SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU NEGARA

Oleh : Drs. Mardius, S.H., M.H.

Zaman Renaisance E. Zaman Romawi Kuno D.POKOK BAHASAN : A. Monarchimaten . Zaman Yunani Kuno B.

ZAMAN YUNANI KUNO (Tokoh : Socrates. Epicurus. artinya bahwa setiap orang warga negara itu dapat ikut secara langsung memerintah. Ini dikarenakan bentuk negara Yunani Kuno masih merupakan suatu polis. Aristoteles. . Plato. dan Zeno) Bentuk kekuasaan pada zaman ini lebih bersifat demokrasi kuno atau demokrasi langsung. atau ikut secara langsung menentukan kebijaksanaan pemerintahan negara.

ikut menggabungkan diri. yang makin lama makin diperkuat. . bertempat tinggal di sekeliling benteng itu. Kelompok inilah yang kemudian dinamakan Polis. minta perlidungan keamanan. maka dengan demikian benteng itu dapat semakin luas. Kemudian orang-orang lain yang juga ingin hidup dengan aman.terjadinya itu mula-mula hanya merupakan benteng di sebuah bukit.

Sehinga kehidupan rakyat bertambah menderita. Akibat yg muncul lama-kelamaan negara berubah menjadi kepentingan pribadi 2. . 3. orang2 pintar.PLATO 5 bentuk negara : 1. (negara dikuasai oleh org2 kaya). Oligarki. Timokrasi -----------tindakan yg dilakukan atas kepentingan pribadi. Org2 Kaya yg berkeinginan untuk lebih kaya lagi. Aris tokrasi cerdik pandai. ilmuwan---------keadilan.

Rakyat bersatu. maka rakyat melakukan perlawanan yg pada akhirnya tindakannya lebih mengarahkan pada anarki. Tirany . 5. Demokrasi=self fridom. Demokrasi.4.

Sudah merambah Dunia nyata . 2. Satu Orang Saja. Dipegang oleh beberapa orang (Tirany) 3.ARIS TOTELES 1.

Negara Liberalis.EPICURUS Manusia individu itu harus dilayani -. VS negara sosialis Liberalis----------Pancasilais ------------sosialis Negara ada untuk melayani individu. .

. Mengarahkan kepada ajaran yang bersifat universalitas (Negara Dunia) Hukum yang berlaku : hukum alam Sifat : Abadi dan tidak berubah ² ubah.ZENO Disebut kaum STOA (STOICIM) Ajarannya bertentangan dengan Epicurus.

dan yang semuanya telah mempunyai kecerdasan dan kebajikan yang cukup. Keadaan ini berlangsung terus menerus sampai negara Yunani itu menjadi bagian dari kerajaan dunia Romawi. di mana kelebihan dan kekurangan saling berimbang. . Kekuasaan Yunani Kuno terpecah belah dikarenakan jatuhnya kerajaan dunia Alexander Yang Agung dan setelah Alexander Yang Agung wafat pada tahun 323 SM. yang berkumpul merupakan suatu kesatuan.Menurut Aristoteles kekuasaan negara harus berada pada tangan golongan warga negara atau rakyat.

Miripkah dengan kondisi saat ini ? .

ZAMAN ROMAWI KUNO (Tokoh : Polybius. Perubahan yang penting adalah perubahan dari negara yang bersifat polis atau negara kota (city state). yang dapat mempersatukan seluruh daerah peradaban dalam suatu kerajaan. keadaan di Romawi mengalami perubahan-perubahan. Cicero. Romawi menjadi suatu Imperium (kerajaan dunia). . dan Seneca) Kekuasaan pada zaman Romawi Kuno terjadi ketika Kerajaan Romawi itu dimulai dari keadaan yang terpecah belah. tetapi yang kemudian setelah melalui peperangan.

Diktator ini mempunyai kekuasaan yang sangat besar dan bersifat mutlak. . tetapi hanya untuk sementara waktu saja. Pemerintahan Monarki ini didampingi oleh sebuah badan perwakilan yang anggotanya hanya terdiri dari kaum patricia (kaum ningrat). Dalam sistem pemerintahan yang pertama ini. terlihat benih-benih demokrasi. kekuasaan negara dipusatkan pada satu orang yang dinamakan diktator. dengan maksud agar segala keputusan dan tindakan dapat diambil dan dilaksanakan dengan cepat. Pemerintahan pertama kali pada zaman Romawi adalah Monarki atau Kerajaan. yang meliputi berbagai suku bangsa. Jadi dengan demikian negara Romawi telah mengalami perubahan dari Kerajaan menjadi demokrasi.

sifatnya tidak turun-temurun. . Hal inilah yang memberi alasan bagi penguasa untuk bertindak sebagai diktator. yaitu raja. Kekuasaan rakyat yang diserahkan kepada penguasa. dan sesudah itu rakyat tidak dapat mencabut kembali. jadi setiap pengangkatan raja baru rakyat menyerahkan kekuasaanya kepada raja yang baru.

tidak ada kekuasaan di dunia ini yang harus ditaati dengan secara patuh. Menurut penganut-penganut Agama Kristen tadi. sedang sebaliknya kekuasaan Agama Kristen semakin berkembang terus. dan kemudian menggantikannya. Thomas Aquinas. maka tidak dapat dihindarkan lagi keruntuhan ketatanegaraannya. .ZAMAN PERTENGAHAN (Tokoh : Augustinus. dan Marsilius) Dengan runtuhnya peradaban bangsa Romawi. karena pertama-tama yang harus ditaati adalah perintah Tuhan.

maka di dunia ini lalu terdapat dua organisasi kekuasaan. 2. maka Agama Kristen mendirikan suatu organisasi yang kuat. Dengan terbentuknya susunan organisasi gereja yang organ-organya sama dengan organ-organ susunan organisasi negara. lebih-lebih setelah Agama Kristen ini diakui sebagai agama resmi daripada negara. Organisasi yang dikepalai oleh seorang Raja. yaitu organisasi gereja dengan dikepalai oleh seorang Paus. . sebagai wakil daripada Tuhan untuk memerintah dunia. Jadi sudah mulai sejak pada permulaan zaman abad pertangahan pandangan hidup itu sangat dipengaruhi oleh ajaran-ajaran agama. yaitu : 1. Organisasi gereja yang dikepalai oleh seorang Paus. Dan sebagai akibat daripada pengakuan ini.

Feodalisme ialah bahwa susunan ketatanegaraan itu dikenal dengan hak pribadi.ZAMAN RENAISANCE (Tokoh : Niccolo Machiavelli. Dalam hal ini yang penting adalah bahwa negara adalah merupakan hak milik pribadi dari seorang Raja. dan Jean Bodin) Zaman Renaissance banyak dipengaruhi oleh sistem feodalisme yang berakar pada kebudayaan Jerman kuno. Jadi dasarnya itu ialah bahwa hukum itu mempunyai sifat kepribadian. Ini berarti bahwa mereka yang kehilangan haknya menjadi tugas pemilik itu sendiri untuk mendapatkan kembali haknya. Thomas Morus. .

tidak mempunyai hak apa-apa. raja memberikan hadiah yang berupa pinjaman sebidang tanah. . sedang raja yang meminjamkan tanah itu disebut leenheer atau tuan tanah. kaum bangsawan itu dan juga rakyat biasa harus selalu memberikan bantuan kepada raja. Tetapi dalam waktu negara mengalami bahaya.Para bangsawan. peperangan misalnya. apalagi rakyat jelata. terutama dalam susuna ketatanegaraan. Maka nanti yang berjasa. Orang yang mendapat hadiah itu disebut leenman.

namun lama-kelamaan hubungan ini terputus sama sekali. Akhirnya kekuasaan raja semakin berkurang dan malahan habis sama sekali. Kedudukan raja tergantung pada bantuan dan dukungan para leenman. Keadaan demikian dipergunakan sebaik-baiknya oleh para leenman untuk memproklamirkan dirinya sebagai raja.Hubungan antara leenheer dengan leenman ini semula adalah baik. Demikianlah timbul raja-raja kecil dan mereka saling berebut kekuasaan. Maka para leenman-lah yang menjadi berkuasa di daerah tersebut. .