REKONTRUKSI PESANTREN MASA DEPAN

(Dari Tradisional, Modern, Hingga Post Modern)

Oleh Drs.H.Rohadi Abdul Fatah M. Ag Drs.M.Tata Taufik M.Ag Drs. Abdul Mukti Bisri, M.Ag

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN ____________________________________________1 A. B. Pesantren Sebuah Diskripsi_________________________________________2 Definisi Pondok Pesantren________________________________________14 C. Asal Usul Pesantren dan Sejarah Perkembangannya_____________________16 D. Sistem Pendidikan Pesantren_______________________________________20 E. Tujuan Pendidikan Pesantren_______________________________________24 BAB II MATERI PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN_____________27 A. Literatur Pesantren_______________________________________________27 B. Penjenjangan Materi Pengajian_____________________________________34 C. Materi pembelajaran_____________________________________________37 BAB III MENGENAL METODE PEMBELAJARAN PESANTREN________54 A. B. C. D. E. F. G. H. Sorogan_______________________________________________________54 Wetonan atau Bandongan_________________________________________64 Halaqoh_______________________________________________________70 Hafalan atau Tahfizh_____________________________________________73 Metode Hiwar atau Musyawaroh___________________________________76 Metode Bahtsul Masa`il (Mudzakaroh)______________________________78 Metode Fathul Kutub____________________________________________80 Metode Muqoronah_____________________________________________81

2

I. Metode Muhawarah / Muhadatsah__________________________________82 A. B. BAB IV ISYU-ISYU PEMBAHARUAN PESANTREN__________________85 KH. Imam Zarkasyi_____________________________________________86 K.H A. Wahid Hasyim dan Tebu Ireng______________________________92 C. KH. Ahmad Dahlan DanPerguruan Muhammadiyah__________________102 BAB V POLA PEMBERDAYAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN__120 A. Potret Kegiatan Santri di Pesantren________________________________120 A. B. C. D. E. Potret Asrama Dan Santri _______________________________________131 Organisasi Santri______________________________________________134 Potret Kegiatan PRAMUKA_____________________________________156 Tentang Ta'jir / Hukuman________________________________________163 Pola Hubungan Guru & Murid____________________________________166 H. Santri: Sebuah Harapan Masa Depan_______________________________168 BAB VII PROFIL ALUMNI PESANTREN____________________________261 A. B. M. Quraisy Shihab_____________________________________________188 Nurcholish Madjid_____________________________________________193 C. Hamzah Haz__________________________________________________207 BAB VII PESANTREN MASA DEPAN (POST MODERN) _____________222 A. B. C. D. Bingkai Pesantren_____________________________________________223 Problem Yang dihadapi Pesantren________________________________226 Medan-Medan Pengembangan___________________________________237 Pesantren Dan Ekonomi_______________________________________242

3

E. F. G.

Pesantren Dan Masyarakat____________________________________246 Pesantren Dan Negara________________________________________249 Pesantren Dan Media Massa___________________________________251 BAB VIII PENUTUP___________________________________________261 BIODATA PENULIS DAFTAR PUSTAKA

4

BAB I PENDAHULUAN
A. Pesantren Sebuah Diskripsi Dalam struktur pendidikan nasional, pesantren merupakan mata rantai yang sangat penting. Hal ini tidak hanya karena sejarah kemunculannya yang relatif lama, tetapi juga karena pesantren telah secara signifikan ikut andil dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam sejarahnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berbasis masyarakat (society based-education). Dalam kenyataannya, pesantren telah mengakar dan tumbuh dari masyarakat, kemudian dikembangakan oleh masyarakat, sehingga kajian mengenai pesantren sebagai sentra pengembangan masyarakat sangat menarik beberapa peneliti akhir-akhir ini. Kendatipun pesantren—atau popular pondok pesatren—merupakan kenyataan sosial yang sudah mapan dalam masyarakat Indonesia, namun tidak memperoleh perhatian dan intervensi yang signifikan dari pemerintah untuk mengembangkan ataupun memberdayakannya. Hal ini menjadikan pesantren tumbuh dengan kemampuan sendiri—yang pada akhirnya menumbuhkan varian yang sangat besar, karena sangat tergantung pada kemampuan masyarakat itu sendiri. Kadang, kesan yang muncul adalah bahwa pesantren merupakan lembaga yang eksklusif dan kurang mengakomodasi perkembangan zaman. Dalam sistem dan metodologi pembelajaran, misalnya, pesantren terkesan terlalu lamban bahkan acuh-tak acuh dengan berbagai temuan baru berkenaan dengan bagaimana sebuah lembaga pembelajaran serta kelompok "professional" di

5

tetapi 6 .dalamnya dapat terus menerus meningkatkan hasil-hasil pembelajarannya. Kehadiaran dua pendekatan ini disebut oleh para tokoh pembelajaran sebagai indikasi terjadinya revolusi pembelajaran (learning revolution). pesantren sampai saat ini harus dapat dibedakan dengan sistem pendidikan madrasah seperti dikenal saat ini. berikut berbagai teori pembelajaran. misalnya. dalam perkembangannya—dan ini karena pengaruh-pengaruh sistem sekolah modern—pesantren tidak hanya mempertahankan sistem pembelajaran informal. Pesantren adalah lembaga pendidikan masayrakat yang pada dasarnya tidak mengembangkan sistem madrasah dalam penyelenggaraan pendidikannya—jadi lebih bersifat informal. Perkembangan penelitian pembelajaran. Tetapi. kendatipun sampai saat ini masih tampak lamban. dalam arti masyarakat menikmati pembelajaran di dalam lembaga pesantren secara lues. learning technolology) yang menyediakan berbagai teknik pembelajaran yang dipandang efektif dan efisien. Dalam bentuknya yang paling menarik. yang tetntunya hal ini sangat dipengaruhi oleh terbatasnya sumber-sumber belajar dan pusat sumber belajar yang dapat dikembangkan oleh pesantren. saat ini sudah muncul sebuah sistem—atau lebih tepat pendekatan—pembelajaran yang disebut dengan Quantum Learning yang berpasangan dengan Quantum Teaching. melahirkan apa yang disebut teknologi pembelajaran (educational technology. tanpa batasan-batasan artifisial dan formal seperti usia dan latar belakang sosial lainnya. Dalam hal pembelajaran. Adalah sebuah hal yang patut disyukuri lahirnya pendidikan madrasah di masyarakat—yang hal ini sekarang menjadi basis pesantren untuk mengakomodasi perkembangan itu.

hanya dapat melakukan pembelajaran agama kepada masyarakat dengan cara kiainya mendatangi mushalla dan masjid tertentu di luar pesantren untuk memberikan pembelajaran agama. Bahkan. kendatipun belum dalam bentuknya yang paling terorganisir dan terstruktur. Pesantren pada saat ini—dengan demikian—menjadi semakin eksklusif. Kehadiran sistem madrasah di pesantren tampaknya tidak terelekkan sifatnya. sebagian pesantren dapat disebut sebagai lembaga pendidikan madrasah itu sendiri—sehingga menjadi identik pesantren dan madrasah— karena komponen pembelajaran informalnya hilang. seperti dalam sistem sorogan—sudah menerapkan pembelajran individual. tetapi juga berkenaan dengan elan-vital pesantren tetapi juga persoalan akomodasional pesantren untuk mengakses masa depan. terjadi semacam proses tarik-ulur antara mengedepankan citra konvensional dengan mengakomodasi perkembangan modern. yang terus ingin mempertahankan corak konvensional pesantren sebagai lembaga pendidikan masyarakat.juga menganut sistem pembelajaran klasikal berupa madrasah. Tetapi. Pembelajaran yang dikembangkannya sudah beralih dari pembelajaran massal kepada pembelajaran klasikal. pada dasarnya pesantren—dilihat dari sebagian cara atau prosedur pembelajarannya. Namun. Sekarang. bukan hanya karena tuntutan modernitas. pesantren juga ingin menjamin survivalnya. Bahkan. Sebagian pesantren. Sistem madrasah ini sekarang justeru merupakan komponen pembelajaran yang dominan di pesantren. tetap saja tampak corak eksklusifnya karena 7 . Masyarakat umum tidak lagi dapat menikmat kesempatan belajar yang luwes di pesantren sebagaimana dahulu menjadi ciri pokok pesantren. jika diperhatikan dari sudut pandang pendekatan pembelajaran modern.

Dalam pembelajaran pesantren konvensional tidak dijumpai komponenkomponen pembelajaran formal. Jika ditinjau dari sistem pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren. metode. setoran. rekruitmen. dan setiap murid baru diperkenankan mengambil mata pelajaran berikutnya sesudah menyelesaikan mata pelajaran di tingkat sebelumnya. terutama sebelum masa orde baru. seperti daftar santri (peserta) pengajian. desain pembelajaran. hal itu dibuktikan paling tidak dengan prinsip-prinsip 8 . Dalam sistem madrasah. dan tidak ada pula evaluasi hasil belajar. terukur dan terkontrol. Murid dikelompokkan ke dalam kelas-kelas. Sistem pembelajaran ini mempunyai karakteristik. Metode pendekatan yang berkisar pada sorogan.tidak menyediakan ruang dan kesempatan belajar massal di dalam pesantren. Hal ini karena organisasi sistem pembelajaran itu sendiri tidak terbentuk sebagaimana mestinya. bandongan. Mata ajaran yang diajarkan hanyalah ilmu-ilmu keagamaan—terutama dari kitab-kitab abad pertengahan yang dikenal dengan kitab-kitab klasik/kuning (al-kutub al-qadimah). maka pendekatan yang sering dipergunakannya adalah pendekatan holistik. terutama tidak menganut ketentuan-ketentuan formalistic dan procedural yang ketat. muthalaah dan musyawarah. daftar pelajaran. semua elemen penting pendidikan mulai dari kurikulum. pembelajaran di madrasah dilaksanakan dengan sistem kelas (classical sistem) yang terorganisir dan terstruktur. Berbeda dengan pembelajaran agama konvensional. pendekatan. cocogan. pesantren memakai sistem pembelajaran konvensional. Sebelum menggunakan sistem madrasah. sampai evaluasi hasil belajar diatur secara terencana. media pembelajaran.

proporsional.1 yang memandang dipandang sebagai ibadah kepada Tuhan dan bahwa semua aktivitas pendidikan merupakan bagian integral dari totalitas kehidupan muslim. sehingga penyelenggaraan Pondok Pesantren dilaksanakan "di bawah bayang-bayang Tuhan". sehingga belajar dan mengajar di pesantren tidak dipandang sebagai alat tetapi dipandang sebagai tujuan. Kesederhanaan di sini adalah identik dengan kemampuan bersikap dan berpikir wajar. berproses dan kembali kepada Tuhan. sorogan dan hafalan. Berbeda dengan masa setelah orde baru. mendasarkan filsafat pendidikannya pada filsafat theocentric. Mastuhu. sukarela dan dijadikan sebagai media pengabdian kepada sesama manusia dalam rangka mengabdi kepada Tuhan. banyak Pondok Pesantren menyelenggarakan metode pendidikan seperti pendidikan yang formal—sekolah/madrasah—dan sistem konvensional: pengajarannya tidak lagi hanya berkisar pada bandongan. halaqah. Sebagai lembaga pendidikan. tetapi sudah menerapkan metode belajar mengajar seperti sekolah. maka para pengajar di Pondok Pesantren memandang bahwa kegiatan di pesantren sebagai ibadah kepada Tuhan. Hal itu juga tercermin dari kearifan kesederhanaan hidupnya sehari-hari yang menyiratkan semacam dan kesadaran transcendental. 63 9 . 1985) h. Implikasi dari prinsip tersebut. Dinamika Pendidikan Pondok Pesantren. (jakarta: Inis. Pondok Pesantren walaupun dikategorikan 1 Yaitu pandangan yang menyatakan bahwa semua kejadian berasal.yang tercermin dari sistem pendidikannya. filsafat ini Memandang banhwa manusia dilahirkan sesuai fitrahnya dan perkembangan selanjutnya tergantung pada lingkungan dan pendidikan yang diperolehnya. Sistem pendidikan pesantren. dan tidak tinggi hati.

dalam arti pemberdayaan dan pemerkayaan. yang berarti menyodorkan atau menyerahkan. dan pengembangan keluar (external). dan itu menjadi ciri khas yang dapat dibedakan dari sistem dan metodologi pembelajaran dilakukan di lembaga pendidikan formal. berasal dari kata sorog (bahasa Jawa). setidaktidaknya agar proses pembelajarannya lebih efektif dan efisien. Sistem dan metodologi pembelajaran konvensional yang dianut pesantren pada umumnya berkisar pada varian-varian seperti sorogan. berarti pengubahan sistem dan metodologi yang berimplikasi pada disingkirkannya sistem dan metodologi yang tidak efisien dari sistem konvesional. atau. Sistem sorogan ini termasuk penerapan sistem pembelajaran dengan pendekatan 10 . Yang menjadi tantangan bagi pesantren saat ini adalah bagaimana pesantren mengupayakan pengembangan sistem dan metodologi pembelajarannya. Pengembangan pembelajaran di Pondok Pesantren ini juga dapat dibedakan dari dua poros. Pengembangan ini dapat berarti pemberdayaan dan pemerkayaan sistem dan metodologi pembelajaran konvensional. Dalam kenyataannya. halaqah dan hafalan. Sorogan. sorogan diterapkan dengan cara setiap santri menyodorkan kitab kajiannya di hadapan kyai atau asisten kyai. weton/bandongan. yaitu pengembangan ke dalam (internal).sebagai lembaga pendidikan tradisional. mempunyai sistem pengajaran tersendiri. untuk selanjutnya sang kiai atau asistennya mengajar santri yang bersangkutan berdasarkan kitab yang disodorkannya itu. yang berarti bahwa pesantren mengakomodasi sistem dan metodologi pembelajaran modern untuk melengkapi atau bahkan mengganti sistem dan metodologi konvensional.

Sistem ini memungkinkan seorang guru melakukan pendekatan-pendekatan personal. yang dilakukan dengan cara saling mendo'akan. pembelajaran dilakukan pada waktuwaktu tertentu. Seorang santri berhadapan dengan seorang guru.individual. Halaqah ini merupakan sistem kelompok kelas dari sistem bandongan. Jawa) yang berarti waktu. bahkan pendekatan spiritual dengan para santri. kedekatan personal kiai-santri dilengkapi dengan hubungan spiritual yang saling mendukung. atau sekelompok siswa dengan formasi 11 . Penamaan metode ini mengikuti praktik nyata terjadinya pembelajaran dimaksud. Bahkan lebih dari itu. dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kyai yang menerangkan pelajaran secara kuliah. Para kyai mengawasi. Halaqah yang arti bahasanya "lingkaran murid". Weton/bandongan. Sistem sorogan ini terbukti sangat efektif sebagai langkah inisiasi bagi seorang murid yang bercita-cita menjadi orang berilmu. baik dituliskan pada sisi kitab atau menyisipkannya di lembar-lembar catatan lain. misalnya sebelum atau sesudah melakukan shalat fardlu. Santri juga membuat catatan seperlunya. Istilah Weton ini di Jawa Barat disebut dengan bandungan. Dalam pengajian dengan metode Weton. sementara santri maksimal kemampuan seorang murid dalam menguasai mengikuti pembacaan kitan oleh kiai dengan melihat dan memperhatikan kitab-kitab yang mereka bawa masing-masing. dan terjadi interaksi saling mengenal di antara keduanya. istilah weton ini berasal dari kata wektu (bhs. Metode weton ini merupakan metode kuliah. menilai dan membimbing secara bahasa Arab.

rajin dan mampu serta bersedia mengorbankan waktu yang besar untuk studi ini. Tetapi. h. Diskusi berkisar pada persoalan apa kandungan atau hikmat pelajaran yang dapat diambil dari bacaan.2 Pendapat Mahmud Yunus di atas. kitab Hadits. atau kitab-kitab kuning lainnya. 50 12 .1990). saat ini metode halaqah ini justeru harus diperkaya. baik dari sumber kitab al-Qur'an. yaitu yang hanya dapat dinikmati oleh segelintir siswa yang tergolong mampu menganalisis masalah dan mampu pula mengungkapkan hasil pikirannya secara lisan maupun tulisan. (Jakarta:Hidakarya. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Bila dipandang dari sudut pengembangan intelektual.duduk melingkar. yang belajar di bawah bimbingan seorang guru atau belajar bersama dalam satu tempat. 2 Mahmud Yunus. menurut Mahmud Yunus sistem ini hanya bermanfaat bagi santri yang cerdas. Aspek kritisnya bukan diletakkan pada kemampuan mempertanyakan normativitas isi kitab tetapi kemampuan berijtihad mengenai apa maksud yang diajarkan oleh kitab. dan bukan untuk mempertanyakan benar-salahnya apa-apa yang diajarkan oleh kitab. Salah satu alasannya adalah bahwa forum yang dibangun dengan metode halaqah itu sudah merupakan metode pembelajaran yang paling di andalkan dalam sistem pembelajaran siswa aktif. Halaqah ini juga merupakan kelompok belajar dengan menggunakan metode diskusi tak-terstruktur untuk memahami isi kitab. Sistem ini juga hanya dapat pandai dan yang lainnya hanya sebatas menghasilkan satu persen murid yang partisipan. tentu saja lebih merupakan penilaian atas kenyataan penerapan metode halaqah saat itu.

misalnya Alfiyah Ibn Malik. Hafalan/Tahfiz. halaqah tidak hanya menghasilkan instructional effect. Instruktional effect adalah hasil belajar seperti yang dibatasi oleh tujuan pembelajaran yang telah disusun. Metode hafalan juga sering diterapkan untuk pembelajaran al-Qur`an-Hadits. Bagaimanapun. metode hapalan yang diterapkan di pesantren-pesantren. yang biasanya berupa perubahan kualitas-kualitas personal seseorang dalam belajar. hafalan sebagai metode pembelajaran maupun sebagai hasil 13 . dan evaluasi. Dalam pembelajaran al-Qur'an metode ini biasa disebut metode Tahfizh al-Qur'an. tetapi harus juga melibatkan atau menyentuh ranah yang lebih tinggi dari kemampuan belajar. umumnya dipakai untuk menghafal kitab-kitab tertentu. tetapi juga formal effect atau disebut juga nurturent effect. seperti belajar kemampuan cara menganalisis masalah dan kemampuan mengenai cara mengungkapkan pemikiran. analisis (analysis). Jadi. melainkan menginternalisasi nilai-nilai yang secara laten dapat diperoleh dari halaqah. Biasanya santri diberi tugas untuk menghafal beberapa bait dari kitab alfiyah. Sedangkan nurturent effect adalah hasil belajar laten yang diberoleh dari pembelajaran. dan setelah beberapa hari baru dibacakan di depan kyai/ustadnya. baik dalam bentuk sikap perhatian maupun motivasi belajar.Yang kedua adalah bahwa belajar dalam pandangan modern tidak hanya untuk mengejar pengetahuan sebagai hasil belajar satu-satunya. Dalam pengembangan metode Hafalan atau Tahfizh ini. pola penerapannya tidak hanya menekankan hafalan tekstual dengan berbagai variasinya. hafalan tidak saja merupakan kemampuan intelektual sebatas ingatan (retensi) tetapi juga sampai kepada pemahaman (comprehension). Artinya.

dan lebih merangsang pemikiran kritis. sedangkan hafalan kualitatif adalah rekaman dasar yang dipersiapkan untuk diedit dan dilakukan pemerkayaan. Jadi harus ada apersepsi sebelum seseorang mempersepsi. lebih bervariasi. Yang kemudian menjadi persoalan lagi adalah bagaimana pembelajaran dengan metode hafalam ini dapat memperkaya khazanah pengetahuan siswa lebih dari sekedar hafalan mekanistik saja. Dalam berfikir. Dan ini sudah menjadi kewajiban para guru untuk mencarikan cara dan kreativitas para santri agar hafalannya lebih bermutu. Keempat metode itulah yang banyak diterapkan di pondok-pondok pesantren. dan itulah pengetahuan yang sebagiannya diperoleh dari pembelajaran hafalan. tetapi hafalan kualitatif. Berbeda dengan masa setelah orde baru. dan antara metode yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan erat dan mempunyai kelemahan serta kelebihan masing-masing. misalnya. Harus ada kenyataan sebelum seseorang melahirkan konsepsi. banyak Pondok Pesantren menyelenggarakan pendidikan seperti pendidikan yang formal—sekolah/madrasah—dan 14 . dan itu menjadi lambang supremasi serta ciri khas metode pengajaran di Pondok Pesantren. Hafalan harus dipandang sebagai basis untuk mencapai kemampuan intelektuan yang lebih tinggi. sehingga pondok-pondok pesantren sampai sekarang masih mempertahankan metode tersebut.belajar tidak dapat diremehkan. seseorang tidak mungkin dapat berfikir secara cermat jika bahan-bahan untuk berfikir tidak tersedia. Hafalan mekanistik adalah seperti merekam audio atau audio-visual. Yang menjadi prinsip dalam berfikir bahwa apa yang dipikirkan harus sudah lebih dulu diketahui seluk beluknya. seperti yang sering terdengar dari pernyataanpernyataan sumbang para pengamat pembelajaran.

sorogan dan hafalan) di Pondok Pesantren juga mengenal metode-metode lain seperti Bahtsul masa`il. Metode ini biasanya diterapkan untuk pengajaran santri-santri yang sudah senior. Metode Bahtsul Masa`il mengacu kepada pemecahan masalah-masalah dalam persoalan fiqh (hukum Islam atau furu`iyah). Dalam Hiwar terjadi proses kritik dan agumentasi (mujadalah) 15 . Hiwar. dan metode-metode lain yang banyak di peraktekkan di di Pondok Pesantren. Bedanya metode hiwar dilaksanakan dalam rangka pendalaman atau pengayaan materi-materi yang sudah di pelajari (kitab-kitab kuning). dimana santrisantri tersebut sudah dianggap mampu atau menguasi kitab-kitab yang menjadi rujukan masalah yang akan di bahas. Metode ini bisa digambarkan sebagai bentuk kegiatan belajar mengajar dalam sebuah forum (biasanya di kelas atau masjid) yang dipandu oleh seorang pembimbing/guru dan diikuti oleh santri-santri yang dianggap sudah menguasai kitab-kitab tertentu untuk memecahkan permasalahan kontemporer di sekitar hukum-hukum fiqh (termasuk di dalamnya fiqh ibadah). sorogan dan hafalan. tetapi sudah menerapkan metode belajar mengajar seperti sekolah. adalah bahwa santri dan guru biasanya terlibat dalam sebuah forum perdebatan untuk memecahkan masalah yang ada dalam kitab-kitab (berbahasa Arab) yang sedang di pelajari. Fathul Kutub. halaqah. Selain metode yang empat diatas (bandongan.metode pengajarannya tidak lagi hanya berkisar pada sistem bandongan. Metode Hiwar hampir sama dengan metode metode diskusi yang umum kita kenal selama ini. Yang menjadi ciri khas dari hiwar ini. halaqah. Muqaranah.

Pada dasarnya metode ini adalah metode penugasan mencari rujukan (reference) terhadap beberapa topik dalam bidang ilmu tertentu (Fiqh. Metode muqoronah adalah sebuah metode yang terfokus pada kegiatan perbandingan. metode.untuk memperkuat kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh. baik perbandingan materi. Sebab di sementara pondok masih ada norma-norma yang bersifat doktrinal yang belum bisa di reformasi. dll. Karena itulah cara yang bisa ditempuh agar di Pondok Pesantren tetap bisa digandrungi oleh masyarakat. dengan diterapkannya sistem klasikal di Pondok Pesantren. Saat ini. Aqidah. Untuk model metode muqoronah ajaran agama biasanya berkembang di bangku Perguruan Tinggi Pondok Pesantren (Ma`had `Ali). mau tak mau pengayaan metodologi tidak lagi sebatas yang sudah di kenal di kalangan Pondok. yaitu dengan dikenalkannya sistem Madrasah Diniyah. Metode muqoronah akhirnya berkembang pada perbandingan ajaran-ajaran agama. dan semacamnya. tidak semua pondok pesantren memasyarakatkannya sebagai metode yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar di di Pondok Pesantren. Dengan diterapkannya metode ini. Hadits. faham (madzhab). Metode Fathul Kutub biasanya dilaksanakan untuk santri-santri senior yang sudah akan menyelesaikan pendidikan tingkat tertentu di Pondok Pesantren.). 16 . maupun perbandingan kitab. harus menundukkan wajah ketika berhadapan dengan guru. seperti siswa/santri tidak boleh banyak bertanya. Tafsir. Hal itu disebabkan karena terpengaruh oleh perkembangan hidup modern yang menuntut orang maupun lembaga untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut.

B. mendefinisikan pesantren 17 .Artinya dengan memadukan pola pendidikan tradisional dengan pola pendidikan modern. di antaranya adalah madrasah tempat belajar agama Islam. Definisi Pondok Pesantren Kata pondok berasal dari kata Funduq yang berarti hotel atau asrama.Terkadang juga dianggap sebagai gabungan kata saint (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong). Kata santri berasal dari kata Cantrik (bahasa Sansekerta. Pesantren berasal dari kata santri yang dapat diartikan tempat santri. Sekarang lebih dikenal dengan nama pondok pesantren. sedangkan di Aceh dikenal dengan nama rangkang . Sedangkan dalam bahasa Indonesia mempunyai banyak arti. atau mungkin jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti guru. C Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah shastri. sedang C. Istilah santri juga ada dalam bahasa Tamil. yang kemudian dikembangkan oleh Perguruan Taman Siswa dalam sistem asrama yang disebut Pawiyatan. yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik Secara terminologi dapat dikemukakan di sini beberapa pandangan yang mengarah kepada definisi pesantren. Abdurrahman Wahid. yang berarti guru mengaji. Di Sumatra Barat dikenal dengan nama surau.

pondok. 231 5 Ismail SM (ed). Imam Zarkasyi dari Gontor Merintis Pesantren Modern.5 Definisi di atas menunjukkan betapa pentingnya sosok pesantren sebagai sebuah totalitas lingkungan pendidikan dalam makna dan nuansanya secara menyeluruh. Demokrasi dan Masyarakat Madani.3 Mahmud Yunus.h. pesantren adalah tempat di mana santri tinggal.. ke-1. Op. h. Definisi pesantren yang dikemukakan oleh Imam Zarkasyi (pendiri Pondok Modern Daarussalam Gontor) sama dengan definisi yang dikemukakan oleh Zamakhsyari Dhofier dalam menentukan elemen-elemen pesantren. h.Cit. tempat para santri belajar hidup dan bermasyarakat dalam berbagai segi dan aspeknya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Menggerakkan Tradisi.6 Secara singkat pesantren bisa juga dikatakan sebagai laboratorium kehidupan.4 Sedang Abdurrahman Mas’ud. 2000) Cet ke-1.al. Esai-esai Pesantren. dan pengajaran agama Islam dibawah bimbingan kyai yang diikuti santri sebagai kegiatan utamanya.17 4 Mahmud Yunus. mendefinisikan pesantren refers to a place where the santri devotes most of his or her time to live in and acquire knowledge. (Yogyakarta: LKIS.et. di mana kiyai sebagai figur sentralnya.h. mesjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya. seperti: Kiyai.1996) Cet. dan pengajaran agama Islam 3 Abdurrahman Wahid.2001.171 6 Amir Hamzah Wirosukarto. KH. . cet-ke-1.secara teknis. mengartikan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama atau pondok. santri.56 18 . Pendidikan Islam . masjid. (Ponorogo: Gontor Press. Secara definitif Imam Zarkasyi. mendefinisikan sebagai tempat santri belajar agama Islam.

Mastuhu.7 sedangkan Imam Zarkasyi tidak membatasi materi pelajaran pesantren dengan kitabkitab klasik serta menggunakan metodologi pengajaran sistem klasikal (madrasi). Tradisi Pesantren. Demikianlah pesantren didefinisikan oleh pengamatnya baik yang barasal dari dalam maupun dari luar pesantren. (Disertasi Pasca Sarjana IPB. namun keduanya mempunyai perbedaan dalam menentukan materi pelajaran dan metodologi pengajaran. 114 19 . Zamakhsyari menentukan materi pelajaran pesantren hanya terbatas pada kitab-kitab klasik dengan metodologi pengajaran tradisional.1989) h. yang menyimpulkan dari tradisi pesantren seperti. Meys.(Jakarta: LP3ES. . Hal ini dikemukakan oleh I. J. penghormatan santri kepada kiyai. 1995) h. tata hubungan keduanya yang tidak didasarkan 7 Zamakhsyari Dhofier.44-60 8 Pengertian tradisional dalam arti bahwa lembaga ini hidup sejak ratusan tahun yang lalu dan telah menjadi bagian dari kehidupan sebagian besar ummat Islam Indonesia. C. jusrtu semakin menambah khazanah dan wacana yang sangat diharapkan secara akademis. bukan tradisional dalam arti tetap tanpa mengalami penyesuaian . dan telah mengalami perubahan dari masa ke masa sesuai dengan perjalanan ummat. Dinamika Pendidikan Pesantren. Brugman dan K. yaitu sorogan dan wetonan.Walaupun sama dalam menentukan elemen-elemen pesantren. Asal Usul Pesantren dan Sejarah Perkembangannya Pesantren atau yang lebih dikenal dengan pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional8 tertua di Indonesia. studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. lembaga pendidikan ini sudah datang sebelum Islam datang ke Indonesia. Hal tersebut disebabkan perbedaan semacam itu. Menurut para ahli. di mana variasi yang dihasilkan merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dipungkiri.

Meski begitu. tokoh yang dianggap berhasil mendirikan dan mengembangkan 20 . India agaknya tidak sulit baginya untuk mendirikan pesantren karena sebelumnya sudah ada perguruan Hindu-Budha dengan sistem biara asrama sebagai tempat belajar mengajar. sifat pengajaran yang murni agama dan pemberian tanah oleh negara kepada para guru dan pendeta. di mana. Beliau adalah ulama yang berasal dari Gujarat. oleh karena itu pesantren merupakan salah satu bentuk kebudayaan asli Indonesia. Karena itu Islam dapat diterima oleh masyarakat dan pesantren dapat berkembang. Kemudian pendidikan ini diislamisasikan tanpa meninggalkan tradisi yang ada. sedang pada masa Islam.kepada uang. Perbedaan yang mendasar ialah pada masa Hindu pendidikan tersebut hanya milik kasta tertentu. dan siapa pendirinya tidak dapat diperoleh keterangan yang pasti. Pesantren dilihat dari segi bentuk dan sistemnya. Tentang kehadiran pesantren secara pasti di Indonesia pertama kalinya. Dan mempunyai persamaan dengan pendidikan di India. Ada pendapat yang maengatakan. Gejala lain yang menunjukkan azas non-Islam pesantren tidak terdapat di negara-negara Islam. Sebelum proses penyebaran Islam di Indonesia sistem tersebut telah dipergunakan secara umum untuk pengajaran dan pendidikan agama Hindu di Jawa. berasal dari India. karena dalam pandangan Islam seluruh manusia merupakan umat yang egaliter. pesantren pertama kali didirikan oleh Syeikh Maulana Malik Ibrahim. pendidikan tersebut milik setiap orang tanpa memandang keturunan dan kedudukan.

pertama. yaitu: Wiryo Suroyo. Kemudian ia pindah ke Denta. Hubungan ini dijalin dengan da’wah. sebagai lembaga pendidikan. Surabaya. dan Surabaya. Di sini dapat disimpulkan adanya hubungan yang mesra antara ulama dan umara. letaknya yang strategis di pintu gerbang utama Majapahit. Pertama. Ia mendirikan pesantren di Kembang Kuning. Pada awal berkembangnya.pesantren dalam arti yang sesungguhnya adalah Raden Rahmat atau Sunan Ampel. Berdasarkan laporan pemerintah pemerintah kolonial Belanda. Kendati kini telah banyak perubahan yang terjadi namun inti fungsi utama itu masih melekat pada pesantren. dan akhirnya beliau dikenal dengan sebutan Sunan Ampel. Abu Hurairah. Gresik. sebagai kunci kemakmuran negara. dan Kyai Bangkuning. lembaga pendidikan tersebut mirip dengan pendidikan sebelumnya. lembaga pendidikan tersebut dapat diikuti oleh setiap orang tanpa memandang keturunan dan kedudukan. Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan Pesantren Ampel Denta pada dasarnya didukung oleh beberapa faktor. dan mendirikan pesantren di sana. Pesantren di Indonesia tumbuh dan berkembang sangat pesat. selain itu Ario Tejo membutuhkan bantuan sunan Ampel untuk mengamankan daerah Tuban. ada dua fungsi pesantren. yang pada waktu didirikan hanya memiliki tiga orang santri. Kedua. Kedua. karena seluruh kapal dari dan ke Majapahit mesti melewati pelabuhan Surabaya. sebagai lembaga penyiaran agama. Ketiga. Sunan Ampel diambil menantu oleh penguasa Tuban bernama Ario Tejo. sehingga mau tidak mau mesti bersinggungan langsung dengan sirkulasi perdagangan Majapahit. tahun 1831 di Jawa saja terdapat tidak 21 .

kurang dari 1.853 buah dengan jumlah santri tidak kurang 16. As-Shiddiqiah.500 orang.depag. dan lain-lain. jumlah tersebut belum dijumlah dengan pesantren di luar Jawa dan pesantren-pesantren kecil.312 buah.9 Perkembangan pesantren terhambat ketika Bangsa Eropa datang ke Indonesia untuk menjajah. Darul Rahman. Sistem Pendidikan Pesantren Sistem pendidikan pesantren menurut M. Arifin adalah sarana yang berupa perangkat organisasi yang diciptakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang 9 www. Lihatlah kemudian pesantren tumbuh di Ibukota Jakarta seperti Pondok Pesantren Darun Najah. Akibat dari sikap tersebut maka pemerintah kolonial ketika itu mengadakan kontrol dan pengawasan yang ketat terhadap pesantren. Ekspansi pesantren juga bisa dilihat dari pertumbuhan pesantren yang semula hanya rural based institution kemudian berkembang menjadi pendidikan urban. Kemudian suatu survai yang diselenggarakan oleh kantor Shumubu ( Kantor Urusan Agama ) pada masa Jepang tahun 1942 jumlah pesantren bertambah menjadi 1.id 22 . Setelah Indonesia merdeka. Bahkan kini pesantren bukan hanya milik organisasi tertentu tetapi milik umat Islam Indonesia.871 buah. pesantren tumbuh dan berkembang dengan pesat. D. Pada masa kemerdekaan jumlah pesantren terus bertambah.net. berdasarkan laporan Departemen Agama RI tahun 2001 jumlah pesantren di Indonesia mencapai 12. Hal ini terjadi karena pesantren bersikap non-kooperatif bahkan mengadakan konfrontasi terhadap penjajah.

seperti Masjid. evaluasi. Kyai atau pengasuh pondok pesantren merupakan elemen yang sangat esensial dari suatu pesantren.berlangsung dalam pesantren.Arifin. kurikulum. pengurus. gedung sekolah atau madrasah. Untuk pesantren kecil unsur-unsurnya cukup dengan kyai.257 11 Mastuhu. Ia seringkali merupakan pendirinya. rumah kyai dan sebagainya. Sarana perangkat lunak. atau pondok. 55-56 23 . ke- 3. metodologi pengajaran. Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum. asrama atau pondok.10 Unsur-unsur sistem pendidikan pesantren menurut Mastuhu dapat dikelompokkan sebagai berikut: Aktor atau pelaku. akan tetapi untuk pesantren besar perlu ditambah dengan unsurunsur lain. kitab-kitab keagamaan. Sudah sewajarnya bahwa pertumbuhan pesantren semata-mata bergantung kepada kemampuan kyainya. h. umpamanya: “kiyai Garuda Kencana” dipakai untuk sebutan Kereta Emas yang ada di Kraton Yogyakarta. Op. santri. (Jakarta: Biona Aksara.11 Unsur-unsur pesantren berbeda antara satu pesantren dengan pesantren lainnya. dan metode pengajaran. tata tertib dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan pesantren. Gelar kehormatan untuk orang-orang tua pada 10 M. santri. hal ini dapat dilihat dari besar kecilnya pesantren bersangkutan. h. asrama. seperti : Ustadz sebagai pembantu kyai dalam pengajaran.Cit. dan alat-alat pendidikan lainnya. Sarana perangkat keras.1995) Cet. Menurut asal usulnya perkataan kiyai dalam bahasa Jawa dipakai untuk tiga jenis gelar yang saling berbeda: Sebagai gelar kehormatan bagi barang-barang yang dianggap keramat. seperti: tujuan. seperti: kiyai.

Op.umumnya. Santri kelana adalah santri yang pindah belajar dari satu pesantren ke pesantren lain untuk memperdalam ilmu pengetahuan yang menjadi keahlian dari seorang kyai. Bahkan gelar kyai digunakan untuk sebutan seorang Dai’ atau Muballigh. h. Gelar tersebut kini digunakan untuk seorang ulama yang mumpuni dalam bidang keagamaan walau ia tidak mempunyai pesantren. Kyai Haji Muhith Muzadi. Gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada seorang ahli agama Islam yang memiliki atau menjadi pimpinan pesantren. dan lainnya. Untuk mengikuti pelajarannya di pesantren. di Aceh Tengku. Kiyai dalam pembahasan ini mengacu kepada pengertian yang ketiga. Istilah kiyai dipakai di Jawa Tengah dan Jawa Timur. mereka bolak-balik dari rumahnya sendiri. Gelar kyai saat ini tidak lagi hanya diperuntukkan bagi yang memiliki pesantren. Santri adalah siswa yang belajar di pesantren.Cit. di Sumatra Utara Buya. di Jawa Barat istilah tersebut dikenal dengan Ajengan. dalam dunia pesantren dikenal juga istilah “santri kelana”. Setelah pesantren mengadopsi sistem madrasah tradisi santri kelana kini 12 Zamakhsyari. Zamakhsyari Dhofier membagi santri membagi dua kelompok: Santri mukim dan santri kalong. Sebagai santri mukim mereka mempunyai keewajiban-kewajiban tertentu.12 Selain dua istilah santri diatas. santri mukim adalah santri yang berasal dari daerah dan menetap dalam kelompok pesantren. 55 24 . seperti : Kyai Haji Ali Yafie. Santri kalong adalah santri yang berasal dari masyarakat sekitar pesantren atau yang biasanya tidak menetap di pesantren.

memberikan ketentraman. taat. Kedudukan mesjid sebagai pusat pendidikan dalam tradisi pesantren merupakan manifestasi universalisme dari sistem pendidikan Islam tradisional. Ketiga. Sedangkan secara terminologis. Ada tiga alasan utama mengapa pesantren harus menyediakan asrama 25 . Disamping itu pula para santri memfungsikan masjid sebagai tempat belajar yang utama. Upaya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan berimplikasi pada tiga hal: Pertama. kemakmuran. Hingga saat ini kyai sering mempergunakan masjid sebagai tempat membaca dengan metode bandongan. menanamkan rasa cinta pada ilmu pengetahuan dan solidaritas sosial. Sebuah pesantren pada dasarnya adalah sebuah asrama pendidikan Islam tradisional di mana para siswanya tinggal bersama-sama dan belajar dibawah bimbingan seorang kiyai. potensi-potensi melalui pendidikan kesabaran. mendidik anak agar tetap beribadah kepada Allah. Kendatipun saat sekarang kebanyakan pesantren telah melaksanakan proses belajar mengajar di dalam kelas dengan gedung tersendiri. karena kondisi masjid relatif lebih tenang serta mempunyai nilai ibadah. keberanian kesadaran optimisme. masjid adalah tempat melaksanakan aktifitas manusia yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah. serta tunduk dengan penuh hormat dan takzim. kholifah Islamiyah hingga sampai sekarang. namun mesjid tetap difungsikan sebagai tempat belajar.mulai ditinggalkan. masjid berasal dari kata sajada. Kedua. Secara etimologis. serta menyadarkan hak-hak dan kewajiban. Hal ini telah terjadi sejak zaman Nabi Muhamad kemudian diteruskan oleh para sahabat. yang berarti patuh.

dengan demikian perlulah adanya asrama khusus para santri. Kedua. menarik santri-santri dari jauh untuk dapat menggali ilmu dari kiyai tersebut secara teratur dan dalam waktu yang lama . untuk itu ia harus menetap. ada timbal balik anrtara santri dan kiyai. kemashuran seorang kiyai dan kedalaman pengetahuannya tentang Islam.bagi santrinya : Pertama. Nilai-nilai agama yang secara normatif dipelajari di kelas. sedang para kiyai menganggap para santri sebagai titipan Tuhan yang harus senantiasa dilindungi. Disamping alasan-alasan diatas. Di dalam asrama memungkinkan untuk mempraktekkan apa-apa yang telah dipelajari. dapat dilatihkan untuk disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan begitu dimungkinkan mereka tidak hanya menjadi “having” tetapi “being”. hampir semua pesantren berada di desa-desa di mana tidak tersedia perumahan (akomodasi) yang cukup untuk menampung santri-santri. di mana para santri menganggap kiyainya seolah-olah seperti bapaknya sendiri. Hal ini disebabkan karena pesantren mempunyai kebiasaan untuk tidak mempunyai kebiasaan untuk tidak merumuskan dasar dan tujuan pendidikannya secara 26 . Ketiga. kedudukan pondok sebagai salah satu unsur pokok pesantren sangat besar sekali manfaatnya diantaranya adalah santri dapat dikondisikan dalam suasana belajar sepanjang hari. Tujuan Pendidikan Pesantren Amat sulit untuk menggambarkan tujuan pendidikan pesantren sacara pasti dan seragam. E.Kehidupan berasrama para santri juga sangat mendukung bagi pembentukan kepribadian.

sholeh. KH. dan tidak pernah dihubungkan dengan tujuan tertentu dalam lapangan kehidupan atau tingkat jabatan tertentu dalam hirarki sosial. yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. semata-mata untuk ibadah lillahita’ala.Arifin pada dasarnya terbagi menjadi dua hal. Sedangkan tujuan umumnya adalah membimbing anak didik untuk menjadi manusia yang berkepribadian Islam yang sanggup dengan ilmu agamanya menjadi mubaligh Islam dalam masyarakat sekitar melalui ilmu dan amalnya. salah seorang pendiri Pondok Modern Gontor menyatakan: "amanak-anakku nanti harus menjadi orang yang a'lim. di mana kiyai mengajar dan santri belajar.eksplisit. Arifin. Ahmad Sahal misalkan. Tujuan Khususnya adalah mempersiapkan para santri untuk menjadi orang yang alim dalam ilmu agama yang diajarkan oleh kiyai yang bersangkutan serta mengamalkannya dalam masyarakat. h. Op.Cit. Hal ini karena sifat kesederhanaan pesantren. Adapun tujuan didirikannya pesantren menurut M.13 Untuk mengenal tujuan pendidikan pesantren ada baiknya dikemukakan beberapa pernyataan para pendiri pesantren. 248 27 . sesuai dengan dorongan berdirinya. sugih supaya tidak tamak"… dalam kesempatan lain juga beliau sampaikan: " di pesantren ini (Gontor) anak-anak akan diajari bahasa Arabbahasa Inggris dan tonil (drama)"… Dari dua pernyataan di atas dapat diketahui bahwa tujuan pendirian pesantren adalah untuk mendidik generasi muda Islam dengan pendidikan sehingga nantinya menbjadi anak yang alim (memiliki ilmu pengetahuan) dan sholeh dalam arti 13 M.

menjalankan pengetahuannya tersebut. Dalam hal ini pesantren merupakan lembaga pendidikan yang gigih mempertahankan tradisi. 28 . Konon ungkapan kedua ini muncul setelah pertemuan ulama yang saat itu membutuhkan delegasi muslim Indonesia untuk di kirim ke dunia Internasional. Jadi tujuan penyusunan materi pelajaran disesuaikan dengan tantangan kebutuhan ummat. konservasi terhadap tradisi dilakukan tanpa sikap “reserve”. sesuai dengan kebutuhan zaman dan kecakapan yang dimiliki sesuai dengan zamannya. tapi yang tersedia waktu itu hanya menguasai bahasa Arab saja dan tidak menguasai bahasa Ingris. dan sebaliknya. pertentangan khilafiyah dan konflik internal. sehingga kebutuhan untuk mengadopsi yang modern dimungkinkan sejauh itu lebih baik dari apa yang terdapat dalam tradisi itu sendiri. Selain melalui pernyataan para pendirinya tujuan pendidikan pesantren juga bisa diketahui dengan melihat semboyan dan motto yang dikembangkan suatu pesantren. al muhafadhatualal qadimis shalih wal akhdu alal bil jadidil ashlah. Sama halnya dengan semboyan perekat ummat yang muncul sebagai jawaban atas kondisi ummat Islam pada tahun 1920 an. Oleh karena itu muncul pernyataan kedua yang berarti harus menzaman. serta bisa menjadi kaya (kaya harta dan hati) supaya tidak tamak. yang dibutuhkan adalah yang mahir dalam bahasa Arab dan Inggris. bahwa tradisi mengandung segala yang baik. semboyan-semboyan yang senantiasa didengungkan oleh pimpinan pesantren (kyai) itu biasanya merupakan "kerangka nilai" yang diharapkan dapat dicerna oleh para santri dan menjadi pedoman hidup mereka dalam kehidupannya kelak Seperti pepatah dalam dunia pesantren yang sangat populer.

bagi pesantren-pesantren baru yang lebih modern biasanya telah merumuskan tujuannya dalam bentu visi dan misi pesantren. 29 . Secara tegas KH Imam Zarkasyi menyatakan tujuan pendidikan di pesantrennya adalah untuk "kemasyarakatan dan dakwah Islamiyah" artinya pendidikan diarahkan pada kebutuhan masyarakat muslim pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya serta kepentingan dakwah Islamiyah.Berkenaan dengan tujuan pendidikan pesantren. rumusan biasanya sekitar hal-hal berikut: • • • Membangun masyarakat melalui pendidikan Dakwah Islamiyah Mempersiapkan generasi muda muslim dengan membekali mereka pengetahuan agama dan umum.

Disebut demikian karena kitab-kitab tersebut dikarang lebih dari seratus tahun yang lau. setidaknya hingga hari ini. Keadaannya yang gundul itu pada sisi lain ternyata merupakan bagian dari pembelajaran itu sendiri. tidak dapat dipisahkan dari kitab kuning. masjid. Kitab kuning sering disebut al-kutub al-qadimah. Asal-usul dan jenis Satu hal penting yang jarang disebut para ahli ketika mengidentifikasi ciri-ciri fisik pesantren ialah kitab kuning sebagai literatur khas pesantren. Pendek kata.BAB II MATERI PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN A. Ciri lain dari literatur yang dipergunakan di pesantren itu ialah beraksara Arab Gundul (huruf Arab tanpa harakat atau syakal). Sistem pengajian pesantren yang diselenggarakan di masjid juga cocok karena yang diaji adalah kitab kuning. dan mengucapankannya secara fasih. Pembelajaran kitab-kitab gundul itu keberhasilannya antara lain ditentukan oleh kemampuan membuka kegundulan itu dengan menemukan harakat-harakat yang benar. 30 . Ada juga yang menyebutkannya sebagai al-kutub al-shafra’ atau “kitab kuning” karena biasanya kitabkitab itu dicetak di atas kertas berwarna kuning. kyai. Kitab kuning sebetulnya merupakan ciri penting yang tidak dapat dibuang dari pesantren. Seseorang disebut kyai antara lain karena ia dianggap menguasai keilmuan keislaman yang berhubungan erat dengan kitab kuning. santri dan pondok yang merupakan elemen penting pndok pesantren. Literatur Pesantren 1. sesuai kertas yang tersedia waktu itu.

yang banyak dimiliki para kyai dan diajarkan di pesantren di Indonesia adalah kitab-kitab yang umumnya karya ulama-ulama madzhab Syafi’i (Syafi’iyyah). sejalan dengan perkembangan teknologi pada awal abad 20. dan ada yang melakukan penyederhanaan (mukhtashar) terhadap kitab-kitab yang ada dalam rangka penyesuain materi. Keempat. banyak kiyai yang mulai menulis kitab sendiri. pada akhir abad ke-20 ini judul kitab-kitab kuning yang beredar dikalangan kyai di pesantren-pesantren Jawa dan Madura jumlahnya mencapai 900 judul.Al-kutub al-qadimah itu jumlahnya sangat banyak. van den Berg dalam penelitian sebelumnya. baik dengan menggunakan Bahasa Arab. pada akhir abad 19.W. Meningkatnya jumlah judul kitab itu sebetulnya disebabkan oleh beberapa hal. yang ditandai oleh kemudahan orang-orang Indonesia 31 . Ada yang merupakan tashnif (karangan sendiri) dengan kitab-kitab yang berasal dari Timur Tengah sebagai rujukan. Ketiga. misalnya kitab-kitab di luar madzhab Syafi’i. maupun dengan menggunakan bahasa lokal yang ditulis dengan huruf Arab Melayu (pegon). Bentuknya bermacam-macam. pesantren juga mulai mengaji kitab-kitab al-‘ashriyyah. Kedua. Akan tetapi. beberapa ulama atau kyai di Nusantara mulai menyusun kitab sendiri. hanya menemukan 54 judul saja. ada yang menyusun sendiri tetapi merupakan penggabungan dari topik-topik atau bidang-bidang yang sudah ada (iqtibas). topik. bahasa. maupun pembahasannya. mulai diadopsinya kitab-kitab yang tadinya dianggap tabu karena tidak sealiran dengan faham pesantren. Menurut Martin van Bruinessen.C. Padahal L. seorang peneliti dari Belanda. Pertama. Kitabkitab al-‘ashriyyah ini mulai masuk ke Indonesia. karya ulama modern.

Ushul Fiqh. Hadits. dan ilmu-ilmu yang berguna dalam mengembangkan wawasan seperti: Mantiq. yang sering digolongkan ilmu-ilmu yang fardlu ‘ain. Akhlaq-Tasawuf. Baghdad. Hampir seluruh pesantren di tanah air mengajarkan bidang aji yang sama. atau setidaknya disusun pada masa lalu . Kendati pola pendidikan yang diselenggarakan di pesantren cukup beragam. Ilmu Hadits . dan Ilmu Alat (Bahasa Arab. Ilmu Tafsir. dan Balaghah). Hanya saja perhatian terhadap kelompok ilmu yang terakhir ini memang masih terbatas dan belum merata. Kitab kuning yang di-aji di pesantren itu pada dasarnya adalah kitab-kitab yang materinya dianggap relevan dengan tujuan pesantren sendiri. Cara pesantren yang umumnya mengandalkan pada kitab kuning sesengguhnya memiliki kelemahan tersendiri. Kesamaan tersebut dapat dilihat dari jenis-jenis bidang aji (bidang kajian) yang diajarkan di pesantren. Sharaf atau morfologi. Banyak diantara mereka yang mengaji ataupun berhaji kemudian mengirim dan membawa pulang kitab-kitab al‘ashriyyah yang memang beredar di tempat-tempat itu. Tafsir.untuk melakukan ibadah haji dan belajar. yang biasanya mencakup: Nahwu atau sintaksis. dan tingkat pembahasannya belum tentu sesuai dengan tuntutan 32 . yang dikenal dengan ilmu-ilmu keislaman. dan Tarikh Islam. Madinah. yakni mendidik dan mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam. Kitab-kitab kuning umumnya bukan disusun oleh ulama Indonesia. fungsi yang diemban pesantren tidak keluar dari itu. sebagai upaya mewujudkan manusia yang tafaqquh fi al-din. Bidang kajiannya meliputi ilmu-ilmu terapan. yang mencakup: Aqidah. Karena itu. baik di Makkah. Tajwid (al-Qur’an). Fiqih. Kairo. relevansi materi. kuantitas materi. Yaman dan pusat-pusat belajar lain di Timur Tengah.

menambah materi pembelajaran dengan ilmu-ilmu umum serta ketrampilan-ketrampilan khusus. Penulisnya pun memiliki latar belakang yang beragam. beberapa pesantren yang telah melakukan pembaharuan melakukan langkah-langkah akomodatif. Namun. kaligrafi. walaupun berada pada masa yang sama dan dalam madzhab yang sama pula. melainkan menyesuaikannya dengan menangguhkan materi-materi yang belum dianggap perlu dan menambahnya dengan muatan-muatan baru berdasarkan kekhususan dan kebutuhan tertentu. qira’at. Latar belakang penyususn (mushannif) juga akan menyebabkan perbedaan cara pandang dan cara penyajiannya. peternakan. dan Ketiga. memberikan perhatian yang memadai terhadap ilmuilmu yang berpotensi memperluas wawasan. Pola Penyajian dan Penulisan Kitab-kitab yang menjadi bahan kajian di pesantren tidak ditulis pada masa yang sama. pada saat yang sama juga berpotensi menimbulkan banyak masalah. Kedua. Hal ini menjadikan kitab-kitab di pesantren merupakan khazanah ilmu yang unik dan sekaligus kaya. antara lain: Pertama. tidak mengambil secara keseluruhan materi-materi yang ada pada suatu kitab dari kitab-kitab kuning itu. komputer dan lain sebagainya. Menyadari itu.kebutuhan dan kemampuan santri di Indonesia saat ini. Bila dilihat dari gaya penyajian atau pemaparannya. kitab kuning dapat dikelompokkan menjadi: 33 . koperasi dan bisnis. seperti pertanian. Penulisan kitab yang dilakukan pada masa yang lebih tua (salaf) biasanya menggunakan bahasa yang lebih rumit dari yang ditulis belakangan (khalaf). sesuai dengan perkembangan bahasa Arab itu sendiri. 2.

Untuk tingkat lebih atas. Termasuk dalam kategori ini misalnya kitab al-Maqshud. Kitab-kitab kuning yang memanfaatkan gaya ini cukup banyak. Kitab kuning jenis ini adalah yang paling umum. atau Alfiyah ibn Malik. Dan itu dilakukan tidak terbatas pada kitab-kitab untuk pemula saja. yaitu untuk memahaminya memerlukan kemampuan bahasa yang lebih tinggi karena nadzam dalam pembuatannya tidak jarang memerlukan variasi. Walaupun perlu diketahui bahwa pola tulis bahasa Arab pada kitab-kitab tua sebetulnya cukup rumit. dengan menggunakan kata ganti (dhamir) yang berulang sehingga sulit mencari rujukanya (‘aaid). pola nadzm ini memiliki kesukaran tersendiri. ‘Imrithi. Pada umumnya tujuan pemaparan dengan cara ini ialah untuk mempermudah. Bentuk kalimatnya biasanya panjang. terutama bagi pemula dengan asumsi bahwa santri-santri pemula lebih senang terhadap nyanyian dan pada sat yang bersama penghafalan lewat lagu itu juga lebih mudah.a) Kitab-kitab natsr (esai) Kitab natsr ialah kitab yang dalam menyajikan atau memaparkan materinya menggunakan essai (natsr). Dibanding dengan pola natsr. disamping belum berkembangnya atau mungkin belum dimanfaatkannya secara baik tanda-tanda baca (adawat al-tarqim). tidak seperti sekarang. b) Kitab-kitab nadzam Cara penyajian materi yang lain ialah dengan menggunakan nadzam atau syi’ir (sair). Keuntungannya ialah bahwa materi dapat dipaparkan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah. Contoh kitab ini misalnya Hidayat al-Shibyan. jika bukan 34 . penyajian dengan menggunakan nadzam ini lebih bertujuab untuk meringkas dan memudahkan menghafalnya juga.

maka Kitab Kuning dibagi menjadi : 1. baik menjadi syarh maupun dalam bentuk hasyiah. atau karena memberikan informasi atau pengetahuan yang lebih banyak. Kitab kuning yang masuk ke dalam kelompok syarh misalnya adalah kitab Asymawi yang menjelaskan lebih jauh isi teks kitab alAjurumiyah. sedangkan kitab yang memperluas lebih lanjut kitab syarh disebut hasyiah. Kitab Matn Kitab matn pada dasarnya adalah kitab asal atau kitab inti. baik karena menarik dan mudah difahami. Bila dikaji dari Format penyajian. Itulah sebabnya pola natsr dikatakan lebih mudah dan sederhana. Kitab syarh adalah kitab perluasan (komentar) tingkat pertama. Shahih Bukhari. kelihatannya tidak dapat dilepaskan dari ikhtiar para penulisnya agar kitab-kitabnya dapat berfaidah. 2. kitab Hall al-Maqal min Nadzam al-Maqshud yang memberi komentar dan 35 . Sebetulnya nama matn itu baru terjadi ketika pada kitab itu dilakukan pengembangan. Variasi gaya pemaparan. Dalam semangat seperti itulah maka rupanya kitab kuning juga memiliki variasi dalam format penyajiannya. matn Taqrib.penyimpangan. Kitab Syarh atau Hasyiyah Kitab jenis kedua ini merupakan kitab yang secara khusus mengulas. dari pola tata bahasa yang biasa digunakan dalam natsr. al-Jami’ al-Shahih karya Imam Muslim dan seterusnya. memberi komentar atau memperluas penjelasan dari suatu kitab matn. matn Alfiyah. Karena itu kitab matn dapat berupa kitab natsr maupun kitab nadzm. Contoh kitab kuning yang termasuk kelompok ini adalah: kitab matn alAjurumiyah.

Matn merupakan teks inti dari sebuah kitab yang ditulis pada bagian pinggir (margin) sebelah kanan dan kiri. sedangkan matn berada di luar kurung bingkai ini. c) Kitab Mukhtashar Kitab Mukhtashar adalah kitab kuning yang menyajikan materinya dengan cara meringkas materi suatu kitab yang panjang lebar untuk dijadikan karangan singkat tetapi padat. Sedangkan syarh merupakan teks penjelas atau komentar terhadap matn yang terletak di bagian dalam atau tengah dari setiap halaman kitab.penjelasan atas kitab al-Maqshud. Pemisahan antara teks matn dan syarh dilakukan dengan memberi tanda kurung yang membingkai teks syarh. Akan tetapi. maka teks syarh lebih banyak dan panjang dari teks matn. kitab ini dengan kata lain merupakan kitab ringkasan yang hanya memuat pokok-pokok masalah. penyajian materi dibedakan antara teks matn dan teks syarh ke dalam kitab sendiri-sendiri tidak disatukan dalam satu kitab sebagaimana pola penyajian yang dilakukan di atas. Dapat dikategorikan hasyiah ialah al-Shabban yang merupakan komentar dari al-Asymuni. Kitab kuning yang termasuk kelompok ini misalnya adalah kitab Alfiyah ibn Malik yang merupakan ringkasan dari 36 . Kitab kuning secara umum ditulis dengan menggunakan format (lay out) yang terdiri dari dua bagian: matn dan syarh. Karena sifatnya yang demikian. Karena sifatnya sebagai penjelas. karena yang terakhir ini sesungguhnya merupakan kitab komentar atas Alfiyah Ibn Malik. Dahlan Alfiyyah yang mengomentari Alfiyah ibn Malik serta kitab Kaylani yang mengulas kitab al-‘Izz dan kitab al-Iqna’ yang mensyarah kitab al-Taqrib. pola penyajian seperti ini tidak berlaku secara keseluruhan. Pada beberapa kitab lain.

atau kitab Lubb al-Ushul yang meringkas kitab Jam’ al-Jawami’ karya as-Subki. sebagian kitab itu juga didiskusikan secara terbatas diantara mereka. dan sejenisnya. Atau karya paling akhir dari jenis ini ialah Mukhtashar Ibn Katsir karya Ali al-Shabuni yang merupakan ringkasan dari kitab tafsir Ibn Katsir. Dengan melakukan ringkasan ini. seperti kitab kuning yang menyajikan materi sejarah. tafsir. Yang menjadi dasar ialah tingkat informasi atau kesulitan kitab itu sendiri. mushthalah al-hadits. kitab kuning dapat dibagi menjadi dua: pertama. dan ada untuk tingkat tinggi (‘aly). ada yang untuk tingkat menengah (wustha). dan hasyiah untuk tingkat tinggi. Ada kitab yang disediakan untuk tingkat pemula (awwaliyah).kitab al-Kafiyah. hal lain yang biasanya dilakukan ialah menyederhanakan kalimat. Adapun bila dilihat dari kandungan maknanya. dan hadits. Penjenjangan Materi Pengajian Tidak seluruh kitab keislaman berbahasa Arab yang beredar di kalangan pesantren diajarkan kepada santri. Walaupun tidak selalu. dan khasyiyah. Kitab-kitab yang diajarkan kepada santri itu bertingkat. syarh untuk menengah. yaitu pola matan. Biasanya. B. tidak selalu. kedua. kitab kuning yang menyajikan materi berbentuk kaidah-kaidah keilmuan seperti kitab-kitab yang membahas nahw. Pola lain 37 . menyaring informasi atau melengkapi data. syarah. memperbaharui istilah. sebagai pengkayaan bahan aji. kitab kuning yang berbentuk penawaran atau penyajian ilmu secara polos (naratif). tingkatan-tingkatan ini juga kadangkala ditentukan oleh pola penyajian kitab itu sendiri. kitab matan untuk tingkat pemula. ushul al-fiqh. Bahkan kebanyakannya merupakan bacaan para ustadz dan kyai. Adakalanya. Namun.

mubassathah atau mutawassithah yang tampaknya berisai tambhan penjelasan. walaupun dalam tingkatan yang sama. Kedua. Sehingga sangat mungkin kitab yang diajarkan pada satu pesantren berbeda dengan yang diajarkan pesantren lain. “ijazah” itu diberikan kepada santri yang diketahui rajin dan diyakini berkemampuan serta mengikuti balag-nya dari awal hingga akhir. dan muthawwalah yang memberikan tambahan penjelasan yang lebih banyak. dalam hal ini santri.dalam penyajian kitab yang tampaknya memperkuat kecenderungan pembagian tingkatan itu ialah adanya kitab-kitab jenis muchtashar yang merupakan ringkasan dari kitab yang ada. Catatan yang cukup menarik dalam sistem pembelajaran di pesantren ialah : Prtama. yaitu dari tingkat awwaliyah ke tinggkat wustha. sistem ini sebetulnya merupakan penerapan “belajar tuntas. Hal itu memberikan banyak pilihan terhadap kitab-kitab yang hendak diaji untuk setiap tingkatnya. Para kyai di pesantren biasanya hanya menyediakan pengajian atau balaghnya saja. Pembagian tingkat kitab pembelajaran itu sendiri dari sisi lain memang merupaka suatu kebutuhan dan usaha pedagogis untuk memenuhi keragaman tingkat kemampuan pembelajar.” dalam pengertian bahwa seorang santri diharapkan menyelesaikan dulu secara 38 . Umumnya. namun bukan syarah atau bukan pula khasiyah. dan dari wustha ke ‘aly pada dasarnya terbuka luas. Bagi kyai. para kyai umumnya menjalankan sistim “ijazah” atau izin kepada santrinya untuk mengajarkan ilmu yang diperolehnya kapada orang lain. Sepenuhnya diserahkan kepada santri. atau secara negatif tidak terkontrol. perpindahan dari satu tingkat ke tingkat yang lain. Adalah amat bagus bahwa judul dan jenis kitab yang beredar amat banyak.

nuansa komprehensif dari pengetahuan santri bisa terpelihara. Hal serupa sangat mungkin terjadi dalam bidang aji Tafsir ataupun Hadits. seperti tergambar di atas. Namun. Ketiga. Sering terjadi. seorang santri telah mencapai tarap tinggi dalam pengetahuan tertentu. Dengan demikian.tuntas sebuah kitab. atau dengan penetapan kurikulum yang harus ditaati oleh setiap santri. Kalau diikuti latar belakang historis dari penjenjangan pengajian di pesantren. Sebetulnya sistem ini pulalah yang memberikan mekanisme kontrol diri kepada para santri untuk tetap pada tingkatnya atau melanjutkan ke tingkat di atasnya. Misalnya seorang santri berada pada tingkat tinggi dalam fiqih. dan kurang mampu untuk dihadapkan pada situasi yang berbeda dan berubah di lapangan kehidupan nyata. sering terjadi sebuah kesenjangan kemampuan yang cukup merugikan santri sendiri. hal tersebut telah dicoba diatasi dengan pengaturan dan kontrol program setiap individu santri. penguasaan atas materi fiqh itu lalu bersifat mekanistik atau hafalan saja. perlu diakui bahwa dengan sistem liberal. tetapi penguasaan terhadap ilmu-ilmu mantiq. ushul fiqh dan qawa’id fiqh masih berada di tingkat awal. sebelum ia diperkenankan pindah ke kitab lainnya yang setingkat atau lebih tinggi. Inilah yang sekarang dikenal denga prinsip korelasi. Pada pesantren yang telah lebih maju. apa yang diajarkan dalam ilmu Fiqh tidak dilepaskan dari hubungannya dengan akhlaq atau dengan aqidah. Misalnya. namun ternyata masih berada pada kemampuan tingkat awal pada pengetahuan dasar-dasar metodologisnya. Sebagai akibatnya. 39 . pembelajaran di pesantren selalu menjaga keterkaitan materi pada suatu mata aji dengan mata aji lainnya. pesantren dalam hal pemilihan bidang aji dan penjenjangannya.

apa yang disajikan dalam tafsir-tafsir klasik bil ma’tsur sudah mengarah demikian. hikmah tasyri’ dan seterusnya. misalnya dalam bentuk asbabun nuzul. teks dari Fath al-Qarib dan Fath al-Mu’in menjadi materi untuk tingkat menengah serta al-Muhhalla menjadi materi untuk tingkat tinggi. dalam pengertian bahwa pembahasan sebuah topik aji diberikan pembahasan latar belakangnya secara tuntas. Kalau materi pelajaran Fiqh sebagai contohnya. Pendekatan ini sesungguhnya merupakan pendekatan yang umum dipakai di pesantren. Walaupun masih perlu pengolahan. Dengan pendekatan ini kejadian-kejadian yang terdapat dalam realitas kehidupan mendapatkan pembahasan secara tuntas dari berbagai bidang aji. Pendekatan kemasyarakatan yang jelas yaitu dengan jalan senantiasa dikemukakan dampak sosial dari setiap kegiatan seorang muslim dalam menunaikan kewajiban agama. maka pokokpokok yang dikandung oleh teks-teks Matn Taqrib menjadi materi untuk tingkat dasar. sesuai dengan jenjang yang diakui selama ini. Materi pembelajaran Dalam pelaksanaan kurikulum ini perlu diperhatikan hal-hal yang memungkinkan pendidikan di benar-benar efektif dan efisien. Pendekatan sosio-historis. Adapun hal-hal tersebut 40 . Kerangka ini biasanya menjadi penunjang bagi semua pendekatan di atas C. Pendekatan studi kasus atau faktual.maka beberapa pendekatan biasanya menjadi bahan pertimbangan untuk memperoleh susunan materi pembelajaran yang mudah diterima para santri: Penggunaan kategorisasi yang diterapkan pada teks-teks tersebut.

Fleksibilitas Program Pembelajaran Fleksibilitas Program digunakan dalam melaksanakan kurikulum. contoh-contoh yang digunakan oleh Ustadz/guru ketika menerangkan sebaiknya contoh yang pernah dialami. pengetahuan yang telah dikuasai). Bahan pelajaran dan metode mengajar yang tidak sesuai dengan keadaan santri akan menimbulkan kontradiksi dalam diri santri. Unsurunsur yang demikian akan menimbulkan motif dan minat si santri untuk belajar. bahan pengajar sesuai dengan kemampuan santri. sehingga sifat kebosanan akan hilang. dalam pengajaran materi fiqh (seperti yang dipakai adalah Kitab Al-Umm karya Imam Syafi’i). pembelajaran akan lebih efektif apabila setelah menerangkan (baik menggunakan metode Bandongan atau tarjamah). yang dapat menyebabkan kegagalan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dalam pengajaran bab pertama (Kitabut Thoharoh). Ustadz/guru memperhatikan santri (kecerdasan. Dengan kata lain contoh itu terdapat dalam kehidupan santri sehari-hari. Mungkin hal ini tidak menjadi masalah di bebrapa Madarasah Diniyah yang masih menerapkan pendekatan belajar adalah kasbul 41 . sehingga perhatian dan minat tidak terpusat lagi kepada pelajaran yang diterangkan oleh Ustadz/guru. metode-metode mengajar yang akan digunakan disesuaikan dengan sifat bahan pengajaran dan kematangan santri. santri langsung menyaksikan praktek Wudlu atau disuruh mencontohkan. Misalnya.adalah sebagai berikut : 1. seolah-olah dirinya dipaksa untuk belajar. Jiwanya merasa tertekan. sikap masa bodoh. dilihat serta dirasakan santri. kemampuan. kebosanan. Dalam penyampaian bahan pelajaran. Keadaan demikian akan menimbulkan kejengkelan.

Barokah (mencari berkah) sebagaimana yang didokrinkan dalam Kitab Ta’limul Muta’allim karya Az-Zarnuji. Jadi sebelum menentukan waktu dan bahan pelajaran terlebih dahulu ditetapkan tujuantujuan yang harus dicapai oleh santri / murid dalam mempelajari suatu mata pelajaran (bidang studi). 2. Shofwatut Tafasir. Berorientasi Kepada Tujuan Sebagaimana telah diungkapkan di muka. Dalam hal Fleksibilitas Program mungkin dapat diupayakan suatu inovasi dari pada yang tersedia dalam susunan program Misalnya seluruh bahan pelajaran Tafsir (Biasanya Tafsir Jalalain . Proses Pembelajaran harus berorientasi kepada Tujuan. Tujuan ini biasanya terdapat dalam bagian pendahuluan kitab yang akan diajarkan. Proses identifikasi ini di dalam perumusan tujuan berlangsung dari tingkat yang umum (tujuan institusional) sampai kepada tujuan yang paling khusus 42 . bahwasannya Tujuan Pembelajaran (baik tujuan khusus maupun tujuan umum) di di Pondok-pondok tidak diungkapkan secara explisit dan terpola dalam formart GBPP (Garis-Garis Besar Program Pengajaran). dan Tafsir al-Munir) jatah alokasi waktu I tahun dapat dituntaskan dengan belajar berturut-turut dan suatu konsentrasi waktu tanpa diselingi mata pelajaran lain. Tetapi di yang berorientasi kepada hasil belajar. maka perlu diperhatikan hal ini. Yang penting bahan pelajaran tiap mata pelajaran dalam I tahun dapat diselesaikan dalam tahun yang sama. Pemilihan kegiatankegiatan dan pengalaman-pengalaman belajar yang fungsional serta obyektif diperlukan kriteria yang jelas dan didasarkan pada ilmu pengetahuan dan perubahan masyarakat.

Misalnya dalam satu mata pelajaran Aqidah Akhlak (menggunakan Kitab Akhlaq lil Banin. Taysir alKhallaq. Karena banyaknya bahan pelajaran serta padatnya kegiatan yang menyita perhatian. Wustha dan `Ulya. Dalam menyusun jadwal pelajaran tidak boleh terlalu ketat berpegang pada alokasi waktu dalam susunan program. perluasan serta pengalaman suatu pokok bahasan dari tingkat pendidikan ketingkat berikutnya harus disusun secara berencana dan sistimatis. yang harus diterapkan ketika menyusun program-program pengajaran dari Madrasah tingkat Awaliyah (‘Ula). dan pengkaderan Ulama. Misalnya bosan pengajaran yang dialokasikan perminggu dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat dengan sistim paket atau pesantren kilat pada hari Ahad. Efektifitas dan Efisiensi Tujuan utama menyelenggarakan di Pondok adalah pembentukan pribadi (character building). energi dan waktu santri. 3. maka penyelenggaraan poses pembelajaran harus diupayakan seefektif dan seefisien mungkin. Atas dasar pertimbangan di atas maka waktu yang tersedia harus benar-benar dimanfaatkan bagi pengembangan kepribadian santri sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan Madrasah Diniyah. Kontinuitas Dalam pelaksanaan kurikulum di pondok selalu diusahakan adanya hubungan hierarkis fungsional.Targhib.(tujuan pembelajaran khusus). Nadzam Aly al-Bari) yang mengandung pendekatan spiral. al-Tahliyyah wa al. Para pelaksana (terutama Ustadz/guru) diharapkan dapat memahami hubungan fungsional 43 . transformasi ilmu pengetahuan. 4.

sesuai kertas yang tersedia waktu itu. Tidak berujung dan tak tentu tempat hinggap. Secara bahasa. al-kutub al-shafra’ atau "kitab kuning" karena biasanya kitab-kitab itu dicetak di atas kertas berwarna kuning. Kitab-kitab kuning yang dipakai di di Pondok Pesantren bila dikelompokkan menurut materi (disiplin /cabang ilmu) dikelompokkan menjadi 11 bidang disiplin ilmu. Kitab kuning sebagai materi kurikulum utama dalam proses pembelajaran di di Pondok Pesantren sering disebut al-kutub al-qadimah. Wustha. Kalau telah ber-aqidah berarti hati manusia telah terikat oleh suatu kepercayaan atau pendirian. aqidah artinya mengikat tepi-tepi barang atau mengikatkan suatu sudut pada sudut lain. Ciri lain dari literatur yang dipergunakan di pesantren itu ialah beraksara Arab Gundul (huruf arab tanpa harakat atau syakal). Berikut ini adalah gambaran sekilas dari masing-masing bidang ilmu. Al-kutub alqadimah itu jumlahnya sangat banyak. Sebab itu maka suatu 44 .dan hierarkis antara mata pelajaran yang diberikan pada tingkat Awaliyah. artinya ikatan. dan `Ulya tiap tingkatan. Terikat tidak retak lagi. Jadi. timbulnya akidah didalam hati. lalu menjadi keyakinan. Bidang Aqidah / Ilmu Tauhid Aqidah diambil dari bahasa Arab. ialah setelah lebih dahulu fikiran itu terbang dan kemudian lepas entah kemana. asal kalimat ialah aqada dipindahkan menjadi aqidah. 1. Akan tetapi. yang banyak dimiliki para kyai dan diajarkan di pesantren di Indonesia adalah kitab-kitab yang umumnya karya ulamaulama madzhab Syafi’i (Syafi’iyyah). Kemudian dapatlah suatu kesimpulan pandangan. Judul kitab-kitab kuning yang beredar dikalangan kyai di pesantren-pesantren Jawa dan Madura jumlahnya mencapai 900 judul.

pendapat yang tidak timbul dari pertimbangan akal fikiran yang lantaran hanya taklid buta. dan jaudah (baik) dalam bacaan (persambungannya). Arasy dan Al-Haqq. Kitab-kitab ini berisikan uraian-uraian tentang ilmu tajwid yang disajikan dalam bentuk syair sehingga guna memudahkan santri pemula dalam mengingatnya. Qatr al-Ghats. 2. Ma’rifatullah. khususnya surat al-Fatihah yang merupakan bacaan wajib dalam setiap sholat. Orang yang beri’tikad didalam suatu perkerjaan tidaklah mau mengerjakan suatu atau menginggalkan suatu pekerjaan dengan tidak berfikir. Sedangkan untuk tingkat menengah kitab yang dapat dan biasa diajikan adalah : Kifayat al-Awam. Tijan Darari. Bidang Tajwid (Baca al-Qur’an) Tujuan dari pengajaran al-Qur’an di di Pondok adalah membentuk kemampuan membaca secara benar (fasih) dalam ucapan setiap hurufnya (Makhraj). Iman. karena biasanya syair-syair ini diucapkan dengan dilagukan sesuai selera santri itu. Umm al-Barahin. ‘Aqidat al-‘Awam. Sanusiyah. rezeki. Lantaran turut-turutan belumlah bernama aqidah. Aqidah / Tauhid memiliki cabang-cabang yaitu Tauhidullah. Pada tingkat ‘Ula (Awwaliyah) pengajaran membaca al-Qur’an itu diarahkan pada bacaan-bacaan yang ada dan diperlukan dalam shalat. al-Jawahir al-Kalamiyyah. Kesimpulan berfikir adalah i’tikadnya. dan surat-surat pendek yang ada dalam Juz ‘Amma (Juz Tiga puluh). alDar al-Farid. Khoridat al-Bahiyah. Kitab-kitab Tajwid yang biasa diajarkan: Syifa al-Jinan. Beberapa kitab yang biasanya diajarkan untuk tingkat Ula ialah: Aqidah al-Diniyyah. Nadzam Hidayat al-Shibyan. Matn al-Bajuri. 45 . Adapun untuk tingkat tinggi sering diajarkan kitab-kitab seperti al-Husn al-Hamidiyah dan Fajr al-Shadiq. atau Tuhfat al-Athfal.

hablun minannass (hubungan horisontal) serta dalam hubungannya dengan alam sekitar atau makhluq lainnya. apa hukum bacaan tersebut serta berapa panjang nada bacaan itu dan seterusnya. Bahkan terkadang alasan-alasan yang diberikan santri harus didukung oleh dalil dari teks kitab tajwid tertentu. Kitab-kitab Tajwid yang biasa menjadi bahan aji adalah: Al-Khoridat alBahiyyah. Hal ini dimaksudkan agar para santri tadi tidak hanya mampu memahami dan menerapkan pengetahuannya tentang tajwid ini untuk dirinya. Kitab-kitab tajwid serta kitab Qira'at as-Sab’ah karya Imam Mujahid. sikap dan tatakrama sebagi pencari ilmu 46 . Bidang Akhlaq/Tasawuf Tujuan pembelajaran Akhlaq/Tasawuf adalah membentuk santri agar memiliki kepribadian muslim yang berakhlaq karimah baik dalam hubungannya dengan Allah atau hablum minallah (hubungan vertikal) maupun dalam hubungannya dengan sesama manusia.Tujuan pengajaran pembacaan al-Qur’an pada Wustho (lanjutan) di Pondok Pesantren adalah santri dapat menjelaskan alasan-alasan mengapa suatu huruf dibaca demikian tetapi pada tempat lain dibaca beda. Nadzam Jazariyyah. Tujuan dari pembelajaran pembacaan al-Qur’an tingkat Ulya (tinggi) adalah agar santri yang telah menguasai pengetahuan tentang tajwid juga memiliki pengetahuan perbedaan-perbedaan pembacaan al-Qur’an menurut versi Imam yang tujuh. akan tetapi mereka juga mampu mengajarkannya kepada orang lain kelak. Hilyat al-Thilawah wa Zinat al-Ada wa al-Qiraat. maka materi yang dipilih untuk diajarkan di pesantren ialah mengenai sifat-sifat mahmudah seperti pengendalian diri. atau Siraj al-Qaari. 3. Dari itu.

al-Riyadh al-Badi’ah. pelajaran yang disajikan oleh kitab-kitab ini adalah memperdalam serta memperluas apa yang telah diberikan pada tingkat awal ditambah dengan hubungan kemasyarakatan serta pengenalan akan ajaran-ajaran tasawuf. kepada Rasul-Nya. Kitabkitab ini pada dasarnya menyajikan materi pendidikan akhlaq yang meliputi pokokpokok akhlaq yang berhubungan dengan keluarga. bahkan sikap dan tatakrama seorang isteri kepada suami dan sebaliknya. al-Tahliyyah wa al-Targhib. sikap dan tatakrama dengan orang tua atau sebagai orang tua. Taysir al-Khallaq.yang akan berhubungan baik dengan guru maupun dengan ilmu itu sendiri. Nashaih al-Diniyyah. Tujuan pembelajaran akhlaq untuk tingkat menengah adalah membentuk santri 47 . Di samping itu. Nadzam Aly al-Bari. Nashaih al-‘Ibad. serta kepada sesama makhluq. Bidayat al-Hidayah. dengan yang lebih tua dan semisalnya. tentangga dan lingkungan sekitar. Pada di Pondok Pesantren tingkat Wustho (lanjutan) kitab yang digunakan : Ta’lim al-Muta’allim. Ini semua dilakukan karena dilandasi oleh kecintaan kepada Allah di atas kecintaan kepada segala-galanya. tetangga dan lingkungan sekitar serta menumbuhkan sikap kecintaan kepada Allah dan rasul-Nya. teman sebaya. sikap dan tatakrama dengan teman sebaya. kepada orang tua. Tujuan pembelajaran akhlaq pada tingkat Ula / dasar adalah agar para santri memiliki akhlaq yang mulia ketika berhubungan dengan orang tua. kepada sesama manusia. Pelajaran akhlaq yang disampaikan oleh kitab-kitab itu menjelaskan tentang akhlaq kepada Allah. yang semuanya menyangkut kehidupan keseharian manusia. Kitab yang digunakan : Akhlaq lil Banin serta Akhlaq lil Banat. Risalat al-Mu’awanah.

Pada tingkat Ula (awaliyah) di Pondok Pesantren pengajaran Nahwu dan Sharaf biasanya dimaksudkan agar santri mampu membuat (tashrif) kata-kata (kalam) Arab. Tujuan pembelajaran akhlaq/tasawuf pada tingkat tinggi adalah agar para santri memiliki wawasan akhlaq yang lebih menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan sehingga perilaku mereka dihiasi oleh akhlaq al-karimah yang dibimbing oleh hati yang suci. Kitab-kitab ini tidak lagi hanya mengulas pelajaran akhlaq. mampu memastikan ucapan (harakat) nya pada kedudukannya yang berbeda-beda dalam kalimat (jumlah). dapat mengenali jenis-jenisnya. Sharaf. bahkan Manthiq (Logika). mampu mengenali dan 48 .yang ber-akhlaqul karimah dalam hubungannya dengan Allah. al-Hikam serta Ihya Ulumuddin. tetapi lebih diwarnai oleh corak tasawufnya dan dengan penjelasanpenjelasan yang lebih filosofis. dengan sesama manusia serta dengan sesama makhluq yang dilandasi oleh karena kecintaannya kepada Allah Swt. Bidang Bahasa Arab (Nahwu – Sharaf) Bahasa Arab yang diajarkan di di Pondok Pesantren terfokus kepada pengkajian ialah "ilmu alat" yang biasanya meliputi Nahwu. Tujuan pembelajaran akhlaq/tasawuf pada tingkat tinggi adalah agar para santri memiliki wawasan akhlaq yang lebih menyeluruh dalam setiap aspek kehidupannya sehingga perilaku mereka dihiasi oleh akhlaq al-karimah yang dibimbing oleh hati yang suci. 4. Mau’idzat alMu’minin. Kitab-kitab yang diajarkan adalah antara lain Kifayat al-Atqiya. Balaghah.

Ajrumiyyah. Pada tingkat Wustho (lanjutan) kitab yang digunakan biasanya al-Qawaid al-Sharfiyyah. dan Uqud alJuman (karya Jalaluddin As-Suyuthi). dan Alfiyah ibn Malik. dan Qawaid al-Natstsar. Amthilatut Tashrifiyah. 5.membuat jumlah (kalimat) yang berbeda-beda. Al-Bina wa al-Asas. Fath nabb al-Bariyyah. Kitab-kitab wajib yang menjadi acuan utama kalangan pesantren untuk mempelajari bahasa Arab biasanya : Awamil. jika akhlaq memperhatikan hubungan itu dalam kontek batin atau kejiwaannya. Kaylani. maka fiqih lebih menonjolkan pada segi formal dan lahiriah hubungan tersebut. Bedanya. Rahman al-Anshori). Bidang Fiqih Seperti akhlaq. Mutamminah. Asymani. Materi pelajaran syari’at Islam. hanya saja lebih detail dan lebih luas karena menyangkut variasi-variasi dan anomali-anomali kata dan kalimat yang ada dalam bahasa Arab. Nadzam Maqshud. Imrithi. Qawaid al-I’lal. Sullam al-Munawwaroq. Ilmu Balaghah biasanya diberikan pada tingkat tinggi untuk mempertajam pemahaman terhadap makna kalimat dan mengenali keindahannya. Dan pada tingkat Ulya (tinggi) kitab yang digunakan al-Jauhar al-Maknun (karya Abd. materi aji fiqih menyangkut segi-segi praktis dalam hubungan manusia dengan Allah (ibadah) maupun hubungan manusia dengan manusia (muamalah) dan makhluq yang lain. atau fiqih biasanya dibagi menjadi : • • Ibadah (ibadah dalam arti sempit) Mu’amalat (tentang kerjasama antar manusia semisal jual beli dan lain-lain) 49 . Syarh Ajrumiyyah. Pada tingkat menengah dan tinggi tujuan yang diharapkan sama.

sedangkan mu’amalat diberikan pada tingkat Wustho (lanjutan). Tingkat tinggi biasanya materi yang diajarkan bab munakahat dan jinayat. pencarian dasar-dasarnya. Tausyih ala ibn Qasim (Muhammad Nawawi al-Jani). Tujuan Ushul Fiqh santri diharapkan dapat mengetahui proses bagaimana sebuah hukum dihasilkan. Ushul Fiqih Ushul Fiqh membahas dasar-dasar dan metode untuk menarik (istinbath) sebuah hukum. al-Mizan al-Kubra (Abu al-Mawahib Abd. prosesnya dicakup dalam Ushul Fiqh ini. Kifayat al-Ahyar (Imam Taqiyuddin Abu bakr. Bahjat al-Wasiil. Sullam atTaufiq (Muhammad Qasim al-Ghozi). Fath al-Wahhab. dari sejak menetapkan masalahnya. al-Fiqh ala Madzahib al-Arbaah (al-Jaziri). dan al- Muhadzdzab Fi Fiqh al-Imam Syafii (Abu Ishaq Ibrahim) 6. al-Iqna’ (Abu yahya Zakariyya al-Ansori). pada tingkat tinggi biasanya dilakukan perluasan wawasan dengan menjangkau pula fiqih-fiqih dari berbagai madzhab. Safinat al-Najat (Muhammad Nawawi). al-Umm (Imam Syafi’i). I’anat al-Talibin (Sayyid Abu Bakr). Fiqh pada tataran tertentu adalah produk. al-Mahalli (Jalaluddin bin Ahmad al-Mahalli). Kitab-kitab yang menjadi referensi utama untuk materi Fiqh adalah: Sullamul Munajat (Muhammad Nawawi).• • Munakahat (tentang pernikahan) Jinayat (tentang pelanggaran dan pembunuhan) Fiqh Ibadah biasanya diberikan pada tingkat Ula (awwaliyah).Wahab). Fath al-Qarib Safinat al-Shalah. Umdat al-Salik. 50 . Minhaj alQawim. Bidayat al-Mujtahid (Ibn Rusyd). Fath al-Muin (Zaenuddin bin Abdul Aziz). Selain itu.

dan Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusd. sehingga dengan demikian santri diharapkan mampu secara mandiri menetapkan hukum melalui proses-proses standard. Ghayat al-Wushul karya Abu Yahya Zakaria al-Ansori. Pada tingkat ‘Ula (dasar) kebanyakan di pesantren belum memberikan materi ini. Untuk tingkat menengah. Bidang Tafsir Tafsir pada santri pemula tetapi mulai diberikan kepada para santri tingkat menengah serta tingkat tinggi. dan Faraid al-Bahiyyah karya Abu Bakr al-Yamani semuanya diberikan di tingkat Wustho (lanjutan).penetapan alasan-alasannya. 7. Pemberiannya pada tingkat menengah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa sebuah hukum itu lahir dari sebuah proses pertimbangan dan pengolahan yang sistematis metodologis. pada tahap ini ditingkatkan kajian studi kasus. Lathaif al-Isyarat karya Imam Tajuddin Abdul Wahab al-Subhi. sehingga dapat memahami dan mentoleransi adanya perbedaanperbedaan produk hukum. Jam’ al-Jawami. atau fiqh. Pada tingkat Ulya (aliyah/tinggi) kitabnya : Tashil al-Thuruqat. biasanya ditingkatkan melalui perluasan wawasan dengan mengetengahkan secara intensif berbagai ragam proses pembuatan hukum. Tafsir untuk 51 . Adapun buku-buku teks yang menjadi sumber materi Ushul Fiqh antara lain Waraqatal-Dimyathi ala Syarh al-Waraqat karya Ahmad bin Muhammad al-Dimyati. Pesantren yang sudah mengajarkan tafsir untuk santri pemula biasanya hanya diberikan kitab tafsir "kecil" atau tipis halamannya. selain mematangkan apa yang diperoleh pada tingkat pertama. serta bagaimana alasan itu diolah hingga sampai kepada keputusan tertentu. Di samping itu.

makkiyah-madaniyah. Tujuan pembelajaran tafsir pada tingkat menengah ini adalah agar para santri memiliki pengetahuan tentang makna ayat- 52 . Kitab ini hanya menguraikan penafsiran terhadap ayat-ayat dalam surat Yasin dengan penjelasan singkat bahkan menyerupai pegertian kata-kata (mufradat) sehingga dilihat dari jumlah halamannya kitab ini sangatlah tipis. kandungan utama ayat itu secara tekstual maupun kotekstual sehingga santri menemukan relevansi ayat itu dalam realitas kehidupan. pada beberapa pesantren tertentu kitab tafsir yang dibaca ditekankan pada kitab tafsir yang bercorak hokum (tafsir ahkam). ataupun bahasa Indonesia. Untuk tingkat menengah (Wustho) kitab-kitab tafsir yang banyak dibaca adalah pilihan dari beberapa kitab tafsir. Kedua. yang biasanya terdiri dari ayat-ayat terpilih dan telah diberi makna (diafsahi) dengan menggunakan bahasa daerah lokal. Kelima. serta nadikh dan mansukh suatu ayat. kemampuan mengetahui kedudukan suatu kata dalam struktur kalimat (i’rab) serta mengetahu dan membedakan makna mufradat (pengertian kata-kata) ayat-ayat al-Qur’an baik ditinjau dari segi morfem (sharaf) maupun persamaan makna katanya (muradif). Sebagian pesantren bahkan menggunakan kitab tafsir yang telah disusun oleh kyai setempat. Shafwa al-Tafasir. Dalam pengajaran tafsir. Tafsir alMunir. Kitab tafsir yang menjadi pegangan santri untuk tingkat dasar pada beberapa pesantren tertentu di antaranya adalah tafsir Yasin. dan tafsir-tarsir yang setingkat dengan itu.tingkat dasar ini dimaksudkan hanya sebagai pengenalan bagi para santri. perbandingan penjelasan makna ayat-ayat al-Qur’an dengan kitab tafsir lain. penekanan utama diberikan pada: Pertama. Ketiga. asbabun nuzul. Keempat. seperti Tafsir Jalalain.

Topik-topik yang dibahas dalam ilmu ini antara lain: apa dan bagaimana al-Qur’an itu. al-Tafsir wa al-Mufassirin karya al-Dzahaby. Tujuan pembelajaran pada tingkat Wustho adalah agar setelah mempelajari kitab-kitab di atas para santri memiliki pengetahuan dasar tentang ilmu-ilmu yang diperlukan untuk memahami makna al-Qur’an serta mengetahui pola struktur kalimat yang digunakan dalam al-Qur’an. Yaitu ilmu-ilmu yang dibutuhkan dan berguna untuk menafsirkan teks al-Qur’an. Ilm alTafsir karya al-Nawawi. mengerti dan memahami teks-teks bahasa al-Qur’an yang bahasa Arab. Di tingkat Wustho. metode menafsirkan al-Qur’an serta ilmu-ilmu lain yang berguna untuk mengenal. syarat-syarat untuk menjadi mufassir. atau Asrar Tartib 53 . Pada tingkat 'Ula (Awwaliyah) belum diberikan materi Ulumul Qur’an.ayat al-Qur’an melalui pemahaman kitab-kitab tafsir hasil karya ulama baik yang klasik maupun moderen. Tafsir Ibn Katsier. serta Tafsir al-Maraghi. Tafsir Ayaat al-Ahkam. kaidah-kaidah menafsirkan al-Qur’an. Pada tingkat tinggi kitab-kitab yang bisa diajarkan antara lain adalah. Bidang Ulumul Qur’an Yang dimaksud dengan Ulumul Qur’an adalah ilmu-ilmu tenteng Al-Qur’an. Bahkan pada beberapa pesantren dipergunakan juga kitab tafsir yang bercorak tafsir bi al-‘ilm (ilmu pengetahuan/science) yaitu tafsir Thanthawi Jauhari. Pada tingkat 'Ulya (Aliyah) atau tinggi biasanya kitab-kitab tafsir yang menjadi materi pembelajaran adalah Tafsir Showi. 8. kitab-kitab yang diajarkannya biasanya kitab al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an karya imam Jalaluddin alSuyuthi.

9. dengan tetap memberikan perhatian pada kandungan matan. Jika pun dari kitab yang tersedia dijumpai silsilah sanad yang lengkap. Kitab-kitab yang banyak digunakan ialah: Tsalats al-Rasail karya Ustadz Abu Said al-Khadimi. dan Mukhtar al-Akhadits yang disusun oleh al-Sayyid Ahmad al-Hasyimi Bek. maupun Arbain al-Nawawi karya Imam Nawawi. Tujuan pembelajaran Ilmu Tafsir pada tingkat ini biasanya ditekankan pada pemahaman dan penguasaan metodologi penafsiran. Perhatian kepada sanad hadits mulai ditekankan. Pada tingkat Wustha. Jelasnya konsentrasi pengkajiannya terpusat pada matan dan dengan pembahasan yang sederhana saja. Oleh karena itu. Bidang Hadits Pengajian hadits di Ula bertujuan untuk memperkenalkan hadits dengan menonjolkan kandungan materinya.al-Qur’an karya Jalaluddin al-Suyuthi. dengan tidak menampilkan silsilah sanad yang lengkap. ikhsan atau akhlaq-akhlaq utama. Jadi tujuannya lebih meningkat dari tingkat awal. Materi yang dipaparkan biasanya juga merupakan materi-materi utama tingkat dasar pula. corak pengajaran hadits tampak lebih jelas. hal itu tidak lantas menjadi pembahasan. seperti tentang iman. Arba’ al-Rasail karya Ahmad Zaini Dahlan. sehingga para santri nantinya mampu melakukan secara mandiri penafsiran yang benar dan memadai terhadap al-Qur’an. Adapun kitab-kitab yang biasa digunakan pada tingkat ini ialah Bulug al-Maram karya al-Hafidz Ibn Hajar al-‘Asqalani. begitu juga terhadap rijal al-hadits-nya. tentang islam. sesuai dengan kemampuan santri pada tingkat ini. 54 . hadits yang diangkatnya pun biasanya pendekpendek dan mulai dari shahabat.

dari mulai posisinya sebagai sumber hukum . kitab-kitabnya. Bidang Ulumul Hadits Ilmu-ilmu Hadits atau Ulumul Hadits adalah ilmu tentang seluk-beluk Hadits. sejarah penulisannya. Tujuannya adalah penguasaan lengkap terhadap hadits yang dipelajari. kualitas dan jenis-jenisnyanya—baik dilihat dari segi matan. Subulus Salam. berikut asbab al-wurudnya dan materi kandungannya. Taisir Musthalah alHadits karya Dr. Mahmud al-Thahhan. Ilmu Hadits biasanya diberikan kepada santri tingkat Wustho atau lanjutan. yaitu bagaimana menetapkan kualitas hadits berdasarkan metode-metode yang ada untuk menentukan status dan kualitas hadits. Shahih Muslim. Adapun kitab-kitab 55 . cara periwayatannya. al-Manhal al-Latif fi Ushul al-Hadits al-Syarif karya al-Sayyid Muhammad al‘Alawy al-Maliky. Pada tingkat tinggi. ‘Ilm Mushtolah al-Hadits karya Abd. Kitab-kitab yang biasa dikaji adalah Minhat al-Mughits karya al-Hafidz Hasan al-Mas’udi. yang meliputi pengetahuan tentang sanad dan variasi sanadnya. Qadir Hasan. Minhaj Dzawi al-Nadzar karya ulama Indonesia. atau keduanya--. Ulum al-Hadits wa Mustholahuh karya Dr. Materinya meliputi seluk beluk hadits. Muhammad Mahfudz alTermasi. serta matan dan variasinya. biasanya juga ditambah dengan keterampilan Takhrij al-Hadits. Muwatha Malik. sanad.Pada tingkat ‘Ulya /‘Aly pengkajian hadits benar-benar telah memasuki tahap lengkap. Pada tingkat ini. dan kitab-kitab lain yang umumnya sepadan. sosok dan karakter perawinya. kitab yang diharapkan dan sering dipakai ialah kitab-kitab hadits standard seperti Shahih al-Bukhari. Subhi Shalih. 10. dan Riyadlus Sholihin. perawi-perawinya dan seterusnya.

takhrij yang dapat diajarkan untuk tingkat tinggi adalah: Thuruq Takhrij Hadits Rasulillah karya Abu Muhammad Mahdi ibn Abd. Nurul Yaqin. Pada tingkat tinggi. materi biasanya penekanannya tidak terbatas pada fakta sejarah. Pada tingkat. materi yang diberikan biasanya dibatasi hingga hanya pada masa Rasulullah. dan Durr Tarikh al-Islam. 11. 56 . Hadi. Kitab-kitab yang menjadi bacaan utama pada tingkat Wustho adalah Sirah ibn Ishaq. Qishotiul Mi’roj. Mahmud al-Tahhan. Qadir ibn Abd. Sejarah pada masa Khulafa al-Rasyidin baru diberikan pada tingkat Wustho (Lanjutan). Manhaj al-Muhadditsin fi Dhabt alSunnah karya Dr. Mahmud Ali al-Fayyad dan sebagainya. namun menjangkau makna di balik fakta itu. Bidang Tarikh (Sejarah Islam) Tarikh atau sejarah Islam diajarkan di di Pesantren bertujuan untuk mengenal secara kronologis pertumbuhan dan perkembangan umat Islam semenjak masa Rosulullah hingga masa kehidupan Turki Ustmani. Kitab yang dipakai biasanya Kulasahoh Nurul Yaqin. Ushul Takhrij wa Dirasat al-Asanid karya Dr. dan Siroh Nabawiyah.

BAB III MENGENAL METODE PEMBELAJARAN PESANTREN Sebagai lembaga pendidikan. Pengembangan internal terpusat pada upaya-upaya menjadikan kegiatan belajar mengajar lebih efektif. diantaranya: Sorogan. tetapi setidaknya paling banyak diterapkan di lembaga pendidikan tersebut. Berikut ini adalah gambaran singkat bagaimana penerapan metode dimaksud dalam sistem pembelajaran santri. Pondok Pesantren walaupun dikategorikan sebagai lembaga pendidikan tradisional mempunyai sistem pengajaran tersendiri. Bahtsul Masa’il. Hiwar. A. Pengembangan KBM di Pondok Pesantren dalam bidang pendidikan pada dasarnya terdiri atas dua poros. fathul kutub. terutama dengan mengembangkan metode-metode pembelajaran. Sorogan Sorogan. weton/bandongan. yaitu pengembangan ke dalam (internal) dan keluar (external). halaqah. Metode-metode pembelajaran tersebut tentunya belum mewakili keseluruhan dari metode-metode pembelajaran yang ada di pondok pesantren. yang berarti menyodorkan. berasal dari kata sorog (bahasa Jawa). dan muqoronah. sebab setiap santri asisten kyai. Ada beberapa metode pengajaran yang diberlakukan di pesantren-pesantren. hafalan. dan itu menjadi ciri khas sistem pengajaran/metodik-didaktik yang lain dari sistem-sistem pengajaran yang dilakukan di lembaga pendidikan formal. menyodorkan kitabnya di hadapan kyai atau pembantunya -- 57 .

Pengajian dengan sistem sorogan ini biasanya diselenggarakan pada ruang tertentu di mana di situ tersedia tempat duduk seorang kyai maksimal kemampuan 58 . dalam metode ini. guru menyediakan sekurang-kurangnya waktu dan kesempatan kepada murid untuk ber-tanya. Dalam metode sorogan. komentar. Maka. Metode ini tepat bila diberikan kepada murid-murid seusia tingkat dasar (ibtidaiyah) dan tingkat menengah (tsanawiyah) yang segala sesuatunya masih perlu diberi atau dibekali. di antaranya adalah ketika tidak terjadi dialog antara murid dan guru. dan terjadi interaksi saling mengenal di antara keduanya. Akan tetapi.Sistem sorogan ini termasuk belajar secara individual. atau bimbingan bila diperlukan. dialog antara guru dengan murid belum atau tidak terjadi. menilai dan membimbing secara seorang murid dalam menguasai bahasa Arab. Kegiatan belajar belajar mengajar terpusat pada guru. Sistem sorogan ini terbukti sangat efektif sebagai taraf pertama bagi seorang murid yang bercita-cita menjadi seorang alim. di bawah bimbingan seorang ustadz atau kyai. Akhirnya. Sistem ini memungkinkan seorang guru mengawasi. Metode sorogan merupakan kegaiatan pembelajaran bagi para santri yang lebih menitikberatkan pada pengembangan kemampuan perseorangan (individu). Metode ini menyimpan beberapa kelemahan. murid membaca kitab kuning dan memberi makna sementara guru mendengarkan sambil memberi catatan. Dalam hal ini. dimana seorang santri berhadapan dengan seorang guru. daya kreativitas dan aktivitas murid menjadi lemah. guru tidak segera memperoleh umpan balik tentang penguasaan materi yang disampaikan. Murid menjadi pasif. untuk hal yang terakhir ini.

baik yang mengaji kitab yang sama atau pun berbeda duduk agak jauh sambil mendengarkan apa yang diajarkan oleh kyai atau ustadz kepada temannya sekaligus mempersiapkan diri menunggu giliran dipanggil. • Seorang santri yang mendapatkan giliran menghadap langsung secara tatap muka kepada gurunya. tergantung perkiraan guru terhadap kemampuan santri.atau ustadz. dan 59 . khususnya pada kitab-kitab sederhana (tingkat awal). Ia membuka bagian yang kan diaji dan meletakkannya di atas meja yang telah tersedia di depan kyai atau ustadz. hamdallah. Pelaksanaannya dapat digambarkan sebagai berikut : • Santri berkumpul ditempat pengajian sesuai dengan waktu yang ditentukan dengan masing-masing membawa kitab yang hendak diaji. • Kyai atau ustadz kemudian memberikan arti teks dengan menggunakan bahasa melayu atau bahasa daerahnya. Kyai atau ustadz membacakan teks dalam kitab itu. • Santri dengan tekun mendengarkan apa yang dibacakan kyai atau ustadz. tetapi tidak jarang juga secara hafalan. shalawat. kemudian di depannya terdapat bangku pendek untuk meletakkan kitab bagi santri yang menghadap. Adakalanya dengan melihat teks. lalu berdo’a (adakalanya bersama) agar para santri mendapat kemudahan dalam menyerap ilmu dan seterusnya. Panjang atau pendeknya teks yang dibaca sangat bervariasi. terlebih dahulu kyai membuka majelis dengan membaca basmalah. Sebelum menunjuk santri yang mendapatkan giliran. • • Kyai atau ustadz masuk ke dalam ruang dan duduk ditempat yang disediakan. Santri-santri lain.

biasanya juga dicatat melalui perlambang seperti telah dicontohkan di atas. Namun demikian. bunyi ucapan teks Arab dengan melakukan pemberian harakat (syakal) terhadap kata-kata arab yang ada dalam teks kitab. 60 . rerus salam. atau al-Fatihah. Kata-kata penyesuaian itu. • Santri kemudian menirukan kembali apa yang dibacakan kyai atau ustadznya secara sama. meliputi semua huruf yang ada baik huruf awal. ada pula kyai atau ustadz yang tidak menghendaki pencatatan demikian. menuliskan arti setiap kata yang ada dengan bahasa Indonesia atau bahasa daerah langsung bawah setiap kata Arab (diafsahi) dengan menggunakan huruf Arab pegon dengan berbagai pertambahannya. Bila jumlah santri sedikit. yang sering juga disebut pendlabithan (pemastian harakat). • Kyai menutup majelis dengan do’a dan hamdallah. Kegiatan ini biasanya diminta oleh kyai atau ustadz untuk diulang pada pengajian berikutnya sebelum dipindahkan pada pelajaran selanjutnya. santri melakukan pencatatan atas: Pertama. Selain mendengarkan. maupun akhir (i’rab). Kedua. Pensyakalan itu. tengah. Setelah tampilan santri dapat diterima. melainkan semuanya harus diingat secara baik. tidak jarang juga kyai atau ustadz memberikan tambahan penjelasan agar apa yang dibaca dapat lebih demengerti. adakalanya kyai atau ustadz lalu bersalaman dengan santrinya.mencocokkannya dengan kitab yang dibawanya. untuk disesuaikan dengan susunan kata dalam bahasa pengantar. Kyai atau ustadz mendengarkan dengan tekun pula apa yang dibaca santrinya sambil melakukan koreksi-koreksi seperlunya.

santri semakin simpati sehingga ia berusaha untuk selalu mencontoh perilaku gurunya itu. Untuk tingkat lanjutan. Sekalipun kelihatannya hanya cocok untuk pemula. Dalam situasi demikian tercipta pula komunikasi yang baik antara santri dengan kyai atau ustadznya sehingga dapat meninggalkan kesan yang mendalam pada jiwa santri maupun kyai atau ustadz sendiri. Pada tingkat tinggi. metode ini sesungguhnya dapat diterapkan untuk tingkat lanjutan bahkan tingkat tinggi sekalipun. di 61 .Metode pembelajaran ini termasuk metode pembelajaran yang sangat bermakna. Hal ini membawa pengaruh yang baik karena kyai semakin tumbuh kharismanya. Mereka tidak saja senantiasa dapat dimbimbing dan diarahkan cara pembacaannya tetapi juga dapat dievaluasi dan diketahui perkembangan kemampuannya. ketepatan ucapan. Kyai atau ustadz dalam hal ini mempercayai kemampuan santri akan makna perkata atau bahkan perkalimat apa yang dibaca oleh santri sehingga tidak perlu lagi mengulang arti perkata seperti yang dilakukan pada tingkat awal. Tentu saja dengan melakukan beberapa modifikasi. Kyai atau ustadz selanjutnya dapat langsung menjelaskan apa yang terkandung dalam teks yang dibaca tadi. polanya bisa sama dengan pada tingkat lanjutan. nada dan intonasi bacaan yang sekaligus menunjukkan tingkat pemahaman santri terhadap apa yang dibacanya. Namun. karena santri akan merasakan hubungan yang khusus ketika berlangsung kegiatan pembacaan kitab oleh dirinya di hadapan kyai atau ustadznya. Kyai atau ustadz hanya mendengarkan dan memperhatikan kefasihan. dapat saja yang mulai membaca adalah santri.

Para kyia tertentu di beberapa pesantren sesungguhnya sudah lama menerapkan ini. Interaksi yang terjadi kemudian berbentuk munaqasyah antara santri dan kyai atau ustadz. penyususn) kitab itu. Kualitas otoritas guru yang ada dalam rangkaian silsilah itu akan memberikan bobot tersendiri terhadap kitab dan pembelajarannya. Hal ini dilakukan untuk mendata tingkat aktivitas dan perkembangan kemampuan 62 .Santri dengan bimbingan ustadz memilih jenis kitab tertentu yang akan dipelajarinya. namun biasanya sangat khusus dan diperuntukkan bagi mereka yang telah terpilih dianggap mampu untuk melakukan balagh pengajian tersendiri. bila perlu dengan menggunakan bahasa Arab.sini santrilah yang diminta menjelaskan sendiri apa yang dapat difahaminya dari yang dibacanya. • Pendataan nama-nama santri yang berada dibawah bimbingan seorang ustadz. Ada beberapa hal yang dipersiapkan sebelumnya oleh kyai atau ustadz maupun oleh santri. Pada tingkat ini biasanya kyai secara khusus memberikan ijazah secara lisan yang dapat diartikan pula sebagai tanda perkenanan bagi sang santri untuk mengajarkan kitab yang disorogkan kyai atau ustadz kepada santri-santri yang lain. Pada setiap tingkatan dengan berbagai macam nama-nama kitab yang menjadi bacaan / pegangannya. terus dari siapa yang menjadi gurunya. Tidak jarang dalam pemberian ijazah itu seorang kyai atau ustadz melengkapinya dengan silsilah (rangkaian) dari mana kitab itu dipelajari mulai dari dirinya. yaitu: • Penyusunan kurikulum yang berisi jenis materi pengajian (pembelajaran). dan seterusnya secara berkesinambungan hingga sampai pada mu’allif (pengarang.

• Setelah membacakan dan menerjemahkan satu alinea atau satu topik tertentu – sesuai keinginan dan pertimbangan kyai atau ustadz-. karena santri tidak akan segan-segan bertanya jika ada yang tidak jelas atau tidak dimengertinya. • Santri menyiapkan kitab yang akan dipelajarinya beserta alat-alat tulis yang meliputi pena atau pulpen serta buku tulis yang berfungsi untuk mencatat hal-hal penting. Ia hanya memberikan perkiraan berapa waktu yang disediakan untuk kegiatan pembelajaran masing-masing santri. seorang kyai atau ustadz tidak secara ketat menentukan alokasi waktu yang diberikan untuk membimbing seorang santri. Demikian juga bila sebaliknya. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut : • Menciptakan situasi dan kondisi yag komunikatif antara santri dan kyai atau ustadz sendiri dalam kegiatan pembelajaran. Ketika itu dilakukan pembetulan- 63 . maka ia akan membimbing dengan waktu yang lebih singkat untuk masing-masing santri. santri diminta membaca dan menerjemahkan teks yang telah di baca tadi.santri untuk waktu berikutya. • Dalam membaca dan menterjemahkan teks Arab gundul seorang kyai atau ustadz menyampaikannya secara perlahan dan menggunakan bahasa yang mudah untuk difahami oleh santrinya. Jika memang santri yang akan mengaji dalam waktu yang bersamaan jumlahnya banyak. Dalam pelaksanaannya. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan pembelajaran membawa hasil yang lebih baik.

dan aspek keterampilan (skill) 64 . Ini dilakukan untuk melatih daya tangkap (pemahaman) santri terhadap teks. Ini dapat dilakukan karena mereka adalah para santri yang telah menguasai nahwu dan sharaf dengan baik. • Setelah santri menjelasakan. Selain biasanya metode ini ditujukan untuk pemula. kyai atau ustadz biasanya sedikit mengulas apa yang telah difahami santri. Dhamir. Kepada para santri diminta juga untuk tidak memberi catatan pada teks kitab yang dibacanya dengan simbol-simbol (tanda-tanda) seperti biasanya. • Setelah membaca dan menerjemahkan dengan benar. Mereka diminta untuk tidak akan memberi harakat pada setiap huruf dalam kalimat. seorang kyai atau ustadz biasanya menanyakan atau meminta kepada santri untuk menjelaskan maksud dari teks yang telah dibaca tadi. aspek sikap (afeksi). Kepada santri diminta untuk menjelaskan isi teks dengan menggunakan bahasa Arab yang benar Evaluasi dilakukan oleh kyai atau ustadz untuk mengetahui kemampuan santri dalam aspek pengetahan (kognisi). dalam keadaan tertentu metode sorogan juga dipergunakan untuk pembelajaran kepada santri khusus yang memiliki kemampuan untuk dididik menjadi ustadz.pembetulan apabila terdapat kekeliruan dalam pembacaan dan penerjemahannya. isim tasniyah. serta menambahkan atau membetulkan apabila penyampaian santri ada hal-hal yang kurang atau keliru. jama’ mudzakkar salim dan jama’ muannats salim. kegiatannya dilakukan melalui: Santri diminta untuk membaca teks kitab yang dipilihnya dengan mengurangi penggunaan harakat atau syakal. demikian juga harakat-harakat panjang tidak lagi harus diberi syakal seperti yang dilakukan para santri pemula.

kegiatan evaluasi dapat dilakukan sewaktu-waktu. Jika materi pembelajaran yang dipelajari dalam tatap muka yang telah dianggap telah dikuasai dengan baik oleh santri. keberhasilan pembelajaran kepada para santri amat ditentukan oleh kemampuan belajar santri dan kemampuan membimbing kyai atau ustadz. maka pelajaran yang baru dapat dilanjutkan. Penilaian dilakukan di samping berguna untuk mengetahui tingkat perkembangan kemampuan penguasaan santri juga berfungsi sabagai umpan balik (feed back) bagi seorang kyai atau ustadz untuk meninjau kembali cara-cara yang dilakukannya berkenaan dengan penggunaan suatu metode pembelajaran tertentu. Akan tetapi. Karena. Hal-hal yang biasanya diperhatikan dalam menilai tingkat kemampuan para 65 . jika dalam perkiraan kyai atau ustadz diperlukan untuk mengecek mater-materi yang telah dipelajari beberapa pertemuan yang lampau. Jika seorang santri berhasil membaca dan menerjemahkan dengan baik. jika sebaliknya maka santri tadi diharuskan untuk mempelajari kembali (mengulang). Dengan demikian. kegiatan pembelajaran dapat dimulai dengan materi baru tanpa terlebih dahulu meminta santri untuk membaca dan menerjemahkan teks terdahulu.terhadap materi pembelajaran yang tela diberikannya. Penilaian dapat juga dilakukan pada saat seorang santri diminta untuk membaca dan menterjemahkan teks Arab gundul setelah dibacakan dan di terjemahkan oleh ustadz. Untuk mengevaluasi kemampuan para santri dalam pembelajaran dengan menggunakan metode sorogan biasanya dilakukan kegiatan berikut: Santri diminta membaca dan menerjemahkan teks yang telah disampaikan oleh kyai atau ustadz pada pertemuan yang lalu.

pengucapan “iki” berarti kata yang dilafalkan sesudahnya itu berkedudukan sebagai “khabar” atau predikat. Kyai/ustadz 66 . • Pemahaman terhadap teks yang telah dibaca dalam bentuk uraian penjelasan atau kandungan teks setelah seorang santri menyelesaikan pembacaan sekian kalimat atau sekian paragraf Adapun untuk evaluasi akhir apabila telah menyelesaikan pembelajaran sebuah kitab tertentu. Sebagai contoh dalam kasus bahasa Jawa. seorang kyai atau ustadz melakukannya dengan sistem acak.santri dengan menggunakan metode sorogan adalah: • Pembacaan yang dilakukan oleh seorang santri apakah sudah benar dalam arti sesuai dengan aturan tata bahasa Arab baik pada tingkat kata (sharaf) maupun pada tingkat kedudukan suatu kata dalam struktur kalimat (nahwu) atau masih belum sesuai. Pelafalan kata “sopo” menunjukkan bahwa kata yang disebutkan setelahnya itu berkedudukan sebagai fa’il atau pelaku. • Santri mampu menunjukkan kedudukan suatu kata dengan menggunakan ucapan simbolik tertentu melalui pola terjemahan kata demi kata disertai pelafalan simbol atau tanda oleh santri. pengucapan kata “ing” menunjukkan bahwa kata yang diucapkan sesudahnya berkedudukan sebagai “maf’ul bih” atau sebagai objek dan seterusnya. di antaranya yang sering muncul adalah: pengucapan lafal “utawi” berarti kata yang diucapkan sesudahnya berkedudukan sebagai “mubtada” atau sebagai subjek. Simbol atau tanda-tanda yang menunjukkan kedudukan kata dalam kalimat.

Pengajian di pondok pesantren dalam proses pembelajarannya menggunakan sistem pendidikan klasik. di Jawa Barat disebut dengan bandungan. Metode bandongan atau wetonan dapat bermanfaat ketika jumlah murid cukup besar dan waktu yang tersedia relatif sedikit. memberi makna. sementara santri. guru berperan aktif sementara murid bersifat pasif. Sebagaimana yang berlangsung pada sebelum abad ke-12 M. sementara materi yang harus disampaikan cukup banyak. Kemudian santri tadi disuruh membaca dan menterjemahkan sekaligus dan menjelaskan isinya secara singkat pada baian-bagian tertentu yang dianggap penting (acak) B. sebab pengajian tersebut diberikan pada waktu-waktu tertentu. merupakan adalah cara penyampaian kitab kuning di mana seorang guru. Istilah weton ini. santri menyimak kitab masing-masing dan membuat catatan padanya. Bebas di 67 . yaitu sebelum dan atau sesudah melakukan shalat fardlu. istilah weton ini berasal dari kata wektu (bhs. atau ustadz membacakan dan menjelaskan isi kitab kuning. dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kyai yang menerangkan pelajaran secara kuliah. murid. Dalam metode ini. kiai. Jawa) yang berarti waktu. Wetonan atau Bandongan Weton / bandongan. tetapi kitab ini adalah kitab yang masih bersih tanpa syakl dan catatan terjemahan. tradisi pendidikan klasik menyelenggarakan pendidikan dengan sistem bebas. atau siswa mendengarkan. dan menerima.menyodorkan kepada santri yang akan diujinya sebuah kitab yang telah berhasil diselesaikan pembelajarannya. Metode weton ini merupakan metode kuliah.

Sementara itu santri dengan memegang kitab yang sama. Metode Bandongan disebut juga dengan metode wetonan. masing-masing melakukan pendhabithan harakat. pencatatan simbol-simbol kedudukan kata. Di pihak lain. menerjemahkan. untuk mendengarkan dan menyimak apa yang dibacanya dari sebuah kitab.sini dipahami dengan kebebasan peserta untuk mengikuti pelajaran dan menentukan guru siapa saja. Secara teknis. Posisi para santri pada pembelajaran dengan menggunakan metode ini adalah melingkari dan mengelilingi kyai atau ustadz sehingga membentuk halaqah (lingkaran} Dalam penterjemahannya kyai atau ustadz dapat menggunakan berbagai bahasa yang 68 . menerangkan dan seringkali mengulas teks-teks kitab berbahasa Arab tanpa harakat (gundul). Ia boleh mengikuti pengajian itu berdasarkan kemauan dan minatnya masing-masing. Pada sisi ini. pengajian pasaran sesungguhnya merupakan sistem pengajaran yang asli di dalam tradisi pendidikan Islam. atau santri. pengajian biasanya dimulai setelah shalat fardhu atau pada waktuwaktu yang ditentukan. arti-arti kata langsung dibawah kata yang dimaksud. Sang kiai melakukan pengajiannya dengan menggunakan metode bandongan. Metode Bandongan dilakukan oleh seorang kyai atau ustadz terhadap sekelompok peserta didik. dan keteranganketerangan lain yang dianggap penting dan dapat membantu memahami teks. Seorang kyai atau ustadz dalam hal ini membaca. Pada metode ini – berbeda dengan metode sorogan. sang kiai langsung menutup pengajian dan santri-santri pun pulang ke tempatnya masing-masing. Setelah pengajian selesai dilaksanakan. guru menyelenggarakan pengajian secara masing-masing dengan membahas kitab sesuai dengan konsentrasi dan kemauannya.

Walaupun yang lebih aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ini adalah kyai atau ustadz. seorang kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan hal-hal berikut. metode Bandongan biasanya diselenggarakan untuk para santri yang bukan lagi pemula. Sunda atau bahasa Indonesia. peta. yaitu . seorang kyai atau ustadz terkadang mempergunakan pula alat bantu atau media pengajaran seperti : papan tulis. Penentuan jenis dan tingkatan kitab yang di pelajari biasanya memperhatikan tingkatan kemampuan para santri. Jumlah jamaah pengajian adalah para santri yang telah menguasai dengan baik pembelajaran dengan menggunakan metode sorogan. pengeras suara. • Merumuskan tujuan yang akan dicapai dari pemilihan kitab tersebut dan 69 . Oleh karena itu. dan alat peraga lainnya. santri diminta untuk membaca teks tertentu. Sebelum dilakukan kegiatan pembelajaran. misalnya diadakan tanya jawab. biasanya terlebih dahulu seorang kyai atau ustadz mempersiapkan apa-apa yang diperlukan sesuai dengan pemilikan metode pembelajaran. Untuk membantu pemahaman para santri. Sebelum dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode Bandongan. OHP. misalnya : bahasa Jawa. • Memiliki gambaran mengenai tingkat kemampuan para santri guna menyesuaikan dengan bahasa dan penjelasan yang akan disampaikan. melainkan untuk para santri tingkat lanjutan dan tinggi. tetapi para santri dilibatkan keaktifannnya dengan berbagai macam cara.menjadi bahasa utama para santrinya. dan lain sebagainya.

“iku”. • Seorang kyai atau ustadz dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan membaca teks Arab gundul kata demi kata disertai dengan terjemahannya dan pembacaan ungkapan-ungkapan atau istilah-istilah khusus (seperti = “utawi”. waktu yang diperlukan untuk memberi kesempatan kepada para santri untuk bertanya. • • Seorang kyai menciptakan komunikasi yang baik dengan para santri. kemudian membukanya dengan mambaca basmallah dan shalawat. “sopo”. • Mempersiapkan bahan yang dapat digunakan untuk perluasan pembahasan atau penambahan wawasan. • Membaca do’a baik secara sendirian atau bersama-sama santri. dsb) pada topik atau faslun (pasal) tertentu di sertai pula dengan penjelasan 70 . Untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode bandongan biasanya dilakukan langkah-langkah berikut ini . • Mempersiapkan catatan-catatan khusus tentang batas-batas materi yang akan disajikannya dan tentang penilaian kepada para santri. Memperhatikan situasi dan kondisi serta sikap para santri apakah sudah siap untuk belajar atau belum. • Mempersiapkan alat bantu atau alat peraga yang diperlukan pada pertemuan tersebut. • Menetapkan waktu yang diperlukan untuk pembacaan dan penjelasan. dan waktu yang diperlukan untuk evaluasi pada setiap kali pertemuan.tujuan pada setiap kali pertemuan.

Ia terkadang menunjuk sacara bergiliran kepada para santrinya untuk membaca dan menerjemahkan sekaligus menerangkan suatu teks tertentu. • Setelah menyelesaikan pembacaan hingga pada batas tertentu. seorang kyai atau ustadz terkadang tidak langsung membaca dan menerjemahkan. sulit atau rumit. Dari berbagai macam bentuk ini yang jelas para santri berkerumun dengan duduk bersila menghadap kyai. Pada pembelajaran tingkat tinggi.dan keterangan-keterangan. • Di akhir pengajian seorang kyai atau ustadz terkadang mengemukakan kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. ada yang menggunakan bentuk lingkaran penuh seperti huruf O atau berbentuk setengah lingkaran seperti seperti huruf U atau berbentuk berjejer lurus dan berbanjar ke belakang menghadap berlawanan arah dengan kyai atau ustadz. Pada beberapa pesantren metode ini telah diberdayakan dengan memberi peluang tanya jawab. seorang kyai atau ustadz memeberi kesempatan kepada para santri untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. Posisi pengajian para santri dengan menggunakan metode bandongan pada praktiknya dilakukan bermacam-macam. Di sini kyai atau ustadz berperan sebagai pembimbing yang membetulkan apabila terdapat kesalahan dan menjelaskan bila ada hal-hal yang dipandang oleh para santri sebagai sesuatu yang asing. bahkan sebagian telah meninggalkan metode nahwa wa 71 . diskusi. Jawaban dilakukan langsung oleh kyai atau ustadz atau memberi kesempatan terlebih dahulu kepada para santri yang lain.

ataupun keterampilan atau praktik tertentu yang diajarkan dalam kitab tersebut. menterjemahkan dan menjelaskan. atau perilaku yang mesti ditunjukannya sebagai hasil dari pengkajian materi kitab. baik aspek pengetahuan terhadap penguasaan materi kitab itu. Untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran di atas. Pada keadaan demikian. pada saat telah dikhatamkannya pengkajian terhadap suatu kitab tertentu. Teknik bandongan seperti ini akhir-akhir ini diperkenalkan oleh kyai dan ustadz yang memiliki pengalaman belajar dengan teknik yang serupa di negara-negara Arab. Kyai atau ustadz kemudian menjelaskan langsung dengan menggunakan bahasa Arab. kyai atau ustadz akan mempersilahkan salah seorang santri seniornya untuk membacakan teks bahasa Arab. misalnya– dapat dilakukan dengan praktik atau demonstrasi yang dilakukan oleh para santri pada halaqah tersebut. Selanjutnya bisa diberi ruang waktu untuk bertanya. Aspek pengetahuan (kognitif) dilakukan dengan menilai kemampuan santri dalam membaca. seorang kyai atau ustadz biasa melakukannya melalui dua macam tes. Pertama. Untuk lebih memudahkan kegiatan penilaian. biasanya seorang kyai atau ustadz 72 . Aspek keterampilan (skill) yang dikuasai oleh para santri dapat dilihat melalui praktik kehidupan sehari-hari ataupun –dalam bidang fiqh. pada sela-sela tatap muka atau pada tatap muka tertentu.al-tarjamah dan menggantinya dengan langsung menggunakan bahasa Arab. Aspek sikap (afektif) dapat dinilai dari sikap dan kepribadaian santri dalam kehidupan keseharian. Seorang kyai atau ustadz menilai berbagai aspek yang ada pada santri. Kedua.

C. Halaqoh Halaqah. Metode ini dimaksudkan sebagai penyajian bahan pelajaran dengan cara murid atau santri membahasnya bersama-sama melalui tukar pendapat tentang suatu topik atau masalah tertentu yang ada dalam kitab kuning. Halaqah ini juga merupakan diskusi untuk memahami isi kitab. akan tumbuh dan berkembang pemikiran-pemikiran kritis. rajin dan mampu serta bersedia mengorbankan waktu yang besar untuk studi ini. bukan untuk mempertanyakan kemungkinan benar salahnya apa-apa yang diajarkan oleh kitab. Bila dipandang dari sudut pengembangan intelektual. analitis. Dengan demikian diharapkan para santri belajar secara sugguh-sungguh karena merasa diawasi dan di monitor perkembangan kemampuannya.memiliki juga catatan-catatan khusus atau memberikan perhatian khusus. Dalam metode ini. menurut Mahmud Yunus sistem ini hanya bermanfaat bagi santri yang cerdas. sistem ini merupakan kelompok kelas dari sistem bandongan. atau sekelompok siswa yang belajar di bawah bimbingan seorang guru atau belajar bersama dalam satu tempat. sistem ini juga hanya dapat menghasilkan 1 persen murid yang pandai dan yang lainnya hanya sebatas partisipan. beberapa orang santri –dengan jumlah tertentu– membentuk 73 . dan logis. Melalui metode ini. Halaqah yang arti bahasanya lingkaran murid. Pelaksanaan metode ini. tetapi untuk memahami apa maksud yang diajarkan oleh kitab. Metode diskusi bertujuan agar murid atau santri aktif dalam belajar. kiai atau guru bertindak sebagai “moderator”. Metode Halaqoh dikenal juga dengan istilah munazaharah yang dikembangkan dengan baik sekali oleh KH Mustain Romli dari Jombang.

Topik atau persoalan (materi) yang dimusyawarahkan biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh kyai atau ustadz pada pertemuan sebelumnya. Dengan demikian. atau mungkin juga santri senior. Untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode musyawarah kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan ketentuan-ketentuan berikut : Peserta musyawarah adalah para santri yang berada pada tingkat menengah atau tinggi. musyawarah dapat dilakukan secara terjadwal sebagai latihan untuk para santri. Dalam pelaksanaannya. Ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi kegagalan musyawarah. Langkah persiapan terpenting pada metode ini adalah terlebih dahulu memberikan topik-topik materi yang akan dimusyawarakan. Musyawarah pada bentuk kedua ini bisa dugunakan oleh santri tingkat menengah untuk memebedah topik materi tertentu. Peserta musyawarah tidak memiliki perbedaan kemampuan yang mencolok. metode ini lebih menitik beratkan pada kemampuan perseorangan didalam menganalisis dan memecahkan suatu persoalan dengan argumen logika yang mengacu pada kitab-kitab tertentu. para santri dengan bebas mengajukan pertanyaanpernyataan ataupun pendapatnya.halaqah yang dipimpin langsung oleh seorang kyai atau ustadz. untuk membahas atau mengkaji suatu persoalan yang telah ditentukan sebelumnya. Pada beberapa pesantren yang memiliki santri tingkat tinggi. Pilihan topik itu sendiri amat menentukan. Musyawarah dilakukan juga untuk membahas materi-materi tertentu dari sebuah kitab yang dianggap rumit untuk memahaminya. Topik yang menarik umumnya mendapatkan respon yang baik dan 74 .

Sebagai permulaan. ketepatan dan kevalidan referensi.memberikan dorongan kuat kepada para santri untuk belajar. Para santri yang lain berfungsi sebagai penanggap yang berkesempatan untuk menanggapi apa yang disajikan oleh penyaji yang telah mendapatkan tugas. seorang kyai atau ustadz. Hal-hal yang menjadi perhatiannya adalah kualitas jawaban yang diberikan oleh peserta yang meliputi : argumentasi yang logis. Pada pesantren yang memiliki ma’had aly (tahasus tingkat tinggi) penyaji adalah para santri yang telah disusun secara terjadual dengan topik tertentu untuk meyampaikan pemikiran-pemikiran atau persoalan-persoalannya. Penentuan topik secara lebih awal ini dimaksudkan agar para peserta dapat mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan. Tangggapan dan jawaban balik dari penyaji dilakukan secara bergiliran setelah tanggapan dari peserta. Selain itu. serta kualitas 75 . Kegiatan penilaian dilakukan oleh seorang kyai atau ustadz selama kegiatan musyawarah berlangsung. tanggapan. Apabila terdapat kebuntuan. pertanyaan atau sanggahan dari para santri peserta musyawarah diarahkan langsung oleh kyai atau ustadz. juga disampaikan penjelasan tentang cara-cara yang dilakukan berkenaan dengan dipilihnya metode musyawarah. pimpinan musyawarah biasanya memberkan arahan-arahan atau pemecahan mengenai persoalan atau permasalahan tersebut. atau salah seorang santri senior menjelaskan secara singkat permasalahan yang akan dibahas. serta ketepatan dan kejelasan bahasa penyampaian. Dalam kegaiatan musyawarah ini. Kyai atau ustadz biasanya hadir ditempat untuk mengarahkan dan membimbing jalannya musyawarah dan agar santri tidak kabur dari kegiatan ini.

baik surat-surat pendek maupun secara keseluruhan. Materi pembelajaran di pondok pesantren yang disajikan dengan menggunakan metode hafalan dapat menyangkut seluruh materi pembelajaran di pesantren. tingkat dasar. Pada usia di atas itu. Dalam metode hafalan Para santri diberi tugas untuk menghafal bacaan-bacaan tertentu dalam jangka waktu tertentu. seorang santri 76 . misalnya Alfiyah Ibn Malik atau juga sering dipakai untuk menghafal al-Qur`an. Materi juga dapat berbentuk esai atau nadzam.pertanyaan atau sanggahan yang dikemukakan. Dalam kegiatan pembelajarannya. dan tingkat menengah. Hafalan atau Tahfizh Hafalan. Hafalan yang dimiliki santri ini kemudian di”setorkan” dihadapan kyai atau ustadznya secara priodik atau insidental tergantung kepada petunjuk sebelumnya. dan lebih tepat digunakan untuk rumus-rumus dan kaidah-kaidah. Hafalan adalah sebuah metode pembelajaran yang mengharuskan murid mampu menghafal naskah atau syair-syair dengan tanpa melihat teks yang disaksiskan oleh guru. D. Metode ini cukup relevan untuk diberikan kepada murid-murid usia anak-anak. metode hafalan sebaiknya dikurangi sedikit demi sedikit. Biasanya santri diberi tugas untuk menghafal beberapa bait dari kitab alfiyah. metode hapalan yang diterapkan di pesantren-pesantren. juga ketepatan peserta dalam membaca dan menyimpulkan isi teks yang menjadi persoalan atau teks yang menjadi rujukan. umumnya dipakai untuk menghafal kitab-kitab tertentu. Hal lain yang dinilai adalah pemahaman terhadap teks bacaan. dan setelah beberapa hari baru dibacakan di depan kyai/ustadnya.

Di banyak pesantren kelemahan ini telah banyak disadari. diucapkan secara bersama-sama pada waktu-waktu tertentu. Metode hafalan ini termasuk yang banyak diterapkan oleh pesantren. Pengucapan atau pelafalan itu dapat dilakukan secara perorangan dengan masing-masing menghadap (bertatap muka langsung) kepada gurunya ataupun dilakukan secara berkelompok. atau sekumpulan ayat al-Qur’an. Seorang santri yang sudah dapat menghafalkan suatu teks tertentu dengan baik oleh gurunya biasanya dipersilahkan untuk menghafal teks kelanjutannya.ditugasi oleh kyai atau ustadz untuk meghafalkan satu bagian bacaan tertentu dari suatu kitab. yaitu setelah para santri mendapat materi pelajaran tertentu dari sebuah kitab. Metode hafalan ini dapat juga digunakan dengan metode sorogan atau metode bandongan. titik tekan pada pembelajaran ini adalah santri mampu megucapkan atau melafalkan sekumpulan materi pembelajaran secara lancarr dengan tanpa melihat atau tanpa membaca teks. Evaluasi kegiatan belajar para santri dengan menggunakan metode hafalan ini 77 . santri tersebut disuruh menghafal teks yang telah dipelajari tadi untuk disetorkan (diucapkan secara hafal) pada pertemuan berikutnya. Dengan demikian. metode ini merupakan beban berat bagi kebanyakan santri dan sering menyebabkan kurang berkembangnya kreativitas santri. Demikian seterusnya sampai target hafalan yang telah ditentukan berhasil dicapai. Selain mengandung manfaat. sekumpulan hadits. karena itu mulai menguranginya dan mengimbanginya dengan diskusi terprogram. atau keseluruhan teks dari suatu kitab. baik secara khusus ataupun tidak.

Jika ia hafal dengan baik. Pertama. bahtsul masa`il. jika ia belum berhasil. evaluasi yang dilakukan pada setiap kali tatap muka dimana seorang santri menyetorkan kepada kyai atau ustadz tugas-tugas hafalannya. sehingga pondok-pondok pesantren sampai sekarang masih mempertahankan metode tersebut. Selain metode yang empat diatas (bandongan. Jika dilihat dari sisi geneologi tradisi pendidikan. evaluasi setelah diselesaikannya seluruh tugas hafalan. Fathul Kutub. sorogan dan hafalan) di Pondok Pesantren juga mengenal metode-metode lain seperti Hiwar (musyawaroh). Muqaranah. Hiwar. Evaluasi model kedua ini merupakan evaluasi dengan sistem acak. Seorang kyai atau ustadz menugaskan seorang santri untuk mengucapkan bagian-bagian tertentu dari hafalan yang dimintanya. dan antara metode yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan erat dan mempunyai kelemahan serta kelebihan masing-masing. ia diperbolehkan untuk melanjutkan tugas hafalan berikutnya. Kedua. Ada sebuah argumen yang diajukan untuk mempertahankan metode ini.biasanya dilakukan dengan dua cara. yakni “orang-orang yang hafal adalah argumen atas mereka yang tidak hafal”. atau diminta melanjutkan kalimat atau lafadz yang diucapkan oleh gurunya tersebut. Sebaliknya. dan itu menjadi lambang supremasi serta ciri khas metode pengajaran di Pondok Pesantren. dan metode-metode lain yang banyak 78 . metode hafalan merupakan implikasi dari pola pemikiran ahl al-hadits dan dampak dari asumsi dasar tentang konsep ilmu sebagai “apa yang diketahui dan tetap”. halaqah. ia diharuskan mengulang lagi sampai lancar untuk disetorkan kembali pada pertemuan yang akan datang. Beberapa metode diatas banyak diterapkan di pondok-pondok pesantren.

santri dan guru biasanya terlibat dalam sebuah forum perdebatan untuk memecahkan masalah yang ada dalam kitab-kitab (berbahasa arab) yang sedang di santrii. Kegiatan Hiwar atau musyawarah adalah merupakan aspek dari proses belajar dan mengajar di pesantren salafiyah yang telah menjadi tradisi khususnya bagi santrisantri yang mengikuti sistem klasikal. akan dikenai sangsi. E. Bagi santri yang tidak mengikuti atau mengindahkan peraturan kegiatan musyawarah. salah satunya di Pondok Pesantren Kempek. sama halnya seperti keharusan mengikuti kegiatan belajar kitab-kitab dalam proses belajar mengajar. santri melakukan suatu kegiatan belajar secara kelompok untuk membahas bersama materi kitab yang telah diajarkan oleh kyai atau ustadz. kalimat demi kalimat ditinjau dari gramatika bahasa Arab (ilmu alat) kemudian sampai dengan 79 . Metode ini banyak dijumpai di pondok pesantren salafiyah. Yang menjadi ciri khas dari hiwar ini. Cirebon. Bedanya metode hiwar dilaksanakan dalam rangka pendalaman atau pengayaan materi-materi yang sudah di santrii (kitab-kitab kuning). karena musyawarah sudah menjadi ketetapan pesantren yang harus ditaati untuk dilaksanakan. tetapi dapat dilakukan pembahasan secara luas lafadz demi lafadz. Metode Hiwar atau Musyawaroh Metode Hiwar atau musyawaroh. Kegiatan ini suatu keharusan bagi para santri.di peraktekkan di di Pondok Pesantren. Dalam hiwar. hampir sama dengan metode metode diskusi yang umum kita kenal selama ini. Dalam belajar kelompok ini para santri tidak sebatas membahas topik / sub-sub topik bahasan kitab belaka. Hiwar biasanya disebut juga dengan istilah Musyawaroh.

dan semacamnya. musyawarah ternyata implikasinya sangat positif bagi pembentukan jiwa demokratis para santri da toleransi terhadap pendapat orang lain yang argumentatif. seperti siswa/santri tidak boleh banyak bertanya. Disamping untuk memperdalam dan penguasaan materi pelajaran kitab-kitab yang telah diajarkan kyai terhadap para santri.00 yang dimonitoring langsung oleh ustadz-ustadz / santri senior. F. sehingga hampir semua permasalahan yang menyangkut pelajaran dari kitab yang telah diajarkan tersebut dapat terpecahkan dan kalau ternyata masih ada permasalahan yang tersisa belum bisa terpecahkan maka dapat dijadikan PR buat ustadz. Metode Bahtsul Masa`il (Mudzakaroh) Metode Mudzakarah atau dalam istilah lain bahtsul masa’il merupakan 80 . Dalam kegiatan ini apabila santri menemui beberapa kesulitan bisa ditanyakan langsung pada ustadz yang memandu dan memonitoring itu. tidak semua pondok pesantren memasyarakatkannya sebagai metode yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar di di Pondok Pesantren. Setelah menemukan jawabannya ustadz tersebut akan menyampaikan pada kegiatan musyawarah berikutnya. Sebab di sementara pondok masih ada dokrin-dokrin yang belum bisa di reformasi.bisa memahami arti/makna dan kesimpulannya. harus menundukkan wajah ketika berhadapan dengan guru. Kegiatan musyawarah ini umumnya dilaksanakan setelah jama’ah sholat ‘ Isya hingga kurang lebih pukul 22. Oleh karenanya belajar dengan cara musyawarah dipandang sangatlah efektif dan relatif cukup berhasil sehingga sampai dewasa ini oleh pesantren salafiyah tetap dipertahankan. Dengan di akomodasinya metode ini.

yang membahas masalah diniyah. • Mudzakarah yang diperuntukkan bagi santri. pada metode mudzakarah pesertanya adalah para kyai atau para santri tingkat tinggi. Untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode mudzakarah kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan hal-hal berikut : • Peserta mudzakarah adalah para kyai atau para santri tingkat tinggi yang dipersiapkan untuk menjadi ustadz. seperti ibadah. Hanya bedanya. Tujuannya untuk melatih para santri dalam memecahkan masalah dengan menggunakan rujukan-rujukan yang jelas dan melatih cara berargumentasi dengan menggunakan nalar yang lurus. • Topik atau persoalan (materi) yang di mudzakarahkan biasanya ditentukan 81 . Mudzakarah seperti biasanya dipimpin oleh seorang ustadz atau santri yang senior yang ditunjuk oleh kyai. Ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi kegagalan mudzakarah. aqidah dan masalah agama pada umumnya.pertemuan ilmiyah. b) Mudzakarah yang diadakan antara sesama santri. pesertanya telah betul-betul mempersiapkan diri. Tujuannya untuk memecahkan sesuatu masalah agama dan kemasyarakatan yang timbul atau sekedar untuk memperdalam pengetahuan agama. Metode ini sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan metode musyawarah. Pada tipe ini biasanya disediakan kitab-kitab besar yang merupakan rujukan utama dan dilengkapi dengan dalil-dalil dan metode istimbath (pengambikan hukum) yang lengkap. Mudzakarah (diskusi) ini dapat dibedakan menjadi dua macam : a) Mudzakarah yang diadakan sesama kyai atau ustadz.

mudzakarah biasanya dilakukan secara terjadwal sebagai latihan bagi para santri. Selain itu. Kegiatan penilaian dilakukan oleh seorang kyai selama kegiatan mudzakarah 82 . Langkah persiapan terpenting pada metode ini adalah menyiapkan dan pemberitahuan topik-topik atau materi yang akan dimudzakarahkan. Pada beberapa pesantren yang memiliki santri tingkat tinggi yang cukup. Apabila terdapat kebuntuan. Kyai atau ustadz biasanya dengan tekun mengarahkan dan membimbing jalannya mudzakarah sehingga tidak melenceng dari tujuan. pimpinan mudzakarah biasanya memberkan arahan-arahan atau pemecahan mengenai persoalan atau permasalahan tersebut. Tangggapan dan jawaban balik dari penyaji dilakukan secara bergiliran setelah tanggapan dari peserta. mula-mula kyai menjelaskan secara singkat permasalahan yang akan dibahas. juga disampaikan penjelasan tentang cara-cara yang akan dilakukan berkenaan dengan teknik yang akan dilakukan dalam mudzakarah. Para santri yang lain berfungsi sebagai penanggap yang berkesempatan untuk menanggapi apa yang disajikan oleh penyaji tadi.oleh kyai pada pertemuan sebelumnya. Pelaksanaan metode ini. Hal ini dimaksudkan agar jauhjauh hari para peserta sudah mempersiapkan diri. tanggapan. Pada pesantren yang telah memiliki ma’had aly (tahasus tingkat tinggi) penyaji adalah para santri yang telah disusun secara terjadual dengan topik tertentu untuk meyampaikan pemikiran-pemikiran atau persoalanpersoalannya. Dalam kegaiatan mudzakarah ini. pertanyaan atau sanggahan dari para santri peserta mudzakarah dipimpin langsung oleh kyai atau ustadz.

Aqidah.berlangsung. Metode ini biasanya diterapkan untuk pengajaran santri-santri yang sudah senior.) Kegiatan Fathul Kutub merupakan kegiatan latihan membaca kitab (terutama kitab klasik) untuk santri senior di pondok pesantren. Hal lain yang dinilai adalah pemahaman terhadap teks bacaan. juga kebenaran dan ketepatan peserta dalam membaca dan menyimpulkan isi teks yang menjadi persoalan atau teks yang menjadi rujukan. ketepatan dan validitas referensi yang digunakan. Metode Fathul Kutub Metode Fathul Kutub biasanya dilaksanakan untuk santri-santri senior yang sudah akan menyelesaikan pendidikan di (Pondok Pesantren). Pada dasarnya Metode Bahtsul Masa`il mengacu kepada pemecahan masalahmasalah dalam hal fiqh (hukum Islam atau furu`iyah). Hal-hal yang menjadi perhatiannya adalah kualitas jawaban yang diberikan oleh peserta yang meliputi : kelogisan jawaban. dll. Tafsir. Metode ini bisa digambarkan sebagai bentuk kegiatan belajar mengajar dalam sebuah forum (bisasnya di kelas atau masjid) yang dipandu oleh pembimbing / guru dan diikuti oleh santri-santri yang dianggap sudah menguasai kitab-kitab tertentu untuk memecahkan permasalahan kontemporer di sekitar hukum-hukum fiqh (termasuk di dalamnya ibadah). nalar dan bahasa yang ditampilkan. serta kualitas pertanyaan atau sanggahan yang dikemukakan. Pada dasarnya metode ini adalah metode penugasan mencari rujukan terhadap beberapa topik dalam bidang ilmu tertentu (Fiqh. sebagai wahana menguji 83 . dimana santrisantri tersebut sudah dianggap mampu atau menguasi kitab-kitab yang menjadi rujukan masalah yang akan di bahas. G. Hadits.

kemampuan mereka—setelah memsantrii B. Termasuk dalam kegiatan ini adalah Fath al-Mu’jam. paham (madzhab). Santri diberi tugas untuk membahas persoalan-persoalan tertentu dalam akidah. Metode muqoronah akhirnya berkembang pada perbandingan ajaran-ajaran agama. Karena itulah cara yang bisa ditempuh agar di Pondok Pesantren tetap bisa digandrungi oleh masyarakat. Hal itu disebabkan karena terpengaruh oleh perkembangan hidup modern yang menuntut orang maupun lembaga untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. tasawwuf. dll. Artinya dengan memadukan pola pendidikan tradisional dengan pola pendidikan modern. metode.. hadis. maupun perbandingan kitab. dengan diterapkannya sistem klasikal di Pondok Pesantren. H. Saat ini. terutama dalam menelusuri dan mencari makna kosa kata. mau tak mau pengayaan metodologi tidak lagi sebatas yang sudah di kenal di kalangan Pondok. Metode Muqoronah Metode muqoronah adalah sebuah metode yang terfokus pada kegiatan perbandingan. fiqih. tafsir. Untuk model metode muqoronah ajaran agama biasanya berkembang di bangku Perguruan Tinggi Pondok Pesantren (Ma`had `Ali) dikenal dengan istilah Muqoronatul Adyan. Sedangkan perbandingan paham atau aliran dikenal dengan istilah muqoronatul madzahib (perbandingan Mazhab). baik perbandingan materi. yaitu latihan dan ujian membuka kamus berbahasa Arab untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan berbahasa Arab santri. yaitu dengan dikenalkannya sistem Madrasah. 84 . Arab. serta kemudian membuat dan menyerahkan laporan tertulis mengenai hasil kajiannya kepada guru pembimbing.

Pengembangan metode pendidikan saat ini sudah mulai mengenalkan metode-metode seperti tanya jawab . Metode Muhawarah / Muhadatsah Metode muhawarah adalah merupakan latihan bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Arab. bahasa asing yang dipergunakan sebagai alat komunikasi untuk para santri. ceramah. Di beberapa pondok pesantren lain. akan tetapi hanya satu kali atau dua kali dalam seminggu dan digabungkan dengan latihan Muhadlarah/Khitabah (Pidato). baik Arab maupun Inggris 85 . Metode metode ini tidak kami bahas dalam buku ini. Kepada mereka diberikan perbendaharaan kata-kata bahasa Arab atau Inggris yang sering dipergunakan untuk dihafalkan sedikit demi sedikit sehingga mencapai target yang telah ditentukan untuk jangka waktu tertentu. Pada beberapa pesantren. I. dan seterusnya. Sehingga percakapan sehari-hari yang dipergunakan santri adalah bahasa Arab dan Inggris. penugasan. mengingat metodologi tersebut sudah umum dan banyak dibahas di buku-buku metodologi pendidikan. Setelah para santri telah menguasai banyak kosa kata. Aktivitas ini biasanya diwajibkan oleh Pondok Pesantren kepada para santri selama mereka tinggal di Pondok Pesantren. kepada mereka diwajibkan untuk menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. latihan muhawarah atau muhadasah ini tidak diwajibkan setiap hari. Para santri diwajibkan untuk bercakap-cakap baik dengan sesama santri maupun dengan para ustadz atau kyai dengan menggunakan bahasa Arab pada waktu-waktu tertentu. Diskusi. tidak hanya menggunakan bahasa Arab tetapi juga bahasa Inggris. Pada pesantren ini latihan bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa asing.

hanyalah merupakan pelajaran tambahan (complementer) bukan pelajaran pokok. Untuk meningkatkan motivasi santri. dilakukan langkahlangkah berikut ini: • Para santri diberikan buku panduan yang berisi daftar kosa kata dalam bahasa Arab (atau Inggris). Dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ini. • Kepada mereka diwajibkan untuk menghafal sejumlah kosa kata dari buku panduan tersebut. Pada pesantren yang menjadikan bahasa Arab dan Inggris sebagai alat kominkasi sehari-hari latihan percakapan tidak hanya dilakukan di kelas dalam waktu terjadual. Kepada mereka yang tidak menggunakan bahasa Arab atau Inggris dikenai sangsi tertentu sebagai alat pendidikan. • Kegaiatan pembelajaran dilakukan secara kelompok atau klasikal dengan dipandu oleh seorang ustadz berdasarkan jadual yang telah ditentukan sebelumnya secara rutin. Biasanya satu minggu sekali. contoh-contoh percakapan serta aturan-aturan lainnya. Biasanya diberikan target harian. tetapi dilakukan di mana dan kapan saja selama mereka berada dalam lingkungan pesantren. Latihan percakapan dapat juga dilakukan dengan meminta para santri untuk mendiskusikan (musyawarah) topik tertentu dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. pesantren biasanya menciptakan 86 . • Ustadz melakukan tanya jawab dengan para santri dengan menggunakan bahasa Arab atau ustadz meminta dua orang santri atau lebih untuk memperagakan tanya jawab di hadapan teman-temannya secara bergiliran.

nama-nama benda dan tempat di lingkungan pesantren ditulis dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris itu. 87 . Menilai percakapan para santri ketika mendemonstrasikan kemampuannya di hadapan teman-temannya.lingkungan bahasa asing itu. Misalnya. • Meminta santri untuk mengomentari kandungan teks kitab tertentu dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. Untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode muhadatsah atau muhawarah ini dapat dilakukan dengan : • • Menilai kualitas jawaban santri ketika dilakukan tanya jawab dengan ustadz. • Mengamati percakapan para santri sewaktu kegiatan musyawarah dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris.

H Wahid Hasyim. Pada kesempatan yang lain K. sejumlah orang tua memindahkan anaknya ke pesantren lain karena Tebu Ireng dianggap sudah terlalu 88 . misalnya mengusulkan kepada ayahnya suatu perubahan radikal dalam sistem pengajaran di pesantren. sejak saat itu surat kabar berbahasa Melayu masuk pesantren. dari sistem Bandungan diganti dengan sistem Tutorial. Tujuannya untuk mengembangkan inisiatif dan kepribadian para santri di pesantren dan murid-murid di sekolahan.H Wahid Hasyim sistem pengajaran di atas seharusnya diganti.H Hasyim Asy’ari di anggap cukup konservatif. K.H Hasyim Asy’ari memasukkan mata pelajaran umum. yang sistematis dan tepat diterapkan pada anak didik di suatu lembaga pendidikan sekarang ini. Menurut K. sejarah dan bahasa Melayu di lembaga pendidikannya.BAB IV ISYU-ISYU PEMBAHARUAN PESANTREN Pembaharuan pendidikan di kalangan pesantren sebenarnya sudah banyak dilakukan.H Mahin Ilyas dengan persetujuan K. K. namun pembaharuannya dalam pesantren sempat menimbulkan reaksi yang cukup hebat. sehingga beliau mengusulkan untuk mendirikan Madrasah Nidzomiyah pada tahun 1934 dengan menempatkan pengajaran pengetahuan umum 70 % dari seluruh kurikulum Madrasah tersebut. ilmu bumi. Tapi usulannya tersebut tidak disetujui oleh ayahnya dengan dalih jika diterapkan akan menciptakan kekacauan antara sesama pimpinan pesantren. setidaknya melalui sumbangan pemikiran atau pun usulan-usulan tertentu. menulis huruf latin. misalnya membaca.

begitu juga pengalaman-pengalaman lembaga pendidikan keagamaan agama lain. dalam waktu yang sangat panjang pesantren secara agak seragam mempergunakan metode pengajaran yang lazim disebut dengan sistem Weton atau Sorogan sebagaimana dibahas di muka. Harapannya agar pondok pesantren dapat lebih melihat pengalaman-pengalaman Islam di luar. KH.modern. juga untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih oleh rakyat Indonesia. dan secara historis memegang peran penting dalam kebangkitan Nasional. Berbeda dengan sistem pengajaran pesantren yang berlaku di kebanyakan 89 . Imam Zarkasyi Pembaharuan yang dilakukan oleh Imam Zarkasyi di Pondok Pesantren yang dibinanya adalah meliputi : a. Perlu pemikiran yang integral sebagai suatu kemutlakan dalam mengarahkan pondok pesantren menjadi potensi pembangunan. Dalam hal ini perkembangan pesantren harus di sesuaikan dengan kebutuhan pembangunan. A. Meskipun demikian. baik soal-soal kurikuler maupun kelembagaannya. Beliau menunjuk nilai strategis pondok pesantren yang umumnya berada di desa.A Mukti Ali mengatakan dalam masalah ini perlu adanya pembaharuan sistem pendidikan di pesantren. H. Metode dan Sistem Pengajaran Metode pengajaran sebenarnya merupakan hal yang setiap kali dapat berkembang dan berubah sesuai dengan penemuan metode yang lebih efektif dan efisien untuk mengejarkan masing-masing cabang ilmu pengetahuan.

menulis. Menurut beliau ukuran dari suatu lembaga pendidikan itu bukanlah materi pelajarannya. Maka dieperlukan pembaharuan metodologi dan sistem pengajaran.pesantren KH Imam Zarkasyi dengan pendekatan "efisiensi waktu" dalam pengajaran. anak didik dicanangkan harus menguasai bahasa sebagai kunci pengetahuan. setelah itu cara atau metode pengajaran. tapi dengan cara pengajaran yang baik akan menghasilkan hasil yang baik. yakni biaya dan waktu yang dikeluarkan sedikit tetapi dapat menghasilkan produksi yang besar dan bermutu.14 dengan alasan membekali kunci ilmu pengetahuan agama islam dan umum. materi pelajaran boleh sederhana. dengan ungkapannya bahasa yang tidak diucapkan sama dengan tidak dipelajari. sementara materi baru menduduki rengking berikutnya. mereka bisa mengembangkan pengetahuan 14 Ini merupakan kriteria yang diakui para ahli pengajaran bahasa modern. maka pembaharuan yang pertama adalah dalam hal mempelajari bahasa. Hal ini senantiasa didengungkan beliau pada acara perkenalan tentang pondok maupun acara-acara kuliah umum dihadapan santrinya. 90 . Berangkat dari situ kemudian beliau mengadakan perubahan dalam cara mempelajari bahasa Arab. dengan berbekal bahasa mereka bisa menggali sendiri ilmu pengetahuan untuk bekal hidup mereka. belajar bahasa Arab adalah untuk bisa membaca. karena guru adalah pelaku pendidikan. mendengarkan dan mengucapkan. Landasan efesiensi waktu ini kemudian dijadikan dasar dalam pembaharuan pesantren yang kemudian dalam bentuk nyata yaitu Pondok Modern Gontor. kemudian gurunya. Bagi Imam Zarkasyi yang terpenting bagi lembaga pendidikan adalah pimpinannya atau kepala sekolah jika itu berbentuk sekolah.

guru dan kyainya. Setelah itu diharapkan akan membukakan wawasan pengetahuan santri hingga mampu menjadi 91 .keagamaannya dengan merujuk sendiri kepada kitab-kitab referensi yang ditulis dengan bahasa Arab. Indonesia. yaitu jangan sampai usia habis hanya dipakai untuk menguasai kaidah bahasa atau gramatika saja. Inggris. serta latihan muhadatsah baik Arab maupun Ingris. sementara untuk pengetahuan umumnya para santri dipersiapkan dengan penguasaan bahasa Inggris. lomba baca puisi juga dalam tiga bahasa. Repolusi pengajaran bahasa ini merupakan hasil dari suatu rencana yang panjang. seperti ustadz yang siap ditanya kapan saja. serta membaca. menulis baik menuliskan huruf maupun mengarang. penerbitan majalah dinding yang dikelola santri yang juga dalam tiga bahasa. Al-hasil pesantren menjadi semacam labolatorium bahasa alami dengan bahasa asing yang dipelajari sebagai bahasa komunikasi anatara sesama santri. dalam mendengarkan. Untuk mewujudkan proses pembelajaran bahasa seperti itu didukung dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana. dengan pendek kata semua kegiatan dipesantren mendukung pembelajaran bahasa dari ucapan. berbagai kegiatan seperti latihan pidato dalam tiga bahasa Arab. dengan langklah perbaikan metodologis pengajaran bahasa ini diharapkan "waktu" yang terbuang untuk menggeluti gramatika bisa dipakai untuk menggali pengetahuan agama dari sumbernya yang berbahasa Arab. Untuk itulah pengajaran bahasa Arab maupun Inggris diorientasikan pada penguasaan keempat kemahiran bahasa di atas dengan mengutamakan praktek. sementara tujuan pengarajan bahasa sebagai alat untuk mencari pengetahuan terabaikan. parktek dalam berbicara. penglihatan maupun pendengaran. lomba teater dalam tiga bahasa.

bagi guru yang melanggar disiplin tersebut akan diberi sanksi di hadapan guru-guru yang lain pada acara pembinaan mingguan yang dikenal dengan kemisan. Imam Zarkasyi (Kuliah Umum) dan pengamatan penulis secara partisifatif. gambaran di atas tidak bisa dijadikan dasar untuk mengklaim bahwa Gontor 92 . Guru pun demikian. Jadi guru dituntut untuk menguasai metodologi pengajaran. . Metode dan sistem pengajaran tersebut diterapkan dalam teori dan praktek yang tepat. karena menurut Imam Zarkasyi bahwa penguasaan metodologi pengajaran lebih penting daripada penguasaan materi atau substansi itu sendiri yang dikenal dalam bahasa Arabnya At-Thariqah Ahammu Min al-Maddah. yang berlaku baik bagi santri maupun guru. dimana guru akan menyerahkan I’dadnya tersebut kepada guru yang lebih senior yang ditunjuk oleh pimpinan pesantren. bagi guru yang akan mengajar pada keesokan harinya harus membuat I’dad (persiapan mengajar) tertulis. Untuk mewujudkan teorinya tentang kepala sekolah dan guru sebagai sentral aktivitas pendidikan KH Imam zarkasyi sangat ketat memperhatikan metodologi pengajaran. Suatu contoh dalam hal berdisiplin."perekat ummat" sebagai agenda utama ummat Islam. Sehingga untuk santri yang bertindak sebagai pemberi sanksi adalah pengurus organisasi yang ditunjuk oleh Kiai untuk menindak mereka yang melanggar aturan tersebut. tugas guru sebelum mengajar yang paling utama adalah membuat rencanan pengajaran dan persiapan satuan pelajaran (Satpel) yang di Gontor dikenal dengan sebutan I'dad Tadris. yaitu dengan memberlakukan fungsi kontrol atas penggunaan metode pengajaran.15 15 Disarikan dari ceramah-ceramah KH.

Di pesantren lain diajarkan pendalaman ilmu Nahwu Sharaf dari kitab Alfiyah Karangan Imam Malik. karena gambaran suatu sistem pesantren lebih merupakan pengalaman individu para penghuninya. Sebagai contoh. 16 Kini kurikulum KMI Gontor telah dikembangkan di tidak kurang dari 300 pesantren alumni Gontor yang mneyebar di Indonesia dengan berbagai variannya. 93 . mengembangkan pengetahuannya dengan bermodalkan bahasa baik pengetahuan umum maupun agama. dan tidak bisa diungkapkan lewat tulisan yang singkat ini. Mahmud Yunus. b. di lembaga pendidikannya para santri diajarkan pemahaman ilmu Fiqh dari kitab Bidayatul-Mujtahid karangan Ibnu Rusyd di mana di pesantren tradisionil jarang diajarkan. Jadi tidak mengacu pada kurikulum Departemen Agama atau Departemen Pendidikan Nasional. artinya anak -anak dibekali cara ibadah sehari-hari dengan baik --biasa disampaikan dalam ceramah beliau-. tetapi di lembaga pendidikannya beliau memakai kitab kecil Nahwul-Wadhih yang banyak ikhtisar contoh-contohnya. dan bisa mengembangkan dirinya di masyarakat.Perubahan yang dilakukan KH. Juga berbeda dengan kurikulum yang ada di pesantren tradisionil16. Kurikulum Pendidian Pesantren Kurikulum yang diterapkan oleh Imam Zarkasyi pada lembaga pendidikan Pondok Modern (KMI) adalah kurikulum yang dicanang untuk pendikan dasar. bisa beramal sholeh.dengan harapan output dari pesantren tersebut bisa beribadah. Imam Zarkasyi bagaimanapun mata rantainnya dihubungkan dengan Prof. Imam Zarkasyi boleh dikatakan berhasil dalam menerapkan metode pengajaran bahasa tersebut karena melaksanakannya secara utuh. Di hanya mengajarkan bahasa.

Dalam benak Imam Zarkasyi timbul pemikiran tentang perpaduan pengajaran ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum. Mantiq. Fisika. Di samping mempelajari kitab Durusul-Lughah (dasar-dasar bahasa Arab). Imam Zarkasyi dimulai sejak berakhirnya masa belajar beliau di berbagai tempat dari tahun 1935 hingga tahun wafatnya beliau. Mahfudzat. Ilmu tata buku (administrasi). Matematika. Pemikiran pendidikan yang diterapkan oleh KH. Berbeda dengan Zamakhsari Dlofir. ketika beliau mendengar pemberitahuan dari pemerintah tentang seorang utusan/delegasi yang mampu menguasai dua bahasa sekaligus untuk dikirim ke suatu Pertemuan Kenegaraan. Bahasa Inggeris dan Grammarnya. 94 . tapi merupakan khazanah yang perlu dikaji untuk mengingat kembali zaman keemasan peradaban Islam dahulu kala. pada tahun 1985. Sejarah. Arab dan Inggeris dalam teori dan praktek. Imam Zarkasyi tidak menganggap pengajaran kitab-kitab Islam klasik sebagai elemen dasar dari tradisi suatu pesantren. Sejak saat itu beliau mulai berfikir untuk menerapkan suatu pemikiran pendidikan yang mengarah ke masalah tersebut. Psikologi. Nahwu Sharaf. di samping penggunaan dua bahasa. Al-jabar. Di samping itu pula diajarkan ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama seperti : Bahasa Indonesia. dan lain sebagainya. Geografi. Di mana santri perlu diberi wawasan pengetahuan agama dan pengetahuan umum yang tak dapat dipisahkan satu sama lainnya untuk menghadapi era globalisasi di masa yang akan datang.lembaganya para santri diajarkan kitab Tafsir al-Manar karangan Muhammad Abduh di mana di pesantren lain jarang diajarkan kepada para santrinya. Insya’ dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pengetahuan ilmu agama.

Hal seperti ini pun kemudian diikuti oleh murid-murid beliau. B. K. desa yang dipandang hitam. Sekembalinya dari Makkah. Kondisi inilah yang menariknya untuk mendirikan sebuah pesantren.H. Pesantren ini tercatat 95 . Tebu-ireng didirikan oleh K. Hasyim Asy’ari memilih untuk mendirikan pesantren di Tebu-ireng. dan perampokan. Masyarakat Tebu-ireng terbiasa dengan perjudian. di mana beliau pernah berjasa kepada agama.H A. mabuk-mabukan.Hasyim Asy’ari sebagai menantu dan kemudian dikirim ke Makkah untuk melanjutkan studi dan menetap disana selama tujuh tahun. kemudian melanjutkannya ke beberapa pesantren di Wonokromo Probolinggo.Pemikiran pendidikan Imam Zarkasyi sudah mendapat pengakuan dari kalangan akademisi di Indonesia. Bangkalan Madura. Kyai Ya’kub. K. Dari pesantren ini lahir Jam’iyah Nahdhatul Ulama yang mengikat kyai dan umat Islam Indonesia. Wahid Hasyim dan Tebu Ireng a. perzinahan. Pemimpin pesantren Siwalan mengambil K.H.H. Beliau meninggalkan peninggalan yang berharga yang akan menjadi amal jariah beliau di akhirat kelak. berupa lembaga pendidikan yang sudah diakui keberadaannya dan kepada negara di mana beliau pernah duduk dalam kepemerintahan pada Departemen Agama. dan Siwalan Panji. Sekilas Tentang Tebu-ireng Tebu-ireng merupakan salah satu kiblat pesantren di Jawa bahkan Indonesia.Hasyim Asy’ari yang mula-mula belajar dibawah bimbingan ayahnya sendiri.

Pesantren Tebu-ireng sebagaimana pesantren lainnya memusatkan kegiatan akademiknya dalam bidang agama. sering hadir mengikuti halaqah hadist yang sampaikannya. dengan syarat ada rujukan dari berbagai sumber. Van den berg seperti dikutip Martin dalam penelitiannya tentang kitab-kitab yang digunakan di pesantren pada abad ke-19 tidak mencantumkan kitab hadist.resmi tahun 1899 M / 1324 H. Kesamaan mata pelajaran dan metode pengajaran tidak bisa lepas dari kebersamaan pemimpin pesantren dalam menuntut ilmu dari berbagai ulama di berbagai pesantren di tanah air dan tanah suci. Namun demikian bukan berarti mereka tidak mau mengadakan perubahan dalam bidang studi maupun metode yang digunakan.Hasyim Asy’ari seorang ulama yang pertama kali memperkenalkan dan mengajarkan mata pelajaran tersebut. Setelah tahun 1916. Salah seorang gurunya Kyai Khalil Bangkalan.H. Mereka diberi kebebasan dalam mengajukan argumen terhadap suatu masalah yang diajukan serta berdebat. terutama mata pelajaran hadist. pesantren Tebu-ireng mulai sejak berdirinya tahun 1899 sampai tahun 1916 memakai sistem sorogan dan bandongan sebagai metode utama dalam mentransformasi ilmu. pesantren Tebu-ireng menggunakan metode musyawarah yang dikembangkan di kalangan santri senior dalam rangka memperdalam pengetahuannya serta menumbuhkan sikap kritis pada para santri. Dalam sistem pengajaran. menurut Martin Van Bruinessen merupakan inivasi baru dalam dunia pendidikan pesantren. Pengenalan mata pelajaran hadist sebagai objek studi di pesantren. K. terutama karya-karya Imam 96 .

Kyai Zubair (Reksosari. K. Salatiga). seperti : Bahasa Indonesia (Melayu).Syafi’i dalam masalah fiqih. karena pesantren Tebu-ireng sudah dianggap sudah terlalu modern. dengan dukungan Wahid Hasyim. dan ilmu Bumi. Kyai Ma’sum menantu K.Muhammad Ilyas. dan Wahid Hasyim putra beliau sendiri.H . Matematika. Reaksi tersebut tidak menyurutkan proses pembaharuan pesantren Tebu-ireng. Kyai As’ad Syamsul Arifin (Asembagus. Muhammad Ilyas memasukkan pelajaran bahasa Belanda dan sejarah kedalam kurikulum madrasah atas persetujuan K.H. Situbondo). seperti : Kyai Manaf Abdul Karim (Lirboyo. yaitu K. dan banyak lagi yang lainnya.Hasyim Asy’ari. Hal tersebut terus berlangsung dan dilanjutkan oleh Wahid Hasyim dengan mendirikan madrasah modern di lingkungan pesantren. Kediri).Hasyim Asy’ari . Kediri). Kyai Jazuli (Ploso.H. Pada tahun 1926. Kyai Abbas (Buntet Cirebon).H. sehingga banyak santri mejadi ulama dan akhirnya memimpin pesantren. Metode musyawarah yang dikembangkan K. Pemikiran Wahid Hasyim tentang Pendidikan Pondok Pesantren 97 .H. b. Pada tahun 1916. sehingga sejumlah orang tua memindahkan anak-anaknya ke pesantren yang lain. Prakarsa pembaharuan pendidikan pesantren Tebu-ireng datang dari murid dan putranya. Pembaharuan pendidikan pesantren Tebu-ireng menimbulkan reaksi yang cukup hebat dari masyarakat dan kalangan pesantren. memasukkan sistem madrasah ke dalam sistem pendidikan pesantren.Hasyim Asy’ari di pesantren Tebu-ireng sangat efektif dalam proses belajar mengajar para santrinya. Pada tahun 19Tiga tahun berikutnya kurikulum madrasah tersebut ditambah dengan pendidikan umum.

yaitu di pesantren Tebu Ireng. Hal ini mempengaruhi pemikiran Wahid Hasyim dalam memperbaharui sistem pendidikan pesantren. untuk mengejar ketinggalan dan keterbelakangan mereka. Gerakan pembaharuan di dunia Islam berpengaruh pula ke Indonesia.Umat Islam yang mulai menyadari akan kelemahan dan keterbelakangannya di abad 20.Musyawarah. 1. Wahid Hasyim kembali ke Indonesia. Rasyid Ridha. terutama di negara-negara Islam Timur Tengah. majalah. Umul Qurra. Kullu 98 . Disamping itu ia mempelajari literatur yang ada kaitannya dengan masalah yang sedang dihadapi. dan lainnya. al-Lata’if al. maka muncullah para pembaharu dalam dunia Islam seperti : Abdullah bin Abdul Wahab. Dengan demikian ia banyak menggunakan waktunya untuk membaca bukubuku. termasuk usaha-usaha dalam bidang pendidikan. bahkan ia mengadakan studi cooperative ke luar negeri. Sautul hijaz. Studi comporative tidak hanya dilakukan didalam negeri. Pandji Pustaka. Daulat Ra’jat. antara lain : Penyeber Semangat. Disamping itu ia juga mengadakan perjalanan untuk mengadakan studi comparative tentang berbagai model pendidikan yang sedang berkembang di lingkungan pesantren maupun sekolah-sekolah umum yang dikelola oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Aspek Tujuan Pada tahun 1993. ia mulai terjun dalam dunia pendidikan. Muhammad Abduh. Majalah dan surat kabar yang ia baca. mulai berusaha mengadakan pembaharuan dalam segala bidang kehidupan. dan surat kabar yang mendukung perjuangannya. Jalaluddin al-Afghani. Secara berhati-hati ia menyusun dan mengembangkan ide-ide tentang pembaharuan pendidikan Islam.

Ia tidak ingin gerakan ini gagal di tengah jalan. disebabkan oleh sumber teologi yang fatalistis dan tidak rasional. sakral dan sebagainya. ritual.Syaiin wal Dunya. nyaris terlepas dari urusan duniawiyah (dunia). Orientasi pendidikan yang hanya berkonsentarsi pada urusan akhirat menurut Al-Amir Syakib Arsalan. bahwa dengan sungguh. Hal ini memudahkan kita untuk memahami mengapa ia mengadakan rekonstruksi terhadap sistem pendidikan pesantren. sedang kelima majalah Arab di atas diterbitkan di Timur Tengah. ia mengadakan langkah-langkah sebagai berikut : Menggambarkan tujuan dengan sejelas-jelasnya. Untuk itu. sedangkan “dunia kini” dianggap sebagai dunia mainan. Adalah sangat menarik diperhatikan disini bahwasannya sejak muda ia telah melibatkan diri dengan pola pikir dari kelompok masyarakat dan golongan yang lebih luas. Memberikan keyakinan dan cara.sungguh tujuan dapat dicapai. merupakan salah satu penyebab tertinggalnya kaum muslim 99 . Menggambarkan cara mencapai tujuan itu. Pada awal tujuan yang pendidikan Islam khususnya pesantren lebih berkonsentrasi pada urusan ukhrawiyah (akhirat). warna sistem pendidikan pesantren sangat didominasi oleh warna-warna fiqih. dan al-Istnain. tasawuf. Orientasi demikianlah menurut Mastuhu. Ketiga majalah Indnesia tersebut diterbitkan oleh kalangan nasionalis. Karena tujuannya yang demikian. Dalam mengadakan perubahan terhadap sistem pendidikan pesantren. Orientasinya kemasa lampau dan terpaku ke “dunia sana”. ia membuat perencanaan yang matang.

Penolakan tersebut menurutnya tidak rasional dan bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Bukankah manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi dan memakmurkannya.pelajaran non-agama masuk dalam kurikulum pesantren. antara lain: • Para santri tidak perlu menghabiskan waktu sampai puluhan tahun untuk belajar bahasa Arab dan mengakumulasi pengetahuan dari para kyai di berbagai pesantren. Ia menyarankan hendaknya sebagian besar santri untuk tidak menjadi ulama. sehingga ulama hanya digunakan untuk orangorang yang menekuni bidang-bidang ilmu agama dan merendahkan ilmu.ilmu umum. Ada beberapa alasan mengapa Wahid Hasyim mengusulkan alternatif demikian. Wahid Hasyim memberikan alternatif lain kepada para santri.dengan negara-negara lain. Dalam hal tujuan belajar di pesantren. Di samping itu pengertian ulama dalam kalangan pesantren telah mengalami penyempitan makna. Hal tersebut cukup beralasan. Dengan alasan pelajaran tersebut tidak sesui dengan tujuan keagamaan yang dimiliki pesantren. • Para santri dapat mempelajari agama Islam dari buku-buku yang ditulis 100 . karena dalam kenyataanya bahwa dalam sietem pendidikan agama yang paling eksklusif sekalipun. Dari hal diatas kemudian tujuan pesantren dirumuskan hanya sebagai “mencetak” para ulama / ahli agama belaka. Bagaimana manusia dapat memakmurkan bumi tanpa ilmu pengetahuan. mengakibatkan pesantren tidak menerima untuk tidak dikatakan menolak. tidak semua siswanya dapat “dicetak” menjadi ulama.

2. wawasan berfikir Wahid Hasyim dikenal cukup luas. Hal ini dapat diduga sebagai hasil dari luasnya bacaan beliau. sebagai mana telah disinggung diatas. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pesantren menurut Wahid Hasyim adalah mencetak santri yang berkepribadian muslim dan bertaqwa kepada Allah serta memiliki ketrampilan sehingga santri dapat mandiri dan berkiprah pada masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan rumusan tujuan pendidikan yang demikian ia tidak ingin lagi melihat santri yang lebih rendah kedudukannya dalam masyarakat dari kaum terpelajar Barat. Pada tahun 1935.H Muhammad Ilyas mendirikan madrasah Nizhamiyah.dengan bahasa latin. Aspek Kurikulum Meski tidak pernah mengenyam pendidikan modern. ia bersama K. ia tetap berharap adanya sebagian santri yang betul-betul menjadi ulama dengan mempelajari bahasa Arab dan pengetahuan agama secara mendalam. merupakan wujud dari upaya pembaharuan pendidikan Islam yang dilakukan oleh cendikiawan muslim termasuk didalamnya Wahid Hasyim. Berkembangnya madrasah di Indonesia di awal abad ke-20. Walau demikian. yang melihat bahwa lembaga pendidikan Islam ( 101 . • Para santri dapat memfokuskan waktunya untuk mempelajari berbagai pengetahuan dan ketrampilan lainnya yang dapat digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri dan masyarakat. misalnya. Wawasan ini kemudian diaplikasikan dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial dan pendidikan.

Dengan penguasaan ketiga komponen tersebut santri akan mampu bersaing dengan mereka yang mendapatkan pendidikan Barat dalam menempati posisi di masyarakat. termasuk bahasa Belanda dan Inggris.bahkan pengetahuan umum. Kedekatan sistem belajar mengajar ala madrasah dengan sistem belajar mengajar ala sekolah yang dikembangkan Pemerintah Kolonial Belanda saat itu. dasi dan topi. Usaha pembaharuan yang dilakukannya bukan pekerjaan yang tanpa resiko.pesantren ) dalam beberapa hal tidak lagi sesuai dengan tintutan dan perkembangan zaman. membuat banyak orang berpendapat bahwa madrasah sebenarnya merupakan bentuk lain dari sekolah. Madrasah Nizamiyah didirikan dengan pertimbangan bahwa kurikulum pesantren yang hanya memfokuskan kepada ilmu-ilmu agama mengakibatkan santri mengalami kesulitan untuk bersaing dengan siswa yang mendapat pendidikan Barat. 102 . hanya saja diberi muatan dan corak keislaman. Apa yang dilakukan Wahid Hasyim jelas merupakan inovasi baru bagi kalangan pesantren. bahasa asing. seperti memakai pantalon. Kelemahan santri menurut Wahid Hasyim. Untuk itu ia mendisain kurikulum madrasah tersebut dengan kurikulum yang hanya ilmu-ilmu agama tetapi juga ilmu-ilmu umum. pelajaran umum masih dianggap tabu dalam kalangan pesantren karena identik dengan penjajah. dan skill dalam berorganisasi. Kebencian pesantren terhadap penjajah membuat pesatren mengharamkan semua yang berkaitan dengannya. disebabkan oleh lemahnya penguasaan pengetahuan umum (sekuler). Pada saat itu.

Selain itu ia pun ingin menghilangkan dikotomi ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum yang saat itu melanda dunia pendidikan Islam pada umumnya dan khususnya pondok pesantren. Sekembalinya ke Tebu-ireng.banyak kritikan yang datang datang dari masyarakat bahkan ulama pesantren. Kritikan itu disambut olehnya dengan tenang dan ia tetap berjalan dengan keyakinannya sebagai seorang idealist. Dalam pandangan Al-Qur’an. ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul tehadap makhluk-makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahan. 3. Ia menganggap bahwa Islam tidak memisahkan pengetahuan agama dan pengetahuan umum. Yang menonjol dalam hal kurikulum ini adalah pemahaman Wahid Hasyim terhadap konsep ilmu. ia pun dianggap telah merusak sistem pendidikan pesantren. Saksinya ratusan ayat Al-Qur’an. Dikotomi tersebut menurut Wahid Hasyim sangat berbahaya bagi umat Islam Indonesia. sistem pendidikan semacam ini akan melahirkan ilmuan-ilmuan yang tak bermoral dan ulama yang tidak kenal zamannya. yaitu pendidikan umum disatu pihak dan pendidikan agama dipihak lain adalah warisan Kolonial Belanda. Aspek Metode Pengajaran Wahid Hasyim ketika berumur 17 tahun sempat belajar selama 1 tahun di Makkah. dan lain sebagainya. Tidak ada yang menyangkal dikotomi pendidikan di Indonesia. kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang 854 kali dalam Al-Qur’an. ia mengusulkan kepada ayahnya suatu 103 . Ia dianggap telah mencampuradukkan perkara agama dan dunia.

pendapat guru bukanlah suatu kebenaran mutlak sehingga kendapatnya dapat dipertanyakan bahkan dibantah oleh santri ( murid ) dan proses belajar mengajar berorientasi pada murid sehingga potensi yang dimiliki akan terwujud dan ia akan menjadi dirinya sendiri. tidak ada kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau berdiskusi. dimana posisi guru ditempatkan bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar. Dewan Islam. Al-Munawarah. Perubahan metode pengajaran dan pendirian perpustakaan merupakan kemajuan Wahid Hasyim. seperti : Panji Islam. Kesebelas jurnal diatas mewakili Pandangan kaum tradisionalis. Wahid Hasyim belum merasa puas dengan perubahan yang ia lakukan. menulis catatan. modernis. Nurul Islam. Selain itu ia juga mendirikan perpustakaan dengan koleksi buku 1. Islam Bergerak. Usulan itu antara lain agar sistem bandongan di ganti dengan sistem tutorial yang sistematis dengan tujuan untuk mengembangkan inisiatif dan kepribadian santri. Adil. Berita Nahdhatul Ulama. Secara singkat. Perpustakaan tersebut juga berlangganan majalah dan surat kabar. Pada tahun 1936 ia mendirikan IKPI ( Ikatan Pelajar Islam ). ia pun menganjurkan para santri untuk belajar organisasi dan membaca. dan menghapalkan mata pelajaran yang telah diberikan.perubahan metode pengajaran di pesantren. Panji Pustaka. Dengan hal tersebut Wahid Hasyim mengharapkan terjadinya proses belajar mengajar yang dialogis. menurut metode bandongan akan menciptakan kepastian dalam diri santri. Pustaka Timur. 104 . yang luar biasa yang terjadi pada pesanten ketika itu. Hal ini dikarenakan dalam kelas yang menggunakan metode tersebut santri datang hanya mendengar. dan nasionalis . Pujangga Baru.000 buku yang kebanyakan buku-buku keagamaan. dan Penyebar Semangat.

dan fasilitator dalam proses pembelajaran. Ahmad Dahlan DanPerguruan Muhammadiyah Mengapa perlu mengemukakan profil Ahmad Dahlan dalam pembahasan pondok pesantren ini. C. Berbagai jenis pendidikan sepertisekolah. bidang pendidikan merupakan amal usaha Muhammadiyah yang terbesar.Dalam proses pembelajaran murid tidak hanya dijadikan objek pendidikan akan tetapi ia dijadikan subjek pendidikan itu sendiri. Besarnya jumlah lembaga pendidikan tersebut merupakan bukti konkrit peran penting Muhammadiyah dalam proses pemberdayaan umat Islam dan pencerdasan bangsa. Bahkan. tetapi beliau merupakan cikal bakal Perguruan Muhammadiyah yang beberapa diantaranya bida disebut dengan Pondok Pesantren. diulas dalam buku ini. dan pesantren dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi berdiri kokoh di seluruh penjuru Nusantara Bahkan di beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. KH. sebagai ormas Islam terbesar kedua setelah Nahdlatul Ulama. Dalam konteks ini Muhammadiyah tidak hanya berhasil mengentaskan bangsa Indonesia dan umat Islam dari kebodohan dan penindasan. tetapi juga menawarkan 105 . paling tidak kita bisa mengenal ide-ide dalam pendidikan dan kepesantrenan dalam Perguruan Muhammadiyah. Dibandingkan dengan amal usaha lainnya. pendidikan telah menjadi “trade-mark” gerakan Muhammadiyah. madrasah. Mungkin itu pertanyaan yang pertama kali dilontarkan ketika nama pendiri Muhammadiyah. Sedangkan Guru memposisikan diri sebagai motivator. bahkan di dunia. Tidak ada alasan spesifik memang. Dilihat dari jumlah amal usahanya Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Dari pernikahannya dengan Siti Walidah. Ahmad Dahlan dikaruniai dua orang putra dan empat orang putri. hadits. Ahmad Dahlan menikah dengan Siti Walidah. Salah satu tokoh pendidikan Muhammadiyah yang paling menonjol adalah Ahmad Dahlan . Dalam kesempatan tersebut. nahwu. Diskusi tentang pendidikan Muhammadiyah sebagai salah satu pembaharu pendidikan Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pemikiran para pendirinya. Pada tahun 1890. Seperti umumnya para santri pada waktu itu. di saat usia mencapai 22 tahun. Ahmad Dahlan tidak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah-sekolah model pendidikan Belanda. Dalam salah satu sejarah disebutkan Ahmad Dahlan pernah belajar ilmu falaq kepada Kyai Saleh Darat.suatu model pembaharuan sistem pendidikan “modern” yang tetap terjaga identitas dan kelangsungannya. Ahmad Dahlan banyak belajar ilmu agama dari para ulama 106 . gadis Kauman yang masih sepupunya. setelah memiliki dasar-dasar pendidikan agama Islam Ahmad Dahlan menjadi “musafir pencari ilmu” yang mengembara dari satu pesantren ke pesantren lainnya untuk mendalami ilmu agama seperti ilmu fiqh. Di pesantren ini pula. KH Hasyim Asy’ari. qira’ah dan falaq. penggagas dan pendiri gerakan Muhammadiyah yang karena perjuangan dan kepeloporannya dalam memajukan bangsa dan pendidikan nasional dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Semarang. Ahmad Dahlan dikirim oleh ayahnya untuk melaksanakan ibadah haji dan memperdalam ilmu agama. salah seorang ulama terkenal yang tinggal di kampung Darat. pendiri Nahdhatul Ulama (NU) pernah belajar.

Ahmad Dahlan tidak langsung pulang ke tanah air melainkan menyempatkan diri tinggal di Makkah selama satu setengah tahun untuk memperdalam ilmu agama kepada para ulama Timur Tengah. Kesempatan dialog yang pada akhirnya mengilhami dan mendorongnya untuk melakukan reformasi di Indonesia adalah dialognya dengan Syeikh Muhammad Rasyid Ridha. Sepulang dari ibadah haji yang pertama Ahmad Dahlan kemudian mulai mengajar mengaji di kampungnya dan beberapa kali menjadi badal ayahnya bahkan karena kemampuannya. Setelah ibadah haji. ilmu falaq kepada Kyai Asy’ari Bacaan dan ilmu qiraah kepada Syeikh Ali al-Musri Makkah. Ahmad Dahlan kemudian diangkat menjadi salah seorang khatib di masjid Besar Kasulthanan Yogyakarta menggantikan posisi ayahnya. ilmu hadits kepada mufti Madzhab Syafi’i.terkenal. Ahmad Dahlan memperdalam ilmu fiqh kepada Kyai Machfudz Termas dan Said Babusyel. 107 . Ahmad Dahlan mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya. Setelah beberapa tahun lamanya bekerja sebagai khatib dan berdagang batik di beberapa daerah. Diantara gurunya adalah Sayyid Bakri Syata’. Dalam kesempatan bermukim di Makkah tersebut Ahmad Dahlan juga sempat berdialog dengan para ulama Nusantara yang bermukim di Makkah di antaranya Muhammad Khatib Minangkabau. seorang tokoh modernis dari Mesir. salah seorang mufti Madzhab Syafi’i yang bermukim di Makkah. Kyai Mas Abdullah Surabaya dan kyai Faqih Kumambang Gresik. Kyai Nawawi Banten. Bahkan Sayyid Bakri Syata’-lah yang memberikan atau mengganti nama Muhammad Darwis menjadi Ahmad Dahlan .

Kanz al-‘Ulum. Da’irah al-Ma’arif (Farid Wajdi). Lembaga Ahmad Dahlan mendirikan organisasi 108 . Sedangkan kitab yang sering dikaji dan diajarkannya adalah . Tafsir Juz Amma (Muhammad Abduh). bid’ah. Ahmad Dahlan kemudian aktif menyebarkan gagasan Ahmad pembaharuan Islam ke pelosok-pelosok tanah air. Mereka cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang termasuk takhayul.Qashaid al-Aththa (‘Abd Athithas). dan syirk. Muhammadiyah. dan pada akhirnya -atas desakan dari para muridnya.Tafshil al-Nasyatin Tahshil al-Sa’adatain Fi’il Bid’ah (Ibnu Taimiyah). Al-Islam Wal Nasriyyah (M. Faktor terpenting yang mendorong Ahmad Dahlan untuk mendirikan organisasi adalah: • Kenyataan bahwa umat Islam Indonesia telah banyak yang meninggalkan alQur’an dan Sunnah. • Lembaga-lembaga pendidikan agama Islam yang ada ketika itu tidak efisien. Abduh) .pada tahun 1912 M. Sambil berdagang batik Dahlan melakukan tabligh dan diskusi keagamaan. tidak menjawab tantangan dan tuntutan perkembanganmasyarakat. Matan al-Hikam (Ibnu‘Atha Allah). Majalah yang dibacanya adalah al-Manar dan alUrwat al-Wutsqa. AtTauhid (Muhammad Abduh). dan lain-lain. Dengan kedalaman ilmu agama dan ketekunannya dalam mengikuti gagasangagasan pembaharuan Islam. Amalan-amalan mereka merupakan campuran antara yang hak dan yang batil. Al-Tawassul wa al-Wasilah siyyah al .Di samping aktif melakukan dialog dengan para ulama Ahmad Dahlan juga aktif membaca majalah dan kitab. Izhar al-Haqq (Rahmat Allah al-Hindi).

Sementara yang kaya tidak ingat berzakat. • Aktivitas misi Kristen semakin gencar. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan di atas Muhammadiyah melakukan berbagai aktivitas sebagai berikut: • Menggalakkan dan meningkatkan mutu pendidikan umat Islam. • Kebanyakan umat Islam terperangkap dalam fanatisme sempit. memperteguh iman. meningkatkan ibadah. dan pola hidup yang statis. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam dapat mengerti ajaran-ajaran agama mereka secara benar. Bahkan mereka mendapat bantuan dari penjajah Belanda. Mempertahankan Islam dari segala pikiran dan perbuatan yang bertentangan 109 . • Mayoritas umat Islam yang terdiri dari petani dan buruh menjadi semakin miskin. Akitabnya umat terpecah dan hal ini menyebabkan semakin melemahnya kekuatan umat. meluaskan dakwah amar makruf nahi mungkar • Mengadakan pembaruan ajaran-ajaran agama agar selaras dengan tantangan zaman. memperbaiki akhlak. Ajaran agama yang benar itu ialah yang memurnikan tauhid.pendidikan terpecah menjadi dua: pendidikan sekuler dan pendidikan pesantren yang hanya mempelajari ilmu-ilmu agama dalam arti sempit. taklid buta. sehingga hak-hak orang miskin terabaikan. • • Memperbarui ajaran-ajaran agama dan sistem pendidikan Islam.

Shalat ‘Id dilaksanakan sesuai dengan perhitungan Dahlan tetapi grebeg dilaksanakan sesuai dengan perhitungan aboge. Pertama. yang sekalipun tidak dihadiri oleh para Khatib. Selain aktif menyebarkan gagasan pembaharuan keagamaan dan menyerukan gerakan kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah serta memberantas segala bentuk Takhayul. Jetis. para siswa di sekolah tersebutperlu mendapatkan pelajaran agama. Curafat (TBC) dan Taklid. tetapi kemudian banyak diikuti oleh kalangan muda Kauman yang kemudian membuat garis-garis shaf sesuai konsep falaq Ahmad Dahlan. Baginya. Bid’ah. Ahmad Dahlan juga mendirikan sekolah dan madrasah Muhammadiyah serta mengajarkan pelajaran agama sebagai pelajaran ekstra kurikuler di Kweekschool. kiblat masjidBesar Kasultanan yang menurut Ahmad Dahlan tidak sama persis dengan perhitungan falaq. Ahmad Dahlan dengan diantar oleh Kanjeng Penghulu memberanikan diri menghadap Kanjeng Sulthan dan menyampaikan perhitungan falaqnya. Ahmad Dahlan kemudian mengundang para Khatib dan penghulu untuk melakukan diskusi tentang kiblat Masjid Besar tersebut. Yogyakarta dan Osvia Magelang. Hal ini dia buktikan dalam dua hal. Kasus kedua adalah ketika terjadi perbedaan penentuan tanggal 1 Syawwal atau Hari Raya Idul Fitri antara perhitungan falaq dengan perhitungan aboge (kalender Jawa). kebenaran harus tetap dilaksanakan dan ditegakkan. Gagasan Ahmad Dahlan diterima. Ahmad 110 . Inilah terobosan dan gagasan besar Ahmad Dahlan. sekalipun harus berhadapan dengan kekuasaan. Ahmad Dahlan adalah seorang yang sangat berani. Menurut Ahmad Dahlan sebagai calon pamong praja.dengan Kitab dan Sunnah.

Amal usaha Muhammadiyah merupakan refleksi dan manifestasi pemikiran Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Ahmad Dahlan lebih menampilkan sosoknya sebagai manusia amal atau praktisi daripada filosuf yang banyak melahirkan pemikiran dan gagasan-gagasan tetapi sedikit amal. a. Di samping aktif di Muhammadiyah Ahmad Dahlan juga aktif di partai politik seperti Budi Utomo dan Sarikat Islam. Kemantren. tabligh dan sejenisnya. Pada bagian ini akan dibahas pemikiran kependidikan Ahmad dahlan sebagaimana yang dikemukakannya dalam ceramah dan pengajian serta tulisantulisannya dan yang tercermin dalam amal usaha Muhammadiyah terutama pendidikan (sekolah. Hampir seluruh hidupnya digunakannya untuk beramal dan memperjuangkan kemajuan umat Islam dan bangsa. nilai dan ketrampilan dari generasi terdahulu (tua) kepada generasi muda. madrasah dan pesantren). Ahmad Dahlan meninggal dan dimakamkan di pada tanggal 7 Rajab 1340 H atau 23 pebruari 1923 M Karangkadjen. mergangsan. Yogyakarta.Ahmad Dahlan adalah sosok yang banyak melakukan amal daripada menulis. Dalam konteks ini termasuk dalam pengertian pendidikan adalah kegiatan pengajian. Pemikiran Pendidikan Ahmad Dahlan Ahmad Dahlan adalah tokoh yang tidak banyak meninggalkan tulisan. Sekalipun demikian tidak berarti bahwa Ahmad Dahlan tidak memiliki gagasan. Istilah pendidika di sini dipergunakan dalam konteks yang luas tidak hanya terbatas pada sekolah formal tetapi mencakup semua usaha yang dilaksanakan secara sistematis untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan. 111 .

berakhlaq mulia dan menguasai ilmu agama secara mendalam. Istilah kemajuan secara khusus menunjuk kepada kemoderenan sebagai lawan dari kekolotan dan konservatisme. 112 . Dalam pernyataan sederhana tersebut. seorang Kiai. 2. tujuan pendidikan Ahmad Dahlan adalah : “ Dadijo Kijahi sing kemadjoean.Tujuan Pendidikan Ahmad Dahlan tidak secara khusus menyebutkan tujuan pendidikan. tujuan pendidikan menurut Ahmad Dahlan adalah untuk membentuk manusia yang : 1. Sedangkan kata “njamboet gawe kanggo Moehammadijah” merupakan manifestasi dari keteguhan dan komitmen untuk membantu dan mencurahkan pikiran dan tenaga untuk kemajuan umat Islam. pada khususnya. Istilah Kiai merupakan sosok yang sangat menguasai ilmu agama. adja kesel anggonmoe njamboet gawe kanggo Moehammadijah”. Berdasarkan pemahamam tersebut.b.nilai keutamaan pada masyarakat. terdapat beberapa hal penting. adalah figur yang shalih. yaitu “kijahi”. Dalam masyarakat Jawa. Berpandangan luas. mengabdi untuk Muhammadiyah dalam menyantuni nilai. Pada masa Ahmad Dahlan kemajuan sering diidentikkan dengan penguasaan ilmu-ilmu umum atau intelektualitas dan kemajuan secara material. dengan memiliki pengetahuan umum. dan kemajuan masyarakat pada umumnya. “kemadjoean” dan “njamboet gawe kanggo Moehammadijah”.Siap berjuang. Tetapi dari pernyataan yang disampaikannya dalam berbagai kesempatan.‘Alim dalam ilmu agama. 3.

Rumusan tujuan pendidikan tersebut merupakan “pembaharuan” dari tujuan pendidikan yang saling bertentangan pada saat itu yaitu pendidikan pesantren dan pendidikan sekolah model Belanda. Di satu sisi pendidikan pesantren hanya bertujuan untuk menciptakan individu yang salih dan mendalami ilmu agama. Di dalam sistem pendidikan pesantren tidak diajarkan sama sekali pelajaran dan pengetahuan umum serta penggunaan huruf latin. Semua kitab dan tulisan yang diajarkan menggunakan bahasa dan huruf Arab. Sebaliknya, pendidikan sekolah model Belanda merupakan pendidikan “sekuler” yang di dalamnya tidak diajarkan agama sama sekali. Pelajaran di sekolah ini menggunakan huruf latin. Akibat dualisme pendidikan tersebut lahirlah dua kutub intelegensia : lulusan pesantren yang menguasai agama tetapi tidak menguasai ilmu umum dan lulusan sekolah Belanda yang menguasai ilmu umum tetapi tidak menguasai ilmu agama. Melihat ketimpangan tersebut Ahmad Dahlan berpendapat bahwa tujuan pendidikan yang “sempurna” adalah melahirkan individu yang “utuh” : menguasai ilmu agama dan ilmu umum, material dan spiritual serta dunia dan akhirat. Bagi Ahmad Dahlan kedua hal tersebut (agama-umum, material-spiritual dan dunia-akhirat) merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Inilah yang menjadi alasan mengapa Ahmad Dahlan mengajarkan pelajaran agama ekstra kurikuler di

Kweekschool Jetis dan Osvia Magelang serta mendirikan madrasah Muhammadiyah yang didalamnya mengajarkan ilmu agama dan ilmu umum sekaligus. b. Materi Pendidikan

113

Berangkat dari tujuan pendidikan tersebut Ahmad Dahlan berpendapat bahwa kurikulum atau materi pendidikan hendaknya meliputi : Pendidikan moral, akhlaq yaitu sebagai usaha menanamkan karakter manusia yang baik berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Pendidikan individu, yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesadaran individu yang utuh yang berkeseimbangan antara perkembangan mental dan jasmani, antara keyakinan dan intelek, antara perasaan dengan akal pikiran serta antara dunia dan akhirat. Pendidikan kemasyarakatan yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesediaan dan keinginan hidup bermasyarakat. (Arifin, 1987) Meskipun demikian, Ahmad Dahlan belum memiliki konsep kurikulum dan Ahmad

materi pelajaran yang baku. Muatan kurikulum pelajaran agama menurut

Dahlan bisa dilihat dari materi pelajaran agama yang diajarkannya dalam pengajianpengajian di madrasah dan pondok Muhammadiyah. K.R.H Hadjid, salah seorang murid Ahmad Dahlan, mengumpulkan ajaran gurunya ke dalam sebuah buku berjudul “Ajaran Ahmad Dahlan dan 17 Kelompok Ayat-Ayat Al-Quran” yang merupakan catatan pribadinya selama mengikuti pelajaran agama. Dari pelajaran tersebut dapat dikelompokkan bahwa Ahmad Dahlan banyak menyampaikan materi yang berkaitan dengan keimanan, akhlak dan semangat untuk berjuang membela agama dan membantu sesama. B. Muhammadiyah dan Pemberdayaan Masyarakat Dengan visi-visi Ahmad Dahlan, Muhammadiyah tercatat sebagai salah satu

organisasi sosial keagamaan yang memainkan peranan penting dalam memperkuat

114

posisi masyarakat, memberdayakan rakyat dan mengembangkan masyarakat madani. Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang lingkupnya luas, Muhammadiyah menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat. Jauh sebelum diskursus tentang masyarakat sipil atau masyarakat madani marak di Indonesia, Muhammadiyah telah memunculkan suatu perbincangan tentang masyarakat utama. Istilah masyarakat utama ini kemudian dimantapkan pada muktamar ke-41 tahun 1985 di solo dan dimasukkan kedalam rumusan tujuan Muhammadiyah. Disamping disebut sebagai padanan istilah khairu ummah, konsep tentang masyarakat utama inipun oleh para tokoh Muhammadiyah dicoba didekati dengan pendekatan civil society. Pada awalnya, organisasi ini merupakan gerakan pembaruan Islam di Indonesia yang kemudian berkembang, tidak hanya memberantas TBC (tahayul, bid’ah dan Kurafat) –dalam transliterasi sekarang ditulis khurafat- tapi juga meningkatkan kualitas hidup umat. Karena arah organisasi ini selalu modern, maka Kuntowijoyo menyebuutnya sebagai gejala kota. Muhammadiyah mewakili masyarakat baru, masyarakat industri dan modern yang membedakannya dengan organisasi keagamaan lainnya yang tradisionalis. Dalam Anggaran Dasar (AD) awalnya hingga dalam jangka waktu lama, cita-cita kemasyarakatan Muhammadiyah memang tidak begitu tampak. Yang lebih menonjol adalah rumusan tentang pedoman bertindak dancara-cara berorganisasi. Dan yang menggerakkan hati organisasi ini adalah QS. Ali Imran, 3:104. Seorang tokoh Muhammadiyah yang juga tokoh ICMI, M. Dawam Rahardjo . Ahmad Dahlan untuk membentuk

115

mengemukakan bahwa dalam perspektif ajaran Islam, Muhammadiyah menggunakan istilah yang lebih konseptual dan substansial, yaitu masyarakat utama (al-Mujtama alFadhil). Menurutnya, istilah ini merupakan terjemahan dari istilah Quran: “Khairu Ummah”. Istilah Quran itu sendiri memang masih memrlukan penjelasan, bahkan

sampai saat inipun diperlukan penggaliannya dari al-Quran dan sejarah Nabi SAW. Dalam mensubstansikan masyarakat utama, masyarakat madani, masyarakat baru, ataupun khairu ummah diperlukan konsep atau teori. Konsep civil society merupakan konsep yang dapat dipakai untuk memahami istilah-istilah tersebut. Gagasan ideal untuk mewujudkan masyarakat madani seperti yang diagendakan Muhammadiyah ke-41 di Solo, memang patut kita cermati, mengingat Muhammadiyah memang memiliki ruang lingkup gerakan dan amal usaha yang sangat luas. Hampir disetiap daerah perkotaan kita dapat menemukan berbagai amal usahanya, mulai dari lembaga pendidikan, panti asuhan ataupun rumah sakit. Secara sederhana kenyataan ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki pusat kegiatan sosial yang telah mapan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perkembangan kuantitatif amal usaha ini

disertai dengan pertumbuhan kualitatif yang tercermin dari pengaruh Muhammadiyah terhadap kelahiran berbagai peran sosial yang diusulakan oleh kelompok ataupun tokoh masyarakat. Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang teleh mengobarkan jiwa pembaruan pemikiran Islam di negeri ini. Jiwa pembaruan yang melekat pada diri pendiri organisasi ini telah ditempa sejak dia belajar di Mekkah selama 5 tahun, yaitu antara 1890-1895. Pada tahun 1903 dia kembali ke Mekkah untuk belajar lagi selama 3

116

tahun. Di Mekkah dia belajar tauhid, tafsir, fikih, tasawwuf, qira’at, mantiq, dan falak. Selama di Mekkah tokoh ini tertarik dengan pikiran-pikiran Ibn Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Rida. Perkenalannya dengan pemikiran tokoh-tokoh itu dimungkinkan karena lingkungan Mekkah saat itu telah dipengaruhi dan diwarnai oleh ide-ide pembaruan yang dimunculkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab yang kemudian dilanjutkan dan dikorbarkan oleh para pengikutnya. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa ide-ide pembaruan yang digagas oleh Ibn Taimiyyah sangat mendalam pengaruhnya dalam semangat dan pikiran-pikiran pembaruan Muhammad bin Abdul Wahhab. Pengobaran semangat pembaruan yang dilakukan Ibn Abdul Wahhab ini kemudian berpengaruh bagi meningkatnya minat para ulama untuk menelaah kembali karya-karya Ibn Taimiyyah. Kondisi kondusif untuk pembaruan yang diupayakan oleh para pengikut Ibn Abdul Wahhab, termasuk dan terutama para penguasa Kerajan Arab Saudi dari keturunan Muhammad Sa’ud, memungkinkan lahirnya para tokoh pembaru semisal Jamaluddin, Abduh, dan Rida. Pengaruh mereka inilah yang kemudian terlihat kental dalam oraganisasi yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan ini. Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, saat ini Muhammadiyah telah menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Pertumbuhan ini berlangsung begitu cepat, tidak sampai 15 tahun dari masa berdirinya organisasi ini telah menjangkau wilayahwilayah yang cukup luas di luar Jawa. Di Aceh Muhammadiyah telah masuk untuk pertama kali tahun 1922/1923 melalui

117

Pada tahun 1927 Muhammadiyah tersebar di Sumatra bagian timur dibawa oleh orangorang yang datang dari Tapanuli. Kalimantan Tengah. Sedangkan 118 . Hulu Sungai Utara. bahkan ia telah menjangkau negeri-negeri jiran. Untuk wilayah Kalimantan. Pada 1925 Muhammadiyah memasuki wilayah Kuala Kapuas. Yunus Anis ke daerah ini tahun 1928. Perintis Muhammadiyah di Kalimantan adalah H. dan pada 1925 dia kembali ke Alabio untuk menyiarkan Muhammadiyah di sana. Perkembangan Muhammadiyah ini tidak hanya terbatas di dalam negeri. Muhammadiyah masuk melalui para saudagar yang datang ke sana. Usman Amin. Tokoh ini masuk menjadi anggota Muhammadiyah tahun 1923. Muhammadiyah masuk ke daerah Sulawesi. Keberadaan Muhammadiyah di Sulawesi ini menjadi semakin berkembang setelah Pimpinan Pusat Muhammdiyah mengutus M. dari Alabio. Melalui seorang orator ulung H. Muhammadiyah imasuk ke wilayah ini pada tahun 1926. pelopor gerakan pembaruan di wilayah ini. Sedangkan untuk Kalimantan Selatan. Abdullah. Sumatera Barat dan Jawa. Wilayah Sumatra Barat telah dimasuki Muhammadiyah sejak tahun 1925. Haji Abdul Karim Amrullah. Di sini Muhammadiyah mendapat dukungan kuat dari seorang ulama kenamaan Dr. Sutan Mansur masuk ke wilayah ini pada tahun 1927.Djajasukarta.R. Perkembangannya menjadi sangat cepat setelah A. Pada tanggal 25 Desember 1957 berdirilah Muhammadiyah di Singapur yang dirintis oleh Ustadz Abdurrahman Haron. Merekalah yang pertama mendirikan Muhammadiyah di tempat ini.

didirikan tahun 1384/1964. 119 . Organisasi ini bergerak dan berjuang di kalangan kaum ibu atau muslimat Indonesia. didirikan tahun 1963. Thailand Selatan. didirikan tahun 1917 oleh K. Ahmad Dahlan tahun 1918. tepatnya di Kabupaten Canak. Organisasi ini bertugas membina dan menggerakkan potensi para pelajar Islam. IMM dibentuk untuk membina dan menggerakkan potensi para mahasiswa Islam. • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).H. kemasyarakatan. Muhammadiyah untuk pertama kali didirikan di Pulau Penang tahun 1967 oleh Ustadz Zainal Abidin Zamzam. untuk membina remaja putri Islam. Organisasi ini dimaksudkan untuk membina dan menggerakkan potensi pemuda Islawm. Selanjutnya Muhammdiyah didirikan di Thailand pada tanggal 11 Agustus 1988. • Tapak Suci. ataupun kemahasiswaan.H.di Malaysia. Muhammadiyah mempunyai beberapa organisasi otonom yang gerak dan tujuannya seiring dengannya. Organisasi-organisasi itu adalah: • Aisyiyah. Ahmad Dahlan. • • Nasyi’atul Aisyiyah. Tapak Suci juga disebut Persatuan Pencak Silat Putra Muhammadiyah. baik dalam bidang keagamaan. didirikan oleh K. Propinsi Songkhla. Demikian pula. didirikan tahun 1381/1961. Pemuda Muhammadiyah. • Hizbul Wathan (HW). berdiri tahun 1930. didirikan tahun 1350/1932 berdasarkan hasil keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-21 di Ujung Pandang. sebagai organisasi besar. • Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

kemasyarakatan. dan perjuangannya telah memberikan andil yang cukup besar dalam mencapai dan mengisi kemerdekaan negeri ini. selain juga mencerminkan adanya upaya pembaruan pesantren secara khusus dan pendidikan ummat secara lebih umum sperti yang dilakukan Ahmad Dahlan. Sampai di sini nampak pembaharuan di bidang metodologi pengajaran dan sistem nampaknya sudah mulai menunjukkan adanya upaya modernisasi pesantren.Organisasi ini bergerak di bidang kepanduan. baik dalam sisi pendidikan. variasi materi pembelajaran dan bahkan variasi mazhab yang dianutnya sesuai dengan latarbelakang keilmuan dan keyakinan tokoh para pendirinya. Pada tahun 1961. Di antara mantan anggota HW adalah Jenderal Sudirman yang pada tahun 1945 diangkat oleh Presiden RI. Pesantren kini telah menjadi trade mark pendidikan Islam di Indonesia secara umum dengan berbagai variasi baik yang bersifat organisasi kelembagaan. Andil HW cukup besar dalam menyiapkan para pemuda Indonesia untuk menghadapi penjajah Belanda. menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat yang menjadi cikal bakal TNI. Berbagai ide-ide cemerlang tersebut pada akhirnya saling mlengkapi dan mewujudkan trend baru dalam kepesantrenan. dakwah. Paparan di atas mencerminkan adanya usaha-usaha keras yang dilakukan para ulama (intelektual muslim) yang senantiasa mencoba mengadakan perbaikan dalam tehnis dan materi penyampaian ajaran Islam kepada ma syarakat. Sukarno. 120 . amal usaha. HW ditiadakan dan dileburkan ke dalam Gerakan Pramuka. dan ekonomi. Muhammadiyah dengan segala perangkat organisasi.

yang lazim disebut pesantren modern. Dua tipe pesantren ini kemudian banyak melahirkan corak dan ragamnya. Kurikulum pesantren Pada umumnya. Wetonan. tafsir. 121 . Aliyah atau SLTP.pola ke kyaian. penyederhanaan materi dan perbaikan metodologi. kini mulai bermunculan kyai yang bergelar sarjana yang tentu saja akan berpotensi melahirkan kultur baru dalam kepesantrenan. Contoh Pesantren Pesantren kecil di pedesaan Biasanya pesantren besar seperti Tebu Ireng. dll. almasturiyah 2 Salafiah Plus Madrasah 17 Istilah ini diakui dan sering kali disebutkan dalam papan nama serta kop surat pesantren. tauhid. Pesantren Buntet. fiqih. di antaranya ada pesantren salafiyah plus madrasah Aliyah. pesantren yang berpola modern dengan cara klasikal dan penjenjangan. Secara singkat tipe tersebut akan penuli sajikan dalam bentuk tabel di bawah ini: Tabel Tipe Pesantren di Indonesia Pasca Pembaharuan NO 1 Tipe Salafiyah Murni Metode & Kurikulum Sorogan.Dan hasil yang dapat dilihat adalah terbentuknya pola pesantren dengan istilah salafiyah17 yang berarti mengajarkan kitab-kitab sebagaimana yang berlaku di pesantren pada umumnya. bahsul masaail. dengan pembagian waktu bagai santri untuk belajar disekolah-sekolah Aliyah atau SMA dan belajar mengaji ke pesantren serta tinggal di sana sepulang sekolah. Selain itu nampak juga terlahir tipe -tipe peantren yang akarnya bisa di tarik dari iide pembaharuan di atas. ilmu alat. dari pesantren pola ini biasanya -sebagaimana juga pesantren modern--melahirkan alumni yang bisa melanjutkan studinya hingga jenjang perguruan tinggi. Selain metode salafiyah dan pengajian kitab juga menyelenggarakan pendidikan sekolah Mts. Kenyataan ini pada gilirannya akan merubah --ini mulai nampak-.

menyelenggarakan pengajian kitab-kitab pesantren salafiyah Selain enam tipe di atas sebenarnya masih banyak varian lain yang sangat ditentukan oleh konsep dari pimpinan pesantren sendiri seperti takhashush dalam tahfiidz al-Qur'an. dll. Tsanawiyah atau SLTP. Miftahul Huda Manonjaya dll KMI Gontor dan Cabang-cabangnya.MA Pesantre Modern + Salafiyah 6 Sukabumi dll Daru Tauhid Arjawinangun. SMA Daruunajah Jakarta. Prenduan Madura dll. TMI/KMI 4 SLTA Metode dan materi salafiyah.3 Salafiyah Plus sekolah di luar pesantren Pesantren Modern ala Gontor Murni. kaligrafi. 122 . namun memperbolehkan bagi santri untuk belajar di sekolah lain Klasikal dengan materi dan kegiatan tersusun kurikulum Gontor 5 Pesantren Modern ala Gontor Plus Mts . Kegiatan sama dengan Gontor Ponpes Laa Tansa diikut sertakan Aliyah dan Cipanas Lebak. Sukabumi. tafsir. 18 Baru dirintis Drs.18pertanian dan lain sebagainya dan penulis yakin akan senantiasa muncul varian baru sesuai dengan perkembangan intelektual. AlAmin. ponpes Modern AlIkhlash Kuningan. Didin Sirajuddin MA di Gunung puyuh. Pesantern Miftahul Mengambil sebagian kegiatan Falah Ciomas Bogor pola Gontor dan dll.pengalaman dan wawasan para pendiri atau pemimpin pesantren.

Padahal santri dan pembinaan santri merupakan komponen yang tidak kalah pentingnya dari komponen komponen lain Pondok Pesantren yang saling terkait menjadi sebauah kesatuan system19 (Kyai. Potret Kegiatan Santri di Pesantren 19 Tentang pembahasan ini ada catatan pemaknaan kegiatan di Gontor yang ditulis oleh Muhammad Arwani. Denyut Nadi Santri. pertengahan dan tradisional (Salafiyah). Tulisan singkat ini akan memberikan wawasan bagaimana profil santri Pondok Pesantren. Pondok Pesantren Al-Barokah Nganjuk. Kegiatan santri di pesantren tersebut pada umumnya sama dengan kegiatan di Gontor. 123 . Ustadz. A. (Yogyakarta: Tajidu Press. Kitab. antara lain Pondok Darul Ma’rifat Gurah.BAB V POLA PEMBERDAYAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN Pembahasan mengenai santri.2001) cet-ke1. bagaimana santri memposisikan diri dalam intensitas kegiatan Pondok Pesantren dan kegiatan di luar asrama. Kediri. biasanya pesantren tersebut didirikan dan dikelola oleh alumni Gontor. Masjid. dst). dan Pondok Pesantren Burhanul Abror Besuki Situbondo. dikenal dengan sebutan pondok alumni Gontor. bagaimana sebaiknya menjadi santri atau memberdayakan santri dalam keterpaduan kegiatan intra maupun ekstra asrama (Pondok Pesantren) masih kurang sekali. Ketiganya dipilih untuk merepresentasikan Pondok Pesantren dengan setting modern20 (Kholafiyah). Asrama. 20 Yang dimaksud setting modern adalah peantren-pesantren dengan Pondok Modern Gontor sebgai modelnya. dan bagaimana santri menyusun agenda programnya secara mandiri untuk menyiapkan masa depannya. Pembahasan ini akan mendiskripsikan kegiatan santri mengambil setting pemberdayaan santri di beberapa Pondok Pesantren.

Bangun tidur 2. Kegiatan santri di Pondok Pesantren darul Ma’rifat Kediri dapat dibagi menjadi kegiatan harian. ketrampilan. salah satunya bagian keamanan dan organisasi asrama. mingguan.00-06.30 Kegiatan 1. Di sini hanya akan diuraikan mengenai jadwal kegiatan santri.00 3 4 06.30-06. Membaca al-Qur’an Olahraga Mandi Kursus-kursus bahasa. Makan pagi Persiapan masuk kelas Masuk kelas pagi 2 05. Kediri Jawa Timur. sebagai perpanjangan tangan pengasuh pondok (Kyai) dalam mebina dan mendidik santri. Pada bahasan berikut ini akan dikemukakan profil kegiatan santri di asrama dengan mengambil setting Pondok Pesantren Darul Ma’rifat. Badan pengasuhan santri di pondok-Pondok Pesantren yang berkategori Salafiyah biasanya ditangani oleh organisasi santri dan kepala asrama (lurah pondok).30 124 . Kegiatan Harian Jadwal Kegiatan Harian No 1 Jam 04. tengah tahunan. Penambahan kosa kata (Arab atau Inggris) 4.Kegiatan santri di dalam asrama biasanya dikoordinasikan dan ditangani oleh Pengasuhan Santri. 1.00-12 . Gurah. Kegitan santri di asrama ini biasanya melaui organisasi santri (OSIS kalau di SMU) dan Gerakan Pramuka.00-05. dan tahunan. Sumbercangkring. Tabel berikut ini akan memberikan gambaran secara ringkas kegiatan harian santri. kesenian. Organisasi santri juga membawahi beberapa bagian. dll.45 07. Salat Subuh berjam’ah. 3.

00 mulailah kegiatan belajar pagi di kelas-kelas sampai jam 12. dan persiapan masuk sekolah.00-04. mulai maghrib digunakan bel kecil. mengikuti kursus-kursus bahasa. kursus ketrampilan.45 16. diselingi 125 . serta kemudian membaca al-Qur’an. bel besar dibunyikan sebagai tanda pergantian kegiatan dari pagi sampai sore.00-15.50. kemudian mandi. dan tempat-tempat lain untuk masuk kelas.30 18.00 22.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 12.00 Shalat Zuhur berjamaah Makan Siang Masuk kelas sore Shalat Ashar berjamaah Membaca al-Qur'an Aktivitas bebas / olahraga Mandi Persiapan ke Mesjid Shalat Magrib berjamaah Baca al-Qur'an Makan Malam Shalat Isya berjamaah Belajar malam Istirahat dan Tidur Pergantian dari satu kegiatan ke kegiatan lain ditandai dengan bunyi bel. kamar mandi. mencuci dan mandi.30-19. ada yang belajar. kursus kesenian.00-15.45 bel berbunyi tanda berakhirnya waktu makan pagi dan santri sudah mengosongkan asrama. sedangkan pada malam hari. dapur. Jam 07.00-22.15 17.00 20.30-14. Ada dua bel yang digunakan: besar dan kecil. dll.00 14.45-16. Jam 06. Kegiatan santri sehari-hari diawali dengan bangun pagi.45 15. Pada jam enam bel berbunyi tanda kegiatan-kegiatan kursus dan olahraga sudah harus berhenti.00 15. Setelah itu itu santri punya kegiatan bebas.15-18.30-20. berolahraga. terus pemberian kosa kata atau struktur kalimat bahasa Arab atau Inggris. salat subuh berjama’ah di kamar masing-masing untuk kelas I-IV dan di masjid untuk kelas V dan VI.45-17.30 19. makan pagi.

00 tepat bel berbunyi tanda berakhirnya kursus sore dan kemudian salat `Ashar berjama’ah dan dilanjutkan kemudian dengan membaca al-Qur’an.15-11.30-09. Ini merupakan media yang baik untuk berlatih kepemimpinan dalam wujud mengatur dan menyelenggarakan kegiatan sosial untuk tujuan akademik intelektual. Pengaturan pelajaran sore ini dilakukan oleh Bagian Pengajarn dengan bimbingan guruguru bagian pelajaran sore.45 tanda seluruh kegiatan bebas harus sudah berhenti dan bersiap-siap untuk salat Maghrib berjama’ah. Guru-guru yang mengajar kursus sore sebab besar terdiri santri-santri senior (kelas VI).00 seluruh santri harus sudah berada di Masjid guna membaca al-Qur’an menyongsong datangnya Maghrib. Sampai kemudian berbunyi bel jam 16. dilanjutkan dengan makan siang dan istirahat sekadarnya sebelum kemudian pada jam 14.50 sekolah pagi berakhir dan santri bersiap-siap salat zuhur berjama’ah.00 dan jam 11. 126 .45 bel berbunyi lagi tanda dimulainya waktu kegiatan bebas setelah salat `Ashar. Jam 17. Setelah waktu salat Maghrib tiba dikumandangkan azan. Jam 15. Kelas kursus sore difokuskan untuk materi-materi bahasa dan materi-materi lain untuk menunjang program masuk kelas pagi. Jam 15. ditambah guru-guru yunior khususnya untuk mengajar kelas IV dan III intensif. Jam 12. sebagai wahana pendidikan mengajar. setelah itu dibaca Sya’ir Abu Nawas. yang selalu dibaca setiap selesai azan dan sebelum salat ditunaikan. jam 08.00 murid-murid kelas IV ke bawah masuk kursus sore. Sya’ir ini berisi penyesalan seorang hamba yang telah banyak berbuat dosa kemudian bertobat memohon ampunan-Nya.istirahat dua kali.30. Kegiatan bebas ini sama dengan kegiatan bebas pada pagi hari.

Seusai salat Isya para santri belajar malam untuk mengulangi pelajaran dan mempersiapkan untuk pelajaran hari esok. Pengumuman ini biasanya didengarkan oleh sebab santri dengan harap-harap cemas. atau kantor Staf Pengasuhan Santri untuk panggilan pelanggar disiplin dari kelas V dan VI. klub-klub olahraga. Belajar malam ini dilakukan secara bersama di bawah bimbingan wali kelas masing-masing. Lepas salat Maghrib para santri membaca al-Qur’an sampai berbunyi bel tanda waktu makan malam. Belajar malam ini terkadang digunakan oleh guru-guru yang materinya tertinggal atau belum mencapai target yang telah ditentukan untuk menambah pelajaran guna mengejar ketertinggalan tersebut. berharap dapat panggilan dari Bagian Penerimaan Tamu untuk menemui orang tua atau kerabatnya yang datang. kantor Bagian Penggerak Bahasa.30-20. untuk kemudian bangun 127 .00 waktunya jama’ah salat Isya.00 saat santri memasuki waktu istirahat malam dan seterusnya tidur. Jam 19. dll. pengumuman pertemuan-pertemuan konsulat. Kegiatan ini berlangsung hingga jam 22. cemas karena merasa melanggar disiplin dan menunggu pengumuman di panggil ke kantor bagian yang berwenang. Pada jam makan malam ini sebab santri ada yang langsung makan dan ada yang mengikuti pertemuan-pertemuan serta ada yang mendatangi panggilan ke kantor-kantor penegek disiplin seperti disebutkan di atas untuk disidang mempertanggungjawabkan pelanggarannya. kantor Bagian Pengajaran. sedangkan harap. misalnya kantor Bagian keamanan.Seusai salat Maghrib dan wiridan. Bagian Penerangan membacakan pengumuman-pengumuman dalam bahasa Arab atau Inggris. kursus-kursus. yang berisi permohonan dibacakan doa al-Fatihah untuk santri atau kerabat santri yang sakit.

Kegiatan Mingguan Untuk memberi gambaran tentang kegiatan di Pondok Pesantren Darul Ma’rifat dalam kurun waktu seminggu. Tidak ada perubahan dari jadwal harian Pagi hari. Malam hari. Pagi hari ada kegiatan percakapan dalam bahasa Arab/Inggris dan dilanjutkan dengan lari pagi wajib untuk para santri. 3 4 Senin Selasa 5 6 Rabu Kamis 7 Jumat Perlu sedikit diterangkan mengenai sebab kegiatan mingguan di atas: • Latihan pidato Latihan pidato diadakan 3 kali seminggu. Latihan pidato ini 128 .00 dan melaksanakan kegiatan harian seperti biasanya. di bawah bimbingan santri kelas VI. jam 20. 2. sesetelah jama’ah subuh. Siang.30 ada latihan pidato dalam bahasa Indonesia. jam 13. kelas V acara diskusi. malam hari. masing-masing untuk bahasa Inggris. dipakai latihan Pramuka. dan Indonesia. Tidak ada perubahan dari jadwal harian Dua jam terakhir pelajaran pagi digunakan untuk latihan pidato dalam bahasa Arab. Jadwal Mingguan No 1 2 Hari Sabtu Ahad Kegiatan Tidak ada perubahan dari jadwal harian Pagi hari sesuai jadwal harian Pagi hari seperti jadwal harian. latihan percakapan bahasa Arab/Inggris. dan kelas VI menjadi pembimbing untuk kelompok-kelompok latihan pidato. Arab. Setelah lari pagi diadakan kerjabhakti membersihkan lingkungan kampus.45-16. setelah Jama’ah `Isya’ ada latihan pidato (muhadharah) dalam Bahasa Inggris untuk kelas I-IV.00-21. berikut ini adalah gambaran kegiatan mingguan. dilanjutkan lari pagi wajib untuk para santri.00.esok hari jam 04. Selanjutnya acara bebas.

pidato-pidato secara bergiliran oleh anggota kelompok yang bertugas. training. • Lari Pagi dan Latihan Percakapan Arab/Inggris Lari pagi diadakan seminggu dua kali: Selasa dan Jum’at. Pakaian lari pagi adalah pakaian olahraga: kaos. Pakaian yang dikenakan peserta adalah seperti pakaian masuk kelas pagi: baju warna polos dimasukkan ke celana dan bersepatu. dimulai dengan pembacaan al-Qur’an. pengabsenan dan pengumuman-pengumuman mengenai petugas untuk kesempatan-kesempatan berikutnya serta nasehat-nasehat dari pembimbing. terakhir penutup. selanjutnya pembukaan.ditangani oleh Bagian Pengajaran dan guru-guru pembimbing. Tiap-tiap anggota kelompok yang mendapatkan tugas berpidato untuk bahasa tertentu menulis persiapannya dalam buku khusus untuk kemudian diserahkan kepada pembimbing latihan pidato untuk dikoreksi. pembawa acara berdasi dan mengenakan jas. Setiap asrama 129 . dan sepatu. Santri dibagi dalam kelompok-kelompok terdiri dari lebih kurang 40 orang. Acara pidato dipimpin oleh seorang pembawa acara. adapun pembicara semuanya mengenakan dasi. Setelah dikoreksi buku dikembalikan ke pemiliknya untuk dibaca dan dihapalkan guna dipidatokan pada waktu yang telah ditentukan. tanggapan dan komentar atau ulasan dari kira-kira 5 peserta selain anggota kelompok yang sedang bertugas yang ditunjuk oleh pembawa acara. Lari pagi ini diatur oleh Bagian Olahraga dan dipimpin secara langsung oleh pengurus asrama. Tiap-tiap kelompok itu dibagi lagi menjadi beberapa kelompok kecil lebih kurang 8 orang untuk memudahkan penggiliran tugas berpidato ataupun piket menyiapkan dan membersihkan ruangan.

Santri dibagi menjadi 9 gugusdepan demikian pula pembina dan pembantu pembinanya. untuk hari Jum’at. Latihan dimulai dengan upacara pembukaan (pengibaran bendara) dan ditutup dengan upacara penutupan (penurunan bendera). dikomando mulai lari per anggota kamar dan per asrama. Jarak tempuh lari pagi lebih kurang 2.. Penggalang dibagi lagi 130 . untuk latihan Kamis sore itu di tempat yang ditentukan. di antaranya pioneering.5 km. untuk hari Selasa dan 4 km. • Latihan Pramuka Latihan pramuka ditangani oleh organisasi kepramukaan yang ada. dan santri wajib mengenakan kaos tersebut saat lari pagi. Bagian olahraga kamar dan ketua kamar memimpin langsung lari pagi untuk setiap kamar dan untuk kelompok asramanya dipimpin oleh bagian olahraga asrama dibantu oleh ketua asrama dan bagian keamanan asrama. para andika dan pembina serta pembantu pembina telah menyiapkan perangkat-perangkat latihan yang diperlukan.. yakni Rabu sore. Setiap gugusdepan dibagi lagi menjadi pramuka penggalang dan penegak. Seusai Salat Subuh santri langsung berganti pakaian olahraga. Dalam berlatih pramuka seluruh santri wajib memakai pakaian pramuka dan atribut-atribut yang telah ditentukan. kemudian secara per kamar dan per asrama menuju tempat yang telah ditentukan. dengan dibantu oleh pembina-pembina pramuka dari seluruh siswa kelas V. Sebelum lari pagi mereka mengadakan latihan percakapan bahasa Arab/Inggris dengan topik dan teks yang sebelumnya telah dibagikan. Sehari sebelumnya. di bawah pengawasan bagian penggeraka bahasa dan bagian penggerak bahasa di asrama-asrama.Setelah latihan percakapan selesai.mempunyai kaos tersendiri untuk lari pagi.

berkemah. volk song. selanjutnya semuanya dibagi lagi menjadi sangga-sangga. bola basket. Materi-materi latihan sangat variatif yang meliputi latihan upacara. Acara-acara yang diadakan pada Pekan Perkenalan ini antara lain: • • Pengajaran lagu Hymne Pondok (Oh Pondokku) untuk siswa baru. Olahraga yang dilombakan meliputi: atletik. 3. pembantu pembina harus mempunyai persiapan tertulis di buku yang telah dicetak untuk kepentingan tersebut. tarik suara. tali-temali. 131 . tenis meja. kaligrafi. bermain. dan beladiri. terdiri dari guru-guru yang ditunjuk. Di samping itu pada pekan ini juga diadakan lomba-lomba permainan dan ketangkasan yang menghibur. Pembantu pembina yang melatih tanpa persiapan akan dikenai sangsi. Pekan olahraga dan seni. Sedangkan lomba seni meliputi: baca puisi. P3K. ketangkasan. voly. Kegiatan Tahunan Di antara acara tahunan yang sangat penting adalah penyelenggaraan Pekan Perkenalan Khutbatul `Arsy (orientasi kePesantrenan). yang bertujuan mengenalkan kepada santri kehidupan di Pondok secara menyeluruh. rakit. penegak juga dibagi menjadi satuan bantara 1 dan 2 serta laksana 1 dan 2. dan terap. Dalam melatih. semaphore. bernyanyi. sepak bola. untuk diteliti dan disahkan. sandi-sandi. SAR. bulutangkis. ketrampilan. dll. baris-berbaris dengan segala variasinya. menulis cerpen. dan sepak takraw. kemudian masing-masing dibagi menjadi regu-regu.menjadi satuan-satuan ramu. Persiapan latihan itu diserahkan kepada Majelis Pembimbing Gugusdepan.

Santri atau guru yang absen dari acara ini dikenai skors selama setahun. ketangkasan naik sepeda. Ondel-ondel Betawi. ketangkasan menunggang kuda. kemudian diselingi dengan atraksi-atraksi: Marching Band Pondok. yang dihadiri oleh pondok-pondok cabang dan pondok-pondok yang dikelola alumni. Seusai upacara diadakan parade barisan yang terdiri dari barisan Pengibar bendera. Bhinneka tunggal ika (barisan santri yang mengenakan pakaian suku-suku di seluruh Indonesia). dan mobil hias (semuanya milik Pondok dan keluarga Pondok). Seluruhnya kemudian secara teratur dalam barisan masing-masing keliling desa sekitar Pondok. barisan pramuka peserta Jambore dan Raimuna dari pondokpondok cabang dan pondok alumni Gontor. barisan (sebab) kelas VI. Kuliah Umum Khutbatul `Arsy • Demonstrasi bahasa (bahasa daerah dan bahasa internasional). barisan (sebab) guru KMI. sepeda motor hias. 132 . • • • • • Lomba cerdas tangkas antar asrama Lomba membaca al-Qur’an dengan lagu atau MTQ Lomba senam antar rayon (asrama) Lomba baris-berbaris antar rayon Apel Tahunan. Gajah-gajahan. selama 3 hari. Jaranan. senam ketangkasan. Seterusnya barisan konsulat-konsulat seluruh Indonesia dan luar negeri. diadakan di lapangan Pondok. apel ini wajib diikuti oleh seluruh santri dan guru. selanjutnya barisan sepeda dan becak hias. Acara ini diawali dengan upacara dan yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah Pimpinan Pondok. pencak silat. Reog.• Jambore dan Raimuna.

acaranya mirip dengan Panggung Gembira) • Panggung Gembira (pentas seni siswa kelas VI. tampaknya sulit untuk bisa memberikan batasan-batasan yang tegas tentang perbedaan kegiatan intra dan ekstra kurikuler (akademik dan non-akademik) dalam pendidikan dan pengajaran yang diselenggarakan di dunia Pesantren.• • Pentas rebana dan teater Pentas aneka seni dan budaya ``Aneka Ria Nusantara`` yang menampilkan aneka budaya daerah ditampilkan oleh santri yang berasal daerah tersebut. lenong. yaitu intra-kurikuler dan ekstra-kurikuler. Kegiatan tersebut dapat menunjang kegiatan akademik kurikuler belajar pagi dalam rangka pencapaian tujuan akademik. beladiri. komedi. drama. dll. dapat dikategorikan ke dalam dua kemungkinan jenis kegiatan. rebana dan nasyid. antara lain: pentas wayang orang. Pengalaman belajar bersama 133 . tetapi juga sekaligus dapat memberikan pengalaman belajar dalam tercapainya tujuan-tujuan pengalaman dan sikap sosial.) Sebagaimana telah disebutkan di atas. Kegiatan belajar di kelas di luar waktu belajar pagi. choir. pantomim. teaterikal puisi. Festival lagu dan baca puisi Pentas musik santri KMI Pentas musik mahasiswa Drama Arena (pentas seni oleh siswa kelas V. • • • • • Lomba vocal group antar rayon. musik pop dan dangdut. misalnya kursus sore dan belajar bersama waktu malam.

diskusi. pelaksanaan. ketrampilan. koperasi. dan nilai-nilai moral. dan tanggung-jawab. olahraga. manusia yang tidak asing dari kehidupan masyarakat. 134 .yang menumbuhkan sikap sosial ini perlu bagi santri untuk bekal mereka terjun ke masyarakat. termasuk kegiatan kesenian. Dari sini dapat diharapkan tercapainya pengembangan dan pembinaan sikap sosial di bidang kepemimpinan. latihan pidato. dan kegiatan-kegiatan kepramukaan. dijumpai juga kegiatan-kegiatan sosial yang bertujuan ke arah tercapainya tujuan-tujuan pendidikan sosial. ketrampilan. sesuai orientasi dan Gerakan kemasyarakatan dari pendidikan dan pengajaran di Pondok ini. mengelola koperasi. partisipasi. menerima tamu. penerbitan. Tujuan umum dari kegiatan-kegiatan ini ialah mempersiapkan anak untuk menjadi manusia masyarakat. kepemimpinan. kesehatan. dan mampu meneropong masyarakat serta mengadakan pembaruan dalam kehidupan mereka. Tentu saja semua ini berlangsung dengan bimbingan intensif dan efektif dari para guru terutama Staf Pengasuhan Santri dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan. dan penilaian kegiatan-kegiatan santri dilaksanakan oleh santri sendiri secara self-government melalui wadah organisasi-organisasi yang ada. seperti Pramuka yang mengola segala kegiatan di luar jam pelajaran pagi. menjadi anggota yang aktif dan konstruktif. kewarganegaraan. Nilai-nilai yang dikandung dalam segala kegiatan di atas meliputi nilai kemasyarakatan. Perencanaan. Di samping kegiatan-kegiatan sosial yang bernilai akademik dan kegiatankegiatan akademik yang bernilai sosial. pengorganisasian.

Al – Ghozali. Karena banyaknya santri yang datang mereka pun berupaya mendirikan pondok di sekitar rumah kyai atau mesjid. apa lagi asrama bagi pelajar dan mahasiswa. Imam Syafi’i. atau bisa dengan haruf abjad dari A sampai Z. Berdirinya asrama untuk para santri yang lazim disebut ‘ pondok ‘biasanya bermula dari adanya seorang kyai yang ‘ alim yang relatif menguasai ilmu-ilmu agama Islam yang menetap di suatu tempat (bermukim). tentunya kepentingan pendidikan Islam bagi masyarakat. Imam Turmudzi dan lain-lain. Di Pondok Pesantren Salafiyah. ada yang kemudian diwakafkan untuk umat Islam dan ada pula yang masih tetap berstatus milik keluarga kyai yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. misalnya di pondok Kempek Ciwaringin Cirebon. Biasanya tanah yang dibangun untuk pondok tersebut tanah milik pribadi kyai. Mesir.B. menunjukkan dana yang digunakan untuk pembangunan asrama tersebut dari Al-Azhar Cairo. Potret Asrama Dan Santri Penyelenggaraan asrama untuk para santri di Pondok Pesantren Salafiyah berbeda dengan penyelenggaraan asrama di Pesantren jenis kholafiyah. nama-nama asrama sebab diberi nama dari mana dana pembangunan asrama itu di dapat. tiap bangunan asrama didirikan berdasarkan asal daerah dan diberi nama sesuai dengan nama asal daerah masing-masing atau mengambil nama – nama tokoh ulama salaf. seperti . Kemudian datanglah santri-santri yang ingin belajar kepadanya dan turut pula bermukim di tempat tersebut. Contohnya gedung Al-Azhar. Di komplek Pondok Gotor. Dalam mewujudkan bangunan pada Pondok Pesantren Salafiyah biasanya ada 135 .

bendahara. seperti yang terjadi di beberapa Pesantren Salafiyah di Kabupaten Cirebon pada tahun 1970 an kebalakang. di pondok Darul Ma’rifat dikenal dengan istilah Rayon. dan ketrampilan. Pertama : orang-orang tua / wali santri dari asal daerahnya masing-masing dikoordinir oleh seorang koordinator membangun asrama untuk para putranya yang siap bermukim. dibantu oleh sekretaris. yang bertugas emmantau dan memberikan pengajaran bahasa di rayon. Pengolahan asrama di Pesantren Salafiyah biasanya dipimpin oleh seorang ketua yang kazim disebut ‘Lurah Pondok ‘ yang dilengkapi dengan susunan kepengurusan dan 136 . Pengelolaan asrama di Pondok Darul Ma’rifat ditangani oleh personel-personel yang diangkat oleh organisasi pelajar. Kepengurusan asrama.dua cara yang biasa dilakukan. Segala kebutuhan material ditanggung bersama-sama orang tua / wali santri dan atau bisa dibantu oleh para donatur sesama daerah. seperti . Pengurus rayon ini dibantu juga oelh kepengurusan lain yang dinamakan organisasi penggerak bahasa Pondok Pesantren. kesenian. dan beberapa seksi seperti seksi keamana. olahraga. Pesantren Babakan Ciwaringin yang saat itu masih bentuk Salafiyah murni. diketuai oleh seorang kepala Rayon. kyainya sendiri hampir tidak tau menau urusan bangunan asrama hanya menyediakan tanah milik pribadi di sekeliling rumahnya dan masjid. Kedua : dirancang dan diprakarsai langsung oleh kyai yang dalam pelaksanaannya di serahkan kepada orang keperceyaannya. seperti yang terjadi pada dewasa ini di kebanyakan Pesantren khususnya di Kabupaten Cirebon. para orang tua / wali santri. kesehatan. Pesantren Kempek. alumni dan masyarakat dapat memberi konstribusi berupa dana maupun material seikhlasnya.

Sistem makan di Pesantren Salafiyah. Seorang Katua asrama biasaya dari santri senior yang dipilih secara demokratis oleh perwakilan-perwakilan dari tiap-tiap kamar asrama. Calon-calon Ketua yang akan dipilih adalah mereka yang telah mendapat restu dari kyainya. sehingga dengan sistem makan yang demikian secara langsung dapat menjalin hubungan emosional antara santri dengan masyarakat sekeliling Pondok Pesantren dan masyarakat sendiri merasa diuntungkan dengan adanya Pondok Pesantren. selain yang mengarah dan relevan dengan pendidikan akan berdampak negatif. dengan jatah bekal yang diberikan orang tua dituntut harus mampu mengatur dalam pengeluarannya. Bagi mereka yang malas memasak bisa makan sepenuhnya di warung. Atau untuk seorang Ketua asrama bisa ditunjuk langsung oleh kyainya. sedang untuk lauk pauknya bisa membeli di warung-warung milik masyarakat di sekitar pondok.dibantu seksi-seksi sesuai kebutuhan. bahkan hampir semua jenis kebutuhan santri dari makanan. Hal ini berbeda dengan Pesantren jenis kholafiyah (modern). Di Pesantren jenis ini para santri dikenakan berbagai biaya termasuk uang makan tiap bulannya. umunya para santri menanak nasi sendiri secara berkelompok masing-masing kamar. sedang para pembantunya diserahkan kepada Ketua untuk memilih. mereka harus membeli semua kebuthan di asrama. Masa jabatan pengurus tergantung aturan yang ditetapkan Pesantren masing-masing. Manfaatnya di sisi yang lain. alat-alat kebutuhan belajar hingga pakaian telah tersedia. mereka jelas harus makan di asrama dalam satu koordinasi. para santri terbiasa dengan pola hidup sederhana dan mandiri. Sebenarnya pengkoordinasian secara penuh dalam segala aspek kebutuhan santri di asrama. 137 .

baik secara langsung maupun tidak langsung. meski tidak harus menjadi kyai memimpin Pondok Pesantren. Untuk biaya operasional asrama di Pesantren Salafiyah ini. seperti rehab bangunan fisik asrama maupun upaya pengembangan mengingat santri bertambah banyak bisa dari kyainya sendiri. yang terpenting adalah terciptanya situasi di asarma yang kondusif yang menunjang keberhasilan belajar para santri dalam sistem pengawasan di bawah pimpinan seorang kyai. jiwa demokratis dan hubungan sosial kemasyrakatan bagi para santri yang merupakan bagian dari ruh Pondok Pesantren.akan terganggunya kreatifitas. biasanya santri-santri dipungut biaya sekedarnya yang relatif cukup murah bila dibanding dengan tempat-tempat lain yang lazim disebut ‘ianah atau syahriyah. Sehingga Pesantren Salafiyah ini dapat melahirkan kader-kader muslim militan. oleh karena itu santri di Pondok Pesantren membentuk wadah organisasi tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kegiatan yang dilakukan. C. seperti untuk keperluan sarana administrasi. biaya listrik biaya-biaya keperluan harian di asrama dan lain-lain. santri-santri yang ‘alim yang dapat mengamalkan ilmunya sebagaimana dicontohkan kyainya sebagai pengambdian kepada agama Allah. swadaya para alumni dan masyarakat maupun sumbangan dari pemerintah penyelenggaraan asrama di Pondok Pesantren Salafiyah yang dikelola secara organisasi ini di samping merupakan tempat para santri bermukim. Pembahasan tentang organisasi Pondok Pesantren akan dibagi dalam 138 . Organisasi Santri Kegiatan organisasi di Pondok Pesantren merupakan kegiatan yang sangat diminati oleh santri pondok. Tetapi untuk biaya-biaya yang berat.

Kegiatan-kegiatan ini selalu didasari oleh Panca Jiwa. Formatur tersebut kemudian memilih di antara mereka 139 . 1. bukan intensif. Untuk gerakan pramuka akan dikemukakan dalam pembahasan tersendiri. dan Moto pendidikan dan pengajaran Pondok. Kegiatan berorganisasi ini merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan santri sehari-hari. sebab berorganisasi di Pondok ini berarti pendidikan untuk mengurus diri sendiri dan tentu saja orang lain. Falsafah.kegiatan organisasi di Pondok Pesantren Ashriyah (Modern) dan Pondok Pesantren Salafiyah (Tardisional). Induk organisasi santri di Pondok ada dua : Organisasi Pelajar Pondok (OPPM) dan Gerakan Pramuka. Dua kandidat peraih suara terbanyak maju untuk ke pemilihan lebih lanjut untuk menentukan formatur yang terdiri dari 6-10 orang. Organisasi Santri di Pondok Modern Kegiatan berorganisasi di Pondok telah diadakan sejak awal berdirinya Pondok ini. Pemilihnya adalah seluruh anggota konsulat termasuk santri kelas VI. Hal ini dimaksudkan untuk memberi bekal dan pengalaman kepada santri untuk hidup di masyarakatnya kelak. Seluruh kehidupan santri selama berada di dalam Pondok diatur oleh mereka sendiri (self-government) dengan dibimbing oleh santri-santri senior atau guru-guru. di tiap konsulat otomatis menjadi kandidat. Pengurus Organisasi Pelajar adalah santri-santri kelas V dan VI (setingkat dengan kelas II dan III SMU) yang terpilih melalui musyawarah. Proses pemilihan berlangsung sebagai berikut: Seluruh santri kelas V yang berasal dari kelas reguler.

diajukan untuk ikut dalam setiap konsulat kemudian mengajukan 2 orang yang akan duduk sebagai pengurus berasal dari utusan tiap-tiap konsulat yang dipilih oleh anggota konsulat. Bagian-bagian tersebut terdiri dari pengurus harian: ketua. terakhir dikonsultasikan ke Pimpinan Pondok. sekretaris. Pimpinan Pondok biasanya memberikan tanggapan. bendahara. koreksian. penilian. Acara laporan pertanggungjawaban dan serah terima jabatan ini biasanya berlangsung 2 hari. Pada setiap akhir masa jabatan. dan 140 . Pada setiap bulan Ramadan atau sebelum memasuki tahun ajaran baru mereka mengadakan Musyawarah Kerja untuk merancang Program Kerja selama satu periode masa bakti. seluruh pengurus Organisasi ini melaporkan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan selama setahun di depan seluruh santri dan guru-guru serta pimpinan-pimpinan lembaga dan Pimpinan Pondok. Susunan pengurus yang dirancang itu dikonsultasikan ke wali kelas dan staf Pembantu Pengasuhan Santri. Mengingat pentingnya acara ini sebagai wahana mendidik bergorganisasi. Seusai laporan pertanggungjawaban diadakan serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru terpilih. a. Bagian-bagian Kegiatan.kegiatan santri di dalam Pondok diurus oleh 20 bagian dalam . santri diliburkan dari kegiatan belajar di kelas. dan arahan-arahan pada acara-acara seperti itu dengan menegaskan bahwa semua ini adalah untuk pendidikan. Para utusan terpilih itu kemudian memilih di antara mereka formatur yang akan menentukan ketua dan susunan pengurus selengkapnya.

Bagian Kesenian. Bagian Penerangan. Bagian Perpustakaan. 4) Bagian Keamanan: bertanggungjawab atas berjalannya disiplin dan sunnahsunnah Pondok serta terjaganya ketertiban dan ketentraman Pondok. 2) Sekretariat: bertanggungjawab atas ketertiban administrai atau ketatausahaan organisasi dan memipin sekretaris bagian-bagian . dan konsulat-konsulat. Di antara tugas Bagian ini adalah: • Mengawasi dan mengontrol disiplin berjama’ah. disiplin berpakaian. sekretaris klub-klub dan kursus-kursus. dan 16 bagian yang lain. dan Bagian Bersih Lingkungan. klub-klub olahraga. Bagian Warung Pelajar. Tugas-tugas dari bagian-bagian Secara singkat. tugas bagian-bagian dari organisasi santri tersebut diatas adalah sebagamanan yang digambarkan di bawah ini : 1) Ketua: bertanggungjawab atas kelancaran pekerjaan tiap-tiap bagian dalam. ke dalam dan ke luar. sekretaris konsulat. yaitu: Bagian Pengajaran. Bagian Fotografi. sekretaris asrama. Bagian Kesehatan. Bagian Penerimaan Tamu. santri-santri yang 141 . Bagian Olahraga. b. jalannya latihan berpidato. 3) Bendahara: bertanggungjawab mengatur keuangan dan mengkoordinir bendahara asrama-asrama.keamanan. disiplin berolahraga. Bagian Penggerak Bahasa. kursus-kursus bahasa. Bagian Koperasi Dapur. Bagian Koperasi Pelajar. Bagian Penatu. memberikan arahan dan mengontrol tiap-tiap bagian dalam menjalankan tugas-tugasnya. disiplin makan dan minum. Bagian Kesenian. bertanggungjawab atas jalannya .

tetapi lebih ditekankan pada jiwa mencuri. Beberapa alasan edukatif dijadikan landasan pengusiran pelanggaran ini. apapun yang dicuri. berkelahi. Di tambah lagi berkelahi itu bertentangan dengan jiwa ukhuwwah Islamiyah. Ada pelanggaran berat dan ada pelanggaran ringan. Pemberian sanksi ini tidak pilih kasih dan tidak pandang bulu. rambut santri. piket-piket asrama dan piket malam. Pelanggaran berat bisa yang bisa menyebabkan pelakunya diusir. Maka segala tindakan yang dapat merusak iklim pendidikan tersebut harus dijauhkan. menyensor seluruh surat dari luar Pondok yang dialamatkan kepada santri. di lain waktu bisa mencuri sesuatu yang lebih besar. dll. Santri yang mencuri berarti sudah ada jiwa mencuri di dalamnya. meskipun hanya pulpen akan diusir. Sedangkan alasan pengusiran berkelahi adalah di lingkungan Pondok. bukan bengkel. siapa saja yang melanggar mesti dikenai sanksi yang berlaku. mencuri. Pondok adalah lembaga pendidikan. yaitu berpacaran. tidur malam santri. • Mendisiplin dan memberi sanksi santri-santri yang melanggar. misalnya mencuri. karena sudah mempunyai jiwa pencuri. Masalahnya bukan terletak pada nilai pulpen. dan bahkan anak Kyai juga dikenai sanksi jika melanggar.bepergian ke luar kampus. termasuk keluarga pondok. salah seorang anak Kyai—sekarang menjadi salah seorang Pimpinan Pondok—juga pernah diberi sanksi cukur gundul karena meninggalkan kampus tidak sesuai dengan ketentuan 142 . Jiwa yang berupa keberanian untuk mencuri ini yang berbahaya. hal-hal yang merusak kedamaian tidak boleh ada. bukan nilai benda yang dicuri. Contohnya. sekarang mungkin mencuri pulpen. menghina pengurus. Santri yang mencuri.

Ini merupakan penanaman jiwa egaliter yang dapat menjadi motor dan jiwa penegakan disiplin. • Menyediakan trayek kendaraan kediri-Darul Ma’rifat pada hari-hari libur atau pada hari-hari menjelang santri kembali ke Pondok setelah liburan. menyediakan sound system dalam setiap kegiatan di Pondok yang memerlukannya. dengan cara menyerahkan kartu perizinan kepada Sekretaris asrama sehari sebelumnya. Santri yang akan ke luar kampus harus izin ke Keamanan Pusat. dan tempat tujuan yang akan didatangi. jam’iyyatul qurra’. alasan. dan menempatkan surat kabar di beberapa etalase yang tersedia. peringatan hari-hari besar Islam. Esok harinya santri yang izin itu menghadap ke Kantor Keamanan Pusat untuk mengecek apakah dia diberi izin atau tidak. Jika diberi izin maka dia dibolehkan keluar Pondok ke tujuan yang dimaksud. dan diskusi kelas V serta bertanggungjawab atas ketertiban dan kebersihan masjid. Di kartu itu tercatat hari. Dari kartu itu dapat diperiksa frekuensi izin yang bersangkutan. latihan dan lomba pidato santri. 5) Bagian Pengajaran: bertanggungjawab atas pelaksanaan pelajaran sore. memutar lagu-lagu dan instrumentalia. imam shalat dan khatib jum’at. Bagian ini juga 143 . 6) Bagian Penerangan: bertanggungjawab atas penyebaran berita-berita dari dalam Pondok dan dari luar.yang berlaku. Santri yang telah diizinkan itu diberi surat izin dan kartu perizinannya ditinggal di Kantor Bagian Keamanan. • Menangani perizinan santri untuk keluar kampus. tanggal.

membawahi penerbitan koran dinding dwi-mingguan ``Darussalam Post``. gitar. melukis. 10) Bagian Penerimaan Tamu: bertanggungjawab menyambut. pemutaran kaset dan video serta CD (berita. baca koran dan majalah serta kitab. beladiri. Bagian ini juga mempunyai studio musik dan art gallery. ekshibisi dan publikasi karya. percakapan. Koran ini dikelola santri-santri kelas III-V. 9) Bagian Kesenian: bertanggungjawab menanamkan dan mengembangkan jiwa seni di kalangan santri dengan mengadakan berbagai kursus. mengarang karya ilmiah dan cerpen. membuat limun. merangkai bunga. drama. drum. dll. melayani. merangkai janur. majalah dinding. dll. menerjemah. pentas. debat. kaligrafi. 7) Bagian Penggerak Bahasa: bertanggungjawab atas jalannya disiplin berbahasa (Arab dan Inggris) serta usaha-usaha peningkatannya. membuat sabun. percakapan. musik (drum. serta 144 . kursus. letter dan dekorasi. melukis. membuat akuarium. dan piano). 8) Bagian Ketrampilan: bertanggungjawab atas penyelenggaraan berbagai kursus ketrampilan untuk santri. elektronik. Klub-klub dan kursus-kursus kesenian yang ada di bawah bagian ini antara lain: teater. calung. dekorasi. misalnya: sablon. dan reportase olahraga). baca puisi. lomba (cerdas cermat. Bagian ini membawahi bagian penggerak bahasa di asrama-asrama santri serta klub-klub kursus bahasa Arab dan Inggris. lomba kesenian. dan memberikan penjelasan tentang Pondok kepada para tamu yang datang. lagu. dan film). antara lain melalui pengkayaan kosa kata. dan menerbitkan teks-teks dan buku. tarik suara. organ.

bekerjasama dengan Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM). Pesantren Cup. beberapa meja tenis. 12) Bagian Toko Koperasi Pelajar: bertanggungjawab atas pengelolaan toko pelajar dan penyediaan kebutuhan santri sehari-hari. dll. perangkat senam dan bodybuilding. perlengkepan mandi dan mencuci. souvenir. 13) Bagian Koperasi Warung Pelajar: bertanggungjawab atas pengelolaan warung pelajar termasuk penyediaan makanan ringan dan lauk-pauk. mengelola toko obat-obatan. 15) Bagian Kesehatan: bertanggungjawab memberikan pelayanan kesehatan santri. 2 lapangan bulutangkis di tempat terbuka. bekerjasama dengan masyarakat sekitar Pondok. 16) Bagian Perpustakaan: bertanggungjawab mengelola perpustakaan santri. makanan. 145 . perangkat atletik. 3 lapangan sepak bola. porseni. pakaian. 3 lapangan sepak takraw. 14) Bagian Olahraga: bertanggungjawab atas kegiatan dalam seluruh cabang olahraga yang ada. Sarana olahraga yang tersedia di Kampus Pondok antara lain: 1 Gedung Olah Raga yang memuat 2 lapangan basket dan atau 6 lapangan bulutangkis. mulai buku/kitab. Ada olahraga yang wajib diikuti oleh seluruh santri yaitu lari pagi 2 kali seminggu (Selasa pagi dan Jum’at pagi). dan koordinasi seluruh klub olahraga yang ada. 11) Bagian Koperasi Dapur: bertanggungjawab atas pengelolaan dapur santri. 3 lapangan basket di tempat terbuka. 2 lapangan voly.menyediakan konsumsi dan akomodasi untuk para tamu itu. peralatan tulis-menulis.

klub-klub kursus ketrampilan. 17) Bagian Penatu: bertugas mengkordinir pencucian pakaian santri yang menghendaki pelayanan pencucian. buletin. yaitu Organisasi Intra Pesantren dan Organisasi ekstra : a. kelompok kajian. majalah dwi-mingguan. antara lain: organisasi asrama. penghijauan. 20) Bagian Bersih Lingkungan: bertanggungjawab atas kebersihan lingkungan Pondok. Organisasi Santri Pondok Salafiyah Untuk profil kegiatan santri di Pondok Pesantren Salafiyah dalam bahasan ini diambil dari Pondok Pesantren Kempek dan Kaliwungu Cirebon. warta dwiharian Syawwal. mendokumentasikan berbagai kegiatan di Pondok dalam bentuk foto dan video. klub-klub kursus kesenian.termasuk pengelolaan majalah dinding. Organisasi santri (Salafiyah) Intra Pesantren 146 . Dalam Pondok Pesantren Salafiyah terdapat dua macam organisasi santri. dimana organisasi ini juga membawahi beberapa organisasi. dan klub-klub kursus bahasa. mengadakan kursus fotografi. dan sesekali mengadakan ekspo fotofoto dokumenter. Organisasi Pelajar Pondok merupakan organisasi induk. organisasi daerah. klub-klub olahraga. dan pelestarian tanaman-tanaman di lingkungan Pondok. 2. bekerjasama dengan masyarakat sekitar. 19) Bagian Fotokopi: bertanggungjawab memberikan pelayanan fotokopi kepada para santri dan berbagai pelayanan yang erat dengan masalah fotokopi. 18) Bagian Fotografi: bertanggungjawab menangani foto-foto dokumentasi Pondok. distribusi majalah dan jurnal).

Dalam sistem Pesantren Salafiyah organisasi intra merupakan wadah yang mengelola kegitan santri.Organisasi ini semacam OSIS dalam sistem sekolah atau madrasah. Para santri secara demokrasi dapat memilih ketua. Adapun nama organisasi bermacam-macam tergantung nama Pondok Pesantren di mana mereka belajar ( mesantren ). Kendati demikian kyai berpeluang ikut mengambil manfaat dari organisasi intra tersebut walau sekedar dalam kepentingankepentingan yang ringan sifatnya. Pemilihan pengurus ( ketua ) dilakukan biasanya dalam acara musyawarah tahunan yang khusus diadakan untuk acara tersebut. Dalam musyawarah ini di samping pemilihan pengurus juga diadakan evaluasi terhadap pelaksanaan pengurus periode lalu. mereka membentuk organisasi yang diberi nama ‘Ikatan Santri Al-Muayyad’. suatu contoh santri-santri dari Pondok Pesantren Al-Muayyad di Solo. Organisasi intra Pesantren biasanya bersifat otonom. menentapkan orangorang dalam struktur kepengurusan dan merumuskan program-program kerjanya secara mendiri para santri. tidak ada campur tangan dari kekuasaan kyai. Seorang ketua yang memimpin organisasi intra Pesantren ini merupakan hasil pemilihan langsung secara demokratis oleh Majelis Perwakilan Santri ( MPS) sebagai wkil-wakil santri dari tiap kamar atau cukup tiap kelompok asrama. Organisasi santri intra Pesantren sebagimana halnya organisasi- organisasi lain dipimpin oleh seorang ketua dibantu oleh anggota pengurus lainnya. merumuskan program kerja periode mendatang dan mrmbuatrekomendasi-rekomendasi yang bersifat internal 147 .

biasanya bersifat luwes dan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. bertemunya santri-santri putra dengan santri putri masih dipandang tabu dalam tradisi Pesantren Salafiyah. atau bahkan bagi santri-santri putri biasanya tidak memerlukan terbentuknya organisasi. kyai merupakan figur sentral Pesantren dan menjadi idola bagi para santri dalam segala aspeknya di Pesantrenya masing-masing.maupun eksternal. Sebagaimana kita maklumi. baru ada pada sebab Pesantren saja. pengurusharian yang terdiri dari ketua dan beberapawakil ketua. Dengan kata lain struktur orgnisasi sangat tergantung dari besar atau kecilnya sebuah Pesantren. 148 . bendahara dan beberapa wakil bendahara. lama masa jabatan pengurus maupun diadakannya musyawarah tahunan tergantung kesepakatan masing-masing. Sebab sebagaimana dijelaskan. tidak ada keharusan yang pasti melainkan fleksibel. Pada yang sebenarnya organisasi santri intra Pesantren ini belum merata ada di setiap Pesantren Salafiyah. Sedangkan untuk seksi-seksi dapat dibentuk berdasarkan kebutuhan serta sumber daya manusia ( santri ) yang tersedia. di dalam struktur tersebut komposisinya terdiri dari : Penasehat. Struktur organisasinya. sekretaris dan beberapa wakil sekretaris. Tetapi sebagimana lazimnya sebuah organisasi. Oleh karenanya di dalam organisasi santri intra Pesantren tersebut mereka terpisah. lebih cenderung mereka membentuk kelompok ikatan emosional yang secara formal tidak ada kepengurusannya. sedang kyai-kyainya sendiri di Pesantren jenis ini masih banyak yang kurang mengerti terhadap organisasi kurang begitu penting.

H. Dari Pondok Pesantren dapat lahir pimimpin-pimimpin yang handal baik informal maupun formal. Sayifuddin Zuri.H. sejarah telah membuktikan. K.H. yang cukup berhasil dalam bebagai profesi pun tidaklah sedikit . Wahid Hasyim ( orang tua K. politisi.H. seperti : petani sukses. namun untuk sementara ini belum ada sebuah wadah untuk menghimpun santri-santri yang berskala nasional sebagaimana hal Pramuka dalam lingkungan sekolah atau Madrasah. seorang alumni Pesantren Tebu Ireng Jombang. Tentunya kerja sama yang paling ideal kerja yang yang mengarah pada pendidikan. Abdurrahman Wahid ). Bagitu besarnya potensi yang dimiliki Pondok Pesantren. Di samping itu. lebih-lebih dalam lembaga pendidikan Pesantren atau pun madrasah.Bila kita melihat potensi organisasi santri ini cukuplah besar. pengusaha. sehingga beberapa kelebihan dan pengalaman masing-masing Pondok Pesantren bisa untuk saling melengkapi dan kemungkinan-kemungkinannya bekerja sama sesama para santri antar Pondok Pesantren. ketrampilan. Apa lagi menjadi pemimpin informal.A Dahlan. takhnologi dan hal-hal lain yang bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang dewasa ini masih kita prihatinkan. Abdurrahman Wahid. masing-masing pernah menduduki jabatan Menteri Agama RI.H. dalam Pondok Pesantren ternyata menyimpan kekuatan besar yang cukup dapat diandalkan. Sangatlah banyak tidak dapat kita hitung dengan hitungan jari. baik bersifat lokal maupun nasional. Dalam kepemimpinan formal misalnya: K. dalam dunia pendidikan. Bila di Pesantren masing-masing kyainya 149 . K. K.

00 siang dan istirahat sampai pukul 14.00. dan biasanya digunakan untuk jalan-jalan sore.00. Kegiatan Intra Pesantren. Karena Pondok Pesantren Salafiyah berbeda dengan Pondok Pesantren sistem kholafi yang menyelenggarakan kegiatan madrasah atau sekolah secara formal.merupakan tokoh politik atau punya kecenderungan pada politik-politik tertentu. wadah/ organisasi santri ini tidak boleh di pengaruhi untuk kepentingan politik tersebut.00 keadaan Pondok Pesantren mulai hening karena kelompok- 150 . antara pukul 20. Antara waktu Magrib sampai Isya digunakan oleh santri untuk membaca Al Qur’an.00 santri tergabung dalam kegiatan belajar bersama yang dikenal dalam istilah Pesantren “ Musyawaroh ”. dalam belajar bersama inilah tiap-tiap kelompok memiliki pemandu yang terdiri dari seorang santri senior dari tiap kelompoknya. maka kegiatan ngaji merupakan kegiatan pokok atau utama.00 sampai dengan pukul 22. biasanya ia akan digundul dan kepalanya disiram dengan air ceboran. diteruskan mengaji kembali sampai 16. waktuwaktu ini sangat ketat dan santri dilarang keluyuran antara waktu-waktu tersebut. Sesudah pukul 22. maka akan ditangkap oleh juru piket dan ia di-ta’jir ( dihukum). antara waktu sholat Ashar sampai magrib ini istirahat kembali. para santri di Pondok Pesantren biasanya mengaji mulai ba’da subuh ( sesudah itu kembali mengaji sampai pukul 12. bila ada santri dilihat keluyuran. Sesudah sholat Isya. kegiatan utama dari santri adalah mengikuti pengajian pokok yang diselenggarakan oleh Kyai dari Pondok Pesantren tersebut.

00 keadaan Pondok Pesantren akan cukup hening. Dengan belajar secara privat ini. menikah di bawah tangan ( 151 . Umpamanya persoalan Tenaga Kerja Wanita. sedang santri-santri senior yang diberi tugas membantu Kyai dalam kalangan Pondok Pesantren disebut dengan “ badal ”. Kegiatan lain dari Intra Pesantren adalah semacam “ tutorial ” yakni santri-santri yunior dibimbing oleh para santri senior untuk mengaji dan biasanya seputar tata cara membaca kitab gundul / kitab yang tidak mencantumkan harakat. diharapkan ketika nanti santri harus belajar langsung dengan Kyainya ia telah lancar membaca dan sedikit memiliki pemahaman terhadap materi kitabtersebut. hanya beberapa orang santri piket saja yang masih terjaga. terutama di halaman depan Pesantren. kini kelompok terpecah terdiri dari kelompok-kelompok yang lebih kecil antara 3 atau 4 santri sedang diskusikan pengajian-pengajian untuk pagi harinya atau lebih memperdalam penguasaan materi kepada yang lebih pandai. dalam proses pembimbingan inilah digunakan metode sorogan (semacam belajar individual antara guru dan murid ). ini semacam pembahasan persoalan-persoalan keagamaan dan kemasyarakatan yang sedang aktual dan berkembang dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Dapat kita katakan hampir tidak ada santri baru yang masih hijau penguasaan ilmu agamanya langsung belajar pada kyainya.kelompok belajar yang semula terdiri dari puluhan santri mulai menyusut. Biasanya anak-anak baru ini dibimbing terlebih dahulu oleh para senior yang telah dipercaya. kegiatan yang tidak kalah pentingnya adalah “Bahsul Masail Diniyah”. Sesudah pukul 24.

Pada tataran yang lebih tinggi dan ini biasanya hanya ada pada pondokPondok Pesantren besar tertentu . Umpamanya beberapa waktu yang lalu di Pondok Pesantren Al Hikam Malang dihalaqohkan persoalan hubungan antara . perdagangan saham. Diundangnya 152 . asuransi jiwa sampai dengan persoalan politik seperti Presiden Perempuan.seorang laki / perempuan yang menikah tidak dicatatkan pada petugas KUA. kurang menyentuh kebutuhan sehari-hari komunikasi santri. maka biasanya hanya santri-santri yang betul-betul mumpuni yang dapat terlibat dalam pembahasan masalah-masalah tersebut. maka ini merupakan jawaban cerdasdari kalangan Pesantren ( yang selama ini dianggap ortodox / kuno ) terhadap persoalan yang kini sedang dihadapi bangsa. gerakan separatisme. kudeta terhadap kekuasaan yang syah. Halaqoh biasanya tidak hanya melibatkan santri-santri dari satu Pesantren. tetapi juga diundang dari pondok-Pondok Pesantren lain. Kebanyakan yang hadir dalam persoalan-persoalan ini adalah santri-santri senior yang cukup “ Faham ” dengan persoalan-persoalan kekinian. tetapi bila ditilik lebih kedalam. demontrasi dan seterusnya. Agama. diadakan pula “Halaqoh” semacam seminar terhadap persoalan-persoalan yang benar-benar hangat dan sedang dibutuhkan pemecahannya dalam kehidupan masyarakat bahkan bangsa. yang dianggap mampu juga memberikan kontribusi pemikiran terhadap masalah yang sedang dibahas. merupakan persoalan yang cukup berat dan serius. Karena persoalan-persoalan di atas. Militer dan masyarakat sipil. Selintas persoalan di atas. ini biasanya sang wanita menjadi istri kedua ).

atau HMI. tetapi juga kalangan Pondok Pesantren pun telah melakukan hal yang serupa. bakti sosial dan lain-lain. GMNI. begitu pula sasaran programnya 153 . keterbukaan akan informasi dan sharing pendapat kini mulai berkembang di kalangan pondok pesanren. seperti . santri-santri asal Kabupaten Cirebon yang mesantren di Pondok Pesantren Kaliwungu. seperti : saat liburan panjang Pondok Pesantren pada bula puasa – syawal mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang antara lain seperti : pertemuan. Kalau di Perguruan Tinggi Organisasi ini agak mirip dengan PMII. Cuma bedanya terdapat pada aktivitasnya kegiatan maupun program-program. Organisasi ini sering disebut pula sebagai organisasi santri bersifat kedaerahan. sejalan dengan makin intersipnya hubungan antara kalangan Pesantren dengan dunia luar. Organisasi Santri (Salafiyah) Ekstra Pesantren Organisasi Ekstra Pesantren anggotanya adalah santri-santri dari Pondok Pesantren. aktifitasnya masih sangat minim. namun aktivitasnya ada di luar Pondok Pesantren. Kegiatan organisasi ekstra santri dalam melaksanakan kegiatannya biasanya hanya pada moment-moment tertentu saja.peserta dari lain Pesantren. silahturahmi. ini mengindikasikan sebenarnya keterbukaan menerima pemikiran dari luar bukan hanya monopoli kalangan perguruan tingi saja. b. karena para anggota memang berasal dari suatu daerah-daerah tertentu yang berlatar belakang suku atau sosial budaya tertentu. Kalau kita lihat organisasi ekstra Pesantren ini masih belum berjalan efektif. atau di mana masingmasing membentuk organisasi.

dikhawatirkan terbentuknya embrio rasa kedaerahan dan rasa kesukuan yang berlebihan sehingga mengakibatkn berpandangan sempit. Oleh karena itu perlu adanya perhatian yang lebih. bisa timbul gep yangjustru akan menjadi kontra produktif dengn misi Pondok Pesantren itu sendiri yang merupakan lembaga pendidikan Islam. Di samping itu. Hingga dewasa ini sebenarnya kekhawatiran itu belum pernah terjadi bahkan indikasi saja belumlah nampak sama sekali. hanya dari kita sebagai orang yang memiliki peduli terhadap keberadaan Pondok Pesantren perlu 154 . mengingat para anggotanya berlatar belakang dan bersifat kedaerahan atau suku tertentu. sebagai pneyalur informasi tentang keberadaan aktivitas Pondok Pesantren bersangkutan dengan para alumni yang kurang sempat menjalin komunikasi secara kontinyu. agar organisasi santri ekstra pesanren ini dapat secara optimal membuat dan melaksanakan program-programnya sehingga manfaatnya akan bisa lebih lagi. Di mana dalam ajaran Islam sendiri tidak mengenal adanya disriminatif antara daerah. Sehingga kurang begitu besar gaungnya di masyarakat. Namun untuk pengembangan organisasi ini perlu dikelola secara baik dan hati-hati. suku danbangsa dengn lainnya. Manfaatnya baru bisa dilihat pada hal-hal yang bersifat praktis. baik bagi para santri. alumni ataupun masyarakat pada umumnya. khususnya dari para alumni Pesantrenya masing-masing maupun kyai. seperti: Sebagai penghubung antar mereka yang sedang belajar di Pondok Pesantren dengan orang tua / wali santri di daerahnya masing-masing.sebahagian besar masih belum jelas.

dll. Cirebon . membantu Kegiatan ini merupakan produk dari Pemda Jawa Barat pada masa HR. Di Pondok Pesantren ini ada beberapa kegiatan yang patut dicontoh Pondok Pesantren lain seperti: Santri Raksa Desa21. baca tulis arab. belajar barzanji. lintas daerah maupun lintas suku. Kegiatan Extra Pesantren. melatih anak-anak untuk belajar Al-Qur’an. umpamanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Salafiyah Kempek Ciwaringin Cirebon. 21 155 . tidak melulu mengaji. Nuriana dan dilaksanakan di wilayah Jawa Barat. Sehingga kegiatan extra Pesantren sangat kosmopoliti sehingga Pesantrenya penuh dengan aneka ragam kegiatan. disamping juga ada kegiatankegiatan fisik semisal membuat WC sederhana. yakni kegiatan yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan kegiatan mengaji kegiatan semacam ini mirip dengan bakti sosial yang dilakukan kalangan mahasiswa atau pelajar. Dalam pelaksanaannya santri-santri yang telah mengikuti semacam “ training ” diterjunkan ke desa-desa selama kurang lebih 45 hari. mengeraskan jalan. Selain kegiatan santri ke desa-desa juga Pemda Jabar meluncurkan (pada tahun 2000 an ) program pos kesehatan pesantren (Poskestren) dengan pembangunan yang dibiyayai pemda diperuntukkanbagi pesantren dan lingkungannya. tetapi lebih luas sebab melibatkan banyak instansi baik kalangan pemerintah maupun swasta. mereka dititipkan di rumah-rumah penduduk dan melakukan kegiatan bakti sosial yang berdimensi keagamaan semacam. Tapi sebaliknya diharapkan dari organisasi santri ekstra Pesantren ini dapat melahirkan tokohtokoh pemimpin yang berpandangan luas. kegiatan ini semacam KKN. seperti Kuningan.antisipasi agar hal-hal yang mengkhawatirkan tidak akan terjadi.

program ini berbeda dengan program santri raksa desa. Santri Raksa Usaha. motivasi ekonomi. bila program pertama bertujuan melakukan perbantuan untuk mempercepat pembangunan khusunya pembangunan fisik dan mental. Sebelumnya santri-santri tersebut diterjunkan dalam kegiatan pembimbingan mereka dibagi-bagi terlebih dahulu sesuai dengan minat. maka mereka diwajibkan mengikuti pembekalan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Instansi lain yang terkait. tukang batu. Ini bukan santri-santri yang diterjunkan dalam program santri raksa usaha. keterampilan-keterampilan yang biasa digunakan kalangan pedesaan seperti . Kegiatan santri raksa desa ini tujuannya adalah mengenalkan santri-santri Pondok Pesantren dengan realitas kehidupan masyarakat. kayu. Dalam pembekalan itulah nanti diketahui mana santri yang berbakat dan memiliki kemampuan yang memadai. instansi listri sederhana. sesuai dengan misi Pesantren itu. tentu juga karena kucuran dana dari pemerintah propinsi mulai susut. maka program kegiatan santri raksa usaha bertujuan melakukan pembimbingan ekonomi kerakyatan.kelancaran saluran air dan seterusnya. las. pembekalan biasanya selama 3 (tiga) bulan.pembuatan anyaman. tukang cukur. kueh dan seterusnya. Sesudah dipilah-pilah. adalah mereka yang telah dibekali dengan pelatihan-pelatihan praktis di bidang pembukuan sederhana. Beberapa Pondok Pesantren melanjutkan kegiatan tersebut dengan lebih menekankan pada program pembinaan mental spiritual. hanya mereka yang berbakat dan memiliki kemampuan saja yang 156 . bakat serta keterampilan dasarnya.

budaya persekolahan merupakan tradisi yang berasal dari orang-orang belanda yang dibawa ke Indonesia. Kerasnya sikap kalangan Pesantren terhadap budaya dan tradisi barat ini kalau dilihat dalam konteks perlawanan terhadap penjajah waktu itu memang patut kita banggakan. tetapi juga ditolak cara berpakaian ( waktu itu santri dilarang memakai celana panjang.terjun dalam kegiatan santri raksa usaha Bila kita lihat sosok tampilan santri Salafiyah adalah mereka yang tidak berpendidikan formal. cara maka dengan garpu sampai dengan nama-nama yang berbau barat. sebab kita tahu hanya kalngan Pesantren saja ( disamping nasionalis lainnya ) yang betul-betul frontal dan total dalam melawan penjajah. jelas-jelas merupakan sikap yang merugikan diri sendiri. kelompok masyarakat Pesantren merupakan kelompok yang paling gigih menentang segala sesuatu yang berasal bahkan berbau budaya barat. dimana ada juga sisi-sisi positif budaya barat itu. Hal ini kemungkinan besar masih dihinggapi semangat anti terhadap sesuatu yang berbau nilai-nilai barat. mau tidak mau kita harus berguru kepada bangsa- 157 . Artinya dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dasi dan sejenisnya ). Bukan hanya sekolah yang ditolak kalangan Pesantren kala itu. Seperti kita ketahui. Dan seperti kita ketahui. bahkan ada Kyai yang “ melarang ” sama sekali santrisantrinya untuk belajar pada lembaga pendidikan formal. Tetapi dalam konteks alam kemerdekaan bahkan budaya dunia yang semakin mengglobal. maka mengingat bahkan konfrontatif total dengan budaya barat.

Salaf murni dan campuran (tidak murni). bangunan-bangunan yang berbau lokal “ madrasah-madrasah ” harus jauh dari bangunan pondok. Pondok Pesantren Salafiyah akhirnya terkotak menjadi dua kelompok. Lirboyo. bahkan telah banyak anak-anak Kyai yang tamat perguruan tinggi dan ahirnya masuk menjadi birokrat. Asembagus.bangsa barat yang kenyataannya jauh lebih maju dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentu kedepan sangat perlu kita pikirkan bahwa dekatnya keluarga Pesantren dengan ilmu pengetahuan serta iptek “ sekuler ” tidak serta merta akan membawa mereka terhanyut kehilangan jati dirinya. Salah satu kelemahan alumni Pondok Pesantren Salafiyah yang karena mereka tidak mau mempelajari ilmu-ilmu umum. Pada Pondok 158 . mereka juga hanya berkutat pada sektor-sektor non formal. seperti kita ketahui. Salafiyah murni ini benar-benar “ anti sekolah ” bahkan ada salah satu pondok Salafiyah dimana ada aturan tak tertulis. Tetapi dengan makin banyaknya umat Islam yang bergaul dengan aparat birokrasi. Kempek Cirebon yang aktif dalam dunia usaha dan pertanian (Agribisnis) makin memperdekat persepsi akan pentingnya ilu-ilmu “sekuler” bagi keluarga Pesantren. maka kemudian ada perubahan-perubahan yang mulai mengerah kepada hal-hal yang positif. beberapa Pesantren di Bandung. keluarga Kyai-Kyai dari Pesantren Salafiyah umpamanya. ahirnya mereka kurang memiliki kemampuan dalam mengakses persoalan-persoalan kekinian. Banyaknya keluarga Kyai yang terjun dalam dunia usaha. Dalam perkembangan berikutnya.

kegiatan sehari-hari murni kegiatan keagamaan dan sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia sekolah dan madrasah. bila tokoh-tokoh kunci ini bisa memahami dan berubah maka santri-santri Salafiyah juga akan berubah. Sehingga mau tidak mau secara alami atau jangka panjang juga mereka akan membutuhkan atau bersentuhan dengan dunia sekolah / madrasah. untuk itu tokoh-tokoh utama dari Pondok Pesantren Salafiyah ini perlu diadakan pendekatan untuk bisa memahami betapa pentingnya pendidikan sekolah / madrasah tersebut. hanya kapan dan dari mana kita memulai itulah problemnya. Alumni Pondok Pesantren ini karena tidak mempelajari pelajaran umum. Problem kita adalah bagaimana menarik minat mereka yang sebenarnya sangat anti sekolah / madrasah agar sedikit demi sedikit memahami bahwa madrasah atau sekolah merupakan satu keniscayaan yang harus dilakoni.Pesantren jenis ini. mereka kurang tertarik dengan dunia lain diluar itu. 159 . Persoalannya adalah bagaimana kita mampu melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh kunci dari dunia Pesantren Salafiyah ini. Alumni dari Pesantren Salafiyah jenis ini akan tampil sebagai seorang Kyai yang biasanya sangat teguh memegang norma-norma Islam dan bersifat “ agak anti pemerintah ”. mereka akan terjun pada sektor-sektor non formal. sebab figur ini sangat menentukan dari pendekatan yang dilakukan. Dalam dunia organisasi keagamaan pun alumni Pondok Pesantren ini hanya akan bersentuhan dengan kegiatan-kegiatan yang murni keagamaan.

bahkan pada beberapa Pondok Pesantren tertentu menyediakan lembaga pendidikan formal. lama pelajaran juga tidak mutlak tiga tahun. hanya beberapa mata pelajaran pokok saja yang diajarkan pada jenjang ini. tetapi materi pokok dari keseluruhan materi yang biasa diajarkan pada jenjang SLTP / MTs harus diberikan secara tuntas dan evaluasi juga harus dilakukan secara berkala dan 160 . artinya sistem salaf yang tidak kaku serta mutlak-mutlakan menentang segala bentuk sekolah dan madrasah. ia juga harus belajar ilmu-ilmu pokok yang menjadi standar anak usia sekolah dasar semisal. pada Pondok Pesantren model ini sistem salaf masih digunakan. anak-anak yang usia sekolah dasar.Salafiyah campuran. tetapi pihak Pesantren memberikan kelonggaran kepada santrisantrinya untuk mengikuti pendidikan formal di luar jalur pondok.santri salaf tidak akan ketinggalan dengan kemajuan pendidikan sekolah / madrasah yang berjalan di luar Pesantren Pendidikan pun harus dilakukan secara berjenjang. artinya setelah anak dapat menempuh ujian standar SD / MI. kemudian di ahir jenjang pendidikan ia juga harus mengikuti evaluasi yang standar layaknya anak lulusan SD / MI. Idealnya sistem Pondok Pesantren Salafiyah adalah seperti tersebut di atas. dengan cara seperti ini maka santri . maka tingkat SLTP / MTs. disamping tetap teguh melaksanakan aktivitas-aktivitas Salafiyahnya. disamping ia tetap mengaji secara salaf. Dalam praktek umpamanya. Tetapi tidak langsung larut kehilangan jati diri sehingga sistem salaf malah lebur ke dalam bentuk totak sekolah atau madrasah. Matematika. IPA. dengan pola yang sama. Bahasa Indonesia dan seterusnya.

sebab pada hakekatnya semua manusia itu memiliki kemampuan yang sepadan sehingga jenjang pendidikan perlu diberlakukan dan ini juga digunakan untuk mencapai pendidikan yang standart.berjenjang. Ibnu Khaldun. Potret Kegiatan PRAMUKA 161 . Ekonomi bahkan politik kontenporer. Sekalipun santri tersebut merupakan perpaduan antara kemampuan ilmu-ilmu agama dengan kepiawaian ilmu-ilmu umum. sebab kita tidak menghemndaki adanya sekelompok umat Islam yang tertinggal dalam ilmu pengetahuan dan teknologi walau mereka sendiri tidak merasa tertinggal. Matematika. Imam Ghozali juga merupakan sosok seorang ulama sekaligus ilmuwan sekuler. yang fasih melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan Al Hadist tetapi juga menguasai teoriteori Fisika. Kimia. Ibnu Sina. kita aktivis Islam akan menyaksikan santri-santri yang selalu bersarung dan berkopiyah itu. Alangkah bahagianya bila di masa mendatang. Biologi. Dengan diperbolehkan anak-anak usia sekolah ikut ujian atau mendapat mata pelajaran di luar sistem ngaji salaf maka hal itu nanti akan menghilangkan tembok penyekat antara santri salaf dengan anak-anak sekolah yang selama ini terjadi dan itu sebenarnya sangat merugikan perjuangan umat Islam secara keseluruhan. bukankah dulu para ilmuan Islam semisal. harus ada semacam “ kenaikan kelas ”. D. ini sangat penting untuk menjadi kontinuitas pendidikan dan keteraturan jenjang belajar.

sehingga seluruh santri Pondok adalah anggota Pramuka.Gerakan Pramuka di beberapa Pondok dianggap sangat penting sebagai sarana pendidikan yang dapat menanamkan kepribadian. Gerakan Pramuka di Pondok Darul Ma’rifat telah mewajibkan seluruh santri untuk aktif dalam kegiatan kepramukaan. dan akhlak mulia untuk bekal para santri dalam hidup bermasyarakat. • Andalan Koordinator Urusan Perpustakaan: bertanggungjawab mengangani perpustakaan pramuka. di bawah pengawasan Majlis Pembimbing Harian. • Andalan Koordinator Urusan Keuangan: bertanggungjawab atas keuangan Koordinator. Kegiatan kepramukaan ini ditangani oleh organisasi yang disebut Koordinator Gugusdepan. Latihan pramuka wajib untuk seluruh santri diadakan pada setiap Kamis sore. Susunan Organisasi Bagian-bagian dalam Koordinator Gerakan Pramuka Pondok ini terdiri dari: • Ketua: bertindak sebagai koordinator seluruh kegiatan organisasi dan bertanggung jawab atas jalannya program-program kerja tiap-tiap anadalan. Gugusdepan. • Andalan Koordinator Urusan Latihan: bertanggungjawab mengkoordinir latihan dan kegiatan kepramukaan. mental. 1. • Andalan Koordinator Urusan Kesekretariatan: bertanggungjawab atas ketertiban administrasi organisasi dan memimpin sekretaris Gugusdepan. dan Marching Band. 162 . dan Marching Band.

2. Gugusdepan. Saka Wana Bhakti. Gugusdepan merupakan satuan terdepan dalam Gerakan Pramuka yang menjadi wadah untuk menghimpun dan membina peserta didik sesuai dengan golongan usia dan jenis kelamin. Masa Pengembangan dan Pamantapan (MPP).• Andalan Koordinator Urusan Kedai Pramuka: bertanggungjawab menangani kedai pramuka yang menjual barang-branga keperluan pramuka. Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK). Kepengurusan ini berlangsung selama setahun masa bhakti yang diakhiri dengan laporan pertanggungjawaban dan seterusnya diadakan pergantian pengurus. Pada bulan Ramadhan organisasi ini mengadakan Rapat Kerja Koordinator untuk membahas dan menetapkan program kerja Koordinator dalam satu tahun. benda-benda pos dan korespondensi. Di antaranya adalah: Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Gugusdepan ini dibentuk untuk memudahkan pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan dalam mencapai tujuan Gerakan Pramuka. Drumb Band. Latihan Search And Rescue (SAR) Di samping itu Koordinator Gerakan Pramuka Pondok juga mengadakan 163 . Saka Bhakti Husada. Gerakan Pramuka Gugus Depan mengadakan kursus-kursus orientasi. terdiri dari 9 satuan. • Andalan Koordinator Urusan Perlengakapan: bertanggungjawab mengadakan dan memelihara segala barang keperluan organisasi. Saka Bhayangkara. Gladian Pimpinan Regu dan Sangga. Kursus dan Latihan Kepramukaan Untuk meningkatkan kualitas kepramukaan para santri.

cerdas tangkas kepramukaan. Kegiatan yang dimaksudkan di sini bersetting di KMI (Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah. Lomba Tingkat (LTII) Antar Gugusdepan. oleh guru-guru staf 164 .kurikuler (dalam kelas). dan tahunan. E.Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) Antar Gerakan Pramuka Pondok Alumni. Kegiatan belajar di kelas ini meliputi kegiatan intra. 1. Ini berarti seluruh pengurus tidak kebal dari disiplin dan sanksi. berikut ini uraiannya. mencipta lagu-lagu pramuka. lembaga pendidikan setingkat SLTP-SMU) di Pondok Pesantren Darul Ma’rifat Gurah Kediri. mingguan. Jika melanggar mereka juga mendapatkan sanksi yang sama. Perlu dicatat pula bahwa seluruh pengurus organisasi ini berada di bawah bimbingan majelis guru yang disebut Staf Pengasuhan Santri. ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler.45 WIB. dilakukan oleh bagian Proses Belajar Mengajar dan Pembinaan Karir Guru atau guru-guru yang telah ditunjuk. 3) Pengawasan disiplin masuk kelas mulai jam 06. lomba wide game.. Sebagaimana disebutkan di atas kegiatan KMI ini terdiri dari harian. bahkan lebih dari sanksi yang dikenakan kepada para anggota. cross country. tengah tahunan. Potret Kegiatan Belajar Santri Pada bagian ini akan dikemukakan profil kegiatan santri di madrasah. Kegiatan Harian Kegiatan ini meliputi: 1) Supervisi proses pengajaran. dilakukan oleh guru-guru senior yang bertugas secara bergantian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. 2) Pengecekan persiapan mengajar.

4) Pengontrolan kelas saat pelajaran berlangsung. Pengawasan ini juga dilakukan pada waktu masuk kelas lagi setelah jam istirahat. Kegiatan Mingguan Kegiatan ini antara lain: 1) Pertemuan guru KMI setiap Kamis (Kemisan) yang bertujuan untuk Pembagian tugas jum’at bersih untuk tiap kelas. 2. 6) Penyelenggaraan belajar malam (muwajjah) bersama wali kelas. untuk menjaga kebersihan 165 . 5) Pengontrolan asrama santri saat pelajaran berlangsung oleh guru yang bertugas. 7) kelas. oleh guru yang piket. Di samping itu guru juga mengontro suasana asrama santri: kebersihan. berlangsung dari jam 20. baik secara langsung dan atau pada pertemuan mingguan guru hari Kamis. Jika ada kelas yang kosong. Beberapa guru yang bertugas mendatangi asrama dan kamar-kamar santri untuk mengontrol apakah ada santri yang tidak masuk kelas dan apa alasannya serta adakah dia sudah punya surat izin tidak masuk kelas. Salah satu moto pengajaran di Darul Ma’rifat berbunyi ``Kelas kosong (dari guru) itu dosa besar``. guru piket tersebut segera menghubungi staf KMI yang kemudian akan mencarikan guru pengganti. Hasil kontrol dicatat di buku yang telah disediakan untuk dievaluasi.dan kenyamannya.45. agar tidak ada santri yang terlambat masuk kelas. keasrian.Kantor KMI.00-21. Pengontrolan kelas untuk mengecek apakah ada kelas yang tidak ada gurunya dan mengetahui ketepatan waktu hadir guru di kelas.

2) Pertemuan ketua-ketua kelas (Jum’at malam) untuk menyampaikan informasi seputar aktifitas belajar-mengajar.) 4.mengevaluasi kegiatan belajar mengajar selama seminggu. Kegiatan Tahunan Kegiatan-kegiatan ini lebih merupakan penunjang untuk keberhasilan belajar siswa. Program ini meliputi: 1) Fath al-Kutub: Kegiatan ini adalah latihan membaca kitab (terutama kitab klasik) untuk kelas V dan VI. tafsir. membantu mengawas ujian. Kegiatan ini berlangsung seminggu. Kegiatan Tengah Tahunan Program tengah tahunan di KMI adalah ujian semester I dan II. dll. dan nasehat-nasehat. membantu menguji lisan. Santri diberi tugas untuk membahas persoalan-persoalan tertentu dalam akidah. disiplin dalam kelas. meliputi absensi guru.. Ujian ini dipanitiai oleh beberapa guru yang diberi amanat dengan dibantu oleh seluruh siswa kelas VI (membantu kesekretariatan. hadis. 2) Fath al-Mu’jam: latihan dan ujian membuka kamus berbahasa Arab untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan berbahasa Arab santri. dll. kontrol persiapan mengajar guru. tasawwuf. Forum ini juga digunakan oleh Pimpinan Pondok untuk membicarakan program-program dan masalah-masalah Pondok secara keseluruhan. 3. serta kemudian membuat dan menyerahkan laporan tertulis mengenai hasil kajiannya kepada guru pembimbing. sebagai wahana menguji kemampuan mereka— setelah mempelajari Bahasa Arab hingga kelas V dan VI. fiqih. terutama dalam 166 .

c) Penunjukkan siswa-siswa yang akan praktek mengajar pertama. berbadasarkan rangking nilai ulangan. Seluruh anggota menyerahkan kelompok dan pembimbing. untuk kemudian membuat SAP. d) Amaliyah pertama oleh beberapa (5-7) siswa dilaksanakan. berlokasi di lingkungan kampus. berdasarkan kelompok-kelompok yang telah ditentukan. 4) Amaliyat al-Tadris.menelusuri dan mencari makna kosa kata. di bawah bimbingan guru senior. Dilanjutkan dengan ulangan-ulangan tertulis dan langsung dikoreksi mengenai seluruh materi ilmu pendidikan dan didaktik-metodik pengajaran. kelas-kelas yang dipakai praktek dipindahkan ke ruangan yang memadai. Program ini diselenggarakan sebagai berikut: a) b) Diadakan pengarahan-pengarahan amaliyah ini. di bawah bimbingan guru-guru yang sudah menunaikan haji. 1-2 hari. lembaran evaluasi/kritik yang telah ditulis kepada pembimbing utama. Selulruh anggota kelompok dan pembimbing ikut masuk ke dalam ruang kelas tempat praktek mengajar untuk mengamati dan mengevaluasi jalannya proses pengajaran. juga guru yang praktek itu sendiri. e) Seusai praktek mengajar diadakan forum evaluasi/kritik. Karena ini masih kelompok besar. 3) Manasik al-Haj: latihan ibadah praktek ibadah haji bagi siswa baru. 2 hari. untuk 167 . Ulangan ini untuk mendalami materi dan sekaligus menentukan santri-santri yang akan mengadakan praktek mengajar pertama kali. yakni praktek mengajar untuk siswa kelas 6.

kemudian dibacakan satu-persatu hinga selesai. Ini biasanya berlangsung 2 hari. Evaluasi/kritik diberikan ke keseluruhan gerak-gerik dan kegiatan guru selama mengajar, termasuk cara menyampaikan pertanyaan, cara menulis, dll., tetapi yang lebih dipentingkan adalah kritik terhadap metode dan sistematika pengajaran. Kritik yang ditulis itu harus diberi bukti tertulis juga, jika tidak, tidak akan diterima. f) Pada praktek mengajar berikutnya, siswa dibagi ke dalam kelompok-

kelompok kecil terdiri lebih kurang 15 orang, dan proses pengajaran dan kritiknya biasanya selesai dalam sehari. Dengan demikian seluruh santri yang tamat KMI pernah mengalami praktek mengajar. 5) usaha Al-Rihlah al-Iqtishadiyah (economic study tour): orientasi tentang dunia dan kewiraswastaan, untuk menanamkan jiwa kemandirian dan

kewiraswastaan kepada para santri. Kegiatan ini diberikan melalui ceramah-ceramah dan kungjungan ke obyek usaha di wilayah Jawa Timur dan sebab wilayah Jawa Tengah. 6) Penulisan karya ilmiah mengenai berbagai persoalan keagamaan dan

kemasyarakatan dalam bahasa Arab, untuk meningkatkan keilmuan santri kelas 6. 7) Pembekalan wawasan mengenai berbagai persoalan untuk santri kelas 6

menjelang tamat belajar di KMI. Pembekalan ini meliputi kegiatan-kegiatan berikut: a) Orientasi tentang: dunia pers dan jurnalistik, belajar di perguruan tinggi,

wawasan pengembangan kemasyarakatan, kepondokmodernan, perpustakaan, studi islam, dan metode dakwah. b) Ceramah dan dialog mengenai Darul Hadis (LDII), Syi’ah, orientalisme,

168

gerakan-gerakan Islam sempalan, dan Jama’ah Tabligh. c) 8) Kursus komputer dan penataran untuk mengajar TPA/Q. Termasuk acara tahunan adalah penerimaan santri baru setiap bulan

Syawwal. F. Tentang Ta'jir / Hukuman Dalam penjalanan disiplin dan aturan pondok sebagaimana digambarkan dalam paparan di atas, yang seringkali mendapat kritikan pedas adalah berkenaan dengan praktek hukuman, terlebih lagi jika hukuman itu berbentuk hukuman fisik, sebagai ilustrasi gambaran. Mencuatnya kasus seperti di SMPN 4 Wado Sumedang22 tentang hukuman jalan merangkak bagi paskibra, sampai ke DPRD menunjukkan adanya pihak yang belum memahami betul praktik pendidikan. Barangkali kenyataan ini karena isyu demokratisasi dalam pendidikan dan isyu violence (kekerasan) lebih populer ketimbang isyu lainnya. Padahal bagi pelaku pendidikan masih banyak isyu lain seperti masalah hukuman dan hadiah misalnya. Putu Wijaya mencerminkan pergolakan sekitar hukuman tersebut. dalam

cerpennya yang berjudul Guru (1)23 tersebut mngisahkan "kegelisahan" seorang guru yang diangkat jadi kepala sekolah. Ia merasa terputus dari kegiatan mengajar, sibuk dengan administrasi sekolah, tak kenal murid dengan segala latarbelakangnya, sementara dipikirannya terbayang suatu cita-cita tuk membangun generasi muda yang tangguh, penuh tanggungjawab, tidak cengeng, dan bukan generasi santai. Dengan apik

23

HU. Republika, 8 Oktober 2004 Putu Wijaya, Protes, (Jakarta:Grafiti, 1995,) h, 37

22

169

Putu Wijaya melukiskan kondisi pendidikan yang ada dan sedang berlaku dewasa ini. Ia lukiskan bagaimana perubahan generasi muda yang serba menuntut kebebasan, anti disiplin, dan perubahan-perubahan lainnya, dihubungkan dengan pak kepala sekolah yang semakin gelisah dan akhirnya memutuskan untuk menjadi guru lagi serta melepaskan jabatannya sebagai kepala sekolah. Akhirnya pak kepala sekolah yang jadi guru itu mengajar dengan segala obsesinya sebagai pencetak generasi, karena protes dari dewan guru, akhirnya ia dipecat oleh kepala sekolah hasil binaannya sendiri, dengan alasan kolot, tidak menjaman, dan bertindak kekerasan. Yang penulis pahami --mudah-mudahan tidak salah paham--dari goresan pena Putu Wijaya adalah pesan betapa niatan baik dan tanggungjawab terhadap pembinaan generasi seringkali berakhir dengan resiko tinggi (pemecatan). Selain merupakan kritik pedas bagi pelaku pendidikan yang semakin tak beraturan dan tunduk kepada kemauan "kebebasan" anak usia belasan tahun dengan dalih demokratis. Punishment adalah perangsang yang menyebabkan peserta didik atau seseorang menghindarkan diri darinya atau menjauhinya (Richard L. Solomon, 1964) menurut Solomon pengaruh hukuman besar sekali terhadap sikap belajar peserta didik, karena mereka umumnya akan berupaya tidak memperoleh hukuman bila hasil belajarnya tidak baik, secara psikologis semua manusia tidak senang dan menghindarkan diri dari hukuman.24

24

Aminuddin Rasyad ,Teori belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: UHAMKA Press ,2003) Cet.ke- 3, h,9899.

170

Ada beberapa pentahapan dalam hal pelaksanaan hukuman (punishment), pertama mengkomunikasikan hukuman, semacam aturan atau tata tertib sekolah yang harus dipatuhi murid, kedua pelaksaan sangsi terhadap pelanggar aturan dalam hal ini berarti pemberian hukuman. Sebagaimana fungsinya hukuman diberikan untuk pelaku pelanggaran dengan maksud untuk memelihara ketertiban sekolah atau ketertiban kelas serta merupakan rangsangan yang sengaja diberikan agar tidak melakukan pelanggaran. Kelas yang tertib adalah tanggungjawab guru yang bersangkutan. Demikian juga ketertiban sekolah menjadi tanggungjawab semua dari kepala sekolah , pembina OSIS hingga guru-guru yang menjadi awak sekolah tersebut. Suatu sistem aturan tidakakan bisa berjalan tanpa adanya pelaksanaan sangsi bagi pelanggar aturan dan hadiah atau pujian bagi yang melaksanakan aturan dengan baik. Jadi masalah hukuman dan hadiah adalah suatu motivasi yag secara silih berganti lumrah dilaksanakan dalam dunia pendidikan baik pesantren maupun sekolah25. Dalam pelaksanaannya hukuman tidaklah semata dalam bentuk hukuman fisik, bisa juga bersifat tatapan mata (melotot), teguran, sindiran, demikian juga sebaliknya hadiah tidak melulu berbentuk materi, bisa juga berupa pujian, acungan jempol dan perhatian. Ada trend yang berlaku dewasa ini di dunia pendidikan sangat berlebihan dalam menghindari hukuman, sama halnya dengan berlebihannya dalam memberikan hadiah, akibatnya kadang ditemui upacara-upacara pemberian hadiah yang berupa

25

M. Tata Taufik, Hukuman & Hadiah Catatan kecil untuk Pelaku Pendidikan, HU.Mitra Dialog , Sabtu 30 Okt.2004

171

material demikian meriah, sementara sedikit sekali ditemui upacara pemberian hukuman, dan ketika yang terakhir ini terjadi malah menjadi sorotan publik. Ada suatu nasehat yang diberikan Rasul SAW kepada Abi Hurairah berkenaan dengan hukuman ini; "Hai Abu Hurairah, Janganlah kamu memukul untuk memperbaiki adab (pendidikan) lebih dari tiga kali, jika kamu lakukan lebih dari tiga kali maka kamu mendapatkan qishahsh pada hari kiamat, hai Abu Hurairah, didiklah anak-anak keluargamu dengan ucapan (lisan) untuk melaksanakan shalat dan thaharah, jika mereka sampai usia 10 tahun (dan membangkang.pen), maka pukullah ia tapi jangan lebih dari tiga kali".26 Kutipan na sihat ini mengambarkan etiket pemberian hukuman dalam pendidikan anak. Ada saat pemberian informasi, komunikasi dengan lisan, dan ada saat tindakan fisik yang terrencana dan tidak membahayakan. G. Pola Hubungan Guru & Murid Manusia adalah produk dari kebiasaannya (Hadits) Dari sederetan kegiatan para santri sebagaimana digambarkan tadi merupakan suatu pemaparan yang perlu pemaknaan, hal itu kalau dibahasakan akan merupakan hubungan sinerji antara guru dan murid (Kyai/ Ustadz dan santri) dengan landasan motivasi keagamaan yang mendalam suatu yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran27 Tugas utama kehidupan adalah belajar, siapa yang paling aktif dalam belajar maka ia yang paling mampu untuk bertahan hidup. Seorang balita aktif berlatih untuk

27

Abdul Hamid Syakir, Khitabu al-Rasul, h, 80 Lihat M. Tata Taufik , "Motivasi Religius Guru & Murid ",Mitra Dialog Sabtu 09-10-2004

26

172

Tanpa ada usaha yang serius seperti penyelenggaraan sekolah amupun pesantren pun proses belajar di atas tetap dialami oleh manusia.2education acquired knowledge: knowledge or skill gained through education 173 . Secara dialektis mata kita menatap suatu benda. Secara etimologis belajar berarti mendapatkan pengetahuan atau kemampuan. otak kita menangkap. menyimpulkan dan akhirnya memilih sutau tingkah laku yang dilakukan semua bisa diamati dalam proses kehidupan yang dialami manusia termasuk diri kita.mengekpresikan perasaannya. dalam istilah pendidikan berarti kemampuan atau pengetahuan yang didapat melalui usaha pendidikan. tegak dan melangkah hingga mahir berjalan.1acquiring of knowledge: the acquisition of knowledge or skill . memperhatikan. atau sebaliknya pikiran kita berkerja memikirkan suatu lalu dihubungkan dengan realitas dan ia menciptakan suatu tindakan untuk membuat realitas sesuai dengan idea yang ada dalam pikiran. memahami dan dalam tingkah laku. Perkembangan berikutnya ia menjadi piawai. meniru kemudian merangkak. atau perubahan yang relatif permanen dalam pengetahuan. lalu mengolah dan akhirnya memutuskan untuk memilih melakukan atau tidak melakukan sesuatu. learn·ing [lúrning] n . Dalam itilah psikologi belajar adalah perubahan pengetahuan. berdiri. menyimak. Kedua teori ini sangatlah sederhana dalam melihat prilaku kita sebagai makhluk yang berfikir dan belajar. menangis. dan akhirnya sampailah pada tahap bijak begitulah sampai akhirnya ia menemui ajalnya.

skills.28 Secara terminologis belajar berarti mendapatkan pengetahuan atau mengembangkan kemampuan untuk melakukan suatu tingkahlaku yang baru . ide. Ryan.31 Jadi pengajaran atau mengajar adalah mempresentasikan fakta.. ideas. 30 31 174 . All rights 28 reserved 29 Ibid Ibid. Jika dilihat dari sudut guru mengajar pada hakikatnya adalah "belajar".30 dan kegiatannya dinamakan pengajaran (instruction) teaching in a particular subject or skill. atau skil serta tehnik tertentu kepada murid secara sistematis. "Teaching".Learning. and techniques to students. Ibid. Selanjutnya kegiatan pemberian pelajaran disebut mengajar (teaching) yang berarti systematic presentation of facts. dan kegiatan pengajaran bagi guru berarti 'membuat siswa belajar".Kevin. or acquisition of. knowledge.29 Jadi dalam proses belajar ada mendapatkan pengetehauan berarti dari nol menuju isi ada juga pengembangan sesuatuyang sudah dimiliki. belajar akan materi (bahan ajar). or the facts or skills taught. © 1993-2002 Microsoft Corporation. acquiring knowledge or developing the ability to perform new behaviors. Dengan mengajar seorang guru belajar banyak hal.3psychology change in knowledge: a relatively permanent change in. or behavior. understanding. belajar methode. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003.

2. 175 . Dan guru yang berhasil adalah guru yang mempu membuat anak didiknya belajar. Namun kenapa semua orang bertumpu pada guru.belajar tentang aspek-aspek kesiswaan dan perkembangannya.VII. yang pertama adalah guru. yang kedua informasi atau pengetahuan dan yang ketiga adalah siswa. keagamaan.1 32 33 h.334 of religious group: a spiritual leader of or intellectual guide for a religious group or movement especially one being described as non-mainstream. pemimpin spriritual atau intelektual bagi group keagamaan tertentu yang sangat berpengaruh dalam membuat gerakan. Guru adalah sebutan untuk orang yang kerjanya mengajar 32. individual’s revered teacher and counselor: a teacher or counselor in spiritual or intellectual matters who is especially revered and followed by an individual.S. Pemimpin keagamaan atau pengajar keagamaan. Purwadarminta. gerakkan. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Nampaknya apa yang diungkap oleh Purwadarminta belum bisa mewakili maksud dari kata guru.Cit. belajar situasi kelas dll. Kegiatan pengajaran baik dipesantren maupun di sekolah kalau dipotret akan membrikan gambaran adanya tiga komponen utama dalam aktifitas tersebut source > message > receiver. pengajar. dan diikuti. orang yang kerjanya mengajar. dalam Encarta ditulis guru berasal dari bahasa Sansakerta digunakan sejak awal abad 17 berarti. somebody influential: somebody who is prominent and influential in a specific field and sets a trend or starts a movement. (Jakarta.33 Kata guru memiliki medan makna antara lain. Maka tidak heran jika W. 3. "guru" Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. ungkapan seperti "berguru pada siapa" nampak kata guru di sini berwibawa sekali. dan berpengaruh. or Sikh religious teacher: in Hinduism and Sikhism.kalau melihat pernyataan ini nampak guru sangat sederhana. a religious leader or teacher. leader Hindu .J. Op. pemimpin. 4. selain hanya dari sudut pekerjaan saja. 1984) cet. PN Balai Pustaka.

penggerak.2004) ) . tapi lebih dari itu ia berperan sebagai perancang pengajaran. atau mutaa'lim. ia selalu menuntut (bukkan menunggu) dan senantiasa belajar hingga memiliki ilmu. pemberi pengetahuan. Bila melihat dari pengertian di atas baik guru maupun murid sebenarnya nampak kinerja yang sangat indah antara keduanya . Pemberi akan lebih bermanfaat Bandung: Pustaka Bani Quraisy. guru sebagai pemberi dan murid sebagai penuntut dan penerima dalam arti yang luas. kedua kata tersebut menunjukan sifat aktif murid dalam belajar. Murid dalam bahasa Arab disebut tha>lib. dan sangat berpengaruh dalam menentukkan jalan hidup muridnya. pemberi pengaruh. Muhammad 34 Cet.Surya.34 Murid berasal dari bahasa Arab yang berarti secara harfiah orang yang mempunyai keinginan. Dari sini tergambar pola hubungan guru-murid. I. guru sebagai pemimpin. istilah ini digunakan sebagai sebutan bagi pengikut sufi yang mempunyai keinginan untuk belajar pada gurunya (Syaikh atau Mursyid). Dalam Istilah pendidikan guru deikenal tidak saja sebagai instuktur. murid berarti seorang yang memiliki keinginan kuat untuk memahami dan mencapai apa yang dicapai oleh gurunya. sedang kan murid di satu sisi sebagai orang yang dengan penuh semangat ingin mencapai apa yang telah dimiliki gurunya. manajer pengajaran pengevaluasi hasil belajar dan sebagai direktur belajar.guru demikian berwibawa pada masa silam.Paikologi Pembelajaran & Pengajaran . yang pertama berarti penuntut. h. 54 176 . dan yang kedua berarti orang yang belajar.

3. siapapun akan kurang pas menerima sesuatu dengan keterpaksaan. and (6) curiosity and the need to understand. Untuk ini kalangan pendidik masa silam (dalam Islam) mengembangkan suatu norma bagi murid yang berisikan tata cara mencari ilmu dan menghargai guru.6 waktu yang panjang. Tulisan ini tidak akan membicarakan seekor kera belajar dari rangsangan untuk mendapatkan pisang. 2 tamak. 4) Kebutuhan untuk berkompeten. si A mengajar melakukannya karena untuk sesuap nasi. cerdas. (3) love and feelings of belonging. berarti ia bekerja (memenuhi kebutuhan pertama dan kedua?). si B mengajar juga. ia melakukannya agar dicintai 35 Ta'li>m al-Muta'alim? Ada juga suatu doktrin belajar sebagai berikut: engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali memiliki enam syarat berikut: 1. and esteem. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. Satu tindakan atau kegiatan dilakukan seseorang mungkin berbeda motivasinya. 4dirham (biaya). 3) Kebutuhan untuk mencinta dan memiliki. 177 . karenannya perlu dikembangkan pola hubungan guru murid dengan keikhlasan sebagai dasarnya. tapi akan lebih menyoroti kebutuhan dasar manusia sebagaimana yang digagas Maslow berkenaan dengan motivasi: ada 6 (enam) rangking kebutuhan dasar manusia. kesungguhan.35 Guru dan murid memiliki kebutuhan psikis yang sama. 2) Kebutuhan akan rasa aman. (5) self-fulfillment. karena keduanya manusia juga. 5) Kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dirinya.jika 'tindakan" memberi itu disadari dengan keikhlasan.5 menemani guru. prestis dan berharga. (2) security and safety. 36 Maslow ranks human needs as follows: (1) physiological.36 Keenam kebutuhan tersebut dapat dijadikan motivasi bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. 1) Kebutuhan pisiologis. (4) competence. prestige. 6) Kebutuhan untuk mengetahui dan memahami. demikian juga halnya dengan penerima. kebutuhan psikis guru itu juga kebutuhan psikis murid.

Microsoft® way. untuk apa ia pergi ke sekolah? Agar diberi bekal. atau bisa dimasukkan pada need ke 2 yaitu kebutuhan akan rasa aman. yaitu kebutuhan akan keberagamaan. . alasan tersebut dalam psikologi disebut motivasi. agar tidak dimarahi? Agar disayangi orang tua? Agar berharga? Dst.giving of a reason to act: the act of giving somebody a reason or incentive to do 37 something. cognitive. ada agama dalam mencari makan. kejadian (realitas) memotivasi untuk melakukan sesuatu mo·ti·va·tion. Si C mengajar karena ingin dirinya terkenal dengan sebutan guru (kebutuhan keempat) Si D melakukannya karena dirinya memerlukan orang lain tempat ia mencurahkan apa yang diketahuinya (kebutuhan kelima). n 1. 178 . Dan terakhir si E melakukannya agar dia lebiha banyak tahu tentang siswa dan memahami seluk beluk mengajar (kebutuhan ke 6). Hal yang sama juga bisa terjadi pada murid.psychology forces determining behavior: the biological. emotional. Semua kegiatannya dinamakan tetap disebut mengajar.rangking ke 5 kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Encarta® Reference Library 2003. Berangkat dari pengenalan akan need dasar manusia. 2.37 motivasi digambarkan sebagai suatu lingkaran yang terus menerus.3 reason: a reason for doing something or behaving in some or something that causes such a feeling 4. atau bahkan pada rangking ke 3 untuk dicinta dan mencinta. hanya saja ada yang tertinggal di situ. atau semuanya? Maksudnya semua basic need tadi dibingkai dengan suasana religiousness.enthusiasm: a feeling of interest or enthusiasm that makes somebody want to do something. ada agama dalam mencari nama dll. sampailah pada pengertian bahwa manusia melakukan sesuatu karena kebutuhun tersebut yang harus dipenuhinya. Semua kebutuhan yang diajukan Maslow tadi bagaimanapun juga mewakili dari berbagai need yang ada pada diri manusia.masyarakat (memenuhi kebutuhan ketiga?).

dan begitu seterusnya. 179 . ungkpan-ungkapan ayat Al-Qur'an sangat sarat dengan motivasi kearah hidup yang bermakna karena memang ia ditujukan kepada hati dan jiwa manusia. Dalam kitab suci banyak bisa digali berbagai teori kehidupan. Tugas kita --dalam masyarakat yang memiliki sistem kepercayaan tersebut-.hanya tinggal memanfaatkan sistem keyakinan tadi untuk dijadikan landasan dalam membina masyarakat dengan jalan menggali informasi sebanyka-banyaknya dari ajaran untuk dijadikan bahan pembinaan. Ambil contoh kitab suci Al-Qur'an. Dengan demikian berarti kita sudah memanfaatkan potensi dasar yang dimiliki seseorang untuk mengembangkan dirinya. Sistem kepercayaan akan kitab suci sangatlah potensial untuk dijadikan bahan dalam memacu semangat untuk berbuat.suatu pencapaian akan realitas tadi menjadi motivasi juga untuk pencapaian akan realitas berikutnya. lebih-lebih yang menyangkut teori psikologis. melihat bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Pada kesempatan ini penulis mencoba mengangkat agama sebagai motivasi kegiatan belajar dan pembelajaran tersebut. berarti upaya tersebut bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan pernyataan-pernyataan tekstual Al-Qur'an atau Al-Hadits yang bertemakan pembelajaran dan pengajaran. Dalam kaitannya dengan kegiatan inetarksi guru-murid (pembelajaran dan pengajaran) sebagaimana dikemukakan di atas banyak motivasi bisa didapat tergantung kepada individu masing-masing pelakunya. Berhubungan dengan kegiatan pembelajaran dan pengajaran.

Motivasi tersebut bisa dijabarkan dalam

sederetan informasi

mulai dari

pentingnnya ilmu pengetahuan, anjuran untuk mencari ilmu, untuk apa mencari ilmu, kewajiban menyampaikan ilmu dan seterusnya . Tentang pentingnya ilmu misalkan teks Al-Qur'an mengungkapkan sebagai berikut:

‫ﻳَﺎﹶﺃﱡﻳﻬَﺎ ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﺀَﺍﻣُﻮﺍ ِﺇﺫﹶﺍ ﻗِﻴﻞ ﹶﻟﻜﻢ َﺗﻔﺴ ُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﹾﻟﻤﺠَﺎِﻟﺲ ﻓﹶﺎﻓﺴ ُﻮﺍ َﻳﻔﺴﺢ ﺍﻟﻠﻪ ﹶﻟﻜﻢ ﻭِﺇﺫﹶﺍ ﻗِﻴﻞ ﺍْﻧﺸ ُﻭﺍ ﻓﹶﺎْﻧﺸ ُﻭﺍ َﻳﺮﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ‬ ُ ‫ُﺰ ْﹶ ِ ﱠ‬ ‫ﹶ ُﺰ‬ َ ْ ‫َ ِ ﹾ َﺤ ﹾ َ ِ ﱠ ُ ﹸ‬ ‫ﹶ ﹸ ْ ﹶ ﱠﺤ‬ ‫َ َﻨ‬ (11:‫ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﺀَﺍﻣُﻮﺍ ﻣْﻨﻜﻢ ﻭَﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﹸﻭُﻮﺍ ﺍﹾﻟﻌﻠﻢ ﺩﺭﺟَﺎﺕ َﺍﻟﱠ ُ ِﺑﻤَﺎ َﺗﻌﻤﹸﻮﻥ ﺧِﺒﲑ )ﺍﺠﻤﻟﺎﺩﻟﺔ‬ ٌ َ ‫ْ َﻠ ﹶ‬ ‫َ ﺃ ﺗ ِ ﹾ َ َ َ ٍ ﻭ ﻠﻪ‬ ْ ‫َ َﻨ ِ ﹸ‬
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS: Al-Mujadalah:11

‫ﹶﺃﻡ ﻣﻦ ُﻮ ﻗﹶﺎِﻧﺖ ﺀَﺍﻧَﺎﺀ ﺍﻟﱠْﻴﻞ ﺳَﺎﺟﺪًﺍ ﻭﻗﹶﺎِﺋﻤًﺎ َﻳﺤﺬ ُ ﺍﻟﹾﺂﺧﺮﺓ ﻭَﻳﺮ ُﻮ ﺭﺣﻤﺔ ﺭﱢﺑﻪ ﻗﻞ ﻫﻞ َﻳﺴَﺘﻮِﻱ ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ َﻳﻌﻠ ُﻮﻥ ﻭَﺍﱠـﺬِﻳﻦ ﻟﹶـﺎ‬ َ ‫َ ْﹶﻤ ﹶ ﻟ‬ ْ ‫ْ ﹶﺭ ِ َ ﹶ َ ْﺟ َ ْ َ ﹶ َ ِ ﹸ ﹾ َ ﹾ‬ َ ِ ِ ‫ْ َ ْ ﻫَ ٌ َ ﻠ‬ ( 9:‫َﻳﻌﻠ ُﻮﻥ ِﺇﱠﻧﻤَﺎ َﻳَﺘﺬ ﱠ ُ ﹸﻭﹸﻮ ﺍﹾﻟﺄﹾﻟﺒَﺎﺏ )ﺍﻟﺰﻣﺮ‬ ِ ‫ﹶ ﻛﺮ ﺃ ﻟ ﹶ‬ ‫ْﹶﻤ ﹶ‬ )Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah
di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang

180

mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Pemahaman tentang pentingnya ilmu38 merupakan suatu pola pemikiran yang harus dimiliki oleh pelaku pembelajaran dan pengajaran, karena secara psikologis orang akan mencari atau menyampaikan suatu yang dianggap penting baginya. Selanjutnya tentang anjuran mencari ilmu ini merupakan motivasi lain bagi pelajar / siswa sehingga ia merasa apa yang diperjuangkannnya dalam pembelajaran betul-betul sutu yang bermakna dan menunaikan kewajiban agama, ungkapan seperti hadits
39

‫ﻃﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣـﺴﻠﻢ‬mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim bisa

dijadikan motivasi bagi anak didik untuk senantiasa belajar, banyak ungkapan lain yang senada seperti ;barangsiapa pergi untuk mencari ilmu berarti ia pergi dijalan Allah sampai ia kembali, tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negri Cina, tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat dll. Firman Allah dalam Al-Qur'an juga bisa digali seperti anjuran kepada Nabi untuk belajar dan bertanya kepada "ahli"

(43:‫ﻭﻣَﺎ ﹶﺃﺭﺳﻠﻨَﺎ ﻣﻦ ﻗْﺒﻠﻚ ِﺇﱠﺎ ﺭﺟَﺎﻟﹰﺎ ُﻮﺣِﻲ ِﺇﹶﻟْﻴﻬﻢ ﻓﹶﺎﺳﺄﹸﻮﺍ ﹶﺃﻫﻞ ﺍﻟﺬﻛﺮ ِﺇﻥ ﻛْﻨُﺘﻢ ﻟﹶﺎ َﺗﻌﻠ ُﻮﻥ) ﺍﻟﻨﺤﻞ‬ ‫ِ ْ ْﹶﻟ ْ ﹶ ﱢ ﹾ ِ ﹾ ﹸ ْ ْﹶﻤ ﹶ‬ ‫َ ْ َﹾ ِ ْ ﹶ ِ َ ﻟ ِ ﻧ‬
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
Thara>iq al-Nabiy fi> ta'li>mi ashh}a>bihi (Beirut:Da>r Ibnu ,Ahmad, Muhammad, al-'Alimiy
38

Hajm, 2001) cet.I. h. 28 39 Ibnu Majah, hadits no 224 Hadits riwayat

181

‫ﺣﺪِﻳﺚ ﻋْﺒﺪ ﺍﻟﱠﻪ ْﺑﻦ ﻣﺴ ُﻮﺩ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋْﻨ ُ ﻗﹶﺎﻝ : ﻗﹶﺎﻝ ﺭ ُﻮﻝ ﺍﻟﱠﻪ ﺻﱠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠْﻴﻪ ﻭﺳﻠﱠﻢ ﻟﹶﺎ ﺣﺴﺪ ِﺇﱠﺎ ﻓِﻲ ﺍﹾﺛَﻨَﺘْﻴﻦ ﺭﺟﻞ ﺁﺗَﺎﻩ‬ ُ ‫ِ َ ُﹲ‬ ‫َ ﹸ َ ِ ﻠ ِ ِ َ ْﻌ ٍ َ ِ َ ﱠ ُ َ ﻪ ﹶ ﹶ َﺳ ﹸ ﻠ ِ َﻠ ﱠ ُ َﹶ ِ َ َ َ َ َ َ ﻟ‬ * ‫ﺍﻟﻠﻪ ﻣَﺎﻟﹰﺎ ﻓﺴﱠﻄ ُ ﻋﻠﹶﻰ ﻫﻠﻜِﺘﻪ ﻓِﻲ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﻭﺭ ُﻞ ﺁﺗَﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﻜﻤﺔ ﻓ ُﻮ َﻳﻘﻀِﻲ ِﺑﻬَﺎ ﻭُﻳﻌﻠﻤﻬَﺎ‬ ُ ‫َ َﱢ‬ ‫َ ﱢ َ َﺟ ﹲ ُ ﱠ ُ ِ ﹾ َ ﹰ ﹶﻬ َ ﹾ‬ ِ ‫ﱠ ُ ﹶ َﻠ ﹶﻪ َ َﹶ ﹶ‬
Tidak ada iri kecuali dalam dua hal; iri terhadap orang yang memiliki harta lalu digunakannya sampai habis untuk kebenaran, dan iri terhadap seseorang yang diberi pengetahuan oleh Allah lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya. (haits riwayat Ibnu majah). Tentanng tujuan mencari ilmu atau katakanlah niat mencari ilmu untuk apa, disini yang diperlukan adalah meluruskan nia, dari niat mencari ijazah kepada niat ibadah, menjalankan perintah agama, niat membekali diri untuk supaya diri lebih baik dan bisa menjalani hidup sesuai tuntunan Ilahi.

‫ﻗﻞ ِﺇﱠﻧﻤَﺎ ﹶﺃﻧَﺎ َﺑﺸﺮ ﻣﹾﺜﹸ ﹸﻢ ُﻮﺣَﻰ ِﺇﹶﻟﻲ ﹶﺃﱠﻧﻤَﺎ ِﺇﹶﻟ ُ ﹸﻢ ِﺇﹶﻟﻪ ﻭَﺍﺣﺪ ﻓﻤﻦ ﻛﹶﺎﻥ َﻳﺮ ُﻮﺍ ِﻟﻘﹶﺎﺀ ﺭﱢﺑﻪ ﻓﻠَﻴﻌﻤﻞ ﻋﻤﻠﹰﺎ ﺻَﺎِﻟﺤًﺎ ﻭﻟﹶﺎ ُﻳﺸﺮﻙ‬ ْ ِْ َ َ َ ‫ﻬﻜ ْ ٌ ِ ٌ ﹶ َ ْ ﹶ ْﺟ َ َ ِ ﹶ ﹾ ْ َ ﹾ‬ ‫ﱠ‬ ‫َ ٌ ِ ﻠﻜ ْ ﻳ‬ ‫ﹸﹾ‬ (110: ‫ِﺑﻌﺒَﺎﺩﺓ ﺭﱢﺑﻪ ﹶﺃﺣﺪًﺍ )ﺍﻟﻜﻬﻒ‬ َ ِ َ َِ ِ
Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

(162:‫ﻗﻞ ِﺇ ﱠ ﺻﻠﹶﺎﺗِﻲ ﻭُﻧﺴﻜِﻲ ﻭﻣﺤﻴَﺎﻱ ﻭﻣﻤَﺎﺗِﻲ ِﻟﱠﻪ ﺭﺏ ﺍﹾﻟﻌَﺎﹶﻟﻤﲔ ) ﺍﻻﻧﻌﺎﻡ‬ َ ِ ‫ﻠِ َ ﱢ‬ ََ َ ْ ََ ُ َ َ ‫ﹸ ﹾ ﻥ‬

182

Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, Ayat di atas menunjukkan bahwa semua kegiatan kehidupan kita diperuntukkan hanya untuk Allah semata, terma suk di dalamnnya mencari ilmu. Selanjutnya berhubungan dengan pengajar / guru ada kewajiban untuk menyampaikan ilmu, siapa yang memiliki ilmu maka ia berkewajiban untuk membaginya kepada orang lain.

‫ﻭﻣَﺎ ﻛﹶﺎﻥ ﺍﹾﻟﻤﺆﻣُﻮﻥ ِﻟَﻴْﻨﻔﺮُﻭﺍ ﻛﹶﺎﱠﺔ ﻓﻠﻮﻟﹶﺎ َﻧﻔﺮ ﻣﻦ ﻛ ﱢ ﻓﺮﻗﺔ ﻣْﻨﻬﻢ ﻃﹶﺎِﺋﻔﺔ ِﻟَﻴَﺘﻔ ﱠ ُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟ ﱢﻳﻦ ﻭِﻟُْﻨﺬ ُﻭﺍ ﻗﻮﻣﻬﻢ ِﺇﺫﹶﺍ ﺭﺟ ُﻮﺍ ِﺇﹶﻟْﻴﻬﻢ‬ ْ ِ ‫ﺪ ِ َ ﻴ ِﺭ ﹶ ْ َ ُ ْ َ َﻌ‬ ‫ﻓ ﹰ ﹶﹶ ْ ﹶ َ ِ ْ ﹸﻞ ِ ْﹶ ٍ ِ ُ ْ ﹶ ﹲ ﹶﻘﻬ‬ ِ ‫ﹶ ُ ْ ِﻨ ﹶ‬ َ (122: ‫ﹶﻟﻌﱠ ُﻢ َﻳﺤﺬ ُﻭﻥ)ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ‬ ‫َﻠﻬ ْ ْ ﹶﺭ ﹶ‬
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

(71:‫ﻳَﺎﹶﺃﻫﻞ ﺍﹾﻟﻜﺘَﺎﺏ ِﻟﻢ َﺗﻠِﺒ ُﻮﻥ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﺑِﺎﹾﻟﺒَﺎﻃﻞ ﻭَﺗﻜُﺘ ُﻮﻥ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﻭﹶﺃْﻧُﺘﻢ َﺗﻌﻠ ُﻮﻥ)ﺍﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ‬ ‫ْ ﹶ ِ ِ َ ﹾ ﺴ ﹶ َ ﱠ ِ ِ َ ﹾ ﻤ ﹶ َ ﱠ َ ْ ْﹶﻤ ﹶ‬
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?

(37:‫ﺍﱠﺬﻳﻦ َﻳْﺒﺨﹸﻮﻥ ﻭَﻳﺄﻣ ُﻭﻥ ﺍﻟﱠﺎﺱ ﺑِﺎﹾﻟُﺒﺨﻞ ﻭَﻳﻜُﺘ ُﻮﻥ ﻣَﺎ َﺍﺗَﺎ ُ ُ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻓﻀﻠﻪ ﻭﹶﺃﻋَﺘﺪﻧَﺎ ِﻟﻠﻜﹶﺎﻓﺮِﻳﻦ ﻋﺬﹶﺍﺑًﺎ ﻣﻬِﻴﻨًﺎ) ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ‬ ُ َ َ ِ ‫ﻟ ِ َ َﻠ ﹶ َ ﹾ ُﺮ ﹶ ﻨ َ ْ ِ َ ﹾ ﻤ ﹶ ﺀ ﻫﻢ ﱠ ُ ِ ْ ﹶ ِْ ِ َ ْ ْ ﹾ‬

183

)yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan
menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. Cuplikan dari teks ayat maupun hadits di atas hanya sebagian kecil dari sekian pernyataan yang nampaknya secara psikologis dapat menjadi motif seseorang untuk melakukan kegiatan pembelajarabn dan pengajaran, masih banyak lagi pernyataan lain yang bisa ditelusuri lebih jauh. Namun setidaknya dari pernyataan tersebut tergambar sutu pola pembelajaran dengan motivasi religius sebagai brikut: Motivasi Religius
Ajaran sebagai motif Konsep Tahuhid Tingkahlaku yang dicapai -Belajar Lillah Pelaku Murid Guru Murid Guru + Murid

-Mengajar Lillah
Kewajiban Mencari Ilmu Ilmu itu Penting Belajar = menunaikan keajiban ; taat perintah Tuhan Belajar / mengajar = Melakukan suatu yang bermakna, cinta ilmu Dakwah Menyampaikan dimiliki wajib ilmu Wajib, yang Mengajar kewajiban = melaksanakan

Guru

Gambaran sinngkat di atas menunjukkan tingkah laku yang bisa dicapai dengan motif ajaran yang diambil dari sietem kepercayaan (nilai) yang dianut, yang menurut hemat penulis secara psikologis berperan dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran. Kenyataan seperti itulah yang tergambar dari rangkaian kegiatan pembelajaran di pesantren baik salafiyah maupun yang modern, nuansa motivasi religius yang

184

A. Bangunan pencakar langit sampai rumah tingggal membutuhkan site-plan atau denah gambar yang terinci dalam skala. Bila kita mengamati fenomena perubahan di sekitar kita. bahwa setiap diri kita apapun profesinya adalah guru. dan seterusnya Selain guru kita juga murid yang harus selalu belajar sampai ajal nanti. tidak satupun pekerjaan besar. Dalam semuanya itu motivasi adalah hal yang harus ada dalam berbagai tindakan. Santri: Sebuah Harapan Masa Depan Mengapa perlu membuat rencana untuk masa depan ? Mungkin pertanyaan semacam ini tidak perlu dilontarkan apabila kita mengacu kepada fenomena pembangunan dan kemajuan di segala bidang di sekitar kita. bisa dipercaya. selalu menyampaikan kebebnaran. Pembangunan 185 .dikembangkan belajar. maka alangkah baiknya jika motivasi itu bernuansa ukhrawi sehingga bisa terlaksana dengan baik tujuan yang sifatnya duniawi . dan menjiwai aktivitas keseharian kehidupan pesantren termasuk Belajar dari guru mulia yang memiliki sifat jujur. dan yang terpenting adalah. H. Bahkan pembangunan sebuah bangsa membutuhkan serangkaian pembahasan untuk menentukan APBN dan Repelita. dan cerdas. tetangga. di negeri ini maupun di mana saja yang tidak direncanakan. minimal guru untuk diri sendiri. keluarga. tidak satupun yang tidak direncanakan. itulah guru kita semua Rasulullah S.W. Kemajuan teknologi mengacu kepada serangkaian master-plan yang menjadi kerangka acuan untuk mendesainnya.

apalagi jika dapat diterapkan dalam kehidupan individu santri. sehingga sangat jarang santri yang manjalani hidupnya secara terencana. Logikanya. tetapi meraih satu-satu segala yang direncanakan. Logikanya.gedung pencakar langit maupun rumah petak di komplek perumahan masih memerlukan site-plan gambar rancang bangun. Sukses demi sukses diraih. Pembangunan bangsa membutuhkan sidang-sidang menentukan APBN. dan menemukan berbagai terobosan teknologi. 186 . Masalahnya sekarang. apabila rencana mampu membangun sebuah model pesawat ruang angkasa. wakil Tuhan di muka bumi. ternyata anaknya perempuan. membangun gedung-gedung megah. mampu menentukan nasib sebuah bangsa dengan penduduk jutaan orang. bagaimana bila diaplikasikan untuk merencanakan masa depan seorang santri. sehingga masa depan yang nantinya dijalani tidak sekedar menjalani hidup. Al-Que’an mengisahkan Imron yang merencanakan anak yang masih dikandung istrinya untuk menjadi rahib. dimana Allah mengajak para malaikat berdialog tentang rencana-Nya menciptakan makhluq manusia. Wawasan Islam tentang rencana atau membuat rencana akan tampak jelas jika kita kembali kepada ayat-ayat al-Qur’an yang menceritakan kisah Adam. Mungkin wawasan tentang bagaimana membuat rencana yang baik untuk menentukan masa depan itu masih sangat kurang. rencana dapat menentukan nasib sebuah bangsa dengan jutaan penduduk. Masih tentang rencana juga. kepanitiaan dari tingkat RT sampai tingkat nasional mebutuhkan rapat atau serangkaian agenda meeting untuk menentukan langkah-langkah yang akan dituju. anak-anak santri kita kurang bisa membuat rencana yang baik. sehingga meraih kesuksesan di segala bidang. untuk menjadi pengabdi terbaik.

dan setrusnya. dan seterusnya. kita perlu juga merumuskan disamping target-target tersebut target-target alternatif apabila target utama tidak bisa diraih. menguasai satu ketrampilan. mungkin target yang akan kita raih berupa prestasi tertentu. Setelah menentukan target-target yang akan diraih untuk masing-masing jangka waktu. Dengan adanya target altenatif ini sebuah rencana akan tertata secara fleksibel. rencana mestinya dibuat dalam 3 tahap sekaligus.Membuat rencana dimulai dengan menentukan target-target yang ingin diraih dalam kurun waktu tertentu. rencana jangka menengah untuk waktu 5 tahun. membeli peralatan yang sangat kita inginkan. bidang usaha yang ditekuni. apabila kita menentukan untuk meneruskan studi ke jurusan IPA (eksakta) mungkin kita bisa memilih alternatif dengan memilih jurusan teknik atau sosial. Rencana jangka pendek untuk jangka waktu 1 tahun. memilih jurusan. dan rencana jangka panjang untuk waktu 10 tahun. dan sangat mungkin untuk dievaluasi. Perlu diketahui. tempat tinggal atau tempat bermukim. Langkah ketiga dalam membuat rencana adalah mencari cara-cara atau langkah- 187 . tidak kaku. Untuk rencana jangka panjang atau 10 tahun. Misalnya dalam waktu 3 tahun kita ingin menguasai satu buku tertentu. atau keinginan-keinginan lain. tapi harus dibedakan mana yang paling penting dan mana yang lebih penting. Target ditu dita tulis secara berurutan dengan prioritas target mulai dengan yang paling atas. meneruskan sekolah. Contoh. bidang usaha yanga kan digeluti. Target adalah hal-hal yang ingin kita raih dalam kurun waktu tersebut. Dalam 5 tahun mungkin kita menentukan kelulusan dalam bidang ilmu atau satu jenjang pendidikan. atau menjadi ketua dalam satu organisasi.

Ada satu hal penting lagi dalam membuat rencana. agar hidup yang kita jalani lebih terarah. kemampuan pribadi. Perubahan dalam rencana bukanlah menunjukkan kita tidak konsisten dalam membuat rencana. Evaluasi itu memungkinkan target-target dan langkah-langkah berubah. terencana dan 188 . dimana yang satu bagian adalah yang disadari. Kekuatan alam bawah sadar mungkin bias digambarkan dengan adanya tenaga dalam. membuat rencana. Menurut Sigmund Freud seorang ahli psiko-analisa dari Jerman. seperti untuk mencapai cita-cita. orang kebal dalam permainan Debus (Banten). Kekuatan yang besar ini bisa dimanipulasi atau bisa diarahkan untuk hal-hal positif. dan seterusnya. Yang perlu dicatat disini. kira-kira kekuatan 1 banding 9. Jika ditulis dalam perbandingan bagaimanan kekuatan alam bawah sadar dengan kekuatan bawah sadar. sebenarnya kita sedang mengarahkan kekuatan yang besar (9 kekuatan bawah sadar) untuk meraih satu-satu target atau prestasi. perpindahan tempat. manusia pada dasarnya memiliki 10 dimensi kesadaran. kuda lumping yang mampu makan pecahan gelas dan memanjat kelapa. Pekerjaan-pekerjaan itu dilakukan orang ketika menggunakan alam bawah sadar. Dalam membuat rencana.langkah yang ditempuh untuk merealisasikan atau mencapai target tersebut. Perubahan yang terjadi itu didasarkan kepada situasi dan kondisi yang terjadi. dan kemungkinan direalisasikan. atau dilakukan juga ketika mereka dalam dimensi “tidak sadar”. sementara 9 bagian yang lainnya ada dalam dimensi bawah sadar. semua target atau langkah itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. yaitu diadakannya evaluasi secara berkala untuk tiap-tiap rencana. maukah kita membuat perubahan dan meraih sukses dengan selembar kertas. Sekarang masalahnya.

tidak diragukan lagi sebagai aset penting pembangunan di segala bidang. Ia belajar bahwa sangat baik untuk bercitacita 189 . baik lahir maupun bathin. Bahkan akhir-akhir ini golongan santri telah mampu menunjukkan sebuah prestasi besar di segala bidang di tanah air. untuk mencapi kearah sukses itu dibutuhkan sebuah proses yang panjang. Ia belajar untuk iri hati Jika seorang anak hidup dalam rasa malu . Ia belajar untuk merasa malu Jika seorang anak hidup dalam kecemburuan . Tapi harus diakui. Tuhan membekali tiap individu dengan berbagai macam potensi. dan menjadi khaliah dimuka bumi. Ia belajar untuk gelisah Jika seorang anak hidup dalam belas kasihan diri . Renungan Jika seorang anak hidup dalam suasana kritik . Ia belajar untuk merasa bersalah Jika seorang anak hidup dalam semangat . Dengan akalnya manusia terbukti mampu menggali berbagai rahasia penciptaan.menuju ke satu arah. dengan latar belakang pendidikan religius yang kuat. hamba Tuhan selama hayatnya. merencanakan masa depan. Untuk menjadi seorang hamba yang baik. Ia belajar untuk berkelahi Jika seorang anak hidup dalam ketakutan . dan berbagai kelebihan. Ia belajar setia dan sabar Jika seorang anak hidupnya apa adanya . memberikan sumbangsih yang sangt berarti bagi proses perubahan di setap lini. yang harus dimulai dengan sebuah kalimat kunci. Ia belajar untuk mencintai dirinya sendiri Jika seorang anak hidupnya dimengerti . Ia belajar untuk mencintai Jika seorang anak hidup dalam suasana rukun. Pada dasarnya manusia diciptakan untuk menjadi pengabdi. Santri. membuka cakrawala baru kemajuan. Ia belajar untuk menyalahkan Jika seorang anak hidup dalam permusuhan . makrokosmos (alam semesta) maupun mikrokosmos (diri manusia sendiri). kemampuan akal. Ia belajar mudah memaafkan dirinya sendiri Jika seorang anak hidup dalam ejekan . Ia belajar untuk percaya diri Jika seorang anak hidup dalam menghargai orang lain .

Ia belajar bahwa dunia ini merupakan suatu tempat yang indah untuk hidup Jika seorang anak hidup dalam ketenteraman anak-anakmu. h. Ia belajar akan kebenaran dan keadilan Jika seorang anak hidup dalam rasa aman . Ia akan hidup dalam ketenangan batin40 40 Bandingkan dengan sajak Dorothy Law Nolte "Chidren Learn What They 1992. Ia belajar percaya pada dirinya dan orang lain Jika seorang anak hidup penuh persahabatan . Ia belajar akan kemurahan hati Jika seorang anak hidup dalam kejujuran dan sportivitas . Bandung Rosda Karya. 102 Live" yang dikutip Jalaluddin Rahmat.Jika seorang anak hidup dalam suasana adil . Psikologi Komunikasi. 190 .

1995) h. tetapi harus menjadi satu kesatuan. dalam Budihy Munawar Rahman. Islam. 136 Lihat Nurcholish Madjid. terutama tentang tiga pilar ajaran Islam yaitu. iman dan ihsan41. Sedangkan ihsan merupakan tingkatan yang lebih tinggi lagi. tetapi belum tentu Muslim itu mu’min. Orang yang telah mengakui Islam sebagai agamanya disebut Muslim.Cit. antara tiga pilar tersebut. Kemampuan untuk menangkap 41 42 Zamakhzyari. Sebab iman merupakan ketaatan dan keterikatan secara terus menerus dengan Tuhan. Iman dan Ihsan Sebagai Trilogi Ajaran Ilahi". h.BAB VII PROFIL ALUMNI PESANTREN : Selain menjadi pusat pengajaran keilmuan Islam. sebenarnya yang menjadi landasan pengajaran tarekat di pesantren adalah ajaran-ajaran nabi sendiri. kecuali setelah disertai dengan keimanan. yang kemudian dipraktekkan melalui ajaran tarekat untuk dapat menangkap wawasan tentang kebulatan dan kebenaran dalam segala dimensinya42. Ketiga pilar tersebut kalau ditarik pada bidang keilmuan akan melahirkan apa yang dikenal dengan syariah. dalam hal ini tarekat. Menurut Zamakhsyari Dhofiier. Jadi. pesantren juga menjadi pusat gerakan dan perkembangan tasawuf. Op. Ihsan sendiri. sebenarnya bukanlah sesuatu yang harus dibedakan. 478 191 . Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah (Bandung: Mizan. "Islam. karena ihsan berupa kemampuan untuk menembus ke dalam inti wahyu ketuhanan. tauhid dan akhlak (tasawuf). menurut Hasyim Asy’ari dalam Nurcholish Madjid.

Nuansa kemodernan dan progresifitas tersebut akan tampak nyata bila kita mengembalikan image sufistik tersebut pada sosok-sosok alumni yang berkiprah di dunia keilmuan. dan orang dapat belajar menangkap keutuhan kebenaran itu dengan melakukan latihan-latihan dalam melihat paradoks-paradoks dan berusaha menangkap hakikat yang ada dibalik penampakan lahiriyah tersebut. ekonomi. terutama jika melihat eksistensi Pondok Pesantren kontemporer yang yang sarat dengan nuansa kemodernan. yaitu Tafsir dan ulumul Qur’an. bahkan politik sekalipun. bahkan terakhir tercatat sebagai Duta Besar. mulai dari ketua MUI. sosok pertama yang akan diulas singkat dalam buku ini adalah seorang tokoh akademisi di lingkungan IAIN. waro. Sebabnya adalah kebenaran dalam dimensinya yang utuh itu. Padahal labels emacam itu tidak perlu lagi ada. ICMI. Karirnya sebagai dosen dan guru besar di bidang tafsir pernah mengantarkannya menduduki beberapa posisi penting di Indonesia. Quraish Shihab. budaya.kebenaran yang utuh ini merupakan sesuatu yang sangat sulit dicapai manusia. dan Hamzah Haz. kurang memikirkan keduniaan. Quraish Shihab. Tetapi sentra kajian kita di sini adalah konsistensi beliau pada bidang ilmu yang ditekuninya. Nurcholis Majid. Corak sufisme dan ascetisme di Pondok Pesantren sangat kental mewarnaii kehidupan santri sehari-hari di Pondok Pesantren. sehingga banyak melahirkan banyak karya 192 . justru dalam dirinya mengandung paradoks. Menteri agama. social. Untuk itu BAB iniil ini berusaha menampilkan sosok alumni dimaksud melalui tiga orang tokoh. sehingga muncul semacam cap yang melekat dalam setiap santri dan alumni sebagai sosok yang sufistik.

lembaga pendidikan miniatur pesantren. Keragaman ini menurut Al-Farmawi ditunjang oleh Alquran itu sendiri yang keadaannya adalah bagaikan intan yang setiap sudutnya memancarkan cahaya yang 193 . LIPI. Dari Pesantren ke Mesir Alquran itu laksana samudra yang keajaiban dan keunikannya tidak akan pernah sirna ditelan masa. M. A.Sosok kedua adalah Nurcholis Majid. Pengabdiannya dalam kajian keislaman mengantarkan sosok Nurcholis menjadi tokoh terkemuka di HMI. Quraisy Shihab 1. alumni Gontor yang sempat mengenyam studi di Chicago yang terkenal dengan ide-ide pembaharannya di bidang pemikiran Islam. Hamzah Haz. mengantarkannya sebagai sosok terkemuka di panggung politik. Bebarapa jabatan strategis pernah dipegang. Sebagai fokus pembahasan ketiga adalah sosok kader NU dari Kalimantan . sehingga lahirlah bermacam-macam tafsir dengan metode yang beraneka ragam pula. bahkan terakhir di Paramadina. dan diantaranya dalam struktur instansi pemerintah. Tetapi focus kajian kita dalam buku ini adalah apa yang telah diakukan Nurcholis dalam rangka pencerahan intelektual Indonesia. sehingga karir politiknya sempat mengantarkan beliau sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Ibu Megawati di tahun 2001. Sosok pendidikannya yang dimulai di Madrasah Diniyah. Pernah tercatat sebagai politikus yang handal. ICMI.

dan IAIN Alauddin Ujungpandang. Demikian pula para penafsirnya. Suryan A. Abdurrahman Shihab (1905-1986) seorang ulama terkemuka dan sebagai guru besar dalam bidang tafsir di Universitas Muslim Indonesia (UMI). Bahkan hingga dewasa ini penafsiran terhadap Alquran-pun tidak hanya terbatas pada persoalan-persoalan metode belaka. ia tercatat sebagai mantan rektor pada kedua perguruan tinggi tersebut Quraish sejak kecilnya telah mendapatkan motifasi dan benih kecintaan terhadap bidang studi tafsir dari ayahnya yang sering mengajak anak-anaknya duduk 43 Abd. al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’iy: Dirasah Manhajiah Maudhu’iyah. setidak-tidaknya dapat memperkuat suatu pernyataan bahwa ayat-ayat Alquran itu selalu terbuka untuk interpretasi baru. Quraish Shihab. atau kiprahnya sebagai akademisi. dan Duta besar. 1994). Nama lengkapnya Muhammad Quraish Shihab. tidak hanya terbatas di kawasan Timur Tengah saja melainkan juga di Indonesia dan negara-negara lainnya.berbeda dengan apa apa yang terpancar dari sudut-sudut yang lain. Salah seorang tokohnya adalah M. 11 194 .43 Kedua perumpamaan di atas. sejak tahun 1999 hingga sekarang dikenal dengan Makassar. Ketua MUI. Bahkan. lahir di Rappang Sulawesi Selatan pa tanggal 16 Pebruari 1944.H. Hayy Al-Farmawi. h. yang banyak dikenal orang karena karyakaryanya dalam Tafsir kontemporer. sebuah perguruan tinggi swasta terbesar untuk kawasan Indonesia bagian timur. melainkan sampai pada tataran disiplin ilmu dan aliran aliran tertentu. Jamrah dengan judul: Metode Tafsir Maudhu’iy: Sebuah Pengantar (Jakarta: Raja Grafindo Persada. atau sebagai sosok yang pernah menjadi menteri agama RI. Penrj. Ia adalah seorang anak kandung dari K.

Pada tahun 1967. ia melanjutkan studinya ke Universitas Al-Azhar pada fakultas Usuluddin. pada jurusan yang sama dengan tesis yang berjudul alI’jaz al-Tasyri’i li al-Qur’an al-Karim hukum). Di celahcelah kesibukannya itu. Pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Dasar di Ujungpandang. Sekembalinya ke Ujungpandang. ia masih sempat merampungkan beberapa tugas penelitian yang antara lain tentang Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur (1975) dan Masalah Waqaf Sulawesi Selatan (1978). Quraish dikirim oleh ayahnya ke Al-Azhar. ia meraih gelar LC (setingkat sarjana S1). jurusan tafsir dan hadis. Setelah itu. misalnya sebagai Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Wilayah VII Indonesia Bagian Timur). Pada saat-saat seperti inilah sang ayah menyampaikan nasihatnya yang kebanyakan bernuansa Qur’ani.A. Setelah itu ia melanjutkan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di kota Malang sambil nyantri di Pondok Pesantren Darul Hadis al-Faqihiyyah di kota yang sama. Untuk lebih mendalami studi keislamannya. ia juga diserahi jabatanjabatan lain.berdampingan. Kairo pada tahun 1958 dan diterima di kelas dua Tsanawiyah. Quraish Shihab memperoleh kepercayaan untuk menjabat sebagi wakil rektor bidang akademis dan kemahasiswaan pada IAIN Alauddin Ujungpandang pada tahun 1973-1980. Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. 2. Karya-karya Quraisy Shihab (Kemukjizatan Al-qur’an al. dan sederetan jabatan lainnya di luar kampus.Karim dari segi 195 . Selain itu. Dua tahun kemudian (1969) Quraish berhasil memperoleh gelar M.

diterbitkan oleh Mizan. Quraish Shihab kembali menuntut ilmu ke almamaternya Al-Azhar. Kontribusi Quraish Shihab dalam segi intelektualitasnya terbukti dari berbagai karyanya di antaranya ialah (a) Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan. Ia juga terlibat dalam berbagai oraganisasi lainnya. sebuah antologi essai tentang makna 196 . Selain itu. Disertasinya berjudul Nazm al-Durar li al-Biqa’i: Tahqiq wa Dirasah . Pengurus Konsorsium Ilmu-ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ia hanya memerlukan waktu dua tahun untuk meraih gelar doktor dalam bidang ini. Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Usuluddin dan Fakultas Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Untuk mewujudkan cita-citanya dalam mendalami studi tafsir. Bandung pada tahun 1994. misalnya: sebagai Pengurus Perhimpunan Ilmu-ilmu Syariah. Anggota Lajnah Pentashih Alquran Departemen Agama sejak 1989. pada tahun 1980. sejak tahun 2000. Antara lain: Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) pusat sejak 1984. bahkan pernah diangkat sebagai Menteri Agama pada kabinet terakhir Presiden Suharto. mengambil spesialisasi dalam studi tafsir Alquran. Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional sejak 1989. suatu kajian terhadap kitab Nazm al-Durar (Rangkaian Mutiara) karya al-Biqa’i telah berhasil dipertahankannya dengan predikat summa cum laude dengan penghargaan mumtaz ma’a martabah asy-syaraf al-ula (sarjana teladan dengan prestasi istimewa) Sekembalinya ke Indonesia sejak 1984. Kesibukannya saat ini adalah Duta Besar Indonesia untuk Mesir. ia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI).

(d) Tafsir Al-Quran al-Karim: Tafsir Surat-surat Pendek Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu. diterbitkan oleh Mizan Bandung 1996. diterbitkan oleh Mizan. dan karya-karya44 lainnya yang tidak disebutkan disini.Federspiel. Bandung. 1996). 1992. 1999. 1992. Buku-buku karya Quraisy Shihab di atas. diterbitkan oleh Lentera Hati Jakarta. diterbitkan oleh Pustaka Hidayah . (b) Membumikan Al-Quran: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Sebuah artikel yang ditulis selama periode dua puluh tahun berkenaan dengan berbagai aspek Al-Quran dan mengkaji secara terinci posisi pentingnya Al-Quran bagi komunitas Muslim. Bandung 1997: (e) Yang Tersembunyi: Jin.sehingga dapat dipahami secara mudah oleh akal dan juga uraian yang sulit dipahami kendati 44 Uraian karyanya daparte diperoleh dalam Howard M. namun pada prinsipnya dapat dikategorikan sebagai gagasan yang sarat dengan problematika sekaligus solusi-solusi atasnya yang bernuansa qur’ani. Popular Indonesian Literature of the Qur’an. 295-299 197 . (d) Tafsir Amanah. Penerjemah Tajul Arifin dengan judul Kajian Al-Quran di Indonesia Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish shihab (Mizan: Bandung. Quraisy Shihab juga berusaha memadukan dua dorongan yang ada pada diri manusia --nalar dan intuisi-. Iblis. Setan dan Malaikat dalam Al-Quran dan As-Sunnah serta Wacana Pemikiran Ulama Masa Lalu dan Masa Kini.h. diterbitkan oleh Pustakan Katini. (c) Wawasan Al-Quran: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat.dan ungkapan Islam sebagai sistem religius bagi individu mukmin dan bagi komunitas Muslim Indonesia. sungguhpun tidak terpampang sebutan tafsir. Selama ini. dirasakan sangat sulit apalagi untuk dicerna sambil lalu. kajian tentang Tafsir memang membutuhkan semangat dan ketekunan yang luar biasa.

yang diwujudkan secara baik dalam sistem pengajaran maupun mata pelajarannya. Dari Pesantren ke Amerika Dilahirkan di desa Mojoanyar. namun dapat diterima sepenuh hati oleh siapapun bila ia menggunakan kalbunya. Jawa Timur pada 17 Maret 1929.tidak bertentangan dengan akal. Kurikulum Gontor menghadirkan perpaduan liberal. Dua tahun kemudian Nurcholish Madjid pindah ke pesantren Pondok Modern Gontor. Ketika memperoleh ijazah SR IV dari Sekolah Rakyat Bareng. Madrasah Al-Wathoniyah Nurcholish Madjid selalu memperoleh prestasi akademik yang luar biasa. Nurcholish Madjid 1. Ketika itu Nurcholish Madjid berumur 16 tahun dan ia dapat menyelesaikan studinya pada umur 21 tahun. Pada usia ke-14 Nurcholish Madjid pergi belajar ke pesantren Darul Ulum Rejoso di Jombang dan di sini ia juga memperoleh prestasi yang mengagumkan. dengan alasan bahwa bahasa Inggris merupakan 198 . yakni tradisi belajar klasik dengan gaya modern Barat. Jombang. Para santri yang belajar di Pesantren Gontor tidak hanya diproyeksikan mampu menguasai Arab klasik. B. Setelah itu ia mengabdi beberapa tahun sebagai pengajar di bekas almamaternya tersebut . tetapi juga bahasa Inggris. pada saat yang sama ia pun menyelesaikan sekolah agamanya di madrasah ayahnya. Pendidikannya dimulai dari SR (Sekolah Rakyat) di pagi hari dan madrasah di sore hari. Pilihan Abdul Madjid (ayahnya) menyekolahkan Nurcholish Madjid ke pondok Modern Gontor juga merupakan keputusan yang sangat mendukung bagi pengembangan wawasan intelektual Nurcholishnya. khususnya selama belajar di Madrasah.

dia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). ketika Nurcholish Madjid nyantri di akhir 1950-an.bahasa yang dibutuhkan dalam mencari ilmu untuk masa sekarang. Iklim pendidikan di Gontor mengajarkan para siswanya untuk bersikap kritis dan tidak memihak pada salah satu mazhab sehingga para siswa yang tamatan pondok ini terbiasa untuk berpikir komparatif yang dengan itu membuat mereka tidak mudah terjebak pada fanatisme mazhab. disebabkan anggapan bahwa HMI dipertimbangkan sebagai gerakan 199 . Nurcholish Madjid melanjutkan ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Fakultas Adab Jurusan Bahasa Arab dan Sejarah Kebudayaan Islam). Dan jika diukur pada saat itu. pendidikan di Gontor. pola pendidikan yang dikembangkan dapat dianggap sebagai pendidikan yang progresif. tetapi dari Segi Makna Bersifat Universal) menunjukkan kecenderungannya untuk melakukan analisa filosofis dan inklusufistik terhadap ajaran dasar Islam. dan semangat al-Quran sehingga dakwah dan paham keislaman yang ditawarkannya sangat menyentuh dan efektif untuk masyarakat Islam kota. yang ketika itu tidak populer. jika diukur dengan masa sekarang. Skripsinya berjudul AlQuran ‘Arabiy-un Lughat-an wa ‘Alamiy-un Ma’na (al-Quran Dilihat dari Segi Bahasa bersifat Lokal [bahasa Arab]. wawasan budaya. gaya pendidikan yang dipelopori Gontor sangat revolusioner. Dengan demikian. Nurcholish Madjid sering mengemukakan respek dan kekagumannya pada Buya Hamka yang dinilainya mampu mempertemukan pandangan kesufian. Paham inklusufisme ini semakin berkembang lantaran pergaulannya yang begitu dekat dengan almarhum Buya Hamka (5 tahun Nurcholish Madjid tinggal di asrama Masjid Agung al-Azhar). Selama kuliah.

dalam hal keadilan sosial. seperti ke Amerika dan Timur Tengah. yang dulunya dipuji sebagai Natsir Muda yang akan menjadi pemimpin baru aktivis muslim di bidang politik. Dalam pengamatannya. intelectual freeom. persamaan hak. Karena isi makalah tersebut. dan demokrasi. dan kesempatan yang merupakan pesan-pesan moral yang terdapat dalam al-Quran. Cak Nur terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI untuk dua periode berturutturut dari tahun 1966-1968 hingga 1969-1971. Nurcholish Madjid secara terang-terangan mengungkapkan gagasan pemkirannya dengan menggunakan istilah-istilah sekularisasi. desakralisasi. keadilan sosial. yang note bene adalah negara-negara atau berpenduduk mayoritas beragama Islam. Amerika ternyata lebih islami dibanding negara-negara Timur Tengah. Himpunan Organisasi Mahasiswa Islam se-Dunia). Tanggal 3 Januari 1970. idea of progress. liberalisasi. Rentang tahun 1967-1969 Nurcholish Madjid menjadi Presiden Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara (PEMIAT) dan pada tahun 1968-1971 menjadi wakil Sekretaris Umum International Islamic Federation of Student Organisation (IIFSO. ijtihad.kaum modernis sehingga dianggap sebagai mitra kerja Masyumi. Nurcholish Madjid. Nurcholish Madjid mendapat undangan sebagai pembicaraDalam makalah yang berjudul “Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat”. Istilah-istilah tersebut digunakan untuk mengemukakan maksud dalam menolak tradisionalisme dan sektarianisme. Fenomena kehidupan masyarakat di kedua wilayah tersebut telah membuka matanya untuk melihat persoalan-persoalan yang berkaitan dengan diskursus Islam. dihujat dan dianggap telah berbalik 180 derajat dari 200 . sehingga dia mendapat berkesempatan untuk melakukan kunjungan-kunjungan internasional.

diantaranya yang terpenting adalah Yayasan Samanhudi. Nurcholish Madjid sendiri menjadi pimpinan majalah ini selama tiga tahun dari tahun 1971-1974. dan tulisan-tulisan kritis yang menanggapi ide-ide pembaharuan pemikirannya seringkali menafikan sosok Nurcholish Madjid sendiri sebagai pusat perhatian. Dawam Rahardjo. Nurcholish Madjid lebih memilih untuk bersikap diam dan menyibukkan diri dalam forum-forum diskusi . dan Abdurrahman Wahid. Melalui majalah ini gagasan tersebut menyebar ke masyarakat luas sehingga Nurcholish Madjid harus menikmati kritikan bahkan hujatan dari para pengkritiknya. Gerakan secara luas untuk menolak ide-ide Nurcholish Madjid semakin hidup. Melalui kegiatan tidak resmi semacam itu gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam tumbuh dan berkembang. Selanjutnya pada tahun 1974-1976. Dan dalam masa ini juga Nurcholish menjadi Wakil Direktur I Lembaga Studi Ilmu Kemasyarakatan di Jakarta. Dalam menghadapi kritikan-kritikan tersebut. Ahmad Wahib. 201 . Di yayasan ini Nurcholish Madjid bertemu dengan Djohan Effendi. Mimbar Jakarta. Nurcholish Madjid menjadi Direktur Lembaga Kebajikan Islam Samanhudi di Jakarta. lembaga yang didirikan oleh Yayasan Samanhudi. Dari tahun 1971-1974. Gerakan Pembaruan ini juga disosialisasikan dalam bentuk penerbitan majalah yang sangat provokatif.. Syu’bah Asa.lintasannya yang konservatif menjadi seorang modernis sekuler. M. Kelompok ini ternyata berlanjut pada pembentukan pertemuan Reboan di tahun 1980-an dan 1990-an. Nurcholish Madjid menjadi tokoh masyarakat dengan sorotan tajam terhadap ide-ide yang ia lontarkan.

Nurcholish Madjid harus menjadi Pegawai Negeri Sipil. Nurcholish Madjid lulus pada tahun 1984 dengan yudisium Cumlaude. pada th 1978 Nurcholish Madjid kembali ke Amerika Serikat untuk mengambil program pasca sarjana di University of Chicago dibawah bimbingan Fazlur Rahman. 2. tetapi setelah mempertimbangkan usianya yang sudah tua. pilihan itu dibatalkan dan dialihkan kepada Nurcholish Madjid. Untuk itu kemudian ia dilantik menjadi tenaga peneliti LIPI. Karya-karya Nurcholish Madjid Nurcholish Madjid dapat digolongkan sebagai seorang cendikiawan yang produktif. Di Universitas Chicago. dengan judul disertasinya Ibn Taymiya on Kalam and Falsafah: A Problem of Reason and Revelation in Islam (Ibn Taymiyah dalam Ilmu Kalam dan Filsafat: Masalah Akal dan Wahyu dalam Islam). Rasyidi. pegawai Ford Foundation yang bertempat di Jakarta. Nurcholish Madjid mendapat dukungan dari Rayburn Smith.M.Tahun 1973 Fazlur Rahman dan Leonard Binder berkunjung ke Indonesia untuk pertama kalinya. Karya-karyanya yang kini telah beredar dalam bentuk buku di 202 . terbukti dengan banyaknya karya-karya ilmiah baik berupa makalah maupun artikel atau Buku. mencari peserta yang tepat untuk program seminar dan lokakarya di University of Chicago yang didanai Ford Foundation yang akan dilaksanakan pada tahun 1976. Namun untuk memenuhi persyaratan Ford Foundatrion. pengkritik utama pikiran Nurcholish Madjid. Nurcholish Madjid meminta pada Leonard Binder agar ia dapat kembali lagi dengan stasus mahasiswa setelah penelitian di Chicago berakhir. Setelah pulang ke Indonesia. Mulanya pilihan jatuh ke H.

Ia memperkenalkan sarjana-sarjana Muslim Klasik. dan Muhammad Abduh. tetapi ini merupakan sumbangsih berharga. keislaman. Ibn Khaldun. Kemanusiaan. Ibn Rusyd. khususnya yang berkenaan dengan filsafat dan teologi. dan Kemodernan (1992).pasaran Indonesia antara lain: 1) Khazanah Intelektual Islam (Editor. yang menurutnya dikerjakan dalam rentang waktu dua dasawarsa sebagai respon terhadap berbagai persoalan dan isu-isu yang berkembang pada saat itu. khususnya terhadap literaturliteratur pemikiran Islam yang berbahasa Indonesia. Di dalamnya merupakan kumpulan tulisan-tulisan Nurcholish Madjid. 3) Islam. antara lain al-Kindi. 2) Islam Kemodernan dan Keindonesiaan (1987). 1984). al-Afghani. Buku ini berisi kumpulan 203 . Buku ini sampai dengan tahun 1999 telah dicetak ulang sebanyak 12 kali. Sebagaimana diakui oleh Nurcholish sendiri. Ibn Taymiyah. Karya ini menurut penulisnya dimaksudkan untuk memperkenalkan salah satu segi kejayaan Islam di bidang pemikiran. al-Asy’ari. secara tiada berkeputusan” dan berkeyakinan bahwa Tuhan adalah Kebenaran dan bahwa hanya Dia-lah Kebenaran Mutlak. alFarabi. Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis Tentang Masalah gagasan-gagasannya di sekitar kemodernan. dan Keimanan. al-Ghazali. Meskipun hanya sebuah pengantar. buku ini merupakan sekedar pengantar pemikiran kepada kajian yang lebih luas dan mendalam tentang khazanah kekayaan pemikiran Islam. Ibn Sina’. Nurcholish Madjid melontarkan kemanusiaan. Di bawah prinsip “untuk mencari dan terus mencari kebenaran.

tema-tema besar tersebut. disiplin ilmu keislaman tradisional. inklusif. Dalam pengantarnya. Keindonesiaan. dalam buku ini Nurcholish Madjid berbicara mengenai Keislaman. Dalam buku ini. dan kosmopolit. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan sebagian besar tulisan Nurcholish Madjid pada kolom “Pelita hati” di Harian Pelita (1981-1991) dan Tempo. harus mempunyai tujuan hidup yang transedental berdasarkan iman. Di dalamnya terungkap gagasan-gagasannya di bawah tema tauhid dan emansipasi harkat manusia. yang ditulis Nurcholish Madjid pasca studi di Chicago.makalah. sekaligus menciptakan masyarakat yang egaliter dan inklusif yang memungkinkan manusia saling menjaga dan mengingatkan tentang kebenaran dan keadilan. mencakup 204 . Nurcholish Madjid menyebutkan bahwa agama (Islam) telah mengajarkan manusia bagaimana seharusnya menjaga keselamatannya di dunia dan akhirat. Merupakan penjelasan yang lebih sederhana mengenai ajaran yang inklusif dan universal yang menjadi tema besar dalam buku Islam Doktrin dan Peradaban. Sebagaimana dalam bukunya islam kemoderenan dan Keindonesiaan. Kita. dengan penekanan bagaimana menciptakan masyarakat yang berkeadilan berdasarkan prinsip-prinsip tauhid. dan Kemodernan. Kerakyatan dan Keindonesiaan: Pikiran-pikiran Nurcholish “Muda” (1994). Tuntutan iman ini harus juga dinyatakan dalam amal yang menjadi kebajikan sosial. sekaligus merupakan karya monumentalnya. 5) Pintu-pintu Menuju Tuhan (1994). membangun masyarakat etika. 4) Islam. serta universalisme Islam dan kemodernan. kata Nurcholish Madjid. yang berupaya menghadirkan ajaran-ajaran Islam dengan adil.

pemikiran-pemikiran Nurcholish Madjid yang tertuang dalam buku ini lebih terarah pada makna dan implikasi penghayatan iman terhadap perilaku sosial. pemikiranpemikiran Nurcholish Madjid dalam buku ini merupakan analisis dan refleksi terhadap wacana keislaman secara mendasar. 6) Islam Agama Peradaban: Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah (1995). sehingga menjadi mitos dan dongeng. sehingga mudah dimengerti. halaman per halaman tak ubahnya ibarat kita mendaki pegunungan. Diungkapkan oleh Komaruddin Hidayat dalam pengantar buku ini. etika. yang memberikan kata pengantar untuk buku ini mengatakan bahwa tulisan-tulisan Nurcholish Madjid tersebut tetap bertahan dalam tradisi humanis. dan sederhana. dan politik Islam kontemporer. Lebih dari itu. Dalam pengertian lain. moral..masalah iman. Membaca buku ini. melainkan justru merupakan salah satu keistimewannya. hal tersebut tidaklah mengurangi akan kedalaman dan keluasan visi dan wawasan dari sang penulisnya. semakin ke atas semakin terasa sejuk. melalui buku ini Nurcholish Madjid menunjukkan konsistensinya sebagai pemikir yang apresiatif dan memiliki akses 205 . Nurcholish Madjid dalam buku ini membahas tema-tema pokok ajaran Islam yang telah berkembang dan mengalami distorsi di tangan umat Islam sendiri. Sebagaimana buku Islam Doktrin dan Peradaban. Hanya saja. Namun demikian. peradaban. seringkali sulit dibedakan antara nilainilai Islam yang bersifat substansial dan fundamental dari ajaran yang sekunder dan terbuka untuk penafsiran bahkan perubahan. yang juga menekankan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi. Menurut Gunawan Muhammad.. disajikan dengan bahasa yang lugas.. ringan.

menyajikan pemikiran-pemikirannya dengan wawasan yang lebih kosmopolit dan universal sekaligus mempertimbangkan aspek parsial dan kultural paham-paham keagamaan yang berkembang. konsep keluarga 206 .intelektual terhadap khazanah Islam klasik. Hal ini merupakan konsekuensi logis bagi Nurcholish Madjid agar ajaran-ajaran Islam yang universal senantiasa memiliki relevansinya dengan tuntutan ruang dan waktu. Buku yang berisi lima bab ini mengetengahkan Islam dan konsep kemasyarakatan. dan egaliter yang bertolak dari paradigma tauhid dan etika. 7) Islam Agama Kemanusiaan: Membangun Tradisi dan Visi Baru Islam Indonesia. Ditambah lagi dengan wawasan kesejarahan dan sosiologis yang dipelajarinya telah memungkinkan Nurcholish Madjid untuk menyuguhkan wawasan dan interpretasi ajaran dasar Islam yang terbebas dari mitos pemihakan ideologis karena kepentingan politik praktis. Hanya saja. pada kenyataannya tidak dapat dipisahkan. namun dapat dibedakan. harus selalu dilakukan dialog kultural antara ajaran yang universal dengan yang partikular. Dikatakan oleh Wahyuni Nafis dalam kata pengantar buku ini. adil. namun berbarengan dengan itu ia tetap setia pada cita-cita humanisme dan modernisme Islam. (1995). 8) Masyarakat Religius (1997). Nurcholish Madjid mengajak kita untuk bisa memahami mana yang benar-benar agama—yang dengan demikian bersifat mutlak—dan mana yang benar-benar sebagai budaya—yang dengan demikian bersifat relatif dan sementara. Nurcholish Madjid dalam buku ini. komitmen pribadi dan sosial. Buku ini menghadirkan ajaran Islam secara lebih humanis. inklusif. Agama dan budaya sebagaimana sudah banyak disuarakan oleh banyak pemikir kebudayaan.

demokratisasi. Dalam buku ini Nurcholish membahas peran dan fungsi Pancasila. demokrasi di Indonesia. prinsip medis dan kesehatan keluarga muslim serta konsep mengenai eskatologis dan kekuatan supra alami. dan dinamika perkembangan intelektual Islam di Indonesia. dimensi sosial budaya pembangunan di Indonesia. demokrasi. menjelaskan sumbangan pemikiran-pemikiran para tokoh Muslim. al-Ghazali dalam bidang tasawuf. Pemilu. Buku ini berisi tiga bab. 10) Kaki Langit Peradaban Islam (1997). kedua. Buku ini merupakan suntingan sebagian kumpulan makalah Nurcholish Madjid yang ditulis dalam rentang waktu 10 tahunan. yang dimaksudkan adalah “oposisi loyal”. kajian ilmiah terhadap Islam di Indonesia. yaitu pertama. mengenai dunia Islam dan dinamika global. Kedua. ketiga. yang menarik ketika Nurcholish Madjid berbicara mengenai oposisi. dan keempat. organisasi-organisasi politik dan Golkar. Oposisi seperti inilah yang dibenarkan dalam masyarakat yang memegang teguh prinsip-prinsip musyawarah. oposisi. Ibn Rusyd dalam bidang filsafat dan Ibn Khaldun dalam bidang filsafat sejarah dan sosial. 207 . Buku ini terdiri dari empat bab. Pertama. antara lain al-Syafi’i dalam bidang hukum Islam. mengetengahkan wawasan peradaban Islam. keadilan. bagaimana peran umat Islam Indonesia menyonsong era tinggal landas.Muslim. antara tahun 1986-1996. Dalam konteks ini Nurcholish Madjid menegaskan bahwa oposisi memang diperlukan karena ia mempertajam pemikiran. Dan ketiga. Kecuali itu. 9) Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia (1997).

11) Bilik-bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan (1997). Meskipun telah berlalu kurang lebih 20-an tahun. Buku ini dapat dikatakan merupakan perjalanan panjang pandangan sosial politik Nurcholish Madjid dalam wacana perpolitikan di Indonesia. Buku ini memuat deskripsi dunia pesantren dengan segala dinamika perkembangannya. Buku ini merupakan seleksi atas makalah-makalah Nurcholish Madjid sekitar duapuluh tahun yang lalu. peristiwa 27 Juli. karena ia merupakan kumpulan wawancara yang pernah dimuat dalam berbagai media massa dari sekitar tahun 1970-an sampai 1996-an dengan tema yang sangat beragam dan spontan. meliputi berbagai persoalan aktual: politik. Sebagaimana diungkapkan oleh pemberi kata pengantar buku ini. berhadapan dengan wacana modernisasi. 12) Dialog Keterbukaan: Artikulasi Nilai Islam dalam Wacana Sosial Politik Kontemporer (1997). kehadiran buku ini tetap menunjukkan signifikansinya dalam rangka mencari dan menemukan format baru dunia pesantren berhadapan dengan realitas eksternal yang mengitarinya. 13) Cita-Cita Politik Islam Era Reformasi (1999). budaya. dan lain-lain. Meskipun lebih merupakan bacaan ringan dengan kata pengantar yang panjang lebar dari seorang pengamat politik seperti Fachri Ali. yakni bahwa semua gagasan yang pernah 208 . pendidikan. buku ini sangat menarik dan menjadi pendukung penting untuk dapat menangkap semua gagasan yang pernah dilontarkan Nurcholish Madjid dalam buku-buku yang lain. buku ini dapat menyarikan pemikiran-pemikiran yang selama ini digeluti Nurcholish Madjid. Buku ini sangat berbeda dengan buku-buku Nurcholish Madjid lainnya.

yang mengetengahkan tentang kajian kalam dan filsafat. Menurutnya. Karya ini merupakan disertasi doktoralnya di Chicago University. sebab diturunkan di kawasan Jazirah Arab. dalam M Dawam Rahardjo (ed. Dalam karya tulis ini Nurcholish Madjid membahas al-Quran dilihat dari segi makna dan bahasanya. Belum diterbitkan. ‘Arabiyy-un Lughat-an wa ‘Alamiyy-un Ma’n-an (1968). “Pesantren dan Tasawuf”. baik yang berbahasa Indonesia. “Tasawuf Sebagai Inti Keberagamaan” dalam Pesantren No 3/Vol. II/1985.dilontarkannya dalam berbagai bidang merupakan transformasi nilai-nilai al-Quran dalam mewujudkan masyarakat madani. Di antara karya-karya tulis itu adalah: Al-Quran. et. istilah yang sekarang makin populer dalam wacana nasional bangsa Indonesia. Ibn Taymiyah on Kalam and Falsafah: Problem of Reason and Revelation in Islam (1984). dan bahkan banyak makalah-makalahnya yang belum diterbitkan. jurnal maupun majalah. “Pengaruh Kisah Israiliyat dan Orientalisme Terhadap Islam” dalam K.H. Abdurrahman Wahid...) dalam Pelita Hati. Merupakan karya skripsi sarjananya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. AS. maupun Arab. Di samping itu karya tulis Nurcholish juga tersebar dalam beberapa buah buku. alQuran dilihat dari segi bahasa bersifat lokal karena menggunakan bahasa Arab. Akan tetapi. al. sebab ia merupakan kitab rahmat bagi seluruh alam semesta.) Pesantren dan Pembaharuan. Kontroversi Pemikiran Islam di Indonesia (1991) 209 . dari segi makna. Inggris. Belum diterbitkan. “Akhlak dan Iman” dalam Adi Bajuri (peny. al-Quran memiliki kandungan pengertian universal.

Islam Indonesia Menatap Masa Depan (1989). Dalam Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus (ed. “The Issues of Modernization among Muslim in Indonesia: From a Participant’s View”. Pertama. Passing Over. Dengan rumusan ini Nurcholish Madjid menegaskan pendiriannya bahwa komitmennya hanyalah pada Islam. Dengan 210 .). kecuali sebagian kecil.). dalam Cyriac K.). Pullaphilly (ed. Yes. Untuk itu. Dawam Rahardjo (pengantar). Partai Islam.“Al-Quds” dalam Wahyuni Nafis (ed. Siti Maryam. Rekonstruksi dan Renungan Religius Islam (1996). tetapi lebih banyak berjuang untuk kepentingan partai atau kelompok masing-masing. Nurcholish menyumbangkan tiga tulisan.). Islam in the Contemporary World (1980). Melintas Batas Agama. ide-ide pembaruan yang digagas Nurcholish Madjid dapat dijelaskan sebagai berikut. Nurcholish Madjid menyuarakan jargon “Islam. “Islam ini Indonesia: Challenges and Opprtunities”. dan Isa al-Masih” Dan masih banyak lainnya yang tidak mungkin dicantumkan dalam tulisan ini. Secara ringkas. dalam Gloria Davis (ed. bukan kepada institusi-institusi keislaman. No. sudah tidak tertarik lagi dengan partai-partai/organisasi-organisasi Islam karena partai-partai itu tidak lagi menyalurkan aspirasi-aspirasi umat Islam secara keseluruhan. What is Modern Indonesia? (1979). yaitu: “Dialog Agama-agama dalam Perspektif Universalisme al-Islam” “Kebebasan Beragama dan Pluralisme dalam Islam” “Keluarga Imran. “Aktualisasi Ajaran Ahlussunnah wal jama’ah dalam M. umat Islam.

Mereka sudah tidak sanggup lagi menangkap semangat dari ide pembaruan itu sendiri. diperlukan kelompok-kelompok pemikir yang “liberal”. umat Islam harus melepaskan diri dari kejumudan berpikir dari dirinya termasuk kelembagaan politik yang dimilikinya. Proses liberalisasi ini mencakup setidak-tidaknya tiga hal: sekularisasi. penolakan terhadap institusi kepartaian politik Islam haruslah dipahami sebagai penolakan bukan karena Islamnya. dan gagasan kemajuan. Dalam hal ini Nurcholish menekankan liberalisasi pandangan terhadap ajaran-ajaran Islam. Untuk bisa sampai pada tahapan ini. sebagai pijakan untuk menempuh langkah-langkah operasional. Pikiran ini didasarkan pada pengamatannya bahwa organisasi-organisai yang dikenal sebagai wadah pembaru selama ini sudah tidak lagi menceminkan sikap itu. Inilah salah satu letak perbedaan pandangan Nurcholish Madjid dengan tokoh seniornya yang lebih mementingkan pandangan skripturalis dan dokrinal dalam meresponi perkembangan modern. Kedua. Untuk itu diperlukan pembaruan pemikiran yang rasional dan sesuai dengan kondisi empiris yang ada ketika itu. Yang dimaksud dengan liberalisasi di sini erat kaitannya dengan membebaskan diri dari nilai-nilai yang tradisional. tetapi penolakan terhadap pemanfaatan Islam oleh mereka yang terlibat dalam kehidupan partai politik Islam. organisasi- 211 . cara efektif adalah dengan terlebih dahulu menetapkan sikap dasar terhadap pembaruan. danmenggantinya dengan nilai-nilai yang berorientasi masa depan. Ketiga. guna menggerakkan dan merumuskan pikiran-pikiran baru yang segar dan progresif. yang nontradisionalis dan non-sektarian.kata lain. kebebasan berpikir. yaitu dinamika dan progresivitas. Sebaliknya.

Hamzah dibesarkan dalam keluarga yang taat beragama dan ketat dalam menjalankan ajaran Islam. adalah seorang yang pada awalnya berprofesi sebagai guru Sekolah Rakyat (SR) dan pada pendudukan Jepang sampai masa kemerdekaan menjadi kepala Desa. Ahmad. . H. Tinggal bersama nenek dari pihak ayah. Hamzah Haz 1. tepatnya didaerah Pesaguan. Ayahnya. Untuk itu diperlukan adanya kelompok pembaruan Islam baru yang liberal dengan konsekuensi logis nontradisionallisme dan non-sektarianisme. dan jabatan ini dijalaninya selama kurang lebih 20 tahun. Dari Madrasah Diniyah ke Panggung Politik Hamzah Haz dilahirkan di Ketapang sebelah selatan propinsi Kalimantan Barat pada tanggal 15 Februari 1940. Hamzah mulai belajar hidup mandiri. C. Keadaan ini mengakibatkan stagnasi menyeluruh yang menimpa umat Islam.organisasi yang dulunya kontra reformis mengambil alih apa yang menjadi hak monopoli kaum pembaru selama ini walaupun mereka tidak sepenuh hati. Pagi hari sekolah di SR dan sore harinya sekolah di Madrasah Diniyah. sambil sore harinya menuntut ilmu di Madrasah Diniyah. jauh dari orang tua. sebuah desa kecil yang terletak di kecamatan Molahilir Kabupaten Ketapang. Namun di tempat kelahiranya itu hanya sampai kelas 3. karena jarang mobil atau kendaraan umum 212 . Hamzah kecil melanjutkan kelas 4 dan 5 di ketapang. Abdullah H. Masa sekolahnya dilaluinya mulai dari Pesaguan. Seminggu sekali ia pulang ke Pesaguan dengan menggunakan sepeda.

Hamzah sudah tertarik dengan organisasi dan sering mengikuti berbagai aktivitas yang diadakan oleh sekolah maupun organisasi lainnya. sambil meneruskan pendidikan di Madrasah Diniyah. yang pada waktu itu sudah menjadi pengusaha yang relatif sukses. Keinginan untuk menjadi pengusaha pada waktu kecil menggambarkan betapa pengaruh orang tua begitu besar. Di sini Hamzah mulai mengembangkan hobi berorganisasi yang mengantarkan Hamzah menjadi wakil ketua organisasi Ikatan Pelajar SMEAN Pontianak. Dari keinginan itu pula yang menjadikan Hamzah melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Negeri (SMEAN) Pontianak setelah tamat SMP pada tahun 1957. . Bahkan ketika itu pula Hamzah pernah menjadi salah satu ketua Himpuanan Siswa Ekonomi Seluruh Indonesia (HIMSEKSI) Kalimantan Barat. Hamzah kemudian pindah ke SMPN Ketapang. untuk kumpul bersama orang tuanya. Bahkan diakuinya faktor orang tua sangat mempengaruhi proses pengenalan dia terhadap agama Islam sampai Hamzah tumbuh menjadi politisi yang mampu bertahan dalam posisinya hingga sekarang. Ketika di SMPN.melewati daerah tersebut. Hamzah melanjutkan ke SMPN 1 Pontianak sampai kelas II. disamping pendidkan agama yang diberikan orang tuanya secara langsung kepada anakanaknya. Setelah menyelesaikan sekalah rakyat pada tahun 1954. Pendidikan agama diperolehnya melalui madrasah diniyah hingga tamat. Bahkan. Hamzah sempat mengikuti 213 . Pendidikan orang tua begitu besar mempengaruhi prilaku dan mentalitas Hamzah hingga menjadi politisi yang dikenal memiliki integritas perjuangan dan konsistensi sikap itu.

Pada saat itu pula Hamzah pernah dipanggil oleh Pejabat daerah itu berkaitan dengan tulisan-tulisan yang kritis dan vokal terhadap pemerintah daerah. Hingga selesai kursus perbankan. hobi berorganisasi Hamzah terus terlihat. Keinginan untuk masuk di dunia perbankan bersamaan dengan niat pemerintah Daerah yang akan mendirikan Bank Perintis milik Masyumi. Setamat dari SMEAN. Kalimantan Selatan. Saat menjadi wartawan inilah. Ketika menjadi “wartawan muda”. hamzah tidak langsung bekerja di bank tersebut karena sampai Hamzah lulus Bank tersebut tidak kunjung berdiri. Pada saat yang sama ada lowongan untuk menjadi wartawan surat kabar “Bebas” (sebuah koran daerah). terbukti Hamzah sempat menjadi calon ketua PWI (persatuan Wartawan Indonesia). Hamzah menikahi gadis yang bernama Asminah. Sampai kemudian Hamzah memutuskan untuk pulang kembali ke Ketapang untuk mengajar SMA Ketapang dan dengan modal sebagai wartawan di Pontianak. Hamzah pun mengirim lamaran diterima masuk menjadi wartawan koran tersebut. pada pertengahan tahun 1961 dan tahun berikutnya dikaruniai seorang putra. Tidak lama setelah menjadi wartawan. Hal ini karena orang tuanya sebagai anggota Koperasi Kopra dan mempunyai hak 214 . Hamzah mendirikan surat Kabar “Berita Pawan” yang terbit tiga kali dalam seminggu dan dicetak dengan stensilan. bersama empat orang lainnya Hamzah Haz mendapakan tugas belajar dari Koperasi Kopra Kalimantan Barat untuk kuliah di Akademik Koperasi Negara Yogyakarta.Kongres HIMSEKSI di Banjarmasin. Dengan kata lain Hamzah sempat menjadi pengangguran untuk beberapa waktu. Hamzah lebih tertarik untuk mengikuti Kursus Perbankan di Bandung. Itu terjadi pada tahun 1962 sampai dengan 1965.

karena kehidupan politik dan organisasi dikalangan mahasiswa sedang hangat-hangatnya. Hamzah banyak mengalami perubahan signifikan yang banyak membentuk dan mempengaruhi pola dan karakter politiknya dikemudian hari. Hamzah termasuk orang yang sangat rajin dan tekun. bukan GMNI. Di waktu kuliah. Di Yogyakarta. karena PMII merupakan organisasi ekstra Universiter yang berada di bawah Nahdlatul Ulama (NU) sementara Hamzah Haz sendiri adalah pengurus NU cabang Ketapang. sebuah organisasi onderbouw NU yang bergerak di bidang pertanian. HMI atau lainya ?. Dalam berbagai aktivitasnya yang cukup banyak itu. Di kota yang dunia mahasiswanya dikenal sangat dinamis ini. apalagi suasana saat itu mengaharuskan orang untuk menentukan pilihan. 215 . yaitu 1962-1965 Hamzah juga menjabat sebagai ketua pelajar/mahasiswa kalimantan Barat di Yogyakarta.untuk itu. Hamzah muda mulai banyak belajar tentang organisasi dan politik secara lebih dewasa. itu terlihat misalnya dari hasil mata kuliah yang tidak pernah gagal dalam setiap ujian. Pada periode yang sama. Bahkan Hamzah termasuk pendiri komisariat tersebut dan pernah menjadi ketuanya. hobi berorganisasi Hamzah semakin mendapatkan saluran. Pertimbanganya. Hamzah bahkan pernah menjadi peserta Konferensi PERTANU (persatuan Tani NU). Mengapa PMII. Di Yogyakarta. Naluri politik Hamzah muda sebagai aktivis mahaiswa mulai tumbuh dan berkembang di kota ini selama kurang lebih tiga tahun. Hamzah kemudian masuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Akademi Koperasi Negara Yogyakarta.

Dalam usianya yang relatif masih muda. ditingkat IV. dan secara resmi diangkat oleh PTIP dengan gaji sebesar Rp. Belum selesai pengumuman ujian. Buchori untuk menjadi pengurus NU Cabang Ketapang. bahkan kemudian dipercaya sebagai asisten dosen Hendro S. Di Pontianak Hamzah mengabdikan dirinya pada lembaga yang telah memberinya kesempatan tugas belajar. Apalagi di Ketapang 216 . Hamzah menjalani ujian akhir. Hamzah melanjutkan kuliah dengan memasuki Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura. maka kehadiran Hamzah memiliki posisi tersendiri dalam lingkungan masyarakat itu. 2. persis peristiwa Gestapu. 150.Setelah kurang lebih tiga tahun kuliah di Yogyakarta. oleh karena tidak pernah her dalam setiap ujiannya. Hamzah sudah bisa pulang ke Pontianak (bukan ke Ketapang). ditambah pada waktu itu Masyumi sebagai partai politik sudah dilarang oleh pemerintah. orang yang bertitel sarjana muda di Kalimantan Barat masih sangat sedikit. dengan menjadi pengurus Koperasi Kalimantan Barat. salah satunya disebabkan NU bukan hanya karena mengurusi masalah duniawi tetapi juga hal ukhrowi (hablumminallah wahablumminannas) Hamzah memilih NU karena kecintaannya terhadap NU. Kecintaanya pada NU. Pada tahun 1965-an. yakni 20 tahun. yaitu KH. yang pada awalnya sebagai sekretaris yang kemudian menjadi ketua. Di samping itu Hamzah juga mengajar di SKOPMA (Sekolah Koperasi Menengah Atas). Karir Politik Hamzah Haz Keterlibatan Hamzah dalam politik berawal dari ajakan guru agamanya. Hamzah sudah resmi menjadi pengurus NU Cabang Ketapang. Sambil terus mengembangkan hobinya berorganisasi.

Pada waktu itu ada peraturan pemerintah yang mengharuskan semua orang KAMI atau angkatan 66 harus masuk Golkar atau berhenti. Pada tahun pemilu 1955. Di tingkat wilayah Kalimantan Barat. wilayah kalimantan Barat tidak memiliki wakil di DPR RI. Hamzah kemudian dipercaya menjadi wakil ketua tanfidziyah NU wilayah Kalimantan Barat. melainkan mewakili KAMI (kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) Kalimantan Barat atau angkatan 66. dari mulai cabang Ketapang sampai tingkat wilayah. ayahnya mewakili Parmusi dan Hamzah mewakili NU. Tetapi yang menarik adalah perbedaan pilihan politik dalam sebuah keluarga tidak mempengaruhi hubungan antar keluarga. Di Senayan itu. setelah keluar. setelah menjadi sekretaris wilayah. Tetapi pada saat yang sama. usia yang relatif muda dan mengagumkan dalam sebuah partai dengan sistem rekrutmen kader yang cukup ketat. karenanya Hamzah dan kawan-kawan lainnya melakukan konsolidasi dan pembenahan sehingga pada tahun pemilu 1971 Kalimantan Barat memperoleh kursi di DPR RI. kebetulan ada kursi kosong dari NU yang kemudian Hamzah diminta untuk mengisi kembali Pengabdian Hamzah di NU sampai pada tingkat yang terus meningkat. semua memakai qunut. Bahkan dalam kampanye pemilu pada waktu itu mereka mewakili partai yang berbeda. Hamzah menjadi anggota DPRD bukan “mewakili” NU. Ketika itu usianya 30 tahun. tahlil atau lainnya. Tetapi itu tidak berlangsung lama. Hamzah sudah mulai kenal dan “berguru” kepada senior- 217 .tidak ada perbedaan secara mencolok antara NU dan Muhammadiyah dalam hal ubudiyah. karena Hamzah mengundurkan diri menjadi anggota DPRD dari KAMI dan lebih memilih NU. dengan wakil Hamzah sendiri.

bahkan kepada putra-putri kyai/ulama yang menjadi “guru politik”nya. Hamzah sangat berbahagia sekali dapat berkumpul bersama mereka dan belajar terhadap pengalaman mereka. Kiprahnya di DPR diawali sebagai anggota komisi APBN. maka Hamzah menjadikan DPR sebagai “sekolah”. KH. learning by doing. dan inilah kiprah awal Hamzah di lingkungan PPP. PERSIS dan partai Islam lainnya mengaharuskan untuk berfusi dalam satu wadah yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP). dijalaninya dengan penuh tanggung jawab karena sebuah kepercayaan. penghormatan terhadap mereka begitu terlihat sampai sekarang. Pengalaman itu misalnya tentang konsistensi untuk memperjuangkan umat Islam dan bagaimana membangun hubungan dan relasi dalam berpolitik dan sebagainya. membuatnya nekat untuk belajar dan bekerja lebih keras lagi untuk “mengejar ketertinggalanya”. sejak masuk pada tahun 1971 sampai akhir tahun 1999. Hamzah masih tetap menghormati. maka secara automatis Hamzah menjadi anggota MPW (Majelis Pertimbangan Wilayah) PPP Kalimantan Barat. mengantarkan Hamzah menjadi wakil ketua komisi 218 .seniornya seperti KH. gurunya adalah orang-orang sudah lebih dulu mengenyam asam garam menjadi anggota DPR. Ahmad Syaikhu. Maka dari itu. Perjalanan Hamzah Haz menjadi anggota DPR cukup panjang. sejak menjadi anggota biasa sampai kemudian menjadi wakil ketua DPR. Hamzah yang belum begitu menonjol pada saat itu. Karena Hamzah menjadi anggota DPR RI dari NU. Lebih dari itu. Karena pengalamanya yang cukup panjang. muncul kebijakan pemerintah Orde baru untuk menyederhanakan partai-partai menjadi tiga partai politik NU bersama PERTI. MI. KH. Masykur dan lainnya. Idham Kholid.

Hamzah menjadi anggota Dewan sampai empat kalidisamping dipercaya sebagai ketua Fraksi PPP selama tahun 1992-1997 dan 1997-1998.6 milyar paada tahun 1980 sampai pada kasus likuidasi dan penjualan tanah serta gedung KBRI di Singapura. Hamzah seringkali disebut sebagi kamus berjalan APBN yang selalu siap berkomentar tentang APBN kapan saja dimana saja. Hamzah menulis di surat kabar tentang persoalan politik dan terutama ekonomi.APBN selama 10 tahun dari 1982-1992. Kepakaran dan pengalaman Hamzah dalam bidang APBN. Pada Pemilu tahun 1999 merupakan tantangan berat buat PPP untuk bertarung 219 . Kiprah Politik Hamzah di Dewan berakhir setelah Ia menduduki posisi sebagai wakil Ketua DPR mendampingi Akbar Tanjung. Bahkan bersama rekannya Umar Basalim (sekjen MPR RI dan Rektor Universitas Nasional). Karena setelah itu Hamzah diangkat menjadi Menteri Koordinartor Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra dan Taskin) pada Kabinet Persatuan Nasional yang di bawah Komando KH. Kecermatan analisisnya menjadi sumber dalam setiap penyusunan APBN. Dari kasus kredit macet BNI senialai 633. Bahkan pada era Reformasi. Hamzah sempat menjadi menteri Negara Investasi/Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). tepatnya ketika Habibie menjadi Presiden menggantikan Soeharto yang lengser pada tahun 10 Mei 1998. Bahkan karena penguasaanya terhadap APBN secara lebih mendetail dan menyeluruh. membuat orang menjulukinya sebagai Ayatullah APBN. Bahkan bukan hanya itu masalah-masalah ekonomi yang berakit dengn devisa dan harta negara menjadi perhatian utamanya. Abdurrahman Wahid sebagai Presiden.

ditetapkannya asas Islam menjadi asas partai menggantikan Pancasila. Kedua. ada upaya untuk mengakomodir kekuatan partai lain selain Golkar untuk masuk dalam kabinet. Ketika Habibie menggantikan Soeharto menjadi presiden pada tahun 1998. Hamzah Haz menjadi Ketua Umum DPP PPP periode 1999-2004 mengalahkan pesaing tunggal Dr. Seperti banyak dikatakan. Hamzah bekerja sebagai Maninvest/kepala BKPM dengan penuh tanggung jawab dan sepenuh hati maka 220 . Maka Habibie dalam merekrut kabinet mengakomodir dari partai lain termasuk PPP untuk menjadi kabinet Reformasi. karena lebih 20 tahun lebih orang NU baru kembali memperoleh posisi Ketua Umum.bersama partai-partai Islam lainnya. Dari PPP ada dua orang yang masuk menjadi menteri. Muktamar IV PPP yang diselenggarakan tanggal 29 November 1998. menetapkan kembali Ka’bah sebagai lambang partai menggantikan bintang dan Ketiga. penggantian ini diperikirakan memiliki pengaruh yang signifikan dan meluas. terpilihnya Dr. bahwa pemilu 1999 diikuti oleh puluhan partai-partai Islam yang berarti jumlah pesaing semakin banyak dan beragam. Setidaknya ada tiga hal penting yang dihasilkan muktamar. Pertama. Hal yang ketiga ini cukup peting terutama untuk basis NU di PPP. AM Saifuddin yang waktu itu juga menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Pangan dan Holtikultura pada Kabinet Reformasi . Ir. Maka menjadi ujian tersendiri buat PPP untuk bisa mempertahankan basis konstituenya untuk di DPR mapun DPRD. memiliki makna yang sangat strategis. Setelah satu tahun kurang tiga belas hari. yakni Hamzah Haz sebagai Menteri Investasi dan Kepala BKPM dan AM Saifuddin menjadi menteri Urusan Pangan dan Holtikultura.

Maka ketika harus memilih antara pertai atau menteri maka dirinya lebih memilih partai. membuat Hamzah akhirnya lebih memilih mengundurkan diri dari Menko Kesra Taskin dan kosentrasi mengurus partai. Hal itu terbukti ketika dirinya tidak bisa berbuat apa-apa lagi terhadap partai karena kesibukannya menjadi menteri dengan perhatian yang minim dan lain sebagianya. maka Hamzah pun menerima tawaran tersebut. Hal itu pun diikuti juga oleh beberapa menteri lainnya seperti Akbar Tanjung yang terpilih sebagai Ketua umum Partai Golkar. kembali membawa Hamzah masuk dalam jajaran kabinet KH. Pilihan untuk mengundurkan diri sebagai menteri adalah konsekwensi yang harus diterima karena Hamzah terpilih sebagai Ketua Umum dan calon legeslatif dari daerah pemilihan Jakarta.Hamzah mengajukan pengunduran dirinya kepada presiden. Dalam kabinet Gus Dur itu Hamzah menduduki posisi sebagai Menteri Koodinator Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra Taskin). Abdurrahman Wahid (atau yang akrab dipanggil Gus Dur). Hal itu sebenarnya sudah sering dikatakanya dalam intern PPP sendiri maupun poros tengah. Bahkan dalam siaran persnya. kemunduran dirinya dari Kabinet Persatuan Nasional. sesungguhnya tidak ada niat atau keinginan sedikitpun diriinya untuk menjadi menteri karena berat dan besarnya tanggung jwab yang harus dikerjakan. padahal tamu yang datang banyak sekali. Tetapi karena desakan dan situasi politik pada waktu itu. Kekuatan poros tengah dalam sidang Umum MPR 1999. Karena dengan demikian Ia bisa berkosentrasi penuh pada partai 221 . sangat melegakan. Sejak dari awal. Sejak menjadi menteri dirinya tidak pernah sekalipun datang ke kantor PPP. Hamzah mengatakan.

dengan KH. Bahkan ketua umum harus memosisikan dirinya seperti komisaris dalam perusahaan yang hanya berfungsi mengontrol. Ditambah Habibie didukung juga oleh beberapa kelompok Islam. Mengatasi kebuntuan politik dan menghindarakan dari Sidang Umum MPR dari ancaman deadlock maka para politisi yang tergabung dalam kelompok Islam membentuk suatu “kekuatan politik tandingan” sebagai kekuatan alternatif. Kemenangan PDI Perjuangan dengan Megawati sebagai calon presidennya dalam pemilu 1999 membuat kelompok ini memilki keberanian dan kepercayaan diri dari para elite partai maupun masyarakat bawah yang sangat fanatik. Maka persaingan dan permusuhan politik pun tidak bisa dihindarkan. Pemilihan Umum tahun 1999 mengahasilkan PPP sebagai pemenang ketiga setelah PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Abdurrahman Wahid sebagai calon presidennya Kekuatan tandingan itu yang kemudian populer disebut sebagai “Poros Tengah” terbukti berhasil mampu menggeser kekuatan politik utama dan menjadikan semua 222 . Sedangkan yang lain seperti direkturnya berfungsi melaksanakan tugas dari kebijakan-kebijakan tersebut. untuk memastikan dan memperjuangkan Megawati sebagai Presiden RI. Beberapa partai Islam selain PPP hanya mendapatkan kursi yang tidak terlalu signifikan. maka Hamzah justru tidak. Pada saat yang sama Partai Golkar dengan Habibie sabagai calon presidenya tidak jauh berbeda suasana psikologispolitisnya dengan PDI Perjuangan.. yang merencanakan. Pada umumnya ketua umum partai memiliki jabatan formal. membuat policy. Ia ingin merombak tradisi itu. Hal itu cukup berpengaruh terhadap peta politik dan atmosfir politik Indonesia.

sifatnya sesaat dan kontraktual. Tidak mengherankan apabila dalam perjalananya. Menyadari posisi tersebut. Poros tengah hanya bisa disebutkan dalam konteks politik pada waktu sidang umum 223 . Dalam pada itu. Meskipun secara individual mereka masih melakukan aktivitas politik secara bersamasama. Poros tengah kemudian berubah menjadi kekuatan sentral yang menentukan.skenario politik Indonesia berubah drastis. tapi lagi lagi itu bukan mengatasnamakan secara eksplisit sebagai poros tengah. Maka tidak ada keterkaitan politik apapun ketika semua kepentingan sudah berhenti misalnya pada Sidang Umum belaka.Dus. Hamzah memainkan kartukartu politiknya untuk melakukan bargaining position dengan kawan maupun lawan kelompoknya. Poros tengah sesungguhnya. Artinya ikatan dan konsensi yang terjadi antara kelompok satu dengan yang lain dalam wadah poros tengah terbatas pada kepentingan yang terjadi pada saat itu. PPP dengan 58 kursi ditambah dengan 13 utusan daerah mempunyai peran yang sangat diperhitungkan terutama ketika bergabung dalam kelompok baru. Sebagai kekuatan politik alternatif. seperti yang disebutkan oleh Azyumardi Azra. seiring dengan kecenderungan politik. presiden Abdurrahman Wahid mendapatkan serangan dan kritik politiknya justru dari kelompok yang dulu membidani poros tengah. poros tengah. Sementara Megawati dan Akbar Tanjung sebagai pemenang pemilu pertama dan kedua hanya mendapatkan posisi wakil presiden dan ketua DPR. poros tengah sebagai kekuatan politik secara formal pada saat ini dianggap telah bubar dan tidak ada. Terbukti mampu menggilkan Gus Dur dan Amin Rais dalam posisi yang penting.

dalam arti dapat bubar. Beberapa nama alumni menghiasi deretan panjang tokoh-tokoh terkemuka di Indonesia46 dari masa ke masa. tetapi penting rasanya juga dibekali dengan ilmu-ilmu keterampilan yang dapat mendukung pergumulan mereka dengan dunianya. 45 Eep Saifulloh Fatah. pengamat politik dan dosen ilmu politik Universitas Indonesia mengibaratkan bahwa poros tengah sebagai politik mut’ah. bahkan hampir di tiap lini kehidupan sosok santri dapat berkiprah dan menunjukkan eksistensinya. 59 46 Untuk lebih dekat dengan tohoh-tokoh Indonesia baik dari pesantren maupun non pesantren.MPR 1999. Karir politik Hamzah sampai pada puncaknya.tokohindonesia. Beberapa posisi penting.h. ketika Gus Dur akhirnya harus lengser karena “dilengserkan” oleh sidang umum MPR tahun 2001. bersama membangun agama dan bangsa. Pendidikan pesantren mengalami perubahan dari pola “tradisional” kepada polapola “modern”. nampaknya tidak mampu lagi dihadapi hanya dengan pola pengajaran keagamaan semata. karena kecurigaan-kecurigaan akan monufer politik yang berkembang sangat cepat dan dinamis45. poros tengah pada saat itu tidak terlalu solid. Karennya. artinya politik yang dibatasi oleh waktu dan situasi tertentu karena kepentingan tertentu dan akan habis ketika kepentingan itu sudah tercapai. sekarang sudah ada ensiklopedi tokoh.com 224 . silahkan klik www. Aep Saifulloh Fatah. Megawati naik menjadi presiden dan sidang memutuskan Hamzah Haz sebagai wakil presiden. Interaksi santri dengan dunia yang terus melaju pesat. Agenda-Agenda Demokratisasi Pasca Orde Baru. Zaman Kesempatan.

Begitu pula. baik elemen yang bersifat hard-ware seperti : mesjid. sistem evaluasi. Kebebasan membentuk sistem pendidikan baru merupakan keniscayaan. dan perangkat lainnya yang menunjang proses belajar mengajar. pada kenyataannya memiliki dinamika perkembangan yang dinamis. metode pengajaran. Pesantren bukan berarti tidak mempunyai kelemahan dan kekurangan. Bahkan dunia pesantren telah memperkenalkan kaidah yang sangat populer al- muhafadzatu ‘ala qodimissalih wal-‘akhdu bil-jadidil ashlah (membina budaya-budaya klasik yang baik dan terus menggali budayua-budaya baru yang lebih konstruktif ). yang selama ini dianggap simbol kejumudan (kebekuan) dan kemandegan (stagnasi). bisa berubah. pondok. Keharusan untuk mengadakan rekonstruksi ini sebetulnya telah dimaklumi. ruang belajar.. mempunyai dasar-dasar yang kuat untuk ikut mengarahkan dan menggerakkan perubahan yang diinginkan. kurikulum. seperti: tujuan pendidikan.BAB VII PESANTREN MASA DEPAN (POST MODERN) Pesantren adalah dimensi pendidikan yang memiliki elemen-elemen penunjang yang khas. ketika dunia pesantren 225 . asalkan tidak lepas dari bingkai ashlah (lebih baik). mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Selain itu pesantren . Dunia pesantren yang nyaris dipahami oleh masyarakat sebagai dimensi yang tidak berubah.mempunyai elemen yang bersifat soft-ware. kitab-kitab dan lain sebagainya. untuk itu perlu adanya perbaikan dengan cara melakukan rekonstruksi terhadap sistem pendidikan yang ada.

Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren tidak perlu mengorbankan nilai-nilai. Pesantren modern berarti pesantren yang selalu tanggap terhadap perubahan dan tuntuan zaman.diharuskan mengadakan rekonstruksi sebagai konsekuensi dari kemajuan dunia modern. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren bukan berarti merombak seluruh sistem yang ada yang berakibat hilangnya jati diri pesantren. kemandirian. Bingkai Pesantren Sebagaimana diungkap di atas bahwa rekontruksi pesantren atau perubahan apapun terhadap pendidikan pesantren harus selalu memperhatikan bingkai pesantren. maka aspek ashlah merupakan aspek kunci yang harus dipegang. seperti : keikhlasan. dan bebas dalam memilih alternatif jalan hidup dan menetukan masa depan dengan jiwa besar dan sifat optimis menghadap segala problematika hidup berdasarkan nilai-nilai Islam. Sistem pendidikan pesantren tidak seluruhnya baik dan tidak seluruhnya jelek. Pelajaran agama tidak hanya diartikan ilmu-ilmu keagamaan dan apriori terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. ukhuwah Islamiah. Bingkai tersebut merupakan suatu yang harus ada dan menjiwai kehidupan dipesantren 226 . H. untuk itu pimpinan pesantren dituntut untuk dapat memilih dan memilah mana yang harus diperbaharui dan mana yang harus dipertahankan. kesedarhanaan. sehingga diharapkan pesantren mampu melahirkan ulama-ulama intelek yang mampu menjawab tantangan zaman. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren tidak harus merubah orientasi atau mereduksi orientasi dan idealisme pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddiin dalam pengertian luas.

kesederhanaan. Ada yang menjadikan kepatuhan pada aturan yang digariskan pimpinan sebagai wujud dari keikhlasan. Dengan suasana ini diharapkan ada keterikatan batin anatara kyai sebagai guru dan santri sebagai murid dengan satu tujuan ibadah. Jadi suatu lembaga bisa disebut pesantren bila kehidupan didalamnnya digerakkan oleh keikhlasan dan mendidik santrinya untuk mewarisi keikhlasan dalam beramal. hal ini berlaku umum disemua pesantren tidak hanya Gontor saja. ada yang mengembangkan konsep khidmah48 kepada guru sebagai wujud dari keikhlasan. apa lagi kalau tercerabut dari akar perjuangan dakwah Islamiyah. 227 . maka menurut kerangka ini bukan pesantren tapi lebih tepat disebut sekolah berasrama atau boarding school atau lainnya. bukan karena mereka sudah bayar atau membayar guru. berdikari.yang memang merupakan hasil pengamatan yang mendalam atas kehidupan yang dikembangkan di pesantren. dan seterusnya. ukhuwah Islamiyah. 47 Ikhlash adalah inti yang membedakan anatara pesantren dengan lembaga pendidikan lain. maka ilmu yang didapat diharapkan bermanfaat. jika suatu lembaga pendidikan walaupun mengambil bentuk pesantren namun tidak ada semangat keikhlasan pengelolanya. menurutnya pesantren itu memiliki minimal lima jiwa: Keikhlasan. Para kyai dan ustadz mengajar dengan ikhlash47 bukan karena imbalan materia (gaji). dan kebebasan. Yang jelas semua aktivitas tidak dimotori atau diukur oleh imbalan material. demikian juga para santrin belajar dengan ikhlash niat ibadah mencari ilmu. Bentuk keikhlasan ini bisa beraneka ragam sesuai dengan tradisi yang dikembangkan di pesantren masing-masing. 48 Santri membantu pekerjaan Kyai baik di rumah maupun di ladang tanpa mengharapkan imbalan material. Dalam hal ini KH Imam Zarkasyi mencoba merumuskan hasil pengamatannya terhadap dunia pesantren.

atau juga sesama temannya. Keempat suasana persaudaran. pengorbanan. yang penting adalah bagaimana bisa mewujudkan bentuk keislamannya bagi dirinya dan bagi keluarga serta masyarakat sekelilingnya. pekerjaannya sendiri serta tidak manja. Untuk mengambarkan kondisi ini tidak jarang pak Kyai membantu santrinya yang menghadapi kesulitan keuangan. akan tetapi sebatas memenuhi kebutuhan. bebas dalam menentukan jalan hidup dalam arti tidak diikat oleh mazhab atau partai kyainya. kebutuhan untuk hidup. atau jiwa mandiri.Kedua adalah jiwa kesederhanaan. kehidupan di pesantren harus mandiri dan mendidik santrinya agar bisa mandiri. serta kepedulian dan seterusnya. supaya bisa beribadah lebih banyak. 228 . hal ini akan tercermin dalam suasana latihan tolong-menolong."makan untuk hidup bukan hidup untuk makan". kehidupan dipesantren diwarnai kesederhanaan. harus menjadi itu dan ini. dan saling membantu. seperti jiwa perjuangan. sehingga tergambar suatu tatanan masyarakat yang memiliki rasa persaudaraan. satu keyakinan dan satu perguruan. bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Jadi kehidupan di pesantren tidak berdasarkan pada hidup mewah dan serba berlebihan. Selain kelima jiwa minimal yang membingkai pesantren bisa juga dikembangkan dengan menambah jiwa-jiwa lian yang bisa diamati dari kehidupan di pesantren. bersaudara karena satu agama. untuk mengerti arti sederhana yang paling mudah adalah menunjukkan lawan katanya yaitu kemewahan atau berlebihan. persaudaraan sesama muslim. Kelima adalah kebebasan. Ketiga adalah berdikari.

dan menjadi pilar kemandirian pesantren maupun kemandirian para santrinya nanti. tapi tetap menjadi salah satu problema pesantren ketika kebutuhan akan sarana semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya populasi santri.I. Problem Yang dihadapi Pesantren Pesantren sebagai refleksi dari kebutuhan masyarakat muslim atas lembaga pendidikan yang dapat mendidik dan mengajari putra-putri mereka tentang agama Islam dan pembiasaan kehidupan berpolakan ajaran Islam. Walaupun demikian bukan berarti masalah pendanaan tidak menjadi problema. Budaya swadaya ini begitu kental dalam dunia pesantren. maka para santri dibantu masyarakat sekitar mulai membangun pondokan-pondokan untuk tinggal mereka. karena rumah kyai tidak bisa menampung santri yang berdatangan. ada kyai yang memiliki ilmu. datang para santri yang mau menuntut ilmu dan belajar pada kyai. hampir semuanya terbangun atas dasar swadaya para santri dan orangtua santri serta masyarakat sekitar. Selain masalah pendanaan ada beberapa permasalahan lain yang dihadapi pesantren yang bisa disebutkan di sini: • • • • • • Pendanaan Pengembangan & Manajemen Pengelolaan Pengakuan dan Legalitas Pencitraan Informasi dan Publikasi Politik 229 . Sebagaimana diungkap dalam kisah lahirnya pondok pesantren.

Pendanaan Masalah pendanaan hampir menjadi kendala setiap pergerakan apapun. masalahnya menjadi lebih kompleks. 49 Pengungkapan masalah pendanaan ini tidak berarti pesantren atau kyai mengeluh. 50 Masalah air ini masih menjadi kendala bagi kebanyakan pesantren. Lain halnya dengan sekolah atau perguruan tinggi untuk prasarana standard cukup ruang belajar.50 aran jemuran pakain dll. berbeda dengan sekolah atau perguruan tinggi. jika ada yang terpaksa terhenti juga biasanya karena kekosongan kaderisasi kyai atau karena kyai alih profesi. Jika asrama menampung seratus santri artinya harus tersedia minimal 10 kamar mandi dan WC dengan persediaan air bersih yang cukup. tidak ada pesantren terhenti kegiatannya karena alasan dana. karena dalam prakteknya kalangan pesantren sentiasa terus berjuang dan gigih. jika para santri ikut ke sumur-sumur penduduk sekitar. apa lagi di musim kering. bagi pesanatren masalah ini menjadi permasalahan serius49 ketika dituntut pasilitas sejalan dengan meningkatnya populasi santri. karena jika diserbu 10 orang santri saja sumur mereka bisa kering 230 . mushala. karena selain mempersiapkan ruangan belajar. tidak pernah terhenti kegiatannya dengan alasan dana. 1 orang 60 liter air per hari. tapi semata-mata mengungkap realitas hasil pengamatan. kantor guru. dan beberapa buah WC. sebuah pesantren juga harus mempersiapkan ruang tinggal dan saranannya seperti WC dan kamar mandi dengan ratio minimal 1 berbanding 10-20 orang santri. karena pendanaan tidak saja dibutuhkan untuk sarana dan prasarana tapi juga untuk konsumsi para santri dan para asatidznya. Permasalahan akan semakin komplek ketika pesantren memilih pola anak asuh bagi para duafa dan yatim piatu.1. berdasarkan pengalaman mereka tidak bisa mengizinkannya.

lahan bermain. Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan ini sejak awal pesantren sebagai lembaga swadaya yang mandiri berusaha menyelesaikannya sendiri. sarana kesehatan. Karena berbagai pasilitas tadi menjadi tuntutan baik intansi pemerintahan maupun masyarakat yang akan memesantrenkan anaknya. Pola-pola swadaya pesantren dalam pembangunan biasanya menghidupkan kegiatan infaq dan shadaqaoh dari kalangan masyarakat. serta sarana olahraga. ruang inap tamu yang semuanya semakin memperluas medan kebutuhan pesantren sesuai dengan tuntutan zaman dan pola hidup yang berkembang dimasyarakat.Selain masalah di atas. juga sarana konsumsi seperti dapur dan ruang makan menjadi agenda tambahan. Dewasa ini jika diinventarisir sumberdana pesantren adalah: • • • • Kyai Masyarakat Muslim Wali Santri Intansi Pemerintah mauapun Swasta 231 . biasanya pesantren tidak menggantungkan diri pada bantuan pemerintah baik pusat maupun daerah. wali santri dan bahkan dari pengelola pesantren sendiri. apalagi pada masa-masa awal pemerintahan adalah pihak penjajah yang menganggap pesantren sebagai ancaman. transportasi.

).1997. h. yakni para simpatisan yang peduli terhadap aktivitas pendidikan Islam dan dakwah Islamiyah biasanya dengan sukarela membantu pembangunan pesantren. Tidak jarang para dermawan yang kaya misalkan memngambil jatah pasir.com/msg02774. Akhir-akhir ini ada trend baru penghimpunan dana dengan membuat "jaringan" di jalan raya 51 Sebagai contoh.html 232 . kalau bangunan itu berbentuk pisik. di daerah sekitar penulis tinggal. maka bantuan bervariasi antara barang dan uang.biasanya pola pengumpulan dana pembangunan dengan mengirimkan delegasi pengumpul dana yang berkeliling ke desa-desa dengan mebawa rencanan pembangunan.52penerbitan kalender atau penjualan produk pesantren. 11. biasanya kyai berperan sebagai pelopor pendanaan pesantren.com/indonews@indo-news.51 Kedua Masyarakat Muslim. serta formulir atau list berisikan daftar penyumbang dengan nominal sumbangan yang diberikan.Pertama Kyai. atau bahkan unit-unit gedung. 52 Tehnik pengumpulan dana seperti ini sering melahirkan kecurigaan di kalanagan masyarakt penderma yang meragukan kebenaran program dan kejujuran para pengumpul derma. besi ataubahanbahan material bangunan lainnya. lihat juga Hasan Basri "Kasta Di Antrara Kita" http://www. banyak kyai yang memiliki usaha atau bergerak dalam bidang tertentu yang kemudian sebagian dari penghasilannya itun dipakai untuk pendanaan pesantrennya. lihat Ahmad Toharri Cerpen berjudul "Atasnama Agama" dalam kumpulan cerpennya Mas Mantri Menjenguk Tuhan. tepatnya desa Susukan Ciawigebang Kuningan ada sekitar 80 santri yang selain tinggal dipesantrennya (al-makmur) juga disekolahkan / kuliah dengan biaya dari hasil usaha pak kyainya termasuk konsumsi mereka sehari-hari.mailarchive. (Jakarta: Risalah Gusti. ada juga yang mensuplay kebutuhan bangunan untuk satu lokal ruang belajar. Selain pola di atas bagi pesantren pemula yang belum dilihat hasil pendidikannya. baik dari usahanya atau dari hasil ladangnya.

pola-pola pendanaan dari wali santri sangat beragam. Al-Basyariyah Bandung dan pesantren lainnya. Selain cara di atas. biasanya tergantung pada latar belakang usaha atau profesi wali santri. walaupun demikian tidak menutup kemungkinan bagi wali santri yang ingin berinfaq lebih dari yang di gariskan pesantren. penghimpunan dana juga dengan jalan silaturahmi kepada para hartawan / pengusaha lokal. Hal ini berjalan seperti di pesantren Daarunnajah Jakarta. dengam membangunkan sarana tertentu atau mengirimkan pasilitas tertentu. biasanya dilakukan sendiri oleh kyai yang berpengaruh dan memaparkan kebutuhannya. Bantuan wali santri bisa juga sebagai respon atas kegiatan yang dilakukan pesantren. Ketiga wali santri. warung-warung serta kantin untuk jajan santri yang semuanya diorganisir hingga labanya bisa dipakai pembangunan pondok dan kebutuhan pondok lainnya dengan motto dari kita oleh kita untuk kita. 233 . atau kebutuhan sesuai kesimpulan yang diambil wali santri sendiri. ada pesantren yang mencanangkan saja uang pangkal dan uang bangunan pada saat pendaftaran santri baru setiap angkatan. Selain itu bisa juga berupa sisa uang makan dan spp santri yang diorganisir pesantren termasuk uang jajan santri. artinya ia mengusulkan dan ia juga yang membuatnya.atau mengirimkan santri untuk berkeliling ke desa-desa dengan menghimpun infaq baik berupa uang maupun beras. caranya dengan menyelenggarakan koperasi dapur. dalam hal ini kharisma kyai sanagtlah menentukan.

reini alumni dan semisalnya untuk 234 . Seperti sudah dimaklumi bahwa sistem suatu pesantren mengakar tidak saja di dalam lingkungan pesantren tapi juga di dalam tubuh komunitas pesantren dalam hal ini masyarakat luas yang biasa menghargai pesantren dan memiliki kerangka berpikir sendiri tentang pesantren (katakanlah sebuah sistem norma. Pengembangan dan Manajemen Pengelolaan Problem lain bagi pesantren adalah masalah manajemen dan pengelolaan. ajaran dan kualifikasi suatu yang disebut dengan pesantren. ini pada tahap pertama. Perubahan bisa dilakukan hanya dengan kaderisasi dan persiapan calon kyai. karena sangat berhubungan erat dengan sistem soial masyarakat pesantren. bila yang dituju organisasi seperti Robithah maka dokumen harus disertai sertifikat wakaf dan laporan modal yang tersedia di pesantren. tahap berikutnya adalah tahap sosialisasi terhadap masyarakat luas yang merupakan basis pesantren.Keempat intansi pemerintah maupun swasta serta organisasi-organisasi keagamaan seperti Rabithah Alam Islami dan Haiah Igotsah yang programnya memang mendukung kativitas dakwah Islmaliyah. diluar definisi akademik). karena status dan kedudukan kyai maka perubahan ke arah pengembangan dan manajemen di dunia pesantren harus hati-hati. tentu saja dengan menyelenggarakanacara-acara mengkomunikasikan. Untuk intansi yang formal spereti ini biasanya pihak pesantren mengajukan permohonan tertulis dengan proposal lengkap. 2.

Beberapa instansi yang mecoba masuk ke pesantren dengan gagasangagasan perbaikan adalah departemen koperasi dan UKM. untuk wilayah Jawa Barat bentuk nyata dari depkes adalah dengan dilibatkannya pesantren dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dalam bentuk poskestren pada masa Nuriana menjabat Gubernur. kehutanan dengan HPH-nya. Masalah ini kini menjadi suatu yang diperjuangkan pesantren. termasuk juga departemen kesehatan dan intansi lainnya seperti kependudukan dll. Bahkan 53 Usaha yang dilakukan biasanya berbentuk penataran dan pengarahan pimpinan pondok. pada tahun 2004 belakangan ini berkenaan dengan legalitas menjadi mencuat ketika lulusan pesantren dicalegkan dan menpata dukungan yang banyak. & C yang biasanya diarahkan ke pesantren sebagai solusi untuk memperkenalkan pelajaran umum. 235 . mereka terpaksa menghadapi masalah dengan dibutuhkannya ijazah formal seperti Aliyah. Belakangan departemen agama sejak tahun 2000 an mulai memperhatikan pesantren demikian juga diknas53. 3. Pengakuan dan Legalitas Masalah yang dihadapi pesantren adalah masalah legalitas lulusannya. Tsanawiyah. pada tahun 1997 an di kab Kuningan Jawa Barat ada semacam pembentukan kopontren besar-besaran dan obral badan hukum --walaupun akhirnya tidak semuanya berjalan-. walaupun telah ada program kejar paket A. B.mereka mencoba menawarkan ide perkoprasian. dan baca tulis di dunia pesantren. selain depkop juga departemen pertanian dengan gagasan agribisnis pesantren. SMP atau SMA. namun permasalahan legalitas bukan berarti terselesaikan.

TMI Pesantren Modern AlMizan Narimbang Rangkas Bitung Banten. melalui SK Mendiknas Nomor:240/C/KEP/MN/2003 tertanggal 20 Juni 2003 msilannya diakui 9 pesantren antara lain. KMI Pesantren Ta'miiruyl Islam Tegalsari Surakarta Jawa Tengah. SK ini juga disusul dengan surat edaran bernomor. Pencitraan 54 Lihat SK Mendiknas Nomor: 240/C/KEP/MN/2003 dan lampirannya.54 Semoga adalam waktu dekat sesuai dengan perkembangan budaya dan cara hidup yang semakain maju. Ulu Jami Jakarta Selatan. Lenteng Sumenep Madura. tentu saja dengan usaha pembenahan di sana-sini dan dengan kualifikasi yang mampu mengangkat pendidikan kita.pada masa kampanye presiden tahun 2004 menjadi janji calon presiden dan tuntutan masyarakat pesantren dalam berbagai dialog dan pertemuan. Pada tahun 2003 an pesantren-pesantren ala Gontor (KMI/TMI) menyusul pesantren induknya mendapat penyetaraan dengan tamatan SMA Departemen Pendidikan Nasional. MMI Pesantren Mathabul Ulum. TMI pesantren Al-Basyariyah Cibaduyut Bandung dan TMI Pesantren Modern Al-Ikhlash Ciawilor Kuningan Jawa Barat. 4. TMI Pesantren Darunnajah. 2414/C/MN/2004 tertanggal 20 April 2004 kepada seluruh rektor perguruan tinggi negri mapun swasta yang menjelaskan bahwa Ijazah yang dikeluarkan pesantren tersebut bisa dijadikan syarat tes masuk ptn/pts di Indonesia 236 . legalitas pesantren bisa dinikmati seluruh lemabga pendidikan pesantren di Indonesia.

menuntut hak shodaqoh yang kalau tidak didatangi juga tidak ingat akan keharusan bersedekah. Berkenaan dengan pencitraan lain adalah karena kegiatan pengumpulan dana pembangunan dengan pola jaringan dan delegasi pengumpul derma keliling ke kampung-kampung juga meninggalkan kesan pesantren dan santri selalu "mengemis". Dan masalah pendidikan agama adalah tanggungjawab semua. pencitraan tersebut biasanya dikaitkan dengan kebersihan dan penataan lingkungan. Walaupun sebagian pesantren telah menata diri tapi kesan tersebut masih belum sirna. pihak pesantren hanya menyelenggarakan sesuai dengan tugasnya dakwah Islamiyah. sering terdengar istilah jorok dan kumuh dinisbahkan kepada pesantren. Penjelsan tentang metode pengumpulan dana seperti itu sebenarnya kalangan pesantren memiliki misi. 5. yaitu mengingatkan kepada khalayak bahwa sebagian rijqi perlu dinafkahkan di jalan Allah. Informasi dan Publikasi 237 . Agak apologi memang. tapi yang perlu ditandaskan bahwa dalam harta kita ada jatah untuk kepentingan agama dan kepentingan umum. sementara masyarakat muslim berkewajiban menyokong kegiatan tersebut sehingga terciptalah sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan dan ummat sebagai penggunanya.Yang tidak kalah seriusnya pesantren menghadapi masalah pencitraan di mata ummat dan bangsa. Selain juga mempasilitasi mereka yang mau berderma supaya tidak usah jauh-jauh atau repot-repot mencari sasaran.

Ini gejala umum. Perjuangan men"citrakan" Islam dalam kancah percaturan kehidupan sosial dan budaya dengan upaya Islamisasi berbagai sektor dan komponen kehidupan menjadi suatu keharusan dan kewajiban setiap individu muslim di 238 . alumni memasukkan anaknya ke pesantren almamaternya. bahkan sampai pada isu terosrisme seperti "image" yang sedang dibangun AS di mata Internasional. Tidak seluruh masyarakat mengetahui kegiatan dan keberadaan pesantren. kecuali beberapa pesantren dan short couse yang dilakukan penyelenggara pesantren kilat di Puncak yang dengan mudajh bisa kita baca di koran misalnya. Kenyataan ini membentuk pesantren menjadi suatu komunitas turun temurun. ada semacam tabu bagi pesantren untuk mengiklankan kegiatannya. maka anaknya juga dipesantrenkan. Politik Islam sebagai agama mayoritas bangsa Indonesia memungkinkan untuk dijadikan bahan rujukan berbagai persoalan. 6. Ada semacam daur ulang input pesantren. mulai dari isu-isu politik isu pembangunan. artinya jika bapaknya dasri pesantren.Informasi dan publikasi bagi pesantren agak tertinggal. semua ini mungkin karena minimnya publikasi dan informasi tentang pesantren. atau jika keluarganya dari pesantren maka ada kerabat lain yang juga mesantren. walaupun ada juga kalangan non pesantren dengan niatan mendalami agama memasukkan anaknya ke pesantren sebagaimana alumni pesantren menyebrangkan anaknya ke luar pesantren. ekonomi. juga karena pencitraan buruk sebagaimana dikemukakan di atas.

Seperti kegiatan safari Romadlan yang dilakukan Harmoko dengan mengunjungi pesantren-pesantren pada saat ia jadi mentri. Namun bisa juga mengancam keberadaan pesantren karena terkotakkan pada parpol tertentu.pesantren sebagai suatu yang harus dijauhi 55 M. Islam. halaman berita koran dan majalah.56 Selain masalah di atas juga sistem pemerintahan. di sisi lain menjadi negatif karena pengkotakan tadi dan karena dunia politik seringkali pada dataran tertentu berlawanan dengan misi pesantren. 239 . ketika pemerinatahan kurang menghargai pesantren seebagai asset bangsanya. Tata Taufik. menguntungkan bagi pesantren dari satu sisi yaitu publikasi (Harmoko pemilik media saat itu karena menjabat menteri penerangan) pesantren bisa masuk TV.tengah "penggunaan isu-isu keislaman" seperti diungkap di muka. Problema lain adalah ketika kyai-nya dipercaya atau diminta untuk dicalegkan ini di satu sisi positif karena medan dakwah kyai menjadi luas.55 Konstelasi politik juga sering menjadi permasalahan bagi pesantren walau kadang menguntungkan juga. yang terjadi adalah -sebagaimana di masa penjajahan-. Hal ini menjadi penting untuk dikritisi karena ada perbedaan tajam antara 'mencitrakan Islam" dengan menjadikan Islam sebagai perisai suatu kekusaan tertentu dalam kancah politik. Citra atau Perisai? (sebuah catatan untuk Pemda & DPRD) HU Mitradialog Selasa 11Januari2004 56 Pernah terjadi di masa ORBA suatu pesantren terhenti kegiatannya karena pimpinannya begabung dengan partai atau peserta pemilu.

Jangan sampai suatu pesantren "terhenti" hanya karena meninggalnya kyai yang biasanya menjadi komandan sekaligus tumpuan kepercayaan ummat maupun santri. yang harus ditempuh adalah pengembangan sumber daya manusia. pernyataan ini tidak berarti bahwa SDM pesantren dewasa ini lemah. Bersamaan dengan kaderisasi juga pengayaan SDM yang ada dengan berbagai kemahiran baik manajerial maupun kemahiran lain yang sesuai dengan tuntutan zaman. ungkapan pesantren sebagai "sarang teroris" misalkan yang muncul pada tahun 2000an ikut memperkeruh kesan terhadap pesantren. untuk pengembangan pesantren dalam berbagai segi baik pendanaan. Dimensi SDM Medan-Medan Pengembangan Berangkat dari permasalahan di atas. pengelolaan maupun manajemen serta permasalahan lainnya. sehingga ketika kyai tersebut (figur) wafat maka pesantrennya ikut mati juga. 1. karena kepiawaian dalam berpidato maupun 240 .dan dimusuhi. dan bisa kita analisa untuk membantu berpikir mencarikan jalan keluarnya. Cara mudah dalam hal ini adalah mengembangkan budaya baca dan budaya dengar di pesnatren. Selain keenam permasalahan di atas sebenarnya masih banyak lagi problema lain yang bisa ditemukan dalam dunia pesantren. J. yang dimaksud di sini adalah pengembangan terus-menerus serta kaderisasi.

para pemimpin negara kita serta pengarah kebijakan kita adalah orang-orang yang memiliki dasar pengamalan dan pengetahuan agama yang baik---sementara pengamalan keagamaan di pesantren telah menjadi tradisi. Di masa depan nampaknya sumberdaya yang handal sangat membantu pengembangan pesantren untuk senantiasa bisa eksis di era global tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisi baik yang telah dimiliki. tehnik penyampaian gagasan (presentasi) dan tehnik pembuatan proposal bisa juga dijadikan kemahiran tambahan.berdebat (biasanya sudah dimiliki para santri) harus didukung dengan informasi (pengetahuan) yang luas supaya tidak tertinggal. 241 . maka bentuk pengembangan lain bisa dilakukan misalnya dengan menambah kemahiran teulis menulis baik tulis halus (kaligrafi) maupun penulisan karangan atau artikel serta kegiatan lain yang bisa membantu pengembangan diri santri di masa datang baik untuk dirinya maupun untuk pesantrennya. Pengembangan seperti ini dapat dilakukan pesantren dengan mudah karena sekarang sudah banyak sarjana-sarjana IAIN misalnya yang ada disekitar /mengelola pesantren. Tehnik pembuatan surat resmi serta kemahiran administratif lainnya juga layak untuk diajarkan terutama bagi santri senior yang biasanya dilibatkan membantu kyai mengelola pesantren. Mungkin kegiatan sebagaimana di atas bagi beberapa pesantren bukan hal yang asing. bila demikian adanya. coba bayangkan alangkah indahnya jika ilmuwan kita nanti.

baik pencahayaan maupun luas ruangannya. Selain itu harus memiliki halaman dan tempat gerak / bermain yang memadai baik halaman asrama maupun ruang belajar. ruang makan. apalagi zaman sekarang. 242 . asrama dan ruang belajar serta sarana olahraga. ini juga termasuk kegiatan dakwah. laboratorium. dapur. Mulai dari mengajarkan agama sampai mengajar berniaga dan memimpin negara. dakwah harus berpenampilan simpatik dan memiliki daya tarik. kedepan pesantren dituntut untuk menata bangunan fisiknya sehingga indah menawan. Dalam daftar isian akreditasi diknas misalnya mencantumkan pertanyaan sekitar. ruang kantor. Dimensi Fisik Selanjutnya sebagai jawaban atas pencitraan buruk pesantren yang sering dikesankan kumuh. perpustakaan. Dalam kesejarahannya ulama itu dituntut serba bisa mulai dari memimpin sholat sampai memimpin perang sebagaimana yang dicontohkan Rasul SAW. Idealnya bangunan pesantren sebagaimana tempat pendidikan lainnya memiliki ruang belajar sesuai standard. tapi justru akan lebih mendukung semangat peran tadi dengan melahirkan ulama yang mumpuni. 2. sebelum membawa anaknya ke pesantren wali santri biasanya melakukan survei terlebih dahulu.Pengembangan ke arah ini tidak berarti mengesampingkan peran pesantren sebagai pencetak ulama dan tempat mengaji agama. Artinya jangan sampai niatan baik masyarakat untuk mempercayakan pendidikan anaknya di pesantren terhalang karena kurangnya daya tarik penampilan fisik pesantren.

sudah barang tentu mereka harus mengenal cara-cara bermasyarakat dengan baik. Bisa saja misalkan materi "fathul kutub" dipakai sebagai cara pengenalan kitab-kitab kontemporer kepada para santri senior. Cuma barangkali tipe manapun yang diambil pengembangan materi maupun metodologi bisa senantiasa dilakukan sejalan dengan pola-pola pengajaran yang lebih banyak dipakai atau secara variasi. bisa juga pengajaran kitab-kitab klasik dengan metode diskusi atau dengan metode pengajaran modern yakni dengan langkah-langkah misalkan penyampaian materi. tepe KMI Gontor atau pesantren modern sesuai konsep dan pilihan yang dianggap tepat bagi para pengelolanya. hidup sehat. pencarian kosa kata yang sulit. 243 . Mengenai materi umum di pesantren salafiyah apakah harus dimasukkan atau tidak. tergantung haluan yang mau dijadikan pijakan apakah tepe salafiyah plus madrasah atau salafiyah murni. Dimensi Materi dan Dimensi Metodologi Untuk materi sebagaimana telah dibahas dalam Bab II tentang metodologi dan upaya pembaruan. Walaupun tidak diajarkan secara rutin ilmu-ilmu kemasyarakatan tersebut bisa disajikan dalam bentuk studium general atau penataran.3.Begitu juga sebaliknya bagi pesantren modern bisa mengenalkan kitab-kitab klasik lewat acara fathulkutub dst. serta bisa menghitung. pembacaan tek bahan ajar serta tanya jawab sebagai variasi dari metode sorogan atau wetonan. yang pasti para santri nantinya akan hidup di masyarakat yang demikian kompleks.

jika yag diambil adalah kejuruan dakwah. penyiaran. Demikian juga jika yang diambil jurusan pendidikan maka ada penambahan materi khusus berkenaan dengan pendidikan. Bagaiamana cara menggunakan (mengoperasikan) komputer. tidak mustahil nanti ada pesantren dengan kejuruan perfilman. Misalkan yang dirintis Drs Didin Sirajuddin M. jurnalistik. 244 .Ag. Dimensi Teknologi Bagi pesantren.Sejalan dengan kemajuan zaman dan perkembangan tehnologi. akuntansi. 4. peternakan dll. artinya kegiatan pesantren tetap sebagaimana adanya baik materi maupun metodologi. ilmu jiwa dan sosiologi. tata boga. atau pendidikan. maka materi tambahannya selain mengaji adalah bertani dengan cara yang benar sesuai perkembangan ilmu pertanian. dakwah. semacam jurusan di perguruan tinggi. pengembangan masalah tekhnologi ini tidak berarti pada dataran pembuat. tapi lebih berupa pengenalan tekhnologi dan penggunaannya. Kalau kejuruan yang diambil pertanian. maka materi tambahannya adalah metodologi dakwah. ia mengembangkan pesantren dengan kaligrafi sebagai kejuruannya. perikanan. tapi ada tambahan kemahiran khusus bagi santri misalkan pertanian. nampaknya bisa juga diajukan gagasan pesantren kejuruan. atau alat-alat bantu pembelajaran lainnya (tehnologi pendidikan) karena biasanya para santri selepas pesantren lebih akrab dengan dunia pembelajaran dan presentasi (ceramah dan pidato).

Seperti yang kita ketahui pesantren memiliki santri. sehingga pesantren tersebut bisa mandiri dan anggup memenuhi kebutuhannya dari sisi ekonomi. wali santri. dan sebagai labanya bisa dijadikan 57 Berdasarkan pengamatan penulis terhadap pesantren salafiyah "Raudlatul Huda" Ciawilor Kuningan Jawa Barat. 245 . dan para ustadz serta warga sekitar. Potensi swadaya dan kemandirian pesantren yang cukup bagus (tidak melulu menunggu bantuan pemerintah) akan lebih bagus lagi jika memiliki sumber dana yang pasti yang digali dari dalam pesantren. bahkan kreatifitas para santri relatif lebih "nakal" dalam merekayasa teknologi kecil-kecilan seperti merangkai elektronik (tape player. setiap komponen tadi ma sing-masing memiliki daya beli yang tinggi. 1. untuk itu pesantren bisa memanfatkan suasana tersebut dengan membuat warung yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. Ekonomi Pesantren Pesantren Dan Ekonomi Yang dimaksud ekonomi pesantren di sini adalah bagaimana suatu pesantren menggali "potensi dalam" untuk perekonomiannya.Dewasa ini berkenaan dengan teknologi nampaknya pesantren sudah tidak asing. pembuatan pemancar gelap FM. penyambungan lampu dan merakit sound system bahkan menyediakan jasa penyewaan sound sitem) menyediakan jasa cetak undangan (sablon) serta setting komputer.57 K.

obat dan minyak wangi keliling kampung dengan bersepeda. Hal ini biasa dilakukan di pesantren-pesantren modern seperti Gontor Darunnajah Jakarta serta pesantren lainnya. pagi hari setelah menjagajar subuh.masukkan untuk pesantren. ada juga yang menjadi pkl di pasar menjual pakaian jadi. selain juga membuat jasa relay TV swasta. Selain warung. 2. sesuai dengan sunnah para nabi yamsyuuna fil aswaaq (berjalan dipasar untuk berusaha) jadi mereka berusaha menghidupi dirinya baik dengan jalan berdagang. bahakan di Al-Zaytun lebih dari sekedar potensi dalam. pesantren juga bisa menggorganisir makan santri. jika ada sisanya bisa dijadikan infaq untuk keperluan pesantren. Di Kaso Malang Subang misalkan pesantren "Daarussalam" mengembangkan perekonomiannya dengan pabrik tahu dan pembuatan jamur tiram. di sana terjadi daur ulang siklus kehidupan. Bagi pesantren-pesantren besar biasaya perekonomian pengelolanya dengan cara kesejahteraan bulanan (gaji?) Namaun itupun biasanya dibahasakan 246 . Ada juga pesantren yang mengembangkan pertanian sebagai sumber masukkan pesantren semuanya disesuakan dengan situasi dan kondisi pesantren itu berada. pergi ke pasar untuk berdagang. ada juga dengan cara menerima panggilan ceramah. Ekonomi Pengelola Biasanya para pengelola pesantren berjiwa wira usaha yang tinggi. pada tahun tujuh puluhan pola pencarian nafkah kyai yang penulis saksikan sendiri dengan jalan jualan kitab. setelah dzuhur mengajar lagi.

tapi beribadah mengajar para santri lillah sedang kesejahteraan yang diterima adalah rijqi dari Allah. potensi inilah yang kemudian mampu mentransfer tidak saja pengetahuan tapi juga praktek ubudiyah amaliah serta jiwa wirausaha kepada para santrinya dan membekas di tubuh santri. bukan gaji sebagai imbalan atau honor. Jadi walau prakteknya gajian juga ditanamkan nilai religius dalam penyampaiannya sehingga para pengelola (asatidz) tidak "bekerja" sebagai pengajar hingga berhak mendapat upah. penggarapan sawah ladang milik pesantren dengan status penggarap dan lain sebagainya. Sebagai ilustrasi.sebagai pengganti uang sabun serta untuk membantu kesejahteraan agar bisa tetap beribadah mengajar. dan sering dijadikan 247 . semangat untuk berkarya dan berbuat tanpa melihat kelas sosial (maksudnya gengsi) yang penulis alami sendiri adalah bayangan waktu penulis nyantri. dengan contoh dan keteladanan bukan hanya bicara. Ada pola lain yaitu dengan memproduksi jajanan bagi santri yang dikirim atau dititipkan di warung pondok / kantin. kesan ini selalu membekas dibenak penulis. tapi karena semangat menyebarkan ilmu pengetahuan dan tanggungjawab dakwah Islamiyah. Dari paparan ini yang terlihat adalah semangat "mengajar" kalangan pesantren bukan karena upah atau gaji.membonceng esbatu di sepedahnya lewat dihadapan anak-anak yang diajarinya tanpa gengsi untuk berjualan di warungnya. saat itu penulis menyaksikan ustadz Edi Kusnanto ---semoga pengalaman ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi beliau mungkin tanpa beliau sadari--. by doing not by mouth.

motivasi bagai rekan-rekan asatidz maupun santri. Hal ini berbeda dengan apa yang dituduhkan Hasan Basri --entah siapa dia--ketika dia menulis "proletar: kasta di antara kita' dalam e-mail tentang kasta dalam agama berikut

kutipannya: "Dalam Religi terdapat: 1. Habib, Ayatulah ( keturunan nabi ) Uskup, ikan Paus. 2. Kyai, Utadzah,Romo, Pendeta ( tukang kumpul duit ) 3. Santri ( yang di duitin / calon pengumpul duit ) 4. Umaah atau umat ( yang mesti di takut takuti agar duitnya keluar ) 5. Sekularis ( kurang beriman, tapi pelit dan cerdas ) 6. Atheis,agnostik,paganis ( lets worship humanism..)"58 Sebuah ungkapan yang perlu digarisbawahi karena dipublikasikan, penyataan tersebut mencerminkah suatu sudut pandang dalam melihat pesantren dari kaca matanya sendiri yang materialistis dan mengukur dengan keadaan dirinya, serta mewakili pendapat sebagian masyarakat. L. 1. Pesantren Dan Masyarakat

Pesantren Terhadap Masyarakat Sejak awal kemunculannya pesantren dibangun untuk dan oleh masyarakat, dan ia merupakan agen perubahan bagi masyarakatnya, kiprah kemasyarakatan pesantren misalkan dari segi ekonomi, dari segi kepemimpinan dan dari segi pelayanan umum.

58

http://www.mail-archive.com/indonews@indo-news.com/msg02774.html, Didistribusikan tgl.

12 May 1999 jam 02:41:56 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/

248

Dalam kharismanya

perannya atau

sebagai dinilai

agen

perubahan, masa--

pesantren bisa diajak

--karena untuk

karena

punya

mengkomunikasikan pesan-pesan moral dan pembangunan. Pada dimensi ini pemerintahan masa Orba sangat lihai menggunakan pesantren sebagai lembaga dalam penggalangan massa dan komunikator pembangunan, selain juga dijadikan alat untuk meredam isu-isu atau gejolak di masyakarakat yang bertemakan agama. Ingat kasus mie instan dengan isyu lemak babi, di zaman Orba, serta kasus Ajinomoto di masa Gus Dur yang dipungkas dengan tayangan iklan di media massa dengan menggunakan story Kyai dan komunitas keagamaan. Dari gambaran di atas menunjukkan potensi pesantren yang luar biasa dalam membentuk opini dan mempengaruhi khalayak, potensi ini seharusnya bisa disadari kalangan pesantren untuk mengembangkan misinya sebagai lembaga pendidikan dan lembaga dakwah Islamiyah, bukan hanya puas dipakai sebagai "alat" propaganda pihak lain. Dalam hal ini pesantren bisa menata kegiatannya yang berhubungan dengan pengembangan masyarakat,

mempelopori kegiatan bakti sosial, pelayanan umum dan menggagas kemajuan bagi masyarakat dengan santri sebagai pilarnya. Selain ia juga harus bisa mewakili masyarakat dalam membaca peluang usaha, peluang kegiatan dan permasalahn yang ditemui dimasyakat untuk kemudian dikomunikasikan kepada pihak yang berwenang. Jadi kalangan pesantren tidak saja menjadi komunikator

249

pemerintah, namun sebaliknya juga menjadi komunikator masyarakat terhadap pemerintah baik pusat maupun daerah, hingga tercipta hubungan yang sinergis. Selain peran sebagai agen pembangunan, dari sudut perekonomian masyarakat, pesantren membantu meningkatkan pendapatan mereka, lapangan kerja yang bisa direkrut pesantren seperti; pekerja bangunan, juru masak, sopir, bagian kebersihan, suplayer kayu bakar, binatu, produk makanan ringan (jajanan) jasa transportasi bahkan sampai tukang cukur. Lingkungan masyarakat disekitar pesantren besar relatif maju. Dari sudut ini pesantren bisa membangkitkan gairah hidup berwira usaha dan perokonomian masyarakat. Dari sudut kesehatan, pesantren bisa melakukan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, dalam bentuk penyuluhan hidup sehat, dalam hal ini biasanya mengakses dinas kesehatan setempat dan mengumpulkan masyarakat di kampus pesantren, bentuk lain juga bisa dilakukan dengan membuka poliklinik untuk melayani pengobatan dengan biaya terjangkau. Apa yang

dilakukan Pesantren Modern Al-Iklash Ciawilor Kuningan misalnya, setiap hari kerjanya Poskestren rata-rata melayani 10 pasen perhari dengan biaya yang cukup ringan (Rp.5000,_) pe kunjungan. Bentuk lain juga bisa menjembatani anatara masyarakat dan dinas kesehatan berupa penyampaian informasi dan kondisi kesehatan di masyarakat sekitarnya. 2. Masyarakat Terhadap Pesantren Masyarakat --terutama masyarakat muslim-- adalah pemilik pesantren, yang pengelolaannya dipercayakan kepada para kyai dan ustadz, tugas utama

250

dari masyarakat adalah memelihara dan menjaga kelangsungan hidup pesantren dengan berbagai cara baik moril maupun materil. Di desa-desa biasanya pesantren senantiasa mengkomunikasikan rencana-renacananya kepada masyarakat, dan dari situlah tercipta kerjasama yang "unik" kehidupan gotong royong dalam menghadapi kepentingan bersama. Bentuk sokongan dari masyarakat terhadap pesantren besar biasanya terungkap dalam kebanggaan dan penyebaran "informasi baik", meminjam istilah pak Amal Fathullah 'menciptakan kesan baik" dari mulut ke mulut, ini sangat

membantu pengembangan pesantren di masa datang. Perhatian dan rasa memiliki masyarakat terhadap pesantren tersebut harus senantiasa dikembangkan sebagai pilar kelangsungan hidup lembaga, berbagai cara bisa dilakukan dengan membuat kegiatan -kegiatan yang dirasakan meaningfull oleh masyarakat. Menjalin silaturahim antara pengelola pesantren dengan masyarakat, mengadakan pembinaan generasi muda, baik latihan-latihan kewirausahaan atau kegiatan lainnya, sebagai ilustrasi, Buya Saiful Azhar di pesantren Al-Basyariyah Margahayu Bandung misalkan menghimpun dan

memfasilitasi ojek motor, demikian para kyai yang aktif melayani kegiatan di masyarakat seperti tahlilan, kenduri dan tradisi masyarakat lainnya. M. 1. Pesantren Dan Negara

Negara Terhadap Pesantren Negara adalah negara kita, dan pesantren mempelopori kegitana pembentukan negri ini. Pertanyaannya adalah mungkinkah pesantren berniat

251

menghancurkan negara yang dibangunnya sendiri, yang telah menelan banyak korban baik dari santri maupun kyai pada saat perintisannya? Jawabannya pasti tidak mungkin, tapi kalau berperan sebagai kontrol sisial itu bisa terjadi bahkan harus. Menurut hemat penulis apa yang dilakukan pesantren adalah sebatas kegiatan kontrol sosuial terhadap pemerintahan, walau nampak keras dalam segi ucapan atau kritikan tapi tidak dalam bentuk kegiatan makar. Berdasarkan pada kenyatan bahwa pesantren jauh telah lahir sebelum negara ini berdiri, maka tuduhan pesantren sebagai sarang teroris dan tuduhan miring lainnya tidak bisa begitu saja dilontarkan terhadap pesantren. Ada perbedaan yang mendasar antara kegiatan jihad pesanatren masa penjajahan dengan pasca kemerdekaan. Jika pada masa penjajahan, pemerintah (penjajah) melihat pesantren sebagai anacaman, karena pesantren mengobarkan semangat kemerdekaan, jika cara pandang lama tersebut dipakai pasca kemerdekaan menjadi lucu dan menggelikan. Pada pasca kemerdekaan orientasi jihad pesantren adalah amar ma'ruf dan nahyi munkar, menyerukan kebaikan dan mencegah terjadinya kemunkaran. Kegiatan ini dilakukan baik melalui komunikatornya ustdaz maupun kyai atau oleh para santri sendiri. Dari sudut pembinaan masyarakat sebenarnya yang terjadi justru pesantren membantu negara dalam pendidikan dan pembinaan ma syarakat. Ada semacam pembagian tugas dalam mengatur negara. Karena pola hubungan tugas seperti di atas, maka sikap negara terhadap pesantren hendaknya memandang dan bersikap sebagai partner bukan lawan.

252

karena kiriman biaya pendidikan (SPP & uang jajan) akan mengalir dari berbagai daerah kepada daerah lokasi pesantren. secara statistik akan nampak tetertinggalan Indonesia dari segi pendidikan. mengesampingkan kompetensi dan 59 Masih segar dalam ingatan bagaimana Orba memperlakukan di masa awal dan menjelang akhir pemeintahannya. dengan tidak mengakui legalitas para santri dalam hal pendidikan. pendidikan. masa sekarang ? wait and see. pesantren membantu negara dalam sektor ekonomi. 2. 253 . Sebagaimana diungkap dalam berbagai tema terdahulu. dan pembangunan sejalan dengan peran dan fungsi suatu lembaga dalam suatu negara. selain juga akhirnya sering mendahulukan sertifikat. apada awal cenderung menjauihi dan pada masa pertengahan menuju akhir cenderung mendekati. hampir mau memojokkan pesantren namun menjelang akhir mencoba meraih. Bahkan bagi pemerintahan daerah. nampak sekali pesantren membantu pendapatan daerah. karena keberadaan santri dari berbagai wilayah misalnya menghidupkan perekonomian daerahnya. pada masa reformasi saat Megawati berkuasa. Pesantren Terhadap Negara Sampai saat ini yang bisa dipotret aadalah kenyataan bahwa pesantren sama dengan lembaga pendidikan lainnya berperan aktif adalm membangun negara terutama dari sektor pendidikan.59 Selain sikap kerja sama. pemerintah juga harus mulai mengembangkan wacana sekitar legalitas.Dan senantiasa ikut memperjuangkan keberadaan pesantren baik moril maupun materil.

Sebut saja satu kota Kediri.W.1 254 . Pesantren Rembang . dengan penerbitan majalah. Posisi pesantren dihadapan media massa bisa berperan sebagai pelaku. koran tabloid atau buku.bisa ditambahkan lagi dua media elektronik yaitu internet d an telepone seluler. Jeffres.Gontor. tapi lebih dari itu suatu medium yang berlaku secara massal dan dapat membawa pesan dari seseorang kepada ribuan atau jutaan orang sekaligus. pendirian radio serta pendirian stasiun TV 60 Leo.60 Sedikitnya ada enam (6) media yang dimaksud pembahasan ini yaitu tiga media cetak. Manonjaya. Tasikmalaya. Ponorogo. 1986).Selain itu keberadaan dan keberhasilan suatu pesantren seringkali mengangkat 'keharuman" nama suatu daerah dan menjadikan daerah tersebut di kenal baik secara nasional maupun internasional. Pesantren Dan Media Massa Yang dimaksud media massa di sini adalah media massa dalam kerangka Ilmu Komunikasi. N. Buntet. Jombang. radio dan film. Ciamis. (Illinois: Wapeland Press.h. Cipasung . Mass Media Processes and effects. Namun sekarang --sejak tahun 1997an-. Inc. Gresik. Cirebon. yaitu suatu alat yang memungkinkan untuk membawa pesan bukan saja dari satu orang kepada yang lainnya seperti telepone atau telegrap. majalah dan buku. surat kabar. televisi. Boundowoso. secara ikonik pikiran kita akan langsung mengingat Pesantren Tebu Ireng. Lirboyo. Ciwaringin dst. serta tiga media elektronik. Rembang.

buku pelajaran. begitu juga Daruttauhid Geger Kalong Bandung dengan MQ FM dan MQ TV-nya At-Tahiriyah Jakarta dengan Radio FM- Nya. Sebagai contoh kamus Al-Munawir dari Krapyak Yogyakarta. beberapa pesantren juga telah menjadi pelaku media dengan penerbitan majalahnya seperti Al-Muslimun dari Bangil. Selain penerbitan buku juga pesantren bisa bergerak di bidang broadcasting atau penyiaran baik TV maupun Radio Siaran. Bisa juga menjadi pemerhati atau kontrol terhadap media.. Selain yang bersifat intern atau laporan tahunan. ada beberapa pesantren yang menerbitkan kegiatan berkala secara priodik tahunan atau semesteran. Ini sudah dilakukan oleh Persantren Modern Al-Ikhlash Kuningan dengan Radio DM Fm-nya. 255 . belakangan ini Majalah Gontor dari Pondok Modern Daarussalam Gontor. Berkaitan dengan yang pertama. bisa juga menjadi objek. biografi. Gontor dengan Swargo FM begitu juga pesantren lain seperti Pesantren Suryalaya Tasikmalaya juga sudah mulai merintis Radio Siaran. Amtsilah Tashrifiyah dari Jombang. serta buku-buku Aagym dari Daru Tauhid Bandung. kamus. konten dari media tersebut. Sebagai pelaku juga dalam bentuk penerbitan buku -buku bacaan untuk umum baik materi dakwah. Suara Hidayatullah dari pesantren Hidayatullah di kalimantan. biasanya berupa laporan kegiatan tahunan di pesantren tersbut untuk diinformasikan kepada santri atau wali santri bahkan lebih luas lagi kepada khalayak dan para alumni. sebagai pelaku media. kumpulan doa-doa dan buku populer.

Kedua sebagai objek atau konten media. Kini pesantren sudah mulai menjadi pemain dalam hal media massa.myquran. koran radio atau tv. www.com. portal milik telkom yang berisikan direktori pesantren diskusi dan informasi keislaman.Lebih jauh lagi Daru Tauhid Bandung selain menyediakan layanan pesan-pesan dakwah dengan Radio dan Produksi TV.com dan lainnya. ini biasanya dihubungkan 256 . menentukan berita dan menyajikan pilihan bagus bagi pengguna media (user).pesantrenvirtual. DT juga sudah mulai menyediakan layanan dengan download menu MQ melalui telepon seluler dan mailing list. Selain web site yang dimiliki dan diselenggarakan sendiri oleh pesantren juga ada portal pesantren yang dikelola oleh alumni pesantren atau mereka yang peduli terhadap studi Islam melalui web. Selain itu juga ada yang dirintis dibawah bimbingan KH Mustofa Bisri dengan alamat www. untuk memberikan informasi pesantren dan kegiatannya kepada halayak di satu sisi untuk memberikan pelayanan dakwah di sisi lain dengan servis jaringan informasi yang diberikannya. pesantren juga telah melangkah pada media modern seperti internet.com.Radio Surat Kabar Dll).pesantrenonline. pesantren biasanya mengisi pemberitaan atau penyiaran majalah. Selain media modern konvensional (istilah untuk TV. Dapat dikemukakan misalkan www. Di dunia maya ini sudah banyak yang memiliki alamat web sendiri. tidak saja bertindak sebagai objek dan menjadi konten media tapi lebih jauh sudah bisa membuat format media.

yang mulai berdatangan sejak tanggal 25 September untuk berkemping di sana. Para peserta dari berbagai kalangan memenuhi arena out bound. Ketiga sebagai kontrol media. Alasan inilah hingga penulis menyebut acara tersebut sebagai out bound.dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pesantren tersebut. Semakin banyak kegiatan yang dilakukan semakin banyak juga pesantren menjadi konten media.halaman muka kampus putri 2. sekitar pukul 8. Tidak ada pendaftaran secara resmi ke panitia. beliau adalah Ust.00 WIB penceramah yang ditunggu tiba di temapt. setelah dipersilahkan beliau menaiki podium dan mulai menyampaikan pesan-pesan kepada peserta. dan puncak kedatangan peserta terjadi pada tanggal 29 oktober malam. selain booking di Bapenta. KH. Hasan Abdullah Sahal. Hikayah ini terjadi saat penulis menerima undangan untuk penjemputan santri wati tanggal 2 Oktober 2004 yang lalu. karena semua peserta dengan ikhlash melepas 'aktivitas keseharian dan menanggalkan atribut mereka' 257 . acara out bound nampaknya meriah. pesantren biasanya berperan mengkritik konten media yang dinilai tidak sejalan dengan norma agama dan merusak generasi bangsa. undangan tersebut dimaknai penulis sebagai undangan out bound di halaman Pesantren Gontor Putri 2 dengan peserta tidak kurang dari 1000 orang. berikut ini catatan pengalaman penulis yang berhubungan dengan kontrol media yang dilakukan pesantren. Setelah terlebih dahulu berterima kasih atas kedatangan para peserta yang telah lama hadir di lokasi dengan meninggalkan berbagai macam kesibukan dan atribut keseharian mereka. Pada tanggal 30 September pagi suasana tegang menyelimuti peserta yang terdiri dari calon santri wati dan walinya.

kemudian pembicaraan mengarah kepada perbandingan pondok pesantren.untuk merasakan. ini dengan intens beliau lakukan dan senantiasa dikomunikasikan bukan saja pada acara out bound tadi. ada juga yang dibangun atas dasar niatan yang lainnya. menurut beliau sekarang ini semakin banyak bermunculan ponpes. dari iklan 258 . sampai pernyataan ini penulis mulai deg-degan apa gerangan yang akan muncul untuk perbandingan? Ternyata yang dimaksud ma'had dlirar versi beliau adalah AFI (akademi fantasinya Indosiar) dan Indonesian Idolnya RCTI serta pemilihan Abang dan Nona atau sejenisnya. dan memilih lembaga pendidikan harus selektif. Ada beberapa poin yang dismpaikan penceramah pada acara tersebut -sebagaimana biasa denga gaya jenakanya beliau mampu memukul sambil menghibur-pertama beliau mengemukakan bahwa lembaga pendidikan Islam harus bonafid. beliau mengomentari tayangan TV. kenakalan berfikir penulis terus saja mengomentari apa yang beliau sampaikan. ini terlihat dari air muka para peserta yang berseri-seri dan bersemangat. menyimak dan mendengar serta mengamati dengan suasana kegembiraan yang penuh. ada yang dibangun atas dasar ketaqwaan dan tanggung jawab terhadap Islam. dan yang paling menarik adalah analisis Pak Kyai terhadap media terutama media TV. Saat penulis bertemu di Bandung beliau juga mengomentari Megawati. Akrim dan Samsul Hadi Untung. ma'had dliraar. "inilah tontonan kita. Sembari menyimak apa yang disampaikan beliau. kemudian pada perjumpaan tahun berikutnya di Cirebon tahun 2002 saat itu beliau didampingi Ust. melakukan juga hal yang sama. semuannya disuguhkan kepada masyarakat.

makanan sampai ke iklan sabun. ia mengajukan teori bahwa ada pembagian selera penonton yang dianut oleh media : a large base of people with lowbrow tastes. Menurut teori ini ada suatu "power" yang membiayai tayangan seperti itu dan sengaja dilakukan dalam rangka de-moralisasi. dengan mengngunakan tiga S. penonton dengan selera rendah dengan jumlah yang sangat banyak. fewer with middlebrow tastes. dari atas kebawah. Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang dimaksud "power" yang membiayai itu? Organisasi. padahal jawaban yang penulis harapkan saat itu adalah. semakin parah" . kemudian penonton dengan selera menengah berada di atasnya and even fewer with highbrow tastes. kedua Sadisme.teori media triple S. 'ente. Saat itu penulis bertanya. terakhir penonton dengan selera tinggi berada diatas selera medium (digambar sebagai piramida. dan yang teraakhir Sex. 259 . de-humanisasi dan deislamisasi. Akrim berkomentar. saat itu belaiu mengajukan --penulis menyebutnya -. yang kita lakukan ini. pertama syirik. solusinya gimana? Beliau hanya menatap. ya kita harus jadi pemain. ngurus pondok" (baca dengan intonasi beliau). Pada tahun 1970 De Fleur mengadakan penelitian tentang sistem media di AS. atau agen tertentu? Mneurut hemat penulis power di sini adalah pasar. ini untuk menyifati berbagai tayangan horor dan misteri yang senantiasa menghiasi layar kaca sekitar kita. pembalut wanita dan kosmetika. menurut beliau semakain banyak program yang dilakukan maahid dlirar. Teori Triple S: Puncak dari berbagai komentar itu didapat penulis saat aout bound di Mantingan. perorangan. kalau benar pasar berarti power ada pada masyarakat secara umum. solusinya. Dengan ketiga tayangan berformat seperti itulah "jamaah" di garap setiap harinya. tapi Ust.

dengan menyajikan tontonan selera rendah karena pertimbangan pasar dan bisnis. kasus BCG yang diprotes MUI sudah menunjuk ke arah kontrol media. Sebagai kelanjutan dari teori Pak Kyai Hasan yang penulis sambung dengan teori De Fleur untuk menyelesaikan "power" tadi . medium dan rendah). Karena dari merekalah diharapkan "media" dapat keuntungan secara finansial. namun untuk kasus Indonesia. artinya media dikontrol oleh khalayak penonton. Inilah jurang yang harus diselesaikan. demikian juga halnya dengan cara duduk atau tingkah laku lainnya. sekolah atau pesantren. Dalam UU Pers nasional ada aturan tentang perikalanan yang 260 . tapi bagaimana dengan stori-strori iklan.di Indonesia lebih berhaluan kepada pasar bebas. apakah pasar bebas atau tanggungjawab sosial. kalau melihat dibentuknya KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan Dewan Perss nampaknya akan mengarah ke sistem tanggujwab sosial namun di lapangan para praktisi media menggunakan sistem pasar bebas. 'give the public what they want'. Artinya tayangan yang berisikan selera rendah akan lebih banyak menghiasi layar media ketimbang tayangan yang berisi selera menengah dan selera tinggi. cara makan anak-anak ynag dipertontonkan oleh stori iklan misalkan masih sangat berlawanan dengan etika makan yang diajarkan keluarga. lembaga pengontrol itu relatif belaum berfungsi. rekomendasinya adalah bagaimana menyelesaikan pemilihan sistem media dalam kontek Indonesia. Maka tidak heran jika dalam sistem pasar bebas out put dari media akan sesuai dengan proporsi penontonnya. Dari sini nampak bahwa apa yang dijalani oleh pelaku media TV terutama -walau tidak semuanya-.selera tinggi. Memang ada sitem lain yang dipakai media seperti sistem tanggungjawab sosial. pemerintah dan lembaga swasta.

beliau katakan.mungkin bisa dijadikan payung pergerakan kontrol media. ajaran ini penulis ingat suatu saat ketika al-marhum KH. artinya kita yang memprogram informasi (seeking information theory) bukan kita yang diprogram media. Ajaran yang sama juga diwarisi Pak Syukri:"masa. termasuk juga aturan tengan penyiaran yang berlawanan dengan agama yang berbunyi: Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah. berangkat dari realitas yang ada yakni konten media melahirkan teori triple S. serta bertentangan dengan rasa kesusilaan masyarakat (Pasal 13:I). pak Hasan mengajak untuk aktif menganalisis media. Imam Zarkasyi berpidato di hadapan para santri di BPPM. 261 . artinya informasi yang disuguhkan media tidak mampu memberikan "pesan" sebagaimana yang dikehendaki malah sebaliknya menjadi konfrontatif dan melahirkan kritik. Teori Penonton Versi KH Imam Zarkasyi: Gambaran di atas mencerminkan praktek 'menonton" tv dengan aktif. Pernyataan di atas jika dihubungkan dengan diskusi kita bersama pak Hasan ada kesinambungan pak Zar mengajarkan santrinya untuk menjadi penonton yang aktif tidak pasif. (Pasal 5:1). pilih-pilih saya nonton "Dunia Dalam Berita". sehingga "pesan" yang diterima dari hasil nonton bisa berbalik menjadi positif. "saya juga nonton tv tapi saya. Perusahaan iklan dilarang memuat iklan yang berakibat merendahkan martabat suatu agama dan atau mengganggu kerukunan hidup antarumat beragama. kalau film-film sih buat pembantu" maknanya kurang lebih begitu. santri gontor tidak nonton even sebesar EURO" arahannya adalah santri Gontor harus tanggap dan peduli dengan sekeliling.

oleh siapa saja--sementara Islam dan Al-Qur'an di sisi lain sering disebut-sebut sebagai agama yang cocok 262 . Terobosan-terobosan beberapa pesantren untuk menjadi "pemain" dalam berbagai sektor harus sudah mulai disosialisasikan dan diadopsi oleh pesantren yang ribuan banyaknya di Indonesia ini. surat kabar. seperti perambahan pesantren terhadap media massa.Sebetulnya masih banyak oleh-oleh dari Mantingan saat mengikuti out bound di sana. sisi kemasyarakatan dan kesejahteraan. majalah. bukan hanya masalah media saja. idealnya setiap pesantren bisa memiliki media masa sendiri. bukan hanya santri tapi juga wali santri dan masyarakat. ada juga sisi dakwah Islamiyah yang lain. Mengingat di abad 21 tidak bisa melepaskan diri dari ketergantungannya kepada media. buku serta media lainnya yang semuanya bisa diakses kapan dan di mana saja. radio. Acara yang penulis sebut out bound adalah acara pengumuman kelulusan di Mantingan. juga melalui penyiaran publik bisa mulai dilirik pesantren. para peserta nampaknya aktif dan merasa sebagai nara sumber paling kompeten dalam wasfu Gontor (mendiskripsikan Gontor). film. sisi lay out bangunan fisik. seperti semangat calon wali santri saat menginformasikan tentang Gontor kepada siapa saja yang dijumpainya. Melalui pembahasan Bab ini tergambar ke mana arah pesantren di masa yang akan datang. dunia dewasa ini dipenuhi oleh berbagai media sperti televisi. selain suasananya yang membuat penulis memilih istilah tersebut karena misi Gontor untuk dakwah dan mendidik. ada sisi ekonomi. Penyebaran ilmu pengetahuan selain dengan melalui pendidikan formal di kelas-kelas. ini sangat diperlukan.

Stanley. magazines. and books. recent. prevailing. new. 1 61 263 . our environments change. Modern di sini berarti: current.61 Ia bisa menemui siapa saja dan menyampaikan informasi baik yang dikehendaki maupun yang tidak dikehendaki. Symbols. Media menjadi suatu yang tak terelakkan sebagai produk peradaban modern. and Society. Jadi peradaban modern berarti peradaban masa kini yang kemajuannya bisa dilihat dan dirasakan. Inc. modern-day. 62 Baran. up-to-the-minute. We experience things vicariously or indirectly and people around us share those experience and have others of their own". radio. antonym: old-fashioned.62 Maka dakwah Islamiyah dan pendidikan serta pembinaan ummat harus bersifat multi dimensi --tak terkecuali melalui pemanfaatan media. J. Stanley J. Baran mengawali tulisannya tentang media sebagai berikut: " The mass media play a large and growing role in how we spend our time and live our lives.untuk segala zaman. news paper. as we devote more time to interacting with the mass media: television. film. 1984) h. up-to-date. (Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company. fresh. Self. present.

Yang ada hanaya usaha-usaha memperbaiki dan mendamaikan bukan sebaliknya. juga sebaga laboratorium sosial kemasyarakatan. ada fungsi kontrol dan wibawa dalam kepemepinan yang tergambar dalam kehidupan sosial pesantren. Kepemimpinan dalam komunitas pesantren nampak berfungsi sebagai "pemimpin" yang senantiasa membina. ia juga telah melahirkan banyak pemimpin dan pelopor di masyarakat.bukan pada pendahuluan kepentingan sendiri --me first generation-. mengayomi dan mengarahkan anggotanya.atau mumpungisme. tradsisi "pembiasaan di pesantren" menjadi suatu hal yang menarik sebagai miniatur masyarakat. proses penjalanan hukuman dan mekanisme penjalanan hukum juga merupakan miniatur keadilan atas dasar keikhlasan yang berorientasi pada kontruksi tingkahlaku dan perbaikan. 264 .BAB VIII PENUTUP Pesantren adalah asset ummat dan bangsa yang telah mengakar selama ratusan tahun dan berjasa dalam pendidikan dan pengembangan ummat. Dikatakan miniatur masyarakat karena kegiatan yang ada di pesntren kalau diperhatikan merupakan suatu proses pembelajaran sekaligus pengamalan nilai-nilai keagamaan dengan berbagai tantangan dan proses penyelesaiannya. Kalau para ilmuwan sosial untuk menarik teori-teori sosialnnya tidak memiliki laboratotium. Selain sebagai kantong pertahanan dan penyebaran agama. Dari segi norma ajaran juga mencerminkan adanya norma yang berlaku dan dipatuhi oleh para santri dan ustadz sebagai anggota masyarakatnnya.

baik tindakan maupun pembicaran diarahkan untuk mendidik dan memperbaiki. asanya adalah mshlahat untuk umum. pembicaraan apakah diskusi. aturan diciptakan untuk perbaikan. tujuan yang sama dan bekerja sama untuk mewujudkan cita-citanya. pada tanggal 14 September 2004 HU Mitra Dialog menurunkan sebuah profil pesantren Daarul Mukhlisin Cisantana Cigugur Kuningan dengan ungkapan pak kyai (Drs H Yayat Hidayat )mengajar ribuan 265 .Semua itu mengindikasikan bahwa sebenarnya masyarakat yang terartur dan suasana ibadah bisa tercipta dalam suatu komunitas baik kecil maupun besar. Jadi tugas pesantren ke depan adalah memperluas medan dakwah dan pendidikannya tidak hanya dalam komunitasnya saja tapi dengan menciptakan komunitas "santri maya" yang bisa jutaan orang jumlahnya dan menyebar diseluruh Nusantara dengan media massa sebagai sarananya. Tatanan masyarakat ideal baldah tayyibah wa rabun ghafuur jika dikaitkan dengan situasi pesantren di atas nampaknya bukan suatu yang mustahil dan bisa direalisir. pengelola dan pimpinan bertujuan untuk memperbaiki dan membina. asalkan sarana dan prasarana terpenuhi baik yang bersifat aturan. seminar dan musyawarah berorientasi pada perbaikan bukan pada kemenangan kelompok maupun individual. pelaku kontrol dan dasar kehendak untuk melakukan perbaikan tersedia dan dijalankan. Katakanlah ekonomi untuk sarana perbaikan ibadah dan kelangsungan hidup. Asalkan semua yang terlibat baik dari pimpinan hingga pengelola dan anggota masyarakatnya memiliki semangat yang sama. penegakkan hukum. Media pemebritaan juga untuk pendidikan anggota masyarakat bukan untuk pemuasan nafsu atau keinginan. semua kondisi. sehingga semua pemikiran kegiatan diarahkan secara terpusat pada pencapaian tujuan.

266 .63 Dengan singkat dapat digambarkan aspek pembaruan yang terus-menerus bisa dilakukan pesantren. bermula dari tradisional dalam arti sesuai kebutuhan pada masanya. masyarakat luas siapa yang membina? Siapa yang akan mengisi perpustakaan? Dengan materi bacanaan macam apa? Siapa yang menyapa masyarakat? Bagaimana mereka disapa. menuju ke arah mana mereka dibawa? Maka pesantren harus merekontruksi dirinya sebagai pembaruan generasi ke tiga dengan memperluas medan garapan dan membuat komunitas santri maya. pada saat itu kegiatan dakwah pesantren hanya sebatas menunggu memproduk alumni sebagai calon anggota masyarakat dan diharapkan bisa mewarnai masyarakat dengan sistem nilai dan bekal yang didapat. tidak bergerak dan bermain dalam dunia media dan informasi.santri. sementara penulis tahu kalau jumlah santri di situ cuma sekitar 60 orangan. kemudian dikembangkan dengan perbaikan metodologi dan materi dengan sistem klasikal dan perluasan materi / bahan ajar dengan penambahan pengetahuan umum disebut pesantren modern. ketika dikomformasi pihak Redaksi menyatakan" Kan punya radio yang didengar ribuan orang". maka garis pembaruan pesantren menjadi: Tradisional Modern Post Modern 63 HU Mitra Dialog edisi 14 September 2004. Dewasa ini kalau pesantren diam. dan serangan-serangan informasi negatif belum gencar sebagaimana sekarang. itu bisa dilakukan karena populasi penduduk masih sedikit.

4 5 6 7 Pengembangan dari modern sesuai perkembangan zaman. pembacaan teks. Sama dengan sistem Arab bahasa Irab Inggris modern Komunitas kecil/ Komunitas luas Komunitas luas tak lokal Ukuran jelas terbatas . media elektonik Pelajaran tambahan: public speaking. Pelajaran tambahan :ilmu bela diri Modern19201990an Metodologi pengajaran dg sistimatika modern Kitab-kitab kontemporer dan penyederhanaan materi Media Modern alat bantu pelajaran. manajemen dan pemanfaatan teknologi Bahasa lokal. Post Modern 1990Sekarang Sama dengan sistem modern Sama dengan modern sistem 3 Media elektronik. Tabel Pembaruan Pesantren No 1 2 Tradisional -1920an Metodologi Tradisional Materi Kitab Kuning/ kitab klasik Media Tradisional: pidato. Ukuran jelas tak jelas Kejuruan jika ada Kejuan berbagai Kejuruan menjadi terpokus pada profesi dan meluas dengan pertanian kecakapan munculnya pfosesi baru Gambaran pembaharuan dengan ketiga istilah di atas hanya untuk menunjukkan perkembangan yang sejalan dengan time lines (waktu) karena praktenya baik yang tradisonal maupun modern sebagaimana diungkap pada tabel tipologi pesantren pada BAB IV menunjukkan adanya variasi sistem. Bahasa Indonesia. penulisan ilmiah.Dalam nentuk tabel bisa dilihat sebagai berikut ciri-ciri umum perkembangan tersebut yang menggambarkan inovasi pesantren sesuai dengan perkembangan pola kebutuhan masyarakat dan ketersediaan sarana dan situasi politik. penerbitan. daerah. bahasa lisan. Cyber Media (internet) dan Broadcasting. jurnalistik. Dan semuanya sejalan dengan kemajuan 267 .Ukuran terbatas /maya.

268 . Semua pembaruan tersebut adalah sebagai matarantai dari sistem tradisional yang memproduk para moderis. Jadi tidak menunjuk pada aliran pemikiran tertentu dalam filsafat misalnya. kediatan pesasntren yang merupakan babak baru dari kegiatan yang sebelumnya dan dinilai sebagai modern. dan sistem modern membentuk post modernis64 pesantren. karena melihat kebutuhan dan perkembangan dalam masyarakat. Jadi pesantren post modern lebih bersifat pembaruan teknologi dan keluasan jangkauan serta berperan sebagai pelaku. sebagai pemilik dan penentu. PR kita saat ini adalah rumusan yang tegas mengenai pesantren post modern apakah kehadiran seperti ma'had Al-Zaytun di Indramayu atau Daaru Tahuid di Bandung bisa dikembangkan sebagai model pesantren post modernis paska modernisasi tahun 1920 an yang ditandai dengan lahirnya Pondok Modern Gontor? Allahuma amiin. sedangkan perkembangan lainnya hanya sebatas pengisi acara atau penulis buku / artikel. Sementara pada pesantren modern.teknologi dan perubahan kebutuhan manusia bisa juga melangkah menuju sitem post modern. pesantren sudah masuk pada posisi pelaku namun terbatas dalam bentuk penerbitan. berperan sebagai 64 Istilah ini digunakan dalam pengertian sederhana.

K. Menggerakan Tradisi . Gagasan Islam Liberal Indonesia : Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. Sekolah. Pustaka Pelajar. IPNU. Trimurti. Penrj. Cet ke-1 Haidar Putra Daulah. Zaman Kesempatan.ke-1.al. Cet. cet I. cet.ke-1. 1984. 2000. A. Yogyakarta.H. Cet. Self. 1996 . 1995. Bunga Rampai Pesantren Jakarta: Dharma Bakti. al-'Alimiy. Stanley. Historisitas dan Eksistensi Pesantren. 1999). Yogyakarta. Suryan A. Djohan Effendi. Menemukan Peradaban Arkeologi dan Islam di Indonesia.Mukti Ali. 1994 Ahmad.ke-1 Arif Mudatsir Mandan. LKiS. 269 . Paramadina. jakarta: Risalah Gusti. 1984 Eep Saifulloh Fatah. Jakarta:Georai Pratama Press. Pendidikan Islam. Imam Zarkasyi dari Gontor Merintis Pesantren Modern. Mas mantri Menjenguk Tuhan. PP. Yayasan Ali Ma’sum. dan Madrasah. Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company. Kamus Kontemporer Arab Indonesia. Hayy Al-Farmawi. Nanang Tahqiq. (Penyusun) . al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’iy: Dirasah Manhajiah Maudhu’iyah. Cet.Federspiel. Hasan Muarif Ambari. et. Thara>iq al-Nabiy fi> ta'li>mi ashh}a>bihi Beirut:Da>r Ibnu Hajm. Cet. Inc. Muhammad. Jakarta : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. IPNU dan Tantangan Masa Depan. Yogyakarta. Penerjemah Tajul Arifin dengan judul Kajian Al-Quran di Indonesia Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish shihab Mizan: Bandung. 1997 . Mizan. 2001 Ahmad Tohari.. cet. cet.. Agenda-Agenda Demokratisasi Pasca Orde Baru. Konsistensi dan integritas Perjuangan. Kontekstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah Jakarta: Mizan. ke-2 Abdurrahman Wahid. 1998 Howard M. Popular Indonesian Literature of the Qur’an.Daftar Pustaka Atabik Ali. Ke-1 Azyumardi Azra. 1991. Ismail SM (ed). Esai-esai Pesantren. (Jakarta. Ponorogo.. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Islam Substantif Agara Umat tidak Menjadi Buih. 2000. 60 Tahun Dr.ke-1. Budhy Munawar Rahman. and Society. 2001 . 2001. ______. Yogyakarta : PT Tiara Wacana. 2000. J. Ahmad Wahib. Baran. Ta’lim al-Muta’alim Versi Imam Zarkasyi. Ponorogo : Gontor Press. Jamrah dengan judul: Metode Tafsir Maudhu’iy: Sebuah Pengantar. 1997. 1997 Amir Hamzah Wirosukarto. Hamzah Haz. Di Bawah Panji-Panji Ka’bah. terj. Bandung: Mizan. Abd. Jakarta.ke-1. dan Masyarakat Madani. Cetakan I. Greg Barton. Demokratisasi. dan Abdurrahman Wahid. 1996 Hilmi Faisal. Symbols.

Jakarta: LP3ES. Yogyakarta: Tajidu Press. Jakarta: Gema Insani Press. Cet.al. M. Muhammad Arwani. Denyut Nadi Santri.. cet-ke1 M. 1992. 1984 Zuhairini. 88 Mahmud Yunus. Jakarta: Hidakarya.(Jakarta: Inis. Cet. edisi 4 Juni 1999 Leo. Steenbrink. Jakarta. Cet.ke-2.14 September 2004. Dawam Raharjo (ed). 1985). Wawasan Al-Qur’an. Zamakhsyari. Syamsuddin Haris. Islamisasi di Jawa.net www.Arifin. (Jakarta.. Pergulatan dunia pesantren. Sejarah Pendidikan Islam. Pesantren dan Perubahan Sosial.pesantrenonline. Cemerlangnya Poros Tengah. 1997 Cet. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Jakarta. PPP dan Politik Orde Baru. cet. Islam Agama Peradaban: Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah. 50 Manfred Ziemek.gontor. Pesantren Madrasah Sekolah Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. Jakarta : P3M. Purwadarminta. Inc.1999.darunajah.al-ikhlash. Jakarta : Bina Aksara.ke-7. 1991. Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia. Dinamika Pendidikan Pondok Pesantren. Ke-1 Suharsono. 1995. 2000 .com www. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Cet. ______.Karel A.et www.Jakarta:LP3ES.. Paikologi Pembelajaran & Pengajaran. Perguruan Tingi Pesantren. Jeffres. Jakarta : Biona Aksara. Jakarta: Paramadina. Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai.ke-1.hidayatullah. P3M. 1995. ______ Membumikan Alquran: Fungsi dan Peran wahyu dalam kehidupan Masyarakat Bandung: Mizan. Jakarta: Paramadina. Bandung : Mizan. 1995. © 1993-2002 Microsoft Corporation. ke-1. Jakarta : PT Cemara Indah. Pembaharuan Sistem Pendidikan Pesantren. 1984) cet. l996 .Cet. 1986 Mastuhu. 1996 . Gramedia.ke-1 W.VII Ridin Sofwan. Jakarta. Sejarah pendidikan di Indonesia. Cet. Illinois: Wapeland Press.ke-3. Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Mass Media Processes and effects. 1997 . M.1990. 14 Desember 1998 Suplemen Ensiklopedi Islam II Ichtiar Baru Van Hoeve. 2 Desember 1998.com www. www.2004 Wahjuetomo. M.S. Parenial Press. PN Balai Pustaka.W. All rights reserved Nurcholish Madjid. Tradisi Pesantren.ke-1. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. Habib Chirzin. Cet.com 270 . Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum. HU Mitradialog Selasa 11 Januari2004. Jakarta. 1985 . Kafrawi. hal. Jakarta: 1996. Quraish Shihab. Ilmu dan Agama dalam Pesantren. LP3ES. 1994. Surya. 1978 Kompas.2001. et.J.tokohindonesia. PT.com www. Forum Keadilan.ke-1. Muhammad. 1997 Republika.

deptan.com www. Pengajar Ianstitut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Suryalaya.pesantrenvirtual. 3. Arab F. 4. 2. 2.myquran. 3.www.com www. Tata Taufik : Pimpinan Pondok Modern al-Ikhlash 1990. Riwayat Pendidikan : 1.Tarbiyah IAIN Syahid Departemen Penerbitan SEMA F. Kosma B. IAIN SGD Bandung Program Pasca Sarjana. 1988 271 . Tarbiyah / B.1987-1988 MI. Radio Duta Muslim Kuningan 2000: Sekarang. Tabiyah 1988-1989 Perintis dan Pemred Majalah Bahasa Arab alJkt. al-Ikhlash Ciawilor Kuningan 1979 KMI Pondok Modern Daarussalaam Gontor 1985 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Sekarang : Komisaris Utama PT. : Alamat : Kampus Pondok Modern al-Ikhlash Ciawilor Ciawigebang Kuningan Jawa Barat.go. Arab IAIN Syahid Jkt. Ketua Kosma B.id BIODATA PENULIS Nama Pekerjaan : M. Pengalaman Organisasi: 1. 2001 Tempat Tanggal Lahir: Kuningan 4 Desember 1966 Arab 1992 Nasyaath. Fak.

1999- Jkt.4. 5. Pemred Majalah Gema Tarbiyah Fak Tarbiyah IAIN Pengurus Puskoppan Pesantren Jawa Barat. 1989 Sekarang 272 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful