisas ini, penulis menggunakan beberapa metode penelitiaan, diantaranya adalah :. 1. Dalam Penyusunanmakalah ini perlu sekali pengumpulan data serta sejumlah informasi actual yang sesuai dengan permasalahan yang akan di bahas sehubungan dengan masalah tersebut, dalam penyusunan makalah ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data yang pertama browsing di internet, kedua dengan membaca media cetak dan dengan pengetahuan yang penulis miliki. 4 1.5 Sistematika Penulisan

BAB 3 PEMBAHASAN Berisi dan menjelaskan mengenai pembahasan masalah pengangguran di Masyarakat Menengah kebawah saat ini. Pengangguran jenis ini pada dewasa ini memang perlu di definisi ulang Setiap hari di kantor kantor pemerintah tidak nampak karyawan yang sibuk. 5 BAB II LANDASAN TEORI Kalau kita mau jujur tentu kita akan mengakui bahwa pengangguran di negeri kita dari tahun ke tahun bertambah besar. Belum lagi penggunaan komputer yang acapkali kalau diperhatikan lebih banyak digunakan untuk bermain “game” atau bahkan yang lebih canggih lagi untuk menelusuri situs-situs internet yang tidak ada relevansinya dengan pekerjaan. Bisa kita bayangkan betapa akan lebih hebatnya kondisi pengangguran di Indonesia manakala tidak ada kesempatan bagi TKI untuk mencari pekerjaan di luar negeri. Sebuah ironi yang sangat memilukan. Para TKI ini mungkin lebih pantas disebut sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”. BAB 4 PENUTUP Berisi kesimpulan dari hasil yang didapat selama pembahasan mengenai masalah pengganguran di daerah Perum PMDA dan saran.Penulisan Tugas ini terdiri dari atas tiga bab. Bahkan para boss mereka dengan baik hati telah melengkapi kantor mereka dengan perangkat televisi yang boleh ditonton pada jam kerja. masalah dan pembatasan masalah. metode penelitian. BAB 2 LANDASAN TEORI Menguraikan teori-teori penunjang yang melandasi penelitiandari berbagai sumber yang bermanfaat untuk mengatasi pengganguran di Masyarakat Menengah kebawah. Kita tidak tahu apakah ini ukuran kemajuan atau sebuah kemunduran besar bangsa yang dialami bangsa Indonesia. membayar listrik dan telepon serta penyediaan ruang kerja nyaman telah membuat pengangguran tidak kentara di sektor pemerintahan ini menjadi jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang terjadi di sektor pertanian di pedesaan. Tidak mengherankan manakala disana sini terjadi ekses karena begitu banyak wanita (yang sebagian besar datang dari pedesaan) dengan pendidikan minim harus bekerja di manca negara dengan aturan. Belum lagi apa yang sudah sejak lama kita kenal dengan istilah “disguised unemployement”. Jadi dapat dibayangkan biaya besar yang dikeluarkan oleh pemerintah lewat APBN dan APBD yang begitu besar baik untuk membeli peralatan. . yaitu penulisan. dan sistematika penilisan. Tentu sebagian besar mereka adalah wanita yang lebih terampil dan fleksibel dibandingakan para pria. Salah satu media ibukota melaporkan bahwa diantara para pemulung di TPA Bantar Gebang itu ada yang sarjana. yaitu : BAB 1 PENDAHULUAN Menguraikan pokok persoalan yang terdiri dari latar belakang masalah. Pemerintah dan sektor swasta (mestinya termasuk koperasi) tidak mampu menciptakan lapangan kerja yang layak bagi penghidupan anak bangsa. adat dan budaya yang berbeda 6 dengan tempat asal mereka.

Mereka yang ingin bekerja. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga. Istilah pengangguran (unemployment) tidak berkaitan dengan mereka yang berniat untuk tidak bekerja seperti siswa atau mahasiswa (sekalipun ada yang sambil bekerja atau berusaha mencari pekerjaan sambil sekolah atau kuliah. 7 BAB III PEMBAHASAN Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses multidimensional yang melibatkan perubahan besar secara sosial dalam ekonomi. telah berusaha mencari atau menciptakan pekerjaan. dan berhasil mendapatkan atau mengembangkan pekerjaan. upaya-upaya pembangunan diarahkan pada perbaikan tingkat hidup. Sedangkan mereka yang tidak bekerja adalah mereka yang sedang berusaha mendapatkan atau mengembangkan pekerjaan tetapi belum berhasil.2. sedang berusaha mendapatkan (mengembangkan) pekerjaan tetapi belum berhasil mendapatkannya (menemukannya) disebut pengangguran. dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.2 Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Rumus Menghitung Tingkat Pengangguran. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. dengan dimensi pembangunan yang berorientasi pada pengentasan keterbelakangan dalam bentuk kemiskinan. 2. ibu rumah tangga yang . Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja. dan sebagian lainnya tidak bekerja. Arti Definisi Dan Pengertian Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya.4 Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. 2. mahasiswa perguruan tinggi. 2. 2000).2. 2.1 Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Jenis & Macam Pengangguran 2. tukan jualan duren yang menanti musim durian. Di negara-negara berkembang.2. sma. Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%. siswa sekolan smp. Dari total jumlah penduduk hanya sebagian yang bekerja.2. harga diri dan kebebasan. Mereka yang bekerja adalah mereka yang berminat untuk bekerja.2.1. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. mereka diasumsikan tidak mencari pekerjaan).3. pengangguran dan ketimpangan (Suryana. dan mereka yang berniat untuk tidak bekerja.2.

dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur. Untuk itu pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing. kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. membersihkan kawasan. Adakalanya permintaan agregat lebih tinggi. dan hal ini mendorong pengusaha menaikkan produksi untuk itu lebih banyak pekerja baru digunakan dan pengangguran berkurang.1.sengaja memfokuskan diri untuk mengurus keluarga. maka pengangguran akan bertambah. Pengangguran dapat di klompokan menurut sumber atau penyebabnya pengangguran menurut cara ini tedapat empat jenis pengangguran yaitu : 3. Kemunduran ini menimbulkan efek kepada perusahaan-perusahaan lain yang mempunyai hubungan juga akan mengalami kemerosontan dalam permintaan terhadap produksinya. dan ekspor produksi industri sangat menurun karena persaingan yang lebih serius dari negara-negara lain. 3.4. 3. dan memungut hasil. 2006). 3. Dalam proses mencari pekerjaan baru ini untuk sementara para pekerja tersebut tergolong sebagai penganggur.1. Begitu juga mesin telah mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk membuat lubah.1. Pengangguran Friksional Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. Kemerosotan ini ditimbulkan oleh salah satu atau beberapa faktor yaitu munculnya barang baru yang lebih baik.1. sawah dan lahan pertanian lainnya. tetapi karena sedang mencari pekerjaan lain yang lebih baik. atau penduduk usia kerja yang karena kondisi fisik mereka tidak dapat bekerja sehingga tidak mencari kerja (Djohanputro. Sedangkan pengusaha sulit memperoleh pekerja. jumlah pengangguran rendah dan pekerjaan mudah diperoleh.1. Tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju sebagian akan mengalami kemunduran. Pengangguran Silikal Pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian. Kemerosotan permintaan agregat ini mengakibatkan perusahaa-perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. memotong rumput. Pengangguran Struktual 9 Pengangguran struktural adalah pengangguran yang akibatkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi. Di pabrik ada kalanya robot telah menggantikan kerja-kerja manusia. Akan tetapi pada masa lainnya permintaan agregat mengalami penurunan. Para penganggur ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh pekerjaan. 8 3.3. informasi dan kondisi antara pencari kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Pengangguran Teknologi Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya. .1. Perekonomian tidak selalu berkembang dengan teguh. Hal inilah yang akan mendorong para pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya yang lama dan mencari kerja baru yang lebih tinggi gajinya atau lebih sesuai dengan keahliannya. Dalam perekonomian yang berkembang pesat.2. Pengangguran merupakan salah satu persoalan dalam pembangunan. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industri tersebut menurun. Contohnya racun rumput telah mengurangi penggunaan tenaga kerja untuk membersihkan perkebunan.

Faktor yang perlu dipertimbangkan adalah besar atau kecilnya perusahaan. dan berlaku dalam waktu-waktu tertentu. 3.4. Contoh lain pengangguran tersembunyi adalah orang yang melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginannya atau tidak sepadan dengan kemampuannya. Pada periode tersebut banyak di antara para petani dan tenaga kerja di sektor pertanian tidak melakukan suatu pekerjaan. jenis kegiatan perusahaan.2. Pengangguran dapat juga dikelompokkan menurut ciri pengangguran yang berlaku. Pengangguran terbuka dapat pula dikarenakan kegiatan ekonomi yang menurun. Tidak semua orang yang hijrah ke kota-kota dapat memperoleh pekerjaan. Waktu di antara menuai dan masa menanam berikutnya dan periode di antara sesudah menanam bibit dan masa menuai hasilnya adalah masa yang kurang sibuk dalam kegiatan pertanian.3. atau akibat kemunduran perkembangan suatu 10 Industri. padahal dengan mengurangi tenaga kerja sampai jumlah tertentu tidak akan mengurangi jumlah produksi.3. Contohnya keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar mengerjakan luas tanah yang sangat sempit. 11 3. Bentuk pengangguran terutama terjadi di sektor pertanian dan perikanan.2. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan digolongkan dalam pengangguran tersembunyi. Menurut cara ini terdapat empat jenis pengangguran yaitu: 3.1. Setiap kegiatan ekonomi memerlukan tenaga kerja. Pengangguran Musiman Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi pada waktu-waktu tertentu di dalam satu tahun. 3. Banyak di antara mereka yang terpaksa menganggur sepenuh waktu. Jenis pengangguran ini hanya sementara saja. Efek dari keadaan ini dalam jangka panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan.2. atau satu hingga empat jam sehari. Salah satu tujuan dari urbanisasi tersebut adalah untuk mencari pekerjaan di kota-kota. . Berarti mereka sedang dalam keadaan menganggur. dan jam kerja mereka lebih rendah dari jam kerja normal. Disamping itu ada pula yang tidak menganggur. Mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu. Pengangguran Tersembunyi Pengangguran tersembunyi adalah pengangguran yang terjadi karena terlalu banyaknya tenaga kerja untuk satu unit pekerjaan.2. Akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan. Di banyak negara berkembang seringkali didapati jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan agar ia dapat menjalankan kegiatannya dengan efisien. dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung kepada banyak faktor.2. Pengangguran Terbuka Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang terjadi karena pertambahan lowongan pekerjaan lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Pengangguran ini terutama terjadi di sektor pertanian atau jasa. mesin yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai. Biasanya pengangguran seperti itu berlaku pada waktu-waktu di mana kegiatan bercocok tanam sedang menurun kesibukannya. Pengangguran Setengah Menganggur Kelebihan penduduk di sektor pertanian di negara-negara berkembang disertai pertambahan penduduknya yang cepat telah menimbulkan percepatan dalam proses urbanisasi.2. kemajuan teknologi yang mengurangi penggunaan tenaga manusia. tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari seminggu.

3.3 Masalah Pengangguran dan Krisis Sosial Berdasarkan teori Fungsional Struktural, masalah sosial timbul karena terjadinya ketidak seimbangan lembaga-lembaga sosial sehingga menyebabkan fungsi lembaga-lembaga tersebut terganggu. Pengangguran dalam hal ini, terjadi akibat kepincangan lembaga ekonomi dan menimbulkan masalah bagi lembaga sosial. Pengangguran menjadi masalah sosial tidak karena bersumber pada penyimpangan norma-norma masyarakat, tetapi karena ia rawan menimbulkan masalah-masalah sosial lainnya, seperti kemiskinan, meningkatnya kriminalitas, premanisme, prostitusi, dll. Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis sosial. Suka atau tidak suka, pengangguran selalu berkorelasi dengan kemiskinan yang identik dengan kebodohan, kejahatan dan perilaku menyimpang lainnya. Indikator masalah social ini bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak yang orang tuanya menganggur, yang mulai turun ke jalan. Mereka menjadi pengamen, pedagang asongan maupun pelaku tindak kriminalitas. Mereka adalah generasi yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik. Ironisnya, apa yang terjadi saat ini adalah banyak para penganggur yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. Banyak dari mereka yang menjadi pencopet, penjaja seks, pencuri, preman, penjual narkoba, dan sebagainya. Bahkan tidak sedikit mereka yang dibayar untuk berbuat rusuh atau anarkis demi kepentingan politik salah satu kelompok tertentu.. Belum lagi dengan semakin menjamurnya prostitusi di Indonesia, sebuah pilihan hidup akibat himpitan ekonomi. 12 BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan Jadi, secara ringkas dapat saya kemukakan bahwa pengangguran merupakan sebuah masalah yang kompleks, tidak hanya menyangkut masalah sosial bagi masyarakat luas tetapi juga merupakan masalah eksistensial bagi individu yang menjalaninya. Namun, terlepas dari itu semua, masalah sosial merupakan masalah yang harus dicarikan jalan keluarnya tidak hanya oleh pemerintah tetapi oleh kita semua. Melalui penyelesaian masalah pengangguran, diharapkan masalah-masalah sosial lain yang timbul akibat pengangguran seperti kejahatan dan prostitusi juga dapat teratasi. 4.2 . Saran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

MAKALAH MASALAH PENGANGGURAN
KONDISI PENGANGGURAN DI INDONESIA Studi Kasus Pada Kota Bekasi Dari tahun ke tahun

Disusun Oleh Marchela irdani 30208767 UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS EKONOMI Tugas Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan 2009 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT atas berkat rahmatnya sehungga penulis dapat menyelesaikan tugas penelitian UMKM (usaha mikro kecil menengah) dengan judul usaha pembuatan sepatu dan sandal. Adapun tujuan dari penelitian untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah ekonomi pembangunan. Keberhasilan penulis menyelesaikan penelitian ini adalah berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak serta keteguhan hati penulis, meskipun banyak hambatan yang di hadapi oleh penulis, namun semua menjadi pelajaran dan pengalaman yang berkesan Dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya atas dorongan dan bantuan yang diterima oleh penulis sampai dengan menyelesaikan penelitian ini. Dan perkenankanlah penulis mengucapakan terima kasih kepada: 1.Bapak Nurhadi selaku dosen pengantar ekonomi pembangunan 2.Bapak Dr Bagus Nurcahyo, SE, MM selaku dosen pengampu softskills 3.Kedua orang tua yang memberikan dorongan, motivasi dan doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini 4.Teman-teman di 2 DD 03 dan 04 yang memberikan kritik dan saran kepada penulis. Akhir kata dengan segala kerendahan hati penulis memohon maaf atas segala kekurangan yang terdapat pada kata-kata yang salah dan tidak berkenan di hati pembaca Bekasi, Desember 2009 Marchela irdani BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, serta sistematika penulisan. BAB 2 KAJIAN MATERI Bab ini berisi mengenai teori – teori yang memdasari penelitian, gambaran umum tentang kemiskinan, konsep serta definisi dari pengangguran. BAB 3 PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang penjabaran data penganguran yang dibutuhkan. BAB 4 KESIMPULAN Bab ini berisi kesimpulan penelitian dan saran yang ditujukan kepada berbagai pihak yang merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan sehingga dapat berguna untuk kegiatan lebih lanjut.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Keterbatasan lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia pada khususnya di daerah kota Jakarta sangat cukup tinggi dari tahun ke tahun, sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja setiap tahun selalu meninggakat tidak pernah mengalami penurunan. Dan pada akhirnya masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan jika masalah pengangguran masih terusseperti ini di tahun yang akan datang. Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan "pendidikan" dalam mengurangi angka kemiskinan yang ada. Seiring berjalannya waktu Maka merembaknya isyu pengangguran terdidik menjadi sinyal yang cukup mengganggu bagi perencana pendidikan di negara-negara berkembang pada umumnya di Indonesia khususnya di daerah kota Jakarta. Sementara dampak sosial dari jenis pengangguran ini relatif lebih besar dan banyak efek negative dari hal ini salah satunya tinggkat kriminalitas tiap daerah juga ikut bertambah karena dorongan ekonomi. Mengingat kompleksnya masalah ini, maka upaya pemecahannya pun tidak sebatas pada kebijakan sektor pendidikan saja, namun merembet pada masalah lain secara multi dimensional. Fenomena pengangguran sering menyebabkan timbulnya masalah sosial lainnya sperti yang sudah diterangkan di atas. Di samping tentu saja akan menciptakan angka produktivitas sosial yang rendah, yang akan menurunkan tingkat pendapatan masyarakat nantinya. Pengangguran merupakan masalah serius yang dihadapi dalam pembangunan sumber daya manusia yang tengah dilakukan saat ini. Krisis ekonomi yang kini dihadapi ternyata telah memporakporandakan tatanan kehidupan bangsa. Data yang diperoleh saya dari Bappenas menunjukkan pada tahun 1998 penduduk miskin telah mencapai 80 juta orang, yang berarti mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 22,4 juta orang saja. Selanjutnya data BPS pun mencatat angka pengangguran pada tahun 1999 sebesar 6,37 juta orang. Yang kemudian di akhir 1999, jumlah pengangguran semakin membengkak, yakni mencapai 14 juta orang dan tenaga kerja setangah menganggur mencapai 35 juta orang itu adalah sebagian contoh prentase penganguran yang ada di Indonesia secara umum pada tahun 98 sampai dengan 99. Rumusan Masalah

Tingkat kemiskinan di kota Jakarta B.Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian Adapun tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan dan menganalisis tentang : A.13 juta penganggur terbuka.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5. Bertambahnya jumlah pengangguran dalam masyarakat terjadi karena orang menunggu pada masa transisi dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. sebesar 9. Selain itu terdapat sebanyak 2. upah rendah. Teori ini menyebutkan bahwa untuk mengurangi pengangguran tidak diperlukan campur tangan pemerintah karena pengangguran yang terjadi sifatnya sukarela. karena tidak sesuainya tingkat upah dengan aspirasi pekerja.Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. yang disebabkan antara lain. sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi.7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless). yang mengakibatkan produktivitas rendah. Perkembangan tingkat kemiskinan di kota Jakarta 2. pengangguran itu bersifat sukarela. enurut Teori Klasik (1729-1790). Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian 1.Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. peraturan yang menghambat inventasi. dan lain-lain. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. pada tahun 2002 berjumlah 28. Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional.87 juta orang. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan. Selain itu unit-unit pelaku ekonomi percaya bahwa upah dan tingkat harga yang fleksibel dapat menyesuaikan diri secara otomatis untuk mencapai titik keseimbangan . Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002. hambatan dalam proses ekspor impor.Kegunaan Penelitian Penelitian ini mempunyai dua kegunaan yakni sebagai berikut Bersifat Teoritis Bagi mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan tentang tingiinya angka pengangguran Diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan bagi mahasiswa dan pemerhati masalah sosial khususnya tentang penggauran BAB II KAJIAN MATERI A.Definisi Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 60 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya.

Tingkat Pengangguran Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja.Pengangguran Friksional Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya hanya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. RUMUS Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100% C. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja. Jenis & Macam Pengangguran 1. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan yang menjadi pihak penyedia.dalam perekonomian. Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. 3. 2. B. 4. . tukan jualan duren yang menanti musim durian. Pengangguran Musiman Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek atau perubahan keadaan suatu Negara secara tiba-tiba yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Karena Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah terlebih di kota besar maka akan meningkatkan pula kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumsebelumnya. Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Pengangguran Struktural Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tetapi tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.

Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. pendamping. Kekurangselarasan antara perencanaan pembangunan pendidikan dengan perkembangan lapangan kerja merupakan penyebab utama terjadinya jenis pengangguran ini. Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. menjadi beban keluarga dan masyarakat.BAB III PEMBAHASAN A. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak. MASALAH PENGANGURAN SECARA UMUM Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar. . dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung. pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. Dalam pembangunan Nasional. menjadi beban keluarga dan masyarakat. sumber utama kemiskinan. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. Pengangguran terdidik secara potensial dapat menyebabkan (1) timbulnya masalah-masalah sosial dengan tingkat rawan yang lebih tinggi. Salah satu bentuk pengangguran yang populer dewasa ini adalah pengangguran terdidik. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. sumber utama kemiskinan.

Dan akan sangat muskil APK meningkat.000 342.464.100 1.26 6.747.000 15. Tabel 1 Perkembangan APK Perguruan Tinggi PERIODE TAHUN MAHASISWA PENDUDUK 19 .166 823.667.600 19. Balitbang Dikbud Menurunnya apresiasi masyarakat terhadap pendidikan itu di .43 Sumber : Pusat Informatika.(2) menciptakan pemborosan sumber daya pendidikan.705.93 2. bila tidak disertai oleh apresiasi masyarakat yang tinggi terhadap pendidikan.962.700 21.500 231. Sulit dibayangkan SDM berkualitas akan tercapai bila tidak disertai oleh meningkatnya angka partisipasi kasar (APK) pendidikan.000 11. (3) menurunkan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan. ditandai oleh: .925 1.32 5.356.288.000 14.756 1.500 9.97 8.Repelita Repelita I Repelita II Repelita III Repelita IV Repelita V 1968 1973 1978 1983 1988 1992 156. Apresiasi ini sebenarnya harus menjadi "Conditio sine Quanon" untuk pembangunan SDM.795.24 Age APK (%) Seb.61 1.

(c) rendahnya angka melanjutnya pendidikan (di Jawa Barat hanya 57% lulusan SD meneruskan ke SMP).164.7 8.411.9 8.0 343.7 173. (d) meningkatnya jumlah pengguna jasa pendidikan luar negeri.1 954.3 73. Tabel 2 Analisis Keseimbangan antara Kebutuhan dan Penyediaan Tenaga Kerja menurut Tingkat Pendidikan Sampai Pelita VI NO TINGKAT PENDIDIKAN KEBUTUHAN (000) % PERSEDIAAN (000) % KESEIMBANGAN(000) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tidak sekolah Tid.7 1. tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SLKTP Tamat SMU Tamat SMK Tamat PT (S0) Tamat PT (S1) -3.1 382.900.2 -33.9 1.2 18.8 .5 2.429. (b) meningkatnya jumlah tenaga kerja (TK) unskill and uneducated dalam sektor sekunder.551.(a) berkurangnya jumlah siswa (di samping akibat keberhasilan KB).

3 18.817.3 -60.191.0 2.5 100 350. DATA PENGANGGURAN KHUSUS DI KOTA JAKARTA Meski menyandang predikat sebagai kota besar ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius.3 21.899.8 Sumber: Bappenas.8 49.3 13.6 457.7 100 11. jumlah pengangguran di kota Jakarta selalu meningkat setiap tahun.3.3 630.6 0.510.3 12.530. Depnaker.2 2.3 *) 862.104.3 779.041.2 3.4 Jumlah 11.4 2.5 -5. Selain masalah kemacetan lalu lintas. Depdikbud. dan BPS.0 1.3 17.5 3. . 1993 B.0 153.3 5.8 393.0 15. Buktinya.0 1.2 2.5 17.7 1. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran.5 0.1 490.1 -229.861.

khususnya dalam memodifikasi pendekatan dari kuantitatif menjadi kuantitatif-kualitatif. dan kepedulian dunia kerja. 2.002 orang. Dalam arti pendekatan pemerataan harus diimbangi secara proporsional dengan perhatian terhadap mutu proses dan hasil pendidikan. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. khususnya bagi penciptaan kesiapan lulusan untuk berkiprah dalam dunia kerja. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kota Jakarta bekerja ekstra keras. . reorentasi itu menyangkut recana mengurangi pengangguran yang ada. 1.Hingga Agustus 2008 ini. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah kota-kota besar. Langkah-langkah produktif untuk melaksanakan reorentasi lembaga pendidikan. Konversi IKIP ke dalam Universitas merupakan langkah kongkrit yang perlu terus dilaksanakan secara konsisten. Reorentasi program. Sebab. Reorentasi kelembagaan. tingginya jumlah pengangguran dikota Jakarta disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke kota-kota besar seperti Jakarta. Untuk itu perlu peningkatan kemampuan dalam pembobotan kurikulum. Kebijaksanaan konversi ini pun dapat dilakukan untuk lembaga pendidikan lainnya terutama pada bidang keilmuan yang sudah jenuh. Konsekwensi dari pada itu. dari pihak manapun. oleh itu keberadaan dan eksistensinya tidak lepas dari sub sistem lainnya. perlu mengkaji ulang keberadaan lembaga pendidikan yang memiliki tingkat kejenuhan untuk lulusannya di lapangan kerja. memberdayakan program "link and match" melalui "cooperative education" dan "dual system" dalam kurikulum. Pengabaian dari fakta tersebut hanya menciptakan "menara gading" yang tidak memiliki manfaat yang berarti bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat secara umum. Dalam arti lain pendidikan harus dilihat sebagai proses investasi bukan lagi proses konsumtif. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal kota Bekasi dan mana yang berasal dari luar kota. yang kurang proporsional dengan upaya peningkatan kualitas program pendidikan sebaiknya dihindari. mutu tenaga pengajar. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. pendidikan harus dilihat sebagai upaya rasional. Sehingga pesan-pesan dan kepentingan yang berada di luar kepentingan pendidikan harus mulai dihapus. Dan campur tangan. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. Reorentasi pendekatan. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. Saat ini Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran ini. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2009. Dengan demikian sharing ide maupun aktivitas lainnya yang bernuansa sinergi dengan komponen lain hendaknya harus merupakan bagian tak terpisahkan dari program perbaikan sinambung (countinues improvement) program pembelajaran. (2) reorentasi program. (1) reorentasi pendekatan. dan (3) reorentasi kelembagaan. secara bertahap mutu lulusan dapat lebih diterima dunia kerja dan secara absolut mampu mengimbangi laju dinamika dunia kerja. konversi itu berimplikasi pada menurunnya jumlah penawaran tenaga pengajar yang secara langsung akan menyebabkan meningkatnya penghargaan dan harkat hidup tenaga pendidik. Kepala Disnakertrans mengatakan peningkatan jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov saja. Dengan demikian. Lembaga pendidikan merupakan sub sistem dari sistem sosial pembangunan.

Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Keenam. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. seperti sampah. dan lingkungan yang tidak sehat. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerjaSetiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Pertama. Kesembilan. Keempat. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. Ketiga. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Kedelapan. B. ada juga kebijakan mikro (khusus).BAB IV PENUTUP A. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. Selain itu. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). Kelima. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran.Kritik dan saran . Kesepuluh. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. pengendalian banjir. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Kesimpulan Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. tingkat suku bunga. Ketujuh. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Kedua. segera mengembangkan potensi kelautan kita. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok.

Grasindo. sehingga kesan "pemborosan" pada pendidikan tinggi di Indonesia dapat ditepis. Kumpulan Makalah Seminar Nasional 11-13 November 1996. 2004 http://www. Jakarta. Keluaran perguruan tinggi seyogyanya memiliki nilai relevansi dan koherensi yang tinggi dengan dunia kerja. Malang. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. 27-28 Juli 1994. Depdikbud (1995). kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. 1996. Jakarta Daulat Sinuraya. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. Kumpulan makalah Hasil Seminar Nasional "Mutu PTS menjelang Era Globalisasi". Malang. semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. C. Kondisi itu dapat terwujud lebih cepat.beritajakarta.com MAKALAH PENGANGGURAN MASALAH PENGANGGURAN Di KOTA MALANG Disususn Oleh : Nama : DIMAS APRIYANA . bila pembenahan manajemen internal didukung oleh komitmen pemerintah yang kuat khususnya dalam penyediaan anggaran yang memadai. Jakarta Unmer Malang (1994).Unmer Malang. Rumusan Hasil Seminar.Demikianlah makalah ini. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia. (1996). Mempersiapkan Mutu Perguruan Tinggi Menuju Kualitas Global. Jakarta. Kompas. Laporan Hasil Seminar "Menuju Manajemen PTS yang Efisien". Unmer Malang. Deregulasi Pendidikan. Terimakasih. Penutup Penerapan konsep manajemen mutu dalam penyelenggaraan pendidikan memuat kandungan tentang sistem kerja yang terintegrasi antara dunia pendidikan tinggi dengan pengguna. Suara Pembaruan Daily. Manajemen Perguruan Tinggi pada Era Global.T . Grasindo. (1993). Pembangunan Pendidikan Nasional Dalam Repelita VI. Daftar Pustaka Wahjoetoemo (1995). 1995. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. dan secara makro pengguran terdidik dapat ditekan. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis. Menuju Manajemen Perguruan Tinggi yang Efisien.

Permasalahan lain. sering dihadang oleh kesempatan kerja yang sangat terbatas. Kondisinya diperparah dengan persoalan ekonomi yang juga tidak kunjungselesai setelah sangat terpuruk di akhir abad dua puluh yang lalu. kemudian meramaikan pasar kerja. berkaitan dengan kualitas sumber daya manausia dari para penganggur sendiri. yaitu mereka yang pernah bekerja tetapi masih mencari pekerjaan belum tertangani. yaitu orang-orang yang baru lulus mengikuti pendidikan.1Latar Belakang Masalah 1 1.4Sistematis Penulisan 3 . masalah pengangguran di Indonesia sepertinya tidak pernah terselesaikan secara tuntas. yaitu angkatan kerja yang bekerja pada posisi yang tidak sesuai dengan pendidikannya. Jika pun penganggur berkualifikasi pendidikan tinggi.Kelas : 2 DD 04 NPM : 31208479 UNIVERSITAS GUNADARMA 2009 Kata Pengantar Hingga saat ini. misalnya dari aspek tingkat pendidikan yang masih belum begitu bagus.3Tujuan Penulisan 3 1. Bukan rahasia lagi. Selain karena sulitnya lapangan pekerjaan. Dalam kondisi penganggur lama. DAFTAR ISI Kata Pengantar i Daftar isi ii BAB I PENDAHULUAN 1 1.2Rumusan Masalah 2 1. Keadaan seperti ini memunculkan fenomena mismatch. penulis. persoalan pengangguran dihadapkan pula pada bermunculannya para penganggur baru. maka kedatangan penganggur baru di pasar kerja turut menambah rumitnya persoalan ketenagakerjaan di Indonesia. banyak mereka yang bekerja pada posisi yang sebetulnya bisa diisi oleh mereka yang berpendidikan rendah atau menengah.

1. fasilitas. keterbatasan lapangan pekerjaan sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja.3 Tingkat Pengangguran di kota Malang 6-7 2. Dengan demikian. Atau setidaktidaknya.1 Kesimpulan 10 3. setelah lulus dapat bekerja di sektor formal yang memiliki nilai "gengsi" yang lebih tinggi di banding sektor informal.2 Rumusan Masalah Seperti yang telah di uraikan pada latar belakang masalah dapat membuat rumusan masalah yaitu : 1. Kekurangtersediaan lapangan pekerjaan akan berimbas pada kemapanan sosial dan eksistensi pendidikan dalam perspektif masyarakat.5 Data Pengangguran di kota Malang 9 BAB III PENUTUP 10 3.1.2 Solusi Masalah Pengangguran 11-12 3. Masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan. Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan "pendidikan". memiliki greget yang lain. khususnya juga di Indonesia. adalah teraihnya lapangan kerja yang diaharpkan. tujuan akhir program pendidikan bagi masyarakat pengguna jasa pendidikan.1 Pengertian (definisi) Masalah pengangguran 4-5 2. Membidik masalah yang terakhir.2 Masalah Pengangguran di kota Malang 6 2. dengan tidak bermaksud mengecilkan arti ketiga masalah lainnya.5Manfaat Penelitian 3 BAB II PEMBAHASAN 4 2. antara lain berkisar pada masalah mutu pendidikan. Pada masyarakat yang tengah berkembang. Maka merembaknya isyu pengangguran terdidik menjadi sinyal yang cukup mengganggu bagi perencana pendidikan di negara-negara berkembang pada umumnya. dan lapangan pekerjaan.3 Kritik dan Saran 12 BAB 1 PENDAHULUAN 1. secara linear berpotensi menggugat eksistensi dan urgensi pendidikan dalam perspektif masyarakat. Dalam arti lain.Apa pengertian dari Pengangguran . pendidikan diposisikan sebagai sarana untuk peningkatan kesejahteraan melalui pemanfatan kesempatan kerja yang ada. kesiapan tenaga pendidik.1Latar Belakang Masalah Masalah kependidikan yang serius dihadapi oleh kota berkembang pada umumnya.4 Dampak Pengangguran bagi kota Malang 8 2.

hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabngan dalam kegiatan penelitian selanjutnya. dan sistematika penlisan. dampak pengangguran. 1. data-data pengangguran. 2. masalah . .5MANFAAT PENULISAN Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai kemiskinan. BAB 3 PENUTUP Diakhir memuat kesimpulan dan solusi masalah pengangguran.Untuk mengetahui keadaan pengangguran di kota Malang 4.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan kemiskinan serta masyarakat juga dapat berindak langsung dalam upaya pengentasan kemiskinan 3. tujuan penulisan. 1.Untuk mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di kota Malang 3. rumusan masalah.Untuk mengetahui data-data tentang pengangguran di kota Malang 1.Bagaimana keadaan pengangguran di kota Malang 4.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah Kemiskinan.3 TUJUAN PENULISAN Dapat di ketahui tujuan penulis makalah ini.Untuk mengetahui akibat yang timbul dari pengangguran 5.4SISTEMATIKA PENULISA BAB 1 PENDAHULUAN Dapat di jelaskan tentang latar belakang.2.Sajian data pengangguran di kota Malang 1. pengangguran keadaan.Untuk mengetahui pengertian ( Definisi ) 2.Apa yang menjadi masalah pengangguran di kota Malang 3. BAB 2 PEMBAHASAN Pada bab ini di temukan pembahasan yang terdiri dari : pengertian pengangguran .Apa dampak dari pengangguran bagi kota Malang 5.

Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. 2. Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. 3. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu.1 Pengertian Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. sma. Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. 4. Jenis & Macam Pengangguran 1. . dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga. siswa sekolan smp. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.BAB II PEMBAHASAN 2. Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). tukan jualan duren yang menanti musim durian. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja. mahasiswa perguruan tinggi.

yaitu memiliki persentase yang tinggi pada kelompok umur muda (15-19 tahun).memperlihatkan pola tingkat pengangguran yang sangat umum. Tingkat Pengangguran Menurut Umur Tingkat pengangguran yang dimaksud pada tulisan ini adalah tingkat pengangguran terbuka atau open unemployment rate. Diperoleh dengan cara menghitung jumlah absolut angkatan kerja yang menganggur. baik mereka yang baru lulus sekolah dan pertama kali mencari pekerjaan. kemudian menurun tajam hingga usia 30-34 tahun. 2. berarti ada 10 orang penganggur dari setiap 100 orang angkatan kerja. relatif stabil rendah. rendahnya taraf hidup di kota-kota berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya. dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. TINGKAT PENGANGGURAN 1.3. maupun yang sudah pernah bekerja tetapi sedang mencari kembali pekerjaan. dibagi dengan total angkatan kerja dikalikan seratus. Pada umumnya tingkat pengangguran di .2. Pada umur-umur tua.2 Masalah pengangguran di kota Malang Tingginya angka pengangguran. Pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh kota-kota berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di kota-kota maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. karena mungkin masih banyak yang pension tapi masih mencari pekerjaan. Ukuran ini merupakan salah satu tolok ukur ketenagakerjaan yang banyak digunakan untuk melihat sampai seberapa jauh penawaran tenaga keja. Jika tingkat pengangguran 10 persen. serta bagaimana permintaan akan kesempatan kerja. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab. masalah ledakan penduduk. Berdasarkan data dari Depnaker pada tahun 1997 jumlah pengangguran terbuka saja sudah mencapai sekitar 10%. untuk kemudian meningkat lagi pada kelompok usia non produktif. Jika dibandingkan dengan kota-kota maju. 2. distribusi pendapatan yang tidak merata.Tingkat Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan Tingkat pengangguran menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan lebih menarik untuk di bahas. akan tetapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali. Pengangguran penuh atau terbuka yakni terdiri dari orang-orang yang sebenarnya mampu dan ingin bekerja. Dua penyebab utama dari rendahnya pemanfaatan sumber daya manusia adalah karena tingkat pengangguran penuh dan tingkat pengangguran terselubung yang terlalu tinggi dan terus melonjak. termasuk sumber daya manusia.

Karena itu maka salah satu kelemahan dari sistem pendidikan kita adalah sulitnya memberikan pendidikan yang benar-benar dapat memupuk profesionalisme seseorang dalam berkarier atau bekerja. Diperkirakan inflasi tahun ini. Akan tetapi pemerataan pendidikan itu harus dilakukan tanpa mengabaikan mutu pendidikan itu sendiri. Melonjaknya inflasipun karena dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menarik subisidi sehingga harga listrik dan BBM meningkat. tetapi langsung mencari kerja. pendidikkan dalam wujud praktek lebih diberikan dalam porsi yang lebih besar. serta analisis Setiawan (2002) terhadap angkatan kerja dan pengangguran.. Tingginya angka inflasi karena tidak seimbangnya antara permintaan dan penawaran barang dan jasa. namun pada tingkat SLTP angkanya sedikit lebih tinggi di pedesaan.67 persen. pembahasan yang berasal dari data sensus penduduk 1990 serna Sakernas 1996 oleh Tjiptoherijanto dan Soemitro (1998). tingkat pengangguran yang paling tinggi adalah pada jenjang SLTA. Kenaikan BBM ini telah menggenjot tingkat inflasi bulan Juni 2001 menjadi 1. cara pembelajaran dan pemberian pendidikkan diberikan dalam wujud yang lebih menarik dan kreatif. tingkat inflasi ditentukan faktor fisik prasarana. yang didasarkan pada data ketenagakerjaan hasil Sakernas 2001. Di sanapun. tapi juga faktor fisik. Jika kita mengambil kesimpulan mengenai masalah inflasi di Indonesia bahwa ternyata laju inflasi tidak semata ditentukan faktor moneter.pedesaan lebih rendah dari perkotaan. Saat ini pendidikan kita terlalu menekankan pada segi teori dan bukannya praktek. Efek domino yang ditimbulkan pun masih menjadi pemicu kenaikan harga lainnya. Pendidikan seringkali disampaikan dalam bentuk yang monoton sehingga membuat para siswa menjadi bosan. Kondisi ini belum banyak berubah sejak beberapa decade terakhir Hal ini dapat dibuktikan dengan mengkaji ulang beberapa tulisan yang membahas mengenai pengangguran seperti Effendi (1993) yang memakai data SUPAS 1985.4 DAMPAK PENGANGGURAN BAGI KOTA MALANG Kecenderungan pengangguran terdidik di kota Malang semakin meningkat namun upaya perluasan kesempatan pendidikan dari pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi tidak boleh berhenti.31 persen. Ini membuktikan tingginya laju inflasi di negara kita lebih banyak dipengaruhi sektor riil. Kemungkinan penyebab ini adalah banyaknya lulusan SLTP yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke SLTA. dan pada klasifikasi SLTA angkanya hampir sama. 2. Baik di daerah pedesaan maupun di perkotaan. Ada empat faktor yang menentukan tingkat inflasi. Dampak ini masih terasa sampai bulan Juli 2001 yang akan memberikan sumbangan inflasi antara 0. bukan sektor moneter. 2.5 DATA PENGANGGURAN DI KOTA MALANG Jumlah Pengangguran di Kota Malang hingga November 2009 mencapai 38 ribu .

Untuk memperkecil jumlah pengangguran." katanya. pada 2007. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. tercatat pengangguran berpendidikan sarjana mencapai 30 persen. Data di Dinas menyebutkan dari 38 ribu pengangguran. seperti bursa kerja. Jumlah ini terbagi menjadi 10 ribu pengangguran yang murni tidak mencari kerja dan 28 ribu pengangguran yang aktif mencari kerja. Padahal kemampuan tambahan itu merupakan nilai plus bagi para pencari kerja. BAB III PENUTUP 3.orang dari total jumlah penduduk yang mencapai 800 ribu orang.1 kesimpulan Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. pada 2008 mencapai 39 ribu orang. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Senin (7/12). jumlah pengangguran mencapai 40. dan kerajinan. "Yang terserap lowongan kerja tak lebi dari seribu orang. Selain itu juga terus menjalin kerja sama dengan perusahaan di luar Kota Malang untuk bisa merekrut Warga Kota Malang sebagai tenaga kerjanya dan pengiriman TKI keluar negeri. "Selebihnya lulusan SD dan tak berijazah. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Malang. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan .390 orang. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. jumlah penangguran di Kota Malang mencapai 49. Para sarjana menganggur karena tidak memiliki bekal kemampuan tambahan misalnya bahasa asing. dan berpendidikan SMP sebanyak 15 persen. Wahyu Santoso jumlah pengangguran ini tak sebanding dengan jumlah lowongan yang tersedia selama 2009. yakni sebesar 600 lowongan kerja. Pada tahun 2006. Disnakersos menggelar berbagai kegiatan. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja." katanya. "Seharusnya saat kuliah mereka mencari kemampuan tambahan. pengangguran berpendidikan SMA sebanyak 30 persen. Wahyu berharap hingga akhir tahun 2009 jumlah PHK di Kota Malang tidak sampai bertambah.149 jiwa. membuat.

Kelima. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Kedua. Diharapkan ke depannya di kota Malang kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. apa pun alasan dan bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah . Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran.pengangguran menjadi komitmen nasional. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. 3. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. Setiap orang harus mengkonsumsi beras. Ketiga. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. energi listrik. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. tingkat suku bunga. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus).2 SOLUSI MASALAH PENGANGGURAN DI KOTA MALANG Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. ada juga kebijakan mikro (khusus). Bekerja berarti memiliki produksi. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. dan lingkungan yang tidak sehat. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. minyak. jasa dan sebagainya setiap hari. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. Keempat. Selain itu. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Karena itu. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Kita. gula. Pertama. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. pakaian. pengendalian banjir. politik dan kemiskinan. Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia. sepatu. seperti sampah. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Selain itu.

fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut.. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu.. . sbg refrensi saya. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar.3 Kritik dan saran Demikianlah makalah ini. integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). saya bisa minta daftar pustaka dari makalah ini ga. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). Diposkan oleh diimas di 22:14 1 komentar: winda mengatakan. 3. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. komprehensif. Sebagai solusi pengangguran. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”.pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. Terimakasih. tingkat suku bunga. Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara...

Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Selain masalah kemacetan lalu lintas. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. Buktinya. peraturan yang menghambat inventasi. Oleh karenanya. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah ke Jakarta. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. Kepala Disnakertrans DKI mengatakan peningkatann jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov DKI saja. dan buta huruf.002 orang. Sedangkan yang di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari kerja.2Perumusan Masalah Meski menyandang predikat sebagai kota besar sekaligus Ibukota Negara. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. Sebab. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta bekerja ekstra keras. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah daripada kenyataan riil yang ada di lapangan. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat.BAB 1 PENDAHULUAN 1. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. menurut Deded. tingginya jumlah pengangguran di DKI disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke Jakarta. 1. Hingga Agustus 2008 ini. dan lain-lain. Saat ini. Bisa saja dalam kenyataannya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan angka resmi itu. yang disebabkan antara lain. Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka. jumlah pengangguran di DKI selalu meningkat setiap tahun. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain.1Latar Belakang Penelitian Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. hambatan dalam proses ekspor impor. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Deded Sukandar. Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran . menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pension atau cacad jasmani. kata Deded. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542.

metode penelitian serta sistematikan penulisan BAB II ◊ LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi mengenai pengertian serta factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan Jenis pengangguran BAB III ◊ ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini dibahas mengenai berbagai masalah masalah dalam pengangguran serta pemecahan solusi dalam masalah ini.1 Pengertian pengangguran Pengertian penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja. serta untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan juga untuk mengetahui bagaiamana sikap pemerintah dalam mengatasi pengangguran. manfaat penelitian. 1.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai masalah pengangguran 2.6Sistematika Penulisan Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai makalah ini. 1. mencatat serta melihat keadaan secara langsung maupun dari pemberitaan media elektronik selain itu penulis juga mendapatkan informasi ini melalui internet. perumusan masalah. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. tujuan penelitian. BAB II LANDASAN TEORI 2.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan pengangguran serta masyarakat juga dapat bertindak langsung dalam upaya mengatasi masalah pengangguran. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal Jakarta dan mana yang berasal dari luar Jakarta.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah pengangguran. 3. hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabangan dalam kegiatan penelitian selanjutnya. Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu . Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2008. 1. maka penulisan tugas makalah ini dikelompokan dalam 4 bab.5Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian ini.4Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1. BAB IV ◊ PENTUP Penutup ini berisi mengenai Saran serta Kritik dan Daftar pustaka. penulis memakai metode observasi dengan membaca. Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai tugas Softskill program Diploma III Jurusan Manjemen Pemasaran.ini. yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut : BAB 1 ◊ PENDAHULUAN Pada bab ini berisi mengenai latar belakang. 1.3Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarnya pengangguran yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta.

dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah.Negara lain. Misalnya pelayan retoran yang lebih banyak dari yang di perlukan. Lebih malang lagi. dan sebagian pekerja terpaksa di berhentikan dan menjadi penganggur. Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya Pengangguran Terbuka.sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup. Pengangguran bermusim. 2. Para pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja. di sebabkan oleh penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia.penurunan ini mungkin di sebabkan kemrosotan harga – harga komoditas. Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan kerja yang lebih rendah dari pada bertambahan tenaga kerja. Pengangguran Stuktural. Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan .3Jenis pengangguran Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya Pengangguran Normal atau Friksional yaitu pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari tenaga kerja. Contohnya banyak Negara berkembang terjadi bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya di perlukan supaya dia dapat menjalankan kegiatannya secara efisien. tetapi juga proporsi mereka dari keseluruhan tenaga kerja telah menjadi bertambah tinggi. tetapi karena sedang mencari kerja yang lebih baik. Pengangguran ini pada umumnya terjadi di sector pertanian atau jasa. dan ekspor produksi industri itu sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari Negara.2 Keadaan Masalah pengangguran Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Pengangguran Siklikal . Kemrosotan ini mengakibatkan perusahaan – perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. misalnya : di Negara-negara produsen bahan mentah pertanian. Pengangguran ini terutama terdapat di sector pertanian atau perikanan. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tergolong sebagai penganggur. Oleh karenanya. Wujudnya barang baru yang lebih baik. 2. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industry tersebut menurun. Kolusi dan Nepotisme. Pengangguran Tersembunyi.kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. di beberapa Negara miskin bukan saja jumlah pengangguran menjadi bertambah besar. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. di sebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi . Pengangguran teknologi. Di pabrik-pabrik ada kalanya robot telah menggantikan pekerjaan manusia. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing. kebanyakan investor asing tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena biaya ekonominya sangat tinggi akibat masih kuatnya praktek Korupsi.

Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga. Sebagai akibatnya perkembangan ekonomi yang terlambat berakibat pangangguran memburuk.Memperbaiki pembagian pendapatan Tujuan Bersifat social dan politik 1.Menghindari masalah kejahatan. dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja. dan keterampilan lainnya yang diperlukan oleh hotel. komputer. Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama. Dari 60 orang yang menempuh pelatihan kerja di sana.4 Kebijakan Pemerintah Beberapa Tujuan Kebijakan Pemerintah Tujuan Bersifat Ekonomi 1.terpaksa menganggur. 2. sambungnya. perusahaan garmen.Mewujudkan kestabilan politik. Keterampilan yang di sediakan Seperti menjahit.5 Tindakan Pemerintah Tindakan pemerintah dalam mengatasi pengangguran: mengurangi pajak mendorong lebih banyak investasi membari subsidi -Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat . hampir 50 persen diminta beberapa perusahaan untuk menjadi pegawai mereka. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari dalam seminggu atau satu hingga empat jam sehari. perusahaan motor bahkan instansi pemerintahan daerah setempat.Menghindari masalah kejahatan .seharusnya pemerintah membuka kursus untuk ketermpilan bagi masyarakat.Memperbaiki pembagian pendapatan . Apabila dalam masa di atas para penyadap karet dan nelayan tidak dapat pekerjaan lain maka terpaksa menganggur.1 Sikap Pemerintah 1. di dalam suatu rumah tangga harus ada yang mempunyai pekerjaan guna memenuhi kebutuhannya.Menambah keterampilan masyarakat BAB III ANALISA PEMECAHAN MASALAH 3. . Menangani Lapangan Pekerjaan Sikap Pemerintah pada saat bertambahnya para penganggur dan juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya. 2.Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat 3. 2. karena semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi kasus kejahatan.Menyediakan lowongan pekerjaan dari tahun ke tahun 2. di BLK Jakarta Timur. 3. 3 Mutu para lulusan BLK yaitu memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi. dalam perekonomian yang tingkat penganggurannya tinggi masyarakat sering kali melakukan demontrasi dan mengemukakan kritik atas pemimpin pemerintah dan ini dapat menghambat kegiatan ekonomi. di sebabkan karena jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal. Contohnya. Setengah Menganggur. tata boga. Salah satunya ada dengan meningkatkan peranan Balai Latihan Kerja (BLK) 2. bengkel.

Dengan azas otonomi daerah. angkayang kurang akurat tidak akan menghasilkan perumusan kebijakan yang tajam danlangkah-langkah penanganan yang saksama. aborsi. Tentunya untuk menghilangkan pengangguran dalam situasi kehidupan ekonomi Bangsa yang sedang morat-marit ini adalah sesuatu yang tidak mungkin.4 Disnakertrans bekerja sama Cara lainnya. Dari hasil pelatihan tersebut. 3.Untuk menekan arus urbanisasi. anak jalanan. pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus kankeryang sulit diberantas. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal. Namun bukan berarti sektor formal diabaikan. Karena di daerahnya telah memberikan kesempatan pekerjaan yang lebih luas dari ibukota. Menurunnya kualitas sumber daya manusia. perdagangan anak. pembangunan di luar Jakarta harus dapat diakselarasikan dengan di ibukota. Jakarta akan menampung masyarakat yang dating dari provinsi lain. masalah pengangguranberdampak luas terhadap kehidupan sosial dan politik yang pada gilirannya akanmemukul balik kestabilan makro-ekonomi yang telah dicapai dengan susah payah. Kedua. maka sudah waktunya sektor informal ini didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran. Sector informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global.2 Mengenai Tingkat Penganguran Terjadi karena Urbanisasi tidak bisa di tekan ini terlihat pada setiap akhir tahun seusai labaran . Cara yang realistis dalam jangka pendek mengurangi pengangguran adalah memberdayakan sektor informal. sehingga tidak ada lagi warga yang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Ketidak Stabilan angka Pengangguran Salah satunya disebabkan jumlah pencari kerja lebih banyak dari lowongan kerja yang ditawarkan dan penempatan kerja dari pencari kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan perusahaan-perusahaan. Disnakertrans telah mengadakan pelatihan kerja sama bengkel dengan Perusahaan Toyota Astra.5 Dampak Negatif dari pengangguran dan Penuntasanya Seperti:beragamnya tindakan kriminal. .4 Kepedulian Masyarakat Mengapa kita peduli terhadap angka-angka tersebut? Pertama. 3. tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korbansosial dari penyakit sosial ini sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupankemanusiaan yang beradab. Karena itu persoalah pengangguran ini harussecepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik. mantan Walikota Jakarta Pusat ini menyatakan perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi lain. pengemis. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawabi sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi Bangsa kita. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkankorban-korban sosial yang tidak ternilai. Toyota Astra akan melihat peserta didik yang dinilai berkualitas baik lalu diajak bergabung untuk bekerja di perusahaannya 3. Disnakertrans juga membina kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mengadakan pelatihan keterampilan. padat karya dll disamping strategi jangka panjang seperti pemerataan wilayah pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan desentralisasi. prostitusi. Tetapi upaya mengurangi pengangguran bukanlah hal yang mustahil. Saat ini.

Kerusakan ekonomi ini disebabkan oleh adanya mental korup. pola sikap dan pola tindak yang positip dalam rangka menciptakan kehidupan sosial yang baik di kalangan para penganggur kurang terdidik ini harus dibangun dalam konteks penghormatan terhadap martabat manusia(human dignity) itu sendiri. Harus lebih banyak diskusi dan sharing pengalaman untuk membangkitkan gairah mereka di dalam situasi-situasi sulit menghadapi kerasnya kehidupan sebagai penganggur. slide. bukan saja sumber nafkah. Kondisi menganggur adalah kondisi dimana segala-galanya hilang dan tercabut dari seseorang. kolusi dan nepotisme (KKN) yang menggurita dan sistematik pada semua lembaga negara dan swasta. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang. tetapi juga recognition(pengakuan) dan harga diri. PHK disebabkan oleh perusahaan bangkrut. Masih bisa dicari lagi sebab-sebabnya misalnya dekadensi(kemerosotan moral). Metode-metode ceramah dan bersifat menggurui harus dihindari mengingat pesertanya adalah para penganggur yang kehilangan matamepencaharian. Usaha mengkomunikasikan segala hal yang bertujuan agar terbentuk pola pikir.maka upaya pertama(penyadaran) .6 sebab langsung(direct causes) Ada beberapa sebab langsung(direct causes) terjadinya pengangguran besar-besaran di Indonesia yakni: 1) terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Budaya KKN ini disebabkan oleh pemerintahan yang kotor(tidak bersih). Krisis moneter disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia.Keterbatasan mereka di dalam pendidikan sangat mudah dijadikan alat komoditas politik untuk melakukan berbagai konflik sosial di tengah masyarakat Pengangguran erat kaitannya dengan kemiskinan dan kemelaratan. sangat membantu di dalam prosesnya sehingga tidak menimbulkan kebosanan. film. 4) Rasionalisasi karyawan dll. Sebab langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. Berbagai cara penyadaran dengan penggunaan audio visual. 2) Kelangkaan Lapangan Kerja. 3. Kredit macet disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997. Krisis ekonomi disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS). pangan dan papan menjerumuskan sebagaian besar manusia Indonesia ke jurang kemelaratan. Tidak tercapainya pemenuhan kebutuhan ekonomi ini akan menciptakan masalah-masalah social. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. Karena pertimbangan itulah maka proses penyadaran ini harus melibatkan banyak pihak termasuk para psikolog dan psikiater. Untuk mengatasi masalah ini. Bisa saja usaha penyadaran ini bagi sebagian besar penganggur dirasakan membuang-buang waktu karena mereka harus mencari kerja untuk bisa menghidupi anak istrinya atau keluarganya. 3.7 Sebagai pihak yang Netral kaum akademisi/intelektual atau LSM harus menciptakan modelmodel penyadaran ini sebagai cara menjembatani(bridging the gap) keadaan yang sekarang dengan keadaan yang diinginkan. Kehilangan jati diri inilah yang membuat orang yang menganggur akan mengalami stress yang tinggi dan apabila tidak mampu dikendalikan maka akan menjadi depresi yang mengarah kepada sakit mental atau gila. 3) Pemulangan TKI ke Indonesia.

8 Upaya Memecahkan masalah Penganguran Abraham Maslow menyebut 5 kebutuhan manusia dalam 5 tingkatan hierarkis yaitu : 1 ) kebutuhan akan makan. 2) dibutuhkannya Tenaga Kerja Indonesia(TKI) di luar negeri.trampil ekonomi membaik stabilitas moneter bersih dari KKN bersih clean goverment clean goverment clean goverment Note : Semua variable bersifat positif Seperti terlihat pada pohon tujuan di atas. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas9. Pada pemberdayaan ekonomi ini 3. 4) kebutuhan akan penhargaan dan 5) kebutuhan akan aktualisasi diri. 2)kebutuhan akan keselamatan.keamanan. 3) adanya ekspansi usaha.kerja langsung upaya intervensi Perusahaan pertumbuhan demand thdp TKI efisiensi usaha tinggi maju ekon.tinggi tak langsung kredit lancar aktivitas ekon. lancar TKI pintar. Karena para penganggur berpendidikan rendah ini sangat banyak maka mereka bisa disalurkan dalam kegiatan-kegiatan padat karya yang bias mendatangkan upah bagi mereka. 2)kebutuhan akan Relatedness(hubungan) dan 3) kebutuhan akan Growth(pertumbuhan) meliputi penghargaan.diikuti dengan upaya yang kedua yang lebih konkret dan realistis yakni Pemberdayaan secara ekonomis dan social Penyadaran melalui pembentukan sikap dan mental yang dilakukan pada tahap pertama di atas harus diikuti dengan pemberdayaan tahap kedua yang lebih bersifat ekonomis dan konkret. ada sejumlah elemen yang menjadi faktor penentu ada tidaknya pekerjaan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung seperti: 1) tersedianya lapangan kerja. Bahkan menurut Bambang Widianto. 3) kebutuhan akan rasa memiliki atau sosial. minum dan pakaian. Kebutuhan para penganggur dan keluarganya dalam jangka pendek adalah kebutuhan akan makan dan minum Pemenuhan kebutuhan dasar ini harus didahulukan dan menjadi perhatian utama. . 4) adanya jaminan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja dan sebagainya. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern karena struktur angkatan kerja. pekerja dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan Sekolah Dasar (SD) ke bawah. Alderfer memformulsikannya menjadi tiga dan disebutnya ERG 1) kebutuhan akan Eksistensi. Tenaga-tenaga para penganggur kurang terdidik ini bisa dimanfaatkan di kegiatan-kegiatan padat karya sehingga mereka bisa mendapatkan kembali harga dirinya yang telah hilang oleh karena terkena pemutusan hubungan kerja atau karena tidak adanya ketrampilan di dalam bekerja. aktualisasi diri Ultimate goal Masyarakat sejahtera Masyarakat bermartabat Negara kuat Goal/core objective Upaya intervensi tdk ada PHK tersedianya TKI dibutuhkan ekspansi usaha lap.

Pascasarjana UI. WWW. Buku Makro Ekonomi ‘Teori Pengantar’ Edisi ketiga. Harian Kompas. Dok. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Adalah fakta bahwa berbagai kejahatan sosial seperti pencurian/penodongan/perampokan. Hadi . John Naisbit dan Patricia A. 5. Undang-Undang Otonomi Daerah No. Gramedia. Suarapublika. Novermber 2003.com 14 Kompas Kamis 5 Februari 2009 BAB I PENDAHULUAN A.Google. yang . 1993. 7. 11. Jelamu Ardu Marius. Dilema Pembauran Golongan Minoritas Cina. 20 Juni 2003. 27 September 2003. Buku Ekonomi Pembangunan. Harian Kompas. Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran. 2. kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi. Jakarta. Studi Kasus di Kupang NTT. 25 Oktober 2003. Harian Kompas. Dilihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial. Delapan Jalan Menuju Perubahan. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga. pelacuran./ Beritajakarta. Keadaan Penganggur dan Setengah Pengangguran. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Tesis. 4. 1994. anak jalanan dan lain-lain merupakan dampak dari pengangguran. maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi.Sadono Penerbit Raja Grafindo Persada. 9. 3. 10 September 2003 6. DAFTAR PUSTAKA 1. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.Bab IV Kesimpulan dan Penutup Pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial. martabat dan harga diri manusia. 22 tahun 1999 10. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hudup(pekerjaan). Sukirno. Conyer Diana. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi pembangunan. Prayitno. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. jula beli anak. 1999. pengangguran telah menjadi kuman penyakit sosial yang relatif cepat menyebar. Penerbit Ghalia Indonesia 12. berbahaya dan beresiko tinggi menghasilkan korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Harian Pos Kupang.com 13. 8.

5 persen pada tahun 2009.XXIV-Juni 2004 C. meliputi Pengendalian Jumlah Angkatan kerja peningkatan Kualitas angkatan Kerja. Ciri lain dari kesempatan kerja Indonesia adalah dominannya lulusan pendidikan SLTP ke bawah. Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional.87 juta orang. Keadaan Angkatan Kerja dan Keadaan Kesempatan Kerja. kebijakan dan program-program yang perlu terus dibahas untuk menjadi kesepakatan semua pihak. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans. peraturan yang menghambat inventasi. Seluruh gambaran di atas menunjukkan bahwa kesempatan kerja di Indonesia mempunyai persyaratan kerja yang rendah dan memberikan imbalan yang kurang layak.54 persen menjadi 15 persen pada tahun 2009. hambatan dalam proses ekspor impor. 45. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan. Menurunnya jumlah angkatan kerja usia sekolah dari 20. Pada tahun 2002. Mereka ini didominasi oleh angkatan kerja usia sekolah (15-24 tahun) sebanyak 20. Terbangunnya jejaring antara pusat dengan seluruh Kabupaten/kota. Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu. Sumber : Majalah Nakertrans Edisi . sebesar 9.65 persen menjadi 20 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009.7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless). Implikasinya adalah produktivitas tenaga kerja rendah. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan. Meningkatnya jumlah tenaga kerja formal dari 36.96 pesen menjadi 5.79 juta dari kesempatan kerja yang tersedia tersebut berstatus informal. peningkatan Efektivitas Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja. Masalah pengangguran dan setengah pengangguran tersebut di atas salah satunya dipengaruhi oleh besarnya angkatan kerja. 29 Juni 2004. Ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja yang tersedia adalah bagi golongan berpendidikan rendah. Untuk mencapai hal tersebut disusun strategi. Selanjutnya 63. pada tahun 2002 berjumlah 28. Angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2002 sebesar 100.disebabkan antara lain. dirumuskan sebagai berikut : Menurunnya jumlah penganggur terbuka dari 0. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. jumlah orang yang bekerja adalah sebesar 91. yang mengakibatkan produktivitas rendah.33 juta orang hanya berpendidikan SD kebawah. upah rendah.7 juta. dan lain-lain. Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik . (Sumber: Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia.8 juta orang. Keadaan lain yang juga mempengaruhi pengangguran dan setengah pengangguran tersebut adalah keadaan kesempatan kerja. ini berarti bahwa angkatan kerja di Indonesia kualitasnya masih rendah.03 TH. Pada sisi lain. B.33 persen kesempatan kerja ini berada disektor pertanian.6 juta orang. Tingkatkan perluasan lapangan kerja dari 91. Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002.97 juta orang. Menurunnya jumlah setengah penganggur dari 28. Selain itu terdapat sebanyak 2. Sasaran Sasaran yang diharapkan. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5. Sekitar 44. 11 Pebruari 2004).78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. yang hingga saat ini tingkat produktivitasnya masih tergolong rendah.65 juta orang menjadi 108.71 persen menjadi 60 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009. pembinaan Hubungan Industrial.13 juta penganggur terbuka.

74 0. Ini disebabkan pertambahan angkatan kerja baru jauh lebih besar dibanding pertumbuhan lapangan kerja produktif yang dapat diciptakan setiap tahun. sekitar 45 persen tenaga kerja bekerja di bawah 35 jam per minggu atau setara dengan 25 persen pengangguran penuh.61 3.94 .7 juta. Pada tahun 1998 tingkat pengangguran mencapai 5.09 SLTP 11. gap tersebut semakin membengkak tajam. Pertama. Angka ini sebenarnya masih di sekitar tingkat pengangguran natural (Natural Rate of Unemployment). yang termasuk juga rawan adalah pengangguran tenaga terdidik. terdapat sejumlah besar penganggur yang dalam konsep ekonomi termasuk dalam kualifikasi pengangguran terselubung (disguised unemployment). persoalan mendasar ketenagakerjaan di Indonesia saat ini menyangkut tingkat pengangguran.7 persen.68 23. suatu tingkat yang secara alamiah mustahil dihindarkan. yakni tenaga kerja yang jumlah jam kerjanya tidak optimal karena ketiadaan kesempatan untuk bekerja.67 persen dan pengaruh krisis ekonomi yang berkepanjangan. yaitu angkatan kerja berpendidikan menengah ke atas dan tidak bekerja.5 juta orang penganggur. atau meningkat hampir 120 persen.61 16. Pasca krisis moneter.7 persen berarti terdapat 4. Di luar pengertian tersebut.79 16.Diploma I 0.57 persen pada 1982 menjadi 5.30 24.44 SLTA Umum 12.47 .74 40. hampir separuh (49 persen) penganggur ternyata berpendidikan menengah atas (SMTA Umum dan Kejuruan). Suatu tingkat yang sangat serius dan membahayakan dalam pembangunan nasional. Ketiga.02 persen pada 1998. yang melonjak dari 0. laju peningkatan pengangguran di sekolah menengah kejuruan lebih rendah daripada sekolah menengah umum.86 Diploma 0. Kedua. Ini mencakup pengangguran yang muncul karena peralihan antar kerja oleh tenaga kerja. Jika ditambah angka pengangguran terbuka 2.69 11. yakni penduduk angkatan kerja yang benar-benar menganggur. khususnya dalam kaitannya dengan strategi serta kebijakan perekonomian dan pendidikan nasional. Sebenarnya tingkat pengangguran ini relatif kecil dibanding tingkat pengangguran di beberapa negara industri maju di Eropa di tahun 90-an yang bahkan mencapai dua digit.13 SLTA Kejuruan 12. pengangguran 5.91 2. Dengan jumlah angkatan kerja 92. Berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik) sampai Mei 1997. Pola Pengangguran Dari tabel di bawah mengungkapkan beberapa hal menarik. total pengangguran nyata bisa mencapai 35-40 persen. Di samping masalah tingginya angka pengangguran. periode 1982-1998.7 persen tersebut sebenarnya adalah angka pengangguran terbuka (open unemployment). Fenomena ini patut diantisipasi sebab cakupannya berdimensi luas.90 32. Tabel Struktur Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan (%) Pendidikan 1982 1995 1998 SD ke bawah 61. persentase peningkatan tingkat pengangguran berpendidikan sarjana adalah paling tinggi. pada 1998.Selain masalah upah. Akademi dan Sarjana) secara signifikan dari 26 persen menjadi 57 persen.33 19. Namun tingkat pengangguran 5. Keempat. yakni tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya disebabkan lemahnya permintaan tenaga kerja. terjadi peningkatan pengangguran berpendidikan menengah ke atas (SMTA. baik pada menengah pertama maupun pada menengah atas. Konsep lainnya adalah under employment.

paling tidak sudah memiliki bekal keterampilan yang dibutuhkan untuk masuk dunia kerja. Menurut data Sub Direktorat Informasi Pasar Kerja. penyerapan tenaga kerja sektor primer turun 9 persen menjadi 47 persen. Periode 1980-98. Tampaknya gejala tersebut diakibatkan pola perkembangan industri saat ini yang kurang berbasis pada permasalahan nasional yang sifatnya seolah labor surplus padahal karena permintaan yang kecil. Secara makro ini juga disebabkan transformasi struktur ekonomi dari sektor primer (pertanian) ke sektor sekunder dan tersier (industri dan jasa) tidak diikuti transformasi penyerapan tenaga kerja. Kedua. terdapat 15 persen lowongan kerja yang tidak dapat terisi.53 Universitas 0. di samping membangun industri skala besar yang sifatnya padat modal dan teknologi. sedangkan paling rendah lulusan SD dan diploma satu (D1) sekitar 10 persen. Di lain pihak kontribusi sektor primer terhadap PDB turun sebesar 9 persen menjadi 15 persen sementara sektor sekunder dan tersier meningkat sekitar 14 persen menjadi 27 persen. pembangunan ekonomi pada tingkat tertentu berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga masyarakat lebih mampu membiayai pendidikan formal dan mengakomodasi makanan bergizi yang membantu kualitas tenaga kerja. ternyata lowongan kerja yang belum terisi cenderung meningkat serta porsinya terhadap lowongan kerja relatif besar. Kesenjangan ini memang sudah sering diangkat ke permukaan sampai lahirnya konsep link and match. lapangan kerja masih didominasi sektor-sektor subsistensi yang tidak membutuhkan tenaga kerja berpendidikan. Hal ini karena pada dasarnya SMTA Umum dipersiapkan untuk memasuki perguruan tinggi. Pertama. kurikulum SMTA Umum sekarang mendapat proporsi keterampilan praktis sehingga bilamana lulusan SMTA tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi. mahalnya biaya juga menjadi kendala utama. Seharusnya. Apa yang terjadi sekarang adalah. 1995. dari 254. Sekitar 50 persen di antaranya adalah angkatan kerja berpendidikan sarjana dan sarjana muda. sementara sektor sekunder dan tersier hanya meningkat 3 persen dari 23 persen. Ini menimbulkan gejala supply induce di mana tenaga kerja terdidik yang jumlahnya cukup besar memberi tekanan kuat terhadap kesempatan kerja di sektor formal yang jumlahnya relatif kecil.. sejauh mana konsep tersebut tertuang dalam kerangka yang lebih operasional. di tengah membengkaknya jumlah penganggur. Depnaker April 1998. Berbagai perubahan menyangkut penjurusan di tingkat menengah atas tampaknya tidak akan mampu menjawab permasalahan kualitas angkatan kerja golongan pendidikan ini.86 5. 1985.57 3. perhatian juga sudah seharusnya diberikan pada pengembangan industri yang lebih berorientasi pada penyerapan tenaga kerja terdidik yang tidak hanya jumlahnya besar tetapi juga tumbuh dengan sangat cepat. Masalahnya. Selain itu. sehingga terjadi pendayagunaan tenaga kerja terdidik yang tidak optimal. Dengan demikian. mayoritas angkatan kerja berpendidikan SMTA Umum bekerja di sektor perdagangan dan sektor informal yang produktivitasnya relatif rendah. . pada hal untuk masuk ke dunia perguruan tinggi.Diploma II 1. selain tempat terbatas. pada saat angkatan kerja terdidik meningkat dengan pesat. berbagai kebijakan di bidang pendidikan nasional membawa peningkatan pada kualitas pendidikan formal angkatan kerja.032 lowongan kerja terdaftar. 1998 Beberapa Sebab Secara kualitatif. Perlu juga penanganan serius terhadap tingginya persentase lulusan SMTA Umum yang menganggur (lebih tinggi daripada SMTA Kejuruan). kualitas tenaga kerja nasional meningkat disebabkan dua hal. Tingginya proporsi lowongan kerja untuk sarjana dan sarjana muda yang belum terisi menunjukkan adanya kesenjangan antara kualitas penawaran tenaga kerja (dunia perguruan tinggi) dengan kualitas permintaan tenaga kerja (dunia usaha).02 Sumber: Statistik Tahunan Indonesia. Akan tetapi.87 2.

Sejak itu. Selain usia muda. dosen. data pekerja dan pengangguran menunjukkan.422 juta).6 juta tenaga kerja.13 juta) dan 2003 (11.5 juta pertahun. bila tidak diimbangi dengan penjembatanan secara struktural. tapi juga harus ditangani dari hulu.7 persen pada periode 2005-2009. beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) sudah menerapkan hal ini di mana banyak praktisi bisnis menjadi dosen-dosen PTS.18 juta menjadi 11.005 juta). pada 1999 (6. sementara pencari kerja mencapai rata-rata 2. setengah penganggur sukarela (24. Pengangguran dan setengah pengangguran merupakan permasalahan di muara yang tidak bisa diselesaikan pada titik itu saja. pada 2002: usia kerja (148. dapat ditingkatkannya pertumbuhan ekonomi menjadi 6.1 persen. 2002 (9. Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 3-4 persen.9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2. Sementara itu.0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1. pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tidak pernah mencapai 7-8 persen. penduduk yang kerja (90.35 juta.807 juta). pendidikan dan ekonomi. Setiap pertumbuhan ekonomi satu persen. dari 4.730 juta). angkatan kerja (100. Tiap Tahun.005 juta). Kedua. Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. pada 2001: usia kerja (144. otomatis penyerapan tenaga kerja juga ada. jumlah penganggur terbuka mencapai 4. Selanjutnya.03 juta). pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun dapat ditekan dari 2. Jika pertumbuhan ekonomi ada. BAB II MASALAH A. Bayangkan. misalnya dengan berbagai proyek kerjasama penelitian antara dunia usaha dengan perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa.4 persen.Secara fungsional. 2000 (5. 2001 (8. Didominasi oleh penganggur usia muda. Sehingga. Angka Pengangguran Indonesia Naik Sejak 1997 sampai 2003. angkatan kerja (98. pengangguran juga banyak mencakup berpendidikan rendah. tinggal di pulau Jawa dan berlokasi di daerah perkotaan. setengah penganggur terpaksa (6. peneliti dan praktisi niscaya sulit untuk mempersempit gap tersebut. penduduk yang kerja (91. Akan tetapi.35 juta). Ada tiga asumsi yang menjadi harapan untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran.0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4. transformasi sektor informal ke sektor formal dapat dipercepat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan terutama di sektor pertanian. jasa dan industri. tentunya hanya akan menyerap 1. masalah pengangguran erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. dapat ditekan menjadi 1. B. perdagangan. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan. pada 1997.81 juta). Pengangguran Terus Bertambah Kolapsnya perekonomian Indonesia sejak krisis pada pertengahan 1997 membuat kondisi ketenagakerjaan Indonesia ikut memburuk. penganggur terbuka (8.647 . tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 400 ribu orang. yang secara perlahan membawa perubahan pada kurikulum. Ketiga. Pertama.779 juta).18 juta. Padahal.812 juta).033 juta). angka pengangguran terbuka di Indonesia terus menaik.010 juta). Sektor di hulu yang banyak berdampak pada pengangguran dan setengah pengangguran adalah sektor kependudukan. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja. Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu. setiap tahun pasti ada sisa. Intensitas permasalahan juga lebih banyak terjadi pada penganggur wanita dan pengaggur terdidik.

906).0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4. jelas masalah buruh dan pengusaha seakan juga menjadi bom waktu . pertumbuhan ekonomi ditingkatkan menjadi 6. Sisa*) Perkara (73) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara masuk (101). Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja. Ditjen Binawas Jumlah Perkara dan Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Kasus PHK (2.933). untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran bisa saja dicapai lewa tiga asumsi dasar. Tapi pemecahan persoalan tidak semudah itu. sisa perkara (4. yaitu pertama. sisa perkara (223.415) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (2. tenaga kerja yang terlibat (769. Bicara soal ketenagakerjaan tidak akan lepas dari persoalan buruh dan pengusaha yang tiap hari kian mencuat ke permukaan. tenaga kerja yang terlibat (109. Ditjen Binawas Berdasarkan data di atas. jumlah putusan (2.0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1.845) 2002: Kasus pemogokan (220). Ditjen Binawas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 2001: Perkara yang masuk (2. Ditjen Binawas Pemogokan 2001: Kasus Pemogokan (174).160). mempercepat transformasi sektor informal ke sektor formal.790) Sumber: Depnakertrans.098). setengah penganggur terpaksa (28. Tenaga Kerja PHK (114.413) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans.980).7 persen pada periode 2005-2009. Jumlah Putusan (80). Kedua.175). tenaga kerja yang terlibat (61. Ditjen Binawas Jumlah Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Perkara yang masuk (114. persoalan terus datang. Sejak 2000.393) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans.142) 2003: Kasus pemogokan (146).632) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara yang masuk (2. hingga “terpaksa” harus melahirkan paket Undang Undang Serikat Pekerja.132 juta). terutama di sektor pertanian.869 juta). pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun ditekan dari 2. jasa dan industri. setengah penganggur sukarela . Selesaikan masalah? Tunggu dulu.565). sisa perkara (189) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara masuk (95).867) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (110. Ketiga. Sebenarnya. jumlah putusan (95).9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2. Ketenagakerjaan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).445). perdagangan. baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.juta). sisa perkara (2.145). jumlah putusan (117.145). jumlah putusan (98. Jumlah putusan (91). jumlah putusan (1.357). kasus PHI (101) 2003: Kasus PHK (12.933). jumlah putusan (1. ditekan menjadi 1.175).1 persen. sisa perkara (205. penganggur terbuka (9. sisa perkara (6. tenaga kerja PHK (110.445). Sisa perkara (321) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans. kasus PHI (95) Sumber: Depnakertrans. lihatlah data berikut: Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) 2001: Perkara yg Masuk (81).4 persen.

produktifitas tidak naik. Tapi siapa yang akan memberikan pekerjaan? Soal ketenagakerjaan memang menjadi hal pokok dalam menggerakkan iklim investasi. bekerja di perusahaan. kompetisi usaha Indonesiapun semakin menurun. Karena berdasarkan riset ILO (International Labour Organization) 2-3 tahun terakhir. banyak industri berubah jadi trading. Satu contoh yang mungkin pengusaha dan buruh lainnya juga sepakat. tutupnya perusahan elektronik SONY dan DOSON yang memproduksi sepatu Reebok. Jumlah buruh di 2665 perusahaan tekstil dan produksi tekstil serta terkait dengan industri tesktil dan produksi tekstil saja mencapai 4. penggunaan keuntungan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) untuk kepentingan buruh dan pengusaha. ada jaminan kesehatan dan lainnya.yang tiap saat bisa meledak dan menghancurkan kerangka ketenagakerjaan Indonesia. Dana Jamsostek yang surplus sekitar satu triliun rupiah itukan bisa dikembalikan ke buruh dengan membangun perumahan buruh yang tersebar di sekitar sentra industri. kenaikan upah minimum akan menyumbang pengangguran sebesar satu persen. impor. Cina dan Thailand bukanlah kompetitor lagi. compete tidak? Jika upah buruh naik. tidak perlu harus mengeluarkan UU baru yang ternyata menguntungkan pasar bebas. Fakta hubungan buruh dan pengusaha tidak bisa serta merta terselesaikan dengan hadirnya UU Ketenagakerjaan dan PPHI. buruh bisa save biaya transportasi dan memberikan hidup yang lebih layak. Bahkan. Jelas. tapi juga memperhatikan kepentingan publik. Tanpa ada kemampuan yang didukung ekonomi nasional. Tapi yang bisa di berikan saat ini adalah yang sesuai dengan dukungan ekonomi kita. Celakanya. Di sisi lain.5 persen pangsa pasar tenaga kerja itu ada di desa.. tapi kembalikan ke buruh. tentunya tidak mempunyai jaminan sama sekali: satu perbandingan yang tidak sehat. Pertanyaannya. apakah hak upah minimum itu berkorelasi dengan pengangguran? Soal pengangguran itu jelas terkait dengan krisis ekonomi yang tidak bisa diselesaikan pemerintah. Tidak ada korelasi. 62. Kemungkinan. kemungkinan kita akan dikejar oleh Vietnam. memang harus ada berbagai jaminan. uruh itu hanya concern pada dua hal: PHK dan penyelesaian perselisihan. adalah hak buruh yang bisa dipahami. itu tidak ada masalah. seperti tiap bulan mendapatkan gaji tetap. buruh sebenarnya mau berkompromi untuk menunda pemenuhan hak yang mereka tuntut. Soal buruh dan pengusaha. Laos dan Kamboja. Tapi pemerintah jangan menaikkan . ada di sektor formal. Tentunya. Informal yang jumlahnya jelas lebih banyak ini. Tidak heran saat ini. lebih dari 60 persen angkatan kerja Indonesia ada di sektor informal. Artinya. upah minimumnya. Janganlah pemerintah mengambil deviden dari Jamsostek. Ditambah lagi. UU Ketenagakerjaan justru membuat pengusaha menutup perusahaannya yang kemudian menurunkan kesempatan meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan. Bahkan. pegawai negeri dan lainnya yang memang mempunyai jaminan perlindungan. Belum di industri lainnya. kesejahteraan buruhpun jadi terhambat. Investasi akan semakin tidak mampu masuk. sebenarnya banyak yang bisa dilakukan pemerintah. itu dulu deh. Soal paketan UU Ketenagakerjaan boleh jadi harus menjadi perhatian serius.7 juta. industri tidak bersaing sehingga terjadi deindustrialisasi dan jadilah pedagang. sehingga terjadi pengangguran yang tentunya. jelas makin hari makin terjadi PHK. adanya pernyataan beberapa ekonom yang mengatakan. Tuntutan kesejahteraan buruh itu. Karena investor akan melihat. UU yang baru ini jelas memberatkan pengusaha. dan upah minimum bukan penyebab utama pengangguran itu. jelas menguntungkan pasar bebas itu. Tidak apa-apa upah tidak dinaikkan untuk sementara. bukan sekadar mendapatkan win-win solution. Sisanya. Komponen pengeluaran besar buruh adalah penginapan dan transportasi. Bagi pengusaha. normatif ketenagakerjaan Indonesia bagaimana. itu namanya tidak baik dan mampu berkompetisi. akan diikuti juga perusahaan lainnya.

Data-data menunjukkan. membuat gambaran: berapa sektor kerja dan tenaga kerja yang riil ada. Pemdalah yang . Bila hal ini benar-benar terjadi. Indonesia akan berada pada bibir jurang kehancuran yang sulit dihindarkan. atau hanya bersifat supplemen bilamana keadaan terlalu memaksa. Selain itu. Tanpa harus mengabaikan core-programe masing-masing instansi atau pihak terkait. Kebijakan itu perlu ditempuh untuk menghindari dampak negatif yang lebih besar dari sekadar dampak negatif. Idealnya untuk penanggulangan penganggur ini. aspek penanggulangan pengangguran harus dijadikan sebagai titik perhatian. Tapi tidak pernah ada.harga barang. Untuk menanggulangi masalah penganggur dan setengah penganggur. pemerintah pusat hanyalah pembuat kebijakan. 54-60 persen sektor informal mampu menampung pencari kerja. dimana. maupun pola-pola pemberian kredit bank. Dengan otonomi daerah. seperti yang kita alami sekarang ini. semua mata serasa tertuju ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) sebagai operator (pemerintah) penyelesaian soal ketenagakerjaan ini. Depnakertrans juga mencoba “menyentil” instansi lain untuk peduli terhadap masalah pengangguran. departemen pertanian dan kelautan misalnya. Untuk 2002 saja. mau tidak mau. efek netto dari hasil pembangunan yang diperkirakan akan semakin baik di masa mendatang perlu didistribusikan kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk. Daerah tidak pernah meng-update data yang ada. Seperti pertanian. lalu masalah pengembangan penerapan teknologi tepat guna. dimana diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. antara lain terciptanya kesempatan kerja produktif dan remunerative. jumlah pengangguran terus bertambah. Depnaker tidak mampu mengatasi pengangguran. Praktek dan rill di lapangan. pendorong dan pemberi wacana-wacana. redistribusi pendapatan dalam bentuk seperti pengalihan subsidi BBM tidak perlu lagi dilakukan. Jelas. sektor pertanian menyerap tenaga kerja. kemungkinan besar akan semakin parah dan mengganggu sendi-sendi pembangunan lainnya. harusnya mampu memperluas kesempatan pekerjaan di sektor mereka sendiri. Yang mampu mengatasinya adalah semua sektor. termasuk instansi-instansi pemerintah yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan ketenaga-kerjaan untuk harus segera mengkonsolidasikan diri. Pemda hanya mengharapkan PAD. Programnya mencakup pelatihan dan upaya-upaya pendorongan ke wira-usaha. Selama ini Depnakertranas sudah menyebarkan informasi dan mendorong ke arah wira-usaha. sejahtera dan berkembang dan tidak menganggur. supaya juga bisa membuat tolak ukur. mencakup berbagai aspek penting. baik lewat tenaga kerja pemuda mandiri professional. Tapi Depnakertrans mengaku. Depnakertrans hanya mempunyai dana 40-41 milyar rupiah dan dibagikan ke seluruh Indonesia. Untuk itu seluruh komponen bangsa. seperti kelurahan dan desa. bersama-sama mengatasi masalah ini. kecil-menengah. antara lain: identifikasi dan pemilihan program. Kemudian diikuti sektor kelautan. harus bersama-sama. Untuk itu. Karena desa memerlukan ahli. listrik dan layanan publik lainnya dong. Masalahnya. Dana Jamsostek itu juga seharusnya bisa dijadikan solusi dalam hal kesejahteraan buruh. pembiayaan. anggaran yang dimiliki sangat terbatas untuk mendorong kesempatan kerja. tidak pernah memikirkan bagaimana masyarakatnya makmur. Fakta tetap mengatakan. dinamisator masyarakat desa. Ketidak-stabilan peta politik dan keamanan. latar-belakangnya dan potensi wilayah yang ada. sampai dengan 40 persen. perencana. fasilitator. Dengan cara ini. koordinasi pelaksanaan. motivator. sebagai usaha mandiri. Umumnya negara berkembang. Konsolidasi ini. Bagaimana mungkin Depnaker bisa menjalankan programnya jika basis data saja tidak punya? Sudah pernah di mintakan ke Pemda. tenaga kerja terdidik. seperti data penganggur. Sampai sekarang Depnakertrans juga belum mempunyai peta potensi wilayah dan pengangguran sampai ke daerah terkecil. pemerintah dan masyarakat sendiri. pengawasan dan lain-lain. Depnakertrans diberikan dana sekitar 1 trilyun rupiah agar sampai tenaga kerja sarjana bisa di tampung dan fokuskan pada pengembangan desa. Yang di dorong itu pencari kerjanya.

225 orang.Pelatihan kewirausahaan : 2. Mendorong peranan masyarakat luas di Bidang Ketenagakerjaan meliputi pelatihan. Tampaknya.800 orang. tenaga kerja sarjana dan tenaga kerja mandiri terdidik sebanyak 67. penempatan. Saat itu.280 orang. 2003 telah dilaksanakan : 1.Pelatihan MTU : 20.317 orang.mengurusi semuanya.855 orang. kita upayakan agar dengan standar kompetisi. Untuk itu.561 orang meliputi : . . 6. 4. terbukti pada lomba ketrampilan se-Asia pada dua tahun lalu. Pemberian bantuan peralatan kepada 78 lembaga pelatihan BLK/LLK dan 12 pondok pesantren.485 orang. Belum lagi bicara soal banyaknya tenaga kerja asing yang masuk dan mengisi pekerjaan di Indonesia.Pendayagunaan tenaga kerja pemuda mandiri profesional. Selain mempunyai Rencana Tenaga Kerja Nasional 2004-2009. harus benar-benar menjadi perhatian Depnakertrans. .Padat karya produktif 44. Indonesia hanya memperoleh perunggu untuk kompetisi di bidang otomotif. eletronik dan lainnya itu. Membangun sistem peningkatan kualitas tenaga kerja . b.589 orang. dalam T. SDM Indonesia ditempatkan pada posisi 112 dari 117 negara yang diteliti.276 orang. Apalagi. Depnakertrans lewat Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri juga mempunyai program dan kegiatan yang diarahkan untuk pencapaian Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja serta Program Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Apalagi.Penciptaan wirausaha baru 2.A. hingga SDM bisa bekerja secara produktif. 7. jika bicara soal ketenagakerjaan. . semua perencanaan yang “terkesan” bagus itu.764 orang.200 orang. TKI saja . . Pengembangan Kesempatan Kerja. Pelatihan ketrampilan sebanyak 42. 3. mengimplementasikan dan mensosialisasikan kebijakan pembinaan yang bertujuan untuk : 1. 4. Karena tenaga kerja Indonesia belum mampu mengisinya.790 orang 5. . Tidak kompetitifnya SDM Indonesia. 3. 2. . Penempatan Tenaga Kerja AKAD : 21.951 orang meliputi : .Pelatihan institusional : 14. . Meningkatkan kualitas pelayanan di Bidang Perluasan Kesempatan Kerja dan Penempatan Kerja . Merumuskan pedoman atau petunjuk teknis. Pelaksanaan pemagangan ke Jepang sebanyak 4. SDM nantinya mampu mengisi lowongan pekerjaan dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan. penempatan dan produktivitas tenaga kerja.Pembinaan dan pendayagunaan anak jalanan dan pedagang asongan 690 orang. . .088 orang.Pelatihan Magang : 1.Pelatihan melalui anggaran DPKK-TKI : 2. Kegiatan yang dilaksanakan adalah: a. “SDM kita belum mampu bersaing. Pemberian ijin tenaga kerja asing (IKTA) sebanyak 19.Pengembangan model perluasan kerja 685 orang.Pelatihan Teknisi :1.734 orang. . Pelatihan untuk angkatan kerja khusus seperti penyandang cacat dan lanjut usia sebanyak 1. Perluasan lapangan kerja bagi 120. 2.898 orang.Terapan teknologi tepat guna 4. ada beberapa tugas yang bisa dilakukan direktoratnya: pembinaan yang menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia. Meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga nasional maupun internasional .

pembangunan sistem irigasi. jika ingin kembali ke tingkat pertumbuhan ekonomi enam persen. Jika berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi lima persen tahun 2004 ini. Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 tercatat 4. sektor informal bisa di persiapkan. Sekadar dengan mengerem investasi dan mempergunakan subsidi langsung. C. Padahal. perekonomian Indonesia harus menggalakkan ekspor dan investasi. Indonesia dapat mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis Jika perekonomian tumbuh lima persen pada tahun 2004. Tingkat kemiskinan sudah lebih baik daripada waktu krisis. Soal penanggulangan pengangguran dan perencanaan tenaga kerja nasional seharusnya juga ada di tiap daerah. yang masuk ke BKPM adalah persetujuan untuk perusahaan yang meminta fasilitas. pasar luar negeri.masih dalam posisi menengah. obligasi korporasi.3 persen.0 persen. Sekitar 2005. sudah disiapkan angka-angka yang benar-benar dapat dipercaya dan mewakili jumlah PMA langsung yang masuk ke Indonesia. Tidak adil jika penanaman modal asing (PMA) langsung hanya diukur dari perizinan yang diberikan BKPM. Sehingga pada 2006. Dalam kenyataannya. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. seperti proyek sejuta rumah. Untuk mencapai pertumbuhan lima persen. investasi harus digalakkan. terkait dengan semangat otonomi daerah. nasib ketenagakerjaan akan semakin memburuk sampai ada kejelasan pada 2006. dan surat utang negara menuju penggunaan dana untuk penanaman modal langsung. Untuk tahun 2004.8-5. Tahun 2004 ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 4. Sementara tingkat pengangguran terbuka tahun 2003 tercatat 10 juta orang. ekspor nonmigas ditargetkan tumbuh mencapai tujuh persen dari tahun sebelumnya. Sekarang. dan tahun-tahun berikutnya baru di dorong migrasi tenaga kerja di sektor informal menuju sektor formal. Tahun 2004 pemerintah menggerakkan ekspor agar pada tahun 2005 ekspor mulai meningkat dan investor akan merasa lebih pasti lagi dalam menanamkan modalnya. investasi yang di lakukan baru investasi prasarana. BAB III PEMBAHASAN A. Untuk tingkat pengangguran. Ini berarti. pembangunan pembangkit tenaga listrik yang baru. tingkat kemiskinan Indonesia akan kembali ke posisi sebelum krisis. pusat hanya pembuat kebijakan. pusat dan daerah terputus. apa lagi fasilitas yang bisa kita tawarkan kepada mereka Tidak banyak. penanaman modal bergeser dari sekadar pembelian reksa dana. Alasannya. Selanjutnya. tetapi tidak membutuhkan fasilitas. di tingkatkan sektor formal. dan proyek banjir kanal timur di Jakarta. Oleh karena itu. tahun 1996. tetapi harus memanfaatkan ekspor. penjabarannya ada di daerah. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tujuh persen. Sejak otonomi daerah. semoga tahun ini kita dapat menunjukkan apa artinya (pertumbuhan ekonomi) naik dari empat persen ke lima persen. Penanggulangan Pengangguran di Indonesia . Salah satu unsur penguatan daya saing adalah pemberian fasilitas perpajakan. perekonomian Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi dan pasar dalam negeri. proyek 700 km jalan tol. Diharapkan. tingkat kemiskinan di Indonesia sebetulnya sekarang sudah kembali ke waktu kita mau masuk krisis. Hal itu dapat dicapai melalui penetrasi pasar dan penguatan daya saing. Tax holiday sama sekali tidak termasuk fasilitas perpajakan yang dimaksud. Banyak investasi yang juga sudah masuk ke Indonesia.

dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. . bahwa untuk itu. Dalam pembangunan Nasional. kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. Salah satu tolok ukur kebijakan nasional dan regional haruslah keberhasilan dalam perluasan kesempatan kerja atau penurunan pengangguran dan setengah pengangguran. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. perwakilan pengusaha.Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar. pemerintah kabupaten/kota. sumber utama kemiskinan.ABAC. Sitanggang. Kesadaran dan dukungan sebagaimana diwujudkan dalam kesepakatan GNPP tersebut. pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. serta masyarakat seluruhnya untuk berupaya mengatasi pengangguran. DR. kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. T. Bambang Ismawan. sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. menjadi beban keluarga dan masyarakat. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. pengusaha. J. sumber utama kemiskinan. LSM. Bina Swadaya. bahwa GNPP ini dimaksudkan untuk membangun kepekaan dan kepedulian seluruh aparatur dari pusat ke daerah. Zulkarnaen Karim. Berdasarkan kondisi diatas perlu dilakukan Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP) dengan mengerahkan semua unsur-unsur dan potensi di tingkat nasional dan daerah untuk menyusun kebijakan dan strategi serta melaksanakan program penanggulangan pengangguran. sebaiknya segera dibentuk Badan Koordinasi Perluasan Kesempatan Kerja. Gerakan tersebut dicanangkan dalam satu Deklarasi GNPP yang diadakan di Jakarta 29 Juni 2004. perwakilan perguruan tinggi. UPN Veteran Jakarta. menandatangani deklarasi tersebut. merekaadalah Gubernur Riau H.P. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja. Menurut para deklarator tersebut. Palgunadi. maka diperlukan penanganan khusus secara terpadu program aksi penciptaan dan perluasan kesempatan kerja khusus bagi kaum muda oleh semua pihak. Lima orang tokoh dari pemerintah provinsi. Setyawan. Rusli Zainal. Dalam deklarasi itu ditegaskan.M. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. menjadi beban keluarga dan masyarakat. Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP). dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. mereka adalah sebagian kecil dari para tokoh yang memandang masalah ketenagakerjaan di Indonesia harus segera ditanggulangi oleh segenap komponen bangsa. Mengingat 70 persen penganggur didominasi oleh kaum muda. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak. Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. pendamping. Walikota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung. B.

masih memerlukan waktu dan dukungan biaya sehingga pada akhirnya dapat dirumuskan suatu Konsepsi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat". produktif dan remuneratif. akan tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. Dalam salah satu bagian paparannya Menteri menyebutkan. maupun dunia pendidikan. untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.". antara lain sangat dibutuhkan masukan dan dukungan sepenuhnya dari Anggotra DPR-RI yang terhormat khususnya Komisi VII. " Memperhatikan kompleksnya permasalahan pengangguran. dan juga pembahasan dengan beberapa Departemen dan Bappenas. Karena itu.. serta mendorong segera dapat dirumuskan Konsepsi Penanggulangan Pengangguran. pemerintah berkewajiban untuk menyediakan pekerjaan dalam jumlah yang cukup. serta sasaran yang akan dicapai. utamanya upaya penanggulangan pengangguran. baik pemerintah maupun swasta harus dikaitkan dengan penciptaan kesempatan kerja yang seluas-luasnya. politik dan kemiskinan. bahwa pembukaan UUD 1945 mengamanatkan: ". Selanjutnya secara lebih konkrit pada Pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa : " tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan " dan pada Pasal 28 D ayat (2) menyatakan bahwa:" Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja". Menakertrans Jacob Nuwa Wea dalam penjelasannya juga berkesempatan memaparkan konsepsi penanggulangan pengangguran di Indonesia. dengan Tripartit secara terbatas (Apindo dan beberapa Serikat Pekerja). dan keadaan kesempatan kerja. bahwa secara konstitusional. Konsepsi.menunjukan suatu kepedulian dari segenap komponen bangsa terhadap masalah ketenagakerjaan. Selain itu. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. jasa dan sebagainya setiap hari. disadari bahwa penyusunan konsepsi tersebut masih perlu didiskusikan dan dikembangkan lebih lanjut dengan berbagai pihak yang lebih luas.. meliputi keadaan pengangguran dan setengah pengangguran. Kedua Pasal UUD 1945 ini perlu menjadi perhatian bahwa upaya-upaya penanganan pengangguran yang telah dilaksanakan selama ini masih belum memenuhi harapan. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. energi listrik. minyak. Hal ini berarti. Oleh karena itu. dunia usaha. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. gula. Depnakertrans dengan mengikut sertakan pihak-pihak terkait sedang menyusun konsepsi penanggulangan pengangguran. Selanjutnya Menakertrans menyatakan. Menyadari bahwa upaya penciptaan kesempatan kerja itu bukan semata fungsi dan tanggung jawab Depatemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. tutur Menteri Jacob Nuwa Wea. Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. Dalam proses penyusunan ini telah dilakukan beberapa kali pembahasan di lingkungan Depnakertrans sendiri. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. apa pun alasan dan . dalam penyusunan kebijakan dan program masing-masing pihak. Dalam konteks ini kiranya paparan tersebut masih relevan untuk diinformasikan. Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia. pakaian. sepatu. C. Bekerja berarti memiliki produksi. Sementara itu dalam Raker dengan Komisi VII DPR-RI 11 Pebruari 2004 yang lalu. keadaan angkatan kerja. Setiap orang harus mengkonsumsi beras.. dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa . Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali.. pihak pemerintah baik pusat maupun daerah.

berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal.bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. komprehensif. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam. tingkat suku bunga. Kepribadian yang matang. Kebijakan ini dapat diimplementasikan menjadi gerakan nasional melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan yang kompeten untuk itu Kedua. berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. ada juga kebijakan mikro (khusus). Dengan membangun lembaga itu. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. jujur matang. diharapkan setiap pribadi sanggup mengaktualisasikan potensi terbaiknya dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). Dengan demikian. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. sumber daya manusia maupun keuangan (finansial). hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional. Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara. dinamis dan kreatif memiliki tujuan dan visi yang jauh ke depan. Keempat. Kebijakan Mikro Selain itu. Itu merupakan tuntutan utama dan mendasar di era globalisasi dan informasi yang sangat kompetitif dewasa ini dan di masa-masa mendatang. Secara teknis dan rinci. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Pertama. Ketiga. Sebagai solusi pengangguran. setiap penganggur di Indonesia akan tercatat dengan baik dan mendapat perhatian khusus. bernilai dan berkualitas bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas. keberadaaan lembaga itu dapat disusun dengan baik. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. sepenuh hati. Perlu diyakini oleh setiap orang. Hal itu dapat dilakukan serentak dengan pendirian Badan Jaminan Sosial Nasional dengan embrio mengubah PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) menjadi Badan Jaminan Sosial Nasional yang terdiri dari berbagai devisi menurut sasarannya. tulus. Itu semua . antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. profesional dan bertanggung jawab. integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara. berani mengambil tantangan serta mempunyai mindset yang benar. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. kesuksesan yang hakiki berawal dari sikap mental kita untuk berani berpikir dan bertindak secara nyata.

keuangan dan aset lainnya yang memadai dapat membangun Badan Usaha Milik Daerah Pengerahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri (BUMD-PJTKI). Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulaupulau yang sangat potensial sebagai negara maritim. Potensi kelautan Indonesia perlu dikelola lebih baik supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif dan remuneratif. Karena itu. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. atau orang yang baru masuk ke pasar kerja. dan lingkungan yang tidak sehat. Kesimpulan . manajemen dan keuangan. BAB IV PENUTUP A. Akibatnya. terdiri dari bahan organik yang dapat dijadikan kompos dan bahan nonorganik yang dapat didaur ulang. Pihak-pihak yang terlibat sangat banyak dan kompleks sehingga hal itu perlu dicegah dengan berbagai cara terutama penyempurnaan berbagai kebijakan. perbankan. Sisdiknas perlu reorientasi supaya dapat mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. keterampilannya. Ketujuh. seperti sampah. segera mengembangkan potensi kelautan kita. Lembaga itu dapat di bawah lembaga jaminan sosial penganggur atau bekerja sama tergantung kondisinya.perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan investasi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Sampah. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Bagi pemerintah Daerah yang memiliki lahan cukup. Di samping itu. Pengembangan lembaga itu mencakup. PHI dewasa ini sangat banyak berperan terhadap penutupan perusahaan. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil (skilled). umurnya penganggur terbuka atau setengah penganggur. dan sebagainya. justru sebaliknya bermuara pada PHK yang berarti menambah jumlah penganggur. Lembaga itu dapat disebutkan sebagai job center dan dibangun dan dikembangkan secara profesional sehingga dapat membimbing dan menyalurkan para pencari kerja. Kesembilan. Hal-hal yang paling sedikit yang dapat dikembangkan untuk menciptakan lapangan kerja bagi para penggemar sesuai pendidikannya. Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan. Keenam. misalnya. gedung. Kesepuluh. Semuanya mempunyai nilai ekonomis tinggi dan akan menciptakan lapangan kerja. Perlu seleksi lebih ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. Sampah sebagai bahan baku pupuk organik dapat diolah untuk menciptakan lapangan kerja dan pupuk organik itu dapat didistribusikan ke wilayah-wilayah tandus yang berdekatan untuk meningkatkan produksi lahan. perangkat lunak (software). Kedelapan. bukan hanya tidak mampu menciptakan lapangan kerja baru. antara lain sumber daya manusianya (brainware). perlu dibuat peraturan tersendiri tentang pengiriman TKI ke luar negeri seperti di Filipina. Kelima. pengendalian banjir. penurunan permintaan produksi industri tertentu dan seterusnya. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. perangkat keras (hardware). penurunan produktivitas. Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. Tentunya badan itu diperlengkapi dengan lembaga pelatihan (Training Center) yang kompeten untuk jenis-jenis keterampilan tertentu yang sangat banyak peluang di negara lain.

Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. 2004 Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia. Keenam. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). 11 Pebruari 2004. Kompas. Media Indonesia. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. pengendalian banjir. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. Kelima. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. ada juga kebijakan mikro (khusus). Ketiga. Selain itu. Pengangguran Terus Bertambah.Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis. 2004 . Depnakertrans. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan. Elwin Tobing. dan lingkungan yang tidak sehat. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). 2004 Levi Silalahi . segera mengembangkan potensi kelautan kita. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. tingkat suku bunga. 29 Juni 2004. Terimakasih. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Kedelapan. Pertama. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kritik dan saran Demikianlah makalah ini. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. seperti sampah. B. Kedua. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. Kesepuluh. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik. Ketujuh. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Kesembilan. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Keempat. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. Suara Pembaruan Daily. Jakarta Daulat Sinuraya. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. DAFTAR PUSTAKA --------------. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”.

dan buta huruf. 2004 Statistik Tahunan Indonesia. Jakarta. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah.03 TH. Hingga Agustus 2008 ini. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan.1Latar Belakang Penelitian Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia.2Perumusan Masalah Meski menyandang predikat sebagai kota besar sekaligus Ibukota Negara. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja .XXIV-Juni 2004 Muchamad Nafi. 1995. 1. Oleh karenanya.Majalah Nakertrans Edisi . ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. Selain masalah kemacetan lalu lintas.8_931] BAB 1 PENDAHULUAN 1. Tiap Tahun. yang disebabkan antara lain. Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah daripada kenyataan riil yang ada di lapangan. 1985. Angka Pengangguran Indonesia Naik. menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pension atau cacad jasmani. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.Tempo Interaktif. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah ke Jakarta.002 orang. peraturan yang menghambat inventasi. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran. Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. 1998 VN:F [1. Buktinya. jumlah pengangguran di DKI selalu meningkat setiap tahun. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. dan lain-lain.6. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Bisa saja dalam kenyataannya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan angka resmi itu. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. hambatan dalam proses ekspor impor. Sedangkan yang di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari kerja.

manfaat penelitian.5Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian ini.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah pengangguran. kata Deded. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal Jakarta dan mana yang berasal dari luar Jakarta. penulis memakai metode observasi dengan membaca. tingginya jumlah pengangguran di DKI disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke Jakarta.6Sistematika Penulisan Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai makalah ini.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai masalah pengangguran 2. mencatat serta melihat keadaan secara langsung maupun dari pemberitaan media elektronik selain itu penulis juga mendapatkan informasi ini melalui internet. yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut : BAB 1 ◊ PENDAHULUAN Pada bab ini berisi mengenai latar belakang. perumusan masalah.4Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1. Saat ini. Deded Sukandar.3Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarnya pengangguran yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta. 1. Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran ini. .dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta bekerja ekstra keras. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai tugas Softskill program Diploma III Jurusan Manjemen Pemasaran.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan pengangguran serta masyarakat juga dapat bertindak langsung dalam upaya mengatasi masalah pengangguran. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabangan dalam kegiatan penelitian selanjutnya. 1. serta untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan juga untuk mengetahui bagaiamana sikap pemerintah dalam mengatasi pengangguran. maka penulisan tugas makalah ini dikelompokan dalam 4 bab. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. metode penelitian serta sistematikan penulisan BAB II ◊ LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi mengenai pengertian serta factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan Jenis pengangguran BAB III ◊ ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini dibahas mengenai berbagai masalah masalah dalam pengangguran serta pemecahan solusi dalam masalah ini. Sebab. menurut Deded. tujuan penelitian. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2008. 3. Kepala Disnakertrans DKI mengatakan peningkatann jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov DKI saja. 1. 1.

BAB IV ◊ PENTUP Penutup ini berisi mengenai Saran serta Kritik dan Daftar pustaka. tetapi juga proporsi mereka dari keseluruhan tenaga kerja telah menjadi bertambah tinggi. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industry tersebut menurun.Negara lain. di sebabkan oleh penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. Para pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing. Pengangguran teknologi. misalnya : di Negara-negara produsen bahan mentah pertanian. 2. Oleh karenanya. Pengangguran Stuktural. Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tergolong sebagai penganggur.3Jenis pengangguran Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya Pengangguran Normal atau Friksional yaitu pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari tenaga kerja. 2.2 Keadaan Masalah pengangguran Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan kerja yang lebih rendah dari pada bertambahan tenaga kerja. tetapi karena sedang mencari kerja yang lebih baik. BAB II LANDASAN TEORI 2. Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya Pengangguran Terbuka. . di sebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi . Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Pengangguran Siklikal . kebanyakan investor asing tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena biaya ekonominya sangat tinggi akibat masih kuatnya praktek Korupsi. Di pabrik-pabrik ada kalanya robot telah menggantikan pekerjaan manusia. di beberapa Negara miskin bukan saja jumlah pengangguran menjadi bertambah besar.1 Pengertian pengangguran Pengertian penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja. Lebih malang lagi. dan sebagian pekerja terpaksa di berhentikan dan menjadi penganggur. Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Wujudnya barang baru yang lebih baik.kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut.penurunan ini mungkin di sebabkan kemrosotan harga – harga komoditas. Kemrosotan ini mengakibatkan perusahaan – perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. dan ekspor produksi industri itu sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari Negara. Kolusi dan Nepotisme.

seharusnya pemerintah membuka kursus untuk ketermpilan bagi masyarakat. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari dalam seminggu atau satu hingga empat jam sehari. Pengangguran bermusim. Setengah Menganggur. Keterampilan yang di sediakan Seperti menjahit.Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga. Pengangguran ini terutama terdapat di sector pertanian atau perikanan.Menambah keterampilan masyarakat BAB III ANALISA PEMECAHAN MASALAH 3.Memperbaiki pembagian pendapatan Tujuan Bersifat social dan politik 1. .Menyediakan lowongan pekerjaan dari tahun ke tahun 2. dan keterampilan lainnya yang diperlukan oleh hotel. karena semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi kasus kejahatan.Mewujudkan kestabilan politik.5 Tindakan Pemerintah Tindakan pemerintah dalam mengatasi pengangguran: mengurangi pajak mendorong lebih banyak investasi membari subsidi -Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat . Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur. 2. bengkel.1 Sikap Pemerintah 1. Menangani Lapangan Pekerjaan Sikap Pemerintah pada saat bertambahnya para penganggur dan juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya. Misalnya pelayan retoran yang lebih banyak dari yang di perlukan. dalam perekonomian yang tingkat penganggurannya tinggi masyarakat sering kali melakukan demontrasi dan mengemukakan kritik atas pemimpin pemerintah dan ini dapat menghambat kegiatan ekonomi. 3. Salah satunya ada dengan meningkatkan peranan Balai Latihan Kerja (BLK) 2. di sebabkan karena jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal.4 Kebijakan Pemerintah Beberapa Tujuan Kebijakan Pemerintah Tujuan Bersifat Ekonomi 1. tata boga. Apabila dalam masa di atas para penyadap karet dan nelayan tidak dapat pekerjaan lain maka terpaksa menganggur. perusahaan motor bahkan instansi pemerintahan daerah setempat. di dalam suatu rumah tangga harus ada yang mempunyai pekerjaan guna memenuhi kebutuhannya. Pengangguran ini pada umumnya terjadi di sector pertanian atau jasa.Pengangguran Tersembunyi. Contohnya banyak Negara berkembang terjadi bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya di perlukan supaya dia dapat menjalankan kegiatannya secara efisien.Memperbaiki pembagian pendapatan .Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat 3. komputer. 2. Sebagai akibatnya perkembangan ekonomi yang terlambat berakibat pangangguran memburuk. 2.Menghindari masalah kejahatan .Menghindari masalah kejahatan.

angkayang kurang akurat tidak akan menghasilkan perumusan kebijakan yang tajam danlangkah-langkah penanganan yang saksama. di BLK Jakarta Timur. Contohnya.5 Dampak Negatif dari pengangguran dan Penuntasanya Seperti:beragamnya tindakan kriminal. Menurunnya kualitas sumber daya manusia.3 Mutu para lulusan BLK yaitu memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi. Dengan azas otonomi daerah. pengemis. masalah pengangguranberdampak luas terhadap kehidupan sosial dan politik yang pada gilirannya akanmemukul balik kestabilan makro-ekonomi yang telah dicapai dengan susah payah. sambungnya. 4 Disnakertrans bekerja sama Cara lainnya. Saat ini. Disnakertrans telah mengadakan pelatihan kerja sama bengkel dengan Perusahaan Toyota Astra. Dari 60 orang yang menempuh pelatihan kerja di sana. pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus kankeryang sulit diberantas. tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korbansosial dari penyakit sosial ini sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupankemanusiaan yang beradab. hampir 50 persen diminta beberapa perusahaan untuk menjadi pegawai mereka. Cara yang realistis dalam jangka pendek mengurangi pengangguran adalah memberdayakan sektor informal. Karena itu persoalah pengangguran ini harussecepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik. 3. Jakarta akan menampung masyarakat yang dating dari provinsi lain. sehingga tidak ada lagi warga yang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. padat karya dll disamping strategi jangka panjang seperti pemerataan wilayah pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan desentralisasi. Toyota Astra akan melihat peserta didik yang dinilai berkualitas baik lalu diajak bergabung untuk bekerja di perusahaannya 3. perusahaan garmen.Untuk menekan arus urbanisasi. Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama. Sector informal dinilai sangat membantu . dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja. Karena di daerahnya telah memberikan kesempatan pekerjaan yang lebih luas dari ibukota. anak jalanan. prostitusi. mantan Walikota Jakarta Pusat ini menyatakan perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi lain. Dari hasil pelatihan tersebut. Tentunya untuk menghilangkan pengangguran dalam situasi kehidupan ekonomi Bangsa yang sedang morat-marit ini adalah sesuatu yang tidak mungkin. Ketidak Stabilan angka Pengangguran Salah satunya disebabkan jumlah pencari kerja lebih banyak dari lowongan kerja yang ditawarkan dan penempatan kerja dari pencari kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan perusahaan-perusahaan.4 Kepedulian Masyarakat Mengapa kita peduli terhadap angka-angka tersebut? Pertama. Disnakertrans juga membina kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mengadakan pelatihan keterampilan. aborsi. Kedua.2 Mengenai Tingkat Penganguran Terjadi karena Urbanisasi tidak bisa di tekan ini terlihat pada setiap akhir tahun seusai labaran . pembangunan di luar Jakarta harus dapat diakselarasikan dengan di ibukota. perdagangan anak. Tetapi upaya mengurangi pengangguran bukanlah hal yang mustahil. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkankorban-korban sosial yang tidak ternilai. 3.

Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang. Budaya KKN ini disebabkan oleh pemerintahan yang kotor(tidak bersih).menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. tetapi juga recognition(pengakuan) dan harga diri. Kerusakan ekonomi ini disebabkan oleh adanya mental korup. 3. 2) Kelangkaan Lapangan Kerja. maka sudah waktunya sektor informal ini didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. Kehilangan jati diri inilah yang membuat orang yang menganggur akan mengalami stress yang tinggi dan apabila tidak mampu dikendalikan maka . Metode-metode ceramah dan bersifat menggurui harus dihindari mengingat pesertanya adalah para penganggur yang kehilangan matamepencaharian. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal. Harus lebih banyak diskusi dan sharing pengalaman untuk membangkitkan gairah mereka di dalam situasi-situasi sulit menghadapi kerasnya kehidupan sebagai penganggur. Keterbatasan mereka di dalam pendidikan sangat mudah dijadikan alat komoditas politik untuk melakukan berbagai konflik sosial di tengah masyarakat Pengangguran erat kaitannya dengan kemiskinan dan kemelaratan. 3) Pemulangan TKI ke Indonesia. Krisis ekonomi disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS). kolusi dan nepotisme (KKN) yang menggurita dan sistematik pada semua lembaga negara dan swasta. 3. sangat membantu di dalam prosesnya sehingga tidak menimbulkan kebosanan. slide. Usaha mengkomunikasikan segala hal yang bertujuan agar terbentuk pola pikir. Kondisi menganggur adalah kondisi dimana segala-galanya hilang dan tercabut dari seseorang. pola sikap dan pola tindak yang positip dalam rangka menciptakan kehidupan sosial yang baik di kalangan para penganggur kurang terdidik ini harus dibangun dalam konteks penghormatan terhadap martabat manusia(human dignity) itu sendiri. bukan saja sumber nafkah. Berbagai cara penyadaran dengan penggunaan audio visual. pangan dan papan menjerumuskan sebagaian besar manusia Indonesia ke jurang kemelaratan. 4) Rasionalisasi karyawan dll. Krisis moneter disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia.6 sebab langsung(direct causes) Ada beberapa sebab langsung(direct causes) terjadinya pengangguran besar-besaran di Indonesia yakni: 1) terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Sebab langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. Namun bukan berarti sektor formal diabaikan. Masih bisa dicari lagi sebab-sebabnya misalnya dekadensi(kemerosotan moral). Tidak tercapainya pemenuhan kebutuhan ekonomi ini akan menciptakan masalah-masalah social. Kredit macet disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997.7 Sebagai pihak yang Netral kaum akademisi/intelektual atau LSM harus menciptakan modelmodel penyadaran ini sebagai cara menjembatani(bridging the gap) keadaan yang sekarang dengan keadaan yang diinginkan. PHK disebabkan oleh perusahaan bangkrut. film. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawabi sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi Bangsa kita.

maka upaya pertama(penyadaran) diikuti dengan upaya yang kedua yang lebih konkret dan realistis yakni Pemberdayaan secara ekonomis dan social Penyadaran melalui pembentukan sikap dan mental yang dilakukan pada tahap pertama di atas harus diikuti dengan pemberdayaan tahap kedua yang lebih bersifat ekonomis dan konkret. pekerja dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan Sekolah Dasar (SD) ke bawah. Alderfer memformulsikannya menjadi tiga dan disebutnya ERG 1) kebutuhan akan Eksistensi. 4) kebutuhan akan penhargaan dan 5) kebutuhan akan aktualisasi diri. ada sejumlah elemen yang . 3) kebutuhan akan rasa memiliki atau sosial. Bisa saja usaha penyadaran ini bagi sebagian besar penganggur dirasakan membuang-buang waktu karena mereka harus mencari kerja untuk bisa menghidupi anak istrinya atau keluarganya. Pada pemberdayaan ekonomi ini 3. Bahkan menurut Bambang Widianto. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas9. Kebutuhan para penganggur dan keluarganya dalam jangka pendek adalah kebutuhan akan makan dan minum Pemenuhan kebutuhan dasar ini harus didahulukan dan menjadi perhatian utama. lancar TKI pintar.kerja langsung upaya intervensi Perusahaan pertumbuhan demand thdp TKI efisiensi usaha tinggi maju ekon. Karena pertimbangan itulah maka proses penyadaran ini harus melibatkan banyak pihak termasuk para psikolog dan psikiater. 2)kebutuhan akan keselamatan.keamanan.8 Upaya Memecahkan masalah Penganguran Abraham Maslow menyebut 5 kebutuhan manusia dalam 5 tingkatan hierarkis yaitu : 1 ) kebutuhan akan makan. Karena para penganggur berpendidikan rendah ini sangat banyak maka mereka bisa disalurkan dalam kegiatan-kegiatan padat karya yang bias mendatangkan upah bagi mereka.trampil ekonomi membaik stabilitas moneter bersih dari KKN bersih clean goverment clean goverment clean goverment Note : Semua variable bersifat positif Seperti terlihat pada pohon tujuan di atas. 2)kebutuhan akan Relatedness(hubungan) dan 3) kebutuhan akan Growth(pertumbuhan) meliputi penghargaan. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern karena struktur angkatan kerja. Untuk mengatasi masalah ini. Tenaga-tenaga para penganggur kurang terdidik ini bisa dimanfaatkan di kegiatan-kegiatan padat karya sehingga mereka bisa mendapatkan kembali harga dirinya yang telah hilang oleh karena terkena pemutusan hubungan kerja atau karena tidak adanya ketrampilan di dalam bekerja.akan menjadi depresi yang mengarah kepada sakit mental atau gila. aktualisasi diri Ultimate goal Masyarakat sejahtera Masyarakat bermartabat Negara kuat Goal/core objective Upaya intervensi tdk ada PHK tersedianya TKI dibutuhkan ekspansi usaha lap.tinggi tak langsung kredit lancar aktivitas ekon. minum dan pakaian.

1993.Google. 25 Oktober 2003./ Beritajakarta. Buku Makro Ekonomi ‘Teori Pengantar’ Edisi ketiga. Jakarta.menjadi faktor penentu ada tidaknya pekerjaan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung seperti: 1) tersedianya lapangan kerja. jula beli anak. 9. 2. 4) adanya jaminan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja dan sebagainya. Delapan Jalan Menuju Perubahan. Gramedia. Bab IV Kesimpulan dan Penutup Pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial. 4. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hudup(pekerjaan). anak jalanan dan lain-lain merupakan dampak dari pengangguran. Penerbit Ghalia Indonesia 12. WWW. kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi. 1994. Harian Kompas. 20 Juni 2003. Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran. Harian Pos Kupang. 3. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Adalah fakta bahwa berbagai kejahatan sosial seperti pencurian/penodongan/perampokan. Suarapublika.Sadono Penerbit Raja Grafindo Persada. 2) dibutuhkannya Tenaga Kerja Indonesia(TKI) di luar negeri. Buku Ekonomi Pembangunan. Dilihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial. Dilema Pembauran Golongan Minoritas Cina. Sukirno. 8. DAFTAR PUSTAKA 1. Tesis. maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. Pascasarjana UI. Harian Kompas. Dok. 3) adanya ekspansi usaha. pelacuran. pengangguran telah menjadi kuman penyakit sosial yang relatif cepat menyebar. Prayitno. Harian Kompas. Conyer Diana. Novermber 2003. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi pembangunan. Hadi . 5. 11.com 13.com 14 Kompas Kamis 5 Februari 2009 . 22 tahun 1999 10. Jelamu Ardu Marius. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga. 27 September 2003. John Naisbit dan Patricia A. 1999. Studi Kasus di Kupang NTT. 7. 10 September 2003 6. Undang-Undang Otonomi Daerah No. berbahaya dan beresiko tinggi menghasilkan korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia. martabat dan harga diri manusia.

bekerja kurang dari dua hari selama seminggu. Jenis & macam pengangguran • Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. pedagang durian yang menanti musim durian. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia. dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.Pengangguran dan Cara Mengatasinya Published April 17. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. • Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. sedang mencari kerja. atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. • Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. 2011 by laillamardianti Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. dilakukan oleh lebih banyak orang. . Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain. 2. Menurut Keynes. Di sejumlah Negara. Untuk mengatasi masalah tersebut. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Masalah tersebut adalah persoalan informasi. 3. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural. kampus. pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik. dilakukan oleh lebih banyak orang. perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja. pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. 4. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja. . dan balai latihan kerja. Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja. yaitu: 1. Dalam situasi normal. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional.Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk mengatasi pengangguran musiman. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan. Pengelolaan Permintaan Masyarakat Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah. perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. Cara-cara Mengatasi Pengangguran Ada berbagai cara mengatasi pengangguran.

wikipedia. sebaliknya. terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan.shvoong. Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja. 2. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu.google. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita.org www. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk mengatasi pengangguran musiman. 3. atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. 5. Pengelolaan Permintaan Masyarakat Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah. 6. . Wiraswasta Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu.Pengangguran tidak disengaja.com Ada berbagai cara mengatasi pengangguran. perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja. Untuk mengatasi masalah tersebut. mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan. yaitu: 1. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural. pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Sumber: http://id. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil. Masalah tersebut adalah persoalan informasi. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli.com/social-sciences/economics/2119555-cara-cara-mengatasipengangguran/#ixzz1Ja2LiLqy www. perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. dan balai latihan kerja. kampus. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi.

pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Dalam situasi normal. pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu.com/social-sciences/economics/2119555-cara-cara-mengatasipengangguran/#ixzz1j9FyKNWg Kebijakan Mengatasi Pengangguran February 5th. Sumber: http://id. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil. pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. Dalam sejarah umat manusia fenomena pengangguran ini terus terjadi dalam keadaan yang sunatullah. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi. Di sejumlah Negara. 2010 | Author: viepanda Pengangguran dapat digambarkan sebagai seuatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum mendapatkan pekerjaan tersebut. 5. Pengangguran tidak disengaja. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja. terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan. Menurut Keynes. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain. Wiraswasta Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu. Pertentangan paling alot di pembahasan ekonomi dalam masalah pengangguran ini terjadi pada mazhab klasik yang di usung Adam Smith dan mazhab Keynesian yang di populeri oleh Keynes . sebaliknya. 6.4. Keadaan yang sunatullah ini menjadi kesimpulan para ilmuan untuk menyepakati bahwa angka pengangguran tidak mungkin nol persen atau tingkat tenaga kerja penuh (full employment).shvoong. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu.

Bagaimana dengan tauladan Rasulullah yang ditujukan oleh pengemis tadi? Rasulullah tidak langsung memerintahkan pada pengemis itu untuk membeli kapak. Sebaliknya Keynes selalu berpendapat bahwa pengangguran memang ada dan perlunya suatu langkah untuk mengatasi pengangguran ini. Menurut Pusat Penelitian Ekonomi LIPI angka pengangguran Indonesia pada tahun 2007 diprediksi 12. jika tidak dapat maka pemancing (pengangguran) akan mati kelaparan. Jika kita memberi umpan seperti yang dilakukan pemerintah dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) maka hanya menyebabkan masyarakat semakin malas.7 juta jiwa. Rasulullah memikirkan kebutuhan hidup sang pengangguran kemudian membantunya dalam melihat peluang usaha. Coba kita bayangkan orang yang sedang memancing. Artinya terjadi kenaikan yang di prediksi sebesar 1. Kedua mazhab besar ekonomi ini yang menjadi rujukan mahasiswa eknomi untuk di pelajari pengangguran. Akhirnya dengan usahanya sang pengemis mendapatkan uang sebanyak sepuluh dirham. Khusus dalam permasalahan pengangguran hal ini dapat menjadi cara yang ideal untuk diterapkan.7 juta jiwa dengan jumlah penduduk miskin mencapai 45. mengharapkan ikan akan tersangkut di mata kail dengan penuh ketidak pastian. ada suatu kebijakan yang selalu menjadi referensi untuk mengatasi masalah pengangguran yaitu “kita harus memberi pancing. Dibandingkan tahun sebelumnya angka pengangguran Indonesia adalah 11 juta jiwa. Dari sekian banyak teori tentang pengentasan kemiskinan oleh para ahli. Mazhab klasik selalu mengatakan bahwa meskipun terjadi pengangguran secara otomatis pasar selalu akan menyerap kelebihan pengangguran ini. Atau kita bisa lihat setiap kali Expo tenaga kerja baik di Jakarta maupun di Riau seperti yang baru-baru ini diadakan selalu dikunjunggi ribuan tenaga kerja yang ingin mendapatkan pekerjaan seperti mana penerimaan calon pegawai negri sipil. Maksud dari pernyataan ini adalah pengentasan kemiskinan harus dengan membangun suatu sistim yang mampu meningkatkan kemampuan para pencari kerja yang pada tahap berikut diharapkan pencari kerja mampu mandiri. “Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?” Pengemis itu menjawab. Setelah kebutuhan pokok nya terpenuhi maka barulah Rasulullah memerintahkan untuk membeli kampak. “Saya mempunyai pakaian dan cangkir. jangan memberi umpan” adalah kebijakan yang lemah. Jika pada hari pertama pengemis tadi tidak mendapatkan penghasilan dari . Terbukti cara ini tidak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.7 juta jiwa.sendiri. Jika dapat syukur. Salah seorang sahabat sanggup membeli barang-barang tersebut seharga dua dirham. Sudah idealkah kebijakan ini? Teladan Islam Dalam Pengentasan Pengangguran Merujuk pada permasalahan diatas sebenarnya Islam telah mengajarkan cara yang paling ideal dalam mengatasi pengangguran. tetapi membelikan kebutuhan pokok (primer) terlebih dahulu. Tidak sekedar mengharapkan bantuan orang lain. Suatu ketika datang kepada Rasulullah dari kalangan Anshar untuk meminta-minta (pengemis). “kita berikan pancing. jangan memberi umpan”. Kisah ini sudah terlalu sering kita dengar akan tetapi jarang kita mau mengambil hikmah untuk menganalisa suatu permasalahan hidup.” Kemudian Rasulullah mengambil sebahagian pakaian dan cangkir tersebut untuk di jual kepada para sahabat. Dimana perbedaannya? Perbedaannya jelas sangat jauh. Selanjutnya Rasulullah membagi uang yang di dapat tersebut untuk sebahagaian dibelikan keperluan kebutuhan keluarga pengemis tersebut dan sebahagian lagi dibelikan kapak sebagai sarana untuk berusaha mencari kayu bakar. Kembali pada pernyataan pertama. Hal ini jelas terlihat dimana begitu banyak masyarakat berkeluh kesah susahnya mencari pekerjaan pasa saat sekarang. Lalu Rasulullah bertanya kepada pengemis tersebut.

Mudah-mudahan apa yang pernah di ajarkan Rasulullah daluhu dapat membantu kita sebagai umat khususnya pemegang kebijakan untuk berbuat lebih baik lagi. Kedua. Dan kemiskinan pasti akan menyimpan potensi konflik yang besar. . Kejadian Ujian Nasional di beberapa daerah menjadi pelajaran yang amat berharga untuk mengevaluasi kembali apakah kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita.berjualan kayu bakar. Untuk hal ini pemerintah harus terus menjaga kualitas pendidikan dan pelatihan yang baik. atau sekedar pancing tetapi harus berjalan keduanya sekaligus. Jangan jadikan biriksasi yang bertele-tele membuat pengusaha jadi enggan dalam memulai suatu usaha. menjaga stabilitas politik dan ekonomi. Keadaan politik dan ekonomi yang stabil harus terus dipertahankan agar dunia usaha baik pengusaha dalam dan luar negri merasa nyaman dalam menjalankan usahanya. Dan semoga Allah STW selalu memberi jalan yang terang untuk kita dalam menghadapi permasalahan bangsa yang kompleks ini. ia tidak perlu terlalu susah hati karena sebagian uang telah dibelikan kebutuhan pokoknya. Bangkitnya dunia usaha (sektor riil) akan menyerap pengangguran yang ada. Contoh tersebut layak untuk dijadikan acuan berfikir oleh pemerintah bagaimana seharusnya membuat sebuah kebijakan yang benar dan baik untuk mengatasi tingkat pengangguran yang semakin hari semakin meningkat ini. Yang perlu selalu di ingat adalah pengangguran sangat dekat dengan kemiskinan. Tidak lagi sekedar umpan. Mungkin banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah mengatasi masalah pengangguran. Pengangguran di Indonesia disebabkan salah satunya karena kemampuan tenaga kerja (skill) kita yang rendah. Apalagi cara ini akan meningkatkan biaya produksi perusahaan. Hal yain yang menjadi pelajaran dari kisah tersebut adalah Rasulullah tidak suka kita sebagai manusia menjadi pemalas. meningkatkan kemampuan kerja. Masih banyak lagi kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah untuk menekan angka pengangguran. Amin. Administrasi birokrasi harus seefesian mungkin. Kebijakan yang Perlu Lakukan Untuk aplikasinya ada baiknya pemerintah tetap mendata pengangguran dan kemiskinan secara tepat tanpa kepentingan apapun dan sekaligus mencari jalan keluar untuk masalah ini. Dalam Islam tangan diatas lebih baik dari pada tangan yang selalu dibawah. Pertama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->