Alat untuk mengekstrak (ekstraktor) Pemisahan suatu senyawa dari campurannya atau lebih dikenal dengan istilah pemurnian

dapat dilakukan dengan berbagai metoda. Metoda yang dapat ditempuh adalah metoda ekstraksi, distilasi, atau dengan kromatografi. Ektraksi merupakan salah satu langkah untuk mendapatkan senyawa dari sistem campuran. Berdasarkan fasanya, ektraksi dikelompokkan menjadi ekstraksi cair-cair dan padat-cair. Ektraksi cair-cair dilakukan untuk mendapatkan suatu senyawa dalam campuran berfasa cair dengan pelarut lain yang fasanya cair juga. Prinsip dasar pemisahan ini adalah pemisahan senyawa yang memiliki perbedaan kelarutan pada dua pelarut yang berbeda. Alat yang digunakan adalah corong pisah. Ekstraksi padat-cair dilakukan bila ingin memisahkan suatu komponen dalam suatu padatan dengan menggunakan suatu pelarut cair. Alat yang digunakan adalah ektraktor soxhlet. Misalnya untuk mengekstrak minyak non-atsiri (senyawa yang terdapat pada bahan alam yang tidak mudah menguap). Larutan pengekstrak ditempatkan pada labu alas bulat (a). sampel yang telah dibungkus dengan kertas saring ditempatkan pada tabung ektraktor (b). Bagian ujung atas (c) merupakan pendingin Allihn atau pendingin bola. Ekstraktor soxhlet ini merupakan ektraktor kontinyu, pelarut pada labu (a) dipanaskan dan akan menguap, terkondensasi pada pendingin (c), selanjutnya pelarut akan masuk pada ektraktor (c). Apabila pelarut telah mencapai batas atas kapiler pelarut yang telah kontak dengan sampel akan masuk pada labu (a). Begitu seterusnya. 2. Alat untuk distilasi (distiler) Distilasi adalah metode pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponen yang ada di dalam campuran. Distilasi biasa dilakukan untuk pemisahan campuran yang memiliki perbedaan titik didih yang cukup besar. Sedangkan distilasi uap dilakukan untuk pemisahan campuran yang memiliki perbedaan tekanan uap jenuh yang cukup antara komponen-komponen yang ada pada campuran. Pada distilasi uap, uap yang digunakan biasanya berupa uap air. Selain itu distilasi juga dapat dilakukan pada tekanan di bawah tekanan atmosfer. Metode ini dikenal

. filtrat dipisahkan dari sistem campuran dengan cara disedot atau divakum. 4. Penyaringan biasa dilakukan dengan memanfaatkan gaya grafitasi. 3. Alat untuk reflux Reaksi kimia kadang dapat berlangsung sempurna pada suhu di atas suhu kamar atau pada titik didih pelarut yang digunakan pada sistem reaksi. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk reaksireaksi yang berlangsung pada suhu tinggi adalah seperangkat alat refluks. 5. [3] seperangkat alat refluks dilengkapi dengan labu alas bulat (a).sebagai distilasi pengurangan tekanan. Bila selisih titik didih komponen-komponen yang ada pada campuran kecil maka komponen alat distilasi ditambah dengan kolom vigreux. sedangkan pada penyaring buchner. pendingin Liebig (b) dan corong pisah (c). Beberapa alat refluks ditampilkan pada gambar di samping. Distilasi pengurangan tekanan dilakukan apabila komponen akan mengalami dekomposisi pada titik didihnya. Alat refluks paling sederhana [1] dilengkapi dengan labu alas bulat (a) dan pendingin Liebig (b). Tabung pengembang (chamber) Alat gelas ini digunakan pada percobaan kromatografi lapis tipis (KLT). dan pengaduk atau termometer (d). Ada beberapa tipe alat refluks. [2] seperangkat alat refluks dilengkapi dengan labu alas bulat (a). pendingin Liebig (b). Penyaring buchner Penyaring Buchner digunakan untuk proses penyaringan yang tidak dapat dilakukan dengan penyaring biasa. corong pisah (c). Digunakan untuk tempat eluen (larutan pengembang) dan plat KLT yang telah dibubuhi (ditotol) sampel atau standar. Alat untuk mengekstrak (ekstraktor) Pemisahan suatu senyawa dari campurannya atau lebih dikenal dengan istilah pemurnian dapat dilakukan dengan berbagai metoda.

Selain itu distilasi juga dapat dilakukan pada tekanan di bawah tekanan atmosfer.Metoda yang dapat ditempuh adalah metoda ekstraksi. Misalnya untuk mengekstrak minyak non-atsiri (senyawa yang terdapat pada bahan alam yang tidak mudah menguap). pelarut pada labu (a) dipanaskan dan akan menguap. Bila selisih titik didih komponen-komponen . Apabila pelarut telah mencapai batas atas kapiler pelarut yang telah kontak dengan sampel akan masuk pada labu (a). Distilasi pengurangan tekanan dilakukan apabila komponen akan mengalami dekomposisi pada titik didihnya. Bagian ujung atas (c) merupakan pendingin Allihn atau pendingin bola. Prinsip dasar pemisahan ini adalah pemisahan senyawa yang memiliki perbedaan kelarutan pada dua pelarut yang berbeda. Pada distilasi uap. distilasi. selanjutnya pelarut akan masuk pada ektraktor (c). Distilasi biasa dilakukan untuk pemisahan campuran yang memiliki perbedaan titik didih yang cukup besar. Berdasarkan fasanya. ektraksi dikelompokkan menjadi ekstraksi cair-cair dan padat-cair. 2. uap yang digunakan biasanya berupa uap air. Larutan pengekstrak ditempatkan pada labu alas bulat (a). Ektraksi cair-cair dilakukan untuk mendapatkan suatu senyawa dalam campuran berfasa cair dengan pelarut lain yang fasanya cair juga. sampel yang telah dibungkus dengan kertas saring ditempatkan pada tabung ektraktor (b). Sedangkan distilasi uap dilakukan untuk pemisahan campuran yang memiliki perbedaan tekanan uap jenuh yang cukup antara komponen-komponen yang ada pada campuran. Ekstraksi padat-cair dilakukan bila ingin memisahkan suatu komponen dalam suatu padatan dengan menggunakan suatu pelarut cair. Ektraksi merupakan salah satu langkah untuk mendapatkan senyawa dari sistem campuran. Alat yang digunakan adalah ektraktor soxhlet. Alat yang digunakan adalah corong pisah. Metode ini dikenal sebagai distilasi pengurangan tekanan. atau dengan kromatografi. Ekstraktor soxhlet ini merupakan ektraktor kontinyu. Begitu seterusnya. terkondensasi pada pendingin (c). Alat untuk distilasi (distiler) Distilasi adalah metode pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponen yang ada di dalam campuran.

[2] seperangkat alat refluks dilengkapi dengan labu alas bulat (a). Penyaringan biasa dilakukan dengan memanfaatkan gaya grafitasi. Alat refluks paling sederhana [1] dilengkapi dengan labu alas bulat (a) dan pendingin Liebig (b). http://eskariachandra. Dalam percobaan ini kami menggunakan sampelkemiri. [3] seperangkat alat refluks dilengkapi dengan labu alas bulat (a). Digunakan untuk tempat eluen (larutan pengembang) dan plat KLT yang telah dibubuhi (ditotol) sampel atau standar. sedangkan pada penyaring buchner. Tabung pengembang (chamber) Alat gelas ini digunakan pada percobaan kromatografi lapis tipis (KLT). Salah satu alat yang dapat digunakan untuk reaksireaksi yang berlangsung pada suhu tinggi adalah seperangkat alat refluks. Beberapa alat refluks ditampilkan pada gambar di samping. filtrat dipisahkan dari sistem campuran dengan cara disedot atau divakum. Alat untuk reflux Reaksi kimia kadang dapat berlangsung sempurna pada suhu di atas suhu kamar atau pada titik didih pelarut yang digunakan pada sistem reaksi. pendingin Liebig (b). Ekstraksi soxhlet ini juga dapat disebut dengan ekstraksi padat- . Sampel yang digunakan dan yangdipisahkan dengan metode ini berbentuk padatan. 5. corong pisah (c). pendingin Liebig (b) dan corong pisah (c).wordpress. dan pengaduk atau termometer (d). 4.yang ada pada campuran kecil maka komponen alat distilasi ditambah dengan kolom vigreux. Ada beberapa tipe alat refluks. Penyaring buchner Penyaring Buchner digunakan untuk proses penyaringan yang tidak dapat dilakukan dengan penyaring biasa.com/2010/03/04/soklet/ EKSTRAKSI SOXHLETAbstrakEkstraksi Soxhlet digunakan untuk mengekstrak senyawa yang kelarutannya terbatas dalam suatupelarut dan pengotor-prngotornya tidak larut dalam pelarut tersebut. 3.

6. Biji kemiri dimasukkan dalam esktraktor soxhlet dan diekstraksi selama waktu tertentu.cair. Ekstraksidilakukan dengan memanaskan pelarut organic sampai semua analit terekstrak (Khamnidal. Asam lemak Palmiat dan Stearat termasuk golongan asam lemak jenuh sengakan asam oleat.1986). Pada hasil ekstraksiakan dihasilkan berupa minyak kemiri yang relative murni (Alfin.Komposisi kimia dalam biji dan minyak kemiri setiap 100 gram daging biji kemiri mengandung(Ketaren. Kemudian alat ektraksi soxhlet dirangkai dengan kondensor . 10 mg Ca6. Pelarut organic dimasukkankedalam labu alas bulat. 48.Massa jenis (densitas) hasil ekstraksi dihitung dengan mennggunakan persamaan:D = M/VKet: D = densitas (gr/lt)M = Massa cairan (gr)V = Volume cairan (lt)Kemiri (ateuris moluena) adalah tumbuhan yang memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai penyuburrambut.linoleat termasuk asam lemak tak jenuh(Ketaren. 19 gram protein 3. Padatan yang akan diekstrak dilembutkan terlebih dahulu dengan cara ditumbuk atau juga diirisiris.padatan yang diekstrak ditumbuk terlebih dahulu kemudian dibungkus dengan kertas saring dandimasukkan kedalam ekstraktor soxhlet. sedangkan pelarut organic dimasukkan kepadal labu alas bulatkemudian seperangkat ekstraktor soxhlet dirangkai dengan kondensor. Asamlemak yang terkandunng dalam minyak terdiri dari 55 % Asam Palmiat. 8 gram karbohidrat5. Untuk memperoleh ekstrak kemiri maka harus diekstraksi terlebih dahuliu.7 % Stearat.2009).Sifat fisik dan Kimia dari Minyak Kemiri adalah sebagai berikut (Kataren.· Dasar TeoriEkstraksi padat-cair digunakan untuk memisahkan analit yang terdapat pada padatan menggunkanpelarut organic. 636 kalori2. 200 mg Fosfor7. Padatan yangterbungkkus kertas saring dimasukkan kedalam alat ekstraksi soxhlet.1986):1. Hasil ekstraksi dipindahkan kerotary evaporator vacuum untuk diekstrak kembali berdasarkan titik didihnya . 105 % oleat. 63 gram lemak4.2008). Kemudian padatan yang telah halus dibungkus dengan kertas saring. 7 gram airBagian biji kemiri mengandung minyak 55-56 % dan kadar minyak dalam tempurung sebesar 60 %. Dalam ekstrkasi dapatdigunakan berbagai macam pelarut.5% linoleat. misalnya n-heksan dengan volume tertentu.1986):KarakteristikNilaiBilangan PenyabunanBilangan AsamBilangan IodBilangan TiocyanogenBilangan hidroksilBilangan . 2 mg Fe8. Ekstraksi dilakukan denganmemanaskan pelarut sampai semua analit terekstrak (kira-kira 6 x siklus).

Kedelapan.81. dibiarkan cairandingin kemudian diambil hasil ektraksi dan dimasukkan dalam rotary evaporator vaccum. Kesebelas.ujuh. kita melakukan dua tahap yang pertama menggunakan alat ektraktor soxhlet yangberfungsi untuk mengekstraksi kemiri sehingga pada tahap pertama ini akan diperoleh ektrak kemiri dann-heksana.9· ApparatusAdapaun alat-alat yang kami gunakan dalam percobaan ekstraksi soxhlet antara lain: satu set ekstraktorsoxhlet. Kedua. dimasukkan beberapa batu didih dalam labu alas bulat. dimasukkan kertas saringyang telah berisi sampel dalam ektraktor soxhlet.· Cara KerjaAdapaun langkah-langkah dalam praktikum ekstraksi soxhlet. Keenam. Kesepuluh. n heksana. yaitu yang pertama ditumbuk kemiri dandiambil sebanyak 50 gram. Ketiga. Hasil ektraksi tersebut di tentukanberat jenisnya dan diperoleh berat .3-8136-16797-107 Tidak ada0. Keempat.50. rotary efaporator vaccum sebanyak 1 buah.Dalam praktikum ini. dipasang kondensordan dialirkan pendingin melalui pompa. ember sebanyak 1 buah . Prisip kerja dak ekstraksisoxhlet adalah memisahkan senyawa tertentu dari sampel padat dengan menggunakan titik didihtertentu dan senyawa tertentu.piknometer sebanyak 1 buah.diambil bahan cairan yang diperoleh dan diukur volumenya kemudian ditimbang. es batu.· BahanAdapaun bahan0bahan yang kami gunakan dalam percobaan ekstraksi soxhlet antara lain: kemiri 50gram. neraca analitik sebanyak 1 buah. tentukanberaj jenis mennggunakan piknometer.Pelarut yang baik dalam ektraksi soxhlet adalah pelarut yang mempunyai titik didih rendah seperti n-heksana yang mempunyai titik didih 69oC agar cepat menguap sehingga tidak menyebabkan kerusakanpada alat dan juga tidak membutuhkan watu yang lama untuk melakukan satu sirkulasi ektraksi. Kesembilan. erlemeyer 100 ml sebanyak 1 buah. dilakukan ekstraksi 6 kali sirkulasi pelarut n-heksana.· Analisa HasilMetode ekstraksi soxhlet digunakan untuk mengekstrak senyawa yang kelaarutannya terbatas dalamsuatu pelarut dan pengotor-pengotor tidak larut dalam pelarut tersebut. dipanaskan labu alas bulat dengan menggunkan heatingmantel.4-1.1-0. ditempatkan kedalam kertas saring. dimasukkan n-heksana 250 ml dalam labualat bulat. menggunakan rotary evaporator unyuk memisahkan antara ektrak kemiri dengan nheksana (pelarutnya) dengan menggunkan perbedaan titik didih. Kedua. Kelima.Reichert-MeisslIndek bias pada 25 oCBobot jenis pada 15 oC1882026.

Ruang Yang Padat berisi bahan perlahan-Lahan Mengisi DENGAN pelarut hangat. ruangan secara otomatis dikosongkan oleh sisi lengan sifon. ruangan secara Otomatis dikosongkan oleh Sifon Lengan Sisi. karena diperoleh densitas kuranng dari1 . Ketika Ruang Soxhlet hampir Penuh. Pelarut dipanaskan sampai refluks. sebagian dari senyawa non-volatile larut dalam pelarut. Buah ekstraksi berlangsung. Ini pada awalnya dirancang untuk ekstraksi lipid dari bahan padat. Kondensor memastikan bahwa setiap uap pelarut mendingin. Beberapa senyawa Yang diinginkan kemudian Akan larut Dalam. Ruang yang berisi bahan padat perlahan-lahan mengisi dengan pelarut hangat. Sampel ditempatkan Dalam. Jika senyawa yang diinginkan memiliki kelarutan yang signifikan dalam pelarut maka filtrasi sederhana dapat digunakan untuk memisahkan senyawa dari substansi larut. dengan pelarut berjalan kembali ke dalam labu destilasi. selama jam atau hari. Beberapa senyawa yang diinginkan kemudian akan larut dalam pelarut hangat. Siklus ini mungkin diperbolehkan untuk mengulang berkali-kali. Setelah siklus senyawa BANYAK Yang diinginkan terkonsentrasi Dalam. yang dimuat ke ruang utama dari ekstraktor Soxhlet. Uap pelarut perjalanan sebuah lengan distilasi. Sebuah sarung tangan Tebal terbuat Dari kertas filter. Biasanya bahan padat yang mengandung beberapa senyawa yang diinginkan ditempatkan dalam sebuah sarung tangan yang terbuat dari kertas filter tebal. dan banjir ke perumahan ruangan bidal padat. Ekstraktor Soxhlet ditempatkan ke botol berisi ekstraksi pelarut. DENGAN pelarut berlari Kembali Ke labu distilasi. pelarut hangat. Namun. selama jam atau hari.825 gr/ml. bahan Padat. Ekstraktor Soxhlet ditempatkan ke botol berisi ekstraksi pelarut. bidal ini. Selama setiap siklus. Siklus ini Ujug diperbolehkan mengulang berkali-UNTUK kali. Pelarut dipanaskan Sampai refluks. Sebuah ekstraktor Soxhlet adalah bagian dari peralatan laboratorium ditemukan pada tahun 1879 oleh Franz von Soxhlet. sebagian non-volatil Dari senyawa larut Dalam.maka dapat disimpulkan ektrak kemiri merupakan asam lemak (minyak). Buah ekstraksi berlangsung. Yang dimuat ke Ruang Utama ekstraktor Soxhlet Dari. ekstraksi Soxhlet hanya diperlukan di mana senyawa yang diinginkan memiliki kelarutan terbatas dalam suatu pelarut. murah menetes Kembali Ke Perumahan Ruang Dalam. Kondensor memastikan bahwa setiap UAP pelarut mendingin. dan pengotor yang tidak larut dalam pelaru. Soxhlet tersebut kemudian dilengkapi DENGAN kondensor. dan menetes kembali ke dalam perumahan ruang bahan padat.jenisnya sebesar 0. Biasanya bahan Padat Yang mengandung beberapa senyawa Yang diinginkan ditempatkan Dalam. Ketika ruang Soxhlet hampir penuh. ekstraktor Soxhlet tidak terbatas pada ekstraksi lipid. Soxhlet tersebut kemudian dilengkapi dengan sebuah kondensor. Sebuah perjalanan UAP distilasi pelarut Lengan. labu . pelarut. Selama setiap siklus. murah banjir ke ruangan bidal Perumahan Padat. Biasanya.

Setelah ekstraksi pelarut dihilangkan. biasanya DENGAN cara evaporator berputar. DENGAN cara sama seperti Yang UNTUK Soxhlet. hanya satu batch pelarut didaur ulang. kimiawan Perancis Anselme Payen juga memelopori DENGAN ekstraksi Terus menerus Tahun 1830 Dalam. murah biasanya dibuang.co. Bidal ini dikelilingi oleh uap pelarut panas dan dipertahankan pada suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstraktor Soxhlet. menghasilkan senyawa diekstrak.wikipedia.destilasi.org%2Fwiki%2FSoxhlet_extractor&anno=2 . biasanya dengan cara evaporator berputar. kondensor vertikal memastikan bahwa pelarut menetes kembali ke dalam ruang yang secara otomatis dikosongkan pada setiap siklus. ekstraktor Kumagawa memiliki desain tertentu dimana pemegang bidal / ruang secara langsung tergantung di dalam labu pelarut (memiliki lubang besar vertikal) di atas pelarut mendidih. Bagian tidak larut dalam zat padat diekstraksi tetap di bidal. menghasilkan senyawa diekstrak. http://translate. Jensen catatan [3] bahwa contoh paling awal dari ekstraktor kontinu adalah bukti arkeologi untuk Mesopotamia air panas ekstraktor untuk bahan organik berasal dari sekitar 3500 SM. dengan cara yang sama seperti untuk Soxhlet. Setelah ekstraksi pelarut dihilangkan. Pemegang dilepas / Ruang dilengkapi DENGAN Sisi Lengan Sifon Kecil murah. Pemegang dilepas / ruang dilengkapi dengan sisi lengan sifon kecil dan. Sebelum Soxhlet.id/translate?hl=id&sl=en&tl=id&u=http%3A%2F %2Fen. BAGIAN Tidak larut Zat Padat Dalam. Keuntungan Dari SISTEM ini adalah bahwa Alih-Alih BAGIAN Yang BANYAK pelarut Yang hangat melewati Sampel. Bidal ini dikelilingi oleh pelarut panas UAP PADA Suhu dipertahankan murah Yang Lebih Tinggi ekstraktor Soxhlet DENGAN dibandingkan. diekstraksi Tetap di bidal. Kumagawa extractor Sangat mirip dengan ekstraktor Soxhlet. sehingga memungkinkan ekstraksi Yang Lebih Baik UNTUK DENGAN Titik leleh senyawa Yang Lebih Tinggi seperti aspal. Setelah banyak siklus senyawa yang diinginkan terkonsentrasi dalam labu destilasi.google. kimiawan Perancis Anselme Payen juga memelopori dengan ekstraksi terus menerus dalam tahun 1830-an. Yang secara Otomatis dikosongkan PADA setiap siklus. History William B. Hanya Satu batch yang didaur ulang pelarut. sehingga memungkinkan ekstraksi yang lebih baik untuk senyawa dengan titik leleh yang lebih tinggi seperti aspal. vertikal kondensor memastikan bahwa pelarut menetes Kembali Ke Ruang Dalam.-an. dan biasanya dibuang. Sebelum Soxhlet. Keuntungan dari sistem ini adalah bahwa alih-alih bagian yang banyak pelarut yang hangat melewati sampel.

.

masih pot tidak boleh terlalu penuh dan volume pelarut dalam pot masih harus 3 sampai 4 kali volume ruang Soxhlet. 3: Distillation path 3: Distilasi jalan 4: Soxhlet Thimble 4: Soxhlet Trumble 5: Extraction solid (residue solid) 5: Ekstraksi padat (padat residu) 6: Syphon arm inlet 6: Syphon inlet lengan 7: Syphon arm outlet 7: Syphon stopkontak lengan 8: Reduction adapter 8: adaptor Pengurangan 9: Condenser 9: Kondensor .1: Stirrer bar / anti-menabrak butiran 2: Masih pot (pot ekstraksi) .

Yang menjadi kekurangan dalam metode ini adalah tidak dapat digunakan pada senyawa yang titik didihnya rendah. Ekstraksi biasanya digunakan untuk memisahkan dua zat berdasarkan beda kelarutan antara satu zat dengan zat lain.10: Cooling water in 10: Air pendingin dalam 11: Cooling water out 11: air pendingin keluar ABSTRAK Ekstraksi merupakan suatu metode yang sering digunakan untuk memisahkan dua zat atau komponen dalam suatu bahan. teknik sokhletasi ini hampir sama dengan partisi cair-cair. Minyak diperoleh dari biji tanaman seperti kacang tanah. Pada umumnya metode ini digunakan untuk memisahkan lemak dan minyak. Prinsip dari metode ini adalah mengekstrak lemak dengan menggunakan pelarut organic. Ekstraksi yang dilakukan dengan pemisahan menggunakan alat sokhletasi memiliki kelebihan yaitu pelarut yang digunakan sedikit dan keefisienan dari pelarut tersebut tinggi. . zaitun dan sebagainya. BAB I PENDAHULUAN 1. namun yang membedakannya adalah cara pemisahannya.1 Latar Belakang Hampir 70% dari semua lemak dan minyak yang dihasilkan dunia adalah minyak nabati. Sokhletasi merupakan proses pemisahan ( ekstrak padatan ) suatu bahan alam dengan palarut organic yang menggunakan alat sokhlet. bunga matahari. Pada tahapan prosesnya. lemaknya dapat ditimbang dengan dihitung presentase kadar sampelnya. Setalah pelarutnya diuapkan. Minyak diekstraksi dari dalam biji atau inti dengan menggilingnya dan dengan menggunakan pelarut dan kemudian memisahkan pelarutnya dengan evaporasi. kedelai. Sampel yang digunakan adalah kulit batang nangka.

Teknik ekstraksi pelarut merupakan suatu teknik pemisahan yang lazim. 1987 ).Ekstraksi merupakan teknik pemisahan yang sangat sering dilakukan di laboratorium kimia organic.1991 ). Ekstraksi adalah pemisahan suatu zat atau beberapa dari suatu padatan atau cairan dengan bantuan pelarut. penting dan sangat berguna serta banyak digunakan dalam cabang kimia analisis. Disamping itu air juga memiliki viskositas rendah sehingga sirkulasi zat dapat terjadi dengan bebas ( Aderson. pemisahan terjadi atas dasar kemampuan larutan yang berbeda-beda dari komponen campuran tersebut ( Geancoplis.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan percobaan kali ini adalah untuk mengetahui prinsipprinsip ekstraksi. Jarang sekali pekerjaan laboratorium organic yang tidak melibatkan ekstraksi. Ekstraksi dapat didefinisikan sebagai metode pemisahan komponen dari suatu campuran dengan menggunakan suatu pelarut. 1998 ). Pada umumnya metode sokhlet digunakan untuk memisahkan lemak dan minyak nabati. . Dasar berfikir ini adalah pemisahan dari campuran solute lewat proses partisi antar dua pelarut kedalam campuran tidak merusak residu yang terbentuk sehingga memisahkan ekstrak lebih mudah. Sokhetasi merupakan proses pemisahan ( ekstrakti padatan ) suatu bahan alam dengan pelarut organic yang menggunakan alat sokhlet. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Ragam ekstraksi yang tepat sudah tentu bergantung pada tekstut dan kandungan air bahan tumbuhan yang diekstraksi dan pada jenis senyawa yang diisolasi umumnya kita perlu membunuh jaringan tumbuhan untuk mencegah terjadi oksidasi enzim / hidrolisis ( harborne. 1.

Lalu dimasukkan ke dalam alat soklet. Sampel yang digunakan adalah :  kulit batang nangka. Sampel dihaluskan dan ditimbang dengan teliti sebanyak 50 g. 4.18 g/mol Tb/0C : -950C Tm/0C : 690C Valve : 11 mg/L 1.1 Alat dan bahan Alat yang digunakan adalah :    Seperangkat alat soklet Rotarievaporator Neraca analitis. Alat soklet dirangkai seperti pada gambar dibawah ini. 3. Setelah itu dipanaskan pada temperature 70-80 C selama 3jam. Kemudian n-heksana dimasukkan kedalam labu sokhlet sebanyak 200mL. Kemudian sample tersebut di bungkus dengan kertas saring. 5. 2.BAB III METODOLOGI PERCOBAAN 3.3 Cara Kerja Adapun cara kerja dari percobaan ini adalah sebagai berikut : 1. Bahan yang digunakan adalah :   n-heksana 200 mL natrium sulfat anhidrat 5g. 6. . 1.2 Konstanta fisik Konstanta fisik dari n-heksana (C6H15) adalah BM : 86.

12. Filtrat diperoleh lalu di uapkan dengan alat rotarievaporator. 10.246 gram c) Berat wdah.1 Data Hasil Pengamatan Adapun data pengamatan yang diperoleh pada percobaan kali ini adalah sebagai berikut : a) Berat sampel ( kulit batang nangka ) adalah 41. 9. dibungkus dengan kertas saring dan diasukkan kedalam alat sokhlet yang telah siap dirangkai. Lalu disaring.005 gram 4. Setelah semuanya selesai barulah di hitung kadar yang diperoleh. pelarut n-heksana dimasukkan kedalam labu sokhlet sebanyak 200 ml. dan kulit batang nangka adalah 297. Labu sokhlet dapat disebut juga labu lemak yang digunakan sebagai tempat pelarut yang akan diuapkan. Filtrat yang didapat ditimbang. W2-W1 Kadar Sampel = -----------X 100% W Keteran W1 = berat sample W2 = berat wadah kosong W2 = berat wadah + sampel BAB IV PEMBAHASAN 4. Campuran lemak kulit batang nangka dan pelarut n-heksana disaring. 11. kertas saring. Pelarut atau senyawa non polar tidak bersifat . maka palarut yang digunakan juga harus bersifat non polar seperti n-heksana sebagai salah satu contohnya atau dapat juga digunakan pelarut semi-polar. 8. Di dalam percobaan ini pelarut yang digunakan adalah n-heksana karena sampel yang digunakan bersifat non polar. ditimbang. Residu ditambahkan dengan natrium sulfat anhidrat.2 Pembahasan Setelah sampel dihaluskan.363 gram b) Berat wadah kosong + kertas saring adalah 255.7.

kemudian dipanaskan dengan temperature yang tidak boleh terlalu tinggi karena n. Ekstraksi dingin dapat dilakukan dengan maserasi ( perendaman ) dan enfleurasi. Unsur-unsur yang memiliki keelektronegativitas yang tinggi adalah golongan VII dan VI A. Pelarut yang digunakan sedikit dan keefisienan dari pelarut tersebut tinggi. Sedangkan ekstraksi panas dilakukan dengan pemisahan mengguanakan alat ( metode sokhletasi ). kondensor dapat mengubah uap air dan uap minyak menjadi fase cair. Hal ini terjadi karena kulit batang nangka yang muda. sehingga masih mengandung lemak yang cukup banyak. kulit batang nangka tidak boleh dikeringkan langsung terkena cahaya matahari. harus diperhatikan suhunya agar tidak terlalu tinggi agar menghindari terjadinya kerusakan senyawa-senyawa tertentu yang mudah rusak pada suhu tinggi. Ke dalam residu hasil evaporasi ditambahkan natrium sulfat anhidrat untuk mengikat air yang ada pada residu. Ekstraksi merupakan teknik pemisahan yang sangat sering dilakukan di laboratorium kimia organic. Nheksan juga volatile.heksana akan mudah menguap pada suhu 68oC. Rangkaian alat sokhlet juga dilengkapi dengan kondensor yang berfungsi sebagai pendingin. Ekstraksi dapat didefinisikan sebagai metode pemisahan komponen dari suatu campuran dengan menggunakan pelarut berdasarkan beda kelarutan antara zat satu dan yang lainnya. Pelarut n-heksana juga bersifat mudah menguap pada suhu 68oC dan dapat menarik lemak yang ada pdada sampel. Yang menjadi kekurangan dalam metode ini adalah tidak dapat digunakan pada senyawa yang titik didihnya rendah. maka akan semakin bersifat non polar dan semakin sukar larut dalam air.elektronegatif. Semakin panjang rantai C. Pada proses persiapan sampel. Pada saat filtrate ang diperoleh diuapkan denagn ritari evaporator. Residu yang diperoleh dari proses ini lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok A. . Pada saat n-heksana 200 ml telah dimasukkan ke dalam alat sokhlet. tetapi dengan diangin-anginkan agar menghindari terjadinya pengurangan kadar lemak dan tidak dapat diserap karena daya serapnya telah berkurang akibat dari pengeringan dengan terkena sinar matahari langsung.

Pada umumnya metode ini digunakan untuk memisahkan lemak dan minyak. yaitu pelarut yang digunakan masih utuh. hingga pelarut dapat digunakan lagi. BAB V KESIMPULAN Adapun kesimpulan yang diperoleh dari hasil percobaan adalah : 1. teknik sokhletasi ini hamper sama dengan partisi cair-cair. dapat digunakan untuk pemisahan bahan lain. Pemilihan pelarut ini didasarkan pada sifatnya yang non polar. Dikatakan masih utuh karena pada penguapan dengan rotary evaporator hasil yang diperoleh tadi memisahkan pelarut yang ada dalam filtrate. volatile dan dapat menarik lemak dan sukar larut dalam air. 3. Dengan menggunakan rotary evaporator dapat dipisahkan antara pelarut dan lemak yang telah didapat dari proses sokhlet. Pada tahapan prosesnya. Proses pemisahan dengan metode ini memiliki kelebihan.Sokhletasi merupakan proses pemisahan ( ekstrak padatan ) suatu bahan alam dengan palarut organic yang menggunakan alat sokhlet. Tetapi metode ini kurang efektif. lemaknya dapat ditimbang dan dihitung persentasenya. karena harga pelarut mahal dan lemak yang diperoleh harus dipisahkan dari pelarutnya denagn cara diuapkan. Dan dapat melarutkan bahan yang lebih banyak karena pemanasan. Setalah pelarutnya diuapkan. Alasan dari pemisahan pelarut dari ekstraknya adalah agar dihasilkan zat-zat terlarut sebagai ekstrak pekat dan pelarutnya dapat digunakan kembali. lemaknya dapat ditimbang dengan dihitung presentase kadar sampelnya. Prinsip dari metode ini adalah mengekstrak lemak dengan menggunakan pelarut organic. . setelah pelarutnya diuapkan. 2. namun yang membedakannya adalah cara pemisahannya. Prinsip dari metode ini adalah mengekstrak lemak dengan menggunakan pelarut organic. Rotari Evaporator berfungsi untuk mempercepat penguapan. Pelarut yang digunakan pada percobaan kali ini adalah n-heksana.

com/2011/04/ekstraksi-dengan-alatsoklet. Kelebihan dari metode sokhletasi adalah pelarut masih utuh. 5.blogspot. Natrium sulfat anhidrat ditambahkan ke dalam residu agar dapat menarik/mengikat air yang ada dalam residu.4. http://kuliahitukeren. masih dapat digunakan untuk ekstraksi bahan yang lain.html . 6. karena harga pelarut mahal dan lemak yang diperoleh harus dipisahkan dari pelarutnya dengan cara diuapkan. Kekurangan metode sokhletasi adalah kurang efektif. dan dapat melarutkan bahan yang lebih banyak karena adanya pemanasan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful