REKONTRUKSI PESANTREN MASA DEPAN

(Dari Tradisional, Modern, Hingga Post Modern)

Oleh Drs.H.Rohadi Abdul Fatah M. Ag Drs.M.Tata Taufik M.Ag Drs. Abdul Mukti Bisri, M.Ag

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN ____________________________________________1 A. B. Pesantren Sebuah Diskripsi_________________________________________2 Definisi Pondok Pesantren________________________________________14 C. Asal Usul Pesantren dan Sejarah Perkembangannya_____________________16 D. Sistem Pendidikan Pesantren_______________________________________20 E. Tujuan Pendidikan Pesantren_______________________________________24 BAB II MATERI PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN_____________27 A. Literatur Pesantren_______________________________________________27 B. Penjenjangan Materi Pengajian_____________________________________34 C. Materi pembelajaran_____________________________________________37 BAB III MENGENAL METODE PEMBELAJARAN PESANTREN________54 A. B. C. D. E. F. G. H. Sorogan_______________________________________________________54 Wetonan atau Bandongan_________________________________________64 Halaqoh_______________________________________________________70 Hafalan atau Tahfizh_____________________________________________73 Metode Hiwar atau Musyawaroh___________________________________76 Metode Bahtsul Masa`il (Mudzakaroh)______________________________78 Metode Fathul Kutub____________________________________________80 Metode Muqoronah_____________________________________________81

2

I. Metode Muhawarah / Muhadatsah__________________________________82 A. B. BAB IV ISYU-ISYU PEMBAHARUAN PESANTREN__________________85 KH. Imam Zarkasyi_____________________________________________86 K.H A. Wahid Hasyim dan Tebu Ireng______________________________92 C. KH. Ahmad Dahlan DanPerguruan Muhammadiyah__________________102 BAB V POLA PEMBERDAYAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN__120 A. Potret Kegiatan Santri di Pesantren________________________________120 A. B. C. D. E. Potret Asrama Dan Santri _______________________________________131 Organisasi Santri______________________________________________134 Potret Kegiatan PRAMUKA_____________________________________156 Tentang Ta'jir / Hukuman________________________________________163 Pola Hubungan Guru & Murid____________________________________166 H. Santri: Sebuah Harapan Masa Depan_______________________________168 BAB VII PROFIL ALUMNI PESANTREN____________________________261 A. B. M. Quraisy Shihab_____________________________________________188 Nurcholish Madjid_____________________________________________193 C. Hamzah Haz__________________________________________________207 BAB VII PESANTREN MASA DEPAN (POST MODERN) _____________222 A. B. C. D. Bingkai Pesantren_____________________________________________223 Problem Yang dihadapi Pesantren________________________________226 Medan-Medan Pengembangan___________________________________237 Pesantren Dan Ekonomi_______________________________________242

3

E. F. G.

Pesantren Dan Masyarakat____________________________________246 Pesantren Dan Negara________________________________________249 Pesantren Dan Media Massa___________________________________251 BAB VIII PENUTUP___________________________________________261 BIODATA PENULIS DAFTAR PUSTAKA

4

BAB I PENDAHULUAN
A. Pesantren Sebuah Diskripsi Dalam struktur pendidikan nasional, pesantren merupakan mata rantai yang sangat penting. Hal ini tidak hanya karena sejarah kemunculannya yang relatif lama, tetapi juga karena pesantren telah secara signifikan ikut andil dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam sejarahnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berbasis masyarakat (society based-education). Dalam kenyataannya, pesantren telah mengakar dan tumbuh dari masyarakat, kemudian dikembangakan oleh masyarakat, sehingga kajian mengenai pesantren sebagai sentra pengembangan masyarakat sangat menarik beberapa peneliti akhir-akhir ini. Kendatipun pesantren—atau popular pondok pesatren—merupakan kenyataan sosial yang sudah mapan dalam masyarakat Indonesia, namun tidak memperoleh perhatian dan intervensi yang signifikan dari pemerintah untuk mengembangkan ataupun memberdayakannya. Hal ini menjadikan pesantren tumbuh dengan kemampuan sendiri—yang pada akhirnya menumbuhkan varian yang sangat besar, karena sangat tergantung pada kemampuan masyarakat itu sendiri. Kadang, kesan yang muncul adalah bahwa pesantren merupakan lembaga yang eksklusif dan kurang mengakomodasi perkembangan zaman. Dalam sistem dan metodologi pembelajaran, misalnya, pesantren terkesan terlalu lamban bahkan acuh-tak acuh dengan berbagai temuan baru berkenaan dengan bagaimana sebuah lembaga pembelajaran serta kelompok "professional" di

5

tanpa batasan-batasan artifisial dan formal seperti usia dan latar belakang sosial lainnya. berikut berbagai teori pembelajaran. melahirkan apa yang disebut teknologi pembelajaran (educational technology. Kehadiaran dua pendekatan ini disebut oleh para tokoh pembelajaran sebagai indikasi terjadinya revolusi pembelajaran (learning revolution). Perkembangan penelitian pembelajaran. misalnya. dalam perkembangannya—dan ini karena pengaruh-pengaruh sistem sekolah modern—pesantren tidak hanya mempertahankan sistem pembelajaran informal. Dalam hal pembelajaran. saat ini sudah muncul sebuah sistem—atau lebih tepat pendekatan—pembelajaran yang disebut dengan Quantum Learning yang berpasangan dengan Quantum Teaching. pesantren sampai saat ini harus dapat dibedakan dengan sistem pendidikan madrasah seperti dikenal saat ini. dalam arti masyarakat menikmati pembelajaran di dalam lembaga pesantren secara lues. kendatipun sampai saat ini masih tampak lamban. tetapi 6 .dalamnya dapat terus menerus meningkatkan hasil-hasil pembelajarannya. Dalam bentuknya yang paling menarik. Tetapi. Pesantren adalah lembaga pendidikan masayrakat yang pada dasarnya tidak mengembangkan sistem madrasah dalam penyelenggaraan pendidikannya—jadi lebih bersifat informal. Adalah sebuah hal yang patut disyukuri lahirnya pendidikan madrasah di masyarakat—yang hal ini sekarang menjadi basis pesantren untuk mengakomodasi perkembangan itu. yang tetntunya hal ini sangat dipengaruhi oleh terbatasnya sumber-sumber belajar dan pusat sumber belajar yang dapat dikembangkan oleh pesantren. learning technolology) yang menyediakan berbagai teknik pembelajaran yang dipandang efektif dan efisien.

Pembelajaran yang dikembangkannya sudah beralih dari pembelajaran massal kepada pembelajaran klasikal. Namun. Masyarakat umum tidak lagi dapat menikmat kesempatan belajar yang luwes di pesantren sebagaimana dahulu menjadi ciri pokok pesantren. Sistem madrasah ini sekarang justeru merupakan komponen pembelajaran yang dominan di pesantren. Pesantren pada saat ini—dengan demikian—menjadi semakin eksklusif.juga menganut sistem pembelajaran klasikal berupa madrasah. Tetapi. jika diperhatikan dari sudut pandang pendekatan pembelajaran modern. Sekarang. sebagian pesantren dapat disebut sebagai lembaga pendidikan madrasah itu sendiri—sehingga menjadi identik pesantren dan madrasah— karena komponen pembelajaran informalnya hilang. kendatipun belum dalam bentuknya yang paling terorganisir dan terstruktur. pada dasarnya pesantren—dilihat dari sebagian cara atau prosedur pembelajarannya. Bahkan. terjadi semacam proses tarik-ulur antara mengedepankan citra konvensional dengan mengakomodasi perkembangan modern. Bahkan. pesantren juga ingin menjamin survivalnya. yang terus ingin mempertahankan corak konvensional pesantren sebagai lembaga pendidikan masyarakat. hanya dapat melakukan pembelajaran agama kepada masyarakat dengan cara kiainya mendatangi mushalla dan masjid tertentu di luar pesantren untuk memberikan pembelajaran agama. bukan hanya karena tuntutan modernitas. Sebagian pesantren. Kehadiran sistem madrasah di pesantren tampaknya tidak terelekkan sifatnya. tetap saja tampak corak eksklusifnya karena 7 . tetapi juga berkenaan dengan elan-vital pesantren tetapi juga persoalan akomodasional pesantren untuk mengakses masa depan. seperti dalam sistem sorogan—sudah menerapkan pembelajran individual.

pendekatan. Sistem pembelajaran ini mempunyai karakteristik. Sebelum menggunakan sistem madrasah. sampai evaluasi hasil belajar diatur secara terencana. Dalam pembelajaran pesantren konvensional tidak dijumpai komponenkomponen pembelajaran formal. media pembelajaran. bandongan. setoran. daftar pelajaran. hal itu dibuktikan paling tidak dengan prinsip-prinsip 8 . terutama sebelum masa orde baru. pesantren memakai sistem pembelajaran konvensional. Murid dikelompokkan ke dalam kelas-kelas.tidak menyediakan ruang dan kesempatan belajar massal di dalam pesantren. terukur dan terkontrol. rekruitmen. dan tidak ada pula evaluasi hasil belajar. Hal ini karena organisasi sistem pembelajaran itu sendiri tidak terbentuk sebagaimana mestinya. Mata ajaran yang diajarkan hanyalah ilmu-ilmu keagamaan—terutama dari kitab-kitab abad pertengahan yang dikenal dengan kitab-kitab klasik/kuning (al-kutub al-qadimah). terutama tidak menganut ketentuan-ketentuan formalistic dan procedural yang ketat. maka pendekatan yang sering dipergunakannya adalah pendekatan holistik. Dalam sistem madrasah. Jika ditinjau dari sistem pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren. pembelajaran di madrasah dilaksanakan dengan sistem kelas (classical sistem) yang terorganisir dan terstruktur. metode. Berbeda dengan pembelajaran agama konvensional. muthalaah dan musyawarah. dan setiap murid baru diperkenankan mengambil mata pelajaran berikutnya sesudah menyelesaikan mata pelajaran di tingkat sebelumnya. cocogan. Metode pendekatan yang berkisar pada sorogan. desain pembelajaran. semua elemen penting pendidikan mulai dari kurikulum. seperti daftar santri (peserta) pengajian.

sehingga penyelenggaraan Pondok Pesantren dilaksanakan "di bawah bayang-bayang Tuhan". mendasarkan filsafat pendidikannya pada filsafat theocentric. Mastuhu. tetapi sudah menerapkan metode belajar mengajar seperti sekolah.yang tercermin dari sistem pendidikannya. berproses dan kembali kepada Tuhan. sukarela dan dijadikan sebagai media pengabdian kepada sesama manusia dalam rangka mengabdi kepada Tuhan. Hal itu juga tercermin dari kearifan kesederhanaan hidupnya sehari-hari yang menyiratkan semacam dan kesadaran transcendental. (jakarta: Inis.1 yang memandang dipandang sebagai ibadah kepada Tuhan dan bahwa semua aktivitas pendidikan merupakan bagian integral dari totalitas kehidupan muslim. 63 9 . dan tidak tinggi hati. proporsional. Kesederhanaan di sini adalah identik dengan kemampuan bersikap dan berpikir wajar. Sebagai lembaga pendidikan. 1985) h. sehingga belajar dan mengajar di pesantren tidak dipandang sebagai alat tetapi dipandang sebagai tujuan. Sistem pendidikan pesantren. Implikasi dari prinsip tersebut. Dinamika Pendidikan Pondok Pesantren. Pondok Pesantren walaupun dikategorikan 1 Yaitu pandangan yang menyatakan bahwa semua kejadian berasal. maka para pengajar di Pondok Pesantren memandang bahwa kegiatan di pesantren sebagai ibadah kepada Tuhan. Berbeda dengan masa setelah orde baru. filsafat ini Memandang banhwa manusia dilahirkan sesuai fitrahnya dan perkembangan selanjutnya tergantung pada lingkungan dan pendidikan yang diperolehnya. banyak Pondok Pesantren menyelenggarakan metode pendidikan seperti pendidikan yang formal—sekolah/madrasah—dan sistem konvensional: pengajarannya tidak lagi hanya berkisar pada bandongan. sorogan dan hafalan. halaqah.

berasal dari kata sorog (bahasa Jawa). yang berarti menyodorkan atau menyerahkan. Sistem dan metodologi pembelajaran konvensional yang dianut pesantren pada umumnya berkisar pada varian-varian seperti sorogan. berarti pengubahan sistem dan metodologi yang berimplikasi pada disingkirkannya sistem dan metodologi yang tidak efisien dari sistem konvesional. atau. mempunyai sistem pengajaran tersendiri.sebagai lembaga pendidikan tradisional. yaitu pengembangan ke dalam (internal). Pengembangan ini dapat berarti pemberdayaan dan pemerkayaan sistem dan metodologi pembelajaran konvensional. untuk selanjutnya sang kiai atau asistennya mengajar santri yang bersangkutan berdasarkan kitab yang disodorkannya itu. Dalam kenyataannya. Sorogan. sorogan diterapkan dengan cara setiap santri menyodorkan kitab kajiannya di hadapan kyai atau asisten kyai. Yang menjadi tantangan bagi pesantren saat ini adalah bagaimana pesantren mengupayakan pengembangan sistem dan metodologi pembelajarannya. yang berarti bahwa pesantren mengakomodasi sistem dan metodologi pembelajaran modern untuk melengkapi atau bahkan mengganti sistem dan metodologi konvensional. setidaktidaknya agar proses pembelajarannya lebih efektif dan efisien. Pengembangan pembelajaran di Pondok Pesantren ini juga dapat dibedakan dari dua poros. weton/bandongan. dan pengembangan keluar (external). Sistem sorogan ini termasuk penerapan sistem pembelajaran dengan pendekatan 10 . halaqah dan hafalan. dan itu menjadi ciri khas yang dapat dibedakan dari sistem dan metodologi pembelajaran dilakukan di lembaga pendidikan formal. dalam arti pemberdayaan dan pemerkayaan.

Bahkan lebih dari itu. Seorang santri berhadapan dengan seorang guru. kedekatan personal kiai-santri dilengkapi dengan hubungan spiritual yang saling mendukung. Istilah Weton ini di Jawa Barat disebut dengan bandungan. menilai dan membimbing secara bahasa Arab. Dalam pengajian dengan metode Weton. bahkan pendekatan spiritual dengan para santri. yang dilakukan dengan cara saling mendo'akan. Jawa) yang berarti waktu. dan terjadi interaksi saling mengenal di antara keduanya. Sistem ini memungkinkan seorang guru melakukan pendekatan-pendekatan personal. Sistem sorogan ini terbukti sangat efektif sebagai langkah inisiasi bagi seorang murid yang bercita-cita menjadi orang berilmu. istilah weton ini berasal dari kata wektu (bhs. baik dituliskan pada sisi kitab atau menyisipkannya di lembar-lembar catatan lain. atau sekelompok siswa dengan formasi 11 . Halaqah yang arti bahasanya "lingkaran murid". Weton/bandongan. Penamaan metode ini mengikuti praktik nyata terjadinya pembelajaran dimaksud. misalnya sebelum atau sesudah melakukan shalat fardlu. dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kyai yang menerangkan pelajaran secara kuliah. Metode weton ini merupakan metode kuliah. Halaqah ini merupakan sistem kelompok kelas dari sistem bandongan.individual. sementara santri maksimal kemampuan seorang murid dalam menguasai mengikuti pembacaan kitan oleh kiai dengan melihat dan memperhatikan kitab-kitab yang mereka bawa masing-masing. Santri juga membuat catatan seperlunya. pembelajaran dilakukan pada waktuwaktu tertentu. Para kyai mengawasi.

tentu saja lebih merupakan penilaian atas kenyataan penerapan metode halaqah saat itu. Tetapi. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. yang belajar di bawah bimbingan seorang guru atau belajar bersama dalam satu tempat. Halaqah ini juga merupakan kelompok belajar dengan menggunakan metode diskusi tak-terstruktur untuk memahami isi kitab. kitab Hadits.duduk melingkar. atau kitab-kitab kuning lainnya. (Jakarta:Hidakarya. baik dari sumber kitab al-Qur'an. dan bukan untuk mempertanyakan benar-salahnya apa-apa yang diajarkan oleh kitab. 2 Mahmud Yunus. rajin dan mampu serta bersedia mengorbankan waktu yang besar untuk studi ini. Salah satu alasannya adalah bahwa forum yang dibangun dengan metode halaqah itu sudah merupakan metode pembelajaran yang paling di andalkan dalam sistem pembelajaran siswa aktif. yaitu yang hanya dapat dinikmati oleh segelintir siswa yang tergolong mampu menganalisis masalah dan mampu pula mengungkapkan hasil pikirannya secara lisan maupun tulisan. h. saat ini metode halaqah ini justeru harus diperkaya. 50 12 . Diskusi berkisar pada persoalan apa kandungan atau hikmat pelajaran yang dapat diambil dari bacaan.2 Pendapat Mahmud Yunus di atas. Sistem ini juga hanya dapat pandai dan yang lainnya hanya sebatas menghasilkan satu persen murid yang partisipan. menurut Mahmud Yunus sistem ini hanya bermanfaat bagi santri yang cerdas. Aspek kritisnya bukan diletakkan pada kemampuan mempertanyakan normativitas isi kitab tetapi kemampuan berijtihad mengenai apa maksud yang diajarkan oleh kitab.1990). Bila dipandang dari sudut pengembangan intelektual.

Sedangkan nurturent effect adalah hasil belajar laten yang diberoleh dari pembelajaran. tetapi harus juga melibatkan atau menyentuh ranah yang lebih tinggi dari kemampuan belajar. pola penerapannya tidak hanya menekankan hafalan tekstual dengan berbagai variasinya. halaqah tidak hanya menghasilkan instructional effect. metode hapalan yang diterapkan di pesantren-pesantren. melainkan menginternalisasi nilai-nilai yang secara laten dapat diperoleh dari halaqah. misalnya Alfiyah Ibn Malik. baik dalam bentuk sikap perhatian maupun motivasi belajar. Dalam pembelajaran al-Qur'an metode ini biasa disebut metode Tahfizh al-Qur'an.Yang kedua adalah bahwa belajar dalam pandangan modern tidak hanya untuk mengejar pengetahuan sebagai hasil belajar satu-satunya. tetapi juga formal effect atau disebut juga nurturent effect. analisis (analysis). umumnya dipakai untuk menghafal kitab-kitab tertentu. seperti belajar kemampuan cara menganalisis masalah dan kemampuan mengenai cara mengungkapkan pemikiran. Metode hafalan juga sering diterapkan untuk pembelajaran al-Qur`an-Hadits. Hafalan/Tahfiz. Jadi. Instruktional effect adalah hasil belajar seperti yang dibatasi oleh tujuan pembelajaran yang telah disusun. yang biasanya berupa perubahan kualitas-kualitas personal seseorang dalam belajar. Biasanya santri diberi tugas untuk menghafal beberapa bait dari kitab alfiyah. dan evaluasi. Artinya. Bagaimanapun. Dalam pengembangan metode Hafalan atau Tahfizh ini. hafalan tidak saja merupakan kemampuan intelektual sebatas ingatan (retensi) tetapi juga sampai kepada pemahaman (comprehension). dan setelah beberapa hari baru dibacakan di depan kyai/ustadnya. hafalan sebagai metode pembelajaran maupun sebagai hasil 13 .

Keempat metode itulah yang banyak diterapkan di pondok-pondok pesantren. banyak Pondok Pesantren menyelenggarakan pendidikan seperti pendidikan yang formal—sekolah/madrasah—dan 14 . sedangkan hafalan kualitatif adalah rekaman dasar yang dipersiapkan untuk diedit dan dilakukan pemerkayaan. dan itu menjadi lambang supremasi serta ciri khas metode pengajaran di Pondok Pesantren. sehingga pondok-pondok pesantren sampai sekarang masih mempertahankan metode tersebut. Jadi harus ada apersepsi sebelum seseorang mempersepsi. Yang kemudian menjadi persoalan lagi adalah bagaimana pembelajaran dengan metode hafalam ini dapat memperkaya khazanah pengetahuan siswa lebih dari sekedar hafalan mekanistik saja. dan antara metode yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan erat dan mempunyai kelemahan serta kelebihan masing-masing. lebih bervariasi. seseorang tidak mungkin dapat berfikir secara cermat jika bahan-bahan untuk berfikir tidak tersedia. Dalam berfikir. Hafalan harus dipandang sebagai basis untuk mencapai kemampuan intelektuan yang lebih tinggi. tetapi hafalan kualitatif. dan lebih merangsang pemikiran kritis. Berbeda dengan masa setelah orde baru. seperti yang sering terdengar dari pernyataanpernyataan sumbang para pengamat pembelajaran. misalnya. Dan ini sudah menjadi kewajiban para guru untuk mencarikan cara dan kreativitas para santri agar hafalannya lebih bermutu.belajar tidak dapat diremehkan. Hafalan mekanistik adalah seperti merekam audio atau audio-visual. Harus ada kenyataan sebelum seseorang melahirkan konsepsi. Yang menjadi prinsip dalam berfikir bahwa apa yang dipikirkan harus sudah lebih dulu diketahui seluk beluknya. dan itulah pengetahuan yang sebagiannya diperoleh dari pembelajaran hafalan.

Metode ini biasanya diterapkan untuk pengajaran santri-santri yang sudah senior.metode pengajarannya tidak lagi hanya berkisar pada sistem bandongan. Metode Hiwar hampir sama dengan metode metode diskusi yang umum kita kenal selama ini. Bedanya metode hiwar dilaksanakan dalam rangka pendalaman atau pengayaan materi-materi yang sudah di pelajari (kitab-kitab kuning). Hiwar. adalah bahwa santri dan guru biasanya terlibat dalam sebuah forum perdebatan untuk memecahkan masalah yang ada dalam kitab-kitab (berbahasa Arab) yang sedang di pelajari. Fathul Kutub. Metode ini bisa digambarkan sebagai bentuk kegiatan belajar mengajar dalam sebuah forum (biasanya di kelas atau masjid) yang dipandu oleh seorang pembimbing/guru dan diikuti oleh santri-santri yang dianggap sudah menguasai kitab-kitab tertentu untuk memecahkan permasalahan kontemporer di sekitar hukum-hukum fiqh (termasuk di dalamnya fiqh ibadah). Selain metode yang empat diatas (bandongan. Metode Bahtsul Masa`il mengacu kepada pemecahan masalah-masalah dalam persoalan fiqh (hukum Islam atau furu`iyah). sorogan dan hafalan) di Pondok Pesantren juga mengenal metode-metode lain seperti Bahtsul masa`il. halaqah. Muqaranah. dimana santrisantri tersebut sudah dianggap mampu atau menguasi kitab-kitab yang menjadi rujukan masalah yang akan di bahas. dan metode-metode lain yang banyak di peraktekkan di di Pondok Pesantren. Yang menjadi ciri khas dari hiwar ini. tetapi sudah menerapkan metode belajar mengajar seperti sekolah. halaqah. Dalam Hiwar terjadi proses kritik dan agumentasi (mujadalah) 15 . sorogan dan hafalan.

Untuk model metode muqoronah ajaran agama biasanya berkembang di bangku Perguruan Tinggi Pondok Pesantren (Ma`had `Ali). Saat ini. 16 . dengan diterapkannya sistem klasikal di Pondok Pesantren. Metode muqoronah adalah sebuah metode yang terfokus pada kegiatan perbandingan.untuk memperkuat kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh. Aqidah. mau tak mau pengayaan metodologi tidak lagi sebatas yang sudah di kenal di kalangan Pondok. metode. Hadits. tidak semua pondok pesantren memasyarakatkannya sebagai metode yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar di di Pondok Pesantren. Sebab di sementara pondok masih ada norma-norma yang bersifat doktrinal yang belum bisa di reformasi. Metode muqoronah akhirnya berkembang pada perbandingan ajaran-ajaran agama. seperti siswa/santri tidak boleh banyak bertanya. Metode Fathul Kutub biasanya dilaksanakan untuk santri-santri senior yang sudah akan menyelesaikan pendidikan tingkat tertentu di Pondok Pesantren. maupun perbandingan kitab. Karena itulah cara yang bisa ditempuh agar di Pondok Pesantren tetap bisa digandrungi oleh masyarakat. baik perbandingan materi. yaitu dengan dikenalkannya sistem Madrasah Diniyah. dan semacamnya. Hal itu disebabkan karena terpengaruh oleh perkembangan hidup modern yang menuntut orang maupun lembaga untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. faham (madzhab). Pada dasarnya metode ini adalah metode penugasan mencari rujukan (reference) terhadap beberapa topik dalam bidang ilmu tertentu (Fiqh.). Tafsir. harus menundukkan wajah ketika berhadapan dengan guru. Dengan diterapkannya metode ini. dll.

di antaranya adalah madrasah tempat belajar agama Islam. Definisi Pondok Pesantren Kata pondok berasal dari kata Funduq yang berarti hotel atau asrama. yang kemudian dikembangkan oleh Perguruan Taman Siswa dalam sistem asrama yang disebut Pawiyatan. atau mungkin jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti guru. Kata santri berasal dari kata Cantrik (bahasa Sansekerta. sedang C.Terkadang juga dianggap sebagai gabungan kata saint (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong). sedangkan di Aceh dikenal dengan nama rangkang . yang berarti guru mengaji. Abdurrahman Wahid. mendefinisikan pesantren 17 . Pesantren berasal dari kata santri yang dapat diartikan tempat santri. yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. Istilah santri juga ada dalam bahasa Tamil. Di Sumatra Barat dikenal dengan nama surau. Sedangkan dalam bahasa Indonesia mempunyai banyak arti. C Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah shastri.Artinya dengan memadukan pola pendidikan tradisional dengan pola pendidikan modern. Sekarang lebih dikenal dengan nama pondok pesantren. B. sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik Secara terminologi dapat dikemukakan di sini beberapa pandangan yang mengarah kepada definisi pesantren.

(Yogyakarta: LKIS. 231 5 Ismail SM (ed).56 18 . pesantren adalah tempat di mana santri tinggal. pondok.. KH.al.4 Sedang Abdurrahman Mas’ud.et. (Ponorogo: Gontor Press.5 Definisi di atas menunjukkan betapa pentingnya sosok pesantren sebagai sebuah totalitas lingkungan pendidikan dalam makna dan nuansanya secara menyeluruh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. masjid. tempat para santri belajar hidup dan bermasyarakat dalam berbagai segi dan aspeknya. Imam Zarkasyi dari Gontor Merintis Pesantren Modern. Esai-esai Pesantren.171 6 Amir Hamzah Wirosukarto.Cit. mendefinisikan pesantren refers to a place where the santri devotes most of his or her time to live in and acquire knowledge.6 Secara singkat pesantren bisa juga dikatakan sebagai laboratorium kehidupan.h.17 4 Mahmud Yunus. Op.h.3 Mahmud Yunus. mendefinisikan sebagai tempat santri belajar agama Islam. dan pengajaran agama Islam 3 Abdurrahman Wahid. Menggerakkan Tradisi. santri. Definisi pesantren yang dikemukakan oleh Imam Zarkasyi (pendiri Pondok Modern Daarussalam Gontor) sama dengan definisi yang dikemukakan oleh Zamakhsyari Dhofier dalam menentukan elemen-elemen pesantren. h.2001. ke-1. seperti: Kiyai. Demokrasi dan Masyarakat Madani. mesjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya. di mana kiyai sebagai figur sentralnya. h. .1996) Cet. dan pengajaran agama Islam dibawah bimbingan kyai yang diikuti santri sebagai kegiatan utamanya. Secara definitif Imam Zarkasyi. Pendidikan Islam . 2000) Cet ke-1. cet-ke-1. mengartikan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama atau pondok.secara teknis.

tata hubungan keduanya yang tidak didasarkan 7 Zamakhsyari Dhofier. . Hal tersebut disebabkan perbedaan semacam itu. Dinamika Pendidikan Pesantren. yang menyimpulkan dari tradisi pesantren seperti. namun keduanya mempunyai perbedaan dalam menentukan materi pelajaran dan metodologi pengajaran. C. 114 19 .Walaupun sama dalam menentukan elemen-elemen pesantren. dan telah mengalami perubahan dari masa ke masa sesuai dengan perjalanan ummat. yaitu sorogan dan wetonan. (Disertasi Pasca Sarjana IPB. penghormatan santri kepada kiyai. Zamakhsyari menentukan materi pelajaran pesantren hanya terbatas pada kitab-kitab klasik dengan metodologi pengajaran tradisional. jusrtu semakin menambah khazanah dan wacana yang sangat diharapkan secara akademis. lembaga pendidikan ini sudah datang sebelum Islam datang ke Indonesia. Asal Usul Pesantren dan Sejarah Perkembangannya Pesantren atau yang lebih dikenal dengan pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional8 tertua di Indonesia. Meys. Menurut para ahli.44-60 8 Pengertian tradisional dalam arti bahwa lembaga ini hidup sejak ratusan tahun yang lalu dan telah menjadi bagian dari kehidupan sebagian besar ummat Islam Indonesia. bukan tradisional dalam arti tetap tanpa mengalami penyesuaian . Hal ini dikemukakan oleh I. 1995) h.1989) h. Brugman dan K. studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. J. di mana variasi yang dihasilkan merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dipungkiri. Demikianlah pesantren didefinisikan oleh pengamatnya baik yang barasal dari dalam maupun dari luar pesantren.7 sedangkan Imam Zarkasyi tidak membatasi materi pelajaran pesantren dengan kitabkitab klasik serta menggunakan metodologi pengajaran sistem klasikal (madrasi). Tradisi Pesantren.(Jakarta: LP3ES. Mastuhu.

Beliau adalah ulama yang berasal dari Gujarat. tokoh yang dianggap berhasil mendirikan dan mengembangkan 20 . Gejala lain yang menunjukkan azas non-Islam pesantren tidak terdapat di negara-negara Islam. Karena itu Islam dapat diterima oleh masyarakat dan pesantren dapat berkembang. Tentang kehadiran pesantren secara pasti di Indonesia pertama kalinya. Sebelum proses penyebaran Islam di Indonesia sistem tersebut telah dipergunakan secara umum untuk pengajaran dan pendidikan agama Hindu di Jawa. oleh karena itu pesantren merupakan salah satu bentuk kebudayaan asli Indonesia. Ada pendapat yang maengatakan. sifat pengajaran yang murni agama dan pemberian tanah oleh negara kepada para guru dan pendeta. di mana. Dan mempunyai persamaan dengan pendidikan di India. sedang pada masa Islam. India agaknya tidak sulit baginya untuk mendirikan pesantren karena sebelumnya sudah ada perguruan Hindu-Budha dengan sistem biara asrama sebagai tempat belajar mengajar. pendidikan tersebut milik setiap orang tanpa memandang keturunan dan kedudukan. Pesantren dilihat dari segi bentuk dan sistemnya. karena dalam pandangan Islam seluruh manusia merupakan umat yang egaliter.kepada uang. Kemudian pendidikan ini diislamisasikan tanpa meninggalkan tradisi yang ada. Meski begitu. pesantren pertama kali didirikan oleh Syeikh Maulana Malik Ibrahim. dan siapa pendirinya tidak dapat diperoleh keterangan yang pasti. berasal dari India. Perbedaan yang mendasar ialah pada masa Hindu pendidikan tersebut hanya milik kasta tertentu.

Pada awal berkembangnya. sebagai kunci kemakmuran negara. Hubungan ini dijalin dengan da’wah. Berdasarkan laporan pemerintah pemerintah kolonial Belanda. Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan Pesantren Ampel Denta pada dasarnya didukung oleh beberapa faktor. pertama. ada dua fungsi pesantren. selain itu Ario Tejo membutuhkan bantuan sunan Ampel untuk mengamankan daerah Tuban. Pertama. Abu Hurairah. letaknya yang strategis di pintu gerbang utama Majapahit. dan Surabaya. sebagai lembaga penyiaran agama. sehingga mau tidak mau mesti bersinggungan langsung dengan sirkulasi perdagangan Majapahit. Sunan Ampel diambil menantu oleh penguasa Tuban bernama Ario Tejo. yang pada waktu didirikan hanya memiliki tiga orang santri. yaitu: Wiryo Suroyo. sebagai lembaga pendidikan. Pesantren di Indonesia tumbuh dan berkembang sangat pesat. lembaga pendidikan tersebut mirip dengan pendidikan sebelumnya. Ketiga. Kendati kini telah banyak perubahan yang terjadi namun inti fungsi utama itu masih melekat pada pesantren. karena seluruh kapal dari dan ke Majapahit mesti melewati pelabuhan Surabaya. Ia mendirikan pesantren di Kembang Kuning. Surabaya. dan mendirikan pesantren di sana. Kedua. Kemudian ia pindah ke Denta. tahun 1831 di Jawa saja terdapat tidak 21 . Kedua. dan akhirnya beliau dikenal dengan sebutan Sunan Ampel.pesantren dalam arti yang sesungguhnya adalah Raden Rahmat atau Sunan Ampel. Gresik. Di sini dapat disimpulkan adanya hubungan yang mesra antara ulama dan umara. dan Kyai Bangkuning. lembaga pendidikan tersebut dapat diikuti oleh setiap orang tanpa memandang keturunan dan kedudukan.

Darul Rahman.312 buah. As-Shiddiqiah.id 22 .853 buah dengan jumlah santri tidak kurang 16. Kemudian suatu survai yang diselenggarakan oleh kantor Shumubu ( Kantor Urusan Agama ) pada masa Jepang tahun 1942 jumlah pesantren bertambah menjadi 1. Arifin adalah sarana yang berupa perangkat organisasi yang diciptakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang 9 www.9 Perkembangan pesantren terhambat ketika Bangsa Eropa datang ke Indonesia untuk menjajah. jumlah tersebut belum dijumlah dengan pesantren di luar Jawa dan pesantren-pesantren kecil. pesantren tumbuh dan berkembang dengan pesat. Bahkan kini pesantren bukan hanya milik organisasi tertentu tetapi milik umat Islam Indonesia. Hal ini terjadi karena pesantren bersikap non-kooperatif bahkan mengadakan konfrontasi terhadap penjajah.500 orang. berdasarkan laporan Departemen Agama RI tahun 2001 jumlah pesantren di Indonesia mencapai 12.depag. Setelah Indonesia merdeka.kurang dari 1. D.871 buah. Akibat dari sikap tersebut maka pemerintah kolonial ketika itu mengadakan kontrol dan pengawasan yang ketat terhadap pesantren. Sistem Pendidikan Pesantren Sistem pendidikan pesantren menurut M. dan lain-lain. Ekspansi pesantren juga bisa dilihat dari pertumbuhan pesantren yang semula hanya rural based institution kemudian berkembang menjadi pendidikan urban. Lihatlah kemudian pesantren tumbuh di Ibukota Jakarta seperti Pondok Pesantren Darun Najah. Pada masa kemerdekaan jumlah pesantren terus bertambah.net.

pengurus. Kyai atau pengasuh pondok pesantren merupakan elemen yang sangat esensial dari suatu pesantren.11 Unsur-unsur pesantren berbeda antara satu pesantren dengan pesantren lainnya. Ia seringkali merupakan pendirinya. asrama. evaluasi. dan alat-alat pendidikan lainnya. santri.Cit. Menurut asal usulnya perkataan kiyai dalam bahasa Jawa dipakai untuk tiga jenis gelar yang saling berbeda: Sebagai gelar kehormatan bagi barang-barang yang dianggap keramat. Op.10 Unsur-unsur sistem pendidikan pesantren menurut Mastuhu dapat dikelompokkan sebagai berikut: Aktor atau pelaku.berlangsung dalam pesantren. kitab-kitab keagamaan. seperti Masjid. seperti: tujuan. Sudah sewajarnya bahwa pertumbuhan pesantren semata-mata bergantung kepada kemampuan kyainya. h.Arifin. Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum. dan metode pengajaran. Sarana perangkat keras. 55-56 23 .257 11 Mastuhu. asrama atau pondok. metodologi pengajaran. gedung sekolah atau madrasah. tata tertib dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan pesantren. Untuk pesantren kecil unsur-unsurnya cukup dengan kyai.1995) Cet. santri. h. ke- 3. Sarana perangkat lunak. umpamanya: “kiyai Garuda Kencana” dipakai untuk sebutan Kereta Emas yang ada di Kraton Yogyakarta. kurikulum. Gelar kehormatan untuk orang-orang tua pada 10 M. akan tetapi untuk pesantren besar perlu ditambah dengan unsurunsur lain. rumah kyai dan sebagainya. seperti: kiyai. seperti : Ustadz sebagai pembantu kyai dalam pengajaran. atau pondok. hal ini dapat dilihat dari besar kecilnya pesantren bersangkutan. (Jakarta: Biona Aksara.

Kyai Haji Muhith Muzadi. seperti : Kyai Haji Ali Yafie. dalam dunia pesantren dikenal juga istilah “santri kelana”.12 Selain dua istilah santri diatas. Kiyai dalam pembahasan ini mengacu kepada pengertian yang ketiga. Istilah kiyai dipakai di Jawa Tengah dan Jawa Timur. santri mukim adalah santri yang berasal dari daerah dan menetap dalam kelompok pesantren. Bahkan gelar kyai digunakan untuk sebutan seorang Dai’ atau Muballigh.Cit. Setelah pesantren mengadopsi sistem madrasah tradisi santri kelana kini 12 Zamakhsyari. Santri adalah siswa yang belajar di pesantren. Sebagai santri mukim mereka mempunyai keewajiban-kewajiban tertentu. Gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada seorang ahli agama Islam yang memiliki atau menjadi pimpinan pesantren. Santri kalong adalah santri yang berasal dari masyarakat sekitar pesantren atau yang biasanya tidak menetap di pesantren. Gelar tersebut kini digunakan untuk seorang ulama yang mumpuni dalam bidang keagamaan walau ia tidak mempunyai pesantren. di Jawa Barat istilah tersebut dikenal dengan Ajengan. 55 24 . mereka bolak-balik dari rumahnya sendiri.umumnya. di Aceh Tengku. dan lainnya. h. Op. Gelar kyai saat ini tidak lagi hanya diperuntukkan bagi yang memiliki pesantren. Untuk mengikuti pelajarannya di pesantren. Santri kelana adalah santri yang pindah belajar dari satu pesantren ke pesantren lain untuk memperdalam ilmu pengetahuan yang menjadi keahlian dari seorang kyai. Zamakhsyari Dhofier membagi santri membagi dua kelompok: Santri mukim dan santri kalong. di Sumatra Utara Buya.

yang berarti patuh. Disamping itu pula para santri memfungsikan masjid sebagai tempat belajar yang utama. Sedangkan secara terminologis. keberanian kesadaran optimisme. Kendatipun saat sekarang kebanyakan pesantren telah melaksanakan proses belajar mengajar di dalam kelas dengan gedung tersendiri. Ada tiga alasan utama mengapa pesantren harus menyediakan asrama 25 . karena kondisi masjid relatif lebih tenang serta mempunyai nilai ibadah. menanamkan rasa cinta pada ilmu pengetahuan dan solidaritas sosial. Ketiga. Kedua.mulai ditinggalkan. Hingga saat ini kyai sering mempergunakan masjid sebagai tempat membaca dengan metode bandongan. Kedudukan mesjid sebagai pusat pendidikan dalam tradisi pesantren merupakan manifestasi universalisme dari sistem pendidikan Islam tradisional. kholifah Islamiyah hingga sampai sekarang. potensi-potensi melalui pendidikan kesabaran. Secara etimologis. masjid berasal dari kata sajada. Sebuah pesantren pada dasarnya adalah sebuah asrama pendidikan Islam tradisional di mana para siswanya tinggal bersama-sama dan belajar dibawah bimbingan seorang kiyai. masjid adalah tempat melaksanakan aktifitas manusia yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah. namun mesjid tetap difungsikan sebagai tempat belajar. Upaya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan berimplikasi pada tiga hal: Pertama. Hal ini telah terjadi sejak zaman Nabi Muhamad kemudian diteruskan oleh para sahabat. serta menyadarkan hak-hak dan kewajiban. kemakmuran. mendidik anak agar tetap beribadah kepada Allah. memberikan ketentraman. serta tunduk dengan penuh hormat dan takzim. taat.

Nilai-nilai agama yang secara normatif dipelajari di kelas. Disamping alasan-alasan diatas. Ketiga.Kehidupan berasrama para santri juga sangat mendukung bagi pembentukan kepribadian. di mana para santri menganggap kiyainya seolah-olah seperti bapaknya sendiri. Kedua. Hal ini disebabkan karena pesantren mempunyai kebiasaan untuk tidak mempunyai kebiasaan untuk tidak merumuskan dasar dan tujuan pendidikannya secara 26 . sedang para kiyai menganggap para santri sebagai titipan Tuhan yang harus senantiasa dilindungi. dapat dilatihkan untuk disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan begitu dimungkinkan mereka tidak hanya menjadi “having” tetapi “being”. kedudukan pondok sebagai salah satu unsur pokok pesantren sangat besar sekali manfaatnya diantaranya adalah santri dapat dikondisikan dalam suasana belajar sepanjang hari. Tujuan Pendidikan Pesantren Amat sulit untuk menggambarkan tujuan pendidikan pesantren sacara pasti dan seragam. untuk itu ia harus menetap. dengan demikian perlulah adanya asrama khusus para santri. kemashuran seorang kiyai dan kedalaman pengetahuannya tentang Islam.bagi santrinya : Pertama. menarik santri-santri dari jauh untuk dapat menggali ilmu dari kiyai tersebut secara teratur dan dalam waktu yang lama . hampir semua pesantren berada di desa-desa di mana tidak tersedia perumahan (akomodasi) yang cukup untuk menampung santri-santri. ada timbal balik anrtara santri dan kiyai. Di dalam asrama memungkinkan untuk mempraktekkan apa-apa yang telah dipelajari. E.

Arifin pada dasarnya terbagi menjadi dua hal. sugih supaya tidak tamak"… dalam kesempatan lain juga beliau sampaikan: " di pesantren ini (Gontor) anak-anak akan diajari bahasa Arabbahasa Inggris dan tonil (drama)"… Dari dua pernyataan di atas dapat diketahui bahwa tujuan pendirian pesantren adalah untuk mendidik generasi muda Islam dengan pendidikan sehingga nantinya menbjadi anak yang alim (memiliki ilmu pengetahuan) dan sholeh dalam arti 13 M. h. Tujuan Khususnya adalah mempersiapkan para santri untuk menjadi orang yang alim dalam ilmu agama yang diajarkan oleh kiyai yang bersangkutan serta mengamalkannya dalam masyarakat. KH. Hal ini karena sifat kesederhanaan pesantren. 248 27 . di mana kiyai mengajar dan santri belajar. yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Adapun tujuan didirikannya pesantren menurut M.Cit. sholeh. semata-mata untuk ibadah lillahita’ala. Ahmad Sahal misalkan.eksplisit. salah seorang pendiri Pondok Modern Gontor menyatakan: "amanak-anakku nanti harus menjadi orang yang a'lim. Sedangkan tujuan umumnya adalah membimbing anak didik untuk menjadi manusia yang berkepribadian Islam yang sanggup dengan ilmu agamanya menjadi mubaligh Islam dalam masyarakat sekitar melalui ilmu dan amalnya. sesuai dengan dorongan berdirinya. dan tidak pernah dihubungkan dengan tujuan tertentu dalam lapangan kehidupan atau tingkat jabatan tertentu dalam hirarki sosial.13 Untuk mengenal tujuan pendidikan pesantren ada baiknya dikemukakan beberapa pernyataan para pendiri pesantren. Arifin. Op.

Sama halnya dengan semboyan perekat ummat yang muncul sebagai jawaban atas kondisi ummat Islam pada tahun 1920 an. Oleh karena itu muncul pernyataan kedua yang berarti harus menzaman. konservasi terhadap tradisi dilakukan tanpa sikap “reserve”. semboyan-semboyan yang senantiasa didengungkan oleh pimpinan pesantren (kyai) itu biasanya merupakan "kerangka nilai" yang diharapkan dapat dicerna oleh para santri dan menjadi pedoman hidup mereka dalam kehidupannya kelak Seperti pepatah dalam dunia pesantren yang sangat populer. al muhafadhatualal qadimis shalih wal akhdu alal bil jadidil ashlah. Konon ungkapan kedua ini muncul setelah pertemuan ulama yang saat itu membutuhkan delegasi muslim Indonesia untuk di kirim ke dunia Internasional.menjalankan pengetahuannya tersebut. dan sebaliknya. sehingga kebutuhan untuk mengadopsi yang modern dimungkinkan sejauh itu lebih baik dari apa yang terdapat dalam tradisi itu sendiri. Jadi tujuan penyusunan materi pelajaran disesuaikan dengan tantangan kebutuhan ummat. bahwa tradisi mengandung segala yang baik. tapi yang tersedia waktu itu hanya menguasai bahasa Arab saja dan tidak menguasai bahasa Ingris. yang dibutuhkan adalah yang mahir dalam bahasa Arab dan Inggris. 28 . Dalam hal ini pesantren merupakan lembaga pendidikan yang gigih mempertahankan tradisi. Selain melalui pernyataan para pendirinya tujuan pendidikan pesantren juga bisa diketahui dengan melihat semboyan dan motto yang dikembangkan suatu pesantren. serta bisa menjadi kaya (kaya harta dan hati) supaya tidak tamak. sesuai dengan kebutuhan zaman dan kecakapan yang dimiliki sesuai dengan zamannya. pertentangan khilafiyah dan konflik internal.

29 . Secara tegas KH Imam Zarkasyi menyatakan tujuan pendidikan di pesantrennya adalah untuk "kemasyarakatan dan dakwah Islamiyah" artinya pendidikan diarahkan pada kebutuhan masyarakat muslim pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya serta kepentingan dakwah Islamiyah. rumusan biasanya sekitar hal-hal berikut: • • • Membangun masyarakat melalui pendidikan Dakwah Islamiyah Mempersiapkan generasi muda muslim dengan membekali mereka pengetahuan agama dan umum.Berkenaan dengan tujuan pendidikan pesantren. bagi pesantren-pesantren baru yang lebih modern biasanya telah merumuskan tujuannya dalam bentu visi dan misi pesantren.

Seseorang disebut kyai antara lain karena ia dianggap menguasai keilmuan keislaman yang berhubungan erat dengan kitab kuning. Sistem pengajian pesantren yang diselenggarakan di masjid juga cocok karena yang diaji adalah kitab kuning. Literatur Pesantren 1. masjid. Disebut demikian karena kitab-kitab tersebut dikarang lebih dari seratus tahun yang lau. kyai. Kitab kuning sebetulnya merupakan ciri penting yang tidak dapat dibuang dari pesantren. dan mengucapankannya secara fasih. Pendek kata. Keadaannya yang gundul itu pada sisi lain ternyata merupakan bagian dari pembelajaran itu sendiri. setidaknya hingga hari ini.BAB II MATERI PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN A. Pembelajaran kitab-kitab gundul itu keberhasilannya antara lain ditentukan oleh kemampuan membuka kegundulan itu dengan menemukan harakat-harakat yang benar. Kitab kuning sering disebut al-kutub al-qadimah. santri dan pondok yang merupakan elemen penting pndok pesantren. Ada juga yang menyebutkannya sebagai al-kutub al-shafra’ atau “kitab kuning” karena biasanya kitabkitab itu dicetak di atas kertas berwarna kuning. Ciri lain dari literatur yang dipergunakan di pesantren itu ialah beraksara Arab Gundul (huruf Arab tanpa harakat atau syakal). Asal-usul dan jenis Satu hal penting yang jarang disebut para ahli ketika mengidentifikasi ciri-ciri fisik pesantren ialah kitab kuning sebagai literatur khas pesantren. tidak dapat dipisahkan dari kitab kuning. sesuai kertas yang tersedia waktu itu. 30 .

maupun dengan menggunakan bahasa lokal yang ditulis dengan huruf Arab Melayu (pegon). Keempat. Akan tetapi.C. bahasa. seorang peneliti dari Belanda. van den Berg dalam penelitian sebelumnya. beberapa ulama atau kyai di Nusantara mulai menyusun kitab sendiri. mulai diadopsinya kitab-kitab yang tadinya dianggap tabu karena tidak sealiran dengan faham pesantren. Kitabkitab al-‘ashriyyah ini mulai masuk ke Indonesia. Menurut Martin van Bruinessen. topik. yang ditandai oleh kemudahan orang-orang Indonesia 31 . baik dengan menggunakan Bahasa Arab. pada akhir abad ke-20 ini judul kitab-kitab kuning yang beredar dikalangan kyai di pesantren-pesantren Jawa dan Madura jumlahnya mencapai 900 judul. pada akhir abad 19. hanya menemukan 54 judul saja. sejalan dengan perkembangan teknologi pada awal abad 20. Bentuknya bermacam-macam. maupun pembahasannya. Ketiga. Meningkatnya jumlah judul kitab itu sebetulnya disebabkan oleh beberapa hal.W. Kedua. banyak kiyai yang mulai menulis kitab sendiri. Pertama. yang banyak dimiliki para kyai dan diajarkan di pesantren di Indonesia adalah kitab-kitab yang umumnya karya ulama-ulama madzhab Syafi’i (Syafi’iyyah). pesantren juga mulai mengaji kitab-kitab al-‘ashriyyah.Al-kutub al-qadimah itu jumlahnya sangat banyak. Ada yang merupakan tashnif (karangan sendiri) dengan kitab-kitab yang berasal dari Timur Tengah sebagai rujukan. Padahal L. ada yang menyusun sendiri tetapi merupakan penggabungan dari topik-topik atau bidang-bidang yang sudah ada (iqtibas). misalnya kitab-kitab di luar madzhab Syafi’i. karya ulama modern. dan ada yang melakukan penyederhanaan (mukhtashar) terhadap kitab-kitab yang ada dalam rangka penyesuain materi.

Hampir seluruh pesantren di tanah air mengajarkan bidang aji yang sama. sebagai upaya mewujudkan manusia yang tafaqquh fi al-din. relevansi materi. fungsi yang diemban pesantren tidak keluar dari itu. Kairo. dan ilmu-ilmu yang berguna dalam mengembangkan wawasan seperti: Mantiq. Sharaf atau morfologi. yang sering digolongkan ilmu-ilmu yang fardlu ‘ain. Karena itu. atau setidaknya disusun pada masa lalu . yang mencakup: Aqidah. Bidang kajiannya meliputi ilmu-ilmu terapan. Fiqih. yang biasanya mencakup: Nahwu atau sintaksis. Banyak diantara mereka yang mengaji ataupun berhaji kemudian mengirim dan membawa pulang kitab-kitab al‘ashriyyah yang memang beredar di tempat-tempat itu. Yaman dan pusat-pusat belajar lain di Timur Tengah. Cara pesantren yang umumnya mengandalkan pada kitab kuning sesengguhnya memiliki kelemahan tersendiri.untuk melakukan ibadah haji dan belajar. Tafsir. Hadits. dan Tarikh Islam. Ushul Fiqh. Kesamaan tersebut dapat dilihat dari jenis-jenis bidang aji (bidang kajian) yang diajarkan di pesantren. baik di Makkah. Kitab kuning yang di-aji di pesantren itu pada dasarnya adalah kitab-kitab yang materinya dianggap relevan dengan tujuan pesantren sendiri. Kitab-kitab kuning umumnya bukan disusun oleh ulama Indonesia. Tajwid (al-Qur’an). Hanya saja perhatian terhadap kelompok ilmu yang terakhir ini memang masih terbatas dan belum merata. yang dikenal dengan ilmu-ilmu keislaman. Baghdad. dan tingkat pembahasannya belum tentu sesuai dengan tuntutan 32 . dan Ilmu Alat (Bahasa Arab. Akhlaq-Tasawuf. Ilmu Tafsir. yakni mendidik dan mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam. dan Balaghah). Ilmu Hadits . Madinah. kuantitas materi. Kendati pola pendidikan yang diselenggarakan di pesantren cukup beragam.

menambah materi pembelajaran dengan ilmu-ilmu umum serta ketrampilan-ketrampilan khusus. Bila dilihat dari gaya penyajian atau pemaparannya. Latar belakang penyususn (mushannif) juga akan menyebabkan perbedaan cara pandang dan cara penyajiannya. 2. Kedua. antara lain: Pertama.kebutuhan dan kemampuan santri di Indonesia saat ini. kitab kuning dapat dikelompokkan menjadi: 33 . Namun. qira’at. Menyadari itu. kaligrafi. komputer dan lain sebagainya. dan Ketiga. beberapa pesantren yang telah melakukan pembaharuan melakukan langkah-langkah akomodatif. seperti pertanian. Penulisan kitab yang dilakukan pada masa yang lebih tua (salaf) biasanya menggunakan bahasa yang lebih rumit dari yang ditulis belakangan (khalaf). tidak mengambil secara keseluruhan materi-materi yang ada pada suatu kitab dari kitab-kitab kuning itu. Hal ini menjadikan kitab-kitab di pesantren merupakan khazanah ilmu yang unik dan sekaligus kaya. melainkan menyesuaikannya dengan menangguhkan materi-materi yang belum dianggap perlu dan menambahnya dengan muatan-muatan baru berdasarkan kekhususan dan kebutuhan tertentu. Pola Penyajian dan Penulisan Kitab-kitab yang menjadi bahan kajian di pesantren tidak ditulis pada masa yang sama. walaupun berada pada masa yang sama dan dalam madzhab yang sama pula. pada saat yang sama juga berpotensi menimbulkan banyak masalah. koperasi dan bisnis. memberikan perhatian yang memadai terhadap ilmuilmu yang berpotensi memperluas wawasan. sesuai dengan perkembangan bahasa Arab itu sendiri. Penulisnya pun memiliki latar belakang yang beragam. peternakan.

atau Alfiyah ibn Malik. jika bukan 34 . tidak seperti sekarang. Pada umumnya tujuan pemaparan dengan cara ini ialah untuk mempermudah. Contoh kitab ini misalnya Hidayat al-Shibyan. Walaupun perlu diketahui bahwa pola tulis bahasa Arab pada kitab-kitab tua sebetulnya cukup rumit. Kitab kuning jenis ini adalah yang paling umum. terutama bagi pemula dengan asumsi bahwa santri-santri pemula lebih senang terhadap nyanyian dan pada sat yang bersama penghafalan lewat lagu itu juga lebih mudah. disamping belum berkembangnya atau mungkin belum dimanfaatkannya secara baik tanda-tanda baca (adawat al-tarqim). yaitu untuk memahaminya memerlukan kemampuan bahasa yang lebih tinggi karena nadzam dalam pembuatannya tidak jarang memerlukan variasi. Kitab-kitab kuning yang memanfaatkan gaya ini cukup banyak. Dibanding dengan pola natsr. Termasuk dalam kategori ini misalnya kitab al-Maqshud. penyajian dengan menggunakan nadzam ini lebih bertujuab untuk meringkas dan memudahkan menghafalnya juga. Dan itu dilakukan tidak terbatas pada kitab-kitab untuk pemula saja. b) Kitab-kitab nadzam Cara penyajian materi yang lain ialah dengan menggunakan nadzam atau syi’ir (sair). Keuntungannya ialah bahwa materi dapat dipaparkan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah.a) Kitab-kitab natsr (esai) Kitab natsr ialah kitab yang dalam menyajikan atau memaparkan materinya menggunakan essai (natsr). pola nadzm ini memiliki kesukaran tersendiri. Untuk tingkat lebih atas. Bentuk kalimatnya biasanya panjang. dengan menggunakan kata ganti (dhamir) yang berulang sehingga sulit mencari rujukanya (‘aaid). ‘Imrithi.

baik karena menarik dan mudah difahami. Sebetulnya nama matn itu baru terjadi ketika pada kitab itu dilakukan pengembangan. Kitab syarh adalah kitab perluasan (komentar) tingkat pertama. Karena itu kitab matn dapat berupa kitab natsr maupun kitab nadzm. Variasi gaya pemaparan. kelihatannya tidak dapat dilepaskan dari ikhtiar para penulisnya agar kitab-kitabnya dapat berfaidah. matn Taqrib. atau karena memberikan informasi atau pengetahuan yang lebih banyak. al-Jami’ al-Shahih karya Imam Muslim dan seterusnya. Bila dikaji dari Format penyajian. Itulah sebabnya pola natsr dikatakan lebih mudah dan sederhana. matn Alfiyah. Contoh kitab kuning yang termasuk kelompok ini adalah: kitab matn alAjurumiyah.penyimpangan. Shahih Bukhari. 2. baik menjadi syarh maupun dalam bentuk hasyiah. memberi komentar atau memperluas penjelasan dari suatu kitab matn. Kitab Matn Kitab matn pada dasarnya adalah kitab asal atau kitab inti. dari pola tata bahasa yang biasa digunakan dalam natsr. Kitab kuning yang masuk ke dalam kelompok syarh misalnya adalah kitab Asymawi yang menjelaskan lebih jauh isi teks kitab alAjurumiyah. Kitab Syarh atau Hasyiyah Kitab jenis kedua ini merupakan kitab yang secara khusus mengulas. Dalam semangat seperti itulah maka rupanya kitab kuning juga memiliki variasi dalam format penyajiannya. maka Kitab Kuning dibagi menjadi : 1. kitab Hall al-Maqal min Nadzam al-Maqshud yang memberi komentar dan 35 . sedangkan kitab yang memperluas lebih lanjut kitab syarh disebut hasyiah.

karena yang terakhir ini sesungguhnya merupakan kitab komentar atas Alfiyah Ibn Malik. maka teks syarh lebih banyak dan panjang dari teks matn. pola penyajian seperti ini tidak berlaku secara keseluruhan. Karena sifatnya yang demikian. Pemisahan antara teks matn dan syarh dilakukan dengan memberi tanda kurung yang membingkai teks syarh. Pada beberapa kitab lain. Sedangkan syarh merupakan teks penjelas atau komentar terhadap matn yang terletak di bagian dalam atau tengah dari setiap halaman kitab. Kitab kuning yang termasuk kelompok ini misalnya adalah kitab Alfiyah ibn Malik yang merupakan ringkasan dari 36 . Matn merupakan teks inti dari sebuah kitab yang ditulis pada bagian pinggir (margin) sebelah kanan dan kiri. c) Kitab Mukhtashar Kitab Mukhtashar adalah kitab kuning yang menyajikan materinya dengan cara meringkas materi suatu kitab yang panjang lebar untuk dijadikan karangan singkat tetapi padat. Dapat dikategorikan hasyiah ialah al-Shabban yang merupakan komentar dari al-Asymuni.penjelasan atas kitab al-Maqshud. Karena sifatnya sebagai penjelas. penyajian materi dibedakan antara teks matn dan teks syarh ke dalam kitab sendiri-sendiri tidak disatukan dalam satu kitab sebagaimana pola penyajian yang dilakukan di atas. Dahlan Alfiyyah yang mengomentari Alfiyah ibn Malik serta kitab Kaylani yang mengulas kitab al-‘Izz dan kitab al-Iqna’ yang mensyarah kitab al-Taqrib. Kitab kuning secara umum ditulis dengan menggunakan format (lay out) yang terdiri dari dua bagian: matn dan syarh. sedangkan matn berada di luar kurung bingkai ini. kitab ini dengan kata lain merupakan kitab ringkasan yang hanya memuat pokok-pokok masalah. Akan tetapi.

Adakalanya. kitab matan untuk tingkat pemula. memperbaharui istilah. sebagai pengkayaan bahan aji. tidak selalu. Dengan melakukan ringkasan ini. yaitu pola matan. Biasanya. sebagian kitab itu juga didiskusikan secara terbatas diantara mereka. kedua. Walaupun tidak selalu. tafsir. tingkatan-tingkatan ini juga kadangkala ditentukan oleh pola penyajian kitab itu sendiri. seperti kitab kuning yang menyajikan materi sejarah. atau kitab Lubb al-Ushul yang meringkas kitab Jam’ al-Jawami’ karya as-Subki. Adapun bila dilihat dari kandungan maknanya. menyaring informasi atau melengkapi data.kitab al-Kafiyah. dan ada untuk tingkat tinggi (‘aly). dan khasyiyah. ada yang untuk tingkat menengah (wustha). Kitab-kitab yang diajarkan kepada santri itu bertingkat. dan hadits. kitab kuning yang berbentuk penawaran atau penyajian ilmu secara polos (naratif). kitab kuning dapat dibagi menjadi dua: pertama. Yang menjadi dasar ialah tingkat informasi atau kesulitan kitab itu sendiri. syarah. Atau karya paling akhir dari jenis ini ialah Mukhtashar Ibn Katsir karya Ali al-Shabuni yang merupakan ringkasan dari kitab tafsir Ibn Katsir. B. kitab kuning yang menyajikan materi berbentuk kaidah-kaidah keilmuan seperti kitab-kitab yang membahas nahw. Ada kitab yang disediakan untuk tingkat pemula (awwaliyah). Bahkan kebanyakannya merupakan bacaan para ustadz dan kyai. dan hasyiah untuk tingkat tinggi. dan sejenisnya. Namun. syarh untuk menengah. hal lain yang biasanya dilakukan ialah menyederhanakan kalimat. Penjenjangan Materi Pengajian Tidak seluruh kitab keislaman berbahasa Arab yang beredar di kalangan pesantren diajarkan kepada santri. mushthalah al-hadits. ushul al-fiqh. Pola lain 37 .

dan muthawwalah yang memberikan tambahan penjelasan yang lebih banyak. perpindahan dari satu tingkat ke tingkat yang lain. dan dari wustha ke ‘aly pada dasarnya terbuka luas. Sehingga sangat mungkin kitab yang diajarkan pada satu pesantren berbeda dengan yang diajarkan pesantren lain. sistem ini sebetulnya merupakan penerapan “belajar tuntas. Bagi kyai.” dalam pengertian bahwa seorang santri diharapkan menyelesaikan dulu secara 38 . “ijazah” itu diberikan kepada santri yang diketahui rajin dan diyakini berkemampuan serta mengikuti balag-nya dari awal hingga akhir. dalam hal ini santri. atau secara negatif tidak terkontrol. Para kyai di pesantren biasanya hanya menyediakan pengajian atau balaghnya saja. walaupun dalam tingkatan yang sama. para kyai umumnya menjalankan sistim “ijazah” atau izin kepada santrinya untuk mengajarkan ilmu yang diperolehnya kapada orang lain. Catatan yang cukup menarik dalam sistem pembelajaran di pesantren ialah : Prtama. Kedua. Umumnya. Adalah amat bagus bahwa judul dan jenis kitab yang beredar amat banyak. mubassathah atau mutawassithah yang tampaknya berisai tambhan penjelasan. Hal itu memberikan banyak pilihan terhadap kitab-kitab yang hendak diaji untuk setiap tingkatnya. namun bukan syarah atau bukan pula khasiyah. Pembagian tingkat kitab pembelajaran itu sendiri dari sisi lain memang merupaka suatu kebutuhan dan usaha pedagogis untuk memenuhi keragaman tingkat kemampuan pembelajar. Sepenuhnya diserahkan kepada santri. yaitu dari tingkat awwaliyah ke tinggkat wustha.dalam penyajian kitab yang tampaknya memperkuat kecenderungan pembagian tingkatan itu ialah adanya kitab-kitab jenis muchtashar yang merupakan ringkasan dari kitab yang ada.

Dengan demikian. apa yang diajarkan dalam ilmu Fiqh tidak dilepaskan dari hubungannya dengan akhlaq atau dengan aqidah. seorang santri telah mencapai tarap tinggi dalam pengetahuan tertentu. Kalau diikuti latar belakang historis dari penjenjangan pengajian di pesantren. tetapi penguasaan terhadap ilmu-ilmu mantiq. Misalnya. seperti tergambar di atas. sering terjadi sebuah kesenjangan kemampuan yang cukup merugikan santri sendiri. Pada pesantren yang telah lebih maju. 39 . Hal serupa sangat mungkin terjadi dalam bidang aji Tafsir ataupun Hadits. Ketiga. Sebetulnya sistem ini pulalah yang memberikan mekanisme kontrol diri kepada para santri untuk tetap pada tingkatnya atau melanjutkan ke tingkat di atasnya. penguasaan atas materi fiqh itu lalu bersifat mekanistik atau hafalan saja. atau dengan penetapan kurikulum yang harus ditaati oleh setiap santri. sebelum ia diperkenankan pindah ke kitab lainnya yang setingkat atau lebih tinggi.tuntas sebuah kitab. Sebagai akibatnya. Inilah yang sekarang dikenal denga prinsip korelasi. Namun. dan kurang mampu untuk dihadapkan pada situasi yang berbeda dan berubah di lapangan kehidupan nyata. ushul fiqh dan qawa’id fiqh masih berada di tingkat awal. Sering terjadi. nuansa komprehensif dari pengetahuan santri bisa terpelihara. pesantren dalam hal pemilihan bidang aji dan penjenjangannya. perlu diakui bahwa dengan sistem liberal. namun ternyata masih berada pada kemampuan tingkat awal pada pengetahuan dasar-dasar metodologisnya. pembelajaran di pesantren selalu menjaga keterkaitan materi pada suatu mata aji dengan mata aji lainnya. Misalnya seorang santri berada pada tingkat tinggi dalam fiqih. hal tersebut telah dicoba diatasi dengan pengaturan dan kontrol program setiap individu santri.

Kerangka ini biasanya menjadi penunjang bagi semua pendekatan di atas C. sesuai dengan jenjang yang diakui selama ini. dalam pengertian bahwa pembahasan sebuah topik aji diberikan pembahasan latar belakangnya secara tuntas. teks dari Fath al-Qarib dan Fath al-Mu’in menjadi materi untuk tingkat menengah serta al-Muhhalla menjadi materi untuk tingkat tinggi. Adapun hal-hal tersebut 40 . Pendekatan kemasyarakatan yang jelas yaitu dengan jalan senantiasa dikemukakan dampak sosial dari setiap kegiatan seorang muslim dalam menunaikan kewajiban agama. Materi pembelajaran Dalam pelaksanaan kurikulum ini perlu diperhatikan hal-hal yang memungkinkan pendidikan di benar-benar efektif dan efisien.maka beberapa pendekatan biasanya menjadi bahan pertimbangan untuk memperoleh susunan materi pembelajaran yang mudah diterima para santri: Penggunaan kategorisasi yang diterapkan pada teks-teks tersebut. maka pokokpokok yang dikandung oleh teks-teks Matn Taqrib menjadi materi untuk tingkat dasar. Pendekatan sosio-historis. apa yang disajikan dalam tafsir-tafsir klasik bil ma’tsur sudah mengarah demikian. Pendekatan ini sesungguhnya merupakan pendekatan yang umum dipakai di pesantren. hikmah tasyri’ dan seterusnya. Walaupun masih perlu pengolahan. misalnya dalam bentuk asbabun nuzul. Kalau materi pelajaran Fiqh sebagai contohnya. Pendekatan studi kasus atau faktual. Dengan pendekatan ini kejadian-kejadian yang terdapat dalam realitas kehidupan mendapatkan pembahasan secara tuntas dari berbagai bidang aji.

sikap masa bodoh. dalam pengajaran bab pertama (Kitabut Thoharoh). Unsurunsur yang demikian akan menimbulkan motif dan minat si santri untuk belajar. dilihat serta dirasakan santri. Dalam penyampaian bahan pelajaran. yang dapat menyebabkan kegagalan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dalam pengajaran materi fiqh (seperti yang dipakai adalah Kitab Al-Umm karya Imam Syafi’i). Fleksibilitas Program Pembelajaran Fleksibilitas Program digunakan dalam melaksanakan kurikulum. santri langsung menyaksikan praktek Wudlu atau disuruh mencontohkan. Dengan kata lain contoh itu terdapat dalam kehidupan santri sehari-hari. Jiwanya merasa tertekan. seolah-olah dirinya dipaksa untuk belajar. pembelajaran akan lebih efektif apabila setelah menerangkan (baik menggunakan metode Bandongan atau tarjamah). Misalnya. kemampuan. Ustadz/guru memperhatikan santri (kecerdasan. sehingga sifat kebosanan akan hilang. sehingga perhatian dan minat tidak terpusat lagi kepada pelajaran yang diterangkan oleh Ustadz/guru. Keadaan demikian akan menimbulkan kejengkelan. contoh-contoh yang digunakan oleh Ustadz/guru ketika menerangkan sebaiknya contoh yang pernah dialami. pengetahuan yang telah dikuasai).adalah sebagai berikut : 1. Mungkin hal ini tidak menjadi masalah di bebrapa Madarasah Diniyah yang masih menerapkan pendekatan belajar adalah kasbul 41 . bahan pengajar sesuai dengan kemampuan santri. Bahan pelajaran dan metode mengajar yang tidak sesuai dengan keadaan santri akan menimbulkan kontradiksi dalam diri santri. metode-metode mengajar yang akan digunakan disesuaikan dengan sifat bahan pengajaran dan kematangan santri. kebosanan.

Berorientasi Kepada Tujuan Sebagaimana telah diungkapkan di muka. Dalam hal Fleksibilitas Program mungkin dapat diupayakan suatu inovasi dari pada yang tersedia dalam susunan program Misalnya seluruh bahan pelajaran Tafsir (Biasanya Tafsir Jalalain . dan Tafsir al-Munir) jatah alokasi waktu I tahun dapat dituntaskan dengan belajar berturut-turut dan suatu konsentrasi waktu tanpa diselingi mata pelajaran lain.Barokah (mencari berkah) sebagaimana yang didokrinkan dalam Kitab Ta’limul Muta’allim karya Az-Zarnuji. Tetapi di yang berorientasi kepada hasil belajar. Proses Pembelajaran harus berorientasi kepada Tujuan. Pemilihan kegiatankegiatan dan pengalaman-pengalaman belajar yang fungsional serta obyektif diperlukan kriteria yang jelas dan didasarkan pada ilmu pengetahuan dan perubahan masyarakat. 2. bahwasannya Tujuan Pembelajaran (baik tujuan khusus maupun tujuan umum) di di Pondok-pondok tidak diungkapkan secara explisit dan terpola dalam formart GBPP (Garis-Garis Besar Program Pengajaran). Tujuan ini biasanya terdapat dalam bagian pendahuluan kitab yang akan diajarkan. Proses identifikasi ini di dalam perumusan tujuan berlangsung dari tingkat yang umum (tujuan institusional) sampai kepada tujuan yang paling khusus 42 . Shofwatut Tafasir. Yang penting bahan pelajaran tiap mata pelajaran dalam I tahun dapat diselesaikan dalam tahun yang sama. maka perlu diperhatikan hal ini. Jadi sebelum menentukan waktu dan bahan pelajaran terlebih dahulu ditetapkan tujuantujuan yang harus dicapai oleh santri / murid dalam mempelajari suatu mata pelajaran (bidang studi).

Nadzam Aly al-Bari) yang mengandung pendekatan spiral. Karena banyaknya bahan pelajaran serta padatnya kegiatan yang menyita perhatian. Taysir alKhallaq. Wustha dan `Ulya. Efektifitas dan Efisiensi Tujuan utama menyelenggarakan di Pondok adalah pembentukan pribadi (character building). yang harus diterapkan ketika menyusun program-program pengajaran dari Madrasah tingkat Awaliyah (‘Ula). al-Tahliyyah wa al. Misalnya dalam satu mata pelajaran Aqidah Akhlak (menggunakan Kitab Akhlaq lil Banin. transformasi ilmu pengetahuan. 3. Dalam menyusun jadwal pelajaran tidak boleh terlalu ketat berpegang pada alokasi waktu dalam susunan program.(tujuan pembelajaran khusus). energi dan waktu santri.Targhib. Para pelaksana (terutama Ustadz/guru) diharapkan dapat memahami hubungan fungsional 43 . 4. perluasan serta pengalaman suatu pokok bahasan dari tingkat pendidikan ketingkat berikutnya harus disusun secara berencana dan sistimatis. maka penyelenggaraan poses pembelajaran harus diupayakan seefektif dan seefisien mungkin. Misalnya bosan pengajaran yang dialokasikan perminggu dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat dengan sistim paket atau pesantren kilat pada hari Ahad. Atas dasar pertimbangan di atas maka waktu yang tersedia harus benar-benar dimanfaatkan bagi pengembangan kepribadian santri sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan Madrasah Diniyah. Kontinuitas Dalam pelaksanaan kurikulum di pondok selalu diusahakan adanya hubungan hierarkis fungsional. dan pengkaderan Ulama.

Akan tetapi. Berikut ini adalah gambaran sekilas dari masing-masing bidang ilmu. timbulnya akidah didalam hati. Kitab-kitab kuning yang dipakai di di Pondok Pesantren bila dikelompokkan menurut materi (disiplin /cabang ilmu) dikelompokkan menjadi 11 bidang disiplin ilmu. Terikat tidak retak lagi. Secara bahasa.dan hierarkis antara mata pelajaran yang diberikan pada tingkat Awaliyah. Bidang Aqidah / Ilmu Tauhid Aqidah diambil dari bahasa Arab. 1. aqidah artinya mengikat tepi-tepi barang atau mengikatkan suatu sudut pada sudut lain. Wustha. Kemudian dapatlah suatu kesimpulan pandangan. Sebab itu maka suatu 44 . yang banyak dimiliki para kyai dan diajarkan di pesantren di Indonesia adalah kitab-kitab yang umumnya karya ulamaulama madzhab Syafi’i (Syafi’iyyah). Kalau telah ber-aqidah berarti hati manusia telah terikat oleh suatu kepercayaan atau pendirian. ialah setelah lebih dahulu fikiran itu terbang dan kemudian lepas entah kemana. lalu menjadi keyakinan. dan `Ulya tiap tingkatan. Judul kitab-kitab kuning yang beredar dikalangan kyai di pesantren-pesantren Jawa dan Madura jumlahnya mencapai 900 judul. Jadi. Ciri lain dari literatur yang dipergunakan di pesantren itu ialah beraksara Arab Gundul (huruf arab tanpa harakat atau syakal). Kitab kuning sebagai materi kurikulum utama dalam proses pembelajaran di di Pondok Pesantren sering disebut al-kutub al-qadimah. Tidak berujung dan tak tentu tempat hinggap. sesuai kertas yang tersedia waktu itu. al-kutub al-shafra’ atau "kitab kuning" karena biasanya kitab-kitab itu dicetak di atas kertas berwarna kuning. artinya ikatan. asal kalimat ialah aqada dipindahkan menjadi aqidah. Al-kutub alqadimah itu jumlahnya sangat banyak.

‘Aqidat al-‘Awam. Orang yang beri’tikad didalam suatu perkerjaan tidaklah mau mengerjakan suatu atau menginggalkan suatu pekerjaan dengan tidak berfikir. Khoridat al-Bahiyah. karena biasanya syair-syair ini diucapkan dengan dilagukan sesuai selera santri itu. dan surat-surat pendek yang ada dalam Juz ‘Amma (Juz Tiga puluh). Tijan Darari. Umm al-Barahin. Lantaran turut-turutan belumlah bernama aqidah. Iman. Qatr al-Ghats. Sedangkan untuk tingkat menengah kitab yang dapat dan biasa diajikan adalah : Kifayat al-Awam. Kitab-kitab Tajwid yang biasa diajarkan: Syifa al-Jinan. alDar al-Farid. Kitab-kitab ini berisikan uraian-uraian tentang ilmu tajwid yang disajikan dalam bentuk syair sehingga guna memudahkan santri pemula dalam mengingatnya. Ma’rifatullah. Matn al-Bajuri. 2.pendapat yang tidak timbul dari pertimbangan akal fikiran yang lantaran hanya taklid buta. Pada tingkat ‘Ula (Awwaliyah) pengajaran membaca al-Qur’an itu diarahkan pada bacaan-bacaan yang ada dan diperlukan dalam shalat. khususnya surat al-Fatihah yang merupakan bacaan wajib dalam setiap sholat. Adapun untuk tingkat tinggi sering diajarkan kitab-kitab seperti al-Husn al-Hamidiyah dan Fajr al-Shadiq. 45 . Aqidah / Tauhid memiliki cabang-cabang yaitu Tauhidullah. Sanusiyah. Bidang Tajwid (Baca al-Qur’an) Tujuan dari pengajaran al-Qur’an di di Pondok adalah membentuk kemampuan membaca secara benar (fasih) dalam ucapan setiap hurufnya (Makhraj). Beberapa kitab yang biasanya diajarkan untuk tingkat Ula ialah: Aqidah al-Diniyyah. Arasy dan Al-Haqq. dan jaudah (baik) dalam bacaan (persambungannya). atau Tuhfat al-Athfal. Nadzam Hidayat al-Shibyan. rezeki. Kesimpulan berfikir adalah i’tikadnya. al-Jawahir al-Kalamiyyah.

hablun minannass (hubungan horisontal) serta dalam hubungannya dengan alam sekitar atau makhluq lainnya. akan tetapi mereka juga mampu mengajarkannya kepada orang lain kelak. Hilyat al-Thilawah wa Zinat al-Ada wa al-Qiraat. apa hukum bacaan tersebut serta berapa panjang nada bacaan itu dan seterusnya. Kitab-kitab tajwid serta kitab Qira'at as-Sab’ah karya Imam Mujahid. Nadzam Jazariyyah.Tujuan pengajaran pembacaan al-Qur’an pada Wustho (lanjutan) di Pondok Pesantren adalah santri dapat menjelaskan alasan-alasan mengapa suatu huruf dibaca demikian tetapi pada tempat lain dibaca beda. Bidang Akhlaq/Tasawuf Tujuan pembelajaran Akhlaq/Tasawuf adalah membentuk santri agar memiliki kepribadian muslim yang berakhlaq karimah baik dalam hubungannya dengan Allah atau hablum minallah (hubungan vertikal) maupun dalam hubungannya dengan sesama manusia. Dari itu. Tujuan dari pembelajaran pembacaan al-Qur’an tingkat Ulya (tinggi) adalah agar santri yang telah menguasai pengetahuan tentang tajwid juga memiliki pengetahuan perbedaan-perbedaan pembacaan al-Qur’an menurut versi Imam yang tujuh. maka materi yang dipilih untuk diajarkan di pesantren ialah mengenai sifat-sifat mahmudah seperti pengendalian diri. Kitab-kitab Tajwid yang biasa menjadi bahan aji adalah: Al-Khoridat alBahiyyah. Bahkan terkadang alasan-alasan yang diberikan santri harus didukung oleh dalil dari teks kitab tajwid tertentu. atau Siraj al-Qaari. sikap dan tatakrama sebagi pencari ilmu 46 . Hal ini dimaksudkan agar para santri tadi tidak hanya mampu memahami dan menerapkan pengetahuannya tentang tajwid ini untuk dirinya. 3.

serta kepada sesama makhluq. sikap dan tatakrama dengan teman sebaya. tetangga dan lingkungan sekitar serta menumbuhkan sikap kecintaan kepada Allah dan rasul-Nya. teman sebaya. tentangga dan lingkungan sekitar. Risalat al-Mu’awanah. Bidayat al-Hidayah. kepada Rasul-Nya. Kitabkitab ini pada dasarnya menyajikan materi pendidikan akhlaq yang meliputi pokokpokok akhlaq yang berhubungan dengan keluarga.yang akan berhubungan baik dengan guru maupun dengan ilmu itu sendiri. Tujuan pembelajaran akhlaq pada tingkat Ula / dasar adalah agar para santri memiliki akhlaq yang mulia ketika berhubungan dengan orang tua. Taysir al-Khallaq. sikap dan tatakrama dengan orang tua atau sebagai orang tua. dengan yang lebih tua dan semisalnya. Pada di Pondok Pesantren tingkat Wustho (lanjutan) kitab yang digunakan : Ta’lim al-Muta’allim. Pelajaran akhlaq yang disampaikan oleh kitab-kitab itu menjelaskan tentang akhlaq kepada Allah. al-Tahliyyah wa al-Targhib. yang semuanya menyangkut kehidupan keseharian manusia. Tujuan pembelajaran akhlaq untuk tingkat menengah adalah membentuk santri 47 . bahkan sikap dan tatakrama seorang isteri kepada suami dan sebaliknya. Nashaih al-‘Ibad. al-Riyadh al-Badi’ah. Nashaih al-Diniyyah. Nadzam Aly al-Bari. Ini semua dilakukan karena dilandasi oleh kecintaan kepada Allah di atas kecintaan kepada segala-galanya. kepada orang tua. Kitab yang digunakan : Akhlaq lil Banin serta Akhlaq lil Banat. kepada sesama manusia. pelajaran yang disajikan oleh kitab-kitab ini adalah memperdalam serta memperluas apa yang telah diberikan pada tingkat awal ditambah dengan hubungan kemasyarakatan serta pengenalan akan ajaran-ajaran tasawuf. Di samping itu.

yang ber-akhlaqul karimah dalam hubungannya dengan Allah. mampu memastikan ucapan (harakat) nya pada kedudukannya yang berbeda-beda dalam kalimat (jumlah). dapat mengenali jenis-jenisnya. tetapi lebih diwarnai oleh corak tasawufnya dan dengan penjelasanpenjelasan yang lebih filosofis. Tujuan pembelajaran akhlaq/tasawuf pada tingkat tinggi adalah agar para santri memiliki wawasan akhlaq yang lebih menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan sehingga perilaku mereka dihiasi oleh akhlaq al-karimah yang dibimbing oleh hati yang suci. Balaghah. Kitab-kitab yang diajarkan adalah antara lain Kifayat al-Atqiya. mampu mengenali dan 48 . bahkan Manthiq (Logika). Sharaf. Bidang Bahasa Arab (Nahwu – Sharaf) Bahasa Arab yang diajarkan di di Pondok Pesantren terfokus kepada pengkajian ialah "ilmu alat" yang biasanya meliputi Nahwu. Mau’idzat alMu’minin. Tujuan pembelajaran akhlaq/tasawuf pada tingkat tinggi adalah agar para santri memiliki wawasan akhlaq yang lebih menyeluruh dalam setiap aspek kehidupannya sehingga perilaku mereka dihiasi oleh akhlaq al-karimah yang dibimbing oleh hati yang suci. Pada tingkat Ula (awaliyah) di Pondok Pesantren pengajaran Nahwu dan Sharaf biasanya dimaksudkan agar santri mampu membuat (tashrif) kata-kata (kalam) Arab. 4. dengan sesama manusia serta dengan sesama makhluq yang dilandasi oleh karena kecintaannya kepada Allah Swt. al-Hikam serta Ihya Ulumuddin. Kitab-kitab ini tidak lagi hanya mengulas pelajaran akhlaq.

Pada tingkat menengah dan tinggi tujuan yang diharapkan sama. jika akhlaq memperhatikan hubungan itu dalam kontek batin atau kejiwaannya. dan Uqud alJuman (karya Jalaluddin As-Suyuthi). Pada tingkat Wustho (lanjutan) kitab yang digunakan biasanya al-Qawaid al-Sharfiyyah. Ajrumiyyah. hanya saja lebih detail dan lebih luas karena menyangkut variasi-variasi dan anomali-anomali kata dan kalimat yang ada dalam bahasa Arab. Kaylani. Materi pelajaran syari’at Islam.membuat jumlah (kalimat) yang berbeda-beda. atau fiqih biasanya dibagi menjadi : • • Ibadah (ibadah dalam arti sempit) Mu’amalat (tentang kerjasama antar manusia semisal jual beli dan lain-lain) 49 . Rahman al-Anshori). maka fiqih lebih menonjolkan pada segi formal dan lahiriah hubungan tersebut. Syarh Ajrumiyyah. Asymani. Qawaid al-I’lal. Imrithi. dan Qawaid al-Natstsar. Ilmu Balaghah biasanya diberikan pada tingkat tinggi untuk mempertajam pemahaman terhadap makna kalimat dan mengenali keindahannya. Amthilatut Tashrifiyah. Mutamminah. Bedanya. 5. Nadzam Maqshud. Al-Bina wa al-Asas. Kitab-kitab wajib yang menjadi acuan utama kalangan pesantren untuk mempelajari bahasa Arab biasanya : Awamil. Sullam al-Munawwaroq. Dan pada tingkat Ulya (tinggi) kitab yang digunakan al-Jauhar al-Maknun (karya Abd. Fath nabb al-Bariyyah. materi aji fiqih menyangkut segi-segi praktis dalam hubungan manusia dengan Allah (ibadah) maupun hubungan manusia dengan manusia (muamalah) dan makhluq yang lain. Bidang Fiqih Seperti akhlaq. dan Alfiyah ibn Malik.

sedangkan mu’amalat diberikan pada tingkat Wustho (lanjutan). I’anat al-Talibin (Sayyid Abu Bakr). Tingkat tinggi biasanya materi yang diajarkan bab munakahat dan jinayat. Selain itu. Fath al-Wahhab.Wahab). Fath al-Qarib Safinat al-Shalah. Fath al-Muin (Zaenuddin bin Abdul Aziz).• • Munakahat (tentang pernikahan) Jinayat (tentang pelanggaran dan pembunuhan) Fiqh Ibadah biasanya diberikan pada tingkat Ula (awwaliyah). al-Mizan al-Kubra (Abu al-Mawahib Abd. Safinat al-Najat (Muhammad Nawawi). al-Iqna’ (Abu yahya Zakariyya al-Ansori). Tujuan Ushul Fiqh santri diharapkan dapat mengetahui proses bagaimana sebuah hukum dihasilkan. al-Umm (Imam Syafi’i). pada tingkat tinggi biasanya dilakukan perluasan wawasan dengan menjangkau pula fiqih-fiqih dari berbagai madzhab. 50 . Minhaj alQawim. Sullam atTaufiq (Muhammad Qasim al-Ghozi). Bidayat al-Mujtahid (Ibn Rusyd). Fiqh pada tataran tertentu adalah produk. al-Mahalli (Jalaluddin bin Ahmad al-Mahalli). Bahjat al-Wasiil. Ushul Fiqih Ushul Fiqh membahas dasar-dasar dan metode untuk menarik (istinbath) sebuah hukum. Tausyih ala ibn Qasim (Muhammad Nawawi al-Jani). al-Fiqh ala Madzahib al-Arbaah (al-Jaziri). dan al- Muhadzdzab Fi Fiqh al-Imam Syafii (Abu Ishaq Ibrahim) 6. Umdat al-Salik. prosesnya dicakup dalam Ushul Fiqh ini. Kitab-kitab yang menjadi referensi utama untuk materi Fiqh adalah: Sullamul Munajat (Muhammad Nawawi). Kifayat al-Ahyar (Imam Taqiyuddin Abu bakr. pencarian dasar-dasarnya. dari sejak menetapkan masalahnya.

atau fiqh. 7. dan Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusd. Untuk tingkat menengah.penetapan alasan-alasannya. Tafsir untuk 51 . dan Faraid al-Bahiyyah karya Abu Bakr al-Yamani semuanya diberikan di tingkat Wustho (lanjutan). Ghayat al-Wushul karya Abu Yahya Zakaria al-Ansori. Pesantren yang sudah mengajarkan tafsir untuk santri pemula biasanya hanya diberikan kitab tafsir "kecil" atau tipis halamannya. pada tahap ini ditingkatkan kajian studi kasus. Jam’ al-Jawami. serta bagaimana alasan itu diolah hingga sampai kepada keputusan tertentu. Bidang Tafsir Tafsir pada santri pemula tetapi mulai diberikan kepada para santri tingkat menengah serta tingkat tinggi. Di samping itu. selain mematangkan apa yang diperoleh pada tingkat pertama. Lathaif al-Isyarat karya Imam Tajuddin Abdul Wahab al-Subhi. Pemberiannya pada tingkat menengah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa sebuah hukum itu lahir dari sebuah proses pertimbangan dan pengolahan yang sistematis metodologis. Pada tingkat ‘Ula (dasar) kebanyakan di pesantren belum memberikan materi ini. Adapun buku-buku teks yang menjadi sumber materi Ushul Fiqh antara lain Waraqatal-Dimyathi ala Syarh al-Waraqat karya Ahmad bin Muhammad al-Dimyati. Pada tingkat Ulya (aliyah/tinggi) kitabnya : Tashil al-Thuruqat. biasanya ditingkatkan melalui perluasan wawasan dengan mengetengahkan secara intensif berbagai ragam proses pembuatan hukum. sehingga dapat memahami dan mentoleransi adanya perbedaanperbedaan produk hukum. sehingga dengan demikian santri diharapkan mampu secara mandiri menetapkan hukum melalui proses-proses standard.

Tujuan pembelajaran tafsir pada tingkat menengah ini adalah agar para santri memiliki pengetahuan tentang makna ayat- 52 . perbandingan penjelasan makna ayat-ayat al-Qur’an dengan kitab tafsir lain.tingkat dasar ini dimaksudkan hanya sebagai pengenalan bagi para santri. Tafsir alMunir. Ketiga. Kitab ini hanya menguraikan penafsiran terhadap ayat-ayat dalam surat Yasin dengan penjelasan singkat bahkan menyerupai pegertian kata-kata (mufradat) sehingga dilihat dari jumlah halamannya kitab ini sangatlah tipis. Keempat. Dalam pengajaran tafsir. Untuk tingkat menengah (Wustho) kitab-kitab tafsir yang banyak dibaca adalah pilihan dari beberapa kitab tafsir. makkiyah-madaniyah. Shafwa al-Tafasir. seperti Tafsir Jalalain. serta nadikh dan mansukh suatu ayat. kemampuan mengetahui kedudukan suatu kata dalam struktur kalimat (i’rab) serta mengetahu dan membedakan makna mufradat (pengertian kata-kata) ayat-ayat al-Qur’an baik ditinjau dari segi morfem (sharaf) maupun persamaan makna katanya (muradif). ataupun bahasa Indonesia. Sebagian pesantren bahkan menggunakan kitab tafsir yang telah disusun oleh kyai setempat. Kelima. dan tafsir-tarsir yang setingkat dengan itu. asbabun nuzul. Kedua. yang biasanya terdiri dari ayat-ayat terpilih dan telah diberi makna (diafsahi) dengan menggunakan bahasa daerah lokal. pada beberapa pesantren tertentu kitab tafsir yang dibaca ditekankan pada kitab tafsir yang bercorak hokum (tafsir ahkam). penekanan utama diberikan pada: Pertama. Kitab tafsir yang menjadi pegangan santri untuk tingkat dasar pada beberapa pesantren tertentu di antaranya adalah tafsir Yasin. kandungan utama ayat itu secara tekstual maupun kotekstual sehingga santri menemukan relevansi ayat itu dalam realitas kehidupan.

Ilm alTafsir karya al-Nawawi. 8. Pada tingkat 'Ula (Awwaliyah) belum diberikan materi Ulumul Qur’an. syarat-syarat untuk menjadi mufassir. Tujuan pembelajaran pada tingkat Wustho adalah agar setelah mempelajari kitab-kitab di atas para santri memiliki pengetahuan dasar tentang ilmu-ilmu yang diperlukan untuk memahami makna al-Qur’an serta mengetahui pola struktur kalimat yang digunakan dalam al-Qur’an. metode menafsirkan al-Qur’an serta ilmu-ilmu lain yang berguna untuk mengenal. Yaitu ilmu-ilmu yang dibutuhkan dan berguna untuk menafsirkan teks al-Qur’an. kaidah-kaidah menafsirkan al-Qur’an. Topik-topik yang dibahas dalam ilmu ini antara lain: apa dan bagaimana al-Qur’an itu. al-Tafsir wa al-Mufassirin karya al-Dzahaby. serta Tafsir al-Maraghi. atau Asrar Tartib 53 . Pada tingkat tinggi kitab-kitab yang bisa diajarkan antara lain adalah. kitab-kitab yang diajarkannya biasanya kitab al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an karya imam Jalaluddin alSuyuthi. mengerti dan memahami teks-teks bahasa al-Qur’an yang bahasa Arab. Bahkan pada beberapa pesantren dipergunakan juga kitab tafsir yang bercorak tafsir bi al-‘ilm (ilmu pengetahuan/science) yaitu tafsir Thanthawi Jauhari.ayat al-Qur’an melalui pemahaman kitab-kitab tafsir hasil karya ulama baik yang klasik maupun moderen. Pada tingkat 'Ulya (Aliyah) atau tinggi biasanya kitab-kitab tafsir yang menjadi materi pembelajaran adalah Tafsir Showi. Tafsir Ayaat al-Ahkam. Bidang Ulumul Qur’an Yang dimaksud dengan Ulumul Qur’an adalah ilmu-ilmu tenteng Al-Qur’an. Di tingkat Wustho. Tafsir Ibn Katsier.

Jelasnya konsentrasi pengkajiannya terpusat pada matan dan dengan pembahasan yang sederhana saja. hadits yang diangkatnya pun biasanya pendekpendek dan mulai dari shahabat. ikhsan atau akhlaq-akhlaq utama. seperti tentang iman. maupun Arbain al-Nawawi karya Imam Nawawi. Kitab-kitab yang banyak digunakan ialah: Tsalats al-Rasail karya Ustadz Abu Said al-Khadimi. hal itu tidak lantas menjadi pembahasan. dengan tetap memberikan perhatian pada kandungan matan. sehingga para santri nantinya mampu melakukan secara mandiri penafsiran yang benar dan memadai terhadap al-Qur’an. Bidang Hadits Pengajian hadits di Ula bertujuan untuk memperkenalkan hadits dengan menonjolkan kandungan materinya. Jadi tujuannya lebih meningkat dari tingkat awal. Arba’ al-Rasail karya Ahmad Zaini Dahlan. Oleh karena itu. Adapun kitab-kitab yang biasa digunakan pada tingkat ini ialah Bulug al-Maram karya al-Hafidz Ibn Hajar al-‘Asqalani. Tujuan pembelajaran Ilmu Tafsir pada tingkat ini biasanya ditekankan pada pemahaman dan penguasaan metodologi penafsiran. 54 . Perhatian kepada sanad hadits mulai ditekankan. dan Mukhtar al-Akhadits yang disusun oleh al-Sayyid Ahmad al-Hasyimi Bek. tentang islam. Jika pun dari kitab yang tersedia dijumpai silsilah sanad yang lengkap. Materi yang dipaparkan biasanya juga merupakan materi-materi utama tingkat dasar pula. corak pengajaran hadits tampak lebih jelas. sesuai dengan kemampuan santri pada tingkat ini.al-Qur’an karya Jalaluddin al-Suyuthi. begitu juga terhadap rijal al-hadits-nya. dengan tidak menampilkan silsilah sanad yang lengkap. Pada tingkat Wustha. 9.

sejarah penulisannya. Materinya meliputi seluk beluk hadits. ‘Ilm Mushtolah al-Hadits karya Abd. Tujuannya adalah penguasaan lengkap terhadap hadits yang dipelajari. Ulum al-Hadits wa Mustholahuh karya Dr. dan kitab-kitab lain yang umumnya sepadan. kualitas dan jenis-jenisnyanya—baik dilihat dari segi matan. Bidang Ulumul Hadits Ilmu-ilmu Hadits atau Ulumul Hadits adalah ilmu tentang seluk-beluk Hadits. Pada tingkat tinggi. serta matan dan variasinya. Mahmud al-Thahhan. dari mulai posisinya sebagai sumber hukum . perawi-perawinya dan seterusnya. Subhi Shalih. sosok dan karakter perawinya. Minhaj Dzawi al-Nadzar karya ulama Indonesia. sanad. Adapun kitab-kitab 55 . berikut asbab al-wurudnya dan materi kandungannya. Subulus Salam. atau keduanya--. 10. Muwatha Malik. al-Manhal al-Latif fi Ushul al-Hadits al-Syarif karya al-Sayyid Muhammad al‘Alawy al-Maliky. cara periwayatannya. biasanya juga ditambah dengan keterampilan Takhrij al-Hadits. kitab-kitabnya. Ilmu Hadits biasanya diberikan kepada santri tingkat Wustho atau lanjutan. Muhammad Mahfudz alTermasi. Pada tingkat ini. Taisir Musthalah alHadits karya Dr. Shahih Muslim. yang meliputi pengetahuan tentang sanad dan variasi sanadnya. Kitab-kitab yang biasa dikaji adalah Minhat al-Mughits karya al-Hafidz Hasan al-Mas’udi.Pada tingkat ‘Ulya /‘Aly pengkajian hadits benar-benar telah memasuki tahap lengkap. kitab yang diharapkan dan sering dipakai ialah kitab-kitab hadits standard seperti Shahih al-Bukhari. dan Riyadlus Sholihin. Qadir Hasan. yaitu bagaimana menetapkan kualitas hadits berdasarkan metode-metode yang ada untuk menentukan status dan kualitas hadits.

Qishotiul Mi’roj.takhrij yang dapat diajarkan untuk tingkat tinggi adalah: Thuruq Takhrij Hadits Rasulillah karya Abu Muhammad Mahdi ibn Abd. Manhaj al-Muhadditsin fi Dhabt alSunnah karya Dr. Sejarah pada masa Khulafa al-Rasyidin baru diberikan pada tingkat Wustho (Lanjutan). Qadir ibn Abd. Mahmud Ali al-Fayyad dan sebagainya. materi biasanya penekanannya tidak terbatas pada fakta sejarah. Bidang Tarikh (Sejarah Islam) Tarikh atau sejarah Islam diajarkan di di Pesantren bertujuan untuk mengenal secara kronologis pertumbuhan dan perkembangan umat Islam semenjak masa Rosulullah hingga masa kehidupan Turki Ustmani. namun menjangkau makna di balik fakta itu. Pada tingkat tinggi. dan Durr Tarikh al-Islam. Pada tingkat. Kitab yang dipakai biasanya Kulasahoh Nurul Yaqin. Nurul Yaqin. Mahmud al-Tahhan. Ushul Takhrij wa Dirasat al-Asanid karya Dr. Kitab-kitab yang menjadi bacaan utama pada tingkat Wustho adalah Sirah ibn Ishaq. 11. 56 . Hadi. materi yang diberikan biasanya dibatasi hingga hanya pada masa Rasulullah. dan Siroh Nabawiyah.

terutama dengan mengembangkan metode-metode pembelajaran. Bahtsul Masa’il. halaqah. dan muqoronah. Pengembangan KBM di Pondok Pesantren dalam bidang pendidikan pada dasarnya terdiri atas dua poros. dan itu menjadi ciri khas sistem pengajaran/metodik-didaktik yang lain dari sistem-sistem pengajaran yang dilakukan di lembaga pendidikan formal. Berikut ini adalah gambaran singkat bagaimana penerapan metode dimaksud dalam sistem pembelajaran santri. Pengembangan internal terpusat pada upaya-upaya menjadikan kegiatan belajar mengajar lebih efektif. diantaranya: Sorogan. menyodorkan kitabnya di hadapan kyai atau pembantunya -- 57 . yang berarti menyodorkan. Hiwar. sebab setiap santri asisten kyai. fathul kutub. tetapi setidaknya paling banyak diterapkan di lembaga pendidikan tersebut. weton/bandongan. berasal dari kata sorog (bahasa Jawa). Sorogan Sorogan. Pondok Pesantren walaupun dikategorikan sebagai lembaga pendidikan tradisional mempunyai sistem pengajaran tersendiri. Ada beberapa metode pengajaran yang diberlakukan di pesantren-pesantren. A.BAB III MENGENAL METODE PEMBELAJARAN PESANTREN Sebagai lembaga pendidikan. hafalan. Metode-metode pembelajaran tersebut tentunya belum mewakili keseluruhan dari metode-metode pembelajaran yang ada di pondok pesantren. yaitu pengembangan ke dalam (internal) dan keluar (external).

di antaranya adalah ketika tidak terjadi dialog antara murid dan guru. Sistem ini memungkinkan seorang guru mengawasi. dan terjadi interaksi saling mengenal di antara keduanya. Metode ini menyimpan beberapa kelemahan. murid membaca kitab kuning dan memberi makna sementara guru mendengarkan sambil memberi catatan. Pengajian dengan sistem sorogan ini biasanya diselenggarakan pada ruang tertentu di mana di situ tersedia tempat duduk seorang kyai maksimal kemampuan 58 . Murid menjadi pasif. untuk hal yang terakhir ini. dimana seorang santri berhadapan dengan seorang guru. Sistem sorogan ini terbukti sangat efektif sebagai taraf pertama bagi seorang murid yang bercita-cita menjadi seorang alim. guru tidak segera memperoleh umpan balik tentang penguasaan materi yang disampaikan. Akan tetapi. di bawah bimbingan seorang ustadz atau kyai. Dalam metode sorogan. komentar.Sistem sorogan ini termasuk belajar secara individual. menilai dan membimbing secara seorang murid dalam menguasai bahasa Arab. Metode ini tepat bila diberikan kepada murid-murid seusia tingkat dasar (ibtidaiyah) dan tingkat menengah (tsanawiyah) yang segala sesuatunya masih perlu diberi atau dibekali. Dalam hal ini. Metode sorogan merupakan kegaiatan pembelajaran bagi para santri yang lebih menitikberatkan pada pengembangan kemampuan perseorangan (individu). Akhirnya. atau bimbingan bila diperlukan. dialog antara guru dengan murid belum atau tidak terjadi. guru menyediakan sekurang-kurangnya waktu dan kesempatan kepada murid untuk ber-tanya. dalam metode ini. Kegiatan belajar belajar mengajar terpusat pada guru. daya kreativitas dan aktivitas murid menjadi lemah. Maka.

tergantung perkiraan guru terhadap kemampuan santri.atau ustadz. Panjang atau pendeknya teks yang dibaca sangat bervariasi. hamdallah. tetapi tidak jarang juga secara hafalan. Sebelum menunjuk santri yang mendapatkan giliran. Pelaksanaannya dapat digambarkan sebagai berikut : • Santri berkumpul ditempat pengajian sesuai dengan waktu yang ditentukan dengan masing-masing membawa kitab yang hendak diaji. Santri-santri lain. khususnya pada kitab-kitab sederhana (tingkat awal). kemudian di depannya terdapat bangku pendek untuk meletakkan kitab bagi santri yang menghadap. Kyai atau ustadz membacakan teks dalam kitab itu. • • Kyai atau ustadz masuk ke dalam ruang dan duduk ditempat yang disediakan. shalawat. Ia membuka bagian yang kan diaji dan meletakkannya di atas meja yang telah tersedia di depan kyai atau ustadz. • Santri dengan tekun mendengarkan apa yang dibacakan kyai atau ustadz. terlebih dahulu kyai membuka majelis dengan membaca basmalah. lalu berdo’a (adakalanya bersama) agar para santri mendapat kemudahan dalam menyerap ilmu dan seterusnya. • Seorang santri yang mendapatkan giliran menghadap langsung secara tatap muka kepada gurunya. dan 59 . baik yang mengaji kitab yang sama atau pun berbeda duduk agak jauh sambil mendengarkan apa yang diajarkan oleh kyai atau ustadz kepada temannya sekaligus mempersiapkan diri menunggu giliran dipanggil. • Kyai atau ustadz kemudian memberikan arti teks dengan menggunakan bahasa melayu atau bahasa daerahnya. Adakalanya dengan melihat teks.

Kedua. Kata-kata penyesuaian itu. Setelah tampilan santri dapat diterima. Kegiatan ini biasanya diminta oleh kyai atau ustadz untuk diulang pada pengajian berikutnya sebelum dipindahkan pada pelajaran selanjutnya. Kyai atau ustadz mendengarkan dengan tekun pula apa yang dibaca santrinya sambil melakukan koreksi-koreksi seperlunya. bunyi ucapan teks Arab dengan melakukan pemberian harakat (syakal) terhadap kata-kata arab yang ada dalam teks kitab. melainkan semuanya harus diingat secara baik. maupun akhir (i’rab). tidak jarang juga kyai atau ustadz memberikan tambahan penjelasan agar apa yang dibaca dapat lebih demengerti. biasanya juga dicatat melalui perlambang seperti telah dicontohkan di atas. • Santri kemudian menirukan kembali apa yang dibacakan kyai atau ustadznya secara sama. untuk disesuaikan dengan susunan kata dalam bahasa pengantar. Bila jumlah santri sedikit. adakalanya kyai atau ustadz lalu bersalaman dengan santrinya. menuliskan arti setiap kata yang ada dengan bahasa Indonesia atau bahasa daerah langsung bawah setiap kata Arab (diafsahi) dengan menggunakan huruf Arab pegon dengan berbagai pertambahannya. Pensyakalan itu. ada pula kyai atau ustadz yang tidak menghendaki pencatatan demikian. Namun demikian. atau al-Fatihah. Selain mendengarkan. 60 . meliputi semua huruf yang ada baik huruf awal. yang sering juga disebut pendlabithan (pemastian harakat). tengah.mencocokkannya dengan kitab yang dibawanya. rerus salam. santri melakukan pencatatan atas: Pertama. • Kyai menutup majelis dengan do’a dan hamdallah.

di 61 . polanya bisa sama dengan pada tingkat lanjutan. Mereka tidak saja senantiasa dapat dimbimbing dan diarahkan cara pembacaannya tetapi juga dapat dievaluasi dan diketahui perkembangan kemampuannya. santri semakin simpati sehingga ia berusaha untuk selalu mencontoh perilaku gurunya itu.Metode pembelajaran ini termasuk metode pembelajaran yang sangat bermakna. Pada tingkat tinggi. karena santri akan merasakan hubungan yang khusus ketika berlangsung kegiatan pembacaan kitab oleh dirinya di hadapan kyai atau ustadznya. dapat saja yang mulai membaca adalah santri. nada dan intonasi bacaan yang sekaligus menunjukkan tingkat pemahaman santri terhadap apa yang dibacanya. Untuk tingkat lanjutan. Kyai atau ustadz dalam hal ini mempercayai kemampuan santri akan makna perkata atau bahkan perkalimat apa yang dibaca oleh santri sehingga tidak perlu lagi mengulang arti perkata seperti yang dilakukan pada tingkat awal. Kyai atau ustadz hanya mendengarkan dan memperhatikan kefasihan. Sekalipun kelihatannya hanya cocok untuk pemula. metode ini sesungguhnya dapat diterapkan untuk tingkat lanjutan bahkan tingkat tinggi sekalipun. Dalam situasi demikian tercipta pula komunikasi yang baik antara santri dengan kyai atau ustadznya sehingga dapat meninggalkan kesan yang mendalam pada jiwa santri maupun kyai atau ustadz sendiri. Hal ini membawa pengaruh yang baik karena kyai semakin tumbuh kharismanya. Kyai atau ustadz selanjutnya dapat langsung menjelaskan apa yang terkandung dalam teks yang dibaca tadi. Tentu saja dengan melakukan beberapa modifikasi. ketepatan ucapan. Namun.

Kualitas otoritas guru yang ada dalam rangkaian silsilah itu akan memberikan bobot tersendiri terhadap kitab dan pembelajarannya. terus dari siapa yang menjadi gurunya. yaitu: • Penyusunan kurikulum yang berisi jenis materi pengajian (pembelajaran).sini santrilah yang diminta menjelaskan sendiri apa yang dapat difahaminya dari yang dibacanya. Ada beberapa hal yang dipersiapkan sebelumnya oleh kyai atau ustadz maupun oleh santri.Santri dengan bimbingan ustadz memilih jenis kitab tertentu yang akan dipelajarinya. penyususn) kitab itu. bila perlu dengan menggunakan bahasa Arab. dan seterusnya secara berkesinambungan hingga sampai pada mu’allif (pengarang. Interaksi yang terjadi kemudian berbentuk munaqasyah antara santri dan kyai atau ustadz. Tidak jarang dalam pemberian ijazah itu seorang kyai atau ustadz melengkapinya dengan silsilah (rangkaian) dari mana kitab itu dipelajari mulai dari dirinya. Para kyia tertentu di beberapa pesantren sesungguhnya sudah lama menerapkan ini. • Pendataan nama-nama santri yang berada dibawah bimbingan seorang ustadz. Pada setiap tingkatan dengan berbagai macam nama-nama kitab yang menjadi bacaan / pegangannya. Pada tingkat ini biasanya kyai secara khusus memberikan ijazah secara lisan yang dapat diartikan pula sebagai tanda perkenanan bagi sang santri untuk mengajarkan kitab yang disorogkan kyai atau ustadz kepada santri-santri yang lain. namun biasanya sangat khusus dan diperuntukkan bagi mereka yang telah terpilih dianggap mampu untuk melakukan balagh pengajian tersendiri. Hal ini dilakukan untuk mendata tingkat aktivitas dan perkembangan kemampuan 62 .

Jika memang santri yang akan mengaji dalam waktu yang bersamaan jumlahnya banyak. • Santri menyiapkan kitab yang akan dipelajarinya beserta alat-alat tulis yang meliputi pena atau pulpen serta buku tulis yang berfungsi untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan pembelajaran membawa hasil yang lebih baik.santri untuk waktu berikutya. karena santri tidak akan segan-segan bertanya jika ada yang tidak jelas atau tidak dimengertinya. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut : • Menciptakan situasi dan kondisi yag komunikatif antara santri dan kyai atau ustadz sendiri dalam kegiatan pembelajaran. santri diminta membaca dan menerjemahkan teks yang telah di baca tadi. seorang kyai atau ustadz tidak secara ketat menentukan alokasi waktu yang diberikan untuk membimbing seorang santri. • Setelah membacakan dan menerjemahkan satu alinea atau satu topik tertentu – sesuai keinginan dan pertimbangan kyai atau ustadz-. Dalam pelaksanaannya. • Dalam membaca dan menterjemahkan teks Arab gundul seorang kyai atau ustadz menyampaikannya secara perlahan dan menggunakan bahasa yang mudah untuk difahami oleh santrinya. Ketika itu dilakukan pembetulan- 63 . Demikian juga bila sebaliknya. Ia hanya memberikan perkiraan berapa waktu yang disediakan untuk kegiatan pembelajaran masing-masing santri. maka ia akan membimbing dengan waktu yang lebih singkat untuk masing-masing santri.

isim tasniyah. Dhamir. dalam keadaan tertentu metode sorogan juga dipergunakan untuk pembelajaran kepada santri khusus yang memiliki kemampuan untuk dididik menjadi ustadz.pembetulan apabila terdapat kekeliruan dalam pembacaan dan penerjemahannya. dan aspek keterampilan (skill) 64 . Kepada para santri diminta juga untuk tidak memberi catatan pada teks kitab yang dibacanya dengan simbol-simbol (tanda-tanda) seperti biasanya. kegiatannya dilakukan melalui: Santri diminta untuk membaca teks kitab yang dipilihnya dengan mengurangi penggunaan harakat atau syakal. • Setelah santri menjelasakan. serta menambahkan atau membetulkan apabila penyampaian santri ada hal-hal yang kurang atau keliru. aspek sikap (afeksi). jama’ mudzakkar salim dan jama’ muannats salim. demikian juga harakat-harakat panjang tidak lagi harus diberi syakal seperti yang dilakukan para santri pemula. Mereka diminta untuk tidak akan memberi harakat pada setiap huruf dalam kalimat. kyai atau ustadz biasanya sedikit mengulas apa yang telah difahami santri. Kepada santri diminta untuk menjelaskan isi teks dengan menggunakan bahasa Arab yang benar Evaluasi dilakukan oleh kyai atau ustadz untuk mengetahui kemampuan santri dalam aspek pengetahan (kognisi). seorang kyai atau ustadz biasanya menanyakan atau meminta kepada santri untuk menjelaskan maksud dari teks yang telah dibaca tadi. • Setelah membaca dan menerjemahkan dengan benar. Ini dilakukan untuk melatih daya tangkap (pemahaman) santri terhadap teks. Selain biasanya metode ini ditujukan untuk pemula. Ini dapat dilakukan karena mereka adalah para santri yang telah menguasai nahwu dan sharaf dengan baik.

keberhasilan pembelajaran kepada para santri amat ditentukan oleh kemampuan belajar santri dan kemampuan membimbing kyai atau ustadz. Jika seorang santri berhasil membaca dan menerjemahkan dengan baik. kegiatan pembelajaran dapat dimulai dengan materi baru tanpa terlebih dahulu meminta santri untuk membaca dan menerjemahkan teks terdahulu. Penilaian dapat juga dilakukan pada saat seorang santri diminta untuk membaca dan menterjemahkan teks Arab gundul setelah dibacakan dan di terjemahkan oleh ustadz. maka pelajaran yang baru dapat dilanjutkan. Akan tetapi. Penilaian dilakukan di samping berguna untuk mengetahui tingkat perkembangan kemampuan penguasaan santri juga berfungsi sabagai umpan balik (feed back) bagi seorang kyai atau ustadz untuk meninjau kembali cara-cara yang dilakukannya berkenaan dengan penggunaan suatu metode pembelajaran tertentu. jika sebaliknya maka santri tadi diharuskan untuk mempelajari kembali (mengulang). Karena. Hal-hal yang biasanya diperhatikan dalam menilai tingkat kemampuan para 65 . Jika materi pembelajaran yang dipelajari dalam tatap muka yang telah dianggap telah dikuasai dengan baik oleh santri. Untuk mengevaluasi kemampuan para santri dalam pembelajaran dengan menggunakan metode sorogan biasanya dilakukan kegiatan berikut: Santri diminta membaca dan menerjemahkan teks yang telah disampaikan oleh kyai atau ustadz pada pertemuan yang lalu. kegiatan evaluasi dapat dilakukan sewaktu-waktu. jika dalam perkiraan kyai atau ustadz diperlukan untuk mengecek mater-materi yang telah dipelajari beberapa pertemuan yang lampau.terhadap materi pembelajaran yang tela diberikannya. Dengan demikian.

pengucapan “iki” berarti kata yang dilafalkan sesudahnya itu berkedudukan sebagai “khabar” atau predikat. Simbol atau tanda-tanda yang menunjukkan kedudukan kata dalam kalimat. di antaranya yang sering muncul adalah: pengucapan lafal “utawi” berarti kata yang diucapkan sesudahnya berkedudukan sebagai “mubtada” atau sebagai subjek. seorang kyai atau ustadz melakukannya dengan sistem acak. • Pemahaman terhadap teks yang telah dibaca dalam bentuk uraian penjelasan atau kandungan teks setelah seorang santri menyelesaikan pembacaan sekian kalimat atau sekian paragraf Adapun untuk evaluasi akhir apabila telah menyelesaikan pembelajaran sebuah kitab tertentu.santri dengan menggunakan metode sorogan adalah: • Pembacaan yang dilakukan oleh seorang santri apakah sudah benar dalam arti sesuai dengan aturan tata bahasa Arab baik pada tingkat kata (sharaf) maupun pada tingkat kedudukan suatu kata dalam struktur kalimat (nahwu) atau masih belum sesuai. Pelafalan kata “sopo” menunjukkan bahwa kata yang disebutkan setelahnya itu berkedudukan sebagai fa’il atau pelaku. Kyai/ustadz 66 . • Santri mampu menunjukkan kedudukan suatu kata dengan menggunakan ucapan simbolik tertentu melalui pola terjemahan kata demi kata disertai pelafalan simbol atau tanda oleh santri. pengucapan kata “ing” menunjukkan bahwa kata yang diucapkan sesudahnya berkedudukan sebagai “maf’ul bih” atau sebagai objek dan seterusnya. Sebagai contoh dalam kasus bahasa Jawa.

istilah weton ini berasal dari kata wektu (bhs. atau ustadz membacakan dan menjelaskan isi kitab kuning. Wetonan atau Bandongan Weton / bandongan. Dalam metode ini. guru berperan aktif sementara murid bersifat pasif. dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kyai yang menerangkan pelajaran secara kuliah. sementara santri. Kemudian santri tadi disuruh membaca dan menterjemahkan sekaligus dan menjelaskan isinya secara singkat pada baian-bagian tertentu yang dianggap penting (acak) B. merupakan adalah cara penyampaian kitab kuning di mana seorang guru. Sebagaimana yang berlangsung pada sebelum abad ke-12 M. sebab pengajian tersebut diberikan pada waktu-waktu tertentu. dan menerima. Istilah weton ini. tradisi pendidikan klasik menyelenggarakan pendidikan dengan sistem bebas.menyodorkan kepada santri yang akan diujinya sebuah kitab yang telah berhasil diselesaikan pembelajarannya. Metode weton ini merupakan metode kuliah. Jawa) yang berarti waktu. sementara materi yang harus disampaikan cukup banyak. di Jawa Barat disebut dengan bandungan. kiai. atau siswa mendengarkan. Metode bandongan atau wetonan dapat bermanfaat ketika jumlah murid cukup besar dan waktu yang tersedia relatif sedikit. Bebas di 67 . yaitu sebelum dan atau sesudah melakukan shalat fardlu. memberi makna. Pengajian di pondok pesantren dalam proses pembelajarannya menggunakan sistem pendidikan klasik. tetapi kitab ini adalah kitab yang masih bersih tanpa syakl dan catatan terjemahan. santri menyimak kitab masing-masing dan membuat catatan padanya. murid.

pengajian biasanya dimulai setelah shalat fardhu atau pada waktuwaktu yang ditentukan. Sementara itu santri dengan memegang kitab yang sama. dan keteranganketerangan lain yang dianggap penting dan dapat membantu memahami teks. guru menyelenggarakan pengajian secara masing-masing dengan membahas kitab sesuai dengan konsentrasi dan kemauannya. menerjemahkan. Sang kiai melakukan pengajiannya dengan menggunakan metode bandongan. Metode Bandongan dilakukan oleh seorang kyai atau ustadz terhadap sekelompok peserta didik. atau santri. arti-arti kata langsung dibawah kata yang dimaksud. Posisi para santri pada pembelajaran dengan menggunakan metode ini adalah melingkari dan mengelilingi kyai atau ustadz sehingga membentuk halaqah (lingkaran} Dalam penterjemahannya kyai atau ustadz dapat menggunakan berbagai bahasa yang 68 . Setelah pengajian selesai dilaksanakan. menerangkan dan seringkali mengulas teks-teks kitab berbahasa Arab tanpa harakat (gundul).sini dipahami dengan kebebasan peserta untuk mengikuti pelajaran dan menentukan guru siapa saja. sang kiai langsung menutup pengajian dan santri-santri pun pulang ke tempatnya masing-masing. pencatatan simbol-simbol kedudukan kata. Metode Bandongan disebut juga dengan metode wetonan. Pada metode ini – berbeda dengan metode sorogan. pengajian pasaran sesungguhnya merupakan sistem pengajaran yang asli di dalam tradisi pendidikan Islam. Pada sisi ini. Di pihak lain. Secara teknis. untuk mendengarkan dan menyimak apa yang dibacanya dari sebuah kitab. masing-masing melakukan pendhabithan harakat. Seorang kyai atau ustadz dalam hal ini membaca. Ia boleh mengikuti pengajian itu berdasarkan kemauan dan minatnya masing-masing.

• Merumuskan tujuan yang akan dicapai dari pemilihan kitab tersebut dan 69 . dan alat peraga lainnya. Sunda atau bahasa Indonesia. yaitu . Jumlah jamaah pengajian adalah para santri yang telah menguasai dengan baik pembelajaran dengan menggunakan metode sorogan. misalnya diadakan tanya jawab.menjadi bahasa utama para santrinya. melainkan untuk para santri tingkat lanjutan dan tinggi. dan lain sebagainya. metode Bandongan biasanya diselenggarakan untuk para santri yang bukan lagi pemula. santri diminta untuk membaca teks tertentu. OHP. Oleh karena itu. peta. • Memiliki gambaran mengenai tingkat kemampuan para santri guna menyesuaikan dengan bahasa dan penjelasan yang akan disampaikan. Penentuan jenis dan tingkatan kitab yang di pelajari biasanya memperhatikan tingkatan kemampuan para santri. Sebelum dilakukan kegiatan pembelajaran. Sebelum dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode Bandongan. seorang kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan hal-hal berikut. seorang kyai atau ustadz terkadang mempergunakan pula alat bantu atau media pengajaran seperti : papan tulis. Walaupun yang lebih aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ini adalah kyai atau ustadz. biasanya terlebih dahulu seorang kyai atau ustadz mempersiapkan apa-apa yang diperlukan sesuai dengan pemilikan metode pembelajaran. Untuk membantu pemahaman para santri. tetapi para santri dilibatkan keaktifannnya dengan berbagai macam cara. misalnya : bahasa Jawa. pengeras suara.

• Mempersiapkan bahan yang dapat digunakan untuk perluasan pembahasan atau penambahan wawasan. “sopo”. • Mempersiapkan alat bantu atau alat peraga yang diperlukan pada pertemuan tersebut. • Menetapkan waktu yang diperlukan untuk pembacaan dan penjelasan. dan waktu yang diperlukan untuk evaluasi pada setiap kali pertemuan. • Seorang kyai atau ustadz dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan membaca teks Arab gundul kata demi kata disertai dengan terjemahannya dan pembacaan ungkapan-ungkapan atau istilah-istilah khusus (seperti = “utawi”. kemudian membukanya dengan mambaca basmallah dan shalawat.tujuan pada setiap kali pertemuan. waktu yang diperlukan untuk memberi kesempatan kepada para santri untuk bertanya. • • Seorang kyai menciptakan komunikasi yang baik dengan para santri. Memperhatikan situasi dan kondisi serta sikap para santri apakah sudah siap untuk belajar atau belum. • Membaca do’a baik secara sendirian atau bersama-sama santri. “iku”. dsb) pada topik atau faslun (pasal) tertentu di sertai pula dengan penjelasan 70 . • Mempersiapkan catatan-catatan khusus tentang batas-batas materi yang akan disajikannya dan tentang penilaian kepada para santri. Untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode bandongan biasanya dilakukan langkah-langkah berikut ini .

Di sini kyai atau ustadz berperan sebagai pembimbing yang membetulkan apabila terdapat kesalahan dan menjelaskan bila ada hal-hal yang dipandang oleh para santri sebagai sesuatu yang asing. • Setelah menyelesaikan pembacaan hingga pada batas tertentu. seorang kyai atau ustadz terkadang tidak langsung membaca dan menerjemahkan.dan keterangan-keterangan. ada yang menggunakan bentuk lingkaran penuh seperti huruf O atau berbentuk setengah lingkaran seperti seperti huruf U atau berbentuk berjejer lurus dan berbanjar ke belakang menghadap berlawanan arah dengan kyai atau ustadz. • Di akhir pengajian seorang kyai atau ustadz terkadang mengemukakan kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. sulit atau rumit. Jawaban dilakukan langsung oleh kyai atau ustadz atau memberi kesempatan terlebih dahulu kepada para santri yang lain. seorang kyai atau ustadz memeberi kesempatan kepada para santri untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. Posisi pengajian para santri dengan menggunakan metode bandongan pada praktiknya dilakukan bermacam-macam. diskusi. Pada pembelajaran tingkat tinggi. bahkan sebagian telah meninggalkan metode nahwa wa 71 . Pada beberapa pesantren metode ini telah diberdayakan dengan memberi peluang tanya jawab. Dari berbagai macam bentuk ini yang jelas para santri berkerumun dengan duduk bersila menghadap kyai. Ia terkadang menunjuk sacara bergiliran kepada para santrinya untuk membaca dan menerjemahkan sekaligus menerangkan suatu teks tertentu.

Aspek pengetahuan (kognitif) dilakukan dengan menilai kemampuan santri dalam membaca. Aspek keterampilan (skill) yang dikuasai oleh para santri dapat dilihat melalui praktik kehidupan sehari-hari ataupun –dalam bidang fiqh. kyai atau ustadz akan mempersilahkan salah seorang santri seniornya untuk membacakan teks bahasa Arab. Teknik bandongan seperti ini akhir-akhir ini diperkenalkan oleh kyai dan ustadz yang memiliki pengalaman belajar dengan teknik yang serupa di negara-negara Arab. menterjemahkan dan menjelaskan. atau perilaku yang mesti ditunjukannya sebagai hasil dari pengkajian materi kitab. Kyai atau ustadz kemudian menjelaskan langsung dengan menggunakan bahasa Arab. Selanjutnya bisa diberi ruang waktu untuk bertanya. ataupun keterampilan atau praktik tertentu yang diajarkan dalam kitab tersebut. Untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran di atas.al-tarjamah dan menggantinya dengan langsung menggunakan bahasa Arab. Kedua. Aspek sikap (afektif) dapat dinilai dari sikap dan kepribadaian santri dalam kehidupan keseharian. pada sela-sela tatap muka atau pada tatap muka tertentu. baik aspek pengetahuan terhadap penguasaan materi kitab itu. Pada keadaan demikian. Untuk lebih memudahkan kegiatan penilaian. biasanya seorang kyai atau ustadz 72 . Pertama. Seorang kyai atau ustadz menilai berbagai aspek yang ada pada santri. misalnya– dapat dilakukan dengan praktik atau demonstrasi yang dilakukan oleh para santri pada halaqah tersebut. pada saat telah dikhatamkannya pengkajian terhadap suatu kitab tertentu. seorang kyai atau ustadz biasa melakukannya melalui dua macam tes.

menurut Mahmud Yunus sistem ini hanya bermanfaat bagi santri yang cerdas. rajin dan mampu serta bersedia mengorbankan waktu yang besar untuk studi ini. Dalam metode ini. Halaqah yang arti bahasanya lingkaran murid. Bila dipandang dari sudut pengembangan intelektual. Metode diskusi bertujuan agar murid atau santri aktif dalam belajar. Dengan demikian diharapkan para santri belajar secara sugguh-sungguh karena merasa diawasi dan di monitor perkembangan kemampuannya. dan logis. akan tumbuh dan berkembang pemikiran-pemikiran kritis. Halaqoh Halaqah. beberapa orang santri –dengan jumlah tertentu– membentuk 73 . Pelaksanaan metode ini. atau sekelompok siswa yang belajar di bawah bimbingan seorang guru atau belajar bersama dalam satu tempat. kiai atau guru bertindak sebagai “moderator”. tetapi untuk memahami apa maksud yang diajarkan oleh kitab. analitis.memiliki juga catatan-catatan khusus atau memberikan perhatian khusus. bukan untuk mempertanyakan kemungkinan benar salahnya apa-apa yang diajarkan oleh kitab. Melalui metode ini. Halaqah ini juga merupakan diskusi untuk memahami isi kitab. C. sistem ini juga hanya dapat menghasilkan 1 persen murid yang pandai dan yang lainnya hanya sebatas partisipan. Metode ini dimaksudkan sebagai penyajian bahan pelajaran dengan cara murid atau santri membahasnya bersama-sama melalui tukar pendapat tentang suatu topik atau masalah tertentu yang ada dalam kitab kuning. Metode Halaqoh dikenal juga dengan istilah munazaharah yang dikembangkan dengan baik sekali oleh KH Mustain Romli dari Jombang. sistem ini merupakan kelompok kelas dari sistem bandongan.

Topik atau persoalan (materi) yang dimusyawarahkan biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh kyai atau ustadz pada pertemuan sebelumnya.halaqah yang dipimpin langsung oleh seorang kyai atau ustadz. Topik yang menarik umumnya mendapatkan respon yang baik dan 74 . Untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode musyawarah kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan ketentuan-ketentuan berikut : Peserta musyawarah adalah para santri yang berada pada tingkat menengah atau tinggi. metode ini lebih menitik beratkan pada kemampuan perseorangan didalam menganalisis dan memecahkan suatu persoalan dengan argumen logika yang mengacu pada kitab-kitab tertentu. Langkah persiapan terpenting pada metode ini adalah terlebih dahulu memberikan topik-topik materi yang akan dimusyawarakan. atau mungkin juga santri senior. Musyawarah pada bentuk kedua ini bisa dugunakan oleh santri tingkat menengah untuk memebedah topik materi tertentu. Musyawarah dilakukan juga untuk membahas materi-materi tertentu dari sebuah kitab yang dianggap rumit untuk memahaminya. Dalam pelaksanaannya. Peserta musyawarah tidak memiliki perbedaan kemampuan yang mencolok. Dengan demikian. musyawarah dapat dilakukan secara terjadwal sebagai latihan untuk para santri. Ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi kegagalan musyawarah. para santri dengan bebas mengajukan pertanyaanpernyataan ataupun pendapatnya. Pada beberapa pesantren yang memiliki santri tingkat tinggi. Pilihan topik itu sendiri amat menentukan. untuk membahas atau mengkaji suatu persoalan yang telah ditentukan sebelumnya.

atau salah seorang santri senior menjelaskan secara singkat permasalahan yang akan dibahas. Kegiatan penilaian dilakukan oleh seorang kyai atau ustadz selama kegiatan musyawarah berlangsung. Apabila terdapat kebuntuan. Hal-hal yang menjadi perhatiannya adalah kualitas jawaban yang diberikan oleh peserta yang meliputi : argumentasi yang logis. Para santri yang lain berfungsi sebagai penanggap yang berkesempatan untuk menanggapi apa yang disajikan oleh penyaji yang telah mendapatkan tugas. ketepatan dan kevalidan referensi. serta ketepatan dan kejelasan bahasa penyampaian. Tangggapan dan jawaban balik dari penyaji dilakukan secara bergiliran setelah tanggapan dari peserta. pimpinan musyawarah biasanya memberkan arahan-arahan atau pemecahan mengenai persoalan atau permasalahan tersebut. pertanyaan atau sanggahan dari para santri peserta musyawarah diarahkan langsung oleh kyai atau ustadz. Dalam kegaiatan musyawarah ini. serta kualitas 75 . Penentuan topik secara lebih awal ini dimaksudkan agar para peserta dapat mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan. Pada pesantren yang memiliki ma’had aly (tahasus tingkat tinggi) penyaji adalah para santri yang telah disusun secara terjadual dengan topik tertentu untuk meyampaikan pemikiran-pemikiran atau persoalan-persoalannya. tanggapan. seorang kyai atau ustadz. Sebagai permulaan. Kyai atau ustadz biasanya hadir ditempat untuk mengarahkan dan membimbing jalannya musyawarah dan agar santri tidak kabur dari kegiatan ini.memberikan dorongan kuat kepada para santri untuk belajar. Selain itu. juga disampaikan penjelasan tentang cara-cara yang dilakukan berkenaan dengan dipilihnya metode musyawarah.

dan tingkat menengah. baik surat-surat pendek maupun secara keseluruhan. Biasanya santri diberi tugas untuk menghafal beberapa bait dari kitab alfiyah. misalnya Alfiyah Ibn Malik atau juga sering dipakai untuk menghafal al-Qur`an. dan lebih tepat digunakan untuk rumus-rumus dan kaidah-kaidah. metode hapalan yang diterapkan di pesantren-pesantren. Materi pembelajaran di pondok pesantren yang disajikan dengan menggunakan metode hafalan dapat menyangkut seluruh materi pembelajaran di pesantren. Dalam metode hafalan Para santri diberi tugas untuk menghafal bacaan-bacaan tertentu dalam jangka waktu tertentu. Hal lain yang dinilai adalah pemahaman terhadap teks bacaan. Dalam kegiatan pembelajarannya. tingkat dasar. Hafalan atau Tahfizh Hafalan. Materi juga dapat berbentuk esai atau nadzam. juga ketepatan peserta dalam membaca dan menyimpulkan isi teks yang menjadi persoalan atau teks yang menjadi rujukan. Pada usia di atas itu. seorang santri 76 . metode hafalan sebaiknya dikurangi sedikit demi sedikit. D. Hafalan yang dimiliki santri ini kemudian di”setorkan” dihadapan kyai atau ustadznya secara priodik atau insidental tergantung kepada petunjuk sebelumnya.pertanyaan atau sanggahan yang dikemukakan. umumnya dipakai untuk menghafal kitab-kitab tertentu. Metode ini cukup relevan untuk diberikan kepada murid-murid usia anak-anak. dan setelah beberapa hari baru dibacakan di depan kyai/ustadnya. Hafalan adalah sebuah metode pembelajaran yang mengharuskan murid mampu menghafal naskah atau syair-syair dengan tanpa melihat teks yang disaksiskan oleh guru.

metode ini merupakan beban berat bagi kebanyakan santri dan sering menyebabkan kurang berkembangnya kreativitas santri. diucapkan secara bersama-sama pada waktu-waktu tertentu. Metode hafalan ini dapat juga digunakan dengan metode sorogan atau metode bandongan. Demikian seterusnya sampai target hafalan yang telah ditentukan berhasil dicapai. karena itu mulai menguranginya dan mengimbanginya dengan diskusi terprogram. Di banyak pesantren kelemahan ini telah banyak disadari. Evaluasi kegiatan belajar para santri dengan menggunakan metode hafalan ini 77 . Pengucapan atau pelafalan itu dapat dilakukan secara perorangan dengan masing-masing menghadap (bertatap muka langsung) kepada gurunya ataupun dilakukan secara berkelompok. atau sekumpulan ayat al-Qur’an. sekumpulan hadits. santri tersebut disuruh menghafal teks yang telah dipelajari tadi untuk disetorkan (diucapkan secara hafal) pada pertemuan berikutnya. Dengan demikian. yaitu setelah para santri mendapat materi pelajaran tertentu dari sebuah kitab. titik tekan pada pembelajaran ini adalah santri mampu megucapkan atau melafalkan sekumpulan materi pembelajaran secara lancarr dengan tanpa melihat atau tanpa membaca teks. baik secara khusus ataupun tidak. Selain mengandung manfaat. atau keseluruhan teks dari suatu kitab. Seorang santri yang sudah dapat menghafalkan suatu teks tertentu dengan baik oleh gurunya biasanya dipersilahkan untuk menghafal teks kelanjutannya.ditugasi oleh kyai atau ustadz untuk meghafalkan satu bagian bacaan tertentu dari suatu kitab. Metode hafalan ini termasuk yang banyak diterapkan oleh pesantren.

Kedua.biasanya dilakukan dengan dua cara. Selain metode yang empat diatas (bandongan. jika ia belum berhasil. evaluasi setelah diselesaikannya seluruh tugas hafalan. dan itu menjadi lambang supremasi serta ciri khas metode pengajaran di Pondok Pesantren. Seorang kyai atau ustadz menugaskan seorang santri untuk mengucapkan bagian-bagian tertentu dari hafalan yang dimintanya. sorogan dan hafalan) di Pondok Pesantren juga mengenal metode-metode lain seperti Hiwar (musyawaroh). Ada sebuah argumen yang diajukan untuk mempertahankan metode ini. halaqah. Evaluasi model kedua ini merupakan evaluasi dengan sistem acak. dan metode-metode lain yang banyak 78 . evaluasi yang dilakukan pada setiap kali tatap muka dimana seorang santri menyetorkan kepada kyai atau ustadz tugas-tugas hafalannya. Muqaranah. Beberapa metode diatas banyak diterapkan di pondok-pondok pesantren. Hiwar. Pertama. yakni “orang-orang yang hafal adalah argumen atas mereka yang tidak hafal”. ia diharuskan mengulang lagi sampai lancar untuk disetorkan kembali pada pertemuan yang akan datang. metode hafalan merupakan implikasi dari pola pemikiran ahl al-hadits dan dampak dari asumsi dasar tentang konsep ilmu sebagai “apa yang diketahui dan tetap”. Jika dilihat dari sisi geneologi tradisi pendidikan. Fathul Kutub. dan antara metode yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan erat dan mempunyai kelemahan serta kelebihan masing-masing. bahtsul masa`il. Sebaliknya. Jika ia hafal dengan baik. atau diminta melanjutkan kalimat atau lafadz yang diucapkan oleh gurunya tersebut. ia diperbolehkan untuk melanjutkan tugas hafalan berikutnya. sehingga pondok-pondok pesantren sampai sekarang masih mempertahankan metode tersebut.

tetapi dapat dilakukan pembahasan secara luas lafadz demi lafadz. akan dikenai sangsi. Metode ini banyak dijumpai di pondok pesantren salafiyah. Dalam hiwar. Cirebon. santri dan guru biasanya terlibat dalam sebuah forum perdebatan untuk memecahkan masalah yang ada dalam kitab-kitab (berbahasa arab) yang sedang di santrii.di peraktekkan di di Pondok Pesantren. sama halnya seperti keharusan mengikuti kegiatan belajar kitab-kitab dalam proses belajar mengajar. Hiwar biasanya disebut juga dengan istilah Musyawaroh. kalimat demi kalimat ditinjau dari gramatika bahasa Arab (ilmu alat) kemudian sampai dengan 79 . Yang menjadi ciri khas dari hiwar ini. hampir sama dengan metode metode diskusi yang umum kita kenal selama ini. Metode Hiwar atau Musyawaroh Metode Hiwar atau musyawaroh. Kegiatan Hiwar atau musyawarah adalah merupakan aspek dari proses belajar dan mengajar di pesantren salafiyah yang telah menjadi tradisi khususnya bagi santrisantri yang mengikuti sistem klasikal. Bagi santri yang tidak mengikuti atau mengindahkan peraturan kegiatan musyawarah. Kegiatan ini suatu keharusan bagi para santri. salah satunya di Pondok Pesantren Kempek. Dalam belajar kelompok ini para santri tidak sebatas membahas topik / sub-sub topik bahasan kitab belaka. santri melakukan suatu kegiatan belajar secara kelompok untuk membahas bersama materi kitab yang telah diajarkan oleh kyai atau ustadz. karena musyawarah sudah menjadi ketetapan pesantren yang harus ditaati untuk dilaksanakan. E. Bedanya metode hiwar dilaksanakan dalam rangka pendalaman atau pengayaan materi-materi yang sudah di santrii (kitab-kitab kuning).

bisa memahami arti/makna dan kesimpulannya. harus menundukkan wajah ketika berhadapan dengan guru. Disamping untuk memperdalam dan penguasaan materi pelajaran kitab-kitab yang telah diajarkan kyai terhadap para santri. seperti siswa/santri tidak boleh banyak bertanya. Setelah menemukan jawabannya ustadz tersebut akan menyampaikan pada kegiatan musyawarah berikutnya. musyawarah ternyata implikasinya sangat positif bagi pembentukan jiwa demokratis para santri da toleransi terhadap pendapat orang lain yang argumentatif. Oleh karenanya belajar dengan cara musyawarah dipandang sangatlah efektif dan relatif cukup berhasil sehingga sampai dewasa ini oleh pesantren salafiyah tetap dipertahankan. Kegiatan musyawarah ini umumnya dilaksanakan setelah jama’ah sholat ‘ Isya hingga kurang lebih pukul 22.00 yang dimonitoring langsung oleh ustadz-ustadz / santri senior. sehingga hampir semua permasalahan yang menyangkut pelajaran dari kitab yang telah diajarkan tersebut dapat terpecahkan dan kalau ternyata masih ada permasalahan yang tersisa belum bisa terpecahkan maka dapat dijadikan PR buat ustadz. Dengan di akomodasinya metode ini. Sebab di sementara pondok masih ada dokrin-dokrin yang belum bisa di reformasi. Dalam kegiatan ini apabila santri menemui beberapa kesulitan bisa ditanyakan langsung pada ustadz yang memandu dan memonitoring itu. Metode Bahtsul Masa`il (Mudzakaroh) Metode Mudzakarah atau dalam istilah lain bahtsul masa’il merupakan 80 . dan semacamnya. F. tidak semua pondok pesantren memasyarakatkannya sebagai metode yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar di di Pondok Pesantren.

b) Mudzakarah yang diadakan antara sesama santri. Metode ini sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan metode musyawarah.pertemuan ilmiyah. Pada tipe ini biasanya disediakan kitab-kitab besar yang merupakan rujukan utama dan dilengkapi dengan dalil-dalil dan metode istimbath (pengambikan hukum) yang lengkap. Hanya bedanya. Mudzakarah (diskusi) ini dapat dibedakan menjadi dua macam : a) Mudzakarah yang diadakan sesama kyai atau ustadz. Tujuannya untuk memecahkan sesuatu masalah agama dan kemasyarakatan yang timbul atau sekedar untuk memperdalam pengetahuan agama. Tujuannya untuk melatih para santri dalam memecahkan masalah dengan menggunakan rujukan-rujukan yang jelas dan melatih cara berargumentasi dengan menggunakan nalar yang lurus. yang membahas masalah diniyah. • Topik atau persoalan (materi) yang di mudzakarahkan biasanya ditentukan 81 . pada metode mudzakarah pesertanya adalah para kyai atau para santri tingkat tinggi. • Mudzakarah yang diperuntukkan bagi santri. Ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi kegagalan mudzakarah. pesertanya telah betul-betul mempersiapkan diri. aqidah dan masalah agama pada umumnya. Untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode mudzakarah kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan hal-hal berikut : • Peserta mudzakarah adalah para kyai atau para santri tingkat tinggi yang dipersiapkan untuk menjadi ustadz. Mudzakarah seperti biasanya dipimpin oleh seorang ustadz atau santri yang senior yang ditunjuk oleh kyai. seperti ibadah.

Hal ini dimaksudkan agar jauhjauh hari para peserta sudah mempersiapkan diri. Pada beberapa pesantren yang memiliki santri tingkat tinggi yang cukup. Langkah persiapan terpenting pada metode ini adalah menyiapkan dan pemberitahuan topik-topik atau materi yang akan dimudzakarahkan. Kyai atau ustadz biasanya dengan tekun mengarahkan dan membimbing jalannya mudzakarah sehingga tidak melenceng dari tujuan. pimpinan mudzakarah biasanya memberkan arahan-arahan atau pemecahan mengenai persoalan atau permasalahan tersebut.oleh kyai pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan penilaian dilakukan oleh seorang kyai selama kegiatan mudzakarah 82 . Dalam kegaiatan mudzakarah ini. Selain itu. mula-mula kyai menjelaskan secara singkat permasalahan yang akan dibahas. Tangggapan dan jawaban balik dari penyaji dilakukan secara bergiliran setelah tanggapan dari peserta. Pada pesantren yang telah memiliki ma’had aly (tahasus tingkat tinggi) penyaji adalah para santri yang telah disusun secara terjadual dengan topik tertentu untuk meyampaikan pemikiran-pemikiran atau persoalanpersoalannya. tanggapan. pertanyaan atau sanggahan dari para santri peserta mudzakarah dipimpin langsung oleh kyai atau ustadz. Pelaksanaan metode ini. mudzakarah biasanya dilakukan secara terjadwal sebagai latihan bagi para santri. Apabila terdapat kebuntuan. Para santri yang lain berfungsi sebagai penanggap yang berkesempatan untuk menanggapi apa yang disajikan oleh penyaji tadi. juga disampaikan penjelasan tentang cara-cara yang akan dilakukan berkenaan dengan teknik yang akan dilakukan dalam mudzakarah.

Metode ini bisa digambarkan sebagai bentuk kegiatan belajar mengajar dalam sebuah forum (bisasnya di kelas atau masjid) yang dipandu oleh pembimbing / guru dan diikuti oleh santri-santri yang dianggap sudah menguasai kitab-kitab tertentu untuk memecahkan permasalahan kontemporer di sekitar hukum-hukum fiqh (termasuk di dalamnya ibadah). Hal lain yang dinilai adalah pemahaman terhadap teks bacaan. Aqidah. dimana santrisantri tersebut sudah dianggap mampu atau menguasi kitab-kitab yang menjadi rujukan masalah yang akan di bahas. juga kebenaran dan ketepatan peserta dalam membaca dan menyimpulkan isi teks yang menjadi persoalan atau teks yang menjadi rujukan.berlangsung. Metode Fathul Kutub Metode Fathul Kutub biasanya dilaksanakan untuk santri-santri senior yang sudah akan menyelesaikan pendidikan di (Pondok Pesantren). Pada dasarnya Metode Bahtsul Masa`il mengacu kepada pemecahan masalahmasalah dalam hal fiqh (hukum Islam atau furu`iyah). Hadits. G. sebagai wahana menguji 83 .) Kegiatan Fathul Kutub merupakan kegiatan latihan membaca kitab (terutama kitab klasik) untuk santri senior di pondok pesantren. nalar dan bahasa yang ditampilkan. ketepatan dan validitas referensi yang digunakan. Metode ini biasanya diterapkan untuk pengajaran santri-santri yang sudah senior. Hal-hal yang menjadi perhatiannya adalah kualitas jawaban yang diberikan oleh peserta yang meliputi : kelogisan jawaban. Tafsir. serta kualitas pertanyaan atau sanggahan yang dikemukakan. Pada dasarnya metode ini adalah metode penugasan mencari rujukan terhadap beberapa topik dalam bidang ilmu tertentu (Fiqh. dll.

serta kemudian membuat dan menyerahkan laporan tertulis mengenai hasil kajiannya kepada guru pembimbing. 84 . fiqih. tasawwuf. dengan diterapkannya sistem klasikal di Pondok Pesantren. Termasuk dalam kegiatan ini adalah Fath al-Mu’jam. Arab. metode. dll. Artinya dengan memadukan pola pendidikan tradisional dengan pola pendidikan modern. terutama dalam menelusuri dan mencari makna kosa kata. paham (madzhab). Hal itu disebabkan karena terpengaruh oleh perkembangan hidup modern yang menuntut orang maupun lembaga untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Sedangkan perbandingan paham atau aliran dikenal dengan istilah muqoronatul madzahib (perbandingan Mazhab).. Untuk model metode muqoronah ajaran agama biasanya berkembang di bangku Perguruan Tinggi Pondok Pesantren (Ma`had `Ali) dikenal dengan istilah Muqoronatul Adyan. maupun perbandingan kitab. Santri diberi tugas untuk membahas persoalan-persoalan tertentu dalam akidah. hadis. yaitu latihan dan ujian membuka kamus berbahasa Arab untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan berbahasa Arab santri. Karena itulah cara yang bisa ditempuh agar di Pondok Pesantren tetap bisa digandrungi oleh masyarakat. tafsir. H. baik perbandingan materi. Metode Muqoronah Metode muqoronah adalah sebuah metode yang terfokus pada kegiatan perbandingan.kemampuan mereka—setelah memsantrii B. mau tak mau pengayaan metodologi tidak lagi sebatas yang sudah di kenal di kalangan Pondok. Metode muqoronah akhirnya berkembang pada perbandingan ajaran-ajaran agama. Saat ini. yaitu dengan dikenalkannya sistem Madrasah.

Pengembangan metode pendidikan saat ini sudah mulai mengenalkan metode-metode seperti tanya jawab . Di beberapa pondok pesantren lain. tidak hanya menggunakan bahasa Arab tetapi juga bahasa Inggris. akan tetapi hanya satu kali atau dua kali dalam seminggu dan digabungkan dengan latihan Muhadlarah/Khitabah (Pidato). I. Pada pesantren ini latihan bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa asing. Metode metode ini tidak kami bahas dalam buku ini. latihan muhawarah atau muhadasah ini tidak diwajibkan setiap hari. Kepada mereka diberikan perbendaharaan kata-kata bahasa Arab atau Inggris yang sering dipergunakan untuk dihafalkan sedikit demi sedikit sehingga mencapai target yang telah ditentukan untuk jangka waktu tertentu. Para santri diwajibkan untuk bercakap-cakap baik dengan sesama santri maupun dengan para ustadz atau kyai dengan menggunakan bahasa Arab pada waktu-waktu tertentu. Sehingga percakapan sehari-hari yang dipergunakan santri adalah bahasa Arab dan Inggris. dan seterusnya. Metode Muhawarah / Muhadatsah Metode muhawarah adalah merupakan latihan bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Arab. Diskusi. mengingat metodologi tersebut sudah umum dan banyak dibahas di buku-buku metodologi pendidikan. ceramah. baik Arab maupun Inggris 85 . Aktivitas ini biasanya diwajibkan oleh Pondok Pesantren kepada para santri selama mereka tinggal di Pondok Pesantren. Pada beberapa pesantren. penugasan. bahasa asing yang dipergunakan sebagai alat komunikasi untuk para santri. Setelah para santri telah menguasai banyak kosa kata. kepada mereka diwajibkan untuk menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

Biasanya diberikan target harian. dilakukan langkahlangkah berikut ini: • Para santri diberikan buku panduan yang berisi daftar kosa kata dalam bahasa Arab (atau Inggris). Biasanya satu minggu sekali. contoh-contoh percakapan serta aturan-aturan lainnya. Dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ini.hanyalah merupakan pelajaran tambahan (complementer) bukan pelajaran pokok. Latihan percakapan dapat juga dilakukan dengan meminta para santri untuk mendiskusikan (musyawarah) topik tertentu dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. • Kegaiatan pembelajaran dilakukan secara kelompok atau klasikal dengan dipandu oleh seorang ustadz berdasarkan jadual yang telah ditentukan sebelumnya secara rutin. pesantren biasanya menciptakan 86 . • Ustadz melakukan tanya jawab dengan para santri dengan menggunakan bahasa Arab atau ustadz meminta dua orang santri atau lebih untuk memperagakan tanya jawab di hadapan teman-temannya secara bergiliran. Untuk meningkatkan motivasi santri. Kepada mereka yang tidak menggunakan bahasa Arab atau Inggris dikenai sangsi tertentu sebagai alat pendidikan. tetapi dilakukan di mana dan kapan saja selama mereka berada dalam lingkungan pesantren. • Kepada mereka diwajibkan untuk menghafal sejumlah kosa kata dari buku panduan tersebut. Pada pesantren yang menjadikan bahasa Arab dan Inggris sebagai alat kominkasi sehari-hari latihan percakapan tidak hanya dilakukan di kelas dalam waktu terjadual.

lingkungan bahasa asing itu. • Meminta santri untuk mengomentari kandungan teks kitab tertentu dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. Misalnya. Menilai percakapan para santri ketika mendemonstrasikan kemampuannya di hadapan teman-temannya. nama-nama benda dan tempat di lingkungan pesantren ditulis dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris itu. 87 . • Mengamati percakapan para santri sewaktu kegiatan musyawarah dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. Untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode muhadatsah atau muhawarah ini dapat dilakukan dengan : • • Menilai kualitas jawaban santri ketika dilakukan tanya jawab dengan ustadz.

menulis huruf latin. sejumlah orang tua memindahkan anaknya ke pesantren lain karena Tebu Ireng dianggap sudah terlalu 88 . K. K. sehingga beliau mengusulkan untuk mendirikan Madrasah Nidzomiyah pada tahun 1934 dengan menempatkan pengajaran pengetahuan umum 70 % dari seluruh kurikulum Madrasah tersebut.H Mahin Ilyas dengan persetujuan K. namun pembaharuannya dalam pesantren sempat menimbulkan reaksi yang cukup hebat. dari sistem Bandungan diganti dengan sistem Tutorial. misalnya membaca.H Hasyim Asy’ari di anggap cukup konservatif.BAB IV ISYU-ISYU PEMBAHARUAN PESANTREN Pembaharuan pendidikan di kalangan pesantren sebenarnya sudah banyak dilakukan.H Hasyim Asy’ari memasukkan mata pelajaran umum. Tapi usulannya tersebut tidak disetujui oleh ayahnya dengan dalih jika diterapkan akan menciptakan kekacauan antara sesama pimpinan pesantren. misalnya mengusulkan kepada ayahnya suatu perubahan radikal dalam sistem pengajaran di pesantren. Tujuannya untuk mengembangkan inisiatif dan kepribadian para santri di pesantren dan murid-murid di sekolahan. yang sistematis dan tepat diterapkan pada anak didik di suatu lembaga pendidikan sekarang ini. Pada kesempatan yang lain K. setidaknya melalui sumbangan pemikiran atau pun usulan-usulan tertentu. sejak saat itu surat kabar berbahasa Melayu masuk pesantren. sejarah dan bahasa Melayu di lembaga pendidikannya. Menurut K.H Wahid Hasyim sistem pengajaran di atas seharusnya diganti.H Wahid Hasyim. ilmu bumi.

A. Beliau menunjuk nilai strategis pondok pesantren yang umumnya berada di desa. Dalam hal ini perkembangan pesantren harus di sesuaikan dengan kebutuhan pembangunan. Metode dan Sistem Pengajaran Metode pengajaran sebenarnya merupakan hal yang setiap kali dapat berkembang dan berubah sesuai dengan penemuan metode yang lebih efektif dan efisien untuk mengejarkan masing-masing cabang ilmu pengetahuan.A Mukti Ali mengatakan dalam masalah ini perlu adanya pembaharuan sistem pendidikan di pesantren. Meskipun demikian. KH. Berbeda dengan sistem pengajaran pesantren yang berlaku di kebanyakan 89 . dan secara historis memegang peran penting dalam kebangkitan Nasional. begitu juga pengalaman-pengalaman lembaga pendidikan keagamaan agama lain. baik soal-soal kurikuler maupun kelembagaannya. H.modern. juga untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih oleh rakyat Indonesia. Harapannya agar pondok pesantren dapat lebih melihat pengalaman-pengalaman Islam di luar. Perlu pemikiran yang integral sebagai suatu kemutlakan dalam mengarahkan pondok pesantren menjadi potensi pembangunan. Imam Zarkasyi Pembaharuan yang dilakukan oleh Imam Zarkasyi di Pondok Pesantren yang dibinanya adalah meliputi : a. dalam waktu yang sangat panjang pesantren secara agak seragam mempergunakan metode pengajaran yang lazim disebut dengan sistem Weton atau Sorogan sebagaimana dibahas di muka.

setelah itu cara atau metode pengajaran.14 dengan alasan membekali kunci ilmu pengetahuan agama islam dan umum. menulis. mendengarkan dan mengucapkan. belajar bahasa Arab adalah untuk bisa membaca. dengan ungkapannya bahasa yang tidak diucapkan sama dengan tidak dipelajari. 90 . sementara materi baru menduduki rengking berikutnya. dengan berbekal bahasa mereka bisa menggali sendiri ilmu pengetahuan untuk bekal hidup mereka. karena guru adalah pelaku pendidikan. Menurut beliau ukuran dari suatu lembaga pendidikan itu bukanlah materi pelajarannya. Berangkat dari situ kemudian beliau mengadakan perubahan dalam cara mempelajari bahasa Arab. Landasan efesiensi waktu ini kemudian dijadikan dasar dalam pembaharuan pesantren yang kemudian dalam bentuk nyata yaitu Pondok Modern Gontor. materi pelajaran boleh sederhana. Maka dieperlukan pembaharuan metodologi dan sistem pengajaran. anak didik dicanangkan harus menguasai bahasa sebagai kunci pengetahuan. Bagi Imam Zarkasyi yang terpenting bagi lembaga pendidikan adalah pimpinannya atau kepala sekolah jika itu berbentuk sekolah. maka pembaharuan yang pertama adalah dalam hal mempelajari bahasa. kemudian gurunya. yakni biaya dan waktu yang dikeluarkan sedikit tetapi dapat menghasilkan produksi yang besar dan bermutu. tapi dengan cara pengajaran yang baik akan menghasilkan hasil yang baik. Hal ini senantiasa didengungkan beliau pada acara perkenalan tentang pondok maupun acara-acara kuliah umum dihadapan santrinya. mereka bisa mengembangkan pengetahuan 14 Ini merupakan kriteria yang diakui para ahli pengajaran bahasa modern.pesantren KH Imam Zarkasyi dengan pendekatan "efisiensi waktu" dalam pengajaran.

penglihatan maupun pendengaran. penerbitan majalah dinding yang dikelola santri yang juga dalam tiga bahasa. menulis baik menuliskan huruf maupun mengarang. dalam mendengarkan. Repolusi pengajaran bahasa ini merupakan hasil dari suatu rencana yang panjang. yaitu jangan sampai usia habis hanya dipakai untuk menguasai kaidah bahasa atau gramatika saja. Untuk itulah pengajaran bahasa Arab maupun Inggris diorientasikan pada penguasaan keempat kemahiran bahasa di atas dengan mengutamakan praktek. Setelah itu diharapkan akan membukakan wawasan pengetahuan santri hingga mampu menjadi 91 . parktek dalam berbicara. lomba baca puisi juga dalam tiga bahasa. sementara untuk pengetahuan umumnya para santri dipersiapkan dengan penguasaan bahasa Inggris. seperti ustadz yang siap ditanya kapan saja. sementara tujuan pengarajan bahasa sebagai alat untuk mencari pengetahuan terabaikan. dengan langklah perbaikan metodologis pengajaran bahasa ini diharapkan "waktu" yang terbuang untuk menggeluti gramatika bisa dipakai untuk menggali pengetahuan agama dari sumbernya yang berbahasa Arab. guru dan kyainya. Indonesia.keagamaannya dengan merujuk sendiri kepada kitab-kitab referensi yang ditulis dengan bahasa Arab. serta latihan muhadatsah baik Arab maupun Ingris. lomba teater dalam tiga bahasa. Untuk mewujudkan proses pembelajaran bahasa seperti itu didukung dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana. serta membaca. Al-hasil pesantren menjadi semacam labolatorium bahasa alami dengan bahasa asing yang dipelajari sebagai bahasa komunikasi anatara sesama santri. Inggris. berbagai kegiatan seperti latihan pidato dalam tiga bahasa Arab. dengan pendek kata semua kegiatan dipesantren mendukung pembelajaran bahasa dari ucapan.

bagi guru yang akan mengajar pada keesokan harinya harus membuat I’dad (persiapan mengajar) tertulis. Jadi guru dituntut untuk menguasai metodologi pengajaran. Sehingga untuk santri yang bertindak sebagai pemberi sanksi adalah pengurus organisasi yang ditunjuk oleh Kiai untuk menindak mereka yang melanggar aturan tersebut. tugas guru sebelum mengajar yang paling utama adalah membuat rencanan pengajaran dan persiapan satuan pelajaran (Satpel) yang di Gontor dikenal dengan sebutan I'dad Tadris. gambaran di atas tidak bisa dijadikan dasar untuk mengklaim bahwa Gontor 92 . karena menurut Imam Zarkasyi bahwa penguasaan metodologi pengajaran lebih penting daripada penguasaan materi atau substansi itu sendiri yang dikenal dalam bahasa Arabnya At-Thariqah Ahammu Min al-Maddah.15 15 Disarikan dari ceramah-ceramah KH. Metode dan sistem pengajaran tersebut diterapkan dalam teori dan praktek yang tepat. Imam Zarkasyi (Kuliah Umum) dan pengamatan penulis secara partisifatif. yang berlaku baik bagi santri maupun guru. bagi guru yang melanggar disiplin tersebut akan diberi sanksi di hadapan guru-guru yang lain pada acara pembinaan mingguan yang dikenal dengan kemisan. Guru pun demikian. dimana guru akan menyerahkan I’dadnya tersebut kepada guru yang lebih senior yang ditunjuk oleh pimpinan pesantren. yaitu dengan memberlakukan fungsi kontrol atas penggunaan metode pengajaran."perekat ummat" sebagai agenda utama ummat Islam. Untuk mewujudkan teorinya tentang kepala sekolah dan guru sebagai sentral aktivitas pendidikan KH Imam zarkasyi sangat ketat memperhatikan metodologi pengajaran. . Suatu contoh dalam hal berdisiplin.

mengembangkan pengetahuannya dengan bermodalkan bahasa baik pengetahuan umum maupun agama. Di pesantren lain diajarkan pendalaman ilmu Nahwu Sharaf dari kitab Alfiyah Karangan Imam Malik. Kurikulum Pendidian Pesantren Kurikulum yang diterapkan oleh Imam Zarkasyi pada lembaga pendidikan Pondok Modern (KMI) adalah kurikulum yang dicanang untuk pendikan dasar. Imam Zarkasyi boleh dikatakan berhasil dalam menerapkan metode pengajaran bahasa tersebut karena melaksanakannya secara utuh. Imam Zarkasyi bagaimanapun mata rantainnya dihubungkan dengan Prof. Juga berbeda dengan kurikulum yang ada di pesantren tradisionil16. tetapi di lembaga pendidikannya beliau memakai kitab kecil Nahwul-Wadhih yang banyak ikhtisar contoh-contohnya. artinya anak -anak dibekali cara ibadah sehari-hari dengan baik --biasa disampaikan dalam ceramah beliau-. karena gambaran suatu sistem pesantren lebih merupakan pengalaman individu para penghuninya. 93 . di lembaga pendidikannya para santri diajarkan pemahaman ilmu Fiqh dari kitab Bidayatul-Mujtahid karangan Ibnu Rusyd di mana di pesantren tradisionil jarang diajarkan. dan tidak bisa diungkapkan lewat tulisan yang singkat ini. dan bisa mengembangkan dirinya di masyarakat.dengan harapan output dari pesantren tersebut bisa beribadah. b. Sebagai contoh. bisa beramal sholeh. Di hanya mengajarkan bahasa. 16 Kini kurikulum KMI Gontor telah dikembangkan di tidak kurang dari 300 pesantren alumni Gontor yang mneyebar di Indonesia dengan berbagai variannya. Jadi tidak mengacu pada kurikulum Departemen Agama atau Departemen Pendidikan Nasional.Perubahan yang dilakukan KH. Mahmud Yunus.

Matematika. Di samping mempelajari kitab Durusul-Lughah (dasar-dasar bahasa Arab). Berbeda dengan Zamakhsari Dlofir. Sejak saat itu beliau mulai berfikir untuk menerapkan suatu pemikiran pendidikan yang mengarah ke masalah tersebut. Nahwu Sharaf. dan lain sebagainya. Pemikiran pendidikan yang diterapkan oleh KH. tapi merupakan khazanah yang perlu dikaji untuk mengingat kembali zaman keemasan peradaban Islam dahulu kala. 94 . Sejarah. Imam Zarkasyi tidak menganggap pengajaran kitab-kitab Islam klasik sebagai elemen dasar dari tradisi suatu pesantren. Insya’ dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pengetahuan ilmu agama. Mantiq. Dalam benak Imam Zarkasyi timbul pemikiran tentang perpaduan pengajaran ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum. Arab dan Inggeris dalam teori dan praktek. ketika beliau mendengar pemberitahuan dari pemerintah tentang seorang utusan/delegasi yang mampu menguasai dua bahasa sekaligus untuk dikirim ke suatu Pertemuan Kenegaraan. Fisika. Di samping itu pula diajarkan ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama seperti : Bahasa Indonesia. di samping penggunaan dua bahasa. Psikologi. Di mana santri perlu diberi wawasan pengetahuan agama dan pengetahuan umum yang tak dapat dipisahkan satu sama lainnya untuk menghadapi era globalisasi di masa yang akan datang. Al-jabar. pada tahun 1985. Bahasa Inggeris dan Grammarnya. Ilmu tata buku (administrasi). Imam Zarkasyi dimulai sejak berakhirnya masa belajar beliau di berbagai tempat dari tahun 1935 hingga tahun wafatnya beliau. Geografi. Mahfudzat.lembaganya para santri diajarkan kitab Tafsir al-Manar karangan Muhammad Abduh di mana di pesantren lain jarang diajarkan kepada para santrinya.

Hasyim Asy’ari yang mula-mula belajar dibawah bimbingan ayahnya sendiri. Masyarakat Tebu-ireng terbiasa dengan perjudian.Pemikiran pendidikan Imam Zarkasyi sudah mendapat pengakuan dari kalangan akademisi di Indonesia.H. Kondisi inilah yang menariknya untuk mendirikan sebuah pesantren. Bangkalan Madura.H A. mabuk-mabukan. Hasyim Asy’ari memilih untuk mendirikan pesantren di Tebu-ireng. kemudian melanjutkannya ke beberapa pesantren di Wonokromo Probolinggo. Pesantren ini tercatat 95 . berupa lembaga pendidikan yang sudah diakui keberadaannya dan kepada negara di mana beliau pernah duduk dalam kepemerintahan pada Departemen Agama. B. Pemimpin pesantren Siwalan mengambil K. Hal seperti ini pun kemudian diikuti oleh murid-murid beliau. Wahid Hasyim dan Tebu Ireng a.H. Sekilas Tentang Tebu-ireng Tebu-ireng merupakan salah satu kiblat pesantren di Jawa bahkan Indonesia. perzinahan. Beliau meninggalkan peninggalan yang berharga yang akan menjadi amal jariah beliau di akhirat kelak. Kyai Ya’kub. Tebu-ireng didirikan oleh K. desa yang dipandang hitam. Sekembalinya dari Makkah. dan perampokan. K.H.Hasyim Asy’ari sebagai menantu dan kemudian dikirim ke Makkah untuk melanjutkan studi dan menetap disana selama tujuh tahun. Dari pesantren ini lahir Jam’iyah Nahdhatul Ulama yang mengikat kyai dan umat Islam Indonesia. dan Siwalan Panji. K. di mana beliau pernah berjasa kepada agama.

pesantren Tebu-ireng menggunakan metode musyawarah yang dikembangkan di kalangan santri senior dalam rangka memperdalam pengetahuannya serta menumbuhkan sikap kritis pada para santri. Mereka diberi kebebasan dalam mengajukan argumen terhadap suatu masalah yang diajukan serta berdebat. Pesantren Tebu-ireng sebagaimana pesantren lainnya memusatkan kegiatan akademiknya dalam bidang agama. menurut Martin Van Bruinessen merupakan inivasi baru dalam dunia pendidikan pesantren. K. pesantren Tebu-ireng mulai sejak berdirinya tahun 1899 sampai tahun 1916 memakai sistem sorogan dan bandongan sebagai metode utama dalam mentransformasi ilmu. Kesamaan mata pelajaran dan metode pengajaran tidak bisa lepas dari kebersamaan pemimpin pesantren dalam menuntut ilmu dari berbagai ulama di berbagai pesantren di tanah air dan tanah suci. terutama mata pelajaran hadist.H. terutama karya-karya Imam 96 . Setelah tahun 1916. Dalam sistem pengajaran. Salah seorang gurunya Kyai Khalil Bangkalan. sering hadir mengikuti halaqah hadist yang sampaikannya.Hasyim Asy’ari seorang ulama yang pertama kali memperkenalkan dan mengajarkan mata pelajaran tersebut. Namun demikian bukan berarti mereka tidak mau mengadakan perubahan dalam bidang studi maupun metode yang digunakan. Van den berg seperti dikutip Martin dalam penelitiannya tentang kitab-kitab yang digunakan di pesantren pada abad ke-19 tidak mencantumkan kitab hadist. dengan syarat ada rujukan dari berbagai sumber.resmi tahun 1899 M / 1324 H. Pengenalan mata pelajaran hadist sebagai objek studi di pesantren.

Hasyim Asy’ari . dan Wahid Hasyim putra beliau sendiri.Muhammad Ilyas. seperti : Bahasa Indonesia (Melayu). sehingga banyak santri mejadi ulama dan akhirnya memimpin pesantren. Pada tahun 19Tiga tahun berikutnya kurikulum madrasah tersebut ditambah dengan pendidikan umum. dan ilmu Bumi. Pembaharuan pendidikan pesantren Tebu-ireng menimbulkan reaksi yang cukup hebat dari masyarakat dan kalangan pesantren. Pada tahun 1926.H. sehingga sejumlah orang tua memindahkan anak-anaknya ke pesantren yang lain.H . Muhammad Ilyas memasukkan pelajaran bahasa Belanda dan sejarah kedalam kurikulum madrasah atas persetujuan K. seperti : Kyai Manaf Abdul Karim (Lirboyo. b.Hasyim Asy’ari di pesantren Tebu-ireng sangat efektif dalam proses belajar mengajar para santrinya. Pemikiran Wahid Hasyim tentang Pendidikan Pondok Pesantren 97 . Kediri). Kediri).H. Prakarsa pembaharuan pendidikan pesantren Tebu-ireng datang dari murid dan putranya. Hal tersebut terus berlangsung dan dilanjutkan oleh Wahid Hasyim dengan mendirikan madrasah modern di lingkungan pesantren.H. karena pesantren Tebu-ireng sudah dianggap sudah terlalu modern. yaitu K. dengan dukungan Wahid Hasyim. Metode musyawarah yang dikembangkan K. Matematika. Kyai Zubair (Reksosari. Kyai Ma’sum menantu K. memasukkan sistem madrasah ke dalam sistem pendidikan pesantren.H. Kyai Jazuli (Ploso. Reaksi tersebut tidak menyurutkan proses pembaharuan pesantren Tebu-ireng. K. Salatiga). Kyai Abbas (Buntet Cirebon). dan banyak lagi yang lainnya. Kyai As’ad Syamsul Arifin (Asembagus. Pada tahun 1916.Syafi’i dalam masalah fiqih.Hasyim Asy’ari. Situbondo).

Pandji Pustaka. antara lain : Penyeber Semangat. Disamping itu ia mempelajari literatur yang ada kaitannya dengan masalah yang sedang dihadapi. dan surat kabar yang mendukung perjuangannya. Secara berhati-hati ia menyusun dan mengembangkan ide-ide tentang pembaharuan pendidikan Islam. dan lainnya. Umul Qurra. maka muncullah para pembaharu dalam dunia Islam seperti : Abdullah bin Abdul Wahab. Disamping itu ia juga mengadakan perjalanan untuk mengadakan studi comparative tentang berbagai model pendidikan yang sedang berkembang di lingkungan pesantren maupun sekolah-sekolah umum yang dikelola oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Muhammad Abduh. termasuk usaha-usaha dalam bidang pendidikan. untuk mengejar ketinggalan dan keterbelakangan mereka. Dengan demikian ia banyak menggunakan waktunya untuk membaca bukubuku. yaitu di pesantren Tebu Ireng. Kullu 98 . Hal ini mempengaruhi pemikiran Wahid Hasyim dalam memperbaharui sistem pendidikan pesantren. Aspek Tujuan Pada tahun 1993. Daulat Ra’jat. bahkan ia mengadakan studi cooperative ke luar negeri. terutama di negara-negara Islam Timur Tengah. 1. Rasyid Ridha. Gerakan pembaharuan di dunia Islam berpengaruh pula ke Indonesia. al-Lata’if al. Wahid Hasyim kembali ke Indonesia. Jalaluddin al-Afghani.Umat Islam yang mulai menyadari akan kelemahan dan keterbelakangannya di abad 20. mulai berusaha mengadakan pembaharuan dalam segala bidang kehidupan. Studi comporative tidak hanya dilakukan didalam negeri.Musyawarah. ia mulai terjun dalam dunia pendidikan. Majalah dan surat kabar yang ia baca. majalah. Sautul hijaz.

sedangkan “dunia kini” dianggap sebagai dunia mainan. Orientasi demikianlah menurut Mastuhu. Pada awal tujuan yang pendidikan Islam khususnya pesantren lebih berkonsentrasi pada urusan ukhrawiyah (akhirat). sedang kelima majalah Arab di atas diterbitkan di Timur Tengah. ia membuat perencanaan yang matang. Menggambarkan cara mencapai tujuan itu. Karena tujuannya yang demikian. tasawuf. Adalah sangat menarik diperhatikan disini bahwasannya sejak muda ia telah melibatkan diri dengan pola pikir dari kelompok masyarakat dan golongan yang lebih luas. Ia tidak ingin gerakan ini gagal di tengah jalan. Untuk itu. dan al-Istnain. merupakan salah satu penyebab tertinggalnya kaum muslim 99 . disebabkan oleh sumber teologi yang fatalistis dan tidak rasional. sakral dan sebagainya. bahwa dengan sungguh. Orientasinya kemasa lampau dan terpaku ke “dunia sana”. Memberikan keyakinan dan cara. Hal ini memudahkan kita untuk memahami mengapa ia mengadakan rekonstruksi terhadap sistem pendidikan pesantren.sungguh tujuan dapat dicapai.Syaiin wal Dunya. Dalam mengadakan perubahan terhadap sistem pendidikan pesantren. ia mengadakan langkah-langkah sebagai berikut : Menggambarkan tujuan dengan sejelas-jelasnya. warna sistem pendidikan pesantren sangat didominasi oleh warna-warna fiqih. Ketiga majalah Indnesia tersebut diterbitkan oleh kalangan nasionalis. nyaris terlepas dari urusan duniawiyah (dunia). ritual. Orientasi pendidikan yang hanya berkonsentarsi pada urusan akhirat menurut Al-Amir Syakib Arsalan.

Dari hal diatas kemudian tujuan pesantren dirumuskan hanya sebagai “mencetak” para ulama / ahli agama belaka. Di samping itu pengertian ulama dalam kalangan pesantren telah mengalami penyempitan makna. Hal tersebut cukup beralasan. Dengan alasan pelajaran tersebut tidak sesui dengan tujuan keagamaan yang dimiliki pesantren.ilmu umum. antara lain: • Para santri tidak perlu menghabiskan waktu sampai puluhan tahun untuk belajar bahasa Arab dan mengakumulasi pengetahuan dari para kyai di berbagai pesantren. Ada beberapa alasan mengapa Wahid Hasyim mengusulkan alternatif demikian. • Para santri dapat mempelajari agama Islam dari buku-buku yang ditulis 100 .pelajaran non-agama masuk dalam kurikulum pesantren.dengan negara-negara lain. Dalam hal tujuan belajar di pesantren. Penolakan tersebut menurutnya tidak rasional dan bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. sehingga ulama hanya digunakan untuk orangorang yang menekuni bidang-bidang ilmu agama dan merendahkan ilmu. Wahid Hasyim memberikan alternatif lain kepada para santri. Bagaimana manusia dapat memakmurkan bumi tanpa ilmu pengetahuan. Bukankah manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi dan memakmurkannya. karena dalam kenyataanya bahwa dalam sietem pendidikan agama yang paling eksklusif sekalipun. Ia menyarankan hendaknya sebagian besar santri untuk tidak menjadi ulama. tidak semua siswanya dapat “dicetak” menjadi ulama. mengakibatkan pesantren tidak menerima untuk tidak dikatakan menolak.

ia bersama K. Walau demikian. Dengan rumusan tujuan pendidikan yang demikian ia tidak ingin lagi melihat santri yang lebih rendah kedudukannya dalam masyarakat dari kaum terpelajar Barat.dengan bahasa latin. Pada tahun 1935. sebagai mana telah disinggung diatas. misalnya. • Para santri dapat memfokuskan waktunya untuk mempelajari berbagai pengetahuan dan ketrampilan lainnya yang dapat digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri dan masyarakat. 2. merupakan wujud dari upaya pembaharuan pendidikan Islam yang dilakukan oleh cendikiawan muslim termasuk didalamnya Wahid Hasyim. wawasan berfikir Wahid Hasyim dikenal cukup luas. Wawasan ini kemudian diaplikasikan dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial dan pendidikan. Berkembangnya madrasah di Indonesia di awal abad ke-20.H Muhammad Ilyas mendirikan madrasah Nizhamiyah. yang melihat bahwa lembaga pendidikan Islam ( 101 . Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pesantren menurut Wahid Hasyim adalah mencetak santri yang berkepribadian muslim dan bertaqwa kepada Allah serta memiliki ketrampilan sehingga santri dapat mandiri dan berkiprah pada masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini dapat diduga sebagai hasil dari luasnya bacaan beliau. Aspek Kurikulum Meski tidak pernah mengenyam pendidikan modern. ia tetap berharap adanya sebagian santri yang betul-betul menjadi ulama dengan mempelajari bahasa Arab dan pengetahuan agama secara mendalam.

dasi dan topi. hanya saja diberi muatan dan corak keislaman.pesantren ) dalam beberapa hal tidak lagi sesuai dengan tintutan dan perkembangan zaman. Madrasah Nizamiyah didirikan dengan pertimbangan bahwa kurikulum pesantren yang hanya memfokuskan kepada ilmu-ilmu agama mengakibatkan santri mengalami kesulitan untuk bersaing dengan siswa yang mendapat pendidikan Barat. Apa yang dilakukan Wahid Hasyim jelas merupakan inovasi baru bagi kalangan pesantren.bahkan pengetahuan umum. termasuk bahasa Belanda dan Inggris. Usaha pembaharuan yang dilakukannya bukan pekerjaan yang tanpa resiko. pelajaran umum masih dianggap tabu dalam kalangan pesantren karena identik dengan penjajah. Pada saat itu. Dengan penguasaan ketiga komponen tersebut santri akan mampu bersaing dengan mereka yang mendapatkan pendidikan Barat dalam menempati posisi di masyarakat. Untuk itu ia mendisain kurikulum madrasah tersebut dengan kurikulum yang hanya ilmu-ilmu agama tetapi juga ilmu-ilmu umum. bahasa asing. membuat banyak orang berpendapat bahwa madrasah sebenarnya merupakan bentuk lain dari sekolah. dan skill dalam berorganisasi. Kebencian pesantren terhadap penjajah membuat pesatren mengharamkan semua yang berkaitan dengannya. disebabkan oleh lemahnya penguasaan pengetahuan umum (sekuler). seperti memakai pantalon. Kedekatan sistem belajar mengajar ala madrasah dengan sistem belajar mengajar ala sekolah yang dikembangkan Pemerintah Kolonial Belanda saat itu. Kelemahan santri menurut Wahid Hasyim. 102 .

Kritikan itu disambut olehnya dengan tenang dan ia tetap berjalan dengan keyakinannya sebagai seorang idealist. Yang menonjol dalam hal kurikulum ini adalah pemahaman Wahid Hasyim terhadap konsep ilmu. Tidak ada yang menyangkal dikotomi pendidikan di Indonesia. yaitu pendidikan umum disatu pihak dan pendidikan agama dipihak lain adalah warisan Kolonial Belanda. Dikotomi tersebut menurut Wahid Hasyim sangat berbahaya bagi umat Islam Indonesia. kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang 854 kali dalam Al-Qur’an. Saksinya ratusan ayat Al-Qur’an. Aspek Metode Pengajaran Wahid Hasyim ketika berumur 17 tahun sempat belajar selama 1 tahun di Makkah. Dalam pandangan Al-Qur’an. Sekembalinya ke Tebu-ireng. ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul tehadap makhluk-makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahan. sistem pendidikan semacam ini akan melahirkan ilmuan-ilmuan yang tak bermoral dan ulama yang tidak kenal zamannya.banyak kritikan yang datang datang dari masyarakat bahkan ulama pesantren. Selain itu ia pun ingin menghilangkan dikotomi ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum yang saat itu melanda dunia pendidikan Islam pada umumnya dan khususnya pondok pesantren. 3. ia mengusulkan kepada ayahnya suatu 103 . Ia menganggap bahwa Islam tidak memisahkan pengetahuan agama dan pengetahuan umum. dan lain sebagainya. ia pun dianggap telah merusak sistem pendidikan pesantren. Ia dianggap telah mencampuradukkan perkara agama dan dunia.

Panji Pustaka. dan nasionalis . menulis catatan. dan Penyebar Semangat. modernis. Adil.perubahan metode pengajaran di pesantren. Dewan Islam. Perubahan metode pengajaran dan pendirian perpustakaan merupakan kemajuan Wahid Hasyim. Secara singkat.000 buku yang kebanyakan buku-buku keagamaan. seperti : Panji Islam. tidak ada kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau berdiskusi. pendapat guru bukanlah suatu kebenaran mutlak sehingga kendapatnya dapat dipertanyakan bahkan dibantah oleh santri ( murid ) dan proses belajar mengajar berorientasi pada murid sehingga potensi yang dimiliki akan terwujud dan ia akan menjadi dirinya sendiri. ia pun menganjurkan para santri untuk belajar organisasi dan membaca. Nurul Islam. dimana posisi guru ditempatkan bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar. yang luar biasa yang terjadi pada pesanten ketika itu. Usulan itu antara lain agar sistem bandongan di ganti dengan sistem tutorial yang sistematis dengan tujuan untuk mengembangkan inisiatif dan kepribadian santri. 104 . menurut metode bandongan akan menciptakan kepastian dalam diri santri. Dengan hal tersebut Wahid Hasyim mengharapkan terjadinya proses belajar mengajar yang dialogis. Perpustakaan tersebut juga berlangganan majalah dan surat kabar. Pada tahun 1936 ia mendirikan IKPI ( Ikatan Pelajar Islam ). Islam Bergerak. Wahid Hasyim belum merasa puas dengan perubahan yang ia lakukan. dan menghapalkan mata pelajaran yang telah diberikan. Al-Munawarah. Pustaka Timur. Selain itu ia juga mendirikan perpustakaan dengan koleksi buku 1. Berita Nahdhatul Ulama. Kesebelas jurnal diatas mewakili Pandangan kaum tradisionalis. Hal ini dikarenakan dalam kelas yang menggunakan metode tersebut santri datang hanya mendengar. Pujangga Baru.

bahkan di dunia. diulas dalam buku ini. Dilihat dari jumlah amal usahanya Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia.Dalam proses pembelajaran murid tidak hanya dijadikan objek pendidikan akan tetapi ia dijadikan subjek pendidikan itu sendiri. Sedangkan Guru memposisikan diri sebagai motivator. dan pesantren dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi berdiri kokoh di seluruh penjuru Nusantara Bahkan di beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. bidang pendidikan merupakan amal usaha Muhammadiyah yang terbesar. dan fasilitator dalam proses pembelajaran. Berbagai jenis pendidikan sepertisekolah. Tidak ada alasan spesifik memang. Besarnya jumlah lembaga pendidikan tersebut merupakan bukti konkrit peran penting Muhammadiyah dalam proses pemberdayaan umat Islam dan pencerdasan bangsa. C. Ahmad Dahlan DanPerguruan Muhammadiyah Mengapa perlu mengemukakan profil Ahmad Dahlan dalam pembahasan pondok pesantren ini. Bahkan. tetapi beliau merupakan cikal bakal Perguruan Muhammadiyah yang beberapa diantaranya bida disebut dengan Pondok Pesantren. pendidikan telah menjadi “trade-mark” gerakan Muhammadiyah. Mungkin itu pertanyaan yang pertama kali dilontarkan ketika nama pendiri Muhammadiyah. tetapi juga menawarkan 105 . Dalam konteks ini Muhammadiyah tidak hanya berhasil mengentaskan bangsa Indonesia dan umat Islam dari kebodohan dan penindasan. paling tidak kita bisa mengenal ide-ide dalam pendidikan dan kepesantrenan dalam Perguruan Muhammadiyah. sebagai ormas Islam terbesar kedua setelah Nahdlatul Ulama. madrasah. Dibandingkan dengan amal usaha lainnya. KH.

Seperti umumnya para santri pada waktu itu. qira’ah dan falaq. nahwu. Ahmad Dahlan dikaruniai dua orang putra dan empat orang putri. pendiri Nahdhatul Ulama (NU) pernah belajar. penggagas dan pendiri gerakan Muhammadiyah yang karena perjuangan dan kepeloporannya dalam memajukan bangsa dan pendidikan nasional dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Ahmad Dahlan tidak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah-sekolah model pendidikan Belanda. Dari pernikahannya dengan Siti Walidah.suatu model pembaharuan sistem pendidikan “modern” yang tetap terjaga identitas dan kelangsungannya. salah seorang ulama terkenal yang tinggal di kampung Darat. Diskusi tentang pendidikan Muhammadiyah sebagai salah satu pembaharu pendidikan Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pemikiran para pendirinya. Dalam salah satu sejarah disebutkan Ahmad Dahlan pernah belajar ilmu falaq kepada Kyai Saleh Darat. setelah memiliki dasar-dasar pendidikan agama Islam Ahmad Dahlan menjadi “musafir pencari ilmu” yang mengembara dari satu pesantren ke pesantren lainnya untuk mendalami ilmu agama seperti ilmu fiqh. Salah satu tokoh pendidikan Muhammadiyah yang paling menonjol adalah Ahmad Dahlan . hadits. Semarang. Di pesantren ini pula. di saat usia mencapai 22 tahun. Ahmad Dahlan dikirim oleh ayahnya untuk melaksanakan ibadah haji dan memperdalam ilmu agama. Dalam kesempatan tersebut. Ahmad Dahlan menikah dengan Siti Walidah. gadis Kauman yang masih sepupunya. KH Hasyim Asy’ari. Ahmad Dahlan banyak belajar ilmu agama dari para ulama 106 . Pada tahun 1890.

ilmu hadits kepada mufti Madzhab Syafi’i. Kyai Mas Abdullah Surabaya dan kyai Faqih Kumambang Gresik. Ahmad Dahlan memperdalam ilmu fiqh kepada Kyai Machfudz Termas dan Said Babusyel. Ahmad Dahlan tidak langsung pulang ke tanah air melainkan menyempatkan diri tinggal di Makkah selama satu setengah tahun untuk memperdalam ilmu agama kepada para ulama Timur Tengah. seorang tokoh modernis dari Mesir. Bahkan Sayyid Bakri Syata’-lah yang memberikan atau mengganti nama Muhammad Darwis menjadi Ahmad Dahlan . Setelah ibadah haji. Setelah beberapa tahun lamanya bekerja sebagai khatib dan berdagang batik di beberapa daerah. Kesempatan dialog yang pada akhirnya mengilhami dan mendorongnya untuk melakukan reformasi di Indonesia adalah dialognya dengan Syeikh Muhammad Rasyid Ridha. Dalam kesempatan bermukim di Makkah tersebut Ahmad Dahlan juga sempat berdialog dengan para ulama Nusantara yang bermukim di Makkah di antaranya Muhammad Khatib Minangkabau. 107 . Kyai Nawawi Banten. salah seorang mufti Madzhab Syafi’i yang bermukim di Makkah. ilmu falaq kepada Kyai Asy’ari Bacaan dan ilmu qiraah kepada Syeikh Ali al-Musri Makkah. Ahmad Dahlan mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya. Ahmad Dahlan kemudian diangkat menjadi salah seorang khatib di masjid Besar Kasulthanan Yogyakarta menggantikan posisi ayahnya.terkenal. Sepulang dari ibadah haji yang pertama Ahmad Dahlan kemudian mulai mengajar mengaji di kampungnya dan beberapa kali menjadi badal ayahnya bahkan karena kemampuannya. Diantara gurunya adalah Sayyid Bakri Syata’.

Mereka cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang termasuk takhayul. Sambil berdagang batik Dahlan melakukan tabligh dan diskusi keagamaan. Al-Islam Wal Nasriyyah (M. • Lembaga-lembaga pendidikan agama Islam yang ada ketika itu tidak efisien. AtTauhid (Muhammad Abduh). Abduh) . bid’ah. Lembaga Ahmad Dahlan mendirikan organisasi 108 . Tafsir Juz Amma (Muhammad Abduh). Amalan-amalan mereka merupakan campuran antara yang hak dan yang batil. Da’irah al-Ma’arif (Farid Wajdi). Faktor terpenting yang mendorong Ahmad Dahlan untuk mendirikan organisasi adalah: • Kenyataan bahwa umat Islam Indonesia telah banyak yang meninggalkan alQur’an dan Sunnah. Kanz al-‘Ulum. tidak menjawab tantangan dan tuntutan perkembanganmasyarakat.Tafshil al-Nasyatin Tahshil al-Sa’adatain Fi’il Bid’ah (Ibnu Taimiyah). Izhar al-Haqq (Rahmat Allah al-Hindi). Muhammadiyah. Ahmad Dahlan kemudian aktif menyebarkan gagasan Ahmad pembaharuan Islam ke pelosok-pelosok tanah air.Di samping aktif melakukan dialog dengan para ulama Ahmad Dahlan juga aktif membaca majalah dan kitab.pada tahun 1912 M. dan syirk.Qashaid al-Aththa (‘Abd Athithas). Majalah yang dibacanya adalah al-Manar dan alUrwat al-Wutsqa. Dengan kedalaman ilmu agama dan ketekunannya dalam mengikuti gagasangagasan pembaharuan Islam. Sedangkan kitab yang sering dikaji dan diajarkannya adalah . Al-Tawassul wa al-Wasilah siyyah al . Matan al-Hikam (Ibnu‘Atha Allah). dan pada akhirnya -atas desakan dari para muridnya. dan lain-lain.

• Mayoritas umat Islam yang terdiri dari petani dan buruh menjadi semakin miskin. memperteguh iman. • Kebanyakan umat Islam terperangkap dalam fanatisme sempit. meningkatkan ibadah. Bahkan mereka mendapat bantuan dari penjajah Belanda. Mempertahankan Islam dari segala pikiran dan perbuatan yang bertentangan 109 . Hal ini dimaksudkan agar umat Islam dapat mengerti ajaran-ajaran agama mereka secara benar. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan di atas Muhammadiyah melakukan berbagai aktivitas sebagai berikut: • Menggalakkan dan meningkatkan mutu pendidikan umat Islam. Ajaran agama yang benar itu ialah yang memurnikan tauhid. Sementara yang kaya tidak ingat berzakat. taklid buta. memperbaiki akhlak.pendidikan terpecah menjadi dua: pendidikan sekuler dan pendidikan pesantren yang hanya mempelajari ilmu-ilmu agama dalam arti sempit. sehingga hak-hak orang miskin terabaikan. dan pola hidup yang statis. Akitabnya umat terpecah dan hal ini menyebabkan semakin melemahnya kekuatan umat. meluaskan dakwah amar makruf nahi mungkar • Mengadakan pembaruan ajaran-ajaran agama agar selaras dengan tantangan zaman. • Aktivitas misi Kristen semakin gencar. • • Memperbarui ajaran-ajaran agama dan sistem pendidikan Islam.

Pertama. kiblat masjidBesar Kasultanan yang menurut Ahmad Dahlan tidak sama persis dengan perhitungan falaq. para siswa di sekolah tersebutperlu mendapatkan pelajaran agama. Baginya. Shalat ‘Id dilaksanakan sesuai dengan perhitungan Dahlan tetapi grebeg dilaksanakan sesuai dengan perhitungan aboge. tetapi kemudian banyak diikuti oleh kalangan muda Kauman yang kemudian membuat garis-garis shaf sesuai konsep falaq Ahmad Dahlan. Menurut Ahmad Dahlan sebagai calon pamong praja. Curafat (TBC) dan Taklid. Ahmad Dahlan kemudian mengundang para Khatib dan penghulu untuk melakukan diskusi tentang kiblat Masjid Besar tersebut. Ahmad Dahlan juga mendirikan sekolah dan madrasah Muhammadiyah serta mengajarkan pelajaran agama sebagai pelajaran ekstra kurikuler di Kweekschool. kebenaran harus tetap dilaksanakan dan ditegakkan. Ahmad Dahlan dengan diantar oleh Kanjeng Penghulu memberanikan diri menghadap Kanjeng Sulthan dan menyampaikan perhitungan falaqnya. Selain aktif menyebarkan gagasan pembaharuan keagamaan dan menyerukan gerakan kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah serta memberantas segala bentuk Takhayul. Yogyakarta dan Osvia Magelang. Ahmad Dahlan adalah seorang yang sangat berani. sekalipun harus berhadapan dengan kekuasaan.dengan Kitab dan Sunnah. Bid’ah. Hal ini dia buktikan dalam dua hal. Jetis. Inilah terobosan dan gagasan besar Ahmad Dahlan. yang sekalipun tidak dihadiri oleh para Khatib. Kasus kedua adalah ketika terjadi perbedaan penentuan tanggal 1 Syawwal atau Hari Raya Idul Fitri antara perhitungan falaq dengan perhitungan aboge (kalender Jawa). Gagasan Ahmad Dahlan diterima. Ahmad 110 .

Di samping aktif di Muhammadiyah Ahmad Dahlan juga aktif di partai politik seperti Budi Utomo dan Sarikat Islam. Pemikiran Pendidikan Ahmad Dahlan Ahmad Dahlan adalah tokoh yang tidak banyak meninggalkan tulisan. Pada bagian ini akan dibahas pemikiran kependidikan Ahmad dahlan sebagaimana yang dikemukakannya dalam ceramah dan pengajian serta tulisantulisannya dan yang tercermin dalam amal usaha Muhammadiyah terutama pendidikan (sekolah. 111 .Ahmad Dahlan adalah sosok yang banyak melakukan amal daripada menulis. Ahmad Dahlan lebih menampilkan sosoknya sebagai manusia amal atau praktisi daripada filosuf yang banyak melahirkan pemikiran dan gagasan-gagasan tetapi sedikit amal. mergangsan. Istilah pendidika di sini dipergunakan dalam konteks yang luas tidak hanya terbatas pada sekolah formal tetapi mencakup semua usaha yang dilaksanakan secara sistematis untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan. Yogyakarta. madrasah dan pesantren). Kemantren. Dalam konteks ini termasuk dalam pengertian pendidikan adalah kegiatan pengajian. a. Sekalipun demikian tidak berarti bahwa Ahmad Dahlan tidak memiliki gagasan. tabligh dan sejenisnya. Amal usaha Muhammadiyah merupakan refleksi dan manifestasi pemikiran Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan dan keagamaan. nilai dan ketrampilan dari generasi terdahulu (tua) kepada generasi muda. Hampir seluruh hidupnya digunakannya untuk beramal dan memperjuangkan kemajuan umat Islam dan bangsa. Ahmad Dahlan meninggal dan dimakamkan di pada tanggal 7 Rajab 1340 H atau 23 pebruari 1923 M Karangkadjen.

dan kemajuan masyarakat pada umumnya. mengabdi untuk Muhammadiyah dalam menyantuni nilai. yaitu “kijahi”. Sedangkan kata “njamboet gawe kanggo Moehammadijah” merupakan manifestasi dari keteguhan dan komitmen untuk membantu dan mencurahkan pikiran dan tenaga untuk kemajuan umat Islam. Istilah Kiai merupakan sosok yang sangat menguasai ilmu agama. Dalam pernyataan sederhana tersebut. berakhlaq mulia dan menguasai ilmu agama secara mendalam. adalah figur yang shalih.b. “kemadjoean” dan “njamboet gawe kanggo Moehammadijah”. adja kesel anggonmoe njamboet gawe kanggo Moehammadijah”. tujuan pendidikan Ahmad Dahlan adalah : “ Dadijo Kijahi sing kemadjoean. pada khususnya. Dalam masyarakat Jawa.‘Alim dalam ilmu agama. Istilah kemajuan secara khusus menunjuk kepada kemoderenan sebagai lawan dari kekolotan dan konservatisme. 3. 112 . Berpandangan luas. 2. seorang Kiai.nilai keutamaan pada masyarakat. Berdasarkan pemahamam tersebut. terdapat beberapa hal penting. Pada masa Ahmad Dahlan kemajuan sering diidentikkan dengan penguasaan ilmu-ilmu umum atau intelektualitas dan kemajuan secara material.Tujuan Pendidikan Ahmad Dahlan tidak secara khusus menyebutkan tujuan pendidikan. Tetapi dari pernyataan yang disampaikannya dalam berbagai kesempatan.Siap berjuang. dengan memiliki pengetahuan umum. tujuan pendidikan menurut Ahmad Dahlan adalah untuk membentuk manusia yang : 1.

Rumusan tujuan pendidikan tersebut merupakan “pembaharuan” dari tujuan pendidikan yang saling bertentangan pada saat itu yaitu pendidikan pesantren dan pendidikan sekolah model Belanda. Di satu sisi pendidikan pesantren hanya bertujuan untuk menciptakan individu yang salih dan mendalami ilmu agama. Di dalam sistem pendidikan pesantren tidak diajarkan sama sekali pelajaran dan pengetahuan umum serta penggunaan huruf latin. Semua kitab dan tulisan yang diajarkan menggunakan bahasa dan huruf Arab. Sebaliknya, pendidikan sekolah model Belanda merupakan pendidikan “sekuler” yang di dalamnya tidak diajarkan agama sama sekali. Pelajaran di sekolah ini menggunakan huruf latin. Akibat dualisme pendidikan tersebut lahirlah dua kutub intelegensia : lulusan pesantren yang menguasai agama tetapi tidak menguasai ilmu umum dan lulusan sekolah Belanda yang menguasai ilmu umum tetapi tidak menguasai ilmu agama. Melihat ketimpangan tersebut Ahmad Dahlan berpendapat bahwa tujuan pendidikan yang “sempurna” adalah melahirkan individu yang “utuh” : menguasai ilmu agama dan ilmu umum, material dan spiritual serta dunia dan akhirat. Bagi Ahmad Dahlan kedua hal tersebut (agama-umum, material-spiritual dan dunia-akhirat) merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Inilah yang menjadi alasan mengapa Ahmad Dahlan mengajarkan pelajaran agama ekstra kurikuler di

Kweekschool Jetis dan Osvia Magelang serta mendirikan madrasah Muhammadiyah yang didalamnya mengajarkan ilmu agama dan ilmu umum sekaligus. b. Materi Pendidikan

113

Berangkat dari tujuan pendidikan tersebut Ahmad Dahlan berpendapat bahwa kurikulum atau materi pendidikan hendaknya meliputi : Pendidikan moral, akhlaq yaitu sebagai usaha menanamkan karakter manusia yang baik berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Pendidikan individu, yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesadaran individu yang utuh yang berkeseimbangan antara perkembangan mental dan jasmani, antara keyakinan dan intelek, antara perasaan dengan akal pikiran serta antara dunia dan akhirat. Pendidikan kemasyarakatan yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesediaan dan keinginan hidup bermasyarakat. (Arifin, 1987) Meskipun demikian, Ahmad Dahlan belum memiliki konsep kurikulum dan Ahmad

materi pelajaran yang baku. Muatan kurikulum pelajaran agama menurut

Dahlan bisa dilihat dari materi pelajaran agama yang diajarkannya dalam pengajianpengajian di madrasah dan pondok Muhammadiyah. K.R.H Hadjid, salah seorang murid Ahmad Dahlan, mengumpulkan ajaran gurunya ke dalam sebuah buku berjudul “Ajaran Ahmad Dahlan dan 17 Kelompok Ayat-Ayat Al-Quran” yang merupakan catatan pribadinya selama mengikuti pelajaran agama. Dari pelajaran tersebut dapat dikelompokkan bahwa Ahmad Dahlan banyak menyampaikan materi yang berkaitan dengan keimanan, akhlak dan semangat untuk berjuang membela agama dan membantu sesama. B. Muhammadiyah dan Pemberdayaan Masyarakat Dengan visi-visi Ahmad Dahlan, Muhammadiyah tercatat sebagai salah satu

organisasi sosial keagamaan yang memainkan peranan penting dalam memperkuat

114

posisi masyarakat, memberdayakan rakyat dan mengembangkan masyarakat madani. Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang lingkupnya luas, Muhammadiyah menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat. Jauh sebelum diskursus tentang masyarakat sipil atau masyarakat madani marak di Indonesia, Muhammadiyah telah memunculkan suatu perbincangan tentang masyarakat utama. Istilah masyarakat utama ini kemudian dimantapkan pada muktamar ke-41 tahun 1985 di solo dan dimasukkan kedalam rumusan tujuan Muhammadiyah. Disamping disebut sebagai padanan istilah khairu ummah, konsep tentang masyarakat utama inipun oleh para tokoh Muhammadiyah dicoba didekati dengan pendekatan civil society. Pada awalnya, organisasi ini merupakan gerakan pembaruan Islam di Indonesia yang kemudian berkembang, tidak hanya memberantas TBC (tahayul, bid’ah dan Kurafat) –dalam transliterasi sekarang ditulis khurafat- tapi juga meningkatkan kualitas hidup umat. Karena arah organisasi ini selalu modern, maka Kuntowijoyo menyebuutnya sebagai gejala kota. Muhammadiyah mewakili masyarakat baru, masyarakat industri dan modern yang membedakannya dengan organisasi keagamaan lainnya yang tradisionalis. Dalam Anggaran Dasar (AD) awalnya hingga dalam jangka waktu lama, cita-cita kemasyarakatan Muhammadiyah memang tidak begitu tampak. Yang lebih menonjol adalah rumusan tentang pedoman bertindak dancara-cara berorganisasi. Dan yang menggerakkan hati organisasi ini adalah QS. Ali Imran, 3:104. Seorang tokoh Muhammadiyah yang juga tokoh ICMI, M. Dawam Rahardjo . Ahmad Dahlan untuk membentuk

115

mengemukakan bahwa dalam perspektif ajaran Islam, Muhammadiyah menggunakan istilah yang lebih konseptual dan substansial, yaitu masyarakat utama (al-Mujtama alFadhil). Menurutnya, istilah ini merupakan terjemahan dari istilah Quran: “Khairu Ummah”. Istilah Quran itu sendiri memang masih memrlukan penjelasan, bahkan

sampai saat inipun diperlukan penggaliannya dari al-Quran dan sejarah Nabi SAW. Dalam mensubstansikan masyarakat utama, masyarakat madani, masyarakat baru, ataupun khairu ummah diperlukan konsep atau teori. Konsep civil society merupakan konsep yang dapat dipakai untuk memahami istilah-istilah tersebut. Gagasan ideal untuk mewujudkan masyarakat madani seperti yang diagendakan Muhammadiyah ke-41 di Solo, memang patut kita cermati, mengingat Muhammadiyah memang memiliki ruang lingkup gerakan dan amal usaha yang sangat luas. Hampir disetiap daerah perkotaan kita dapat menemukan berbagai amal usahanya, mulai dari lembaga pendidikan, panti asuhan ataupun rumah sakit. Secara sederhana kenyataan ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki pusat kegiatan sosial yang telah mapan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perkembangan kuantitatif amal usaha ini

disertai dengan pertumbuhan kualitatif yang tercermin dari pengaruh Muhammadiyah terhadap kelahiran berbagai peran sosial yang diusulakan oleh kelompok ataupun tokoh masyarakat. Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang teleh mengobarkan jiwa pembaruan pemikiran Islam di negeri ini. Jiwa pembaruan yang melekat pada diri pendiri organisasi ini telah ditempa sejak dia belajar di Mekkah selama 5 tahun, yaitu antara 1890-1895. Pada tahun 1903 dia kembali ke Mekkah untuk belajar lagi selama 3

116

tahun. Di Mekkah dia belajar tauhid, tafsir, fikih, tasawwuf, qira’at, mantiq, dan falak. Selama di Mekkah tokoh ini tertarik dengan pikiran-pikiran Ibn Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Rida. Perkenalannya dengan pemikiran tokoh-tokoh itu dimungkinkan karena lingkungan Mekkah saat itu telah dipengaruhi dan diwarnai oleh ide-ide pembaruan yang dimunculkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab yang kemudian dilanjutkan dan dikorbarkan oleh para pengikutnya. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa ide-ide pembaruan yang digagas oleh Ibn Taimiyyah sangat mendalam pengaruhnya dalam semangat dan pikiran-pikiran pembaruan Muhammad bin Abdul Wahhab. Pengobaran semangat pembaruan yang dilakukan Ibn Abdul Wahhab ini kemudian berpengaruh bagi meningkatnya minat para ulama untuk menelaah kembali karya-karya Ibn Taimiyyah. Kondisi kondusif untuk pembaruan yang diupayakan oleh para pengikut Ibn Abdul Wahhab, termasuk dan terutama para penguasa Kerajan Arab Saudi dari keturunan Muhammad Sa’ud, memungkinkan lahirnya para tokoh pembaru semisal Jamaluddin, Abduh, dan Rida. Pengaruh mereka inilah yang kemudian terlihat kental dalam oraganisasi yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan ini. Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, saat ini Muhammadiyah telah menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Pertumbuhan ini berlangsung begitu cepat, tidak sampai 15 tahun dari masa berdirinya organisasi ini telah menjangkau wilayahwilayah yang cukup luas di luar Jawa. Di Aceh Muhammadiyah telah masuk untuk pertama kali tahun 1922/1923 melalui

117

Merekalah yang pertama mendirikan Muhammadiyah di tempat ini. Hulu Sungai Utara. Kalimantan Tengah. Untuk wilayah Kalimantan. Pada tahun 1927 Muhammadiyah tersebar di Sumatra bagian timur dibawa oleh orangorang yang datang dari Tapanuli. Sedangkan 118 . Tokoh ini masuk menjadi anggota Muhammadiyah tahun 1923. bahkan ia telah menjangkau negeri-negeri jiran. dan pada 1925 dia kembali ke Alabio untuk menyiarkan Muhammadiyah di sana. Muhammadiyah masuk ke daerah Sulawesi. Sedangkan untuk Kalimantan Selatan. Di sini Muhammadiyah mendapat dukungan kuat dari seorang ulama kenamaan Dr. Perkembangan Muhammadiyah ini tidak hanya terbatas di dalam negeri. dari Alabio. Muhammadiyah masuk melalui para saudagar yang datang ke sana.Djajasukarta. Muhammadiyah imasuk ke wilayah ini pada tahun 1926. Yunus Anis ke daerah ini tahun 1928. pelopor gerakan pembaruan di wilayah ini. Abdullah. Perintis Muhammadiyah di Kalimantan adalah H. Usman Amin. Wilayah Sumatra Barat telah dimasuki Muhammadiyah sejak tahun 1925. Pada 1925 Muhammadiyah memasuki wilayah Kuala Kapuas. Haji Abdul Karim Amrullah. Melalui seorang orator ulung H.R. Pada tanggal 25 Desember 1957 berdirilah Muhammadiyah di Singapur yang dirintis oleh Ustadz Abdurrahman Haron. Keberadaan Muhammadiyah di Sulawesi ini menjadi semakin berkembang setelah Pimpinan Pusat Muhammdiyah mengutus M. Sumatera Barat dan Jawa. Sutan Mansur masuk ke wilayah ini pada tahun 1927. Perkembangannya menjadi sangat cepat setelah A.

didirikan tahun 1350/1932 berdasarkan hasil keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-21 di Ujung Pandang. • • Nasyi’atul Aisyiyah. tepatnya di Kabupaten Canak. sebagai organisasi besar. • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). • Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Propinsi Songkhla. 119 . Demikian pula. ataupun kemahasiswaan. didirikan oleh K. • Tapak Suci. Ahmad Dahlan. berdiri tahun 1930.H. Muhammadiyah untuk pertama kali didirikan di Pulau Penang tahun 1967 oleh Ustadz Zainal Abidin Zamzam. Pemuda Muhammadiyah. didirikan tahun 1384/1964. kemasyarakatan. baik dalam bidang keagamaan.di Malaysia. didirikan tahun 1917 oleh K. Organisasi-organisasi itu adalah: • Aisyiyah. Tapak Suci juga disebut Persatuan Pencak Silat Putra Muhammadiyah. Organisasi ini dimaksudkan untuk membina dan menggerakkan potensi pemuda Islawm. untuk membina remaja putri Islam. Thailand Selatan.H. Muhammadiyah mempunyai beberapa organisasi otonom yang gerak dan tujuannya seiring dengannya. • Hizbul Wathan (HW). Organisasi ini bertugas membina dan menggerakkan potensi para pelajar Islam. IMM dibentuk untuk membina dan menggerakkan potensi para mahasiswa Islam. Selanjutnya Muhammdiyah didirikan di Thailand pada tanggal 11 Agustus 1988. didirikan tahun 1963. Organisasi ini bergerak dan berjuang di kalangan kaum ibu atau muslimat Indonesia. Ahmad Dahlan tahun 1918. didirikan tahun 1381/1961.

baik dalam sisi pendidikan. dan ekonomi. amal usaha. Di antara mantan anggota HW adalah Jenderal Sudirman yang pada tahun 1945 diangkat oleh Presiden RI. menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat yang menjadi cikal bakal TNI. Muhammadiyah dengan segala perangkat organisasi. HW ditiadakan dan dileburkan ke dalam Gerakan Pramuka. Berbagai ide-ide cemerlang tersebut pada akhirnya saling mlengkapi dan mewujudkan trend baru dalam kepesantrenan. selain juga mencerminkan adanya upaya pembaruan pesantren secara khusus dan pendidikan ummat secara lebih umum sperti yang dilakukan Ahmad Dahlan. Sampai di sini nampak pembaharuan di bidang metodologi pengajaran dan sistem nampaknya sudah mulai menunjukkan adanya upaya modernisasi pesantren. Pesantren kini telah menjadi trade mark pendidikan Islam di Indonesia secara umum dengan berbagai variasi baik yang bersifat organisasi kelembagaan. Pada tahun 1961. 120 . kemasyarakatan. dakwah. Sukarno. Paparan di atas mencerminkan adanya usaha-usaha keras yang dilakukan para ulama (intelektual muslim) yang senantiasa mencoba mengadakan perbaikan dalam tehnis dan materi penyampaian ajaran Islam kepada ma syarakat. dan perjuangannya telah memberikan andil yang cukup besar dalam mencapai dan mengisi kemerdekaan negeri ini. Andil HW cukup besar dalam menyiapkan para pemuda Indonesia untuk menghadapi penjajah Belanda. variasi materi pembelajaran dan bahkan variasi mazhab yang dianutnya sesuai dengan latarbelakang keilmuan dan keyakinan tokoh para pendirinya.Organisasi ini bergerak di bidang kepanduan.

almasturiyah 2 Salafiah Plus Madrasah 17 Istilah ini diakui dan sering kali disebutkan dalam papan nama serta kop surat pesantren. Selain metode salafiyah dan pengajian kitab juga menyelenggarakan pendidikan sekolah Mts. Kenyataan ini pada gilirannya akan merubah --ini mulai nampak-. di antaranya ada pesantren salafiyah plus madrasah Aliyah. penyederhanaan materi dan perbaikan metodologi. Contoh Pesantren Pesantren kecil di pedesaan Biasanya pesantren besar seperti Tebu Ireng. tafsir. fiqih. tauhid.pola ke kyaian.Dan hasil yang dapat dilihat adalah terbentuknya pola pesantren dengan istilah salafiyah17 yang berarti mengajarkan kitab-kitab sebagaimana yang berlaku di pesantren pada umumnya. dll. 121 . pesantren yang berpola modern dengan cara klasikal dan penjenjangan. dari pesantren pola ini biasanya -sebagaimana juga pesantren modern--melahirkan alumni yang bisa melanjutkan studinya hingga jenjang perguruan tinggi. Dua tipe pesantren ini kemudian banyak melahirkan corak dan ragamnya. dengan pembagian waktu bagai santri untuk belajar disekolah-sekolah Aliyah atau SMA dan belajar mengaji ke pesantren serta tinggal di sana sepulang sekolah. Wetonan. Pesantren Buntet. bahsul masaail. Selain itu nampak juga terlahir tipe -tipe peantren yang akarnya bisa di tarik dari iide pembaharuan di atas. yang lazim disebut pesantren modern. kini mulai bermunculan kyai yang bergelar sarjana yang tentu saja akan berpotensi melahirkan kultur baru dalam kepesantrenan. Aliyah atau SLTP. Secara singkat tipe tersebut akan penuli sajikan dalam bentuk tabel di bawah ini: Tabel Tipe Pesantren di Indonesia Pasca Pembaharuan NO 1 Tipe Salafiyah Murni Metode & Kurikulum Sorogan. Kurikulum pesantren Pada umumnya. ilmu alat.

Prenduan Madura dll.MA Pesantre Modern + Salafiyah 6 Sukabumi dll Daru Tauhid Arjawinangun. SMA Daruunajah Jakarta. Sukabumi. menyelenggarakan pengajian kitab-kitab pesantren salafiyah Selain enam tipe di atas sebenarnya masih banyak varian lain yang sangat ditentukan oleh konsep dari pimpinan pesantren sendiri seperti takhashush dalam tahfiidz al-Qur'an. dll. 18 Baru dirintis Drs.18pertanian dan lain sebagainya dan penulis yakin akan senantiasa muncul varian baru sesuai dengan perkembangan intelektual. Kegiatan sama dengan Gontor Ponpes Laa Tansa diikut sertakan Aliyah dan Cipanas Lebak. Didin Sirajuddin MA di Gunung puyuh. TMI/KMI 4 SLTA Metode dan materi salafiyah. tafsir. Miftahul Huda Manonjaya dll KMI Gontor dan Cabang-cabangnya.pengalaman dan wawasan para pendiri atau pemimpin pesantren.3 Salafiyah Plus sekolah di luar pesantren Pesantren Modern ala Gontor Murni. AlAmin. Tsanawiyah atau SLTP. kaligrafi. ponpes Modern AlIkhlash Kuningan. Pesantern Miftahul Mengambil sebagian kegiatan Falah Ciomas Bogor pola Gontor dan dll. namun memperbolehkan bagi santri untuk belajar di sekolah lain Klasikal dengan materi dan kegiatan tersusun kurikulum Gontor 5 Pesantren Modern ala Gontor Plus Mts . 122 .

BAB V POLA PEMBERDAYAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN Pembahasan mengenai santri. 123 . dan Pondok Pesantren Burhanul Abror Besuki Situbondo. Kegiatan santri di pesantren tersebut pada umumnya sama dengan kegiatan di Gontor. Denyut Nadi Santri. A. biasanya pesantren tersebut didirikan dan dikelola oleh alumni Gontor. Ustadz.2001) cet-ke1. Asrama. dan bagaimana santri menyusun agenda programnya secara mandiri untuk menyiapkan masa depannya. bagaimana santri memposisikan diri dalam intensitas kegiatan Pondok Pesantren dan kegiatan di luar asrama. pertengahan dan tradisional (Salafiyah). Pembahasan ini akan mendiskripsikan kegiatan santri mengambil setting pemberdayaan santri di beberapa Pondok Pesantren. Padahal santri dan pembinaan santri merupakan komponen yang tidak kalah pentingnya dari komponen komponen lain Pondok Pesantren yang saling terkait menjadi sebauah kesatuan system19 (Kyai. 20 Yang dimaksud setting modern adalah peantren-pesantren dengan Pondok Modern Gontor sebgai modelnya. antara lain Pondok Darul Ma’rifat Gurah. Ketiganya dipilih untuk merepresentasikan Pondok Pesantren dengan setting modern20 (Kholafiyah). Kediri. Tulisan singkat ini akan memberikan wawasan bagaimana profil santri Pondok Pesantren. Potret Kegiatan Santri di Pesantren 19 Tentang pembahasan ini ada catatan pemaknaan kegiatan di Gontor yang ditulis oleh Muhammad Arwani. Kitab. Pondok Pesantren Al-Barokah Nganjuk. bagaimana sebaiknya menjadi santri atau memberdayakan santri dalam keterpaduan kegiatan intra maupun ekstra asrama (Pondok Pesantren) masih kurang sekali. (Yogyakarta: Tajidu Press. dikenal dengan sebutan pondok alumni Gontor. dst). Masjid.

00-06. mingguan.00-12 . Kegitan santri di asrama ini biasanya melaui organisasi santri (OSIS kalau di SMU) dan Gerakan Pramuka.45 07. kesenian. Bangun tidur 2.00 3 4 06. sebagai perpanjangan tangan pengasuh pondok (Kyai) dalam mebina dan mendidik santri. Badan pengasuhan santri di pondok-Pondok Pesantren yang berkategori Salafiyah biasanya ditangani oleh organisasi santri dan kepala asrama (lurah pondok).30 124 . dan tahunan. Gurah.30 Kegiatan 1. Organisasi santri juga membawahi beberapa bagian.Kegiatan santri di dalam asrama biasanya dikoordinasikan dan ditangani oleh Pengasuhan Santri. Tabel berikut ini akan memberikan gambaran secara ringkas kegiatan harian santri. Pada bahasan berikut ini akan dikemukakan profil kegiatan santri di asrama dengan mengambil setting Pondok Pesantren Darul Ma’rifat.00-05. Membaca al-Qur’an Olahraga Mandi Kursus-kursus bahasa. tengah tahunan. Sumbercangkring. Kegiatan santri di Pondok Pesantren darul Ma’rifat Kediri dapat dibagi menjadi kegiatan harian. Kegiatan Harian Jadwal Kegiatan Harian No 1 Jam 04. 3. 1. Kediri Jawa Timur. Penambahan kosa kata (Arab atau Inggris) 4.30-06. salah satunya bagian keamanan dan organisasi asrama. dll. ketrampilan. Makan pagi Persiapan masuk kelas Masuk kelas pagi 2 05. Salat Subuh berjam’ah. Di sini hanya akan diuraikan mengenai jadwal kegiatan santri.

00 mulailah kegiatan belajar pagi di kelas-kelas sampai jam 12.30 18. Ada dua bel yang digunakan: besar dan kecil. mencuci dan mandi. dapur.00-22.45 15.30-14. Pada jam enam bel berbunyi tanda kegiatan-kegiatan kursus dan olahraga sudah harus berhenti.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 12.45-16. salat subuh berjama’ah di kamar masing-masing untuk kelas I-IV dan di masjid untuk kelas V dan VI. dan persiapan masuk sekolah. mulai maghrib digunakan bel kecil. makan pagi. serta kemudian membaca al-Qur’an. diselingi 125 .00 15. ada yang belajar.00 14.45 bel berbunyi tanda berakhirnya waktu makan pagi dan santri sudah mengosongkan asrama. kursus ketrampilan. bel besar dibunyikan sebagai tanda pergantian kegiatan dari pagi sampai sore.45 16.15-18. Jam 06. Kegiatan santri sehari-hari diawali dengan bangun pagi. dll.30 19.30-19. berolahraga.50. terus pemberian kosa kata atau struktur kalimat bahasa Arab atau Inggris. sedangkan pada malam hari.45-17.00 20. Setelah itu itu santri punya kegiatan bebas.00-15.15 17. kursus kesenian.00 Shalat Zuhur berjamaah Makan Siang Masuk kelas sore Shalat Ashar berjamaah Membaca al-Qur'an Aktivitas bebas / olahraga Mandi Persiapan ke Mesjid Shalat Magrib berjamaah Baca al-Qur'an Makan Malam Shalat Isya berjamaah Belajar malam Istirahat dan Tidur Pergantian dari satu kegiatan ke kegiatan lain ditandai dengan bunyi bel. kemudian mandi. Jam 07.00 22. kamar mandi. dan tempat-tempat lain untuk masuk kelas.00-04.30-20.00-15. mengikuti kursus-kursus bahasa.

45 bel berbunyi lagi tanda dimulainya waktu kegiatan bebas setelah salat `Ashar. sebagai wahana pendidikan mengajar.50 sekolah pagi berakhir dan santri bersiap-siap salat zuhur berjama’ah. jam 08. ditambah guru-guru yunior khususnya untuk mengajar kelas IV dan III intensif. Pengaturan pelajaran sore ini dilakukan oleh Bagian Pengajarn dengan bimbingan guruguru bagian pelajaran sore.00 seluruh santri harus sudah berada di Masjid guna membaca al-Qur’an menyongsong datangnya Maghrib. Jam 17. Guru-guru yang mengajar kursus sore sebab besar terdiri santri-santri senior (kelas VI).00 murid-murid kelas IV ke bawah masuk kursus sore.30-09. Ini merupakan media yang baik untuk berlatih kepemimpinan dalam wujud mengatur dan menyelenggarakan kegiatan sosial untuk tujuan akademik intelektual.00 tepat bel berbunyi tanda berakhirnya kursus sore dan kemudian salat `Ashar berjama’ah dan dilanjutkan kemudian dengan membaca al-Qur’an. Jam 12. Sampai kemudian berbunyi bel jam 16. Sya’ir ini berisi penyesalan seorang hamba yang telah banyak berbuat dosa kemudian bertobat memohon ampunan-Nya.00 dan jam 11. Kegiatan bebas ini sama dengan kegiatan bebas pada pagi hari. Jam 15. Jam 15.30. Setelah waktu salat Maghrib tiba dikumandangkan azan.45 tanda seluruh kegiatan bebas harus sudah berhenti dan bersiap-siap untuk salat Maghrib berjama’ah.15-11. 126 . setelah itu dibaca Sya’ir Abu Nawas. yang selalu dibaca setiap selesai azan dan sebelum salat ditunaikan. Kelas kursus sore difokuskan untuk materi-materi bahasa dan materi-materi lain untuk menunjang program masuk kelas pagi.istirahat dua kali. dilanjutkan dengan makan siang dan istirahat sekadarnya sebelum kemudian pada jam 14.

pengumuman pertemuan-pertemuan konsulat. atau kantor Staf Pengasuhan Santri untuk panggilan pelanggar disiplin dari kelas V dan VI. Seusai salat Isya para santri belajar malam untuk mengulangi pelajaran dan mempersiapkan untuk pelajaran hari esok. kantor Bagian Pengajaran. cemas karena merasa melanggar disiplin dan menunggu pengumuman di panggil ke kantor bagian yang berwenang. Belajar malam ini dilakukan secara bersama di bawah bimbingan wali kelas masing-masing.00 waktunya jama’ah salat Isya. sedangkan harap. Kegiatan ini berlangsung hingga jam 22. yang berisi permohonan dibacakan doa al-Fatihah untuk santri atau kerabat santri yang sakit. Bagian Penerangan membacakan pengumuman-pengumuman dalam bahasa Arab atau Inggris. Pada jam makan malam ini sebab santri ada yang langsung makan dan ada yang mengikuti pertemuan-pertemuan serta ada yang mendatangi panggilan ke kantor-kantor penegek disiplin seperti disebutkan di atas untuk disidang mempertanggungjawabkan pelanggarannya.00 saat santri memasuki waktu istirahat malam dan seterusnya tidur. Lepas salat Maghrib para santri membaca al-Qur’an sampai berbunyi bel tanda waktu makan malam.Seusai salat Maghrib dan wiridan. berharap dapat panggilan dari Bagian Penerimaan Tamu untuk menemui orang tua atau kerabatnya yang datang. misalnya kantor Bagian keamanan. kantor Bagian Penggerak Bahasa. Belajar malam ini terkadang digunakan oleh guru-guru yang materinya tertinggal atau belum mencapai target yang telah ditentukan untuk menambah pelajaran guna mengejar ketertinggalan tersebut. untuk kemudian bangun 127 . dll. Pengumuman ini biasanya didengarkan oleh sebab santri dengan harap-harap cemas.30-20. kursus-kursus. Jam 19. klub-klub olahraga.

Arab. dan Indonesia. Kegiatan Mingguan Untuk memberi gambaran tentang kegiatan di Pondok Pesantren Darul Ma’rifat dalam kurun waktu seminggu. setelah Jama’ah `Isya’ ada latihan pidato (muhadharah) dalam Bahasa Inggris untuk kelas I-IV. latihan percakapan bahasa Arab/Inggris. malam hari. Selanjutnya acara bebas. masing-masing untuk bahasa Inggris. 2.esok hari jam 04. Siang.45-16.30 ada latihan pidato dalam bahasa Indonesia. jam 13. Tidak ada perubahan dari jadwal harian Dua jam terakhir pelajaran pagi digunakan untuk latihan pidato dalam bahasa Arab. Malam hari. di bawah bimbingan santri kelas VI. 3 4 Senin Selasa 5 6 Rabu Kamis 7 Jumat Perlu sedikit diterangkan mengenai sebab kegiatan mingguan di atas: • Latihan pidato Latihan pidato diadakan 3 kali seminggu. dilanjutkan lari pagi wajib untuk para santri.00.00 dan melaksanakan kegiatan harian seperti biasanya. Setelah lari pagi diadakan kerjabhakti membersihkan lingkungan kampus. Jadwal Mingguan No 1 2 Hari Sabtu Ahad Kegiatan Tidak ada perubahan dari jadwal harian Pagi hari sesuai jadwal harian Pagi hari seperti jadwal harian. Tidak ada perubahan dari jadwal harian Pagi hari. jam 20. sesetelah jama’ah subuh. Latihan pidato ini 128 . dan kelas VI menjadi pembimbing untuk kelompok-kelompok latihan pidato. kelas V acara diskusi.00-21. berikut ini adalah gambaran kegiatan mingguan. Pagi hari ada kegiatan percakapan dalam bahasa Arab/Inggris dan dilanjutkan dengan lari pagi wajib untuk para santri. dipakai latihan Pramuka.

pidato-pidato secara bergiliran oleh anggota kelompok yang bertugas. Tiap-tiap kelompok itu dibagi lagi menjadi beberapa kelompok kecil lebih kurang 8 orang untuk memudahkan penggiliran tugas berpidato ataupun piket menyiapkan dan membersihkan ruangan. Setelah dikoreksi buku dikembalikan ke pemiliknya untuk dibaca dan dihapalkan guna dipidatokan pada waktu yang telah ditentukan.ditangani oleh Bagian Pengajaran dan guru-guru pembimbing. Tiap-tiap anggota kelompok yang mendapatkan tugas berpidato untuk bahasa tertentu menulis persiapannya dalam buku khusus untuk kemudian diserahkan kepada pembimbing latihan pidato untuk dikoreksi. Lari pagi ini diatur oleh Bagian Olahraga dan dipimpin secara langsung oleh pengurus asrama. Pakaian yang dikenakan peserta adalah seperti pakaian masuk kelas pagi: baju warna polos dimasukkan ke celana dan bersepatu. dan sepatu. adapun pembicara semuanya mengenakan dasi. training. • Lari Pagi dan Latihan Percakapan Arab/Inggris Lari pagi diadakan seminggu dua kali: Selasa dan Jum’at. pembawa acara berdasi dan mengenakan jas. Pakaian lari pagi adalah pakaian olahraga: kaos. tanggapan dan komentar atau ulasan dari kira-kira 5 peserta selain anggota kelompok yang sedang bertugas yang ditunjuk oleh pembawa acara. Santri dibagi dalam kelompok-kelompok terdiri dari lebih kurang 40 orang. Acara pidato dipimpin oleh seorang pembawa acara. dimulai dengan pembacaan al-Qur’an. Setiap asrama 129 . selanjutnya pembukaan. terakhir penutup. pengabsenan dan pengumuman-pengumuman mengenai petugas untuk kesempatan-kesempatan berikutnya serta nasehat-nasehat dari pembimbing.

Setelah latihan percakapan selesai. di antaranya pioneering. Penggalang dibagi lagi 130 . • Latihan Pramuka Latihan pramuka ditangani oleh organisasi kepramukaan yang ada. kemudian secara per kamar dan per asrama menuju tempat yang telah ditentukan. untuk hari Jum’at. di bawah pengawasan bagian penggeraka bahasa dan bagian penggerak bahasa di asrama-asrama. untuk latihan Kamis sore itu di tempat yang ditentukan. Latihan dimulai dengan upacara pembukaan (pengibaran bendara) dan ditutup dengan upacara penutupan (penurunan bendera).5 km.. Jarak tempuh lari pagi lebih kurang 2. Seusai Salat Subuh santri langsung berganti pakaian olahraga. Sebelum lari pagi mereka mengadakan latihan percakapan bahasa Arab/Inggris dengan topik dan teks yang sebelumnya telah dibagikan. dan santri wajib mengenakan kaos tersebut saat lari pagi.. yakni Rabu sore. Santri dibagi menjadi 9 gugusdepan demikian pula pembina dan pembantu pembinanya. Dalam berlatih pramuka seluruh santri wajib memakai pakaian pramuka dan atribut-atribut yang telah ditentukan. Sehari sebelumnya. dikomando mulai lari per anggota kamar dan per asrama. Setiap gugusdepan dibagi lagi menjadi pramuka penggalang dan penegak. dengan dibantu oleh pembina-pembina pramuka dari seluruh siswa kelas V. untuk hari Selasa dan 4 km. para andika dan pembina serta pembantu pembina telah menyiapkan perangkat-perangkat latihan yang diperlukan.mempunyai kaos tersendiri untuk lari pagi. Bagian olahraga kamar dan ketua kamar memimpin langsung lari pagi untuk setiap kamar dan untuk kelompok asramanya dipimpin oleh bagian olahraga asrama dibantu oleh ketua asrama dan bagian keamanan asrama.

Pembantu pembina yang melatih tanpa persiapan akan dikenai sangsi. pembantu pembina harus mempunyai persiapan tertulis di buku yang telah dicetak untuk kepentingan tersebut. kemudian masing-masing dibagi menjadi regu-regu. Pekan olahraga dan seni.menjadi satuan-satuan ramu. dan sepak takraw. Dalam melatih. voly. ketangkasan. menulis cerpen. tarik suara. Di samping itu pada pekan ini juga diadakan lomba-lomba permainan dan ketangkasan yang menghibur. untuk diteliti dan disahkan. bermain. SAR. ketrampilan. rakit. Materi-materi latihan sangat variatif yang meliputi latihan upacara. volk song. semaphore. tenis meja. terdiri dari guru-guru yang ditunjuk. Kegiatan Tahunan Di antara acara tahunan yang sangat penting adalah penyelenggaraan Pekan Perkenalan Khutbatul `Arsy (orientasi kePesantrenan). penegak juga dibagi menjadi satuan bantara 1 dan 2 serta laksana 1 dan 2. dll. sepak bola. bernyanyi. dan beladiri. berkemah. Persiapan latihan itu diserahkan kepada Majelis Pembimbing Gugusdepan. tali-temali. yang bertujuan mengenalkan kepada santri kehidupan di Pondok secara menyeluruh. dan terap. 3. kaligrafi. Acara-acara yang diadakan pada Pekan Perkenalan ini antara lain: • • Pengajaran lagu Hymne Pondok (Oh Pondokku) untuk siswa baru. bola basket. Sedangkan lomba seni meliputi: baca puisi. bulutangkis. baris-berbaris dengan segala variasinya. P3K. 131 . Olahraga yang dilombakan meliputi: atletik. selanjutnya semuanya dibagi lagi menjadi sangga-sangga. sandi-sandi.

kemudian diselingi dengan atraksi-atraksi: Marching Band Pondok. yang dihadiri oleh pondok-pondok cabang dan pondok-pondok yang dikelola alumni. Seusai upacara diadakan parade barisan yang terdiri dari barisan Pengibar bendera. barisan pramuka peserta Jambore dan Raimuna dari pondokpondok cabang dan pondok alumni Gontor. dan mobil hias (semuanya milik Pondok dan keluarga Pondok). selama 3 hari.• Jambore dan Raimuna. sepeda motor hias. Jaranan. • • • • • Lomba cerdas tangkas antar asrama Lomba membaca al-Qur’an dengan lagu atau MTQ Lomba senam antar rayon (asrama) Lomba baris-berbaris antar rayon Apel Tahunan. Bhinneka tunggal ika (barisan santri yang mengenakan pakaian suku-suku di seluruh Indonesia). Gajah-gajahan. diadakan di lapangan Pondok. pencak silat. Acara ini diawali dengan upacara dan yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah Pimpinan Pondok. 132 . Ondel-ondel Betawi. ketangkasan naik sepeda. selanjutnya barisan sepeda dan becak hias. barisan (sebab) kelas VI. senam ketangkasan. Santri atau guru yang absen dari acara ini dikenai skors selama setahun. apel ini wajib diikuti oleh seluruh santri dan guru. barisan (sebab) guru KMI. Seterusnya barisan konsulat-konsulat seluruh Indonesia dan luar negeri. Kuliah Umum Khutbatul `Arsy • Demonstrasi bahasa (bahasa daerah dan bahasa internasional). Seluruhnya kemudian secara teratur dalam barisan masing-masing keliling desa sekitar Pondok. Reog. ketangkasan menunggang kuda.

pantomim. tetapi juga sekaligus dapat memberikan pengalaman belajar dalam tercapainya tujuan-tujuan pengalaman dan sikap sosial. lenong. dapat dikategorikan ke dalam dua kemungkinan jenis kegiatan.• • Pentas rebana dan teater Pentas aneka seni dan budaya ``Aneka Ria Nusantara`` yang menampilkan aneka budaya daerah ditampilkan oleh santri yang berasal daerah tersebut. beladiri. Pengalaman belajar bersama 133 . komedi. teaterikal puisi. drama. rebana dan nasyid. choir. misalnya kursus sore dan belajar bersama waktu malam.) Sebagaimana telah disebutkan di atas. • • • • • Lomba vocal group antar rayon. musik pop dan dangdut. acaranya mirip dengan Panggung Gembira) • Panggung Gembira (pentas seni siswa kelas VI. tampaknya sulit untuk bisa memberikan batasan-batasan yang tegas tentang perbedaan kegiatan intra dan ekstra kurikuler (akademik dan non-akademik) dalam pendidikan dan pengajaran yang diselenggarakan di dunia Pesantren. Festival lagu dan baca puisi Pentas musik santri KMI Pentas musik mahasiswa Drama Arena (pentas seni oleh siswa kelas V. Kegiatan belajar di kelas di luar waktu belajar pagi. dll. antara lain: pentas wayang orang. Kegiatan tersebut dapat menunjang kegiatan akademik kurikuler belajar pagi dalam rangka pencapaian tujuan akademik. yaitu intra-kurikuler dan ekstra-kurikuler.

Tujuan umum dari kegiatan-kegiatan ini ialah mempersiapkan anak untuk menjadi manusia masyarakat. Tentu saja semua ini berlangsung dengan bimbingan intensif dan efektif dari para guru terutama Staf Pengasuhan Santri dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan. koperasi. latihan pidato. ketrampilan. Perencanaan. pelaksanaan. dijumpai juga kegiatan-kegiatan sosial yang bertujuan ke arah tercapainya tujuan-tujuan pendidikan sosial. kepemimpinan. partisipasi. Dari sini dapat diharapkan tercapainya pengembangan dan pembinaan sikap sosial di bidang kepemimpinan. sesuai orientasi dan Gerakan kemasyarakatan dari pendidikan dan pengajaran di Pondok ini. diskusi. mengelola koperasi.yang menumbuhkan sikap sosial ini perlu bagi santri untuk bekal mereka terjun ke masyarakat. termasuk kegiatan kesenian. menerima tamu. olahraga. pengorganisasian. seperti Pramuka yang mengola segala kegiatan di luar jam pelajaran pagi. Di samping kegiatan-kegiatan sosial yang bernilai akademik dan kegiatankegiatan akademik yang bernilai sosial. menjadi anggota yang aktif dan konstruktif. ketrampilan. kewarganegaraan. dan mampu meneropong masyarakat serta mengadakan pembaruan dalam kehidupan mereka. dan tanggung-jawab. penerbitan. kesehatan. dan nilai-nilai moral. Nilai-nilai yang dikandung dalam segala kegiatan di atas meliputi nilai kemasyarakatan. dan penilaian kegiatan-kegiatan santri dilaksanakan oleh santri sendiri secara self-government melalui wadah organisasi-organisasi yang ada. 134 . manusia yang tidak asing dari kehidupan masyarakat. dan kegiatan-kegiatan kepramukaan.

seperti . Di komplek Pondok Gotor. Contohnya gedung Al-Azhar. menunjukkan dana yang digunakan untuk pembangunan asrama tersebut dari Al-Azhar Cairo. atau bisa dengan haruf abjad dari A sampai Z. Kemudian datanglah santri-santri yang ingin belajar kepadanya dan turut pula bermukim di tempat tersebut. ada yang kemudian diwakafkan untuk umat Islam dan ada pula yang masih tetap berstatus milik keluarga kyai yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Imam Syafi’i. Biasanya tanah yang dibangun untuk pondok tersebut tanah milik pribadi kyai. nama-nama asrama sebab diberi nama dari mana dana pembangunan asrama itu di dapat.B. Berdirinya asrama untuk para santri yang lazim disebut ‘ pondok ‘biasanya bermula dari adanya seorang kyai yang ‘ alim yang relatif menguasai ilmu-ilmu agama Islam yang menetap di suatu tempat (bermukim). Imam Turmudzi dan lain-lain. Al – Ghozali. Karena banyaknya santri yang datang mereka pun berupaya mendirikan pondok di sekitar rumah kyai atau mesjid. apa lagi asrama bagi pelajar dan mahasiswa. tentunya kepentingan pendidikan Islam bagi masyarakat. Di Pondok Pesantren Salafiyah. Potret Asrama Dan Santri Penyelenggaraan asrama untuk para santri di Pondok Pesantren Salafiyah berbeda dengan penyelenggaraan asrama di Pesantren jenis kholafiyah. misalnya di pondok Kempek Ciwaringin Cirebon. tiap bangunan asrama didirikan berdasarkan asal daerah dan diberi nama sesuai dengan nama asal daerah masing-masing atau mengambil nama – nama tokoh ulama salaf. Dalam mewujudkan bangunan pada Pondok Pesantren Salafiyah biasanya ada 135 . Mesir.

diketuai oleh seorang kepala Rayon. Pengelolaan asrama di Pondok Darul Ma’rifat ditangani oleh personel-personel yang diangkat oleh organisasi pelajar. Pesantren Babakan Ciwaringin yang saat itu masih bentuk Salafiyah murni. kesenian. dibantu oleh sekretaris. dan ketrampilan. yang bertugas emmantau dan memberikan pengajaran bahasa di rayon. seperti yang terjadi pada dewasa ini di kebanyakan Pesantren khususnya di Kabupaten Cirebon. kyainya sendiri hampir tidak tau menau urusan bangunan asrama hanya menyediakan tanah milik pribadi di sekeliling rumahnya dan masjid. olahraga. Segala kebutuhan material ditanggung bersama-sama orang tua / wali santri dan atau bisa dibantu oleh para donatur sesama daerah. Kepengurusan asrama. seperti yang terjadi di beberapa Pesantren Salafiyah di Kabupaten Cirebon pada tahun 1970 an kebalakang. Pengurus rayon ini dibantu juga oelh kepengurusan lain yang dinamakan organisasi penggerak bahasa Pondok Pesantren. Kedua : dirancang dan diprakarsai langsung oleh kyai yang dalam pelaksanaannya di serahkan kepada orang keperceyaannya.dua cara yang biasa dilakukan. Pesantren Kempek. dan beberapa seksi seperti seksi keamana. kesehatan. bendahara. para orang tua / wali santri. di pondok Darul Ma’rifat dikenal dengan istilah Rayon. alumni dan masyarakat dapat memberi konstribusi berupa dana maupun material seikhlasnya. Pertama : orang-orang tua / wali santri dari asal daerahnya masing-masing dikoordinir oleh seorang koordinator membangun asrama untuk para putranya yang siap bermukim. seperti . Pengolahan asrama di Pesantren Salafiyah biasanya dipimpin oleh seorang ketua yang kazim disebut ‘Lurah Pondok ‘ yang dilengkapi dengan susunan kepengurusan dan 136 .

alat-alat kebutuhan belajar hingga pakaian telah tersedia. bahkan hampir semua jenis kebutuhan santri dari makanan. Masa jabatan pengurus tergantung aturan yang ditetapkan Pesantren masing-masing. Atau untuk seorang Ketua asrama bisa ditunjuk langsung oleh kyainya. dengan jatah bekal yang diberikan orang tua dituntut harus mampu mengatur dalam pengeluarannya. Di Pesantren jenis ini para santri dikenakan berbagai biaya termasuk uang makan tiap bulannya. Sistem makan di Pesantren Salafiyah. sedang para pembantunya diserahkan kepada Ketua untuk memilih. Sebenarnya pengkoordinasian secara penuh dalam segala aspek kebutuhan santri di asrama. sedang untuk lauk pauknya bisa membeli di warung-warung milik masyarakat di sekitar pondok. mereka jelas harus makan di asrama dalam satu koordinasi. Hal ini berbeda dengan Pesantren jenis kholafiyah (modern). para santri terbiasa dengan pola hidup sederhana dan mandiri.dibantu seksi-seksi sesuai kebutuhan. Calon-calon Ketua yang akan dipilih adalah mereka yang telah mendapat restu dari kyainya. umunya para santri menanak nasi sendiri secara berkelompok masing-masing kamar. Manfaatnya di sisi yang lain. Bagi mereka yang malas memasak bisa makan sepenuhnya di warung. sehingga dengan sistem makan yang demikian secara langsung dapat menjalin hubungan emosional antara santri dengan masyarakat sekeliling Pondok Pesantren dan masyarakat sendiri merasa diuntungkan dengan adanya Pondok Pesantren. mereka harus membeli semua kebuthan di asrama. 137 . selain yang mengarah dan relevan dengan pendidikan akan berdampak negatif. Seorang Katua asrama biasaya dari santri senior yang dipilih secara demokratis oleh perwakilan-perwakilan dari tiap-tiap kamar asrama.

Organisasi Santri Kegiatan organisasi di Pondok Pesantren merupakan kegiatan yang sangat diminati oleh santri pondok. swadaya para alumni dan masyarakat maupun sumbangan dari pemerintah penyelenggaraan asrama di Pondok Pesantren Salafiyah yang dikelola secara organisasi ini di samping merupakan tempat para santri bermukim. seperti rehab bangunan fisik asrama maupun upaya pengembangan mengingat santri bertambah banyak bisa dari kyainya sendiri. C. Tetapi untuk biaya-biaya yang berat. Pembahasan tentang organisasi Pondok Pesantren akan dibagi dalam 138 . Sehingga Pesantren Salafiyah ini dapat melahirkan kader-kader muslim militan. meski tidak harus menjadi kyai memimpin Pondok Pesantren. oleh karena itu santri di Pondok Pesantren membentuk wadah organisasi tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kegiatan yang dilakukan. baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk biaya operasional asrama di Pesantren Salafiyah ini. biaya listrik biaya-biaya keperluan harian di asrama dan lain-lain. yang terpenting adalah terciptanya situasi di asarma yang kondusif yang menunjang keberhasilan belajar para santri dalam sistem pengawasan di bawah pimpinan seorang kyai.akan terganggunya kreatifitas. seperti untuk keperluan sarana administrasi. santri-santri yang ‘alim yang dapat mengamalkan ilmunya sebagaimana dicontohkan kyainya sebagai pengambdian kepada agama Allah. jiwa demokratis dan hubungan sosial kemasyrakatan bagi para santri yang merupakan bagian dari ruh Pondok Pesantren. biasanya santri-santri dipungut biaya sekedarnya yang relatif cukup murah bila dibanding dengan tempat-tempat lain yang lazim disebut ‘ianah atau syahriyah.

1. Formatur tersebut kemudian memilih di antara mereka 139 . Falsafah. di tiap konsulat otomatis menjadi kandidat. Kegiatan-kegiatan ini selalu didasari oleh Panca Jiwa. bukan intensif. Kegiatan berorganisasi ini merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan santri sehari-hari. Pengurus Organisasi Pelajar adalah santri-santri kelas V dan VI (setingkat dengan kelas II dan III SMU) yang terpilih melalui musyawarah. Dua kandidat peraih suara terbanyak maju untuk ke pemilihan lebih lanjut untuk menentukan formatur yang terdiri dari 6-10 orang. sebab berorganisasi di Pondok ini berarti pendidikan untuk mengurus diri sendiri dan tentu saja orang lain. Induk organisasi santri di Pondok ada dua : Organisasi Pelajar Pondok (OPPM) dan Gerakan Pramuka. Pemilihnya adalah seluruh anggota konsulat termasuk santri kelas VI. Hal ini dimaksudkan untuk memberi bekal dan pengalaman kepada santri untuk hidup di masyarakatnya kelak. dan Moto pendidikan dan pengajaran Pondok.kegiatan organisasi di Pondok Pesantren Ashriyah (Modern) dan Pondok Pesantren Salafiyah (Tardisional). Seluruh kehidupan santri selama berada di dalam Pondok diatur oleh mereka sendiri (self-government) dengan dibimbing oleh santri-santri senior atau guru-guru. Organisasi Santri di Pondok Modern Kegiatan berorganisasi di Pondok telah diadakan sejak awal berdirinya Pondok ini. Proses pemilihan berlangsung sebagai berikut: Seluruh santri kelas V yang berasal dari kelas reguler. Untuk gerakan pramuka akan dikemukakan dalam pembahasan tersendiri.

penilian. koreksian. santri diliburkan dari kegiatan belajar di kelas. Bagian-bagian Kegiatan. Susunan pengurus yang dirancang itu dikonsultasikan ke wali kelas dan staf Pembantu Pengasuhan Santri. bendahara. Para utusan terpilih itu kemudian memilih di antara mereka formatur yang akan menentukan ketua dan susunan pengurus selengkapnya. dan arahan-arahan pada acara-acara seperti itu dengan menegaskan bahwa semua ini adalah untuk pendidikan. Pada setiap bulan Ramadan atau sebelum memasuki tahun ajaran baru mereka mengadakan Musyawarah Kerja untuk merancang Program Kerja selama satu periode masa bakti. seluruh pengurus Organisasi ini melaporkan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan selama setahun di depan seluruh santri dan guru-guru serta pimpinan-pimpinan lembaga dan Pimpinan Pondok. a. Seusai laporan pertanggungjawaban diadakan serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru terpilih. Mengingat pentingnya acara ini sebagai wahana mendidik bergorganisasi.kegiatan santri di dalam Pondok diurus oleh 20 bagian dalam . dan 140 . Pimpinan Pondok biasanya memberikan tanggapan. Acara laporan pertanggungjawaban dan serah terima jabatan ini biasanya berlangsung 2 hari. sekretaris.diajukan untuk ikut dalam setiap konsulat kemudian mengajukan 2 orang yang akan duduk sebagai pengurus berasal dari utusan tiap-tiap konsulat yang dipilih oleh anggota konsulat. Pada setiap akhir masa jabatan. terakhir dikonsultasikan ke Pimpinan Pondok. Bagian-bagian tersebut terdiri dari pengurus harian: ketua.

Bagian Koperasi Pelajar. disiplin berolahraga. jalannya latihan berpidato. sekretaris klub-klub dan kursus-kursus.keamanan. Bagian Penatu. 3) Bendahara: bertanggungjawab mengatur keuangan dan mengkoordinir bendahara asrama-asrama. b. Bagian Koperasi Dapur. yaitu: Bagian Pengajaran. Bagian Kesenian. Bagian Kesenian. disiplin makan dan minum. 2) Sekretariat: bertanggungjawab atas ketertiban administrai atau ketatausahaan organisasi dan memipin sekretaris bagian-bagian . ke dalam dan ke luar. Bagian Kesehatan. Bagian Penggerak Bahasa. Tugas-tugas dari bagian-bagian Secara singkat. dan 16 bagian yang lain. Bagian Warung Pelajar. disiplin berpakaian. dan Bagian Bersih Lingkungan. kursus-kursus bahasa. bertanggungjawab atas jalannya . sekretaris konsulat. Bagian Fotografi. dan konsulat-konsulat. Bagian Perpustakaan. santri-santri yang 141 . sekretaris asrama. Bagian Penerimaan Tamu. memberikan arahan dan mengontrol tiap-tiap bagian dalam menjalankan tugas-tugasnya. Di antara tugas Bagian ini adalah: • Mengawasi dan mengontrol disiplin berjama’ah. Bagian Olahraga. Bagian Penerangan. tugas bagian-bagian dari organisasi santri tersebut diatas adalah sebagamanan yang digambarkan di bawah ini : 1) Ketua: bertanggungjawab atas kelancaran pekerjaan tiap-tiap bagian dalam. klub-klub olahraga. 4) Bagian Keamanan: bertanggungjawab atas berjalannya disiplin dan sunnahsunnah Pondok serta terjaganya ketertiban dan ketentraman Pondok.

tidur malam santri. yaitu berpacaran. Masalahnya bukan terletak pada nilai pulpen. menghina pengurus. Di tambah lagi berkelahi itu bertentangan dengan jiwa ukhuwwah Islamiyah. hal-hal yang merusak kedamaian tidak boleh ada. mencuri. Pondok adalah lembaga pendidikan. Santri yang mencuri berarti sudah ada jiwa mencuri di dalamnya. meskipun hanya pulpen akan diusir. Pemberian sanksi ini tidak pilih kasih dan tidak pandang bulu. Santri yang mencuri. sekarang mungkin mencuri pulpen. piket-piket asrama dan piket malam. salah seorang anak Kyai—sekarang menjadi salah seorang Pimpinan Pondok—juga pernah diberi sanksi cukur gundul karena meninggalkan kampus tidak sesuai dengan ketentuan 142 .bepergian ke luar kampus. Jiwa yang berupa keberanian untuk mencuri ini yang berbahaya. termasuk keluarga pondok. siapa saja yang melanggar mesti dikenai sanksi yang berlaku. bukan bengkel. menyensor seluruh surat dari luar Pondok yang dialamatkan kepada santri. Contohnya. berkelahi. apapun yang dicuri. Maka segala tindakan yang dapat merusak iklim pendidikan tersebut harus dijauhkan. tetapi lebih ditekankan pada jiwa mencuri. di lain waktu bisa mencuri sesuatu yang lebih besar. Sedangkan alasan pengusiran berkelahi adalah di lingkungan Pondok. Beberapa alasan edukatif dijadikan landasan pengusiran pelanggaran ini. rambut santri. Ada pelanggaran berat dan ada pelanggaran ringan. karena sudah mempunyai jiwa pencuri. • Mendisiplin dan memberi sanksi santri-santri yang melanggar. Pelanggaran berat bisa yang bisa menyebabkan pelakunya diusir. dan bahkan anak Kyai juga dikenai sanksi jika melanggar. bukan nilai benda yang dicuri. misalnya mencuri. dll.

Ini merupakan penanaman jiwa egaliter yang dapat menjadi motor dan jiwa penegakan disiplin. dan tempat tujuan yang akan didatangi. dengan cara menyerahkan kartu perizinan kepada Sekretaris asrama sehari sebelumnya. memutar lagu-lagu dan instrumentalia. peringatan hari-hari besar Islam. latihan dan lomba pidato santri. menyediakan sound system dalam setiap kegiatan di Pondok yang memerlukannya. imam shalat dan khatib jum’at. Jika diberi izin maka dia dibolehkan keluar Pondok ke tujuan yang dimaksud. Dari kartu itu dapat diperiksa frekuensi izin yang bersangkutan. dan menempatkan surat kabar di beberapa etalase yang tersedia. • Menangani perizinan santri untuk keluar kampus. Esok harinya santri yang izin itu menghadap ke Kantor Keamanan Pusat untuk mengecek apakah dia diberi izin atau tidak. jam’iyyatul qurra’. 5) Bagian Pengajaran: bertanggungjawab atas pelaksanaan pelajaran sore. 6) Bagian Penerangan: bertanggungjawab atas penyebaran berita-berita dari dalam Pondok dan dari luar. alasan. dan diskusi kelas V serta bertanggungjawab atas ketertiban dan kebersihan masjid. Bagian ini juga 143 .yang berlaku. • Menyediakan trayek kendaraan kediri-Darul Ma’rifat pada hari-hari libur atau pada hari-hari menjelang santri kembali ke Pondok setelah liburan. Santri yang telah diizinkan itu diberi surat izin dan kartu perizinannya ditinggal di Kantor Bagian Keamanan. Di kartu itu tercatat hari. tanggal. Santri yang akan ke luar kampus harus izin ke Keamanan Pusat.

antara lain melalui pengkayaan kosa kata. organ. drama. lagu. tarik suara. baca puisi. lomba (cerdas cermat. melukis. 9) Bagian Kesenian: bertanggungjawab menanamkan dan mengembangkan jiwa seni di kalangan santri dengan mengadakan berbagai kursus. kursus. dan menerbitkan teks-teks dan buku. percakapan. dan piano). Klub-klub dan kursus-kursus kesenian yang ada di bawah bagian ini antara lain: teater. majalah dinding. dll. percakapan. beladiri. 8) Bagian Ketrampilan: bertanggungjawab atas penyelenggaraan berbagai kursus ketrampilan untuk santri. debat. drum. 10) Bagian Penerimaan Tamu: bertanggungjawab menyambut. Bagian ini juga mempunyai studio musik dan art gallery. elektronik. kaligrafi. Koran ini dikelola santri-santri kelas III-V. membuat akuarium. dll. dan film). misalnya: sablon. melayani. mengarang karya ilmiah dan cerpen. pentas. ekshibisi dan publikasi karya. calung. Bagian ini membawahi bagian penggerak bahasa di asrama-asrama santri serta klub-klub kursus bahasa Arab dan Inggris. musik (drum. lomba kesenian. melukis. baca koran dan majalah serta kitab. merangkai bunga. serta 144 . dan memberikan penjelasan tentang Pondok kepada para tamu yang datang. dekorasi. merangkai janur. membuat limun. menerjemah.membawahi penerbitan koran dinding dwi-mingguan ``Darussalam Post``. gitar. pemutaran kaset dan video serta CD (berita. letter dan dekorasi. membuat sabun. 7) Bagian Penggerak Bahasa: bertanggungjawab atas jalannya disiplin berbahasa (Arab dan Inggris) serta usaha-usaha peningkatannya. dan reportase olahraga).

mengelola toko obat-obatan. bekerjasama dengan Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM). Pesantren Cup. 12) Bagian Toko Koperasi Pelajar: bertanggungjawab atas pengelolaan toko pelajar dan penyediaan kebutuhan santri sehari-hari. beberapa meja tenis. Ada olahraga yang wajib diikuti oleh seluruh santri yaitu lari pagi 2 kali seminggu (Selasa pagi dan Jum’at pagi). 2 lapangan bulutangkis di tempat terbuka. 14) Bagian Olahraga: bertanggungjawab atas kegiatan dalam seluruh cabang olahraga yang ada. 16) Bagian Perpustakaan: bertanggungjawab mengelola perpustakaan santri. perangkat senam dan bodybuilding. souvenir. 3 lapangan basket di tempat terbuka.menyediakan konsumsi dan akomodasi untuk para tamu itu. peralatan tulis-menulis. 11) Bagian Koperasi Dapur: bertanggungjawab atas pengelolaan dapur santri. makanan. porseni. 13) Bagian Koperasi Warung Pelajar: bertanggungjawab atas pengelolaan warung pelajar termasuk penyediaan makanan ringan dan lauk-pauk. mulai buku/kitab. perangkat atletik. pakaian. 2 lapangan voly. dll. 15) Bagian Kesehatan: bertanggungjawab memberikan pelayanan kesehatan santri. bekerjasama dengan masyarakat sekitar Pondok. 3 lapangan sepak bola. dan koordinasi seluruh klub olahraga yang ada. perlengkepan mandi dan mencuci. 145 . Sarana olahraga yang tersedia di Kampus Pondok antara lain: 1 Gedung Olah Raga yang memuat 2 lapangan basket dan atau 6 lapangan bulutangkis. 3 lapangan sepak takraw.

2. dan sesekali mengadakan ekspo fotofoto dokumenter. mendokumentasikan berbagai kegiatan di Pondok dalam bentuk foto dan video. 17) Bagian Penatu: bertugas mengkordinir pencucian pakaian santri yang menghendaki pelayanan pencucian. warta dwiharian Syawwal. kelompok kajian. 18) Bagian Fotografi: bertanggungjawab menangani foto-foto dokumentasi Pondok. antara lain: organisasi asrama. Dalam Pondok Pesantren Salafiyah terdapat dua macam organisasi santri. Organisasi santri (Salafiyah) Intra Pesantren 146 . klub-klub kursus kesenian. klub-klub olahraga. dimana organisasi ini juga membawahi beberapa organisasi. 20) Bagian Bersih Lingkungan: bertanggungjawab atas kebersihan lingkungan Pondok. dan pelestarian tanaman-tanaman di lingkungan Pondok. buletin. yaitu Organisasi Intra Pesantren dan Organisasi ekstra : a. organisasi daerah. dan klub-klub kursus bahasa. 19) Bagian Fotokopi: bertanggungjawab memberikan pelayanan fotokopi kepada para santri dan berbagai pelayanan yang erat dengan masalah fotokopi. bekerjasama dengan masyarakat sekitar. majalah dwi-mingguan. Organisasi Pelajar Pondok merupakan organisasi induk. Organisasi Santri Pondok Salafiyah Untuk profil kegiatan santri di Pondok Pesantren Salafiyah dalam bahasan ini diambil dari Pondok Pesantren Kempek dan Kaliwungu Cirebon. mengadakan kursus fotografi. penghijauan.termasuk pengelolaan majalah dinding. distribusi majalah dan jurnal). klub-klub kursus ketrampilan.

Organisasi intra Pesantren biasanya bersifat otonom. Dalam musyawarah ini di samping pemilihan pengurus juga diadakan evaluasi terhadap pelaksanaan pengurus periode lalu. Seorang ketua yang memimpin organisasi intra Pesantren ini merupakan hasil pemilihan langsung secara demokratis oleh Majelis Perwakilan Santri ( MPS) sebagai wkil-wakil santri dari tiap kamar atau cukup tiap kelompok asrama. suatu contoh santri-santri dari Pondok Pesantren Al-Muayyad di Solo.Organisasi ini semacam OSIS dalam sistem sekolah atau madrasah. tidak ada campur tangan dari kekuasaan kyai. merumuskan program kerja periode mendatang dan mrmbuatrekomendasi-rekomendasi yang bersifat internal 147 . mereka membentuk organisasi yang diberi nama ‘Ikatan Santri Al-Muayyad’. Pemilihan pengurus ( ketua ) dilakukan biasanya dalam acara musyawarah tahunan yang khusus diadakan untuk acara tersebut. Dalam sistem Pesantren Salafiyah organisasi intra merupakan wadah yang mengelola kegitan santri. menentapkan orangorang dalam struktur kepengurusan dan merumuskan program-program kerjanya secara mendiri para santri. Para santri secara demokrasi dapat memilih ketua. Organisasi santri intra Pesantren sebagimana halnya organisasi- organisasi lain dipimpin oleh seorang ketua dibantu oleh anggota pengurus lainnya. Kendati demikian kyai berpeluang ikut mengambil manfaat dari organisasi intra tersebut walau sekedar dalam kepentingankepentingan yang ringan sifatnya. Adapun nama organisasi bermacam-macam tergantung nama Pondok Pesantren di mana mereka belajar ( mesantren ).

Struktur organisasinya. sekretaris dan beberapa wakil sekretaris. Sedangkan untuk seksi-seksi dapat dibentuk berdasarkan kebutuhan serta sumber daya manusia ( santri ) yang tersedia. sedang kyai-kyainya sendiri di Pesantren jenis ini masih banyak yang kurang mengerti terhadap organisasi kurang begitu penting. biasanya bersifat luwes dan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. tidak ada keharusan yang pasti melainkan fleksibel. Oleh karenanya di dalam organisasi santri intra Pesantren tersebut mereka terpisah. Pada yang sebenarnya organisasi santri intra Pesantren ini belum merata ada di setiap Pesantren Salafiyah. atau bahkan bagi santri-santri putri biasanya tidak memerlukan terbentuknya organisasi. bendahara dan beberapa wakil bendahara. pengurusharian yang terdiri dari ketua dan beberapawakil ketua. Tetapi sebagimana lazimnya sebuah organisasi.maupun eksternal. Dengan kata lain struktur orgnisasi sangat tergantung dari besar atau kecilnya sebuah Pesantren. Sebagaimana kita maklumi. kyai merupakan figur sentral Pesantren dan menjadi idola bagi para santri dalam segala aspeknya di Pesantrenya masing-masing. bertemunya santri-santri putra dengan santri putri masih dipandang tabu dalam tradisi Pesantren Salafiyah. 148 . Sebab sebagaimana dijelaskan. di dalam struktur tersebut komposisinya terdiri dari : Penasehat. lama masa jabatan pengurus maupun diadakannya musyawarah tahunan tergantung kesepakatan masing-masing. baru ada pada sebab Pesantren saja. lebih cenderung mereka membentuk kelompok ikatan emosional yang secara formal tidak ada kepengurusannya.

H. yang cukup berhasil dalam bebagai profesi pun tidaklah sedikit . Sayifuddin Zuri. Bagitu besarnya potensi yang dimiliki Pondok Pesantren. lebih-lebih dalam lembaga pendidikan Pesantren atau pun madrasah.H.H. K. seperti : petani sukses. ketrampilan.Bila kita melihat potensi organisasi santri ini cukuplah besar.H. seorang alumni Pesantren Tebu Ireng Jombang. Abdurrahman Wahid. dalam dunia pendidikan. Dari Pondok Pesantren dapat lahir pimimpin-pimimpin yang handal baik informal maupun formal. K. baik bersifat lokal maupun nasional. sehingga beberapa kelebihan dan pengalaman masing-masing Pondok Pesantren bisa untuk saling melengkapi dan kemungkinan-kemungkinannya bekerja sama sesama para santri antar Pondok Pesantren. Wahid Hasyim ( orang tua K. Dalam kepemimpinan formal misalnya: K. politisi.H. Tentunya kerja sama yang paling ideal kerja yang yang mengarah pada pendidikan. masing-masing pernah menduduki jabatan Menteri Agama RI. sejarah telah membuktikan. namun untuk sementara ini belum ada sebuah wadah untuk menghimpun santri-santri yang berskala nasional sebagaimana hal Pramuka dalam lingkungan sekolah atau Madrasah. Sangatlah banyak tidak dapat kita hitung dengan hitungan jari. pengusaha. Bila di Pesantren masing-masing kyainya 149 . Abdurrahman Wahid ). Apa lagi menjadi pemimpin informal.A Dahlan. K. takhnologi dan hal-hal lain yang bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang dewasa ini masih kita prihatinkan. dalam Pondok Pesantren ternyata menyimpan kekuatan besar yang cukup dapat diandalkan. Di samping itu.

00 keadaan Pondok Pesantren mulai hening karena kelompok- 150 .00. dalam belajar bersama inilah tiap-tiap kelompok memiliki pemandu yang terdiri dari seorang santri senior dari tiap kelompoknya. biasanya ia akan digundul dan kepalanya disiram dengan air ceboran.merupakan tokoh politik atau punya kecenderungan pada politik-politik tertentu.00 siang dan istirahat sampai pukul 14. wadah/ organisasi santri ini tidak boleh di pengaruhi untuk kepentingan politik tersebut. Karena Pondok Pesantren Salafiyah berbeda dengan Pondok Pesantren sistem kholafi yang menyelenggarakan kegiatan madrasah atau sekolah secara formal. maka kegiatan ngaji merupakan kegiatan pokok atau utama. para santri di Pondok Pesantren biasanya mengaji mulai ba’da subuh ( sesudah itu kembali mengaji sampai pukul 12. Kegiatan Intra Pesantren. diteruskan mengaji kembali sampai 16. waktuwaktu ini sangat ketat dan santri dilarang keluyuran antara waktu-waktu tersebut. kegiatan utama dari santri adalah mengikuti pengajian pokok yang diselenggarakan oleh Kyai dari Pondok Pesantren tersebut. antara waktu sholat Ashar sampai magrib ini istirahat kembali. maka akan ditangkap oleh juru piket dan ia di-ta’jir ( dihukum). antara pukul 20.00 sampai dengan pukul 22. bila ada santri dilihat keluyuran.00. dan biasanya digunakan untuk jalan-jalan sore. Antara waktu Magrib sampai Isya digunakan oleh santri untuk membaca Al Qur’an. Sesudah pukul 22. Sesudah sholat Isya.00 santri tergabung dalam kegiatan belajar bersama yang dikenal dalam istilah Pesantren “ Musyawaroh ”.

dalam proses pembimbingan inilah digunakan metode sorogan (semacam belajar individual antara guru dan murid ). hanya beberapa orang santri piket saja yang masih terjaga. terutama di halaman depan Pesantren. Umpamanya persoalan Tenaga Kerja Wanita. kegiatan yang tidak kalah pentingnya adalah “Bahsul Masail Diniyah”. Dengan belajar secara privat ini. Sesudah pukul 24. Dapat kita katakan hampir tidak ada santri baru yang masih hijau penguasaan ilmu agamanya langsung belajar pada kyainya. ini semacam pembahasan persoalan-persoalan keagamaan dan kemasyarakatan yang sedang aktual dan berkembang dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. sedang santri-santri senior yang diberi tugas membantu Kyai dalam kalangan Pondok Pesantren disebut dengan “ badal ”. kini kelompok terpecah terdiri dari kelompok-kelompok yang lebih kecil antara 3 atau 4 santri sedang diskusikan pengajian-pengajian untuk pagi harinya atau lebih memperdalam penguasaan materi kepada yang lebih pandai. menikah di bawah tangan ( 151 .00 keadaan Pondok Pesantren akan cukup hening.kelompok belajar yang semula terdiri dari puluhan santri mulai menyusut. diharapkan ketika nanti santri harus belajar langsung dengan Kyainya ia telah lancar membaca dan sedikit memiliki pemahaman terhadap materi kitabtersebut. Kegiatan lain dari Intra Pesantren adalah semacam “ tutorial ” yakni santri-santri yunior dibimbing oleh para santri senior untuk mengaji dan biasanya seputar tata cara membaca kitab gundul / kitab yang tidak mencantumkan harakat. Biasanya anak-anak baru ini dibimbing terlebih dahulu oleh para senior yang telah dipercaya.

yang dianggap mampu juga memberikan kontribusi pemikiran terhadap masalah yang sedang dibahas. Militer dan masyarakat sipil. perdagangan saham. Halaqoh biasanya tidak hanya melibatkan santri-santri dari satu Pesantren. tetapi bila ditilik lebih kedalam. asuransi jiwa sampai dengan persoalan politik seperti Presiden Perempuan. Selintas persoalan di atas. kudeta terhadap kekuasaan yang syah. ini biasanya sang wanita menjadi istri kedua ). Diundangnya 152 . gerakan separatisme. Kebanyakan yang hadir dalam persoalan-persoalan ini adalah santri-santri senior yang cukup “ Faham ” dengan persoalan-persoalan kekinian. Umpamanya beberapa waktu yang lalu di Pondok Pesantren Al Hikam Malang dihalaqohkan persoalan hubungan antara . demontrasi dan seterusnya. merupakan persoalan yang cukup berat dan serius. maka biasanya hanya santri-santri yang betul-betul mumpuni yang dapat terlibat dalam pembahasan masalah-masalah tersebut. Agama. Karena persoalan-persoalan di atas. maka ini merupakan jawaban cerdasdari kalangan Pesantren ( yang selama ini dianggap ortodox / kuno ) terhadap persoalan yang kini sedang dihadapi bangsa. kurang menyentuh kebutuhan sehari-hari komunikasi santri.seorang laki / perempuan yang menikah tidak dicatatkan pada petugas KUA. tetapi juga diundang dari pondok-Pondok Pesantren lain. diadakan pula “Halaqoh” semacam seminar terhadap persoalan-persoalan yang benar-benar hangat dan sedang dibutuhkan pemecahannya dalam kehidupan masyarakat bahkan bangsa. Pada tataran yang lebih tinggi dan ini biasanya hanya ada pada pondokPondok Pesantren besar tertentu .

seperti . Cuma bedanya terdapat pada aktivitasnya kegiatan maupun program-program. santri-santri asal Kabupaten Cirebon yang mesantren di Pondok Pesantren Kaliwungu. atau HMI. Organisasi Santri (Salafiyah) Ekstra Pesantren Organisasi Ekstra Pesantren anggotanya adalah santri-santri dari Pondok Pesantren. Organisasi ini sering disebut pula sebagai organisasi santri bersifat kedaerahan. tetapi juga kalangan Pondok Pesantren pun telah melakukan hal yang serupa. GMNI. b. sejalan dengan makin intersipnya hubungan antara kalangan Pesantren dengan dunia luar. Kalau kita lihat organisasi ekstra Pesantren ini masih belum berjalan efektif. silahturahmi. begitu pula sasaran programnya 153 . namun aktivitasnya ada di luar Pondok Pesantren. Kalau di Perguruan Tinggi Organisasi ini agak mirip dengan PMII. seperti : saat liburan panjang Pondok Pesantren pada bula puasa – syawal mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang antara lain seperti : pertemuan. ini mengindikasikan sebenarnya keterbukaan menerima pemikiran dari luar bukan hanya monopoli kalangan perguruan tingi saja.peserta dari lain Pesantren. karena para anggota memang berasal dari suatu daerah-daerah tertentu yang berlatar belakang suku atau sosial budaya tertentu. atau di mana masingmasing membentuk organisasi. Kegiatan organisasi ekstra santri dalam melaksanakan kegiatannya biasanya hanya pada moment-moment tertentu saja. aktifitasnya masih sangat minim. bakti sosial dan lain-lain. keterbukaan akan informasi dan sharing pendapat kini mulai berkembang di kalangan pondok pesanren.

Di samping itu. baik bagi para santri. seperti: Sebagai penghubung antar mereka yang sedang belajar di Pondok Pesantren dengan orang tua / wali santri di daerahnya masing-masing. Hingga dewasa ini sebenarnya kekhawatiran itu belum pernah terjadi bahkan indikasi saja belumlah nampak sama sekali. Sehingga kurang begitu besar gaungnya di masyarakat. Namun untuk pengembangan organisasi ini perlu dikelola secara baik dan hati-hati. mengingat para anggotanya berlatar belakang dan bersifat kedaerahan atau suku tertentu. dikhawatirkan terbentuknya embrio rasa kedaerahan dan rasa kesukuan yang berlebihan sehingga mengakibatkn berpandangan sempit. Di mana dalam ajaran Islam sendiri tidak mengenal adanya disriminatif antara daerah. hanya dari kita sebagai orang yang memiliki peduli terhadap keberadaan Pondok Pesantren perlu 154 . khususnya dari para alumni Pesantrenya masing-masing maupun kyai. Oleh karena itu perlu adanya perhatian yang lebih. alumni ataupun masyarakat pada umumnya. sebagai pneyalur informasi tentang keberadaan aktivitas Pondok Pesantren bersangkutan dengan para alumni yang kurang sempat menjalin komunikasi secara kontinyu. Manfaatnya baru bisa dilihat pada hal-hal yang bersifat praktis. bisa timbul gep yangjustru akan menjadi kontra produktif dengn misi Pondok Pesantren itu sendiri yang merupakan lembaga pendidikan Islam. agar organisasi santri ekstra pesanren ini dapat secara optimal membuat dan melaksanakan program-programnya sehingga manfaatnya akan bisa lebih lagi.sebahagian besar masih belum jelas. suku danbangsa dengn lainnya.

lintas daerah maupun lintas suku. yakni kegiatan yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan kegiatan mengaji kegiatan semacam ini mirip dengan bakti sosial yang dilakukan kalangan mahasiswa atau pelajar. mereka dititipkan di rumah-rumah penduduk dan melakukan kegiatan bakti sosial yang berdimensi keagamaan semacam. umpamanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Salafiyah Kempek Ciwaringin Cirebon. tetapi lebih luas sebab melibatkan banyak instansi baik kalangan pemerintah maupun swasta. Tapi sebaliknya diharapkan dari organisasi santri ekstra Pesantren ini dapat melahirkan tokohtokoh pemimpin yang berpandangan luas. Cirebon . belajar barzanji. seperti Kuningan. Dalam pelaksanaannya santri-santri yang telah mengikuti semacam “ training ” diterjunkan ke desa-desa selama kurang lebih 45 hari. disamping juga ada kegiatankegiatan fisik semisal membuat WC sederhana. 21 155 . membantu Kegiatan ini merupakan produk dari Pemda Jawa Barat pada masa HR. melatih anak-anak untuk belajar Al-Qur’an. Selain kegiatan santri ke desa-desa juga Pemda Jabar meluncurkan (pada tahun 2000 an ) program pos kesehatan pesantren (Poskestren) dengan pembangunan yang dibiyayai pemda diperuntukkanbagi pesantren dan lingkungannya. Kegiatan Extra Pesantren. baca tulis arab. tidak melulu mengaji. kegiatan ini semacam KKN. Sehingga kegiatan extra Pesantren sangat kosmopoliti sehingga Pesantrenya penuh dengan aneka ragam kegiatan. Nuriana dan dilaksanakan di wilayah Jawa Barat. mengeraskan jalan.antisipasi agar hal-hal yang mengkhawatirkan tidak akan terjadi. dll. Di Pondok Pesantren ini ada beberapa kegiatan yang patut dicontoh Pondok Pesantren lain seperti: Santri Raksa Desa21.

tukang batu. bila program pertama bertujuan melakukan perbantuan untuk mempercepat pembangunan khusunya pembangunan fisik dan mental.pembuatan anyaman. Ini bukan santri-santri yang diterjunkan dalam program santri raksa usaha. kayu. instansi listri sederhana. keterampilan-keterampilan yang biasa digunakan kalangan pedesaan seperti . tentu juga karena kucuran dana dari pemerintah propinsi mulai susut. Santri Raksa Usaha.kelancaran saluran air dan seterusnya. adalah mereka yang telah dibekali dengan pelatihan-pelatihan praktis di bidang pembukuan sederhana. Dalam pembekalan itulah nanti diketahui mana santri yang berbakat dan memiliki kemampuan yang memadai. maka mereka diwajibkan mengikuti pembekalan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Instansi lain yang terkait. motivasi ekonomi. Beberapa Pondok Pesantren melanjutkan kegiatan tersebut dengan lebih menekankan pada program pembinaan mental spiritual. Sebelumnya santri-santri tersebut diterjunkan dalam kegiatan pembimbingan mereka dibagi-bagi terlebih dahulu sesuai dengan minat. Sesudah dipilah-pilah. program ini berbeda dengan program santri raksa desa. las. sesuai dengan misi Pesantren itu. Kegiatan santri raksa desa ini tujuannya adalah mengenalkan santri-santri Pondok Pesantren dengan realitas kehidupan masyarakat. tukang cukur. bakat serta keterampilan dasarnya. hanya mereka yang berbakat dan memiliki kemampuan saja yang 156 . maka program kegiatan santri raksa usaha bertujuan melakukan pembimbingan ekonomi kerakyatan. pembekalan biasanya selama 3 (tiga) bulan. kueh dan seterusnya.

dasi dan sejenisnya ). budaya persekolahan merupakan tradisi yang berasal dari orang-orang belanda yang dibawa ke Indonesia. kelompok masyarakat Pesantren merupakan kelompok yang paling gigih menentang segala sesuatu yang berasal bahkan berbau budaya barat. sebab kita tahu hanya kalngan Pesantren saja ( disamping nasionalis lainnya ) yang betul-betul frontal dan total dalam melawan penjajah. bahkan ada Kyai yang “ melarang ” sama sekali santrisantrinya untuk belajar pada lembaga pendidikan formal. Hal ini kemungkinan besar masih dihinggapi semangat anti terhadap sesuatu yang berbau nilai-nilai barat. dimana ada juga sisi-sisi positif budaya barat itu. Bukan hanya sekolah yang ditolak kalangan Pesantren kala itu. tetapi juga ditolak cara berpakaian ( waktu itu santri dilarang memakai celana panjang. Seperti kita ketahui. Artinya dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kerasnya sikap kalangan Pesantren terhadap budaya dan tradisi barat ini kalau dilihat dalam konteks perlawanan terhadap penjajah waktu itu memang patut kita banggakan. cara maka dengan garpu sampai dengan nama-nama yang berbau barat.terjun dalam kegiatan santri raksa usaha Bila kita lihat sosok tampilan santri Salafiyah adalah mereka yang tidak berpendidikan formal. jelas-jelas merupakan sikap yang merugikan diri sendiri. maka mengingat bahkan konfrontatif total dengan budaya barat. Dan seperti kita ketahui. mau tidak mau kita harus berguru kepada bangsa- 157 . Tetapi dalam konteks alam kemerdekaan bahkan budaya dunia yang semakin mengglobal.

Salafiyah murni ini benar-benar “ anti sekolah ” bahkan ada salah satu pondok Salafiyah dimana ada aturan tak tertulis. Dalam perkembangan berikutnya. Asembagus. Salaf murni dan campuran (tidak murni). maka kemudian ada perubahan-perubahan yang mulai mengerah kepada hal-hal yang positif. bangunan-bangunan yang berbau lokal “ madrasah-madrasah ” harus jauh dari bangunan pondok. keluarga Kyai-Kyai dari Pesantren Salafiyah umpamanya. Banyaknya keluarga Kyai yang terjun dalam dunia usaha. Pada Pondok 158 .bangsa barat yang kenyataannya jauh lebih maju dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lirboyo. Salah satu kelemahan alumni Pondok Pesantren Salafiyah yang karena mereka tidak mau mempelajari ilmu-ilmu umum. mereka juga hanya berkutat pada sektor-sektor non formal. Kempek Cirebon yang aktif dalam dunia usaha dan pertanian (Agribisnis) makin memperdekat persepsi akan pentingnya ilu-ilmu “sekuler” bagi keluarga Pesantren. bahkan telah banyak anak-anak Kyai yang tamat perguruan tinggi dan ahirnya masuk menjadi birokrat. seperti kita ketahui. beberapa Pesantren di Bandung. Tentu kedepan sangat perlu kita pikirkan bahwa dekatnya keluarga Pesantren dengan ilmu pengetahuan serta iptek “ sekuler ” tidak serta merta akan membawa mereka terhanyut kehilangan jati dirinya. Pondok Pesantren Salafiyah akhirnya terkotak menjadi dua kelompok. ahirnya mereka kurang memiliki kemampuan dalam mengakses persoalan-persoalan kekinian. Tetapi dengan makin banyaknya umat Islam yang bergaul dengan aparat birokrasi.

Problem kita adalah bagaimana menarik minat mereka yang sebenarnya sangat anti sekolah / madrasah agar sedikit demi sedikit memahami bahwa madrasah atau sekolah merupakan satu keniscayaan yang harus dilakoni.Pesantren jenis ini. Alumni dari Pesantren Salafiyah jenis ini akan tampil sebagai seorang Kyai yang biasanya sangat teguh memegang norma-norma Islam dan bersifat “ agak anti pemerintah ”. Alumni Pondok Pesantren ini karena tidak mempelajari pelajaran umum. sebab figur ini sangat menentukan dari pendekatan yang dilakukan. mereka akan terjun pada sektor-sektor non formal. 159 . kegiatan sehari-hari murni kegiatan keagamaan dan sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia sekolah dan madrasah. bila tokoh-tokoh kunci ini bisa memahami dan berubah maka santri-santri Salafiyah juga akan berubah. mereka kurang tertarik dengan dunia lain diluar itu. Sehingga mau tidak mau secara alami atau jangka panjang juga mereka akan membutuhkan atau bersentuhan dengan dunia sekolah / madrasah. untuk itu tokoh-tokoh utama dari Pondok Pesantren Salafiyah ini perlu diadakan pendekatan untuk bisa memahami betapa pentingnya pendidikan sekolah / madrasah tersebut. hanya kapan dan dari mana kita memulai itulah problemnya. Dalam dunia organisasi keagamaan pun alumni Pondok Pesantren ini hanya akan bersentuhan dengan kegiatan-kegiatan yang murni keagamaan. Persoalannya adalah bagaimana kita mampu melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh kunci dari dunia Pesantren Salafiyah ini.

Salafiyah campuran. dengan pola yang sama. Idealnya sistem Pondok Pesantren Salafiyah adalah seperti tersebut di atas. hanya beberapa mata pelajaran pokok saja yang diajarkan pada jenjang ini. dengan cara seperti ini maka santri . IPA.santri salaf tidak akan ketinggalan dengan kemajuan pendidikan sekolah / madrasah yang berjalan di luar Pesantren Pendidikan pun harus dilakukan secara berjenjang. Matematika. artinya sistem salaf yang tidak kaku serta mutlak-mutlakan menentang segala bentuk sekolah dan madrasah. Dalam praktek umpamanya. tetapi pihak Pesantren memberikan kelonggaran kepada santrisantrinya untuk mengikuti pendidikan formal di luar jalur pondok. disamping tetap teguh melaksanakan aktivitas-aktivitas Salafiyahnya. artinya setelah anak dapat menempuh ujian standar SD / MI. tetapi materi pokok dari keseluruhan materi yang biasa diajarkan pada jenjang SLTP / MTs harus diberikan secara tuntas dan evaluasi juga harus dilakukan secara berkala dan 160 . kemudian di ahir jenjang pendidikan ia juga harus mengikuti evaluasi yang standar layaknya anak lulusan SD / MI. Tetapi tidak langsung larut kehilangan jati diri sehingga sistem salaf malah lebur ke dalam bentuk totak sekolah atau madrasah. bahkan pada beberapa Pondok Pesantren tertentu menyediakan lembaga pendidikan formal. pada Pondok Pesantren model ini sistem salaf masih digunakan. ia juga harus belajar ilmu-ilmu pokok yang menjadi standar anak usia sekolah dasar semisal. maka tingkat SLTP / MTs. disamping ia tetap mengaji secara salaf. anak-anak yang usia sekolah dasar. Bahasa Indonesia dan seterusnya. lama pelajaran juga tidak mutlak tiga tahun.

sebab pada hakekatnya semua manusia itu memiliki kemampuan yang sepadan sehingga jenjang pendidikan perlu diberlakukan dan ini juga digunakan untuk mencapai pendidikan yang standart. harus ada semacam “ kenaikan kelas ”. Sekalipun santri tersebut merupakan perpaduan antara kemampuan ilmu-ilmu agama dengan kepiawaian ilmu-ilmu umum. yang fasih melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan Al Hadist tetapi juga menguasai teoriteori Fisika. Biologi. Ibnu Sina. Alangkah bahagianya bila di masa mendatang. bukankah dulu para ilmuan Islam semisal. D. Dengan diperbolehkan anak-anak usia sekolah ikut ujian atau mendapat mata pelajaran di luar sistem ngaji salaf maka hal itu nanti akan menghilangkan tembok penyekat antara santri salaf dengan anak-anak sekolah yang selama ini terjadi dan itu sebenarnya sangat merugikan perjuangan umat Islam secara keseluruhan. Ekonomi bahkan politik kontenporer.berjenjang. ini sangat penting untuk menjadi kontinuitas pendidikan dan keteraturan jenjang belajar. Kimia. sebab kita tidak menghemndaki adanya sekelompok umat Islam yang tertinggal dalam ilmu pengetahuan dan teknologi walau mereka sendiri tidak merasa tertinggal. Potret Kegiatan PRAMUKA 161 . Imam Ghozali juga merupakan sosok seorang ulama sekaligus ilmuwan sekuler. Ibnu Khaldun. Matematika. kita aktivis Islam akan menyaksikan santri-santri yang selalu bersarung dan berkopiyah itu.

dan akhlak mulia untuk bekal para santri dalam hidup bermasyarakat. Kegiatan kepramukaan ini ditangani oleh organisasi yang disebut Koordinator Gugusdepan. sehingga seluruh santri Pondok adalah anggota Pramuka. • Andalan Koordinator Urusan Kesekretariatan: bertanggungjawab atas ketertiban administrasi organisasi dan memimpin sekretaris Gugusdepan. di bawah pengawasan Majlis Pembimbing Harian. dan Marching Band. dan Marching Band. 162 . Gugusdepan. Susunan Organisasi Bagian-bagian dalam Koordinator Gerakan Pramuka Pondok ini terdiri dari: • Ketua: bertindak sebagai koordinator seluruh kegiatan organisasi dan bertanggung jawab atas jalannya program-program kerja tiap-tiap anadalan. Gerakan Pramuka di Pondok Darul Ma’rifat telah mewajibkan seluruh santri untuk aktif dalam kegiatan kepramukaan. Latihan pramuka wajib untuk seluruh santri diadakan pada setiap Kamis sore. • Andalan Koordinator Urusan Latihan: bertanggungjawab mengkoordinir latihan dan kegiatan kepramukaan. • Andalan Koordinator Urusan Perpustakaan: bertanggungjawab mengangani perpustakaan pramuka. 1. • Andalan Koordinator Urusan Keuangan: bertanggungjawab atas keuangan Koordinator. mental.Gerakan Pramuka di beberapa Pondok dianggap sangat penting sebagai sarana pendidikan yang dapat menanamkan kepribadian.

Kursus dan Latihan Kepramukaan Untuk meningkatkan kualitas kepramukaan para santri. Latihan Search And Rescue (SAR) Di samping itu Koordinator Gerakan Pramuka Pondok juga mengadakan 163 . Masa Pengembangan dan Pamantapan (MPP). Saka Wana Bhakti. Gladian Pimpinan Regu dan Sangga. Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK). terdiri dari 9 satuan. Gugusdepan merupakan satuan terdepan dalam Gerakan Pramuka yang menjadi wadah untuk menghimpun dan membina peserta didik sesuai dengan golongan usia dan jenis kelamin. Drumb Band. Gerakan Pramuka Gugus Depan mengadakan kursus-kursus orientasi. Gugusdepan ini dibentuk untuk memudahkan pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan dalam mencapai tujuan Gerakan Pramuka. benda-benda pos dan korespondensi. • Andalan Koordinator Urusan Perlengakapan: bertanggungjawab mengadakan dan memelihara segala barang keperluan organisasi. Saka Bhayangkara. Saka Bhakti Husada. 2. Pada bulan Ramadhan organisasi ini mengadakan Rapat Kerja Koordinator untuk membahas dan menetapkan program kerja Koordinator dalam satu tahun.• Andalan Koordinator Urusan Kedai Pramuka: bertanggungjawab menangani kedai pramuka yang menjual barang-branga keperluan pramuka. Kepengurusan ini berlangsung selama setahun masa bhakti yang diakhiri dengan laporan pertanggungjawaban dan seterusnya diadakan pergantian pengurus. Gugusdepan. Di antaranya adalah: Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD).

. 1. dan tahunan. Lomba Tingkat (LTII) Antar Gugusdepan.Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) Antar Gerakan Pramuka Pondok Alumni. mingguan. 2) Pengecekan persiapan mengajar. Potret Kegiatan Belajar Santri Pada bagian ini akan dikemukakan profil kegiatan santri di madrasah. dilakukan oleh guru-guru senior yang bertugas secara bergantian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler. mencipta lagu-lagu pramuka. dilakukan oleh bagian Proses Belajar Mengajar dan Pembinaan Karir Guru atau guru-guru yang telah ditunjuk. Ini berarti seluruh pengurus tidak kebal dari disiplin dan sanksi. oleh guru-guru staf 164 . Kegiatan belajar di kelas ini meliputi kegiatan intra. berikut ini uraiannya. Sebagaimana disebutkan di atas kegiatan KMI ini terdiri dari harian.45 WIB. Jika melanggar mereka juga mendapatkan sanksi yang sama. 3) Pengawasan disiplin masuk kelas mulai jam 06. lembaga pendidikan setingkat SLTP-SMU) di Pondok Pesantren Darul Ma’rifat Gurah Kediri. cerdas tangkas kepramukaan. cross country. Kegiatan Harian Kegiatan ini meliputi: 1) Supervisi proses pengajaran. tengah tahunan. Kegiatan yang dimaksudkan di sini bersetting di KMI (Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah. lomba wide game. Perlu dicatat pula bahwa seluruh pengurus organisasi ini berada di bawah bimbingan majelis guru yang disebut Staf Pengasuhan Santri. bahkan lebih dari sanksi yang dikenakan kepada para anggota. E.kurikuler (dalam kelas).

7) kelas. keasrian. oleh guru yang piket. baik secara langsung dan atau pada pertemuan mingguan guru hari Kamis. 2.45. 4) Pengontrolan kelas saat pelajaran berlangsung. Jika ada kelas yang kosong. agar tidak ada santri yang terlambat masuk kelas.dan kenyamannya. untuk menjaga kebersihan 165 . guru piket tersebut segera menghubungi staf KMI yang kemudian akan mencarikan guru pengganti. Pengawasan ini juga dilakukan pada waktu masuk kelas lagi setelah jam istirahat. Hasil kontrol dicatat di buku yang telah disediakan untuk dievaluasi. 6) Penyelenggaraan belajar malam (muwajjah) bersama wali kelas.00-21. 5) Pengontrolan asrama santri saat pelajaran berlangsung oleh guru yang bertugas. Di samping itu guru juga mengontro suasana asrama santri: kebersihan. Pengontrolan kelas untuk mengecek apakah ada kelas yang tidak ada gurunya dan mengetahui ketepatan waktu hadir guru di kelas. Kegiatan Mingguan Kegiatan ini antara lain: 1) Pertemuan guru KMI setiap Kamis (Kemisan) yang bertujuan untuk Pembagian tugas jum’at bersih untuk tiap kelas. Beberapa guru yang bertugas mendatangi asrama dan kamar-kamar santri untuk mengontrol apakah ada santri yang tidak masuk kelas dan apa alasannya serta adakah dia sudah punya surat izin tidak masuk kelas.Kantor KMI. berlangsung dari jam 20. Salah satu moto pengajaran di Darul Ma’rifat berbunyi ``Kelas kosong (dari guru) itu dosa besar``.

meliputi absensi guru. Forum ini juga digunakan oleh Pimpinan Pondok untuk membicarakan program-program dan masalah-masalah Pondok secara keseluruhan. terutama dalam 166 . tasawwuf. sebagai wahana menguji kemampuan mereka— setelah mempelajari Bahasa Arab hingga kelas V dan VI. membantu mengawas ujian.. Ujian ini dipanitiai oleh beberapa guru yang diberi amanat dengan dibantu oleh seluruh siswa kelas VI (membantu kesekretariatan.mengevaluasi kegiatan belajar mengajar selama seminggu. 2) Fath al-Mu’jam: latihan dan ujian membuka kamus berbahasa Arab untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan berbahasa Arab santri. dll. kontrol persiapan mengajar guru. tafsir. Santri diberi tugas untuk membahas persoalan-persoalan tertentu dalam akidah. fiqih. dan nasehat-nasehat. 3. dll. membantu menguji lisan. disiplin dalam kelas. Kegiatan ini berlangsung seminggu. hadis. Kegiatan Tahunan Kegiatan-kegiatan ini lebih merupakan penunjang untuk keberhasilan belajar siswa. serta kemudian membuat dan menyerahkan laporan tertulis mengenai hasil kajiannya kepada guru pembimbing. 2) Pertemuan ketua-ketua kelas (Jum’at malam) untuk menyampaikan informasi seputar aktifitas belajar-mengajar. Program ini meliputi: 1) Fath al-Kutub: Kegiatan ini adalah latihan membaca kitab (terutama kitab klasik) untuk kelas V dan VI. Kegiatan Tengah Tahunan Program tengah tahunan di KMI adalah ujian semester I dan II.) 4.

c) Penunjukkan siswa-siswa yang akan praktek mengajar pertama. di bawah bimbingan guru senior. Program ini diselenggarakan sebagai berikut: a) b) Diadakan pengarahan-pengarahan amaliyah ini. yakni praktek mengajar untuk siswa kelas 6. Dilanjutkan dengan ulangan-ulangan tertulis dan langsung dikoreksi mengenai seluruh materi ilmu pendidikan dan didaktik-metodik pengajaran. d) Amaliyah pertama oleh beberapa (5-7) siswa dilaksanakan. 1-2 hari. di bawah bimbingan guru-guru yang sudah menunaikan haji. Seluruh anggota menyerahkan kelompok dan pembimbing. lembaran evaluasi/kritik yang telah ditulis kepada pembimbing utama. 4) Amaliyat al-Tadris. juga guru yang praktek itu sendiri.menelusuri dan mencari makna kosa kata. berlokasi di lingkungan kampus. Karena ini masih kelompok besar. untuk kemudian membuat SAP. berdasarkan kelompok-kelompok yang telah ditentukan. kelas-kelas yang dipakai praktek dipindahkan ke ruangan yang memadai. 3) Manasik al-Haj: latihan ibadah praktek ibadah haji bagi siswa baru. 2 hari. berbadasarkan rangking nilai ulangan. e) Seusai praktek mengajar diadakan forum evaluasi/kritik. Ulangan ini untuk mendalami materi dan sekaligus menentukan santri-santri yang akan mengadakan praktek mengajar pertama kali. untuk 167 . Selulruh anggota kelompok dan pembimbing ikut masuk ke dalam ruang kelas tempat praktek mengajar untuk mengamati dan mengevaluasi jalannya proses pengajaran.

kemudian dibacakan satu-persatu hinga selesai. Ini biasanya berlangsung 2 hari. Evaluasi/kritik diberikan ke keseluruhan gerak-gerik dan kegiatan guru selama mengajar, termasuk cara menyampaikan pertanyaan, cara menulis, dll., tetapi yang lebih dipentingkan adalah kritik terhadap metode dan sistematika pengajaran. Kritik yang ditulis itu harus diberi bukti tertulis juga, jika tidak, tidak akan diterima. f) Pada praktek mengajar berikutnya, siswa dibagi ke dalam kelompok-

kelompok kecil terdiri lebih kurang 15 orang, dan proses pengajaran dan kritiknya biasanya selesai dalam sehari. Dengan demikian seluruh santri yang tamat KMI pernah mengalami praktek mengajar. 5) usaha Al-Rihlah al-Iqtishadiyah (economic study tour): orientasi tentang dunia dan kewiraswastaan, untuk menanamkan jiwa kemandirian dan

kewiraswastaan kepada para santri. Kegiatan ini diberikan melalui ceramah-ceramah dan kungjungan ke obyek usaha di wilayah Jawa Timur dan sebab wilayah Jawa Tengah. 6) Penulisan karya ilmiah mengenai berbagai persoalan keagamaan dan

kemasyarakatan dalam bahasa Arab, untuk meningkatkan keilmuan santri kelas 6. 7) Pembekalan wawasan mengenai berbagai persoalan untuk santri kelas 6

menjelang tamat belajar di KMI. Pembekalan ini meliputi kegiatan-kegiatan berikut: a) Orientasi tentang: dunia pers dan jurnalistik, belajar di perguruan tinggi,

wawasan pengembangan kemasyarakatan, kepondokmodernan, perpustakaan, studi islam, dan metode dakwah. b) Ceramah dan dialog mengenai Darul Hadis (LDII), Syi’ah, orientalisme,

168

gerakan-gerakan Islam sempalan, dan Jama’ah Tabligh. c) 8) Kursus komputer dan penataran untuk mengajar TPA/Q. Termasuk acara tahunan adalah penerimaan santri baru setiap bulan

Syawwal. F. Tentang Ta'jir / Hukuman Dalam penjalanan disiplin dan aturan pondok sebagaimana digambarkan dalam paparan di atas, yang seringkali mendapat kritikan pedas adalah berkenaan dengan praktek hukuman, terlebih lagi jika hukuman itu berbentuk hukuman fisik, sebagai ilustrasi gambaran. Mencuatnya kasus seperti di SMPN 4 Wado Sumedang22 tentang hukuman jalan merangkak bagi paskibra, sampai ke DPRD menunjukkan adanya pihak yang belum memahami betul praktik pendidikan. Barangkali kenyataan ini karena isyu demokratisasi dalam pendidikan dan isyu violence (kekerasan) lebih populer ketimbang isyu lainnya. Padahal bagi pelaku pendidikan masih banyak isyu lain seperti masalah hukuman dan hadiah misalnya. Putu Wijaya mencerminkan pergolakan sekitar hukuman tersebut. dalam

cerpennya yang berjudul Guru (1)23 tersebut mngisahkan "kegelisahan" seorang guru yang diangkat jadi kepala sekolah. Ia merasa terputus dari kegiatan mengajar, sibuk dengan administrasi sekolah, tak kenal murid dengan segala latarbelakangnya, sementara dipikirannya terbayang suatu cita-cita tuk membangun generasi muda yang tangguh, penuh tanggungjawab, tidak cengeng, dan bukan generasi santai. Dengan apik

23

HU. Republika, 8 Oktober 2004 Putu Wijaya, Protes, (Jakarta:Grafiti, 1995,) h, 37

22

169

Putu Wijaya melukiskan kondisi pendidikan yang ada dan sedang berlaku dewasa ini. Ia lukiskan bagaimana perubahan generasi muda yang serba menuntut kebebasan, anti disiplin, dan perubahan-perubahan lainnya, dihubungkan dengan pak kepala sekolah yang semakin gelisah dan akhirnya memutuskan untuk menjadi guru lagi serta melepaskan jabatannya sebagai kepala sekolah. Akhirnya pak kepala sekolah yang jadi guru itu mengajar dengan segala obsesinya sebagai pencetak generasi, karena protes dari dewan guru, akhirnya ia dipecat oleh kepala sekolah hasil binaannya sendiri, dengan alasan kolot, tidak menjaman, dan bertindak kekerasan. Yang penulis pahami --mudah-mudahan tidak salah paham--dari goresan pena Putu Wijaya adalah pesan betapa niatan baik dan tanggungjawab terhadap pembinaan generasi seringkali berakhir dengan resiko tinggi (pemecatan). Selain merupakan kritik pedas bagi pelaku pendidikan yang semakin tak beraturan dan tunduk kepada kemauan "kebebasan" anak usia belasan tahun dengan dalih demokratis. Punishment adalah perangsang yang menyebabkan peserta didik atau seseorang menghindarkan diri darinya atau menjauhinya (Richard L. Solomon, 1964) menurut Solomon pengaruh hukuman besar sekali terhadap sikap belajar peserta didik, karena mereka umumnya akan berupaya tidak memperoleh hukuman bila hasil belajarnya tidak baik, secara psikologis semua manusia tidak senang dan menghindarkan diri dari hukuman.24

24

Aminuddin Rasyad ,Teori belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: UHAMKA Press ,2003) Cet.ke- 3, h,9899.

170

Ada beberapa pentahapan dalam hal pelaksanaan hukuman (punishment), pertama mengkomunikasikan hukuman, semacam aturan atau tata tertib sekolah yang harus dipatuhi murid, kedua pelaksaan sangsi terhadap pelanggar aturan dalam hal ini berarti pemberian hukuman. Sebagaimana fungsinya hukuman diberikan untuk pelaku pelanggaran dengan maksud untuk memelihara ketertiban sekolah atau ketertiban kelas serta merupakan rangsangan yang sengaja diberikan agar tidak melakukan pelanggaran. Kelas yang tertib adalah tanggungjawab guru yang bersangkutan. Demikian juga ketertiban sekolah menjadi tanggungjawab semua dari kepala sekolah , pembina OSIS hingga guru-guru yang menjadi awak sekolah tersebut. Suatu sistem aturan tidakakan bisa berjalan tanpa adanya pelaksanaan sangsi bagi pelanggar aturan dan hadiah atau pujian bagi yang melaksanakan aturan dengan baik. Jadi masalah hukuman dan hadiah adalah suatu motivasi yag secara silih berganti lumrah dilaksanakan dalam dunia pendidikan baik pesantren maupun sekolah25. Dalam pelaksanaannya hukuman tidaklah semata dalam bentuk hukuman fisik, bisa juga bersifat tatapan mata (melotot), teguran, sindiran, demikian juga sebaliknya hadiah tidak melulu berbentuk materi, bisa juga berupa pujian, acungan jempol dan perhatian. Ada trend yang berlaku dewasa ini di dunia pendidikan sangat berlebihan dalam menghindari hukuman, sama halnya dengan berlebihannya dalam memberikan hadiah, akibatnya kadang ditemui upacara-upacara pemberian hadiah yang berupa

25

M. Tata Taufik, Hukuman & Hadiah Catatan kecil untuk Pelaku Pendidikan, HU.Mitra Dialog , Sabtu 30 Okt.2004

171

material demikian meriah, sementara sedikit sekali ditemui upacara pemberian hukuman, dan ketika yang terakhir ini terjadi malah menjadi sorotan publik. Ada suatu nasehat yang diberikan Rasul SAW kepada Abi Hurairah berkenaan dengan hukuman ini; "Hai Abu Hurairah, Janganlah kamu memukul untuk memperbaiki adab (pendidikan) lebih dari tiga kali, jika kamu lakukan lebih dari tiga kali maka kamu mendapatkan qishahsh pada hari kiamat, hai Abu Hurairah, didiklah anak-anak keluargamu dengan ucapan (lisan) untuk melaksanakan shalat dan thaharah, jika mereka sampai usia 10 tahun (dan membangkang.pen), maka pukullah ia tapi jangan lebih dari tiga kali".26 Kutipan na sihat ini mengambarkan etiket pemberian hukuman dalam pendidikan anak. Ada saat pemberian informasi, komunikasi dengan lisan, dan ada saat tindakan fisik yang terrencana dan tidak membahayakan. G. Pola Hubungan Guru & Murid Manusia adalah produk dari kebiasaannya (Hadits) Dari sederetan kegiatan para santri sebagaimana digambarkan tadi merupakan suatu pemaparan yang perlu pemaknaan, hal itu kalau dibahasakan akan merupakan hubungan sinerji antara guru dan murid (Kyai/ Ustadz dan santri) dengan landasan motivasi keagamaan yang mendalam suatu yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran27 Tugas utama kehidupan adalah belajar, siapa yang paling aktif dalam belajar maka ia yang paling mampu untuk bertahan hidup. Seorang balita aktif berlatih untuk

27

Abdul Hamid Syakir, Khitabu al-Rasul, h, 80 Lihat M. Tata Taufik , "Motivasi Religius Guru & Murid ",Mitra Dialog Sabtu 09-10-2004

26

172

menangis.mengekpresikan perasaannya. Secara dialektis mata kita menatap suatu benda. dalam istilah pendidikan berarti kemampuan atau pengetahuan yang didapat melalui usaha pendidikan. memperhatikan. meniru kemudian merangkak. otak kita menangkap. atau sebaliknya pikiran kita berkerja memikirkan suatu lalu dihubungkan dengan realitas dan ia menciptakan suatu tindakan untuk membuat realitas sesuai dengan idea yang ada dalam pikiran. Tanpa ada usaha yang serius seperti penyelenggaraan sekolah amupun pesantren pun proses belajar di atas tetap dialami oleh manusia.1acquiring of knowledge: the acquisition of knowledge or skill . learn·ing [lúrning] n . menyimak. menyimpulkan dan akhirnya memilih sutau tingkah laku yang dilakukan semua bisa diamati dalam proses kehidupan yang dialami manusia termasuk diri kita. lalu mengolah dan akhirnya memutuskan untuk memilih melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Secara etimologis belajar berarti mendapatkan pengetahuan atau kemampuan.2education acquired knowledge: knowledge or skill gained through education 173 . Kedua teori ini sangatlah sederhana dalam melihat prilaku kita sebagai makhluk yang berfikir dan belajar. Dalam itilah psikologi belajar adalah perubahan pengetahuan. berdiri. memahami dan dalam tingkah laku. dan akhirnya sampailah pada tahap bijak begitulah sampai akhirnya ia menemui ajalnya. Perkembangan berikutnya ia menjadi piawai. tegak dan melangkah hingga mahir berjalan. atau perubahan yang relatif permanen dalam pengetahuan.

knowledge. acquiring knowledge or developing the ability to perform new behaviors.29 Jadi dalam proses belajar ada mendapatkan pengetehauan berarti dari nol menuju isi ada juga pengembangan sesuatuyang sudah dimiliki. skills. or behavior.28 Secara terminologis belajar berarti mendapatkan pengetahuan atau mengembangkan kemampuan untuk melakukan suatu tingkahlaku yang baru . ideas. All rights 28 reserved 29 Ibid Ibid. Jika dilihat dari sudut guru mengajar pada hakikatnya adalah "belajar". 30 31 174 . dan kegiatan pengajaran bagi guru berarti 'membuat siswa belajar".. Dengan mengajar seorang guru belajar banyak hal.Kevin. or the facts or skills taught.30 dan kegiatannya dinamakan pengajaran (instruction) teaching in a particular subject or skill. Ibid. "Teaching". atau skil serta tehnik tertentu kepada murid secara sistematis.31 Jadi pengajaran atau mengajar adalah mempresentasikan fakta. ide. © 1993-2002 Microsoft Corporation.Learning. belajar akan materi (bahan ajar). belajar methode. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. or acquisition of.3psychology change in knowledge: a relatively permanent change in. and techniques to students. understanding. Selanjutnya kegiatan pemberian pelajaran disebut mengajar (teaching) yang berarti systematic presentation of facts. Ryan.

ungkapan seperti "berguru pada siapa" nampak kata guru di sini berwibawa sekali.J. Guru adalah sebutan untuk orang yang kerjanya mengajar 32. individual’s revered teacher and counselor: a teacher or counselor in spiritual or intellectual matters who is especially revered and followed by an individual. belajar situasi kelas dll.Cit.kalau melihat pernyataan ini nampak guru sangat sederhana. Purwadarminta. a religious leader or teacher. somebody influential: somebody who is prominent and influential in a specific field and sets a trend or starts a movement. yang kedua informasi atau pengetahuan dan yang ketiga adalah siswa. dan berpengaruh. keagamaan. pemimpin spriritual atau intelektual bagi group keagamaan tertentu yang sangat berpengaruh dalam membuat gerakan. "guru" Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. Nampaknya apa yang diungkap oleh Purwadarminta belum bisa mewakili maksud dari kata guru. (Jakarta.VII. Maka tidak heran jika W. Pemimpin keagamaan atau pengajar keagamaan. orang yang kerjanya mengajar. 1984) cet. dalam Encarta ditulis guru berasal dari bahasa Sansakerta digunakan sejak awal abad 17 berarti. 3. 175 . pengajar. 4.belajar tentang aspek-aspek kesiswaan dan perkembangannya. selain hanya dari sudut pekerjaan saja. Kamus Umum Bahasa Indonesia. dan diikuti. Dan guru yang berhasil adalah guru yang mempu membuat anak didiknya belajar. leader Hindu .S. Kegiatan pengajaran baik dipesantren maupun di sekolah kalau dipotret akan membrikan gambaran adanya tiga komponen utama dalam aktifitas tersebut source > message > receiver. gerakkan. or Sikh religious teacher: in Hinduism and Sikhism. Op. 2.33 Kata guru memiliki medan makna antara lain. PN Balai Pustaka. Namun kenapa semua orang bertumpu pada guru. yang pertama adalah guru.1 32 33 h. pemimpin.334 of religious group: a spiritual leader of or intellectual guide for a religious group or movement especially one being described as non-mainstream.

Bila melihat dari pengertian di atas baik guru maupun murid sebenarnya nampak kinerja yang sangat indah antara keduanya .Paikologi Pembelajaran & Pengajaran . Muhammad 34 Cet.2004) ) . Murid dalam bahasa Arab disebut tha>lib. h. I. pemberi pengetahuan. atau mutaa'lim. penggerak. dan yang kedua berarti orang yang belajar. Pemberi akan lebih bermanfaat Bandung: Pustaka Bani Quraisy. kedua kata tersebut menunjukan sifat aktif murid dalam belajar. guru sebagai pemberi dan murid sebagai penuntut dan penerima dalam arti yang luas. guru sebagai pemimpin. sedang kan murid di satu sisi sebagai orang yang dengan penuh semangat ingin mencapai apa yang telah dimiliki gurunya. 54 176 . yang pertama berarti penuntut.34 Murid berasal dari bahasa Arab yang berarti secara harfiah orang yang mempunyai keinginan. dan sangat berpengaruh dalam menentukkan jalan hidup muridnya.guru demikian berwibawa pada masa silam. pemberi pengaruh. Dalam Istilah pendidikan guru deikenal tidak saja sebagai instuktur. murid berarti seorang yang memiliki keinginan kuat untuk memahami dan mencapai apa yang dicapai oleh gurunya. ia selalu menuntut (bukkan menunggu) dan senantiasa belajar hingga memiliki ilmu. manajer pengajaran pengevaluasi hasil belajar dan sebagai direktur belajar. tapi lebih dari itu ia berperan sebagai perancang pengajaran. istilah ini digunakan sebagai sebutan bagi pengikut sufi yang mempunyai keinginan untuk belajar pada gurunya (Syaikh atau Mursyid). Dari sini tergambar pola hubungan guru-murid.Surya.

si B mengajar juga. and esteem. (5) self-fulfillment. (2) security and safety. 3) Kebutuhan untuk mencinta dan memiliki. 5) Kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dirinya. 36 Maslow ranks human needs as follows: (1) physiological. siapapun akan kurang pas menerima sesuatu dengan keterpaksaan. 4dirham (biaya). 1) Kebutuhan pisiologis. Satu tindakan atau kegiatan dilakukan seseorang mungkin berbeda motivasinya.36 Keenam kebutuhan tersebut dapat dijadikan motivasi bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. 6) Kebutuhan untuk mengetahui dan memahami. 177 . 4) Kebutuhan untuk berkompeten.35 Guru dan murid memiliki kebutuhan psikis yang sama. karena keduanya manusia juga. Untuk ini kalangan pendidik masa silam (dalam Islam) mengembangkan suatu norma bagi murid yang berisikan tata cara mencari ilmu dan menghargai guru.jika 'tindakan" memberi itu disadari dengan keikhlasan. prestige. 2) Kebutuhan akan rasa aman. ia melakukannya agar dicintai 35 Ta'li>m al-Muta'alim? Ada juga suatu doktrin belajar sebagai berikut: engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali memiliki enam syarat berikut: 1. 2 tamak. and (6) curiosity and the need to understand.5 menemani guru. kebutuhan psikis guru itu juga kebutuhan psikis murid. karenannya perlu dikembangkan pola hubungan guru murid dengan keikhlasan sebagai dasarnya.3. si A mengajar melakukannya karena untuk sesuap nasi. berarti ia bekerja (memenuhi kebutuhan pertama dan kedua?).6 waktu yang panjang. (3) love and feelings of belonging. prestis dan berharga. kesungguhan. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. (4) competence. tapi akan lebih menyoroti kebutuhan dasar manusia sebagaimana yang digagas Maslow berkenaan dengan motivasi: ada 6 (enam) rangking kebutuhan dasar manusia. demikian juga halnya dengan penerima. cerdas. Tulisan ini tidak akan membicarakan seekor kera belajar dari rangsangan untuk mendapatkan pisang.

178 . 2. Si C mengajar karena ingin dirinya terkenal dengan sebutan guru (kebutuhan keempat) Si D melakukannya karena dirinya memerlukan orang lain tempat ia mencurahkan apa yang diketahuinya (kebutuhan kelima). n 1. sampailah pada pengertian bahwa manusia melakukan sesuatu karena kebutuhun tersebut yang harus dipenuhinya. Microsoft® way. Semua kegiatannya dinamakan tetap disebut mengajar. cognitive. Encarta® Reference Library 2003. . atau bisa dimasukkan pada need ke 2 yaitu kebutuhan akan rasa aman. ada agama dalam mencari nama dll. untuk apa ia pergi ke sekolah? Agar diberi bekal.giving of a reason to act: the act of giving somebody a reason or incentive to do 37 something.psychology forces determining behavior: the biological. Dan terakhir si E melakukannya agar dia lebiha banyak tahu tentang siswa dan memahami seluk beluk mengajar (kebutuhan ke 6).3 reason: a reason for doing something or behaving in some or something that causes such a feeling 4.enthusiasm: a feeling of interest or enthusiasm that makes somebody want to do something. agar tidak dimarahi? Agar disayangi orang tua? Agar berharga? Dst. alasan tersebut dalam psikologi disebut motivasi. Berangkat dari pengenalan akan need dasar manusia. Semua kebutuhan yang diajukan Maslow tadi bagaimanapun juga mewakili dari berbagai need yang ada pada diri manusia.rangking ke 5 kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dirinya.masyarakat (memenuhi kebutuhan ketiga?). emotional. yaitu kebutuhan akan keberagamaan. atau bahkan pada rangking ke 3 untuk dicinta dan mencinta. atau semuanya? Maksudnya semua basic need tadi dibingkai dengan suasana religiousness.37 motivasi digambarkan sebagai suatu lingkaran yang terus menerus. kejadian (realitas) memotivasi untuk melakukan sesuatu mo·ti·va·tion. Hal yang sama juga bisa terjadi pada murid. ada agama dalam mencari makan. hanya saja ada yang tertinggal di situ.

hanya tinggal memanfaatkan sistem keyakinan tadi untuk dijadikan landasan dalam membina masyarakat dengan jalan menggali informasi sebanyka-banyaknya dari ajaran untuk dijadikan bahan pembinaan. lebih-lebih yang menyangkut teori psikologis. Sistem kepercayaan akan kitab suci sangatlah potensial untuk dijadikan bahan dalam memacu semangat untuk berbuat. 179 . Dengan demikian berarti kita sudah memanfaatkan potensi dasar yang dimiliki seseorang untuk mengembangkan dirinya.suatu pencapaian akan realitas tadi menjadi motivasi juga untuk pencapaian akan realitas berikutnya. Tugas kita --dalam masyarakat yang memiliki sistem kepercayaan tersebut-. Dalam kaitannya dengan kegiatan inetarksi guru-murid (pembelajaran dan pengajaran) sebagaimana dikemukakan di atas banyak motivasi bisa didapat tergantung kepada individu masing-masing pelakunya. dan begitu seterusnya. Pada kesempatan ini penulis mencoba mengangkat agama sebagai motivasi kegiatan belajar dan pembelajaran tersebut. ungkpan-ungkapan ayat Al-Qur'an sangat sarat dengan motivasi kearah hidup yang bermakna karena memang ia ditujukan kepada hati dan jiwa manusia. Dalam kitab suci banyak bisa digali berbagai teori kehidupan. Berhubungan dengan kegiatan pembelajaran dan pengajaran. Ambil contoh kitab suci Al-Qur'an. melihat bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. berarti upaya tersebut bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan pernyataan-pernyataan tekstual Al-Qur'an atau Al-Hadits yang bertemakan pembelajaran dan pengajaran.

Motivasi tersebut bisa dijabarkan dalam

sederetan informasi

mulai dari

pentingnnya ilmu pengetahuan, anjuran untuk mencari ilmu, untuk apa mencari ilmu, kewajiban menyampaikan ilmu dan seterusnya . Tentang pentingnya ilmu misalkan teks Al-Qur'an mengungkapkan sebagai berikut:

‫ﻳَﺎﹶﺃﱡﻳﻬَﺎ ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﺀَﺍﻣُﻮﺍ ِﺇﺫﹶﺍ ﻗِﻴﻞ ﹶﻟﻜﻢ َﺗﻔﺴ ُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﹾﻟﻤﺠَﺎِﻟﺲ ﻓﹶﺎﻓﺴ ُﻮﺍ َﻳﻔﺴﺢ ﺍﻟﻠﻪ ﹶﻟﻜﻢ ﻭِﺇﺫﹶﺍ ﻗِﻴﻞ ﺍْﻧﺸ ُﻭﺍ ﻓﹶﺎْﻧﺸ ُﻭﺍ َﻳﺮﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ‬ ُ ‫ُﺰ ْﹶ ِ ﱠ‬ ‫ﹶ ُﺰ‬ َ ْ ‫َ ِ ﹾ َﺤ ﹾ َ ِ ﱠ ُ ﹸ‬ ‫ﹶ ﹸ ْ ﹶ ﱠﺤ‬ ‫َ َﻨ‬ (11:‫ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﺀَﺍﻣُﻮﺍ ﻣْﻨﻜﻢ ﻭَﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﹸﻭُﻮﺍ ﺍﹾﻟﻌﻠﻢ ﺩﺭﺟَﺎﺕ َﺍﻟﱠ ُ ِﺑﻤَﺎ َﺗﻌﻤﹸﻮﻥ ﺧِﺒﲑ )ﺍﺠﻤﻟﺎﺩﻟﺔ‬ ٌ َ ‫ْ َﻠ ﹶ‬ ‫َ ﺃ ﺗ ِ ﹾ َ َ َ ٍ ﻭ ﻠﻪ‬ ْ ‫َ َﻨ ِ ﹸ‬
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS: Al-Mujadalah:11

‫ﹶﺃﻡ ﻣﻦ ُﻮ ﻗﹶﺎِﻧﺖ ﺀَﺍﻧَﺎﺀ ﺍﻟﱠْﻴﻞ ﺳَﺎﺟﺪًﺍ ﻭﻗﹶﺎِﺋﻤًﺎ َﻳﺤﺬ ُ ﺍﻟﹾﺂﺧﺮﺓ ﻭَﻳﺮ ُﻮ ﺭﺣﻤﺔ ﺭﱢﺑﻪ ﻗﻞ ﻫﻞ َﻳﺴَﺘﻮِﻱ ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ َﻳﻌﻠ ُﻮﻥ ﻭَﺍﱠـﺬِﻳﻦ ﻟﹶـﺎ‬ َ ‫َ ْﹶﻤ ﹶ ﻟ‬ ْ ‫ْ ﹶﺭ ِ َ ﹶ َ ْﺟ َ ْ َ ﹶ َ ِ ﹸ ﹾ َ ﹾ‬ َ ِ ِ ‫ْ َ ْ ﻫَ ٌ َ ﻠ‬ ( 9:‫َﻳﻌﻠ ُﻮﻥ ِﺇﱠﻧﻤَﺎ َﻳَﺘﺬ ﱠ ُ ﹸﻭﹸﻮ ﺍﹾﻟﺄﹾﻟﺒَﺎﺏ )ﺍﻟﺰﻣﺮ‬ ِ ‫ﹶ ﻛﺮ ﺃ ﻟ ﹶ‬ ‫ْﹶﻤ ﹶ‬ )Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah
di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang

180

mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Pemahaman tentang pentingnya ilmu38 merupakan suatu pola pemikiran yang harus dimiliki oleh pelaku pembelajaran dan pengajaran, karena secara psikologis orang akan mencari atau menyampaikan suatu yang dianggap penting baginya. Selanjutnya tentang anjuran mencari ilmu ini merupakan motivasi lain bagi pelajar / siswa sehingga ia merasa apa yang diperjuangkannnya dalam pembelajaran betul-betul sutu yang bermakna dan menunaikan kewajiban agama, ungkapan seperti hadits
39

‫ﻃﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣـﺴﻠﻢ‬mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim bisa

dijadikan motivasi bagi anak didik untuk senantiasa belajar, banyak ungkapan lain yang senada seperti ;barangsiapa pergi untuk mencari ilmu berarti ia pergi dijalan Allah sampai ia kembali, tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negri Cina, tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat dll. Firman Allah dalam Al-Qur'an juga bisa digali seperti anjuran kepada Nabi untuk belajar dan bertanya kepada "ahli"

(43:‫ﻭﻣَﺎ ﹶﺃﺭﺳﻠﻨَﺎ ﻣﻦ ﻗْﺒﻠﻚ ِﺇﱠﺎ ﺭﺟَﺎﻟﹰﺎ ُﻮﺣِﻲ ِﺇﹶﻟْﻴﻬﻢ ﻓﹶﺎﺳﺄﹸﻮﺍ ﹶﺃﻫﻞ ﺍﻟﺬﻛﺮ ِﺇﻥ ﻛْﻨُﺘﻢ ﻟﹶﺎ َﺗﻌﻠ ُﻮﻥ) ﺍﻟﻨﺤﻞ‬ ‫ِ ْ ْﹶﻟ ْ ﹶ ﱢ ﹾ ِ ﹾ ﹸ ْ ْﹶﻤ ﹶ‬ ‫َ ْ َﹾ ِ ْ ﹶ ِ َ ﻟ ِ ﻧ‬
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
Thara>iq al-Nabiy fi> ta'li>mi ashh}a>bihi (Beirut:Da>r Ibnu ,Ahmad, Muhammad, al-'Alimiy
38

Hajm, 2001) cet.I. h. 28 39 Ibnu Majah, hadits no 224 Hadits riwayat

181

‫ﺣﺪِﻳﺚ ﻋْﺒﺪ ﺍﻟﱠﻪ ْﺑﻦ ﻣﺴ ُﻮﺩ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋْﻨ ُ ﻗﹶﺎﻝ : ﻗﹶﺎﻝ ﺭ ُﻮﻝ ﺍﻟﱠﻪ ﺻﱠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠْﻴﻪ ﻭﺳﻠﱠﻢ ﻟﹶﺎ ﺣﺴﺪ ِﺇﱠﺎ ﻓِﻲ ﺍﹾﺛَﻨَﺘْﻴﻦ ﺭﺟﻞ ﺁﺗَﺎﻩ‬ ُ ‫ِ َ ُﹲ‬ ‫َ ﹸ َ ِ ﻠ ِ ِ َ ْﻌ ٍ َ ِ َ ﱠ ُ َ ﻪ ﹶ ﹶ َﺳ ﹸ ﻠ ِ َﻠ ﱠ ُ َﹶ ِ َ َ َ َ َ َ ﻟ‬ * ‫ﺍﻟﻠﻪ ﻣَﺎﻟﹰﺎ ﻓﺴﱠﻄ ُ ﻋﻠﹶﻰ ﻫﻠﻜِﺘﻪ ﻓِﻲ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﻭﺭ ُﻞ ﺁﺗَﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﻜﻤﺔ ﻓ ُﻮ َﻳﻘﻀِﻲ ِﺑﻬَﺎ ﻭُﻳﻌﻠﻤﻬَﺎ‬ ُ ‫َ َﱢ‬ ‫َ ﱢ َ َﺟ ﹲ ُ ﱠ ُ ِ ﹾ َ ﹰ ﹶﻬ َ ﹾ‬ ِ ‫ﱠ ُ ﹶ َﻠ ﹶﻪ َ َﹶ ﹶ‬
Tidak ada iri kecuali dalam dua hal; iri terhadap orang yang memiliki harta lalu digunakannya sampai habis untuk kebenaran, dan iri terhadap seseorang yang diberi pengetahuan oleh Allah lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya. (haits riwayat Ibnu majah). Tentanng tujuan mencari ilmu atau katakanlah niat mencari ilmu untuk apa, disini yang diperlukan adalah meluruskan nia, dari niat mencari ijazah kepada niat ibadah, menjalankan perintah agama, niat membekali diri untuk supaya diri lebih baik dan bisa menjalani hidup sesuai tuntunan Ilahi.

‫ﻗﻞ ِﺇﱠﻧﻤَﺎ ﹶﺃﻧَﺎ َﺑﺸﺮ ﻣﹾﺜﹸ ﹸﻢ ُﻮﺣَﻰ ِﺇﹶﻟﻲ ﹶﺃﱠﻧﻤَﺎ ِﺇﹶﻟ ُ ﹸﻢ ِﺇﹶﻟﻪ ﻭَﺍﺣﺪ ﻓﻤﻦ ﻛﹶﺎﻥ َﻳﺮ ُﻮﺍ ِﻟﻘﹶﺎﺀ ﺭﱢﺑﻪ ﻓﻠَﻴﻌﻤﻞ ﻋﻤﻠﹰﺎ ﺻَﺎِﻟﺤًﺎ ﻭﻟﹶﺎ ُﻳﺸﺮﻙ‬ ْ ِْ َ َ َ ‫ﻬﻜ ْ ٌ ِ ٌ ﹶ َ ْ ﹶ ْﺟ َ َ ِ ﹶ ﹾ ْ َ ﹾ‬ ‫ﱠ‬ ‫َ ٌ ِ ﻠﻜ ْ ﻳ‬ ‫ﹸﹾ‬ (110: ‫ِﺑﻌﺒَﺎﺩﺓ ﺭﱢﺑﻪ ﹶﺃﺣﺪًﺍ )ﺍﻟﻜﻬﻒ‬ َ ِ َ َِ ِ
Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

(162:‫ﻗﻞ ِﺇ ﱠ ﺻﻠﹶﺎﺗِﻲ ﻭُﻧﺴﻜِﻲ ﻭﻣﺤﻴَﺎﻱ ﻭﻣﻤَﺎﺗِﻲ ِﻟﱠﻪ ﺭﺏ ﺍﹾﻟﻌَﺎﹶﻟﻤﲔ ) ﺍﻻﻧﻌﺎﻡ‬ َ ِ ‫ﻠِ َ ﱢ‬ ََ َ ْ ََ ُ َ َ ‫ﹸ ﹾ ﻥ‬

182

Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, Ayat di atas menunjukkan bahwa semua kegiatan kehidupan kita diperuntukkan hanya untuk Allah semata, terma suk di dalamnnya mencari ilmu. Selanjutnya berhubungan dengan pengajar / guru ada kewajiban untuk menyampaikan ilmu, siapa yang memiliki ilmu maka ia berkewajiban untuk membaginya kepada orang lain.

‫ﻭﻣَﺎ ﻛﹶﺎﻥ ﺍﹾﻟﻤﺆﻣُﻮﻥ ِﻟَﻴْﻨﻔﺮُﻭﺍ ﻛﹶﺎﱠﺔ ﻓﻠﻮﻟﹶﺎ َﻧﻔﺮ ﻣﻦ ﻛ ﱢ ﻓﺮﻗﺔ ﻣْﻨﻬﻢ ﻃﹶﺎِﺋﻔﺔ ِﻟَﻴَﺘﻔ ﱠ ُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟ ﱢﻳﻦ ﻭِﻟُْﻨﺬ ُﻭﺍ ﻗﻮﻣﻬﻢ ِﺇﺫﹶﺍ ﺭﺟ ُﻮﺍ ِﺇﹶﻟْﻴﻬﻢ‬ ْ ِ ‫ﺪ ِ َ ﻴ ِﺭ ﹶ ْ َ ُ ْ َ َﻌ‬ ‫ﻓ ﹰ ﹶﹶ ْ ﹶ َ ِ ْ ﹸﻞ ِ ْﹶ ٍ ِ ُ ْ ﹶ ﹲ ﹶﻘﻬ‬ ِ ‫ﹶ ُ ْ ِﻨ ﹶ‬ َ (122: ‫ﹶﻟﻌﱠ ُﻢ َﻳﺤﺬ ُﻭﻥ)ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ‬ ‫َﻠﻬ ْ ْ ﹶﺭ ﹶ‬
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

(71:‫ﻳَﺎﹶﺃﻫﻞ ﺍﹾﻟﻜﺘَﺎﺏ ِﻟﻢ َﺗﻠِﺒ ُﻮﻥ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﺑِﺎﹾﻟﺒَﺎﻃﻞ ﻭَﺗﻜُﺘ ُﻮﻥ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﻭﹶﺃْﻧُﺘﻢ َﺗﻌﻠ ُﻮﻥ)ﺍﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ‬ ‫ْ ﹶ ِ ِ َ ﹾ ﺴ ﹶ َ ﱠ ِ ِ َ ﹾ ﻤ ﹶ َ ﱠ َ ْ ْﹶﻤ ﹶ‬
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?

(37:‫ﺍﱠﺬﻳﻦ َﻳْﺒﺨﹸﻮﻥ ﻭَﻳﺄﻣ ُﻭﻥ ﺍﻟﱠﺎﺱ ﺑِﺎﹾﻟُﺒﺨﻞ ﻭَﻳﻜُﺘ ُﻮﻥ ﻣَﺎ َﺍﺗَﺎ ُ ُ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻓﻀﻠﻪ ﻭﹶﺃﻋَﺘﺪﻧَﺎ ِﻟﻠﻜﹶﺎﻓﺮِﻳﻦ ﻋﺬﹶﺍﺑًﺎ ﻣﻬِﻴﻨًﺎ) ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ‬ ُ َ َ ِ ‫ﻟ ِ َ َﻠ ﹶ َ ﹾ ُﺮ ﹶ ﻨ َ ْ ِ َ ﹾ ﻤ ﹶ ﺀ ﻫﻢ ﱠ ُ ِ ْ ﹶ ِْ ِ َ ْ ْ ﹾ‬

183

)yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan
menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. Cuplikan dari teks ayat maupun hadits di atas hanya sebagian kecil dari sekian pernyataan yang nampaknya secara psikologis dapat menjadi motif seseorang untuk melakukan kegiatan pembelajarabn dan pengajaran, masih banyak lagi pernyataan lain yang bisa ditelusuri lebih jauh. Namun setidaknya dari pernyataan tersebut tergambar sutu pola pembelajaran dengan motivasi religius sebagai brikut: Motivasi Religius
Ajaran sebagai motif Konsep Tahuhid Tingkahlaku yang dicapai -Belajar Lillah Pelaku Murid Guru Murid Guru + Murid

-Mengajar Lillah
Kewajiban Mencari Ilmu Ilmu itu Penting Belajar = menunaikan keajiban ; taat perintah Tuhan Belajar / mengajar = Melakukan suatu yang bermakna, cinta ilmu Dakwah Menyampaikan dimiliki wajib ilmu Wajib, yang Mengajar kewajiban = melaksanakan

Guru

Gambaran sinngkat di atas menunjukkan tingkah laku yang bisa dicapai dengan motif ajaran yang diambil dari sietem kepercayaan (nilai) yang dianut, yang menurut hemat penulis secara psikologis berperan dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran. Kenyataan seperti itulah yang tergambar dari rangkaian kegiatan pembelajaran di pesantren baik salafiyah maupun yang modern, nuansa motivasi religius yang

184

dan seterusnya Selain guru kita juga murid yang harus selalu belajar sampai ajal nanti. Bahkan pembangunan sebuah bangsa membutuhkan serangkaian pembahasan untuk menentukan APBN dan Repelita. itulah guru kita semua Rasulullah S. bahwa setiap diri kita apapun profesinya adalah guru. tidak satupun yang tidak direncanakan. Bila kita mengamati fenomena perubahan di sekitar kita.A. tidak satupun pekerjaan besar. Bangunan pencakar langit sampai rumah tingggal membutuhkan site-plan atau denah gambar yang terinci dalam skala.dikembangkan belajar. Kemajuan teknologi mengacu kepada serangkaian master-plan yang menjadi kerangka acuan untuk mendesainnya. minimal guru untuk diri sendiri. Pembangunan 185 . dan menjiwai aktivitas keseharian kehidupan pesantren termasuk Belajar dari guru mulia yang memiliki sifat jujur. selalu menyampaikan kebebnaran. H. Santri: Sebuah Harapan Masa Depan Mengapa perlu membuat rencana untuk masa depan ? Mungkin pertanyaan semacam ini tidak perlu dilontarkan apabila kita mengacu kepada fenomena pembangunan dan kemajuan di segala bidang di sekitar kita. dan yang terpenting adalah. bisa dipercaya. Dalam semuanya itu motivasi adalah hal yang harus ada dalam berbagai tindakan. dan cerdas. keluarga. maka alangkah baiknya jika motivasi itu bernuansa ukhrawi sehingga bisa terlaksana dengan baik tujuan yang sifatnya duniawi . di negeri ini maupun di mana saja yang tidak direncanakan. tetangga.W.

dan menemukan berbagai terobosan teknologi. mampu menentukan nasib sebuah bangsa dengan penduduk jutaan orang. sehingga sangat jarang santri yang manjalani hidupnya secara terencana. Logikanya. wakil Tuhan di muka bumi. apabila rencana mampu membangun sebuah model pesawat ruang angkasa. ternyata anaknya perempuan. rencana dapat menentukan nasib sebuah bangsa dengan jutaan penduduk. bagaimana bila diaplikasikan untuk merencanakan masa depan seorang santri. kepanitiaan dari tingkat RT sampai tingkat nasional mebutuhkan rapat atau serangkaian agenda meeting untuk menentukan langkah-langkah yang akan dituju. Pembangunan bangsa membutuhkan sidang-sidang menentukan APBN. anak-anak santri kita kurang bisa membuat rencana yang baik. untuk menjadi pengabdi terbaik. tetapi meraih satu-satu segala yang direncanakan. Sukses demi sukses diraih. Mungkin wawasan tentang bagaimana membuat rencana yang baik untuk menentukan masa depan itu masih sangat kurang. Masih tentang rencana juga. apalagi jika dapat diterapkan dalam kehidupan individu santri. Al-Que’an mengisahkan Imron yang merencanakan anak yang masih dikandung istrinya untuk menjadi rahib. sehingga meraih kesuksesan di segala bidang. 186 . Logikanya. membangun gedung-gedung megah. sehingga masa depan yang nantinya dijalani tidak sekedar menjalani hidup. dimana Allah mengajak para malaikat berdialog tentang rencana-Nya menciptakan makhluq manusia.gedung pencakar langit maupun rumah petak di komplek perumahan masih memerlukan site-plan gambar rancang bangun. Wawasan Islam tentang rencana atau membuat rencana akan tampak jelas jika kita kembali kepada ayat-ayat al-Qur’an yang menceritakan kisah Adam. Masalahnya sekarang.

meneruskan sekolah. Contoh. Untuk rencana jangka panjang atau 10 tahun. mungkin target yang akan kita raih berupa prestasi tertentu. atau menjadi ketua dalam satu organisasi. rencana jangka menengah untuk waktu 5 tahun. Misalnya dalam waktu 3 tahun kita ingin menguasai satu buku tertentu. rencana mestinya dibuat dalam 3 tahap sekaligus. dan setrusnya. kita perlu juga merumuskan disamping target-target tersebut target-target alternatif apabila target utama tidak bisa diraih. dan seterusnya. tapi harus dibedakan mana yang paling penting dan mana yang lebih penting. Perlu diketahui. memilih jurusan. menguasai satu ketrampilan. Target ditu dita tulis secara berurutan dengan prioritas target mulai dengan yang paling atas. bidang usaha yanga kan digeluti. tempat tinggal atau tempat bermukim. Rencana jangka pendek untuk jangka waktu 1 tahun. apabila kita menentukan untuk meneruskan studi ke jurusan IPA (eksakta) mungkin kita bisa memilih alternatif dengan memilih jurusan teknik atau sosial. bidang usaha yang ditekuni.Membuat rencana dimulai dengan menentukan target-target yang ingin diraih dalam kurun waktu tertentu. atau keinginan-keinginan lain. Setelah menentukan target-target yang akan diraih untuk masing-masing jangka waktu. Dalam 5 tahun mungkin kita menentukan kelulusan dalam bidang ilmu atau satu jenjang pendidikan. Target adalah hal-hal yang ingin kita raih dalam kurun waktu tersebut. tidak kaku. dan rencana jangka panjang untuk waktu 10 tahun. membeli peralatan yang sangat kita inginkan. Dengan adanya target altenatif ini sebuah rencana akan tertata secara fleksibel. Langkah ketiga dalam membuat rencana adalah mencari cara-cara atau langkah- 187 . dan sangat mungkin untuk dievaluasi.

Perubahan dalam rencana bukanlah menunjukkan kita tidak konsisten dalam membuat rencana. Kekuatan yang besar ini bisa dimanipulasi atau bisa diarahkan untuk hal-hal positif. dimana yang satu bagian adalah yang disadari. Dalam membuat rencana. seperti untuk mencapai cita-cita. Pekerjaan-pekerjaan itu dilakukan orang ketika menggunakan alam bawah sadar. kemampuan pribadi. sebenarnya kita sedang mengarahkan kekuatan yang besar (9 kekuatan bawah sadar) untuk meraih satu-satu target atau prestasi. sementara 9 bagian yang lainnya ada dalam dimensi bawah sadar. dan seterusnya. terencana dan 188 . dan kemungkinan direalisasikan. membuat rencana. Jika ditulis dalam perbandingan bagaimanan kekuatan alam bawah sadar dengan kekuatan bawah sadar. Perubahan yang terjadi itu didasarkan kepada situasi dan kondisi yang terjadi. Kekuatan alam bawah sadar mungkin bias digambarkan dengan adanya tenaga dalam. manusia pada dasarnya memiliki 10 dimensi kesadaran. kira-kira kekuatan 1 banding 9. orang kebal dalam permainan Debus (Banten). maukah kita membuat perubahan dan meraih sukses dengan selembar kertas. Sekarang masalahnya.langkah yang ditempuh untuk merealisasikan atau mencapai target tersebut. Menurut Sigmund Freud seorang ahli psiko-analisa dari Jerman. perpindahan tempat. Ada satu hal penting lagi dalam membuat rencana. atau dilakukan juga ketika mereka dalam dimensi “tidak sadar”. agar hidup yang kita jalani lebih terarah. yaitu diadakannya evaluasi secara berkala untuk tiap-tiap rencana. semua target atau langkah itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Evaluasi itu memungkinkan target-target dan langkah-langkah berubah. Yang perlu dicatat disini. kuda lumping yang mampu makan pecahan gelas dan memanjat kelapa.

dan berbagai kelebihan. tidak diragukan lagi sebagai aset penting pembangunan di segala bidang. untuk mencapi kearah sukses itu dibutuhkan sebuah proses yang panjang. Ia belajar untuk merasa bersalah Jika seorang anak hidup dalam semangat . Ia belajar untuk merasa malu Jika seorang anak hidup dalam kecemburuan . Ia belajar untuk mencintai dirinya sendiri Jika seorang anak hidupnya dimengerti . Dengan akalnya manusia terbukti mampu menggali berbagai rahasia penciptaan. Ia belajar bahwa sangat baik untuk bercitacita 189 . Untuk menjadi seorang hamba yang baik. baik lahir maupun bathin. Ia belajar untuk gelisah Jika seorang anak hidup dalam belas kasihan diri . Tuhan membekali tiap individu dengan berbagai macam potensi. Ia belajar untuk berkelahi Jika seorang anak hidup dalam ketakutan .menuju ke satu arah. kemampuan akal. Ia belajar mudah memaafkan dirinya sendiri Jika seorang anak hidup dalam ejekan . hamba Tuhan selama hayatnya. makrokosmos (alam semesta) maupun mikrokosmos (diri manusia sendiri). Ia belajar untuk menyalahkan Jika seorang anak hidup dalam permusuhan . Renungan Jika seorang anak hidup dalam suasana kritik . Ia belajar untuk iri hati Jika seorang anak hidup dalam rasa malu . Tapi harus diakui. Ia belajar untuk mencintai Jika seorang anak hidup dalam suasana rukun. Ia belajar untuk percaya diri Jika seorang anak hidup dalam menghargai orang lain . membuka cakrawala baru kemajuan. Pada dasarnya manusia diciptakan untuk menjadi pengabdi. memberikan sumbangsih yang sangt berarti bagi proses perubahan di setap lini. Bahkan akhir-akhir ini golongan santri telah mampu menunjukkan sebuah prestasi besar di segala bidang di tanah air. dan menjadi khaliah dimuka bumi. yang harus dimulai dengan sebuah kalimat kunci. merencanakan masa depan. Santri. Ia belajar setia dan sabar Jika seorang anak hidupnya apa adanya . dengan latar belakang pendidikan religius yang kuat.

190 . Ia belajar akan kebenaran dan keadilan Jika seorang anak hidup dalam rasa aman . Ia belajar akan kemurahan hati Jika seorang anak hidup dalam kejujuran dan sportivitas . Ia belajar percaya pada dirinya dan orang lain Jika seorang anak hidup penuh persahabatan . h. 102 Live" yang dikutip Jalaluddin Rahmat. Psikologi Komunikasi. Ia akan hidup dalam ketenangan batin40 40 Bandingkan dengan sajak Dorothy Law Nolte "Chidren Learn What They 1992. Bandung Rosda Karya. Ia belajar bahwa dunia ini merupakan suatu tempat yang indah untuk hidup Jika seorang anak hidup dalam ketenteraman anak-anakmu.Jika seorang anak hidup dalam suasana adil .

sebenarnya bukanlah sesuatu yang harus dibedakan. Islam. Iman dan Ihsan Sebagai Trilogi Ajaran Ilahi". "Islam. sebenarnya yang menjadi landasan pengajaran tarekat di pesantren adalah ajaran-ajaran nabi sendiri. karena ihsan berupa kemampuan untuk menembus ke dalam inti wahyu ketuhanan. terutama tentang tiga pilar ajaran Islam yaitu.1995) h.Cit. 478 191 . tetapi belum tentu Muslim itu mu’min. Sebab iman merupakan ketaatan dan keterikatan secara terus menerus dengan Tuhan.BAB VII PROFIL ALUMNI PESANTREN : Selain menjadi pusat pengajaran keilmuan Islam. Jadi. Ketiga pilar tersebut kalau ditarik pada bidang keilmuan akan melahirkan apa yang dikenal dengan syariah. pesantren juga menjadi pusat gerakan dan perkembangan tasawuf. Ihsan sendiri. dalam hal ini tarekat. 136 Lihat Nurcholish Madjid. Kemampuan untuk menangkap 41 42 Zamakhzyari. h. Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah (Bandung: Mizan. iman dan ihsan41. dalam Budihy Munawar Rahman. yang kemudian dipraktekkan melalui ajaran tarekat untuk dapat menangkap wawasan tentang kebulatan dan kebenaran dalam segala dimensinya42. Sedangkan ihsan merupakan tingkatan yang lebih tinggi lagi. Orang yang telah mengakui Islam sebagai agamanya disebut Muslim. Menurut Zamakhsyari Dhofiier. kecuali setelah disertai dengan keimanan. Op. menurut Hasyim Asy’ari dalam Nurcholish Madjid. antara tiga pilar tersebut. tetapi harus menjadi satu kesatuan. tauhid dan akhlak (tasawuf).

Untuk itu BAB iniil ini berusaha menampilkan sosok alumni dimaksud melalui tiga orang tokoh. dan Hamzah Haz. sosok pertama yang akan diulas singkat dalam buku ini adalah seorang tokoh akademisi di lingkungan IAIN. sehingga muncul semacam cap yang melekat dalam setiap santri dan alumni sebagai sosok yang sufistik.kebenaran yang utuh ini merupakan sesuatu yang sangat sulit dicapai manusia. Quraish Shihab. kurang memikirkan keduniaan. Sebabnya adalah kebenaran dalam dimensinya yang utuh itu. Tetapi sentra kajian kita di sini adalah konsistensi beliau pada bidang ilmu yang ditekuninya. dan orang dapat belajar menangkap keutuhan kebenaran itu dengan melakukan latihan-latihan dalam melihat paradoks-paradoks dan berusaha menangkap hakikat yang ada dibalik penampakan lahiriyah tersebut. waro. ekonomi. justru dalam dirinya mengandung paradoks. Quraish Shihab. Padahal labels emacam itu tidak perlu lagi ada. terutama jika melihat eksistensi Pondok Pesantren kontemporer yang yang sarat dengan nuansa kemodernan. Menteri agama. mulai dari ketua MUI. bahkan terakhir tercatat sebagai Duta Besar. Corak sufisme dan ascetisme di Pondok Pesantren sangat kental mewarnaii kehidupan santri sehari-hari di Pondok Pesantren. sehingga banyak melahirkan banyak karya 192 . Karirnya sebagai dosen dan guru besar di bidang tafsir pernah mengantarkannya menduduki beberapa posisi penting di Indonesia. Nuansa kemodernan dan progresifitas tersebut akan tampak nyata bila kita mengembalikan image sufistik tersebut pada sosok-sosok alumni yang berkiprah di dunia keilmuan. budaya. ICMI. social. yaitu Tafsir dan ulumul Qur’an. Nurcholis Majid. bahkan politik sekalipun.

Sosok pendidikannya yang dimulai di Madrasah Diniyah.Sosok kedua adalah Nurcholis Majid. Sebagai fokus pembahasan ketiga adalah sosok kader NU dari Kalimantan . Hamzah Haz. LIPI. lembaga pendidikan miniatur pesantren. Keragaman ini menurut Al-Farmawi ditunjang oleh Alquran itu sendiri yang keadaannya adalah bagaikan intan yang setiap sudutnya memancarkan cahaya yang 193 . Pengabdiannya dalam kajian keislaman mengantarkan sosok Nurcholis menjadi tokoh terkemuka di HMI. M. Dari Pesantren ke Mesir Alquran itu laksana samudra yang keajaiban dan keunikannya tidak akan pernah sirna ditelan masa. sehingga karir politiknya sempat mengantarkan beliau sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Ibu Megawati di tahun 2001. sehingga lahirlah bermacam-macam tafsir dengan metode yang beraneka ragam pula. dan diantaranya dalam struktur instansi pemerintah. ICMI. bahkan terakhir di Paramadina. A. alumni Gontor yang sempat mengenyam studi di Chicago yang terkenal dengan ide-ide pembaharannya di bidang pemikiran Islam. Bebarapa jabatan strategis pernah dipegang. Quraisy Shihab 1. Pernah tercatat sebagai politikus yang handal. Tetapi focus kajian kita dalam buku ini adalah apa yang telah diakukan Nurcholis dalam rangka pencerahan intelektual Indonesia. mengantarkannya sebagai sosok terkemuka di panggung politik.

Jamrah dengan judul: Metode Tafsir Maudhu’iy: Sebuah Pengantar (Jakarta: Raja Grafindo Persada. h. Ketua MUI.H. Hayy Al-Farmawi. Quraish Shihab. 1994). Penrj. ia tercatat sebagai mantan rektor pada kedua perguruan tinggi tersebut Quraish sejak kecilnya telah mendapatkan motifasi dan benih kecintaan terhadap bidang studi tafsir dari ayahnya yang sering mengajak anak-anaknya duduk 43 Abd. dan Duta besar. dan IAIN Alauddin Ujungpandang. setidak-tidaknya dapat memperkuat suatu pernyataan bahwa ayat-ayat Alquran itu selalu terbuka untuk interpretasi baru. sebuah perguruan tinggi swasta terbesar untuk kawasan Indonesia bagian timur. lahir di Rappang Sulawesi Selatan pa tanggal 16 Pebruari 1944. Nama lengkapnya Muhammad Quraish Shihab. Suryan A. Salah seorang tokohnya adalah M. Bahkan. yang banyak dikenal orang karena karyakaryanya dalam Tafsir kontemporer. Ia adalah seorang anak kandung dari K. atau sebagai sosok yang pernah menjadi menteri agama RI. Abdurrahman Shihab (1905-1986) seorang ulama terkemuka dan sebagai guru besar dalam bidang tafsir di Universitas Muslim Indonesia (UMI). al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’iy: Dirasah Manhajiah Maudhu’iyah. sejak tahun 1999 hingga sekarang dikenal dengan Makassar. melainkan sampai pada tataran disiplin ilmu dan aliran aliran tertentu. tidak hanya terbatas di kawasan Timur Tengah saja melainkan juga di Indonesia dan negara-negara lainnya. Demikian pula para penafsirnya. atau kiprahnya sebagai akademisi. 11 194 . Bahkan hingga dewasa ini penafsiran terhadap Alquran-pun tidak hanya terbatas pada persoalan-persoalan metode belaka.43 Kedua perumpamaan di atas.berbeda dengan apa apa yang terpancar dari sudut-sudut yang lain.

Sekembalinya ke Ujungpandang. Setelah itu ia melanjutkan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di kota Malang sambil nyantri di Pondok Pesantren Darul Hadis al-Faqihiyyah di kota yang sama. ia masih sempat merampungkan beberapa tugas penelitian yang antara lain tentang Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur (1975) dan Masalah Waqaf Sulawesi Selatan (1978). Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. ia juga diserahi jabatanjabatan lain.Karim dari segi 195 . Quraish dikirim oleh ayahnya ke Al-Azhar. Di celahcelah kesibukannya itu. Karya-karya Quraisy Shihab (Kemukjizatan Al-qur’an al. Selain itu. ia melanjutkan studinya ke Universitas Al-Azhar pada fakultas Usuluddin. 2. Pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Dasar di Ujungpandang. Setelah itu. Untuk lebih mendalami studi keislamannya. misalnya sebagai Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Wilayah VII Indonesia Bagian Timur). Pada saat-saat seperti inilah sang ayah menyampaikan nasihatnya yang kebanyakan bernuansa Qur’ani. Pada tahun 1967. dan sederetan jabatan lainnya di luar kampus. Kairo pada tahun 1958 dan diterima di kelas dua Tsanawiyah.A. Quraish Shihab memperoleh kepercayaan untuk menjabat sebagi wakil rektor bidang akademis dan kemahasiswaan pada IAIN Alauddin Ujungpandang pada tahun 1973-1980.berdampingan. ia meraih gelar LC (setingkat sarjana S1). Dua tahun kemudian (1969) Quraish berhasil memperoleh gelar M. pada jurusan yang sama dengan tesis yang berjudul alI’jaz al-Tasyri’i li al-Qur’an al-Karim hukum). jurusan tafsir dan hadis.

Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional sejak 1989. sejak tahun 2000. mengambil spesialisasi dalam studi tafsir Alquran. pada tahun 1980. Antara lain: Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) pusat sejak 1984. ia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. sebuah antologi essai tentang makna 196 . Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Usuluddin dan Fakultas Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. bahkan pernah diangkat sebagai Menteri Agama pada kabinet terakhir Presiden Suharto. Pengurus Konsorsium Ilmu-ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Untuk mewujudkan cita-citanya dalam mendalami studi tafsir. suatu kajian terhadap kitab Nazm al-Durar (Rangkaian Mutiara) karya al-Biqa’i telah berhasil dipertahankannya dengan predikat summa cum laude dengan penghargaan mumtaz ma’a martabah asy-syaraf al-ula (sarjana teladan dengan prestasi istimewa) Sekembalinya ke Indonesia sejak 1984. Disertasinya berjudul Nazm al-Durar li al-Biqa’i: Tahqiq wa Dirasah . Kesibukannya saat ini adalah Duta Besar Indonesia untuk Mesir. Ia hanya memerlukan waktu dua tahun untuk meraih gelar doktor dalam bidang ini. Kontribusi Quraish Shihab dalam segi intelektualitasnya terbukti dari berbagai karyanya di antaranya ialah (a) Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan. Quraish Shihab kembali menuntut ilmu ke almamaternya Al-Azhar. Ia juga terlibat dalam berbagai oraganisasi lainnya. misalnya: sebagai Pengurus Perhimpunan Ilmu-ilmu Syariah. dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). Selain itu. Bandung pada tahun 1994. diterbitkan oleh Mizan. Anggota Lajnah Pentashih Alquran Departemen Agama sejak 1989.

diterbitkan oleh Pustaka Hidayah . (b) Membumikan Al-Quran: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. diterbitkan oleh Lentera Hati Jakarta. Quraisy Shihab juga berusaha memadukan dua dorongan yang ada pada diri manusia --nalar dan intuisi-. dan karya-karya44 lainnya yang tidak disebutkan disini. 1999. diterbitkan oleh Mizan Bandung 1996. Setan dan Malaikat dalam Al-Quran dan As-Sunnah serta Wacana Pemikiran Ulama Masa Lalu dan Masa Kini. diterbitkan oleh Mizan. diterbitkan oleh Pustakan Katini. Penerjemah Tajul Arifin dengan judul Kajian Al-Quran di Indonesia Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish shihab (Mizan: Bandung. 1996).sehingga dapat dipahami secara mudah oleh akal dan juga uraian yang sulit dipahami kendati 44 Uraian karyanya daparte diperoleh dalam Howard M. dirasakan sangat sulit apalagi untuk dicerna sambil lalu. (c) Wawasan Al-Quran: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. (d) Tafsir Al-Quran al-Karim: Tafsir Surat-surat Pendek Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu.Federspiel. Selama ini. Bandung. kajian tentang Tafsir memang membutuhkan semangat dan ketekunan yang luar biasa. Iblis. 1992. (d) Tafsir Amanah.h.dan ungkapan Islam sebagai sistem religius bagi individu mukmin dan bagi komunitas Muslim Indonesia. Bandung 1997: (e) Yang Tersembunyi: Jin. sungguhpun tidak terpampang sebutan tafsir. Popular Indonesian Literature of the Qur’an. 295-299 197 . 1992. namun pada prinsipnya dapat dikategorikan sebagai gagasan yang sarat dengan problematika sekaligus solusi-solusi atasnya yang bernuansa qur’ani. Buku-buku karya Quraisy Shihab di atas. Sebuah artikel yang ditulis selama periode dua puluh tahun berkenaan dengan berbagai aspek Al-Quran dan mengkaji secara terinci posisi pentingnya Al-Quran bagi komunitas Muslim.

yakni tradisi belajar klasik dengan gaya modern Barat. Setelah itu ia mengabdi beberapa tahun sebagai pengajar di bekas almamaternya tersebut . pada saat yang sama ia pun menyelesaikan sekolah agamanya di madrasah ayahnya. Ketika itu Nurcholish Madjid berumur 16 tahun dan ia dapat menyelesaikan studinya pada umur 21 tahun.tidak bertentangan dengan akal. Dua tahun kemudian Nurcholish Madjid pindah ke pesantren Pondok Modern Gontor. Pada usia ke-14 Nurcholish Madjid pergi belajar ke pesantren Darul Ulum Rejoso di Jombang dan di sini ia juga memperoleh prestasi yang mengagumkan. tetapi juga bahasa Inggris. Madrasah Al-Wathoniyah Nurcholish Madjid selalu memperoleh prestasi akademik yang luar biasa. Jawa Timur pada 17 Maret 1929. Nurcholish Madjid 1. B. Ketika memperoleh ijazah SR IV dari Sekolah Rakyat Bareng. Kurikulum Gontor menghadirkan perpaduan liberal. dengan alasan bahwa bahasa Inggris merupakan 198 . Dari Pesantren ke Amerika Dilahirkan di desa Mojoanyar. Pilihan Abdul Madjid (ayahnya) menyekolahkan Nurcholish Madjid ke pondok Modern Gontor juga merupakan keputusan yang sangat mendukung bagi pengembangan wawasan intelektual Nurcholishnya. namun dapat diterima sepenuh hati oleh siapapun bila ia menggunakan kalbunya. Pendidikannya dimulai dari SR (Sekolah Rakyat) di pagi hari dan madrasah di sore hari. Jombang. khususnya selama belajar di Madrasah. yang diwujudkan secara baik dalam sistem pengajaran maupun mata pelajarannya. Para santri yang belajar di Pesantren Gontor tidak hanya diproyeksikan mampu menguasai Arab klasik.

jika diukur dengan masa sekarang. dan semangat al-Quran sehingga dakwah dan paham keislaman yang ditawarkannya sangat menyentuh dan efektif untuk masyarakat Islam kota. yang ketika itu tidak populer. tetapi dari Segi Makna Bersifat Universal) menunjukkan kecenderungannya untuk melakukan analisa filosofis dan inklusufistik terhadap ajaran dasar Islam.bahasa yang dibutuhkan dalam mencari ilmu untuk masa sekarang. Skripsinya berjudul AlQuran ‘Arabiy-un Lughat-an wa ‘Alamiy-un Ma’na (al-Quran Dilihat dari Segi Bahasa bersifat Lokal [bahasa Arab]. Nurcholish Madjid sering mengemukakan respek dan kekagumannya pada Buya Hamka yang dinilainya mampu mempertemukan pandangan kesufian. pola pendidikan yang dikembangkan dapat dianggap sebagai pendidikan yang progresif. Paham inklusufisme ini semakin berkembang lantaran pergaulannya yang begitu dekat dengan almarhum Buya Hamka (5 tahun Nurcholish Madjid tinggal di asrama Masjid Agung al-Azhar). Selama kuliah. Dengan demikian. gaya pendidikan yang dipelopori Gontor sangat revolusioner. ketika Nurcholish Madjid nyantri di akhir 1950-an. wawasan budaya. Nurcholish Madjid melanjutkan ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Fakultas Adab Jurusan Bahasa Arab dan Sejarah Kebudayaan Islam). disebabkan anggapan bahwa HMI dipertimbangkan sebagai gerakan 199 . pendidikan di Gontor. Dan jika diukur pada saat itu. Iklim pendidikan di Gontor mengajarkan para siswanya untuk bersikap kritis dan tidak memihak pada salah satu mazhab sehingga para siswa yang tamatan pondok ini terbiasa untuk berpikir komparatif yang dengan itu membuat mereka tidak mudah terjebak pada fanatisme mazhab. dia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Nurcholish Madjid mendapat undangan sebagai pembicaraDalam makalah yang berjudul “Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat”. dan kesempatan yang merupakan pesan-pesan moral yang terdapat dalam al-Quran. dalam hal keadilan sosial. seperti ke Amerika dan Timur Tengah. Istilah-istilah tersebut digunakan untuk mengemukakan maksud dalam menolak tradisionalisme dan sektarianisme. Dalam pengamatannya. Tanggal 3 Januari 1970. yang dulunya dipuji sebagai Natsir Muda yang akan menjadi pemimpin baru aktivis muslim di bidang politik. desakralisasi. idea of progress. Karena isi makalah tersebut. Fenomena kehidupan masyarakat di kedua wilayah tersebut telah membuka matanya untuk melihat persoalan-persoalan yang berkaitan dengan diskursus Islam. sehingga dia mendapat berkesempatan untuk melakukan kunjungan-kunjungan internasional. liberalisasi. dan demokrasi. ijtihad. persamaan hak. Himpunan Organisasi Mahasiswa Islam se-Dunia). Cak Nur terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI untuk dua periode berturutturut dari tahun 1966-1968 hingga 1969-1971. keadilan sosial. Nurcholish Madjid secara terang-terangan mengungkapkan gagasan pemkirannya dengan menggunakan istilah-istilah sekularisasi. Rentang tahun 1967-1969 Nurcholish Madjid menjadi Presiden Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara (PEMIAT) dan pada tahun 1968-1971 menjadi wakil Sekretaris Umum International Islamic Federation of Student Organisation (IIFSO. intelectual freeom. Amerika ternyata lebih islami dibanding negara-negara Timur Tengah. yang note bene adalah negara-negara atau berpenduduk mayoritas beragama Islam.kaum modernis sehingga dianggap sebagai mitra kerja Masyumi. dihujat dan dianggap telah berbalik 180 derajat dari 200 . Nurcholish Madjid.

Dalam menghadapi kritikan-kritikan tersebut. Mimbar Jakarta. Melalui kegiatan tidak resmi semacam itu gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam tumbuh dan berkembang. Dari tahun 1971-1974. Dan dalam masa ini juga Nurcholish menjadi Wakil Direktur I Lembaga Studi Ilmu Kemasyarakatan di Jakarta. Melalui majalah ini gagasan tersebut menyebar ke masyarakat luas sehingga Nurcholish Madjid harus menikmati kritikan bahkan hujatan dari para pengkritiknya. Gerakan secara luas untuk menolak ide-ide Nurcholish Madjid semakin hidup. diantaranya yang terpenting adalah Yayasan Samanhudi. Gerakan Pembaruan ini juga disosialisasikan dalam bentuk penerbitan majalah yang sangat provokatif. Dawam Rahardjo. Nurcholish Madjid sendiri menjadi pimpinan majalah ini selama tiga tahun dari tahun 1971-1974. Kelompok ini ternyata berlanjut pada pembentukan pertemuan Reboan di tahun 1980-an dan 1990-an. dan tulisan-tulisan kritis yang menanggapi ide-ide pembaharuan pemikirannya seringkali menafikan sosok Nurcholish Madjid sendiri sebagai pusat perhatian. Nurcholish Madjid menjadi tokoh masyarakat dengan sorotan tajam terhadap ide-ide yang ia lontarkan. M. Syu’bah Asa. Nurcholish Madjid menjadi Direktur Lembaga Kebajikan Islam Samanhudi di Jakarta. Selanjutnya pada tahun 1974-1976. dan Abdurrahman Wahid. Ahmad Wahib. 201 .. Di yayasan ini Nurcholish Madjid bertemu dengan Djohan Effendi. Nurcholish Madjid lebih memilih untuk bersikap diam dan menyibukkan diri dalam forum-forum diskusi . lembaga yang didirikan oleh Yayasan Samanhudi.lintasannya yang konservatif menjadi seorang modernis sekuler.

pegawai Ford Foundation yang bertempat di Jakarta. Karya-karyanya yang kini telah beredar dalam bentuk buku di 202 . Nurcholish Madjid harus menjadi Pegawai Negeri Sipil. Di Universitas Chicago. terbukti dengan banyaknya karya-karya ilmiah baik berupa makalah maupun artikel atau Buku.Tahun 1973 Fazlur Rahman dan Leonard Binder berkunjung ke Indonesia untuk pertama kalinya. Nurcholish Madjid lulus pada tahun 1984 dengan yudisium Cumlaude. pilihan itu dibatalkan dan dialihkan kepada Nurcholish Madjid. mencari peserta yang tepat untuk program seminar dan lokakarya di University of Chicago yang didanai Ford Foundation yang akan dilaksanakan pada tahun 1976. Karya-karya Nurcholish Madjid Nurcholish Madjid dapat digolongkan sebagai seorang cendikiawan yang produktif. Nurcholish Madjid meminta pada Leonard Binder agar ia dapat kembali lagi dengan stasus mahasiswa setelah penelitian di Chicago berakhir.M. dengan judul disertasinya Ibn Taymiya on Kalam and Falsafah: A Problem of Reason and Revelation in Islam (Ibn Taymiyah dalam Ilmu Kalam dan Filsafat: Masalah Akal dan Wahyu dalam Islam). Namun untuk memenuhi persyaratan Ford Foundatrion. tetapi setelah mempertimbangkan usianya yang sudah tua. Untuk itu kemudian ia dilantik menjadi tenaga peneliti LIPI. Setelah pulang ke Indonesia. pengkritik utama pikiran Nurcholish Madjid. 2. Rasyidi. Nurcholish Madjid mendapat dukungan dari Rayburn Smith. pada th 1978 Nurcholish Madjid kembali ke Amerika Serikat untuk mengambil program pasca sarjana di University of Chicago dibawah bimbingan Fazlur Rahman. Mulanya pilihan jatuh ke H.

dan Keimanan. alFarabi. al-Asy’ari. Buku ini sampai dengan tahun 1999 telah dicetak ulang sebanyak 12 kali. buku ini merupakan sekedar pengantar pemikiran kepada kajian yang lebih luas dan mendalam tentang khazanah kekayaan pemikiran Islam.pasaran Indonesia antara lain: 1) Khazanah Intelektual Islam (Editor. al-Ghazali. tetapi ini merupakan sumbangsih berharga. dan Muhammad Abduh. Karya ini menurut penulisnya dimaksudkan untuk memperkenalkan salah satu segi kejayaan Islam di bidang pemikiran. Buku ini berisi kumpulan 203 . Ia memperkenalkan sarjana-sarjana Muslim Klasik. Di dalamnya merupakan kumpulan tulisan-tulisan Nurcholish Madjid. 3) Islam. 2) Islam Kemodernan dan Keindonesiaan (1987). khususnya yang berkenaan dengan filsafat dan teologi. Nurcholish Madjid melontarkan kemanusiaan. khususnya terhadap literaturliteratur pemikiran Islam yang berbahasa Indonesia. Ibn Sina’. Ibn Rusyd. 1984). antara lain al-Kindi. Meskipun hanya sebuah pengantar. Ibn Khaldun. dan Kemodernan (1992). Di bawah prinsip “untuk mencari dan terus mencari kebenaran. al-Afghani. keislaman. Sebagaimana diakui oleh Nurcholish sendiri. secara tiada berkeputusan” dan berkeyakinan bahwa Tuhan adalah Kebenaran dan bahwa hanya Dia-lah Kebenaran Mutlak. Ibn Taymiyah. Kemanusiaan. yang menurutnya dikerjakan dalam rentang waktu dua dasawarsa sebagai respon terhadap berbagai persoalan dan isu-isu yang berkembang pada saat itu. Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis Tentang Masalah gagasan-gagasannya di sekitar kemodernan.

Dalam pengantarnya. dan kosmopolit. yang berupaya menghadirkan ajaran-ajaran Islam dengan adil. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan sebagian besar tulisan Nurcholish Madjid pada kolom “Pelita hati” di Harian Pelita (1981-1991) dan Tempo. sekaligus menciptakan masyarakat yang egaliter dan inklusif yang memungkinkan manusia saling menjaga dan mengingatkan tentang kebenaran dan keadilan. dengan penekanan bagaimana menciptakan masyarakat yang berkeadilan berdasarkan prinsip-prinsip tauhid. Keindonesiaan. dan Kemodernan. sekaligus merupakan karya monumentalnya. serta universalisme Islam dan kemodernan. 4) Islam. harus mempunyai tujuan hidup yang transedental berdasarkan iman. Dalam buku ini. Sebagaimana dalam bukunya islam kemoderenan dan Keindonesiaan. membangun masyarakat etika. Nurcholish Madjid menyebutkan bahwa agama (Islam) telah mengajarkan manusia bagaimana seharusnya menjaga keselamatannya di dunia dan akhirat. dalam buku ini Nurcholish Madjid berbicara mengenai Keislaman. 5) Pintu-pintu Menuju Tuhan (1994). tema-tema besar tersebut. Tuntutan iman ini harus juga dinyatakan dalam amal yang menjadi kebajikan sosial.makalah. kata Nurcholish Madjid. inklusif. mencakup 204 . yang ditulis Nurcholish Madjid pasca studi di Chicago. Kita. Di dalamnya terungkap gagasan-gagasannya di bawah tema tauhid dan emansipasi harkat manusia. disiplin ilmu keislaman tradisional. Merupakan penjelasan yang lebih sederhana mengenai ajaran yang inklusif dan universal yang menjadi tema besar dalam buku Islam Doktrin dan Peradaban. Kerakyatan dan Keindonesiaan: Pikiran-pikiran Nurcholish “Muda” (1994).

Namun demikian. melalui buku ini Nurcholish Madjid menunjukkan konsistensinya sebagai pemikir yang apresiatif dan memiliki akses 205 . melainkan justru merupakan salah satu keistimewannya. Lebih dari itu.. sehingga mudah dimengerti. Diungkapkan oleh Komaruddin Hidayat dalam pengantar buku ini. pemikiran-pemikiran Nurcholish Madjid yang tertuang dalam buku ini lebih terarah pada makna dan implikasi penghayatan iman terhadap perilaku sosial. peradaban. Sebagaimana buku Islam Doktrin dan Peradaban. yang juga menekankan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi. semakin ke atas semakin terasa sejuk. ringan. halaman per halaman tak ubahnya ibarat kita mendaki pegunungan. Nurcholish Madjid dalam buku ini membahas tema-tema pokok ajaran Islam yang telah berkembang dan mengalami distorsi di tangan umat Islam sendiri. pemikiranpemikiran Nurcholish Madjid dalam buku ini merupakan analisis dan refleksi terhadap wacana keislaman secara mendasar. yang memberikan kata pengantar untuk buku ini mengatakan bahwa tulisan-tulisan Nurcholish Madjid tersebut tetap bertahan dalam tradisi humanis.masalah iman. disajikan dengan bahasa yang lugas. 6) Islam Agama Peradaban: Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah (1995). moral. dan sederhana. Membaca buku ini. Dalam pengertian lain... dan politik Islam kontemporer. Menurut Gunawan Muhammad. sehingga menjadi mitos dan dongeng. seringkali sulit dibedakan antara nilainilai Islam yang bersifat substansial dan fundamental dari ajaran yang sekunder dan terbuka untuk penafsiran bahkan perubahan. hal tersebut tidaklah mengurangi akan kedalaman dan keluasan visi dan wawasan dari sang penulisnya. Hanya saja. etika.

komitmen pribadi dan sosial. (1995).intelektual terhadap khazanah Islam klasik. 8) Masyarakat Religius (1997). konsep keluarga 206 . Dikatakan oleh Wahyuni Nafis dalam kata pengantar buku ini. menyajikan pemikiran-pemikirannya dengan wawasan yang lebih kosmopolit dan universal sekaligus mempertimbangkan aspek parsial dan kultural paham-paham keagamaan yang berkembang. Ditambah lagi dengan wawasan kesejarahan dan sosiologis yang dipelajarinya telah memungkinkan Nurcholish Madjid untuk menyuguhkan wawasan dan interpretasi ajaran dasar Islam yang terbebas dari mitos pemihakan ideologis karena kepentingan politik praktis. 7) Islam Agama Kemanusiaan: Membangun Tradisi dan Visi Baru Islam Indonesia. pada kenyataannya tidak dapat dipisahkan. harus selalu dilakukan dialog kultural antara ajaran yang universal dengan yang partikular. Hal ini merupakan konsekuensi logis bagi Nurcholish Madjid agar ajaran-ajaran Islam yang universal senantiasa memiliki relevansinya dengan tuntutan ruang dan waktu. adil. Agama dan budaya sebagaimana sudah banyak disuarakan oleh banyak pemikir kebudayaan. inklusif. Nurcholish Madjid mengajak kita untuk bisa memahami mana yang benar-benar agama—yang dengan demikian bersifat mutlak—dan mana yang benar-benar sebagai budaya—yang dengan demikian bersifat relatif dan sementara. Hanya saja. Buku yang berisi lima bab ini mengetengahkan Islam dan konsep kemasyarakatan. Buku ini menghadirkan ajaran Islam secara lebih humanis. Nurcholish Madjid dalam buku ini. namun berbarengan dengan itu ia tetap setia pada cita-cita humanisme dan modernisme Islam. dan egaliter yang bertolak dari paradigma tauhid dan etika. namun dapat dibedakan.

Kedua. Buku ini terdiri dari empat bab. dimensi sosial budaya pembangunan di Indonesia. 10) Kaki Langit Peradaban Islam (1997). antara lain al-Syafi’i dalam bidang hukum Islam. Pertama. Pemilu. kajian ilmiah terhadap Islam di Indonesia. Oposisi seperti inilah yang dibenarkan dalam masyarakat yang memegang teguh prinsip-prinsip musyawarah. oposisi. 207 . dan keempat. yang dimaksudkan adalah “oposisi loyal”. al-Ghazali dalam bidang tasawuf. Kecuali itu.Muslim. organisasi-organisasi politik dan Golkar. keadilan. 9) Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia (1997). ketiga. Dalam konteks ini Nurcholish Madjid menegaskan bahwa oposisi memang diperlukan karena ia mempertajam pemikiran. prinsip medis dan kesehatan keluarga muslim serta konsep mengenai eskatologis dan kekuatan supra alami. demokratisasi. Buku ini berisi tiga bab. Ibn Rusyd dalam bidang filsafat dan Ibn Khaldun dalam bidang filsafat sejarah dan sosial. mengetengahkan wawasan peradaban Islam. mengenai dunia Islam dan dinamika global. yang menarik ketika Nurcholish Madjid berbicara mengenai oposisi. yaitu pertama. bagaimana peran umat Islam Indonesia menyonsong era tinggal landas. demokrasi di Indonesia. Dalam buku ini Nurcholish membahas peran dan fungsi Pancasila. demokrasi. antara tahun 1986-1996. menjelaskan sumbangan pemikiran-pemikiran para tokoh Muslim. Buku ini merupakan suntingan sebagian kumpulan makalah Nurcholish Madjid yang ditulis dalam rentang waktu 10 tahunan. kedua. dan dinamika perkembangan intelektual Islam di Indonesia. Dan ketiga.

yakni bahwa semua gagasan yang pernah 208 . budaya. 12) Dialog Keterbukaan: Artikulasi Nilai Islam dalam Wacana Sosial Politik Kontemporer (1997). karena ia merupakan kumpulan wawancara yang pernah dimuat dalam berbagai media massa dari sekitar tahun 1970-an sampai 1996-an dengan tema yang sangat beragam dan spontan. peristiwa 27 Juli. Meskipun lebih merupakan bacaan ringan dengan kata pengantar yang panjang lebar dari seorang pengamat politik seperti Fachri Ali. berhadapan dengan wacana modernisasi. meliputi berbagai persoalan aktual: politik. Meskipun telah berlalu kurang lebih 20-an tahun. buku ini dapat menyarikan pemikiran-pemikiran yang selama ini digeluti Nurcholish Madjid. 13) Cita-Cita Politik Islam Era Reformasi (1999). Buku ini sangat berbeda dengan buku-buku Nurcholish Madjid lainnya. Buku ini memuat deskripsi dunia pesantren dengan segala dinamika perkembangannya. Buku ini merupakan seleksi atas makalah-makalah Nurcholish Madjid sekitar duapuluh tahun yang lalu. Sebagaimana diungkapkan oleh pemberi kata pengantar buku ini. pendidikan. Buku ini dapat dikatakan merupakan perjalanan panjang pandangan sosial politik Nurcholish Madjid dalam wacana perpolitikan di Indonesia. kehadiran buku ini tetap menunjukkan signifikansinya dalam rangka mencari dan menemukan format baru dunia pesantren berhadapan dengan realitas eksternal yang mengitarinya. buku ini sangat menarik dan menjadi pendukung penting untuk dapat menangkap semua gagasan yang pernah dilontarkan Nurcholish Madjid dalam buku-buku yang lain. dan lain-lain.11) Bilik-bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan (1997).

al-Quran memiliki kandungan pengertian universal. maupun Arab. Menurutnya. “Pengaruh Kisah Israiliyat dan Orientalisme Terhadap Islam” dalam K. II/1985. Belum diterbitkan. Merupakan karya skripsi sarjananya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. et. “Pesantren dan Tasawuf”. Karya ini merupakan disertasi doktoralnya di Chicago University. Ibn Taymiyah on Kalam and Falsafah: Problem of Reason and Revelation in Islam (1984).) Pesantren dan Pembaharuan. dari segi makna. al.. dalam M Dawam Rahardjo (ed.dilontarkannya dalam berbagai bidang merupakan transformasi nilai-nilai al-Quran dalam mewujudkan masyarakat madani. Belum diterbitkan. jurnal maupun majalah. Di samping itu karya tulis Nurcholish juga tersebar dalam beberapa buah buku.H. Akan tetapi.. ‘Arabiyy-un Lughat-an wa ‘Alamiyy-un Ma’n-an (1968). yang mengetengahkan tentang kajian kalam dan filsafat. Di antara karya-karya tulis itu adalah: Al-Quran. Inggris. “Akhlak dan Iman” dalam Adi Bajuri (peny. sebab ia merupakan kitab rahmat bagi seluruh alam semesta. Abdurrahman Wahid. baik yang berbahasa Indonesia. istilah yang sekarang makin populer dalam wacana nasional bangsa Indonesia. sebab diturunkan di kawasan Jazirah Arab. Dalam karya tulis ini Nurcholish Madjid membahas al-Quran dilihat dari segi makna dan bahasanya. alQuran dilihat dari segi bahasa bersifat lokal karena menggunakan bahasa Arab. AS. Kontroversi Pemikiran Islam di Indonesia (1991) 209 .) dalam Pelita Hati. “Tasawuf Sebagai Inti Keberagamaan” dalam Pesantren No 3/Vol. dan bahkan banyak makalah-makalahnya yang belum diterbitkan.

Pullaphilly (ed. tetapi lebih banyak berjuang untuk kepentingan partai atau kelompok masing-masing. dalam Gloria Davis (ed. Islam Indonesia Menatap Masa Depan (1989). Dengan 210 . “Islam ini Indonesia: Challenges and Opprtunities”.).“Al-Quds” dalam Wahyuni Nafis (ed. Rekonstruksi dan Renungan Religius Islam (1996).). Nurcholish menyumbangkan tiga tulisan.). umat Islam. yaitu: “Dialog Agama-agama dalam Perspektif Universalisme al-Islam” “Kebebasan Beragama dan Pluralisme dalam Islam” “Keluarga Imran. Melintas Batas Agama. Siti Maryam.). dalam Cyriac K. Islam in the Contemporary World (1980). No. What is Modern Indonesia? (1979). bukan kepada institusi-institusi keislaman. sudah tidak tertarik lagi dengan partai-partai/organisasi-organisasi Islam karena partai-partai itu tidak lagi menyalurkan aspirasi-aspirasi umat Islam secara keseluruhan. Passing Over. “The Issues of Modernization among Muslim in Indonesia: From a Participant’s View”. Pertama. Dawam Rahardjo (pengantar). Yes. ide-ide pembaruan yang digagas Nurcholish Madjid dapat dijelaskan sebagai berikut. kecuali sebagian kecil. Untuk itu. Partai Islam. dan Isa al-Masih” Dan masih banyak lainnya yang tidak mungkin dicantumkan dalam tulisan ini. “Aktualisasi Ajaran Ahlussunnah wal jama’ah dalam M. Nurcholish Madjid menyuarakan jargon “Islam. Secara ringkas. Dalam Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus (ed. Dengan rumusan ini Nurcholish Madjid menegaskan pendiriannya bahwa komitmennya hanyalah pada Islam.

yang nontradisionalis dan non-sektarian. tetapi penolakan terhadap pemanfaatan Islam oleh mereka yang terlibat dalam kehidupan partai politik Islam. yaitu dinamika dan progresivitas. sebagai pijakan untuk menempuh langkah-langkah operasional. penolakan terhadap institusi kepartaian politik Islam haruslah dipahami sebagai penolakan bukan karena Islamnya. dan gagasan kemajuan. danmenggantinya dengan nilai-nilai yang berorientasi masa depan. umat Islam harus melepaskan diri dari kejumudan berpikir dari dirinya termasuk kelembagaan politik yang dimilikinya. Ketiga. organisasi- 211 . Inilah salah satu letak perbedaan pandangan Nurcholish Madjid dengan tokoh seniornya yang lebih mementingkan pandangan skripturalis dan dokrinal dalam meresponi perkembangan modern. Proses liberalisasi ini mencakup setidak-tidaknya tiga hal: sekularisasi. cara efektif adalah dengan terlebih dahulu menetapkan sikap dasar terhadap pembaruan.kata lain. Untuk bisa sampai pada tahapan ini. diperlukan kelompok-kelompok pemikir yang “liberal”. Sebaliknya. kebebasan berpikir. Yang dimaksud dengan liberalisasi di sini erat kaitannya dengan membebaskan diri dari nilai-nilai yang tradisional. Kedua. Mereka sudah tidak sanggup lagi menangkap semangat dari ide pembaruan itu sendiri. Untuk itu diperlukan pembaruan pemikiran yang rasional dan sesuai dengan kondisi empiris yang ada ketika itu. Pikiran ini didasarkan pada pengamatannya bahwa organisasi-organisai yang dikenal sebagai wadah pembaru selama ini sudah tidak lagi menceminkan sikap itu. Dalam hal ini Nurcholish menekankan liberalisasi pandangan terhadap ajaran-ajaran Islam. guna menggerakkan dan merumuskan pikiran-pikiran baru yang segar dan progresif.

dan jabatan ini dijalaninya selama kurang lebih 20 tahun.organisasi yang dulunya kontra reformis mengambil alih apa yang menjadi hak monopoli kaum pembaru selama ini walaupun mereka tidak sepenuh hati. Hamzah dibesarkan dalam keluarga yang taat beragama dan ketat dalam menjalankan ajaran Islam. Untuk itu diperlukan adanya kelompok pembaruan Islam baru yang liberal dengan konsekuensi logis nontradisionallisme dan non-sektarianisme. H. Hamzah mulai belajar hidup mandiri. sebuah desa kecil yang terletak di kecamatan Molahilir Kabupaten Ketapang. Masa sekolahnya dilaluinya mulai dari Pesaguan. sambil sore harinya menuntut ilmu di Madrasah Diniyah. Seminggu sekali ia pulang ke Pesaguan dengan menggunakan sepeda. Namun di tempat kelahiranya itu hanya sampai kelas 3. Keadaan ini mengakibatkan stagnasi menyeluruh yang menimpa umat Islam. jauh dari orang tua. tepatnya didaerah Pesaguan. Ayahnya. Tinggal bersama nenek dari pihak ayah. C. adalah seorang yang pada awalnya berprofesi sebagai guru Sekolah Rakyat (SR) dan pada pendudukan Jepang sampai masa kemerdekaan menjadi kepala Desa. . Pagi hari sekolah di SR dan sore harinya sekolah di Madrasah Diniyah. Hamzah kecil melanjutkan kelas 4 dan 5 di ketapang. karena jarang mobil atau kendaraan umum 212 . Ahmad. Hamzah Haz 1. Dari Madrasah Diniyah ke Panggung Politik Hamzah Haz dilahirkan di Ketapang sebelah selatan propinsi Kalimantan Barat pada tanggal 15 Februari 1940. Abdullah H.

Bahkan. Di sini Hamzah mulai mengembangkan hobi berorganisasi yang mengantarkan Hamzah menjadi wakil ketua organisasi Ikatan Pelajar SMEAN Pontianak. Hamzah kemudian pindah ke SMPN Ketapang. Pendidikan agama diperolehnya melalui madrasah diniyah hingga tamat. sambil meneruskan pendidikan di Madrasah Diniyah. Bahkan diakuinya faktor orang tua sangat mempengaruhi proses pengenalan dia terhadap agama Islam sampai Hamzah tumbuh menjadi politisi yang mampu bertahan dalam posisinya hingga sekarang. untuk kumpul bersama orang tuanya. disamping pendidkan agama yang diberikan orang tuanya secara langsung kepada anakanaknya. Ketika di SMPN. Hamzah sempat mengikuti 213 . Keinginan untuk menjadi pengusaha pada waktu kecil menggambarkan betapa pengaruh orang tua begitu besar. Pendidikan orang tua begitu besar mempengaruhi prilaku dan mentalitas Hamzah hingga menjadi politisi yang dikenal memiliki integritas perjuangan dan konsistensi sikap itu. . yang pada waktu itu sudah menjadi pengusaha yang relatif sukses. Bahkan ketika itu pula Hamzah pernah menjadi salah satu ketua Himpuanan Siswa Ekonomi Seluruh Indonesia (HIMSEKSI) Kalimantan Barat. Dari keinginan itu pula yang menjadikan Hamzah melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Negeri (SMEAN) Pontianak setelah tamat SMP pada tahun 1957. Hamzah sudah tertarik dengan organisasi dan sering mengikuti berbagai aktivitas yang diadakan oleh sekolah maupun organisasi lainnya. Setelah menyelesaikan sekalah rakyat pada tahun 1954. Hamzah melanjutkan ke SMPN 1 Pontianak sampai kelas II.melewati daerah tersebut.

Dengan kata lain Hamzah sempat menjadi pengangguran untuk beberapa waktu. Setamat dari SMEAN. Pada saat yang sama ada lowongan untuk menjadi wartawan surat kabar “Bebas” (sebuah koran daerah). Keinginan untuk masuk di dunia perbankan bersamaan dengan niat pemerintah Daerah yang akan mendirikan Bank Perintis milik Masyumi. Saat menjadi wartawan inilah.Kongres HIMSEKSI di Banjarmasin. pada pertengahan tahun 1961 dan tahun berikutnya dikaruniai seorang putra. Ketika menjadi “wartawan muda”. Hamzah menikahi gadis yang bernama Asminah. Hamzah pun mengirim lamaran diterima masuk menjadi wartawan koran tersebut. Tidak lama setelah menjadi wartawan. hamzah tidak langsung bekerja di bank tersebut karena sampai Hamzah lulus Bank tersebut tidak kunjung berdiri. Sampai kemudian Hamzah memutuskan untuk pulang kembali ke Ketapang untuk mengajar SMA Ketapang dan dengan modal sebagai wartawan di Pontianak. Kalimantan Selatan. Hal ini karena orang tuanya sebagai anggota Koperasi Kopra dan mempunyai hak 214 . hobi berorganisasi Hamzah terus terlihat. terbukti Hamzah sempat menjadi calon ketua PWI (persatuan Wartawan Indonesia). Hamzah mendirikan surat Kabar “Berita Pawan” yang terbit tiga kali dalam seminggu dan dicetak dengan stensilan. bersama empat orang lainnya Hamzah Haz mendapakan tugas belajar dari Koperasi Kopra Kalimantan Barat untuk kuliah di Akademik Koperasi Negara Yogyakarta. Pada saat itu pula Hamzah pernah dipanggil oleh Pejabat daerah itu berkaitan dengan tulisan-tulisan yang kritis dan vokal terhadap pemerintah daerah. Hingga selesai kursus perbankan. Hamzah lebih tertarik untuk mengikuti Kursus Perbankan di Bandung. Itu terjadi pada tahun 1962 sampai dengan 1965.

HMI atau lainya ?. Di Yogyakarta. Naluri politik Hamzah muda sebagai aktivis mahaiswa mulai tumbuh dan berkembang di kota ini selama kurang lebih tiga tahun. Di Yogyakarta. itu terlihat misalnya dari hasil mata kuliah yang tidak pernah gagal dalam setiap ujian. bukan GMNI. Hamzah kemudian masuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Akademi Koperasi Negara Yogyakarta. apalagi suasana saat itu mengaharuskan orang untuk menentukan pilihan. Hamzah termasuk orang yang sangat rajin dan tekun. Pertimbanganya. Hamzah bahkan pernah menjadi peserta Konferensi PERTANU (persatuan Tani NU). Hamzah muda mulai banyak belajar tentang organisasi dan politik secara lebih dewasa. karena kehidupan politik dan organisasi dikalangan mahasiswa sedang hangat-hangatnya. Dalam berbagai aktivitasnya yang cukup banyak itu. sebuah organisasi onderbouw NU yang bergerak di bidang pertanian. Bahkan Hamzah termasuk pendiri komisariat tersebut dan pernah menjadi ketuanya. Pada periode yang sama. Mengapa PMII. 215 . Hamzah banyak mengalami perubahan signifikan yang banyak membentuk dan mempengaruhi pola dan karakter politiknya dikemudian hari. hobi berorganisasi Hamzah semakin mendapatkan saluran. yaitu 1962-1965 Hamzah juga menjabat sebagai ketua pelajar/mahasiswa kalimantan Barat di Yogyakarta.untuk itu. karena PMII merupakan organisasi ekstra Universiter yang berada di bawah Nahdlatul Ulama (NU) sementara Hamzah Haz sendiri adalah pengurus NU cabang Ketapang. Di kota yang dunia mahasiswanya dikenal sangat dinamis ini. Di waktu kuliah.

bahkan kemudian dipercaya sebagai asisten dosen Hendro S. Hamzah sudah resmi menjadi pengurus NU Cabang Ketapang. Di samping itu Hamzah juga mengajar di SKOPMA (Sekolah Koperasi Menengah Atas). Hamzah melanjutkan kuliah dengan memasuki Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura. dan secara resmi diangkat oleh PTIP dengan gaji sebesar Rp. Karir Politik Hamzah Haz Keterlibatan Hamzah dalam politik berawal dari ajakan guru agamanya. ditambah pada waktu itu Masyumi sebagai partai politik sudah dilarang oleh pemerintah. Apalagi di Ketapang 216 . Hamzah sudah bisa pulang ke Pontianak (bukan ke Ketapang). 150. ditingkat IV. oleh karena tidak pernah her dalam setiap ujiannya. orang yang bertitel sarjana muda di Kalimantan Barat masih sangat sedikit.Setelah kurang lebih tiga tahun kuliah di Yogyakarta. yang pada awalnya sebagai sekretaris yang kemudian menjadi ketua. Pada tahun 1965-an. persis peristiwa Gestapu. Buchori untuk menjadi pengurus NU Cabang Ketapang. Sambil terus mengembangkan hobinya berorganisasi. yakni 20 tahun. Kecintaanya pada NU. Hamzah menjalani ujian akhir. dengan menjadi pengurus Koperasi Kalimantan Barat. Dalam usianya yang relatif masih muda. Di Pontianak Hamzah mengabdikan dirinya pada lembaga yang telah memberinya kesempatan tugas belajar. Belum selesai pengumuman ujian. yaitu KH. 2. maka kehadiran Hamzah memiliki posisi tersendiri dalam lingkungan masyarakat itu. salah satunya disebabkan NU bukan hanya karena mengurusi masalah duniawi tetapi juga hal ukhrowi (hablumminallah wahablumminannas) Hamzah memilih NU karena kecintaannya terhadap NU.

Tetapi yang menarik adalah perbedaan pilihan politik dalam sebuah keluarga tidak mempengaruhi hubungan antar keluarga. Tetapi itu tidak berlangsung lama. melainkan mewakili KAMI (kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) Kalimantan Barat atau angkatan 66. Hamzah kemudian dipercaya menjadi wakil ketua tanfidziyah NU wilayah Kalimantan Barat. setelah keluar. Di tingkat wilayah Kalimantan Barat. dengan wakil Hamzah sendiri. karena Hamzah mengundurkan diri menjadi anggota DPRD dari KAMI dan lebih memilih NU. ayahnya mewakili Parmusi dan Hamzah mewakili NU. semua memakai qunut. karenanya Hamzah dan kawan-kawan lainnya melakukan konsolidasi dan pembenahan sehingga pada tahun pemilu 1971 Kalimantan Barat memperoleh kursi di DPR RI.tidak ada perbedaan secara mencolok antara NU dan Muhammadiyah dalam hal ubudiyah. Pada tahun pemilu 1955. dari mulai cabang Ketapang sampai tingkat wilayah. Pada waktu itu ada peraturan pemerintah yang mengharuskan semua orang KAMI atau angkatan 66 harus masuk Golkar atau berhenti. setelah menjadi sekretaris wilayah. Hamzah sudah mulai kenal dan “berguru” kepada senior- 217 . Ketika itu usianya 30 tahun. tahlil atau lainnya. wilayah kalimantan Barat tidak memiliki wakil di DPR RI. Di Senayan itu. usia yang relatif muda dan mengagumkan dalam sebuah partai dengan sistem rekrutmen kader yang cukup ketat. Hamzah menjadi anggota DPRD bukan “mewakili” NU. Tetapi pada saat yang sama. kebetulan ada kursi kosong dari NU yang kemudian Hamzah diminta untuk mengisi kembali Pengabdian Hamzah di NU sampai pada tingkat yang terus meningkat. Bahkan dalam kampanye pemilu pada waktu itu mereka mewakili partai yang berbeda.

penghormatan terhadap mereka begitu terlihat sampai sekarang. Pengalaman itu misalnya tentang konsistensi untuk memperjuangkan umat Islam dan bagaimana membangun hubungan dan relasi dalam berpolitik dan sebagainya. maka Hamzah menjadikan DPR sebagai “sekolah”. Maka dari itu. muncul kebijakan pemerintah Orde baru untuk menyederhanakan partai-partai menjadi tiga partai politik NU bersama PERTI. Masykur dan lainnya. Kiprahnya di DPR diawali sebagai anggota komisi APBN. Ahmad Syaikhu. Hamzah masih tetap menghormati. PERSIS dan partai Islam lainnya mengaharuskan untuk berfusi dalam satu wadah yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP). MI. Karena pengalamanya yang cukup panjang. sejak masuk pada tahun 1971 sampai akhir tahun 1999. dan inilah kiprah awal Hamzah di lingkungan PPP. bahkan kepada putra-putri kyai/ulama yang menjadi “guru politik”nya. learning by doing. gurunya adalah orang-orang sudah lebih dulu mengenyam asam garam menjadi anggota DPR. sejak menjadi anggota biasa sampai kemudian menjadi wakil ketua DPR. Hamzah yang belum begitu menonjol pada saat itu. Idham Kholid.seniornya seperti KH. Hamzah sangat berbahagia sekali dapat berkumpul bersama mereka dan belajar terhadap pengalaman mereka. Karena Hamzah menjadi anggota DPR RI dari NU. membuatnya nekat untuk belajar dan bekerja lebih keras lagi untuk “mengejar ketertinggalanya”. Perjalanan Hamzah Haz menjadi anggota DPR cukup panjang. mengantarkan Hamzah menjadi wakil ketua komisi 218 . Lebih dari itu. dijalaninya dengan penuh tanggung jawab karena sebuah kepercayaan. KH. maka secara automatis Hamzah menjadi anggota MPW (Majelis Pertimbangan Wilayah) PPP Kalimantan Barat. KH.

Karena setelah itu Hamzah diangkat menjadi Menteri Koordinartor Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra dan Taskin) pada Kabinet Persatuan Nasional yang di bawah Komando KH. Bahkan karena penguasaanya terhadap APBN secara lebih mendetail dan menyeluruh.6 milyar paada tahun 1980 sampai pada kasus likuidasi dan penjualan tanah serta gedung KBRI di Singapura. Kecermatan analisisnya menjadi sumber dalam setiap penyusunan APBN. Abdurrahman Wahid sebagai Presiden. Hamzah menjadi anggota Dewan sampai empat kalidisamping dipercaya sebagai ketua Fraksi PPP selama tahun 1992-1997 dan 1997-1998. Kiprah Politik Hamzah di Dewan berakhir setelah Ia menduduki posisi sebagai wakil Ketua DPR mendampingi Akbar Tanjung.APBN selama 10 tahun dari 1982-1992. tepatnya ketika Habibie menjadi Presiden menggantikan Soeharto yang lengser pada tahun 10 Mei 1998. Bahkan pada era Reformasi. Hamzah menulis di surat kabar tentang persoalan politik dan terutama ekonomi. Kepakaran dan pengalaman Hamzah dalam bidang APBN. Dari kasus kredit macet BNI senialai 633. Hamzah seringkali disebut sebagi kamus berjalan APBN yang selalu siap berkomentar tentang APBN kapan saja dimana saja. Pada Pemilu tahun 1999 merupakan tantangan berat buat PPP untuk bertarung 219 . Hamzah sempat menjadi menteri Negara Investasi/Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). membuat orang menjulukinya sebagai Ayatullah APBN. Bahkan bersama rekannya Umar Basalim (sekjen MPR RI dan Rektor Universitas Nasional). Bahkan bukan hanya itu masalah-masalah ekonomi yang berakit dengn devisa dan harta negara menjadi perhatian utamanya.

Ketika Habibie menggantikan Soeharto menjadi presiden pada tahun 1998. Hal yang ketiga ini cukup peting terutama untuk basis NU di PPP.bersama partai-partai Islam lainnya. menetapkan kembali Ka’bah sebagai lambang partai menggantikan bintang dan Ketiga. Pertama. AM Saifuddin yang waktu itu juga menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Pangan dan Holtikultura pada Kabinet Reformasi . memiliki makna yang sangat strategis. Ir. yakni Hamzah Haz sebagai Menteri Investasi dan Kepala BKPM dan AM Saifuddin menjadi menteri Urusan Pangan dan Holtikultura. Seperti banyak dikatakan. Dari PPP ada dua orang yang masuk menjadi menteri. Maka Habibie dalam merekrut kabinet mengakomodir dari partai lain termasuk PPP untuk menjadi kabinet Reformasi. Setidaknya ada tiga hal penting yang dihasilkan muktamar. penggantian ini diperikirakan memiliki pengaruh yang signifikan dan meluas. terpilihnya Dr. Muktamar IV PPP yang diselenggarakan tanggal 29 November 1998. ada upaya untuk mengakomodir kekuatan partai lain selain Golkar untuk masuk dalam kabinet. bahwa pemilu 1999 diikuti oleh puluhan partai-partai Islam yang berarti jumlah pesaing semakin banyak dan beragam. Kedua. Hamzah Haz menjadi Ketua Umum DPP PPP periode 1999-2004 mengalahkan pesaing tunggal Dr. Setelah satu tahun kurang tiga belas hari. Hamzah bekerja sebagai Maninvest/kepala BKPM dengan penuh tanggung jawab dan sepenuh hati maka 220 . karena lebih 20 tahun lebih orang NU baru kembali memperoleh posisi Ketua Umum. ditetapkannya asas Islam menjadi asas partai menggantikan Pancasila. Maka menjadi ujian tersendiri buat PPP untuk bisa mempertahankan basis konstituenya untuk di DPR mapun DPRD.

maka Hamzah pun menerima tawaran tersebut. Kekuatan poros tengah dalam sidang Umum MPR 1999.Hamzah mengajukan pengunduran dirinya kepada presiden. Sejak dari awal. membuat Hamzah akhirnya lebih memilih mengundurkan diri dari Menko Kesra Taskin dan kosentrasi mengurus partai. kemunduran dirinya dari Kabinet Persatuan Nasional. Abdurrahman Wahid (atau yang akrab dipanggil Gus Dur). Hal itu pun diikuti juga oleh beberapa menteri lainnya seperti Akbar Tanjung yang terpilih sebagai Ketua umum Partai Golkar. sangat melegakan. Tetapi karena desakan dan situasi politik pada waktu itu. kembali membawa Hamzah masuk dalam jajaran kabinet KH. Hamzah mengatakan. Dalam kabinet Gus Dur itu Hamzah menduduki posisi sebagai Menteri Koodinator Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra Taskin). sesungguhnya tidak ada niat atau keinginan sedikitpun diriinya untuk menjadi menteri karena berat dan besarnya tanggung jwab yang harus dikerjakan. Hal itu terbukti ketika dirinya tidak bisa berbuat apa-apa lagi terhadap partai karena kesibukannya menjadi menteri dengan perhatian yang minim dan lain sebagianya. Sejak menjadi menteri dirinya tidak pernah sekalipun datang ke kantor PPP. padahal tamu yang datang banyak sekali. Maka ketika harus memilih antara pertai atau menteri maka dirinya lebih memilih partai. Karena dengan demikian Ia bisa berkosentrasi penuh pada partai 221 . Bahkan dalam siaran persnya. Pilihan untuk mengundurkan diri sebagai menteri adalah konsekwensi yang harus diterima karena Hamzah terpilih sebagai Ketua Umum dan calon legeslatif dari daerah pemilihan Jakarta. Hal itu sebenarnya sudah sering dikatakanya dalam intern PPP sendiri maupun poros tengah.

Beberapa partai Islam selain PPP hanya mendapatkan kursi yang tidak terlalu signifikan. Pada umumnya ketua umum partai memiliki jabatan formal. dengan KH. Hal itu cukup berpengaruh terhadap peta politik dan atmosfir politik Indonesia. yang merencanakan. Maka persaingan dan permusuhan politik pun tidak bisa dihindarkan. Pada saat yang sama Partai Golkar dengan Habibie sabagai calon presidenya tidak jauh berbeda suasana psikologispolitisnya dengan PDI Perjuangan. maka Hamzah justru tidak. Sedangkan yang lain seperti direkturnya berfungsi melaksanakan tugas dari kebijakan-kebijakan tersebut.. Pemilihan Umum tahun 1999 mengahasilkan PPP sebagai pemenang ketiga setelah PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Kemenangan PDI Perjuangan dengan Megawati sebagai calon presidennya dalam pemilu 1999 membuat kelompok ini memilki keberanian dan kepercayaan diri dari para elite partai maupun masyarakat bawah yang sangat fanatik. untuk memastikan dan memperjuangkan Megawati sebagai Presiden RI. Mengatasi kebuntuan politik dan menghindarakan dari Sidang Umum MPR dari ancaman deadlock maka para politisi yang tergabung dalam kelompok Islam membentuk suatu “kekuatan politik tandingan” sebagai kekuatan alternatif. Abdurrahman Wahid sebagai calon presidennya Kekuatan tandingan itu yang kemudian populer disebut sebagai “Poros Tengah” terbukti berhasil mampu menggeser kekuatan politik utama dan menjadikan semua 222 . membuat policy. Ia ingin merombak tradisi itu. Bahkan ketua umum harus memosisikan dirinya seperti komisaris dalam perusahaan yang hanya berfungsi mengontrol. Ditambah Habibie didukung juga oleh beberapa kelompok Islam.

Dalam pada itu. Tidak mengherankan apabila dalam perjalananya. presiden Abdurrahman Wahid mendapatkan serangan dan kritik politiknya justru dari kelompok yang dulu membidani poros tengah. seiring dengan kecenderungan politik. Poros tengah sesungguhnya. Menyadari posisi tersebut. tapi lagi lagi itu bukan mengatasnamakan secara eksplisit sebagai poros tengah. Terbukti mampu menggilkan Gus Dur dan Amin Rais dalam posisi yang penting. Hamzah memainkan kartukartu politiknya untuk melakukan bargaining position dengan kawan maupun lawan kelompoknya.Dus. Maka tidak ada keterkaitan politik apapun ketika semua kepentingan sudah berhenti misalnya pada Sidang Umum belaka. poros tengah. seperti yang disebutkan oleh Azyumardi Azra. sifatnya sesaat dan kontraktual. Artinya ikatan dan konsensi yang terjadi antara kelompok satu dengan yang lain dalam wadah poros tengah terbatas pada kepentingan yang terjadi pada saat itu.skenario politik Indonesia berubah drastis. Poros tengah kemudian berubah menjadi kekuatan sentral yang menentukan. PPP dengan 58 kursi ditambah dengan 13 utusan daerah mempunyai peran yang sangat diperhitungkan terutama ketika bergabung dalam kelompok baru. poros tengah sebagai kekuatan politik secara formal pada saat ini dianggap telah bubar dan tidak ada. Meskipun secara individual mereka masih melakukan aktivitas politik secara bersamasama. Sementara Megawati dan Akbar Tanjung sebagai pemenang pemilu pertama dan kedua hanya mendapatkan posisi wakil presiden dan ketua DPR. Sebagai kekuatan politik alternatif. Poros tengah hanya bisa disebutkan dalam konteks politik pada waktu sidang umum 223 .

silahkan klik www.tokohindonesia. Aep Saifulloh Fatah. 45 Eep Saifulloh Fatah. Karennya. bersama membangun agama dan bangsa. artinya politik yang dibatasi oleh waktu dan situasi tertentu karena kepentingan tertentu dan akan habis ketika kepentingan itu sudah tercapai. Zaman Kesempatan. dalam arti dapat bubar. karena kecurigaan-kecurigaan akan monufer politik yang berkembang sangat cepat dan dinamis45.com 224 . nampaknya tidak mampu lagi dihadapi hanya dengan pola pengajaran keagamaan semata. ketika Gus Dur akhirnya harus lengser karena “dilengserkan” oleh sidang umum MPR tahun 2001. 59 46 Untuk lebih dekat dengan tohoh-tokoh Indonesia baik dari pesantren maupun non pesantren. pengamat politik dan dosen ilmu politik Universitas Indonesia mengibaratkan bahwa poros tengah sebagai politik mut’ah. Beberapa posisi penting. poros tengah pada saat itu tidak terlalu solid. Beberapa nama alumni menghiasi deretan panjang tokoh-tokoh terkemuka di Indonesia46 dari masa ke masa. sekarang sudah ada ensiklopedi tokoh. Megawati naik menjadi presiden dan sidang memutuskan Hamzah Haz sebagai wakil presiden. tetapi penting rasanya juga dibekali dengan ilmu-ilmu keterampilan yang dapat mendukung pergumulan mereka dengan dunianya. Interaksi santri dengan dunia yang terus melaju pesat. Pendidikan pesantren mengalami perubahan dari pola “tradisional” kepada polapola “modern”. bahkan hampir di tiap lini kehidupan sosok santri dapat berkiprah dan menunjukkan eksistensinya.MPR 1999. Karir politik Hamzah sampai pada puncaknya.h. Agenda-Agenda Demokratisasi Pasca Orde Baru.

kurikulum. ruang belajar. pada kenyataannya memiliki dinamika perkembangan yang dinamis. pondok. mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. sistem evaluasi. dan perangkat lainnya yang menunjang proses belajar mengajar. bisa berubah. ketika dunia pesantren 225 .. kitab-kitab dan lain sebagainya.BAB VII PESANTREN MASA DEPAN (POST MODERN) Pesantren adalah dimensi pendidikan yang memiliki elemen-elemen penunjang yang khas. Kebebasan membentuk sistem pendidikan baru merupakan keniscayaan. Begitu pula. Bahkan dunia pesantren telah memperkenalkan kaidah yang sangat populer al- muhafadzatu ‘ala qodimissalih wal-‘akhdu bil-jadidil ashlah (membina budaya-budaya klasik yang baik dan terus menggali budayua-budaya baru yang lebih konstruktif ).mempunyai elemen yang bersifat soft-ware. baik elemen yang bersifat hard-ware seperti : mesjid. Dunia pesantren yang nyaris dipahami oleh masyarakat sebagai dimensi yang tidak berubah. asalkan tidak lepas dari bingkai ashlah (lebih baik). Pesantren bukan berarti tidak mempunyai kelemahan dan kekurangan. mempunyai dasar-dasar yang kuat untuk ikut mengarahkan dan menggerakkan perubahan yang diinginkan. Keharusan untuk mengadakan rekonstruksi ini sebetulnya telah dimaklumi. untuk itu perlu adanya perbaikan dengan cara melakukan rekonstruksi terhadap sistem pendidikan yang ada. yang selama ini dianggap simbol kejumudan (kebekuan) dan kemandegan (stagnasi). seperti: tujuan pendidikan. Selain itu pesantren . metode pengajaran.

Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren tidak perlu mengorbankan nilai-nilai. Bingkai Pesantren Sebagaimana diungkap di atas bahwa rekontruksi pesantren atau perubahan apapun terhadap pendidikan pesantren harus selalu memperhatikan bingkai pesantren. untuk itu pimpinan pesantren dituntut untuk dapat memilih dan memilah mana yang harus diperbaharui dan mana yang harus dipertahankan. Pelajaran agama tidak hanya diartikan ilmu-ilmu keagamaan dan apriori terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem pendidikan pesantren tidak seluruhnya baik dan tidak seluruhnya jelek. kemandirian.diharuskan mengadakan rekonstruksi sebagai konsekuensi dari kemajuan dunia modern. Bingkai tersebut merupakan suatu yang harus ada dan menjiwai kehidupan dipesantren 226 . ukhuwah Islamiah. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren bukan berarti merombak seluruh sistem yang ada yang berakibat hilangnya jati diri pesantren. seperti : keikhlasan. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren tidak harus merubah orientasi atau mereduksi orientasi dan idealisme pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddiin dalam pengertian luas. kesedarhanaan. dan bebas dalam memilih alternatif jalan hidup dan menetukan masa depan dengan jiwa besar dan sifat optimis menghadap segala problematika hidup berdasarkan nilai-nilai Islam. maka aspek ashlah merupakan aspek kunci yang harus dipegang. Pesantren modern berarti pesantren yang selalu tanggap terhadap perubahan dan tuntuan zaman. sehingga diharapkan pesantren mampu melahirkan ulama-ulama intelek yang mampu menjawab tantangan zaman. H.

ada yang mengembangkan konsep khidmah48 kepada guru sebagai wujud dari keikhlasan. Ada yang menjadikan kepatuhan pada aturan yang digariskan pimpinan sebagai wujud dari keikhlasan. dan seterusnya.yang memang merupakan hasil pengamatan yang mendalam atas kehidupan yang dikembangkan di pesantren. maka ilmu yang didapat diharapkan bermanfaat. bukan karena mereka sudah bayar atau membayar guru. maka menurut kerangka ini bukan pesantren tapi lebih tepat disebut sekolah berasrama atau boarding school atau lainnya. Bentuk keikhlasan ini bisa beraneka ragam sesuai dengan tradisi yang dikembangkan di pesantren masing-masing. Yang jelas semua aktivitas tidak dimotori atau diukur oleh imbalan material. 227 . berdikari. apa lagi kalau tercerabut dari akar perjuangan dakwah Islamiyah. jika suatu lembaga pendidikan walaupun mengambil bentuk pesantren namun tidak ada semangat keikhlasan pengelolanya. dan kebebasan. hal ini berlaku umum disemua pesantren tidak hanya Gontor saja. Para kyai dan ustadz mengajar dengan ikhlash47 bukan karena imbalan materia (gaji). menurutnya pesantren itu memiliki minimal lima jiwa: Keikhlasan. Dengan suasana ini diharapkan ada keterikatan batin anatara kyai sebagai guru dan santri sebagai murid dengan satu tujuan ibadah. kesederhanaan. Dalam hal ini KH Imam Zarkasyi mencoba merumuskan hasil pengamatannya terhadap dunia pesantren. 48 Santri membantu pekerjaan Kyai baik di rumah maupun di ladang tanpa mengharapkan imbalan material. 47 Ikhlash adalah inti yang membedakan anatara pesantren dengan lembaga pendidikan lain. Jadi suatu lembaga bisa disebut pesantren bila kehidupan didalamnnya digerakkan oleh keikhlasan dan mendidik santrinya untuk mewarisi keikhlasan dalam beramal. demikian juga para santrin belajar dengan ikhlash niat ibadah mencari ilmu. ukhuwah Islamiyah.

Untuk mengambarkan kondisi ini tidak jarang pak Kyai membantu santrinya yang menghadapi kesulitan keuangan. 228 . Ketiga adalah berdikari. Jadi kehidupan di pesantren tidak berdasarkan pada hidup mewah dan serba berlebihan. seperti jiwa perjuangan. serta kepedulian dan seterusnya. untuk mengerti arti sederhana yang paling mudah adalah menunjukkan lawan katanya yaitu kemewahan atau berlebihan. bebas dalam menentukan jalan hidup dalam arti tidak diikat oleh mazhab atau partai kyainya. Selain kelima jiwa minimal yang membingkai pesantren bisa juga dikembangkan dengan menambah jiwa-jiwa lian yang bisa diamati dari kehidupan di pesantren. satu keyakinan dan satu perguruan. Kelima adalah kebebasan. Keempat suasana persaudaran. yang penting adalah bagaimana bisa mewujudkan bentuk keislamannya bagi dirinya dan bagi keluarga serta masyarakat sekelilingnya. atau jiwa mandiri. dan saling membantu. kehidupan dipesantren diwarnai kesederhanaan. persaudaraan sesama muslim. bisa menyelesaikan masalahnya sendiri."makan untuk hidup bukan hidup untuk makan". hal ini akan tercermin dalam suasana latihan tolong-menolong. pekerjaannya sendiri serta tidak manja. bersaudara karena satu agama. kebutuhan untuk hidup. kehidupan di pesantren harus mandiri dan mendidik santrinya agar bisa mandiri. sehingga tergambar suatu tatanan masyarakat yang memiliki rasa persaudaraan. harus menjadi itu dan ini. atau juga sesama temannya.Kedua adalah jiwa kesederhanaan. supaya bisa beribadah lebih banyak. pengorbanan. akan tetapi sebatas memenuhi kebutuhan.

karena rumah kyai tidak bisa menampung santri yang berdatangan. maka para santri dibantu masyarakat sekitar mulai membangun pondokan-pondokan untuk tinggal mereka. hampir semuanya terbangun atas dasar swadaya para santri dan orangtua santri serta masyarakat sekitar.I. tapi tetap menjadi salah satu problema pesantren ketika kebutuhan akan sarana semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya populasi santri. ada kyai yang memiliki ilmu. Budaya swadaya ini begitu kental dalam dunia pesantren. dan menjadi pilar kemandirian pesantren maupun kemandirian para santrinya nanti. Sebagaimana diungkap dalam kisah lahirnya pondok pesantren. Walaupun demikian bukan berarti masalah pendanaan tidak menjadi problema. Selain masalah pendanaan ada beberapa permasalahan lain yang dihadapi pesantren yang bisa disebutkan di sini: • • • • • • Pendanaan Pengembangan & Manajemen Pengelolaan Pengakuan dan Legalitas Pencitraan Informasi dan Publikasi Politik 229 . Problem Yang dihadapi Pesantren Pesantren sebagai refleksi dari kebutuhan masyarakat muslim atas lembaga pendidikan yang dapat mendidik dan mengajari putra-putri mereka tentang agama Islam dan pembiasaan kehidupan berpolakan ajaran Islam. datang para santri yang mau menuntut ilmu dan belajar pada kyai.

karena dalam prakteknya kalangan pesantren sentiasa terus berjuang dan gigih. 1 orang 60 liter air per hari. bagi pesanatren masalah ini menjadi permasalahan serius49 ketika dituntut pasilitas sejalan dengan meningkatnya populasi santri. mushala. berbeda dengan sekolah atau perguruan tinggi. Pendanaan Masalah pendanaan hampir menjadi kendala setiap pergerakan apapun. masalahnya menjadi lebih kompleks.50 aran jemuran pakain dll. Lain halnya dengan sekolah atau perguruan tinggi untuk prasarana standard cukup ruang belajar. kantor guru. Permasalahan akan semakin komplek ketika pesantren memilih pola anak asuh bagi para duafa dan yatim piatu. Jika asrama menampung seratus santri artinya harus tersedia minimal 10 kamar mandi dan WC dengan persediaan air bersih yang cukup. sebuah pesantren juga harus mempersiapkan ruang tinggal dan saranannya seperti WC dan kamar mandi dengan ratio minimal 1 berbanding 10-20 orang santri. 49 Pengungkapan masalah pendanaan ini tidak berarti pesantren atau kyai mengeluh. tapi semata-mata mengungkap realitas hasil pengamatan.1. jika ada yang terpaksa terhenti juga biasanya karena kekosongan kaderisasi kyai atau karena kyai alih profesi. apa lagi di musim kering. dan beberapa buah WC. karena jika diserbu 10 orang santri saja sumur mereka bisa kering 230 . berdasarkan pengalaman mereka tidak bisa mengizinkannya. karena selain mempersiapkan ruangan belajar. jika para santri ikut ke sumur-sumur penduduk sekitar. tidak ada pesantren terhenti kegiatannya karena alasan dana. tidak pernah terhenti kegiatannya dengan alasan dana. karena pendanaan tidak saja dibutuhkan untuk sarana dan prasarana tapi juga untuk konsumsi para santri dan para asatidznya. 50 Masalah air ini masih menjadi kendala bagi kebanyakan pesantren.

lahan bermain. Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan ini sejak awal pesantren sebagai lembaga swadaya yang mandiri berusaha menyelesaikannya sendiri. Pola-pola swadaya pesantren dalam pembangunan biasanya menghidupkan kegiatan infaq dan shadaqaoh dari kalangan masyarakat. apalagi pada masa-masa awal pemerintahan adalah pihak penjajah yang menganggap pesantren sebagai ancaman. wali santri dan bahkan dari pengelola pesantren sendiri. ruang inap tamu yang semuanya semakin memperluas medan kebutuhan pesantren sesuai dengan tuntutan zaman dan pola hidup yang berkembang dimasyarakat. transportasi.Selain masalah di atas. juga sarana konsumsi seperti dapur dan ruang makan menjadi agenda tambahan. Karena berbagai pasilitas tadi menjadi tuntutan baik intansi pemerintahan maupun masyarakat yang akan memesantrenkan anaknya. biasanya pesantren tidak menggantungkan diri pada bantuan pemerintah baik pusat maupun daerah. serta sarana olahraga. Dewasa ini jika diinventarisir sumberdana pesantren adalah: • • • • Kyai Masyarakat Muslim Wali Santri Intansi Pemerintah mauapun Swasta 231 . sarana kesehatan.

maka bantuan bervariasi antara barang dan uang. kalau bangunan itu berbentuk pisik. biasanya kyai berperan sebagai pelopor pendanaan pesantren. ada juga yang mensuplay kebutuhan bangunan untuk satu lokal ruang belajar.com/msg02774. di daerah sekitar penulis tinggal.51 Kedua Masyarakat Muslim. atau bahkan unit-unit gedung. lihat Ahmad Toharri Cerpen berjudul "Atasnama Agama" dalam kumpulan cerpennya Mas Mantri Menjenguk Tuhan. besi ataubahanbahan material bangunan lainnya.52penerbitan kalender atau penjualan produk pesantren. lihat juga Hasan Basri "Kasta Di Antrara Kita" http://www. (Jakarta: Risalah Gusti. Tidak jarang para dermawan yang kaya misalkan memngambil jatah pasir.Pertama Kyai. banyak kyai yang memiliki usaha atau bergerak dalam bidang tertentu yang kemudian sebagian dari penghasilannya itun dipakai untuk pendanaan pesantrennya.com/indonews@indo-news.mailarchive.). baik dari usahanya atau dari hasil ladangnya. Akhir-akhir ini ada trend baru penghimpunan dana dengan membuat "jaringan" di jalan raya 51 Sebagai contoh. tepatnya desa Susukan Ciawigebang Kuningan ada sekitar 80 santri yang selain tinggal dipesantrennya (al-makmur) juga disekolahkan / kuliah dengan biaya dari hasil usaha pak kyainya termasuk konsumsi mereka sehari-hari. yakni para simpatisan yang peduli terhadap aktivitas pendidikan Islam dan dakwah Islamiyah biasanya dengan sukarela membantu pembangunan pesantren. 11.biasanya pola pengumpulan dana pembangunan dengan mengirimkan delegasi pengumpul dana yang berkeliling ke desa-desa dengan mebawa rencanan pembangunan. Selain pola di atas bagi pesantren pemula yang belum dilihat hasil pendidikannya.html 232 . h. 52 Tehnik pengumpulan dana seperti ini sering melahirkan kecurigaan di kalanagan masyarakt penderma yang meragukan kebenaran program dan kejujuran para pengumpul derma. serta formulir atau list berisikan daftar penyumbang dengan nominal sumbangan yang diberikan.1997.

warung-warung serta kantin untuk jajan santri yang semuanya diorganisir hingga labanya bisa dipakai pembangunan pondok dan kebutuhan pondok lainnya dengan motto dari kita oleh kita untuk kita. 233 . Ketiga wali santri. walaupun demikian tidak menutup kemungkinan bagi wali santri yang ingin berinfaq lebih dari yang di gariskan pesantren. Hal ini berjalan seperti di pesantren Daarunnajah Jakarta. Bantuan wali santri bisa juga sebagai respon atas kegiatan yang dilakukan pesantren. ada pesantren yang mencanangkan saja uang pangkal dan uang bangunan pada saat pendaftaran santri baru setiap angkatan. dengam membangunkan sarana tertentu atau mengirimkan pasilitas tertentu. biasanya tergantung pada latar belakang usaha atau profesi wali santri.atau mengirimkan santri untuk berkeliling ke desa-desa dengan menghimpun infaq baik berupa uang maupun beras. atau kebutuhan sesuai kesimpulan yang diambil wali santri sendiri. pola-pola pendanaan dari wali santri sangat beragam. Selain cara di atas. Selain itu bisa juga berupa sisa uang makan dan spp santri yang diorganisir pesantren termasuk uang jajan santri. dalam hal ini kharisma kyai sanagtlah menentukan. biasanya dilakukan sendiri oleh kyai yang berpengaruh dan memaparkan kebutuhannya. artinya ia mengusulkan dan ia juga yang membuatnya. caranya dengan menyelenggarakan koperasi dapur. Al-Basyariyah Bandung dan pesantren lainnya. penghimpunan dana juga dengan jalan silaturahmi kepada para hartawan / pengusaha lokal.

tahap berikutnya adalah tahap sosialisasi terhadap masyarakat luas yang merupakan basis pesantren. ajaran dan kualifikasi suatu yang disebut dengan pesantren. 2. Seperti sudah dimaklumi bahwa sistem suatu pesantren mengakar tidak saja di dalam lingkungan pesantren tapi juga di dalam tubuh komunitas pesantren dalam hal ini masyarakat luas yang biasa menghargai pesantren dan memiliki kerangka berpikir sendiri tentang pesantren (katakanlah sebuah sistem norma. ini pada tahap pertama. karena status dan kedudukan kyai maka perubahan ke arah pengembangan dan manajemen di dunia pesantren harus hati-hati. tentu saja dengan menyelenggarakanacara-acara mengkomunikasikan.Keempat intansi pemerintah maupun swasta serta organisasi-organisasi keagamaan seperti Rabithah Alam Islami dan Haiah Igotsah yang programnya memang mendukung kativitas dakwah Islmaliyah. Perubahan bisa dilakukan hanya dengan kaderisasi dan persiapan calon kyai. Pengembangan dan Manajemen Pengelolaan Problem lain bagi pesantren adalah masalah manajemen dan pengelolaan. karena sangat berhubungan erat dengan sistem soial masyarakat pesantren. reini alumni dan semisalnya untuk 234 . Untuk intansi yang formal spereti ini biasanya pihak pesantren mengajukan permohonan tertulis dengan proposal lengkap. diluar definisi akademik). bila yang dituju organisasi seperti Robithah maka dokumen harus disertai sertifikat wakaf dan laporan modal yang tersedia di pesantren.

pada tahun 2004 belakangan ini berkenaan dengan legalitas menjadi mencuat ketika lulusan pesantren dicalegkan dan menpata dukungan yang banyak. 235 . Pengakuan dan Legalitas Masalah yang dihadapi pesantren adalah masalah legalitas lulusannya. dan baca tulis di dunia pesantren. mereka terpaksa menghadapi masalah dengan dibutuhkannya ijazah formal seperti Aliyah. Tsanawiyah.mereka mencoba menawarkan ide perkoprasian. namun permasalahan legalitas bukan berarti terselesaikan. B. untuk wilayah Jawa Barat bentuk nyata dari depkes adalah dengan dilibatkannya pesantren dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dalam bentuk poskestren pada masa Nuriana menjabat Gubernur. SMP atau SMA. Belakangan departemen agama sejak tahun 2000 an mulai memperhatikan pesantren demikian juga diknas53.Beberapa instansi yang mecoba masuk ke pesantren dengan gagasangagasan perbaikan adalah departemen koperasi dan UKM. Masalah ini kini menjadi suatu yang diperjuangkan pesantren. 3. pada tahun 1997 an di kab Kuningan Jawa Barat ada semacam pembentukan kopontren besar-besaran dan obral badan hukum --walaupun akhirnya tidak semuanya berjalan-. & C yang biasanya diarahkan ke pesantren sebagai solusi untuk memperkenalkan pelajaran umum. kehutanan dengan HPH-nya. selain depkop juga departemen pertanian dengan gagasan agribisnis pesantren. termasuk juga departemen kesehatan dan intansi lainnya seperti kependudukan dll. walaupun telah ada program kejar paket A. Bahkan 53 Usaha yang dilakukan biasanya berbentuk penataran dan pengarahan pimpinan pondok.

2414/C/MN/2004 tertanggal 20 April 2004 kepada seluruh rektor perguruan tinggi negri mapun swasta yang menjelaskan bahwa Ijazah yang dikeluarkan pesantren tersebut bisa dijadikan syarat tes masuk ptn/pts di Indonesia 236 . Ulu Jami Jakarta Selatan. TMI pesantren Al-Basyariyah Cibaduyut Bandung dan TMI Pesantren Modern Al-Ikhlash Ciawilor Kuningan Jawa Barat. MMI Pesantren Mathabul Ulum. KMI Pesantren Ta'miiruyl Islam Tegalsari Surakarta Jawa Tengah.pada masa kampanye presiden tahun 2004 menjadi janji calon presiden dan tuntutan masyarakat pesantren dalam berbagai dialog dan pertemuan.54 Semoga adalam waktu dekat sesuai dengan perkembangan budaya dan cara hidup yang semakain maju. legalitas pesantren bisa dinikmati seluruh lemabga pendidikan pesantren di Indonesia. Lenteng Sumenep Madura. Pada tahun 2003 an pesantren-pesantren ala Gontor (KMI/TMI) menyusul pesantren induknya mendapat penyetaraan dengan tamatan SMA Departemen Pendidikan Nasional. TMI Pesantren Darunnajah. melalui SK Mendiknas Nomor:240/C/KEP/MN/2003 tertanggal 20 Juni 2003 msilannya diakui 9 pesantren antara lain. 4. Pencitraan 54 Lihat SK Mendiknas Nomor: 240/C/KEP/MN/2003 dan lampirannya. TMI Pesantren Modern AlMizan Narimbang Rangkas Bitung Banten. tentu saja dengan usaha pembenahan di sana-sini dan dengan kualifikasi yang mampu mengangkat pendidikan kita. SK ini juga disusul dengan surat edaran bernomor.

pencitraan tersebut biasanya dikaitkan dengan kebersihan dan penataan lingkungan. menuntut hak shodaqoh yang kalau tidak didatangi juga tidak ingat akan keharusan bersedekah. Penjelsan tentang metode pengumpulan dana seperti itu sebenarnya kalangan pesantren memiliki misi. tapi yang perlu ditandaskan bahwa dalam harta kita ada jatah untuk kepentingan agama dan kepentingan umum. Berkenaan dengan pencitraan lain adalah karena kegiatan pengumpulan dana pembangunan dengan pola jaringan dan delegasi pengumpul derma keliling ke kampung-kampung juga meninggalkan kesan pesantren dan santri selalu "mengemis". Agak apologi memang. 5. pihak pesantren hanya menyelenggarakan sesuai dengan tugasnya dakwah Islamiyah. yaitu mengingatkan kepada khalayak bahwa sebagian rijqi perlu dinafkahkan di jalan Allah. sementara masyarakat muslim berkewajiban menyokong kegiatan tersebut sehingga terciptalah sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan dan ummat sebagai penggunanya. sering terdengar istilah jorok dan kumuh dinisbahkan kepada pesantren. Selain juga mempasilitasi mereka yang mau berderma supaya tidak usah jauh-jauh atau repot-repot mencari sasaran. Informasi dan Publikasi 237 . Dan masalah pendidikan agama adalah tanggungjawab semua.Yang tidak kalah seriusnya pesantren menghadapi masalah pencitraan di mata ummat dan bangsa. Walaupun sebagian pesantren telah menata diri tapi kesan tersebut masih belum sirna.

ada semacam tabu bagi pesantren untuk mengiklankan kegiatannya. 6. artinya jika bapaknya dasri pesantren. mulai dari isu-isu politik isu pembangunan.Informasi dan publikasi bagi pesantren agak tertinggal. semua ini mungkin karena minimnya publikasi dan informasi tentang pesantren. Ini gejala umum. maka anaknya juga dipesantrenkan. ekonomi. Tidak seluruh masyarakat mengetahui kegiatan dan keberadaan pesantren. Kenyataan ini membentuk pesantren menjadi suatu komunitas turun temurun. Ada semacam daur ulang input pesantren. atau jika keluarganya dari pesantren maka ada kerabat lain yang juga mesantren. Politik Islam sebagai agama mayoritas bangsa Indonesia memungkinkan untuk dijadikan bahan rujukan berbagai persoalan. alumni memasukkan anaknya ke pesantren almamaternya. bahkan sampai pada isu terosrisme seperti "image" yang sedang dibangun AS di mata Internasional. juga karena pencitraan buruk sebagaimana dikemukakan di atas. kecuali beberapa pesantren dan short couse yang dilakukan penyelenggara pesantren kilat di Puncak yang dengan mudajh bisa kita baca di koran misalnya. Perjuangan men"citrakan" Islam dalam kancah percaturan kehidupan sosial dan budaya dengan upaya Islamisasi berbagai sektor dan komponen kehidupan menjadi suatu keharusan dan kewajiban setiap individu muslim di 238 . walaupun ada juga kalangan non pesantren dengan niatan mendalami agama memasukkan anaknya ke pesantren sebagaimana alumni pesantren menyebrangkan anaknya ke luar pesantren.

yang terjadi adalah -sebagaimana di masa penjajahan-. 239 . halaman berita koran dan majalah.pesantren sebagai suatu yang harus dijauhi 55 M. Seperti kegiatan safari Romadlan yang dilakukan Harmoko dengan mengunjungi pesantren-pesantren pada saat ia jadi mentri.tengah "penggunaan isu-isu keislaman" seperti diungkap di muka. Problema lain adalah ketika kyai-nya dipercaya atau diminta untuk dicalegkan ini di satu sisi positif karena medan dakwah kyai menjadi luas. Hal ini menjadi penting untuk dikritisi karena ada perbedaan tajam antara 'mencitrakan Islam" dengan menjadikan Islam sebagai perisai suatu kekusaan tertentu dalam kancah politik. Islam. di sisi lain menjadi negatif karena pengkotakan tadi dan karena dunia politik seringkali pada dataran tertentu berlawanan dengan misi pesantren. ketika pemerinatahan kurang menghargai pesantren seebagai asset bangsanya.55 Konstelasi politik juga sering menjadi permasalahan bagi pesantren walau kadang menguntungkan juga. Tata Taufik. menguntungkan bagi pesantren dari satu sisi yaitu publikasi (Harmoko pemilik media saat itu karena menjabat menteri penerangan) pesantren bisa masuk TV. Namun bisa juga mengancam keberadaan pesantren karena terkotakkan pada parpol tertentu.56 Selain masalah di atas juga sistem pemerintahan. Citra atau Perisai? (sebuah catatan untuk Pemda & DPRD) HU Mitradialog Selasa 11Januari2004 56 Pernah terjadi di masa ORBA suatu pesantren terhenti kegiatannya karena pimpinannya begabung dengan partai atau peserta pemilu.

ungkapan pesantren sebagai "sarang teroris" misalkan yang muncul pada tahun 2000an ikut memperkeruh kesan terhadap pesantren. pernyataan ini tidak berarti bahwa SDM pesantren dewasa ini lemah. dan bisa kita analisa untuk membantu berpikir mencarikan jalan keluarnya. yang harus ditempuh adalah pengembangan sumber daya manusia. Cara mudah dalam hal ini adalah mengembangkan budaya baca dan budaya dengar di pesnatren. karena kepiawaian dalam berpidato maupun 240 . Dimensi SDM Medan-Medan Pengembangan Berangkat dari permasalahan di atas. untuk pengembangan pesantren dalam berbagai segi baik pendanaan. Jangan sampai suatu pesantren "terhenti" hanya karena meninggalnya kyai yang biasanya menjadi komandan sekaligus tumpuan kepercayaan ummat maupun santri. Selain keenam permasalahan di atas sebenarnya masih banyak lagi problema lain yang bisa ditemukan dalam dunia pesantren. 1.dan dimusuhi. pengelolaan maupun manajemen serta permasalahan lainnya. J. Bersamaan dengan kaderisasi juga pengayaan SDM yang ada dengan berbagai kemahiran baik manajerial maupun kemahiran lain yang sesuai dengan tuntutan zaman. sehingga ketika kyai tersebut (figur) wafat maka pesantrennya ikut mati juga. yang dimaksud di sini adalah pengembangan terus-menerus serta kaderisasi.

241 . Tehnik pembuatan surat resmi serta kemahiran administratif lainnya juga layak untuk diajarkan terutama bagi santri senior yang biasanya dilibatkan membantu kyai mengelola pesantren. para pemimpin negara kita serta pengarah kebijakan kita adalah orang-orang yang memiliki dasar pengamalan dan pengetahuan agama yang baik---sementara pengamalan keagamaan di pesantren telah menjadi tradisi. tehnik penyampaian gagasan (presentasi) dan tehnik pembuatan proposal bisa juga dijadikan kemahiran tambahan. Pengembangan seperti ini dapat dilakukan pesantren dengan mudah karena sekarang sudah banyak sarjana-sarjana IAIN misalnya yang ada disekitar /mengelola pesantren. bila demikian adanya.berdebat (biasanya sudah dimiliki para santri) harus didukung dengan informasi (pengetahuan) yang luas supaya tidak tertinggal. maka bentuk pengembangan lain bisa dilakukan misalnya dengan menambah kemahiran teulis menulis baik tulis halus (kaligrafi) maupun penulisan karangan atau artikel serta kegiatan lain yang bisa membantu pengembangan diri santri di masa datang baik untuk dirinya maupun untuk pesantrennya. Mungkin kegiatan sebagaimana di atas bagi beberapa pesantren bukan hal yang asing. coba bayangkan alangkah indahnya jika ilmuwan kita nanti. Di masa depan nampaknya sumberdaya yang handal sangat membantu pengembangan pesantren untuk senantiasa bisa eksis di era global tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisi baik yang telah dimiliki.

dakwah harus berpenampilan simpatik dan memiliki daya tarik.Pengembangan ke arah ini tidak berarti mengesampingkan peran pesantren sebagai pencetak ulama dan tempat mengaji agama. kedepan pesantren dituntut untuk menata bangunan fisiknya sehingga indah menawan. ruang kantor. 242 . dapur. ini juga termasuk kegiatan dakwah. ruang makan. laboratorium. Selain itu harus memiliki halaman dan tempat gerak / bermain yang memadai baik halaman asrama maupun ruang belajar. Mulai dari mengajarkan agama sampai mengajar berniaga dan memimpin negara. baik pencahayaan maupun luas ruangannya. Dimensi Fisik Selanjutnya sebagai jawaban atas pencitraan buruk pesantren yang sering dikesankan kumuh. tapi justru akan lebih mendukung semangat peran tadi dengan melahirkan ulama yang mumpuni. Dalam kesejarahannya ulama itu dituntut serba bisa mulai dari memimpin sholat sampai memimpin perang sebagaimana yang dicontohkan Rasul SAW. 2. sebelum membawa anaknya ke pesantren wali santri biasanya melakukan survei terlebih dahulu. Idealnya bangunan pesantren sebagaimana tempat pendidikan lainnya memiliki ruang belajar sesuai standard. Dalam daftar isian akreditasi diknas misalnya mencantumkan pertanyaan sekitar. asrama dan ruang belajar serta sarana olahraga. Artinya jangan sampai niatan baik masyarakat untuk mempercayakan pendidikan anaknya di pesantren terhalang karena kurangnya daya tarik penampilan fisik pesantren. perpustakaan. apalagi zaman sekarang.

serta bisa menghitung. bisa juga pengajaran kitab-kitab klasik dengan metode diskusi atau dengan metode pengajaran modern yakni dengan langkah-langkah misalkan penyampaian materi. tepe KMI Gontor atau pesantren modern sesuai konsep dan pilihan yang dianggap tepat bagi para pengelolanya. yang pasti para santri nantinya akan hidup di masyarakat yang demikian kompleks. hidup sehat. Walaupun tidak diajarkan secara rutin ilmu-ilmu kemasyarakatan tersebut bisa disajikan dalam bentuk studium general atau penataran. pencarian kosa kata yang sulit. Cuma barangkali tipe manapun yang diambil pengembangan materi maupun metodologi bisa senantiasa dilakukan sejalan dengan pola-pola pengajaran yang lebih banyak dipakai atau secara variasi.3. Bisa saja misalkan materi "fathul kutub" dipakai sebagai cara pengenalan kitab-kitab kontemporer kepada para santri senior. Mengenai materi umum di pesantren salafiyah apakah harus dimasukkan atau tidak. tergantung haluan yang mau dijadikan pijakan apakah tepe salafiyah plus madrasah atau salafiyah murni. 243 . Dimensi Materi dan Dimensi Metodologi Untuk materi sebagaimana telah dibahas dalam Bab II tentang metodologi dan upaya pembaruan. sudah barang tentu mereka harus mengenal cara-cara bermasyarakat dengan baik. pembacaan tek bahan ajar serta tanya jawab sebagai variasi dari metode sorogan atau wetonan.Begitu juga sebaliknya bagi pesantren modern bisa mengenalkan kitab-kitab klasik lewat acara fathulkutub dst.

nampaknya bisa juga diajukan gagasan pesantren kejuruan.Ag. ilmu jiwa dan sosiologi. jika yag diambil adalah kejuruan dakwah. maka materi tambahannya selain mengaji adalah bertani dengan cara yang benar sesuai perkembangan ilmu pertanian. 4. tata boga. penyiaran. Demikian juga jika yang diambil jurusan pendidikan maka ada penambahan materi khusus berkenaan dengan pendidikan. tapi ada tambahan kemahiran khusus bagi santri misalkan pertanian. perikanan. atau alat-alat bantu pembelajaran lainnya (tehnologi pendidikan) karena biasanya para santri selepas pesantren lebih akrab dengan dunia pembelajaran dan presentasi (ceramah dan pidato). tapi lebih berupa pengenalan tekhnologi dan penggunaannya. dakwah. akuntansi. pengembangan masalah tekhnologi ini tidak berarti pada dataran pembuat.Sejalan dengan kemajuan zaman dan perkembangan tehnologi. Kalau kejuruan yang diambil pertanian. 244 . Bagaiamana cara menggunakan (mengoperasikan) komputer. ia mengembangkan pesantren dengan kaligrafi sebagai kejuruannya. jurnalistik. tidak mustahil nanti ada pesantren dengan kejuruan perfilman. Dimensi Teknologi Bagi pesantren. artinya kegiatan pesantren tetap sebagaimana adanya baik materi maupun metodologi. atau pendidikan. Misalkan yang dirintis Drs Didin Sirajuddin M. semacam jurusan di perguruan tinggi. maka materi tambahannya adalah metodologi dakwah. peternakan dll.

penyambungan lampu dan merakit sound system bahkan menyediakan jasa penyewaan sound sitem) menyediakan jasa cetak undangan (sablon) serta setting komputer. Ekonomi Pesantren Pesantren Dan Ekonomi Yang dimaksud ekonomi pesantren di sini adalah bagaimana suatu pesantren menggali "potensi dalam" untuk perekonomiannya. sehingga pesantren tersebut bisa mandiri dan anggup memenuhi kebutuhannya dari sisi ekonomi. dan para ustadz serta warga sekitar. bahkan kreatifitas para santri relatif lebih "nakal" dalam merekayasa teknologi kecil-kecilan seperti merangkai elektronik (tape player. 1. 245 . setiap komponen tadi ma sing-masing memiliki daya beli yang tinggi. Seperti yang kita ketahui pesantren memiliki santri. untuk itu pesantren bisa memanfatkan suasana tersebut dengan membuat warung yang bisa memenuhi kebutuhan mereka.Dewasa ini berkenaan dengan teknologi nampaknya pesantren sudah tidak asing. Potensi swadaya dan kemandirian pesantren yang cukup bagus (tidak melulu menunggu bantuan pemerintah) akan lebih bagus lagi jika memiliki sumber dana yang pasti yang digali dari dalam pesantren. wali santri. dan sebagai labanya bisa dijadikan 57 Berdasarkan pengamatan penulis terhadap pesantren salafiyah "Raudlatul Huda" Ciawilor Kuningan Jawa Barat.57 K. pembuatan pemancar gelap FM.

selain juga membuat jasa relay TV swasta. di sana terjadi daur ulang siklus kehidupan. Ada juga pesantren yang mengembangkan pertanian sebagai sumber masukkan pesantren semuanya disesuakan dengan situasi dan kondisi pesantren itu berada. ada juga dengan cara menerima panggilan ceramah. jika ada sisanya bisa dijadikan infaq untuk keperluan pesantren. Selain warung. setelah dzuhur mengajar lagi. pagi hari setelah menjagajar subuh. Di Kaso Malang Subang misalkan pesantren "Daarussalam" mengembangkan perekonomiannya dengan pabrik tahu dan pembuatan jamur tiram. bahakan di Al-Zaytun lebih dari sekedar potensi dalam. ada juga yang menjadi pkl di pasar menjual pakaian jadi. pesantren juga bisa menggorganisir makan santri. Ekonomi Pengelola Biasanya para pengelola pesantren berjiwa wira usaha yang tinggi. pergi ke pasar untuk berdagang. obat dan minyak wangi keliling kampung dengan bersepeda.masukkan untuk pesantren. 2. pada tahun tujuh puluhan pola pencarian nafkah kyai yang penulis saksikan sendiri dengan jalan jualan kitab. Hal ini biasa dilakukan di pesantren-pesantren modern seperti Gontor Darunnajah Jakarta serta pesantren lainnya. Bagi pesantren-pesantren besar biasaya perekonomian pengelolanya dengan cara kesejahteraan bulanan (gaji?) Namaun itupun biasanya dibahasakan 246 . sesuai dengan sunnah para nabi yamsyuuna fil aswaaq (berjalan dipasar untuk berusaha) jadi mereka berusaha menghidupi dirinya baik dengan jalan berdagang.

saat itu penulis menyaksikan ustadz Edi Kusnanto ---semoga pengalaman ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi beliau mungkin tanpa beliau sadari--. potensi inilah yang kemudian mampu mentransfer tidak saja pengetahuan tapi juga praktek ubudiyah amaliah serta jiwa wirausaha kepada para santrinya dan membekas di tubuh santri. Jadi walau prakteknya gajian juga ditanamkan nilai religius dalam penyampaiannya sehingga para pengelola (asatidz) tidak "bekerja" sebagai pengajar hingga berhak mendapat upah.membonceng esbatu di sepedahnya lewat dihadapan anak-anak yang diajarinya tanpa gengsi untuk berjualan di warungnya. penggarapan sawah ladang milik pesantren dengan status penggarap dan lain sebagainya. semangat untuk berkarya dan berbuat tanpa melihat kelas sosial (maksudnya gengsi) yang penulis alami sendiri adalah bayangan waktu penulis nyantri. dengan contoh dan keteladanan bukan hanya bicara. Ada pola lain yaitu dengan memproduksi jajanan bagi santri yang dikirim atau dititipkan di warung pondok / kantin. tapi karena semangat menyebarkan ilmu pengetahuan dan tanggungjawab dakwah Islamiyah. Sebagai ilustrasi. dan sering dijadikan 247 . tapi beribadah mengajar para santri lillah sedang kesejahteraan yang diterima adalah rijqi dari Allah.sebagai pengganti uang sabun serta untuk membantu kesejahteraan agar bisa tetap beribadah mengajar. bukan gaji sebagai imbalan atau honor. Dari paparan ini yang terlihat adalah semangat "mengajar" kalangan pesantren bukan karena upah atau gaji. kesan ini selalu membekas dibenak penulis. by doing not by mouth.

motivasi bagai rekan-rekan asatidz maupun santri. Hal ini berbeda dengan apa yang dituduhkan Hasan Basri --entah siapa dia--ketika dia menulis "proletar: kasta di antara kita' dalam e-mail tentang kasta dalam agama berikut

kutipannya: "Dalam Religi terdapat: 1. Habib, Ayatulah ( keturunan nabi ) Uskup, ikan Paus. 2. Kyai, Utadzah,Romo, Pendeta ( tukang kumpul duit ) 3. Santri ( yang di duitin / calon pengumpul duit ) 4. Umaah atau umat ( yang mesti di takut takuti agar duitnya keluar ) 5. Sekularis ( kurang beriman, tapi pelit dan cerdas ) 6. Atheis,agnostik,paganis ( lets worship humanism..)"58 Sebuah ungkapan yang perlu digarisbawahi karena dipublikasikan, penyataan tersebut mencerminkah suatu sudut pandang dalam melihat pesantren dari kaca matanya sendiri yang materialistis dan mengukur dengan keadaan dirinya, serta mewakili pendapat sebagian masyarakat. L. 1. Pesantren Dan Masyarakat

Pesantren Terhadap Masyarakat Sejak awal kemunculannya pesantren dibangun untuk dan oleh masyarakat, dan ia merupakan agen perubahan bagi masyarakatnya, kiprah kemasyarakatan pesantren misalkan dari segi ekonomi, dari segi kepemimpinan dan dari segi pelayanan umum.

58

http://www.mail-archive.com/indonews@indo-news.com/msg02774.html, Didistribusikan tgl.

12 May 1999 jam 02:41:56 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/

248

Dalam kharismanya

perannya atau

sebagai dinilai

agen

perubahan, masa--

pesantren bisa diajak

--karena untuk

karena

punya

mengkomunikasikan pesan-pesan moral dan pembangunan. Pada dimensi ini pemerintahan masa Orba sangat lihai menggunakan pesantren sebagai lembaga dalam penggalangan massa dan komunikator pembangunan, selain juga dijadikan alat untuk meredam isu-isu atau gejolak di masyakarakat yang bertemakan agama. Ingat kasus mie instan dengan isyu lemak babi, di zaman Orba, serta kasus Ajinomoto di masa Gus Dur yang dipungkas dengan tayangan iklan di media massa dengan menggunakan story Kyai dan komunitas keagamaan. Dari gambaran di atas menunjukkan potensi pesantren yang luar biasa dalam membentuk opini dan mempengaruhi khalayak, potensi ini seharusnya bisa disadari kalangan pesantren untuk mengembangkan misinya sebagai lembaga pendidikan dan lembaga dakwah Islamiyah, bukan hanya puas dipakai sebagai "alat" propaganda pihak lain. Dalam hal ini pesantren bisa menata kegiatannya yang berhubungan dengan pengembangan masyarakat,

mempelopori kegiatan bakti sosial, pelayanan umum dan menggagas kemajuan bagi masyarakat dengan santri sebagai pilarnya. Selain ia juga harus bisa mewakili masyarakat dalam membaca peluang usaha, peluang kegiatan dan permasalahn yang ditemui dimasyakat untuk kemudian dikomunikasikan kepada pihak yang berwenang. Jadi kalangan pesantren tidak saja menjadi komunikator

249

pemerintah, namun sebaliknya juga menjadi komunikator masyarakat terhadap pemerintah baik pusat maupun daerah, hingga tercipta hubungan yang sinergis. Selain peran sebagai agen pembangunan, dari sudut perekonomian masyarakat, pesantren membantu meningkatkan pendapatan mereka, lapangan kerja yang bisa direkrut pesantren seperti; pekerja bangunan, juru masak, sopir, bagian kebersihan, suplayer kayu bakar, binatu, produk makanan ringan (jajanan) jasa transportasi bahkan sampai tukang cukur. Lingkungan masyarakat disekitar pesantren besar relatif maju. Dari sudut ini pesantren bisa membangkitkan gairah hidup berwira usaha dan perokonomian masyarakat. Dari sudut kesehatan, pesantren bisa melakukan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, dalam bentuk penyuluhan hidup sehat, dalam hal ini biasanya mengakses dinas kesehatan setempat dan mengumpulkan masyarakat di kampus pesantren, bentuk lain juga bisa dilakukan dengan membuka poliklinik untuk melayani pengobatan dengan biaya terjangkau. Apa yang

dilakukan Pesantren Modern Al-Iklash Ciawilor Kuningan misalnya, setiap hari kerjanya Poskestren rata-rata melayani 10 pasen perhari dengan biaya yang cukup ringan (Rp.5000,_) pe kunjungan. Bentuk lain juga bisa menjembatani anatara masyarakat dan dinas kesehatan berupa penyampaian informasi dan kondisi kesehatan di masyarakat sekitarnya. 2. Masyarakat Terhadap Pesantren Masyarakat --terutama masyarakat muslim-- adalah pemilik pesantren, yang pengelolaannya dipercayakan kepada para kyai dan ustadz, tugas utama

250

dari masyarakat adalah memelihara dan menjaga kelangsungan hidup pesantren dengan berbagai cara baik moril maupun materil. Di desa-desa biasanya pesantren senantiasa mengkomunikasikan rencana-renacananya kepada masyarakat, dan dari situlah tercipta kerjasama yang "unik" kehidupan gotong royong dalam menghadapi kepentingan bersama. Bentuk sokongan dari masyarakat terhadap pesantren besar biasanya terungkap dalam kebanggaan dan penyebaran "informasi baik", meminjam istilah pak Amal Fathullah 'menciptakan kesan baik" dari mulut ke mulut, ini sangat

membantu pengembangan pesantren di masa datang. Perhatian dan rasa memiliki masyarakat terhadap pesantren tersebut harus senantiasa dikembangkan sebagai pilar kelangsungan hidup lembaga, berbagai cara bisa dilakukan dengan membuat kegiatan -kegiatan yang dirasakan meaningfull oleh masyarakat. Menjalin silaturahim antara pengelola pesantren dengan masyarakat, mengadakan pembinaan generasi muda, baik latihan-latihan kewirausahaan atau kegiatan lainnya, sebagai ilustrasi, Buya Saiful Azhar di pesantren Al-Basyariyah Margahayu Bandung misalkan menghimpun dan

memfasilitasi ojek motor, demikian para kyai yang aktif melayani kegiatan di masyarakat seperti tahlilan, kenduri dan tradisi masyarakat lainnya. M. 1. Pesantren Dan Negara

Negara Terhadap Pesantren Negara adalah negara kita, dan pesantren mempelopori kegitana pembentukan negri ini. Pertanyaannya adalah mungkinkah pesantren berniat

251

menghancurkan negara yang dibangunnya sendiri, yang telah menelan banyak korban baik dari santri maupun kyai pada saat perintisannya? Jawabannya pasti tidak mungkin, tapi kalau berperan sebagai kontrol sisial itu bisa terjadi bahkan harus. Menurut hemat penulis apa yang dilakukan pesantren adalah sebatas kegiatan kontrol sosuial terhadap pemerintahan, walau nampak keras dalam segi ucapan atau kritikan tapi tidak dalam bentuk kegiatan makar. Berdasarkan pada kenyatan bahwa pesantren jauh telah lahir sebelum negara ini berdiri, maka tuduhan pesantren sebagai sarang teroris dan tuduhan miring lainnya tidak bisa begitu saja dilontarkan terhadap pesantren. Ada perbedaan yang mendasar antara kegiatan jihad pesanatren masa penjajahan dengan pasca kemerdekaan. Jika pada masa penjajahan, pemerintah (penjajah) melihat pesantren sebagai anacaman, karena pesantren mengobarkan semangat kemerdekaan, jika cara pandang lama tersebut dipakai pasca kemerdekaan menjadi lucu dan menggelikan. Pada pasca kemerdekaan orientasi jihad pesantren adalah amar ma'ruf dan nahyi munkar, menyerukan kebaikan dan mencegah terjadinya kemunkaran. Kegiatan ini dilakukan baik melalui komunikatornya ustdaz maupun kyai atau oleh para santri sendiri. Dari sudut pembinaan masyarakat sebenarnya yang terjadi justru pesantren membantu negara dalam pendidikan dan pembinaan ma syarakat. Ada semacam pembagian tugas dalam mengatur negara. Karena pola hubungan tugas seperti di atas, maka sikap negara terhadap pesantren hendaknya memandang dan bersikap sebagai partner bukan lawan.

252

masa sekarang ? wait and see. karena keberadaan santri dari berbagai wilayah misalnya menghidupkan perekonomian daerahnya.Dan senantiasa ikut memperjuangkan keberadaan pesantren baik moril maupun materil. pesantren membantu negara dalam sektor ekonomi. nampak sekali pesantren membantu pendapatan daerah. dan pembangunan sejalan dengan peran dan fungsi suatu lembaga dalam suatu negara. Bahkan bagi pemerintahan daerah. 253 . mengesampingkan kompetensi dan 59 Masih segar dalam ingatan bagaimana Orba memperlakukan di masa awal dan menjelang akhir pemeintahannya. hampir mau memojokkan pesantren namun menjelang akhir mencoba meraih. 2.59 Selain sikap kerja sama. Sebagaimana diungkap dalam berbagai tema terdahulu. dengan tidak mengakui legalitas para santri dalam hal pendidikan. apada awal cenderung menjauihi dan pada masa pertengahan menuju akhir cenderung mendekati. pada masa reformasi saat Megawati berkuasa. secara statistik akan nampak tetertinggalan Indonesia dari segi pendidikan. pemerintah juga harus mulai mengembangkan wacana sekitar legalitas. karena kiriman biaya pendidikan (SPP & uang jajan) akan mengalir dari berbagai daerah kepada daerah lokasi pesantren. pendidikan. Pesantren Terhadap Negara Sampai saat ini yang bisa dipotret aadalah kenyataan bahwa pesantren sama dengan lembaga pendidikan lainnya berperan aktif adalm membangun negara terutama dari sektor pendidikan. selain juga akhirnya sering mendahulukan sertifikat.

Inc. Posisi pesantren dihadapan media massa bisa berperan sebagai pelaku. N. Boundowoso. Sebut saja satu kota Kediri. tapi lebih dari itu suatu medium yang berlaku secara massal dan dapat membawa pesan dari seseorang kepada ribuan atau jutaan orang sekaligus. Ponorogo. Cirebon. Lirboyo. Jombang. televisi. Ciamis. Namun sekarang --sejak tahun 1997an-. serta tiga media elektronik.60 Sedikitnya ada enam (6) media yang dimaksud pembahasan ini yaitu tiga media cetak. majalah dan buku. Pesantren Dan Media Massa Yang dimaksud media massa di sini adalah media massa dalam kerangka Ilmu Komunikasi. Cipasung .h. Tasikmalaya. Manonjaya. pendirian radio serta pendirian stasiun TV 60 Leo. surat kabar. radio dan film. yaitu suatu alat yang memungkinkan untuk membawa pesan bukan saja dari satu orang kepada yang lainnya seperti telepone atau telegrap.Gontor. Buntet. 1986). koran tabloid atau buku. secara ikonik pikiran kita akan langsung mengingat Pesantren Tebu Ireng.Selain itu keberadaan dan keberhasilan suatu pesantren seringkali mengangkat 'keharuman" nama suatu daerah dan menjadikan daerah tersebut di kenal baik secara nasional maupun internasional.bisa ditambahkan lagi dua media elektronik yaitu internet d an telepone seluler. Jeffres. Mass Media Processes and effects. (Illinois: Wapeland Press. Ciwaringin dst. Gresik.1 254 . Pesantren Rembang .W. Rembang. dengan penerbitan majalah.

Sebagai pelaku juga dalam bentuk penerbitan buku -buku bacaan untuk umum baik materi dakwah. 255 . biografi. ada beberapa pesantren yang menerbitkan kegiatan berkala secara priodik tahunan atau semesteran.. belakangan ini Majalah Gontor dari Pondok Modern Daarussalam Gontor. Selain yang bersifat intern atau laporan tahunan. konten dari media tersebut. Gontor dengan Swargo FM begitu juga pesantren lain seperti Pesantren Suryalaya Tasikmalaya juga sudah mulai merintis Radio Siaran. Sebagai contoh kamus Al-Munawir dari Krapyak Yogyakarta. sebagai pelaku media. Berkaitan dengan yang pertama. beberapa pesantren juga telah menjadi pelaku media dengan penerbitan majalahnya seperti Al-Muslimun dari Bangil. Selain penerbitan buku juga pesantren bisa bergerak di bidang broadcasting atau penyiaran baik TV maupun Radio Siaran. kumpulan doa-doa dan buku populer. begitu juga Daruttauhid Geger Kalong Bandung dengan MQ FM dan MQ TV-nya At-Tahiriyah Jakarta dengan Radio FM- Nya. serta buku-buku Aagym dari Daru Tauhid Bandung. biasanya berupa laporan kegiatan tahunan di pesantren tersbut untuk diinformasikan kepada santri atau wali santri bahkan lebih luas lagi kepada khalayak dan para alumni. bisa juga menjadi objek. buku pelajaran. Bisa juga menjadi pemerhati atau kontrol terhadap media. kamus. Suara Hidayatullah dari pesantren Hidayatullah di kalimantan. Amtsilah Tashrifiyah dari Jombang. Ini sudah dilakukan oleh Persantren Modern Al-Ikhlash Kuningan dengan Radio DM Fm-nya.

Kini pesantren sudah mulai menjadi pemain dalam hal media massa. www.com dan lainnya. tidak saja bertindak sebagai objek dan menjadi konten media tapi lebih jauh sudah bisa membuat format media. untuk memberikan informasi pesantren dan kegiatannya kepada halayak di satu sisi untuk memberikan pelayanan dakwah di sisi lain dengan servis jaringan informasi yang diberikannya.com. ini biasanya dihubungkan 256 . Selain itu juga ada yang dirintis dibawah bimbingan KH Mustofa Bisri dengan alamat www.pesantrenonline. Selain media modern konvensional (istilah untuk TV.Radio Surat Kabar Dll). Kedua sebagai objek atau konten media. portal milik telkom yang berisikan direktori pesantren diskusi dan informasi keislaman. menentukan berita dan menyajikan pilihan bagus bagi pengguna media (user). DT juga sudah mulai menyediakan layanan dengan download menu MQ melalui telepon seluler dan mailing list. Di dunia maya ini sudah banyak yang memiliki alamat web sendiri. koran radio atau tv.myquran. pesantren juga telah melangkah pada media modern seperti internet.Lebih jauh lagi Daru Tauhid Bandung selain menyediakan layanan pesan-pesan dakwah dengan Radio dan Produksi TV. Dapat dikemukakan misalkan www.pesantrenvirtual. pesantren biasanya mengisi pemberitaan atau penyiaran majalah. Selain web site yang dimiliki dan diselenggarakan sendiri oleh pesantren juga ada portal pesantren yang dikelola oleh alumni pesantren atau mereka yang peduli terhadap studi Islam melalui web.com.

Ketiga sebagai kontrol media. sekitar pukul 8. berikut ini catatan pengalaman penulis yang berhubungan dengan kontrol media yang dilakukan pesantren. beliau adalah Ust. Hikayah ini terjadi saat penulis menerima undangan untuk penjemputan santri wati tanggal 2 Oktober 2004 yang lalu. dan puncak kedatangan peserta terjadi pada tanggal 29 oktober malam. Hasan Abdullah Sahal. setelah dipersilahkan beliau menaiki podium dan mulai menyampaikan pesan-pesan kepada peserta. karena semua peserta dengan ikhlash melepas 'aktivitas keseharian dan menanggalkan atribut mereka' 257 . Setelah terlebih dahulu berterima kasih atas kedatangan para peserta yang telah lama hadir di lokasi dengan meninggalkan berbagai macam kesibukan dan atribut keseharian mereka. KH. Tidak ada pendaftaran secara resmi ke panitia. pesantren biasanya berperan mengkritik konten media yang dinilai tidak sejalan dengan norma agama dan merusak generasi bangsa.00 WIB penceramah yang ditunggu tiba di temapt. undangan tersebut dimaknai penulis sebagai undangan out bound di halaman Pesantren Gontor Putri 2 dengan peserta tidak kurang dari 1000 orang. acara out bound nampaknya meriah. yang mulai berdatangan sejak tanggal 25 September untuk berkemping di sana.halaman muka kampus putri 2. Para peserta dari berbagai kalangan memenuhi arena out bound. Semakin banyak kegiatan yang dilakukan semakin banyak juga pesantren menjadi konten media.dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pesantren tersebut. Alasan inilah hingga penulis menyebut acara tersebut sebagai out bound. Pada tanggal 30 September pagi suasana tegang menyelimuti peserta yang terdiri dari calon santri wati dan walinya. selain booking di Bapenta.

semuannya disuguhkan kepada masyarakat. Ada beberapa poin yang dismpaikan penceramah pada acara tersebut -sebagaimana biasa denga gaya jenakanya beliau mampu memukul sambil menghibur-pertama beliau mengemukakan bahwa lembaga pendidikan Islam harus bonafid. ma'had dliraar. sampai pernyataan ini penulis mulai deg-degan apa gerangan yang akan muncul untuk perbandingan? Ternyata yang dimaksud ma'had dlirar versi beliau adalah AFI (akademi fantasinya Indosiar) dan Indonesian Idolnya RCTI serta pemilihan Abang dan Nona atau sejenisnya. ada juga yang dibangun atas dasar niatan yang lainnya. ada yang dibangun atas dasar ketaqwaan dan tanggung jawab terhadap Islam.untuk merasakan. Akrim dan Samsul Hadi Untung. dan yang paling menarik adalah analisis Pak Kyai terhadap media terutama media TV. melakukan juga hal yang sama. kemudian pada perjumpaan tahun berikutnya di Cirebon tahun 2002 saat itu beliau didampingi Ust. menyimak dan mendengar serta mengamati dengan suasana kegembiraan yang penuh. kenakalan berfikir penulis terus saja mengomentari apa yang beliau sampaikan. Sembari menyimak apa yang disampaikan beliau. Saat penulis bertemu di Bandung beliau juga mengomentari Megawati. "inilah tontonan kita. ini terlihat dari air muka para peserta yang berseri-seri dan bersemangat. menurut beliau sekarang ini semakin banyak bermunculan ponpes. ini dengan intens beliau lakukan dan senantiasa dikomunikasikan bukan saja pada acara out bound tadi. beliau mengomentari tayangan TV. kemudian pembicaraan mengarah kepada perbandingan pondok pesantren. dan memilih lembaga pendidikan harus selektif. dari iklan 258 .

terakhir penonton dengan selera tinggi berada diatas selera medium (digambar sebagai piramida. dan yang teraakhir Sex. Saat itu penulis bertanya. ya kita harus jadi pemain. pembalut wanita dan kosmetika. yang kita lakukan ini. 'ente. solusinya. kedua Sadisme. Akrim berkomentar. pertama syirik.makanan sampai ke iklan sabun. de-humanisasi dan deislamisasi. Teori Triple S: Puncak dari berbagai komentar itu didapat penulis saat aout bound di Mantingan. dari atas kebawah. ini untuk menyifati berbagai tayangan horor dan misteri yang senantiasa menghiasi layar kaca sekitar kita. solusinya gimana? Beliau hanya menatap. Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang dimaksud "power" yang membiayai itu? Organisasi. kalau benar pasar berarti power ada pada masyarakat secara umum. tapi Ust. Dengan ketiga tayangan berformat seperti itulah "jamaah" di garap setiap harinya. Menurut teori ini ada suatu "power" yang membiayai tayangan seperti itu dan sengaja dilakukan dalam rangka de-moralisasi. padahal jawaban yang penulis harapkan saat itu adalah. perorangan. penonton dengan selera rendah dengan jumlah yang sangat banyak. semakin parah" . atau agen tertentu? Mneurut hemat penulis power di sini adalah pasar. ia mengajukan teori bahwa ada pembagian selera penonton yang dianut oleh media : a large base of people with lowbrow tastes. Pada tahun 1970 De Fleur mengadakan penelitian tentang sistem media di AS. dengan mengngunakan tiga S. kemudian penonton dengan selera menengah berada di atasnya and even fewer with highbrow tastes. fewer with middlebrow tastes. 259 . menurut beliau semakain banyak program yang dilakukan maahid dlirar.teori media triple S. saat itu belaiu mengajukan --penulis menyebutnya -. ngurus pondok" (baca dengan intonasi beliau).

Sebagai kelanjutan dari teori Pak Kyai Hasan yang penulis sambung dengan teori De Fleur untuk menyelesaikan "power" tadi .di Indonesia lebih berhaluan kepada pasar bebas. namun untuk kasus Indonesia. Inilah jurang yang harus diselesaikan. tapi bagaimana dengan stori-strori iklan. Artinya tayangan yang berisikan selera rendah akan lebih banyak menghiasi layar media ketimbang tayangan yang berisi selera menengah dan selera tinggi. 'give the public what they want'. pemerintah dan lembaga swasta. dengan menyajikan tontonan selera rendah karena pertimbangan pasar dan bisnis. Karena dari merekalah diharapkan "media" dapat keuntungan secara finansial. Dari sini nampak bahwa apa yang dijalani oleh pelaku media TV terutama -walau tidak semuanya-. lembaga pengontrol itu relatif belaum berfungsi. kalau melihat dibentuknya KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan Dewan Perss nampaknya akan mengarah ke sistem tanggujwab sosial namun di lapangan para praktisi media menggunakan sistem pasar bebas.selera tinggi. demikian juga halnya dengan cara duduk atau tingkah laku lainnya. apakah pasar bebas atau tanggungjawab sosial. medium dan rendah). Memang ada sitem lain yang dipakai media seperti sistem tanggungjawab sosial. Dalam UU Pers nasional ada aturan tentang perikalanan yang 260 . Maka tidak heran jika dalam sistem pasar bebas out put dari media akan sesuai dengan proporsi penontonnya. cara makan anak-anak ynag dipertontonkan oleh stori iklan misalkan masih sangat berlawanan dengan etika makan yang diajarkan keluarga. kasus BCG yang diprotes MUI sudah menunjuk ke arah kontrol media. rekomendasinya adalah bagaimana menyelesaikan pemilihan sistem media dalam kontek Indonesia. sekolah atau pesantren. artinya media dikontrol oleh khalayak penonton.

"saya juga nonton tv tapi saya. santri gontor tidak nonton even sebesar EURO" arahannya adalah santri Gontor harus tanggap dan peduli dengan sekeliling. sehingga "pesan" yang diterima dari hasil nonton bisa berbalik menjadi positif. Imam Zarkasyi berpidato di hadapan para santri di BPPM. artinya kita yang memprogram informasi (seeking information theory) bukan kita yang diprogram media. Pernyataan di atas jika dihubungkan dengan diskusi kita bersama pak Hasan ada kesinambungan pak Zar mengajarkan santrinya untuk menjadi penonton yang aktif tidak pasif. (Pasal 5:1). pilih-pilih saya nonton "Dunia Dalam Berita". beliau katakan. pak Hasan mengajak untuk aktif menganalisis media. Ajaran yang sama juga diwarisi Pak Syukri:"masa. berangkat dari realitas yang ada yakni konten media melahirkan teori triple S. Teori Penonton Versi KH Imam Zarkasyi: Gambaran di atas mencerminkan praktek 'menonton" tv dengan aktif. ajaran ini penulis ingat suatu saat ketika al-marhum KH. termasuk juga aturan tengan penyiaran yang berlawanan dengan agama yang berbunyi: Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.mungkin bisa dijadikan payung pergerakan kontrol media. Perusahaan iklan dilarang memuat iklan yang berakibat merendahkan martabat suatu agama dan atau mengganggu kerukunan hidup antarumat beragama. kalau film-film sih buat pembantu" maknanya kurang lebih begitu. 261 . artinya informasi yang disuguhkan media tidak mampu memberikan "pesan" sebagaimana yang dikehendaki malah sebaliknya menjadi konfrontatif dan melahirkan kritik. serta bertentangan dengan rasa kesusilaan masyarakat (Pasal 13:I).

radio. buku serta media lainnya yang semuanya bisa diakses kapan dan di mana saja. Terobosan-terobosan beberapa pesantren untuk menjadi "pemain" dalam berbagai sektor harus sudah mulai disosialisasikan dan diadopsi oleh pesantren yang ribuan banyaknya di Indonesia ini.Sebetulnya masih banyak oleh-oleh dari Mantingan saat mengikuti out bound di sana. seperti semangat calon wali santri saat menginformasikan tentang Gontor kepada siapa saja yang dijumpainya. surat kabar. seperti perambahan pesantren terhadap media massa. sisi lay out bangunan fisik. bukan hanya santri tapi juga wali santri dan masyarakat. Acara yang penulis sebut out bound adalah acara pengumuman kelulusan di Mantingan. ini sangat diperlukan. oleh siapa saja--sementara Islam dan Al-Qur'an di sisi lain sering disebut-sebut sebagai agama yang cocok 262 . para peserta nampaknya aktif dan merasa sebagai nara sumber paling kompeten dalam wasfu Gontor (mendiskripsikan Gontor). juga melalui penyiaran publik bisa mulai dilirik pesantren. sisi kemasyarakatan dan kesejahteraan. ada sisi ekonomi. Mengingat di abad 21 tidak bisa melepaskan diri dari ketergantungannya kepada media. selain suasananya yang membuat penulis memilih istilah tersebut karena misi Gontor untuk dakwah dan mendidik. film. Melalui pembahasan Bab ini tergambar ke mana arah pesantren di masa yang akan datang. bukan hanya masalah media saja. Penyebaran ilmu pengetahuan selain dengan melalui pendidikan formal di kelas-kelas. majalah. dunia dewasa ini dipenuhi oleh berbagai media sperti televisi. idealnya setiap pesantren bisa memiliki media masa sendiri. ada juga sisi dakwah Islamiyah yang lain.

and Society. Media menjadi suatu yang tak terelakkan sebagai produk peradaban modern. present. radio. (Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company. Stanley J. 1 61 263 . Self. prevailing. antonym: old-fashioned. Stanley. magazines. Inc. news paper. modern-day. up-to-the-minute. recent. Baran mengawali tulisannya tentang media sebagai berikut: " The mass media play a large and growing role in how we spend our time and live our lives. and books.62 Maka dakwah Islamiyah dan pendidikan serta pembinaan ummat harus bersifat multi dimensi --tak terkecuali melalui pemanfaatan media. our environments change. as we devote more time to interacting with the mass media: television.61 Ia bisa menemui siapa saja dan menyampaikan informasi baik yang dikehendaki maupun yang tidak dikehendaki. We experience things vicariously or indirectly and people around us share those experience and have others of their own". up-to-date. Symbols. 1984) h. Modern di sini berarti: current. J. fresh.untuk segala zaman. film. Jadi peradaban modern berarti peradaban masa kini yang kemajuannya bisa dilihat dan dirasakan. 62 Baran. new.

Selain sebagai kantong pertahanan dan penyebaran agama. ia juga telah melahirkan banyak pemimpin dan pelopor di masyarakat.bukan pada pendahuluan kepentingan sendiri --me first generation-. Kalau para ilmuwan sosial untuk menarik teori-teori sosialnnya tidak memiliki laboratotium. Dikatakan miniatur masyarakat karena kegiatan yang ada di pesntren kalau diperhatikan merupakan suatu proses pembelajaran sekaligus pengamalan nilai-nilai keagamaan dengan berbagai tantangan dan proses penyelesaiannya.atau mumpungisme. juga sebaga laboratorium sosial kemasyarakatan. tradsisi "pembiasaan di pesantren" menjadi suatu hal yang menarik sebagai miniatur masyarakat. proses penjalanan hukuman dan mekanisme penjalanan hukum juga merupakan miniatur keadilan atas dasar keikhlasan yang berorientasi pada kontruksi tingkahlaku dan perbaikan. 264 . Kepemimpinan dalam komunitas pesantren nampak berfungsi sebagai "pemimpin" yang senantiasa membina. mengayomi dan mengarahkan anggotanya.BAB VIII PENUTUP Pesantren adalah asset ummat dan bangsa yang telah mengakar selama ratusan tahun dan berjasa dalam pendidikan dan pengembangan ummat. Dari segi norma ajaran juga mencerminkan adanya norma yang berlaku dan dipatuhi oleh para santri dan ustadz sebagai anggota masyarakatnnya. Yang ada hanaya usaha-usaha memperbaiki dan mendamaikan bukan sebaliknya. ada fungsi kontrol dan wibawa dalam kepemepinan yang tergambar dalam kehidupan sosial pesantren.

pengelola dan pimpinan bertujuan untuk memperbaiki dan membina. pelaku kontrol dan dasar kehendak untuk melakukan perbaikan tersedia dan dijalankan. asalkan sarana dan prasarana terpenuhi baik yang bersifat aturan. Media pemebritaan juga untuk pendidikan anggota masyarakat bukan untuk pemuasan nafsu atau keinginan. Jadi tugas pesantren ke depan adalah memperluas medan dakwah dan pendidikannya tidak hanya dalam komunitasnya saja tapi dengan menciptakan komunitas "santri maya" yang bisa jutaan orang jumlahnya dan menyebar diseluruh Nusantara dengan media massa sebagai sarananya.Semua itu mengindikasikan bahwa sebenarnya masyarakat yang terartur dan suasana ibadah bisa tercipta dalam suatu komunitas baik kecil maupun besar. pembicaraan apakah diskusi. sehingga semua pemikiran kegiatan diarahkan secara terpusat pada pencapaian tujuan. baik tindakan maupun pembicaran diarahkan untuk mendidik dan memperbaiki. seminar dan musyawarah berorientasi pada perbaikan bukan pada kemenangan kelompok maupun individual. Tatanan masyarakat ideal baldah tayyibah wa rabun ghafuur jika dikaitkan dengan situasi pesantren di atas nampaknya bukan suatu yang mustahil dan bisa direalisir. Katakanlah ekonomi untuk sarana perbaikan ibadah dan kelangsungan hidup. pada tanggal 14 September 2004 HU Mitra Dialog menurunkan sebuah profil pesantren Daarul Mukhlisin Cisantana Cigugur Kuningan dengan ungkapan pak kyai (Drs H Yayat Hidayat )mengajar ribuan 265 . aturan diciptakan untuk perbaikan. asanya adalah mshlahat untuk umum. penegakkan hukum. semua kondisi. Asalkan semua yang terlibat baik dari pimpinan hingga pengelola dan anggota masyarakatnya memiliki semangat yang sama. tujuan yang sama dan bekerja sama untuk mewujudkan cita-citanya.

dan serangan-serangan informasi negatif belum gencar sebagaimana sekarang. masyarakat luas siapa yang membina? Siapa yang akan mengisi perpustakaan? Dengan materi bacanaan macam apa? Siapa yang menyapa masyarakat? Bagaimana mereka disapa. pada saat itu kegiatan dakwah pesantren hanya sebatas menunggu memproduk alumni sebagai calon anggota masyarakat dan diharapkan bisa mewarnai masyarakat dengan sistem nilai dan bekal yang didapat. tidak bergerak dan bermain dalam dunia media dan informasi.santri. kemudian dikembangkan dengan perbaikan metodologi dan materi dengan sistem klasikal dan perluasan materi / bahan ajar dengan penambahan pengetahuan umum disebut pesantren modern. 266 . maka garis pembaruan pesantren menjadi: Tradisional Modern Post Modern 63 HU Mitra Dialog edisi 14 September 2004. menuju ke arah mana mereka dibawa? Maka pesantren harus merekontruksi dirinya sebagai pembaruan generasi ke tiga dengan memperluas medan garapan dan membuat komunitas santri maya. Dewasa ini kalau pesantren diam. bermula dari tradisional dalam arti sesuai kebutuhan pada masanya. sementara penulis tahu kalau jumlah santri di situ cuma sekitar 60 orangan.63 Dengan singkat dapat digambarkan aspek pembaruan yang terus-menerus bisa dilakukan pesantren. ketika dikomformasi pihak Redaksi menyatakan" Kan punya radio yang didengar ribuan orang". itu bisa dilakukan karena populasi penduduk masih sedikit.

Sama dengan sistem Arab bahasa Irab Inggris modern Komunitas kecil/ Komunitas luas Komunitas luas tak lokal Ukuran jelas terbatas . Bahasa Indonesia. Post Modern 1990Sekarang Sama dengan sistem modern Sama dengan modern sistem 3 Media elektronik. bahasa lisan. 4 5 6 7 Pengembangan dari modern sesuai perkembangan zaman. Ukuran jelas tak jelas Kejuruan jika ada Kejuan berbagai Kejuruan menjadi terpokus pada profesi dan meluas dengan pertanian kecakapan munculnya pfosesi baru Gambaran pembaharuan dengan ketiga istilah di atas hanya untuk menunjukkan perkembangan yang sejalan dengan time lines (waktu) karena praktenya baik yang tradisonal maupun modern sebagaimana diungkap pada tabel tipologi pesantren pada BAB IV menunjukkan adanya variasi sistem. manajemen dan pemanfaatan teknologi Bahasa lokal. penulisan ilmiah. pembacaan teks. media elektonik Pelajaran tambahan: public speaking. penerbitan. Dan semuanya sejalan dengan kemajuan 267 . daerah. jurnalistik.Dalam nentuk tabel bisa dilihat sebagai berikut ciri-ciri umum perkembangan tersebut yang menggambarkan inovasi pesantren sesuai dengan perkembangan pola kebutuhan masyarakat dan ketersediaan sarana dan situasi politik. Tabel Pembaruan Pesantren No 1 2 Tradisional -1920an Metodologi Tradisional Materi Kitab Kuning/ kitab klasik Media Tradisional: pidato. Pelajaran tambahan :ilmu bela diri Modern19201990an Metodologi pengajaran dg sistimatika modern Kitab-kitab kontemporer dan penyederhanaan materi Media Modern alat bantu pelajaran. Cyber Media (internet) dan Broadcasting.Ukuran terbatas /maya.

PR kita saat ini adalah rumusan yang tegas mengenai pesantren post modern apakah kehadiran seperti ma'had Al-Zaytun di Indramayu atau Daaru Tahuid di Bandung bisa dikembangkan sebagai model pesantren post modernis paska modernisasi tahun 1920 an yang ditandai dengan lahirnya Pondok Modern Gontor? Allahuma amiin.teknologi dan perubahan kebutuhan manusia bisa juga melangkah menuju sitem post modern. dan sistem modern membentuk post modernis64 pesantren. sebagai pemilik dan penentu. pesantren sudah masuk pada posisi pelaku namun terbatas dalam bentuk penerbitan. Sementara pada pesantren modern. Jadi tidak menunjuk pada aliran pemikiran tertentu dalam filsafat misalnya. Semua pembaruan tersebut adalah sebagai matarantai dari sistem tradisional yang memproduk para moderis. karena melihat kebutuhan dan perkembangan dalam masyarakat. berperan sebagai 64 Istilah ini digunakan dalam pengertian sederhana. sedangkan perkembangan lainnya hanya sebatas pengisi acara atau penulis buku / artikel. kediatan pesasntren yang merupakan babak baru dari kegiatan yang sebelumnya dan dinilai sebagai modern. Jadi pesantren post modern lebih bersifat pembaruan teknologi dan keluasan jangkauan serta berperan sebagai pelaku. 268 .

1984 Eep Saifulloh Fatah. Ta’lim al-Muta’alim Versi Imam Zarkasyi. Symbols. Yogyakarta. IPNU. Bunga Rampai Pesantren Jakarta: Dharma Bakti. 1997 . 1998 Howard M. Bandung: Mizan. cet.Federspiel. Budhy Munawar Rahman. ______. Inc.ke-1. 1994 Ahmad. J.. Cet.ke-1. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Trimurti. Abd. 1999). Ismail SM (ed). Imam Zarkasyi dari Gontor Merintis Pesantren Modern. cet. Greg Barton. 269 . 1997 Amir Hamzah Wirosukarto. Cet. Pustaka Pelajar. Ke-1 Azyumardi Azra. Cetakan I. Penrj. Ahmad Wahib. Menggerakan Tradisi . dan Madrasah. Penerjemah Tajul Arifin dengan judul Kajian Al-Quran di Indonesia Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish shihab Mizan: Bandung. Agenda-Agenda Demokratisasi Pasca Orde Baru. Cet. Historisitas dan Eksistensi Pesantren. 2001 . Yogyakarta. jakarta: Risalah Gusti. Baran.ke-1 Arif Mudatsir Mandan. cet. Di Bawah Panji-Panji Ka’bah.Daftar Pustaka Atabik Ali. Jamrah dengan judul: Metode Tafsir Maudhu’iy: Sebuah Pengantar. Hasan Muarif Ambari. Self. 2000. 2000. and Society. Esai-esai Pesantren. Thara>iq al-Nabiy fi> ta'li>mi ashh}a>bihi Beirut:Da>r Ibnu Hajm. Yogyakarta. PP. ke-2 Abdurrahman Wahid. 2001. Cet. al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’iy: Dirasah Manhajiah Maudhu’iyah. 1995. 1984. 2000.H. et. Mas mantri Menjenguk Tuhan. Popular Indonesian Literature of the Qur’an. 1996 . Yogyakarta : PT Tiara Wacana.ke-1. Mizan. 1991. cet I. (Jakarta. Cet ke-1 Haidar Putra Daulah. LKiS.. Hamzah Haz. Djohan Effendi. Sekolah. Suryan A. A. Zaman Kesempatan. Ponorogo : Gontor Press. Muhammad. 2001 Ahmad Tohari.Mukti Ali. al-'Alimiy. Menemukan Peradaban Arkeologi dan Islam di Indonesia. 60 Tahun Dr. Jakarta : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.al. (Penyusun) . K. Demokratisasi. Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company. Ponorogo. 1997. dan Masyarakat Madani. Jakarta.ke-1. Jakarta:Georai Pratama Press. Paramadina. Hayy Al-Farmawi. Konsistensi dan integritas Perjuangan. Nanang Tahqiq. Yayasan Ali Ma’sum. Stanley. 1996 Hilmi Faisal. Islam Substantif Agara Umat tidak Menjadi Buih. IPNU dan Tantangan Masa Depan. Kontekstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah Jakarta: Mizan. Pendidikan Islam.. Kamus Kontemporer Arab Indonesia. dan Abdurrahman Wahid. Gagasan Islam Liberal Indonesia : Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. terj.

gontor. et. Pesantren dan Perubahan Sosial. Paikologi Pembelajaran & Pengajaran.Jakarta:LP3ES. Jakarta: LP3ES. PN Balai Pustaka. Steenbrink. Jakarta: Gema Insani Press.ke-2. Denyut Nadi Santri. Muhammad. ______ Membumikan Alquran: Fungsi dan Peran wahyu dalam kehidupan Masyarakat Bandung: Mizan.ke-7. Jakarta.Arifin. Cet. Cet. M. Pergulatan dunia pesantren. 1995. 88 Mahmud Yunus.S. 2 Desember 1998. Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum. Inc. Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai.. 1995. Zamakhsyari. Syamsuddin Haris.ke-1. 1986 Mastuhu. Islam Agama Peradaban: Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah.com www. PT. Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia. Pembaharuan Sistem Pendidikan Pesantren. P3M.2001. Surya. cet. Jakarta.(Jakarta: Inis. cet-ke1 M.Karel A. Jeffres. Jakarta : PT Cemara Indah. Jakarta : P3M.hidayatullah. 1994. 1978 Kompas. LP3ES. 1992. Islamisasi di Jawa. Jakarta : Bina Aksara. l996 . Dinamika Pendidikan Pondok Pesantren. Jakarta: Hidakarya.14 September 2004. Cet. Muhammad Arwani. Cemerlangnya Poros Tengah. Kafrawi. (Jakarta. Pesantren Madrasah Sekolah Pendidikan Islam dalam Kurun Modern.com 270 . 1985 .Cet. Sejarah Pendidikan Islam.net www.1990. PPP dan Politik Orde Baru. Jakarta : Biona Aksara. Yogyakarta: Tajidu Press. hal.. Tradisi Pesantren. 1997 Cet.darunajah. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. ______. Ilmu dan Agama dalam Pesantren. Perguruan Tingi Pesantren.tokohindonesia.1999. Wawasan Al-Qur’an. 1985).W. 50 Manfred Ziemek. 1991.J. Purwadarminta. All rights reserved Nurcholish Madjid. © 1993-2002 Microsoft Corporation. Jakarta.al-ikhlash. 1997 .. Sejarah pendidikan di Indonesia. Dawam Raharjo (ed). 1997 Republika. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Forum Keadilan. HU Mitradialog Selasa 11 Januari2004.ke-1. Habib Chirzin. Mass Media Processes and effects. edisi 4 Juni 1999 Leo. Cet. Parenial Press. Cet. 1996 . 2000 .2004 Wahjuetomo.ke-1. www. 1995. 1984) cet.com www. 1984 Zuhairini. Jakarta: Paramadina. Gramedia. Quraish Shihab. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. 14 Desember 1998 Suplemen Ensiklopedi Islam II Ichtiar Baru Van Hoeve.com www. Ke-1 Suharsono.al. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.pesantrenonline. ke-1.VII Ridin Sofwan. M. Bandung : Mizan. M. Jakarta: 1996.ke-3. Jakarta: Paramadina.ke-1 W. Illinois: Wapeland Press. Cet.et www. Jakarta.

: Alamat : Kampus Pondok Modern al-Ikhlash Ciawilor Ciawigebang Kuningan Jawa Barat. Pengalaman Organisasi: 1.www. Fak.go. 2. Radio Duta Muslim Kuningan 2000: Sekarang. Arab F. Arab IAIN Syahid Jkt. Tarbiyah / B. Pengajar Ianstitut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Suryalaya.id BIODATA PENULIS Nama Pekerjaan : M. 2. Ketua Kosma B. 2001 Tempat Tanggal Lahir: Kuningan 4 Desember 1966 Arab 1992 Nasyaath.deptan. 4. Tabiyah 1988-1989 Perintis dan Pemred Majalah Bahasa Arab alJkt.Tarbiyah IAIN Syahid Departemen Penerbitan SEMA F. 3. Tata Taufik : Pimpinan Pondok Modern al-Ikhlash 1990. 1988 271 .1987-1988 MI. IAIN SGD Bandung Program Pasca Sarjana. Riwayat Pendidikan : 1. Kosma B.Sekarang : Komisaris Utama PT.com www. al-Ikhlash Ciawilor Kuningan 1979 KMI Pondok Modern Daarussalaam Gontor 1985 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.com www. 3.pesantrenvirtual.myquran.

5. 1999- Jkt.4. 1989 Sekarang 272 . Pemred Majalah Gema Tarbiyah Fak Tarbiyah IAIN Pengurus Puskoppan Pesantren Jawa Barat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful