TUGAS MAKALAH P.

EKONOMI PEMBANGUNAN PENGANGGURAN DI KALANGAN MENENGAH KEBAWAH Disusun Oleh Nama Kelasa Npm : Apriani Uliarta : 2 DD O4 : 30208162 UNIVERSITAS GUNADARMA Kampus J DAFTAR ISI JUDUL …………………………………………………………………………… i KATA PENGANTAR …………………………………………………………… ii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ……………………………………………… 1 1.2 Pembatas Masalah ……………………………………………………. 2 1.3 Tujuan Penulisan ………………………………………………………. 3 1.4 Metode Penelitian …………………………………………………….. 3 1.5 Sistematika Penulisan ………………………………………………… BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Bentuk, Devinisi & Pengertian Pengangguran ………………………. 2.2 Jenis Macam Pengangguran …………………………………………. 2.2.1 Pengangguran Frisiksional ………………………………… 2.2.2 Pengangguran Struktural …………………………………… 2.2.3 Pengangguran Musiman …………………………………… 2.2.4 Pengangguran Siklikal …………………………………….. BABA 3 PEMBAHASAN 3.1 Pengangguran Dapat dikelompokan Menurut Sumber & Penyebabnya ………………………………………………………… 3.1.1 Pengangguran Friksional ………………………………….. 3.1.2 Pengangguran Silikal ……………………………………… 3.1.3 Pengangguran Struktual …………………………………… 3.1.4 Pengangguran Teknologi …………………………………… 3.2 Pengangguran Dapat Juga dikelompokan Menurut Ciri Pengangguran yang Berlaku …………………………………………. 9 8 8 8 9 7 6 6 6 6 6 6 4

3.2.1 Pengangguran Terbuka …………………………………….. 3.2.2 Pengangguran Tersembunyi ………………………………… 3.2.3 Pengangguran Musiman ……………………………………. 3.2.4 Pengangguran Setengah Menganggur ……………………… BAB 4 PENUTUP

9 9 10 10 11 12 12

3.3 Masalah Pengangguran & Krisis Sosial ………………………………. 4.1 Kesimpulan …………………………………………………………. 4.2 Saran ………………………………………………………………… 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok permasalahan ekonomi makro. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif dan bukannya negatif. Kedua adalah masalah inflasi. Inflasi adalah indikator pergerakan hargaharga barang dan jasa secara umum, yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. Inflasi mencerminkan stabilitas harga, semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan ke arah stabilitas harga. Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa. Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyaraka. Sedangkan daya beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. Inflasi sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil. Masalah ketiga adalah pengangguran. Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Latar Belakang Masalah pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga dialami oleh negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut. Melalui Makalah inilah saya mencoba untuk mengangkat masalah pengangguran dengan segala dampaknya di Indonesia yang 2 menurut pengamatan saya sudah semakin memprihatinkan terutama ketika negara kita terkena imbas dari krisis ekonomi sejak tahun 1997 .

Apa itu pengangguran? Pengangguran adalah suatu kondisi di mana orang tidak dapat bekerja, karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan. Ada berbagai macam tipe pengangguran, misalnya pengangguran teknologis, pengangguran friksional dan pengangguran struktural. Tingginya angka pengangguran, masalah ledakan penduduk, distribusi pendapatan yang tidak merata, dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju, pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di negara-negara maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. 1.2. Pembatas Masalah Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut.dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. 3 1.3. Tujuan Penulisan Tujuan Penu;lis membuat makalah yang berjudul “MASALAH PENGANGGURAN DI KALANGAN MENENGAH KEBAWAH” Adalah Sebagai Berikut: • • • • • Mengetahui Devinisi Pengangguran Mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di Indonesia Mengetahui Keadaan Pengangguran DI Indonesia Mengetahui akibat yang di Timbulkan dari Pengangguran Mengetahui Dampak Pengangguran di Indonesia Terhadap Pertumbuhan Penduduk

1.4 Metode Penulisan Dalam Metode penulisas ini, penulis menggunakan beberapa metode penelitiaan, diantaranya adalah :. 1. Dalam Penyusunanmakalah ini perlu sekali pengumpulan data serta sejumlah informasi actual yang sesuai dengan permasalahan yang akan di bahas sehubungan dengan masalah tersebut, dalam penyusunan makalah ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data yang pertama browsing di internet, kedua dengan membaca media cetak dan dengan pengetahuan yang penulis miliki. 4 1.5 Sistematika Penulisan

. BAB 4 PENUTUP Berisi kesimpulan dari hasil yang didapat selama pembahasan mengenai masalah pengganguran di daerah Perum PMDA dan saran. Pengangguran jenis ini pada dewasa ini memang perlu di definisi ulang Setiap hari di kantor kantor pemerintah tidak nampak karyawan yang sibuk. 5 BAB II LANDASAN TEORI Kalau kita mau jujur tentu kita akan mengakui bahwa pengangguran di negeri kita dari tahun ke tahun bertambah besar. yaitu : BAB 1 PENDAHULUAN Menguraikan pokok persoalan yang terdiri dari latar belakang masalah. Sebuah ironi yang sangat memilukan. dan sistematika penilisan. Para TKI ini mungkin lebih pantas disebut sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”.Penulisan Tugas ini terdiri dari atas tiga bab. Bahkan para boss mereka dengan baik hati telah melengkapi kantor mereka dengan perangkat televisi yang boleh ditonton pada jam kerja. Jadi dapat dibayangkan biaya besar yang dikeluarkan oleh pemerintah lewat APBN dan APBD yang begitu besar baik untuk membeli peralatan. Pemerintah dan sektor swasta (mestinya termasuk koperasi) tidak mampu menciptakan lapangan kerja yang layak bagi penghidupan anak bangsa. metode penelitian. Kita tidak tahu apakah ini ukuran kemajuan atau sebuah kemunduran besar bangsa yang dialami bangsa Indonesia. Belum lagi penggunaan komputer yang acapkali kalau diperhatikan lebih banyak digunakan untuk bermain “game” atau bahkan yang lebih canggih lagi untuk menelusuri situs-situs internet yang tidak ada relevansinya dengan pekerjaan. Salah satu media ibukota melaporkan bahwa diantara para pemulung di TPA Bantar Gebang itu ada yang sarjana. BAB 2 LANDASAN TEORI Menguraikan teori-teori penunjang yang melandasi penelitiandari berbagai sumber yang bermanfaat untuk mengatasi pengganguran di Masyarakat Menengah kebawah. Bisa kita bayangkan betapa akan lebih hebatnya kondisi pengangguran di Indonesia manakala tidak ada kesempatan bagi TKI untuk mencari pekerjaan di luar negeri. Tidak mengherankan manakala disana sini terjadi ekses karena begitu banyak wanita (yang sebagian besar datang dari pedesaan) dengan pendidikan minim harus bekerja di manca negara dengan aturan. yaitu penulisan. masalah dan pembatasan masalah. adat dan budaya yang berbeda 6 dengan tempat asal mereka. BAB 3 PEMBAHASAN Berisi dan menjelaskan mengenai pembahasan masalah pengangguran di Masyarakat Menengah kebawah saat ini. Belum lagi apa yang sudah sejak lama kita kenal dengan istilah “disguised unemployement”. membayar listrik dan telepon serta penyediaan ruang kerja nyaman telah membuat pengangguran tidak kentara di sektor pemerintahan ini menjadi jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang terjadi di sektor pertanian di pedesaan. Tentu sebagian besar mereka adalah wanita yang lebih terampil dan fleksibel dibandingakan para pria.

2000). Istilah pengangguran (unemployment) tidak berkaitan dengan mereka yang berniat untuk tidak bekerja seperti siswa atau mahasiswa (sekalipun ada yang sambil bekerja atau berusaha mencari pekerjaan sambil sekolah atau kuliah. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga.2. harga diri dan kebebasan. upaya-upaya pembangunan diarahkan pada perbaikan tingkat hidup. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. 2. Dari total jumlah penduduk hanya sebagian yang bekerja. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. 2.1 Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. sedang berusaha mendapatkan (mengembangkan) pekerjaan tetapi belum berhasil mendapatkannya (menemukannya) disebut pengangguran.2. Mereka yang ingin bekerja. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. 2.2.2. siswa sekolan smp. dan mereka yang berniat untuk tidak bekerja.2.4 Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. dengan dimensi pembangunan yang berorientasi pada pengentasan keterbelakangan dalam bentuk kemiskinan. dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan. Mereka yang bekerja adalah mereka yang berminat untuk bekerja. tukan jualan duren yang menanti musim durian. dan sebagian lainnya tidak bekerja.2 Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. sma. mahasiswa perguruan tinggi. Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja. Jenis & Macam Pengangguran 2. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. ibu rumah tangga yang .2. pengangguran dan ketimpangan (Suryana. telah berusaha mencari atau menciptakan pekerjaan. Arti Definisi Dan Pengertian Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. 7 BAB III PEMBAHASAN Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses multidimensional yang melibatkan perubahan besar secara sosial dalam ekonomi. Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%.1. Rumus Menghitung Tingkat Pengangguran. 2. Di negara-negara berkembang. Sedangkan mereka yang tidak bekerja adalah mereka yang sedang berusaha mendapatkan atau mengembangkan pekerjaan tetapi belum berhasil. mereka diasumsikan tidak mencari pekerjaan). dan berhasil mendapatkan atau mengembangkan pekerjaan.3.

Pengangguran Teknologi Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya. Pengangguran merupakan salah satu persoalan dalam pembangunan. sawah dan lahan pertanian lainnya. memotong rumput. Sedangkan pengusaha sulit memperoleh pekerja. Adakalanya permintaan agregat lebih tinggi. . Tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju sebagian akan mengalami kemunduran. 3. Pengangguran Struktual 9 Pengangguran struktural adalah pengangguran yang akibatkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi.4. 2006). 3. Pengangguran Silikal Pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian. Para penganggur ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh pekerjaan. Akan tetapi pada masa lainnya permintaan agregat mengalami penurunan. 3. 8 3. Untuk itu pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industri tersebut menurun.sengaja memfokuskan diri untuk mengurus keluarga. kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut.1. dan ekspor produksi industri sangat menurun karena persaingan yang lebih serius dari negara-negara lain. Di pabrik ada kalanya robot telah menggantikan kerja-kerja manusia.1. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing. dan hal ini mendorong pengusaha menaikkan produksi untuk itu lebih banyak pekerja baru digunakan dan pengangguran berkurang. Dalam perekonomian yang berkembang pesat. maka pengangguran akan bertambah. dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur.2. Perekonomian tidak selalu berkembang dengan teguh.1. jumlah pengangguran rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. Kemerosotan ini ditimbulkan oleh salah satu atau beberapa faktor yaitu munculnya barang baru yang lebih baik. informasi dan kondisi antara pencari kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Kemunduran ini menimbulkan efek kepada perusahaan-perusahaan lain yang mempunyai hubungan juga akan mengalami kemerosontan dalam permintaan terhadap produksinya. Begitu juga mesin telah mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk membuat lubah. membersihkan kawasan. Hal inilah yang akan mendorong para pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya yang lama dan mencari kerja baru yang lebih tinggi gajinya atau lebih sesuai dengan keahliannya. Pengangguran Friksional Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu.1.1. Pengangguran dapat di klompokan menurut sumber atau penyebabnya pengangguran menurut cara ini tedapat empat jenis pengangguran yaitu : 3. Contohnya racun rumput telah mengurangi penggunaan tenaga kerja untuk membersihkan perkebunan. Kemerosotan permintaan agregat ini mengakibatkan perusahaa-perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. Dalam proses mencari pekerjaan baru ini untuk sementara para pekerja tersebut tergolong sebagai penganggur.1. dan memungut hasil. tetapi karena sedang mencari pekerjaan lain yang lebih baik. atau penduduk usia kerja yang karena kondisi fisik mereka tidak dapat bekerja sehingga tidak mencari kerja (Djohanputro.3.

Pengangguran Tersembunyi Pengangguran tersembunyi adalah pengangguran yang terjadi karena terlalu banyaknya tenaga kerja untuk satu unit pekerjaan.2.2. Salah satu tujuan dari urbanisasi tersebut adalah untuk mencari pekerjaan di kota-kota. Efek dari keadaan ini dalam jangka panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari seminggu. Bentuk pengangguran terutama terjadi di sektor pertanian dan perikanan. Banyak di antara mereka yang terpaksa menganggur sepenuh waktu. jenis kegiatan perusahaan.1. Tidak semua orang yang hijrah ke kota-kota dapat memperoleh pekerjaan. dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung kepada banyak faktor. dan berlaku dalam waktu-waktu tertentu. Di banyak negara berkembang seringkali didapati jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan agar ia dapat menjalankan kegiatannya dengan efisien. Pada periode tersebut banyak di antara para petani dan tenaga kerja di sektor pertanian tidak melakukan suatu pekerjaan. atau satu hingga empat jam sehari.2. Contoh lain pengangguran tersembunyi adalah orang yang melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginannya atau tidak sepadan dengan kemampuannya. Waktu di antara menuai dan masa menanam berikutnya dan periode di antara sesudah menanam bibit dan masa menuai hasilnya adalah masa yang kurang sibuk dalam kegiatan pertanian. dan jam kerja mereka lebih rendah dari jam kerja normal.2.4. Pengangguran Musiman Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi pada waktu-waktu tertentu di dalam satu tahun.2. Pengangguran Setengah Menganggur Kelebihan penduduk di sektor pertanian di negara-negara berkembang disertai pertambahan penduduknya yang cepat telah menimbulkan percepatan dalam proses urbanisasi. Pengangguran dapat juga dikelompokkan menurut ciri pengangguran yang berlaku. Berarti mereka sedang dalam keadaan menganggur. Disamping itu ada pula yang tidak menganggur. Setiap kegiatan ekonomi memerlukan tenaga kerja. Faktor yang perlu dipertimbangkan adalah besar atau kecilnya perusahaan. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan digolongkan dalam pengangguran tersembunyi. Menurut cara ini terdapat empat jenis pengangguran yaitu: 3. Pengangguran Terbuka Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang terjadi karena pertambahan lowongan pekerjaan lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. padahal dengan mengurangi tenaga kerja sampai jumlah tertentu tidak akan mengurangi jumlah produksi. tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu. . Jenis pengangguran ini hanya sementara saja. 3. 11 3. Mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu. atau akibat kemunduran perkembangan suatu 10 Industri.2. mesin yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai. kemajuan teknologi yang mengurangi penggunaan tenaga manusia. Contohnya keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar mengerjakan luas tanah yang sangat sempit. 3.3. Biasanya pengangguran seperti itu berlaku pada waktu-waktu di mana kegiatan bercocok tanam sedang menurun kesibukannya. Pengangguran ini terutama terjadi di sektor pertanian atau jasa. Akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan.3. Pengangguran terbuka dapat pula dikarenakan kegiatan ekonomi yang menurun.

3.3 Masalah Pengangguran dan Krisis Sosial Berdasarkan teori Fungsional Struktural, masalah sosial timbul karena terjadinya ketidak seimbangan lembaga-lembaga sosial sehingga menyebabkan fungsi lembaga-lembaga tersebut terganggu. Pengangguran dalam hal ini, terjadi akibat kepincangan lembaga ekonomi dan menimbulkan masalah bagi lembaga sosial. Pengangguran menjadi masalah sosial tidak karena bersumber pada penyimpangan norma-norma masyarakat, tetapi karena ia rawan menimbulkan masalah-masalah sosial lainnya, seperti kemiskinan, meningkatnya kriminalitas, premanisme, prostitusi, dll. Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis sosial. Suka atau tidak suka, pengangguran selalu berkorelasi dengan kemiskinan yang identik dengan kebodohan, kejahatan dan perilaku menyimpang lainnya. Indikator masalah social ini bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak yang orang tuanya menganggur, yang mulai turun ke jalan. Mereka menjadi pengamen, pedagang asongan maupun pelaku tindak kriminalitas. Mereka adalah generasi yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik. Ironisnya, apa yang terjadi saat ini adalah banyak para penganggur yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. Banyak dari mereka yang menjadi pencopet, penjaja seks, pencuri, preman, penjual narkoba, dan sebagainya. Bahkan tidak sedikit mereka yang dibayar untuk berbuat rusuh atau anarkis demi kepentingan politik salah satu kelompok tertentu.. Belum lagi dengan semakin menjamurnya prostitusi di Indonesia, sebuah pilihan hidup akibat himpitan ekonomi. 12 BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan Jadi, secara ringkas dapat saya kemukakan bahwa pengangguran merupakan sebuah masalah yang kompleks, tidak hanya menyangkut masalah sosial bagi masyarakat luas tetapi juga merupakan masalah eksistensial bagi individu yang menjalaninya. Namun, terlepas dari itu semua, masalah sosial merupakan masalah yang harus dicarikan jalan keluarnya tidak hanya oleh pemerintah tetapi oleh kita semua. Melalui penyelesaian masalah pengangguran, diharapkan masalah-masalah sosial lain yang timbul akibat pengangguran seperti kejahatan dan prostitusi juga dapat teratasi. 4.2 . Saran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

MAKALAH MASALAH PENGANGGURAN
KONDISI PENGANGGURAN DI INDONESIA Studi Kasus Pada Kota Bekasi Dari tahun ke tahun

Disusun Oleh Marchela irdani 30208767 UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS EKONOMI Tugas Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan 2009 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT atas berkat rahmatnya sehungga penulis dapat menyelesaikan tugas penelitian UMKM (usaha mikro kecil menengah) dengan judul usaha pembuatan sepatu dan sandal. Adapun tujuan dari penelitian untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah ekonomi pembangunan. Keberhasilan penulis menyelesaikan penelitian ini adalah berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak serta keteguhan hati penulis, meskipun banyak hambatan yang di hadapi oleh penulis, namun semua menjadi pelajaran dan pengalaman yang berkesan Dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya atas dorongan dan bantuan yang diterima oleh penulis sampai dengan menyelesaikan penelitian ini. Dan perkenankanlah penulis mengucapakan terima kasih kepada: 1.Bapak Nurhadi selaku dosen pengantar ekonomi pembangunan 2.Bapak Dr Bagus Nurcahyo, SE, MM selaku dosen pengampu softskills 3.Kedua orang tua yang memberikan dorongan, motivasi dan doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini 4.Teman-teman di 2 DD 03 dan 04 yang memberikan kritik dan saran kepada penulis. Akhir kata dengan segala kerendahan hati penulis memohon maaf atas segala kekurangan yang terdapat pada kata-kata yang salah dan tidak berkenan di hati pembaca Bekasi, Desember 2009 Marchela irdani BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, serta sistematika penulisan. BAB 2 KAJIAN MATERI Bab ini berisi mengenai teori – teori yang memdasari penelitian, gambaran umum tentang kemiskinan, konsep serta definisi dari pengangguran. BAB 3 PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang penjabaran data penganguran yang dibutuhkan. BAB 4 KESIMPULAN Bab ini berisi kesimpulan penelitian dan saran yang ditujukan kepada berbagai pihak yang merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan sehingga dapat berguna untuk kegiatan lebih lanjut.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Keterbatasan lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia pada khususnya di daerah kota Jakarta sangat cukup tinggi dari tahun ke tahun, sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja setiap tahun selalu meninggakat tidak pernah mengalami penurunan. Dan pada akhirnya masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan jika masalah pengangguran masih terusseperti ini di tahun yang akan datang. Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan "pendidikan" dalam mengurangi angka kemiskinan yang ada. Seiring berjalannya waktu Maka merembaknya isyu pengangguran terdidik menjadi sinyal yang cukup mengganggu bagi perencana pendidikan di negara-negara berkembang pada umumnya di Indonesia khususnya di daerah kota Jakarta. Sementara dampak sosial dari jenis pengangguran ini relatif lebih besar dan banyak efek negative dari hal ini salah satunya tinggkat kriminalitas tiap daerah juga ikut bertambah karena dorongan ekonomi. Mengingat kompleksnya masalah ini, maka upaya pemecahannya pun tidak sebatas pada kebijakan sektor pendidikan saja, namun merembet pada masalah lain secara multi dimensional. Fenomena pengangguran sering menyebabkan timbulnya masalah sosial lainnya sperti yang sudah diterangkan di atas. Di samping tentu saja akan menciptakan angka produktivitas sosial yang rendah, yang akan menurunkan tingkat pendapatan masyarakat nantinya. Pengangguran merupakan masalah serius yang dihadapi dalam pembangunan sumber daya manusia yang tengah dilakukan saat ini. Krisis ekonomi yang kini dihadapi ternyata telah memporakporandakan tatanan kehidupan bangsa. Data yang diperoleh saya dari Bappenas menunjukkan pada tahun 1998 penduduk miskin telah mencapai 80 juta orang, yang berarti mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 22,4 juta orang saja. Selanjutnya data BPS pun mencatat angka pengangguran pada tahun 1999 sebesar 6,37 juta orang. Yang kemudian di akhir 1999, jumlah pengangguran semakin membengkak, yakni mencapai 14 juta orang dan tenaga kerja setangah menganggur mencapai 35 juta orang itu adalah sebagian contoh prentase penganguran yang ada di Indonesia secara umum pada tahun 98 sampai dengan 99. Rumusan Masalah

Pengangguran terjadi disebabkan antara lain.7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless).78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). Tingkat kemiskinan di kota Jakarta B.87 juta orang. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5. Bertambahnya jumlah pengangguran dalam masyarakat terjadi karena orang menunggu pada masa transisi dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif.Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu.Definisi Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 60 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian 1. yang disebabkan antara lain. upah rendah. Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002.13 juta penganggur terbuka. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Selain itu terdapat sebanyak 2. pada tahun 2002 berjumlah 28. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. dan lain-lain. yang mengakibatkan produktivitas rendah. Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional. pengangguran itu bersifat sukarela. Teori ini menyebutkan bahwa untuk mengurangi pengangguran tidak diperlukan campur tangan pemerintah karena pengangguran yang terjadi sifatnya sukarela. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Perkembangan tingkat kemiskinan di kota Jakarta 2. karena tidak sesuainya tingkat upah dengan aspirasi pekerja. enurut Teori Klasik (1729-1790). Selain itu unit-unit pelaku ekonomi percaya bahwa upah dan tingkat harga yang fleksibel dapat menyesuaikan diri secara otomatis untuk mencapai titik keseimbangan . sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi.Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian Adapun tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan dan menganalisis tentang : A. sebesar 9. peraturan yang menghambat inventasi.Kegunaan Penelitian Penelitian ini mempunyai dua kegunaan yakni sebagai berikut Bersifat Teoritis Bagi mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan tentang tingiinya angka pengangguran Diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan bagi mahasiswa dan pemerhati masalah sosial khususnya tentang penggauran BAB II KAJIAN MATERI A. hambatan dalam proses ekspor impor.

Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. tukan jualan duren yang menanti musim durian. Jenis & Macam Pengangguran 1. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja. 2. Pengangguran Struktural Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tetapi tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. . Pengangguran Musiman Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek atau perubahan keadaan suatu Negara secara tiba-tiba yang menyebabkan seseorang harus nganggur. 3. Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. RUMUS Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100% C. Karena Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah terlebih di kota besar maka akan meningkatkan pula kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumsebelumnya. 4. Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik.Tingkat Pengangguran Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja.Pengangguran Friksional Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya hanya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. B. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan yang menjadi pihak penyedia.dalam perekonomian.

kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak. sumber utama kemiskinan. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja. Salah satu bentuk pengangguran yang populer dewasa ini adalah pengangguran terdidik.BAB III PEMBAHASAN A. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. . Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu. MASALAH PENGANGURAN SECARA UMUM Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. menjadi beban keluarga dan masyarakat. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung. sumber utama kemiskinan. Kekurangselarasan antara perencanaan pembangunan pendidikan dengan perkembangan lapangan kerja merupakan penyebab utama terjadinya jenis pengangguran ini. Pengangguran terdidik secara potensial dapat menyebabkan (1) timbulnya masalah-masalah sosial dengan tingkat rawan yang lebih tinggi. pendamping. kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. Dalam pembangunan Nasional. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. menjadi beban keluarga dan masyarakat.

667.000 14.500 9.43 Sumber : Pusat Informatika.464.93 2.166 823.000 342. Sulit dibayangkan SDM berkualitas akan tercapai bila tidak disertai oleh meningkatnya angka partisipasi kasar (APK) pendidikan.500 231. Balitbang Dikbud Menurunnya apresiasi masyarakat terhadap pendidikan itu di . Apresiasi ini sebenarnya harus menjadi "Conditio sine Quanon" untuk pembangunan SDM.97 8. ditandai oleh: .24 Age APK (%) Seb.756 1.26 6.Repelita Repelita I Repelita II Repelita III Repelita IV Repelita V 1968 1973 1978 1983 1988 1992 156.61 1.700 21.000 15.32 5.000 11.600 19.356.100 1. bila tidak disertai oleh apresiasi masyarakat yang tinggi terhadap pendidikan.(2) menciptakan pemborosan sumber daya pendidikan.705.962.925 1.288.747. Dan akan sangat muskil APK meningkat.795. (3) menurunkan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan. Tabel 1 Perkembangan APK Perguruan Tinggi PERIODE TAHUN MAHASISWA PENDUDUK 19 .

411.429.7 173. Tabel 2 Analisis Keseimbangan antara Kebutuhan dan Penyediaan Tenaga Kerja menurut Tingkat Pendidikan Sampai Pelita VI NO TINGKAT PENDIDIKAN KEBUTUHAN (000) % PERSEDIAAN (000) % KESEIMBANGAN(000) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tidak sekolah Tid.2 18.164. (d) meningkatnya jumlah pengguna jasa pendidikan luar negeri.0 343.7 8. (c) rendahnya angka melanjutnya pendidikan (di Jawa Barat hanya 57% lulusan SD meneruskan ke SMP).8 .5 2.9 8.1 954. tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SLKTP Tamat SMU Tamat SMK Tamat PT (S0) Tamat PT (S1) -3.551.2 -33.1 382.900. (b) meningkatnya jumlah tenaga kerja (TK) unskill and uneducated dalam sektor sekunder.3 73.(a) berkurangnya jumlah siswa (di samping akibat keberhasilan KB).7 1.9 1.

8 393.3 13.0 15. 1993 B.5 -5. Depnaker.861.5 3.3 17.0 2.4 2. Depdikbud.8 Sumber: Bappenas. Selain masalah kemacetan lalu lintas.6 0.7 1.5 0.817.041. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran.191.4 Jumlah 11.899.3 630.8 49.6 457.104.0 1.510.1 490. dan BPS. .0 153.5 100 350.2 3.2 2.3 21.3 18.530. DATA PENGANGGURAN KHUSUS DI KOTA JAKARTA Meski menyandang predikat sebagai kota besar ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius.3 -60. Buktinya.3 *) 862.2 2.3 5.7 100 11. jumlah pengangguran di kota Jakarta selalu meningkat setiap tahun.3.5 17.1 -229.0 1.3 779.3 12.

yang kurang proporsional dengan upaya peningkatan kualitas program pendidikan sebaiknya dihindari. Dalam arti pendekatan pemerataan harus diimbangi secara proporsional dengan perhatian terhadap mutu proses dan hasil pendidikan. 1. dan kepedulian dunia kerja. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. Konsekwensi dari pada itu. mutu tenaga pengajar. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. memberdayakan program "link and match" melalui "cooperative education" dan "dual system" dalam kurikulum. 2. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. Dengan demikian sharing ide maupun aktivitas lainnya yang bernuansa sinergi dengan komponen lain hendaknya harus merupakan bagian tak terpisahkan dari program perbaikan sinambung (countinues improvement) program pembelajaran. Dalam arti lain pendidikan harus dilihat sebagai proses investasi bukan lagi proses konsumtif. Reorentasi kelembagaan. tingginya jumlah pengangguran dikota Jakarta disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke kota-kota besar seperti Jakarta. perlu mengkaji ulang keberadaan lembaga pendidikan yang memiliki tingkat kejenuhan untuk lulusannya di lapangan kerja. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. pendidikan harus dilihat sebagai upaya rasional. (2) reorentasi program. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah kota-kota besar. Kebijaksanaan konversi ini pun dapat dilakukan untuk lembaga pendidikan lainnya terutama pada bidang keilmuan yang sudah jenuh. Reorentasi program. khususnya dalam memodifikasi pendekatan dari kuantitatif menjadi kuantitatif-kualitatif. dan (3) reorentasi kelembagaan. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kota Jakarta bekerja ekstra keras. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal kota Bekasi dan mana yang berasal dari luar kota. dari pihak manapun. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2009. Sebab. Konversi IKIP ke dalam Universitas merupakan langkah kongkrit yang perlu terus dilaksanakan secara konsisten. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat.Hingga Agustus 2008 ini. Dan campur tangan. Kepala Disnakertrans mengatakan peningkatan jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov saja. khususnya bagi penciptaan kesiapan lulusan untuk berkiprah dalam dunia kerja. Untuk itu perlu peningkatan kemampuan dalam pembobotan kurikulum.002 orang. Saat ini Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran ini. oleh itu keberadaan dan eksistensinya tidak lepas dari sub sistem lainnya. Pengabaian dari fakta tersebut hanya menciptakan "menara gading" yang tidak memiliki manfaat yang berarti bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat secara umum. konversi itu berimplikasi pada menurunnya jumlah penawaran tenaga pengajar yang secara langsung akan menyebabkan meningkatnya penghargaan dan harkat hidup tenaga pendidik. secara bertahap mutu lulusan dapat lebih diterima dunia kerja dan secara absolut mampu mengimbangi laju dinamika dunia kerja. Langkah-langkah produktif untuk melaksanakan reorentasi lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan merupakan sub sistem dari sistem sosial pembangunan. Reorentasi pendekatan. reorentasi itu menyangkut recana mengurangi pengangguran yang ada. Sehingga pesan-pesan dan kepentingan yang berada di luar kepentingan pendidikan harus mulai dihapus. (1) reorentasi pendekatan. . Dengan demikian.

segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Pertama. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Kesembilan. ada juga kebijakan mikro (khusus). Kesimpulan Pengangguran terjadi disebabkan antara lain.Kritik dan saran . Ketujuh. Kedelapan. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Selain itu. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. tingkat suku bunga. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. Kelima. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran.BAB IV PENUTUP A. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. B. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). segera mengembangkan potensi kelautan kita. Ketiga. dan lingkungan yang tidak sehat. seperti sampah. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerjaSetiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. pengendalian banjir. Kedua. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. Keenam. Keempat. Kesepuluh. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran.

Menuju Manajemen Perguruan Tinggi yang Efisien. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. (1993). Laporan Hasil Seminar "Menuju Manajemen PTS yang Efisien".Demikianlah makalah ini. Daftar Pustaka Wahjoetoemo (1995). sehingga kesan "pemborosan" pada pendidikan tinggi di Indonesia dapat ditepis. Pembangunan Pendidikan Nasional Dalam Repelita VI. 27-28 Juli 1994. Kumpulan makalah Hasil Seminar Nasional "Mutu PTS menjelang Era Globalisasi". semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. bila pembenahan manajemen internal didukung oleh komitmen pemerintah yang kuat khususnya dalam penyediaan anggaran yang memadai. Rumusan Hasil Seminar. Malang. C. Depdikbud (1995). Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia. 1996. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. dan secara makro pengguran terdidik dapat ditekan.com MAKALAH PENGANGGURAN MASALAH PENGANGGURAN Di KOTA MALANG Disususn Oleh : Nama : DIMAS APRIYANA . Jakarta Daulat Sinuraya. Grasindo.T . Kompas. Unmer Malang. Kondisi itu dapat terwujud lebih cepat. Jakarta. Jakarta.beritajakarta. Keluaran perguruan tinggi seyogyanya memiliki nilai relevansi dan koherensi yang tinggi dengan dunia kerja. Grasindo. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis. Manajemen Perguruan Tinggi pada Era Global. (1996). Malang. 1995. Mempersiapkan Mutu Perguruan Tinggi Menuju Kualitas Global.Unmer Malang. Kumpulan Makalah Seminar Nasional 11-13 November 1996. Suara Pembaruan Daily. Jakarta Unmer Malang (1994). Terimakasih. Penutup Penerapan konsep manajemen mutu dalam penyelenggaraan pendidikan memuat kandungan tentang sistem kerja yang terintegrasi antara dunia pendidikan tinggi dengan pengguna. Deregulasi Pendidikan. 2004 http://www.

penulis. persoalan pengangguran dihadapkan pula pada bermunculannya para penganggur baru. Selain karena sulitnya lapangan pekerjaan.3Tujuan Penulisan 3 1.2Rumusan Masalah 2 1. misalnya dari aspek tingkat pendidikan yang masih belum begitu bagus. yaitu angkatan kerja yang bekerja pada posisi yang tidak sesuai dengan pendidikannya.4Sistematis Penulisan 3 . DAFTAR ISI Kata Pengantar i Daftar isi ii BAB I PENDAHULUAN 1 1. Kondisinya diperparah dengan persoalan ekonomi yang juga tidak kunjungselesai setelah sangat terpuruk di akhir abad dua puluh yang lalu. banyak mereka yang bekerja pada posisi yang sebetulnya bisa diisi oleh mereka yang berpendidikan rendah atau menengah. yaitu orang-orang yang baru lulus mengikuti pendidikan. Permasalahan lain. masalah pengangguran di Indonesia sepertinya tidak pernah terselesaikan secara tuntas. Bukan rahasia lagi. kemudian meramaikan pasar kerja. berkaitan dengan kualitas sumber daya manausia dari para penganggur sendiri. Jika pun penganggur berkualifikasi pendidikan tinggi.Kelas : 2 DD 04 NPM : 31208479 UNIVERSITAS GUNADARMA 2009 Kata Pengantar Hingga saat ini. maka kedatangan penganggur baru di pasar kerja turut menambah rumitnya persoalan ketenagakerjaan di Indonesia. sering dihadang oleh kesempatan kerja yang sangat terbatas. Dalam kondisi penganggur lama. Keadaan seperti ini memunculkan fenomena mismatch.1Latar Belakang Masalah 1 1. yaitu mereka yang pernah bekerja tetapi masih mencari pekerjaan belum tertangani.

2 Solusi Masalah Pengangguran 11-12 3. dan lapangan pekerjaan.1Latar Belakang Masalah Masalah kependidikan yang serius dihadapi oleh kota berkembang pada umumnya.4 Dampak Pengangguran bagi kota Malang 8 2. memiliki greget yang lain.2 Rumusan Masalah Seperti yang telah di uraikan pada latar belakang masalah dapat membuat rumusan masalah yaitu : 1. Maka merembaknya isyu pengangguran terdidik menjadi sinyal yang cukup mengganggu bagi perencana pendidikan di negara-negara berkembang pada umumnya. keterbatasan lapangan pekerjaan sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja. Pada masyarakat yang tengah berkembang. Kekurangtersediaan lapangan pekerjaan akan berimbas pada kemapanan sosial dan eksistensi pendidikan dalam perspektif masyarakat.3 Tingkat Pengangguran di kota Malang 6-7 2. setelah lulus dapat bekerja di sektor formal yang memiliki nilai "gengsi" yang lebih tinggi di banding sektor informal. adalah teraihnya lapangan kerja yang diaharpkan. fasilitas.Apa pengertian dari Pengangguran . khususnya juga di Indonesia. tujuan akhir program pendidikan bagi masyarakat pengguna jasa pendidikan. Membidik masalah yang terakhir. Dengan demikian. Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan "pendidikan". 1. Dalam arti lain.2 Masalah Pengangguran di kota Malang 6 2. dengan tidak bermaksud mengecilkan arti ketiga masalah lainnya. Masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan. pendidikan diposisikan sebagai sarana untuk peningkatan kesejahteraan melalui pemanfatan kesempatan kerja yang ada.1 Pengertian (definisi) Masalah pengangguran 4-5 2.1.1 Kesimpulan 10 3.3 Kritik dan Saran 12 BAB 1 PENDAHULUAN 1. secara linear berpotensi menggugat eksistensi dan urgensi pendidikan dalam perspektif masyarakat. antara lain berkisar pada masalah mutu pendidikan.5 Data Pengangguran di kota Malang 9 BAB III PENUTUP 10 3.5Manfaat Penelitian 3 BAB II PEMBAHASAN 4 2. Atau setidaktidaknya. kesiapan tenaga pendidik.

Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan kemiskinan serta masyarakat juga dapat berindak langsung dalam upaya pengentasan kemiskinan 3.Untuk mengetahui data-data tentang pengangguran di kota Malang 1.Untuk mengetahui apa yang menjadi masalah pengangguran di kota Malang 3. data-data pengangguran. masalah .Apa yang menjadi masalah pengangguran di kota Malang 3.3 TUJUAN PENULISAN Dapat di ketahui tujuan penulis makalah ini.Sajian data pengangguran di kota Malang 1. pengangguran keadaan.Untuk mengetahui akibat yang timbul dari pengangguran 5.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah Kemiskinan. rumusan masalah.Apa dampak dari pengangguran bagi kota Malang 5. .Bagaimana keadaan pengangguran di kota Malang 4. 2. dan sistematika penlisan.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai kemiskinan.Untuk mengetahui pengertian ( Definisi ) 2.2.5MANFAAT PENULISAN Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1. tujuan penulisan. dampak pengangguran. 1. BAB 2 PEMBAHASAN Pada bab ini di temukan pembahasan yang terdiri dari : pengertian pengangguran . BAB 3 PENUTUP Diakhir memuat kesimpulan dan solusi masalah pengangguran.4SISTEMATIKA PENULISA BAB 1 PENDAHULUAN Dapat di jelaskan tentang latar belakang. 1.Untuk mengetahui keadaan pengangguran di kota Malang 4. hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabngan dalam kegiatan penelitian selanjutnya.

Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). 3. 4. sma.1 Pengertian Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga. Jenis & Macam Pengangguran 1. siswa sekolan smp. . tukan jualan duren yang menanti musim durian. mahasiswa perguruan tinggi. 2. Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.BAB II PEMBAHASAN 2. Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja.

Diperoleh dengan cara menghitung jumlah absolut angkatan kerja yang menganggur. Pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh kota-kota berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di kota-kota maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. karena mungkin masih banyak yang pension tapi masih mencari pekerjaan. maupun yang sudah pernah bekerja tetapi sedang mencari kembali pekerjaan. dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. relatif stabil rendah.Tingkat Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan Tingkat pengangguran menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan lebih menarik untuk di bahas. Pada umur-umur tua. berarti ada 10 orang penganggur dari setiap 100 orang angkatan kerja. Berdasarkan data dari Depnaker pada tahun 1997 jumlah pengangguran terbuka saja sudah mencapai sekitar 10%.2. rendahnya taraf hidup di kota-kota berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya. dibagi dengan total angkatan kerja dikalikan seratus. baik mereka yang baru lulus sekolah dan pertama kali mencari pekerjaan. Ukuran ini merupakan salah satu tolok ukur ketenagakerjaan yang banyak digunakan untuk melihat sampai seberapa jauh penawaran tenaga keja. untuk kemudian meningkat lagi pada kelompok usia non produktif.3. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab. akan tetapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali. masalah ledakan penduduk. Dua penyebab utama dari rendahnya pemanfaatan sumber daya manusia adalah karena tingkat pengangguran penuh dan tingkat pengangguran terselubung yang terlalu tinggi dan terus melonjak. 2. Jika dibandingkan dengan kota-kota maju. Tingkat Pengangguran Menurut Umur Tingkat pengangguran yang dimaksud pada tulisan ini adalah tingkat pengangguran terbuka atau open unemployment rate. kemudian menurun tajam hingga usia 30-34 tahun. yaitu memiliki persentase yang tinggi pada kelompok umur muda (15-19 tahun). 2. distribusi pendapatan yang tidak merata.memperlihatkan pola tingkat pengangguran yang sangat umum.2 Masalah pengangguran di kota Malang Tingginya angka pengangguran. serta bagaimana permintaan akan kesempatan kerja. Pengangguran penuh atau terbuka yakni terdiri dari orang-orang yang sebenarnya mampu dan ingin bekerja. Pada umumnya tingkat pengangguran di . Jika tingkat pengangguran 10 persen. termasuk sumber daya manusia. TINGKAT PENGANGGURAN 1.

Akan tetapi pemerataan pendidikan itu harus dilakukan tanpa mengabaikan mutu pendidikan itu sendiri. Ada empat faktor yang menentukan tingkat inflasi.31 persen. tingkat inflasi ditentukan faktor fisik prasarana. dan pada klasifikasi SLTA angkanya hampir sama. serta analisis Setiawan (2002) terhadap angkatan kerja dan pengangguran. bukan sektor moneter. Efek domino yang ditimbulkan pun masih menjadi pemicu kenaikan harga lainnya.4 DAMPAK PENGANGGURAN BAGI KOTA MALANG Kecenderungan pengangguran terdidik di kota Malang semakin meningkat namun upaya perluasan kesempatan pendidikan dari pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi tidak boleh berhenti. Melonjaknya inflasipun karena dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menarik subisidi sehingga harga listrik dan BBM meningkat. cara pembelajaran dan pemberian pendidikkan diberikan dalam wujud yang lebih menarik dan kreatif. tapi juga faktor fisik.67 persen. Karena itu maka salah satu kelemahan dari sistem pendidikan kita adalah sulitnya memberikan pendidikan yang benar-benar dapat memupuk profesionalisme seseorang dalam berkarier atau bekerja. Kemungkinan penyebab ini adalah banyaknya lulusan SLTP yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke SLTA. Ini membuktikan tingginya laju inflasi di negara kita lebih banyak dipengaruhi sektor riil. 2. Kondisi ini belum banyak berubah sejak beberapa decade terakhir Hal ini dapat dibuktikan dengan mengkaji ulang beberapa tulisan yang membahas mengenai pengangguran seperti Effendi (1993) yang memakai data SUPAS 1985. namun pada tingkat SLTP angkanya sedikit lebih tinggi di pedesaan. Jika kita mengambil kesimpulan mengenai masalah inflasi di Indonesia bahwa ternyata laju inflasi tidak semata ditentukan faktor moneter. 2. Dampak ini masih terasa sampai bulan Juli 2001 yang akan memberikan sumbangan inflasi antara 0. yang didasarkan pada data ketenagakerjaan hasil Sakernas 2001.5 DATA PENGANGGURAN DI KOTA MALANG Jumlah Pengangguran di Kota Malang hingga November 2009 mencapai 38 ribu . tingkat pengangguran yang paling tinggi adalah pada jenjang SLTA. Baik di daerah pedesaan maupun di perkotaan. Saat ini pendidikan kita terlalu menekankan pada segi teori dan bukannya praktek. pembahasan yang berasal dari data sensus penduduk 1990 serna Sakernas 1996 oleh Tjiptoherijanto dan Soemitro (1998). tetapi langsung mencari kerja.. Tingginya angka inflasi karena tidak seimbangnya antara permintaan dan penawaran barang dan jasa.pedesaan lebih rendah dari perkotaan. Di sanapun. Pendidikan seringkali disampaikan dalam bentuk yang monoton sehingga membuat para siswa menjadi bosan. Kenaikan BBM ini telah menggenjot tingkat inflasi bulan Juni 2001 menjadi 1. pendidikkan dalam wujud praktek lebih diberikan dalam porsi yang lebih besar. Diperkirakan inflasi tahun ini.

Wahyu berharap hingga akhir tahun 2009 jumlah PHK di Kota Malang tidak sampai bertambah. tercatat pengangguran berpendidikan sarjana mencapai 30 persen. jumlah penangguran di Kota Malang mencapai 49." katanya. dan berpendidikan SMP sebanyak 15 persen. membuat. pada 2008 mencapai 39 ribu orang. "Yang terserap lowongan kerja tak lebi dari seribu orang.orang dari total jumlah penduduk yang mencapai 800 ribu orang." katanya. Pada tahun 2006. Jumlah ini terbagi menjadi 10 ribu pengangguran yang murni tidak mencari kerja dan 28 ribu pengangguran yang aktif mencari kerja. Untuk memperkecil jumlah pengangguran. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. yakni sebesar 600 lowongan kerja. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. seperti bursa kerja. Wahyu Santoso jumlah pengangguran ini tak sebanding dengan jumlah lowongan yang tersedia selama 2009. dan kerajinan. pada 2007. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Malang. jumlah pengangguran mencapai 40.390 orang. Padahal kemampuan tambahan itu merupakan nilai plus bagi para pencari kerja. BAB III PENUTUP 3. Para sarjana menganggur karena tidak memiliki bekal kemampuan tambahan misalnya bahasa asing. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan . pengangguran berpendidikan SMA sebanyak 30 persen. Senin (7/12). "Seharusnya saat kuliah mereka mencari kemampuan tambahan. "Selebihnya lulusan SD dan tak berijazah.149 jiwa. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga terus menjalin kerja sama dengan perusahaan di luar Kota Malang untuk bisa merekrut Warga Kota Malang sebagai tenaga kerjanya dan pengiriman TKI keluar negeri. Data di Dinas menyebutkan dari 38 ribu pengangguran. Disnakersos menggelar berbagai kegiatan.1 kesimpulan Pengangguran terjadi disebabkan antara lain.

Karena itu. apa pun alasan dan bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah . Kita. minyak. jasa dan sebagainya setiap hari. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. 3. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Kelima. energi listrik. ada juga kebijakan mikro (khusus). segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. dan lingkungan yang tidak sehat. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. Setiap orang harus mengkonsumsi beras. seperti sampah. Bekerja berarti memiliki produksi. Pertama. Selain itu. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. pengendalian banjir. Selain itu. pakaian. politik dan kemiskinan. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Ketiga. Kedua. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. gula. Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). tingkat suku bunga. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet.pengangguran menjadi komitmen nasional. Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA).2 SOLUSI MASALAH PENGANGGURAN DI KOTA MALANG Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Keempat. sepatu. Diharapkan ke depannya di kota Malang kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral).

komprehensif. Diposkan oleh diimas di 22:14 1 komentar: winda mengatakan. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. . Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral).3 Kritik dan saran Demikianlah makalah ini. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya.. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. saya bisa minta daftar pustaka dari makalah ini ga. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu.. Untuk itu diperlukan dua kebijakan.pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”.. semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. Terimakasih. Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional. Sebagai solusi pengangguran. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara. tingkat suku bunga. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut. sbg refrensi saya. 3..

Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah daripada kenyataan riil yang ada di lapangan. Sedangkan yang di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari kerja. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah ke Jakarta.2Perumusan Masalah Meski menyandang predikat sebagai kota besar sekaligus Ibukota Negara. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain.002 orang. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.BAB 1 PENDAHULUAN 1. Deded Sukandar. dan buta huruf. peraturan yang menghambat inventasi. menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pension atau cacad jasmani. Buktinya. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. Hingga Agustus 2008 ini. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. yang disebabkan antara lain. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. tingginya jumlah pengangguran di DKI disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke Jakarta. dan lain-lain. Kepala Disnakertrans DKI mengatakan peningkatann jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov DKI saja. Oleh karenanya. menurut Deded. Selain masalah kemacetan lalu lintas.1Latar Belakang Penelitian Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. jumlah pengangguran di DKI selalu meningkat setiap tahun. Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka. 1. Saat ini. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran . Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. kata Deded. Bisa saja dalam kenyataannya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan angka resmi itu. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Sebab. hambatan dalam proses ekspor impor. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta bekerja ekstra keras. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.

mencatat serta melihat keadaan secara langsung maupun dari pemberitaan media elektronik selain itu penulis juga mendapatkan informasi ini melalui internet. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabangan dalam kegiatan penelitian selanjutnya. penulis memakai metode observasi dengan membaca. 1.ini. serta untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan juga untuk mengetahui bagaiamana sikap pemerintah dalam mengatasi pengangguran.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan pengangguran serta masyarakat juga dapat bertindak langsung dalam upaya mengatasi masalah pengangguran. 1.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah pengangguran.1 Pengertian pengangguran Pengertian penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja. 1. manfaat penelitian.6Sistematika Penulisan Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai makalah ini.5Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian ini. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2008. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal Jakarta dan mana yang berasal dari luar Jakarta. 1. metode penelitian serta sistematikan penulisan BAB II ◊ LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi mengenai pengertian serta factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan Jenis pengangguran BAB III ◊ ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini dibahas mengenai berbagai masalah masalah dalam pengangguran serta pemecahan solusi dalam masalah ini. BAB II LANDASAN TEORI 2. Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu . BAB IV ◊ PENTUP Penutup ini berisi mengenai Saran serta Kritik dan Daftar pustaka.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai masalah pengangguran 2.3Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarnya pengangguran yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta. yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut : BAB 1 ◊ PENDAHULUAN Pada bab ini berisi mengenai latar belakang. maka penulisan tugas makalah ini dikelompokan dalam 4 bab. 3. tujuan penelitian. perumusan masalah.4Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1. Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai tugas Softskill program Diploma III Jurusan Manjemen Pemasaran.

Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan . dan ekspor produksi industri itu sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari Negara.Negara lain.penurunan ini mungkin di sebabkan kemrosotan harga – harga komoditas. Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya Pengangguran Terbuka. dan sebagian pekerja terpaksa di berhentikan dan menjadi penganggur. tetapi juga proporsi mereka dari keseluruhan tenaga kerja telah menjadi bertambah tinggi. Pengangguran teknologi. 2. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industry tersebut menurun. Pengangguran ini terutama terdapat di sector pertanian atau perikanan. Di pabrik-pabrik ada kalanya robot telah menggantikan pekerjaan manusia. Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan kerja yang lebih rendah dari pada bertambahan tenaga kerja. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Lebih malang lagi. Para pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing.sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup. Pengangguran Siklikal . Pengangguran Stuktural. tetapi karena sedang mencari kerja yang lebih baik. Kemrosotan ini mengakibatkan perusahaan – perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. 2. Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tergolong sebagai penganggur. misalnya : di Negara-negara produsen bahan mentah pertanian. Pengangguran bermusim.kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. di sebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi .3Jenis pengangguran Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya Pengangguran Normal atau Friksional yaitu pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari tenaga kerja. Pengangguran Tersembunyi. kebanyakan investor asing tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena biaya ekonominya sangat tinggi akibat masih kuatnya praktek Korupsi. Oleh karenanya. Kolusi dan Nepotisme. Wujudnya barang baru yang lebih baik. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. di sebabkan oleh penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. di beberapa Negara miskin bukan saja jumlah pengangguran menjadi bertambah besar. Misalnya pelayan retoran yang lebih banyak dari yang di perlukan. Contohnya banyak Negara berkembang terjadi bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya di perlukan supaya dia dapat menjalankan kegiatannya secara efisien. Pengangguran ini pada umumnya terjadi di sector pertanian atau jasa.2 Keadaan Masalah pengangguran Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah.

di BLK Jakarta Timur.4 Kebijakan Pemerintah Beberapa Tujuan Kebijakan Pemerintah Tujuan Bersifat Ekonomi 1. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari dalam seminggu atau satu hingga empat jam sehari. komputer. Dari 60 orang yang menempuh pelatihan kerja di sana.seharusnya pemerintah membuka kursus untuk ketermpilan bagi masyarakat. perusahaan motor bahkan instansi pemerintahan daerah setempat.Menghindari masalah kejahatan. Apabila dalam masa di atas para penyadap karet dan nelayan tidak dapat pekerjaan lain maka terpaksa menganggur. . di sebabkan karena jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal.Memperbaiki pembagian pendapatan Tujuan Bersifat social dan politik 1. tata boga.Mewujudkan kestabilan politik. Keterampilan yang di sediakan Seperti menjahit. karena semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi kasus kejahatan.terpaksa menganggur. 2. dalam perekonomian yang tingkat penganggurannya tinggi masyarakat sering kali melakukan demontrasi dan mengemukakan kritik atas pemimpin pemerintah dan ini dapat menghambat kegiatan ekonomi. Setengah Menganggur.Menyediakan lowongan pekerjaan dari tahun ke tahun 2. dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja.Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga.5 Tindakan Pemerintah Tindakan pemerintah dalam mengatasi pengangguran: mengurangi pajak mendorong lebih banyak investasi membari subsidi -Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat . Sebagai akibatnya perkembangan ekonomi yang terlambat berakibat pangangguran memburuk. 3.1 Sikap Pemerintah 1. di dalam suatu rumah tangga harus ada yang mempunyai pekerjaan guna memenuhi kebutuhannya. 3 Mutu para lulusan BLK yaitu memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi. 2. Menangani Lapangan Pekerjaan Sikap Pemerintah pada saat bertambahnya para penganggur dan juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya.Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat 3. Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama. Salah satunya ada dengan meningkatkan peranan Balai Latihan Kerja (BLK) 2.Menghindari masalah kejahatan . dan keterampilan lainnya yang diperlukan oleh hotel. hampir 50 persen diminta beberapa perusahaan untuk menjadi pegawai mereka. perusahaan garmen. bengkel. sambungnya. Contohnya.Menambah keterampilan masyarakat BAB III ANALISA PEMECAHAN MASALAH 3.Memperbaiki pembagian pendapatan . 2.

5 Dampak Negatif dari pengangguran dan Penuntasanya Seperti:beragamnya tindakan kriminal. perdagangan anak. Tetapi upaya mengurangi pengangguran bukanlah hal yang mustahil. padat karya dll disamping strategi jangka panjang seperti pemerataan wilayah pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan desentralisasi. anak jalanan. pengemis. Ketidak Stabilan angka Pengangguran Salah satunya disebabkan jumlah pencari kerja lebih banyak dari lowongan kerja yang ditawarkan dan penempatan kerja dari pencari kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan perusahaan-perusahaan. Dari hasil pelatihan tersebut. aborsi. Kedua. Disnakertrans juga membina kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mengadakan pelatihan keterampilan. . angkayang kurang akurat tidak akan menghasilkan perumusan kebijakan yang tajam danlangkah-langkah penanganan yang saksama. prostitusi. Disnakertrans telah mengadakan pelatihan kerja sama bengkel dengan Perusahaan Toyota Astra. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawabi sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi Bangsa kita. Jakarta akan menampung masyarakat yang dating dari provinsi lain. Dengan azas otonomi daerah.Untuk menekan arus urbanisasi. Karena itu persoalah pengangguran ini harussecepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik. mantan Walikota Jakarta Pusat ini menyatakan perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi lain. pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus kankeryang sulit diberantas. sehingga tidak ada lagi warga yang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. pembangunan di luar Jakarta harus dapat diakselarasikan dengan di ibukota. Cara yang realistis dalam jangka pendek mengurangi pengangguran adalah memberdayakan sektor informal. Karena di daerahnya telah memberikan kesempatan pekerjaan yang lebih luas dari ibukota. Toyota Astra akan melihat peserta didik yang dinilai berkualitas baik lalu diajak bergabung untuk bekerja di perusahaannya 3. Sector informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal. Tentunya untuk menghilangkan pengangguran dalam situasi kehidupan ekonomi Bangsa yang sedang morat-marit ini adalah sesuatu yang tidak mungkin.4 Kepedulian Masyarakat Mengapa kita peduli terhadap angka-angka tersebut? Pertama. tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korbansosial dari penyakit sosial ini sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupankemanusiaan yang beradab. Namun bukan berarti sektor formal diabaikan. masalah pengangguranberdampak luas terhadap kehidupan sosial dan politik yang pada gilirannya akanmemukul balik kestabilan makro-ekonomi yang telah dicapai dengan susah payah. 3.4 Disnakertrans bekerja sama Cara lainnya.2 Mengenai Tingkat Penganguran Terjadi karena Urbanisasi tidak bisa di tekan ini terlihat pada setiap akhir tahun seusai labaran . 3. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkankorban-korban sosial yang tidak ternilai. Menurunnya kualitas sumber daya manusia. maka sudah waktunya sektor informal ini didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran. Saat ini.

Karena pertimbangan itulah maka proses penyadaran ini harus melibatkan banyak pihak termasuk para psikolog dan psikiater.maka upaya pertama(penyadaran) . bukan saja sumber nafkah. Harus lebih banyak diskusi dan sharing pengalaman untuk membangkitkan gairah mereka di dalam situasi-situasi sulit menghadapi kerasnya kehidupan sebagai penganggur.6 sebab langsung(direct causes) Ada beberapa sebab langsung(direct causes) terjadinya pengangguran besar-besaran di Indonesia yakni: 1) terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja.Keterbatasan mereka di dalam pendidikan sangat mudah dijadikan alat komoditas politik untuk melakukan berbagai konflik sosial di tengah masyarakat Pengangguran erat kaitannya dengan kemiskinan dan kemelaratan. kolusi dan nepotisme (KKN) yang menggurita dan sistematik pada semua lembaga negara dan swasta. film. pola sikap dan pola tindak yang positip dalam rangka menciptakan kehidupan sosial yang baik di kalangan para penganggur kurang terdidik ini harus dibangun dalam konteks penghormatan terhadap martabat manusia(human dignity) itu sendiri. 3. 3) Pemulangan TKI ke Indonesia. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang. Tidak tercapainya pemenuhan kebutuhan ekonomi ini akan menciptakan masalah-masalah social. Budaya KKN ini disebabkan oleh pemerintahan yang kotor(tidak bersih). Berbagai cara penyadaran dengan penggunaan audio visual. Kondisi menganggur adalah kondisi dimana segala-galanya hilang dan tercabut dari seseorang. Krisis moneter disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia. 2) Kelangkaan Lapangan Kerja. Kredit macet disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997. Sebab langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. 3. sangat membantu di dalam prosesnya sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Metode-metode ceramah dan bersifat menggurui harus dihindari mengingat pesertanya adalah para penganggur yang kehilangan matamepencaharian. Untuk mengatasi masalah ini. slide. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. Bisa saja usaha penyadaran ini bagi sebagian besar penganggur dirasakan membuang-buang waktu karena mereka harus mencari kerja untuk bisa menghidupi anak istrinya atau keluarganya. tetapi juga recognition(pengakuan) dan harga diri. Krisis ekonomi disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS). Kerusakan ekonomi ini disebabkan oleh adanya mental korup. Kehilangan jati diri inilah yang membuat orang yang menganggur akan mengalami stress yang tinggi dan apabila tidak mampu dikendalikan maka akan menjadi depresi yang mengarah kepada sakit mental atau gila.7 Sebagai pihak yang Netral kaum akademisi/intelektual atau LSM harus menciptakan modelmodel penyadaran ini sebagai cara menjembatani(bridging the gap) keadaan yang sekarang dengan keadaan yang diinginkan. Usaha mengkomunikasikan segala hal yang bertujuan agar terbentuk pola pikir. pangan dan papan menjerumuskan sebagaian besar manusia Indonesia ke jurang kemelaratan. Masih bisa dicari lagi sebab-sebabnya misalnya dekadensi(kemerosotan moral). PHK disebabkan oleh perusahaan bangkrut. 4) Rasionalisasi karyawan dll.

pekerja dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan Sekolah Dasar (SD) ke bawah. 2)kebutuhan akan keselamatan.diikuti dengan upaya yang kedua yang lebih konkret dan realistis yakni Pemberdayaan secara ekonomis dan social Penyadaran melalui pembentukan sikap dan mental yang dilakukan pada tahap pertama di atas harus diikuti dengan pemberdayaan tahap kedua yang lebih bersifat ekonomis dan konkret. Kebutuhan para penganggur dan keluarganya dalam jangka pendek adalah kebutuhan akan makan dan minum Pemenuhan kebutuhan dasar ini harus didahulukan dan menjadi perhatian utama. Pada pemberdayaan ekonomi ini 3.8 Upaya Memecahkan masalah Penganguran Abraham Maslow menyebut 5 kebutuhan manusia dalam 5 tingkatan hierarkis yaitu : 1 ) kebutuhan akan makan. 3) adanya ekspansi usaha. Karena para penganggur berpendidikan rendah ini sangat banyak maka mereka bisa disalurkan dalam kegiatan-kegiatan padat karya yang bias mendatangkan upah bagi mereka. 2)kebutuhan akan Relatedness(hubungan) dan 3) kebutuhan akan Growth(pertumbuhan) meliputi penghargaan. ada sejumlah elemen yang menjadi faktor penentu ada tidaknya pekerjaan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung seperti: 1) tersedianya lapangan kerja.tinggi tak langsung kredit lancar aktivitas ekon. aktualisasi diri Ultimate goal Masyarakat sejahtera Masyarakat bermartabat Negara kuat Goal/core objective Upaya intervensi tdk ada PHK tersedianya TKI dibutuhkan ekspansi usaha lap. 4) kebutuhan akan penhargaan dan 5) kebutuhan akan aktualisasi diri. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern karena struktur angkatan kerja. Alderfer memformulsikannya menjadi tiga dan disebutnya ERG 1) kebutuhan akan Eksistensi.trampil ekonomi membaik stabilitas moneter bersih dari KKN bersih clean goverment clean goverment clean goverment Note : Semua variable bersifat positif Seperti terlihat pada pohon tujuan di atas.kerja langsung upaya intervensi Perusahaan pertumbuhan demand thdp TKI efisiensi usaha tinggi maju ekon. Tenaga-tenaga para penganggur kurang terdidik ini bisa dimanfaatkan di kegiatan-kegiatan padat karya sehingga mereka bisa mendapatkan kembali harga dirinya yang telah hilang oleh karena terkena pemutusan hubungan kerja atau karena tidak adanya ketrampilan di dalam bekerja. 2) dibutuhkannya Tenaga Kerja Indonesia(TKI) di luar negeri. . Bahkan menurut Bambang Widianto. 3) kebutuhan akan rasa memiliki atau sosial. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas9.keamanan. lancar TKI pintar. minum dan pakaian. 4) adanya jaminan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja dan sebagainya.

27 September 2003. 3. maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. 25 Oktober 2003. martabat dan harga diri manusia. 2. Harian Kompas. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. pengangguran telah menjadi kuman penyakit sosial yang relatif cepat menyebar. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hudup(pekerjaan).com 13. Tesis. 5. 1993. kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi. WWW. Dok. Prayitno. Delapan Jalan Menuju Perubahan. Pascasarjana UI. yang ./ Beritajakarta. 10 September 2003 6. Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran. Jelamu Ardu Marius. Sukirno. Novermber 2003. Gramedia. Studi Kasus di Kupang NTT. 1994.com 14 Kompas Kamis 5 Februari 2009 BAB I PENDAHULUAN A. Conyer Diana. Dilihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial. 8. anak jalanan dan lain-lain merupakan dampak dari pengangguran. 1999. Adalah fakta bahwa berbagai kejahatan sosial seperti pencurian/penodongan/perampokan. Hadi . DAFTAR PUSTAKA 1. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. pelacuran. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. jula beli anak. Buku Ekonomi Pembangunan. Keadaan Penganggur dan Setengah Pengangguran.Bab IV Kesimpulan dan Penutup Pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial. Harian Kompas. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi pembangunan. Penerbit Ghalia Indonesia 12.Sadono Penerbit Raja Grafindo Persada. Buku Makro Ekonomi ‘Teori Pengantar’ Edisi ketiga. 7. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. berbahaya dan beresiko tinggi menghasilkan korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia. 20 Juni 2003. 9. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Suarapublika. Jakarta. Dilema Pembauran Golongan Minoritas Cina. 11. 22 tahun 1999 10. Undang-Undang Otonomi Daerah No.Google. Harian Pos Kupang. John Naisbit dan Patricia A. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Harian Kompas. 4.

Keadaan Angkatan Kerja dan Keadaan Kesempatan Kerja. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan.79 juta dari kesempatan kerja yang tersedia tersebut berstatus informal.5 persen pada tahun 2009.XXIV-Juni 2004 C.03 TH.7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless). Seluruh gambaran di atas menunjukkan bahwa kesempatan kerja di Indonesia mempunyai persyaratan kerja yang rendah dan memberikan imbalan yang kurang layak.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). Pada tahun 2002. Sekitar 44. Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik .97 juta orang. Ciri lain dari kesempatan kerja Indonesia adalah dominannya lulusan pendidikan SLTP ke bawah. Masalah pengangguran dan setengah pengangguran tersebut di atas salah satunya dipengaruhi oleh besarnya angkatan kerja. Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional. peraturan yang menghambat inventasi.54 persen menjadi 15 persen pada tahun 2009. Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu. meliputi Pengendalian Jumlah Angkatan kerja peningkatan Kualitas angkatan Kerja. Meningkatnya jumlah tenaga kerja formal dari 36.33 persen kesempatan kerja ini berada disektor pertanian. Terbangunnya jejaring antara pusat dengan seluruh Kabupaten/kota. Selain itu terdapat sebanyak 2. Angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2002 sebesar 100. ini berarti bahwa angkatan kerja di Indonesia kualitasnya masih rendah. Tingkatkan perluasan lapangan kerja dari 91. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif.13 juta penganggur terbuka. Mereka ini didominasi oleh angkatan kerja usia sekolah (15-24 tahun) sebanyak 20. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan. Sumber : Majalah Nakertrans Edisi . Menurunnya jumlah setengah penganggur dari 28. B. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans. dan lain-lain. Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002.71 persen menjadi 60 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009. sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. upah rendah. jumlah orang yang bekerja adalah sebesar 91. yang hingga saat ini tingkat produktivitasnya masih tergolong rendah. (Sumber: Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia. Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5. pembinaan Hubungan Industrial. Untuk mencapai hal tersebut disusun strategi.7 juta. Sasaran Sasaran yang diharapkan.disebabkan antara lain. pada tahun 2002 berjumlah 28. Menurunnya jumlah angkatan kerja usia sekolah dari 20. 29 Juni 2004. peningkatan Efektivitas Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja.65 persen menjadi 20 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009. Pada sisi lain. Selanjutnya 63.8 juta orang. hambatan dalam proses ekspor impor. 11 Pebruari 2004). dirumuskan sebagai berikut : Menurunnya jumlah penganggur terbuka dari 0. sebesar 9.96 pesen menjadi 5.33 juta orang hanya berpendidikan SD kebawah.6 juta orang.87 juta orang. yang mengakibatkan produktivitas rendah. Implikasinya adalah produktivitas tenaga kerja rendah. kebijakan dan program-program yang perlu terus dibahas untuk menjadi kesepakatan semua pihak. 45. Keadaan lain yang juga mempengaruhi pengangguran dan setengah pengangguran tersebut adalah keadaan kesempatan kerja. Ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja yang tersedia adalah bagi golongan berpendidikan rendah.65 juta orang menjadi 108.

61 16.33 19.57 persen pada 1982 menjadi 5.5 juta orang penganggur. Akademi dan Sarjana) secara signifikan dari 26 persen menjadi 57 persen. Keempat. baik pada menengah pertama maupun pada menengah atas. hampir separuh (49 persen) penganggur ternyata berpendidikan menengah atas (SMTA Umum dan Kejuruan).79 16. Pasca krisis moneter.61 3.7 persen. gap tersebut semakin membengkak tajam. persentase peningkatan tingkat pengangguran berpendidikan sarjana adalah paling tinggi.30 24. periode 1982-1998.7 juta. khususnya dalam kaitannya dengan strategi serta kebijakan perekonomian dan pendidikan nasional. Dengan jumlah angkatan kerja 92. yakni penduduk angkatan kerja yang benar-benar menganggur. pada 1998. suatu tingkat yang secara alamiah mustahil dihindarkan.02 persen pada 1998. yang termasuk juga rawan adalah pengangguran tenaga terdidik. laju peningkatan pengangguran di sekolah menengah kejuruan lebih rendah daripada sekolah menengah umum.13 SLTA Kejuruan 12.47 .44 SLTA Umum 12. persoalan mendasar ketenagakerjaan di Indonesia saat ini menyangkut tingkat pengangguran.86 Diploma 0. terdapat sejumlah besar penganggur yang dalam konsep ekonomi termasuk dalam kualifikasi pengangguran terselubung (disguised unemployment). Ketiga. Berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik) sampai Mei 1997.69 11.74 40.74 0.Diploma I 0.94 . terjadi peningkatan pengangguran berpendidikan menengah ke atas (SMTA. pengangguran 5. Pada tahun 1998 tingkat pengangguran mencapai 5. Jika ditambah angka pengangguran terbuka 2. Konsep lainnya adalah under employment.68 23.67 persen dan pengaruh krisis ekonomi yang berkepanjangan.7 persen tersebut sebenarnya adalah angka pengangguran terbuka (open unemployment).90 32.09 SLTP 11. Pola Pengangguran Dari tabel di bawah mengungkapkan beberapa hal menarik. yakni tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya disebabkan lemahnya permintaan tenaga kerja. Ini disebabkan pertambahan angkatan kerja baru jauh lebih besar dibanding pertumbuhan lapangan kerja produktif yang dapat diciptakan setiap tahun. Tabel Struktur Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan (%) Pendidikan 1982 1995 1998 SD ke bawah 61. Di samping masalah tingginya angka pengangguran. Suatu tingkat yang sangat serius dan membahayakan dalam pembangunan nasional. yakni tenaga kerja yang jumlah jam kerjanya tidak optimal karena ketiadaan kesempatan untuk bekerja. yang melonjak dari 0. Kedua.91 2. total pengangguran nyata bisa mencapai 35-40 persen. Pertama. Sebenarnya tingkat pengangguran ini relatif kecil dibanding tingkat pengangguran di beberapa negara industri maju di Eropa di tahun 90-an yang bahkan mencapai dua digit.7 persen berarti terdapat 4. Angka ini sebenarnya masih di sekitar tingkat pengangguran natural (Natural Rate of Unemployment).Selain masalah upah. Ini mencakup pengangguran yang muncul karena peralihan antar kerja oleh tenaga kerja. Namun tingkat pengangguran 5. atau meningkat hampir 120 persen. sekitar 45 persen tenaga kerja bekerja di bawah 35 jam per minggu atau setara dengan 25 persen pengangguran penuh. Fenomena ini patut diantisipasi sebab cakupannya berdimensi luas. Di luar pengertian tersebut. yaitu angkatan kerja berpendidikan menengah ke atas dan tidak bekerja.

pembangunan ekonomi pada tingkat tertentu berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga masyarakat lebih mampu membiayai pendidikan formal dan mengakomodasi makanan bergizi yang membantu kualitas tenaga kerja. Sekitar 50 persen di antaranya adalah angkatan kerja berpendidikan sarjana dan sarjana muda.57 3. Seharusnya. berbagai kebijakan di bidang pendidikan nasional membawa peningkatan pada kualitas pendidikan formal angkatan kerja. Kedua. mayoritas angkatan kerja berpendidikan SMTA Umum bekerja di sektor perdagangan dan sektor informal yang produktivitasnya relatif rendah.032 lowongan kerja terdaftar. sedangkan paling rendah lulusan SD dan diploma satu (D1) sekitar 10 persen..Diploma II 1. Akan tetapi. kurikulum SMTA Umum sekarang mendapat proporsi keterampilan praktis sehingga bilamana lulusan SMTA tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi. Tingginya proporsi lowongan kerja untuk sarjana dan sarjana muda yang belum terisi menunjukkan adanya kesenjangan antara kualitas penawaran tenaga kerja (dunia perguruan tinggi) dengan kualitas permintaan tenaga kerja (dunia usaha).02 Sumber: Statistik Tahunan Indonesia. Perlu juga penanganan serius terhadap tingginya persentase lulusan SMTA Umum yang menganggur (lebih tinggi daripada SMTA Kejuruan). 1998 Beberapa Sebab Secara kualitatif. sejauh mana konsep tersebut tertuang dalam kerangka yang lebih operasional. Periode 1980-98. 1985. mahalnya biaya juga menjadi kendala utama. Depnaker April 1998. sehingga terjadi pendayagunaan tenaga kerja terdidik yang tidak optimal. kualitas tenaga kerja nasional meningkat disebabkan dua hal. selain tempat terbatas. Dengan demikian. Secara makro ini juga disebabkan transformasi struktur ekonomi dari sektor primer (pertanian) ke sektor sekunder dan tersier (industri dan jasa) tidak diikuti transformasi penyerapan tenaga kerja. 1995. sementara sektor sekunder dan tersier hanya meningkat 3 persen dari 23 persen. dari 254. pada hal untuk masuk ke dunia perguruan tinggi. Tampaknya gejala tersebut diakibatkan pola perkembangan industri saat ini yang kurang berbasis pada permasalahan nasional yang sifatnya seolah labor surplus padahal karena permintaan yang kecil. di samping membangun industri skala besar yang sifatnya padat modal dan teknologi. Masalahnya. Pertama. Apa yang terjadi sekarang adalah. Selain itu.53 Universitas 0. perhatian juga sudah seharusnya diberikan pada pengembangan industri yang lebih berorientasi pada penyerapan tenaga kerja terdidik yang tidak hanya jumlahnya besar tetapi juga tumbuh dengan sangat cepat. di tengah membengkaknya jumlah penganggur. Kesenjangan ini memang sudah sering diangkat ke permukaan sampai lahirnya konsep link and match. Hal ini karena pada dasarnya SMTA Umum dipersiapkan untuk memasuki perguruan tinggi. pada saat angkatan kerja terdidik meningkat dengan pesat. Ini menimbulkan gejala supply induce di mana tenaga kerja terdidik yang jumlahnya cukup besar memberi tekanan kuat terhadap kesempatan kerja di sektor formal yang jumlahnya relatif kecil. Berbagai perubahan menyangkut penjurusan di tingkat menengah atas tampaknya tidak akan mampu menjawab permasalahan kualitas angkatan kerja golongan pendidikan ini. ternyata lowongan kerja yang belum terisi cenderung meningkat serta porsinya terhadap lowongan kerja relatif besar. paling tidak sudah memiliki bekal keterampilan yang dibutuhkan untuk masuk dunia kerja. lapangan kerja masih didominasi sektor-sektor subsistensi yang tidak membutuhkan tenaga kerja berpendidikan. terdapat 15 persen lowongan kerja yang tidak dapat terisi. Di lain pihak kontribusi sektor primer terhadap PDB turun sebesar 9 persen menjadi 15 persen sementara sektor sekunder dan tersier meningkat sekitar 14 persen menjadi 27 persen.87 2.86 5. . penyerapan tenaga kerja sektor primer turun 9 persen menjadi 47 persen. Menurut data Sub Direktorat Informasi Pasar Kerja.

Pengangguran Terus Bertambah Kolapsnya perekonomian Indonesia sejak krisis pada pertengahan 1997 membuat kondisi ketenagakerjaan Indonesia ikut memburuk. Sejak itu. pada 2002: usia kerja (148. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja. Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu. beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) sudah menerapkan hal ini di mana banyak praktisi bisnis menjadi dosen-dosen PTS.13 juta) dan 2003 (11. yang secara perlahan membawa perubahan pada kurikulum. penduduk yang kerja (90. misalnya dengan berbagai proyek kerjasama penelitian antara dunia usaha dengan perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa. Kedua.03 juta). Padahal. Intensitas permasalahan juga lebih banyak terjadi pada penganggur wanita dan pengaggur terdidik.005 juta). B. perdagangan. setengah penganggur sukarela (24. Sektor di hulu yang banyak berdampak pada pengangguran dan setengah pengangguran adalah sektor kependudukan.005 juta). dari 4. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. Bayangkan. peneliti dan praktisi niscaya sulit untuk mempersempit gap tersebut. data pekerja dan pengangguran menunjukkan. Setiap pertumbuhan ekonomi satu persen.7 persen pada periode 2005-2009.812 juta). Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 3-4 persen. tentunya hanya akan menyerap 1.422 juta). Pertama.779 juta).35 juta. otomatis penyerapan tenaga kerja juga ada. setengah penganggur terpaksa (6.18 juta. Ketiga. jasa dan industri. angka pengangguran terbuka di Indonesia terus menaik.0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4. Ada tiga asumsi yang menjadi harapan untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran. angkatan kerja (100. 2001 (8. pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun dapat ditekan dari 2.647 . Selanjutnya. dosen.730 juta).0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1.5 juta pertahun. dapat ditingkatkannya pertumbuhan ekonomi menjadi 6. BAB II MASALAH A. 2002 (9.Secara fungsional. dapat ditekan menjadi 1.35 juta).033 juta). 2000 (5. penganggur terbuka (8. Sehingga. sementara pencari kerja mencapai rata-rata 2. Akan tetapi. Sementara itu. Angka Pengangguran Indonesia Naik Sejak 1997 sampai 2003. Pengangguran dan setengah pengangguran merupakan permasalahan di muara yang tidak bisa diselesaikan pada titik itu saja. pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tidak pernah mencapai 7-8 persen. pada 1999 (6. angkatan kerja (98. pada 1997.807 juta). Didominasi oleh penganggur usia muda. masalah pengangguran erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Tiap Tahun.81 juta).010 juta). Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 400 ribu orang. jumlah penganggur terbuka mencapai 4. tapi juga harus ditangani dari hulu. pada 2001: usia kerja (144. Jika pertumbuhan ekonomi ada.18 juta menjadi 11. Selain usia muda. tinggal di pulau Jawa dan berlokasi di daerah perkotaan. penduduk yang kerja (91.4 persen. setiap tahun pasti ada sisa. transformasi sektor informal ke sektor formal dapat dipercepat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan terutama di sektor pertanian.9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2.1 persen. bila tidak diimbangi dengan penjembatanan secara struktural.6 juta tenaga kerja. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan. pengangguran juga banyak mencakup berpendidikan rendah. pendidikan dan ekonomi.

357). jumlah putusan (1. Jumlah putusan (91). Ditjen Binawas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 2001: Perkara yang masuk (2.445). jasa dan industri.0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1.933). Kedua.413) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans.415) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (2. Ditjen Binawas Jumlah Perkara dan Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Kasus PHK (2.098). penganggur terbuka (9. untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran bisa saja dicapai lewa tiga asumsi dasar.juta).845) 2002: Kasus pemogokan (220).1 persen. Ditjen Binawas Jumlah Tenaga Kerja yang Terkena PHK 2002: Perkara yang masuk (114.445). sisa perkara (6. Ketenagakerjaan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI). ditekan menjadi 1.869 juta).0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4. terutama di sektor pertanian.632) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara yang masuk (2.4 persen. Sebenarnya.175). perdagangan. sisa perkara (4.142) 2003: Kasus pemogokan (146). setengah penganggur sukarela . jumlah putusan (117. sisa perkara (2. sisa perkara (189) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara masuk (95).160). persoalan terus datang.565). Ditjen Binawas Berdasarkan data di atas. kasus PHI (95) Sumber: Depnakertrans.145). yaitu pertama.790) Sumber: Depnakertrans. mempercepat transformasi sektor informal ke sektor formal.906). lihatlah data berikut: Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) 2001: Perkara yg Masuk (81). Sisa perkara (321) Keterangan: Data Perselisihan dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans.7 persen pada periode 2005-2009. Sisa*) Perkara (73) *) Akumulasi dengan Sisa perkara Bulan Sebelumnya 2002: Perkara masuk (101). Jumlah Putusan (80).9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2. kasus PHI (101) 2003: Kasus PHK (12. jelas masalah buruh dan pengusaha seakan juga menjadi bom waktu . tenaga kerja yang terlibat (769. Selesaikan masalah? Tunggu dulu.933). baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. jumlah putusan (1.980). hingga “terpaksa” harus melahirkan paket Undang Undang Serikat Pekerja.145). Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja.393) Keterangan: Data PHK dari P4P tidak dibuat angka komulatif Sumber: Depnakertrans. jumlah putusan (98.132 juta). sisa perkara (205.867) Keterangan: Jumlah TK dari P4P tidak dibuat angka komulatif 2003: Perkara yang masuk (110. jumlah putusan (95). Ketiga. tenaga kerja yang terlibat (109. jumlah putusan (2. pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun ditekan dari 2. tenaga kerja yang terlibat (61. pertumbuhan ekonomi ditingkatkan menjadi 6. Sejak 2000. Tapi pemecahan persoalan tidak semudah itu. Bicara soal ketenagakerjaan tidak akan lepas dari persoalan buruh dan pengusaha yang tiap hari kian mencuat ke permukaan. tenaga kerja PHK (110. setengah penganggur terpaksa (28. sisa perkara (223. Ditjen Binawas Pemogokan 2001: Kasus Pemogokan (174). Tenaga Kerja PHK (114.175).

Belum di industri lainnya. dan upah minimum bukan penyebab utama pengangguran itu. Jelas. Tapi siapa yang akan memberikan pekerjaan? Soal ketenagakerjaan memang menjadi hal pokok dalam menggerakkan iklim investasi. seperti tiap bulan mendapatkan gaji tetap. penggunaan keuntungan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) untuk kepentingan buruh dan pengusaha. bekerja di perusahaan. 62. tutupnya perusahan elektronik SONY dan DOSON yang memproduksi sepatu Reebok. kesejahteraan buruhpun jadi terhambat.yang tiap saat bisa meledak dan menghancurkan kerangka ketenagakerjaan Indonesia. Artinya. lebih dari 60 persen angkatan kerja Indonesia ada di sektor informal. industri tidak bersaing sehingga terjadi deindustrialisasi dan jadilah pedagang. itu tidak ada masalah. tidak perlu harus mengeluarkan UU baru yang ternyata menguntungkan pasar bebas. tapi kembalikan ke buruh. Tuntutan kesejahteraan buruh itu. buruh bisa save biaya transportasi dan memberikan hidup yang lebih layak. Tapi yang bisa di berikan saat ini adalah yang sesuai dengan dukungan ekonomi kita. Soal buruh dan pengusaha.. adanya pernyataan beberapa ekonom yang mengatakan. Tidak apa-apa upah tidak dinaikkan untuk sementara. sehingga terjadi pengangguran yang tentunya. pegawai negeri dan lainnya yang memang mempunyai jaminan perlindungan. Cina dan Thailand bukanlah kompetitor lagi. sebenarnya banyak yang bisa dilakukan pemerintah. akan diikuti juga perusahaan lainnya.5 persen pangsa pasar tenaga kerja itu ada di desa. Fakta hubungan buruh dan pengusaha tidak bisa serta merta terselesaikan dengan hadirnya UU Ketenagakerjaan dan PPHI. Jumlah buruh di 2665 perusahaan tekstil dan produksi tekstil serta terkait dengan industri tesktil dan produksi tekstil saja mencapai 4. Kemungkinan. Bagi pengusaha. apakah hak upah minimum itu berkorelasi dengan pengangguran? Soal pengangguran itu jelas terkait dengan krisis ekonomi yang tidak bisa diselesaikan pemerintah. impor. Pertanyaannya. memang harus ada berbagai jaminan. Laos dan Kamboja. buruh sebenarnya mau berkompromi untuk menunda pemenuhan hak yang mereka tuntut. itu dulu deh. Karena berdasarkan riset ILO (International Labour Organization) 2-3 tahun terakhir. Di sisi lain. Sisanya. ada jaminan kesehatan dan lainnya. upah minimumnya. tapi juga memperhatikan kepentingan publik. kemungkinan kita akan dikejar oleh Vietnam. UU yang baru ini jelas memberatkan pengusaha. adalah hak buruh yang bisa dipahami. UU Ketenagakerjaan justru membuat pengusaha menutup perusahaannya yang kemudian menurunkan kesempatan meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan. Tapi pemerintah jangan menaikkan . Tidak heran saat ini. normatif ketenagakerjaan Indonesia bagaimana. Komponen pengeluaran besar buruh adalah penginapan dan transportasi.7 juta. Dana Jamsostek yang surplus sekitar satu triliun rupiah itukan bisa dikembalikan ke buruh dengan membangun perumahan buruh yang tersebar di sekitar sentra industri. Bahkan. Tentunya. Tidak ada korelasi. bukan sekadar mendapatkan win-win solution. Investasi akan semakin tidak mampu masuk. tentunya tidak mempunyai jaminan sama sekali: satu perbandingan yang tidak sehat. Tanpa ada kemampuan yang didukung ekonomi nasional. Karena investor akan melihat. Bahkan. compete tidak? Jika upah buruh naik. uruh itu hanya concern pada dua hal: PHK dan penyelesaian perselisihan. banyak industri berubah jadi trading. jelas menguntungkan pasar bebas itu. ada di sektor formal. Satu contoh yang mungkin pengusaha dan buruh lainnya juga sepakat. produktifitas tidak naik. Ditambah lagi. Celakanya. Informal yang jumlahnya jelas lebih banyak ini. Soal paketan UU Ketenagakerjaan boleh jadi harus menjadi perhatian serius. itu namanya tidak baik dan mampu berkompetisi. Janganlah pemerintah mengambil deviden dari Jamsostek. kompetisi usaha Indonesiapun semakin menurun. jelas makin hari makin terjadi PHK. kenaikan upah minimum akan menyumbang pengangguran sebesar satu persen.

antara lain: identifikasi dan pemilihan program. departemen pertanian dan kelautan misalnya. motivator. aspek penanggulangan pengangguran harus dijadikan sebagai titik perhatian. Kebijakan itu perlu ditempuh untuk menghindari dampak negatif yang lebih besar dari sekadar dampak negatif. dimana. Dengan cara ini. maupun pola-pola pemberian kredit bank. Indonesia akan berada pada bibir jurang kehancuran yang sulit dihindarkan. sampai dengan 40 persen. Selain itu. tenaga kerja terdidik. mencakup berbagai aspek penting. Pemda hanya mengharapkan PAD. antara lain terciptanya kesempatan kerja produktif dan remunerative. membuat gambaran: berapa sektor kerja dan tenaga kerja yang riil ada. harus bersama-sama. Untuk itu. bersama-sama mengatasi masalah ini. sebagai usaha mandiri. Daerah tidak pernah meng-update data yang ada. Depnaker tidak mampu mengatasi pengangguran. kecil-menengah. fasilitator. pengawasan dan lain-lain. Sampai sekarang Depnakertrans juga belum mempunyai peta potensi wilayah dan pengangguran sampai ke daerah terkecil. Fakta tetap mengatakan. Tapi Depnakertrans mengaku. Yang di dorong itu pencari kerjanya. jumlah pengangguran terus bertambah.harga barang. Idealnya untuk penanggulangan penganggur ini. latar-belakangnya dan potensi wilayah yang ada. Tapi tidak pernah ada. lalu masalah pengembangan penerapan teknologi tepat guna. pembiayaan. Tanpa harus mengabaikan core-programe masing-masing instansi atau pihak terkait. tidak pernah memikirkan bagaimana masyarakatnya makmur. termasuk instansi-instansi pemerintah yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan ketenaga-kerjaan untuk harus segera mengkonsolidasikan diri. Karena desa memerlukan ahli. Masalahnya. Praktek dan rill di lapangan. Dengan otonomi daerah. Umumnya negara berkembang. Yang mampu mengatasinya adalah semua sektor. listrik dan layanan publik lainnya dong. koordinasi pelaksanaan. sektor pertanian menyerap tenaga kerja. Selama ini Depnakertranas sudah menyebarkan informasi dan mendorong ke arah wira-usaha. kemungkinan besar akan semakin parah dan mengganggu sendi-sendi pembangunan lainnya. Programnya mencakup pelatihan dan upaya-upaya pendorongan ke wira-usaha. dimana diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. Depnakertrans diberikan dana sekitar 1 trilyun rupiah agar sampai tenaga kerja sarjana bisa di tampung dan fokuskan pada pengembangan desa. seperti kelurahan dan desa. Ketidak-stabilan peta politik dan keamanan. perencana. sejahtera dan berkembang dan tidak menganggur. Untuk menanggulangi masalah penganggur dan setengah penganggur. atau hanya bersifat supplemen bilamana keadaan terlalu memaksa. Seperti pertanian. supaya juga bisa membuat tolak ukur. seperti yang kita alami sekarang ini. pendorong dan pemberi wacana-wacana. redistribusi pendapatan dalam bentuk seperti pengalihan subsidi BBM tidak perlu lagi dilakukan. anggaran yang dimiliki sangat terbatas untuk mendorong kesempatan kerja. Bagaimana mungkin Depnaker bisa menjalankan programnya jika basis data saja tidak punya? Sudah pernah di mintakan ke Pemda. Pemdalah yang . Bila hal ini benar-benar terjadi. pemerintah dan masyarakat sendiri. dinamisator masyarakat desa. Untuk 2002 saja. efek netto dari hasil pembangunan yang diperkirakan akan semakin baik di masa mendatang perlu didistribusikan kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk. semua mata serasa tertuju ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) sebagai operator (pemerintah) penyelesaian soal ketenagakerjaan ini. mau tidak mau. Depnakertrans juga mencoba “menyentil” instansi lain untuk peduli terhadap masalah pengangguran. Konsolidasi ini. Dana Jamsostek itu juga seharusnya bisa dijadikan solusi dalam hal kesejahteraan buruh. Depnakertrans hanya mempunyai dana 40-41 milyar rupiah dan dibagikan ke seluruh Indonesia. Data-data menunjukkan. 54-60 persen sektor informal mampu menampung pencari kerja. harusnya mampu memperluas kesempatan pekerjaan di sektor mereka sendiri. baik lewat tenaga kerja pemuda mandiri professional. seperti data penganggur. Jelas. Kemudian diikuti sektor kelautan. Untuk itu seluruh komponen bangsa. pemerintah pusat hanyalah pembuat kebijakan.

.790 orang 5. Meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga nasional maupun internasional . . Apalagi. semua perencanaan yang “terkesan” bagus itu.800 orang.280 orang.855 orang. Kegiatan yang dilaksanakan adalah: a. kita upayakan agar dengan standar kompetisi. . Pemberian ijin tenaga kerja asing (IKTA) sebanyak 19. 6. Tampaknya. eletronik dan lainnya itu.951 orang meliputi : . penempatan. jika bicara soal ketenagakerjaan.Padat karya produktif 44. .898 orang. SDM nantinya mampu mengisi lowongan pekerjaan dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan. harus benar-benar menjadi perhatian Depnakertrans. “SDM kita belum mampu bersaing. tenaga kerja sarjana dan tenaga kerja mandiri terdidik sebanyak 67. Penempatan Tenaga Kerja AKAD : 21.Pelatihan MTU : 20. penempatan dan produktivitas tenaga kerja. 2. .200 orang. Pelatihan ketrampilan sebanyak 42. Pengembangan Kesempatan Kerja.225 orang. b. terbukti pada lomba ketrampilan se-Asia pada dua tahun lalu. Indonesia hanya memperoleh perunggu untuk kompetisi di bidang otomotif. Merumuskan pedoman atau petunjuk teknis.Pembinaan dan pendayagunaan anak jalanan dan pedagang asongan 690 orang.Pendayagunaan tenaga kerja pemuda mandiri profesional. Perluasan lapangan kerja bagi 120. Selain mempunyai Rencana Tenaga Kerja Nasional 2004-2009. 3. Pelaksanaan pemagangan ke Jepang sebanyak 4. 7. Pelatihan untuk angkatan kerja khusus seperti penyandang cacat dan lanjut usia sebanyak 1.Pelatihan Magang : 1. Apalagi. Membangun sistem peningkatan kualitas tenaga kerja . hingga SDM bisa bekerja secara produktif. . Mendorong peranan masyarakat luas di Bidang Ketenagakerjaan meliputi pelatihan. 4.Pelatihan melalui anggaran DPKK-TKI : 2.Penciptaan wirausaha baru 2. ada beberapa tugas yang bisa dilakukan direktoratnya: pembinaan yang menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia.Pengembangan model perluasan kerja 685 orang. 4.Terapan teknologi tepat guna 4.764 orang. . Pemberian bantuan peralatan kepada 78 lembaga pelatihan BLK/LLK dan 12 pondok pesantren.317 orang.561 orang meliputi : .276 orang.589 orang. Belum lagi bicara soal banyaknya tenaga kerja asing yang masuk dan mengisi pekerjaan di Indonesia.A.734 orang.Pelatihan Teknisi :1. 2003 telah dilaksanakan : 1.485 orang. 2. Saat itu. Depnakertrans lewat Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri juga mempunyai program dan kegiatan yang diarahkan untuk pencapaian Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja serta Program Perluasan dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Tidak kompetitifnya SDM Indonesia. Karena tenaga kerja Indonesia belum mampu mengisinya. . . 3. Untuk itu.mengurusi semuanya.Pelatihan institusional : 14.Pelatihan kewirausahaan : 2. TKI saja . mengimplementasikan dan mensosialisasikan kebijakan pembinaan yang bertujuan untuk : 1. dalam T. SDM Indonesia ditempatkan pada posisi 112 dari 117 negara yang diteliti. Meningkatkan kualitas pelayanan di Bidang Perluasan Kesempatan Kerja dan Penempatan Kerja . .088 orang.

pusat dan daerah terputus. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. Salah satu unsur penguatan daya saing adalah pemberian fasilitas perpajakan. Soal penanggulangan pengangguran dan perencanaan tenaga kerja nasional seharusnya juga ada di tiap daerah. jika ingin kembali ke tingkat pertumbuhan ekonomi enam persen. Tidak adil jika penanaman modal asing (PMA) langsung hanya diukur dari perizinan yang diberikan BKPM. proyek 700 km jalan tol. perekonomian Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi dan pasar dalam negeri. Tahun 2004 ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 4. tetapi tidak membutuhkan fasilitas. tetapi harus memanfaatkan ekspor. Selanjutnya. apa lagi fasilitas yang bisa kita tawarkan kepada mereka Tidak banyak. obligasi korporasi. perekonomian Indonesia harus menggalakkan ekspor dan investasi. ekspor nonmigas ditargetkan tumbuh mencapai tujuh persen dari tahun sebelumnya. tingkat kemiskinan di Indonesia sebetulnya sekarang sudah kembali ke waktu kita mau masuk krisis. Indonesia dapat mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan. semoga tahun ini kita dapat menunjukkan apa artinya (pertumbuhan ekonomi) naik dari empat persen ke lima persen. tingkat kemiskinan Indonesia akan kembali ke posisi sebelum krisis. sudah disiapkan angka-angka yang benar-benar dapat dipercaya dan mewakili jumlah PMA langsung yang masuk ke Indonesia. Sekitar 2005. Untuk mencapai pertumbuhan lima persen. BAB III PEMBAHASAN A. Penanggulangan Pengangguran di Indonesia . dan surat utang negara menuju penggunaan dana untuk penanaman modal langsung. nasib ketenagakerjaan akan semakin memburuk sampai ada kejelasan pada 2006. seperti proyek sejuta rumah. Untuk tahun 2004.0 persen. terkait dengan semangat otonomi daerah. yang masuk ke BKPM adalah persetujuan untuk perusahaan yang meminta fasilitas. pembangunan pembangkit tenaga listrik yang baru. Ini berarti. Pertumbuhan ekonomi tahun 2003 tercatat 4. investasi yang di lakukan baru investasi prasarana. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tujuh persen. Dalam kenyataannya. Oleh karena itu. Sekadar dengan mengerem investasi dan mempergunakan subsidi langsung. C. pasar luar negeri. Sekarang. Alasannya. dan tahun-tahun berikutnya baru di dorong migrasi tenaga kerja di sektor informal menuju sektor formal. di tingkatkan sektor formal. sektor informal bisa di persiapkan. Tahun 2004 pemerintah menggerakkan ekspor agar pada tahun 2005 ekspor mulai meningkat dan investor akan merasa lebih pasti lagi dalam menanamkan modalnya.masih dalam posisi menengah. Untuk tingkat pengangguran. investasi harus digalakkan. Banyak investasi yang juga sudah masuk ke Indonesia. pembangunan sistem irigasi. Sehingga pada 2006. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis Jika perekonomian tumbuh lima persen pada tahun 2004. Diharapkan. dan proyek banjir kanal timur di Jakarta. Sejak otonomi daerah. Tingkat kemiskinan sudah lebih baik daripada waktu krisis. Padahal. Jika berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi lima persen tahun 2004 ini.3 persen. penanaman modal bergeser dari sekadar pembelian reksa dana. tahun 1996. penjabarannya ada di daerah. Tax holiday sama sekali tidak termasuk fasilitas perpajakan yang dimaksud. Hal itu dapat dicapai melalui penetrasi pasar dan penguatan daya saing. pusat hanya pembuat kebijakan.8-5. Sementara tingkat pengangguran terbuka tahun 2003 tercatat 10 juta orang.

bahwa GNPP ini dimaksudkan untuk membangun kepekaan dan kepedulian seluruh aparatur dari pusat ke daerah. mereka adalah sebagian kecil dari para tokoh yang memandang masalah ketenagakerjaan di Indonesia harus segera ditanggulangi oleh segenap komponen bangsa. Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP). menjadi beban keluarga dan masyarakat. .M. Gerakan tersebut dicanangkan dalam satu Deklarasi GNPP yang diadakan di Jakarta 29 Juni 2004. sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. Kesadaran dan dukungan sebagaimana diwujudkan dalam kesepakatan GNPP tersebut. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. merekaadalah Gubernur Riau H. kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. Setyawan. T. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. Mengingat 70 persen penganggur didominasi oleh kaum muda. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja.P. perwakilan perguruan tinggi. pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. sumber utama kemiskinan. DR. kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. serta masyarakat seluruhnya untuk berupaya mengatasi pengangguran. B. UPN Veteran Jakarta. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. Sitanggang. Lima orang tokoh dari pemerintah provinsi. menandatangani deklarasi tersebut. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. J. Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. menjadi beban keluarga dan masyarakat. Rusli Zainal. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Zulkarnaen Karim. pemerintah kabupaten/kota. pengusaha. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. Bambang Ismawan.Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar. Walikota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. sebaiknya segera dibentuk Badan Koordinasi Perluasan Kesempatan Kerja. Menurut para deklarator tersebut. Dalam pembangunan Nasional.ABAC. Bina Swadaya. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung. pendamping. bahwa untuk itu. Salah satu tolok ukur kebijakan nasional dan regional haruslah keberhasilan dalam perluasan kesempatan kerja atau penurunan pengangguran dan setengah pengangguran. Palgunadi. Berdasarkan kondisi diatas perlu dilakukan Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP) dengan mengerahkan semua unsur-unsur dan potensi di tingkat nasional dan daerah untuk menyusun kebijakan dan strategi serta melaksanakan program penanggulangan pengangguran. Dalam deklarasi itu ditegaskan. maka diperlukan penanganan khusus secara terpadu program aksi penciptaan dan perluasan kesempatan kerja khusus bagi kaum muda oleh semua pihak. sumber utama kemiskinan. LSM. perwakilan pengusaha.

. maupun dunia pendidikan. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia Sekitar 10 juta penganggur terbuka (open unemployed) dan 31 juta setengah penggangur (underemployed) bukanlah persoalan kecil yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini dan ke depan. minyak. politik dan kemiskinan. Hal ini berarti. keadaan angkatan kerja. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. Selanjutnya secara lebih konkrit pada Pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa : " tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan " dan pada Pasal 28 D ayat (2) menyatakan bahwa:" Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja". dan juga pembahasan dengan beberapa Departemen dan Bappenas. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. dengan Tripartit secara terbatas (Apindo dan beberapa Serikat Pekerja). Setiap orang harus mengkonsumsi beras.. dunia usaha. " Memperhatikan kompleksnya permasalahan pengangguran. baik pemerintah maupun swasta harus dikaitkan dengan penciptaan kesempatan kerja yang seluas-luasnya. sepatu. pakaian. Dalam konteks ini kiranya paparan tersebut masih relevan untuk diinformasikan. dan keadaan kesempatan kerja. serta mendorong segera dapat dirumuskan Konsepsi Penanggulangan Pengangguran. gula. Sepuluh juta penganggur terbuka berarti sekitar separo dari penduduk Malaysia. Oleh karena itu. utamanya upaya penanggulangan pengangguran. masih memerlukan waktu dan dukungan biaya sehingga pada akhirnya dapat dirumuskan suatu Konsepsi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat". pemerintah berkewajiban untuk menyediakan pekerjaan dalam jumlah yang cukup. pihak pemerintah baik pusat maupun daerah. Konsepsi. apa pun alasan dan . dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa . Depnakertrans dengan mengikut sertakan pihak-pihak terkait sedang menyusun konsepsi penanggulangan pengangguran. bahwa pembukaan UUD 1945 mengamanatkan: ". meliputi keadaan pengangguran dan setengah pengangguran. produktif dan remuneratif. jasa dan sebagainya setiap hari.. C. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. Dalam salah satu bagian paparannya Menteri menyebutkan. bahwa secara konstitusional. dalam penyusunan kebijakan dan program masing-masing pihak. Sementara itu dalam Raker dengan Komisi VII DPR-RI 11 Pebruari 2004 yang lalu. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. akan tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. serta sasaran yang akan dicapai. Selanjutnya Menakertrans menyatakan. Menyadari bahwa upaya penciptaan kesempatan kerja itu bukan semata fungsi dan tanggung jawab Depatemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kedua Pasal UUD 1945 ini perlu menjadi perhatian bahwa upaya-upaya penanganan pengangguran yang telah dilaksanakan selama ini masih belum memenuhi harapan. Bekerja berarti memiliki produksi. energi listrik. antara lain sangat dibutuhkan masukan dan dukungan sepenuhnya dari Anggotra DPR-RI yang terhormat khususnya Komisi VII. untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. tutur Menteri Jacob Nuwa Wea. Selain itu.menunjukan suatu kepedulian dari segenap komponen bangsa terhadap masalah ketenagakerjaan. disadari bahwa penyusunan konsepsi tersebut masih perlu didiskusikan dan dikembangkan lebih lanjut dengan berbagai pihak yang lebih luas. Menakertrans Jacob Nuwa Wea dalam penjelasannya juga berkesempatan memaparkan konsepsi penanggulangan pengangguran di Indonesia. Karena itu. Dalam proses penyusunan ini telah dilakukan beberapa kali pembahasan di lingkungan Depnakertrans sendiri."..

Kepribadian yang matang. kesuksesan yang hakiki berawal dari sikap mental kita untuk berani berpikir dan bertindak secara nyata. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. jujur matang. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. Berbicara mengenai pengangguran banyak aspek dan teori disiplin ilmu terkait.bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. Itu merupakan tuntutan utama dan mendasar di era globalisasi dan informasi yang sangat kompetitif dewasa ini dan di masa-masa mendatang. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. diharapkan setiap pribadi sanggup mengaktualisasikan potensi terbaiknya dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik. profesional dan bertanggung jawab. berani mengambil tantangan serta mempunyai mindset yang benar. Keempat. tulus. Itu semua . antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Hal itu dapat dilakukan serentak dengan pendirian Badan Jaminan Sosial Nasional dengan embrio mengubah PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) menjadi Badan Jaminan Sosial Nasional yang terdiri dari berbagai devisi menurut sasarannya. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Kebijakan Mikro Selain itu. keberadaaan lembaga itu dapat disusun dengan baik. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Yang jelas pengangguran hanya dapat ditanggulangi secara konsepsional. Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. sumber daya manusia maupun keuangan (finansial). inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). Pertama. tingkat suku bunga. berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Dengan demikian. dinamis dan kreatif memiliki tujuan dan visi yang jauh ke depan. Secara teknis dan rinci. Dengan membangun lembaga itu. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Sebagai solusi pengangguran. Sering berbagai pihak menyatakan persoalan pengangguran itu adalah persoalan muara. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Ketiga. integral baik terhadap persoalan hulu maupun muara. Perlu diyakini oleh setiap orang. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. bernilai dan berkualitas bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas. Kebijakan ini dapat diimplementasikan menjadi gerakan nasional melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan yang kompeten untuk itu Kedua. setiap penganggur di Indonesia akan tercatat dengan baik dan mendapat perhatian khusus. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. sepenuh hati. ada juga kebijakan mikro (khusus). komprehensif.

menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. pengendalian banjir. Potensi kelautan Indonesia perlu dikelola lebih baik supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif dan remuneratif. keuangan dan aset lainnya yang memadai dapat membangun Badan Usaha Milik Daerah Pengerahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri (BUMD-PJTKI). perangkat keras (hardware). perlu dibuat peraturan tersendiri tentang pengiriman TKI ke luar negeri seperti di Filipina. Pengembangan lembaga itu mencakup. seperti sampah. gedung. Bagi pemerintah Daerah yang memiliki lahan cukup. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). dan lingkungan yang tidak sehat. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulaupulau yang sangat potensial sebagai negara maritim. Kedelapan. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil (skilled). upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). misalnya. atau orang yang baru masuk ke pasar kerja. antara lain sumber daya manusianya (brainware). perangkat lunak (software). Ketujuh.perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan investasi untuk menciptakan lapangan kerja baru. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. penurunan produktivitas. dan sebagainya. segera mengembangkan potensi kelautan kita. terdiri dari bahan organik yang dapat dijadikan kompos dan bahan nonorganik yang dapat didaur ulang. Perlu seleksi lebih ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. Kelima. bukan hanya tidak mampu menciptakan lapangan kerja baru. justru sebaliknya bermuara pada PHK yang berarti menambah jumlah penganggur. Lembaga itu dapat di bawah lembaga jaminan sosial penganggur atau bekerja sama tergantung kondisinya. Semuanya mempunyai nilai ekonomis tinggi dan akan menciptakan lapangan kerja. Pihak-pihak yang terlibat sangat banyak dan kompleks sehingga hal itu perlu dicegah dengan berbagai cara terutama penyempurnaan berbagai kebijakan. perbankan. Karena itu. Sisdiknas perlu reorientasi supaya dapat mencapai tujuan pendidikan secara optimal. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Lembaga itu dapat disebutkan sebagai job center dan dibangun dan dikembangkan secara profesional sehingga dapat membimbing dan menyalurkan para pencari kerja. PHI dewasa ini sangat banyak berperan terhadap penutupan perusahaan. Kesepuluh. Di samping itu. Kesimpulan . umurnya penganggur terbuka atau setengah penganggur. Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. Akibatnya. Kesembilan. Hal-hal yang paling sedikit yang dapat dikembangkan untuk menciptakan lapangan kerja bagi para penggemar sesuai pendidikannya. Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan. Tentunya badan itu diperlengkapi dengan lembaga pelatihan (Training Center) yang kompeten untuk jenis-jenis keterampilan tertentu yang sangat banyak peluang di negara lain. Sampah sebagai bahan baku pupuk organik dapat diolah untuk menciptakan lapangan kerja dan pupuk organik itu dapat didistribusikan ke wilayah-wilayah tandus yang berdekatan untuk meningkatkan produksi lahan. Sampah. Keenam. manajemen dan keuangan. penurunan permintaan produksi industri tertentu dan seterusnya. BAB IV PENUTUP A. keterampilannya.

segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Elwin Tobing. B. 2004 Deklarasi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Keempat. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Kedua. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. DAFTAR PUSTAKA --------------. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). dan lingkungan yang tidak sehat. Ibarat ”tak ada gading yang tak retak”. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Suara Pembaruan Daily. Kedelapan. Ketiga. Kesembilan. Tahun 2004 Pengangguran Berkurang. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok.Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah (reorientasi) kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran. ada juga kebijakan mikro (khusus). semoga dapat bermanfaat bagi kita bersama. Kelima. Keenam. Ketujuh. pengendalian banjir. Tingkat Kemiskinan Kembali ke Sebelum Krisis. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Jakarta Daulat Sinuraya. 29 Juni 2004. Masalah Buruh-Pengusaha Belum Terpecahkan. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. 2004 Levi Silalahi . 11 Pebruari 2004. Pengangguran Terus Bertambah. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. seperti sampah. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Kesepuluh. kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah selanjutnya. Kompas. 2004 . Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. segera mengembangkan potensi kelautan kita. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. Terimakasih. Solusi Masalah Pengangguran di Indonesia. tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu. Bahan Raker Komisi VII DPR-RI dan Menakertrans. Selain itu. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Depnakertrans. Media Indonesia. tingkat suku bunga. Pengangguran Tenaga Kerja Terdidik. Kritik dan saran Demikianlah makalah ini. Pertama.

2004 Statistik Tahunan Indonesia. 1998 VN:F [1. hambatan dalam proses ekspor impor. pengangguran di Jakarta berjumlah 543 ribu orang atau bertambah 998 orang dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 542. perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif.002 orang. 1995. dan lain-lain. Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. dan buta huruf. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. yang disebabkan antara lain. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Jakarta juga dihadapkan pada masalah tingginya angka pengangguran.03 TH. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. Jakarta. Bisa saja dalam kenyataannya angka pengangguran di Indonesia masih lebih tinggi dari data dan angka resmi itu. tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Kondisi ini tak pelak membuat Dinas Tenaga kerja . Selain masalah kemacetan lalu lintas. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. 1985.Majalah Nakertrans Edisi . Buktinya. ternyata Jakarta masih menyimpan masalah serius.8_931] BAB 1 PENDAHULUAN 1.6. peraturan yang menghambat inventasi. jumlah pengangguran di DKI selalu meningkat setiap tahun. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.2Perumusan Masalah Meski menyandang predikat sebagai kota besar sekaligus Ibukota Negara. Oleh karenanya. Tiap Tahun. Angka Pengangguran Indonesia Naik. Selain juga diakibatkan banyaknya lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.1Latar Belakang Penelitian Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia.XXIV-Juni 2004 Muchamad Nafi. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah.Tempo Interaktif. 1. Peningkatan jumlah pengangguran ini salah satunya disebabkan oleh derasnya laju urbanisasi dari daerah ke Jakarta. Sedangkan yang di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari kerja. Penganggur itu rata-rata berusia 19 hingga 23 tahun. menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pension atau cacad jasmani. Hingga Agustus 2008 ini. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini sangat boleh jadi masih lebih rendah daripada kenyataan riil yang ada di lapangan.

mencatat serta melihat keadaan secara langsung maupun dari pemberitaan media elektronik selain itu penulis juga mendapatkan informasi ini melalui internet. manfaat penelitian. Pemilahan ini berguna untuk mencari pemecahan masalah yang tepat. kata Deded. metode penelitian serta sistematikan penulisan BAB II ◊ LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi mengenai pengertian serta factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan Jenis pengangguran BAB III ◊ ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini dibahas mengenai berbagai masalah masalah dalam pengangguran serta pemecahan solusi dalam masalah ini. maka penulisan tugas makalah ini dikelompokan dalam 4 bab. serta untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan juga untuk mengetahui bagaiamana sikap pemerintah dalam mengatasi pengangguran. menurut Deded. Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai tugas Softskill program Diploma III Jurusan Manjemen Pemasaran. . hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimabangan dalam kegiatan penelitian selanjutnya.5Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian ini. perumusan masalah. tingginya jumlah pengangguran di DKI disebabkan oleh tak terbendungnya laju urbanisasi dari berbagai daerah ke Jakarta. yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut : BAB 1 ◊ PENDAHULUAN Pada bab ini berisi mengenai latar belakang. melainkan juga menjadi masalah provinsi-provinsi lain di Indonesia. 1. Bahkan sudah menjadi masalah nasional yang juga turut dipikirkan oleh pemerintah pusat. penulis memakai metode observasi dengan membaca.Masyarakat Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan pengangguran serta masyarakat juga dapat bertindak langsung dalam upaya mengatasi masalah pengangguran.dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta bekerja ekstra keras. 3. tujuan penelitian. 1. Saat ini.Penulis Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai masalah pengangguran 2. Kepala Disnakertrans DKI mengatakan peningkatann jumlah pengangguran ini bukan hanya masalah Pemprov DKI saja. Deded Sukandar.3Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarnya pengangguran yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta. 1.6Sistematika Penulisan Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai makalah ini. Disnakertrans juga berupaya menurunkan jumlah pengangguran hingga 20 persen di tahun 2008.Rekan-rekan Mahasiswa Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah pengangguran. Disnakertrans sedang memilah-milah dari jumlah 543 ribu pengangguran ini. 1. mana yang memang asli usia produktif yang menganggur asal Jakarta dan mana yang berasal dari luar Jakarta. Sebab.4Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 1.

dan sebagian pekerja terpaksa di berhentikan dan menjadi penganggur. 2.kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut. Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan kerja yang lebih rendah dari pada bertambahan tenaga kerja. kebanyakan investor asing tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena biaya ekonominya sangat tinggi akibat masih kuatnya praktek Korupsi. Oleh karenanya.2 Keadaan Masalah pengangguran Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Lebih malang lagi. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Pengangguran Siklikal . Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tergolong sebagai penganggur.3Jenis pengangguran Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya Pengangguran Normal atau Friksional yaitu pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari tenaga kerja. di sebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi . Para pengangguran ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja. dan ekspor produksi industri itu sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari Negara. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industry tersebut menurun. masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. tetapi juga proporsi mereka dari keseluruhan tenaga kerja telah menjadi bertambah tinggi. biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing. Kolusi dan Nepotisme. di beberapa Negara miskin bukan saja jumlah pengangguran menjadi bertambah besar. BAB II LANDASAN TEORI 2. di sebabkan oleh penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. misalnya : di Negara-negara produsen bahan mentah pertanian. Wujudnya barang baru yang lebih baik. Pengangguran teknologi. Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup.Negara lain. .penurunan ini mungkin di sebabkan kemrosotan harga – harga komoditas. 2. Kemrosotan ini mengakibatkan perusahaan – perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya. Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya Pengangguran Terbuka. dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah.1 Pengertian pengangguran Pengertian penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja. Pengangguran Stuktural. Di pabrik-pabrik ada kalanya robot telah menggantikan pekerjaan manusia.BAB IV ◊ PENTUP Penutup ini berisi mengenai Saran serta Kritik dan Daftar pustaka. tetapi karena sedang mencari kerja yang lebih baik.

Misalnya pelayan retoran yang lebih banyak dari yang di perlukan. bengkel. karena semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi kasus kejahatan. komputer. perusahaan motor bahkan instansi pemerintahan daerah setempat.Mewujudkan kestabilan politik.seharusnya pemerintah membuka kursus untuk ketermpilan bagi masyarakat. . Contohnya banyak Negara berkembang terjadi bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya di perlukan supaya dia dapat menjalankan kegiatannya secara efisien. tata boga. dalam perekonomian yang tingkat penganggurannya tinggi masyarakat sering kali melakukan demontrasi dan mengemukakan kritik atas pemimpin pemerintah dan ini dapat menghambat kegiatan ekonomi.Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga. Pengangguran bermusim. Pengangguran ini terutama terdapat di sector pertanian atau perikanan.Pengangguran Tersembunyi. 3. Apabila dalam masa di atas para penyadap karet dan nelayan tidak dapat pekerjaan lain maka terpaksa menganggur. Pengangguran ini pada umumnya terjadi di sector pertanian atau jasa. Setengah Menganggur.4 Kebijakan Pemerintah Beberapa Tujuan Kebijakan Pemerintah Tujuan Bersifat Ekonomi 1. 2. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari dalam seminggu atau satu hingga empat jam sehari.Memperbaiki pembagian pendapatan Tujuan Bersifat social dan politik 1.1 Sikap Pemerintah 1. 2. Menangani Lapangan Pekerjaan Sikap Pemerintah pada saat bertambahnya para penganggur dan juga manusia-manusia yang tidak berpendidikan yang menjadi salah satu penyebabnya. dan keterampilan lainnya yang diperlukan oleh hotel. di dalam suatu rumah tangga harus ada yang mempunyai pekerjaan guna memenuhi kebutuhannya.Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat 3. Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur.Menyediakan lowongan pekerjaan dari tahun ke tahun 2.Menghindari masalah kejahatan . Keterampilan yang di sediakan Seperti menjahit.Menambah keterampilan masyarakat BAB III ANALISA PEMECAHAN MASALAH 3.Memperbaiki pembagian pendapatan . Sebagai akibatnya perkembangan ekonomi yang terlambat berakibat pangangguran memburuk. 2. Salah satunya ada dengan meningkatkan peranan Balai Latihan Kerja (BLK) 2. di sebabkan karena jam kerja mereka adalah jauh lebih rendah dari yang normal.Menghindari masalah kejahatan.5 Tindakan Pemerintah Tindakan pemerintah dalam mengatasi pengangguran: mengurangi pajak mendorong lebih banyak investasi membari subsidi -Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat .

perdagangan anak. di BLK Jakarta Timur. Saat ini. Ketidak Stabilan angka Pengangguran Salah satunya disebabkan jumlah pencari kerja lebih banyak dari lowongan kerja yang ditawarkan dan penempatan kerja dari pencari kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan perusahaan-perusahaan. Contohnya. Dari hasil pelatihan tersebut. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkankorban-korban sosial yang tidak ternilai.Untuk menekan arus urbanisasi. Tentunya untuk menghilangkan pengangguran dalam situasi kehidupan ekonomi Bangsa yang sedang morat-marit ini adalah sesuatu yang tidak mungkin. Disnakertrans juga membina kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mengadakan pelatihan keterampilan. Kedua. perusahaan garmen. 3. pengemis. sambungnya.5 Dampak Negatif dari pengangguran dan Penuntasanya Seperti:beragamnya tindakan kriminal. padat karya dll disamping strategi jangka panjang seperti pemerataan wilayah pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan desentralisasi. Cara yang realistis dalam jangka pendek mengurangi pengangguran adalah memberdayakan sektor informal. Karena di daerahnya telah memberikan kesempatan pekerjaan yang lebih luas dari ibukota. Tetapi upaya mengurangi pengangguran bukanlah hal yang mustahil. Toyota Astra akan melihat peserta didik yang dinilai berkualitas baik lalu diajak bergabung untuk bekerja di perusahaannya 3.4 Kepedulian Masyarakat Mengapa kita peduli terhadap angka-angka tersebut? Pertama. hampir 50 persen diminta beberapa perusahaan untuk menjadi pegawai mereka. Menurunnya kualitas sumber daya manusia. angkayang kurang akurat tidak akan menghasilkan perumusan kebijakan yang tajam danlangkah-langkah penanganan yang saksama. Buktinya mantan didikan BLK sudah ada yang diminta oleh hotel-hotel ternama. pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus kankeryang sulit diberantas. Disnakertrans telah mengadakan pelatihan kerja sama bengkel dengan Perusahaan Toyota Astra. Sector informal dinilai sangat membantu . tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korbansosial dari penyakit sosial ini sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupankemanusiaan yang beradab. 3. prostitusi.3 Mutu para lulusan BLK yaitu memiliki keterampilan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan perguruan tinggi. pembangunan di luar Jakarta harus dapat diakselarasikan dengan di ibukota.2 Mengenai Tingkat Penganguran Terjadi karena Urbanisasi tidak bisa di tekan ini terlihat pada setiap akhir tahun seusai labaran . Jakarta akan menampung masyarakat yang dating dari provinsi lain. Dari 60 orang yang menempuh pelatihan kerja di sana. aborsi. 4 Disnakertrans bekerja sama Cara lainnya. Karena itu persoalah pengangguran ini harussecepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik. mantan Walikota Jakarta Pusat ini menyatakan perlu kerja sama dengan pemerintah provinsi lain. dan instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja. masalah pengangguranberdampak luas terhadap kehidupan sosial dan politik yang pada gilirannya akanmemukul balik kestabilan makro-ekonomi yang telah dicapai dengan susah payah. sehingga tidak ada lagi warga yang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. anak jalanan. Dengan azas otonomi daerah.

Kehilangan jati diri inilah yang membuat orang yang menganggur akan mengalami stress yang tinggi dan apabila tidak mampu dikendalikan maka . PHK disebabkan oleh perusahaan bangkrut. Sebab langsung ini pada saat yang sama menjadi akibat dari sebab-sebab yang lain. Tidak tercapainya pemenuhan kebutuhan ekonomi ini akan menciptakan masalah-masalah social. Namun bukan berarti sektor formal diabaikan. Harus lebih banyak diskusi dan sharing pengalaman untuk membangkitkan gairah mereka di dalam situasi-situasi sulit menghadapi kerasnya kehidupan sebagai penganggur. film. Berbagai cara penyadaran dengan penggunaan audio visual. Metode-metode ceramah dan bersifat menggurui harus dihindari mengingat pesertanya adalah para penganggur yang kehilangan matamepencaharian. Masih bisa dicari lagi sebab-sebabnya misalnya dekadensi(kemerosotan moral). Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang. bukan saja sumber nafkah. slide. maka sudah waktunya sektor informal ini didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran. Kondisi menganggur adalah kondisi dimana segala-galanya hilang dan tercabut dari seseorang. Krisis ekonomi disebabkan oleh krisis moneter(melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS). 2) Kelangkaan Lapangan Kerja. Krisis moneter disebabkan oleh rusaknya ekonomi Indonesia.menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. Keterbatasan mereka di dalam pendidikan sangat mudah dijadikan alat komoditas politik untuk melakukan berbagai konflik sosial di tengah masyarakat Pengangguran erat kaitannya dengan kemiskinan dan kemelaratan. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawabi sebagian dari masalah pengangguran yang dihadapi Bangsa kita. Perusahaan bangkrut disebabkan oleh karena kredit macet/tidak mampu mengangsur pinjaman Bank. pangan dan papan menjerumuskan sebagaian besar manusia Indonesia ke jurang kemelaratan. 4) Rasionalisasi karyawan dll. 3. Usaha mengkomunikasikan segala hal yang bertujuan agar terbentuk pola pikir. sangat membantu di dalam prosesnya sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Budaya KKN ini disebabkan oleh pemerintahan yang kotor(tidak bersih). pola sikap dan pola tindak yang positip dalam rangka menciptakan kehidupan sosial yang baik di kalangan para penganggur kurang terdidik ini harus dibangun dalam konteks penghormatan terhadap martabat manusia(human dignity) itu sendiri. Kerusakan ekonomi ini disebabkan oleh adanya mental korup. tetapi juga recognition(pengakuan) dan harga diri. 3. 3) Pemulangan TKI ke Indonesia. kolusi dan nepotisme (KKN) yang menggurita dan sistematik pada semua lembaga negara dan swasta. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal.6 sebab langsung(direct causes) Ada beberapa sebab langsung(direct causes) terjadinya pengangguran besar-besaran di Indonesia yakni: 1) terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Kredit macet disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda bangsa ini sejak tahun 1997.7 Sebagai pihak yang Netral kaum akademisi/intelektual atau LSM harus menciptakan modelmodel penyadaran ini sebagai cara menjembatani(bridging the gap) keadaan yang sekarang dengan keadaan yang diinginkan.

Untuk mengatasi masalah ini.kerja langsung upaya intervensi Perusahaan pertumbuhan demand thdp TKI efisiensi usaha tinggi maju ekon. ada sejumlah elemen yang . Bisa saja usaha penyadaran ini bagi sebagian besar penganggur dirasakan membuang-buang waktu karena mereka harus mencari kerja untuk bisa menghidupi anak istrinya atau keluarganya. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern karena struktur angkatan kerja. 4) kebutuhan akan penhargaan dan 5) kebutuhan akan aktualisasi diri. Karena pertimbangan itulah maka proses penyadaran ini harus melibatkan banyak pihak termasuk para psikolog dan psikiater. Tenaga-tenaga para penganggur kurang terdidik ini bisa dimanfaatkan di kegiatan-kegiatan padat karya sehingga mereka bisa mendapatkan kembali harga dirinya yang telah hilang oleh karena terkena pemutusan hubungan kerja atau karena tidak adanya ketrampilan di dalam bekerja. Pada pemberdayaan ekonomi ini 3.trampil ekonomi membaik stabilitas moneter bersih dari KKN bersih clean goverment clean goverment clean goverment Note : Semua variable bersifat positif Seperti terlihat pada pohon tujuan di atas. Bahkan menurut Bambang Widianto. pekerja dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan Sekolah Dasar (SD) ke bawah. Kebutuhan para penganggur dan keluarganya dalam jangka pendek adalah kebutuhan akan makan dan minum Pemenuhan kebutuhan dasar ini harus didahulukan dan menjadi perhatian utama. aktualisasi diri Ultimate goal Masyarakat sejahtera Masyarakat bermartabat Negara kuat Goal/core objective Upaya intervensi tdk ada PHK tersedianya TKI dibutuhkan ekspansi usaha lap. minum dan pakaian. 2)kebutuhan akan Relatedness(hubungan) dan 3) kebutuhan akan Growth(pertumbuhan) meliputi penghargaan.8 Upaya Memecahkan masalah Penganguran Abraham Maslow menyebut 5 kebutuhan manusia dalam 5 tingkatan hierarkis yaitu : 1 ) kebutuhan akan makan.tinggi tak langsung kredit lancar aktivitas ekon. 2)kebutuhan akan keselamatan. 3) kebutuhan akan rasa memiliki atau sosial. Alderfer memformulsikannya menjadi tiga dan disebutnya ERG 1) kebutuhan akan Eksistensi. lancar TKI pintar.maka upaya pertama(penyadaran) diikuti dengan upaya yang kedua yang lebih konkret dan realistis yakni Pemberdayaan secara ekonomis dan social Penyadaran melalui pembentukan sikap dan mental yang dilakukan pada tahap pertama di atas harus diikuti dengan pemberdayaan tahap kedua yang lebih bersifat ekonomis dan konkret. Karena para penganggur berpendidikan rendah ini sangat banyak maka mereka bisa disalurkan dalam kegiatan-kegiatan padat karya yang bias mendatangkan upah bagi mereka.akan menjadi depresi yang mengarah kepada sakit mental atau gila.keamanan. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas9.

Bab IV Kesimpulan dan Penutup Pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial. Novermber 2003. Hadi . 9. Jelamu Ardu Marius. Adalah fakta bahwa berbagai kejahatan sosial seperti pencurian/penodongan/perampokan. 25 Oktober 2003.Google. 7. Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran.menjadi faktor penentu ada tidaknya pekerjaan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung seperti: 1) tersedianya lapangan kerja. Prayitno. Buku Makro Ekonomi ‘Teori Pengantar’ Edisi ketiga. Sukirno. 22 tahun 1999 10. WWW. 27 September 2003. Gramedia.com 14 Kompas Kamis 5 Februari 2009 . 11. pelacuran. 5. Delapan Jalan Menuju Perubahan. 1999. berbahaya dan beresiko tinggi menghasilkan korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia. Tesis. Harian Kompas. kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga. Conyer Diana. martabat dan harga diri manusia. 1993. 4. Suarapublika. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi pembangunan.com 13. 8. 1994. DAFTAR PUSTAKA 1. Undang-Undang Otonomi Daerah No. 2. Penerbit Ghalia Indonesia 12. 3) adanya ekspansi usaha. 2) dibutuhkannya Tenaga Kerja Indonesia(TKI) di luar negeri. Harian Pos Kupang. Dilema Pembauran Golongan Minoritas Cina. jula beli anak. Dilihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. 20 Juni 2003. 4) adanya jaminan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja dan sebagainya. Harian Kompas.Sadono Penerbit Raja Grafindo Persada. 3. Buku Ekonomi Pembangunan. Dok. Pascasarjana UI. Studi Kasus di Kupang NTT. John Naisbit dan Patricia A. anak jalanan dan lain-lain merupakan dampak dari pengangguran. pengangguran telah menjadi kuman penyakit sosial yang relatif cepat menyebar. Jakarta. Harian Kompas./ Beritajakarta. 10 September 2003 6. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hudup(pekerjaan).

Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. • Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. • Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran. . dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit. bekerja kurang dari dua hari selama seminggu.Pengangguran dan Cara Mengatasinya Published April 17. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. dilakukan oleh lebih banyak orang. Jenis & macam pengangguran • Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. 2011 by laillamardianti Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali. sedang mencari kerja. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. pedagang durian yang menanti musim durian.

Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural.Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Menurut Keynes. 4. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia. 3. perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja. pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. Dalam situasi normal. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja. . Pengelolaan Permintaan Masyarakat Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk mengatasi pengangguran musiman. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan. Cara-cara Mengatasi Pengangguran Ada berbagai cara mengatasi pengangguran. atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. Untuk mengatasi masalah tersebut. 2. perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. dan balai latihan kerja. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain. Masalah tersebut adalah persoalan informasi. dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. Di sejumlah Negara. yaitu: 1. pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. kampus. dilakukan oleh lebih banyak orang. keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

wikipedia. 5. Untuk mengatasi masalah tersebut.com/social-sciences/economics/2119555-cara-cara-mengatasipengangguran/#ixzz1Ja2LiLqy www. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi. Sumber: http://id. 6.Pengangguran tidak disengaja. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural. Masalah tersebut adalah persoalan informasi. 3.shvoong. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil.org www. sebaliknya. terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan. Wiraswasta Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. dan balai latihan kerja. perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja. yaitu: 1. mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. 2. Pengelolaan Permintaan Masyarakat Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk mengatasi pengangguran musiman. kampus. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru.com Ada berbagai cara mengatasi pengangguran. perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita. Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja. . Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa.google.

Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. 2010 | Author: viepanda Pengangguran dapat digambarkan sebagai seuatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum mendapatkan pekerjaan tersebut. Sumber: http://id. pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain. 6. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. Pertentangan paling alot di pembahasan ekonomi dalam masalah pengangguran ini terjadi pada mazhab klasik yang di usung Adam Smith dan mazhab Keynesian yang di populeri oleh Keynes . sebaliknya. pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. 5. mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Wiraswasta Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita. Dalam situasi normal.com/social-sciences/economics/2119555-cara-cara-mengatasipengangguran/#ixzz1j9FyKNWg Kebijakan Mengatasi Pengangguran February 5th. Di sejumlah Negara. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Menurut Keynes. terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan. Pengangguran tidak disengaja. Dalam sejarah umat manusia fenomena pengangguran ini terus terjadi dalam keadaan yang sunatullah. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi. Keadaan yang sunatullah ini menjadi kesimpulan para ilmuan untuk menyepakati bahwa angka pengangguran tidak mungkin nol persen atau tingkat tenaga kerja penuh (full employment).4. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil.shvoong.

tetapi membelikan kebutuhan pokok (primer) terlebih dahulu. Dibandingkan tahun sebelumnya angka pengangguran Indonesia adalah 11 juta jiwa.” Kemudian Rasulullah mengambil sebahagian pakaian dan cangkir tersebut untuk di jual kepada para sahabat. Suatu ketika datang kepada Rasulullah dari kalangan Anshar untuk meminta-minta (pengemis).7 juta jiwa. jangan memberi umpan” adalah kebijakan yang lemah. Maksud dari pernyataan ini adalah pengentasan kemiskinan harus dengan membangun suatu sistim yang mampu meningkatkan kemampuan para pencari kerja yang pada tahap berikut diharapkan pencari kerja mampu mandiri. Sebaliknya Keynes selalu berpendapat bahwa pengangguran memang ada dan perlunya suatu langkah untuk mengatasi pengangguran ini. Atau kita bisa lihat setiap kali Expo tenaga kerja baik di Jakarta maupun di Riau seperti yang baru-baru ini diadakan selalu dikunjunggi ribuan tenaga kerja yang ingin mendapatkan pekerjaan seperti mana penerimaan calon pegawai negri sipil. Jika dapat syukur. Sudah idealkah kebijakan ini? Teladan Islam Dalam Pengentasan Pengangguran Merujuk pada permasalahan diatas sebenarnya Islam telah mengajarkan cara yang paling ideal dalam mengatasi pengangguran. Terbukti cara ini tidak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagaimana dengan tauladan Rasulullah yang ditujukan oleh pengemis tadi? Rasulullah tidak langsung memerintahkan pada pengemis itu untuk membeli kapak. Mazhab klasik selalu mengatakan bahwa meskipun terjadi pengangguran secara otomatis pasar selalu akan menyerap kelebihan pengangguran ini. Salah seorang sahabat sanggup membeli barang-barang tersebut seharga dua dirham. Dimana perbedaannya? Perbedaannya jelas sangat jauh. “Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumahmu?” Pengemis itu menjawab. jika tidak dapat maka pemancing (pengangguran) akan mati kelaparan. Dari sekian banyak teori tentang pengentasan kemiskinan oleh para ahli. Kisah ini sudah terlalu sering kita dengar akan tetapi jarang kita mau mengambil hikmah untuk menganalisa suatu permasalahan hidup. Artinya terjadi kenaikan yang di prediksi sebesar 1. Akhirnya dengan usahanya sang pengemis mendapatkan uang sebanyak sepuluh dirham. Khusus dalam permasalahan pengangguran hal ini dapat menjadi cara yang ideal untuk diterapkan. Hal ini jelas terlihat dimana begitu banyak masyarakat berkeluh kesah susahnya mencari pekerjaan pasa saat sekarang. ada suatu kebijakan yang selalu menjadi referensi untuk mengatasi masalah pengangguran yaitu “kita harus memberi pancing. Tidak sekedar mengharapkan bantuan orang lain. Rasulullah memikirkan kebutuhan hidup sang pengangguran kemudian membantunya dalam melihat peluang usaha. Kembali pada pernyataan pertama.sendiri. “kita berikan pancing.7 juta jiwa dengan jumlah penduduk miskin mencapai 45. Lalu Rasulullah bertanya kepada pengemis tersebut. jangan memberi umpan”. Selanjutnya Rasulullah membagi uang yang di dapat tersebut untuk sebahagaian dibelikan keperluan kebutuhan keluarga pengemis tersebut dan sebahagian lagi dibelikan kapak sebagai sarana untuk berusaha mencari kayu bakar. Jika pada hari pertama pengemis tadi tidak mendapatkan penghasilan dari .7 juta jiwa. Coba kita bayangkan orang yang sedang memancing. “Saya mempunyai pakaian dan cangkir. Kedua mazhab besar ekonomi ini yang menjadi rujukan mahasiswa eknomi untuk di pelajari pengangguran. Jika kita memberi umpan seperti yang dilakukan pemerintah dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) maka hanya menyebabkan masyarakat semakin malas. Setelah kebutuhan pokok nya terpenuhi maka barulah Rasulullah memerintahkan untuk membeli kampak. mengharapkan ikan akan tersangkut di mata kail dengan penuh ketidak pastian. Menurut Pusat Penelitian Ekonomi LIPI angka pengangguran Indonesia pada tahun 2007 diprediksi 12.

Amin. Bangkitnya dunia usaha (sektor riil) akan menyerap pengangguran yang ada. Kebijakan yang Perlu Lakukan Untuk aplikasinya ada baiknya pemerintah tetap mendata pengangguran dan kemiskinan secara tepat tanpa kepentingan apapun dan sekaligus mencari jalan keluar untuk masalah ini. . atau sekedar pancing tetapi harus berjalan keduanya sekaligus. Yang perlu selalu di ingat adalah pengangguran sangat dekat dengan kemiskinan. Pertama. Untuk hal ini pemerintah harus terus menjaga kualitas pendidikan dan pelatihan yang baik. Dan semoga Allah STW selalu memberi jalan yang terang untuk kita dalam menghadapi permasalahan bangsa yang kompleks ini. Mudah-mudahan apa yang pernah di ajarkan Rasulullah daluhu dapat membantu kita sebagai umat khususnya pemegang kebijakan untuk berbuat lebih baik lagi. Jangan jadikan biriksasi yang bertele-tele membuat pengusaha jadi enggan dalam memulai suatu usaha. Tidak lagi sekedar umpan. Contoh tersebut layak untuk dijadikan acuan berfikir oleh pemerintah bagaimana seharusnya membuat sebuah kebijakan yang benar dan baik untuk mengatasi tingkat pengangguran yang semakin hari semakin meningkat ini. Dan kemiskinan pasti akan menyimpan potensi konflik yang besar. ia tidak perlu terlalu susah hati karena sebagian uang telah dibelikan kebutuhan pokoknya. meningkatkan kemampuan kerja.berjualan kayu bakar. Pengangguran di Indonesia disebabkan salah satunya karena kemampuan tenaga kerja (skill) kita yang rendah. Kejadian Ujian Nasional di beberapa daerah menjadi pelajaran yang amat berharga untuk mengevaluasi kembali apakah kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Masih banyak lagi kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah untuk menekan angka pengangguran. menjaga stabilitas politik dan ekonomi. Kedua. Administrasi birokrasi harus seefesian mungkin. Keadaan politik dan ekonomi yang stabil harus terus dipertahankan agar dunia usaha baik pengusaha dalam dan luar negri merasa nyaman dalam menjalankan usahanya. Hal yain yang menjadi pelajaran dari kisah tersebut adalah Rasulullah tidak suka kita sebagai manusia menjadi pemalas. Dalam Islam tangan diatas lebih baik dari pada tangan yang selalu dibawah. Apalagi cara ini akan meningkatkan biaya produksi perusahaan. Mungkin banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah mengatasi masalah pengangguran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful