REKONTRUKSI PESANTREN MASA DEPAN

(Dari Tradisional, Modern, Hingga Post Modern)

Oleh Drs.H.Rohadi Abdul Fatah M. Ag Drs.M.Tata Taufik M.Ag Drs. Abdul Mukti Bisri, M.Ag

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN ____________________________________________1 A. B. Pesantren Sebuah Diskripsi_________________________________________2 Definisi Pondok Pesantren________________________________________14 C. Asal Usul Pesantren dan Sejarah Perkembangannya_____________________16 D. Sistem Pendidikan Pesantren_______________________________________20 E. Tujuan Pendidikan Pesantren_______________________________________24 BAB II MATERI PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN_____________27 A. Literatur Pesantren_______________________________________________27 B. Penjenjangan Materi Pengajian_____________________________________34 C. Materi pembelajaran_____________________________________________37 BAB III MENGENAL METODE PEMBELAJARAN PESANTREN________54 A. B. C. D. E. F. G. H. Sorogan_______________________________________________________54 Wetonan atau Bandongan_________________________________________64 Halaqoh_______________________________________________________70 Hafalan atau Tahfizh_____________________________________________73 Metode Hiwar atau Musyawaroh___________________________________76 Metode Bahtsul Masa`il (Mudzakaroh)______________________________78 Metode Fathul Kutub____________________________________________80 Metode Muqoronah_____________________________________________81

2

I. Metode Muhawarah / Muhadatsah__________________________________82 A. B. BAB IV ISYU-ISYU PEMBAHARUAN PESANTREN__________________85 KH. Imam Zarkasyi_____________________________________________86 K.H A. Wahid Hasyim dan Tebu Ireng______________________________92 C. KH. Ahmad Dahlan DanPerguruan Muhammadiyah__________________102 BAB V POLA PEMBERDAYAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN__120 A. Potret Kegiatan Santri di Pesantren________________________________120 A. B. C. D. E. Potret Asrama Dan Santri _______________________________________131 Organisasi Santri______________________________________________134 Potret Kegiatan PRAMUKA_____________________________________156 Tentang Ta'jir / Hukuman________________________________________163 Pola Hubungan Guru & Murid____________________________________166 H. Santri: Sebuah Harapan Masa Depan_______________________________168 BAB VII PROFIL ALUMNI PESANTREN____________________________261 A. B. M. Quraisy Shihab_____________________________________________188 Nurcholish Madjid_____________________________________________193 C. Hamzah Haz__________________________________________________207 BAB VII PESANTREN MASA DEPAN (POST MODERN) _____________222 A. B. C. D. Bingkai Pesantren_____________________________________________223 Problem Yang dihadapi Pesantren________________________________226 Medan-Medan Pengembangan___________________________________237 Pesantren Dan Ekonomi_______________________________________242

3

E. F. G.

Pesantren Dan Masyarakat____________________________________246 Pesantren Dan Negara________________________________________249 Pesantren Dan Media Massa___________________________________251 BAB VIII PENUTUP___________________________________________261 BIODATA PENULIS DAFTAR PUSTAKA

4

BAB I PENDAHULUAN
A. Pesantren Sebuah Diskripsi Dalam struktur pendidikan nasional, pesantren merupakan mata rantai yang sangat penting. Hal ini tidak hanya karena sejarah kemunculannya yang relatif lama, tetapi juga karena pesantren telah secara signifikan ikut andil dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam sejarahnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berbasis masyarakat (society based-education). Dalam kenyataannya, pesantren telah mengakar dan tumbuh dari masyarakat, kemudian dikembangakan oleh masyarakat, sehingga kajian mengenai pesantren sebagai sentra pengembangan masyarakat sangat menarik beberapa peneliti akhir-akhir ini. Kendatipun pesantren—atau popular pondok pesatren—merupakan kenyataan sosial yang sudah mapan dalam masyarakat Indonesia, namun tidak memperoleh perhatian dan intervensi yang signifikan dari pemerintah untuk mengembangkan ataupun memberdayakannya. Hal ini menjadikan pesantren tumbuh dengan kemampuan sendiri—yang pada akhirnya menumbuhkan varian yang sangat besar, karena sangat tergantung pada kemampuan masyarakat itu sendiri. Kadang, kesan yang muncul adalah bahwa pesantren merupakan lembaga yang eksklusif dan kurang mengakomodasi perkembangan zaman. Dalam sistem dan metodologi pembelajaran, misalnya, pesantren terkesan terlalu lamban bahkan acuh-tak acuh dengan berbagai temuan baru berkenaan dengan bagaimana sebuah lembaga pembelajaran serta kelompok "professional" di

5

melahirkan apa yang disebut teknologi pembelajaran (educational technology. yang tetntunya hal ini sangat dipengaruhi oleh terbatasnya sumber-sumber belajar dan pusat sumber belajar yang dapat dikembangkan oleh pesantren. Dalam bentuknya yang paling menarik. Dalam hal pembelajaran. dalam perkembangannya—dan ini karena pengaruh-pengaruh sistem sekolah modern—pesantren tidak hanya mempertahankan sistem pembelajaran informal. berikut berbagai teori pembelajaran. Pesantren adalah lembaga pendidikan masayrakat yang pada dasarnya tidak mengembangkan sistem madrasah dalam penyelenggaraan pendidikannya—jadi lebih bersifat informal. tanpa batasan-batasan artifisial dan formal seperti usia dan latar belakang sosial lainnya. Adalah sebuah hal yang patut disyukuri lahirnya pendidikan madrasah di masyarakat—yang hal ini sekarang menjadi basis pesantren untuk mengakomodasi perkembangan itu. misalnya. pesantren sampai saat ini harus dapat dibedakan dengan sistem pendidikan madrasah seperti dikenal saat ini. Tetapi. Perkembangan penelitian pembelajaran. tetapi 6 . saat ini sudah muncul sebuah sistem—atau lebih tepat pendekatan—pembelajaran yang disebut dengan Quantum Learning yang berpasangan dengan Quantum Teaching. dalam arti masyarakat menikmati pembelajaran di dalam lembaga pesantren secara lues. Kehadiaran dua pendekatan ini disebut oleh para tokoh pembelajaran sebagai indikasi terjadinya revolusi pembelajaran (learning revolution). kendatipun sampai saat ini masih tampak lamban. learning technolology) yang menyediakan berbagai teknik pembelajaran yang dipandang efektif dan efisien.dalamnya dapat terus menerus meningkatkan hasil-hasil pembelajarannya.

tetap saja tampak corak eksklusifnya karena 7 .juga menganut sistem pembelajaran klasikal berupa madrasah. tetapi juga berkenaan dengan elan-vital pesantren tetapi juga persoalan akomodasional pesantren untuk mengakses masa depan. kendatipun belum dalam bentuknya yang paling terorganisir dan terstruktur. Tetapi. hanya dapat melakukan pembelajaran agama kepada masyarakat dengan cara kiainya mendatangi mushalla dan masjid tertentu di luar pesantren untuk memberikan pembelajaran agama. Sekarang. Sebagian pesantren. Bahkan. Masyarakat umum tidak lagi dapat menikmat kesempatan belajar yang luwes di pesantren sebagaimana dahulu menjadi ciri pokok pesantren. Pembelajaran yang dikembangkannya sudah beralih dari pembelajaran massal kepada pembelajaran klasikal. sebagian pesantren dapat disebut sebagai lembaga pendidikan madrasah itu sendiri—sehingga menjadi identik pesantren dan madrasah— karena komponen pembelajaran informalnya hilang. Sistem madrasah ini sekarang justeru merupakan komponen pembelajaran yang dominan di pesantren. Kehadiran sistem madrasah di pesantren tampaknya tidak terelekkan sifatnya. Namun. terjadi semacam proses tarik-ulur antara mengedepankan citra konvensional dengan mengakomodasi perkembangan modern. pesantren juga ingin menjamin survivalnya. jika diperhatikan dari sudut pandang pendekatan pembelajaran modern. bukan hanya karena tuntutan modernitas. seperti dalam sistem sorogan—sudah menerapkan pembelajran individual. pada dasarnya pesantren—dilihat dari sebagian cara atau prosedur pembelajarannya. Pesantren pada saat ini—dengan demikian—menjadi semakin eksklusif. yang terus ingin mempertahankan corak konvensional pesantren sebagai lembaga pendidikan masyarakat. Bahkan.

terutama sebelum masa orde baru. pesantren memakai sistem pembelajaran konvensional. metode. Sebelum menggunakan sistem madrasah. Berbeda dengan pembelajaran agama konvensional. semua elemen penting pendidikan mulai dari kurikulum. daftar pelajaran. Murid dikelompokkan ke dalam kelas-kelas. pendekatan. hal itu dibuktikan paling tidak dengan prinsip-prinsip 8 . terutama tidak menganut ketentuan-ketentuan formalistic dan procedural yang ketat. desain pembelajaran. rekruitmen. cocogan. Metode pendekatan yang berkisar pada sorogan. media pembelajaran. terukur dan terkontrol. Hal ini karena organisasi sistem pembelajaran itu sendiri tidak terbentuk sebagaimana mestinya. bandongan. muthalaah dan musyawarah. seperti daftar santri (peserta) pengajian. setoran. Mata ajaran yang diajarkan hanyalah ilmu-ilmu keagamaan—terutama dari kitab-kitab abad pertengahan yang dikenal dengan kitab-kitab klasik/kuning (al-kutub al-qadimah). dan tidak ada pula evaluasi hasil belajar. Jika ditinjau dari sistem pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren. maka pendekatan yang sering dipergunakannya adalah pendekatan holistik. sampai evaluasi hasil belajar diatur secara terencana. Dalam pembelajaran pesantren konvensional tidak dijumpai komponenkomponen pembelajaran formal. dan setiap murid baru diperkenankan mengambil mata pelajaran berikutnya sesudah menyelesaikan mata pelajaran di tingkat sebelumnya. pembelajaran di madrasah dilaksanakan dengan sistem kelas (classical sistem) yang terorganisir dan terstruktur. Sistem pembelajaran ini mempunyai karakteristik. Dalam sistem madrasah.tidak menyediakan ruang dan kesempatan belajar massal di dalam pesantren.

(jakarta: Inis. banyak Pondok Pesantren menyelenggarakan metode pendidikan seperti pendidikan yang formal—sekolah/madrasah—dan sistem konvensional: pengajarannya tidak lagi hanya berkisar pada bandongan. filsafat ini Memandang banhwa manusia dilahirkan sesuai fitrahnya dan perkembangan selanjutnya tergantung pada lingkungan dan pendidikan yang diperolehnya. Kesederhanaan di sini adalah identik dengan kemampuan bersikap dan berpikir wajar. sehingga belajar dan mengajar di pesantren tidak dipandang sebagai alat tetapi dipandang sebagai tujuan. Hal itu juga tercermin dari kearifan kesederhanaan hidupnya sehari-hari yang menyiratkan semacam dan kesadaran transcendental. Sebagai lembaga pendidikan. Pondok Pesantren walaupun dikategorikan 1 Yaitu pandangan yang menyatakan bahwa semua kejadian berasal. 63 9 . Dinamika Pendidikan Pondok Pesantren. mendasarkan filsafat pendidikannya pada filsafat theocentric. Berbeda dengan masa setelah orde baru. maka para pengajar di Pondok Pesantren memandang bahwa kegiatan di pesantren sebagai ibadah kepada Tuhan. 1985) h.yang tercermin dari sistem pendidikannya. proporsional. Mastuhu. berproses dan kembali kepada Tuhan. sukarela dan dijadikan sebagai media pengabdian kepada sesama manusia dalam rangka mengabdi kepada Tuhan. Sistem pendidikan pesantren. tetapi sudah menerapkan metode belajar mengajar seperti sekolah. halaqah. dan tidak tinggi hati. Implikasi dari prinsip tersebut.1 yang memandang dipandang sebagai ibadah kepada Tuhan dan bahwa semua aktivitas pendidikan merupakan bagian integral dari totalitas kehidupan muslim. sehingga penyelenggaraan Pondok Pesantren dilaksanakan "di bawah bayang-bayang Tuhan". sorogan dan hafalan.

mempunyai sistem pengajaran tersendiri. yaitu pengembangan ke dalam (internal). halaqah dan hafalan. yang berarti bahwa pesantren mengakomodasi sistem dan metodologi pembelajaran modern untuk melengkapi atau bahkan mengganti sistem dan metodologi konvensional. dan pengembangan keluar (external). dan itu menjadi ciri khas yang dapat dibedakan dari sistem dan metodologi pembelajaran dilakukan di lembaga pendidikan formal.sebagai lembaga pendidikan tradisional. Sistem dan metodologi pembelajaran konvensional yang dianut pesantren pada umumnya berkisar pada varian-varian seperti sorogan. dalam arti pemberdayaan dan pemerkayaan. yang berarti menyodorkan atau menyerahkan. Sorogan. untuk selanjutnya sang kiai atau asistennya mengajar santri yang bersangkutan berdasarkan kitab yang disodorkannya itu. weton/bandongan. berasal dari kata sorog (bahasa Jawa). Yang menjadi tantangan bagi pesantren saat ini adalah bagaimana pesantren mengupayakan pengembangan sistem dan metodologi pembelajarannya. setidaktidaknya agar proses pembelajarannya lebih efektif dan efisien. Pengembangan pembelajaran di Pondok Pesantren ini juga dapat dibedakan dari dua poros. Pengembangan ini dapat berarti pemberdayaan dan pemerkayaan sistem dan metodologi pembelajaran konvensional. berarti pengubahan sistem dan metodologi yang berimplikasi pada disingkirkannya sistem dan metodologi yang tidak efisien dari sistem konvesional. sorogan diterapkan dengan cara setiap santri menyodorkan kitab kajiannya di hadapan kyai atau asisten kyai. Sistem sorogan ini termasuk penerapan sistem pembelajaran dengan pendekatan 10 . Dalam kenyataannya. atau.

yang dilakukan dengan cara saling mendo'akan. Para kyai mengawasi. bahkan pendekatan spiritual dengan para santri. Jawa) yang berarti waktu. Weton/bandongan. Sistem ini memungkinkan seorang guru melakukan pendekatan-pendekatan personal. Halaqah ini merupakan sistem kelompok kelas dari sistem bandongan. kedekatan personal kiai-santri dilengkapi dengan hubungan spiritual yang saling mendukung. Sistem sorogan ini terbukti sangat efektif sebagai langkah inisiasi bagi seorang murid yang bercita-cita menjadi orang berilmu. dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kyai yang menerangkan pelajaran secara kuliah. atau sekelompok siswa dengan formasi 11 . menilai dan membimbing secara bahasa Arab. misalnya sebelum atau sesudah melakukan shalat fardlu. Bahkan lebih dari itu. pembelajaran dilakukan pada waktuwaktu tertentu.individual. Dalam pengajian dengan metode Weton. dan terjadi interaksi saling mengenal di antara keduanya. Seorang santri berhadapan dengan seorang guru. istilah weton ini berasal dari kata wektu (bhs. Halaqah yang arti bahasanya "lingkaran murid". Istilah Weton ini di Jawa Barat disebut dengan bandungan. sementara santri maksimal kemampuan seorang murid dalam menguasai mengikuti pembacaan kitan oleh kiai dengan melihat dan memperhatikan kitab-kitab yang mereka bawa masing-masing. Santri juga membuat catatan seperlunya. baik dituliskan pada sisi kitab atau menyisipkannya di lembar-lembar catatan lain. Metode weton ini merupakan metode kuliah. Penamaan metode ini mengikuti praktik nyata terjadinya pembelajaran dimaksud.

Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. 50 12 .2 Pendapat Mahmud Yunus di atas. Halaqah ini juga merupakan kelompok belajar dengan menggunakan metode diskusi tak-terstruktur untuk memahami isi kitab. dan bukan untuk mempertanyakan benar-salahnya apa-apa yang diajarkan oleh kitab. kitab Hadits. Diskusi berkisar pada persoalan apa kandungan atau hikmat pelajaran yang dapat diambil dari bacaan. rajin dan mampu serta bersedia mengorbankan waktu yang besar untuk studi ini. (Jakarta:Hidakarya. Bila dipandang dari sudut pengembangan intelektual. h. atau kitab-kitab kuning lainnya. saat ini metode halaqah ini justeru harus diperkaya. Sistem ini juga hanya dapat pandai dan yang lainnya hanya sebatas menghasilkan satu persen murid yang partisipan.duduk melingkar. menurut Mahmud Yunus sistem ini hanya bermanfaat bagi santri yang cerdas. Salah satu alasannya adalah bahwa forum yang dibangun dengan metode halaqah itu sudah merupakan metode pembelajaran yang paling di andalkan dalam sistem pembelajaran siswa aktif. yang belajar di bawah bimbingan seorang guru atau belajar bersama dalam satu tempat. 2 Mahmud Yunus. Aspek kritisnya bukan diletakkan pada kemampuan mempertanyakan normativitas isi kitab tetapi kemampuan berijtihad mengenai apa maksud yang diajarkan oleh kitab. baik dari sumber kitab al-Qur'an. Tetapi. tentu saja lebih merupakan penilaian atas kenyataan penerapan metode halaqah saat itu.1990). yaitu yang hanya dapat dinikmati oleh segelintir siswa yang tergolong mampu menganalisis masalah dan mampu pula mengungkapkan hasil pikirannya secara lisan maupun tulisan.

misalnya Alfiyah Ibn Malik. Hafalan/Tahfiz. metode hapalan yang diterapkan di pesantren-pesantren. baik dalam bentuk sikap perhatian maupun motivasi belajar. halaqah tidak hanya menghasilkan instructional effect. tetapi juga formal effect atau disebut juga nurturent effect. umumnya dipakai untuk menghafal kitab-kitab tertentu. Bagaimanapun. Metode hafalan juga sering diterapkan untuk pembelajaran al-Qur`an-Hadits. Dalam pembelajaran al-Qur'an metode ini biasa disebut metode Tahfizh al-Qur'an. Artinya. hafalan sebagai metode pembelajaran maupun sebagai hasil 13 . Instruktional effect adalah hasil belajar seperti yang dibatasi oleh tujuan pembelajaran yang telah disusun. hafalan tidak saja merupakan kemampuan intelektual sebatas ingatan (retensi) tetapi juga sampai kepada pemahaman (comprehension). pola penerapannya tidak hanya menekankan hafalan tekstual dengan berbagai variasinya. seperti belajar kemampuan cara menganalisis masalah dan kemampuan mengenai cara mengungkapkan pemikiran. analisis (analysis). Sedangkan nurturent effect adalah hasil belajar laten yang diberoleh dari pembelajaran. yang biasanya berupa perubahan kualitas-kualitas personal seseorang dalam belajar. dan evaluasi. tetapi harus juga melibatkan atau menyentuh ranah yang lebih tinggi dari kemampuan belajar. Jadi. Biasanya santri diberi tugas untuk menghafal beberapa bait dari kitab alfiyah. dan setelah beberapa hari baru dibacakan di depan kyai/ustadnya. Dalam pengembangan metode Hafalan atau Tahfizh ini.Yang kedua adalah bahwa belajar dalam pandangan modern tidak hanya untuk mengejar pengetahuan sebagai hasil belajar satu-satunya. melainkan menginternalisasi nilai-nilai yang secara laten dapat diperoleh dari halaqah.

Keempat metode itulah yang banyak diterapkan di pondok-pondok pesantren. lebih bervariasi. Berbeda dengan masa setelah orde baru. misalnya. sedangkan hafalan kualitatif adalah rekaman dasar yang dipersiapkan untuk diedit dan dilakukan pemerkayaan. banyak Pondok Pesantren menyelenggarakan pendidikan seperti pendidikan yang formal—sekolah/madrasah—dan 14 . Dan ini sudah menjadi kewajiban para guru untuk mencarikan cara dan kreativitas para santri agar hafalannya lebih bermutu. sehingga pondok-pondok pesantren sampai sekarang masih mempertahankan metode tersebut. Yang kemudian menjadi persoalan lagi adalah bagaimana pembelajaran dengan metode hafalam ini dapat memperkaya khazanah pengetahuan siswa lebih dari sekedar hafalan mekanistik saja. dan lebih merangsang pemikiran kritis. Harus ada kenyataan sebelum seseorang melahirkan konsepsi. seseorang tidak mungkin dapat berfikir secara cermat jika bahan-bahan untuk berfikir tidak tersedia. Hafalan harus dipandang sebagai basis untuk mencapai kemampuan intelektuan yang lebih tinggi. Yang menjadi prinsip dalam berfikir bahwa apa yang dipikirkan harus sudah lebih dulu diketahui seluk beluknya. Hafalan mekanistik adalah seperti merekam audio atau audio-visual. seperti yang sering terdengar dari pernyataanpernyataan sumbang para pengamat pembelajaran. dan itu menjadi lambang supremasi serta ciri khas metode pengajaran di Pondok Pesantren. Jadi harus ada apersepsi sebelum seseorang mempersepsi. tetapi hafalan kualitatif. dan antara metode yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan erat dan mempunyai kelemahan serta kelebihan masing-masing.belajar tidak dapat diremehkan. Dalam berfikir. dan itulah pengetahuan yang sebagiannya diperoleh dari pembelajaran hafalan.

Metode ini bisa digambarkan sebagai bentuk kegiatan belajar mengajar dalam sebuah forum (biasanya di kelas atau masjid) yang dipandu oleh seorang pembimbing/guru dan diikuti oleh santri-santri yang dianggap sudah menguasai kitab-kitab tertentu untuk memecahkan permasalahan kontemporer di sekitar hukum-hukum fiqh (termasuk di dalamnya fiqh ibadah). Bedanya metode hiwar dilaksanakan dalam rangka pendalaman atau pengayaan materi-materi yang sudah di pelajari (kitab-kitab kuning). adalah bahwa santri dan guru biasanya terlibat dalam sebuah forum perdebatan untuk memecahkan masalah yang ada dalam kitab-kitab (berbahasa Arab) yang sedang di pelajari. Fathul Kutub. tetapi sudah menerapkan metode belajar mengajar seperti sekolah. Metode Bahtsul Masa`il mengacu kepada pemecahan masalah-masalah dalam persoalan fiqh (hukum Islam atau furu`iyah). Metode Hiwar hampir sama dengan metode metode diskusi yang umum kita kenal selama ini. sorogan dan hafalan. dimana santrisantri tersebut sudah dianggap mampu atau menguasi kitab-kitab yang menjadi rujukan masalah yang akan di bahas. Yang menjadi ciri khas dari hiwar ini. halaqah.metode pengajarannya tidak lagi hanya berkisar pada sistem bandongan. dan metode-metode lain yang banyak di peraktekkan di di Pondok Pesantren. Selain metode yang empat diatas (bandongan. halaqah. sorogan dan hafalan) di Pondok Pesantren juga mengenal metode-metode lain seperti Bahtsul masa`il. Muqaranah. Metode ini biasanya diterapkan untuk pengajaran santri-santri yang sudah senior. Dalam Hiwar terjadi proses kritik dan agumentasi (mujadalah) 15 . Hiwar.

Aqidah. Saat ini. Dengan diterapkannya metode ini. faham (madzhab). Karena itulah cara yang bisa ditempuh agar di Pondok Pesantren tetap bisa digandrungi oleh masyarakat. Untuk model metode muqoronah ajaran agama biasanya berkembang di bangku Perguruan Tinggi Pondok Pesantren (Ma`had `Ali). Pada dasarnya metode ini adalah metode penugasan mencari rujukan (reference) terhadap beberapa topik dalam bidang ilmu tertentu (Fiqh. Metode muqoronah akhirnya berkembang pada perbandingan ajaran-ajaran agama. Metode Fathul Kutub biasanya dilaksanakan untuk santri-santri senior yang sudah akan menyelesaikan pendidikan tingkat tertentu di Pondok Pesantren.). maupun perbandingan kitab. dll. metode. baik perbandingan materi. yaitu dengan dikenalkannya sistem Madrasah Diniyah. dengan diterapkannya sistem klasikal di Pondok Pesantren. Metode muqoronah adalah sebuah metode yang terfokus pada kegiatan perbandingan. seperti siswa/santri tidak boleh banyak bertanya. harus menundukkan wajah ketika berhadapan dengan guru. mau tak mau pengayaan metodologi tidak lagi sebatas yang sudah di kenal di kalangan Pondok. tidak semua pondok pesantren memasyarakatkannya sebagai metode yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar di di Pondok Pesantren. dan semacamnya. Hal itu disebabkan karena terpengaruh oleh perkembangan hidup modern yang menuntut orang maupun lembaga untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Tafsir. 16 .untuk memperkuat kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh. Sebab di sementara pondok masih ada norma-norma yang bersifat doktrinal yang belum bisa di reformasi. Hadits.

Sedangkan dalam bahasa Indonesia mempunyai banyak arti. sedang C. sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik Secara terminologi dapat dikemukakan di sini beberapa pandangan yang mengarah kepada definisi pesantren. di antaranya adalah madrasah tempat belajar agama Islam. Di Sumatra Barat dikenal dengan nama surau. Sekarang lebih dikenal dengan nama pondok pesantren. C Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah shastri. yang berarti guru mengaji.Terkadang juga dianggap sebagai gabungan kata saint (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong). Definisi Pondok Pesantren Kata pondok berasal dari kata Funduq yang berarti hotel atau asrama. Istilah santri juga ada dalam bahasa Tamil. Kata santri berasal dari kata Cantrik (bahasa Sansekerta.Artinya dengan memadukan pola pendidikan tradisional dengan pola pendidikan modern. mendefinisikan pesantren 17 . yang kemudian dikembangkan oleh Perguruan Taman Siswa dalam sistem asrama yang disebut Pawiyatan. Abdurrahman Wahid. sedangkan di Aceh dikenal dengan nama rangkang . Pesantren berasal dari kata santri yang dapat diartikan tempat santri. B. atau mungkin jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti guru. yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu.

dan pengajaran agama Islam 3 Abdurrahman Wahid. (Yogyakarta: LKIS. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 231 5 Ismail SM (ed). di mana kiyai sebagai figur sentralnya. masjid. seperti: Kiyai. mendefinisikan sebagai tempat santri belajar agama Islam.1996) Cet. Definisi pesantren yang dikemukakan oleh Imam Zarkasyi (pendiri Pondok Modern Daarussalam Gontor) sama dengan definisi yang dikemukakan oleh Zamakhsyari Dhofier dalam menentukan elemen-elemen pesantren. tempat para santri belajar hidup dan bermasyarakat dalam berbagai segi dan aspeknya. h. Pendidikan Islam .6 Secara singkat pesantren bisa juga dikatakan sebagai laboratorium kehidupan. h. pondok. Op.56 18 . KH. mendefinisikan pesantren refers to a place where the santri devotes most of his or her time to live in and acquire knowledge. Demokrasi dan Masyarakat Madani. Secara definitif Imam Zarkasyi.3 Mahmud Yunus.17 4 Mahmud Yunus. Esai-esai Pesantren.4 Sedang Abdurrahman Mas’ud.h.secara teknis.2001. Imam Zarkasyi dari Gontor Merintis Pesantren Modern.et.h. santri. ke-1. mesjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya.171 6 Amir Hamzah Wirosukarto. mengartikan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama atau pondok.5 Definisi di atas menunjukkan betapa pentingnya sosok pesantren sebagai sebuah totalitas lingkungan pendidikan dalam makna dan nuansanya secara menyeluruh. (Ponorogo: Gontor Press.. Menggerakkan Tradisi. dan pengajaran agama Islam dibawah bimbingan kyai yang diikuti santri sebagai kegiatan utamanya. 2000) Cet ke-1. . cet-ke-1.al.Cit. pesantren adalah tempat di mana santri tinggal.

Brugman dan K. jusrtu semakin menambah khazanah dan wacana yang sangat diharapkan secara akademis. yaitu sorogan dan wetonan. Asal Usul Pesantren dan Sejarah Perkembangannya Pesantren atau yang lebih dikenal dengan pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional8 tertua di Indonesia. Hal ini dikemukakan oleh I. studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. dan telah mengalami perubahan dari masa ke masa sesuai dengan perjalanan ummat.Walaupun sama dalam menentukan elemen-elemen pesantren. Meys. (Disertasi Pasca Sarjana IPB. Demikianlah pesantren didefinisikan oleh pengamatnya baik yang barasal dari dalam maupun dari luar pesantren. J. C.7 sedangkan Imam Zarkasyi tidak membatasi materi pelajaran pesantren dengan kitabkitab klasik serta menggunakan metodologi pengajaran sistem klasikal (madrasi). 1995) h. penghormatan santri kepada kiyai. . tata hubungan keduanya yang tidak didasarkan 7 Zamakhsyari Dhofier. lembaga pendidikan ini sudah datang sebelum Islam datang ke Indonesia. bukan tradisional dalam arti tetap tanpa mengalami penyesuaian .(Jakarta: LP3ES. di mana variasi yang dihasilkan merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dipungkiri. Menurut para ahli. Tradisi Pesantren.44-60 8 Pengertian tradisional dalam arti bahwa lembaga ini hidup sejak ratusan tahun yang lalu dan telah menjadi bagian dari kehidupan sebagian besar ummat Islam Indonesia. yang menyimpulkan dari tradisi pesantren seperti. Hal tersebut disebabkan perbedaan semacam itu. 114 19 . Mastuhu. Dinamika Pendidikan Pesantren. Zamakhsyari menentukan materi pelajaran pesantren hanya terbatas pada kitab-kitab klasik dengan metodologi pengajaran tradisional. namun keduanya mempunyai perbedaan dalam menentukan materi pelajaran dan metodologi pengajaran.1989) h.

oleh karena itu pesantren merupakan salah satu bentuk kebudayaan asli Indonesia.kepada uang. karena dalam pandangan Islam seluruh manusia merupakan umat yang egaliter. sedang pada masa Islam. Sebelum proses penyebaran Islam di Indonesia sistem tersebut telah dipergunakan secara umum untuk pengajaran dan pendidikan agama Hindu di Jawa. berasal dari India. Kemudian pendidikan ini diislamisasikan tanpa meninggalkan tradisi yang ada. dan siapa pendirinya tidak dapat diperoleh keterangan yang pasti. Dan mempunyai persamaan dengan pendidikan di India. Perbedaan yang mendasar ialah pada masa Hindu pendidikan tersebut hanya milik kasta tertentu. pesantren pertama kali didirikan oleh Syeikh Maulana Malik Ibrahim. India agaknya tidak sulit baginya untuk mendirikan pesantren karena sebelumnya sudah ada perguruan Hindu-Budha dengan sistem biara asrama sebagai tempat belajar mengajar. pendidikan tersebut milik setiap orang tanpa memandang keturunan dan kedudukan. Meski begitu. Karena itu Islam dapat diterima oleh masyarakat dan pesantren dapat berkembang. Beliau adalah ulama yang berasal dari Gujarat. tokoh yang dianggap berhasil mendirikan dan mengembangkan 20 . Tentang kehadiran pesantren secara pasti di Indonesia pertama kalinya. di mana. sifat pengajaran yang murni agama dan pemberian tanah oleh negara kepada para guru dan pendeta. Ada pendapat yang maengatakan. Pesantren dilihat dari segi bentuk dan sistemnya. Gejala lain yang menunjukkan azas non-Islam pesantren tidak terdapat di negara-negara Islam.

sebagai kunci kemakmuran negara. Kemudian ia pindah ke Denta. Ketiga. Hubungan ini dijalin dengan da’wah. Abu Hurairah. Di sini dapat disimpulkan adanya hubungan yang mesra antara ulama dan umara. pertama. letaknya yang strategis di pintu gerbang utama Majapahit. ada dua fungsi pesantren. Pada awal berkembangnya. Pesantren di Indonesia tumbuh dan berkembang sangat pesat. Surabaya. Kedua. dan mendirikan pesantren di sana. Pertama. dan akhirnya beliau dikenal dengan sebutan Sunan Ampel. Ia mendirikan pesantren di Kembang Kuning. yaitu: Wiryo Suroyo. sebagai lembaga penyiaran agama. Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan Pesantren Ampel Denta pada dasarnya didukung oleh beberapa faktor. selain itu Ario Tejo membutuhkan bantuan sunan Ampel untuk mengamankan daerah Tuban. dan Kyai Bangkuning. Sunan Ampel diambil menantu oleh penguasa Tuban bernama Ario Tejo. lembaga pendidikan tersebut dapat diikuti oleh setiap orang tanpa memandang keturunan dan kedudukan. sebagai lembaga pendidikan. karena seluruh kapal dari dan ke Majapahit mesti melewati pelabuhan Surabaya. Berdasarkan laporan pemerintah pemerintah kolonial Belanda. lembaga pendidikan tersebut mirip dengan pendidikan sebelumnya. dan Surabaya. Kedua. Kendati kini telah banyak perubahan yang terjadi namun inti fungsi utama itu masih melekat pada pesantren. Gresik. sehingga mau tidak mau mesti bersinggungan langsung dengan sirkulasi perdagangan Majapahit. tahun 1831 di Jawa saja terdapat tidak 21 . yang pada waktu didirikan hanya memiliki tiga orang santri.pesantren dalam arti yang sesungguhnya adalah Raden Rahmat atau Sunan Ampel.

Hal ini terjadi karena pesantren bersikap non-kooperatif bahkan mengadakan konfrontasi terhadap penjajah. Bahkan kini pesantren bukan hanya milik organisasi tertentu tetapi milik umat Islam Indonesia. berdasarkan laporan Departemen Agama RI tahun 2001 jumlah pesantren di Indonesia mencapai 12. Ekspansi pesantren juga bisa dilihat dari pertumbuhan pesantren yang semula hanya rural based institution kemudian berkembang menjadi pendidikan urban.312 buah. jumlah tersebut belum dijumlah dengan pesantren di luar Jawa dan pesantren-pesantren kecil. Sistem Pendidikan Pesantren Sistem pendidikan pesantren menurut M. D.853 buah dengan jumlah santri tidak kurang 16. Arifin adalah sarana yang berupa perangkat organisasi yang diciptakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang 9 www. Lihatlah kemudian pesantren tumbuh di Ibukota Jakarta seperti Pondok Pesantren Darun Najah. As-Shiddiqiah.net.id 22 . Pada masa kemerdekaan jumlah pesantren terus bertambah.kurang dari 1. pesantren tumbuh dan berkembang dengan pesat. dan lain-lain. Darul Rahman.500 orang. Kemudian suatu survai yang diselenggarakan oleh kantor Shumubu ( Kantor Urusan Agama ) pada masa Jepang tahun 1942 jumlah pesantren bertambah menjadi 1. Akibat dari sikap tersebut maka pemerintah kolonial ketika itu mengadakan kontrol dan pengawasan yang ketat terhadap pesantren.9 Perkembangan pesantren terhambat ketika Bangsa Eropa datang ke Indonesia untuk menjajah.871 buah. Setelah Indonesia merdeka.depag.

(Jakarta: Biona Aksara. Sarana perangkat keras. asrama atau pondok.11 Unsur-unsur pesantren berbeda antara satu pesantren dengan pesantren lainnya. seperti Masjid. tata tertib dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan pesantren. akan tetapi untuk pesantren besar perlu ditambah dengan unsurunsur lain. hal ini dapat dilihat dari besar kecilnya pesantren bersangkutan. seperti: tujuan.10 Unsur-unsur sistem pendidikan pesantren menurut Mastuhu dapat dikelompokkan sebagai berikut: Aktor atau pelaku. 55-56 23 . Op. seperti: kiyai.berlangsung dalam pesantren. h.257 11 Mastuhu. umpamanya: “kiyai Garuda Kencana” dipakai untuk sebutan Kereta Emas yang ada di Kraton Yogyakarta. h. ke- 3. dan metode pengajaran. asrama. Gelar kehormatan untuk orang-orang tua pada 10 M. rumah kyai dan sebagainya. kurikulum.1995) Cet. metodologi pengajaran. atau pondok. santri. Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum.Arifin. Kyai atau pengasuh pondok pesantren merupakan elemen yang sangat esensial dari suatu pesantren. kitab-kitab keagamaan. seperti : Ustadz sebagai pembantu kyai dalam pengajaran. Sudah sewajarnya bahwa pertumbuhan pesantren semata-mata bergantung kepada kemampuan kyainya. gedung sekolah atau madrasah.Cit. Ia seringkali merupakan pendirinya. Menurut asal usulnya perkataan kiyai dalam bahasa Jawa dipakai untuk tiga jenis gelar yang saling berbeda: Sebagai gelar kehormatan bagi barang-barang yang dianggap keramat. pengurus. Sarana perangkat lunak. evaluasi. dan alat-alat pendidikan lainnya. santri. Untuk pesantren kecil unsur-unsurnya cukup dengan kyai.

Gelar tersebut kini digunakan untuk seorang ulama yang mumpuni dalam bidang keagamaan walau ia tidak mempunyai pesantren. seperti : Kyai Haji Ali Yafie.12 Selain dua istilah santri diatas.Cit. di Sumatra Utara Buya. Bahkan gelar kyai digunakan untuk sebutan seorang Dai’ atau Muballigh. h. Setelah pesantren mengadopsi sistem madrasah tradisi santri kelana kini 12 Zamakhsyari. Santri kelana adalah santri yang pindah belajar dari satu pesantren ke pesantren lain untuk memperdalam ilmu pengetahuan yang menjadi keahlian dari seorang kyai. 55 24 . Istilah kiyai dipakai di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kyai Haji Muhith Muzadi. Santri kalong adalah santri yang berasal dari masyarakat sekitar pesantren atau yang biasanya tidak menetap di pesantren. Kiyai dalam pembahasan ini mengacu kepada pengertian yang ketiga. Op. Zamakhsyari Dhofier membagi santri membagi dua kelompok: Santri mukim dan santri kalong. dan lainnya. di Jawa Barat istilah tersebut dikenal dengan Ajengan. santri mukim adalah santri yang berasal dari daerah dan menetap dalam kelompok pesantren. Gelar kyai saat ini tidak lagi hanya diperuntukkan bagi yang memiliki pesantren. Santri adalah siswa yang belajar di pesantren. dalam dunia pesantren dikenal juga istilah “santri kelana”. Sebagai santri mukim mereka mempunyai keewajiban-kewajiban tertentu. Untuk mengikuti pelajarannya di pesantren. di Aceh Tengku. Gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada seorang ahli agama Islam yang memiliki atau menjadi pimpinan pesantren. mereka bolak-balik dari rumahnya sendiri.umumnya.

Kedua. Kedudukan mesjid sebagai pusat pendidikan dalam tradisi pesantren merupakan manifestasi universalisme dari sistem pendidikan Islam tradisional. serta tunduk dengan penuh hormat dan takzim. Upaya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan berimplikasi pada tiga hal: Pertama. masjid adalah tempat melaksanakan aktifitas manusia yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah. Kendatipun saat sekarang kebanyakan pesantren telah melaksanakan proses belajar mengajar di dalam kelas dengan gedung tersendiri. kemakmuran. Ada tiga alasan utama mengapa pesantren harus menyediakan asrama 25 . keberanian kesadaran optimisme. namun mesjid tetap difungsikan sebagai tempat belajar. masjid berasal dari kata sajada. Ketiga. menanamkan rasa cinta pada ilmu pengetahuan dan solidaritas sosial. taat. Sedangkan secara terminologis. memberikan ketentraman. yang berarti patuh. karena kondisi masjid relatif lebih tenang serta mempunyai nilai ibadah. mendidik anak agar tetap beribadah kepada Allah. Hal ini telah terjadi sejak zaman Nabi Muhamad kemudian diteruskan oleh para sahabat.mulai ditinggalkan. Hingga saat ini kyai sering mempergunakan masjid sebagai tempat membaca dengan metode bandongan. Sebuah pesantren pada dasarnya adalah sebuah asrama pendidikan Islam tradisional di mana para siswanya tinggal bersama-sama dan belajar dibawah bimbingan seorang kiyai. kholifah Islamiyah hingga sampai sekarang. potensi-potensi melalui pendidikan kesabaran. serta menyadarkan hak-hak dan kewajiban. Secara etimologis. Disamping itu pula para santri memfungsikan masjid sebagai tempat belajar yang utama.

Tujuan Pendidikan Pesantren Amat sulit untuk menggambarkan tujuan pendidikan pesantren sacara pasti dan seragam. hampir semua pesantren berada di desa-desa di mana tidak tersedia perumahan (akomodasi) yang cukup untuk menampung santri-santri. di mana para santri menganggap kiyainya seolah-olah seperti bapaknya sendiri.bagi santrinya : Pertama. ada timbal balik anrtara santri dan kiyai. untuk itu ia harus menetap. menarik santri-santri dari jauh untuk dapat menggali ilmu dari kiyai tersebut secara teratur dan dalam waktu yang lama . Kedua. Ketiga. kedudukan pondok sebagai salah satu unsur pokok pesantren sangat besar sekali manfaatnya diantaranya adalah santri dapat dikondisikan dalam suasana belajar sepanjang hari. dengan demikian perlulah adanya asrama khusus para santri. dapat dilatihkan untuk disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan begitu dimungkinkan mereka tidak hanya menjadi “having” tetapi “being”. Nilai-nilai agama yang secara normatif dipelajari di kelas. Disamping alasan-alasan diatas. kemashuran seorang kiyai dan kedalaman pengetahuannya tentang Islam. sedang para kiyai menganggap para santri sebagai titipan Tuhan yang harus senantiasa dilindungi. Di dalam asrama memungkinkan untuk mempraktekkan apa-apa yang telah dipelajari. E.Kehidupan berasrama para santri juga sangat mendukung bagi pembentukan kepribadian. Hal ini disebabkan karena pesantren mempunyai kebiasaan untuk tidak mempunyai kebiasaan untuk tidak merumuskan dasar dan tujuan pendidikannya secara 26 .

semata-mata untuk ibadah lillahita’ala. Arifin. salah seorang pendiri Pondok Modern Gontor menyatakan: "amanak-anakku nanti harus menjadi orang yang a'lim. sugih supaya tidak tamak"… dalam kesempatan lain juga beliau sampaikan: " di pesantren ini (Gontor) anak-anak akan diajari bahasa Arabbahasa Inggris dan tonil (drama)"… Dari dua pernyataan di atas dapat diketahui bahwa tujuan pendirian pesantren adalah untuk mendidik generasi muda Islam dengan pendidikan sehingga nantinya menbjadi anak yang alim (memiliki ilmu pengetahuan) dan sholeh dalam arti 13 M. sholeh.13 Untuk mengenal tujuan pendidikan pesantren ada baiknya dikemukakan beberapa pernyataan para pendiri pesantren. h. sesuai dengan dorongan berdirinya. yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Adapun tujuan didirikannya pesantren menurut M. dan tidak pernah dihubungkan dengan tujuan tertentu dalam lapangan kehidupan atau tingkat jabatan tertentu dalam hirarki sosial. Hal ini karena sifat kesederhanaan pesantren. di mana kiyai mengajar dan santri belajar. KH. Op.Cit.Arifin pada dasarnya terbagi menjadi dua hal. Ahmad Sahal misalkan. Sedangkan tujuan umumnya adalah membimbing anak didik untuk menjadi manusia yang berkepribadian Islam yang sanggup dengan ilmu agamanya menjadi mubaligh Islam dalam masyarakat sekitar melalui ilmu dan amalnya. Tujuan Khususnya adalah mempersiapkan para santri untuk menjadi orang yang alim dalam ilmu agama yang diajarkan oleh kiyai yang bersangkutan serta mengamalkannya dalam masyarakat. 248 27 .eksplisit.

Dalam hal ini pesantren merupakan lembaga pendidikan yang gigih mempertahankan tradisi. Oleh karena itu muncul pernyataan kedua yang berarti harus menzaman. Sama halnya dengan semboyan perekat ummat yang muncul sebagai jawaban atas kondisi ummat Islam pada tahun 1920 an. tapi yang tersedia waktu itu hanya menguasai bahasa Arab saja dan tidak menguasai bahasa Ingris. dan sebaliknya.menjalankan pengetahuannya tersebut. bahwa tradisi mengandung segala yang baik. sehingga kebutuhan untuk mengadopsi yang modern dimungkinkan sejauh itu lebih baik dari apa yang terdapat dalam tradisi itu sendiri. Jadi tujuan penyusunan materi pelajaran disesuaikan dengan tantangan kebutuhan ummat. Konon ungkapan kedua ini muncul setelah pertemuan ulama yang saat itu membutuhkan delegasi muslim Indonesia untuk di kirim ke dunia Internasional. Selain melalui pernyataan para pendirinya tujuan pendidikan pesantren juga bisa diketahui dengan melihat semboyan dan motto yang dikembangkan suatu pesantren. semboyan-semboyan yang senantiasa didengungkan oleh pimpinan pesantren (kyai) itu biasanya merupakan "kerangka nilai" yang diharapkan dapat dicerna oleh para santri dan menjadi pedoman hidup mereka dalam kehidupannya kelak Seperti pepatah dalam dunia pesantren yang sangat populer. al muhafadhatualal qadimis shalih wal akhdu alal bil jadidil ashlah. serta bisa menjadi kaya (kaya harta dan hati) supaya tidak tamak. yang dibutuhkan adalah yang mahir dalam bahasa Arab dan Inggris. sesuai dengan kebutuhan zaman dan kecakapan yang dimiliki sesuai dengan zamannya. konservasi terhadap tradisi dilakukan tanpa sikap “reserve”. pertentangan khilafiyah dan konflik internal. 28 .

bagi pesantren-pesantren baru yang lebih modern biasanya telah merumuskan tujuannya dalam bentu visi dan misi pesantren.Berkenaan dengan tujuan pendidikan pesantren. rumusan biasanya sekitar hal-hal berikut: • • • Membangun masyarakat melalui pendidikan Dakwah Islamiyah Mempersiapkan generasi muda muslim dengan membekali mereka pengetahuan agama dan umum. Secara tegas KH Imam Zarkasyi menyatakan tujuan pendidikan di pesantrennya adalah untuk "kemasyarakatan dan dakwah Islamiyah" artinya pendidikan diarahkan pada kebutuhan masyarakat muslim pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya serta kepentingan dakwah Islamiyah. 29 .

BAB II MATERI PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN A. 30 . sesuai kertas yang tersedia waktu itu. Literatur Pesantren 1. Pendek kata. Disebut demikian karena kitab-kitab tersebut dikarang lebih dari seratus tahun yang lau. dan mengucapankannya secara fasih. Pembelajaran kitab-kitab gundul itu keberhasilannya antara lain ditentukan oleh kemampuan membuka kegundulan itu dengan menemukan harakat-harakat yang benar. Kitab kuning sebetulnya merupakan ciri penting yang tidak dapat dibuang dari pesantren. tidak dapat dipisahkan dari kitab kuning. Ada juga yang menyebutkannya sebagai al-kutub al-shafra’ atau “kitab kuning” karena biasanya kitabkitab itu dicetak di atas kertas berwarna kuning. Seseorang disebut kyai antara lain karena ia dianggap menguasai keilmuan keislaman yang berhubungan erat dengan kitab kuning. Kitab kuning sering disebut al-kutub al-qadimah. masjid. setidaknya hingga hari ini. Asal-usul dan jenis Satu hal penting yang jarang disebut para ahli ketika mengidentifikasi ciri-ciri fisik pesantren ialah kitab kuning sebagai literatur khas pesantren. kyai. Keadaannya yang gundul itu pada sisi lain ternyata merupakan bagian dari pembelajaran itu sendiri. Sistem pengajian pesantren yang diselenggarakan di masjid juga cocok karena yang diaji adalah kitab kuning. Ciri lain dari literatur yang dipergunakan di pesantren itu ialah beraksara Arab Gundul (huruf Arab tanpa harakat atau syakal). santri dan pondok yang merupakan elemen penting pndok pesantren.

Ada yang merupakan tashnif (karangan sendiri) dengan kitab-kitab yang berasal dari Timur Tengah sebagai rujukan. Akan tetapi. Menurut Martin van Bruinessen.Al-kutub al-qadimah itu jumlahnya sangat banyak. Pertama. Kitabkitab al-‘ashriyyah ini mulai masuk ke Indonesia.C. Kedua. pada akhir abad 19. Bentuknya bermacam-macam. banyak kiyai yang mulai menulis kitab sendiri. pada akhir abad ke-20 ini judul kitab-kitab kuning yang beredar dikalangan kyai di pesantren-pesantren Jawa dan Madura jumlahnya mencapai 900 judul. Keempat. Ketiga. Meningkatnya jumlah judul kitab itu sebetulnya disebabkan oleh beberapa hal. maupun pembahasannya. mulai diadopsinya kitab-kitab yang tadinya dianggap tabu karena tidak sealiran dengan faham pesantren. misalnya kitab-kitab di luar madzhab Syafi’i. van den Berg dalam penelitian sebelumnya. baik dengan menggunakan Bahasa Arab. dan ada yang melakukan penyederhanaan (mukhtashar) terhadap kitab-kitab yang ada dalam rangka penyesuain materi. yang ditandai oleh kemudahan orang-orang Indonesia 31 . beberapa ulama atau kyai di Nusantara mulai menyusun kitab sendiri. karya ulama modern. sejalan dengan perkembangan teknologi pada awal abad 20. hanya menemukan 54 judul saja. bahasa. ada yang menyusun sendiri tetapi merupakan penggabungan dari topik-topik atau bidang-bidang yang sudah ada (iqtibas). pesantren juga mulai mengaji kitab-kitab al-‘ashriyyah. yang banyak dimiliki para kyai dan diajarkan di pesantren di Indonesia adalah kitab-kitab yang umumnya karya ulama-ulama madzhab Syafi’i (Syafi’iyyah). seorang peneliti dari Belanda. topik. Padahal L.W. maupun dengan menggunakan bahasa lokal yang ditulis dengan huruf Arab Melayu (pegon).

Ilmu Hadits .untuk melakukan ibadah haji dan belajar. Tajwid (al-Qur’an). dan tingkat pembahasannya belum tentu sesuai dengan tuntutan 32 . relevansi materi. baik di Makkah. Kendati pola pendidikan yang diselenggarakan di pesantren cukup beragam. Ushul Fiqh. kuantitas materi. yang biasanya mencakup: Nahwu atau sintaksis. Ilmu Tafsir. yakni mendidik dan mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam. Kitab-kitab kuning umumnya bukan disusun oleh ulama Indonesia. yang dikenal dengan ilmu-ilmu keislaman. fungsi yang diemban pesantren tidak keluar dari itu. dan Balaghah). Banyak diantara mereka yang mengaji ataupun berhaji kemudian mengirim dan membawa pulang kitab-kitab al‘ashriyyah yang memang beredar di tempat-tempat itu. Bidang kajiannya meliputi ilmu-ilmu terapan. Yaman dan pusat-pusat belajar lain di Timur Tengah. Madinah. dan Tarikh Islam. Fiqih. yang sering digolongkan ilmu-ilmu yang fardlu ‘ain. Hanya saja perhatian terhadap kelompok ilmu yang terakhir ini memang masih terbatas dan belum merata. Kesamaan tersebut dapat dilihat dari jenis-jenis bidang aji (bidang kajian) yang diajarkan di pesantren. Cara pesantren yang umumnya mengandalkan pada kitab kuning sesengguhnya memiliki kelemahan tersendiri. Hampir seluruh pesantren di tanah air mengajarkan bidang aji yang sama. Kairo. Sharaf atau morfologi. dan ilmu-ilmu yang berguna dalam mengembangkan wawasan seperti: Mantiq. Tafsir. sebagai upaya mewujudkan manusia yang tafaqquh fi al-din. atau setidaknya disusun pada masa lalu . Baghdad. Akhlaq-Tasawuf. yang mencakup: Aqidah. Hadits. Kitab kuning yang di-aji di pesantren itu pada dasarnya adalah kitab-kitab yang materinya dianggap relevan dengan tujuan pesantren sendiri. dan Ilmu Alat (Bahasa Arab. Karena itu.

2. antara lain: Pertama. komputer dan lain sebagainya. Penulisan kitab yang dilakukan pada masa yang lebih tua (salaf) biasanya menggunakan bahasa yang lebih rumit dari yang ditulis belakangan (khalaf). walaupun berada pada masa yang sama dan dalam madzhab yang sama pula. pada saat yang sama juga berpotensi menimbulkan banyak masalah. Hal ini menjadikan kitab-kitab di pesantren merupakan khazanah ilmu yang unik dan sekaligus kaya. peternakan.menambah materi pembelajaran dengan ilmu-ilmu umum serta ketrampilan-ketrampilan khusus.kebutuhan dan kemampuan santri di Indonesia saat ini. tidak mengambil secara keseluruhan materi-materi yang ada pada suatu kitab dari kitab-kitab kuning itu. sesuai dengan perkembangan bahasa Arab itu sendiri. beberapa pesantren yang telah melakukan pembaharuan melakukan langkah-langkah akomodatif. kitab kuning dapat dikelompokkan menjadi: 33 . seperti pertanian. Pola Penyajian dan Penulisan Kitab-kitab yang menjadi bahan kajian di pesantren tidak ditulis pada masa yang sama. Latar belakang penyususn (mushannif) juga akan menyebabkan perbedaan cara pandang dan cara penyajiannya. kaligrafi. koperasi dan bisnis. Kedua. memberikan perhatian yang memadai terhadap ilmuilmu yang berpotensi memperluas wawasan. Menyadari itu. melainkan menyesuaikannya dengan menangguhkan materi-materi yang belum dianggap perlu dan menambahnya dengan muatan-muatan baru berdasarkan kekhususan dan kebutuhan tertentu. Namun. Bila dilihat dari gaya penyajian atau pemaparannya. dan Ketiga. Penulisnya pun memiliki latar belakang yang beragam. qira’at.

Dibanding dengan pola natsr. Pada umumnya tujuan pemaparan dengan cara ini ialah untuk mempermudah. Kitab kuning jenis ini adalah yang paling umum. Contoh kitab ini misalnya Hidayat al-Shibyan. b) Kitab-kitab nadzam Cara penyajian materi yang lain ialah dengan menggunakan nadzam atau syi’ir (sair). Bentuk kalimatnya biasanya panjang. ‘Imrithi.a) Kitab-kitab natsr (esai) Kitab natsr ialah kitab yang dalam menyajikan atau memaparkan materinya menggunakan essai (natsr). terutama bagi pemula dengan asumsi bahwa santri-santri pemula lebih senang terhadap nyanyian dan pada sat yang bersama penghafalan lewat lagu itu juga lebih mudah. atau Alfiyah ibn Malik. Untuk tingkat lebih atas. yaitu untuk memahaminya memerlukan kemampuan bahasa yang lebih tinggi karena nadzam dalam pembuatannya tidak jarang memerlukan variasi. penyajian dengan menggunakan nadzam ini lebih bertujuab untuk meringkas dan memudahkan menghafalnya juga. dengan menggunakan kata ganti (dhamir) yang berulang sehingga sulit mencari rujukanya (‘aaid). pola nadzm ini memiliki kesukaran tersendiri. jika bukan 34 . Walaupun perlu diketahui bahwa pola tulis bahasa Arab pada kitab-kitab tua sebetulnya cukup rumit. disamping belum berkembangnya atau mungkin belum dimanfaatkannya secara baik tanda-tanda baca (adawat al-tarqim). Dan itu dilakukan tidak terbatas pada kitab-kitab untuk pemula saja. Termasuk dalam kategori ini misalnya kitab al-Maqshud. Keuntungannya ialah bahwa materi dapat dipaparkan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah. Kitab-kitab kuning yang memanfaatkan gaya ini cukup banyak. tidak seperti sekarang.

baik menjadi syarh maupun dalam bentuk hasyiah. atau karena memberikan informasi atau pengetahuan yang lebih banyak.penyimpangan. Shahih Bukhari. Variasi gaya pemaparan. Itulah sebabnya pola natsr dikatakan lebih mudah dan sederhana. 2. Kitab syarh adalah kitab perluasan (komentar) tingkat pertama. kelihatannya tidak dapat dilepaskan dari ikhtiar para penulisnya agar kitab-kitabnya dapat berfaidah. Bila dikaji dari Format penyajian. kitab Hall al-Maqal min Nadzam al-Maqshud yang memberi komentar dan 35 . Karena itu kitab matn dapat berupa kitab natsr maupun kitab nadzm. Kitab kuning yang masuk ke dalam kelompok syarh misalnya adalah kitab Asymawi yang menjelaskan lebih jauh isi teks kitab alAjurumiyah. Kitab Syarh atau Hasyiyah Kitab jenis kedua ini merupakan kitab yang secara khusus mengulas. baik karena menarik dan mudah difahami. matn Alfiyah. Kitab Matn Kitab matn pada dasarnya adalah kitab asal atau kitab inti. memberi komentar atau memperluas penjelasan dari suatu kitab matn. Dalam semangat seperti itulah maka rupanya kitab kuning juga memiliki variasi dalam format penyajiannya. Sebetulnya nama matn itu baru terjadi ketika pada kitab itu dilakukan pengembangan. Contoh kitab kuning yang termasuk kelompok ini adalah: kitab matn alAjurumiyah. maka Kitab Kuning dibagi menjadi : 1. sedangkan kitab yang memperluas lebih lanjut kitab syarh disebut hasyiah. dari pola tata bahasa yang biasa digunakan dalam natsr. matn Taqrib. al-Jami’ al-Shahih karya Imam Muslim dan seterusnya.

Kitab kuning secara umum ditulis dengan menggunakan format (lay out) yang terdiri dari dua bagian: matn dan syarh. c) Kitab Mukhtashar Kitab Mukhtashar adalah kitab kuning yang menyajikan materinya dengan cara meringkas materi suatu kitab yang panjang lebar untuk dijadikan karangan singkat tetapi padat. Pemisahan antara teks matn dan syarh dilakukan dengan memberi tanda kurung yang membingkai teks syarh. Matn merupakan teks inti dari sebuah kitab yang ditulis pada bagian pinggir (margin) sebelah kanan dan kiri. karena yang terakhir ini sesungguhnya merupakan kitab komentar atas Alfiyah Ibn Malik. sedangkan matn berada di luar kurung bingkai ini. Pada beberapa kitab lain. penyajian materi dibedakan antara teks matn dan teks syarh ke dalam kitab sendiri-sendiri tidak disatukan dalam satu kitab sebagaimana pola penyajian yang dilakukan di atas. Sedangkan syarh merupakan teks penjelas atau komentar terhadap matn yang terletak di bagian dalam atau tengah dari setiap halaman kitab. Dapat dikategorikan hasyiah ialah al-Shabban yang merupakan komentar dari al-Asymuni.penjelasan atas kitab al-Maqshud. kitab ini dengan kata lain merupakan kitab ringkasan yang hanya memuat pokok-pokok masalah. maka teks syarh lebih banyak dan panjang dari teks matn. Karena sifatnya yang demikian. Kitab kuning yang termasuk kelompok ini misalnya adalah kitab Alfiyah ibn Malik yang merupakan ringkasan dari 36 . Dahlan Alfiyyah yang mengomentari Alfiyah ibn Malik serta kitab Kaylani yang mengulas kitab al-‘Izz dan kitab al-Iqna’ yang mensyarah kitab al-Taqrib. Akan tetapi. pola penyajian seperti ini tidak berlaku secara keseluruhan. Karena sifatnya sebagai penjelas.

sebagian kitab itu juga didiskusikan secara terbatas diantara mereka. atau kitab Lubb al-Ushul yang meringkas kitab Jam’ al-Jawami’ karya as-Subki. Adakalanya. Kitab-kitab yang diajarkan kepada santri itu bertingkat. Walaupun tidak selalu. yaitu pola matan. dan khasyiyah. hal lain yang biasanya dilakukan ialah menyederhanakan kalimat. tingkatan-tingkatan ini juga kadangkala ditentukan oleh pola penyajian kitab itu sendiri. dan sejenisnya. Atau karya paling akhir dari jenis ini ialah Mukhtashar Ibn Katsir karya Ali al-Shabuni yang merupakan ringkasan dari kitab tafsir Ibn Katsir. menyaring informasi atau melengkapi data. memperbaharui istilah. sebagai pengkayaan bahan aji. kitab matan untuk tingkat pemula. tafsir. kitab kuning yang menyajikan materi berbentuk kaidah-kaidah keilmuan seperti kitab-kitab yang membahas nahw. kitab kuning yang berbentuk penawaran atau penyajian ilmu secara polos (naratif). Namun.kitab al-Kafiyah. Pola lain 37 . ushul al-fiqh. dan ada untuk tingkat tinggi (‘aly). kedua. dan hasyiah untuk tingkat tinggi. Bahkan kebanyakannya merupakan bacaan para ustadz dan kyai. syarah. kitab kuning dapat dibagi menjadi dua: pertama. B. Adapun bila dilihat dari kandungan maknanya. ada yang untuk tingkat menengah (wustha). Penjenjangan Materi Pengajian Tidak seluruh kitab keislaman berbahasa Arab yang beredar di kalangan pesantren diajarkan kepada santri. Yang menjadi dasar ialah tingkat informasi atau kesulitan kitab itu sendiri. Ada kitab yang disediakan untuk tingkat pemula (awwaliyah). tidak selalu. Dengan melakukan ringkasan ini. mushthalah al-hadits. dan hadits. seperti kitab kuning yang menyajikan materi sejarah. Biasanya. syarh untuk menengah.

Adalah amat bagus bahwa judul dan jenis kitab yang beredar amat banyak. Catatan yang cukup menarik dalam sistem pembelajaran di pesantren ialah : Prtama. mubassathah atau mutawassithah yang tampaknya berisai tambhan penjelasan. dan muthawwalah yang memberikan tambahan penjelasan yang lebih banyak. atau secara negatif tidak terkontrol. Sehingga sangat mungkin kitab yang diajarkan pada satu pesantren berbeda dengan yang diajarkan pesantren lain. yaitu dari tingkat awwaliyah ke tinggkat wustha. para kyai umumnya menjalankan sistim “ijazah” atau izin kepada santrinya untuk mengajarkan ilmu yang diperolehnya kapada orang lain. walaupun dalam tingkatan yang sama. Umumnya. dan dari wustha ke ‘aly pada dasarnya terbuka luas. “ijazah” itu diberikan kepada santri yang diketahui rajin dan diyakini berkemampuan serta mengikuti balag-nya dari awal hingga akhir. Sepenuhnya diserahkan kepada santri. Hal itu memberikan banyak pilihan terhadap kitab-kitab yang hendak diaji untuk setiap tingkatnya. Para kyai di pesantren biasanya hanya menyediakan pengajian atau balaghnya saja. perpindahan dari satu tingkat ke tingkat yang lain. namun bukan syarah atau bukan pula khasiyah.dalam penyajian kitab yang tampaknya memperkuat kecenderungan pembagian tingkatan itu ialah adanya kitab-kitab jenis muchtashar yang merupakan ringkasan dari kitab yang ada. Pembagian tingkat kitab pembelajaran itu sendiri dari sisi lain memang merupaka suatu kebutuhan dan usaha pedagogis untuk memenuhi keragaman tingkat kemampuan pembelajar. Kedua. sistem ini sebetulnya merupakan penerapan “belajar tuntas.” dalam pengertian bahwa seorang santri diharapkan menyelesaikan dulu secara 38 . Bagi kyai. dalam hal ini santri.

sebelum ia diperkenankan pindah ke kitab lainnya yang setingkat atau lebih tinggi. Kalau diikuti latar belakang historis dari penjenjangan pengajian di pesantren. 39 . hal tersebut telah dicoba diatasi dengan pengaturan dan kontrol program setiap individu santri. Sebetulnya sistem ini pulalah yang memberikan mekanisme kontrol diri kepada para santri untuk tetap pada tingkatnya atau melanjutkan ke tingkat di atasnya. atau dengan penetapan kurikulum yang harus ditaati oleh setiap santri. namun ternyata masih berada pada kemampuan tingkat awal pada pengetahuan dasar-dasar metodologisnya. pembelajaran di pesantren selalu menjaga keterkaitan materi pada suatu mata aji dengan mata aji lainnya. seorang santri telah mencapai tarap tinggi dalam pengetahuan tertentu. sering terjadi sebuah kesenjangan kemampuan yang cukup merugikan santri sendiri. Dengan demikian. dan kurang mampu untuk dihadapkan pada situasi yang berbeda dan berubah di lapangan kehidupan nyata. penguasaan atas materi fiqh itu lalu bersifat mekanistik atau hafalan saja. Namun. Misalnya. Sebagai akibatnya. ushul fiqh dan qawa’id fiqh masih berada di tingkat awal. Ketiga. Hal serupa sangat mungkin terjadi dalam bidang aji Tafsir ataupun Hadits. seperti tergambar di atas. Pada pesantren yang telah lebih maju. Sering terjadi. perlu diakui bahwa dengan sistem liberal. tetapi penguasaan terhadap ilmu-ilmu mantiq. apa yang diajarkan dalam ilmu Fiqh tidak dilepaskan dari hubungannya dengan akhlaq atau dengan aqidah. Misalnya seorang santri berada pada tingkat tinggi dalam fiqih. nuansa komprehensif dari pengetahuan santri bisa terpelihara. pesantren dalam hal pemilihan bidang aji dan penjenjangannya. Inilah yang sekarang dikenal denga prinsip korelasi.tuntas sebuah kitab.

sesuai dengan jenjang yang diakui selama ini. dalam pengertian bahwa pembahasan sebuah topik aji diberikan pembahasan latar belakangnya secara tuntas. apa yang disajikan dalam tafsir-tafsir klasik bil ma’tsur sudah mengarah demikian. Walaupun masih perlu pengolahan. Dengan pendekatan ini kejadian-kejadian yang terdapat dalam realitas kehidupan mendapatkan pembahasan secara tuntas dari berbagai bidang aji. maka pokokpokok yang dikandung oleh teks-teks Matn Taqrib menjadi materi untuk tingkat dasar. hikmah tasyri’ dan seterusnya. Pendekatan kemasyarakatan yang jelas yaitu dengan jalan senantiasa dikemukakan dampak sosial dari setiap kegiatan seorang muslim dalam menunaikan kewajiban agama. misalnya dalam bentuk asbabun nuzul. Adapun hal-hal tersebut 40 . Pendekatan studi kasus atau faktual. teks dari Fath al-Qarib dan Fath al-Mu’in menjadi materi untuk tingkat menengah serta al-Muhhalla menjadi materi untuk tingkat tinggi. Pendekatan ini sesungguhnya merupakan pendekatan yang umum dipakai di pesantren. Pendekatan sosio-historis. Kerangka ini biasanya menjadi penunjang bagi semua pendekatan di atas C.maka beberapa pendekatan biasanya menjadi bahan pertimbangan untuk memperoleh susunan materi pembelajaran yang mudah diterima para santri: Penggunaan kategorisasi yang diterapkan pada teks-teks tersebut. Kalau materi pelajaran Fiqh sebagai contohnya. Materi pembelajaran Dalam pelaksanaan kurikulum ini perlu diperhatikan hal-hal yang memungkinkan pendidikan di benar-benar efektif dan efisien.

pengetahuan yang telah dikuasai). Fleksibilitas Program Pembelajaran Fleksibilitas Program digunakan dalam melaksanakan kurikulum. santri langsung menyaksikan praktek Wudlu atau disuruh mencontohkan. Dalam penyampaian bahan pelajaran. dalam pengajaran materi fiqh (seperti yang dipakai adalah Kitab Al-Umm karya Imam Syafi’i). kebosanan. dalam pengajaran bab pertama (Kitabut Thoharoh). bahan pengajar sesuai dengan kemampuan santri. Misalnya. sehingga sifat kebosanan akan hilang. metode-metode mengajar yang akan digunakan disesuaikan dengan sifat bahan pengajaran dan kematangan santri. yang dapat menyebabkan kegagalan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. seolah-olah dirinya dipaksa untuk belajar. Ustadz/guru memperhatikan santri (kecerdasan. Keadaan demikian akan menimbulkan kejengkelan. Unsurunsur yang demikian akan menimbulkan motif dan minat si santri untuk belajar. dilihat serta dirasakan santri. sikap masa bodoh. kemampuan. Mungkin hal ini tidak menjadi masalah di bebrapa Madarasah Diniyah yang masih menerapkan pendekatan belajar adalah kasbul 41 .adalah sebagai berikut : 1. sehingga perhatian dan minat tidak terpusat lagi kepada pelajaran yang diterangkan oleh Ustadz/guru. Jiwanya merasa tertekan. Bahan pelajaran dan metode mengajar yang tidak sesuai dengan keadaan santri akan menimbulkan kontradiksi dalam diri santri. contoh-contoh yang digunakan oleh Ustadz/guru ketika menerangkan sebaiknya contoh yang pernah dialami. pembelajaran akan lebih efektif apabila setelah menerangkan (baik menggunakan metode Bandongan atau tarjamah). Dengan kata lain contoh itu terdapat dalam kehidupan santri sehari-hari.

Shofwatut Tafasir. Proses Pembelajaran harus berorientasi kepada Tujuan. Proses identifikasi ini di dalam perumusan tujuan berlangsung dari tingkat yang umum (tujuan institusional) sampai kepada tujuan yang paling khusus 42 . Dalam hal Fleksibilitas Program mungkin dapat diupayakan suatu inovasi dari pada yang tersedia dalam susunan program Misalnya seluruh bahan pelajaran Tafsir (Biasanya Tafsir Jalalain . Jadi sebelum menentukan waktu dan bahan pelajaran terlebih dahulu ditetapkan tujuantujuan yang harus dicapai oleh santri / murid dalam mempelajari suatu mata pelajaran (bidang studi). bahwasannya Tujuan Pembelajaran (baik tujuan khusus maupun tujuan umum) di di Pondok-pondok tidak diungkapkan secara explisit dan terpola dalam formart GBPP (Garis-Garis Besar Program Pengajaran). Tujuan ini biasanya terdapat dalam bagian pendahuluan kitab yang akan diajarkan. Yang penting bahan pelajaran tiap mata pelajaran dalam I tahun dapat diselesaikan dalam tahun yang sama. Tetapi di yang berorientasi kepada hasil belajar. dan Tafsir al-Munir) jatah alokasi waktu I tahun dapat dituntaskan dengan belajar berturut-turut dan suatu konsentrasi waktu tanpa diselingi mata pelajaran lain. 2.Barokah (mencari berkah) sebagaimana yang didokrinkan dalam Kitab Ta’limul Muta’allim karya Az-Zarnuji. Pemilihan kegiatankegiatan dan pengalaman-pengalaman belajar yang fungsional serta obyektif diperlukan kriteria yang jelas dan didasarkan pada ilmu pengetahuan dan perubahan masyarakat. maka perlu diperhatikan hal ini. Berorientasi Kepada Tujuan Sebagaimana telah diungkapkan di muka.

Wustha dan `Ulya. Nadzam Aly al-Bari) yang mengandung pendekatan spiral. yang harus diterapkan ketika menyusun program-program pengajaran dari Madrasah tingkat Awaliyah (‘Ula). transformasi ilmu pengetahuan. Efektifitas dan Efisiensi Tujuan utama menyelenggarakan di Pondok adalah pembentukan pribadi (character building). Taysir alKhallaq. 3. Karena banyaknya bahan pelajaran serta padatnya kegiatan yang menyita perhatian. Kontinuitas Dalam pelaksanaan kurikulum di pondok selalu diusahakan adanya hubungan hierarkis fungsional.(tujuan pembelajaran khusus). Misalnya dalam satu mata pelajaran Aqidah Akhlak (menggunakan Kitab Akhlaq lil Banin. energi dan waktu santri. perluasan serta pengalaman suatu pokok bahasan dari tingkat pendidikan ketingkat berikutnya harus disusun secara berencana dan sistimatis.Targhib. Misalnya bosan pengajaran yang dialokasikan perminggu dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat dengan sistim paket atau pesantren kilat pada hari Ahad. maka penyelenggaraan poses pembelajaran harus diupayakan seefektif dan seefisien mungkin. Dalam menyusun jadwal pelajaran tidak boleh terlalu ketat berpegang pada alokasi waktu dalam susunan program. 4. dan pengkaderan Ulama. Para pelaksana (terutama Ustadz/guru) diharapkan dapat memahami hubungan fungsional 43 . al-Tahliyyah wa al. Atas dasar pertimbangan di atas maka waktu yang tersedia harus benar-benar dimanfaatkan bagi pengembangan kepribadian santri sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan Madrasah Diniyah.

sesuai kertas yang tersedia waktu itu. Kalau telah ber-aqidah berarti hati manusia telah terikat oleh suatu kepercayaan atau pendirian. asal kalimat ialah aqada dipindahkan menjadi aqidah. lalu menjadi keyakinan. Al-kutub alqadimah itu jumlahnya sangat banyak. dan `Ulya tiap tingkatan. 1. yang banyak dimiliki para kyai dan diajarkan di pesantren di Indonesia adalah kitab-kitab yang umumnya karya ulamaulama madzhab Syafi’i (Syafi’iyyah). Jadi. Secara bahasa. al-kutub al-shafra’ atau "kitab kuning" karena biasanya kitab-kitab itu dicetak di atas kertas berwarna kuning. Kitab kuning sebagai materi kurikulum utama dalam proses pembelajaran di di Pondok Pesantren sering disebut al-kutub al-qadimah. aqidah artinya mengikat tepi-tepi barang atau mengikatkan suatu sudut pada sudut lain. Akan tetapi. Judul kitab-kitab kuning yang beredar dikalangan kyai di pesantren-pesantren Jawa dan Madura jumlahnya mencapai 900 judul. Bidang Aqidah / Ilmu Tauhid Aqidah diambil dari bahasa Arab. Berikut ini adalah gambaran sekilas dari masing-masing bidang ilmu. Ciri lain dari literatur yang dipergunakan di pesantren itu ialah beraksara Arab Gundul (huruf arab tanpa harakat atau syakal). Kemudian dapatlah suatu kesimpulan pandangan.dan hierarkis antara mata pelajaran yang diberikan pada tingkat Awaliyah. Kitab-kitab kuning yang dipakai di di Pondok Pesantren bila dikelompokkan menurut materi (disiplin /cabang ilmu) dikelompokkan menjadi 11 bidang disiplin ilmu. timbulnya akidah didalam hati. Sebab itu maka suatu 44 . Wustha. ialah setelah lebih dahulu fikiran itu terbang dan kemudian lepas entah kemana. Tidak berujung dan tak tentu tempat hinggap. artinya ikatan. Terikat tidak retak lagi.

Nadzam Hidayat al-Shibyan. alDar al-Farid. 2. al-Jawahir al-Kalamiyyah. Adapun untuk tingkat tinggi sering diajarkan kitab-kitab seperti al-Husn al-Hamidiyah dan Fajr al-Shadiq. Iman. atau Tuhfat al-Athfal. Ma’rifatullah. dan jaudah (baik) dalam bacaan (persambungannya). Orang yang beri’tikad didalam suatu perkerjaan tidaklah mau mengerjakan suatu atau menginggalkan suatu pekerjaan dengan tidak berfikir. Matn al-Bajuri. Arasy dan Al-Haqq. Sedangkan untuk tingkat menengah kitab yang dapat dan biasa diajikan adalah : Kifayat al-Awam. Umm al-Barahin. rezeki. Pada tingkat ‘Ula (Awwaliyah) pengajaran membaca al-Qur’an itu diarahkan pada bacaan-bacaan yang ada dan diperlukan dalam shalat. ‘Aqidat al-‘Awam. Sanusiyah. Kitab-kitab Tajwid yang biasa diajarkan: Syifa al-Jinan. Kesimpulan berfikir adalah i’tikadnya. 45 . Khoridat al-Bahiyah. Aqidah / Tauhid memiliki cabang-cabang yaitu Tauhidullah. Bidang Tajwid (Baca al-Qur’an) Tujuan dari pengajaran al-Qur’an di di Pondok adalah membentuk kemampuan membaca secara benar (fasih) dalam ucapan setiap hurufnya (Makhraj). Kitab-kitab ini berisikan uraian-uraian tentang ilmu tajwid yang disajikan dalam bentuk syair sehingga guna memudahkan santri pemula dalam mengingatnya. Qatr al-Ghats. Beberapa kitab yang biasanya diajarkan untuk tingkat Ula ialah: Aqidah al-Diniyyah. khususnya surat al-Fatihah yang merupakan bacaan wajib dalam setiap sholat. Lantaran turut-turutan belumlah bernama aqidah. karena biasanya syair-syair ini diucapkan dengan dilagukan sesuai selera santri itu. dan surat-surat pendek yang ada dalam Juz ‘Amma (Juz Tiga puluh). Tijan Darari.pendapat yang tidak timbul dari pertimbangan akal fikiran yang lantaran hanya taklid buta.

Hilyat al-Thilawah wa Zinat al-Ada wa al-Qiraat.Tujuan pengajaran pembacaan al-Qur’an pada Wustho (lanjutan) di Pondok Pesantren adalah santri dapat menjelaskan alasan-alasan mengapa suatu huruf dibaca demikian tetapi pada tempat lain dibaca beda. Bidang Akhlaq/Tasawuf Tujuan pembelajaran Akhlaq/Tasawuf adalah membentuk santri agar memiliki kepribadian muslim yang berakhlaq karimah baik dalam hubungannya dengan Allah atau hablum minallah (hubungan vertikal) maupun dalam hubungannya dengan sesama manusia. Tujuan dari pembelajaran pembacaan al-Qur’an tingkat Ulya (tinggi) adalah agar santri yang telah menguasai pengetahuan tentang tajwid juga memiliki pengetahuan perbedaan-perbedaan pembacaan al-Qur’an menurut versi Imam yang tujuh. Kitab-kitab tajwid serta kitab Qira'at as-Sab’ah karya Imam Mujahid. atau Siraj al-Qaari. hablun minannass (hubungan horisontal) serta dalam hubungannya dengan alam sekitar atau makhluq lainnya. maka materi yang dipilih untuk diajarkan di pesantren ialah mengenai sifat-sifat mahmudah seperti pengendalian diri. Nadzam Jazariyyah. apa hukum bacaan tersebut serta berapa panjang nada bacaan itu dan seterusnya. Bahkan terkadang alasan-alasan yang diberikan santri harus didukung oleh dalil dari teks kitab tajwid tertentu. Hal ini dimaksudkan agar para santri tadi tidak hanya mampu memahami dan menerapkan pengetahuannya tentang tajwid ini untuk dirinya. Kitab-kitab Tajwid yang biasa menjadi bahan aji adalah: Al-Khoridat alBahiyyah. sikap dan tatakrama sebagi pencari ilmu 46 . Dari itu. akan tetapi mereka juga mampu mengajarkannya kepada orang lain kelak. 3.

Risalat al-Mu’awanah. teman sebaya. kepada sesama manusia. sikap dan tatakrama dengan teman sebaya. yang semuanya menyangkut kehidupan keseharian manusia. bahkan sikap dan tatakrama seorang isteri kepada suami dan sebaliknya. tetangga dan lingkungan sekitar serta menumbuhkan sikap kecintaan kepada Allah dan rasul-Nya. Bidayat al-Hidayah. Pelajaran akhlaq yang disampaikan oleh kitab-kitab itu menjelaskan tentang akhlaq kepada Allah. al-Riyadh al-Badi’ah.yang akan berhubungan baik dengan guru maupun dengan ilmu itu sendiri. pelajaran yang disajikan oleh kitab-kitab ini adalah memperdalam serta memperluas apa yang telah diberikan pada tingkat awal ditambah dengan hubungan kemasyarakatan serta pengenalan akan ajaran-ajaran tasawuf. al-Tahliyyah wa al-Targhib. Ini semua dilakukan karena dilandasi oleh kecintaan kepada Allah di atas kecintaan kepada segala-galanya. Kitabkitab ini pada dasarnya menyajikan materi pendidikan akhlaq yang meliputi pokokpokok akhlaq yang berhubungan dengan keluarga. kepada Rasul-Nya. kepada orang tua. Pada di Pondok Pesantren tingkat Wustho (lanjutan) kitab yang digunakan : Ta’lim al-Muta’allim. Tujuan pembelajaran akhlaq pada tingkat Ula / dasar adalah agar para santri memiliki akhlaq yang mulia ketika berhubungan dengan orang tua. Tujuan pembelajaran akhlaq untuk tingkat menengah adalah membentuk santri 47 . dengan yang lebih tua dan semisalnya. Kitab yang digunakan : Akhlaq lil Banin serta Akhlaq lil Banat. serta kepada sesama makhluq. sikap dan tatakrama dengan orang tua atau sebagai orang tua. Nashaih al-‘Ibad. Di samping itu. tentangga dan lingkungan sekitar. Taysir al-Khallaq. Nashaih al-Diniyyah. Nadzam Aly al-Bari.

Sharaf. dapat mengenali jenis-jenisnya. Mau’idzat alMu’minin. dengan sesama manusia serta dengan sesama makhluq yang dilandasi oleh karena kecintaannya kepada Allah Swt. Kitab-kitab yang diajarkan adalah antara lain Kifayat al-Atqiya. mampu memastikan ucapan (harakat) nya pada kedudukannya yang berbeda-beda dalam kalimat (jumlah). 4. Kitab-kitab ini tidak lagi hanya mengulas pelajaran akhlaq. Bidang Bahasa Arab (Nahwu – Sharaf) Bahasa Arab yang diajarkan di di Pondok Pesantren terfokus kepada pengkajian ialah "ilmu alat" yang biasanya meliputi Nahwu. mampu mengenali dan 48 . tetapi lebih diwarnai oleh corak tasawufnya dan dengan penjelasanpenjelasan yang lebih filosofis. Tujuan pembelajaran akhlaq/tasawuf pada tingkat tinggi adalah agar para santri memiliki wawasan akhlaq yang lebih menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan sehingga perilaku mereka dihiasi oleh akhlaq al-karimah yang dibimbing oleh hati yang suci.yang ber-akhlaqul karimah dalam hubungannya dengan Allah. Balaghah. al-Hikam serta Ihya Ulumuddin. Tujuan pembelajaran akhlaq/tasawuf pada tingkat tinggi adalah agar para santri memiliki wawasan akhlaq yang lebih menyeluruh dalam setiap aspek kehidupannya sehingga perilaku mereka dihiasi oleh akhlaq al-karimah yang dibimbing oleh hati yang suci. Pada tingkat Ula (awaliyah) di Pondok Pesantren pengajaran Nahwu dan Sharaf biasanya dimaksudkan agar santri mampu membuat (tashrif) kata-kata (kalam) Arab. bahkan Manthiq (Logika).

dan Uqud alJuman (karya Jalaluddin As-Suyuthi). 5. Al-Bina wa al-Asas. Mutamminah. materi aji fiqih menyangkut segi-segi praktis dalam hubungan manusia dengan Allah (ibadah) maupun hubungan manusia dengan manusia (muamalah) dan makhluq yang lain. Bidang Fiqih Seperti akhlaq. Nadzam Maqshud. Amthilatut Tashrifiyah. atau fiqih biasanya dibagi menjadi : • • Ibadah (ibadah dalam arti sempit) Mu’amalat (tentang kerjasama antar manusia semisal jual beli dan lain-lain) 49 . maka fiqih lebih menonjolkan pada segi formal dan lahiriah hubungan tersebut. Kitab-kitab wajib yang menjadi acuan utama kalangan pesantren untuk mempelajari bahasa Arab biasanya : Awamil. Fath nabb al-Bariyyah. Bedanya. Materi pelajaran syari’at Islam.membuat jumlah (kalimat) yang berbeda-beda. dan Qawaid al-Natstsar. Kaylani. dan Alfiyah ibn Malik. Imrithi. Pada tingkat Wustho (lanjutan) kitab yang digunakan biasanya al-Qawaid al-Sharfiyyah. Rahman al-Anshori). Syarh Ajrumiyyah. Pada tingkat menengah dan tinggi tujuan yang diharapkan sama. Qawaid al-I’lal. Ilmu Balaghah biasanya diberikan pada tingkat tinggi untuk mempertajam pemahaman terhadap makna kalimat dan mengenali keindahannya. hanya saja lebih detail dan lebih luas karena menyangkut variasi-variasi dan anomali-anomali kata dan kalimat yang ada dalam bahasa Arab. Sullam al-Munawwaroq. Ajrumiyyah. Dan pada tingkat Ulya (tinggi) kitab yang digunakan al-Jauhar al-Maknun (karya Abd. Asymani. jika akhlaq memperhatikan hubungan itu dalam kontek batin atau kejiwaannya.

Fath al-Qarib Safinat al-Shalah. I’anat al-Talibin (Sayyid Abu Bakr). al-Umm (Imam Syafi’i). Fath al-Muin (Zaenuddin bin Abdul Aziz).Wahab). pencarian dasar-dasarnya. Umdat al-Salik. sedangkan mu’amalat diberikan pada tingkat Wustho (lanjutan). Fiqh pada tataran tertentu adalah produk. al-Iqna’ (Abu yahya Zakariyya al-Ansori). Selain itu. Sullam atTaufiq (Muhammad Qasim al-Ghozi). Kifayat al-Ahyar (Imam Taqiyuddin Abu bakr. al-Mizan al-Kubra (Abu al-Mawahib Abd. 50 . pada tingkat tinggi biasanya dilakukan perluasan wawasan dengan menjangkau pula fiqih-fiqih dari berbagai madzhab. al-Mahalli (Jalaluddin bin Ahmad al-Mahalli). al-Fiqh ala Madzahib al-Arbaah (al-Jaziri). Safinat al-Najat (Muhammad Nawawi). Minhaj alQawim. prosesnya dicakup dalam Ushul Fiqh ini. dari sejak menetapkan masalahnya. dan al- Muhadzdzab Fi Fiqh al-Imam Syafii (Abu Ishaq Ibrahim) 6. Fath al-Wahhab. Tujuan Ushul Fiqh santri diharapkan dapat mengetahui proses bagaimana sebuah hukum dihasilkan. Ushul Fiqih Ushul Fiqh membahas dasar-dasar dan metode untuk menarik (istinbath) sebuah hukum. Tausyih ala ibn Qasim (Muhammad Nawawi al-Jani). Kitab-kitab yang menjadi referensi utama untuk materi Fiqh adalah: Sullamul Munajat (Muhammad Nawawi). Bidayat al-Mujtahid (Ibn Rusyd). Tingkat tinggi biasanya materi yang diajarkan bab munakahat dan jinayat.• • Munakahat (tentang pernikahan) Jinayat (tentang pelanggaran dan pembunuhan) Fiqh Ibadah biasanya diberikan pada tingkat Ula (awwaliyah). Bahjat al-Wasiil.

sehingga dapat memahami dan mentoleransi adanya perbedaanperbedaan produk hukum. Untuk tingkat menengah. Pada tingkat ‘Ula (dasar) kebanyakan di pesantren belum memberikan materi ini. Ghayat al-Wushul karya Abu Yahya Zakaria al-Ansori. atau fiqh. Pesantren yang sudah mengajarkan tafsir untuk santri pemula biasanya hanya diberikan kitab tafsir "kecil" atau tipis halamannya. Di samping itu. serta bagaimana alasan itu diolah hingga sampai kepada keputusan tertentu. Pemberiannya pada tingkat menengah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa sebuah hukum itu lahir dari sebuah proses pertimbangan dan pengolahan yang sistematis metodologis. Jam’ al-Jawami. selain mematangkan apa yang diperoleh pada tingkat pertama. Bidang Tafsir Tafsir pada santri pemula tetapi mulai diberikan kepada para santri tingkat menengah serta tingkat tinggi. biasanya ditingkatkan melalui perluasan wawasan dengan mengetengahkan secara intensif berbagai ragam proses pembuatan hukum. 7.penetapan alasan-alasannya. Adapun buku-buku teks yang menjadi sumber materi Ushul Fiqh antara lain Waraqatal-Dimyathi ala Syarh al-Waraqat karya Ahmad bin Muhammad al-Dimyati. Lathaif al-Isyarat karya Imam Tajuddin Abdul Wahab al-Subhi. Tafsir untuk 51 . dan Faraid al-Bahiyyah karya Abu Bakr al-Yamani semuanya diberikan di tingkat Wustho (lanjutan). sehingga dengan demikian santri diharapkan mampu secara mandiri menetapkan hukum melalui proses-proses standard. pada tahap ini ditingkatkan kajian studi kasus. Pada tingkat Ulya (aliyah/tinggi) kitabnya : Tashil al-Thuruqat. dan Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusd.

Ketiga. seperti Tafsir Jalalain. dan tafsir-tarsir yang setingkat dengan itu. perbandingan penjelasan makna ayat-ayat al-Qur’an dengan kitab tafsir lain. Untuk tingkat menengah (Wustho) kitab-kitab tafsir yang banyak dibaca adalah pilihan dari beberapa kitab tafsir. Kedua. kemampuan mengetahui kedudukan suatu kata dalam struktur kalimat (i’rab) serta mengetahu dan membedakan makna mufradat (pengertian kata-kata) ayat-ayat al-Qur’an baik ditinjau dari segi morfem (sharaf) maupun persamaan makna katanya (muradif). serta nadikh dan mansukh suatu ayat. asbabun nuzul. Kitab ini hanya menguraikan penafsiran terhadap ayat-ayat dalam surat Yasin dengan penjelasan singkat bahkan menyerupai pegertian kata-kata (mufradat) sehingga dilihat dari jumlah halamannya kitab ini sangatlah tipis. Kelima. makkiyah-madaniyah. pada beberapa pesantren tertentu kitab tafsir yang dibaca ditekankan pada kitab tafsir yang bercorak hokum (tafsir ahkam). Tafsir alMunir. Keempat.tingkat dasar ini dimaksudkan hanya sebagai pengenalan bagi para santri. penekanan utama diberikan pada: Pertama. yang biasanya terdiri dari ayat-ayat terpilih dan telah diberi makna (diafsahi) dengan menggunakan bahasa daerah lokal. kandungan utama ayat itu secara tekstual maupun kotekstual sehingga santri menemukan relevansi ayat itu dalam realitas kehidupan. Sebagian pesantren bahkan menggunakan kitab tafsir yang telah disusun oleh kyai setempat. ataupun bahasa Indonesia. Dalam pengajaran tafsir. Tujuan pembelajaran tafsir pada tingkat menengah ini adalah agar para santri memiliki pengetahuan tentang makna ayat- 52 . Kitab tafsir yang menjadi pegangan santri untuk tingkat dasar pada beberapa pesantren tertentu di antaranya adalah tafsir Yasin. Shafwa al-Tafasir.

serta Tafsir al-Maraghi. Bahkan pada beberapa pesantren dipergunakan juga kitab tafsir yang bercorak tafsir bi al-‘ilm (ilmu pengetahuan/science) yaitu tafsir Thanthawi Jauhari. Pada tingkat tinggi kitab-kitab yang bisa diajarkan antara lain adalah. kitab-kitab yang diajarkannya biasanya kitab al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an karya imam Jalaluddin alSuyuthi. Tafsir Ayaat al-Ahkam. Bidang Ulumul Qur’an Yang dimaksud dengan Ulumul Qur’an adalah ilmu-ilmu tenteng Al-Qur’an. Tujuan pembelajaran pada tingkat Wustho adalah agar setelah mempelajari kitab-kitab di atas para santri memiliki pengetahuan dasar tentang ilmu-ilmu yang diperlukan untuk memahami makna al-Qur’an serta mengetahui pola struktur kalimat yang digunakan dalam al-Qur’an. metode menafsirkan al-Qur’an serta ilmu-ilmu lain yang berguna untuk mengenal. Topik-topik yang dibahas dalam ilmu ini antara lain: apa dan bagaimana al-Qur’an itu. Ilm alTafsir karya al-Nawawi. Pada tingkat 'Ulya (Aliyah) atau tinggi biasanya kitab-kitab tafsir yang menjadi materi pembelajaran adalah Tafsir Showi. Pada tingkat 'Ula (Awwaliyah) belum diberikan materi Ulumul Qur’an. kaidah-kaidah menafsirkan al-Qur’an.ayat al-Qur’an melalui pemahaman kitab-kitab tafsir hasil karya ulama baik yang klasik maupun moderen. mengerti dan memahami teks-teks bahasa al-Qur’an yang bahasa Arab. syarat-syarat untuk menjadi mufassir. al-Tafsir wa al-Mufassirin karya al-Dzahaby. Yaitu ilmu-ilmu yang dibutuhkan dan berguna untuk menafsirkan teks al-Qur’an. Tafsir Ibn Katsier. Di tingkat Wustho. atau Asrar Tartib 53 . 8.

Arba’ al-Rasail karya Ahmad Zaini Dahlan. corak pengajaran hadits tampak lebih jelas. Jika pun dari kitab yang tersedia dijumpai silsilah sanad yang lengkap. Perhatian kepada sanad hadits mulai ditekankan.al-Qur’an karya Jalaluddin al-Suyuthi. ikhsan atau akhlaq-akhlaq utama. maupun Arbain al-Nawawi karya Imam Nawawi. hadits yang diangkatnya pun biasanya pendekpendek dan mulai dari shahabat. Tujuan pembelajaran Ilmu Tafsir pada tingkat ini biasanya ditekankan pada pemahaman dan penguasaan metodologi penafsiran. sehingga para santri nantinya mampu melakukan secara mandiri penafsiran yang benar dan memadai terhadap al-Qur’an. begitu juga terhadap rijal al-hadits-nya. dengan tidak menampilkan silsilah sanad yang lengkap. Pada tingkat Wustha. Adapun kitab-kitab yang biasa digunakan pada tingkat ini ialah Bulug al-Maram karya al-Hafidz Ibn Hajar al-‘Asqalani. tentang islam. Bidang Hadits Pengajian hadits di Ula bertujuan untuk memperkenalkan hadits dengan menonjolkan kandungan materinya. hal itu tidak lantas menjadi pembahasan. Jadi tujuannya lebih meningkat dari tingkat awal. Kitab-kitab yang banyak digunakan ialah: Tsalats al-Rasail karya Ustadz Abu Said al-Khadimi. 54 . Oleh karena itu. Jelasnya konsentrasi pengkajiannya terpusat pada matan dan dengan pembahasan yang sederhana saja. seperti tentang iman. dengan tetap memberikan perhatian pada kandungan matan. 9. Materi yang dipaparkan biasanya juga merupakan materi-materi utama tingkat dasar pula. sesuai dengan kemampuan santri pada tingkat ini. dan Mukhtar al-Akhadits yang disusun oleh al-Sayyid Ahmad al-Hasyimi Bek.

sosok dan karakter perawinya. Pada tingkat ini. yaitu bagaimana menetapkan kualitas hadits berdasarkan metode-metode yang ada untuk menentukan status dan kualitas hadits. Subulus Salam. dan Riyadlus Sholihin. yang meliputi pengetahuan tentang sanad dan variasi sanadnya. sanad. Muhammad Mahfudz alTermasi. ‘Ilm Mushtolah al-Hadits karya Abd. kitab-kitabnya.Pada tingkat ‘Ulya /‘Aly pengkajian hadits benar-benar telah memasuki tahap lengkap. Materinya meliputi seluk beluk hadits. al-Manhal al-Latif fi Ushul al-Hadits al-Syarif karya al-Sayyid Muhammad al‘Alawy al-Maliky. sejarah penulisannya. Minhaj Dzawi al-Nadzar karya ulama Indonesia. Ilmu Hadits biasanya diberikan kepada santri tingkat Wustho atau lanjutan. perawi-perawinya dan seterusnya. Ulum al-Hadits wa Mustholahuh karya Dr. Kitab-kitab yang biasa dikaji adalah Minhat al-Mughits karya al-Hafidz Hasan al-Mas’udi. 10. Muwatha Malik. atau keduanya--. Taisir Musthalah alHadits karya Dr. dan kitab-kitab lain yang umumnya sepadan. Subhi Shalih. kualitas dan jenis-jenisnyanya—baik dilihat dari segi matan. cara periwayatannya. Shahih Muslim. Adapun kitab-kitab 55 . dari mulai posisinya sebagai sumber hukum . kitab yang diharapkan dan sering dipakai ialah kitab-kitab hadits standard seperti Shahih al-Bukhari. Tujuannya adalah penguasaan lengkap terhadap hadits yang dipelajari. Bidang Ulumul Hadits Ilmu-ilmu Hadits atau Ulumul Hadits adalah ilmu tentang seluk-beluk Hadits. Qadir Hasan. Pada tingkat tinggi. Mahmud al-Thahhan. serta matan dan variasinya. biasanya juga ditambah dengan keterampilan Takhrij al-Hadits. berikut asbab al-wurudnya dan materi kandungannya.

Manhaj al-Muhadditsin fi Dhabt alSunnah karya Dr. Qishotiul Mi’roj. Ushul Takhrij wa Dirasat al-Asanid karya Dr. materi biasanya penekanannya tidak terbatas pada fakta sejarah. Nurul Yaqin. dan Durr Tarikh al-Islam. 11. Pada tingkat tinggi. Mahmud Ali al-Fayyad dan sebagainya. 56 . Kitab yang dipakai biasanya Kulasahoh Nurul Yaqin.takhrij yang dapat diajarkan untuk tingkat tinggi adalah: Thuruq Takhrij Hadits Rasulillah karya Abu Muhammad Mahdi ibn Abd. materi yang diberikan biasanya dibatasi hingga hanya pada masa Rasulullah. dan Siroh Nabawiyah. Kitab-kitab yang menjadi bacaan utama pada tingkat Wustho adalah Sirah ibn Ishaq. Hadi. Mahmud al-Tahhan. Bidang Tarikh (Sejarah Islam) Tarikh atau sejarah Islam diajarkan di di Pesantren bertujuan untuk mengenal secara kronologis pertumbuhan dan perkembangan umat Islam semenjak masa Rosulullah hingga masa kehidupan Turki Ustmani. Pada tingkat. Qadir ibn Abd. Sejarah pada masa Khulafa al-Rasyidin baru diberikan pada tingkat Wustho (Lanjutan). namun menjangkau makna di balik fakta itu.

Sorogan Sorogan. Ada beberapa metode pengajaran yang diberlakukan di pesantren-pesantren. menyodorkan kitabnya di hadapan kyai atau pembantunya -- 57 . weton/bandongan. halaqah. dan itu menjadi ciri khas sistem pengajaran/metodik-didaktik yang lain dari sistem-sistem pengajaran yang dilakukan di lembaga pendidikan formal. terutama dengan mengembangkan metode-metode pembelajaran. dan muqoronah. Bahtsul Masa’il. Berikut ini adalah gambaran singkat bagaimana penerapan metode dimaksud dalam sistem pembelajaran santri.BAB III MENGENAL METODE PEMBELAJARAN PESANTREN Sebagai lembaga pendidikan. Pengembangan internal terpusat pada upaya-upaya menjadikan kegiatan belajar mengajar lebih efektif. Metode-metode pembelajaran tersebut tentunya belum mewakili keseluruhan dari metode-metode pembelajaran yang ada di pondok pesantren. yang berarti menyodorkan. Pondok Pesantren walaupun dikategorikan sebagai lembaga pendidikan tradisional mempunyai sistem pengajaran tersendiri. Hiwar. tetapi setidaknya paling banyak diterapkan di lembaga pendidikan tersebut. diantaranya: Sorogan. sebab setiap santri asisten kyai. fathul kutub. berasal dari kata sorog (bahasa Jawa). Pengembangan KBM di Pondok Pesantren dalam bidang pendidikan pada dasarnya terdiri atas dua poros. yaitu pengembangan ke dalam (internal) dan keluar (external). hafalan. A.

Kegiatan belajar belajar mengajar terpusat pada guru.Sistem sorogan ini termasuk belajar secara individual. Metode ini tepat bila diberikan kepada murid-murid seusia tingkat dasar (ibtidaiyah) dan tingkat menengah (tsanawiyah) yang segala sesuatunya masih perlu diberi atau dibekali. dialog antara guru dengan murid belum atau tidak terjadi. Murid menjadi pasif. dimana seorang santri berhadapan dengan seorang guru. di antaranya adalah ketika tidak terjadi dialog antara murid dan guru. Akhirnya. menilai dan membimbing secara seorang murid dalam menguasai bahasa Arab. murid membaca kitab kuning dan memberi makna sementara guru mendengarkan sambil memberi catatan. Maka. Dalam hal ini. dan terjadi interaksi saling mengenal di antara keduanya. Sistem sorogan ini terbukti sangat efektif sebagai taraf pertama bagi seorang murid yang bercita-cita menjadi seorang alim. guru tidak segera memperoleh umpan balik tentang penguasaan materi yang disampaikan. Dalam metode sorogan. Akan tetapi. di bawah bimbingan seorang ustadz atau kyai. Metode sorogan merupakan kegaiatan pembelajaran bagi para santri yang lebih menitikberatkan pada pengembangan kemampuan perseorangan (individu). dalam metode ini. Pengajian dengan sistem sorogan ini biasanya diselenggarakan pada ruang tertentu di mana di situ tersedia tempat duduk seorang kyai maksimal kemampuan 58 . untuk hal yang terakhir ini. daya kreativitas dan aktivitas murid menjadi lemah. atau bimbingan bila diperlukan. Sistem ini memungkinkan seorang guru mengawasi. guru menyediakan sekurang-kurangnya waktu dan kesempatan kepada murid untuk ber-tanya. Metode ini menyimpan beberapa kelemahan. komentar.

• • Kyai atau ustadz masuk ke dalam ruang dan duduk ditempat yang disediakan. shalawat. hamdallah.atau ustadz. khususnya pada kitab-kitab sederhana (tingkat awal). Panjang atau pendeknya teks yang dibaca sangat bervariasi. Kyai atau ustadz membacakan teks dalam kitab itu. kemudian di depannya terdapat bangku pendek untuk meletakkan kitab bagi santri yang menghadap. • Santri dengan tekun mendengarkan apa yang dibacakan kyai atau ustadz. Sebelum menunjuk santri yang mendapatkan giliran. dan 59 . • Seorang santri yang mendapatkan giliran menghadap langsung secara tatap muka kepada gurunya. terlebih dahulu kyai membuka majelis dengan membaca basmalah. Pelaksanaannya dapat digambarkan sebagai berikut : • Santri berkumpul ditempat pengajian sesuai dengan waktu yang ditentukan dengan masing-masing membawa kitab yang hendak diaji. tergantung perkiraan guru terhadap kemampuan santri. Ia membuka bagian yang kan diaji dan meletakkannya di atas meja yang telah tersedia di depan kyai atau ustadz. • Kyai atau ustadz kemudian memberikan arti teks dengan menggunakan bahasa melayu atau bahasa daerahnya. tetapi tidak jarang juga secara hafalan. Adakalanya dengan melihat teks. Santri-santri lain. baik yang mengaji kitab yang sama atau pun berbeda duduk agak jauh sambil mendengarkan apa yang diajarkan oleh kyai atau ustadz kepada temannya sekaligus mempersiapkan diri menunggu giliran dipanggil. lalu berdo’a (adakalanya bersama) agar para santri mendapat kemudahan dalam menyerap ilmu dan seterusnya.

Kata-kata penyesuaian itu. rerus salam. Kyai atau ustadz mendengarkan dengan tekun pula apa yang dibaca santrinya sambil melakukan koreksi-koreksi seperlunya. Kegiatan ini biasanya diminta oleh kyai atau ustadz untuk diulang pada pengajian berikutnya sebelum dipindahkan pada pelajaran selanjutnya. biasanya juga dicatat melalui perlambang seperti telah dicontohkan di atas. maupun akhir (i’rab). • Santri kemudian menirukan kembali apa yang dibacakan kyai atau ustadznya secara sama. melainkan semuanya harus diingat secara baik. ada pula kyai atau ustadz yang tidak menghendaki pencatatan demikian. Bila jumlah santri sedikit. bunyi ucapan teks Arab dengan melakukan pemberian harakat (syakal) terhadap kata-kata arab yang ada dalam teks kitab. 60 . meliputi semua huruf yang ada baik huruf awal. atau al-Fatihah. Selain mendengarkan. Namun demikian. tidak jarang juga kyai atau ustadz memberikan tambahan penjelasan agar apa yang dibaca dapat lebih demengerti. Kedua. • Kyai menutup majelis dengan do’a dan hamdallah.mencocokkannya dengan kitab yang dibawanya. santri melakukan pencatatan atas: Pertama. Pensyakalan itu. menuliskan arti setiap kata yang ada dengan bahasa Indonesia atau bahasa daerah langsung bawah setiap kata Arab (diafsahi) dengan menggunakan huruf Arab pegon dengan berbagai pertambahannya. tengah. adakalanya kyai atau ustadz lalu bersalaman dengan santrinya. yang sering juga disebut pendlabithan (pemastian harakat). Setelah tampilan santri dapat diterima. untuk disesuaikan dengan susunan kata dalam bahasa pengantar.

ketepatan ucapan. Namun. dapat saja yang mulai membaca adalah santri. polanya bisa sama dengan pada tingkat lanjutan. di 61 . Tentu saja dengan melakukan beberapa modifikasi. Sekalipun kelihatannya hanya cocok untuk pemula. karena santri akan merasakan hubungan yang khusus ketika berlangsung kegiatan pembacaan kitab oleh dirinya di hadapan kyai atau ustadznya. Kyai atau ustadz dalam hal ini mempercayai kemampuan santri akan makna perkata atau bahkan perkalimat apa yang dibaca oleh santri sehingga tidak perlu lagi mengulang arti perkata seperti yang dilakukan pada tingkat awal. metode ini sesungguhnya dapat diterapkan untuk tingkat lanjutan bahkan tingkat tinggi sekalipun. Untuk tingkat lanjutan. Kyai atau ustadz selanjutnya dapat langsung menjelaskan apa yang terkandung dalam teks yang dibaca tadi. Hal ini membawa pengaruh yang baik karena kyai semakin tumbuh kharismanya. Kyai atau ustadz hanya mendengarkan dan memperhatikan kefasihan. Pada tingkat tinggi. nada dan intonasi bacaan yang sekaligus menunjukkan tingkat pemahaman santri terhadap apa yang dibacanya. Dalam situasi demikian tercipta pula komunikasi yang baik antara santri dengan kyai atau ustadznya sehingga dapat meninggalkan kesan yang mendalam pada jiwa santri maupun kyai atau ustadz sendiri. santri semakin simpati sehingga ia berusaha untuk selalu mencontoh perilaku gurunya itu.Metode pembelajaran ini termasuk metode pembelajaran yang sangat bermakna. Mereka tidak saja senantiasa dapat dimbimbing dan diarahkan cara pembacaannya tetapi juga dapat dievaluasi dan diketahui perkembangan kemampuannya.

Pada setiap tingkatan dengan berbagai macam nama-nama kitab yang menjadi bacaan / pegangannya. bila perlu dengan menggunakan bahasa Arab. Interaksi yang terjadi kemudian berbentuk munaqasyah antara santri dan kyai atau ustadz.Santri dengan bimbingan ustadz memilih jenis kitab tertentu yang akan dipelajarinya. Pada tingkat ini biasanya kyai secara khusus memberikan ijazah secara lisan yang dapat diartikan pula sebagai tanda perkenanan bagi sang santri untuk mengajarkan kitab yang disorogkan kyai atau ustadz kepada santri-santri yang lain. Tidak jarang dalam pemberian ijazah itu seorang kyai atau ustadz melengkapinya dengan silsilah (rangkaian) dari mana kitab itu dipelajari mulai dari dirinya. Hal ini dilakukan untuk mendata tingkat aktivitas dan perkembangan kemampuan 62 . namun biasanya sangat khusus dan diperuntukkan bagi mereka yang telah terpilih dianggap mampu untuk melakukan balagh pengajian tersendiri. terus dari siapa yang menjadi gurunya. yaitu: • Penyusunan kurikulum yang berisi jenis materi pengajian (pembelajaran). Ada beberapa hal yang dipersiapkan sebelumnya oleh kyai atau ustadz maupun oleh santri.sini santrilah yang diminta menjelaskan sendiri apa yang dapat difahaminya dari yang dibacanya. dan seterusnya secara berkesinambungan hingga sampai pada mu’allif (pengarang. penyususn) kitab itu. Para kyia tertentu di beberapa pesantren sesungguhnya sudah lama menerapkan ini. • Pendataan nama-nama santri yang berada dibawah bimbingan seorang ustadz. Kualitas otoritas guru yang ada dalam rangkaian silsilah itu akan memberikan bobot tersendiri terhadap kitab dan pembelajarannya.

santri untuk waktu berikutya. Jika memang santri yang akan mengaji dalam waktu yang bersamaan jumlahnya banyak. karena santri tidak akan segan-segan bertanya jika ada yang tidak jelas atau tidak dimengertinya. Dalam pelaksanaannya. maka ia akan membimbing dengan waktu yang lebih singkat untuk masing-masing santri. Ia hanya memberikan perkiraan berapa waktu yang disediakan untuk kegiatan pembelajaran masing-masing santri. • Setelah membacakan dan menerjemahkan satu alinea atau satu topik tertentu – sesuai keinginan dan pertimbangan kyai atau ustadz-. Ketika itu dilakukan pembetulan- 63 . • Santri menyiapkan kitab yang akan dipelajarinya beserta alat-alat tulis yang meliputi pena atau pulpen serta buku tulis yang berfungsi untuk mencatat hal-hal penting. • Dalam membaca dan menterjemahkan teks Arab gundul seorang kyai atau ustadz menyampaikannya secara perlahan dan menggunakan bahasa yang mudah untuk difahami oleh santrinya. santri diminta membaca dan menerjemahkan teks yang telah di baca tadi. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut : • Menciptakan situasi dan kondisi yag komunikatif antara santri dan kyai atau ustadz sendiri dalam kegiatan pembelajaran. seorang kyai atau ustadz tidak secara ketat menentukan alokasi waktu yang diberikan untuk membimbing seorang santri. Demikian juga bila sebaliknya. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan pembelajaran membawa hasil yang lebih baik.

Ini dapat dilakukan karena mereka adalah para santri yang telah menguasai nahwu dan sharaf dengan baik. Kepada santri diminta untuk menjelaskan isi teks dengan menggunakan bahasa Arab yang benar Evaluasi dilakukan oleh kyai atau ustadz untuk mengetahui kemampuan santri dalam aspek pengetahan (kognisi). Dhamir. Ini dilakukan untuk melatih daya tangkap (pemahaman) santri terhadap teks. isim tasniyah. serta menambahkan atau membetulkan apabila penyampaian santri ada hal-hal yang kurang atau keliru. jama’ mudzakkar salim dan jama’ muannats salim. Selain biasanya metode ini ditujukan untuk pemula. • Setelah santri menjelasakan. Mereka diminta untuk tidak akan memberi harakat pada setiap huruf dalam kalimat. kyai atau ustadz biasanya sedikit mengulas apa yang telah difahami santri. dalam keadaan tertentu metode sorogan juga dipergunakan untuk pembelajaran kepada santri khusus yang memiliki kemampuan untuk dididik menjadi ustadz. kegiatannya dilakukan melalui: Santri diminta untuk membaca teks kitab yang dipilihnya dengan mengurangi penggunaan harakat atau syakal.pembetulan apabila terdapat kekeliruan dalam pembacaan dan penerjemahannya. • Setelah membaca dan menerjemahkan dengan benar. seorang kyai atau ustadz biasanya menanyakan atau meminta kepada santri untuk menjelaskan maksud dari teks yang telah dibaca tadi. demikian juga harakat-harakat panjang tidak lagi harus diberi syakal seperti yang dilakukan para santri pemula. aspek sikap (afeksi). Kepada para santri diminta juga untuk tidak memberi catatan pada teks kitab yang dibacanya dengan simbol-simbol (tanda-tanda) seperti biasanya. dan aspek keterampilan (skill) 64 .

maka pelajaran yang baru dapat dilanjutkan. kegiatan evaluasi dapat dilakukan sewaktu-waktu. Jika materi pembelajaran yang dipelajari dalam tatap muka yang telah dianggap telah dikuasai dengan baik oleh santri. keberhasilan pembelajaran kepada para santri amat ditentukan oleh kemampuan belajar santri dan kemampuan membimbing kyai atau ustadz. Penilaian dapat juga dilakukan pada saat seorang santri diminta untuk membaca dan menterjemahkan teks Arab gundul setelah dibacakan dan di terjemahkan oleh ustadz. Dengan demikian. jika dalam perkiraan kyai atau ustadz diperlukan untuk mengecek mater-materi yang telah dipelajari beberapa pertemuan yang lampau.terhadap materi pembelajaran yang tela diberikannya. Penilaian dilakukan di samping berguna untuk mengetahui tingkat perkembangan kemampuan penguasaan santri juga berfungsi sabagai umpan balik (feed back) bagi seorang kyai atau ustadz untuk meninjau kembali cara-cara yang dilakukannya berkenaan dengan penggunaan suatu metode pembelajaran tertentu. Untuk mengevaluasi kemampuan para santri dalam pembelajaran dengan menggunakan metode sorogan biasanya dilakukan kegiatan berikut: Santri diminta membaca dan menerjemahkan teks yang telah disampaikan oleh kyai atau ustadz pada pertemuan yang lalu. Hal-hal yang biasanya diperhatikan dalam menilai tingkat kemampuan para 65 . jika sebaliknya maka santri tadi diharuskan untuk mempelajari kembali (mengulang). Karena. kegiatan pembelajaran dapat dimulai dengan materi baru tanpa terlebih dahulu meminta santri untuk membaca dan menerjemahkan teks terdahulu. Jika seorang santri berhasil membaca dan menerjemahkan dengan baik. Akan tetapi.

Sebagai contoh dalam kasus bahasa Jawa. Pelafalan kata “sopo” menunjukkan bahwa kata yang disebutkan setelahnya itu berkedudukan sebagai fa’il atau pelaku. • Pemahaman terhadap teks yang telah dibaca dalam bentuk uraian penjelasan atau kandungan teks setelah seorang santri menyelesaikan pembacaan sekian kalimat atau sekian paragraf Adapun untuk evaluasi akhir apabila telah menyelesaikan pembelajaran sebuah kitab tertentu. • Santri mampu menunjukkan kedudukan suatu kata dengan menggunakan ucapan simbolik tertentu melalui pola terjemahan kata demi kata disertai pelafalan simbol atau tanda oleh santri. pengucapan “iki” berarti kata yang dilafalkan sesudahnya itu berkedudukan sebagai “khabar” atau predikat. Simbol atau tanda-tanda yang menunjukkan kedudukan kata dalam kalimat.santri dengan menggunakan metode sorogan adalah: • Pembacaan yang dilakukan oleh seorang santri apakah sudah benar dalam arti sesuai dengan aturan tata bahasa Arab baik pada tingkat kata (sharaf) maupun pada tingkat kedudukan suatu kata dalam struktur kalimat (nahwu) atau masih belum sesuai. Kyai/ustadz 66 . pengucapan kata “ing” menunjukkan bahwa kata yang diucapkan sesudahnya berkedudukan sebagai “maf’ul bih” atau sebagai objek dan seterusnya. di antaranya yang sering muncul adalah: pengucapan lafal “utawi” berarti kata yang diucapkan sesudahnya berkedudukan sebagai “mubtada” atau sebagai subjek. seorang kyai atau ustadz melakukannya dengan sistem acak.

sementara santri. atau siswa mendengarkan. sementara materi yang harus disampaikan cukup banyak. Pengajian di pondok pesantren dalam proses pembelajarannya menggunakan sistem pendidikan klasik.menyodorkan kepada santri yang akan diujinya sebuah kitab yang telah berhasil diselesaikan pembelajarannya. istilah weton ini berasal dari kata wektu (bhs. dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kyai yang menerangkan pelajaran secara kuliah. dan menerima. yaitu sebelum dan atau sesudah melakukan shalat fardlu. sebab pengajian tersebut diberikan pada waktu-waktu tertentu. Wetonan atau Bandongan Weton / bandongan. Kemudian santri tadi disuruh membaca dan menterjemahkan sekaligus dan menjelaskan isinya secara singkat pada baian-bagian tertentu yang dianggap penting (acak) B. tradisi pendidikan klasik menyelenggarakan pendidikan dengan sistem bebas. atau ustadz membacakan dan menjelaskan isi kitab kuning. Metode bandongan atau wetonan dapat bermanfaat ketika jumlah murid cukup besar dan waktu yang tersedia relatif sedikit. Istilah weton ini. Sebagaimana yang berlangsung pada sebelum abad ke-12 M. di Jawa Barat disebut dengan bandungan. Bebas di 67 . merupakan adalah cara penyampaian kitab kuning di mana seorang guru. kiai. guru berperan aktif sementara murid bersifat pasif. tetapi kitab ini adalah kitab yang masih bersih tanpa syakl dan catatan terjemahan. Dalam metode ini. murid. memberi makna. santri menyimak kitab masing-masing dan membuat catatan padanya. Metode weton ini merupakan metode kuliah. Jawa) yang berarti waktu.

Ia boleh mengikuti pengajian itu berdasarkan kemauan dan minatnya masing-masing. untuk mendengarkan dan menyimak apa yang dibacanya dari sebuah kitab. Metode Bandongan disebut juga dengan metode wetonan. guru menyelenggarakan pengajian secara masing-masing dengan membahas kitab sesuai dengan konsentrasi dan kemauannya. Pada sisi ini. atau santri. pengajian biasanya dimulai setelah shalat fardhu atau pada waktuwaktu yang ditentukan. Pada metode ini – berbeda dengan metode sorogan. menerangkan dan seringkali mengulas teks-teks kitab berbahasa Arab tanpa harakat (gundul). Seorang kyai atau ustadz dalam hal ini membaca. Di pihak lain. Setelah pengajian selesai dilaksanakan. arti-arti kata langsung dibawah kata yang dimaksud. Posisi para santri pada pembelajaran dengan menggunakan metode ini adalah melingkari dan mengelilingi kyai atau ustadz sehingga membentuk halaqah (lingkaran} Dalam penterjemahannya kyai atau ustadz dapat menggunakan berbagai bahasa yang 68 . Metode Bandongan dilakukan oleh seorang kyai atau ustadz terhadap sekelompok peserta didik. Sementara itu santri dengan memegang kitab yang sama. dan keteranganketerangan lain yang dianggap penting dan dapat membantu memahami teks. pengajian pasaran sesungguhnya merupakan sistem pengajaran yang asli di dalam tradisi pendidikan Islam. Secara teknis. sang kiai langsung menutup pengajian dan santri-santri pun pulang ke tempatnya masing-masing. menerjemahkan. Sang kiai melakukan pengajiannya dengan menggunakan metode bandongan. pencatatan simbol-simbol kedudukan kata. masing-masing melakukan pendhabithan harakat.sini dipahami dengan kebebasan peserta untuk mengikuti pelajaran dan menentukan guru siapa saja.

Sebelum dilakukan kegiatan pembelajaran. misalnya : bahasa Jawa. santri diminta untuk membaca teks tertentu. tetapi para santri dilibatkan keaktifannnya dengan berbagai macam cara. melainkan untuk para santri tingkat lanjutan dan tinggi. Jumlah jamaah pengajian adalah para santri yang telah menguasai dengan baik pembelajaran dengan menggunakan metode sorogan. biasanya terlebih dahulu seorang kyai atau ustadz mempersiapkan apa-apa yang diperlukan sesuai dengan pemilikan metode pembelajaran. Sebelum dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode Bandongan. dan alat peraga lainnya. pengeras suara. Untuk membantu pemahaman para santri. peta. Sunda atau bahasa Indonesia. Oleh karena itu. seorang kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan hal-hal berikut. • Memiliki gambaran mengenai tingkat kemampuan para santri guna menyesuaikan dengan bahasa dan penjelasan yang akan disampaikan. seorang kyai atau ustadz terkadang mempergunakan pula alat bantu atau media pengajaran seperti : papan tulis. dan lain sebagainya.menjadi bahasa utama para santrinya. Penentuan jenis dan tingkatan kitab yang di pelajari biasanya memperhatikan tingkatan kemampuan para santri. yaitu . metode Bandongan biasanya diselenggarakan untuk para santri yang bukan lagi pemula. Walaupun yang lebih aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ini adalah kyai atau ustadz. misalnya diadakan tanya jawab. • Merumuskan tujuan yang akan dicapai dari pemilihan kitab tersebut dan 69 . OHP.

• Seorang kyai atau ustadz dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan membaca teks Arab gundul kata demi kata disertai dengan terjemahannya dan pembacaan ungkapan-ungkapan atau istilah-istilah khusus (seperti = “utawi”. waktu yang diperlukan untuk memberi kesempatan kepada para santri untuk bertanya. • Mempersiapkan alat bantu atau alat peraga yang diperlukan pada pertemuan tersebut. kemudian membukanya dengan mambaca basmallah dan shalawat. Untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode bandongan biasanya dilakukan langkah-langkah berikut ini . • Menetapkan waktu yang diperlukan untuk pembacaan dan penjelasan.tujuan pada setiap kali pertemuan. dan waktu yang diperlukan untuk evaluasi pada setiap kali pertemuan. • Membaca do’a baik secara sendirian atau bersama-sama santri. • • Seorang kyai menciptakan komunikasi yang baik dengan para santri. • Mempersiapkan catatan-catatan khusus tentang batas-batas materi yang akan disajikannya dan tentang penilaian kepada para santri. • Mempersiapkan bahan yang dapat digunakan untuk perluasan pembahasan atau penambahan wawasan. Memperhatikan situasi dan kondisi serta sikap para santri apakah sudah siap untuk belajar atau belum. dsb) pada topik atau faslun (pasal) tertentu di sertai pula dengan penjelasan 70 . “iku”. “sopo”.

seorang kyai atau ustadz memeberi kesempatan kepada para santri untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. seorang kyai atau ustadz terkadang tidak langsung membaca dan menerjemahkan. bahkan sebagian telah meninggalkan metode nahwa wa 71 . ada yang menggunakan bentuk lingkaran penuh seperti huruf O atau berbentuk setengah lingkaran seperti seperti huruf U atau berbentuk berjejer lurus dan berbanjar ke belakang menghadap berlawanan arah dengan kyai atau ustadz. Di sini kyai atau ustadz berperan sebagai pembimbing yang membetulkan apabila terdapat kesalahan dan menjelaskan bila ada hal-hal yang dipandang oleh para santri sebagai sesuatu yang asing. Ia terkadang menunjuk sacara bergiliran kepada para santrinya untuk membaca dan menerjemahkan sekaligus menerangkan suatu teks tertentu. • Setelah menyelesaikan pembacaan hingga pada batas tertentu. Pada pembelajaran tingkat tinggi.dan keterangan-keterangan. Jawaban dilakukan langsung oleh kyai atau ustadz atau memberi kesempatan terlebih dahulu kepada para santri yang lain. Posisi pengajian para santri dengan menggunakan metode bandongan pada praktiknya dilakukan bermacam-macam. Dari berbagai macam bentuk ini yang jelas para santri berkerumun dengan duduk bersila menghadap kyai. • Di akhir pengajian seorang kyai atau ustadz terkadang mengemukakan kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. diskusi. Pada beberapa pesantren metode ini telah diberdayakan dengan memberi peluang tanya jawab. sulit atau rumit.

misalnya– dapat dilakukan dengan praktik atau demonstrasi yang dilakukan oleh para santri pada halaqah tersebut. Aspek pengetahuan (kognitif) dilakukan dengan menilai kemampuan santri dalam membaca. kyai atau ustadz akan mempersilahkan salah seorang santri seniornya untuk membacakan teks bahasa Arab. Pertama. menterjemahkan dan menjelaskan.al-tarjamah dan menggantinya dengan langsung menggunakan bahasa Arab. ataupun keterampilan atau praktik tertentu yang diajarkan dalam kitab tersebut. pada saat telah dikhatamkannya pengkajian terhadap suatu kitab tertentu. Untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran di atas. atau perilaku yang mesti ditunjukannya sebagai hasil dari pengkajian materi kitab. baik aspek pengetahuan terhadap penguasaan materi kitab itu. pada sela-sela tatap muka atau pada tatap muka tertentu. Aspek sikap (afektif) dapat dinilai dari sikap dan kepribadaian santri dalam kehidupan keseharian. Aspek keterampilan (skill) yang dikuasai oleh para santri dapat dilihat melalui praktik kehidupan sehari-hari ataupun –dalam bidang fiqh. Kedua. seorang kyai atau ustadz biasa melakukannya melalui dua macam tes. Selanjutnya bisa diberi ruang waktu untuk bertanya. Untuk lebih memudahkan kegiatan penilaian. Pada keadaan demikian. Seorang kyai atau ustadz menilai berbagai aspek yang ada pada santri. Kyai atau ustadz kemudian menjelaskan langsung dengan menggunakan bahasa Arab. Teknik bandongan seperti ini akhir-akhir ini diperkenalkan oleh kyai dan ustadz yang memiliki pengalaman belajar dengan teknik yang serupa di negara-negara Arab. biasanya seorang kyai atau ustadz 72 .

akan tumbuh dan berkembang pemikiran-pemikiran kritis. Halaqah ini juga merupakan diskusi untuk memahami isi kitab. kiai atau guru bertindak sebagai “moderator”. Pelaksanaan metode ini. analitis. Bila dipandang dari sudut pengembangan intelektual. Metode Halaqoh dikenal juga dengan istilah munazaharah yang dikembangkan dengan baik sekali oleh KH Mustain Romli dari Jombang. Halaqoh Halaqah.memiliki juga catatan-catatan khusus atau memberikan perhatian khusus. atau sekelompok siswa yang belajar di bawah bimbingan seorang guru atau belajar bersama dalam satu tempat. Dengan demikian diharapkan para santri belajar secara sugguh-sungguh karena merasa diawasi dan di monitor perkembangan kemampuannya. tetapi untuk memahami apa maksud yang diajarkan oleh kitab. C. menurut Mahmud Yunus sistem ini hanya bermanfaat bagi santri yang cerdas. Halaqah yang arti bahasanya lingkaran murid. dan logis. bukan untuk mempertanyakan kemungkinan benar salahnya apa-apa yang diajarkan oleh kitab. sistem ini merupakan kelompok kelas dari sistem bandongan. sistem ini juga hanya dapat menghasilkan 1 persen murid yang pandai dan yang lainnya hanya sebatas partisipan. Metode ini dimaksudkan sebagai penyajian bahan pelajaran dengan cara murid atau santri membahasnya bersama-sama melalui tukar pendapat tentang suatu topik atau masalah tertentu yang ada dalam kitab kuning. beberapa orang santri –dengan jumlah tertentu– membentuk 73 . Dalam metode ini. rajin dan mampu serta bersedia mengorbankan waktu yang besar untuk studi ini. Melalui metode ini. Metode diskusi bertujuan agar murid atau santri aktif dalam belajar.

untuk membahas atau mengkaji suatu persoalan yang telah ditentukan sebelumnya. Musyawarah dilakukan juga untuk membahas materi-materi tertentu dari sebuah kitab yang dianggap rumit untuk memahaminya. Dalam pelaksanaannya. Topik yang menarik umumnya mendapatkan respon yang baik dan 74 . Untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode musyawarah kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan ketentuan-ketentuan berikut : Peserta musyawarah adalah para santri yang berada pada tingkat menengah atau tinggi. Ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi kegagalan musyawarah. musyawarah dapat dilakukan secara terjadwal sebagai latihan untuk para santri. metode ini lebih menitik beratkan pada kemampuan perseorangan didalam menganalisis dan memecahkan suatu persoalan dengan argumen logika yang mengacu pada kitab-kitab tertentu. Dengan demikian.halaqah yang dipimpin langsung oleh seorang kyai atau ustadz. Peserta musyawarah tidak memiliki perbedaan kemampuan yang mencolok. Musyawarah pada bentuk kedua ini bisa dugunakan oleh santri tingkat menengah untuk memebedah topik materi tertentu. para santri dengan bebas mengajukan pertanyaanpernyataan ataupun pendapatnya. Langkah persiapan terpenting pada metode ini adalah terlebih dahulu memberikan topik-topik materi yang akan dimusyawarakan. atau mungkin juga santri senior. Topik atau persoalan (materi) yang dimusyawarahkan biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh kyai atau ustadz pada pertemuan sebelumnya. Pilihan topik itu sendiri amat menentukan. Pada beberapa pesantren yang memiliki santri tingkat tinggi.

Kegiatan penilaian dilakukan oleh seorang kyai atau ustadz selama kegiatan musyawarah berlangsung. juga disampaikan penjelasan tentang cara-cara yang dilakukan berkenaan dengan dipilihnya metode musyawarah. serta kualitas 75 . pimpinan musyawarah biasanya memberkan arahan-arahan atau pemecahan mengenai persoalan atau permasalahan tersebut. Dalam kegaiatan musyawarah ini. Pada pesantren yang memiliki ma’had aly (tahasus tingkat tinggi) penyaji adalah para santri yang telah disusun secara terjadual dengan topik tertentu untuk meyampaikan pemikiran-pemikiran atau persoalan-persoalannya. Kyai atau ustadz biasanya hadir ditempat untuk mengarahkan dan membimbing jalannya musyawarah dan agar santri tidak kabur dari kegiatan ini. serta ketepatan dan kejelasan bahasa penyampaian.memberikan dorongan kuat kepada para santri untuk belajar. Apabila terdapat kebuntuan. Para santri yang lain berfungsi sebagai penanggap yang berkesempatan untuk menanggapi apa yang disajikan oleh penyaji yang telah mendapatkan tugas. Hal-hal yang menjadi perhatiannya adalah kualitas jawaban yang diberikan oleh peserta yang meliputi : argumentasi yang logis. Selain itu. atau salah seorang santri senior menjelaskan secara singkat permasalahan yang akan dibahas. seorang kyai atau ustadz. Sebagai permulaan. tanggapan. Penentuan topik secara lebih awal ini dimaksudkan agar para peserta dapat mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan. Tangggapan dan jawaban balik dari penyaji dilakukan secara bergiliran setelah tanggapan dari peserta. pertanyaan atau sanggahan dari para santri peserta musyawarah diarahkan langsung oleh kyai atau ustadz. ketepatan dan kevalidan referensi.

umumnya dipakai untuk menghafal kitab-kitab tertentu. tingkat dasar. Hafalan adalah sebuah metode pembelajaran yang mengharuskan murid mampu menghafal naskah atau syair-syair dengan tanpa melihat teks yang disaksiskan oleh guru. D. dan lebih tepat digunakan untuk rumus-rumus dan kaidah-kaidah. juga ketepatan peserta dalam membaca dan menyimpulkan isi teks yang menjadi persoalan atau teks yang menjadi rujukan. Dalam kegiatan pembelajarannya. metode hafalan sebaiknya dikurangi sedikit demi sedikit. metode hapalan yang diterapkan di pesantren-pesantren. seorang santri 76 . Materi juga dapat berbentuk esai atau nadzam. Metode ini cukup relevan untuk diberikan kepada murid-murid usia anak-anak. misalnya Alfiyah Ibn Malik atau juga sering dipakai untuk menghafal al-Qur`an. Biasanya santri diberi tugas untuk menghafal beberapa bait dari kitab alfiyah. Dalam metode hafalan Para santri diberi tugas untuk menghafal bacaan-bacaan tertentu dalam jangka waktu tertentu. Pada usia di atas itu. Hafalan atau Tahfizh Hafalan. Hafalan yang dimiliki santri ini kemudian di”setorkan” dihadapan kyai atau ustadznya secara priodik atau insidental tergantung kepada petunjuk sebelumnya. dan tingkat menengah. Materi pembelajaran di pondok pesantren yang disajikan dengan menggunakan metode hafalan dapat menyangkut seluruh materi pembelajaran di pesantren. Hal lain yang dinilai adalah pemahaman terhadap teks bacaan. baik surat-surat pendek maupun secara keseluruhan.pertanyaan atau sanggahan yang dikemukakan. dan setelah beberapa hari baru dibacakan di depan kyai/ustadnya.

karena itu mulai menguranginya dan mengimbanginya dengan diskusi terprogram. Dengan demikian.ditugasi oleh kyai atau ustadz untuk meghafalkan satu bagian bacaan tertentu dari suatu kitab. Selain mengandung manfaat. Seorang santri yang sudah dapat menghafalkan suatu teks tertentu dengan baik oleh gurunya biasanya dipersilahkan untuk menghafal teks kelanjutannya. Demikian seterusnya sampai target hafalan yang telah ditentukan berhasil dicapai. diucapkan secara bersama-sama pada waktu-waktu tertentu. santri tersebut disuruh menghafal teks yang telah dipelajari tadi untuk disetorkan (diucapkan secara hafal) pada pertemuan berikutnya. titik tekan pada pembelajaran ini adalah santri mampu megucapkan atau melafalkan sekumpulan materi pembelajaran secara lancarr dengan tanpa melihat atau tanpa membaca teks. Metode hafalan ini dapat juga digunakan dengan metode sorogan atau metode bandongan. sekumpulan hadits. Pengucapan atau pelafalan itu dapat dilakukan secara perorangan dengan masing-masing menghadap (bertatap muka langsung) kepada gurunya ataupun dilakukan secara berkelompok. atau keseluruhan teks dari suatu kitab. atau sekumpulan ayat al-Qur’an. yaitu setelah para santri mendapat materi pelajaran tertentu dari sebuah kitab. baik secara khusus ataupun tidak. Di banyak pesantren kelemahan ini telah banyak disadari. Evaluasi kegiatan belajar para santri dengan menggunakan metode hafalan ini 77 . metode ini merupakan beban berat bagi kebanyakan santri dan sering menyebabkan kurang berkembangnya kreativitas santri. Metode hafalan ini termasuk yang banyak diterapkan oleh pesantren.

Muqaranah. dan itu menjadi lambang supremasi serta ciri khas metode pengajaran di Pondok Pesantren. ia diperbolehkan untuk melanjutkan tugas hafalan berikutnya. Hiwar. Pertama. Jika ia hafal dengan baik. bahtsul masa`il. Beberapa metode diatas banyak diterapkan di pondok-pondok pesantren.biasanya dilakukan dengan dua cara. sorogan dan hafalan) di Pondok Pesantren juga mengenal metode-metode lain seperti Hiwar (musyawaroh). sehingga pondok-pondok pesantren sampai sekarang masih mempertahankan metode tersebut. jika ia belum berhasil. yakni “orang-orang yang hafal adalah argumen atas mereka yang tidak hafal”. atau diminta melanjutkan kalimat atau lafadz yang diucapkan oleh gurunya tersebut. evaluasi yang dilakukan pada setiap kali tatap muka dimana seorang santri menyetorkan kepada kyai atau ustadz tugas-tugas hafalannya. Seorang kyai atau ustadz menugaskan seorang santri untuk mengucapkan bagian-bagian tertentu dari hafalan yang dimintanya. Ada sebuah argumen yang diajukan untuk mempertahankan metode ini. Selain metode yang empat diatas (bandongan. Jika dilihat dari sisi geneologi tradisi pendidikan. metode hafalan merupakan implikasi dari pola pemikiran ahl al-hadits dan dampak dari asumsi dasar tentang konsep ilmu sebagai “apa yang diketahui dan tetap”. Sebaliknya. evaluasi setelah diselesaikannya seluruh tugas hafalan. Fathul Kutub. dan antara metode yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan erat dan mempunyai kelemahan serta kelebihan masing-masing. halaqah. dan metode-metode lain yang banyak 78 . Kedua. ia diharuskan mengulang lagi sampai lancar untuk disetorkan kembali pada pertemuan yang akan datang. Evaluasi model kedua ini merupakan evaluasi dengan sistem acak.

Dalam hiwar. Metode Hiwar atau Musyawaroh Metode Hiwar atau musyawaroh. E. Metode ini banyak dijumpai di pondok pesantren salafiyah.di peraktekkan di di Pondok Pesantren. tetapi dapat dilakukan pembahasan secara luas lafadz demi lafadz. akan dikenai sangsi. Yang menjadi ciri khas dari hiwar ini. kalimat demi kalimat ditinjau dari gramatika bahasa Arab (ilmu alat) kemudian sampai dengan 79 . Kegiatan ini suatu keharusan bagi para santri. hampir sama dengan metode metode diskusi yang umum kita kenal selama ini. sama halnya seperti keharusan mengikuti kegiatan belajar kitab-kitab dalam proses belajar mengajar. Hiwar biasanya disebut juga dengan istilah Musyawaroh. karena musyawarah sudah menjadi ketetapan pesantren yang harus ditaati untuk dilaksanakan. santri dan guru biasanya terlibat dalam sebuah forum perdebatan untuk memecahkan masalah yang ada dalam kitab-kitab (berbahasa arab) yang sedang di santrii. santri melakukan suatu kegiatan belajar secara kelompok untuk membahas bersama materi kitab yang telah diajarkan oleh kyai atau ustadz. Bedanya metode hiwar dilaksanakan dalam rangka pendalaman atau pengayaan materi-materi yang sudah di santrii (kitab-kitab kuning). Cirebon. salah satunya di Pondok Pesantren Kempek. Bagi santri yang tidak mengikuti atau mengindahkan peraturan kegiatan musyawarah. Dalam belajar kelompok ini para santri tidak sebatas membahas topik / sub-sub topik bahasan kitab belaka. Kegiatan Hiwar atau musyawarah adalah merupakan aspek dari proses belajar dan mengajar di pesantren salafiyah yang telah menjadi tradisi khususnya bagi santrisantri yang mengikuti sistem klasikal.

Dengan di akomodasinya metode ini. Dalam kegiatan ini apabila santri menemui beberapa kesulitan bisa ditanyakan langsung pada ustadz yang memandu dan memonitoring itu. Setelah menemukan jawabannya ustadz tersebut akan menyampaikan pada kegiatan musyawarah berikutnya. harus menundukkan wajah ketika berhadapan dengan guru. sehingga hampir semua permasalahan yang menyangkut pelajaran dari kitab yang telah diajarkan tersebut dapat terpecahkan dan kalau ternyata masih ada permasalahan yang tersisa belum bisa terpecahkan maka dapat dijadikan PR buat ustadz. F. Oleh karenanya belajar dengan cara musyawarah dipandang sangatlah efektif dan relatif cukup berhasil sehingga sampai dewasa ini oleh pesantren salafiyah tetap dipertahankan. dan semacamnya. Sebab di sementara pondok masih ada dokrin-dokrin yang belum bisa di reformasi.00 yang dimonitoring langsung oleh ustadz-ustadz / santri senior.bisa memahami arti/makna dan kesimpulannya. Kegiatan musyawarah ini umumnya dilaksanakan setelah jama’ah sholat ‘ Isya hingga kurang lebih pukul 22. tidak semua pondok pesantren memasyarakatkannya sebagai metode yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar di di Pondok Pesantren. musyawarah ternyata implikasinya sangat positif bagi pembentukan jiwa demokratis para santri da toleransi terhadap pendapat orang lain yang argumentatif. seperti siswa/santri tidak boleh banyak bertanya. Disamping untuk memperdalam dan penguasaan materi pelajaran kitab-kitab yang telah diajarkan kyai terhadap para santri. Metode Bahtsul Masa`il (Mudzakaroh) Metode Mudzakarah atau dalam istilah lain bahtsul masa’il merupakan 80 .

Tujuannya untuk memecahkan sesuatu masalah agama dan kemasyarakatan yang timbul atau sekedar untuk memperdalam pengetahuan agama. Ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi kegagalan mudzakarah. Pada tipe ini biasanya disediakan kitab-kitab besar yang merupakan rujukan utama dan dilengkapi dengan dalil-dalil dan metode istimbath (pengambikan hukum) yang lengkap. yang membahas masalah diniyah. Hanya bedanya. b) Mudzakarah yang diadakan antara sesama santri. pesertanya telah betul-betul mempersiapkan diri.pertemuan ilmiyah. • Mudzakarah yang diperuntukkan bagi santri. aqidah dan masalah agama pada umumnya. pada metode mudzakarah pesertanya adalah para kyai atau para santri tingkat tinggi. Mudzakarah (diskusi) ini dapat dibedakan menjadi dua macam : a) Mudzakarah yang diadakan sesama kyai atau ustadz. • Topik atau persoalan (materi) yang di mudzakarahkan biasanya ditentukan 81 . seperti ibadah. Untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode mudzakarah kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan hal-hal berikut : • Peserta mudzakarah adalah para kyai atau para santri tingkat tinggi yang dipersiapkan untuk menjadi ustadz. Mudzakarah seperti biasanya dipimpin oleh seorang ustadz atau santri yang senior yang ditunjuk oleh kyai. Tujuannya untuk melatih para santri dalam memecahkan masalah dengan menggunakan rujukan-rujukan yang jelas dan melatih cara berargumentasi dengan menggunakan nalar yang lurus. Metode ini sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan metode musyawarah.

Pada pesantren yang telah memiliki ma’had aly (tahasus tingkat tinggi) penyaji adalah para santri yang telah disusun secara terjadual dengan topik tertentu untuk meyampaikan pemikiran-pemikiran atau persoalanpersoalannya. Para santri yang lain berfungsi sebagai penanggap yang berkesempatan untuk menanggapi apa yang disajikan oleh penyaji tadi. Langkah persiapan terpenting pada metode ini adalah menyiapkan dan pemberitahuan topik-topik atau materi yang akan dimudzakarahkan. Dalam kegaiatan mudzakarah ini. Hal ini dimaksudkan agar jauhjauh hari para peserta sudah mempersiapkan diri. Selain itu. juga disampaikan penjelasan tentang cara-cara yang akan dilakukan berkenaan dengan teknik yang akan dilakukan dalam mudzakarah. Pelaksanaan metode ini. mudzakarah biasanya dilakukan secara terjadwal sebagai latihan bagi para santri. Apabila terdapat kebuntuan. Tangggapan dan jawaban balik dari penyaji dilakukan secara bergiliran setelah tanggapan dari peserta. mula-mula kyai menjelaskan secara singkat permasalahan yang akan dibahas. Pada beberapa pesantren yang memiliki santri tingkat tinggi yang cukup. Kegiatan penilaian dilakukan oleh seorang kyai selama kegiatan mudzakarah 82 .oleh kyai pada pertemuan sebelumnya. pertanyaan atau sanggahan dari para santri peserta mudzakarah dipimpin langsung oleh kyai atau ustadz. tanggapan. Kyai atau ustadz biasanya dengan tekun mengarahkan dan membimbing jalannya mudzakarah sehingga tidak melenceng dari tujuan. pimpinan mudzakarah biasanya memberkan arahan-arahan atau pemecahan mengenai persoalan atau permasalahan tersebut.

Metode ini biasanya diterapkan untuk pengajaran santri-santri yang sudah senior. Hal-hal yang menjadi perhatiannya adalah kualitas jawaban yang diberikan oleh peserta yang meliputi : kelogisan jawaban. Hal lain yang dinilai adalah pemahaman terhadap teks bacaan. Hadits. dll. serta kualitas pertanyaan atau sanggahan yang dikemukakan.) Kegiatan Fathul Kutub merupakan kegiatan latihan membaca kitab (terutama kitab klasik) untuk santri senior di pondok pesantren. Metode Fathul Kutub Metode Fathul Kutub biasanya dilaksanakan untuk santri-santri senior yang sudah akan menyelesaikan pendidikan di (Pondok Pesantren). juga kebenaran dan ketepatan peserta dalam membaca dan menyimpulkan isi teks yang menjadi persoalan atau teks yang menjadi rujukan. G. Metode ini bisa digambarkan sebagai bentuk kegiatan belajar mengajar dalam sebuah forum (bisasnya di kelas atau masjid) yang dipandu oleh pembimbing / guru dan diikuti oleh santri-santri yang dianggap sudah menguasai kitab-kitab tertentu untuk memecahkan permasalahan kontemporer di sekitar hukum-hukum fiqh (termasuk di dalamnya ibadah). dimana santrisantri tersebut sudah dianggap mampu atau menguasi kitab-kitab yang menjadi rujukan masalah yang akan di bahas. ketepatan dan validitas referensi yang digunakan. sebagai wahana menguji 83 . Tafsir. Aqidah.berlangsung. nalar dan bahasa yang ditampilkan. Pada dasarnya Metode Bahtsul Masa`il mengacu kepada pemecahan masalahmasalah dalam hal fiqh (hukum Islam atau furu`iyah). Pada dasarnya metode ini adalah metode penugasan mencari rujukan terhadap beberapa topik dalam bidang ilmu tertentu (Fiqh.

. Santri diberi tugas untuk membahas persoalan-persoalan tertentu dalam akidah. Saat ini. hadis. metode. Metode muqoronah akhirnya berkembang pada perbandingan ajaran-ajaran agama. dengan diterapkannya sistem klasikal di Pondok Pesantren. fiqih. tafsir. yaitu dengan dikenalkannya sistem Madrasah. Sedangkan perbandingan paham atau aliran dikenal dengan istilah muqoronatul madzahib (perbandingan Mazhab). Untuk model metode muqoronah ajaran agama biasanya berkembang di bangku Perguruan Tinggi Pondok Pesantren (Ma`had `Ali) dikenal dengan istilah Muqoronatul Adyan.kemampuan mereka—setelah memsantrii B. Metode Muqoronah Metode muqoronah adalah sebuah metode yang terfokus pada kegiatan perbandingan. Artinya dengan memadukan pola pendidikan tradisional dengan pola pendidikan modern. 84 . H. baik perbandingan materi. serta kemudian membuat dan menyerahkan laporan tertulis mengenai hasil kajiannya kepada guru pembimbing. Arab. terutama dalam menelusuri dan mencari makna kosa kata. dll. Termasuk dalam kegiatan ini adalah Fath al-Mu’jam. Hal itu disebabkan karena terpengaruh oleh perkembangan hidup modern yang menuntut orang maupun lembaga untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. yaitu latihan dan ujian membuka kamus berbahasa Arab untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan berbahasa Arab santri. tasawwuf. Karena itulah cara yang bisa ditempuh agar di Pondok Pesantren tetap bisa digandrungi oleh masyarakat. maupun perbandingan kitab. paham (madzhab). mau tak mau pengayaan metodologi tidak lagi sebatas yang sudah di kenal di kalangan Pondok.

baik Arab maupun Inggris 85 . Metode Muhawarah / Muhadatsah Metode muhawarah adalah merupakan latihan bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Arab. tidak hanya menggunakan bahasa Arab tetapi juga bahasa Inggris. I. Aktivitas ini biasanya diwajibkan oleh Pondok Pesantren kepada para santri selama mereka tinggal di Pondok Pesantren. Para santri diwajibkan untuk bercakap-cakap baik dengan sesama santri maupun dengan para ustadz atau kyai dengan menggunakan bahasa Arab pada waktu-waktu tertentu. kepada mereka diwajibkan untuk menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Diskusi. latihan muhawarah atau muhadasah ini tidak diwajibkan setiap hari. Pada pesantren ini latihan bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa asing. Pada beberapa pesantren. Sehingga percakapan sehari-hari yang dipergunakan santri adalah bahasa Arab dan Inggris. Kepada mereka diberikan perbendaharaan kata-kata bahasa Arab atau Inggris yang sering dipergunakan untuk dihafalkan sedikit demi sedikit sehingga mencapai target yang telah ditentukan untuk jangka waktu tertentu. akan tetapi hanya satu kali atau dua kali dalam seminggu dan digabungkan dengan latihan Muhadlarah/Khitabah (Pidato). Di beberapa pondok pesantren lain. mengingat metodologi tersebut sudah umum dan banyak dibahas di buku-buku metodologi pendidikan. ceramah. Metode metode ini tidak kami bahas dalam buku ini. bahasa asing yang dipergunakan sebagai alat komunikasi untuk para santri. dan seterusnya. Setelah para santri telah menguasai banyak kosa kata. penugasan.Pengembangan metode pendidikan saat ini sudah mulai mengenalkan metode-metode seperti tanya jawab .

• Ustadz melakukan tanya jawab dengan para santri dengan menggunakan bahasa Arab atau ustadz meminta dua orang santri atau lebih untuk memperagakan tanya jawab di hadapan teman-temannya secara bergiliran. tetapi dilakukan di mana dan kapan saja selama mereka berada dalam lingkungan pesantren. Untuk meningkatkan motivasi santri. contoh-contoh percakapan serta aturan-aturan lainnya. pesantren biasanya menciptakan 86 . • Kegaiatan pembelajaran dilakukan secara kelompok atau klasikal dengan dipandu oleh seorang ustadz berdasarkan jadual yang telah ditentukan sebelumnya secara rutin. Kepada mereka yang tidak menggunakan bahasa Arab atau Inggris dikenai sangsi tertentu sebagai alat pendidikan. Biasanya satu minggu sekali. Biasanya diberikan target harian. Latihan percakapan dapat juga dilakukan dengan meminta para santri untuk mendiskusikan (musyawarah) topik tertentu dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. Pada pesantren yang menjadikan bahasa Arab dan Inggris sebagai alat kominkasi sehari-hari latihan percakapan tidak hanya dilakukan di kelas dalam waktu terjadual. • Kepada mereka diwajibkan untuk menghafal sejumlah kosa kata dari buku panduan tersebut.hanyalah merupakan pelajaran tambahan (complementer) bukan pelajaran pokok. dilakukan langkahlangkah berikut ini: • Para santri diberikan buku panduan yang berisi daftar kosa kata dalam bahasa Arab (atau Inggris). Dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ini.

• Mengamati percakapan para santri sewaktu kegiatan musyawarah dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. • Meminta santri untuk mengomentari kandungan teks kitab tertentu dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. Untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode muhadatsah atau muhawarah ini dapat dilakukan dengan : • • Menilai kualitas jawaban santri ketika dilakukan tanya jawab dengan ustadz.lingkungan bahasa asing itu. Menilai percakapan para santri ketika mendemonstrasikan kemampuannya di hadapan teman-temannya. 87 . Misalnya. nama-nama benda dan tempat di lingkungan pesantren ditulis dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris itu.

sejumlah orang tua memindahkan anaknya ke pesantren lain karena Tebu Ireng dianggap sudah terlalu 88 . sejarah dan bahasa Melayu di lembaga pendidikannya. namun pembaharuannya dalam pesantren sempat menimbulkan reaksi yang cukup hebat.H Hasyim Asy’ari di anggap cukup konservatif. misalnya mengusulkan kepada ayahnya suatu perubahan radikal dalam sistem pengajaran di pesantren.H Mahin Ilyas dengan persetujuan K. Tapi usulannya tersebut tidak disetujui oleh ayahnya dengan dalih jika diterapkan akan menciptakan kekacauan antara sesama pimpinan pesantren. sehingga beliau mengusulkan untuk mendirikan Madrasah Nidzomiyah pada tahun 1934 dengan menempatkan pengajaran pengetahuan umum 70 % dari seluruh kurikulum Madrasah tersebut. K. K. Tujuannya untuk mengembangkan inisiatif dan kepribadian para santri di pesantren dan murid-murid di sekolahan.H Wahid Hasyim sistem pengajaran di atas seharusnya diganti. Pada kesempatan yang lain K.H Hasyim Asy’ari memasukkan mata pelajaran umum. setidaknya melalui sumbangan pemikiran atau pun usulan-usulan tertentu. yang sistematis dan tepat diterapkan pada anak didik di suatu lembaga pendidikan sekarang ini. Menurut K.BAB IV ISYU-ISYU PEMBAHARUAN PESANTREN Pembaharuan pendidikan di kalangan pesantren sebenarnya sudah banyak dilakukan.H Wahid Hasyim. sejak saat itu surat kabar berbahasa Melayu masuk pesantren. dari sistem Bandungan diganti dengan sistem Tutorial. ilmu bumi. misalnya membaca. menulis huruf latin.

Harapannya agar pondok pesantren dapat lebih melihat pengalaman-pengalaman Islam di luar.modern. KH. dalam waktu yang sangat panjang pesantren secara agak seragam mempergunakan metode pengajaran yang lazim disebut dengan sistem Weton atau Sorogan sebagaimana dibahas di muka.A Mukti Ali mengatakan dalam masalah ini perlu adanya pembaharuan sistem pendidikan di pesantren. Perlu pemikiran yang integral sebagai suatu kemutlakan dalam mengarahkan pondok pesantren menjadi potensi pembangunan. Beliau menunjuk nilai strategis pondok pesantren yang umumnya berada di desa. juga untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih oleh rakyat Indonesia. dan secara historis memegang peran penting dalam kebangkitan Nasional. Berbeda dengan sistem pengajaran pesantren yang berlaku di kebanyakan 89 . begitu juga pengalaman-pengalaman lembaga pendidikan keagamaan agama lain. A. Meskipun demikian. H. Metode dan Sistem Pengajaran Metode pengajaran sebenarnya merupakan hal yang setiap kali dapat berkembang dan berubah sesuai dengan penemuan metode yang lebih efektif dan efisien untuk mengejarkan masing-masing cabang ilmu pengetahuan. Imam Zarkasyi Pembaharuan yang dilakukan oleh Imam Zarkasyi di Pondok Pesantren yang dibinanya adalah meliputi : a. Dalam hal ini perkembangan pesantren harus di sesuaikan dengan kebutuhan pembangunan. baik soal-soal kurikuler maupun kelembagaannya.

sementara materi baru menduduki rengking berikutnya. Bagi Imam Zarkasyi yang terpenting bagi lembaga pendidikan adalah pimpinannya atau kepala sekolah jika itu berbentuk sekolah. mendengarkan dan mengucapkan.pesantren KH Imam Zarkasyi dengan pendekatan "efisiensi waktu" dalam pengajaran. Hal ini senantiasa didengungkan beliau pada acara perkenalan tentang pondok maupun acara-acara kuliah umum dihadapan santrinya. tapi dengan cara pengajaran yang baik akan menghasilkan hasil yang baik. 90 . Landasan efesiensi waktu ini kemudian dijadikan dasar dalam pembaharuan pesantren yang kemudian dalam bentuk nyata yaitu Pondok Modern Gontor. Maka dieperlukan pembaharuan metodologi dan sistem pengajaran. dengan berbekal bahasa mereka bisa menggali sendiri ilmu pengetahuan untuk bekal hidup mereka. menulis. maka pembaharuan yang pertama adalah dalam hal mempelajari bahasa. karena guru adalah pelaku pendidikan. belajar bahasa Arab adalah untuk bisa membaca. yakni biaya dan waktu yang dikeluarkan sedikit tetapi dapat menghasilkan produksi yang besar dan bermutu. dengan ungkapannya bahasa yang tidak diucapkan sama dengan tidak dipelajari.14 dengan alasan membekali kunci ilmu pengetahuan agama islam dan umum. setelah itu cara atau metode pengajaran. mereka bisa mengembangkan pengetahuan 14 Ini merupakan kriteria yang diakui para ahli pengajaran bahasa modern. anak didik dicanangkan harus menguasai bahasa sebagai kunci pengetahuan. kemudian gurunya. materi pelajaran boleh sederhana. Menurut beliau ukuran dari suatu lembaga pendidikan itu bukanlah materi pelajarannya. Berangkat dari situ kemudian beliau mengadakan perubahan dalam cara mempelajari bahasa Arab.

penerbitan majalah dinding yang dikelola santri yang juga dalam tiga bahasa. Repolusi pengajaran bahasa ini merupakan hasil dari suatu rencana yang panjang. guru dan kyainya. penglihatan maupun pendengaran. yaitu jangan sampai usia habis hanya dipakai untuk menguasai kaidah bahasa atau gramatika saja. Inggris. menulis baik menuliskan huruf maupun mengarang. dalam mendengarkan. lomba baca puisi juga dalam tiga bahasa. parktek dalam berbicara. Indonesia. Al-hasil pesantren menjadi semacam labolatorium bahasa alami dengan bahasa asing yang dipelajari sebagai bahasa komunikasi anatara sesama santri.keagamaannya dengan merujuk sendiri kepada kitab-kitab referensi yang ditulis dengan bahasa Arab. sementara tujuan pengarajan bahasa sebagai alat untuk mencari pengetahuan terabaikan. Untuk itulah pengajaran bahasa Arab maupun Inggris diorientasikan pada penguasaan keempat kemahiran bahasa di atas dengan mengutamakan praktek. Setelah itu diharapkan akan membukakan wawasan pengetahuan santri hingga mampu menjadi 91 . dengan langklah perbaikan metodologis pengajaran bahasa ini diharapkan "waktu" yang terbuang untuk menggeluti gramatika bisa dipakai untuk menggali pengetahuan agama dari sumbernya yang berbahasa Arab. serta membaca. serta latihan muhadatsah baik Arab maupun Ingris. lomba teater dalam tiga bahasa. sementara untuk pengetahuan umumnya para santri dipersiapkan dengan penguasaan bahasa Inggris. dengan pendek kata semua kegiatan dipesantren mendukung pembelajaran bahasa dari ucapan. berbagai kegiatan seperti latihan pidato dalam tiga bahasa Arab. seperti ustadz yang siap ditanya kapan saja. Untuk mewujudkan proses pembelajaran bahasa seperti itu didukung dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana.

"perekat ummat" sebagai agenda utama ummat Islam. yaitu dengan memberlakukan fungsi kontrol atas penggunaan metode pengajaran. Suatu contoh dalam hal berdisiplin. yang berlaku baik bagi santri maupun guru. Jadi guru dituntut untuk menguasai metodologi pengajaran. Metode dan sistem pengajaran tersebut diterapkan dalam teori dan praktek yang tepat.15 15 Disarikan dari ceramah-ceramah KH. Sehingga untuk santri yang bertindak sebagai pemberi sanksi adalah pengurus organisasi yang ditunjuk oleh Kiai untuk menindak mereka yang melanggar aturan tersebut. . tugas guru sebelum mengajar yang paling utama adalah membuat rencanan pengajaran dan persiapan satuan pelajaran (Satpel) yang di Gontor dikenal dengan sebutan I'dad Tadris. Guru pun demikian. gambaran di atas tidak bisa dijadikan dasar untuk mengklaim bahwa Gontor 92 . Untuk mewujudkan teorinya tentang kepala sekolah dan guru sebagai sentral aktivitas pendidikan KH Imam zarkasyi sangat ketat memperhatikan metodologi pengajaran. bagi guru yang melanggar disiplin tersebut akan diberi sanksi di hadapan guru-guru yang lain pada acara pembinaan mingguan yang dikenal dengan kemisan. Imam Zarkasyi (Kuliah Umum) dan pengamatan penulis secara partisifatif. dimana guru akan menyerahkan I’dadnya tersebut kepada guru yang lebih senior yang ditunjuk oleh pimpinan pesantren. karena menurut Imam Zarkasyi bahwa penguasaan metodologi pengajaran lebih penting daripada penguasaan materi atau substansi itu sendiri yang dikenal dalam bahasa Arabnya At-Thariqah Ahammu Min al-Maddah. bagi guru yang akan mengajar pada keesokan harinya harus membuat I’dad (persiapan mengajar) tertulis.

artinya anak -anak dibekali cara ibadah sehari-hari dengan baik --biasa disampaikan dalam ceramah beliau-. mengembangkan pengetahuannya dengan bermodalkan bahasa baik pengetahuan umum maupun agama. dan bisa mengembangkan dirinya di masyarakat. b. di lembaga pendidikannya para santri diajarkan pemahaman ilmu Fiqh dari kitab Bidayatul-Mujtahid karangan Ibnu Rusyd di mana di pesantren tradisionil jarang diajarkan.Perubahan yang dilakukan KH. Di pesantren lain diajarkan pendalaman ilmu Nahwu Sharaf dari kitab Alfiyah Karangan Imam Malik. Imam Zarkasyi boleh dikatakan berhasil dalam menerapkan metode pengajaran bahasa tersebut karena melaksanakannya secara utuh. Jadi tidak mengacu pada kurikulum Departemen Agama atau Departemen Pendidikan Nasional. Sebagai contoh. Mahmud Yunus. dan tidak bisa diungkapkan lewat tulisan yang singkat ini.dengan harapan output dari pesantren tersebut bisa beribadah. Imam Zarkasyi bagaimanapun mata rantainnya dihubungkan dengan Prof. karena gambaran suatu sistem pesantren lebih merupakan pengalaman individu para penghuninya. Kurikulum Pendidian Pesantren Kurikulum yang diterapkan oleh Imam Zarkasyi pada lembaga pendidikan Pondok Modern (KMI) adalah kurikulum yang dicanang untuk pendikan dasar. bisa beramal sholeh. 16 Kini kurikulum KMI Gontor telah dikembangkan di tidak kurang dari 300 pesantren alumni Gontor yang mneyebar di Indonesia dengan berbagai variannya. Di hanya mengajarkan bahasa. tetapi di lembaga pendidikannya beliau memakai kitab kecil Nahwul-Wadhih yang banyak ikhtisar contoh-contohnya. 93 . Juga berbeda dengan kurikulum yang ada di pesantren tradisionil16.

94 . dan lain sebagainya. Di samping mempelajari kitab Durusul-Lughah (dasar-dasar bahasa Arab). Nahwu Sharaf. pada tahun 1985. Ilmu tata buku (administrasi). Psikologi. Bahasa Inggeris dan Grammarnya. tapi merupakan khazanah yang perlu dikaji untuk mengingat kembali zaman keemasan peradaban Islam dahulu kala.lembaganya para santri diajarkan kitab Tafsir al-Manar karangan Muhammad Abduh di mana di pesantren lain jarang diajarkan kepada para santrinya. Insya’ dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pengetahuan ilmu agama. ketika beliau mendengar pemberitahuan dari pemerintah tentang seorang utusan/delegasi yang mampu menguasai dua bahasa sekaligus untuk dikirim ke suatu Pertemuan Kenegaraan. Imam Zarkasyi tidak menganggap pengajaran kitab-kitab Islam klasik sebagai elemen dasar dari tradisi suatu pesantren. Di samping itu pula diajarkan ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama seperti : Bahasa Indonesia. Pemikiran pendidikan yang diterapkan oleh KH. Mantiq. Fisika. Matematika. Berbeda dengan Zamakhsari Dlofir. Sejak saat itu beliau mulai berfikir untuk menerapkan suatu pemikiran pendidikan yang mengarah ke masalah tersebut. Geografi. Al-jabar. Dalam benak Imam Zarkasyi timbul pemikiran tentang perpaduan pengajaran ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum. Imam Zarkasyi dimulai sejak berakhirnya masa belajar beliau di berbagai tempat dari tahun 1935 hingga tahun wafatnya beliau. Mahfudzat. di samping penggunaan dua bahasa. Sejarah. Arab dan Inggeris dalam teori dan praktek. Di mana santri perlu diberi wawasan pengetahuan agama dan pengetahuan umum yang tak dapat dipisahkan satu sama lainnya untuk menghadapi era globalisasi di masa yang akan datang.

Hasyim Asy’ari sebagai menantu dan kemudian dikirim ke Makkah untuk melanjutkan studi dan menetap disana selama tujuh tahun. Kondisi inilah yang menariknya untuk mendirikan sebuah pesantren.H. Dari pesantren ini lahir Jam’iyah Nahdhatul Ulama yang mengikat kyai dan umat Islam Indonesia. dan Siwalan Panji. dan perampokan. Kyai Ya’kub.H. Sekilas Tentang Tebu-ireng Tebu-ireng merupakan salah satu kiblat pesantren di Jawa bahkan Indonesia. Hasyim Asy’ari memilih untuk mendirikan pesantren di Tebu-ireng. desa yang dipandang hitam. Pesantren ini tercatat 95 . Masyarakat Tebu-ireng terbiasa dengan perjudian. mabuk-mabukan.Hasyim Asy’ari yang mula-mula belajar dibawah bimbingan ayahnya sendiri. perzinahan. Bangkalan Madura. Wahid Hasyim dan Tebu Ireng a.Pemikiran pendidikan Imam Zarkasyi sudah mendapat pengakuan dari kalangan akademisi di Indonesia. di mana beliau pernah berjasa kepada agama. berupa lembaga pendidikan yang sudah diakui keberadaannya dan kepada negara di mana beliau pernah duduk dalam kepemerintahan pada Departemen Agama. Beliau meninggalkan peninggalan yang berharga yang akan menjadi amal jariah beliau di akhirat kelak. Tebu-ireng didirikan oleh K. K. kemudian melanjutkannya ke beberapa pesantren di Wonokromo Probolinggo. Sekembalinya dari Makkah. Pemimpin pesantren Siwalan mengambil K.H. K. B.H A. Hal seperti ini pun kemudian diikuti oleh murid-murid beliau.

pesantren Tebu-ireng menggunakan metode musyawarah yang dikembangkan di kalangan santri senior dalam rangka memperdalam pengetahuannya serta menumbuhkan sikap kritis pada para santri. pesantren Tebu-ireng mulai sejak berdirinya tahun 1899 sampai tahun 1916 memakai sistem sorogan dan bandongan sebagai metode utama dalam mentransformasi ilmu. K. Pengenalan mata pelajaran hadist sebagai objek studi di pesantren. Namun demikian bukan berarti mereka tidak mau mengadakan perubahan dalam bidang studi maupun metode yang digunakan. menurut Martin Van Bruinessen merupakan inivasi baru dalam dunia pendidikan pesantren. Salah seorang gurunya Kyai Khalil Bangkalan. dengan syarat ada rujukan dari berbagai sumber. Kesamaan mata pelajaran dan metode pengajaran tidak bisa lepas dari kebersamaan pemimpin pesantren dalam menuntut ilmu dari berbagai ulama di berbagai pesantren di tanah air dan tanah suci. Setelah tahun 1916. Pesantren Tebu-ireng sebagaimana pesantren lainnya memusatkan kegiatan akademiknya dalam bidang agama. Van den berg seperti dikutip Martin dalam penelitiannya tentang kitab-kitab yang digunakan di pesantren pada abad ke-19 tidak mencantumkan kitab hadist. terutama mata pelajaran hadist.Hasyim Asy’ari seorang ulama yang pertama kali memperkenalkan dan mengajarkan mata pelajaran tersebut. sering hadir mengikuti halaqah hadist yang sampaikannya. Mereka diberi kebebasan dalam mengajukan argumen terhadap suatu masalah yang diajukan serta berdebat.H.resmi tahun 1899 M / 1324 H. Dalam sistem pengajaran. terutama karya-karya Imam 96 .

seperti : Kyai Manaf Abdul Karim (Lirboyo. Pembaharuan pendidikan pesantren Tebu-ireng menimbulkan reaksi yang cukup hebat dari masyarakat dan kalangan pesantren.Hasyim Asy’ari di pesantren Tebu-ireng sangat efektif dalam proses belajar mengajar para santrinya. Kyai As’ad Syamsul Arifin (Asembagus. Pada tahun 1916. Muhammad Ilyas memasukkan pelajaran bahasa Belanda dan sejarah kedalam kurikulum madrasah atas persetujuan K.H.H .H. yaitu K. sehingga sejumlah orang tua memindahkan anak-anaknya ke pesantren yang lain.Syafi’i dalam masalah fiqih. Pada tahun 1926. Kyai Ma’sum menantu K. Kediri). Salatiga).H. Matematika. Pada tahun 19Tiga tahun berikutnya kurikulum madrasah tersebut ditambah dengan pendidikan umum. Kyai Abbas (Buntet Cirebon). K. b.Hasyim Asy’ari. Kediri). dan banyak lagi yang lainnya. Reaksi tersebut tidak menyurutkan proses pembaharuan pesantren Tebu-ireng. memasukkan sistem madrasah ke dalam sistem pendidikan pesantren. dan ilmu Bumi. Kyai Zubair (Reksosari. dan Wahid Hasyim putra beliau sendiri. Kyai Jazuli (Ploso. karena pesantren Tebu-ireng sudah dianggap sudah terlalu modern. Pemikiran Wahid Hasyim tentang Pendidikan Pondok Pesantren 97 . Prakarsa pembaharuan pendidikan pesantren Tebu-ireng datang dari murid dan putranya. seperti : Bahasa Indonesia (Melayu). Hal tersebut terus berlangsung dan dilanjutkan oleh Wahid Hasyim dengan mendirikan madrasah modern di lingkungan pesantren.Muhammad Ilyas.Hasyim Asy’ari . Situbondo).H. Metode musyawarah yang dikembangkan K. dengan dukungan Wahid Hasyim. sehingga banyak santri mejadi ulama dan akhirnya memimpin pesantren.

Hal ini mempengaruhi pemikiran Wahid Hasyim dalam memperbaharui sistem pendidikan pesantren. Rasyid Ridha.Umat Islam yang mulai menyadari akan kelemahan dan keterbelakangannya di abad 20. Wahid Hasyim kembali ke Indonesia. Pandji Pustaka. bahkan ia mengadakan studi cooperative ke luar negeri. yaitu di pesantren Tebu Ireng. Majalah dan surat kabar yang ia baca. Jalaluddin al-Afghani. majalah. terutama di negara-negara Islam Timur Tengah. Studi comporative tidak hanya dilakukan didalam negeri. Muhammad Abduh. Gerakan pembaharuan di dunia Islam berpengaruh pula ke Indonesia. Disamping itu ia mempelajari literatur yang ada kaitannya dengan masalah yang sedang dihadapi. Daulat Ra’jat. Kullu 98 . untuk mengejar ketinggalan dan keterbelakangan mereka. 1. mulai berusaha mengadakan pembaharuan dalam segala bidang kehidupan. Umul Qurra. ia mulai terjun dalam dunia pendidikan. Dengan demikian ia banyak menggunakan waktunya untuk membaca bukubuku. Aspek Tujuan Pada tahun 1993. Disamping itu ia juga mengadakan perjalanan untuk mengadakan studi comparative tentang berbagai model pendidikan yang sedang berkembang di lingkungan pesantren maupun sekolah-sekolah umum yang dikelola oleh Pemerintah Kolonial Belanda. termasuk usaha-usaha dalam bidang pendidikan.Musyawarah. maka muncullah para pembaharu dalam dunia Islam seperti : Abdullah bin Abdul Wahab. dan surat kabar yang mendukung perjuangannya. antara lain : Penyeber Semangat. Sautul hijaz. Secara berhati-hati ia menyusun dan mengembangkan ide-ide tentang pembaharuan pendidikan Islam. dan lainnya. al-Lata’if al.

merupakan salah satu penyebab tertinggalnya kaum muslim 99 . Dalam mengadakan perubahan terhadap sistem pendidikan pesantren. ritual. Orientasi demikianlah menurut Mastuhu. Pada awal tujuan yang pendidikan Islam khususnya pesantren lebih berkonsentrasi pada urusan ukhrawiyah (akhirat). bahwa dengan sungguh. ia membuat perencanaan yang matang. Hal ini memudahkan kita untuk memahami mengapa ia mengadakan rekonstruksi terhadap sistem pendidikan pesantren. Ia tidak ingin gerakan ini gagal di tengah jalan.Syaiin wal Dunya. Orientasi pendidikan yang hanya berkonsentarsi pada urusan akhirat menurut Al-Amir Syakib Arsalan. Menggambarkan cara mencapai tujuan itu. Orientasinya kemasa lampau dan terpaku ke “dunia sana”. ia mengadakan langkah-langkah sebagai berikut : Menggambarkan tujuan dengan sejelas-jelasnya. dan al-Istnain. Ketiga majalah Indnesia tersebut diterbitkan oleh kalangan nasionalis. Memberikan keyakinan dan cara.sungguh tujuan dapat dicapai. disebabkan oleh sumber teologi yang fatalistis dan tidak rasional. warna sistem pendidikan pesantren sangat didominasi oleh warna-warna fiqih. Adalah sangat menarik diperhatikan disini bahwasannya sejak muda ia telah melibatkan diri dengan pola pikir dari kelompok masyarakat dan golongan yang lebih luas. nyaris terlepas dari urusan duniawiyah (dunia). sedang kelima majalah Arab di atas diterbitkan di Timur Tengah. Karena tujuannya yang demikian. sedangkan “dunia kini” dianggap sebagai dunia mainan. Untuk itu. tasawuf. sakral dan sebagainya.

• Para santri dapat mempelajari agama Islam dari buku-buku yang ditulis 100 . Ia menyarankan hendaknya sebagian besar santri untuk tidak menjadi ulama. Ada beberapa alasan mengapa Wahid Hasyim mengusulkan alternatif demikian. Dalam hal tujuan belajar di pesantren. antara lain: • Para santri tidak perlu menghabiskan waktu sampai puluhan tahun untuk belajar bahasa Arab dan mengakumulasi pengetahuan dari para kyai di berbagai pesantren. tidak semua siswanya dapat “dicetak” menjadi ulama. Wahid Hasyim memberikan alternatif lain kepada para santri. Dari hal diatas kemudian tujuan pesantren dirumuskan hanya sebagai “mencetak” para ulama / ahli agama belaka. Bukankah manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi dan memakmurkannya. Di samping itu pengertian ulama dalam kalangan pesantren telah mengalami penyempitan makna.dengan negara-negara lain. Hal tersebut cukup beralasan. Penolakan tersebut menurutnya tidak rasional dan bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Dengan alasan pelajaran tersebut tidak sesui dengan tujuan keagamaan yang dimiliki pesantren. karena dalam kenyataanya bahwa dalam sietem pendidikan agama yang paling eksklusif sekalipun.pelajaran non-agama masuk dalam kurikulum pesantren. Bagaimana manusia dapat memakmurkan bumi tanpa ilmu pengetahuan.ilmu umum. sehingga ulama hanya digunakan untuk orangorang yang menekuni bidang-bidang ilmu agama dan merendahkan ilmu. mengakibatkan pesantren tidak menerima untuk tidak dikatakan menolak.

wawasan berfikir Wahid Hasyim dikenal cukup luas.H Muhammad Ilyas mendirikan madrasah Nizhamiyah.dengan bahasa latin. ia bersama K. sebagai mana telah disinggung diatas. merupakan wujud dari upaya pembaharuan pendidikan Islam yang dilakukan oleh cendikiawan muslim termasuk didalamnya Wahid Hasyim. yang melihat bahwa lembaga pendidikan Islam ( 101 . 2. Dengan rumusan tujuan pendidikan yang demikian ia tidak ingin lagi melihat santri yang lebih rendah kedudukannya dalam masyarakat dari kaum terpelajar Barat. Pada tahun 1935. Hal ini dapat diduga sebagai hasil dari luasnya bacaan beliau. misalnya. • Para santri dapat memfokuskan waktunya untuk mempelajari berbagai pengetahuan dan ketrampilan lainnya yang dapat digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri dan masyarakat. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pesantren menurut Wahid Hasyim adalah mencetak santri yang berkepribadian muslim dan bertaqwa kepada Allah serta memiliki ketrampilan sehingga santri dapat mandiri dan berkiprah pada masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Berkembangnya madrasah di Indonesia di awal abad ke-20. ia tetap berharap adanya sebagian santri yang betul-betul menjadi ulama dengan mempelajari bahasa Arab dan pengetahuan agama secara mendalam. Aspek Kurikulum Meski tidak pernah mengenyam pendidikan modern. Wawasan ini kemudian diaplikasikan dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial dan pendidikan. Walau demikian.

102 . Dengan penguasaan ketiga komponen tersebut santri akan mampu bersaing dengan mereka yang mendapatkan pendidikan Barat dalam menempati posisi di masyarakat. Kedekatan sistem belajar mengajar ala madrasah dengan sistem belajar mengajar ala sekolah yang dikembangkan Pemerintah Kolonial Belanda saat itu. Kebencian pesantren terhadap penjajah membuat pesatren mengharamkan semua yang berkaitan dengannya. membuat banyak orang berpendapat bahwa madrasah sebenarnya merupakan bentuk lain dari sekolah. pelajaran umum masih dianggap tabu dalam kalangan pesantren karena identik dengan penjajah.pesantren ) dalam beberapa hal tidak lagi sesuai dengan tintutan dan perkembangan zaman. disebabkan oleh lemahnya penguasaan pengetahuan umum (sekuler). Pada saat itu. hanya saja diberi muatan dan corak keislaman. bahasa asing. seperti memakai pantalon. Kelemahan santri menurut Wahid Hasyim. Madrasah Nizamiyah didirikan dengan pertimbangan bahwa kurikulum pesantren yang hanya memfokuskan kepada ilmu-ilmu agama mengakibatkan santri mengalami kesulitan untuk bersaing dengan siswa yang mendapat pendidikan Barat. Usaha pembaharuan yang dilakukannya bukan pekerjaan yang tanpa resiko. dasi dan topi. dan skill dalam berorganisasi.bahkan pengetahuan umum. termasuk bahasa Belanda dan Inggris. Untuk itu ia mendisain kurikulum madrasah tersebut dengan kurikulum yang hanya ilmu-ilmu agama tetapi juga ilmu-ilmu umum. Apa yang dilakukan Wahid Hasyim jelas merupakan inovasi baru bagi kalangan pesantren.

kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang 854 kali dalam Al-Qur’an. sistem pendidikan semacam ini akan melahirkan ilmuan-ilmuan yang tak bermoral dan ulama yang tidak kenal zamannya. Sekembalinya ke Tebu-ireng. Ia dianggap telah mencampuradukkan perkara agama dan dunia. ia pun dianggap telah merusak sistem pendidikan pesantren. Selain itu ia pun ingin menghilangkan dikotomi ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum yang saat itu melanda dunia pendidikan Islam pada umumnya dan khususnya pondok pesantren. Yang menonjol dalam hal kurikulum ini adalah pemahaman Wahid Hasyim terhadap konsep ilmu. Dalam pandangan Al-Qur’an. Saksinya ratusan ayat Al-Qur’an.banyak kritikan yang datang datang dari masyarakat bahkan ulama pesantren. ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul tehadap makhluk-makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahan. Aspek Metode Pengajaran Wahid Hasyim ketika berumur 17 tahun sempat belajar selama 1 tahun di Makkah. yaitu pendidikan umum disatu pihak dan pendidikan agama dipihak lain adalah warisan Kolonial Belanda. Ia menganggap bahwa Islam tidak memisahkan pengetahuan agama dan pengetahuan umum. Tidak ada yang menyangkal dikotomi pendidikan di Indonesia. dan lain sebagainya. ia mengusulkan kepada ayahnya suatu 103 . 3. Kritikan itu disambut olehnya dengan tenang dan ia tetap berjalan dengan keyakinannya sebagai seorang idealist. Dikotomi tersebut menurut Wahid Hasyim sangat berbahaya bagi umat Islam Indonesia.

ia pun menganjurkan para santri untuk belajar organisasi dan membaca. Pada tahun 1936 ia mendirikan IKPI ( Ikatan Pelajar Islam ). pendapat guru bukanlah suatu kebenaran mutlak sehingga kendapatnya dapat dipertanyakan bahkan dibantah oleh santri ( murid ) dan proses belajar mengajar berorientasi pada murid sehingga potensi yang dimiliki akan terwujud dan ia akan menjadi dirinya sendiri. Wahid Hasyim belum merasa puas dengan perubahan yang ia lakukan. 104 .000 buku yang kebanyakan buku-buku keagamaan. Panji Pustaka. Dewan Islam. Adil. yang luar biasa yang terjadi pada pesanten ketika itu. dan nasionalis . Secara singkat. menurut metode bandongan akan menciptakan kepastian dalam diri santri. seperti : Panji Islam. Perubahan metode pengajaran dan pendirian perpustakaan merupakan kemajuan Wahid Hasyim. dimana posisi guru ditempatkan bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar.perubahan metode pengajaran di pesantren. Nurul Islam. modernis. Kesebelas jurnal diatas mewakili Pandangan kaum tradisionalis. menulis catatan. Perpustakaan tersebut juga berlangganan majalah dan surat kabar. Pustaka Timur. Selain itu ia juga mendirikan perpustakaan dengan koleksi buku 1. Hal ini dikarenakan dalam kelas yang menggunakan metode tersebut santri datang hanya mendengar. dan menghapalkan mata pelajaran yang telah diberikan. tidak ada kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau berdiskusi. Usulan itu antara lain agar sistem bandongan di ganti dengan sistem tutorial yang sistematis dengan tujuan untuk mengembangkan inisiatif dan kepribadian santri. Dengan hal tersebut Wahid Hasyim mengharapkan terjadinya proses belajar mengajar yang dialogis. Berita Nahdhatul Ulama. Pujangga Baru. Islam Bergerak. dan Penyebar Semangat. Al-Munawarah.

pendidikan telah menjadi “trade-mark” gerakan Muhammadiyah. Bahkan.Dalam proses pembelajaran murid tidak hanya dijadikan objek pendidikan akan tetapi ia dijadikan subjek pendidikan itu sendiri. paling tidak kita bisa mengenal ide-ide dalam pendidikan dan kepesantrenan dalam Perguruan Muhammadiyah. Dilihat dari jumlah amal usahanya Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Besarnya jumlah lembaga pendidikan tersebut merupakan bukti konkrit peran penting Muhammadiyah dalam proses pemberdayaan umat Islam dan pencerdasan bangsa. KH. bidang pendidikan merupakan amal usaha Muhammadiyah yang terbesar. tetapi juga menawarkan 105 . Dalam konteks ini Muhammadiyah tidak hanya berhasil mengentaskan bangsa Indonesia dan umat Islam dari kebodohan dan penindasan. tetapi beliau merupakan cikal bakal Perguruan Muhammadiyah yang beberapa diantaranya bida disebut dengan Pondok Pesantren. C. Dibandingkan dengan amal usaha lainnya. Sedangkan Guru memposisikan diri sebagai motivator. dan fasilitator dalam proses pembelajaran. dan pesantren dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi berdiri kokoh di seluruh penjuru Nusantara Bahkan di beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Ahmad Dahlan DanPerguruan Muhammadiyah Mengapa perlu mengemukakan profil Ahmad Dahlan dalam pembahasan pondok pesantren ini. bahkan di dunia. diulas dalam buku ini. sebagai ormas Islam terbesar kedua setelah Nahdlatul Ulama. Mungkin itu pertanyaan yang pertama kali dilontarkan ketika nama pendiri Muhammadiyah. Berbagai jenis pendidikan sepertisekolah. madrasah. Tidak ada alasan spesifik memang.

Diskusi tentang pendidikan Muhammadiyah sebagai salah satu pembaharu pendidikan Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pemikiran para pendirinya. gadis Kauman yang masih sepupunya. salah seorang ulama terkenal yang tinggal di kampung Darat. setelah memiliki dasar-dasar pendidikan agama Islam Ahmad Dahlan menjadi “musafir pencari ilmu” yang mengembara dari satu pesantren ke pesantren lainnya untuk mendalami ilmu agama seperti ilmu fiqh.suatu model pembaharuan sistem pendidikan “modern” yang tetap terjaga identitas dan kelangsungannya. hadits. nahwu. di saat usia mencapai 22 tahun. Ahmad Dahlan banyak belajar ilmu agama dari para ulama 106 . KH Hasyim Asy’ari. penggagas dan pendiri gerakan Muhammadiyah yang karena perjuangan dan kepeloporannya dalam memajukan bangsa dan pendidikan nasional dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Pada tahun 1890. qira’ah dan falaq. Ahmad Dahlan dikaruniai dua orang putra dan empat orang putri. pendiri Nahdhatul Ulama (NU) pernah belajar. Ahmad Dahlan menikah dengan Siti Walidah. Dalam kesempatan tersebut. Seperti umumnya para santri pada waktu itu. Dalam salah satu sejarah disebutkan Ahmad Dahlan pernah belajar ilmu falaq kepada Kyai Saleh Darat. Di pesantren ini pula. Semarang. Ahmad Dahlan tidak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah-sekolah model pendidikan Belanda. Dari pernikahannya dengan Siti Walidah. Ahmad Dahlan dikirim oleh ayahnya untuk melaksanakan ibadah haji dan memperdalam ilmu agama. Salah satu tokoh pendidikan Muhammadiyah yang paling menonjol adalah Ahmad Dahlan .

Ahmad Dahlan kemudian diangkat menjadi salah seorang khatib di masjid Besar Kasulthanan Yogyakarta menggantikan posisi ayahnya. Kyai Nawawi Banten. Ahmad Dahlan memperdalam ilmu fiqh kepada Kyai Machfudz Termas dan Said Babusyel. Kesempatan dialog yang pada akhirnya mengilhami dan mendorongnya untuk melakukan reformasi di Indonesia adalah dialognya dengan Syeikh Muhammad Rasyid Ridha. Ahmad Dahlan mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya. salah seorang mufti Madzhab Syafi’i yang bermukim di Makkah. Sepulang dari ibadah haji yang pertama Ahmad Dahlan kemudian mulai mengajar mengaji di kampungnya dan beberapa kali menjadi badal ayahnya bahkan karena kemampuannya. Bahkan Sayyid Bakri Syata’-lah yang memberikan atau mengganti nama Muhammad Darwis menjadi Ahmad Dahlan . Dalam kesempatan bermukim di Makkah tersebut Ahmad Dahlan juga sempat berdialog dengan para ulama Nusantara yang bermukim di Makkah di antaranya Muhammad Khatib Minangkabau. seorang tokoh modernis dari Mesir. Ahmad Dahlan tidak langsung pulang ke tanah air melainkan menyempatkan diri tinggal di Makkah selama satu setengah tahun untuk memperdalam ilmu agama kepada para ulama Timur Tengah. ilmu hadits kepada mufti Madzhab Syafi’i. Diantara gurunya adalah Sayyid Bakri Syata’.terkenal. Setelah beberapa tahun lamanya bekerja sebagai khatib dan berdagang batik di beberapa daerah. 107 . ilmu falaq kepada Kyai Asy’ari Bacaan dan ilmu qiraah kepada Syeikh Ali al-Musri Makkah. Setelah ibadah haji. Kyai Mas Abdullah Surabaya dan kyai Faqih Kumambang Gresik.

Matan al-Hikam (Ibnu‘Atha Allah).Qashaid al-Aththa (‘Abd Athithas).Di samping aktif melakukan dialog dengan para ulama Ahmad Dahlan juga aktif membaca majalah dan kitab. Amalan-amalan mereka merupakan campuran antara yang hak dan yang batil.pada tahun 1912 M. Lembaga Ahmad Dahlan mendirikan organisasi 108 . Kanz al-‘Ulum. Sambil berdagang batik Dahlan melakukan tabligh dan diskusi keagamaan. dan syirk. tidak menjawab tantangan dan tuntutan perkembanganmasyarakat. Da’irah al-Ma’arif (Farid Wajdi). • Lembaga-lembaga pendidikan agama Islam yang ada ketika itu tidak efisien. Dengan kedalaman ilmu agama dan ketekunannya dalam mengikuti gagasangagasan pembaharuan Islam.Tafshil al-Nasyatin Tahshil al-Sa’adatain Fi’il Bid’ah (Ibnu Taimiyah). Al-Islam Wal Nasriyyah (M. Muhammadiyah. dan lain-lain. AtTauhid (Muhammad Abduh). Al-Tawassul wa al-Wasilah siyyah al . Majalah yang dibacanya adalah al-Manar dan alUrwat al-Wutsqa. bid’ah. Faktor terpenting yang mendorong Ahmad Dahlan untuk mendirikan organisasi adalah: • Kenyataan bahwa umat Islam Indonesia telah banyak yang meninggalkan alQur’an dan Sunnah. dan pada akhirnya -atas desakan dari para muridnya. Ahmad Dahlan kemudian aktif menyebarkan gagasan Ahmad pembaharuan Islam ke pelosok-pelosok tanah air. Mereka cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang termasuk takhayul. Abduh) . Sedangkan kitab yang sering dikaji dan diajarkannya adalah . Izhar al-Haqq (Rahmat Allah al-Hindi). Tafsir Juz Amma (Muhammad Abduh).

memperteguh iman. • • Memperbarui ajaran-ajaran agama dan sistem pendidikan Islam. memperbaiki akhlak. dan pola hidup yang statis. • Aktivitas misi Kristen semakin gencar. Akitabnya umat terpecah dan hal ini menyebabkan semakin melemahnya kekuatan umat. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam dapat mengerti ajaran-ajaran agama mereka secara benar. • Mayoritas umat Islam yang terdiri dari petani dan buruh menjadi semakin miskin. • Kebanyakan umat Islam terperangkap dalam fanatisme sempit. Mempertahankan Islam dari segala pikiran dan perbuatan yang bertentangan 109 . meningkatkan ibadah. Bahkan mereka mendapat bantuan dari penjajah Belanda. taklid buta. Sementara yang kaya tidak ingat berzakat. Ajaran agama yang benar itu ialah yang memurnikan tauhid.pendidikan terpecah menjadi dua: pendidikan sekuler dan pendidikan pesantren yang hanya mempelajari ilmu-ilmu agama dalam arti sempit. sehingga hak-hak orang miskin terabaikan. meluaskan dakwah amar makruf nahi mungkar • Mengadakan pembaruan ajaran-ajaran agama agar selaras dengan tantangan zaman. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan di atas Muhammadiyah melakukan berbagai aktivitas sebagai berikut: • Menggalakkan dan meningkatkan mutu pendidikan umat Islam.

Jetis. Selain aktif menyebarkan gagasan pembaharuan keagamaan dan menyerukan gerakan kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah serta memberantas segala bentuk Takhayul. tetapi kemudian banyak diikuti oleh kalangan muda Kauman yang kemudian membuat garis-garis shaf sesuai konsep falaq Ahmad Dahlan. Curafat (TBC) dan Taklid. Inilah terobosan dan gagasan besar Ahmad Dahlan. Gagasan Ahmad Dahlan diterima.dengan Kitab dan Sunnah. kebenaran harus tetap dilaksanakan dan ditegakkan. Ahmad Dahlan adalah seorang yang sangat berani. yang sekalipun tidak dihadiri oleh para Khatib. Ahmad 110 . Menurut Ahmad Dahlan sebagai calon pamong praja. sekalipun harus berhadapan dengan kekuasaan. Shalat ‘Id dilaksanakan sesuai dengan perhitungan Dahlan tetapi grebeg dilaksanakan sesuai dengan perhitungan aboge. para siswa di sekolah tersebutperlu mendapatkan pelajaran agama. Ahmad Dahlan dengan diantar oleh Kanjeng Penghulu memberanikan diri menghadap Kanjeng Sulthan dan menyampaikan perhitungan falaqnya. Ahmad Dahlan kemudian mengundang para Khatib dan penghulu untuk melakukan diskusi tentang kiblat Masjid Besar tersebut. Kasus kedua adalah ketika terjadi perbedaan penentuan tanggal 1 Syawwal atau Hari Raya Idul Fitri antara perhitungan falaq dengan perhitungan aboge (kalender Jawa). Baginya. Bid’ah. kiblat masjidBesar Kasultanan yang menurut Ahmad Dahlan tidak sama persis dengan perhitungan falaq. Hal ini dia buktikan dalam dua hal. Pertama. Ahmad Dahlan juga mendirikan sekolah dan madrasah Muhammadiyah serta mengajarkan pelajaran agama sebagai pelajaran ekstra kurikuler di Kweekschool. Yogyakarta dan Osvia Magelang.

Pada bagian ini akan dibahas pemikiran kependidikan Ahmad dahlan sebagaimana yang dikemukakannya dalam ceramah dan pengajian serta tulisantulisannya dan yang tercermin dalam amal usaha Muhammadiyah terutama pendidikan (sekolah. Yogyakarta.Ahmad Dahlan adalah sosok yang banyak melakukan amal daripada menulis. Amal usaha Muhammadiyah merupakan refleksi dan manifestasi pemikiran Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Ahmad Dahlan lebih menampilkan sosoknya sebagai manusia amal atau praktisi daripada filosuf yang banyak melahirkan pemikiran dan gagasan-gagasan tetapi sedikit amal. a. Ahmad Dahlan meninggal dan dimakamkan di pada tanggal 7 Rajab 1340 H atau 23 pebruari 1923 M Karangkadjen. 111 . Sekalipun demikian tidak berarti bahwa Ahmad Dahlan tidak memiliki gagasan. Di samping aktif di Muhammadiyah Ahmad Dahlan juga aktif di partai politik seperti Budi Utomo dan Sarikat Islam. tabligh dan sejenisnya. Pemikiran Pendidikan Ahmad Dahlan Ahmad Dahlan adalah tokoh yang tidak banyak meninggalkan tulisan. Hampir seluruh hidupnya digunakannya untuk beramal dan memperjuangkan kemajuan umat Islam dan bangsa. Istilah pendidika di sini dipergunakan dalam konteks yang luas tidak hanya terbatas pada sekolah formal tetapi mencakup semua usaha yang dilaksanakan secara sistematis untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan. madrasah dan pesantren). mergangsan. nilai dan ketrampilan dari generasi terdahulu (tua) kepada generasi muda. Kemantren. Dalam konteks ini termasuk dalam pengertian pendidikan adalah kegiatan pengajian.

Siap berjuang. 112 . 2. dengan memiliki pengetahuan umum.‘Alim dalam ilmu agama. berakhlaq mulia dan menguasai ilmu agama secara mendalam. Pada masa Ahmad Dahlan kemajuan sering diidentikkan dengan penguasaan ilmu-ilmu umum atau intelektualitas dan kemajuan secara material. dan kemajuan masyarakat pada umumnya. Dalam masyarakat Jawa.Tujuan Pendidikan Ahmad Dahlan tidak secara khusus menyebutkan tujuan pendidikan.nilai keutamaan pada masyarakat. Istilah kemajuan secara khusus menunjuk kepada kemoderenan sebagai lawan dari kekolotan dan konservatisme. Berpandangan luas. terdapat beberapa hal penting.b. pada khususnya. mengabdi untuk Muhammadiyah dalam menyantuni nilai. adja kesel anggonmoe njamboet gawe kanggo Moehammadijah”. Dalam pernyataan sederhana tersebut. seorang Kiai. Tetapi dari pernyataan yang disampaikannya dalam berbagai kesempatan. tujuan pendidikan menurut Ahmad Dahlan adalah untuk membentuk manusia yang : 1. yaitu “kijahi”. Sedangkan kata “njamboet gawe kanggo Moehammadijah” merupakan manifestasi dari keteguhan dan komitmen untuk membantu dan mencurahkan pikiran dan tenaga untuk kemajuan umat Islam. Istilah Kiai merupakan sosok yang sangat menguasai ilmu agama. Berdasarkan pemahamam tersebut. 3. tujuan pendidikan Ahmad Dahlan adalah : “ Dadijo Kijahi sing kemadjoean. “kemadjoean” dan “njamboet gawe kanggo Moehammadijah”. adalah figur yang shalih.

Rumusan tujuan pendidikan tersebut merupakan “pembaharuan” dari tujuan pendidikan yang saling bertentangan pada saat itu yaitu pendidikan pesantren dan pendidikan sekolah model Belanda. Di satu sisi pendidikan pesantren hanya bertujuan untuk menciptakan individu yang salih dan mendalami ilmu agama. Di dalam sistem pendidikan pesantren tidak diajarkan sama sekali pelajaran dan pengetahuan umum serta penggunaan huruf latin. Semua kitab dan tulisan yang diajarkan menggunakan bahasa dan huruf Arab. Sebaliknya, pendidikan sekolah model Belanda merupakan pendidikan “sekuler” yang di dalamnya tidak diajarkan agama sama sekali. Pelajaran di sekolah ini menggunakan huruf latin. Akibat dualisme pendidikan tersebut lahirlah dua kutub intelegensia : lulusan pesantren yang menguasai agama tetapi tidak menguasai ilmu umum dan lulusan sekolah Belanda yang menguasai ilmu umum tetapi tidak menguasai ilmu agama. Melihat ketimpangan tersebut Ahmad Dahlan berpendapat bahwa tujuan pendidikan yang “sempurna” adalah melahirkan individu yang “utuh” : menguasai ilmu agama dan ilmu umum, material dan spiritual serta dunia dan akhirat. Bagi Ahmad Dahlan kedua hal tersebut (agama-umum, material-spiritual dan dunia-akhirat) merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Inilah yang menjadi alasan mengapa Ahmad Dahlan mengajarkan pelajaran agama ekstra kurikuler di

Kweekschool Jetis dan Osvia Magelang serta mendirikan madrasah Muhammadiyah yang didalamnya mengajarkan ilmu agama dan ilmu umum sekaligus. b. Materi Pendidikan

113

Berangkat dari tujuan pendidikan tersebut Ahmad Dahlan berpendapat bahwa kurikulum atau materi pendidikan hendaknya meliputi : Pendidikan moral, akhlaq yaitu sebagai usaha menanamkan karakter manusia yang baik berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Pendidikan individu, yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesadaran individu yang utuh yang berkeseimbangan antara perkembangan mental dan jasmani, antara keyakinan dan intelek, antara perasaan dengan akal pikiran serta antara dunia dan akhirat. Pendidikan kemasyarakatan yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesediaan dan keinginan hidup bermasyarakat. (Arifin, 1987) Meskipun demikian, Ahmad Dahlan belum memiliki konsep kurikulum dan Ahmad

materi pelajaran yang baku. Muatan kurikulum pelajaran agama menurut

Dahlan bisa dilihat dari materi pelajaran agama yang diajarkannya dalam pengajianpengajian di madrasah dan pondok Muhammadiyah. K.R.H Hadjid, salah seorang murid Ahmad Dahlan, mengumpulkan ajaran gurunya ke dalam sebuah buku berjudul “Ajaran Ahmad Dahlan dan 17 Kelompok Ayat-Ayat Al-Quran” yang merupakan catatan pribadinya selama mengikuti pelajaran agama. Dari pelajaran tersebut dapat dikelompokkan bahwa Ahmad Dahlan banyak menyampaikan materi yang berkaitan dengan keimanan, akhlak dan semangat untuk berjuang membela agama dan membantu sesama. B. Muhammadiyah dan Pemberdayaan Masyarakat Dengan visi-visi Ahmad Dahlan, Muhammadiyah tercatat sebagai salah satu

organisasi sosial keagamaan yang memainkan peranan penting dalam memperkuat

114

posisi masyarakat, memberdayakan rakyat dan mengembangkan masyarakat madani. Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang lingkupnya luas, Muhammadiyah menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat. Jauh sebelum diskursus tentang masyarakat sipil atau masyarakat madani marak di Indonesia, Muhammadiyah telah memunculkan suatu perbincangan tentang masyarakat utama. Istilah masyarakat utama ini kemudian dimantapkan pada muktamar ke-41 tahun 1985 di solo dan dimasukkan kedalam rumusan tujuan Muhammadiyah. Disamping disebut sebagai padanan istilah khairu ummah, konsep tentang masyarakat utama inipun oleh para tokoh Muhammadiyah dicoba didekati dengan pendekatan civil society. Pada awalnya, organisasi ini merupakan gerakan pembaruan Islam di Indonesia yang kemudian berkembang, tidak hanya memberantas TBC (tahayul, bid’ah dan Kurafat) –dalam transliterasi sekarang ditulis khurafat- tapi juga meningkatkan kualitas hidup umat. Karena arah organisasi ini selalu modern, maka Kuntowijoyo menyebuutnya sebagai gejala kota. Muhammadiyah mewakili masyarakat baru, masyarakat industri dan modern yang membedakannya dengan organisasi keagamaan lainnya yang tradisionalis. Dalam Anggaran Dasar (AD) awalnya hingga dalam jangka waktu lama, cita-cita kemasyarakatan Muhammadiyah memang tidak begitu tampak. Yang lebih menonjol adalah rumusan tentang pedoman bertindak dancara-cara berorganisasi. Dan yang menggerakkan hati organisasi ini adalah QS. Ali Imran, 3:104. Seorang tokoh Muhammadiyah yang juga tokoh ICMI, M. Dawam Rahardjo . Ahmad Dahlan untuk membentuk

115

mengemukakan bahwa dalam perspektif ajaran Islam, Muhammadiyah menggunakan istilah yang lebih konseptual dan substansial, yaitu masyarakat utama (al-Mujtama alFadhil). Menurutnya, istilah ini merupakan terjemahan dari istilah Quran: “Khairu Ummah”. Istilah Quran itu sendiri memang masih memrlukan penjelasan, bahkan

sampai saat inipun diperlukan penggaliannya dari al-Quran dan sejarah Nabi SAW. Dalam mensubstansikan masyarakat utama, masyarakat madani, masyarakat baru, ataupun khairu ummah diperlukan konsep atau teori. Konsep civil society merupakan konsep yang dapat dipakai untuk memahami istilah-istilah tersebut. Gagasan ideal untuk mewujudkan masyarakat madani seperti yang diagendakan Muhammadiyah ke-41 di Solo, memang patut kita cermati, mengingat Muhammadiyah memang memiliki ruang lingkup gerakan dan amal usaha yang sangat luas. Hampir disetiap daerah perkotaan kita dapat menemukan berbagai amal usahanya, mulai dari lembaga pendidikan, panti asuhan ataupun rumah sakit. Secara sederhana kenyataan ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki pusat kegiatan sosial yang telah mapan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perkembangan kuantitatif amal usaha ini

disertai dengan pertumbuhan kualitatif yang tercermin dari pengaruh Muhammadiyah terhadap kelahiran berbagai peran sosial yang diusulakan oleh kelompok ataupun tokoh masyarakat. Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang teleh mengobarkan jiwa pembaruan pemikiran Islam di negeri ini. Jiwa pembaruan yang melekat pada diri pendiri organisasi ini telah ditempa sejak dia belajar di Mekkah selama 5 tahun, yaitu antara 1890-1895. Pada tahun 1903 dia kembali ke Mekkah untuk belajar lagi selama 3

116

tahun. Di Mekkah dia belajar tauhid, tafsir, fikih, tasawwuf, qira’at, mantiq, dan falak. Selama di Mekkah tokoh ini tertarik dengan pikiran-pikiran Ibn Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Rida. Perkenalannya dengan pemikiran tokoh-tokoh itu dimungkinkan karena lingkungan Mekkah saat itu telah dipengaruhi dan diwarnai oleh ide-ide pembaruan yang dimunculkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab yang kemudian dilanjutkan dan dikorbarkan oleh para pengikutnya. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa ide-ide pembaruan yang digagas oleh Ibn Taimiyyah sangat mendalam pengaruhnya dalam semangat dan pikiran-pikiran pembaruan Muhammad bin Abdul Wahhab. Pengobaran semangat pembaruan yang dilakukan Ibn Abdul Wahhab ini kemudian berpengaruh bagi meningkatnya minat para ulama untuk menelaah kembali karya-karya Ibn Taimiyyah. Kondisi kondusif untuk pembaruan yang diupayakan oleh para pengikut Ibn Abdul Wahhab, termasuk dan terutama para penguasa Kerajan Arab Saudi dari keturunan Muhammad Sa’ud, memungkinkan lahirnya para tokoh pembaru semisal Jamaluddin, Abduh, dan Rida. Pengaruh mereka inilah yang kemudian terlihat kental dalam oraganisasi yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan ini. Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, saat ini Muhammadiyah telah menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Pertumbuhan ini berlangsung begitu cepat, tidak sampai 15 tahun dari masa berdirinya organisasi ini telah menjangkau wilayahwilayah yang cukup luas di luar Jawa. Di Aceh Muhammadiyah telah masuk untuk pertama kali tahun 1922/1923 melalui

117

R. dari Alabio. Hulu Sungai Utara. Di sini Muhammadiyah mendapat dukungan kuat dari seorang ulama kenamaan Dr. pelopor gerakan pembaruan di wilayah ini. Muhammadiyah masuk melalui para saudagar yang datang ke sana. Keberadaan Muhammadiyah di Sulawesi ini menjadi semakin berkembang setelah Pimpinan Pusat Muhammdiyah mengutus M. Tokoh ini masuk menjadi anggota Muhammadiyah tahun 1923. Sumatera Barat dan Jawa. Wilayah Sumatra Barat telah dimasuki Muhammadiyah sejak tahun 1925. Muhammadiyah masuk ke daerah Sulawesi. Sedangkan 118 .Djajasukarta. Usman Amin. Perintis Muhammadiyah di Kalimantan adalah H. Muhammadiyah imasuk ke wilayah ini pada tahun 1926. Pada tanggal 25 Desember 1957 berdirilah Muhammadiyah di Singapur yang dirintis oleh Ustadz Abdurrahman Haron. Haji Abdul Karim Amrullah. Melalui seorang orator ulung H. Sedangkan untuk Kalimantan Selatan. Perkembangannya menjadi sangat cepat setelah A. dan pada 1925 dia kembali ke Alabio untuk menyiarkan Muhammadiyah di sana. Sutan Mansur masuk ke wilayah ini pada tahun 1927. Yunus Anis ke daerah ini tahun 1928. Abdullah. Pada tahun 1927 Muhammadiyah tersebar di Sumatra bagian timur dibawa oleh orangorang yang datang dari Tapanuli. Perkembangan Muhammadiyah ini tidak hanya terbatas di dalam negeri. Merekalah yang pertama mendirikan Muhammadiyah di tempat ini. Pada 1925 Muhammadiyah memasuki wilayah Kuala Kapuas. Untuk wilayah Kalimantan. bahkan ia telah menjangkau negeri-negeri jiran. Kalimantan Tengah.

Selanjutnya Muhammdiyah didirikan di Thailand pada tanggal 11 Agustus 1988. ataupun kemahasiswaan. untuk membina remaja putri Islam. Ahmad Dahlan tahun 1918. Pemuda Muhammadiyah.H. didirikan tahun 1381/1961. • Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Tapak Suci juga disebut Persatuan Pencak Silat Putra Muhammadiyah. kemasyarakatan. Organisasi ini bertugas membina dan menggerakkan potensi para pelajar Islam. baik dalam bidang keagamaan. didirikan tahun 1384/1964. IMM dibentuk untuk membina dan menggerakkan potensi para mahasiswa Islam. Demikian pula. Organisasi ini dimaksudkan untuk membina dan menggerakkan potensi pemuda Islawm. • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ahmad Dahlan. • • Nasyi’atul Aisyiyah. didirikan tahun 1917 oleh K. tepatnya di Kabupaten Canak. Organisasi ini bergerak dan berjuang di kalangan kaum ibu atau muslimat Indonesia. Muhammadiyah mempunyai beberapa organisasi otonom yang gerak dan tujuannya seiring dengannya. didirikan tahun 1963.H. 119 . Organisasi-organisasi itu adalah: • Aisyiyah. didirikan oleh K. Muhammadiyah untuk pertama kali didirikan di Pulau Penang tahun 1967 oleh Ustadz Zainal Abidin Zamzam. berdiri tahun 1930. Propinsi Songkhla. • Hizbul Wathan (HW). didirikan tahun 1350/1932 berdasarkan hasil keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-21 di Ujung Pandang. sebagai organisasi besar. • Tapak Suci. Thailand Selatan.di Malaysia.

dan ekonomi. baik dalam sisi pendidikan. Di antara mantan anggota HW adalah Jenderal Sudirman yang pada tahun 1945 diangkat oleh Presiden RI. Paparan di atas mencerminkan adanya usaha-usaha keras yang dilakukan para ulama (intelektual muslim) yang senantiasa mencoba mengadakan perbaikan dalam tehnis dan materi penyampaian ajaran Islam kepada ma syarakat. Andil HW cukup besar dalam menyiapkan para pemuda Indonesia untuk menghadapi penjajah Belanda. Pada tahun 1961. dan perjuangannya telah memberikan andil yang cukup besar dalam mencapai dan mengisi kemerdekaan negeri ini. Muhammadiyah dengan segala perangkat organisasi. HW ditiadakan dan dileburkan ke dalam Gerakan Pramuka. Sampai di sini nampak pembaharuan di bidang metodologi pengajaran dan sistem nampaknya sudah mulai menunjukkan adanya upaya modernisasi pesantren. Berbagai ide-ide cemerlang tersebut pada akhirnya saling mlengkapi dan mewujudkan trend baru dalam kepesantrenan. amal usaha. 120 . menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat yang menjadi cikal bakal TNI. Sukarno. Pesantren kini telah menjadi trade mark pendidikan Islam di Indonesia secara umum dengan berbagai variasi baik yang bersifat organisasi kelembagaan. kemasyarakatan. selain juga mencerminkan adanya upaya pembaruan pesantren secara khusus dan pendidikan ummat secara lebih umum sperti yang dilakukan Ahmad Dahlan. variasi materi pembelajaran dan bahkan variasi mazhab yang dianutnya sesuai dengan latarbelakang keilmuan dan keyakinan tokoh para pendirinya.Organisasi ini bergerak di bidang kepanduan. dakwah.

bahsul masaail. Kurikulum pesantren Pada umumnya. Aliyah atau SLTP. Kenyataan ini pada gilirannya akan merubah --ini mulai nampak-. dari pesantren pola ini biasanya -sebagaimana juga pesantren modern--melahirkan alumni yang bisa melanjutkan studinya hingga jenjang perguruan tinggi. pesantren yang berpola modern dengan cara klasikal dan penjenjangan. Contoh Pesantren Pesantren kecil di pedesaan Biasanya pesantren besar seperti Tebu Ireng. kini mulai bermunculan kyai yang bergelar sarjana yang tentu saja akan berpotensi melahirkan kultur baru dalam kepesantrenan. ilmu alat. Wetonan. 121 . Dua tipe pesantren ini kemudian banyak melahirkan corak dan ragamnya. yang lazim disebut pesantren modern. Pesantren Buntet.pola ke kyaian. tafsir. dengan pembagian waktu bagai santri untuk belajar disekolah-sekolah Aliyah atau SMA dan belajar mengaji ke pesantren serta tinggal di sana sepulang sekolah. penyederhanaan materi dan perbaikan metodologi. dll.Dan hasil yang dapat dilihat adalah terbentuknya pola pesantren dengan istilah salafiyah17 yang berarti mengajarkan kitab-kitab sebagaimana yang berlaku di pesantren pada umumnya. tauhid. di antaranya ada pesantren salafiyah plus madrasah Aliyah. Selain itu nampak juga terlahir tipe -tipe peantren yang akarnya bisa di tarik dari iide pembaharuan di atas. Selain metode salafiyah dan pengajian kitab juga menyelenggarakan pendidikan sekolah Mts. Secara singkat tipe tersebut akan penuli sajikan dalam bentuk tabel di bawah ini: Tabel Tipe Pesantren di Indonesia Pasca Pembaharuan NO 1 Tipe Salafiyah Murni Metode & Kurikulum Sorogan. fiqih. almasturiyah 2 Salafiah Plus Madrasah 17 Istilah ini diakui dan sering kali disebutkan dalam papan nama serta kop surat pesantren.

AlAmin. dll. TMI/KMI 4 SLTA Metode dan materi salafiyah. 122 . Miftahul Huda Manonjaya dll KMI Gontor dan Cabang-cabangnya. Tsanawiyah atau SLTP.MA Pesantre Modern + Salafiyah 6 Sukabumi dll Daru Tauhid Arjawinangun. 18 Baru dirintis Drs. Didin Sirajuddin MA di Gunung puyuh. Sukabumi.3 Salafiyah Plus sekolah di luar pesantren Pesantren Modern ala Gontor Murni. kaligrafi.18pertanian dan lain sebagainya dan penulis yakin akan senantiasa muncul varian baru sesuai dengan perkembangan intelektual. Kegiatan sama dengan Gontor Ponpes Laa Tansa diikut sertakan Aliyah dan Cipanas Lebak. Prenduan Madura dll. ponpes Modern AlIkhlash Kuningan. namun memperbolehkan bagi santri untuk belajar di sekolah lain Klasikal dengan materi dan kegiatan tersusun kurikulum Gontor 5 Pesantren Modern ala Gontor Plus Mts . SMA Daruunajah Jakarta. tafsir.pengalaman dan wawasan para pendiri atau pemimpin pesantren. menyelenggarakan pengajian kitab-kitab pesantren salafiyah Selain enam tipe di atas sebenarnya masih banyak varian lain yang sangat ditentukan oleh konsep dari pimpinan pesantren sendiri seperti takhashush dalam tahfiidz al-Qur'an. Pesantern Miftahul Mengambil sebagian kegiatan Falah Ciomas Bogor pola Gontor dan dll.

bagaimana sebaiknya menjadi santri atau memberdayakan santri dalam keterpaduan kegiatan intra maupun ekstra asrama (Pondok Pesantren) masih kurang sekali. A. (Yogyakarta: Tajidu Press. dikenal dengan sebutan pondok alumni Gontor. Asrama. 20 Yang dimaksud setting modern adalah peantren-pesantren dengan Pondok Modern Gontor sebgai modelnya. Tulisan singkat ini akan memberikan wawasan bagaimana profil santri Pondok Pesantren. Masjid. Kitab. Kegiatan santri di pesantren tersebut pada umumnya sama dengan kegiatan di Gontor. Denyut Nadi Santri. dan Pondok Pesantren Burhanul Abror Besuki Situbondo. 123 . Padahal santri dan pembinaan santri merupakan komponen yang tidak kalah pentingnya dari komponen komponen lain Pondok Pesantren yang saling terkait menjadi sebauah kesatuan system19 (Kyai. Kediri. pertengahan dan tradisional (Salafiyah). Ustadz.BAB V POLA PEMBERDAYAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN Pembahasan mengenai santri. Pondok Pesantren Al-Barokah Nganjuk. dan bagaimana santri menyusun agenda programnya secara mandiri untuk menyiapkan masa depannya. bagaimana santri memposisikan diri dalam intensitas kegiatan Pondok Pesantren dan kegiatan di luar asrama. Pembahasan ini akan mendiskripsikan kegiatan santri mengambil setting pemberdayaan santri di beberapa Pondok Pesantren. dst). antara lain Pondok Darul Ma’rifat Gurah.2001) cet-ke1. Potret Kegiatan Santri di Pesantren 19 Tentang pembahasan ini ada catatan pemaknaan kegiatan di Gontor yang ditulis oleh Muhammad Arwani. Ketiganya dipilih untuk merepresentasikan Pondok Pesantren dengan setting modern20 (Kholafiyah). biasanya pesantren tersebut didirikan dan dikelola oleh alumni Gontor.

Kegiatan santri di Pondok Pesantren darul Ma’rifat Kediri dapat dibagi menjadi kegiatan harian. Di sini hanya akan diuraikan mengenai jadwal kegiatan santri.Kegiatan santri di dalam asrama biasanya dikoordinasikan dan ditangani oleh Pengasuhan Santri. Kegitan santri di asrama ini biasanya melaui organisasi santri (OSIS kalau di SMU) dan Gerakan Pramuka. Gurah. tengah tahunan. 3.00 3 4 06.45 07.00-05. sebagai perpanjangan tangan pengasuh pondok (Kyai) dalam mebina dan mendidik santri.30 Kegiatan 1. Salat Subuh berjam’ah. Kegiatan Harian Jadwal Kegiatan Harian No 1 Jam 04. dan tahunan. kesenian. Tabel berikut ini akan memberikan gambaran secara ringkas kegiatan harian santri. Pada bahasan berikut ini akan dikemukakan profil kegiatan santri di asrama dengan mengambil setting Pondok Pesantren Darul Ma’rifat.00-06. dll.30 124 . salah satunya bagian keamanan dan organisasi asrama. mingguan. Organisasi santri juga membawahi beberapa bagian. 1. Makan pagi Persiapan masuk kelas Masuk kelas pagi 2 05. ketrampilan. Penambahan kosa kata (Arab atau Inggris) 4. Membaca al-Qur’an Olahraga Mandi Kursus-kursus bahasa. Bangun tidur 2. Sumbercangkring. Badan pengasuhan santri di pondok-Pondok Pesantren yang berkategori Salafiyah biasanya ditangani oleh organisasi santri dan kepala asrama (lurah pondok). Kediri Jawa Timur.00-12 .30-06.

30 18. salat subuh berjama’ah di kamar masing-masing untuk kelas I-IV dan di masjid untuk kelas V dan VI. dapur. terus pemberian kosa kata atau struktur kalimat bahasa Arab atau Inggris.00 mulailah kegiatan belajar pagi di kelas-kelas sampai jam 12. kamar mandi.45-17.45-16.30-20.30-14.45 16. Kegiatan santri sehari-hari diawali dengan bangun pagi.00 20. serta kemudian membaca al-Qur’an. Pada jam enam bel berbunyi tanda kegiatan-kegiatan kursus dan olahraga sudah harus berhenti.00-15. ada yang belajar. sedangkan pada malam hari.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 12. mencuci dan mandi. kursus kesenian.15-18. Jam 06.15 17. dan tempat-tempat lain untuk masuk kelas. Setelah itu itu santri punya kegiatan bebas.00 22.00 14.00 15. berolahraga.45 15.45 bel berbunyi tanda berakhirnya waktu makan pagi dan santri sudah mengosongkan asrama.00 Shalat Zuhur berjamaah Makan Siang Masuk kelas sore Shalat Ashar berjamaah Membaca al-Qur'an Aktivitas bebas / olahraga Mandi Persiapan ke Mesjid Shalat Magrib berjamaah Baca al-Qur'an Makan Malam Shalat Isya berjamaah Belajar malam Istirahat dan Tidur Pergantian dari satu kegiatan ke kegiatan lain ditandai dengan bunyi bel. kemudian mandi. makan pagi. mengikuti kursus-kursus bahasa. kursus ketrampilan.50. Jam 07.30-19. mulai maghrib digunakan bel kecil.30 19. bel besar dibunyikan sebagai tanda pergantian kegiatan dari pagi sampai sore. dan persiapan masuk sekolah. Ada dua bel yang digunakan: besar dan kecil. diselingi 125 .00-22. dll.00-04.00-15.

Jam 15. Sya’ir ini berisi penyesalan seorang hamba yang telah banyak berbuat dosa kemudian bertobat memohon ampunan-Nya. 126 . Jam 15.00 murid-murid kelas IV ke bawah masuk kursus sore. jam 08. setelah itu dibaca Sya’ir Abu Nawas. Setelah waktu salat Maghrib tiba dikumandangkan azan. Sampai kemudian berbunyi bel jam 16. dilanjutkan dengan makan siang dan istirahat sekadarnya sebelum kemudian pada jam 14. ditambah guru-guru yunior khususnya untuk mengajar kelas IV dan III intensif. Jam 17.30. sebagai wahana pendidikan mengajar. Jam 12. yang selalu dibaca setiap selesai azan dan sebelum salat ditunaikan. Pengaturan pelajaran sore ini dilakukan oleh Bagian Pengajarn dengan bimbingan guruguru bagian pelajaran sore.00 tepat bel berbunyi tanda berakhirnya kursus sore dan kemudian salat `Ashar berjama’ah dan dilanjutkan kemudian dengan membaca al-Qur’an. Ini merupakan media yang baik untuk berlatih kepemimpinan dalam wujud mengatur dan menyelenggarakan kegiatan sosial untuk tujuan akademik intelektual. Kelas kursus sore difokuskan untuk materi-materi bahasa dan materi-materi lain untuk menunjang program masuk kelas pagi.50 sekolah pagi berakhir dan santri bersiap-siap salat zuhur berjama’ah. Guru-guru yang mengajar kursus sore sebab besar terdiri santri-santri senior (kelas VI).30-09.45 bel berbunyi lagi tanda dimulainya waktu kegiatan bebas setelah salat `Ashar. Kegiatan bebas ini sama dengan kegiatan bebas pada pagi hari.istirahat dua kali.15-11.45 tanda seluruh kegiatan bebas harus sudah berhenti dan bersiap-siap untuk salat Maghrib berjama’ah.00 dan jam 11.00 seluruh santri harus sudah berada di Masjid guna membaca al-Qur’an menyongsong datangnya Maghrib.

pengumuman pertemuan-pertemuan konsulat. untuk kemudian bangun 127 . kantor Bagian Penggerak Bahasa. misalnya kantor Bagian keamanan.Seusai salat Maghrib dan wiridan. Bagian Penerangan membacakan pengumuman-pengumuman dalam bahasa Arab atau Inggris. sedangkan harap. cemas karena merasa melanggar disiplin dan menunggu pengumuman di panggil ke kantor bagian yang berwenang. Belajar malam ini dilakukan secara bersama di bawah bimbingan wali kelas masing-masing.00 saat santri memasuki waktu istirahat malam dan seterusnya tidur. klub-klub olahraga.30-20. kantor Bagian Pengajaran. kursus-kursus. Seusai salat Isya para santri belajar malam untuk mengulangi pelajaran dan mempersiapkan untuk pelajaran hari esok. Jam 19. yang berisi permohonan dibacakan doa al-Fatihah untuk santri atau kerabat santri yang sakit. berharap dapat panggilan dari Bagian Penerimaan Tamu untuk menemui orang tua atau kerabatnya yang datang. dll. Belajar malam ini terkadang digunakan oleh guru-guru yang materinya tertinggal atau belum mencapai target yang telah ditentukan untuk menambah pelajaran guna mengejar ketertinggalan tersebut. Pengumuman ini biasanya didengarkan oleh sebab santri dengan harap-harap cemas. Lepas salat Maghrib para santri membaca al-Qur’an sampai berbunyi bel tanda waktu makan malam. atau kantor Staf Pengasuhan Santri untuk panggilan pelanggar disiplin dari kelas V dan VI.00 waktunya jama’ah salat Isya. Pada jam makan malam ini sebab santri ada yang langsung makan dan ada yang mengikuti pertemuan-pertemuan serta ada yang mendatangi panggilan ke kantor-kantor penegek disiplin seperti disebutkan di atas untuk disidang mempertanggungjawabkan pelanggarannya. Kegiatan ini berlangsung hingga jam 22.

esok hari jam 04. latihan percakapan bahasa Arab/Inggris. masing-masing untuk bahasa Inggris.00-21. Tidak ada perubahan dari jadwal harian Pagi hari. Malam hari. dan Indonesia. berikut ini adalah gambaran kegiatan mingguan.00 dan melaksanakan kegiatan harian seperti biasanya. sesetelah jama’ah subuh. Selanjutnya acara bebas. Jadwal Mingguan No 1 2 Hari Sabtu Ahad Kegiatan Tidak ada perubahan dari jadwal harian Pagi hari sesuai jadwal harian Pagi hari seperti jadwal harian. Siang. dipakai latihan Pramuka. setelah Jama’ah `Isya’ ada latihan pidato (muhadharah) dalam Bahasa Inggris untuk kelas I-IV.30 ada latihan pidato dalam bahasa Indonesia. Tidak ada perubahan dari jadwal harian Dua jam terakhir pelajaran pagi digunakan untuk latihan pidato dalam bahasa Arab. 2. jam 13. di bawah bimbingan santri kelas VI. Pagi hari ada kegiatan percakapan dalam bahasa Arab/Inggris dan dilanjutkan dengan lari pagi wajib untuk para santri. 3 4 Senin Selasa 5 6 Rabu Kamis 7 Jumat Perlu sedikit diterangkan mengenai sebab kegiatan mingguan di atas: • Latihan pidato Latihan pidato diadakan 3 kali seminggu. dilanjutkan lari pagi wajib untuk para santri.45-16. jam 20. Kegiatan Mingguan Untuk memberi gambaran tentang kegiatan di Pondok Pesantren Darul Ma’rifat dalam kurun waktu seminggu. malam hari.00. Setelah lari pagi diadakan kerjabhakti membersihkan lingkungan kampus. dan kelas VI menjadi pembimbing untuk kelompok-kelompok latihan pidato. Arab. Latihan pidato ini 128 . kelas V acara diskusi.

Tiap-tiap kelompok itu dibagi lagi menjadi beberapa kelompok kecil lebih kurang 8 orang untuk memudahkan penggiliran tugas berpidato ataupun piket menyiapkan dan membersihkan ruangan. Lari pagi ini diatur oleh Bagian Olahraga dan dipimpin secara langsung oleh pengurus asrama. dan sepatu. • Lari Pagi dan Latihan Percakapan Arab/Inggris Lari pagi diadakan seminggu dua kali: Selasa dan Jum’at. Setelah dikoreksi buku dikembalikan ke pemiliknya untuk dibaca dan dihapalkan guna dipidatokan pada waktu yang telah ditentukan. pidato-pidato secara bergiliran oleh anggota kelompok yang bertugas. Acara pidato dipimpin oleh seorang pembawa acara. terakhir penutup. pembawa acara berdasi dan mengenakan jas. Pakaian lari pagi adalah pakaian olahraga: kaos. adapun pembicara semuanya mengenakan dasi. selanjutnya pembukaan. dimulai dengan pembacaan al-Qur’an. Setiap asrama 129 . training. tanggapan dan komentar atau ulasan dari kira-kira 5 peserta selain anggota kelompok yang sedang bertugas yang ditunjuk oleh pembawa acara. Santri dibagi dalam kelompok-kelompok terdiri dari lebih kurang 40 orang.ditangani oleh Bagian Pengajaran dan guru-guru pembimbing. Tiap-tiap anggota kelompok yang mendapatkan tugas berpidato untuk bahasa tertentu menulis persiapannya dalam buku khusus untuk kemudian diserahkan kepada pembimbing latihan pidato untuk dikoreksi. pengabsenan dan pengumuman-pengumuman mengenai petugas untuk kesempatan-kesempatan berikutnya serta nasehat-nasehat dari pembimbing. Pakaian yang dikenakan peserta adalah seperti pakaian masuk kelas pagi: baju warna polos dimasukkan ke celana dan bersepatu.

di bawah pengawasan bagian penggeraka bahasa dan bagian penggerak bahasa di asrama-asrama. Santri dibagi menjadi 9 gugusdepan demikian pula pembina dan pembantu pembinanya. untuk hari Jum’at.5 km. Bagian olahraga kamar dan ketua kamar memimpin langsung lari pagi untuk setiap kamar dan untuk kelompok asramanya dipimpin oleh bagian olahraga asrama dibantu oleh ketua asrama dan bagian keamanan asrama. kemudian secara per kamar dan per asrama menuju tempat yang telah ditentukan. Setiap gugusdepan dibagi lagi menjadi pramuka penggalang dan penegak.Setelah latihan percakapan selesai.. Sehari sebelumnya.mempunyai kaos tersendiri untuk lari pagi. Penggalang dibagi lagi 130 . untuk hari Selasa dan 4 km. • Latihan Pramuka Latihan pramuka ditangani oleh organisasi kepramukaan yang ada. Dalam berlatih pramuka seluruh santri wajib memakai pakaian pramuka dan atribut-atribut yang telah ditentukan. Seusai Salat Subuh santri langsung berganti pakaian olahraga. para andika dan pembina serta pembantu pembina telah menyiapkan perangkat-perangkat latihan yang diperlukan.. Sebelum lari pagi mereka mengadakan latihan percakapan bahasa Arab/Inggris dengan topik dan teks yang sebelumnya telah dibagikan. yakni Rabu sore. Latihan dimulai dengan upacara pembukaan (pengibaran bendara) dan ditutup dengan upacara penutupan (penurunan bendera). Jarak tempuh lari pagi lebih kurang 2. di antaranya pioneering. dikomando mulai lari per anggota kamar dan per asrama. untuk latihan Kamis sore itu di tempat yang ditentukan. dan santri wajib mengenakan kaos tersebut saat lari pagi. dengan dibantu oleh pembina-pembina pramuka dari seluruh siswa kelas V.

volk song. Pekan olahraga dan seni. kemudian masing-masing dibagi menjadi regu-regu. bola basket. Olahraga yang dilombakan meliputi: atletik. terdiri dari guru-guru yang ditunjuk. Dalam melatih.menjadi satuan-satuan ramu. penegak juga dibagi menjadi satuan bantara 1 dan 2 serta laksana 1 dan 2. bermain. Sedangkan lomba seni meliputi: baca puisi. semaphore. ketangkasan. bernyanyi. dan terap. tenis meja. voly. Acara-acara yang diadakan pada Pekan Perkenalan ini antara lain: • • Pengajaran lagu Hymne Pondok (Oh Pondokku) untuk siswa baru. 3. Pembantu pembina yang melatih tanpa persiapan akan dikenai sangsi. Materi-materi latihan sangat variatif yang meliputi latihan upacara. dll. kaligrafi. menulis cerpen. ketrampilan. selanjutnya semuanya dibagi lagi menjadi sangga-sangga. sandi-sandi. dan sepak takraw. bulutangkis. Di samping itu pada pekan ini juga diadakan lomba-lomba permainan dan ketangkasan yang menghibur. dan beladiri. Kegiatan Tahunan Di antara acara tahunan yang sangat penting adalah penyelenggaraan Pekan Perkenalan Khutbatul `Arsy (orientasi kePesantrenan). untuk diteliti dan disahkan. 131 . tali-temali. Persiapan latihan itu diserahkan kepada Majelis Pembimbing Gugusdepan. rakit. sepak bola. tarik suara. pembantu pembina harus mempunyai persiapan tertulis di buku yang telah dicetak untuk kepentingan tersebut. berkemah. P3K. yang bertujuan mengenalkan kepada santri kehidupan di Pondok secara menyeluruh. baris-berbaris dengan segala variasinya. SAR.

apel ini wajib diikuti oleh seluruh santri dan guru. Santri atau guru yang absen dari acara ini dikenai skors selama setahun. Ondel-ondel Betawi. diadakan di lapangan Pondok. 132 . selanjutnya barisan sepeda dan becak hias. Kuliah Umum Khutbatul `Arsy • Demonstrasi bahasa (bahasa daerah dan bahasa internasional). Reog. sepeda motor hias. yang dihadiri oleh pondok-pondok cabang dan pondok-pondok yang dikelola alumni. Seluruhnya kemudian secara teratur dalam barisan masing-masing keliling desa sekitar Pondok.• Jambore dan Raimuna. Seterusnya barisan konsulat-konsulat seluruh Indonesia dan luar negeri. • • • • • Lomba cerdas tangkas antar asrama Lomba membaca al-Qur’an dengan lagu atau MTQ Lomba senam antar rayon (asrama) Lomba baris-berbaris antar rayon Apel Tahunan. ketangkasan naik sepeda. barisan pramuka peserta Jambore dan Raimuna dari pondokpondok cabang dan pondok alumni Gontor. pencak silat. Acara ini diawali dengan upacara dan yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah Pimpinan Pondok. barisan (sebab) kelas VI. dan mobil hias (semuanya milik Pondok dan keluarga Pondok). kemudian diselingi dengan atraksi-atraksi: Marching Band Pondok. Bhinneka tunggal ika (barisan santri yang mengenakan pakaian suku-suku di seluruh Indonesia). ketangkasan menunggang kuda. senam ketangkasan. Jaranan. selama 3 hari. Gajah-gajahan. Seusai upacara diadakan parade barisan yang terdiri dari barisan Pengibar bendera. barisan (sebab) guru KMI.

acaranya mirip dengan Panggung Gembira) • Panggung Gembira (pentas seni siswa kelas VI. tampaknya sulit untuk bisa memberikan batasan-batasan yang tegas tentang perbedaan kegiatan intra dan ekstra kurikuler (akademik dan non-akademik) dalam pendidikan dan pengajaran yang diselenggarakan di dunia Pesantren.) Sebagaimana telah disebutkan di atas. choir. drama. pantomim. dll. teaterikal puisi. dapat dikategorikan ke dalam dua kemungkinan jenis kegiatan. Kegiatan tersebut dapat menunjang kegiatan akademik kurikuler belajar pagi dalam rangka pencapaian tujuan akademik. yaitu intra-kurikuler dan ekstra-kurikuler. Festival lagu dan baca puisi Pentas musik santri KMI Pentas musik mahasiswa Drama Arena (pentas seni oleh siswa kelas V. Pengalaman belajar bersama 133 . musik pop dan dangdut. lenong. • • • • • Lomba vocal group antar rayon. misalnya kursus sore dan belajar bersama waktu malam. komedi. Kegiatan belajar di kelas di luar waktu belajar pagi. beladiri.• • Pentas rebana dan teater Pentas aneka seni dan budaya ``Aneka Ria Nusantara`` yang menampilkan aneka budaya daerah ditampilkan oleh santri yang berasal daerah tersebut. antara lain: pentas wayang orang. tetapi juga sekaligus dapat memberikan pengalaman belajar dalam tercapainya tujuan-tujuan pengalaman dan sikap sosial. rebana dan nasyid.

ketrampilan. ketrampilan. menerima tamu. seperti Pramuka yang mengola segala kegiatan di luar jam pelajaran pagi.yang menumbuhkan sikap sosial ini perlu bagi santri untuk bekal mereka terjun ke masyarakat. dan tanggung-jawab. termasuk kegiatan kesenian. Nilai-nilai yang dikandung dalam segala kegiatan di atas meliputi nilai kemasyarakatan. kewarganegaraan. Perencanaan. dan kegiatan-kegiatan kepramukaan. dan nilai-nilai moral. Tentu saja semua ini berlangsung dengan bimbingan intensif dan efektif dari para guru terutama Staf Pengasuhan Santri dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan. kesehatan. dan mampu meneropong masyarakat serta mengadakan pembaruan dalam kehidupan mereka. latihan pidato. dan penilaian kegiatan-kegiatan santri dilaksanakan oleh santri sendiri secara self-government melalui wadah organisasi-organisasi yang ada. Dari sini dapat diharapkan tercapainya pengembangan dan pembinaan sikap sosial di bidang kepemimpinan. olahraga. pengorganisasian. manusia yang tidak asing dari kehidupan masyarakat. diskusi. 134 . partisipasi. Tujuan umum dari kegiatan-kegiatan ini ialah mempersiapkan anak untuk menjadi manusia masyarakat. dijumpai juga kegiatan-kegiatan sosial yang bertujuan ke arah tercapainya tujuan-tujuan pendidikan sosial. pelaksanaan. sesuai orientasi dan Gerakan kemasyarakatan dari pendidikan dan pengajaran di Pondok ini. Di samping kegiatan-kegiatan sosial yang bernilai akademik dan kegiatankegiatan akademik yang bernilai sosial. menjadi anggota yang aktif dan konstruktif. penerbitan. kepemimpinan. mengelola koperasi. koperasi.

Potret Asrama Dan Santri Penyelenggaraan asrama untuk para santri di Pondok Pesantren Salafiyah berbeda dengan penyelenggaraan asrama di Pesantren jenis kholafiyah. Imam Turmudzi dan lain-lain. seperti . Berdirinya asrama untuk para santri yang lazim disebut ‘ pondok ‘biasanya bermula dari adanya seorang kyai yang ‘ alim yang relatif menguasai ilmu-ilmu agama Islam yang menetap di suatu tempat (bermukim). Al – Ghozali. ada yang kemudian diwakafkan untuk umat Islam dan ada pula yang masih tetap berstatus milik keluarga kyai yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. tiap bangunan asrama didirikan berdasarkan asal daerah dan diberi nama sesuai dengan nama asal daerah masing-masing atau mengambil nama – nama tokoh ulama salaf.B. tentunya kepentingan pendidikan Islam bagi masyarakat. Karena banyaknya santri yang datang mereka pun berupaya mendirikan pondok di sekitar rumah kyai atau mesjid. Mesir. misalnya di pondok Kempek Ciwaringin Cirebon. Imam Syafi’i. menunjukkan dana yang digunakan untuk pembangunan asrama tersebut dari Al-Azhar Cairo. Kemudian datanglah santri-santri yang ingin belajar kepadanya dan turut pula bermukim di tempat tersebut. apa lagi asrama bagi pelajar dan mahasiswa. Di komplek Pondok Gotor. Contohnya gedung Al-Azhar. Dalam mewujudkan bangunan pada Pondok Pesantren Salafiyah biasanya ada 135 . atau bisa dengan haruf abjad dari A sampai Z. nama-nama asrama sebab diberi nama dari mana dana pembangunan asrama itu di dapat. Di Pondok Pesantren Salafiyah. Biasanya tanah yang dibangun untuk pondok tersebut tanah milik pribadi kyai.

seperti . seperti yang terjadi pada dewasa ini di kebanyakan Pesantren khususnya di Kabupaten Cirebon. dan ketrampilan. seperti yang terjadi di beberapa Pesantren Salafiyah di Kabupaten Cirebon pada tahun 1970 an kebalakang. olahraga. diketuai oleh seorang kepala Rayon. Pertama : orang-orang tua / wali santri dari asal daerahnya masing-masing dikoordinir oleh seorang koordinator membangun asrama untuk para putranya yang siap bermukim. Segala kebutuhan material ditanggung bersama-sama orang tua / wali santri dan atau bisa dibantu oleh para donatur sesama daerah. Pengolahan asrama di Pesantren Salafiyah biasanya dipimpin oleh seorang ketua yang kazim disebut ‘Lurah Pondok ‘ yang dilengkapi dengan susunan kepengurusan dan 136 . kesenian. di pondok Darul Ma’rifat dikenal dengan istilah Rayon. bendahara. yang bertugas emmantau dan memberikan pengajaran bahasa di rayon.dua cara yang biasa dilakukan. Kepengurusan asrama. dan beberapa seksi seperti seksi keamana. kyainya sendiri hampir tidak tau menau urusan bangunan asrama hanya menyediakan tanah milik pribadi di sekeliling rumahnya dan masjid. dibantu oleh sekretaris. para orang tua / wali santri. Pesantren Babakan Ciwaringin yang saat itu masih bentuk Salafiyah murni. Kedua : dirancang dan diprakarsai langsung oleh kyai yang dalam pelaksanaannya di serahkan kepada orang keperceyaannya. Pengurus rayon ini dibantu juga oelh kepengurusan lain yang dinamakan organisasi penggerak bahasa Pondok Pesantren. kesehatan. alumni dan masyarakat dapat memberi konstribusi berupa dana maupun material seikhlasnya. Pesantren Kempek. Pengelolaan asrama di Pondok Darul Ma’rifat ditangani oleh personel-personel yang diangkat oleh organisasi pelajar.

bahkan hampir semua jenis kebutuhan santri dari makanan. Sistem makan di Pesantren Salafiyah. Atau untuk seorang Ketua asrama bisa ditunjuk langsung oleh kyainya. sedang para pembantunya diserahkan kepada Ketua untuk memilih. Masa jabatan pengurus tergantung aturan yang ditetapkan Pesantren masing-masing. Bagi mereka yang malas memasak bisa makan sepenuhnya di warung. Seorang Katua asrama biasaya dari santri senior yang dipilih secara demokratis oleh perwakilan-perwakilan dari tiap-tiap kamar asrama. alat-alat kebutuhan belajar hingga pakaian telah tersedia. dengan jatah bekal yang diberikan orang tua dituntut harus mampu mengatur dalam pengeluarannya. umunya para santri menanak nasi sendiri secara berkelompok masing-masing kamar. Manfaatnya di sisi yang lain. mereka harus membeli semua kebuthan di asrama. sehingga dengan sistem makan yang demikian secara langsung dapat menjalin hubungan emosional antara santri dengan masyarakat sekeliling Pondok Pesantren dan masyarakat sendiri merasa diuntungkan dengan adanya Pondok Pesantren. mereka jelas harus makan di asrama dalam satu koordinasi. Calon-calon Ketua yang akan dipilih adalah mereka yang telah mendapat restu dari kyainya. Di Pesantren jenis ini para santri dikenakan berbagai biaya termasuk uang makan tiap bulannya. Hal ini berbeda dengan Pesantren jenis kholafiyah (modern).dibantu seksi-seksi sesuai kebutuhan. selain yang mengarah dan relevan dengan pendidikan akan berdampak negatif. sedang untuk lauk pauknya bisa membeli di warung-warung milik masyarakat di sekitar pondok. 137 . para santri terbiasa dengan pola hidup sederhana dan mandiri. Sebenarnya pengkoordinasian secara penuh dalam segala aspek kebutuhan santri di asrama.

biasanya santri-santri dipungut biaya sekedarnya yang relatif cukup murah bila dibanding dengan tempat-tempat lain yang lazim disebut ‘ianah atau syahriyah. Untuk biaya operasional asrama di Pesantren Salafiyah ini. seperti untuk keperluan sarana administrasi. Tetapi untuk biaya-biaya yang berat. Organisasi Santri Kegiatan organisasi di Pondok Pesantren merupakan kegiatan yang sangat diminati oleh santri pondok. C. biaya listrik biaya-biaya keperluan harian di asrama dan lain-lain. oleh karena itu santri di Pondok Pesantren membentuk wadah organisasi tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kegiatan yang dilakukan. meski tidak harus menjadi kyai memimpin Pondok Pesantren. jiwa demokratis dan hubungan sosial kemasyrakatan bagi para santri yang merupakan bagian dari ruh Pondok Pesantren. santri-santri yang ‘alim yang dapat mengamalkan ilmunya sebagaimana dicontohkan kyainya sebagai pengambdian kepada agama Allah. Pembahasan tentang organisasi Pondok Pesantren akan dibagi dalam 138 . Sehingga Pesantren Salafiyah ini dapat melahirkan kader-kader muslim militan. baik secara langsung maupun tidak langsung. swadaya para alumni dan masyarakat maupun sumbangan dari pemerintah penyelenggaraan asrama di Pondok Pesantren Salafiyah yang dikelola secara organisasi ini di samping merupakan tempat para santri bermukim. yang terpenting adalah terciptanya situasi di asarma yang kondusif yang menunjang keberhasilan belajar para santri dalam sistem pengawasan di bawah pimpinan seorang kyai.akan terganggunya kreatifitas. seperti rehab bangunan fisik asrama maupun upaya pengembangan mengingat santri bertambah banyak bisa dari kyainya sendiri.

dan Moto pendidikan dan pengajaran Pondok. bukan intensif. Kegiatan berorganisasi ini merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan santri sehari-hari. Kegiatan-kegiatan ini selalu didasari oleh Panca Jiwa. Dua kandidat peraih suara terbanyak maju untuk ke pemilihan lebih lanjut untuk menentukan formatur yang terdiri dari 6-10 orang. di tiap konsulat otomatis menjadi kandidat. Proses pemilihan berlangsung sebagai berikut: Seluruh santri kelas V yang berasal dari kelas reguler. Organisasi Santri di Pondok Modern Kegiatan berorganisasi di Pondok telah diadakan sejak awal berdirinya Pondok ini. 1.kegiatan organisasi di Pondok Pesantren Ashriyah (Modern) dan Pondok Pesantren Salafiyah (Tardisional). Pemilihnya adalah seluruh anggota konsulat termasuk santri kelas VI. Seluruh kehidupan santri selama berada di dalam Pondok diatur oleh mereka sendiri (self-government) dengan dibimbing oleh santri-santri senior atau guru-guru. sebab berorganisasi di Pondok ini berarti pendidikan untuk mengurus diri sendiri dan tentu saja orang lain. Hal ini dimaksudkan untuk memberi bekal dan pengalaman kepada santri untuk hidup di masyarakatnya kelak. Falsafah. Pengurus Organisasi Pelajar adalah santri-santri kelas V dan VI (setingkat dengan kelas II dan III SMU) yang terpilih melalui musyawarah. Untuk gerakan pramuka akan dikemukakan dalam pembahasan tersendiri. Induk organisasi santri di Pondok ada dua : Organisasi Pelajar Pondok (OPPM) dan Gerakan Pramuka. Formatur tersebut kemudian memilih di antara mereka 139 .

koreksian. Mengingat pentingnya acara ini sebagai wahana mendidik bergorganisasi. Acara laporan pertanggungjawaban dan serah terima jabatan ini biasanya berlangsung 2 hari. penilian. a. Bagian-bagian Kegiatan. Pada setiap akhir masa jabatan. Susunan pengurus yang dirancang itu dikonsultasikan ke wali kelas dan staf Pembantu Pengasuhan Santri. seluruh pengurus Organisasi ini melaporkan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan selama setahun di depan seluruh santri dan guru-guru serta pimpinan-pimpinan lembaga dan Pimpinan Pondok. Para utusan terpilih itu kemudian memilih di antara mereka formatur yang akan menentukan ketua dan susunan pengurus selengkapnya. dan 140 . Pimpinan Pondok biasanya memberikan tanggapan.diajukan untuk ikut dalam setiap konsulat kemudian mengajukan 2 orang yang akan duduk sebagai pengurus berasal dari utusan tiap-tiap konsulat yang dipilih oleh anggota konsulat. Bagian-bagian tersebut terdiri dari pengurus harian: ketua. bendahara.kegiatan santri di dalam Pondok diurus oleh 20 bagian dalam . sekretaris. terakhir dikonsultasikan ke Pimpinan Pondok. Pada setiap bulan Ramadan atau sebelum memasuki tahun ajaran baru mereka mengadakan Musyawarah Kerja untuk merancang Program Kerja selama satu periode masa bakti. santri diliburkan dari kegiatan belajar di kelas. Seusai laporan pertanggungjawaban diadakan serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru terpilih. dan arahan-arahan pada acara-acara seperti itu dengan menegaskan bahwa semua ini adalah untuk pendidikan.

jalannya latihan berpidato. sekretaris konsulat. disiplin berolahraga. sekretaris asrama. Bagian Koperasi Pelajar. dan Bagian Bersih Lingkungan. b. disiplin berpakaian. Di antara tugas Bagian ini adalah: • Mengawasi dan mengontrol disiplin berjama’ah. Bagian Penerangan. klub-klub olahraga. 4) Bagian Keamanan: bertanggungjawab atas berjalannya disiplin dan sunnahsunnah Pondok serta terjaganya ketertiban dan ketentraman Pondok. Bagian Kesenian. Bagian Penggerak Bahasa. Bagian Kesenian. tugas bagian-bagian dari organisasi santri tersebut diatas adalah sebagamanan yang digambarkan di bawah ini : 1) Ketua: bertanggungjawab atas kelancaran pekerjaan tiap-tiap bagian dalam. Bagian Fotografi. dan konsulat-konsulat. Bagian Koperasi Dapur.keamanan. memberikan arahan dan mengontrol tiap-tiap bagian dalam menjalankan tugas-tugasnya. dan 16 bagian yang lain. yaitu: Bagian Pengajaran. Tugas-tugas dari bagian-bagian Secara singkat. Bagian Olahraga. santri-santri yang 141 . Bagian Penerimaan Tamu. bertanggungjawab atas jalannya . 3) Bendahara: bertanggungjawab mengatur keuangan dan mengkoordinir bendahara asrama-asrama. Bagian Perpustakaan. Bagian Kesehatan. disiplin makan dan minum. Bagian Penatu. sekretaris klub-klub dan kursus-kursus. 2) Sekretariat: bertanggungjawab atas ketertiban administrai atau ketatausahaan organisasi dan memipin sekretaris bagian-bagian . ke dalam dan ke luar. kursus-kursus bahasa. Bagian Warung Pelajar.

bepergian ke luar kampus. misalnya mencuri. Jiwa yang berupa keberanian untuk mencuri ini yang berbahaya. Contohnya. bukan nilai benda yang dicuri. bukan bengkel. Sedangkan alasan pengusiran berkelahi adalah di lingkungan Pondok. meskipun hanya pulpen akan diusir. Beberapa alasan edukatif dijadikan landasan pengusiran pelanggaran ini. Santri yang mencuri. Maka segala tindakan yang dapat merusak iklim pendidikan tersebut harus dijauhkan. Ada pelanggaran berat dan ada pelanggaran ringan. Pondok adalah lembaga pendidikan. berkelahi. mencuri. karena sudah mempunyai jiwa pencuri. yaitu berpacaran. • Mendisiplin dan memberi sanksi santri-santri yang melanggar. rambut santri. termasuk keluarga pondok. menyensor seluruh surat dari luar Pondok yang dialamatkan kepada santri. dan bahkan anak Kyai juga dikenai sanksi jika melanggar. salah seorang anak Kyai—sekarang menjadi salah seorang Pimpinan Pondok—juga pernah diberi sanksi cukur gundul karena meninggalkan kampus tidak sesuai dengan ketentuan 142 . piket-piket asrama dan piket malam. tetapi lebih ditekankan pada jiwa mencuri. siapa saja yang melanggar mesti dikenai sanksi yang berlaku. sekarang mungkin mencuri pulpen. Pelanggaran berat bisa yang bisa menyebabkan pelakunya diusir. Santri yang mencuri berarti sudah ada jiwa mencuri di dalamnya. di lain waktu bisa mencuri sesuatu yang lebih besar. menghina pengurus. hal-hal yang merusak kedamaian tidak boleh ada. Di tambah lagi berkelahi itu bertentangan dengan jiwa ukhuwwah Islamiyah. tidur malam santri. apapun yang dicuri. Pemberian sanksi ini tidak pilih kasih dan tidak pandang bulu. dll. Masalahnya bukan terletak pada nilai pulpen.

dan tempat tujuan yang akan didatangi. Di kartu itu tercatat hari. jam’iyyatul qurra’. tanggal. Bagian ini juga 143 . latihan dan lomba pidato santri. imam shalat dan khatib jum’at. Jika diberi izin maka dia dibolehkan keluar Pondok ke tujuan yang dimaksud. peringatan hari-hari besar Islam. 5) Bagian Pengajaran: bertanggungjawab atas pelaksanaan pelajaran sore. Dari kartu itu dapat diperiksa frekuensi izin yang bersangkutan. dan menempatkan surat kabar di beberapa etalase yang tersedia. dan diskusi kelas V serta bertanggungjawab atas ketertiban dan kebersihan masjid.yang berlaku. Esok harinya santri yang izin itu menghadap ke Kantor Keamanan Pusat untuk mengecek apakah dia diberi izin atau tidak. 6) Bagian Penerangan: bertanggungjawab atas penyebaran berita-berita dari dalam Pondok dan dari luar. Santri yang telah diizinkan itu diberi surat izin dan kartu perizinannya ditinggal di Kantor Bagian Keamanan. menyediakan sound system dalam setiap kegiatan di Pondok yang memerlukannya. dengan cara menyerahkan kartu perizinan kepada Sekretaris asrama sehari sebelumnya. Ini merupakan penanaman jiwa egaliter yang dapat menjadi motor dan jiwa penegakan disiplin. Santri yang akan ke luar kampus harus izin ke Keamanan Pusat. • Menangani perizinan santri untuk keluar kampus. memutar lagu-lagu dan instrumentalia. alasan. • Menyediakan trayek kendaraan kediri-Darul Ma’rifat pada hari-hari libur atau pada hari-hari menjelang santri kembali ke Pondok setelah liburan.

dll. melukis. 9) Bagian Kesenian: bertanggungjawab menanamkan dan mengembangkan jiwa seni di kalangan santri dengan mengadakan berbagai kursus. drum. percakapan. membuat akuarium.membawahi penerbitan koran dinding dwi-mingguan ``Darussalam Post``. dan memberikan penjelasan tentang Pondok kepada para tamu yang datang. letter dan dekorasi. debat. dan piano). lomba kesenian. calung. misalnya: sablon. Bagian ini juga mempunyai studio musik dan art gallery. musik (drum. kaligrafi. membuat sabun. dll. antara lain melalui pengkayaan kosa kata. majalah dinding. baca koran dan majalah serta kitab. merangkai bunga. serta 144 . dekorasi. tarik suara. mengarang karya ilmiah dan cerpen. membuat limun. 7) Bagian Penggerak Bahasa: bertanggungjawab atas jalannya disiplin berbahasa (Arab dan Inggris) serta usaha-usaha peningkatannya. dan menerbitkan teks-teks dan buku. ekshibisi dan publikasi karya. pentas. gitar. 10) Bagian Penerimaan Tamu: bertanggungjawab menyambut. organ. pemutaran kaset dan video serta CD (berita. lagu. merangkai janur. melayani. elektronik. menerjemah. Koran ini dikelola santri-santri kelas III-V. 8) Bagian Ketrampilan: bertanggungjawab atas penyelenggaraan berbagai kursus ketrampilan untuk santri. baca puisi. melukis. percakapan. Bagian ini membawahi bagian penggerak bahasa di asrama-asrama santri serta klub-klub kursus bahasa Arab dan Inggris. kursus. lomba (cerdas cermat. Klub-klub dan kursus-kursus kesenian yang ada di bawah bagian ini antara lain: teater. beladiri. dan film). drama. dan reportase olahraga).

perlengkepan mandi dan mencuci. 2 lapangan bulutangkis di tempat terbuka. bekerjasama dengan Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM). 12) Bagian Toko Koperasi Pelajar: bertanggungjawab atas pengelolaan toko pelajar dan penyediaan kebutuhan santri sehari-hari. 145 . dll. bekerjasama dengan masyarakat sekitar Pondok. mulai buku/kitab. dan koordinasi seluruh klub olahraga yang ada. Pesantren Cup. makanan. 3 lapangan sepak bola. porseni. perangkat senam dan bodybuilding. peralatan tulis-menulis. perangkat atletik. 2 lapangan voly. 13) Bagian Koperasi Warung Pelajar: bertanggungjawab atas pengelolaan warung pelajar termasuk penyediaan makanan ringan dan lauk-pauk. 3 lapangan sepak takraw. pakaian. 15) Bagian Kesehatan: bertanggungjawab memberikan pelayanan kesehatan santri. Ada olahraga yang wajib diikuti oleh seluruh santri yaitu lari pagi 2 kali seminggu (Selasa pagi dan Jum’at pagi). 3 lapangan basket di tempat terbuka. Sarana olahraga yang tersedia di Kampus Pondok antara lain: 1 Gedung Olah Raga yang memuat 2 lapangan basket dan atau 6 lapangan bulutangkis. beberapa meja tenis. souvenir. 11) Bagian Koperasi Dapur: bertanggungjawab atas pengelolaan dapur santri. 16) Bagian Perpustakaan: bertanggungjawab mengelola perpustakaan santri.menyediakan konsumsi dan akomodasi untuk para tamu itu. mengelola toko obat-obatan. 14) Bagian Olahraga: bertanggungjawab atas kegiatan dalam seluruh cabang olahraga yang ada.

distribusi majalah dan jurnal). mengadakan kursus fotografi. klub-klub kursus kesenian. antara lain: organisasi asrama. dan sesekali mengadakan ekspo fotofoto dokumenter. 2.termasuk pengelolaan majalah dinding. 20) Bagian Bersih Lingkungan: bertanggungjawab atas kebersihan lingkungan Pondok. klub-klub kursus ketrampilan. dan pelestarian tanaman-tanaman di lingkungan Pondok. Organisasi santri (Salafiyah) Intra Pesantren 146 . Organisasi Pelajar Pondok merupakan organisasi induk. kelompok kajian. dimana organisasi ini juga membawahi beberapa organisasi. klub-klub olahraga. 18) Bagian Fotografi: bertanggungjawab menangani foto-foto dokumentasi Pondok. warta dwiharian Syawwal. 19) Bagian Fotokopi: bertanggungjawab memberikan pelayanan fotokopi kepada para santri dan berbagai pelayanan yang erat dengan masalah fotokopi. majalah dwi-mingguan. 17) Bagian Penatu: bertugas mengkordinir pencucian pakaian santri yang menghendaki pelayanan pencucian. bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Dalam Pondok Pesantren Salafiyah terdapat dua macam organisasi santri. dan klub-klub kursus bahasa. mendokumentasikan berbagai kegiatan di Pondok dalam bentuk foto dan video. yaitu Organisasi Intra Pesantren dan Organisasi ekstra : a. buletin. penghijauan. Organisasi Santri Pondok Salafiyah Untuk profil kegiatan santri di Pondok Pesantren Salafiyah dalam bahasan ini diambil dari Pondok Pesantren Kempek dan Kaliwungu Cirebon. organisasi daerah.

Dalam musyawarah ini di samping pemilihan pengurus juga diadakan evaluasi terhadap pelaksanaan pengurus periode lalu. Kendati demikian kyai berpeluang ikut mengambil manfaat dari organisasi intra tersebut walau sekedar dalam kepentingankepentingan yang ringan sifatnya. Adapun nama organisasi bermacam-macam tergantung nama Pondok Pesantren di mana mereka belajar ( mesantren ). Pemilihan pengurus ( ketua ) dilakukan biasanya dalam acara musyawarah tahunan yang khusus diadakan untuk acara tersebut. menentapkan orangorang dalam struktur kepengurusan dan merumuskan program-program kerjanya secara mendiri para santri.Organisasi ini semacam OSIS dalam sistem sekolah atau madrasah. merumuskan program kerja periode mendatang dan mrmbuatrekomendasi-rekomendasi yang bersifat internal 147 . Para santri secara demokrasi dapat memilih ketua. mereka membentuk organisasi yang diberi nama ‘Ikatan Santri Al-Muayyad’. Dalam sistem Pesantren Salafiyah organisasi intra merupakan wadah yang mengelola kegitan santri. Organisasi intra Pesantren biasanya bersifat otonom. suatu contoh santri-santri dari Pondok Pesantren Al-Muayyad di Solo. Organisasi santri intra Pesantren sebagimana halnya organisasi- organisasi lain dipimpin oleh seorang ketua dibantu oleh anggota pengurus lainnya. Seorang ketua yang memimpin organisasi intra Pesantren ini merupakan hasil pemilihan langsung secara demokratis oleh Majelis Perwakilan Santri ( MPS) sebagai wkil-wakil santri dari tiap kamar atau cukup tiap kelompok asrama. tidak ada campur tangan dari kekuasaan kyai.

Sedangkan untuk seksi-seksi dapat dibentuk berdasarkan kebutuhan serta sumber daya manusia ( santri ) yang tersedia. sekretaris dan beberapa wakil sekretaris. Oleh karenanya di dalam organisasi santri intra Pesantren tersebut mereka terpisah. lebih cenderung mereka membentuk kelompok ikatan emosional yang secara formal tidak ada kepengurusannya. bendahara dan beberapa wakil bendahara. atau bahkan bagi santri-santri putri biasanya tidak memerlukan terbentuknya organisasi. Sebagaimana kita maklumi. Dengan kata lain struktur orgnisasi sangat tergantung dari besar atau kecilnya sebuah Pesantren. bertemunya santri-santri putra dengan santri putri masih dipandang tabu dalam tradisi Pesantren Salafiyah. baru ada pada sebab Pesantren saja. Tetapi sebagimana lazimnya sebuah organisasi.maupun eksternal. pengurusharian yang terdiri dari ketua dan beberapawakil ketua. Pada yang sebenarnya organisasi santri intra Pesantren ini belum merata ada di setiap Pesantren Salafiyah. Sebab sebagaimana dijelaskan. di dalam struktur tersebut komposisinya terdiri dari : Penasehat. sedang kyai-kyainya sendiri di Pesantren jenis ini masih banyak yang kurang mengerti terhadap organisasi kurang begitu penting. Struktur organisasinya. tidak ada keharusan yang pasti melainkan fleksibel. lama masa jabatan pengurus maupun diadakannya musyawarah tahunan tergantung kesepakatan masing-masing. kyai merupakan figur sentral Pesantren dan menjadi idola bagi para santri dalam segala aspeknya di Pesantrenya masing-masing. 148 . biasanya bersifat luwes dan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Di samping itu. Dalam kepemimpinan formal misalnya: K.H. politisi. takhnologi dan hal-hal lain yang bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang dewasa ini masih kita prihatinkan. dalam Pondok Pesantren ternyata menyimpan kekuatan besar yang cukup dapat diandalkan. Apa lagi menjadi pemimpin informal.H. Dari Pondok Pesantren dapat lahir pimimpin-pimimpin yang handal baik informal maupun formal. sehingga beberapa kelebihan dan pengalaman masing-masing Pondok Pesantren bisa untuk saling melengkapi dan kemungkinan-kemungkinannya bekerja sama sesama para santri antar Pondok Pesantren.H. Abdurrahman Wahid. seorang alumni Pesantren Tebu Ireng Jombang. Bagitu besarnya potensi yang dimiliki Pondok Pesantren. yang cukup berhasil dalam bebagai profesi pun tidaklah sedikit . Bila di Pesantren masing-masing kyainya 149 . baik bersifat lokal maupun nasional. lebih-lebih dalam lembaga pendidikan Pesantren atau pun madrasah. Tentunya kerja sama yang paling ideal kerja yang yang mengarah pada pendidikan. Wahid Hasyim ( orang tua K. K. dalam dunia pendidikan. K. seperti : petani sukses. namun untuk sementara ini belum ada sebuah wadah untuk menghimpun santri-santri yang berskala nasional sebagaimana hal Pramuka dalam lingkungan sekolah atau Madrasah. masing-masing pernah menduduki jabatan Menteri Agama RI. ketrampilan. Sayifuddin Zuri.H. K. Sangatlah banyak tidak dapat kita hitung dengan hitungan jari.Bila kita melihat potensi organisasi santri ini cukuplah besar.A Dahlan.H. pengusaha. Abdurrahman Wahid ). sejarah telah membuktikan.

00 siang dan istirahat sampai pukul 14. Antara waktu Magrib sampai Isya digunakan oleh santri untuk membaca Al Qur’an.merupakan tokoh politik atau punya kecenderungan pada politik-politik tertentu. antara pukul 20. biasanya ia akan digundul dan kepalanya disiram dengan air ceboran. wadah/ organisasi santri ini tidak boleh di pengaruhi untuk kepentingan politik tersebut. Sesudah sholat Isya. dan biasanya digunakan untuk jalan-jalan sore. para santri di Pondok Pesantren biasanya mengaji mulai ba’da subuh ( sesudah itu kembali mengaji sampai pukul 12.00 santri tergabung dalam kegiatan belajar bersama yang dikenal dalam istilah Pesantren “ Musyawaroh ”. Karena Pondok Pesantren Salafiyah berbeda dengan Pondok Pesantren sistem kholafi yang menyelenggarakan kegiatan madrasah atau sekolah secara formal. maka akan ditangkap oleh juru piket dan ia di-ta’jir ( dihukum). Kegiatan Intra Pesantren. maka kegiatan ngaji merupakan kegiatan pokok atau utama. kegiatan utama dari santri adalah mengikuti pengajian pokok yang diselenggarakan oleh Kyai dari Pondok Pesantren tersebut. Sesudah pukul 22.00. diteruskan mengaji kembali sampai 16. antara waktu sholat Ashar sampai magrib ini istirahat kembali.00 keadaan Pondok Pesantren mulai hening karena kelompok- 150 . bila ada santri dilihat keluyuran.00 sampai dengan pukul 22. waktuwaktu ini sangat ketat dan santri dilarang keluyuran antara waktu-waktu tersebut. dalam belajar bersama inilah tiap-tiap kelompok memiliki pemandu yang terdiri dari seorang santri senior dari tiap kelompoknya.00.

hanya beberapa orang santri piket saja yang masih terjaga. kegiatan yang tidak kalah pentingnya adalah “Bahsul Masail Diniyah”. diharapkan ketika nanti santri harus belajar langsung dengan Kyainya ia telah lancar membaca dan sedikit memiliki pemahaman terhadap materi kitabtersebut. Dengan belajar secara privat ini. menikah di bawah tangan ( 151 . Umpamanya persoalan Tenaga Kerja Wanita. terutama di halaman depan Pesantren. sedang santri-santri senior yang diberi tugas membantu Kyai dalam kalangan Pondok Pesantren disebut dengan “ badal ”.kelompok belajar yang semula terdiri dari puluhan santri mulai menyusut. Kegiatan lain dari Intra Pesantren adalah semacam “ tutorial ” yakni santri-santri yunior dibimbing oleh para santri senior untuk mengaji dan biasanya seputar tata cara membaca kitab gundul / kitab yang tidak mencantumkan harakat. Biasanya anak-anak baru ini dibimbing terlebih dahulu oleh para senior yang telah dipercaya. kini kelompok terpecah terdiri dari kelompok-kelompok yang lebih kecil antara 3 atau 4 santri sedang diskusikan pengajian-pengajian untuk pagi harinya atau lebih memperdalam penguasaan materi kepada yang lebih pandai.00 keadaan Pondok Pesantren akan cukup hening. Dapat kita katakan hampir tidak ada santri baru yang masih hijau penguasaan ilmu agamanya langsung belajar pada kyainya. dalam proses pembimbingan inilah digunakan metode sorogan (semacam belajar individual antara guru dan murid ). Sesudah pukul 24. ini semacam pembahasan persoalan-persoalan keagamaan dan kemasyarakatan yang sedang aktual dan berkembang dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

gerakan separatisme. Kebanyakan yang hadir dalam persoalan-persoalan ini adalah santri-santri senior yang cukup “ Faham ” dengan persoalan-persoalan kekinian. ini biasanya sang wanita menjadi istri kedua ). tetapi juga diundang dari pondok-Pondok Pesantren lain. Diundangnya 152 .seorang laki / perempuan yang menikah tidak dicatatkan pada petugas KUA. Halaqoh biasanya tidak hanya melibatkan santri-santri dari satu Pesantren. Militer dan masyarakat sipil. merupakan persoalan yang cukup berat dan serius. Agama. yang dianggap mampu juga memberikan kontribusi pemikiran terhadap masalah yang sedang dibahas. kurang menyentuh kebutuhan sehari-hari komunikasi santri. demontrasi dan seterusnya. perdagangan saham. Umpamanya beberapa waktu yang lalu di Pondok Pesantren Al Hikam Malang dihalaqohkan persoalan hubungan antara . asuransi jiwa sampai dengan persoalan politik seperti Presiden Perempuan. Pada tataran yang lebih tinggi dan ini biasanya hanya ada pada pondokPondok Pesantren besar tertentu . diadakan pula “Halaqoh” semacam seminar terhadap persoalan-persoalan yang benar-benar hangat dan sedang dibutuhkan pemecahannya dalam kehidupan masyarakat bahkan bangsa. Karena persoalan-persoalan di atas. Selintas persoalan di atas. kudeta terhadap kekuasaan yang syah. maka ini merupakan jawaban cerdasdari kalangan Pesantren ( yang selama ini dianggap ortodox / kuno ) terhadap persoalan yang kini sedang dihadapi bangsa. maka biasanya hanya santri-santri yang betul-betul mumpuni yang dapat terlibat dalam pembahasan masalah-masalah tersebut. tetapi bila ditilik lebih kedalam.

Organisasi Santri (Salafiyah) Ekstra Pesantren Organisasi Ekstra Pesantren anggotanya adalah santri-santri dari Pondok Pesantren. Organisasi ini sering disebut pula sebagai organisasi santri bersifat kedaerahan. santri-santri asal Kabupaten Cirebon yang mesantren di Pondok Pesantren Kaliwungu. silahturahmi. karena para anggota memang berasal dari suatu daerah-daerah tertentu yang berlatar belakang suku atau sosial budaya tertentu. tetapi juga kalangan Pondok Pesantren pun telah melakukan hal yang serupa. Kalau di Perguruan Tinggi Organisasi ini agak mirip dengan PMII. sejalan dengan makin intersipnya hubungan antara kalangan Pesantren dengan dunia luar. namun aktivitasnya ada di luar Pondok Pesantren. ini mengindikasikan sebenarnya keterbukaan menerima pemikiran dari luar bukan hanya monopoli kalangan perguruan tingi saja. begitu pula sasaran programnya 153 . Cuma bedanya terdapat pada aktivitasnya kegiatan maupun program-program. b.peserta dari lain Pesantren. GMNI. seperti . Kegiatan organisasi ekstra santri dalam melaksanakan kegiatannya biasanya hanya pada moment-moment tertentu saja. atau di mana masingmasing membentuk organisasi. Kalau kita lihat organisasi ekstra Pesantren ini masih belum berjalan efektif. bakti sosial dan lain-lain. atau HMI. keterbukaan akan informasi dan sharing pendapat kini mulai berkembang di kalangan pondok pesanren. aktifitasnya masih sangat minim. seperti : saat liburan panjang Pondok Pesantren pada bula puasa – syawal mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang antara lain seperti : pertemuan.

Manfaatnya baru bisa dilihat pada hal-hal yang bersifat praktis. Sehingga kurang begitu besar gaungnya di masyarakat. suku danbangsa dengn lainnya. seperti: Sebagai penghubung antar mereka yang sedang belajar di Pondok Pesantren dengan orang tua / wali santri di daerahnya masing-masing. Di samping itu.sebahagian besar masih belum jelas. mengingat para anggotanya berlatar belakang dan bersifat kedaerahan atau suku tertentu. alumni ataupun masyarakat pada umumnya. Namun untuk pengembangan organisasi ini perlu dikelola secara baik dan hati-hati. Oleh karena itu perlu adanya perhatian yang lebih. sebagai pneyalur informasi tentang keberadaan aktivitas Pondok Pesantren bersangkutan dengan para alumni yang kurang sempat menjalin komunikasi secara kontinyu. agar organisasi santri ekstra pesanren ini dapat secara optimal membuat dan melaksanakan program-programnya sehingga manfaatnya akan bisa lebih lagi. bisa timbul gep yangjustru akan menjadi kontra produktif dengn misi Pondok Pesantren itu sendiri yang merupakan lembaga pendidikan Islam. baik bagi para santri. khususnya dari para alumni Pesantrenya masing-masing maupun kyai. Hingga dewasa ini sebenarnya kekhawatiran itu belum pernah terjadi bahkan indikasi saja belumlah nampak sama sekali. Di mana dalam ajaran Islam sendiri tidak mengenal adanya disriminatif antara daerah. dikhawatirkan terbentuknya embrio rasa kedaerahan dan rasa kesukuan yang berlebihan sehingga mengakibatkn berpandangan sempit. hanya dari kita sebagai orang yang memiliki peduli terhadap keberadaan Pondok Pesantren perlu 154 .

Tapi sebaliknya diharapkan dari organisasi santri ekstra Pesantren ini dapat melahirkan tokohtokoh pemimpin yang berpandangan luas. mereka dititipkan di rumah-rumah penduduk dan melakukan kegiatan bakti sosial yang berdimensi keagamaan semacam. Di Pondok Pesantren ini ada beberapa kegiatan yang patut dicontoh Pondok Pesantren lain seperti: Santri Raksa Desa21. mengeraskan jalan. belajar barzanji. seperti Kuningan. Sehingga kegiatan extra Pesantren sangat kosmopoliti sehingga Pesantrenya penuh dengan aneka ragam kegiatan. Nuriana dan dilaksanakan di wilayah Jawa Barat. Kegiatan Extra Pesantren. baca tulis arab. disamping juga ada kegiatankegiatan fisik semisal membuat WC sederhana. Selain kegiatan santri ke desa-desa juga Pemda Jabar meluncurkan (pada tahun 2000 an ) program pos kesehatan pesantren (Poskestren) dengan pembangunan yang dibiyayai pemda diperuntukkanbagi pesantren dan lingkungannya. dll. 21 155 . kegiatan ini semacam KKN. melatih anak-anak untuk belajar Al-Qur’an.antisipasi agar hal-hal yang mengkhawatirkan tidak akan terjadi. Dalam pelaksanaannya santri-santri yang telah mengikuti semacam “ training ” diterjunkan ke desa-desa selama kurang lebih 45 hari. tetapi lebih luas sebab melibatkan banyak instansi baik kalangan pemerintah maupun swasta. tidak melulu mengaji. yakni kegiatan yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan kegiatan mengaji kegiatan semacam ini mirip dengan bakti sosial yang dilakukan kalangan mahasiswa atau pelajar. Cirebon . lintas daerah maupun lintas suku. membantu Kegiatan ini merupakan produk dari Pemda Jawa Barat pada masa HR. umpamanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Salafiyah Kempek Ciwaringin Cirebon.

tukang batu. Kegiatan santri raksa desa ini tujuannya adalah mengenalkan santri-santri Pondok Pesantren dengan realitas kehidupan masyarakat. las. Sebelumnya santri-santri tersebut diterjunkan dalam kegiatan pembimbingan mereka dibagi-bagi terlebih dahulu sesuai dengan minat. motivasi ekonomi. Beberapa Pondok Pesantren melanjutkan kegiatan tersebut dengan lebih menekankan pada program pembinaan mental spiritual. keterampilan-keterampilan yang biasa digunakan kalangan pedesaan seperti . kueh dan seterusnya. Sesudah dipilah-pilah. Ini bukan santri-santri yang diterjunkan dalam program santri raksa usaha. hanya mereka yang berbakat dan memiliki kemampuan saja yang 156 . Santri Raksa Usaha. program ini berbeda dengan program santri raksa desa.pembuatan anyaman. sesuai dengan misi Pesantren itu. bila program pertama bertujuan melakukan perbantuan untuk mempercepat pembangunan khusunya pembangunan fisik dan mental. kayu. maka program kegiatan santri raksa usaha bertujuan melakukan pembimbingan ekonomi kerakyatan. Dalam pembekalan itulah nanti diketahui mana santri yang berbakat dan memiliki kemampuan yang memadai. instansi listri sederhana. adalah mereka yang telah dibekali dengan pelatihan-pelatihan praktis di bidang pembukuan sederhana. maka mereka diwajibkan mengikuti pembekalan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Instansi lain yang terkait. tentu juga karena kucuran dana dari pemerintah propinsi mulai susut. bakat serta keterampilan dasarnya.kelancaran saluran air dan seterusnya. pembekalan biasanya selama 3 (tiga) bulan. tukang cukur.

dasi dan sejenisnya ). maka mengingat bahkan konfrontatif total dengan budaya barat. sebab kita tahu hanya kalngan Pesantren saja ( disamping nasionalis lainnya ) yang betul-betul frontal dan total dalam melawan penjajah. bahkan ada Kyai yang “ melarang ” sama sekali santrisantrinya untuk belajar pada lembaga pendidikan formal. dimana ada juga sisi-sisi positif budaya barat itu. Kerasnya sikap kalangan Pesantren terhadap budaya dan tradisi barat ini kalau dilihat dalam konteks perlawanan terhadap penjajah waktu itu memang patut kita banggakan. Artinya dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan seperti kita ketahui. tetapi juga ditolak cara berpakaian ( waktu itu santri dilarang memakai celana panjang. Hal ini kemungkinan besar masih dihinggapi semangat anti terhadap sesuatu yang berbau nilai-nilai barat. kelompok masyarakat Pesantren merupakan kelompok yang paling gigih menentang segala sesuatu yang berasal bahkan berbau budaya barat. Seperti kita ketahui.terjun dalam kegiatan santri raksa usaha Bila kita lihat sosok tampilan santri Salafiyah adalah mereka yang tidak berpendidikan formal. jelas-jelas merupakan sikap yang merugikan diri sendiri. mau tidak mau kita harus berguru kepada bangsa- 157 . Bukan hanya sekolah yang ditolak kalangan Pesantren kala itu. cara maka dengan garpu sampai dengan nama-nama yang berbau barat. Tetapi dalam konteks alam kemerdekaan bahkan budaya dunia yang semakin mengglobal. budaya persekolahan merupakan tradisi yang berasal dari orang-orang belanda yang dibawa ke Indonesia.

Tentu kedepan sangat perlu kita pikirkan bahwa dekatnya keluarga Pesantren dengan ilmu pengetahuan serta iptek “ sekuler ” tidak serta merta akan membawa mereka terhanyut kehilangan jati dirinya. Lirboyo. Asembagus. Pondok Pesantren Salafiyah akhirnya terkotak menjadi dua kelompok. beberapa Pesantren di Bandung. bangunan-bangunan yang berbau lokal “ madrasah-madrasah ” harus jauh dari bangunan pondok. seperti kita ketahui. Banyaknya keluarga Kyai yang terjun dalam dunia usaha. Dalam perkembangan berikutnya. mereka juga hanya berkutat pada sektor-sektor non formal. Salaf murni dan campuran (tidak murni). ahirnya mereka kurang memiliki kemampuan dalam mengakses persoalan-persoalan kekinian. Salah satu kelemahan alumni Pondok Pesantren Salafiyah yang karena mereka tidak mau mempelajari ilmu-ilmu umum. keluarga Kyai-Kyai dari Pesantren Salafiyah umpamanya. maka kemudian ada perubahan-perubahan yang mulai mengerah kepada hal-hal yang positif. Pada Pondok 158 . Kempek Cirebon yang aktif dalam dunia usaha dan pertanian (Agribisnis) makin memperdekat persepsi akan pentingnya ilu-ilmu “sekuler” bagi keluarga Pesantren. Tetapi dengan makin banyaknya umat Islam yang bergaul dengan aparat birokrasi. Salafiyah murni ini benar-benar “ anti sekolah ” bahkan ada salah satu pondok Salafiyah dimana ada aturan tak tertulis. bahkan telah banyak anak-anak Kyai yang tamat perguruan tinggi dan ahirnya masuk menjadi birokrat.bangsa barat yang kenyataannya jauh lebih maju dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

hanya kapan dan dari mana kita memulai itulah problemnya. Alumni Pondok Pesantren ini karena tidak mempelajari pelajaran umum. Dalam dunia organisasi keagamaan pun alumni Pondok Pesantren ini hanya akan bersentuhan dengan kegiatan-kegiatan yang murni keagamaan. Sehingga mau tidak mau secara alami atau jangka panjang juga mereka akan membutuhkan atau bersentuhan dengan dunia sekolah / madrasah. bila tokoh-tokoh kunci ini bisa memahami dan berubah maka santri-santri Salafiyah juga akan berubah. Alumni dari Pesantren Salafiyah jenis ini akan tampil sebagai seorang Kyai yang biasanya sangat teguh memegang norma-norma Islam dan bersifat “ agak anti pemerintah ”. untuk itu tokoh-tokoh utama dari Pondok Pesantren Salafiyah ini perlu diadakan pendekatan untuk bisa memahami betapa pentingnya pendidikan sekolah / madrasah tersebut. mereka kurang tertarik dengan dunia lain diluar itu. kegiatan sehari-hari murni kegiatan keagamaan dan sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia sekolah dan madrasah. mereka akan terjun pada sektor-sektor non formal.Pesantren jenis ini. Problem kita adalah bagaimana menarik minat mereka yang sebenarnya sangat anti sekolah / madrasah agar sedikit demi sedikit memahami bahwa madrasah atau sekolah merupakan satu keniscayaan yang harus dilakoni. Persoalannya adalah bagaimana kita mampu melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh kunci dari dunia Pesantren Salafiyah ini. sebab figur ini sangat menentukan dari pendekatan yang dilakukan. 159 .

anak-anak yang usia sekolah dasar. hanya beberapa mata pelajaran pokok saja yang diajarkan pada jenjang ini. kemudian di ahir jenjang pendidikan ia juga harus mengikuti evaluasi yang standar layaknya anak lulusan SD / MI. bahkan pada beberapa Pondok Pesantren tertentu menyediakan lembaga pendidikan formal. pada Pondok Pesantren model ini sistem salaf masih digunakan. IPA. artinya setelah anak dapat menempuh ujian standar SD / MI. Idealnya sistem Pondok Pesantren Salafiyah adalah seperti tersebut di atas. maka tingkat SLTP / MTs. disamping ia tetap mengaji secara salaf.santri salaf tidak akan ketinggalan dengan kemajuan pendidikan sekolah / madrasah yang berjalan di luar Pesantren Pendidikan pun harus dilakukan secara berjenjang. disamping tetap teguh melaksanakan aktivitas-aktivitas Salafiyahnya.Salafiyah campuran. Dalam praktek umpamanya. tetapi pihak Pesantren memberikan kelonggaran kepada santrisantrinya untuk mengikuti pendidikan formal di luar jalur pondok. dengan pola yang sama. dengan cara seperti ini maka santri . lama pelajaran juga tidak mutlak tiga tahun. Matematika. artinya sistem salaf yang tidak kaku serta mutlak-mutlakan menentang segala bentuk sekolah dan madrasah. tetapi materi pokok dari keseluruhan materi yang biasa diajarkan pada jenjang SLTP / MTs harus diberikan secara tuntas dan evaluasi juga harus dilakukan secara berkala dan 160 . ia juga harus belajar ilmu-ilmu pokok yang menjadi standar anak usia sekolah dasar semisal. Tetapi tidak langsung larut kehilangan jati diri sehingga sistem salaf malah lebur ke dalam bentuk totak sekolah atau madrasah. Bahasa Indonesia dan seterusnya.

Ibnu Khaldun. kita aktivis Islam akan menyaksikan santri-santri yang selalu bersarung dan berkopiyah itu. bukankah dulu para ilmuan Islam semisal. Alangkah bahagianya bila di masa mendatang. Kimia. sebab kita tidak menghemndaki adanya sekelompok umat Islam yang tertinggal dalam ilmu pengetahuan dan teknologi walau mereka sendiri tidak merasa tertinggal. Potret Kegiatan PRAMUKA 161 . harus ada semacam “ kenaikan kelas ”. Matematika. D. Biologi. Ekonomi bahkan politik kontenporer.berjenjang. sebab pada hakekatnya semua manusia itu memiliki kemampuan yang sepadan sehingga jenjang pendidikan perlu diberlakukan dan ini juga digunakan untuk mencapai pendidikan yang standart. ini sangat penting untuk menjadi kontinuitas pendidikan dan keteraturan jenjang belajar. yang fasih melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan Al Hadist tetapi juga menguasai teoriteori Fisika. Dengan diperbolehkan anak-anak usia sekolah ikut ujian atau mendapat mata pelajaran di luar sistem ngaji salaf maka hal itu nanti akan menghilangkan tembok penyekat antara santri salaf dengan anak-anak sekolah yang selama ini terjadi dan itu sebenarnya sangat merugikan perjuangan umat Islam secara keseluruhan. Ibnu Sina. Imam Ghozali juga merupakan sosok seorang ulama sekaligus ilmuwan sekuler. Sekalipun santri tersebut merupakan perpaduan antara kemampuan ilmu-ilmu agama dengan kepiawaian ilmu-ilmu umum.

Kegiatan kepramukaan ini ditangani oleh organisasi yang disebut Koordinator Gugusdepan. sehingga seluruh santri Pondok adalah anggota Pramuka.Gerakan Pramuka di beberapa Pondok dianggap sangat penting sebagai sarana pendidikan yang dapat menanamkan kepribadian. Gerakan Pramuka di Pondok Darul Ma’rifat telah mewajibkan seluruh santri untuk aktif dalam kegiatan kepramukaan. • Andalan Koordinator Urusan Kesekretariatan: bertanggungjawab atas ketertiban administrasi organisasi dan memimpin sekretaris Gugusdepan. dan akhlak mulia untuk bekal para santri dalam hidup bermasyarakat. • Andalan Koordinator Urusan Perpustakaan: bertanggungjawab mengangani perpustakaan pramuka. di bawah pengawasan Majlis Pembimbing Harian. Latihan pramuka wajib untuk seluruh santri diadakan pada setiap Kamis sore. Susunan Organisasi Bagian-bagian dalam Koordinator Gerakan Pramuka Pondok ini terdiri dari: • Ketua: bertindak sebagai koordinator seluruh kegiatan organisasi dan bertanggung jawab atas jalannya program-program kerja tiap-tiap anadalan. 162 . dan Marching Band. 1. Gugusdepan. dan Marching Band. • Andalan Koordinator Urusan Latihan: bertanggungjawab mengkoordinir latihan dan kegiatan kepramukaan. • Andalan Koordinator Urusan Keuangan: bertanggungjawab atas keuangan Koordinator. mental.

Gugusdepan. Masa Pengembangan dan Pamantapan (MPP). Gerakan Pramuka Gugus Depan mengadakan kursus-kursus orientasi. Kepengurusan ini berlangsung selama setahun masa bhakti yang diakhiri dengan laporan pertanggungjawaban dan seterusnya diadakan pergantian pengurus. • Andalan Koordinator Urusan Perlengakapan: bertanggungjawab mengadakan dan memelihara segala barang keperluan organisasi.• Andalan Koordinator Urusan Kedai Pramuka: bertanggungjawab menangani kedai pramuka yang menjual barang-branga keperluan pramuka. Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK). Gugusdepan merupakan satuan terdepan dalam Gerakan Pramuka yang menjadi wadah untuk menghimpun dan membina peserta didik sesuai dengan golongan usia dan jenis kelamin. Latihan Search And Rescue (SAR) Di samping itu Koordinator Gerakan Pramuka Pondok juga mengadakan 163 . Drumb Band. Saka Bhayangkara. Saka Wana Bhakti. Kursus dan Latihan Kepramukaan Untuk meningkatkan kualitas kepramukaan para santri. Saka Bhakti Husada. Pada bulan Ramadhan organisasi ini mengadakan Rapat Kerja Koordinator untuk membahas dan menetapkan program kerja Koordinator dalam satu tahun. benda-benda pos dan korespondensi. terdiri dari 9 satuan. Gladian Pimpinan Regu dan Sangga. Di antaranya adalah: Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Gugusdepan ini dibentuk untuk memudahkan pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan dalam mencapai tujuan Gerakan Pramuka. 2.

2) Pengecekan persiapan mengajar. dilakukan oleh guru-guru senior yang bertugas secara bergantian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. bahkan lebih dari sanksi yang dikenakan kepada para anggota. 1. Kegiatan yang dimaksudkan di sini bersetting di KMI (Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah.Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) Antar Gerakan Pramuka Pondok Alumni. mingguan. lomba wide game. ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler. oleh guru-guru staf 164 . dan tahunan. mencipta lagu-lagu pramuka. lembaga pendidikan setingkat SLTP-SMU) di Pondok Pesantren Darul Ma’rifat Gurah Kediri.kurikuler (dalam kelas). Kegiatan Harian Kegiatan ini meliputi: 1) Supervisi proses pengajaran. 3) Pengawasan disiplin masuk kelas mulai jam 06. E.45 WIB. cerdas tangkas kepramukaan. Lomba Tingkat (LTII) Antar Gugusdepan. tengah tahunan. Perlu dicatat pula bahwa seluruh pengurus organisasi ini berada di bawah bimbingan majelis guru yang disebut Staf Pengasuhan Santri. Sebagaimana disebutkan di atas kegiatan KMI ini terdiri dari harian. Ini berarti seluruh pengurus tidak kebal dari disiplin dan sanksi. Jika melanggar mereka juga mendapatkan sanksi yang sama. cross country. Kegiatan belajar di kelas ini meliputi kegiatan intra.. Potret Kegiatan Belajar Santri Pada bagian ini akan dikemukakan profil kegiatan santri di madrasah. berikut ini uraiannya. dilakukan oleh bagian Proses Belajar Mengajar dan Pembinaan Karir Guru atau guru-guru yang telah ditunjuk.

Di samping itu guru juga mengontro suasana asrama santri: kebersihan. 2. berlangsung dari jam 20. 6) Penyelenggaraan belajar malam (muwajjah) bersama wali kelas. untuk menjaga kebersihan 165 . baik secara langsung dan atau pada pertemuan mingguan guru hari Kamis. agar tidak ada santri yang terlambat masuk kelas. Salah satu moto pengajaran di Darul Ma’rifat berbunyi ``Kelas kosong (dari guru) itu dosa besar``. Jika ada kelas yang kosong. Beberapa guru yang bertugas mendatangi asrama dan kamar-kamar santri untuk mengontrol apakah ada santri yang tidak masuk kelas dan apa alasannya serta adakah dia sudah punya surat izin tidak masuk kelas. Pengontrolan kelas untuk mengecek apakah ada kelas yang tidak ada gurunya dan mengetahui ketepatan waktu hadir guru di kelas. 4) Pengontrolan kelas saat pelajaran berlangsung.Kantor KMI. guru piket tersebut segera menghubungi staf KMI yang kemudian akan mencarikan guru pengganti.00-21.dan kenyamannya. keasrian. Pengawasan ini juga dilakukan pada waktu masuk kelas lagi setelah jam istirahat. 7) kelas.45. Kegiatan Mingguan Kegiatan ini antara lain: 1) Pertemuan guru KMI setiap Kamis (Kemisan) yang bertujuan untuk Pembagian tugas jum’at bersih untuk tiap kelas. 5) Pengontrolan asrama santri saat pelajaran berlangsung oleh guru yang bertugas. oleh guru yang piket. Hasil kontrol dicatat di buku yang telah disediakan untuk dievaluasi.

Ujian ini dipanitiai oleh beberapa guru yang diberi amanat dengan dibantu oleh seluruh siswa kelas VI (membantu kesekretariatan. Program ini meliputi: 1) Fath al-Kutub: Kegiatan ini adalah latihan membaca kitab (terutama kitab klasik) untuk kelas V dan VI. 2) Pertemuan ketua-ketua kelas (Jum’at malam) untuk menyampaikan informasi seputar aktifitas belajar-mengajar. membantu mengawas ujian. dll. 3. terutama dalam 166 . tasawwuf. disiplin dalam kelas. fiqih.) 4. dan nasehat-nasehat. kontrol persiapan mengajar guru. Kegiatan Tahunan Kegiatan-kegiatan ini lebih merupakan penunjang untuk keberhasilan belajar siswa. Santri diberi tugas untuk membahas persoalan-persoalan tertentu dalam akidah. membantu menguji lisan. meliputi absensi guru. Kegiatan ini berlangsung seminggu. 2) Fath al-Mu’jam: latihan dan ujian membuka kamus berbahasa Arab untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan berbahasa Arab santri. dll. Forum ini juga digunakan oleh Pimpinan Pondok untuk membicarakan program-program dan masalah-masalah Pondok secara keseluruhan. sebagai wahana menguji kemampuan mereka— setelah mempelajari Bahasa Arab hingga kelas V dan VI. tafsir. hadis.mengevaluasi kegiatan belajar mengajar selama seminggu.. Kegiatan Tengah Tahunan Program tengah tahunan di KMI adalah ujian semester I dan II. serta kemudian membuat dan menyerahkan laporan tertulis mengenai hasil kajiannya kepada guru pembimbing.

Seluruh anggota menyerahkan kelompok dan pembimbing. 2 hari. berbadasarkan rangking nilai ulangan. Ulangan ini untuk mendalami materi dan sekaligus menentukan santri-santri yang akan mengadakan praktek mengajar pertama kali. 1-2 hari. untuk 167 . untuk kemudian membuat SAP. 4) Amaliyat al-Tadris. Program ini diselenggarakan sebagai berikut: a) b) Diadakan pengarahan-pengarahan amaliyah ini. berdasarkan kelompok-kelompok yang telah ditentukan. d) Amaliyah pertama oleh beberapa (5-7) siswa dilaksanakan. yakni praktek mengajar untuk siswa kelas 6. di bawah bimbingan guru-guru yang sudah menunaikan haji. c) Penunjukkan siswa-siswa yang akan praktek mengajar pertama. Karena ini masih kelompok besar. lembaran evaluasi/kritik yang telah ditulis kepada pembimbing utama. berlokasi di lingkungan kampus. di bawah bimbingan guru senior.menelusuri dan mencari makna kosa kata. juga guru yang praktek itu sendiri. Dilanjutkan dengan ulangan-ulangan tertulis dan langsung dikoreksi mengenai seluruh materi ilmu pendidikan dan didaktik-metodik pengajaran. 3) Manasik al-Haj: latihan ibadah praktek ibadah haji bagi siswa baru. kelas-kelas yang dipakai praktek dipindahkan ke ruangan yang memadai. Selulruh anggota kelompok dan pembimbing ikut masuk ke dalam ruang kelas tempat praktek mengajar untuk mengamati dan mengevaluasi jalannya proses pengajaran. e) Seusai praktek mengajar diadakan forum evaluasi/kritik.

kemudian dibacakan satu-persatu hinga selesai. Ini biasanya berlangsung 2 hari. Evaluasi/kritik diberikan ke keseluruhan gerak-gerik dan kegiatan guru selama mengajar, termasuk cara menyampaikan pertanyaan, cara menulis, dll., tetapi yang lebih dipentingkan adalah kritik terhadap metode dan sistematika pengajaran. Kritik yang ditulis itu harus diberi bukti tertulis juga, jika tidak, tidak akan diterima. f) Pada praktek mengajar berikutnya, siswa dibagi ke dalam kelompok-

kelompok kecil terdiri lebih kurang 15 orang, dan proses pengajaran dan kritiknya biasanya selesai dalam sehari. Dengan demikian seluruh santri yang tamat KMI pernah mengalami praktek mengajar. 5) usaha Al-Rihlah al-Iqtishadiyah (economic study tour): orientasi tentang dunia dan kewiraswastaan, untuk menanamkan jiwa kemandirian dan

kewiraswastaan kepada para santri. Kegiatan ini diberikan melalui ceramah-ceramah dan kungjungan ke obyek usaha di wilayah Jawa Timur dan sebab wilayah Jawa Tengah. 6) Penulisan karya ilmiah mengenai berbagai persoalan keagamaan dan

kemasyarakatan dalam bahasa Arab, untuk meningkatkan keilmuan santri kelas 6. 7) Pembekalan wawasan mengenai berbagai persoalan untuk santri kelas 6

menjelang tamat belajar di KMI. Pembekalan ini meliputi kegiatan-kegiatan berikut: a) Orientasi tentang: dunia pers dan jurnalistik, belajar di perguruan tinggi,

wawasan pengembangan kemasyarakatan, kepondokmodernan, perpustakaan, studi islam, dan metode dakwah. b) Ceramah dan dialog mengenai Darul Hadis (LDII), Syi’ah, orientalisme,

168

gerakan-gerakan Islam sempalan, dan Jama’ah Tabligh. c) 8) Kursus komputer dan penataran untuk mengajar TPA/Q. Termasuk acara tahunan adalah penerimaan santri baru setiap bulan

Syawwal. F. Tentang Ta'jir / Hukuman Dalam penjalanan disiplin dan aturan pondok sebagaimana digambarkan dalam paparan di atas, yang seringkali mendapat kritikan pedas adalah berkenaan dengan praktek hukuman, terlebih lagi jika hukuman itu berbentuk hukuman fisik, sebagai ilustrasi gambaran. Mencuatnya kasus seperti di SMPN 4 Wado Sumedang22 tentang hukuman jalan merangkak bagi paskibra, sampai ke DPRD menunjukkan adanya pihak yang belum memahami betul praktik pendidikan. Barangkali kenyataan ini karena isyu demokratisasi dalam pendidikan dan isyu violence (kekerasan) lebih populer ketimbang isyu lainnya. Padahal bagi pelaku pendidikan masih banyak isyu lain seperti masalah hukuman dan hadiah misalnya. Putu Wijaya mencerminkan pergolakan sekitar hukuman tersebut. dalam

cerpennya yang berjudul Guru (1)23 tersebut mngisahkan "kegelisahan" seorang guru yang diangkat jadi kepala sekolah. Ia merasa terputus dari kegiatan mengajar, sibuk dengan administrasi sekolah, tak kenal murid dengan segala latarbelakangnya, sementara dipikirannya terbayang suatu cita-cita tuk membangun generasi muda yang tangguh, penuh tanggungjawab, tidak cengeng, dan bukan generasi santai. Dengan apik

23

HU. Republika, 8 Oktober 2004 Putu Wijaya, Protes, (Jakarta:Grafiti, 1995,) h, 37

22

169

Putu Wijaya melukiskan kondisi pendidikan yang ada dan sedang berlaku dewasa ini. Ia lukiskan bagaimana perubahan generasi muda yang serba menuntut kebebasan, anti disiplin, dan perubahan-perubahan lainnya, dihubungkan dengan pak kepala sekolah yang semakin gelisah dan akhirnya memutuskan untuk menjadi guru lagi serta melepaskan jabatannya sebagai kepala sekolah. Akhirnya pak kepala sekolah yang jadi guru itu mengajar dengan segala obsesinya sebagai pencetak generasi, karena protes dari dewan guru, akhirnya ia dipecat oleh kepala sekolah hasil binaannya sendiri, dengan alasan kolot, tidak menjaman, dan bertindak kekerasan. Yang penulis pahami --mudah-mudahan tidak salah paham--dari goresan pena Putu Wijaya adalah pesan betapa niatan baik dan tanggungjawab terhadap pembinaan generasi seringkali berakhir dengan resiko tinggi (pemecatan). Selain merupakan kritik pedas bagi pelaku pendidikan yang semakin tak beraturan dan tunduk kepada kemauan "kebebasan" anak usia belasan tahun dengan dalih demokratis. Punishment adalah perangsang yang menyebabkan peserta didik atau seseorang menghindarkan diri darinya atau menjauhinya (Richard L. Solomon, 1964) menurut Solomon pengaruh hukuman besar sekali terhadap sikap belajar peserta didik, karena mereka umumnya akan berupaya tidak memperoleh hukuman bila hasil belajarnya tidak baik, secara psikologis semua manusia tidak senang dan menghindarkan diri dari hukuman.24

24

Aminuddin Rasyad ,Teori belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: UHAMKA Press ,2003) Cet.ke- 3, h,9899.

170

Ada beberapa pentahapan dalam hal pelaksanaan hukuman (punishment), pertama mengkomunikasikan hukuman, semacam aturan atau tata tertib sekolah yang harus dipatuhi murid, kedua pelaksaan sangsi terhadap pelanggar aturan dalam hal ini berarti pemberian hukuman. Sebagaimana fungsinya hukuman diberikan untuk pelaku pelanggaran dengan maksud untuk memelihara ketertiban sekolah atau ketertiban kelas serta merupakan rangsangan yang sengaja diberikan agar tidak melakukan pelanggaran. Kelas yang tertib adalah tanggungjawab guru yang bersangkutan. Demikian juga ketertiban sekolah menjadi tanggungjawab semua dari kepala sekolah , pembina OSIS hingga guru-guru yang menjadi awak sekolah tersebut. Suatu sistem aturan tidakakan bisa berjalan tanpa adanya pelaksanaan sangsi bagi pelanggar aturan dan hadiah atau pujian bagi yang melaksanakan aturan dengan baik. Jadi masalah hukuman dan hadiah adalah suatu motivasi yag secara silih berganti lumrah dilaksanakan dalam dunia pendidikan baik pesantren maupun sekolah25. Dalam pelaksanaannya hukuman tidaklah semata dalam bentuk hukuman fisik, bisa juga bersifat tatapan mata (melotot), teguran, sindiran, demikian juga sebaliknya hadiah tidak melulu berbentuk materi, bisa juga berupa pujian, acungan jempol dan perhatian. Ada trend yang berlaku dewasa ini di dunia pendidikan sangat berlebihan dalam menghindari hukuman, sama halnya dengan berlebihannya dalam memberikan hadiah, akibatnya kadang ditemui upacara-upacara pemberian hadiah yang berupa

25

M. Tata Taufik, Hukuman & Hadiah Catatan kecil untuk Pelaku Pendidikan, HU.Mitra Dialog , Sabtu 30 Okt.2004

171

material demikian meriah, sementara sedikit sekali ditemui upacara pemberian hukuman, dan ketika yang terakhir ini terjadi malah menjadi sorotan publik. Ada suatu nasehat yang diberikan Rasul SAW kepada Abi Hurairah berkenaan dengan hukuman ini; "Hai Abu Hurairah, Janganlah kamu memukul untuk memperbaiki adab (pendidikan) lebih dari tiga kali, jika kamu lakukan lebih dari tiga kali maka kamu mendapatkan qishahsh pada hari kiamat, hai Abu Hurairah, didiklah anak-anak keluargamu dengan ucapan (lisan) untuk melaksanakan shalat dan thaharah, jika mereka sampai usia 10 tahun (dan membangkang.pen), maka pukullah ia tapi jangan lebih dari tiga kali".26 Kutipan na sihat ini mengambarkan etiket pemberian hukuman dalam pendidikan anak. Ada saat pemberian informasi, komunikasi dengan lisan, dan ada saat tindakan fisik yang terrencana dan tidak membahayakan. G. Pola Hubungan Guru & Murid Manusia adalah produk dari kebiasaannya (Hadits) Dari sederetan kegiatan para santri sebagaimana digambarkan tadi merupakan suatu pemaparan yang perlu pemaknaan, hal itu kalau dibahasakan akan merupakan hubungan sinerji antara guru dan murid (Kyai/ Ustadz dan santri) dengan landasan motivasi keagamaan yang mendalam suatu yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran27 Tugas utama kehidupan adalah belajar, siapa yang paling aktif dalam belajar maka ia yang paling mampu untuk bertahan hidup. Seorang balita aktif berlatih untuk

27

Abdul Hamid Syakir, Khitabu al-Rasul, h, 80 Lihat M. Tata Taufik , "Motivasi Religius Guru & Murid ",Mitra Dialog Sabtu 09-10-2004

26

172

menangis. atau sebaliknya pikiran kita berkerja memikirkan suatu lalu dihubungkan dengan realitas dan ia menciptakan suatu tindakan untuk membuat realitas sesuai dengan idea yang ada dalam pikiran. memahami dan dalam tingkah laku. berdiri. Tanpa ada usaha yang serius seperti penyelenggaraan sekolah amupun pesantren pun proses belajar di atas tetap dialami oleh manusia. Perkembangan berikutnya ia menjadi piawai. Secara dialektis mata kita menatap suatu benda. otak kita menangkap. Dalam itilah psikologi belajar adalah perubahan pengetahuan. dalam istilah pendidikan berarti kemampuan atau pengetahuan yang didapat melalui usaha pendidikan. memperhatikan. dan akhirnya sampailah pada tahap bijak begitulah sampai akhirnya ia menemui ajalnya. tegak dan melangkah hingga mahir berjalan. Kedua teori ini sangatlah sederhana dalam melihat prilaku kita sebagai makhluk yang berfikir dan belajar. atau perubahan yang relatif permanen dalam pengetahuan. menyimak.1acquiring of knowledge: the acquisition of knowledge or skill . meniru kemudian merangkak. learn·ing [lúrning] n .mengekpresikan perasaannya.2education acquired knowledge: knowledge or skill gained through education 173 . menyimpulkan dan akhirnya memilih sutau tingkah laku yang dilakukan semua bisa diamati dalam proses kehidupan yang dialami manusia termasuk diri kita. Secara etimologis belajar berarti mendapatkan pengetahuan atau kemampuan. lalu mengolah dan akhirnya memutuskan untuk memilih melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Learning. understanding. Selanjutnya kegiatan pemberian pelajaran disebut mengajar (teaching) yang berarti systematic presentation of facts.3psychology change in knowledge: a relatively permanent change in. Jika dilihat dari sudut guru mengajar pada hakikatnya adalah "belajar". knowledge. All rights 28 reserved 29 Ibid Ibid.28 Secara terminologis belajar berarti mendapatkan pengetahuan atau mengembangkan kemampuan untuk melakukan suatu tingkahlaku yang baru .30 dan kegiatannya dinamakan pengajaran (instruction) teaching in a particular subject or skill. © 1993-2002 Microsoft Corporation.Kevin. Dengan mengajar seorang guru belajar banyak hal. ide. belajar methode. Ryan. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. 30 31 174 . or behavior.31 Jadi pengajaran atau mengajar adalah mempresentasikan fakta. Ibid. and techniques to students. ideas. "Teaching".. or the facts or skills taught. skills. or acquisition of. atau skil serta tehnik tertentu kepada murid secara sistematis.29 Jadi dalam proses belajar ada mendapatkan pengetehauan berarti dari nol menuju isi ada juga pengembangan sesuatuyang sudah dimiliki. dan kegiatan pengajaran bagi guru berarti 'membuat siswa belajar". acquiring knowledge or developing the ability to perform new behaviors. belajar akan materi (bahan ajar).

kalau melihat pernyataan ini nampak guru sangat sederhana. Namun kenapa semua orang bertumpu pada guru. yang pertama adalah guru. belajar situasi kelas dll. "guru" Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. 3. 4. keagamaan. Dan guru yang berhasil adalah guru yang mempu membuat anak didiknya belajar. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Kegiatan pengajaran baik dipesantren maupun di sekolah kalau dipotret akan membrikan gambaran adanya tiga komponen utama dalam aktifitas tersebut source > message > receiver. selain hanya dari sudut pekerjaan saja. PN Balai Pustaka. Op. Nampaknya apa yang diungkap oleh Purwadarminta belum bisa mewakili maksud dari kata guru. gerakkan.33 Kata guru memiliki medan makna antara lain. pemimpin. pengajar. dan diikuti. 175 .334 of religious group: a spiritual leader of or intellectual guide for a religious group or movement especially one being described as non-mainstream.S. leader Hindu . Purwadarminta.belajar tentang aspek-aspek kesiswaan dan perkembangannya.Cit. individual’s revered teacher and counselor: a teacher or counselor in spiritual or intellectual matters who is especially revered and followed by an individual.1 32 33 h. pemimpin spriritual atau intelektual bagi group keagamaan tertentu yang sangat berpengaruh dalam membuat gerakan. 2. Maka tidak heran jika W. or Sikh religious teacher: in Hinduism and Sikhism. dalam Encarta ditulis guru berasal dari bahasa Sansakerta digunakan sejak awal abad 17 berarti. dan berpengaruh. somebody influential: somebody who is prominent and influential in a specific field and sets a trend or starts a movement. a religious leader or teacher. Guru adalah sebutan untuk orang yang kerjanya mengajar 32. (Jakarta. 1984) cet.VII. yang kedua informasi atau pengetahuan dan yang ketiga adalah siswa. Pemimpin keagamaan atau pengajar keagamaan. orang yang kerjanya mengajar. ungkapan seperti "berguru pada siapa" nampak kata guru di sini berwibawa sekali.J.

guru sebagai pemberi dan murid sebagai penuntut dan penerima dalam arti yang luas. Dalam Istilah pendidikan guru deikenal tidak saja sebagai instuktur.Surya. ia selalu menuntut (bukkan menunggu) dan senantiasa belajar hingga memiliki ilmu. guru sebagai pemimpin. atau mutaa'lim. penggerak. h. sedang kan murid di satu sisi sebagai orang yang dengan penuh semangat ingin mencapai apa yang telah dimiliki gurunya. dan yang kedua berarti orang yang belajar. Muhammad 34 Cet.2004) ) . yang pertama berarti penuntut. 54 176 . Pemberi akan lebih bermanfaat Bandung: Pustaka Bani Quraisy. manajer pengajaran pengevaluasi hasil belajar dan sebagai direktur belajar.34 Murid berasal dari bahasa Arab yang berarti secara harfiah orang yang mempunyai keinginan. murid berarti seorang yang memiliki keinginan kuat untuk memahami dan mencapai apa yang dicapai oleh gurunya.guru demikian berwibawa pada masa silam. kedua kata tersebut menunjukan sifat aktif murid dalam belajar. dan sangat berpengaruh dalam menentukkan jalan hidup muridnya. pemberi pengetahuan. istilah ini digunakan sebagai sebutan bagi pengikut sufi yang mempunyai keinginan untuk belajar pada gurunya (Syaikh atau Mursyid). Dari sini tergambar pola hubungan guru-murid. pemberi pengaruh. tapi lebih dari itu ia berperan sebagai perancang pengajaran. I. Murid dalam bahasa Arab disebut tha>lib.Paikologi Pembelajaran & Pengajaran . Bila melihat dari pengertian di atas baik guru maupun murid sebenarnya nampak kinerja yang sangat indah antara keduanya .

tapi akan lebih menyoroti kebutuhan dasar manusia sebagaimana yang digagas Maslow berkenaan dengan motivasi: ada 6 (enam) rangking kebutuhan dasar manusia. berarti ia bekerja (memenuhi kebutuhan pertama dan kedua?).jika 'tindakan" memberi itu disadari dengan keikhlasan.35 Guru dan murid memiliki kebutuhan psikis yang sama. and esteem. kebutuhan psikis guru itu juga kebutuhan psikis murid. (5) self-fulfillment.6 waktu yang panjang. karena keduanya manusia juga. demikian juga halnya dengan penerima. Tulisan ini tidak akan membicarakan seekor kera belajar dari rangsangan untuk mendapatkan pisang.5 menemani guru. 6) Kebutuhan untuk mengetahui dan memahami. Satu tindakan atau kegiatan dilakukan seseorang mungkin berbeda motivasinya. si B mengajar juga. 4) Kebutuhan untuk berkompeten. prestis dan berharga. (2) security and safety. Untuk ini kalangan pendidik masa silam (dalam Islam) mengembangkan suatu norma bagi murid yang berisikan tata cara mencari ilmu dan menghargai guru. (3) love and feelings of belonging. (4) competence. siapapun akan kurang pas menerima sesuatu dengan keterpaksaan. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. prestige. and (6) curiosity and the need to understand. 5) Kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dirinya. karenannya perlu dikembangkan pola hubungan guru murid dengan keikhlasan sebagai dasarnya. 36 Maslow ranks human needs as follows: (1) physiological.36 Keenam kebutuhan tersebut dapat dijadikan motivasi bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. si A mengajar melakukannya karena untuk sesuap nasi. ia melakukannya agar dicintai 35 Ta'li>m al-Muta'alim? Ada juga suatu doktrin belajar sebagai berikut: engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali memiliki enam syarat berikut: 1. 4dirham (biaya). 2 tamak. 1) Kebutuhan pisiologis.3. cerdas. 3) Kebutuhan untuk mencinta dan memiliki. 2) Kebutuhan akan rasa aman. kesungguhan. 177 .

Berangkat dari pengenalan akan need dasar manusia.3 reason: a reason for doing something or behaving in some or something that causes such a feeling 4. 2. Dan terakhir si E melakukannya agar dia lebiha banyak tahu tentang siswa dan memahami seluk beluk mengajar (kebutuhan ke 6). Encarta® Reference Library 2003. Semua kebutuhan yang diajukan Maslow tadi bagaimanapun juga mewakili dari berbagai need yang ada pada diri manusia. cognitive.giving of a reason to act: the act of giving somebody a reason or incentive to do 37 something. Si C mengajar karena ingin dirinya terkenal dengan sebutan guru (kebutuhan keempat) Si D melakukannya karena dirinya memerlukan orang lain tempat ia mencurahkan apa yang diketahuinya (kebutuhan kelima). sampailah pada pengertian bahwa manusia melakukan sesuatu karena kebutuhun tersebut yang harus dipenuhinya.enthusiasm: a feeling of interest or enthusiasm that makes somebody want to do something. alasan tersebut dalam psikologi disebut motivasi. hanya saja ada yang tertinggal di situ. ada agama dalam mencari makan. yaitu kebutuhan akan keberagamaan.psychology forces determining behavior: the biological. atau bisa dimasukkan pada need ke 2 yaitu kebutuhan akan rasa aman. untuk apa ia pergi ke sekolah? Agar diberi bekal.37 motivasi digambarkan sebagai suatu lingkaran yang terus menerus.rangking ke 5 kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dirinya. 178 . n 1. emotional. . Hal yang sama juga bisa terjadi pada murid.masyarakat (memenuhi kebutuhan ketiga?). agar tidak dimarahi? Agar disayangi orang tua? Agar berharga? Dst. atau semuanya? Maksudnya semua basic need tadi dibingkai dengan suasana religiousness. Microsoft® way. ada agama dalam mencari nama dll. kejadian (realitas) memotivasi untuk melakukan sesuatu mo·ti·va·tion. atau bahkan pada rangking ke 3 untuk dicinta dan mencinta. Semua kegiatannya dinamakan tetap disebut mengajar.

Dalam kaitannya dengan kegiatan inetarksi guru-murid (pembelajaran dan pengajaran) sebagaimana dikemukakan di atas banyak motivasi bisa didapat tergantung kepada individu masing-masing pelakunya. 179 . dan begitu seterusnya. berarti upaya tersebut bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan pernyataan-pernyataan tekstual Al-Qur'an atau Al-Hadits yang bertemakan pembelajaran dan pengajaran. Ambil contoh kitab suci Al-Qur'an.hanya tinggal memanfaatkan sistem keyakinan tadi untuk dijadikan landasan dalam membina masyarakat dengan jalan menggali informasi sebanyka-banyaknya dari ajaran untuk dijadikan bahan pembinaan. ungkpan-ungkapan ayat Al-Qur'an sangat sarat dengan motivasi kearah hidup yang bermakna karena memang ia ditujukan kepada hati dan jiwa manusia. Dengan demikian berarti kita sudah memanfaatkan potensi dasar yang dimiliki seseorang untuk mengembangkan dirinya. Dalam kitab suci banyak bisa digali berbagai teori kehidupan. lebih-lebih yang menyangkut teori psikologis. melihat bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Pada kesempatan ini penulis mencoba mengangkat agama sebagai motivasi kegiatan belajar dan pembelajaran tersebut. Berhubungan dengan kegiatan pembelajaran dan pengajaran. Tugas kita --dalam masyarakat yang memiliki sistem kepercayaan tersebut-. Sistem kepercayaan akan kitab suci sangatlah potensial untuk dijadikan bahan dalam memacu semangat untuk berbuat.suatu pencapaian akan realitas tadi menjadi motivasi juga untuk pencapaian akan realitas berikutnya.

Motivasi tersebut bisa dijabarkan dalam

sederetan informasi

mulai dari

pentingnnya ilmu pengetahuan, anjuran untuk mencari ilmu, untuk apa mencari ilmu, kewajiban menyampaikan ilmu dan seterusnya . Tentang pentingnya ilmu misalkan teks Al-Qur'an mengungkapkan sebagai berikut:

‫ﻳَﺎﹶﺃﱡﻳﻬَﺎ ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﺀَﺍﻣُﻮﺍ ِﺇﺫﹶﺍ ﻗِﻴﻞ ﹶﻟﻜﻢ َﺗﻔﺴ ُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﹾﻟﻤﺠَﺎِﻟﺲ ﻓﹶﺎﻓﺴ ُﻮﺍ َﻳﻔﺴﺢ ﺍﻟﻠﻪ ﹶﻟﻜﻢ ﻭِﺇﺫﹶﺍ ﻗِﻴﻞ ﺍْﻧﺸ ُﻭﺍ ﻓﹶﺎْﻧﺸ ُﻭﺍ َﻳﺮﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ‬ ُ ‫ُﺰ ْﹶ ِ ﱠ‬ ‫ﹶ ُﺰ‬ َ ْ ‫َ ِ ﹾ َﺤ ﹾ َ ِ ﱠ ُ ﹸ‬ ‫ﹶ ﹸ ْ ﹶ ﱠﺤ‬ ‫َ َﻨ‬ (11:‫ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﺀَﺍﻣُﻮﺍ ﻣْﻨﻜﻢ ﻭَﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﹸﻭُﻮﺍ ﺍﹾﻟﻌﻠﻢ ﺩﺭﺟَﺎﺕ َﺍﻟﱠ ُ ِﺑﻤَﺎ َﺗﻌﻤﹸﻮﻥ ﺧِﺒﲑ )ﺍﺠﻤﻟﺎﺩﻟﺔ‬ ٌ َ ‫ْ َﻠ ﹶ‬ ‫َ ﺃ ﺗ ِ ﹾ َ َ َ ٍ ﻭ ﻠﻪ‬ ْ ‫َ َﻨ ِ ﹸ‬
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS: Al-Mujadalah:11

‫ﹶﺃﻡ ﻣﻦ ُﻮ ﻗﹶﺎِﻧﺖ ﺀَﺍﻧَﺎﺀ ﺍﻟﱠْﻴﻞ ﺳَﺎﺟﺪًﺍ ﻭﻗﹶﺎِﺋﻤًﺎ َﻳﺤﺬ ُ ﺍﻟﹾﺂﺧﺮﺓ ﻭَﻳﺮ ُﻮ ﺭﺣﻤﺔ ﺭﱢﺑﻪ ﻗﻞ ﻫﻞ َﻳﺴَﺘﻮِﻱ ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ َﻳﻌﻠ ُﻮﻥ ﻭَﺍﱠـﺬِﻳﻦ ﻟﹶـﺎ‬ َ ‫َ ْﹶﻤ ﹶ ﻟ‬ ْ ‫ْ ﹶﺭ ِ َ ﹶ َ ْﺟ َ ْ َ ﹶ َ ِ ﹸ ﹾ َ ﹾ‬ َ ِ ِ ‫ْ َ ْ ﻫَ ٌ َ ﻠ‬ ( 9:‫َﻳﻌﻠ ُﻮﻥ ِﺇﱠﻧﻤَﺎ َﻳَﺘﺬ ﱠ ُ ﹸﻭﹸﻮ ﺍﹾﻟﺄﹾﻟﺒَﺎﺏ )ﺍﻟﺰﻣﺮ‬ ِ ‫ﹶ ﻛﺮ ﺃ ﻟ ﹶ‬ ‫ْﹶﻤ ﹶ‬ )Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah
di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang

180

mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Pemahaman tentang pentingnya ilmu38 merupakan suatu pola pemikiran yang harus dimiliki oleh pelaku pembelajaran dan pengajaran, karena secara psikologis orang akan mencari atau menyampaikan suatu yang dianggap penting baginya. Selanjutnya tentang anjuran mencari ilmu ini merupakan motivasi lain bagi pelajar / siswa sehingga ia merasa apa yang diperjuangkannnya dalam pembelajaran betul-betul sutu yang bermakna dan menunaikan kewajiban agama, ungkapan seperti hadits
39

‫ﻃﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣـﺴﻠﻢ‬mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim bisa

dijadikan motivasi bagi anak didik untuk senantiasa belajar, banyak ungkapan lain yang senada seperti ;barangsiapa pergi untuk mencari ilmu berarti ia pergi dijalan Allah sampai ia kembali, tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negri Cina, tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat dll. Firman Allah dalam Al-Qur'an juga bisa digali seperti anjuran kepada Nabi untuk belajar dan bertanya kepada "ahli"

(43:‫ﻭﻣَﺎ ﹶﺃﺭﺳﻠﻨَﺎ ﻣﻦ ﻗْﺒﻠﻚ ِﺇﱠﺎ ﺭﺟَﺎﻟﹰﺎ ُﻮﺣِﻲ ِﺇﹶﻟْﻴﻬﻢ ﻓﹶﺎﺳﺄﹸﻮﺍ ﹶﺃﻫﻞ ﺍﻟﺬﻛﺮ ِﺇﻥ ﻛْﻨُﺘﻢ ﻟﹶﺎ َﺗﻌﻠ ُﻮﻥ) ﺍﻟﻨﺤﻞ‬ ‫ِ ْ ْﹶﻟ ْ ﹶ ﱢ ﹾ ِ ﹾ ﹸ ْ ْﹶﻤ ﹶ‬ ‫َ ْ َﹾ ِ ْ ﹶ ِ َ ﻟ ِ ﻧ‬
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
Thara>iq al-Nabiy fi> ta'li>mi ashh}a>bihi (Beirut:Da>r Ibnu ,Ahmad, Muhammad, al-'Alimiy
38

Hajm, 2001) cet.I. h. 28 39 Ibnu Majah, hadits no 224 Hadits riwayat

181

‫ﺣﺪِﻳﺚ ﻋْﺒﺪ ﺍﻟﱠﻪ ْﺑﻦ ﻣﺴ ُﻮﺩ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋْﻨ ُ ﻗﹶﺎﻝ : ﻗﹶﺎﻝ ﺭ ُﻮﻝ ﺍﻟﱠﻪ ﺻﱠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠْﻴﻪ ﻭﺳﻠﱠﻢ ﻟﹶﺎ ﺣﺴﺪ ِﺇﱠﺎ ﻓِﻲ ﺍﹾﺛَﻨَﺘْﻴﻦ ﺭﺟﻞ ﺁﺗَﺎﻩ‬ ُ ‫ِ َ ُﹲ‬ ‫َ ﹸ َ ِ ﻠ ِ ِ َ ْﻌ ٍ َ ِ َ ﱠ ُ َ ﻪ ﹶ ﹶ َﺳ ﹸ ﻠ ِ َﻠ ﱠ ُ َﹶ ِ َ َ َ َ َ َ ﻟ‬ * ‫ﺍﻟﻠﻪ ﻣَﺎﻟﹰﺎ ﻓﺴﱠﻄ ُ ﻋﻠﹶﻰ ﻫﻠﻜِﺘﻪ ﻓِﻲ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﻭﺭ ُﻞ ﺁﺗَﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﻜﻤﺔ ﻓ ُﻮ َﻳﻘﻀِﻲ ِﺑﻬَﺎ ﻭُﻳﻌﻠﻤﻬَﺎ‬ ُ ‫َ َﱢ‬ ‫َ ﱢ َ َﺟ ﹲ ُ ﱠ ُ ِ ﹾ َ ﹰ ﹶﻬ َ ﹾ‬ ِ ‫ﱠ ُ ﹶ َﻠ ﹶﻪ َ َﹶ ﹶ‬
Tidak ada iri kecuali dalam dua hal; iri terhadap orang yang memiliki harta lalu digunakannya sampai habis untuk kebenaran, dan iri terhadap seseorang yang diberi pengetahuan oleh Allah lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya. (haits riwayat Ibnu majah). Tentanng tujuan mencari ilmu atau katakanlah niat mencari ilmu untuk apa, disini yang diperlukan adalah meluruskan nia, dari niat mencari ijazah kepada niat ibadah, menjalankan perintah agama, niat membekali diri untuk supaya diri lebih baik dan bisa menjalani hidup sesuai tuntunan Ilahi.

‫ﻗﻞ ِﺇﱠﻧﻤَﺎ ﹶﺃﻧَﺎ َﺑﺸﺮ ﻣﹾﺜﹸ ﹸﻢ ُﻮﺣَﻰ ِﺇﹶﻟﻲ ﹶﺃﱠﻧﻤَﺎ ِﺇﹶﻟ ُ ﹸﻢ ِﺇﹶﻟﻪ ﻭَﺍﺣﺪ ﻓﻤﻦ ﻛﹶﺎﻥ َﻳﺮ ُﻮﺍ ِﻟﻘﹶﺎﺀ ﺭﱢﺑﻪ ﻓﻠَﻴﻌﻤﻞ ﻋﻤﻠﹰﺎ ﺻَﺎِﻟﺤًﺎ ﻭﻟﹶﺎ ُﻳﺸﺮﻙ‬ ْ ِْ َ َ َ ‫ﻬﻜ ْ ٌ ِ ٌ ﹶ َ ْ ﹶ ْﺟ َ َ ِ ﹶ ﹾ ْ َ ﹾ‬ ‫ﱠ‬ ‫َ ٌ ِ ﻠﻜ ْ ﻳ‬ ‫ﹸﹾ‬ (110: ‫ِﺑﻌﺒَﺎﺩﺓ ﺭﱢﺑﻪ ﹶﺃﺣﺪًﺍ )ﺍﻟﻜﻬﻒ‬ َ ِ َ َِ ِ
Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

(162:‫ﻗﻞ ِﺇ ﱠ ﺻﻠﹶﺎﺗِﻲ ﻭُﻧﺴﻜِﻲ ﻭﻣﺤﻴَﺎﻱ ﻭﻣﻤَﺎﺗِﻲ ِﻟﱠﻪ ﺭﺏ ﺍﹾﻟﻌَﺎﹶﻟﻤﲔ ) ﺍﻻﻧﻌﺎﻡ‬ َ ِ ‫ﻠِ َ ﱢ‬ ََ َ ْ ََ ُ َ َ ‫ﹸ ﹾ ﻥ‬

182

Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, Ayat di atas menunjukkan bahwa semua kegiatan kehidupan kita diperuntukkan hanya untuk Allah semata, terma suk di dalamnnya mencari ilmu. Selanjutnya berhubungan dengan pengajar / guru ada kewajiban untuk menyampaikan ilmu, siapa yang memiliki ilmu maka ia berkewajiban untuk membaginya kepada orang lain.

‫ﻭﻣَﺎ ﻛﹶﺎﻥ ﺍﹾﻟﻤﺆﻣُﻮﻥ ِﻟَﻴْﻨﻔﺮُﻭﺍ ﻛﹶﺎﱠﺔ ﻓﻠﻮﻟﹶﺎ َﻧﻔﺮ ﻣﻦ ﻛ ﱢ ﻓﺮﻗﺔ ﻣْﻨﻬﻢ ﻃﹶﺎِﺋﻔﺔ ِﻟَﻴَﺘﻔ ﱠ ُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟ ﱢﻳﻦ ﻭِﻟُْﻨﺬ ُﻭﺍ ﻗﻮﻣﻬﻢ ِﺇﺫﹶﺍ ﺭﺟ ُﻮﺍ ِﺇﹶﻟْﻴﻬﻢ‬ ْ ِ ‫ﺪ ِ َ ﻴ ِﺭ ﹶ ْ َ ُ ْ َ َﻌ‬ ‫ﻓ ﹰ ﹶﹶ ْ ﹶ َ ِ ْ ﹸﻞ ِ ْﹶ ٍ ِ ُ ْ ﹶ ﹲ ﹶﻘﻬ‬ ِ ‫ﹶ ُ ْ ِﻨ ﹶ‬ َ (122: ‫ﹶﻟﻌﱠ ُﻢ َﻳﺤﺬ ُﻭﻥ)ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ‬ ‫َﻠﻬ ْ ْ ﹶﺭ ﹶ‬
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

(71:‫ﻳَﺎﹶﺃﻫﻞ ﺍﹾﻟﻜﺘَﺎﺏ ِﻟﻢ َﺗﻠِﺒ ُﻮﻥ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﺑِﺎﹾﻟﺒَﺎﻃﻞ ﻭَﺗﻜُﺘ ُﻮﻥ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﻭﹶﺃْﻧُﺘﻢ َﺗﻌﻠ ُﻮﻥ)ﺍﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ‬ ‫ْ ﹶ ِ ِ َ ﹾ ﺴ ﹶ َ ﱠ ِ ِ َ ﹾ ﻤ ﹶ َ ﱠ َ ْ ْﹶﻤ ﹶ‬
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?

(37:‫ﺍﱠﺬﻳﻦ َﻳْﺒﺨﹸﻮﻥ ﻭَﻳﺄﻣ ُﻭﻥ ﺍﻟﱠﺎﺱ ﺑِﺎﹾﻟُﺒﺨﻞ ﻭَﻳﻜُﺘ ُﻮﻥ ﻣَﺎ َﺍﺗَﺎ ُ ُ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻓﻀﻠﻪ ﻭﹶﺃﻋَﺘﺪﻧَﺎ ِﻟﻠﻜﹶﺎﻓﺮِﻳﻦ ﻋﺬﹶﺍﺑًﺎ ﻣﻬِﻴﻨًﺎ) ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ‬ ُ َ َ ِ ‫ﻟ ِ َ َﻠ ﹶ َ ﹾ ُﺮ ﹶ ﻨ َ ْ ِ َ ﹾ ﻤ ﹶ ﺀ ﻫﻢ ﱠ ُ ِ ْ ﹶ ِْ ِ َ ْ ْ ﹾ‬

183

)yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan
menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. Cuplikan dari teks ayat maupun hadits di atas hanya sebagian kecil dari sekian pernyataan yang nampaknya secara psikologis dapat menjadi motif seseorang untuk melakukan kegiatan pembelajarabn dan pengajaran, masih banyak lagi pernyataan lain yang bisa ditelusuri lebih jauh. Namun setidaknya dari pernyataan tersebut tergambar sutu pola pembelajaran dengan motivasi religius sebagai brikut: Motivasi Religius
Ajaran sebagai motif Konsep Tahuhid Tingkahlaku yang dicapai -Belajar Lillah Pelaku Murid Guru Murid Guru + Murid

-Mengajar Lillah
Kewajiban Mencari Ilmu Ilmu itu Penting Belajar = menunaikan keajiban ; taat perintah Tuhan Belajar / mengajar = Melakukan suatu yang bermakna, cinta ilmu Dakwah Menyampaikan dimiliki wajib ilmu Wajib, yang Mengajar kewajiban = melaksanakan

Guru

Gambaran sinngkat di atas menunjukkan tingkah laku yang bisa dicapai dengan motif ajaran yang diambil dari sietem kepercayaan (nilai) yang dianut, yang menurut hemat penulis secara psikologis berperan dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran. Kenyataan seperti itulah yang tergambar dari rangkaian kegiatan pembelajaran di pesantren baik salafiyah maupun yang modern, nuansa motivasi religius yang

184

dan yang terpenting adalah. Bahkan pembangunan sebuah bangsa membutuhkan serangkaian pembahasan untuk menentukan APBN dan Repelita. Dalam semuanya itu motivasi adalah hal yang harus ada dalam berbagai tindakan.dikembangkan belajar. bisa dipercaya. tidak satupun pekerjaan besar. selalu menyampaikan kebebnaran. maka alangkah baiknya jika motivasi itu bernuansa ukhrawi sehingga bisa terlaksana dengan baik tujuan yang sifatnya duniawi . Santri: Sebuah Harapan Masa Depan Mengapa perlu membuat rencana untuk masa depan ? Mungkin pertanyaan semacam ini tidak perlu dilontarkan apabila kita mengacu kepada fenomena pembangunan dan kemajuan di segala bidang di sekitar kita. H. dan seterusnya Selain guru kita juga murid yang harus selalu belajar sampai ajal nanti. Bangunan pencakar langit sampai rumah tingggal membutuhkan site-plan atau denah gambar yang terinci dalam skala. Kemajuan teknologi mengacu kepada serangkaian master-plan yang menjadi kerangka acuan untuk mendesainnya.A. Bila kita mengamati fenomena perubahan di sekitar kita. minimal guru untuk diri sendiri. itulah guru kita semua Rasulullah S. di negeri ini maupun di mana saja yang tidak direncanakan. tidak satupun yang tidak direncanakan. bahwa setiap diri kita apapun profesinya adalah guru. Pembangunan 185 .W. tetangga. dan cerdas. keluarga. dan menjiwai aktivitas keseharian kehidupan pesantren termasuk Belajar dari guru mulia yang memiliki sifat jujur.

sehingga sangat jarang santri yang manjalani hidupnya secara terencana. Logikanya. dimana Allah mengajak para malaikat berdialog tentang rencana-Nya menciptakan makhluq manusia. Pembangunan bangsa membutuhkan sidang-sidang menentukan APBN. dan menemukan berbagai terobosan teknologi. sehingga masa depan yang nantinya dijalani tidak sekedar menjalani hidup. Logikanya. wakil Tuhan di muka bumi. Masalahnya sekarang. Wawasan Islam tentang rencana atau membuat rencana akan tampak jelas jika kita kembali kepada ayat-ayat al-Qur’an yang menceritakan kisah Adam. tetapi meraih satu-satu segala yang direncanakan. Sukses demi sukses diraih. apabila rencana mampu membangun sebuah model pesawat ruang angkasa. Al-Que’an mengisahkan Imron yang merencanakan anak yang masih dikandung istrinya untuk menjadi rahib. anak-anak santri kita kurang bisa membuat rencana yang baik. Mungkin wawasan tentang bagaimana membuat rencana yang baik untuk menentukan masa depan itu masih sangat kurang. Masih tentang rencana juga. 186 . membangun gedung-gedung megah. sehingga meraih kesuksesan di segala bidang. apalagi jika dapat diterapkan dalam kehidupan individu santri. kepanitiaan dari tingkat RT sampai tingkat nasional mebutuhkan rapat atau serangkaian agenda meeting untuk menentukan langkah-langkah yang akan dituju. untuk menjadi pengabdi terbaik.gedung pencakar langit maupun rumah petak di komplek perumahan masih memerlukan site-plan gambar rancang bangun. bagaimana bila diaplikasikan untuk merencanakan masa depan seorang santri. mampu menentukan nasib sebuah bangsa dengan penduduk jutaan orang. rencana dapat menentukan nasib sebuah bangsa dengan jutaan penduduk. ternyata anaknya perempuan.

Langkah ketiga dalam membuat rencana adalah mencari cara-cara atau langkah- 187 . Misalnya dalam waktu 3 tahun kita ingin menguasai satu buku tertentu. tempat tinggal atau tempat bermukim. dan seterusnya. Perlu diketahui. Target adalah hal-hal yang ingin kita raih dalam kurun waktu tersebut. apabila kita menentukan untuk meneruskan studi ke jurusan IPA (eksakta) mungkin kita bisa memilih alternatif dengan memilih jurusan teknik atau sosial. rencana jangka menengah untuk waktu 5 tahun. Target ditu dita tulis secara berurutan dengan prioritas target mulai dengan yang paling atas. Setelah menentukan target-target yang akan diraih untuk masing-masing jangka waktu. bidang usaha yang ditekuni. mungkin target yang akan kita raih berupa prestasi tertentu. Rencana jangka pendek untuk jangka waktu 1 tahun. atau menjadi ketua dalam satu organisasi. dan rencana jangka panjang untuk waktu 10 tahun. dan setrusnya. tidak kaku. atau keinginan-keinginan lain. menguasai satu ketrampilan.Membuat rencana dimulai dengan menentukan target-target yang ingin diraih dalam kurun waktu tertentu. Dengan adanya target altenatif ini sebuah rencana akan tertata secara fleksibel. Dalam 5 tahun mungkin kita menentukan kelulusan dalam bidang ilmu atau satu jenjang pendidikan. Contoh. rencana mestinya dibuat dalam 3 tahap sekaligus. dan sangat mungkin untuk dievaluasi. meneruskan sekolah. membeli peralatan yang sangat kita inginkan. kita perlu juga merumuskan disamping target-target tersebut target-target alternatif apabila target utama tidak bisa diraih. Untuk rencana jangka panjang atau 10 tahun. tapi harus dibedakan mana yang paling penting dan mana yang lebih penting. memilih jurusan. bidang usaha yanga kan digeluti.

membuat rencana. manusia pada dasarnya memiliki 10 dimensi kesadaran. Jika ditulis dalam perbandingan bagaimanan kekuatan alam bawah sadar dengan kekuatan bawah sadar. Yang perlu dicatat disini. sebenarnya kita sedang mengarahkan kekuatan yang besar (9 kekuatan bawah sadar) untuk meraih satu-satu target atau prestasi. Sekarang masalahnya. maukah kita membuat perubahan dan meraih sukses dengan selembar kertas. seperti untuk mencapai cita-cita. perpindahan tempat. Perubahan yang terjadi itu didasarkan kepada situasi dan kondisi yang terjadi. dimana yang satu bagian adalah yang disadari. dan kemungkinan direalisasikan. Pekerjaan-pekerjaan itu dilakukan orang ketika menggunakan alam bawah sadar. sementara 9 bagian yang lainnya ada dalam dimensi bawah sadar. Perubahan dalam rencana bukanlah menunjukkan kita tidak konsisten dalam membuat rencana. semua target atau langkah itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. kira-kira kekuatan 1 banding 9. kemampuan pribadi. yaitu diadakannya evaluasi secara berkala untuk tiap-tiap rencana. Kekuatan alam bawah sadar mungkin bias digambarkan dengan adanya tenaga dalam.langkah yang ditempuh untuk merealisasikan atau mencapai target tersebut. Kekuatan yang besar ini bisa dimanipulasi atau bisa diarahkan untuk hal-hal positif. atau dilakukan juga ketika mereka dalam dimensi “tidak sadar”. Evaluasi itu memungkinkan target-target dan langkah-langkah berubah. Dalam membuat rencana. kuda lumping yang mampu makan pecahan gelas dan memanjat kelapa. agar hidup yang kita jalani lebih terarah. Ada satu hal penting lagi dalam membuat rencana. orang kebal dalam permainan Debus (Banten). dan seterusnya. Menurut Sigmund Freud seorang ahli psiko-analisa dari Jerman. terencana dan 188 .

hamba Tuhan selama hayatnya. Ia belajar untuk mencintai dirinya sendiri Jika seorang anak hidupnya dimengerti . baik lahir maupun bathin. tidak diragukan lagi sebagai aset penting pembangunan di segala bidang. merencanakan masa depan. membuka cakrawala baru kemajuan. dan menjadi khaliah dimuka bumi. Ia belajar untuk menyalahkan Jika seorang anak hidup dalam permusuhan . Ia belajar untuk merasa malu Jika seorang anak hidup dalam kecemburuan . Renungan Jika seorang anak hidup dalam suasana kritik . kemampuan akal. Ia belajar mudah memaafkan dirinya sendiri Jika seorang anak hidup dalam ejekan . Ia belajar setia dan sabar Jika seorang anak hidupnya apa adanya . Untuk menjadi seorang hamba yang baik. Santri. Bahkan akhir-akhir ini golongan santri telah mampu menunjukkan sebuah prestasi besar di segala bidang di tanah air. Ia belajar untuk merasa bersalah Jika seorang anak hidup dalam semangat . Ia belajar untuk percaya diri Jika seorang anak hidup dalam menghargai orang lain . Dengan akalnya manusia terbukti mampu menggali berbagai rahasia penciptaan. Ia belajar untuk berkelahi Jika seorang anak hidup dalam ketakutan .menuju ke satu arah. dan berbagai kelebihan. untuk mencapi kearah sukses itu dibutuhkan sebuah proses yang panjang. yang harus dimulai dengan sebuah kalimat kunci. Ia belajar untuk mencintai Jika seorang anak hidup dalam suasana rukun. Tapi harus diakui. Ia belajar untuk gelisah Jika seorang anak hidup dalam belas kasihan diri . Tuhan membekali tiap individu dengan berbagai macam potensi. Pada dasarnya manusia diciptakan untuk menjadi pengabdi. makrokosmos (alam semesta) maupun mikrokosmos (diri manusia sendiri). Ia belajar untuk iri hati Jika seorang anak hidup dalam rasa malu . Ia belajar bahwa sangat baik untuk bercitacita 189 . dengan latar belakang pendidikan religius yang kuat. memberikan sumbangsih yang sangt berarti bagi proses perubahan di setap lini.

h. Ia belajar percaya pada dirinya dan orang lain Jika seorang anak hidup penuh persahabatan . Ia belajar akan kebenaran dan keadilan Jika seorang anak hidup dalam rasa aman . Ia belajar akan kemurahan hati Jika seorang anak hidup dalam kejujuran dan sportivitas . 190 .Jika seorang anak hidup dalam suasana adil . Psikologi Komunikasi. Ia akan hidup dalam ketenangan batin40 40 Bandingkan dengan sajak Dorothy Law Nolte "Chidren Learn What They 1992. 102 Live" yang dikutip Jalaluddin Rahmat. Ia belajar bahwa dunia ini merupakan suatu tempat yang indah untuk hidup Jika seorang anak hidup dalam ketenteraman anak-anakmu. Bandung Rosda Karya.

dalam Budihy Munawar Rahman. Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah (Bandung: Mizan. menurut Hasyim Asy’ari dalam Nurcholish Madjid. Sebab iman merupakan ketaatan dan keterikatan secara terus menerus dengan Tuhan. tetapi belum tentu Muslim itu mu’min. Ihsan sendiri. Orang yang telah mengakui Islam sebagai agamanya disebut Muslim. dalam hal ini tarekat. h.1995) h. sebenarnya yang menjadi landasan pengajaran tarekat di pesantren adalah ajaran-ajaran nabi sendiri. 136 Lihat Nurcholish Madjid. yang kemudian dipraktekkan melalui ajaran tarekat untuk dapat menangkap wawasan tentang kebulatan dan kebenaran dalam segala dimensinya42. Menurut Zamakhsyari Dhofiier. Iman dan Ihsan Sebagai Trilogi Ajaran Ilahi". Sedangkan ihsan merupakan tingkatan yang lebih tinggi lagi. Op. sebenarnya bukanlah sesuatu yang harus dibedakan. Jadi.Cit. pesantren juga menjadi pusat gerakan dan perkembangan tasawuf. terutama tentang tiga pilar ajaran Islam yaitu. antara tiga pilar tersebut.BAB VII PROFIL ALUMNI PESANTREN : Selain menjadi pusat pengajaran keilmuan Islam. karena ihsan berupa kemampuan untuk menembus ke dalam inti wahyu ketuhanan. Ketiga pilar tersebut kalau ditarik pada bidang keilmuan akan melahirkan apa yang dikenal dengan syariah. tetapi harus menjadi satu kesatuan. iman dan ihsan41. Kemampuan untuk menangkap 41 42 Zamakhzyari. "Islam. kecuali setelah disertai dengan keimanan. tauhid dan akhlak (tasawuf). Islam. 478 191 .

Untuk itu BAB iniil ini berusaha menampilkan sosok alumni dimaksud melalui tiga orang tokoh. Karirnya sebagai dosen dan guru besar di bidang tafsir pernah mengantarkannya menduduki beberapa posisi penting di Indonesia. Quraish Shihab. Sebabnya adalah kebenaran dalam dimensinya yang utuh itu. sehingga banyak melahirkan banyak karya 192 . sehingga muncul semacam cap yang melekat dalam setiap santri dan alumni sebagai sosok yang sufistik. yaitu Tafsir dan ulumul Qur’an. Nurcholis Majid. ekonomi. bahkan politik sekalipun. Quraish Shihab. sosok pertama yang akan diulas singkat dalam buku ini adalah seorang tokoh akademisi di lingkungan IAIN. Nuansa kemodernan dan progresifitas tersebut akan tampak nyata bila kita mengembalikan image sufistik tersebut pada sosok-sosok alumni yang berkiprah di dunia keilmuan. dan orang dapat belajar menangkap keutuhan kebenaran itu dengan melakukan latihan-latihan dalam melihat paradoks-paradoks dan berusaha menangkap hakikat yang ada dibalik penampakan lahiriyah tersebut. budaya. Corak sufisme dan ascetisme di Pondok Pesantren sangat kental mewarnaii kehidupan santri sehari-hari di Pondok Pesantren. terutama jika melihat eksistensi Pondok Pesantren kontemporer yang yang sarat dengan nuansa kemodernan. kurang memikirkan keduniaan. bahkan terakhir tercatat sebagai Duta Besar. justru dalam dirinya mengandung paradoks. social. waro. dan Hamzah Haz.kebenaran yang utuh ini merupakan sesuatu yang sangat sulit dicapai manusia. Padahal labels emacam itu tidak perlu lagi ada. ICMI. Tetapi sentra kajian kita di sini adalah konsistensi beliau pada bidang ilmu yang ditekuninya. Menteri agama. mulai dari ketua MUI.

Sosok pendidikannya yang dimulai di Madrasah Diniyah. Dari Pesantren ke Mesir Alquran itu laksana samudra yang keajaiban dan keunikannya tidak akan pernah sirna ditelan masa. dan diantaranya dalam struktur instansi pemerintah. alumni Gontor yang sempat mengenyam studi di Chicago yang terkenal dengan ide-ide pembaharannya di bidang pemikiran Islam. Keragaman ini menurut Al-Farmawi ditunjang oleh Alquran itu sendiri yang keadaannya adalah bagaikan intan yang setiap sudutnya memancarkan cahaya yang 193 .Sosok kedua adalah Nurcholis Majid. Bebarapa jabatan strategis pernah dipegang. ICMI. Tetapi focus kajian kita dalam buku ini adalah apa yang telah diakukan Nurcholis dalam rangka pencerahan intelektual Indonesia. A. Pernah tercatat sebagai politikus yang handal. LIPI. Sebagai fokus pembahasan ketiga adalah sosok kader NU dari Kalimantan . bahkan terakhir di Paramadina. Hamzah Haz. Quraisy Shihab 1. Pengabdiannya dalam kajian keislaman mengantarkan sosok Nurcholis menjadi tokoh terkemuka di HMI. M. lembaga pendidikan miniatur pesantren. sehingga karir politiknya sempat mengantarkan beliau sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Ibu Megawati di tahun 2001. mengantarkannya sebagai sosok terkemuka di panggung politik. sehingga lahirlah bermacam-macam tafsir dengan metode yang beraneka ragam pula.

yang banyak dikenal orang karena karyakaryanya dalam Tafsir kontemporer. atau kiprahnya sebagai akademisi. sebuah perguruan tinggi swasta terbesar untuk kawasan Indonesia bagian timur. tidak hanya terbatas di kawasan Timur Tengah saja melainkan juga di Indonesia dan negara-negara lainnya. Demikian pula para penafsirnya. sejak tahun 1999 hingga sekarang dikenal dengan Makassar. Nama lengkapnya Muhammad Quraish Shihab. 1994). Abdurrahman Shihab (1905-1986) seorang ulama terkemuka dan sebagai guru besar dalam bidang tafsir di Universitas Muslim Indonesia (UMI).berbeda dengan apa apa yang terpancar dari sudut-sudut yang lain.H. Bahkan. Salah seorang tokohnya adalah M. Bahkan hingga dewasa ini penafsiran terhadap Alquran-pun tidak hanya terbatas pada persoalan-persoalan metode belaka. ia tercatat sebagai mantan rektor pada kedua perguruan tinggi tersebut Quraish sejak kecilnya telah mendapatkan motifasi dan benih kecintaan terhadap bidang studi tafsir dari ayahnya yang sering mengajak anak-anaknya duduk 43 Abd. atau sebagai sosok yang pernah menjadi menteri agama RI. Jamrah dengan judul: Metode Tafsir Maudhu’iy: Sebuah Pengantar (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Suryan A. dan Duta besar. lahir di Rappang Sulawesi Selatan pa tanggal 16 Pebruari 1944. setidak-tidaknya dapat memperkuat suatu pernyataan bahwa ayat-ayat Alquran itu selalu terbuka untuk interpretasi baru. 11 194 . Penrj. Ia adalah seorang anak kandung dari K.43 Kedua perumpamaan di atas. Quraish Shihab. al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’iy: Dirasah Manhajiah Maudhu’iyah. Ketua MUI. dan IAIN Alauddin Ujungpandang. h. melainkan sampai pada tataran disiplin ilmu dan aliran aliran tertentu. Hayy Al-Farmawi.

Pada saat-saat seperti inilah sang ayah menyampaikan nasihatnya yang kebanyakan bernuansa Qur’ani. Quraish Shihab memperoleh kepercayaan untuk menjabat sebagi wakil rektor bidang akademis dan kemahasiswaan pada IAIN Alauddin Ujungpandang pada tahun 1973-1980. ia melanjutkan studinya ke Universitas Al-Azhar pada fakultas Usuluddin. Pada tahun 1967. 2. ia juga diserahi jabatanjabatan lain. Untuk lebih mendalami studi keislamannya. Dua tahun kemudian (1969) Quraish berhasil memperoleh gelar M. jurusan tafsir dan hadis.A. Setelah itu. Kairo pada tahun 1958 dan diterima di kelas dua Tsanawiyah. Karya-karya Quraisy Shihab (Kemukjizatan Al-qur’an al.berdampingan. Selain itu. pada jurusan yang sama dengan tesis yang berjudul alI’jaz al-Tasyri’i li al-Qur’an al-Karim hukum). Quraish dikirim oleh ayahnya ke Al-Azhar. ia masih sempat merampungkan beberapa tugas penelitian yang antara lain tentang Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur (1975) dan Masalah Waqaf Sulawesi Selatan (1978). Pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Dasar di Ujungpandang. ia meraih gelar LC (setingkat sarjana S1). Setelah itu ia melanjutkan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di kota Malang sambil nyantri di Pondok Pesantren Darul Hadis al-Faqihiyyah di kota yang sama. Sekembalinya ke Ujungpandang. Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. dan sederetan jabatan lainnya di luar kampus.Karim dari segi 195 . Di celahcelah kesibukannya itu. misalnya sebagai Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Wilayah VII Indonesia Bagian Timur).

diterbitkan oleh Mizan. Ia juga terlibat dalam berbagai oraganisasi lainnya. ia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional sejak 1989. Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Usuluddin dan Fakultas Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). sejak tahun 2000. pada tahun 1980. Ia hanya memerlukan waktu dua tahun untuk meraih gelar doktor dalam bidang ini. Antara lain: Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) pusat sejak 1984. mengambil spesialisasi dalam studi tafsir Alquran. suatu kajian terhadap kitab Nazm al-Durar (Rangkaian Mutiara) karya al-Biqa’i telah berhasil dipertahankannya dengan predikat summa cum laude dengan penghargaan mumtaz ma’a martabah asy-syaraf al-ula (sarjana teladan dengan prestasi istimewa) Sekembalinya ke Indonesia sejak 1984. sebuah antologi essai tentang makna 196 . Bandung pada tahun 1994. misalnya: sebagai Pengurus Perhimpunan Ilmu-ilmu Syariah. Kesibukannya saat ini adalah Duta Besar Indonesia untuk Mesir. Selain itu.Untuk mewujudkan cita-citanya dalam mendalami studi tafsir. Kontribusi Quraish Shihab dalam segi intelektualitasnya terbukti dari berbagai karyanya di antaranya ialah (a) Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan. Anggota Lajnah Pentashih Alquran Departemen Agama sejak 1989. bahkan pernah diangkat sebagai Menteri Agama pada kabinet terakhir Presiden Suharto. Pengurus Konsorsium Ilmu-ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Quraish Shihab kembali menuntut ilmu ke almamaternya Al-Azhar. Disertasinya berjudul Nazm al-Durar li al-Biqa’i: Tahqiq wa Dirasah .

(c) Wawasan Al-Quran: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. (d) Tafsir Amanah. Popular Indonesian Literature of the Qur’an. diterbitkan oleh Lentera Hati Jakarta.dan ungkapan Islam sebagai sistem religius bagi individu mukmin dan bagi komunitas Muslim Indonesia. 295-299 197 . diterbitkan oleh Mizan Bandung 1996. 1992.h. Quraisy Shihab juga berusaha memadukan dua dorongan yang ada pada diri manusia --nalar dan intuisi-. diterbitkan oleh Pustakan Katini. diterbitkan oleh Pustaka Hidayah .sehingga dapat dipahami secara mudah oleh akal dan juga uraian yang sulit dipahami kendati 44 Uraian karyanya daparte diperoleh dalam Howard M. 1992. namun pada prinsipnya dapat dikategorikan sebagai gagasan yang sarat dengan problematika sekaligus solusi-solusi atasnya yang bernuansa qur’ani. sungguhpun tidak terpampang sebutan tafsir. Selama ini. Setan dan Malaikat dalam Al-Quran dan As-Sunnah serta Wacana Pemikiran Ulama Masa Lalu dan Masa Kini.Federspiel. Penerjemah Tajul Arifin dengan judul Kajian Al-Quran di Indonesia Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish shihab (Mizan: Bandung. (b) Membumikan Al-Quran: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Sebuah artikel yang ditulis selama periode dua puluh tahun berkenaan dengan berbagai aspek Al-Quran dan mengkaji secara terinci posisi pentingnya Al-Quran bagi komunitas Muslim. 1996). 1999. kajian tentang Tafsir memang membutuhkan semangat dan ketekunan yang luar biasa. dirasakan sangat sulit apalagi untuk dicerna sambil lalu. diterbitkan oleh Mizan. Buku-buku karya Quraisy Shihab di atas. (d) Tafsir Al-Quran al-Karim: Tafsir Surat-surat Pendek Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu. Bandung 1997: (e) Yang Tersembunyi: Jin. Iblis. Bandung. dan karya-karya44 lainnya yang tidak disebutkan disini.

Madrasah Al-Wathoniyah Nurcholish Madjid selalu memperoleh prestasi akademik yang luar biasa. pada saat yang sama ia pun menyelesaikan sekolah agamanya di madrasah ayahnya. yakni tradisi belajar klasik dengan gaya modern Barat. Jombang.tidak bertentangan dengan akal. Nurcholish Madjid 1. Kurikulum Gontor menghadirkan perpaduan liberal. khususnya selama belajar di Madrasah. B. Para santri yang belajar di Pesantren Gontor tidak hanya diproyeksikan mampu menguasai Arab klasik. Dua tahun kemudian Nurcholish Madjid pindah ke pesantren Pondok Modern Gontor. Ketika memperoleh ijazah SR IV dari Sekolah Rakyat Bareng. Pada usia ke-14 Nurcholish Madjid pergi belajar ke pesantren Darul Ulum Rejoso di Jombang dan di sini ia juga memperoleh prestasi yang mengagumkan. Jawa Timur pada 17 Maret 1929. namun dapat diterima sepenuh hati oleh siapapun bila ia menggunakan kalbunya. Dari Pesantren ke Amerika Dilahirkan di desa Mojoanyar. Pendidikannya dimulai dari SR (Sekolah Rakyat) di pagi hari dan madrasah di sore hari. yang diwujudkan secara baik dalam sistem pengajaran maupun mata pelajarannya. dengan alasan bahwa bahasa Inggris merupakan 198 . Pilihan Abdul Madjid (ayahnya) menyekolahkan Nurcholish Madjid ke pondok Modern Gontor juga merupakan keputusan yang sangat mendukung bagi pengembangan wawasan intelektual Nurcholishnya. Ketika itu Nurcholish Madjid berumur 16 tahun dan ia dapat menyelesaikan studinya pada umur 21 tahun. tetapi juga bahasa Inggris. Setelah itu ia mengabdi beberapa tahun sebagai pengajar di bekas almamaternya tersebut .

yang ketika itu tidak populer. disebabkan anggapan bahwa HMI dipertimbangkan sebagai gerakan 199 . Dan jika diukur pada saat itu. Dengan demikian. jika diukur dengan masa sekarang. Skripsinya berjudul AlQuran ‘Arabiy-un Lughat-an wa ‘Alamiy-un Ma’na (al-Quran Dilihat dari Segi Bahasa bersifat Lokal [bahasa Arab]. Selama kuliah. dan semangat al-Quran sehingga dakwah dan paham keislaman yang ditawarkannya sangat menyentuh dan efektif untuk masyarakat Islam kota. pola pendidikan yang dikembangkan dapat dianggap sebagai pendidikan yang progresif. ketika Nurcholish Madjid nyantri di akhir 1950-an. pendidikan di Gontor. wawasan budaya. dia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Nurcholish Madjid melanjutkan ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Fakultas Adab Jurusan Bahasa Arab dan Sejarah Kebudayaan Islam). tetapi dari Segi Makna Bersifat Universal) menunjukkan kecenderungannya untuk melakukan analisa filosofis dan inklusufistik terhadap ajaran dasar Islam. Nurcholish Madjid sering mengemukakan respek dan kekagumannya pada Buya Hamka yang dinilainya mampu mempertemukan pandangan kesufian.bahasa yang dibutuhkan dalam mencari ilmu untuk masa sekarang. gaya pendidikan yang dipelopori Gontor sangat revolusioner. Paham inklusufisme ini semakin berkembang lantaran pergaulannya yang begitu dekat dengan almarhum Buya Hamka (5 tahun Nurcholish Madjid tinggal di asrama Masjid Agung al-Azhar). Iklim pendidikan di Gontor mengajarkan para siswanya untuk bersikap kritis dan tidak memihak pada salah satu mazhab sehingga para siswa yang tamatan pondok ini terbiasa untuk berpikir komparatif yang dengan itu membuat mereka tidak mudah terjebak pada fanatisme mazhab.

kaum modernis sehingga dianggap sebagai mitra kerja Masyumi. Dalam pengamatannya. Cak Nur terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI untuk dua periode berturutturut dari tahun 1966-1968 hingga 1969-1971. Amerika ternyata lebih islami dibanding negara-negara Timur Tengah. Tanggal 3 Januari 1970. Rentang tahun 1967-1969 Nurcholish Madjid menjadi Presiden Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara (PEMIAT) dan pada tahun 1968-1971 menjadi wakil Sekretaris Umum International Islamic Federation of Student Organisation (IIFSO. dalam hal keadilan sosial. ijtihad. Nurcholish Madjid mendapat undangan sebagai pembicaraDalam makalah yang berjudul “Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat”. yang note bene adalah negara-negara atau berpenduduk mayoritas beragama Islam. Himpunan Organisasi Mahasiswa Islam se-Dunia). Fenomena kehidupan masyarakat di kedua wilayah tersebut telah membuka matanya untuk melihat persoalan-persoalan yang berkaitan dengan diskursus Islam. liberalisasi. Istilah-istilah tersebut digunakan untuk mengemukakan maksud dalam menolak tradisionalisme dan sektarianisme. desakralisasi. dihujat dan dianggap telah berbalik 180 derajat dari 200 . persamaan hak. Nurcholish Madjid secara terang-terangan mengungkapkan gagasan pemkirannya dengan menggunakan istilah-istilah sekularisasi. dan demokrasi. yang dulunya dipuji sebagai Natsir Muda yang akan menjadi pemimpin baru aktivis muslim di bidang politik. idea of progress. sehingga dia mendapat berkesempatan untuk melakukan kunjungan-kunjungan internasional. intelectual freeom. Nurcholish Madjid. keadilan sosial. Karena isi makalah tersebut. dan kesempatan yang merupakan pesan-pesan moral yang terdapat dalam al-Quran. seperti ke Amerika dan Timur Tengah.

Kelompok ini ternyata berlanjut pada pembentukan pertemuan Reboan di tahun 1980-an dan 1990-an. Ahmad Wahib. Nurcholish Madjid lebih memilih untuk bersikap diam dan menyibukkan diri dalam forum-forum diskusi . lembaga yang didirikan oleh Yayasan Samanhudi. Nurcholish Madjid sendiri menjadi pimpinan majalah ini selama tiga tahun dari tahun 1971-1974. M. Nurcholish Madjid menjadi tokoh masyarakat dengan sorotan tajam terhadap ide-ide yang ia lontarkan.. Melalui majalah ini gagasan tersebut menyebar ke masyarakat luas sehingga Nurcholish Madjid harus menikmati kritikan bahkan hujatan dari para pengkritiknya.lintasannya yang konservatif menjadi seorang modernis sekuler. Gerakan secara luas untuk menolak ide-ide Nurcholish Madjid semakin hidup. Dalam menghadapi kritikan-kritikan tersebut. Gerakan Pembaruan ini juga disosialisasikan dalam bentuk penerbitan majalah yang sangat provokatif. Syu’bah Asa. 201 . diantaranya yang terpenting adalah Yayasan Samanhudi. Melalui kegiatan tidak resmi semacam itu gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam tumbuh dan berkembang. Dari tahun 1971-1974. Nurcholish Madjid menjadi Direktur Lembaga Kebajikan Islam Samanhudi di Jakarta. Di yayasan ini Nurcholish Madjid bertemu dengan Djohan Effendi. Dan dalam masa ini juga Nurcholish menjadi Wakil Direktur I Lembaga Studi Ilmu Kemasyarakatan di Jakarta. Mimbar Jakarta. dan Abdurrahman Wahid. Dawam Rahardjo. dan tulisan-tulisan kritis yang menanggapi ide-ide pembaharuan pemikirannya seringkali menafikan sosok Nurcholish Madjid sendiri sebagai pusat perhatian. Selanjutnya pada tahun 1974-1976.

pada th 1978 Nurcholish Madjid kembali ke Amerika Serikat untuk mengambil program pasca sarjana di University of Chicago dibawah bimbingan Fazlur Rahman.M. pengkritik utama pikiran Nurcholish Madjid. Rasyidi. Untuk itu kemudian ia dilantik menjadi tenaga peneliti LIPI. Di Universitas Chicago. Karya-karya Nurcholish Madjid Nurcholish Madjid dapat digolongkan sebagai seorang cendikiawan yang produktif. pilihan itu dibatalkan dan dialihkan kepada Nurcholish Madjid. 2. Nurcholish Madjid lulus pada tahun 1984 dengan yudisium Cumlaude. dengan judul disertasinya Ibn Taymiya on Kalam and Falsafah: A Problem of Reason and Revelation in Islam (Ibn Taymiyah dalam Ilmu Kalam dan Filsafat: Masalah Akal dan Wahyu dalam Islam). mencari peserta yang tepat untuk program seminar dan lokakarya di University of Chicago yang didanai Ford Foundation yang akan dilaksanakan pada tahun 1976.Tahun 1973 Fazlur Rahman dan Leonard Binder berkunjung ke Indonesia untuk pertama kalinya. Nurcholish Madjid meminta pada Leonard Binder agar ia dapat kembali lagi dengan stasus mahasiswa setelah penelitian di Chicago berakhir. Namun untuk memenuhi persyaratan Ford Foundatrion. Setelah pulang ke Indonesia. Nurcholish Madjid mendapat dukungan dari Rayburn Smith. tetapi setelah mempertimbangkan usianya yang sudah tua. pegawai Ford Foundation yang bertempat di Jakarta. Mulanya pilihan jatuh ke H. terbukti dengan banyaknya karya-karya ilmiah baik berupa makalah maupun artikel atau Buku. Karya-karyanya yang kini telah beredar dalam bentuk buku di 202 . Nurcholish Madjid harus menjadi Pegawai Negeri Sipil.

dan Muhammad Abduh. 3) Islam. Kemanusiaan. khususnya terhadap literaturliteratur pemikiran Islam yang berbahasa Indonesia. 1984). secara tiada berkeputusan” dan berkeyakinan bahwa Tuhan adalah Kebenaran dan bahwa hanya Dia-lah Kebenaran Mutlak. Ibn Khaldun. tetapi ini merupakan sumbangsih berharga.pasaran Indonesia antara lain: 1) Khazanah Intelektual Islam (Editor. buku ini merupakan sekedar pengantar pemikiran kepada kajian yang lebih luas dan mendalam tentang khazanah kekayaan pemikiran Islam. khususnya yang berkenaan dengan filsafat dan teologi. Di dalamnya merupakan kumpulan tulisan-tulisan Nurcholish Madjid. Ia memperkenalkan sarjana-sarjana Muslim Klasik. Sebagaimana diakui oleh Nurcholish sendiri. Di bawah prinsip “untuk mencari dan terus mencari kebenaran. Ibn Sina’. Ibn Taymiyah. Meskipun hanya sebuah pengantar. Ibn Rusyd. al-Ghazali. al-Afghani. 2) Islam Kemodernan dan Keindonesiaan (1987). antara lain al-Kindi. dan Keimanan. keislaman. yang menurutnya dikerjakan dalam rentang waktu dua dasawarsa sebagai respon terhadap berbagai persoalan dan isu-isu yang berkembang pada saat itu. Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis Tentang Masalah gagasan-gagasannya di sekitar kemodernan. Buku ini sampai dengan tahun 1999 telah dicetak ulang sebanyak 12 kali. al-Asy’ari. alFarabi. dan Kemodernan (1992). Karya ini menurut penulisnya dimaksudkan untuk memperkenalkan salah satu segi kejayaan Islam di bidang pemikiran. Nurcholish Madjid melontarkan kemanusiaan. Buku ini berisi kumpulan 203 .

kata Nurcholish Madjid. sekaligus merupakan karya monumentalnya. Di dalamnya terungkap gagasan-gagasannya di bawah tema tauhid dan emansipasi harkat manusia. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan sebagian besar tulisan Nurcholish Madjid pada kolom “Pelita hati” di Harian Pelita (1981-1991) dan Tempo. mencakup 204 . disiplin ilmu keislaman tradisional. yang ditulis Nurcholish Madjid pasca studi di Chicago. dalam buku ini Nurcholish Madjid berbicara mengenai Keislaman. Merupakan penjelasan yang lebih sederhana mengenai ajaran yang inklusif dan universal yang menjadi tema besar dalam buku Islam Doktrin dan Peradaban. dan Kemodernan. Nurcholish Madjid menyebutkan bahwa agama (Islam) telah mengajarkan manusia bagaimana seharusnya menjaga keselamatannya di dunia dan akhirat. Sebagaimana dalam bukunya islam kemoderenan dan Keindonesiaan. 4) Islam. Keindonesiaan. membangun masyarakat etika. Tuntutan iman ini harus juga dinyatakan dalam amal yang menjadi kebajikan sosial. Kita.makalah. dengan penekanan bagaimana menciptakan masyarakat yang berkeadilan berdasarkan prinsip-prinsip tauhid. Dalam buku ini. serta universalisme Islam dan kemodernan. Kerakyatan dan Keindonesiaan: Pikiran-pikiran Nurcholish “Muda” (1994). dan kosmopolit. yang berupaya menghadirkan ajaran-ajaran Islam dengan adil. harus mempunyai tujuan hidup yang transedental berdasarkan iman. tema-tema besar tersebut. 5) Pintu-pintu Menuju Tuhan (1994). sekaligus menciptakan masyarakat yang egaliter dan inklusif yang memungkinkan manusia saling menjaga dan mengingatkan tentang kebenaran dan keadilan. inklusif. Dalam pengantarnya.

pemikiranpemikiran Nurcholish Madjid dalam buku ini merupakan analisis dan refleksi terhadap wacana keislaman secara mendasar. seringkali sulit dibedakan antara nilainilai Islam yang bersifat substansial dan fundamental dari ajaran yang sekunder dan terbuka untuk penafsiran bahkan perubahan. yang memberikan kata pengantar untuk buku ini mengatakan bahwa tulisan-tulisan Nurcholish Madjid tersebut tetap bertahan dalam tradisi humanis. dan sederhana. Namun demikian.. sehingga mudah dimengerti. melainkan justru merupakan salah satu keistimewannya. Hanya saja. sehingga menjadi mitos dan dongeng.masalah iman. yang juga menekankan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi. halaman per halaman tak ubahnya ibarat kita mendaki pegunungan. Menurut Gunawan Muhammad. hal tersebut tidaklah mengurangi akan kedalaman dan keluasan visi dan wawasan dari sang penulisnya. melalui buku ini Nurcholish Madjid menunjukkan konsistensinya sebagai pemikir yang apresiatif dan memiliki akses 205 . semakin ke atas semakin terasa sejuk. moral. 6) Islam Agama Peradaban: Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah (1995). Sebagaimana buku Islam Doktrin dan Peradaban. Dalam pengertian lain. dan politik Islam kontemporer. Nurcholish Madjid dalam buku ini membahas tema-tema pokok ajaran Islam yang telah berkembang dan mengalami distorsi di tangan umat Islam sendiri.. Membaca buku ini.. Lebih dari itu. disajikan dengan bahasa yang lugas. peradaban. Diungkapkan oleh Komaruddin Hidayat dalam pengantar buku ini. etika. ringan. pemikiran-pemikiran Nurcholish Madjid yang tertuang dalam buku ini lebih terarah pada makna dan implikasi penghayatan iman terhadap perilaku sosial.

komitmen pribadi dan sosial. Dikatakan oleh Wahyuni Nafis dalam kata pengantar buku ini. 7) Islam Agama Kemanusiaan: Membangun Tradisi dan Visi Baru Islam Indonesia. 8) Masyarakat Religius (1997). menyajikan pemikiran-pemikirannya dengan wawasan yang lebih kosmopolit dan universal sekaligus mempertimbangkan aspek parsial dan kultural paham-paham keagamaan yang berkembang. konsep keluarga 206 . Buku yang berisi lima bab ini mengetengahkan Islam dan konsep kemasyarakatan. Hal ini merupakan konsekuensi logis bagi Nurcholish Madjid agar ajaran-ajaran Islam yang universal senantiasa memiliki relevansinya dengan tuntutan ruang dan waktu. inklusif.intelektual terhadap khazanah Islam klasik. Buku ini menghadirkan ajaran Islam secara lebih humanis. (1995). namun dapat dibedakan. Agama dan budaya sebagaimana sudah banyak disuarakan oleh banyak pemikir kebudayaan. Nurcholish Madjid mengajak kita untuk bisa memahami mana yang benar-benar agama—yang dengan demikian bersifat mutlak—dan mana yang benar-benar sebagai budaya—yang dengan demikian bersifat relatif dan sementara. Nurcholish Madjid dalam buku ini. Hanya saja. harus selalu dilakukan dialog kultural antara ajaran yang universal dengan yang partikular. adil. Ditambah lagi dengan wawasan kesejarahan dan sosiologis yang dipelajarinya telah memungkinkan Nurcholish Madjid untuk menyuguhkan wawasan dan interpretasi ajaran dasar Islam yang terbebas dari mitos pemihakan ideologis karena kepentingan politik praktis. pada kenyataannya tidak dapat dipisahkan. namun berbarengan dengan itu ia tetap setia pada cita-cita humanisme dan modernisme Islam. dan egaliter yang bertolak dari paradigma tauhid dan etika.

Buku ini merupakan suntingan sebagian kumpulan makalah Nurcholish Madjid yang ditulis dalam rentang waktu 10 tahunan. kajian ilmiah terhadap Islam di Indonesia. prinsip medis dan kesehatan keluarga muslim serta konsep mengenai eskatologis dan kekuatan supra alami. ketiga. dimensi sosial budaya pembangunan di Indonesia. kedua. Kedua. mengetengahkan wawasan peradaban Islam. dan dinamika perkembangan intelektual Islam di Indonesia.Muslim. keadilan. Dalam buku ini Nurcholish membahas peran dan fungsi Pancasila. 9) Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia (1997). antara tahun 1986-1996. Buku ini berisi tiga bab. demokrasi di Indonesia. organisasi-organisasi politik dan Golkar. yaitu pertama. dan keempat. al-Ghazali dalam bidang tasawuf. antara lain al-Syafi’i dalam bidang hukum Islam. Oposisi seperti inilah yang dibenarkan dalam masyarakat yang memegang teguh prinsip-prinsip musyawarah. menjelaskan sumbangan pemikiran-pemikiran para tokoh Muslim. Dalam konteks ini Nurcholish Madjid menegaskan bahwa oposisi memang diperlukan karena ia mempertajam pemikiran. oposisi. Dan ketiga. yang menarik ketika Nurcholish Madjid berbicara mengenai oposisi. Ibn Rusyd dalam bidang filsafat dan Ibn Khaldun dalam bidang filsafat sejarah dan sosial. demokratisasi. Pemilu. Buku ini terdiri dari empat bab. Pertama. 207 . mengenai dunia Islam dan dinamika global. demokrasi. 10) Kaki Langit Peradaban Islam (1997). yang dimaksudkan adalah “oposisi loyal”. Kecuali itu. bagaimana peran umat Islam Indonesia menyonsong era tinggal landas.

13) Cita-Cita Politik Islam Era Reformasi (1999). buku ini dapat menyarikan pemikiran-pemikiran yang selama ini digeluti Nurcholish Madjid. karena ia merupakan kumpulan wawancara yang pernah dimuat dalam berbagai media massa dari sekitar tahun 1970-an sampai 1996-an dengan tema yang sangat beragam dan spontan. meliputi berbagai persoalan aktual: politik. yakni bahwa semua gagasan yang pernah 208 . peristiwa 27 Juli. 12) Dialog Keterbukaan: Artikulasi Nilai Islam dalam Wacana Sosial Politik Kontemporer (1997). Meskipun lebih merupakan bacaan ringan dengan kata pengantar yang panjang lebar dari seorang pengamat politik seperti Fachri Ali. berhadapan dengan wacana modernisasi. Sebagaimana diungkapkan oleh pemberi kata pengantar buku ini. Buku ini dapat dikatakan merupakan perjalanan panjang pandangan sosial politik Nurcholish Madjid dalam wacana perpolitikan di Indonesia. buku ini sangat menarik dan menjadi pendukung penting untuk dapat menangkap semua gagasan yang pernah dilontarkan Nurcholish Madjid dalam buku-buku yang lain. Meskipun telah berlalu kurang lebih 20-an tahun. pendidikan. Buku ini sangat berbeda dengan buku-buku Nurcholish Madjid lainnya. Buku ini merupakan seleksi atas makalah-makalah Nurcholish Madjid sekitar duapuluh tahun yang lalu. kehadiran buku ini tetap menunjukkan signifikansinya dalam rangka mencari dan menemukan format baru dunia pesantren berhadapan dengan realitas eksternal yang mengitarinya. dan lain-lain. budaya. Buku ini memuat deskripsi dunia pesantren dengan segala dinamika perkembangannya.11) Bilik-bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan (1997).

maupun Arab. Abdurrahman Wahid.) Pesantren dan Pembaharuan. Belum diterbitkan. Dalam karya tulis ini Nurcholish Madjid membahas al-Quran dilihat dari segi makna dan bahasanya. Akan tetapi. Merupakan karya skripsi sarjananya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Akhlak dan Iman” dalam Adi Bajuri (peny. II/1985. sebab diturunkan di kawasan Jazirah Arab.dilontarkannya dalam berbagai bidang merupakan transformasi nilai-nilai al-Quran dalam mewujudkan masyarakat madani. dan bahkan banyak makalah-makalahnya yang belum diterbitkan. al. Di samping itu karya tulis Nurcholish juga tersebar dalam beberapa buah buku. dari segi makna. Menurutnya. Karya ini merupakan disertasi doktoralnya di Chicago University. yang mengetengahkan tentang kajian kalam dan filsafat. sebab ia merupakan kitab rahmat bagi seluruh alam semesta. Di antara karya-karya tulis itu adalah: Al-Quran. “Pesantren dan Tasawuf”. istilah yang sekarang makin populer dalam wacana nasional bangsa Indonesia. Ibn Taymiyah on Kalam and Falsafah: Problem of Reason and Revelation in Islam (1984). al-Quran memiliki kandungan pengertian universal. Kontroversi Pemikiran Islam di Indonesia (1991) 209 . alQuran dilihat dari segi bahasa bersifat lokal karena menggunakan bahasa Arab. AS. et. Belum diterbitkan.. jurnal maupun majalah.H. “Tasawuf Sebagai Inti Keberagamaan” dalam Pesantren No 3/Vol. ‘Arabiyy-un Lughat-an wa ‘Alamiyy-un Ma’n-an (1968). “Pengaruh Kisah Israiliyat dan Orientalisme Terhadap Islam” dalam K. Inggris. dalam M Dawam Rahardjo (ed.. baik yang berbahasa Indonesia.) dalam Pelita Hati.

“Islam ini Indonesia: Challenges and Opprtunities”. dalam Cyriac K. bukan kepada institusi-institusi keislaman. kecuali sebagian kecil. “Aktualisasi Ajaran Ahlussunnah wal jama’ah dalam M. Pullaphilly (ed. No. yaitu: “Dialog Agama-agama dalam Perspektif Universalisme al-Islam” “Kebebasan Beragama dan Pluralisme dalam Islam” “Keluarga Imran.). What is Modern Indonesia? (1979).). Rekonstruksi dan Renungan Religius Islam (1996). sudah tidak tertarik lagi dengan partai-partai/organisasi-organisasi Islam karena partai-partai itu tidak lagi menyalurkan aspirasi-aspirasi umat Islam secara keseluruhan. dan Isa al-Masih” Dan masih banyak lainnya yang tidak mungkin dicantumkan dalam tulisan ini.). Dalam Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus (ed. dalam Gloria Davis (ed. Nurcholish menyumbangkan tiga tulisan. ide-ide pembaruan yang digagas Nurcholish Madjid dapat dijelaskan sebagai berikut. Yes.“Al-Quds” dalam Wahyuni Nafis (ed. Dengan 210 . Passing Over. Melintas Batas Agama. Islam in the Contemporary World (1980). Untuk itu.). Pertama. Dawam Rahardjo (pengantar). tetapi lebih banyak berjuang untuk kepentingan partai atau kelompok masing-masing. Siti Maryam. Secara ringkas. Partai Islam. Nurcholish Madjid menyuarakan jargon “Islam. Dengan rumusan ini Nurcholish Madjid menegaskan pendiriannya bahwa komitmennya hanyalah pada Islam. Islam Indonesia Menatap Masa Depan (1989). umat Islam. “The Issues of Modernization among Muslim in Indonesia: From a Participant’s View”.

Untuk bisa sampai pada tahapan ini. yaitu dinamika dan progresivitas. kebebasan berpikir. tetapi penolakan terhadap pemanfaatan Islam oleh mereka yang terlibat dalam kehidupan partai politik Islam. Untuk itu diperlukan pembaruan pemikiran yang rasional dan sesuai dengan kondisi empiris yang ada ketika itu. Sebaliknya. penolakan terhadap institusi kepartaian politik Islam haruslah dipahami sebagai penolakan bukan karena Islamnya. yang nontradisionalis dan non-sektarian. Mereka sudah tidak sanggup lagi menangkap semangat dari ide pembaruan itu sendiri. Inilah salah satu letak perbedaan pandangan Nurcholish Madjid dengan tokoh seniornya yang lebih mementingkan pandangan skripturalis dan dokrinal dalam meresponi perkembangan modern. Ketiga. Dalam hal ini Nurcholish menekankan liberalisasi pandangan terhadap ajaran-ajaran Islam. Proses liberalisasi ini mencakup setidak-tidaknya tiga hal: sekularisasi. danmenggantinya dengan nilai-nilai yang berorientasi masa depan.kata lain. cara efektif adalah dengan terlebih dahulu menetapkan sikap dasar terhadap pembaruan. guna menggerakkan dan merumuskan pikiran-pikiran baru yang segar dan progresif. umat Islam harus melepaskan diri dari kejumudan berpikir dari dirinya termasuk kelembagaan politik yang dimilikinya. Kedua. diperlukan kelompok-kelompok pemikir yang “liberal”. dan gagasan kemajuan. organisasi- 211 . sebagai pijakan untuk menempuh langkah-langkah operasional. Pikiran ini didasarkan pada pengamatannya bahwa organisasi-organisai yang dikenal sebagai wadah pembaru selama ini sudah tidak lagi menceminkan sikap itu. Yang dimaksud dengan liberalisasi di sini erat kaitannya dengan membebaskan diri dari nilai-nilai yang tradisional.

C. Hamzah dibesarkan dalam keluarga yang taat beragama dan ketat dalam menjalankan ajaran Islam. adalah seorang yang pada awalnya berprofesi sebagai guru Sekolah Rakyat (SR) dan pada pendudukan Jepang sampai masa kemerdekaan menjadi kepala Desa. Tinggal bersama nenek dari pihak ayah. Dari Madrasah Diniyah ke Panggung Politik Hamzah Haz dilahirkan di Ketapang sebelah selatan propinsi Kalimantan Barat pada tanggal 15 Februari 1940. jauh dari orang tua. Keadaan ini mengakibatkan stagnasi menyeluruh yang menimpa umat Islam. tepatnya didaerah Pesaguan. Ahmad. Hamzah Haz 1. Untuk itu diperlukan adanya kelompok pembaruan Islam baru yang liberal dengan konsekuensi logis nontradisionallisme dan non-sektarianisme. Pagi hari sekolah di SR dan sore harinya sekolah di Madrasah Diniyah. Ayahnya. Seminggu sekali ia pulang ke Pesaguan dengan menggunakan sepeda. Namun di tempat kelahiranya itu hanya sampai kelas 3. Masa sekolahnya dilaluinya mulai dari Pesaguan. Hamzah mulai belajar hidup mandiri. sambil sore harinya menuntut ilmu di Madrasah Diniyah. sebuah desa kecil yang terletak di kecamatan Molahilir Kabupaten Ketapang.organisasi yang dulunya kontra reformis mengambil alih apa yang menjadi hak monopoli kaum pembaru selama ini walaupun mereka tidak sepenuh hati. dan jabatan ini dijalaninya selama kurang lebih 20 tahun. H. Hamzah kecil melanjutkan kelas 4 dan 5 di ketapang. Abdullah H. . karena jarang mobil atau kendaraan umum 212 .

sambil meneruskan pendidikan di Madrasah Diniyah. .melewati daerah tersebut. Dari keinginan itu pula yang menjadikan Hamzah melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Negeri (SMEAN) Pontianak setelah tamat SMP pada tahun 1957. Bahkan. Setelah menyelesaikan sekalah rakyat pada tahun 1954. Hamzah kemudian pindah ke SMPN Ketapang. untuk kumpul bersama orang tuanya. Bahkan diakuinya faktor orang tua sangat mempengaruhi proses pengenalan dia terhadap agama Islam sampai Hamzah tumbuh menjadi politisi yang mampu bertahan dalam posisinya hingga sekarang. Ketika di SMPN. Pendidikan orang tua begitu besar mempengaruhi prilaku dan mentalitas Hamzah hingga menjadi politisi yang dikenal memiliki integritas perjuangan dan konsistensi sikap itu. yang pada waktu itu sudah menjadi pengusaha yang relatif sukses. Hamzah sempat mengikuti 213 . Hamzah melanjutkan ke SMPN 1 Pontianak sampai kelas II. Keinginan untuk menjadi pengusaha pada waktu kecil menggambarkan betapa pengaruh orang tua begitu besar. Bahkan ketika itu pula Hamzah pernah menjadi salah satu ketua Himpuanan Siswa Ekonomi Seluruh Indonesia (HIMSEKSI) Kalimantan Barat. Di sini Hamzah mulai mengembangkan hobi berorganisasi yang mengantarkan Hamzah menjadi wakil ketua organisasi Ikatan Pelajar SMEAN Pontianak. Pendidikan agama diperolehnya melalui madrasah diniyah hingga tamat. disamping pendidkan agama yang diberikan orang tuanya secara langsung kepada anakanaknya. Hamzah sudah tertarik dengan organisasi dan sering mengikuti berbagai aktivitas yang diadakan oleh sekolah maupun organisasi lainnya.

Itu terjadi pada tahun 1962 sampai dengan 1965. Tidak lama setelah menjadi wartawan. Kalimantan Selatan.Kongres HIMSEKSI di Banjarmasin. Hingga selesai kursus perbankan. Pada saat yang sama ada lowongan untuk menjadi wartawan surat kabar “Bebas” (sebuah koran daerah). Hamzah mendirikan surat Kabar “Berita Pawan” yang terbit tiga kali dalam seminggu dan dicetak dengan stensilan. Hamzah menikahi gadis yang bernama Asminah. Setamat dari SMEAN. Keinginan untuk masuk di dunia perbankan bersamaan dengan niat pemerintah Daerah yang akan mendirikan Bank Perintis milik Masyumi. Hamzah lebih tertarik untuk mengikuti Kursus Perbankan di Bandung. Pada saat itu pula Hamzah pernah dipanggil oleh Pejabat daerah itu berkaitan dengan tulisan-tulisan yang kritis dan vokal terhadap pemerintah daerah. Hamzah pun mengirim lamaran diterima masuk menjadi wartawan koran tersebut. Sampai kemudian Hamzah memutuskan untuk pulang kembali ke Ketapang untuk mengajar SMA Ketapang dan dengan modal sebagai wartawan di Pontianak. Hal ini karena orang tuanya sebagai anggota Koperasi Kopra dan mempunyai hak 214 . Dengan kata lain Hamzah sempat menjadi pengangguran untuk beberapa waktu. terbukti Hamzah sempat menjadi calon ketua PWI (persatuan Wartawan Indonesia). Ketika menjadi “wartawan muda”. Saat menjadi wartawan inilah. hobi berorganisasi Hamzah terus terlihat. hamzah tidak langsung bekerja di bank tersebut karena sampai Hamzah lulus Bank tersebut tidak kunjung berdiri. bersama empat orang lainnya Hamzah Haz mendapakan tugas belajar dari Koperasi Kopra Kalimantan Barat untuk kuliah di Akademik Koperasi Negara Yogyakarta. pada pertengahan tahun 1961 dan tahun berikutnya dikaruniai seorang putra.

Hamzah kemudian masuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Akademi Koperasi Negara Yogyakarta. 215 . Naluri politik Hamzah muda sebagai aktivis mahaiswa mulai tumbuh dan berkembang di kota ini selama kurang lebih tiga tahun. Hamzah termasuk orang yang sangat rajin dan tekun. HMI atau lainya ?. Hamzah bahkan pernah menjadi peserta Konferensi PERTANU (persatuan Tani NU). Hamzah banyak mengalami perubahan signifikan yang banyak membentuk dan mempengaruhi pola dan karakter politiknya dikemudian hari. bukan GMNI. yaitu 1962-1965 Hamzah juga menjabat sebagai ketua pelajar/mahasiswa kalimantan Barat di Yogyakarta. Pertimbanganya.untuk itu. apalagi suasana saat itu mengaharuskan orang untuk menentukan pilihan. karena PMII merupakan organisasi ekstra Universiter yang berada di bawah Nahdlatul Ulama (NU) sementara Hamzah Haz sendiri adalah pengurus NU cabang Ketapang. Hamzah muda mulai banyak belajar tentang organisasi dan politik secara lebih dewasa. hobi berorganisasi Hamzah semakin mendapatkan saluran. Di Yogyakarta. Dalam berbagai aktivitasnya yang cukup banyak itu. itu terlihat misalnya dari hasil mata kuliah yang tidak pernah gagal dalam setiap ujian. sebuah organisasi onderbouw NU yang bergerak di bidang pertanian. karena kehidupan politik dan organisasi dikalangan mahasiswa sedang hangat-hangatnya. Di waktu kuliah. Pada periode yang sama. Mengapa PMII. Di Yogyakarta. Bahkan Hamzah termasuk pendiri komisariat tersebut dan pernah menjadi ketuanya. Di kota yang dunia mahasiswanya dikenal sangat dinamis ini.

Hamzah menjalani ujian akhir. ditingkat IV. Hamzah sudah bisa pulang ke Pontianak (bukan ke Ketapang). Sambil terus mengembangkan hobinya berorganisasi. yakni 20 tahun. orang yang bertitel sarjana muda di Kalimantan Barat masih sangat sedikit. Di samping itu Hamzah juga mengajar di SKOPMA (Sekolah Koperasi Menengah Atas). Hamzah sudah resmi menjadi pengurus NU Cabang Ketapang. yang pada awalnya sebagai sekretaris yang kemudian menjadi ketua. Apalagi di Ketapang 216 . oleh karena tidak pernah her dalam setiap ujiannya. Dalam usianya yang relatif masih muda. 150. bahkan kemudian dipercaya sebagai asisten dosen Hendro S. maka kehadiran Hamzah memiliki posisi tersendiri dalam lingkungan masyarakat itu. dan secara resmi diangkat oleh PTIP dengan gaji sebesar Rp. Kecintaanya pada NU. Belum selesai pengumuman ujian. Buchori untuk menjadi pengurus NU Cabang Ketapang. 2.Setelah kurang lebih tiga tahun kuliah di Yogyakarta. Di Pontianak Hamzah mengabdikan dirinya pada lembaga yang telah memberinya kesempatan tugas belajar. persis peristiwa Gestapu. dengan menjadi pengurus Koperasi Kalimantan Barat. ditambah pada waktu itu Masyumi sebagai partai politik sudah dilarang oleh pemerintah. Hamzah melanjutkan kuliah dengan memasuki Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura. Pada tahun 1965-an. Karir Politik Hamzah Haz Keterlibatan Hamzah dalam politik berawal dari ajakan guru agamanya. yaitu KH. salah satunya disebabkan NU bukan hanya karena mengurusi masalah duniawi tetapi juga hal ukhrowi (hablumminallah wahablumminannas) Hamzah memilih NU karena kecintaannya terhadap NU.

melainkan mewakili KAMI (kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) Kalimantan Barat atau angkatan 66. karenanya Hamzah dan kawan-kawan lainnya melakukan konsolidasi dan pembenahan sehingga pada tahun pemilu 1971 Kalimantan Barat memperoleh kursi di DPR RI. Pada tahun pemilu 1955. Hamzah sudah mulai kenal dan “berguru” kepada senior- 217 . Tetapi yang menarik adalah perbedaan pilihan politik dalam sebuah keluarga tidak mempengaruhi hubungan antar keluarga. Hamzah menjadi anggota DPRD bukan “mewakili” NU. kebetulan ada kursi kosong dari NU yang kemudian Hamzah diminta untuk mengisi kembali Pengabdian Hamzah di NU sampai pada tingkat yang terus meningkat. karena Hamzah mengundurkan diri menjadi anggota DPRD dari KAMI dan lebih memilih NU. usia yang relatif muda dan mengagumkan dalam sebuah partai dengan sistem rekrutmen kader yang cukup ketat. ayahnya mewakili Parmusi dan Hamzah mewakili NU.tidak ada perbedaan secara mencolok antara NU dan Muhammadiyah dalam hal ubudiyah. semua memakai qunut. setelah menjadi sekretaris wilayah. Tetapi itu tidak berlangsung lama. Ketika itu usianya 30 tahun. Hamzah kemudian dipercaya menjadi wakil ketua tanfidziyah NU wilayah Kalimantan Barat. Tetapi pada saat yang sama. Pada waktu itu ada peraturan pemerintah yang mengharuskan semua orang KAMI atau angkatan 66 harus masuk Golkar atau berhenti. Di tingkat wilayah Kalimantan Barat. Bahkan dalam kampanye pemilu pada waktu itu mereka mewakili partai yang berbeda. setelah keluar. Di Senayan itu. wilayah kalimantan Barat tidak memiliki wakil di DPR RI. dari mulai cabang Ketapang sampai tingkat wilayah. dengan wakil Hamzah sendiri. tahlil atau lainnya.

Masykur dan lainnya. learning by doing. gurunya adalah orang-orang sudah lebih dulu mengenyam asam garam menjadi anggota DPR. membuatnya nekat untuk belajar dan bekerja lebih keras lagi untuk “mengejar ketertinggalanya”. Ahmad Syaikhu. PERSIS dan partai Islam lainnya mengaharuskan untuk berfusi dalam satu wadah yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP). mengantarkan Hamzah menjadi wakil ketua komisi 218 . Pengalaman itu misalnya tentang konsistensi untuk memperjuangkan umat Islam dan bagaimana membangun hubungan dan relasi dalam berpolitik dan sebagainya. KH. Karena Hamzah menjadi anggota DPR RI dari NU. bahkan kepada putra-putri kyai/ulama yang menjadi “guru politik”nya. maka Hamzah menjadikan DPR sebagai “sekolah”. Maka dari itu. Lebih dari itu. Karena pengalamanya yang cukup panjang. Hamzah masih tetap menghormati. maka secara automatis Hamzah menjadi anggota MPW (Majelis Pertimbangan Wilayah) PPP Kalimantan Barat. penghormatan terhadap mereka begitu terlihat sampai sekarang. sejak masuk pada tahun 1971 sampai akhir tahun 1999. Idham Kholid. Hamzah sangat berbahagia sekali dapat berkumpul bersama mereka dan belajar terhadap pengalaman mereka. dan inilah kiprah awal Hamzah di lingkungan PPP. Kiprahnya di DPR diawali sebagai anggota komisi APBN.seniornya seperti KH. dijalaninya dengan penuh tanggung jawab karena sebuah kepercayaan. Hamzah yang belum begitu menonjol pada saat itu. muncul kebijakan pemerintah Orde baru untuk menyederhanakan partai-partai menjadi tiga partai politik NU bersama PERTI. KH. sejak menjadi anggota biasa sampai kemudian menjadi wakil ketua DPR. MI. Perjalanan Hamzah Haz menjadi anggota DPR cukup panjang.

Kecermatan analisisnya menjadi sumber dalam setiap penyusunan APBN. Kiprah Politik Hamzah di Dewan berakhir setelah Ia menduduki posisi sebagai wakil Ketua DPR mendampingi Akbar Tanjung. Pada Pemilu tahun 1999 merupakan tantangan berat buat PPP untuk bertarung 219 . membuat orang menjulukinya sebagai Ayatullah APBN. Bahkan karena penguasaanya terhadap APBN secara lebih mendetail dan menyeluruh. Hamzah sempat menjadi menteri Negara Investasi/Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Karena setelah itu Hamzah diangkat menjadi Menteri Koordinartor Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra dan Taskin) pada Kabinet Persatuan Nasional yang di bawah Komando KH. Dari kasus kredit macet BNI senialai 633.APBN selama 10 tahun dari 1982-1992.6 milyar paada tahun 1980 sampai pada kasus likuidasi dan penjualan tanah serta gedung KBRI di Singapura. Hamzah menjadi anggota Dewan sampai empat kalidisamping dipercaya sebagai ketua Fraksi PPP selama tahun 1992-1997 dan 1997-1998. Bahkan bukan hanya itu masalah-masalah ekonomi yang berakit dengn devisa dan harta negara menjadi perhatian utamanya. Kepakaran dan pengalaman Hamzah dalam bidang APBN. tepatnya ketika Habibie menjadi Presiden menggantikan Soeharto yang lengser pada tahun 10 Mei 1998. Hamzah seringkali disebut sebagi kamus berjalan APBN yang selalu siap berkomentar tentang APBN kapan saja dimana saja. Abdurrahman Wahid sebagai Presiden. Hamzah menulis di surat kabar tentang persoalan politik dan terutama ekonomi. Bahkan bersama rekannya Umar Basalim (sekjen MPR RI dan Rektor Universitas Nasional). Bahkan pada era Reformasi.

Kedua. ditetapkannya asas Islam menjadi asas partai menggantikan Pancasila. Ketika Habibie menggantikan Soeharto menjadi presiden pada tahun 1998. penggantian ini diperikirakan memiliki pengaruh yang signifikan dan meluas. Seperti banyak dikatakan. Setidaknya ada tiga hal penting yang dihasilkan muktamar. terpilihnya Dr. Hamzah bekerja sebagai Maninvest/kepala BKPM dengan penuh tanggung jawab dan sepenuh hati maka 220 . Maka menjadi ujian tersendiri buat PPP untuk bisa mempertahankan basis konstituenya untuk di DPR mapun DPRD. Pertama.bersama partai-partai Islam lainnya. Hamzah Haz menjadi Ketua Umum DPP PPP periode 1999-2004 mengalahkan pesaing tunggal Dr. Setelah satu tahun kurang tiga belas hari. menetapkan kembali Ka’bah sebagai lambang partai menggantikan bintang dan Ketiga. Ir. yakni Hamzah Haz sebagai Menteri Investasi dan Kepala BKPM dan AM Saifuddin menjadi menteri Urusan Pangan dan Holtikultura. Maka Habibie dalam merekrut kabinet mengakomodir dari partai lain termasuk PPP untuk menjadi kabinet Reformasi. ada upaya untuk mengakomodir kekuatan partai lain selain Golkar untuk masuk dalam kabinet. Dari PPP ada dua orang yang masuk menjadi menteri. memiliki makna yang sangat strategis. bahwa pemilu 1999 diikuti oleh puluhan partai-partai Islam yang berarti jumlah pesaing semakin banyak dan beragam. AM Saifuddin yang waktu itu juga menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Pangan dan Holtikultura pada Kabinet Reformasi . Hal yang ketiga ini cukup peting terutama untuk basis NU di PPP. Muktamar IV PPP yang diselenggarakan tanggal 29 November 1998. karena lebih 20 tahun lebih orang NU baru kembali memperoleh posisi Ketua Umum.

padahal tamu yang datang banyak sekali. kembali membawa Hamzah masuk dalam jajaran kabinet KH. Maka ketika harus memilih antara pertai atau menteri maka dirinya lebih memilih partai. Dalam kabinet Gus Dur itu Hamzah menduduki posisi sebagai Menteri Koodinator Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra Taskin). sangat melegakan. Kekuatan poros tengah dalam sidang Umum MPR 1999. Abdurrahman Wahid (atau yang akrab dipanggil Gus Dur). membuat Hamzah akhirnya lebih memilih mengundurkan diri dari Menko Kesra Taskin dan kosentrasi mengurus partai. Hamzah mengatakan. Hal itu pun diikuti juga oleh beberapa menteri lainnya seperti Akbar Tanjung yang terpilih sebagai Ketua umum Partai Golkar. maka Hamzah pun menerima tawaran tersebut. Hal itu terbukti ketika dirinya tidak bisa berbuat apa-apa lagi terhadap partai karena kesibukannya menjadi menteri dengan perhatian yang minim dan lain sebagianya.Hamzah mengajukan pengunduran dirinya kepada presiden. Karena dengan demikian Ia bisa berkosentrasi penuh pada partai 221 . Hal itu sebenarnya sudah sering dikatakanya dalam intern PPP sendiri maupun poros tengah. kemunduran dirinya dari Kabinet Persatuan Nasional. Sejak dari awal. Bahkan dalam siaran persnya. sesungguhnya tidak ada niat atau keinginan sedikitpun diriinya untuk menjadi menteri karena berat dan besarnya tanggung jwab yang harus dikerjakan. Sejak menjadi menteri dirinya tidak pernah sekalipun datang ke kantor PPP. Pilihan untuk mengundurkan diri sebagai menteri adalah konsekwensi yang harus diterima karena Hamzah terpilih sebagai Ketua Umum dan calon legeslatif dari daerah pemilihan Jakarta. Tetapi karena desakan dan situasi politik pada waktu itu.

. Mengatasi kebuntuan politik dan menghindarakan dari Sidang Umum MPR dari ancaman deadlock maka para politisi yang tergabung dalam kelompok Islam membentuk suatu “kekuatan politik tandingan” sebagai kekuatan alternatif. Ditambah Habibie didukung juga oleh beberapa kelompok Islam. untuk memastikan dan memperjuangkan Megawati sebagai Presiden RI. Sedangkan yang lain seperti direkturnya berfungsi melaksanakan tugas dari kebijakan-kebijakan tersebut. Maka persaingan dan permusuhan politik pun tidak bisa dihindarkan. maka Hamzah justru tidak. Ia ingin merombak tradisi itu. Kemenangan PDI Perjuangan dengan Megawati sebagai calon presidennya dalam pemilu 1999 membuat kelompok ini memilki keberanian dan kepercayaan diri dari para elite partai maupun masyarakat bawah yang sangat fanatik. membuat policy. Pada umumnya ketua umum partai memiliki jabatan formal. Abdurrahman Wahid sebagai calon presidennya Kekuatan tandingan itu yang kemudian populer disebut sebagai “Poros Tengah” terbukti berhasil mampu menggeser kekuatan politik utama dan menjadikan semua 222 . yang merencanakan. Pemilihan Umum tahun 1999 mengahasilkan PPP sebagai pemenang ketiga setelah PDI Perjuangan dan Partai Golkar. dengan KH. Bahkan ketua umum harus memosisikan dirinya seperti komisaris dalam perusahaan yang hanya berfungsi mengontrol. Hal itu cukup berpengaruh terhadap peta politik dan atmosfir politik Indonesia. Pada saat yang sama Partai Golkar dengan Habibie sabagai calon presidenya tidak jauh berbeda suasana psikologispolitisnya dengan PDI Perjuangan. Beberapa partai Islam selain PPP hanya mendapatkan kursi yang tidak terlalu signifikan.

Sementara Megawati dan Akbar Tanjung sebagai pemenang pemilu pertama dan kedua hanya mendapatkan posisi wakil presiden dan ketua DPR. poros tengah. Artinya ikatan dan konsensi yang terjadi antara kelompok satu dengan yang lain dalam wadah poros tengah terbatas pada kepentingan yang terjadi pada saat itu.Dus. seperti yang disebutkan oleh Azyumardi Azra. PPP dengan 58 kursi ditambah dengan 13 utusan daerah mempunyai peran yang sangat diperhitungkan terutama ketika bergabung dalam kelompok baru. Maka tidak ada keterkaitan politik apapun ketika semua kepentingan sudah berhenti misalnya pada Sidang Umum belaka. Tidak mengherankan apabila dalam perjalananya. Meskipun secara individual mereka masih melakukan aktivitas politik secara bersamasama.skenario politik Indonesia berubah drastis. poros tengah sebagai kekuatan politik secara formal pada saat ini dianggap telah bubar dan tidak ada. Dalam pada itu. Poros tengah kemudian berubah menjadi kekuatan sentral yang menentukan. Poros tengah hanya bisa disebutkan dalam konteks politik pada waktu sidang umum 223 . tapi lagi lagi itu bukan mengatasnamakan secara eksplisit sebagai poros tengah. Sebagai kekuatan politik alternatif. Poros tengah sesungguhnya. seiring dengan kecenderungan politik. Menyadari posisi tersebut. Terbukti mampu menggilkan Gus Dur dan Amin Rais dalam posisi yang penting. Hamzah memainkan kartukartu politiknya untuk melakukan bargaining position dengan kawan maupun lawan kelompoknya. presiden Abdurrahman Wahid mendapatkan serangan dan kritik politiknya justru dari kelompok yang dulu membidani poros tengah. sifatnya sesaat dan kontraktual.

Interaksi santri dengan dunia yang terus melaju pesat. Zaman Kesempatan. sekarang sudah ada ensiklopedi tokoh. karena kecurigaan-kecurigaan akan monufer politik yang berkembang sangat cepat dan dinamis45. Beberapa posisi penting. pengamat politik dan dosen ilmu politik Universitas Indonesia mengibaratkan bahwa poros tengah sebagai politik mut’ah. dalam arti dapat bubar. nampaknya tidak mampu lagi dihadapi hanya dengan pola pengajaran keagamaan semata. Aep Saifulloh Fatah.MPR 1999.tokohindonesia. artinya politik yang dibatasi oleh waktu dan situasi tertentu karena kepentingan tertentu dan akan habis ketika kepentingan itu sudah tercapai. ketika Gus Dur akhirnya harus lengser karena “dilengserkan” oleh sidang umum MPR tahun 2001. 59 46 Untuk lebih dekat dengan tohoh-tokoh Indonesia baik dari pesantren maupun non pesantren. Agenda-Agenda Demokratisasi Pasca Orde Baru. silahkan klik www. tetapi penting rasanya juga dibekali dengan ilmu-ilmu keterampilan yang dapat mendukung pergumulan mereka dengan dunianya. poros tengah pada saat itu tidak terlalu solid. Megawati naik menjadi presiden dan sidang memutuskan Hamzah Haz sebagai wakil presiden. Beberapa nama alumni menghiasi deretan panjang tokoh-tokoh terkemuka di Indonesia46 dari masa ke masa. Karennya.com 224 . Karir politik Hamzah sampai pada puncaknya. 45 Eep Saifulloh Fatah. Pendidikan pesantren mengalami perubahan dari pola “tradisional” kepada polapola “modern”.h. bersama membangun agama dan bangsa. bahkan hampir di tiap lini kehidupan sosok santri dapat berkiprah dan menunjukkan eksistensinya.

Selain itu pesantren . Bahkan dunia pesantren telah memperkenalkan kaidah yang sangat populer al- muhafadzatu ‘ala qodimissalih wal-‘akhdu bil-jadidil ashlah (membina budaya-budaya klasik yang baik dan terus menggali budayua-budaya baru yang lebih konstruktif ). Keharusan untuk mengadakan rekonstruksi ini sebetulnya telah dimaklumi. seperti: tujuan pendidikan.. Pesantren bukan berarti tidak mempunyai kelemahan dan kekurangan. bisa berubah. pada kenyataannya memiliki dinamika perkembangan yang dinamis. Dunia pesantren yang nyaris dipahami oleh masyarakat sebagai dimensi yang tidak berubah. pondok. ketika dunia pesantren 225 . asalkan tidak lepas dari bingkai ashlah (lebih baik).BAB VII PESANTREN MASA DEPAN (POST MODERN) Pesantren adalah dimensi pendidikan yang memiliki elemen-elemen penunjang yang khas. yang selama ini dianggap simbol kejumudan (kebekuan) dan kemandegan (stagnasi). metode pengajaran. ruang belajar. Kebebasan membentuk sistem pendidikan baru merupakan keniscayaan. mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. sistem evaluasi. kitab-kitab dan lain sebagainya. kurikulum. dan perangkat lainnya yang menunjang proses belajar mengajar. mempunyai dasar-dasar yang kuat untuk ikut mengarahkan dan menggerakkan perubahan yang diinginkan. Begitu pula. baik elemen yang bersifat hard-ware seperti : mesjid.mempunyai elemen yang bersifat soft-ware. untuk itu perlu adanya perbaikan dengan cara melakukan rekonstruksi terhadap sistem pendidikan yang ada.

ukhuwah Islamiah. seperti : keikhlasan. kemandirian. Bingkai tersebut merupakan suatu yang harus ada dan menjiwai kehidupan dipesantren 226 . dan bebas dalam memilih alternatif jalan hidup dan menetukan masa depan dengan jiwa besar dan sifat optimis menghadap segala problematika hidup berdasarkan nilai-nilai Islam. H.diharuskan mengadakan rekonstruksi sebagai konsekuensi dari kemajuan dunia modern. sehingga diharapkan pesantren mampu melahirkan ulama-ulama intelek yang mampu menjawab tantangan zaman. kesedarhanaan. Pelajaran agama tidak hanya diartikan ilmu-ilmu keagamaan dan apriori terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. maka aspek ashlah merupakan aspek kunci yang harus dipegang. Pesantren modern berarti pesantren yang selalu tanggap terhadap perubahan dan tuntuan zaman. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren tidak harus merubah orientasi atau mereduksi orientasi dan idealisme pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddiin dalam pengertian luas. untuk itu pimpinan pesantren dituntut untuk dapat memilih dan memilah mana yang harus diperbaharui dan mana yang harus dipertahankan. Bingkai Pesantren Sebagaimana diungkap di atas bahwa rekontruksi pesantren atau perubahan apapun terhadap pendidikan pesantren harus selalu memperhatikan bingkai pesantren. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren bukan berarti merombak seluruh sistem yang ada yang berakibat hilangnya jati diri pesantren. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren tidak perlu mengorbankan nilai-nilai. Sistem pendidikan pesantren tidak seluruhnya baik dan tidak seluruhnya jelek.

menurutnya pesantren itu memiliki minimal lima jiwa: Keikhlasan. ada yang mengembangkan konsep khidmah48 kepada guru sebagai wujud dari keikhlasan. dan kebebasan. maka menurut kerangka ini bukan pesantren tapi lebih tepat disebut sekolah berasrama atau boarding school atau lainnya. apa lagi kalau tercerabut dari akar perjuangan dakwah Islamiyah. 48 Santri membantu pekerjaan Kyai baik di rumah maupun di ladang tanpa mengharapkan imbalan material. hal ini berlaku umum disemua pesantren tidak hanya Gontor saja. demikian juga para santrin belajar dengan ikhlash niat ibadah mencari ilmu. Yang jelas semua aktivitas tidak dimotori atau diukur oleh imbalan material. jika suatu lembaga pendidikan walaupun mengambil bentuk pesantren namun tidak ada semangat keikhlasan pengelolanya. kesederhanaan. Para kyai dan ustadz mengajar dengan ikhlash47 bukan karena imbalan materia (gaji). Bentuk keikhlasan ini bisa beraneka ragam sesuai dengan tradisi yang dikembangkan di pesantren masing-masing. dan seterusnya. Dalam hal ini KH Imam Zarkasyi mencoba merumuskan hasil pengamatannya terhadap dunia pesantren. ukhuwah Islamiyah. Ada yang menjadikan kepatuhan pada aturan yang digariskan pimpinan sebagai wujud dari keikhlasan. 227 . berdikari. 47 Ikhlash adalah inti yang membedakan anatara pesantren dengan lembaga pendidikan lain.yang memang merupakan hasil pengamatan yang mendalam atas kehidupan yang dikembangkan di pesantren. Dengan suasana ini diharapkan ada keterikatan batin anatara kyai sebagai guru dan santri sebagai murid dengan satu tujuan ibadah. bukan karena mereka sudah bayar atau membayar guru. Jadi suatu lembaga bisa disebut pesantren bila kehidupan didalamnnya digerakkan oleh keikhlasan dan mendidik santrinya untuk mewarisi keikhlasan dalam beramal. maka ilmu yang didapat diharapkan bermanfaat.

Selain kelima jiwa minimal yang membingkai pesantren bisa juga dikembangkan dengan menambah jiwa-jiwa lian yang bisa diamati dari kehidupan di pesantren. Kelima adalah kebebasan. serta kepedulian dan seterusnya. Keempat suasana persaudaran. bebas dalam menentukan jalan hidup dalam arti tidak diikat oleh mazhab atau partai kyainya. Untuk mengambarkan kondisi ini tidak jarang pak Kyai membantu santrinya yang menghadapi kesulitan keuangan. harus menjadi itu dan ini. akan tetapi sebatas memenuhi kebutuhan. atau jiwa mandiri. kehidupan di pesantren harus mandiri dan mendidik santrinya agar bisa mandiri. satu keyakinan dan satu perguruan. kebutuhan untuk hidup. untuk mengerti arti sederhana yang paling mudah adalah menunjukkan lawan katanya yaitu kemewahan atau berlebihan. bersaudara karena satu agama. seperti jiwa perjuangan. pekerjaannya sendiri serta tidak manja. sehingga tergambar suatu tatanan masyarakat yang memiliki rasa persaudaraan."makan untuk hidup bukan hidup untuk makan".Kedua adalah jiwa kesederhanaan. persaudaraan sesama muslim. yang penting adalah bagaimana bisa mewujudkan bentuk keislamannya bagi dirinya dan bagi keluarga serta masyarakat sekelilingnya. 228 . hal ini akan tercermin dalam suasana latihan tolong-menolong. Jadi kehidupan di pesantren tidak berdasarkan pada hidup mewah dan serba berlebihan. Ketiga adalah berdikari. bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. atau juga sesama temannya. dan saling membantu. pengorbanan. kehidupan dipesantren diwarnai kesederhanaan. supaya bisa beribadah lebih banyak.

tapi tetap menjadi salah satu problema pesantren ketika kebutuhan akan sarana semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya populasi santri. dan menjadi pilar kemandirian pesantren maupun kemandirian para santrinya nanti. datang para santri yang mau menuntut ilmu dan belajar pada kyai. Sebagaimana diungkap dalam kisah lahirnya pondok pesantren.I. Problem Yang dihadapi Pesantren Pesantren sebagai refleksi dari kebutuhan masyarakat muslim atas lembaga pendidikan yang dapat mendidik dan mengajari putra-putri mereka tentang agama Islam dan pembiasaan kehidupan berpolakan ajaran Islam. karena rumah kyai tidak bisa menampung santri yang berdatangan. Budaya swadaya ini begitu kental dalam dunia pesantren. Walaupun demikian bukan berarti masalah pendanaan tidak menjadi problema. ada kyai yang memiliki ilmu. hampir semuanya terbangun atas dasar swadaya para santri dan orangtua santri serta masyarakat sekitar. maka para santri dibantu masyarakat sekitar mulai membangun pondokan-pondokan untuk tinggal mereka. Selain masalah pendanaan ada beberapa permasalahan lain yang dihadapi pesantren yang bisa disebutkan di sini: • • • • • • Pendanaan Pengembangan & Manajemen Pengelolaan Pengakuan dan Legalitas Pencitraan Informasi dan Publikasi Politik 229 .

Pendanaan Masalah pendanaan hampir menjadi kendala setiap pergerakan apapun. bagi pesanatren masalah ini menjadi permasalahan serius49 ketika dituntut pasilitas sejalan dengan meningkatnya populasi santri. mushala. jika para santri ikut ke sumur-sumur penduduk sekitar. tidak ada pesantren terhenti kegiatannya karena alasan dana. karena pendanaan tidak saja dibutuhkan untuk sarana dan prasarana tapi juga untuk konsumsi para santri dan para asatidznya. 1 orang 60 liter air per hari. berbeda dengan sekolah atau perguruan tinggi. tidak pernah terhenti kegiatannya dengan alasan dana. karena jika diserbu 10 orang santri saja sumur mereka bisa kering 230 .1. berdasarkan pengalaman mereka tidak bisa mengizinkannya. Jika asrama menampung seratus santri artinya harus tersedia minimal 10 kamar mandi dan WC dengan persediaan air bersih yang cukup. Lain halnya dengan sekolah atau perguruan tinggi untuk prasarana standard cukup ruang belajar. Permasalahan akan semakin komplek ketika pesantren memilih pola anak asuh bagi para duafa dan yatim piatu. dan beberapa buah WC. tapi semata-mata mengungkap realitas hasil pengamatan. jika ada yang terpaksa terhenti juga biasanya karena kekosongan kaderisasi kyai atau karena kyai alih profesi. masalahnya menjadi lebih kompleks. 50 Masalah air ini masih menjadi kendala bagi kebanyakan pesantren. kantor guru. sebuah pesantren juga harus mempersiapkan ruang tinggal dan saranannya seperti WC dan kamar mandi dengan ratio minimal 1 berbanding 10-20 orang santri. apa lagi di musim kering. 49 Pengungkapan masalah pendanaan ini tidak berarti pesantren atau kyai mengeluh.50 aran jemuran pakain dll. karena dalam prakteknya kalangan pesantren sentiasa terus berjuang dan gigih. karena selain mempersiapkan ruangan belajar.

Karena berbagai pasilitas tadi menjadi tuntutan baik intansi pemerintahan maupun masyarakat yang akan memesantrenkan anaknya. serta sarana olahraga.Selain masalah di atas. ruang inap tamu yang semuanya semakin memperluas medan kebutuhan pesantren sesuai dengan tuntutan zaman dan pola hidup yang berkembang dimasyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan ini sejak awal pesantren sebagai lembaga swadaya yang mandiri berusaha menyelesaikannya sendiri. sarana kesehatan. lahan bermain. biasanya pesantren tidak menggantungkan diri pada bantuan pemerintah baik pusat maupun daerah. Dewasa ini jika diinventarisir sumberdana pesantren adalah: • • • • Kyai Masyarakat Muslim Wali Santri Intansi Pemerintah mauapun Swasta 231 . wali santri dan bahkan dari pengelola pesantren sendiri. Pola-pola swadaya pesantren dalam pembangunan biasanya menghidupkan kegiatan infaq dan shadaqaoh dari kalangan masyarakat. transportasi. juga sarana konsumsi seperti dapur dan ruang makan menjadi agenda tambahan. apalagi pada masa-masa awal pemerintahan adalah pihak penjajah yang menganggap pesantren sebagai ancaman.

yakni para simpatisan yang peduli terhadap aktivitas pendidikan Islam dan dakwah Islamiyah biasanya dengan sukarela membantu pembangunan pesantren. 52 Tehnik pengumpulan dana seperti ini sering melahirkan kecurigaan di kalanagan masyarakt penderma yang meragukan kebenaran program dan kejujuran para pengumpul derma. kalau bangunan itu berbentuk pisik. tepatnya desa Susukan Ciawigebang Kuningan ada sekitar 80 santri yang selain tinggal dipesantrennya (al-makmur) juga disekolahkan / kuliah dengan biaya dari hasil usaha pak kyainya termasuk konsumsi mereka sehari-hari.biasanya pola pengumpulan dana pembangunan dengan mengirimkan delegasi pengumpul dana yang berkeliling ke desa-desa dengan mebawa rencanan pembangunan. h. Selain pola di atas bagi pesantren pemula yang belum dilihat hasil pendidikannya. atau bahkan unit-unit gedung. baik dari usahanya atau dari hasil ladangnya. Akhir-akhir ini ada trend baru penghimpunan dana dengan membuat "jaringan" di jalan raya 51 Sebagai contoh. biasanya kyai berperan sebagai pelopor pendanaan pesantren. lihat juga Hasan Basri "Kasta Di Antrara Kita" http://www.Pertama Kyai. ada juga yang mensuplay kebutuhan bangunan untuk satu lokal ruang belajar.html 232 .mailarchive. Tidak jarang para dermawan yang kaya misalkan memngambil jatah pasir. maka bantuan bervariasi antara barang dan uang. serta formulir atau list berisikan daftar penyumbang dengan nominal sumbangan yang diberikan. besi ataubahanbahan material bangunan lainnya.51 Kedua Masyarakat Muslim. banyak kyai yang memiliki usaha atau bergerak dalam bidang tertentu yang kemudian sebagian dari penghasilannya itun dipakai untuk pendanaan pesantrennya. lihat Ahmad Toharri Cerpen berjudul "Atasnama Agama" dalam kumpulan cerpennya Mas Mantri Menjenguk Tuhan. 11.). (Jakarta: Risalah Gusti.52penerbitan kalender atau penjualan produk pesantren.1997.com/msg02774. di daerah sekitar penulis tinggal.com/indonews@indo-news.

Hal ini berjalan seperti di pesantren Daarunnajah Jakarta. Bantuan wali santri bisa juga sebagai respon atas kegiatan yang dilakukan pesantren. warung-warung serta kantin untuk jajan santri yang semuanya diorganisir hingga labanya bisa dipakai pembangunan pondok dan kebutuhan pondok lainnya dengan motto dari kita oleh kita untuk kita. dalam hal ini kharisma kyai sanagtlah menentukan. atau kebutuhan sesuai kesimpulan yang diambil wali santri sendiri. caranya dengan menyelenggarakan koperasi dapur. pola-pola pendanaan dari wali santri sangat beragam. ada pesantren yang mencanangkan saja uang pangkal dan uang bangunan pada saat pendaftaran santri baru setiap angkatan. dengam membangunkan sarana tertentu atau mengirimkan pasilitas tertentu. walaupun demikian tidak menutup kemungkinan bagi wali santri yang ingin berinfaq lebih dari yang di gariskan pesantren. Ketiga wali santri. Selain cara di atas.atau mengirimkan santri untuk berkeliling ke desa-desa dengan menghimpun infaq baik berupa uang maupun beras. Al-Basyariyah Bandung dan pesantren lainnya. biasanya dilakukan sendiri oleh kyai yang berpengaruh dan memaparkan kebutuhannya. artinya ia mengusulkan dan ia juga yang membuatnya. penghimpunan dana juga dengan jalan silaturahmi kepada para hartawan / pengusaha lokal. 233 . biasanya tergantung pada latar belakang usaha atau profesi wali santri. Selain itu bisa juga berupa sisa uang makan dan spp santri yang diorganisir pesantren termasuk uang jajan santri.

2. ini pada tahap pertama. tahap berikutnya adalah tahap sosialisasi terhadap masyarakat luas yang merupakan basis pesantren. Seperti sudah dimaklumi bahwa sistem suatu pesantren mengakar tidak saja di dalam lingkungan pesantren tapi juga di dalam tubuh komunitas pesantren dalam hal ini masyarakat luas yang biasa menghargai pesantren dan memiliki kerangka berpikir sendiri tentang pesantren (katakanlah sebuah sistem norma. tentu saja dengan menyelenggarakanacara-acara mengkomunikasikan. Perubahan bisa dilakukan hanya dengan kaderisasi dan persiapan calon kyai. bila yang dituju organisasi seperti Robithah maka dokumen harus disertai sertifikat wakaf dan laporan modal yang tersedia di pesantren.Keempat intansi pemerintah maupun swasta serta organisasi-organisasi keagamaan seperti Rabithah Alam Islami dan Haiah Igotsah yang programnya memang mendukung kativitas dakwah Islmaliyah. ajaran dan kualifikasi suatu yang disebut dengan pesantren. reini alumni dan semisalnya untuk 234 . Pengembangan dan Manajemen Pengelolaan Problem lain bagi pesantren adalah masalah manajemen dan pengelolaan. karena status dan kedudukan kyai maka perubahan ke arah pengembangan dan manajemen di dunia pesantren harus hati-hati. Untuk intansi yang formal spereti ini biasanya pihak pesantren mengajukan permohonan tertulis dengan proposal lengkap. karena sangat berhubungan erat dengan sistem soial masyarakat pesantren. diluar definisi akademik).

B. 3. 235 . untuk wilayah Jawa Barat bentuk nyata dari depkes adalah dengan dilibatkannya pesantren dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dalam bentuk poskestren pada masa Nuriana menjabat Gubernur. pada tahun 1997 an di kab Kuningan Jawa Barat ada semacam pembentukan kopontren besar-besaran dan obral badan hukum --walaupun akhirnya tidak semuanya berjalan-. dan baca tulis di dunia pesantren. walaupun telah ada program kejar paket A. Masalah ini kini menjadi suatu yang diperjuangkan pesantren. & C yang biasanya diarahkan ke pesantren sebagai solusi untuk memperkenalkan pelajaran umum. Tsanawiyah.mereka mencoba menawarkan ide perkoprasian. mereka terpaksa menghadapi masalah dengan dibutuhkannya ijazah formal seperti Aliyah. Belakangan departemen agama sejak tahun 2000 an mulai memperhatikan pesantren demikian juga diknas53. Bahkan 53 Usaha yang dilakukan biasanya berbentuk penataran dan pengarahan pimpinan pondok.Beberapa instansi yang mecoba masuk ke pesantren dengan gagasangagasan perbaikan adalah departemen koperasi dan UKM. termasuk juga departemen kesehatan dan intansi lainnya seperti kependudukan dll. SMP atau SMA. pada tahun 2004 belakangan ini berkenaan dengan legalitas menjadi mencuat ketika lulusan pesantren dicalegkan dan menpata dukungan yang banyak. Pengakuan dan Legalitas Masalah yang dihadapi pesantren adalah masalah legalitas lulusannya. kehutanan dengan HPH-nya. namun permasalahan legalitas bukan berarti terselesaikan. selain depkop juga departemen pertanian dengan gagasan agribisnis pesantren.

MMI Pesantren Mathabul Ulum. Lenteng Sumenep Madura. TMI Pesantren Modern AlMizan Narimbang Rangkas Bitung Banten. KMI Pesantren Ta'miiruyl Islam Tegalsari Surakarta Jawa Tengah. TMI pesantren Al-Basyariyah Cibaduyut Bandung dan TMI Pesantren Modern Al-Ikhlash Ciawilor Kuningan Jawa Barat. 4. Pencitraan 54 Lihat SK Mendiknas Nomor: 240/C/KEP/MN/2003 dan lampirannya. melalui SK Mendiknas Nomor:240/C/KEP/MN/2003 tertanggal 20 Juni 2003 msilannya diakui 9 pesantren antara lain. TMI Pesantren Darunnajah. legalitas pesantren bisa dinikmati seluruh lemabga pendidikan pesantren di Indonesia. Pada tahun 2003 an pesantren-pesantren ala Gontor (KMI/TMI) menyusul pesantren induknya mendapat penyetaraan dengan tamatan SMA Departemen Pendidikan Nasional.pada masa kampanye presiden tahun 2004 menjadi janji calon presiden dan tuntutan masyarakat pesantren dalam berbagai dialog dan pertemuan. tentu saja dengan usaha pembenahan di sana-sini dan dengan kualifikasi yang mampu mengangkat pendidikan kita.54 Semoga adalam waktu dekat sesuai dengan perkembangan budaya dan cara hidup yang semakain maju. 2414/C/MN/2004 tertanggal 20 April 2004 kepada seluruh rektor perguruan tinggi negri mapun swasta yang menjelaskan bahwa Ijazah yang dikeluarkan pesantren tersebut bisa dijadikan syarat tes masuk ptn/pts di Indonesia 236 . Ulu Jami Jakarta Selatan. SK ini juga disusul dengan surat edaran bernomor.

sering terdengar istilah jorok dan kumuh dinisbahkan kepada pesantren. Selain juga mempasilitasi mereka yang mau berderma supaya tidak usah jauh-jauh atau repot-repot mencari sasaran. tapi yang perlu ditandaskan bahwa dalam harta kita ada jatah untuk kepentingan agama dan kepentingan umum.Yang tidak kalah seriusnya pesantren menghadapi masalah pencitraan di mata ummat dan bangsa. Penjelsan tentang metode pengumpulan dana seperti itu sebenarnya kalangan pesantren memiliki misi. Walaupun sebagian pesantren telah menata diri tapi kesan tersebut masih belum sirna. menuntut hak shodaqoh yang kalau tidak didatangi juga tidak ingat akan keharusan bersedekah. sementara masyarakat muslim berkewajiban menyokong kegiatan tersebut sehingga terciptalah sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan dan ummat sebagai penggunanya. Agak apologi memang. yaitu mengingatkan kepada khalayak bahwa sebagian rijqi perlu dinafkahkan di jalan Allah. pihak pesantren hanya menyelenggarakan sesuai dengan tugasnya dakwah Islamiyah. Berkenaan dengan pencitraan lain adalah karena kegiatan pengumpulan dana pembangunan dengan pola jaringan dan delegasi pengumpul derma keliling ke kampung-kampung juga meninggalkan kesan pesantren dan santri selalu "mengemis". 5. Informasi dan Publikasi 237 . Dan masalah pendidikan agama adalah tanggungjawab semua. pencitraan tersebut biasanya dikaitkan dengan kebersihan dan penataan lingkungan.

ekonomi. Politik Islam sebagai agama mayoritas bangsa Indonesia memungkinkan untuk dijadikan bahan rujukan berbagai persoalan. Tidak seluruh masyarakat mengetahui kegiatan dan keberadaan pesantren. Ada semacam daur ulang input pesantren. Kenyataan ini membentuk pesantren menjadi suatu komunitas turun temurun. 6. bahkan sampai pada isu terosrisme seperti "image" yang sedang dibangun AS di mata Internasional. mulai dari isu-isu politik isu pembangunan. juga karena pencitraan buruk sebagaimana dikemukakan di atas. Perjuangan men"citrakan" Islam dalam kancah percaturan kehidupan sosial dan budaya dengan upaya Islamisasi berbagai sektor dan komponen kehidupan menjadi suatu keharusan dan kewajiban setiap individu muslim di 238 . semua ini mungkin karena minimnya publikasi dan informasi tentang pesantren. ada semacam tabu bagi pesantren untuk mengiklankan kegiatannya. atau jika keluarganya dari pesantren maka ada kerabat lain yang juga mesantren. walaupun ada juga kalangan non pesantren dengan niatan mendalami agama memasukkan anaknya ke pesantren sebagaimana alumni pesantren menyebrangkan anaknya ke luar pesantren. kecuali beberapa pesantren dan short couse yang dilakukan penyelenggara pesantren kilat di Puncak yang dengan mudajh bisa kita baca di koran misalnya. artinya jika bapaknya dasri pesantren.Informasi dan publikasi bagi pesantren agak tertinggal. alumni memasukkan anaknya ke pesantren almamaternya. maka anaknya juga dipesantrenkan. Ini gejala umum.

Namun bisa juga mengancam keberadaan pesantren karena terkotakkan pada parpol tertentu. 239 . halaman berita koran dan majalah. Problema lain adalah ketika kyai-nya dipercaya atau diminta untuk dicalegkan ini di satu sisi positif karena medan dakwah kyai menjadi luas. yang terjadi adalah -sebagaimana di masa penjajahan-. menguntungkan bagi pesantren dari satu sisi yaitu publikasi (Harmoko pemilik media saat itu karena menjabat menteri penerangan) pesantren bisa masuk TV.pesantren sebagai suatu yang harus dijauhi 55 M. Citra atau Perisai? (sebuah catatan untuk Pemda & DPRD) HU Mitradialog Selasa 11Januari2004 56 Pernah terjadi di masa ORBA suatu pesantren terhenti kegiatannya karena pimpinannya begabung dengan partai atau peserta pemilu. Islam. Tata Taufik. Seperti kegiatan safari Romadlan yang dilakukan Harmoko dengan mengunjungi pesantren-pesantren pada saat ia jadi mentri. di sisi lain menjadi negatif karena pengkotakan tadi dan karena dunia politik seringkali pada dataran tertentu berlawanan dengan misi pesantren.55 Konstelasi politik juga sering menjadi permasalahan bagi pesantren walau kadang menguntungkan juga.56 Selain masalah di atas juga sistem pemerintahan. Hal ini menjadi penting untuk dikritisi karena ada perbedaan tajam antara 'mencitrakan Islam" dengan menjadikan Islam sebagai perisai suatu kekusaan tertentu dalam kancah politik. ketika pemerinatahan kurang menghargai pesantren seebagai asset bangsanya.tengah "penggunaan isu-isu keislaman" seperti diungkap di muka.

Jangan sampai suatu pesantren "terhenti" hanya karena meninggalnya kyai yang biasanya menjadi komandan sekaligus tumpuan kepercayaan ummat maupun santri. yang dimaksud di sini adalah pengembangan terus-menerus serta kaderisasi. Cara mudah dalam hal ini adalah mengembangkan budaya baca dan budaya dengar di pesnatren. ungkapan pesantren sebagai "sarang teroris" misalkan yang muncul pada tahun 2000an ikut memperkeruh kesan terhadap pesantren. Dimensi SDM Medan-Medan Pengembangan Berangkat dari permasalahan di atas. dan bisa kita analisa untuk membantu berpikir mencarikan jalan keluarnya.dan dimusuhi. untuk pengembangan pesantren dalam berbagai segi baik pendanaan. karena kepiawaian dalam berpidato maupun 240 . sehingga ketika kyai tersebut (figur) wafat maka pesantrennya ikut mati juga. yang harus ditempuh adalah pengembangan sumber daya manusia. pengelolaan maupun manajemen serta permasalahan lainnya. Bersamaan dengan kaderisasi juga pengayaan SDM yang ada dengan berbagai kemahiran baik manajerial maupun kemahiran lain yang sesuai dengan tuntutan zaman. Selain keenam permasalahan di atas sebenarnya masih banyak lagi problema lain yang bisa ditemukan dalam dunia pesantren. 1. pernyataan ini tidak berarti bahwa SDM pesantren dewasa ini lemah. J.

Pengembangan seperti ini dapat dilakukan pesantren dengan mudah karena sekarang sudah banyak sarjana-sarjana IAIN misalnya yang ada disekitar /mengelola pesantren. 241 . maka bentuk pengembangan lain bisa dilakukan misalnya dengan menambah kemahiran teulis menulis baik tulis halus (kaligrafi) maupun penulisan karangan atau artikel serta kegiatan lain yang bisa membantu pengembangan diri santri di masa datang baik untuk dirinya maupun untuk pesantrennya. Tehnik pembuatan surat resmi serta kemahiran administratif lainnya juga layak untuk diajarkan terutama bagi santri senior yang biasanya dilibatkan membantu kyai mengelola pesantren. Mungkin kegiatan sebagaimana di atas bagi beberapa pesantren bukan hal yang asing. tehnik penyampaian gagasan (presentasi) dan tehnik pembuatan proposal bisa juga dijadikan kemahiran tambahan. para pemimpin negara kita serta pengarah kebijakan kita adalah orang-orang yang memiliki dasar pengamalan dan pengetahuan agama yang baik---sementara pengamalan keagamaan di pesantren telah menjadi tradisi. Di masa depan nampaknya sumberdaya yang handal sangat membantu pengembangan pesantren untuk senantiasa bisa eksis di era global tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisi baik yang telah dimiliki. bila demikian adanya. coba bayangkan alangkah indahnya jika ilmuwan kita nanti.berdebat (biasanya sudah dimiliki para santri) harus didukung dengan informasi (pengetahuan) yang luas supaya tidak tertinggal.

ruang makan. ini juga termasuk kegiatan dakwah. baik pencahayaan maupun luas ruangannya. ruang kantor. Dalam kesejarahannya ulama itu dituntut serba bisa mulai dari memimpin sholat sampai memimpin perang sebagaimana yang dicontohkan Rasul SAW.Pengembangan ke arah ini tidak berarti mengesampingkan peran pesantren sebagai pencetak ulama dan tempat mengaji agama. 242 . 2. dapur. kedepan pesantren dituntut untuk menata bangunan fisiknya sehingga indah menawan. tapi justru akan lebih mendukung semangat peran tadi dengan melahirkan ulama yang mumpuni. dakwah harus berpenampilan simpatik dan memiliki daya tarik. Idealnya bangunan pesantren sebagaimana tempat pendidikan lainnya memiliki ruang belajar sesuai standard. laboratorium. Selain itu harus memiliki halaman dan tempat gerak / bermain yang memadai baik halaman asrama maupun ruang belajar. asrama dan ruang belajar serta sarana olahraga. Dimensi Fisik Selanjutnya sebagai jawaban atas pencitraan buruk pesantren yang sering dikesankan kumuh. Mulai dari mengajarkan agama sampai mengajar berniaga dan memimpin negara. Dalam daftar isian akreditasi diknas misalnya mencantumkan pertanyaan sekitar. Artinya jangan sampai niatan baik masyarakat untuk mempercayakan pendidikan anaknya di pesantren terhalang karena kurangnya daya tarik penampilan fisik pesantren. sebelum membawa anaknya ke pesantren wali santri biasanya melakukan survei terlebih dahulu. apalagi zaman sekarang. perpustakaan.

yang pasti para santri nantinya akan hidup di masyarakat yang demikian kompleks. Bisa saja misalkan materi "fathul kutub" dipakai sebagai cara pengenalan kitab-kitab kontemporer kepada para santri senior. tepe KMI Gontor atau pesantren modern sesuai konsep dan pilihan yang dianggap tepat bagi para pengelolanya. bisa juga pengajaran kitab-kitab klasik dengan metode diskusi atau dengan metode pengajaran modern yakni dengan langkah-langkah misalkan penyampaian materi. sudah barang tentu mereka harus mengenal cara-cara bermasyarakat dengan baik. serta bisa menghitung. pembacaan tek bahan ajar serta tanya jawab sebagai variasi dari metode sorogan atau wetonan. tergantung haluan yang mau dijadikan pijakan apakah tepe salafiyah plus madrasah atau salafiyah murni. hidup sehat. pencarian kosa kata yang sulit. Walaupun tidak diajarkan secara rutin ilmu-ilmu kemasyarakatan tersebut bisa disajikan dalam bentuk studium general atau penataran. Dimensi Materi dan Dimensi Metodologi Untuk materi sebagaimana telah dibahas dalam Bab II tentang metodologi dan upaya pembaruan. Cuma barangkali tipe manapun yang diambil pengembangan materi maupun metodologi bisa senantiasa dilakukan sejalan dengan pola-pola pengajaran yang lebih banyak dipakai atau secara variasi.Begitu juga sebaliknya bagi pesantren modern bisa mengenalkan kitab-kitab klasik lewat acara fathulkutub dst.3. Mengenai materi umum di pesantren salafiyah apakah harus dimasukkan atau tidak. 243 .

Misalkan yang dirintis Drs Didin Sirajuddin M. tapi lebih berupa pengenalan tekhnologi dan penggunaannya. maka materi tambahannya adalah metodologi dakwah. dakwah. akuntansi. tapi ada tambahan kemahiran khusus bagi santri misalkan pertanian. penyiaran. ia mengembangkan pesantren dengan kaligrafi sebagai kejuruannya. maka materi tambahannya selain mengaji adalah bertani dengan cara yang benar sesuai perkembangan ilmu pertanian. jurnalistik. Dimensi Teknologi Bagi pesantren. Kalau kejuruan yang diambil pertanian. tata boga. artinya kegiatan pesantren tetap sebagaimana adanya baik materi maupun metodologi. jika yag diambil adalah kejuruan dakwah. pengembangan masalah tekhnologi ini tidak berarti pada dataran pembuat. perikanan. atau pendidikan. tidak mustahil nanti ada pesantren dengan kejuruan perfilman. ilmu jiwa dan sosiologi. semacam jurusan di perguruan tinggi. Demikian juga jika yang diambil jurusan pendidikan maka ada penambahan materi khusus berkenaan dengan pendidikan. Bagaiamana cara menggunakan (mengoperasikan) komputer.Ag.Sejalan dengan kemajuan zaman dan perkembangan tehnologi. nampaknya bisa juga diajukan gagasan pesantren kejuruan. atau alat-alat bantu pembelajaran lainnya (tehnologi pendidikan) karena biasanya para santri selepas pesantren lebih akrab dengan dunia pembelajaran dan presentasi (ceramah dan pidato). 4. peternakan dll. 244 .

Ekonomi Pesantren Pesantren Dan Ekonomi Yang dimaksud ekonomi pesantren di sini adalah bagaimana suatu pesantren menggali "potensi dalam" untuk perekonomiannya.57 K. sehingga pesantren tersebut bisa mandiri dan anggup memenuhi kebutuhannya dari sisi ekonomi. penyambungan lampu dan merakit sound system bahkan menyediakan jasa penyewaan sound sitem) menyediakan jasa cetak undangan (sablon) serta setting komputer. dan sebagai labanya bisa dijadikan 57 Berdasarkan pengamatan penulis terhadap pesantren salafiyah "Raudlatul Huda" Ciawilor Kuningan Jawa Barat. 1. Potensi swadaya dan kemandirian pesantren yang cukup bagus (tidak melulu menunggu bantuan pemerintah) akan lebih bagus lagi jika memiliki sumber dana yang pasti yang digali dari dalam pesantren. untuk itu pesantren bisa memanfatkan suasana tersebut dengan membuat warung yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. bahkan kreatifitas para santri relatif lebih "nakal" dalam merekayasa teknologi kecil-kecilan seperti merangkai elektronik (tape player. setiap komponen tadi ma sing-masing memiliki daya beli yang tinggi. 245 . Seperti yang kita ketahui pesantren memiliki santri.Dewasa ini berkenaan dengan teknologi nampaknya pesantren sudah tidak asing. wali santri. pembuatan pemancar gelap FM. dan para ustadz serta warga sekitar.

ada juga yang menjadi pkl di pasar menjual pakaian jadi. di sana terjadi daur ulang siklus kehidupan. pada tahun tujuh puluhan pola pencarian nafkah kyai yang penulis saksikan sendiri dengan jalan jualan kitab. selain juga membuat jasa relay TV swasta. Di Kaso Malang Subang misalkan pesantren "Daarussalam" mengembangkan perekonomiannya dengan pabrik tahu dan pembuatan jamur tiram. Selain warung. 2. Hal ini biasa dilakukan di pesantren-pesantren modern seperti Gontor Darunnajah Jakarta serta pesantren lainnya.masukkan untuk pesantren. Ada juga pesantren yang mengembangkan pertanian sebagai sumber masukkan pesantren semuanya disesuakan dengan situasi dan kondisi pesantren itu berada. Bagi pesantren-pesantren besar biasaya perekonomian pengelolanya dengan cara kesejahteraan bulanan (gaji?) Namaun itupun biasanya dibahasakan 246 . setelah dzuhur mengajar lagi. bahakan di Al-Zaytun lebih dari sekedar potensi dalam. ada juga dengan cara menerima panggilan ceramah. pergi ke pasar untuk berdagang. Ekonomi Pengelola Biasanya para pengelola pesantren berjiwa wira usaha yang tinggi. pagi hari setelah menjagajar subuh. jika ada sisanya bisa dijadikan infaq untuk keperluan pesantren. sesuai dengan sunnah para nabi yamsyuuna fil aswaaq (berjalan dipasar untuk berusaha) jadi mereka berusaha menghidupi dirinya baik dengan jalan berdagang. obat dan minyak wangi keliling kampung dengan bersepeda. pesantren juga bisa menggorganisir makan santri.

dengan contoh dan keteladanan bukan hanya bicara. Jadi walau prakteknya gajian juga ditanamkan nilai religius dalam penyampaiannya sehingga para pengelola (asatidz) tidak "bekerja" sebagai pengajar hingga berhak mendapat upah.membonceng esbatu di sepedahnya lewat dihadapan anak-anak yang diajarinya tanpa gengsi untuk berjualan di warungnya. by doing not by mouth. Sebagai ilustrasi. kesan ini selalu membekas dibenak penulis. saat itu penulis menyaksikan ustadz Edi Kusnanto ---semoga pengalaman ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi beliau mungkin tanpa beliau sadari--. potensi inilah yang kemudian mampu mentransfer tidak saja pengetahuan tapi juga praktek ubudiyah amaliah serta jiwa wirausaha kepada para santrinya dan membekas di tubuh santri. penggarapan sawah ladang milik pesantren dengan status penggarap dan lain sebagainya. semangat untuk berkarya dan berbuat tanpa melihat kelas sosial (maksudnya gengsi) yang penulis alami sendiri adalah bayangan waktu penulis nyantri. tapi beribadah mengajar para santri lillah sedang kesejahteraan yang diterima adalah rijqi dari Allah. bukan gaji sebagai imbalan atau honor. dan sering dijadikan 247 . tapi karena semangat menyebarkan ilmu pengetahuan dan tanggungjawab dakwah Islamiyah.sebagai pengganti uang sabun serta untuk membantu kesejahteraan agar bisa tetap beribadah mengajar. Ada pola lain yaitu dengan memproduksi jajanan bagi santri yang dikirim atau dititipkan di warung pondok / kantin. Dari paparan ini yang terlihat adalah semangat "mengajar" kalangan pesantren bukan karena upah atau gaji.

motivasi bagai rekan-rekan asatidz maupun santri. Hal ini berbeda dengan apa yang dituduhkan Hasan Basri --entah siapa dia--ketika dia menulis "proletar: kasta di antara kita' dalam e-mail tentang kasta dalam agama berikut

kutipannya: "Dalam Religi terdapat: 1. Habib, Ayatulah ( keturunan nabi ) Uskup, ikan Paus. 2. Kyai, Utadzah,Romo, Pendeta ( tukang kumpul duit ) 3. Santri ( yang di duitin / calon pengumpul duit ) 4. Umaah atau umat ( yang mesti di takut takuti agar duitnya keluar ) 5. Sekularis ( kurang beriman, tapi pelit dan cerdas ) 6. Atheis,agnostik,paganis ( lets worship humanism..)"58 Sebuah ungkapan yang perlu digarisbawahi karena dipublikasikan, penyataan tersebut mencerminkah suatu sudut pandang dalam melihat pesantren dari kaca matanya sendiri yang materialistis dan mengukur dengan keadaan dirinya, serta mewakili pendapat sebagian masyarakat. L. 1. Pesantren Dan Masyarakat

Pesantren Terhadap Masyarakat Sejak awal kemunculannya pesantren dibangun untuk dan oleh masyarakat, dan ia merupakan agen perubahan bagi masyarakatnya, kiprah kemasyarakatan pesantren misalkan dari segi ekonomi, dari segi kepemimpinan dan dari segi pelayanan umum.

58

http://www.mail-archive.com/indonews@indo-news.com/msg02774.html, Didistribusikan tgl.

12 May 1999 jam 02:41:56 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/

248

Dalam kharismanya

perannya atau

sebagai dinilai

agen

perubahan, masa--

pesantren bisa diajak

--karena untuk

karena

punya

mengkomunikasikan pesan-pesan moral dan pembangunan. Pada dimensi ini pemerintahan masa Orba sangat lihai menggunakan pesantren sebagai lembaga dalam penggalangan massa dan komunikator pembangunan, selain juga dijadikan alat untuk meredam isu-isu atau gejolak di masyakarakat yang bertemakan agama. Ingat kasus mie instan dengan isyu lemak babi, di zaman Orba, serta kasus Ajinomoto di masa Gus Dur yang dipungkas dengan tayangan iklan di media massa dengan menggunakan story Kyai dan komunitas keagamaan. Dari gambaran di atas menunjukkan potensi pesantren yang luar biasa dalam membentuk opini dan mempengaruhi khalayak, potensi ini seharusnya bisa disadari kalangan pesantren untuk mengembangkan misinya sebagai lembaga pendidikan dan lembaga dakwah Islamiyah, bukan hanya puas dipakai sebagai "alat" propaganda pihak lain. Dalam hal ini pesantren bisa menata kegiatannya yang berhubungan dengan pengembangan masyarakat,

mempelopori kegiatan bakti sosial, pelayanan umum dan menggagas kemajuan bagi masyarakat dengan santri sebagai pilarnya. Selain ia juga harus bisa mewakili masyarakat dalam membaca peluang usaha, peluang kegiatan dan permasalahn yang ditemui dimasyakat untuk kemudian dikomunikasikan kepada pihak yang berwenang. Jadi kalangan pesantren tidak saja menjadi komunikator

249

pemerintah, namun sebaliknya juga menjadi komunikator masyarakat terhadap pemerintah baik pusat maupun daerah, hingga tercipta hubungan yang sinergis. Selain peran sebagai agen pembangunan, dari sudut perekonomian masyarakat, pesantren membantu meningkatkan pendapatan mereka, lapangan kerja yang bisa direkrut pesantren seperti; pekerja bangunan, juru masak, sopir, bagian kebersihan, suplayer kayu bakar, binatu, produk makanan ringan (jajanan) jasa transportasi bahkan sampai tukang cukur. Lingkungan masyarakat disekitar pesantren besar relatif maju. Dari sudut ini pesantren bisa membangkitkan gairah hidup berwira usaha dan perokonomian masyarakat. Dari sudut kesehatan, pesantren bisa melakukan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, dalam bentuk penyuluhan hidup sehat, dalam hal ini biasanya mengakses dinas kesehatan setempat dan mengumpulkan masyarakat di kampus pesantren, bentuk lain juga bisa dilakukan dengan membuka poliklinik untuk melayani pengobatan dengan biaya terjangkau. Apa yang

dilakukan Pesantren Modern Al-Iklash Ciawilor Kuningan misalnya, setiap hari kerjanya Poskestren rata-rata melayani 10 pasen perhari dengan biaya yang cukup ringan (Rp.5000,_) pe kunjungan. Bentuk lain juga bisa menjembatani anatara masyarakat dan dinas kesehatan berupa penyampaian informasi dan kondisi kesehatan di masyarakat sekitarnya. 2. Masyarakat Terhadap Pesantren Masyarakat --terutama masyarakat muslim-- adalah pemilik pesantren, yang pengelolaannya dipercayakan kepada para kyai dan ustadz, tugas utama

250

dari masyarakat adalah memelihara dan menjaga kelangsungan hidup pesantren dengan berbagai cara baik moril maupun materil. Di desa-desa biasanya pesantren senantiasa mengkomunikasikan rencana-renacananya kepada masyarakat, dan dari situlah tercipta kerjasama yang "unik" kehidupan gotong royong dalam menghadapi kepentingan bersama. Bentuk sokongan dari masyarakat terhadap pesantren besar biasanya terungkap dalam kebanggaan dan penyebaran "informasi baik", meminjam istilah pak Amal Fathullah 'menciptakan kesan baik" dari mulut ke mulut, ini sangat

membantu pengembangan pesantren di masa datang. Perhatian dan rasa memiliki masyarakat terhadap pesantren tersebut harus senantiasa dikembangkan sebagai pilar kelangsungan hidup lembaga, berbagai cara bisa dilakukan dengan membuat kegiatan -kegiatan yang dirasakan meaningfull oleh masyarakat. Menjalin silaturahim antara pengelola pesantren dengan masyarakat, mengadakan pembinaan generasi muda, baik latihan-latihan kewirausahaan atau kegiatan lainnya, sebagai ilustrasi, Buya Saiful Azhar di pesantren Al-Basyariyah Margahayu Bandung misalkan menghimpun dan

memfasilitasi ojek motor, demikian para kyai yang aktif melayani kegiatan di masyarakat seperti tahlilan, kenduri dan tradisi masyarakat lainnya. M. 1. Pesantren Dan Negara

Negara Terhadap Pesantren Negara adalah negara kita, dan pesantren mempelopori kegitana pembentukan negri ini. Pertanyaannya adalah mungkinkah pesantren berniat

251

menghancurkan negara yang dibangunnya sendiri, yang telah menelan banyak korban baik dari santri maupun kyai pada saat perintisannya? Jawabannya pasti tidak mungkin, tapi kalau berperan sebagai kontrol sisial itu bisa terjadi bahkan harus. Menurut hemat penulis apa yang dilakukan pesantren adalah sebatas kegiatan kontrol sosuial terhadap pemerintahan, walau nampak keras dalam segi ucapan atau kritikan tapi tidak dalam bentuk kegiatan makar. Berdasarkan pada kenyatan bahwa pesantren jauh telah lahir sebelum negara ini berdiri, maka tuduhan pesantren sebagai sarang teroris dan tuduhan miring lainnya tidak bisa begitu saja dilontarkan terhadap pesantren. Ada perbedaan yang mendasar antara kegiatan jihad pesanatren masa penjajahan dengan pasca kemerdekaan. Jika pada masa penjajahan, pemerintah (penjajah) melihat pesantren sebagai anacaman, karena pesantren mengobarkan semangat kemerdekaan, jika cara pandang lama tersebut dipakai pasca kemerdekaan menjadi lucu dan menggelikan. Pada pasca kemerdekaan orientasi jihad pesantren adalah amar ma'ruf dan nahyi munkar, menyerukan kebaikan dan mencegah terjadinya kemunkaran. Kegiatan ini dilakukan baik melalui komunikatornya ustdaz maupun kyai atau oleh para santri sendiri. Dari sudut pembinaan masyarakat sebenarnya yang terjadi justru pesantren membantu negara dalam pendidikan dan pembinaan ma syarakat. Ada semacam pembagian tugas dalam mengatur negara. Karena pola hubungan tugas seperti di atas, maka sikap negara terhadap pesantren hendaknya memandang dan bersikap sebagai partner bukan lawan.

252

Sebagaimana diungkap dalam berbagai tema terdahulu. 2. karena kiriman biaya pendidikan (SPP & uang jajan) akan mengalir dari berbagai daerah kepada daerah lokasi pesantren. 253 . mengesampingkan kompetensi dan 59 Masih segar dalam ingatan bagaimana Orba memperlakukan di masa awal dan menjelang akhir pemeintahannya. masa sekarang ? wait and see. hampir mau memojokkan pesantren namun menjelang akhir mencoba meraih. dan pembangunan sejalan dengan peran dan fungsi suatu lembaga dalam suatu negara. karena keberadaan santri dari berbagai wilayah misalnya menghidupkan perekonomian daerahnya.59 Selain sikap kerja sama. nampak sekali pesantren membantu pendapatan daerah. Pesantren Terhadap Negara Sampai saat ini yang bisa dipotret aadalah kenyataan bahwa pesantren sama dengan lembaga pendidikan lainnya berperan aktif adalm membangun negara terutama dari sektor pendidikan. pesantren membantu negara dalam sektor ekonomi. selain juga akhirnya sering mendahulukan sertifikat. pemerintah juga harus mulai mengembangkan wacana sekitar legalitas.Dan senantiasa ikut memperjuangkan keberadaan pesantren baik moril maupun materil. Bahkan bagi pemerintahan daerah. pendidikan. secara statistik akan nampak tetertinggalan Indonesia dari segi pendidikan. apada awal cenderung menjauihi dan pada masa pertengahan menuju akhir cenderung mendekati. dengan tidak mengakui legalitas para santri dalam hal pendidikan. pada masa reformasi saat Megawati berkuasa.

Mass Media Processes and effects. Pesantren Rembang .1 254 . pendirian radio serta pendirian stasiun TV 60 Leo. Cirebon. Jeffres. majalah dan buku. koran tabloid atau buku.Gontor. Pesantren Dan Media Massa Yang dimaksud media massa di sini adalah media massa dalam kerangka Ilmu Komunikasi. Rembang. (Illinois: Wapeland Press. Gresik. televisi. surat kabar. Posisi pesantren dihadapan media massa bisa berperan sebagai pelaku. Manonjaya. tapi lebih dari itu suatu medium yang berlaku secara massal dan dapat membawa pesan dari seseorang kepada ribuan atau jutaan orang sekaligus. secara ikonik pikiran kita akan langsung mengingat Pesantren Tebu Ireng. Boundowoso. Inc. radio dan film.Selain itu keberadaan dan keberhasilan suatu pesantren seringkali mengangkat 'keharuman" nama suatu daerah dan menjadikan daerah tersebut di kenal baik secara nasional maupun internasional. Buntet. yaitu suatu alat yang memungkinkan untuk membawa pesan bukan saja dari satu orang kepada yang lainnya seperti telepone atau telegrap. Ciamis. Namun sekarang --sejak tahun 1997an-. Sebut saja satu kota Kediri. Tasikmalaya. Ciwaringin dst.bisa ditambahkan lagi dua media elektronik yaitu internet d an telepone seluler. Cipasung . Ponorogo. serta tiga media elektronik. Lirboyo. dengan penerbitan majalah. 1986).W. Jombang.60 Sedikitnya ada enam (6) media yang dimaksud pembahasan ini yaitu tiga media cetak. N.h.

biasanya berupa laporan kegiatan tahunan di pesantren tersbut untuk diinformasikan kepada santri atau wali santri bahkan lebih luas lagi kepada khalayak dan para alumni. buku pelajaran. serta buku-buku Aagym dari Daru Tauhid Bandung. konten dari media tersebut. bisa juga menjadi objek. Selain penerbitan buku juga pesantren bisa bergerak di bidang broadcasting atau penyiaran baik TV maupun Radio Siaran. Sebagai contoh kamus Al-Munawir dari Krapyak Yogyakarta. biografi. ada beberapa pesantren yang menerbitkan kegiatan berkala secara priodik tahunan atau semesteran. Gontor dengan Swargo FM begitu juga pesantren lain seperti Pesantren Suryalaya Tasikmalaya juga sudah mulai merintis Radio Siaran. Bisa juga menjadi pemerhati atau kontrol terhadap media. begitu juga Daruttauhid Geger Kalong Bandung dengan MQ FM dan MQ TV-nya At-Tahiriyah Jakarta dengan Radio FM- Nya. Amtsilah Tashrifiyah dari Jombang. beberapa pesantren juga telah menjadi pelaku media dengan penerbitan majalahnya seperti Al-Muslimun dari Bangil. sebagai pelaku media. Selain yang bersifat intern atau laporan tahunan. 255 . Suara Hidayatullah dari pesantren Hidayatullah di kalimantan. Ini sudah dilakukan oleh Persantren Modern Al-Ikhlash Kuningan dengan Radio DM Fm-nya. Berkaitan dengan yang pertama.. belakangan ini Majalah Gontor dari Pondok Modern Daarussalam Gontor. kamus. Sebagai pelaku juga dalam bentuk penerbitan buku -buku bacaan untuk umum baik materi dakwah. kumpulan doa-doa dan buku populer.

Kini pesantren sudah mulai menjadi pemain dalam hal media massa. ini biasanya dihubungkan 256 .com dan lainnya.Lebih jauh lagi Daru Tauhid Bandung selain menyediakan layanan pesan-pesan dakwah dengan Radio dan Produksi TV. Di dunia maya ini sudah banyak yang memiliki alamat web sendiri.com. menentukan berita dan menyajikan pilihan bagus bagi pengguna media (user).myquran.Radio Surat Kabar Dll). Kedua sebagai objek atau konten media. tidak saja bertindak sebagai objek dan menjadi konten media tapi lebih jauh sudah bisa membuat format media. Dapat dikemukakan misalkan www. Selain web site yang dimiliki dan diselenggarakan sendiri oleh pesantren juga ada portal pesantren yang dikelola oleh alumni pesantren atau mereka yang peduli terhadap studi Islam melalui web. untuk memberikan informasi pesantren dan kegiatannya kepada halayak di satu sisi untuk memberikan pelayanan dakwah di sisi lain dengan servis jaringan informasi yang diberikannya.com. koran radio atau tv. pesantren juga telah melangkah pada media modern seperti internet. DT juga sudah mulai menyediakan layanan dengan download menu MQ melalui telepon seluler dan mailing list. www. Selain itu juga ada yang dirintis dibawah bimbingan KH Mustofa Bisri dengan alamat www.pesantrenonline. portal milik telkom yang berisikan direktori pesantren diskusi dan informasi keislaman.pesantrenvirtual. Selain media modern konvensional (istilah untuk TV. pesantren biasanya mengisi pemberitaan atau penyiaran majalah.

Ketiga sebagai kontrol media. Alasan inilah hingga penulis menyebut acara tersebut sebagai out bound. sekitar pukul 8. KH. Para peserta dari berbagai kalangan memenuhi arena out bound. Hasan Abdullah Sahal.dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pesantren tersebut.halaman muka kampus putri 2. pesantren biasanya berperan mengkritik konten media yang dinilai tidak sejalan dengan norma agama dan merusak generasi bangsa. Tidak ada pendaftaran secara resmi ke panitia. berikut ini catatan pengalaman penulis yang berhubungan dengan kontrol media yang dilakukan pesantren. dan puncak kedatangan peserta terjadi pada tanggal 29 oktober malam. karena semua peserta dengan ikhlash melepas 'aktivitas keseharian dan menanggalkan atribut mereka' 257 . selain booking di Bapenta. undangan tersebut dimaknai penulis sebagai undangan out bound di halaman Pesantren Gontor Putri 2 dengan peserta tidak kurang dari 1000 orang. Setelah terlebih dahulu berterima kasih atas kedatangan para peserta yang telah lama hadir di lokasi dengan meninggalkan berbagai macam kesibukan dan atribut keseharian mereka. acara out bound nampaknya meriah. beliau adalah Ust. Pada tanggal 30 September pagi suasana tegang menyelimuti peserta yang terdiri dari calon santri wati dan walinya.00 WIB penceramah yang ditunggu tiba di temapt. yang mulai berdatangan sejak tanggal 25 September untuk berkemping di sana. setelah dipersilahkan beliau menaiki podium dan mulai menyampaikan pesan-pesan kepada peserta. Semakin banyak kegiatan yang dilakukan semakin banyak juga pesantren menjadi konten media. Hikayah ini terjadi saat penulis menerima undangan untuk penjemputan santri wati tanggal 2 Oktober 2004 yang lalu.

ada juga yang dibangun atas dasar niatan yang lainnya. ini dengan intens beliau lakukan dan senantiasa dikomunikasikan bukan saja pada acara out bound tadi. dan memilih lembaga pendidikan harus selektif. "inilah tontonan kita. kemudian pembicaraan mengarah kepada perbandingan pondok pesantren. Ada beberapa poin yang dismpaikan penceramah pada acara tersebut -sebagaimana biasa denga gaya jenakanya beliau mampu memukul sambil menghibur-pertama beliau mengemukakan bahwa lembaga pendidikan Islam harus bonafid. Sembari menyimak apa yang disampaikan beliau. menurut beliau sekarang ini semakin banyak bermunculan ponpes. semuannya disuguhkan kepada masyarakat.untuk merasakan. sampai pernyataan ini penulis mulai deg-degan apa gerangan yang akan muncul untuk perbandingan? Ternyata yang dimaksud ma'had dlirar versi beliau adalah AFI (akademi fantasinya Indosiar) dan Indonesian Idolnya RCTI serta pemilihan Abang dan Nona atau sejenisnya. ini terlihat dari air muka para peserta yang berseri-seri dan bersemangat. kenakalan berfikir penulis terus saja mengomentari apa yang beliau sampaikan. dari iklan 258 . ada yang dibangun atas dasar ketaqwaan dan tanggung jawab terhadap Islam. ma'had dliraar. kemudian pada perjumpaan tahun berikutnya di Cirebon tahun 2002 saat itu beliau didampingi Ust. Akrim dan Samsul Hadi Untung. Saat penulis bertemu di Bandung beliau juga mengomentari Megawati. beliau mengomentari tayangan TV. melakukan juga hal yang sama. dan yang paling menarik adalah analisis Pak Kyai terhadap media terutama media TV. menyimak dan mendengar serta mengamati dengan suasana kegembiraan yang penuh.

atau agen tertentu? Mneurut hemat penulis power di sini adalah pasar. Teori Triple S: Puncak dari berbagai komentar itu didapat penulis saat aout bound di Mantingan. ya kita harus jadi pemain. saat itu belaiu mengajukan --penulis menyebutnya -. Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang dimaksud "power" yang membiayai itu? Organisasi. kemudian penonton dengan selera menengah berada di atasnya and even fewer with highbrow tastes. ini untuk menyifati berbagai tayangan horor dan misteri yang senantiasa menghiasi layar kaca sekitar kita. de-humanisasi dan deislamisasi. yang kita lakukan ini. Saat itu penulis bertanya. 259 . Akrim berkomentar. dan yang teraakhir Sex. padahal jawaban yang penulis harapkan saat itu adalah. fewer with middlebrow tastes. ia mengajukan teori bahwa ada pembagian selera penonton yang dianut oleh media : a large base of people with lowbrow tastes. pertama syirik. terakhir penonton dengan selera tinggi berada diatas selera medium (digambar sebagai piramida. tapi Ust. Dengan ketiga tayangan berformat seperti itulah "jamaah" di garap setiap harinya. Pada tahun 1970 De Fleur mengadakan penelitian tentang sistem media di AS. 'ente.teori media triple S. pembalut wanita dan kosmetika. ngurus pondok" (baca dengan intonasi beliau). semakin parah" . dengan mengngunakan tiga S. kalau benar pasar berarti power ada pada masyarakat secara umum.makanan sampai ke iklan sabun. menurut beliau semakain banyak program yang dilakukan maahid dlirar. Menurut teori ini ada suatu "power" yang membiayai tayangan seperti itu dan sengaja dilakukan dalam rangka de-moralisasi. penonton dengan selera rendah dengan jumlah yang sangat banyak. solusinya. perorangan. solusinya gimana? Beliau hanya menatap. dari atas kebawah. kedua Sadisme.

pemerintah dan lembaga swasta. rekomendasinya adalah bagaimana menyelesaikan pemilihan sistem media dalam kontek Indonesia. dengan menyajikan tontonan selera rendah karena pertimbangan pasar dan bisnis.selera tinggi. apakah pasar bebas atau tanggungjawab sosial. cara makan anak-anak ynag dipertontonkan oleh stori iklan misalkan masih sangat berlawanan dengan etika makan yang diajarkan keluarga. artinya media dikontrol oleh khalayak penonton. Artinya tayangan yang berisikan selera rendah akan lebih banyak menghiasi layar media ketimbang tayangan yang berisi selera menengah dan selera tinggi. Memang ada sitem lain yang dipakai media seperti sistem tanggungjawab sosial. 'give the public what they want'. Inilah jurang yang harus diselesaikan. Dalam UU Pers nasional ada aturan tentang perikalanan yang 260 . sekolah atau pesantren. Sebagai kelanjutan dari teori Pak Kyai Hasan yang penulis sambung dengan teori De Fleur untuk menyelesaikan "power" tadi . medium dan rendah). Dari sini nampak bahwa apa yang dijalani oleh pelaku media TV terutama -walau tidak semuanya-. demikian juga halnya dengan cara duduk atau tingkah laku lainnya. Maka tidak heran jika dalam sistem pasar bebas out put dari media akan sesuai dengan proporsi penontonnya. kalau melihat dibentuknya KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan Dewan Perss nampaknya akan mengarah ke sistem tanggujwab sosial namun di lapangan para praktisi media menggunakan sistem pasar bebas.di Indonesia lebih berhaluan kepada pasar bebas. tapi bagaimana dengan stori-strori iklan. lembaga pengontrol itu relatif belaum berfungsi. Karena dari merekalah diharapkan "media" dapat keuntungan secara finansial. kasus BCG yang diprotes MUI sudah menunjuk ke arah kontrol media. namun untuk kasus Indonesia.

pak Hasan mengajak untuk aktif menganalisis media. ajaran ini penulis ingat suatu saat ketika al-marhum KH. serta bertentangan dengan rasa kesusilaan masyarakat (Pasal 13:I). Perusahaan iklan dilarang memuat iklan yang berakibat merendahkan martabat suatu agama dan atau mengganggu kerukunan hidup antarumat beragama. Imam Zarkasyi berpidato di hadapan para santri di BPPM. sehingga "pesan" yang diterima dari hasil nonton bisa berbalik menjadi positif. Teori Penonton Versi KH Imam Zarkasyi: Gambaran di atas mencerminkan praktek 'menonton" tv dengan aktif. Ajaran yang sama juga diwarisi Pak Syukri:"masa. artinya kita yang memprogram informasi (seeking information theory) bukan kita yang diprogram media. "saya juga nonton tv tapi saya. pilih-pilih saya nonton "Dunia Dalam Berita".mungkin bisa dijadikan payung pergerakan kontrol media. beliau katakan. santri gontor tidak nonton even sebesar EURO" arahannya adalah santri Gontor harus tanggap dan peduli dengan sekeliling. termasuk juga aturan tengan penyiaran yang berlawanan dengan agama yang berbunyi: Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah. 261 . artinya informasi yang disuguhkan media tidak mampu memberikan "pesan" sebagaimana yang dikehendaki malah sebaliknya menjadi konfrontatif dan melahirkan kritik. berangkat dari realitas yang ada yakni konten media melahirkan teori triple S. Pernyataan di atas jika dihubungkan dengan diskusi kita bersama pak Hasan ada kesinambungan pak Zar mengajarkan santrinya untuk menjadi penonton yang aktif tidak pasif. kalau film-film sih buat pembantu" maknanya kurang lebih begitu. (Pasal 5:1).

bukan hanya santri tapi juga wali santri dan masyarakat. selain suasananya yang membuat penulis memilih istilah tersebut karena misi Gontor untuk dakwah dan mendidik. Penyebaran ilmu pengetahuan selain dengan melalui pendidikan formal di kelas-kelas. juga melalui penyiaran publik bisa mulai dilirik pesantren. ini sangat diperlukan. sisi kemasyarakatan dan kesejahteraan. radio. para peserta nampaknya aktif dan merasa sebagai nara sumber paling kompeten dalam wasfu Gontor (mendiskripsikan Gontor). Mengingat di abad 21 tidak bisa melepaskan diri dari ketergantungannya kepada media. buku serta media lainnya yang semuanya bisa diakses kapan dan di mana saja. ada juga sisi dakwah Islamiyah yang lain. oleh siapa saja--sementara Islam dan Al-Qur'an di sisi lain sering disebut-sebut sebagai agama yang cocok 262 . Melalui pembahasan Bab ini tergambar ke mana arah pesantren di masa yang akan datang. idealnya setiap pesantren bisa memiliki media masa sendiri. dunia dewasa ini dipenuhi oleh berbagai media sperti televisi.Sebetulnya masih banyak oleh-oleh dari Mantingan saat mengikuti out bound di sana. sisi lay out bangunan fisik. film. Acara yang penulis sebut out bound adalah acara pengumuman kelulusan di Mantingan. majalah. Terobosan-terobosan beberapa pesantren untuk menjadi "pemain" dalam berbagai sektor harus sudah mulai disosialisasikan dan diadopsi oleh pesantren yang ribuan banyaknya di Indonesia ini. ada sisi ekonomi. surat kabar. seperti perambahan pesantren terhadap media massa. seperti semangat calon wali santri saat menginformasikan tentang Gontor kepada siapa saja yang dijumpainya. bukan hanya masalah media saja.

untuk segala zaman. We experience things vicariously or indirectly and people around us share those experience and have others of their own". news paper. up-to-the-minute. Modern di sini berarti: current. antonym: old-fashioned. our environments change. Baran mengawali tulisannya tentang media sebagai berikut: " The mass media play a large and growing role in how we spend our time and live our lives. radio. fresh. 1984) h. (Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company.62 Maka dakwah Islamiyah dan pendidikan serta pembinaan ummat harus bersifat multi dimensi --tak terkecuali melalui pemanfaatan media. film. as we devote more time to interacting with the mass media: television. Stanley. and books. Media menjadi suatu yang tak terelakkan sebagai produk peradaban modern. modern-day. new. present. Stanley J. J. and Society. magazines. Inc. Jadi peradaban modern berarti peradaban masa kini yang kemajuannya bisa dilihat dan dirasakan.61 Ia bisa menemui siapa saja dan menyampaikan informasi baik yang dikehendaki maupun yang tidak dikehendaki. recent. Symbols. Self. up-to-date. 62 Baran. 1 61 263 . prevailing.

Kepemimpinan dalam komunitas pesantren nampak berfungsi sebagai "pemimpin" yang senantiasa membina. Dikatakan miniatur masyarakat karena kegiatan yang ada di pesntren kalau diperhatikan merupakan suatu proses pembelajaran sekaligus pengamalan nilai-nilai keagamaan dengan berbagai tantangan dan proses penyelesaiannya.atau mumpungisme. ada fungsi kontrol dan wibawa dalam kepemepinan yang tergambar dalam kehidupan sosial pesantren. tradsisi "pembiasaan di pesantren" menjadi suatu hal yang menarik sebagai miniatur masyarakat. 264 . Kalau para ilmuwan sosial untuk menarik teori-teori sosialnnya tidak memiliki laboratotium.bukan pada pendahuluan kepentingan sendiri --me first generation-. proses penjalanan hukuman dan mekanisme penjalanan hukum juga merupakan miniatur keadilan atas dasar keikhlasan yang berorientasi pada kontruksi tingkahlaku dan perbaikan. juga sebaga laboratorium sosial kemasyarakatan. Yang ada hanaya usaha-usaha memperbaiki dan mendamaikan bukan sebaliknya.BAB VIII PENUTUP Pesantren adalah asset ummat dan bangsa yang telah mengakar selama ratusan tahun dan berjasa dalam pendidikan dan pengembangan ummat. Dari segi norma ajaran juga mencerminkan adanya norma yang berlaku dan dipatuhi oleh para santri dan ustadz sebagai anggota masyarakatnnya. mengayomi dan mengarahkan anggotanya. ia juga telah melahirkan banyak pemimpin dan pelopor di masyarakat. Selain sebagai kantong pertahanan dan penyebaran agama.

Katakanlah ekonomi untuk sarana perbaikan ibadah dan kelangsungan hidup. pada tanggal 14 September 2004 HU Mitra Dialog menurunkan sebuah profil pesantren Daarul Mukhlisin Cisantana Cigugur Kuningan dengan ungkapan pak kyai (Drs H Yayat Hidayat )mengajar ribuan 265 . Media pemebritaan juga untuk pendidikan anggota masyarakat bukan untuk pemuasan nafsu atau keinginan. sehingga semua pemikiran kegiatan diarahkan secara terpusat pada pencapaian tujuan. penegakkan hukum. aturan diciptakan untuk perbaikan. Tatanan masyarakat ideal baldah tayyibah wa rabun ghafuur jika dikaitkan dengan situasi pesantren di atas nampaknya bukan suatu yang mustahil dan bisa direalisir. tujuan yang sama dan bekerja sama untuk mewujudkan cita-citanya. pembicaraan apakah diskusi. semua kondisi. asalkan sarana dan prasarana terpenuhi baik yang bersifat aturan. Asalkan semua yang terlibat baik dari pimpinan hingga pengelola dan anggota masyarakatnya memiliki semangat yang sama. baik tindakan maupun pembicaran diarahkan untuk mendidik dan memperbaiki. pengelola dan pimpinan bertujuan untuk memperbaiki dan membina.Semua itu mengindikasikan bahwa sebenarnya masyarakat yang terartur dan suasana ibadah bisa tercipta dalam suatu komunitas baik kecil maupun besar. seminar dan musyawarah berorientasi pada perbaikan bukan pada kemenangan kelompok maupun individual. Jadi tugas pesantren ke depan adalah memperluas medan dakwah dan pendidikannya tidak hanya dalam komunitasnya saja tapi dengan menciptakan komunitas "santri maya" yang bisa jutaan orang jumlahnya dan menyebar diseluruh Nusantara dengan media massa sebagai sarananya. pelaku kontrol dan dasar kehendak untuk melakukan perbaikan tersedia dan dijalankan. asanya adalah mshlahat untuk umum.

Dewasa ini kalau pesantren diam. itu bisa dilakukan karena populasi penduduk masih sedikit. ketika dikomformasi pihak Redaksi menyatakan" Kan punya radio yang didengar ribuan orang". bermula dari tradisional dalam arti sesuai kebutuhan pada masanya. masyarakat luas siapa yang membina? Siapa yang akan mengisi perpustakaan? Dengan materi bacanaan macam apa? Siapa yang menyapa masyarakat? Bagaimana mereka disapa. tidak bergerak dan bermain dalam dunia media dan informasi.santri. dan serangan-serangan informasi negatif belum gencar sebagaimana sekarang. 266 . kemudian dikembangkan dengan perbaikan metodologi dan materi dengan sistem klasikal dan perluasan materi / bahan ajar dengan penambahan pengetahuan umum disebut pesantren modern. menuju ke arah mana mereka dibawa? Maka pesantren harus merekontruksi dirinya sebagai pembaruan generasi ke tiga dengan memperluas medan garapan dan membuat komunitas santri maya. maka garis pembaruan pesantren menjadi: Tradisional Modern Post Modern 63 HU Mitra Dialog edisi 14 September 2004. sementara penulis tahu kalau jumlah santri di situ cuma sekitar 60 orangan.63 Dengan singkat dapat digambarkan aspek pembaruan yang terus-menerus bisa dilakukan pesantren. pada saat itu kegiatan dakwah pesantren hanya sebatas menunggu memproduk alumni sebagai calon anggota masyarakat dan diharapkan bisa mewarnai masyarakat dengan sistem nilai dan bekal yang didapat.

Ukuran jelas tak jelas Kejuruan jika ada Kejuan berbagai Kejuruan menjadi terpokus pada profesi dan meluas dengan pertanian kecakapan munculnya pfosesi baru Gambaran pembaharuan dengan ketiga istilah di atas hanya untuk menunjukkan perkembangan yang sejalan dengan time lines (waktu) karena praktenya baik yang tradisonal maupun modern sebagaimana diungkap pada tabel tipologi pesantren pada BAB IV menunjukkan adanya variasi sistem. Sama dengan sistem Arab bahasa Irab Inggris modern Komunitas kecil/ Komunitas luas Komunitas luas tak lokal Ukuran jelas terbatas . penerbitan. media elektonik Pelajaran tambahan: public speaking.Dalam nentuk tabel bisa dilihat sebagai berikut ciri-ciri umum perkembangan tersebut yang menggambarkan inovasi pesantren sesuai dengan perkembangan pola kebutuhan masyarakat dan ketersediaan sarana dan situasi politik. Dan semuanya sejalan dengan kemajuan 267 . Bahasa Indonesia. manajemen dan pemanfaatan teknologi Bahasa lokal.Ukuran terbatas /maya. Pelajaran tambahan :ilmu bela diri Modern19201990an Metodologi pengajaran dg sistimatika modern Kitab-kitab kontemporer dan penyederhanaan materi Media Modern alat bantu pelajaran. Cyber Media (internet) dan Broadcasting. penulisan ilmiah. bahasa lisan. Post Modern 1990Sekarang Sama dengan sistem modern Sama dengan modern sistem 3 Media elektronik. 4 5 6 7 Pengembangan dari modern sesuai perkembangan zaman. pembacaan teks. daerah. jurnalistik. Tabel Pembaruan Pesantren No 1 2 Tradisional -1920an Metodologi Tradisional Materi Kitab Kuning/ kitab klasik Media Tradisional: pidato.

Jadi pesantren post modern lebih bersifat pembaruan teknologi dan keluasan jangkauan serta berperan sebagai pelaku. Semua pembaruan tersebut adalah sebagai matarantai dari sistem tradisional yang memproduk para moderis. berperan sebagai 64 Istilah ini digunakan dalam pengertian sederhana. sedangkan perkembangan lainnya hanya sebatas pengisi acara atau penulis buku / artikel. 268 . sebagai pemilik dan penentu. karena melihat kebutuhan dan perkembangan dalam masyarakat. kediatan pesasntren yang merupakan babak baru dari kegiatan yang sebelumnya dan dinilai sebagai modern.teknologi dan perubahan kebutuhan manusia bisa juga melangkah menuju sitem post modern. pesantren sudah masuk pada posisi pelaku namun terbatas dalam bentuk penerbitan. dan sistem modern membentuk post modernis64 pesantren. Jadi tidak menunjuk pada aliran pemikiran tertentu dalam filsafat misalnya. PR kita saat ini adalah rumusan yang tegas mengenai pesantren post modern apakah kehadiran seperti ma'had Al-Zaytun di Indramayu atau Daaru Tahuid di Bandung bisa dikembangkan sebagai model pesantren post modernis paska modernisasi tahun 1920 an yang ditandai dengan lahirnya Pondok Modern Gontor? Allahuma amiin. Sementara pada pesantren modern.

Hasan Muarif Ambari. Esai-esai Pesantren. Cet. Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company. 1984. Cet. Yayasan Ali Ma’sum. Ismail SM (ed). 2001 . Yogyakarta. Djohan Effendi. Hamzah Haz. 1997 . Menggerakan Tradisi . Budhy Munawar Rahman. K. 2000. cet. Cet. Penerjemah Tajul Arifin dengan judul Kajian Al-Quran di Indonesia Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish shihab Mizan: Bandung. Agenda-Agenda Demokratisasi Pasca Orde Baru. Ta’lim al-Muta’alim Versi Imam Zarkasyi. Cet.ke-1. Imam Zarkasyi dari Gontor Merintis Pesantren Modern. Thara>iq al-Nabiy fi> ta'li>mi ashh}a>bihi Beirut:Da>r Ibnu Hajm. 2000. Stanley. Abd. Ahmad Wahib. (Jakarta. Baran. 1997 Amir Hamzah Wirosukarto. 1991. 1984 Eep Saifulloh Fatah. Jamrah dengan judul: Metode Tafsir Maudhu’iy: Sebuah Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Inc.. dan Madrasah. A. Konsistensi dan integritas Perjuangan. 1996 .ke-1. Cet ke-1 Haidar Putra Daulah.. Kamus Kontemporer Arab Indonesia.H. J. dan Masyarakat Madani. Hayy Al-Farmawi. IPNU. Bandung: Mizan. 1999). al-'Alimiy.. Islam Substantif Agara Umat tidak Menjadi Buih. Gagasan Islam Liberal Indonesia : Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. Suryan A. Popular Indonesian Literature of the Qur’an. cet. and Society. Pustaka Pelajar. 1998 Howard M. Greg Barton. Ponorogo. Ke-1 Azyumardi Azra. IPNU dan Tantangan Masa Depan. jakarta: Risalah Gusti. Bunga Rampai Pesantren Jakarta: Dharma Bakti. Pendidikan Islam. 1996 Hilmi Faisal. Sekolah. Cetakan I.ke-1. 269 . Mizan. Jakarta. Zaman Kesempatan. Paramadina. Jakarta : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Nanang Tahqiq. Jakarta:Georai Pratama Press. 2001. Penrj. Di Bawah Panji-Panji Ka’bah. Symbols. al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’iy: Dirasah Manhajiah Maudhu’iyah. PP. Historisitas dan Eksistensi Pesantren. (Penyusun) . 1995. Trimurti. Yogyakarta. Kontekstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah Jakarta: Mizan. cet I.Mukti Ali.ke-1. Yogyakarta. Demokratisasi.Daftar Pustaka Atabik Ali. cet. terj. ke-2 Abdurrahman Wahid. dan Abdurrahman Wahid. ______. 60 Tahun Dr. et. Self. Ponorogo : Gontor Press. 2000. 1994 Ahmad. Muhammad. 1997. 2001 Ahmad Tohari.Federspiel. Mas mantri Menjenguk Tuhan. LKiS.ke-1 Arif Mudatsir Mandan. Yogyakarta : PT Tiara Wacana. Menemukan Peradaban Arkeologi dan Islam di Indonesia.al.

Jakarta: Paramadina.14 September 2004.com www. Jakarta : P3M. Paikologi Pembelajaran & Pengajaran.. 1986 Mastuhu. Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Perguruan Tingi Pesantren.(Jakarta: Inis. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.1999. LP3ES. Gramedia. Purwadarminta. 1995.S. M. Jakarta.W. Cet. Pesantren dan Perubahan Sosial. Jakarta : Biona Aksara.Karel A. cet-ke1 M. 1995. 88 Mahmud Yunus. Pembaharuan Sistem Pendidikan Pesantren.Jakarta:LP3ES. Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum. Mass Media Processes and effects.VII Ridin Sofwan. Sejarah pendidikan di Indonesia.2004 Wahjuetomo. 1995. hal. l996 .Arifin.al-ikhlash. Jakarta.et www. Steenbrink. 1996 . M. Syamsuddin Haris. PT.. Bandung : Mizan. Muhammad. 1985 . Dinamika Pendidikan Pondok Pesantren. Jakarta: Hidakarya. Pesantren Madrasah Sekolah Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. Wawasan Al-Qur’an. Jakarta : Bina Aksara. Surya. 1994. Jakarta : PT Cemara Indah. Illinois: Wapeland Press. ______. Tradisi Pesantren. 1985). Cet. 1997 . Cet.darunajah.al. Kafrawi. Cemerlangnya Poros Tengah.gontor. Muhammad Arwani. 1997 Cet. Dawam Raharjo (ed). Habib Chirzin. Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia. Denyut Nadi Santri.1990.ke-1. Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. P3M. 2000 . PPP dan Politik Orde Baru.com www. Quraish Shihab.tokohindonesia. 1984) cet. ______ Membumikan Alquran: Fungsi dan Peran wahyu dalam kehidupan Masyarakat Bandung: Mizan. 1997 Republika. HU Mitradialog Selasa 11 Januari2004.. Islamisasi di Jawa. ke-1. Zamakhsyari. Ke-1 Suharsono. et. Jakarta. Jakarta: Gema Insani Press. Forum Keadilan. M. edisi 4 Juni 1999 Leo. Jakarta: 1996. © 1993-2002 Microsoft Corporation. 1992. 1984 Zuhairini.ke-7. Pergulatan dunia pesantren. 50 Manfred Ziemek.com 270 . Cet. Jakarta: LP3ES. Jakarta. Sejarah Pendidikan Islam.J. Kamus Umum Bahasa Indonesia. 1991.Cet. PN Balai Pustaka. www. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003.pesantrenonline.ke-1. Jakarta: Paramadina. 1978 Kompas.ke-1 W.net www. Inc.ke-2. Islam Agama Peradaban: Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah. Yogyakarta: Tajidu Press. Jeffres. All rights reserved Nurcholish Madjid. 2 Desember 1998.hidayatullah. cet. 14 Desember 1998 Suplemen Ensiklopedi Islam II Ichtiar Baru Van Hoeve.ke-3. Cet. Parenial Press.ke-1.2001. Ilmu dan Agama dalam Pesantren. (Jakarta. Cet.com www.

Fak. Pengalaman Organisasi: 1.Sekarang : Komisaris Utama PT.go. : Alamat : Kampus Pondok Modern al-Ikhlash Ciawilor Ciawigebang Kuningan Jawa Barat. al-Ikhlash Ciawilor Kuningan 1979 KMI Pondok Modern Daarussalaam Gontor 1985 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.myquran. Tabiyah 1988-1989 Perintis dan Pemred Majalah Bahasa Arab alJkt. 2. Riwayat Pendidikan : 1. 1988 271 . 2. 2001 Tempat Tanggal Lahir: Kuningan 4 Desember 1966 Arab 1992 Nasyaath. 4. 3.pesantrenvirtual. Ketua Kosma B. Tata Taufik : Pimpinan Pondok Modern al-Ikhlash 1990. Radio Duta Muslim Kuningan 2000: Sekarang.Tarbiyah IAIN Syahid Departemen Penerbitan SEMA F. Pengajar Ianstitut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Suryalaya. Tarbiyah / B. IAIN SGD Bandung Program Pasca Sarjana.com www.id BIODATA PENULIS Nama Pekerjaan : M. Arab IAIN Syahid Jkt. Arab F.deptan.www. 3.1987-1988 MI. Kosma B.com www.

5. 1999- Jkt. 1989 Sekarang 272 .4. Pemred Majalah Gema Tarbiyah Fak Tarbiyah IAIN Pengurus Puskoppan Pesantren Jawa Barat.