REKONTRUKSI PESANTREN MASA DEPAN

(Dari Tradisional, Modern, Hingga Post Modern)

Oleh Drs.H.Rohadi Abdul Fatah M. Ag Drs.M.Tata Taufik M.Ag Drs. Abdul Mukti Bisri, M.Ag

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN ____________________________________________1 A. B. Pesantren Sebuah Diskripsi_________________________________________2 Definisi Pondok Pesantren________________________________________14 C. Asal Usul Pesantren dan Sejarah Perkembangannya_____________________16 D. Sistem Pendidikan Pesantren_______________________________________20 E. Tujuan Pendidikan Pesantren_______________________________________24 BAB II MATERI PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN_____________27 A. Literatur Pesantren_______________________________________________27 B. Penjenjangan Materi Pengajian_____________________________________34 C. Materi pembelajaran_____________________________________________37 BAB III MENGENAL METODE PEMBELAJARAN PESANTREN________54 A. B. C. D. E. F. G. H. Sorogan_______________________________________________________54 Wetonan atau Bandongan_________________________________________64 Halaqoh_______________________________________________________70 Hafalan atau Tahfizh_____________________________________________73 Metode Hiwar atau Musyawaroh___________________________________76 Metode Bahtsul Masa`il (Mudzakaroh)______________________________78 Metode Fathul Kutub____________________________________________80 Metode Muqoronah_____________________________________________81

2

I. Metode Muhawarah / Muhadatsah__________________________________82 A. B. BAB IV ISYU-ISYU PEMBAHARUAN PESANTREN__________________85 KH. Imam Zarkasyi_____________________________________________86 K.H A. Wahid Hasyim dan Tebu Ireng______________________________92 C. KH. Ahmad Dahlan DanPerguruan Muhammadiyah__________________102 BAB V POLA PEMBERDAYAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN__120 A. Potret Kegiatan Santri di Pesantren________________________________120 A. B. C. D. E. Potret Asrama Dan Santri _______________________________________131 Organisasi Santri______________________________________________134 Potret Kegiatan PRAMUKA_____________________________________156 Tentang Ta'jir / Hukuman________________________________________163 Pola Hubungan Guru & Murid____________________________________166 H. Santri: Sebuah Harapan Masa Depan_______________________________168 BAB VII PROFIL ALUMNI PESANTREN____________________________261 A. B. M. Quraisy Shihab_____________________________________________188 Nurcholish Madjid_____________________________________________193 C. Hamzah Haz__________________________________________________207 BAB VII PESANTREN MASA DEPAN (POST MODERN) _____________222 A. B. C. D. Bingkai Pesantren_____________________________________________223 Problem Yang dihadapi Pesantren________________________________226 Medan-Medan Pengembangan___________________________________237 Pesantren Dan Ekonomi_______________________________________242

3

E. F. G.

Pesantren Dan Masyarakat____________________________________246 Pesantren Dan Negara________________________________________249 Pesantren Dan Media Massa___________________________________251 BAB VIII PENUTUP___________________________________________261 BIODATA PENULIS DAFTAR PUSTAKA

4

BAB I PENDAHULUAN
A. Pesantren Sebuah Diskripsi Dalam struktur pendidikan nasional, pesantren merupakan mata rantai yang sangat penting. Hal ini tidak hanya karena sejarah kemunculannya yang relatif lama, tetapi juga karena pesantren telah secara signifikan ikut andil dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam sejarahnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berbasis masyarakat (society based-education). Dalam kenyataannya, pesantren telah mengakar dan tumbuh dari masyarakat, kemudian dikembangakan oleh masyarakat, sehingga kajian mengenai pesantren sebagai sentra pengembangan masyarakat sangat menarik beberapa peneliti akhir-akhir ini. Kendatipun pesantren—atau popular pondok pesatren—merupakan kenyataan sosial yang sudah mapan dalam masyarakat Indonesia, namun tidak memperoleh perhatian dan intervensi yang signifikan dari pemerintah untuk mengembangkan ataupun memberdayakannya. Hal ini menjadikan pesantren tumbuh dengan kemampuan sendiri—yang pada akhirnya menumbuhkan varian yang sangat besar, karena sangat tergantung pada kemampuan masyarakat itu sendiri. Kadang, kesan yang muncul adalah bahwa pesantren merupakan lembaga yang eksklusif dan kurang mengakomodasi perkembangan zaman. Dalam sistem dan metodologi pembelajaran, misalnya, pesantren terkesan terlalu lamban bahkan acuh-tak acuh dengan berbagai temuan baru berkenaan dengan bagaimana sebuah lembaga pembelajaran serta kelompok "professional" di

5

Adalah sebuah hal yang patut disyukuri lahirnya pendidikan madrasah di masyarakat—yang hal ini sekarang menjadi basis pesantren untuk mengakomodasi perkembangan itu. Dalam hal pembelajaran. Tetapi. misalnya. tanpa batasan-batasan artifisial dan formal seperti usia dan latar belakang sosial lainnya. dalam perkembangannya—dan ini karena pengaruh-pengaruh sistem sekolah modern—pesantren tidak hanya mempertahankan sistem pembelajaran informal. yang tetntunya hal ini sangat dipengaruhi oleh terbatasnya sumber-sumber belajar dan pusat sumber belajar yang dapat dikembangkan oleh pesantren. saat ini sudah muncul sebuah sistem—atau lebih tepat pendekatan—pembelajaran yang disebut dengan Quantum Learning yang berpasangan dengan Quantum Teaching. Dalam bentuknya yang paling menarik. dalam arti masyarakat menikmati pembelajaran di dalam lembaga pesantren secara lues. kendatipun sampai saat ini masih tampak lamban. melahirkan apa yang disebut teknologi pembelajaran (educational technology. learning technolology) yang menyediakan berbagai teknik pembelajaran yang dipandang efektif dan efisien. Pesantren adalah lembaga pendidikan masayrakat yang pada dasarnya tidak mengembangkan sistem madrasah dalam penyelenggaraan pendidikannya—jadi lebih bersifat informal. Perkembangan penelitian pembelajaran. berikut berbagai teori pembelajaran. pesantren sampai saat ini harus dapat dibedakan dengan sistem pendidikan madrasah seperti dikenal saat ini. tetapi 6 . Kehadiaran dua pendekatan ini disebut oleh para tokoh pembelajaran sebagai indikasi terjadinya revolusi pembelajaran (learning revolution).dalamnya dapat terus menerus meningkatkan hasil-hasil pembelajarannya.

Sebagian pesantren. Tetapi. terjadi semacam proses tarik-ulur antara mengedepankan citra konvensional dengan mengakomodasi perkembangan modern. Kehadiran sistem madrasah di pesantren tampaknya tidak terelekkan sifatnya.juga menganut sistem pembelajaran klasikal berupa madrasah. pesantren juga ingin menjamin survivalnya. bukan hanya karena tuntutan modernitas. seperti dalam sistem sorogan—sudah menerapkan pembelajran individual. Bahkan. Sekarang. Pembelajaran yang dikembangkannya sudah beralih dari pembelajaran massal kepada pembelajaran klasikal. hanya dapat melakukan pembelajaran agama kepada masyarakat dengan cara kiainya mendatangi mushalla dan masjid tertentu di luar pesantren untuk memberikan pembelajaran agama. tetapi juga berkenaan dengan elan-vital pesantren tetapi juga persoalan akomodasional pesantren untuk mengakses masa depan. kendatipun belum dalam bentuknya yang paling terorganisir dan terstruktur. Bahkan. Masyarakat umum tidak lagi dapat menikmat kesempatan belajar yang luwes di pesantren sebagaimana dahulu menjadi ciri pokok pesantren. Sistem madrasah ini sekarang justeru merupakan komponen pembelajaran yang dominan di pesantren. yang terus ingin mempertahankan corak konvensional pesantren sebagai lembaga pendidikan masyarakat. Pesantren pada saat ini—dengan demikian—menjadi semakin eksklusif. pada dasarnya pesantren—dilihat dari sebagian cara atau prosedur pembelajarannya. Namun. sebagian pesantren dapat disebut sebagai lembaga pendidikan madrasah itu sendiri—sehingga menjadi identik pesantren dan madrasah— karena komponen pembelajaran informalnya hilang. jika diperhatikan dari sudut pandang pendekatan pembelajaran modern. tetap saja tampak corak eksklusifnya karena 7 .

hal itu dibuktikan paling tidak dengan prinsip-prinsip 8 . cocogan. sampai evaluasi hasil belajar diatur secara terencana. pembelajaran di madrasah dilaksanakan dengan sistem kelas (classical sistem) yang terorganisir dan terstruktur. dan setiap murid baru diperkenankan mengambil mata pelajaran berikutnya sesudah menyelesaikan mata pelajaran di tingkat sebelumnya. daftar pelajaran. seperti daftar santri (peserta) pengajian. dan tidak ada pula evaluasi hasil belajar. Metode pendekatan yang berkisar pada sorogan. Hal ini karena organisasi sistem pembelajaran itu sendiri tidak terbentuk sebagaimana mestinya. Dalam sistem madrasah. Sistem pembelajaran ini mempunyai karakteristik. rekruitmen. Berbeda dengan pembelajaran agama konvensional. metode.tidak menyediakan ruang dan kesempatan belajar massal di dalam pesantren. terukur dan terkontrol. desain pembelajaran. Mata ajaran yang diajarkan hanyalah ilmu-ilmu keagamaan—terutama dari kitab-kitab abad pertengahan yang dikenal dengan kitab-kitab klasik/kuning (al-kutub al-qadimah). Jika ditinjau dari sistem pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren. setoran. pesantren memakai sistem pembelajaran konvensional. Sebelum menggunakan sistem madrasah. semua elemen penting pendidikan mulai dari kurikulum. terutama sebelum masa orde baru. media pembelajaran. pendekatan. maka pendekatan yang sering dipergunakannya adalah pendekatan holistik. muthalaah dan musyawarah. Dalam pembelajaran pesantren konvensional tidak dijumpai komponenkomponen pembelajaran formal. bandongan. terutama tidak menganut ketentuan-ketentuan formalistic dan procedural yang ketat. Murid dikelompokkan ke dalam kelas-kelas.

berproses dan kembali kepada Tuhan.1 yang memandang dipandang sebagai ibadah kepada Tuhan dan bahwa semua aktivitas pendidikan merupakan bagian integral dari totalitas kehidupan muslim. mendasarkan filsafat pendidikannya pada filsafat theocentric. (jakarta: Inis. Kesederhanaan di sini adalah identik dengan kemampuan bersikap dan berpikir wajar. 1985) h. 63 9 . Berbeda dengan masa setelah orde baru. banyak Pondok Pesantren menyelenggarakan metode pendidikan seperti pendidikan yang formal—sekolah/madrasah—dan sistem konvensional: pengajarannya tidak lagi hanya berkisar pada bandongan. Mastuhu. Sebagai lembaga pendidikan. Pondok Pesantren walaupun dikategorikan 1 Yaitu pandangan yang menyatakan bahwa semua kejadian berasal. dan tidak tinggi hati. tetapi sudah menerapkan metode belajar mengajar seperti sekolah. Implikasi dari prinsip tersebut. halaqah. sorogan dan hafalan. Dinamika Pendidikan Pondok Pesantren. sukarela dan dijadikan sebagai media pengabdian kepada sesama manusia dalam rangka mengabdi kepada Tuhan. Sistem pendidikan pesantren. maka para pengajar di Pondok Pesantren memandang bahwa kegiatan di pesantren sebagai ibadah kepada Tuhan.yang tercermin dari sistem pendidikannya. sehingga penyelenggaraan Pondok Pesantren dilaksanakan "di bawah bayang-bayang Tuhan". sehingga belajar dan mengajar di pesantren tidak dipandang sebagai alat tetapi dipandang sebagai tujuan. filsafat ini Memandang banhwa manusia dilahirkan sesuai fitrahnya dan perkembangan selanjutnya tergantung pada lingkungan dan pendidikan yang diperolehnya. Hal itu juga tercermin dari kearifan kesederhanaan hidupnya sehari-hari yang menyiratkan semacam dan kesadaran transcendental. proporsional.

yang berarti menyodorkan atau menyerahkan. Sistem sorogan ini termasuk penerapan sistem pembelajaran dengan pendekatan 10 . Sistem dan metodologi pembelajaran konvensional yang dianut pesantren pada umumnya berkisar pada varian-varian seperti sorogan. setidaktidaknya agar proses pembelajarannya lebih efektif dan efisien. halaqah dan hafalan. yaitu pengembangan ke dalam (internal).sebagai lembaga pendidikan tradisional. dan itu menjadi ciri khas yang dapat dibedakan dari sistem dan metodologi pembelajaran dilakukan di lembaga pendidikan formal. berarti pengubahan sistem dan metodologi yang berimplikasi pada disingkirkannya sistem dan metodologi yang tidak efisien dari sistem konvesional. dalam arti pemberdayaan dan pemerkayaan. atau. untuk selanjutnya sang kiai atau asistennya mengajar santri yang bersangkutan berdasarkan kitab yang disodorkannya itu. mempunyai sistem pengajaran tersendiri. Dalam kenyataannya. dan pengembangan keluar (external). yang berarti bahwa pesantren mengakomodasi sistem dan metodologi pembelajaran modern untuk melengkapi atau bahkan mengganti sistem dan metodologi konvensional. Yang menjadi tantangan bagi pesantren saat ini adalah bagaimana pesantren mengupayakan pengembangan sistem dan metodologi pembelajarannya. Pengembangan pembelajaran di Pondok Pesantren ini juga dapat dibedakan dari dua poros. Sorogan. sorogan diterapkan dengan cara setiap santri menyodorkan kitab kajiannya di hadapan kyai atau asisten kyai. Pengembangan ini dapat berarti pemberdayaan dan pemerkayaan sistem dan metodologi pembelajaran konvensional. weton/bandongan. berasal dari kata sorog (bahasa Jawa).

Sistem ini memungkinkan seorang guru melakukan pendekatan-pendekatan personal. dan terjadi interaksi saling mengenal di antara keduanya. Sistem sorogan ini terbukti sangat efektif sebagai langkah inisiasi bagi seorang murid yang bercita-cita menjadi orang berilmu. Bahkan lebih dari itu. Santri juga membuat catatan seperlunya. Weton/bandongan. istilah weton ini berasal dari kata wektu (bhs. misalnya sebelum atau sesudah melakukan shalat fardlu. yang dilakukan dengan cara saling mendo'akan. sementara santri maksimal kemampuan seorang murid dalam menguasai mengikuti pembacaan kitan oleh kiai dengan melihat dan memperhatikan kitab-kitab yang mereka bawa masing-masing. Penamaan metode ini mengikuti praktik nyata terjadinya pembelajaran dimaksud.individual. Metode weton ini merupakan metode kuliah. menilai dan membimbing secara bahasa Arab. atau sekelompok siswa dengan formasi 11 . pembelajaran dilakukan pada waktuwaktu tertentu. Halaqah ini merupakan sistem kelompok kelas dari sistem bandongan. Halaqah yang arti bahasanya "lingkaran murid". dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kyai yang menerangkan pelajaran secara kuliah. kedekatan personal kiai-santri dilengkapi dengan hubungan spiritual yang saling mendukung. baik dituliskan pada sisi kitab atau menyisipkannya di lembar-lembar catatan lain. Seorang santri berhadapan dengan seorang guru. Para kyai mengawasi. Istilah Weton ini di Jawa Barat disebut dengan bandungan. Dalam pengajian dengan metode Weton. bahkan pendekatan spiritual dengan para santri. Jawa) yang berarti waktu.

duduk melingkar. yaitu yang hanya dapat dinikmati oleh segelintir siswa yang tergolong mampu menganalisis masalah dan mampu pula mengungkapkan hasil pikirannya secara lisan maupun tulisan. 2 Mahmud Yunus. Halaqah ini juga merupakan kelompok belajar dengan menggunakan metode diskusi tak-terstruktur untuk memahami isi kitab. Salah satu alasannya adalah bahwa forum yang dibangun dengan metode halaqah itu sudah merupakan metode pembelajaran yang paling di andalkan dalam sistem pembelajaran siswa aktif. Aspek kritisnya bukan diletakkan pada kemampuan mempertanyakan normativitas isi kitab tetapi kemampuan berijtihad mengenai apa maksud yang diajarkan oleh kitab. menurut Mahmud Yunus sistem ini hanya bermanfaat bagi santri yang cerdas. Bila dipandang dari sudut pengembangan intelektual. Diskusi berkisar pada persoalan apa kandungan atau hikmat pelajaran yang dapat diambil dari bacaan. tentu saja lebih merupakan penilaian atas kenyataan penerapan metode halaqah saat itu. h.1990). (Jakarta:Hidakarya. baik dari sumber kitab al-Qur'an. rajin dan mampu serta bersedia mengorbankan waktu yang besar untuk studi ini. Tetapi. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. dan bukan untuk mempertanyakan benar-salahnya apa-apa yang diajarkan oleh kitab. atau kitab-kitab kuning lainnya.2 Pendapat Mahmud Yunus di atas. saat ini metode halaqah ini justeru harus diperkaya. Sistem ini juga hanya dapat pandai dan yang lainnya hanya sebatas menghasilkan satu persen murid yang partisipan. 50 12 . kitab Hadits. yang belajar di bawah bimbingan seorang guru atau belajar bersama dalam satu tempat.

Biasanya santri diberi tugas untuk menghafal beberapa bait dari kitab alfiyah. halaqah tidak hanya menghasilkan instructional effect. umumnya dipakai untuk menghafal kitab-kitab tertentu. Sedangkan nurturent effect adalah hasil belajar laten yang diberoleh dari pembelajaran. misalnya Alfiyah Ibn Malik. analisis (analysis). pola penerapannya tidak hanya menekankan hafalan tekstual dengan berbagai variasinya. tetapi harus juga melibatkan atau menyentuh ranah yang lebih tinggi dari kemampuan belajar. Instruktional effect adalah hasil belajar seperti yang dibatasi oleh tujuan pembelajaran yang telah disusun. melainkan menginternalisasi nilai-nilai yang secara laten dapat diperoleh dari halaqah. dan setelah beberapa hari baru dibacakan di depan kyai/ustadnya. baik dalam bentuk sikap perhatian maupun motivasi belajar. Dalam pembelajaran al-Qur'an metode ini biasa disebut metode Tahfizh al-Qur'an. Dalam pengembangan metode Hafalan atau Tahfizh ini. metode hapalan yang diterapkan di pesantren-pesantren. Artinya. dan evaluasi. Jadi. hafalan sebagai metode pembelajaran maupun sebagai hasil 13 .Yang kedua adalah bahwa belajar dalam pandangan modern tidak hanya untuk mengejar pengetahuan sebagai hasil belajar satu-satunya. Bagaimanapun. yang biasanya berupa perubahan kualitas-kualitas personal seseorang dalam belajar. Metode hafalan juga sering diterapkan untuk pembelajaran al-Qur`an-Hadits. Hafalan/Tahfiz. seperti belajar kemampuan cara menganalisis masalah dan kemampuan mengenai cara mengungkapkan pemikiran. tetapi juga formal effect atau disebut juga nurturent effect. hafalan tidak saja merupakan kemampuan intelektual sebatas ingatan (retensi) tetapi juga sampai kepada pemahaman (comprehension).

misalnya. Keempat metode itulah yang banyak diterapkan di pondok-pondok pesantren. tetapi hafalan kualitatif. dan lebih merangsang pemikiran kritis. seseorang tidak mungkin dapat berfikir secara cermat jika bahan-bahan untuk berfikir tidak tersedia.belajar tidak dapat diremehkan. dan itulah pengetahuan yang sebagiannya diperoleh dari pembelajaran hafalan. Berbeda dengan masa setelah orde baru. lebih bervariasi. sedangkan hafalan kualitatif adalah rekaman dasar yang dipersiapkan untuk diedit dan dilakukan pemerkayaan. Hafalan mekanistik adalah seperti merekam audio atau audio-visual. banyak Pondok Pesantren menyelenggarakan pendidikan seperti pendidikan yang formal—sekolah/madrasah—dan 14 . sehingga pondok-pondok pesantren sampai sekarang masih mempertahankan metode tersebut. Harus ada kenyataan sebelum seseorang melahirkan konsepsi. seperti yang sering terdengar dari pernyataanpernyataan sumbang para pengamat pembelajaran. Yang kemudian menjadi persoalan lagi adalah bagaimana pembelajaran dengan metode hafalam ini dapat memperkaya khazanah pengetahuan siswa lebih dari sekedar hafalan mekanistik saja. Dalam berfikir. Dan ini sudah menjadi kewajiban para guru untuk mencarikan cara dan kreativitas para santri agar hafalannya lebih bermutu. Hafalan harus dipandang sebagai basis untuk mencapai kemampuan intelektuan yang lebih tinggi. dan antara metode yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan erat dan mempunyai kelemahan serta kelebihan masing-masing. Yang menjadi prinsip dalam berfikir bahwa apa yang dipikirkan harus sudah lebih dulu diketahui seluk beluknya. Jadi harus ada apersepsi sebelum seseorang mempersepsi. dan itu menjadi lambang supremasi serta ciri khas metode pengajaran di Pondok Pesantren.

Metode ini biasanya diterapkan untuk pengajaran santri-santri yang sudah senior. halaqah. Metode Hiwar hampir sama dengan metode metode diskusi yang umum kita kenal selama ini. Fathul Kutub. halaqah. Yang menjadi ciri khas dari hiwar ini. Dalam Hiwar terjadi proses kritik dan agumentasi (mujadalah) 15 . tetapi sudah menerapkan metode belajar mengajar seperti sekolah. Hiwar. Metode ini bisa digambarkan sebagai bentuk kegiatan belajar mengajar dalam sebuah forum (biasanya di kelas atau masjid) yang dipandu oleh seorang pembimbing/guru dan diikuti oleh santri-santri yang dianggap sudah menguasai kitab-kitab tertentu untuk memecahkan permasalahan kontemporer di sekitar hukum-hukum fiqh (termasuk di dalamnya fiqh ibadah). Selain metode yang empat diatas (bandongan. Bedanya metode hiwar dilaksanakan dalam rangka pendalaman atau pengayaan materi-materi yang sudah di pelajari (kitab-kitab kuning). Metode Bahtsul Masa`il mengacu kepada pemecahan masalah-masalah dalam persoalan fiqh (hukum Islam atau furu`iyah). Muqaranah. adalah bahwa santri dan guru biasanya terlibat dalam sebuah forum perdebatan untuk memecahkan masalah yang ada dalam kitab-kitab (berbahasa Arab) yang sedang di pelajari.metode pengajarannya tidak lagi hanya berkisar pada sistem bandongan. sorogan dan hafalan) di Pondok Pesantren juga mengenal metode-metode lain seperti Bahtsul masa`il. dan metode-metode lain yang banyak di peraktekkan di di Pondok Pesantren. dimana santrisantri tersebut sudah dianggap mampu atau menguasi kitab-kitab yang menjadi rujukan masalah yang akan di bahas. sorogan dan hafalan.

tidak semua pondok pesantren memasyarakatkannya sebagai metode yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar di di Pondok Pesantren. yaitu dengan dikenalkannya sistem Madrasah Diniyah. Sebab di sementara pondok masih ada norma-norma yang bersifat doktrinal yang belum bisa di reformasi. harus menundukkan wajah ketika berhadapan dengan guru. 16 . Karena itulah cara yang bisa ditempuh agar di Pondok Pesantren tetap bisa digandrungi oleh masyarakat. Metode Fathul Kutub biasanya dilaksanakan untuk santri-santri senior yang sudah akan menyelesaikan pendidikan tingkat tertentu di Pondok Pesantren. Saat ini. Pada dasarnya metode ini adalah metode penugasan mencari rujukan (reference) terhadap beberapa topik dalam bidang ilmu tertentu (Fiqh. seperti siswa/santri tidak boleh banyak bertanya. Tafsir. baik perbandingan materi. dengan diterapkannya sistem klasikal di Pondok Pesantren. Dengan diterapkannya metode ini. metode.). mau tak mau pengayaan metodologi tidak lagi sebatas yang sudah di kenal di kalangan Pondok. Metode muqoronah akhirnya berkembang pada perbandingan ajaran-ajaran agama. Hal itu disebabkan karena terpengaruh oleh perkembangan hidup modern yang menuntut orang maupun lembaga untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. maupun perbandingan kitab. Metode muqoronah adalah sebuah metode yang terfokus pada kegiatan perbandingan. Untuk model metode muqoronah ajaran agama biasanya berkembang di bangku Perguruan Tinggi Pondok Pesantren (Ma`had `Ali).untuk memperkuat kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh. dll. dan semacamnya. Aqidah. faham (madzhab). Hadits.

yang berarti guru mengaji.Artinya dengan memadukan pola pendidikan tradisional dengan pola pendidikan modern. Sekarang lebih dikenal dengan nama pondok pesantren.Terkadang juga dianggap sebagai gabungan kata saint (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong). Di Sumatra Barat dikenal dengan nama surau. sedangkan di Aceh dikenal dengan nama rangkang . Definisi Pondok Pesantren Kata pondok berasal dari kata Funduq yang berarti hotel atau asrama. B. yang kemudian dikembangkan oleh Perguruan Taman Siswa dalam sistem asrama yang disebut Pawiyatan. Abdurrahman Wahid. C Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah shastri. sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik Secara terminologi dapat dikemukakan di sini beberapa pandangan yang mengarah kepada definisi pesantren. atau mungkin jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti guru. Kata santri berasal dari kata Cantrik (bahasa Sansekerta. Istilah santri juga ada dalam bahasa Tamil. yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. Pesantren berasal dari kata santri yang dapat diartikan tempat santri. mendefinisikan pesantren 17 . Sedangkan dalam bahasa Indonesia mempunyai banyak arti. sedang C. di antaranya adalah madrasah tempat belajar agama Islam.

231 5 Ismail SM (ed). Demokrasi dan Masyarakat Madani. dan pengajaran agama Islam dibawah bimbingan kyai yang diikuti santri sebagai kegiatan utamanya. mendefinisikan pesantren refers to a place where the santri devotes most of his or her time to live in and acquire knowledge.et. masjid.al. (Yogyakarta: LKIS. Secara definitif Imam Zarkasyi.3 Mahmud Yunus. h. 2000) Cet ke-1. Imam Zarkasyi dari Gontor Merintis Pesantren Modern.2001. Op. mengartikan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama atau pondok.. cet-ke-1. ke-1. pesantren adalah tempat di mana santri tinggal. dan pengajaran agama Islam 3 Abdurrahman Wahid. Definisi pesantren yang dikemukakan oleh Imam Zarkasyi (pendiri Pondok Modern Daarussalam Gontor) sama dengan definisi yang dikemukakan oleh Zamakhsyari Dhofier dalam menentukan elemen-elemen pesantren. pondok. di mana kiyai sebagai figur sentralnya. KH. Esai-esai Pesantren. mesjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya. .5 Definisi di atas menunjukkan betapa pentingnya sosok pesantren sebagai sebuah totalitas lingkungan pendidikan dalam makna dan nuansanya secara menyeluruh. mendefinisikan sebagai tempat santri belajar agama Islam. h. tempat para santri belajar hidup dan bermasyarakat dalam berbagai segi dan aspeknya.56 18 .h. santri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.4 Sedang Abdurrahman Mas’ud. Pendidikan Islam .1996) Cet.Cit. Menggerakkan Tradisi. (Ponorogo: Gontor Press.171 6 Amir Hamzah Wirosukarto.secara teknis.h. seperti: Kiyai.6 Secara singkat pesantren bisa juga dikatakan sebagai laboratorium kehidupan.17 4 Mahmud Yunus.

1989) h. Hal ini dikemukakan oleh I. tata hubungan keduanya yang tidak didasarkan 7 Zamakhsyari Dhofier. yang menyimpulkan dari tradisi pesantren seperti. Menurut para ahli. dan telah mengalami perubahan dari masa ke masa sesuai dengan perjalanan ummat. Asal Usul Pesantren dan Sejarah Perkembangannya Pesantren atau yang lebih dikenal dengan pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional8 tertua di Indonesia. C. (Disertasi Pasca Sarjana IPB. J. namun keduanya mempunyai perbedaan dalam menentukan materi pelajaran dan metodologi pengajaran. Tradisi Pesantren. Dinamika Pendidikan Pesantren. jusrtu semakin menambah khazanah dan wacana yang sangat diharapkan secara akademis. yaitu sorogan dan wetonan.(Jakarta: LP3ES. 114 19 . .44-60 8 Pengertian tradisional dalam arti bahwa lembaga ini hidup sejak ratusan tahun yang lalu dan telah menjadi bagian dari kehidupan sebagian besar ummat Islam Indonesia. bukan tradisional dalam arti tetap tanpa mengalami penyesuaian . Meys. penghormatan santri kepada kiyai. 1995) h. di mana variasi yang dihasilkan merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dipungkiri. Brugman dan K.7 sedangkan Imam Zarkasyi tidak membatasi materi pelajaran pesantren dengan kitabkitab klasik serta menggunakan metodologi pengajaran sistem klasikal (madrasi). Hal tersebut disebabkan perbedaan semacam itu. lembaga pendidikan ini sudah datang sebelum Islam datang ke Indonesia. studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. Zamakhsyari menentukan materi pelajaran pesantren hanya terbatas pada kitab-kitab klasik dengan metodologi pengajaran tradisional. Mastuhu. Demikianlah pesantren didefinisikan oleh pengamatnya baik yang barasal dari dalam maupun dari luar pesantren.Walaupun sama dalam menentukan elemen-elemen pesantren.

sedang pada masa Islam. pesantren pertama kali didirikan oleh Syeikh Maulana Malik Ibrahim. tokoh yang dianggap berhasil mendirikan dan mengembangkan 20 . Tentang kehadiran pesantren secara pasti di Indonesia pertama kalinya. Perbedaan yang mendasar ialah pada masa Hindu pendidikan tersebut hanya milik kasta tertentu. Meski begitu. di mana. Kemudian pendidikan ini diislamisasikan tanpa meninggalkan tradisi yang ada. Pesantren dilihat dari segi bentuk dan sistemnya. pendidikan tersebut milik setiap orang tanpa memandang keturunan dan kedudukan. Sebelum proses penyebaran Islam di Indonesia sistem tersebut telah dipergunakan secara umum untuk pengajaran dan pendidikan agama Hindu di Jawa. sifat pengajaran yang murni agama dan pemberian tanah oleh negara kepada para guru dan pendeta.kepada uang. berasal dari India. Ada pendapat yang maengatakan. oleh karena itu pesantren merupakan salah satu bentuk kebudayaan asli Indonesia. dan siapa pendirinya tidak dapat diperoleh keterangan yang pasti. India agaknya tidak sulit baginya untuk mendirikan pesantren karena sebelumnya sudah ada perguruan Hindu-Budha dengan sistem biara asrama sebagai tempat belajar mengajar. Karena itu Islam dapat diterima oleh masyarakat dan pesantren dapat berkembang. Beliau adalah ulama yang berasal dari Gujarat. Gejala lain yang menunjukkan azas non-Islam pesantren tidak terdapat di negara-negara Islam. Dan mempunyai persamaan dengan pendidikan di India. karena dalam pandangan Islam seluruh manusia merupakan umat yang egaliter.

dan Kyai Bangkuning. yang pada waktu didirikan hanya memiliki tiga orang santri. lembaga pendidikan tersebut mirip dengan pendidikan sebelumnya. dan Surabaya. pertama. Kedua. sebagai kunci kemakmuran negara. dan akhirnya beliau dikenal dengan sebutan Sunan Ampel. sebagai lembaga pendidikan. tahun 1831 di Jawa saja terdapat tidak 21 . karena seluruh kapal dari dan ke Majapahit mesti melewati pelabuhan Surabaya. dan mendirikan pesantren di sana. sebagai lembaga penyiaran agama. Kedua. Pada awal berkembangnya. Berdasarkan laporan pemerintah pemerintah kolonial Belanda. sehingga mau tidak mau mesti bersinggungan langsung dengan sirkulasi perdagangan Majapahit. Ia mendirikan pesantren di Kembang Kuning. Sunan Ampel diambil menantu oleh penguasa Tuban bernama Ario Tejo. letaknya yang strategis di pintu gerbang utama Majapahit. lembaga pendidikan tersebut dapat diikuti oleh setiap orang tanpa memandang keturunan dan kedudukan. ada dua fungsi pesantren. selain itu Ario Tejo membutuhkan bantuan sunan Ampel untuk mengamankan daerah Tuban. Gresik. Di sini dapat disimpulkan adanya hubungan yang mesra antara ulama dan umara. Kemudian ia pindah ke Denta. Hubungan ini dijalin dengan da’wah.pesantren dalam arti yang sesungguhnya adalah Raden Rahmat atau Sunan Ampel. Abu Hurairah. Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan Pesantren Ampel Denta pada dasarnya didukung oleh beberapa faktor. Pertama. Ketiga. Kendati kini telah banyak perubahan yang terjadi namun inti fungsi utama itu masih melekat pada pesantren. Surabaya. Pesantren di Indonesia tumbuh dan berkembang sangat pesat. yaitu: Wiryo Suroyo.

500 orang. Arifin adalah sarana yang berupa perangkat organisasi yang diciptakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang 9 www.net. dan lain-lain. As-Shiddiqiah. Darul Rahman.depag. pesantren tumbuh dan berkembang dengan pesat. D. Hal ini terjadi karena pesantren bersikap non-kooperatif bahkan mengadakan konfrontasi terhadap penjajah. Kemudian suatu survai yang diselenggarakan oleh kantor Shumubu ( Kantor Urusan Agama ) pada masa Jepang tahun 1942 jumlah pesantren bertambah menjadi 1.9 Perkembangan pesantren terhambat ketika Bangsa Eropa datang ke Indonesia untuk menjajah. Pada masa kemerdekaan jumlah pesantren terus bertambah.312 buah. Akibat dari sikap tersebut maka pemerintah kolonial ketika itu mengadakan kontrol dan pengawasan yang ketat terhadap pesantren.853 buah dengan jumlah santri tidak kurang 16.id 22 . jumlah tersebut belum dijumlah dengan pesantren di luar Jawa dan pesantren-pesantren kecil.871 buah. Sistem Pendidikan Pesantren Sistem pendidikan pesantren menurut M. berdasarkan laporan Departemen Agama RI tahun 2001 jumlah pesantren di Indonesia mencapai 12. Lihatlah kemudian pesantren tumbuh di Ibukota Jakarta seperti Pondok Pesantren Darun Najah.kurang dari 1. Ekspansi pesantren juga bisa dilihat dari pertumbuhan pesantren yang semula hanya rural based institution kemudian berkembang menjadi pendidikan urban. Setelah Indonesia merdeka. Bahkan kini pesantren bukan hanya milik organisasi tertentu tetapi milik umat Islam Indonesia.

dan metode pengajaran. kitab-kitab keagamaan.Cit. rumah kyai dan sebagainya. Sudah sewajarnya bahwa pertumbuhan pesantren semata-mata bergantung kepada kemampuan kyainya.1995) Cet. h. santri. (Jakarta: Biona Aksara. evaluasi.berlangsung dalam pesantren. h. seperti : Ustadz sebagai pembantu kyai dalam pengajaran.257 11 Mastuhu. Menurut asal usulnya perkataan kiyai dalam bahasa Jawa dipakai untuk tiga jenis gelar yang saling berbeda: Sebagai gelar kehormatan bagi barang-barang yang dianggap keramat.10 Unsur-unsur sistem pendidikan pesantren menurut Mastuhu dapat dikelompokkan sebagai berikut: Aktor atau pelaku. kurikulum. Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum. dan alat-alat pendidikan lainnya. Op. hal ini dapat dilihat dari besar kecilnya pesantren bersangkutan. Sarana perangkat keras. gedung sekolah atau madrasah. 55-56 23 . asrama. pengurus. Untuk pesantren kecil unsur-unsurnya cukup dengan kyai.11 Unsur-unsur pesantren berbeda antara satu pesantren dengan pesantren lainnya. Ia seringkali merupakan pendirinya. tata tertib dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan pesantren. Gelar kehormatan untuk orang-orang tua pada 10 M.Arifin. akan tetapi untuk pesantren besar perlu ditambah dengan unsurunsur lain. Sarana perangkat lunak. metodologi pengajaran. seperti Masjid. seperti: tujuan. seperti: kiyai. atau pondok. ke- 3. Kyai atau pengasuh pondok pesantren merupakan elemen yang sangat esensial dari suatu pesantren. umpamanya: “kiyai Garuda Kencana” dipakai untuk sebutan Kereta Emas yang ada di Kraton Yogyakarta. santri. asrama atau pondok.

di Jawa Barat istilah tersebut dikenal dengan Ajengan. Kyai Haji Muhith Muzadi. dan lainnya. Bahkan gelar kyai digunakan untuk sebutan seorang Dai’ atau Muballigh. Op.12 Selain dua istilah santri diatas. di Aceh Tengku. Gelar tersebut kini digunakan untuk seorang ulama yang mumpuni dalam bidang keagamaan walau ia tidak mempunyai pesantren. h. Santri kelana adalah santri yang pindah belajar dari satu pesantren ke pesantren lain untuk memperdalam ilmu pengetahuan yang menjadi keahlian dari seorang kyai. Istilah kiyai dipakai di Jawa Tengah dan Jawa Timur.Cit. Gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada seorang ahli agama Islam yang memiliki atau menjadi pimpinan pesantren. Gelar kyai saat ini tidak lagi hanya diperuntukkan bagi yang memiliki pesantren. dalam dunia pesantren dikenal juga istilah “santri kelana”. Sebagai santri mukim mereka mempunyai keewajiban-kewajiban tertentu. Santri adalah siswa yang belajar di pesantren. santri mukim adalah santri yang berasal dari daerah dan menetap dalam kelompok pesantren. seperti : Kyai Haji Ali Yafie. Untuk mengikuti pelajarannya di pesantren.umumnya. Setelah pesantren mengadopsi sistem madrasah tradisi santri kelana kini 12 Zamakhsyari. Zamakhsyari Dhofier membagi santri membagi dua kelompok: Santri mukim dan santri kalong. mereka bolak-balik dari rumahnya sendiri. Kiyai dalam pembahasan ini mengacu kepada pengertian yang ketiga. 55 24 . di Sumatra Utara Buya. Santri kalong adalah santri yang berasal dari masyarakat sekitar pesantren atau yang biasanya tidak menetap di pesantren.

mendidik anak agar tetap beribadah kepada Allah. kholifah Islamiyah hingga sampai sekarang. serta menyadarkan hak-hak dan kewajiban. karena kondisi masjid relatif lebih tenang serta mempunyai nilai ibadah. Disamping itu pula para santri memfungsikan masjid sebagai tempat belajar yang utama. taat. Kedudukan mesjid sebagai pusat pendidikan dalam tradisi pesantren merupakan manifestasi universalisme dari sistem pendidikan Islam tradisional. menanamkan rasa cinta pada ilmu pengetahuan dan solidaritas sosial. Ada tiga alasan utama mengapa pesantren harus menyediakan asrama 25 .mulai ditinggalkan. yang berarti patuh. Sedangkan secara terminologis. namun mesjid tetap difungsikan sebagai tempat belajar. Kedua. Sebuah pesantren pada dasarnya adalah sebuah asrama pendidikan Islam tradisional di mana para siswanya tinggal bersama-sama dan belajar dibawah bimbingan seorang kiyai. Ketiga. kemakmuran. Kendatipun saat sekarang kebanyakan pesantren telah melaksanakan proses belajar mengajar di dalam kelas dengan gedung tersendiri. serta tunduk dengan penuh hormat dan takzim. Hal ini telah terjadi sejak zaman Nabi Muhamad kemudian diteruskan oleh para sahabat. potensi-potensi melalui pendidikan kesabaran. keberanian kesadaran optimisme. Secara etimologis. masjid adalah tempat melaksanakan aktifitas manusia yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah. Hingga saat ini kyai sering mempergunakan masjid sebagai tempat membaca dengan metode bandongan. memberikan ketentraman. Upaya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan berimplikasi pada tiga hal: Pertama. masjid berasal dari kata sajada.

dengan demikian perlulah adanya asrama khusus para santri. dapat dilatihkan untuk disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan begitu dimungkinkan mereka tidak hanya menjadi “having” tetapi “being”. Kedua. sedang para kiyai menganggap para santri sebagai titipan Tuhan yang harus senantiasa dilindungi.bagi santrinya : Pertama. Di dalam asrama memungkinkan untuk mempraktekkan apa-apa yang telah dipelajari. Nilai-nilai agama yang secara normatif dipelajari di kelas. Hal ini disebabkan karena pesantren mempunyai kebiasaan untuk tidak mempunyai kebiasaan untuk tidak merumuskan dasar dan tujuan pendidikannya secara 26 . Ketiga. Tujuan Pendidikan Pesantren Amat sulit untuk menggambarkan tujuan pendidikan pesantren sacara pasti dan seragam. ada timbal balik anrtara santri dan kiyai. menarik santri-santri dari jauh untuk dapat menggali ilmu dari kiyai tersebut secara teratur dan dalam waktu yang lama . kedudukan pondok sebagai salah satu unsur pokok pesantren sangat besar sekali manfaatnya diantaranya adalah santri dapat dikondisikan dalam suasana belajar sepanjang hari. E. Disamping alasan-alasan diatas. hampir semua pesantren berada di desa-desa di mana tidak tersedia perumahan (akomodasi) yang cukup untuk menampung santri-santri. untuk itu ia harus menetap. di mana para santri menganggap kiyainya seolah-olah seperti bapaknya sendiri.Kehidupan berasrama para santri juga sangat mendukung bagi pembentukan kepribadian. kemashuran seorang kiyai dan kedalaman pengetahuannya tentang Islam.

dan tidak pernah dihubungkan dengan tujuan tertentu dalam lapangan kehidupan atau tingkat jabatan tertentu dalam hirarki sosial.Cit. Hal ini karena sifat kesederhanaan pesantren. Op. di mana kiyai mengajar dan santri belajar. salah seorang pendiri Pondok Modern Gontor menyatakan: "amanak-anakku nanti harus menjadi orang yang a'lim. sugih supaya tidak tamak"… dalam kesempatan lain juga beliau sampaikan: " di pesantren ini (Gontor) anak-anak akan diajari bahasa Arabbahasa Inggris dan tonil (drama)"… Dari dua pernyataan di atas dapat diketahui bahwa tujuan pendirian pesantren adalah untuk mendidik generasi muda Islam dengan pendidikan sehingga nantinya menbjadi anak yang alim (memiliki ilmu pengetahuan) dan sholeh dalam arti 13 M. sesuai dengan dorongan berdirinya.13 Untuk mengenal tujuan pendidikan pesantren ada baiknya dikemukakan beberapa pernyataan para pendiri pesantren. 248 27 . Arifin. Tujuan Khususnya adalah mempersiapkan para santri untuk menjadi orang yang alim dalam ilmu agama yang diajarkan oleh kiyai yang bersangkutan serta mengamalkannya dalam masyarakat. KH. Adapun tujuan didirikannya pesantren menurut M. yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Ahmad Sahal misalkan. sholeh. Sedangkan tujuan umumnya adalah membimbing anak didik untuk menjadi manusia yang berkepribadian Islam yang sanggup dengan ilmu agamanya menjadi mubaligh Islam dalam masyarakat sekitar melalui ilmu dan amalnya.eksplisit.Arifin pada dasarnya terbagi menjadi dua hal. semata-mata untuk ibadah lillahita’ala. h.

bahwa tradisi mengandung segala yang baik. sehingga kebutuhan untuk mengadopsi yang modern dimungkinkan sejauh itu lebih baik dari apa yang terdapat dalam tradisi itu sendiri. tapi yang tersedia waktu itu hanya menguasai bahasa Arab saja dan tidak menguasai bahasa Ingris. yang dibutuhkan adalah yang mahir dalam bahasa Arab dan Inggris. Selain melalui pernyataan para pendirinya tujuan pendidikan pesantren juga bisa diketahui dengan melihat semboyan dan motto yang dikembangkan suatu pesantren. 28 . Dalam hal ini pesantren merupakan lembaga pendidikan yang gigih mempertahankan tradisi. konservasi terhadap tradisi dilakukan tanpa sikap “reserve”. Jadi tujuan penyusunan materi pelajaran disesuaikan dengan tantangan kebutuhan ummat. pertentangan khilafiyah dan konflik internal. Konon ungkapan kedua ini muncul setelah pertemuan ulama yang saat itu membutuhkan delegasi muslim Indonesia untuk di kirim ke dunia Internasional. Sama halnya dengan semboyan perekat ummat yang muncul sebagai jawaban atas kondisi ummat Islam pada tahun 1920 an.menjalankan pengetahuannya tersebut. al muhafadhatualal qadimis shalih wal akhdu alal bil jadidil ashlah. dan sebaliknya. Oleh karena itu muncul pernyataan kedua yang berarti harus menzaman. serta bisa menjadi kaya (kaya harta dan hati) supaya tidak tamak. semboyan-semboyan yang senantiasa didengungkan oleh pimpinan pesantren (kyai) itu biasanya merupakan "kerangka nilai" yang diharapkan dapat dicerna oleh para santri dan menjadi pedoman hidup mereka dalam kehidupannya kelak Seperti pepatah dalam dunia pesantren yang sangat populer. sesuai dengan kebutuhan zaman dan kecakapan yang dimiliki sesuai dengan zamannya.

rumusan biasanya sekitar hal-hal berikut: • • • Membangun masyarakat melalui pendidikan Dakwah Islamiyah Mempersiapkan generasi muda muslim dengan membekali mereka pengetahuan agama dan umum. 29 .Berkenaan dengan tujuan pendidikan pesantren. bagi pesantren-pesantren baru yang lebih modern biasanya telah merumuskan tujuannya dalam bentu visi dan misi pesantren. Secara tegas KH Imam Zarkasyi menyatakan tujuan pendidikan di pesantrennya adalah untuk "kemasyarakatan dan dakwah Islamiyah" artinya pendidikan diarahkan pada kebutuhan masyarakat muslim pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya serta kepentingan dakwah Islamiyah.

setidaknya hingga hari ini. Ciri lain dari literatur yang dipergunakan di pesantren itu ialah beraksara Arab Gundul (huruf Arab tanpa harakat atau syakal). masjid. Ada juga yang menyebutkannya sebagai al-kutub al-shafra’ atau “kitab kuning” karena biasanya kitabkitab itu dicetak di atas kertas berwarna kuning. Kitab kuning sebetulnya merupakan ciri penting yang tidak dapat dibuang dari pesantren.BAB II MATERI PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN A. 30 . kyai. Disebut demikian karena kitab-kitab tersebut dikarang lebih dari seratus tahun yang lau. dan mengucapankannya secara fasih. Sistem pengajian pesantren yang diselenggarakan di masjid juga cocok karena yang diaji adalah kitab kuning. Literatur Pesantren 1. Seseorang disebut kyai antara lain karena ia dianggap menguasai keilmuan keislaman yang berhubungan erat dengan kitab kuning. Pembelajaran kitab-kitab gundul itu keberhasilannya antara lain ditentukan oleh kemampuan membuka kegundulan itu dengan menemukan harakat-harakat yang benar. santri dan pondok yang merupakan elemen penting pndok pesantren. Asal-usul dan jenis Satu hal penting yang jarang disebut para ahli ketika mengidentifikasi ciri-ciri fisik pesantren ialah kitab kuning sebagai literatur khas pesantren. tidak dapat dipisahkan dari kitab kuning. sesuai kertas yang tersedia waktu itu. Keadaannya yang gundul itu pada sisi lain ternyata merupakan bagian dari pembelajaran itu sendiri. Pendek kata. Kitab kuning sering disebut al-kutub al-qadimah.

maupun pembahasannya.W. baik dengan menggunakan Bahasa Arab. Akan tetapi. karya ulama modern. Keempat. maupun dengan menggunakan bahasa lokal yang ditulis dengan huruf Arab Melayu (pegon). mulai diadopsinya kitab-kitab yang tadinya dianggap tabu karena tidak sealiran dengan faham pesantren. hanya menemukan 54 judul saja. pada akhir abad 19. Ada yang merupakan tashnif (karangan sendiri) dengan kitab-kitab yang berasal dari Timur Tengah sebagai rujukan. Padahal L. Kedua. Pertama. van den Berg dalam penelitian sebelumnya. yang banyak dimiliki para kyai dan diajarkan di pesantren di Indonesia adalah kitab-kitab yang umumnya karya ulama-ulama madzhab Syafi’i (Syafi’iyyah). Bentuknya bermacam-macam. Ketiga. dan ada yang melakukan penyederhanaan (mukhtashar) terhadap kitab-kitab yang ada dalam rangka penyesuain materi. ada yang menyusun sendiri tetapi merupakan penggabungan dari topik-topik atau bidang-bidang yang sudah ada (iqtibas). Menurut Martin van Bruinessen.Al-kutub al-qadimah itu jumlahnya sangat banyak. bahasa. misalnya kitab-kitab di luar madzhab Syafi’i. yang ditandai oleh kemudahan orang-orang Indonesia 31 . sejalan dengan perkembangan teknologi pada awal abad 20. Meningkatnya jumlah judul kitab itu sebetulnya disebabkan oleh beberapa hal. banyak kiyai yang mulai menulis kitab sendiri. pesantren juga mulai mengaji kitab-kitab al-‘ashriyyah. Kitabkitab al-‘ashriyyah ini mulai masuk ke Indonesia. pada akhir abad ke-20 ini judul kitab-kitab kuning yang beredar dikalangan kyai di pesantren-pesantren Jawa dan Madura jumlahnya mencapai 900 judul. seorang peneliti dari Belanda. topik.C. beberapa ulama atau kyai di Nusantara mulai menyusun kitab sendiri.

Karena itu. dan Ilmu Alat (Bahasa Arab. Sharaf atau morfologi. yang mencakup: Aqidah. Bidang kajiannya meliputi ilmu-ilmu terapan. yang biasanya mencakup: Nahwu atau sintaksis. baik di Makkah. Ilmu Hadits . Kesamaan tersebut dapat dilihat dari jenis-jenis bidang aji (bidang kajian) yang diajarkan di pesantren. Kendati pola pendidikan yang diselenggarakan di pesantren cukup beragam. relevansi materi. yang dikenal dengan ilmu-ilmu keislaman. dan ilmu-ilmu yang berguna dalam mengembangkan wawasan seperti: Mantiq. Baghdad. Hanya saja perhatian terhadap kelompok ilmu yang terakhir ini memang masih terbatas dan belum merata. Ilmu Tafsir. dan tingkat pembahasannya belum tentu sesuai dengan tuntutan 32 . Kairo. Tajwid (al-Qur’an). kuantitas materi. Kitab kuning yang di-aji di pesantren itu pada dasarnya adalah kitab-kitab yang materinya dianggap relevan dengan tujuan pesantren sendiri. atau setidaknya disusun pada masa lalu . Hadits. Ushul Fiqh. Madinah. yakni mendidik dan mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam. Cara pesantren yang umumnya mengandalkan pada kitab kuning sesengguhnya memiliki kelemahan tersendiri. dan Tarikh Islam. Fiqih. dan Balaghah). Akhlaq-Tasawuf. yang sering digolongkan ilmu-ilmu yang fardlu ‘ain. sebagai upaya mewujudkan manusia yang tafaqquh fi al-din.untuk melakukan ibadah haji dan belajar. Banyak diantara mereka yang mengaji ataupun berhaji kemudian mengirim dan membawa pulang kitab-kitab al‘ashriyyah yang memang beredar di tempat-tempat itu. Tafsir. Kitab-kitab kuning umumnya bukan disusun oleh ulama Indonesia. Hampir seluruh pesantren di tanah air mengajarkan bidang aji yang sama. fungsi yang diemban pesantren tidak keluar dari itu. Yaman dan pusat-pusat belajar lain di Timur Tengah.

antara lain: Pertama. 2. pada saat yang sama juga berpotensi menimbulkan banyak masalah. seperti pertanian. walaupun berada pada masa yang sama dan dalam madzhab yang sama pula. Penulisnya pun memiliki latar belakang yang beragam. kaligrafi. beberapa pesantren yang telah melakukan pembaharuan melakukan langkah-langkah akomodatif. memberikan perhatian yang memadai terhadap ilmuilmu yang berpotensi memperluas wawasan. komputer dan lain sebagainya. peternakan. Hal ini menjadikan kitab-kitab di pesantren merupakan khazanah ilmu yang unik dan sekaligus kaya.kebutuhan dan kemampuan santri di Indonesia saat ini. Latar belakang penyususn (mushannif) juga akan menyebabkan perbedaan cara pandang dan cara penyajiannya. Pola Penyajian dan Penulisan Kitab-kitab yang menjadi bahan kajian di pesantren tidak ditulis pada masa yang sama. Menyadari itu. qira’at. dan Ketiga. kitab kuning dapat dikelompokkan menjadi: 33 .menambah materi pembelajaran dengan ilmu-ilmu umum serta ketrampilan-ketrampilan khusus. tidak mengambil secara keseluruhan materi-materi yang ada pada suatu kitab dari kitab-kitab kuning itu. melainkan menyesuaikannya dengan menangguhkan materi-materi yang belum dianggap perlu dan menambahnya dengan muatan-muatan baru berdasarkan kekhususan dan kebutuhan tertentu. Namun. Penulisan kitab yang dilakukan pada masa yang lebih tua (salaf) biasanya menggunakan bahasa yang lebih rumit dari yang ditulis belakangan (khalaf). koperasi dan bisnis. Bila dilihat dari gaya penyajian atau pemaparannya. Kedua. sesuai dengan perkembangan bahasa Arab itu sendiri.

Contoh kitab ini misalnya Hidayat al-Shibyan. disamping belum berkembangnya atau mungkin belum dimanfaatkannya secara baik tanda-tanda baca (adawat al-tarqim). Untuk tingkat lebih atas. tidak seperti sekarang.a) Kitab-kitab natsr (esai) Kitab natsr ialah kitab yang dalam menyajikan atau memaparkan materinya menggunakan essai (natsr). Walaupun perlu diketahui bahwa pola tulis bahasa Arab pada kitab-kitab tua sebetulnya cukup rumit. penyajian dengan menggunakan nadzam ini lebih bertujuab untuk meringkas dan memudahkan menghafalnya juga. Bentuk kalimatnya biasanya panjang. ‘Imrithi. jika bukan 34 . Kitab kuning jenis ini adalah yang paling umum. Keuntungannya ialah bahwa materi dapat dipaparkan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah. Kitab-kitab kuning yang memanfaatkan gaya ini cukup banyak. b) Kitab-kitab nadzam Cara penyajian materi yang lain ialah dengan menggunakan nadzam atau syi’ir (sair). dengan menggunakan kata ganti (dhamir) yang berulang sehingga sulit mencari rujukanya (‘aaid). pola nadzm ini memiliki kesukaran tersendiri. Pada umumnya tujuan pemaparan dengan cara ini ialah untuk mempermudah. Dan itu dilakukan tidak terbatas pada kitab-kitab untuk pemula saja. terutama bagi pemula dengan asumsi bahwa santri-santri pemula lebih senang terhadap nyanyian dan pada sat yang bersama penghafalan lewat lagu itu juga lebih mudah. yaitu untuk memahaminya memerlukan kemampuan bahasa yang lebih tinggi karena nadzam dalam pembuatannya tidak jarang memerlukan variasi. Dibanding dengan pola natsr. atau Alfiyah ibn Malik. Termasuk dalam kategori ini misalnya kitab al-Maqshud.

Itulah sebabnya pola natsr dikatakan lebih mudah dan sederhana. Variasi gaya pemaparan. Karena itu kitab matn dapat berupa kitab natsr maupun kitab nadzm. 2. Shahih Bukhari. dari pola tata bahasa yang biasa digunakan dalam natsr. Sebetulnya nama matn itu baru terjadi ketika pada kitab itu dilakukan pengembangan. Kitab Syarh atau Hasyiyah Kitab jenis kedua ini merupakan kitab yang secara khusus mengulas. al-Jami’ al-Shahih karya Imam Muslim dan seterusnya. Kitab kuning yang masuk ke dalam kelompok syarh misalnya adalah kitab Asymawi yang menjelaskan lebih jauh isi teks kitab alAjurumiyah. kelihatannya tidak dapat dilepaskan dari ikhtiar para penulisnya agar kitab-kitabnya dapat berfaidah. Dalam semangat seperti itulah maka rupanya kitab kuning juga memiliki variasi dalam format penyajiannya. kitab Hall al-Maqal min Nadzam al-Maqshud yang memberi komentar dan 35 . matn Alfiyah. memberi komentar atau memperluas penjelasan dari suatu kitab matn. maka Kitab Kuning dibagi menjadi : 1. Kitab Matn Kitab matn pada dasarnya adalah kitab asal atau kitab inti. Kitab syarh adalah kitab perluasan (komentar) tingkat pertama.penyimpangan. Contoh kitab kuning yang termasuk kelompok ini adalah: kitab matn alAjurumiyah. sedangkan kitab yang memperluas lebih lanjut kitab syarh disebut hasyiah. baik menjadi syarh maupun dalam bentuk hasyiah. atau karena memberikan informasi atau pengetahuan yang lebih banyak. matn Taqrib. Bila dikaji dari Format penyajian. baik karena menarik dan mudah difahami.

pola penyajian seperti ini tidak berlaku secara keseluruhan. Karena sifatnya sebagai penjelas. Pemisahan antara teks matn dan syarh dilakukan dengan memberi tanda kurung yang membingkai teks syarh. Sedangkan syarh merupakan teks penjelas atau komentar terhadap matn yang terletak di bagian dalam atau tengah dari setiap halaman kitab. sedangkan matn berada di luar kurung bingkai ini. Dahlan Alfiyyah yang mengomentari Alfiyah ibn Malik serta kitab Kaylani yang mengulas kitab al-‘Izz dan kitab al-Iqna’ yang mensyarah kitab al-Taqrib.penjelasan atas kitab al-Maqshud. Karena sifatnya yang demikian. c) Kitab Mukhtashar Kitab Mukhtashar adalah kitab kuning yang menyajikan materinya dengan cara meringkas materi suatu kitab yang panjang lebar untuk dijadikan karangan singkat tetapi padat. kitab ini dengan kata lain merupakan kitab ringkasan yang hanya memuat pokok-pokok masalah. maka teks syarh lebih banyak dan panjang dari teks matn. Kitab kuning yang termasuk kelompok ini misalnya adalah kitab Alfiyah ibn Malik yang merupakan ringkasan dari 36 . Pada beberapa kitab lain. karena yang terakhir ini sesungguhnya merupakan kitab komentar atas Alfiyah Ibn Malik. Matn merupakan teks inti dari sebuah kitab yang ditulis pada bagian pinggir (margin) sebelah kanan dan kiri. Dapat dikategorikan hasyiah ialah al-Shabban yang merupakan komentar dari al-Asymuni. Akan tetapi. Kitab kuning secara umum ditulis dengan menggunakan format (lay out) yang terdiri dari dua bagian: matn dan syarh. penyajian materi dibedakan antara teks matn dan teks syarh ke dalam kitab sendiri-sendiri tidak disatukan dalam satu kitab sebagaimana pola penyajian yang dilakukan di atas.

Biasanya. yaitu pola matan. kedua. Pola lain 37 . ada yang untuk tingkat menengah (wustha). Ada kitab yang disediakan untuk tingkat pemula (awwaliyah). Penjenjangan Materi Pengajian Tidak seluruh kitab keislaman berbahasa Arab yang beredar di kalangan pesantren diajarkan kepada santri. Namun. hal lain yang biasanya dilakukan ialah menyederhanakan kalimat. tidak selalu. kitab matan untuk tingkat pemula. Adakalanya. Dengan melakukan ringkasan ini. seperti kitab kuning yang menyajikan materi sejarah. syarh untuk menengah. tingkatan-tingkatan ini juga kadangkala ditentukan oleh pola penyajian kitab itu sendiri. tafsir. dan hadits. dan sejenisnya. Kitab-kitab yang diajarkan kepada santri itu bertingkat. dan khasyiyah. Bahkan kebanyakannya merupakan bacaan para ustadz dan kyai. Yang menjadi dasar ialah tingkat informasi atau kesulitan kitab itu sendiri. ushul al-fiqh. memperbaharui istilah. syarah. sebagian kitab itu juga didiskusikan secara terbatas diantara mereka. B.kitab al-Kafiyah. Atau karya paling akhir dari jenis ini ialah Mukhtashar Ibn Katsir karya Ali al-Shabuni yang merupakan ringkasan dari kitab tafsir Ibn Katsir. dan ada untuk tingkat tinggi (‘aly). menyaring informasi atau melengkapi data. kitab kuning yang berbentuk penawaran atau penyajian ilmu secara polos (naratif). sebagai pengkayaan bahan aji. mushthalah al-hadits. kitab kuning yang menyajikan materi berbentuk kaidah-kaidah keilmuan seperti kitab-kitab yang membahas nahw. Walaupun tidak selalu. atau kitab Lubb al-Ushul yang meringkas kitab Jam’ al-Jawami’ karya as-Subki. Adapun bila dilihat dari kandungan maknanya. dan hasyiah untuk tingkat tinggi. kitab kuning dapat dibagi menjadi dua: pertama.

sistem ini sebetulnya merupakan penerapan “belajar tuntas. dalam hal ini santri. perpindahan dari satu tingkat ke tingkat yang lain. namun bukan syarah atau bukan pula khasiyah. “ijazah” itu diberikan kepada santri yang diketahui rajin dan diyakini berkemampuan serta mengikuti balag-nya dari awal hingga akhir.dalam penyajian kitab yang tampaknya memperkuat kecenderungan pembagian tingkatan itu ialah adanya kitab-kitab jenis muchtashar yang merupakan ringkasan dari kitab yang ada. para kyai umumnya menjalankan sistim “ijazah” atau izin kepada santrinya untuk mengajarkan ilmu yang diperolehnya kapada orang lain. walaupun dalam tingkatan yang sama.” dalam pengertian bahwa seorang santri diharapkan menyelesaikan dulu secara 38 . dan dari wustha ke ‘aly pada dasarnya terbuka luas. Sehingga sangat mungkin kitab yang diajarkan pada satu pesantren berbeda dengan yang diajarkan pesantren lain. Pembagian tingkat kitab pembelajaran itu sendiri dari sisi lain memang merupaka suatu kebutuhan dan usaha pedagogis untuk memenuhi keragaman tingkat kemampuan pembelajar. yaitu dari tingkat awwaliyah ke tinggkat wustha. Umumnya. atau secara negatif tidak terkontrol. Bagi kyai. Sepenuhnya diserahkan kepada santri. Kedua. dan muthawwalah yang memberikan tambahan penjelasan yang lebih banyak. Catatan yang cukup menarik dalam sistem pembelajaran di pesantren ialah : Prtama. Hal itu memberikan banyak pilihan terhadap kitab-kitab yang hendak diaji untuk setiap tingkatnya. Adalah amat bagus bahwa judul dan jenis kitab yang beredar amat banyak. Para kyai di pesantren biasanya hanya menyediakan pengajian atau balaghnya saja. mubassathah atau mutawassithah yang tampaknya berisai tambhan penjelasan.

Sebagai akibatnya. penguasaan atas materi fiqh itu lalu bersifat mekanistik atau hafalan saja. 39 . Misalnya. Sebetulnya sistem ini pulalah yang memberikan mekanisme kontrol diri kepada para santri untuk tetap pada tingkatnya atau melanjutkan ke tingkat di atasnya. Inilah yang sekarang dikenal denga prinsip korelasi. hal tersebut telah dicoba diatasi dengan pengaturan dan kontrol program setiap individu santri. seperti tergambar di atas. Hal serupa sangat mungkin terjadi dalam bidang aji Tafsir ataupun Hadits. Misalnya seorang santri berada pada tingkat tinggi dalam fiqih. apa yang diajarkan dalam ilmu Fiqh tidak dilepaskan dari hubungannya dengan akhlaq atau dengan aqidah. sering terjadi sebuah kesenjangan kemampuan yang cukup merugikan santri sendiri. ushul fiqh dan qawa’id fiqh masih berada di tingkat awal. Sering terjadi. dan kurang mampu untuk dihadapkan pada situasi yang berbeda dan berubah di lapangan kehidupan nyata. Ketiga. seorang santri telah mencapai tarap tinggi dalam pengetahuan tertentu. Pada pesantren yang telah lebih maju. pembelajaran di pesantren selalu menjaga keterkaitan materi pada suatu mata aji dengan mata aji lainnya.tuntas sebuah kitab. namun ternyata masih berada pada kemampuan tingkat awal pada pengetahuan dasar-dasar metodologisnya. sebelum ia diperkenankan pindah ke kitab lainnya yang setingkat atau lebih tinggi. pesantren dalam hal pemilihan bidang aji dan penjenjangannya. perlu diakui bahwa dengan sistem liberal. Dengan demikian. tetapi penguasaan terhadap ilmu-ilmu mantiq. Kalau diikuti latar belakang historis dari penjenjangan pengajian di pesantren. atau dengan penetapan kurikulum yang harus ditaati oleh setiap santri. Namun. nuansa komprehensif dari pengetahuan santri bisa terpelihara.

Kerangka ini biasanya menjadi penunjang bagi semua pendekatan di atas C. Adapun hal-hal tersebut 40 . Pendekatan sosio-historis. Walaupun masih perlu pengolahan. teks dari Fath al-Qarib dan Fath al-Mu’in menjadi materi untuk tingkat menengah serta al-Muhhalla menjadi materi untuk tingkat tinggi. hikmah tasyri’ dan seterusnya. Pendekatan studi kasus atau faktual. apa yang disajikan dalam tafsir-tafsir klasik bil ma’tsur sudah mengarah demikian. Dengan pendekatan ini kejadian-kejadian yang terdapat dalam realitas kehidupan mendapatkan pembahasan secara tuntas dari berbagai bidang aji. Materi pembelajaran Dalam pelaksanaan kurikulum ini perlu diperhatikan hal-hal yang memungkinkan pendidikan di benar-benar efektif dan efisien. Pendekatan ini sesungguhnya merupakan pendekatan yang umum dipakai di pesantren. maka pokokpokok yang dikandung oleh teks-teks Matn Taqrib menjadi materi untuk tingkat dasar.maka beberapa pendekatan biasanya menjadi bahan pertimbangan untuk memperoleh susunan materi pembelajaran yang mudah diterima para santri: Penggunaan kategorisasi yang diterapkan pada teks-teks tersebut. dalam pengertian bahwa pembahasan sebuah topik aji diberikan pembahasan latar belakangnya secara tuntas. sesuai dengan jenjang yang diakui selama ini. Kalau materi pelajaran Fiqh sebagai contohnya. Pendekatan kemasyarakatan yang jelas yaitu dengan jalan senantiasa dikemukakan dampak sosial dari setiap kegiatan seorang muslim dalam menunaikan kewajiban agama. misalnya dalam bentuk asbabun nuzul.

sikap masa bodoh. dilihat serta dirasakan santri.adalah sebagai berikut : 1. Bahan pelajaran dan metode mengajar yang tidak sesuai dengan keadaan santri akan menimbulkan kontradiksi dalam diri santri. yang dapat menyebabkan kegagalan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. santri langsung menyaksikan praktek Wudlu atau disuruh mencontohkan. sehingga perhatian dan minat tidak terpusat lagi kepada pelajaran yang diterangkan oleh Ustadz/guru. Keadaan demikian akan menimbulkan kejengkelan. metode-metode mengajar yang akan digunakan disesuaikan dengan sifat bahan pengajaran dan kematangan santri. kemampuan. Ustadz/guru memperhatikan santri (kecerdasan. Fleksibilitas Program Pembelajaran Fleksibilitas Program digunakan dalam melaksanakan kurikulum. bahan pengajar sesuai dengan kemampuan santri. dalam pengajaran materi fiqh (seperti yang dipakai adalah Kitab Al-Umm karya Imam Syafi’i). dalam pengajaran bab pertama (Kitabut Thoharoh). Dengan kata lain contoh itu terdapat dalam kehidupan santri sehari-hari. pengetahuan yang telah dikuasai). Misalnya. Dalam penyampaian bahan pelajaran. Mungkin hal ini tidak menjadi masalah di bebrapa Madarasah Diniyah yang masih menerapkan pendekatan belajar adalah kasbul 41 . sehingga sifat kebosanan akan hilang. pembelajaran akan lebih efektif apabila setelah menerangkan (baik menggunakan metode Bandongan atau tarjamah). contoh-contoh yang digunakan oleh Ustadz/guru ketika menerangkan sebaiknya contoh yang pernah dialami. seolah-olah dirinya dipaksa untuk belajar. Unsurunsur yang demikian akan menimbulkan motif dan minat si santri untuk belajar. Jiwanya merasa tertekan. kebosanan.

Yang penting bahan pelajaran tiap mata pelajaran dalam I tahun dapat diselesaikan dalam tahun yang sama. Tujuan ini biasanya terdapat dalam bagian pendahuluan kitab yang akan diajarkan. Tetapi di yang berorientasi kepada hasil belajar. Pemilihan kegiatankegiatan dan pengalaman-pengalaman belajar yang fungsional serta obyektif diperlukan kriteria yang jelas dan didasarkan pada ilmu pengetahuan dan perubahan masyarakat. maka perlu diperhatikan hal ini.Barokah (mencari berkah) sebagaimana yang didokrinkan dalam Kitab Ta’limul Muta’allim karya Az-Zarnuji. Dalam hal Fleksibilitas Program mungkin dapat diupayakan suatu inovasi dari pada yang tersedia dalam susunan program Misalnya seluruh bahan pelajaran Tafsir (Biasanya Tafsir Jalalain . Proses identifikasi ini di dalam perumusan tujuan berlangsung dari tingkat yang umum (tujuan institusional) sampai kepada tujuan yang paling khusus 42 . Shofwatut Tafasir. Proses Pembelajaran harus berorientasi kepada Tujuan. bahwasannya Tujuan Pembelajaran (baik tujuan khusus maupun tujuan umum) di di Pondok-pondok tidak diungkapkan secara explisit dan terpola dalam formart GBPP (Garis-Garis Besar Program Pengajaran). Jadi sebelum menentukan waktu dan bahan pelajaran terlebih dahulu ditetapkan tujuantujuan yang harus dicapai oleh santri / murid dalam mempelajari suatu mata pelajaran (bidang studi). 2. Berorientasi Kepada Tujuan Sebagaimana telah diungkapkan di muka. dan Tafsir al-Munir) jatah alokasi waktu I tahun dapat dituntaskan dengan belajar berturut-turut dan suatu konsentrasi waktu tanpa diselingi mata pelajaran lain.

energi dan waktu santri. Kontinuitas Dalam pelaksanaan kurikulum di pondok selalu diusahakan adanya hubungan hierarkis fungsional. Nadzam Aly al-Bari) yang mengandung pendekatan spiral. 3. Misalnya bosan pengajaran yang dialokasikan perminggu dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat dengan sistim paket atau pesantren kilat pada hari Ahad. 4. perluasan serta pengalaman suatu pokok bahasan dari tingkat pendidikan ketingkat berikutnya harus disusun secara berencana dan sistimatis. dan pengkaderan Ulama.Targhib. Wustha dan `Ulya. maka penyelenggaraan poses pembelajaran harus diupayakan seefektif dan seefisien mungkin. Taysir alKhallaq. Dalam menyusun jadwal pelajaran tidak boleh terlalu ketat berpegang pada alokasi waktu dalam susunan program. Para pelaksana (terutama Ustadz/guru) diharapkan dapat memahami hubungan fungsional 43 . Misalnya dalam satu mata pelajaran Aqidah Akhlak (menggunakan Kitab Akhlaq lil Banin.(tujuan pembelajaran khusus). transformasi ilmu pengetahuan. yang harus diterapkan ketika menyusun program-program pengajaran dari Madrasah tingkat Awaliyah (‘Ula). Efektifitas dan Efisiensi Tujuan utama menyelenggarakan di Pondok adalah pembentukan pribadi (character building). Karena banyaknya bahan pelajaran serta padatnya kegiatan yang menyita perhatian. al-Tahliyyah wa al. Atas dasar pertimbangan di atas maka waktu yang tersedia harus benar-benar dimanfaatkan bagi pengembangan kepribadian santri sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan Madrasah Diniyah.

ialah setelah lebih dahulu fikiran itu terbang dan kemudian lepas entah kemana. artinya ikatan. timbulnya akidah didalam hati. Tidak berujung dan tak tentu tempat hinggap. Bidang Aqidah / Ilmu Tauhid Aqidah diambil dari bahasa Arab. Jadi.dan hierarkis antara mata pelajaran yang diberikan pada tingkat Awaliyah. asal kalimat ialah aqada dipindahkan menjadi aqidah. Kitab-kitab kuning yang dipakai di di Pondok Pesantren bila dikelompokkan menurut materi (disiplin /cabang ilmu) dikelompokkan menjadi 11 bidang disiplin ilmu. yang banyak dimiliki para kyai dan diajarkan di pesantren di Indonesia adalah kitab-kitab yang umumnya karya ulamaulama madzhab Syafi’i (Syafi’iyyah). 1. Akan tetapi. Al-kutub alqadimah itu jumlahnya sangat banyak. Kalau telah ber-aqidah berarti hati manusia telah terikat oleh suatu kepercayaan atau pendirian. Secara bahasa. Kemudian dapatlah suatu kesimpulan pandangan. Terikat tidak retak lagi. aqidah artinya mengikat tepi-tepi barang atau mengikatkan suatu sudut pada sudut lain. Berikut ini adalah gambaran sekilas dari masing-masing bidang ilmu. Ciri lain dari literatur yang dipergunakan di pesantren itu ialah beraksara Arab Gundul (huruf arab tanpa harakat atau syakal). lalu menjadi keyakinan. Judul kitab-kitab kuning yang beredar dikalangan kyai di pesantren-pesantren Jawa dan Madura jumlahnya mencapai 900 judul. sesuai kertas yang tersedia waktu itu. Wustha. Sebab itu maka suatu 44 . dan `Ulya tiap tingkatan. al-kutub al-shafra’ atau "kitab kuning" karena biasanya kitab-kitab itu dicetak di atas kertas berwarna kuning. Kitab kuning sebagai materi kurikulum utama dalam proses pembelajaran di di Pondok Pesantren sering disebut al-kutub al-qadimah.

al-Jawahir al-Kalamiyyah. Nadzam Hidayat al-Shibyan. atau Tuhfat al-Athfal. alDar al-Farid. Tijan Darari. khususnya surat al-Fatihah yang merupakan bacaan wajib dalam setiap sholat. rezeki. Ma’rifatullah. Matn al-Bajuri. ‘Aqidat al-‘Awam. Pada tingkat ‘Ula (Awwaliyah) pengajaran membaca al-Qur’an itu diarahkan pada bacaan-bacaan yang ada dan diperlukan dalam shalat. Kitab-kitab Tajwid yang biasa diajarkan: Syifa al-Jinan. Kitab-kitab ini berisikan uraian-uraian tentang ilmu tajwid yang disajikan dalam bentuk syair sehingga guna memudahkan santri pemula dalam mengingatnya. Qatr al-Ghats. Khoridat al-Bahiyah. dan surat-surat pendek yang ada dalam Juz ‘Amma (Juz Tiga puluh). Kesimpulan berfikir adalah i’tikadnya. Sedangkan untuk tingkat menengah kitab yang dapat dan biasa diajikan adalah : Kifayat al-Awam. karena biasanya syair-syair ini diucapkan dengan dilagukan sesuai selera santri itu.pendapat yang tidak timbul dari pertimbangan akal fikiran yang lantaran hanya taklid buta. Arasy dan Al-Haqq. 2. Orang yang beri’tikad didalam suatu perkerjaan tidaklah mau mengerjakan suatu atau menginggalkan suatu pekerjaan dengan tidak berfikir. Bidang Tajwid (Baca al-Qur’an) Tujuan dari pengajaran al-Qur’an di di Pondok adalah membentuk kemampuan membaca secara benar (fasih) dalam ucapan setiap hurufnya (Makhraj). Umm al-Barahin. Beberapa kitab yang biasanya diajarkan untuk tingkat Ula ialah: Aqidah al-Diniyyah. Sanusiyah. Lantaran turut-turutan belumlah bernama aqidah. Adapun untuk tingkat tinggi sering diajarkan kitab-kitab seperti al-Husn al-Hamidiyah dan Fajr al-Shadiq. Iman. Aqidah / Tauhid memiliki cabang-cabang yaitu Tauhidullah. 45 . dan jaudah (baik) dalam bacaan (persambungannya).

Tujuan pengajaran pembacaan al-Qur’an pada Wustho (lanjutan) di Pondok Pesantren adalah santri dapat menjelaskan alasan-alasan mengapa suatu huruf dibaca demikian tetapi pada tempat lain dibaca beda. Dari itu. atau Siraj al-Qaari. hablun minannass (hubungan horisontal) serta dalam hubungannya dengan alam sekitar atau makhluq lainnya. Kitab-kitab tajwid serta kitab Qira'at as-Sab’ah karya Imam Mujahid. apa hukum bacaan tersebut serta berapa panjang nada bacaan itu dan seterusnya. akan tetapi mereka juga mampu mengajarkannya kepada orang lain kelak. Bahkan terkadang alasan-alasan yang diberikan santri harus didukung oleh dalil dari teks kitab tajwid tertentu. Hal ini dimaksudkan agar para santri tadi tidak hanya mampu memahami dan menerapkan pengetahuannya tentang tajwid ini untuk dirinya. Tujuan dari pembelajaran pembacaan al-Qur’an tingkat Ulya (tinggi) adalah agar santri yang telah menguasai pengetahuan tentang tajwid juga memiliki pengetahuan perbedaan-perbedaan pembacaan al-Qur’an menurut versi Imam yang tujuh. maka materi yang dipilih untuk diajarkan di pesantren ialah mengenai sifat-sifat mahmudah seperti pengendalian diri. 3. Nadzam Jazariyyah. Hilyat al-Thilawah wa Zinat al-Ada wa al-Qiraat. Bidang Akhlaq/Tasawuf Tujuan pembelajaran Akhlaq/Tasawuf adalah membentuk santri agar memiliki kepribadian muslim yang berakhlaq karimah baik dalam hubungannya dengan Allah atau hablum minallah (hubungan vertikal) maupun dalam hubungannya dengan sesama manusia. sikap dan tatakrama sebagi pencari ilmu 46 . Kitab-kitab Tajwid yang biasa menjadi bahan aji adalah: Al-Khoridat alBahiyyah.

Kitab yang digunakan : Akhlaq lil Banin serta Akhlaq lil Banat. Kitabkitab ini pada dasarnya menyajikan materi pendidikan akhlaq yang meliputi pokokpokok akhlaq yang berhubungan dengan keluarga. Nashaih al-‘Ibad. kepada orang tua.yang akan berhubungan baik dengan guru maupun dengan ilmu itu sendiri. al-Riyadh al-Badi’ah. Nashaih al-Diniyyah. al-Tahliyyah wa al-Targhib. tetangga dan lingkungan sekitar serta menumbuhkan sikap kecintaan kepada Allah dan rasul-Nya. Tujuan pembelajaran akhlaq pada tingkat Ula / dasar adalah agar para santri memiliki akhlaq yang mulia ketika berhubungan dengan orang tua. Bidayat al-Hidayah. tentangga dan lingkungan sekitar. serta kepada sesama makhluq. Nadzam Aly al-Bari. sikap dan tatakrama dengan teman sebaya. Pelajaran akhlaq yang disampaikan oleh kitab-kitab itu menjelaskan tentang akhlaq kepada Allah. Tujuan pembelajaran akhlaq untuk tingkat menengah adalah membentuk santri 47 . dengan yang lebih tua dan semisalnya. kepada sesama manusia. kepada Rasul-Nya. Ini semua dilakukan karena dilandasi oleh kecintaan kepada Allah di atas kecintaan kepada segala-galanya. bahkan sikap dan tatakrama seorang isteri kepada suami dan sebaliknya. Pada di Pondok Pesantren tingkat Wustho (lanjutan) kitab yang digunakan : Ta’lim al-Muta’allim. sikap dan tatakrama dengan orang tua atau sebagai orang tua. yang semuanya menyangkut kehidupan keseharian manusia. Risalat al-Mu’awanah. Di samping itu. pelajaran yang disajikan oleh kitab-kitab ini adalah memperdalam serta memperluas apa yang telah diberikan pada tingkat awal ditambah dengan hubungan kemasyarakatan serta pengenalan akan ajaran-ajaran tasawuf. teman sebaya. Taysir al-Khallaq.

Bidang Bahasa Arab (Nahwu – Sharaf) Bahasa Arab yang diajarkan di di Pondok Pesantren terfokus kepada pengkajian ialah "ilmu alat" yang biasanya meliputi Nahwu. mampu mengenali dan 48 . dengan sesama manusia serta dengan sesama makhluq yang dilandasi oleh karena kecintaannya kepada Allah Swt. Kitab-kitab yang diajarkan adalah antara lain Kifayat al-Atqiya. Tujuan pembelajaran akhlaq/tasawuf pada tingkat tinggi adalah agar para santri memiliki wawasan akhlaq yang lebih menyeluruh dalam setiap aspek kehidupannya sehingga perilaku mereka dihiasi oleh akhlaq al-karimah yang dibimbing oleh hati yang suci. dapat mengenali jenis-jenisnya. Mau’idzat alMu’minin. Balaghah. Kitab-kitab ini tidak lagi hanya mengulas pelajaran akhlaq. Pada tingkat Ula (awaliyah) di Pondok Pesantren pengajaran Nahwu dan Sharaf biasanya dimaksudkan agar santri mampu membuat (tashrif) kata-kata (kalam) Arab. Tujuan pembelajaran akhlaq/tasawuf pada tingkat tinggi adalah agar para santri memiliki wawasan akhlaq yang lebih menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan sehingga perilaku mereka dihiasi oleh akhlaq al-karimah yang dibimbing oleh hati yang suci. Sharaf. tetapi lebih diwarnai oleh corak tasawufnya dan dengan penjelasanpenjelasan yang lebih filosofis. bahkan Manthiq (Logika).yang ber-akhlaqul karimah dalam hubungannya dengan Allah. mampu memastikan ucapan (harakat) nya pada kedudukannya yang berbeda-beda dalam kalimat (jumlah). 4. al-Hikam serta Ihya Ulumuddin.

jika akhlaq memperhatikan hubungan itu dalam kontek batin atau kejiwaannya. atau fiqih biasanya dibagi menjadi : • • Ibadah (ibadah dalam arti sempit) Mu’amalat (tentang kerjasama antar manusia semisal jual beli dan lain-lain) 49 . Fath nabb al-Bariyyah. Mutamminah. Qawaid al-I’lal.membuat jumlah (kalimat) yang berbeda-beda. Sullam al-Munawwaroq. maka fiqih lebih menonjolkan pada segi formal dan lahiriah hubungan tersebut. dan Alfiyah ibn Malik. Pada tingkat menengah dan tinggi tujuan yang diharapkan sama. Kaylani. Rahman al-Anshori). Ajrumiyyah. Amthilatut Tashrifiyah. materi aji fiqih menyangkut segi-segi praktis dalam hubungan manusia dengan Allah (ibadah) maupun hubungan manusia dengan manusia (muamalah) dan makhluq yang lain. dan Qawaid al-Natstsar. Asymani. Imrithi. Ilmu Balaghah biasanya diberikan pada tingkat tinggi untuk mempertajam pemahaman terhadap makna kalimat dan mengenali keindahannya. Al-Bina wa al-Asas. Pada tingkat Wustho (lanjutan) kitab yang digunakan biasanya al-Qawaid al-Sharfiyyah. Bedanya. Materi pelajaran syari’at Islam. hanya saja lebih detail dan lebih luas karena menyangkut variasi-variasi dan anomali-anomali kata dan kalimat yang ada dalam bahasa Arab. Bidang Fiqih Seperti akhlaq. 5. Kitab-kitab wajib yang menjadi acuan utama kalangan pesantren untuk mempelajari bahasa Arab biasanya : Awamil. Nadzam Maqshud. Syarh Ajrumiyyah. Dan pada tingkat Ulya (tinggi) kitab yang digunakan al-Jauhar al-Maknun (karya Abd. dan Uqud alJuman (karya Jalaluddin As-Suyuthi).

• • Munakahat (tentang pernikahan) Jinayat (tentang pelanggaran dan pembunuhan) Fiqh Ibadah biasanya diberikan pada tingkat Ula (awwaliyah). Kifayat al-Ahyar (Imam Taqiyuddin Abu bakr. 50 . Fath al-Wahhab. al-Mahalli (Jalaluddin bin Ahmad al-Mahalli). Safinat al-Najat (Muhammad Nawawi). al-Umm (Imam Syafi’i). Tausyih ala ibn Qasim (Muhammad Nawawi al-Jani). pada tingkat tinggi biasanya dilakukan perluasan wawasan dengan menjangkau pula fiqih-fiqih dari berbagai madzhab. Tujuan Ushul Fiqh santri diharapkan dapat mengetahui proses bagaimana sebuah hukum dihasilkan. Sullam atTaufiq (Muhammad Qasim al-Ghozi). pencarian dasar-dasarnya. I’anat al-Talibin (Sayyid Abu Bakr). Selain itu. Fiqh pada tataran tertentu adalah produk. Bidayat al-Mujtahid (Ibn Rusyd). al-Mizan al-Kubra (Abu al-Mawahib Abd. dari sejak menetapkan masalahnya. dan al- Muhadzdzab Fi Fiqh al-Imam Syafii (Abu Ishaq Ibrahim) 6. Ushul Fiqih Ushul Fiqh membahas dasar-dasar dan metode untuk menarik (istinbath) sebuah hukum. Bahjat al-Wasiil.Wahab). al-Iqna’ (Abu yahya Zakariyya al-Ansori). Fath al-Muin (Zaenuddin bin Abdul Aziz). Minhaj alQawim. prosesnya dicakup dalam Ushul Fiqh ini. Tingkat tinggi biasanya materi yang diajarkan bab munakahat dan jinayat. Umdat al-Salik. Kitab-kitab yang menjadi referensi utama untuk materi Fiqh adalah: Sullamul Munajat (Muhammad Nawawi). sedangkan mu’amalat diberikan pada tingkat Wustho (lanjutan). al-Fiqh ala Madzahib al-Arbaah (al-Jaziri). Fath al-Qarib Safinat al-Shalah.

Pada tingkat Ulya (aliyah/tinggi) kitabnya : Tashil al-Thuruqat. Pemberiannya pada tingkat menengah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa sebuah hukum itu lahir dari sebuah proses pertimbangan dan pengolahan yang sistematis metodologis. sehingga dapat memahami dan mentoleransi adanya perbedaanperbedaan produk hukum. serta bagaimana alasan itu diolah hingga sampai kepada keputusan tertentu. Pada tingkat ‘Ula (dasar) kebanyakan di pesantren belum memberikan materi ini. selain mematangkan apa yang diperoleh pada tingkat pertama. dan Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusd. Ghayat al-Wushul karya Abu Yahya Zakaria al-Ansori. atau fiqh. pada tahap ini ditingkatkan kajian studi kasus. Di samping itu. Jam’ al-Jawami.penetapan alasan-alasannya. dan Faraid al-Bahiyyah karya Abu Bakr al-Yamani semuanya diberikan di tingkat Wustho (lanjutan). Tafsir untuk 51 . 7. sehingga dengan demikian santri diharapkan mampu secara mandiri menetapkan hukum melalui proses-proses standard. Pesantren yang sudah mengajarkan tafsir untuk santri pemula biasanya hanya diberikan kitab tafsir "kecil" atau tipis halamannya. Lathaif al-Isyarat karya Imam Tajuddin Abdul Wahab al-Subhi. Adapun buku-buku teks yang menjadi sumber materi Ushul Fiqh antara lain Waraqatal-Dimyathi ala Syarh al-Waraqat karya Ahmad bin Muhammad al-Dimyati. Bidang Tafsir Tafsir pada santri pemula tetapi mulai diberikan kepada para santri tingkat menengah serta tingkat tinggi. Untuk tingkat menengah. biasanya ditingkatkan melalui perluasan wawasan dengan mengetengahkan secara intensif berbagai ragam proses pembuatan hukum.

makkiyah-madaniyah. penekanan utama diberikan pada: Pertama. ataupun bahasa Indonesia. Ketiga. seperti Tafsir Jalalain. yang biasanya terdiri dari ayat-ayat terpilih dan telah diberi makna (diafsahi) dengan menggunakan bahasa daerah lokal. kemampuan mengetahui kedudukan suatu kata dalam struktur kalimat (i’rab) serta mengetahu dan membedakan makna mufradat (pengertian kata-kata) ayat-ayat al-Qur’an baik ditinjau dari segi morfem (sharaf) maupun persamaan makna katanya (muradif). pada beberapa pesantren tertentu kitab tafsir yang dibaca ditekankan pada kitab tafsir yang bercorak hokum (tafsir ahkam). Kedua. Kelima. Tujuan pembelajaran tafsir pada tingkat menengah ini adalah agar para santri memiliki pengetahuan tentang makna ayat- 52 . Shafwa al-Tafasir. Dalam pengajaran tafsir. Tafsir alMunir. dan tafsir-tarsir yang setingkat dengan itu. Keempat. Kitab ini hanya menguraikan penafsiran terhadap ayat-ayat dalam surat Yasin dengan penjelasan singkat bahkan menyerupai pegertian kata-kata (mufradat) sehingga dilihat dari jumlah halamannya kitab ini sangatlah tipis. Sebagian pesantren bahkan menggunakan kitab tafsir yang telah disusun oleh kyai setempat. serta nadikh dan mansukh suatu ayat. Untuk tingkat menengah (Wustho) kitab-kitab tafsir yang banyak dibaca adalah pilihan dari beberapa kitab tafsir. perbandingan penjelasan makna ayat-ayat al-Qur’an dengan kitab tafsir lain. asbabun nuzul. Kitab tafsir yang menjadi pegangan santri untuk tingkat dasar pada beberapa pesantren tertentu di antaranya adalah tafsir Yasin.tingkat dasar ini dimaksudkan hanya sebagai pengenalan bagi para santri. kandungan utama ayat itu secara tekstual maupun kotekstual sehingga santri menemukan relevansi ayat itu dalam realitas kehidupan.

Di tingkat Wustho. kitab-kitab yang diajarkannya biasanya kitab al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an karya imam Jalaluddin alSuyuthi. mengerti dan memahami teks-teks bahasa al-Qur’an yang bahasa Arab. Topik-topik yang dibahas dalam ilmu ini antara lain: apa dan bagaimana al-Qur’an itu. Tafsir Ayaat al-Ahkam. Bidang Ulumul Qur’an Yang dimaksud dengan Ulumul Qur’an adalah ilmu-ilmu tenteng Al-Qur’an. metode menafsirkan al-Qur’an serta ilmu-ilmu lain yang berguna untuk mengenal. kaidah-kaidah menafsirkan al-Qur’an. Tafsir Ibn Katsier. syarat-syarat untuk menjadi mufassir. Pada tingkat tinggi kitab-kitab yang bisa diajarkan antara lain adalah. 8. serta Tafsir al-Maraghi. al-Tafsir wa al-Mufassirin karya al-Dzahaby. Pada tingkat 'Ulya (Aliyah) atau tinggi biasanya kitab-kitab tafsir yang menjadi materi pembelajaran adalah Tafsir Showi. atau Asrar Tartib 53 . Bahkan pada beberapa pesantren dipergunakan juga kitab tafsir yang bercorak tafsir bi al-‘ilm (ilmu pengetahuan/science) yaitu tafsir Thanthawi Jauhari. Yaitu ilmu-ilmu yang dibutuhkan dan berguna untuk menafsirkan teks al-Qur’an. Tujuan pembelajaran pada tingkat Wustho adalah agar setelah mempelajari kitab-kitab di atas para santri memiliki pengetahuan dasar tentang ilmu-ilmu yang diperlukan untuk memahami makna al-Qur’an serta mengetahui pola struktur kalimat yang digunakan dalam al-Qur’an. Pada tingkat 'Ula (Awwaliyah) belum diberikan materi Ulumul Qur’an. Ilm alTafsir karya al-Nawawi.ayat al-Qur’an melalui pemahaman kitab-kitab tafsir hasil karya ulama baik yang klasik maupun moderen.

Jika pun dari kitab yang tersedia dijumpai silsilah sanad yang lengkap. seperti tentang iman. Tujuan pembelajaran Ilmu Tafsir pada tingkat ini biasanya ditekankan pada pemahaman dan penguasaan metodologi penafsiran.al-Qur’an karya Jalaluddin al-Suyuthi. Arba’ al-Rasail karya Ahmad Zaini Dahlan. sehingga para santri nantinya mampu melakukan secara mandiri penafsiran yang benar dan memadai terhadap al-Qur’an. dan Mukhtar al-Akhadits yang disusun oleh al-Sayyid Ahmad al-Hasyimi Bek. Kitab-kitab yang banyak digunakan ialah: Tsalats al-Rasail karya Ustadz Abu Said al-Khadimi. sesuai dengan kemampuan santri pada tingkat ini. begitu juga terhadap rijal al-hadits-nya. Pada tingkat Wustha. Jadi tujuannya lebih meningkat dari tingkat awal. dengan tidak menampilkan silsilah sanad yang lengkap. hadits yang diangkatnya pun biasanya pendekpendek dan mulai dari shahabat. Jelasnya konsentrasi pengkajiannya terpusat pada matan dan dengan pembahasan yang sederhana saja. 54 . dengan tetap memberikan perhatian pada kandungan matan. 9. hal itu tidak lantas menjadi pembahasan. Perhatian kepada sanad hadits mulai ditekankan. maupun Arbain al-Nawawi karya Imam Nawawi. Oleh karena itu. Bidang Hadits Pengajian hadits di Ula bertujuan untuk memperkenalkan hadits dengan menonjolkan kandungan materinya. Adapun kitab-kitab yang biasa digunakan pada tingkat ini ialah Bulug al-Maram karya al-Hafidz Ibn Hajar al-‘Asqalani. tentang islam. ikhsan atau akhlaq-akhlaq utama. Materi yang dipaparkan biasanya juga merupakan materi-materi utama tingkat dasar pula. corak pengajaran hadits tampak lebih jelas.

sanad. Bidang Ulumul Hadits Ilmu-ilmu Hadits atau Ulumul Hadits adalah ilmu tentang seluk-beluk Hadits. berikut asbab al-wurudnya dan materi kandungannya. Ulum al-Hadits wa Mustholahuh karya Dr. yang meliputi pengetahuan tentang sanad dan variasi sanadnya. cara periwayatannya. Muwatha Malik.Pada tingkat ‘Ulya /‘Aly pengkajian hadits benar-benar telah memasuki tahap lengkap. Ilmu Hadits biasanya diberikan kepada santri tingkat Wustho atau lanjutan. dan kitab-kitab lain yang umumnya sepadan. 10. Taisir Musthalah alHadits karya Dr. Subulus Salam. Subhi Shalih. Kitab-kitab yang biasa dikaji adalah Minhat al-Mughits karya al-Hafidz Hasan al-Mas’udi. Tujuannya adalah penguasaan lengkap terhadap hadits yang dipelajari. Pada tingkat tinggi. ‘Ilm Mushtolah al-Hadits karya Abd. Pada tingkat ini. perawi-perawinya dan seterusnya. al-Manhal al-Latif fi Ushul al-Hadits al-Syarif karya al-Sayyid Muhammad al‘Alawy al-Maliky. Mahmud al-Thahhan. Materinya meliputi seluk beluk hadits. Muhammad Mahfudz alTermasi. atau keduanya--. Minhaj Dzawi al-Nadzar karya ulama Indonesia. biasanya juga ditambah dengan keterampilan Takhrij al-Hadits. Adapun kitab-kitab 55 . Shahih Muslim. serta matan dan variasinya. dan Riyadlus Sholihin. kitab yang diharapkan dan sering dipakai ialah kitab-kitab hadits standard seperti Shahih al-Bukhari. kualitas dan jenis-jenisnyanya—baik dilihat dari segi matan. sosok dan karakter perawinya. yaitu bagaimana menetapkan kualitas hadits berdasarkan metode-metode yang ada untuk menentukan status dan kualitas hadits. sejarah penulisannya. dari mulai posisinya sebagai sumber hukum . Qadir Hasan. kitab-kitabnya.

Bidang Tarikh (Sejarah Islam) Tarikh atau sejarah Islam diajarkan di di Pesantren bertujuan untuk mengenal secara kronologis pertumbuhan dan perkembangan umat Islam semenjak masa Rosulullah hingga masa kehidupan Turki Ustmani. 56 . materi yang diberikan biasanya dibatasi hingga hanya pada masa Rasulullah. Hadi. Mahmud Ali al-Fayyad dan sebagainya. Nurul Yaqin. Pada tingkat tinggi. 11. Mahmud al-Tahhan. namun menjangkau makna di balik fakta itu. Sejarah pada masa Khulafa al-Rasyidin baru diberikan pada tingkat Wustho (Lanjutan). Qadir ibn Abd. Ushul Takhrij wa Dirasat al-Asanid karya Dr. Pada tingkat. Manhaj al-Muhadditsin fi Dhabt alSunnah karya Dr. Kitab yang dipakai biasanya Kulasahoh Nurul Yaqin. materi biasanya penekanannya tidak terbatas pada fakta sejarah.takhrij yang dapat diajarkan untuk tingkat tinggi adalah: Thuruq Takhrij Hadits Rasulillah karya Abu Muhammad Mahdi ibn Abd. dan Siroh Nabawiyah. Qishotiul Mi’roj. Kitab-kitab yang menjadi bacaan utama pada tingkat Wustho adalah Sirah ibn Ishaq. dan Durr Tarikh al-Islam.

diantaranya: Sorogan. Berikut ini adalah gambaran singkat bagaimana penerapan metode dimaksud dalam sistem pembelajaran santri. berasal dari kata sorog (bahasa Jawa). Pengembangan KBM di Pondok Pesantren dalam bidang pendidikan pada dasarnya terdiri atas dua poros. Pondok Pesantren walaupun dikategorikan sebagai lembaga pendidikan tradisional mempunyai sistem pengajaran tersendiri. halaqah. menyodorkan kitabnya di hadapan kyai atau pembantunya -- 57 . weton/bandongan. Pengembangan internal terpusat pada upaya-upaya menjadikan kegiatan belajar mengajar lebih efektif. fathul kutub. dan muqoronah. A. Metode-metode pembelajaran tersebut tentunya belum mewakili keseluruhan dari metode-metode pembelajaran yang ada di pondok pesantren. yaitu pengembangan ke dalam (internal) dan keluar (external). Ada beberapa metode pengajaran yang diberlakukan di pesantren-pesantren. sebab setiap santri asisten kyai.BAB III MENGENAL METODE PEMBELAJARAN PESANTREN Sebagai lembaga pendidikan. Bahtsul Masa’il. tetapi setidaknya paling banyak diterapkan di lembaga pendidikan tersebut. Hiwar. dan itu menjadi ciri khas sistem pengajaran/metodik-didaktik yang lain dari sistem-sistem pengajaran yang dilakukan di lembaga pendidikan formal. hafalan. terutama dengan mengembangkan metode-metode pembelajaran. yang berarti menyodorkan. Sorogan Sorogan.

dimana seorang santri berhadapan dengan seorang guru. Akhirnya. dan terjadi interaksi saling mengenal di antara keduanya. Sistem ini memungkinkan seorang guru mengawasi. dalam metode ini. atau bimbingan bila diperlukan.Sistem sorogan ini termasuk belajar secara individual. Maka. Metode ini menyimpan beberapa kelemahan. murid membaca kitab kuning dan memberi makna sementara guru mendengarkan sambil memberi catatan. daya kreativitas dan aktivitas murid menjadi lemah. untuk hal yang terakhir ini. Murid menjadi pasif. guru tidak segera memperoleh umpan balik tentang penguasaan materi yang disampaikan. di antaranya adalah ketika tidak terjadi dialog antara murid dan guru. dialog antara guru dengan murid belum atau tidak terjadi. guru menyediakan sekurang-kurangnya waktu dan kesempatan kepada murid untuk ber-tanya. di bawah bimbingan seorang ustadz atau kyai. komentar. Sistem sorogan ini terbukti sangat efektif sebagai taraf pertama bagi seorang murid yang bercita-cita menjadi seorang alim. Metode ini tepat bila diberikan kepada murid-murid seusia tingkat dasar (ibtidaiyah) dan tingkat menengah (tsanawiyah) yang segala sesuatunya masih perlu diberi atau dibekali. Dalam metode sorogan. Kegiatan belajar belajar mengajar terpusat pada guru. Metode sorogan merupakan kegaiatan pembelajaran bagi para santri yang lebih menitikberatkan pada pengembangan kemampuan perseorangan (individu). menilai dan membimbing secara seorang murid dalam menguasai bahasa Arab. Dalam hal ini. Akan tetapi. Pengajian dengan sistem sorogan ini biasanya diselenggarakan pada ruang tertentu di mana di situ tersedia tempat duduk seorang kyai maksimal kemampuan 58 .

Santri-santri lain. Adakalanya dengan melihat teks. hamdallah. Kyai atau ustadz membacakan teks dalam kitab itu. • Kyai atau ustadz kemudian memberikan arti teks dengan menggunakan bahasa melayu atau bahasa daerahnya. tetapi tidak jarang juga secara hafalan. • • Kyai atau ustadz masuk ke dalam ruang dan duduk ditempat yang disediakan. Panjang atau pendeknya teks yang dibaca sangat bervariasi. Ia membuka bagian yang kan diaji dan meletakkannya di atas meja yang telah tersedia di depan kyai atau ustadz. • Santri dengan tekun mendengarkan apa yang dibacakan kyai atau ustadz. shalawat. tergantung perkiraan guru terhadap kemampuan santri. kemudian di depannya terdapat bangku pendek untuk meletakkan kitab bagi santri yang menghadap. lalu berdo’a (adakalanya bersama) agar para santri mendapat kemudahan dalam menyerap ilmu dan seterusnya. Sebelum menunjuk santri yang mendapatkan giliran. Pelaksanaannya dapat digambarkan sebagai berikut : • Santri berkumpul ditempat pengajian sesuai dengan waktu yang ditentukan dengan masing-masing membawa kitab yang hendak diaji.atau ustadz. dan 59 . terlebih dahulu kyai membuka majelis dengan membaca basmalah. khususnya pada kitab-kitab sederhana (tingkat awal). • Seorang santri yang mendapatkan giliran menghadap langsung secara tatap muka kepada gurunya. baik yang mengaji kitab yang sama atau pun berbeda duduk agak jauh sambil mendengarkan apa yang diajarkan oleh kyai atau ustadz kepada temannya sekaligus mempersiapkan diri menunggu giliran dipanggil.

tidak jarang juga kyai atau ustadz memberikan tambahan penjelasan agar apa yang dibaca dapat lebih demengerti. adakalanya kyai atau ustadz lalu bersalaman dengan santrinya. rerus salam. atau al-Fatihah. • Santri kemudian menirukan kembali apa yang dibacakan kyai atau ustadznya secara sama. Kata-kata penyesuaian itu. yang sering juga disebut pendlabithan (pemastian harakat). santri melakukan pencatatan atas: Pertama. • Kyai menutup majelis dengan do’a dan hamdallah. untuk disesuaikan dengan susunan kata dalam bahasa pengantar. Bila jumlah santri sedikit. Pensyakalan itu. Kyai atau ustadz mendengarkan dengan tekun pula apa yang dibaca santrinya sambil melakukan koreksi-koreksi seperlunya. Selain mendengarkan. Kegiatan ini biasanya diminta oleh kyai atau ustadz untuk diulang pada pengajian berikutnya sebelum dipindahkan pada pelajaran selanjutnya.mencocokkannya dengan kitab yang dibawanya. tengah. maupun akhir (i’rab). Namun demikian. 60 . meliputi semua huruf yang ada baik huruf awal. Kedua. ada pula kyai atau ustadz yang tidak menghendaki pencatatan demikian. biasanya juga dicatat melalui perlambang seperti telah dicontohkan di atas. Setelah tampilan santri dapat diterima. menuliskan arti setiap kata yang ada dengan bahasa Indonesia atau bahasa daerah langsung bawah setiap kata Arab (diafsahi) dengan menggunakan huruf Arab pegon dengan berbagai pertambahannya. bunyi ucapan teks Arab dengan melakukan pemberian harakat (syakal) terhadap kata-kata arab yang ada dalam teks kitab. melainkan semuanya harus diingat secara baik.

Sekalipun kelihatannya hanya cocok untuk pemula. Kyai atau ustadz hanya mendengarkan dan memperhatikan kefasihan. metode ini sesungguhnya dapat diterapkan untuk tingkat lanjutan bahkan tingkat tinggi sekalipun. polanya bisa sama dengan pada tingkat lanjutan. Kyai atau ustadz selanjutnya dapat langsung menjelaskan apa yang terkandung dalam teks yang dibaca tadi. Untuk tingkat lanjutan. ketepatan ucapan. Namun. nada dan intonasi bacaan yang sekaligus menunjukkan tingkat pemahaman santri terhadap apa yang dibacanya. santri semakin simpati sehingga ia berusaha untuk selalu mencontoh perilaku gurunya itu. di 61 . Mereka tidak saja senantiasa dapat dimbimbing dan diarahkan cara pembacaannya tetapi juga dapat dievaluasi dan diketahui perkembangan kemampuannya. Tentu saja dengan melakukan beberapa modifikasi. Dalam situasi demikian tercipta pula komunikasi yang baik antara santri dengan kyai atau ustadznya sehingga dapat meninggalkan kesan yang mendalam pada jiwa santri maupun kyai atau ustadz sendiri. Pada tingkat tinggi. Hal ini membawa pengaruh yang baik karena kyai semakin tumbuh kharismanya. dapat saja yang mulai membaca adalah santri. Kyai atau ustadz dalam hal ini mempercayai kemampuan santri akan makna perkata atau bahkan perkalimat apa yang dibaca oleh santri sehingga tidak perlu lagi mengulang arti perkata seperti yang dilakukan pada tingkat awal. karena santri akan merasakan hubungan yang khusus ketika berlangsung kegiatan pembacaan kitab oleh dirinya di hadapan kyai atau ustadznya.Metode pembelajaran ini termasuk metode pembelajaran yang sangat bermakna.

bila perlu dengan menggunakan bahasa Arab. terus dari siapa yang menjadi gurunya. • Pendataan nama-nama santri yang berada dibawah bimbingan seorang ustadz. Kualitas otoritas guru yang ada dalam rangkaian silsilah itu akan memberikan bobot tersendiri terhadap kitab dan pembelajarannya. Ada beberapa hal yang dipersiapkan sebelumnya oleh kyai atau ustadz maupun oleh santri. Tidak jarang dalam pemberian ijazah itu seorang kyai atau ustadz melengkapinya dengan silsilah (rangkaian) dari mana kitab itu dipelajari mulai dari dirinya. Interaksi yang terjadi kemudian berbentuk munaqasyah antara santri dan kyai atau ustadz. Para kyia tertentu di beberapa pesantren sesungguhnya sudah lama menerapkan ini. penyususn) kitab itu. Hal ini dilakukan untuk mendata tingkat aktivitas dan perkembangan kemampuan 62 . namun biasanya sangat khusus dan diperuntukkan bagi mereka yang telah terpilih dianggap mampu untuk melakukan balagh pengajian tersendiri. Pada tingkat ini biasanya kyai secara khusus memberikan ijazah secara lisan yang dapat diartikan pula sebagai tanda perkenanan bagi sang santri untuk mengajarkan kitab yang disorogkan kyai atau ustadz kepada santri-santri yang lain. Pada setiap tingkatan dengan berbagai macam nama-nama kitab yang menjadi bacaan / pegangannya.Santri dengan bimbingan ustadz memilih jenis kitab tertentu yang akan dipelajarinya. dan seterusnya secara berkesinambungan hingga sampai pada mu’allif (pengarang. yaitu: • Penyusunan kurikulum yang berisi jenis materi pengajian (pembelajaran).sini santrilah yang diminta menjelaskan sendiri apa yang dapat difahaminya dari yang dibacanya.

Hal ini dimaksudkan agar kegiatan pembelajaran membawa hasil yang lebih baik. Demikian juga bila sebaliknya. Ia hanya memberikan perkiraan berapa waktu yang disediakan untuk kegiatan pembelajaran masing-masing santri. karena santri tidak akan segan-segan bertanya jika ada yang tidak jelas atau tidak dimengertinya.santri untuk waktu berikutya. • Setelah membacakan dan menerjemahkan satu alinea atau satu topik tertentu – sesuai keinginan dan pertimbangan kyai atau ustadz-. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut : • Menciptakan situasi dan kondisi yag komunikatif antara santri dan kyai atau ustadz sendiri dalam kegiatan pembelajaran. santri diminta membaca dan menerjemahkan teks yang telah di baca tadi. • Santri menyiapkan kitab yang akan dipelajarinya beserta alat-alat tulis yang meliputi pena atau pulpen serta buku tulis yang berfungsi untuk mencatat hal-hal penting. Jika memang santri yang akan mengaji dalam waktu yang bersamaan jumlahnya banyak. • Dalam membaca dan menterjemahkan teks Arab gundul seorang kyai atau ustadz menyampaikannya secara perlahan dan menggunakan bahasa yang mudah untuk difahami oleh santrinya. Ketika itu dilakukan pembetulan- 63 . Dalam pelaksanaannya. maka ia akan membimbing dengan waktu yang lebih singkat untuk masing-masing santri. seorang kyai atau ustadz tidak secara ketat menentukan alokasi waktu yang diberikan untuk membimbing seorang santri.

aspek sikap (afeksi). kyai atau ustadz biasanya sedikit mengulas apa yang telah difahami santri. • Setelah santri menjelasakan. dan aspek keterampilan (skill) 64 . Ini dilakukan untuk melatih daya tangkap (pemahaman) santri terhadap teks. Selain biasanya metode ini ditujukan untuk pemula. kegiatannya dilakukan melalui: Santri diminta untuk membaca teks kitab yang dipilihnya dengan mengurangi penggunaan harakat atau syakal. Kepada para santri diminta juga untuk tidak memberi catatan pada teks kitab yang dibacanya dengan simbol-simbol (tanda-tanda) seperti biasanya. Ini dapat dilakukan karena mereka adalah para santri yang telah menguasai nahwu dan sharaf dengan baik. • Setelah membaca dan menerjemahkan dengan benar. serta menambahkan atau membetulkan apabila penyampaian santri ada hal-hal yang kurang atau keliru. isim tasniyah. demikian juga harakat-harakat panjang tidak lagi harus diberi syakal seperti yang dilakukan para santri pemula.pembetulan apabila terdapat kekeliruan dalam pembacaan dan penerjemahannya. dalam keadaan tertentu metode sorogan juga dipergunakan untuk pembelajaran kepada santri khusus yang memiliki kemampuan untuk dididik menjadi ustadz. Mereka diminta untuk tidak akan memberi harakat pada setiap huruf dalam kalimat. Kepada santri diminta untuk menjelaskan isi teks dengan menggunakan bahasa Arab yang benar Evaluasi dilakukan oleh kyai atau ustadz untuk mengetahui kemampuan santri dalam aspek pengetahan (kognisi). jama’ mudzakkar salim dan jama’ muannats salim. seorang kyai atau ustadz biasanya menanyakan atau meminta kepada santri untuk menjelaskan maksud dari teks yang telah dibaca tadi. Dhamir.

Dengan demikian. kegiatan pembelajaran dapat dimulai dengan materi baru tanpa terlebih dahulu meminta santri untuk membaca dan menerjemahkan teks terdahulu. Penilaian dapat juga dilakukan pada saat seorang santri diminta untuk membaca dan menterjemahkan teks Arab gundul setelah dibacakan dan di terjemahkan oleh ustadz.terhadap materi pembelajaran yang tela diberikannya. Untuk mengevaluasi kemampuan para santri dalam pembelajaran dengan menggunakan metode sorogan biasanya dilakukan kegiatan berikut: Santri diminta membaca dan menerjemahkan teks yang telah disampaikan oleh kyai atau ustadz pada pertemuan yang lalu. Jika seorang santri berhasil membaca dan menerjemahkan dengan baik. Penilaian dilakukan di samping berguna untuk mengetahui tingkat perkembangan kemampuan penguasaan santri juga berfungsi sabagai umpan balik (feed back) bagi seorang kyai atau ustadz untuk meninjau kembali cara-cara yang dilakukannya berkenaan dengan penggunaan suatu metode pembelajaran tertentu. Karena. jika dalam perkiraan kyai atau ustadz diperlukan untuk mengecek mater-materi yang telah dipelajari beberapa pertemuan yang lampau. keberhasilan pembelajaran kepada para santri amat ditentukan oleh kemampuan belajar santri dan kemampuan membimbing kyai atau ustadz. maka pelajaran yang baru dapat dilanjutkan. Jika materi pembelajaran yang dipelajari dalam tatap muka yang telah dianggap telah dikuasai dengan baik oleh santri. kegiatan evaluasi dapat dilakukan sewaktu-waktu. Akan tetapi. jika sebaliknya maka santri tadi diharuskan untuk mempelajari kembali (mengulang). Hal-hal yang biasanya diperhatikan dalam menilai tingkat kemampuan para 65 .

Pelafalan kata “sopo” menunjukkan bahwa kata yang disebutkan setelahnya itu berkedudukan sebagai fa’il atau pelaku. di antaranya yang sering muncul adalah: pengucapan lafal “utawi” berarti kata yang diucapkan sesudahnya berkedudukan sebagai “mubtada” atau sebagai subjek. Simbol atau tanda-tanda yang menunjukkan kedudukan kata dalam kalimat. seorang kyai atau ustadz melakukannya dengan sistem acak. pengucapan “iki” berarti kata yang dilafalkan sesudahnya itu berkedudukan sebagai “khabar” atau predikat.santri dengan menggunakan metode sorogan adalah: • Pembacaan yang dilakukan oleh seorang santri apakah sudah benar dalam arti sesuai dengan aturan tata bahasa Arab baik pada tingkat kata (sharaf) maupun pada tingkat kedudukan suatu kata dalam struktur kalimat (nahwu) atau masih belum sesuai. Sebagai contoh dalam kasus bahasa Jawa. • Pemahaman terhadap teks yang telah dibaca dalam bentuk uraian penjelasan atau kandungan teks setelah seorang santri menyelesaikan pembacaan sekian kalimat atau sekian paragraf Adapun untuk evaluasi akhir apabila telah menyelesaikan pembelajaran sebuah kitab tertentu. • Santri mampu menunjukkan kedudukan suatu kata dengan menggunakan ucapan simbolik tertentu melalui pola terjemahan kata demi kata disertai pelafalan simbol atau tanda oleh santri. pengucapan kata “ing” menunjukkan bahwa kata yang diucapkan sesudahnya berkedudukan sebagai “maf’ul bih” atau sebagai objek dan seterusnya. Kyai/ustadz 66 .

istilah weton ini berasal dari kata wektu (bhs. Metode weton ini merupakan metode kuliah. tradisi pendidikan klasik menyelenggarakan pendidikan dengan sistem bebas. Kemudian santri tadi disuruh membaca dan menterjemahkan sekaligus dan menjelaskan isinya secara singkat pada baian-bagian tertentu yang dianggap penting (acak) B. kiai. murid. yaitu sebelum dan atau sesudah melakukan shalat fardlu. sementara santri. Pengajian di pondok pesantren dalam proses pembelajarannya menggunakan sistem pendidikan klasik. di Jawa Barat disebut dengan bandungan. Jawa) yang berarti waktu. santri menyimak kitab masing-masing dan membuat catatan padanya. Wetonan atau Bandongan Weton / bandongan. Bebas di 67 . sebab pengajian tersebut diberikan pada waktu-waktu tertentu. tetapi kitab ini adalah kitab yang masih bersih tanpa syakl dan catatan terjemahan. Sebagaimana yang berlangsung pada sebelum abad ke-12 M. dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kyai yang menerangkan pelajaran secara kuliah. memberi makna. Istilah weton ini. guru berperan aktif sementara murid bersifat pasif.menyodorkan kepada santri yang akan diujinya sebuah kitab yang telah berhasil diselesaikan pembelajarannya. dan menerima. merupakan adalah cara penyampaian kitab kuning di mana seorang guru. atau ustadz membacakan dan menjelaskan isi kitab kuning. atau siswa mendengarkan. Metode bandongan atau wetonan dapat bermanfaat ketika jumlah murid cukup besar dan waktu yang tersedia relatif sedikit. Dalam metode ini. sementara materi yang harus disampaikan cukup banyak.

Posisi para santri pada pembelajaran dengan menggunakan metode ini adalah melingkari dan mengelilingi kyai atau ustadz sehingga membentuk halaqah (lingkaran} Dalam penterjemahannya kyai atau ustadz dapat menggunakan berbagai bahasa yang 68 . menerangkan dan seringkali mengulas teks-teks kitab berbahasa Arab tanpa harakat (gundul). guru menyelenggarakan pengajian secara masing-masing dengan membahas kitab sesuai dengan konsentrasi dan kemauannya. Pada sisi ini. Pada metode ini – berbeda dengan metode sorogan. Metode Bandongan disebut juga dengan metode wetonan. Di pihak lain. Sementara itu santri dengan memegang kitab yang sama. masing-masing melakukan pendhabithan harakat.sini dipahami dengan kebebasan peserta untuk mengikuti pelajaran dan menentukan guru siapa saja. atau santri. Setelah pengajian selesai dilaksanakan. menerjemahkan. Sang kiai melakukan pengajiannya dengan menggunakan metode bandongan. untuk mendengarkan dan menyimak apa yang dibacanya dari sebuah kitab. Secara teknis. Seorang kyai atau ustadz dalam hal ini membaca. Metode Bandongan dilakukan oleh seorang kyai atau ustadz terhadap sekelompok peserta didik. pengajian biasanya dimulai setelah shalat fardhu atau pada waktuwaktu yang ditentukan. pengajian pasaran sesungguhnya merupakan sistem pengajaran yang asli di dalam tradisi pendidikan Islam. dan keteranganketerangan lain yang dianggap penting dan dapat membantu memahami teks. Ia boleh mengikuti pengajian itu berdasarkan kemauan dan minatnya masing-masing. arti-arti kata langsung dibawah kata yang dimaksud. pencatatan simbol-simbol kedudukan kata. sang kiai langsung menutup pengajian dan santri-santri pun pulang ke tempatnya masing-masing.

misalnya : bahasa Jawa. pengeras suara. Oleh karena itu. Sebelum dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode Bandongan. peta. misalnya diadakan tanya jawab. biasanya terlebih dahulu seorang kyai atau ustadz mempersiapkan apa-apa yang diperlukan sesuai dengan pemilikan metode pembelajaran. OHP. seorang kyai atau ustadz terkadang mempergunakan pula alat bantu atau media pengajaran seperti : papan tulis.menjadi bahasa utama para santrinya. santri diminta untuk membaca teks tertentu. dan lain sebagainya. Untuk membantu pemahaman para santri. yaitu . • Merumuskan tujuan yang akan dicapai dari pemilihan kitab tersebut dan 69 . tetapi para santri dilibatkan keaktifannnya dengan berbagai macam cara. melainkan untuk para santri tingkat lanjutan dan tinggi. metode Bandongan biasanya diselenggarakan untuk para santri yang bukan lagi pemula. • Memiliki gambaran mengenai tingkat kemampuan para santri guna menyesuaikan dengan bahasa dan penjelasan yang akan disampaikan. Sunda atau bahasa Indonesia. Jumlah jamaah pengajian adalah para santri yang telah menguasai dengan baik pembelajaran dengan menggunakan metode sorogan. dan alat peraga lainnya. Walaupun yang lebih aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ini adalah kyai atau ustadz. seorang kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan hal-hal berikut. Sebelum dilakukan kegiatan pembelajaran. Penentuan jenis dan tingkatan kitab yang di pelajari biasanya memperhatikan tingkatan kemampuan para santri.

Memperhatikan situasi dan kondisi serta sikap para santri apakah sudah siap untuk belajar atau belum. “sopo”.tujuan pada setiap kali pertemuan. • Menetapkan waktu yang diperlukan untuk pembacaan dan penjelasan. Untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode bandongan biasanya dilakukan langkah-langkah berikut ini . kemudian membukanya dengan mambaca basmallah dan shalawat. • Seorang kyai atau ustadz dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan membaca teks Arab gundul kata demi kata disertai dengan terjemahannya dan pembacaan ungkapan-ungkapan atau istilah-istilah khusus (seperti = “utawi”. • • Seorang kyai menciptakan komunikasi yang baik dengan para santri. waktu yang diperlukan untuk memberi kesempatan kepada para santri untuk bertanya. • Mempersiapkan alat bantu atau alat peraga yang diperlukan pada pertemuan tersebut. dan waktu yang diperlukan untuk evaluasi pada setiap kali pertemuan. • Membaca do’a baik secara sendirian atau bersama-sama santri. • Mempersiapkan catatan-catatan khusus tentang batas-batas materi yang akan disajikannya dan tentang penilaian kepada para santri. dsb) pada topik atau faslun (pasal) tertentu di sertai pula dengan penjelasan 70 . • Mempersiapkan bahan yang dapat digunakan untuk perluasan pembahasan atau penambahan wawasan. “iku”.

ada yang menggunakan bentuk lingkaran penuh seperti huruf O atau berbentuk setengah lingkaran seperti seperti huruf U atau berbentuk berjejer lurus dan berbanjar ke belakang menghadap berlawanan arah dengan kyai atau ustadz.dan keterangan-keterangan. Jawaban dilakukan langsung oleh kyai atau ustadz atau memberi kesempatan terlebih dahulu kepada para santri yang lain. diskusi. Posisi pengajian para santri dengan menggunakan metode bandongan pada praktiknya dilakukan bermacam-macam. Pada beberapa pesantren metode ini telah diberdayakan dengan memberi peluang tanya jawab. • Setelah menyelesaikan pembacaan hingga pada batas tertentu. seorang kyai atau ustadz memeberi kesempatan kepada para santri untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. Dari berbagai macam bentuk ini yang jelas para santri berkerumun dengan duduk bersila menghadap kyai. sulit atau rumit. Pada pembelajaran tingkat tinggi. Di sini kyai atau ustadz berperan sebagai pembimbing yang membetulkan apabila terdapat kesalahan dan menjelaskan bila ada hal-hal yang dipandang oleh para santri sebagai sesuatu yang asing. • Di akhir pengajian seorang kyai atau ustadz terkadang mengemukakan kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Ia terkadang menunjuk sacara bergiliran kepada para santrinya untuk membaca dan menerjemahkan sekaligus menerangkan suatu teks tertentu. seorang kyai atau ustadz terkadang tidak langsung membaca dan menerjemahkan. bahkan sebagian telah meninggalkan metode nahwa wa 71 .

Kyai atau ustadz kemudian menjelaskan langsung dengan menggunakan bahasa Arab. Pada keadaan demikian. Seorang kyai atau ustadz menilai berbagai aspek yang ada pada santri. Teknik bandongan seperti ini akhir-akhir ini diperkenalkan oleh kyai dan ustadz yang memiliki pengalaman belajar dengan teknik yang serupa di negara-negara Arab. baik aspek pengetahuan terhadap penguasaan materi kitab itu. pada saat telah dikhatamkannya pengkajian terhadap suatu kitab tertentu. Selanjutnya bisa diberi ruang waktu untuk bertanya. Untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran di atas. atau perilaku yang mesti ditunjukannya sebagai hasil dari pengkajian materi kitab. pada sela-sela tatap muka atau pada tatap muka tertentu. Aspek sikap (afektif) dapat dinilai dari sikap dan kepribadaian santri dalam kehidupan keseharian. biasanya seorang kyai atau ustadz 72 . Untuk lebih memudahkan kegiatan penilaian. kyai atau ustadz akan mempersilahkan salah seorang santri seniornya untuk membacakan teks bahasa Arab. Aspek keterampilan (skill) yang dikuasai oleh para santri dapat dilihat melalui praktik kehidupan sehari-hari ataupun –dalam bidang fiqh. seorang kyai atau ustadz biasa melakukannya melalui dua macam tes.al-tarjamah dan menggantinya dengan langsung menggunakan bahasa Arab. Pertama. Kedua. ataupun keterampilan atau praktik tertentu yang diajarkan dalam kitab tersebut. menterjemahkan dan menjelaskan. misalnya– dapat dilakukan dengan praktik atau demonstrasi yang dilakukan oleh para santri pada halaqah tersebut. Aspek pengetahuan (kognitif) dilakukan dengan menilai kemampuan santri dalam membaca.

akan tumbuh dan berkembang pemikiran-pemikiran kritis. Halaqoh Halaqah. Metode Halaqoh dikenal juga dengan istilah munazaharah yang dikembangkan dengan baik sekali oleh KH Mustain Romli dari Jombang. menurut Mahmud Yunus sistem ini hanya bermanfaat bagi santri yang cerdas. Melalui metode ini.memiliki juga catatan-catatan khusus atau memberikan perhatian khusus. Metode diskusi bertujuan agar murid atau santri aktif dalam belajar. bukan untuk mempertanyakan kemungkinan benar salahnya apa-apa yang diajarkan oleh kitab. Dalam metode ini. kiai atau guru bertindak sebagai “moderator”. tetapi untuk memahami apa maksud yang diajarkan oleh kitab. Dengan demikian diharapkan para santri belajar secara sugguh-sungguh karena merasa diawasi dan di monitor perkembangan kemampuannya. Metode ini dimaksudkan sebagai penyajian bahan pelajaran dengan cara murid atau santri membahasnya bersama-sama melalui tukar pendapat tentang suatu topik atau masalah tertentu yang ada dalam kitab kuning. analitis. sistem ini merupakan kelompok kelas dari sistem bandongan. Bila dipandang dari sudut pengembangan intelektual. beberapa orang santri –dengan jumlah tertentu– membentuk 73 . Halaqah ini juga merupakan diskusi untuk memahami isi kitab. C. dan logis. sistem ini juga hanya dapat menghasilkan 1 persen murid yang pandai dan yang lainnya hanya sebatas partisipan. atau sekelompok siswa yang belajar di bawah bimbingan seorang guru atau belajar bersama dalam satu tempat. Halaqah yang arti bahasanya lingkaran murid. Pelaksanaan metode ini. rajin dan mampu serta bersedia mengorbankan waktu yang besar untuk studi ini.

untuk membahas atau mengkaji suatu persoalan yang telah ditentukan sebelumnya. Pada beberapa pesantren yang memiliki santri tingkat tinggi. Langkah persiapan terpenting pada metode ini adalah terlebih dahulu memberikan topik-topik materi yang akan dimusyawarakan. Musyawarah pada bentuk kedua ini bisa dugunakan oleh santri tingkat menengah untuk memebedah topik materi tertentu.halaqah yang dipimpin langsung oleh seorang kyai atau ustadz. Untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode musyawarah kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan ketentuan-ketentuan berikut : Peserta musyawarah adalah para santri yang berada pada tingkat menengah atau tinggi. Topik atau persoalan (materi) yang dimusyawarahkan biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh kyai atau ustadz pada pertemuan sebelumnya. atau mungkin juga santri senior. Dalam pelaksanaannya. Ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi kegagalan musyawarah. Musyawarah dilakukan juga untuk membahas materi-materi tertentu dari sebuah kitab yang dianggap rumit untuk memahaminya. Pilihan topik itu sendiri amat menentukan. para santri dengan bebas mengajukan pertanyaanpernyataan ataupun pendapatnya. metode ini lebih menitik beratkan pada kemampuan perseorangan didalam menganalisis dan memecahkan suatu persoalan dengan argumen logika yang mengacu pada kitab-kitab tertentu. Dengan demikian. Topik yang menarik umumnya mendapatkan respon yang baik dan 74 . Peserta musyawarah tidak memiliki perbedaan kemampuan yang mencolok. musyawarah dapat dilakukan secara terjadwal sebagai latihan untuk para santri.

seorang kyai atau ustadz. Para santri yang lain berfungsi sebagai penanggap yang berkesempatan untuk menanggapi apa yang disajikan oleh penyaji yang telah mendapatkan tugas. tanggapan. Kegiatan penilaian dilakukan oleh seorang kyai atau ustadz selama kegiatan musyawarah berlangsung. serta ketepatan dan kejelasan bahasa penyampaian. Sebagai permulaan. Apabila terdapat kebuntuan. Pada pesantren yang memiliki ma’had aly (tahasus tingkat tinggi) penyaji adalah para santri yang telah disusun secara terjadual dengan topik tertentu untuk meyampaikan pemikiran-pemikiran atau persoalan-persoalannya. ketepatan dan kevalidan referensi. Tangggapan dan jawaban balik dari penyaji dilakukan secara bergiliran setelah tanggapan dari peserta. serta kualitas 75 . Selain itu. Hal-hal yang menjadi perhatiannya adalah kualitas jawaban yang diberikan oleh peserta yang meliputi : argumentasi yang logis.memberikan dorongan kuat kepada para santri untuk belajar. Kyai atau ustadz biasanya hadir ditempat untuk mengarahkan dan membimbing jalannya musyawarah dan agar santri tidak kabur dari kegiatan ini. Dalam kegaiatan musyawarah ini. pertanyaan atau sanggahan dari para santri peserta musyawarah diarahkan langsung oleh kyai atau ustadz. atau salah seorang santri senior menjelaskan secara singkat permasalahan yang akan dibahas. Penentuan topik secara lebih awal ini dimaksudkan agar para peserta dapat mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan. pimpinan musyawarah biasanya memberkan arahan-arahan atau pemecahan mengenai persoalan atau permasalahan tersebut. juga disampaikan penjelasan tentang cara-cara yang dilakukan berkenaan dengan dipilihnya metode musyawarah.

Hal lain yang dinilai adalah pemahaman terhadap teks bacaan. Metode ini cukup relevan untuk diberikan kepada murid-murid usia anak-anak. juga ketepatan peserta dalam membaca dan menyimpulkan isi teks yang menjadi persoalan atau teks yang menjadi rujukan. Materi pembelajaran di pondok pesantren yang disajikan dengan menggunakan metode hafalan dapat menyangkut seluruh materi pembelajaran di pesantren. baik surat-surat pendek maupun secara keseluruhan.pertanyaan atau sanggahan yang dikemukakan. dan setelah beberapa hari baru dibacakan di depan kyai/ustadnya. tingkat dasar. Pada usia di atas itu. Hafalan atau Tahfizh Hafalan. Materi juga dapat berbentuk esai atau nadzam. D. dan tingkat menengah. metode hafalan sebaiknya dikurangi sedikit demi sedikit. misalnya Alfiyah Ibn Malik atau juga sering dipakai untuk menghafal al-Qur`an. Dalam kegiatan pembelajarannya. seorang santri 76 . umumnya dipakai untuk menghafal kitab-kitab tertentu. dan lebih tepat digunakan untuk rumus-rumus dan kaidah-kaidah. Hafalan adalah sebuah metode pembelajaran yang mengharuskan murid mampu menghafal naskah atau syair-syair dengan tanpa melihat teks yang disaksiskan oleh guru. metode hapalan yang diterapkan di pesantren-pesantren. Hafalan yang dimiliki santri ini kemudian di”setorkan” dihadapan kyai atau ustadznya secara priodik atau insidental tergantung kepada petunjuk sebelumnya. Biasanya santri diberi tugas untuk menghafal beberapa bait dari kitab alfiyah. Dalam metode hafalan Para santri diberi tugas untuk menghafal bacaan-bacaan tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Demikian seterusnya sampai target hafalan yang telah ditentukan berhasil dicapai. metode ini merupakan beban berat bagi kebanyakan santri dan sering menyebabkan kurang berkembangnya kreativitas santri. atau keseluruhan teks dari suatu kitab. Metode hafalan ini dapat juga digunakan dengan metode sorogan atau metode bandongan. sekumpulan hadits. karena itu mulai menguranginya dan mengimbanginya dengan diskusi terprogram.ditugasi oleh kyai atau ustadz untuk meghafalkan satu bagian bacaan tertentu dari suatu kitab. atau sekumpulan ayat al-Qur’an. Seorang santri yang sudah dapat menghafalkan suatu teks tertentu dengan baik oleh gurunya biasanya dipersilahkan untuk menghafal teks kelanjutannya. diucapkan secara bersama-sama pada waktu-waktu tertentu. Pengucapan atau pelafalan itu dapat dilakukan secara perorangan dengan masing-masing menghadap (bertatap muka langsung) kepada gurunya ataupun dilakukan secara berkelompok. baik secara khusus ataupun tidak. Dengan demikian. Di banyak pesantren kelemahan ini telah banyak disadari. santri tersebut disuruh menghafal teks yang telah dipelajari tadi untuk disetorkan (diucapkan secara hafal) pada pertemuan berikutnya. Evaluasi kegiatan belajar para santri dengan menggunakan metode hafalan ini 77 . Selain mengandung manfaat. titik tekan pada pembelajaran ini adalah santri mampu megucapkan atau melafalkan sekumpulan materi pembelajaran secara lancarr dengan tanpa melihat atau tanpa membaca teks. Metode hafalan ini termasuk yang banyak diterapkan oleh pesantren. yaitu setelah para santri mendapat materi pelajaran tertentu dari sebuah kitab.

ia diharuskan mengulang lagi sampai lancar untuk disetorkan kembali pada pertemuan yang akan datang. evaluasi yang dilakukan pada setiap kali tatap muka dimana seorang santri menyetorkan kepada kyai atau ustadz tugas-tugas hafalannya. Jika dilihat dari sisi geneologi tradisi pendidikan. dan antara metode yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan erat dan mempunyai kelemahan serta kelebihan masing-masing. evaluasi setelah diselesaikannya seluruh tugas hafalan.biasanya dilakukan dengan dua cara. atau diminta melanjutkan kalimat atau lafadz yang diucapkan oleh gurunya tersebut. Ada sebuah argumen yang diajukan untuk mempertahankan metode ini. sorogan dan hafalan) di Pondok Pesantren juga mengenal metode-metode lain seperti Hiwar (musyawaroh). Seorang kyai atau ustadz menugaskan seorang santri untuk mengucapkan bagian-bagian tertentu dari hafalan yang dimintanya. Pertama. Selain metode yang empat diatas (bandongan. yakni “orang-orang yang hafal adalah argumen atas mereka yang tidak hafal”. Hiwar. dan metode-metode lain yang banyak 78 . Beberapa metode diatas banyak diterapkan di pondok-pondok pesantren. dan itu menjadi lambang supremasi serta ciri khas metode pengajaran di Pondok Pesantren. bahtsul masa`il. sehingga pondok-pondok pesantren sampai sekarang masih mempertahankan metode tersebut. Sebaliknya. Evaluasi model kedua ini merupakan evaluasi dengan sistem acak. Fathul Kutub. Muqaranah. jika ia belum berhasil. metode hafalan merupakan implikasi dari pola pemikiran ahl al-hadits dan dampak dari asumsi dasar tentang konsep ilmu sebagai “apa yang diketahui dan tetap”. ia diperbolehkan untuk melanjutkan tugas hafalan berikutnya. halaqah. Kedua. Jika ia hafal dengan baik.

Dalam hiwar.di peraktekkan di di Pondok Pesantren. Cirebon. Metode ini banyak dijumpai di pondok pesantren salafiyah. E. sama halnya seperti keharusan mengikuti kegiatan belajar kitab-kitab dalam proses belajar mengajar. Yang menjadi ciri khas dari hiwar ini. karena musyawarah sudah menjadi ketetapan pesantren yang harus ditaati untuk dilaksanakan. Dalam belajar kelompok ini para santri tidak sebatas membahas topik / sub-sub topik bahasan kitab belaka. santri melakukan suatu kegiatan belajar secara kelompok untuk membahas bersama materi kitab yang telah diajarkan oleh kyai atau ustadz. kalimat demi kalimat ditinjau dari gramatika bahasa Arab (ilmu alat) kemudian sampai dengan 79 . akan dikenai sangsi. salah satunya di Pondok Pesantren Kempek. Kegiatan Hiwar atau musyawarah adalah merupakan aspek dari proses belajar dan mengajar di pesantren salafiyah yang telah menjadi tradisi khususnya bagi santrisantri yang mengikuti sistem klasikal. santri dan guru biasanya terlibat dalam sebuah forum perdebatan untuk memecahkan masalah yang ada dalam kitab-kitab (berbahasa arab) yang sedang di santrii. tetapi dapat dilakukan pembahasan secara luas lafadz demi lafadz. hampir sama dengan metode metode diskusi yang umum kita kenal selama ini. Metode Hiwar atau Musyawaroh Metode Hiwar atau musyawaroh. Bagi santri yang tidak mengikuti atau mengindahkan peraturan kegiatan musyawarah. Kegiatan ini suatu keharusan bagi para santri. Bedanya metode hiwar dilaksanakan dalam rangka pendalaman atau pengayaan materi-materi yang sudah di santrii (kitab-kitab kuning). Hiwar biasanya disebut juga dengan istilah Musyawaroh.

Oleh karenanya belajar dengan cara musyawarah dipandang sangatlah efektif dan relatif cukup berhasil sehingga sampai dewasa ini oleh pesantren salafiyah tetap dipertahankan. tidak semua pondok pesantren memasyarakatkannya sebagai metode yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar di di Pondok Pesantren. F. Sebab di sementara pondok masih ada dokrin-dokrin yang belum bisa di reformasi.00 yang dimonitoring langsung oleh ustadz-ustadz / santri senior. Metode Bahtsul Masa`il (Mudzakaroh) Metode Mudzakarah atau dalam istilah lain bahtsul masa’il merupakan 80 . harus menundukkan wajah ketika berhadapan dengan guru. dan semacamnya. seperti siswa/santri tidak boleh banyak bertanya. Disamping untuk memperdalam dan penguasaan materi pelajaran kitab-kitab yang telah diajarkan kyai terhadap para santri. musyawarah ternyata implikasinya sangat positif bagi pembentukan jiwa demokratis para santri da toleransi terhadap pendapat orang lain yang argumentatif. Dalam kegiatan ini apabila santri menemui beberapa kesulitan bisa ditanyakan langsung pada ustadz yang memandu dan memonitoring itu. Kegiatan musyawarah ini umumnya dilaksanakan setelah jama’ah sholat ‘ Isya hingga kurang lebih pukul 22.bisa memahami arti/makna dan kesimpulannya. Dengan di akomodasinya metode ini. Setelah menemukan jawabannya ustadz tersebut akan menyampaikan pada kegiatan musyawarah berikutnya. sehingga hampir semua permasalahan yang menyangkut pelajaran dari kitab yang telah diajarkan tersebut dapat terpecahkan dan kalau ternyata masih ada permasalahan yang tersisa belum bisa terpecahkan maka dapat dijadikan PR buat ustadz.

pesertanya telah betul-betul mempersiapkan diri. Tujuannya untuk melatih para santri dalam memecahkan masalah dengan menggunakan rujukan-rujukan yang jelas dan melatih cara berargumentasi dengan menggunakan nalar yang lurus. b) Mudzakarah yang diadakan antara sesama santri. Tujuannya untuk memecahkan sesuatu masalah agama dan kemasyarakatan yang timbul atau sekedar untuk memperdalam pengetahuan agama. Hanya bedanya. Mudzakarah seperti biasanya dipimpin oleh seorang ustadz atau santri yang senior yang ditunjuk oleh kyai. Pada tipe ini biasanya disediakan kitab-kitab besar yang merupakan rujukan utama dan dilengkapi dengan dalil-dalil dan metode istimbath (pengambikan hukum) yang lengkap. aqidah dan masalah agama pada umumnya. pada metode mudzakarah pesertanya adalah para kyai atau para santri tingkat tinggi. Metode ini sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan metode musyawarah. Ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi kegagalan mudzakarah.pertemuan ilmiyah. seperti ibadah. yang membahas masalah diniyah. • Mudzakarah yang diperuntukkan bagi santri. • Topik atau persoalan (materi) yang di mudzakarahkan biasanya ditentukan 81 . Untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode mudzakarah kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan hal-hal berikut : • Peserta mudzakarah adalah para kyai atau para santri tingkat tinggi yang dipersiapkan untuk menjadi ustadz. Mudzakarah (diskusi) ini dapat dibedakan menjadi dua macam : a) Mudzakarah yang diadakan sesama kyai atau ustadz.

Kegiatan penilaian dilakukan oleh seorang kyai selama kegiatan mudzakarah 82 .oleh kyai pada pertemuan sebelumnya. Pada beberapa pesantren yang memiliki santri tingkat tinggi yang cukup. Para santri yang lain berfungsi sebagai penanggap yang berkesempatan untuk menanggapi apa yang disajikan oleh penyaji tadi. juga disampaikan penjelasan tentang cara-cara yang akan dilakukan berkenaan dengan teknik yang akan dilakukan dalam mudzakarah. Hal ini dimaksudkan agar jauhjauh hari para peserta sudah mempersiapkan diri. tanggapan. Langkah persiapan terpenting pada metode ini adalah menyiapkan dan pemberitahuan topik-topik atau materi yang akan dimudzakarahkan. Tangggapan dan jawaban balik dari penyaji dilakukan secara bergiliran setelah tanggapan dari peserta. pimpinan mudzakarah biasanya memberkan arahan-arahan atau pemecahan mengenai persoalan atau permasalahan tersebut. mula-mula kyai menjelaskan secara singkat permasalahan yang akan dibahas. mudzakarah biasanya dilakukan secara terjadwal sebagai latihan bagi para santri. Dalam kegaiatan mudzakarah ini. Pada pesantren yang telah memiliki ma’had aly (tahasus tingkat tinggi) penyaji adalah para santri yang telah disusun secara terjadual dengan topik tertentu untuk meyampaikan pemikiran-pemikiran atau persoalanpersoalannya. Selain itu. Kyai atau ustadz biasanya dengan tekun mengarahkan dan membimbing jalannya mudzakarah sehingga tidak melenceng dari tujuan. pertanyaan atau sanggahan dari para santri peserta mudzakarah dipimpin langsung oleh kyai atau ustadz. Pelaksanaan metode ini. Apabila terdapat kebuntuan.

sebagai wahana menguji 83 . Metode ini bisa digambarkan sebagai bentuk kegiatan belajar mengajar dalam sebuah forum (bisasnya di kelas atau masjid) yang dipandu oleh pembimbing / guru dan diikuti oleh santri-santri yang dianggap sudah menguasai kitab-kitab tertentu untuk memecahkan permasalahan kontemporer di sekitar hukum-hukum fiqh (termasuk di dalamnya ibadah). serta kualitas pertanyaan atau sanggahan yang dikemukakan.berlangsung. ketepatan dan validitas referensi yang digunakan. dimana santrisantri tersebut sudah dianggap mampu atau menguasi kitab-kitab yang menjadi rujukan masalah yang akan di bahas. Pada dasarnya Metode Bahtsul Masa`il mengacu kepada pemecahan masalahmasalah dalam hal fiqh (hukum Islam atau furu`iyah). Pada dasarnya metode ini adalah metode penugasan mencari rujukan terhadap beberapa topik dalam bidang ilmu tertentu (Fiqh. juga kebenaran dan ketepatan peserta dalam membaca dan menyimpulkan isi teks yang menjadi persoalan atau teks yang menjadi rujukan. Hadits. Metode Fathul Kutub Metode Fathul Kutub biasanya dilaksanakan untuk santri-santri senior yang sudah akan menyelesaikan pendidikan di (Pondok Pesantren).) Kegiatan Fathul Kutub merupakan kegiatan latihan membaca kitab (terutama kitab klasik) untuk santri senior di pondok pesantren. Metode ini biasanya diterapkan untuk pengajaran santri-santri yang sudah senior. Hal lain yang dinilai adalah pemahaman terhadap teks bacaan. dll. G. Aqidah. Hal-hal yang menjadi perhatiannya adalah kualitas jawaban yang diberikan oleh peserta yang meliputi : kelogisan jawaban. Tafsir. nalar dan bahasa yang ditampilkan.

tasawwuf. maupun perbandingan kitab. Saat ini. H. yaitu latihan dan ujian membuka kamus berbahasa Arab untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan berbahasa Arab santri. 84 . Sedangkan perbandingan paham atau aliran dikenal dengan istilah muqoronatul madzahib (perbandingan Mazhab). Karena itulah cara yang bisa ditempuh agar di Pondok Pesantren tetap bisa digandrungi oleh masyarakat. Arab. terutama dalam menelusuri dan mencari makna kosa kata. Artinya dengan memadukan pola pendidikan tradisional dengan pola pendidikan modern. Termasuk dalam kegiatan ini adalah Fath al-Mu’jam. Metode Muqoronah Metode muqoronah adalah sebuah metode yang terfokus pada kegiatan perbandingan. mau tak mau pengayaan metodologi tidak lagi sebatas yang sudah di kenal di kalangan Pondok. serta kemudian membuat dan menyerahkan laporan tertulis mengenai hasil kajiannya kepada guru pembimbing. Metode muqoronah akhirnya berkembang pada perbandingan ajaran-ajaran agama. fiqih. Santri diberi tugas untuk membahas persoalan-persoalan tertentu dalam akidah. tafsir. metode.. yaitu dengan dikenalkannya sistem Madrasah.kemampuan mereka—setelah memsantrii B. baik perbandingan materi. Hal itu disebabkan karena terpengaruh oleh perkembangan hidup modern yang menuntut orang maupun lembaga untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. dll. paham (madzhab). dengan diterapkannya sistem klasikal di Pondok Pesantren. Untuk model metode muqoronah ajaran agama biasanya berkembang di bangku Perguruan Tinggi Pondok Pesantren (Ma`had `Ali) dikenal dengan istilah Muqoronatul Adyan. hadis.

Setelah para santri telah menguasai banyak kosa kata. Kepada mereka diberikan perbendaharaan kata-kata bahasa Arab atau Inggris yang sering dipergunakan untuk dihafalkan sedikit demi sedikit sehingga mencapai target yang telah ditentukan untuk jangka waktu tertentu. Aktivitas ini biasanya diwajibkan oleh Pondok Pesantren kepada para santri selama mereka tinggal di Pondok Pesantren. latihan muhawarah atau muhadasah ini tidak diwajibkan setiap hari. penugasan. Sehingga percakapan sehari-hari yang dipergunakan santri adalah bahasa Arab dan Inggris. I. akan tetapi hanya satu kali atau dua kali dalam seminggu dan digabungkan dengan latihan Muhadlarah/Khitabah (Pidato). tidak hanya menggunakan bahasa Arab tetapi juga bahasa Inggris. bahasa asing yang dipergunakan sebagai alat komunikasi untuk para santri. mengingat metodologi tersebut sudah umum dan banyak dibahas di buku-buku metodologi pendidikan. baik Arab maupun Inggris 85 . kepada mereka diwajibkan untuk menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Di beberapa pondok pesantren lain. Metode Muhawarah / Muhadatsah Metode muhawarah adalah merupakan latihan bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Arab. Para santri diwajibkan untuk bercakap-cakap baik dengan sesama santri maupun dengan para ustadz atau kyai dengan menggunakan bahasa Arab pada waktu-waktu tertentu. Diskusi. Pada pesantren ini latihan bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa asing. ceramah. Metode metode ini tidak kami bahas dalam buku ini.Pengembangan metode pendidikan saat ini sudah mulai mengenalkan metode-metode seperti tanya jawab . Pada beberapa pesantren. dan seterusnya.

• Kepada mereka diwajibkan untuk menghafal sejumlah kosa kata dari buku panduan tersebut. dilakukan langkahlangkah berikut ini: • Para santri diberikan buku panduan yang berisi daftar kosa kata dalam bahasa Arab (atau Inggris). Pada pesantren yang menjadikan bahasa Arab dan Inggris sebagai alat kominkasi sehari-hari latihan percakapan tidak hanya dilakukan di kelas dalam waktu terjadual. Kepada mereka yang tidak menggunakan bahasa Arab atau Inggris dikenai sangsi tertentu sebagai alat pendidikan. Biasanya diberikan target harian.hanyalah merupakan pelajaran tambahan (complementer) bukan pelajaran pokok. Latihan percakapan dapat juga dilakukan dengan meminta para santri untuk mendiskusikan (musyawarah) topik tertentu dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. contoh-contoh percakapan serta aturan-aturan lainnya. tetapi dilakukan di mana dan kapan saja selama mereka berada dalam lingkungan pesantren. • Ustadz melakukan tanya jawab dengan para santri dengan menggunakan bahasa Arab atau ustadz meminta dua orang santri atau lebih untuk memperagakan tanya jawab di hadapan teman-temannya secara bergiliran. • Kegaiatan pembelajaran dilakukan secara kelompok atau klasikal dengan dipandu oleh seorang ustadz berdasarkan jadual yang telah ditentukan sebelumnya secara rutin. Biasanya satu minggu sekali. Dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ini. pesantren biasanya menciptakan 86 . Untuk meningkatkan motivasi santri.

• Mengamati percakapan para santri sewaktu kegiatan musyawarah dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. nama-nama benda dan tempat di lingkungan pesantren ditulis dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris itu. Untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode muhadatsah atau muhawarah ini dapat dilakukan dengan : • • Menilai kualitas jawaban santri ketika dilakukan tanya jawab dengan ustadz. Misalnya. Menilai percakapan para santri ketika mendemonstrasikan kemampuannya di hadapan teman-temannya.lingkungan bahasa asing itu. • Meminta santri untuk mengomentari kandungan teks kitab tertentu dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. 87 .

misalnya membaca.H Wahid Hasyim.H Hasyim Asy’ari di anggap cukup konservatif. dari sistem Bandungan diganti dengan sistem Tutorial.H Mahin Ilyas dengan persetujuan K. Pada kesempatan yang lain K. sejumlah orang tua memindahkan anaknya ke pesantren lain karena Tebu Ireng dianggap sudah terlalu 88 . ilmu bumi. Menurut K. Tujuannya untuk mengembangkan inisiatif dan kepribadian para santri di pesantren dan murid-murid di sekolahan. yang sistematis dan tepat diterapkan pada anak didik di suatu lembaga pendidikan sekarang ini. setidaknya melalui sumbangan pemikiran atau pun usulan-usulan tertentu. sejak saat itu surat kabar berbahasa Melayu masuk pesantren. K. sehingga beliau mengusulkan untuk mendirikan Madrasah Nidzomiyah pada tahun 1934 dengan menempatkan pengajaran pengetahuan umum 70 % dari seluruh kurikulum Madrasah tersebut. menulis huruf latin. sejarah dan bahasa Melayu di lembaga pendidikannya.H Hasyim Asy’ari memasukkan mata pelajaran umum.BAB IV ISYU-ISYU PEMBAHARUAN PESANTREN Pembaharuan pendidikan di kalangan pesantren sebenarnya sudah banyak dilakukan. Tapi usulannya tersebut tidak disetujui oleh ayahnya dengan dalih jika diterapkan akan menciptakan kekacauan antara sesama pimpinan pesantren. K. misalnya mengusulkan kepada ayahnya suatu perubahan radikal dalam sistem pengajaran di pesantren. namun pembaharuannya dalam pesantren sempat menimbulkan reaksi yang cukup hebat.H Wahid Hasyim sistem pengajaran di atas seharusnya diganti.

dalam waktu yang sangat panjang pesantren secara agak seragam mempergunakan metode pengajaran yang lazim disebut dengan sistem Weton atau Sorogan sebagaimana dibahas di muka. dan secara historis memegang peran penting dalam kebangkitan Nasional. Metode dan Sistem Pengajaran Metode pengajaran sebenarnya merupakan hal yang setiap kali dapat berkembang dan berubah sesuai dengan penemuan metode yang lebih efektif dan efisien untuk mengejarkan masing-masing cabang ilmu pengetahuan. KH. Harapannya agar pondok pesantren dapat lebih melihat pengalaman-pengalaman Islam di luar. Meskipun demikian. baik soal-soal kurikuler maupun kelembagaannya. H.modern. juga untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih oleh rakyat Indonesia. A.A Mukti Ali mengatakan dalam masalah ini perlu adanya pembaharuan sistem pendidikan di pesantren. Imam Zarkasyi Pembaharuan yang dilakukan oleh Imam Zarkasyi di Pondok Pesantren yang dibinanya adalah meliputi : a. Dalam hal ini perkembangan pesantren harus di sesuaikan dengan kebutuhan pembangunan. Berbeda dengan sistem pengajaran pesantren yang berlaku di kebanyakan 89 . begitu juga pengalaman-pengalaman lembaga pendidikan keagamaan agama lain. Beliau menunjuk nilai strategis pondok pesantren yang umumnya berada di desa. Perlu pemikiran yang integral sebagai suatu kemutlakan dalam mengarahkan pondok pesantren menjadi potensi pembangunan.

Berangkat dari situ kemudian beliau mengadakan perubahan dalam cara mempelajari bahasa Arab. belajar bahasa Arab adalah untuk bisa membaca. Hal ini senantiasa didengungkan beliau pada acara perkenalan tentang pondok maupun acara-acara kuliah umum dihadapan santrinya. 90 . mereka bisa mengembangkan pengetahuan 14 Ini merupakan kriteria yang diakui para ahli pengajaran bahasa modern. materi pelajaran boleh sederhana. dengan ungkapannya bahasa yang tidak diucapkan sama dengan tidak dipelajari. tapi dengan cara pengajaran yang baik akan menghasilkan hasil yang baik. Maka dieperlukan pembaharuan metodologi dan sistem pengajaran. dengan berbekal bahasa mereka bisa menggali sendiri ilmu pengetahuan untuk bekal hidup mereka. menulis.14 dengan alasan membekali kunci ilmu pengetahuan agama islam dan umum. Landasan efesiensi waktu ini kemudian dijadikan dasar dalam pembaharuan pesantren yang kemudian dalam bentuk nyata yaitu Pondok Modern Gontor. Menurut beliau ukuran dari suatu lembaga pendidikan itu bukanlah materi pelajarannya. mendengarkan dan mengucapkan. sementara materi baru menduduki rengking berikutnya. karena guru adalah pelaku pendidikan. setelah itu cara atau metode pengajaran.pesantren KH Imam Zarkasyi dengan pendekatan "efisiensi waktu" dalam pengajaran. maka pembaharuan yang pertama adalah dalam hal mempelajari bahasa. kemudian gurunya. anak didik dicanangkan harus menguasai bahasa sebagai kunci pengetahuan. yakni biaya dan waktu yang dikeluarkan sedikit tetapi dapat menghasilkan produksi yang besar dan bermutu. Bagi Imam Zarkasyi yang terpenting bagi lembaga pendidikan adalah pimpinannya atau kepala sekolah jika itu berbentuk sekolah.

sementara tujuan pengarajan bahasa sebagai alat untuk mencari pengetahuan terabaikan. Al-hasil pesantren menjadi semacam labolatorium bahasa alami dengan bahasa asing yang dipelajari sebagai bahasa komunikasi anatara sesama santri. lomba baca puisi juga dalam tiga bahasa. penerbitan majalah dinding yang dikelola santri yang juga dalam tiga bahasa. sementara untuk pengetahuan umumnya para santri dipersiapkan dengan penguasaan bahasa Inggris. lomba teater dalam tiga bahasa. menulis baik menuliskan huruf maupun mengarang. Untuk itulah pengajaran bahasa Arab maupun Inggris diorientasikan pada penguasaan keempat kemahiran bahasa di atas dengan mengutamakan praktek. seperti ustadz yang siap ditanya kapan saja. serta membaca. Inggris. serta latihan muhadatsah baik Arab maupun Ingris. Setelah itu diharapkan akan membukakan wawasan pengetahuan santri hingga mampu menjadi 91 . berbagai kegiatan seperti latihan pidato dalam tiga bahasa Arab. Untuk mewujudkan proses pembelajaran bahasa seperti itu didukung dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana. Indonesia. parktek dalam berbicara.keagamaannya dengan merujuk sendiri kepada kitab-kitab referensi yang ditulis dengan bahasa Arab. guru dan kyainya. penglihatan maupun pendengaran. dalam mendengarkan. dengan pendek kata semua kegiatan dipesantren mendukung pembelajaran bahasa dari ucapan. dengan langklah perbaikan metodologis pengajaran bahasa ini diharapkan "waktu" yang terbuang untuk menggeluti gramatika bisa dipakai untuk menggali pengetahuan agama dari sumbernya yang berbahasa Arab. Repolusi pengajaran bahasa ini merupakan hasil dari suatu rencana yang panjang. yaitu jangan sampai usia habis hanya dipakai untuk menguasai kaidah bahasa atau gramatika saja.

Guru pun demikian. Untuk mewujudkan teorinya tentang kepala sekolah dan guru sebagai sentral aktivitas pendidikan KH Imam zarkasyi sangat ketat memperhatikan metodologi pengajaran. bagi guru yang melanggar disiplin tersebut akan diberi sanksi di hadapan guru-guru yang lain pada acara pembinaan mingguan yang dikenal dengan kemisan. . yaitu dengan memberlakukan fungsi kontrol atas penggunaan metode pengajaran. bagi guru yang akan mengajar pada keesokan harinya harus membuat I’dad (persiapan mengajar) tertulis. karena menurut Imam Zarkasyi bahwa penguasaan metodologi pengajaran lebih penting daripada penguasaan materi atau substansi itu sendiri yang dikenal dalam bahasa Arabnya At-Thariqah Ahammu Min al-Maddah. Metode dan sistem pengajaran tersebut diterapkan dalam teori dan praktek yang tepat. dimana guru akan menyerahkan I’dadnya tersebut kepada guru yang lebih senior yang ditunjuk oleh pimpinan pesantren. Jadi guru dituntut untuk menguasai metodologi pengajaran. gambaran di atas tidak bisa dijadikan dasar untuk mengklaim bahwa Gontor 92 . Imam Zarkasyi (Kuliah Umum) dan pengamatan penulis secara partisifatif.15 15 Disarikan dari ceramah-ceramah KH. tugas guru sebelum mengajar yang paling utama adalah membuat rencanan pengajaran dan persiapan satuan pelajaran (Satpel) yang di Gontor dikenal dengan sebutan I'dad Tadris. Suatu contoh dalam hal berdisiplin. Sehingga untuk santri yang bertindak sebagai pemberi sanksi adalah pengurus organisasi yang ditunjuk oleh Kiai untuk menindak mereka yang melanggar aturan tersebut."perekat ummat" sebagai agenda utama ummat Islam. yang berlaku baik bagi santri maupun guru.

mengembangkan pengetahuannya dengan bermodalkan bahasa baik pengetahuan umum maupun agama. Kurikulum Pendidian Pesantren Kurikulum yang diterapkan oleh Imam Zarkasyi pada lembaga pendidikan Pondok Modern (KMI) adalah kurikulum yang dicanang untuk pendikan dasar. 16 Kini kurikulum KMI Gontor telah dikembangkan di tidak kurang dari 300 pesantren alumni Gontor yang mneyebar di Indonesia dengan berbagai variannya. b. Juga berbeda dengan kurikulum yang ada di pesantren tradisionil16. Di pesantren lain diajarkan pendalaman ilmu Nahwu Sharaf dari kitab Alfiyah Karangan Imam Malik. Imam Zarkasyi bagaimanapun mata rantainnya dihubungkan dengan Prof. Jadi tidak mengacu pada kurikulum Departemen Agama atau Departemen Pendidikan Nasional.dengan harapan output dari pesantren tersebut bisa beribadah. bisa beramal sholeh. karena gambaran suatu sistem pesantren lebih merupakan pengalaman individu para penghuninya. Di hanya mengajarkan bahasa. dan bisa mengembangkan dirinya di masyarakat. Sebagai contoh. tetapi di lembaga pendidikannya beliau memakai kitab kecil Nahwul-Wadhih yang banyak ikhtisar contoh-contohnya. dan tidak bisa diungkapkan lewat tulisan yang singkat ini. Mahmud Yunus. 93 .Perubahan yang dilakukan KH. di lembaga pendidikannya para santri diajarkan pemahaman ilmu Fiqh dari kitab Bidayatul-Mujtahid karangan Ibnu Rusyd di mana di pesantren tradisionil jarang diajarkan. artinya anak -anak dibekali cara ibadah sehari-hari dengan baik --biasa disampaikan dalam ceramah beliau-. Imam Zarkasyi boleh dikatakan berhasil dalam menerapkan metode pengajaran bahasa tersebut karena melaksanakannya secara utuh.

di samping penggunaan dua bahasa. Di samping mempelajari kitab Durusul-Lughah (dasar-dasar bahasa Arab). tapi merupakan khazanah yang perlu dikaji untuk mengingat kembali zaman keemasan peradaban Islam dahulu kala. Ilmu tata buku (administrasi). Di samping itu pula diajarkan ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama seperti : Bahasa Indonesia. Di mana santri perlu diberi wawasan pengetahuan agama dan pengetahuan umum yang tak dapat dipisahkan satu sama lainnya untuk menghadapi era globalisasi di masa yang akan datang. Insya’ dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pengetahuan ilmu agama. Nahwu Sharaf. Imam Zarkasyi dimulai sejak berakhirnya masa belajar beliau di berbagai tempat dari tahun 1935 hingga tahun wafatnya beliau. Geografi. Imam Zarkasyi tidak menganggap pengajaran kitab-kitab Islam klasik sebagai elemen dasar dari tradisi suatu pesantren. Pemikiran pendidikan yang diterapkan oleh KH. Al-jabar. Sejak saat itu beliau mulai berfikir untuk menerapkan suatu pemikiran pendidikan yang mengarah ke masalah tersebut. pada tahun 1985. Arab dan Inggeris dalam teori dan praktek. Berbeda dengan Zamakhsari Dlofir. Bahasa Inggeris dan Grammarnya. Mahfudzat.lembaganya para santri diajarkan kitab Tafsir al-Manar karangan Muhammad Abduh di mana di pesantren lain jarang diajarkan kepada para santrinya. Mantiq. Matematika. Dalam benak Imam Zarkasyi timbul pemikiran tentang perpaduan pengajaran ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum. 94 . Psikologi. dan lain sebagainya. ketika beliau mendengar pemberitahuan dari pemerintah tentang seorang utusan/delegasi yang mampu menguasai dua bahasa sekaligus untuk dikirim ke suatu Pertemuan Kenegaraan. Fisika. Sejarah.

Wahid Hasyim dan Tebu Ireng a. Pemimpin pesantren Siwalan mengambil K. desa yang dipandang hitam. perzinahan. Bangkalan Madura.H. dan Siwalan Panji. Sekembalinya dari Makkah. K. Beliau meninggalkan peninggalan yang berharga yang akan menjadi amal jariah beliau di akhirat kelak. mabuk-mabukan. Hasyim Asy’ari memilih untuk mendirikan pesantren di Tebu-ireng. berupa lembaga pendidikan yang sudah diakui keberadaannya dan kepada negara di mana beliau pernah duduk dalam kepemerintahan pada Departemen Agama. B. Kondisi inilah yang menariknya untuk mendirikan sebuah pesantren. Hal seperti ini pun kemudian diikuti oleh murid-murid beliau. K.H A. Dari pesantren ini lahir Jam’iyah Nahdhatul Ulama yang mengikat kyai dan umat Islam Indonesia. di mana beliau pernah berjasa kepada agama. Kyai Ya’kub.Hasyim Asy’ari sebagai menantu dan kemudian dikirim ke Makkah untuk melanjutkan studi dan menetap disana selama tujuh tahun. kemudian melanjutkannya ke beberapa pesantren di Wonokromo Probolinggo. Tebu-ireng didirikan oleh K. dan perampokan. Pesantren ini tercatat 95 . Sekilas Tentang Tebu-ireng Tebu-ireng merupakan salah satu kiblat pesantren di Jawa bahkan Indonesia. Masyarakat Tebu-ireng terbiasa dengan perjudian.Hasyim Asy’ari yang mula-mula belajar dibawah bimbingan ayahnya sendiri.Pemikiran pendidikan Imam Zarkasyi sudah mendapat pengakuan dari kalangan akademisi di Indonesia.H.H.

menurut Martin Van Bruinessen merupakan inivasi baru dalam dunia pendidikan pesantren. pesantren Tebu-ireng mulai sejak berdirinya tahun 1899 sampai tahun 1916 memakai sistem sorogan dan bandongan sebagai metode utama dalam mentransformasi ilmu. sering hadir mengikuti halaqah hadist yang sampaikannya. dengan syarat ada rujukan dari berbagai sumber. Setelah tahun 1916. Pesantren Tebu-ireng sebagaimana pesantren lainnya memusatkan kegiatan akademiknya dalam bidang agama. Salah seorang gurunya Kyai Khalil Bangkalan. pesantren Tebu-ireng menggunakan metode musyawarah yang dikembangkan di kalangan santri senior dalam rangka memperdalam pengetahuannya serta menumbuhkan sikap kritis pada para santri.resmi tahun 1899 M / 1324 H. terutama mata pelajaran hadist.H. Mereka diberi kebebasan dalam mengajukan argumen terhadap suatu masalah yang diajukan serta berdebat. Namun demikian bukan berarti mereka tidak mau mengadakan perubahan dalam bidang studi maupun metode yang digunakan. Kesamaan mata pelajaran dan metode pengajaran tidak bisa lepas dari kebersamaan pemimpin pesantren dalam menuntut ilmu dari berbagai ulama di berbagai pesantren di tanah air dan tanah suci. Dalam sistem pengajaran. Van den berg seperti dikutip Martin dalam penelitiannya tentang kitab-kitab yang digunakan di pesantren pada abad ke-19 tidak mencantumkan kitab hadist. K. Pengenalan mata pelajaran hadist sebagai objek studi di pesantren.Hasyim Asy’ari seorang ulama yang pertama kali memperkenalkan dan mengajarkan mata pelajaran tersebut. terutama karya-karya Imam 96 .

seperti : Bahasa Indonesia (Melayu). Kyai As’ad Syamsul Arifin (Asembagus. Kyai Jazuli (Ploso. Matematika.Hasyim Asy’ari.H. seperti : Kyai Manaf Abdul Karim (Lirboyo. Pemikiran Wahid Hasyim tentang Pendidikan Pondok Pesantren 97 .H. karena pesantren Tebu-ireng sudah dianggap sudah terlalu modern. Muhammad Ilyas memasukkan pelajaran bahasa Belanda dan sejarah kedalam kurikulum madrasah atas persetujuan K. Pada tahun 1916. memasukkan sistem madrasah ke dalam sistem pendidikan pesantren. dan Wahid Hasyim putra beliau sendiri. Salatiga). Kediri). Kyai Ma’sum menantu K. Reaksi tersebut tidak menyurutkan proses pembaharuan pesantren Tebu-ireng.H. yaitu K.Hasyim Asy’ari . Hal tersebut terus berlangsung dan dilanjutkan oleh Wahid Hasyim dengan mendirikan madrasah modern di lingkungan pesantren. dan ilmu Bumi. K. Kyai Abbas (Buntet Cirebon).Syafi’i dalam masalah fiqih. Pada tahun 19Tiga tahun berikutnya kurikulum madrasah tersebut ditambah dengan pendidikan umum.H. dengan dukungan Wahid Hasyim. Kyai Zubair (Reksosari. Pada tahun 1926. sehingga sejumlah orang tua memindahkan anak-anaknya ke pesantren yang lain. b. sehingga banyak santri mejadi ulama dan akhirnya memimpin pesantren. Prakarsa pembaharuan pendidikan pesantren Tebu-ireng datang dari murid dan putranya. Kediri).Hasyim Asy’ari di pesantren Tebu-ireng sangat efektif dalam proses belajar mengajar para santrinya.Muhammad Ilyas. Metode musyawarah yang dikembangkan K.H . Pembaharuan pendidikan pesantren Tebu-ireng menimbulkan reaksi yang cukup hebat dari masyarakat dan kalangan pesantren. Situbondo). dan banyak lagi yang lainnya.

Umat Islam yang mulai menyadari akan kelemahan dan keterbelakangannya di abad 20. Majalah dan surat kabar yang ia baca. Wahid Hasyim kembali ke Indonesia. Disamping itu ia mempelajari literatur yang ada kaitannya dengan masalah yang sedang dihadapi. termasuk usaha-usaha dalam bidang pendidikan. Disamping itu ia juga mengadakan perjalanan untuk mengadakan studi comparative tentang berbagai model pendidikan yang sedang berkembang di lingkungan pesantren maupun sekolah-sekolah umum yang dikelola oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Muhammad Abduh. bahkan ia mengadakan studi cooperative ke luar negeri. dan surat kabar yang mendukung perjuangannya. Jalaluddin al-Afghani. Secara berhati-hati ia menyusun dan mengembangkan ide-ide tentang pembaharuan pendidikan Islam. dan lainnya. Rasyid Ridha. Dengan demikian ia banyak menggunakan waktunya untuk membaca bukubuku. yaitu di pesantren Tebu Ireng. antara lain : Penyeber Semangat. Studi comporative tidak hanya dilakukan didalam negeri. Daulat Ra’jat. ia mulai terjun dalam dunia pendidikan. maka muncullah para pembaharu dalam dunia Islam seperti : Abdullah bin Abdul Wahab. Kullu 98 . Gerakan pembaharuan di dunia Islam berpengaruh pula ke Indonesia. terutama di negara-negara Islam Timur Tengah. Hal ini mempengaruhi pemikiran Wahid Hasyim dalam memperbaharui sistem pendidikan pesantren. Umul Qurra.Musyawarah. Pandji Pustaka. majalah. mulai berusaha mengadakan pembaharuan dalam segala bidang kehidupan. untuk mengejar ketinggalan dan keterbelakangan mereka. Sautul hijaz. al-Lata’if al. Aspek Tujuan Pada tahun 1993. 1.

Syaiin wal Dunya. tasawuf. Ia tidak ingin gerakan ini gagal di tengah jalan. bahwa dengan sungguh. Memberikan keyakinan dan cara. sedangkan “dunia kini” dianggap sebagai dunia mainan. Orientasi pendidikan yang hanya berkonsentarsi pada urusan akhirat menurut Al-Amir Syakib Arsalan. Orientasi demikianlah menurut Mastuhu. ia mengadakan langkah-langkah sebagai berikut : Menggambarkan tujuan dengan sejelas-jelasnya. Ketiga majalah Indnesia tersebut diterbitkan oleh kalangan nasionalis. Orientasinya kemasa lampau dan terpaku ke “dunia sana”.sungguh tujuan dapat dicapai. merupakan salah satu penyebab tertinggalnya kaum muslim 99 . warna sistem pendidikan pesantren sangat didominasi oleh warna-warna fiqih. Karena tujuannya yang demikian. Adalah sangat menarik diperhatikan disini bahwasannya sejak muda ia telah melibatkan diri dengan pola pikir dari kelompok masyarakat dan golongan yang lebih luas. nyaris terlepas dari urusan duniawiyah (dunia). Untuk itu. Pada awal tujuan yang pendidikan Islam khususnya pesantren lebih berkonsentrasi pada urusan ukhrawiyah (akhirat). sakral dan sebagainya. sedang kelima majalah Arab di atas diterbitkan di Timur Tengah. ritual. dan al-Istnain. Dalam mengadakan perubahan terhadap sistem pendidikan pesantren. disebabkan oleh sumber teologi yang fatalistis dan tidak rasional. Hal ini memudahkan kita untuk memahami mengapa ia mengadakan rekonstruksi terhadap sistem pendidikan pesantren. Menggambarkan cara mencapai tujuan itu. ia membuat perencanaan yang matang.

Bukankah manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi dan memakmurkannya. • Para santri dapat mempelajari agama Islam dari buku-buku yang ditulis 100 . Ia menyarankan hendaknya sebagian besar santri untuk tidak menjadi ulama. karena dalam kenyataanya bahwa dalam sietem pendidikan agama yang paling eksklusif sekalipun. antara lain: • Para santri tidak perlu menghabiskan waktu sampai puluhan tahun untuk belajar bahasa Arab dan mengakumulasi pengetahuan dari para kyai di berbagai pesantren. Di samping itu pengertian ulama dalam kalangan pesantren telah mengalami penyempitan makna. sehingga ulama hanya digunakan untuk orangorang yang menekuni bidang-bidang ilmu agama dan merendahkan ilmu.ilmu umum. Hal tersebut cukup beralasan. Dengan alasan pelajaran tersebut tidak sesui dengan tujuan keagamaan yang dimiliki pesantren. Wahid Hasyim memberikan alternatif lain kepada para santri. mengakibatkan pesantren tidak menerima untuk tidak dikatakan menolak.dengan negara-negara lain.pelajaran non-agama masuk dalam kurikulum pesantren. Penolakan tersebut menurutnya tidak rasional dan bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Dari hal diatas kemudian tujuan pesantren dirumuskan hanya sebagai “mencetak” para ulama / ahli agama belaka. Dalam hal tujuan belajar di pesantren. Ada beberapa alasan mengapa Wahid Hasyim mengusulkan alternatif demikian. tidak semua siswanya dapat “dicetak” menjadi ulama. Bagaimana manusia dapat memakmurkan bumi tanpa ilmu pengetahuan.

Wawasan ini kemudian diaplikasikan dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial dan pendidikan. yang melihat bahwa lembaga pendidikan Islam ( 101 . Hal ini dapat diduga sebagai hasil dari luasnya bacaan beliau. sebagai mana telah disinggung diatas. ia tetap berharap adanya sebagian santri yang betul-betul menjadi ulama dengan mempelajari bahasa Arab dan pengetahuan agama secara mendalam. Walau demikian. Dengan rumusan tujuan pendidikan yang demikian ia tidak ingin lagi melihat santri yang lebih rendah kedudukannya dalam masyarakat dari kaum terpelajar Barat.H Muhammad Ilyas mendirikan madrasah Nizhamiyah. ia bersama K. wawasan berfikir Wahid Hasyim dikenal cukup luas. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pesantren menurut Wahid Hasyim adalah mencetak santri yang berkepribadian muslim dan bertaqwa kepada Allah serta memiliki ketrampilan sehingga santri dapat mandiri dan berkiprah pada masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. • Para santri dapat memfokuskan waktunya untuk mempelajari berbagai pengetahuan dan ketrampilan lainnya yang dapat digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri dan masyarakat. Berkembangnya madrasah di Indonesia di awal abad ke-20. Aspek Kurikulum Meski tidak pernah mengenyam pendidikan modern. merupakan wujud dari upaya pembaharuan pendidikan Islam yang dilakukan oleh cendikiawan muslim termasuk didalamnya Wahid Hasyim. Pada tahun 1935. 2.dengan bahasa latin. misalnya.

Apa yang dilakukan Wahid Hasyim jelas merupakan inovasi baru bagi kalangan pesantren. Kedekatan sistem belajar mengajar ala madrasah dengan sistem belajar mengajar ala sekolah yang dikembangkan Pemerintah Kolonial Belanda saat itu. dasi dan topi. Dengan penguasaan ketiga komponen tersebut santri akan mampu bersaing dengan mereka yang mendapatkan pendidikan Barat dalam menempati posisi di masyarakat. seperti memakai pantalon.bahkan pengetahuan umum. Pada saat itu. Kelemahan santri menurut Wahid Hasyim. Madrasah Nizamiyah didirikan dengan pertimbangan bahwa kurikulum pesantren yang hanya memfokuskan kepada ilmu-ilmu agama mengakibatkan santri mengalami kesulitan untuk bersaing dengan siswa yang mendapat pendidikan Barat. Kebencian pesantren terhadap penjajah membuat pesatren mengharamkan semua yang berkaitan dengannya. disebabkan oleh lemahnya penguasaan pengetahuan umum (sekuler). hanya saja diberi muatan dan corak keislaman. 102 .pesantren ) dalam beberapa hal tidak lagi sesuai dengan tintutan dan perkembangan zaman. pelajaran umum masih dianggap tabu dalam kalangan pesantren karena identik dengan penjajah. Untuk itu ia mendisain kurikulum madrasah tersebut dengan kurikulum yang hanya ilmu-ilmu agama tetapi juga ilmu-ilmu umum. termasuk bahasa Belanda dan Inggris. bahasa asing. Usaha pembaharuan yang dilakukannya bukan pekerjaan yang tanpa resiko. membuat banyak orang berpendapat bahwa madrasah sebenarnya merupakan bentuk lain dari sekolah. dan skill dalam berorganisasi.

banyak kritikan yang datang datang dari masyarakat bahkan ulama pesantren. ia mengusulkan kepada ayahnya suatu 103 . ia pun dianggap telah merusak sistem pendidikan pesantren. Dalam pandangan Al-Qur’an. Selain itu ia pun ingin menghilangkan dikotomi ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum yang saat itu melanda dunia pendidikan Islam pada umumnya dan khususnya pondok pesantren. 3. dan lain sebagainya. ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul tehadap makhluk-makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahan. Ia menganggap bahwa Islam tidak memisahkan pengetahuan agama dan pengetahuan umum. sistem pendidikan semacam ini akan melahirkan ilmuan-ilmuan yang tak bermoral dan ulama yang tidak kenal zamannya. Kritikan itu disambut olehnya dengan tenang dan ia tetap berjalan dengan keyakinannya sebagai seorang idealist. Dikotomi tersebut menurut Wahid Hasyim sangat berbahaya bagi umat Islam Indonesia. Aspek Metode Pengajaran Wahid Hasyim ketika berumur 17 tahun sempat belajar selama 1 tahun di Makkah. yaitu pendidikan umum disatu pihak dan pendidikan agama dipihak lain adalah warisan Kolonial Belanda. Tidak ada yang menyangkal dikotomi pendidikan di Indonesia. Yang menonjol dalam hal kurikulum ini adalah pemahaman Wahid Hasyim terhadap konsep ilmu. Sekembalinya ke Tebu-ireng. Saksinya ratusan ayat Al-Qur’an. kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang 854 kali dalam Al-Qur’an. Ia dianggap telah mencampuradukkan perkara agama dan dunia.

menulis catatan. seperti : Panji Islam. Al-Munawarah. Pujangga Baru. Pustaka Timur. Selain itu ia juga mendirikan perpustakaan dengan koleksi buku 1. Berita Nahdhatul Ulama. Islam Bergerak. Usulan itu antara lain agar sistem bandongan di ganti dengan sistem tutorial yang sistematis dengan tujuan untuk mengembangkan inisiatif dan kepribadian santri. Adil. Dengan hal tersebut Wahid Hasyim mengharapkan terjadinya proses belajar mengajar yang dialogis. yang luar biasa yang terjadi pada pesanten ketika itu. Wahid Hasyim belum merasa puas dengan perubahan yang ia lakukan. pendapat guru bukanlah suatu kebenaran mutlak sehingga kendapatnya dapat dipertanyakan bahkan dibantah oleh santri ( murid ) dan proses belajar mengajar berorientasi pada murid sehingga potensi yang dimiliki akan terwujud dan ia akan menjadi dirinya sendiri. Perubahan metode pengajaran dan pendirian perpustakaan merupakan kemajuan Wahid Hasyim. Hal ini dikarenakan dalam kelas yang menggunakan metode tersebut santri datang hanya mendengar. dan nasionalis . tidak ada kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau berdiskusi. Dewan Islam. Nurul Islam. modernis. dan Penyebar Semangat. menurut metode bandongan akan menciptakan kepastian dalam diri santri.perubahan metode pengajaran di pesantren. dan menghapalkan mata pelajaran yang telah diberikan.000 buku yang kebanyakan buku-buku keagamaan. Kesebelas jurnal diatas mewakili Pandangan kaum tradisionalis. dimana posisi guru ditempatkan bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar. ia pun menganjurkan para santri untuk belajar organisasi dan membaca. 104 . Secara singkat. Pada tahun 1936 ia mendirikan IKPI ( Ikatan Pelajar Islam ). Panji Pustaka. Perpustakaan tersebut juga berlangganan majalah dan surat kabar.

Tidak ada alasan spesifik memang. KH. paling tidak kita bisa mengenal ide-ide dalam pendidikan dan kepesantrenan dalam Perguruan Muhammadiyah. Ahmad Dahlan DanPerguruan Muhammadiyah Mengapa perlu mengemukakan profil Ahmad Dahlan dalam pembahasan pondok pesantren ini. dan pesantren dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi berdiri kokoh di seluruh penjuru Nusantara Bahkan di beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. bahkan di dunia.Dalam proses pembelajaran murid tidak hanya dijadikan objek pendidikan akan tetapi ia dijadikan subjek pendidikan itu sendiri. bidang pendidikan merupakan amal usaha Muhammadiyah yang terbesar. Sedangkan Guru memposisikan diri sebagai motivator. dan fasilitator dalam proses pembelajaran. tetapi beliau merupakan cikal bakal Perguruan Muhammadiyah yang beberapa diantaranya bida disebut dengan Pondok Pesantren. Besarnya jumlah lembaga pendidikan tersebut merupakan bukti konkrit peran penting Muhammadiyah dalam proses pemberdayaan umat Islam dan pencerdasan bangsa. Dibandingkan dengan amal usaha lainnya. Mungkin itu pertanyaan yang pertama kali dilontarkan ketika nama pendiri Muhammadiyah. tetapi juga menawarkan 105 . madrasah. pendidikan telah menjadi “trade-mark” gerakan Muhammadiyah. Berbagai jenis pendidikan sepertisekolah. Bahkan. sebagai ormas Islam terbesar kedua setelah Nahdlatul Ulama. Dalam konteks ini Muhammadiyah tidak hanya berhasil mengentaskan bangsa Indonesia dan umat Islam dari kebodohan dan penindasan. C. diulas dalam buku ini. Dilihat dari jumlah amal usahanya Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Ahmad Dahlan tidak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah-sekolah model pendidikan Belanda. KH Hasyim Asy’ari. pendiri Nahdhatul Ulama (NU) pernah belajar.suatu model pembaharuan sistem pendidikan “modern” yang tetap terjaga identitas dan kelangsungannya. penggagas dan pendiri gerakan Muhammadiyah yang karena perjuangan dan kepeloporannya dalam memajukan bangsa dan pendidikan nasional dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Ahmad Dahlan menikah dengan Siti Walidah. di saat usia mencapai 22 tahun. gadis Kauman yang masih sepupunya. nahwu. Dalam salah satu sejarah disebutkan Ahmad Dahlan pernah belajar ilmu falaq kepada Kyai Saleh Darat. Semarang. Ahmad Dahlan dikirim oleh ayahnya untuk melaksanakan ibadah haji dan memperdalam ilmu agama. qira’ah dan falaq. Ahmad Dahlan dikaruniai dua orang putra dan empat orang putri. Dari pernikahannya dengan Siti Walidah. Pada tahun 1890. Diskusi tentang pendidikan Muhammadiyah sebagai salah satu pembaharu pendidikan Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pemikiran para pendirinya. Dalam kesempatan tersebut. Salah satu tokoh pendidikan Muhammadiyah yang paling menonjol adalah Ahmad Dahlan . setelah memiliki dasar-dasar pendidikan agama Islam Ahmad Dahlan menjadi “musafir pencari ilmu” yang mengembara dari satu pesantren ke pesantren lainnya untuk mendalami ilmu agama seperti ilmu fiqh. Ahmad Dahlan banyak belajar ilmu agama dari para ulama 106 . Di pesantren ini pula. Seperti umumnya para santri pada waktu itu. hadits. salah seorang ulama terkenal yang tinggal di kampung Darat.

Setelah ibadah haji. ilmu hadits kepada mufti Madzhab Syafi’i. ilmu falaq kepada Kyai Asy’ari Bacaan dan ilmu qiraah kepada Syeikh Ali al-Musri Makkah. Dalam kesempatan bermukim di Makkah tersebut Ahmad Dahlan juga sempat berdialog dengan para ulama Nusantara yang bermukim di Makkah di antaranya Muhammad Khatib Minangkabau. Setelah beberapa tahun lamanya bekerja sebagai khatib dan berdagang batik di beberapa daerah. Diantara gurunya adalah Sayyid Bakri Syata’. Ahmad Dahlan memperdalam ilmu fiqh kepada Kyai Machfudz Termas dan Said Babusyel.terkenal. salah seorang mufti Madzhab Syafi’i yang bermukim di Makkah. Sepulang dari ibadah haji yang pertama Ahmad Dahlan kemudian mulai mengajar mengaji di kampungnya dan beberapa kali menjadi badal ayahnya bahkan karena kemampuannya. Bahkan Sayyid Bakri Syata’-lah yang memberikan atau mengganti nama Muhammad Darwis menjadi Ahmad Dahlan . Ahmad Dahlan mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya. Ahmad Dahlan tidak langsung pulang ke tanah air melainkan menyempatkan diri tinggal di Makkah selama satu setengah tahun untuk memperdalam ilmu agama kepada para ulama Timur Tengah. Ahmad Dahlan kemudian diangkat menjadi salah seorang khatib di masjid Besar Kasulthanan Yogyakarta menggantikan posisi ayahnya. Kyai Nawawi Banten. 107 . Kesempatan dialog yang pada akhirnya mengilhami dan mendorongnya untuk melakukan reformasi di Indonesia adalah dialognya dengan Syeikh Muhammad Rasyid Ridha. Kyai Mas Abdullah Surabaya dan kyai Faqih Kumambang Gresik. seorang tokoh modernis dari Mesir.

Sambil berdagang batik Dahlan melakukan tabligh dan diskusi keagamaan. Tafsir Juz Amma (Muhammad Abduh).Di samping aktif melakukan dialog dengan para ulama Ahmad Dahlan juga aktif membaca majalah dan kitab. Dengan kedalaman ilmu agama dan ketekunannya dalam mengikuti gagasangagasan pembaharuan Islam. dan lain-lain. Kanz al-‘Ulum. Al-Islam Wal Nasriyyah (M. • Lembaga-lembaga pendidikan agama Islam yang ada ketika itu tidak efisien. Muhammadiyah. Lembaga Ahmad Dahlan mendirikan organisasi 108 . dan pada akhirnya -atas desakan dari para muridnya. Al-Tawassul wa al-Wasilah siyyah al . dan syirk. Sedangkan kitab yang sering dikaji dan diajarkannya adalah . AtTauhid (Muhammad Abduh). Abduh) . tidak menjawab tantangan dan tuntutan perkembanganmasyarakat. Ahmad Dahlan kemudian aktif menyebarkan gagasan Ahmad pembaharuan Islam ke pelosok-pelosok tanah air. Amalan-amalan mereka merupakan campuran antara yang hak dan yang batil.Qashaid al-Aththa (‘Abd Athithas). Matan al-Hikam (Ibnu‘Atha Allah). Majalah yang dibacanya adalah al-Manar dan alUrwat al-Wutsqa.pada tahun 1912 M. bid’ah. Mereka cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang termasuk takhayul.Tafshil al-Nasyatin Tahshil al-Sa’adatain Fi’il Bid’ah (Ibnu Taimiyah). Faktor terpenting yang mendorong Ahmad Dahlan untuk mendirikan organisasi adalah: • Kenyataan bahwa umat Islam Indonesia telah banyak yang meninggalkan alQur’an dan Sunnah. Izhar al-Haqq (Rahmat Allah al-Hindi). Da’irah al-Ma’arif (Farid Wajdi).

Ajaran agama yang benar itu ialah yang memurnikan tauhid. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan di atas Muhammadiyah melakukan berbagai aktivitas sebagai berikut: • Menggalakkan dan meningkatkan mutu pendidikan umat Islam. meluaskan dakwah amar makruf nahi mungkar • Mengadakan pembaruan ajaran-ajaran agama agar selaras dengan tantangan zaman.pendidikan terpecah menjadi dua: pendidikan sekuler dan pendidikan pesantren yang hanya mempelajari ilmu-ilmu agama dalam arti sempit. dan pola hidup yang statis. Sementara yang kaya tidak ingat berzakat. Akitabnya umat terpecah dan hal ini menyebabkan semakin melemahnya kekuatan umat. taklid buta. sehingga hak-hak orang miskin terabaikan. • Kebanyakan umat Islam terperangkap dalam fanatisme sempit. • Aktivitas misi Kristen semakin gencar. Bahkan mereka mendapat bantuan dari penjajah Belanda. memperteguh iman. memperbaiki akhlak. • Mayoritas umat Islam yang terdiri dari petani dan buruh menjadi semakin miskin. meningkatkan ibadah. Mempertahankan Islam dari segala pikiran dan perbuatan yang bertentangan 109 . • • Memperbarui ajaran-ajaran agama dan sistem pendidikan Islam. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam dapat mengerti ajaran-ajaran agama mereka secara benar.

Jetis. Gagasan Ahmad Dahlan diterima. kebenaran harus tetap dilaksanakan dan ditegakkan. tetapi kemudian banyak diikuti oleh kalangan muda Kauman yang kemudian membuat garis-garis shaf sesuai konsep falaq Ahmad Dahlan. Ahmad Dahlan adalah seorang yang sangat berani. Ahmad 110 . Inilah terobosan dan gagasan besar Ahmad Dahlan. Menurut Ahmad Dahlan sebagai calon pamong praja. sekalipun harus berhadapan dengan kekuasaan. kiblat masjidBesar Kasultanan yang menurut Ahmad Dahlan tidak sama persis dengan perhitungan falaq. Curafat (TBC) dan Taklid. Ahmad Dahlan kemudian mengundang para Khatib dan penghulu untuk melakukan diskusi tentang kiblat Masjid Besar tersebut. Baginya. Hal ini dia buktikan dalam dua hal. Ahmad Dahlan juga mendirikan sekolah dan madrasah Muhammadiyah serta mengajarkan pelajaran agama sebagai pelajaran ekstra kurikuler di Kweekschool.dengan Kitab dan Sunnah. Shalat ‘Id dilaksanakan sesuai dengan perhitungan Dahlan tetapi grebeg dilaksanakan sesuai dengan perhitungan aboge. Selain aktif menyebarkan gagasan pembaharuan keagamaan dan menyerukan gerakan kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah serta memberantas segala bentuk Takhayul. yang sekalipun tidak dihadiri oleh para Khatib. Ahmad Dahlan dengan diantar oleh Kanjeng Penghulu memberanikan diri menghadap Kanjeng Sulthan dan menyampaikan perhitungan falaqnya. Bid’ah. Kasus kedua adalah ketika terjadi perbedaan penentuan tanggal 1 Syawwal atau Hari Raya Idul Fitri antara perhitungan falaq dengan perhitungan aboge (kalender Jawa). Yogyakarta dan Osvia Magelang. Pertama. para siswa di sekolah tersebutperlu mendapatkan pelajaran agama.

Istilah pendidika di sini dipergunakan dalam konteks yang luas tidak hanya terbatas pada sekolah formal tetapi mencakup semua usaha yang dilaksanakan secara sistematis untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan. Ahmad Dahlan lebih menampilkan sosoknya sebagai manusia amal atau praktisi daripada filosuf yang banyak melahirkan pemikiran dan gagasan-gagasan tetapi sedikit amal. tabligh dan sejenisnya. Amal usaha Muhammadiyah merupakan refleksi dan manifestasi pemikiran Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Kemantren. Hampir seluruh hidupnya digunakannya untuk beramal dan memperjuangkan kemajuan umat Islam dan bangsa. Pada bagian ini akan dibahas pemikiran kependidikan Ahmad dahlan sebagaimana yang dikemukakannya dalam ceramah dan pengajian serta tulisantulisannya dan yang tercermin dalam amal usaha Muhammadiyah terutama pendidikan (sekolah. Ahmad Dahlan meninggal dan dimakamkan di pada tanggal 7 Rajab 1340 H atau 23 pebruari 1923 M Karangkadjen. madrasah dan pesantren). Di samping aktif di Muhammadiyah Ahmad Dahlan juga aktif di partai politik seperti Budi Utomo dan Sarikat Islam. Sekalipun demikian tidak berarti bahwa Ahmad Dahlan tidak memiliki gagasan. a. mergangsan. Pemikiran Pendidikan Ahmad Dahlan Ahmad Dahlan adalah tokoh yang tidak banyak meninggalkan tulisan. 111 . Dalam konteks ini termasuk dalam pengertian pendidikan adalah kegiatan pengajian.Ahmad Dahlan adalah sosok yang banyak melakukan amal daripada menulis. nilai dan ketrampilan dari generasi terdahulu (tua) kepada generasi muda. Yogyakarta.

dengan memiliki pengetahuan umum. Pada masa Ahmad Dahlan kemajuan sering diidentikkan dengan penguasaan ilmu-ilmu umum atau intelektualitas dan kemajuan secara material.Tujuan Pendidikan Ahmad Dahlan tidak secara khusus menyebutkan tujuan pendidikan. yaitu “kijahi”. adja kesel anggonmoe njamboet gawe kanggo Moehammadijah”. 3. Dalam pernyataan sederhana tersebut. Istilah kemajuan secara khusus menunjuk kepada kemoderenan sebagai lawan dari kekolotan dan konservatisme.‘Alim dalam ilmu agama. Dalam masyarakat Jawa. Sedangkan kata “njamboet gawe kanggo Moehammadijah” merupakan manifestasi dari keteguhan dan komitmen untuk membantu dan mencurahkan pikiran dan tenaga untuk kemajuan umat Islam. dan kemajuan masyarakat pada umumnya. adalah figur yang shalih. Berpandangan luas. terdapat beberapa hal penting.Siap berjuang.nilai keutamaan pada masyarakat. tujuan pendidikan menurut Ahmad Dahlan adalah untuk membentuk manusia yang : 1. “kemadjoean” dan “njamboet gawe kanggo Moehammadijah”. berakhlaq mulia dan menguasai ilmu agama secara mendalam. tujuan pendidikan Ahmad Dahlan adalah : “ Dadijo Kijahi sing kemadjoean. pada khususnya. Berdasarkan pemahamam tersebut. 112 . Istilah Kiai merupakan sosok yang sangat menguasai ilmu agama. 2.b. Tetapi dari pernyataan yang disampaikannya dalam berbagai kesempatan. seorang Kiai. mengabdi untuk Muhammadiyah dalam menyantuni nilai.

Rumusan tujuan pendidikan tersebut merupakan “pembaharuan” dari tujuan pendidikan yang saling bertentangan pada saat itu yaitu pendidikan pesantren dan pendidikan sekolah model Belanda. Di satu sisi pendidikan pesantren hanya bertujuan untuk menciptakan individu yang salih dan mendalami ilmu agama. Di dalam sistem pendidikan pesantren tidak diajarkan sama sekali pelajaran dan pengetahuan umum serta penggunaan huruf latin. Semua kitab dan tulisan yang diajarkan menggunakan bahasa dan huruf Arab. Sebaliknya, pendidikan sekolah model Belanda merupakan pendidikan “sekuler” yang di dalamnya tidak diajarkan agama sama sekali. Pelajaran di sekolah ini menggunakan huruf latin. Akibat dualisme pendidikan tersebut lahirlah dua kutub intelegensia : lulusan pesantren yang menguasai agama tetapi tidak menguasai ilmu umum dan lulusan sekolah Belanda yang menguasai ilmu umum tetapi tidak menguasai ilmu agama. Melihat ketimpangan tersebut Ahmad Dahlan berpendapat bahwa tujuan pendidikan yang “sempurna” adalah melahirkan individu yang “utuh” : menguasai ilmu agama dan ilmu umum, material dan spiritual serta dunia dan akhirat. Bagi Ahmad Dahlan kedua hal tersebut (agama-umum, material-spiritual dan dunia-akhirat) merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Inilah yang menjadi alasan mengapa Ahmad Dahlan mengajarkan pelajaran agama ekstra kurikuler di

Kweekschool Jetis dan Osvia Magelang serta mendirikan madrasah Muhammadiyah yang didalamnya mengajarkan ilmu agama dan ilmu umum sekaligus. b. Materi Pendidikan

113

Berangkat dari tujuan pendidikan tersebut Ahmad Dahlan berpendapat bahwa kurikulum atau materi pendidikan hendaknya meliputi : Pendidikan moral, akhlaq yaitu sebagai usaha menanamkan karakter manusia yang baik berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Pendidikan individu, yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesadaran individu yang utuh yang berkeseimbangan antara perkembangan mental dan jasmani, antara keyakinan dan intelek, antara perasaan dengan akal pikiran serta antara dunia dan akhirat. Pendidikan kemasyarakatan yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesediaan dan keinginan hidup bermasyarakat. (Arifin, 1987) Meskipun demikian, Ahmad Dahlan belum memiliki konsep kurikulum dan Ahmad

materi pelajaran yang baku. Muatan kurikulum pelajaran agama menurut

Dahlan bisa dilihat dari materi pelajaran agama yang diajarkannya dalam pengajianpengajian di madrasah dan pondok Muhammadiyah. K.R.H Hadjid, salah seorang murid Ahmad Dahlan, mengumpulkan ajaran gurunya ke dalam sebuah buku berjudul “Ajaran Ahmad Dahlan dan 17 Kelompok Ayat-Ayat Al-Quran” yang merupakan catatan pribadinya selama mengikuti pelajaran agama. Dari pelajaran tersebut dapat dikelompokkan bahwa Ahmad Dahlan banyak menyampaikan materi yang berkaitan dengan keimanan, akhlak dan semangat untuk berjuang membela agama dan membantu sesama. B. Muhammadiyah dan Pemberdayaan Masyarakat Dengan visi-visi Ahmad Dahlan, Muhammadiyah tercatat sebagai salah satu

organisasi sosial keagamaan yang memainkan peranan penting dalam memperkuat

114

posisi masyarakat, memberdayakan rakyat dan mengembangkan masyarakat madani. Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang lingkupnya luas, Muhammadiyah menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat. Jauh sebelum diskursus tentang masyarakat sipil atau masyarakat madani marak di Indonesia, Muhammadiyah telah memunculkan suatu perbincangan tentang masyarakat utama. Istilah masyarakat utama ini kemudian dimantapkan pada muktamar ke-41 tahun 1985 di solo dan dimasukkan kedalam rumusan tujuan Muhammadiyah. Disamping disebut sebagai padanan istilah khairu ummah, konsep tentang masyarakat utama inipun oleh para tokoh Muhammadiyah dicoba didekati dengan pendekatan civil society. Pada awalnya, organisasi ini merupakan gerakan pembaruan Islam di Indonesia yang kemudian berkembang, tidak hanya memberantas TBC (tahayul, bid’ah dan Kurafat) –dalam transliterasi sekarang ditulis khurafat- tapi juga meningkatkan kualitas hidup umat. Karena arah organisasi ini selalu modern, maka Kuntowijoyo menyebuutnya sebagai gejala kota. Muhammadiyah mewakili masyarakat baru, masyarakat industri dan modern yang membedakannya dengan organisasi keagamaan lainnya yang tradisionalis. Dalam Anggaran Dasar (AD) awalnya hingga dalam jangka waktu lama, cita-cita kemasyarakatan Muhammadiyah memang tidak begitu tampak. Yang lebih menonjol adalah rumusan tentang pedoman bertindak dancara-cara berorganisasi. Dan yang menggerakkan hati organisasi ini adalah QS. Ali Imran, 3:104. Seorang tokoh Muhammadiyah yang juga tokoh ICMI, M. Dawam Rahardjo . Ahmad Dahlan untuk membentuk

115

mengemukakan bahwa dalam perspektif ajaran Islam, Muhammadiyah menggunakan istilah yang lebih konseptual dan substansial, yaitu masyarakat utama (al-Mujtama alFadhil). Menurutnya, istilah ini merupakan terjemahan dari istilah Quran: “Khairu Ummah”. Istilah Quran itu sendiri memang masih memrlukan penjelasan, bahkan

sampai saat inipun diperlukan penggaliannya dari al-Quran dan sejarah Nabi SAW. Dalam mensubstansikan masyarakat utama, masyarakat madani, masyarakat baru, ataupun khairu ummah diperlukan konsep atau teori. Konsep civil society merupakan konsep yang dapat dipakai untuk memahami istilah-istilah tersebut. Gagasan ideal untuk mewujudkan masyarakat madani seperti yang diagendakan Muhammadiyah ke-41 di Solo, memang patut kita cermati, mengingat Muhammadiyah memang memiliki ruang lingkup gerakan dan amal usaha yang sangat luas. Hampir disetiap daerah perkotaan kita dapat menemukan berbagai amal usahanya, mulai dari lembaga pendidikan, panti asuhan ataupun rumah sakit. Secara sederhana kenyataan ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki pusat kegiatan sosial yang telah mapan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perkembangan kuantitatif amal usaha ini

disertai dengan pertumbuhan kualitatif yang tercermin dari pengaruh Muhammadiyah terhadap kelahiran berbagai peran sosial yang diusulakan oleh kelompok ataupun tokoh masyarakat. Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang teleh mengobarkan jiwa pembaruan pemikiran Islam di negeri ini. Jiwa pembaruan yang melekat pada diri pendiri organisasi ini telah ditempa sejak dia belajar di Mekkah selama 5 tahun, yaitu antara 1890-1895. Pada tahun 1903 dia kembali ke Mekkah untuk belajar lagi selama 3

116

tahun. Di Mekkah dia belajar tauhid, tafsir, fikih, tasawwuf, qira’at, mantiq, dan falak. Selama di Mekkah tokoh ini tertarik dengan pikiran-pikiran Ibn Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Rida. Perkenalannya dengan pemikiran tokoh-tokoh itu dimungkinkan karena lingkungan Mekkah saat itu telah dipengaruhi dan diwarnai oleh ide-ide pembaruan yang dimunculkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab yang kemudian dilanjutkan dan dikorbarkan oleh para pengikutnya. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa ide-ide pembaruan yang digagas oleh Ibn Taimiyyah sangat mendalam pengaruhnya dalam semangat dan pikiran-pikiran pembaruan Muhammad bin Abdul Wahhab. Pengobaran semangat pembaruan yang dilakukan Ibn Abdul Wahhab ini kemudian berpengaruh bagi meningkatnya minat para ulama untuk menelaah kembali karya-karya Ibn Taimiyyah. Kondisi kondusif untuk pembaruan yang diupayakan oleh para pengikut Ibn Abdul Wahhab, termasuk dan terutama para penguasa Kerajan Arab Saudi dari keturunan Muhammad Sa’ud, memungkinkan lahirnya para tokoh pembaru semisal Jamaluddin, Abduh, dan Rida. Pengaruh mereka inilah yang kemudian terlihat kental dalam oraganisasi yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan ini. Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, saat ini Muhammadiyah telah menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Pertumbuhan ini berlangsung begitu cepat, tidak sampai 15 tahun dari masa berdirinya organisasi ini telah menjangkau wilayahwilayah yang cukup luas di luar Jawa. Di Aceh Muhammadiyah telah masuk untuk pertama kali tahun 1922/1923 melalui

117

Merekalah yang pertama mendirikan Muhammadiyah di tempat ini. Abdullah. dari Alabio. Sumatera Barat dan Jawa. Muhammadiyah masuk ke daerah Sulawesi. dan pada 1925 dia kembali ke Alabio untuk menyiarkan Muhammadiyah di sana. Perkembangannya menjadi sangat cepat setelah A. Untuk wilayah Kalimantan. Muhammadiyah imasuk ke wilayah ini pada tahun 1926. Haji Abdul Karim Amrullah. Perintis Muhammadiyah di Kalimantan adalah H. Pada tahun 1927 Muhammadiyah tersebar di Sumatra bagian timur dibawa oleh orangorang yang datang dari Tapanuli. bahkan ia telah menjangkau negeri-negeri jiran. Di sini Muhammadiyah mendapat dukungan kuat dari seorang ulama kenamaan Dr. Pada tanggal 25 Desember 1957 berdirilah Muhammadiyah di Singapur yang dirintis oleh Ustadz Abdurrahman Haron. Yunus Anis ke daerah ini tahun 1928. Muhammadiyah masuk melalui para saudagar yang datang ke sana. Kalimantan Tengah. Tokoh ini masuk menjadi anggota Muhammadiyah tahun 1923. Perkembangan Muhammadiyah ini tidak hanya terbatas di dalam negeri. Pada 1925 Muhammadiyah memasuki wilayah Kuala Kapuas. Melalui seorang orator ulung H. Usman Amin. Sutan Mansur masuk ke wilayah ini pada tahun 1927. Sedangkan untuk Kalimantan Selatan.Djajasukarta. pelopor gerakan pembaruan di wilayah ini.R. Sedangkan 118 . Wilayah Sumatra Barat telah dimasuki Muhammadiyah sejak tahun 1925. Keberadaan Muhammadiyah di Sulawesi ini menjadi semakin berkembang setelah Pimpinan Pusat Muhammdiyah mengutus M. Hulu Sungai Utara.

didirikan tahun 1963. Selanjutnya Muhammdiyah didirikan di Thailand pada tanggal 11 Agustus 1988. Ahmad Dahlan. Ahmad Dahlan tahun 1918. didirikan tahun 1917 oleh K. Demikian pula. didirikan tahun 1381/1961.H. didirikan tahun 1384/1964. • Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). • Tapak Suci. • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). didirikan tahun 1350/1932 berdasarkan hasil keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-21 di Ujung Pandang. • • Nasyi’atul Aisyiyah. Muhammadiyah untuk pertama kali didirikan di Pulau Penang tahun 1967 oleh Ustadz Zainal Abidin Zamzam. berdiri tahun 1930. sebagai organisasi besar. untuk membina remaja putri Islam. Muhammadiyah mempunyai beberapa organisasi otonom yang gerak dan tujuannya seiring dengannya. 119 . Pemuda Muhammadiyah. Organisasi-organisasi itu adalah: • Aisyiyah. tepatnya di Kabupaten Canak. Thailand Selatan. kemasyarakatan. • Hizbul Wathan (HW). IMM dibentuk untuk membina dan menggerakkan potensi para mahasiswa Islam. ataupun kemahasiswaan.H. baik dalam bidang keagamaan. Organisasi ini bergerak dan berjuang di kalangan kaum ibu atau muslimat Indonesia.di Malaysia. Tapak Suci juga disebut Persatuan Pencak Silat Putra Muhammadiyah. Propinsi Songkhla. Organisasi ini bertugas membina dan menggerakkan potensi para pelajar Islam. Organisasi ini dimaksudkan untuk membina dan menggerakkan potensi pemuda Islawm. didirikan oleh K.

baik dalam sisi pendidikan. Di antara mantan anggota HW adalah Jenderal Sudirman yang pada tahun 1945 diangkat oleh Presiden RI. dan perjuangannya telah memberikan andil yang cukup besar dalam mencapai dan mengisi kemerdekaan negeri ini. Sampai di sini nampak pembaharuan di bidang metodologi pengajaran dan sistem nampaknya sudah mulai menunjukkan adanya upaya modernisasi pesantren. HW ditiadakan dan dileburkan ke dalam Gerakan Pramuka. Paparan di atas mencerminkan adanya usaha-usaha keras yang dilakukan para ulama (intelektual muslim) yang senantiasa mencoba mengadakan perbaikan dalam tehnis dan materi penyampaian ajaran Islam kepada ma syarakat. Pesantren kini telah menjadi trade mark pendidikan Islam di Indonesia secara umum dengan berbagai variasi baik yang bersifat organisasi kelembagaan. amal usaha. Muhammadiyah dengan segala perangkat organisasi. dan ekonomi. variasi materi pembelajaran dan bahkan variasi mazhab yang dianutnya sesuai dengan latarbelakang keilmuan dan keyakinan tokoh para pendirinya. kemasyarakatan. 120 . selain juga mencerminkan adanya upaya pembaruan pesantren secara khusus dan pendidikan ummat secara lebih umum sperti yang dilakukan Ahmad Dahlan. Pada tahun 1961. Sukarno.Organisasi ini bergerak di bidang kepanduan. dakwah. menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat yang menjadi cikal bakal TNI. Berbagai ide-ide cemerlang tersebut pada akhirnya saling mlengkapi dan mewujudkan trend baru dalam kepesantrenan. Andil HW cukup besar dalam menyiapkan para pemuda Indonesia untuk menghadapi penjajah Belanda.

Selain metode salafiyah dan pengajian kitab juga menyelenggarakan pendidikan sekolah Mts. kini mulai bermunculan kyai yang bergelar sarjana yang tentu saja akan berpotensi melahirkan kultur baru dalam kepesantrenan. Contoh Pesantren Pesantren kecil di pedesaan Biasanya pesantren besar seperti Tebu Ireng. Kenyataan ini pada gilirannya akan merubah --ini mulai nampak-. yang lazim disebut pesantren modern. Kurikulum pesantren Pada umumnya. dengan pembagian waktu bagai santri untuk belajar disekolah-sekolah Aliyah atau SMA dan belajar mengaji ke pesantren serta tinggal di sana sepulang sekolah. almasturiyah 2 Salafiah Plus Madrasah 17 Istilah ini diakui dan sering kali disebutkan dalam papan nama serta kop surat pesantren. pesantren yang berpola modern dengan cara klasikal dan penjenjangan. tafsir. penyederhanaan materi dan perbaikan metodologi. 121 . bahsul masaail. tauhid. dll.pola ke kyaian. Dua tipe pesantren ini kemudian banyak melahirkan corak dan ragamnya. Selain itu nampak juga terlahir tipe -tipe peantren yang akarnya bisa di tarik dari iide pembaharuan di atas. Pesantren Buntet. fiqih. dari pesantren pola ini biasanya -sebagaimana juga pesantren modern--melahirkan alumni yang bisa melanjutkan studinya hingga jenjang perguruan tinggi. Aliyah atau SLTP.Dan hasil yang dapat dilihat adalah terbentuknya pola pesantren dengan istilah salafiyah17 yang berarti mengajarkan kitab-kitab sebagaimana yang berlaku di pesantren pada umumnya. di antaranya ada pesantren salafiyah plus madrasah Aliyah. ilmu alat. Wetonan. Secara singkat tipe tersebut akan penuli sajikan dalam bentuk tabel di bawah ini: Tabel Tipe Pesantren di Indonesia Pasca Pembaharuan NO 1 Tipe Salafiyah Murni Metode & Kurikulum Sorogan.

menyelenggarakan pengajian kitab-kitab pesantren salafiyah Selain enam tipe di atas sebenarnya masih banyak varian lain yang sangat ditentukan oleh konsep dari pimpinan pesantren sendiri seperti takhashush dalam tahfiidz al-Qur'an. namun memperbolehkan bagi santri untuk belajar di sekolah lain Klasikal dengan materi dan kegiatan tersusun kurikulum Gontor 5 Pesantren Modern ala Gontor Plus Mts . AlAmin. Prenduan Madura dll. Kegiatan sama dengan Gontor Ponpes Laa Tansa diikut sertakan Aliyah dan Cipanas Lebak. dll. Didin Sirajuddin MA di Gunung puyuh. Tsanawiyah atau SLTP. Sukabumi. SMA Daruunajah Jakarta. kaligrafi.3 Salafiyah Plus sekolah di luar pesantren Pesantren Modern ala Gontor Murni. TMI/KMI 4 SLTA Metode dan materi salafiyah. 122 .18pertanian dan lain sebagainya dan penulis yakin akan senantiasa muncul varian baru sesuai dengan perkembangan intelektual. ponpes Modern AlIkhlash Kuningan. Pesantern Miftahul Mengambil sebagian kegiatan Falah Ciomas Bogor pola Gontor dan dll. 18 Baru dirintis Drs.pengalaman dan wawasan para pendiri atau pemimpin pesantren. Miftahul Huda Manonjaya dll KMI Gontor dan Cabang-cabangnya.MA Pesantre Modern + Salafiyah 6 Sukabumi dll Daru Tauhid Arjawinangun. tafsir.

Denyut Nadi Santri. Masjid. Kitab. dikenal dengan sebutan pondok alumni Gontor. bagaimana santri memposisikan diri dalam intensitas kegiatan Pondok Pesantren dan kegiatan di luar asrama. (Yogyakarta: Tajidu Press. dan bagaimana santri menyusun agenda programnya secara mandiri untuk menyiapkan masa depannya. Ketiganya dipilih untuk merepresentasikan Pondok Pesantren dengan setting modern20 (Kholafiyah). Tulisan singkat ini akan memberikan wawasan bagaimana profil santri Pondok Pesantren. Asrama. Potret Kegiatan Santri di Pesantren 19 Tentang pembahasan ini ada catatan pemaknaan kegiatan di Gontor yang ditulis oleh Muhammad Arwani. Pondok Pesantren Al-Barokah Nganjuk. Pembahasan ini akan mendiskripsikan kegiatan santri mengambil setting pemberdayaan santri di beberapa Pondok Pesantren. A. 123 . bagaimana sebaiknya menjadi santri atau memberdayakan santri dalam keterpaduan kegiatan intra maupun ekstra asrama (Pondok Pesantren) masih kurang sekali.BAB V POLA PEMBERDAYAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN Pembahasan mengenai santri. Ustadz. Padahal santri dan pembinaan santri merupakan komponen yang tidak kalah pentingnya dari komponen komponen lain Pondok Pesantren yang saling terkait menjadi sebauah kesatuan system19 (Kyai. 20 Yang dimaksud setting modern adalah peantren-pesantren dengan Pondok Modern Gontor sebgai modelnya. antara lain Pondok Darul Ma’rifat Gurah. dan Pondok Pesantren Burhanul Abror Besuki Situbondo. Kediri. Kegiatan santri di pesantren tersebut pada umumnya sama dengan kegiatan di Gontor. pertengahan dan tradisional (Salafiyah).2001) cet-ke1. biasanya pesantren tersebut didirikan dan dikelola oleh alumni Gontor. dst).

salah satunya bagian keamanan dan organisasi asrama. Organisasi santri juga membawahi beberapa bagian.00 3 4 06. 1. dan tahunan. Sumbercangkring. dll. sebagai perpanjangan tangan pengasuh pondok (Kyai) dalam mebina dan mendidik santri. Kediri Jawa Timur.30 Kegiatan 1. Di sini hanya akan diuraikan mengenai jadwal kegiatan santri. Tabel berikut ini akan memberikan gambaran secara ringkas kegiatan harian santri. ketrampilan. kesenian. Makan pagi Persiapan masuk kelas Masuk kelas pagi 2 05.00-05. Kegiatan Harian Jadwal Kegiatan Harian No 1 Jam 04.00-06. Membaca al-Qur’an Olahraga Mandi Kursus-kursus bahasa. Kegitan santri di asrama ini biasanya melaui organisasi santri (OSIS kalau di SMU) dan Gerakan Pramuka. Pada bahasan berikut ini akan dikemukakan profil kegiatan santri di asrama dengan mengambil setting Pondok Pesantren Darul Ma’rifat.45 07. Kegiatan santri di Pondok Pesantren darul Ma’rifat Kediri dapat dibagi menjadi kegiatan harian. mingguan. tengah tahunan.Kegiatan santri di dalam asrama biasanya dikoordinasikan dan ditangani oleh Pengasuhan Santri. Gurah. Bangun tidur 2.30 124 . Badan pengasuhan santri di pondok-Pondok Pesantren yang berkategori Salafiyah biasanya ditangani oleh organisasi santri dan kepala asrama (lurah pondok).00-12 .30-06. Salat Subuh berjam’ah. 3. Penambahan kosa kata (Arab atau Inggris) 4.

sedangkan pada malam hari. kemudian mandi.15-18. kamar mandi. Pada jam enam bel berbunyi tanda kegiatan-kegiatan kursus dan olahraga sudah harus berhenti.45 15.45 16. Ada dua bel yang digunakan: besar dan kecil.30 18.00-22. dan tempat-tempat lain untuk masuk kelas.00-15.15 17. mengikuti kursus-kursus bahasa. dapur.00 14.00 15.50. dan persiapan masuk sekolah.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 12. Kegiatan santri sehari-hari diawali dengan bangun pagi.00 20. bel besar dibunyikan sebagai tanda pergantian kegiatan dari pagi sampai sore.00-04.30-19. salat subuh berjama’ah di kamar masing-masing untuk kelas I-IV dan di masjid untuk kelas V dan VI. mencuci dan mandi.30-14. makan pagi. kursus ketrampilan. mulai maghrib digunakan bel kecil.30 19.00 Shalat Zuhur berjamaah Makan Siang Masuk kelas sore Shalat Ashar berjamaah Membaca al-Qur'an Aktivitas bebas / olahraga Mandi Persiapan ke Mesjid Shalat Magrib berjamaah Baca al-Qur'an Makan Malam Shalat Isya berjamaah Belajar malam Istirahat dan Tidur Pergantian dari satu kegiatan ke kegiatan lain ditandai dengan bunyi bel. ada yang belajar.45-17. Jam 07. Setelah itu itu santri punya kegiatan bebas. kursus kesenian. berolahraga.30-20.00 22. serta kemudian membaca al-Qur’an.00 mulailah kegiatan belajar pagi di kelas-kelas sampai jam 12. terus pemberian kosa kata atau struktur kalimat bahasa Arab atau Inggris. Jam 06.45 bel berbunyi tanda berakhirnya waktu makan pagi dan santri sudah mengosongkan asrama. dll. diselingi 125 .45-16.00-15.

Jam 12. Sampai kemudian berbunyi bel jam 16. Jam 17. ditambah guru-guru yunior khususnya untuk mengajar kelas IV dan III intensif.50 sekolah pagi berakhir dan santri bersiap-siap salat zuhur berjama’ah. Jam 15.istirahat dua kali.30. Sya’ir ini berisi penyesalan seorang hamba yang telah banyak berbuat dosa kemudian bertobat memohon ampunan-Nya. Jam 15. jam 08. Kelas kursus sore difokuskan untuk materi-materi bahasa dan materi-materi lain untuk menunjang program masuk kelas pagi. Setelah waktu salat Maghrib tiba dikumandangkan azan.15-11. Guru-guru yang mengajar kursus sore sebab besar terdiri santri-santri senior (kelas VI). Pengaturan pelajaran sore ini dilakukan oleh Bagian Pengajarn dengan bimbingan guruguru bagian pelajaran sore.00 tepat bel berbunyi tanda berakhirnya kursus sore dan kemudian salat `Ashar berjama’ah dan dilanjutkan kemudian dengan membaca al-Qur’an. setelah itu dibaca Sya’ir Abu Nawas.00 seluruh santri harus sudah berada di Masjid guna membaca al-Qur’an menyongsong datangnya Maghrib. sebagai wahana pendidikan mengajar. 126 . dilanjutkan dengan makan siang dan istirahat sekadarnya sebelum kemudian pada jam 14.30-09. Ini merupakan media yang baik untuk berlatih kepemimpinan dalam wujud mengatur dan menyelenggarakan kegiatan sosial untuk tujuan akademik intelektual.00 murid-murid kelas IV ke bawah masuk kursus sore. yang selalu dibaca setiap selesai azan dan sebelum salat ditunaikan. Kegiatan bebas ini sama dengan kegiatan bebas pada pagi hari.00 dan jam 11.45 bel berbunyi lagi tanda dimulainya waktu kegiatan bebas setelah salat `Ashar.45 tanda seluruh kegiatan bebas harus sudah berhenti dan bersiap-siap untuk salat Maghrib berjama’ah.

atau kantor Staf Pengasuhan Santri untuk panggilan pelanggar disiplin dari kelas V dan VI. Lepas salat Maghrib para santri membaca al-Qur’an sampai berbunyi bel tanda waktu makan malam. cemas karena merasa melanggar disiplin dan menunggu pengumuman di panggil ke kantor bagian yang berwenang. misalnya kantor Bagian keamanan. untuk kemudian bangun 127 . pengumuman pertemuan-pertemuan konsulat.00 waktunya jama’ah salat Isya. kantor Bagian Pengajaran. klub-klub olahraga. sedangkan harap. Kegiatan ini berlangsung hingga jam 22. berharap dapat panggilan dari Bagian Penerimaan Tamu untuk menemui orang tua atau kerabatnya yang datang. kantor Bagian Penggerak Bahasa. Belajar malam ini terkadang digunakan oleh guru-guru yang materinya tertinggal atau belum mencapai target yang telah ditentukan untuk menambah pelajaran guna mengejar ketertinggalan tersebut.00 saat santri memasuki waktu istirahat malam dan seterusnya tidur. kursus-kursus. Pada jam makan malam ini sebab santri ada yang langsung makan dan ada yang mengikuti pertemuan-pertemuan serta ada yang mendatangi panggilan ke kantor-kantor penegek disiplin seperti disebutkan di atas untuk disidang mempertanggungjawabkan pelanggarannya. Belajar malam ini dilakukan secara bersama di bawah bimbingan wali kelas masing-masing.30-20. Bagian Penerangan membacakan pengumuman-pengumuman dalam bahasa Arab atau Inggris. Seusai salat Isya para santri belajar malam untuk mengulangi pelajaran dan mempersiapkan untuk pelajaran hari esok.Seusai salat Maghrib dan wiridan. dll. yang berisi permohonan dibacakan doa al-Fatihah untuk santri atau kerabat santri yang sakit. Jam 19. Pengumuman ini biasanya didengarkan oleh sebab santri dengan harap-harap cemas.

Siang. dilanjutkan lari pagi wajib untuk para santri. Arab. Kegiatan Mingguan Untuk memberi gambaran tentang kegiatan di Pondok Pesantren Darul Ma’rifat dalam kurun waktu seminggu. sesetelah jama’ah subuh. jam 13. latihan percakapan bahasa Arab/Inggris. kelas V acara diskusi. setelah Jama’ah `Isya’ ada latihan pidato (muhadharah) dalam Bahasa Inggris untuk kelas I-IV. dipakai latihan Pramuka. Tidak ada perubahan dari jadwal harian Pagi hari.00 dan melaksanakan kegiatan harian seperti biasanya. Jadwal Mingguan No 1 2 Hari Sabtu Ahad Kegiatan Tidak ada perubahan dari jadwal harian Pagi hari sesuai jadwal harian Pagi hari seperti jadwal harian. dan Indonesia.esok hari jam 04.45-16. berikut ini adalah gambaran kegiatan mingguan.30 ada latihan pidato dalam bahasa Indonesia. Selanjutnya acara bebas. 2. jam 20. 3 4 Senin Selasa 5 6 Rabu Kamis 7 Jumat Perlu sedikit diterangkan mengenai sebab kegiatan mingguan di atas: • Latihan pidato Latihan pidato diadakan 3 kali seminggu. Malam hari. Pagi hari ada kegiatan percakapan dalam bahasa Arab/Inggris dan dilanjutkan dengan lari pagi wajib untuk para santri.00-21. malam hari. Tidak ada perubahan dari jadwal harian Dua jam terakhir pelajaran pagi digunakan untuk latihan pidato dalam bahasa Arab. Setelah lari pagi diadakan kerjabhakti membersihkan lingkungan kampus. masing-masing untuk bahasa Inggris.00. di bawah bimbingan santri kelas VI. dan kelas VI menjadi pembimbing untuk kelompok-kelompok latihan pidato. Latihan pidato ini 128 .

Pakaian yang dikenakan peserta adalah seperti pakaian masuk kelas pagi: baju warna polos dimasukkan ke celana dan bersepatu. training. pembawa acara berdasi dan mengenakan jas. tanggapan dan komentar atau ulasan dari kira-kira 5 peserta selain anggota kelompok yang sedang bertugas yang ditunjuk oleh pembawa acara. • Lari Pagi dan Latihan Percakapan Arab/Inggris Lari pagi diadakan seminggu dua kali: Selasa dan Jum’at. dan sepatu.ditangani oleh Bagian Pengajaran dan guru-guru pembimbing. terakhir penutup. Lari pagi ini diatur oleh Bagian Olahraga dan dipimpin secara langsung oleh pengurus asrama. selanjutnya pembukaan. pengabsenan dan pengumuman-pengumuman mengenai petugas untuk kesempatan-kesempatan berikutnya serta nasehat-nasehat dari pembimbing. Acara pidato dipimpin oleh seorang pembawa acara. Setiap asrama 129 . pidato-pidato secara bergiliran oleh anggota kelompok yang bertugas. Santri dibagi dalam kelompok-kelompok terdiri dari lebih kurang 40 orang. Pakaian lari pagi adalah pakaian olahraga: kaos. adapun pembicara semuanya mengenakan dasi. Setelah dikoreksi buku dikembalikan ke pemiliknya untuk dibaca dan dihapalkan guna dipidatokan pada waktu yang telah ditentukan. dimulai dengan pembacaan al-Qur’an. Tiap-tiap anggota kelompok yang mendapatkan tugas berpidato untuk bahasa tertentu menulis persiapannya dalam buku khusus untuk kemudian diserahkan kepada pembimbing latihan pidato untuk dikoreksi. Tiap-tiap kelompok itu dibagi lagi menjadi beberapa kelompok kecil lebih kurang 8 orang untuk memudahkan penggiliran tugas berpidato ataupun piket menyiapkan dan membersihkan ruangan.

dengan dibantu oleh pembina-pembina pramuka dari seluruh siswa kelas V. untuk hari Jum’at. Latihan dimulai dengan upacara pembukaan (pengibaran bendara) dan ditutup dengan upacara penutupan (penurunan bendera). kemudian secara per kamar dan per asrama menuju tempat yang telah ditentukan. di antaranya pioneering. para andika dan pembina serta pembantu pembina telah menyiapkan perangkat-perangkat latihan yang diperlukan. Santri dibagi menjadi 9 gugusdepan demikian pula pembina dan pembantu pembinanya.. Setiap gugusdepan dibagi lagi menjadi pramuka penggalang dan penegak. dikomando mulai lari per anggota kamar dan per asrama. untuk hari Selasa dan 4 km. dan santri wajib mengenakan kaos tersebut saat lari pagi. • Latihan Pramuka Latihan pramuka ditangani oleh organisasi kepramukaan yang ada.5 km. Jarak tempuh lari pagi lebih kurang 2.Setelah latihan percakapan selesai. Dalam berlatih pramuka seluruh santri wajib memakai pakaian pramuka dan atribut-atribut yang telah ditentukan. Seusai Salat Subuh santri langsung berganti pakaian olahraga.. untuk latihan Kamis sore itu di tempat yang ditentukan. Penggalang dibagi lagi 130 .mempunyai kaos tersendiri untuk lari pagi. Sebelum lari pagi mereka mengadakan latihan percakapan bahasa Arab/Inggris dengan topik dan teks yang sebelumnya telah dibagikan. Bagian olahraga kamar dan ketua kamar memimpin langsung lari pagi untuk setiap kamar dan untuk kelompok asramanya dipimpin oleh bagian olahraga asrama dibantu oleh ketua asrama dan bagian keamanan asrama. yakni Rabu sore. di bawah pengawasan bagian penggeraka bahasa dan bagian penggerak bahasa di asrama-asrama. Sehari sebelumnya.

Persiapan latihan itu diserahkan kepada Majelis Pembimbing Gugusdepan. Olahraga yang dilombakan meliputi: atletik. Kegiatan Tahunan Di antara acara tahunan yang sangat penting adalah penyelenggaraan Pekan Perkenalan Khutbatul `Arsy (orientasi kePesantrenan). Di samping itu pada pekan ini juga diadakan lomba-lomba permainan dan ketangkasan yang menghibur. Materi-materi latihan sangat variatif yang meliputi latihan upacara. baris-berbaris dengan segala variasinya. bermain. bola basket. Sedangkan lomba seni meliputi: baca puisi. kemudian masing-masing dibagi menjadi regu-regu. ketrampilan. Pekan olahraga dan seni. Pembantu pembina yang melatih tanpa persiapan akan dikenai sangsi. sandi-sandi. 3. 131 . terdiri dari guru-guru yang ditunjuk. penegak juga dibagi menjadi satuan bantara 1 dan 2 serta laksana 1 dan 2. Acara-acara yang diadakan pada Pekan Perkenalan ini antara lain: • • Pengajaran lagu Hymne Pondok (Oh Pondokku) untuk siswa baru. SAR. kaligrafi. yang bertujuan mengenalkan kepada santri kehidupan di Pondok secara menyeluruh. voly. dan terap. berkemah. untuk diteliti dan disahkan. dan beladiri. bulutangkis. dan sepak takraw. menulis cerpen. rakit. sepak bola. tarik suara. dll. bernyanyi. tali-temali. volk song. P3K. tenis meja. semaphore. ketangkasan.menjadi satuan-satuan ramu. pembantu pembina harus mempunyai persiapan tertulis di buku yang telah dicetak untuk kepentingan tersebut. selanjutnya semuanya dibagi lagi menjadi sangga-sangga. Dalam melatih.

dan mobil hias (semuanya milik Pondok dan keluarga Pondok). barisan pramuka peserta Jambore dan Raimuna dari pondokpondok cabang dan pondok alumni Gontor. Kuliah Umum Khutbatul `Arsy • Demonstrasi bahasa (bahasa daerah dan bahasa internasional). barisan (sebab) kelas VI. Gajah-gajahan. Ondel-ondel Betawi. 132 . selama 3 hari. Seterusnya barisan konsulat-konsulat seluruh Indonesia dan luar negeri. Bhinneka tunggal ika (barisan santri yang mengenakan pakaian suku-suku di seluruh Indonesia). senam ketangkasan.• Jambore dan Raimuna. Jaranan. diadakan di lapangan Pondok. sepeda motor hias. Seusai upacara diadakan parade barisan yang terdiri dari barisan Pengibar bendera. Santri atau guru yang absen dari acara ini dikenai skors selama setahun. selanjutnya barisan sepeda dan becak hias. apel ini wajib diikuti oleh seluruh santri dan guru. kemudian diselingi dengan atraksi-atraksi: Marching Band Pondok. barisan (sebab) guru KMI. ketangkasan naik sepeda. ketangkasan menunggang kuda. Reog. yang dihadiri oleh pondok-pondok cabang dan pondok-pondok yang dikelola alumni. • • • • • Lomba cerdas tangkas antar asrama Lomba membaca al-Qur’an dengan lagu atau MTQ Lomba senam antar rayon (asrama) Lomba baris-berbaris antar rayon Apel Tahunan. Seluruhnya kemudian secara teratur dalam barisan masing-masing keliling desa sekitar Pondok. pencak silat. Acara ini diawali dengan upacara dan yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah Pimpinan Pondok.

pantomim. Kegiatan belajar di kelas di luar waktu belajar pagi. tetapi juga sekaligus dapat memberikan pengalaman belajar dalam tercapainya tujuan-tujuan pengalaman dan sikap sosial. Kegiatan tersebut dapat menunjang kegiatan akademik kurikuler belajar pagi dalam rangka pencapaian tujuan akademik. antara lain: pentas wayang orang. misalnya kursus sore dan belajar bersama waktu malam. lenong. teaterikal puisi. rebana dan nasyid. beladiri. drama. tampaknya sulit untuk bisa memberikan batasan-batasan yang tegas tentang perbedaan kegiatan intra dan ekstra kurikuler (akademik dan non-akademik) dalam pendidikan dan pengajaran yang diselenggarakan di dunia Pesantren. komedi. Festival lagu dan baca puisi Pentas musik santri KMI Pentas musik mahasiswa Drama Arena (pentas seni oleh siswa kelas V. acaranya mirip dengan Panggung Gembira) • Panggung Gembira (pentas seni siswa kelas VI. Pengalaman belajar bersama 133 .) Sebagaimana telah disebutkan di atas. choir. • • • • • Lomba vocal group antar rayon. musik pop dan dangdut. dll. dapat dikategorikan ke dalam dua kemungkinan jenis kegiatan.• • Pentas rebana dan teater Pentas aneka seni dan budaya ``Aneka Ria Nusantara`` yang menampilkan aneka budaya daerah ditampilkan oleh santri yang berasal daerah tersebut. yaitu intra-kurikuler dan ekstra-kurikuler.

ketrampilan. 134 .yang menumbuhkan sikap sosial ini perlu bagi santri untuk bekal mereka terjun ke masyarakat. penerbitan. menerima tamu. partisipasi. sesuai orientasi dan Gerakan kemasyarakatan dari pendidikan dan pengajaran di Pondok ini. termasuk kegiatan kesenian. dan penilaian kegiatan-kegiatan santri dilaksanakan oleh santri sendiri secara self-government melalui wadah organisasi-organisasi yang ada. pelaksanaan. Di samping kegiatan-kegiatan sosial yang bernilai akademik dan kegiatankegiatan akademik yang bernilai sosial. dan kegiatan-kegiatan kepramukaan. manusia yang tidak asing dari kehidupan masyarakat. diskusi. olahraga. kepemimpinan. seperti Pramuka yang mengola segala kegiatan di luar jam pelajaran pagi. Dari sini dapat diharapkan tercapainya pengembangan dan pembinaan sikap sosial di bidang kepemimpinan. koperasi. dan mampu meneropong masyarakat serta mengadakan pembaruan dalam kehidupan mereka. mengelola koperasi. dijumpai juga kegiatan-kegiatan sosial yang bertujuan ke arah tercapainya tujuan-tujuan pendidikan sosial. kewarganegaraan. kesehatan. menjadi anggota yang aktif dan konstruktif. Perencanaan. ketrampilan. pengorganisasian. Tujuan umum dari kegiatan-kegiatan ini ialah mempersiapkan anak untuk menjadi manusia masyarakat. Nilai-nilai yang dikandung dalam segala kegiatan di atas meliputi nilai kemasyarakatan. dan nilai-nilai moral. dan tanggung-jawab. latihan pidato. Tentu saja semua ini berlangsung dengan bimbingan intensif dan efektif dari para guru terutama Staf Pengasuhan Santri dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan.

misalnya di pondok Kempek Ciwaringin Cirebon. apa lagi asrama bagi pelajar dan mahasiswa. tiap bangunan asrama didirikan berdasarkan asal daerah dan diberi nama sesuai dengan nama asal daerah masing-masing atau mengambil nama – nama tokoh ulama salaf. Di komplek Pondok Gotor. Imam Turmudzi dan lain-lain.B. Dalam mewujudkan bangunan pada Pondok Pesantren Salafiyah biasanya ada 135 . Biasanya tanah yang dibangun untuk pondok tersebut tanah milik pribadi kyai. Potret Asrama Dan Santri Penyelenggaraan asrama untuk para santri di Pondok Pesantren Salafiyah berbeda dengan penyelenggaraan asrama di Pesantren jenis kholafiyah. menunjukkan dana yang digunakan untuk pembangunan asrama tersebut dari Al-Azhar Cairo. tentunya kepentingan pendidikan Islam bagi masyarakat. atau bisa dengan haruf abjad dari A sampai Z. Kemudian datanglah santri-santri yang ingin belajar kepadanya dan turut pula bermukim di tempat tersebut. Karena banyaknya santri yang datang mereka pun berupaya mendirikan pondok di sekitar rumah kyai atau mesjid. Al – Ghozali. Contohnya gedung Al-Azhar. Mesir. Berdirinya asrama untuk para santri yang lazim disebut ‘ pondok ‘biasanya bermula dari adanya seorang kyai yang ‘ alim yang relatif menguasai ilmu-ilmu agama Islam yang menetap di suatu tempat (bermukim). Imam Syafi’i. Di Pondok Pesantren Salafiyah. seperti . ada yang kemudian diwakafkan untuk umat Islam dan ada pula yang masih tetap berstatus milik keluarga kyai yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. nama-nama asrama sebab diberi nama dari mana dana pembangunan asrama itu di dapat.

Pengelolaan asrama di Pondok Darul Ma’rifat ditangani oleh personel-personel yang diangkat oleh organisasi pelajar. para orang tua / wali santri.dua cara yang biasa dilakukan. Pertama : orang-orang tua / wali santri dari asal daerahnya masing-masing dikoordinir oleh seorang koordinator membangun asrama untuk para putranya yang siap bermukim. kesehatan. kesenian. seperti . alumni dan masyarakat dapat memberi konstribusi berupa dana maupun material seikhlasnya. dan beberapa seksi seperti seksi keamana. di pondok Darul Ma’rifat dikenal dengan istilah Rayon. dibantu oleh sekretaris. Pesantren Babakan Ciwaringin yang saat itu masih bentuk Salafiyah murni. yang bertugas emmantau dan memberikan pengajaran bahasa di rayon. seperti yang terjadi pada dewasa ini di kebanyakan Pesantren khususnya di Kabupaten Cirebon. dan ketrampilan. Segala kebutuhan material ditanggung bersama-sama orang tua / wali santri dan atau bisa dibantu oleh para donatur sesama daerah. Kedua : dirancang dan diprakarsai langsung oleh kyai yang dalam pelaksanaannya di serahkan kepada orang keperceyaannya. Pengurus rayon ini dibantu juga oelh kepengurusan lain yang dinamakan organisasi penggerak bahasa Pondok Pesantren. Pesantren Kempek. bendahara. diketuai oleh seorang kepala Rayon. kyainya sendiri hampir tidak tau menau urusan bangunan asrama hanya menyediakan tanah milik pribadi di sekeliling rumahnya dan masjid. olahraga. Kepengurusan asrama. Pengolahan asrama di Pesantren Salafiyah biasanya dipimpin oleh seorang ketua yang kazim disebut ‘Lurah Pondok ‘ yang dilengkapi dengan susunan kepengurusan dan 136 . seperti yang terjadi di beberapa Pesantren Salafiyah di Kabupaten Cirebon pada tahun 1970 an kebalakang.

sedang para pembantunya diserahkan kepada Ketua untuk memilih. Manfaatnya di sisi yang lain. bahkan hampir semua jenis kebutuhan santri dari makanan. alat-alat kebutuhan belajar hingga pakaian telah tersedia. Di Pesantren jenis ini para santri dikenakan berbagai biaya termasuk uang makan tiap bulannya.dibantu seksi-seksi sesuai kebutuhan. Atau untuk seorang Ketua asrama bisa ditunjuk langsung oleh kyainya. Bagi mereka yang malas memasak bisa makan sepenuhnya di warung. Sistem makan di Pesantren Salafiyah. Sebenarnya pengkoordinasian secara penuh dalam segala aspek kebutuhan santri di asrama. umunya para santri menanak nasi sendiri secara berkelompok masing-masing kamar. selain yang mengarah dan relevan dengan pendidikan akan berdampak negatif. mereka jelas harus makan di asrama dalam satu koordinasi. Hal ini berbeda dengan Pesantren jenis kholafiyah (modern). Seorang Katua asrama biasaya dari santri senior yang dipilih secara demokratis oleh perwakilan-perwakilan dari tiap-tiap kamar asrama. sedang untuk lauk pauknya bisa membeli di warung-warung milik masyarakat di sekitar pondok. mereka harus membeli semua kebuthan di asrama. 137 . dengan jatah bekal yang diberikan orang tua dituntut harus mampu mengatur dalam pengeluarannya. sehingga dengan sistem makan yang demikian secara langsung dapat menjalin hubungan emosional antara santri dengan masyarakat sekeliling Pondok Pesantren dan masyarakat sendiri merasa diuntungkan dengan adanya Pondok Pesantren. Masa jabatan pengurus tergantung aturan yang ditetapkan Pesantren masing-masing. Calon-calon Ketua yang akan dipilih adalah mereka yang telah mendapat restu dari kyainya. para santri terbiasa dengan pola hidup sederhana dan mandiri.

meski tidak harus menjadi kyai memimpin Pondok Pesantren. biaya listrik biaya-biaya keperluan harian di asrama dan lain-lain. C. Organisasi Santri Kegiatan organisasi di Pondok Pesantren merupakan kegiatan yang sangat diminati oleh santri pondok. Tetapi untuk biaya-biaya yang berat. swadaya para alumni dan masyarakat maupun sumbangan dari pemerintah penyelenggaraan asrama di Pondok Pesantren Salafiyah yang dikelola secara organisasi ini di samping merupakan tempat para santri bermukim. Sehingga Pesantren Salafiyah ini dapat melahirkan kader-kader muslim militan. oleh karena itu santri di Pondok Pesantren membentuk wadah organisasi tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kegiatan yang dilakukan. seperti rehab bangunan fisik asrama maupun upaya pengembangan mengingat santri bertambah banyak bisa dari kyainya sendiri. Pembahasan tentang organisasi Pondok Pesantren akan dibagi dalam 138 .akan terganggunya kreatifitas. baik secara langsung maupun tidak langsung. biasanya santri-santri dipungut biaya sekedarnya yang relatif cukup murah bila dibanding dengan tempat-tempat lain yang lazim disebut ‘ianah atau syahriyah. Untuk biaya operasional asrama di Pesantren Salafiyah ini. yang terpenting adalah terciptanya situasi di asarma yang kondusif yang menunjang keberhasilan belajar para santri dalam sistem pengawasan di bawah pimpinan seorang kyai. seperti untuk keperluan sarana administrasi. jiwa demokratis dan hubungan sosial kemasyrakatan bagi para santri yang merupakan bagian dari ruh Pondok Pesantren. santri-santri yang ‘alim yang dapat mengamalkan ilmunya sebagaimana dicontohkan kyainya sebagai pengambdian kepada agama Allah.

Kegiatan berorganisasi ini merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan santri sehari-hari. bukan intensif. dan Moto pendidikan dan pengajaran Pondok. di tiap konsulat otomatis menjadi kandidat. sebab berorganisasi di Pondok ini berarti pendidikan untuk mengurus diri sendiri dan tentu saja orang lain. Kegiatan-kegiatan ini selalu didasari oleh Panca Jiwa. Dua kandidat peraih suara terbanyak maju untuk ke pemilihan lebih lanjut untuk menentukan formatur yang terdiri dari 6-10 orang. Induk organisasi santri di Pondok ada dua : Organisasi Pelajar Pondok (OPPM) dan Gerakan Pramuka. Falsafah. Untuk gerakan pramuka akan dikemukakan dalam pembahasan tersendiri.kegiatan organisasi di Pondok Pesantren Ashriyah (Modern) dan Pondok Pesantren Salafiyah (Tardisional). Proses pemilihan berlangsung sebagai berikut: Seluruh santri kelas V yang berasal dari kelas reguler. Organisasi Santri di Pondok Modern Kegiatan berorganisasi di Pondok telah diadakan sejak awal berdirinya Pondok ini. 1. Seluruh kehidupan santri selama berada di dalam Pondok diatur oleh mereka sendiri (self-government) dengan dibimbing oleh santri-santri senior atau guru-guru. Pengurus Organisasi Pelajar adalah santri-santri kelas V dan VI (setingkat dengan kelas II dan III SMU) yang terpilih melalui musyawarah. Formatur tersebut kemudian memilih di antara mereka 139 . Hal ini dimaksudkan untuk memberi bekal dan pengalaman kepada santri untuk hidup di masyarakatnya kelak. Pemilihnya adalah seluruh anggota konsulat termasuk santri kelas VI.

Pimpinan Pondok biasanya memberikan tanggapan. dan arahan-arahan pada acara-acara seperti itu dengan menegaskan bahwa semua ini adalah untuk pendidikan. Susunan pengurus yang dirancang itu dikonsultasikan ke wali kelas dan staf Pembantu Pengasuhan Santri. a. koreksian. terakhir dikonsultasikan ke Pimpinan Pondok.diajukan untuk ikut dalam setiap konsulat kemudian mengajukan 2 orang yang akan duduk sebagai pengurus berasal dari utusan tiap-tiap konsulat yang dipilih oleh anggota konsulat. Para utusan terpilih itu kemudian memilih di antara mereka formatur yang akan menentukan ketua dan susunan pengurus selengkapnya. Mengingat pentingnya acara ini sebagai wahana mendidik bergorganisasi. sekretaris. Seusai laporan pertanggungjawaban diadakan serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru terpilih. dan 140 . Pada setiap bulan Ramadan atau sebelum memasuki tahun ajaran baru mereka mengadakan Musyawarah Kerja untuk merancang Program Kerja selama satu periode masa bakti.kegiatan santri di dalam Pondok diurus oleh 20 bagian dalam . Pada setiap akhir masa jabatan. Acara laporan pertanggungjawaban dan serah terima jabatan ini biasanya berlangsung 2 hari. bendahara. penilian. Bagian-bagian tersebut terdiri dari pengurus harian: ketua. santri diliburkan dari kegiatan belajar di kelas. Bagian-bagian Kegiatan. seluruh pengurus Organisasi ini melaporkan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan selama setahun di depan seluruh santri dan guru-guru serta pimpinan-pimpinan lembaga dan Pimpinan Pondok.

bertanggungjawab atas jalannya . Tugas-tugas dari bagian-bagian Secara singkat. sekretaris asrama. Bagian Penatu. kursus-kursus bahasa. tugas bagian-bagian dari organisasi santri tersebut diatas adalah sebagamanan yang digambarkan di bawah ini : 1) Ketua: bertanggungjawab atas kelancaran pekerjaan tiap-tiap bagian dalam. dan konsulat-konsulat.keamanan. ke dalam dan ke luar. Bagian Kesenian. sekretaris klub-klub dan kursus-kursus. memberikan arahan dan mengontrol tiap-tiap bagian dalam menjalankan tugas-tugasnya. dan Bagian Bersih Lingkungan. dan 16 bagian yang lain. Bagian Penggerak Bahasa. disiplin berpakaian. 2) Sekretariat: bertanggungjawab atas ketertiban administrai atau ketatausahaan organisasi dan memipin sekretaris bagian-bagian . Bagian Perpustakaan. disiplin berolahraga. 3) Bendahara: bertanggungjawab mengatur keuangan dan mengkoordinir bendahara asrama-asrama. sekretaris konsulat. Bagian Koperasi Dapur. Bagian Olahraga. b. santri-santri yang 141 . Bagian Penerimaan Tamu. disiplin makan dan minum. Bagian Fotografi. Bagian Penerangan. Bagian Warung Pelajar. yaitu: Bagian Pengajaran. Bagian Kesenian. Di antara tugas Bagian ini adalah: • Mengawasi dan mengontrol disiplin berjama’ah. Bagian Koperasi Pelajar. 4) Bagian Keamanan: bertanggungjawab atas berjalannya disiplin dan sunnahsunnah Pondok serta terjaganya ketertiban dan ketentraman Pondok. klub-klub olahraga. Bagian Kesehatan. jalannya latihan berpidato.

Maka segala tindakan yang dapat merusak iklim pendidikan tersebut harus dijauhkan. bukan nilai benda yang dicuri. yaitu berpacaran. karena sudah mempunyai jiwa pencuri. Masalahnya bukan terletak pada nilai pulpen. • Mendisiplin dan memberi sanksi santri-santri yang melanggar. di lain waktu bisa mencuri sesuatu yang lebih besar. bukan bengkel. Santri yang mencuri berarti sudah ada jiwa mencuri di dalamnya. dll. Santri yang mencuri. rambut santri. Jiwa yang berupa keberanian untuk mencuri ini yang berbahaya. menyensor seluruh surat dari luar Pondok yang dialamatkan kepada santri. sekarang mungkin mencuri pulpen. mencuri. tetapi lebih ditekankan pada jiwa mencuri. Di tambah lagi berkelahi itu bertentangan dengan jiwa ukhuwwah Islamiyah. piket-piket asrama dan piket malam. Contohnya. tidur malam santri. hal-hal yang merusak kedamaian tidak boleh ada.bepergian ke luar kampus. siapa saja yang melanggar mesti dikenai sanksi yang berlaku. dan bahkan anak Kyai juga dikenai sanksi jika melanggar. meskipun hanya pulpen akan diusir. Pelanggaran berat bisa yang bisa menyebabkan pelakunya diusir. termasuk keluarga pondok. misalnya mencuri. Beberapa alasan edukatif dijadikan landasan pengusiran pelanggaran ini. berkelahi. Ada pelanggaran berat dan ada pelanggaran ringan. salah seorang anak Kyai—sekarang menjadi salah seorang Pimpinan Pondok—juga pernah diberi sanksi cukur gundul karena meninggalkan kampus tidak sesuai dengan ketentuan 142 . Pondok adalah lembaga pendidikan. apapun yang dicuri. Pemberian sanksi ini tidak pilih kasih dan tidak pandang bulu. menghina pengurus. Sedangkan alasan pengusiran berkelahi adalah di lingkungan Pondok.

6) Bagian Penerangan: bertanggungjawab atas penyebaran berita-berita dari dalam Pondok dan dari luar. Ini merupakan penanaman jiwa egaliter yang dapat menjadi motor dan jiwa penegakan disiplin. imam shalat dan khatib jum’at. Di kartu itu tercatat hari. • Menangani perizinan santri untuk keluar kampus. Dari kartu itu dapat diperiksa frekuensi izin yang bersangkutan. Bagian ini juga 143 . Santri yang akan ke luar kampus harus izin ke Keamanan Pusat. memutar lagu-lagu dan instrumentalia. Jika diberi izin maka dia dibolehkan keluar Pondok ke tujuan yang dimaksud. Esok harinya santri yang izin itu menghadap ke Kantor Keamanan Pusat untuk mengecek apakah dia diberi izin atau tidak. dan menempatkan surat kabar di beberapa etalase yang tersedia. dengan cara menyerahkan kartu perizinan kepada Sekretaris asrama sehari sebelumnya. latihan dan lomba pidato santri. menyediakan sound system dalam setiap kegiatan di Pondok yang memerlukannya. jam’iyyatul qurra’. • Menyediakan trayek kendaraan kediri-Darul Ma’rifat pada hari-hari libur atau pada hari-hari menjelang santri kembali ke Pondok setelah liburan. dan tempat tujuan yang akan didatangi. tanggal. alasan. 5) Bagian Pengajaran: bertanggungjawab atas pelaksanaan pelajaran sore.yang berlaku. peringatan hari-hari besar Islam. dan diskusi kelas V serta bertanggungjawab atas ketertiban dan kebersihan masjid. Santri yang telah diizinkan itu diberi surat izin dan kartu perizinannya ditinggal di Kantor Bagian Keamanan.

kursus. lomba (cerdas cermat. tarik suara. merangkai janur. 8) Bagian Ketrampilan: bertanggungjawab atas penyelenggaraan berbagai kursus ketrampilan untuk santri. musik (drum. percakapan. menerjemah. percakapan.membawahi penerbitan koran dinding dwi-mingguan ``Darussalam Post``. ekshibisi dan publikasi karya. melayani. melukis. membuat sabun. Koran ini dikelola santri-santri kelas III-V. dll. dan memberikan penjelasan tentang Pondok kepada para tamu yang datang. merangkai bunga. membuat limun. 7) Bagian Penggerak Bahasa: bertanggungjawab atas jalannya disiplin berbahasa (Arab dan Inggris) serta usaha-usaha peningkatannya. letter dan dekorasi. Klub-klub dan kursus-kursus kesenian yang ada di bawah bagian ini antara lain: teater. calung. 9) Bagian Kesenian: bertanggungjawab menanamkan dan mengembangkan jiwa seni di kalangan santri dengan mengadakan berbagai kursus. majalah dinding. 10) Bagian Penerimaan Tamu: bertanggungjawab menyambut. melukis. lagu. serta 144 . organ. Bagian ini membawahi bagian penggerak bahasa di asrama-asrama santri serta klub-klub kursus bahasa Arab dan Inggris. Bagian ini juga mempunyai studio musik dan art gallery. drum. misalnya: sablon. dll. gitar. pentas. dan piano). baca puisi. drama. dan menerbitkan teks-teks dan buku. debat. beladiri. kaligrafi. membuat akuarium. elektronik. dan film). dekorasi. mengarang karya ilmiah dan cerpen. dan reportase olahraga). antara lain melalui pengkayaan kosa kata. baca koran dan majalah serta kitab. pemutaran kaset dan video serta CD (berita. lomba kesenian.

perlengkepan mandi dan mencuci. 2 lapangan voly. beberapa meja tenis. 3 lapangan sepak bola. dll. pakaian. Pesantren Cup. Sarana olahraga yang tersedia di Kampus Pondok antara lain: 1 Gedung Olah Raga yang memuat 2 lapangan basket dan atau 6 lapangan bulutangkis. bekerjasama dengan Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM). bekerjasama dengan masyarakat sekitar Pondok. 145 . 3 lapangan sepak takraw. peralatan tulis-menulis. perangkat atletik. 15) Bagian Kesehatan: bertanggungjawab memberikan pelayanan kesehatan santri. 13) Bagian Koperasi Warung Pelajar: bertanggungjawab atas pengelolaan warung pelajar termasuk penyediaan makanan ringan dan lauk-pauk. porseni.menyediakan konsumsi dan akomodasi untuk para tamu itu. 14) Bagian Olahraga: bertanggungjawab atas kegiatan dalam seluruh cabang olahraga yang ada. dan koordinasi seluruh klub olahraga yang ada. 2 lapangan bulutangkis di tempat terbuka. souvenir. mengelola toko obat-obatan. perangkat senam dan bodybuilding. 11) Bagian Koperasi Dapur: bertanggungjawab atas pengelolaan dapur santri. mulai buku/kitab. Ada olahraga yang wajib diikuti oleh seluruh santri yaitu lari pagi 2 kali seminggu (Selasa pagi dan Jum’at pagi). 3 lapangan basket di tempat terbuka. 12) Bagian Toko Koperasi Pelajar: bertanggungjawab atas pengelolaan toko pelajar dan penyediaan kebutuhan santri sehari-hari. makanan. 16) Bagian Perpustakaan: bertanggungjawab mengelola perpustakaan santri.

mengadakan kursus fotografi. majalah dwi-mingguan. dan sesekali mengadakan ekspo fotofoto dokumenter. penghijauan. 20) Bagian Bersih Lingkungan: bertanggungjawab atas kebersihan lingkungan Pondok. 2. distribusi majalah dan jurnal). dan pelestarian tanaman-tanaman di lingkungan Pondok. buletin. 19) Bagian Fotokopi: bertanggungjawab memberikan pelayanan fotokopi kepada para santri dan berbagai pelayanan yang erat dengan masalah fotokopi. klub-klub kursus ketrampilan. Organisasi Pelajar Pondok merupakan organisasi induk. kelompok kajian. dan klub-klub kursus bahasa. klub-klub kursus kesenian. antara lain: organisasi asrama. 17) Bagian Penatu: bertugas mengkordinir pencucian pakaian santri yang menghendaki pelayanan pencucian. Dalam Pondok Pesantren Salafiyah terdapat dua macam organisasi santri. organisasi daerah. Organisasi Santri Pondok Salafiyah Untuk profil kegiatan santri di Pondok Pesantren Salafiyah dalam bahasan ini diambil dari Pondok Pesantren Kempek dan Kaliwungu Cirebon. mendokumentasikan berbagai kegiatan di Pondok dalam bentuk foto dan video. 18) Bagian Fotografi: bertanggungjawab menangani foto-foto dokumentasi Pondok. klub-klub olahraga. dimana organisasi ini juga membawahi beberapa organisasi. warta dwiharian Syawwal.termasuk pengelolaan majalah dinding. bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Organisasi santri (Salafiyah) Intra Pesantren 146 . yaitu Organisasi Intra Pesantren dan Organisasi ekstra : a.

Dalam musyawarah ini di samping pemilihan pengurus juga diadakan evaluasi terhadap pelaksanaan pengurus periode lalu. Adapun nama organisasi bermacam-macam tergantung nama Pondok Pesantren di mana mereka belajar ( mesantren ). Dalam sistem Pesantren Salafiyah organisasi intra merupakan wadah yang mengelola kegitan santri. Organisasi intra Pesantren biasanya bersifat otonom. Organisasi santri intra Pesantren sebagimana halnya organisasi- organisasi lain dipimpin oleh seorang ketua dibantu oleh anggota pengurus lainnya. Pemilihan pengurus ( ketua ) dilakukan biasanya dalam acara musyawarah tahunan yang khusus diadakan untuk acara tersebut. Seorang ketua yang memimpin organisasi intra Pesantren ini merupakan hasil pemilihan langsung secara demokratis oleh Majelis Perwakilan Santri ( MPS) sebagai wkil-wakil santri dari tiap kamar atau cukup tiap kelompok asrama. mereka membentuk organisasi yang diberi nama ‘Ikatan Santri Al-Muayyad’. merumuskan program kerja periode mendatang dan mrmbuatrekomendasi-rekomendasi yang bersifat internal 147 . Kendati demikian kyai berpeluang ikut mengambil manfaat dari organisasi intra tersebut walau sekedar dalam kepentingankepentingan yang ringan sifatnya. tidak ada campur tangan dari kekuasaan kyai. Para santri secara demokrasi dapat memilih ketua. menentapkan orangorang dalam struktur kepengurusan dan merumuskan program-program kerjanya secara mendiri para santri. suatu contoh santri-santri dari Pondok Pesantren Al-Muayyad di Solo.Organisasi ini semacam OSIS dalam sistem sekolah atau madrasah.

lama masa jabatan pengurus maupun diadakannya musyawarah tahunan tergantung kesepakatan masing-masing. lebih cenderung mereka membentuk kelompok ikatan emosional yang secara formal tidak ada kepengurusannya. Oleh karenanya di dalam organisasi santri intra Pesantren tersebut mereka terpisah. Sedangkan untuk seksi-seksi dapat dibentuk berdasarkan kebutuhan serta sumber daya manusia ( santri ) yang tersedia. biasanya bersifat luwes dan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.maupun eksternal. Sebab sebagaimana dijelaskan. tidak ada keharusan yang pasti melainkan fleksibel. Sebagaimana kita maklumi. pengurusharian yang terdiri dari ketua dan beberapawakil ketua. bertemunya santri-santri putra dengan santri putri masih dipandang tabu dalam tradisi Pesantren Salafiyah. di dalam struktur tersebut komposisinya terdiri dari : Penasehat. Struktur organisasinya. Dengan kata lain struktur orgnisasi sangat tergantung dari besar atau kecilnya sebuah Pesantren. kyai merupakan figur sentral Pesantren dan menjadi idola bagi para santri dalam segala aspeknya di Pesantrenya masing-masing. bendahara dan beberapa wakil bendahara. sekretaris dan beberapa wakil sekretaris. atau bahkan bagi santri-santri putri biasanya tidak memerlukan terbentuknya organisasi. sedang kyai-kyainya sendiri di Pesantren jenis ini masih banyak yang kurang mengerti terhadap organisasi kurang begitu penting. baru ada pada sebab Pesantren saja. 148 . Tetapi sebagimana lazimnya sebuah organisasi. Pada yang sebenarnya organisasi santri intra Pesantren ini belum merata ada di setiap Pesantren Salafiyah.

Apa lagi menjadi pemimpin informal. Sayifuddin Zuri. lebih-lebih dalam lembaga pendidikan Pesantren atau pun madrasah. sehingga beberapa kelebihan dan pengalaman masing-masing Pondok Pesantren bisa untuk saling melengkapi dan kemungkinan-kemungkinannya bekerja sama sesama para santri antar Pondok Pesantren. Bila di Pesantren masing-masing kyainya 149 . K.Bila kita melihat potensi organisasi santri ini cukuplah besar. Tentunya kerja sama yang paling ideal kerja yang yang mengarah pada pendidikan. Abdurrahman Wahid. masing-masing pernah menduduki jabatan Menteri Agama RI. namun untuk sementara ini belum ada sebuah wadah untuk menghimpun santri-santri yang berskala nasional sebagaimana hal Pramuka dalam lingkungan sekolah atau Madrasah. Dalam kepemimpinan formal misalnya: K.H. pengusaha.H. Di samping itu.A Dahlan.H. baik bersifat lokal maupun nasional. Abdurrahman Wahid ). Bagitu besarnya potensi yang dimiliki Pondok Pesantren. K. Dari Pondok Pesantren dapat lahir pimimpin-pimimpin yang handal baik informal maupun formal. politisi.H. dalam dunia pendidikan. takhnologi dan hal-hal lain yang bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang dewasa ini masih kita prihatinkan. seperti : petani sukses.H. Wahid Hasyim ( orang tua K. Sangatlah banyak tidak dapat kita hitung dengan hitungan jari. yang cukup berhasil dalam bebagai profesi pun tidaklah sedikit . sejarah telah membuktikan. dalam Pondok Pesantren ternyata menyimpan kekuatan besar yang cukup dapat diandalkan. seorang alumni Pesantren Tebu Ireng Jombang. K. ketrampilan.

Karena Pondok Pesantren Salafiyah berbeda dengan Pondok Pesantren sistem kholafi yang menyelenggarakan kegiatan madrasah atau sekolah secara formal.merupakan tokoh politik atau punya kecenderungan pada politik-politik tertentu. biasanya ia akan digundul dan kepalanya disiram dengan air ceboran. Kegiatan Intra Pesantren. diteruskan mengaji kembali sampai 16.00 santri tergabung dalam kegiatan belajar bersama yang dikenal dalam istilah Pesantren “ Musyawaroh ”. dalam belajar bersama inilah tiap-tiap kelompok memiliki pemandu yang terdiri dari seorang santri senior dari tiap kelompoknya. Antara waktu Magrib sampai Isya digunakan oleh santri untuk membaca Al Qur’an. antara pukul 20.00 sampai dengan pukul 22. wadah/ organisasi santri ini tidak boleh di pengaruhi untuk kepentingan politik tersebut. bila ada santri dilihat keluyuran.00 keadaan Pondok Pesantren mulai hening karena kelompok- 150 . para santri di Pondok Pesantren biasanya mengaji mulai ba’da subuh ( sesudah itu kembali mengaji sampai pukul 12.00. waktuwaktu ini sangat ketat dan santri dilarang keluyuran antara waktu-waktu tersebut. maka akan ditangkap oleh juru piket dan ia di-ta’jir ( dihukum). antara waktu sholat Ashar sampai magrib ini istirahat kembali.00 siang dan istirahat sampai pukul 14. kegiatan utama dari santri adalah mengikuti pengajian pokok yang diselenggarakan oleh Kyai dari Pondok Pesantren tersebut.00. dan biasanya digunakan untuk jalan-jalan sore. maka kegiatan ngaji merupakan kegiatan pokok atau utama. Sesudah pukul 22. Sesudah sholat Isya.

sedang santri-santri senior yang diberi tugas membantu Kyai dalam kalangan Pondok Pesantren disebut dengan “ badal ”.00 keadaan Pondok Pesantren akan cukup hening. Dengan belajar secara privat ini. terutama di halaman depan Pesantren. Sesudah pukul 24. Dapat kita katakan hampir tidak ada santri baru yang masih hijau penguasaan ilmu agamanya langsung belajar pada kyainya. Kegiatan lain dari Intra Pesantren adalah semacam “ tutorial ” yakni santri-santri yunior dibimbing oleh para santri senior untuk mengaji dan biasanya seputar tata cara membaca kitab gundul / kitab yang tidak mencantumkan harakat. diharapkan ketika nanti santri harus belajar langsung dengan Kyainya ia telah lancar membaca dan sedikit memiliki pemahaman terhadap materi kitabtersebut. kini kelompok terpecah terdiri dari kelompok-kelompok yang lebih kecil antara 3 atau 4 santri sedang diskusikan pengajian-pengajian untuk pagi harinya atau lebih memperdalam penguasaan materi kepada yang lebih pandai. dalam proses pembimbingan inilah digunakan metode sorogan (semacam belajar individual antara guru dan murid ). ini semacam pembahasan persoalan-persoalan keagamaan dan kemasyarakatan yang sedang aktual dan berkembang dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. hanya beberapa orang santri piket saja yang masih terjaga.kelompok belajar yang semula terdiri dari puluhan santri mulai menyusut. menikah di bawah tangan ( 151 . Umpamanya persoalan Tenaga Kerja Wanita. Biasanya anak-anak baru ini dibimbing terlebih dahulu oleh para senior yang telah dipercaya. kegiatan yang tidak kalah pentingnya adalah “Bahsul Masail Diniyah”.

Selintas persoalan di atas. gerakan separatisme. tetapi juga diundang dari pondok-Pondok Pesantren lain. ini biasanya sang wanita menjadi istri kedua ). maka ini merupakan jawaban cerdasdari kalangan Pesantren ( yang selama ini dianggap ortodox / kuno ) terhadap persoalan yang kini sedang dihadapi bangsa. Umpamanya beberapa waktu yang lalu di Pondok Pesantren Al Hikam Malang dihalaqohkan persoalan hubungan antara . kurang menyentuh kebutuhan sehari-hari komunikasi santri.seorang laki / perempuan yang menikah tidak dicatatkan pada petugas KUA. diadakan pula “Halaqoh” semacam seminar terhadap persoalan-persoalan yang benar-benar hangat dan sedang dibutuhkan pemecahannya dalam kehidupan masyarakat bahkan bangsa. Halaqoh biasanya tidak hanya melibatkan santri-santri dari satu Pesantren. Pada tataran yang lebih tinggi dan ini biasanya hanya ada pada pondokPondok Pesantren besar tertentu . Diundangnya 152 . Karena persoalan-persoalan di atas. merupakan persoalan yang cukup berat dan serius. tetapi bila ditilik lebih kedalam. demontrasi dan seterusnya. asuransi jiwa sampai dengan persoalan politik seperti Presiden Perempuan. maka biasanya hanya santri-santri yang betul-betul mumpuni yang dapat terlibat dalam pembahasan masalah-masalah tersebut. kudeta terhadap kekuasaan yang syah. perdagangan saham. Kebanyakan yang hadir dalam persoalan-persoalan ini adalah santri-santri senior yang cukup “ Faham ” dengan persoalan-persoalan kekinian. Agama. yang dianggap mampu juga memberikan kontribusi pemikiran terhadap masalah yang sedang dibahas. Militer dan masyarakat sipil.

karena para anggota memang berasal dari suatu daerah-daerah tertentu yang berlatar belakang suku atau sosial budaya tertentu. keterbukaan akan informasi dan sharing pendapat kini mulai berkembang di kalangan pondok pesanren. namun aktivitasnya ada di luar Pondok Pesantren. santri-santri asal Kabupaten Cirebon yang mesantren di Pondok Pesantren Kaliwungu. atau di mana masingmasing membentuk organisasi. bakti sosial dan lain-lain. Kegiatan organisasi ekstra santri dalam melaksanakan kegiatannya biasanya hanya pada moment-moment tertentu saja. begitu pula sasaran programnya 153 . GMNI. Organisasi Santri (Salafiyah) Ekstra Pesantren Organisasi Ekstra Pesantren anggotanya adalah santri-santri dari Pondok Pesantren. b. ini mengindikasikan sebenarnya keterbukaan menerima pemikiran dari luar bukan hanya monopoli kalangan perguruan tingi saja. Organisasi ini sering disebut pula sebagai organisasi santri bersifat kedaerahan. sejalan dengan makin intersipnya hubungan antara kalangan Pesantren dengan dunia luar. seperti .peserta dari lain Pesantren. Cuma bedanya terdapat pada aktivitasnya kegiatan maupun program-program. atau HMI. Kalau di Perguruan Tinggi Organisasi ini agak mirip dengan PMII. silahturahmi. seperti : saat liburan panjang Pondok Pesantren pada bula puasa – syawal mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang antara lain seperti : pertemuan. Kalau kita lihat organisasi ekstra Pesantren ini masih belum berjalan efektif. aktifitasnya masih sangat minim. tetapi juga kalangan Pondok Pesantren pun telah melakukan hal yang serupa.

baik bagi para santri. hanya dari kita sebagai orang yang memiliki peduli terhadap keberadaan Pondok Pesantren perlu 154 . alumni ataupun masyarakat pada umumnya. Di mana dalam ajaran Islam sendiri tidak mengenal adanya disriminatif antara daerah. agar organisasi santri ekstra pesanren ini dapat secara optimal membuat dan melaksanakan program-programnya sehingga manfaatnya akan bisa lebih lagi. sebagai pneyalur informasi tentang keberadaan aktivitas Pondok Pesantren bersangkutan dengan para alumni yang kurang sempat menjalin komunikasi secara kontinyu. dikhawatirkan terbentuknya embrio rasa kedaerahan dan rasa kesukuan yang berlebihan sehingga mengakibatkn berpandangan sempit.sebahagian besar masih belum jelas. bisa timbul gep yangjustru akan menjadi kontra produktif dengn misi Pondok Pesantren itu sendiri yang merupakan lembaga pendidikan Islam. mengingat para anggotanya berlatar belakang dan bersifat kedaerahan atau suku tertentu. Namun untuk pengembangan organisasi ini perlu dikelola secara baik dan hati-hati. Manfaatnya baru bisa dilihat pada hal-hal yang bersifat praktis. Sehingga kurang begitu besar gaungnya di masyarakat. khususnya dari para alumni Pesantrenya masing-masing maupun kyai. Hingga dewasa ini sebenarnya kekhawatiran itu belum pernah terjadi bahkan indikasi saja belumlah nampak sama sekali. Oleh karena itu perlu adanya perhatian yang lebih. seperti: Sebagai penghubung antar mereka yang sedang belajar di Pondok Pesantren dengan orang tua / wali santri di daerahnya masing-masing. Di samping itu. suku danbangsa dengn lainnya.

mereka dititipkan di rumah-rumah penduduk dan melakukan kegiatan bakti sosial yang berdimensi keagamaan semacam. lintas daerah maupun lintas suku. Kegiatan Extra Pesantren. Selain kegiatan santri ke desa-desa juga Pemda Jabar meluncurkan (pada tahun 2000 an ) program pos kesehatan pesantren (Poskestren) dengan pembangunan yang dibiyayai pemda diperuntukkanbagi pesantren dan lingkungannya. Nuriana dan dilaksanakan di wilayah Jawa Barat. membantu Kegiatan ini merupakan produk dari Pemda Jawa Barat pada masa HR. belajar barzanji. Di Pondok Pesantren ini ada beberapa kegiatan yang patut dicontoh Pondok Pesantren lain seperti: Santri Raksa Desa21. Sehingga kegiatan extra Pesantren sangat kosmopoliti sehingga Pesantrenya penuh dengan aneka ragam kegiatan. seperti Kuningan. mengeraskan jalan. tetapi lebih luas sebab melibatkan banyak instansi baik kalangan pemerintah maupun swasta. tidak melulu mengaji. melatih anak-anak untuk belajar Al-Qur’an. dll. Dalam pelaksanaannya santri-santri yang telah mengikuti semacam “ training ” diterjunkan ke desa-desa selama kurang lebih 45 hari. 21 155 . Tapi sebaliknya diharapkan dari organisasi santri ekstra Pesantren ini dapat melahirkan tokohtokoh pemimpin yang berpandangan luas. disamping juga ada kegiatankegiatan fisik semisal membuat WC sederhana. kegiatan ini semacam KKN. umpamanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Salafiyah Kempek Ciwaringin Cirebon. Cirebon . yakni kegiatan yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan kegiatan mengaji kegiatan semacam ini mirip dengan bakti sosial yang dilakukan kalangan mahasiswa atau pelajar. baca tulis arab.antisipasi agar hal-hal yang mengkhawatirkan tidak akan terjadi.

Sesudah dipilah-pilah. maka mereka diwajibkan mengikuti pembekalan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Instansi lain yang terkait. kueh dan seterusnya. Sebelumnya santri-santri tersebut diterjunkan dalam kegiatan pembimbingan mereka dibagi-bagi terlebih dahulu sesuai dengan minat. Beberapa Pondok Pesantren melanjutkan kegiatan tersebut dengan lebih menekankan pada program pembinaan mental spiritual. instansi listri sederhana. las. tukang batu. bila program pertama bertujuan melakukan perbantuan untuk mempercepat pembangunan khusunya pembangunan fisik dan mental. program ini berbeda dengan program santri raksa desa. pembekalan biasanya selama 3 (tiga) bulan. adalah mereka yang telah dibekali dengan pelatihan-pelatihan praktis di bidang pembukuan sederhana. sesuai dengan misi Pesantren itu. Santri Raksa Usaha. Dalam pembekalan itulah nanti diketahui mana santri yang berbakat dan memiliki kemampuan yang memadai. hanya mereka yang berbakat dan memiliki kemampuan saja yang 156 . maka program kegiatan santri raksa usaha bertujuan melakukan pembimbingan ekonomi kerakyatan. keterampilan-keterampilan yang biasa digunakan kalangan pedesaan seperti . tukang cukur. motivasi ekonomi. Kegiatan santri raksa desa ini tujuannya adalah mengenalkan santri-santri Pondok Pesantren dengan realitas kehidupan masyarakat.kelancaran saluran air dan seterusnya. tentu juga karena kucuran dana dari pemerintah propinsi mulai susut.pembuatan anyaman. Ini bukan santri-santri yang diterjunkan dalam program santri raksa usaha. bakat serta keterampilan dasarnya. kayu.

sebab kita tahu hanya kalngan Pesantren saja ( disamping nasionalis lainnya ) yang betul-betul frontal dan total dalam melawan penjajah. kelompok masyarakat Pesantren merupakan kelompok yang paling gigih menentang segala sesuatu yang berasal bahkan berbau budaya barat. Bukan hanya sekolah yang ditolak kalangan Pesantren kala itu. Dan seperti kita ketahui. budaya persekolahan merupakan tradisi yang berasal dari orang-orang belanda yang dibawa ke Indonesia. dimana ada juga sisi-sisi positif budaya barat itu. tetapi juga ditolak cara berpakaian ( waktu itu santri dilarang memakai celana panjang. mau tidak mau kita harus berguru kepada bangsa- 157 . Artinya dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. bahkan ada Kyai yang “ melarang ” sama sekali santrisantrinya untuk belajar pada lembaga pendidikan formal.terjun dalam kegiatan santri raksa usaha Bila kita lihat sosok tampilan santri Salafiyah adalah mereka yang tidak berpendidikan formal. jelas-jelas merupakan sikap yang merugikan diri sendiri. Hal ini kemungkinan besar masih dihinggapi semangat anti terhadap sesuatu yang berbau nilai-nilai barat. Kerasnya sikap kalangan Pesantren terhadap budaya dan tradisi barat ini kalau dilihat dalam konteks perlawanan terhadap penjajah waktu itu memang patut kita banggakan. maka mengingat bahkan konfrontatif total dengan budaya barat. Seperti kita ketahui. dasi dan sejenisnya ). cara maka dengan garpu sampai dengan nama-nama yang berbau barat. Tetapi dalam konteks alam kemerdekaan bahkan budaya dunia yang semakin mengglobal.

Banyaknya keluarga Kyai yang terjun dalam dunia usaha. Pondok Pesantren Salafiyah akhirnya terkotak menjadi dua kelompok.bangsa barat yang kenyataannya jauh lebih maju dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu kelemahan alumni Pondok Pesantren Salafiyah yang karena mereka tidak mau mempelajari ilmu-ilmu umum. Dalam perkembangan berikutnya. keluarga Kyai-Kyai dari Pesantren Salafiyah umpamanya. Salaf murni dan campuran (tidak murni). Asembagus. bangunan-bangunan yang berbau lokal “ madrasah-madrasah ” harus jauh dari bangunan pondok. Pada Pondok 158 . bahkan telah banyak anak-anak Kyai yang tamat perguruan tinggi dan ahirnya masuk menjadi birokrat. beberapa Pesantren di Bandung. Tentu kedepan sangat perlu kita pikirkan bahwa dekatnya keluarga Pesantren dengan ilmu pengetahuan serta iptek “ sekuler ” tidak serta merta akan membawa mereka terhanyut kehilangan jati dirinya. Kempek Cirebon yang aktif dalam dunia usaha dan pertanian (Agribisnis) makin memperdekat persepsi akan pentingnya ilu-ilmu “sekuler” bagi keluarga Pesantren. maka kemudian ada perubahan-perubahan yang mulai mengerah kepada hal-hal yang positif. ahirnya mereka kurang memiliki kemampuan dalam mengakses persoalan-persoalan kekinian. Salafiyah murni ini benar-benar “ anti sekolah ” bahkan ada salah satu pondok Salafiyah dimana ada aturan tak tertulis. mereka juga hanya berkutat pada sektor-sektor non formal. Tetapi dengan makin banyaknya umat Islam yang bergaul dengan aparat birokrasi. seperti kita ketahui. Lirboyo.

kegiatan sehari-hari murni kegiatan keagamaan dan sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia sekolah dan madrasah. Problem kita adalah bagaimana menarik minat mereka yang sebenarnya sangat anti sekolah / madrasah agar sedikit demi sedikit memahami bahwa madrasah atau sekolah merupakan satu keniscayaan yang harus dilakoni. mereka kurang tertarik dengan dunia lain diluar itu. bila tokoh-tokoh kunci ini bisa memahami dan berubah maka santri-santri Salafiyah juga akan berubah. Alumni dari Pesantren Salafiyah jenis ini akan tampil sebagai seorang Kyai yang biasanya sangat teguh memegang norma-norma Islam dan bersifat “ agak anti pemerintah ”. Alumni Pondok Pesantren ini karena tidak mempelajari pelajaran umum. untuk itu tokoh-tokoh utama dari Pondok Pesantren Salafiyah ini perlu diadakan pendekatan untuk bisa memahami betapa pentingnya pendidikan sekolah / madrasah tersebut. Dalam dunia organisasi keagamaan pun alumni Pondok Pesantren ini hanya akan bersentuhan dengan kegiatan-kegiatan yang murni keagamaan. sebab figur ini sangat menentukan dari pendekatan yang dilakukan. Sehingga mau tidak mau secara alami atau jangka panjang juga mereka akan membutuhkan atau bersentuhan dengan dunia sekolah / madrasah. 159 .Pesantren jenis ini. mereka akan terjun pada sektor-sektor non formal. Persoalannya adalah bagaimana kita mampu melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh kunci dari dunia Pesantren Salafiyah ini. hanya kapan dan dari mana kita memulai itulah problemnya.

Dalam praktek umpamanya. anak-anak yang usia sekolah dasar. dengan pola yang sama. Tetapi tidak langsung larut kehilangan jati diri sehingga sistem salaf malah lebur ke dalam bentuk totak sekolah atau madrasah. artinya sistem salaf yang tidak kaku serta mutlak-mutlakan menentang segala bentuk sekolah dan madrasah. Idealnya sistem Pondok Pesantren Salafiyah adalah seperti tersebut di atas. lama pelajaran juga tidak mutlak tiga tahun. bahkan pada beberapa Pondok Pesantren tertentu menyediakan lembaga pendidikan formal. pada Pondok Pesantren model ini sistem salaf masih digunakan. dengan cara seperti ini maka santri . maka tingkat SLTP / MTs. ia juga harus belajar ilmu-ilmu pokok yang menjadi standar anak usia sekolah dasar semisal. disamping ia tetap mengaji secara salaf.santri salaf tidak akan ketinggalan dengan kemajuan pendidikan sekolah / madrasah yang berjalan di luar Pesantren Pendidikan pun harus dilakukan secara berjenjang. tetapi pihak Pesantren memberikan kelonggaran kepada santrisantrinya untuk mengikuti pendidikan formal di luar jalur pondok. artinya setelah anak dapat menempuh ujian standar SD / MI. Bahasa Indonesia dan seterusnya.Salafiyah campuran. tetapi materi pokok dari keseluruhan materi yang biasa diajarkan pada jenjang SLTP / MTs harus diberikan secara tuntas dan evaluasi juga harus dilakukan secara berkala dan 160 . disamping tetap teguh melaksanakan aktivitas-aktivitas Salafiyahnya. hanya beberapa mata pelajaran pokok saja yang diajarkan pada jenjang ini. kemudian di ahir jenjang pendidikan ia juga harus mengikuti evaluasi yang standar layaknya anak lulusan SD / MI. Matematika. IPA.

Matematika. Ekonomi bahkan politik kontenporer. Potret Kegiatan PRAMUKA 161 . Kimia. harus ada semacam “ kenaikan kelas ”. Alangkah bahagianya bila di masa mendatang. D. sebab pada hakekatnya semua manusia itu memiliki kemampuan yang sepadan sehingga jenjang pendidikan perlu diberlakukan dan ini juga digunakan untuk mencapai pendidikan yang standart. bukankah dulu para ilmuan Islam semisal. Imam Ghozali juga merupakan sosok seorang ulama sekaligus ilmuwan sekuler. Ibnu Sina. yang fasih melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan Al Hadist tetapi juga menguasai teoriteori Fisika. Ibnu Khaldun. Biologi. Sekalipun santri tersebut merupakan perpaduan antara kemampuan ilmu-ilmu agama dengan kepiawaian ilmu-ilmu umum. kita aktivis Islam akan menyaksikan santri-santri yang selalu bersarung dan berkopiyah itu.berjenjang. ini sangat penting untuk menjadi kontinuitas pendidikan dan keteraturan jenjang belajar. sebab kita tidak menghemndaki adanya sekelompok umat Islam yang tertinggal dalam ilmu pengetahuan dan teknologi walau mereka sendiri tidak merasa tertinggal. Dengan diperbolehkan anak-anak usia sekolah ikut ujian atau mendapat mata pelajaran di luar sistem ngaji salaf maka hal itu nanti akan menghilangkan tembok penyekat antara santri salaf dengan anak-anak sekolah yang selama ini terjadi dan itu sebenarnya sangat merugikan perjuangan umat Islam secara keseluruhan.

Gerakan Pramuka di beberapa Pondok dianggap sangat penting sebagai sarana pendidikan yang dapat menanamkan kepribadian. • Andalan Koordinator Urusan Kesekretariatan: bertanggungjawab atas ketertiban administrasi organisasi dan memimpin sekretaris Gugusdepan. 1. • Andalan Koordinator Urusan Keuangan: bertanggungjawab atas keuangan Koordinator. Latihan pramuka wajib untuk seluruh santri diadakan pada setiap Kamis sore. sehingga seluruh santri Pondok adalah anggota Pramuka. • Andalan Koordinator Urusan Latihan: bertanggungjawab mengkoordinir latihan dan kegiatan kepramukaan. di bawah pengawasan Majlis Pembimbing Harian. Susunan Organisasi Bagian-bagian dalam Koordinator Gerakan Pramuka Pondok ini terdiri dari: • Ketua: bertindak sebagai koordinator seluruh kegiatan organisasi dan bertanggung jawab atas jalannya program-program kerja tiap-tiap anadalan. 162 . mental. • Andalan Koordinator Urusan Perpustakaan: bertanggungjawab mengangani perpustakaan pramuka. Gerakan Pramuka di Pondok Darul Ma’rifat telah mewajibkan seluruh santri untuk aktif dalam kegiatan kepramukaan. dan Marching Band. Gugusdepan. dan Marching Band. dan akhlak mulia untuk bekal para santri dalam hidup bermasyarakat. Kegiatan kepramukaan ini ditangani oleh organisasi yang disebut Koordinator Gugusdepan.

Gugusdepan merupakan satuan terdepan dalam Gerakan Pramuka yang menjadi wadah untuk menghimpun dan membina peserta didik sesuai dengan golongan usia dan jenis kelamin. Gerakan Pramuka Gugus Depan mengadakan kursus-kursus orientasi. Kursus dan Latihan Kepramukaan Untuk meningkatkan kualitas kepramukaan para santri. Saka Bhayangkara. benda-benda pos dan korespondensi.• Andalan Koordinator Urusan Kedai Pramuka: bertanggungjawab menangani kedai pramuka yang menjual barang-branga keperluan pramuka. Gugusdepan ini dibentuk untuk memudahkan pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan dalam mencapai tujuan Gerakan Pramuka. Di antaranya adalah: Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). 2. Saka Wana Bhakti. Masa Pengembangan dan Pamantapan (MPP). Drumb Band. Latihan Search And Rescue (SAR) Di samping itu Koordinator Gerakan Pramuka Pondok juga mengadakan 163 . Gladian Pimpinan Regu dan Sangga. Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK). Gugusdepan. Pada bulan Ramadhan organisasi ini mengadakan Rapat Kerja Koordinator untuk membahas dan menetapkan program kerja Koordinator dalam satu tahun. • Andalan Koordinator Urusan Perlengakapan: bertanggungjawab mengadakan dan memelihara segala barang keperluan organisasi. terdiri dari 9 satuan. Saka Bhakti Husada. Kepengurusan ini berlangsung selama setahun masa bhakti yang diakhiri dengan laporan pertanggungjawaban dan seterusnya diadakan pergantian pengurus.

Kegiatan yang dimaksudkan di sini bersetting di KMI (Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah. cross country.Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) Antar Gerakan Pramuka Pondok Alumni. lembaga pendidikan setingkat SLTP-SMU) di Pondok Pesantren Darul Ma’rifat Gurah Kediri. mingguan. 1. dilakukan oleh guru-guru senior yang bertugas secara bergantian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. dan tahunan.kurikuler (dalam kelas). ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler. Kegiatan belajar di kelas ini meliputi kegiatan intra. cerdas tangkas kepramukaan. Kegiatan Harian Kegiatan ini meliputi: 1) Supervisi proses pengajaran. Perlu dicatat pula bahwa seluruh pengurus organisasi ini berada di bawah bimbingan majelis guru yang disebut Staf Pengasuhan Santri. lomba wide game. E. Potret Kegiatan Belajar Santri Pada bagian ini akan dikemukakan profil kegiatan santri di madrasah. Lomba Tingkat (LTII) Antar Gugusdepan. mencipta lagu-lagu pramuka. Ini berarti seluruh pengurus tidak kebal dari disiplin dan sanksi. 3) Pengawasan disiplin masuk kelas mulai jam 06.45 WIB. bahkan lebih dari sanksi yang dikenakan kepada para anggota.. 2) Pengecekan persiapan mengajar. oleh guru-guru staf 164 . dilakukan oleh bagian Proses Belajar Mengajar dan Pembinaan Karir Guru atau guru-guru yang telah ditunjuk. Sebagaimana disebutkan di atas kegiatan KMI ini terdiri dari harian. berikut ini uraiannya. tengah tahunan. Jika melanggar mereka juga mendapatkan sanksi yang sama.

Salah satu moto pengajaran di Darul Ma’rifat berbunyi ``Kelas kosong (dari guru) itu dosa besar``.dan kenyamannya.00-21. guru piket tersebut segera menghubungi staf KMI yang kemudian akan mencarikan guru pengganti. 7) kelas. Jika ada kelas yang kosong. agar tidak ada santri yang terlambat masuk kelas.45.Kantor KMI. Pengawasan ini juga dilakukan pada waktu masuk kelas lagi setelah jam istirahat. baik secara langsung dan atau pada pertemuan mingguan guru hari Kamis. Di samping itu guru juga mengontro suasana asrama santri: kebersihan. 4) Pengontrolan kelas saat pelajaran berlangsung. Kegiatan Mingguan Kegiatan ini antara lain: 1) Pertemuan guru KMI setiap Kamis (Kemisan) yang bertujuan untuk Pembagian tugas jum’at bersih untuk tiap kelas. oleh guru yang piket. untuk menjaga kebersihan 165 . Pengontrolan kelas untuk mengecek apakah ada kelas yang tidak ada gurunya dan mengetahui ketepatan waktu hadir guru di kelas. Hasil kontrol dicatat di buku yang telah disediakan untuk dievaluasi. 2. Beberapa guru yang bertugas mendatangi asrama dan kamar-kamar santri untuk mengontrol apakah ada santri yang tidak masuk kelas dan apa alasannya serta adakah dia sudah punya surat izin tidak masuk kelas. 6) Penyelenggaraan belajar malam (muwajjah) bersama wali kelas. 5) Pengontrolan asrama santri saat pelajaran berlangsung oleh guru yang bertugas. keasrian. berlangsung dari jam 20.

2) Pertemuan ketua-ketua kelas (Jum’at malam) untuk menyampaikan informasi seputar aktifitas belajar-mengajar.) 4. membantu mengawas ujian. kontrol persiapan mengajar guru. sebagai wahana menguji kemampuan mereka— setelah mempelajari Bahasa Arab hingga kelas V dan VI.. meliputi absensi guru. hadis. Kegiatan Tahunan Kegiatan-kegiatan ini lebih merupakan penunjang untuk keberhasilan belajar siswa. Forum ini juga digunakan oleh Pimpinan Pondok untuk membicarakan program-program dan masalah-masalah Pondok secara keseluruhan. tafsir.mengevaluasi kegiatan belajar mengajar selama seminggu. Program ini meliputi: 1) Fath al-Kutub: Kegiatan ini adalah latihan membaca kitab (terutama kitab klasik) untuk kelas V dan VI. 3. dll. fiqih. dll. tasawwuf. terutama dalam 166 . disiplin dalam kelas. Kegiatan ini berlangsung seminggu. Ujian ini dipanitiai oleh beberapa guru yang diberi amanat dengan dibantu oleh seluruh siswa kelas VI (membantu kesekretariatan. serta kemudian membuat dan menyerahkan laporan tertulis mengenai hasil kajiannya kepada guru pembimbing. Kegiatan Tengah Tahunan Program tengah tahunan di KMI adalah ujian semester I dan II. dan nasehat-nasehat. 2) Fath al-Mu’jam: latihan dan ujian membuka kamus berbahasa Arab untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan berbahasa Arab santri. membantu menguji lisan. Santri diberi tugas untuk membahas persoalan-persoalan tertentu dalam akidah.

3) Manasik al-Haj: latihan ibadah praktek ibadah haji bagi siswa baru. Selulruh anggota kelompok dan pembimbing ikut masuk ke dalam ruang kelas tempat praktek mengajar untuk mengamati dan mengevaluasi jalannya proses pengajaran. berbadasarkan rangking nilai ulangan. berdasarkan kelompok-kelompok yang telah ditentukan. d) Amaliyah pertama oleh beberapa (5-7) siswa dilaksanakan. yakni praktek mengajar untuk siswa kelas 6. di bawah bimbingan guru senior. Ulangan ini untuk mendalami materi dan sekaligus menentukan santri-santri yang akan mengadakan praktek mengajar pertama kali. lembaran evaluasi/kritik yang telah ditulis kepada pembimbing utama.menelusuri dan mencari makna kosa kata. di bawah bimbingan guru-guru yang sudah menunaikan haji. c) Penunjukkan siswa-siswa yang akan praktek mengajar pertama. Program ini diselenggarakan sebagai berikut: a) b) Diadakan pengarahan-pengarahan amaliyah ini. kelas-kelas yang dipakai praktek dipindahkan ke ruangan yang memadai. 4) Amaliyat al-Tadris. juga guru yang praktek itu sendiri. berlokasi di lingkungan kampus. e) Seusai praktek mengajar diadakan forum evaluasi/kritik. Seluruh anggota menyerahkan kelompok dan pembimbing. untuk kemudian membuat SAP. 2 hari. untuk 167 . Dilanjutkan dengan ulangan-ulangan tertulis dan langsung dikoreksi mengenai seluruh materi ilmu pendidikan dan didaktik-metodik pengajaran. 1-2 hari. Karena ini masih kelompok besar.

kemudian dibacakan satu-persatu hinga selesai. Ini biasanya berlangsung 2 hari. Evaluasi/kritik diberikan ke keseluruhan gerak-gerik dan kegiatan guru selama mengajar, termasuk cara menyampaikan pertanyaan, cara menulis, dll., tetapi yang lebih dipentingkan adalah kritik terhadap metode dan sistematika pengajaran. Kritik yang ditulis itu harus diberi bukti tertulis juga, jika tidak, tidak akan diterima. f) Pada praktek mengajar berikutnya, siswa dibagi ke dalam kelompok-

kelompok kecil terdiri lebih kurang 15 orang, dan proses pengajaran dan kritiknya biasanya selesai dalam sehari. Dengan demikian seluruh santri yang tamat KMI pernah mengalami praktek mengajar. 5) usaha Al-Rihlah al-Iqtishadiyah (economic study tour): orientasi tentang dunia dan kewiraswastaan, untuk menanamkan jiwa kemandirian dan

kewiraswastaan kepada para santri. Kegiatan ini diberikan melalui ceramah-ceramah dan kungjungan ke obyek usaha di wilayah Jawa Timur dan sebab wilayah Jawa Tengah. 6) Penulisan karya ilmiah mengenai berbagai persoalan keagamaan dan

kemasyarakatan dalam bahasa Arab, untuk meningkatkan keilmuan santri kelas 6. 7) Pembekalan wawasan mengenai berbagai persoalan untuk santri kelas 6

menjelang tamat belajar di KMI. Pembekalan ini meliputi kegiatan-kegiatan berikut: a) Orientasi tentang: dunia pers dan jurnalistik, belajar di perguruan tinggi,

wawasan pengembangan kemasyarakatan, kepondokmodernan, perpustakaan, studi islam, dan metode dakwah. b) Ceramah dan dialog mengenai Darul Hadis (LDII), Syi’ah, orientalisme,

168

gerakan-gerakan Islam sempalan, dan Jama’ah Tabligh. c) 8) Kursus komputer dan penataran untuk mengajar TPA/Q. Termasuk acara tahunan adalah penerimaan santri baru setiap bulan

Syawwal. F. Tentang Ta'jir / Hukuman Dalam penjalanan disiplin dan aturan pondok sebagaimana digambarkan dalam paparan di atas, yang seringkali mendapat kritikan pedas adalah berkenaan dengan praktek hukuman, terlebih lagi jika hukuman itu berbentuk hukuman fisik, sebagai ilustrasi gambaran. Mencuatnya kasus seperti di SMPN 4 Wado Sumedang22 tentang hukuman jalan merangkak bagi paskibra, sampai ke DPRD menunjukkan adanya pihak yang belum memahami betul praktik pendidikan. Barangkali kenyataan ini karena isyu demokratisasi dalam pendidikan dan isyu violence (kekerasan) lebih populer ketimbang isyu lainnya. Padahal bagi pelaku pendidikan masih banyak isyu lain seperti masalah hukuman dan hadiah misalnya. Putu Wijaya mencerminkan pergolakan sekitar hukuman tersebut. dalam

cerpennya yang berjudul Guru (1)23 tersebut mngisahkan "kegelisahan" seorang guru yang diangkat jadi kepala sekolah. Ia merasa terputus dari kegiatan mengajar, sibuk dengan administrasi sekolah, tak kenal murid dengan segala latarbelakangnya, sementara dipikirannya terbayang suatu cita-cita tuk membangun generasi muda yang tangguh, penuh tanggungjawab, tidak cengeng, dan bukan generasi santai. Dengan apik

23

HU. Republika, 8 Oktober 2004 Putu Wijaya, Protes, (Jakarta:Grafiti, 1995,) h, 37

22

169

Putu Wijaya melukiskan kondisi pendidikan yang ada dan sedang berlaku dewasa ini. Ia lukiskan bagaimana perubahan generasi muda yang serba menuntut kebebasan, anti disiplin, dan perubahan-perubahan lainnya, dihubungkan dengan pak kepala sekolah yang semakin gelisah dan akhirnya memutuskan untuk menjadi guru lagi serta melepaskan jabatannya sebagai kepala sekolah. Akhirnya pak kepala sekolah yang jadi guru itu mengajar dengan segala obsesinya sebagai pencetak generasi, karena protes dari dewan guru, akhirnya ia dipecat oleh kepala sekolah hasil binaannya sendiri, dengan alasan kolot, tidak menjaman, dan bertindak kekerasan. Yang penulis pahami --mudah-mudahan tidak salah paham--dari goresan pena Putu Wijaya adalah pesan betapa niatan baik dan tanggungjawab terhadap pembinaan generasi seringkali berakhir dengan resiko tinggi (pemecatan). Selain merupakan kritik pedas bagi pelaku pendidikan yang semakin tak beraturan dan tunduk kepada kemauan "kebebasan" anak usia belasan tahun dengan dalih demokratis. Punishment adalah perangsang yang menyebabkan peserta didik atau seseorang menghindarkan diri darinya atau menjauhinya (Richard L. Solomon, 1964) menurut Solomon pengaruh hukuman besar sekali terhadap sikap belajar peserta didik, karena mereka umumnya akan berupaya tidak memperoleh hukuman bila hasil belajarnya tidak baik, secara psikologis semua manusia tidak senang dan menghindarkan diri dari hukuman.24

24

Aminuddin Rasyad ,Teori belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: UHAMKA Press ,2003) Cet.ke- 3, h,9899.

170

Ada beberapa pentahapan dalam hal pelaksanaan hukuman (punishment), pertama mengkomunikasikan hukuman, semacam aturan atau tata tertib sekolah yang harus dipatuhi murid, kedua pelaksaan sangsi terhadap pelanggar aturan dalam hal ini berarti pemberian hukuman. Sebagaimana fungsinya hukuman diberikan untuk pelaku pelanggaran dengan maksud untuk memelihara ketertiban sekolah atau ketertiban kelas serta merupakan rangsangan yang sengaja diberikan agar tidak melakukan pelanggaran. Kelas yang tertib adalah tanggungjawab guru yang bersangkutan. Demikian juga ketertiban sekolah menjadi tanggungjawab semua dari kepala sekolah , pembina OSIS hingga guru-guru yang menjadi awak sekolah tersebut. Suatu sistem aturan tidakakan bisa berjalan tanpa adanya pelaksanaan sangsi bagi pelanggar aturan dan hadiah atau pujian bagi yang melaksanakan aturan dengan baik. Jadi masalah hukuman dan hadiah adalah suatu motivasi yag secara silih berganti lumrah dilaksanakan dalam dunia pendidikan baik pesantren maupun sekolah25. Dalam pelaksanaannya hukuman tidaklah semata dalam bentuk hukuman fisik, bisa juga bersifat tatapan mata (melotot), teguran, sindiran, demikian juga sebaliknya hadiah tidak melulu berbentuk materi, bisa juga berupa pujian, acungan jempol dan perhatian. Ada trend yang berlaku dewasa ini di dunia pendidikan sangat berlebihan dalam menghindari hukuman, sama halnya dengan berlebihannya dalam memberikan hadiah, akibatnya kadang ditemui upacara-upacara pemberian hadiah yang berupa

25

M. Tata Taufik, Hukuman & Hadiah Catatan kecil untuk Pelaku Pendidikan, HU.Mitra Dialog , Sabtu 30 Okt.2004

171

material demikian meriah, sementara sedikit sekali ditemui upacara pemberian hukuman, dan ketika yang terakhir ini terjadi malah menjadi sorotan publik. Ada suatu nasehat yang diberikan Rasul SAW kepada Abi Hurairah berkenaan dengan hukuman ini; "Hai Abu Hurairah, Janganlah kamu memukul untuk memperbaiki adab (pendidikan) lebih dari tiga kali, jika kamu lakukan lebih dari tiga kali maka kamu mendapatkan qishahsh pada hari kiamat, hai Abu Hurairah, didiklah anak-anak keluargamu dengan ucapan (lisan) untuk melaksanakan shalat dan thaharah, jika mereka sampai usia 10 tahun (dan membangkang.pen), maka pukullah ia tapi jangan lebih dari tiga kali".26 Kutipan na sihat ini mengambarkan etiket pemberian hukuman dalam pendidikan anak. Ada saat pemberian informasi, komunikasi dengan lisan, dan ada saat tindakan fisik yang terrencana dan tidak membahayakan. G. Pola Hubungan Guru & Murid Manusia adalah produk dari kebiasaannya (Hadits) Dari sederetan kegiatan para santri sebagaimana digambarkan tadi merupakan suatu pemaparan yang perlu pemaknaan, hal itu kalau dibahasakan akan merupakan hubungan sinerji antara guru dan murid (Kyai/ Ustadz dan santri) dengan landasan motivasi keagamaan yang mendalam suatu yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran27 Tugas utama kehidupan adalah belajar, siapa yang paling aktif dalam belajar maka ia yang paling mampu untuk bertahan hidup. Seorang balita aktif berlatih untuk

27

Abdul Hamid Syakir, Khitabu al-Rasul, h, 80 Lihat M. Tata Taufik , "Motivasi Religius Guru & Murid ",Mitra Dialog Sabtu 09-10-2004

26

172

menyimak. Dalam itilah psikologi belajar adalah perubahan pengetahuan. berdiri. tegak dan melangkah hingga mahir berjalan. Secara dialektis mata kita menatap suatu benda.1acquiring of knowledge: the acquisition of knowledge or skill . menyimpulkan dan akhirnya memilih sutau tingkah laku yang dilakukan semua bisa diamati dalam proses kehidupan yang dialami manusia termasuk diri kita. memperhatikan. Kedua teori ini sangatlah sederhana dalam melihat prilaku kita sebagai makhluk yang berfikir dan belajar. otak kita menangkap. meniru kemudian merangkak. Secara etimologis belajar berarti mendapatkan pengetahuan atau kemampuan. memahami dan dalam tingkah laku. atau sebaliknya pikiran kita berkerja memikirkan suatu lalu dihubungkan dengan realitas dan ia menciptakan suatu tindakan untuk membuat realitas sesuai dengan idea yang ada dalam pikiran. dalam istilah pendidikan berarti kemampuan atau pengetahuan yang didapat melalui usaha pendidikan. Perkembangan berikutnya ia menjadi piawai. menangis.2education acquired knowledge: knowledge or skill gained through education 173 .mengekpresikan perasaannya. dan akhirnya sampailah pada tahap bijak begitulah sampai akhirnya ia menemui ajalnya. atau perubahan yang relatif permanen dalam pengetahuan. learn·ing [lúrning] n . Tanpa ada usaha yang serius seperti penyelenggaraan sekolah amupun pesantren pun proses belajar di atas tetap dialami oleh manusia. lalu mengolah dan akhirnya memutuskan untuk memilih melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

or acquisition of. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003.Kevin. dan kegiatan pengajaran bagi guru berarti 'membuat siswa belajar". "Teaching". and techniques to students.3psychology change in knowledge: a relatively permanent change in. 30 31 174 . Ryan. skills. belajar methode. understanding. ide.. knowledge. Dengan mengajar seorang guru belajar banyak hal. Ibid. Selanjutnya kegiatan pemberian pelajaran disebut mengajar (teaching) yang berarti systematic presentation of facts. acquiring knowledge or developing the ability to perform new behaviors. Jika dilihat dari sudut guru mengajar pada hakikatnya adalah "belajar". or behavior.29 Jadi dalam proses belajar ada mendapatkan pengetehauan berarti dari nol menuju isi ada juga pengembangan sesuatuyang sudah dimiliki.28 Secara terminologis belajar berarti mendapatkan pengetahuan atau mengembangkan kemampuan untuk melakukan suatu tingkahlaku yang baru .31 Jadi pengajaran atau mengajar adalah mempresentasikan fakta.30 dan kegiatannya dinamakan pengajaran (instruction) teaching in a particular subject or skill. atau skil serta tehnik tertentu kepada murid secara sistematis. All rights 28 reserved 29 Ibid Ibid. ideas.Learning. or the facts or skills taught. © 1993-2002 Microsoft Corporation. belajar akan materi (bahan ajar).

J. keagamaan. pemimpin spriritual atau intelektual bagi group keagamaan tertentu yang sangat berpengaruh dalam membuat gerakan.Cit. gerakkan. Namun kenapa semua orang bertumpu pada guru. Op. a religious leader or teacher. Guru adalah sebutan untuk orang yang kerjanya mengajar 32.kalau melihat pernyataan ini nampak guru sangat sederhana. Purwadarminta. somebody influential: somebody who is prominent and influential in a specific field and sets a trend or starts a movement. Pemimpin keagamaan atau pengajar keagamaan. Kamus Umum Bahasa Indonesia. PN Balai Pustaka.VII. pengajar. pemimpin.S.1 32 33 h. dan berpengaruh. "guru" Microsoft® Encarta® Reference Library 2003.334 of religious group: a spiritual leader of or intellectual guide for a religious group or movement especially one being described as non-mainstream. ungkapan seperti "berguru pada siapa" nampak kata guru di sini berwibawa sekali.belajar tentang aspek-aspek kesiswaan dan perkembangannya. individual’s revered teacher and counselor: a teacher or counselor in spiritual or intellectual matters who is especially revered and followed by an individual. (Jakarta.33 Kata guru memiliki medan makna antara lain. Maka tidak heran jika W. Dan guru yang berhasil adalah guru yang mempu membuat anak didiknya belajar. 3. Nampaknya apa yang diungkap oleh Purwadarminta belum bisa mewakili maksud dari kata guru. 2. Kegiatan pengajaran baik dipesantren maupun di sekolah kalau dipotret akan membrikan gambaran adanya tiga komponen utama dalam aktifitas tersebut source > message > receiver. 1984) cet. yang kedua informasi atau pengetahuan dan yang ketiga adalah siswa. 4. dalam Encarta ditulis guru berasal dari bahasa Sansakerta digunakan sejak awal abad 17 berarti. yang pertama adalah guru. or Sikh religious teacher: in Hinduism and Sikhism. orang yang kerjanya mengajar. dan diikuti. selain hanya dari sudut pekerjaan saja. belajar situasi kelas dll. leader Hindu . 175 .

sedang kan murid di satu sisi sebagai orang yang dengan penuh semangat ingin mencapai apa yang telah dimiliki gurunya. istilah ini digunakan sebagai sebutan bagi pengikut sufi yang mempunyai keinginan untuk belajar pada gurunya (Syaikh atau Mursyid). yang pertama berarti penuntut.Paikologi Pembelajaran & Pengajaran . Dalam Istilah pendidikan guru deikenal tidak saja sebagai instuktur. murid berarti seorang yang memiliki keinginan kuat untuk memahami dan mencapai apa yang dicapai oleh gurunya. Bila melihat dari pengertian di atas baik guru maupun murid sebenarnya nampak kinerja yang sangat indah antara keduanya . 54 176 . Murid dalam bahasa Arab disebut tha>lib.2004) ) .guru demikian berwibawa pada masa silam.34 Murid berasal dari bahasa Arab yang berarti secara harfiah orang yang mempunyai keinginan. Pemberi akan lebih bermanfaat Bandung: Pustaka Bani Quraisy.Surya. pemberi pengaruh. guru sebagai pemberi dan murid sebagai penuntut dan penerima dalam arti yang luas. I. dan yang kedua berarti orang yang belajar. penggerak. h. dan sangat berpengaruh dalam menentukkan jalan hidup muridnya. ia selalu menuntut (bukkan menunggu) dan senantiasa belajar hingga memiliki ilmu. manajer pengajaran pengevaluasi hasil belajar dan sebagai direktur belajar. kedua kata tersebut menunjukan sifat aktif murid dalam belajar. Muhammad 34 Cet. Dari sini tergambar pola hubungan guru-murid. atau mutaa'lim. guru sebagai pemimpin. tapi lebih dari itu ia berperan sebagai perancang pengajaran. pemberi pengetahuan.

Microsoft® Encarta® Reference Library 2003.3. prestige. Tulisan ini tidak akan membicarakan seekor kera belajar dari rangsangan untuk mendapatkan pisang. 4dirham (biaya). kesungguhan. 4) Kebutuhan untuk berkompeten. (4) competence. 36 Maslow ranks human needs as follows: (1) physiological. 177 .36 Keenam kebutuhan tersebut dapat dijadikan motivasi bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. 6) Kebutuhan untuk mengetahui dan memahami. si A mengajar melakukannya karena untuk sesuap nasi. 5) Kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dirinya. cerdas.5 menemani guru. 3) Kebutuhan untuk mencinta dan memiliki. (2) security and safety. siapapun akan kurang pas menerima sesuatu dengan keterpaksaan. (5) self-fulfillment. demikian juga halnya dengan penerima. and (6) curiosity and the need to understand. Untuk ini kalangan pendidik masa silam (dalam Islam) mengembangkan suatu norma bagi murid yang berisikan tata cara mencari ilmu dan menghargai guru. 2) Kebutuhan akan rasa aman. 1) Kebutuhan pisiologis. Satu tindakan atau kegiatan dilakukan seseorang mungkin berbeda motivasinya.35 Guru dan murid memiliki kebutuhan psikis yang sama.6 waktu yang panjang. and esteem. si B mengajar juga. prestis dan berharga.jika 'tindakan" memberi itu disadari dengan keikhlasan. berarti ia bekerja (memenuhi kebutuhan pertama dan kedua?). 2 tamak. ia melakukannya agar dicintai 35 Ta'li>m al-Muta'alim? Ada juga suatu doktrin belajar sebagai berikut: engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali memiliki enam syarat berikut: 1. kebutuhan psikis guru itu juga kebutuhan psikis murid. karenannya perlu dikembangkan pola hubungan guru murid dengan keikhlasan sebagai dasarnya. tapi akan lebih menyoroti kebutuhan dasar manusia sebagaimana yang digagas Maslow berkenaan dengan motivasi: ada 6 (enam) rangking kebutuhan dasar manusia. (3) love and feelings of belonging. karena keduanya manusia juga.

kejadian (realitas) memotivasi untuk melakukan sesuatu mo·ti·va·tion. 178 . Semua kegiatannya dinamakan tetap disebut mengajar. Berangkat dari pengenalan akan need dasar manusia. Hal yang sama juga bisa terjadi pada murid. 2.3 reason: a reason for doing something or behaving in some or something that causes such a feeling 4.enthusiasm: a feeling of interest or enthusiasm that makes somebody want to do something. Encarta® Reference Library 2003.37 motivasi digambarkan sebagai suatu lingkaran yang terus menerus. ada agama dalam mencari nama dll. hanya saja ada yang tertinggal di situ.giving of a reason to act: the act of giving somebody a reason or incentive to do 37 something. atau semuanya? Maksudnya semua basic need tadi dibingkai dengan suasana religiousness. emotional. Microsoft® way.masyarakat (memenuhi kebutuhan ketiga?). atau bisa dimasukkan pada need ke 2 yaitu kebutuhan akan rasa aman. n 1. ada agama dalam mencari makan.rangking ke 5 kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Semua kebutuhan yang diajukan Maslow tadi bagaimanapun juga mewakili dari berbagai need yang ada pada diri manusia. atau bahkan pada rangking ke 3 untuk dicinta dan mencinta. Si C mengajar karena ingin dirinya terkenal dengan sebutan guru (kebutuhan keempat) Si D melakukannya karena dirinya memerlukan orang lain tempat ia mencurahkan apa yang diketahuinya (kebutuhan kelima). Dan terakhir si E melakukannya agar dia lebiha banyak tahu tentang siswa dan memahami seluk beluk mengajar (kebutuhan ke 6). . sampailah pada pengertian bahwa manusia melakukan sesuatu karena kebutuhun tersebut yang harus dipenuhinya. cognitive. yaitu kebutuhan akan keberagamaan. alasan tersebut dalam psikologi disebut motivasi. untuk apa ia pergi ke sekolah? Agar diberi bekal.psychology forces determining behavior: the biological. agar tidak dimarahi? Agar disayangi orang tua? Agar berharga? Dst.

Dalam kitab suci banyak bisa digali berbagai teori kehidupan. ungkpan-ungkapan ayat Al-Qur'an sangat sarat dengan motivasi kearah hidup yang bermakna karena memang ia ditujukan kepada hati dan jiwa manusia. Dengan demikian berarti kita sudah memanfaatkan potensi dasar yang dimiliki seseorang untuk mengembangkan dirinya. melihat bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Pada kesempatan ini penulis mencoba mengangkat agama sebagai motivasi kegiatan belajar dan pembelajaran tersebut. Sistem kepercayaan akan kitab suci sangatlah potensial untuk dijadikan bahan dalam memacu semangat untuk berbuat. Berhubungan dengan kegiatan pembelajaran dan pengajaran. Ambil contoh kitab suci Al-Qur'an.hanya tinggal memanfaatkan sistem keyakinan tadi untuk dijadikan landasan dalam membina masyarakat dengan jalan menggali informasi sebanyka-banyaknya dari ajaran untuk dijadikan bahan pembinaan. Tugas kita --dalam masyarakat yang memiliki sistem kepercayaan tersebut-. 179 . dan begitu seterusnya. Dalam kaitannya dengan kegiatan inetarksi guru-murid (pembelajaran dan pengajaran) sebagaimana dikemukakan di atas banyak motivasi bisa didapat tergantung kepada individu masing-masing pelakunya.suatu pencapaian akan realitas tadi menjadi motivasi juga untuk pencapaian akan realitas berikutnya. berarti upaya tersebut bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan pernyataan-pernyataan tekstual Al-Qur'an atau Al-Hadits yang bertemakan pembelajaran dan pengajaran. lebih-lebih yang menyangkut teori psikologis.

Motivasi tersebut bisa dijabarkan dalam

sederetan informasi

mulai dari

pentingnnya ilmu pengetahuan, anjuran untuk mencari ilmu, untuk apa mencari ilmu, kewajiban menyampaikan ilmu dan seterusnya . Tentang pentingnya ilmu misalkan teks Al-Qur'an mengungkapkan sebagai berikut:

‫ﻳَﺎﹶﺃﱡﻳﻬَﺎ ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﺀَﺍﻣُﻮﺍ ِﺇﺫﹶﺍ ﻗِﻴﻞ ﹶﻟﻜﻢ َﺗﻔﺴ ُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﹾﻟﻤﺠَﺎِﻟﺲ ﻓﹶﺎﻓﺴ ُﻮﺍ َﻳﻔﺴﺢ ﺍﻟﻠﻪ ﹶﻟﻜﻢ ﻭِﺇﺫﹶﺍ ﻗِﻴﻞ ﺍْﻧﺸ ُﻭﺍ ﻓﹶﺎْﻧﺸ ُﻭﺍ َﻳﺮﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ‬ ُ ‫ُﺰ ْﹶ ِ ﱠ‬ ‫ﹶ ُﺰ‬ َ ْ ‫َ ِ ﹾ َﺤ ﹾ َ ِ ﱠ ُ ﹸ‬ ‫ﹶ ﹸ ْ ﹶ ﱠﺤ‬ ‫َ َﻨ‬ (11:‫ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﺀَﺍﻣُﻮﺍ ﻣْﻨﻜﻢ ﻭَﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﹸﻭُﻮﺍ ﺍﹾﻟﻌﻠﻢ ﺩﺭﺟَﺎﺕ َﺍﻟﱠ ُ ِﺑﻤَﺎ َﺗﻌﻤﹸﻮﻥ ﺧِﺒﲑ )ﺍﺠﻤﻟﺎﺩﻟﺔ‬ ٌ َ ‫ْ َﻠ ﹶ‬ ‫َ ﺃ ﺗ ِ ﹾ َ َ َ ٍ ﻭ ﻠﻪ‬ ْ ‫َ َﻨ ِ ﹸ‬
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS: Al-Mujadalah:11

‫ﹶﺃﻡ ﻣﻦ ُﻮ ﻗﹶﺎِﻧﺖ ﺀَﺍﻧَﺎﺀ ﺍﻟﱠْﻴﻞ ﺳَﺎﺟﺪًﺍ ﻭﻗﹶﺎِﺋﻤًﺎ َﻳﺤﺬ ُ ﺍﻟﹾﺂﺧﺮﺓ ﻭَﻳﺮ ُﻮ ﺭﺣﻤﺔ ﺭﱢﺑﻪ ﻗﻞ ﻫﻞ َﻳﺴَﺘﻮِﻱ ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ َﻳﻌﻠ ُﻮﻥ ﻭَﺍﱠـﺬِﻳﻦ ﻟﹶـﺎ‬ َ ‫َ ْﹶﻤ ﹶ ﻟ‬ ْ ‫ْ ﹶﺭ ِ َ ﹶ َ ْﺟ َ ْ َ ﹶ َ ِ ﹸ ﹾ َ ﹾ‬ َ ِ ِ ‫ْ َ ْ ﻫَ ٌ َ ﻠ‬ ( 9:‫َﻳﻌﻠ ُﻮﻥ ِﺇﱠﻧﻤَﺎ َﻳَﺘﺬ ﱠ ُ ﹸﻭﹸﻮ ﺍﹾﻟﺄﹾﻟﺒَﺎﺏ )ﺍﻟﺰﻣﺮ‬ ِ ‫ﹶ ﻛﺮ ﺃ ﻟ ﹶ‬ ‫ْﹶﻤ ﹶ‬ )Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah
di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang

180

mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Pemahaman tentang pentingnya ilmu38 merupakan suatu pola pemikiran yang harus dimiliki oleh pelaku pembelajaran dan pengajaran, karena secara psikologis orang akan mencari atau menyampaikan suatu yang dianggap penting baginya. Selanjutnya tentang anjuran mencari ilmu ini merupakan motivasi lain bagi pelajar / siswa sehingga ia merasa apa yang diperjuangkannnya dalam pembelajaran betul-betul sutu yang bermakna dan menunaikan kewajiban agama, ungkapan seperti hadits
39

‫ﻃﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣـﺴﻠﻢ‬mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim bisa

dijadikan motivasi bagi anak didik untuk senantiasa belajar, banyak ungkapan lain yang senada seperti ;barangsiapa pergi untuk mencari ilmu berarti ia pergi dijalan Allah sampai ia kembali, tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negri Cina, tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat dll. Firman Allah dalam Al-Qur'an juga bisa digali seperti anjuran kepada Nabi untuk belajar dan bertanya kepada "ahli"

(43:‫ﻭﻣَﺎ ﹶﺃﺭﺳﻠﻨَﺎ ﻣﻦ ﻗْﺒﻠﻚ ِﺇﱠﺎ ﺭﺟَﺎﻟﹰﺎ ُﻮﺣِﻲ ِﺇﹶﻟْﻴﻬﻢ ﻓﹶﺎﺳﺄﹸﻮﺍ ﹶﺃﻫﻞ ﺍﻟﺬﻛﺮ ِﺇﻥ ﻛْﻨُﺘﻢ ﻟﹶﺎ َﺗﻌﻠ ُﻮﻥ) ﺍﻟﻨﺤﻞ‬ ‫ِ ْ ْﹶﻟ ْ ﹶ ﱢ ﹾ ِ ﹾ ﹸ ْ ْﹶﻤ ﹶ‬ ‫َ ْ َﹾ ِ ْ ﹶ ِ َ ﻟ ِ ﻧ‬
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
Thara>iq al-Nabiy fi> ta'li>mi ashh}a>bihi (Beirut:Da>r Ibnu ,Ahmad, Muhammad, al-'Alimiy
38

Hajm, 2001) cet.I. h. 28 39 Ibnu Majah, hadits no 224 Hadits riwayat

181

‫ﺣﺪِﻳﺚ ﻋْﺒﺪ ﺍﻟﱠﻪ ْﺑﻦ ﻣﺴ ُﻮﺩ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋْﻨ ُ ﻗﹶﺎﻝ : ﻗﹶﺎﻝ ﺭ ُﻮﻝ ﺍﻟﱠﻪ ﺻﱠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠْﻴﻪ ﻭﺳﻠﱠﻢ ﻟﹶﺎ ﺣﺴﺪ ِﺇﱠﺎ ﻓِﻲ ﺍﹾﺛَﻨَﺘْﻴﻦ ﺭﺟﻞ ﺁﺗَﺎﻩ‬ ُ ‫ِ َ ُﹲ‬ ‫َ ﹸ َ ِ ﻠ ِ ِ َ ْﻌ ٍ َ ِ َ ﱠ ُ َ ﻪ ﹶ ﹶ َﺳ ﹸ ﻠ ِ َﻠ ﱠ ُ َﹶ ِ َ َ َ َ َ َ ﻟ‬ * ‫ﺍﻟﻠﻪ ﻣَﺎﻟﹰﺎ ﻓﺴﱠﻄ ُ ﻋﻠﹶﻰ ﻫﻠﻜِﺘﻪ ﻓِﻲ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﻭﺭ ُﻞ ﺁﺗَﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﻜﻤﺔ ﻓ ُﻮ َﻳﻘﻀِﻲ ِﺑﻬَﺎ ﻭُﻳﻌﻠﻤﻬَﺎ‬ ُ ‫َ َﱢ‬ ‫َ ﱢ َ َﺟ ﹲ ُ ﱠ ُ ِ ﹾ َ ﹰ ﹶﻬ َ ﹾ‬ ِ ‫ﱠ ُ ﹶ َﻠ ﹶﻪ َ َﹶ ﹶ‬
Tidak ada iri kecuali dalam dua hal; iri terhadap orang yang memiliki harta lalu digunakannya sampai habis untuk kebenaran, dan iri terhadap seseorang yang diberi pengetahuan oleh Allah lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya. (haits riwayat Ibnu majah). Tentanng tujuan mencari ilmu atau katakanlah niat mencari ilmu untuk apa, disini yang diperlukan adalah meluruskan nia, dari niat mencari ijazah kepada niat ibadah, menjalankan perintah agama, niat membekali diri untuk supaya diri lebih baik dan bisa menjalani hidup sesuai tuntunan Ilahi.

‫ﻗﻞ ِﺇﱠﻧﻤَﺎ ﹶﺃﻧَﺎ َﺑﺸﺮ ﻣﹾﺜﹸ ﹸﻢ ُﻮﺣَﻰ ِﺇﹶﻟﻲ ﹶﺃﱠﻧﻤَﺎ ِﺇﹶﻟ ُ ﹸﻢ ِﺇﹶﻟﻪ ﻭَﺍﺣﺪ ﻓﻤﻦ ﻛﹶﺎﻥ َﻳﺮ ُﻮﺍ ِﻟﻘﹶﺎﺀ ﺭﱢﺑﻪ ﻓﻠَﻴﻌﻤﻞ ﻋﻤﻠﹰﺎ ﺻَﺎِﻟﺤًﺎ ﻭﻟﹶﺎ ُﻳﺸﺮﻙ‬ ْ ِْ َ َ َ ‫ﻬﻜ ْ ٌ ِ ٌ ﹶ َ ْ ﹶ ْﺟ َ َ ِ ﹶ ﹾ ْ َ ﹾ‬ ‫ﱠ‬ ‫َ ٌ ِ ﻠﻜ ْ ﻳ‬ ‫ﹸﹾ‬ (110: ‫ِﺑﻌﺒَﺎﺩﺓ ﺭﱢﺑﻪ ﹶﺃﺣﺪًﺍ )ﺍﻟﻜﻬﻒ‬ َ ِ َ َِ ِ
Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

(162:‫ﻗﻞ ِﺇ ﱠ ﺻﻠﹶﺎﺗِﻲ ﻭُﻧﺴﻜِﻲ ﻭﻣﺤﻴَﺎﻱ ﻭﻣﻤَﺎﺗِﻲ ِﻟﱠﻪ ﺭﺏ ﺍﹾﻟﻌَﺎﹶﻟﻤﲔ ) ﺍﻻﻧﻌﺎﻡ‬ َ ِ ‫ﻠِ َ ﱢ‬ ََ َ ْ ََ ُ َ َ ‫ﹸ ﹾ ﻥ‬

182

Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, Ayat di atas menunjukkan bahwa semua kegiatan kehidupan kita diperuntukkan hanya untuk Allah semata, terma suk di dalamnnya mencari ilmu. Selanjutnya berhubungan dengan pengajar / guru ada kewajiban untuk menyampaikan ilmu, siapa yang memiliki ilmu maka ia berkewajiban untuk membaginya kepada orang lain.

‫ﻭﻣَﺎ ﻛﹶﺎﻥ ﺍﹾﻟﻤﺆﻣُﻮﻥ ِﻟَﻴْﻨﻔﺮُﻭﺍ ﻛﹶﺎﱠﺔ ﻓﻠﻮﻟﹶﺎ َﻧﻔﺮ ﻣﻦ ﻛ ﱢ ﻓﺮﻗﺔ ﻣْﻨﻬﻢ ﻃﹶﺎِﺋﻔﺔ ِﻟَﻴَﺘﻔ ﱠ ُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟ ﱢﻳﻦ ﻭِﻟُْﻨﺬ ُﻭﺍ ﻗﻮﻣﻬﻢ ِﺇﺫﹶﺍ ﺭﺟ ُﻮﺍ ِﺇﹶﻟْﻴﻬﻢ‬ ْ ِ ‫ﺪ ِ َ ﻴ ِﺭ ﹶ ْ َ ُ ْ َ َﻌ‬ ‫ﻓ ﹰ ﹶﹶ ْ ﹶ َ ِ ْ ﹸﻞ ِ ْﹶ ٍ ِ ُ ْ ﹶ ﹲ ﹶﻘﻬ‬ ِ ‫ﹶ ُ ْ ِﻨ ﹶ‬ َ (122: ‫ﹶﻟﻌﱠ ُﻢ َﻳﺤﺬ ُﻭﻥ)ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ‬ ‫َﻠﻬ ْ ْ ﹶﺭ ﹶ‬
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

(71:‫ﻳَﺎﹶﺃﻫﻞ ﺍﹾﻟﻜﺘَﺎﺏ ِﻟﻢ َﺗﻠِﺒ ُﻮﻥ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﺑِﺎﹾﻟﺒَﺎﻃﻞ ﻭَﺗﻜُﺘ ُﻮﻥ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﻭﹶﺃْﻧُﺘﻢ َﺗﻌﻠ ُﻮﻥ)ﺍﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ‬ ‫ْ ﹶ ِ ِ َ ﹾ ﺴ ﹶ َ ﱠ ِ ِ َ ﹾ ﻤ ﹶ َ ﱠ َ ْ ْﹶﻤ ﹶ‬
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?

(37:‫ﺍﱠﺬﻳﻦ َﻳْﺒﺨﹸﻮﻥ ﻭَﻳﺄﻣ ُﻭﻥ ﺍﻟﱠﺎﺱ ﺑِﺎﹾﻟُﺒﺨﻞ ﻭَﻳﻜُﺘ ُﻮﻥ ﻣَﺎ َﺍﺗَﺎ ُ ُ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻓﻀﻠﻪ ﻭﹶﺃﻋَﺘﺪﻧَﺎ ِﻟﻠﻜﹶﺎﻓﺮِﻳﻦ ﻋﺬﹶﺍﺑًﺎ ﻣﻬِﻴﻨًﺎ) ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ‬ ُ َ َ ِ ‫ﻟ ِ َ َﻠ ﹶ َ ﹾ ُﺮ ﹶ ﻨ َ ْ ِ َ ﹾ ﻤ ﹶ ﺀ ﻫﻢ ﱠ ُ ِ ْ ﹶ ِْ ِ َ ْ ْ ﹾ‬

183

)yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan
menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. Cuplikan dari teks ayat maupun hadits di atas hanya sebagian kecil dari sekian pernyataan yang nampaknya secara psikologis dapat menjadi motif seseorang untuk melakukan kegiatan pembelajarabn dan pengajaran, masih banyak lagi pernyataan lain yang bisa ditelusuri lebih jauh. Namun setidaknya dari pernyataan tersebut tergambar sutu pola pembelajaran dengan motivasi religius sebagai brikut: Motivasi Religius
Ajaran sebagai motif Konsep Tahuhid Tingkahlaku yang dicapai -Belajar Lillah Pelaku Murid Guru Murid Guru + Murid

-Mengajar Lillah
Kewajiban Mencari Ilmu Ilmu itu Penting Belajar = menunaikan keajiban ; taat perintah Tuhan Belajar / mengajar = Melakukan suatu yang bermakna, cinta ilmu Dakwah Menyampaikan dimiliki wajib ilmu Wajib, yang Mengajar kewajiban = melaksanakan

Guru

Gambaran sinngkat di atas menunjukkan tingkah laku yang bisa dicapai dengan motif ajaran yang diambil dari sietem kepercayaan (nilai) yang dianut, yang menurut hemat penulis secara psikologis berperan dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran. Kenyataan seperti itulah yang tergambar dari rangkaian kegiatan pembelajaran di pesantren baik salafiyah maupun yang modern, nuansa motivasi religius yang

184

dan menjiwai aktivitas keseharian kehidupan pesantren termasuk Belajar dari guru mulia yang memiliki sifat jujur. tidak satupun yang tidak direncanakan. itulah guru kita semua Rasulullah S. Bangunan pencakar langit sampai rumah tingggal membutuhkan site-plan atau denah gambar yang terinci dalam skala. Bahkan pembangunan sebuah bangsa membutuhkan serangkaian pembahasan untuk menentukan APBN dan Repelita. Bila kita mengamati fenomena perubahan di sekitar kita. tetangga.dikembangkan belajar. dan yang terpenting adalah. dan cerdas. keluarga.A. di negeri ini maupun di mana saja yang tidak direncanakan. Santri: Sebuah Harapan Masa Depan Mengapa perlu membuat rencana untuk masa depan ? Mungkin pertanyaan semacam ini tidak perlu dilontarkan apabila kita mengacu kepada fenomena pembangunan dan kemajuan di segala bidang di sekitar kita. maka alangkah baiknya jika motivasi itu bernuansa ukhrawi sehingga bisa terlaksana dengan baik tujuan yang sifatnya duniawi .W. bisa dipercaya. minimal guru untuk diri sendiri. tidak satupun pekerjaan besar. Pembangunan 185 . selalu menyampaikan kebebnaran. bahwa setiap diri kita apapun profesinya adalah guru. Kemajuan teknologi mengacu kepada serangkaian master-plan yang menjadi kerangka acuan untuk mendesainnya. H. dan seterusnya Selain guru kita juga murid yang harus selalu belajar sampai ajal nanti. Dalam semuanya itu motivasi adalah hal yang harus ada dalam berbagai tindakan.

Mungkin wawasan tentang bagaimana membuat rencana yang baik untuk menentukan masa depan itu masih sangat kurang. membangun gedung-gedung megah. wakil Tuhan di muka bumi. 186 . Al-Que’an mengisahkan Imron yang merencanakan anak yang masih dikandung istrinya untuk menjadi rahib. Pembangunan bangsa membutuhkan sidang-sidang menentukan APBN. apabila rencana mampu membangun sebuah model pesawat ruang angkasa. apalagi jika dapat diterapkan dalam kehidupan individu santri. rencana dapat menentukan nasib sebuah bangsa dengan jutaan penduduk. Masalahnya sekarang. Sukses demi sukses diraih. sehingga masa depan yang nantinya dijalani tidak sekedar menjalani hidup. ternyata anaknya perempuan. Masih tentang rencana juga. sehingga meraih kesuksesan di segala bidang. tetapi meraih satu-satu segala yang direncanakan. Logikanya. dimana Allah mengajak para malaikat berdialog tentang rencana-Nya menciptakan makhluq manusia. bagaimana bila diaplikasikan untuk merencanakan masa depan seorang santri. Wawasan Islam tentang rencana atau membuat rencana akan tampak jelas jika kita kembali kepada ayat-ayat al-Qur’an yang menceritakan kisah Adam. anak-anak santri kita kurang bisa membuat rencana yang baik.gedung pencakar langit maupun rumah petak di komplek perumahan masih memerlukan site-plan gambar rancang bangun. kepanitiaan dari tingkat RT sampai tingkat nasional mebutuhkan rapat atau serangkaian agenda meeting untuk menentukan langkah-langkah yang akan dituju. dan menemukan berbagai terobosan teknologi. Logikanya. sehingga sangat jarang santri yang manjalani hidupnya secara terencana. untuk menjadi pengabdi terbaik. mampu menentukan nasib sebuah bangsa dengan penduduk jutaan orang.

Target ditu dita tulis secara berurutan dengan prioritas target mulai dengan yang paling atas. tidak kaku. dan seterusnya. membeli peralatan yang sangat kita inginkan. kita perlu juga merumuskan disamping target-target tersebut target-target alternatif apabila target utama tidak bisa diraih. menguasai satu ketrampilan. Dalam 5 tahun mungkin kita menentukan kelulusan dalam bidang ilmu atau satu jenjang pendidikan. bidang usaha yang ditekuni. Perlu diketahui. memilih jurusan. rencana jangka menengah untuk waktu 5 tahun. Contoh. rencana mestinya dibuat dalam 3 tahap sekaligus. Untuk rencana jangka panjang atau 10 tahun. atau keinginan-keinginan lain. tempat tinggal atau tempat bermukim. bidang usaha yanga kan digeluti. apabila kita menentukan untuk meneruskan studi ke jurusan IPA (eksakta) mungkin kita bisa memilih alternatif dengan memilih jurusan teknik atau sosial. meneruskan sekolah. dan setrusnya. tapi harus dibedakan mana yang paling penting dan mana yang lebih penting. Setelah menentukan target-target yang akan diraih untuk masing-masing jangka waktu. dan rencana jangka panjang untuk waktu 10 tahun.Membuat rencana dimulai dengan menentukan target-target yang ingin diraih dalam kurun waktu tertentu. dan sangat mungkin untuk dievaluasi. Rencana jangka pendek untuk jangka waktu 1 tahun. Misalnya dalam waktu 3 tahun kita ingin menguasai satu buku tertentu. mungkin target yang akan kita raih berupa prestasi tertentu. Target adalah hal-hal yang ingin kita raih dalam kurun waktu tersebut. Langkah ketiga dalam membuat rencana adalah mencari cara-cara atau langkah- 187 . atau menjadi ketua dalam satu organisasi. Dengan adanya target altenatif ini sebuah rencana akan tertata secara fleksibel.

Menurut Sigmund Freud seorang ahli psiko-analisa dari Jerman.langkah yang ditempuh untuk merealisasikan atau mencapai target tersebut. sebenarnya kita sedang mengarahkan kekuatan yang besar (9 kekuatan bawah sadar) untuk meraih satu-satu target atau prestasi. seperti untuk mencapai cita-cita. Jika ditulis dalam perbandingan bagaimanan kekuatan alam bawah sadar dengan kekuatan bawah sadar. dimana yang satu bagian adalah yang disadari. Perubahan dalam rencana bukanlah menunjukkan kita tidak konsisten dalam membuat rencana. dan seterusnya. manusia pada dasarnya memiliki 10 dimensi kesadaran. kira-kira kekuatan 1 banding 9. agar hidup yang kita jalani lebih terarah. Perubahan yang terjadi itu didasarkan kepada situasi dan kondisi yang terjadi. atau dilakukan juga ketika mereka dalam dimensi “tidak sadar”. semua target atau langkah itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Kekuatan yang besar ini bisa dimanipulasi atau bisa diarahkan untuk hal-hal positif. kuda lumping yang mampu makan pecahan gelas dan memanjat kelapa. perpindahan tempat. kemampuan pribadi. membuat rencana. sementara 9 bagian yang lainnya ada dalam dimensi bawah sadar. Yang perlu dicatat disini. orang kebal dalam permainan Debus (Banten). yaitu diadakannya evaluasi secara berkala untuk tiap-tiap rencana. Evaluasi itu memungkinkan target-target dan langkah-langkah berubah. Kekuatan alam bawah sadar mungkin bias digambarkan dengan adanya tenaga dalam. Dalam membuat rencana. Pekerjaan-pekerjaan itu dilakukan orang ketika menggunakan alam bawah sadar. Sekarang masalahnya. maukah kita membuat perubahan dan meraih sukses dengan selembar kertas. Ada satu hal penting lagi dalam membuat rencana. dan kemungkinan direalisasikan. terencana dan 188 .

Ia belajar untuk menyalahkan Jika seorang anak hidup dalam permusuhan . hamba Tuhan selama hayatnya. Ia belajar untuk gelisah Jika seorang anak hidup dalam belas kasihan diri . Ia belajar untuk iri hati Jika seorang anak hidup dalam rasa malu . dan berbagai kelebihan. Tapi harus diakui. membuka cakrawala baru kemajuan. tidak diragukan lagi sebagai aset penting pembangunan di segala bidang. Dengan akalnya manusia terbukti mampu menggali berbagai rahasia penciptaan. Ia belajar untuk merasa malu Jika seorang anak hidup dalam kecemburuan . Ia belajar untuk berkelahi Jika seorang anak hidup dalam ketakutan . Ia belajar bahwa sangat baik untuk bercitacita 189 . Bahkan akhir-akhir ini golongan santri telah mampu menunjukkan sebuah prestasi besar di segala bidang di tanah air. untuk mencapi kearah sukses itu dibutuhkan sebuah proses yang panjang. memberikan sumbangsih yang sangt berarti bagi proses perubahan di setap lini. dengan latar belakang pendidikan religius yang kuat. Pada dasarnya manusia diciptakan untuk menjadi pengabdi. Untuk menjadi seorang hamba yang baik. Ia belajar untuk mencintai dirinya sendiri Jika seorang anak hidupnya dimengerti . Ia belajar untuk percaya diri Jika seorang anak hidup dalam menghargai orang lain . kemampuan akal. Tuhan membekali tiap individu dengan berbagai macam potensi.menuju ke satu arah. Santri. Renungan Jika seorang anak hidup dalam suasana kritik . yang harus dimulai dengan sebuah kalimat kunci. Ia belajar untuk merasa bersalah Jika seorang anak hidup dalam semangat . merencanakan masa depan. Ia belajar untuk mencintai Jika seorang anak hidup dalam suasana rukun. Ia belajar mudah memaafkan dirinya sendiri Jika seorang anak hidup dalam ejekan . dan menjadi khaliah dimuka bumi. makrokosmos (alam semesta) maupun mikrokosmos (diri manusia sendiri). baik lahir maupun bathin. Ia belajar setia dan sabar Jika seorang anak hidupnya apa adanya .

Ia akan hidup dalam ketenangan batin40 40 Bandingkan dengan sajak Dorothy Law Nolte "Chidren Learn What They 1992. Ia belajar bahwa dunia ini merupakan suatu tempat yang indah untuk hidup Jika seorang anak hidup dalam ketenteraman anak-anakmu. h. 190 . Psikologi Komunikasi. Ia belajar percaya pada dirinya dan orang lain Jika seorang anak hidup penuh persahabatan . Ia belajar akan kemurahan hati Jika seorang anak hidup dalam kejujuran dan sportivitas . 102 Live" yang dikutip Jalaluddin Rahmat.Jika seorang anak hidup dalam suasana adil . Bandung Rosda Karya. Ia belajar akan kebenaran dan keadilan Jika seorang anak hidup dalam rasa aman .

Sedangkan ihsan merupakan tingkatan yang lebih tinggi lagi. Orang yang telah mengakui Islam sebagai agamanya disebut Muslim. terutama tentang tiga pilar ajaran Islam yaitu.Cit. Ihsan sendiri. Jadi. sebenarnya bukanlah sesuatu yang harus dibedakan. kecuali setelah disertai dengan keimanan. Op. Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah (Bandung: Mizan. pesantren juga menjadi pusat gerakan dan perkembangan tasawuf.BAB VII PROFIL ALUMNI PESANTREN : Selain menjadi pusat pengajaran keilmuan Islam. h. iman dan ihsan41. Menurut Zamakhsyari Dhofiier. sebenarnya yang menjadi landasan pengajaran tarekat di pesantren adalah ajaran-ajaran nabi sendiri. antara tiga pilar tersebut. Kemampuan untuk menangkap 41 42 Zamakhzyari. Ketiga pilar tersebut kalau ditarik pada bidang keilmuan akan melahirkan apa yang dikenal dengan syariah. menurut Hasyim Asy’ari dalam Nurcholish Madjid. tetapi belum tentu Muslim itu mu’min. tetapi harus menjadi satu kesatuan. dalam Budihy Munawar Rahman. 478 191 . yang kemudian dipraktekkan melalui ajaran tarekat untuk dapat menangkap wawasan tentang kebulatan dan kebenaran dalam segala dimensinya42. tauhid dan akhlak (tasawuf). dalam hal ini tarekat. Islam.1995) h. 136 Lihat Nurcholish Madjid. "Islam. Sebab iman merupakan ketaatan dan keterikatan secara terus menerus dengan Tuhan. Iman dan Ihsan Sebagai Trilogi Ajaran Ilahi". karena ihsan berupa kemampuan untuk menembus ke dalam inti wahyu ketuhanan.

yaitu Tafsir dan ulumul Qur’an. sehingga muncul semacam cap yang melekat dalam setiap santri dan alumni sebagai sosok yang sufistik. Nurcholis Majid. Padahal labels emacam itu tidak perlu lagi ada. ICMI. bahkan terakhir tercatat sebagai Duta Besar. mulai dari ketua MUI. waro. Sebabnya adalah kebenaran dalam dimensinya yang utuh itu. bahkan politik sekalipun. social. Quraish Shihab.kebenaran yang utuh ini merupakan sesuatu yang sangat sulit dicapai manusia. terutama jika melihat eksistensi Pondok Pesantren kontemporer yang yang sarat dengan nuansa kemodernan. kurang memikirkan keduniaan. sosok pertama yang akan diulas singkat dalam buku ini adalah seorang tokoh akademisi di lingkungan IAIN. Corak sufisme dan ascetisme di Pondok Pesantren sangat kental mewarnaii kehidupan santri sehari-hari di Pondok Pesantren. Tetapi sentra kajian kita di sini adalah konsistensi beliau pada bidang ilmu yang ditekuninya. Karirnya sebagai dosen dan guru besar di bidang tafsir pernah mengantarkannya menduduki beberapa posisi penting di Indonesia. dan Hamzah Haz. budaya. justru dalam dirinya mengandung paradoks. ekonomi. dan orang dapat belajar menangkap keutuhan kebenaran itu dengan melakukan latihan-latihan dalam melihat paradoks-paradoks dan berusaha menangkap hakikat yang ada dibalik penampakan lahiriyah tersebut. Nuansa kemodernan dan progresifitas tersebut akan tampak nyata bila kita mengembalikan image sufistik tersebut pada sosok-sosok alumni yang berkiprah di dunia keilmuan. Menteri agama. Quraish Shihab. sehingga banyak melahirkan banyak karya 192 . Untuk itu BAB iniil ini berusaha menampilkan sosok alumni dimaksud melalui tiga orang tokoh.

Quraisy Shihab 1. dan diantaranya dalam struktur instansi pemerintah. Tetapi focus kajian kita dalam buku ini adalah apa yang telah diakukan Nurcholis dalam rangka pencerahan intelektual Indonesia. Bebarapa jabatan strategis pernah dipegang. mengantarkannya sebagai sosok terkemuka di panggung politik. sehingga karir politiknya sempat mengantarkan beliau sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Ibu Megawati di tahun 2001. Dari Pesantren ke Mesir Alquran itu laksana samudra yang keajaiban dan keunikannya tidak akan pernah sirna ditelan masa. Pengabdiannya dalam kajian keislaman mengantarkan sosok Nurcholis menjadi tokoh terkemuka di HMI.Sosok kedua adalah Nurcholis Majid. alumni Gontor yang sempat mengenyam studi di Chicago yang terkenal dengan ide-ide pembaharannya di bidang pemikiran Islam. Keragaman ini menurut Al-Farmawi ditunjang oleh Alquran itu sendiri yang keadaannya adalah bagaikan intan yang setiap sudutnya memancarkan cahaya yang 193 . Hamzah Haz. Sebagai fokus pembahasan ketiga adalah sosok kader NU dari Kalimantan . bahkan terakhir di Paramadina. ICMI. M. sehingga lahirlah bermacam-macam tafsir dengan metode yang beraneka ragam pula. lembaga pendidikan miniatur pesantren. LIPI. Sosok pendidikannya yang dimulai di Madrasah Diniyah. A. Pernah tercatat sebagai politikus yang handal.

sebuah perguruan tinggi swasta terbesar untuk kawasan Indonesia bagian timur. 1994). al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’iy: Dirasah Manhajiah Maudhu’iyah. Salah seorang tokohnya adalah M. Ia adalah seorang anak kandung dari K. ia tercatat sebagai mantan rektor pada kedua perguruan tinggi tersebut Quraish sejak kecilnya telah mendapatkan motifasi dan benih kecintaan terhadap bidang studi tafsir dari ayahnya yang sering mengajak anak-anaknya duduk 43 Abd. Abdurrahman Shihab (1905-1986) seorang ulama terkemuka dan sebagai guru besar dalam bidang tafsir di Universitas Muslim Indonesia (UMI). h. atau sebagai sosok yang pernah menjadi menteri agama RI. yang banyak dikenal orang karena karyakaryanya dalam Tafsir kontemporer. melainkan sampai pada tataran disiplin ilmu dan aliran aliran tertentu. Quraish Shihab. dan Duta besar.berbeda dengan apa apa yang terpancar dari sudut-sudut yang lain. Jamrah dengan judul: Metode Tafsir Maudhu’iy: Sebuah Pengantar (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Bahkan hingga dewasa ini penafsiran terhadap Alquran-pun tidak hanya terbatas pada persoalan-persoalan metode belaka. Demikian pula para penafsirnya. Hayy Al-Farmawi. 11 194 .H. setidak-tidaknya dapat memperkuat suatu pernyataan bahwa ayat-ayat Alquran itu selalu terbuka untuk interpretasi baru.43 Kedua perumpamaan di atas. lahir di Rappang Sulawesi Selatan pa tanggal 16 Pebruari 1944. tidak hanya terbatas di kawasan Timur Tengah saja melainkan juga di Indonesia dan negara-negara lainnya. Bahkan. atau kiprahnya sebagai akademisi. Ketua MUI. Nama lengkapnya Muhammad Quraish Shihab. Penrj. dan IAIN Alauddin Ujungpandang. sejak tahun 1999 hingga sekarang dikenal dengan Makassar. Suryan A.

ia juga diserahi jabatanjabatan lain.berdampingan. ia melanjutkan studinya ke Universitas Al-Azhar pada fakultas Usuluddin. 2. Setelah itu. Sekembalinya ke Ujungpandang. Kairo pada tahun 1958 dan diterima di kelas dua Tsanawiyah. Dua tahun kemudian (1969) Quraish berhasil memperoleh gelar M. Karya-karya Quraisy Shihab (Kemukjizatan Al-qur’an al. Quraish Shihab memperoleh kepercayaan untuk menjabat sebagi wakil rektor bidang akademis dan kemahasiswaan pada IAIN Alauddin Ujungpandang pada tahun 1973-1980. Selain itu. misalnya sebagai Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Wilayah VII Indonesia Bagian Timur).Karim dari segi 195 . Quraish dikirim oleh ayahnya ke Al-Azhar. dan sederetan jabatan lainnya di luar kampus. Setelah itu ia melanjutkan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di kota Malang sambil nyantri di Pondok Pesantren Darul Hadis al-Faqihiyyah di kota yang sama. ia masih sempat merampungkan beberapa tugas penelitian yang antara lain tentang Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur (1975) dan Masalah Waqaf Sulawesi Selatan (1978). Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. ia meraih gelar LC (setingkat sarjana S1).A. Pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Dasar di Ujungpandang. Untuk lebih mendalami studi keislamannya. Di celahcelah kesibukannya itu. Pada tahun 1967. pada jurusan yang sama dengan tesis yang berjudul alI’jaz al-Tasyri’i li al-Qur’an al-Karim hukum). jurusan tafsir dan hadis. Pada saat-saat seperti inilah sang ayah menyampaikan nasihatnya yang kebanyakan bernuansa Qur’ani.

suatu kajian terhadap kitab Nazm al-Durar (Rangkaian Mutiara) karya al-Biqa’i telah berhasil dipertahankannya dengan predikat summa cum laude dengan penghargaan mumtaz ma’a martabah asy-syaraf al-ula (sarjana teladan dengan prestasi istimewa) Sekembalinya ke Indonesia sejak 1984. dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). sebuah antologi essai tentang makna 196 . mengambil spesialisasi dalam studi tafsir Alquran. Disertasinya berjudul Nazm al-Durar li al-Biqa’i: Tahqiq wa Dirasah . Antara lain: Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) pusat sejak 1984.Untuk mewujudkan cita-citanya dalam mendalami studi tafsir. pada tahun 1980. misalnya: sebagai Pengurus Perhimpunan Ilmu-ilmu Syariah. Bandung pada tahun 1994. bahkan pernah diangkat sebagai Menteri Agama pada kabinet terakhir Presiden Suharto. sejak tahun 2000. Kesibukannya saat ini adalah Duta Besar Indonesia untuk Mesir. Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional sejak 1989. Kontribusi Quraish Shihab dalam segi intelektualitasnya terbukti dari berbagai karyanya di antaranya ialah (a) Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan. Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Usuluddin dan Fakultas Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Quraish Shihab kembali menuntut ilmu ke almamaternya Al-Azhar. Pengurus Konsorsium Ilmu-ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ia juga terlibat dalam berbagai oraganisasi lainnya. Anggota Lajnah Pentashih Alquran Departemen Agama sejak 1989. Selain itu. ia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. Ia hanya memerlukan waktu dua tahun untuk meraih gelar doktor dalam bidang ini. diterbitkan oleh Mizan.

diterbitkan oleh Pustakan Katini. Selama ini. Popular Indonesian Literature of the Qur’an.Federspiel. Iblis. Penerjemah Tajul Arifin dengan judul Kajian Al-Quran di Indonesia Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish shihab (Mizan: Bandung.dan ungkapan Islam sebagai sistem religius bagi individu mukmin dan bagi komunitas Muslim Indonesia. Quraisy Shihab juga berusaha memadukan dua dorongan yang ada pada diri manusia --nalar dan intuisi-. diterbitkan oleh Lentera Hati Jakarta. dirasakan sangat sulit apalagi untuk dicerna sambil lalu. kajian tentang Tafsir memang membutuhkan semangat dan ketekunan yang luar biasa. 1996). diterbitkan oleh Mizan Bandung 1996. diterbitkan oleh Pustaka Hidayah . Setan dan Malaikat dalam Al-Quran dan As-Sunnah serta Wacana Pemikiran Ulama Masa Lalu dan Masa Kini. 1992. 1999. Buku-buku karya Quraisy Shihab di atas. (d) Tafsir Al-Quran al-Karim: Tafsir Surat-surat Pendek Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu. diterbitkan oleh Mizan. (b) Membumikan Al-Quran: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. dan karya-karya44 lainnya yang tidak disebutkan disini. (c) Wawasan Al-Quran: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Sebuah artikel yang ditulis selama periode dua puluh tahun berkenaan dengan berbagai aspek Al-Quran dan mengkaji secara terinci posisi pentingnya Al-Quran bagi komunitas Muslim.h. 295-299 197 . Bandung 1997: (e) Yang Tersembunyi: Jin.sehingga dapat dipahami secara mudah oleh akal dan juga uraian yang sulit dipahami kendati 44 Uraian karyanya daparte diperoleh dalam Howard M. (d) Tafsir Amanah. 1992. sungguhpun tidak terpampang sebutan tafsir. Bandung. namun pada prinsipnya dapat dikategorikan sebagai gagasan yang sarat dengan problematika sekaligus solusi-solusi atasnya yang bernuansa qur’ani.

tidak bertentangan dengan akal. Jawa Timur pada 17 Maret 1929. Para santri yang belajar di Pesantren Gontor tidak hanya diproyeksikan mampu menguasai Arab klasik. khususnya selama belajar di Madrasah. Nurcholish Madjid 1. Dua tahun kemudian Nurcholish Madjid pindah ke pesantren Pondok Modern Gontor. yang diwujudkan secara baik dalam sistem pengajaran maupun mata pelajarannya. Ketika memperoleh ijazah SR IV dari Sekolah Rakyat Bareng. dengan alasan bahwa bahasa Inggris merupakan 198 . Pendidikannya dimulai dari SR (Sekolah Rakyat) di pagi hari dan madrasah di sore hari. Dari Pesantren ke Amerika Dilahirkan di desa Mojoanyar. Madrasah Al-Wathoniyah Nurcholish Madjid selalu memperoleh prestasi akademik yang luar biasa. Setelah itu ia mengabdi beberapa tahun sebagai pengajar di bekas almamaternya tersebut . namun dapat diterima sepenuh hati oleh siapapun bila ia menggunakan kalbunya. Jombang. Ketika itu Nurcholish Madjid berumur 16 tahun dan ia dapat menyelesaikan studinya pada umur 21 tahun. pada saat yang sama ia pun menyelesaikan sekolah agamanya di madrasah ayahnya. Kurikulum Gontor menghadirkan perpaduan liberal. B. yakni tradisi belajar klasik dengan gaya modern Barat. tetapi juga bahasa Inggris. Pada usia ke-14 Nurcholish Madjid pergi belajar ke pesantren Darul Ulum Rejoso di Jombang dan di sini ia juga memperoleh prestasi yang mengagumkan. Pilihan Abdul Madjid (ayahnya) menyekolahkan Nurcholish Madjid ke pondok Modern Gontor juga merupakan keputusan yang sangat mendukung bagi pengembangan wawasan intelektual Nurcholishnya.

Nurcholish Madjid melanjutkan ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Fakultas Adab Jurusan Bahasa Arab dan Sejarah Kebudayaan Islam). Nurcholish Madjid sering mengemukakan respek dan kekagumannya pada Buya Hamka yang dinilainya mampu mempertemukan pandangan kesufian.bahasa yang dibutuhkan dalam mencari ilmu untuk masa sekarang. disebabkan anggapan bahwa HMI dipertimbangkan sebagai gerakan 199 . yang ketika itu tidak populer. dan semangat al-Quran sehingga dakwah dan paham keislaman yang ditawarkannya sangat menyentuh dan efektif untuk masyarakat Islam kota. Skripsinya berjudul AlQuran ‘Arabiy-un Lughat-an wa ‘Alamiy-un Ma’na (al-Quran Dilihat dari Segi Bahasa bersifat Lokal [bahasa Arab]. Dan jika diukur pada saat itu. Paham inklusufisme ini semakin berkembang lantaran pergaulannya yang begitu dekat dengan almarhum Buya Hamka (5 tahun Nurcholish Madjid tinggal di asrama Masjid Agung al-Azhar). Selama kuliah. pendidikan di Gontor. jika diukur dengan masa sekarang. Iklim pendidikan di Gontor mengajarkan para siswanya untuk bersikap kritis dan tidak memihak pada salah satu mazhab sehingga para siswa yang tamatan pondok ini terbiasa untuk berpikir komparatif yang dengan itu membuat mereka tidak mudah terjebak pada fanatisme mazhab. gaya pendidikan yang dipelopori Gontor sangat revolusioner. ketika Nurcholish Madjid nyantri di akhir 1950-an. wawasan budaya. tetapi dari Segi Makna Bersifat Universal) menunjukkan kecenderungannya untuk melakukan analisa filosofis dan inklusufistik terhadap ajaran dasar Islam. Dengan demikian. pola pendidikan yang dikembangkan dapat dianggap sebagai pendidikan yang progresif. dia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

keadilan sosial. Nurcholish Madjid mendapat undangan sebagai pembicaraDalam makalah yang berjudul “Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat”. Nurcholish Madjid. intelectual freeom. yang note bene adalah negara-negara atau berpenduduk mayoritas beragama Islam. Himpunan Organisasi Mahasiswa Islam se-Dunia). Nurcholish Madjid secara terang-terangan mengungkapkan gagasan pemkirannya dengan menggunakan istilah-istilah sekularisasi. desakralisasi. persamaan hak. idea of progress. Amerika ternyata lebih islami dibanding negara-negara Timur Tengah. Istilah-istilah tersebut digunakan untuk mengemukakan maksud dalam menolak tradisionalisme dan sektarianisme. dan kesempatan yang merupakan pesan-pesan moral yang terdapat dalam al-Quran.kaum modernis sehingga dianggap sebagai mitra kerja Masyumi. sehingga dia mendapat berkesempatan untuk melakukan kunjungan-kunjungan internasional. Fenomena kehidupan masyarakat di kedua wilayah tersebut telah membuka matanya untuk melihat persoalan-persoalan yang berkaitan dengan diskursus Islam. Tanggal 3 Januari 1970. Dalam pengamatannya. dan demokrasi. Karena isi makalah tersebut. yang dulunya dipuji sebagai Natsir Muda yang akan menjadi pemimpin baru aktivis muslim di bidang politik. Cak Nur terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI untuk dua periode berturutturut dari tahun 1966-1968 hingga 1969-1971. dalam hal keadilan sosial. dihujat dan dianggap telah berbalik 180 derajat dari 200 . Rentang tahun 1967-1969 Nurcholish Madjid menjadi Presiden Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara (PEMIAT) dan pada tahun 1968-1971 menjadi wakil Sekretaris Umum International Islamic Federation of Student Organisation (IIFSO. seperti ke Amerika dan Timur Tengah. ijtihad. liberalisasi.

Nurcholish Madjid menjadi tokoh masyarakat dengan sorotan tajam terhadap ide-ide yang ia lontarkan. M. Dawam Rahardjo. Gerakan Pembaruan ini juga disosialisasikan dalam bentuk penerbitan majalah yang sangat provokatif.. Nurcholish Madjid lebih memilih untuk bersikap diam dan menyibukkan diri dalam forum-forum diskusi . Nurcholish Madjid menjadi Direktur Lembaga Kebajikan Islam Samanhudi di Jakarta. Ahmad Wahib. Dalam menghadapi kritikan-kritikan tersebut. Melalui kegiatan tidak resmi semacam itu gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam tumbuh dan berkembang. Gerakan secara luas untuk menolak ide-ide Nurcholish Madjid semakin hidup. Kelompok ini ternyata berlanjut pada pembentukan pertemuan Reboan di tahun 1980-an dan 1990-an. Di yayasan ini Nurcholish Madjid bertemu dengan Djohan Effendi. Mimbar Jakarta.lintasannya yang konservatif menjadi seorang modernis sekuler. dan tulisan-tulisan kritis yang menanggapi ide-ide pembaharuan pemikirannya seringkali menafikan sosok Nurcholish Madjid sendiri sebagai pusat perhatian. dan Abdurrahman Wahid. Dan dalam masa ini juga Nurcholish menjadi Wakil Direktur I Lembaga Studi Ilmu Kemasyarakatan di Jakarta. diantaranya yang terpenting adalah Yayasan Samanhudi. Syu’bah Asa. Melalui majalah ini gagasan tersebut menyebar ke masyarakat luas sehingga Nurcholish Madjid harus menikmati kritikan bahkan hujatan dari para pengkritiknya. Dari tahun 1971-1974. lembaga yang didirikan oleh Yayasan Samanhudi. Nurcholish Madjid sendiri menjadi pimpinan majalah ini selama tiga tahun dari tahun 1971-1974. Selanjutnya pada tahun 1974-1976. 201 .

Namun untuk memenuhi persyaratan Ford Foundatrion. dengan judul disertasinya Ibn Taymiya on Kalam and Falsafah: A Problem of Reason and Revelation in Islam (Ibn Taymiyah dalam Ilmu Kalam dan Filsafat: Masalah Akal dan Wahyu dalam Islam). Nurcholish Madjid lulus pada tahun 1984 dengan yudisium Cumlaude.Tahun 1973 Fazlur Rahman dan Leonard Binder berkunjung ke Indonesia untuk pertama kalinya. 2. Nurcholish Madjid meminta pada Leonard Binder agar ia dapat kembali lagi dengan stasus mahasiswa setelah penelitian di Chicago berakhir. pada th 1978 Nurcholish Madjid kembali ke Amerika Serikat untuk mengambil program pasca sarjana di University of Chicago dibawah bimbingan Fazlur Rahman. Karya-karyanya yang kini telah beredar dalam bentuk buku di 202 . mencari peserta yang tepat untuk program seminar dan lokakarya di University of Chicago yang didanai Ford Foundation yang akan dilaksanakan pada tahun 1976. Rasyidi. tetapi setelah mempertimbangkan usianya yang sudah tua. Untuk itu kemudian ia dilantik menjadi tenaga peneliti LIPI. terbukti dengan banyaknya karya-karya ilmiah baik berupa makalah maupun artikel atau Buku. Nurcholish Madjid mendapat dukungan dari Rayburn Smith. pilihan itu dibatalkan dan dialihkan kepada Nurcholish Madjid. Di Universitas Chicago. Mulanya pilihan jatuh ke H. pengkritik utama pikiran Nurcholish Madjid. Setelah pulang ke Indonesia. pegawai Ford Foundation yang bertempat di Jakarta. Nurcholish Madjid harus menjadi Pegawai Negeri Sipil.M. Karya-karya Nurcholish Madjid Nurcholish Madjid dapat digolongkan sebagai seorang cendikiawan yang produktif.

pasaran Indonesia antara lain: 1) Khazanah Intelektual Islam (Editor. Sebagaimana diakui oleh Nurcholish sendiri. Di dalamnya merupakan kumpulan tulisan-tulisan Nurcholish Madjid. dan Muhammad Abduh. yang menurutnya dikerjakan dalam rentang waktu dua dasawarsa sebagai respon terhadap berbagai persoalan dan isu-isu yang berkembang pada saat itu. Buku ini sampai dengan tahun 1999 telah dicetak ulang sebanyak 12 kali. tetapi ini merupakan sumbangsih berharga. Kemanusiaan. Karya ini menurut penulisnya dimaksudkan untuk memperkenalkan salah satu segi kejayaan Islam di bidang pemikiran. antara lain al-Kindi. al-Asy’ari. Di bawah prinsip “untuk mencari dan terus mencari kebenaran. alFarabi. keislaman. khususnya terhadap literaturliteratur pemikiran Islam yang berbahasa Indonesia. Nurcholish Madjid melontarkan kemanusiaan. Ibn Sina’. dan Kemodernan (1992). Ibn Khaldun. dan Keimanan. 2) Islam Kemodernan dan Keindonesiaan (1987). secara tiada berkeputusan” dan berkeyakinan bahwa Tuhan adalah Kebenaran dan bahwa hanya Dia-lah Kebenaran Mutlak. Ibn Rusyd. khususnya yang berkenaan dengan filsafat dan teologi. 3) Islam. al-Ghazali. Buku ini berisi kumpulan 203 . Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis Tentang Masalah gagasan-gagasannya di sekitar kemodernan. Meskipun hanya sebuah pengantar. Ia memperkenalkan sarjana-sarjana Muslim Klasik. buku ini merupakan sekedar pengantar pemikiran kepada kajian yang lebih luas dan mendalam tentang khazanah kekayaan pemikiran Islam. al-Afghani. Ibn Taymiyah. 1984).

yang ditulis Nurcholish Madjid pasca studi di Chicago. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan sebagian besar tulisan Nurcholish Madjid pada kolom “Pelita hati” di Harian Pelita (1981-1991) dan Tempo. yang berupaya menghadirkan ajaran-ajaran Islam dengan adil. membangun masyarakat etika. sekaligus menciptakan masyarakat yang egaliter dan inklusif yang memungkinkan manusia saling menjaga dan mengingatkan tentang kebenaran dan keadilan. Dalam buku ini. 4) Islam. Di dalamnya terungkap gagasan-gagasannya di bawah tema tauhid dan emansipasi harkat manusia. Merupakan penjelasan yang lebih sederhana mengenai ajaran yang inklusif dan universal yang menjadi tema besar dalam buku Islam Doktrin dan Peradaban. harus mempunyai tujuan hidup yang transedental berdasarkan iman. disiplin ilmu keislaman tradisional. inklusif. Kita. mencakup 204 .makalah. Sebagaimana dalam bukunya islam kemoderenan dan Keindonesiaan. Keindonesiaan. kata Nurcholish Madjid. serta universalisme Islam dan kemodernan. Dalam pengantarnya. dengan penekanan bagaimana menciptakan masyarakat yang berkeadilan berdasarkan prinsip-prinsip tauhid. dan kosmopolit. Tuntutan iman ini harus juga dinyatakan dalam amal yang menjadi kebajikan sosial. dalam buku ini Nurcholish Madjid berbicara mengenai Keislaman. Nurcholish Madjid menyebutkan bahwa agama (Islam) telah mengajarkan manusia bagaimana seharusnya menjaga keselamatannya di dunia dan akhirat. tema-tema besar tersebut. dan Kemodernan. 5) Pintu-pintu Menuju Tuhan (1994). Kerakyatan dan Keindonesiaan: Pikiran-pikiran Nurcholish “Muda” (1994). sekaligus merupakan karya monumentalnya.

yang memberikan kata pengantar untuk buku ini mengatakan bahwa tulisan-tulisan Nurcholish Madjid tersebut tetap bertahan dalam tradisi humanis. disajikan dengan bahasa yang lugas. Diungkapkan oleh Komaruddin Hidayat dalam pengantar buku ini. melainkan justru merupakan salah satu keistimewannya. moral. ringan. Lebih dari itu..masalah iman. seringkali sulit dibedakan antara nilainilai Islam yang bersifat substansial dan fundamental dari ajaran yang sekunder dan terbuka untuk penafsiran bahkan perubahan. pemikiranpemikiran Nurcholish Madjid dalam buku ini merupakan analisis dan refleksi terhadap wacana keislaman secara mendasar. Hanya saja. peradaban. Nurcholish Madjid dalam buku ini membahas tema-tema pokok ajaran Islam yang telah berkembang dan mengalami distorsi di tangan umat Islam sendiri. melalui buku ini Nurcholish Madjid menunjukkan konsistensinya sebagai pemikir yang apresiatif dan memiliki akses 205 . yang juga menekankan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi. semakin ke atas semakin terasa sejuk. Namun demikian. pemikiran-pemikiran Nurcholish Madjid yang tertuang dalam buku ini lebih terarah pada makna dan implikasi penghayatan iman terhadap perilaku sosial.. Membaca buku ini.. etika. Sebagaimana buku Islam Doktrin dan Peradaban. sehingga menjadi mitos dan dongeng. dan sederhana. Menurut Gunawan Muhammad. halaman per halaman tak ubahnya ibarat kita mendaki pegunungan. 6) Islam Agama Peradaban: Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah (1995). sehingga mudah dimengerti. hal tersebut tidaklah mengurangi akan kedalaman dan keluasan visi dan wawasan dari sang penulisnya. Dalam pengertian lain. dan politik Islam kontemporer.

7) Islam Agama Kemanusiaan: Membangun Tradisi dan Visi Baru Islam Indonesia. (1995). Buku yang berisi lima bab ini mengetengahkan Islam dan konsep kemasyarakatan. pada kenyataannya tidak dapat dipisahkan. Dikatakan oleh Wahyuni Nafis dalam kata pengantar buku ini. Nurcholish Madjid mengajak kita untuk bisa memahami mana yang benar-benar agama—yang dengan demikian bersifat mutlak—dan mana yang benar-benar sebagai budaya—yang dengan demikian bersifat relatif dan sementara. Hal ini merupakan konsekuensi logis bagi Nurcholish Madjid agar ajaran-ajaran Islam yang universal senantiasa memiliki relevansinya dengan tuntutan ruang dan waktu. 8) Masyarakat Religius (1997). inklusif. namun berbarengan dengan itu ia tetap setia pada cita-cita humanisme dan modernisme Islam. Nurcholish Madjid dalam buku ini.intelektual terhadap khazanah Islam klasik. harus selalu dilakukan dialog kultural antara ajaran yang universal dengan yang partikular. namun dapat dibedakan. Agama dan budaya sebagaimana sudah banyak disuarakan oleh banyak pemikir kebudayaan. Ditambah lagi dengan wawasan kesejarahan dan sosiologis yang dipelajarinya telah memungkinkan Nurcholish Madjid untuk menyuguhkan wawasan dan interpretasi ajaran dasar Islam yang terbebas dari mitos pemihakan ideologis karena kepentingan politik praktis. konsep keluarga 206 . komitmen pribadi dan sosial. Hanya saja. dan egaliter yang bertolak dari paradigma tauhid dan etika. adil. Buku ini menghadirkan ajaran Islam secara lebih humanis. menyajikan pemikiran-pemikirannya dengan wawasan yang lebih kosmopolit dan universal sekaligus mempertimbangkan aspek parsial dan kultural paham-paham keagamaan yang berkembang.

Oposisi seperti inilah yang dibenarkan dalam masyarakat yang memegang teguh prinsip-prinsip musyawarah. Pertama. bagaimana peran umat Islam Indonesia menyonsong era tinggal landas. mengenai dunia Islam dan dinamika global. demokrasi. 207 . mengetengahkan wawasan peradaban Islam. 10) Kaki Langit Peradaban Islam (1997). yaitu pertama. Dalam konteks ini Nurcholish Madjid menegaskan bahwa oposisi memang diperlukan karena ia mempertajam pemikiran. dimensi sosial budaya pembangunan di Indonesia. Kecuali itu. al-Ghazali dalam bidang tasawuf. Buku ini berisi tiga bab. Ibn Rusyd dalam bidang filsafat dan Ibn Khaldun dalam bidang filsafat sejarah dan sosial. menjelaskan sumbangan pemikiran-pemikiran para tokoh Muslim. yang dimaksudkan adalah “oposisi loyal”. kajian ilmiah terhadap Islam di Indonesia. dan keempat. yang menarik ketika Nurcholish Madjid berbicara mengenai oposisi. demokratisasi. oposisi. demokrasi di Indonesia. 9) Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia (1997). Dalam buku ini Nurcholish membahas peran dan fungsi Pancasila. prinsip medis dan kesehatan keluarga muslim serta konsep mengenai eskatologis dan kekuatan supra alami. kedua. organisasi-organisasi politik dan Golkar. Buku ini terdiri dari empat bab. Dan ketiga. antara tahun 1986-1996. ketiga.Muslim. antara lain al-Syafi’i dalam bidang hukum Islam. Buku ini merupakan suntingan sebagian kumpulan makalah Nurcholish Madjid yang ditulis dalam rentang waktu 10 tahunan. keadilan. Pemilu. Kedua. dan dinamika perkembangan intelektual Islam di Indonesia.

Sebagaimana diungkapkan oleh pemberi kata pengantar buku ini.11) Bilik-bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan (1997). dan lain-lain. meliputi berbagai persoalan aktual: politik. karena ia merupakan kumpulan wawancara yang pernah dimuat dalam berbagai media massa dari sekitar tahun 1970-an sampai 1996-an dengan tema yang sangat beragam dan spontan. Meskipun lebih merupakan bacaan ringan dengan kata pengantar yang panjang lebar dari seorang pengamat politik seperti Fachri Ali. Meskipun telah berlalu kurang lebih 20-an tahun. Buku ini dapat dikatakan merupakan perjalanan panjang pandangan sosial politik Nurcholish Madjid dalam wacana perpolitikan di Indonesia. Buku ini merupakan seleksi atas makalah-makalah Nurcholish Madjid sekitar duapuluh tahun yang lalu. budaya. kehadiran buku ini tetap menunjukkan signifikansinya dalam rangka mencari dan menemukan format baru dunia pesantren berhadapan dengan realitas eksternal yang mengitarinya. yakni bahwa semua gagasan yang pernah 208 . 13) Cita-Cita Politik Islam Era Reformasi (1999). peristiwa 27 Juli. 12) Dialog Keterbukaan: Artikulasi Nilai Islam dalam Wacana Sosial Politik Kontemporer (1997). Buku ini sangat berbeda dengan buku-buku Nurcholish Madjid lainnya. buku ini dapat menyarikan pemikiran-pemikiran yang selama ini digeluti Nurcholish Madjid. pendidikan. buku ini sangat menarik dan menjadi pendukung penting untuk dapat menangkap semua gagasan yang pernah dilontarkan Nurcholish Madjid dalam buku-buku yang lain. Buku ini memuat deskripsi dunia pesantren dengan segala dinamika perkembangannya. berhadapan dengan wacana modernisasi.

. Karya ini merupakan disertasi doktoralnya di Chicago University. Belum diterbitkan.. dan bahkan banyak makalah-makalahnya yang belum diterbitkan. Akan tetapi. et. al-Quran memiliki kandungan pengertian universal. II/1985.) dalam Pelita Hati. Merupakan karya skripsi sarjananya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. alQuran dilihat dari segi bahasa bersifat lokal karena menggunakan bahasa Arab.) Pesantren dan Pembaharuan. sebab diturunkan di kawasan Jazirah Arab. dalam M Dawam Rahardjo (ed. Menurutnya. AS. maupun Arab. istilah yang sekarang makin populer dalam wacana nasional bangsa Indonesia. “Pengaruh Kisah Israiliyat dan Orientalisme Terhadap Islam” dalam K. Di samping itu karya tulis Nurcholish juga tersebar dalam beberapa buah buku. “Tasawuf Sebagai Inti Keberagamaan” dalam Pesantren No 3/Vol. sebab ia merupakan kitab rahmat bagi seluruh alam semesta. Kontroversi Pemikiran Islam di Indonesia (1991) 209 . al. ‘Arabiyy-un Lughat-an wa ‘Alamiyy-un Ma’n-an (1968). Ibn Taymiyah on Kalam and Falsafah: Problem of Reason and Revelation in Islam (1984). “Pesantren dan Tasawuf”. yang mengetengahkan tentang kajian kalam dan filsafat. Dalam karya tulis ini Nurcholish Madjid membahas al-Quran dilihat dari segi makna dan bahasanya.dilontarkannya dalam berbagai bidang merupakan transformasi nilai-nilai al-Quran dalam mewujudkan masyarakat madani.H. Di antara karya-karya tulis itu adalah: Al-Quran. Inggris. dari segi makna. Belum diterbitkan. Abdurrahman Wahid. jurnal maupun majalah. baik yang berbahasa Indonesia. “Akhlak dan Iman” dalam Adi Bajuri (peny.

No. Passing Over. Pullaphilly (ed. Islam in the Contemporary World (1980).). Rekonstruksi dan Renungan Religius Islam (1996). umat Islam. Nurcholish menyumbangkan tiga tulisan. Partai Islam. tetapi lebih banyak berjuang untuk kepentingan partai atau kelompok masing-masing.). Melintas Batas Agama. What is Modern Indonesia? (1979). dan Isa al-Masih” Dan masih banyak lainnya yang tidak mungkin dicantumkan dalam tulisan ini. Untuk itu. bukan kepada institusi-institusi keislaman. Nurcholish Madjid menyuarakan jargon “Islam. Dalam Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus (ed. “The Issues of Modernization among Muslim in Indonesia: From a Participant’s View”. Islam Indonesia Menatap Masa Depan (1989). “Islam ini Indonesia: Challenges and Opprtunities”. dalam Cyriac K. kecuali sebagian kecil. “Aktualisasi Ajaran Ahlussunnah wal jama’ah dalam M. dalam Gloria Davis (ed. yaitu: “Dialog Agama-agama dalam Perspektif Universalisme al-Islam” “Kebebasan Beragama dan Pluralisme dalam Islam” “Keluarga Imran.). sudah tidak tertarik lagi dengan partai-partai/organisasi-organisasi Islam karena partai-partai itu tidak lagi menyalurkan aspirasi-aspirasi umat Islam secara keseluruhan. Yes.). Dawam Rahardjo (pengantar). Dengan rumusan ini Nurcholish Madjid menegaskan pendiriannya bahwa komitmennya hanyalah pada Islam. ide-ide pembaruan yang digagas Nurcholish Madjid dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama. Siti Maryam.“Al-Quds” dalam Wahyuni Nafis (ed. Dengan 210 . Secara ringkas.

sebagai pijakan untuk menempuh langkah-langkah operasional. organisasi- 211 . Dalam hal ini Nurcholish menekankan liberalisasi pandangan terhadap ajaran-ajaran Islam. yaitu dinamika dan progresivitas. guna menggerakkan dan merumuskan pikiran-pikiran baru yang segar dan progresif. Proses liberalisasi ini mencakup setidak-tidaknya tiga hal: sekularisasi. Ketiga. diperlukan kelompok-kelompok pemikir yang “liberal”. yang nontradisionalis dan non-sektarian. Untuk bisa sampai pada tahapan ini. Pikiran ini didasarkan pada pengamatannya bahwa organisasi-organisai yang dikenal sebagai wadah pembaru selama ini sudah tidak lagi menceminkan sikap itu. Kedua. dan gagasan kemajuan. umat Islam harus melepaskan diri dari kejumudan berpikir dari dirinya termasuk kelembagaan politik yang dimilikinya. Mereka sudah tidak sanggup lagi menangkap semangat dari ide pembaruan itu sendiri. cara efektif adalah dengan terlebih dahulu menetapkan sikap dasar terhadap pembaruan. Sebaliknya. kebebasan berpikir. danmenggantinya dengan nilai-nilai yang berorientasi masa depan. tetapi penolakan terhadap pemanfaatan Islam oleh mereka yang terlibat dalam kehidupan partai politik Islam. Inilah salah satu letak perbedaan pandangan Nurcholish Madjid dengan tokoh seniornya yang lebih mementingkan pandangan skripturalis dan dokrinal dalam meresponi perkembangan modern.kata lain. Yang dimaksud dengan liberalisasi di sini erat kaitannya dengan membebaskan diri dari nilai-nilai yang tradisional. Untuk itu diperlukan pembaruan pemikiran yang rasional dan sesuai dengan kondisi empiris yang ada ketika itu. penolakan terhadap institusi kepartaian politik Islam haruslah dipahami sebagai penolakan bukan karena Islamnya.

jauh dari orang tua. Seminggu sekali ia pulang ke Pesaguan dengan menggunakan sepeda. tepatnya didaerah Pesaguan. sebuah desa kecil yang terletak di kecamatan Molahilir Kabupaten Ketapang.organisasi yang dulunya kontra reformis mengambil alih apa yang menjadi hak monopoli kaum pembaru selama ini walaupun mereka tidak sepenuh hati. Pagi hari sekolah di SR dan sore harinya sekolah di Madrasah Diniyah. Untuk itu diperlukan adanya kelompok pembaruan Islam baru yang liberal dengan konsekuensi logis nontradisionallisme dan non-sektarianisme. karena jarang mobil atau kendaraan umum 212 . Hamzah mulai belajar hidup mandiri. Ahmad. adalah seorang yang pada awalnya berprofesi sebagai guru Sekolah Rakyat (SR) dan pada pendudukan Jepang sampai masa kemerdekaan menjadi kepala Desa. Hamzah dibesarkan dalam keluarga yang taat beragama dan ketat dalam menjalankan ajaran Islam. . dan jabatan ini dijalaninya selama kurang lebih 20 tahun. Hamzah kecil melanjutkan kelas 4 dan 5 di ketapang. Namun di tempat kelahiranya itu hanya sampai kelas 3. Tinggal bersama nenek dari pihak ayah. H. Keadaan ini mengakibatkan stagnasi menyeluruh yang menimpa umat Islam. sambil sore harinya menuntut ilmu di Madrasah Diniyah. C. Ayahnya. Abdullah H. Masa sekolahnya dilaluinya mulai dari Pesaguan. Dari Madrasah Diniyah ke Panggung Politik Hamzah Haz dilahirkan di Ketapang sebelah selatan propinsi Kalimantan Barat pada tanggal 15 Februari 1940. Hamzah Haz 1.

Bahkan diakuinya faktor orang tua sangat mempengaruhi proses pengenalan dia terhadap agama Islam sampai Hamzah tumbuh menjadi politisi yang mampu bertahan dalam posisinya hingga sekarang. Bahkan ketika itu pula Hamzah pernah menjadi salah satu ketua Himpuanan Siswa Ekonomi Seluruh Indonesia (HIMSEKSI) Kalimantan Barat. Hamzah sudah tertarik dengan organisasi dan sering mengikuti berbagai aktivitas yang diadakan oleh sekolah maupun organisasi lainnya. Setelah menyelesaikan sekalah rakyat pada tahun 1954. Keinginan untuk menjadi pengusaha pada waktu kecil menggambarkan betapa pengaruh orang tua begitu besar. Bahkan. Dari keinginan itu pula yang menjadikan Hamzah melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Negeri (SMEAN) Pontianak setelah tamat SMP pada tahun 1957. . Pendidikan agama diperolehnya melalui madrasah diniyah hingga tamat. sambil meneruskan pendidikan di Madrasah Diniyah. Hamzah sempat mengikuti 213 . Di sini Hamzah mulai mengembangkan hobi berorganisasi yang mengantarkan Hamzah menjadi wakil ketua organisasi Ikatan Pelajar SMEAN Pontianak. yang pada waktu itu sudah menjadi pengusaha yang relatif sukses. Pendidikan orang tua begitu besar mempengaruhi prilaku dan mentalitas Hamzah hingga menjadi politisi yang dikenal memiliki integritas perjuangan dan konsistensi sikap itu. Hamzah kemudian pindah ke SMPN Ketapang. disamping pendidkan agama yang diberikan orang tuanya secara langsung kepada anakanaknya.melewati daerah tersebut. Ketika di SMPN. untuk kumpul bersama orang tuanya. Hamzah melanjutkan ke SMPN 1 Pontianak sampai kelas II.

bersama empat orang lainnya Hamzah Haz mendapakan tugas belajar dari Koperasi Kopra Kalimantan Barat untuk kuliah di Akademik Koperasi Negara Yogyakarta. terbukti Hamzah sempat menjadi calon ketua PWI (persatuan Wartawan Indonesia). hamzah tidak langsung bekerja di bank tersebut karena sampai Hamzah lulus Bank tersebut tidak kunjung berdiri. Sampai kemudian Hamzah memutuskan untuk pulang kembali ke Ketapang untuk mengajar SMA Ketapang dan dengan modal sebagai wartawan di Pontianak. Hamzah lebih tertarik untuk mengikuti Kursus Perbankan di Bandung. pada pertengahan tahun 1961 dan tahun berikutnya dikaruniai seorang putra. Ketika menjadi “wartawan muda”. Saat menjadi wartawan inilah. Pada saat itu pula Hamzah pernah dipanggil oleh Pejabat daerah itu berkaitan dengan tulisan-tulisan yang kritis dan vokal terhadap pemerintah daerah. hobi berorganisasi Hamzah terus terlihat. Hingga selesai kursus perbankan. Kalimantan Selatan. Hamzah menikahi gadis yang bernama Asminah. Hal ini karena orang tuanya sebagai anggota Koperasi Kopra dan mempunyai hak 214 . Hamzah mendirikan surat Kabar “Berita Pawan” yang terbit tiga kali dalam seminggu dan dicetak dengan stensilan. Tidak lama setelah menjadi wartawan. Hamzah pun mengirim lamaran diterima masuk menjadi wartawan koran tersebut. Pada saat yang sama ada lowongan untuk menjadi wartawan surat kabar “Bebas” (sebuah koran daerah). Keinginan untuk masuk di dunia perbankan bersamaan dengan niat pemerintah Daerah yang akan mendirikan Bank Perintis milik Masyumi.Kongres HIMSEKSI di Banjarmasin. Itu terjadi pada tahun 1962 sampai dengan 1965. Setamat dari SMEAN. Dengan kata lain Hamzah sempat menjadi pengangguran untuk beberapa waktu.

Mengapa PMII. karena kehidupan politik dan organisasi dikalangan mahasiswa sedang hangat-hangatnya. hobi berorganisasi Hamzah semakin mendapatkan saluran. itu terlihat misalnya dari hasil mata kuliah yang tidak pernah gagal dalam setiap ujian. bukan GMNI. Dalam berbagai aktivitasnya yang cukup banyak itu. Pada periode yang sama. Hamzah bahkan pernah menjadi peserta Konferensi PERTANU (persatuan Tani NU). Di Yogyakarta. Di Yogyakarta. Hamzah muda mulai banyak belajar tentang organisasi dan politik secara lebih dewasa. Pertimbanganya. Hamzah kemudian masuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Akademi Koperasi Negara Yogyakarta. Di waktu kuliah. apalagi suasana saat itu mengaharuskan orang untuk menentukan pilihan. Di kota yang dunia mahasiswanya dikenal sangat dinamis ini. 215 . yaitu 1962-1965 Hamzah juga menjabat sebagai ketua pelajar/mahasiswa kalimantan Barat di Yogyakarta. Naluri politik Hamzah muda sebagai aktivis mahaiswa mulai tumbuh dan berkembang di kota ini selama kurang lebih tiga tahun. Hamzah termasuk orang yang sangat rajin dan tekun. karena PMII merupakan organisasi ekstra Universiter yang berada di bawah Nahdlatul Ulama (NU) sementara Hamzah Haz sendiri adalah pengurus NU cabang Ketapang. Bahkan Hamzah termasuk pendiri komisariat tersebut dan pernah menjadi ketuanya.untuk itu. HMI atau lainya ?. Hamzah banyak mengalami perubahan signifikan yang banyak membentuk dan mempengaruhi pola dan karakter politiknya dikemudian hari. sebuah organisasi onderbouw NU yang bergerak di bidang pertanian.

Karir Politik Hamzah Haz Keterlibatan Hamzah dalam politik berawal dari ajakan guru agamanya. Di samping itu Hamzah juga mengajar di SKOPMA (Sekolah Koperasi Menengah Atas). Buchori untuk menjadi pengurus NU Cabang Ketapang. Hamzah sudah bisa pulang ke Pontianak (bukan ke Ketapang). Sambil terus mengembangkan hobinya berorganisasi. Apalagi di Ketapang 216 . dengan menjadi pengurus Koperasi Kalimantan Barat. yakni 20 tahun. Belum selesai pengumuman ujian. Pada tahun 1965-an. salah satunya disebabkan NU bukan hanya karena mengurusi masalah duniawi tetapi juga hal ukhrowi (hablumminallah wahablumminannas) Hamzah memilih NU karena kecintaannya terhadap NU. ditingkat IV. bahkan kemudian dipercaya sebagai asisten dosen Hendro S. Hamzah menjalani ujian akhir. Kecintaanya pada NU. 2. Dalam usianya yang relatif masih muda. persis peristiwa Gestapu.Setelah kurang lebih tiga tahun kuliah di Yogyakarta. yaitu KH. orang yang bertitel sarjana muda di Kalimantan Barat masih sangat sedikit. oleh karena tidak pernah her dalam setiap ujiannya. yang pada awalnya sebagai sekretaris yang kemudian menjadi ketua. Di Pontianak Hamzah mengabdikan dirinya pada lembaga yang telah memberinya kesempatan tugas belajar. ditambah pada waktu itu Masyumi sebagai partai politik sudah dilarang oleh pemerintah. 150. Hamzah melanjutkan kuliah dengan memasuki Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura. dan secara resmi diangkat oleh PTIP dengan gaji sebesar Rp. Hamzah sudah resmi menjadi pengurus NU Cabang Ketapang. maka kehadiran Hamzah memiliki posisi tersendiri dalam lingkungan masyarakat itu.

Hamzah kemudian dipercaya menjadi wakil ketua tanfidziyah NU wilayah Kalimantan Barat. wilayah kalimantan Barat tidak memiliki wakil di DPR RI. Ketika itu usianya 30 tahun. Tetapi pada saat yang sama. setelah menjadi sekretaris wilayah. dari mulai cabang Ketapang sampai tingkat wilayah.tidak ada perbedaan secara mencolok antara NU dan Muhammadiyah dalam hal ubudiyah. Pada tahun pemilu 1955. melainkan mewakili KAMI (kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) Kalimantan Barat atau angkatan 66. semua memakai qunut. Bahkan dalam kampanye pemilu pada waktu itu mereka mewakili partai yang berbeda. Tetapi yang menarik adalah perbedaan pilihan politik dalam sebuah keluarga tidak mempengaruhi hubungan antar keluarga. kebetulan ada kursi kosong dari NU yang kemudian Hamzah diminta untuk mengisi kembali Pengabdian Hamzah di NU sampai pada tingkat yang terus meningkat. tahlil atau lainnya. karena Hamzah mengundurkan diri menjadi anggota DPRD dari KAMI dan lebih memilih NU. Hamzah menjadi anggota DPRD bukan “mewakili” NU. Hamzah sudah mulai kenal dan “berguru” kepada senior- 217 . usia yang relatif muda dan mengagumkan dalam sebuah partai dengan sistem rekrutmen kader yang cukup ketat. karenanya Hamzah dan kawan-kawan lainnya melakukan konsolidasi dan pembenahan sehingga pada tahun pemilu 1971 Kalimantan Barat memperoleh kursi di DPR RI. Di tingkat wilayah Kalimantan Barat. dengan wakil Hamzah sendiri. Di Senayan itu. Pada waktu itu ada peraturan pemerintah yang mengharuskan semua orang KAMI atau angkatan 66 harus masuk Golkar atau berhenti. ayahnya mewakili Parmusi dan Hamzah mewakili NU. Tetapi itu tidak berlangsung lama. setelah keluar.

maka secara automatis Hamzah menjadi anggota MPW (Majelis Pertimbangan Wilayah) PPP Kalimantan Barat. dijalaninya dengan penuh tanggung jawab karena sebuah kepercayaan. Karena Hamzah menjadi anggota DPR RI dari NU. Kiprahnya di DPR diawali sebagai anggota komisi APBN.seniornya seperti KH. membuatnya nekat untuk belajar dan bekerja lebih keras lagi untuk “mengejar ketertinggalanya”. Hamzah yang belum begitu menonjol pada saat itu. muncul kebijakan pemerintah Orde baru untuk menyederhanakan partai-partai menjadi tiga partai politik NU bersama PERTI. sejak menjadi anggota biasa sampai kemudian menjadi wakil ketua DPR. Maka dari itu. penghormatan terhadap mereka begitu terlihat sampai sekarang. Lebih dari itu. Hamzah masih tetap menghormati. Idham Kholid. sejak masuk pada tahun 1971 sampai akhir tahun 1999. Ahmad Syaikhu. learning by doing. Karena pengalamanya yang cukup panjang. Perjalanan Hamzah Haz menjadi anggota DPR cukup panjang. MI. gurunya adalah orang-orang sudah lebih dulu mengenyam asam garam menjadi anggota DPR. KH. PERSIS dan partai Islam lainnya mengaharuskan untuk berfusi dalam satu wadah yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP). KH. mengantarkan Hamzah menjadi wakil ketua komisi 218 . Pengalaman itu misalnya tentang konsistensi untuk memperjuangkan umat Islam dan bagaimana membangun hubungan dan relasi dalam berpolitik dan sebagainya. Hamzah sangat berbahagia sekali dapat berkumpul bersama mereka dan belajar terhadap pengalaman mereka. maka Hamzah menjadikan DPR sebagai “sekolah”. Masykur dan lainnya. bahkan kepada putra-putri kyai/ulama yang menjadi “guru politik”nya. dan inilah kiprah awal Hamzah di lingkungan PPP.

Pada Pemilu tahun 1999 merupakan tantangan berat buat PPP untuk bertarung 219 .APBN selama 10 tahun dari 1982-1992. Hamzah menjadi anggota Dewan sampai empat kalidisamping dipercaya sebagai ketua Fraksi PPP selama tahun 1992-1997 dan 1997-1998.6 milyar paada tahun 1980 sampai pada kasus likuidasi dan penjualan tanah serta gedung KBRI di Singapura. Hamzah sempat menjadi menteri Negara Investasi/Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Bahkan karena penguasaanya terhadap APBN secara lebih mendetail dan menyeluruh. Bahkan bersama rekannya Umar Basalim (sekjen MPR RI dan Rektor Universitas Nasional). membuat orang menjulukinya sebagai Ayatullah APBN. Kepakaran dan pengalaman Hamzah dalam bidang APBN. tepatnya ketika Habibie menjadi Presiden menggantikan Soeharto yang lengser pada tahun 10 Mei 1998. Hamzah seringkali disebut sebagi kamus berjalan APBN yang selalu siap berkomentar tentang APBN kapan saja dimana saja. Bahkan pada era Reformasi. Kecermatan analisisnya menjadi sumber dalam setiap penyusunan APBN. Abdurrahman Wahid sebagai Presiden. Hamzah menulis di surat kabar tentang persoalan politik dan terutama ekonomi. Bahkan bukan hanya itu masalah-masalah ekonomi yang berakit dengn devisa dan harta negara menjadi perhatian utamanya. Kiprah Politik Hamzah di Dewan berakhir setelah Ia menduduki posisi sebagai wakil Ketua DPR mendampingi Akbar Tanjung. Dari kasus kredit macet BNI senialai 633. Karena setelah itu Hamzah diangkat menjadi Menteri Koordinartor Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra dan Taskin) pada Kabinet Persatuan Nasional yang di bawah Komando KH.

karena lebih 20 tahun lebih orang NU baru kembali memperoleh posisi Ketua Umum. Hamzah Haz menjadi Ketua Umum DPP PPP periode 1999-2004 mengalahkan pesaing tunggal Dr. memiliki makna yang sangat strategis. Ir. penggantian ini diperikirakan memiliki pengaruh yang signifikan dan meluas. ditetapkannya asas Islam menjadi asas partai menggantikan Pancasila. Hal yang ketiga ini cukup peting terutama untuk basis NU di PPP. Maka menjadi ujian tersendiri buat PPP untuk bisa mempertahankan basis konstituenya untuk di DPR mapun DPRD. Seperti banyak dikatakan. Setidaknya ada tiga hal penting yang dihasilkan muktamar. terpilihnya Dr. bahwa pemilu 1999 diikuti oleh puluhan partai-partai Islam yang berarti jumlah pesaing semakin banyak dan beragam. menetapkan kembali Ka’bah sebagai lambang partai menggantikan bintang dan Ketiga. Maka Habibie dalam merekrut kabinet mengakomodir dari partai lain termasuk PPP untuk menjadi kabinet Reformasi. Setelah satu tahun kurang tiga belas hari. AM Saifuddin yang waktu itu juga menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Pangan dan Holtikultura pada Kabinet Reformasi . Muktamar IV PPP yang diselenggarakan tanggal 29 November 1998. yakni Hamzah Haz sebagai Menteri Investasi dan Kepala BKPM dan AM Saifuddin menjadi menteri Urusan Pangan dan Holtikultura.bersama partai-partai Islam lainnya. Kedua. Hamzah bekerja sebagai Maninvest/kepala BKPM dengan penuh tanggung jawab dan sepenuh hati maka 220 . Pertama. Ketika Habibie menggantikan Soeharto menjadi presiden pada tahun 1998. ada upaya untuk mengakomodir kekuatan partai lain selain Golkar untuk masuk dalam kabinet. Dari PPP ada dua orang yang masuk menjadi menteri.

Hamzah mengajukan pengunduran dirinya kepada presiden. Karena dengan demikian Ia bisa berkosentrasi penuh pada partai 221 . Hal itu pun diikuti juga oleh beberapa menteri lainnya seperti Akbar Tanjung yang terpilih sebagai Ketua umum Partai Golkar. Kekuatan poros tengah dalam sidang Umum MPR 1999. kembali membawa Hamzah masuk dalam jajaran kabinet KH. Dalam kabinet Gus Dur itu Hamzah menduduki posisi sebagai Menteri Koodinator Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra Taskin). Hal itu terbukti ketika dirinya tidak bisa berbuat apa-apa lagi terhadap partai karena kesibukannya menjadi menteri dengan perhatian yang minim dan lain sebagianya. Pilihan untuk mengundurkan diri sebagai menteri adalah konsekwensi yang harus diterima karena Hamzah terpilih sebagai Ketua Umum dan calon legeslatif dari daerah pemilihan Jakarta. maka Hamzah pun menerima tawaran tersebut. membuat Hamzah akhirnya lebih memilih mengundurkan diri dari Menko Kesra Taskin dan kosentrasi mengurus partai. sesungguhnya tidak ada niat atau keinginan sedikitpun diriinya untuk menjadi menteri karena berat dan besarnya tanggung jwab yang harus dikerjakan. padahal tamu yang datang banyak sekali. Abdurrahman Wahid (atau yang akrab dipanggil Gus Dur). Hamzah mengatakan. Bahkan dalam siaran persnya. kemunduran dirinya dari Kabinet Persatuan Nasional. Tetapi karena desakan dan situasi politik pada waktu itu. Sejak menjadi menteri dirinya tidak pernah sekalipun datang ke kantor PPP. Hal itu sebenarnya sudah sering dikatakanya dalam intern PPP sendiri maupun poros tengah. Sejak dari awal. sangat melegakan. Maka ketika harus memilih antara pertai atau menteri maka dirinya lebih memilih partai.

dengan KH. membuat policy. yang merencanakan. Maka persaingan dan permusuhan politik pun tidak bisa dihindarkan. Hal itu cukup berpengaruh terhadap peta politik dan atmosfir politik Indonesia. Bahkan ketua umum harus memosisikan dirinya seperti komisaris dalam perusahaan yang hanya berfungsi mengontrol. Ia ingin merombak tradisi itu. Ditambah Habibie didukung juga oleh beberapa kelompok Islam. maka Hamzah justru tidak. untuk memastikan dan memperjuangkan Megawati sebagai Presiden RI. Mengatasi kebuntuan politik dan menghindarakan dari Sidang Umum MPR dari ancaman deadlock maka para politisi yang tergabung dalam kelompok Islam membentuk suatu “kekuatan politik tandingan” sebagai kekuatan alternatif. Pemilihan Umum tahun 1999 mengahasilkan PPP sebagai pemenang ketiga setelah PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Pada umumnya ketua umum partai memiliki jabatan formal. Pada saat yang sama Partai Golkar dengan Habibie sabagai calon presidenya tidak jauh berbeda suasana psikologispolitisnya dengan PDI Perjuangan. Sedangkan yang lain seperti direkturnya berfungsi melaksanakan tugas dari kebijakan-kebijakan tersebut.. Abdurrahman Wahid sebagai calon presidennya Kekuatan tandingan itu yang kemudian populer disebut sebagai “Poros Tengah” terbukti berhasil mampu menggeser kekuatan politik utama dan menjadikan semua 222 . Beberapa partai Islam selain PPP hanya mendapatkan kursi yang tidak terlalu signifikan. Kemenangan PDI Perjuangan dengan Megawati sebagai calon presidennya dalam pemilu 1999 membuat kelompok ini memilki keberanian dan kepercayaan diri dari para elite partai maupun masyarakat bawah yang sangat fanatik.

Sementara Megawati dan Akbar Tanjung sebagai pemenang pemilu pertama dan kedua hanya mendapatkan posisi wakil presiden dan ketua DPR. Maka tidak ada keterkaitan politik apapun ketika semua kepentingan sudah berhenti misalnya pada Sidang Umum belaka. sifatnya sesaat dan kontraktual. poros tengah. Sebagai kekuatan politik alternatif. tapi lagi lagi itu bukan mengatasnamakan secara eksplisit sebagai poros tengah. Menyadari posisi tersebut.Dus. presiden Abdurrahman Wahid mendapatkan serangan dan kritik politiknya justru dari kelompok yang dulu membidani poros tengah. Poros tengah sesungguhnya. Poros tengah kemudian berubah menjadi kekuatan sentral yang menentukan. Meskipun secara individual mereka masih melakukan aktivitas politik secara bersamasama. Hamzah memainkan kartukartu politiknya untuk melakukan bargaining position dengan kawan maupun lawan kelompoknya. poros tengah sebagai kekuatan politik secara formal pada saat ini dianggap telah bubar dan tidak ada. Tidak mengherankan apabila dalam perjalananya. Artinya ikatan dan konsensi yang terjadi antara kelompok satu dengan yang lain dalam wadah poros tengah terbatas pada kepentingan yang terjadi pada saat itu. Terbukti mampu menggilkan Gus Dur dan Amin Rais dalam posisi yang penting. seperti yang disebutkan oleh Azyumardi Azra. Poros tengah hanya bisa disebutkan dalam konteks politik pada waktu sidang umum 223 .skenario politik Indonesia berubah drastis. PPP dengan 58 kursi ditambah dengan 13 utusan daerah mempunyai peran yang sangat diperhitungkan terutama ketika bergabung dalam kelompok baru. Dalam pada itu. seiring dengan kecenderungan politik.

artinya politik yang dibatasi oleh waktu dan situasi tertentu karena kepentingan tertentu dan akan habis ketika kepentingan itu sudah tercapai. nampaknya tidak mampu lagi dihadapi hanya dengan pola pengajaran keagamaan semata. poros tengah pada saat itu tidak terlalu solid.MPR 1999. 59 46 Untuk lebih dekat dengan tohoh-tokoh Indonesia baik dari pesantren maupun non pesantren. silahkan klik www. Interaksi santri dengan dunia yang terus melaju pesat.tokohindonesia. bahkan hampir di tiap lini kehidupan sosok santri dapat berkiprah dan menunjukkan eksistensinya.com 224 . pengamat politik dan dosen ilmu politik Universitas Indonesia mengibaratkan bahwa poros tengah sebagai politik mut’ah. ketika Gus Dur akhirnya harus lengser karena “dilengserkan” oleh sidang umum MPR tahun 2001. Beberapa nama alumni menghiasi deretan panjang tokoh-tokoh terkemuka di Indonesia46 dari masa ke masa. tetapi penting rasanya juga dibekali dengan ilmu-ilmu keterampilan yang dapat mendukung pergumulan mereka dengan dunianya. Beberapa posisi penting. dalam arti dapat bubar. 45 Eep Saifulloh Fatah. Agenda-Agenda Demokratisasi Pasca Orde Baru.h. bersama membangun agama dan bangsa. Pendidikan pesantren mengalami perubahan dari pola “tradisional” kepada polapola “modern”. Megawati naik menjadi presiden dan sidang memutuskan Hamzah Haz sebagai wakil presiden. sekarang sudah ada ensiklopedi tokoh. Aep Saifulloh Fatah. Karir politik Hamzah sampai pada puncaknya. Zaman Kesempatan. Karennya. karena kecurigaan-kecurigaan akan monufer politik yang berkembang sangat cepat dan dinamis45.

Begitu pula. pada kenyataannya memiliki dinamika perkembangan yang dinamis. mempunyai dasar-dasar yang kuat untuk ikut mengarahkan dan menggerakkan perubahan yang diinginkan. metode pengajaran. Kebebasan membentuk sistem pendidikan baru merupakan keniscayaan. baik elemen yang bersifat hard-ware seperti : mesjid. Bahkan dunia pesantren telah memperkenalkan kaidah yang sangat populer al- muhafadzatu ‘ala qodimissalih wal-‘akhdu bil-jadidil ashlah (membina budaya-budaya klasik yang baik dan terus menggali budayua-budaya baru yang lebih konstruktif ). mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.mempunyai elemen yang bersifat soft-ware. seperti: tujuan pendidikan. yang selama ini dianggap simbol kejumudan (kebekuan) dan kemandegan (stagnasi). dan perangkat lainnya yang menunjang proses belajar mengajar.BAB VII PESANTREN MASA DEPAN (POST MODERN) Pesantren adalah dimensi pendidikan yang memiliki elemen-elemen penunjang yang khas. Dunia pesantren yang nyaris dipahami oleh masyarakat sebagai dimensi yang tidak berubah. sistem evaluasi. bisa berubah. ruang belajar. asalkan tidak lepas dari bingkai ashlah (lebih baik). ketika dunia pesantren 225 . kurikulum. Keharusan untuk mengadakan rekonstruksi ini sebetulnya telah dimaklumi.. Pesantren bukan berarti tidak mempunyai kelemahan dan kekurangan. Selain itu pesantren . untuk itu perlu adanya perbaikan dengan cara melakukan rekonstruksi terhadap sistem pendidikan yang ada. kitab-kitab dan lain sebagainya. pondok.

maka aspek ashlah merupakan aspek kunci yang harus dipegang. H. Pesantren modern berarti pesantren yang selalu tanggap terhadap perubahan dan tuntuan zaman. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren tidak harus merubah orientasi atau mereduksi orientasi dan idealisme pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddiin dalam pengertian luas. dan bebas dalam memilih alternatif jalan hidup dan menetukan masa depan dengan jiwa besar dan sifat optimis menghadap segala problematika hidup berdasarkan nilai-nilai Islam. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren tidak perlu mengorbankan nilai-nilai. kesedarhanaan. Sistem pendidikan pesantren tidak seluruhnya baik dan tidak seluruhnya jelek. Bingkai tersebut merupakan suatu yang harus ada dan menjiwai kehidupan dipesantren 226 . untuk itu pimpinan pesantren dituntut untuk dapat memilih dan memilah mana yang harus diperbaharui dan mana yang harus dipertahankan. Pelajaran agama tidak hanya diartikan ilmu-ilmu keagamaan dan apriori terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren bukan berarti merombak seluruh sistem yang ada yang berakibat hilangnya jati diri pesantren. ukhuwah Islamiah. Bingkai Pesantren Sebagaimana diungkap di atas bahwa rekontruksi pesantren atau perubahan apapun terhadap pendidikan pesantren harus selalu memperhatikan bingkai pesantren.diharuskan mengadakan rekonstruksi sebagai konsekuensi dari kemajuan dunia modern. seperti : keikhlasan. sehingga diharapkan pesantren mampu melahirkan ulama-ulama intelek yang mampu menjawab tantangan zaman. kemandirian.

bukan karena mereka sudah bayar atau membayar guru. ada yang mengembangkan konsep khidmah48 kepada guru sebagai wujud dari keikhlasan. Dengan suasana ini diharapkan ada keterikatan batin anatara kyai sebagai guru dan santri sebagai murid dengan satu tujuan ibadah. 227 . dan kebebasan. ukhuwah Islamiyah. berdikari. jika suatu lembaga pendidikan walaupun mengambil bentuk pesantren namun tidak ada semangat keikhlasan pengelolanya. dan seterusnya. Bentuk keikhlasan ini bisa beraneka ragam sesuai dengan tradisi yang dikembangkan di pesantren masing-masing. 48 Santri membantu pekerjaan Kyai baik di rumah maupun di ladang tanpa mengharapkan imbalan material. demikian juga para santrin belajar dengan ikhlash niat ibadah mencari ilmu. apa lagi kalau tercerabut dari akar perjuangan dakwah Islamiyah. Para kyai dan ustadz mengajar dengan ikhlash47 bukan karena imbalan materia (gaji). Ada yang menjadikan kepatuhan pada aturan yang digariskan pimpinan sebagai wujud dari keikhlasan. maka menurut kerangka ini bukan pesantren tapi lebih tepat disebut sekolah berasrama atau boarding school atau lainnya. Yang jelas semua aktivitas tidak dimotori atau diukur oleh imbalan material. maka ilmu yang didapat diharapkan bermanfaat. Jadi suatu lembaga bisa disebut pesantren bila kehidupan didalamnnya digerakkan oleh keikhlasan dan mendidik santrinya untuk mewarisi keikhlasan dalam beramal.yang memang merupakan hasil pengamatan yang mendalam atas kehidupan yang dikembangkan di pesantren. hal ini berlaku umum disemua pesantren tidak hanya Gontor saja. menurutnya pesantren itu memiliki minimal lima jiwa: Keikhlasan. kesederhanaan. Dalam hal ini KH Imam Zarkasyi mencoba merumuskan hasil pengamatannya terhadap dunia pesantren. 47 Ikhlash adalah inti yang membedakan anatara pesantren dengan lembaga pendidikan lain.

sehingga tergambar suatu tatanan masyarakat yang memiliki rasa persaudaraan. pekerjaannya sendiri serta tidak manja. Ketiga adalah berdikari. persaudaraan sesama muslim. serta kepedulian dan seterusnya. bebas dalam menentukan jalan hidup dalam arti tidak diikat oleh mazhab atau partai kyainya. Jadi kehidupan di pesantren tidak berdasarkan pada hidup mewah dan serba berlebihan. Untuk mengambarkan kondisi ini tidak jarang pak Kyai membantu santrinya yang menghadapi kesulitan keuangan. atau juga sesama temannya."makan untuk hidup bukan hidup untuk makan". satu keyakinan dan satu perguruan. kehidupan di pesantren harus mandiri dan mendidik santrinya agar bisa mandiri. 228 . akan tetapi sebatas memenuhi kebutuhan. untuk mengerti arti sederhana yang paling mudah adalah menunjukkan lawan katanya yaitu kemewahan atau berlebihan. pengorbanan. dan saling membantu. Kelima adalah kebebasan. bersaudara karena satu agama. seperti jiwa perjuangan. bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. atau jiwa mandiri. kehidupan dipesantren diwarnai kesederhanaan. harus menjadi itu dan ini. supaya bisa beribadah lebih banyak.Kedua adalah jiwa kesederhanaan. Selain kelima jiwa minimal yang membingkai pesantren bisa juga dikembangkan dengan menambah jiwa-jiwa lian yang bisa diamati dari kehidupan di pesantren. hal ini akan tercermin dalam suasana latihan tolong-menolong. yang penting adalah bagaimana bisa mewujudkan bentuk keislamannya bagi dirinya dan bagi keluarga serta masyarakat sekelilingnya. Keempat suasana persaudaran. kebutuhan untuk hidup.

ada kyai yang memiliki ilmu.I. datang para santri yang mau menuntut ilmu dan belajar pada kyai. tapi tetap menjadi salah satu problema pesantren ketika kebutuhan akan sarana semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya populasi santri. Budaya swadaya ini begitu kental dalam dunia pesantren. karena rumah kyai tidak bisa menampung santri yang berdatangan. Sebagaimana diungkap dalam kisah lahirnya pondok pesantren. Selain masalah pendanaan ada beberapa permasalahan lain yang dihadapi pesantren yang bisa disebutkan di sini: • • • • • • Pendanaan Pengembangan & Manajemen Pengelolaan Pengakuan dan Legalitas Pencitraan Informasi dan Publikasi Politik 229 . Walaupun demikian bukan berarti masalah pendanaan tidak menjadi problema. maka para santri dibantu masyarakat sekitar mulai membangun pondokan-pondokan untuk tinggal mereka. hampir semuanya terbangun atas dasar swadaya para santri dan orangtua santri serta masyarakat sekitar. Problem Yang dihadapi Pesantren Pesantren sebagai refleksi dari kebutuhan masyarakat muslim atas lembaga pendidikan yang dapat mendidik dan mengajari putra-putri mereka tentang agama Islam dan pembiasaan kehidupan berpolakan ajaran Islam. dan menjadi pilar kemandirian pesantren maupun kemandirian para santrinya nanti.

Lain halnya dengan sekolah atau perguruan tinggi untuk prasarana standard cukup ruang belajar.1. 50 Masalah air ini masih menjadi kendala bagi kebanyakan pesantren. jika para santri ikut ke sumur-sumur penduduk sekitar. mushala. dan beberapa buah WC. jika ada yang terpaksa terhenti juga biasanya karena kekosongan kaderisasi kyai atau karena kyai alih profesi. karena pendanaan tidak saja dibutuhkan untuk sarana dan prasarana tapi juga untuk konsumsi para santri dan para asatidznya. tidak pernah terhenti kegiatannya dengan alasan dana. karena dalam prakteknya kalangan pesantren sentiasa terus berjuang dan gigih. 49 Pengungkapan masalah pendanaan ini tidak berarti pesantren atau kyai mengeluh. 1 orang 60 liter air per hari. sebuah pesantren juga harus mempersiapkan ruang tinggal dan saranannya seperti WC dan kamar mandi dengan ratio minimal 1 berbanding 10-20 orang santri. tapi semata-mata mengungkap realitas hasil pengamatan. karena selain mempersiapkan ruangan belajar. apa lagi di musim kering. masalahnya menjadi lebih kompleks. berbeda dengan sekolah atau perguruan tinggi. Permasalahan akan semakin komplek ketika pesantren memilih pola anak asuh bagi para duafa dan yatim piatu. bagi pesanatren masalah ini menjadi permasalahan serius49 ketika dituntut pasilitas sejalan dengan meningkatnya populasi santri. Pendanaan Masalah pendanaan hampir menjadi kendala setiap pergerakan apapun. karena jika diserbu 10 orang santri saja sumur mereka bisa kering 230 .50 aran jemuran pakain dll. berdasarkan pengalaman mereka tidak bisa mengizinkannya. kantor guru. Jika asrama menampung seratus santri artinya harus tersedia minimal 10 kamar mandi dan WC dengan persediaan air bersih yang cukup. tidak ada pesantren terhenti kegiatannya karena alasan dana.

apalagi pada masa-masa awal pemerintahan adalah pihak penjajah yang menganggap pesantren sebagai ancaman. ruang inap tamu yang semuanya semakin memperluas medan kebutuhan pesantren sesuai dengan tuntutan zaman dan pola hidup yang berkembang dimasyarakat. transportasi. Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan ini sejak awal pesantren sebagai lembaga swadaya yang mandiri berusaha menyelesaikannya sendiri. Pola-pola swadaya pesantren dalam pembangunan biasanya menghidupkan kegiatan infaq dan shadaqaoh dari kalangan masyarakat.Selain masalah di atas. biasanya pesantren tidak menggantungkan diri pada bantuan pemerintah baik pusat maupun daerah. Karena berbagai pasilitas tadi menjadi tuntutan baik intansi pemerintahan maupun masyarakat yang akan memesantrenkan anaknya. lahan bermain. Dewasa ini jika diinventarisir sumberdana pesantren adalah: • • • • Kyai Masyarakat Muslim Wali Santri Intansi Pemerintah mauapun Swasta 231 . juga sarana konsumsi seperti dapur dan ruang makan menjadi agenda tambahan. serta sarana olahraga. wali santri dan bahkan dari pengelola pesantren sendiri. sarana kesehatan.

52penerbitan kalender atau penjualan produk pesantren. baik dari usahanya atau dari hasil ladangnya. besi ataubahanbahan material bangunan lainnya. atau bahkan unit-unit gedung.). banyak kyai yang memiliki usaha atau bergerak dalam bidang tertentu yang kemudian sebagian dari penghasilannya itun dipakai untuk pendanaan pesantrennya.biasanya pola pengumpulan dana pembangunan dengan mengirimkan delegasi pengumpul dana yang berkeliling ke desa-desa dengan mebawa rencanan pembangunan. h. lihat Ahmad Toharri Cerpen berjudul "Atasnama Agama" dalam kumpulan cerpennya Mas Mantri Menjenguk Tuhan.com/indonews@indo-news.Pertama Kyai. yakni para simpatisan yang peduli terhadap aktivitas pendidikan Islam dan dakwah Islamiyah biasanya dengan sukarela membantu pembangunan pesantren.mailarchive. Tidak jarang para dermawan yang kaya misalkan memngambil jatah pasir.51 Kedua Masyarakat Muslim. serta formulir atau list berisikan daftar penyumbang dengan nominal sumbangan yang diberikan. maka bantuan bervariasi antara barang dan uang.1997. di daerah sekitar penulis tinggal.html 232 . biasanya kyai berperan sebagai pelopor pendanaan pesantren. Selain pola di atas bagi pesantren pemula yang belum dilihat hasil pendidikannya. Akhir-akhir ini ada trend baru penghimpunan dana dengan membuat "jaringan" di jalan raya 51 Sebagai contoh. (Jakarta: Risalah Gusti. 11. tepatnya desa Susukan Ciawigebang Kuningan ada sekitar 80 santri yang selain tinggal dipesantrennya (al-makmur) juga disekolahkan / kuliah dengan biaya dari hasil usaha pak kyainya termasuk konsumsi mereka sehari-hari. kalau bangunan itu berbentuk pisik. ada juga yang mensuplay kebutuhan bangunan untuk satu lokal ruang belajar. lihat juga Hasan Basri "Kasta Di Antrara Kita" http://www.com/msg02774. 52 Tehnik pengumpulan dana seperti ini sering melahirkan kecurigaan di kalanagan masyarakt penderma yang meragukan kebenaran program dan kejujuran para pengumpul derma.

atau kebutuhan sesuai kesimpulan yang diambil wali santri sendiri. artinya ia mengusulkan dan ia juga yang membuatnya. dengam membangunkan sarana tertentu atau mengirimkan pasilitas tertentu.atau mengirimkan santri untuk berkeliling ke desa-desa dengan menghimpun infaq baik berupa uang maupun beras. caranya dengan menyelenggarakan koperasi dapur. penghimpunan dana juga dengan jalan silaturahmi kepada para hartawan / pengusaha lokal. warung-warung serta kantin untuk jajan santri yang semuanya diorganisir hingga labanya bisa dipakai pembangunan pondok dan kebutuhan pondok lainnya dengan motto dari kita oleh kita untuk kita. walaupun demikian tidak menutup kemungkinan bagi wali santri yang ingin berinfaq lebih dari yang di gariskan pesantren. biasanya tergantung pada latar belakang usaha atau profesi wali santri. Selain itu bisa juga berupa sisa uang makan dan spp santri yang diorganisir pesantren termasuk uang jajan santri. dalam hal ini kharisma kyai sanagtlah menentukan. Bantuan wali santri bisa juga sebagai respon atas kegiatan yang dilakukan pesantren. pola-pola pendanaan dari wali santri sangat beragam. ada pesantren yang mencanangkan saja uang pangkal dan uang bangunan pada saat pendaftaran santri baru setiap angkatan. Al-Basyariyah Bandung dan pesantren lainnya. Selain cara di atas. biasanya dilakukan sendiri oleh kyai yang berpengaruh dan memaparkan kebutuhannya. Hal ini berjalan seperti di pesantren Daarunnajah Jakarta. 233 . Ketiga wali santri.

Seperti sudah dimaklumi bahwa sistem suatu pesantren mengakar tidak saja di dalam lingkungan pesantren tapi juga di dalam tubuh komunitas pesantren dalam hal ini masyarakat luas yang biasa menghargai pesantren dan memiliki kerangka berpikir sendiri tentang pesantren (katakanlah sebuah sistem norma. karena sangat berhubungan erat dengan sistem soial masyarakat pesantren. diluar definisi akademik). ajaran dan kualifikasi suatu yang disebut dengan pesantren. Perubahan bisa dilakukan hanya dengan kaderisasi dan persiapan calon kyai. bila yang dituju organisasi seperti Robithah maka dokumen harus disertai sertifikat wakaf dan laporan modal yang tersedia di pesantren. tentu saja dengan menyelenggarakanacara-acara mengkomunikasikan. tahap berikutnya adalah tahap sosialisasi terhadap masyarakat luas yang merupakan basis pesantren. Untuk intansi yang formal spereti ini biasanya pihak pesantren mengajukan permohonan tertulis dengan proposal lengkap. karena status dan kedudukan kyai maka perubahan ke arah pengembangan dan manajemen di dunia pesantren harus hati-hati. 2. reini alumni dan semisalnya untuk 234 . ini pada tahap pertama.Keempat intansi pemerintah maupun swasta serta organisasi-organisasi keagamaan seperti Rabithah Alam Islami dan Haiah Igotsah yang programnya memang mendukung kativitas dakwah Islmaliyah. Pengembangan dan Manajemen Pengelolaan Problem lain bagi pesantren adalah masalah manajemen dan pengelolaan.

Beberapa instansi yang mecoba masuk ke pesantren dengan gagasangagasan perbaikan adalah departemen koperasi dan UKM. namun permasalahan legalitas bukan berarti terselesaikan. Masalah ini kini menjadi suatu yang diperjuangkan pesantren. SMP atau SMA. Pengakuan dan Legalitas Masalah yang dihadapi pesantren adalah masalah legalitas lulusannya. selain depkop juga departemen pertanian dengan gagasan agribisnis pesantren. B. mereka terpaksa menghadapi masalah dengan dibutuhkannya ijazah formal seperti Aliyah. dan baca tulis di dunia pesantren. 3. pada tahun 2004 belakangan ini berkenaan dengan legalitas menjadi mencuat ketika lulusan pesantren dicalegkan dan menpata dukungan yang banyak. Belakangan departemen agama sejak tahun 2000 an mulai memperhatikan pesantren demikian juga diknas53. kehutanan dengan HPH-nya. 235 . walaupun telah ada program kejar paket A.mereka mencoba menawarkan ide perkoprasian. & C yang biasanya diarahkan ke pesantren sebagai solusi untuk memperkenalkan pelajaran umum. Bahkan 53 Usaha yang dilakukan biasanya berbentuk penataran dan pengarahan pimpinan pondok. termasuk juga departemen kesehatan dan intansi lainnya seperti kependudukan dll. Tsanawiyah. pada tahun 1997 an di kab Kuningan Jawa Barat ada semacam pembentukan kopontren besar-besaran dan obral badan hukum --walaupun akhirnya tidak semuanya berjalan-. untuk wilayah Jawa Barat bentuk nyata dari depkes adalah dengan dilibatkannya pesantren dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dalam bentuk poskestren pada masa Nuriana menjabat Gubernur.

2414/C/MN/2004 tertanggal 20 April 2004 kepada seluruh rektor perguruan tinggi negri mapun swasta yang menjelaskan bahwa Ijazah yang dikeluarkan pesantren tersebut bisa dijadikan syarat tes masuk ptn/pts di Indonesia 236 . Lenteng Sumenep Madura. TMI pesantren Al-Basyariyah Cibaduyut Bandung dan TMI Pesantren Modern Al-Ikhlash Ciawilor Kuningan Jawa Barat. tentu saja dengan usaha pembenahan di sana-sini dan dengan kualifikasi yang mampu mengangkat pendidikan kita. MMI Pesantren Mathabul Ulum. 4. TMI Pesantren Darunnajah. melalui SK Mendiknas Nomor:240/C/KEP/MN/2003 tertanggal 20 Juni 2003 msilannya diakui 9 pesantren antara lain. Pencitraan 54 Lihat SK Mendiknas Nomor: 240/C/KEP/MN/2003 dan lampirannya. Pada tahun 2003 an pesantren-pesantren ala Gontor (KMI/TMI) menyusul pesantren induknya mendapat penyetaraan dengan tamatan SMA Departemen Pendidikan Nasional. KMI Pesantren Ta'miiruyl Islam Tegalsari Surakarta Jawa Tengah. legalitas pesantren bisa dinikmati seluruh lemabga pendidikan pesantren di Indonesia. SK ini juga disusul dengan surat edaran bernomor. Ulu Jami Jakarta Selatan. TMI Pesantren Modern AlMizan Narimbang Rangkas Bitung Banten.54 Semoga adalam waktu dekat sesuai dengan perkembangan budaya dan cara hidup yang semakain maju.pada masa kampanye presiden tahun 2004 menjadi janji calon presiden dan tuntutan masyarakat pesantren dalam berbagai dialog dan pertemuan.

Berkenaan dengan pencitraan lain adalah karena kegiatan pengumpulan dana pembangunan dengan pola jaringan dan delegasi pengumpul derma keliling ke kampung-kampung juga meninggalkan kesan pesantren dan santri selalu "mengemis". tapi yang perlu ditandaskan bahwa dalam harta kita ada jatah untuk kepentingan agama dan kepentingan umum.Yang tidak kalah seriusnya pesantren menghadapi masalah pencitraan di mata ummat dan bangsa. Agak apologi memang. Dan masalah pendidikan agama adalah tanggungjawab semua. pencitraan tersebut biasanya dikaitkan dengan kebersihan dan penataan lingkungan. Informasi dan Publikasi 237 . menuntut hak shodaqoh yang kalau tidak didatangi juga tidak ingat akan keharusan bersedekah. yaitu mengingatkan kepada khalayak bahwa sebagian rijqi perlu dinafkahkan di jalan Allah. sementara masyarakat muslim berkewajiban menyokong kegiatan tersebut sehingga terciptalah sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan dan ummat sebagai penggunanya. Penjelsan tentang metode pengumpulan dana seperti itu sebenarnya kalangan pesantren memiliki misi. Selain juga mempasilitasi mereka yang mau berderma supaya tidak usah jauh-jauh atau repot-repot mencari sasaran. Walaupun sebagian pesantren telah menata diri tapi kesan tersebut masih belum sirna. pihak pesantren hanya menyelenggarakan sesuai dengan tugasnya dakwah Islamiyah. 5. sering terdengar istilah jorok dan kumuh dinisbahkan kepada pesantren.

ekonomi. atau jika keluarganya dari pesantren maka ada kerabat lain yang juga mesantren. kecuali beberapa pesantren dan short couse yang dilakukan penyelenggara pesantren kilat di Puncak yang dengan mudajh bisa kita baca di koran misalnya. bahkan sampai pada isu terosrisme seperti "image" yang sedang dibangun AS di mata Internasional. Perjuangan men"citrakan" Islam dalam kancah percaturan kehidupan sosial dan budaya dengan upaya Islamisasi berbagai sektor dan komponen kehidupan menjadi suatu keharusan dan kewajiban setiap individu muslim di 238 . ada semacam tabu bagi pesantren untuk mengiklankan kegiatannya. Politik Islam sebagai agama mayoritas bangsa Indonesia memungkinkan untuk dijadikan bahan rujukan berbagai persoalan. Ada semacam daur ulang input pesantren. Ini gejala umum. 6. artinya jika bapaknya dasri pesantren.Informasi dan publikasi bagi pesantren agak tertinggal. Tidak seluruh masyarakat mengetahui kegiatan dan keberadaan pesantren. walaupun ada juga kalangan non pesantren dengan niatan mendalami agama memasukkan anaknya ke pesantren sebagaimana alumni pesantren menyebrangkan anaknya ke luar pesantren. mulai dari isu-isu politik isu pembangunan. Kenyataan ini membentuk pesantren menjadi suatu komunitas turun temurun. alumni memasukkan anaknya ke pesantren almamaternya. semua ini mungkin karena minimnya publikasi dan informasi tentang pesantren. juga karena pencitraan buruk sebagaimana dikemukakan di atas. maka anaknya juga dipesantrenkan.

Citra atau Perisai? (sebuah catatan untuk Pemda & DPRD) HU Mitradialog Selasa 11Januari2004 56 Pernah terjadi di masa ORBA suatu pesantren terhenti kegiatannya karena pimpinannya begabung dengan partai atau peserta pemilu. di sisi lain menjadi negatif karena pengkotakan tadi dan karena dunia politik seringkali pada dataran tertentu berlawanan dengan misi pesantren. Seperti kegiatan safari Romadlan yang dilakukan Harmoko dengan mengunjungi pesantren-pesantren pada saat ia jadi mentri.pesantren sebagai suatu yang harus dijauhi 55 M. 239 . ketika pemerinatahan kurang menghargai pesantren seebagai asset bangsanya. Hal ini menjadi penting untuk dikritisi karena ada perbedaan tajam antara 'mencitrakan Islam" dengan menjadikan Islam sebagai perisai suatu kekusaan tertentu dalam kancah politik.56 Selain masalah di atas juga sistem pemerintahan.55 Konstelasi politik juga sering menjadi permasalahan bagi pesantren walau kadang menguntungkan juga. Namun bisa juga mengancam keberadaan pesantren karena terkotakkan pada parpol tertentu.tengah "penggunaan isu-isu keislaman" seperti diungkap di muka. yang terjadi adalah -sebagaimana di masa penjajahan-. halaman berita koran dan majalah. Problema lain adalah ketika kyai-nya dipercaya atau diminta untuk dicalegkan ini di satu sisi positif karena medan dakwah kyai menjadi luas. Tata Taufik. Islam. menguntungkan bagi pesantren dari satu sisi yaitu publikasi (Harmoko pemilik media saat itu karena menjabat menteri penerangan) pesantren bisa masuk TV.

Dimensi SDM Medan-Medan Pengembangan Berangkat dari permasalahan di atas. yang harus ditempuh adalah pengembangan sumber daya manusia. Selain keenam permasalahan di atas sebenarnya masih banyak lagi problema lain yang bisa ditemukan dalam dunia pesantren. sehingga ketika kyai tersebut (figur) wafat maka pesantrennya ikut mati juga. pernyataan ini tidak berarti bahwa SDM pesantren dewasa ini lemah. karena kepiawaian dalam berpidato maupun 240 . J.dan dimusuhi. Cara mudah dalam hal ini adalah mengembangkan budaya baca dan budaya dengar di pesnatren. Bersamaan dengan kaderisasi juga pengayaan SDM yang ada dengan berbagai kemahiran baik manajerial maupun kemahiran lain yang sesuai dengan tuntutan zaman. 1. dan bisa kita analisa untuk membantu berpikir mencarikan jalan keluarnya. untuk pengembangan pesantren dalam berbagai segi baik pendanaan. yang dimaksud di sini adalah pengembangan terus-menerus serta kaderisasi. pengelolaan maupun manajemen serta permasalahan lainnya. ungkapan pesantren sebagai "sarang teroris" misalkan yang muncul pada tahun 2000an ikut memperkeruh kesan terhadap pesantren. Jangan sampai suatu pesantren "terhenti" hanya karena meninggalnya kyai yang biasanya menjadi komandan sekaligus tumpuan kepercayaan ummat maupun santri.

para pemimpin negara kita serta pengarah kebijakan kita adalah orang-orang yang memiliki dasar pengamalan dan pengetahuan agama yang baik---sementara pengamalan keagamaan di pesantren telah menjadi tradisi. Mungkin kegiatan sebagaimana di atas bagi beberapa pesantren bukan hal yang asing. coba bayangkan alangkah indahnya jika ilmuwan kita nanti. 241 . Di masa depan nampaknya sumberdaya yang handal sangat membantu pengembangan pesantren untuk senantiasa bisa eksis di era global tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisi baik yang telah dimiliki. bila demikian adanya. tehnik penyampaian gagasan (presentasi) dan tehnik pembuatan proposal bisa juga dijadikan kemahiran tambahan. Pengembangan seperti ini dapat dilakukan pesantren dengan mudah karena sekarang sudah banyak sarjana-sarjana IAIN misalnya yang ada disekitar /mengelola pesantren.berdebat (biasanya sudah dimiliki para santri) harus didukung dengan informasi (pengetahuan) yang luas supaya tidak tertinggal. Tehnik pembuatan surat resmi serta kemahiran administratif lainnya juga layak untuk diajarkan terutama bagi santri senior yang biasanya dilibatkan membantu kyai mengelola pesantren. maka bentuk pengembangan lain bisa dilakukan misalnya dengan menambah kemahiran teulis menulis baik tulis halus (kaligrafi) maupun penulisan karangan atau artikel serta kegiatan lain yang bisa membantu pengembangan diri santri di masa datang baik untuk dirinya maupun untuk pesantrennya.

Pengembangan ke arah ini tidak berarti mengesampingkan peran pesantren sebagai pencetak ulama dan tempat mengaji agama. ini juga termasuk kegiatan dakwah. Dimensi Fisik Selanjutnya sebagai jawaban atas pencitraan buruk pesantren yang sering dikesankan kumuh. ruang makan. ruang kantor. baik pencahayaan maupun luas ruangannya. kedepan pesantren dituntut untuk menata bangunan fisiknya sehingga indah menawan. Dalam kesejarahannya ulama itu dituntut serba bisa mulai dari memimpin sholat sampai memimpin perang sebagaimana yang dicontohkan Rasul SAW. laboratorium. perpustakaan. 242 . Mulai dari mengajarkan agama sampai mengajar berniaga dan memimpin negara. tapi justru akan lebih mendukung semangat peran tadi dengan melahirkan ulama yang mumpuni. Selain itu harus memiliki halaman dan tempat gerak / bermain yang memadai baik halaman asrama maupun ruang belajar. Artinya jangan sampai niatan baik masyarakat untuk mempercayakan pendidikan anaknya di pesantren terhalang karena kurangnya daya tarik penampilan fisik pesantren. dakwah harus berpenampilan simpatik dan memiliki daya tarik. asrama dan ruang belajar serta sarana olahraga. sebelum membawa anaknya ke pesantren wali santri biasanya melakukan survei terlebih dahulu. 2. dapur. apalagi zaman sekarang. Dalam daftar isian akreditasi diknas misalnya mencantumkan pertanyaan sekitar. Idealnya bangunan pesantren sebagaimana tempat pendidikan lainnya memiliki ruang belajar sesuai standard.

Walaupun tidak diajarkan secara rutin ilmu-ilmu kemasyarakatan tersebut bisa disajikan dalam bentuk studium general atau penataran. pencarian kosa kata yang sulit. hidup sehat. bisa juga pengajaran kitab-kitab klasik dengan metode diskusi atau dengan metode pengajaran modern yakni dengan langkah-langkah misalkan penyampaian materi. tergantung haluan yang mau dijadikan pijakan apakah tepe salafiyah plus madrasah atau salafiyah murni. Dimensi Materi dan Dimensi Metodologi Untuk materi sebagaimana telah dibahas dalam Bab II tentang metodologi dan upaya pembaruan. pembacaan tek bahan ajar serta tanya jawab sebagai variasi dari metode sorogan atau wetonan. 243 .3. tepe KMI Gontor atau pesantren modern sesuai konsep dan pilihan yang dianggap tepat bagi para pengelolanya. yang pasti para santri nantinya akan hidup di masyarakat yang demikian kompleks. Bisa saja misalkan materi "fathul kutub" dipakai sebagai cara pengenalan kitab-kitab kontemporer kepada para santri senior. serta bisa menghitung.Begitu juga sebaliknya bagi pesantren modern bisa mengenalkan kitab-kitab klasik lewat acara fathulkutub dst. sudah barang tentu mereka harus mengenal cara-cara bermasyarakat dengan baik. Mengenai materi umum di pesantren salafiyah apakah harus dimasukkan atau tidak. Cuma barangkali tipe manapun yang diambil pengembangan materi maupun metodologi bisa senantiasa dilakukan sejalan dengan pola-pola pengajaran yang lebih banyak dipakai atau secara variasi.

Dimensi Teknologi Bagi pesantren. 244 . tapi lebih berupa pengenalan tekhnologi dan penggunaannya. maka materi tambahannya adalah metodologi dakwah. maka materi tambahannya selain mengaji adalah bertani dengan cara yang benar sesuai perkembangan ilmu pertanian. akuntansi. atau pendidikan. ia mengembangkan pesantren dengan kaligrafi sebagai kejuruannya. atau alat-alat bantu pembelajaran lainnya (tehnologi pendidikan) karena biasanya para santri selepas pesantren lebih akrab dengan dunia pembelajaran dan presentasi (ceramah dan pidato). artinya kegiatan pesantren tetap sebagaimana adanya baik materi maupun metodologi. Misalkan yang dirintis Drs Didin Sirajuddin M. tapi ada tambahan kemahiran khusus bagi santri misalkan pertanian. penyiaran. Bagaiamana cara menggunakan (mengoperasikan) komputer. pengembangan masalah tekhnologi ini tidak berarti pada dataran pembuat. tidak mustahil nanti ada pesantren dengan kejuruan perfilman. jika yag diambil adalah kejuruan dakwah. jurnalistik.Ag. nampaknya bisa juga diajukan gagasan pesantren kejuruan. dakwah.Sejalan dengan kemajuan zaman dan perkembangan tehnologi. peternakan dll. ilmu jiwa dan sosiologi. Kalau kejuruan yang diambil pertanian. 4. Demikian juga jika yang diambil jurusan pendidikan maka ada penambahan materi khusus berkenaan dengan pendidikan. semacam jurusan di perguruan tinggi. tata boga. perikanan.

pembuatan pemancar gelap FM. sehingga pesantren tersebut bisa mandiri dan anggup memenuhi kebutuhannya dari sisi ekonomi. Ekonomi Pesantren Pesantren Dan Ekonomi Yang dimaksud ekonomi pesantren di sini adalah bagaimana suatu pesantren menggali "potensi dalam" untuk perekonomiannya.57 K. Seperti yang kita ketahui pesantren memiliki santri. setiap komponen tadi ma sing-masing memiliki daya beli yang tinggi. 245 . untuk itu pesantren bisa memanfatkan suasana tersebut dengan membuat warung yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. Potensi swadaya dan kemandirian pesantren yang cukup bagus (tidak melulu menunggu bantuan pemerintah) akan lebih bagus lagi jika memiliki sumber dana yang pasti yang digali dari dalam pesantren. dan sebagai labanya bisa dijadikan 57 Berdasarkan pengamatan penulis terhadap pesantren salafiyah "Raudlatul Huda" Ciawilor Kuningan Jawa Barat. 1. wali santri. penyambungan lampu dan merakit sound system bahkan menyediakan jasa penyewaan sound sitem) menyediakan jasa cetak undangan (sablon) serta setting komputer. dan para ustadz serta warga sekitar.Dewasa ini berkenaan dengan teknologi nampaknya pesantren sudah tidak asing. bahkan kreatifitas para santri relatif lebih "nakal" dalam merekayasa teknologi kecil-kecilan seperti merangkai elektronik (tape player.

pada tahun tujuh puluhan pola pencarian nafkah kyai yang penulis saksikan sendiri dengan jalan jualan kitab. setelah dzuhur mengajar lagi. pesantren juga bisa menggorganisir makan santri. obat dan minyak wangi keliling kampung dengan bersepeda. pergi ke pasar untuk berdagang.masukkan untuk pesantren. sesuai dengan sunnah para nabi yamsyuuna fil aswaaq (berjalan dipasar untuk berusaha) jadi mereka berusaha menghidupi dirinya baik dengan jalan berdagang. bahakan di Al-Zaytun lebih dari sekedar potensi dalam. ada juga yang menjadi pkl di pasar menjual pakaian jadi. selain juga membuat jasa relay TV swasta. Di Kaso Malang Subang misalkan pesantren "Daarussalam" mengembangkan perekonomiannya dengan pabrik tahu dan pembuatan jamur tiram. Ekonomi Pengelola Biasanya para pengelola pesantren berjiwa wira usaha yang tinggi. pagi hari setelah menjagajar subuh. 2. di sana terjadi daur ulang siklus kehidupan. Hal ini biasa dilakukan di pesantren-pesantren modern seperti Gontor Darunnajah Jakarta serta pesantren lainnya. Bagi pesantren-pesantren besar biasaya perekonomian pengelolanya dengan cara kesejahteraan bulanan (gaji?) Namaun itupun biasanya dibahasakan 246 . ada juga dengan cara menerima panggilan ceramah. Selain warung. jika ada sisanya bisa dijadikan infaq untuk keperluan pesantren. Ada juga pesantren yang mengembangkan pertanian sebagai sumber masukkan pesantren semuanya disesuakan dengan situasi dan kondisi pesantren itu berada.

dengan contoh dan keteladanan bukan hanya bicara.membonceng esbatu di sepedahnya lewat dihadapan anak-anak yang diajarinya tanpa gengsi untuk berjualan di warungnya. Sebagai ilustrasi. Dari paparan ini yang terlihat adalah semangat "mengajar" kalangan pesantren bukan karena upah atau gaji. semangat untuk berkarya dan berbuat tanpa melihat kelas sosial (maksudnya gengsi) yang penulis alami sendiri adalah bayangan waktu penulis nyantri. tapi beribadah mengajar para santri lillah sedang kesejahteraan yang diterima adalah rijqi dari Allah. by doing not by mouth. potensi inilah yang kemudian mampu mentransfer tidak saja pengetahuan tapi juga praktek ubudiyah amaliah serta jiwa wirausaha kepada para santrinya dan membekas di tubuh santri. penggarapan sawah ladang milik pesantren dengan status penggarap dan lain sebagainya. Jadi walau prakteknya gajian juga ditanamkan nilai religius dalam penyampaiannya sehingga para pengelola (asatidz) tidak "bekerja" sebagai pengajar hingga berhak mendapat upah. dan sering dijadikan 247 . tapi karena semangat menyebarkan ilmu pengetahuan dan tanggungjawab dakwah Islamiyah.sebagai pengganti uang sabun serta untuk membantu kesejahteraan agar bisa tetap beribadah mengajar. kesan ini selalu membekas dibenak penulis. saat itu penulis menyaksikan ustadz Edi Kusnanto ---semoga pengalaman ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi beliau mungkin tanpa beliau sadari--. bukan gaji sebagai imbalan atau honor. Ada pola lain yaitu dengan memproduksi jajanan bagi santri yang dikirim atau dititipkan di warung pondok / kantin.

motivasi bagai rekan-rekan asatidz maupun santri. Hal ini berbeda dengan apa yang dituduhkan Hasan Basri --entah siapa dia--ketika dia menulis "proletar: kasta di antara kita' dalam e-mail tentang kasta dalam agama berikut

kutipannya: "Dalam Religi terdapat: 1. Habib, Ayatulah ( keturunan nabi ) Uskup, ikan Paus. 2. Kyai, Utadzah,Romo, Pendeta ( tukang kumpul duit ) 3. Santri ( yang di duitin / calon pengumpul duit ) 4. Umaah atau umat ( yang mesti di takut takuti agar duitnya keluar ) 5. Sekularis ( kurang beriman, tapi pelit dan cerdas ) 6. Atheis,agnostik,paganis ( lets worship humanism..)"58 Sebuah ungkapan yang perlu digarisbawahi karena dipublikasikan, penyataan tersebut mencerminkah suatu sudut pandang dalam melihat pesantren dari kaca matanya sendiri yang materialistis dan mengukur dengan keadaan dirinya, serta mewakili pendapat sebagian masyarakat. L. 1. Pesantren Dan Masyarakat

Pesantren Terhadap Masyarakat Sejak awal kemunculannya pesantren dibangun untuk dan oleh masyarakat, dan ia merupakan agen perubahan bagi masyarakatnya, kiprah kemasyarakatan pesantren misalkan dari segi ekonomi, dari segi kepemimpinan dan dari segi pelayanan umum.

58

http://www.mail-archive.com/indonews@indo-news.com/msg02774.html, Didistribusikan tgl.

12 May 1999 jam 02:41:56 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/

248

Dalam kharismanya

perannya atau

sebagai dinilai

agen

perubahan, masa--

pesantren bisa diajak

--karena untuk

karena

punya

mengkomunikasikan pesan-pesan moral dan pembangunan. Pada dimensi ini pemerintahan masa Orba sangat lihai menggunakan pesantren sebagai lembaga dalam penggalangan massa dan komunikator pembangunan, selain juga dijadikan alat untuk meredam isu-isu atau gejolak di masyakarakat yang bertemakan agama. Ingat kasus mie instan dengan isyu lemak babi, di zaman Orba, serta kasus Ajinomoto di masa Gus Dur yang dipungkas dengan tayangan iklan di media massa dengan menggunakan story Kyai dan komunitas keagamaan. Dari gambaran di atas menunjukkan potensi pesantren yang luar biasa dalam membentuk opini dan mempengaruhi khalayak, potensi ini seharusnya bisa disadari kalangan pesantren untuk mengembangkan misinya sebagai lembaga pendidikan dan lembaga dakwah Islamiyah, bukan hanya puas dipakai sebagai "alat" propaganda pihak lain. Dalam hal ini pesantren bisa menata kegiatannya yang berhubungan dengan pengembangan masyarakat,

mempelopori kegiatan bakti sosial, pelayanan umum dan menggagas kemajuan bagi masyarakat dengan santri sebagai pilarnya. Selain ia juga harus bisa mewakili masyarakat dalam membaca peluang usaha, peluang kegiatan dan permasalahn yang ditemui dimasyakat untuk kemudian dikomunikasikan kepada pihak yang berwenang. Jadi kalangan pesantren tidak saja menjadi komunikator

249

pemerintah, namun sebaliknya juga menjadi komunikator masyarakat terhadap pemerintah baik pusat maupun daerah, hingga tercipta hubungan yang sinergis. Selain peran sebagai agen pembangunan, dari sudut perekonomian masyarakat, pesantren membantu meningkatkan pendapatan mereka, lapangan kerja yang bisa direkrut pesantren seperti; pekerja bangunan, juru masak, sopir, bagian kebersihan, suplayer kayu bakar, binatu, produk makanan ringan (jajanan) jasa transportasi bahkan sampai tukang cukur. Lingkungan masyarakat disekitar pesantren besar relatif maju. Dari sudut ini pesantren bisa membangkitkan gairah hidup berwira usaha dan perokonomian masyarakat. Dari sudut kesehatan, pesantren bisa melakukan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, dalam bentuk penyuluhan hidup sehat, dalam hal ini biasanya mengakses dinas kesehatan setempat dan mengumpulkan masyarakat di kampus pesantren, bentuk lain juga bisa dilakukan dengan membuka poliklinik untuk melayani pengobatan dengan biaya terjangkau. Apa yang

dilakukan Pesantren Modern Al-Iklash Ciawilor Kuningan misalnya, setiap hari kerjanya Poskestren rata-rata melayani 10 pasen perhari dengan biaya yang cukup ringan (Rp.5000,_) pe kunjungan. Bentuk lain juga bisa menjembatani anatara masyarakat dan dinas kesehatan berupa penyampaian informasi dan kondisi kesehatan di masyarakat sekitarnya. 2. Masyarakat Terhadap Pesantren Masyarakat --terutama masyarakat muslim-- adalah pemilik pesantren, yang pengelolaannya dipercayakan kepada para kyai dan ustadz, tugas utama

250

dari masyarakat adalah memelihara dan menjaga kelangsungan hidup pesantren dengan berbagai cara baik moril maupun materil. Di desa-desa biasanya pesantren senantiasa mengkomunikasikan rencana-renacananya kepada masyarakat, dan dari situlah tercipta kerjasama yang "unik" kehidupan gotong royong dalam menghadapi kepentingan bersama. Bentuk sokongan dari masyarakat terhadap pesantren besar biasanya terungkap dalam kebanggaan dan penyebaran "informasi baik", meminjam istilah pak Amal Fathullah 'menciptakan kesan baik" dari mulut ke mulut, ini sangat

membantu pengembangan pesantren di masa datang. Perhatian dan rasa memiliki masyarakat terhadap pesantren tersebut harus senantiasa dikembangkan sebagai pilar kelangsungan hidup lembaga, berbagai cara bisa dilakukan dengan membuat kegiatan -kegiatan yang dirasakan meaningfull oleh masyarakat. Menjalin silaturahim antara pengelola pesantren dengan masyarakat, mengadakan pembinaan generasi muda, baik latihan-latihan kewirausahaan atau kegiatan lainnya, sebagai ilustrasi, Buya Saiful Azhar di pesantren Al-Basyariyah Margahayu Bandung misalkan menghimpun dan

memfasilitasi ojek motor, demikian para kyai yang aktif melayani kegiatan di masyarakat seperti tahlilan, kenduri dan tradisi masyarakat lainnya. M. 1. Pesantren Dan Negara

Negara Terhadap Pesantren Negara adalah negara kita, dan pesantren mempelopori kegitana pembentukan negri ini. Pertanyaannya adalah mungkinkah pesantren berniat

251

menghancurkan negara yang dibangunnya sendiri, yang telah menelan banyak korban baik dari santri maupun kyai pada saat perintisannya? Jawabannya pasti tidak mungkin, tapi kalau berperan sebagai kontrol sisial itu bisa terjadi bahkan harus. Menurut hemat penulis apa yang dilakukan pesantren adalah sebatas kegiatan kontrol sosuial terhadap pemerintahan, walau nampak keras dalam segi ucapan atau kritikan tapi tidak dalam bentuk kegiatan makar. Berdasarkan pada kenyatan bahwa pesantren jauh telah lahir sebelum negara ini berdiri, maka tuduhan pesantren sebagai sarang teroris dan tuduhan miring lainnya tidak bisa begitu saja dilontarkan terhadap pesantren. Ada perbedaan yang mendasar antara kegiatan jihad pesanatren masa penjajahan dengan pasca kemerdekaan. Jika pada masa penjajahan, pemerintah (penjajah) melihat pesantren sebagai anacaman, karena pesantren mengobarkan semangat kemerdekaan, jika cara pandang lama tersebut dipakai pasca kemerdekaan menjadi lucu dan menggelikan. Pada pasca kemerdekaan orientasi jihad pesantren adalah amar ma'ruf dan nahyi munkar, menyerukan kebaikan dan mencegah terjadinya kemunkaran. Kegiatan ini dilakukan baik melalui komunikatornya ustdaz maupun kyai atau oleh para santri sendiri. Dari sudut pembinaan masyarakat sebenarnya yang terjadi justru pesantren membantu negara dalam pendidikan dan pembinaan ma syarakat. Ada semacam pembagian tugas dalam mengatur negara. Karena pola hubungan tugas seperti di atas, maka sikap negara terhadap pesantren hendaknya memandang dan bersikap sebagai partner bukan lawan.

252

karena kiriman biaya pendidikan (SPP & uang jajan) akan mengalir dari berbagai daerah kepada daerah lokasi pesantren. secara statistik akan nampak tetertinggalan Indonesia dari segi pendidikan. pendidikan. Bahkan bagi pemerintahan daerah. pada masa reformasi saat Megawati berkuasa. 2. apada awal cenderung menjauihi dan pada masa pertengahan menuju akhir cenderung mendekati. 253 . hampir mau memojokkan pesantren namun menjelang akhir mencoba meraih. karena keberadaan santri dari berbagai wilayah misalnya menghidupkan perekonomian daerahnya. dan pembangunan sejalan dengan peran dan fungsi suatu lembaga dalam suatu negara. Sebagaimana diungkap dalam berbagai tema terdahulu. selain juga akhirnya sering mendahulukan sertifikat. masa sekarang ? wait and see. dengan tidak mengakui legalitas para santri dalam hal pendidikan. pemerintah juga harus mulai mengembangkan wacana sekitar legalitas.Dan senantiasa ikut memperjuangkan keberadaan pesantren baik moril maupun materil.59 Selain sikap kerja sama. nampak sekali pesantren membantu pendapatan daerah. Pesantren Terhadap Negara Sampai saat ini yang bisa dipotret aadalah kenyataan bahwa pesantren sama dengan lembaga pendidikan lainnya berperan aktif adalm membangun negara terutama dari sektor pendidikan. pesantren membantu negara dalam sektor ekonomi. mengesampingkan kompetensi dan 59 Masih segar dalam ingatan bagaimana Orba memperlakukan di masa awal dan menjelang akhir pemeintahannya.

Posisi pesantren dihadapan media massa bisa berperan sebagai pelaku. Jombang.60 Sedikitnya ada enam (6) media yang dimaksud pembahasan ini yaitu tiga media cetak. Cipasung . Namun sekarang --sejak tahun 1997an-. Gresik. Ponorogo.Gontor. Pesantren Rembang . 1986). koran tabloid atau buku. Tasikmalaya.h. yaitu suatu alat yang memungkinkan untuk membawa pesan bukan saja dari satu orang kepada yang lainnya seperti telepone atau telegrap. Manonjaya. televisi. Jeffres. tapi lebih dari itu suatu medium yang berlaku secara massal dan dapat membawa pesan dari seseorang kepada ribuan atau jutaan orang sekaligus. secara ikonik pikiran kita akan langsung mengingat Pesantren Tebu Ireng. Boundowoso.bisa ditambahkan lagi dua media elektronik yaitu internet d an telepone seluler. Ciwaringin dst. pendirian radio serta pendirian stasiun TV 60 Leo. N. surat kabar. dengan penerbitan majalah. Lirboyo.Selain itu keberadaan dan keberhasilan suatu pesantren seringkali mengangkat 'keharuman" nama suatu daerah dan menjadikan daerah tersebut di kenal baik secara nasional maupun internasional. (Illinois: Wapeland Press. Rembang. Mass Media Processes and effects. Buntet. radio dan film. Sebut saja satu kota Kediri.1 254 . Ciamis. majalah dan buku. Pesantren Dan Media Massa Yang dimaksud media massa di sini adalah media massa dalam kerangka Ilmu Komunikasi. Inc. Cirebon. serta tiga media elektronik.W.

Sebagai pelaku juga dalam bentuk penerbitan buku -buku bacaan untuk umum baik materi dakwah. kamus. kumpulan doa-doa dan buku populer. bisa juga menjadi objek. begitu juga Daruttauhid Geger Kalong Bandung dengan MQ FM dan MQ TV-nya At-Tahiriyah Jakarta dengan Radio FM- Nya. Gontor dengan Swargo FM begitu juga pesantren lain seperti Pesantren Suryalaya Tasikmalaya juga sudah mulai merintis Radio Siaran. buku pelajaran. Suara Hidayatullah dari pesantren Hidayatullah di kalimantan. sebagai pelaku media. Selain penerbitan buku juga pesantren bisa bergerak di bidang broadcasting atau penyiaran baik TV maupun Radio Siaran.. Ini sudah dilakukan oleh Persantren Modern Al-Ikhlash Kuningan dengan Radio DM Fm-nya. belakangan ini Majalah Gontor dari Pondok Modern Daarussalam Gontor. ada beberapa pesantren yang menerbitkan kegiatan berkala secara priodik tahunan atau semesteran. konten dari media tersebut. Sebagai contoh kamus Al-Munawir dari Krapyak Yogyakarta. biasanya berupa laporan kegiatan tahunan di pesantren tersbut untuk diinformasikan kepada santri atau wali santri bahkan lebih luas lagi kepada khalayak dan para alumni. biografi. beberapa pesantren juga telah menjadi pelaku media dengan penerbitan majalahnya seperti Al-Muslimun dari Bangil. Selain yang bersifat intern atau laporan tahunan. Amtsilah Tashrifiyah dari Jombang. Berkaitan dengan yang pertama. serta buku-buku Aagym dari Daru Tauhid Bandung. Bisa juga menjadi pemerhati atau kontrol terhadap media. 255 .

Radio Surat Kabar Dll). Dapat dikemukakan misalkan www. Selain itu juga ada yang dirintis dibawah bimbingan KH Mustofa Bisri dengan alamat www. Kedua sebagai objek atau konten media. Selain media modern konvensional (istilah untuk TV. Kini pesantren sudah mulai menjadi pemain dalam hal media massa. portal milik telkom yang berisikan direktori pesantren diskusi dan informasi keislaman. menentukan berita dan menyajikan pilihan bagus bagi pengguna media (user).pesantrenonline.com.com.myquran. ini biasanya dihubungkan 256 . pesantren juga telah melangkah pada media modern seperti internet. pesantren biasanya mengisi pemberitaan atau penyiaran majalah. koran radio atau tv.com dan lainnya.pesantrenvirtual. untuk memberikan informasi pesantren dan kegiatannya kepada halayak di satu sisi untuk memberikan pelayanan dakwah di sisi lain dengan servis jaringan informasi yang diberikannya.Lebih jauh lagi Daru Tauhid Bandung selain menyediakan layanan pesan-pesan dakwah dengan Radio dan Produksi TV. DT juga sudah mulai menyediakan layanan dengan download menu MQ melalui telepon seluler dan mailing list. Selain web site yang dimiliki dan diselenggarakan sendiri oleh pesantren juga ada portal pesantren yang dikelola oleh alumni pesantren atau mereka yang peduli terhadap studi Islam melalui web. tidak saja bertindak sebagai objek dan menjadi konten media tapi lebih jauh sudah bisa membuat format media. Di dunia maya ini sudah banyak yang memiliki alamat web sendiri. www.

undangan tersebut dimaknai penulis sebagai undangan out bound di halaman Pesantren Gontor Putri 2 dengan peserta tidak kurang dari 1000 orang. Ketiga sebagai kontrol media.halaman muka kampus putri 2. Pada tanggal 30 September pagi suasana tegang menyelimuti peserta yang terdiri dari calon santri wati dan walinya. sekitar pukul 8. acara out bound nampaknya meriah. setelah dipersilahkan beliau menaiki podium dan mulai menyampaikan pesan-pesan kepada peserta. Semakin banyak kegiatan yang dilakukan semakin banyak juga pesantren menjadi konten media. yang mulai berdatangan sejak tanggal 25 September untuk berkemping di sana.dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pesantren tersebut. pesantren biasanya berperan mengkritik konten media yang dinilai tidak sejalan dengan norma agama dan merusak generasi bangsa.00 WIB penceramah yang ditunggu tiba di temapt. Hasan Abdullah Sahal. dan puncak kedatangan peserta terjadi pada tanggal 29 oktober malam. karena semua peserta dengan ikhlash melepas 'aktivitas keseharian dan menanggalkan atribut mereka' 257 . selain booking di Bapenta. berikut ini catatan pengalaman penulis yang berhubungan dengan kontrol media yang dilakukan pesantren. Alasan inilah hingga penulis menyebut acara tersebut sebagai out bound. Tidak ada pendaftaran secara resmi ke panitia. KH. Para peserta dari berbagai kalangan memenuhi arena out bound. beliau adalah Ust. Hikayah ini terjadi saat penulis menerima undangan untuk penjemputan santri wati tanggal 2 Oktober 2004 yang lalu. Setelah terlebih dahulu berterima kasih atas kedatangan para peserta yang telah lama hadir di lokasi dengan meninggalkan berbagai macam kesibukan dan atribut keseharian mereka.

kenakalan berfikir penulis terus saja mengomentari apa yang beliau sampaikan. Saat penulis bertemu di Bandung beliau juga mengomentari Megawati.untuk merasakan. ini dengan intens beliau lakukan dan senantiasa dikomunikasikan bukan saja pada acara out bound tadi. sampai pernyataan ini penulis mulai deg-degan apa gerangan yang akan muncul untuk perbandingan? Ternyata yang dimaksud ma'had dlirar versi beliau adalah AFI (akademi fantasinya Indosiar) dan Indonesian Idolnya RCTI serta pemilihan Abang dan Nona atau sejenisnya. menurut beliau sekarang ini semakin banyak bermunculan ponpes. "inilah tontonan kita. melakukan juga hal yang sama. kemudian pada perjumpaan tahun berikutnya di Cirebon tahun 2002 saat itu beliau didampingi Ust. ini terlihat dari air muka para peserta yang berseri-seri dan bersemangat. ada juga yang dibangun atas dasar niatan yang lainnya. dari iklan 258 . menyimak dan mendengar serta mengamati dengan suasana kegembiraan yang penuh. kemudian pembicaraan mengarah kepada perbandingan pondok pesantren. Ada beberapa poin yang dismpaikan penceramah pada acara tersebut -sebagaimana biasa denga gaya jenakanya beliau mampu memukul sambil menghibur-pertama beliau mengemukakan bahwa lembaga pendidikan Islam harus bonafid. beliau mengomentari tayangan TV. Akrim dan Samsul Hadi Untung. semuannya disuguhkan kepada masyarakat. Sembari menyimak apa yang disampaikan beliau. ada yang dibangun atas dasar ketaqwaan dan tanggung jawab terhadap Islam. dan yang paling menarik adalah analisis Pak Kyai terhadap media terutama media TV. dan memilih lembaga pendidikan harus selektif. ma'had dliraar.

Pada tahun 1970 De Fleur mengadakan penelitian tentang sistem media di AS. dan yang teraakhir Sex.teori media triple S. tapi Ust. saat itu belaiu mengajukan --penulis menyebutnya -. terakhir penonton dengan selera tinggi berada diatas selera medium (digambar sebagai piramida. kemudian penonton dengan selera menengah berada di atasnya and even fewer with highbrow tastes. ini untuk menyifati berbagai tayangan horor dan misteri yang senantiasa menghiasi layar kaca sekitar kita. semakin parah" . dari atas kebawah. kalau benar pasar berarti power ada pada masyarakat secara umum. Saat itu penulis bertanya. Menurut teori ini ada suatu "power" yang membiayai tayangan seperti itu dan sengaja dilakukan dalam rangka de-moralisasi. kedua Sadisme. Dengan ketiga tayangan berformat seperti itulah "jamaah" di garap setiap harinya. 259 . Akrim berkomentar. yang kita lakukan ini.makanan sampai ke iklan sabun. perorangan. ngurus pondok" (baca dengan intonasi beliau). pembalut wanita dan kosmetika. atau agen tertentu? Mneurut hemat penulis power di sini adalah pasar. Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang dimaksud "power" yang membiayai itu? Organisasi. penonton dengan selera rendah dengan jumlah yang sangat banyak. solusinya. Teori Triple S: Puncak dari berbagai komentar itu didapat penulis saat aout bound di Mantingan. de-humanisasi dan deislamisasi. ia mengajukan teori bahwa ada pembagian selera penonton yang dianut oleh media : a large base of people with lowbrow tastes. 'ente. padahal jawaban yang penulis harapkan saat itu adalah. pertama syirik. solusinya gimana? Beliau hanya menatap. dengan mengngunakan tiga S. fewer with middlebrow tastes. ya kita harus jadi pemain. menurut beliau semakain banyak program yang dilakukan maahid dlirar.

tapi bagaimana dengan stori-strori iklan. demikian juga halnya dengan cara duduk atau tingkah laku lainnya. kalau melihat dibentuknya KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan Dewan Perss nampaknya akan mengarah ke sistem tanggujwab sosial namun di lapangan para praktisi media menggunakan sistem pasar bebas. Dari sini nampak bahwa apa yang dijalani oleh pelaku media TV terutama -walau tidak semuanya-. medium dan rendah). 'give the public what they want'. Memang ada sitem lain yang dipakai media seperti sistem tanggungjawab sosial. kasus BCG yang diprotes MUI sudah menunjuk ke arah kontrol media. Maka tidak heran jika dalam sistem pasar bebas out put dari media akan sesuai dengan proporsi penontonnya. sekolah atau pesantren. pemerintah dan lembaga swasta. rekomendasinya adalah bagaimana menyelesaikan pemilihan sistem media dalam kontek Indonesia. namun untuk kasus Indonesia. Inilah jurang yang harus diselesaikan. Sebagai kelanjutan dari teori Pak Kyai Hasan yang penulis sambung dengan teori De Fleur untuk menyelesaikan "power" tadi .selera tinggi. dengan menyajikan tontonan selera rendah karena pertimbangan pasar dan bisnis. lembaga pengontrol itu relatif belaum berfungsi. Dalam UU Pers nasional ada aturan tentang perikalanan yang 260 .di Indonesia lebih berhaluan kepada pasar bebas. cara makan anak-anak ynag dipertontonkan oleh stori iklan misalkan masih sangat berlawanan dengan etika makan yang diajarkan keluarga. apakah pasar bebas atau tanggungjawab sosial. artinya media dikontrol oleh khalayak penonton. Karena dari merekalah diharapkan "media" dapat keuntungan secara finansial. Artinya tayangan yang berisikan selera rendah akan lebih banyak menghiasi layar media ketimbang tayangan yang berisi selera menengah dan selera tinggi.

ajaran ini penulis ingat suatu saat ketika al-marhum KH. 261 . artinya informasi yang disuguhkan media tidak mampu memberikan "pesan" sebagaimana yang dikehendaki malah sebaliknya menjadi konfrontatif dan melahirkan kritik. sehingga "pesan" yang diterima dari hasil nonton bisa berbalik menjadi positif. Imam Zarkasyi berpidato di hadapan para santri di BPPM. santri gontor tidak nonton even sebesar EURO" arahannya adalah santri Gontor harus tanggap dan peduli dengan sekeliling. Perusahaan iklan dilarang memuat iklan yang berakibat merendahkan martabat suatu agama dan atau mengganggu kerukunan hidup antarumat beragama. artinya kita yang memprogram informasi (seeking information theory) bukan kita yang diprogram media. berangkat dari realitas yang ada yakni konten media melahirkan teori triple S. Teori Penonton Versi KH Imam Zarkasyi: Gambaran di atas mencerminkan praktek 'menonton" tv dengan aktif. kalau film-film sih buat pembantu" maknanya kurang lebih begitu. beliau katakan. pak Hasan mengajak untuk aktif menganalisis media. Pernyataan di atas jika dihubungkan dengan diskusi kita bersama pak Hasan ada kesinambungan pak Zar mengajarkan santrinya untuk menjadi penonton yang aktif tidak pasif. pilih-pilih saya nonton "Dunia Dalam Berita". serta bertentangan dengan rasa kesusilaan masyarakat (Pasal 13:I). (Pasal 5:1).mungkin bisa dijadikan payung pergerakan kontrol media. Ajaran yang sama juga diwarisi Pak Syukri:"masa. "saya juga nonton tv tapi saya. termasuk juga aturan tengan penyiaran yang berlawanan dengan agama yang berbunyi: Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.

bukan hanya santri tapi juga wali santri dan masyarakat. ada sisi ekonomi. juga melalui penyiaran publik bisa mulai dilirik pesantren. Mengingat di abad 21 tidak bisa melepaskan diri dari ketergantungannya kepada media. majalah. idealnya setiap pesantren bisa memiliki media masa sendiri. sisi kemasyarakatan dan kesejahteraan. Terobosan-terobosan beberapa pesantren untuk menjadi "pemain" dalam berbagai sektor harus sudah mulai disosialisasikan dan diadopsi oleh pesantren yang ribuan banyaknya di Indonesia ini. seperti semangat calon wali santri saat menginformasikan tentang Gontor kepada siapa saja yang dijumpainya. surat kabar. seperti perambahan pesantren terhadap media massa. film. radio. oleh siapa saja--sementara Islam dan Al-Qur'an di sisi lain sering disebut-sebut sebagai agama yang cocok 262 . ada juga sisi dakwah Islamiyah yang lain. Acara yang penulis sebut out bound adalah acara pengumuman kelulusan di Mantingan. sisi lay out bangunan fisik. para peserta nampaknya aktif dan merasa sebagai nara sumber paling kompeten dalam wasfu Gontor (mendiskripsikan Gontor). bukan hanya masalah media saja. dunia dewasa ini dipenuhi oleh berbagai media sperti televisi. selain suasananya yang membuat penulis memilih istilah tersebut karena misi Gontor untuk dakwah dan mendidik. Penyebaran ilmu pengetahuan selain dengan melalui pendidikan formal di kelas-kelas. Melalui pembahasan Bab ini tergambar ke mana arah pesantren di masa yang akan datang. buku serta media lainnya yang semuanya bisa diakses kapan dan di mana saja.Sebetulnya masih banyak oleh-oleh dari Mantingan saat mengikuti out bound di sana. ini sangat diperlukan.

Modern di sini berarti: current. radio. new. modern-day. news paper.62 Maka dakwah Islamiyah dan pendidikan serta pembinaan ummat harus bersifat multi dimensi --tak terkecuali melalui pemanfaatan media. recent. fresh. Symbols. up-to-the-minute. Stanley J. We experience things vicariously or indirectly and people around us share those experience and have others of their own".61 Ia bisa menemui siapa saja dan menyampaikan informasi baik yang dikehendaki maupun yang tidak dikehendaki. J.untuk segala zaman. Self. 1984) h. Stanley. (Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company. Baran mengawali tulisannya tentang media sebagai berikut: " The mass media play a large and growing role in how we spend our time and live our lives. our environments change. and Society. antonym: old-fashioned. film. Inc. as we devote more time to interacting with the mass media: television. 1 61 263 . Jadi peradaban modern berarti peradaban masa kini yang kemajuannya bisa dilihat dan dirasakan. 62 Baran. present. magazines. up-to-date. and books. prevailing. Media menjadi suatu yang tak terelakkan sebagai produk peradaban modern.

264 . mengayomi dan mengarahkan anggotanya. ia juga telah melahirkan banyak pemimpin dan pelopor di masyarakat. Yang ada hanaya usaha-usaha memperbaiki dan mendamaikan bukan sebaliknya. proses penjalanan hukuman dan mekanisme penjalanan hukum juga merupakan miniatur keadilan atas dasar keikhlasan yang berorientasi pada kontruksi tingkahlaku dan perbaikan.atau mumpungisme. juga sebaga laboratorium sosial kemasyarakatan. Kalau para ilmuwan sosial untuk menarik teori-teori sosialnnya tidak memiliki laboratotium.BAB VIII PENUTUP Pesantren adalah asset ummat dan bangsa yang telah mengakar selama ratusan tahun dan berjasa dalam pendidikan dan pengembangan ummat. Dari segi norma ajaran juga mencerminkan adanya norma yang berlaku dan dipatuhi oleh para santri dan ustadz sebagai anggota masyarakatnnya. Selain sebagai kantong pertahanan dan penyebaran agama. Kepemimpinan dalam komunitas pesantren nampak berfungsi sebagai "pemimpin" yang senantiasa membina. tradsisi "pembiasaan di pesantren" menjadi suatu hal yang menarik sebagai miniatur masyarakat.bukan pada pendahuluan kepentingan sendiri --me first generation-. ada fungsi kontrol dan wibawa dalam kepemepinan yang tergambar dalam kehidupan sosial pesantren. Dikatakan miniatur masyarakat karena kegiatan yang ada di pesntren kalau diperhatikan merupakan suatu proses pembelajaran sekaligus pengamalan nilai-nilai keagamaan dengan berbagai tantangan dan proses penyelesaiannya.

pembicaraan apakah diskusi. penegakkan hukum. sehingga semua pemikiran kegiatan diarahkan secara terpusat pada pencapaian tujuan. pengelola dan pimpinan bertujuan untuk memperbaiki dan membina. aturan diciptakan untuk perbaikan. Jadi tugas pesantren ke depan adalah memperluas medan dakwah dan pendidikannya tidak hanya dalam komunitasnya saja tapi dengan menciptakan komunitas "santri maya" yang bisa jutaan orang jumlahnya dan menyebar diseluruh Nusantara dengan media massa sebagai sarananya. tujuan yang sama dan bekerja sama untuk mewujudkan cita-citanya. semua kondisi. asalkan sarana dan prasarana terpenuhi baik yang bersifat aturan. pelaku kontrol dan dasar kehendak untuk melakukan perbaikan tersedia dan dijalankan. seminar dan musyawarah berorientasi pada perbaikan bukan pada kemenangan kelompok maupun individual. baik tindakan maupun pembicaran diarahkan untuk mendidik dan memperbaiki. Media pemebritaan juga untuk pendidikan anggota masyarakat bukan untuk pemuasan nafsu atau keinginan. asanya adalah mshlahat untuk umum. pada tanggal 14 September 2004 HU Mitra Dialog menurunkan sebuah profil pesantren Daarul Mukhlisin Cisantana Cigugur Kuningan dengan ungkapan pak kyai (Drs H Yayat Hidayat )mengajar ribuan 265 .Semua itu mengindikasikan bahwa sebenarnya masyarakat yang terartur dan suasana ibadah bisa tercipta dalam suatu komunitas baik kecil maupun besar. Tatanan masyarakat ideal baldah tayyibah wa rabun ghafuur jika dikaitkan dengan situasi pesantren di atas nampaknya bukan suatu yang mustahil dan bisa direalisir. Asalkan semua yang terlibat baik dari pimpinan hingga pengelola dan anggota masyarakatnya memiliki semangat yang sama. Katakanlah ekonomi untuk sarana perbaikan ibadah dan kelangsungan hidup.

bermula dari tradisional dalam arti sesuai kebutuhan pada masanya. tidak bergerak dan bermain dalam dunia media dan informasi. sementara penulis tahu kalau jumlah santri di situ cuma sekitar 60 orangan.santri. kemudian dikembangkan dengan perbaikan metodologi dan materi dengan sistem klasikal dan perluasan materi / bahan ajar dengan penambahan pengetahuan umum disebut pesantren modern. ketika dikomformasi pihak Redaksi menyatakan" Kan punya radio yang didengar ribuan orang". masyarakat luas siapa yang membina? Siapa yang akan mengisi perpustakaan? Dengan materi bacanaan macam apa? Siapa yang menyapa masyarakat? Bagaimana mereka disapa. menuju ke arah mana mereka dibawa? Maka pesantren harus merekontruksi dirinya sebagai pembaruan generasi ke tiga dengan memperluas medan garapan dan membuat komunitas santri maya. itu bisa dilakukan karena populasi penduduk masih sedikit. dan serangan-serangan informasi negatif belum gencar sebagaimana sekarang. maka garis pembaruan pesantren menjadi: Tradisional Modern Post Modern 63 HU Mitra Dialog edisi 14 September 2004. Dewasa ini kalau pesantren diam. pada saat itu kegiatan dakwah pesantren hanya sebatas menunggu memproduk alumni sebagai calon anggota masyarakat dan diharapkan bisa mewarnai masyarakat dengan sistem nilai dan bekal yang didapat. 266 .63 Dengan singkat dapat digambarkan aspek pembaruan yang terus-menerus bisa dilakukan pesantren.

Bahasa Indonesia. Cyber Media (internet) dan Broadcasting. penulisan ilmiah. Ukuran jelas tak jelas Kejuruan jika ada Kejuan berbagai Kejuruan menjadi terpokus pada profesi dan meluas dengan pertanian kecakapan munculnya pfosesi baru Gambaran pembaharuan dengan ketiga istilah di atas hanya untuk menunjukkan perkembangan yang sejalan dengan time lines (waktu) karena praktenya baik yang tradisonal maupun modern sebagaimana diungkap pada tabel tipologi pesantren pada BAB IV menunjukkan adanya variasi sistem. jurnalistik. 4 5 6 7 Pengembangan dari modern sesuai perkembangan zaman. Sama dengan sistem Arab bahasa Irab Inggris modern Komunitas kecil/ Komunitas luas Komunitas luas tak lokal Ukuran jelas terbatas .Dalam nentuk tabel bisa dilihat sebagai berikut ciri-ciri umum perkembangan tersebut yang menggambarkan inovasi pesantren sesuai dengan perkembangan pola kebutuhan masyarakat dan ketersediaan sarana dan situasi politik. Dan semuanya sejalan dengan kemajuan 267 . media elektonik Pelajaran tambahan: public speaking. daerah.Ukuran terbatas /maya. manajemen dan pemanfaatan teknologi Bahasa lokal. pembacaan teks. bahasa lisan. penerbitan. Tabel Pembaruan Pesantren No 1 2 Tradisional -1920an Metodologi Tradisional Materi Kitab Kuning/ kitab klasik Media Tradisional: pidato. Post Modern 1990Sekarang Sama dengan sistem modern Sama dengan modern sistem 3 Media elektronik. Pelajaran tambahan :ilmu bela diri Modern19201990an Metodologi pengajaran dg sistimatika modern Kitab-kitab kontemporer dan penyederhanaan materi Media Modern alat bantu pelajaran.

PR kita saat ini adalah rumusan yang tegas mengenai pesantren post modern apakah kehadiran seperti ma'had Al-Zaytun di Indramayu atau Daaru Tahuid di Bandung bisa dikembangkan sebagai model pesantren post modernis paska modernisasi tahun 1920 an yang ditandai dengan lahirnya Pondok Modern Gontor? Allahuma amiin. karena melihat kebutuhan dan perkembangan dalam masyarakat. Semua pembaruan tersebut adalah sebagai matarantai dari sistem tradisional yang memproduk para moderis. dan sistem modern membentuk post modernis64 pesantren. Jadi pesantren post modern lebih bersifat pembaruan teknologi dan keluasan jangkauan serta berperan sebagai pelaku. berperan sebagai 64 Istilah ini digunakan dalam pengertian sederhana. sebagai pemilik dan penentu. Jadi tidak menunjuk pada aliran pemikiran tertentu dalam filsafat misalnya. kediatan pesasntren yang merupakan babak baru dari kegiatan yang sebelumnya dan dinilai sebagai modern. sedangkan perkembangan lainnya hanya sebatas pengisi acara atau penulis buku / artikel. pesantren sudah masuk pada posisi pelaku namun terbatas dalam bentuk penerbitan. Sementara pada pesantren modern. 268 .teknologi dan perubahan kebutuhan manusia bisa juga melangkah menuju sitem post modern.

dan Masyarakat Madani. Zaman Kesempatan. Ke-1 Azyumardi Azra. Esai-esai Pesantren.ke-1. 1996 Hilmi Faisal. Suryan A. Cet. Ponorogo. (Jakarta. Cet. cet. 60 Tahun Dr. 2000. al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’iy: Dirasah Manhajiah Maudhu’iyah. Jakarta. al-'Alimiy. 1991. Ahmad Wahib. ______. Mas mantri Menjenguk Tuhan. Mizan. Cet ke-1 Haidar Putra Daulah.. 269 . (Penyusun) .ke-1. Historisitas dan Eksistensi Pesantren. and Society. Djohan Effendi. Bandung: Mizan. Cet. jakarta: Risalah Gusti. LKiS. IPNU dan Tantangan Masa Depan. Islam Substantif Agara Umat tidak Menjadi Buih. Abd. Bunga Rampai Pesantren Jakarta: Dharma Bakti. Jamrah dengan judul: Metode Tafsir Maudhu’iy: Sebuah Pengantar. 1994 Ahmad. Penrj. Paramadina. Kamus Kontemporer Arab Indonesia. Hamzah Haz.al.. dan Abdurrahman Wahid. 2001 . Self. 1997. 1999). et. Jakarta : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Jakarta:Georai Pratama Press. IPNU. Hasan Muarif Ambari. Stanley. Di Bawah Panji-Panji Ka’bah.ke-1. Ismail SM (ed). Budhy Munawar Rahman. 1984. K. 1998 Howard M. 1984 Eep Saifulloh Fatah. Thara>iq al-Nabiy fi> ta'li>mi ashh}a>bihi Beirut:Da>r Ibnu Hajm. Greg Barton.H. Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company. Gagasan Islam Liberal Indonesia : Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. ke-2 Abdurrahman Wahid. Imam Zarkasyi dari Gontor Merintis Pesantren Modern. Kontekstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah Jakarta: Mizan. 1995.ke-1. PP. Penerjemah Tajul Arifin dengan judul Kajian Al-Quran di Indonesia Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish shihab Mizan: Bandung.Daftar Pustaka Atabik Ali. Baran.ke-1 Arif Mudatsir Mandan. terj. Cet. Yayasan Ali Ma’sum. 1997 Amir Hamzah Wirosukarto. 1997 . Ta’lim al-Muta’alim Versi Imam Zarkasyi. Menggerakan Tradisi . Yogyakarta. Pendidikan Islam. cet. 2000. Yogyakarta. Konsistensi dan integritas Perjuangan. Hayy Al-Farmawi. A. 1996 . 2001 Ahmad Tohari. Yogyakarta. Inc. dan Madrasah.Federspiel. Trimurti. Agenda-Agenda Demokratisasi Pasca Orde Baru.Mukti Ali. Muhammad. Symbols. Demokratisasi. Cetakan I.. Menemukan Peradaban Arkeologi dan Islam di Indonesia. Popular Indonesian Literature of the Qur’an. J. 2000. Pustaka Pelajar. Ponorogo : Gontor Press. cet. Sekolah. cet I. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Nanang Tahqiq. Yogyakarta : PT Tiara Wacana. 2001.

1992. 1997 . M. Jakarta: Hidakarya. 1978 Kompas.2004 Wahjuetomo.pesantrenonline.VII Ridin Sofwan. (Jakarta. Denyut Nadi Santri.Cet. Jeffres. Ke-1 Suharsono. Purwadarminta.J.1999. Jakarta: Paramadina. Dinamika Pendidikan Pondok Pesantren. Illinois: Wapeland Press. edisi 4 Juni 1999 Leo.ke-3. 50 Manfred Ziemek. 2 Desember 1998. Habib Chirzin. ______. et.Jakarta:LP3ES. Dawam Raharjo (ed). Mass Media Processes and effects. Muhammad Arwani.gontor. Quraish Shihab. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. 1995.1990. Jakarta : PT Cemara Indah. Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Kafrawi. Jakarta : Biona Aksara. Jakarta: 1996. hal. 1991. 1985 ..net www. HU Mitradialog Selasa 11 Januari2004. l996 . 1995. 1986 Mastuhu. Jakarta: Paramadina.al-ikhlash. Cet. Cet.ke-1. Syamsuddin Haris. 1996 . Jakarta.com 270 . © 1993-2002 Microsoft Corporation. 14 Desember 1998 Suplemen Ensiklopedi Islam II Ichtiar Baru Van Hoeve. www.com www. Jakarta : P3M. ke-1. Jakarta : Bina Aksara. Forum Keadilan. Inc. Ilmu dan Agama dalam Pesantren.al.et www.14 September 2004. 2000 . All rights reserved Nurcholish Madjid.ke-1.S. 1995. P3M. Surya. PPP dan Politik Orde Baru. Parenial Press.tokohindonesia.ke-1. Pesantren Madrasah Sekolah Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. 1997 Cet. Wawasan Al-Qur’an.2001. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Sejarah Pendidikan Islam. Tradisi Pesantren. M. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta. Yogyakarta: Tajidu Press. Zamakhsyari.Arifin. Cet.Karel A. Jakarta. Jakarta. Pesantren dan Perubahan Sosial.com www.com www. Islamisasi di Jawa. Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum. Cet. 88 Mahmud Yunus. Jakarta: LP3ES. M. LP3ES.ke-1 W.. Jakarta: Gema Insani Press. 1984 Zuhairini. cet-ke1 M. Muhammad. Gramedia. Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai.(Jakarta: Inis. PT. Steenbrink.ke-7.W. Pergulatan dunia pesantren. ______ Membumikan Alquran: Fungsi dan Peran wahyu dalam kehidupan Masyarakat Bandung: Mizan. Cet.. Perguruan Tingi Pesantren. Cemerlangnya Poros Tengah. 1997 Republika. Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia. Cet. PN Balai Pustaka. Paikologi Pembelajaran & Pengajaran.hidayatullah. Bandung : Mizan. cet. Sejarah pendidikan di Indonesia. 1985). 1994. Islam Agama Peradaban: Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah.ke-2. Pembaharuan Sistem Pendidikan Pesantren.darunajah. 1984) cet.

Sekarang : Komisaris Utama PT.1987-1988 MI. Arab IAIN Syahid Jkt. Arab F. Radio Duta Muslim Kuningan 2000: Sekarang.deptan. IAIN SGD Bandung Program Pasca Sarjana.com www.id BIODATA PENULIS Nama Pekerjaan : M. 4. Tata Taufik : Pimpinan Pondok Modern al-Ikhlash 1990.pesantrenvirtual.com www. Pengajar Ianstitut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Suryalaya. 2. Tarbiyah / B.www. Riwayat Pendidikan : 1.myquran. 1988 271 . Kosma B. 2.go. Pengalaman Organisasi: 1. 2001 Tempat Tanggal Lahir: Kuningan 4 Desember 1966 Arab 1992 Nasyaath. al-Ikhlash Ciawilor Kuningan 1979 KMI Pondok Modern Daarussalaam Gontor 1985 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. : Alamat : Kampus Pondok Modern al-Ikhlash Ciawilor Ciawigebang Kuningan Jawa Barat. Ketua Kosma B. 3.Tarbiyah IAIN Syahid Departemen Penerbitan SEMA F. 3. Fak. Tabiyah 1988-1989 Perintis dan Pemred Majalah Bahasa Arab alJkt.

1989 Sekarang 272 . 1999- Jkt. Pemred Majalah Gema Tarbiyah Fak Tarbiyah IAIN Pengurus Puskoppan Pesantren Jawa Barat.4. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful