TUGAS

PERBEDAAN PENGUKURAN, PENILAIAN DAN EVALUASI

OLEH NISWARNI 20092512004

PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS SRIWIJAYA PROGRAM PASCASARJANA
2009/ 2010

• • Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian.Penilaian bersifat kualitatif. Penilaian dalam pembelajaran adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala. Evaluasi Menurut Suharsimi Arikunto (2004: 1) adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu. Pengukuran. PENILAIAN DAN EVALUASI Pengukuran adalah membandingkan hasil tes dengan standar yang ditetapkan. Dalam . Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes. Sedangkan menilai adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. berkesinambungan. dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui program kegiatan belajar. yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Pengukuran bersifat kuantitatif.PERBEDAAN PENGUKURAN. Artinya ketiga kegiatan tersebut dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan dalam pelaksanaannya harus dilaksanakan secara berurutan. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif. kriteria-judgment atau tindakan dalam pembelajaran. Agar lebih jelas perbedaannya maka perlu dispesifikasi lagi untuk pengertian masing-masing • Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan nilai. penilaian dan evaluasi merupakan kegiatan yang bersifat hierarki.

Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Pengukuran adalah penentuan besaran. Stufflebeam (Abin Syamsuddin Makmun. yang dimaksud pengukuran sebagaimana disampaikan Cangelosi (1995: 21) adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik. atau kepercayaan konsumen. Pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. Penilaian (Assessment) Banyak orang mencampur adukkan pengertian antara evaluasi.Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah .and providing useful. Di bidang pendidikan. biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran. Pengertian Evaluasi. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgement). atau etos kerja guru. information for judging decision alternatif . Dari pandangan Stufflebeam. seperti tingkat ketidakpastian. pengukuran (measurement). penilaian (assessment). Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. suatu kebijakan pendidikan. kita dapat melihat bahwa esensi dari evaluasi yakni memberikan informasi bagi kepentingan pengambilan keputusan. padahal ketiganya memiliki pengertian yang berbeda. obtaining. Pengukuran. dimensi.dunia pendidikan. 1996) memengemukakan bahwa : educational evaluation is the process of delineating. berharga atau tidak. atau kapasitas. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. kita dapat melakukan evaluasi terhadap kurikulum baru. tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang bisa dibayangkan. sumber belajar tertentu.

memperoleh. Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. dan menyajikan informasi yang berguna untuk merumuskan suatu alternatif keputusan. Aplikasi Terhadap Proses Belajar Mengajar Hasil belajar peserta didik dapat diklasifikasi ke dalam tiga ranah (domain). Evaluasi adalah kegiatan mengukur dan menilai. kecerdasan visual-spasial. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai. Sejauh mana masing-masing domain tersebut memberi sumbangan terhadap sukses seseorang dalam pekerjaan dan kehidupan ? Data hasil penelitian multi kecerdasan menunjukkan bahwa kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika-matematika yang termasuk dalam domain kognitif memiliki kontribusi hanya sebesar 5 %. and providing Artinya useful information merupakan for proses judging decision alternatives”. Echols dan Hasan Shadily: 1983). sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. Menurut Stufflebeam. (2) domain afektif (sikap dan nilai atau yang mencakup kecerdasan antarpribadi dan dan (3) domain psikomotor (keterampilan atau yang mencakup kecerdasan kinestetik. dengan kata lain kecerdasan emosional). Mengukur lebih besifat kuantitatif. dkk (1971) mendefinisikan evaluasi sebagai “The process of delineating. . dan kecerdasan musikal). Kecerdasan antarpribadi dan kecerdasan intrapribadi yang termasuk domain afektif memberikan . evaluasi menggambarkan. bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. obtaining.mempermasalahkan. Evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran (John M. yaitu: (1) domain kognitif (pengetahuan atau yang mencakup kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika – matematika) kecerdasan intrapribadi.

matematika. Dalam pembelajaran berbasis konstruktivisme. penilaian pembelajaran lebih ditekankan pada hasil (produk) dan cenderung hanya menilai kemampuan aspek kognitif. yang kadang-kadang direduksi sedemikian rupa melalui bentuk tes obyektif. tetapi juga mempertimbangkan segi proses. keterampilan. yang amat dominan ditekankan justru domain kognitif. Dalam paradigma lama. penilaian dalam aspek afektif dan psikomotorik kerapkali diabaikan. dan ilmu-ilmu sosial. Demikian pula. tetapi mencakup seluruh aspek kepribadian siswa. dalam praxis pendidikan di Indonesia yang tercermin dalam proses belajarmengajar dan penilaian. perkembangan emosional. yaitu bahasa. . sains. Sementara. kecerdasan visual-spatial dan kecerdasan musikal yang termasuk dalam domain psikomotor memberikan sumbangannya sebesar 5 % Namun. Demikian pula. hal ini terjadi pada domain afektif yang terutama direfleksikan dalam mata-mata pelajaran agama dan kewarganegaraan. seperti: perkembangan moral. para guru perlu memahami pengertian dan tingkatan tiap domain serta bagaimana menerapkannya dalam proses belajar-mengajar dan penilaian. Domain psikomotor yang terutama direfleksikan dalam matamata pelajaran pendidikan jasmani. tetapi juga termasuk perubahan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran siswa. penilaian tidak hanya bertumpu pada penilaian produk. Domain ini terutama direfleksikan dalam 4 kelompok mata pelajaran. Agar penekanan dalam pengembangan ketiga domain ini disesuaikan dengan proporsi sumbangan masing-masing domain terhadap sukses dalam pekerjaan dan kehidupan. Sedangkan kecerdasan kinestetik. Perubahan paradigma pendidikan dari behavioristik ke konstruktivistik tidak hanya menuntut adanya perubahan dalam proses pembelajaran. perkembangan sosial dan aspek-aspek kepribadian individu lainnya.kontribusi yang sangat besar yaitu 80 %. penilaian pembelajaran tidak hanya ditujukan untuk mengukur tingkat kemampuan kognitif semata. dan kesenian cenderung disepelekan.

Contohnya adalah: A lebih besar atau lebih baik dari pada B. Pengukuran dengan skala nominal merupakan tingkat mengkategorikan. Skala Ordina . Macammacam skala pengukuran dapat berupa skala nominal. . Ukuran ini digunakan untuk mengurutkan objek dari yang terendah hingga tertinggi dan sebaliknya yang berarti peneliti sudah melakukan pengukuran terhadap variable yang diteliti. interval dan ratio. Dimana angka yang diberikan pada obyek hanya mempunyai arti sebagai label saja dan tidak menunjukkan tingkatan yang berarti. Skala (ukuran) ordinal adalah skala yang merupakan tingkat ukuran kedua. memberi nama dan menghitung fakta-fakta dari obyek yang diteliti. contoh. Perlu diingat bahwa hubungan antara kedua peringkat adalah tidak bisa di gambarkan secara rinci bahwa nilai A adalah dua kali lipat dari B atau A empat kali lipat dari C . Tidak sembarangan jenis data dapat digunakan oleh alat uji tertentu. Hubungan tersebut ditunjuk oleh simbol ‘>’ yang berarti ‘Lebih besar dari’ mengacu pada atribut tertentu. Skala Nominal . Dalam melakukan analisis statistik. Kita bisa melanjutkan dengan latihan sebelumnya untuk membuatnya lebih jelas. yang berjenjang sesuatu yang menjadi ‘lebih’ atau ‘kurang’ dari yang lainnya. perbedaan jenis data sangat berpengaruh terhadap pemilihan model atau alat uji statistik.MACAM-MACAM SKALA PENGUKURAN Skala pengukuran merupakan seperangkat aturan yang diperlukan untuk mengkuantitatifkan data dari pengukuran suatu variable. atau kecerdasan dengan kategori tinggi dan rendah berdasarkan nilai intelijen. kita dapat menempatkan individu untuk kategori seperti laki-laki dan perempuan tergantung pada jenis kelamin mereka. B lebih besar dari atau lebih baik dari daripada C. ordinal. dan seterusnya.

Merupakan tingkat pengukuran tertinggi. Meskipun sejumlah skala yang ada dapat dibuat untuk mengukur atribut orang. penggaris. semua skala memiliki empat tipe dasar yaitu: Nominal. dimana pemberian angka pada set objek yang memilih sifat ordinal. dimana ukuran ini mencakup semua persyaratan pada ketiga jenis ukuran sebelumnya. peristiwa. terendah dalam hirarki adalah skala nominal dan yang tertinggi adalah skala pengukuran ratio. ditambah dengan satu sifat yang lain. Ordinal. seperti dalam skala Likert. Hal ini menjadikan skala sebagai cara untuk mengukur secara sistematis yang ditetapkan berdasarkan skor atau nilai pada skala yang dipilih. benda. dan sebagainya. yakni ukuran ini memberikan nilai absolute pada data/objek yang akan diukur. Merupakan tingkat pengukuran ke tiga. yakni memberikan nilai absolute pada data/ objek yang akan diukur. Skala ini sebenarnya merupakan empat hirarki prosedur pengukuran. Interval dan Rasio. . Itulah sebabnya ‘Tingkat pengukuran’ ini telah digunakan oleh beberapa sarjana dalam pembuatan dan penggunaan skala pengukuran. Sebuah bentuk skala akan mengingatkan kita pada alat ukur termometer. Ukuran rasio ini mempunyai nilai nol (0) absolute (tidak ada nilainya). Skala Rasio .Skala Interval . Contoh Interval adalah timbangan seperti skala Fahrenheit dan IQ . . atau mungkin dipandang sebagai satu item pengukuran. Ukuran rasio ini mempunyai nilai nol (0) Contoh : penghasilan pegawai 0 (berarti pegawai itu tidak menerima uang sedikitpun). ditambah dengan satu sifat yang lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful