REKONTRUKSI PESANTREN MASA DEPAN

(Dari Tradisional, Modern, Hingga Post Modern)

Oleh Drs.H.Rohadi Abdul Fatah M. Ag Drs.M.Tata Taufik M.Ag Drs. Abdul Mukti Bisri, M.Ag

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN ____________________________________________1 A. B. Pesantren Sebuah Diskripsi_________________________________________2 Definisi Pondok Pesantren________________________________________14 C. Asal Usul Pesantren dan Sejarah Perkembangannya_____________________16 D. Sistem Pendidikan Pesantren_______________________________________20 E. Tujuan Pendidikan Pesantren_______________________________________24 BAB II MATERI PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN_____________27 A. Literatur Pesantren_______________________________________________27 B. Penjenjangan Materi Pengajian_____________________________________34 C. Materi pembelajaran_____________________________________________37 BAB III MENGENAL METODE PEMBELAJARAN PESANTREN________54 A. B. C. D. E. F. G. H. Sorogan_______________________________________________________54 Wetonan atau Bandongan_________________________________________64 Halaqoh_______________________________________________________70 Hafalan atau Tahfizh_____________________________________________73 Metode Hiwar atau Musyawaroh___________________________________76 Metode Bahtsul Masa`il (Mudzakaroh)______________________________78 Metode Fathul Kutub____________________________________________80 Metode Muqoronah_____________________________________________81

2

I. Metode Muhawarah / Muhadatsah__________________________________82 A. B. BAB IV ISYU-ISYU PEMBAHARUAN PESANTREN__________________85 KH. Imam Zarkasyi_____________________________________________86 K.H A. Wahid Hasyim dan Tebu Ireng______________________________92 C. KH. Ahmad Dahlan DanPerguruan Muhammadiyah__________________102 BAB V POLA PEMBERDAYAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN__120 A. Potret Kegiatan Santri di Pesantren________________________________120 A. B. C. D. E. Potret Asrama Dan Santri _______________________________________131 Organisasi Santri______________________________________________134 Potret Kegiatan PRAMUKA_____________________________________156 Tentang Ta'jir / Hukuman________________________________________163 Pola Hubungan Guru & Murid____________________________________166 H. Santri: Sebuah Harapan Masa Depan_______________________________168 BAB VII PROFIL ALUMNI PESANTREN____________________________261 A. B. M. Quraisy Shihab_____________________________________________188 Nurcholish Madjid_____________________________________________193 C. Hamzah Haz__________________________________________________207 BAB VII PESANTREN MASA DEPAN (POST MODERN) _____________222 A. B. C. D. Bingkai Pesantren_____________________________________________223 Problem Yang dihadapi Pesantren________________________________226 Medan-Medan Pengembangan___________________________________237 Pesantren Dan Ekonomi_______________________________________242

3

E. F. G.

Pesantren Dan Masyarakat____________________________________246 Pesantren Dan Negara________________________________________249 Pesantren Dan Media Massa___________________________________251 BAB VIII PENUTUP___________________________________________261 BIODATA PENULIS DAFTAR PUSTAKA

4

BAB I PENDAHULUAN
A. Pesantren Sebuah Diskripsi Dalam struktur pendidikan nasional, pesantren merupakan mata rantai yang sangat penting. Hal ini tidak hanya karena sejarah kemunculannya yang relatif lama, tetapi juga karena pesantren telah secara signifikan ikut andil dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam sejarahnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berbasis masyarakat (society based-education). Dalam kenyataannya, pesantren telah mengakar dan tumbuh dari masyarakat, kemudian dikembangakan oleh masyarakat, sehingga kajian mengenai pesantren sebagai sentra pengembangan masyarakat sangat menarik beberapa peneliti akhir-akhir ini. Kendatipun pesantren—atau popular pondok pesatren—merupakan kenyataan sosial yang sudah mapan dalam masyarakat Indonesia, namun tidak memperoleh perhatian dan intervensi yang signifikan dari pemerintah untuk mengembangkan ataupun memberdayakannya. Hal ini menjadikan pesantren tumbuh dengan kemampuan sendiri—yang pada akhirnya menumbuhkan varian yang sangat besar, karena sangat tergantung pada kemampuan masyarakat itu sendiri. Kadang, kesan yang muncul adalah bahwa pesantren merupakan lembaga yang eksklusif dan kurang mengakomodasi perkembangan zaman. Dalam sistem dan metodologi pembelajaran, misalnya, pesantren terkesan terlalu lamban bahkan acuh-tak acuh dengan berbagai temuan baru berkenaan dengan bagaimana sebuah lembaga pembelajaran serta kelompok "professional" di

5

pesantren sampai saat ini harus dapat dibedakan dengan sistem pendidikan madrasah seperti dikenal saat ini. berikut berbagai teori pembelajaran. dalam perkembangannya—dan ini karena pengaruh-pengaruh sistem sekolah modern—pesantren tidak hanya mempertahankan sistem pembelajaran informal. Tetapi. Dalam bentuknya yang paling menarik. Pesantren adalah lembaga pendidikan masayrakat yang pada dasarnya tidak mengembangkan sistem madrasah dalam penyelenggaraan pendidikannya—jadi lebih bersifat informal. saat ini sudah muncul sebuah sistem—atau lebih tepat pendekatan—pembelajaran yang disebut dengan Quantum Learning yang berpasangan dengan Quantum Teaching. tanpa batasan-batasan artifisial dan formal seperti usia dan latar belakang sosial lainnya.dalamnya dapat terus menerus meningkatkan hasil-hasil pembelajarannya. kendatipun sampai saat ini masih tampak lamban. Kehadiaran dua pendekatan ini disebut oleh para tokoh pembelajaran sebagai indikasi terjadinya revolusi pembelajaran (learning revolution). dalam arti masyarakat menikmati pembelajaran di dalam lembaga pesantren secara lues. Adalah sebuah hal yang patut disyukuri lahirnya pendidikan madrasah di masyarakat—yang hal ini sekarang menjadi basis pesantren untuk mengakomodasi perkembangan itu. learning technolology) yang menyediakan berbagai teknik pembelajaran yang dipandang efektif dan efisien. melahirkan apa yang disebut teknologi pembelajaran (educational technology. yang tetntunya hal ini sangat dipengaruhi oleh terbatasnya sumber-sumber belajar dan pusat sumber belajar yang dapat dikembangkan oleh pesantren. Dalam hal pembelajaran. Perkembangan penelitian pembelajaran. misalnya. tetapi 6 .

Namun. hanya dapat melakukan pembelajaran agama kepada masyarakat dengan cara kiainya mendatangi mushalla dan masjid tertentu di luar pesantren untuk memberikan pembelajaran agama. tetap saja tampak corak eksklusifnya karena 7 . Masyarakat umum tidak lagi dapat menikmat kesempatan belajar yang luwes di pesantren sebagaimana dahulu menjadi ciri pokok pesantren. tetapi juga berkenaan dengan elan-vital pesantren tetapi juga persoalan akomodasional pesantren untuk mengakses masa depan. bukan hanya karena tuntutan modernitas. pesantren juga ingin menjamin survivalnya. pada dasarnya pesantren—dilihat dari sebagian cara atau prosedur pembelajarannya. yang terus ingin mempertahankan corak konvensional pesantren sebagai lembaga pendidikan masyarakat. sebagian pesantren dapat disebut sebagai lembaga pendidikan madrasah itu sendiri—sehingga menjadi identik pesantren dan madrasah— karena komponen pembelajaran informalnya hilang.juga menganut sistem pembelajaran klasikal berupa madrasah. Kehadiran sistem madrasah di pesantren tampaknya tidak terelekkan sifatnya. jika diperhatikan dari sudut pandang pendekatan pembelajaran modern. seperti dalam sistem sorogan—sudah menerapkan pembelajran individual. Pembelajaran yang dikembangkannya sudah beralih dari pembelajaran massal kepada pembelajaran klasikal. Bahkan. Tetapi. Pesantren pada saat ini—dengan demikian—menjadi semakin eksklusif. Sistem madrasah ini sekarang justeru merupakan komponen pembelajaran yang dominan di pesantren. kendatipun belum dalam bentuknya yang paling terorganisir dan terstruktur. Sekarang. Sebagian pesantren. Bahkan. terjadi semacam proses tarik-ulur antara mengedepankan citra konvensional dengan mengakomodasi perkembangan modern.

pendekatan. Metode pendekatan yang berkisar pada sorogan. Sebelum menggunakan sistem madrasah. Dalam sistem madrasah. setoran. metode. Dalam pembelajaran pesantren konvensional tidak dijumpai komponenkomponen pembelajaran formal. desain pembelajaran. muthalaah dan musyawarah. pembelajaran di madrasah dilaksanakan dengan sistem kelas (classical sistem) yang terorganisir dan terstruktur. Berbeda dengan pembelajaran agama konvensional. sampai evaluasi hasil belajar diatur secara terencana. dan setiap murid baru diperkenankan mengambil mata pelajaran berikutnya sesudah menyelesaikan mata pelajaran di tingkat sebelumnya. maka pendekatan yang sering dipergunakannya adalah pendekatan holistik. hal itu dibuktikan paling tidak dengan prinsip-prinsip 8 . media pembelajaran. seperti daftar santri (peserta) pengajian. dan tidak ada pula evaluasi hasil belajar. Mata ajaran yang diajarkan hanyalah ilmu-ilmu keagamaan—terutama dari kitab-kitab abad pertengahan yang dikenal dengan kitab-kitab klasik/kuning (al-kutub al-qadimah). cocogan. semua elemen penting pendidikan mulai dari kurikulum. terutama sebelum masa orde baru. Sistem pembelajaran ini mempunyai karakteristik. rekruitmen.tidak menyediakan ruang dan kesempatan belajar massal di dalam pesantren. daftar pelajaran. pesantren memakai sistem pembelajaran konvensional. Jika ditinjau dari sistem pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren. bandongan. Hal ini karena organisasi sistem pembelajaran itu sendiri tidak terbentuk sebagaimana mestinya. terukur dan terkontrol. Murid dikelompokkan ke dalam kelas-kelas. terutama tidak menganut ketentuan-ketentuan formalistic dan procedural yang ketat.

sukarela dan dijadikan sebagai media pengabdian kepada sesama manusia dalam rangka mengabdi kepada Tuhan.yang tercermin dari sistem pendidikannya. maka para pengajar di Pondok Pesantren memandang bahwa kegiatan di pesantren sebagai ibadah kepada Tuhan. sehingga penyelenggaraan Pondok Pesantren dilaksanakan "di bawah bayang-bayang Tuhan". dan tidak tinggi hati. 1985) h. (jakarta: Inis. 63 9 . proporsional. Pondok Pesantren walaupun dikategorikan 1 Yaitu pandangan yang menyatakan bahwa semua kejadian berasal. Sebagai lembaga pendidikan. Sistem pendidikan pesantren. Hal itu juga tercermin dari kearifan kesederhanaan hidupnya sehari-hari yang menyiratkan semacam dan kesadaran transcendental. Kesederhanaan di sini adalah identik dengan kemampuan bersikap dan berpikir wajar. Dinamika Pendidikan Pondok Pesantren. Berbeda dengan masa setelah orde baru. filsafat ini Memandang banhwa manusia dilahirkan sesuai fitrahnya dan perkembangan selanjutnya tergantung pada lingkungan dan pendidikan yang diperolehnya. mendasarkan filsafat pendidikannya pada filsafat theocentric. halaqah. sehingga belajar dan mengajar di pesantren tidak dipandang sebagai alat tetapi dipandang sebagai tujuan. Implikasi dari prinsip tersebut. sorogan dan hafalan. Mastuhu. tetapi sudah menerapkan metode belajar mengajar seperti sekolah. banyak Pondok Pesantren menyelenggarakan metode pendidikan seperti pendidikan yang formal—sekolah/madrasah—dan sistem konvensional: pengajarannya tidak lagi hanya berkisar pada bandongan.1 yang memandang dipandang sebagai ibadah kepada Tuhan dan bahwa semua aktivitas pendidikan merupakan bagian integral dari totalitas kehidupan muslim. berproses dan kembali kepada Tuhan.

sorogan diterapkan dengan cara setiap santri menyodorkan kitab kajiannya di hadapan kyai atau asisten kyai. Sorogan. dan itu menjadi ciri khas yang dapat dibedakan dari sistem dan metodologi pembelajaran dilakukan di lembaga pendidikan formal. Pengembangan pembelajaran di Pondok Pesantren ini juga dapat dibedakan dari dua poros. setidaktidaknya agar proses pembelajarannya lebih efektif dan efisien. yang berarti menyodorkan atau menyerahkan. dalam arti pemberdayaan dan pemerkayaan. mempunyai sistem pengajaran tersendiri. untuk selanjutnya sang kiai atau asistennya mengajar santri yang bersangkutan berdasarkan kitab yang disodorkannya itu. yang berarti bahwa pesantren mengakomodasi sistem dan metodologi pembelajaran modern untuk melengkapi atau bahkan mengganti sistem dan metodologi konvensional. Pengembangan ini dapat berarti pemberdayaan dan pemerkayaan sistem dan metodologi pembelajaran konvensional. dan pengembangan keluar (external). halaqah dan hafalan. yaitu pengembangan ke dalam (internal). Sistem sorogan ini termasuk penerapan sistem pembelajaran dengan pendekatan 10 . weton/bandongan.sebagai lembaga pendidikan tradisional. berarti pengubahan sistem dan metodologi yang berimplikasi pada disingkirkannya sistem dan metodologi yang tidak efisien dari sistem konvesional. berasal dari kata sorog (bahasa Jawa). Sistem dan metodologi pembelajaran konvensional yang dianut pesantren pada umumnya berkisar pada varian-varian seperti sorogan. atau. Yang menjadi tantangan bagi pesantren saat ini adalah bagaimana pesantren mengupayakan pengembangan sistem dan metodologi pembelajarannya. Dalam kenyataannya.

Weton/bandongan. atau sekelompok siswa dengan formasi 11 . Metode weton ini merupakan metode kuliah. misalnya sebelum atau sesudah melakukan shalat fardlu. Jawa) yang berarti waktu. Seorang santri berhadapan dengan seorang guru. bahkan pendekatan spiritual dengan para santri. Sistem sorogan ini terbukti sangat efektif sebagai langkah inisiasi bagi seorang murid yang bercita-cita menjadi orang berilmu. pembelajaran dilakukan pada waktuwaktu tertentu. Halaqah yang arti bahasanya "lingkaran murid". istilah weton ini berasal dari kata wektu (bhs. dan terjadi interaksi saling mengenal di antara keduanya. Santri juga membuat catatan seperlunya. kedekatan personal kiai-santri dilengkapi dengan hubungan spiritual yang saling mendukung. Istilah Weton ini di Jawa Barat disebut dengan bandungan. Halaqah ini merupakan sistem kelompok kelas dari sistem bandongan.individual. baik dituliskan pada sisi kitab atau menyisipkannya di lembar-lembar catatan lain. Dalam pengajian dengan metode Weton. dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kyai yang menerangkan pelajaran secara kuliah. sementara santri maksimal kemampuan seorang murid dalam menguasai mengikuti pembacaan kitan oleh kiai dengan melihat dan memperhatikan kitab-kitab yang mereka bawa masing-masing. Sistem ini memungkinkan seorang guru melakukan pendekatan-pendekatan personal. Bahkan lebih dari itu. Para kyai mengawasi. Penamaan metode ini mengikuti praktik nyata terjadinya pembelajaran dimaksud. menilai dan membimbing secara bahasa Arab. yang dilakukan dengan cara saling mendo'akan.

Sistem ini juga hanya dapat pandai dan yang lainnya hanya sebatas menghasilkan satu persen murid yang partisipan. Diskusi berkisar pada persoalan apa kandungan atau hikmat pelajaran yang dapat diambil dari bacaan. 50 12 . saat ini metode halaqah ini justeru harus diperkaya. Salah satu alasannya adalah bahwa forum yang dibangun dengan metode halaqah itu sudah merupakan metode pembelajaran yang paling di andalkan dalam sistem pembelajaran siswa aktif. yaitu yang hanya dapat dinikmati oleh segelintir siswa yang tergolong mampu menganalisis masalah dan mampu pula mengungkapkan hasil pikirannya secara lisan maupun tulisan.duduk melingkar. menurut Mahmud Yunus sistem ini hanya bermanfaat bagi santri yang cerdas. kitab Hadits. Aspek kritisnya bukan diletakkan pada kemampuan mempertanyakan normativitas isi kitab tetapi kemampuan berijtihad mengenai apa maksud yang diajarkan oleh kitab. baik dari sumber kitab al-Qur'an. dan bukan untuk mempertanyakan benar-salahnya apa-apa yang diajarkan oleh kitab. Halaqah ini juga merupakan kelompok belajar dengan menggunakan metode diskusi tak-terstruktur untuk memahami isi kitab. Tetapi. rajin dan mampu serta bersedia mengorbankan waktu yang besar untuk studi ini.2 Pendapat Mahmud Yunus di atas. atau kitab-kitab kuning lainnya. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. yang belajar di bawah bimbingan seorang guru atau belajar bersama dalam satu tempat. (Jakarta:Hidakarya. Bila dipandang dari sudut pengembangan intelektual. tentu saja lebih merupakan penilaian atas kenyataan penerapan metode halaqah saat itu. 2 Mahmud Yunus. h.1990).

tetapi harus juga melibatkan atau menyentuh ranah yang lebih tinggi dari kemampuan belajar. hafalan tidak saja merupakan kemampuan intelektual sebatas ingatan (retensi) tetapi juga sampai kepada pemahaman (comprehension). seperti belajar kemampuan cara menganalisis masalah dan kemampuan mengenai cara mengungkapkan pemikiran. Sedangkan nurturent effect adalah hasil belajar laten yang diberoleh dari pembelajaran. Dalam pembelajaran al-Qur'an metode ini biasa disebut metode Tahfizh al-Qur'an. Biasanya santri diberi tugas untuk menghafal beberapa bait dari kitab alfiyah. dan evaluasi. Bagaimanapun. halaqah tidak hanya menghasilkan instructional effect.Yang kedua adalah bahwa belajar dalam pandangan modern tidak hanya untuk mengejar pengetahuan sebagai hasil belajar satu-satunya. pola penerapannya tidak hanya menekankan hafalan tekstual dengan berbagai variasinya. metode hapalan yang diterapkan di pesantren-pesantren. Instruktional effect adalah hasil belajar seperti yang dibatasi oleh tujuan pembelajaran yang telah disusun. Artinya. Hafalan/Tahfiz. Metode hafalan juga sering diterapkan untuk pembelajaran al-Qur`an-Hadits. baik dalam bentuk sikap perhatian maupun motivasi belajar. analisis (analysis). misalnya Alfiyah Ibn Malik. Dalam pengembangan metode Hafalan atau Tahfizh ini. tetapi juga formal effect atau disebut juga nurturent effect. dan setelah beberapa hari baru dibacakan di depan kyai/ustadnya. yang biasanya berupa perubahan kualitas-kualitas personal seseorang dalam belajar. hafalan sebagai metode pembelajaran maupun sebagai hasil 13 . melainkan menginternalisasi nilai-nilai yang secara laten dapat diperoleh dari halaqah. Jadi. umumnya dipakai untuk menghafal kitab-kitab tertentu.

tetapi hafalan kualitatif. banyak Pondok Pesantren menyelenggarakan pendidikan seperti pendidikan yang formal—sekolah/madrasah—dan 14 . Yang kemudian menjadi persoalan lagi adalah bagaimana pembelajaran dengan metode hafalam ini dapat memperkaya khazanah pengetahuan siswa lebih dari sekedar hafalan mekanistik saja. Keempat metode itulah yang banyak diterapkan di pondok-pondok pesantren. sedangkan hafalan kualitatif adalah rekaman dasar yang dipersiapkan untuk diedit dan dilakukan pemerkayaan. seseorang tidak mungkin dapat berfikir secara cermat jika bahan-bahan untuk berfikir tidak tersedia. Hafalan harus dipandang sebagai basis untuk mencapai kemampuan intelektuan yang lebih tinggi. dan itulah pengetahuan yang sebagiannya diperoleh dari pembelajaran hafalan. misalnya. seperti yang sering terdengar dari pernyataanpernyataan sumbang para pengamat pembelajaran. Berbeda dengan masa setelah orde baru. Hafalan mekanistik adalah seperti merekam audio atau audio-visual. lebih bervariasi. Dan ini sudah menjadi kewajiban para guru untuk mencarikan cara dan kreativitas para santri agar hafalannya lebih bermutu.belajar tidak dapat diremehkan. Yang menjadi prinsip dalam berfikir bahwa apa yang dipikirkan harus sudah lebih dulu diketahui seluk beluknya. dan lebih merangsang pemikiran kritis. sehingga pondok-pondok pesantren sampai sekarang masih mempertahankan metode tersebut. Harus ada kenyataan sebelum seseorang melahirkan konsepsi. Dalam berfikir. Jadi harus ada apersepsi sebelum seseorang mempersepsi. dan antara metode yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan erat dan mempunyai kelemahan serta kelebihan masing-masing. dan itu menjadi lambang supremasi serta ciri khas metode pengajaran di Pondok Pesantren.

Dalam Hiwar terjadi proses kritik dan agumentasi (mujadalah) 15 .metode pengajarannya tidak lagi hanya berkisar pada sistem bandongan. Metode ini bisa digambarkan sebagai bentuk kegiatan belajar mengajar dalam sebuah forum (biasanya di kelas atau masjid) yang dipandu oleh seorang pembimbing/guru dan diikuti oleh santri-santri yang dianggap sudah menguasai kitab-kitab tertentu untuk memecahkan permasalahan kontemporer di sekitar hukum-hukum fiqh (termasuk di dalamnya fiqh ibadah). Fathul Kutub. halaqah. Yang menjadi ciri khas dari hiwar ini. halaqah. Hiwar. dimana santrisantri tersebut sudah dianggap mampu atau menguasi kitab-kitab yang menjadi rujukan masalah yang akan di bahas. Bedanya metode hiwar dilaksanakan dalam rangka pendalaman atau pengayaan materi-materi yang sudah di pelajari (kitab-kitab kuning). dan metode-metode lain yang banyak di peraktekkan di di Pondok Pesantren. Selain metode yang empat diatas (bandongan. sorogan dan hafalan. tetapi sudah menerapkan metode belajar mengajar seperti sekolah. Muqaranah. sorogan dan hafalan) di Pondok Pesantren juga mengenal metode-metode lain seperti Bahtsul masa`il. Metode Bahtsul Masa`il mengacu kepada pemecahan masalah-masalah dalam persoalan fiqh (hukum Islam atau furu`iyah). Metode Hiwar hampir sama dengan metode metode diskusi yang umum kita kenal selama ini. adalah bahwa santri dan guru biasanya terlibat dalam sebuah forum perdebatan untuk memecahkan masalah yang ada dalam kitab-kitab (berbahasa Arab) yang sedang di pelajari. Metode ini biasanya diterapkan untuk pengajaran santri-santri yang sudah senior.

Aqidah. maupun perbandingan kitab. Karena itulah cara yang bisa ditempuh agar di Pondok Pesantren tetap bisa digandrungi oleh masyarakat. harus menundukkan wajah ketika berhadapan dengan guru. Metode Fathul Kutub biasanya dilaksanakan untuk santri-santri senior yang sudah akan menyelesaikan pendidikan tingkat tertentu di Pondok Pesantren. dan semacamnya. baik perbandingan materi. Sebab di sementara pondok masih ada norma-norma yang bersifat doktrinal yang belum bisa di reformasi.). Hal itu disebabkan karena terpengaruh oleh perkembangan hidup modern yang menuntut orang maupun lembaga untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. 16 . tidak semua pondok pesantren memasyarakatkannya sebagai metode yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar di di Pondok Pesantren. Dengan diterapkannya metode ini. yaitu dengan dikenalkannya sistem Madrasah Diniyah. Untuk model metode muqoronah ajaran agama biasanya berkembang di bangku Perguruan Tinggi Pondok Pesantren (Ma`had `Ali). dengan diterapkannya sistem klasikal di Pondok Pesantren. Metode muqoronah adalah sebuah metode yang terfokus pada kegiatan perbandingan. Pada dasarnya metode ini adalah metode penugasan mencari rujukan (reference) terhadap beberapa topik dalam bidang ilmu tertentu (Fiqh. seperti siswa/santri tidak boleh banyak bertanya. Hadits.untuk memperkuat kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh. mau tak mau pengayaan metodologi tidak lagi sebatas yang sudah di kenal di kalangan Pondok. Metode muqoronah akhirnya berkembang pada perbandingan ajaran-ajaran agama. Saat ini. Tafsir. metode. dll. faham (madzhab).

yang berarti guru mengaji. sedangkan di Aceh dikenal dengan nama rangkang . Abdurrahman Wahid. Sedangkan dalam bahasa Indonesia mempunyai banyak arti. atau mungkin jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti guru. Definisi Pondok Pesantren Kata pondok berasal dari kata Funduq yang berarti hotel atau asrama. Pesantren berasal dari kata santri yang dapat diartikan tempat santri.Terkadang juga dianggap sebagai gabungan kata saint (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong). C Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah shastri. Sekarang lebih dikenal dengan nama pondok pesantren. sedang C. mendefinisikan pesantren 17 . yang kemudian dikembangkan oleh Perguruan Taman Siswa dalam sistem asrama yang disebut Pawiyatan. Di Sumatra Barat dikenal dengan nama surau.Artinya dengan memadukan pola pendidikan tradisional dengan pola pendidikan modern. di antaranya adalah madrasah tempat belajar agama Islam. Kata santri berasal dari kata Cantrik (bahasa Sansekerta. yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. Istilah santri juga ada dalam bahasa Tamil. sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik Secara terminologi dapat dikemukakan di sini beberapa pandangan yang mengarah kepada definisi pesantren. B.

pesantren adalah tempat di mana santri tinggal. mesjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya. 2000) Cet ke-1.2001.3 Mahmud Yunus. Menggerakkan Tradisi. Secara definitif Imam Zarkasyi. h.. Imam Zarkasyi dari Gontor Merintis Pesantren Modern. mengartikan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama atau pondok. di mana kiyai sebagai figur sentralnya.h. ke-1.171 6 Amir Hamzah Wirosukarto.al. Op. dan pengajaran agama Islam 3 Abdurrahman Wahid. .5 Definisi di atas menunjukkan betapa pentingnya sosok pesantren sebagai sebuah totalitas lingkungan pendidikan dalam makna dan nuansanya secara menyeluruh. cet-ke-1.Cit. Definisi pesantren yang dikemukakan oleh Imam Zarkasyi (pendiri Pondok Modern Daarussalam Gontor) sama dengan definisi yang dikemukakan oleh Zamakhsyari Dhofier dalam menentukan elemen-elemen pesantren. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Demokrasi dan Masyarakat Madani.6 Secara singkat pesantren bisa juga dikatakan sebagai laboratorium kehidupan.17 4 Mahmud Yunus. pondok. mendefinisikan pesantren refers to a place where the santri devotes most of his or her time to live in and acquire knowledge. santri. 231 5 Ismail SM (ed). (Yogyakarta: LKIS. KH. Pendidikan Islam .et.56 18 . tempat para santri belajar hidup dan bermasyarakat dalam berbagai segi dan aspeknya. masjid.4 Sedang Abdurrahman Mas’ud. dan pengajaran agama Islam dibawah bimbingan kyai yang diikuti santri sebagai kegiatan utamanya.1996) Cet. mendefinisikan sebagai tempat santri belajar agama Islam. h. (Ponorogo: Gontor Press. seperti: Kiyai.h. Esai-esai Pesantren.secara teknis.

. namun keduanya mempunyai perbedaan dalam menentukan materi pelajaran dan metodologi pengajaran.1989) h. 1995) h. C.Walaupun sama dalam menentukan elemen-elemen pesantren. yaitu sorogan dan wetonan. Brugman dan K.7 sedangkan Imam Zarkasyi tidak membatasi materi pelajaran pesantren dengan kitabkitab klasik serta menggunakan metodologi pengajaran sistem klasikal (madrasi). penghormatan santri kepada kiyai. di mana variasi yang dihasilkan merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dipungkiri. yang menyimpulkan dari tradisi pesantren seperti. Dinamika Pendidikan Pesantren. 114 19 .(Jakarta: LP3ES.44-60 8 Pengertian tradisional dalam arti bahwa lembaga ini hidup sejak ratusan tahun yang lalu dan telah menjadi bagian dari kehidupan sebagian besar ummat Islam Indonesia. Hal tersebut disebabkan perbedaan semacam itu. Demikianlah pesantren didefinisikan oleh pengamatnya baik yang barasal dari dalam maupun dari luar pesantren. jusrtu semakin menambah khazanah dan wacana yang sangat diharapkan secara akademis. tata hubungan keduanya yang tidak didasarkan 7 Zamakhsyari Dhofier. Mastuhu. J. dan telah mengalami perubahan dari masa ke masa sesuai dengan perjalanan ummat. Meys. bukan tradisional dalam arti tetap tanpa mengalami penyesuaian . Tradisi Pesantren. Asal Usul Pesantren dan Sejarah Perkembangannya Pesantren atau yang lebih dikenal dengan pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional8 tertua di Indonesia. studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. Zamakhsyari menentukan materi pelajaran pesantren hanya terbatas pada kitab-kitab klasik dengan metodologi pengajaran tradisional. (Disertasi Pasca Sarjana IPB. lembaga pendidikan ini sudah datang sebelum Islam datang ke Indonesia. Menurut para ahli. Hal ini dikemukakan oleh I.

di mana. Beliau adalah ulama yang berasal dari Gujarat. oleh karena itu pesantren merupakan salah satu bentuk kebudayaan asli Indonesia. Sebelum proses penyebaran Islam di Indonesia sistem tersebut telah dipergunakan secara umum untuk pengajaran dan pendidikan agama Hindu di Jawa.kepada uang. Karena itu Islam dapat diterima oleh masyarakat dan pesantren dapat berkembang. dan siapa pendirinya tidak dapat diperoleh keterangan yang pasti. Dan mempunyai persamaan dengan pendidikan di India. Meski begitu. pesantren pertama kali didirikan oleh Syeikh Maulana Malik Ibrahim. karena dalam pandangan Islam seluruh manusia merupakan umat yang egaliter. India agaknya tidak sulit baginya untuk mendirikan pesantren karena sebelumnya sudah ada perguruan Hindu-Budha dengan sistem biara asrama sebagai tempat belajar mengajar. Ada pendapat yang maengatakan. Perbedaan yang mendasar ialah pada masa Hindu pendidikan tersebut hanya milik kasta tertentu. sifat pengajaran yang murni agama dan pemberian tanah oleh negara kepada para guru dan pendeta. sedang pada masa Islam. Gejala lain yang menunjukkan azas non-Islam pesantren tidak terdapat di negara-negara Islam. berasal dari India. Pesantren dilihat dari segi bentuk dan sistemnya. pendidikan tersebut milik setiap orang tanpa memandang keturunan dan kedudukan. Tentang kehadiran pesantren secara pasti di Indonesia pertama kalinya. tokoh yang dianggap berhasil mendirikan dan mengembangkan 20 . Kemudian pendidikan ini diislamisasikan tanpa meninggalkan tradisi yang ada.

selain itu Ario Tejo membutuhkan bantuan sunan Ampel untuk mengamankan daerah Tuban. ada dua fungsi pesantren. Kedua.pesantren dalam arti yang sesungguhnya adalah Raden Rahmat atau Sunan Ampel. Pada awal berkembangnya. yang pada waktu didirikan hanya memiliki tiga orang santri. sebagai lembaga pendidikan. Sunan Ampel diambil menantu oleh penguasa Tuban bernama Ario Tejo. Abu Hurairah. Di sini dapat disimpulkan adanya hubungan yang mesra antara ulama dan umara. sebagai kunci kemakmuran negara. dan mendirikan pesantren di sana. lembaga pendidikan tersebut dapat diikuti oleh setiap orang tanpa memandang keturunan dan kedudukan. Kedua. Pesantren di Indonesia tumbuh dan berkembang sangat pesat. Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan Pesantren Ampel Denta pada dasarnya didukung oleh beberapa faktor. Surabaya. Ia mendirikan pesantren di Kembang Kuning. dan Kyai Bangkuning. sehingga mau tidak mau mesti bersinggungan langsung dengan sirkulasi perdagangan Majapahit. yaitu: Wiryo Suroyo. tahun 1831 di Jawa saja terdapat tidak 21 . lembaga pendidikan tersebut mirip dengan pendidikan sebelumnya. dan Surabaya. Pertama. Ketiga. Hubungan ini dijalin dengan da’wah. dan akhirnya beliau dikenal dengan sebutan Sunan Ampel. sebagai lembaga penyiaran agama. letaknya yang strategis di pintu gerbang utama Majapahit. Berdasarkan laporan pemerintah pemerintah kolonial Belanda. karena seluruh kapal dari dan ke Majapahit mesti melewati pelabuhan Surabaya. Kemudian ia pindah ke Denta. pertama. Gresik. Kendati kini telah banyak perubahan yang terjadi namun inti fungsi utama itu masih melekat pada pesantren.

Darul Rahman.500 orang. D. Hal ini terjadi karena pesantren bersikap non-kooperatif bahkan mengadakan konfrontasi terhadap penjajah.9 Perkembangan pesantren terhambat ketika Bangsa Eropa datang ke Indonesia untuk menjajah. As-Shiddiqiah. Ekspansi pesantren juga bisa dilihat dari pertumbuhan pesantren yang semula hanya rural based institution kemudian berkembang menjadi pendidikan urban.id 22 .312 buah.853 buah dengan jumlah santri tidak kurang 16. Lihatlah kemudian pesantren tumbuh di Ibukota Jakarta seperti Pondok Pesantren Darun Najah. Akibat dari sikap tersebut maka pemerintah kolonial ketika itu mengadakan kontrol dan pengawasan yang ketat terhadap pesantren. dan lain-lain. Kemudian suatu survai yang diselenggarakan oleh kantor Shumubu ( Kantor Urusan Agama ) pada masa Jepang tahun 1942 jumlah pesantren bertambah menjadi 1.net. Sistem Pendidikan Pesantren Sistem pendidikan pesantren menurut M. berdasarkan laporan Departemen Agama RI tahun 2001 jumlah pesantren di Indonesia mencapai 12. Arifin adalah sarana yang berupa perangkat organisasi yang diciptakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang 9 www. Setelah Indonesia merdeka. pesantren tumbuh dan berkembang dengan pesat. jumlah tersebut belum dijumlah dengan pesantren di luar Jawa dan pesantren-pesantren kecil.kurang dari 1. Pada masa kemerdekaan jumlah pesantren terus bertambah.depag.871 buah. Bahkan kini pesantren bukan hanya milik organisasi tertentu tetapi milik umat Islam Indonesia.

Sarana perangkat lunak. Op. santri. asrama. Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum.berlangsung dalam pesantren. h. gedung sekolah atau madrasah. seperti: kiyai. Menurut asal usulnya perkataan kiyai dalam bahasa Jawa dipakai untuk tiga jenis gelar yang saling berbeda: Sebagai gelar kehormatan bagi barang-barang yang dianggap keramat. Untuk pesantren kecil unsur-unsurnya cukup dengan kyai. pengurus. tata tertib dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan pesantren. metodologi pengajaran. Gelar kehormatan untuk orang-orang tua pada 10 M. Sudah sewajarnya bahwa pertumbuhan pesantren semata-mata bergantung kepada kemampuan kyainya. asrama atau pondok.10 Unsur-unsur sistem pendidikan pesantren menurut Mastuhu dapat dikelompokkan sebagai berikut: Aktor atau pelaku. h.Cit.Arifin. kurikulum. seperti: tujuan.11 Unsur-unsur pesantren berbeda antara satu pesantren dengan pesantren lainnya.1995) Cet. Sarana perangkat keras. akan tetapi untuk pesantren besar perlu ditambah dengan unsurunsur lain. hal ini dapat dilihat dari besar kecilnya pesantren bersangkutan. santri. seperti : Ustadz sebagai pembantu kyai dalam pengajaran. kitab-kitab keagamaan. evaluasi. umpamanya: “kiyai Garuda Kencana” dipakai untuk sebutan Kereta Emas yang ada di Kraton Yogyakarta. ke- 3. Kyai atau pengasuh pondok pesantren merupakan elemen yang sangat esensial dari suatu pesantren.257 11 Mastuhu. 55-56 23 . Ia seringkali merupakan pendirinya. dan alat-alat pendidikan lainnya. atau pondok. seperti Masjid. dan metode pengajaran. (Jakarta: Biona Aksara. rumah kyai dan sebagainya.

Istilah kiyai dipakai di Jawa Tengah dan Jawa Timur. h. santri mukim adalah santri yang berasal dari daerah dan menetap dalam kelompok pesantren. Santri adalah siswa yang belajar di pesantren. dalam dunia pesantren dikenal juga istilah “santri kelana”.12 Selain dua istilah santri diatas. Setelah pesantren mengadopsi sistem madrasah tradisi santri kelana kini 12 Zamakhsyari. Op. Zamakhsyari Dhofier membagi santri membagi dua kelompok: Santri mukim dan santri kalong. di Aceh Tengku. di Jawa Barat istilah tersebut dikenal dengan Ajengan. dan lainnya. Gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada seorang ahli agama Islam yang memiliki atau menjadi pimpinan pesantren. Sebagai santri mukim mereka mempunyai keewajiban-kewajiban tertentu. Santri kelana adalah santri yang pindah belajar dari satu pesantren ke pesantren lain untuk memperdalam ilmu pengetahuan yang menjadi keahlian dari seorang kyai. Kyai Haji Muhith Muzadi. 55 24 . di Sumatra Utara Buya. Gelar kyai saat ini tidak lagi hanya diperuntukkan bagi yang memiliki pesantren. Untuk mengikuti pelajarannya di pesantren.Cit. Bahkan gelar kyai digunakan untuk sebutan seorang Dai’ atau Muballigh. Kiyai dalam pembahasan ini mengacu kepada pengertian yang ketiga.umumnya. seperti : Kyai Haji Ali Yafie. Gelar tersebut kini digunakan untuk seorang ulama yang mumpuni dalam bidang keagamaan walau ia tidak mempunyai pesantren. mereka bolak-balik dari rumahnya sendiri. Santri kalong adalah santri yang berasal dari masyarakat sekitar pesantren atau yang biasanya tidak menetap di pesantren.

Sebuah pesantren pada dasarnya adalah sebuah asrama pendidikan Islam tradisional di mana para siswanya tinggal bersama-sama dan belajar dibawah bimbingan seorang kiyai. kemakmuran. Kedua. karena kondisi masjid relatif lebih tenang serta mempunyai nilai ibadah. keberanian kesadaran optimisme. taat. kholifah Islamiyah hingga sampai sekarang. serta menyadarkan hak-hak dan kewajiban. Hingga saat ini kyai sering mempergunakan masjid sebagai tempat membaca dengan metode bandongan. masjid adalah tempat melaksanakan aktifitas manusia yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah. yang berarti patuh. Sedangkan secara terminologis. mendidik anak agar tetap beribadah kepada Allah. serta tunduk dengan penuh hormat dan takzim. masjid berasal dari kata sajada. namun mesjid tetap difungsikan sebagai tempat belajar. memberikan ketentraman. Kendatipun saat sekarang kebanyakan pesantren telah melaksanakan proses belajar mengajar di dalam kelas dengan gedung tersendiri. Hal ini telah terjadi sejak zaman Nabi Muhamad kemudian diteruskan oleh para sahabat. Ketiga. Ada tiga alasan utama mengapa pesantren harus menyediakan asrama 25 . potensi-potensi melalui pendidikan kesabaran. Kedudukan mesjid sebagai pusat pendidikan dalam tradisi pesantren merupakan manifestasi universalisme dari sistem pendidikan Islam tradisional. menanamkan rasa cinta pada ilmu pengetahuan dan solidaritas sosial. Disamping itu pula para santri memfungsikan masjid sebagai tempat belajar yang utama. Secara etimologis.mulai ditinggalkan. Upaya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan berimplikasi pada tiga hal: Pertama.

Di dalam asrama memungkinkan untuk mempraktekkan apa-apa yang telah dipelajari. menarik santri-santri dari jauh untuk dapat menggali ilmu dari kiyai tersebut secara teratur dan dalam waktu yang lama . Hal ini disebabkan karena pesantren mempunyai kebiasaan untuk tidak mempunyai kebiasaan untuk tidak merumuskan dasar dan tujuan pendidikannya secara 26 . Disamping alasan-alasan diatas. dapat dilatihkan untuk disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan begitu dimungkinkan mereka tidak hanya menjadi “having” tetapi “being”. sedang para kiyai menganggap para santri sebagai titipan Tuhan yang harus senantiasa dilindungi. ada timbal balik anrtara santri dan kiyai. Nilai-nilai agama yang secara normatif dipelajari di kelas. dengan demikian perlulah adanya asrama khusus para santri. hampir semua pesantren berada di desa-desa di mana tidak tersedia perumahan (akomodasi) yang cukup untuk menampung santri-santri. E. Ketiga.bagi santrinya : Pertama. Tujuan Pendidikan Pesantren Amat sulit untuk menggambarkan tujuan pendidikan pesantren sacara pasti dan seragam. kemashuran seorang kiyai dan kedalaman pengetahuannya tentang Islam. Kedua. kedudukan pondok sebagai salah satu unsur pokok pesantren sangat besar sekali manfaatnya diantaranya adalah santri dapat dikondisikan dalam suasana belajar sepanjang hari. untuk itu ia harus menetap.Kehidupan berasrama para santri juga sangat mendukung bagi pembentukan kepribadian. di mana para santri menganggap kiyainya seolah-olah seperti bapaknya sendiri.

Tujuan Khususnya adalah mempersiapkan para santri untuk menjadi orang yang alim dalam ilmu agama yang diajarkan oleh kiyai yang bersangkutan serta mengamalkannya dalam masyarakat.eksplisit. salah seorang pendiri Pondok Modern Gontor menyatakan: "amanak-anakku nanti harus menjadi orang yang a'lim. sholeh.Arifin pada dasarnya terbagi menjadi dua hal. Sedangkan tujuan umumnya adalah membimbing anak didik untuk menjadi manusia yang berkepribadian Islam yang sanggup dengan ilmu agamanya menjadi mubaligh Islam dalam masyarakat sekitar melalui ilmu dan amalnya. Hal ini karena sifat kesederhanaan pesantren. sugih supaya tidak tamak"… dalam kesempatan lain juga beliau sampaikan: " di pesantren ini (Gontor) anak-anak akan diajari bahasa Arabbahasa Inggris dan tonil (drama)"… Dari dua pernyataan di atas dapat diketahui bahwa tujuan pendirian pesantren adalah untuk mendidik generasi muda Islam dengan pendidikan sehingga nantinya menbjadi anak yang alim (memiliki ilmu pengetahuan) dan sholeh dalam arti 13 M. sesuai dengan dorongan berdirinya.Cit.13 Untuk mengenal tujuan pendidikan pesantren ada baiknya dikemukakan beberapa pernyataan para pendiri pesantren. Arifin. di mana kiyai mengajar dan santri belajar. 248 27 . semata-mata untuk ibadah lillahita’ala. h. yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. KH. Adapun tujuan didirikannya pesantren menurut M. Ahmad Sahal misalkan. Op. dan tidak pernah dihubungkan dengan tujuan tertentu dalam lapangan kehidupan atau tingkat jabatan tertentu dalam hirarki sosial.

Oleh karena itu muncul pernyataan kedua yang berarti harus menzaman. tapi yang tersedia waktu itu hanya menguasai bahasa Arab saja dan tidak menguasai bahasa Ingris. Sama halnya dengan semboyan perekat ummat yang muncul sebagai jawaban atas kondisi ummat Islam pada tahun 1920 an. al muhafadhatualal qadimis shalih wal akhdu alal bil jadidil ashlah. sehingga kebutuhan untuk mengadopsi yang modern dimungkinkan sejauh itu lebih baik dari apa yang terdapat dalam tradisi itu sendiri.menjalankan pengetahuannya tersebut. serta bisa menjadi kaya (kaya harta dan hati) supaya tidak tamak. Jadi tujuan penyusunan materi pelajaran disesuaikan dengan tantangan kebutuhan ummat. pertentangan khilafiyah dan konflik internal. dan sebaliknya. Konon ungkapan kedua ini muncul setelah pertemuan ulama yang saat itu membutuhkan delegasi muslim Indonesia untuk di kirim ke dunia Internasional. 28 . Selain melalui pernyataan para pendirinya tujuan pendidikan pesantren juga bisa diketahui dengan melihat semboyan dan motto yang dikembangkan suatu pesantren. Dalam hal ini pesantren merupakan lembaga pendidikan yang gigih mempertahankan tradisi. konservasi terhadap tradisi dilakukan tanpa sikap “reserve”. sesuai dengan kebutuhan zaman dan kecakapan yang dimiliki sesuai dengan zamannya. semboyan-semboyan yang senantiasa didengungkan oleh pimpinan pesantren (kyai) itu biasanya merupakan "kerangka nilai" yang diharapkan dapat dicerna oleh para santri dan menjadi pedoman hidup mereka dalam kehidupannya kelak Seperti pepatah dalam dunia pesantren yang sangat populer. yang dibutuhkan adalah yang mahir dalam bahasa Arab dan Inggris. bahwa tradisi mengandung segala yang baik.

Berkenaan dengan tujuan pendidikan pesantren. rumusan biasanya sekitar hal-hal berikut: • • • Membangun masyarakat melalui pendidikan Dakwah Islamiyah Mempersiapkan generasi muda muslim dengan membekali mereka pengetahuan agama dan umum. Secara tegas KH Imam Zarkasyi menyatakan tujuan pendidikan di pesantrennya adalah untuk "kemasyarakatan dan dakwah Islamiyah" artinya pendidikan diarahkan pada kebutuhan masyarakat muslim pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya serta kepentingan dakwah Islamiyah. bagi pesantren-pesantren baru yang lebih modern biasanya telah merumuskan tujuannya dalam bentu visi dan misi pesantren. 29 .

Pendek kata. dan mengucapankannya secara fasih. Disebut demikian karena kitab-kitab tersebut dikarang lebih dari seratus tahun yang lau. Kitab kuning sering disebut al-kutub al-qadimah. Asal-usul dan jenis Satu hal penting yang jarang disebut para ahli ketika mengidentifikasi ciri-ciri fisik pesantren ialah kitab kuning sebagai literatur khas pesantren. Ciri lain dari literatur yang dipergunakan di pesantren itu ialah beraksara Arab Gundul (huruf Arab tanpa harakat atau syakal). 30 . Keadaannya yang gundul itu pada sisi lain ternyata merupakan bagian dari pembelajaran itu sendiri.BAB II MATERI PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN A. Ada juga yang menyebutkannya sebagai al-kutub al-shafra’ atau “kitab kuning” karena biasanya kitabkitab itu dicetak di atas kertas berwarna kuning. Seseorang disebut kyai antara lain karena ia dianggap menguasai keilmuan keislaman yang berhubungan erat dengan kitab kuning. Sistem pengajian pesantren yang diselenggarakan di masjid juga cocok karena yang diaji adalah kitab kuning. masjid. sesuai kertas yang tersedia waktu itu. Pembelajaran kitab-kitab gundul itu keberhasilannya antara lain ditentukan oleh kemampuan membuka kegundulan itu dengan menemukan harakat-harakat yang benar. kyai. tidak dapat dipisahkan dari kitab kuning. setidaknya hingga hari ini. santri dan pondok yang merupakan elemen penting pndok pesantren. Kitab kuning sebetulnya merupakan ciri penting yang tidak dapat dibuang dari pesantren. Literatur Pesantren 1.

Keempat. van den Berg dalam penelitian sebelumnya. Bentuknya bermacam-macam. maupun dengan menggunakan bahasa lokal yang ditulis dengan huruf Arab Melayu (pegon). bahasa. maupun pembahasannya. Pertama. ada yang menyusun sendiri tetapi merupakan penggabungan dari topik-topik atau bidang-bidang yang sudah ada (iqtibas). sejalan dengan perkembangan teknologi pada awal abad 20. pada akhir abad ke-20 ini judul kitab-kitab kuning yang beredar dikalangan kyai di pesantren-pesantren Jawa dan Madura jumlahnya mencapai 900 judul. Meningkatnya jumlah judul kitab itu sebetulnya disebabkan oleh beberapa hal. karya ulama modern.W. mulai diadopsinya kitab-kitab yang tadinya dianggap tabu karena tidak sealiran dengan faham pesantren. Kedua. Ada yang merupakan tashnif (karangan sendiri) dengan kitab-kitab yang berasal dari Timur Tengah sebagai rujukan. Menurut Martin van Bruinessen. misalnya kitab-kitab di luar madzhab Syafi’i. hanya menemukan 54 judul saja. topik. beberapa ulama atau kyai di Nusantara mulai menyusun kitab sendiri. yang ditandai oleh kemudahan orang-orang Indonesia 31 . seorang peneliti dari Belanda. banyak kiyai yang mulai menulis kitab sendiri. yang banyak dimiliki para kyai dan diajarkan di pesantren di Indonesia adalah kitab-kitab yang umumnya karya ulama-ulama madzhab Syafi’i (Syafi’iyyah). Kitabkitab al-‘ashriyyah ini mulai masuk ke Indonesia. baik dengan menggunakan Bahasa Arab.Al-kutub al-qadimah itu jumlahnya sangat banyak. Ketiga. pada akhir abad 19.C. Akan tetapi. pesantren juga mulai mengaji kitab-kitab al-‘ashriyyah. Padahal L. dan ada yang melakukan penyederhanaan (mukhtashar) terhadap kitab-kitab yang ada dalam rangka penyesuain materi.

dan Balaghah). atau setidaknya disusun pada masa lalu . Kesamaan tersebut dapat dilihat dari jenis-jenis bidang aji (bidang kajian) yang diajarkan di pesantren. Bidang kajiannya meliputi ilmu-ilmu terapan. Yaman dan pusat-pusat belajar lain di Timur Tengah. yang biasanya mencakup: Nahwu atau sintaksis. sebagai upaya mewujudkan manusia yang tafaqquh fi al-din. Baghdad. Tajwid (al-Qur’an). yang mencakup: Aqidah.untuk melakukan ibadah haji dan belajar. baik di Makkah. fungsi yang diemban pesantren tidak keluar dari itu. Banyak diantara mereka yang mengaji ataupun berhaji kemudian mengirim dan membawa pulang kitab-kitab al‘ashriyyah yang memang beredar di tempat-tempat itu. Karena itu. dan Ilmu Alat (Bahasa Arab. Cara pesantren yang umumnya mengandalkan pada kitab kuning sesengguhnya memiliki kelemahan tersendiri. Fiqih. yang sering digolongkan ilmu-ilmu yang fardlu ‘ain. dan tingkat pembahasannya belum tentu sesuai dengan tuntutan 32 . Kairo. Ilmu Tafsir. Hadits. Hanya saja perhatian terhadap kelompok ilmu yang terakhir ini memang masih terbatas dan belum merata. Madinah. kuantitas materi. Kitab kuning yang di-aji di pesantren itu pada dasarnya adalah kitab-kitab yang materinya dianggap relevan dengan tujuan pesantren sendiri. Tafsir. Kitab-kitab kuning umumnya bukan disusun oleh ulama Indonesia. yakni mendidik dan mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam. Akhlaq-Tasawuf. dan ilmu-ilmu yang berguna dalam mengembangkan wawasan seperti: Mantiq. yang dikenal dengan ilmu-ilmu keislaman. relevansi materi. Hampir seluruh pesantren di tanah air mengajarkan bidang aji yang sama. Kendati pola pendidikan yang diselenggarakan di pesantren cukup beragam. dan Tarikh Islam. Sharaf atau morfologi. Ilmu Hadits . Ushul Fiqh.

melainkan menyesuaikannya dengan menangguhkan materi-materi yang belum dianggap perlu dan menambahnya dengan muatan-muatan baru berdasarkan kekhususan dan kebutuhan tertentu. Latar belakang penyususn (mushannif) juga akan menyebabkan perbedaan cara pandang dan cara penyajiannya. seperti pertanian. Bila dilihat dari gaya penyajian atau pemaparannya. Hal ini menjadikan kitab-kitab di pesantren merupakan khazanah ilmu yang unik dan sekaligus kaya. tidak mengambil secara keseluruhan materi-materi yang ada pada suatu kitab dari kitab-kitab kuning itu. komputer dan lain sebagainya.kebutuhan dan kemampuan santri di Indonesia saat ini. dan Ketiga. memberikan perhatian yang memadai terhadap ilmuilmu yang berpotensi memperluas wawasan. Kedua. sesuai dengan perkembangan bahasa Arab itu sendiri. walaupun berada pada masa yang sama dan dalam madzhab yang sama pula. Menyadari itu. Penulisnya pun memiliki latar belakang yang beragam. pada saat yang sama juga berpotensi menimbulkan banyak masalah. kaligrafi. koperasi dan bisnis. 2. antara lain: Pertama. qira’at. Penulisan kitab yang dilakukan pada masa yang lebih tua (salaf) biasanya menggunakan bahasa yang lebih rumit dari yang ditulis belakangan (khalaf). beberapa pesantren yang telah melakukan pembaharuan melakukan langkah-langkah akomodatif. Pola Penyajian dan Penulisan Kitab-kitab yang menjadi bahan kajian di pesantren tidak ditulis pada masa yang sama. kitab kuning dapat dikelompokkan menjadi: 33 .menambah materi pembelajaran dengan ilmu-ilmu umum serta ketrampilan-ketrampilan khusus. Namun. peternakan.

Termasuk dalam kategori ini misalnya kitab al-Maqshud. Pada umumnya tujuan pemaparan dengan cara ini ialah untuk mempermudah. Contoh kitab ini misalnya Hidayat al-Shibyan. dengan menggunakan kata ganti (dhamir) yang berulang sehingga sulit mencari rujukanya (‘aaid). Walaupun perlu diketahui bahwa pola tulis bahasa Arab pada kitab-kitab tua sebetulnya cukup rumit. yaitu untuk memahaminya memerlukan kemampuan bahasa yang lebih tinggi karena nadzam dalam pembuatannya tidak jarang memerlukan variasi. atau Alfiyah ibn Malik. Kitab-kitab kuning yang memanfaatkan gaya ini cukup banyak. disamping belum berkembangnya atau mungkin belum dimanfaatkannya secara baik tanda-tanda baca (adawat al-tarqim). pola nadzm ini memiliki kesukaran tersendiri. Dibanding dengan pola natsr. terutama bagi pemula dengan asumsi bahwa santri-santri pemula lebih senang terhadap nyanyian dan pada sat yang bersama penghafalan lewat lagu itu juga lebih mudah. Keuntungannya ialah bahwa materi dapat dipaparkan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah.a) Kitab-kitab natsr (esai) Kitab natsr ialah kitab yang dalam menyajikan atau memaparkan materinya menggunakan essai (natsr). b) Kitab-kitab nadzam Cara penyajian materi yang lain ialah dengan menggunakan nadzam atau syi’ir (sair). ‘Imrithi. Dan itu dilakukan tidak terbatas pada kitab-kitab untuk pemula saja. Untuk tingkat lebih atas. jika bukan 34 . Kitab kuning jenis ini adalah yang paling umum. Bentuk kalimatnya biasanya panjang. penyajian dengan menggunakan nadzam ini lebih bertujuab untuk meringkas dan memudahkan menghafalnya juga. tidak seperti sekarang.

Itulah sebabnya pola natsr dikatakan lebih mudah dan sederhana. Karena itu kitab matn dapat berupa kitab natsr maupun kitab nadzm. baik menjadi syarh maupun dalam bentuk hasyiah. Kitab Matn Kitab matn pada dasarnya adalah kitab asal atau kitab inti.penyimpangan. Bila dikaji dari Format penyajian. maka Kitab Kuning dibagi menjadi : 1. kitab Hall al-Maqal min Nadzam al-Maqshud yang memberi komentar dan 35 . 2. baik karena menarik dan mudah difahami. Kitab Syarh atau Hasyiyah Kitab jenis kedua ini merupakan kitab yang secara khusus mengulas. matn Alfiyah. atau karena memberikan informasi atau pengetahuan yang lebih banyak. Contoh kitab kuning yang termasuk kelompok ini adalah: kitab matn alAjurumiyah. Variasi gaya pemaparan. matn Taqrib. Dalam semangat seperti itulah maka rupanya kitab kuning juga memiliki variasi dalam format penyajiannya. kelihatannya tidak dapat dilepaskan dari ikhtiar para penulisnya agar kitab-kitabnya dapat berfaidah. dari pola tata bahasa yang biasa digunakan dalam natsr. sedangkan kitab yang memperluas lebih lanjut kitab syarh disebut hasyiah. memberi komentar atau memperluas penjelasan dari suatu kitab matn. Kitab kuning yang masuk ke dalam kelompok syarh misalnya adalah kitab Asymawi yang menjelaskan lebih jauh isi teks kitab alAjurumiyah. Kitab syarh adalah kitab perluasan (komentar) tingkat pertama. al-Jami’ al-Shahih karya Imam Muslim dan seterusnya. Shahih Bukhari. Sebetulnya nama matn itu baru terjadi ketika pada kitab itu dilakukan pengembangan.

karena yang terakhir ini sesungguhnya merupakan kitab komentar atas Alfiyah Ibn Malik.penjelasan atas kitab al-Maqshud. Akan tetapi. kitab ini dengan kata lain merupakan kitab ringkasan yang hanya memuat pokok-pokok masalah. Pemisahan antara teks matn dan syarh dilakukan dengan memberi tanda kurung yang membingkai teks syarh. sedangkan matn berada di luar kurung bingkai ini. pola penyajian seperti ini tidak berlaku secara keseluruhan. Dapat dikategorikan hasyiah ialah al-Shabban yang merupakan komentar dari al-Asymuni. Karena sifatnya sebagai penjelas. Sedangkan syarh merupakan teks penjelas atau komentar terhadap matn yang terletak di bagian dalam atau tengah dari setiap halaman kitab. penyajian materi dibedakan antara teks matn dan teks syarh ke dalam kitab sendiri-sendiri tidak disatukan dalam satu kitab sebagaimana pola penyajian yang dilakukan di atas. Dahlan Alfiyyah yang mengomentari Alfiyah ibn Malik serta kitab Kaylani yang mengulas kitab al-‘Izz dan kitab al-Iqna’ yang mensyarah kitab al-Taqrib. Kitab kuning secara umum ditulis dengan menggunakan format (lay out) yang terdiri dari dua bagian: matn dan syarh. Pada beberapa kitab lain. Matn merupakan teks inti dari sebuah kitab yang ditulis pada bagian pinggir (margin) sebelah kanan dan kiri. Karena sifatnya yang demikian. maka teks syarh lebih banyak dan panjang dari teks matn. Kitab kuning yang termasuk kelompok ini misalnya adalah kitab Alfiyah ibn Malik yang merupakan ringkasan dari 36 . c) Kitab Mukhtashar Kitab Mukhtashar adalah kitab kuning yang menyajikan materinya dengan cara meringkas materi suatu kitab yang panjang lebar untuk dijadikan karangan singkat tetapi padat.

kitab kuning yang menyajikan materi berbentuk kaidah-kaidah keilmuan seperti kitab-kitab yang membahas nahw. Ada kitab yang disediakan untuk tingkat pemula (awwaliyah). mushthalah al-hadits. dan sejenisnya. Walaupun tidak selalu. tafsir. menyaring informasi atau melengkapi data. Biasanya.kitab al-Kafiyah. Bahkan kebanyakannya merupakan bacaan para ustadz dan kyai. dan ada untuk tingkat tinggi (‘aly). seperti kitab kuning yang menyajikan materi sejarah. syarh untuk menengah. B. ushul al-fiqh. Kitab-kitab yang diajarkan kepada santri itu bertingkat. memperbaharui istilah. sebagai pengkayaan bahan aji. hal lain yang biasanya dilakukan ialah menyederhanakan kalimat. Adakalanya. Adapun bila dilihat dari kandungan maknanya. kitab kuning dapat dibagi menjadi dua: pertama. sebagian kitab itu juga didiskusikan secara terbatas diantara mereka. kitab matan untuk tingkat pemula. tidak selalu. yaitu pola matan. dan hasyiah untuk tingkat tinggi. atau kitab Lubb al-Ushul yang meringkas kitab Jam’ al-Jawami’ karya as-Subki. Yang menjadi dasar ialah tingkat informasi atau kesulitan kitab itu sendiri. Penjenjangan Materi Pengajian Tidak seluruh kitab keislaman berbahasa Arab yang beredar di kalangan pesantren diajarkan kepada santri. Atau karya paling akhir dari jenis ini ialah Mukhtashar Ibn Katsir karya Ali al-Shabuni yang merupakan ringkasan dari kitab tafsir Ibn Katsir. tingkatan-tingkatan ini juga kadangkala ditentukan oleh pola penyajian kitab itu sendiri. Namun. ada yang untuk tingkat menengah (wustha). dan hadits. kedua. dan khasyiyah. syarah. kitab kuning yang berbentuk penawaran atau penyajian ilmu secara polos (naratif). Dengan melakukan ringkasan ini. Pola lain 37 .

yaitu dari tingkat awwaliyah ke tinggkat wustha. Sepenuhnya diserahkan kepada santri. Pembagian tingkat kitab pembelajaran itu sendiri dari sisi lain memang merupaka suatu kebutuhan dan usaha pedagogis untuk memenuhi keragaman tingkat kemampuan pembelajar.dalam penyajian kitab yang tampaknya memperkuat kecenderungan pembagian tingkatan itu ialah adanya kitab-kitab jenis muchtashar yang merupakan ringkasan dari kitab yang ada. Hal itu memberikan banyak pilihan terhadap kitab-kitab yang hendak diaji untuk setiap tingkatnya. Catatan yang cukup menarik dalam sistem pembelajaran di pesantren ialah : Prtama. Umumnya. para kyai umumnya menjalankan sistim “ijazah” atau izin kepada santrinya untuk mengajarkan ilmu yang diperolehnya kapada orang lain. dan muthawwalah yang memberikan tambahan penjelasan yang lebih banyak. walaupun dalam tingkatan yang sama. dalam hal ini santri. Para kyai di pesantren biasanya hanya menyediakan pengajian atau balaghnya saja. Bagi kyai. mubassathah atau mutawassithah yang tampaknya berisai tambhan penjelasan. Kedua.” dalam pengertian bahwa seorang santri diharapkan menyelesaikan dulu secara 38 . sistem ini sebetulnya merupakan penerapan “belajar tuntas. atau secara negatif tidak terkontrol. dan dari wustha ke ‘aly pada dasarnya terbuka luas. perpindahan dari satu tingkat ke tingkat yang lain. Sehingga sangat mungkin kitab yang diajarkan pada satu pesantren berbeda dengan yang diajarkan pesantren lain. “ijazah” itu diberikan kepada santri yang diketahui rajin dan diyakini berkemampuan serta mengikuti balag-nya dari awal hingga akhir. Adalah amat bagus bahwa judul dan jenis kitab yang beredar amat banyak. namun bukan syarah atau bukan pula khasiyah.

dan kurang mampu untuk dihadapkan pada situasi yang berbeda dan berubah di lapangan kehidupan nyata. seperti tergambar di atas.tuntas sebuah kitab. Sebetulnya sistem ini pulalah yang memberikan mekanisme kontrol diri kepada para santri untuk tetap pada tingkatnya atau melanjutkan ke tingkat di atasnya. penguasaan atas materi fiqh itu lalu bersifat mekanistik atau hafalan saja. Dengan demikian. Kalau diikuti latar belakang historis dari penjenjangan pengajian di pesantren. Sering terjadi. Misalnya. perlu diakui bahwa dengan sistem liberal. Sebagai akibatnya. namun ternyata masih berada pada kemampuan tingkat awal pada pengetahuan dasar-dasar metodologisnya. nuansa komprehensif dari pengetahuan santri bisa terpelihara. sering terjadi sebuah kesenjangan kemampuan yang cukup merugikan santri sendiri. ushul fiqh dan qawa’id fiqh masih berada di tingkat awal. 39 . apa yang diajarkan dalam ilmu Fiqh tidak dilepaskan dari hubungannya dengan akhlaq atau dengan aqidah. pesantren dalam hal pemilihan bidang aji dan penjenjangannya. Hal serupa sangat mungkin terjadi dalam bidang aji Tafsir ataupun Hadits. Pada pesantren yang telah lebih maju. hal tersebut telah dicoba diatasi dengan pengaturan dan kontrol program setiap individu santri. atau dengan penetapan kurikulum yang harus ditaati oleh setiap santri. Inilah yang sekarang dikenal denga prinsip korelasi. Misalnya seorang santri berada pada tingkat tinggi dalam fiqih. tetapi penguasaan terhadap ilmu-ilmu mantiq. seorang santri telah mencapai tarap tinggi dalam pengetahuan tertentu. pembelajaran di pesantren selalu menjaga keterkaitan materi pada suatu mata aji dengan mata aji lainnya. sebelum ia diperkenankan pindah ke kitab lainnya yang setingkat atau lebih tinggi. Namun. Ketiga.

Pendekatan kemasyarakatan yang jelas yaitu dengan jalan senantiasa dikemukakan dampak sosial dari setiap kegiatan seorang muslim dalam menunaikan kewajiban agama. Adapun hal-hal tersebut 40 . Walaupun masih perlu pengolahan. teks dari Fath al-Qarib dan Fath al-Mu’in menjadi materi untuk tingkat menengah serta al-Muhhalla menjadi materi untuk tingkat tinggi. Pendekatan ini sesungguhnya merupakan pendekatan yang umum dipakai di pesantren. apa yang disajikan dalam tafsir-tafsir klasik bil ma’tsur sudah mengarah demikian. Pendekatan studi kasus atau faktual. dalam pengertian bahwa pembahasan sebuah topik aji diberikan pembahasan latar belakangnya secara tuntas. hikmah tasyri’ dan seterusnya.maka beberapa pendekatan biasanya menjadi bahan pertimbangan untuk memperoleh susunan materi pembelajaran yang mudah diterima para santri: Penggunaan kategorisasi yang diterapkan pada teks-teks tersebut. maka pokokpokok yang dikandung oleh teks-teks Matn Taqrib menjadi materi untuk tingkat dasar. Kerangka ini biasanya menjadi penunjang bagi semua pendekatan di atas C. Materi pembelajaran Dalam pelaksanaan kurikulum ini perlu diperhatikan hal-hal yang memungkinkan pendidikan di benar-benar efektif dan efisien. Pendekatan sosio-historis. misalnya dalam bentuk asbabun nuzul. sesuai dengan jenjang yang diakui selama ini. Dengan pendekatan ini kejadian-kejadian yang terdapat dalam realitas kehidupan mendapatkan pembahasan secara tuntas dari berbagai bidang aji. Kalau materi pelajaran Fiqh sebagai contohnya.

pembelajaran akan lebih efektif apabila setelah menerangkan (baik menggunakan metode Bandongan atau tarjamah). Fleksibilitas Program Pembelajaran Fleksibilitas Program digunakan dalam melaksanakan kurikulum. kemampuan. Unsurunsur yang demikian akan menimbulkan motif dan minat si santri untuk belajar.adalah sebagai berikut : 1. metode-metode mengajar yang akan digunakan disesuaikan dengan sifat bahan pengajaran dan kematangan santri. Dalam penyampaian bahan pelajaran. contoh-contoh yang digunakan oleh Ustadz/guru ketika menerangkan sebaiknya contoh yang pernah dialami. Misalnya. pengetahuan yang telah dikuasai). dalam pengajaran materi fiqh (seperti yang dipakai adalah Kitab Al-Umm karya Imam Syafi’i). dilihat serta dirasakan santri. seolah-olah dirinya dipaksa untuk belajar. dalam pengajaran bab pertama (Kitabut Thoharoh). Mungkin hal ini tidak menjadi masalah di bebrapa Madarasah Diniyah yang masih menerapkan pendekatan belajar adalah kasbul 41 . sehingga sifat kebosanan akan hilang. yang dapat menyebabkan kegagalan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ustadz/guru memperhatikan santri (kecerdasan. santri langsung menyaksikan praktek Wudlu atau disuruh mencontohkan. sikap masa bodoh. kebosanan. Keadaan demikian akan menimbulkan kejengkelan. Jiwanya merasa tertekan. Dengan kata lain contoh itu terdapat dalam kehidupan santri sehari-hari. sehingga perhatian dan minat tidak terpusat lagi kepada pelajaran yang diterangkan oleh Ustadz/guru. Bahan pelajaran dan metode mengajar yang tidak sesuai dengan keadaan santri akan menimbulkan kontradiksi dalam diri santri. bahan pengajar sesuai dengan kemampuan santri.

Shofwatut Tafasir. Proses Pembelajaran harus berorientasi kepada Tujuan. bahwasannya Tujuan Pembelajaran (baik tujuan khusus maupun tujuan umum) di di Pondok-pondok tidak diungkapkan secara explisit dan terpola dalam formart GBPP (Garis-Garis Besar Program Pengajaran). Tetapi di yang berorientasi kepada hasil belajar. Dalam hal Fleksibilitas Program mungkin dapat diupayakan suatu inovasi dari pada yang tersedia dalam susunan program Misalnya seluruh bahan pelajaran Tafsir (Biasanya Tafsir Jalalain . Proses identifikasi ini di dalam perumusan tujuan berlangsung dari tingkat yang umum (tujuan institusional) sampai kepada tujuan yang paling khusus 42 . Berorientasi Kepada Tujuan Sebagaimana telah diungkapkan di muka. Pemilihan kegiatankegiatan dan pengalaman-pengalaman belajar yang fungsional serta obyektif diperlukan kriteria yang jelas dan didasarkan pada ilmu pengetahuan dan perubahan masyarakat. Tujuan ini biasanya terdapat dalam bagian pendahuluan kitab yang akan diajarkan. Jadi sebelum menentukan waktu dan bahan pelajaran terlebih dahulu ditetapkan tujuantujuan yang harus dicapai oleh santri / murid dalam mempelajari suatu mata pelajaran (bidang studi).Barokah (mencari berkah) sebagaimana yang didokrinkan dalam Kitab Ta’limul Muta’allim karya Az-Zarnuji. 2. maka perlu diperhatikan hal ini. dan Tafsir al-Munir) jatah alokasi waktu I tahun dapat dituntaskan dengan belajar berturut-turut dan suatu konsentrasi waktu tanpa diselingi mata pelajaran lain. Yang penting bahan pelajaran tiap mata pelajaran dalam I tahun dapat diselesaikan dalam tahun yang sama.

dan pengkaderan Ulama. Taysir alKhallaq.(tujuan pembelajaran khusus). Para pelaksana (terutama Ustadz/guru) diharapkan dapat memahami hubungan fungsional 43 . Misalnya bosan pengajaran yang dialokasikan perminggu dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat dengan sistim paket atau pesantren kilat pada hari Ahad. 4. 3. Atas dasar pertimbangan di atas maka waktu yang tersedia harus benar-benar dimanfaatkan bagi pengembangan kepribadian santri sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan Madrasah Diniyah. al-Tahliyyah wa al. Wustha dan `Ulya. Karena banyaknya bahan pelajaran serta padatnya kegiatan yang menyita perhatian. Dalam menyusun jadwal pelajaran tidak boleh terlalu ketat berpegang pada alokasi waktu dalam susunan program. Misalnya dalam satu mata pelajaran Aqidah Akhlak (menggunakan Kitab Akhlaq lil Banin. Nadzam Aly al-Bari) yang mengandung pendekatan spiral. maka penyelenggaraan poses pembelajaran harus diupayakan seefektif dan seefisien mungkin. energi dan waktu santri.Targhib. yang harus diterapkan ketika menyusun program-program pengajaran dari Madrasah tingkat Awaliyah (‘Ula). Kontinuitas Dalam pelaksanaan kurikulum di pondok selalu diusahakan adanya hubungan hierarkis fungsional. transformasi ilmu pengetahuan. perluasan serta pengalaman suatu pokok bahasan dari tingkat pendidikan ketingkat berikutnya harus disusun secara berencana dan sistimatis. Efektifitas dan Efisiensi Tujuan utama menyelenggarakan di Pondok adalah pembentukan pribadi (character building).

Kalau telah ber-aqidah berarti hati manusia telah terikat oleh suatu kepercayaan atau pendirian. Terikat tidak retak lagi. Berikut ini adalah gambaran sekilas dari masing-masing bidang ilmu. sesuai kertas yang tersedia waktu itu. Judul kitab-kitab kuning yang beredar dikalangan kyai di pesantren-pesantren Jawa dan Madura jumlahnya mencapai 900 judul. dan `Ulya tiap tingkatan. Kitab kuning sebagai materi kurikulum utama dalam proses pembelajaran di di Pondok Pesantren sering disebut al-kutub al-qadimah. Ciri lain dari literatur yang dipergunakan di pesantren itu ialah beraksara Arab Gundul (huruf arab tanpa harakat atau syakal). Akan tetapi. al-kutub al-shafra’ atau "kitab kuning" karena biasanya kitab-kitab itu dicetak di atas kertas berwarna kuning. lalu menjadi keyakinan. Jadi. asal kalimat ialah aqada dipindahkan menjadi aqidah. artinya ikatan. ialah setelah lebih dahulu fikiran itu terbang dan kemudian lepas entah kemana. aqidah artinya mengikat tepi-tepi barang atau mengikatkan suatu sudut pada sudut lain. Wustha. Secara bahasa. Kitab-kitab kuning yang dipakai di di Pondok Pesantren bila dikelompokkan menurut materi (disiplin /cabang ilmu) dikelompokkan menjadi 11 bidang disiplin ilmu. Bidang Aqidah / Ilmu Tauhid Aqidah diambil dari bahasa Arab. Sebab itu maka suatu 44 . 1.dan hierarkis antara mata pelajaran yang diberikan pada tingkat Awaliyah. yang banyak dimiliki para kyai dan diajarkan di pesantren di Indonesia adalah kitab-kitab yang umumnya karya ulamaulama madzhab Syafi’i (Syafi’iyyah). Tidak berujung dan tak tentu tempat hinggap. timbulnya akidah didalam hati. Kemudian dapatlah suatu kesimpulan pandangan. Al-kutub alqadimah itu jumlahnya sangat banyak.

Tijan Darari.pendapat yang tidak timbul dari pertimbangan akal fikiran yang lantaran hanya taklid buta. Iman. Beberapa kitab yang biasanya diajarkan untuk tingkat Ula ialah: Aqidah al-Diniyyah. dan surat-surat pendek yang ada dalam Juz ‘Amma (Juz Tiga puluh). Bidang Tajwid (Baca al-Qur’an) Tujuan dari pengajaran al-Qur’an di di Pondok adalah membentuk kemampuan membaca secara benar (fasih) dalam ucapan setiap hurufnya (Makhraj). Sanusiyah. Kesimpulan berfikir adalah i’tikadnya. rezeki. Nadzam Hidayat al-Shibyan. Matn al-Bajuri. khususnya surat al-Fatihah yang merupakan bacaan wajib dalam setiap sholat. 2. Orang yang beri’tikad didalam suatu perkerjaan tidaklah mau mengerjakan suatu atau menginggalkan suatu pekerjaan dengan tidak berfikir. 45 . karena biasanya syair-syair ini diucapkan dengan dilagukan sesuai selera santri itu. Kitab-kitab Tajwid yang biasa diajarkan: Syifa al-Jinan. Lantaran turut-turutan belumlah bernama aqidah. Aqidah / Tauhid memiliki cabang-cabang yaitu Tauhidullah. dan jaudah (baik) dalam bacaan (persambungannya). Ma’rifatullah. ‘Aqidat al-‘Awam. Kitab-kitab ini berisikan uraian-uraian tentang ilmu tajwid yang disajikan dalam bentuk syair sehingga guna memudahkan santri pemula dalam mengingatnya. Umm al-Barahin. Sedangkan untuk tingkat menengah kitab yang dapat dan biasa diajikan adalah : Kifayat al-Awam. al-Jawahir al-Kalamiyyah. alDar al-Farid. Qatr al-Ghats. atau Tuhfat al-Athfal. Pada tingkat ‘Ula (Awwaliyah) pengajaran membaca al-Qur’an itu diarahkan pada bacaan-bacaan yang ada dan diperlukan dalam shalat. Arasy dan Al-Haqq. Khoridat al-Bahiyah. Adapun untuk tingkat tinggi sering diajarkan kitab-kitab seperti al-Husn al-Hamidiyah dan Fajr al-Shadiq.

hablun minannass (hubungan horisontal) serta dalam hubungannya dengan alam sekitar atau makhluq lainnya. Nadzam Jazariyyah. Kitab-kitab tajwid serta kitab Qira'at as-Sab’ah karya Imam Mujahid. Bidang Akhlaq/Tasawuf Tujuan pembelajaran Akhlaq/Tasawuf adalah membentuk santri agar memiliki kepribadian muslim yang berakhlaq karimah baik dalam hubungannya dengan Allah atau hablum minallah (hubungan vertikal) maupun dalam hubungannya dengan sesama manusia. Hal ini dimaksudkan agar para santri tadi tidak hanya mampu memahami dan menerapkan pengetahuannya tentang tajwid ini untuk dirinya. maka materi yang dipilih untuk diajarkan di pesantren ialah mengenai sifat-sifat mahmudah seperti pengendalian diri. Hilyat al-Thilawah wa Zinat al-Ada wa al-Qiraat. Tujuan dari pembelajaran pembacaan al-Qur’an tingkat Ulya (tinggi) adalah agar santri yang telah menguasai pengetahuan tentang tajwid juga memiliki pengetahuan perbedaan-perbedaan pembacaan al-Qur’an menurut versi Imam yang tujuh. sikap dan tatakrama sebagi pencari ilmu 46 . akan tetapi mereka juga mampu mengajarkannya kepada orang lain kelak. Bahkan terkadang alasan-alasan yang diberikan santri harus didukung oleh dalil dari teks kitab tajwid tertentu. Dari itu. 3. Kitab-kitab Tajwid yang biasa menjadi bahan aji adalah: Al-Khoridat alBahiyyah.Tujuan pengajaran pembacaan al-Qur’an pada Wustho (lanjutan) di Pondok Pesantren adalah santri dapat menjelaskan alasan-alasan mengapa suatu huruf dibaca demikian tetapi pada tempat lain dibaca beda. atau Siraj al-Qaari. apa hukum bacaan tersebut serta berapa panjang nada bacaan itu dan seterusnya.

pelajaran yang disajikan oleh kitab-kitab ini adalah memperdalam serta memperluas apa yang telah diberikan pada tingkat awal ditambah dengan hubungan kemasyarakatan serta pengenalan akan ajaran-ajaran tasawuf. Pelajaran akhlaq yang disampaikan oleh kitab-kitab itu menjelaskan tentang akhlaq kepada Allah. Nashaih al-Diniyyah. Nashaih al-‘Ibad. dengan yang lebih tua dan semisalnya. Risalat al-Mu’awanah. Pada di Pondok Pesantren tingkat Wustho (lanjutan) kitab yang digunakan : Ta’lim al-Muta’allim. kepada Rasul-Nya. bahkan sikap dan tatakrama seorang isteri kepada suami dan sebaliknya. teman sebaya. Taysir al-Khallaq. Tujuan pembelajaran akhlaq untuk tingkat menengah adalah membentuk santri 47 . kepada sesama manusia. Tujuan pembelajaran akhlaq pada tingkat Ula / dasar adalah agar para santri memiliki akhlaq yang mulia ketika berhubungan dengan orang tua. kepada orang tua. Ini semua dilakukan karena dilandasi oleh kecintaan kepada Allah di atas kecintaan kepada segala-galanya. tetangga dan lingkungan sekitar serta menumbuhkan sikap kecintaan kepada Allah dan rasul-Nya. Kitabkitab ini pada dasarnya menyajikan materi pendidikan akhlaq yang meliputi pokokpokok akhlaq yang berhubungan dengan keluarga. Nadzam Aly al-Bari. serta kepada sesama makhluq. yang semuanya menyangkut kehidupan keseharian manusia. tentangga dan lingkungan sekitar. Di samping itu. al-Tahliyyah wa al-Targhib. Kitab yang digunakan : Akhlaq lil Banin serta Akhlaq lil Banat. al-Riyadh al-Badi’ah. sikap dan tatakrama dengan orang tua atau sebagai orang tua. Bidayat al-Hidayah. sikap dan tatakrama dengan teman sebaya.yang akan berhubungan baik dengan guru maupun dengan ilmu itu sendiri.

tetapi lebih diwarnai oleh corak tasawufnya dan dengan penjelasanpenjelasan yang lebih filosofis. Kitab-kitab ini tidak lagi hanya mengulas pelajaran akhlaq. Tujuan pembelajaran akhlaq/tasawuf pada tingkat tinggi adalah agar para santri memiliki wawasan akhlaq yang lebih menyeluruh dalam setiap aspek kehidupannya sehingga perilaku mereka dihiasi oleh akhlaq al-karimah yang dibimbing oleh hati yang suci. Sharaf. 4. Balaghah. Pada tingkat Ula (awaliyah) di Pondok Pesantren pengajaran Nahwu dan Sharaf biasanya dimaksudkan agar santri mampu membuat (tashrif) kata-kata (kalam) Arab.yang ber-akhlaqul karimah dalam hubungannya dengan Allah. Mau’idzat alMu’minin. Tujuan pembelajaran akhlaq/tasawuf pada tingkat tinggi adalah agar para santri memiliki wawasan akhlaq yang lebih menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan sehingga perilaku mereka dihiasi oleh akhlaq al-karimah yang dibimbing oleh hati yang suci. Kitab-kitab yang diajarkan adalah antara lain Kifayat al-Atqiya. mampu memastikan ucapan (harakat) nya pada kedudukannya yang berbeda-beda dalam kalimat (jumlah). mampu mengenali dan 48 . Bidang Bahasa Arab (Nahwu – Sharaf) Bahasa Arab yang diajarkan di di Pondok Pesantren terfokus kepada pengkajian ialah "ilmu alat" yang biasanya meliputi Nahwu. dengan sesama manusia serta dengan sesama makhluq yang dilandasi oleh karena kecintaannya kepada Allah Swt. dapat mengenali jenis-jenisnya. bahkan Manthiq (Logika). al-Hikam serta Ihya Ulumuddin.

Imrithi. Amthilatut Tashrifiyah. Pada tingkat Wustho (lanjutan) kitab yang digunakan biasanya al-Qawaid al-Sharfiyyah. Mutamminah. dan Uqud alJuman (karya Jalaluddin As-Suyuthi). materi aji fiqih menyangkut segi-segi praktis dalam hubungan manusia dengan Allah (ibadah) maupun hubungan manusia dengan manusia (muamalah) dan makhluq yang lain. Kitab-kitab wajib yang menjadi acuan utama kalangan pesantren untuk mempelajari bahasa Arab biasanya : Awamil. dan Qawaid al-Natstsar. jika akhlaq memperhatikan hubungan itu dalam kontek batin atau kejiwaannya. Pada tingkat menengah dan tinggi tujuan yang diharapkan sama. Sullam al-Munawwaroq. Qawaid al-I’lal.membuat jumlah (kalimat) yang berbeda-beda. Fath nabb al-Bariyyah. Bidang Fiqih Seperti akhlaq. hanya saja lebih detail dan lebih luas karena menyangkut variasi-variasi dan anomali-anomali kata dan kalimat yang ada dalam bahasa Arab. Asymani. Ilmu Balaghah biasanya diberikan pada tingkat tinggi untuk mempertajam pemahaman terhadap makna kalimat dan mengenali keindahannya. Rahman al-Anshori). maka fiqih lebih menonjolkan pada segi formal dan lahiriah hubungan tersebut. Bedanya. Kaylani. Al-Bina wa al-Asas. atau fiqih biasanya dibagi menjadi : • • Ibadah (ibadah dalam arti sempit) Mu’amalat (tentang kerjasama antar manusia semisal jual beli dan lain-lain) 49 . Nadzam Maqshud. Materi pelajaran syari’at Islam. dan Alfiyah ibn Malik. Dan pada tingkat Ulya (tinggi) kitab yang digunakan al-Jauhar al-Maknun (karya Abd. Ajrumiyyah. Syarh Ajrumiyyah. 5.

Tujuan Ushul Fiqh santri diharapkan dapat mengetahui proses bagaimana sebuah hukum dihasilkan. pencarian dasar-dasarnya. Fath al-Muin (Zaenuddin bin Abdul Aziz). al-Umm (Imam Syafi’i). Fath al-Qarib Safinat al-Shalah. dari sejak menetapkan masalahnya. Fath al-Wahhab. Tingkat tinggi biasanya materi yang diajarkan bab munakahat dan jinayat. Tausyih ala ibn Qasim (Muhammad Nawawi al-Jani). Ushul Fiqih Ushul Fiqh membahas dasar-dasar dan metode untuk menarik (istinbath) sebuah hukum. Minhaj alQawim. 50 . I’anat al-Talibin (Sayyid Abu Bakr). al-Mahalli (Jalaluddin bin Ahmad al-Mahalli).Wahab).• • Munakahat (tentang pernikahan) Jinayat (tentang pelanggaran dan pembunuhan) Fiqh Ibadah biasanya diberikan pada tingkat Ula (awwaliyah). al-Iqna’ (Abu yahya Zakariyya al-Ansori). Fiqh pada tataran tertentu adalah produk. sedangkan mu’amalat diberikan pada tingkat Wustho (lanjutan). pada tingkat tinggi biasanya dilakukan perluasan wawasan dengan menjangkau pula fiqih-fiqih dari berbagai madzhab. al-Mizan al-Kubra (Abu al-Mawahib Abd. Sullam atTaufiq (Muhammad Qasim al-Ghozi). Kifayat al-Ahyar (Imam Taqiyuddin Abu bakr. prosesnya dicakup dalam Ushul Fiqh ini. Safinat al-Najat (Muhammad Nawawi). Selain itu. Bahjat al-Wasiil. Bidayat al-Mujtahid (Ibn Rusyd). Kitab-kitab yang menjadi referensi utama untuk materi Fiqh adalah: Sullamul Munajat (Muhammad Nawawi). Umdat al-Salik. dan al- Muhadzdzab Fi Fiqh al-Imam Syafii (Abu Ishaq Ibrahim) 6. al-Fiqh ala Madzahib al-Arbaah (al-Jaziri).

biasanya ditingkatkan melalui perluasan wawasan dengan mengetengahkan secara intensif berbagai ragam proses pembuatan hukum. Di samping itu. sehingga dapat memahami dan mentoleransi adanya perbedaanperbedaan produk hukum. Untuk tingkat menengah. Pada tingkat ‘Ula (dasar) kebanyakan di pesantren belum memberikan materi ini. Pesantren yang sudah mengajarkan tafsir untuk santri pemula biasanya hanya diberikan kitab tafsir "kecil" atau tipis halamannya. Adapun buku-buku teks yang menjadi sumber materi Ushul Fiqh antara lain Waraqatal-Dimyathi ala Syarh al-Waraqat karya Ahmad bin Muhammad al-Dimyati. Ghayat al-Wushul karya Abu Yahya Zakaria al-Ansori. Lathaif al-Isyarat karya Imam Tajuddin Abdul Wahab al-Subhi. dan Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusd. atau fiqh. Bidang Tafsir Tafsir pada santri pemula tetapi mulai diberikan kepada para santri tingkat menengah serta tingkat tinggi. dan Faraid al-Bahiyyah karya Abu Bakr al-Yamani semuanya diberikan di tingkat Wustho (lanjutan). Pada tingkat Ulya (aliyah/tinggi) kitabnya : Tashil al-Thuruqat.penetapan alasan-alasannya. Tafsir untuk 51 . Pemberiannya pada tingkat menengah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa sebuah hukum itu lahir dari sebuah proses pertimbangan dan pengolahan yang sistematis metodologis. serta bagaimana alasan itu diolah hingga sampai kepada keputusan tertentu. Jam’ al-Jawami. selain mematangkan apa yang diperoleh pada tingkat pertama. sehingga dengan demikian santri diharapkan mampu secara mandiri menetapkan hukum melalui proses-proses standard. 7. pada tahap ini ditingkatkan kajian studi kasus.

yang biasanya terdiri dari ayat-ayat terpilih dan telah diberi makna (diafsahi) dengan menggunakan bahasa daerah lokal. Kelima. dan tafsir-tarsir yang setingkat dengan itu. Keempat. makkiyah-madaniyah. kemampuan mengetahui kedudukan suatu kata dalam struktur kalimat (i’rab) serta mengetahu dan membedakan makna mufradat (pengertian kata-kata) ayat-ayat al-Qur’an baik ditinjau dari segi morfem (sharaf) maupun persamaan makna katanya (muradif). Shafwa al-Tafasir. Kitab ini hanya menguraikan penafsiran terhadap ayat-ayat dalam surat Yasin dengan penjelasan singkat bahkan menyerupai pegertian kata-kata (mufradat) sehingga dilihat dari jumlah halamannya kitab ini sangatlah tipis. Ketiga. asbabun nuzul. Tafsir alMunir. Sebagian pesantren bahkan menggunakan kitab tafsir yang telah disusun oleh kyai setempat.tingkat dasar ini dimaksudkan hanya sebagai pengenalan bagi para santri. Untuk tingkat menengah (Wustho) kitab-kitab tafsir yang banyak dibaca adalah pilihan dari beberapa kitab tafsir. Tujuan pembelajaran tafsir pada tingkat menengah ini adalah agar para santri memiliki pengetahuan tentang makna ayat- 52 . kandungan utama ayat itu secara tekstual maupun kotekstual sehingga santri menemukan relevansi ayat itu dalam realitas kehidupan. serta nadikh dan mansukh suatu ayat. Dalam pengajaran tafsir. Kitab tafsir yang menjadi pegangan santri untuk tingkat dasar pada beberapa pesantren tertentu di antaranya adalah tafsir Yasin. Kedua. perbandingan penjelasan makna ayat-ayat al-Qur’an dengan kitab tafsir lain. pada beberapa pesantren tertentu kitab tafsir yang dibaca ditekankan pada kitab tafsir yang bercorak hokum (tafsir ahkam). ataupun bahasa Indonesia. seperti Tafsir Jalalain. penekanan utama diberikan pada: Pertama.

kitab-kitab yang diajarkannya biasanya kitab al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an karya imam Jalaluddin alSuyuthi. al-Tafsir wa al-Mufassirin karya al-Dzahaby. Yaitu ilmu-ilmu yang dibutuhkan dan berguna untuk menafsirkan teks al-Qur’an. serta Tafsir al-Maraghi. kaidah-kaidah menafsirkan al-Qur’an. Bidang Ulumul Qur’an Yang dimaksud dengan Ulumul Qur’an adalah ilmu-ilmu tenteng Al-Qur’an. syarat-syarat untuk menjadi mufassir. Pada tingkat 'Ulya (Aliyah) atau tinggi biasanya kitab-kitab tafsir yang menjadi materi pembelajaran adalah Tafsir Showi. Di tingkat Wustho.ayat al-Qur’an melalui pemahaman kitab-kitab tafsir hasil karya ulama baik yang klasik maupun moderen. mengerti dan memahami teks-teks bahasa al-Qur’an yang bahasa Arab. Tafsir Ayaat al-Ahkam. Pada tingkat 'Ula (Awwaliyah) belum diberikan materi Ulumul Qur’an. atau Asrar Tartib 53 . Pada tingkat tinggi kitab-kitab yang bisa diajarkan antara lain adalah. Tujuan pembelajaran pada tingkat Wustho adalah agar setelah mempelajari kitab-kitab di atas para santri memiliki pengetahuan dasar tentang ilmu-ilmu yang diperlukan untuk memahami makna al-Qur’an serta mengetahui pola struktur kalimat yang digunakan dalam al-Qur’an. Bahkan pada beberapa pesantren dipergunakan juga kitab tafsir yang bercorak tafsir bi al-‘ilm (ilmu pengetahuan/science) yaitu tafsir Thanthawi Jauhari. metode menafsirkan al-Qur’an serta ilmu-ilmu lain yang berguna untuk mengenal. Tafsir Ibn Katsier. Ilm alTafsir karya al-Nawawi. 8. Topik-topik yang dibahas dalam ilmu ini antara lain: apa dan bagaimana al-Qur’an itu.

Jelasnya konsentrasi pengkajiannya terpusat pada matan dan dengan pembahasan yang sederhana saja. hal itu tidak lantas menjadi pembahasan. maupun Arbain al-Nawawi karya Imam Nawawi. dengan tidak menampilkan silsilah sanad yang lengkap. Tujuan pembelajaran Ilmu Tafsir pada tingkat ini biasanya ditekankan pada pemahaman dan penguasaan metodologi penafsiran. seperti tentang iman. dan Mukhtar al-Akhadits yang disusun oleh al-Sayyid Ahmad al-Hasyimi Bek. 54 . Bidang Hadits Pengajian hadits di Ula bertujuan untuk memperkenalkan hadits dengan menonjolkan kandungan materinya. dengan tetap memberikan perhatian pada kandungan matan. ikhsan atau akhlaq-akhlaq utama. sehingga para santri nantinya mampu melakukan secara mandiri penafsiran yang benar dan memadai terhadap al-Qur’an. Materi yang dipaparkan biasanya juga merupakan materi-materi utama tingkat dasar pula. Adapun kitab-kitab yang biasa digunakan pada tingkat ini ialah Bulug al-Maram karya al-Hafidz Ibn Hajar al-‘Asqalani. tentang islam.al-Qur’an karya Jalaluddin al-Suyuthi. Jadi tujuannya lebih meningkat dari tingkat awal. Arba’ al-Rasail karya Ahmad Zaini Dahlan. corak pengajaran hadits tampak lebih jelas. hadits yang diangkatnya pun biasanya pendekpendek dan mulai dari shahabat. Oleh karena itu. Kitab-kitab yang banyak digunakan ialah: Tsalats al-Rasail karya Ustadz Abu Said al-Khadimi. sesuai dengan kemampuan santri pada tingkat ini. Perhatian kepada sanad hadits mulai ditekankan. Jika pun dari kitab yang tersedia dijumpai silsilah sanad yang lengkap. Pada tingkat Wustha. begitu juga terhadap rijal al-hadits-nya. 9.

Mahmud al-Thahhan. Taisir Musthalah alHadits karya Dr. Subulus Salam. sosok dan karakter perawinya. Bidang Ulumul Hadits Ilmu-ilmu Hadits atau Ulumul Hadits adalah ilmu tentang seluk-beluk Hadits. kitab yang diharapkan dan sering dipakai ialah kitab-kitab hadits standard seperti Shahih al-Bukhari. dan kitab-kitab lain yang umumnya sepadan. kualitas dan jenis-jenisnyanya—baik dilihat dari segi matan. Materinya meliputi seluk beluk hadits. kitab-kitabnya. serta matan dan variasinya. dan Riyadlus Sholihin. sanad. berikut asbab al-wurudnya dan materi kandungannya. perawi-perawinya dan seterusnya. Subhi Shalih. Pada tingkat ini. sejarah penulisannya. ‘Ilm Mushtolah al-Hadits karya Abd. Ulum al-Hadits wa Mustholahuh karya Dr. Adapun kitab-kitab 55 . Tujuannya adalah penguasaan lengkap terhadap hadits yang dipelajari.Pada tingkat ‘Ulya /‘Aly pengkajian hadits benar-benar telah memasuki tahap lengkap. cara periwayatannya. al-Manhal al-Latif fi Ushul al-Hadits al-Syarif karya al-Sayyid Muhammad al‘Alawy al-Maliky. dari mulai posisinya sebagai sumber hukum . Kitab-kitab yang biasa dikaji adalah Minhat al-Mughits karya al-Hafidz Hasan al-Mas’udi. Minhaj Dzawi al-Nadzar karya ulama Indonesia. Pada tingkat tinggi. Ilmu Hadits biasanya diberikan kepada santri tingkat Wustho atau lanjutan. biasanya juga ditambah dengan keterampilan Takhrij al-Hadits. Shahih Muslim. Qadir Hasan. atau keduanya--. yaitu bagaimana menetapkan kualitas hadits berdasarkan metode-metode yang ada untuk menentukan status dan kualitas hadits. Muwatha Malik. yang meliputi pengetahuan tentang sanad dan variasi sanadnya. 10. Muhammad Mahfudz alTermasi.

Mahmud Ali al-Fayyad dan sebagainya. Ushul Takhrij wa Dirasat al-Asanid karya Dr.takhrij yang dapat diajarkan untuk tingkat tinggi adalah: Thuruq Takhrij Hadits Rasulillah karya Abu Muhammad Mahdi ibn Abd. 11. Nurul Yaqin. Qadir ibn Abd. Manhaj al-Muhadditsin fi Dhabt alSunnah karya Dr. Pada tingkat tinggi. namun menjangkau makna di balik fakta itu. Kitab-kitab yang menjadi bacaan utama pada tingkat Wustho adalah Sirah ibn Ishaq. dan Siroh Nabawiyah. Mahmud al-Tahhan. 56 . Kitab yang dipakai biasanya Kulasahoh Nurul Yaqin. Pada tingkat. dan Durr Tarikh al-Islam. Qishotiul Mi’roj. materi biasanya penekanannya tidak terbatas pada fakta sejarah. materi yang diberikan biasanya dibatasi hingga hanya pada masa Rasulullah. Bidang Tarikh (Sejarah Islam) Tarikh atau sejarah Islam diajarkan di di Pesantren bertujuan untuk mengenal secara kronologis pertumbuhan dan perkembangan umat Islam semenjak masa Rosulullah hingga masa kehidupan Turki Ustmani. Hadi. Sejarah pada masa Khulafa al-Rasyidin baru diberikan pada tingkat Wustho (Lanjutan).

Metode-metode pembelajaran tersebut tentunya belum mewakili keseluruhan dari metode-metode pembelajaran yang ada di pondok pesantren. A. Sorogan Sorogan. fathul kutub. berasal dari kata sorog (bahasa Jawa). Hiwar. hafalan.BAB III MENGENAL METODE PEMBELAJARAN PESANTREN Sebagai lembaga pendidikan. Bahtsul Masa’il. terutama dengan mengembangkan metode-metode pembelajaran. tetapi setidaknya paling banyak diterapkan di lembaga pendidikan tersebut. weton/bandongan. menyodorkan kitabnya di hadapan kyai atau pembantunya -- 57 . dan itu menjadi ciri khas sistem pengajaran/metodik-didaktik yang lain dari sistem-sistem pengajaran yang dilakukan di lembaga pendidikan formal. sebab setiap santri asisten kyai. dan muqoronah. Pengembangan KBM di Pondok Pesantren dalam bidang pendidikan pada dasarnya terdiri atas dua poros. halaqah. Berikut ini adalah gambaran singkat bagaimana penerapan metode dimaksud dalam sistem pembelajaran santri. Pondok Pesantren walaupun dikategorikan sebagai lembaga pendidikan tradisional mempunyai sistem pengajaran tersendiri. yang berarti menyodorkan. Pengembangan internal terpusat pada upaya-upaya menjadikan kegiatan belajar mengajar lebih efektif. diantaranya: Sorogan. Ada beberapa metode pengajaran yang diberlakukan di pesantren-pesantren. yaitu pengembangan ke dalam (internal) dan keluar (external).

Kegiatan belajar belajar mengajar terpusat pada guru. dalam metode ini. atau bimbingan bila diperlukan. daya kreativitas dan aktivitas murid menjadi lemah. Akhirnya. komentar. dimana seorang santri berhadapan dengan seorang guru. di antaranya adalah ketika tidak terjadi dialog antara murid dan guru. Sistem sorogan ini terbukti sangat efektif sebagai taraf pertama bagi seorang murid yang bercita-cita menjadi seorang alim. Maka. menilai dan membimbing secara seorang murid dalam menguasai bahasa Arab.Sistem sorogan ini termasuk belajar secara individual. guru menyediakan sekurang-kurangnya waktu dan kesempatan kepada murid untuk ber-tanya. murid membaca kitab kuning dan memberi makna sementara guru mendengarkan sambil memberi catatan. untuk hal yang terakhir ini. Metode ini tepat bila diberikan kepada murid-murid seusia tingkat dasar (ibtidaiyah) dan tingkat menengah (tsanawiyah) yang segala sesuatunya masih perlu diberi atau dibekali. Dalam hal ini. Murid menjadi pasif. Metode sorogan merupakan kegaiatan pembelajaran bagi para santri yang lebih menitikberatkan pada pengembangan kemampuan perseorangan (individu). Akan tetapi. guru tidak segera memperoleh umpan balik tentang penguasaan materi yang disampaikan. Metode ini menyimpan beberapa kelemahan. di bawah bimbingan seorang ustadz atau kyai. Dalam metode sorogan. dan terjadi interaksi saling mengenal di antara keduanya. dialog antara guru dengan murid belum atau tidak terjadi. Pengajian dengan sistem sorogan ini biasanya diselenggarakan pada ruang tertentu di mana di situ tersedia tempat duduk seorang kyai maksimal kemampuan 58 . Sistem ini memungkinkan seorang guru mengawasi.

khususnya pada kitab-kitab sederhana (tingkat awal). • Santri dengan tekun mendengarkan apa yang dibacakan kyai atau ustadz. terlebih dahulu kyai membuka majelis dengan membaca basmalah. Adakalanya dengan melihat teks. tetapi tidak jarang juga secara hafalan. baik yang mengaji kitab yang sama atau pun berbeda duduk agak jauh sambil mendengarkan apa yang diajarkan oleh kyai atau ustadz kepada temannya sekaligus mempersiapkan diri menunggu giliran dipanggil. Panjang atau pendeknya teks yang dibaca sangat bervariasi.atau ustadz. • Seorang santri yang mendapatkan giliran menghadap langsung secara tatap muka kepada gurunya. shalawat. lalu berdo’a (adakalanya bersama) agar para santri mendapat kemudahan dalam menyerap ilmu dan seterusnya. • • Kyai atau ustadz masuk ke dalam ruang dan duduk ditempat yang disediakan. Ia membuka bagian yang kan diaji dan meletakkannya di atas meja yang telah tersedia di depan kyai atau ustadz. hamdallah. • Kyai atau ustadz kemudian memberikan arti teks dengan menggunakan bahasa melayu atau bahasa daerahnya. Pelaksanaannya dapat digambarkan sebagai berikut : • Santri berkumpul ditempat pengajian sesuai dengan waktu yang ditentukan dengan masing-masing membawa kitab yang hendak diaji. tergantung perkiraan guru terhadap kemampuan santri. kemudian di depannya terdapat bangku pendek untuk meletakkan kitab bagi santri yang menghadap. Sebelum menunjuk santri yang mendapatkan giliran. dan 59 . Kyai atau ustadz membacakan teks dalam kitab itu. Santri-santri lain.

melainkan semuanya harus diingat secara baik. adakalanya kyai atau ustadz lalu bersalaman dengan santrinya. yang sering juga disebut pendlabithan (pemastian harakat). 60 . meliputi semua huruf yang ada baik huruf awal. Kata-kata penyesuaian itu.mencocokkannya dengan kitab yang dibawanya. Kedua. Bila jumlah santri sedikit. biasanya juga dicatat melalui perlambang seperti telah dicontohkan di atas. santri melakukan pencatatan atas: Pertama. Selain mendengarkan. ada pula kyai atau ustadz yang tidak menghendaki pencatatan demikian. maupun akhir (i’rab). Kegiatan ini biasanya diminta oleh kyai atau ustadz untuk diulang pada pengajian berikutnya sebelum dipindahkan pada pelajaran selanjutnya. Setelah tampilan santri dapat diterima. Pensyakalan itu. menuliskan arti setiap kata yang ada dengan bahasa Indonesia atau bahasa daerah langsung bawah setiap kata Arab (diafsahi) dengan menggunakan huruf Arab pegon dengan berbagai pertambahannya. • Kyai menutup majelis dengan do’a dan hamdallah. atau al-Fatihah. rerus salam. untuk disesuaikan dengan susunan kata dalam bahasa pengantar. Namun demikian. tengah. • Santri kemudian menirukan kembali apa yang dibacakan kyai atau ustadznya secara sama. tidak jarang juga kyai atau ustadz memberikan tambahan penjelasan agar apa yang dibaca dapat lebih demengerti. bunyi ucapan teks Arab dengan melakukan pemberian harakat (syakal) terhadap kata-kata arab yang ada dalam teks kitab. Kyai atau ustadz mendengarkan dengan tekun pula apa yang dibaca santrinya sambil melakukan koreksi-koreksi seperlunya.

nada dan intonasi bacaan yang sekaligus menunjukkan tingkat pemahaman santri terhadap apa yang dibacanya. Tentu saja dengan melakukan beberapa modifikasi. Mereka tidak saja senantiasa dapat dimbimbing dan diarahkan cara pembacaannya tetapi juga dapat dievaluasi dan diketahui perkembangan kemampuannya. polanya bisa sama dengan pada tingkat lanjutan. ketepatan ucapan. karena santri akan merasakan hubungan yang khusus ketika berlangsung kegiatan pembacaan kitab oleh dirinya di hadapan kyai atau ustadznya. Kyai atau ustadz dalam hal ini mempercayai kemampuan santri akan makna perkata atau bahkan perkalimat apa yang dibaca oleh santri sehingga tidak perlu lagi mengulang arti perkata seperti yang dilakukan pada tingkat awal. Hal ini membawa pengaruh yang baik karena kyai semakin tumbuh kharismanya. Namun. dapat saja yang mulai membaca adalah santri. santri semakin simpati sehingga ia berusaha untuk selalu mencontoh perilaku gurunya itu. Untuk tingkat lanjutan. metode ini sesungguhnya dapat diterapkan untuk tingkat lanjutan bahkan tingkat tinggi sekalipun.Metode pembelajaran ini termasuk metode pembelajaran yang sangat bermakna. Sekalipun kelihatannya hanya cocok untuk pemula. Dalam situasi demikian tercipta pula komunikasi yang baik antara santri dengan kyai atau ustadznya sehingga dapat meninggalkan kesan yang mendalam pada jiwa santri maupun kyai atau ustadz sendiri. Kyai atau ustadz selanjutnya dapat langsung menjelaskan apa yang terkandung dalam teks yang dibaca tadi. Pada tingkat tinggi. Kyai atau ustadz hanya mendengarkan dan memperhatikan kefasihan. di 61 .

bila perlu dengan menggunakan bahasa Arab. Interaksi yang terjadi kemudian berbentuk munaqasyah antara santri dan kyai atau ustadz.sini santrilah yang diminta menjelaskan sendiri apa yang dapat difahaminya dari yang dibacanya. terus dari siapa yang menjadi gurunya. Para kyia tertentu di beberapa pesantren sesungguhnya sudah lama menerapkan ini. Tidak jarang dalam pemberian ijazah itu seorang kyai atau ustadz melengkapinya dengan silsilah (rangkaian) dari mana kitab itu dipelajari mulai dari dirinya. Pada tingkat ini biasanya kyai secara khusus memberikan ijazah secara lisan yang dapat diartikan pula sebagai tanda perkenanan bagi sang santri untuk mengajarkan kitab yang disorogkan kyai atau ustadz kepada santri-santri yang lain. • Pendataan nama-nama santri yang berada dibawah bimbingan seorang ustadz. namun biasanya sangat khusus dan diperuntukkan bagi mereka yang telah terpilih dianggap mampu untuk melakukan balagh pengajian tersendiri. Kualitas otoritas guru yang ada dalam rangkaian silsilah itu akan memberikan bobot tersendiri terhadap kitab dan pembelajarannya. Hal ini dilakukan untuk mendata tingkat aktivitas dan perkembangan kemampuan 62 . dan seterusnya secara berkesinambungan hingga sampai pada mu’allif (pengarang.Santri dengan bimbingan ustadz memilih jenis kitab tertentu yang akan dipelajarinya. yaitu: • Penyusunan kurikulum yang berisi jenis materi pengajian (pembelajaran). Pada setiap tingkatan dengan berbagai macam nama-nama kitab yang menjadi bacaan / pegangannya. Ada beberapa hal yang dipersiapkan sebelumnya oleh kyai atau ustadz maupun oleh santri. penyususn) kitab itu.

Dalam pelaksanaannya. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut : • Menciptakan situasi dan kondisi yag komunikatif antara santri dan kyai atau ustadz sendiri dalam kegiatan pembelajaran. Demikian juga bila sebaliknya. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan pembelajaran membawa hasil yang lebih baik. seorang kyai atau ustadz tidak secara ketat menentukan alokasi waktu yang diberikan untuk membimbing seorang santri. • Setelah membacakan dan menerjemahkan satu alinea atau satu topik tertentu – sesuai keinginan dan pertimbangan kyai atau ustadz-. maka ia akan membimbing dengan waktu yang lebih singkat untuk masing-masing santri. Ia hanya memberikan perkiraan berapa waktu yang disediakan untuk kegiatan pembelajaran masing-masing santri. santri diminta membaca dan menerjemahkan teks yang telah di baca tadi.santri untuk waktu berikutya. Jika memang santri yang akan mengaji dalam waktu yang bersamaan jumlahnya banyak. • Santri menyiapkan kitab yang akan dipelajarinya beserta alat-alat tulis yang meliputi pena atau pulpen serta buku tulis yang berfungsi untuk mencatat hal-hal penting. karena santri tidak akan segan-segan bertanya jika ada yang tidak jelas atau tidak dimengertinya. • Dalam membaca dan menterjemahkan teks Arab gundul seorang kyai atau ustadz menyampaikannya secara perlahan dan menggunakan bahasa yang mudah untuk difahami oleh santrinya. Ketika itu dilakukan pembetulan- 63 .

jama’ mudzakkar salim dan jama’ muannats salim. Kepada para santri diminta juga untuk tidak memberi catatan pada teks kitab yang dibacanya dengan simbol-simbol (tanda-tanda) seperti biasanya. kegiatannya dilakukan melalui: Santri diminta untuk membaca teks kitab yang dipilihnya dengan mengurangi penggunaan harakat atau syakal. dan aspek keterampilan (skill) 64 . Selain biasanya metode ini ditujukan untuk pemula. isim tasniyah. dalam keadaan tertentu metode sorogan juga dipergunakan untuk pembelajaran kepada santri khusus yang memiliki kemampuan untuk dididik menjadi ustadz. Ini dapat dilakukan karena mereka adalah para santri yang telah menguasai nahwu dan sharaf dengan baik. demikian juga harakat-harakat panjang tidak lagi harus diberi syakal seperti yang dilakukan para santri pemula. aspek sikap (afeksi). Ini dilakukan untuk melatih daya tangkap (pemahaman) santri terhadap teks. Mereka diminta untuk tidak akan memberi harakat pada setiap huruf dalam kalimat. Kepada santri diminta untuk menjelaskan isi teks dengan menggunakan bahasa Arab yang benar Evaluasi dilakukan oleh kyai atau ustadz untuk mengetahui kemampuan santri dalam aspek pengetahan (kognisi). • Setelah membaca dan menerjemahkan dengan benar. Dhamir. seorang kyai atau ustadz biasanya menanyakan atau meminta kepada santri untuk menjelaskan maksud dari teks yang telah dibaca tadi. • Setelah santri menjelasakan.pembetulan apabila terdapat kekeliruan dalam pembacaan dan penerjemahannya. serta menambahkan atau membetulkan apabila penyampaian santri ada hal-hal yang kurang atau keliru. kyai atau ustadz biasanya sedikit mengulas apa yang telah difahami santri.

kegiatan evaluasi dapat dilakukan sewaktu-waktu. jika dalam perkiraan kyai atau ustadz diperlukan untuk mengecek mater-materi yang telah dipelajari beberapa pertemuan yang lampau. Dengan demikian. kegiatan pembelajaran dapat dimulai dengan materi baru tanpa terlebih dahulu meminta santri untuk membaca dan menerjemahkan teks terdahulu. Penilaian dapat juga dilakukan pada saat seorang santri diminta untuk membaca dan menterjemahkan teks Arab gundul setelah dibacakan dan di terjemahkan oleh ustadz. Jika materi pembelajaran yang dipelajari dalam tatap muka yang telah dianggap telah dikuasai dengan baik oleh santri. keberhasilan pembelajaran kepada para santri amat ditentukan oleh kemampuan belajar santri dan kemampuan membimbing kyai atau ustadz. Penilaian dilakukan di samping berguna untuk mengetahui tingkat perkembangan kemampuan penguasaan santri juga berfungsi sabagai umpan balik (feed back) bagi seorang kyai atau ustadz untuk meninjau kembali cara-cara yang dilakukannya berkenaan dengan penggunaan suatu metode pembelajaran tertentu. Hal-hal yang biasanya diperhatikan dalam menilai tingkat kemampuan para 65 . jika sebaliknya maka santri tadi diharuskan untuk mempelajari kembali (mengulang). Untuk mengevaluasi kemampuan para santri dalam pembelajaran dengan menggunakan metode sorogan biasanya dilakukan kegiatan berikut: Santri diminta membaca dan menerjemahkan teks yang telah disampaikan oleh kyai atau ustadz pada pertemuan yang lalu. Jika seorang santri berhasil membaca dan menerjemahkan dengan baik. maka pelajaran yang baru dapat dilanjutkan. Akan tetapi.terhadap materi pembelajaran yang tela diberikannya. Karena.

• Santri mampu menunjukkan kedudukan suatu kata dengan menggunakan ucapan simbolik tertentu melalui pola terjemahan kata demi kata disertai pelafalan simbol atau tanda oleh santri. Sebagai contoh dalam kasus bahasa Jawa. Simbol atau tanda-tanda yang menunjukkan kedudukan kata dalam kalimat. Pelafalan kata “sopo” menunjukkan bahwa kata yang disebutkan setelahnya itu berkedudukan sebagai fa’il atau pelaku. pengucapan “iki” berarti kata yang dilafalkan sesudahnya itu berkedudukan sebagai “khabar” atau predikat. Kyai/ustadz 66 . pengucapan kata “ing” menunjukkan bahwa kata yang diucapkan sesudahnya berkedudukan sebagai “maf’ul bih” atau sebagai objek dan seterusnya. • Pemahaman terhadap teks yang telah dibaca dalam bentuk uraian penjelasan atau kandungan teks setelah seorang santri menyelesaikan pembacaan sekian kalimat atau sekian paragraf Adapun untuk evaluasi akhir apabila telah menyelesaikan pembelajaran sebuah kitab tertentu.santri dengan menggunakan metode sorogan adalah: • Pembacaan yang dilakukan oleh seorang santri apakah sudah benar dalam arti sesuai dengan aturan tata bahasa Arab baik pada tingkat kata (sharaf) maupun pada tingkat kedudukan suatu kata dalam struktur kalimat (nahwu) atau masih belum sesuai. di antaranya yang sering muncul adalah: pengucapan lafal “utawi” berarti kata yang diucapkan sesudahnya berkedudukan sebagai “mubtada” atau sebagai subjek. seorang kyai atau ustadz melakukannya dengan sistem acak.

dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kyai yang menerangkan pelajaran secara kuliah. tetapi kitab ini adalah kitab yang masih bersih tanpa syakl dan catatan terjemahan. Jawa) yang berarti waktu. atau siswa mendengarkan. santri menyimak kitab masing-masing dan membuat catatan padanya. yaitu sebelum dan atau sesudah melakukan shalat fardlu. Kemudian santri tadi disuruh membaca dan menterjemahkan sekaligus dan menjelaskan isinya secara singkat pada baian-bagian tertentu yang dianggap penting (acak) B. Bebas di 67 . Istilah weton ini. istilah weton ini berasal dari kata wektu (bhs. kiai. sebab pengajian tersebut diberikan pada waktu-waktu tertentu. Sebagaimana yang berlangsung pada sebelum abad ke-12 M. murid. sementara santri. Metode weton ini merupakan metode kuliah. Pengajian di pondok pesantren dalam proses pembelajarannya menggunakan sistem pendidikan klasik. Wetonan atau Bandongan Weton / bandongan. sementara materi yang harus disampaikan cukup banyak. guru berperan aktif sementara murid bersifat pasif. di Jawa Barat disebut dengan bandungan.menyodorkan kepada santri yang akan diujinya sebuah kitab yang telah berhasil diselesaikan pembelajarannya. atau ustadz membacakan dan menjelaskan isi kitab kuning. memberi makna. Metode bandongan atau wetonan dapat bermanfaat ketika jumlah murid cukup besar dan waktu yang tersedia relatif sedikit. tradisi pendidikan klasik menyelenggarakan pendidikan dengan sistem bebas. dan menerima. merupakan adalah cara penyampaian kitab kuning di mana seorang guru. Dalam metode ini.

Ia boleh mengikuti pengajian itu berdasarkan kemauan dan minatnya masing-masing. menerjemahkan. Sang kiai melakukan pengajiannya dengan menggunakan metode bandongan. Di pihak lain. menerangkan dan seringkali mengulas teks-teks kitab berbahasa Arab tanpa harakat (gundul). guru menyelenggarakan pengajian secara masing-masing dengan membahas kitab sesuai dengan konsentrasi dan kemauannya. Metode Bandongan dilakukan oleh seorang kyai atau ustadz terhadap sekelompok peserta didik. Pada sisi ini. Metode Bandongan disebut juga dengan metode wetonan. arti-arti kata langsung dibawah kata yang dimaksud. Pada metode ini – berbeda dengan metode sorogan. sang kiai langsung menutup pengajian dan santri-santri pun pulang ke tempatnya masing-masing. pengajian pasaran sesungguhnya merupakan sistem pengajaran yang asli di dalam tradisi pendidikan Islam. dan keteranganketerangan lain yang dianggap penting dan dapat membantu memahami teks.sini dipahami dengan kebebasan peserta untuk mengikuti pelajaran dan menentukan guru siapa saja. pengajian biasanya dimulai setelah shalat fardhu atau pada waktuwaktu yang ditentukan. Sementara itu santri dengan memegang kitab yang sama. untuk mendengarkan dan menyimak apa yang dibacanya dari sebuah kitab. Secara teknis. Setelah pengajian selesai dilaksanakan. atau santri. Seorang kyai atau ustadz dalam hal ini membaca. masing-masing melakukan pendhabithan harakat. pencatatan simbol-simbol kedudukan kata. Posisi para santri pada pembelajaran dengan menggunakan metode ini adalah melingkari dan mengelilingi kyai atau ustadz sehingga membentuk halaqah (lingkaran} Dalam penterjemahannya kyai atau ustadz dapat menggunakan berbagai bahasa yang 68 .

misalnya diadakan tanya jawab. OHP.menjadi bahasa utama para santrinya. peta. Sebelum dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode Bandongan. dan lain sebagainya. Oleh karena itu. Sebelum dilakukan kegiatan pembelajaran. santri diminta untuk membaca teks tertentu. melainkan untuk para santri tingkat lanjutan dan tinggi. biasanya terlebih dahulu seorang kyai atau ustadz mempersiapkan apa-apa yang diperlukan sesuai dengan pemilikan metode pembelajaran. Penentuan jenis dan tingkatan kitab yang di pelajari biasanya memperhatikan tingkatan kemampuan para santri. dan alat peraga lainnya. • Memiliki gambaran mengenai tingkat kemampuan para santri guna menyesuaikan dengan bahasa dan penjelasan yang akan disampaikan. pengeras suara. seorang kyai atau ustadz terkadang mempergunakan pula alat bantu atau media pengajaran seperti : papan tulis. metode Bandongan biasanya diselenggarakan untuk para santri yang bukan lagi pemula. Walaupun yang lebih aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ini adalah kyai atau ustadz. yaitu . Jumlah jamaah pengajian adalah para santri yang telah menguasai dengan baik pembelajaran dengan menggunakan metode sorogan. Sunda atau bahasa Indonesia. Untuk membantu pemahaman para santri. tetapi para santri dilibatkan keaktifannnya dengan berbagai macam cara. • Merumuskan tujuan yang akan dicapai dari pemilihan kitab tersebut dan 69 . misalnya : bahasa Jawa. seorang kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan hal-hal berikut.

• Membaca do’a baik secara sendirian atau bersama-sama santri. • Mempersiapkan alat bantu atau alat peraga yang diperlukan pada pertemuan tersebut.tujuan pada setiap kali pertemuan. • Mempersiapkan bahan yang dapat digunakan untuk perluasan pembahasan atau penambahan wawasan. dan waktu yang diperlukan untuk evaluasi pada setiap kali pertemuan. • Mempersiapkan catatan-catatan khusus tentang batas-batas materi yang akan disajikannya dan tentang penilaian kepada para santri. waktu yang diperlukan untuk memberi kesempatan kepada para santri untuk bertanya. Memperhatikan situasi dan kondisi serta sikap para santri apakah sudah siap untuk belajar atau belum. • • Seorang kyai menciptakan komunikasi yang baik dengan para santri. dsb) pada topik atau faslun (pasal) tertentu di sertai pula dengan penjelasan 70 . kemudian membukanya dengan mambaca basmallah dan shalawat. “iku”. • Menetapkan waktu yang diperlukan untuk pembacaan dan penjelasan. “sopo”. • Seorang kyai atau ustadz dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan membaca teks Arab gundul kata demi kata disertai dengan terjemahannya dan pembacaan ungkapan-ungkapan atau istilah-istilah khusus (seperti = “utawi”. Untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode bandongan biasanya dilakukan langkah-langkah berikut ini .

seorang kyai atau ustadz terkadang tidak langsung membaca dan menerjemahkan. bahkan sebagian telah meninggalkan metode nahwa wa 71 . Ia terkadang menunjuk sacara bergiliran kepada para santrinya untuk membaca dan menerjemahkan sekaligus menerangkan suatu teks tertentu. diskusi. Pada beberapa pesantren metode ini telah diberdayakan dengan memberi peluang tanya jawab. sulit atau rumit. Dari berbagai macam bentuk ini yang jelas para santri berkerumun dengan duduk bersila menghadap kyai. ada yang menggunakan bentuk lingkaran penuh seperti huruf O atau berbentuk setengah lingkaran seperti seperti huruf U atau berbentuk berjejer lurus dan berbanjar ke belakang menghadap berlawanan arah dengan kyai atau ustadz. Pada pembelajaran tingkat tinggi. seorang kyai atau ustadz memeberi kesempatan kepada para santri untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. Posisi pengajian para santri dengan menggunakan metode bandongan pada praktiknya dilakukan bermacam-macam. • Di akhir pengajian seorang kyai atau ustadz terkadang mengemukakan kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Di sini kyai atau ustadz berperan sebagai pembimbing yang membetulkan apabila terdapat kesalahan dan menjelaskan bila ada hal-hal yang dipandang oleh para santri sebagai sesuatu yang asing.dan keterangan-keterangan. Jawaban dilakukan langsung oleh kyai atau ustadz atau memberi kesempatan terlebih dahulu kepada para santri yang lain. • Setelah menyelesaikan pembacaan hingga pada batas tertentu.

Kedua. kyai atau ustadz akan mempersilahkan salah seorang santri seniornya untuk membacakan teks bahasa Arab. pada saat telah dikhatamkannya pengkajian terhadap suatu kitab tertentu. Untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran di atas. Seorang kyai atau ustadz menilai berbagai aspek yang ada pada santri. Teknik bandongan seperti ini akhir-akhir ini diperkenalkan oleh kyai dan ustadz yang memiliki pengalaman belajar dengan teknik yang serupa di negara-negara Arab. pada sela-sela tatap muka atau pada tatap muka tertentu.al-tarjamah dan menggantinya dengan langsung menggunakan bahasa Arab. Kyai atau ustadz kemudian menjelaskan langsung dengan menggunakan bahasa Arab. menterjemahkan dan menjelaskan. biasanya seorang kyai atau ustadz 72 . ataupun keterampilan atau praktik tertentu yang diajarkan dalam kitab tersebut. seorang kyai atau ustadz biasa melakukannya melalui dua macam tes. misalnya– dapat dilakukan dengan praktik atau demonstrasi yang dilakukan oleh para santri pada halaqah tersebut. baik aspek pengetahuan terhadap penguasaan materi kitab itu. Untuk lebih memudahkan kegiatan penilaian. Pada keadaan demikian. Aspek keterampilan (skill) yang dikuasai oleh para santri dapat dilihat melalui praktik kehidupan sehari-hari ataupun –dalam bidang fiqh. Aspek sikap (afektif) dapat dinilai dari sikap dan kepribadaian santri dalam kehidupan keseharian. atau perilaku yang mesti ditunjukannya sebagai hasil dari pengkajian materi kitab. Selanjutnya bisa diberi ruang waktu untuk bertanya. Pertama. Aspek pengetahuan (kognitif) dilakukan dengan menilai kemampuan santri dalam membaca.

kiai atau guru bertindak sebagai “moderator”. Bila dipandang dari sudut pengembangan intelektual. C. tetapi untuk memahami apa maksud yang diajarkan oleh kitab. atau sekelompok siswa yang belajar di bawah bimbingan seorang guru atau belajar bersama dalam satu tempat. Halaqoh Halaqah. rajin dan mampu serta bersedia mengorbankan waktu yang besar untuk studi ini. akan tumbuh dan berkembang pemikiran-pemikiran kritis. sistem ini merupakan kelompok kelas dari sistem bandongan.memiliki juga catatan-catatan khusus atau memberikan perhatian khusus. Halaqah ini juga merupakan diskusi untuk memahami isi kitab. Pelaksanaan metode ini. bukan untuk mempertanyakan kemungkinan benar salahnya apa-apa yang diajarkan oleh kitab. Dengan demikian diharapkan para santri belajar secara sugguh-sungguh karena merasa diawasi dan di monitor perkembangan kemampuannya. Metode ini dimaksudkan sebagai penyajian bahan pelajaran dengan cara murid atau santri membahasnya bersama-sama melalui tukar pendapat tentang suatu topik atau masalah tertentu yang ada dalam kitab kuning. menurut Mahmud Yunus sistem ini hanya bermanfaat bagi santri yang cerdas. analitis. Melalui metode ini. Metode Halaqoh dikenal juga dengan istilah munazaharah yang dikembangkan dengan baik sekali oleh KH Mustain Romli dari Jombang. sistem ini juga hanya dapat menghasilkan 1 persen murid yang pandai dan yang lainnya hanya sebatas partisipan. Dalam metode ini. Metode diskusi bertujuan agar murid atau santri aktif dalam belajar. dan logis. Halaqah yang arti bahasanya lingkaran murid. beberapa orang santri –dengan jumlah tertentu– membentuk 73 .

Musyawarah dilakukan juga untuk membahas materi-materi tertentu dari sebuah kitab yang dianggap rumit untuk memahaminya. untuk membahas atau mengkaji suatu persoalan yang telah ditentukan sebelumnya. Topik atau persoalan (materi) yang dimusyawarahkan biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh kyai atau ustadz pada pertemuan sebelumnya. Dengan demikian. Untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode musyawarah kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan ketentuan-ketentuan berikut : Peserta musyawarah adalah para santri yang berada pada tingkat menengah atau tinggi. metode ini lebih menitik beratkan pada kemampuan perseorangan didalam menganalisis dan memecahkan suatu persoalan dengan argumen logika yang mengacu pada kitab-kitab tertentu. Pada beberapa pesantren yang memiliki santri tingkat tinggi. Peserta musyawarah tidak memiliki perbedaan kemampuan yang mencolok.halaqah yang dipimpin langsung oleh seorang kyai atau ustadz. Ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi kegagalan musyawarah. Dalam pelaksanaannya. Topik yang menarik umumnya mendapatkan respon yang baik dan 74 . atau mungkin juga santri senior. Langkah persiapan terpenting pada metode ini adalah terlebih dahulu memberikan topik-topik materi yang akan dimusyawarakan. Musyawarah pada bentuk kedua ini bisa dugunakan oleh santri tingkat menengah untuk memebedah topik materi tertentu. para santri dengan bebas mengajukan pertanyaanpernyataan ataupun pendapatnya. musyawarah dapat dilakukan secara terjadwal sebagai latihan untuk para santri. Pilihan topik itu sendiri amat menentukan.

ketepatan dan kevalidan referensi. seorang kyai atau ustadz. Dalam kegaiatan musyawarah ini. Tangggapan dan jawaban balik dari penyaji dilakukan secara bergiliran setelah tanggapan dari peserta. Pada pesantren yang memiliki ma’had aly (tahasus tingkat tinggi) penyaji adalah para santri yang telah disusun secara terjadual dengan topik tertentu untuk meyampaikan pemikiran-pemikiran atau persoalan-persoalannya. Para santri yang lain berfungsi sebagai penanggap yang berkesempatan untuk menanggapi apa yang disajikan oleh penyaji yang telah mendapatkan tugas. Hal-hal yang menjadi perhatiannya adalah kualitas jawaban yang diberikan oleh peserta yang meliputi : argumentasi yang logis. Penentuan topik secara lebih awal ini dimaksudkan agar para peserta dapat mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan. Apabila terdapat kebuntuan. atau salah seorang santri senior menjelaskan secara singkat permasalahan yang akan dibahas. pertanyaan atau sanggahan dari para santri peserta musyawarah diarahkan langsung oleh kyai atau ustadz. Sebagai permulaan. serta kualitas 75 . pimpinan musyawarah biasanya memberkan arahan-arahan atau pemecahan mengenai persoalan atau permasalahan tersebut. Kyai atau ustadz biasanya hadir ditempat untuk mengarahkan dan membimbing jalannya musyawarah dan agar santri tidak kabur dari kegiatan ini. Selain itu. tanggapan. juga disampaikan penjelasan tentang cara-cara yang dilakukan berkenaan dengan dipilihnya metode musyawarah. serta ketepatan dan kejelasan bahasa penyampaian.memberikan dorongan kuat kepada para santri untuk belajar. Kegiatan penilaian dilakukan oleh seorang kyai atau ustadz selama kegiatan musyawarah berlangsung.

Hal lain yang dinilai adalah pemahaman terhadap teks bacaan. D. umumnya dipakai untuk menghafal kitab-kitab tertentu. Hafalan yang dimiliki santri ini kemudian di”setorkan” dihadapan kyai atau ustadznya secara priodik atau insidental tergantung kepada petunjuk sebelumnya. baik surat-surat pendek maupun secara keseluruhan. metode hafalan sebaiknya dikurangi sedikit demi sedikit. Metode ini cukup relevan untuk diberikan kepada murid-murid usia anak-anak. misalnya Alfiyah Ibn Malik atau juga sering dipakai untuk menghafal al-Qur`an. dan tingkat menengah. Dalam metode hafalan Para santri diberi tugas untuk menghafal bacaan-bacaan tertentu dalam jangka waktu tertentu.pertanyaan atau sanggahan yang dikemukakan. dan lebih tepat digunakan untuk rumus-rumus dan kaidah-kaidah. dan setelah beberapa hari baru dibacakan di depan kyai/ustadnya. Materi pembelajaran di pondok pesantren yang disajikan dengan menggunakan metode hafalan dapat menyangkut seluruh materi pembelajaran di pesantren. Materi juga dapat berbentuk esai atau nadzam. Pada usia di atas itu. Hafalan atau Tahfizh Hafalan. Hafalan adalah sebuah metode pembelajaran yang mengharuskan murid mampu menghafal naskah atau syair-syair dengan tanpa melihat teks yang disaksiskan oleh guru. Biasanya santri diberi tugas untuk menghafal beberapa bait dari kitab alfiyah. seorang santri 76 . metode hapalan yang diterapkan di pesantren-pesantren. tingkat dasar. juga ketepatan peserta dalam membaca dan menyimpulkan isi teks yang menjadi persoalan atau teks yang menjadi rujukan. Dalam kegiatan pembelajarannya.

titik tekan pada pembelajaran ini adalah santri mampu megucapkan atau melafalkan sekumpulan materi pembelajaran secara lancarr dengan tanpa melihat atau tanpa membaca teks. Di banyak pesantren kelemahan ini telah banyak disadari. Pengucapan atau pelafalan itu dapat dilakukan secara perorangan dengan masing-masing menghadap (bertatap muka langsung) kepada gurunya ataupun dilakukan secara berkelompok.ditugasi oleh kyai atau ustadz untuk meghafalkan satu bagian bacaan tertentu dari suatu kitab. baik secara khusus ataupun tidak. Metode hafalan ini dapat juga digunakan dengan metode sorogan atau metode bandongan. sekumpulan hadits. diucapkan secara bersama-sama pada waktu-waktu tertentu. Metode hafalan ini termasuk yang banyak diterapkan oleh pesantren. atau keseluruhan teks dari suatu kitab. Seorang santri yang sudah dapat menghafalkan suatu teks tertentu dengan baik oleh gurunya biasanya dipersilahkan untuk menghafal teks kelanjutannya. karena itu mulai menguranginya dan mengimbanginya dengan diskusi terprogram. Evaluasi kegiatan belajar para santri dengan menggunakan metode hafalan ini 77 . atau sekumpulan ayat al-Qur’an. metode ini merupakan beban berat bagi kebanyakan santri dan sering menyebabkan kurang berkembangnya kreativitas santri. Selain mengandung manfaat. Dengan demikian. Demikian seterusnya sampai target hafalan yang telah ditentukan berhasil dicapai. yaitu setelah para santri mendapat materi pelajaran tertentu dari sebuah kitab. santri tersebut disuruh menghafal teks yang telah dipelajari tadi untuk disetorkan (diucapkan secara hafal) pada pertemuan berikutnya.

Beberapa metode diatas banyak diterapkan di pondok-pondok pesantren. ia diharuskan mengulang lagi sampai lancar untuk disetorkan kembali pada pertemuan yang akan datang. dan itu menjadi lambang supremasi serta ciri khas metode pengajaran di Pondok Pesantren. Jika ia hafal dengan baik.biasanya dilakukan dengan dua cara. dan metode-metode lain yang banyak 78 . Seorang kyai atau ustadz menugaskan seorang santri untuk mengucapkan bagian-bagian tertentu dari hafalan yang dimintanya. ia diperbolehkan untuk melanjutkan tugas hafalan berikutnya. atau diminta melanjutkan kalimat atau lafadz yang diucapkan oleh gurunya tersebut. Ada sebuah argumen yang diajukan untuk mempertahankan metode ini. jika ia belum berhasil. Evaluasi model kedua ini merupakan evaluasi dengan sistem acak. evaluasi yang dilakukan pada setiap kali tatap muka dimana seorang santri menyetorkan kepada kyai atau ustadz tugas-tugas hafalannya. Fathul Kutub. dan antara metode yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan erat dan mempunyai kelemahan serta kelebihan masing-masing. Pertama. Sebaliknya. halaqah. Jika dilihat dari sisi geneologi tradisi pendidikan. Hiwar. bahtsul masa`il. Muqaranah. Kedua. evaluasi setelah diselesaikannya seluruh tugas hafalan. yakni “orang-orang yang hafal adalah argumen atas mereka yang tidak hafal”. Selain metode yang empat diatas (bandongan. sorogan dan hafalan) di Pondok Pesantren juga mengenal metode-metode lain seperti Hiwar (musyawaroh). sehingga pondok-pondok pesantren sampai sekarang masih mempertahankan metode tersebut. metode hafalan merupakan implikasi dari pola pemikiran ahl al-hadits dan dampak dari asumsi dasar tentang konsep ilmu sebagai “apa yang diketahui dan tetap”.

Dalam hiwar. Hiwar biasanya disebut juga dengan istilah Musyawaroh. kalimat demi kalimat ditinjau dari gramatika bahasa Arab (ilmu alat) kemudian sampai dengan 79 . akan dikenai sangsi. tetapi dapat dilakukan pembahasan secara luas lafadz demi lafadz. Yang menjadi ciri khas dari hiwar ini. santri melakukan suatu kegiatan belajar secara kelompok untuk membahas bersama materi kitab yang telah diajarkan oleh kyai atau ustadz. santri dan guru biasanya terlibat dalam sebuah forum perdebatan untuk memecahkan masalah yang ada dalam kitab-kitab (berbahasa arab) yang sedang di santrii. Cirebon. salah satunya di Pondok Pesantren Kempek. karena musyawarah sudah menjadi ketetapan pesantren yang harus ditaati untuk dilaksanakan. Bedanya metode hiwar dilaksanakan dalam rangka pendalaman atau pengayaan materi-materi yang sudah di santrii (kitab-kitab kuning). sama halnya seperti keharusan mengikuti kegiatan belajar kitab-kitab dalam proses belajar mengajar. Metode ini banyak dijumpai di pondok pesantren salafiyah. E. Metode Hiwar atau Musyawaroh Metode Hiwar atau musyawaroh.di peraktekkan di di Pondok Pesantren. Kegiatan Hiwar atau musyawarah adalah merupakan aspek dari proses belajar dan mengajar di pesantren salafiyah yang telah menjadi tradisi khususnya bagi santrisantri yang mengikuti sistem klasikal. Dalam belajar kelompok ini para santri tidak sebatas membahas topik / sub-sub topik bahasan kitab belaka. Kegiatan ini suatu keharusan bagi para santri. Bagi santri yang tidak mengikuti atau mengindahkan peraturan kegiatan musyawarah. hampir sama dengan metode metode diskusi yang umum kita kenal selama ini.

F.00 yang dimonitoring langsung oleh ustadz-ustadz / santri senior. tidak semua pondok pesantren memasyarakatkannya sebagai metode yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar di di Pondok Pesantren. Disamping untuk memperdalam dan penguasaan materi pelajaran kitab-kitab yang telah diajarkan kyai terhadap para santri. Metode Bahtsul Masa`il (Mudzakaroh) Metode Mudzakarah atau dalam istilah lain bahtsul masa’il merupakan 80 . sehingga hampir semua permasalahan yang menyangkut pelajaran dari kitab yang telah diajarkan tersebut dapat terpecahkan dan kalau ternyata masih ada permasalahan yang tersisa belum bisa terpecahkan maka dapat dijadikan PR buat ustadz. Setelah menemukan jawabannya ustadz tersebut akan menyampaikan pada kegiatan musyawarah berikutnya. musyawarah ternyata implikasinya sangat positif bagi pembentukan jiwa demokratis para santri da toleransi terhadap pendapat orang lain yang argumentatif. dan semacamnya. harus menundukkan wajah ketika berhadapan dengan guru. Sebab di sementara pondok masih ada dokrin-dokrin yang belum bisa di reformasi. Oleh karenanya belajar dengan cara musyawarah dipandang sangatlah efektif dan relatif cukup berhasil sehingga sampai dewasa ini oleh pesantren salafiyah tetap dipertahankan. Dengan di akomodasinya metode ini. Kegiatan musyawarah ini umumnya dilaksanakan setelah jama’ah sholat ‘ Isya hingga kurang lebih pukul 22. Dalam kegiatan ini apabila santri menemui beberapa kesulitan bisa ditanyakan langsung pada ustadz yang memandu dan memonitoring itu.bisa memahami arti/makna dan kesimpulannya. seperti siswa/santri tidak boleh banyak bertanya.

Metode ini sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan metode musyawarah. pesertanya telah betul-betul mempersiapkan diri. Mudzakarah (diskusi) ini dapat dibedakan menjadi dua macam : a) Mudzakarah yang diadakan sesama kyai atau ustadz. seperti ibadah. • Mudzakarah yang diperuntukkan bagi santri.pertemuan ilmiyah. yang membahas masalah diniyah. Tujuannya untuk melatih para santri dalam memecahkan masalah dengan menggunakan rujukan-rujukan yang jelas dan melatih cara berargumentasi dengan menggunakan nalar yang lurus. Hanya bedanya. aqidah dan masalah agama pada umumnya. Ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi kegagalan mudzakarah. pada metode mudzakarah pesertanya adalah para kyai atau para santri tingkat tinggi. Tujuannya untuk memecahkan sesuatu masalah agama dan kemasyarakatan yang timbul atau sekedar untuk memperdalam pengetahuan agama. Mudzakarah seperti biasanya dipimpin oleh seorang ustadz atau santri yang senior yang ditunjuk oleh kyai. b) Mudzakarah yang diadakan antara sesama santri. • Topik atau persoalan (materi) yang di mudzakarahkan biasanya ditentukan 81 . Untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode mudzakarah kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan hal-hal berikut : • Peserta mudzakarah adalah para kyai atau para santri tingkat tinggi yang dipersiapkan untuk menjadi ustadz. Pada tipe ini biasanya disediakan kitab-kitab besar yang merupakan rujukan utama dan dilengkapi dengan dalil-dalil dan metode istimbath (pengambikan hukum) yang lengkap.

Hal ini dimaksudkan agar jauhjauh hari para peserta sudah mempersiapkan diri. Tangggapan dan jawaban balik dari penyaji dilakukan secara bergiliran setelah tanggapan dari peserta. tanggapan. Apabila terdapat kebuntuan. Kyai atau ustadz biasanya dengan tekun mengarahkan dan membimbing jalannya mudzakarah sehingga tidak melenceng dari tujuan. juga disampaikan penjelasan tentang cara-cara yang akan dilakukan berkenaan dengan teknik yang akan dilakukan dalam mudzakarah. Pelaksanaan metode ini. Langkah persiapan terpenting pada metode ini adalah menyiapkan dan pemberitahuan topik-topik atau materi yang akan dimudzakarahkan. mudzakarah biasanya dilakukan secara terjadwal sebagai latihan bagi para santri. Pada pesantren yang telah memiliki ma’had aly (tahasus tingkat tinggi) penyaji adalah para santri yang telah disusun secara terjadual dengan topik tertentu untuk meyampaikan pemikiran-pemikiran atau persoalanpersoalannya. mula-mula kyai menjelaskan secara singkat permasalahan yang akan dibahas. pertanyaan atau sanggahan dari para santri peserta mudzakarah dipimpin langsung oleh kyai atau ustadz. Selain itu. Para santri yang lain berfungsi sebagai penanggap yang berkesempatan untuk menanggapi apa yang disajikan oleh penyaji tadi. pimpinan mudzakarah biasanya memberkan arahan-arahan atau pemecahan mengenai persoalan atau permasalahan tersebut.oleh kyai pada pertemuan sebelumnya. Dalam kegaiatan mudzakarah ini. Kegiatan penilaian dilakukan oleh seorang kyai selama kegiatan mudzakarah 82 . Pada beberapa pesantren yang memiliki santri tingkat tinggi yang cukup.

berlangsung. ketepatan dan validitas referensi yang digunakan. nalar dan bahasa yang ditampilkan. dimana santrisantri tersebut sudah dianggap mampu atau menguasi kitab-kitab yang menjadi rujukan masalah yang akan di bahas. Metode ini bisa digambarkan sebagai bentuk kegiatan belajar mengajar dalam sebuah forum (bisasnya di kelas atau masjid) yang dipandu oleh pembimbing / guru dan diikuti oleh santri-santri yang dianggap sudah menguasai kitab-kitab tertentu untuk memecahkan permasalahan kontemporer di sekitar hukum-hukum fiqh (termasuk di dalamnya ibadah). juga kebenaran dan ketepatan peserta dalam membaca dan menyimpulkan isi teks yang menjadi persoalan atau teks yang menjadi rujukan.) Kegiatan Fathul Kutub merupakan kegiatan latihan membaca kitab (terutama kitab klasik) untuk santri senior di pondok pesantren. Metode ini biasanya diterapkan untuk pengajaran santri-santri yang sudah senior. serta kualitas pertanyaan atau sanggahan yang dikemukakan. dll. Hal lain yang dinilai adalah pemahaman terhadap teks bacaan. Aqidah. G. Pada dasarnya metode ini adalah metode penugasan mencari rujukan terhadap beberapa topik dalam bidang ilmu tertentu (Fiqh. Tafsir. Hadits. sebagai wahana menguji 83 . Metode Fathul Kutub Metode Fathul Kutub biasanya dilaksanakan untuk santri-santri senior yang sudah akan menyelesaikan pendidikan di (Pondok Pesantren). Pada dasarnya Metode Bahtsul Masa`il mengacu kepada pemecahan masalahmasalah dalam hal fiqh (hukum Islam atau furu`iyah). Hal-hal yang menjadi perhatiannya adalah kualitas jawaban yang diberikan oleh peserta yang meliputi : kelogisan jawaban.

hadis.. dengan diterapkannya sistem klasikal di Pondok Pesantren. dll. Saat ini. fiqih. yaitu dengan dikenalkannya sistem Madrasah. baik perbandingan materi. 84 . Hal itu disebabkan karena terpengaruh oleh perkembangan hidup modern yang menuntut orang maupun lembaga untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Artinya dengan memadukan pola pendidikan tradisional dengan pola pendidikan modern. metode. H. Untuk model metode muqoronah ajaran agama biasanya berkembang di bangku Perguruan Tinggi Pondok Pesantren (Ma`had `Ali) dikenal dengan istilah Muqoronatul Adyan. Metode muqoronah akhirnya berkembang pada perbandingan ajaran-ajaran agama. Santri diberi tugas untuk membahas persoalan-persoalan tertentu dalam akidah. paham (madzhab). terutama dalam menelusuri dan mencari makna kosa kata. Metode Muqoronah Metode muqoronah adalah sebuah metode yang terfokus pada kegiatan perbandingan. Karena itulah cara yang bisa ditempuh agar di Pondok Pesantren tetap bisa digandrungi oleh masyarakat. Termasuk dalam kegiatan ini adalah Fath al-Mu’jam. serta kemudian membuat dan menyerahkan laporan tertulis mengenai hasil kajiannya kepada guru pembimbing. maupun perbandingan kitab.kemampuan mereka—setelah memsantrii B. Sedangkan perbandingan paham atau aliran dikenal dengan istilah muqoronatul madzahib (perbandingan Mazhab). yaitu latihan dan ujian membuka kamus berbahasa Arab untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan berbahasa Arab santri. mau tak mau pengayaan metodologi tidak lagi sebatas yang sudah di kenal di kalangan Pondok. Arab. tafsir. tasawwuf.

Sehingga percakapan sehari-hari yang dipergunakan santri adalah bahasa Arab dan Inggris. akan tetapi hanya satu kali atau dua kali dalam seminggu dan digabungkan dengan latihan Muhadlarah/Khitabah (Pidato). Aktivitas ini biasanya diwajibkan oleh Pondok Pesantren kepada para santri selama mereka tinggal di Pondok Pesantren. mengingat metodologi tersebut sudah umum dan banyak dibahas di buku-buku metodologi pendidikan. Pada beberapa pesantren. ceramah. kepada mereka diwajibkan untuk menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. penugasan. Setelah para santri telah menguasai banyak kosa kata.Pengembangan metode pendidikan saat ini sudah mulai mengenalkan metode-metode seperti tanya jawab . Kepada mereka diberikan perbendaharaan kata-kata bahasa Arab atau Inggris yang sering dipergunakan untuk dihafalkan sedikit demi sedikit sehingga mencapai target yang telah ditentukan untuk jangka waktu tertentu. tidak hanya menggunakan bahasa Arab tetapi juga bahasa Inggris. Diskusi. bahasa asing yang dipergunakan sebagai alat komunikasi untuk para santri. Para santri diwajibkan untuk bercakap-cakap baik dengan sesama santri maupun dengan para ustadz atau kyai dengan menggunakan bahasa Arab pada waktu-waktu tertentu. Di beberapa pondok pesantren lain. Metode Muhawarah / Muhadatsah Metode muhawarah adalah merupakan latihan bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Arab. I. Pada pesantren ini latihan bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa asing. Metode metode ini tidak kami bahas dalam buku ini. latihan muhawarah atau muhadasah ini tidak diwajibkan setiap hari. baik Arab maupun Inggris 85 . dan seterusnya.

tetapi dilakukan di mana dan kapan saja selama mereka berada dalam lingkungan pesantren. Biasanya diberikan target harian. Dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ini. Kepada mereka yang tidak menggunakan bahasa Arab atau Inggris dikenai sangsi tertentu sebagai alat pendidikan. Untuk meningkatkan motivasi santri.hanyalah merupakan pelajaran tambahan (complementer) bukan pelajaran pokok. Pada pesantren yang menjadikan bahasa Arab dan Inggris sebagai alat kominkasi sehari-hari latihan percakapan tidak hanya dilakukan di kelas dalam waktu terjadual. dilakukan langkahlangkah berikut ini: • Para santri diberikan buku panduan yang berisi daftar kosa kata dalam bahasa Arab (atau Inggris). Biasanya satu minggu sekali. • Ustadz melakukan tanya jawab dengan para santri dengan menggunakan bahasa Arab atau ustadz meminta dua orang santri atau lebih untuk memperagakan tanya jawab di hadapan teman-temannya secara bergiliran. Latihan percakapan dapat juga dilakukan dengan meminta para santri untuk mendiskusikan (musyawarah) topik tertentu dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. • Kegaiatan pembelajaran dilakukan secara kelompok atau klasikal dengan dipandu oleh seorang ustadz berdasarkan jadual yang telah ditentukan sebelumnya secara rutin. pesantren biasanya menciptakan 86 . contoh-contoh percakapan serta aturan-aturan lainnya. • Kepada mereka diwajibkan untuk menghafal sejumlah kosa kata dari buku panduan tersebut.

• Mengamati percakapan para santri sewaktu kegiatan musyawarah dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. 87 .lingkungan bahasa asing itu. Menilai percakapan para santri ketika mendemonstrasikan kemampuannya di hadapan teman-temannya. • Meminta santri untuk mengomentari kandungan teks kitab tertentu dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. nama-nama benda dan tempat di lingkungan pesantren ditulis dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris itu. Untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode muhadatsah atau muhawarah ini dapat dilakukan dengan : • • Menilai kualitas jawaban santri ketika dilakukan tanya jawab dengan ustadz. Misalnya.

setidaknya melalui sumbangan pemikiran atau pun usulan-usulan tertentu. misalnya mengusulkan kepada ayahnya suatu perubahan radikal dalam sistem pengajaran di pesantren. Tapi usulannya tersebut tidak disetujui oleh ayahnya dengan dalih jika diterapkan akan menciptakan kekacauan antara sesama pimpinan pesantren. Menurut K. Tujuannya untuk mengembangkan inisiatif dan kepribadian para santri di pesantren dan murid-murid di sekolahan. K. yang sistematis dan tepat diterapkan pada anak didik di suatu lembaga pendidikan sekarang ini. dari sistem Bandungan diganti dengan sistem Tutorial.H Hasyim Asy’ari di anggap cukup konservatif. menulis huruf latin.H Hasyim Asy’ari memasukkan mata pelajaran umum.BAB IV ISYU-ISYU PEMBAHARUAN PESANTREN Pembaharuan pendidikan di kalangan pesantren sebenarnya sudah banyak dilakukan. sejumlah orang tua memindahkan anaknya ke pesantren lain karena Tebu Ireng dianggap sudah terlalu 88 . sehingga beliau mengusulkan untuk mendirikan Madrasah Nidzomiyah pada tahun 1934 dengan menempatkan pengajaran pengetahuan umum 70 % dari seluruh kurikulum Madrasah tersebut.H Wahid Hasyim sistem pengajaran di atas seharusnya diganti. sejarah dan bahasa Melayu di lembaga pendidikannya. Pada kesempatan yang lain K. K. sejak saat itu surat kabar berbahasa Melayu masuk pesantren. ilmu bumi.H Mahin Ilyas dengan persetujuan K. namun pembaharuannya dalam pesantren sempat menimbulkan reaksi yang cukup hebat. misalnya membaca.H Wahid Hasyim.

A Mukti Ali mengatakan dalam masalah ini perlu adanya pembaharuan sistem pendidikan di pesantren. Perlu pemikiran yang integral sebagai suatu kemutlakan dalam mengarahkan pondok pesantren menjadi potensi pembangunan. Berbeda dengan sistem pengajaran pesantren yang berlaku di kebanyakan 89 . juga untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih oleh rakyat Indonesia. Beliau menunjuk nilai strategis pondok pesantren yang umumnya berada di desa. Meskipun demikian.modern. A. H. baik soal-soal kurikuler maupun kelembagaannya. Metode dan Sistem Pengajaran Metode pengajaran sebenarnya merupakan hal yang setiap kali dapat berkembang dan berubah sesuai dengan penemuan metode yang lebih efektif dan efisien untuk mengejarkan masing-masing cabang ilmu pengetahuan. begitu juga pengalaman-pengalaman lembaga pendidikan keagamaan agama lain. Dalam hal ini perkembangan pesantren harus di sesuaikan dengan kebutuhan pembangunan. KH. Harapannya agar pondok pesantren dapat lebih melihat pengalaman-pengalaman Islam di luar. Imam Zarkasyi Pembaharuan yang dilakukan oleh Imam Zarkasyi di Pondok Pesantren yang dibinanya adalah meliputi : a. dan secara historis memegang peran penting dalam kebangkitan Nasional. dalam waktu yang sangat panjang pesantren secara agak seragam mempergunakan metode pengajaran yang lazim disebut dengan sistem Weton atau Sorogan sebagaimana dibahas di muka.

dengan berbekal bahasa mereka bisa menggali sendiri ilmu pengetahuan untuk bekal hidup mereka. Bagi Imam Zarkasyi yang terpenting bagi lembaga pendidikan adalah pimpinannya atau kepala sekolah jika itu berbentuk sekolah. materi pelajaran boleh sederhana. mendengarkan dan mengucapkan. mereka bisa mengembangkan pengetahuan 14 Ini merupakan kriteria yang diakui para ahli pengajaran bahasa modern.pesantren KH Imam Zarkasyi dengan pendekatan "efisiensi waktu" dalam pengajaran. Hal ini senantiasa didengungkan beliau pada acara perkenalan tentang pondok maupun acara-acara kuliah umum dihadapan santrinya. kemudian gurunya. maka pembaharuan yang pertama adalah dalam hal mempelajari bahasa. yakni biaya dan waktu yang dikeluarkan sedikit tetapi dapat menghasilkan produksi yang besar dan bermutu. Berangkat dari situ kemudian beliau mengadakan perubahan dalam cara mempelajari bahasa Arab. Landasan efesiensi waktu ini kemudian dijadikan dasar dalam pembaharuan pesantren yang kemudian dalam bentuk nyata yaitu Pondok Modern Gontor. sementara materi baru menduduki rengking berikutnya. tapi dengan cara pengajaran yang baik akan menghasilkan hasil yang baik. belajar bahasa Arab adalah untuk bisa membaca. Menurut beliau ukuran dari suatu lembaga pendidikan itu bukanlah materi pelajarannya. menulis. karena guru adalah pelaku pendidikan. 90 .14 dengan alasan membekali kunci ilmu pengetahuan agama islam dan umum. setelah itu cara atau metode pengajaran. anak didik dicanangkan harus menguasai bahasa sebagai kunci pengetahuan. dengan ungkapannya bahasa yang tidak diucapkan sama dengan tidak dipelajari. Maka dieperlukan pembaharuan metodologi dan sistem pengajaran.

serta latihan muhadatsah baik Arab maupun Ingris. seperti ustadz yang siap ditanya kapan saja.keagamaannya dengan merujuk sendiri kepada kitab-kitab referensi yang ditulis dengan bahasa Arab. serta membaca. sementara tujuan pengarajan bahasa sebagai alat untuk mencari pengetahuan terabaikan. dalam mendengarkan. dengan pendek kata semua kegiatan dipesantren mendukung pembelajaran bahasa dari ucapan. menulis baik menuliskan huruf maupun mengarang. lomba baca puisi juga dalam tiga bahasa. Inggris. dengan langklah perbaikan metodologis pengajaran bahasa ini diharapkan "waktu" yang terbuang untuk menggeluti gramatika bisa dipakai untuk menggali pengetahuan agama dari sumbernya yang berbahasa Arab. penerbitan majalah dinding yang dikelola santri yang juga dalam tiga bahasa. Repolusi pengajaran bahasa ini merupakan hasil dari suatu rencana yang panjang. penglihatan maupun pendengaran. parktek dalam berbicara. yaitu jangan sampai usia habis hanya dipakai untuk menguasai kaidah bahasa atau gramatika saja. guru dan kyainya. Untuk itulah pengajaran bahasa Arab maupun Inggris diorientasikan pada penguasaan keempat kemahiran bahasa di atas dengan mengutamakan praktek. berbagai kegiatan seperti latihan pidato dalam tiga bahasa Arab. Untuk mewujudkan proses pembelajaran bahasa seperti itu didukung dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana. Setelah itu diharapkan akan membukakan wawasan pengetahuan santri hingga mampu menjadi 91 . Indonesia. Al-hasil pesantren menjadi semacam labolatorium bahasa alami dengan bahasa asing yang dipelajari sebagai bahasa komunikasi anatara sesama santri. lomba teater dalam tiga bahasa. sementara untuk pengetahuan umumnya para santri dipersiapkan dengan penguasaan bahasa Inggris.

Untuk mewujudkan teorinya tentang kepala sekolah dan guru sebagai sentral aktivitas pendidikan KH Imam zarkasyi sangat ketat memperhatikan metodologi pengajaran.15 15 Disarikan dari ceramah-ceramah KH. Jadi guru dituntut untuk menguasai metodologi pengajaran. bagi guru yang akan mengajar pada keesokan harinya harus membuat I’dad (persiapan mengajar) tertulis. tugas guru sebelum mengajar yang paling utama adalah membuat rencanan pengajaran dan persiapan satuan pelajaran (Satpel) yang di Gontor dikenal dengan sebutan I'dad Tadris. Imam Zarkasyi (Kuliah Umum) dan pengamatan penulis secara partisifatif. Sehingga untuk santri yang bertindak sebagai pemberi sanksi adalah pengurus organisasi yang ditunjuk oleh Kiai untuk menindak mereka yang melanggar aturan tersebut. Suatu contoh dalam hal berdisiplin. Metode dan sistem pengajaran tersebut diterapkan dalam teori dan praktek yang tepat. bagi guru yang melanggar disiplin tersebut akan diberi sanksi di hadapan guru-guru yang lain pada acara pembinaan mingguan yang dikenal dengan kemisan. Guru pun demikian."perekat ummat" sebagai agenda utama ummat Islam. karena menurut Imam Zarkasyi bahwa penguasaan metodologi pengajaran lebih penting daripada penguasaan materi atau substansi itu sendiri yang dikenal dalam bahasa Arabnya At-Thariqah Ahammu Min al-Maddah. . gambaran di atas tidak bisa dijadikan dasar untuk mengklaim bahwa Gontor 92 . yaitu dengan memberlakukan fungsi kontrol atas penggunaan metode pengajaran. yang berlaku baik bagi santri maupun guru. dimana guru akan menyerahkan I’dadnya tersebut kepada guru yang lebih senior yang ditunjuk oleh pimpinan pesantren.

dan bisa mengembangkan dirinya di masyarakat. Imam Zarkasyi boleh dikatakan berhasil dalam menerapkan metode pengajaran bahasa tersebut karena melaksanakannya secara utuh. dan tidak bisa diungkapkan lewat tulisan yang singkat ini. di lembaga pendidikannya para santri diajarkan pemahaman ilmu Fiqh dari kitab Bidayatul-Mujtahid karangan Ibnu Rusyd di mana di pesantren tradisionil jarang diajarkan. Imam Zarkasyi bagaimanapun mata rantainnya dihubungkan dengan Prof. Sebagai contoh. karena gambaran suatu sistem pesantren lebih merupakan pengalaman individu para penghuninya. Mahmud Yunus. Di pesantren lain diajarkan pendalaman ilmu Nahwu Sharaf dari kitab Alfiyah Karangan Imam Malik. mengembangkan pengetahuannya dengan bermodalkan bahasa baik pengetahuan umum maupun agama. Juga berbeda dengan kurikulum yang ada di pesantren tradisionil16.dengan harapan output dari pesantren tersebut bisa beribadah.Perubahan yang dilakukan KH. Di hanya mengajarkan bahasa. bisa beramal sholeh. 16 Kini kurikulum KMI Gontor telah dikembangkan di tidak kurang dari 300 pesantren alumni Gontor yang mneyebar di Indonesia dengan berbagai variannya. 93 . Jadi tidak mengacu pada kurikulum Departemen Agama atau Departemen Pendidikan Nasional. artinya anak -anak dibekali cara ibadah sehari-hari dengan baik --biasa disampaikan dalam ceramah beliau-. Kurikulum Pendidian Pesantren Kurikulum yang diterapkan oleh Imam Zarkasyi pada lembaga pendidikan Pondok Modern (KMI) adalah kurikulum yang dicanang untuk pendikan dasar. tetapi di lembaga pendidikannya beliau memakai kitab kecil Nahwul-Wadhih yang banyak ikhtisar contoh-contohnya. b.

Di samping itu pula diajarkan ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama seperti : Bahasa Indonesia. Dalam benak Imam Zarkasyi timbul pemikiran tentang perpaduan pengajaran ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum. Bahasa Inggeris dan Grammarnya. Berbeda dengan Zamakhsari Dlofir. ketika beliau mendengar pemberitahuan dari pemerintah tentang seorang utusan/delegasi yang mampu menguasai dua bahasa sekaligus untuk dikirim ke suatu Pertemuan Kenegaraan. Nahwu Sharaf. Matematika. Mantiq. Mahfudzat. 94 . pada tahun 1985. dan lain sebagainya. tapi merupakan khazanah yang perlu dikaji untuk mengingat kembali zaman keemasan peradaban Islam dahulu kala. Psikologi. Di samping mempelajari kitab Durusul-Lughah (dasar-dasar bahasa Arab). Imam Zarkasyi tidak menganggap pengajaran kitab-kitab Islam klasik sebagai elemen dasar dari tradisi suatu pesantren. Pemikiran pendidikan yang diterapkan oleh KH. Al-jabar. di samping penggunaan dua bahasa. Sejarah. Ilmu tata buku (administrasi). Di mana santri perlu diberi wawasan pengetahuan agama dan pengetahuan umum yang tak dapat dipisahkan satu sama lainnya untuk menghadapi era globalisasi di masa yang akan datang. Imam Zarkasyi dimulai sejak berakhirnya masa belajar beliau di berbagai tempat dari tahun 1935 hingga tahun wafatnya beliau. Insya’ dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pengetahuan ilmu agama. Fisika. Sejak saat itu beliau mulai berfikir untuk menerapkan suatu pemikiran pendidikan yang mengarah ke masalah tersebut. Geografi.lembaganya para santri diajarkan kitab Tafsir al-Manar karangan Muhammad Abduh di mana di pesantren lain jarang diajarkan kepada para santrinya. Arab dan Inggeris dalam teori dan praktek.

perzinahan.Pemikiran pendidikan Imam Zarkasyi sudah mendapat pengakuan dari kalangan akademisi di Indonesia. K. Pemimpin pesantren Siwalan mengambil K. Hasyim Asy’ari memilih untuk mendirikan pesantren di Tebu-ireng.H. Kondisi inilah yang menariknya untuk mendirikan sebuah pesantren. Sekembalinya dari Makkah. Masyarakat Tebu-ireng terbiasa dengan perjudian. Sekilas Tentang Tebu-ireng Tebu-ireng merupakan salah satu kiblat pesantren di Jawa bahkan Indonesia. kemudian melanjutkannya ke beberapa pesantren di Wonokromo Probolinggo. K. Kyai Ya’kub. berupa lembaga pendidikan yang sudah diakui keberadaannya dan kepada negara di mana beliau pernah duduk dalam kepemerintahan pada Departemen Agama. mabuk-mabukan. Pesantren ini tercatat 95 . desa yang dipandang hitam. Tebu-ireng didirikan oleh K. dan perampokan. Hal seperti ini pun kemudian diikuti oleh murid-murid beliau.H. Beliau meninggalkan peninggalan yang berharga yang akan menjadi amal jariah beliau di akhirat kelak. dan Siwalan Panji. B. di mana beliau pernah berjasa kepada agama. Wahid Hasyim dan Tebu Ireng a.Hasyim Asy’ari yang mula-mula belajar dibawah bimbingan ayahnya sendiri. Dari pesantren ini lahir Jam’iyah Nahdhatul Ulama yang mengikat kyai dan umat Islam Indonesia. Bangkalan Madura.H.Hasyim Asy’ari sebagai menantu dan kemudian dikirim ke Makkah untuk melanjutkan studi dan menetap disana selama tujuh tahun.H A.

menurut Martin Van Bruinessen merupakan inivasi baru dalam dunia pendidikan pesantren. Van den berg seperti dikutip Martin dalam penelitiannya tentang kitab-kitab yang digunakan di pesantren pada abad ke-19 tidak mencantumkan kitab hadist.resmi tahun 1899 M / 1324 H. pesantren Tebu-ireng menggunakan metode musyawarah yang dikembangkan di kalangan santri senior dalam rangka memperdalam pengetahuannya serta menumbuhkan sikap kritis pada para santri. pesantren Tebu-ireng mulai sejak berdirinya tahun 1899 sampai tahun 1916 memakai sistem sorogan dan bandongan sebagai metode utama dalam mentransformasi ilmu. Pesantren Tebu-ireng sebagaimana pesantren lainnya memusatkan kegiatan akademiknya dalam bidang agama. terutama karya-karya Imam 96 . Kesamaan mata pelajaran dan metode pengajaran tidak bisa lepas dari kebersamaan pemimpin pesantren dalam menuntut ilmu dari berbagai ulama di berbagai pesantren di tanah air dan tanah suci. sering hadir mengikuti halaqah hadist yang sampaikannya. Salah seorang gurunya Kyai Khalil Bangkalan. Mereka diberi kebebasan dalam mengajukan argumen terhadap suatu masalah yang diajukan serta berdebat. K. Dalam sistem pengajaran. dengan syarat ada rujukan dari berbagai sumber.H.Hasyim Asy’ari seorang ulama yang pertama kali memperkenalkan dan mengajarkan mata pelajaran tersebut. Namun demikian bukan berarti mereka tidak mau mengadakan perubahan dalam bidang studi maupun metode yang digunakan. terutama mata pelajaran hadist. Setelah tahun 1916. Pengenalan mata pelajaran hadist sebagai objek studi di pesantren.

Hasyim Asy’ari di pesantren Tebu-ireng sangat efektif dalam proses belajar mengajar para santrinya. Kyai Ma’sum menantu K. seperti : Kyai Manaf Abdul Karim (Lirboyo. Metode musyawarah yang dikembangkan K.H . Matematika.H. b. Reaksi tersebut tidak menyurutkan proses pembaharuan pesantren Tebu-ireng. Situbondo).H.H. Muhammad Ilyas memasukkan pelajaran bahasa Belanda dan sejarah kedalam kurikulum madrasah atas persetujuan K. Kediri). Pada tahun 1926. Pada tahun 19Tiga tahun berikutnya kurikulum madrasah tersebut ditambah dengan pendidikan umum.Hasyim Asy’ari . Kediri).Muhammad Ilyas. Pembaharuan pendidikan pesantren Tebu-ireng menimbulkan reaksi yang cukup hebat dari masyarakat dan kalangan pesantren. dengan dukungan Wahid Hasyim. Salatiga). Kyai As’ad Syamsul Arifin (Asembagus. seperti : Bahasa Indonesia (Melayu). Hal tersebut terus berlangsung dan dilanjutkan oleh Wahid Hasyim dengan mendirikan madrasah modern di lingkungan pesantren. karena pesantren Tebu-ireng sudah dianggap sudah terlalu modern. Pemikiran Wahid Hasyim tentang Pendidikan Pondok Pesantren 97 . yaitu K. dan Wahid Hasyim putra beliau sendiri. K. Pada tahun 1916. sehingga sejumlah orang tua memindahkan anak-anaknya ke pesantren yang lain. Kyai Abbas (Buntet Cirebon). memasukkan sistem madrasah ke dalam sistem pendidikan pesantren. Kyai Jazuli (Ploso.Hasyim Asy’ari. dan ilmu Bumi.Syafi’i dalam masalah fiqih. Prakarsa pembaharuan pendidikan pesantren Tebu-ireng datang dari murid dan putranya. Kyai Zubair (Reksosari. dan banyak lagi yang lainnya. sehingga banyak santri mejadi ulama dan akhirnya memimpin pesantren.H.

terutama di negara-negara Islam Timur Tengah. Disamping itu ia juga mengadakan perjalanan untuk mengadakan studi comparative tentang berbagai model pendidikan yang sedang berkembang di lingkungan pesantren maupun sekolah-sekolah umum yang dikelola oleh Pemerintah Kolonial Belanda. al-Lata’if al. Majalah dan surat kabar yang ia baca. Muhammad Abduh. ia mulai terjun dalam dunia pendidikan. Studi comporative tidak hanya dilakukan didalam negeri. dan lainnya. Gerakan pembaharuan di dunia Islam berpengaruh pula ke Indonesia. Umul Qurra. Rasyid Ridha.Musyawarah. bahkan ia mengadakan studi cooperative ke luar negeri. Jalaluddin al-Afghani. Kullu 98 . termasuk usaha-usaha dalam bidang pendidikan. majalah. antara lain : Penyeber Semangat. Aspek Tujuan Pada tahun 1993. Dengan demikian ia banyak menggunakan waktunya untuk membaca bukubuku. Secara berhati-hati ia menyusun dan mengembangkan ide-ide tentang pembaharuan pendidikan Islam. 1. Sautul hijaz.Umat Islam yang mulai menyadari akan kelemahan dan keterbelakangannya di abad 20. yaitu di pesantren Tebu Ireng. Disamping itu ia mempelajari literatur yang ada kaitannya dengan masalah yang sedang dihadapi. Pandji Pustaka. Wahid Hasyim kembali ke Indonesia. untuk mengejar ketinggalan dan keterbelakangan mereka. maka muncullah para pembaharu dalam dunia Islam seperti : Abdullah bin Abdul Wahab. dan surat kabar yang mendukung perjuangannya. Daulat Ra’jat. Hal ini mempengaruhi pemikiran Wahid Hasyim dalam memperbaharui sistem pendidikan pesantren. mulai berusaha mengadakan pembaharuan dalam segala bidang kehidupan.

ia membuat perencanaan yang matang. Orientasi demikianlah menurut Mastuhu. Adalah sangat menarik diperhatikan disini bahwasannya sejak muda ia telah melibatkan diri dengan pola pikir dari kelompok masyarakat dan golongan yang lebih luas.sungguh tujuan dapat dicapai. sedangkan “dunia kini” dianggap sebagai dunia mainan. Orientasi pendidikan yang hanya berkonsentarsi pada urusan akhirat menurut Al-Amir Syakib Arsalan. Orientasinya kemasa lampau dan terpaku ke “dunia sana”. Dalam mengadakan perubahan terhadap sistem pendidikan pesantren. ritual. sakral dan sebagainya. ia mengadakan langkah-langkah sebagai berikut : Menggambarkan tujuan dengan sejelas-jelasnya. Ketiga majalah Indnesia tersebut diterbitkan oleh kalangan nasionalis. Karena tujuannya yang demikian. warna sistem pendidikan pesantren sangat didominasi oleh warna-warna fiqih. bahwa dengan sungguh. Ia tidak ingin gerakan ini gagal di tengah jalan. sedang kelima majalah Arab di atas diterbitkan di Timur Tengah. Memberikan keyakinan dan cara. Pada awal tujuan yang pendidikan Islam khususnya pesantren lebih berkonsentrasi pada urusan ukhrawiyah (akhirat). tasawuf. disebabkan oleh sumber teologi yang fatalistis dan tidak rasional. merupakan salah satu penyebab tertinggalnya kaum muslim 99 . dan al-Istnain. Untuk itu. Menggambarkan cara mencapai tujuan itu.Syaiin wal Dunya. Hal ini memudahkan kita untuk memahami mengapa ia mengadakan rekonstruksi terhadap sistem pendidikan pesantren. nyaris terlepas dari urusan duniawiyah (dunia).

Penolakan tersebut menurutnya tidak rasional dan bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Ia menyarankan hendaknya sebagian besar santri untuk tidak menjadi ulama. Bagaimana manusia dapat memakmurkan bumi tanpa ilmu pengetahuan.ilmu umum. sehingga ulama hanya digunakan untuk orangorang yang menekuni bidang-bidang ilmu agama dan merendahkan ilmu. Wahid Hasyim memberikan alternatif lain kepada para santri. Dengan alasan pelajaran tersebut tidak sesui dengan tujuan keagamaan yang dimiliki pesantren. Dalam hal tujuan belajar di pesantren. karena dalam kenyataanya bahwa dalam sietem pendidikan agama yang paling eksklusif sekalipun. antara lain: • Para santri tidak perlu menghabiskan waktu sampai puluhan tahun untuk belajar bahasa Arab dan mengakumulasi pengetahuan dari para kyai di berbagai pesantren. Hal tersebut cukup beralasan. mengakibatkan pesantren tidak menerima untuk tidak dikatakan menolak.dengan negara-negara lain. Di samping itu pengertian ulama dalam kalangan pesantren telah mengalami penyempitan makna. tidak semua siswanya dapat “dicetak” menjadi ulama. • Para santri dapat mempelajari agama Islam dari buku-buku yang ditulis 100 . Ada beberapa alasan mengapa Wahid Hasyim mengusulkan alternatif demikian. Bukankah manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi dan memakmurkannya.pelajaran non-agama masuk dalam kurikulum pesantren. Dari hal diatas kemudian tujuan pesantren dirumuskan hanya sebagai “mencetak” para ulama / ahli agama belaka.

yang melihat bahwa lembaga pendidikan Islam ( 101 . Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pesantren menurut Wahid Hasyim adalah mencetak santri yang berkepribadian muslim dan bertaqwa kepada Allah serta memiliki ketrampilan sehingga santri dapat mandiri dan berkiprah pada masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan rumusan tujuan pendidikan yang demikian ia tidak ingin lagi melihat santri yang lebih rendah kedudukannya dalam masyarakat dari kaum terpelajar Barat. wawasan berfikir Wahid Hasyim dikenal cukup luas. Aspek Kurikulum Meski tidak pernah mengenyam pendidikan modern. Berkembangnya madrasah di Indonesia di awal abad ke-20.dengan bahasa latin. Walau demikian. Hal ini dapat diduga sebagai hasil dari luasnya bacaan beliau. sebagai mana telah disinggung diatas. Wawasan ini kemudian diaplikasikan dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial dan pendidikan. ia tetap berharap adanya sebagian santri yang betul-betul menjadi ulama dengan mempelajari bahasa Arab dan pengetahuan agama secara mendalam. • Para santri dapat memfokuskan waktunya untuk mempelajari berbagai pengetahuan dan ketrampilan lainnya yang dapat digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri dan masyarakat. merupakan wujud dari upaya pembaharuan pendidikan Islam yang dilakukan oleh cendikiawan muslim termasuk didalamnya Wahid Hasyim. misalnya.H Muhammad Ilyas mendirikan madrasah Nizhamiyah. ia bersama K. Pada tahun 1935. 2.

102 .pesantren ) dalam beberapa hal tidak lagi sesuai dengan tintutan dan perkembangan zaman. hanya saja diberi muatan dan corak keislaman. Usaha pembaharuan yang dilakukannya bukan pekerjaan yang tanpa resiko. dasi dan topi. dan skill dalam berorganisasi. seperti memakai pantalon. pelajaran umum masih dianggap tabu dalam kalangan pesantren karena identik dengan penjajah. Madrasah Nizamiyah didirikan dengan pertimbangan bahwa kurikulum pesantren yang hanya memfokuskan kepada ilmu-ilmu agama mengakibatkan santri mengalami kesulitan untuk bersaing dengan siswa yang mendapat pendidikan Barat. Untuk itu ia mendisain kurikulum madrasah tersebut dengan kurikulum yang hanya ilmu-ilmu agama tetapi juga ilmu-ilmu umum. Kelemahan santri menurut Wahid Hasyim. Pada saat itu.bahkan pengetahuan umum. Dengan penguasaan ketiga komponen tersebut santri akan mampu bersaing dengan mereka yang mendapatkan pendidikan Barat dalam menempati posisi di masyarakat. Kebencian pesantren terhadap penjajah membuat pesatren mengharamkan semua yang berkaitan dengannya. termasuk bahasa Belanda dan Inggris. membuat banyak orang berpendapat bahwa madrasah sebenarnya merupakan bentuk lain dari sekolah. Apa yang dilakukan Wahid Hasyim jelas merupakan inovasi baru bagi kalangan pesantren. disebabkan oleh lemahnya penguasaan pengetahuan umum (sekuler). Kedekatan sistem belajar mengajar ala madrasah dengan sistem belajar mengajar ala sekolah yang dikembangkan Pemerintah Kolonial Belanda saat itu. bahasa asing.

yaitu pendidikan umum disatu pihak dan pendidikan agama dipihak lain adalah warisan Kolonial Belanda. 3. Selain itu ia pun ingin menghilangkan dikotomi ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum yang saat itu melanda dunia pendidikan Islam pada umumnya dan khususnya pondok pesantren. Sekembalinya ke Tebu-ireng. dan lain sebagainya. Saksinya ratusan ayat Al-Qur’an. Dikotomi tersebut menurut Wahid Hasyim sangat berbahaya bagi umat Islam Indonesia. Dalam pandangan Al-Qur’an. Kritikan itu disambut olehnya dengan tenang dan ia tetap berjalan dengan keyakinannya sebagai seorang idealist.banyak kritikan yang datang datang dari masyarakat bahkan ulama pesantren. Ia dianggap telah mencampuradukkan perkara agama dan dunia. kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang 854 kali dalam Al-Qur’an. Ia menganggap bahwa Islam tidak memisahkan pengetahuan agama dan pengetahuan umum. ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul tehadap makhluk-makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahan. ia mengusulkan kepada ayahnya suatu 103 . Aspek Metode Pengajaran Wahid Hasyim ketika berumur 17 tahun sempat belajar selama 1 tahun di Makkah. Tidak ada yang menyangkal dikotomi pendidikan di Indonesia. sistem pendidikan semacam ini akan melahirkan ilmuan-ilmuan yang tak bermoral dan ulama yang tidak kenal zamannya. Yang menonjol dalam hal kurikulum ini adalah pemahaman Wahid Hasyim terhadap konsep ilmu. ia pun dianggap telah merusak sistem pendidikan pesantren.

Kesebelas jurnal diatas mewakili Pandangan kaum tradisionalis. dan nasionalis . Nurul Islam. tidak ada kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau berdiskusi. menulis catatan. dan menghapalkan mata pelajaran yang telah diberikan. dan Penyebar Semangat.000 buku yang kebanyakan buku-buku keagamaan.perubahan metode pengajaran di pesantren. Perpustakaan tersebut juga berlangganan majalah dan surat kabar. modernis. Pada tahun 1936 ia mendirikan IKPI ( Ikatan Pelajar Islam ). Berita Nahdhatul Ulama. Usulan itu antara lain agar sistem bandongan di ganti dengan sistem tutorial yang sistematis dengan tujuan untuk mengembangkan inisiatif dan kepribadian santri. Hal ini dikarenakan dalam kelas yang menggunakan metode tersebut santri datang hanya mendengar. 104 . yang luar biasa yang terjadi pada pesanten ketika itu. Selain itu ia juga mendirikan perpustakaan dengan koleksi buku 1. pendapat guru bukanlah suatu kebenaran mutlak sehingga kendapatnya dapat dipertanyakan bahkan dibantah oleh santri ( murid ) dan proses belajar mengajar berorientasi pada murid sehingga potensi yang dimiliki akan terwujud dan ia akan menjadi dirinya sendiri. Perubahan metode pengajaran dan pendirian perpustakaan merupakan kemajuan Wahid Hasyim. Panji Pustaka. menurut metode bandongan akan menciptakan kepastian dalam diri santri. Wahid Hasyim belum merasa puas dengan perubahan yang ia lakukan. Pujangga Baru. Secara singkat. dimana posisi guru ditempatkan bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar. ia pun menganjurkan para santri untuk belajar organisasi dan membaca. Al-Munawarah. seperti : Panji Islam. Dengan hal tersebut Wahid Hasyim mengharapkan terjadinya proses belajar mengajar yang dialogis. Dewan Islam. Adil. Pustaka Timur. Islam Bergerak.

Dilihat dari jumlah amal usahanya Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia. dan fasilitator dalam proses pembelajaran. sebagai ormas Islam terbesar kedua setelah Nahdlatul Ulama. Mungkin itu pertanyaan yang pertama kali dilontarkan ketika nama pendiri Muhammadiyah. tetapi juga menawarkan 105 . Dalam konteks ini Muhammadiyah tidak hanya berhasil mengentaskan bangsa Indonesia dan umat Islam dari kebodohan dan penindasan. madrasah. C. Bahkan. diulas dalam buku ini. KH. Ahmad Dahlan DanPerguruan Muhammadiyah Mengapa perlu mengemukakan profil Ahmad Dahlan dalam pembahasan pondok pesantren ini. Besarnya jumlah lembaga pendidikan tersebut merupakan bukti konkrit peran penting Muhammadiyah dalam proses pemberdayaan umat Islam dan pencerdasan bangsa. Tidak ada alasan spesifik memang. tetapi beliau merupakan cikal bakal Perguruan Muhammadiyah yang beberapa diantaranya bida disebut dengan Pondok Pesantren. Sedangkan Guru memposisikan diri sebagai motivator. pendidikan telah menjadi “trade-mark” gerakan Muhammadiyah. paling tidak kita bisa mengenal ide-ide dalam pendidikan dan kepesantrenan dalam Perguruan Muhammadiyah. bidang pendidikan merupakan amal usaha Muhammadiyah yang terbesar.Dalam proses pembelajaran murid tidak hanya dijadikan objek pendidikan akan tetapi ia dijadikan subjek pendidikan itu sendiri. Berbagai jenis pendidikan sepertisekolah. Dibandingkan dengan amal usaha lainnya. dan pesantren dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi berdiri kokoh di seluruh penjuru Nusantara Bahkan di beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. bahkan di dunia.

nahwu. gadis Kauman yang masih sepupunya. Seperti umumnya para santri pada waktu itu. Ahmad Dahlan tidak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah-sekolah model pendidikan Belanda. Ahmad Dahlan dikaruniai dua orang putra dan empat orang putri. Ahmad Dahlan menikah dengan Siti Walidah. Salah satu tokoh pendidikan Muhammadiyah yang paling menonjol adalah Ahmad Dahlan . penggagas dan pendiri gerakan Muhammadiyah yang karena perjuangan dan kepeloporannya dalam memajukan bangsa dan pendidikan nasional dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. KH Hasyim Asy’ari. salah seorang ulama terkenal yang tinggal di kampung Darat. Semarang. Pada tahun 1890. Dari pernikahannya dengan Siti Walidah. hadits. Di pesantren ini pula. setelah memiliki dasar-dasar pendidikan agama Islam Ahmad Dahlan menjadi “musafir pencari ilmu” yang mengembara dari satu pesantren ke pesantren lainnya untuk mendalami ilmu agama seperti ilmu fiqh. Ahmad Dahlan dikirim oleh ayahnya untuk melaksanakan ibadah haji dan memperdalam ilmu agama. Ahmad Dahlan banyak belajar ilmu agama dari para ulama 106 . di saat usia mencapai 22 tahun. qira’ah dan falaq. Diskusi tentang pendidikan Muhammadiyah sebagai salah satu pembaharu pendidikan Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pemikiran para pendirinya. Dalam salah satu sejarah disebutkan Ahmad Dahlan pernah belajar ilmu falaq kepada Kyai Saleh Darat. Dalam kesempatan tersebut.suatu model pembaharuan sistem pendidikan “modern” yang tetap terjaga identitas dan kelangsungannya. pendiri Nahdhatul Ulama (NU) pernah belajar.

Ahmad Dahlan kemudian diangkat menjadi salah seorang khatib di masjid Besar Kasulthanan Yogyakarta menggantikan posisi ayahnya. ilmu falaq kepada Kyai Asy’ari Bacaan dan ilmu qiraah kepada Syeikh Ali al-Musri Makkah. Kyai Nawawi Banten. Ahmad Dahlan tidak langsung pulang ke tanah air melainkan menyempatkan diri tinggal di Makkah selama satu setengah tahun untuk memperdalam ilmu agama kepada para ulama Timur Tengah. Setelah beberapa tahun lamanya bekerja sebagai khatib dan berdagang batik di beberapa daerah.terkenal. 107 . Bahkan Sayyid Bakri Syata’-lah yang memberikan atau mengganti nama Muhammad Darwis menjadi Ahmad Dahlan . Setelah ibadah haji. salah seorang mufti Madzhab Syafi’i yang bermukim di Makkah. Ahmad Dahlan mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya. seorang tokoh modernis dari Mesir. Kesempatan dialog yang pada akhirnya mengilhami dan mendorongnya untuk melakukan reformasi di Indonesia adalah dialognya dengan Syeikh Muhammad Rasyid Ridha. Kyai Mas Abdullah Surabaya dan kyai Faqih Kumambang Gresik. Ahmad Dahlan memperdalam ilmu fiqh kepada Kyai Machfudz Termas dan Said Babusyel. Diantara gurunya adalah Sayyid Bakri Syata’. Sepulang dari ibadah haji yang pertama Ahmad Dahlan kemudian mulai mengajar mengaji di kampungnya dan beberapa kali menjadi badal ayahnya bahkan karena kemampuannya. Dalam kesempatan bermukim di Makkah tersebut Ahmad Dahlan juga sempat berdialog dengan para ulama Nusantara yang bermukim di Makkah di antaranya Muhammad Khatib Minangkabau. ilmu hadits kepada mufti Madzhab Syafi’i.

Al-Islam Wal Nasriyyah (M. tidak menjawab tantangan dan tuntutan perkembanganmasyarakat. Mereka cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang termasuk takhayul. Sedangkan kitab yang sering dikaji dan diajarkannya adalah .Di samping aktif melakukan dialog dengan para ulama Ahmad Dahlan juga aktif membaca majalah dan kitab. Al-Tawassul wa al-Wasilah siyyah al . bid’ah. Abduh) . Muhammadiyah. Da’irah al-Ma’arif (Farid Wajdi). Lembaga Ahmad Dahlan mendirikan organisasi 108 . dan pada akhirnya -atas desakan dari para muridnya. Izhar al-Haqq (Rahmat Allah al-Hindi). Ahmad Dahlan kemudian aktif menyebarkan gagasan Ahmad pembaharuan Islam ke pelosok-pelosok tanah air.pada tahun 1912 M. • Lembaga-lembaga pendidikan agama Islam yang ada ketika itu tidak efisien. Tafsir Juz Amma (Muhammad Abduh). Majalah yang dibacanya adalah al-Manar dan alUrwat al-Wutsqa.Tafshil al-Nasyatin Tahshil al-Sa’adatain Fi’il Bid’ah (Ibnu Taimiyah). AtTauhid (Muhammad Abduh).Qashaid al-Aththa (‘Abd Athithas). Kanz al-‘Ulum. Amalan-amalan mereka merupakan campuran antara yang hak dan yang batil. Matan al-Hikam (Ibnu‘Atha Allah). Sambil berdagang batik Dahlan melakukan tabligh dan diskusi keagamaan. Dengan kedalaman ilmu agama dan ketekunannya dalam mengikuti gagasangagasan pembaharuan Islam. Faktor terpenting yang mendorong Ahmad Dahlan untuk mendirikan organisasi adalah: • Kenyataan bahwa umat Islam Indonesia telah banyak yang meninggalkan alQur’an dan Sunnah. dan lain-lain. dan syirk.

Ajaran agama yang benar itu ialah yang memurnikan tauhid. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam dapat mengerti ajaran-ajaran agama mereka secara benar. taklid buta. meluaskan dakwah amar makruf nahi mungkar • Mengadakan pembaruan ajaran-ajaran agama agar selaras dengan tantangan zaman. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan di atas Muhammadiyah melakukan berbagai aktivitas sebagai berikut: • Menggalakkan dan meningkatkan mutu pendidikan umat Islam. memperteguh iman. sehingga hak-hak orang miskin terabaikan. memperbaiki akhlak. dan pola hidup yang statis. meningkatkan ibadah.pendidikan terpecah menjadi dua: pendidikan sekuler dan pendidikan pesantren yang hanya mempelajari ilmu-ilmu agama dalam arti sempit. • Kebanyakan umat Islam terperangkap dalam fanatisme sempit. Akitabnya umat terpecah dan hal ini menyebabkan semakin melemahnya kekuatan umat. • Mayoritas umat Islam yang terdiri dari petani dan buruh menjadi semakin miskin. Bahkan mereka mendapat bantuan dari penjajah Belanda. • Aktivitas misi Kristen semakin gencar. Mempertahankan Islam dari segala pikiran dan perbuatan yang bertentangan 109 . Sementara yang kaya tidak ingat berzakat. • • Memperbarui ajaran-ajaran agama dan sistem pendidikan Islam.

Selain aktif menyebarkan gagasan pembaharuan keagamaan dan menyerukan gerakan kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah serta memberantas segala bentuk Takhayul. Gagasan Ahmad Dahlan diterima. yang sekalipun tidak dihadiri oleh para Khatib. para siswa di sekolah tersebutperlu mendapatkan pelajaran agama. Inilah terobosan dan gagasan besar Ahmad Dahlan. Kasus kedua adalah ketika terjadi perbedaan penentuan tanggal 1 Syawwal atau Hari Raya Idul Fitri antara perhitungan falaq dengan perhitungan aboge (kalender Jawa). Hal ini dia buktikan dalam dua hal. Shalat ‘Id dilaksanakan sesuai dengan perhitungan Dahlan tetapi grebeg dilaksanakan sesuai dengan perhitungan aboge. tetapi kemudian banyak diikuti oleh kalangan muda Kauman yang kemudian membuat garis-garis shaf sesuai konsep falaq Ahmad Dahlan. Jetis. Menurut Ahmad Dahlan sebagai calon pamong praja. Pertama. Ahmad 110 . Ahmad Dahlan dengan diantar oleh Kanjeng Penghulu memberanikan diri menghadap Kanjeng Sulthan dan menyampaikan perhitungan falaqnya. kebenaran harus tetap dilaksanakan dan ditegakkan. Yogyakarta dan Osvia Magelang. Ahmad Dahlan kemudian mengundang para Khatib dan penghulu untuk melakukan diskusi tentang kiblat Masjid Besar tersebut.dengan Kitab dan Sunnah. sekalipun harus berhadapan dengan kekuasaan. Bid’ah. Baginya. Curafat (TBC) dan Taklid. Ahmad Dahlan juga mendirikan sekolah dan madrasah Muhammadiyah serta mengajarkan pelajaran agama sebagai pelajaran ekstra kurikuler di Kweekschool. kiblat masjidBesar Kasultanan yang menurut Ahmad Dahlan tidak sama persis dengan perhitungan falaq. Ahmad Dahlan adalah seorang yang sangat berani.

madrasah dan pesantren). Di samping aktif di Muhammadiyah Ahmad Dahlan juga aktif di partai politik seperti Budi Utomo dan Sarikat Islam. Pemikiran Pendidikan Ahmad Dahlan Ahmad Dahlan adalah tokoh yang tidak banyak meninggalkan tulisan. Sekalipun demikian tidak berarti bahwa Ahmad Dahlan tidak memiliki gagasan. Kemantren. a. Yogyakarta. nilai dan ketrampilan dari generasi terdahulu (tua) kepada generasi muda. mergangsan.Ahmad Dahlan adalah sosok yang banyak melakukan amal daripada menulis. Ahmad Dahlan meninggal dan dimakamkan di pada tanggal 7 Rajab 1340 H atau 23 pebruari 1923 M Karangkadjen. Ahmad Dahlan lebih menampilkan sosoknya sebagai manusia amal atau praktisi daripada filosuf yang banyak melahirkan pemikiran dan gagasan-gagasan tetapi sedikit amal. Pada bagian ini akan dibahas pemikiran kependidikan Ahmad dahlan sebagaimana yang dikemukakannya dalam ceramah dan pengajian serta tulisantulisannya dan yang tercermin dalam amal usaha Muhammadiyah terutama pendidikan (sekolah. 111 . tabligh dan sejenisnya. Hampir seluruh hidupnya digunakannya untuk beramal dan memperjuangkan kemajuan umat Islam dan bangsa. Amal usaha Muhammadiyah merupakan refleksi dan manifestasi pemikiran Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Istilah pendidika di sini dipergunakan dalam konteks yang luas tidak hanya terbatas pada sekolah formal tetapi mencakup semua usaha yang dilaksanakan secara sistematis untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan. Dalam konteks ini termasuk dalam pengertian pendidikan adalah kegiatan pengajian.

‘Alim dalam ilmu agama. mengabdi untuk Muhammadiyah dalam menyantuni nilai. terdapat beberapa hal penting. “kemadjoean” dan “njamboet gawe kanggo Moehammadijah”. pada khususnya. 112 . berakhlaq mulia dan menguasai ilmu agama secara mendalam. Istilah kemajuan secara khusus menunjuk kepada kemoderenan sebagai lawan dari kekolotan dan konservatisme. Pada masa Ahmad Dahlan kemajuan sering diidentikkan dengan penguasaan ilmu-ilmu umum atau intelektualitas dan kemajuan secara material.Siap berjuang. dengan memiliki pengetahuan umum. tujuan pendidikan menurut Ahmad Dahlan adalah untuk membentuk manusia yang : 1. seorang Kiai. Tetapi dari pernyataan yang disampaikannya dalam berbagai kesempatan.Tujuan Pendidikan Ahmad Dahlan tidak secara khusus menyebutkan tujuan pendidikan. Berdasarkan pemahamam tersebut.nilai keutamaan pada masyarakat. Berpandangan luas. Istilah Kiai merupakan sosok yang sangat menguasai ilmu agama. adalah figur yang shalih. 3. tujuan pendidikan Ahmad Dahlan adalah : “ Dadijo Kijahi sing kemadjoean. dan kemajuan masyarakat pada umumnya. Sedangkan kata “njamboet gawe kanggo Moehammadijah” merupakan manifestasi dari keteguhan dan komitmen untuk membantu dan mencurahkan pikiran dan tenaga untuk kemajuan umat Islam. adja kesel anggonmoe njamboet gawe kanggo Moehammadijah”.b. yaitu “kijahi”. Dalam pernyataan sederhana tersebut. 2. Dalam masyarakat Jawa.

Rumusan tujuan pendidikan tersebut merupakan “pembaharuan” dari tujuan pendidikan yang saling bertentangan pada saat itu yaitu pendidikan pesantren dan pendidikan sekolah model Belanda. Di satu sisi pendidikan pesantren hanya bertujuan untuk menciptakan individu yang salih dan mendalami ilmu agama. Di dalam sistem pendidikan pesantren tidak diajarkan sama sekali pelajaran dan pengetahuan umum serta penggunaan huruf latin. Semua kitab dan tulisan yang diajarkan menggunakan bahasa dan huruf Arab. Sebaliknya, pendidikan sekolah model Belanda merupakan pendidikan “sekuler” yang di dalamnya tidak diajarkan agama sama sekali. Pelajaran di sekolah ini menggunakan huruf latin. Akibat dualisme pendidikan tersebut lahirlah dua kutub intelegensia : lulusan pesantren yang menguasai agama tetapi tidak menguasai ilmu umum dan lulusan sekolah Belanda yang menguasai ilmu umum tetapi tidak menguasai ilmu agama. Melihat ketimpangan tersebut Ahmad Dahlan berpendapat bahwa tujuan pendidikan yang “sempurna” adalah melahirkan individu yang “utuh” : menguasai ilmu agama dan ilmu umum, material dan spiritual serta dunia dan akhirat. Bagi Ahmad Dahlan kedua hal tersebut (agama-umum, material-spiritual dan dunia-akhirat) merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Inilah yang menjadi alasan mengapa Ahmad Dahlan mengajarkan pelajaran agama ekstra kurikuler di

Kweekschool Jetis dan Osvia Magelang serta mendirikan madrasah Muhammadiyah yang didalamnya mengajarkan ilmu agama dan ilmu umum sekaligus. b. Materi Pendidikan

113

Berangkat dari tujuan pendidikan tersebut Ahmad Dahlan berpendapat bahwa kurikulum atau materi pendidikan hendaknya meliputi : Pendidikan moral, akhlaq yaitu sebagai usaha menanamkan karakter manusia yang baik berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Pendidikan individu, yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesadaran individu yang utuh yang berkeseimbangan antara perkembangan mental dan jasmani, antara keyakinan dan intelek, antara perasaan dengan akal pikiran serta antara dunia dan akhirat. Pendidikan kemasyarakatan yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesediaan dan keinginan hidup bermasyarakat. (Arifin, 1987) Meskipun demikian, Ahmad Dahlan belum memiliki konsep kurikulum dan Ahmad

materi pelajaran yang baku. Muatan kurikulum pelajaran agama menurut

Dahlan bisa dilihat dari materi pelajaran agama yang diajarkannya dalam pengajianpengajian di madrasah dan pondok Muhammadiyah. K.R.H Hadjid, salah seorang murid Ahmad Dahlan, mengumpulkan ajaran gurunya ke dalam sebuah buku berjudul “Ajaran Ahmad Dahlan dan 17 Kelompok Ayat-Ayat Al-Quran” yang merupakan catatan pribadinya selama mengikuti pelajaran agama. Dari pelajaran tersebut dapat dikelompokkan bahwa Ahmad Dahlan banyak menyampaikan materi yang berkaitan dengan keimanan, akhlak dan semangat untuk berjuang membela agama dan membantu sesama. B. Muhammadiyah dan Pemberdayaan Masyarakat Dengan visi-visi Ahmad Dahlan, Muhammadiyah tercatat sebagai salah satu

organisasi sosial keagamaan yang memainkan peranan penting dalam memperkuat

114

posisi masyarakat, memberdayakan rakyat dan mengembangkan masyarakat madani. Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang lingkupnya luas, Muhammadiyah menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat. Jauh sebelum diskursus tentang masyarakat sipil atau masyarakat madani marak di Indonesia, Muhammadiyah telah memunculkan suatu perbincangan tentang masyarakat utama. Istilah masyarakat utama ini kemudian dimantapkan pada muktamar ke-41 tahun 1985 di solo dan dimasukkan kedalam rumusan tujuan Muhammadiyah. Disamping disebut sebagai padanan istilah khairu ummah, konsep tentang masyarakat utama inipun oleh para tokoh Muhammadiyah dicoba didekati dengan pendekatan civil society. Pada awalnya, organisasi ini merupakan gerakan pembaruan Islam di Indonesia yang kemudian berkembang, tidak hanya memberantas TBC (tahayul, bid’ah dan Kurafat) –dalam transliterasi sekarang ditulis khurafat- tapi juga meningkatkan kualitas hidup umat. Karena arah organisasi ini selalu modern, maka Kuntowijoyo menyebuutnya sebagai gejala kota. Muhammadiyah mewakili masyarakat baru, masyarakat industri dan modern yang membedakannya dengan organisasi keagamaan lainnya yang tradisionalis. Dalam Anggaran Dasar (AD) awalnya hingga dalam jangka waktu lama, cita-cita kemasyarakatan Muhammadiyah memang tidak begitu tampak. Yang lebih menonjol adalah rumusan tentang pedoman bertindak dancara-cara berorganisasi. Dan yang menggerakkan hati organisasi ini adalah QS. Ali Imran, 3:104. Seorang tokoh Muhammadiyah yang juga tokoh ICMI, M. Dawam Rahardjo . Ahmad Dahlan untuk membentuk

115

mengemukakan bahwa dalam perspektif ajaran Islam, Muhammadiyah menggunakan istilah yang lebih konseptual dan substansial, yaitu masyarakat utama (al-Mujtama alFadhil). Menurutnya, istilah ini merupakan terjemahan dari istilah Quran: “Khairu Ummah”. Istilah Quran itu sendiri memang masih memrlukan penjelasan, bahkan

sampai saat inipun diperlukan penggaliannya dari al-Quran dan sejarah Nabi SAW. Dalam mensubstansikan masyarakat utama, masyarakat madani, masyarakat baru, ataupun khairu ummah diperlukan konsep atau teori. Konsep civil society merupakan konsep yang dapat dipakai untuk memahami istilah-istilah tersebut. Gagasan ideal untuk mewujudkan masyarakat madani seperti yang diagendakan Muhammadiyah ke-41 di Solo, memang patut kita cermati, mengingat Muhammadiyah memang memiliki ruang lingkup gerakan dan amal usaha yang sangat luas. Hampir disetiap daerah perkotaan kita dapat menemukan berbagai amal usahanya, mulai dari lembaga pendidikan, panti asuhan ataupun rumah sakit. Secara sederhana kenyataan ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki pusat kegiatan sosial yang telah mapan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perkembangan kuantitatif amal usaha ini

disertai dengan pertumbuhan kualitatif yang tercermin dari pengaruh Muhammadiyah terhadap kelahiran berbagai peran sosial yang diusulakan oleh kelompok ataupun tokoh masyarakat. Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang teleh mengobarkan jiwa pembaruan pemikiran Islam di negeri ini. Jiwa pembaruan yang melekat pada diri pendiri organisasi ini telah ditempa sejak dia belajar di Mekkah selama 5 tahun, yaitu antara 1890-1895. Pada tahun 1903 dia kembali ke Mekkah untuk belajar lagi selama 3

116

tahun. Di Mekkah dia belajar tauhid, tafsir, fikih, tasawwuf, qira’at, mantiq, dan falak. Selama di Mekkah tokoh ini tertarik dengan pikiran-pikiran Ibn Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Rida. Perkenalannya dengan pemikiran tokoh-tokoh itu dimungkinkan karena lingkungan Mekkah saat itu telah dipengaruhi dan diwarnai oleh ide-ide pembaruan yang dimunculkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab yang kemudian dilanjutkan dan dikorbarkan oleh para pengikutnya. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa ide-ide pembaruan yang digagas oleh Ibn Taimiyyah sangat mendalam pengaruhnya dalam semangat dan pikiran-pikiran pembaruan Muhammad bin Abdul Wahhab. Pengobaran semangat pembaruan yang dilakukan Ibn Abdul Wahhab ini kemudian berpengaruh bagi meningkatnya minat para ulama untuk menelaah kembali karya-karya Ibn Taimiyyah. Kondisi kondusif untuk pembaruan yang diupayakan oleh para pengikut Ibn Abdul Wahhab, termasuk dan terutama para penguasa Kerajan Arab Saudi dari keturunan Muhammad Sa’ud, memungkinkan lahirnya para tokoh pembaru semisal Jamaluddin, Abduh, dan Rida. Pengaruh mereka inilah yang kemudian terlihat kental dalam oraganisasi yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan ini. Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, saat ini Muhammadiyah telah menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Pertumbuhan ini berlangsung begitu cepat, tidak sampai 15 tahun dari masa berdirinya organisasi ini telah menjangkau wilayahwilayah yang cukup luas di luar Jawa. Di Aceh Muhammadiyah telah masuk untuk pertama kali tahun 1922/1923 melalui

117

Djajasukarta. Perintis Muhammadiyah di Kalimantan adalah H. pelopor gerakan pembaruan di wilayah ini. Muhammadiyah masuk melalui para saudagar yang datang ke sana. Untuk wilayah Kalimantan. Keberadaan Muhammadiyah di Sulawesi ini menjadi semakin berkembang setelah Pimpinan Pusat Muhammdiyah mengutus M. Muhammadiyah imasuk ke wilayah ini pada tahun 1926. Tokoh ini masuk menjadi anggota Muhammadiyah tahun 1923. Sedangkan untuk Kalimantan Selatan. dari Alabio. Sedangkan 118 . Muhammadiyah masuk ke daerah Sulawesi. dan pada 1925 dia kembali ke Alabio untuk menyiarkan Muhammadiyah di sana. Abdullah.R. Wilayah Sumatra Barat telah dimasuki Muhammadiyah sejak tahun 1925. Sumatera Barat dan Jawa. Yunus Anis ke daerah ini tahun 1928. bahkan ia telah menjangkau negeri-negeri jiran. Di sini Muhammadiyah mendapat dukungan kuat dari seorang ulama kenamaan Dr. Kalimantan Tengah. Usman Amin. Sutan Mansur masuk ke wilayah ini pada tahun 1927. Pada tanggal 25 Desember 1957 berdirilah Muhammadiyah di Singapur yang dirintis oleh Ustadz Abdurrahman Haron. Pada 1925 Muhammadiyah memasuki wilayah Kuala Kapuas. Perkembangannya menjadi sangat cepat setelah A. Merekalah yang pertama mendirikan Muhammadiyah di tempat ini. Haji Abdul Karim Amrullah. Hulu Sungai Utara. Melalui seorang orator ulung H. Perkembangan Muhammadiyah ini tidak hanya terbatas di dalam negeri. Pada tahun 1927 Muhammadiyah tersebar di Sumatra bagian timur dibawa oleh orangorang yang datang dari Tapanuli.

Pemuda Muhammadiyah. • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). didirikan tahun 1350/1932 berdasarkan hasil keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-21 di Ujung Pandang. Muhammadiyah mempunyai beberapa organisasi otonom yang gerak dan tujuannya seiring dengannya.H. baik dalam bidang keagamaan. Organisasi ini bertugas membina dan menggerakkan potensi para pelajar Islam. sebagai organisasi besar. Organisasi-organisasi itu adalah: • Aisyiyah. Muhammadiyah untuk pertama kali didirikan di Pulau Penang tahun 1967 oleh Ustadz Zainal Abidin Zamzam. Selanjutnya Muhammdiyah didirikan di Thailand pada tanggal 11 Agustus 1988. Ahmad Dahlan. Demikian pula. • Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).H. 119 . ataupun kemahasiswaan. Thailand Selatan. didirikan tahun 1384/1964. berdiri tahun 1930. Tapak Suci juga disebut Persatuan Pencak Silat Putra Muhammadiyah. Organisasi ini dimaksudkan untuk membina dan menggerakkan potensi pemuda Islawm. • Hizbul Wathan (HW). Ahmad Dahlan tahun 1918. kemasyarakatan. Organisasi ini bergerak dan berjuang di kalangan kaum ibu atau muslimat Indonesia. didirikan tahun 1381/1961. didirikan tahun 1963. untuk membina remaja putri Islam. Propinsi Songkhla. • Tapak Suci. IMM dibentuk untuk membina dan menggerakkan potensi para mahasiswa Islam. didirikan tahun 1917 oleh K.di Malaysia. • • Nasyi’atul Aisyiyah. tepatnya di Kabupaten Canak. didirikan oleh K.

dakwah. Di antara mantan anggota HW adalah Jenderal Sudirman yang pada tahun 1945 diangkat oleh Presiden RI. 120 . kemasyarakatan. variasi materi pembelajaran dan bahkan variasi mazhab yang dianutnya sesuai dengan latarbelakang keilmuan dan keyakinan tokoh para pendirinya. Sukarno. dan ekonomi. Pesantren kini telah menjadi trade mark pendidikan Islam di Indonesia secara umum dengan berbagai variasi baik yang bersifat organisasi kelembagaan. baik dalam sisi pendidikan. selain juga mencerminkan adanya upaya pembaruan pesantren secara khusus dan pendidikan ummat secara lebih umum sperti yang dilakukan Ahmad Dahlan. Berbagai ide-ide cemerlang tersebut pada akhirnya saling mlengkapi dan mewujudkan trend baru dalam kepesantrenan. HW ditiadakan dan dileburkan ke dalam Gerakan Pramuka. dan perjuangannya telah memberikan andil yang cukup besar dalam mencapai dan mengisi kemerdekaan negeri ini. Sampai di sini nampak pembaharuan di bidang metodologi pengajaran dan sistem nampaknya sudah mulai menunjukkan adanya upaya modernisasi pesantren. Andil HW cukup besar dalam menyiapkan para pemuda Indonesia untuk menghadapi penjajah Belanda. Pada tahun 1961. amal usaha.Organisasi ini bergerak di bidang kepanduan. Muhammadiyah dengan segala perangkat organisasi. Paparan di atas mencerminkan adanya usaha-usaha keras yang dilakukan para ulama (intelektual muslim) yang senantiasa mencoba mengadakan perbaikan dalam tehnis dan materi penyampaian ajaran Islam kepada ma syarakat. menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat yang menjadi cikal bakal TNI.

Secara singkat tipe tersebut akan penuli sajikan dalam bentuk tabel di bawah ini: Tabel Tipe Pesantren di Indonesia Pasca Pembaharuan NO 1 Tipe Salafiyah Murni Metode & Kurikulum Sorogan. Dua tipe pesantren ini kemudian banyak melahirkan corak dan ragamnya. Aliyah atau SLTP. pesantren yang berpola modern dengan cara klasikal dan penjenjangan.pola ke kyaian. yang lazim disebut pesantren modern. fiqih. tafsir. dari pesantren pola ini biasanya -sebagaimana juga pesantren modern--melahirkan alumni yang bisa melanjutkan studinya hingga jenjang perguruan tinggi. Kurikulum pesantren Pada umumnya. penyederhanaan materi dan perbaikan metodologi. 121 . dengan pembagian waktu bagai santri untuk belajar disekolah-sekolah Aliyah atau SMA dan belajar mengaji ke pesantren serta tinggal di sana sepulang sekolah. Kenyataan ini pada gilirannya akan merubah --ini mulai nampak-. bahsul masaail.Dan hasil yang dapat dilihat adalah terbentuknya pola pesantren dengan istilah salafiyah17 yang berarti mengajarkan kitab-kitab sebagaimana yang berlaku di pesantren pada umumnya. Pesantren Buntet. kini mulai bermunculan kyai yang bergelar sarjana yang tentu saja akan berpotensi melahirkan kultur baru dalam kepesantrenan. Selain metode salafiyah dan pengajian kitab juga menyelenggarakan pendidikan sekolah Mts. almasturiyah 2 Salafiah Plus Madrasah 17 Istilah ini diakui dan sering kali disebutkan dalam papan nama serta kop surat pesantren. Selain itu nampak juga terlahir tipe -tipe peantren yang akarnya bisa di tarik dari iide pembaharuan di atas. Contoh Pesantren Pesantren kecil di pedesaan Biasanya pesantren besar seperti Tebu Ireng. tauhid. dll. Wetonan. ilmu alat. di antaranya ada pesantren salafiyah plus madrasah Aliyah.

ponpes Modern AlIkhlash Kuningan. Kegiatan sama dengan Gontor Ponpes Laa Tansa diikut sertakan Aliyah dan Cipanas Lebak.MA Pesantre Modern + Salafiyah 6 Sukabumi dll Daru Tauhid Arjawinangun. Miftahul Huda Manonjaya dll KMI Gontor dan Cabang-cabangnya. Prenduan Madura dll. AlAmin. Didin Sirajuddin MA di Gunung puyuh. 18 Baru dirintis Drs. dll. 122 . namun memperbolehkan bagi santri untuk belajar di sekolah lain Klasikal dengan materi dan kegiatan tersusun kurikulum Gontor 5 Pesantren Modern ala Gontor Plus Mts . kaligrafi. Tsanawiyah atau SLTP. Sukabumi. tafsir. SMA Daruunajah Jakarta.18pertanian dan lain sebagainya dan penulis yakin akan senantiasa muncul varian baru sesuai dengan perkembangan intelektual. Pesantern Miftahul Mengambil sebagian kegiatan Falah Ciomas Bogor pola Gontor dan dll.3 Salafiyah Plus sekolah di luar pesantren Pesantren Modern ala Gontor Murni. menyelenggarakan pengajian kitab-kitab pesantren salafiyah Selain enam tipe di atas sebenarnya masih banyak varian lain yang sangat ditentukan oleh konsep dari pimpinan pesantren sendiri seperti takhashush dalam tahfiidz al-Qur'an. TMI/KMI 4 SLTA Metode dan materi salafiyah.pengalaman dan wawasan para pendiri atau pemimpin pesantren.

dikenal dengan sebutan pondok alumni Gontor. Masjid.BAB V POLA PEMBERDAYAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN Pembahasan mengenai santri. dan bagaimana santri menyusun agenda programnya secara mandiri untuk menyiapkan masa depannya. Kitab. 20 Yang dimaksud setting modern adalah peantren-pesantren dengan Pondok Modern Gontor sebgai modelnya. dst).2001) cet-ke1. Kediri. (Yogyakarta: Tajidu Press. biasanya pesantren tersebut didirikan dan dikelola oleh alumni Gontor. Potret Kegiatan Santri di Pesantren 19 Tentang pembahasan ini ada catatan pemaknaan kegiatan di Gontor yang ditulis oleh Muhammad Arwani. Denyut Nadi Santri. Ustadz. Pembahasan ini akan mendiskripsikan kegiatan santri mengambil setting pemberdayaan santri di beberapa Pondok Pesantren. Kegiatan santri di pesantren tersebut pada umumnya sama dengan kegiatan di Gontor. Tulisan singkat ini akan memberikan wawasan bagaimana profil santri Pondok Pesantren. dan Pondok Pesantren Burhanul Abror Besuki Situbondo. Asrama. Padahal santri dan pembinaan santri merupakan komponen yang tidak kalah pentingnya dari komponen komponen lain Pondok Pesantren yang saling terkait menjadi sebauah kesatuan system19 (Kyai. Ketiganya dipilih untuk merepresentasikan Pondok Pesantren dengan setting modern20 (Kholafiyah). Pondok Pesantren Al-Barokah Nganjuk. bagaimana sebaiknya menjadi santri atau memberdayakan santri dalam keterpaduan kegiatan intra maupun ekstra asrama (Pondok Pesantren) masih kurang sekali. 123 . A. bagaimana santri memposisikan diri dalam intensitas kegiatan Pondok Pesantren dan kegiatan di luar asrama. antara lain Pondok Darul Ma’rifat Gurah. pertengahan dan tradisional (Salafiyah).

1. 3. Bangun tidur 2. Organisasi santri juga membawahi beberapa bagian. dan tahunan. Salat Subuh berjam’ah. Makan pagi Persiapan masuk kelas Masuk kelas pagi 2 05. kesenian.45 07. mingguan. Sumbercangkring. tengah tahunan. dll.30 Kegiatan 1. sebagai perpanjangan tangan pengasuh pondok (Kyai) dalam mebina dan mendidik santri.00-06. Badan pengasuhan santri di pondok-Pondok Pesantren yang berkategori Salafiyah biasanya ditangani oleh organisasi santri dan kepala asrama (lurah pondok). Kediri Jawa Timur. Di sini hanya akan diuraikan mengenai jadwal kegiatan santri.30-06. Kegiatan Harian Jadwal Kegiatan Harian No 1 Jam 04.30 124 . ketrampilan.Kegiatan santri di dalam asrama biasanya dikoordinasikan dan ditangani oleh Pengasuhan Santri. Membaca al-Qur’an Olahraga Mandi Kursus-kursus bahasa. salah satunya bagian keamanan dan organisasi asrama.00-05. Kegiatan santri di Pondok Pesantren darul Ma’rifat Kediri dapat dibagi menjadi kegiatan harian. Tabel berikut ini akan memberikan gambaran secara ringkas kegiatan harian santri. Kegitan santri di asrama ini biasanya melaui organisasi santri (OSIS kalau di SMU) dan Gerakan Pramuka. Gurah.00 3 4 06. Pada bahasan berikut ini akan dikemukakan profil kegiatan santri di asrama dengan mengambil setting Pondok Pesantren Darul Ma’rifat.00-12 . Penambahan kosa kata (Arab atau Inggris) 4.

diselingi 125 .00 20. mengikuti kursus-kursus bahasa.45-17. Kegiatan santri sehari-hari diawali dengan bangun pagi.00-04.00-22. dan tempat-tempat lain untuk masuk kelas. serta kemudian membaca al-Qur’an.30 19. dll.50.00 mulailah kegiatan belajar pagi di kelas-kelas sampai jam 12.30-20. terus pemberian kosa kata atau struktur kalimat bahasa Arab atau Inggris.30 18. Pada jam enam bel berbunyi tanda kegiatan-kegiatan kursus dan olahraga sudah harus berhenti.00 Shalat Zuhur berjamaah Makan Siang Masuk kelas sore Shalat Ashar berjamaah Membaca al-Qur'an Aktivitas bebas / olahraga Mandi Persiapan ke Mesjid Shalat Magrib berjamaah Baca al-Qur'an Makan Malam Shalat Isya berjamaah Belajar malam Istirahat dan Tidur Pergantian dari satu kegiatan ke kegiatan lain ditandai dengan bunyi bel.00 22. Ada dua bel yang digunakan: besar dan kecil.30-19.15 17. salat subuh berjama’ah di kamar masing-masing untuk kelas I-IV dan di masjid untuk kelas V dan VI.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 12. mencuci dan mandi.00 14. berolahraga.30-14. kamar mandi.45 16. makan pagi.00 15. kemudian mandi.00-15. mulai maghrib digunakan bel kecil.45-16. sedangkan pada malam hari.45 bel berbunyi tanda berakhirnya waktu makan pagi dan santri sudah mengosongkan asrama.00-15. dapur. dan persiapan masuk sekolah. Jam 06. bel besar dibunyikan sebagai tanda pergantian kegiatan dari pagi sampai sore. kursus ketrampilan. kursus kesenian. Setelah itu itu santri punya kegiatan bebas. Jam 07.15-18. ada yang belajar.45 15.

Kegiatan bebas ini sama dengan kegiatan bebas pada pagi hari. Jam 15.00 tepat bel berbunyi tanda berakhirnya kursus sore dan kemudian salat `Ashar berjama’ah dan dilanjutkan kemudian dengan membaca al-Qur’an.30-09.45 bel berbunyi lagi tanda dimulainya waktu kegiatan bebas setelah salat `Ashar.50 sekolah pagi berakhir dan santri bersiap-siap salat zuhur berjama’ah. Kelas kursus sore difokuskan untuk materi-materi bahasa dan materi-materi lain untuk menunjang program masuk kelas pagi.00 murid-murid kelas IV ke bawah masuk kursus sore. Setelah waktu salat Maghrib tiba dikumandangkan azan. Jam 17. sebagai wahana pendidikan mengajar. 126 . Pengaturan pelajaran sore ini dilakukan oleh Bagian Pengajarn dengan bimbingan guruguru bagian pelajaran sore.00 dan jam 11. Sampai kemudian berbunyi bel jam 16.15-11.45 tanda seluruh kegiatan bebas harus sudah berhenti dan bersiap-siap untuk salat Maghrib berjama’ah. Guru-guru yang mengajar kursus sore sebab besar terdiri santri-santri senior (kelas VI). Jam 12. Ini merupakan media yang baik untuk berlatih kepemimpinan dalam wujud mengatur dan menyelenggarakan kegiatan sosial untuk tujuan akademik intelektual. setelah itu dibaca Sya’ir Abu Nawas. Jam 15.00 seluruh santri harus sudah berada di Masjid guna membaca al-Qur’an menyongsong datangnya Maghrib. dilanjutkan dengan makan siang dan istirahat sekadarnya sebelum kemudian pada jam 14. Sya’ir ini berisi penyesalan seorang hamba yang telah banyak berbuat dosa kemudian bertobat memohon ampunan-Nya.istirahat dua kali. ditambah guru-guru yunior khususnya untuk mengajar kelas IV dan III intensif. yang selalu dibaca setiap selesai azan dan sebelum salat ditunaikan.30. jam 08.

Lepas salat Maghrib para santri membaca al-Qur’an sampai berbunyi bel tanda waktu makan malam.30-20. Seusai salat Isya para santri belajar malam untuk mengulangi pelajaran dan mempersiapkan untuk pelajaran hari esok. Kegiatan ini berlangsung hingga jam 22. sedangkan harap. misalnya kantor Bagian keamanan. Pada jam makan malam ini sebab santri ada yang langsung makan dan ada yang mengikuti pertemuan-pertemuan serta ada yang mendatangi panggilan ke kantor-kantor penegek disiplin seperti disebutkan di atas untuk disidang mempertanggungjawabkan pelanggarannya.Seusai salat Maghrib dan wiridan. kantor Bagian Penggerak Bahasa. dll. cemas karena merasa melanggar disiplin dan menunggu pengumuman di panggil ke kantor bagian yang berwenang. Belajar malam ini terkadang digunakan oleh guru-guru yang materinya tertinggal atau belum mencapai target yang telah ditentukan untuk menambah pelajaran guna mengejar ketertinggalan tersebut. untuk kemudian bangun 127 . Belajar malam ini dilakukan secara bersama di bawah bimbingan wali kelas masing-masing. Bagian Penerangan membacakan pengumuman-pengumuman dalam bahasa Arab atau Inggris. berharap dapat panggilan dari Bagian Penerimaan Tamu untuk menemui orang tua atau kerabatnya yang datang. Pengumuman ini biasanya didengarkan oleh sebab santri dengan harap-harap cemas. klub-klub olahraga.00 waktunya jama’ah salat Isya. kursus-kursus. kantor Bagian Pengajaran. Jam 19.00 saat santri memasuki waktu istirahat malam dan seterusnya tidur. yang berisi permohonan dibacakan doa al-Fatihah untuk santri atau kerabat santri yang sakit. atau kantor Staf Pengasuhan Santri untuk panggilan pelanggar disiplin dari kelas V dan VI. pengumuman pertemuan-pertemuan konsulat.

berikut ini adalah gambaran kegiatan mingguan. malam hari.45-16. 2. kelas V acara diskusi. setelah Jama’ah `Isya’ ada latihan pidato (muhadharah) dalam Bahasa Inggris untuk kelas I-IV. dan kelas VI menjadi pembimbing untuk kelompok-kelompok latihan pidato.00-21. Tidak ada perubahan dari jadwal harian Pagi hari. Pagi hari ada kegiatan percakapan dalam bahasa Arab/Inggris dan dilanjutkan dengan lari pagi wajib untuk para santri. dipakai latihan Pramuka.00 dan melaksanakan kegiatan harian seperti biasanya. di bawah bimbingan santri kelas VI.00. masing-masing untuk bahasa Inggris. jam 20. Malam hari. dilanjutkan lari pagi wajib untuk para santri. Arab. jam 13. sesetelah jama’ah subuh. Setelah lari pagi diadakan kerjabhakti membersihkan lingkungan kampus. latihan percakapan bahasa Arab/Inggris. dan Indonesia. Tidak ada perubahan dari jadwal harian Dua jam terakhir pelajaran pagi digunakan untuk latihan pidato dalam bahasa Arab. Siang. Kegiatan Mingguan Untuk memberi gambaran tentang kegiatan di Pondok Pesantren Darul Ma’rifat dalam kurun waktu seminggu. Latihan pidato ini 128 .esok hari jam 04.30 ada latihan pidato dalam bahasa Indonesia. Jadwal Mingguan No 1 2 Hari Sabtu Ahad Kegiatan Tidak ada perubahan dari jadwal harian Pagi hari sesuai jadwal harian Pagi hari seperti jadwal harian. Selanjutnya acara bebas. 3 4 Senin Selasa 5 6 Rabu Kamis 7 Jumat Perlu sedikit diterangkan mengenai sebab kegiatan mingguan di atas: • Latihan pidato Latihan pidato diadakan 3 kali seminggu.

• Lari Pagi dan Latihan Percakapan Arab/Inggris Lari pagi diadakan seminggu dua kali: Selasa dan Jum’at.ditangani oleh Bagian Pengajaran dan guru-guru pembimbing. Pakaian yang dikenakan peserta adalah seperti pakaian masuk kelas pagi: baju warna polos dimasukkan ke celana dan bersepatu. Acara pidato dipimpin oleh seorang pembawa acara. tanggapan dan komentar atau ulasan dari kira-kira 5 peserta selain anggota kelompok yang sedang bertugas yang ditunjuk oleh pembawa acara. training. dan sepatu. Santri dibagi dalam kelompok-kelompok terdiri dari lebih kurang 40 orang. pidato-pidato secara bergiliran oleh anggota kelompok yang bertugas. Tiap-tiap kelompok itu dibagi lagi menjadi beberapa kelompok kecil lebih kurang 8 orang untuk memudahkan penggiliran tugas berpidato ataupun piket menyiapkan dan membersihkan ruangan. Tiap-tiap anggota kelompok yang mendapatkan tugas berpidato untuk bahasa tertentu menulis persiapannya dalam buku khusus untuk kemudian diserahkan kepada pembimbing latihan pidato untuk dikoreksi. Setiap asrama 129 . terakhir penutup. dimulai dengan pembacaan al-Qur’an. selanjutnya pembukaan. adapun pembicara semuanya mengenakan dasi. Lari pagi ini diatur oleh Bagian Olahraga dan dipimpin secara langsung oleh pengurus asrama. Pakaian lari pagi adalah pakaian olahraga: kaos. pengabsenan dan pengumuman-pengumuman mengenai petugas untuk kesempatan-kesempatan berikutnya serta nasehat-nasehat dari pembimbing. pembawa acara berdasi dan mengenakan jas. Setelah dikoreksi buku dikembalikan ke pemiliknya untuk dibaca dan dihapalkan guna dipidatokan pada waktu yang telah ditentukan.

Sebelum lari pagi mereka mengadakan latihan percakapan bahasa Arab/Inggris dengan topik dan teks yang sebelumnya telah dibagikan. dan santri wajib mengenakan kaos tersebut saat lari pagi. Bagian olahraga kamar dan ketua kamar memimpin langsung lari pagi untuk setiap kamar dan untuk kelompok asramanya dipimpin oleh bagian olahraga asrama dibantu oleh ketua asrama dan bagian keamanan asrama. Sehari sebelumnya. Seusai Salat Subuh santri langsung berganti pakaian olahraga.. Latihan dimulai dengan upacara pembukaan (pengibaran bendara) dan ditutup dengan upacara penutupan (penurunan bendera). untuk latihan Kamis sore itu di tempat yang ditentukan. di bawah pengawasan bagian penggeraka bahasa dan bagian penggerak bahasa di asrama-asrama. di antaranya pioneering. Setiap gugusdepan dibagi lagi menjadi pramuka penggalang dan penegak. para andika dan pembina serta pembantu pembina telah menyiapkan perangkat-perangkat latihan yang diperlukan.Setelah latihan percakapan selesai.5 km. Santri dibagi menjadi 9 gugusdepan demikian pula pembina dan pembantu pembinanya. untuk hari Selasa dan 4 km.. dikomando mulai lari per anggota kamar dan per asrama. untuk hari Jum’at.mempunyai kaos tersendiri untuk lari pagi. yakni Rabu sore. • Latihan Pramuka Latihan pramuka ditangani oleh organisasi kepramukaan yang ada. Penggalang dibagi lagi 130 . kemudian secara per kamar dan per asrama menuju tempat yang telah ditentukan. Jarak tempuh lari pagi lebih kurang 2. dengan dibantu oleh pembina-pembina pramuka dari seluruh siswa kelas V. Dalam berlatih pramuka seluruh santri wajib memakai pakaian pramuka dan atribut-atribut yang telah ditentukan.

yang bertujuan mengenalkan kepada santri kehidupan di Pondok secara menyeluruh. berkemah. ketangkasan. bulutangkis. dan beladiri. tenis meja. menulis cerpen. ketrampilan. pembantu pembina harus mempunyai persiapan tertulis di buku yang telah dicetak untuk kepentingan tersebut. tarik suara. Kegiatan Tahunan Di antara acara tahunan yang sangat penting adalah penyelenggaraan Pekan Perkenalan Khutbatul `Arsy (orientasi kePesantrenan). Acara-acara yang diadakan pada Pekan Perkenalan ini antara lain: • • Pengajaran lagu Hymne Pondok (Oh Pondokku) untuk siswa baru. kaligrafi. 3. baris-berbaris dengan segala variasinya. Materi-materi latihan sangat variatif yang meliputi latihan upacara. volk song. selanjutnya semuanya dibagi lagi menjadi sangga-sangga. dan terap. rakit. Pekan olahraga dan seni. dll. SAR. P3K. Di samping itu pada pekan ini juga diadakan lomba-lomba permainan dan ketangkasan yang menghibur. dan sepak takraw. penegak juga dibagi menjadi satuan bantara 1 dan 2 serta laksana 1 dan 2. bernyanyi. Dalam melatih. semaphore. sepak bola. tali-temali. Persiapan latihan itu diserahkan kepada Majelis Pembimbing Gugusdepan. Olahraga yang dilombakan meliputi: atletik. Pembantu pembina yang melatih tanpa persiapan akan dikenai sangsi. bermain. bola basket. Sedangkan lomba seni meliputi: baca puisi. voly. sandi-sandi.menjadi satuan-satuan ramu. terdiri dari guru-guru yang ditunjuk. untuk diteliti dan disahkan. kemudian masing-masing dibagi menjadi regu-regu. 131 .

pencak silat. Reog. Jaranan. Seterusnya barisan konsulat-konsulat seluruh Indonesia dan luar negeri. kemudian diselingi dengan atraksi-atraksi: Marching Band Pondok. yang dihadiri oleh pondok-pondok cabang dan pondok-pondok yang dikelola alumni. apel ini wajib diikuti oleh seluruh santri dan guru. dan mobil hias (semuanya milik Pondok dan keluarga Pondok). Gajah-gajahan. selama 3 hari. Seluruhnya kemudian secara teratur dalam barisan masing-masing keliling desa sekitar Pondok. Acara ini diawali dengan upacara dan yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah Pimpinan Pondok. Kuliah Umum Khutbatul `Arsy • Demonstrasi bahasa (bahasa daerah dan bahasa internasional). barisan pramuka peserta Jambore dan Raimuna dari pondokpondok cabang dan pondok alumni Gontor.• Jambore dan Raimuna. • • • • • Lomba cerdas tangkas antar asrama Lomba membaca al-Qur’an dengan lagu atau MTQ Lomba senam antar rayon (asrama) Lomba baris-berbaris antar rayon Apel Tahunan. diadakan di lapangan Pondok. ketangkasan menunggang kuda. senam ketangkasan. 132 . selanjutnya barisan sepeda dan becak hias. Bhinneka tunggal ika (barisan santri yang mengenakan pakaian suku-suku di seluruh Indonesia). ketangkasan naik sepeda. Seusai upacara diadakan parade barisan yang terdiri dari barisan Pengibar bendera. Santri atau guru yang absen dari acara ini dikenai skors selama setahun. sepeda motor hias. Ondel-ondel Betawi. barisan (sebab) kelas VI. barisan (sebab) guru KMI.

) Sebagaimana telah disebutkan di atas. misalnya kursus sore dan belajar bersama waktu malam. Kegiatan belajar di kelas di luar waktu belajar pagi.• • Pentas rebana dan teater Pentas aneka seni dan budaya ``Aneka Ria Nusantara`` yang menampilkan aneka budaya daerah ditampilkan oleh santri yang berasal daerah tersebut. tampaknya sulit untuk bisa memberikan batasan-batasan yang tegas tentang perbedaan kegiatan intra dan ekstra kurikuler (akademik dan non-akademik) dalam pendidikan dan pengajaran yang diselenggarakan di dunia Pesantren. Pengalaman belajar bersama 133 . teaterikal puisi. dapat dikategorikan ke dalam dua kemungkinan jenis kegiatan. choir. beladiri. drama. lenong. pantomim. Kegiatan tersebut dapat menunjang kegiatan akademik kurikuler belajar pagi dalam rangka pencapaian tujuan akademik. dll. tetapi juga sekaligus dapat memberikan pengalaman belajar dalam tercapainya tujuan-tujuan pengalaman dan sikap sosial. rebana dan nasyid. komedi. musik pop dan dangdut. Festival lagu dan baca puisi Pentas musik santri KMI Pentas musik mahasiswa Drama Arena (pentas seni oleh siswa kelas V. • • • • • Lomba vocal group antar rayon. acaranya mirip dengan Panggung Gembira) • Panggung Gembira (pentas seni siswa kelas VI. yaitu intra-kurikuler dan ekstra-kurikuler. antara lain: pentas wayang orang.

pengorganisasian. ketrampilan. dan nilai-nilai moral. Perencanaan. penerbitan. manusia yang tidak asing dari kehidupan masyarakat. kewarganegaraan. ketrampilan. kesehatan. Nilai-nilai yang dikandung dalam segala kegiatan di atas meliputi nilai kemasyarakatan. 134 . pelaksanaan. dijumpai juga kegiatan-kegiatan sosial yang bertujuan ke arah tercapainya tujuan-tujuan pendidikan sosial. menerima tamu. dan penilaian kegiatan-kegiatan santri dilaksanakan oleh santri sendiri secara self-government melalui wadah organisasi-organisasi yang ada. dan kegiatan-kegiatan kepramukaan. Tujuan umum dari kegiatan-kegiatan ini ialah mempersiapkan anak untuk menjadi manusia masyarakat. kepemimpinan. diskusi. mengelola koperasi. Dari sini dapat diharapkan tercapainya pengembangan dan pembinaan sikap sosial di bidang kepemimpinan. partisipasi. dan tanggung-jawab. menjadi anggota yang aktif dan konstruktif. olahraga. latihan pidato. Di samping kegiatan-kegiatan sosial yang bernilai akademik dan kegiatankegiatan akademik yang bernilai sosial. termasuk kegiatan kesenian.yang menumbuhkan sikap sosial ini perlu bagi santri untuk bekal mereka terjun ke masyarakat. sesuai orientasi dan Gerakan kemasyarakatan dari pendidikan dan pengajaran di Pondok ini. koperasi. Tentu saja semua ini berlangsung dengan bimbingan intensif dan efektif dari para guru terutama Staf Pengasuhan Santri dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan. seperti Pramuka yang mengola segala kegiatan di luar jam pelajaran pagi. dan mampu meneropong masyarakat serta mengadakan pembaruan dalam kehidupan mereka.

Potret Asrama Dan Santri Penyelenggaraan asrama untuk para santri di Pondok Pesantren Salafiyah berbeda dengan penyelenggaraan asrama di Pesantren jenis kholafiyah. apa lagi asrama bagi pelajar dan mahasiswa. Imam Turmudzi dan lain-lain. Mesir.B. Dalam mewujudkan bangunan pada Pondok Pesantren Salafiyah biasanya ada 135 . ada yang kemudian diwakafkan untuk umat Islam dan ada pula yang masih tetap berstatus milik keluarga kyai yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Imam Syafi’i. Al – Ghozali. Karena banyaknya santri yang datang mereka pun berupaya mendirikan pondok di sekitar rumah kyai atau mesjid. nama-nama asrama sebab diberi nama dari mana dana pembangunan asrama itu di dapat. seperti . Berdirinya asrama untuk para santri yang lazim disebut ‘ pondok ‘biasanya bermula dari adanya seorang kyai yang ‘ alim yang relatif menguasai ilmu-ilmu agama Islam yang menetap di suatu tempat (bermukim). Kemudian datanglah santri-santri yang ingin belajar kepadanya dan turut pula bermukim di tempat tersebut. atau bisa dengan haruf abjad dari A sampai Z. tiap bangunan asrama didirikan berdasarkan asal daerah dan diberi nama sesuai dengan nama asal daerah masing-masing atau mengambil nama – nama tokoh ulama salaf. Di Pondok Pesantren Salafiyah. menunjukkan dana yang digunakan untuk pembangunan asrama tersebut dari Al-Azhar Cairo. misalnya di pondok Kempek Ciwaringin Cirebon. Di komplek Pondok Gotor. Contohnya gedung Al-Azhar. tentunya kepentingan pendidikan Islam bagi masyarakat. Biasanya tanah yang dibangun untuk pondok tersebut tanah milik pribadi kyai.

Pengolahan asrama di Pesantren Salafiyah biasanya dipimpin oleh seorang ketua yang kazim disebut ‘Lurah Pondok ‘ yang dilengkapi dengan susunan kepengurusan dan 136 . seperti yang terjadi pada dewasa ini di kebanyakan Pesantren khususnya di Kabupaten Cirebon. seperti . Segala kebutuhan material ditanggung bersama-sama orang tua / wali santri dan atau bisa dibantu oleh para donatur sesama daerah. yang bertugas emmantau dan memberikan pengajaran bahasa di rayon. Pesantren Kempek. di pondok Darul Ma’rifat dikenal dengan istilah Rayon. dan ketrampilan. kesenian. alumni dan masyarakat dapat memberi konstribusi berupa dana maupun material seikhlasnya. dibantu oleh sekretaris. Pertama : orang-orang tua / wali santri dari asal daerahnya masing-masing dikoordinir oleh seorang koordinator membangun asrama untuk para putranya yang siap bermukim. Kedua : dirancang dan diprakarsai langsung oleh kyai yang dalam pelaksanaannya di serahkan kepada orang keperceyaannya. bendahara. dan beberapa seksi seperti seksi keamana. para orang tua / wali santri. olahraga.dua cara yang biasa dilakukan. diketuai oleh seorang kepala Rayon. Pesantren Babakan Ciwaringin yang saat itu masih bentuk Salafiyah murni. Kepengurusan asrama. kesehatan. kyainya sendiri hampir tidak tau menau urusan bangunan asrama hanya menyediakan tanah milik pribadi di sekeliling rumahnya dan masjid. Pengurus rayon ini dibantu juga oelh kepengurusan lain yang dinamakan organisasi penggerak bahasa Pondok Pesantren. seperti yang terjadi di beberapa Pesantren Salafiyah di Kabupaten Cirebon pada tahun 1970 an kebalakang. Pengelolaan asrama di Pondok Darul Ma’rifat ditangani oleh personel-personel yang diangkat oleh organisasi pelajar.

Calon-calon Ketua yang akan dipilih adalah mereka yang telah mendapat restu dari kyainya. selain yang mengarah dan relevan dengan pendidikan akan berdampak negatif. sehingga dengan sistem makan yang demikian secara langsung dapat menjalin hubungan emosional antara santri dengan masyarakat sekeliling Pondok Pesantren dan masyarakat sendiri merasa diuntungkan dengan adanya Pondok Pesantren. sedang para pembantunya diserahkan kepada Ketua untuk memilih. Bagi mereka yang malas memasak bisa makan sepenuhnya di warung. mereka jelas harus makan di asrama dalam satu koordinasi. Masa jabatan pengurus tergantung aturan yang ditetapkan Pesantren masing-masing. Hal ini berbeda dengan Pesantren jenis kholafiyah (modern). sedang untuk lauk pauknya bisa membeli di warung-warung milik masyarakat di sekitar pondok. para santri terbiasa dengan pola hidup sederhana dan mandiri. Seorang Katua asrama biasaya dari santri senior yang dipilih secara demokratis oleh perwakilan-perwakilan dari tiap-tiap kamar asrama. alat-alat kebutuhan belajar hingga pakaian telah tersedia. umunya para santri menanak nasi sendiri secara berkelompok masing-masing kamar. Di Pesantren jenis ini para santri dikenakan berbagai biaya termasuk uang makan tiap bulannya. Manfaatnya di sisi yang lain. mereka harus membeli semua kebuthan di asrama. Atau untuk seorang Ketua asrama bisa ditunjuk langsung oleh kyainya. 137 . dengan jatah bekal yang diberikan orang tua dituntut harus mampu mengatur dalam pengeluarannya. Sistem makan di Pesantren Salafiyah. bahkan hampir semua jenis kebutuhan santri dari makanan. Sebenarnya pengkoordinasian secara penuh dalam segala aspek kebutuhan santri di asrama.dibantu seksi-seksi sesuai kebutuhan.

yang terpenting adalah terciptanya situasi di asarma yang kondusif yang menunjang keberhasilan belajar para santri dalam sistem pengawasan di bawah pimpinan seorang kyai. biaya listrik biaya-biaya keperluan harian di asrama dan lain-lain. baik secara langsung maupun tidak langsung. Organisasi Santri Kegiatan organisasi di Pondok Pesantren merupakan kegiatan yang sangat diminati oleh santri pondok.akan terganggunya kreatifitas. Pembahasan tentang organisasi Pondok Pesantren akan dibagi dalam 138 . Tetapi untuk biaya-biaya yang berat. santri-santri yang ‘alim yang dapat mengamalkan ilmunya sebagaimana dicontohkan kyainya sebagai pengambdian kepada agama Allah. biasanya santri-santri dipungut biaya sekedarnya yang relatif cukup murah bila dibanding dengan tempat-tempat lain yang lazim disebut ‘ianah atau syahriyah. Sehingga Pesantren Salafiyah ini dapat melahirkan kader-kader muslim militan. jiwa demokratis dan hubungan sosial kemasyrakatan bagi para santri yang merupakan bagian dari ruh Pondok Pesantren. oleh karena itu santri di Pondok Pesantren membentuk wadah organisasi tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kegiatan yang dilakukan. C. Untuk biaya operasional asrama di Pesantren Salafiyah ini. seperti untuk keperluan sarana administrasi. seperti rehab bangunan fisik asrama maupun upaya pengembangan mengingat santri bertambah banyak bisa dari kyainya sendiri. meski tidak harus menjadi kyai memimpin Pondok Pesantren. swadaya para alumni dan masyarakat maupun sumbangan dari pemerintah penyelenggaraan asrama di Pondok Pesantren Salafiyah yang dikelola secara organisasi ini di samping merupakan tempat para santri bermukim.

Seluruh kehidupan santri selama berada di dalam Pondok diatur oleh mereka sendiri (self-government) dengan dibimbing oleh santri-santri senior atau guru-guru. dan Moto pendidikan dan pengajaran Pondok. Falsafah. Hal ini dimaksudkan untuk memberi bekal dan pengalaman kepada santri untuk hidup di masyarakatnya kelak. di tiap konsulat otomatis menjadi kandidat. Pemilihnya adalah seluruh anggota konsulat termasuk santri kelas VI. Dua kandidat peraih suara terbanyak maju untuk ke pemilihan lebih lanjut untuk menentukan formatur yang terdiri dari 6-10 orang. Kegiatan-kegiatan ini selalu didasari oleh Panca Jiwa. Pengurus Organisasi Pelajar adalah santri-santri kelas V dan VI (setingkat dengan kelas II dan III SMU) yang terpilih melalui musyawarah. Kegiatan berorganisasi ini merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan santri sehari-hari. Induk organisasi santri di Pondok ada dua : Organisasi Pelajar Pondok (OPPM) dan Gerakan Pramuka. Organisasi Santri di Pondok Modern Kegiatan berorganisasi di Pondok telah diadakan sejak awal berdirinya Pondok ini. Proses pemilihan berlangsung sebagai berikut: Seluruh santri kelas V yang berasal dari kelas reguler. Formatur tersebut kemudian memilih di antara mereka 139 . bukan intensif.kegiatan organisasi di Pondok Pesantren Ashriyah (Modern) dan Pondok Pesantren Salafiyah (Tardisional). Untuk gerakan pramuka akan dikemukakan dalam pembahasan tersendiri. sebab berorganisasi di Pondok ini berarti pendidikan untuk mengurus diri sendiri dan tentu saja orang lain. 1.

Bagian-bagian tersebut terdiri dari pengurus harian: ketua. koreksian.diajukan untuk ikut dalam setiap konsulat kemudian mengajukan 2 orang yang akan duduk sebagai pengurus berasal dari utusan tiap-tiap konsulat yang dipilih oleh anggota konsulat. Para utusan terpilih itu kemudian memilih di antara mereka formatur yang akan menentukan ketua dan susunan pengurus selengkapnya. Pimpinan Pondok biasanya memberikan tanggapan.kegiatan santri di dalam Pondok diurus oleh 20 bagian dalam . Susunan pengurus yang dirancang itu dikonsultasikan ke wali kelas dan staf Pembantu Pengasuhan Santri. penilian. seluruh pengurus Organisasi ini melaporkan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan selama setahun di depan seluruh santri dan guru-guru serta pimpinan-pimpinan lembaga dan Pimpinan Pondok. Acara laporan pertanggungjawaban dan serah terima jabatan ini biasanya berlangsung 2 hari. Seusai laporan pertanggungjawaban diadakan serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru terpilih. Pada setiap akhir masa jabatan. bendahara. a. dan 140 . dan arahan-arahan pada acara-acara seperti itu dengan menegaskan bahwa semua ini adalah untuk pendidikan. sekretaris. terakhir dikonsultasikan ke Pimpinan Pondok. santri diliburkan dari kegiatan belajar di kelas. Bagian-bagian Kegiatan. Pada setiap bulan Ramadan atau sebelum memasuki tahun ajaran baru mereka mengadakan Musyawarah Kerja untuk merancang Program Kerja selama satu periode masa bakti. Mengingat pentingnya acara ini sebagai wahana mendidik bergorganisasi.

memberikan arahan dan mengontrol tiap-tiap bagian dalam menjalankan tugas-tugasnya. disiplin makan dan minum. sekretaris asrama. ke dalam dan ke luar. kursus-kursus bahasa. dan 16 bagian yang lain. yaitu: Bagian Pengajaran. Tugas-tugas dari bagian-bagian Secara singkat. dan konsulat-konsulat. Bagian Kesenian. sekretaris klub-klub dan kursus-kursus. Bagian Penerimaan Tamu. Di antara tugas Bagian ini adalah: • Mengawasi dan mengontrol disiplin berjama’ah. jalannya latihan berpidato. disiplin berolahraga. 4) Bagian Keamanan: bertanggungjawab atas berjalannya disiplin dan sunnahsunnah Pondok serta terjaganya ketertiban dan ketentraman Pondok. b. klub-klub olahraga. Bagian Penatu. Bagian Warung Pelajar.keamanan. 3) Bendahara: bertanggungjawab mengatur keuangan dan mengkoordinir bendahara asrama-asrama. Bagian Penerangan. Bagian Penggerak Bahasa. Bagian Kesehatan. 2) Sekretariat: bertanggungjawab atas ketertiban administrai atau ketatausahaan organisasi dan memipin sekretaris bagian-bagian . Bagian Perpustakaan. santri-santri yang 141 . Bagian Kesenian. tugas bagian-bagian dari organisasi santri tersebut diatas adalah sebagamanan yang digambarkan di bawah ini : 1) Ketua: bertanggungjawab atas kelancaran pekerjaan tiap-tiap bagian dalam. Bagian Fotografi. Bagian Koperasi Dapur. sekretaris konsulat. Bagian Koperasi Pelajar. disiplin berpakaian. bertanggungjawab atas jalannya . dan Bagian Bersih Lingkungan. Bagian Olahraga.

yaitu berpacaran. rambut santri. Masalahnya bukan terletak pada nilai pulpen. Sedangkan alasan pengusiran berkelahi adalah di lingkungan Pondok. Maka segala tindakan yang dapat merusak iklim pendidikan tersebut harus dijauhkan. misalnya mencuri. dan bahkan anak Kyai juga dikenai sanksi jika melanggar. Beberapa alasan edukatif dijadikan landasan pengusiran pelanggaran ini. menyensor seluruh surat dari luar Pondok yang dialamatkan kepada santri. Contohnya.bepergian ke luar kampus. Pelanggaran berat bisa yang bisa menyebabkan pelakunya diusir. tetapi lebih ditekankan pada jiwa mencuri. termasuk keluarga pondok. di lain waktu bisa mencuri sesuatu yang lebih besar. Di tambah lagi berkelahi itu bertentangan dengan jiwa ukhuwwah Islamiyah. dll. apapun yang dicuri. berkelahi. siapa saja yang melanggar mesti dikenai sanksi yang berlaku. • Mendisiplin dan memberi sanksi santri-santri yang melanggar. Santri yang mencuri berarti sudah ada jiwa mencuri di dalamnya. Jiwa yang berupa keberanian untuk mencuri ini yang berbahaya. tidur malam santri. piket-piket asrama dan piket malam. menghina pengurus. Santri yang mencuri. meskipun hanya pulpen akan diusir. Ada pelanggaran berat dan ada pelanggaran ringan. mencuri. sekarang mungkin mencuri pulpen. Pemberian sanksi ini tidak pilih kasih dan tidak pandang bulu. karena sudah mempunyai jiwa pencuri. salah seorang anak Kyai—sekarang menjadi salah seorang Pimpinan Pondok—juga pernah diberi sanksi cukur gundul karena meninggalkan kampus tidak sesuai dengan ketentuan 142 . Pondok adalah lembaga pendidikan. bukan nilai benda yang dicuri. bukan bengkel. hal-hal yang merusak kedamaian tidak boleh ada.

Santri yang telah diizinkan itu diberi surat izin dan kartu perizinannya ditinggal di Kantor Bagian Keamanan. Jika diberi izin maka dia dibolehkan keluar Pondok ke tujuan yang dimaksud. imam shalat dan khatib jum’at. alasan. dan diskusi kelas V serta bertanggungjawab atas ketertiban dan kebersihan masjid. Di kartu itu tercatat hari. 5) Bagian Pengajaran: bertanggungjawab atas pelaksanaan pelajaran sore. Santri yang akan ke luar kampus harus izin ke Keamanan Pusat. dan menempatkan surat kabar di beberapa etalase yang tersedia. dan tempat tujuan yang akan didatangi. Esok harinya santri yang izin itu menghadap ke Kantor Keamanan Pusat untuk mengecek apakah dia diberi izin atau tidak. • Menangani perizinan santri untuk keluar kampus. Ini merupakan penanaman jiwa egaliter yang dapat menjadi motor dan jiwa penegakan disiplin. latihan dan lomba pidato santri. jam’iyyatul qurra’. Dari kartu itu dapat diperiksa frekuensi izin yang bersangkutan. dengan cara menyerahkan kartu perizinan kepada Sekretaris asrama sehari sebelumnya. menyediakan sound system dalam setiap kegiatan di Pondok yang memerlukannya.yang berlaku. tanggal. 6) Bagian Penerangan: bertanggungjawab atas penyebaran berita-berita dari dalam Pondok dan dari luar. peringatan hari-hari besar Islam. • Menyediakan trayek kendaraan kediri-Darul Ma’rifat pada hari-hari libur atau pada hari-hari menjelang santri kembali ke Pondok setelah liburan. Bagian ini juga 143 . memutar lagu-lagu dan instrumentalia.

dekorasi. antara lain melalui pengkayaan kosa kata.membawahi penerbitan koran dinding dwi-mingguan ``Darussalam Post``. baca koran dan majalah serta kitab. debat. letter dan dekorasi. elektronik. dll. membuat sabun. membuat limun. melukis. mengarang karya ilmiah dan cerpen. pentas. musik (drum. misalnya: sablon. ekshibisi dan publikasi karya. dan memberikan penjelasan tentang Pondok kepada para tamu yang datang. gitar. percakapan. melukis. serta 144 . 8) Bagian Ketrampilan: bertanggungjawab atas penyelenggaraan berbagai kursus ketrampilan untuk santri. Koran ini dikelola santri-santri kelas III-V. drama. 7) Bagian Penggerak Bahasa: bertanggungjawab atas jalannya disiplin berbahasa (Arab dan Inggris) serta usaha-usaha peningkatannya. pemutaran kaset dan video serta CD (berita. majalah dinding. merangkai bunga. dan piano). lagu. merangkai janur. dan film). organ. drum. dan reportase olahraga). percakapan. melayani. dll. lomba (cerdas cermat. kaligrafi. Bagian ini membawahi bagian penggerak bahasa di asrama-asrama santri serta klub-klub kursus bahasa Arab dan Inggris. 10) Bagian Penerimaan Tamu: bertanggungjawab menyambut. Bagian ini juga mempunyai studio musik dan art gallery. menerjemah. Klub-klub dan kursus-kursus kesenian yang ada di bawah bagian ini antara lain: teater. 9) Bagian Kesenian: bertanggungjawab menanamkan dan mengembangkan jiwa seni di kalangan santri dengan mengadakan berbagai kursus. lomba kesenian. tarik suara. calung. beladiri. membuat akuarium. baca puisi. kursus. dan menerbitkan teks-teks dan buku.

15) Bagian Kesehatan: bertanggungjawab memberikan pelayanan kesehatan santri. bekerjasama dengan masyarakat sekitar Pondok. 16) Bagian Perpustakaan: bertanggungjawab mengelola perpustakaan santri. dan koordinasi seluruh klub olahraga yang ada. 3 lapangan sepak bola. Ada olahraga yang wajib diikuti oleh seluruh santri yaitu lari pagi 2 kali seminggu (Selasa pagi dan Jum’at pagi). Sarana olahraga yang tersedia di Kampus Pondok antara lain: 1 Gedung Olah Raga yang memuat 2 lapangan basket dan atau 6 lapangan bulutangkis. makanan. dll.menyediakan konsumsi dan akomodasi untuk para tamu itu. Pesantren Cup. 145 . 11) Bagian Koperasi Dapur: bertanggungjawab atas pengelolaan dapur santri. 3 lapangan basket di tempat terbuka. 13) Bagian Koperasi Warung Pelajar: bertanggungjawab atas pengelolaan warung pelajar termasuk penyediaan makanan ringan dan lauk-pauk. 12) Bagian Toko Koperasi Pelajar: bertanggungjawab atas pengelolaan toko pelajar dan penyediaan kebutuhan santri sehari-hari. peralatan tulis-menulis. mulai buku/kitab. 2 lapangan bulutangkis di tempat terbuka. perangkat senam dan bodybuilding. porseni. 2 lapangan voly. pakaian. perangkat atletik. souvenir. beberapa meja tenis. 14) Bagian Olahraga: bertanggungjawab atas kegiatan dalam seluruh cabang olahraga yang ada. 3 lapangan sepak takraw. mengelola toko obat-obatan. perlengkepan mandi dan mencuci. bekerjasama dengan Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM).

Organisasi Santri Pondok Salafiyah Untuk profil kegiatan santri di Pondok Pesantren Salafiyah dalam bahasan ini diambil dari Pondok Pesantren Kempek dan Kaliwungu Cirebon. dimana organisasi ini juga membawahi beberapa organisasi. organisasi daerah. buletin. mendokumentasikan berbagai kegiatan di Pondok dalam bentuk foto dan video. mengadakan kursus fotografi. antara lain: organisasi asrama. Organisasi Pelajar Pondok merupakan organisasi induk. 19) Bagian Fotokopi: bertanggungjawab memberikan pelayanan fotokopi kepada para santri dan berbagai pelayanan yang erat dengan masalah fotokopi. 18) Bagian Fotografi: bertanggungjawab menangani foto-foto dokumentasi Pondok. 2. penghijauan. dan klub-klub kursus bahasa. dan pelestarian tanaman-tanaman di lingkungan Pondok. yaitu Organisasi Intra Pesantren dan Organisasi ekstra : a.termasuk pengelolaan majalah dinding. kelompok kajian. distribusi majalah dan jurnal). Organisasi santri (Salafiyah) Intra Pesantren 146 . klub-klub kursus kesenian. 20) Bagian Bersih Lingkungan: bertanggungjawab atas kebersihan lingkungan Pondok. majalah dwi-mingguan. Dalam Pondok Pesantren Salafiyah terdapat dua macam organisasi santri. 17) Bagian Penatu: bertugas mengkordinir pencucian pakaian santri yang menghendaki pelayanan pencucian. klub-klub kursus ketrampilan. klub-klub olahraga. dan sesekali mengadakan ekspo fotofoto dokumenter. warta dwiharian Syawwal. bekerjasama dengan masyarakat sekitar.

menentapkan orangorang dalam struktur kepengurusan dan merumuskan program-program kerjanya secara mendiri para santri. suatu contoh santri-santri dari Pondok Pesantren Al-Muayyad di Solo. Kendati demikian kyai berpeluang ikut mengambil manfaat dari organisasi intra tersebut walau sekedar dalam kepentingankepentingan yang ringan sifatnya. mereka membentuk organisasi yang diberi nama ‘Ikatan Santri Al-Muayyad’. Seorang ketua yang memimpin organisasi intra Pesantren ini merupakan hasil pemilihan langsung secara demokratis oleh Majelis Perwakilan Santri ( MPS) sebagai wkil-wakil santri dari tiap kamar atau cukup tiap kelompok asrama. Adapun nama organisasi bermacam-macam tergantung nama Pondok Pesantren di mana mereka belajar ( mesantren ). tidak ada campur tangan dari kekuasaan kyai. Dalam musyawarah ini di samping pemilihan pengurus juga diadakan evaluasi terhadap pelaksanaan pengurus periode lalu. Pemilihan pengurus ( ketua ) dilakukan biasanya dalam acara musyawarah tahunan yang khusus diadakan untuk acara tersebut. Para santri secara demokrasi dapat memilih ketua. Dalam sistem Pesantren Salafiyah organisasi intra merupakan wadah yang mengelola kegitan santri. merumuskan program kerja periode mendatang dan mrmbuatrekomendasi-rekomendasi yang bersifat internal 147 .Organisasi ini semacam OSIS dalam sistem sekolah atau madrasah. Organisasi santri intra Pesantren sebagimana halnya organisasi- organisasi lain dipimpin oleh seorang ketua dibantu oleh anggota pengurus lainnya. Organisasi intra Pesantren biasanya bersifat otonom.

baru ada pada sebab Pesantren saja. sekretaris dan beberapa wakil sekretaris. Sebagaimana kita maklumi. lama masa jabatan pengurus maupun diadakannya musyawarah tahunan tergantung kesepakatan masing-masing. lebih cenderung mereka membentuk kelompok ikatan emosional yang secara formal tidak ada kepengurusannya. bendahara dan beberapa wakil bendahara. 148 . di dalam struktur tersebut komposisinya terdiri dari : Penasehat. biasanya bersifat luwes dan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. kyai merupakan figur sentral Pesantren dan menjadi idola bagi para santri dalam segala aspeknya di Pesantrenya masing-masing. bertemunya santri-santri putra dengan santri putri masih dipandang tabu dalam tradisi Pesantren Salafiyah. pengurusharian yang terdiri dari ketua dan beberapawakil ketua. sedang kyai-kyainya sendiri di Pesantren jenis ini masih banyak yang kurang mengerti terhadap organisasi kurang begitu penting. Oleh karenanya di dalam organisasi santri intra Pesantren tersebut mereka terpisah. Pada yang sebenarnya organisasi santri intra Pesantren ini belum merata ada di setiap Pesantren Salafiyah. atau bahkan bagi santri-santri putri biasanya tidak memerlukan terbentuknya organisasi. Struktur organisasinya. Tetapi sebagimana lazimnya sebuah organisasi. Dengan kata lain struktur orgnisasi sangat tergantung dari besar atau kecilnya sebuah Pesantren. Sedangkan untuk seksi-seksi dapat dibentuk berdasarkan kebutuhan serta sumber daya manusia ( santri ) yang tersedia. tidak ada keharusan yang pasti melainkan fleksibel.maupun eksternal. Sebab sebagaimana dijelaskan.

Dalam kepemimpinan formal misalnya: K.H. K.H. sehingga beberapa kelebihan dan pengalaman masing-masing Pondok Pesantren bisa untuk saling melengkapi dan kemungkinan-kemungkinannya bekerja sama sesama para santri antar Pondok Pesantren. seperti : petani sukses.H. dalam dunia pendidikan. seorang alumni Pesantren Tebu Ireng Jombang. yang cukup berhasil dalam bebagai profesi pun tidaklah sedikit .H. baik bersifat lokal maupun nasional. pengusaha. namun untuk sementara ini belum ada sebuah wadah untuk menghimpun santri-santri yang berskala nasional sebagaimana hal Pramuka dalam lingkungan sekolah atau Madrasah.H. Abdurrahman Wahid. K. Sangatlah banyak tidak dapat kita hitung dengan hitungan jari. masing-masing pernah menduduki jabatan Menteri Agama RI. ketrampilan. Wahid Hasyim ( orang tua K. Sayifuddin Zuri. Dari Pondok Pesantren dapat lahir pimimpin-pimimpin yang handal baik informal maupun formal. Apa lagi menjadi pemimpin informal. K. sejarah telah membuktikan. lebih-lebih dalam lembaga pendidikan Pesantren atau pun madrasah.A Dahlan. politisi. Bila di Pesantren masing-masing kyainya 149 . takhnologi dan hal-hal lain yang bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang dewasa ini masih kita prihatinkan. Tentunya kerja sama yang paling ideal kerja yang yang mengarah pada pendidikan.Bila kita melihat potensi organisasi santri ini cukuplah besar. dalam Pondok Pesantren ternyata menyimpan kekuatan besar yang cukup dapat diandalkan. Abdurrahman Wahid ). Di samping itu. Bagitu besarnya potensi yang dimiliki Pondok Pesantren.

biasanya ia akan digundul dan kepalanya disiram dengan air ceboran. dalam belajar bersama inilah tiap-tiap kelompok memiliki pemandu yang terdiri dari seorang santri senior dari tiap kelompoknya. Kegiatan Intra Pesantren.00 keadaan Pondok Pesantren mulai hening karena kelompok- 150 .00 sampai dengan pukul 22. diteruskan mengaji kembali sampai 16. bila ada santri dilihat keluyuran. Sesudah pukul 22. waktuwaktu ini sangat ketat dan santri dilarang keluyuran antara waktu-waktu tersebut. kegiatan utama dari santri adalah mengikuti pengajian pokok yang diselenggarakan oleh Kyai dari Pondok Pesantren tersebut. para santri di Pondok Pesantren biasanya mengaji mulai ba’da subuh ( sesudah itu kembali mengaji sampai pukul 12. Antara waktu Magrib sampai Isya digunakan oleh santri untuk membaca Al Qur’an. maka akan ditangkap oleh juru piket dan ia di-ta’jir ( dihukum). antara pukul 20.00.merupakan tokoh politik atau punya kecenderungan pada politik-politik tertentu.00 santri tergabung dalam kegiatan belajar bersama yang dikenal dalam istilah Pesantren “ Musyawaroh ”. wadah/ organisasi santri ini tidak boleh di pengaruhi untuk kepentingan politik tersebut. antara waktu sholat Ashar sampai magrib ini istirahat kembali. maka kegiatan ngaji merupakan kegiatan pokok atau utama. dan biasanya digunakan untuk jalan-jalan sore. Karena Pondok Pesantren Salafiyah berbeda dengan Pondok Pesantren sistem kholafi yang menyelenggarakan kegiatan madrasah atau sekolah secara formal.00 siang dan istirahat sampai pukul 14. Sesudah sholat Isya.00.

dalam proses pembimbingan inilah digunakan metode sorogan (semacam belajar individual antara guru dan murid ). Kegiatan lain dari Intra Pesantren adalah semacam “ tutorial ” yakni santri-santri yunior dibimbing oleh para santri senior untuk mengaji dan biasanya seputar tata cara membaca kitab gundul / kitab yang tidak mencantumkan harakat.kelompok belajar yang semula terdiri dari puluhan santri mulai menyusut. Biasanya anak-anak baru ini dibimbing terlebih dahulu oleh para senior yang telah dipercaya. sedang santri-santri senior yang diberi tugas membantu Kyai dalam kalangan Pondok Pesantren disebut dengan “ badal ”. menikah di bawah tangan ( 151 . diharapkan ketika nanti santri harus belajar langsung dengan Kyainya ia telah lancar membaca dan sedikit memiliki pemahaman terhadap materi kitabtersebut. Dapat kita katakan hampir tidak ada santri baru yang masih hijau penguasaan ilmu agamanya langsung belajar pada kyainya. kegiatan yang tidak kalah pentingnya adalah “Bahsul Masail Diniyah”. hanya beberapa orang santri piket saja yang masih terjaga. kini kelompok terpecah terdiri dari kelompok-kelompok yang lebih kecil antara 3 atau 4 santri sedang diskusikan pengajian-pengajian untuk pagi harinya atau lebih memperdalam penguasaan materi kepada yang lebih pandai. ini semacam pembahasan persoalan-persoalan keagamaan dan kemasyarakatan yang sedang aktual dan berkembang dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.00 keadaan Pondok Pesantren akan cukup hening. terutama di halaman depan Pesantren. Sesudah pukul 24. Dengan belajar secara privat ini. Umpamanya persoalan Tenaga Kerja Wanita.

Pada tataran yang lebih tinggi dan ini biasanya hanya ada pada pondokPondok Pesantren besar tertentu . demontrasi dan seterusnya.seorang laki / perempuan yang menikah tidak dicatatkan pada petugas KUA. Diundangnya 152 . Karena persoalan-persoalan di atas. kurang menyentuh kebutuhan sehari-hari komunikasi santri. asuransi jiwa sampai dengan persoalan politik seperti Presiden Perempuan. kudeta terhadap kekuasaan yang syah. perdagangan saham. yang dianggap mampu juga memberikan kontribusi pemikiran terhadap masalah yang sedang dibahas. Selintas persoalan di atas. ini biasanya sang wanita menjadi istri kedua ). maka biasanya hanya santri-santri yang betul-betul mumpuni yang dapat terlibat dalam pembahasan masalah-masalah tersebut. Kebanyakan yang hadir dalam persoalan-persoalan ini adalah santri-santri senior yang cukup “ Faham ” dengan persoalan-persoalan kekinian. diadakan pula “Halaqoh” semacam seminar terhadap persoalan-persoalan yang benar-benar hangat dan sedang dibutuhkan pemecahannya dalam kehidupan masyarakat bahkan bangsa. merupakan persoalan yang cukup berat dan serius. Halaqoh biasanya tidak hanya melibatkan santri-santri dari satu Pesantren. gerakan separatisme. Umpamanya beberapa waktu yang lalu di Pondok Pesantren Al Hikam Malang dihalaqohkan persoalan hubungan antara . maka ini merupakan jawaban cerdasdari kalangan Pesantren ( yang selama ini dianggap ortodox / kuno ) terhadap persoalan yang kini sedang dihadapi bangsa. tetapi bila ditilik lebih kedalam. tetapi juga diundang dari pondok-Pondok Pesantren lain. Agama. Militer dan masyarakat sipil.

Cuma bedanya terdapat pada aktivitasnya kegiatan maupun program-program. bakti sosial dan lain-lain.peserta dari lain Pesantren. keterbukaan akan informasi dan sharing pendapat kini mulai berkembang di kalangan pondok pesanren. Kegiatan organisasi ekstra santri dalam melaksanakan kegiatannya biasanya hanya pada moment-moment tertentu saja. begitu pula sasaran programnya 153 . sejalan dengan makin intersipnya hubungan antara kalangan Pesantren dengan dunia luar. GMNI. atau HMI. silahturahmi. Kalau kita lihat organisasi ekstra Pesantren ini masih belum berjalan efektif. namun aktivitasnya ada di luar Pondok Pesantren. karena para anggota memang berasal dari suatu daerah-daerah tertentu yang berlatar belakang suku atau sosial budaya tertentu. ini mengindikasikan sebenarnya keterbukaan menerima pemikiran dari luar bukan hanya monopoli kalangan perguruan tingi saja. tetapi juga kalangan Pondok Pesantren pun telah melakukan hal yang serupa. seperti : saat liburan panjang Pondok Pesantren pada bula puasa – syawal mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang antara lain seperti : pertemuan. b. seperti . Kalau di Perguruan Tinggi Organisasi ini agak mirip dengan PMII. santri-santri asal Kabupaten Cirebon yang mesantren di Pondok Pesantren Kaliwungu. aktifitasnya masih sangat minim. atau di mana masingmasing membentuk organisasi. Organisasi Santri (Salafiyah) Ekstra Pesantren Organisasi Ekstra Pesantren anggotanya adalah santri-santri dari Pondok Pesantren. Organisasi ini sering disebut pula sebagai organisasi santri bersifat kedaerahan.

baik bagi para santri. Oleh karena itu perlu adanya perhatian yang lebih. hanya dari kita sebagai orang yang memiliki peduli terhadap keberadaan Pondok Pesantren perlu 154 .sebahagian besar masih belum jelas. suku danbangsa dengn lainnya. alumni ataupun masyarakat pada umumnya. Sehingga kurang begitu besar gaungnya di masyarakat. agar organisasi santri ekstra pesanren ini dapat secara optimal membuat dan melaksanakan program-programnya sehingga manfaatnya akan bisa lebih lagi. Manfaatnya baru bisa dilihat pada hal-hal yang bersifat praktis. khususnya dari para alumni Pesantrenya masing-masing maupun kyai. Di mana dalam ajaran Islam sendiri tidak mengenal adanya disriminatif antara daerah. Di samping itu. seperti: Sebagai penghubung antar mereka yang sedang belajar di Pondok Pesantren dengan orang tua / wali santri di daerahnya masing-masing. bisa timbul gep yangjustru akan menjadi kontra produktif dengn misi Pondok Pesantren itu sendiri yang merupakan lembaga pendidikan Islam. sebagai pneyalur informasi tentang keberadaan aktivitas Pondok Pesantren bersangkutan dengan para alumni yang kurang sempat menjalin komunikasi secara kontinyu. Hingga dewasa ini sebenarnya kekhawatiran itu belum pernah terjadi bahkan indikasi saja belumlah nampak sama sekali. Namun untuk pengembangan organisasi ini perlu dikelola secara baik dan hati-hati. dikhawatirkan terbentuknya embrio rasa kedaerahan dan rasa kesukuan yang berlebihan sehingga mengakibatkn berpandangan sempit. mengingat para anggotanya berlatar belakang dan bersifat kedaerahan atau suku tertentu.

yakni kegiatan yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan kegiatan mengaji kegiatan semacam ini mirip dengan bakti sosial yang dilakukan kalangan mahasiswa atau pelajar. dll. Cirebon . melatih anak-anak untuk belajar Al-Qur’an. membantu Kegiatan ini merupakan produk dari Pemda Jawa Barat pada masa HR. mereka dititipkan di rumah-rumah penduduk dan melakukan kegiatan bakti sosial yang berdimensi keagamaan semacam. umpamanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Salafiyah Kempek Ciwaringin Cirebon. seperti Kuningan. belajar barzanji. Di Pondok Pesantren ini ada beberapa kegiatan yang patut dicontoh Pondok Pesantren lain seperti: Santri Raksa Desa21.antisipasi agar hal-hal yang mengkhawatirkan tidak akan terjadi. Nuriana dan dilaksanakan di wilayah Jawa Barat. Kegiatan Extra Pesantren. Tapi sebaliknya diharapkan dari organisasi santri ekstra Pesantren ini dapat melahirkan tokohtokoh pemimpin yang berpandangan luas. tetapi lebih luas sebab melibatkan banyak instansi baik kalangan pemerintah maupun swasta. kegiatan ini semacam KKN. mengeraskan jalan. 21 155 . disamping juga ada kegiatankegiatan fisik semisal membuat WC sederhana. lintas daerah maupun lintas suku. baca tulis arab. Sehingga kegiatan extra Pesantren sangat kosmopoliti sehingga Pesantrenya penuh dengan aneka ragam kegiatan. tidak melulu mengaji. Dalam pelaksanaannya santri-santri yang telah mengikuti semacam “ training ” diterjunkan ke desa-desa selama kurang lebih 45 hari. Selain kegiatan santri ke desa-desa juga Pemda Jabar meluncurkan (pada tahun 2000 an ) program pos kesehatan pesantren (Poskestren) dengan pembangunan yang dibiyayai pemda diperuntukkanbagi pesantren dan lingkungannya.

program ini berbeda dengan program santri raksa desa. keterampilan-keterampilan yang biasa digunakan kalangan pedesaan seperti . Ini bukan santri-santri yang diterjunkan dalam program santri raksa usaha. motivasi ekonomi. Beberapa Pondok Pesantren melanjutkan kegiatan tersebut dengan lebih menekankan pada program pembinaan mental spiritual. Dalam pembekalan itulah nanti diketahui mana santri yang berbakat dan memiliki kemampuan yang memadai. adalah mereka yang telah dibekali dengan pelatihan-pelatihan praktis di bidang pembukuan sederhana. pembekalan biasanya selama 3 (tiga) bulan. maka mereka diwajibkan mengikuti pembekalan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Instansi lain yang terkait. hanya mereka yang berbakat dan memiliki kemampuan saja yang 156 . bila program pertama bertujuan melakukan perbantuan untuk mempercepat pembangunan khusunya pembangunan fisik dan mental. Santri Raksa Usaha. Sesudah dipilah-pilah. Sebelumnya santri-santri tersebut diterjunkan dalam kegiatan pembimbingan mereka dibagi-bagi terlebih dahulu sesuai dengan minat. kayu. sesuai dengan misi Pesantren itu. tukang batu.pembuatan anyaman.kelancaran saluran air dan seterusnya. Kegiatan santri raksa desa ini tujuannya adalah mengenalkan santri-santri Pondok Pesantren dengan realitas kehidupan masyarakat. instansi listri sederhana. tukang cukur. kueh dan seterusnya. las. bakat serta keterampilan dasarnya. maka program kegiatan santri raksa usaha bertujuan melakukan pembimbingan ekonomi kerakyatan. tentu juga karena kucuran dana dari pemerintah propinsi mulai susut.

terjun dalam kegiatan santri raksa usaha Bila kita lihat sosok tampilan santri Salafiyah adalah mereka yang tidak berpendidikan formal. mau tidak mau kita harus berguru kepada bangsa- 157 . tetapi juga ditolak cara berpakaian ( waktu itu santri dilarang memakai celana panjang. Tetapi dalam konteks alam kemerdekaan bahkan budaya dunia yang semakin mengglobal. maka mengingat bahkan konfrontatif total dengan budaya barat. sebab kita tahu hanya kalngan Pesantren saja ( disamping nasionalis lainnya ) yang betul-betul frontal dan total dalam melawan penjajah. kelompok masyarakat Pesantren merupakan kelompok yang paling gigih menentang segala sesuatu yang berasal bahkan berbau budaya barat. dasi dan sejenisnya ). Kerasnya sikap kalangan Pesantren terhadap budaya dan tradisi barat ini kalau dilihat dalam konteks perlawanan terhadap penjajah waktu itu memang patut kita banggakan. budaya persekolahan merupakan tradisi yang berasal dari orang-orang belanda yang dibawa ke Indonesia. Dan seperti kita ketahui. cara maka dengan garpu sampai dengan nama-nama yang berbau barat. Hal ini kemungkinan besar masih dihinggapi semangat anti terhadap sesuatu yang berbau nilai-nilai barat. Bukan hanya sekolah yang ditolak kalangan Pesantren kala itu. jelas-jelas merupakan sikap yang merugikan diri sendiri. bahkan ada Kyai yang “ melarang ” sama sekali santrisantrinya untuk belajar pada lembaga pendidikan formal. Seperti kita ketahui. Artinya dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dimana ada juga sisi-sisi positif budaya barat itu.

keluarga Kyai-Kyai dari Pesantren Salafiyah umpamanya. Salaf murni dan campuran (tidak murni).bangsa barat yang kenyataannya jauh lebih maju dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pondok Pesantren Salafiyah akhirnya terkotak menjadi dua kelompok. Banyaknya keluarga Kyai yang terjun dalam dunia usaha. beberapa Pesantren di Bandung. ahirnya mereka kurang memiliki kemampuan dalam mengakses persoalan-persoalan kekinian. Asembagus. Salafiyah murni ini benar-benar “ anti sekolah ” bahkan ada salah satu pondok Salafiyah dimana ada aturan tak tertulis. Tentu kedepan sangat perlu kita pikirkan bahwa dekatnya keluarga Pesantren dengan ilmu pengetahuan serta iptek “ sekuler ” tidak serta merta akan membawa mereka terhanyut kehilangan jati dirinya. Lirboyo. bahkan telah banyak anak-anak Kyai yang tamat perguruan tinggi dan ahirnya masuk menjadi birokrat. seperti kita ketahui. Salah satu kelemahan alumni Pondok Pesantren Salafiyah yang karena mereka tidak mau mempelajari ilmu-ilmu umum. Pada Pondok 158 . Dalam perkembangan berikutnya. Kempek Cirebon yang aktif dalam dunia usaha dan pertanian (Agribisnis) makin memperdekat persepsi akan pentingnya ilu-ilmu “sekuler” bagi keluarga Pesantren. mereka juga hanya berkutat pada sektor-sektor non formal. Tetapi dengan makin banyaknya umat Islam yang bergaul dengan aparat birokrasi. maka kemudian ada perubahan-perubahan yang mulai mengerah kepada hal-hal yang positif. bangunan-bangunan yang berbau lokal “ madrasah-madrasah ” harus jauh dari bangunan pondok.

untuk itu tokoh-tokoh utama dari Pondok Pesantren Salafiyah ini perlu diadakan pendekatan untuk bisa memahami betapa pentingnya pendidikan sekolah / madrasah tersebut. mereka akan terjun pada sektor-sektor non formal. kegiatan sehari-hari murni kegiatan keagamaan dan sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia sekolah dan madrasah. Alumni dari Pesantren Salafiyah jenis ini akan tampil sebagai seorang Kyai yang biasanya sangat teguh memegang norma-norma Islam dan bersifat “ agak anti pemerintah ”. Persoalannya adalah bagaimana kita mampu melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh kunci dari dunia Pesantren Salafiyah ini. 159 .Pesantren jenis ini. mereka kurang tertarik dengan dunia lain diluar itu. Problem kita adalah bagaimana menarik minat mereka yang sebenarnya sangat anti sekolah / madrasah agar sedikit demi sedikit memahami bahwa madrasah atau sekolah merupakan satu keniscayaan yang harus dilakoni. Alumni Pondok Pesantren ini karena tidak mempelajari pelajaran umum. Dalam dunia organisasi keagamaan pun alumni Pondok Pesantren ini hanya akan bersentuhan dengan kegiatan-kegiatan yang murni keagamaan. Sehingga mau tidak mau secara alami atau jangka panjang juga mereka akan membutuhkan atau bersentuhan dengan dunia sekolah / madrasah. bila tokoh-tokoh kunci ini bisa memahami dan berubah maka santri-santri Salafiyah juga akan berubah. hanya kapan dan dari mana kita memulai itulah problemnya. sebab figur ini sangat menentukan dari pendekatan yang dilakukan.

pada Pondok Pesantren model ini sistem salaf masih digunakan. tetapi materi pokok dari keseluruhan materi yang biasa diajarkan pada jenjang SLTP / MTs harus diberikan secara tuntas dan evaluasi juga harus dilakukan secara berkala dan 160 .santri salaf tidak akan ketinggalan dengan kemajuan pendidikan sekolah / madrasah yang berjalan di luar Pesantren Pendidikan pun harus dilakukan secara berjenjang. Idealnya sistem Pondok Pesantren Salafiyah adalah seperti tersebut di atas. disamping ia tetap mengaji secara salaf. artinya setelah anak dapat menempuh ujian standar SD / MI. anak-anak yang usia sekolah dasar. hanya beberapa mata pelajaran pokok saja yang diajarkan pada jenjang ini.Salafiyah campuran. Bahasa Indonesia dan seterusnya. IPA. ia juga harus belajar ilmu-ilmu pokok yang menjadi standar anak usia sekolah dasar semisal. lama pelajaran juga tidak mutlak tiga tahun. Dalam praktek umpamanya. maka tingkat SLTP / MTs. dengan pola yang sama. Matematika. artinya sistem salaf yang tidak kaku serta mutlak-mutlakan menentang segala bentuk sekolah dan madrasah. dengan cara seperti ini maka santri . tetapi pihak Pesantren memberikan kelonggaran kepada santrisantrinya untuk mengikuti pendidikan formal di luar jalur pondok. Tetapi tidak langsung larut kehilangan jati diri sehingga sistem salaf malah lebur ke dalam bentuk totak sekolah atau madrasah. kemudian di ahir jenjang pendidikan ia juga harus mengikuti evaluasi yang standar layaknya anak lulusan SD / MI. disamping tetap teguh melaksanakan aktivitas-aktivitas Salafiyahnya. bahkan pada beberapa Pondok Pesantren tertentu menyediakan lembaga pendidikan formal.

sebab kita tidak menghemndaki adanya sekelompok umat Islam yang tertinggal dalam ilmu pengetahuan dan teknologi walau mereka sendiri tidak merasa tertinggal. sebab pada hakekatnya semua manusia itu memiliki kemampuan yang sepadan sehingga jenjang pendidikan perlu diberlakukan dan ini juga digunakan untuk mencapai pendidikan yang standart. ini sangat penting untuk menjadi kontinuitas pendidikan dan keteraturan jenjang belajar. D. yang fasih melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan Al Hadist tetapi juga menguasai teoriteori Fisika. bukankah dulu para ilmuan Islam semisal.berjenjang. Kimia. Ibnu Khaldun. kita aktivis Islam akan menyaksikan santri-santri yang selalu bersarung dan berkopiyah itu. Biologi. Imam Ghozali juga merupakan sosok seorang ulama sekaligus ilmuwan sekuler. Alangkah bahagianya bila di masa mendatang. Sekalipun santri tersebut merupakan perpaduan antara kemampuan ilmu-ilmu agama dengan kepiawaian ilmu-ilmu umum. Dengan diperbolehkan anak-anak usia sekolah ikut ujian atau mendapat mata pelajaran di luar sistem ngaji salaf maka hal itu nanti akan menghilangkan tembok penyekat antara santri salaf dengan anak-anak sekolah yang selama ini terjadi dan itu sebenarnya sangat merugikan perjuangan umat Islam secara keseluruhan. Ibnu Sina. Ekonomi bahkan politik kontenporer. harus ada semacam “ kenaikan kelas ”. Potret Kegiatan PRAMUKA 161 . Matematika.

Latihan pramuka wajib untuk seluruh santri diadakan pada setiap Kamis sore. dan akhlak mulia untuk bekal para santri dalam hidup bermasyarakat. mental. • Andalan Koordinator Urusan Kesekretariatan: bertanggungjawab atas ketertiban administrasi organisasi dan memimpin sekretaris Gugusdepan. Kegiatan kepramukaan ini ditangani oleh organisasi yang disebut Koordinator Gugusdepan. dan Marching Band. 162 .Gerakan Pramuka di beberapa Pondok dianggap sangat penting sebagai sarana pendidikan yang dapat menanamkan kepribadian. • Andalan Koordinator Urusan Perpustakaan: bertanggungjawab mengangani perpustakaan pramuka. • Andalan Koordinator Urusan Keuangan: bertanggungjawab atas keuangan Koordinator. di bawah pengawasan Majlis Pembimbing Harian. sehingga seluruh santri Pondok adalah anggota Pramuka. Gugusdepan. • Andalan Koordinator Urusan Latihan: bertanggungjawab mengkoordinir latihan dan kegiatan kepramukaan. Susunan Organisasi Bagian-bagian dalam Koordinator Gerakan Pramuka Pondok ini terdiri dari: • Ketua: bertindak sebagai koordinator seluruh kegiatan organisasi dan bertanggung jawab atas jalannya program-program kerja tiap-tiap anadalan. 1. Gerakan Pramuka di Pondok Darul Ma’rifat telah mewajibkan seluruh santri untuk aktif dalam kegiatan kepramukaan. dan Marching Band.

2. Pada bulan Ramadhan organisasi ini mengadakan Rapat Kerja Koordinator untuk membahas dan menetapkan program kerja Koordinator dalam satu tahun. Gugusdepan. Kepengurusan ini berlangsung selama setahun masa bhakti yang diakhiri dengan laporan pertanggungjawaban dan seterusnya diadakan pergantian pengurus. Saka Bhakti Husada. Gugusdepan ini dibentuk untuk memudahkan pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan dalam mencapai tujuan Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka Gugus Depan mengadakan kursus-kursus orientasi. Saka Wana Bhakti. terdiri dari 9 satuan. Drumb Band. Latihan Search And Rescue (SAR) Di samping itu Koordinator Gerakan Pramuka Pondok juga mengadakan 163 . Gladian Pimpinan Regu dan Sangga. benda-benda pos dan korespondensi. Kursus dan Latihan Kepramukaan Untuk meningkatkan kualitas kepramukaan para santri. Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK). Masa Pengembangan dan Pamantapan (MPP). Di antaranya adalah: Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Gugusdepan merupakan satuan terdepan dalam Gerakan Pramuka yang menjadi wadah untuk menghimpun dan membina peserta didik sesuai dengan golongan usia dan jenis kelamin. • Andalan Koordinator Urusan Perlengakapan: bertanggungjawab mengadakan dan memelihara segala barang keperluan organisasi.• Andalan Koordinator Urusan Kedai Pramuka: bertanggungjawab menangani kedai pramuka yang menjual barang-branga keperluan pramuka. Saka Bhayangkara.

Ini berarti seluruh pengurus tidak kebal dari disiplin dan sanksi. Jika melanggar mereka juga mendapatkan sanksi yang sama. cross country. bahkan lebih dari sanksi yang dikenakan kepada para anggota.kurikuler (dalam kelas). Potret Kegiatan Belajar Santri Pada bagian ini akan dikemukakan profil kegiatan santri di madrasah. 3) Pengawasan disiplin masuk kelas mulai jam 06. cerdas tangkas kepramukaan. berikut ini uraiannya. lomba wide game. 1. E. dan tahunan. oleh guru-guru staf 164 . ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler. dilakukan oleh guru-guru senior yang bertugas secara bergantian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. tengah tahunan. 2) Pengecekan persiapan mengajar. Kegiatan yang dimaksudkan di sini bersetting di KMI (Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah.. mencipta lagu-lagu pramuka.45 WIB. Sebagaimana disebutkan di atas kegiatan KMI ini terdiri dari harian. Perlu dicatat pula bahwa seluruh pengurus organisasi ini berada di bawah bimbingan majelis guru yang disebut Staf Pengasuhan Santri. dilakukan oleh bagian Proses Belajar Mengajar dan Pembinaan Karir Guru atau guru-guru yang telah ditunjuk. lembaga pendidikan setingkat SLTP-SMU) di Pondok Pesantren Darul Ma’rifat Gurah Kediri. Kegiatan Harian Kegiatan ini meliputi: 1) Supervisi proses pengajaran.Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) Antar Gerakan Pramuka Pondok Alumni. Lomba Tingkat (LTII) Antar Gugusdepan. Kegiatan belajar di kelas ini meliputi kegiatan intra. mingguan.

baik secara langsung dan atau pada pertemuan mingguan guru hari Kamis.45. Kegiatan Mingguan Kegiatan ini antara lain: 1) Pertemuan guru KMI setiap Kamis (Kemisan) yang bertujuan untuk Pembagian tugas jum’at bersih untuk tiap kelas. 4) Pengontrolan kelas saat pelajaran berlangsung. Hasil kontrol dicatat di buku yang telah disediakan untuk dievaluasi. Pengawasan ini juga dilakukan pada waktu masuk kelas lagi setelah jam istirahat. Jika ada kelas yang kosong.00-21. berlangsung dari jam 20. keasrian. 2. guru piket tersebut segera menghubungi staf KMI yang kemudian akan mencarikan guru pengganti. untuk menjaga kebersihan 165 .dan kenyamannya. 5) Pengontrolan asrama santri saat pelajaran berlangsung oleh guru yang bertugas. Pengontrolan kelas untuk mengecek apakah ada kelas yang tidak ada gurunya dan mengetahui ketepatan waktu hadir guru di kelas. Salah satu moto pengajaran di Darul Ma’rifat berbunyi ``Kelas kosong (dari guru) itu dosa besar``.Kantor KMI. 6) Penyelenggaraan belajar malam (muwajjah) bersama wali kelas. oleh guru yang piket. agar tidak ada santri yang terlambat masuk kelas. 7) kelas. Di samping itu guru juga mengontro suasana asrama santri: kebersihan. Beberapa guru yang bertugas mendatangi asrama dan kamar-kamar santri untuk mengontrol apakah ada santri yang tidak masuk kelas dan apa alasannya serta adakah dia sudah punya surat izin tidak masuk kelas.

dll. disiplin dalam kelas. 2) Pertemuan ketua-ketua kelas (Jum’at malam) untuk menyampaikan informasi seputar aktifitas belajar-mengajar. hadis. kontrol persiapan mengajar guru. membantu mengawas ujian. dan nasehat-nasehat. Forum ini juga digunakan oleh Pimpinan Pondok untuk membicarakan program-program dan masalah-masalah Pondok secara keseluruhan. membantu menguji lisan. sebagai wahana menguji kemampuan mereka— setelah mempelajari Bahasa Arab hingga kelas V dan VI. 3. Santri diberi tugas untuk membahas persoalan-persoalan tertentu dalam akidah.) 4. Kegiatan ini berlangsung seminggu. serta kemudian membuat dan menyerahkan laporan tertulis mengenai hasil kajiannya kepada guru pembimbing. fiqih. Kegiatan Tahunan Kegiatan-kegiatan ini lebih merupakan penunjang untuk keberhasilan belajar siswa. Kegiatan Tengah Tahunan Program tengah tahunan di KMI adalah ujian semester I dan II. tasawwuf. 2) Fath al-Mu’jam: latihan dan ujian membuka kamus berbahasa Arab untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan berbahasa Arab santri. Program ini meliputi: 1) Fath al-Kutub: Kegiatan ini adalah latihan membaca kitab (terutama kitab klasik) untuk kelas V dan VI. Ujian ini dipanitiai oleh beberapa guru yang diberi amanat dengan dibantu oleh seluruh siswa kelas VI (membantu kesekretariatan. terutama dalam 166 . meliputi absensi guru.. tafsir.mengevaluasi kegiatan belajar mengajar selama seminggu. dll.

di bawah bimbingan guru-guru yang sudah menunaikan haji. kelas-kelas yang dipakai praktek dipindahkan ke ruangan yang memadai. 4) Amaliyat al-Tadris. Seluruh anggota menyerahkan kelompok dan pembimbing. untuk 167 . d) Amaliyah pertama oleh beberapa (5-7) siswa dilaksanakan. berbadasarkan rangking nilai ulangan. juga guru yang praktek itu sendiri. Selulruh anggota kelompok dan pembimbing ikut masuk ke dalam ruang kelas tempat praktek mengajar untuk mengamati dan mengevaluasi jalannya proses pengajaran. berdasarkan kelompok-kelompok yang telah ditentukan. 2 hari. Karena ini masih kelompok besar. Ulangan ini untuk mendalami materi dan sekaligus menentukan santri-santri yang akan mengadakan praktek mengajar pertama kali. untuk kemudian membuat SAP. 3) Manasik al-Haj: latihan ibadah praktek ibadah haji bagi siswa baru. c) Penunjukkan siswa-siswa yang akan praktek mengajar pertama. Program ini diselenggarakan sebagai berikut: a) b) Diadakan pengarahan-pengarahan amaliyah ini. e) Seusai praktek mengajar diadakan forum evaluasi/kritik. 1-2 hari. yakni praktek mengajar untuk siswa kelas 6. lembaran evaluasi/kritik yang telah ditulis kepada pembimbing utama. berlokasi di lingkungan kampus.menelusuri dan mencari makna kosa kata. di bawah bimbingan guru senior. Dilanjutkan dengan ulangan-ulangan tertulis dan langsung dikoreksi mengenai seluruh materi ilmu pendidikan dan didaktik-metodik pengajaran.

kemudian dibacakan satu-persatu hinga selesai. Ini biasanya berlangsung 2 hari. Evaluasi/kritik diberikan ke keseluruhan gerak-gerik dan kegiatan guru selama mengajar, termasuk cara menyampaikan pertanyaan, cara menulis, dll., tetapi yang lebih dipentingkan adalah kritik terhadap metode dan sistematika pengajaran. Kritik yang ditulis itu harus diberi bukti tertulis juga, jika tidak, tidak akan diterima. f) Pada praktek mengajar berikutnya, siswa dibagi ke dalam kelompok-

kelompok kecil terdiri lebih kurang 15 orang, dan proses pengajaran dan kritiknya biasanya selesai dalam sehari. Dengan demikian seluruh santri yang tamat KMI pernah mengalami praktek mengajar. 5) usaha Al-Rihlah al-Iqtishadiyah (economic study tour): orientasi tentang dunia dan kewiraswastaan, untuk menanamkan jiwa kemandirian dan

kewiraswastaan kepada para santri. Kegiatan ini diberikan melalui ceramah-ceramah dan kungjungan ke obyek usaha di wilayah Jawa Timur dan sebab wilayah Jawa Tengah. 6) Penulisan karya ilmiah mengenai berbagai persoalan keagamaan dan

kemasyarakatan dalam bahasa Arab, untuk meningkatkan keilmuan santri kelas 6. 7) Pembekalan wawasan mengenai berbagai persoalan untuk santri kelas 6

menjelang tamat belajar di KMI. Pembekalan ini meliputi kegiatan-kegiatan berikut: a) Orientasi tentang: dunia pers dan jurnalistik, belajar di perguruan tinggi,

wawasan pengembangan kemasyarakatan, kepondokmodernan, perpustakaan, studi islam, dan metode dakwah. b) Ceramah dan dialog mengenai Darul Hadis (LDII), Syi’ah, orientalisme,

168

gerakan-gerakan Islam sempalan, dan Jama’ah Tabligh. c) 8) Kursus komputer dan penataran untuk mengajar TPA/Q. Termasuk acara tahunan adalah penerimaan santri baru setiap bulan

Syawwal. F. Tentang Ta'jir / Hukuman Dalam penjalanan disiplin dan aturan pondok sebagaimana digambarkan dalam paparan di atas, yang seringkali mendapat kritikan pedas adalah berkenaan dengan praktek hukuman, terlebih lagi jika hukuman itu berbentuk hukuman fisik, sebagai ilustrasi gambaran. Mencuatnya kasus seperti di SMPN 4 Wado Sumedang22 tentang hukuman jalan merangkak bagi paskibra, sampai ke DPRD menunjukkan adanya pihak yang belum memahami betul praktik pendidikan. Barangkali kenyataan ini karena isyu demokratisasi dalam pendidikan dan isyu violence (kekerasan) lebih populer ketimbang isyu lainnya. Padahal bagi pelaku pendidikan masih banyak isyu lain seperti masalah hukuman dan hadiah misalnya. Putu Wijaya mencerminkan pergolakan sekitar hukuman tersebut. dalam

cerpennya yang berjudul Guru (1)23 tersebut mngisahkan "kegelisahan" seorang guru yang diangkat jadi kepala sekolah. Ia merasa terputus dari kegiatan mengajar, sibuk dengan administrasi sekolah, tak kenal murid dengan segala latarbelakangnya, sementara dipikirannya terbayang suatu cita-cita tuk membangun generasi muda yang tangguh, penuh tanggungjawab, tidak cengeng, dan bukan generasi santai. Dengan apik

23

HU. Republika, 8 Oktober 2004 Putu Wijaya, Protes, (Jakarta:Grafiti, 1995,) h, 37

22

169

Putu Wijaya melukiskan kondisi pendidikan yang ada dan sedang berlaku dewasa ini. Ia lukiskan bagaimana perubahan generasi muda yang serba menuntut kebebasan, anti disiplin, dan perubahan-perubahan lainnya, dihubungkan dengan pak kepala sekolah yang semakin gelisah dan akhirnya memutuskan untuk menjadi guru lagi serta melepaskan jabatannya sebagai kepala sekolah. Akhirnya pak kepala sekolah yang jadi guru itu mengajar dengan segala obsesinya sebagai pencetak generasi, karena protes dari dewan guru, akhirnya ia dipecat oleh kepala sekolah hasil binaannya sendiri, dengan alasan kolot, tidak menjaman, dan bertindak kekerasan. Yang penulis pahami --mudah-mudahan tidak salah paham--dari goresan pena Putu Wijaya adalah pesan betapa niatan baik dan tanggungjawab terhadap pembinaan generasi seringkali berakhir dengan resiko tinggi (pemecatan). Selain merupakan kritik pedas bagi pelaku pendidikan yang semakin tak beraturan dan tunduk kepada kemauan "kebebasan" anak usia belasan tahun dengan dalih demokratis. Punishment adalah perangsang yang menyebabkan peserta didik atau seseorang menghindarkan diri darinya atau menjauhinya (Richard L. Solomon, 1964) menurut Solomon pengaruh hukuman besar sekali terhadap sikap belajar peserta didik, karena mereka umumnya akan berupaya tidak memperoleh hukuman bila hasil belajarnya tidak baik, secara psikologis semua manusia tidak senang dan menghindarkan diri dari hukuman.24

24

Aminuddin Rasyad ,Teori belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: UHAMKA Press ,2003) Cet.ke- 3, h,9899.

170

Ada beberapa pentahapan dalam hal pelaksanaan hukuman (punishment), pertama mengkomunikasikan hukuman, semacam aturan atau tata tertib sekolah yang harus dipatuhi murid, kedua pelaksaan sangsi terhadap pelanggar aturan dalam hal ini berarti pemberian hukuman. Sebagaimana fungsinya hukuman diberikan untuk pelaku pelanggaran dengan maksud untuk memelihara ketertiban sekolah atau ketertiban kelas serta merupakan rangsangan yang sengaja diberikan agar tidak melakukan pelanggaran. Kelas yang tertib adalah tanggungjawab guru yang bersangkutan. Demikian juga ketertiban sekolah menjadi tanggungjawab semua dari kepala sekolah , pembina OSIS hingga guru-guru yang menjadi awak sekolah tersebut. Suatu sistem aturan tidakakan bisa berjalan tanpa adanya pelaksanaan sangsi bagi pelanggar aturan dan hadiah atau pujian bagi yang melaksanakan aturan dengan baik. Jadi masalah hukuman dan hadiah adalah suatu motivasi yag secara silih berganti lumrah dilaksanakan dalam dunia pendidikan baik pesantren maupun sekolah25. Dalam pelaksanaannya hukuman tidaklah semata dalam bentuk hukuman fisik, bisa juga bersifat tatapan mata (melotot), teguran, sindiran, demikian juga sebaliknya hadiah tidak melulu berbentuk materi, bisa juga berupa pujian, acungan jempol dan perhatian. Ada trend yang berlaku dewasa ini di dunia pendidikan sangat berlebihan dalam menghindari hukuman, sama halnya dengan berlebihannya dalam memberikan hadiah, akibatnya kadang ditemui upacara-upacara pemberian hadiah yang berupa

25

M. Tata Taufik, Hukuman & Hadiah Catatan kecil untuk Pelaku Pendidikan, HU.Mitra Dialog , Sabtu 30 Okt.2004

171

material demikian meriah, sementara sedikit sekali ditemui upacara pemberian hukuman, dan ketika yang terakhir ini terjadi malah menjadi sorotan publik. Ada suatu nasehat yang diberikan Rasul SAW kepada Abi Hurairah berkenaan dengan hukuman ini; "Hai Abu Hurairah, Janganlah kamu memukul untuk memperbaiki adab (pendidikan) lebih dari tiga kali, jika kamu lakukan lebih dari tiga kali maka kamu mendapatkan qishahsh pada hari kiamat, hai Abu Hurairah, didiklah anak-anak keluargamu dengan ucapan (lisan) untuk melaksanakan shalat dan thaharah, jika mereka sampai usia 10 tahun (dan membangkang.pen), maka pukullah ia tapi jangan lebih dari tiga kali".26 Kutipan na sihat ini mengambarkan etiket pemberian hukuman dalam pendidikan anak. Ada saat pemberian informasi, komunikasi dengan lisan, dan ada saat tindakan fisik yang terrencana dan tidak membahayakan. G. Pola Hubungan Guru & Murid Manusia adalah produk dari kebiasaannya (Hadits) Dari sederetan kegiatan para santri sebagaimana digambarkan tadi merupakan suatu pemaparan yang perlu pemaknaan, hal itu kalau dibahasakan akan merupakan hubungan sinerji antara guru dan murid (Kyai/ Ustadz dan santri) dengan landasan motivasi keagamaan yang mendalam suatu yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran27 Tugas utama kehidupan adalah belajar, siapa yang paling aktif dalam belajar maka ia yang paling mampu untuk bertahan hidup. Seorang balita aktif berlatih untuk

27

Abdul Hamid Syakir, Khitabu al-Rasul, h, 80 Lihat M. Tata Taufik , "Motivasi Religius Guru & Murid ",Mitra Dialog Sabtu 09-10-2004

26

172

tegak dan melangkah hingga mahir berjalan.1acquiring of knowledge: the acquisition of knowledge or skill . meniru kemudian merangkak. atau sebaliknya pikiran kita berkerja memikirkan suatu lalu dihubungkan dengan realitas dan ia menciptakan suatu tindakan untuk membuat realitas sesuai dengan idea yang ada dalam pikiran. berdiri. otak kita menangkap. dalam istilah pendidikan berarti kemampuan atau pengetahuan yang didapat melalui usaha pendidikan. memahami dan dalam tingkah laku. Secara dialektis mata kita menatap suatu benda. atau perubahan yang relatif permanen dalam pengetahuan. menyimpulkan dan akhirnya memilih sutau tingkah laku yang dilakukan semua bisa diamati dalam proses kehidupan yang dialami manusia termasuk diri kita. menangis. Secara etimologis belajar berarti mendapatkan pengetahuan atau kemampuan. Perkembangan berikutnya ia menjadi piawai. Dalam itilah psikologi belajar adalah perubahan pengetahuan.2education acquired knowledge: knowledge or skill gained through education 173 . lalu mengolah dan akhirnya memutuskan untuk memilih melakukan atau tidak melakukan sesuatu. dan akhirnya sampailah pada tahap bijak begitulah sampai akhirnya ia menemui ajalnya. menyimak. memperhatikan. learn·ing [lúrning] n . Tanpa ada usaha yang serius seperti penyelenggaraan sekolah amupun pesantren pun proses belajar di atas tetap dialami oleh manusia.mengekpresikan perasaannya. Kedua teori ini sangatlah sederhana dalam melihat prilaku kita sebagai makhluk yang berfikir dan belajar.

knowledge. or acquisition of. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. All rights 28 reserved 29 Ibid Ibid. or behavior.Kevin. or the facts or skills taught. Jika dilihat dari sudut guru mengajar pada hakikatnya adalah "belajar". ide.30 dan kegiatannya dinamakan pengajaran (instruction) teaching in a particular subject or skill. 30 31 174 .31 Jadi pengajaran atau mengajar adalah mempresentasikan fakta. Ryan. "Teaching".3psychology change in knowledge: a relatively permanent change in. belajar akan materi (bahan ajar).28 Secara terminologis belajar berarti mendapatkan pengetahuan atau mengembangkan kemampuan untuk melakukan suatu tingkahlaku yang baru . Dengan mengajar seorang guru belajar banyak hal. ideas. and techniques to students. belajar methode.Learning.29 Jadi dalam proses belajar ada mendapatkan pengetehauan berarti dari nol menuju isi ada juga pengembangan sesuatuyang sudah dimiliki. acquiring knowledge or developing the ability to perform new behaviors. Ibid. atau skil serta tehnik tertentu kepada murid secara sistematis. understanding. Selanjutnya kegiatan pemberian pelajaran disebut mengajar (teaching) yang berarti systematic presentation of facts. dan kegiatan pengajaran bagi guru berarti 'membuat siswa belajar". skills.. © 1993-2002 Microsoft Corporation.

4. individual’s revered teacher and counselor: a teacher or counselor in spiritual or intellectual matters who is especially revered and followed by an individual. orang yang kerjanya mengajar. ungkapan seperti "berguru pada siapa" nampak kata guru di sini berwibawa sekali. yang pertama adalah guru.Cit. pemimpin spriritual atau intelektual bagi group keagamaan tertentu yang sangat berpengaruh dalam membuat gerakan. keagamaan. pengajar. Pemimpin keagamaan atau pengajar keagamaan. Kamus Umum Bahasa Indonesia. gerakkan. Purwadarminta. pemimpin. Kegiatan pengajaran baik dipesantren maupun di sekolah kalau dipotret akan membrikan gambaran adanya tiga komponen utama dalam aktifitas tersebut source > message > receiver. Nampaknya apa yang diungkap oleh Purwadarminta belum bisa mewakili maksud dari kata guru. selain hanya dari sudut pekerjaan saja. Op.33 Kata guru memiliki medan makna antara lain. "guru" Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. (Jakarta. 175 . a religious leader or teacher. PN Balai Pustaka.kalau melihat pernyataan ini nampak guru sangat sederhana. dan berpengaruh. or Sikh religious teacher: in Hinduism and Sikhism. Maka tidak heran jika W. leader Hindu . Dan guru yang berhasil adalah guru yang mempu membuat anak didiknya belajar.VII. 3. 2. belajar situasi kelas dll. Guru adalah sebutan untuk orang yang kerjanya mengajar 32. dalam Encarta ditulis guru berasal dari bahasa Sansakerta digunakan sejak awal abad 17 berarti. dan diikuti. yang kedua informasi atau pengetahuan dan yang ketiga adalah siswa. 1984) cet. somebody influential: somebody who is prominent and influential in a specific field and sets a trend or starts a movement.334 of religious group: a spiritual leader of or intellectual guide for a religious group or movement especially one being described as non-mainstream.S.belajar tentang aspek-aspek kesiswaan dan perkembangannya. Namun kenapa semua orang bertumpu pada guru.1 32 33 h.J.

manajer pengajaran pengevaluasi hasil belajar dan sebagai direktur belajar. h. pemberi pengetahuan. pemberi pengaruh. tapi lebih dari itu ia berperan sebagai perancang pengajaran. kedua kata tersebut menunjukan sifat aktif murid dalam belajar. atau mutaa'lim.2004) ) . Dalam Istilah pendidikan guru deikenal tidak saja sebagai instuktur. penggerak. istilah ini digunakan sebagai sebutan bagi pengikut sufi yang mempunyai keinginan untuk belajar pada gurunya (Syaikh atau Mursyid). Bila melihat dari pengertian di atas baik guru maupun murid sebenarnya nampak kinerja yang sangat indah antara keduanya .Surya. ia selalu menuntut (bukkan menunggu) dan senantiasa belajar hingga memiliki ilmu. guru sebagai pemimpin. 54 176 . dan yang kedua berarti orang yang belajar. I. Dari sini tergambar pola hubungan guru-murid. murid berarti seorang yang memiliki keinginan kuat untuk memahami dan mencapai apa yang dicapai oleh gurunya.guru demikian berwibawa pada masa silam.Paikologi Pembelajaran & Pengajaran . sedang kan murid di satu sisi sebagai orang yang dengan penuh semangat ingin mencapai apa yang telah dimiliki gurunya. dan sangat berpengaruh dalam menentukkan jalan hidup muridnya. Muhammad 34 Cet. Murid dalam bahasa Arab disebut tha>lib.34 Murid berasal dari bahasa Arab yang berarti secara harfiah orang yang mempunyai keinginan. guru sebagai pemberi dan murid sebagai penuntut dan penerima dalam arti yang luas. Pemberi akan lebih bermanfaat Bandung: Pustaka Bani Quraisy. yang pertama berarti penuntut.

si A mengajar melakukannya karena untuk sesuap nasi.36 Keenam kebutuhan tersebut dapat dijadikan motivasi bagi seseorang untuk melakukan sesuatu.5 menemani guru. kesungguhan. and esteem. kebutuhan psikis guru itu juga kebutuhan psikis murid. 4dirham (biaya). Satu tindakan atau kegiatan dilakukan seseorang mungkin berbeda motivasinya. tapi akan lebih menyoroti kebutuhan dasar manusia sebagaimana yang digagas Maslow berkenaan dengan motivasi: ada 6 (enam) rangking kebutuhan dasar manusia. (5) self-fulfillment. Untuk ini kalangan pendidik masa silam (dalam Islam) mengembangkan suatu norma bagi murid yang berisikan tata cara mencari ilmu dan menghargai guru. 177 . cerdas. ia melakukannya agar dicintai 35 Ta'li>m al-Muta'alim? Ada juga suatu doktrin belajar sebagai berikut: engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali memiliki enam syarat berikut: 1. si B mengajar juga. and (6) curiosity and the need to understand. berarti ia bekerja (memenuhi kebutuhan pertama dan kedua?). demikian juga halnya dengan penerima. karena keduanya manusia juga. (4) competence. 4) Kebutuhan untuk berkompeten. 1) Kebutuhan pisiologis. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. 2) Kebutuhan akan rasa aman. siapapun akan kurang pas menerima sesuatu dengan keterpaksaan. prestige. 5) Kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dirinya. 6) Kebutuhan untuk mengetahui dan memahami. 36 Maslow ranks human needs as follows: (1) physiological. 2 tamak.6 waktu yang panjang.35 Guru dan murid memiliki kebutuhan psikis yang sama.3. 3) Kebutuhan untuk mencinta dan memiliki. Tulisan ini tidak akan membicarakan seekor kera belajar dari rangsangan untuk mendapatkan pisang.jika 'tindakan" memberi itu disadari dengan keikhlasan. prestis dan berharga. karenannya perlu dikembangkan pola hubungan guru murid dengan keikhlasan sebagai dasarnya. (2) security and safety. (3) love and feelings of belonging.

Microsoft® way. alasan tersebut dalam psikologi disebut motivasi. atau semuanya? Maksudnya semua basic need tadi dibingkai dengan suasana religiousness. kejadian (realitas) memotivasi untuk melakukan sesuatu mo·ti·va·tion. Si C mengajar karena ingin dirinya terkenal dengan sebutan guru (kebutuhan keempat) Si D melakukannya karena dirinya memerlukan orang lain tempat ia mencurahkan apa yang diketahuinya (kebutuhan kelima). atau bahkan pada rangking ke 3 untuk dicinta dan mencinta. cognitive.psychology forces determining behavior: the biological.3 reason: a reason for doing something or behaving in some or something that causes such a feeling 4. ada agama dalam mencari nama dll. Encarta® Reference Library 2003.rangking ke 5 kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dirinya. yaitu kebutuhan akan keberagamaan. Semua kebutuhan yang diajukan Maslow tadi bagaimanapun juga mewakili dari berbagai need yang ada pada diri manusia.masyarakat (memenuhi kebutuhan ketiga?). Hal yang sama juga bisa terjadi pada murid. . Berangkat dari pengenalan akan need dasar manusia. 2. emotional. ada agama dalam mencari makan. 178 . untuk apa ia pergi ke sekolah? Agar diberi bekal. Semua kegiatannya dinamakan tetap disebut mengajar.37 motivasi digambarkan sebagai suatu lingkaran yang terus menerus. agar tidak dimarahi? Agar disayangi orang tua? Agar berharga? Dst.giving of a reason to act: the act of giving somebody a reason or incentive to do 37 something. Dan terakhir si E melakukannya agar dia lebiha banyak tahu tentang siswa dan memahami seluk beluk mengajar (kebutuhan ke 6).enthusiasm: a feeling of interest or enthusiasm that makes somebody want to do something. atau bisa dimasukkan pada need ke 2 yaitu kebutuhan akan rasa aman. n 1. sampailah pada pengertian bahwa manusia melakukan sesuatu karena kebutuhun tersebut yang harus dipenuhinya. hanya saja ada yang tertinggal di situ.

berarti upaya tersebut bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan pernyataan-pernyataan tekstual Al-Qur'an atau Al-Hadits yang bertemakan pembelajaran dan pengajaran. Tugas kita --dalam masyarakat yang memiliki sistem kepercayaan tersebut-. Sistem kepercayaan akan kitab suci sangatlah potensial untuk dijadikan bahan dalam memacu semangat untuk berbuat. ungkpan-ungkapan ayat Al-Qur'an sangat sarat dengan motivasi kearah hidup yang bermakna karena memang ia ditujukan kepada hati dan jiwa manusia. Pada kesempatan ini penulis mencoba mengangkat agama sebagai motivasi kegiatan belajar dan pembelajaran tersebut. Dalam kaitannya dengan kegiatan inetarksi guru-murid (pembelajaran dan pengajaran) sebagaimana dikemukakan di atas banyak motivasi bisa didapat tergantung kepada individu masing-masing pelakunya. Berhubungan dengan kegiatan pembelajaran dan pengajaran. dan begitu seterusnya.hanya tinggal memanfaatkan sistem keyakinan tadi untuk dijadikan landasan dalam membina masyarakat dengan jalan menggali informasi sebanyka-banyaknya dari ajaran untuk dijadikan bahan pembinaan. lebih-lebih yang menyangkut teori psikologis.suatu pencapaian akan realitas tadi menjadi motivasi juga untuk pencapaian akan realitas berikutnya. 179 . melihat bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Ambil contoh kitab suci Al-Qur'an. Dengan demikian berarti kita sudah memanfaatkan potensi dasar yang dimiliki seseorang untuk mengembangkan dirinya. Dalam kitab suci banyak bisa digali berbagai teori kehidupan.

Motivasi tersebut bisa dijabarkan dalam

sederetan informasi

mulai dari

pentingnnya ilmu pengetahuan, anjuran untuk mencari ilmu, untuk apa mencari ilmu, kewajiban menyampaikan ilmu dan seterusnya . Tentang pentingnya ilmu misalkan teks Al-Qur'an mengungkapkan sebagai berikut:

‫ﻳَﺎﹶﺃﱡﻳﻬَﺎ ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﺀَﺍﻣُﻮﺍ ِﺇﺫﹶﺍ ﻗِﻴﻞ ﹶﻟﻜﻢ َﺗﻔﺴ ُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﹾﻟﻤﺠَﺎِﻟﺲ ﻓﹶﺎﻓﺴ ُﻮﺍ َﻳﻔﺴﺢ ﺍﻟﻠﻪ ﹶﻟﻜﻢ ﻭِﺇﺫﹶﺍ ﻗِﻴﻞ ﺍْﻧﺸ ُﻭﺍ ﻓﹶﺎْﻧﺸ ُﻭﺍ َﻳﺮﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ‬ ُ ‫ُﺰ ْﹶ ِ ﱠ‬ ‫ﹶ ُﺰ‬ َ ْ ‫َ ِ ﹾ َﺤ ﹾ َ ِ ﱠ ُ ﹸ‬ ‫ﹶ ﹸ ْ ﹶ ﱠﺤ‬ ‫َ َﻨ‬ (11:‫ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﺀَﺍﻣُﻮﺍ ﻣْﻨﻜﻢ ﻭَﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﹸﻭُﻮﺍ ﺍﹾﻟﻌﻠﻢ ﺩﺭﺟَﺎﺕ َﺍﻟﱠ ُ ِﺑﻤَﺎ َﺗﻌﻤﹸﻮﻥ ﺧِﺒﲑ )ﺍﺠﻤﻟﺎﺩﻟﺔ‬ ٌ َ ‫ْ َﻠ ﹶ‬ ‫َ ﺃ ﺗ ِ ﹾ َ َ َ ٍ ﻭ ﻠﻪ‬ ْ ‫َ َﻨ ِ ﹸ‬
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS: Al-Mujadalah:11

‫ﹶﺃﻡ ﻣﻦ ُﻮ ﻗﹶﺎِﻧﺖ ﺀَﺍﻧَﺎﺀ ﺍﻟﱠْﻴﻞ ﺳَﺎﺟﺪًﺍ ﻭﻗﹶﺎِﺋﻤًﺎ َﻳﺤﺬ ُ ﺍﻟﹾﺂﺧﺮﺓ ﻭَﻳﺮ ُﻮ ﺭﺣﻤﺔ ﺭﱢﺑﻪ ﻗﻞ ﻫﻞ َﻳﺴَﺘﻮِﻱ ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ َﻳﻌﻠ ُﻮﻥ ﻭَﺍﱠـﺬِﻳﻦ ﻟﹶـﺎ‬ َ ‫َ ْﹶﻤ ﹶ ﻟ‬ ْ ‫ْ ﹶﺭ ِ َ ﹶ َ ْﺟ َ ْ َ ﹶ َ ِ ﹸ ﹾ َ ﹾ‬ َ ِ ِ ‫ْ َ ْ ﻫَ ٌ َ ﻠ‬ ( 9:‫َﻳﻌﻠ ُﻮﻥ ِﺇﱠﻧﻤَﺎ َﻳَﺘﺬ ﱠ ُ ﹸﻭﹸﻮ ﺍﹾﻟﺄﹾﻟﺒَﺎﺏ )ﺍﻟﺰﻣﺮ‬ ِ ‫ﹶ ﻛﺮ ﺃ ﻟ ﹶ‬ ‫ْﹶﻤ ﹶ‬ )Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah
di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang

180

mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Pemahaman tentang pentingnya ilmu38 merupakan suatu pola pemikiran yang harus dimiliki oleh pelaku pembelajaran dan pengajaran, karena secara psikologis orang akan mencari atau menyampaikan suatu yang dianggap penting baginya. Selanjutnya tentang anjuran mencari ilmu ini merupakan motivasi lain bagi pelajar / siswa sehingga ia merasa apa yang diperjuangkannnya dalam pembelajaran betul-betul sutu yang bermakna dan menunaikan kewajiban agama, ungkapan seperti hadits
39

‫ﻃﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣـﺴﻠﻢ‬mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim bisa

dijadikan motivasi bagi anak didik untuk senantiasa belajar, banyak ungkapan lain yang senada seperti ;barangsiapa pergi untuk mencari ilmu berarti ia pergi dijalan Allah sampai ia kembali, tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negri Cina, tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat dll. Firman Allah dalam Al-Qur'an juga bisa digali seperti anjuran kepada Nabi untuk belajar dan bertanya kepada "ahli"

(43:‫ﻭﻣَﺎ ﹶﺃﺭﺳﻠﻨَﺎ ﻣﻦ ﻗْﺒﻠﻚ ِﺇﱠﺎ ﺭﺟَﺎﻟﹰﺎ ُﻮﺣِﻲ ِﺇﹶﻟْﻴﻬﻢ ﻓﹶﺎﺳﺄﹸﻮﺍ ﹶﺃﻫﻞ ﺍﻟﺬﻛﺮ ِﺇﻥ ﻛْﻨُﺘﻢ ﻟﹶﺎ َﺗﻌﻠ ُﻮﻥ) ﺍﻟﻨﺤﻞ‬ ‫ِ ْ ْﹶﻟ ْ ﹶ ﱢ ﹾ ِ ﹾ ﹸ ْ ْﹶﻤ ﹶ‬ ‫َ ْ َﹾ ِ ْ ﹶ ِ َ ﻟ ِ ﻧ‬
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
Thara>iq al-Nabiy fi> ta'li>mi ashh}a>bihi (Beirut:Da>r Ibnu ,Ahmad, Muhammad, al-'Alimiy
38

Hajm, 2001) cet.I. h. 28 39 Ibnu Majah, hadits no 224 Hadits riwayat

181

‫ﺣﺪِﻳﺚ ﻋْﺒﺪ ﺍﻟﱠﻪ ْﺑﻦ ﻣﺴ ُﻮﺩ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋْﻨ ُ ﻗﹶﺎﻝ : ﻗﹶﺎﻝ ﺭ ُﻮﻝ ﺍﻟﱠﻪ ﺻﱠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠْﻴﻪ ﻭﺳﻠﱠﻢ ﻟﹶﺎ ﺣﺴﺪ ِﺇﱠﺎ ﻓِﻲ ﺍﹾﺛَﻨَﺘْﻴﻦ ﺭﺟﻞ ﺁﺗَﺎﻩ‬ ُ ‫ِ َ ُﹲ‬ ‫َ ﹸ َ ِ ﻠ ِ ِ َ ْﻌ ٍ َ ِ َ ﱠ ُ َ ﻪ ﹶ ﹶ َﺳ ﹸ ﻠ ِ َﻠ ﱠ ُ َﹶ ِ َ َ َ َ َ َ ﻟ‬ * ‫ﺍﻟﻠﻪ ﻣَﺎﻟﹰﺎ ﻓﺴﱠﻄ ُ ﻋﻠﹶﻰ ﻫﻠﻜِﺘﻪ ﻓِﻲ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﻭﺭ ُﻞ ﺁﺗَﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﻜﻤﺔ ﻓ ُﻮ َﻳﻘﻀِﻲ ِﺑﻬَﺎ ﻭُﻳﻌﻠﻤﻬَﺎ‬ ُ ‫َ َﱢ‬ ‫َ ﱢ َ َﺟ ﹲ ُ ﱠ ُ ِ ﹾ َ ﹰ ﹶﻬ َ ﹾ‬ ِ ‫ﱠ ُ ﹶ َﻠ ﹶﻪ َ َﹶ ﹶ‬
Tidak ada iri kecuali dalam dua hal; iri terhadap orang yang memiliki harta lalu digunakannya sampai habis untuk kebenaran, dan iri terhadap seseorang yang diberi pengetahuan oleh Allah lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya. (haits riwayat Ibnu majah). Tentanng tujuan mencari ilmu atau katakanlah niat mencari ilmu untuk apa, disini yang diperlukan adalah meluruskan nia, dari niat mencari ijazah kepada niat ibadah, menjalankan perintah agama, niat membekali diri untuk supaya diri lebih baik dan bisa menjalani hidup sesuai tuntunan Ilahi.

‫ﻗﻞ ِﺇﱠﻧﻤَﺎ ﹶﺃﻧَﺎ َﺑﺸﺮ ﻣﹾﺜﹸ ﹸﻢ ُﻮﺣَﻰ ِﺇﹶﻟﻲ ﹶﺃﱠﻧﻤَﺎ ِﺇﹶﻟ ُ ﹸﻢ ِﺇﹶﻟﻪ ﻭَﺍﺣﺪ ﻓﻤﻦ ﻛﹶﺎﻥ َﻳﺮ ُﻮﺍ ِﻟﻘﹶﺎﺀ ﺭﱢﺑﻪ ﻓﻠَﻴﻌﻤﻞ ﻋﻤﻠﹰﺎ ﺻَﺎِﻟﺤًﺎ ﻭﻟﹶﺎ ُﻳﺸﺮﻙ‬ ْ ِْ َ َ َ ‫ﻬﻜ ْ ٌ ِ ٌ ﹶ َ ْ ﹶ ْﺟ َ َ ِ ﹶ ﹾ ْ َ ﹾ‬ ‫ﱠ‬ ‫َ ٌ ِ ﻠﻜ ْ ﻳ‬ ‫ﹸﹾ‬ (110: ‫ِﺑﻌﺒَﺎﺩﺓ ﺭﱢﺑﻪ ﹶﺃﺣﺪًﺍ )ﺍﻟﻜﻬﻒ‬ َ ِ َ َِ ِ
Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

(162:‫ﻗﻞ ِﺇ ﱠ ﺻﻠﹶﺎﺗِﻲ ﻭُﻧﺴﻜِﻲ ﻭﻣﺤﻴَﺎﻱ ﻭﻣﻤَﺎﺗِﻲ ِﻟﱠﻪ ﺭﺏ ﺍﹾﻟﻌَﺎﹶﻟﻤﲔ ) ﺍﻻﻧﻌﺎﻡ‬ َ ِ ‫ﻠِ َ ﱢ‬ ََ َ ْ ََ ُ َ َ ‫ﹸ ﹾ ﻥ‬

182

Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, Ayat di atas menunjukkan bahwa semua kegiatan kehidupan kita diperuntukkan hanya untuk Allah semata, terma suk di dalamnnya mencari ilmu. Selanjutnya berhubungan dengan pengajar / guru ada kewajiban untuk menyampaikan ilmu, siapa yang memiliki ilmu maka ia berkewajiban untuk membaginya kepada orang lain.

‫ﻭﻣَﺎ ﻛﹶﺎﻥ ﺍﹾﻟﻤﺆﻣُﻮﻥ ِﻟَﻴْﻨﻔﺮُﻭﺍ ﻛﹶﺎﱠﺔ ﻓﻠﻮﻟﹶﺎ َﻧﻔﺮ ﻣﻦ ﻛ ﱢ ﻓﺮﻗﺔ ﻣْﻨﻬﻢ ﻃﹶﺎِﺋﻔﺔ ِﻟَﻴَﺘﻔ ﱠ ُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟ ﱢﻳﻦ ﻭِﻟُْﻨﺬ ُﻭﺍ ﻗﻮﻣﻬﻢ ِﺇﺫﹶﺍ ﺭﺟ ُﻮﺍ ِﺇﹶﻟْﻴﻬﻢ‬ ْ ِ ‫ﺪ ِ َ ﻴ ِﺭ ﹶ ْ َ ُ ْ َ َﻌ‬ ‫ﻓ ﹰ ﹶﹶ ْ ﹶ َ ِ ْ ﹸﻞ ِ ْﹶ ٍ ِ ُ ْ ﹶ ﹲ ﹶﻘﻬ‬ ِ ‫ﹶ ُ ْ ِﻨ ﹶ‬ َ (122: ‫ﹶﻟﻌﱠ ُﻢ َﻳﺤﺬ ُﻭﻥ)ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ‬ ‫َﻠﻬ ْ ْ ﹶﺭ ﹶ‬
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

(71:‫ﻳَﺎﹶﺃﻫﻞ ﺍﹾﻟﻜﺘَﺎﺏ ِﻟﻢ َﺗﻠِﺒ ُﻮﻥ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﺑِﺎﹾﻟﺒَﺎﻃﻞ ﻭَﺗﻜُﺘ ُﻮﻥ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﻭﹶﺃْﻧُﺘﻢ َﺗﻌﻠ ُﻮﻥ)ﺍﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ‬ ‫ْ ﹶ ِ ِ َ ﹾ ﺴ ﹶ َ ﱠ ِ ِ َ ﹾ ﻤ ﹶ َ ﱠ َ ْ ْﹶﻤ ﹶ‬
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?

(37:‫ﺍﱠﺬﻳﻦ َﻳْﺒﺨﹸﻮﻥ ﻭَﻳﺄﻣ ُﻭﻥ ﺍﻟﱠﺎﺱ ﺑِﺎﹾﻟُﺒﺨﻞ ﻭَﻳﻜُﺘ ُﻮﻥ ﻣَﺎ َﺍﺗَﺎ ُ ُ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻓﻀﻠﻪ ﻭﹶﺃﻋَﺘﺪﻧَﺎ ِﻟﻠﻜﹶﺎﻓﺮِﻳﻦ ﻋﺬﹶﺍﺑًﺎ ﻣﻬِﻴﻨًﺎ) ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ‬ ُ َ َ ِ ‫ﻟ ِ َ َﻠ ﹶ َ ﹾ ُﺮ ﹶ ﻨ َ ْ ِ َ ﹾ ﻤ ﹶ ﺀ ﻫﻢ ﱠ ُ ِ ْ ﹶ ِْ ِ َ ْ ْ ﹾ‬

183

)yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan
menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. Cuplikan dari teks ayat maupun hadits di atas hanya sebagian kecil dari sekian pernyataan yang nampaknya secara psikologis dapat menjadi motif seseorang untuk melakukan kegiatan pembelajarabn dan pengajaran, masih banyak lagi pernyataan lain yang bisa ditelusuri lebih jauh. Namun setidaknya dari pernyataan tersebut tergambar sutu pola pembelajaran dengan motivasi religius sebagai brikut: Motivasi Religius
Ajaran sebagai motif Konsep Tahuhid Tingkahlaku yang dicapai -Belajar Lillah Pelaku Murid Guru Murid Guru + Murid

-Mengajar Lillah
Kewajiban Mencari Ilmu Ilmu itu Penting Belajar = menunaikan keajiban ; taat perintah Tuhan Belajar / mengajar = Melakukan suatu yang bermakna, cinta ilmu Dakwah Menyampaikan dimiliki wajib ilmu Wajib, yang Mengajar kewajiban = melaksanakan

Guru

Gambaran sinngkat di atas menunjukkan tingkah laku yang bisa dicapai dengan motif ajaran yang diambil dari sietem kepercayaan (nilai) yang dianut, yang menurut hemat penulis secara psikologis berperan dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran. Kenyataan seperti itulah yang tergambar dari rangkaian kegiatan pembelajaran di pesantren baik salafiyah maupun yang modern, nuansa motivasi religius yang

184

Santri: Sebuah Harapan Masa Depan Mengapa perlu membuat rencana untuk masa depan ? Mungkin pertanyaan semacam ini tidak perlu dilontarkan apabila kita mengacu kepada fenomena pembangunan dan kemajuan di segala bidang di sekitar kita. Bangunan pencakar langit sampai rumah tingggal membutuhkan site-plan atau denah gambar yang terinci dalam skala. maka alangkah baiknya jika motivasi itu bernuansa ukhrawi sehingga bisa terlaksana dengan baik tujuan yang sifatnya duniawi . Kemajuan teknologi mengacu kepada serangkaian master-plan yang menjadi kerangka acuan untuk mendesainnya. bahwa setiap diri kita apapun profesinya adalah guru. tetangga. itulah guru kita semua Rasulullah S. tidak satupun pekerjaan besar. dan cerdas. keluarga. Bahkan pembangunan sebuah bangsa membutuhkan serangkaian pembahasan untuk menentukan APBN dan Repelita. dan menjiwai aktivitas keseharian kehidupan pesantren termasuk Belajar dari guru mulia yang memiliki sifat jujur.W. tidak satupun yang tidak direncanakan. minimal guru untuk diri sendiri. H. selalu menyampaikan kebebnaran. Dalam semuanya itu motivasi adalah hal yang harus ada dalam berbagai tindakan. di negeri ini maupun di mana saja yang tidak direncanakan.A. bisa dipercaya. dan seterusnya Selain guru kita juga murid yang harus selalu belajar sampai ajal nanti. Pembangunan 185 . dan yang terpenting adalah. Bila kita mengamati fenomena perubahan di sekitar kita.dikembangkan belajar.

186 . membangun gedung-gedung megah. kepanitiaan dari tingkat RT sampai tingkat nasional mebutuhkan rapat atau serangkaian agenda meeting untuk menentukan langkah-langkah yang akan dituju. Mungkin wawasan tentang bagaimana membuat rencana yang baik untuk menentukan masa depan itu masih sangat kurang. Al-Que’an mengisahkan Imron yang merencanakan anak yang masih dikandung istrinya untuk menjadi rahib. Wawasan Islam tentang rencana atau membuat rencana akan tampak jelas jika kita kembali kepada ayat-ayat al-Qur’an yang menceritakan kisah Adam. Pembangunan bangsa membutuhkan sidang-sidang menentukan APBN. sehingga meraih kesuksesan di segala bidang. rencana dapat menentukan nasib sebuah bangsa dengan jutaan penduduk. mampu menentukan nasib sebuah bangsa dengan penduduk jutaan orang. anak-anak santri kita kurang bisa membuat rencana yang baik. sehingga masa depan yang nantinya dijalani tidak sekedar menjalani hidup. dan menemukan berbagai terobosan teknologi. bagaimana bila diaplikasikan untuk merencanakan masa depan seorang santri. untuk menjadi pengabdi terbaik. wakil Tuhan di muka bumi. apabila rencana mampu membangun sebuah model pesawat ruang angkasa. apalagi jika dapat diterapkan dalam kehidupan individu santri. Sukses demi sukses diraih. tetapi meraih satu-satu segala yang direncanakan.gedung pencakar langit maupun rumah petak di komplek perumahan masih memerlukan site-plan gambar rancang bangun. Masalahnya sekarang. Masih tentang rencana juga. dimana Allah mengajak para malaikat berdialog tentang rencana-Nya menciptakan makhluq manusia. Logikanya. ternyata anaknya perempuan. Logikanya. sehingga sangat jarang santri yang manjalani hidupnya secara terencana.

mungkin target yang akan kita raih berupa prestasi tertentu. memilih jurusan.Membuat rencana dimulai dengan menentukan target-target yang ingin diraih dalam kurun waktu tertentu. atau menjadi ketua dalam satu organisasi. Target ditu dita tulis secara berurutan dengan prioritas target mulai dengan yang paling atas. Untuk rencana jangka panjang atau 10 tahun. bidang usaha yanga kan digeluti. Setelah menentukan target-target yang akan diraih untuk masing-masing jangka waktu. Perlu diketahui. Misalnya dalam waktu 3 tahun kita ingin menguasai satu buku tertentu. Rencana jangka pendek untuk jangka waktu 1 tahun. dan setrusnya. Target adalah hal-hal yang ingin kita raih dalam kurun waktu tersebut. apabila kita menentukan untuk meneruskan studi ke jurusan IPA (eksakta) mungkin kita bisa memilih alternatif dengan memilih jurusan teknik atau sosial. menguasai satu ketrampilan. rencana jangka menengah untuk waktu 5 tahun. membeli peralatan yang sangat kita inginkan. tapi harus dibedakan mana yang paling penting dan mana yang lebih penting. Dalam 5 tahun mungkin kita menentukan kelulusan dalam bidang ilmu atau satu jenjang pendidikan. kita perlu juga merumuskan disamping target-target tersebut target-target alternatif apabila target utama tidak bisa diraih. Contoh. dan sangat mungkin untuk dievaluasi. rencana mestinya dibuat dalam 3 tahap sekaligus. meneruskan sekolah. tempat tinggal atau tempat bermukim. Dengan adanya target altenatif ini sebuah rencana akan tertata secara fleksibel. tidak kaku. dan rencana jangka panjang untuk waktu 10 tahun. atau keinginan-keinginan lain. Langkah ketiga dalam membuat rencana adalah mencari cara-cara atau langkah- 187 . bidang usaha yang ditekuni. dan seterusnya.

Yang perlu dicatat disini. Perubahan yang terjadi itu didasarkan kepada situasi dan kondisi yang terjadi. Menurut Sigmund Freud seorang ahli psiko-analisa dari Jerman. agar hidup yang kita jalani lebih terarah. semua target atau langkah itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. dimana yang satu bagian adalah yang disadari. sebenarnya kita sedang mengarahkan kekuatan yang besar (9 kekuatan bawah sadar) untuk meraih satu-satu target atau prestasi. perpindahan tempat. seperti untuk mencapai cita-cita. atau dilakukan juga ketika mereka dalam dimensi “tidak sadar”. dan seterusnya. Dalam membuat rencana. dan kemungkinan direalisasikan. Evaluasi itu memungkinkan target-target dan langkah-langkah berubah.langkah yang ditempuh untuk merealisasikan atau mencapai target tersebut. Jika ditulis dalam perbandingan bagaimanan kekuatan alam bawah sadar dengan kekuatan bawah sadar. kemampuan pribadi. manusia pada dasarnya memiliki 10 dimensi kesadaran. kuda lumping yang mampu makan pecahan gelas dan memanjat kelapa. kira-kira kekuatan 1 banding 9. Perubahan dalam rencana bukanlah menunjukkan kita tidak konsisten dalam membuat rencana. Sekarang masalahnya. orang kebal dalam permainan Debus (Banten). terencana dan 188 . Kekuatan alam bawah sadar mungkin bias digambarkan dengan adanya tenaga dalam. Kekuatan yang besar ini bisa dimanipulasi atau bisa diarahkan untuk hal-hal positif. maukah kita membuat perubahan dan meraih sukses dengan selembar kertas. yaitu diadakannya evaluasi secara berkala untuk tiap-tiap rencana. sementara 9 bagian yang lainnya ada dalam dimensi bawah sadar. Pekerjaan-pekerjaan itu dilakukan orang ketika menggunakan alam bawah sadar. membuat rencana. Ada satu hal penting lagi dalam membuat rencana.

kemampuan akal. Ia belajar untuk merasa malu Jika seorang anak hidup dalam kecemburuan . Santri. Tuhan membekali tiap individu dengan berbagai macam potensi. dan berbagai kelebihan. yang harus dimulai dengan sebuah kalimat kunci. Renungan Jika seorang anak hidup dalam suasana kritik . Ia belajar untuk percaya diri Jika seorang anak hidup dalam menghargai orang lain . tidak diragukan lagi sebagai aset penting pembangunan di segala bidang. Bahkan akhir-akhir ini golongan santri telah mampu menunjukkan sebuah prestasi besar di segala bidang di tanah air.menuju ke satu arah. Ia belajar bahwa sangat baik untuk bercitacita 189 . Ia belajar untuk gelisah Jika seorang anak hidup dalam belas kasihan diri . Ia belajar untuk mencintai Jika seorang anak hidup dalam suasana rukun. Ia belajar untuk mencintai dirinya sendiri Jika seorang anak hidupnya dimengerti . untuk mencapi kearah sukses itu dibutuhkan sebuah proses yang panjang. dan menjadi khaliah dimuka bumi. Ia belajar mudah memaafkan dirinya sendiri Jika seorang anak hidup dalam ejekan . hamba Tuhan selama hayatnya. makrokosmos (alam semesta) maupun mikrokosmos (diri manusia sendiri). Ia belajar untuk iri hati Jika seorang anak hidup dalam rasa malu . baik lahir maupun bathin. Dengan akalnya manusia terbukti mampu menggali berbagai rahasia penciptaan. Ia belajar untuk menyalahkan Jika seorang anak hidup dalam permusuhan . Ia belajar untuk merasa bersalah Jika seorang anak hidup dalam semangat . Tapi harus diakui. Ia belajar setia dan sabar Jika seorang anak hidupnya apa adanya . Untuk menjadi seorang hamba yang baik. Ia belajar untuk berkelahi Jika seorang anak hidup dalam ketakutan . memberikan sumbangsih yang sangt berarti bagi proses perubahan di setap lini. membuka cakrawala baru kemajuan. Pada dasarnya manusia diciptakan untuk menjadi pengabdi. dengan latar belakang pendidikan religius yang kuat. merencanakan masa depan.

Psikologi Komunikasi. Bandung Rosda Karya. h.Jika seorang anak hidup dalam suasana adil . Ia belajar akan kemurahan hati Jika seorang anak hidup dalam kejujuran dan sportivitas . 190 . Ia akan hidup dalam ketenangan batin40 40 Bandingkan dengan sajak Dorothy Law Nolte "Chidren Learn What They 1992. Ia belajar bahwa dunia ini merupakan suatu tempat yang indah untuk hidup Jika seorang anak hidup dalam ketenteraman anak-anakmu. 102 Live" yang dikutip Jalaluddin Rahmat. Ia belajar percaya pada dirinya dan orang lain Jika seorang anak hidup penuh persahabatan . Ia belajar akan kebenaran dan keadilan Jika seorang anak hidup dalam rasa aman .

terutama tentang tiga pilar ajaran Islam yaitu. Ihsan sendiri. pesantren juga menjadi pusat gerakan dan perkembangan tasawuf. tetapi belum tentu Muslim itu mu’min. 136 Lihat Nurcholish Madjid. Kemampuan untuk menangkap 41 42 Zamakhzyari. sebenarnya bukanlah sesuatu yang harus dibedakan. yang kemudian dipraktekkan melalui ajaran tarekat untuk dapat menangkap wawasan tentang kebulatan dan kebenaran dalam segala dimensinya42. Sebab iman merupakan ketaatan dan keterikatan secara terus menerus dengan Tuhan. Ketiga pilar tersebut kalau ditarik pada bidang keilmuan akan melahirkan apa yang dikenal dengan syariah. "Islam.Cit. Menurut Zamakhsyari Dhofiier. Orang yang telah mengakui Islam sebagai agamanya disebut Muslim.1995) h. h. dalam hal ini tarekat. iman dan ihsan41. Jadi. karena ihsan berupa kemampuan untuk menembus ke dalam inti wahyu ketuhanan.BAB VII PROFIL ALUMNI PESANTREN : Selain menjadi pusat pengajaran keilmuan Islam. Sedangkan ihsan merupakan tingkatan yang lebih tinggi lagi. tauhid dan akhlak (tasawuf). antara tiga pilar tersebut. Islam. 478 191 . Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah (Bandung: Mizan. Op. dalam Budihy Munawar Rahman. Iman dan Ihsan Sebagai Trilogi Ajaran Ilahi". kecuali setelah disertai dengan keimanan. menurut Hasyim Asy’ari dalam Nurcholish Madjid. sebenarnya yang menjadi landasan pengajaran tarekat di pesantren adalah ajaran-ajaran nabi sendiri. tetapi harus menjadi satu kesatuan.

mulai dari ketua MUI. sosok pertama yang akan diulas singkat dalam buku ini adalah seorang tokoh akademisi di lingkungan IAIN. budaya. bahkan politik sekalipun. sehingga muncul semacam cap yang melekat dalam setiap santri dan alumni sebagai sosok yang sufistik. Quraish Shihab. ekonomi. Padahal labels emacam itu tidak perlu lagi ada. justru dalam dirinya mengandung paradoks. Tetapi sentra kajian kita di sini adalah konsistensi beliau pada bidang ilmu yang ditekuninya. Quraish Shihab. dan orang dapat belajar menangkap keutuhan kebenaran itu dengan melakukan latihan-latihan dalam melihat paradoks-paradoks dan berusaha menangkap hakikat yang ada dibalik penampakan lahiriyah tersebut.kebenaran yang utuh ini merupakan sesuatu yang sangat sulit dicapai manusia. waro. social. kurang memikirkan keduniaan. sehingga banyak melahirkan banyak karya 192 . dan Hamzah Haz. Karirnya sebagai dosen dan guru besar di bidang tafsir pernah mengantarkannya menduduki beberapa posisi penting di Indonesia. Sebabnya adalah kebenaran dalam dimensinya yang utuh itu. terutama jika melihat eksistensi Pondok Pesantren kontemporer yang yang sarat dengan nuansa kemodernan. Menteri agama. bahkan terakhir tercatat sebagai Duta Besar. Nurcholis Majid. Corak sufisme dan ascetisme di Pondok Pesantren sangat kental mewarnaii kehidupan santri sehari-hari di Pondok Pesantren. yaitu Tafsir dan ulumul Qur’an. Nuansa kemodernan dan progresifitas tersebut akan tampak nyata bila kita mengembalikan image sufistik tersebut pada sosok-sosok alumni yang berkiprah di dunia keilmuan. ICMI. Untuk itu BAB iniil ini berusaha menampilkan sosok alumni dimaksud melalui tiga orang tokoh.

ICMI. A. lembaga pendidikan miniatur pesantren. Pengabdiannya dalam kajian keislaman mengantarkan sosok Nurcholis menjadi tokoh terkemuka di HMI. Sebagai fokus pembahasan ketiga adalah sosok kader NU dari Kalimantan . Quraisy Shihab 1. Dari Pesantren ke Mesir Alquran itu laksana samudra yang keajaiban dan keunikannya tidak akan pernah sirna ditelan masa. alumni Gontor yang sempat mengenyam studi di Chicago yang terkenal dengan ide-ide pembaharannya di bidang pemikiran Islam. sehingga lahirlah bermacam-macam tafsir dengan metode yang beraneka ragam pula.Sosok kedua adalah Nurcholis Majid. Pernah tercatat sebagai politikus yang handal. dan diantaranya dalam struktur instansi pemerintah. sehingga karir politiknya sempat mengantarkan beliau sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Ibu Megawati di tahun 2001. LIPI. Sosok pendidikannya yang dimulai di Madrasah Diniyah. Tetapi focus kajian kita dalam buku ini adalah apa yang telah diakukan Nurcholis dalam rangka pencerahan intelektual Indonesia. bahkan terakhir di Paramadina. mengantarkannya sebagai sosok terkemuka di panggung politik. M. Hamzah Haz. Keragaman ini menurut Al-Farmawi ditunjang oleh Alquran itu sendiri yang keadaannya adalah bagaikan intan yang setiap sudutnya memancarkan cahaya yang 193 . Bebarapa jabatan strategis pernah dipegang.

H. sejak tahun 1999 hingga sekarang dikenal dengan Makassar. dan Duta besar. h. sebuah perguruan tinggi swasta terbesar untuk kawasan Indonesia bagian timur.43 Kedua perumpamaan di atas. Jamrah dengan judul: Metode Tafsir Maudhu’iy: Sebuah Pengantar (Jakarta: Raja Grafindo Persada. tidak hanya terbatas di kawasan Timur Tengah saja melainkan juga di Indonesia dan negara-negara lainnya. atau sebagai sosok yang pernah menjadi menteri agama RI.berbeda dengan apa apa yang terpancar dari sudut-sudut yang lain. 11 194 . Ia adalah seorang anak kandung dari K. ia tercatat sebagai mantan rektor pada kedua perguruan tinggi tersebut Quraish sejak kecilnya telah mendapatkan motifasi dan benih kecintaan terhadap bidang studi tafsir dari ayahnya yang sering mengajak anak-anaknya duduk 43 Abd. Demikian pula para penafsirnya. Quraish Shihab. Suryan A. Penrj. 1994). Nama lengkapnya Muhammad Quraish Shihab. Abdurrahman Shihab (1905-1986) seorang ulama terkemuka dan sebagai guru besar dalam bidang tafsir di Universitas Muslim Indonesia (UMI). Bahkan hingga dewasa ini penafsiran terhadap Alquran-pun tidak hanya terbatas pada persoalan-persoalan metode belaka. lahir di Rappang Sulawesi Selatan pa tanggal 16 Pebruari 1944. Ketua MUI. Bahkan. atau kiprahnya sebagai akademisi. Salah seorang tokohnya adalah M. al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’iy: Dirasah Manhajiah Maudhu’iyah. Hayy Al-Farmawi. setidak-tidaknya dapat memperkuat suatu pernyataan bahwa ayat-ayat Alquran itu selalu terbuka untuk interpretasi baru. dan IAIN Alauddin Ujungpandang. melainkan sampai pada tataran disiplin ilmu dan aliran aliran tertentu. yang banyak dikenal orang karena karyakaryanya dalam Tafsir kontemporer.

Quraish dikirim oleh ayahnya ke Al-Azhar. ia meraih gelar LC (setingkat sarjana S1). Untuk lebih mendalami studi keislamannya. Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. Selain itu. Karya-karya Quraisy Shihab (Kemukjizatan Al-qur’an al. ia masih sempat merampungkan beberapa tugas penelitian yang antara lain tentang Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur (1975) dan Masalah Waqaf Sulawesi Selatan (1978). Pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Dasar di Ujungpandang. ia melanjutkan studinya ke Universitas Al-Azhar pada fakultas Usuluddin. dan sederetan jabatan lainnya di luar kampus. ia juga diserahi jabatanjabatan lain. Sekembalinya ke Ujungpandang. Setelah itu ia melanjutkan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di kota Malang sambil nyantri di Pondok Pesantren Darul Hadis al-Faqihiyyah di kota yang sama. Setelah itu. 2. Di celahcelah kesibukannya itu.Karim dari segi 195 .berdampingan. Kairo pada tahun 1958 dan diterima di kelas dua Tsanawiyah. Pada tahun 1967. jurusan tafsir dan hadis. Quraish Shihab memperoleh kepercayaan untuk menjabat sebagi wakil rektor bidang akademis dan kemahasiswaan pada IAIN Alauddin Ujungpandang pada tahun 1973-1980. Pada saat-saat seperti inilah sang ayah menyampaikan nasihatnya yang kebanyakan bernuansa Qur’ani. misalnya sebagai Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Wilayah VII Indonesia Bagian Timur). pada jurusan yang sama dengan tesis yang berjudul alI’jaz al-Tasyri’i li al-Qur’an al-Karim hukum).A. Dua tahun kemudian (1969) Quraish berhasil memperoleh gelar M.

Bandung pada tahun 1994. Pengurus Konsorsium Ilmu-ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Quraish Shihab kembali menuntut ilmu ke almamaternya Al-Azhar. Anggota Lajnah Pentashih Alquran Departemen Agama sejak 1989. Antara lain: Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) pusat sejak 1984. dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). bahkan pernah diangkat sebagai Menteri Agama pada kabinet terakhir Presiden Suharto. sebuah antologi essai tentang makna 196 . Selain itu. suatu kajian terhadap kitab Nazm al-Durar (Rangkaian Mutiara) karya al-Biqa’i telah berhasil dipertahankannya dengan predikat summa cum laude dengan penghargaan mumtaz ma’a martabah asy-syaraf al-ula (sarjana teladan dengan prestasi istimewa) Sekembalinya ke Indonesia sejak 1984. misalnya: sebagai Pengurus Perhimpunan Ilmu-ilmu Syariah. Ia juga terlibat dalam berbagai oraganisasi lainnya. ia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. mengambil spesialisasi dalam studi tafsir Alquran. Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional sejak 1989. Kesibukannya saat ini adalah Duta Besar Indonesia untuk Mesir. Ia hanya memerlukan waktu dua tahun untuk meraih gelar doktor dalam bidang ini.Untuk mewujudkan cita-citanya dalam mendalami studi tafsir. Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Usuluddin dan Fakultas Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. pada tahun 1980. diterbitkan oleh Mizan. sejak tahun 2000. Kontribusi Quraish Shihab dalam segi intelektualitasnya terbukti dari berbagai karyanya di antaranya ialah (a) Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan. Disertasinya berjudul Nazm al-Durar li al-Biqa’i: Tahqiq wa Dirasah .

Sebuah artikel yang ditulis selama periode dua puluh tahun berkenaan dengan berbagai aspek Al-Quran dan mengkaji secara terinci posisi pentingnya Al-Quran bagi komunitas Muslim. (d) Tafsir Al-Quran al-Karim: Tafsir Surat-surat Pendek Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu. Quraisy Shihab juga berusaha memadukan dua dorongan yang ada pada diri manusia --nalar dan intuisi-. Buku-buku karya Quraisy Shihab di atas. (d) Tafsir Amanah. dirasakan sangat sulit apalagi untuk dicerna sambil lalu. kajian tentang Tafsir memang membutuhkan semangat dan ketekunan yang luar biasa. dan karya-karya44 lainnya yang tidak disebutkan disini. (b) Membumikan Al-Quran: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Popular Indonesian Literature of the Qur’an.h. sungguhpun tidak terpampang sebutan tafsir. diterbitkan oleh Mizan. diterbitkan oleh Pustakan Katini. 1996). diterbitkan oleh Lentera Hati Jakarta. Iblis. 1992. 295-299 197 . Penerjemah Tajul Arifin dengan judul Kajian Al-Quran di Indonesia Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish shihab (Mizan: Bandung.Federspiel. Setan dan Malaikat dalam Al-Quran dan As-Sunnah serta Wacana Pemikiran Ulama Masa Lalu dan Masa Kini. 1999.sehingga dapat dipahami secara mudah oleh akal dan juga uraian yang sulit dipahami kendati 44 Uraian karyanya daparte diperoleh dalam Howard M. namun pada prinsipnya dapat dikategorikan sebagai gagasan yang sarat dengan problematika sekaligus solusi-solusi atasnya yang bernuansa qur’ani. (c) Wawasan Al-Quran: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung 1997: (e) Yang Tersembunyi: Jin. Selama ini. Bandung. diterbitkan oleh Pustaka Hidayah . 1992. diterbitkan oleh Mizan Bandung 1996.dan ungkapan Islam sebagai sistem religius bagi individu mukmin dan bagi komunitas Muslim Indonesia.

tidak bertentangan dengan akal. pada saat yang sama ia pun menyelesaikan sekolah agamanya di madrasah ayahnya. dengan alasan bahwa bahasa Inggris merupakan 198 . Dua tahun kemudian Nurcholish Madjid pindah ke pesantren Pondok Modern Gontor. Dari Pesantren ke Amerika Dilahirkan di desa Mojoanyar. Nurcholish Madjid 1. khususnya selama belajar di Madrasah. Ketika itu Nurcholish Madjid berumur 16 tahun dan ia dapat menyelesaikan studinya pada umur 21 tahun. Jombang. yakni tradisi belajar klasik dengan gaya modern Barat. B. Para santri yang belajar di Pesantren Gontor tidak hanya diproyeksikan mampu menguasai Arab klasik. Ketika memperoleh ijazah SR IV dari Sekolah Rakyat Bareng. Pendidikannya dimulai dari SR (Sekolah Rakyat) di pagi hari dan madrasah di sore hari. namun dapat diterima sepenuh hati oleh siapapun bila ia menggunakan kalbunya. yang diwujudkan secara baik dalam sistem pengajaran maupun mata pelajarannya. tetapi juga bahasa Inggris. Setelah itu ia mengabdi beberapa tahun sebagai pengajar di bekas almamaternya tersebut . Pada usia ke-14 Nurcholish Madjid pergi belajar ke pesantren Darul Ulum Rejoso di Jombang dan di sini ia juga memperoleh prestasi yang mengagumkan. Jawa Timur pada 17 Maret 1929. Pilihan Abdul Madjid (ayahnya) menyekolahkan Nurcholish Madjid ke pondok Modern Gontor juga merupakan keputusan yang sangat mendukung bagi pengembangan wawasan intelektual Nurcholishnya. Madrasah Al-Wathoniyah Nurcholish Madjid selalu memperoleh prestasi akademik yang luar biasa. Kurikulum Gontor menghadirkan perpaduan liberal.

jika diukur dengan masa sekarang. Dengan demikian. dia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). pola pendidikan yang dikembangkan dapat dianggap sebagai pendidikan yang progresif. pendidikan di Gontor. gaya pendidikan yang dipelopori Gontor sangat revolusioner. Nurcholish Madjid sering mengemukakan respek dan kekagumannya pada Buya Hamka yang dinilainya mampu mempertemukan pandangan kesufian. Nurcholish Madjid melanjutkan ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Fakultas Adab Jurusan Bahasa Arab dan Sejarah Kebudayaan Islam).bahasa yang dibutuhkan dalam mencari ilmu untuk masa sekarang. Iklim pendidikan di Gontor mengajarkan para siswanya untuk bersikap kritis dan tidak memihak pada salah satu mazhab sehingga para siswa yang tamatan pondok ini terbiasa untuk berpikir komparatif yang dengan itu membuat mereka tidak mudah terjebak pada fanatisme mazhab. ketika Nurcholish Madjid nyantri di akhir 1950-an. wawasan budaya. Skripsinya berjudul AlQuran ‘Arabiy-un Lughat-an wa ‘Alamiy-un Ma’na (al-Quran Dilihat dari Segi Bahasa bersifat Lokal [bahasa Arab]. Paham inklusufisme ini semakin berkembang lantaran pergaulannya yang begitu dekat dengan almarhum Buya Hamka (5 tahun Nurcholish Madjid tinggal di asrama Masjid Agung al-Azhar). Dan jika diukur pada saat itu. Selama kuliah. dan semangat al-Quran sehingga dakwah dan paham keislaman yang ditawarkannya sangat menyentuh dan efektif untuk masyarakat Islam kota. disebabkan anggapan bahwa HMI dipertimbangkan sebagai gerakan 199 . yang ketika itu tidak populer. tetapi dari Segi Makna Bersifat Universal) menunjukkan kecenderungannya untuk melakukan analisa filosofis dan inklusufistik terhadap ajaran dasar Islam.

Tanggal 3 Januari 1970. intelectual freeom. Karena isi makalah tersebut. Fenomena kehidupan masyarakat di kedua wilayah tersebut telah membuka matanya untuk melihat persoalan-persoalan yang berkaitan dengan diskursus Islam. desakralisasi. yang note bene adalah negara-negara atau berpenduduk mayoritas beragama Islam. ijtihad. Istilah-istilah tersebut digunakan untuk mengemukakan maksud dalam menolak tradisionalisme dan sektarianisme. liberalisasi. Rentang tahun 1967-1969 Nurcholish Madjid menjadi Presiden Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara (PEMIAT) dan pada tahun 1968-1971 menjadi wakil Sekretaris Umum International Islamic Federation of Student Organisation (IIFSO. dan demokrasi. idea of progress. seperti ke Amerika dan Timur Tengah.kaum modernis sehingga dianggap sebagai mitra kerja Masyumi. Nurcholish Madjid mendapat undangan sebagai pembicaraDalam makalah yang berjudul “Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat”. Cak Nur terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI untuk dua periode berturutturut dari tahun 1966-1968 hingga 1969-1971. sehingga dia mendapat berkesempatan untuk melakukan kunjungan-kunjungan internasional. yang dulunya dipuji sebagai Natsir Muda yang akan menjadi pemimpin baru aktivis muslim di bidang politik. Nurcholish Madjid. Dalam pengamatannya. dan kesempatan yang merupakan pesan-pesan moral yang terdapat dalam al-Quran. Himpunan Organisasi Mahasiswa Islam se-Dunia). dihujat dan dianggap telah berbalik 180 derajat dari 200 . dalam hal keadilan sosial. keadilan sosial. Nurcholish Madjid secara terang-terangan mengungkapkan gagasan pemkirannya dengan menggunakan istilah-istilah sekularisasi. Amerika ternyata lebih islami dibanding negara-negara Timur Tengah. persamaan hak.

dan tulisan-tulisan kritis yang menanggapi ide-ide pembaharuan pemikirannya seringkali menafikan sosok Nurcholish Madjid sendiri sebagai pusat perhatian. Gerakan Pembaruan ini juga disosialisasikan dalam bentuk penerbitan majalah yang sangat provokatif. diantaranya yang terpenting adalah Yayasan Samanhudi. 201 . dan Abdurrahman Wahid. Kelompok ini ternyata berlanjut pada pembentukan pertemuan Reboan di tahun 1980-an dan 1990-an. Nurcholish Madjid sendiri menjadi pimpinan majalah ini selama tiga tahun dari tahun 1971-1974. Dan dalam masa ini juga Nurcholish menjadi Wakil Direktur I Lembaga Studi Ilmu Kemasyarakatan di Jakarta. Di yayasan ini Nurcholish Madjid bertemu dengan Djohan Effendi. Syu’bah Asa.lintasannya yang konservatif menjadi seorang modernis sekuler. Dalam menghadapi kritikan-kritikan tersebut. Nurcholish Madjid menjadi Direktur Lembaga Kebajikan Islam Samanhudi di Jakarta. lembaga yang didirikan oleh Yayasan Samanhudi. Mimbar Jakarta. Melalui majalah ini gagasan tersebut menyebar ke masyarakat luas sehingga Nurcholish Madjid harus menikmati kritikan bahkan hujatan dari para pengkritiknya.. Nurcholish Madjid menjadi tokoh masyarakat dengan sorotan tajam terhadap ide-ide yang ia lontarkan. Nurcholish Madjid lebih memilih untuk bersikap diam dan menyibukkan diri dalam forum-forum diskusi . Gerakan secara luas untuk menolak ide-ide Nurcholish Madjid semakin hidup. Selanjutnya pada tahun 1974-1976. Dawam Rahardjo. Dari tahun 1971-1974. M. Melalui kegiatan tidak resmi semacam itu gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam tumbuh dan berkembang. Ahmad Wahib.

Nurcholish Madjid meminta pada Leonard Binder agar ia dapat kembali lagi dengan stasus mahasiswa setelah penelitian di Chicago berakhir. Karya-karya Nurcholish Madjid Nurcholish Madjid dapat digolongkan sebagai seorang cendikiawan yang produktif. Rasyidi. pilihan itu dibatalkan dan dialihkan kepada Nurcholish Madjid. Namun untuk memenuhi persyaratan Ford Foundatrion. 2. Setelah pulang ke Indonesia. pengkritik utama pikiran Nurcholish Madjid. Mulanya pilihan jatuh ke H.M. mencari peserta yang tepat untuk program seminar dan lokakarya di University of Chicago yang didanai Ford Foundation yang akan dilaksanakan pada tahun 1976. Nurcholish Madjid mendapat dukungan dari Rayburn Smith. Karya-karyanya yang kini telah beredar dalam bentuk buku di 202 . pada th 1978 Nurcholish Madjid kembali ke Amerika Serikat untuk mengambil program pasca sarjana di University of Chicago dibawah bimbingan Fazlur Rahman. Di Universitas Chicago. Nurcholish Madjid harus menjadi Pegawai Negeri Sipil. tetapi setelah mempertimbangkan usianya yang sudah tua. pegawai Ford Foundation yang bertempat di Jakarta.Tahun 1973 Fazlur Rahman dan Leonard Binder berkunjung ke Indonesia untuk pertama kalinya. Nurcholish Madjid lulus pada tahun 1984 dengan yudisium Cumlaude. Untuk itu kemudian ia dilantik menjadi tenaga peneliti LIPI. dengan judul disertasinya Ibn Taymiya on Kalam and Falsafah: A Problem of Reason and Revelation in Islam (Ibn Taymiyah dalam Ilmu Kalam dan Filsafat: Masalah Akal dan Wahyu dalam Islam). terbukti dengan banyaknya karya-karya ilmiah baik berupa makalah maupun artikel atau Buku.

yang menurutnya dikerjakan dalam rentang waktu dua dasawarsa sebagai respon terhadap berbagai persoalan dan isu-isu yang berkembang pada saat itu.pasaran Indonesia antara lain: 1) Khazanah Intelektual Islam (Editor. al-Ghazali. antara lain al-Kindi. Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis Tentang Masalah gagasan-gagasannya di sekitar kemodernan. Di bawah prinsip “untuk mencari dan terus mencari kebenaran. keislaman. Ibn Khaldun. tetapi ini merupakan sumbangsih berharga. Ibn Rusyd. 1984). Buku ini berisi kumpulan 203 . secara tiada berkeputusan” dan berkeyakinan bahwa Tuhan adalah Kebenaran dan bahwa hanya Dia-lah Kebenaran Mutlak. Ia memperkenalkan sarjana-sarjana Muslim Klasik. Kemanusiaan. dan Keimanan. Karya ini menurut penulisnya dimaksudkan untuk memperkenalkan salah satu segi kejayaan Islam di bidang pemikiran. Meskipun hanya sebuah pengantar. Sebagaimana diakui oleh Nurcholish sendiri. dan Muhammad Abduh. alFarabi. khususnya yang berkenaan dengan filsafat dan teologi. Di dalamnya merupakan kumpulan tulisan-tulisan Nurcholish Madjid. Nurcholish Madjid melontarkan kemanusiaan. 3) Islam. Buku ini sampai dengan tahun 1999 telah dicetak ulang sebanyak 12 kali. dan Kemodernan (1992). 2) Islam Kemodernan dan Keindonesiaan (1987). khususnya terhadap literaturliteratur pemikiran Islam yang berbahasa Indonesia. buku ini merupakan sekedar pengantar pemikiran kepada kajian yang lebih luas dan mendalam tentang khazanah kekayaan pemikiran Islam. al-Asy’ari. Ibn Taymiyah. Ibn Sina’. al-Afghani.

yang berupaya menghadirkan ajaran-ajaran Islam dengan adil. Tuntutan iman ini harus juga dinyatakan dalam amal yang menjadi kebajikan sosial. sekaligus menciptakan masyarakat yang egaliter dan inklusif yang memungkinkan manusia saling menjaga dan mengingatkan tentang kebenaran dan keadilan. kata Nurcholish Madjid. Nurcholish Madjid menyebutkan bahwa agama (Islam) telah mengajarkan manusia bagaimana seharusnya menjaga keselamatannya di dunia dan akhirat. dan Kemodernan. Kita. Dalam pengantarnya. membangun masyarakat etika. Di dalamnya terungkap gagasan-gagasannya di bawah tema tauhid dan emansipasi harkat manusia. mencakup 204 . yang ditulis Nurcholish Madjid pasca studi di Chicago. Kerakyatan dan Keindonesiaan: Pikiran-pikiran Nurcholish “Muda” (1994). Merupakan penjelasan yang lebih sederhana mengenai ajaran yang inklusif dan universal yang menjadi tema besar dalam buku Islam Doktrin dan Peradaban. disiplin ilmu keislaman tradisional. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan sebagian besar tulisan Nurcholish Madjid pada kolom “Pelita hati” di Harian Pelita (1981-1991) dan Tempo. Sebagaimana dalam bukunya islam kemoderenan dan Keindonesiaan. Dalam buku ini. 5) Pintu-pintu Menuju Tuhan (1994). tema-tema besar tersebut. harus mempunyai tujuan hidup yang transedental berdasarkan iman. inklusif. sekaligus merupakan karya monumentalnya.makalah. dengan penekanan bagaimana menciptakan masyarakat yang berkeadilan berdasarkan prinsip-prinsip tauhid. 4) Islam. dalam buku ini Nurcholish Madjid berbicara mengenai Keislaman. Keindonesiaan. dan kosmopolit. serta universalisme Islam dan kemodernan.

halaman per halaman tak ubahnya ibarat kita mendaki pegunungan. Lebih dari itu. pemikiran-pemikiran Nurcholish Madjid yang tertuang dalam buku ini lebih terarah pada makna dan implikasi penghayatan iman terhadap perilaku sosial. 6) Islam Agama Peradaban: Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah (1995). melalui buku ini Nurcholish Madjid menunjukkan konsistensinya sebagai pemikir yang apresiatif dan memiliki akses 205 . Menurut Gunawan Muhammad. pemikiranpemikiran Nurcholish Madjid dalam buku ini merupakan analisis dan refleksi terhadap wacana keislaman secara mendasar. Namun demikian. yang juga menekankan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi. Sebagaimana buku Islam Doktrin dan Peradaban.. moral.masalah iman. etika. dan sederhana. hal tersebut tidaklah mengurangi akan kedalaman dan keluasan visi dan wawasan dari sang penulisnya. Diungkapkan oleh Komaruddin Hidayat dalam pengantar buku ini. semakin ke atas semakin terasa sejuk. Nurcholish Madjid dalam buku ini membahas tema-tema pokok ajaran Islam yang telah berkembang dan mengalami distorsi di tangan umat Islam sendiri. sehingga mudah dimengerti. dan politik Islam kontemporer. sehingga menjadi mitos dan dongeng.. Dalam pengertian lain. ringan. Membaca buku ini. Hanya saja.. melainkan justru merupakan salah satu keistimewannya. disajikan dengan bahasa yang lugas. peradaban. yang memberikan kata pengantar untuk buku ini mengatakan bahwa tulisan-tulisan Nurcholish Madjid tersebut tetap bertahan dalam tradisi humanis. seringkali sulit dibedakan antara nilainilai Islam yang bersifat substansial dan fundamental dari ajaran yang sekunder dan terbuka untuk penafsiran bahkan perubahan.

Buku ini menghadirkan ajaran Islam secara lebih humanis. namun berbarengan dengan itu ia tetap setia pada cita-cita humanisme dan modernisme Islam. Agama dan budaya sebagaimana sudah banyak disuarakan oleh banyak pemikir kebudayaan. namun dapat dibedakan. pada kenyataannya tidak dapat dipisahkan. Nurcholish Madjid dalam buku ini. harus selalu dilakukan dialog kultural antara ajaran yang universal dengan yang partikular. 8) Masyarakat Religius (1997). Ditambah lagi dengan wawasan kesejarahan dan sosiologis yang dipelajarinya telah memungkinkan Nurcholish Madjid untuk menyuguhkan wawasan dan interpretasi ajaran dasar Islam yang terbebas dari mitos pemihakan ideologis karena kepentingan politik praktis. dan egaliter yang bertolak dari paradigma tauhid dan etika. adil.intelektual terhadap khazanah Islam klasik. (1995). Dikatakan oleh Wahyuni Nafis dalam kata pengantar buku ini. Hanya saja. Nurcholish Madjid mengajak kita untuk bisa memahami mana yang benar-benar agama—yang dengan demikian bersifat mutlak—dan mana yang benar-benar sebagai budaya—yang dengan demikian bersifat relatif dan sementara. menyajikan pemikiran-pemikirannya dengan wawasan yang lebih kosmopolit dan universal sekaligus mempertimbangkan aspek parsial dan kultural paham-paham keagamaan yang berkembang. konsep keluarga 206 . inklusif. 7) Islam Agama Kemanusiaan: Membangun Tradisi dan Visi Baru Islam Indonesia. komitmen pribadi dan sosial. Buku yang berisi lima bab ini mengetengahkan Islam dan konsep kemasyarakatan. Hal ini merupakan konsekuensi logis bagi Nurcholish Madjid agar ajaran-ajaran Islam yang universal senantiasa memiliki relevansinya dengan tuntutan ruang dan waktu.

Muslim. kedua. dan keempat. demokrasi. 10) Kaki Langit Peradaban Islam (1997). dimensi sosial budaya pembangunan di Indonesia. Buku ini terdiri dari empat bab. al-Ghazali dalam bidang tasawuf. ketiga. keadilan. oposisi. demokrasi di Indonesia. Dan ketiga. 207 . antara lain al-Syafi’i dalam bidang hukum Islam. Pertama. Buku ini merupakan suntingan sebagian kumpulan makalah Nurcholish Madjid yang ditulis dalam rentang waktu 10 tahunan. mengetengahkan wawasan peradaban Islam. Buku ini berisi tiga bab. yang menarik ketika Nurcholish Madjid berbicara mengenai oposisi. Kecuali itu. dan dinamika perkembangan intelektual Islam di Indonesia. Dalam buku ini Nurcholish membahas peran dan fungsi Pancasila. demokratisasi. Ibn Rusyd dalam bidang filsafat dan Ibn Khaldun dalam bidang filsafat sejarah dan sosial. menjelaskan sumbangan pemikiran-pemikiran para tokoh Muslim. prinsip medis dan kesehatan keluarga muslim serta konsep mengenai eskatologis dan kekuatan supra alami. kajian ilmiah terhadap Islam di Indonesia. Dalam konteks ini Nurcholish Madjid menegaskan bahwa oposisi memang diperlukan karena ia mempertajam pemikiran. Oposisi seperti inilah yang dibenarkan dalam masyarakat yang memegang teguh prinsip-prinsip musyawarah. Kedua. mengenai dunia Islam dan dinamika global. Pemilu. antara tahun 1986-1996. organisasi-organisasi politik dan Golkar. yang dimaksudkan adalah “oposisi loyal”. bagaimana peran umat Islam Indonesia menyonsong era tinggal landas. yaitu pertama. 9) Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia (1997).

Buku ini sangat berbeda dengan buku-buku Nurcholish Madjid lainnya. kehadiran buku ini tetap menunjukkan signifikansinya dalam rangka mencari dan menemukan format baru dunia pesantren berhadapan dengan realitas eksternal yang mengitarinya. yakni bahwa semua gagasan yang pernah 208 . berhadapan dengan wacana modernisasi. Sebagaimana diungkapkan oleh pemberi kata pengantar buku ini. dan lain-lain. Meskipun lebih merupakan bacaan ringan dengan kata pengantar yang panjang lebar dari seorang pengamat politik seperti Fachri Ali. Buku ini merupakan seleksi atas makalah-makalah Nurcholish Madjid sekitar duapuluh tahun yang lalu. meliputi berbagai persoalan aktual: politik.11) Bilik-bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan (1997). pendidikan. Buku ini dapat dikatakan merupakan perjalanan panjang pandangan sosial politik Nurcholish Madjid dalam wacana perpolitikan di Indonesia. buku ini dapat menyarikan pemikiran-pemikiran yang selama ini digeluti Nurcholish Madjid. karena ia merupakan kumpulan wawancara yang pernah dimuat dalam berbagai media massa dari sekitar tahun 1970-an sampai 1996-an dengan tema yang sangat beragam dan spontan. Meskipun telah berlalu kurang lebih 20-an tahun. 13) Cita-Cita Politik Islam Era Reformasi (1999). peristiwa 27 Juli. Buku ini memuat deskripsi dunia pesantren dengan segala dinamika perkembangannya. 12) Dialog Keterbukaan: Artikulasi Nilai Islam dalam Wacana Sosial Politik Kontemporer (1997). buku ini sangat menarik dan menjadi pendukung penting untuk dapat menangkap semua gagasan yang pernah dilontarkan Nurcholish Madjid dalam buku-buku yang lain. budaya.

alQuran dilihat dari segi bahasa bersifat lokal karena menggunakan bahasa Arab. Di samping itu karya tulis Nurcholish juga tersebar dalam beberapa buah buku. “Pengaruh Kisah Israiliyat dan Orientalisme Terhadap Islam” dalam K. jurnal maupun majalah. II/1985. AS. Kontroversi Pemikiran Islam di Indonesia (1991) 209 . Belum diterbitkan. “Akhlak dan Iman” dalam Adi Bajuri (peny.H. Belum diterbitkan. dari segi makna. dalam M Dawam Rahardjo (ed. Abdurrahman Wahid. “Pesantren dan Tasawuf”. Ibn Taymiyah on Kalam and Falsafah: Problem of Reason and Revelation in Islam (1984). et. Di antara karya-karya tulis itu adalah: Al-Quran. Menurutnya. Merupakan karya skripsi sarjananya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Inggris. maupun Arab. yang mengetengahkan tentang kajian kalam dan filsafat. istilah yang sekarang makin populer dalam wacana nasional bangsa Indonesia.) Pesantren dan Pembaharuan. al-Quran memiliki kandungan pengertian universal. sebab diturunkan di kawasan Jazirah Arab. sebab ia merupakan kitab rahmat bagi seluruh alam semesta.) dalam Pelita Hati. Akan tetapi. baik yang berbahasa Indonesia. “Tasawuf Sebagai Inti Keberagamaan” dalam Pesantren No 3/Vol. ‘Arabiyy-un Lughat-an wa ‘Alamiyy-un Ma’n-an (1968). Dalam karya tulis ini Nurcholish Madjid membahas al-Quran dilihat dari segi makna dan bahasanya. Karya ini merupakan disertasi doktoralnya di Chicago University.dilontarkannya dalam berbagai bidang merupakan transformasi nilai-nilai al-Quran dalam mewujudkan masyarakat madani.. al. dan bahkan banyak makalah-makalahnya yang belum diterbitkan..

Untuk itu.). ide-ide pembaruan yang digagas Nurcholish Madjid dapat dijelaskan sebagai berikut. kecuali sebagian kecil. Islam Indonesia Menatap Masa Depan (1989). “Islam ini Indonesia: Challenges and Opprtunities”. bukan kepada institusi-institusi keislaman. Rekonstruksi dan Renungan Religius Islam (1996). Dawam Rahardjo (pengantar). Melintas Batas Agama. Islam in the Contemporary World (1980). Dalam Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus (ed. Dengan rumusan ini Nurcholish Madjid menegaskan pendiriannya bahwa komitmennya hanyalah pada Islam. yaitu: “Dialog Agama-agama dalam Perspektif Universalisme al-Islam” “Kebebasan Beragama dan Pluralisme dalam Islam” “Keluarga Imran. No. Nurcholish Madjid menyuarakan jargon “Islam. dalam Cyriac K. Yes. tetapi lebih banyak berjuang untuk kepentingan partai atau kelompok masing-masing. Dengan 210 . dan Isa al-Masih” Dan masih banyak lainnya yang tidak mungkin dicantumkan dalam tulisan ini. Secara ringkas. umat Islam. sudah tidak tertarik lagi dengan partai-partai/organisasi-organisasi Islam karena partai-partai itu tidak lagi menyalurkan aspirasi-aspirasi umat Islam secara keseluruhan. Pullaphilly (ed.). dalam Gloria Davis (ed. “Aktualisasi Ajaran Ahlussunnah wal jama’ah dalam M.).). Pertama. Partai Islam. Nurcholish menyumbangkan tiga tulisan.“Al-Quds” dalam Wahyuni Nafis (ed. What is Modern Indonesia? (1979). Siti Maryam. “The Issues of Modernization among Muslim in Indonesia: From a Participant’s View”. Passing Over.

cara efektif adalah dengan terlebih dahulu menetapkan sikap dasar terhadap pembaruan. Ketiga. Yang dimaksud dengan liberalisasi di sini erat kaitannya dengan membebaskan diri dari nilai-nilai yang tradisional. dan gagasan kemajuan. tetapi penolakan terhadap pemanfaatan Islam oleh mereka yang terlibat dalam kehidupan partai politik Islam. Inilah salah satu letak perbedaan pandangan Nurcholish Madjid dengan tokoh seniornya yang lebih mementingkan pandangan skripturalis dan dokrinal dalam meresponi perkembangan modern. kebebasan berpikir. Mereka sudah tidak sanggup lagi menangkap semangat dari ide pembaruan itu sendiri. penolakan terhadap institusi kepartaian politik Islam haruslah dipahami sebagai penolakan bukan karena Islamnya. Sebaliknya. Proses liberalisasi ini mencakup setidak-tidaknya tiga hal: sekularisasi. Dalam hal ini Nurcholish menekankan liberalisasi pandangan terhadap ajaran-ajaran Islam. sebagai pijakan untuk menempuh langkah-langkah operasional. diperlukan kelompok-kelompok pemikir yang “liberal”. Kedua. Untuk itu diperlukan pembaruan pemikiran yang rasional dan sesuai dengan kondisi empiris yang ada ketika itu. yaitu dinamika dan progresivitas. Pikiran ini didasarkan pada pengamatannya bahwa organisasi-organisai yang dikenal sebagai wadah pembaru selama ini sudah tidak lagi menceminkan sikap itu. organisasi- 211 . danmenggantinya dengan nilai-nilai yang berorientasi masa depan. Untuk bisa sampai pada tahapan ini. umat Islam harus melepaskan diri dari kejumudan berpikir dari dirinya termasuk kelembagaan politik yang dimilikinya. guna menggerakkan dan merumuskan pikiran-pikiran baru yang segar dan progresif. yang nontradisionalis dan non-sektarian.kata lain.

Ahmad. Hamzah Haz 1. dan jabatan ini dijalaninya selama kurang lebih 20 tahun. Dari Madrasah Diniyah ke Panggung Politik Hamzah Haz dilahirkan di Ketapang sebelah selatan propinsi Kalimantan Barat pada tanggal 15 Februari 1940. Untuk itu diperlukan adanya kelompok pembaruan Islam baru yang liberal dengan konsekuensi logis nontradisionallisme dan non-sektarianisme. Pagi hari sekolah di SR dan sore harinya sekolah di Madrasah Diniyah.organisasi yang dulunya kontra reformis mengambil alih apa yang menjadi hak monopoli kaum pembaru selama ini walaupun mereka tidak sepenuh hati. Hamzah kecil melanjutkan kelas 4 dan 5 di ketapang. jauh dari orang tua. sebuah desa kecil yang terletak di kecamatan Molahilir Kabupaten Ketapang. Seminggu sekali ia pulang ke Pesaguan dengan menggunakan sepeda. Keadaan ini mengakibatkan stagnasi menyeluruh yang menimpa umat Islam. Abdullah H. sambil sore harinya menuntut ilmu di Madrasah Diniyah. Masa sekolahnya dilaluinya mulai dari Pesaguan. karena jarang mobil atau kendaraan umum 212 . Namun di tempat kelahiranya itu hanya sampai kelas 3. Hamzah mulai belajar hidup mandiri. H. Ayahnya. . C. Hamzah dibesarkan dalam keluarga yang taat beragama dan ketat dalam menjalankan ajaran Islam. Tinggal bersama nenek dari pihak ayah. tepatnya didaerah Pesaguan. adalah seorang yang pada awalnya berprofesi sebagai guru Sekolah Rakyat (SR) dan pada pendudukan Jepang sampai masa kemerdekaan menjadi kepala Desa.

sambil meneruskan pendidikan di Madrasah Diniyah. Hamzah sudah tertarik dengan organisasi dan sering mengikuti berbagai aktivitas yang diadakan oleh sekolah maupun organisasi lainnya. Ketika di SMPN. yang pada waktu itu sudah menjadi pengusaha yang relatif sukses.melewati daerah tersebut. Hamzah kemudian pindah ke SMPN Ketapang. Pendidikan agama diperolehnya melalui madrasah diniyah hingga tamat. Bahkan. Hamzah melanjutkan ke SMPN 1 Pontianak sampai kelas II. Bahkan ketika itu pula Hamzah pernah menjadi salah satu ketua Himpuanan Siswa Ekonomi Seluruh Indonesia (HIMSEKSI) Kalimantan Barat. Pendidikan orang tua begitu besar mempengaruhi prilaku dan mentalitas Hamzah hingga menjadi politisi yang dikenal memiliki integritas perjuangan dan konsistensi sikap itu. . untuk kumpul bersama orang tuanya. Hamzah sempat mengikuti 213 . Dari keinginan itu pula yang menjadikan Hamzah melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Negeri (SMEAN) Pontianak setelah tamat SMP pada tahun 1957. Di sini Hamzah mulai mengembangkan hobi berorganisasi yang mengantarkan Hamzah menjadi wakil ketua organisasi Ikatan Pelajar SMEAN Pontianak. disamping pendidkan agama yang diberikan orang tuanya secara langsung kepada anakanaknya. Setelah menyelesaikan sekalah rakyat pada tahun 1954. Keinginan untuk menjadi pengusaha pada waktu kecil menggambarkan betapa pengaruh orang tua begitu besar. Bahkan diakuinya faktor orang tua sangat mempengaruhi proses pengenalan dia terhadap agama Islam sampai Hamzah tumbuh menjadi politisi yang mampu bertahan dalam posisinya hingga sekarang.

Hamzah lebih tertarik untuk mengikuti Kursus Perbankan di Bandung. Tidak lama setelah menjadi wartawan. Pada saat itu pula Hamzah pernah dipanggil oleh Pejabat daerah itu berkaitan dengan tulisan-tulisan yang kritis dan vokal terhadap pemerintah daerah. terbukti Hamzah sempat menjadi calon ketua PWI (persatuan Wartawan Indonesia).Kongres HIMSEKSI di Banjarmasin. pada pertengahan tahun 1961 dan tahun berikutnya dikaruniai seorang putra. Hamzah mendirikan surat Kabar “Berita Pawan” yang terbit tiga kali dalam seminggu dan dicetak dengan stensilan. Saat menjadi wartawan inilah. Kalimantan Selatan. Hamzah menikahi gadis yang bernama Asminah. Sampai kemudian Hamzah memutuskan untuk pulang kembali ke Ketapang untuk mengajar SMA Ketapang dan dengan modal sebagai wartawan di Pontianak. Ketika menjadi “wartawan muda”. hamzah tidak langsung bekerja di bank tersebut karena sampai Hamzah lulus Bank tersebut tidak kunjung berdiri. Hal ini karena orang tuanya sebagai anggota Koperasi Kopra dan mempunyai hak 214 . Setamat dari SMEAN. Hingga selesai kursus perbankan. hobi berorganisasi Hamzah terus terlihat. Keinginan untuk masuk di dunia perbankan bersamaan dengan niat pemerintah Daerah yang akan mendirikan Bank Perintis milik Masyumi. Pada saat yang sama ada lowongan untuk menjadi wartawan surat kabar “Bebas” (sebuah koran daerah). Itu terjadi pada tahun 1962 sampai dengan 1965. Dengan kata lain Hamzah sempat menjadi pengangguran untuk beberapa waktu. Hamzah pun mengirim lamaran diterima masuk menjadi wartawan koran tersebut. bersama empat orang lainnya Hamzah Haz mendapakan tugas belajar dari Koperasi Kopra Kalimantan Barat untuk kuliah di Akademik Koperasi Negara Yogyakarta.

Di Yogyakarta. Hamzah kemudian masuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Akademi Koperasi Negara Yogyakarta. Hamzah banyak mengalami perubahan signifikan yang banyak membentuk dan mempengaruhi pola dan karakter politiknya dikemudian hari. itu terlihat misalnya dari hasil mata kuliah yang tidak pernah gagal dalam setiap ujian. Hamzah termasuk orang yang sangat rajin dan tekun. Hamzah muda mulai banyak belajar tentang organisasi dan politik secara lebih dewasa. Pertimbanganya. Di kota yang dunia mahasiswanya dikenal sangat dinamis ini. karena kehidupan politik dan organisasi dikalangan mahasiswa sedang hangat-hangatnya. Bahkan Hamzah termasuk pendiri komisariat tersebut dan pernah menjadi ketuanya. Mengapa PMII. Hamzah bahkan pernah menjadi peserta Konferensi PERTANU (persatuan Tani NU). karena PMII merupakan organisasi ekstra Universiter yang berada di bawah Nahdlatul Ulama (NU) sementara Hamzah Haz sendiri adalah pengurus NU cabang Ketapang. bukan GMNI.untuk itu. Pada periode yang sama. HMI atau lainya ?. hobi berorganisasi Hamzah semakin mendapatkan saluran. apalagi suasana saat itu mengaharuskan orang untuk menentukan pilihan. sebuah organisasi onderbouw NU yang bergerak di bidang pertanian. Di Yogyakarta. Dalam berbagai aktivitasnya yang cukup banyak itu. Naluri politik Hamzah muda sebagai aktivis mahaiswa mulai tumbuh dan berkembang di kota ini selama kurang lebih tiga tahun. Di waktu kuliah. 215 . yaitu 1962-1965 Hamzah juga menjabat sebagai ketua pelajar/mahasiswa kalimantan Barat di Yogyakarta.

oleh karena tidak pernah her dalam setiap ujiannya. Buchori untuk menjadi pengurus NU Cabang Ketapang. Pada tahun 1965-an. bahkan kemudian dipercaya sebagai asisten dosen Hendro S. dengan menjadi pengurus Koperasi Kalimantan Barat. orang yang bertitel sarjana muda di Kalimantan Barat masih sangat sedikit. 2. salah satunya disebabkan NU bukan hanya karena mengurusi masalah duniawi tetapi juga hal ukhrowi (hablumminallah wahablumminannas) Hamzah memilih NU karena kecintaannya terhadap NU. yaitu KH. Di samping itu Hamzah juga mengajar di SKOPMA (Sekolah Koperasi Menengah Atas).Setelah kurang lebih tiga tahun kuliah di Yogyakarta. persis peristiwa Gestapu. Belum selesai pengumuman ujian. Sambil terus mengembangkan hobinya berorganisasi. ditingkat IV. yakni 20 tahun. Hamzah sudah bisa pulang ke Pontianak (bukan ke Ketapang). 150. Hamzah menjalani ujian akhir. dan secara resmi diangkat oleh PTIP dengan gaji sebesar Rp. yang pada awalnya sebagai sekretaris yang kemudian menjadi ketua. Hamzah sudah resmi menjadi pengurus NU Cabang Ketapang. ditambah pada waktu itu Masyumi sebagai partai politik sudah dilarang oleh pemerintah. Kecintaanya pada NU. Karir Politik Hamzah Haz Keterlibatan Hamzah dalam politik berawal dari ajakan guru agamanya. Apalagi di Ketapang 216 . Di Pontianak Hamzah mengabdikan dirinya pada lembaga yang telah memberinya kesempatan tugas belajar. Dalam usianya yang relatif masih muda. maka kehadiran Hamzah memiliki posisi tersendiri dalam lingkungan masyarakat itu. Hamzah melanjutkan kuliah dengan memasuki Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura.

tahlil atau lainnya. semua memakai qunut. Pada waktu itu ada peraturan pemerintah yang mengharuskan semua orang KAMI atau angkatan 66 harus masuk Golkar atau berhenti. setelah keluar. Tetapi itu tidak berlangsung lama. Hamzah kemudian dipercaya menjadi wakil ketua tanfidziyah NU wilayah Kalimantan Barat. Tetapi pada saat yang sama. Hamzah menjadi anggota DPRD bukan “mewakili” NU. usia yang relatif muda dan mengagumkan dalam sebuah partai dengan sistem rekrutmen kader yang cukup ketat. wilayah kalimantan Barat tidak memiliki wakil di DPR RI. Hamzah sudah mulai kenal dan “berguru” kepada senior- 217 . Pada tahun pemilu 1955. melainkan mewakili KAMI (kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) Kalimantan Barat atau angkatan 66. Ketika itu usianya 30 tahun. kebetulan ada kursi kosong dari NU yang kemudian Hamzah diminta untuk mengisi kembali Pengabdian Hamzah di NU sampai pada tingkat yang terus meningkat. dengan wakil Hamzah sendiri. ayahnya mewakili Parmusi dan Hamzah mewakili NU. Di tingkat wilayah Kalimantan Barat. Di Senayan itu.tidak ada perbedaan secara mencolok antara NU dan Muhammadiyah dalam hal ubudiyah. karena Hamzah mengundurkan diri menjadi anggota DPRD dari KAMI dan lebih memilih NU. Tetapi yang menarik adalah perbedaan pilihan politik dalam sebuah keluarga tidak mempengaruhi hubungan antar keluarga. Bahkan dalam kampanye pemilu pada waktu itu mereka mewakili partai yang berbeda. setelah menjadi sekretaris wilayah. karenanya Hamzah dan kawan-kawan lainnya melakukan konsolidasi dan pembenahan sehingga pada tahun pemilu 1971 Kalimantan Barat memperoleh kursi di DPR RI. dari mulai cabang Ketapang sampai tingkat wilayah.

mengantarkan Hamzah menjadi wakil ketua komisi 218 . learning by doing. KH. maka Hamzah menjadikan DPR sebagai “sekolah”. dijalaninya dengan penuh tanggung jawab karena sebuah kepercayaan. Ahmad Syaikhu. sejak menjadi anggota biasa sampai kemudian menjadi wakil ketua DPR. Idham Kholid. membuatnya nekat untuk belajar dan bekerja lebih keras lagi untuk “mengejar ketertinggalanya”. KH. Kiprahnya di DPR diawali sebagai anggota komisi APBN. sejak masuk pada tahun 1971 sampai akhir tahun 1999. MI. Hamzah yang belum begitu menonjol pada saat itu. Hamzah masih tetap menghormati.seniornya seperti KH. maka secara automatis Hamzah menjadi anggota MPW (Majelis Pertimbangan Wilayah) PPP Kalimantan Barat. Masykur dan lainnya. Perjalanan Hamzah Haz menjadi anggota DPR cukup panjang. Pengalaman itu misalnya tentang konsistensi untuk memperjuangkan umat Islam dan bagaimana membangun hubungan dan relasi dalam berpolitik dan sebagainya. Maka dari itu. bahkan kepada putra-putri kyai/ulama yang menjadi “guru politik”nya. Lebih dari itu. Karena Hamzah menjadi anggota DPR RI dari NU. PERSIS dan partai Islam lainnya mengaharuskan untuk berfusi dalam satu wadah yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP). gurunya adalah orang-orang sudah lebih dulu mengenyam asam garam menjadi anggota DPR. penghormatan terhadap mereka begitu terlihat sampai sekarang. Hamzah sangat berbahagia sekali dapat berkumpul bersama mereka dan belajar terhadap pengalaman mereka. muncul kebijakan pemerintah Orde baru untuk menyederhanakan partai-partai menjadi tiga partai politik NU bersama PERTI. Karena pengalamanya yang cukup panjang. dan inilah kiprah awal Hamzah di lingkungan PPP.

Hamzah menulis di surat kabar tentang persoalan politik dan terutama ekonomi. Bahkan karena penguasaanya terhadap APBN secara lebih mendetail dan menyeluruh. Karena setelah itu Hamzah diangkat menjadi Menteri Koordinartor Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra dan Taskin) pada Kabinet Persatuan Nasional yang di bawah Komando KH. Bahkan bukan hanya itu masalah-masalah ekonomi yang berakit dengn devisa dan harta negara menjadi perhatian utamanya. membuat orang menjulukinya sebagai Ayatullah APBN.6 milyar paada tahun 1980 sampai pada kasus likuidasi dan penjualan tanah serta gedung KBRI di Singapura. Hamzah sempat menjadi menteri Negara Investasi/Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Pada Pemilu tahun 1999 merupakan tantangan berat buat PPP untuk bertarung 219 . Bahkan pada era Reformasi. Hamzah menjadi anggota Dewan sampai empat kalidisamping dipercaya sebagai ketua Fraksi PPP selama tahun 1992-1997 dan 1997-1998.APBN selama 10 tahun dari 1982-1992. Kiprah Politik Hamzah di Dewan berakhir setelah Ia menduduki posisi sebagai wakil Ketua DPR mendampingi Akbar Tanjung. Kecermatan analisisnya menjadi sumber dalam setiap penyusunan APBN. Abdurrahman Wahid sebagai Presiden. Bahkan bersama rekannya Umar Basalim (sekjen MPR RI dan Rektor Universitas Nasional). Hamzah seringkali disebut sebagi kamus berjalan APBN yang selalu siap berkomentar tentang APBN kapan saja dimana saja. tepatnya ketika Habibie menjadi Presiden menggantikan Soeharto yang lengser pada tahun 10 Mei 1998. Dari kasus kredit macet BNI senialai 633. Kepakaran dan pengalaman Hamzah dalam bidang APBN.

Maka menjadi ujian tersendiri buat PPP untuk bisa mempertahankan basis konstituenya untuk di DPR mapun DPRD. ditetapkannya asas Islam menjadi asas partai menggantikan Pancasila. Pertama. yakni Hamzah Haz sebagai Menteri Investasi dan Kepala BKPM dan AM Saifuddin menjadi menteri Urusan Pangan dan Holtikultura. Hamzah bekerja sebagai Maninvest/kepala BKPM dengan penuh tanggung jawab dan sepenuh hati maka 220 . Kedua. menetapkan kembali Ka’bah sebagai lambang partai menggantikan bintang dan Ketiga. Hal yang ketiga ini cukup peting terutama untuk basis NU di PPP. AM Saifuddin yang waktu itu juga menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Pangan dan Holtikultura pada Kabinet Reformasi . Setelah satu tahun kurang tiga belas hari. Seperti banyak dikatakan. Ketika Habibie menggantikan Soeharto menjadi presiden pada tahun 1998. memiliki makna yang sangat strategis.bersama partai-partai Islam lainnya. karena lebih 20 tahun lebih orang NU baru kembali memperoleh posisi Ketua Umum. Dari PPP ada dua orang yang masuk menjadi menteri. terpilihnya Dr. ada upaya untuk mengakomodir kekuatan partai lain selain Golkar untuk masuk dalam kabinet. bahwa pemilu 1999 diikuti oleh puluhan partai-partai Islam yang berarti jumlah pesaing semakin banyak dan beragam. Maka Habibie dalam merekrut kabinet mengakomodir dari partai lain termasuk PPP untuk menjadi kabinet Reformasi. Muktamar IV PPP yang diselenggarakan tanggal 29 November 1998. Hamzah Haz menjadi Ketua Umum DPP PPP periode 1999-2004 mengalahkan pesaing tunggal Dr. Setidaknya ada tiga hal penting yang dihasilkan muktamar. Ir. penggantian ini diperikirakan memiliki pengaruh yang signifikan dan meluas.

Sejak menjadi menteri dirinya tidak pernah sekalipun datang ke kantor PPP. Pilihan untuk mengundurkan diri sebagai menteri adalah konsekwensi yang harus diterima karena Hamzah terpilih sebagai Ketua Umum dan calon legeslatif dari daerah pemilihan Jakarta. Bahkan dalam siaran persnya. Hal itu sebenarnya sudah sering dikatakanya dalam intern PPP sendiri maupun poros tengah. padahal tamu yang datang banyak sekali. Maka ketika harus memilih antara pertai atau menteri maka dirinya lebih memilih partai. Tetapi karena desakan dan situasi politik pada waktu itu. Dalam kabinet Gus Dur itu Hamzah menduduki posisi sebagai Menteri Koodinator Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra Taskin). Sejak dari awal. Hal itu pun diikuti juga oleh beberapa menteri lainnya seperti Akbar Tanjung yang terpilih sebagai Ketua umum Partai Golkar. sesungguhnya tidak ada niat atau keinginan sedikitpun diriinya untuk menjadi menteri karena berat dan besarnya tanggung jwab yang harus dikerjakan. kembali membawa Hamzah masuk dalam jajaran kabinet KH. Abdurrahman Wahid (atau yang akrab dipanggil Gus Dur). Hal itu terbukti ketika dirinya tidak bisa berbuat apa-apa lagi terhadap partai karena kesibukannya menjadi menteri dengan perhatian yang minim dan lain sebagianya. kemunduran dirinya dari Kabinet Persatuan Nasional. Karena dengan demikian Ia bisa berkosentrasi penuh pada partai 221 . maka Hamzah pun menerima tawaran tersebut. sangat melegakan. membuat Hamzah akhirnya lebih memilih mengundurkan diri dari Menko Kesra Taskin dan kosentrasi mengurus partai.Hamzah mengajukan pengunduran dirinya kepada presiden. Hamzah mengatakan. Kekuatan poros tengah dalam sidang Umum MPR 1999.

Bahkan ketua umum harus memosisikan dirinya seperti komisaris dalam perusahaan yang hanya berfungsi mengontrol. Pada umumnya ketua umum partai memiliki jabatan formal. membuat policy. Beberapa partai Islam selain PPP hanya mendapatkan kursi yang tidak terlalu signifikan. Hal itu cukup berpengaruh terhadap peta politik dan atmosfir politik Indonesia. Ia ingin merombak tradisi itu. Ditambah Habibie didukung juga oleh beberapa kelompok Islam. Pada saat yang sama Partai Golkar dengan Habibie sabagai calon presidenya tidak jauh berbeda suasana psikologispolitisnya dengan PDI Perjuangan. untuk memastikan dan memperjuangkan Megawati sebagai Presiden RI. Mengatasi kebuntuan politik dan menghindarakan dari Sidang Umum MPR dari ancaman deadlock maka para politisi yang tergabung dalam kelompok Islam membentuk suatu “kekuatan politik tandingan” sebagai kekuatan alternatif. maka Hamzah justru tidak. Kemenangan PDI Perjuangan dengan Megawati sebagai calon presidennya dalam pemilu 1999 membuat kelompok ini memilki keberanian dan kepercayaan diri dari para elite partai maupun masyarakat bawah yang sangat fanatik. yang merencanakan. Sedangkan yang lain seperti direkturnya berfungsi melaksanakan tugas dari kebijakan-kebijakan tersebut. Maka persaingan dan permusuhan politik pun tidak bisa dihindarkan. Abdurrahman Wahid sebagai calon presidennya Kekuatan tandingan itu yang kemudian populer disebut sebagai “Poros Tengah” terbukti berhasil mampu menggeser kekuatan politik utama dan menjadikan semua 222 . dengan KH.. Pemilihan Umum tahun 1999 mengahasilkan PPP sebagai pemenang ketiga setelah PDI Perjuangan dan Partai Golkar.

Sebagai kekuatan politik alternatif. Meskipun secara individual mereka masih melakukan aktivitas politik secara bersamasama. presiden Abdurrahman Wahid mendapatkan serangan dan kritik politiknya justru dari kelompok yang dulu membidani poros tengah. PPP dengan 58 kursi ditambah dengan 13 utusan daerah mempunyai peran yang sangat diperhitungkan terutama ketika bergabung dalam kelompok baru. seiring dengan kecenderungan politik. Tidak mengherankan apabila dalam perjalananya. seperti yang disebutkan oleh Azyumardi Azra. Sementara Megawati dan Akbar Tanjung sebagai pemenang pemilu pertama dan kedua hanya mendapatkan posisi wakil presiden dan ketua DPR. Terbukti mampu menggilkan Gus Dur dan Amin Rais dalam posisi yang penting. Poros tengah sesungguhnya. Artinya ikatan dan konsensi yang terjadi antara kelompok satu dengan yang lain dalam wadah poros tengah terbatas pada kepentingan yang terjadi pada saat itu. poros tengah sebagai kekuatan politik secara formal pada saat ini dianggap telah bubar dan tidak ada. tapi lagi lagi itu bukan mengatasnamakan secara eksplisit sebagai poros tengah. Dalam pada itu. Poros tengah hanya bisa disebutkan dalam konteks politik pada waktu sidang umum 223 . sifatnya sesaat dan kontraktual. Maka tidak ada keterkaitan politik apapun ketika semua kepentingan sudah berhenti misalnya pada Sidang Umum belaka. Hamzah memainkan kartukartu politiknya untuk melakukan bargaining position dengan kawan maupun lawan kelompoknya.skenario politik Indonesia berubah drastis. Menyadari posisi tersebut.Dus. Poros tengah kemudian berubah menjadi kekuatan sentral yang menentukan. poros tengah.

silahkan klik www. 59 46 Untuk lebih dekat dengan tohoh-tokoh Indonesia baik dari pesantren maupun non pesantren. Zaman Kesempatan. ketika Gus Dur akhirnya harus lengser karena “dilengserkan” oleh sidang umum MPR tahun 2001. Beberapa posisi penting.MPR 1999. 45 Eep Saifulloh Fatah. Karennya. tetapi penting rasanya juga dibekali dengan ilmu-ilmu keterampilan yang dapat mendukung pergumulan mereka dengan dunianya. sekarang sudah ada ensiklopedi tokoh. artinya politik yang dibatasi oleh waktu dan situasi tertentu karena kepentingan tertentu dan akan habis ketika kepentingan itu sudah tercapai. Megawati naik menjadi presiden dan sidang memutuskan Hamzah Haz sebagai wakil presiden. Karir politik Hamzah sampai pada puncaknya.h. pengamat politik dan dosen ilmu politik Universitas Indonesia mengibaratkan bahwa poros tengah sebagai politik mut’ah. dalam arti dapat bubar. Aep Saifulloh Fatah. poros tengah pada saat itu tidak terlalu solid. bahkan hampir di tiap lini kehidupan sosok santri dapat berkiprah dan menunjukkan eksistensinya. karena kecurigaan-kecurigaan akan monufer politik yang berkembang sangat cepat dan dinamis45. Agenda-Agenda Demokratisasi Pasca Orde Baru.com 224 . Interaksi santri dengan dunia yang terus melaju pesat. Beberapa nama alumni menghiasi deretan panjang tokoh-tokoh terkemuka di Indonesia46 dari masa ke masa.tokohindonesia. nampaknya tidak mampu lagi dihadapi hanya dengan pola pengajaran keagamaan semata. bersama membangun agama dan bangsa. Pendidikan pesantren mengalami perubahan dari pola “tradisional” kepada polapola “modern”.

sistem evaluasi.. bisa berubah. metode pengajaran. seperti: tujuan pendidikan. pada kenyataannya memiliki dinamika perkembangan yang dinamis.BAB VII PESANTREN MASA DEPAN (POST MODERN) Pesantren adalah dimensi pendidikan yang memiliki elemen-elemen penunjang yang khas. Pesantren bukan berarti tidak mempunyai kelemahan dan kekurangan. Keharusan untuk mengadakan rekonstruksi ini sebetulnya telah dimaklumi. asalkan tidak lepas dari bingkai ashlah (lebih baik). ketika dunia pesantren 225 . Selain itu pesantren .mempunyai elemen yang bersifat soft-ware. mempunyai dasar-dasar yang kuat untuk ikut mengarahkan dan menggerakkan perubahan yang diinginkan. pondok. kurikulum. Dunia pesantren yang nyaris dipahami oleh masyarakat sebagai dimensi yang tidak berubah. ruang belajar. Kebebasan membentuk sistem pendidikan baru merupakan keniscayaan. yang selama ini dianggap simbol kejumudan (kebekuan) dan kemandegan (stagnasi). untuk itu perlu adanya perbaikan dengan cara melakukan rekonstruksi terhadap sistem pendidikan yang ada. kitab-kitab dan lain sebagainya. mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. baik elemen yang bersifat hard-ware seperti : mesjid. Begitu pula. Bahkan dunia pesantren telah memperkenalkan kaidah yang sangat populer al- muhafadzatu ‘ala qodimissalih wal-‘akhdu bil-jadidil ashlah (membina budaya-budaya klasik yang baik dan terus menggali budayua-budaya baru yang lebih konstruktif ). dan perangkat lainnya yang menunjang proses belajar mengajar.

seperti : keikhlasan. maka aspek ashlah merupakan aspek kunci yang harus dipegang. dan bebas dalam memilih alternatif jalan hidup dan menetukan masa depan dengan jiwa besar dan sifat optimis menghadap segala problematika hidup berdasarkan nilai-nilai Islam. kesedarhanaan. Pesantren modern berarti pesantren yang selalu tanggap terhadap perubahan dan tuntuan zaman. sehingga diharapkan pesantren mampu melahirkan ulama-ulama intelek yang mampu menjawab tantangan zaman. Sistem pendidikan pesantren tidak seluruhnya baik dan tidak seluruhnya jelek. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren tidak perlu mengorbankan nilai-nilai. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren bukan berarti merombak seluruh sistem yang ada yang berakibat hilangnya jati diri pesantren. Bingkai tersebut merupakan suatu yang harus ada dan menjiwai kehidupan dipesantren 226 .diharuskan mengadakan rekonstruksi sebagai konsekuensi dari kemajuan dunia modern. kemandirian. Pelajaran agama tidak hanya diartikan ilmu-ilmu keagamaan dan apriori terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. H. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren tidak harus merubah orientasi atau mereduksi orientasi dan idealisme pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddiin dalam pengertian luas. ukhuwah Islamiah. untuk itu pimpinan pesantren dituntut untuk dapat memilih dan memilah mana yang harus diperbaharui dan mana yang harus dipertahankan. Bingkai Pesantren Sebagaimana diungkap di atas bahwa rekontruksi pesantren atau perubahan apapun terhadap pendidikan pesantren harus selalu memperhatikan bingkai pesantren.

bukan karena mereka sudah bayar atau membayar guru. Dengan suasana ini diharapkan ada keterikatan batin anatara kyai sebagai guru dan santri sebagai murid dengan satu tujuan ibadah. Para kyai dan ustadz mengajar dengan ikhlash47 bukan karena imbalan materia (gaji). hal ini berlaku umum disemua pesantren tidak hanya Gontor saja. demikian juga para santrin belajar dengan ikhlash niat ibadah mencari ilmu. Bentuk keikhlasan ini bisa beraneka ragam sesuai dengan tradisi yang dikembangkan di pesantren masing-masing.yang memang merupakan hasil pengamatan yang mendalam atas kehidupan yang dikembangkan di pesantren. maka ilmu yang didapat diharapkan bermanfaat. menurutnya pesantren itu memiliki minimal lima jiwa: Keikhlasan. kesederhanaan. 48 Santri membantu pekerjaan Kyai baik di rumah maupun di ladang tanpa mengharapkan imbalan material. ukhuwah Islamiyah. dan seterusnya. Jadi suatu lembaga bisa disebut pesantren bila kehidupan didalamnnya digerakkan oleh keikhlasan dan mendidik santrinya untuk mewarisi keikhlasan dalam beramal. dan kebebasan. ada yang mengembangkan konsep khidmah48 kepada guru sebagai wujud dari keikhlasan. Dalam hal ini KH Imam Zarkasyi mencoba merumuskan hasil pengamatannya terhadap dunia pesantren. 227 . apa lagi kalau tercerabut dari akar perjuangan dakwah Islamiyah. jika suatu lembaga pendidikan walaupun mengambil bentuk pesantren namun tidak ada semangat keikhlasan pengelolanya. berdikari. 47 Ikhlash adalah inti yang membedakan anatara pesantren dengan lembaga pendidikan lain. Yang jelas semua aktivitas tidak dimotori atau diukur oleh imbalan material. Ada yang menjadikan kepatuhan pada aturan yang digariskan pimpinan sebagai wujud dari keikhlasan. maka menurut kerangka ini bukan pesantren tapi lebih tepat disebut sekolah berasrama atau boarding school atau lainnya.

Kelima adalah kebebasan. serta kepedulian dan seterusnya. supaya bisa beribadah lebih banyak. kehidupan dipesantren diwarnai kesederhanaan. harus menjadi itu dan ini. akan tetapi sebatas memenuhi kebutuhan. Jadi kehidupan di pesantren tidak berdasarkan pada hidup mewah dan serba berlebihan. pekerjaannya sendiri serta tidak manja. pengorbanan.Kedua adalah jiwa kesederhanaan. kehidupan di pesantren harus mandiri dan mendidik santrinya agar bisa mandiri. untuk mengerti arti sederhana yang paling mudah adalah menunjukkan lawan katanya yaitu kemewahan atau berlebihan. kebutuhan untuk hidup. Untuk mengambarkan kondisi ini tidak jarang pak Kyai membantu santrinya yang menghadapi kesulitan keuangan. bersaudara karena satu agama. Keempat suasana persaudaran. atau juga sesama temannya. yang penting adalah bagaimana bisa mewujudkan bentuk keislamannya bagi dirinya dan bagi keluarga serta masyarakat sekelilingnya. bebas dalam menentukan jalan hidup dalam arti tidak diikat oleh mazhab atau partai kyainya. 228 . satu keyakinan dan satu perguruan. bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. sehingga tergambar suatu tatanan masyarakat yang memiliki rasa persaudaraan. atau jiwa mandiri. Ketiga adalah berdikari. persaudaraan sesama muslim. Selain kelima jiwa minimal yang membingkai pesantren bisa juga dikembangkan dengan menambah jiwa-jiwa lian yang bisa diamati dari kehidupan di pesantren."makan untuk hidup bukan hidup untuk makan". seperti jiwa perjuangan. hal ini akan tercermin dalam suasana latihan tolong-menolong. dan saling membantu.

datang para santri yang mau menuntut ilmu dan belajar pada kyai. maka para santri dibantu masyarakat sekitar mulai membangun pondokan-pondokan untuk tinggal mereka. karena rumah kyai tidak bisa menampung santri yang berdatangan. ada kyai yang memiliki ilmu. Selain masalah pendanaan ada beberapa permasalahan lain yang dihadapi pesantren yang bisa disebutkan di sini: • • • • • • Pendanaan Pengembangan & Manajemen Pengelolaan Pengakuan dan Legalitas Pencitraan Informasi dan Publikasi Politik 229 . Budaya swadaya ini begitu kental dalam dunia pesantren. Sebagaimana diungkap dalam kisah lahirnya pondok pesantren. hampir semuanya terbangun atas dasar swadaya para santri dan orangtua santri serta masyarakat sekitar. Problem Yang dihadapi Pesantren Pesantren sebagai refleksi dari kebutuhan masyarakat muslim atas lembaga pendidikan yang dapat mendidik dan mengajari putra-putri mereka tentang agama Islam dan pembiasaan kehidupan berpolakan ajaran Islam. Walaupun demikian bukan berarti masalah pendanaan tidak menjadi problema. dan menjadi pilar kemandirian pesantren maupun kemandirian para santrinya nanti.I. tapi tetap menjadi salah satu problema pesantren ketika kebutuhan akan sarana semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya populasi santri.

sebuah pesantren juga harus mempersiapkan ruang tinggal dan saranannya seperti WC dan kamar mandi dengan ratio minimal 1 berbanding 10-20 orang santri. dan beberapa buah WC. kantor guru. apa lagi di musim kering. jika para santri ikut ke sumur-sumur penduduk sekitar. tidak ada pesantren terhenti kegiatannya karena alasan dana. karena selain mempersiapkan ruangan belajar. jika ada yang terpaksa terhenti juga biasanya karena kekosongan kaderisasi kyai atau karena kyai alih profesi. tidak pernah terhenti kegiatannya dengan alasan dana. karena jika diserbu 10 orang santri saja sumur mereka bisa kering 230 . karena dalam prakteknya kalangan pesantren sentiasa terus berjuang dan gigih. berdasarkan pengalaman mereka tidak bisa mengizinkannya. masalahnya menjadi lebih kompleks. mushala. Lain halnya dengan sekolah atau perguruan tinggi untuk prasarana standard cukup ruang belajar. bagi pesanatren masalah ini menjadi permasalahan serius49 ketika dituntut pasilitas sejalan dengan meningkatnya populasi santri. tapi semata-mata mengungkap realitas hasil pengamatan. karena pendanaan tidak saja dibutuhkan untuk sarana dan prasarana tapi juga untuk konsumsi para santri dan para asatidznya. 49 Pengungkapan masalah pendanaan ini tidak berarti pesantren atau kyai mengeluh. Jika asrama menampung seratus santri artinya harus tersedia minimal 10 kamar mandi dan WC dengan persediaan air bersih yang cukup. Pendanaan Masalah pendanaan hampir menjadi kendala setiap pergerakan apapun.1. 50 Masalah air ini masih menjadi kendala bagi kebanyakan pesantren. 1 orang 60 liter air per hari. Permasalahan akan semakin komplek ketika pesantren memilih pola anak asuh bagi para duafa dan yatim piatu. berbeda dengan sekolah atau perguruan tinggi.50 aran jemuran pakain dll.

juga sarana konsumsi seperti dapur dan ruang makan menjadi agenda tambahan. ruang inap tamu yang semuanya semakin memperluas medan kebutuhan pesantren sesuai dengan tuntutan zaman dan pola hidup yang berkembang dimasyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan ini sejak awal pesantren sebagai lembaga swadaya yang mandiri berusaha menyelesaikannya sendiri. transportasi. serta sarana olahraga. wali santri dan bahkan dari pengelola pesantren sendiri. lahan bermain. biasanya pesantren tidak menggantungkan diri pada bantuan pemerintah baik pusat maupun daerah. Dewasa ini jika diinventarisir sumberdana pesantren adalah: • • • • Kyai Masyarakat Muslim Wali Santri Intansi Pemerintah mauapun Swasta 231 .Selain masalah di atas. Pola-pola swadaya pesantren dalam pembangunan biasanya menghidupkan kegiatan infaq dan shadaqaoh dari kalangan masyarakat. Karena berbagai pasilitas tadi menjadi tuntutan baik intansi pemerintahan maupun masyarakat yang akan memesantrenkan anaknya. sarana kesehatan. apalagi pada masa-masa awal pemerintahan adalah pihak penjajah yang menganggap pesantren sebagai ancaman.

com/msg02774. maka bantuan bervariasi antara barang dan uang. tepatnya desa Susukan Ciawigebang Kuningan ada sekitar 80 santri yang selain tinggal dipesantrennya (al-makmur) juga disekolahkan / kuliah dengan biaya dari hasil usaha pak kyainya termasuk konsumsi mereka sehari-hari.Pertama Kyai. h. di daerah sekitar penulis tinggal. ada juga yang mensuplay kebutuhan bangunan untuk satu lokal ruang belajar.51 Kedua Masyarakat Muslim. serta formulir atau list berisikan daftar penyumbang dengan nominal sumbangan yang diberikan. 11. 52 Tehnik pengumpulan dana seperti ini sering melahirkan kecurigaan di kalanagan masyarakt penderma yang meragukan kebenaran program dan kejujuran para pengumpul derma. (Jakarta: Risalah Gusti. Akhir-akhir ini ada trend baru penghimpunan dana dengan membuat "jaringan" di jalan raya 51 Sebagai contoh. yakni para simpatisan yang peduli terhadap aktivitas pendidikan Islam dan dakwah Islamiyah biasanya dengan sukarela membantu pembangunan pesantren.biasanya pola pengumpulan dana pembangunan dengan mengirimkan delegasi pengumpul dana yang berkeliling ke desa-desa dengan mebawa rencanan pembangunan. Selain pola di atas bagi pesantren pemula yang belum dilihat hasil pendidikannya. Tidak jarang para dermawan yang kaya misalkan memngambil jatah pasir.html 232 . baik dari usahanya atau dari hasil ladangnya. lihat juga Hasan Basri "Kasta Di Antrara Kita" http://www. atau bahkan unit-unit gedung.com/indonews@indo-news.mailarchive. lihat Ahmad Toharri Cerpen berjudul "Atasnama Agama" dalam kumpulan cerpennya Mas Mantri Menjenguk Tuhan. biasanya kyai berperan sebagai pelopor pendanaan pesantren. banyak kyai yang memiliki usaha atau bergerak dalam bidang tertentu yang kemudian sebagian dari penghasilannya itun dipakai untuk pendanaan pesantrennya.1997.52penerbitan kalender atau penjualan produk pesantren. kalau bangunan itu berbentuk pisik. besi ataubahanbahan material bangunan lainnya.).

ada pesantren yang mencanangkan saja uang pangkal dan uang bangunan pada saat pendaftaran santri baru setiap angkatan. warung-warung serta kantin untuk jajan santri yang semuanya diorganisir hingga labanya bisa dipakai pembangunan pondok dan kebutuhan pondok lainnya dengan motto dari kita oleh kita untuk kita. dalam hal ini kharisma kyai sanagtlah menentukan. Ketiga wali santri. Al-Basyariyah Bandung dan pesantren lainnya. biasanya tergantung pada latar belakang usaha atau profesi wali santri. walaupun demikian tidak menutup kemungkinan bagi wali santri yang ingin berinfaq lebih dari yang di gariskan pesantren. biasanya dilakukan sendiri oleh kyai yang berpengaruh dan memaparkan kebutuhannya. 233 . artinya ia mengusulkan dan ia juga yang membuatnya. pola-pola pendanaan dari wali santri sangat beragam. atau kebutuhan sesuai kesimpulan yang diambil wali santri sendiri. Bantuan wali santri bisa juga sebagai respon atas kegiatan yang dilakukan pesantren.atau mengirimkan santri untuk berkeliling ke desa-desa dengan menghimpun infaq baik berupa uang maupun beras. Selain cara di atas. caranya dengan menyelenggarakan koperasi dapur. Selain itu bisa juga berupa sisa uang makan dan spp santri yang diorganisir pesantren termasuk uang jajan santri. dengam membangunkan sarana tertentu atau mengirimkan pasilitas tertentu. Hal ini berjalan seperti di pesantren Daarunnajah Jakarta. penghimpunan dana juga dengan jalan silaturahmi kepada para hartawan / pengusaha lokal.

Untuk intansi yang formal spereti ini biasanya pihak pesantren mengajukan permohonan tertulis dengan proposal lengkap. tahap berikutnya adalah tahap sosialisasi terhadap masyarakat luas yang merupakan basis pesantren. diluar definisi akademik). 2.Keempat intansi pemerintah maupun swasta serta organisasi-organisasi keagamaan seperti Rabithah Alam Islami dan Haiah Igotsah yang programnya memang mendukung kativitas dakwah Islmaliyah. reini alumni dan semisalnya untuk 234 . ajaran dan kualifikasi suatu yang disebut dengan pesantren. Seperti sudah dimaklumi bahwa sistem suatu pesantren mengakar tidak saja di dalam lingkungan pesantren tapi juga di dalam tubuh komunitas pesantren dalam hal ini masyarakat luas yang biasa menghargai pesantren dan memiliki kerangka berpikir sendiri tentang pesantren (katakanlah sebuah sistem norma. bila yang dituju organisasi seperti Robithah maka dokumen harus disertai sertifikat wakaf dan laporan modal yang tersedia di pesantren. Pengembangan dan Manajemen Pengelolaan Problem lain bagi pesantren adalah masalah manajemen dan pengelolaan. Perubahan bisa dilakukan hanya dengan kaderisasi dan persiapan calon kyai. ini pada tahap pertama. karena sangat berhubungan erat dengan sistem soial masyarakat pesantren. tentu saja dengan menyelenggarakanacara-acara mengkomunikasikan. karena status dan kedudukan kyai maka perubahan ke arah pengembangan dan manajemen di dunia pesantren harus hati-hati.

untuk wilayah Jawa Barat bentuk nyata dari depkes adalah dengan dilibatkannya pesantren dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dalam bentuk poskestren pada masa Nuriana menjabat Gubernur. mereka terpaksa menghadapi masalah dengan dibutuhkannya ijazah formal seperti Aliyah. Tsanawiyah.mereka mencoba menawarkan ide perkoprasian. Pengakuan dan Legalitas Masalah yang dihadapi pesantren adalah masalah legalitas lulusannya. termasuk juga departemen kesehatan dan intansi lainnya seperti kependudukan dll. 235 . walaupun telah ada program kejar paket A. kehutanan dengan HPH-nya. & C yang biasanya diarahkan ke pesantren sebagai solusi untuk memperkenalkan pelajaran umum. pada tahun 1997 an di kab Kuningan Jawa Barat ada semacam pembentukan kopontren besar-besaran dan obral badan hukum --walaupun akhirnya tidak semuanya berjalan-. Belakangan departemen agama sejak tahun 2000 an mulai memperhatikan pesantren demikian juga diknas53. 3. selain depkop juga departemen pertanian dengan gagasan agribisnis pesantren.Beberapa instansi yang mecoba masuk ke pesantren dengan gagasangagasan perbaikan adalah departemen koperasi dan UKM. B. Bahkan 53 Usaha yang dilakukan biasanya berbentuk penataran dan pengarahan pimpinan pondok. SMP atau SMA. namun permasalahan legalitas bukan berarti terselesaikan. dan baca tulis di dunia pesantren. pada tahun 2004 belakangan ini berkenaan dengan legalitas menjadi mencuat ketika lulusan pesantren dicalegkan dan menpata dukungan yang banyak. Masalah ini kini menjadi suatu yang diperjuangkan pesantren.

TMI Pesantren Modern AlMizan Narimbang Rangkas Bitung Banten. KMI Pesantren Ta'miiruyl Islam Tegalsari Surakarta Jawa Tengah. MMI Pesantren Mathabul Ulum. Ulu Jami Jakarta Selatan. 2414/C/MN/2004 tertanggal 20 April 2004 kepada seluruh rektor perguruan tinggi negri mapun swasta yang menjelaskan bahwa Ijazah yang dikeluarkan pesantren tersebut bisa dijadikan syarat tes masuk ptn/pts di Indonesia 236 . 4. legalitas pesantren bisa dinikmati seluruh lemabga pendidikan pesantren di Indonesia. tentu saja dengan usaha pembenahan di sana-sini dan dengan kualifikasi yang mampu mengangkat pendidikan kita. TMI pesantren Al-Basyariyah Cibaduyut Bandung dan TMI Pesantren Modern Al-Ikhlash Ciawilor Kuningan Jawa Barat. SK ini juga disusul dengan surat edaran bernomor.54 Semoga adalam waktu dekat sesuai dengan perkembangan budaya dan cara hidup yang semakain maju. Pencitraan 54 Lihat SK Mendiknas Nomor: 240/C/KEP/MN/2003 dan lampirannya. melalui SK Mendiknas Nomor:240/C/KEP/MN/2003 tertanggal 20 Juni 2003 msilannya diakui 9 pesantren antara lain. Pada tahun 2003 an pesantren-pesantren ala Gontor (KMI/TMI) menyusul pesantren induknya mendapat penyetaraan dengan tamatan SMA Departemen Pendidikan Nasional. TMI Pesantren Darunnajah. Lenteng Sumenep Madura.pada masa kampanye presiden tahun 2004 menjadi janji calon presiden dan tuntutan masyarakat pesantren dalam berbagai dialog dan pertemuan.

menuntut hak shodaqoh yang kalau tidak didatangi juga tidak ingat akan keharusan bersedekah. Dan masalah pendidikan agama adalah tanggungjawab semua. Informasi dan Publikasi 237 . pencitraan tersebut biasanya dikaitkan dengan kebersihan dan penataan lingkungan. 5. tapi yang perlu ditandaskan bahwa dalam harta kita ada jatah untuk kepentingan agama dan kepentingan umum. Selain juga mempasilitasi mereka yang mau berderma supaya tidak usah jauh-jauh atau repot-repot mencari sasaran. Berkenaan dengan pencitraan lain adalah karena kegiatan pengumpulan dana pembangunan dengan pola jaringan dan delegasi pengumpul derma keliling ke kampung-kampung juga meninggalkan kesan pesantren dan santri selalu "mengemis". Penjelsan tentang metode pengumpulan dana seperti itu sebenarnya kalangan pesantren memiliki misi. Agak apologi memang. Walaupun sebagian pesantren telah menata diri tapi kesan tersebut masih belum sirna. yaitu mengingatkan kepada khalayak bahwa sebagian rijqi perlu dinafkahkan di jalan Allah.Yang tidak kalah seriusnya pesantren menghadapi masalah pencitraan di mata ummat dan bangsa. sementara masyarakat muslim berkewajiban menyokong kegiatan tersebut sehingga terciptalah sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan dan ummat sebagai penggunanya. pihak pesantren hanya menyelenggarakan sesuai dengan tugasnya dakwah Islamiyah. sering terdengar istilah jorok dan kumuh dinisbahkan kepada pesantren.

bahkan sampai pada isu terosrisme seperti "image" yang sedang dibangun AS di mata Internasional. ada semacam tabu bagi pesantren untuk mengiklankan kegiatannya. kecuali beberapa pesantren dan short couse yang dilakukan penyelenggara pesantren kilat di Puncak yang dengan mudajh bisa kita baca di koran misalnya. semua ini mungkin karena minimnya publikasi dan informasi tentang pesantren. 6. Perjuangan men"citrakan" Islam dalam kancah percaturan kehidupan sosial dan budaya dengan upaya Islamisasi berbagai sektor dan komponen kehidupan menjadi suatu keharusan dan kewajiban setiap individu muslim di 238 . ekonomi. walaupun ada juga kalangan non pesantren dengan niatan mendalami agama memasukkan anaknya ke pesantren sebagaimana alumni pesantren menyebrangkan anaknya ke luar pesantren. Ada semacam daur ulang input pesantren. juga karena pencitraan buruk sebagaimana dikemukakan di atas. atau jika keluarganya dari pesantren maka ada kerabat lain yang juga mesantren.Informasi dan publikasi bagi pesantren agak tertinggal. Tidak seluruh masyarakat mengetahui kegiatan dan keberadaan pesantren. Kenyataan ini membentuk pesantren menjadi suatu komunitas turun temurun. Ini gejala umum. mulai dari isu-isu politik isu pembangunan. alumni memasukkan anaknya ke pesantren almamaternya. maka anaknya juga dipesantrenkan. Politik Islam sebagai agama mayoritas bangsa Indonesia memungkinkan untuk dijadikan bahan rujukan berbagai persoalan. artinya jika bapaknya dasri pesantren.

56 Selain masalah di atas juga sistem pemerintahan. Seperti kegiatan safari Romadlan yang dilakukan Harmoko dengan mengunjungi pesantren-pesantren pada saat ia jadi mentri. Islam. Citra atau Perisai? (sebuah catatan untuk Pemda & DPRD) HU Mitradialog Selasa 11Januari2004 56 Pernah terjadi di masa ORBA suatu pesantren terhenti kegiatannya karena pimpinannya begabung dengan partai atau peserta pemilu. yang terjadi adalah -sebagaimana di masa penjajahan-.pesantren sebagai suatu yang harus dijauhi 55 M. Problema lain adalah ketika kyai-nya dipercaya atau diminta untuk dicalegkan ini di satu sisi positif karena medan dakwah kyai menjadi luas. di sisi lain menjadi negatif karena pengkotakan tadi dan karena dunia politik seringkali pada dataran tertentu berlawanan dengan misi pesantren. Namun bisa juga mengancam keberadaan pesantren karena terkotakkan pada parpol tertentu.55 Konstelasi politik juga sering menjadi permasalahan bagi pesantren walau kadang menguntungkan juga. menguntungkan bagi pesantren dari satu sisi yaitu publikasi (Harmoko pemilik media saat itu karena menjabat menteri penerangan) pesantren bisa masuk TV. halaman berita koran dan majalah. ketika pemerinatahan kurang menghargai pesantren seebagai asset bangsanya. 239 .tengah "penggunaan isu-isu keislaman" seperti diungkap di muka. Hal ini menjadi penting untuk dikritisi karena ada perbedaan tajam antara 'mencitrakan Islam" dengan menjadikan Islam sebagai perisai suatu kekusaan tertentu dalam kancah politik. Tata Taufik.

1. Bersamaan dengan kaderisasi juga pengayaan SDM yang ada dengan berbagai kemahiran baik manajerial maupun kemahiran lain yang sesuai dengan tuntutan zaman. yang harus ditempuh adalah pengembangan sumber daya manusia. pernyataan ini tidak berarti bahwa SDM pesantren dewasa ini lemah. untuk pengembangan pesantren dalam berbagai segi baik pendanaan. karena kepiawaian dalam berpidato maupun 240 . sehingga ketika kyai tersebut (figur) wafat maka pesantrennya ikut mati juga.dan dimusuhi. J. Cara mudah dalam hal ini adalah mengembangkan budaya baca dan budaya dengar di pesnatren. ungkapan pesantren sebagai "sarang teroris" misalkan yang muncul pada tahun 2000an ikut memperkeruh kesan terhadap pesantren. Selain keenam permasalahan di atas sebenarnya masih banyak lagi problema lain yang bisa ditemukan dalam dunia pesantren. Jangan sampai suatu pesantren "terhenti" hanya karena meninggalnya kyai yang biasanya menjadi komandan sekaligus tumpuan kepercayaan ummat maupun santri. dan bisa kita analisa untuk membantu berpikir mencarikan jalan keluarnya. yang dimaksud di sini adalah pengembangan terus-menerus serta kaderisasi. pengelolaan maupun manajemen serta permasalahan lainnya. Dimensi SDM Medan-Medan Pengembangan Berangkat dari permasalahan di atas.

para pemimpin negara kita serta pengarah kebijakan kita adalah orang-orang yang memiliki dasar pengamalan dan pengetahuan agama yang baik---sementara pengamalan keagamaan di pesantren telah menjadi tradisi. coba bayangkan alangkah indahnya jika ilmuwan kita nanti.berdebat (biasanya sudah dimiliki para santri) harus didukung dengan informasi (pengetahuan) yang luas supaya tidak tertinggal. bila demikian adanya. Tehnik pembuatan surat resmi serta kemahiran administratif lainnya juga layak untuk diajarkan terutama bagi santri senior yang biasanya dilibatkan membantu kyai mengelola pesantren. Mungkin kegiatan sebagaimana di atas bagi beberapa pesantren bukan hal yang asing. Di masa depan nampaknya sumberdaya yang handal sangat membantu pengembangan pesantren untuk senantiasa bisa eksis di era global tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisi baik yang telah dimiliki. 241 . tehnik penyampaian gagasan (presentasi) dan tehnik pembuatan proposal bisa juga dijadikan kemahiran tambahan. maka bentuk pengembangan lain bisa dilakukan misalnya dengan menambah kemahiran teulis menulis baik tulis halus (kaligrafi) maupun penulisan karangan atau artikel serta kegiatan lain yang bisa membantu pengembangan diri santri di masa datang baik untuk dirinya maupun untuk pesantrennya. Pengembangan seperti ini dapat dilakukan pesantren dengan mudah karena sekarang sudah banyak sarjana-sarjana IAIN misalnya yang ada disekitar /mengelola pesantren.

Mulai dari mengajarkan agama sampai mengajar berniaga dan memimpin negara. baik pencahayaan maupun luas ruangannya. ruang kantor. dapur. Artinya jangan sampai niatan baik masyarakat untuk mempercayakan pendidikan anaknya di pesantren terhalang karena kurangnya daya tarik penampilan fisik pesantren. Dalam daftar isian akreditasi diknas misalnya mencantumkan pertanyaan sekitar. sebelum membawa anaknya ke pesantren wali santri biasanya melakukan survei terlebih dahulu. ruang makan. laboratorium. Idealnya bangunan pesantren sebagaimana tempat pendidikan lainnya memiliki ruang belajar sesuai standard. kedepan pesantren dituntut untuk menata bangunan fisiknya sehingga indah menawan. 242 . dakwah harus berpenampilan simpatik dan memiliki daya tarik. tapi justru akan lebih mendukung semangat peran tadi dengan melahirkan ulama yang mumpuni. asrama dan ruang belajar serta sarana olahraga. ini juga termasuk kegiatan dakwah. apalagi zaman sekarang. 2.Pengembangan ke arah ini tidak berarti mengesampingkan peran pesantren sebagai pencetak ulama dan tempat mengaji agama. Dalam kesejarahannya ulama itu dituntut serba bisa mulai dari memimpin sholat sampai memimpin perang sebagaimana yang dicontohkan Rasul SAW. Dimensi Fisik Selanjutnya sebagai jawaban atas pencitraan buruk pesantren yang sering dikesankan kumuh. Selain itu harus memiliki halaman dan tempat gerak / bermain yang memadai baik halaman asrama maupun ruang belajar. perpustakaan.

hidup sehat. tergantung haluan yang mau dijadikan pijakan apakah tepe salafiyah plus madrasah atau salafiyah murni. tepe KMI Gontor atau pesantren modern sesuai konsep dan pilihan yang dianggap tepat bagi para pengelolanya. Dimensi Materi dan Dimensi Metodologi Untuk materi sebagaimana telah dibahas dalam Bab II tentang metodologi dan upaya pembaruan. Cuma barangkali tipe manapun yang diambil pengembangan materi maupun metodologi bisa senantiasa dilakukan sejalan dengan pola-pola pengajaran yang lebih banyak dipakai atau secara variasi. bisa juga pengajaran kitab-kitab klasik dengan metode diskusi atau dengan metode pengajaran modern yakni dengan langkah-langkah misalkan penyampaian materi. yang pasti para santri nantinya akan hidup di masyarakat yang demikian kompleks. sudah barang tentu mereka harus mengenal cara-cara bermasyarakat dengan baik. Bisa saja misalkan materi "fathul kutub" dipakai sebagai cara pengenalan kitab-kitab kontemporer kepada para santri senior. Mengenai materi umum di pesantren salafiyah apakah harus dimasukkan atau tidak. pembacaan tek bahan ajar serta tanya jawab sebagai variasi dari metode sorogan atau wetonan. serta bisa menghitung. Walaupun tidak diajarkan secara rutin ilmu-ilmu kemasyarakatan tersebut bisa disajikan dalam bentuk studium general atau penataran. 243 . pencarian kosa kata yang sulit.3.Begitu juga sebaliknya bagi pesantren modern bisa mengenalkan kitab-kitab klasik lewat acara fathulkutub dst.

Kalau kejuruan yang diambil pertanian. pengembangan masalah tekhnologi ini tidak berarti pada dataran pembuat. akuntansi. semacam jurusan di perguruan tinggi. nampaknya bisa juga diajukan gagasan pesantren kejuruan. 244 . jurnalistik. artinya kegiatan pesantren tetap sebagaimana adanya baik materi maupun metodologi. tata boga. peternakan dll. tidak mustahil nanti ada pesantren dengan kejuruan perfilman. ilmu jiwa dan sosiologi. jika yag diambil adalah kejuruan dakwah. Demikian juga jika yang diambil jurusan pendidikan maka ada penambahan materi khusus berkenaan dengan pendidikan. maka materi tambahannya adalah metodologi dakwah. Bagaiamana cara menggunakan (mengoperasikan) komputer. atau pendidikan.Ag.Sejalan dengan kemajuan zaman dan perkembangan tehnologi. penyiaran. 4. Dimensi Teknologi Bagi pesantren. tapi lebih berupa pengenalan tekhnologi dan penggunaannya. perikanan. tapi ada tambahan kemahiran khusus bagi santri misalkan pertanian. Misalkan yang dirintis Drs Didin Sirajuddin M. dakwah. atau alat-alat bantu pembelajaran lainnya (tehnologi pendidikan) karena biasanya para santri selepas pesantren lebih akrab dengan dunia pembelajaran dan presentasi (ceramah dan pidato). maka materi tambahannya selain mengaji adalah bertani dengan cara yang benar sesuai perkembangan ilmu pertanian. ia mengembangkan pesantren dengan kaligrafi sebagai kejuruannya.

sehingga pesantren tersebut bisa mandiri dan anggup memenuhi kebutuhannya dari sisi ekonomi. wali santri. 1. Seperti yang kita ketahui pesantren memiliki santri.57 K. Potensi swadaya dan kemandirian pesantren yang cukup bagus (tidak melulu menunggu bantuan pemerintah) akan lebih bagus lagi jika memiliki sumber dana yang pasti yang digali dari dalam pesantren. bahkan kreatifitas para santri relatif lebih "nakal" dalam merekayasa teknologi kecil-kecilan seperti merangkai elektronik (tape player. dan para ustadz serta warga sekitar. penyambungan lampu dan merakit sound system bahkan menyediakan jasa penyewaan sound sitem) menyediakan jasa cetak undangan (sablon) serta setting komputer. untuk itu pesantren bisa memanfatkan suasana tersebut dengan membuat warung yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. Ekonomi Pesantren Pesantren Dan Ekonomi Yang dimaksud ekonomi pesantren di sini adalah bagaimana suatu pesantren menggali "potensi dalam" untuk perekonomiannya. dan sebagai labanya bisa dijadikan 57 Berdasarkan pengamatan penulis terhadap pesantren salafiyah "Raudlatul Huda" Ciawilor Kuningan Jawa Barat.Dewasa ini berkenaan dengan teknologi nampaknya pesantren sudah tidak asing. 245 . setiap komponen tadi ma sing-masing memiliki daya beli yang tinggi. pembuatan pemancar gelap FM.

Hal ini biasa dilakukan di pesantren-pesantren modern seperti Gontor Darunnajah Jakarta serta pesantren lainnya.masukkan untuk pesantren. Selain warung. di sana terjadi daur ulang siklus kehidupan. Bagi pesantren-pesantren besar biasaya perekonomian pengelolanya dengan cara kesejahteraan bulanan (gaji?) Namaun itupun biasanya dibahasakan 246 . bahakan di Al-Zaytun lebih dari sekedar potensi dalam. obat dan minyak wangi keliling kampung dengan bersepeda. pesantren juga bisa menggorganisir makan santri. ada juga yang menjadi pkl di pasar menjual pakaian jadi. pagi hari setelah menjagajar subuh. ada juga dengan cara menerima panggilan ceramah. pergi ke pasar untuk berdagang. pada tahun tujuh puluhan pola pencarian nafkah kyai yang penulis saksikan sendiri dengan jalan jualan kitab. Ekonomi Pengelola Biasanya para pengelola pesantren berjiwa wira usaha yang tinggi. sesuai dengan sunnah para nabi yamsyuuna fil aswaaq (berjalan dipasar untuk berusaha) jadi mereka berusaha menghidupi dirinya baik dengan jalan berdagang. selain juga membuat jasa relay TV swasta. 2. Ada juga pesantren yang mengembangkan pertanian sebagai sumber masukkan pesantren semuanya disesuakan dengan situasi dan kondisi pesantren itu berada. Di Kaso Malang Subang misalkan pesantren "Daarussalam" mengembangkan perekonomiannya dengan pabrik tahu dan pembuatan jamur tiram. jika ada sisanya bisa dijadikan infaq untuk keperluan pesantren. setelah dzuhur mengajar lagi.

penggarapan sawah ladang milik pesantren dengan status penggarap dan lain sebagainya.membonceng esbatu di sepedahnya lewat dihadapan anak-anak yang diajarinya tanpa gengsi untuk berjualan di warungnya. bukan gaji sebagai imbalan atau honor. dengan contoh dan keteladanan bukan hanya bicara. potensi inilah yang kemudian mampu mentransfer tidak saja pengetahuan tapi juga praktek ubudiyah amaliah serta jiwa wirausaha kepada para santrinya dan membekas di tubuh santri. dan sering dijadikan 247 . Jadi walau prakteknya gajian juga ditanamkan nilai religius dalam penyampaiannya sehingga para pengelola (asatidz) tidak "bekerja" sebagai pengajar hingga berhak mendapat upah. semangat untuk berkarya dan berbuat tanpa melihat kelas sosial (maksudnya gengsi) yang penulis alami sendiri adalah bayangan waktu penulis nyantri. saat itu penulis menyaksikan ustadz Edi Kusnanto ---semoga pengalaman ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi beliau mungkin tanpa beliau sadari--. tapi beribadah mengajar para santri lillah sedang kesejahteraan yang diterima adalah rijqi dari Allah.sebagai pengganti uang sabun serta untuk membantu kesejahteraan agar bisa tetap beribadah mengajar. Dari paparan ini yang terlihat adalah semangat "mengajar" kalangan pesantren bukan karena upah atau gaji. by doing not by mouth. tapi karena semangat menyebarkan ilmu pengetahuan dan tanggungjawab dakwah Islamiyah. Sebagai ilustrasi. kesan ini selalu membekas dibenak penulis. Ada pola lain yaitu dengan memproduksi jajanan bagi santri yang dikirim atau dititipkan di warung pondok / kantin.

motivasi bagai rekan-rekan asatidz maupun santri. Hal ini berbeda dengan apa yang dituduhkan Hasan Basri --entah siapa dia--ketika dia menulis "proletar: kasta di antara kita' dalam e-mail tentang kasta dalam agama berikut

kutipannya: "Dalam Religi terdapat: 1. Habib, Ayatulah ( keturunan nabi ) Uskup, ikan Paus. 2. Kyai, Utadzah,Romo, Pendeta ( tukang kumpul duit ) 3. Santri ( yang di duitin / calon pengumpul duit ) 4. Umaah atau umat ( yang mesti di takut takuti agar duitnya keluar ) 5. Sekularis ( kurang beriman, tapi pelit dan cerdas ) 6. Atheis,agnostik,paganis ( lets worship humanism..)"58 Sebuah ungkapan yang perlu digarisbawahi karena dipublikasikan, penyataan tersebut mencerminkah suatu sudut pandang dalam melihat pesantren dari kaca matanya sendiri yang materialistis dan mengukur dengan keadaan dirinya, serta mewakili pendapat sebagian masyarakat. L. 1. Pesantren Dan Masyarakat

Pesantren Terhadap Masyarakat Sejak awal kemunculannya pesantren dibangun untuk dan oleh masyarakat, dan ia merupakan agen perubahan bagi masyarakatnya, kiprah kemasyarakatan pesantren misalkan dari segi ekonomi, dari segi kepemimpinan dan dari segi pelayanan umum.

58

http://www.mail-archive.com/indonews@indo-news.com/msg02774.html, Didistribusikan tgl.

12 May 1999 jam 02:41:56 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/

248

Dalam kharismanya

perannya atau

sebagai dinilai

agen

perubahan, masa--

pesantren bisa diajak

--karena untuk

karena

punya

mengkomunikasikan pesan-pesan moral dan pembangunan. Pada dimensi ini pemerintahan masa Orba sangat lihai menggunakan pesantren sebagai lembaga dalam penggalangan massa dan komunikator pembangunan, selain juga dijadikan alat untuk meredam isu-isu atau gejolak di masyakarakat yang bertemakan agama. Ingat kasus mie instan dengan isyu lemak babi, di zaman Orba, serta kasus Ajinomoto di masa Gus Dur yang dipungkas dengan tayangan iklan di media massa dengan menggunakan story Kyai dan komunitas keagamaan. Dari gambaran di atas menunjukkan potensi pesantren yang luar biasa dalam membentuk opini dan mempengaruhi khalayak, potensi ini seharusnya bisa disadari kalangan pesantren untuk mengembangkan misinya sebagai lembaga pendidikan dan lembaga dakwah Islamiyah, bukan hanya puas dipakai sebagai "alat" propaganda pihak lain. Dalam hal ini pesantren bisa menata kegiatannya yang berhubungan dengan pengembangan masyarakat,

mempelopori kegiatan bakti sosial, pelayanan umum dan menggagas kemajuan bagi masyarakat dengan santri sebagai pilarnya. Selain ia juga harus bisa mewakili masyarakat dalam membaca peluang usaha, peluang kegiatan dan permasalahn yang ditemui dimasyakat untuk kemudian dikomunikasikan kepada pihak yang berwenang. Jadi kalangan pesantren tidak saja menjadi komunikator

249

pemerintah, namun sebaliknya juga menjadi komunikator masyarakat terhadap pemerintah baik pusat maupun daerah, hingga tercipta hubungan yang sinergis. Selain peran sebagai agen pembangunan, dari sudut perekonomian masyarakat, pesantren membantu meningkatkan pendapatan mereka, lapangan kerja yang bisa direkrut pesantren seperti; pekerja bangunan, juru masak, sopir, bagian kebersihan, suplayer kayu bakar, binatu, produk makanan ringan (jajanan) jasa transportasi bahkan sampai tukang cukur. Lingkungan masyarakat disekitar pesantren besar relatif maju. Dari sudut ini pesantren bisa membangkitkan gairah hidup berwira usaha dan perokonomian masyarakat. Dari sudut kesehatan, pesantren bisa melakukan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, dalam bentuk penyuluhan hidup sehat, dalam hal ini biasanya mengakses dinas kesehatan setempat dan mengumpulkan masyarakat di kampus pesantren, bentuk lain juga bisa dilakukan dengan membuka poliklinik untuk melayani pengobatan dengan biaya terjangkau. Apa yang

dilakukan Pesantren Modern Al-Iklash Ciawilor Kuningan misalnya, setiap hari kerjanya Poskestren rata-rata melayani 10 pasen perhari dengan biaya yang cukup ringan (Rp.5000,_) pe kunjungan. Bentuk lain juga bisa menjembatani anatara masyarakat dan dinas kesehatan berupa penyampaian informasi dan kondisi kesehatan di masyarakat sekitarnya. 2. Masyarakat Terhadap Pesantren Masyarakat --terutama masyarakat muslim-- adalah pemilik pesantren, yang pengelolaannya dipercayakan kepada para kyai dan ustadz, tugas utama

250

dari masyarakat adalah memelihara dan menjaga kelangsungan hidup pesantren dengan berbagai cara baik moril maupun materil. Di desa-desa biasanya pesantren senantiasa mengkomunikasikan rencana-renacananya kepada masyarakat, dan dari situlah tercipta kerjasama yang "unik" kehidupan gotong royong dalam menghadapi kepentingan bersama. Bentuk sokongan dari masyarakat terhadap pesantren besar biasanya terungkap dalam kebanggaan dan penyebaran "informasi baik", meminjam istilah pak Amal Fathullah 'menciptakan kesan baik" dari mulut ke mulut, ini sangat

membantu pengembangan pesantren di masa datang. Perhatian dan rasa memiliki masyarakat terhadap pesantren tersebut harus senantiasa dikembangkan sebagai pilar kelangsungan hidup lembaga, berbagai cara bisa dilakukan dengan membuat kegiatan -kegiatan yang dirasakan meaningfull oleh masyarakat. Menjalin silaturahim antara pengelola pesantren dengan masyarakat, mengadakan pembinaan generasi muda, baik latihan-latihan kewirausahaan atau kegiatan lainnya, sebagai ilustrasi, Buya Saiful Azhar di pesantren Al-Basyariyah Margahayu Bandung misalkan menghimpun dan

memfasilitasi ojek motor, demikian para kyai yang aktif melayani kegiatan di masyarakat seperti tahlilan, kenduri dan tradisi masyarakat lainnya. M. 1. Pesantren Dan Negara

Negara Terhadap Pesantren Negara adalah negara kita, dan pesantren mempelopori kegitana pembentukan negri ini. Pertanyaannya adalah mungkinkah pesantren berniat

251

menghancurkan negara yang dibangunnya sendiri, yang telah menelan banyak korban baik dari santri maupun kyai pada saat perintisannya? Jawabannya pasti tidak mungkin, tapi kalau berperan sebagai kontrol sisial itu bisa terjadi bahkan harus. Menurut hemat penulis apa yang dilakukan pesantren adalah sebatas kegiatan kontrol sosuial terhadap pemerintahan, walau nampak keras dalam segi ucapan atau kritikan tapi tidak dalam bentuk kegiatan makar. Berdasarkan pada kenyatan bahwa pesantren jauh telah lahir sebelum negara ini berdiri, maka tuduhan pesantren sebagai sarang teroris dan tuduhan miring lainnya tidak bisa begitu saja dilontarkan terhadap pesantren. Ada perbedaan yang mendasar antara kegiatan jihad pesanatren masa penjajahan dengan pasca kemerdekaan. Jika pada masa penjajahan, pemerintah (penjajah) melihat pesantren sebagai anacaman, karena pesantren mengobarkan semangat kemerdekaan, jika cara pandang lama tersebut dipakai pasca kemerdekaan menjadi lucu dan menggelikan. Pada pasca kemerdekaan orientasi jihad pesantren adalah amar ma'ruf dan nahyi munkar, menyerukan kebaikan dan mencegah terjadinya kemunkaran. Kegiatan ini dilakukan baik melalui komunikatornya ustdaz maupun kyai atau oleh para santri sendiri. Dari sudut pembinaan masyarakat sebenarnya yang terjadi justru pesantren membantu negara dalam pendidikan dan pembinaan ma syarakat. Ada semacam pembagian tugas dalam mengatur negara. Karena pola hubungan tugas seperti di atas, maka sikap negara terhadap pesantren hendaknya memandang dan bersikap sebagai partner bukan lawan.

252

253 . dan pembangunan sejalan dengan peran dan fungsi suatu lembaga dalam suatu negara. apada awal cenderung menjauihi dan pada masa pertengahan menuju akhir cenderung mendekati. pesantren membantu negara dalam sektor ekonomi.59 Selain sikap kerja sama. masa sekarang ? wait and see. secara statistik akan nampak tetertinggalan Indonesia dari segi pendidikan. pada masa reformasi saat Megawati berkuasa. pemerintah juga harus mulai mengembangkan wacana sekitar legalitas. nampak sekali pesantren membantu pendapatan daerah. mengesampingkan kompetensi dan 59 Masih segar dalam ingatan bagaimana Orba memperlakukan di masa awal dan menjelang akhir pemeintahannya.Dan senantiasa ikut memperjuangkan keberadaan pesantren baik moril maupun materil. karena keberadaan santri dari berbagai wilayah misalnya menghidupkan perekonomian daerahnya. Sebagaimana diungkap dalam berbagai tema terdahulu. Pesantren Terhadap Negara Sampai saat ini yang bisa dipotret aadalah kenyataan bahwa pesantren sama dengan lembaga pendidikan lainnya berperan aktif adalm membangun negara terutama dari sektor pendidikan. dengan tidak mengakui legalitas para santri dalam hal pendidikan. 2. karena kiriman biaya pendidikan (SPP & uang jajan) akan mengalir dari berbagai daerah kepada daerah lokasi pesantren. pendidikan. Bahkan bagi pemerintahan daerah. hampir mau memojokkan pesantren namun menjelang akhir mencoba meraih. selain juga akhirnya sering mendahulukan sertifikat.

Ciwaringin dst.1 254 .Gontor.60 Sedikitnya ada enam (6) media yang dimaksud pembahasan ini yaitu tiga media cetak. pendirian radio serta pendirian stasiun TV 60 Leo. dengan penerbitan majalah. N. (Illinois: Wapeland Press. Jombang. televisi. Rembang. Boundowoso. Manonjaya. Mass Media Processes and effects. Pesantren Dan Media Massa Yang dimaksud media massa di sini adalah media massa dalam kerangka Ilmu Komunikasi. Namun sekarang --sejak tahun 1997an-. radio dan film. Inc. Ciamis. Lirboyo. Gresik. Buntet.W. surat kabar. serta tiga media elektronik. Pesantren Rembang . Jeffres.h. Posisi pesantren dihadapan media massa bisa berperan sebagai pelaku. tapi lebih dari itu suatu medium yang berlaku secara massal dan dapat membawa pesan dari seseorang kepada ribuan atau jutaan orang sekaligus.bisa ditambahkan lagi dua media elektronik yaitu internet d an telepone seluler. Cirebon. yaitu suatu alat yang memungkinkan untuk membawa pesan bukan saja dari satu orang kepada yang lainnya seperti telepone atau telegrap. majalah dan buku. secara ikonik pikiran kita akan langsung mengingat Pesantren Tebu Ireng. Tasikmalaya. koran tabloid atau buku. 1986). Cipasung .Selain itu keberadaan dan keberhasilan suatu pesantren seringkali mengangkat 'keharuman" nama suatu daerah dan menjadikan daerah tersebut di kenal baik secara nasional maupun internasional. Sebut saja satu kota Kediri. Ponorogo.

biasanya berupa laporan kegiatan tahunan di pesantren tersbut untuk diinformasikan kepada santri atau wali santri bahkan lebih luas lagi kepada khalayak dan para alumni. biografi. konten dari media tersebut. bisa juga menjadi objek. buku pelajaran. begitu juga Daruttauhid Geger Kalong Bandung dengan MQ FM dan MQ TV-nya At-Tahiriyah Jakarta dengan Radio FM- Nya. Amtsilah Tashrifiyah dari Jombang. Ini sudah dilakukan oleh Persantren Modern Al-Ikhlash Kuningan dengan Radio DM Fm-nya. Sebagai pelaku juga dalam bentuk penerbitan buku -buku bacaan untuk umum baik materi dakwah. Bisa juga menjadi pemerhati atau kontrol terhadap media. Selain penerbitan buku juga pesantren bisa bergerak di bidang broadcasting atau penyiaran baik TV maupun Radio Siaran. belakangan ini Majalah Gontor dari Pondok Modern Daarussalam Gontor. Selain yang bersifat intern atau laporan tahunan. ada beberapa pesantren yang menerbitkan kegiatan berkala secara priodik tahunan atau semesteran. Berkaitan dengan yang pertama. Suara Hidayatullah dari pesantren Hidayatullah di kalimantan. kamus. 255 . sebagai pelaku media. serta buku-buku Aagym dari Daru Tauhid Bandung. Gontor dengan Swargo FM begitu juga pesantren lain seperti Pesantren Suryalaya Tasikmalaya juga sudah mulai merintis Radio Siaran.. kumpulan doa-doa dan buku populer. beberapa pesantren juga telah menjadi pelaku media dengan penerbitan majalahnya seperti Al-Muslimun dari Bangil. Sebagai contoh kamus Al-Munawir dari Krapyak Yogyakarta.

Radio Surat Kabar Dll). www. tidak saja bertindak sebagai objek dan menjadi konten media tapi lebih jauh sudah bisa membuat format media.Lebih jauh lagi Daru Tauhid Bandung selain menyediakan layanan pesan-pesan dakwah dengan Radio dan Produksi TV. pesantren biasanya mengisi pemberitaan atau penyiaran majalah. koran radio atau tv. portal milik telkom yang berisikan direktori pesantren diskusi dan informasi keislaman. Di dunia maya ini sudah banyak yang memiliki alamat web sendiri. ini biasanya dihubungkan 256 . menentukan berita dan menyajikan pilihan bagus bagi pengguna media (user).pesantrenvirtual.com dan lainnya.myquran. Selain media modern konvensional (istilah untuk TV. Kini pesantren sudah mulai menjadi pemain dalam hal media massa. Kedua sebagai objek atau konten media.pesantrenonline. Selain itu juga ada yang dirintis dibawah bimbingan KH Mustofa Bisri dengan alamat www.com. Selain web site yang dimiliki dan diselenggarakan sendiri oleh pesantren juga ada portal pesantren yang dikelola oleh alumni pesantren atau mereka yang peduli terhadap studi Islam melalui web. untuk memberikan informasi pesantren dan kegiatannya kepada halayak di satu sisi untuk memberikan pelayanan dakwah di sisi lain dengan servis jaringan informasi yang diberikannya. pesantren juga telah melangkah pada media modern seperti internet. DT juga sudah mulai menyediakan layanan dengan download menu MQ melalui telepon seluler dan mailing list. Dapat dikemukakan misalkan www.com.

setelah dipersilahkan beliau menaiki podium dan mulai menyampaikan pesan-pesan kepada peserta. Pada tanggal 30 September pagi suasana tegang menyelimuti peserta yang terdiri dari calon santri wati dan walinya. Hasan Abdullah Sahal. Ketiga sebagai kontrol media. Para peserta dari berbagai kalangan memenuhi arena out bound. selain booking di Bapenta. yang mulai berdatangan sejak tanggal 25 September untuk berkemping di sana. beliau adalah Ust. sekitar pukul 8. Alasan inilah hingga penulis menyebut acara tersebut sebagai out bound. undangan tersebut dimaknai penulis sebagai undangan out bound di halaman Pesantren Gontor Putri 2 dengan peserta tidak kurang dari 1000 orang. pesantren biasanya berperan mengkritik konten media yang dinilai tidak sejalan dengan norma agama dan merusak generasi bangsa. berikut ini catatan pengalaman penulis yang berhubungan dengan kontrol media yang dilakukan pesantren. Semakin banyak kegiatan yang dilakukan semakin banyak juga pesantren menjadi konten media. Setelah terlebih dahulu berterima kasih atas kedatangan para peserta yang telah lama hadir di lokasi dengan meninggalkan berbagai macam kesibukan dan atribut keseharian mereka. acara out bound nampaknya meriah. Tidak ada pendaftaran secara resmi ke panitia. Hikayah ini terjadi saat penulis menerima undangan untuk penjemputan santri wati tanggal 2 Oktober 2004 yang lalu.halaman muka kampus putri 2.00 WIB penceramah yang ditunggu tiba di temapt. dan puncak kedatangan peserta terjadi pada tanggal 29 oktober malam.dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pesantren tersebut. karena semua peserta dengan ikhlash melepas 'aktivitas keseharian dan menanggalkan atribut mereka' 257 . KH.

Ada beberapa poin yang dismpaikan penceramah pada acara tersebut -sebagaimana biasa denga gaya jenakanya beliau mampu memukul sambil menghibur-pertama beliau mengemukakan bahwa lembaga pendidikan Islam harus bonafid. ada yang dibangun atas dasar ketaqwaan dan tanggung jawab terhadap Islam.untuk merasakan. dan yang paling menarik adalah analisis Pak Kyai terhadap media terutama media TV. ini terlihat dari air muka para peserta yang berseri-seri dan bersemangat. beliau mengomentari tayangan TV. ma'had dliraar. sampai pernyataan ini penulis mulai deg-degan apa gerangan yang akan muncul untuk perbandingan? Ternyata yang dimaksud ma'had dlirar versi beliau adalah AFI (akademi fantasinya Indosiar) dan Indonesian Idolnya RCTI serta pemilihan Abang dan Nona atau sejenisnya. kemudian pembicaraan mengarah kepada perbandingan pondok pesantren. kenakalan berfikir penulis terus saja mengomentari apa yang beliau sampaikan. "inilah tontonan kita. menurut beliau sekarang ini semakin banyak bermunculan ponpes. dari iklan 258 . Sembari menyimak apa yang disampaikan beliau. dan memilih lembaga pendidikan harus selektif. menyimak dan mendengar serta mengamati dengan suasana kegembiraan yang penuh. ini dengan intens beliau lakukan dan senantiasa dikomunikasikan bukan saja pada acara out bound tadi. ada juga yang dibangun atas dasar niatan yang lainnya. kemudian pada perjumpaan tahun berikutnya di Cirebon tahun 2002 saat itu beliau didampingi Ust. Akrim dan Samsul Hadi Untung. semuannya disuguhkan kepada masyarakat. melakukan juga hal yang sama. Saat penulis bertemu di Bandung beliau juga mengomentari Megawati.

Akrim berkomentar. Saat itu penulis bertanya. semakin parah" . terakhir penonton dengan selera tinggi berada diatas selera medium (digambar sebagai piramida. tapi Ust.teori media triple S. fewer with middlebrow tastes. dari atas kebawah. padahal jawaban yang penulis harapkan saat itu adalah. ya kita harus jadi pemain. kemudian penonton dengan selera menengah berada di atasnya and even fewer with highbrow tastes. kalau benar pasar berarti power ada pada masyarakat secara umum. perorangan. yang kita lakukan ini. Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang dimaksud "power" yang membiayai itu? Organisasi. Teori Triple S: Puncak dari berbagai komentar itu didapat penulis saat aout bound di Mantingan. atau agen tertentu? Mneurut hemat penulis power di sini adalah pasar. solusinya gimana? Beliau hanya menatap. penonton dengan selera rendah dengan jumlah yang sangat banyak. pertama syirik. Menurut teori ini ada suatu "power" yang membiayai tayangan seperti itu dan sengaja dilakukan dalam rangka de-moralisasi. Dengan ketiga tayangan berformat seperti itulah "jamaah" di garap setiap harinya. solusinya. kedua Sadisme. saat itu belaiu mengajukan --penulis menyebutnya -. pembalut wanita dan kosmetika. dan yang teraakhir Sex. de-humanisasi dan deislamisasi. ngurus pondok" (baca dengan intonasi beliau). menurut beliau semakain banyak program yang dilakukan maahid dlirar. dengan mengngunakan tiga S. 259 . ini untuk menyifati berbagai tayangan horor dan misteri yang senantiasa menghiasi layar kaca sekitar kita.makanan sampai ke iklan sabun. 'ente. ia mengajukan teori bahwa ada pembagian selera penonton yang dianut oleh media : a large base of people with lowbrow tastes. Pada tahun 1970 De Fleur mengadakan penelitian tentang sistem media di AS.

Dari sini nampak bahwa apa yang dijalani oleh pelaku media TV terutama -walau tidak semuanya-. rekomendasinya adalah bagaimana menyelesaikan pemilihan sistem media dalam kontek Indonesia. artinya media dikontrol oleh khalayak penonton.selera tinggi. pemerintah dan lembaga swasta. Artinya tayangan yang berisikan selera rendah akan lebih banyak menghiasi layar media ketimbang tayangan yang berisi selera menengah dan selera tinggi. sekolah atau pesantren. tapi bagaimana dengan stori-strori iklan. medium dan rendah). Maka tidak heran jika dalam sistem pasar bebas out put dari media akan sesuai dengan proporsi penontonnya. namun untuk kasus Indonesia. dengan menyajikan tontonan selera rendah karena pertimbangan pasar dan bisnis. apakah pasar bebas atau tanggungjawab sosial. lembaga pengontrol itu relatif belaum berfungsi. Sebagai kelanjutan dari teori Pak Kyai Hasan yang penulis sambung dengan teori De Fleur untuk menyelesaikan "power" tadi .di Indonesia lebih berhaluan kepada pasar bebas. kalau melihat dibentuknya KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan Dewan Perss nampaknya akan mengarah ke sistem tanggujwab sosial namun di lapangan para praktisi media menggunakan sistem pasar bebas. Memang ada sitem lain yang dipakai media seperti sistem tanggungjawab sosial. Dalam UU Pers nasional ada aturan tentang perikalanan yang 260 . demikian juga halnya dengan cara duduk atau tingkah laku lainnya. Karena dari merekalah diharapkan "media" dapat keuntungan secara finansial. Inilah jurang yang harus diselesaikan. 'give the public what they want'. kasus BCG yang diprotes MUI sudah menunjuk ke arah kontrol media. cara makan anak-anak ynag dipertontonkan oleh stori iklan misalkan masih sangat berlawanan dengan etika makan yang diajarkan keluarga.

beliau katakan. sehingga "pesan" yang diterima dari hasil nonton bisa berbalik menjadi positif. pilih-pilih saya nonton "Dunia Dalam Berita". (Pasal 5:1).mungkin bisa dijadikan payung pergerakan kontrol media. Teori Penonton Versi KH Imam Zarkasyi: Gambaran di atas mencerminkan praktek 'menonton" tv dengan aktif. kalau film-film sih buat pembantu" maknanya kurang lebih begitu. santri gontor tidak nonton even sebesar EURO" arahannya adalah santri Gontor harus tanggap dan peduli dengan sekeliling. 261 . artinya kita yang memprogram informasi (seeking information theory) bukan kita yang diprogram media. ajaran ini penulis ingat suatu saat ketika al-marhum KH. serta bertentangan dengan rasa kesusilaan masyarakat (Pasal 13:I). pak Hasan mengajak untuk aktif menganalisis media. berangkat dari realitas yang ada yakni konten media melahirkan teori triple S. Imam Zarkasyi berpidato di hadapan para santri di BPPM. Ajaran yang sama juga diwarisi Pak Syukri:"masa. artinya informasi yang disuguhkan media tidak mampu memberikan "pesan" sebagaimana yang dikehendaki malah sebaliknya menjadi konfrontatif dan melahirkan kritik. termasuk juga aturan tengan penyiaran yang berlawanan dengan agama yang berbunyi: Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah. "saya juga nonton tv tapi saya. Pernyataan di atas jika dihubungkan dengan diskusi kita bersama pak Hasan ada kesinambungan pak Zar mengajarkan santrinya untuk menjadi penonton yang aktif tidak pasif. Perusahaan iklan dilarang memuat iklan yang berakibat merendahkan martabat suatu agama dan atau mengganggu kerukunan hidup antarumat beragama.

Terobosan-terobosan beberapa pesantren untuk menjadi "pemain" dalam berbagai sektor harus sudah mulai disosialisasikan dan diadopsi oleh pesantren yang ribuan banyaknya di Indonesia ini. para peserta nampaknya aktif dan merasa sebagai nara sumber paling kompeten dalam wasfu Gontor (mendiskripsikan Gontor). sisi lay out bangunan fisik. surat kabar. Penyebaran ilmu pengetahuan selain dengan melalui pendidikan formal di kelas-kelas. bukan hanya masalah media saja. sisi kemasyarakatan dan kesejahteraan. film. buku serta media lainnya yang semuanya bisa diakses kapan dan di mana saja. radio. bukan hanya santri tapi juga wali santri dan masyarakat. Acara yang penulis sebut out bound adalah acara pengumuman kelulusan di Mantingan. seperti perambahan pesantren terhadap media massa. ada sisi ekonomi. ada juga sisi dakwah Islamiyah yang lain. Melalui pembahasan Bab ini tergambar ke mana arah pesantren di masa yang akan datang. idealnya setiap pesantren bisa memiliki media masa sendiri. Mengingat di abad 21 tidak bisa melepaskan diri dari ketergantungannya kepada media. oleh siapa saja--sementara Islam dan Al-Qur'an di sisi lain sering disebut-sebut sebagai agama yang cocok 262 .Sebetulnya masih banyak oleh-oleh dari Mantingan saat mengikuti out bound di sana. ini sangat diperlukan. seperti semangat calon wali santri saat menginformasikan tentang Gontor kepada siapa saja yang dijumpainya. majalah. selain suasananya yang membuat penulis memilih istilah tersebut karena misi Gontor untuk dakwah dan mendidik. dunia dewasa ini dipenuhi oleh berbagai media sperti televisi. juga melalui penyiaran publik bisa mulai dilirik pesantren.

Self. magazines. 1984) h. Inc. film. up-to-the-minute. and Society. We experience things vicariously or indirectly and people around us share those experience and have others of their own". Jadi peradaban modern berarti peradaban masa kini yang kemajuannya bisa dilihat dan dirasakan. Stanley J. J.untuk segala zaman. Baran mengawali tulisannya tentang media sebagai berikut: " The mass media play a large and growing role in how we spend our time and live our lives. Media menjadi suatu yang tak terelakkan sebagai produk peradaban modern. as we devote more time to interacting with the mass media: television. 62 Baran. recent.61 Ia bisa menemui siapa saja dan menyampaikan informasi baik yang dikehendaki maupun yang tidak dikehendaki. Stanley. modern-day.62 Maka dakwah Islamiyah dan pendidikan serta pembinaan ummat harus bersifat multi dimensi --tak terkecuali melalui pemanfaatan media. fresh. 1 61 263 . and books. (Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company. news paper. present. Symbols. prevailing. Modern di sini berarti: current. antonym: old-fashioned. our environments change. new. up-to-date. radio.

Kepemimpinan dalam komunitas pesantren nampak berfungsi sebagai "pemimpin" yang senantiasa membina. Dikatakan miniatur masyarakat karena kegiatan yang ada di pesntren kalau diperhatikan merupakan suatu proses pembelajaran sekaligus pengamalan nilai-nilai keagamaan dengan berbagai tantangan dan proses penyelesaiannya. 264 .BAB VIII PENUTUP Pesantren adalah asset ummat dan bangsa yang telah mengakar selama ratusan tahun dan berjasa dalam pendidikan dan pengembangan ummat.bukan pada pendahuluan kepentingan sendiri --me first generation-. ada fungsi kontrol dan wibawa dalam kepemepinan yang tergambar dalam kehidupan sosial pesantren. Dari segi norma ajaran juga mencerminkan adanya norma yang berlaku dan dipatuhi oleh para santri dan ustadz sebagai anggota masyarakatnnya.atau mumpungisme. juga sebaga laboratorium sosial kemasyarakatan. ia juga telah melahirkan banyak pemimpin dan pelopor di masyarakat. tradsisi "pembiasaan di pesantren" menjadi suatu hal yang menarik sebagai miniatur masyarakat. mengayomi dan mengarahkan anggotanya. Yang ada hanaya usaha-usaha memperbaiki dan mendamaikan bukan sebaliknya. Kalau para ilmuwan sosial untuk menarik teori-teori sosialnnya tidak memiliki laboratotium. proses penjalanan hukuman dan mekanisme penjalanan hukum juga merupakan miniatur keadilan atas dasar keikhlasan yang berorientasi pada kontruksi tingkahlaku dan perbaikan. Selain sebagai kantong pertahanan dan penyebaran agama.

aturan diciptakan untuk perbaikan. pengelola dan pimpinan bertujuan untuk memperbaiki dan membina. asanya adalah mshlahat untuk umum. Katakanlah ekonomi untuk sarana perbaikan ibadah dan kelangsungan hidup. pelaku kontrol dan dasar kehendak untuk melakukan perbaikan tersedia dan dijalankan. pembicaraan apakah diskusi. semua kondisi. seminar dan musyawarah berorientasi pada perbaikan bukan pada kemenangan kelompok maupun individual. tujuan yang sama dan bekerja sama untuk mewujudkan cita-citanya. Media pemebritaan juga untuk pendidikan anggota masyarakat bukan untuk pemuasan nafsu atau keinginan. Asalkan semua yang terlibat baik dari pimpinan hingga pengelola dan anggota masyarakatnya memiliki semangat yang sama. penegakkan hukum. asalkan sarana dan prasarana terpenuhi baik yang bersifat aturan. Jadi tugas pesantren ke depan adalah memperluas medan dakwah dan pendidikannya tidak hanya dalam komunitasnya saja tapi dengan menciptakan komunitas "santri maya" yang bisa jutaan orang jumlahnya dan menyebar diseluruh Nusantara dengan media massa sebagai sarananya. sehingga semua pemikiran kegiatan diarahkan secara terpusat pada pencapaian tujuan. Tatanan masyarakat ideal baldah tayyibah wa rabun ghafuur jika dikaitkan dengan situasi pesantren di atas nampaknya bukan suatu yang mustahil dan bisa direalisir. pada tanggal 14 September 2004 HU Mitra Dialog menurunkan sebuah profil pesantren Daarul Mukhlisin Cisantana Cigugur Kuningan dengan ungkapan pak kyai (Drs H Yayat Hidayat )mengajar ribuan 265 .Semua itu mengindikasikan bahwa sebenarnya masyarakat yang terartur dan suasana ibadah bisa tercipta dalam suatu komunitas baik kecil maupun besar. baik tindakan maupun pembicaran diarahkan untuk mendidik dan memperbaiki.

itu bisa dilakukan karena populasi penduduk masih sedikit. pada saat itu kegiatan dakwah pesantren hanya sebatas menunggu memproduk alumni sebagai calon anggota masyarakat dan diharapkan bisa mewarnai masyarakat dengan sistem nilai dan bekal yang didapat. ketika dikomformasi pihak Redaksi menyatakan" Kan punya radio yang didengar ribuan orang".santri. tidak bergerak dan bermain dalam dunia media dan informasi. 266 . sementara penulis tahu kalau jumlah santri di situ cuma sekitar 60 orangan. bermula dari tradisional dalam arti sesuai kebutuhan pada masanya. masyarakat luas siapa yang membina? Siapa yang akan mengisi perpustakaan? Dengan materi bacanaan macam apa? Siapa yang menyapa masyarakat? Bagaimana mereka disapa. maka garis pembaruan pesantren menjadi: Tradisional Modern Post Modern 63 HU Mitra Dialog edisi 14 September 2004. menuju ke arah mana mereka dibawa? Maka pesantren harus merekontruksi dirinya sebagai pembaruan generasi ke tiga dengan memperluas medan garapan dan membuat komunitas santri maya.63 Dengan singkat dapat digambarkan aspek pembaruan yang terus-menerus bisa dilakukan pesantren. dan serangan-serangan informasi negatif belum gencar sebagaimana sekarang. Dewasa ini kalau pesantren diam. kemudian dikembangkan dengan perbaikan metodologi dan materi dengan sistem klasikal dan perluasan materi / bahan ajar dengan penambahan pengetahuan umum disebut pesantren modern.

Dalam nentuk tabel bisa dilihat sebagai berikut ciri-ciri umum perkembangan tersebut yang menggambarkan inovasi pesantren sesuai dengan perkembangan pola kebutuhan masyarakat dan ketersediaan sarana dan situasi politik. Ukuran jelas tak jelas Kejuruan jika ada Kejuan berbagai Kejuruan menjadi terpokus pada profesi dan meluas dengan pertanian kecakapan munculnya pfosesi baru Gambaran pembaharuan dengan ketiga istilah di atas hanya untuk menunjukkan perkembangan yang sejalan dengan time lines (waktu) karena praktenya baik yang tradisonal maupun modern sebagaimana diungkap pada tabel tipologi pesantren pada BAB IV menunjukkan adanya variasi sistem. manajemen dan pemanfaatan teknologi Bahasa lokal. Tabel Pembaruan Pesantren No 1 2 Tradisional -1920an Metodologi Tradisional Materi Kitab Kuning/ kitab klasik Media Tradisional: pidato. penerbitan. Cyber Media (internet) dan Broadcasting. daerah. Post Modern 1990Sekarang Sama dengan sistem modern Sama dengan modern sistem 3 Media elektronik. penulisan ilmiah. jurnalistik.Ukuran terbatas /maya. bahasa lisan. 4 5 6 7 Pengembangan dari modern sesuai perkembangan zaman. media elektonik Pelajaran tambahan: public speaking. Dan semuanya sejalan dengan kemajuan 267 . Bahasa Indonesia. Pelajaran tambahan :ilmu bela diri Modern19201990an Metodologi pengajaran dg sistimatika modern Kitab-kitab kontemporer dan penyederhanaan materi Media Modern alat bantu pelajaran. Sama dengan sistem Arab bahasa Irab Inggris modern Komunitas kecil/ Komunitas luas Komunitas luas tak lokal Ukuran jelas terbatas . pembacaan teks.

pesantren sudah masuk pada posisi pelaku namun terbatas dalam bentuk penerbitan. Jadi pesantren post modern lebih bersifat pembaruan teknologi dan keluasan jangkauan serta berperan sebagai pelaku. kediatan pesasntren yang merupakan babak baru dari kegiatan yang sebelumnya dan dinilai sebagai modern. sedangkan perkembangan lainnya hanya sebatas pengisi acara atau penulis buku / artikel.teknologi dan perubahan kebutuhan manusia bisa juga melangkah menuju sitem post modern. Semua pembaruan tersebut adalah sebagai matarantai dari sistem tradisional yang memproduk para moderis. sebagai pemilik dan penentu. berperan sebagai 64 Istilah ini digunakan dalam pengertian sederhana. Sementara pada pesantren modern. PR kita saat ini adalah rumusan yang tegas mengenai pesantren post modern apakah kehadiran seperti ma'had Al-Zaytun di Indramayu atau Daaru Tahuid di Bandung bisa dikembangkan sebagai model pesantren post modernis paska modernisasi tahun 1920 an yang ditandai dengan lahirnya Pondok Modern Gontor? Allahuma amiin. dan sistem modern membentuk post modernis64 pesantren. Jadi tidak menunjuk pada aliran pemikiran tertentu dalam filsafat misalnya. karena melihat kebutuhan dan perkembangan dalam masyarakat. 268 .

al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’iy: Dirasah Manhajiah Maudhu’iyah. 1996 . Baran. Cet. Ke-1 Azyumardi Azra. Stanley. 1997 Amir Hamzah Wirosukarto.. Thara>iq al-Nabiy fi> ta'li>mi ashh}a>bihi Beirut:Da>r Ibnu Hajm. Inc. Penerjemah Tajul Arifin dengan judul Kajian Al-Quran di Indonesia Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish shihab Mizan: Bandung.Daftar Pustaka Atabik Ali. 60 Tahun Dr. Cetakan I. cet I. Gagasan Islam Liberal Indonesia : Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. Hamzah Haz. Ahmad Wahib.. Muhammad. Imam Zarkasyi dari Gontor Merintis Pesantren Modern. Cet ke-1 Haidar Putra Daulah. Sekolah. Bandung: Mizan. al-'Alimiy. Hayy Al-Farmawi. 1995. 2001. Ponorogo. Agenda-Agenda Demokratisasi Pasca Orde Baru. 1997. Historisitas dan Eksistensi Pesantren. 2000. Jakarta. PP. Yogyakarta.ke-1. Self. Ta’lim al-Muta’alim Versi Imam Zarkasyi.Federspiel. 2000. Menggerakan Tradisi . Yogyakarta. Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company. Mas mantri Menjenguk Tuhan. et. Cet.ke-1. 269 . cet. ke-2 Abdurrahman Wahid. dan Abdurrahman Wahid. Ponorogo : Gontor Press. Jakarta:Georai Pratama Press. Budhy Munawar Rahman. (Jakarta. 1994 Ahmad. Menemukan Peradaban Arkeologi dan Islam di Indonesia. J. Djohan Effendi. Zaman Kesempatan. 1984.H. Konsistensi dan integritas Perjuangan. terj.ke-1 Arif Mudatsir Mandan. Cet. jakarta: Risalah Gusti. Paramadina. 1984 Eep Saifulloh Fatah. 2001 Ahmad Tohari. Kontekstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah Jakarta: Mizan. 1991. cet. Cet. (Penyusun) . 1996 Hilmi Faisal. Penrj. Hasan Muarif Ambari. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Bunga Rampai Pesantren Jakarta: Dharma Bakti. dan Masyarakat Madani. Symbols. Pustaka Pelajar. Abd. Yayasan Ali Ma’sum. ______. Yogyakarta : PT Tiara Wacana. IPNU dan Tantangan Masa Depan. A. Jamrah dengan judul: Metode Tafsir Maudhu’iy: Sebuah Pengantar. Greg Barton. cet. Jakarta : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. 1998 Howard M. IPNU. 1997 .ke-1.al. Ismail SM (ed). dan Madrasah. Kamus Kontemporer Arab Indonesia. 1999). 2000. Pendidikan Islam. 2001 . and Society. Demokratisasi. Suryan A. Islam Substantif Agara Umat tidak Menjadi Buih. Yogyakarta.ke-1. Popular Indonesian Literature of the Qur’an. Mizan.. Nanang Tahqiq.Mukti Ali. LKiS. Di Bawah Panji-Panji Ka’bah. Esai-esai Pesantren. Trimurti. K.

2001.1999.1990. 88 Mahmud Yunus. ______ Membumikan Alquran: Fungsi dan Peran wahyu dalam kehidupan Masyarakat Bandung: Mizan.ke-1. Perguruan Tingi Pesantren.ke-1. Denyut Nadi Santri.2004 Wahjuetomo. 1995. Quraish Shihab. 2 Desember 1998. 1995.tokohindonesia.W. Cemerlangnya Poros Tengah. Ilmu dan Agama dalam Pesantren. Jeffres. Sejarah pendidikan di Indonesia. Islam Agama Peradaban: Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah. Jakarta: Hidakarya.ke-1 W. Parenial Press. Cet. Inc. Jakarta : Biona Aksara. Jakarta: Paramadina. hal. cet-ke1 M. M. PPP dan Politik Orde Baru. HU Mitradialog Selasa 11 Januari2004.com www. Paikologi Pembelajaran & Pengajaran. Mass Media Processes and effects.14 September 2004. Ke-1 Suharsono. Bandung : Mizan. Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. cet. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Steenbrink. Jakarta: 1996. Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia.pesantrenonline. 1978 Kompas. Jakarta: Gema Insani Press.ke-7. l996 . PT. Surya. Yogyakarta: Tajidu Press. Jakarta: Paramadina. www. Zamakhsyari.et www. 1986 Mastuhu. Dawam Raharjo (ed). PN Balai Pustaka. 1984) cet.J. Pesantren Madrasah Sekolah Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. Jakarta : PT Cemara Indah.Jakarta:LP3ES. 1995. 1997 . Purwadarminta. ke-1. Bandung: Pustaka Bani Quraisy. 1985 . 1991. edisi 4 Juni 1999 Leo. Wawasan Al-Qur’an. Jakarta : Bina Aksara. Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum. © 1993-2002 Microsoft Corporation..al. 1984 Zuhairini.com www.hidayatullah.Cet.com 270 .Arifin.S. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. Jakarta. Kafrawi. M. Jakarta : P3M.darunajah. Cet. Cet. Muhammad Arwani. Tradisi Pesantren. Jakarta. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.(Jakarta: Inis. Cet. ______. 1997 Republika.gontor. All rights reserved Nurcholish Madjid. (Jakarta. 50 Manfred Ziemek. Jakarta: LP3ES. Muhammad. 14 Desember 1998 Suplemen Ensiklopedi Islam II Ichtiar Baru Van Hoeve. Gramedia.ke-3. 1992. LP3ES.Karel A.net www. et. 1994. Forum Keadilan. Jakarta. Syamsuddin Haris. Islamisasi di Jawa. Illinois: Wapeland Press. Cet. 1985). Pesantren dan Perubahan Sosial. 1996 . Sejarah Pendidikan Islam.com www. 1997 Cet. Jakarta.. 2000 .al-ikhlash.ke-1. Habib Chirzin. Cet.ke-2. Dinamika Pendidikan Pondok Pesantren.. Pergulatan dunia pesantren. P3M.VII Ridin Sofwan. Pembaharuan Sistem Pendidikan Pesantren. M.

1988 271 . Ketua Kosma B.deptan. Kosma B. 2.com www.1987-1988 MI. 4. Tata Taufik : Pimpinan Pondok Modern al-Ikhlash 1990. Pengalaman Organisasi: 1. Pengajar Ianstitut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Suryalaya.id BIODATA PENULIS Nama Pekerjaan : M. : Alamat : Kampus Pondok Modern al-Ikhlash Ciawilor Ciawigebang Kuningan Jawa Barat. Arab IAIN Syahid Jkt. 2001 Tempat Tanggal Lahir: Kuningan 4 Desember 1966 Arab 1992 Nasyaath.www. Tabiyah 1988-1989 Perintis dan Pemred Majalah Bahasa Arab alJkt. Arab F. Fak. al-Ikhlash Ciawilor Kuningan 1979 KMI Pondok Modern Daarussalaam Gontor 1985 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. IAIN SGD Bandung Program Pasca Sarjana. Riwayat Pendidikan : 1.com www.Tarbiyah IAIN Syahid Departemen Penerbitan SEMA F. Radio Duta Muslim Kuningan 2000: Sekarang. 2.pesantrenvirtual.go. 3. 3.Sekarang : Komisaris Utama PT.myquran. Tarbiyah / B.

5. 1989 Sekarang 272 . Pemred Majalah Gema Tarbiyah Fak Tarbiyah IAIN Pengurus Puskoppan Pesantren Jawa Barat. 1999- Jkt.4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful