P. 1
Pesantren

Pesantren

|Views: 1,113|Likes:
Published by Yayex Sri Bangsa

More info:

Published by: Yayex Sri Bangsa on Jan 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Pesantren Sebuah Diskripsi
  • B. Definisi Pondok Pesantren
  • C. Asal Usul Pesantren dan Sejarah Perkembangannya
  • D. Sistem Pendidikan Pesantren
  • E. Tujuan Pendidikan Pesantren
  • A. Literatur Pesantren
  • B. Penjenjangan Materi Pengajian
  • C. Materi pembelajaran
  • A. Sorogan
  • B. Wetonan atau Bandongan
  • C. Halaqoh
  • D. Hafalan atau Tahfizh
  • E. Metode Hiwar atau Musyawaroh
  • F. Metode Bahtsul Masa`il (Mudzakaroh)
  • G. Metode Fathul Kutub
  • H. Metode Muqoronah
  • I. Metode Muhawarah / Muhadatsah
  • A. KH. Imam Zarkasyi
  • B. K.H A. Wahid Hasyim dan Tebu Ireng
  • C. KH. Ahmad Dahlan DanPerguruan Muhammadiyah
  • Tabel Tipe Pesantren di Indonesia Pasca Pembaharuan
  • A. Potret Kegiatan Santri di Pesantren
  • Jadwal Kegiatan Harian
  • Jadwal Mingguan
  • B. Potret Asrama Dan Santri
  • C. Organisasi Santri
  • D. Potret Kegiatan PRAMUKA
  • E. Potret Kegiatan Belajar Santri
  • F. Tentang Ta'jir / Hukuman
  • G. Pola Hubungan Guru & Murid
  • Motivasi Religius
  • H. Santri: Sebuah Harapan Masa Depan
  • A. M. Quraisy Shihab
  • B. Nurcholish Madjid
  • C. Hamzah Haz
  • H. Bingkai Pesantren
  • I. Problem Yang dihadapi Pesantren
  • J. Medan-Medan Pengembangan
  • K. Pesantren Dan Ekonomi
  • L. Pesantren Dan Masyarakat
  • M. Pesantren Dan Negara
  • N. Pesantren Dan Media Massa
  • Tabel Pembaruan Pesantren
  • Daftar Pustaka

REKONTRUKSI PESANTREN MASA DEPAN

(Dari Tradisional, Modern, Hingga Post Modern)

Oleh Drs.H.Rohadi Abdul Fatah M. Ag Drs.M.Tata Taufik M.Ag Drs. Abdul Mukti Bisri, M.Ag

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN ____________________________________________1 A. B. Pesantren Sebuah Diskripsi_________________________________________2 Definisi Pondok Pesantren________________________________________14 C. Asal Usul Pesantren dan Sejarah Perkembangannya_____________________16 D. Sistem Pendidikan Pesantren_______________________________________20 E. Tujuan Pendidikan Pesantren_______________________________________24 BAB II MATERI PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN_____________27 A. Literatur Pesantren_______________________________________________27 B. Penjenjangan Materi Pengajian_____________________________________34 C. Materi pembelajaran_____________________________________________37 BAB III MENGENAL METODE PEMBELAJARAN PESANTREN________54 A. B. C. D. E. F. G. H. Sorogan_______________________________________________________54 Wetonan atau Bandongan_________________________________________64 Halaqoh_______________________________________________________70 Hafalan atau Tahfizh_____________________________________________73 Metode Hiwar atau Musyawaroh___________________________________76 Metode Bahtsul Masa`il (Mudzakaroh)______________________________78 Metode Fathul Kutub____________________________________________80 Metode Muqoronah_____________________________________________81

2

I. Metode Muhawarah / Muhadatsah__________________________________82 A. B. BAB IV ISYU-ISYU PEMBAHARUAN PESANTREN__________________85 KH. Imam Zarkasyi_____________________________________________86 K.H A. Wahid Hasyim dan Tebu Ireng______________________________92 C. KH. Ahmad Dahlan DanPerguruan Muhammadiyah__________________102 BAB V POLA PEMBERDAYAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN__120 A. Potret Kegiatan Santri di Pesantren________________________________120 A. B. C. D. E. Potret Asrama Dan Santri _______________________________________131 Organisasi Santri______________________________________________134 Potret Kegiatan PRAMUKA_____________________________________156 Tentang Ta'jir / Hukuman________________________________________163 Pola Hubungan Guru & Murid____________________________________166 H. Santri: Sebuah Harapan Masa Depan_______________________________168 BAB VII PROFIL ALUMNI PESANTREN____________________________261 A. B. M. Quraisy Shihab_____________________________________________188 Nurcholish Madjid_____________________________________________193 C. Hamzah Haz__________________________________________________207 BAB VII PESANTREN MASA DEPAN (POST MODERN) _____________222 A. B. C. D. Bingkai Pesantren_____________________________________________223 Problem Yang dihadapi Pesantren________________________________226 Medan-Medan Pengembangan___________________________________237 Pesantren Dan Ekonomi_______________________________________242

3

E. F. G.

Pesantren Dan Masyarakat____________________________________246 Pesantren Dan Negara________________________________________249 Pesantren Dan Media Massa___________________________________251 BAB VIII PENUTUP___________________________________________261 BIODATA PENULIS DAFTAR PUSTAKA

4

BAB I PENDAHULUAN
A. Pesantren Sebuah Diskripsi Dalam struktur pendidikan nasional, pesantren merupakan mata rantai yang sangat penting. Hal ini tidak hanya karena sejarah kemunculannya yang relatif lama, tetapi juga karena pesantren telah secara signifikan ikut andil dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam sejarahnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berbasis masyarakat (society based-education). Dalam kenyataannya, pesantren telah mengakar dan tumbuh dari masyarakat, kemudian dikembangakan oleh masyarakat, sehingga kajian mengenai pesantren sebagai sentra pengembangan masyarakat sangat menarik beberapa peneliti akhir-akhir ini. Kendatipun pesantren—atau popular pondok pesatren—merupakan kenyataan sosial yang sudah mapan dalam masyarakat Indonesia, namun tidak memperoleh perhatian dan intervensi yang signifikan dari pemerintah untuk mengembangkan ataupun memberdayakannya. Hal ini menjadikan pesantren tumbuh dengan kemampuan sendiri—yang pada akhirnya menumbuhkan varian yang sangat besar, karena sangat tergantung pada kemampuan masyarakat itu sendiri. Kadang, kesan yang muncul adalah bahwa pesantren merupakan lembaga yang eksklusif dan kurang mengakomodasi perkembangan zaman. Dalam sistem dan metodologi pembelajaran, misalnya, pesantren terkesan terlalu lamban bahkan acuh-tak acuh dengan berbagai temuan baru berkenaan dengan bagaimana sebuah lembaga pembelajaran serta kelompok "professional" di

5

Dalam bentuknya yang paling menarik. pesantren sampai saat ini harus dapat dibedakan dengan sistem pendidikan madrasah seperti dikenal saat ini. kendatipun sampai saat ini masih tampak lamban. Tetapi. berikut berbagai teori pembelajaran. learning technolology) yang menyediakan berbagai teknik pembelajaran yang dipandang efektif dan efisien. tetapi 6 . Pesantren adalah lembaga pendidikan masayrakat yang pada dasarnya tidak mengembangkan sistem madrasah dalam penyelenggaraan pendidikannya—jadi lebih bersifat informal. Adalah sebuah hal yang patut disyukuri lahirnya pendidikan madrasah di masyarakat—yang hal ini sekarang menjadi basis pesantren untuk mengakomodasi perkembangan itu. tanpa batasan-batasan artifisial dan formal seperti usia dan latar belakang sosial lainnya. Dalam hal pembelajaran. melahirkan apa yang disebut teknologi pembelajaran (educational technology. Perkembangan penelitian pembelajaran. dalam perkembangannya—dan ini karena pengaruh-pengaruh sistem sekolah modern—pesantren tidak hanya mempertahankan sistem pembelajaran informal. yang tetntunya hal ini sangat dipengaruhi oleh terbatasnya sumber-sumber belajar dan pusat sumber belajar yang dapat dikembangkan oleh pesantren. saat ini sudah muncul sebuah sistem—atau lebih tepat pendekatan—pembelajaran yang disebut dengan Quantum Learning yang berpasangan dengan Quantum Teaching. Kehadiaran dua pendekatan ini disebut oleh para tokoh pembelajaran sebagai indikasi terjadinya revolusi pembelajaran (learning revolution).dalamnya dapat terus menerus meningkatkan hasil-hasil pembelajarannya. misalnya. dalam arti masyarakat menikmati pembelajaran di dalam lembaga pesantren secara lues.

yang terus ingin mempertahankan corak konvensional pesantren sebagai lembaga pendidikan masyarakat. kendatipun belum dalam bentuknya yang paling terorganisir dan terstruktur. Sebagian pesantren. Sekarang. Bahkan. tetap saja tampak corak eksklusifnya karena 7 . sebagian pesantren dapat disebut sebagai lembaga pendidikan madrasah itu sendiri—sehingga menjadi identik pesantren dan madrasah— karena komponen pembelajaran informalnya hilang. Sistem madrasah ini sekarang justeru merupakan komponen pembelajaran yang dominan di pesantren. tetapi juga berkenaan dengan elan-vital pesantren tetapi juga persoalan akomodasional pesantren untuk mengakses masa depan. bukan hanya karena tuntutan modernitas. hanya dapat melakukan pembelajaran agama kepada masyarakat dengan cara kiainya mendatangi mushalla dan masjid tertentu di luar pesantren untuk memberikan pembelajaran agama. seperti dalam sistem sorogan—sudah menerapkan pembelajran individual.juga menganut sistem pembelajaran klasikal berupa madrasah. pesantren juga ingin menjamin survivalnya. Pembelajaran yang dikembangkannya sudah beralih dari pembelajaran massal kepada pembelajaran klasikal. Tetapi. terjadi semacam proses tarik-ulur antara mengedepankan citra konvensional dengan mengakomodasi perkembangan modern. Pesantren pada saat ini—dengan demikian—menjadi semakin eksklusif. Masyarakat umum tidak lagi dapat menikmat kesempatan belajar yang luwes di pesantren sebagaimana dahulu menjadi ciri pokok pesantren. Bahkan. jika diperhatikan dari sudut pandang pendekatan pembelajaran modern. pada dasarnya pesantren—dilihat dari sebagian cara atau prosedur pembelajarannya. Kehadiran sistem madrasah di pesantren tampaknya tidak terelekkan sifatnya. Namun.

Berbeda dengan pembelajaran agama konvensional. Hal ini karena organisasi sistem pembelajaran itu sendiri tidak terbentuk sebagaimana mestinya. terutama sebelum masa orde baru. setoran. daftar pelajaran. Sistem pembelajaran ini mempunyai karakteristik. rekruitmen. sampai evaluasi hasil belajar diatur secara terencana. Dalam pembelajaran pesantren konvensional tidak dijumpai komponenkomponen pembelajaran formal. muthalaah dan musyawarah. seperti daftar santri (peserta) pengajian. maka pendekatan yang sering dipergunakannya adalah pendekatan holistik. bandongan. desain pembelajaran. media pembelajaran. Dalam sistem madrasah. metode. terutama tidak menganut ketentuan-ketentuan formalistic dan procedural yang ketat. Mata ajaran yang diajarkan hanyalah ilmu-ilmu keagamaan—terutama dari kitab-kitab abad pertengahan yang dikenal dengan kitab-kitab klasik/kuning (al-kutub al-qadimah). Metode pendekatan yang berkisar pada sorogan.tidak menyediakan ruang dan kesempatan belajar massal di dalam pesantren. Sebelum menggunakan sistem madrasah. pembelajaran di madrasah dilaksanakan dengan sistem kelas (classical sistem) yang terorganisir dan terstruktur. cocogan. terukur dan terkontrol. dan tidak ada pula evaluasi hasil belajar. semua elemen penting pendidikan mulai dari kurikulum. dan setiap murid baru diperkenankan mengambil mata pelajaran berikutnya sesudah menyelesaikan mata pelajaran di tingkat sebelumnya. hal itu dibuktikan paling tidak dengan prinsip-prinsip 8 . pendekatan. Murid dikelompokkan ke dalam kelas-kelas. Jika ditinjau dari sistem pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren. pesantren memakai sistem pembelajaran konvensional.

proporsional. Kesederhanaan di sini adalah identik dengan kemampuan bersikap dan berpikir wajar. Mastuhu. sorogan dan hafalan. Hal itu juga tercermin dari kearifan kesederhanaan hidupnya sehari-hari yang menyiratkan semacam dan kesadaran transcendental. filsafat ini Memandang banhwa manusia dilahirkan sesuai fitrahnya dan perkembangan selanjutnya tergantung pada lingkungan dan pendidikan yang diperolehnya. Berbeda dengan masa setelah orde baru.1 yang memandang dipandang sebagai ibadah kepada Tuhan dan bahwa semua aktivitas pendidikan merupakan bagian integral dari totalitas kehidupan muslim. Pondok Pesantren walaupun dikategorikan 1 Yaitu pandangan yang menyatakan bahwa semua kejadian berasal.yang tercermin dari sistem pendidikannya. Dinamika Pendidikan Pondok Pesantren. maka para pengajar di Pondok Pesantren memandang bahwa kegiatan di pesantren sebagai ibadah kepada Tuhan. dan tidak tinggi hati. mendasarkan filsafat pendidikannya pada filsafat theocentric. sehingga belajar dan mengajar di pesantren tidak dipandang sebagai alat tetapi dipandang sebagai tujuan. sukarela dan dijadikan sebagai media pengabdian kepada sesama manusia dalam rangka mengabdi kepada Tuhan. berproses dan kembali kepada Tuhan. sehingga penyelenggaraan Pondok Pesantren dilaksanakan "di bawah bayang-bayang Tuhan". banyak Pondok Pesantren menyelenggarakan metode pendidikan seperti pendidikan yang formal—sekolah/madrasah—dan sistem konvensional: pengajarannya tidak lagi hanya berkisar pada bandongan. (jakarta: Inis. 1985) h. Implikasi dari prinsip tersebut. tetapi sudah menerapkan metode belajar mengajar seperti sekolah. 63 9 . Sebagai lembaga pendidikan. halaqah. Sistem pendidikan pesantren.

sebagai lembaga pendidikan tradisional. setidaktidaknya agar proses pembelajarannya lebih efektif dan efisien. sorogan diterapkan dengan cara setiap santri menyodorkan kitab kajiannya di hadapan kyai atau asisten kyai. Yang menjadi tantangan bagi pesantren saat ini adalah bagaimana pesantren mengupayakan pengembangan sistem dan metodologi pembelajarannya. Sistem sorogan ini termasuk penerapan sistem pembelajaran dengan pendekatan 10 . dalam arti pemberdayaan dan pemerkayaan. yang berarti menyodorkan atau menyerahkan. halaqah dan hafalan. mempunyai sistem pengajaran tersendiri. untuk selanjutnya sang kiai atau asistennya mengajar santri yang bersangkutan berdasarkan kitab yang disodorkannya itu. berasal dari kata sorog (bahasa Jawa). Sorogan. weton/bandongan. dan pengembangan keluar (external). Pengembangan pembelajaran di Pondok Pesantren ini juga dapat dibedakan dari dua poros. Sistem dan metodologi pembelajaran konvensional yang dianut pesantren pada umumnya berkisar pada varian-varian seperti sorogan. berarti pengubahan sistem dan metodologi yang berimplikasi pada disingkirkannya sistem dan metodologi yang tidak efisien dari sistem konvesional. yang berarti bahwa pesantren mengakomodasi sistem dan metodologi pembelajaran modern untuk melengkapi atau bahkan mengganti sistem dan metodologi konvensional. Dalam kenyataannya. yaitu pengembangan ke dalam (internal). atau. dan itu menjadi ciri khas yang dapat dibedakan dari sistem dan metodologi pembelajaran dilakukan di lembaga pendidikan formal. Pengembangan ini dapat berarti pemberdayaan dan pemerkayaan sistem dan metodologi pembelajaran konvensional.

Istilah Weton ini di Jawa Barat disebut dengan bandungan. Para kyai mengawasi. dan terjadi interaksi saling mengenal di antara keduanya. Sistem sorogan ini terbukti sangat efektif sebagai langkah inisiasi bagi seorang murid yang bercita-cita menjadi orang berilmu. Jawa) yang berarti waktu. Bahkan lebih dari itu. istilah weton ini berasal dari kata wektu (bhs. Metode weton ini merupakan metode kuliah. menilai dan membimbing secara bahasa Arab. dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kyai yang menerangkan pelajaran secara kuliah. baik dituliskan pada sisi kitab atau menyisipkannya di lembar-lembar catatan lain. Halaqah ini merupakan sistem kelompok kelas dari sistem bandongan. Weton/bandongan. Santri juga membuat catatan seperlunya. bahkan pendekatan spiritual dengan para santri. Seorang santri berhadapan dengan seorang guru. atau sekelompok siswa dengan formasi 11 . Penamaan metode ini mengikuti praktik nyata terjadinya pembelajaran dimaksud. Halaqah yang arti bahasanya "lingkaran murid". Dalam pengajian dengan metode Weton. sementara santri maksimal kemampuan seorang murid dalam menguasai mengikuti pembacaan kitan oleh kiai dengan melihat dan memperhatikan kitab-kitab yang mereka bawa masing-masing. misalnya sebelum atau sesudah melakukan shalat fardlu. pembelajaran dilakukan pada waktuwaktu tertentu. yang dilakukan dengan cara saling mendo'akan. Sistem ini memungkinkan seorang guru melakukan pendekatan-pendekatan personal. kedekatan personal kiai-santri dilengkapi dengan hubungan spiritual yang saling mendukung.individual.

yaitu yang hanya dapat dinikmati oleh segelintir siswa yang tergolong mampu menganalisis masalah dan mampu pula mengungkapkan hasil pikirannya secara lisan maupun tulisan. Sistem ini juga hanya dapat pandai dan yang lainnya hanya sebatas menghasilkan satu persen murid yang partisipan. dan bukan untuk mempertanyakan benar-salahnya apa-apa yang diajarkan oleh kitab. Salah satu alasannya adalah bahwa forum yang dibangun dengan metode halaqah itu sudah merupakan metode pembelajaran yang paling di andalkan dalam sistem pembelajaran siswa aktif. tentu saja lebih merupakan penilaian atas kenyataan penerapan metode halaqah saat itu. saat ini metode halaqah ini justeru harus diperkaya.2 Pendapat Mahmud Yunus di atas. 50 12 . h. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Aspek kritisnya bukan diletakkan pada kemampuan mempertanyakan normativitas isi kitab tetapi kemampuan berijtihad mengenai apa maksud yang diajarkan oleh kitab. Bila dipandang dari sudut pengembangan intelektual. Halaqah ini juga merupakan kelompok belajar dengan menggunakan metode diskusi tak-terstruktur untuk memahami isi kitab.duduk melingkar. atau kitab-kitab kuning lainnya.1990). (Jakarta:Hidakarya. 2 Mahmud Yunus. yang belajar di bawah bimbingan seorang guru atau belajar bersama dalam satu tempat. kitab Hadits. Diskusi berkisar pada persoalan apa kandungan atau hikmat pelajaran yang dapat diambil dari bacaan. Tetapi. menurut Mahmud Yunus sistem ini hanya bermanfaat bagi santri yang cerdas. baik dari sumber kitab al-Qur'an. rajin dan mampu serta bersedia mengorbankan waktu yang besar untuk studi ini.

tetapi harus juga melibatkan atau menyentuh ranah yang lebih tinggi dari kemampuan belajar. yang biasanya berupa perubahan kualitas-kualitas personal seseorang dalam belajar. Biasanya santri diberi tugas untuk menghafal beberapa bait dari kitab alfiyah. Sedangkan nurturent effect adalah hasil belajar laten yang diberoleh dari pembelajaran. metode hapalan yang diterapkan di pesantren-pesantren. hafalan sebagai metode pembelajaran maupun sebagai hasil 13 . Dalam pembelajaran al-Qur'an metode ini biasa disebut metode Tahfizh al-Qur'an. Metode hafalan juga sering diterapkan untuk pembelajaran al-Qur`an-Hadits. seperti belajar kemampuan cara menganalisis masalah dan kemampuan mengenai cara mengungkapkan pemikiran.Yang kedua adalah bahwa belajar dalam pandangan modern tidak hanya untuk mengejar pengetahuan sebagai hasil belajar satu-satunya. Jadi. hafalan tidak saja merupakan kemampuan intelektual sebatas ingatan (retensi) tetapi juga sampai kepada pemahaman (comprehension). halaqah tidak hanya menghasilkan instructional effect. umumnya dipakai untuk menghafal kitab-kitab tertentu. misalnya Alfiyah Ibn Malik. Dalam pengembangan metode Hafalan atau Tahfizh ini. pola penerapannya tidak hanya menekankan hafalan tekstual dengan berbagai variasinya. Bagaimanapun. tetapi juga formal effect atau disebut juga nurturent effect. melainkan menginternalisasi nilai-nilai yang secara laten dapat diperoleh dari halaqah. dan evaluasi. dan setelah beberapa hari baru dibacakan di depan kyai/ustadnya. baik dalam bentuk sikap perhatian maupun motivasi belajar. Instruktional effect adalah hasil belajar seperti yang dibatasi oleh tujuan pembelajaran yang telah disusun. Artinya. analisis (analysis). Hafalan/Tahfiz.

Berbeda dengan masa setelah orde baru. Dan ini sudah menjadi kewajiban para guru untuk mencarikan cara dan kreativitas para santri agar hafalannya lebih bermutu. dan itulah pengetahuan yang sebagiannya diperoleh dari pembelajaran hafalan. sehingga pondok-pondok pesantren sampai sekarang masih mempertahankan metode tersebut. Keempat metode itulah yang banyak diterapkan di pondok-pondok pesantren. dan itu menjadi lambang supremasi serta ciri khas metode pengajaran di Pondok Pesantren. dan lebih merangsang pemikiran kritis.belajar tidak dapat diremehkan. dan antara metode yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan erat dan mempunyai kelemahan serta kelebihan masing-masing. Hafalan mekanistik adalah seperti merekam audio atau audio-visual. seseorang tidak mungkin dapat berfikir secara cermat jika bahan-bahan untuk berfikir tidak tersedia. lebih bervariasi. Dalam berfikir. Yang kemudian menjadi persoalan lagi adalah bagaimana pembelajaran dengan metode hafalam ini dapat memperkaya khazanah pengetahuan siswa lebih dari sekedar hafalan mekanistik saja. seperti yang sering terdengar dari pernyataanpernyataan sumbang para pengamat pembelajaran. Jadi harus ada apersepsi sebelum seseorang mempersepsi. Hafalan harus dipandang sebagai basis untuk mencapai kemampuan intelektuan yang lebih tinggi. sedangkan hafalan kualitatif adalah rekaman dasar yang dipersiapkan untuk diedit dan dilakukan pemerkayaan. misalnya. Harus ada kenyataan sebelum seseorang melahirkan konsepsi. Yang menjadi prinsip dalam berfikir bahwa apa yang dipikirkan harus sudah lebih dulu diketahui seluk beluknya. banyak Pondok Pesantren menyelenggarakan pendidikan seperti pendidikan yang formal—sekolah/madrasah—dan 14 . tetapi hafalan kualitatif.

dan metode-metode lain yang banyak di peraktekkan di di Pondok Pesantren. Metode ini bisa digambarkan sebagai bentuk kegiatan belajar mengajar dalam sebuah forum (biasanya di kelas atau masjid) yang dipandu oleh seorang pembimbing/guru dan diikuti oleh santri-santri yang dianggap sudah menguasai kitab-kitab tertentu untuk memecahkan permasalahan kontemporer di sekitar hukum-hukum fiqh (termasuk di dalamnya fiqh ibadah). adalah bahwa santri dan guru biasanya terlibat dalam sebuah forum perdebatan untuk memecahkan masalah yang ada dalam kitab-kitab (berbahasa Arab) yang sedang di pelajari. Metode Bahtsul Masa`il mengacu kepada pemecahan masalah-masalah dalam persoalan fiqh (hukum Islam atau furu`iyah). sorogan dan hafalan. Muqaranah. halaqah. Metode ini biasanya diterapkan untuk pengajaran santri-santri yang sudah senior. dimana santrisantri tersebut sudah dianggap mampu atau menguasi kitab-kitab yang menjadi rujukan masalah yang akan di bahas. Selain metode yang empat diatas (bandongan. Bedanya metode hiwar dilaksanakan dalam rangka pendalaman atau pengayaan materi-materi yang sudah di pelajari (kitab-kitab kuning). Yang menjadi ciri khas dari hiwar ini. Dalam Hiwar terjadi proses kritik dan agumentasi (mujadalah) 15 . Metode Hiwar hampir sama dengan metode metode diskusi yang umum kita kenal selama ini. halaqah. Fathul Kutub.metode pengajarannya tidak lagi hanya berkisar pada sistem bandongan. sorogan dan hafalan) di Pondok Pesantren juga mengenal metode-metode lain seperti Bahtsul masa`il. tetapi sudah menerapkan metode belajar mengajar seperti sekolah. Hiwar.

Metode muqoronah adalah sebuah metode yang terfokus pada kegiatan perbandingan. Hal itu disebabkan karena terpengaruh oleh perkembangan hidup modern yang menuntut orang maupun lembaga untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Tafsir. Aqidah. tidak semua pondok pesantren memasyarakatkannya sebagai metode yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar di di Pondok Pesantren. baik perbandingan materi. seperti siswa/santri tidak boleh banyak bertanya. mau tak mau pengayaan metodologi tidak lagi sebatas yang sudah di kenal di kalangan Pondok. maupun perbandingan kitab. Untuk model metode muqoronah ajaran agama biasanya berkembang di bangku Perguruan Tinggi Pondok Pesantren (Ma`had `Ali). metode. Metode muqoronah akhirnya berkembang pada perbandingan ajaran-ajaran agama. Pada dasarnya metode ini adalah metode penugasan mencari rujukan (reference) terhadap beberapa topik dalam bidang ilmu tertentu (Fiqh. yaitu dengan dikenalkannya sistem Madrasah Diniyah. Sebab di sementara pondok masih ada norma-norma yang bersifat doktrinal yang belum bisa di reformasi. Dengan diterapkannya metode ini. harus menundukkan wajah ketika berhadapan dengan guru. 16 . faham (madzhab). Saat ini. Karena itulah cara yang bisa ditempuh agar di Pondok Pesantren tetap bisa digandrungi oleh masyarakat. Metode Fathul Kutub biasanya dilaksanakan untuk santri-santri senior yang sudah akan menyelesaikan pendidikan tingkat tertentu di Pondok Pesantren.). Hadits. dan semacamnya. dll. dengan diterapkannya sistem klasikal di Pondok Pesantren.untuk memperkuat kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh.

B. sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik Secara terminologi dapat dikemukakan di sini beberapa pandangan yang mengarah kepada definisi pesantren. sedang C. yang kemudian dikembangkan oleh Perguruan Taman Siswa dalam sistem asrama yang disebut Pawiyatan. sedangkan di Aceh dikenal dengan nama rangkang . yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. C Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah shastri.Artinya dengan memadukan pola pendidikan tradisional dengan pola pendidikan modern. Istilah santri juga ada dalam bahasa Tamil. Pesantren berasal dari kata santri yang dapat diartikan tempat santri. Abdurrahman Wahid. Kata santri berasal dari kata Cantrik (bahasa Sansekerta. yang berarti guru mengaji. Sedangkan dalam bahasa Indonesia mempunyai banyak arti. mendefinisikan pesantren 17 . Di Sumatra Barat dikenal dengan nama surau. Sekarang lebih dikenal dengan nama pondok pesantren. di antaranya adalah madrasah tempat belajar agama Islam. atau mungkin jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti guru.Terkadang juga dianggap sebagai gabungan kata saint (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong). Definisi Pondok Pesantren Kata pondok berasal dari kata Funduq yang berarti hotel atau asrama.

Menggerakkan Tradisi.h. KH.171 6 Amir Hamzah Wirosukarto.5 Definisi di atas menunjukkan betapa pentingnya sosok pesantren sebagai sebuah totalitas lingkungan pendidikan dalam makna dan nuansanya secara menyeluruh. Esai-esai Pesantren.secara teknis. mendefinisikan pesantren refers to a place where the santri devotes most of his or her time to live in and acquire knowledge. Definisi pesantren yang dikemukakan oleh Imam Zarkasyi (pendiri Pondok Modern Daarussalam Gontor) sama dengan definisi yang dikemukakan oleh Zamakhsyari Dhofier dalam menentukan elemen-elemen pesantren.3 Mahmud Yunus. dan pengajaran agama Islam dibawah bimbingan kyai yang diikuti santri sebagai kegiatan utamanya. di mana kiyai sebagai figur sentralnya. Imam Zarkasyi dari Gontor Merintis Pesantren Modern. 231 5 Ismail SM (ed).6 Secara singkat pesantren bisa juga dikatakan sebagai laboratorium kehidupan.1996) Cet. h. seperti: Kiyai. (Yogyakarta: LKIS. Demokrasi dan Masyarakat Madani. tempat para santri belajar hidup dan bermasyarakat dalam berbagai segi dan aspeknya. . mendefinisikan sebagai tempat santri belajar agama Islam. pondok. Pendidikan Islam . (Ponorogo: Gontor Press. mesjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya. mengartikan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama atau pondok. h. dan pengajaran agama Islam 3 Abdurrahman Wahid. santri.17 4 Mahmud Yunus.4 Sedang Abdurrahman Mas’ud. masjid.al.2001. ke-1. cet-ke-1. pesantren adalah tempat di mana santri tinggal.. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Cit.et.56 18 . Secara definitif Imam Zarkasyi. 2000) Cet ke-1.h. Op.

114 19 . bukan tradisional dalam arti tetap tanpa mengalami penyesuaian . penghormatan santri kepada kiyai. Mastuhu. lembaga pendidikan ini sudah datang sebelum Islam datang ke Indonesia. Demikianlah pesantren didefinisikan oleh pengamatnya baik yang barasal dari dalam maupun dari luar pesantren. . Hal ini dikemukakan oleh I. Menurut para ahli. Tradisi Pesantren. Hal tersebut disebabkan perbedaan semacam itu.1989) h. Brugman dan K. namun keduanya mempunyai perbedaan dalam menentukan materi pelajaran dan metodologi pengajaran.Walaupun sama dalam menentukan elemen-elemen pesantren. (Disertasi Pasca Sarjana IPB. yaitu sorogan dan wetonan. Meys. tata hubungan keduanya yang tidak didasarkan 7 Zamakhsyari Dhofier. J. C. Asal Usul Pesantren dan Sejarah Perkembangannya Pesantren atau yang lebih dikenal dengan pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional8 tertua di Indonesia. Zamakhsyari menentukan materi pelajaran pesantren hanya terbatas pada kitab-kitab klasik dengan metodologi pengajaran tradisional. di mana variasi yang dihasilkan merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dipungkiri.7 sedangkan Imam Zarkasyi tidak membatasi materi pelajaran pesantren dengan kitabkitab klasik serta menggunakan metodologi pengajaran sistem klasikal (madrasi). 1995) h. jusrtu semakin menambah khazanah dan wacana yang sangat diharapkan secara akademis. dan telah mengalami perubahan dari masa ke masa sesuai dengan perjalanan ummat. studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. Dinamika Pendidikan Pesantren.(Jakarta: LP3ES. yang menyimpulkan dari tradisi pesantren seperti.44-60 8 Pengertian tradisional dalam arti bahwa lembaga ini hidup sejak ratusan tahun yang lalu dan telah menjadi bagian dari kehidupan sebagian besar ummat Islam Indonesia.

Beliau adalah ulama yang berasal dari Gujarat. Karena itu Islam dapat diterima oleh masyarakat dan pesantren dapat berkembang. pesantren pertama kali didirikan oleh Syeikh Maulana Malik Ibrahim. Dan mempunyai persamaan dengan pendidikan di India. berasal dari India. Ada pendapat yang maengatakan. India agaknya tidak sulit baginya untuk mendirikan pesantren karena sebelumnya sudah ada perguruan Hindu-Budha dengan sistem biara asrama sebagai tempat belajar mengajar. Perbedaan yang mendasar ialah pada masa Hindu pendidikan tersebut hanya milik kasta tertentu. Pesantren dilihat dari segi bentuk dan sistemnya. sedang pada masa Islam. Sebelum proses penyebaran Islam di Indonesia sistem tersebut telah dipergunakan secara umum untuk pengajaran dan pendidikan agama Hindu di Jawa.kepada uang. sifat pengajaran yang murni agama dan pemberian tanah oleh negara kepada para guru dan pendeta. Tentang kehadiran pesantren secara pasti di Indonesia pertama kalinya. dan siapa pendirinya tidak dapat diperoleh keterangan yang pasti. Meski begitu. oleh karena itu pesantren merupakan salah satu bentuk kebudayaan asli Indonesia. pendidikan tersebut milik setiap orang tanpa memandang keturunan dan kedudukan. tokoh yang dianggap berhasil mendirikan dan mengembangkan 20 . Gejala lain yang menunjukkan azas non-Islam pesantren tidak terdapat di negara-negara Islam. di mana. karena dalam pandangan Islam seluruh manusia merupakan umat yang egaliter. Kemudian pendidikan ini diislamisasikan tanpa meninggalkan tradisi yang ada.

ada dua fungsi pesantren. yang pada waktu didirikan hanya memiliki tiga orang santri. Pada awal berkembangnya. Gresik. lembaga pendidikan tersebut dapat diikuti oleh setiap orang tanpa memandang keturunan dan kedudukan. Ia mendirikan pesantren di Kembang Kuning. Pesantren di Indonesia tumbuh dan berkembang sangat pesat. Berdasarkan laporan pemerintah pemerintah kolonial Belanda. tahun 1831 di Jawa saja terdapat tidak 21 . Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan Pesantren Ampel Denta pada dasarnya didukung oleh beberapa faktor. sehingga mau tidak mau mesti bersinggungan langsung dengan sirkulasi perdagangan Majapahit. Hubungan ini dijalin dengan da’wah. Kedua. Pertama. Kendati kini telah banyak perubahan yang terjadi namun inti fungsi utama itu masih melekat pada pesantren. sebagai kunci kemakmuran negara. Kedua. Kemudian ia pindah ke Denta. letaknya yang strategis di pintu gerbang utama Majapahit. Sunan Ampel diambil menantu oleh penguasa Tuban bernama Ario Tejo. sebagai lembaga pendidikan. selain itu Ario Tejo membutuhkan bantuan sunan Ampel untuk mengamankan daerah Tuban. Ketiga.pesantren dalam arti yang sesungguhnya adalah Raden Rahmat atau Sunan Ampel. Surabaya. pertama. dan mendirikan pesantren di sana. Di sini dapat disimpulkan adanya hubungan yang mesra antara ulama dan umara. dan akhirnya beliau dikenal dengan sebutan Sunan Ampel. dan Surabaya. dan Kyai Bangkuning. Abu Hurairah. karena seluruh kapal dari dan ke Majapahit mesti melewati pelabuhan Surabaya. lembaga pendidikan tersebut mirip dengan pendidikan sebelumnya. yaitu: Wiryo Suroyo. sebagai lembaga penyiaran agama.

Arifin adalah sarana yang berupa perangkat organisasi yang diciptakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang 9 www. As-Shiddiqiah. dan lain-lain.kurang dari 1.id 22 .net.871 buah. D. Bahkan kini pesantren bukan hanya milik organisasi tertentu tetapi milik umat Islam Indonesia. Sistem Pendidikan Pesantren Sistem pendidikan pesantren menurut M.312 buah.9 Perkembangan pesantren terhambat ketika Bangsa Eropa datang ke Indonesia untuk menjajah. jumlah tersebut belum dijumlah dengan pesantren di luar Jawa dan pesantren-pesantren kecil. Pada masa kemerdekaan jumlah pesantren terus bertambah. berdasarkan laporan Departemen Agama RI tahun 2001 jumlah pesantren di Indonesia mencapai 12. Hal ini terjadi karena pesantren bersikap non-kooperatif bahkan mengadakan konfrontasi terhadap penjajah. Darul Rahman. Lihatlah kemudian pesantren tumbuh di Ibukota Jakarta seperti Pondok Pesantren Darun Najah.853 buah dengan jumlah santri tidak kurang 16. Akibat dari sikap tersebut maka pemerintah kolonial ketika itu mengadakan kontrol dan pengawasan yang ketat terhadap pesantren. Kemudian suatu survai yang diselenggarakan oleh kantor Shumubu ( Kantor Urusan Agama ) pada masa Jepang tahun 1942 jumlah pesantren bertambah menjadi 1. pesantren tumbuh dan berkembang dengan pesat.depag. Setelah Indonesia merdeka. Ekspansi pesantren juga bisa dilihat dari pertumbuhan pesantren yang semula hanya rural based institution kemudian berkembang menjadi pendidikan urban.500 orang.

Cit. kurikulum. akan tetapi untuk pesantren besar perlu ditambah dengan unsurunsur lain. h. umpamanya: “kiyai Garuda Kencana” dipakai untuk sebutan Kereta Emas yang ada di Kraton Yogyakarta. Menurut asal usulnya perkataan kiyai dalam bahasa Jawa dipakai untuk tiga jenis gelar yang saling berbeda: Sebagai gelar kehormatan bagi barang-barang yang dianggap keramat. seperti: tujuan. Sarana perangkat lunak. seperti Masjid. dan metode pengajaran. gedung sekolah atau madrasah.berlangsung dalam pesantren. metodologi pengajaran.Arifin. 55-56 23 .257 11 Mastuhu. Sarana perangkat keras. asrama. kitab-kitab keagamaan. seperti: kiyai. Ia seringkali merupakan pendirinya. asrama atau pondok.1995) Cet. pengurus. atau pondok.10 Unsur-unsur sistem pendidikan pesantren menurut Mastuhu dapat dikelompokkan sebagai berikut: Aktor atau pelaku.11 Unsur-unsur pesantren berbeda antara satu pesantren dengan pesantren lainnya. rumah kyai dan sebagainya. tata tertib dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan pesantren. santri. seperti : Ustadz sebagai pembantu kyai dalam pengajaran. hal ini dapat dilihat dari besar kecilnya pesantren bersangkutan. evaluasi. Kyai atau pengasuh pondok pesantren merupakan elemen yang sangat esensial dari suatu pesantren. Op. santri. dan alat-alat pendidikan lainnya. Gelar kehormatan untuk orang-orang tua pada 10 M. h. ke- 3. (Jakarta: Biona Aksara. Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum. Sudah sewajarnya bahwa pertumbuhan pesantren semata-mata bergantung kepada kemampuan kyainya. Untuk pesantren kecil unsur-unsurnya cukup dengan kyai.

dalam dunia pesantren dikenal juga istilah “santri kelana”. seperti : Kyai Haji Ali Yafie. Bahkan gelar kyai digunakan untuk sebutan seorang Dai’ atau Muballigh. Santri kalong adalah santri yang berasal dari masyarakat sekitar pesantren atau yang biasanya tidak menetap di pesantren. Op. Istilah kiyai dipakai di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kiyai dalam pembahasan ini mengacu kepada pengertian yang ketiga. Zamakhsyari Dhofier membagi santri membagi dua kelompok: Santri mukim dan santri kalong. Sebagai santri mukim mereka mempunyai keewajiban-kewajiban tertentu. Gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada seorang ahli agama Islam yang memiliki atau menjadi pimpinan pesantren. Gelar tersebut kini digunakan untuk seorang ulama yang mumpuni dalam bidang keagamaan walau ia tidak mempunyai pesantren. di Sumatra Utara Buya. santri mukim adalah santri yang berasal dari daerah dan menetap dalam kelompok pesantren. Santri adalah siswa yang belajar di pesantren. di Jawa Barat istilah tersebut dikenal dengan Ajengan. Gelar kyai saat ini tidak lagi hanya diperuntukkan bagi yang memiliki pesantren.Cit. Santri kelana adalah santri yang pindah belajar dari satu pesantren ke pesantren lain untuk memperdalam ilmu pengetahuan yang menjadi keahlian dari seorang kyai. mereka bolak-balik dari rumahnya sendiri.12 Selain dua istilah santri diatas. Untuk mengikuti pelajarannya di pesantren. h. Kyai Haji Muhith Muzadi. dan lainnya. di Aceh Tengku. 55 24 . Setelah pesantren mengadopsi sistem madrasah tradisi santri kelana kini 12 Zamakhsyari.umumnya.

Kendatipun saat sekarang kebanyakan pesantren telah melaksanakan proses belajar mengajar di dalam kelas dengan gedung tersendiri. potensi-potensi melalui pendidikan kesabaran. Upaya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan berimplikasi pada tiga hal: Pertama. mendidik anak agar tetap beribadah kepada Allah. masjid berasal dari kata sajada. Hingga saat ini kyai sering mempergunakan masjid sebagai tempat membaca dengan metode bandongan. Sedangkan secara terminologis. Kedudukan mesjid sebagai pusat pendidikan dalam tradisi pesantren merupakan manifestasi universalisme dari sistem pendidikan Islam tradisional. namun mesjid tetap difungsikan sebagai tempat belajar. Sebuah pesantren pada dasarnya adalah sebuah asrama pendidikan Islam tradisional di mana para siswanya tinggal bersama-sama dan belajar dibawah bimbingan seorang kiyai. kemakmuran. serta tunduk dengan penuh hormat dan takzim. yang berarti patuh. masjid adalah tempat melaksanakan aktifitas manusia yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah. Secara etimologis. memberikan ketentraman. keberanian kesadaran optimisme. Hal ini telah terjadi sejak zaman Nabi Muhamad kemudian diteruskan oleh para sahabat. kholifah Islamiyah hingga sampai sekarang. Ketiga. serta menyadarkan hak-hak dan kewajiban. menanamkan rasa cinta pada ilmu pengetahuan dan solidaritas sosial.mulai ditinggalkan. Kedua. taat. karena kondisi masjid relatif lebih tenang serta mempunyai nilai ibadah. Disamping itu pula para santri memfungsikan masjid sebagai tempat belajar yang utama. Ada tiga alasan utama mengapa pesantren harus menyediakan asrama 25 .

hampir semua pesantren berada di desa-desa di mana tidak tersedia perumahan (akomodasi) yang cukup untuk menampung santri-santri. kemashuran seorang kiyai dan kedalaman pengetahuannya tentang Islam. Disamping alasan-alasan diatas. sedang para kiyai menganggap para santri sebagai titipan Tuhan yang harus senantiasa dilindungi. di mana para santri menganggap kiyainya seolah-olah seperti bapaknya sendiri. Tujuan Pendidikan Pesantren Amat sulit untuk menggambarkan tujuan pendidikan pesantren sacara pasti dan seragam. kedudukan pondok sebagai salah satu unsur pokok pesantren sangat besar sekali manfaatnya diantaranya adalah santri dapat dikondisikan dalam suasana belajar sepanjang hari. menarik santri-santri dari jauh untuk dapat menggali ilmu dari kiyai tersebut secara teratur dan dalam waktu yang lama . dengan demikian perlulah adanya asrama khusus para santri. E. dapat dilatihkan untuk disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan begitu dimungkinkan mereka tidak hanya menjadi “having” tetapi “being”. Ketiga. Nilai-nilai agama yang secara normatif dipelajari di kelas. Kedua.Kehidupan berasrama para santri juga sangat mendukung bagi pembentukan kepribadian.bagi santrinya : Pertama. Hal ini disebabkan karena pesantren mempunyai kebiasaan untuk tidak mempunyai kebiasaan untuk tidak merumuskan dasar dan tujuan pendidikannya secara 26 . ada timbal balik anrtara santri dan kiyai. untuk itu ia harus menetap. Di dalam asrama memungkinkan untuk mempraktekkan apa-apa yang telah dipelajari.

Tujuan Khususnya adalah mempersiapkan para santri untuk menjadi orang yang alim dalam ilmu agama yang diajarkan oleh kiyai yang bersangkutan serta mengamalkannya dalam masyarakat. sugih supaya tidak tamak"… dalam kesempatan lain juga beliau sampaikan: " di pesantren ini (Gontor) anak-anak akan diajari bahasa Arabbahasa Inggris dan tonil (drama)"… Dari dua pernyataan di atas dapat diketahui bahwa tujuan pendirian pesantren adalah untuk mendidik generasi muda Islam dengan pendidikan sehingga nantinya menbjadi anak yang alim (memiliki ilmu pengetahuan) dan sholeh dalam arti 13 M.Arifin pada dasarnya terbagi menjadi dua hal.Cit.13 Untuk mengenal tujuan pendidikan pesantren ada baiknya dikemukakan beberapa pernyataan para pendiri pesantren. dan tidak pernah dihubungkan dengan tujuan tertentu dalam lapangan kehidupan atau tingkat jabatan tertentu dalam hirarki sosial. sesuai dengan dorongan berdirinya. sholeh. Op. Arifin. semata-mata untuk ibadah lillahita’ala. KH.eksplisit. 248 27 . Hal ini karena sifat kesederhanaan pesantren. Ahmad Sahal misalkan. di mana kiyai mengajar dan santri belajar. Adapun tujuan didirikannya pesantren menurut M. Sedangkan tujuan umumnya adalah membimbing anak didik untuk menjadi manusia yang berkepribadian Islam yang sanggup dengan ilmu agamanya menjadi mubaligh Islam dalam masyarakat sekitar melalui ilmu dan amalnya. salah seorang pendiri Pondok Modern Gontor menyatakan: "amanak-anakku nanti harus menjadi orang yang a'lim. h. yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.

serta bisa menjadi kaya (kaya harta dan hati) supaya tidak tamak. pertentangan khilafiyah dan konflik internal.menjalankan pengetahuannya tersebut. bahwa tradisi mengandung segala yang baik. sesuai dengan kebutuhan zaman dan kecakapan yang dimiliki sesuai dengan zamannya. Oleh karena itu muncul pernyataan kedua yang berarti harus menzaman. Selain melalui pernyataan para pendirinya tujuan pendidikan pesantren juga bisa diketahui dengan melihat semboyan dan motto yang dikembangkan suatu pesantren. al muhafadhatualal qadimis shalih wal akhdu alal bil jadidil ashlah. Konon ungkapan kedua ini muncul setelah pertemuan ulama yang saat itu membutuhkan delegasi muslim Indonesia untuk di kirim ke dunia Internasional. Dalam hal ini pesantren merupakan lembaga pendidikan yang gigih mempertahankan tradisi. yang dibutuhkan adalah yang mahir dalam bahasa Arab dan Inggris. 28 . konservasi terhadap tradisi dilakukan tanpa sikap “reserve”. Jadi tujuan penyusunan materi pelajaran disesuaikan dengan tantangan kebutuhan ummat. sehingga kebutuhan untuk mengadopsi yang modern dimungkinkan sejauh itu lebih baik dari apa yang terdapat dalam tradisi itu sendiri. semboyan-semboyan yang senantiasa didengungkan oleh pimpinan pesantren (kyai) itu biasanya merupakan "kerangka nilai" yang diharapkan dapat dicerna oleh para santri dan menjadi pedoman hidup mereka dalam kehidupannya kelak Seperti pepatah dalam dunia pesantren yang sangat populer. dan sebaliknya. tapi yang tersedia waktu itu hanya menguasai bahasa Arab saja dan tidak menguasai bahasa Ingris. Sama halnya dengan semboyan perekat ummat yang muncul sebagai jawaban atas kondisi ummat Islam pada tahun 1920 an.

29 . rumusan biasanya sekitar hal-hal berikut: • • • Membangun masyarakat melalui pendidikan Dakwah Islamiyah Mempersiapkan generasi muda muslim dengan membekali mereka pengetahuan agama dan umum. bagi pesantren-pesantren baru yang lebih modern biasanya telah merumuskan tujuannya dalam bentu visi dan misi pesantren.Berkenaan dengan tujuan pendidikan pesantren. Secara tegas KH Imam Zarkasyi menyatakan tujuan pendidikan di pesantrennya adalah untuk "kemasyarakatan dan dakwah Islamiyah" artinya pendidikan diarahkan pada kebutuhan masyarakat muslim pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya serta kepentingan dakwah Islamiyah.

Kitab kuning sebetulnya merupakan ciri penting yang tidak dapat dibuang dari pesantren. masjid. Kitab kuning sering disebut al-kutub al-qadimah. 30 . setidaknya hingga hari ini. Literatur Pesantren 1. Disebut demikian karena kitab-kitab tersebut dikarang lebih dari seratus tahun yang lau. Pembelajaran kitab-kitab gundul itu keberhasilannya antara lain ditentukan oleh kemampuan membuka kegundulan itu dengan menemukan harakat-harakat yang benar. Ciri lain dari literatur yang dipergunakan di pesantren itu ialah beraksara Arab Gundul (huruf Arab tanpa harakat atau syakal).BAB II MATERI PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN A. sesuai kertas yang tersedia waktu itu. Pendek kata. tidak dapat dipisahkan dari kitab kuning. Sistem pengajian pesantren yang diselenggarakan di masjid juga cocok karena yang diaji adalah kitab kuning. dan mengucapankannya secara fasih. Seseorang disebut kyai antara lain karena ia dianggap menguasai keilmuan keislaman yang berhubungan erat dengan kitab kuning. Ada juga yang menyebutkannya sebagai al-kutub al-shafra’ atau “kitab kuning” karena biasanya kitabkitab itu dicetak di atas kertas berwarna kuning. santri dan pondok yang merupakan elemen penting pndok pesantren. Asal-usul dan jenis Satu hal penting yang jarang disebut para ahli ketika mengidentifikasi ciri-ciri fisik pesantren ialah kitab kuning sebagai literatur khas pesantren. Keadaannya yang gundul itu pada sisi lain ternyata merupakan bagian dari pembelajaran itu sendiri. kyai.

Ketiga. beberapa ulama atau kyai di Nusantara mulai menyusun kitab sendiri. seorang peneliti dari Belanda. banyak kiyai yang mulai menulis kitab sendiri. van den Berg dalam penelitian sebelumnya. ada yang menyusun sendiri tetapi merupakan penggabungan dari topik-topik atau bidang-bidang yang sudah ada (iqtibas). sejalan dengan perkembangan teknologi pada awal abad 20. maupun pembahasannya. pada akhir abad ke-20 ini judul kitab-kitab kuning yang beredar dikalangan kyai di pesantren-pesantren Jawa dan Madura jumlahnya mencapai 900 judul. Keempat. Bentuknya bermacam-macam. Ada yang merupakan tashnif (karangan sendiri) dengan kitab-kitab yang berasal dari Timur Tengah sebagai rujukan. karya ulama modern. mulai diadopsinya kitab-kitab yang tadinya dianggap tabu karena tidak sealiran dengan faham pesantren. Akan tetapi. Kedua.W. Menurut Martin van Bruinessen. pesantren juga mulai mengaji kitab-kitab al-‘ashriyyah. dan ada yang melakukan penyederhanaan (mukhtashar) terhadap kitab-kitab yang ada dalam rangka penyesuain materi. Pertama. baik dengan menggunakan Bahasa Arab. hanya menemukan 54 judul saja.Al-kutub al-qadimah itu jumlahnya sangat banyak. bahasa.C. yang banyak dimiliki para kyai dan diajarkan di pesantren di Indonesia adalah kitab-kitab yang umumnya karya ulama-ulama madzhab Syafi’i (Syafi’iyyah). pada akhir abad 19. Padahal L. maupun dengan menggunakan bahasa lokal yang ditulis dengan huruf Arab Melayu (pegon). topik. Kitabkitab al-‘ashriyyah ini mulai masuk ke Indonesia. misalnya kitab-kitab di luar madzhab Syafi’i. yang ditandai oleh kemudahan orang-orang Indonesia 31 . Meningkatnya jumlah judul kitab itu sebetulnya disebabkan oleh beberapa hal.

baik di Makkah. Fiqih. yang dikenal dengan ilmu-ilmu keislaman. Yaman dan pusat-pusat belajar lain di Timur Tengah. Tajwid (al-Qur’an). dan ilmu-ilmu yang berguna dalam mengembangkan wawasan seperti: Mantiq. kuantitas materi. Ushul Fiqh. Kesamaan tersebut dapat dilihat dari jenis-jenis bidang aji (bidang kajian) yang diajarkan di pesantren. yang biasanya mencakup: Nahwu atau sintaksis. Bidang kajiannya meliputi ilmu-ilmu terapan. Ilmu Tafsir. sebagai upaya mewujudkan manusia yang tafaqquh fi al-din. Akhlaq-Tasawuf. dan Balaghah). Kairo. Madinah. yakni mendidik dan mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam. Hampir seluruh pesantren di tanah air mengajarkan bidang aji yang sama. Banyak diantara mereka yang mengaji ataupun berhaji kemudian mengirim dan membawa pulang kitab-kitab al‘ashriyyah yang memang beredar di tempat-tempat itu. Baghdad. atau setidaknya disusun pada masa lalu . Karena itu. Kitab-kitab kuning umumnya bukan disusun oleh ulama Indonesia.untuk melakukan ibadah haji dan belajar. Tafsir. yang sering digolongkan ilmu-ilmu yang fardlu ‘ain. Sharaf atau morfologi. Hadits. Hanya saja perhatian terhadap kelompok ilmu yang terakhir ini memang masih terbatas dan belum merata. relevansi materi. Cara pesantren yang umumnya mengandalkan pada kitab kuning sesengguhnya memiliki kelemahan tersendiri. Ilmu Hadits . yang mencakup: Aqidah. dan Tarikh Islam. dan tingkat pembahasannya belum tentu sesuai dengan tuntutan 32 . dan Ilmu Alat (Bahasa Arab. fungsi yang diemban pesantren tidak keluar dari itu. Kendati pola pendidikan yang diselenggarakan di pesantren cukup beragam. Kitab kuning yang di-aji di pesantren itu pada dasarnya adalah kitab-kitab yang materinya dianggap relevan dengan tujuan pesantren sendiri.

qira’at. komputer dan lain sebagainya. pada saat yang sama juga berpotensi menimbulkan banyak masalah. koperasi dan bisnis. walaupun berada pada masa yang sama dan dalam madzhab yang sama pula. kitab kuning dapat dikelompokkan menjadi: 33 . Menyadari itu.menambah materi pembelajaran dengan ilmu-ilmu umum serta ketrampilan-ketrampilan khusus. Latar belakang penyususn (mushannif) juga akan menyebabkan perbedaan cara pandang dan cara penyajiannya. seperti pertanian. 2.kebutuhan dan kemampuan santri di Indonesia saat ini. beberapa pesantren yang telah melakukan pembaharuan melakukan langkah-langkah akomodatif. memberikan perhatian yang memadai terhadap ilmuilmu yang berpotensi memperluas wawasan. Hal ini menjadikan kitab-kitab di pesantren merupakan khazanah ilmu yang unik dan sekaligus kaya. Bila dilihat dari gaya penyajian atau pemaparannya. Penulisan kitab yang dilakukan pada masa yang lebih tua (salaf) biasanya menggunakan bahasa yang lebih rumit dari yang ditulis belakangan (khalaf). melainkan menyesuaikannya dengan menangguhkan materi-materi yang belum dianggap perlu dan menambahnya dengan muatan-muatan baru berdasarkan kekhususan dan kebutuhan tertentu. antara lain: Pertama. kaligrafi. peternakan. tidak mengambil secara keseluruhan materi-materi yang ada pada suatu kitab dari kitab-kitab kuning itu. Penulisnya pun memiliki latar belakang yang beragam. Namun. sesuai dengan perkembangan bahasa Arab itu sendiri. dan Ketiga. Kedua. Pola Penyajian dan Penulisan Kitab-kitab yang menjadi bahan kajian di pesantren tidak ditulis pada masa yang sama.

Walaupun perlu diketahui bahwa pola tulis bahasa Arab pada kitab-kitab tua sebetulnya cukup rumit. yaitu untuk memahaminya memerlukan kemampuan bahasa yang lebih tinggi karena nadzam dalam pembuatannya tidak jarang memerlukan variasi. atau Alfiyah ibn Malik. jika bukan 34 . Kitab kuning jenis ini adalah yang paling umum. Bentuk kalimatnya biasanya panjang. Dibanding dengan pola natsr.a) Kitab-kitab natsr (esai) Kitab natsr ialah kitab yang dalam menyajikan atau memaparkan materinya menggunakan essai (natsr). Termasuk dalam kategori ini misalnya kitab al-Maqshud. tidak seperti sekarang. b) Kitab-kitab nadzam Cara penyajian materi yang lain ialah dengan menggunakan nadzam atau syi’ir (sair). dengan menggunakan kata ganti (dhamir) yang berulang sehingga sulit mencari rujukanya (‘aaid). terutama bagi pemula dengan asumsi bahwa santri-santri pemula lebih senang terhadap nyanyian dan pada sat yang bersama penghafalan lewat lagu itu juga lebih mudah. Contoh kitab ini misalnya Hidayat al-Shibyan. penyajian dengan menggunakan nadzam ini lebih bertujuab untuk meringkas dan memudahkan menghafalnya juga. pola nadzm ini memiliki kesukaran tersendiri. Untuk tingkat lebih atas. disamping belum berkembangnya atau mungkin belum dimanfaatkannya secara baik tanda-tanda baca (adawat al-tarqim). ‘Imrithi. Keuntungannya ialah bahwa materi dapat dipaparkan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah. Dan itu dilakukan tidak terbatas pada kitab-kitab untuk pemula saja. Kitab-kitab kuning yang memanfaatkan gaya ini cukup banyak. Pada umumnya tujuan pemaparan dengan cara ini ialah untuk mempermudah.

baik karena menarik dan mudah difahami.penyimpangan. Kitab Matn Kitab matn pada dasarnya adalah kitab asal atau kitab inti. Kitab syarh adalah kitab perluasan (komentar) tingkat pertama. Itulah sebabnya pola natsr dikatakan lebih mudah dan sederhana. atau karena memberikan informasi atau pengetahuan yang lebih banyak. Kitab kuning yang masuk ke dalam kelompok syarh misalnya adalah kitab Asymawi yang menjelaskan lebih jauh isi teks kitab alAjurumiyah. baik menjadi syarh maupun dalam bentuk hasyiah. kitab Hall al-Maqal min Nadzam al-Maqshud yang memberi komentar dan 35 . Shahih Bukhari. Variasi gaya pemaparan. matn Alfiyah. matn Taqrib. memberi komentar atau memperluas penjelasan dari suatu kitab matn. Sebetulnya nama matn itu baru terjadi ketika pada kitab itu dilakukan pengembangan. kelihatannya tidak dapat dilepaskan dari ikhtiar para penulisnya agar kitab-kitabnya dapat berfaidah. Kitab Syarh atau Hasyiyah Kitab jenis kedua ini merupakan kitab yang secara khusus mengulas. al-Jami’ al-Shahih karya Imam Muslim dan seterusnya. 2. sedangkan kitab yang memperluas lebih lanjut kitab syarh disebut hasyiah. dari pola tata bahasa yang biasa digunakan dalam natsr. Contoh kitab kuning yang termasuk kelompok ini adalah: kitab matn alAjurumiyah. Karena itu kitab matn dapat berupa kitab natsr maupun kitab nadzm. maka Kitab Kuning dibagi menjadi : 1. Bila dikaji dari Format penyajian. Dalam semangat seperti itulah maka rupanya kitab kuning juga memiliki variasi dalam format penyajiannya.

Pada beberapa kitab lain. Kitab kuning secara umum ditulis dengan menggunakan format (lay out) yang terdiri dari dua bagian: matn dan syarh. Karena sifatnya sebagai penjelas. Matn merupakan teks inti dari sebuah kitab yang ditulis pada bagian pinggir (margin) sebelah kanan dan kiri. karena yang terakhir ini sesungguhnya merupakan kitab komentar atas Alfiyah Ibn Malik. c) Kitab Mukhtashar Kitab Mukhtashar adalah kitab kuning yang menyajikan materinya dengan cara meringkas materi suatu kitab yang panjang lebar untuk dijadikan karangan singkat tetapi padat. penyajian materi dibedakan antara teks matn dan teks syarh ke dalam kitab sendiri-sendiri tidak disatukan dalam satu kitab sebagaimana pola penyajian yang dilakukan di atas. pola penyajian seperti ini tidak berlaku secara keseluruhan. Pemisahan antara teks matn dan syarh dilakukan dengan memberi tanda kurung yang membingkai teks syarh. Akan tetapi. Karena sifatnya yang demikian. Dapat dikategorikan hasyiah ialah al-Shabban yang merupakan komentar dari al-Asymuni. sedangkan matn berada di luar kurung bingkai ini.penjelasan atas kitab al-Maqshud. Sedangkan syarh merupakan teks penjelas atau komentar terhadap matn yang terletak di bagian dalam atau tengah dari setiap halaman kitab. maka teks syarh lebih banyak dan panjang dari teks matn. Kitab kuning yang termasuk kelompok ini misalnya adalah kitab Alfiyah ibn Malik yang merupakan ringkasan dari 36 . kitab ini dengan kata lain merupakan kitab ringkasan yang hanya memuat pokok-pokok masalah. Dahlan Alfiyyah yang mengomentari Alfiyah ibn Malik serta kitab Kaylani yang mengulas kitab al-‘Izz dan kitab al-Iqna’ yang mensyarah kitab al-Taqrib.

atau kitab Lubb al-Ushul yang meringkas kitab Jam’ al-Jawami’ karya as-Subki. Biasanya. Walaupun tidak selalu. mushthalah al-hadits. memperbaharui istilah. Dengan melakukan ringkasan ini. sebagian kitab itu juga didiskusikan secara terbatas diantara mereka. kitab kuning yang berbentuk penawaran atau penyajian ilmu secara polos (naratif). dan khasyiyah. Ada kitab yang disediakan untuk tingkat pemula (awwaliyah). hal lain yang biasanya dilakukan ialah menyederhanakan kalimat. kitab kuning dapat dibagi menjadi dua: pertama. ada yang untuk tingkat menengah (wustha). yaitu pola matan. Adapun bila dilihat dari kandungan maknanya. tafsir. seperti kitab kuning yang menyajikan materi sejarah. kitab kuning yang menyajikan materi berbentuk kaidah-kaidah keilmuan seperti kitab-kitab yang membahas nahw. tingkatan-tingkatan ini juga kadangkala ditentukan oleh pola penyajian kitab itu sendiri. dan hasyiah untuk tingkat tinggi. Namun. menyaring informasi atau melengkapi data. syarah. sebagai pengkayaan bahan aji. syarh untuk menengah. Yang menjadi dasar ialah tingkat informasi atau kesulitan kitab itu sendiri. dan ada untuk tingkat tinggi (‘aly). kitab matan untuk tingkat pemula. Kitab-kitab yang diajarkan kepada santri itu bertingkat. Pola lain 37 . Atau karya paling akhir dari jenis ini ialah Mukhtashar Ibn Katsir karya Ali al-Shabuni yang merupakan ringkasan dari kitab tafsir Ibn Katsir. Adakalanya.kitab al-Kafiyah. tidak selalu. ushul al-fiqh. kedua. dan sejenisnya. dan hadits. Bahkan kebanyakannya merupakan bacaan para ustadz dan kyai. B. Penjenjangan Materi Pengajian Tidak seluruh kitab keislaman berbahasa Arab yang beredar di kalangan pesantren diajarkan kepada santri.

Pembagian tingkat kitab pembelajaran itu sendiri dari sisi lain memang merupaka suatu kebutuhan dan usaha pedagogis untuk memenuhi keragaman tingkat kemampuan pembelajar. Catatan yang cukup menarik dalam sistem pembelajaran di pesantren ialah : Prtama. “ijazah” itu diberikan kepada santri yang diketahui rajin dan diyakini berkemampuan serta mengikuti balag-nya dari awal hingga akhir. dan dari wustha ke ‘aly pada dasarnya terbuka luas. perpindahan dari satu tingkat ke tingkat yang lain. namun bukan syarah atau bukan pula khasiyah. Umumnya. walaupun dalam tingkatan yang sama. Para kyai di pesantren biasanya hanya menyediakan pengajian atau balaghnya saja. Adalah amat bagus bahwa judul dan jenis kitab yang beredar amat banyak. dan muthawwalah yang memberikan tambahan penjelasan yang lebih banyak. dalam hal ini santri. Sepenuhnya diserahkan kepada santri. sistem ini sebetulnya merupakan penerapan “belajar tuntas. Hal itu memberikan banyak pilihan terhadap kitab-kitab yang hendak diaji untuk setiap tingkatnya. Bagi kyai.dalam penyajian kitab yang tampaknya memperkuat kecenderungan pembagian tingkatan itu ialah adanya kitab-kitab jenis muchtashar yang merupakan ringkasan dari kitab yang ada. para kyai umumnya menjalankan sistim “ijazah” atau izin kepada santrinya untuk mengajarkan ilmu yang diperolehnya kapada orang lain. Sehingga sangat mungkin kitab yang diajarkan pada satu pesantren berbeda dengan yang diajarkan pesantren lain. mubassathah atau mutawassithah yang tampaknya berisai tambhan penjelasan. yaitu dari tingkat awwaliyah ke tinggkat wustha. Kedua.” dalam pengertian bahwa seorang santri diharapkan menyelesaikan dulu secara 38 . atau secara negatif tidak terkontrol.

Dengan demikian. sering terjadi sebuah kesenjangan kemampuan yang cukup merugikan santri sendiri. Pada pesantren yang telah lebih maju. dan kurang mampu untuk dihadapkan pada situasi yang berbeda dan berubah di lapangan kehidupan nyata.tuntas sebuah kitab. Sering terjadi. 39 . Inilah yang sekarang dikenal denga prinsip korelasi. Misalnya. Hal serupa sangat mungkin terjadi dalam bidang aji Tafsir ataupun Hadits. atau dengan penetapan kurikulum yang harus ditaati oleh setiap santri. tetapi penguasaan terhadap ilmu-ilmu mantiq. perlu diakui bahwa dengan sistem liberal. seorang santri telah mencapai tarap tinggi dalam pengetahuan tertentu. nuansa komprehensif dari pengetahuan santri bisa terpelihara. pesantren dalam hal pemilihan bidang aji dan penjenjangannya. Sebetulnya sistem ini pulalah yang memberikan mekanisme kontrol diri kepada para santri untuk tetap pada tingkatnya atau melanjutkan ke tingkat di atasnya. Namun. penguasaan atas materi fiqh itu lalu bersifat mekanistik atau hafalan saja. ushul fiqh dan qawa’id fiqh masih berada di tingkat awal. hal tersebut telah dicoba diatasi dengan pengaturan dan kontrol program setiap individu santri. Sebagai akibatnya. seperti tergambar di atas. pembelajaran di pesantren selalu menjaga keterkaitan materi pada suatu mata aji dengan mata aji lainnya. Ketiga. apa yang diajarkan dalam ilmu Fiqh tidak dilepaskan dari hubungannya dengan akhlaq atau dengan aqidah. namun ternyata masih berada pada kemampuan tingkat awal pada pengetahuan dasar-dasar metodologisnya. Misalnya seorang santri berada pada tingkat tinggi dalam fiqih. sebelum ia diperkenankan pindah ke kitab lainnya yang setingkat atau lebih tinggi. Kalau diikuti latar belakang historis dari penjenjangan pengajian di pesantren.

maka pokokpokok yang dikandung oleh teks-teks Matn Taqrib menjadi materi untuk tingkat dasar. sesuai dengan jenjang yang diakui selama ini.maka beberapa pendekatan biasanya menjadi bahan pertimbangan untuk memperoleh susunan materi pembelajaran yang mudah diterima para santri: Penggunaan kategorisasi yang diterapkan pada teks-teks tersebut. Walaupun masih perlu pengolahan. Pendekatan ini sesungguhnya merupakan pendekatan yang umum dipakai di pesantren. teks dari Fath al-Qarib dan Fath al-Mu’in menjadi materi untuk tingkat menengah serta al-Muhhalla menjadi materi untuk tingkat tinggi. Dengan pendekatan ini kejadian-kejadian yang terdapat dalam realitas kehidupan mendapatkan pembahasan secara tuntas dari berbagai bidang aji. Pendekatan kemasyarakatan yang jelas yaitu dengan jalan senantiasa dikemukakan dampak sosial dari setiap kegiatan seorang muslim dalam menunaikan kewajiban agama. Materi pembelajaran Dalam pelaksanaan kurikulum ini perlu diperhatikan hal-hal yang memungkinkan pendidikan di benar-benar efektif dan efisien. Adapun hal-hal tersebut 40 . hikmah tasyri’ dan seterusnya. Pendekatan sosio-historis. apa yang disajikan dalam tafsir-tafsir klasik bil ma’tsur sudah mengarah demikian. dalam pengertian bahwa pembahasan sebuah topik aji diberikan pembahasan latar belakangnya secara tuntas. Kerangka ini biasanya menjadi penunjang bagi semua pendekatan di atas C. misalnya dalam bentuk asbabun nuzul. Pendekatan studi kasus atau faktual. Kalau materi pelajaran Fiqh sebagai contohnya.

pembelajaran akan lebih efektif apabila setelah menerangkan (baik menggunakan metode Bandongan atau tarjamah). sehingga perhatian dan minat tidak terpusat lagi kepada pelajaran yang diterangkan oleh Ustadz/guru. Fleksibilitas Program Pembelajaran Fleksibilitas Program digunakan dalam melaksanakan kurikulum. dalam pengajaran materi fiqh (seperti yang dipakai adalah Kitab Al-Umm karya Imam Syafi’i). kebosanan. sikap masa bodoh. dilihat serta dirasakan santri. Dalam penyampaian bahan pelajaran. contoh-contoh yang digunakan oleh Ustadz/guru ketika menerangkan sebaiknya contoh yang pernah dialami. bahan pengajar sesuai dengan kemampuan santri. kemampuan. santri langsung menyaksikan praktek Wudlu atau disuruh mencontohkan. yang dapat menyebabkan kegagalan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Misalnya. Bahan pelajaran dan metode mengajar yang tidak sesuai dengan keadaan santri akan menimbulkan kontradiksi dalam diri santri. sehingga sifat kebosanan akan hilang. metode-metode mengajar yang akan digunakan disesuaikan dengan sifat bahan pengajaran dan kematangan santri. pengetahuan yang telah dikuasai). dalam pengajaran bab pertama (Kitabut Thoharoh). Dengan kata lain contoh itu terdapat dalam kehidupan santri sehari-hari. Ustadz/guru memperhatikan santri (kecerdasan. seolah-olah dirinya dipaksa untuk belajar.adalah sebagai berikut : 1. Mungkin hal ini tidak menjadi masalah di bebrapa Madarasah Diniyah yang masih menerapkan pendekatan belajar adalah kasbul 41 . Jiwanya merasa tertekan. Unsurunsur yang demikian akan menimbulkan motif dan minat si santri untuk belajar. Keadaan demikian akan menimbulkan kejengkelan.

Tetapi di yang berorientasi kepada hasil belajar. dan Tafsir al-Munir) jatah alokasi waktu I tahun dapat dituntaskan dengan belajar berturut-turut dan suatu konsentrasi waktu tanpa diselingi mata pelajaran lain. Pemilihan kegiatankegiatan dan pengalaman-pengalaman belajar yang fungsional serta obyektif diperlukan kriteria yang jelas dan didasarkan pada ilmu pengetahuan dan perubahan masyarakat. Tujuan ini biasanya terdapat dalam bagian pendahuluan kitab yang akan diajarkan. Proses identifikasi ini di dalam perumusan tujuan berlangsung dari tingkat yang umum (tujuan institusional) sampai kepada tujuan yang paling khusus 42 . Dalam hal Fleksibilitas Program mungkin dapat diupayakan suatu inovasi dari pada yang tersedia dalam susunan program Misalnya seluruh bahan pelajaran Tafsir (Biasanya Tafsir Jalalain . Jadi sebelum menentukan waktu dan bahan pelajaran terlebih dahulu ditetapkan tujuantujuan yang harus dicapai oleh santri / murid dalam mempelajari suatu mata pelajaran (bidang studi). maka perlu diperhatikan hal ini. Berorientasi Kepada Tujuan Sebagaimana telah diungkapkan di muka. bahwasannya Tujuan Pembelajaran (baik tujuan khusus maupun tujuan umum) di di Pondok-pondok tidak diungkapkan secara explisit dan terpola dalam formart GBPP (Garis-Garis Besar Program Pengajaran). Shofwatut Tafasir. Proses Pembelajaran harus berorientasi kepada Tujuan. Yang penting bahan pelajaran tiap mata pelajaran dalam I tahun dapat diselesaikan dalam tahun yang sama. 2.Barokah (mencari berkah) sebagaimana yang didokrinkan dalam Kitab Ta’limul Muta’allim karya Az-Zarnuji.

Dalam menyusun jadwal pelajaran tidak boleh terlalu ketat berpegang pada alokasi waktu dalam susunan program. Nadzam Aly al-Bari) yang mengandung pendekatan spiral. Para pelaksana (terutama Ustadz/guru) diharapkan dapat memahami hubungan fungsional 43 . energi dan waktu santri. yang harus diterapkan ketika menyusun program-program pengajaran dari Madrasah tingkat Awaliyah (‘Ula).Targhib. 4. Karena banyaknya bahan pelajaran serta padatnya kegiatan yang menyita perhatian. Misalnya bosan pengajaran yang dialokasikan perminggu dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat dengan sistim paket atau pesantren kilat pada hari Ahad. maka penyelenggaraan poses pembelajaran harus diupayakan seefektif dan seefisien mungkin. Taysir alKhallaq. Efektifitas dan Efisiensi Tujuan utama menyelenggarakan di Pondok adalah pembentukan pribadi (character building). 3.(tujuan pembelajaran khusus). transformasi ilmu pengetahuan. dan pengkaderan Ulama. al-Tahliyyah wa al. perluasan serta pengalaman suatu pokok bahasan dari tingkat pendidikan ketingkat berikutnya harus disusun secara berencana dan sistimatis. Wustha dan `Ulya. Misalnya dalam satu mata pelajaran Aqidah Akhlak (menggunakan Kitab Akhlaq lil Banin. Atas dasar pertimbangan di atas maka waktu yang tersedia harus benar-benar dimanfaatkan bagi pengembangan kepribadian santri sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan Madrasah Diniyah. Kontinuitas Dalam pelaksanaan kurikulum di pondok selalu diusahakan adanya hubungan hierarkis fungsional.

Sebab itu maka suatu 44 . timbulnya akidah didalam hati. 1. Ciri lain dari literatur yang dipergunakan di pesantren itu ialah beraksara Arab Gundul (huruf arab tanpa harakat atau syakal). Kalau telah ber-aqidah berarti hati manusia telah terikat oleh suatu kepercayaan atau pendirian. ialah setelah lebih dahulu fikiran itu terbang dan kemudian lepas entah kemana. sesuai kertas yang tersedia waktu itu. Akan tetapi. Kitab kuning sebagai materi kurikulum utama dalam proses pembelajaran di di Pondok Pesantren sering disebut al-kutub al-qadimah. aqidah artinya mengikat tepi-tepi barang atau mengikatkan suatu sudut pada sudut lain. Al-kutub alqadimah itu jumlahnya sangat banyak. Judul kitab-kitab kuning yang beredar dikalangan kyai di pesantren-pesantren Jawa dan Madura jumlahnya mencapai 900 judul. artinya ikatan. al-kutub al-shafra’ atau "kitab kuning" karena biasanya kitab-kitab itu dicetak di atas kertas berwarna kuning. Secara bahasa. dan `Ulya tiap tingkatan. Berikut ini adalah gambaran sekilas dari masing-masing bidang ilmu. Wustha. Kemudian dapatlah suatu kesimpulan pandangan. Terikat tidak retak lagi. Bidang Aqidah / Ilmu Tauhid Aqidah diambil dari bahasa Arab. Jadi. lalu menjadi keyakinan.dan hierarkis antara mata pelajaran yang diberikan pada tingkat Awaliyah. asal kalimat ialah aqada dipindahkan menjadi aqidah. Tidak berujung dan tak tentu tempat hinggap. yang banyak dimiliki para kyai dan diajarkan di pesantren di Indonesia adalah kitab-kitab yang umumnya karya ulamaulama madzhab Syafi’i (Syafi’iyyah). Kitab-kitab kuning yang dipakai di di Pondok Pesantren bila dikelompokkan menurut materi (disiplin /cabang ilmu) dikelompokkan menjadi 11 bidang disiplin ilmu.

Bidang Tajwid (Baca al-Qur’an) Tujuan dari pengajaran al-Qur’an di di Pondok adalah membentuk kemampuan membaca secara benar (fasih) dalam ucapan setiap hurufnya (Makhraj). Orang yang beri’tikad didalam suatu perkerjaan tidaklah mau mengerjakan suatu atau menginggalkan suatu pekerjaan dengan tidak berfikir. Ma’rifatullah. ‘Aqidat al-‘Awam. Aqidah / Tauhid memiliki cabang-cabang yaitu Tauhidullah. Qatr al-Ghats. Sedangkan untuk tingkat menengah kitab yang dapat dan biasa diajikan adalah : Kifayat al-Awam. dan surat-surat pendek yang ada dalam Juz ‘Amma (Juz Tiga puluh). al-Jawahir al-Kalamiyyah. Nadzam Hidayat al-Shibyan. Kesimpulan berfikir adalah i’tikadnya. dan jaudah (baik) dalam bacaan (persambungannya). Tijan Darari. Kitab-kitab Tajwid yang biasa diajarkan: Syifa al-Jinan. Arasy dan Al-Haqq. Khoridat al-Bahiyah. Beberapa kitab yang biasanya diajarkan untuk tingkat Ula ialah: Aqidah al-Diniyyah. khususnya surat al-Fatihah yang merupakan bacaan wajib dalam setiap sholat. Umm al-Barahin. atau Tuhfat al-Athfal. rezeki. alDar al-Farid. Kitab-kitab ini berisikan uraian-uraian tentang ilmu tajwid yang disajikan dalam bentuk syair sehingga guna memudahkan santri pemula dalam mengingatnya.pendapat yang tidak timbul dari pertimbangan akal fikiran yang lantaran hanya taklid buta. Sanusiyah. 2. Iman. 45 . karena biasanya syair-syair ini diucapkan dengan dilagukan sesuai selera santri itu. Lantaran turut-turutan belumlah bernama aqidah. Matn al-Bajuri. Adapun untuk tingkat tinggi sering diajarkan kitab-kitab seperti al-Husn al-Hamidiyah dan Fajr al-Shadiq. Pada tingkat ‘Ula (Awwaliyah) pengajaran membaca al-Qur’an itu diarahkan pada bacaan-bacaan yang ada dan diperlukan dalam shalat.

Tujuan dari pembelajaran pembacaan al-Qur’an tingkat Ulya (tinggi) adalah agar santri yang telah menguasai pengetahuan tentang tajwid juga memiliki pengetahuan perbedaan-perbedaan pembacaan al-Qur’an menurut versi Imam yang tujuh. maka materi yang dipilih untuk diajarkan di pesantren ialah mengenai sifat-sifat mahmudah seperti pengendalian diri. Nadzam Jazariyyah. Kitab-kitab Tajwid yang biasa menjadi bahan aji adalah: Al-Khoridat alBahiyyah. atau Siraj al-Qaari. 3. Kitab-kitab tajwid serta kitab Qira'at as-Sab’ah karya Imam Mujahid. sikap dan tatakrama sebagi pencari ilmu 46 .Tujuan pengajaran pembacaan al-Qur’an pada Wustho (lanjutan) di Pondok Pesantren adalah santri dapat menjelaskan alasan-alasan mengapa suatu huruf dibaca demikian tetapi pada tempat lain dibaca beda. Bidang Akhlaq/Tasawuf Tujuan pembelajaran Akhlaq/Tasawuf adalah membentuk santri agar memiliki kepribadian muslim yang berakhlaq karimah baik dalam hubungannya dengan Allah atau hablum minallah (hubungan vertikal) maupun dalam hubungannya dengan sesama manusia. apa hukum bacaan tersebut serta berapa panjang nada bacaan itu dan seterusnya. Bahkan terkadang alasan-alasan yang diberikan santri harus didukung oleh dalil dari teks kitab tajwid tertentu. Dari itu. Hilyat al-Thilawah wa Zinat al-Ada wa al-Qiraat. Hal ini dimaksudkan agar para santri tadi tidak hanya mampu memahami dan menerapkan pengetahuannya tentang tajwid ini untuk dirinya. hablun minannass (hubungan horisontal) serta dalam hubungannya dengan alam sekitar atau makhluq lainnya. akan tetapi mereka juga mampu mengajarkannya kepada orang lain kelak.

kepada sesama manusia. sikap dan tatakrama dengan teman sebaya. Ini semua dilakukan karena dilandasi oleh kecintaan kepada Allah di atas kecintaan kepada segala-galanya. Kitab yang digunakan : Akhlaq lil Banin serta Akhlaq lil Banat. al-Riyadh al-Badi’ah. bahkan sikap dan tatakrama seorang isteri kepada suami dan sebaliknya. Bidayat al-Hidayah. teman sebaya. Nashaih al-Diniyyah. Tujuan pembelajaran akhlaq pada tingkat Ula / dasar adalah agar para santri memiliki akhlaq yang mulia ketika berhubungan dengan orang tua. Nashaih al-‘Ibad. Pelajaran akhlaq yang disampaikan oleh kitab-kitab itu menjelaskan tentang akhlaq kepada Allah. tentangga dan lingkungan sekitar. al-Tahliyyah wa al-Targhib. Nadzam Aly al-Bari. Di samping itu. Kitabkitab ini pada dasarnya menyajikan materi pendidikan akhlaq yang meliputi pokokpokok akhlaq yang berhubungan dengan keluarga. kepada orang tua. pelajaran yang disajikan oleh kitab-kitab ini adalah memperdalam serta memperluas apa yang telah diberikan pada tingkat awal ditambah dengan hubungan kemasyarakatan serta pengenalan akan ajaran-ajaran tasawuf. dengan yang lebih tua dan semisalnya. sikap dan tatakrama dengan orang tua atau sebagai orang tua. serta kepada sesama makhluq. Pada di Pondok Pesantren tingkat Wustho (lanjutan) kitab yang digunakan : Ta’lim al-Muta’allim. kepada Rasul-Nya. tetangga dan lingkungan sekitar serta menumbuhkan sikap kecintaan kepada Allah dan rasul-Nya. Tujuan pembelajaran akhlaq untuk tingkat menengah adalah membentuk santri 47 . yang semuanya menyangkut kehidupan keseharian manusia. Taysir al-Khallaq. Risalat al-Mu’awanah.yang akan berhubungan baik dengan guru maupun dengan ilmu itu sendiri.

mampu memastikan ucapan (harakat) nya pada kedudukannya yang berbeda-beda dalam kalimat (jumlah). bahkan Manthiq (Logika). Tujuan pembelajaran akhlaq/tasawuf pada tingkat tinggi adalah agar para santri memiliki wawasan akhlaq yang lebih menyeluruh dalam setiap aspek kehidupannya sehingga perilaku mereka dihiasi oleh akhlaq al-karimah yang dibimbing oleh hati yang suci. Tujuan pembelajaran akhlaq/tasawuf pada tingkat tinggi adalah agar para santri memiliki wawasan akhlaq yang lebih menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan sehingga perilaku mereka dihiasi oleh akhlaq al-karimah yang dibimbing oleh hati yang suci. tetapi lebih diwarnai oleh corak tasawufnya dan dengan penjelasanpenjelasan yang lebih filosofis. dapat mengenali jenis-jenisnya. dengan sesama manusia serta dengan sesama makhluq yang dilandasi oleh karena kecintaannya kepada Allah Swt. Pada tingkat Ula (awaliyah) di Pondok Pesantren pengajaran Nahwu dan Sharaf biasanya dimaksudkan agar santri mampu membuat (tashrif) kata-kata (kalam) Arab. Balaghah. Kitab-kitab ini tidak lagi hanya mengulas pelajaran akhlaq. 4. Kitab-kitab yang diajarkan adalah antara lain Kifayat al-Atqiya. al-Hikam serta Ihya Ulumuddin. Sharaf. mampu mengenali dan 48 . Mau’idzat alMu’minin.yang ber-akhlaqul karimah dalam hubungannya dengan Allah. Bidang Bahasa Arab (Nahwu – Sharaf) Bahasa Arab yang diajarkan di di Pondok Pesantren terfokus kepada pengkajian ialah "ilmu alat" yang biasanya meliputi Nahwu.

dan Qawaid al-Natstsar. materi aji fiqih menyangkut segi-segi praktis dalam hubungan manusia dengan Allah (ibadah) maupun hubungan manusia dengan manusia (muamalah) dan makhluq yang lain. Fath nabb al-Bariyyah. Bedanya. atau fiqih biasanya dibagi menjadi : • • Ibadah (ibadah dalam arti sempit) Mu’amalat (tentang kerjasama antar manusia semisal jual beli dan lain-lain) 49 . dan Alfiyah ibn Malik. dan Uqud alJuman (karya Jalaluddin As-Suyuthi). Ajrumiyyah. Syarh Ajrumiyyah. jika akhlaq memperhatikan hubungan itu dalam kontek batin atau kejiwaannya. Bidang Fiqih Seperti akhlaq. Asymani. Kitab-kitab wajib yang menjadi acuan utama kalangan pesantren untuk mempelajari bahasa Arab biasanya : Awamil. hanya saja lebih detail dan lebih luas karena menyangkut variasi-variasi dan anomali-anomali kata dan kalimat yang ada dalam bahasa Arab. Rahman al-Anshori).membuat jumlah (kalimat) yang berbeda-beda. Pada tingkat Wustho (lanjutan) kitab yang digunakan biasanya al-Qawaid al-Sharfiyyah. Dan pada tingkat Ulya (tinggi) kitab yang digunakan al-Jauhar al-Maknun (karya Abd. Imrithi. Pada tingkat menengah dan tinggi tujuan yang diharapkan sama. Materi pelajaran syari’at Islam. maka fiqih lebih menonjolkan pada segi formal dan lahiriah hubungan tersebut. 5. Mutamminah. Amthilatut Tashrifiyah. Kaylani. Ilmu Balaghah biasanya diberikan pada tingkat tinggi untuk mempertajam pemahaman terhadap makna kalimat dan mengenali keindahannya. Sullam al-Munawwaroq. Al-Bina wa al-Asas. Qawaid al-I’lal. Nadzam Maqshud.

Fiqh pada tataran tertentu adalah produk. pencarian dasar-dasarnya. I’anat al-Talibin (Sayyid Abu Bakr). Fath al-Muin (Zaenuddin bin Abdul Aziz). Fath al-Qarib Safinat al-Shalah. Tujuan Ushul Fiqh santri diharapkan dapat mengetahui proses bagaimana sebuah hukum dihasilkan. Selain itu. al-Mahalli (Jalaluddin bin Ahmad al-Mahalli). Safinat al-Najat (Muhammad Nawawi).Wahab).• • Munakahat (tentang pernikahan) Jinayat (tentang pelanggaran dan pembunuhan) Fiqh Ibadah biasanya diberikan pada tingkat Ula (awwaliyah). al-Fiqh ala Madzahib al-Arbaah (al-Jaziri). sedangkan mu’amalat diberikan pada tingkat Wustho (lanjutan). pada tingkat tinggi biasanya dilakukan perluasan wawasan dengan menjangkau pula fiqih-fiqih dari berbagai madzhab. Minhaj alQawim. Ushul Fiqih Ushul Fiqh membahas dasar-dasar dan metode untuk menarik (istinbath) sebuah hukum. Kifayat al-Ahyar (Imam Taqiyuddin Abu bakr. Tingkat tinggi biasanya materi yang diajarkan bab munakahat dan jinayat. dan al- Muhadzdzab Fi Fiqh al-Imam Syafii (Abu Ishaq Ibrahim) 6. prosesnya dicakup dalam Ushul Fiqh ini. Bahjat al-Wasiil. Bidayat al-Mujtahid (Ibn Rusyd). al-Iqna’ (Abu yahya Zakariyya al-Ansori). Kitab-kitab yang menjadi referensi utama untuk materi Fiqh adalah: Sullamul Munajat (Muhammad Nawawi). Sullam atTaufiq (Muhammad Qasim al-Ghozi). 50 . Tausyih ala ibn Qasim (Muhammad Nawawi al-Jani). Umdat al-Salik. al-Umm (Imam Syafi’i). dari sejak menetapkan masalahnya. al-Mizan al-Kubra (Abu al-Mawahib Abd. Fath al-Wahhab.

sehingga dapat memahami dan mentoleransi adanya perbedaanperbedaan produk hukum. Pada tingkat ‘Ula (dasar) kebanyakan di pesantren belum memberikan materi ini. Bidang Tafsir Tafsir pada santri pemula tetapi mulai diberikan kepada para santri tingkat menengah serta tingkat tinggi. Pada tingkat Ulya (aliyah/tinggi) kitabnya : Tashil al-Thuruqat. Tafsir untuk 51 . dan Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusd. atau fiqh. Lathaif al-Isyarat karya Imam Tajuddin Abdul Wahab al-Subhi. dan Faraid al-Bahiyyah karya Abu Bakr al-Yamani semuanya diberikan di tingkat Wustho (lanjutan). Di samping itu. Jam’ al-Jawami. Ghayat al-Wushul karya Abu Yahya Zakaria al-Ansori. sehingga dengan demikian santri diharapkan mampu secara mandiri menetapkan hukum melalui proses-proses standard. pada tahap ini ditingkatkan kajian studi kasus. Pemberiannya pada tingkat menengah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa sebuah hukum itu lahir dari sebuah proses pertimbangan dan pengolahan yang sistematis metodologis.penetapan alasan-alasannya. Untuk tingkat menengah. biasanya ditingkatkan melalui perluasan wawasan dengan mengetengahkan secara intensif berbagai ragam proses pembuatan hukum. selain mematangkan apa yang diperoleh pada tingkat pertama. Pesantren yang sudah mengajarkan tafsir untuk santri pemula biasanya hanya diberikan kitab tafsir "kecil" atau tipis halamannya. serta bagaimana alasan itu diolah hingga sampai kepada keputusan tertentu. 7. Adapun buku-buku teks yang menjadi sumber materi Ushul Fiqh antara lain Waraqatal-Dimyathi ala Syarh al-Waraqat karya Ahmad bin Muhammad al-Dimyati.

ataupun bahasa Indonesia. dan tafsir-tarsir yang setingkat dengan itu. serta nadikh dan mansukh suatu ayat. Dalam pengajaran tafsir. Untuk tingkat menengah (Wustho) kitab-kitab tafsir yang banyak dibaca adalah pilihan dari beberapa kitab tafsir. makkiyah-madaniyah. Shafwa al-Tafasir. Kelima. penekanan utama diberikan pada: Pertama. Kitab ini hanya menguraikan penafsiran terhadap ayat-ayat dalam surat Yasin dengan penjelasan singkat bahkan menyerupai pegertian kata-kata (mufradat) sehingga dilihat dari jumlah halamannya kitab ini sangatlah tipis. kemampuan mengetahui kedudukan suatu kata dalam struktur kalimat (i’rab) serta mengetahu dan membedakan makna mufradat (pengertian kata-kata) ayat-ayat al-Qur’an baik ditinjau dari segi morfem (sharaf) maupun persamaan makna katanya (muradif). kandungan utama ayat itu secara tekstual maupun kotekstual sehingga santri menemukan relevansi ayat itu dalam realitas kehidupan. Keempat. yang biasanya terdiri dari ayat-ayat terpilih dan telah diberi makna (diafsahi) dengan menggunakan bahasa daerah lokal. Kitab tafsir yang menjadi pegangan santri untuk tingkat dasar pada beberapa pesantren tertentu di antaranya adalah tafsir Yasin. perbandingan penjelasan makna ayat-ayat al-Qur’an dengan kitab tafsir lain. Kedua. asbabun nuzul.tingkat dasar ini dimaksudkan hanya sebagai pengenalan bagi para santri. Tujuan pembelajaran tafsir pada tingkat menengah ini adalah agar para santri memiliki pengetahuan tentang makna ayat- 52 . Tafsir alMunir. seperti Tafsir Jalalain. Sebagian pesantren bahkan menggunakan kitab tafsir yang telah disusun oleh kyai setempat. Ketiga. pada beberapa pesantren tertentu kitab tafsir yang dibaca ditekankan pada kitab tafsir yang bercorak hokum (tafsir ahkam).

metode menafsirkan al-Qur’an serta ilmu-ilmu lain yang berguna untuk mengenal. Di tingkat Wustho. Bidang Ulumul Qur’an Yang dimaksud dengan Ulumul Qur’an adalah ilmu-ilmu tenteng Al-Qur’an. syarat-syarat untuk menjadi mufassir. kaidah-kaidah menafsirkan al-Qur’an. Yaitu ilmu-ilmu yang dibutuhkan dan berguna untuk menafsirkan teks al-Qur’an. mengerti dan memahami teks-teks bahasa al-Qur’an yang bahasa Arab. Pada tingkat tinggi kitab-kitab yang bisa diajarkan antara lain adalah.ayat al-Qur’an melalui pemahaman kitab-kitab tafsir hasil karya ulama baik yang klasik maupun moderen. Ilm alTafsir karya al-Nawawi. kitab-kitab yang diajarkannya biasanya kitab al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an karya imam Jalaluddin alSuyuthi. atau Asrar Tartib 53 . Pada tingkat 'Ula (Awwaliyah) belum diberikan materi Ulumul Qur’an. Tafsir Ayaat al-Ahkam. Tujuan pembelajaran pada tingkat Wustho adalah agar setelah mempelajari kitab-kitab di atas para santri memiliki pengetahuan dasar tentang ilmu-ilmu yang diperlukan untuk memahami makna al-Qur’an serta mengetahui pola struktur kalimat yang digunakan dalam al-Qur’an. serta Tafsir al-Maraghi. 8. Pada tingkat 'Ulya (Aliyah) atau tinggi biasanya kitab-kitab tafsir yang menjadi materi pembelajaran adalah Tafsir Showi. Topik-topik yang dibahas dalam ilmu ini antara lain: apa dan bagaimana al-Qur’an itu. al-Tafsir wa al-Mufassirin karya al-Dzahaby. Tafsir Ibn Katsier. Bahkan pada beberapa pesantren dipergunakan juga kitab tafsir yang bercorak tafsir bi al-‘ilm (ilmu pengetahuan/science) yaitu tafsir Thanthawi Jauhari.

Materi yang dipaparkan biasanya juga merupakan materi-materi utama tingkat dasar pula. Bidang Hadits Pengajian hadits di Ula bertujuan untuk memperkenalkan hadits dengan menonjolkan kandungan materinya. ikhsan atau akhlaq-akhlaq utama. tentang islam. Jadi tujuannya lebih meningkat dari tingkat awal. Jelasnya konsentrasi pengkajiannya terpusat pada matan dan dengan pembahasan yang sederhana saja. seperti tentang iman. Pada tingkat Wustha. maupun Arbain al-Nawawi karya Imam Nawawi. sesuai dengan kemampuan santri pada tingkat ini. dengan tidak menampilkan silsilah sanad yang lengkap. hal itu tidak lantas menjadi pembahasan. Kitab-kitab yang banyak digunakan ialah: Tsalats al-Rasail karya Ustadz Abu Said al-Khadimi. 9.al-Qur’an karya Jalaluddin al-Suyuthi. Tujuan pembelajaran Ilmu Tafsir pada tingkat ini biasanya ditekankan pada pemahaman dan penguasaan metodologi penafsiran. hadits yang diangkatnya pun biasanya pendekpendek dan mulai dari shahabat. corak pengajaran hadits tampak lebih jelas. dengan tetap memberikan perhatian pada kandungan matan. begitu juga terhadap rijal al-hadits-nya. Jika pun dari kitab yang tersedia dijumpai silsilah sanad yang lengkap. Arba’ al-Rasail karya Ahmad Zaini Dahlan. dan Mukhtar al-Akhadits yang disusun oleh al-Sayyid Ahmad al-Hasyimi Bek. Adapun kitab-kitab yang biasa digunakan pada tingkat ini ialah Bulug al-Maram karya al-Hafidz Ibn Hajar al-‘Asqalani. Oleh karena itu. 54 . sehingga para santri nantinya mampu melakukan secara mandiri penafsiran yang benar dan memadai terhadap al-Qur’an. Perhatian kepada sanad hadits mulai ditekankan.

sanad. dan kitab-kitab lain yang umumnya sepadan. Shahih Muslim. Ulum al-Hadits wa Mustholahuh karya Dr. Ilmu Hadits biasanya diberikan kepada santri tingkat Wustho atau lanjutan. al-Manhal al-Latif fi Ushul al-Hadits al-Syarif karya al-Sayyid Muhammad al‘Alawy al-Maliky. Minhaj Dzawi al-Nadzar karya ulama Indonesia. Tujuannya adalah penguasaan lengkap terhadap hadits yang dipelajari. atau keduanya--. yang meliputi pengetahuan tentang sanad dan variasi sanadnya. perawi-perawinya dan seterusnya. Qadir Hasan. Muhammad Mahfudz alTermasi. sejarah penulisannya. kualitas dan jenis-jenisnyanya—baik dilihat dari segi matan. dan Riyadlus Sholihin. Subhi Shalih.Pada tingkat ‘Ulya /‘Aly pengkajian hadits benar-benar telah memasuki tahap lengkap. Mahmud al-Thahhan. dari mulai posisinya sebagai sumber hukum . Muwatha Malik. biasanya juga ditambah dengan keterampilan Takhrij al-Hadits. Pada tingkat tinggi. cara periwayatannya. sosok dan karakter perawinya. Kitab-kitab yang biasa dikaji adalah Minhat al-Mughits karya al-Hafidz Hasan al-Mas’udi. ‘Ilm Mushtolah al-Hadits karya Abd. Taisir Musthalah alHadits karya Dr. yaitu bagaimana menetapkan kualitas hadits berdasarkan metode-metode yang ada untuk menentukan status dan kualitas hadits. kitab-kitabnya. Subulus Salam. Pada tingkat ini. serta matan dan variasinya. Bidang Ulumul Hadits Ilmu-ilmu Hadits atau Ulumul Hadits adalah ilmu tentang seluk-beluk Hadits. Adapun kitab-kitab 55 . kitab yang diharapkan dan sering dipakai ialah kitab-kitab hadits standard seperti Shahih al-Bukhari. 10. berikut asbab al-wurudnya dan materi kandungannya. Materinya meliputi seluk beluk hadits.

dan Siroh Nabawiyah. Ushul Takhrij wa Dirasat al-Asanid karya Dr. Manhaj al-Muhadditsin fi Dhabt alSunnah karya Dr. namun menjangkau makna di balik fakta itu. Qadir ibn Abd. Pada tingkat. Mahmud al-Tahhan. Kitab-kitab yang menjadi bacaan utama pada tingkat Wustho adalah Sirah ibn Ishaq. 11. materi yang diberikan biasanya dibatasi hingga hanya pada masa Rasulullah. Qishotiul Mi’roj.takhrij yang dapat diajarkan untuk tingkat tinggi adalah: Thuruq Takhrij Hadits Rasulillah karya Abu Muhammad Mahdi ibn Abd. 56 . Pada tingkat tinggi. Bidang Tarikh (Sejarah Islam) Tarikh atau sejarah Islam diajarkan di di Pesantren bertujuan untuk mengenal secara kronologis pertumbuhan dan perkembangan umat Islam semenjak masa Rosulullah hingga masa kehidupan Turki Ustmani. Kitab yang dipakai biasanya Kulasahoh Nurul Yaqin. materi biasanya penekanannya tidak terbatas pada fakta sejarah. Mahmud Ali al-Fayyad dan sebagainya. Sejarah pada masa Khulafa al-Rasyidin baru diberikan pada tingkat Wustho (Lanjutan). dan Durr Tarikh al-Islam. Nurul Yaqin. Hadi.

Berikut ini adalah gambaran singkat bagaimana penerapan metode dimaksud dalam sistem pembelajaran santri. Metode-metode pembelajaran tersebut tentunya belum mewakili keseluruhan dari metode-metode pembelajaran yang ada di pondok pesantren. sebab setiap santri asisten kyai. Ada beberapa metode pengajaran yang diberlakukan di pesantren-pesantren. yaitu pengembangan ke dalam (internal) dan keluar (external). menyodorkan kitabnya di hadapan kyai atau pembantunya -- 57 . halaqah. hafalan. tetapi setidaknya paling banyak diterapkan di lembaga pendidikan tersebut. Pondok Pesantren walaupun dikategorikan sebagai lembaga pendidikan tradisional mempunyai sistem pengajaran tersendiri. berasal dari kata sorog (bahasa Jawa). dan itu menjadi ciri khas sistem pengajaran/metodik-didaktik yang lain dari sistem-sistem pengajaran yang dilakukan di lembaga pendidikan formal. fathul kutub.BAB III MENGENAL METODE PEMBELAJARAN PESANTREN Sebagai lembaga pendidikan. Sorogan Sorogan. dan muqoronah. yang berarti menyodorkan. Hiwar. weton/bandongan. diantaranya: Sorogan. Pengembangan KBM di Pondok Pesantren dalam bidang pendidikan pada dasarnya terdiri atas dua poros. Bahtsul Masa’il. Pengembangan internal terpusat pada upaya-upaya menjadikan kegiatan belajar mengajar lebih efektif. A. terutama dengan mengembangkan metode-metode pembelajaran.

Akan tetapi. Sistem sorogan ini terbukti sangat efektif sebagai taraf pertama bagi seorang murid yang bercita-cita menjadi seorang alim. menilai dan membimbing secara seorang murid dalam menguasai bahasa Arab. Kegiatan belajar belajar mengajar terpusat pada guru. daya kreativitas dan aktivitas murid menjadi lemah.Sistem sorogan ini termasuk belajar secara individual. Akhirnya. dan terjadi interaksi saling mengenal di antara keduanya. Dalam metode sorogan. untuk hal yang terakhir ini. di antaranya adalah ketika tidak terjadi dialog antara murid dan guru. Dalam hal ini. atau bimbingan bila diperlukan. guru tidak segera memperoleh umpan balik tentang penguasaan materi yang disampaikan. Metode ini menyimpan beberapa kelemahan. Murid menjadi pasif. Metode sorogan merupakan kegaiatan pembelajaran bagi para santri yang lebih menitikberatkan pada pengembangan kemampuan perseorangan (individu). guru menyediakan sekurang-kurangnya waktu dan kesempatan kepada murid untuk ber-tanya. komentar. murid membaca kitab kuning dan memberi makna sementara guru mendengarkan sambil memberi catatan. dialog antara guru dengan murid belum atau tidak terjadi. dalam metode ini. di bawah bimbingan seorang ustadz atau kyai. Sistem ini memungkinkan seorang guru mengawasi. Pengajian dengan sistem sorogan ini biasanya diselenggarakan pada ruang tertentu di mana di situ tersedia tempat duduk seorang kyai maksimal kemampuan 58 . dimana seorang santri berhadapan dengan seorang guru. Maka. Metode ini tepat bila diberikan kepada murid-murid seusia tingkat dasar (ibtidaiyah) dan tingkat menengah (tsanawiyah) yang segala sesuatunya masih perlu diberi atau dibekali.

kemudian di depannya terdapat bangku pendek untuk meletakkan kitab bagi santri yang menghadap. Sebelum menunjuk santri yang mendapatkan giliran. terlebih dahulu kyai membuka majelis dengan membaca basmalah. tergantung perkiraan guru terhadap kemampuan santri. dan 59 . Kyai atau ustadz membacakan teks dalam kitab itu. Ia membuka bagian yang kan diaji dan meletakkannya di atas meja yang telah tersedia di depan kyai atau ustadz. • Santri dengan tekun mendengarkan apa yang dibacakan kyai atau ustadz. Pelaksanaannya dapat digambarkan sebagai berikut : • Santri berkumpul ditempat pengajian sesuai dengan waktu yang ditentukan dengan masing-masing membawa kitab yang hendak diaji. • Seorang santri yang mendapatkan giliran menghadap langsung secara tatap muka kepada gurunya. shalawat. Panjang atau pendeknya teks yang dibaca sangat bervariasi. Santri-santri lain.atau ustadz. baik yang mengaji kitab yang sama atau pun berbeda duduk agak jauh sambil mendengarkan apa yang diajarkan oleh kyai atau ustadz kepada temannya sekaligus mempersiapkan diri menunggu giliran dipanggil. • Kyai atau ustadz kemudian memberikan arti teks dengan menggunakan bahasa melayu atau bahasa daerahnya. tetapi tidak jarang juga secara hafalan. • • Kyai atau ustadz masuk ke dalam ruang dan duduk ditempat yang disediakan. Adakalanya dengan melihat teks. lalu berdo’a (adakalanya bersama) agar para santri mendapat kemudahan dalam menyerap ilmu dan seterusnya. khususnya pada kitab-kitab sederhana (tingkat awal). hamdallah.

meliputi semua huruf yang ada baik huruf awal. Pensyakalan itu. untuk disesuaikan dengan susunan kata dalam bahasa pengantar. Selain mendengarkan. bunyi ucapan teks Arab dengan melakukan pemberian harakat (syakal) terhadap kata-kata arab yang ada dalam teks kitab. rerus salam. adakalanya kyai atau ustadz lalu bersalaman dengan santrinya. Namun demikian.mencocokkannya dengan kitab yang dibawanya. Kedua. Kata-kata penyesuaian itu. atau al-Fatihah. • Kyai menutup majelis dengan do’a dan hamdallah. menuliskan arti setiap kata yang ada dengan bahasa Indonesia atau bahasa daerah langsung bawah setiap kata Arab (diafsahi) dengan menggunakan huruf Arab pegon dengan berbagai pertambahannya. tidak jarang juga kyai atau ustadz memberikan tambahan penjelasan agar apa yang dibaca dapat lebih demengerti. melainkan semuanya harus diingat secara baik. 60 . santri melakukan pencatatan atas: Pertama. biasanya juga dicatat melalui perlambang seperti telah dicontohkan di atas. Bila jumlah santri sedikit. Kegiatan ini biasanya diminta oleh kyai atau ustadz untuk diulang pada pengajian berikutnya sebelum dipindahkan pada pelajaran selanjutnya. ada pula kyai atau ustadz yang tidak menghendaki pencatatan demikian. Setelah tampilan santri dapat diterima. tengah. • Santri kemudian menirukan kembali apa yang dibacakan kyai atau ustadznya secara sama. yang sering juga disebut pendlabithan (pemastian harakat). maupun akhir (i’rab). Kyai atau ustadz mendengarkan dengan tekun pula apa yang dibaca santrinya sambil melakukan koreksi-koreksi seperlunya.

di 61 . Untuk tingkat lanjutan. dapat saja yang mulai membaca adalah santri. karena santri akan merasakan hubungan yang khusus ketika berlangsung kegiatan pembacaan kitab oleh dirinya di hadapan kyai atau ustadznya. santri semakin simpati sehingga ia berusaha untuk selalu mencontoh perilaku gurunya itu. Hal ini membawa pengaruh yang baik karena kyai semakin tumbuh kharismanya. polanya bisa sama dengan pada tingkat lanjutan.Metode pembelajaran ini termasuk metode pembelajaran yang sangat bermakna. nada dan intonasi bacaan yang sekaligus menunjukkan tingkat pemahaman santri terhadap apa yang dibacanya. ketepatan ucapan. Tentu saja dengan melakukan beberapa modifikasi. Mereka tidak saja senantiasa dapat dimbimbing dan diarahkan cara pembacaannya tetapi juga dapat dievaluasi dan diketahui perkembangan kemampuannya. Kyai atau ustadz hanya mendengarkan dan memperhatikan kefasihan. metode ini sesungguhnya dapat diterapkan untuk tingkat lanjutan bahkan tingkat tinggi sekalipun. Kyai atau ustadz selanjutnya dapat langsung menjelaskan apa yang terkandung dalam teks yang dibaca tadi. Sekalipun kelihatannya hanya cocok untuk pemula. Dalam situasi demikian tercipta pula komunikasi yang baik antara santri dengan kyai atau ustadznya sehingga dapat meninggalkan kesan yang mendalam pada jiwa santri maupun kyai atau ustadz sendiri. Namun. Pada tingkat tinggi. Kyai atau ustadz dalam hal ini mempercayai kemampuan santri akan makna perkata atau bahkan perkalimat apa yang dibaca oleh santri sehingga tidak perlu lagi mengulang arti perkata seperti yang dilakukan pada tingkat awal.

penyususn) kitab itu. Pada setiap tingkatan dengan berbagai macam nama-nama kitab yang menjadi bacaan / pegangannya. yaitu: • Penyusunan kurikulum yang berisi jenis materi pengajian (pembelajaran). Para kyia tertentu di beberapa pesantren sesungguhnya sudah lama menerapkan ini. dan seterusnya secara berkesinambungan hingga sampai pada mu’allif (pengarang. Pada tingkat ini biasanya kyai secara khusus memberikan ijazah secara lisan yang dapat diartikan pula sebagai tanda perkenanan bagi sang santri untuk mengajarkan kitab yang disorogkan kyai atau ustadz kepada santri-santri yang lain. terus dari siapa yang menjadi gurunya. • Pendataan nama-nama santri yang berada dibawah bimbingan seorang ustadz. Ada beberapa hal yang dipersiapkan sebelumnya oleh kyai atau ustadz maupun oleh santri. Tidak jarang dalam pemberian ijazah itu seorang kyai atau ustadz melengkapinya dengan silsilah (rangkaian) dari mana kitab itu dipelajari mulai dari dirinya. Hal ini dilakukan untuk mendata tingkat aktivitas dan perkembangan kemampuan 62 . Interaksi yang terjadi kemudian berbentuk munaqasyah antara santri dan kyai atau ustadz. bila perlu dengan menggunakan bahasa Arab. Kualitas otoritas guru yang ada dalam rangkaian silsilah itu akan memberikan bobot tersendiri terhadap kitab dan pembelajarannya.sini santrilah yang diminta menjelaskan sendiri apa yang dapat difahaminya dari yang dibacanya.Santri dengan bimbingan ustadz memilih jenis kitab tertentu yang akan dipelajarinya. namun biasanya sangat khusus dan diperuntukkan bagi mereka yang telah terpilih dianggap mampu untuk melakukan balagh pengajian tersendiri.

Ia hanya memberikan perkiraan berapa waktu yang disediakan untuk kegiatan pembelajaran masing-masing santri. santri diminta membaca dan menerjemahkan teks yang telah di baca tadi. Jika memang santri yang akan mengaji dalam waktu yang bersamaan jumlahnya banyak. • Dalam membaca dan menterjemahkan teks Arab gundul seorang kyai atau ustadz menyampaikannya secara perlahan dan menggunakan bahasa yang mudah untuk difahami oleh santrinya.santri untuk waktu berikutya. karena santri tidak akan segan-segan bertanya jika ada yang tidak jelas atau tidak dimengertinya. Dalam pelaksanaannya. Ketika itu dilakukan pembetulan- 63 . • Setelah membacakan dan menerjemahkan satu alinea atau satu topik tertentu – sesuai keinginan dan pertimbangan kyai atau ustadz-. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan pembelajaran membawa hasil yang lebih baik. • Santri menyiapkan kitab yang akan dipelajarinya beserta alat-alat tulis yang meliputi pena atau pulpen serta buku tulis yang berfungsi untuk mencatat hal-hal penting. Demikian juga bila sebaliknya. maka ia akan membimbing dengan waktu yang lebih singkat untuk masing-masing santri. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut : • Menciptakan situasi dan kondisi yag komunikatif antara santri dan kyai atau ustadz sendiri dalam kegiatan pembelajaran. seorang kyai atau ustadz tidak secara ketat menentukan alokasi waktu yang diberikan untuk membimbing seorang santri.

kegiatannya dilakukan melalui: Santri diminta untuk membaca teks kitab yang dipilihnya dengan mengurangi penggunaan harakat atau syakal. dan aspek keterampilan (skill) 64 .pembetulan apabila terdapat kekeliruan dalam pembacaan dan penerjemahannya. Selain biasanya metode ini ditujukan untuk pemula. Kepada santri diminta untuk menjelaskan isi teks dengan menggunakan bahasa Arab yang benar Evaluasi dilakukan oleh kyai atau ustadz untuk mengetahui kemampuan santri dalam aspek pengetahan (kognisi). seorang kyai atau ustadz biasanya menanyakan atau meminta kepada santri untuk menjelaskan maksud dari teks yang telah dibaca tadi. isim tasniyah. Dhamir. serta menambahkan atau membetulkan apabila penyampaian santri ada hal-hal yang kurang atau keliru. dalam keadaan tertentu metode sorogan juga dipergunakan untuk pembelajaran kepada santri khusus yang memiliki kemampuan untuk dididik menjadi ustadz. demikian juga harakat-harakat panjang tidak lagi harus diberi syakal seperti yang dilakukan para santri pemula. Ini dapat dilakukan karena mereka adalah para santri yang telah menguasai nahwu dan sharaf dengan baik. aspek sikap (afeksi). kyai atau ustadz biasanya sedikit mengulas apa yang telah difahami santri. • Setelah santri menjelasakan. Ini dilakukan untuk melatih daya tangkap (pemahaman) santri terhadap teks. Kepada para santri diminta juga untuk tidak memberi catatan pada teks kitab yang dibacanya dengan simbol-simbol (tanda-tanda) seperti biasanya. jama’ mudzakkar salim dan jama’ muannats salim. • Setelah membaca dan menerjemahkan dengan benar. Mereka diminta untuk tidak akan memberi harakat pada setiap huruf dalam kalimat.

Dengan demikian. Karena. Hal-hal yang biasanya diperhatikan dalam menilai tingkat kemampuan para 65 . Penilaian dapat juga dilakukan pada saat seorang santri diminta untuk membaca dan menterjemahkan teks Arab gundul setelah dibacakan dan di terjemahkan oleh ustadz. maka pelajaran yang baru dapat dilanjutkan. jika sebaliknya maka santri tadi diharuskan untuk mempelajari kembali (mengulang).terhadap materi pembelajaran yang tela diberikannya. keberhasilan pembelajaran kepada para santri amat ditentukan oleh kemampuan belajar santri dan kemampuan membimbing kyai atau ustadz. Jika seorang santri berhasil membaca dan menerjemahkan dengan baik. Jika materi pembelajaran yang dipelajari dalam tatap muka yang telah dianggap telah dikuasai dengan baik oleh santri. kegiatan evaluasi dapat dilakukan sewaktu-waktu. Akan tetapi. Untuk mengevaluasi kemampuan para santri dalam pembelajaran dengan menggunakan metode sorogan biasanya dilakukan kegiatan berikut: Santri diminta membaca dan menerjemahkan teks yang telah disampaikan oleh kyai atau ustadz pada pertemuan yang lalu. jika dalam perkiraan kyai atau ustadz diperlukan untuk mengecek mater-materi yang telah dipelajari beberapa pertemuan yang lampau. kegiatan pembelajaran dapat dimulai dengan materi baru tanpa terlebih dahulu meminta santri untuk membaca dan menerjemahkan teks terdahulu. Penilaian dilakukan di samping berguna untuk mengetahui tingkat perkembangan kemampuan penguasaan santri juga berfungsi sabagai umpan balik (feed back) bagi seorang kyai atau ustadz untuk meninjau kembali cara-cara yang dilakukannya berkenaan dengan penggunaan suatu metode pembelajaran tertentu.

santri dengan menggunakan metode sorogan adalah: • Pembacaan yang dilakukan oleh seorang santri apakah sudah benar dalam arti sesuai dengan aturan tata bahasa Arab baik pada tingkat kata (sharaf) maupun pada tingkat kedudukan suatu kata dalam struktur kalimat (nahwu) atau masih belum sesuai. Pelafalan kata “sopo” menunjukkan bahwa kata yang disebutkan setelahnya itu berkedudukan sebagai fa’il atau pelaku. pengucapan kata “ing” menunjukkan bahwa kata yang diucapkan sesudahnya berkedudukan sebagai “maf’ul bih” atau sebagai objek dan seterusnya. Sebagai contoh dalam kasus bahasa Jawa. Kyai/ustadz 66 . • Pemahaman terhadap teks yang telah dibaca dalam bentuk uraian penjelasan atau kandungan teks setelah seorang santri menyelesaikan pembacaan sekian kalimat atau sekian paragraf Adapun untuk evaluasi akhir apabila telah menyelesaikan pembelajaran sebuah kitab tertentu. • Santri mampu menunjukkan kedudukan suatu kata dengan menggunakan ucapan simbolik tertentu melalui pola terjemahan kata demi kata disertai pelafalan simbol atau tanda oleh santri. pengucapan “iki” berarti kata yang dilafalkan sesudahnya itu berkedudukan sebagai “khabar” atau predikat. seorang kyai atau ustadz melakukannya dengan sistem acak. di antaranya yang sering muncul adalah: pengucapan lafal “utawi” berarti kata yang diucapkan sesudahnya berkedudukan sebagai “mubtada” atau sebagai subjek. Simbol atau tanda-tanda yang menunjukkan kedudukan kata dalam kalimat.

dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kyai yang menerangkan pelajaran secara kuliah. Metode bandongan atau wetonan dapat bermanfaat ketika jumlah murid cukup besar dan waktu yang tersedia relatif sedikit. Wetonan atau Bandongan Weton / bandongan. merupakan adalah cara penyampaian kitab kuning di mana seorang guru. Bebas di 67 . atau siswa mendengarkan. Pengajian di pondok pesantren dalam proses pembelajarannya menggunakan sistem pendidikan klasik. sementara materi yang harus disampaikan cukup banyak. dan menerima. kiai. memberi makna. sementara santri. Istilah weton ini. guru berperan aktif sementara murid bersifat pasif. yaitu sebelum dan atau sesudah melakukan shalat fardlu. Dalam metode ini. atau ustadz membacakan dan menjelaskan isi kitab kuning. di Jawa Barat disebut dengan bandungan. Jawa) yang berarti waktu. tradisi pendidikan klasik menyelenggarakan pendidikan dengan sistem bebas. istilah weton ini berasal dari kata wektu (bhs. Kemudian santri tadi disuruh membaca dan menterjemahkan sekaligus dan menjelaskan isinya secara singkat pada baian-bagian tertentu yang dianggap penting (acak) B. santri menyimak kitab masing-masing dan membuat catatan padanya. murid. tetapi kitab ini adalah kitab yang masih bersih tanpa syakl dan catatan terjemahan. Sebagaimana yang berlangsung pada sebelum abad ke-12 M.menyodorkan kepada santri yang akan diujinya sebuah kitab yang telah berhasil diselesaikan pembelajarannya. Metode weton ini merupakan metode kuliah. sebab pengajian tersebut diberikan pada waktu-waktu tertentu.

Seorang kyai atau ustadz dalam hal ini membaca. pencatatan simbol-simbol kedudukan kata. Metode Bandongan dilakukan oleh seorang kyai atau ustadz terhadap sekelompok peserta didik.sini dipahami dengan kebebasan peserta untuk mengikuti pelajaran dan menentukan guru siapa saja. menerjemahkan. Posisi para santri pada pembelajaran dengan menggunakan metode ini adalah melingkari dan mengelilingi kyai atau ustadz sehingga membentuk halaqah (lingkaran} Dalam penterjemahannya kyai atau ustadz dapat menggunakan berbagai bahasa yang 68 . pengajian biasanya dimulai setelah shalat fardhu atau pada waktuwaktu yang ditentukan. Ia boleh mengikuti pengajian itu berdasarkan kemauan dan minatnya masing-masing. pengajian pasaran sesungguhnya merupakan sistem pengajaran yang asli di dalam tradisi pendidikan Islam. Metode Bandongan disebut juga dengan metode wetonan. masing-masing melakukan pendhabithan harakat. Sang kiai melakukan pengajiannya dengan menggunakan metode bandongan. Setelah pengajian selesai dilaksanakan. menerangkan dan seringkali mengulas teks-teks kitab berbahasa Arab tanpa harakat (gundul). Pada metode ini – berbeda dengan metode sorogan. Sementara itu santri dengan memegang kitab yang sama. arti-arti kata langsung dibawah kata yang dimaksud. Pada sisi ini. sang kiai langsung menutup pengajian dan santri-santri pun pulang ke tempatnya masing-masing. Secara teknis. dan keteranganketerangan lain yang dianggap penting dan dapat membantu memahami teks. guru menyelenggarakan pengajian secara masing-masing dengan membahas kitab sesuai dengan konsentrasi dan kemauannya. Di pihak lain. atau santri. untuk mendengarkan dan menyimak apa yang dibacanya dari sebuah kitab.

seorang kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan hal-hal berikut. peta. yaitu . Jumlah jamaah pengajian adalah para santri yang telah menguasai dengan baik pembelajaran dengan menggunakan metode sorogan. biasanya terlebih dahulu seorang kyai atau ustadz mempersiapkan apa-apa yang diperlukan sesuai dengan pemilikan metode pembelajaran. seorang kyai atau ustadz terkadang mempergunakan pula alat bantu atau media pengajaran seperti : papan tulis. Untuk membantu pemahaman para santri. metode Bandongan biasanya diselenggarakan untuk para santri yang bukan lagi pemula. Penentuan jenis dan tingkatan kitab yang di pelajari biasanya memperhatikan tingkatan kemampuan para santri. misalnya : bahasa Jawa. santri diminta untuk membaca teks tertentu. Sunda atau bahasa Indonesia. Sebelum dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode Bandongan. tetapi para santri dilibatkan keaktifannnya dengan berbagai macam cara.menjadi bahasa utama para santrinya. melainkan untuk para santri tingkat lanjutan dan tinggi. • Memiliki gambaran mengenai tingkat kemampuan para santri guna menyesuaikan dengan bahasa dan penjelasan yang akan disampaikan. Sebelum dilakukan kegiatan pembelajaran. Walaupun yang lebih aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ini adalah kyai atau ustadz. Oleh karena itu. • Merumuskan tujuan yang akan dicapai dari pemilihan kitab tersebut dan 69 . dan lain sebagainya. misalnya diadakan tanya jawab. dan alat peraga lainnya. pengeras suara. OHP.

• Membaca do’a baik secara sendirian atau bersama-sama santri. • Mempersiapkan alat bantu atau alat peraga yang diperlukan pada pertemuan tersebut. Untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode bandongan biasanya dilakukan langkah-langkah berikut ini .tujuan pada setiap kali pertemuan. dan waktu yang diperlukan untuk evaluasi pada setiap kali pertemuan. Memperhatikan situasi dan kondisi serta sikap para santri apakah sudah siap untuk belajar atau belum. kemudian membukanya dengan mambaca basmallah dan shalawat. • Menetapkan waktu yang diperlukan untuk pembacaan dan penjelasan. • • Seorang kyai menciptakan komunikasi yang baik dengan para santri. • Seorang kyai atau ustadz dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan membaca teks Arab gundul kata demi kata disertai dengan terjemahannya dan pembacaan ungkapan-ungkapan atau istilah-istilah khusus (seperti = “utawi”. “iku”. waktu yang diperlukan untuk memberi kesempatan kepada para santri untuk bertanya. • Mempersiapkan catatan-catatan khusus tentang batas-batas materi yang akan disajikannya dan tentang penilaian kepada para santri. • Mempersiapkan bahan yang dapat digunakan untuk perluasan pembahasan atau penambahan wawasan. “sopo”. dsb) pada topik atau faslun (pasal) tertentu di sertai pula dengan penjelasan 70 .

seorang kyai atau ustadz memeberi kesempatan kepada para santri untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. • Di akhir pengajian seorang kyai atau ustadz terkadang mengemukakan kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Pada beberapa pesantren metode ini telah diberdayakan dengan memberi peluang tanya jawab. Posisi pengajian para santri dengan menggunakan metode bandongan pada praktiknya dilakukan bermacam-macam. bahkan sebagian telah meninggalkan metode nahwa wa 71 . • Setelah menyelesaikan pembacaan hingga pada batas tertentu.dan keterangan-keterangan. ada yang menggunakan bentuk lingkaran penuh seperti huruf O atau berbentuk setengah lingkaran seperti seperti huruf U atau berbentuk berjejer lurus dan berbanjar ke belakang menghadap berlawanan arah dengan kyai atau ustadz. Jawaban dilakukan langsung oleh kyai atau ustadz atau memberi kesempatan terlebih dahulu kepada para santri yang lain. diskusi. Dari berbagai macam bentuk ini yang jelas para santri berkerumun dengan duduk bersila menghadap kyai. Ia terkadang menunjuk sacara bergiliran kepada para santrinya untuk membaca dan menerjemahkan sekaligus menerangkan suatu teks tertentu. seorang kyai atau ustadz terkadang tidak langsung membaca dan menerjemahkan. sulit atau rumit. Pada pembelajaran tingkat tinggi. Di sini kyai atau ustadz berperan sebagai pembimbing yang membetulkan apabila terdapat kesalahan dan menjelaskan bila ada hal-hal yang dipandang oleh para santri sebagai sesuatu yang asing.

kyai atau ustadz akan mempersilahkan salah seorang santri seniornya untuk membacakan teks bahasa Arab. pada saat telah dikhatamkannya pengkajian terhadap suatu kitab tertentu. Kedua. biasanya seorang kyai atau ustadz 72 . Aspek keterampilan (skill) yang dikuasai oleh para santri dapat dilihat melalui praktik kehidupan sehari-hari ataupun –dalam bidang fiqh. Aspek pengetahuan (kognitif) dilakukan dengan menilai kemampuan santri dalam membaca. Pada keadaan demikian. Aspek sikap (afektif) dapat dinilai dari sikap dan kepribadaian santri dalam kehidupan keseharian. misalnya– dapat dilakukan dengan praktik atau demonstrasi yang dilakukan oleh para santri pada halaqah tersebut. Untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran di atas. baik aspek pengetahuan terhadap penguasaan materi kitab itu. pada sela-sela tatap muka atau pada tatap muka tertentu. Seorang kyai atau ustadz menilai berbagai aspek yang ada pada santri. seorang kyai atau ustadz biasa melakukannya melalui dua macam tes. Untuk lebih memudahkan kegiatan penilaian. menterjemahkan dan menjelaskan. ataupun keterampilan atau praktik tertentu yang diajarkan dalam kitab tersebut. atau perilaku yang mesti ditunjukannya sebagai hasil dari pengkajian materi kitab. Kyai atau ustadz kemudian menjelaskan langsung dengan menggunakan bahasa Arab. Pertama.al-tarjamah dan menggantinya dengan langsung menggunakan bahasa Arab. Teknik bandongan seperti ini akhir-akhir ini diperkenalkan oleh kyai dan ustadz yang memiliki pengalaman belajar dengan teknik yang serupa di negara-negara Arab. Selanjutnya bisa diberi ruang waktu untuk bertanya.

bukan untuk mempertanyakan kemungkinan benar salahnya apa-apa yang diajarkan oleh kitab. tetapi untuk memahami apa maksud yang diajarkan oleh kitab. Pelaksanaan metode ini. sistem ini juga hanya dapat menghasilkan 1 persen murid yang pandai dan yang lainnya hanya sebatas partisipan. Metode ini dimaksudkan sebagai penyajian bahan pelajaran dengan cara murid atau santri membahasnya bersama-sama melalui tukar pendapat tentang suatu topik atau masalah tertentu yang ada dalam kitab kuning. Dalam metode ini. Metode diskusi bertujuan agar murid atau santri aktif dalam belajar. Bila dipandang dari sudut pengembangan intelektual. Halaqah ini juga merupakan diskusi untuk memahami isi kitab. dan logis. atau sekelompok siswa yang belajar di bawah bimbingan seorang guru atau belajar bersama dalam satu tempat. menurut Mahmud Yunus sistem ini hanya bermanfaat bagi santri yang cerdas. Halaqoh Halaqah. Halaqah yang arti bahasanya lingkaran murid. analitis. rajin dan mampu serta bersedia mengorbankan waktu yang besar untuk studi ini.memiliki juga catatan-catatan khusus atau memberikan perhatian khusus. kiai atau guru bertindak sebagai “moderator”. sistem ini merupakan kelompok kelas dari sistem bandongan. C. Dengan demikian diharapkan para santri belajar secara sugguh-sungguh karena merasa diawasi dan di monitor perkembangan kemampuannya. beberapa orang santri –dengan jumlah tertentu– membentuk 73 . Metode Halaqoh dikenal juga dengan istilah munazaharah yang dikembangkan dengan baik sekali oleh KH Mustain Romli dari Jombang. akan tumbuh dan berkembang pemikiran-pemikiran kritis. Melalui metode ini.

para santri dengan bebas mengajukan pertanyaanpernyataan ataupun pendapatnya. Dengan demikian. untuk membahas atau mengkaji suatu persoalan yang telah ditentukan sebelumnya.halaqah yang dipimpin langsung oleh seorang kyai atau ustadz. Untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode musyawarah kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan ketentuan-ketentuan berikut : Peserta musyawarah adalah para santri yang berada pada tingkat menengah atau tinggi. Pilihan topik itu sendiri amat menentukan. Dalam pelaksanaannya. atau mungkin juga santri senior. Pada beberapa pesantren yang memiliki santri tingkat tinggi. musyawarah dapat dilakukan secara terjadwal sebagai latihan untuk para santri. Topik yang menarik umumnya mendapatkan respon yang baik dan 74 . Topik atau persoalan (materi) yang dimusyawarahkan biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh kyai atau ustadz pada pertemuan sebelumnya. Musyawarah dilakukan juga untuk membahas materi-materi tertentu dari sebuah kitab yang dianggap rumit untuk memahaminya. Musyawarah pada bentuk kedua ini bisa dugunakan oleh santri tingkat menengah untuk memebedah topik materi tertentu. Langkah persiapan terpenting pada metode ini adalah terlebih dahulu memberikan topik-topik materi yang akan dimusyawarakan. Ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi kegagalan musyawarah. Peserta musyawarah tidak memiliki perbedaan kemampuan yang mencolok. metode ini lebih menitik beratkan pada kemampuan perseorangan didalam menganalisis dan memecahkan suatu persoalan dengan argumen logika yang mengacu pada kitab-kitab tertentu.

Dalam kegaiatan musyawarah ini. Selain itu. Penentuan topik secara lebih awal ini dimaksudkan agar para peserta dapat mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan. pertanyaan atau sanggahan dari para santri peserta musyawarah diarahkan langsung oleh kyai atau ustadz. atau salah seorang santri senior menjelaskan secara singkat permasalahan yang akan dibahas. Apabila terdapat kebuntuan. Hal-hal yang menjadi perhatiannya adalah kualitas jawaban yang diberikan oleh peserta yang meliputi : argumentasi yang logis. pimpinan musyawarah biasanya memberkan arahan-arahan atau pemecahan mengenai persoalan atau permasalahan tersebut. Kyai atau ustadz biasanya hadir ditempat untuk mengarahkan dan membimbing jalannya musyawarah dan agar santri tidak kabur dari kegiatan ini. Sebagai permulaan. ketepatan dan kevalidan referensi. Kegiatan penilaian dilakukan oleh seorang kyai atau ustadz selama kegiatan musyawarah berlangsung. tanggapan. Tangggapan dan jawaban balik dari penyaji dilakukan secara bergiliran setelah tanggapan dari peserta. Para santri yang lain berfungsi sebagai penanggap yang berkesempatan untuk menanggapi apa yang disajikan oleh penyaji yang telah mendapatkan tugas. seorang kyai atau ustadz. serta ketepatan dan kejelasan bahasa penyampaian. serta kualitas 75 . Pada pesantren yang memiliki ma’had aly (tahasus tingkat tinggi) penyaji adalah para santri yang telah disusun secara terjadual dengan topik tertentu untuk meyampaikan pemikiran-pemikiran atau persoalan-persoalannya. juga disampaikan penjelasan tentang cara-cara yang dilakukan berkenaan dengan dipilihnya metode musyawarah.memberikan dorongan kuat kepada para santri untuk belajar.

Hafalan adalah sebuah metode pembelajaran yang mengharuskan murid mampu menghafal naskah atau syair-syair dengan tanpa melihat teks yang disaksiskan oleh guru. Materi juga dapat berbentuk esai atau nadzam. Hafalan yang dimiliki santri ini kemudian di”setorkan” dihadapan kyai atau ustadznya secara priodik atau insidental tergantung kepada petunjuk sebelumnya. Metode ini cukup relevan untuk diberikan kepada murid-murid usia anak-anak. umumnya dipakai untuk menghafal kitab-kitab tertentu. dan setelah beberapa hari baru dibacakan di depan kyai/ustadnya. dan lebih tepat digunakan untuk rumus-rumus dan kaidah-kaidah. juga ketepatan peserta dalam membaca dan menyimpulkan isi teks yang menjadi persoalan atau teks yang menjadi rujukan. metode hafalan sebaiknya dikurangi sedikit demi sedikit. Dalam kegiatan pembelajarannya. dan tingkat menengah. tingkat dasar. Hal lain yang dinilai adalah pemahaman terhadap teks bacaan. Biasanya santri diberi tugas untuk menghafal beberapa bait dari kitab alfiyah. Hafalan atau Tahfizh Hafalan. baik surat-surat pendek maupun secara keseluruhan. Pada usia di atas itu. Materi pembelajaran di pondok pesantren yang disajikan dengan menggunakan metode hafalan dapat menyangkut seluruh materi pembelajaran di pesantren. metode hapalan yang diterapkan di pesantren-pesantren. misalnya Alfiyah Ibn Malik atau juga sering dipakai untuk menghafal al-Qur`an. Dalam metode hafalan Para santri diberi tugas untuk menghafal bacaan-bacaan tertentu dalam jangka waktu tertentu.pertanyaan atau sanggahan yang dikemukakan. seorang santri 76 . D.

Evaluasi kegiatan belajar para santri dengan menggunakan metode hafalan ini 77 . metode ini merupakan beban berat bagi kebanyakan santri dan sering menyebabkan kurang berkembangnya kreativitas santri. atau keseluruhan teks dari suatu kitab. Pengucapan atau pelafalan itu dapat dilakukan secara perorangan dengan masing-masing menghadap (bertatap muka langsung) kepada gurunya ataupun dilakukan secara berkelompok. Dengan demikian. titik tekan pada pembelajaran ini adalah santri mampu megucapkan atau melafalkan sekumpulan materi pembelajaran secara lancarr dengan tanpa melihat atau tanpa membaca teks. Selain mengandung manfaat. atau sekumpulan ayat al-Qur’an. karena itu mulai menguranginya dan mengimbanginya dengan diskusi terprogram. sekumpulan hadits.ditugasi oleh kyai atau ustadz untuk meghafalkan satu bagian bacaan tertentu dari suatu kitab. baik secara khusus ataupun tidak. Metode hafalan ini termasuk yang banyak diterapkan oleh pesantren. Metode hafalan ini dapat juga digunakan dengan metode sorogan atau metode bandongan. diucapkan secara bersama-sama pada waktu-waktu tertentu. Demikian seterusnya sampai target hafalan yang telah ditentukan berhasil dicapai. yaitu setelah para santri mendapat materi pelajaran tertentu dari sebuah kitab. santri tersebut disuruh menghafal teks yang telah dipelajari tadi untuk disetorkan (diucapkan secara hafal) pada pertemuan berikutnya. Di banyak pesantren kelemahan ini telah banyak disadari. Seorang santri yang sudah dapat menghafalkan suatu teks tertentu dengan baik oleh gurunya biasanya dipersilahkan untuk menghafal teks kelanjutannya.

Jika ia hafal dengan baik. metode hafalan merupakan implikasi dari pola pemikiran ahl al-hadits dan dampak dari asumsi dasar tentang konsep ilmu sebagai “apa yang diketahui dan tetap”. Muqaranah. Hiwar. Seorang kyai atau ustadz menugaskan seorang santri untuk mengucapkan bagian-bagian tertentu dari hafalan yang dimintanya. sehingga pondok-pondok pesantren sampai sekarang masih mempertahankan metode tersebut. sorogan dan hafalan) di Pondok Pesantren juga mengenal metode-metode lain seperti Hiwar (musyawaroh). ia diharuskan mengulang lagi sampai lancar untuk disetorkan kembali pada pertemuan yang akan datang. Kedua. Jika dilihat dari sisi geneologi tradisi pendidikan. evaluasi setelah diselesaikannya seluruh tugas hafalan. Sebaliknya. dan itu menjadi lambang supremasi serta ciri khas metode pengajaran di Pondok Pesantren.biasanya dilakukan dengan dua cara. ia diperbolehkan untuk melanjutkan tugas hafalan berikutnya. jika ia belum berhasil. evaluasi yang dilakukan pada setiap kali tatap muka dimana seorang santri menyetorkan kepada kyai atau ustadz tugas-tugas hafalannya. bahtsul masa`il. halaqah. atau diminta melanjutkan kalimat atau lafadz yang diucapkan oleh gurunya tersebut. Beberapa metode diatas banyak diterapkan di pondok-pondok pesantren. Ada sebuah argumen yang diajukan untuk mempertahankan metode ini. dan antara metode yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan erat dan mempunyai kelemahan serta kelebihan masing-masing. Selain metode yang empat diatas (bandongan. dan metode-metode lain yang banyak 78 . Pertama. Evaluasi model kedua ini merupakan evaluasi dengan sistem acak. Fathul Kutub. yakni “orang-orang yang hafal adalah argumen atas mereka yang tidak hafal”.

tetapi dapat dilakukan pembahasan secara luas lafadz demi lafadz. sama halnya seperti keharusan mengikuti kegiatan belajar kitab-kitab dalam proses belajar mengajar. hampir sama dengan metode metode diskusi yang umum kita kenal selama ini. Bedanya metode hiwar dilaksanakan dalam rangka pendalaman atau pengayaan materi-materi yang sudah di santrii (kitab-kitab kuning).di peraktekkan di di Pondok Pesantren. Metode Hiwar atau Musyawaroh Metode Hiwar atau musyawaroh. E. Dalam belajar kelompok ini para santri tidak sebatas membahas topik / sub-sub topik bahasan kitab belaka. Kegiatan Hiwar atau musyawarah adalah merupakan aspek dari proses belajar dan mengajar di pesantren salafiyah yang telah menjadi tradisi khususnya bagi santrisantri yang mengikuti sistem klasikal. Yang menjadi ciri khas dari hiwar ini. Dalam hiwar. akan dikenai sangsi. karena musyawarah sudah menjadi ketetapan pesantren yang harus ditaati untuk dilaksanakan. kalimat demi kalimat ditinjau dari gramatika bahasa Arab (ilmu alat) kemudian sampai dengan 79 . Cirebon. Metode ini banyak dijumpai di pondok pesantren salafiyah. santri dan guru biasanya terlibat dalam sebuah forum perdebatan untuk memecahkan masalah yang ada dalam kitab-kitab (berbahasa arab) yang sedang di santrii. Hiwar biasanya disebut juga dengan istilah Musyawaroh. santri melakukan suatu kegiatan belajar secara kelompok untuk membahas bersama materi kitab yang telah diajarkan oleh kyai atau ustadz. Bagi santri yang tidak mengikuti atau mengindahkan peraturan kegiatan musyawarah. salah satunya di Pondok Pesantren Kempek. Kegiatan ini suatu keharusan bagi para santri.

F. Metode Bahtsul Masa`il (Mudzakaroh) Metode Mudzakarah atau dalam istilah lain bahtsul masa’il merupakan 80 . harus menundukkan wajah ketika berhadapan dengan guru. musyawarah ternyata implikasinya sangat positif bagi pembentukan jiwa demokratis para santri da toleransi terhadap pendapat orang lain yang argumentatif. Kegiatan musyawarah ini umumnya dilaksanakan setelah jama’ah sholat ‘ Isya hingga kurang lebih pukul 22. Sebab di sementara pondok masih ada dokrin-dokrin yang belum bisa di reformasi. dan semacamnya.00 yang dimonitoring langsung oleh ustadz-ustadz / santri senior. sehingga hampir semua permasalahan yang menyangkut pelajaran dari kitab yang telah diajarkan tersebut dapat terpecahkan dan kalau ternyata masih ada permasalahan yang tersisa belum bisa terpecahkan maka dapat dijadikan PR buat ustadz. Disamping untuk memperdalam dan penguasaan materi pelajaran kitab-kitab yang telah diajarkan kyai terhadap para santri. seperti siswa/santri tidak boleh banyak bertanya. Dalam kegiatan ini apabila santri menemui beberapa kesulitan bisa ditanyakan langsung pada ustadz yang memandu dan memonitoring itu. Dengan di akomodasinya metode ini. Oleh karenanya belajar dengan cara musyawarah dipandang sangatlah efektif dan relatif cukup berhasil sehingga sampai dewasa ini oleh pesantren salafiyah tetap dipertahankan. Setelah menemukan jawabannya ustadz tersebut akan menyampaikan pada kegiatan musyawarah berikutnya. tidak semua pondok pesantren memasyarakatkannya sebagai metode yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar di di Pondok Pesantren.bisa memahami arti/makna dan kesimpulannya.

pertemuan ilmiyah. Tujuannya untuk memecahkan sesuatu masalah agama dan kemasyarakatan yang timbul atau sekedar untuk memperdalam pengetahuan agama. Metode ini sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan metode musyawarah. Tujuannya untuk melatih para santri dalam memecahkan masalah dengan menggunakan rujukan-rujukan yang jelas dan melatih cara berargumentasi dengan menggunakan nalar yang lurus. Pada tipe ini biasanya disediakan kitab-kitab besar yang merupakan rujukan utama dan dilengkapi dengan dalil-dalil dan metode istimbath (pengambikan hukum) yang lengkap. • Mudzakarah yang diperuntukkan bagi santri. Untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode mudzakarah kyai atau ustadz biasanya mempertimbangkan hal-hal berikut : • Peserta mudzakarah adalah para kyai atau para santri tingkat tinggi yang dipersiapkan untuk menjadi ustadz. Hanya bedanya. yang membahas masalah diniyah. b) Mudzakarah yang diadakan antara sesama santri. Mudzakarah seperti biasanya dipimpin oleh seorang ustadz atau santri yang senior yang ditunjuk oleh kyai. Mudzakarah (diskusi) ini dapat dibedakan menjadi dua macam : a) Mudzakarah yang diadakan sesama kyai atau ustadz. pada metode mudzakarah pesertanya adalah para kyai atau para santri tingkat tinggi. pesertanya telah betul-betul mempersiapkan diri. Ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi kegagalan mudzakarah. aqidah dan masalah agama pada umumnya. • Topik atau persoalan (materi) yang di mudzakarahkan biasanya ditentukan 81 . seperti ibadah.

Pada pesantren yang telah memiliki ma’had aly (tahasus tingkat tinggi) penyaji adalah para santri yang telah disusun secara terjadual dengan topik tertentu untuk meyampaikan pemikiran-pemikiran atau persoalanpersoalannya. Apabila terdapat kebuntuan. Hal ini dimaksudkan agar jauhjauh hari para peserta sudah mempersiapkan diri. Kyai atau ustadz biasanya dengan tekun mengarahkan dan membimbing jalannya mudzakarah sehingga tidak melenceng dari tujuan.oleh kyai pada pertemuan sebelumnya. Para santri yang lain berfungsi sebagai penanggap yang berkesempatan untuk menanggapi apa yang disajikan oleh penyaji tadi. pertanyaan atau sanggahan dari para santri peserta mudzakarah dipimpin langsung oleh kyai atau ustadz. Tangggapan dan jawaban balik dari penyaji dilakukan secara bergiliran setelah tanggapan dari peserta. tanggapan. Kegiatan penilaian dilakukan oleh seorang kyai selama kegiatan mudzakarah 82 . Langkah persiapan terpenting pada metode ini adalah menyiapkan dan pemberitahuan topik-topik atau materi yang akan dimudzakarahkan. Pada beberapa pesantren yang memiliki santri tingkat tinggi yang cukup. Dalam kegaiatan mudzakarah ini. mudzakarah biasanya dilakukan secara terjadwal sebagai latihan bagi para santri. Pelaksanaan metode ini. mula-mula kyai menjelaskan secara singkat permasalahan yang akan dibahas. Selain itu. juga disampaikan penjelasan tentang cara-cara yang akan dilakukan berkenaan dengan teknik yang akan dilakukan dalam mudzakarah. pimpinan mudzakarah biasanya memberkan arahan-arahan atau pemecahan mengenai persoalan atau permasalahan tersebut.

Metode ini bisa digambarkan sebagai bentuk kegiatan belajar mengajar dalam sebuah forum (bisasnya di kelas atau masjid) yang dipandu oleh pembimbing / guru dan diikuti oleh santri-santri yang dianggap sudah menguasai kitab-kitab tertentu untuk memecahkan permasalahan kontemporer di sekitar hukum-hukum fiqh (termasuk di dalamnya ibadah). juga kebenaran dan ketepatan peserta dalam membaca dan menyimpulkan isi teks yang menjadi persoalan atau teks yang menjadi rujukan. Pada dasarnya Metode Bahtsul Masa`il mengacu kepada pemecahan masalahmasalah dalam hal fiqh (hukum Islam atau furu`iyah). G. dll. nalar dan bahasa yang ditampilkan. ketepatan dan validitas referensi yang digunakan. Hadits. Tafsir. Pada dasarnya metode ini adalah metode penugasan mencari rujukan terhadap beberapa topik dalam bidang ilmu tertentu (Fiqh. Aqidah. Hal lain yang dinilai adalah pemahaman terhadap teks bacaan. sebagai wahana menguji 83 . dimana santrisantri tersebut sudah dianggap mampu atau menguasi kitab-kitab yang menjadi rujukan masalah yang akan di bahas. Metode Fathul Kutub Metode Fathul Kutub biasanya dilaksanakan untuk santri-santri senior yang sudah akan menyelesaikan pendidikan di (Pondok Pesantren). Hal-hal yang menjadi perhatiannya adalah kualitas jawaban yang diberikan oleh peserta yang meliputi : kelogisan jawaban.berlangsung. serta kualitas pertanyaan atau sanggahan yang dikemukakan.) Kegiatan Fathul Kutub merupakan kegiatan latihan membaca kitab (terutama kitab klasik) untuk santri senior di pondok pesantren. Metode ini biasanya diterapkan untuk pengajaran santri-santri yang sudah senior.

Santri diberi tugas untuk membahas persoalan-persoalan tertentu dalam akidah. Arab. tasawwuf. serta kemudian membuat dan menyerahkan laporan tertulis mengenai hasil kajiannya kepada guru pembimbing. Karena itulah cara yang bisa ditempuh agar di Pondok Pesantren tetap bisa digandrungi oleh masyarakat. metode. Metode muqoronah akhirnya berkembang pada perbandingan ajaran-ajaran agama. Untuk model metode muqoronah ajaran agama biasanya berkembang di bangku Perguruan Tinggi Pondok Pesantren (Ma`had `Ali) dikenal dengan istilah Muqoronatul Adyan. dll. paham (madzhab). fiqih. baik perbandingan materi. mau tak mau pengayaan metodologi tidak lagi sebatas yang sudah di kenal di kalangan Pondok. Hal itu disebabkan karena terpengaruh oleh perkembangan hidup modern yang menuntut orang maupun lembaga untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. hadis.. dengan diterapkannya sistem klasikal di Pondok Pesantren. yaitu latihan dan ujian membuka kamus berbahasa Arab untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan berbahasa Arab santri. Termasuk dalam kegiatan ini adalah Fath al-Mu’jam. maupun perbandingan kitab. tafsir. yaitu dengan dikenalkannya sistem Madrasah.kemampuan mereka—setelah memsantrii B. 84 . H. terutama dalam menelusuri dan mencari makna kosa kata. Artinya dengan memadukan pola pendidikan tradisional dengan pola pendidikan modern. Sedangkan perbandingan paham atau aliran dikenal dengan istilah muqoronatul madzahib (perbandingan Mazhab). Metode Muqoronah Metode muqoronah adalah sebuah metode yang terfokus pada kegiatan perbandingan. Saat ini.

mengingat metodologi tersebut sudah umum dan banyak dibahas di buku-buku metodologi pendidikan. penugasan.Pengembangan metode pendidikan saat ini sudah mulai mengenalkan metode-metode seperti tanya jawab . latihan muhawarah atau muhadasah ini tidak diwajibkan setiap hari. Metode metode ini tidak kami bahas dalam buku ini. baik Arab maupun Inggris 85 . ceramah. Aktivitas ini biasanya diwajibkan oleh Pondok Pesantren kepada para santri selama mereka tinggal di Pondok Pesantren. tidak hanya menggunakan bahasa Arab tetapi juga bahasa Inggris. Pada pesantren ini latihan bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa asing. Sehingga percakapan sehari-hari yang dipergunakan santri adalah bahasa Arab dan Inggris. Metode Muhawarah / Muhadatsah Metode muhawarah adalah merupakan latihan bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Arab. Para santri diwajibkan untuk bercakap-cakap baik dengan sesama santri maupun dengan para ustadz atau kyai dengan menggunakan bahasa Arab pada waktu-waktu tertentu. I. kepada mereka diwajibkan untuk menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Diskusi. Kepada mereka diberikan perbendaharaan kata-kata bahasa Arab atau Inggris yang sering dipergunakan untuk dihafalkan sedikit demi sedikit sehingga mencapai target yang telah ditentukan untuk jangka waktu tertentu. dan seterusnya. Setelah para santri telah menguasai banyak kosa kata. Pada beberapa pesantren. Di beberapa pondok pesantren lain. bahasa asing yang dipergunakan sebagai alat komunikasi untuk para santri. akan tetapi hanya satu kali atau dua kali dalam seminggu dan digabungkan dengan latihan Muhadlarah/Khitabah (Pidato).

tetapi dilakukan di mana dan kapan saja selama mereka berada dalam lingkungan pesantren. contoh-contoh percakapan serta aturan-aturan lainnya. Untuk meningkatkan motivasi santri. Biasanya satu minggu sekali. pesantren biasanya menciptakan 86 . dilakukan langkahlangkah berikut ini: • Para santri diberikan buku panduan yang berisi daftar kosa kata dalam bahasa Arab (atau Inggris). • Ustadz melakukan tanya jawab dengan para santri dengan menggunakan bahasa Arab atau ustadz meminta dua orang santri atau lebih untuk memperagakan tanya jawab di hadapan teman-temannya secara bergiliran. • Kepada mereka diwajibkan untuk menghafal sejumlah kosa kata dari buku panduan tersebut. Latihan percakapan dapat juga dilakukan dengan meminta para santri untuk mendiskusikan (musyawarah) topik tertentu dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. • Kegaiatan pembelajaran dilakukan secara kelompok atau klasikal dengan dipandu oleh seorang ustadz berdasarkan jadual yang telah ditentukan sebelumnya secara rutin. Pada pesantren yang menjadikan bahasa Arab dan Inggris sebagai alat kominkasi sehari-hari latihan percakapan tidak hanya dilakukan di kelas dalam waktu terjadual. Dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ini. Kepada mereka yang tidak menggunakan bahasa Arab atau Inggris dikenai sangsi tertentu sebagai alat pendidikan. Biasanya diberikan target harian.hanyalah merupakan pelajaran tambahan (complementer) bukan pelajaran pokok.

Misalnya. Menilai percakapan para santri ketika mendemonstrasikan kemampuannya di hadapan teman-temannya. • Meminta santri untuk mengomentari kandungan teks kitab tertentu dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. Untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode muhadatsah atau muhawarah ini dapat dilakukan dengan : • • Menilai kualitas jawaban santri ketika dilakukan tanya jawab dengan ustadz.lingkungan bahasa asing itu. nama-nama benda dan tempat di lingkungan pesantren ditulis dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris itu. • Mengamati percakapan para santri sewaktu kegiatan musyawarah dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. 87 .

K. Tujuannya untuk mengembangkan inisiatif dan kepribadian para santri di pesantren dan murid-murid di sekolahan.H Mahin Ilyas dengan persetujuan K. misalnya membaca. menulis huruf latin. K. yang sistematis dan tepat diterapkan pada anak didik di suatu lembaga pendidikan sekarang ini. Pada kesempatan yang lain K. namun pembaharuannya dalam pesantren sempat menimbulkan reaksi yang cukup hebat. misalnya mengusulkan kepada ayahnya suatu perubahan radikal dalam sistem pengajaran di pesantren. ilmu bumi. sejarah dan bahasa Melayu di lembaga pendidikannya. Tapi usulannya tersebut tidak disetujui oleh ayahnya dengan dalih jika diterapkan akan menciptakan kekacauan antara sesama pimpinan pesantren. Menurut K.H Wahid Hasyim sistem pengajaran di atas seharusnya diganti.BAB IV ISYU-ISYU PEMBAHARUAN PESANTREN Pembaharuan pendidikan di kalangan pesantren sebenarnya sudah banyak dilakukan.H Wahid Hasyim. setidaknya melalui sumbangan pemikiran atau pun usulan-usulan tertentu. sehingga beliau mengusulkan untuk mendirikan Madrasah Nidzomiyah pada tahun 1934 dengan menempatkan pengajaran pengetahuan umum 70 % dari seluruh kurikulum Madrasah tersebut. dari sistem Bandungan diganti dengan sistem Tutorial.H Hasyim Asy’ari memasukkan mata pelajaran umum. sejumlah orang tua memindahkan anaknya ke pesantren lain karena Tebu Ireng dianggap sudah terlalu 88 .H Hasyim Asy’ari di anggap cukup konservatif. sejak saat itu surat kabar berbahasa Melayu masuk pesantren.

dalam waktu yang sangat panjang pesantren secara agak seragam mempergunakan metode pengajaran yang lazim disebut dengan sistem Weton atau Sorogan sebagaimana dibahas di muka. A. begitu juga pengalaman-pengalaman lembaga pendidikan keagamaan agama lain. dan secara historis memegang peran penting dalam kebangkitan Nasional. Perlu pemikiran yang integral sebagai suatu kemutlakan dalam mengarahkan pondok pesantren menjadi potensi pembangunan. Metode dan Sistem Pengajaran Metode pengajaran sebenarnya merupakan hal yang setiap kali dapat berkembang dan berubah sesuai dengan penemuan metode yang lebih efektif dan efisien untuk mengejarkan masing-masing cabang ilmu pengetahuan. KH. Harapannya agar pondok pesantren dapat lebih melihat pengalaman-pengalaman Islam di luar. baik soal-soal kurikuler maupun kelembagaannya. juga untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih oleh rakyat Indonesia. Imam Zarkasyi Pembaharuan yang dilakukan oleh Imam Zarkasyi di Pondok Pesantren yang dibinanya adalah meliputi : a.modern. Beliau menunjuk nilai strategis pondok pesantren yang umumnya berada di desa. H. Meskipun demikian. Berbeda dengan sistem pengajaran pesantren yang berlaku di kebanyakan 89 .A Mukti Ali mengatakan dalam masalah ini perlu adanya pembaharuan sistem pendidikan di pesantren. Dalam hal ini perkembangan pesantren harus di sesuaikan dengan kebutuhan pembangunan.

sementara materi baru menduduki rengking berikutnya.14 dengan alasan membekali kunci ilmu pengetahuan agama islam dan umum. dengan berbekal bahasa mereka bisa menggali sendiri ilmu pengetahuan untuk bekal hidup mereka. tapi dengan cara pengajaran yang baik akan menghasilkan hasil yang baik. setelah itu cara atau metode pengajaran. maka pembaharuan yang pertama adalah dalam hal mempelajari bahasa. Berangkat dari situ kemudian beliau mengadakan perubahan dalam cara mempelajari bahasa Arab. anak didik dicanangkan harus menguasai bahasa sebagai kunci pengetahuan. mendengarkan dan mengucapkan. materi pelajaran boleh sederhana. karena guru adalah pelaku pendidikan. 90 . dengan ungkapannya bahasa yang tidak diucapkan sama dengan tidak dipelajari. belajar bahasa Arab adalah untuk bisa membaca. menulis. kemudian gurunya. Maka dieperlukan pembaharuan metodologi dan sistem pengajaran. Hal ini senantiasa didengungkan beliau pada acara perkenalan tentang pondok maupun acara-acara kuliah umum dihadapan santrinya. Bagi Imam Zarkasyi yang terpenting bagi lembaga pendidikan adalah pimpinannya atau kepala sekolah jika itu berbentuk sekolah. Landasan efesiensi waktu ini kemudian dijadikan dasar dalam pembaharuan pesantren yang kemudian dalam bentuk nyata yaitu Pondok Modern Gontor. yakni biaya dan waktu yang dikeluarkan sedikit tetapi dapat menghasilkan produksi yang besar dan bermutu. mereka bisa mengembangkan pengetahuan 14 Ini merupakan kriteria yang diakui para ahli pengajaran bahasa modern.pesantren KH Imam Zarkasyi dengan pendekatan "efisiensi waktu" dalam pengajaran. Menurut beliau ukuran dari suatu lembaga pendidikan itu bukanlah materi pelajarannya.

lomba teater dalam tiga bahasa. parktek dalam berbicara. Untuk mewujudkan proses pembelajaran bahasa seperti itu didukung dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana. Inggris. guru dan kyainya. serta membaca. dengan langklah perbaikan metodologis pengajaran bahasa ini diharapkan "waktu" yang terbuang untuk menggeluti gramatika bisa dipakai untuk menggali pengetahuan agama dari sumbernya yang berbahasa Arab. Untuk itulah pengajaran bahasa Arab maupun Inggris diorientasikan pada penguasaan keempat kemahiran bahasa di atas dengan mengutamakan praktek. penglihatan maupun pendengaran. dalam mendengarkan. serta latihan muhadatsah baik Arab maupun Ingris.keagamaannya dengan merujuk sendiri kepada kitab-kitab referensi yang ditulis dengan bahasa Arab. menulis baik menuliskan huruf maupun mengarang. yaitu jangan sampai usia habis hanya dipakai untuk menguasai kaidah bahasa atau gramatika saja. Indonesia. sementara tujuan pengarajan bahasa sebagai alat untuk mencari pengetahuan terabaikan. Setelah itu diharapkan akan membukakan wawasan pengetahuan santri hingga mampu menjadi 91 . dengan pendek kata semua kegiatan dipesantren mendukung pembelajaran bahasa dari ucapan. Al-hasil pesantren menjadi semacam labolatorium bahasa alami dengan bahasa asing yang dipelajari sebagai bahasa komunikasi anatara sesama santri. berbagai kegiatan seperti latihan pidato dalam tiga bahasa Arab. penerbitan majalah dinding yang dikelola santri yang juga dalam tiga bahasa. sementara untuk pengetahuan umumnya para santri dipersiapkan dengan penguasaan bahasa Inggris. lomba baca puisi juga dalam tiga bahasa. seperti ustadz yang siap ditanya kapan saja. Repolusi pengajaran bahasa ini merupakan hasil dari suatu rencana yang panjang.

bagi guru yang melanggar disiplin tersebut akan diberi sanksi di hadapan guru-guru yang lain pada acara pembinaan mingguan yang dikenal dengan kemisan.15 15 Disarikan dari ceramah-ceramah KH. tugas guru sebelum mengajar yang paling utama adalah membuat rencanan pengajaran dan persiapan satuan pelajaran (Satpel) yang di Gontor dikenal dengan sebutan I'dad Tadris. Untuk mewujudkan teorinya tentang kepala sekolah dan guru sebagai sentral aktivitas pendidikan KH Imam zarkasyi sangat ketat memperhatikan metodologi pengajaran. Sehingga untuk santri yang bertindak sebagai pemberi sanksi adalah pengurus organisasi yang ditunjuk oleh Kiai untuk menindak mereka yang melanggar aturan tersebut. . bagi guru yang akan mengajar pada keesokan harinya harus membuat I’dad (persiapan mengajar) tertulis. Imam Zarkasyi (Kuliah Umum) dan pengamatan penulis secara partisifatif. Suatu contoh dalam hal berdisiplin. Metode dan sistem pengajaran tersebut diterapkan dalam teori dan praktek yang tepat. Jadi guru dituntut untuk menguasai metodologi pengajaran. Guru pun demikian. yang berlaku baik bagi santri maupun guru."perekat ummat" sebagai agenda utama ummat Islam. dimana guru akan menyerahkan I’dadnya tersebut kepada guru yang lebih senior yang ditunjuk oleh pimpinan pesantren. yaitu dengan memberlakukan fungsi kontrol atas penggunaan metode pengajaran. karena menurut Imam Zarkasyi bahwa penguasaan metodologi pengajaran lebih penting daripada penguasaan materi atau substansi itu sendiri yang dikenal dalam bahasa Arabnya At-Thariqah Ahammu Min al-Maddah. gambaran di atas tidak bisa dijadikan dasar untuk mengklaim bahwa Gontor 92 .

Imam Zarkasyi bagaimanapun mata rantainnya dihubungkan dengan Prof. Imam Zarkasyi boleh dikatakan berhasil dalam menerapkan metode pengajaran bahasa tersebut karena melaksanakannya secara utuh.Perubahan yang dilakukan KH. Kurikulum Pendidian Pesantren Kurikulum yang diterapkan oleh Imam Zarkasyi pada lembaga pendidikan Pondok Modern (KMI) adalah kurikulum yang dicanang untuk pendikan dasar. Jadi tidak mengacu pada kurikulum Departemen Agama atau Departemen Pendidikan Nasional. mengembangkan pengetahuannya dengan bermodalkan bahasa baik pengetahuan umum maupun agama. 16 Kini kurikulum KMI Gontor telah dikembangkan di tidak kurang dari 300 pesantren alumni Gontor yang mneyebar di Indonesia dengan berbagai variannya. Mahmud Yunus. Juga berbeda dengan kurikulum yang ada di pesantren tradisionil16. dan tidak bisa diungkapkan lewat tulisan yang singkat ini. artinya anak -anak dibekali cara ibadah sehari-hari dengan baik --biasa disampaikan dalam ceramah beliau-. karena gambaran suatu sistem pesantren lebih merupakan pengalaman individu para penghuninya. Sebagai contoh. b. 93 . di lembaga pendidikannya para santri diajarkan pemahaman ilmu Fiqh dari kitab Bidayatul-Mujtahid karangan Ibnu Rusyd di mana di pesantren tradisionil jarang diajarkan.dengan harapan output dari pesantren tersebut bisa beribadah. dan bisa mengembangkan dirinya di masyarakat. Di hanya mengajarkan bahasa. Di pesantren lain diajarkan pendalaman ilmu Nahwu Sharaf dari kitab Alfiyah Karangan Imam Malik. tetapi di lembaga pendidikannya beliau memakai kitab kecil Nahwul-Wadhih yang banyak ikhtisar contoh-contohnya. bisa beramal sholeh.

Bahasa Inggeris dan Grammarnya. Di samping itu pula diajarkan ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama seperti : Bahasa Indonesia. Arab dan Inggeris dalam teori dan praktek. Mahfudzat. Al-jabar. Matematika. Ilmu tata buku (administrasi). Imam Zarkasyi tidak menganggap pengajaran kitab-kitab Islam klasik sebagai elemen dasar dari tradisi suatu pesantren. Mantiq. di samping penggunaan dua bahasa. 94 . Fisika. pada tahun 1985. Sejak saat itu beliau mulai berfikir untuk menerapkan suatu pemikiran pendidikan yang mengarah ke masalah tersebut. Geografi. ketika beliau mendengar pemberitahuan dari pemerintah tentang seorang utusan/delegasi yang mampu menguasai dua bahasa sekaligus untuk dikirim ke suatu Pertemuan Kenegaraan. tapi merupakan khazanah yang perlu dikaji untuk mengingat kembali zaman keemasan peradaban Islam dahulu kala. Berbeda dengan Zamakhsari Dlofir. Pemikiran pendidikan yang diterapkan oleh KH. Nahwu Sharaf. Insya’ dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pengetahuan ilmu agama. Sejarah. Di samping mempelajari kitab Durusul-Lughah (dasar-dasar bahasa Arab). dan lain sebagainya. Psikologi. Di mana santri perlu diberi wawasan pengetahuan agama dan pengetahuan umum yang tak dapat dipisahkan satu sama lainnya untuk menghadapi era globalisasi di masa yang akan datang.lembaganya para santri diajarkan kitab Tafsir al-Manar karangan Muhammad Abduh di mana di pesantren lain jarang diajarkan kepada para santrinya. Dalam benak Imam Zarkasyi timbul pemikiran tentang perpaduan pengajaran ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum. Imam Zarkasyi dimulai sejak berakhirnya masa belajar beliau di berbagai tempat dari tahun 1935 hingga tahun wafatnya beliau.

mabuk-mabukan. kemudian melanjutkannya ke beberapa pesantren di Wonokromo Probolinggo.Hasyim Asy’ari yang mula-mula belajar dibawah bimbingan ayahnya sendiri.H. Wahid Hasyim dan Tebu Ireng a. B.Pemikiran pendidikan Imam Zarkasyi sudah mendapat pengakuan dari kalangan akademisi di Indonesia. Sekilas Tentang Tebu-ireng Tebu-ireng merupakan salah satu kiblat pesantren di Jawa bahkan Indonesia. dan perampokan. Sekembalinya dari Makkah. Tebu-ireng didirikan oleh K. Dari pesantren ini lahir Jam’iyah Nahdhatul Ulama yang mengikat kyai dan umat Islam Indonesia. Masyarakat Tebu-ireng terbiasa dengan perjudian.H. K. K.H. Hasyim Asy’ari memilih untuk mendirikan pesantren di Tebu-ireng. Hal seperti ini pun kemudian diikuti oleh murid-murid beliau. berupa lembaga pendidikan yang sudah diakui keberadaannya dan kepada negara di mana beliau pernah duduk dalam kepemerintahan pada Departemen Agama. desa yang dipandang hitam. Pesantren ini tercatat 95 .H A.Hasyim Asy’ari sebagai menantu dan kemudian dikirim ke Makkah untuk melanjutkan studi dan menetap disana selama tujuh tahun. Kyai Ya’kub. perzinahan. dan Siwalan Panji. Kondisi inilah yang menariknya untuk mendirikan sebuah pesantren. Bangkalan Madura. Pemimpin pesantren Siwalan mengambil K. di mana beliau pernah berjasa kepada agama. Beliau meninggalkan peninggalan yang berharga yang akan menjadi amal jariah beliau di akhirat kelak.

Salah seorang gurunya Kyai Khalil Bangkalan.resmi tahun 1899 M / 1324 H. pesantren Tebu-ireng menggunakan metode musyawarah yang dikembangkan di kalangan santri senior dalam rangka memperdalam pengetahuannya serta menumbuhkan sikap kritis pada para santri.Hasyim Asy’ari seorang ulama yang pertama kali memperkenalkan dan mengajarkan mata pelajaran tersebut. Pesantren Tebu-ireng sebagaimana pesantren lainnya memusatkan kegiatan akademiknya dalam bidang agama. Pengenalan mata pelajaran hadist sebagai objek studi di pesantren. dengan syarat ada rujukan dari berbagai sumber. K. Van den berg seperti dikutip Martin dalam penelitiannya tentang kitab-kitab yang digunakan di pesantren pada abad ke-19 tidak mencantumkan kitab hadist. Mereka diberi kebebasan dalam mengajukan argumen terhadap suatu masalah yang diajukan serta berdebat. Setelah tahun 1916. Dalam sistem pengajaran. terutama mata pelajaran hadist.H. pesantren Tebu-ireng mulai sejak berdirinya tahun 1899 sampai tahun 1916 memakai sistem sorogan dan bandongan sebagai metode utama dalam mentransformasi ilmu. sering hadir mengikuti halaqah hadist yang sampaikannya. menurut Martin Van Bruinessen merupakan inivasi baru dalam dunia pendidikan pesantren. Kesamaan mata pelajaran dan metode pengajaran tidak bisa lepas dari kebersamaan pemimpin pesantren dalam menuntut ilmu dari berbagai ulama di berbagai pesantren di tanah air dan tanah suci. terutama karya-karya Imam 96 . Namun demikian bukan berarti mereka tidak mau mengadakan perubahan dalam bidang studi maupun metode yang digunakan.

Syafi’i dalam masalah fiqih. sehingga sejumlah orang tua memindahkan anak-anaknya ke pesantren yang lain.Hasyim Asy’ari. Reaksi tersebut tidak menyurutkan proses pembaharuan pesantren Tebu-ireng. K. dan Wahid Hasyim putra beliau sendiri. Muhammad Ilyas memasukkan pelajaran bahasa Belanda dan sejarah kedalam kurikulum madrasah atas persetujuan K. Situbondo). Matematika. Kyai Abbas (Buntet Cirebon). Hal tersebut terus berlangsung dan dilanjutkan oleh Wahid Hasyim dengan mendirikan madrasah modern di lingkungan pesantren. Kyai As’ad Syamsul Arifin (Asembagus.H. Kyai Jazuli (Ploso.Hasyim Asy’ari .H .H. Kediri). b.H. yaitu K. Kyai Zubair (Reksosari. Pada tahun 1926. dengan dukungan Wahid Hasyim. dan ilmu Bumi. Metode musyawarah yang dikembangkan K. Kyai Ma’sum menantu K. seperti : Bahasa Indonesia (Melayu). Pembaharuan pendidikan pesantren Tebu-ireng menimbulkan reaksi yang cukup hebat dari masyarakat dan kalangan pesantren. Kediri). Pada tahun 19Tiga tahun berikutnya kurikulum madrasah tersebut ditambah dengan pendidikan umum. Pada tahun 1916. Salatiga). sehingga banyak santri mejadi ulama dan akhirnya memimpin pesantren.Muhammad Ilyas. memasukkan sistem madrasah ke dalam sistem pendidikan pesantren. dan banyak lagi yang lainnya.H. Pemikiran Wahid Hasyim tentang Pendidikan Pondok Pesantren 97 .Hasyim Asy’ari di pesantren Tebu-ireng sangat efektif dalam proses belajar mengajar para santrinya. karena pesantren Tebu-ireng sudah dianggap sudah terlalu modern. seperti : Kyai Manaf Abdul Karim (Lirboyo. Prakarsa pembaharuan pendidikan pesantren Tebu-ireng datang dari murid dan putranya.

bahkan ia mengadakan studi cooperative ke luar negeri. 1. dan surat kabar yang mendukung perjuangannya. antara lain : Penyeber Semangat. Studi comporative tidak hanya dilakukan didalam negeri. Gerakan pembaharuan di dunia Islam berpengaruh pula ke Indonesia. Aspek Tujuan Pada tahun 1993. Hal ini mempengaruhi pemikiran Wahid Hasyim dalam memperbaharui sistem pendidikan pesantren. Disamping itu ia mempelajari literatur yang ada kaitannya dengan masalah yang sedang dihadapi. dan lainnya. ia mulai terjun dalam dunia pendidikan. maka muncullah para pembaharu dalam dunia Islam seperti : Abdullah bin Abdul Wahab. Sautul hijaz. al-Lata’if al.Umat Islam yang mulai menyadari akan kelemahan dan keterbelakangannya di abad 20. Wahid Hasyim kembali ke Indonesia. untuk mengejar ketinggalan dan keterbelakangan mereka. termasuk usaha-usaha dalam bidang pendidikan. majalah. mulai berusaha mengadakan pembaharuan dalam segala bidang kehidupan. Muhammad Abduh. Secara berhati-hati ia menyusun dan mengembangkan ide-ide tentang pembaharuan pendidikan Islam. Umul Qurra. Rasyid Ridha. Majalah dan surat kabar yang ia baca. Disamping itu ia juga mengadakan perjalanan untuk mengadakan studi comparative tentang berbagai model pendidikan yang sedang berkembang di lingkungan pesantren maupun sekolah-sekolah umum yang dikelola oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Dengan demikian ia banyak menggunakan waktunya untuk membaca bukubuku. Kullu 98 .Musyawarah. yaitu di pesantren Tebu Ireng. Daulat Ra’jat. terutama di negara-negara Islam Timur Tengah. Jalaluddin al-Afghani. Pandji Pustaka.

Orientasinya kemasa lampau dan terpaku ke “dunia sana”. tasawuf. Karena tujuannya yang demikian.Syaiin wal Dunya. Menggambarkan cara mencapai tujuan itu. sakral dan sebagainya. dan al-Istnain. bahwa dengan sungguh. Ketiga majalah Indnesia tersebut diterbitkan oleh kalangan nasionalis. Orientasi pendidikan yang hanya berkonsentarsi pada urusan akhirat menurut Al-Amir Syakib Arsalan. sedang kelima majalah Arab di atas diterbitkan di Timur Tengah. Memberikan keyakinan dan cara. Untuk itu. Ia tidak ingin gerakan ini gagal di tengah jalan. merupakan salah satu penyebab tertinggalnya kaum muslim 99 .sungguh tujuan dapat dicapai. Hal ini memudahkan kita untuk memahami mengapa ia mengadakan rekonstruksi terhadap sistem pendidikan pesantren. ritual. nyaris terlepas dari urusan duniawiyah (dunia). ia membuat perencanaan yang matang. sedangkan “dunia kini” dianggap sebagai dunia mainan. ia mengadakan langkah-langkah sebagai berikut : Menggambarkan tujuan dengan sejelas-jelasnya. warna sistem pendidikan pesantren sangat didominasi oleh warna-warna fiqih. Dalam mengadakan perubahan terhadap sistem pendidikan pesantren. Orientasi demikianlah menurut Mastuhu. Adalah sangat menarik diperhatikan disini bahwasannya sejak muda ia telah melibatkan diri dengan pola pikir dari kelompok masyarakat dan golongan yang lebih luas. disebabkan oleh sumber teologi yang fatalistis dan tidak rasional. Pada awal tujuan yang pendidikan Islam khususnya pesantren lebih berkonsentrasi pada urusan ukhrawiyah (akhirat).

antara lain: • Para santri tidak perlu menghabiskan waktu sampai puluhan tahun untuk belajar bahasa Arab dan mengakumulasi pengetahuan dari para kyai di berbagai pesantren. Bukankah manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi dan memakmurkannya. Dengan alasan pelajaran tersebut tidak sesui dengan tujuan keagamaan yang dimiliki pesantren. karena dalam kenyataanya bahwa dalam sietem pendidikan agama yang paling eksklusif sekalipun. Penolakan tersebut menurutnya tidak rasional dan bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Ada beberapa alasan mengapa Wahid Hasyim mengusulkan alternatif demikian. Bagaimana manusia dapat memakmurkan bumi tanpa ilmu pengetahuan. mengakibatkan pesantren tidak menerima untuk tidak dikatakan menolak.ilmu umum. Di samping itu pengertian ulama dalam kalangan pesantren telah mengalami penyempitan makna. Ia menyarankan hendaknya sebagian besar santri untuk tidak menjadi ulama. • Para santri dapat mempelajari agama Islam dari buku-buku yang ditulis 100 . sehingga ulama hanya digunakan untuk orangorang yang menekuni bidang-bidang ilmu agama dan merendahkan ilmu. Wahid Hasyim memberikan alternatif lain kepada para santri.pelajaran non-agama masuk dalam kurikulum pesantren. Hal tersebut cukup beralasan. Dari hal diatas kemudian tujuan pesantren dirumuskan hanya sebagai “mencetak” para ulama / ahli agama belaka. tidak semua siswanya dapat “dicetak” menjadi ulama.dengan negara-negara lain. Dalam hal tujuan belajar di pesantren.

Pada tahun 1935. Walau demikian. Dengan rumusan tujuan pendidikan yang demikian ia tidak ingin lagi melihat santri yang lebih rendah kedudukannya dalam masyarakat dari kaum terpelajar Barat. • Para santri dapat memfokuskan waktunya untuk mempelajari berbagai pengetahuan dan ketrampilan lainnya yang dapat digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri dan masyarakat. merupakan wujud dari upaya pembaharuan pendidikan Islam yang dilakukan oleh cendikiawan muslim termasuk didalamnya Wahid Hasyim. yang melihat bahwa lembaga pendidikan Islam ( 101 . wawasan berfikir Wahid Hasyim dikenal cukup luas. Hal ini dapat diduga sebagai hasil dari luasnya bacaan beliau. Aspek Kurikulum Meski tidak pernah mengenyam pendidikan modern. 2. ia tetap berharap adanya sebagian santri yang betul-betul menjadi ulama dengan mempelajari bahasa Arab dan pengetahuan agama secara mendalam. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pesantren menurut Wahid Hasyim adalah mencetak santri yang berkepribadian muslim dan bertaqwa kepada Allah serta memiliki ketrampilan sehingga santri dapat mandiri dan berkiprah pada masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. misalnya. ia bersama K. Berkembangnya madrasah di Indonesia di awal abad ke-20. sebagai mana telah disinggung diatas.H Muhammad Ilyas mendirikan madrasah Nizhamiyah. Wawasan ini kemudian diaplikasikan dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial dan pendidikan.dengan bahasa latin.

pelajaran umum masih dianggap tabu dalam kalangan pesantren karena identik dengan penjajah. membuat banyak orang berpendapat bahwa madrasah sebenarnya merupakan bentuk lain dari sekolah. dan skill dalam berorganisasi. Madrasah Nizamiyah didirikan dengan pertimbangan bahwa kurikulum pesantren yang hanya memfokuskan kepada ilmu-ilmu agama mengakibatkan santri mengalami kesulitan untuk bersaing dengan siswa yang mendapat pendidikan Barat. Kelemahan santri menurut Wahid Hasyim. 102 . Dengan penguasaan ketiga komponen tersebut santri akan mampu bersaing dengan mereka yang mendapatkan pendidikan Barat dalam menempati posisi di masyarakat. bahasa asing. disebabkan oleh lemahnya penguasaan pengetahuan umum (sekuler). Usaha pembaharuan yang dilakukannya bukan pekerjaan yang tanpa resiko.bahkan pengetahuan umum. dasi dan topi. Kedekatan sistem belajar mengajar ala madrasah dengan sistem belajar mengajar ala sekolah yang dikembangkan Pemerintah Kolonial Belanda saat itu. seperti memakai pantalon.pesantren ) dalam beberapa hal tidak lagi sesuai dengan tintutan dan perkembangan zaman. termasuk bahasa Belanda dan Inggris. Pada saat itu. hanya saja diberi muatan dan corak keislaman. Kebencian pesantren terhadap penjajah membuat pesatren mengharamkan semua yang berkaitan dengannya. Untuk itu ia mendisain kurikulum madrasah tersebut dengan kurikulum yang hanya ilmu-ilmu agama tetapi juga ilmu-ilmu umum. Apa yang dilakukan Wahid Hasyim jelas merupakan inovasi baru bagi kalangan pesantren.

Ia dianggap telah mencampuradukkan perkara agama dan dunia. kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang 854 kali dalam Al-Qur’an. Tidak ada yang menyangkal dikotomi pendidikan di Indonesia.banyak kritikan yang datang datang dari masyarakat bahkan ulama pesantren. ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul tehadap makhluk-makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahan. yaitu pendidikan umum disatu pihak dan pendidikan agama dipihak lain adalah warisan Kolonial Belanda. ia pun dianggap telah merusak sistem pendidikan pesantren. dan lain sebagainya. Selain itu ia pun ingin menghilangkan dikotomi ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum yang saat itu melanda dunia pendidikan Islam pada umumnya dan khususnya pondok pesantren. Aspek Metode Pengajaran Wahid Hasyim ketika berumur 17 tahun sempat belajar selama 1 tahun di Makkah. Saksinya ratusan ayat Al-Qur’an. Sekembalinya ke Tebu-ireng. Dalam pandangan Al-Qur’an. Yang menonjol dalam hal kurikulum ini adalah pemahaman Wahid Hasyim terhadap konsep ilmu. ia mengusulkan kepada ayahnya suatu 103 . Kritikan itu disambut olehnya dengan tenang dan ia tetap berjalan dengan keyakinannya sebagai seorang idealist. sistem pendidikan semacam ini akan melahirkan ilmuan-ilmuan yang tak bermoral dan ulama yang tidak kenal zamannya. Dikotomi tersebut menurut Wahid Hasyim sangat berbahaya bagi umat Islam Indonesia. Ia menganggap bahwa Islam tidak memisahkan pengetahuan agama dan pengetahuan umum. 3.

yang luar biasa yang terjadi pada pesanten ketika itu.perubahan metode pengajaran di pesantren. Kesebelas jurnal diatas mewakili Pandangan kaum tradisionalis. dimana posisi guru ditempatkan bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar. Al-Munawarah. Pustaka Timur. Pujangga Baru. Islam Bergerak. dan menghapalkan mata pelajaran yang telah diberikan. Hal ini dikarenakan dalam kelas yang menggunakan metode tersebut santri datang hanya mendengar.000 buku yang kebanyakan buku-buku keagamaan. Pada tahun 1936 ia mendirikan IKPI ( Ikatan Pelajar Islam ). modernis. Wahid Hasyim belum merasa puas dengan perubahan yang ia lakukan. Perpustakaan tersebut juga berlangganan majalah dan surat kabar. Adil. Perubahan metode pengajaran dan pendirian perpustakaan merupakan kemajuan Wahid Hasyim. pendapat guru bukanlah suatu kebenaran mutlak sehingga kendapatnya dapat dipertanyakan bahkan dibantah oleh santri ( murid ) dan proses belajar mengajar berorientasi pada murid sehingga potensi yang dimiliki akan terwujud dan ia akan menjadi dirinya sendiri. ia pun menganjurkan para santri untuk belajar organisasi dan membaca. Nurul Islam. Dengan hal tersebut Wahid Hasyim mengharapkan terjadinya proses belajar mengajar yang dialogis. Secara singkat. dan Penyebar Semangat. Selain itu ia juga mendirikan perpustakaan dengan koleksi buku 1. Berita Nahdhatul Ulama. 104 . Usulan itu antara lain agar sistem bandongan di ganti dengan sistem tutorial yang sistematis dengan tujuan untuk mengembangkan inisiatif dan kepribadian santri. dan nasionalis . tidak ada kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau berdiskusi. menurut metode bandongan akan menciptakan kepastian dalam diri santri. menulis catatan. Dewan Islam. seperti : Panji Islam. Panji Pustaka.

dan fasilitator dalam proses pembelajaran. Dilihat dari jumlah amal usahanya Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia.Dalam proses pembelajaran murid tidak hanya dijadikan objek pendidikan akan tetapi ia dijadikan subjek pendidikan itu sendiri. dan pesantren dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi berdiri kokoh di seluruh penjuru Nusantara Bahkan di beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. pendidikan telah menjadi “trade-mark” gerakan Muhammadiyah. bahkan di dunia. Besarnya jumlah lembaga pendidikan tersebut merupakan bukti konkrit peran penting Muhammadiyah dalam proses pemberdayaan umat Islam dan pencerdasan bangsa. Ahmad Dahlan DanPerguruan Muhammadiyah Mengapa perlu mengemukakan profil Ahmad Dahlan dalam pembahasan pondok pesantren ini. Dalam konteks ini Muhammadiyah tidak hanya berhasil mengentaskan bangsa Indonesia dan umat Islam dari kebodohan dan penindasan. madrasah. Bahkan. bidang pendidikan merupakan amal usaha Muhammadiyah yang terbesar. tetapi beliau merupakan cikal bakal Perguruan Muhammadiyah yang beberapa diantaranya bida disebut dengan Pondok Pesantren. Berbagai jenis pendidikan sepertisekolah. diulas dalam buku ini. tetapi juga menawarkan 105 . Tidak ada alasan spesifik memang. Dibandingkan dengan amal usaha lainnya. Mungkin itu pertanyaan yang pertama kali dilontarkan ketika nama pendiri Muhammadiyah. sebagai ormas Islam terbesar kedua setelah Nahdlatul Ulama. KH. C. paling tidak kita bisa mengenal ide-ide dalam pendidikan dan kepesantrenan dalam Perguruan Muhammadiyah. Sedangkan Guru memposisikan diri sebagai motivator.

Dari pernikahannya dengan Siti Walidah. Ahmad Dahlan banyak belajar ilmu agama dari para ulama 106 . salah seorang ulama terkenal yang tinggal di kampung Darat. Salah satu tokoh pendidikan Muhammadiyah yang paling menonjol adalah Ahmad Dahlan . Ahmad Dahlan menikah dengan Siti Walidah. pendiri Nahdhatul Ulama (NU) pernah belajar. Ahmad Dahlan dikaruniai dua orang putra dan empat orang putri. di saat usia mencapai 22 tahun. Dalam salah satu sejarah disebutkan Ahmad Dahlan pernah belajar ilmu falaq kepada Kyai Saleh Darat. KH Hasyim Asy’ari. setelah memiliki dasar-dasar pendidikan agama Islam Ahmad Dahlan menjadi “musafir pencari ilmu” yang mengembara dari satu pesantren ke pesantren lainnya untuk mendalami ilmu agama seperti ilmu fiqh.suatu model pembaharuan sistem pendidikan “modern” yang tetap terjaga identitas dan kelangsungannya. nahwu. penggagas dan pendiri gerakan Muhammadiyah yang karena perjuangan dan kepeloporannya dalam memajukan bangsa dan pendidikan nasional dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Semarang. Pada tahun 1890. Dalam kesempatan tersebut. Diskusi tentang pendidikan Muhammadiyah sebagai salah satu pembaharu pendidikan Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pemikiran para pendirinya. Ahmad Dahlan tidak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah-sekolah model pendidikan Belanda. Seperti umumnya para santri pada waktu itu. qira’ah dan falaq. gadis Kauman yang masih sepupunya. Di pesantren ini pula. hadits. Ahmad Dahlan dikirim oleh ayahnya untuk melaksanakan ibadah haji dan memperdalam ilmu agama.

Kyai Nawawi Banten. ilmu falaq kepada Kyai Asy’ari Bacaan dan ilmu qiraah kepada Syeikh Ali al-Musri Makkah. Ahmad Dahlan tidak langsung pulang ke tanah air melainkan menyempatkan diri tinggal di Makkah selama satu setengah tahun untuk memperdalam ilmu agama kepada para ulama Timur Tengah. Bahkan Sayyid Bakri Syata’-lah yang memberikan atau mengganti nama Muhammad Darwis menjadi Ahmad Dahlan . 107 . Setelah ibadah haji. Dalam kesempatan bermukim di Makkah tersebut Ahmad Dahlan juga sempat berdialog dengan para ulama Nusantara yang bermukim di Makkah di antaranya Muhammad Khatib Minangkabau. Kesempatan dialog yang pada akhirnya mengilhami dan mendorongnya untuk melakukan reformasi di Indonesia adalah dialognya dengan Syeikh Muhammad Rasyid Ridha. seorang tokoh modernis dari Mesir. Diantara gurunya adalah Sayyid Bakri Syata’. Ahmad Dahlan mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya. salah seorang mufti Madzhab Syafi’i yang bermukim di Makkah. ilmu hadits kepada mufti Madzhab Syafi’i. Sepulang dari ibadah haji yang pertama Ahmad Dahlan kemudian mulai mengajar mengaji di kampungnya dan beberapa kali menjadi badal ayahnya bahkan karena kemampuannya. Kyai Mas Abdullah Surabaya dan kyai Faqih Kumambang Gresik. Setelah beberapa tahun lamanya bekerja sebagai khatib dan berdagang batik di beberapa daerah. Ahmad Dahlan memperdalam ilmu fiqh kepada Kyai Machfudz Termas dan Said Babusyel. Ahmad Dahlan kemudian diangkat menjadi salah seorang khatib di masjid Besar Kasulthanan Yogyakarta menggantikan posisi ayahnya.terkenal.

Al-Tawassul wa al-Wasilah siyyah al . dan syirk.pada tahun 1912 M. Majalah yang dibacanya adalah al-Manar dan alUrwat al-Wutsqa. bid’ah. Sedangkan kitab yang sering dikaji dan diajarkannya adalah . Amalan-amalan mereka merupakan campuran antara yang hak dan yang batil. Dengan kedalaman ilmu agama dan ketekunannya dalam mengikuti gagasangagasan pembaharuan Islam. AtTauhid (Muhammad Abduh). Ahmad Dahlan kemudian aktif menyebarkan gagasan Ahmad pembaharuan Islam ke pelosok-pelosok tanah air.Tafshil al-Nasyatin Tahshil al-Sa’adatain Fi’il Bid’ah (Ibnu Taimiyah). Matan al-Hikam (Ibnu‘Atha Allah). Da’irah al-Ma’arif (Farid Wajdi). Mereka cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang termasuk takhayul. Al-Islam Wal Nasriyyah (M. dan pada akhirnya -atas desakan dari para muridnya. Muhammadiyah.Qashaid al-Aththa (‘Abd Athithas). tidak menjawab tantangan dan tuntutan perkembanganmasyarakat. Faktor terpenting yang mendorong Ahmad Dahlan untuk mendirikan organisasi adalah: • Kenyataan bahwa umat Islam Indonesia telah banyak yang meninggalkan alQur’an dan Sunnah. Kanz al-‘Ulum. Tafsir Juz Amma (Muhammad Abduh). Abduh) .Di samping aktif melakukan dialog dengan para ulama Ahmad Dahlan juga aktif membaca majalah dan kitab. • Lembaga-lembaga pendidikan agama Islam yang ada ketika itu tidak efisien. Izhar al-Haqq (Rahmat Allah al-Hindi). Lembaga Ahmad Dahlan mendirikan organisasi 108 . dan lain-lain. Sambil berdagang batik Dahlan melakukan tabligh dan diskusi keagamaan.

memperbaiki akhlak. taklid buta. Ajaran agama yang benar itu ialah yang memurnikan tauhid. Akitabnya umat terpecah dan hal ini menyebabkan semakin melemahnya kekuatan umat. • Aktivitas misi Kristen semakin gencar. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan di atas Muhammadiyah melakukan berbagai aktivitas sebagai berikut: • Menggalakkan dan meningkatkan mutu pendidikan umat Islam. memperteguh iman. • Kebanyakan umat Islam terperangkap dalam fanatisme sempit. Mempertahankan Islam dari segala pikiran dan perbuatan yang bertentangan 109 . dan pola hidup yang statis. Sementara yang kaya tidak ingat berzakat. meningkatkan ibadah.pendidikan terpecah menjadi dua: pendidikan sekuler dan pendidikan pesantren yang hanya mempelajari ilmu-ilmu agama dalam arti sempit. • • Memperbarui ajaran-ajaran agama dan sistem pendidikan Islam. meluaskan dakwah amar makruf nahi mungkar • Mengadakan pembaruan ajaran-ajaran agama agar selaras dengan tantangan zaman. sehingga hak-hak orang miskin terabaikan. Bahkan mereka mendapat bantuan dari penjajah Belanda. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam dapat mengerti ajaran-ajaran agama mereka secara benar. • Mayoritas umat Islam yang terdiri dari petani dan buruh menjadi semakin miskin.

Ahmad Dahlan kemudian mengundang para Khatib dan penghulu untuk melakukan diskusi tentang kiblat Masjid Besar tersebut. Jetis. Baginya. Hal ini dia buktikan dalam dua hal. Selain aktif menyebarkan gagasan pembaharuan keagamaan dan menyerukan gerakan kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah serta memberantas segala bentuk Takhayul. Ahmad Dahlan juga mendirikan sekolah dan madrasah Muhammadiyah serta mengajarkan pelajaran agama sebagai pelajaran ekstra kurikuler di Kweekschool. Pertama. Shalat ‘Id dilaksanakan sesuai dengan perhitungan Dahlan tetapi grebeg dilaksanakan sesuai dengan perhitungan aboge. Menurut Ahmad Dahlan sebagai calon pamong praja.dengan Kitab dan Sunnah. Kasus kedua adalah ketika terjadi perbedaan penentuan tanggal 1 Syawwal atau Hari Raya Idul Fitri antara perhitungan falaq dengan perhitungan aboge (kalender Jawa). sekalipun harus berhadapan dengan kekuasaan. Yogyakarta dan Osvia Magelang. Curafat (TBC) dan Taklid. Ahmad Dahlan adalah seorang yang sangat berani. Inilah terobosan dan gagasan besar Ahmad Dahlan. kebenaran harus tetap dilaksanakan dan ditegakkan. kiblat masjidBesar Kasultanan yang menurut Ahmad Dahlan tidak sama persis dengan perhitungan falaq. Gagasan Ahmad Dahlan diterima. Bid’ah. Ahmad 110 . Ahmad Dahlan dengan diantar oleh Kanjeng Penghulu memberanikan diri menghadap Kanjeng Sulthan dan menyampaikan perhitungan falaqnya. para siswa di sekolah tersebutperlu mendapatkan pelajaran agama. tetapi kemudian banyak diikuti oleh kalangan muda Kauman yang kemudian membuat garis-garis shaf sesuai konsep falaq Ahmad Dahlan. yang sekalipun tidak dihadiri oleh para Khatib.

Yogyakarta. madrasah dan pesantren). a. Di samping aktif di Muhammadiyah Ahmad Dahlan juga aktif di partai politik seperti Budi Utomo dan Sarikat Islam.Ahmad Dahlan adalah sosok yang banyak melakukan amal daripada menulis. Istilah pendidika di sini dipergunakan dalam konteks yang luas tidak hanya terbatas pada sekolah formal tetapi mencakup semua usaha yang dilaksanakan secara sistematis untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan. Sekalipun demikian tidak berarti bahwa Ahmad Dahlan tidak memiliki gagasan. Ahmad Dahlan lebih menampilkan sosoknya sebagai manusia amal atau praktisi daripada filosuf yang banyak melahirkan pemikiran dan gagasan-gagasan tetapi sedikit amal. Pada bagian ini akan dibahas pemikiran kependidikan Ahmad dahlan sebagaimana yang dikemukakannya dalam ceramah dan pengajian serta tulisantulisannya dan yang tercermin dalam amal usaha Muhammadiyah terutama pendidikan (sekolah. Amal usaha Muhammadiyah merupakan refleksi dan manifestasi pemikiran Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan dan keagamaan. mergangsan. Kemantren. Pemikiran Pendidikan Ahmad Dahlan Ahmad Dahlan adalah tokoh yang tidak banyak meninggalkan tulisan. nilai dan ketrampilan dari generasi terdahulu (tua) kepada generasi muda. 111 . Hampir seluruh hidupnya digunakannya untuk beramal dan memperjuangkan kemajuan umat Islam dan bangsa. Dalam konteks ini termasuk dalam pengertian pendidikan adalah kegiatan pengajian. tabligh dan sejenisnya. Ahmad Dahlan meninggal dan dimakamkan di pada tanggal 7 Rajab 1340 H atau 23 pebruari 1923 M Karangkadjen.

“kemadjoean” dan “njamboet gawe kanggo Moehammadijah”. yaitu “kijahi”. dengan memiliki pengetahuan umum. terdapat beberapa hal penting.Tujuan Pendidikan Ahmad Dahlan tidak secara khusus menyebutkan tujuan pendidikan.‘Alim dalam ilmu agama. 112 . mengabdi untuk Muhammadiyah dalam menyantuni nilai.b. 2. Sedangkan kata “njamboet gawe kanggo Moehammadijah” merupakan manifestasi dari keteguhan dan komitmen untuk membantu dan mencurahkan pikiran dan tenaga untuk kemajuan umat Islam. tujuan pendidikan Ahmad Dahlan adalah : “ Dadijo Kijahi sing kemadjoean. dan kemajuan masyarakat pada umumnya. Tetapi dari pernyataan yang disampaikannya dalam berbagai kesempatan. Istilah Kiai merupakan sosok yang sangat menguasai ilmu agama.nilai keutamaan pada masyarakat. adja kesel anggonmoe njamboet gawe kanggo Moehammadijah”. Dalam pernyataan sederhana tersebut. Berpandangan luas. Dalam masyarakat Jawa. pada khususnya. berakhlaq mulia dan menguasai ilmu agama secara mendalam.Siap berjuang. adalah figur yang shalih. Pada masa Ahmad Dahlan kemajuan sering diidentikkan dengan penguasaan ilmu-ilmu umum atau intelektualitas dan kemajuan secara material. Berdasarkan pemahamam tersebut. Istilah kemajuan secara khusus menunjuk kepada kemoderenan sebagai lawan dari kekolotan dan konservatisme. seorang Kiai. tujuan pendidikan menurut Ahmad Dahlan adalah untuk membentuk manusia yang : 1. 3.

Rumusan tujuan pendidikan tersebut merupakan “pembaharuan” dari tujuan pendidikan yang saling bertentangan pada saat itu yaitu pendidikan pesantren dan pendidikan sekolah model Belanda. Di satu sisi pendidikan pesantren hanya bertujuan untuk menciptakan individu yang salih dan mendalami ilmu agama. Di dalam sistem pendidikan pesantren tidak diajarkan sama sekali pelajaran dan pengetahuan umum serta penggunaan huruf latin. Semua kitab dan tulisan yang diajarkan menggunakan bahasa dan huruf Arab. Sebaliknya, pendidikan sekolah model Belanda merupakan pendidikan “sekuler” yang di dalamnya tidak diajarkan agama sama sekali. Pelajaran di sekolah ini menggunakan huruf latin. Akibat dualisme pendidikan tersebut lahirlah dua kutub intelegensia : lulusan pesantren yang menguasai agama tetapi tidak menguasai ilmu umum dan lulusan sekolah Belanda yang menguasai ilmu umum tetapi tidak menguasai ilmu agama. Melihat ketimpangan tersebut Ahmad Dahlan berpendapat bahwa tujuan pendidikan yang “sempurna” adalah melahirkan individu yang “utuh” : menguasai ilmu agama dan ilmu umum, material dan spiritual serta dunia dan akhirat. Bagi Ahmad Dahlan kedua hal tersebut (agama-umum, material-spiritual dan dunia-akhirat) merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Inilah yang menjadi alasan mengapa Ahmad Dahlan mengajarkan pelajaran agama ekstra kurikuler di

Kweekschool Jetis dan Osvia Magelang serta mendirikan madrasah Muhammadiyah yang didalamnya mengajarkan ilmu agama dan ilmu umum sekaligus. b. Materi Pendidikan

113

Berangkat dari tujuan pendidikan tersebut Ahmad Dahlan berpendapat bahwa kurikulum atau materi pendidikan hendaknya meliputi : Pendidikan moral, akhlaq yaitu sebagai usaha menanamkan karakter manusia yang baik berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Pendidikan individu, yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesadaran individu yang utuh yang berkeseimbangan antara perkembangan mental dan jasmani, antara keyakinan dan intelek, antara perasaan dengan akal pikiran serta antara dunia dan akhirat. Pendidikan kemasyarakatan yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesediaan dan keinginan hidup bermasyarakat. (Arifin, 1987) Meskipun demikian, Ahmad Dahlan belum memiliki konsep kurikulum dan Ahmad

materi pelajaran yang baku. Muatan kurikulum pelajaran agama menurut

Dahlan bisa dilihat dari materi pelajaran agama yang diajarkannya dalam pengajianpengajian di madrasah dan pondok Muhammadiyah. K.R.H Hadjid, salah seorang murid Ahmad Dahlan, mengumpulkan ajaran gurunya ke dalam sebuah buku berjudul “Ajaran Ahmad Dahlan dan 17 Kelompok Ayat-Ayat Al-Quran” yang merupakan catatan pribadinya selama mengikuti pelajaran agama. Dari pelajaran tersebut dapat dikelompokkan bahwa Ahmad Dahlan banyak menyampaikan materi yang berkaitan dengan keimanan, akhlak dan semangat untuk berjuang membela agama dan membantu sesama. B. Muhammadiyah dan Pemberdayaan Masyarakat Dengan visi-visi Ahmad Dahlan, Muhammadiyah tercatat sebagai salah satu

organisasi sosial keagamaan yang memainkan peranan penting dalam memperkuat

114

posisi masyarakat, memberdayakan rakyat dan mengembangkan masyarakat madani. Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang lingkupnya luas, Muhammadiyah menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat. Jauh sebelum diskursus tentang masyarakat sipil atau masyarakat madani marak di Indonesia, Muhammadiyah telah memunculkan suatu perbincangan tentang masyarakat utama. Istilah masyarakat utama ini kemudian dimantapkan pada muktamar ke-41 tahun 1985 di solo dan dimasukkan kedalam rumusan tujuan Muhammadiyah. Disamping disebut sebagai padanan istilah khairu ummah, konsep tentang masyarakat utama inipun oleh para tokoh Muhammadiyah dicoba didekati dengan pendekatan civil society. Pada awalnya, organisasi ini merupakan gerakan pembaruan Islam di Indonesia yang kemudian berkembang, tidak hanya memberantas TBC (tahayul, bid’ah dan Kurafat) –dalam transliterasi sekarang ditulis khurafat- tapi juga meningkatkan kualitas hidup umat. Karena arah organisasi ini selalu modern, maka Kuntowijoyo menyebuutnya sebagai gejala kota. Muhammadiyah mewakili masyarakat baru, masyarakat industri dan modern yang membedakannya dengan organisasi keagamaan lainnya yang tradisionalis. Dalam Anggaran Dasar (AD) awalnya hingga dalam jangka waktu lama, cita-cita kemasyarakatan Muhammadiyah memang tidak begitu tampak. Yang lebih menonjol adalah rumusan tentang pedoman bertindak dancara-cara berorganisasi. Dan yang menggerakkan hati organisasi ini adalah QS. Ali Imran, 3:104. Seorang tokoh Muhammadiyah yang juga tokoh ICMI, M. Dawam Rahardjo . Ahmad Dahlan untuk membentuk

115

mengemukakan bahwa dalam perspektif ajaran Islam, Muhammadiyah menggunakan istilah yang lebih konseptual dan substansial, yaitu masyarakat utama (al-Mujtama alFadhil). Menurutnya, istilah ini merupakan terjemahan dari istilah Quran: “Khairu Ummah”. Istilah Quran itu sendiri memang masih memrlukan penjelasan, bahkan

sampai saat inipun diperlukan penggaliannya dari al-Quran dan sejarah Nabi SAW. Dalam mensubstansikan masyarakat utama, masyarakat madani, masyarakat baru, ataupun khairu ummah diperlukan konsep atau teori. Konsep civil society merupakan konsep yang dapat dipakai untuk memahami istilah-istilah tersebut. Gagasan ideal untuk mewujudkan masyarakat madani seperti yang diagendakan Muhammadiyah ke-41 di Solo, memang patut kita cermati, mengingat Muhammadiyah memang memiliki ruang lingkup gerakan dan amal usaha yang sangat luas. Hampir disetiap daerah perkotaan kita dapat menemukan berbagai amal usahanya, mulai dari lembaga pendidikan, panti asuhan ataupun rumah sakit. Secara sederhana kenyataan ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki pusat kegiatan sosial yang telah mapan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perkembangan kuantitatif amal usaha ini

disertai dengan pertumbuhan kualitatif yang tercermin dari pengaruh Muhammadiyah terhadap kelahiran berbagai peran sosial yang diusulakan oleh kelompok ataupun tokoh masyarakat. Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang teleh mengobarkan jiwa pembaruan pemikiran Islam di negeri ini. Jiwa pembaruan yang melekat pada diri pendiri organisasi ini telah ditempa sejak dia belajar di Mekkah selama 5 tahun, yaitu antara 1890-1895. Pada tahun 1903 dia kembali ke Mekkah untuk belajar lagi selama 3

116

tahun. Di Mekkah dia belajar tauhid, tafsir, fikih, tasawwuf, qira’at, mantiq, dan falak. Selama di Mekkah tokoh ini tertarik dengan pikiran-pikiran Ibn Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Rida. Perkenalannya dengan pemikiran tokoh-tokoh itu dimungkinkan karena lingkungan Mekkah saat itu telah dipengaruhi dan diwarnai oleh ide-ide pembaruan yang dimunculkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab yang kemudian dilanjutkan dan dikorbarkan oleh para pengikutnya. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa ide-ide pembaruan yang digagas oleh Ibn Taimiyyah sangat mendalam pengaruhnya dalam semangat dan pikiran-pikiran pembaruan Muhammad bin Abdul Wahhab. Pengobaran semangat pembaruan yang dilakukan Ibn Abdul Wahhab ini kemudian berpengaruh bagi meningkatnya minat para ulama untuk menelaah kembali karya-karya Ibn Taimiyyah. Kondisi kondusif untuk pembaruan yang diupayakan oleh para pengikut Ibn Abdul Wahhab, termasuk dan terutama para penguasa Kerajan Arab Saudi dari keturunan Muhammad Sa’ud, memungkinkan lahirnya para tokoh pembaru semisal Jamaluddin, Abduh, dan Rida. Pengaruh mereka inilah yang kemudian terlihat kental dalam oraganisasi yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan ini. Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, saat ini Muhammadiyah telah menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Pertumbuhan ini berlangsung begitu cepat, tidak sampai 15 tahun dari masa berdirinya organisasi ini telah menjangkau wilayahwilayah yang cukup luas di luar Jawa. Di Aceh Muhammadiyah telah masuk untuk pertama kali tahun 1922/1923 melalui

117

Sumatera Barat dan Jawa. Usman Amin.R. Di sini Muhammadiyah mendapat dukungan kuat dari seorang ulama kenamaan Dr. dan pada 1925 dia kembali ke Alabio untuk menyiarkan Muhammadiyah di sana. Sutan Mansur masuk ke wilayah ini pada tahun 1927. Abdullah. Yunus Anis ke daerah ini tahun 1928. Muhammadiyah imasuk ke wilayah ini pada tahun 1926. Sedangkan untuk Kalimantan Selatan. Wilayah Sumatra Barat telah dimasuki Muhammadiyah sejak tahun 1925. Perkembangan Muhammadiyah ini tidak hanya terbatas di dalam negeri. Pada 1925 Muhammadiyah memasuki wilayah Kuala Kapuas. Muhammadiyah masuk melalui para saudagar yang datang ke sana. pelopor gerakan pembaruan di wilayah ini. Kalimantan Tengah.Djajasukarta. Haji Abdul Karim Amrullah. Keberadaan Muhammadiyah di Sulawesi ini menjadi semakin berkembang setelah Pimpinan Pusat Muhammdiyah mengutus M. Pada tanggal 25 Desember 1957 berdirilah Muhammadiyah di Singapur yang dirintis oleh Ustadz Abdurrahman Haron. Tokoh ini masuk menjadi anggota Muhammadiyah tahun 1923. bahkan ia telah menjangkau negeri-negeri jiran. Muhammadiyah masuk ke daerah Sulawesi. Perkembangannya menjadi sangat cepat setelah A. Hulu Sungai Utara. Untuk wilayah Kalimantan. Pada tahun 1927 Muhammadiyah tersebar di Sumatra bagian timur dibawa oleh orangorang yang datang dari Tapanuli. Sedangkan 118 . Merekalah yang pertama mendirikan Muhammadiyah di tempat ini. Melalui seorang orator ulung H. dari Alabio. Perintis Muhammadiyah di Kalimantan adalah H.

untuk membina remaja putri Islam. IMM dibentuk untuk membina dan menggerakkan potensi para mahasiswa Islam. Tapak Suci juga disebut Persatuan Pencak Silat Putra Muhammadiyah. didirikan tahun 1963. baik dalam bidang keagamaan. Ahmad Dahlan. Organisasi ini dimaksudkan untuk membina dan menggerakkan potensi pemuda Islawm. Demikian pula. Pemuda Muhammadiyah. • Tapak Suci. didirikan tahun 1384/1964. Thailand Selatan. sebagai organisasi besar. • • Nasyi’atul Aisyiyah. didirikan tahun 1917 oleh K. Organisasi-organisasi itu adalah: • Aisyiyah. kemasyarakatan. Organisasi ini bergerak dan berjuang di kalangan kaum ibu atau muslimat Indonesia. Selanjutnya Muhammdiyah didirikan di Thailand pada tanggal 11 Agustus 1988. didirikan oleh K. tepatnya di Kabupaten Canak.H.H. berdiri tahun 1930. Propinsi Songkhla. didirikan tahun 1350/1932 berdasarkan hasil keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-21 di Ujung Pandang. • Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ahmad Dahlan tahun 1918. Muhammadiyah mempunyai beberapa organisasi otonom yang gerak dan tujuannya seiring dengannya. • Hizbul Wathan (HW). 119 . Organisasi ini bertugas membina dan menggerakkan potensi para pelajar Islam. didirikan tahun 1381/1961.di Malaysia. ataupun kemahasiswaan. Muhammadiyah untuk pertama kali didirikan di Pulau Penang tahun 1967 oleh Ustadz Zainal Abidin Zamzam. • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

selain juga mencerminkan adanya upaya pembaruan pesantren secara khusus dan pendidikan ummat secara lebih umum sperti yang dilakukan Ahmad Dahlan. amal usaha. dan ekonomi. dakwah. Muhammadiyah dengan segala perangkat organisasi. baik dalam sisi pendidikan. HW ditiadakan dan dileburkan ke dalam Gerakan Pramuka. 120 . Andil HW cukup besar dalam menyiapkan para pemuda Indonesia untuk menghadapi penjajah Belanda. Berbagai ide-ide cemerlang tersebut pada akhirnya saling mlengkapi dan mewujudkan trend baru dalam kepesantrenan. kemasyarakatan. Pesantren kini telah menjadi trade mark pendidikan Islam di Indonesia secara umum dengan berbagai variasi baik yang bersifat organisasi kelembagaan.Organisasi ini bergerak di bidang kepanduan. Pada tahun 1961. Sampai di sini nampak pembaharuan di bidang metodologi pengajaran dan sistem nampaknya sudah mulai menunjukkan adanya upaya modernisasi pesantren. Paparan di atas mencerminkan adanya usaha-usaha keras yang dilakukan para ulama (intelektual muslim) yang senantiasa mencoba mengadakan perbaikan dalam tehnis dan materi penyampaian ajaran Islam kepada ma syarakat. Di antara mantan anggota HW adalah Jenderal Sudirman yang pada tahun 1945 diangkat oleh Presiden RI. Sukarno. menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat yang menjadi cikal bakal TNI. variasi materi pembelajaran dan bahkan variasi mazhab yang dianutnya sesuai dengan latarbelakang keilmuan dan keyakinan tokoh para pendirinya. dan perjuangannya telah memberikan andil yang cukup besar dalam mencapai dan mengisi kemerdekaan negeri ini.

Pesantren Buntet. pesantren yang berpola modern dengan cara klasikal dan penjenjangan. dari pesantren pola ini biasanya -sebagaimana juga pesantren modern--melahirkan alumni yang bisa melanjutkan studinya hingga jenjang perguruan tinggi. Selain itu nampak juga terlahir tipe -tipe peantren yang akarnya bisa di tarik dari iide pembaharuan di atas. Secara singkat tipe tersebut akan penuli sajikan dalam bentuk tabel di bawah ini: Tabel Tipe Pesantren di Indonesia Pasca Pembaharuan NO 1 Tipe Salafiyah Murni Metode & Kurikulum Sorogan. almasturiyah 2 Salafiah Plus Madrasah 17 Istilah ini diakui dan sering kali disebutkan dalam papan nama serta kop surat pesantren. dll. yang lazim disebut pesantren modern. bahsul masaail.pola ke kyaian. tafsir. Kenyataan ini pada gilirannya akan merubah --ini mulai nampak-. 121 . kini mulai bermunculan kyai yang bergelar sarjana yang tentu saja akan berpotensi melahirkan kultur baru dalam kepesantrenan. fiqih. penyederhanaan materi dan perbaikan metodologi. Dua tipe pesantren ini kemudian banyak melahirkan corak dan ragamnya. Aliyah atau SLTP. tauhid. Wetonan. Contoh Pesantren Pesantren kecil di pedesaan Biasanya pesantren besar seperti Tebu Ireng. Selain metode salafiyah dan pengajian kitab juga menyelenggarakan pendidikan sekolah Mts.Dan hasil yang dapat dilihat adalah terbentuknya pola pesantren dengan istilah salafiyah17 yang berarti mengajarkan kitab-kitab sebagaimana yang berlaku di pesantren pada umumnya. dengan pembagian waktu bagai santri untuk belajar disekolah-sekolah Aliyah atau SMA dan belajar mengaji ke pesantren serta tinggal di sana sepulang sekolah. Kurikulum pesantren Pada umumnya. ilmu alat. di antaranya ada pesantren salafiyah plus madrasah Aliyah.

122 . Didin Sirajuddin MA di Gunung puyuh. 18 Baru dirintis Drs. AlAmin. kaligrafi. tafsir. menyelenggarakan pengajian kitab-kitab pesantren salafiyah Selain enam tipe di atas sebenarnya masih banyak varian lain yang sangat ditentukan oleh konsep dari pimpinan pesantren sendiri seperti takhashush dalam tahfiidz al-Qur'an. Miftahul Huda Manonjaya dll KMI Gontor dan Cabang-cabangnya. Kegiatan sama dengan Gontor Ponpes Laa Tansa diikut sertakan Aliyah dan Cipanas Lebak. namun memperbolehkan bagi santri untuk belajar di sekolah lain Klasikal dengan materi dan kegiatan tersusun kurikulum Gontor 5 Pesantren Modern ala Gontor Plus Mts . ponpes Modern AlIkhlash Kuningan.18pertanian dan lain sebagainya dan penulis yakin akan senantiasa muncul varian baru sesuai dengan perkembangan intelektual. Pesantern Miftahul Mengambil sebagian kegiatan Falah Ciomas Bogor pola Gontor dan dll.MA Pesantre Modern + Salafiyah 6 Sukabumi dll Daru Tauhid Arjawinangun. TMI/KMI 4 SLTA Metode dan materi salafiyah.pengalaman dan wawasan para pendiri atau pemimpin pesantren. SMA Daruunajah Jakarta. dll.3 Salafiyah Plus sekolah di luar pesantren Pesantren Modern ala Gontor Murni. Prenduan Madura dll. Sukabumi. Tsanawiyah atau SLTP.

dan bagaimana santri menyusun agenda programnya secara mandiri untuk menyiapkan masa depannya. Pondok Pesantren Al-Barokah Nganjuk. biasanya pesantren tersebut didirikan dan dikelola oleh alumni Gontor. Ketiganya dipilih untuk merepresentasikan Pondok Pesantren dengan setting modern20 (Kholafiyah). A. pertengahan dan tradisional (Salafiyah). Kitab. Asrama. dan Pondok Pesantren Burhanul Abror Besuki Situbondo. Masjid. Denyut Nadi Santri. bagaimana sebaiknya menjadi santri atau memberdayakan santri dalam keterpaduan kegiatan intra maupun ekstra asrama (Pondok Pesantren) masih kurang sekali. 20 Yang dimaksud setting modern adalah peantren-pesantren dengan Pondok Modern Gontor sebgai modelnya. dikenal dengan sebutan pondok alumni Gontor. Kegiatan santri di pesantren tersebut pada umumnya sama dengan kegiatan di Gontor. dst). antara lain Pondok Darul Ma’rifat Gurah. Tulisan singkat ini akan memberikan wawasan bagaimana profil santri Pondok Pesantren. bagaimana santri memposisikan diri dalam intensitas kegiatan Pondok Pesantren dan kegiatan di luar asrama. Pembahasan ini akan mendiskripsikan kegiatan santri mengambil setting pemberdayaan santri di beberapa Pondok Pesantren. Padahal santri dan pembinaan santri merupakan komponen yang tidak kalah pentingnya dari komponen komponen lain Pondok Pesantren yang saling terkait menjadi sebauah kesatuan system19 (Kyai. Potret Kegiatan Santri di Pesantren 19 Tentang pembahasan ini ada catatan pemaknaan kegiatan di Gontor yang ditulis oleh Muhammad Arwani. (Yogyakarta: Tajidu Press. 123 .BAB V POLA PEMBERDAYAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN Pembahasan mengenai santri. Ustadz.2001) cet-ke1. Kediri.

dan tahunan. Makan pagi Persiapan masuk kelas Masuk kelas pagi 2 05. Kediri Jawa Timur. Sumbercangkring.00-12 . Tabel berikut ini akan memberikan gambaran secara ringkas kegiatan harian santri. kesenian. Kegiatan santri di Pondok Pesantren darul Ma’rifat Kediri dapat dibagi menjadi kegiatan harian. dll. Membaca al-Qur’an Olahraga Mandi Kursus-kursus bahasa. tengah tahunan. Bangun tidur 2. mingguan. Kegitan santri di asrama ini biasanya melaui organisasi santri (OSIS kalau di SMU) dan Gerakan Pramuka.45 07.00-06. salah satunya bagian keamanan dan organisasi asrama.00 3 4 06. Salat Subuh berjam’ah. Gurah. 3. sebagai perpanjangan tangan pengasuh pondok (Kyai) dalam mebina dan mendidik santri. Di sini hanya akan diuraikan mengenai jadwal kegiatan santri. Pada bahasan berikut ini akan dikemukakan profil kegiatan santri di asrama dengan mengambil setting Pondok Pesantren Darul Ma’rifat. 1.00-05.Kegiatan santri di dalam asrama biasanya dikoordinasikan dan ditangani oleh Pengasuhan Santri. Kegiatan Harian Jadwal Kegiatan Harian No 1 Jam 04. ketrampilan.30 124 . Penambahan kosa kata (Arab atau Inggris) 4. Organisasi santri juga membawahi beberapa bagian.30-06. Badan pengasuhan santri di pondok-Pondok Pesantren yang berkategori Salafiyah biasanya ditangani oleh organisasi santri dan kepala asrama (lurah pondok).30 Kegiatan 1.

kamar mandi.45 bel berbunyi tanda berakhirnya waktu makan pagi dan santri sudah mengosongkan asrama.00 20. mencuci dan mandi. diselingi 125 .30-14.00-15.00 15. terus pemberian kosa kata atau struktur kalimat bahasa Arab atau Inggris.45-16. dll. Pada jam enam bel berbunyi tanda kegiatan-kegiatan kursus dan olahraga sudah harus berhenti.30 19.00 Shalat Zuhur berjamaah Makan Siang Masuk kelas sore Shalat Ashar berjamaah Membaca al-Qur'an Aktivitas bebas / olahraga Mandi Persiapan ke Mesjid Shalat Magrib berjamaah Baca al-Qur'an Makan Malam Shalat Isya berjamaah Belajar malam Istirahat dan Tidur Pergantian dari satu kegiatan ke kegiatan lain ditandai dengan bunyi bel.00-22. Jam 06. Setelah itu itu santri punya kegiatan bebas. makan pagi.30 18. dan tempat-tempat lain untuk masuk kelas. Jam 07.00-04.45 16.00 14. mengikuti kursus-kursus bahasa. Kegiatan santri sehari-hari diawali dengan bangun pagi.30-20.50.30-19. berolahraga.00 mulailah kegiatan belajar pagi di kelas-kelas sampai jam 12.00-15. kursus kesenian.45-17.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 12. salat subuh berjama’ah di kamar masing-masing untuk kelas I-IV dan di masjid untuk kelas V dan VI.15 17. Ada dua bel yang digunakan: besar dan kecil. bel besar dibunyikan sebagai tanda pergantian kegiatan dari pagi sampai sore. sedangkan pada malam hari. kemudian mandi. serta kemudian membaca al-Qur’an. kursus ketrampilan.45 15. ada yang belajar. dan persiapan masuk sekolah.15-18. dapur.00 22. mulai maghrib digunakan bel kecil.

Jam 12.00 murid-murid kelas IV ke bawah masuk kursus sore. Guru-guru yang mengajar kursus sore sebab besar terdiri santri-santri senior (kelas VI). sebagai wahana pendidikan mengajar. Sampai kemudian berbunyi bel jam 16. 126 .30. Kelas kursus sore difokuskan untuk materi-materi bahasa dan materi-materi lain untuk menunjang program masuk kelas pagi.45 tanda seluruh kegiatan bebas harus sudah berhenti dan bersiap-siap untuk salat Maghrib berjama’ah. Jam 17. jam 08. Ini merupakan media yang baik untuk berlatih kepemimpinan dalam wujud mengatur dan menyelenggarakan kegiatan sosial untuk tujuan akademik intelektual. ditambah guru-guru yunior khususnya untuk mengajar kelas IV dan III intensif.00 dan jam 11. Kegiatan bebas ini sama dengan kegiatan bebas pada pagi hari.00 seluruh santri harus sudah berada di Masjid guna membaca al-Qur’an menyongsong datangnya Maghrib.50 sekolah pagi berakhir dan santri bersiap-siap salat zuhur berjama’ah.30-09. Jam 15.00 tepat bel berbunyi tanda berakhirnya kursus sore dan kemudian salat `Ashar berjama’ah dan dilanjutkan kemudian dengan membaca al-Qur’an. Sya’ir ini berisi penyesalan seorang hamba yang telah banyak berbuat dosa kemudian bertobat memohon ampunan-Nya.istirahat dua kali. dilanjutkan dengan makan siang dan istirahat sekadarnya sebelum kemudian pada jam 14. yang selalu dibaca setiap selesai azan dan sebelum salat ditunaikan. Setelah waktu salat Maghrib tiba dikumandangkan azan.45 bel berbunyi lagi tanda dimulainya waktu kegiatan bebas setelah salat `Ashar. Pengaturan pelajaran sore ini dilakukan oleh Bagian Pengajarn dengan bimbingan guruguru bagian pelajaran sore. Jam 15.15-11. setelah itu dibaca Sya’ir Abu Nawas.

30-20. kantor Bagian Pengajaran. berharap dapat panggilan dari Bagian Penerimaan Tamu untuk menemui orang tua atau kerabatnya yang datang. Seusai salat Isya para santri belajar malam untuk mengulangi pelajaran dan mempersiapkan untuk pelajaran hari esok. Belajar malam ini terkadang digunakan oleh guru-guru yang materinya tertinggal atau belum mencapai target yang telah ditentukan untuk menambah pelajaran guna mengejar ketertinggalan tersebut. Kegiatan ini berlangsung hingga jam 22. klub-klub olahraga. Pada jam makan malam ini sebab santri ada yang langsung makan dan ada yang mengikuti pertemuan-pertemuan serta ada yang mendatangi panggilan ke kantor-kantor penegek disiplin seperti disebutkan di atas untuk disidang mempertanggungjawabkan pelanggarannya.00 waktunya jama’ah salat Isya. misalnya kantor Bagian keamanan. Bagian Penerangan membacakan pengumuman-pengumuman dalam bahasa Arab atau Inggris. kantor Bagian Penggerak Bahasa. kursus-kursus.Seusai salat Maghrib dan wiridan. dll. sedangkan harap. Jam 19. yang berisi permohonan dibacakan doa al-Fatihah untuk santri atau kerabat santri yang sakit. cemas karena merasa melanggar disiplin dan menunggu pengumuman di panggil ke kantor bagian yang berwenang. untuk kemudian bangun 127 . pengumuman pertemuan-pertemuan konsulat.00 saat santri memasuki waktu istirahat malam dan seterusnya tidur. Belajar malam ini dilakukan secara bersama di bawah bimbingan wali kelas masing-masing. Lepas salat Maghrib para santri membaca al-Qur’an sampai berbunyi bel tanda waktu makan malam. atau kantor Staf Pengasuhan Santri untuk panggilan pelanggar disiplin dari kelas V dan VI. Pengumuman ini biasanya didengarkan oleh sebab santri dengan harap-harap cemas.

malam hari. 2.esok hari jam 04. jam 20. Latihan pidato ini 128 . Pagi hari ada kegiatan percakapan dalam bahasa Arab/Inggris dan dilanjutkan dengan lari pagi wajib untuk para santri. di bawah bimbingan santri kelas VI. dan Indonesia. Selanjutnya acara bebas. Siang. berikut ini adalah gambaran kegiatan mingguan. Malam hari. masing-masing untuk bahasa Inggris. Kegiatan Mingguan Untuk memberi gambaran tentang kegiatan di Pondok Pesantren Darul Ma’rifat dalam kurun waktu seminggu. dipakai latihan Pramuka. setelah Jama’ah `Isya’ ada latihan pidato (muhadharah) dalam Bahasa Inggris untuk kelas I-IV. 3 4 Senin Selasa 5 6 Rabu Kamis 7 Jumat Perlu sedikit diterangkan mengenai sebab kegiatan mingguan di atas: • Latihan pidato Latihan pidato diadakan 3 kali seminggu. Tidak ada perubahan dari jadwal harian Dua jam terakhir pelajaran pagi digunakan untuk latihan pidato dalam bahasa Arab.45-16. dilanjutkan lari pagi wajib untuk para santri.00 dan melaksanakan kegiatan harian seperti biasanya.30 ada latihan pidato dalam bahasa Indonesia. dan kelas VI menjadi pembimbing untuk kelompok-kelompok latihan pidato. Jadwal Mingguan No 1 2 Hari Sabtu Ahad Kegiatan Tidak ada perubahan dari jadwal harian Pagi hari sesuai jadwal harian Pagi hari seperti jadwal harian. Tidak ada perubahan dari jadwal harian Pagi hari. Setelah lari pagi diadakan kerjabhakti membersihkan lingkungan kampus.00-21.00. latihan percakapan bahasa Arab/Inggris. jam 13. Arab. kelas V acara diskusi. sesetelah jama’ah subuh.

dimulai dengan pembacaan al-Qur’an. selanjutnya pembukaan. Pakaian lari pagi adalah pakaian olahraga: kaos.ditangani oleh Bagian Pengajaran dan guru-guru pembimbing. dan sepatu. Pakaian yang dikenakan peserta adalah seperti pakaian masuk kelas pagi: baju warna polos dimasukkan ke celana dan bersepatu. Lari pagi ini diatur oleh Bagian Olahraga dan dipimpin secara langsung oleh pengurus asrama. training. adapun pembicara semuanya mengenakan dasi. pembawa acara berdasi dan mengenakan jas. • Lari Pagi dan Latihan Percakapan Arab/Inggris Lari pagi diadakan seminggu dua kali: Selasa dan Jum’at. tanggapan dan komentar atau ulasan dari kira-kira 5 peserta selain anggota kelompok yang sedang bertugas yang ditunjuk oleh pembawa acara. Santri dibagi dalam kelompok-kelompok terdiri dari lebih kurang 40 orang. Tiap-tiap kelompok itu dibagi lagi menjadi beberapa kelompok kecil lebih kurang 8 orang untuk memudahkan penggiliran tugas berpidato ataupun piket menyiapkan dan membersihkan ruangan. Setiap asrama 129 . Setelah dikoreksi buku dikembalikan ke pemiliknya untuk dibaca dan dihapalkan guna dipidatokan pada waktu yang telah ditentukan. pidato-pidato secara bergiliran oleh anggota kelompok yang bertugas. terakhir penutup. pengabsenan dan pengumuman-pengumuman mengenai petugas untuk kesempatan-kesempatan berikutnya serta nasehat-nasehat dari pembimbing. Tiap-tiap anggota kelompok yang mendapatkan tugas berpidato untuk bahasa tertentu menulis persiapannya dalam buku khusus untuk kemudian diserahkan kepada pembimbing latihan pidato untuk dikoreksi. Acara pidato dipimpin oleh seorang pembawa acara.

dengan dibantu oleh pembina-pembina pramuka dari seluruh siswa kelas V. untuk hari Selasa dan 4 km.Setelah latihan percakapan selesai. untuk latihan Kamis sore itu di tempat yang ditentukan.5 km. Setiap gugusdepan dibagi lagi menjadi pramuka penggalang dan penegak. para andika dan pembina serta pembantu pembina telah menyiapkan perangkat-perangkat latihan yang diperlukan. Penggalang dibagi lagi 130 . Bagian olahraga kamar dan ketua kamar memimpin langsung lari pagi untuk setiap kamar dan untuk kelompok asramanya dipimpin oleh bagian olahraga asrama dibantu oleh ketua asrama dan bagian keamanan asrama. Santri dibagi menjadi 9 gugusdepan demikian pula pembina dan pembantu pembinanya. Jarak tempuh lari pagi lebih kurang 2.mempunyai kaos tersendiri untuk lari pagi. dan santri wajib mengenakan kaos tersebut saat lari pagi. Sebelum lari pagi mereka mengadakan latihan percakapan bahasa Arab/Inggris dengan topik dan teks yang sebelumnya telah dibagikan. • Latihan Pramuka Latihan pramuka ditangani oleh organisasi kepramukaan yang ada.. di antaranya pioneering. dikomando mulai lari per anggota kamar dan per asrama.. yakni Rabu sore. untuk hari Jum’at. Seusai Salat Subuh santri langsung berganti pakaian olahraga. Latihan dimulai dengan upacara pembukaan (pengibaran bendara) dan ditutup dengan upacara penutupan (penurunan bendera). Sehari sebelumnya. kemudian secara per kamar dan per asrama menuju tempat yang telah ditentukan. Dalam berlatih pramuka seluruh santri wajib memakai pakaian pramuka dan atribut-atribut yang telah ditentukan. di bawah pengawasan bagian penggeraka bahasa dan bagian penggerak bahasa di asrama-asrama.

sepak bola. tarik suara. kaligrafi. bulutangkis. yang bertujuan mengenalkan kepada santri kehidupan di Pondok secara menyeluruh. Di samping itu pada pekan ini juga diadakan lomba-lomba permainan dan ketangkasan yang menghibur. bermain. dan sepak takraw. SAR. Persiapan latihan itu diserahkan kepada Majelis Pembimbing Gugusdepan. P3K. Pekan olahraga dan seni. Acara-acara yang diadakan pada Pekan Perkenalan ini antara lain: • • Pengajaran lagu Hymne Pondok (Oh Pondokku) untuk siswa baru. penegak juga dibagi menjadi satuan bantara 1 dan 2 serta laksana 1 dan 2.menjadi satuan-satuan ramu. volk song. Dalam melatih. ketangkasan. tali-temali. 3. untuk diteliti dan disahkan. Sedangkan lomba seni meliputi: baca puisi. dll. berkemah. Olahraga yang dilombakan meliputi: atletik. Pembantu pembina yang melatih tanpa persiapan akan dikenai sangsi. menulis cerpen. baris-berbaris dengan segala variasinya. sandi-sandi. bola basket. selanjutnya semuanya dibagi lagi menjadi sangga-sangga. bernyanyi. dan terap. Kegiatan Tahunan Di antara acara tahunan yang sangat penting adalah penyelenggaraan Pekan Perkenalan Khutbatul `Arsy (orientasi kePesantrenan). kemudian masing-masing dibagi menjadi regu-regu. ketrampilan. 131 . voly. dan beladiri. Materi-materi latihan sangat variatif yang meliputi latihan upacara. terdiri dari guru-guru yang ditunjuk. semaphore. tenis meja. rakit. pembantu pembina harus mempunyai persiapan tertulis di buku yang telah dicetak untuk kepentingan tersebut.

Kuliah Umum Khutbatul `Arsy • Demonstrasi bahasa (bahasa daerah dan bahasa internasional). barisan pramuka peserta Jambore dan Raimuna dari pondokpondok cabang dan pondok alumni Gontor. Gajah-gajahan. dan mobil hias (semuanya milik Pondok dan keluarga Pondok). senam ketangkasan. diadakan di lapangan Pondok. Reog. kemudian diselingi dengan atraksi-atraksi: Marching Band Pondok. Seterusnya barisan konsulat-konsulat seluruh Indonesia dan luar negeri. 132 . Bhinneka tunggal ika (barisan santri yang mengenakan pakaian suku-suku di seluruh Indonesia). Seluruhnya kemudian secara teratur dalam barisan masing-masing keliling desa sekitar Pondok. ketangkasan menunggang kuda. yang dihadiri oleh pondok-pondok cabang dan pondok-pondok yang dikelola alumni. barisan (sebab) kelas VI. selanjutnya barisan sepeda dan becak hias. selama 3 hari. Ondel-ondel Betawi. • • • • • Lomba cerdas tangkas antar asrama Lomba membaca al-Qur’an dengan lagu atau MTQ Lomba senam antar rayon (asrama) Lomba baris-berbaris antar rayon Apel Tahunan. sepeda motor hias. ketangkasan naik sepeda. Jaranan. Seusai upacara diadakan parade barisan yang terdiri dari barisan Pengibar bendera. pencak silat. Acara ini diawali dengan upacara dan yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah Pimpinan Pondok. apel ini wajib diikuti oleh seluruh santri dan guru.• Jambore dan Raimuna. barisan (sebab) guru KMI. Santri atau guru yang absen dari acara ini dikenai skors selama setahun.

Pengalaman belajar bersama 133 . musik pop dan dangdut. misalnya kursus sore dan belajar bersama waktu malam. Kegiatan belajar di kelas di luar waktu belajar pagi. pantomim. • • • • • Lomba vocal group antar rayon. tampaknya sulit untuk bisa memberikan batasan-batasan yang tegas tentang perbedaan kegiatan intra dan ekstra kurikuler (akademik dan non-akademik) dalam pendidikan dan pengajaran yang diselenggarakan di dunia Pesantren. Kegiatan tersebut dapat menunjang kegiatan akademik kurikuler belajar pagi dalam rangka pencapaian tujuan akademik. dll. dapat dikategorikan ke dalam dua kemungkinan jenis kegiatan. acaranya mirip dengan Panggung Gembira) • Panggung Gembira (pentas seni siswa kelas VI. yaitu intra-kurikuler dan ekstra-kurikuler. beladiri. rebana dan nasyid. choir.• • Pentas rebana dan teater Pentas aneka seni dan budaya ``Aneka Ria Nusantara`` yang menampilkan aneka budaya daerah ditampilkan oleh santri yang berasal daerah tersebut. drama.) Sebagaimana telah disebutkan di atas. komedi. antara lain: pentas wayang orang. lenong. teaterikal puisi. tetapi juga sekaligus dapat memberikan pengalaman belajar dalam tercapainya tujuan-tujuan pengalaman dan sikap sosial. Festival lagu dan baca puisi Pentas musik santri KMI Pentas musik mahasiswa Drama Arena (pentas seni oleh siswa kelas V.

ketrampilan. sesuai orientasi dan Gerakan kemasyarakatan dari pendidikan dan pengajaran di Pondok ini. pengorganisasian. kepemimpinan. koperasi. dan mampu meneropong masyarakat serta mengadakan pembaruan dalam kehidupan mereka.yang menumbuhkan sikap sosial ini perlu bagi santri untuk bekal mereka terjun ke masyarakat. dijumpai juga kegiatan-kegiatan sosial yang bertujuan ke arah tercapainya tujuan-tujuan pendidikan sosial. termasuk kegiatan kesenian. kewarganegaraan. penerbitan. Tentu saja semua ini berlangsung dengan bimbingan intensif dan efektif dari para guru terutama Staf Pengasuhan Santri dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan. dan nilai-nilai moral. mengelola koperasi. menjadi anggota yang aktif dan konstruktif. diskusi. seperti Pramuka yang mengola segala kegiatan di luar jam pelajaran pagi. 134 . dan tanggung-jawab. Nilai-nilai yang dikandung dalam segala kegiatan di atas meliputi nilai kemasyarakatan. Di samping kegiatan-kegiatan sosial yang bernilai akademik dan kegiatankegiatan akademik yang bernilai sosial. menerima tamu. dan penilaian kegiatan-kegiatan santri dilaksanakan oleh santri sendiri secara self-government melalui wadah organisasi-organisasi yang ada. olahraga. dan kegiatan-kegiatan kepramukaan. pelaksanaan. Tujuan umum dari kegiatan-kegiatan ini ialah mempersiapkan anak untuk menjadi manusia masyarakat. partisipasi. Dari sini dapat diharapkan tercapainya pengembangan dan pembinaan sikap sosial di bidang kepemimpinan. ketrampilan. manusia yang tidak asing dari kehidupan masyarakat. latihan pidato. Perencanaan. kesehatan.

Contohnya gedung Al-Azhar. tiap bangunan asrama didirikan berdasarkan asal daerah dan diberi nama sesuai dengan nama asal daerah masing-masing atau mengambil nama – nama tokoh ulama salaf. ada yang kemudian diwakafkan untuk umat Islam dan ada pula yang masih tetap berstatus milik keluarga kyai yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. apa lagi asrama bagi pelajar dan mahasiswa. Karena banyaknya santri yang datang mereka pun berupaya mendirikan pondok di sekitar rumah kyai atau mesjid. tentunya kepentingan pendidikan Islam bagi masyarakat. Berdirinya asrama untuk para santri yang lazim disebut ‘ pondok ‘biasanya bermula dari adanya seorang kyai yang ‘ alim yang relatif menguasai ilmu-ilmu agama Islam yang menetap di suatu tempat (bermukim). Dalam mewujudkan bangunan pada Pondok Pesantren Salafiyah biasanya ada 135 . nama-nama asrama sebab diberi nama dari mana dana pembangunan asrama itu di dapat. Potret Asrama Dan Santri Penyelenggaraan asrama untuk para santri di Pondok Pesantren Salafiyah berbeda dengan penyelenggaraan asrama di Pesantren jenis kholafiyah. Biasanya tanah yang dibangun untuk pondok tersebut tanah milik pribadi kyai. misalnya di pondok Kempek Ciwaringin Cirebon.B. seperti . Imam Syafi’i. Imam Turmudzi dan lain-lain. Di komplek Pondok Gotor. Al – Ghozali. menunjukkan dana yang digunakan untuk pembangunan asrama tersebut dari Al-Azhar Cairo. Di Pondok Pesantren Salafiyah. atau bisa dengan haruf abjad dari A sampai Z. Mesir. Kemudian datanglah santri-santri yang ingin belajar kepadanya dan turut pula bermukim di tempat tersebut.

para orang tua / wali santri. seperti yang terjadi di beberapa Pesantren Salafiyah di Kabupaten Cirebon pada tahun 1970 an kebalakang. alumni dan masyarakat dapat memberi konstribusi berupa dana maupun material seikhlasnya. Segala kebutuhan material ditanggung bersama-sama orang tua / wali santri dan atau bisa dibantu oleh para donatur sesama daerah. seperti . yang bertugas emmantau dan memberikan pengajaran bahasa di rayon. dibantu oleh sekretaris. bendahara. dan ketrampilan. dan beberapa seksi seperti seksi keamana. Pengolahan asrama di Pesantren Salafiyah biasanya dipimpin oleh seorang ketua yang kazim disebut ‘Lurah Pondok ‘ yang dilengkapi dengan susunan kepengurusan dan 136 . seperti yang terjadi pada dewasa ini di kebanyakan Pesantren khususnya di Kabupaten Cirebon. Pengurus rayon ini dibantu juga oelh kepengurusan lain yang dinamakan organisasi penggerak bahasa Pondok Pesantren. Pertama : orang-orang tua / wali santri dari asal daerahnya masing-masing dikoordinir oleh seorang koordinator membangun asrama untuk para putranya yang siap bermukim.dua cara yang biasa dilakukan. kyainya sendiri hampir tidak tau menau urusan bangunan asrama hanya menyediakan tanah milik pribadi di sekeliling rumahnya dan masjid. Kepengurusan asrama. kesenian. Pesantren Kempek. Kedua : dirancang dan diprakarsai langsung oleh kyai yang dalam pelaksanaannya di serahkan kepada orang keperceyaannya. olahraga. Pesantren Babakan Ciwaringin yang saat itu masih bentuk Salafiyah murni. diketuai oleh seorang kepala Rayon. Pengelolaan asrama di Pondok Darul Ma’rifat ditangani oleh personel-personel yang diangkat oleh organisasi pelajar. kesehatan. di pondok Darul Ma’rifat dikenal dengan istilah Rayon.

mereka jelas harus makan di asrama dalam satu koordinasi. Masa jabatan pengurus tergantung aturan yang ditetapkan Pesantren masing-masing. Calon-calon Ketua yang akan dipilih adalah mereka yang telah mendapat restu dari kyainya. selain yang mengarah dan relevan dengan pendidikan akan berdampak negatif. Atau untuk seorang Ketua asrama bisa ditunjuk langsung oleh kyainya. Sistem makan di Pesantren Salafiyah. Seorang Katua asrama biasaya dari santri senior yang dipilih secara demokratis oleh perwakilan-perwakilan dari tiap-tiap kamar asrama. Manfaatnya di sisi yang lain. alat-alat kebutuhan belajar hingga pakaian telah tersedia. dengan jatah bekal yang diberikan orang tua dituntut harus mampu mengatur dalam pengeluarannya. sedang para pembantunya diserahkan kepada Ketua untuk memilih.dibantu seksi-seksi sesuai kebutuhan. 137 . bahkan hampir semua jenis kebutuhan santri dari makanan. Sebenarnya pengkoordinasian secara penuh dalam segala aspek kebutuhan santri di asrama. Hal ini berbeda dengan Pesantren jenis kholafiyah (modern). Di Pesantren jenis ini para santri dikenakan berbagai biaya termasuk uang makan tiap bulannya. para santri terbiasa dengan pola hidup sederhana dan mandiri. mereka harus membeli semua kebuthan di asrama. sedang untuk lauk pauknya bisa membeli di warung-warung milik masyarakat di sekitar pondok. umunya para santri menanak nasi sendiri secara berkelompok masing-masing kamar. sehingga dengan sistem makan yang demikian secara langsung dapat menjalin hubungan emosional antara santri dengan masyarakat sekeliling Pondok Pesantren dan masyarakat sendiri merasa diuntungkan dengan adanya Pondok Pesantren. Bagi mereka yang malas memasak bisa makan sepenuhnya di warung.

C. Organisasi Santri Kegiatan organisasi di Pondok Pesantren merupakan kegiatan yang sangat diminati oleh santri pondok.akan terganggunya kreatifitas. Pembahasan tentang organisasi Pondok Pesantren akan dibagi dalam 138 . seperti rehab bangunan fisik asrama maupun upaya pengembangan mengingat santri bertambah banyak bisa dari kyainya sendiri. biaya listrik biaya-biaya keperluan harian di asrama dan lain-lain. meski tidak harus menjadi kyai memimpin Pondok Pesantren. baik secara langsung maupun tidak langsung. oleh karena itu santri di Pondok Pesantren membentuk wadah organisasi tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kegiatan yang dilakukan. biasanya santri-santri dipungut biaya sekedarnya yang relatif cukup murah bila dibanding dengan tempat-tempat lain yang lazim disebut ‘ianah atau syahriyah. jiwa demokratis dan hubungan sosial kemasyrakatan bagi para santri yang merupakan bagian dari ruh Pondok Pesantren. Untuk biaya operasional asrama di Pesantren Salafiyah ini. Tetapi untuk biaya-biaya yang berat. santri-santri yang ‘alim yang dapat mengamalkan ilmunya sebagaimana dicontohkan kyainya sebagai pengambdian kepada agama Allah. seperti untuk keperluan sarana administrasi. yang terpenting adalah terciptanya situasi di asarma yang kondusif yang menunjang keberhasilan belajar para santri dalam sistem pengawasan di bawah pimpinan seorang kyai. Sehingga Pesantren Salafiyah ini dapat melahirkan kader-kader muslim militan. swadaya para alumni dan masyarakat maupun sumbangan dari pemerintah penyelenggaraan asrama di Pondok Pesantren Salafiyah yang dikelola secara organisasi ini di samping merupakan tempat para santri bermukim.

Proses pemilihan berlangsung sebagai berikut: Seluruh santri kelas V yang berasal dari kelas reguler. Organisasi Santri di Pondok Modern Kegiatan berorganisasi di Pondok telah diadakan sejak awal berdirinya Pondok ini. Seluruh kehidupan santri selama berada di dalam Pondok diatur oleh mereka sendiri (self-government) dengan dibimbing oleh santri-santri senior atau guru-guru. Induk organisasi santri di Pondok ada dua : Organisasi Pelajar Pondok (OPPM) dan Gerakan Pramuka. Falsafah.kegiatan organisasi di Pondok Pesantren Ashriyah (Modern) dan Pondok Pesantren Salafiyah (Tardisional). Untuk gerakan pramuka akan dikemukakan dalam pembahasan tersendiri. Hal ini dimaksudkan untuk memberi bekal dan pengalaman kepada santri untuk hidup di masyarakatnya kelak. dan Moto pendidikan dan pengajaran Pondok. Kegiatan-kegiatan ini selalu didasari oleh Panca Jiwa. di tiap konsulat otomatis menjadi kandidat. Kegiatan berorganisasi ini merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan santri sehari-hari. Pengurus Organisasi Pelajar adalah santri-santri kelas V dan VI (setingkat dengan kelas II dan III SMU) yang terpilih melalui musyawarah. 1. bukan intensif. Pemilihnya adalah seluruh anggota konsulat termasuk santri kelas VI. Formatur tersebut kemudian memilih di antara mereka 139 . Dua kandidat peraih suara terbanyak maju untuk ke pemilihan lebih lanjut untuk menentukan formatur yang terdiri dari 6-10 orang. sebab berorganisasi di Pondok ini berarti pendidikan untuk mengurus diri sendiri dan tentu saja orang lain.

Seusai laporan pertanggungjawaban diadakan serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru terpilih. Bagian-bagian Kegiatan. penilian. Acara laporan pertanggungjawaban dan serah terima jabatan ini biasanya berlangsung 2 hari.diajukan untuk ikut dalam setiap konsulat kemudian mengajukan 2 orang yang akan duduk sebagai pengurus berasal dari utusan tiap-tiap konsulat yang dipilih oleh anggota konsulat. terakhir dikonsultasikan ke Pimpinan Pondok. Pimpinan Pondok biasanya memberikan tanggapan. dan 140 . Susunan pengurus yang dirancang itu dikonsultasikan ke wali kelas dan staf Pembantu Pengasuhan Santri. santri diliburkan dari kegiatan belajar di kelas. Pada setiap akhir masa jabatan. sekretaris. seluruh pengurus Organisasi ini melaporkan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan selama setahun di depan seluruh santri dan guru-guru serta pimpinan-pimpinan lembaga dan Pimpinan Pondok. Bagian-bagian tersebut terdiri dari pengurus harian: ketua.kegiatan santri di dalam Pondok diurus oleh 20 bagian dalam . a. bendahara. Para utusan terpilih itu kemudian memilih di antara mereka formatur yang akan menentukan ketua dan susunan pengurus selengkapnya. Pada setiap bulan Ramadan atau sebelum memasuki tahun ajaran baru mereka mengadakan Musyawarah Kerja untuk merancang Program Kerja selama satu periode masa bakti. Mengingat pentingnya acara ini sebagai wahana mendidik bergorganisasi. dan arahan-arahan pada acara-acara seperti itu dengan menegaskan bahwa semua ini adalah untuk pendidikan. koreksian.

keamanan. disiplin berpakaian. sekretaris klub-klub dan kursus-kursus. dan Bagian Bersih Lingkungan. Bagian Kesehatan. dan konsulat-konsulat. Bagian Perpustakaan. Bagian Fotografi. 2) Sekretariat: bertanggungjawab atas ketertiban administrai atau ketatausahaan organisasi dan memipin sekretaris bagian-bagian . b. dan 16 bagian yang lain. kursus-kursus bahasa. 3) Bendahara: bertanggungjawab mengatur keuangan dan mengkoordinir bendahara asrama-asrama. Di antara tugas Bagian ini adalah: • Mengawasi dan mengontrol disiplin berjama’ah. Bagian Kesenian. disiplin makan dan minum. klub-klub olahraga. Bagian Penerangan. Bagian Penerimaan Tamu. memberikan arahan dan mengontrol tiap-tiap bagian dalam menjalankan tugas-tugasnya. sekretaris asrama. ke dalam dan ke luar. Bagian Koperasi Dapur. tugas bagian-bagian dari organisasi santri tersebut diatas adalah sebagamanan yang digambarkan di bawah ini : 1) Ketua: bertanggungjawab atas kelancaran pekerjaan tiap-tiap bagian dalam. santri-santri yang 141 . Bagian Penggerak Bahasa. jalannya latihan berpidato. 4) Bagian Keamanan: bertanggungjawab atas berjalannya disiplin dan sunnahsunnah Pondok serta terjaganya ketertiban dan ketentraman Pondok. Bagian Kesenian. disiplin berolahraga. Bagian Koperasi Pelajar. bertanggungjawab atas jalannya . yaitu: Bagian Pengajaran. Bagian Penatu. Tugas-tugas dari bagian-bagian Secara singkat. Bagian Olahraga. sekretaris konsulat. Bagian Warung Pelajar.

termasuk keluarga pondok. tidur malam santri. • Mendisiplin dan memberi sanksi santri-santri yang melanggar. Di tambah lagi berkelahi itu bertentangan dengan jiwa ukhuwwah Islamiyah. dan bahkan anak Kyai juga dikenai sanksi jika melanggar. Contohnya. piket-piket asrama dan piket malam. bukan bengkel. mencuri. berkelahi. Maka segala tindakan yang dapat merusak iklim pendidikan tersebut harus dijauhkan. siapa saja yang melanggar mesti dikenai sanksi yang berlaku. salah seorang anak Kyai—sekarang menjadi salah seorang Pimpinan Pondok—juga pernah diberi sanksi cukur gundul karena meninggalkan kampus tidak sesuai dengan ketentuan 142 . Pemberian sanksi ini tidak pilih kasih dan tidak pandang bulu. tetapi lebih ditekankan pada jiwa mencuri. Ada pelanggaran berat dan ada pelanggaran ringan. karena sudah mempunyai jiwa pencuri. Masalahnya bukan terletak pada nilai pulpen. menyensor seluruh surat dari luar Pondok yang dialamatkan kepada santri. Pondok adalah lembaga pendidikan. rambut santri. Sedangkan alasan pengusiran berkelahi adalah di lingkungan Pondok. di lain waktu bisa mencuri sesuatu yang lebih besar. Santri yang mencuri. meskipun hanya pulpen akan diusir. sekarang mungkin mencuri pulpen. apapun yang dicuri. Pelanggaran berat bisa yang bisa menyebabkan pelakunya diusir. Jiwa yang berupa keberanian untuk mencuri ini yang berbahaya. misalnya mencuri. Beberapa alasan edukatif dijadikan landasan pengusiran pelanggaran ini. hal-hal yang merusak kedamaian tidak boleh ada. yaitu berpacaran.bepergian ke luar kampus. bukan nilai benda yang dicuri. menghina pengurus. Santri yang mencuri berarti sudah ada jiwa mencuri di dalamnya. dll.

Santri yang telah diizinkan itu diberi surat izin dan kartu perizinannya ditinggal di Kantor Bagian Keamanan. menyediakan sound system dalam setiap kegiatan di Pondok yang memerlukannya. • Menyediakan trayek kendaraan kediri-Darul Ma’rifat pada hari-hari libur atau pada hari-hari menjelang santri kembali ke Pondok setelah liburan. imam shalat dan khatib jum’at. tanggal. Jika diberi izin maka dia dibolehkan keluar Pondok ke tujuan yang dimaksud. Dari kartu itu dapat diperiksa frekuensi izin yang bersangkutan. dan diskusi kelas V serta bertanggungjawab atas ketertiban dan kebersihan masjid. dan menempatkan surat kabar di beberapa etalase yang tersedia. • Menangani perizinan santri untuk keluar kampus. Ini merupakan penanaman jiwa egaliter yang dapat menjadi motor dan jiwa penegakan disiplin. Bagian ini juga 143 . jam’iyyatul qurra’. Santri yang akan ke luar kampus harus izin ke Keamanan Pusat.yang berlaku. alasan. peringatan hari-hari besar Islam. memutar lagu-lagu dan instrumentalia. 5) Bagian Pengajaran: bertanggungjawab atas pelaksanaan pelajaran sore. Di kartu itu tercatat hari. dan tempat tujuan yang akan didatangi. 6) Bagian Penerangan: bertanggungjawab atas penyebaran berita-berita dari dalam Pondok dan dari luar. latihan dan lomba pidato santri. Esok harinya santri yang izin itu menghadap ke Kantor Keamanan Pusat untuk mengecek apakah dia diberi izin atau tidak. dengan cara menyerahkan kartu perizinan kepada Sekretaris asrama sehari sebelumnya.

dan reportase olahraga). misalnya: sablon. menerjemah. calung. 8) Bagian Ketrampilan: bertanggungjawab atas penyelenggaraan berbagai kursus ketrampilan untuk santri. merangkai janur. pemutaran kaset dan video serta CD (berita. elektronik. melayani. kaligrafi. debat. organ. Bagian ini membawahi bagian penggerak bahasa di asrama-asrama santri serta klub-klub kursus bahasa Arab dan Inggris. tarik suara. percakapan. majalah dinding. membuat akuarium. ekshibisi dan publikasi karya. baca puisi. percakapan. dan film). Bagian ini juga mempunyai studio musik dan art gallery. letter dan dekorasi. musik (drum. lagu. 10) Bagian Penerimaan Tamu: bertanggungjawab menyambut. melukis. Klub-klub dan kursus-kursus kesenian yang ada di bawah bagian ini antara lain: teater. melukis. lomba (cerdas cermat. drama. membuat sabun. dan piano). dll. Koran ini dikelola santri-santri kelas III-V. serta 144 . merangkai bunga. dll. 9) Bagian Kesenian: bertanggungjawab menanamkan dan mengembangkan jiwa seni di kalangan santri dengan mengadakan berbagai kursus. membuat limun. baca koran dan majalah serta kitab. antara lain melalui pengkayaan kosa kata.membawahi penerbitan koran dinding dwi-mingguan ``Darussalam Post``. dan menerbitkan teks-teks dan buku. dan memberikan penjelasan tentang Pondok kepada para tamu yang datang. mengarang karya ilmiah dan cerpen. 7) Bagian Penggerak Bahasa: bertanggungjawab atas jalannya disiplin berbahasa (Arab dan Inggris) serta usaha-usaha peningkatannya. kursus. lomba kesenian. gitar. dekorasi. pentas. beladiri. drum.

12) Bagian Toko Koperasi Pelajar: bertanggungjawab atas pengelolaan toko pelajar dan penyediaan kebutuhan santri sehari-hari. peralatan tulis-menulis. 14) Bagian Olahraga: bertanggungjawab atas kegiatan dalam seluruh cabang olahraga yang ada. 11) Bagian Koperasi Dapur: bertanggungjawab atas pengelolaan dapur santri. perangkat atletik. Ada olahraga yang wajib diikuti oleh seluruh santri yaitu lari pagi 2 kali seminggu (Selasa pagi dan Jum’at pagi). Sarana olahraga yang tersedia di Kampus Pondok antara lain: 1 Gedung Olah Raga yang memuat 2 lapangan basket dan atau 6 lapangan bulutangkis. perlengkepan mandi dan mencuci. bekerjasama dengan Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM). pakaian. mengelola toko obat-obatan. 16) Bagian Perpustakaan: bertanggungjawab mengelola perpustakaan santri. 3 lapangan basket di tempat terbuka. souvenir. Pesantren Cup. 13) Bagian Koperasi Warung Pelajar: bertanggungjawab atas pengelolaan warung pelajar termasuk penyediaan makanan ringan dan lauk-pauk. makanan. 145 . mulai buku/kitab.menyediakan konsumsi dan akomodasi untuk para tamu itu. 3 lapangan sepak bola. dan koordinasi seluruh klub olahraga yang ada. perangkat senam dan bodybuilding. 2 lapangan bulutangkis di tempat terbuka. 3 lapangan sepak takraw. beberapa meja tenis. dll. porseni. 15) Bagian Kesehatan: bertanggungjawab memberikan pelayanan kesehatan santri. 2 lapangan voly. bekerjasama dengan masyarakat sekitar Pondok.

Organisasi Santri Pondok Salafiyah Untuk profil kegiatan santri di Pondok Pesantren Salafiyah dalam bahasan ini diambil dari Pondok Pesantren Kempek dan Kaliwungu Cirebon. 17) Bagian Penatu: bertugas mengkordinir pencucian pakaian santri yang menghendaki pelayanan pencucian. mendokumentasikan berbagai kegiatan di Pondok dalam bentuk foto dan video. dan sesekali mengadakan ekspo fotofoto dokumenter. distribusi majalah dan jurnal). klub-klub olahraga. klub-klub kursus kesenian. 2. 18) Bagian Fotografi: bertanggungjawab menangani foto-foto dokumentasi Pondok. buletin. kelompok kajian. warta dwiharian Syawwal. dan pelestarian tanaman-tanaman di lingkungan Pondok. klub-klub kursus ketrampilan. 19) Bagian Fotokopi: bertanggungjawab memberikan pelayanan fotokopi kepada para santri dan berbagai pelayanan yang erat dengan masalah fotokopi. bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Organisasi Pelajar Pondok merupakan organisasi induk. penghijauan. 20) Bagian Bersih Lingkungan: bertanggungjawab atas kebersihan lingkungan Pondok. dimana organisasi ini juga membawahi beberapa organisasi. majalah dwi-mingguan. antara lain: organisasi asrama. yaitu Organisasi Intra Pesantren dan Organisasi ekstra : a. Organisasi santri (Salafiyah) Intra Pesantren 146 . mengadakan kursus fotografi. dan klub-klub kursus bahasa.termasuk pengelolaan majalah dinding. Dalam Pondok Pesantren Salafiyah terdapat dua macam organisasi santri. organisasi daerah.

Organisasi santri intra Pesantren sebagimana halnya organisasi- organisasi lain dipimpin oleh seorang ketua dibantu oleh anggota pengurus lainnya. Dalam sistem Pesantren Salafiyah organisasi intra merupakan wadah yang mengelola kegitan santri. Pemilihan pengurus ( ketua ) dilakukan biasanya dalam acara musyawarah tahunan yang khusus diadakan untuk acara tersebut. Para santri secara demokrasi dapat memilih ketua. tidak ada campur tangan dari kekuasaan kyai. Organisasi intra Pesantren biasanya bersifat otonom.Organisasi ini semacam OSIS dalam sistem sekolah atau madrasah. Kendati demikian kyai berpeluang ikut mengambil manfaat dari organisasi intra tersebut walau sekedar dalam kepentingankepentingan yang ringan sifatnya. Seorang ketua yang memimpin organisasi intra Pesantren ini merupakan hasil pemilihan langsung secara demokratis oleh Majelis Perwakilan Santri ( MPS) sebagai wkil-wakil santri dari tiap kamar atau cukup tiap kelompok asrama. suatu contoh santri-santri dari Pondok Pesantren Al-Muayyad di Solo. merumuskan program kerja periode mendatang dan mrmbuatrekomendasi-rekomendasi yang bersifat internal 147 . mereka membentuk organisasi yang diberi nama ‘Ikatan Santri Al-Muayyad’. Adapun nama organisasi bermacam-macam tergantung nama Pondok Pesantren di mana mereka belajar ( mesantren ). menentapkan orangorang dalam struktur kepengurusan dan merumuskan program-program kerjanya secara mendiri para santri. Dalam musyawarah ini di samping pemilihan pengurus juga diadakan evaluasi terhadap pelaksanaan pengurus periode lalu.

biasanya bersifat luwes dan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Oleh karenanya di dalam organisasi santri intra Pesantren tersebut mereka terpisah. tidak ada keharusan yang pasti melainkan fleksibel.maupun eksternal. bertemunya santri-santri putra dengan santri putri masih dipandang tabu dalam tradisi Pesantren Salafiyah. Sedangkan untuk seksi-seksi dapat dibentuk berdasarkan kebutuhan serta sumber daya manusia ( santri ) yang tersedia. sekretaris dan beberapa wakil sekretaris. Struktur organisasinya. Tetapi sebagimana lazimnya sebuah organisasi. Dengan kata lain struktur orgnisasi sangat tergantung dari besar atau kecilnya sebuah Pesantren. sedang kyai-kyainya sendiri di Pesantren jenis ini masih banyak yang kurang mengerti terhadap organisasi kurang begitu penting. lebih cenderung mereka membentuk kelompok ikatan emosional yang secara formal tidak ada kepengurusannya. atau bahkan bagi santri-santri putri biasanya tidak memerlukan terbentuknya organisasi. lama masa jabatan pengurus maupun diadakannya musyawarah tahunan tergantung kesepakatan masing-masing. bendahara dan beberapa wakil bendahara. Sebab sebagaimana dijelaskan. baru ada pada sebab Pesantren saja. Sebagaimana kita maklumi. kyai merupakan figur sentral Pesantren dan menjadi idola bagi para santri dalam segala aspeknya di Pesantrenya masing-masing. pengurusharian yang terdiri dari ketua dan beberapawakil ketua. di dalam struktur tersebut komposisinya terdiri dari : Penasehat. 148 . Pada yang sebenarnya organisasi santri intra Pesantren ini belum merata ada di setiap Pesantren Salafiyah.

Bila kita melihat potensi organisasi santri ini cukuplah besar. dalam dunia pendidikan. Sangatlah banyak tidak dapat kita hitung dengan hitungan jari. Wahid Hasyim ( orang tua K.H. Bila di Pesantren masing-masing kyainya 149 . seorang alumni Pesantren Tebu Ireng Jombang. Apa lagi menjadi pemimpin informal. dalam Pondok Pesantren ternyata menyimpan kekuatan besar yang cukup dapat diandalkan. masing-masing pernah menduduki jabatan Menteri Agama RI. Di samping itu.A Dahlan. Dari Pondok Pesantren dapat lahir pimimpin-pimimpin yang handal baik informal maupun formal. yang cukup berhasil dalam bebagai profesi pun tidaklah sedikit . K.H.H. Abdurrahman Wahid ). sejarah telah membuktikan. takhnologi dan hal-hal lain yang bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang dewasa ini masih kita prihatinkan. Tentunya kerja sama yang paling ideal kerja yang yang mengarah pada pendidikan. Bagitu besarnya potensi yang dimiliki Pondok Pesantren. ketrampilan. sehingga beberapa kelebihan dan pengalaman masing-masing Pondok Pesantren bisa untuk saling melengkapi dan kemungkinan-kemungkinannya bekerja sama sesama para santri antar Pondok Pesantren. K. lebih-lebih dalam lembaga pendidikan Pesantren atau pun madrasah. K. Abdurrahman Wahid. politisi. seperti : petani sukses.H. pengusaha. Sayifuddin Zuri.H. baik bersifat lokal maupun nasional. namun untuk sementara ini belum ada sebuah wadah untuk menghimpun santri-santri yang berskala nasional sebagaimana hal Pramuka dalam lingkungan sekolah atau Madrasah. Dalam kepemimpinan formal misalnya: K.

maka akan ditangkap oleh juru piket dan ia di-ta’jir ( dihukum). Sesudah pukul 22. biasanya ia akan digundul dan kepalanya disiram dengan air ceboran. antara pukul 20. maka kegiatan ngaji merupakan kegiatan pokok atau utama. para santri di Pondok Pesantren biasanya mengaji mulai ba’da subuh ( sesudah itu kembali mengaji sampai pukul 12. dan biasanya digunakan untuk jalan-jalan sore. Karena Pondok Pesantren Salafiyah berbeda dengan Pondok Pesantren sistem kholafi yang menyelenggarakan kegiatan madrasah atau sekolah secara formal. Antara waktu Magrib sampai Isya digunakan oleh santri untuk membaca Al Qur’an. Sesudah sholat Isya. antara waktu sholat Ashar sampai magrib ini istirahat kembali.00 keadaan Pondok Pesantren mulai hening karena kelompok- 150 .00 santri tergabung dalam kegiatan belajar bersama yang dikenal dalam istilah Pesantren “ Musyawaroh ”.00. bila ada santri dilihat keluyuran. diteruskan mengaji kembali sampai 16. waktuwaktu ini sangat ketat dan santri dilarang keluyuran antara waktu-waktu tersebut. Kegiatan Intra Pesantren. dalam belajar bersama inilah tiap-tiap kelompok memiliki pemandu yang terdiri dari seorang santri senior dari tiap kelompoknya. wadah/ organisasi santri ini tidak boleh di pengaruhi untuk kepentingan politik tersebut.merupakan tokoh politik atau punya kecenderungan pada politik-politik tertentu.00 sampai dengan pukul 22. kegiatan utama dari santri adalah mengikuti pengajian pokok yang diselenggarakan oleh Kyai dari Pondok Pesantren tersebut.00.00 siang dan istirahat sampai pukul 14.

menikah di bawah tangan ( 151 . kini kelompok terpecah terdiri dari kelompok-kelompok yang lebih kecil antara 3 atau 4 santri sedang diskusikan pengajian-pengajian untuk pagi harinya atau lebih memperdalam penguasaan materi kepada yang lebih pandai. Biasanya anak-anak baru ini dibimbing terlebih dahulu oleh para senior yang telah dipercaya. dalam proses pembimbingan inilah digunakan metode sorogan (semacam belajar individual antara guru dan murid ). hanya beberapa orang santri piket saja yang masih terjaga. diharapkan ketika nanti santri harus belajar langsung dengan Kyainya ia telah lancar membaca dan sedikit memiliki pemahaman terhadap materi kitabtersebut. Kegiatan lain dari Intra Pesantren adalah semacam “ tutorial ” yakni santri-santri yunior dibimbing oleh para santri senior untuk mengaji dan biasanya seputar tata cara membaca kitab gundul / kitab yang tidak mencantumkan harakat. kegiatan yang tidak kalah pentingnya adalah “Bahsul Masail Diniyah”. terutama di halaman depan Pesantren. ini semacam pembahasan persoalan-persoalan keagamaan dan kemasyarakatan yang sedang aktual dan berkembang dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.kelompok belajar yang semula terdiri dari puluhan santri mulai menyusut. sedang santri-santri senior yang diberi tugas membantu Kyai dalam kalangan Pondok Pesantren disebut dengan “ badal ”. Dengan belajar secara privat ini. Umpamanya persoalan Tenaga Kerja Wanita. Dapat kita katakan hampir tidak ada santri baru yang masih hijau penguasaan ilmu agamanya langsung belajar pada kyainya.00 keadaan Pondok Pesantren akan cukup hening. Sesudah pukul 24.

perdagangan saham. Kebanyakan yang hadir dalam persoalan-persoalan ini adalah santri-santri senior yang cukup “ Faham ” dengan persoalan-persoalan kekinian. asuransi jiwa sampai dengan persoalan politik seperti Presiden Perempuan. kurang menyentuh kebutuhan sehari-hari komunikasi santri. Selintas persoalan di atas. merupakan persoalan yang cukup berat dan serius. Karena persoalan-persoalan di atas. Diundangnya 152 . yang dianggap mampu juga memberikan kontribusi pemikiran terhadap masalah yang sedang dibahas. Militer dan masyarakat sipil. Pada tataran yang lebih tinggi dan ini biasanya hanya ada pada pondokPondok Pesantren besar tertentu .seorang laki / perempuan yang menikah tidak dicatatkan pada petugas KUA. ini biasanya sang wanita menjadi istri kedua ). Halaqoh biasanya tidak hanya melibatkan santri-santri dari satu Pesantren. tetapi bila ditilik lebih kedalam. maka biasanya hanya santri-santri yang betul-betul mumpuni yang dapat terlibat dalam pembahasan masalah-masalah tersebut. maka ini merupakan jawaban cerdasdari kalangan Pesantren ( yang selama ini dianggap ortodox / kuno ) terhadap persoalan yang kini sedang dihadapi bangsa. gerakan separatisme. diadakan pula “Halaqoh” semacam seminar terhadap persoalan-persoalan yang benar-benar hangat dan sedang dibutuhkan pemecahannya dalam kehidupan masyarakat bahkan bangsa. tetapi juga diundang dari pondok-Pondok Pesantren lain. Umpamanya beberapa waktu yang lalu di Pondok Pesantren Al Hikam Malang dihalaqohkan persoalan hubungan antara . kudeta terhadap kekuasaan yang syah. Agama. demontrasi dan seterusnya.

silahturahmi. Kalau di Perguruan Tinggi Organisasi ini agak mirip dengan PMII. seperti : saat liburan panjang Pondok Pesantren pada bula puasa – syawal mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang antara lain seperti : pertemuan. Cuma bedanya terdapat pada aktivitasnya kegiatan maupun program-program. sejalan dengan makin intersipnya hubungan antara kalangan Pesantren dengan dunia luar. Kalau kita lihat organisasi ekstra Pesantren ini masih belum berjalan efektif. Organisasi ini sering disebut pula sebagai organisasi santri bersifat kedaerahan. karena para anggota memang berasal dari suatu daerah-daerah tertentu yang berlatar belakang suku atau sosial budaya tertentu. b. keterbukaan akan informasi dan sharing pendapat kini mulai berkembang di kalangan pondok pesanren. santri-santri asal Kabupaten Cirebon yang mesantren di Pondok Pesantren Kaliwungu. Kegiatan organisasi ekstra santri dalam melaksanakan kegiatannya biasanya hanya pada moment-moment tertentu saja. GMNI. atau di mana masingmasing membentuk organisasi. ini mengindikasikan sebenarnya keterbukaan menerima pemikiran dari luar bukan hanya monopoli kalangan perguruan tingi saja. seperti . Organisasi Santri (Salafiyah) Ekstra Pesantren Organisasi Ekstra Pesantren anggotanya adalah santri-santri dari Pondok Pesantren. aktifitasnya masih sangat minim.peserta dari lain Pesantren. namun aktivitasnya ada di luar Pondok Pesantren. begitu pula sasaran programnya 153 . tetapi juga kalangan Pondok Pesantren pun telah melakukan hal yang serupa. bakti sosial dan lain-lain. atau HMI.

Di samping itu. sebagai pneyalur informasi tentang keberadaan aktivitas Pondok Pesantren bersangkutan dengan para alumni yang kurang sempat menjalin komunikasi secara kontinyu. khususnya dari para alumni Pesantrenya masing-masing maupun kyai. Di mana dalam ajaran Islam sendiri tidak mengenal adanya disriminatif antara daerah. hanya dari kita sebagai orang yang memiliki peduli terhadap keberadaan Pondok Pesantren perlu 154 . Namun untuk pengembangan organisasi ini perlu dikelola secara baik dan hati-hati. Oleh karena itu perlu adanya perhatian yang lebih. mengingat para anggotanya berlatar belakang dan bersifat kedaerahan atau suku tertentu. baik bagi para santri. seperti: Sebagai penghubung antar mereka yang sedang belajar di Pondok Pesantren dengan orang tua / wali santri di daerahnya masing-masing.sebahagian besar masih belum jelas. suku danbangsa dengn lainnya. agar organisasi santri ekstra pesanren ini dapat secara optimal membuat dan melaksanakan program-programnya sehingga manfaatnya akan bisa lebih lagi. Hingga dewasa ini sebenarnya kekhawatiran itu belum pernah terjadi bahkan indikasi saja belumlah nampak sama sekali. dikhawatirkan terbentuknya embrio rasa kedaerahan dan rasa kesukuan yang berlebihan sehingga mengakibatkn berpandangan sempit. alumni ataupun masyarakat pada umumnya. Manfaatnya baru bisa dilihat pada hal-hal yang bersifat praktis. Sehingga kurang begitu besar gaungnya di masyarakat. bisa timbul gep yangjustru akan menjadi kontra produktif dengn misi Pondok Pesantren itu sendiri yang merupakan lembaga pendidikan Islam.

Di Pondok Pesantren ini ada beberapa kegiatan yang patut dicontoh Pondok Pesantren lain seperti: Santri Raksa Desa21. seperti Kuningan. mereka dititipkan di rumah-rumah penduduk dan melakukan kegiatan bakti sosial yang berdimensi keagamaan semacam. disamping juga ada kegiatankegiatan fisik semisal membuat WC sederhana. baca tulis arab. 21 155 . yakni kegiatan yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan kegiatan mengaji kegiatan semacam ini mirip dengan bakti sosial yang dilakukan kalangan mahasiswa atau pelajar. Tapi sebaliknya diharapkan dari organisasi santri ekstra Pesantren ini dapat melahirkan tokohtokoh pemimpin yang berpandangan luas. membantu Kegiatan ini merupakan produk dari Pemda Jawa Barat pada masa HR. belajar barzanji. Nuriana dan dilaksanakan di wilayah Jawa Barat. Dalam pelaksanaannya santri-santri yang telah mengikuti semacam “ training ” diterjunkan ke desa-desa selama kurang lebih 45 hari. lintas daerah maupun lintas suku. tidak melulu mengaji. kegiatan ini semacam KKN. Kegiatan Extra Pesantren. Sehingga kegiatan extra Pesantren sangat kosmopoliti sehingga Pesantrenya penuh dengan aneka ragam kegiatan. mengeraskan jalan. tetapi lebih luas sebab melibatkan banyak instansi baik kalangan pemerintah maupun swasta. melatih anak-anak untuk belajar Al-Qur’an. dll.antisipasi agar hal-hal yang mengkhawatirkan tidak akan terjadi. umpamanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Salafiyah Kempek Ciwaringin Cirebon. Cirebon . Selain kegiatan santri ke desa-desa juga Pemda Jabar meluncurkan (pada tahun 2000 an ) program pos kesehatan pesantren (Poskestren) dengan pembangunan yang dibiyayai pemda diperuntukkanbagi pesantren dan lingkungannya.

Beberapa Pondok Pesantren melanjutkan kegiatan tersebut dengan lebih menekankan pada program pembinaan mental spiritual. keterampilan-keterampilan yang biasa digunakan kalangan pedesaan seperti .pembuatan anyaman. Sesudah dipilah-pilah. motivasi ekonomi. sesuai dengan misi Pesantren itu. Santri Raksa Usaha. instansi listri sederhana. maka mereka diwajibkan mengikuti pembekalan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Instansi lain yang terkait.kelancaran saluran air dan seterusnya. bila program pertama bertujuan melakukan perbantuan untuk mempercepat pembangunan khusunya pembangunan fisik dan mental. Dalam pembekalan itulah nanti diketahui mana santri yang berbakat dan memiliki kemampuan yang memadai. las. tukang cukur. Kegiatan santri raksa desa ini tujuannya adalah mengenalkan santri-santri Pondok Pesantren dengan realitas kehidupan masyarakat. kayu. hanya mereka yang berbakat dan memiliki kemampuan saja yang 156 . tukang batu. maka program kegiatan santri raksa usaha bertujuan melakukan pembimbingan ekonomi kerakyatan. tentu juga karena kucuran dana dari pemerintah propinsi mulai susut. program ini berbeda dengan program santri raksa desa. Ini bukan santri-santri yang diterjunkan dalam program santri raksa usaha. kueh dan seterusnya. Sebelumnya santri-santri tersebut diterjunkan dalam kegiatan pembimbingan mereka dibagi-bagi terlebih dahulu sesuai dengan minat. bakat serta keterampilan dasarnya. adalah mereka yang telah dibekali dengan pelatihan-pelatihan praktis di bidang pembukuan sederhana. pembekalan biasanya selama 3 (tiga) bulan.

tetapi juga ditolak cara berpakaian ( waktu itu santri dilarang memakai celana panjang.terjun dalam kegiatan santri raksa usaha Bila kita lihat sosok tampilan santri Salafiyah adalah mereka yang tidak berpendidikan formal. Kerasnya sikap kalangan Pesantren terhadap budaya dan tradisi barat ini kalau dilihat dalam konteks perlawanan terhadap penjajah waktu itu memang patut kita banggakan. mau tidak mau kita harus berguru kepada bangsa- 157 . Dan seperti kita ketahui. Bukan hanya sekolah yang ditolak kalangan Pesantren kala itu. dimana ada juga sisi-sisi positif budaya barat itu. Tetapi dalam konteks alam kemerdekaan bahkan budaya dunia yang semakin mengglobal. cara maka dengan garpu sampai dengan nama-nama yang berbau barat. sebab kita tahu hanya kalngan Pesantren saja ( disamping nasionalis lainnya ) yang betul-betul frontal dan total dalam melawan penjajah. bahkan ada Kyai yang “ melarang ” sama sekali santrisantrinya untuk belajar pada lembaga pendidikan formal. Seperti kita ketahui. maka mengingat bahkan konfrontatif total dengan budaya barat. Artinya dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini kemungkinan besar masih dihinggapi semangat anti terhadap sesuatu yang berbau nilai-nilai barat. budaya persekolahan merupakan tradisi yang berasal dari orang-orang belanda yang dibawa ke Indonesia. jelas-jelas merupakan sikap yang merugikan diri sendiri. dasi dan sejenisnya ). kelompok masyarakat Pesantren merupakan kelompok yang paling gigih menentang segala sesuatu yang berasal bahkan berbau budaya barat.

mereka juga hanya berkutat pada sektor-sektor non formal. Tetapi dengan makin banyaknya umat Islam yang bergaul dengan aparat birokrasi. ahirnya mereka kurang memiliki kemampuan dalam mengakses persoalan-persoalan kekinian. Salah satu kelemahan alumni Pondok Pesantren Salafiyah yang karena mereka tidak mau mempelajari ilmu-ilmu umum. beberapa Pesantren di Bandung. bahkan telah banyak anak-anak Kyai yang tamat perguruan tinggi dan ahirnya masuk menjadi birokrat. Tentu kedepan sangat perlu kita pikirkan bahwa dekatnya keluarga Pesantren dengan ilmu pengetahuan serta iptek “ sekuler ” tidak serta merta akan membawa mereka terhanyut kehilangan jati dirinya. Kempek Cirebon yang aktif dalam dunia usaha dan pertanian (Agribisnis) makin memperdekat persepsi akan pentingnya ilu-ilmu “sekuler” bagi keluarga Pesantren. Banyaknya keluarga Kyai yang terjun dalam dunia usaha. Dalam perkembangan berikutnya. maka kemudian ada perubahan-perubahan yang mulai mengerah kepada hal-hal yang positif. keluarga Kyai-Kyai dari Pesantren Salafiyah umpamanya. Asembagus. Lirboyo. Salaf murni dan campuran (tidak murni). Pada Pondok 158 . bangunan-bangunan yang berbau lokal “ madrasah-madrasah ” harus jauh dari bangunan pondok. Pondok Pesantren Salafiyah akhirnya terkotak menjadi dua kelompok. Salafiyah murni ini benar-benar “ anti sekolah ” bahkan ada salah satu pondok Salafiyah dimana ada aturan tak tertulis.bangsa barat yang kenyataannya jauh lebih maju dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. seperti kita ketahui.

mereka akan terjun pada sektor-sektor non formal. Alumni Pondok Pesantren ini karena tidak mempelajari pelajaran umum.Pesantren jenis ini. kegiatan sehari-hari murni kegiatan keagamaan dan sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia sekolah dan madrasah. sebab figur ini sangat menentukan dari pendekatan yang dilakukan. Problem kita adalah bagaimana menarik minat mereka yang sebenarnya sangat anti sekolah / madrasah agar sedikit demi sedikit memahami bahwa madrasah atau sekolah merupakan satu keniscayaan yang harus dilakoni. Dalam dunia organisasi keagamaan pun alumni Pondok Pesantren ini hanya akan bersentuhan dengan kegiatan-kegiatan yang murni keagamaan. mereka kurang tertarik dengan dunia lain diluar itu. 159 . bila tokoh-tokoh kunci ini bisa memahami dan berubah maka santri-santri Salafiyah juga akan berubah. hanya kapan dan dari mana kita memulai itulah problemnya. Persoalannya adalah bagaimana kita mampu melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh kunci dari dunia Pesantren Salafiyah ini. Alumni dari Pesantren Salafiyah jenis ini akan tampil sebagai seorang Kyai yang biasanya sangat teguh memegang norma-norma Islam dan bersifat “ agak anti pemerintah ”. untuk itu tokoh-tokoh utama dari Pondok Pesantren Salafiyah ini perlu diadakan pendekatan untuk bisa memahami betapa pentingnya pendidikan sekolah / madrasah tersebut. Sehingga mau tidak mau secara alami atau jangka panjang juga mereka akan membutuhkan atau bersentuhan dengan dunia sekolah / madrasah.

lama pelajaran juga tidak mutlak tiga tahun. tetapi pihak Pesantren memberikan kelonggaran kepada santrisantrinya untuk mengikuti pendidikan formal di luar jalur pondok. Idealnya sistem Pondok Pesantren Salafiyah adalah seperti tersebut di atas. kemudian di ahir jenjang pendidikan ia juga harus mengikuti evaluasi yang standar layaknya anak lulusan SD / MI. artinya setelah anak dapat menempuh ujian standar SD / MI. bahkan pada beberapa Pondok Pesantren tertentu menyediakan lembaga pendidikan formal. tetapi materi pokok dari keseluruhan materi yang biasa diajarkan pada jenjang SLTP / MTs harus diberikan secara tuntas dan evaluasi juga harus dilakukan secara berkala dan 160 . pada Pondok Pesantren model ini sistem salaf masih digunakan. Dalam praktek umpamanya. IPA. Matematika. artinya sistem salaf yang tidak kaku serta mutlak-mutlakan menentang segala bentuk sekolah dan madrasah. disamping ia tetap mengaji secara salaf.Salafiyah campuran.santri salaf tidak akan ketinggalan dengan kemajuan pendidikan sekolah / madrasah yang berjalan di luar Pesantren Pendidikan pun harus dilakukan secara berjenjang. disamping tetap teguh melaksanakan aktivitas-aktivitas Salafiyahnya. Bahasa Indonesia dan seterusnya. anak-anak yang usia sekolah dasar. hanya beberapa mata pelajaran pokok saja yang diajarkan pada jenjang ini. dengan pola yang sama. ia juga harus belajar ilmu-ilmu pokok yang menjadi standar anak usia sekolah dasar semisal. Tetapi tidak langsung larut kehilangan jati diri sehingga sistem salaf malah lebur ke dalam bentuk totak sekolah atau madrasah. maka tingkat SLTP / MTs. dengan cara seperti ini maka santri .

kita aktivis Islam akan menyaksikan santri-santri yang selalu bersarung dan berkopiyah itu. Biologi. Kimia. Ekonomi bahkan politik kontenporer.berjenjang. Alangkah bahagianya bila di masa mendatang. D. ini sangat penting untuk menjadi kontinuitas pendidikan dan keteraturan jenjang belajar. Potret Kegiatan PRAMUKA 161 . harus ada semacam “ kenaikan kelas ”. Imam Ghozali juga merupakan sosok seorang ulama sekaligus ilmuwan sekuler. sebab pada hakekatnya semua manusia itu memiliki kemampuan yang sepadan sehingga jenjang pendidikan perlu diberlakukan dan ini juga digunakan untuk mencapai pendidikan yang standart. Ibnu Sina. Dengan diperbolehkan anak-anak usia sekolah ikut ujian atau mendapat mata pelajaran di luar sistem ngaji salaf maka hal itu nanti akan menghilangkan tembok penyekat antara santri salaf dengan anak-anak sekolah yang selama ini terjadi dan itu sebenarnya sangat merugikan perjuangan umat Islam secara keseluruhan. Ibnu Khaldun. Sekalipun santri tersebut merupakan perpaduan antara kemampuan ilmu-ilmu agama dengan kepiawaian ilmu-ilmu umum. yang fasih melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan Al Hadist tetapi juga menguasai teoriteori Fisika. sebab kita tidak menghemndaki adanya sekelompok umat Islam yang tertinggal dalam ilmu pengetahuan dan teknologi walau mereka sendiri tidak merasa tertinggal. Matematika. bukankah dulu para ilmuan Islam semisal.

• Andalan Koordinator Urusan Perpustakaan: bertanggungjawab mengangani perpustakaan pramuka. 1. Kegiatan kepramukaan ini ditangani oleh organisasi yang disebut Koordinator Gugusdepan. Susunan Organisasi Bagian-bagian dalam Koordinator Gerakan Pramuka Pondok ini terdiri dari: • Ketua: bertindak sebagai koordinator seluruh kegiatan organisasi dan bertanggung jawab atas jalannya program-program kerja tiap-tiap anadalan.Gerakan Pramuka di beberapa Pondok dianggap sangat penting sebagai sarana pendidikan yang dapat menanamkan kepribadian. Gugusdepan. • Andalan Koordinator Urusan Kesekretariatan: bertanggungjawab atas ketertiban administrasi organisasi dan memimpin sekretaris Gugusdepan. dan Marching Band. sehingga seluruh santri Pondok adalah anggota Pramuka. 162 . Gerakan Pramuka di Pondok Darul Ma’rifat telah mewajibkan seluruh santri untuk aktif dalam kegiatan kepramukaan. dan Marching Band. dan akhlak mulia untuk bekal para santri dalam hidup bermasyarakat. • Andalan Koordinator Urusan Latihan: bertanggungjawab mengkoordinir latihan dan kegiatan kepramukaan. • Andalan Koordinator Urusan Keuangan: bertanggungjawab atas keuangan Koordinator. Latihan pramuka wajib untuk seluruh santri diadakan pada setiap Kamis sore. mental. di bawah pengawasan Majlis Pembimbing Harian.

Gugusdepan merupakan satuan terdepan dalam Gerakan Pramuka yang menjadi wadah untuk menghimpun dan membina peserta didik sesuai dengan golongan usia dan jenis kelamin.• Andalan Koordinator Urusan Kedai Pramuka: bertanggungjawab menangani kedai pramuka yang menjual barang-branga keperluan pramuka. 2. Gugusdepan ini dibentuk untuk memudahkan pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan dalam mencapai tujuan Gerakan Pramuka. Drumb Band. Masa Pengembangan dan Pamantapan (MPP). terdiri dari 9 satuan. Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK). Gerakan Pramuka Gugus Depan mengadakan kursus-kursus orientasi. Di antaranya adalah: Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Saka Wana Bhakti. benda-benda pos dan korespondensi. Kepengurusan ini berlangsung selama setahun masa bhakti yang diakhiri dengan laporan pertanggungjawaban dan seterusnya diadakan pergantian pengurus. Gugusdepan. Pada bulan Ramadhan organisasi ini mengadakan Rapat Kerja Koordinator untuk membahas dan menetapkan program kerja Koordinator dalam satu tahun. Gladian Pimpinan Regu dan Sangga. Kursus dan Latihan Kepramukaan Untuk meningkatkan kualitas kepramukaan para santri. Saka Bhakti Husada. Saka Bhayangkara. Latihan Search And Rescue (SAR) Di samping itu Koordinator Gerakan Pramuka Pondok juga mengadakan 163 . • Andalan Koordinator Urusan Perlengakapan: bertanggungjawab mengadakan dan memelihara segala barang keperluan organisasi.

lomba wide game. lembaga pendidikan setingkat SLTP-SMU) di Pondok Pesantren Darul Ma’rifat Gurah Kediri. 1. bahkan lebih dari sanksi yang dikenakan kepada para anggota. mingguan.45 WIB. E. Kegiatan yang dimaksudkan di sini bersetting di KMI (Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah. dilakukan oleh bagian Proses Belajar Mengajar dan Pembinaan Karir Guru atau guru-guru yang telah ditunjuk. Kegiatan Harian Kegiatan ini meliputi: 1) Supervisi proses pengajaran. Perlu dicatat pula bahwa seluruh pengurus organisasi ini berada di bawah bimbingan majelis guru yang disebut Staf Pengasuhan Santri.Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) Antar Gerakan Pramuka Pondok Alumni. tengah tahunan. berikut ini uraiannya. Jika melanggar mereka juga mendapatkan sanksi yang sama. cerdas tangkas kepramukaan. ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler. 3) Pengawasan disiplin masuk kelas mulai jam 06. dilakukan oleh guru-guru senior yang bertugas secara bergantian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.. mencipta lagu-lagu pramuka. Potret Kegiatan Belajar Santri Pada bagian ini akan dikemukakan profil kegiatan santri di madrasah. Lomba Tingkat (LTII) Antar Gugusdepan. Sebagaimana disebutkan di atas kegiatan KMI ini terdiri dari harian. oleh guru-guru staf 164 . cross country. Ini berarti seluruh pengurus tidak kebal dari disiplin dan sanksi.kurikuler (dalam kelas). dan tahunan. Kegiatan belajar di kelas ini meliputi kegiatan intra. 2) Pengecekan persiapan mengajar.

2. Pengawasan ini juga dilakukan pada waktu masuk kelas lagi setelah jam istirahat. agar tidak ada santri yang terlambat masuk kelas. untuk menjaga kebersihan 165 .Kantor KMI. oleh guru yang piket. Hasil kontrol dicatat di buku yang telah disediakan untuk dievaluasi. 7) kelas. 6) Penyelenggaraan belajar malam (muwajjah) bersama wali kelas. Beberapa guru yang bertugas mendatangi asrama dan kamar-kamar santri untuk mengontrol apakah ada santri yang tidak masuk kelas dan apa alasannya serta adakah dia sudah punya surat izin tidak masuk kelas.00-21. Pengontrolan kelas untuk mengecek apakah ada kelas yang tidak ada gurunya dan mengetahui ketepatan waktu hadir guru di kelas.dan kenyamannya. 5) Pengontrolan asrama santri saat pelajaran berlangsung oleh guru yang bertugas. 4) Pengontrolan kelas saat pelajaran berlangsung.45. berlangsung dari jam 20. Jika ada kelas yang kosong. Kegiatan Mingguan Kegiatan ini antara lain: 1) Pertemuan guru KMI setiap Kamis (Kemisan) yang bertujuan untuk Pembagian tugas jum’at bersih untuk tiap kelas. Di samping itu guru juga mengontro suasana asrama santri: kebersihan. baik secara langsung dan atau pada pertemuan mingguan guru hari Kamis. guru piket tersebut segera menghubungi staf KMI yang kemudian akan mencarikan guru pengganti. Salah satu moto pengajaran di Darul Ma’rifat berbunyi ``Kelas kosong (dari guru) itu dosa besar``. keasrian.

sebagai wahana menguji kemampuan mereka— setelah mempelajari Bahasa Arab hingga kelas V dan VI. Santri diberi tugas untuk membahas persoalan-persoalan tertentu dalam akidah. membantu mengawas ujian.mengevaluasi kegiatan belajar mengajar selama seminggu. Kegiatan Tengah Tahunan Program tengah tahunan di KMI adalah ujian semester I dan II. dan nasehat-nasehat. Ujian ini dipanitiai oleh beberapa guru yang diberi amanat dengan dibantu oleh seluruh siswa kelas VI (membantu kesekretariatan. dll.) 4. membantu menguji lisan. kontrol persiapan mengajar guru.. Kegiatan Tahunan Kegiatan-kegiatan ini lebih merupakan penunjang untuk keberhasilan belajar siswa. 3. serta kemudian membuat dan menyerahkan laporan tertulis mengenai hasil kajiannya kepada guru pembimbing. disiplin dalam kelas. terutama dalam 166 . 2) Pertemuan ketua-ketua kelas (Jum’at malam) untuk menyampaikan informasi seputar aktifitas belajar-mengajar. fiqih. dll. meliputi absensi guru. tafsir. Forum ini juga digunakan oleh Pimpinan Pondok untuk membicarakan program-program dan masalah-masalah Pondok secara keseluruhan. Program ini meliputi: 1) Fath al-Kutub: Kegiatan ini adalah latihan membaca kitab (terutama kitab klasik) untuk kelas V dan VI. hadis. 2) Fath al-Mu’jam: latihan dan ujian membuka kamus berbahasa Arab untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan berbahasa Arab santri. Kegiatan ini berlangsung seminggu. tasawwuf.

3) Manasik al-Haj: latihan ibadah praktek ibadah haji bagi siswa baru. untuk 167 . di bawah bimbingan guru senior. juga guru yang praktek itu sendiri. untuk kemudian membuat SAP. 1-2 hari. Seluruh anggota menyerahkan kelompok dan pembimbing.menelusuri dan mencari makna kosa kata. berlokasi di lingkungan kampus. berdasarkan kelompok-kelompok yang telah ditentukan. lembaran evaluasi/kritik yang telah ditulis kepada pembimbing utama. kelas-kelas yang dipakai praktek dipindahkan ke ruangan yang memadai. 2 hari. berbadasarkan rangking nilai ulangan. Ulangan ini untuk mendalami materi dan sekaligus menentukan santri-santri yang akan mengadakan praktek mengajar pertama kali. di bawah bimbingan guru-guru yang sudah menunaikan haji. d) Amaliyah pertama oleh beberapa (5-7) siswa dilaksanakan. e) Seusai praktek mengajar diadakan forum evaluasi/kritik. c) Penunjukkan siswa-siswa yang akan praktek mengajar pertama. yakni praktek mengajar untuk siswa kelas 6. 4) Amaliyat al-Tadris. Selulruh anggota kelompok dan pembimbing ikut masuk ke dalam ruang kelas tempat praktek mengajar untuk mengamati dan mengevaluasi jalannya proses pengajaran. Karena ini masih kelompok besar. Dilanjutkan dengan ulangan-ulangan tertulis dan langsung dikoreksi mengenai seluruh materi ilmu pendidikan dan didaktik-metodik pengajaran. Program ini diselenggarakan sebagai berikut: a) b) Diadakan pengarahan-pengarahan amaliyah ini.

kemudian dibacakan satu-persatu hinga selesai. Ini biasanya berlangsung 2 hari. Evaluasi/kritik diberikan ke keseluruhan gerak-gerik dan kegiatan guru selama mengajar, termasuk cara menyampaikan pertanyaan, cara menulis, dll., tetapi yang lebih dipentingkan adalah kritik terhadap metode dan sistematika pengajaran. Kritik yang ditulis itu harus diberi bukti tertulis juga, jika tidak, tidak akan diterima. f) Pada praktek mengajar berikutnya, siswa dibagi ke dalam kelompok-

kelompok kecil terdiri lebih kurang 15 orang, dan proses pengajaran dan kritiknya biasanya selesai dalam sehari. Dengan demikian seluruh santri yang tamat KMI pernah mengalami praktek mengajar. 5) usaha Al-Rihlah al-Iqtishadiyah (economic study tour): orientasi tentang dunia dan kewiraswastaan, untuk menanamkan jiwa kemandirian dan

kewiraswastaan kepada para santri. Kegiatan ini diberikan melalui ceramah-ceramah dan kungjungan ke obyek usaha di wilayah Jawa Timur dan sebab wilayah Jawa Tengah. 6) Penulisan karya ilmiah mengenai berbagai persoalan keagamaan dan

kemasyarakatan dalam bahasa Arab, untuk meningkatkan keilmuan santri kelas 6. 7) Pembekalan wawasan mengenai berbagai persoalan untuk santri kelas 6

menjelang tamat belajar di KMI. Pembekalan ini meliputi kegiatan-kegiatan berikut: a) Orientasi tentang: dunia pers dan jurnalistik, belajar di perguruan tinggi,

wawasan pengembangan kemasyarakatan, kepondokmodernan, perpustakaan, studi islam, dan metode dakwah. b) Ceramah dan dialog mengenai Darul Hadis (LDII), Syi’ah, orientalisme,

168

gerakan-gerakan Islam sempalan, dan Jama’ah Tabligh. c) 8) Kursus komputer dan penataran untuk mengajar TPA/Q. Termasuk acara tahunan adalah penerimaan santri baru setiap bulan

Syawwal. F. Tentang Ta'jir / Hukuman Dalam penjalanan disiplin dan aturan pondok sebagaimana digambarkan dalam paparan di atas, yang seringkali mendapat kritikan pedas adalah berkenaan dengan praktek hukuman, terlebih lagi jika hukuman itu berbentuk hukuman fisik, sebagai ilustrasi gambaran. Mencuatnya kasus seperti di SMPN 4 Wado Sumedang22 tentang hukuman jalan merangkak bagi paskibra, sampai ke DPRD menunjukkan adanya pihak yang belum memahami betul praktik pendidikan. Barangkali kenyataan ini karena isyu demokratisasi dalam pendidikan dan isyu violence (kekerasan) lebih populer ketimbang isyu lainnya. Padahal bagi pelaku pendidikan masih banyak isyu lain seperti masalah hukuman dan hadiah misalnya. Putu Wijaya mencerminkan pergolakan sekitar hukuman tersebut. dalam

cerpennya yang berjudul Guru (1)23 tersebut mngisahkan "kegelisahan" seorang guru yang diangkat jadi kepala sekolah. Ia merasa terputus dari kegiatan mengajar, sibuk dengan administrasi sekolah, tak kenal murid dengan segala latarbelakangnya, sementara dipikirannya terbayang suatu cita-cita tuk membangun generasi muda yang tangguh, penuh tanggungjawab, tidak cengeng, dan bukan generasi santai. Dengan apik

23

HU. Republika, 8 Oktober 2004 Putu Wijaya, Protes, (Jakarta:Grafiti, 1995,) h, 37

22

169

Putu Wijaya melukiskan kondisi pendidikan yang ada dan sedang berlaku dewasa ini. Ia lukiskan bagaimana perubahan generasi muda yang serba menuntut kebebasan, anti disiplin, dan perubahan-perubahan lainnya, dihubungkan dengan pak kepala sekolah yang semakin gelisah dan akhirnya memutuskan untuk menjadi guru lagi serta melepaskan jabatannya sebagai kepala sekolah. Akhirnya pak kepala sekolah yang jadi guru itu mengajar dengan segala obsesinya sebagai pencetak generasi, karena protes dari dewan guru, akhirnya ia dipecat oleh kepala sekolah hasil binaannya sendiri, dengan alasan kolot, tidak menjaman, dan bertindak kekerasan. Yang penulis pahami --mudah-mudahan tidak salah paham--dari goresan pena Putu Wijaya adalah pesan betapa niatan baik dan tanggungjawab terhadap pembinaan generasi seringkali berakhir dengan resiko tinggi (pemecatan). Selain merupakan kritik pedas bagi pelaku pendidikan yang semakin tak beraturan dan tunduk kepada kemauan "kebebasan" anak usia belasan tahun dengan dalih demokratis. Punishment adalah perangsang yang menyebabkan peserta didik atau seseorang menghindarkan diri darinya atau menjauhinya (Richard L. Solomon, 1964) menurut Solomon pengaruh hukuman besar sekali terhadap sikap belajar peserta didik, karena mereka umumnya akan berupaya tidak memperoleh hukuman bila hasil belajarnya tidak baik, secara psikologis semua manusia tidak senang dan menghindarkan diri dari hukuman.24

24

Aminuddin Rasyad ,Teori belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: UHAMKA Press ,2003) Cet.ke- 3, h,9899.

170

Ada beberapa pentahapan dalam hal pelaksanaan hukuman (punishment), pertama mengkomunikasikan hukuman, semacam aturan atau tata tertib sekolah yang harus dipatuhi murid, kedua pelaksaan sangsi terhadap pelanggar aturan dalam hal ini berarti pemberian hukuman. Sebagaimana fungsinya hukuman diberikan untuk pelaku pelanggaran dengan maksud untuk memelihara ketertiban sekolah atau ketertiban kelas serta merupakan rangsangan yang sengaja diberikan agar tidak melakukan pelanggaran. Kelas yang tertib adalah tanggungjawab guru yang bersangkutan. Demikian juga ketertiban sekolah menjadi tanggungjawab semua dari kepala sekolah , pembina OSIS hingga guru-guru yang menjadi awak sekolah tersebut. Suatu sistem aturan tidakakan bisa berjalan tanpa adanya pelaksanaan sangsi bagi pelanggar aturan dan hadiah atau pujian bagi yang melaksanakan aturan dengan baik. Jadi masalah hukuman dan hadiah adalah suatu motivasi yag secara silih berganti lumrah dilaksanakan dalam dunia pendidikan baik pesantren maupun sekolah25. Dalam pelaksanaannya hukuman tidaklah semata dalam bentuk hukuman fisik, bisa juga bersifat tatapan mata (melotot), teguran, sindiran, demikian juga sebaliknya hadiah tidak melulu berbentuk materi, bisa juga berupa pujian, acungan jempol dan perhatian. Ada trend yang berlaku dewasa ini di dunia pendidikan sangat berlebihan dalam menghindari hukuman, sama halnya dengan berlebihannya dalam memberikan hadiah, akibatnya kadang ditemui upacara-upacara pemberian hadiah yang berupa

25

M. Tata Taufik, Hukuman & Hadiah Catatan kecil untuk Pelaku Pendidikan, HU.Mitra Dialog , Sabtu 30 Okt.2004

171

material demikian meriah, sementara sedikit sekali ditemui upacara pemberian hukuman, dan ketika yang terakhir ini terjadi malah menjadi sorotan publik. Ada suatu nasehat yang diberikan Rasul SAW kepada Abi Hurairah berkenaan dengan hukuman ini; "Hai Abu Hurairah, Janganlah kamu memukul untuk memperbaiki adab (pendidikan) lebih dari tiga kali, jika kamu lakukan lebih dari tiga kali maka kamu mendapatkan qishahsh pada hari kiamat, hai Abu Hurairah, didiklah anak-anak keluargamu dengan ucapan (lisan) untuk melaksanakan shalat dan thaharah, jika mereka sampai usia 10 tahun (dan membangkang.pen), maka pukullah ia tapi jangan lebih dari tiga kali".26 Kutipan na sihat ini mengambarkan etiket pemberian hukuman dalam pendidikan anak. Ada saat pemberian informasi, komunikasi dengan lisan, dan ada saat tindakan fisik yang terrencana dan tidak membahayakan. G. Pola Hubungan Guru & Murid Manusia adalah produk dari kebiasaannya (Hadits) Dari sederetan kegiatan para santri sebagaimana digambarkan tadi merupakan suatu pemaparan yang perlu pemaknaan, hal itu kalau dibahasakan akan merupakan hubungan sinerji antara guru dan murid (Kyai/ Ustadz dan santri) dengan landasan motivasi keagamaan yang mendalam suatu yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran27 Tugas utama kehidupan adalah belajar, siapa yang paling aktif dalam belajar maka ia yang paling mampu untuk bertahan hidup. Seorang balita aktif berlatih untuk

27

Abdul Hamid Syakir, Khitabu al-Rasul, h, 80 Lihat M. Tata Taufik , "Motivasi Religius Guru & Murid ",Mitra Dialog Sabtu 09-10-2004

26

172

1acquiring of knowledge: the acquisition of knowledge or skill . menyimpulkan dan akhirnya memilih sutau tingkah laku yang dilakukan semua bisa diamati dalam proses kehidupan yang dialami manusia termasuk diri kita. dalam istilah pendidikan berarti kemampuan atau pengetahuan yang didapat melalui usaha pendidikan.2education acquired knowledge: knowledge or skill gained through education 173 .mengekpresikan perasaannya. memperhatikan. Tanpa ada usaha yang serius seperti penyelenggaraan sekolah amupun pesantren pun proses belajar di atas tetap dialami oleh manusia. memahami dan dalam tingkah laku. menangis. Secara etimologis belajar berarti mendapatkan pengetahuan atau kemampuan. atau perubahan yang relatif permanen dalam pengetahuan. menyimak. learn·ing [lúrning] n . dan akhirnya sampailah pada tahap bijak begitulah sampai akhirnya ia menemui ajalnya. meniru kemudian merangkak. berdiri. Secara dialektis mata kita menatap suatu benda. Kedua teori ini sangatlah sederhana dalam melihat prilaku kita sebagai makhluk yang berfikir dan belajar. atau sebaliknya pikiran kita berkerja memikirkan suatu lalu dihubungkan dengan realitas dan ia menciptakan suatu tindakan untuk membuat realitas sesuai dengan idea yang ada dalam pikiran. Perkembangan berikutnya ia menjadi piawai. Dalam itilah psikologi belajar adalah perubahan pengetahuan. otak kita menangkap. tegak dan melangkah hingga mahir berjalan. lalu mengolah dan akhirnya memutuskan untuk memilih melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

atau skil serta tehnik tertentu kepada murid secara sistematis. All rights 28 reserved 29 Ibid Ibid. understanding. or acquisition of. ide.30 dan kegiatannya dinamakan pengajaran (instruction) teaching in a particular subject or skill. knowledge. Selanjutnya kegiatan pemberian pelajaran disebut mengajar (teaching) yang berarti systematic presentation of facts.Kevin. 30 31 174 . and techniques to students.28 Secara terminologis belajar berarti mendapatkan pengetahuan atau mengembangkan kemampuan untuk melakukan suatu tingkahlaku yang baru .. skills. dan kegiatan pengajaran bagi guru berarti 'membuat siswa belajar". belajar methode. Dengan mengajar seorang guru belajar banyak hal. or behavior.29 Jadi dalam proses belajar ada mendapatkan pengetehauan berarti dari nol menuju isi ada juga pengembangan sesuatuyang sudah dimiliki. ideas. or the facts or skills taught. Ryan. © 1993-2002 Microsoft Corporation. Ibid. belajar akan materi (bahan ajar). Microsoft® Encarta® Reference Library 2003.3psychology change in knowledge: a relatively permanent change in.Learning. acquiring knowledge or developing the ability to perform new behaviors. Jika dilihat dari sudut guru mengajar pada hakikatnya adalah "belajar".31 Jadi pengajaran atau mengajar adalah mempresentasikan fakta. "Teaching".

a religious leader or teacher. 1984) cet. Namun kenapa semua orang bertumpu pada guru. gerakkan.S. orang yang kerjanya mengajar.1 32 33 h. keagamaan. "guru" Microsoft® Encarta® Reference Library 2003.334 of religious group: a spiritual leader of or intellectual guide for a religious group or movement especially one being described as non-mainstream. Kegiatan pengajaran baik dipesantren maupun di sekolah kalau dipotret akan membrikan gambaran adanya tiga komponen utama dalam aktifitas tersebut source > message > receiver. Pemimpin keagamaan atau pengajar keagamaan. Maka tidak heran jika W. Dan guru yang berhasil adalah guru yang mempu membuat anak didiknya belajar. yang kedua informasi atau pengetahuan dan yang ketiga adalah siswa. individual’s revered teacher and counselor: a teacher or counselor in spiritual or intellectual matters who is especially revered and followed by an individual. pengajar. PN Balai Pustaka. Purwadarminta. Op. belajar situasi kelas dll. 4. dan diikuti. 175 .belajar tentang aspek-aspek kesiswaan dan perkembangannya. dan berpengaruh. Guru adalah sebutan untuk orang yang kerjanya mengajar 32. 3. somebody influential: somebody who is prominent and influential in a specific field and sets a trend or starts a movement. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Nampaknya apa yang diungkap oleh Purwadarminta belum bisa mewakili maksud dari kata guru. selain hanya dari sudut pekerjaan saja. dalam Encarta ditulis guru berasal dari bahasa Sansakerta digunakan sejak awal abad 17 berarti.kalau melihat pernyataan ini nampak guru sangat sederhana. pemimpin.VII. or Sikh religious teacher: in Hinduism and Sikhism. ungkapan seperti "berguru pada siapa" nampak kata guru di sini berwibawa sekali.J.Cit. leader Hindu . yang pertama adalah guru.33 Kata guru memiliki medan makna antara lain. 2. (Jakarta. pemimpin spriritual atau intelektual bagi group keagamaan tertentu yang sangat berpengaruh dalam membuat gerakan.

Bila melihat dari pengertian di atas baik guru maupun murid sebenarnya nampak kinerja yang sangat indah antara keduanya .Surya. Dalam Istilah pendidikan guru deikenal tidak saja sebagai instuktur. pemberi pengaruh. Pemberi akan lebih bermanfaat Bandung: Pustaka Bani Quraisy. sedang kan murid di satu sisi sebagai orang yang dengan penuh semangat ingin mencapai apa yang telah dimiliki gurunya.guru demikian berwibawa pada masa silam. h. 54 176 . atau mutaa'lim. pemberi pengetahuan.2004) ) . I. dan yang kedua berarti orang yang belajar. murid berarti seorang yang memiliki keinginan kuat untuk memahami dan mencapai apa yang dicapai oleh gurunya. tapi lebih dari itu ia berperan sebagai perancang pengajaran. kedua kata tersebut menunjukan sifat aktif murid dalam belajar. Muhammad 34 Cet. Dari sini tergambar pola hubungan guru-murid.34 Murid berasal dari bahasa Arab yang berarti secara harfiah orang yang mempunyai keinginan. guru sebagai pemimpin. istilah ini digunakan sebagai sebutan bagi pengikut sufi yang mempunyai keinginan untuk belajar pada gurunya (Syaikh atau Mursyid).Paikologi Pembelajaran & Pengajaran . ia selalu menuntut (bukkan menunggu) dan senantiasa belajar hingga memiliki ilmu. dan sangat berpengaruh dalam menentukkan jalan hidup muridnya. Murid dalam bahasa Arab disebut tha>lib. penggerak. manajer pengajaran pengevaluasi hasil belajar dan sebagai direktur belajar. yang pertama berarti penuntut. guru sebagai pemberi dan murid sebagai penuntut dan penerima dalam arti yang luas.

jika 'tindakan" memberi itu disadari dengan keikhlasan. berarti ia bekerja (memenuhi kebutuhan pertama dan kedua?). kesungguhan. karena keduanya manusia juga.5 menemani guru. Untuk ini kalangan pendidik masa silam (dalam Islam) mengembangkan suatu norma bagi murid yang berisikan tata cara mencari ilmu dan menghargai guru. 4dirham (biaya). 177 .6 waktu yang panjang.3. 36 Maslow ranks human needs as follows: (1) physiological. (5) self-fulfillment. 3) Kebutuhan untuk mencinta dan memiliki. 4) Kebutuhan untuk berkompeten. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. 5) Kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dirinya. prestige. Satu tindakan atau kegiatan dilakukan seseorang mungkin berbeda motivasinya. si A mengajar melakukannya karena untuk sesuap nasi. and esteem. (4) competence. 2 tamak. karenannya perlu dikembangkan pola hubungan guru murid dengan keikhlasan sebagai dasarnya.36 Keenam kebutuhan tersebut dapat dijadikan motivasi bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. Tulisan ini tidak akan membicarakan seekor kera belajar dari rangsangan untuk mendapatkan pisang.35 Guru dan murid memiliki kebutuhan psikis yang sama. siapapun akan kurang pas menerima sesuatu dengan keterpaksaan. tapi akan lebih menyoroti kebutuhan dasar manusia sebagaimana yang digagas Maslow berkenaan dengan motivasi: ada 6 (enam) rangking kebutuhan dasar manusia. demikian juga halnya dengan penerima. si B mengajar juga. kebutuhan psikis guru itu juga kebutuhan psikis murid. cerdas. ia melakukannya agar dicintai 35 Ta'li>m al-Muta'alim? Ada juga suatu doktrin belajar sebagai berikut: engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali memiliki enam syarat berikut: 1. (3) love and feelings of belonging. 1) Kebutuhan pisiologis. and (6) curiosity and the need to understand. prestis dan berharga. 2) Kebutuhan akan rasa aman. (2) security and safety. 6) Kebutuhan untuk mengetahui dan memahami.

Hal yang sama juga bisa terjadi pada murid.rangking ke 5 kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Dan terakhir si E melakukannya agar dia lebiha banyak tahu tentang siswa dan memahami seluk beluk mengajar (kebutuhan ke 6).37 motivasi digambarkan sebagai suatu lingkaran yang terus menerus. hanya saja ada yang tertinggal di situ. Berangkat dari pengenalan akan need dasar manusia. untuk apa ia pergi ke sekolah? Agar diberi bekal. agar tidak dimarahi? Agar disayangi orang tua? Agar berharga? Dst. Si C mengajar karena ingin dirinya terkenal dengan sebutan guru (kebutuhan keempat) Si D melakukannya karena dirinya memerlukan orang lain tempat ia mencurahkan apa yang diketahuinya (kebutuhan kelima). Encarta® Reference Library 2003. ada agama dalam mencari nama dll.giving of a reason to act: the act of giving somebody a reason or incentive to do 37 something.3 reason: a reason for doing something or behaving in some or something that causes such a feeling 4. cognitive.psychology forces determining behavior: the biological. sampailah pada pengertian bahwa manusia melakukan sesuatu karena kebutuhun tersebut yang harus dipenuhinya. Semua kebutuhan yang diajukan Maslow tadi bagaimanapun juga mewakili dari berbagai need yang ada pada diri manusia. 2.enthusiasm: a feeling of interest or enthusiasm that makes somebody want to do something. atau semuanya? Maksudnya semua basic need tadi dibingkai dengan suasana religiousness. n 1.masyarakat (memenuhi kebutuhan ketiga?). Microsoft® way. yaitu kebutuhan akan keberagamaan. atau bahkan pada rangking ke 3 untuk dicinta dan mencinta. alasan tersebut dalam psikologi disebut motivasi. ada agama dalam mencari makan. atau bisa dimasukkan pada need ke 2 yaitu kebutuhan akan rasa aman. . emotional. 178 . kejadian (realitas) memotivasi untuk melakukan sesuatu mo·ti·va·tion. Semua kegiatannya dinamakan tetap disebut mengajar.

Berhubungan dengan kegiatan pembelajaran dan pengajaran.hanya tinggal memanfaatkan sistem keyakinan tadi untuk dijadikan landasan dalam membina masyarakat dengan jalan menggali informasi sebanyka-banyaknya dari ajaran untuk dijadikan bahan pembinaan.suatu pencapaian akan realitas tadi menjadi motivasi juga untuk pencapaian akan realitas berikutnya. dan begitu seterusnya. Pada kesempatan ini penulis mencoba mengangkat agama sebagai motivasi kegiatan belajar dan pembelajaran tersebut. lebih-lebih yang menyangkut teori psikologis. Sistem kepercayaan akan kitab suci sangatlah potensial untuk dijadikan bahan dalam memacu semangat untuk berbuat. ungkpan-ungkapan ayat Al-Qur'an sangat sarat dengan motivasi kearah hidup yang bermakna karena memang ia ditujukan kepada hati dan jiwa manusia. 179 . melihat bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Dalam kaitannya dengan kegiatan inetarksi guru-murid (pembelajaran dan pengajaran) sebagaimana dikemukakan di atas banyak motivasi bisa didapat tergantung kepada individu masing-masing pelakunya. berarti upaya tersebut bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan pernyataan-pernyataan tekstual Al-Qur'an atau Al-Hadits yang bertemakan pembelajaran dan pengajaran. Tugas kita --dalam masyarakat yang memiliki sistem kepercayaan tersebut-. Dengan demikian berarti kita sudah memanfaatkan potensi dasar yang dimiliki seseorang untuk mengembangkan dirinya. Dalam kitab suci banyak bisa digali berbagai teori kehidupan. Ambil contoh kitab suci Al-Qur'an.

Motivasi tersebut bisa dijabarkan dalam

sederetan informasi

mulai dari

pentingnnya ilmu pengetahuan, anjuran untuk mencari ilmu, untuk apa mencari ilmu, kewajiban menyampaikan ilmu dan seterusnya . Tentang pentingnya ilmu misalkan teks Al-Qur'an mengungkapkan sebagai berikut:

‫ﻳَﺎﹶﺃﱡﻳﻬَﺎ ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﺀَﺍﻣُﻮﺍ ِﺇﺫﹶﺍ ﻗِﻴﻞ ﹶﻟﻜﻢ َﺗﻔﺴ ُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﹾﻟﻤﺠَﺎِﻟﺲ ﻓﹶﺎﻓﺴ ُﻮﺍ َﻳﻔﺴﺢ ﺍﻟﻠﻪ ﹶﻟﻜﻢ ﻭِﺇﺫﹶﺍ ﻗِﻴﻞ ﺍْﻧﺸ ُﻭﺍ ﻓﹶﺎْﻧﺸ ُﻭﺍ َﻳﺮﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ‬ ُ ‫ُﺰ ْﹶ ِ ﱠ‬ ‫ﹶ ُﺰ‬ َ ْ ‫َ ِ ﹾ َﺤ ﹾ َ ِ ﱠ ُ ﹸ‬ ‫ﹶ ﹸ ْ ﹶ ﱠﺤ‬ ‫َ َﻨ‬ (11:‫ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﺀَﺍﻣُﻮﺍ ﻣْﻨﻜﻢ ﻭَﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ ﹸﻭُﻮﺍ ﺍﹾﻟﻌﻠﻢ ﺩﺭﺟَﺎﺕ َﺍﻟﱠ ُ ِﺑﻤَﺎ َﺗﻌﻤﹸﻮﻥ ﺧِﺒﲑ )ﺍﺠﻤﻟﺎﺩﻟﺔ‬ ٌ َ ‫ْ َﻠ ﹶ‬ ‫َ ﺃ ﺗ ِ ﹾ َ َ َ ٍ ﻭ ﻠﻪ‬ ْ ‫َ َﻨ ِ ﹸ‬
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS: Al-Mujadalah:11

‫ﹶﺃﻡ ﻣﻦ ُﻮ ﻗﹶﺎِﻧﺖ ﺀَﺍﻧَﺎﺀ ﺍﻟﱠْﻴﻞ ﺳَﺎﺟﺪًﺍ ﻭﻗﹶﺎِﺋﻤًﺎ َﻳﺤﺬ ُ ﺍﻟﹾﺂﺧﺮﺓ ﻭَﻳﺮ ُﻮ ﺭﺣﻤﺔ ﺭﱢﺑﻪ ﻗﻞ ﻫﻞ َﻳﺴَﺘﻮِﻱ ﺍﱠﻟﺬِﻳﻦ َﻳﻌﻠ ُﻮﻥ ﻭَﺍﱠـﺬِﻳﻦ ﻟﹶـﺎ‬ َ ‫َ ْﹶﻤ ﹶ ﻟ‬ ْ ‫ْ ﹶﺭ ِ َ ﹶ َ ْﺟ َ ْ َ ﹶ َ ِ ﹸ ﹾ َ ﹾ‬ َ ِ ِ ‫ْ َ ْ ﻫَ ٌ َ ﻠ‬ ( 9:‫َﻳﻌﻠ ُﻮﻥ ِﺇﱠﻧﻤَﺎ َﻳَﺘﺬ ﱠ ُ ﹸﻭﹸﻮ ﺍﹾﻟﺄﹾﻟﺒَﺎﺏ )ﺍﻟﺰﻣﺮ‬ ِ ‫ﹶ ﻛﺮ ﺃ ﻟ ﹶ‬ ‫ْﹶﻤ ﹶ‬ )Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah
di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang

180

mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Pemahaman tentang pentingnya ilmu38 merupakan suatu pola pemikiran yang harus dimiliki oleh pelaku pembelajaran dan pengajaran, karena secara psikologis orang akan mencari atau menyampaikan suatu yang dianggap penting baginya. Selanjutnya tentang anjuran mencari ilmu ini merupakan motivasi lain bagi pelajar / siswa sehingga ia merasa apa yang diperjuangkannnya dalam pembelajaran betul-betul sutu yang bermakna dan menunaikan kewajiban agama, ungkapan seperti hadits
39

‫ﻃﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣـﺴﻠﻢ‬mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim bisa

dijadikan motivasi bagi anak didik untuk senantiasa belajar, banyak ungkapan lain yang senada seperti ;barangsiapa pergi untuk mencari ilmu berarti ia pergi dijalan Allah sampai ia kembali, tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negri Cina, tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat dll. Firman Allah dalam Al-Qur'an juga bisa digali seperti anjuran kepada Nabi untuk belajar dan bertanya kepada "ahli"

(43:‫ﻭﻣَﺎ ﹶﺃﺭﺳﻠﻨَﺎ ﻣﻦ ﻗْﺒﻠﻚ ِﺇﱠﺎ ﺭﺟَﺎﻟﹰﺎ ُﻮﺣِﻲ ِﺇﹶﻟْﻴﻬﻢ ﻓﹶﺎﺳﺄﹸﻮﺍ ﹶﺃﻫﻞ ﺍﻟﺬﻛﺮ ِﺇﻥ ﻛْﻨُﺘﻢ ﻟﹶﺎ َﺗﻌﻠ ُﻮﻥ) ﺍﻟﻨﺤﻞ‬ ‫ِ ْ ْﹶﻟ ْ ﹶ ﱢ ﹾ ِ ﹾ ﹸ ْ ْﹶﻤ ﹶ‬ ‫َ ْ َﹾ ِ ْ ﹶ ِ َ ﻟ ِ ﻧ‬
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
Thara>iq al-Nabiy fi> ta'li>mi ashh}a>bihi (Beirut:Da>r Ibnu ,Ahmad, Muhammad, al-'Alimiy
38

Hajm, 2001) cet.I. h. 28 39 Ibnu Majah, hadits no 224 Hadits riwayat

181

‫ﺣﺪِﻳﺚ ﻋْﺒﺪ ﺍﻟﱠﻪ ْﺑﻦ ﻣﺴ ُﻮﺩ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋْﻨ ُ ﻗﹶﺎﻝ : ﻗﹶﺎﻝ ﺭ ُﻮﻝ ﺍﻟﱠﻪ ﺻﱠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠْﻴﻪ ﻭﺳﻠﱠﻢ ﻟﹶﺎ ﺣﺴﺪ ِﺇﱠﺎ ﻓِﻲ ﺍﹾﺛَﻨَﺘْﻴﻦ ﺭﺟﻞ ﺁﺗَﺎﻩ‬ ُ ‫ِ َ ُﹲ‬ ‫َ ﹸ َ ِ ﻠ ِ ِ َ ْﻌ ٍ َ ِ َ ﱠ ُ َ ﻪ ﹶ ﹶ َﺳ ﹸ ﻠ ِ َﻠ ﱠ ُ َﹶ ِ َ َ َ َ َ َ ﻟ‬ * ‫ﺍﻟﻠﻪ ﻣَﺎﻟﹰﺎ ﻓﺴﱠﻄ ُ ﻋﻠﹶﻰ ﻫﻠﻜِﺘﻪ ﻓِﻲ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﻭﺭ ُﻞ ﺁﺗَﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﻜﻤﺔ ﻓ ُﻮ َﻳﻘﻀِﻲ ِﺑﻬَﺎ ﻭُﻳﻌﻠﻤﻬَﺎ‬ ُ ‫َ َﱢ‬ ‫َ ﱢ َ َﺟ ﹲ ُ ﱠ ُ ِ ﹾ َ ﹰ ﹶﻬ َ ﹾ‬ ِ ‫ﱠ ُ ﹶ َﻠ ﹶﻪ َ َﹶ ﹶ‬
Tidak ada iri kecuali dalam dua hal; iri terhadap orang yang memiliki harta lalu digunakannya sampai habis untuk kebenaran, dan iri terhadap seseorang yang diberi pengetahuan oleh Allah lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya. (haits riwayat Ibnu majah). Tentanng tujuan mencari ilmu atau katakanlah niat mencari ilmu untuk apa, disini yang diperlukan adalah meluruskan nia, dari niat mencari ijazah kepada niat ibadah, menjalankan perintah agama, niat membekali diri untuk supaya diri lebih baik dan bisa menjalani hidup sesuai tuntunan Ilahi.

‫ﻗﻞ ِﺇﱠﻧﻤَﺎ ﹶﺃﻧَﺎ َﺑﺸﺮ ﻣﹾﺜﹸ ﹸﻢ ُﻮﺣَﻰ ِﺇﹶﻟﻲ ﹶﺃﱠﻧﻤَﺎ ِﺇﹶﻟ ُ ﹸﻢ ِﺇﹶﻟﻪ ﻭَﺍﺣﺪ ﻓﻤﻦ ﻛﹶﺎﻥ َﻳﺮ ُﻮﺍ ِﻟﻘﹶﺎﺀ ﺭﱢﺑﻪ ﻓﻠَﻴﻌﻤﻞ ﻋﻤﻠﹰﺎ ﺻَﺎِﻟﺤًﺎ ﻭﻟﹶﺎ ُﻳﺸﺮﻙ‬ ْ ِْ َ َ َ ‫ﻬﻜ ْ ٌ ِ ٌ ﹶ َ ْ ﹶ ْﺟ َ َ ِ ﹶ ﹾ ْ َ ﹾ‬ ‫ﱠ‬ ‫َ ٌ ِ ﻠﻜ ْ ﻳ‬ ‫ﹸﹾ‬ (110: ‫ِﺑﻌﺒَﺎﺩﺓ ﺭﱢﺑﻪ ﹶﺃﺣﺪًﺍ )ﺍﻟﻜﻬﻒ‬ َ ِ َ َِ ِ
Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

(162:‫ﻗﻞ ِﺇ ﱠ ﺻﻠﹶﺎﺗِﻲ ﻭُﻧﺴﻜِﻲ ﻭﻣﺤﻴَﺎﻱ ﻭﻣﻤَﺎﺗِﻲ ِﻟﱠﻪ ﺭﺏ ﺍﹾﻟﻌَﺎﹶﻟﻤﲔ ) ﺍﻻﻧﻌﺎﻡ‬ َ ِ ‫ﻠِ َ ﱢ‬ ََ َ ْ ََ ُ َ َ ‫ﹸ ﹾ ﻥ‬

182

Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, Ayat di atas menunjukkan bahwa semua kegiatan kehidupan kita diperuntukkan hanya untuk Allah semata, terma suk di dalamnnya mencari ilmu. Selanjutnya berhubungan dengan pengajar / guru ada kewajiban untuk menyampaikan ilmu, siapa yang memiliki ilmu maka ia berkewajiban untuk membaginya kepada orang lain.

‫ﻭﻣَﺎ ﻛﹶﺎﻥ ﺍﹾﻟﻤﺆﻣُﻮﻥ ِﻟَﻴْﻨﻔﺮُﻭﺍ ﻛﹶﺎﱠﺔ ﻓﻠﻮﻟﹶﺎ َﻧﻔﺮ ﻣﻦ ﻛ ﱢ ﻓﺮﻗﺔ ﻣْﻨﻬﻢ ﻃﹶﺎِﺋﻔﺔ ِﻟَﻴَﺘﻔ ﱠ ُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟ ﱢﻳﻦ ﻭِﻟُْﻨﺬ ُﻭﺍ ﻗﻮﻣﻬﻢ ِﺇﺫﹶﺍ ﺭﺟ ُﻮﺍ ِﺇﹶﻟْﻴﻬﻢ‬ ْ ِ ‫ﺪ ِ َ ﻴ ِﺭ ﹶ ْ َ ُ ْ َ َﻌ‬ ‫ﻓ ﹰ ﹶﹶ ْ ﹶ َ ِ ْ ﹸﻞ ِ ْﹶ ٍ ِ ُ ْ ﹶ ﹲ ﹶﻘﻬ‬ ِ ‫ﹶ ُ ْ ِﻨ ﹶ‬ َ (122: ‫ﹶﻟﻌﱠ ُﻢ َﻳﺤﺬ ُﻭﻥ)ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ‬ ‫َﻠﻬ ْ ْ ﹶﺭ ﹶ‬
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

(71:‫ﻳَﺎﹶﺃﻫﻞ ﺍﹾﻟﻜﺘَﺎﺏ ِﻟﻢ َﺗﻠِﺒ ُﻮﻥ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﺑِﺎﹾﻟﺒَﺎﻃﻞ ﻭَﺗﻜُﺘ ُﻮﻥ ﺍﹾﻟﺤﻖ ﻭﹶﺃْﻧُﺘﻢ َﺗﻌﻠ ُﻮﻥ)ﺍﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ‬ ‫ْ ﹶ ِ ِ َ ﹾ ﺴ ﹶ َ ﱠ ِ ِ َ ﹾ ﻤ ﹶ َ ﱠ َ ْ ْﹶﻤ ﹶ‬
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?

(37:‫ﺍﱠﺬﻳﻦ َﻳْﺒﺨﹸﻮﻥ ﻭَﻳﺄﻣ ُﻭﻥ ﺍﻟﱠﺎﺱ ﺑِﺎﹾﻟُﺒﺨﻞ ﻭَﻳﻜُﺘ ُﻮﻥ ﻣَﺎ َﺍﺗَﺎ ُ ُ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻓﻀﻠﻪ ﻭﹶﺃﻋَﺘﺪﻧَﺎ ِﻟﻠﻜﹶﺎﻓﺮِﻳﻦ ﻋﺬﹶﺍﺑًﺎ ﻣﻬِﻴﻨًﺎ) ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ‬ ُ َ َ ِ ‫ﻟ ِ َ َﻠ ﹶ َ ﹾ ُﺮ ﹶ ﻨ َ ْ ِ َ ﹾ ﻤ ﹶ ﺀ ﻫﻢ ﱠ ُ ِ ْ ﹶ ِْ ِ َ ْ ْ ﹾ‬

183

)yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan
menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. Cuplikan dari teks ayat maupun hadits di atas hanya sebagian kecil dari sekian pernyataan yang nampaknya secara psikologis dapat menjadi motif seseorang untuk melakukan kegiatan pembelajarabn dan pengajaran, masih banyak lagi pernyataan lain yang bisa ditelusuri lebih jauh. Namun setidaknya dari pernyataan tersebut tergambar sutu pola pembelajaran dengan motivasi religius sebagai brikut: Motivasi Religius
Ajaran sebagai motif Konsep Tahuhid Tingkahlaku yang dicapai -Belajar Lillah Pelaku Murid Guru Murid Guru + Murid

-Mengajar Lillah
Kewajiban Mencari Ilmu Ilmu itu Penting Belajar = menunaikan keajiban ; taat perintah Tuhan Belajar / mengajar = Melakukan suatu yang bermakna, cinta ilmu Dakwah Menyampaikan dimiliki wajib ilmu Wajib, yang Mengajar kewajiban = melaksanakan

Guru

Gambaran sinngkat di atas menunjukkan tingkah laku yang bisa dicapai dengan motif ajaran yang diambil dari sietem kepercayaan (nilai) yang dianut, yang menurut hemat penulis secara psikologis berperan dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran. Kenyataan seperti itulah yang tergambar dari rangkaian kegiatan pembelajaran di pesantren baik salafiyah maupun yang modern, nuansa motivasi religius yang

184

selalu menyampaikan kebebnaran. dan menjiwai aktivitas keseharian kehidupan pesantren termasuk Belajar dari guru mulia yang memiliki sifat jujur. H. Bahkan pembangunan sebuah bangsa membutuhkan serangkaian pembahasan untuk menentukan APBN dan Repelita. tidak satupun pekerjaan besar. dan seterusnya Selain guru kita juga murid yang harus selalu belajar sampai ajal nanti. dan cerdas. Bila kita mengamati fenomena perubahan di sekitar kita. keluarga. Pembangunan 185 . dan yang terpenting adalah.W. minimal guru untuk diri sendiri. di negeri ini maupun di mana saja yang tidak direncanakan. bisa dipercaya. tidak satupun yang tidak direncanakan. itulah guru kita semua Rasulullah S. maka alangkah baiknya jika motivasi itu bernuansa ukhrawi sehingga bisa terlaksana dengan baik tujuan yang sifatnya duniawi .A. Bangunan pencakar langit sampai rumah tingggal membutuhkan site-plan atau denah gambar yang terinci dalam skala. Kemajuan teknologi mengacu kepada serangkaian master-plan yang menjadi kerangka acuan untuk mendesainnya. Santri: Sebuah Harapan Masa Depan Mengapa perlu membuat rencana untuk masa depan ? Mungkin pertanyaan semacam ini tidak perlu dilontarkan apabila kita mengacu kepada fenomena pembangunan dan kemajuan di segala bidang di sekitar kita. tetangga.dikembangkan belajar. bahwa setiap diri kita apapun profesinya adalah guru. Dalam semuanya itu motivasi adalah hal yang harus ada dalam berbagai tindakan.

bagaimana bila diaplikasikan untuk merencanakan masa depan seorang santri. Mungkin wawasan tentang bagaimana membuat rencana yang baik untuk menentukan masa depan itu masih sangat kurang. sehingga meraih kesuksesan di segala bidang.gedung pencakar langit maupun rumah petak di komplek perumahan masih memerlukan site-plan gambar rancang bangun. rencana dapat menentukan nasib sebuah bangsa dengan jutaan penduduk. 186 . membangun gedung-gedung megah. Masalahnya sekarang. Logikanya. Logikanya. Al-Que’an mengisahkan Imron yang merencanakan anak yang masih dikandung istrinya untuk menjadi rahib. mampu menentukan nasib sebuah bangsa dengan penduduk jutaan orang. sehingga sangat jarang santri yang manjalani hidupnya secara terencana. wakil Tuhan di muka bumi. Pembangunan bangsa membutuhkan sidang-sidang menentukan APBN. Wawasan Islam tentang rencana atau membuat rencana akan tampak jelas jika kita kembali kepada ayat-ayat al-Qur’an yang menceritakan kisah Adam. Masih tentang rencana juga. apabila rencana mampu membangun sebuah model pesawat ruang angkasa. Sukses demi sukses diraih. dimana Allah mengajak para malaikat berdialog tentang rencana-Nya menciptakan makhluq manusia. apalagi jika dapat diterapkan dalam kehidupan individu santri. tetapi meraih satu-satu segala yang direncanakan. ternyata anaknya perempuan. sehingga masa depan yang nantinya dijalani tidak sekedar menjalani hidup. kepanitiaan dari tingkat RT sampai tingkat nasional mebutuhkan rapat atau serangkaian agenda meeting untuk menentukan langkah-langkah yang akan dituju. dan menemukan berbagai terobosan teknologi. untuk menjadi pengabdi terbaik. anak-anak santri kita kurang bisa membuat rencana yang baik.

dan sangat mungkin untuk dievaluasi. Target adalah hal-hal yang ingin kita raih dalam kurun waktu tersebut. membeli peralatan yang sangat kita inginkan. Perlu diketahui. Rencana jangka pendek untuk jangka waktu 1 tahun. Langkah ketiga dalam membuat rencana adalah mencari cara-cara atau langkah- 187 . dan seterusnya. Dengan adanya target altenatif ini sebuah rencana akan tertata secara fleksibel. memilih jurusan. kita perlu juga merumuskan disamping target-target tersebut target-target alternatif apabila target utama tidak bisa diraih. atau keinginan-keinginan lain. tidak kaku. menguasai satu ketrampilan. rencana jangka menengah untuk waktu 5 tahun. dan setrusnya. rencana mestinya dibuat dalam 3 tahap sekaligus. Setelah menentukan target-target yang akan diraih untuk masing-masing jangka waktu. Misalnya dalam waktu 3 tahun kita ingin menguasai satu buku tertentu. atau menjadi ketua dalam satu organisasi. bidang usaha yang ditekuni.Membuat rencana dimulai dengan menentukan target-target yang ingin diraih dalam kurun waktu tertentu. Target ditu dita tulis secara berurutan dengan prioritas target mulai dengan yang paling atas. Untuk rencana jangka panjang atau 10 tahun. mungkin target yang akan kita raih berupa prestasi tertentu. Contoh. meneruskan sekolah. dan rencana jangka panjang untuk waktu 10 tahun. Dalam 5 tahun mungkin kita menentukan kelulusan dalam bidang ilmu atau satu jenjang pendidikan. tapi harus dibedakan mana yang paling penting dan mana yang lebih penting. bidang usaha yanga kan digeluti. apabila kita menentukan untuk meneruskan studi ke jurusan IPA (eksakta) mungkin kita bisa memilih alternatif dengan memilih jurusan teknik atau sosial. tempat tinggal atau tempat bermukim.

kira-kira kekuatan 1 banding 9. membuat rencana. Jika ditulis dalam perbandingan bagaimanan kekuatan alam bawah sadar dengan kekuatan bawah sadar. manusia pada dasarnya memiliki 10 dimensi kesadaran. terencana dan 188 .langkah yang ditempuh untuk merealisasikan atau mencapai target tersebut. perpindahan tempat. Ada satu hal penting lagi dalam membuat rencana. Kekuatan alam bawah sadar mungkin bias digambarkan dengan adanya tenaga dalam. semua target atau langkah itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Sekarang masalahnya. Menurut Sigmund Freud seorang ahli psiko-analisa dari Jerman. yaitu diadakannya evaluasi secara berkala untuk tiap-tiap rencana. dan kemungkinan direalisasikan. dimana yang satu bagian adalah yang disadari. dan seterusnya. atau dilakukan juga ketika mereka dalam dimensi “tidak sadar”. Kekuatan yang besar ini bisa dimanipulasi atau bisa diarahkan untuk hal-hal positif. orang kebal dalam permainan Debus (Banten). kemampuan pribadi. sebenarnya kita sedang mengarahkan kekuatan yang besar (9 kekuatan bawah sadar) untuk meraih satu-satu target atau prestasi. Pekerjaan-pekerjaan itu dilakukan orang ketika menggunakan alam bawah sadar. agar hidup yang kita jalani lebih terarah. Perubahan yang terjadi itu didasarkan kepada situasi dan kondisi yang terjadi. seperti untuk mencapai cita-cita. maukah kita membuat perubahan dan meraih sukses dengan selembar kertas. Dalam membuat rencana. Evaluasi itu memungkinkan target-target dan langkah-langkah berubah. Perubahan dalam rencana bukanlah menunjukkan kita tidak konsisten dalam membuat rencana. Yang perlu dicatat disini. sementara 9 bagian yang lainnya ada dalam dimensi bawah sadar. kuda lumping yang mampu makan pecahan gelas dan memanjat kelapa.

Ia belajar untuk merasa malu Jika seorang anak hidup dalam kecemburuan . Ia belajar untuk gelisah Jika seorang anak hidup dalam belas kasihan diri . merencanakan masa depan. baik lahir maupun bathin. hamba Tuhan selama hayatnya. Untuk menjadi seorang hamba yang baik. dan berbagai kelebihan. Pada dasarnya manusia diciptakan untuk menjadi pengabdi. kemampuan akal. makrokosmos (alam semesta) maupun mikrokosmos (diri manusia sendiri). memberikan sumbangsih yang sangt berarti bagi proses perubahan di setap lini. Ia belajar untuk berkelahi Jika seorang anak hidup dalam ketakutan . membuka cakrawala baru kemajuan. Tuhan membekali tiap individu dengan berbagai macam potensi. Ia belajar mudah memaafkan dirinya sendiri Jika seorang anak hidup dalam ejekan . Bahkan akhir-akhir ini golongan santri telah mampu menunjukkan sebuah prestasi besar di segala bidang di tanah air. Ia belajar untuk mencintai Jika seorang anak hidup dalam suasana rukun. Santri. yang harus dimulai dengan sebuah kalimat kunci. Dengan akalnya manusia terbukti mampu menggali berbagai rahasia penciptaan. Renungan Jika seorang anak hidup dalam suasana kritik . Ia belajar untuk merasa bersalah Jika seorang anak hidup dalam semangat . tidak diragukan lagi sebagai aset penting pembangunan di segala bidang.menuju ke satu arah. dan menjadi khaliah dimuka bumi. Ia belajar untuk mencintai dirinya sendiri Jika seorang anak hidupnya dimengerti . Ia belajar untuk menyalahkan Jika seorang anak hidup dalam permusuhan . Ia belajar setia dan sabar Jika seorang anak hidupnya apa adanya . untuk mencapi kearah sukses itu dibutuhkan sebuah proses yang panjang. Ia belajar untuk iri hati Jika seorang anak hidup dalam rasa malu . dengan latar belakang pendidikan religius yang kuat. Ia belajar bahwa sangat baik untuk bercitacita 189 . Ia belajar untuk percaya diri Jika seorang anak hidup dalam menghargai orang lain . Tapi harus diakui.

Psikologi Komunikasi. Bandung Rosda Karya. 190 . Ia akan hidup dalam ketenangan batin40 40 Bandingkan dengan sajak Dorothy Law Nolte "Chidren Learn What They 1992. h. Ia belajar akan kemurahan hati Jika seorang anak hidup dalam kejujuran dan sportivitas . Ia belajar bahwa dunia ini merupakan suatu tempat yang indah untuk hidup Jika seorang anak hidup dalam ketenteraman anak-anakmu. Ia belajar percaya pada dirinya dan orang lain Jika seorang anak hidup penuh persahabatan .Jika seorang anak hidup dalam suasana adil . 102 Live" yang dikutip Jalaluddin Rahmat. Ia belajar akan kebenaran dan keadilan Jika seorang anak hidup dalam rasa aman .

sebenarnya yang menjadi landasan pengajaran tarekat di pesantren adalah ajaran-ajaran nabi sendiri. Menurut Zamakhsyari Dhofiier. kecuali setelah disertai dengan keimanan. Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah (Bandung: Mizan. Iman dan Ihsan Sebagai Trilogi Ajaran Ilahi". iman dan ihsan41. tetapi belum tentu Muslim itu mu’min. Op. tauhid dan akhlak (tasawuf). Kemampuan untuk menangkap 41 42 Zamakhzyari. karena ihsan berupa kemampuan untuk menembus ke dalam inti wahyu ketuhanan. "Islam.BAB VII PROFIL ALUMNI PESANTREN : Selain menjadi pusat pengajaran keilmuan Islam.1995) h. pesantren juga menjadi pusat gerakan dan perkembangan tasawuf. Ketiga pilar tersebut kalau ditarik pada bidang keilmuan akan melahirkan apa yang dikenal dengan syariah. Jadi. h. terutama tentang tiga pilar ajaran Islam yaitu. sebenarnya bukanlah sesuatu yang harus dibedakan. menurut Hasyim Asy’ari dalam Nurcholish Madjid. 136 Lihat Nurcholish Madjid. Sedangkan ihsan merupakan tingkatan yang lebih tinggi lagi. dalam hal ini tarekat. yang kemudian dipraktekkan melalui ajaran tarekat untuk dapat menangkap wawasan tentang kebulatan dan kebenaran dalam segala dimensinya42. tetapi harus menjadi satu kesatuan. antara tiga pilar tersebut. dalam Budihy Munawar Rahman. Orang yang telah mengakui Islam sebagai agamanya disebut Muslim. 478 191 . Ihsan sendiri. Islam. Sebab iman merupakan ketaatan dan keterikatan secara terus menerus dengan Tuhan.Cit.

waro. Tetapi sentra kajian kita di sini adalah konsistensi beliau pada bidang ilmu yang ditekuninya. Quraish Shihab. ICMI. dan orang dapat belajar menangkap keutuhan kebenaran itu dengan melakukan latihan-latihan dalam melihat paradoks-paradoks dan berusaha menangkap hakikat yang ada dibalik penampakan lahiriyah tersebut. Untuk itu BAB iniil ini berusaha menampilkan sosok alumni dimaksud melalui tiga orang tokoh. sehingga muncul semacam cap yang melekat dalam setiap santri dan alumni sebagai sosok yang sufistik. Sebabnya adalah kebenaran dalam dimensinya yang utuh itu. bahkan politik sekalipun. Corak sufisme dan ascetisme di Pondok Pesantren sangat kental mewarnaii kehidupan santri sehari-hari di Pondok Pesantren. Nurcholis Majid. budaya. bahkan terakhir tercatat sebagai Duta Besar. justru dalam dirinya mengandung paradoks. mulai dari ketua MUI. dan Hamzah Haz.kebenaran yang utuh ini merupakan sesuatu yang sangat sulit dicapai manusia. sosok pertama yang akan diulas singkat dalam buku ini adalah seorang tokoh akademisi di lingkungan IAIN. ekonomi. Nuansa kemodernan dan progresifitas tersebut akan tampak nyata bila kita mengembalikan image sufistik tersebut pada sosok-sosok alumni yang berkiprah di dunia keilmuan. yaitu Tafsir dan ulumul Qur’an. social. Quraish Shihab. sehingga banyak melahirkan banyak karya 192 . Karirnya sebagai dosen dan guru besar di bidang tafsir pernah mengantarkannya menduduki beberapa posisi penting di Indonesia. Menteri agama. kurang memikirkan keduniaan. Padahal labels emacam itu tidak perlu lagi ada. terutama jika melihat eksistensi Pondok Pesantren kontemporer yang yang sarat dengan nuansa kemodernan.

A. M. LIPI. Dari Pesantren ke Mesir Alquran itu laksana samudra yang keajaiban dan keunikannya tidak akan pernah sirna ditelan masa.Sosok kedua adalah Nurcholis Majid. ICMI. bahkan terakhir di Paramadina. Bebarapa jabatan strategis pernah dipegang. dan diantaranya dalam struktur instansi pemerintah. sehingga lahirlah bermacam-macam tafsir dengan metode yang beraneka ragam pula. mengantarkannya sebagai sosok terkemuka di panggung politik. Tetapi focus kajian kita dalam buku ini adalah apa yang telah diakukan Nurcholis dalam rangka pencerahan intelektual Indonesia. sehingga karir politiknya sempat mengantarkan beliau sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Ibu Megawati di tahun 2001. lembaga pendidikan miniatur pesantren. Sebagai fokus pembahasan ketiga adalah sosok kader NU dari Kalimantan . Keragaman ini menurut Al-Farmawi ditunjang oleh Alquran itu sendiri yang keadaannya adalah bagaikan intan yang setiap sudutnya memancarkan cahaya yang 193 . Pernah tercatat sebagai politikus yang handal. Sosok pendidikannya yang dimulai di Madrasah Diniyah. alumni Gontor yang sempat mengenyam studi di Chicago yang terkenal dengan ide-ide pembaharannya di bidang pemikiran Islam. Hamzah Haz. Quraisy Shihab 1. Pengabdiannya dalam kajian keislaman mengantarkan sosok Nurcholis menjadi tokoh terkemuka di HMI.

Bahkan hingga dewasa ini penafsiran terhadap Alquran-pun tidak hanya terbatas pada persoalan-persoalan metode belaka. 11 194 . melainkan sampai pada tataran disiplin ilmu dan aliran aliran tertentu. Nama lengkapnya Muhammad Quraish Shihab. atau kiprahnya sebagai akademisi. dan IAIN Alauddin Ujungpandang. sebuah perguruan tinggi swasta terbesar untuk kawasan Indonesia bagian timur. Demikian pula para penafsirnya. Quraish Shihab. 1994).43 Kedua perumpamaan di atas. Bahkan. tidak hanya terbatas di kawasan Timur Tengah saja melainkan juga di Indonesia dan negara-negara lainnya. Jamrah dengan judul: Metode Tafsir Maudhu’iy: Sebuah Pengantar (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Hayy Al-Farmawi. Salah seorang tokohnya adalah M. ia tercatat sebagai mantan rektor pada kedua perguruan tinggi tersebut Quraish sejak kecilnya telah mendapatkan motifasi dan benih kecintaan terhadap bidang studi tafsir dari ayahnya yang sering mengajak anak-anaknya duduk 43 Abd.berbeda dengan apa apa yang terpancar dari sudut-sudut yang lain. Suryan A. Ia adalah seorang anak kandung dari K. Penrj.H. atau sebagai sosok yang pernah menjadi menteri agama RI. dan Duta besar. sejak tahun 1999 hingga sekarang dikenal dengan Makassar. Abdurrahman Shihab (1905-1986) seorang ulama terkemuka dan sebagai guru besar dalam bidang tafsir di Universitas Muslim Indonesia (UMI). h. setidak-tidaknya dapat memperkuat suatu pernyataan bahwa ayat-ayat Alquran itu selalu terbuka untuk interpretasi baru. Ketua MUI. al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’iy: Dirasah Manhajiah Maudhu’iyah. lahir di Rappang Sulawesi Selatan pa tanggal 16 Pebruari 1944. yang banyak dikenal orang karena karyakaryanya dalam Tafsir kontemporer.

Pada saat-saat seperti inilah sang ayah menyampaikan nasihatnya yang kebanyakan bernuansa Qur’ani. Quraish dikirim oleh ayahnya ke Al-Azhar.berdampingan. jurusan tafsir dan hadis. Pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Dasar di Ujungpandang. ia melanjutkan studinya ke Universitas Al-Azhar pada fakultas Usuluddin. Dua tahun kemudian (1969) Quraish berhasil memperoleh gelar M. Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. Quraish Shihab memperoleh kepercayaan untuk menjabat sebagi wakil rektor bidang akademis dan kemahasiswaan pada IAIN Alauddin Ujungpandang pada tahun 1973-1980.A. dan sederetan jabatan lainnya di luar kampus. Setelah itu ia melanjutkan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di kota Malang sambil nyantri di Pondok Pesantren Darul Hadis al-Faqihiyyah di kota yang sama. ia juga diserahi jabatanjabatan lain. Di celahcelah kesibukannya itu. Selain itu. Kairo pada tahun 1958 dan diterima di kelas dua Tsanawiyah. Pada tahun 1967. Setelah itu.Karim dari segi 195 . pada jurusan yang sama dengan tesis yang berjudul alI’jaz al-Tasyri’i li al-Qur’an al-Karim hukum). ia meraih gelar LC (setingkat sarjana S1). Sekembalinya ke Ujungpandang. 2. ia masih sempat merampungkan beberapa tugas penelitian yang antara lain tentang Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur (1975) dan Masalah Waqaf Sulawesi Selatan (1978). Karya-karya Quraisy Shihab (Kemukjizatan Al-qur’an al. misalnya sebagai Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Wilayah VII Indonesia Bagian Timur). Untuk lebih mendalami studi keislamannya.

diterbitkan oleh Mizan. bahkan pernah diangkat sebagai Menteri Agama pada kabinet terakhir Presiden Suharto. Kontribusi Quraish Shihab dalam segi intelektualitasnya terbukti dari berbagai karyanya di antaranya ialah (a) Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan. Pengurus Konsorsium Ilmu-ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. sebuah antologi essai tentang makna 196 . suatu kajian terhadap kitab Nazm al-Durar (Rangkaian Mutiara) karya al-Biqa’i telah berhasil dipertahankannya dengan predikat summa cum laude dengan penghargaan mumtaz ma’a martabah asy-syaraf al-ula (sarjana teladan dengan prestasi istimewa) Sekembalinya ke Indonesia sejak 1984. Ia hanya memerlukan waktu dua tahun untuk meraih gelar doktor dalam bidang ini. Kesibukannya saat ini adalah Duta Besar Indonesia untuk Mesir. mengambil spesialisasi dalam studi tafsir Alquran. Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Usuluddin dan Fakultas Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional sejak 1989. sejak tahun 2000. misalnya: sebagai Pengurus Perhimpunan Ilmu-ilmu Syariah. Antara lain: Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) pusat sejak 1984. Anggota Lajnah Pentashih Alquran Departemen Agama sejak 1989. Ia juga terlibat dalam berbagai oraganisasi lainnya. ia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). Quraish Shihab kembali menuntut ilmu ke almamaternya Al-Azhar. Bandung pada tahun 1994. pada tahun 1980.Untuk mewujudkan cita-citanya dalam mendalami studi tafsir. Selain itu. Disertasinya berjudul Nazm al-Durar li al-Biqa’i: Tahqiq wa Dirasah .

(d) Tafsir Amanah. dan karya-karya44 lainnya yang tidak disebutkan disini. 1992.dan ungkapan Islam sebagai sistem religius bagi individu mukmin dan bagi komunitas Muslim Indonesia. (c) Wawasan Al-Quran: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. diterbitkan oleh Lentera Hati Jakarta. 295-299 197 .sehingga dapat dipahami secara mudah oleh akal dan juga uraian yang sulit dipahami kendati 44 Uraian karyanya daparte diperoleh dalam Howard M. Bandung 1997: (e) Yang Tersembunyi: Jin. diterbitkan oleh Pustaka Hidayah . diterbitkan oleh Mizan Bandung 1996. dirasakan sangat sulit apalagi untuk dicerna sambil lalu. Setan dan Malaikat dalam Al-Quran dan As-Sunnah serta Wacana Pemikiran Ulama Masa Lalu dan Masa Kini. (d) Tafsir Al-Quran al-Karim: Tafsir Surat-surat Pendek Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu. Bandung. (b) Membumikan Al-Quran: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. sungguhpun tidak terpampang sebutan tafsir. Popular Indonesian Literature of the Qur’an. kajian tentang Tafsir memang membutuhkan semangat dan ketekunan yang luar biasa.Federspiel. namun pada prinsipnya dapat dikategorikan sebagai gagasan yang sarat dengan problematika sekaligus solusi-solusi atasnya yang bernuansa qur’ani. diterbitkan oleh Mizan. Iblis. Penerjemah Tajul Arifin dengan judul Kajian Al-Quran di Indonesia Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish shihab (Mizan: Bandung. diterbitkan oleh Pustakan Katini. Quraisy Shihab juga berusaha memadukan dua dorongan yang ada pada diri manusia --nalar dan intuisi-. 1992. Sebuah artikel yang ditulis selama periode dua puluh tahun berkenaan dengan berbagai aspek Al-Quran dan mengkaji secara terinci posisi pentingnya Al-Quran bagi komunitas Muslim. 1996). Selama ini. 1999. Buku-buku karya Quraisy Shihab di atas.h.

Jombang. Para santri yang belajar di Pesantren Gontor tidak hanya diproyeksikan mampu menguasai Arab klasik. Dua tahun kemudian Nurcholish Madjid pindah ke pesantren Pondok Modern Gontor. Pada usia ke-14 Nurcholish Madjid pergi belajar ke pesantren Darul Ulum Rejoso di Jombang dan di sini ia juga memperoleh prestasi yang mengagumkan. Ketika memperoleh ijazah SR IV dari Sekolah Rakyat Bareng. yakni tradisi belajar klasik dengan gaya modern Barat. Pilihan Abdul Madjid (ayahnya) menyekolahkan Nurcholish Madjid ke pondok Modern Gontor juga merupakan keputusan yang sangat mendukung bagi pengembangan wawasan intelektual Nurcholishnya. yang diwujudkan secara baik dalam sistem pengajaran maupun mata pelajarannya. Ketika itu Nurcholish Madjid berumur 16 tahun dan ia dapat menyelesaikan studinya pada umur 21 tahun. Dari Pesantren ke Amerika Dilahirkan di desa Mojoanyar.tidak bertentangan dengan akal. Setelah itu ia mengabdi beberapa tahun sebagai pengajar di bekas almamaternya tersebut . tetapi juga bahasa Inggris. khususnya selama belajar di Madrasah. Kurikulum Gontor menghadirkan perpaduan liberal. namun dapat diterima sepenuh hati oleh siapapun bila ia menggunakan kalbunya. Madrasah Al-Wathoniyah Nurcholish Madjid selalu memperoleh prestasi akademik yang luar biasa. Jawa Timur pada 17 Maret 1929. B. Nurcholish Madjid 1. pada saat yang sama ia pun menyelesaikan sekolah agamanya di madrasah ayahnya. dengan alasan bahwa bahasa Inggris merupakan 198 . Pendidikannya dimulai dari SR (Sekolah Rakyat) di pagi hari dan madrasah di sore hari.

Nurcholish Madjid melanjutkan ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Fakultas Adab Jurusan Bahasa Arab dan Sejarah Kebudayaan Islam). tetapi dari Segi Makna Bersifat Universal) menunjukkan kecenderungannya untuk melakukan analisa filosofis dan inklusufistik terhadap ajaran dasar Islam. Selama kuliah. ketika Nurcholish Madjid nyantri di akhir 1950-an. dan semangat al-Quran sehingga dakwah dan paham keislaman yang ditawarkannya sangat menyentuh dan efektif untuk masyarakat Islam kota. disebabkan anggapan bahwa HMI dipertimbangkan sebagai gerakan 199 . Dengan demikian.bahasa yang dibutuhkan dalam mencari ilmu untuk masa sekarang. Skripsinya berjudul AlQuran ‘Arabiy-un Lughat-an wa ‘Alamiy-un Ma’na (al-Quran Dilihat dari Segi Bahasa bersifat Lokal [bahasa Arab]. Paham inklusufisme ini semakin berkembang lantaran pergaulannya yang begitu dekat dengan almarhum Buya Hamka (5 tahun Nurcholish Madjid tinggal di asrama Masjid Agung al-Azhar). Dan jika diukur pada saat itu. wawasan budaya. gaya pendidikan yang dipelopori Gontor sangat revolusioner. pendidikan di Gontor. Nurcholish Madjid sering mengemukakan respek dan kekagumannya pada Buya Hamka yang dinilainya mampu mempertemukan pandangan kesufian. dia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Iklim pendidikan di Gontor mengajarkan para siswanya untuk bersikap kritis dan tidak memihak pada salah satu mazhab sehingga para siswa yang tamatan pondok ini terbiasa untuk berpikir komparatif yang dengan itu membuat mereka tidak mudah terjebak pada fanatisme mazhab. pola pendidikan yang dikembangkan dapat dianggap sebagai pendidikan yang progresif. yang ketika itu tidak populer. jika diukur dengan masa sekarang.

yang note bene adalah negara-negara atau berpenduduk mayoritas beragama Islam. Nurcholish Madjid secara terang-terangan mengungkapkan gagasan pemkirannya dengan menggunakan istilah-istilah sekularisasi. dan demokrasi.kaum modernis sehingga dianggap sebagai mitra kerja Masyumi. keadilan sosial. liberalisasi. Fenomena kehidupan masyarakat di kedua wilayah tersebut telah membuka matanya untuk melihat persoalan-persoalan yang berkaitan dengan diskursus Islam. dihujat dan dianggap telah berbalik 180 derajat dari 200 . Istilah-istilah tersebut digunakan untuk mengemukakan maksud dalam menolak tradisionalisme dan sektarianisme. intelectual freeom. yang dulunya dipuji sebagai Natsir Muda yang akan menjadi pemimpin baru aktivis muslim di bidang politik. Dalam pengamatannya. Tanggal 3 Januari 1970. Nurcholish Madjid mendapat undangan sebagai pembicaraDalam makalah yang berjudul “Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat”. sehingga dia mendapat berkesempatan untuk melakukan kunjungan-kunjungan internasional. Cak Nur terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI untuk dua periode berturutturut dari tahun 1966-1968 hingga 1969-1971. Rentang tahun 1967-1969 Nurcholish Madjid menjadi Presiden Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara (PEMIAT) dan pada tahun 1968-1971 menjadi wakil Sekretaris Umum International Islamic Federation of Student Organisation (IIFSO. dan kesempatan yang merupakan pesan-pesan moral yang terdapat dalam al-Quran. Karena isi makalah tersebut. Nurcholish Madjid. idea of progress. persamaan hak. seperti ke Amerika dan Timur Tengah. Amerika ternyata lebih islami dibanding negara-negara Timur Tengah. desakralisasi. dalam hal keadilan sosial. Himpunan Organisasi Mahasiswa Islam se-Dunia). ijtihad.

Gerakan secara luas untuk menolak ide-ide Nurcholish Madjid semakin hidup. Kelompok ini ternyata berlanjut pada pembentukan pertemuan Reboan di tahun 1980-an dan 1990-an. Dalam menghadapi kritikan-kritikan tersebut. Mimbar Jakarta. Melalui majalah ini gagasan tersebut menyebar ke masyarakat luas sehingga Nurcholish Madjid harus menikmati kritikan bahkan hujatan dari para pengkritiknya. Gerakan Pembaruan ini juga disosialisasikan dalam bentuk penerbitan majalah yang sangat provokatif. lembaga yang didirikan oleh Yayasan Samanhudi. diantaranya yang terpenting adalah Yayasan Samanhudi. Dan dalam masa ini juga Nurcholish menjadi Wakil Direktur I Lembaga Studi Ilmu Kemasyarakatan di Jakarta. M. Nurcholish Madjid sendiri menjadi pimpinan majalah ini selama tiga tahun dari tahun 1971-1974. Syu’bah Asa. Dari tahun 1971-1974.. 201 . Selanjutnya pada tahun 1974-1976. Di yayasan ini Nurcholish Madjid bertemu dengan Djohan Effendi.lintasannya yang konservatif menjadi seorang modernis sekuler. Ahmad Wahib. Nurcholish Madjid menjadi tokoh masyarakat dengan sorotan tajam terhadap ide-ide yang ia lontarkan. Nurcholish Madjid lebih memilih untuk bersikap diam dan menyibukkan diri dalam forum-forum diskusi . dan tulisan-tulisan kritis yang menanggapi ide-ide pembaharuan pemikirannya seringkali menafikan sosok Nurcholish Madjid sendiri sebagai pusat perhatian. Melalui kegiatan tidak resmi semacam itu gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam tumbuh dan berkembang. dan Abdurrahman Wahid. Nurcholish Madjid menjadi Direktur Lembaga Kebajikan Islam Samanhudi di Jakarta. Dawam Rahardjo.

pilihan itu dibatalkan dan dialihkan kepada Nurcholish Madjid. Setelah pulang ke Indonesia.Tahun 1973 Fazlur Rahman dan Leonard Binder berkunjung ke Indonesia untuk pertama kalinya. Untuk itu kemudian ia dilantik menjadi tenaga peneliti LIPI.M. Nurcholish Madjid meminta pada Leonard Binder agar ia dapat kembali lagi dengan stasus mahasiswa setelah penelitian di Chicago berakhir. Rasyidi. Mulanya pilihan jatuh ke H. pengkritik utama pikiran Nurcholish Madjid. pada th 1978 Nurcholish Madjid kembali ke Amerika Serikat untuk mengambil program pasca sarjana di University of Chicago dibawah bimbingan Fazlur Rahman. Karya-karya Nurcholish Madjid Nurcholish Madjid dapat digolongkan sebagai seorang cendikiawan yang produktif. terbukti dengan banyaknya karya-karya ilmiah baik berupa makalah maupun artikel atau Buku. Karya-karyanya yang kini telah beredar dalam bentuk buku di 202 . Nurcholish Madjid harus menjadi Pegawai Negeri Sipil. Namun untuk memenuhi persyaratan Ford Foundatrion. Di Universitas Chicago. tetapi setelah mempertimbangkan usianya yang sudah tua. mencari peserta yang tepat untuk program seminar dan lokakarya di University of Chicago yang didanai Ford Foundation yang akan dilaksanakan pada tahun 1976. Nurcholish Madjid lulus pada tahun 1984 dengan yudisium Cumlaude. pegawai Ford Foundation yang bertempat di Jakarta. Nurcholish Madjid mendapat dukungan dari Rayburn Smith. 2. dengan judul disertasinya Ibn Taymiya on Kalam and Falsafah: A Problem of Reason and Revelation in Islam (Ibn Taymiyah dalam Ilmu Kalam dan Filsafat: Masalah Akal dan Wahyu dalam Islam).

Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis Tentang Masalah gagasan-gagasannya di sekitar kemodernan. 1984). 3) Islam. khususnya terhadap literaturliteratur pemikiran Islam yang berbahasa Indonesia. al-Ghazali. keislaman. Buku ini berisi kumpulan 203 . Sebagaimana diakui oleh Nurcholish sendiri. Kemanusiaan. Di dalamnya merupakan kumpulan tulisan-tulisan Nurcholish Madjid. alFarabi. antara lain al-Kindi. dan Muhammad Abduh. Ibn Sina’. dan Keimanan. Buku ini sampai dengan tahun 1999 telah dicetak ulang sebanyak 12 kali. Ia memperkenalkan sarjana-sarjana Muslim Klasik. tetapi ini merupakan sumbangsih berharga. al-Asy’ari. Ibn Taymiyah. buku ini merupakan sekedar pengantar pemikiran kepada kajian yang lebih luas dan mendalam tentang khazanah kekayaan pemikiran Islam. dan Kemodernan (1992). khususnya yang berkenaan dengan filsafat dan teologi. Ibn Rusyd. Karya ini menurut penulisnya dimaksudkan untuk memperkenalkan salah satu segi kejayaan Islam di bidang pemikiran. al-Afghani. Meskipun hanya sebuah pengantar. secara tiada berkeputusan” dan berkeyakinan bahwa Tuhan adalah Kebenaran dan bahwa hanya Dia-lah Kebenaran Mutlak. Nurcholish Madjid melontarkan kemanusiaan. 2) Islam Kemodernan dan Keindonesiaan (1987). Ibn Khaldun. yang menurutnya dikerjakan dalam rentang waktu dua dasawarsa sebagai respon terhadap berbagai persoalan dan isu-isu yang berkembang pada saat itu. Di bawah prinsip “untuk mencari dan terus mencari kebenaran.pasaran Indonesia antara lain: 1) Khazanah Intelektual Islam (Editor.

tema-tema besar tersebut. Dalam pengantarnya. dengan penekanan bagaimana menciptakan masyarakat yang berkeadilan berdasarkan prinsip-prinsip tauhid. Keindonesiaan.makalah. Tuntutan iman ini harus juga dinyatakan dalam amal yang menjadi kebajikan sosial. dan Kemodernan. Di dalamnya terungkap gagasan-gagasannya di bawah tema tauhid dan emansipasi harkat manusia. yang berupaya menghadirkan ajaran-ajaran Islam dengan adil. 4) Islam. serta universalisme Islam dan kemodernan. sekaligus merupakan karya monumentalnya. Kita. kata Nurcholish Madjid. yang ditulis Nurcholish Madjid pasca studi di Chicago. sekaligus menciptakan masyarakat yang egaliter dan inklusif yang memungkinkan manusia saling menjaga dan mengingatkan tentang kebenaran dan keadilan. Sebagaimana dalam bukunya islam kemoderenan dan Keindonesiaan. Dalam buku ini. Nurcholish Madjid menyebutkan bahwa agama (Islam) telah mengajarkan manusia bagaimana seharusnya menjaga keselamatannya di dunia dan akhirat. dalam buku ini Nurcholish Madjid berbicara mengenai Keislaman. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan sebagian besar tulisan Nurcholish Madjid pada kolom “Pelita hati” di Harian Pelita (1981-1991) dan Tempo. Merupakan penjelasan yang lebih sederhana mengenai ajaran yang inklusif dan universal yang menjadi tema besar dalam buku Islam Doktrin dan Peradaban. Kerakyatan dan Keindonesiaan: Pikiran-pikiran Nurcholish “Muda” (1994). inklusif. 5) Pintu-pintu Menuju Tuhan (1994). disiplin ilmu keislaman tradisional. membangun masyarakat etika. harus mempunyai tujuan hidup yang transedental berdasarkan iman. mencakup 204 . dan kosmopolit.

Lebih dari itu. Menurut Gunawan Muhammad. ringan. yang juga menekankan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi. disajikan dengan bahasa yang lugas.. dan politik Islam kontemporer. sehingga menjadi mitos dan dongeng. semakin ke atas semakin terasa sejuk. Diungkapkan oleh Komaruddin Hidayat dalam pengantar buku ini. melalui buku ini Nurcholish Madjid menunjukkan konsistensinya sebagai pemikir yang apresiatif dan memiliki akses 205 . yang memberikan kata pengantar untuk buku ini mengatakan bahwa tulisan-tulisan Nurcholish Madjid tersebut tetap bertahan dalam tradisi humanis. Hanya saja. halaman per halaman tak ubahnya ibarat kita mendaki pegunungan. etika.. seringkali sulit dibedakan antara nilainilai Islam yang bersifat substansial dan fundamental dari ajaran yang sekunder dan terbuka untuk penafsiran bahkan perubahan. Namun demikian. pemikiranpemikiran Nurcholish Madjid dalam buku ini merupakan analisis dan refleksi terhadap wacana keislaman secara mendasar. pemikiran-pemikiran Nurcholish Madjid yang tertuang dalam buku ini lebih terarah pada makna dan implikasi penghayatan iman terhadap perilaku sosial. Dalam pengertian lain. melainkan justru merupakan salah satu keistimewannya. moral. Membaca buku ini. 6) Islam Agama Peradaban: Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah (1995). dan sederhana. sehingga mudah dimengerti..masalah iman. peradaban. Nurcholish Madjid dalam buku ini membahas tema-tema pokok ajaran Islam yang telah berkembang dan mengalami distorsi di tangan umat Islam sendiri. hal tersebut tidaklah mengurangi akan kedalaman dan keluasan visi dan wawasan dari sang penulisnya. Sebagaimana buku Islam Doktrin dan Peradaban.

konsep keluarga 206 . Buku ini menghadirkan ajaran Islam secara lebih humanis. namun dapat dibedakan. (1995). Ditambah lagi dengan wawasan kesejarahan dan sosiologis yang dipelajarinya telah memungkinkan Nurcholish Madjid untuk menyuguhkan wawasan dan interpretasi ajaran dasar Islam yang terbebas dari mitos pemihakan ideologis karena kepentingan politik praktis. harus selalu dilakukan dialog kultural antara ajaran yang universal dengan yang partikular. Dikatakan oleh Wahyuni Nafis dalam kata pengantar buku ini. dan egaliter yang bertolak dari paradigma tauhid dan etika. inklusif. Hanya saja. pada kenyataannya tidak dapat dipisahkan. Nurcholish Madjid mengajak kita untuk bisa memahami mana yang benar-benar agama—yang dengan demikian bersifat mutlak—dan mana yang benar-benar sebagai budaya—yang dengan demikian bersifat relatif dan sementara. 7) Islam Agama Kemanusiaan: Membangun Tradisi dan Visi Baru Islam Indonesia. Hal ini merupakan konsekuensi logis bagi Nurcholish Madjid agar ajaran-ajaran Islam yang universal senantiasa memiliki relevansinya dengan tuntutan ruang dan waktu. adil. Buku yang berisi lima bab ini mengetengahkan Islam dan konsep kemasyarakatan. namun berbarengan dengan itu ia tetap setia pada cita-cita humanisme dan modernisme Islam. Nurcholish Madjid dalam buku ini. 8) Masyarakat Religius (1997). komitmen pribadi dan sosial. Agama dan budaya sebagaimana sudah banyak disuarakan oleh banyak pemikir kebudayaan. menyajikan pemikiran-pemikirannya dengan wawasan yang lebih kosmopolit dan universal sekaligus mempertimbangkan aspek parsial dan kultural paham-paham keagamaan yang berkembang.intelektual terhadap khazanah Islam klasik.

keadilan. 9) Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia (1997). Oposisi seperti inilah yang dibenarkan dalam masyarakat yang memegang teguh prinsip-prinsip musyawarah. yaitu pertama. Dan ketiga. menjelaskan sumbangan pemikiran-pemikiran para tokoh Muslim. bagaimana peran umat Islam Indonesia menyonsong era tinggal landas. Buku ini terdiri dari empat bab. dimensi sosial budaya pembangunan di Indonesia. mengenai dunia Islam dan dinamika global. dan keempat. prinsip medis dan kesehatan keluarga muslim serta konsep mengenai eskatologis dan kekuatan supra alami. antara tahun 1986-1996. demokrasi. Kedua. Buku ini merupakan suntingan sebagian kumpulan makalah Nurcholish Madjid yang ditulis dalam rentang waktu 10 tahunan. yang dimaksudkan adalah “oposisi loyal”. organisasi-organisasi politik dan Golkar. Pemilu. kajian ilmiah terhadap Islam di Indonesia.Muslim. 207 . mengetengahkan wawasan peradaban Islam. oposisi. dan dinamika perkembangan intelektual Islam di Indonesia. demokratisasi. Dalam konteks ini Nurcholish Madjid menegaskan bahwa oposisi memang diperlukan karena ia mempertajam pemikiran. kedua. demokrasi di Indonesia. Buku ini berisi tiga bab. Pertama. Kecuali itu. antara lain al-Syafi’i dalam bidang hukum Islam. al-Ghazali dalam bidang tasawuf. 10) Kaki Langit Peradaban Islam (1997). Dalam buku ini Nurcholish membahas peran dan fungsi Pancasila. ketiga. yang menarik ketika Nurcholish Madjid berbicara mengenai oposisi. Ibn Rusyd dalam bidang filsafat dan Ibn Khaldun dalam bidang filsafat sejarah dan sosial.

13) Cita-Cita Politik Islam Era Reformasi (1999). dan lain-lain. Sebagaimana diungkapkan oleh pemberi kata pengantar buku ini. meliputi berbagai persoalan aktual: politik. yakni bahwa semua gagasan yang pernah 208 . buku ini sangat menarik dan menjadi pendukung penting untuk dapat menangkap semua gagasan yang pernah dilontarkan Nurcholish Madjid dalam buku-buku yang lain. Buku ini sangat berbeda dengan buku-buku Nurcholish Madjid lainnya. Buku ini dapat dikatakan merupakan perjalanan panjang pandangan sosial politik Nurcholish Madjid dalam wacana perpolitikan di Indonesia. budaya. berhadapan dengan wacana modernisasi. peristiwa 27 Juli.11) Bilik-bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan (1997). Meskipun telah berlalu kurang lebih 20-an tahun. karena ia merupakan kumpulan wawancara yang pernah dimuat dalam berbagai media massa dari sekitar tahun 1970-an sampai 1996-an dengan tema yang sangat beragam dan spontan. pendidikan. 12) Dialog Keterbukaan: Artikulasi Nilai Islam dalam Wacana Sosial Politik Kontemporer (1997). Buku ini merupakan seleksi atas makalah-makalah Nurcholish Madjid sekitar duapuluh tahun yang lalu. buku ini dapat menyarikan pemikiran-pemikiran yang selama ini digeluti Nurcholish Madjid. Meskipun lebih merupakan bacaan ringan dengan kata pengantar yang panjang lebar dari seorang pengamat politik seperti Fachri Ali. Buku ini memuat deskripsi dunia pesantren dengan segala dinamika perkembangannya. kehadiran buku ini tetap menunjukkan signifikansinya dalam rangka mencari dan menemukan format baru dunia pesantren berhadapan dengan realitas eksternal yang mengitarinya.

. Ibn Taymiyah on Kalam and Falsafah: Problem of Reason and Revelation in Islam (1984). jurnal maupun majalah.) Pesantren dan Pembaharuan. dalam M Dawam Rahardjo (ed.) dalam Pelita Hati. Karya ini merupakan disertasi doktoralnya di Chicago University. Kontroversi Pemikiran Islam di Indonesia (1991) 209 . al. Belum diterbitkan. Di samping itu karya tulis Nurcholish juga tersebar dalam beberapa buah buku. AS. istilah yang sekarang makin populer dalam wacana nasional bangsa Indonesia. sebab ia merupakan kitab rahmat bagi seluruh alam semesta. ‘Arabiyy-un Lughat-an wa ‘Alamiyy-un Ma’n-an (1968). “Akhlak dan Iman” dalam Adi Bajuri (peny. maupun Arab. II/1985. Abdurrahman Wahid. Belum diterbitkan. “Pesantren dan Tasawuf”. Di antara karya-karya tulis itu adalah: Al-Quran. sebab diturunkan di kawasan Jazirah Arab. dari segi makna.dilontarkannya dalam berbagai bidang merupakan transformasi nilai-nilai al-Quran dalam mewujudkan masyarakat madani.. Akan tetapi. baik yang berbahasa Indonesia. al-Quran memiliki kandungan pengertian universal. yang mengetengahkan tentang kajian kalam dan filsafat.H. Dalam karya tulis ini Nurcholish Madjid membahas al-Quran dilihat dari segi makna dan bahasanya. Menurutnya. “Tasawuf Sebagai Inti Keberagamaan” dalam Pesantren No 3/Vol. et. “Pengaruh Kisah Israiliyat dan Orientalisme Terhadap Islam” dalam K. Merupakan karya skripsi sarjananya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. alQuran dilihat dari segi bahasa bersifat lokal karena menggunakan bahasa Arab. dan bahkan banyak makalah-makalahnya yang belum diterbitkan. Inggris.

No. bukan kepada institusi-institusi keislaman. Pullaphilly (ed.). Melintas Batas Agama. What is Modern Indonesia? (1979). dalam Cyriac K. “Aktualisasi Ajaran Ahlussunnah wal jama’ah dalam M. Siti Maryam. Nurcholish menyumbangkan tiga tulisan.). sudah tidak tertarik lagi dengan partai-partai/organisasi-organisasi Islam karena partai-partai itu tidak lagi menyalurkan aspirasi-aspirasi umat Islam secara keseluruhan. Partai Islam. Pertama. Dawam Rahardjo (pengantar). tetapi lebih banyak berjuang untuk kepentingan partai atau kelompok masing-masing. “The Issues of Modernization among Muslim in Indonesia: From a Participant’s View”.). Dengan rumusan ini Nurcholish Madjid menegaskan pendiriannya bahwa komitmennya hanyalah pada Islam. Rekonstruksi dan Renungan Religius Islam (1996). dalam Gloria Davis (ed. kecuali sebagian kecil. Yes. Passing Over. Dengan 210 .“Al-Quds” dalam Wahyuni Nafis (ed. umat Islam. dan Isa al-Masih” Dan masih banyak lainnya yang tidak mungkin dicantumkan dalam tulisan ini. “Islam ini Indonesia: Challenges and Opprtunities”. Secara ringkas.). ide-ide pembaruan yang digagas Nurcholish Madjid dapat dijelaskan sebagai berikut. Islam in the Contemporary World (1980). Dalam Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus (ed. Untuk itu. Nurcholish Madjid menyuarakan jargon “Islam. yaitu: “Dialog Agama-agama dalam Perspektif Universalisme al-Islam” “Kebebasan Beragama dan Pluralisme dalam Islam” “Keluarga Imran. Islam Indonesia Menatap Masa Depan (1989).

penolakan terhadap institusi kepartaian politik Islam haruslah dipahami sebagai penolakan bukan karena Islamnya. Untuk bisa sampai pada tahapan ini. Ketiga. kebebasan berpikir. yang nontradisionalis dan non-sektarian. Kedua. cara efektif adalah dengan terlebih dahulu menetapkan sikap dasar terhadap pembaruan. Inilah salah satu letak perbedaan pandangan Nurcholish Madjid dengan tokoh seniornya yang lebih mementingkan pandangan skripturalis dan dokrinal dalam meresponi perkembangan modern. Pikiran ini didasarkan pada pengamatannya bahwa organisasi-organisai yang dikenal sebagai wadah pembaru selama ini sudah tidak lagi menceminkan sikap itu. Dalam hal ini Nurcholish menekankan liberalisasi pandangan terhadap ajaran-ajaran Islam. diperlukan kelompok-kelompok pemikir yang “liberal”. guna menggerakkan dan merumuskan pikiran-pikiran baru yang segar dan progresif. Untuk itu diperlukan pembaruan pemikiran yang rasional dan sesuai dengan kondisi empiris yang ada ketika itu. Mereka sudah tidak sanggup lagi menangkap semangat dari ide pembaruan itu sendiri. Yang dimaksud dengan liberalisasi di sini erat kaitannya dengan membebaskan diri dari nilai-nilai yang tradisional. sebagai pijakan untuk menempuh langkah-langkah operasional. Sebaliknya. umat Islam harus melepaskan diri dari kejumudan berpikir dari dirinya termasuk kelembagaan politik yang dimilikinya. yaitu dinamika dan progresivitas. danmenggantinya dengan nilai-nilai yang berorientasi masa depan. organisasi- 211 . Proses liberalisasi ini mencakup setidak-tidaknya tiga hal: sekularisasi.kata lain. dan gagasan kemajuan. tetapi penolakan terhadap pemanfaatan Islam oleh mereka yang terlibat dalam kehidupan partai politik Islam.

organisasi yang dulunya kontra reformis mengambil alih apa yang menjadi hak monopoli kaum pembaru selama ini walaupun mereka tidak sepenuh hati. Seminggu sekali ia pulang ke Pesaguan dengan menggunakan sepeda. Dari Madrasah Diniyah ke Panggung Politik Hamzah Haz dilahirkan di Ketapang sebelah selatan propinsi Kalimantan Barat pada tanggal 15 Februari 1940. adalah seorang yang pada awalnya berprofesi sebagai guru Sekolah Rakyat (SR) dan pada pendudukan Jepang sampai masa kemerdekaan menjadi kepala Desa. Hamzah mulai belajar hidup mandiri. Pagi hari sekolah di SR dan sore harinya sekolah di Madrasah Diniyah. Keadaan ini mengakibatkan stagnasi menyeluruh yang menimpa umat Islam. jauh dari orang tua. C. sebuah desa kecil yang terletak di kecamatan Molahilir Kabupaten Ketapang. Abdullah H. Hamzah kecil melanjutkan kelas 4 dan 5 di ketapang. Ayahnya. Ahmad. tepatnya didaerah Pesaguan. Untuk itu diperlukan adanya kelompok pembaruan Islam baru yang liberal dengan konsekuensi logis nontradisionallisme dan non-sektarianisme. Hamzah Haz 1. sambil sore harinya menuntut ilmu di Madrasah Diniyah. Namun di tempat kelahiranya itu hanya sampai kelas 3. H. Tinggal bersama nenek dari pihak ayah. dan jabatan ini dijalaninya selama kurang lebih 20 tahun. Hamzah dibesarkan dalam keluarga yang taat beragama dan ketat dalam menjalankan ajaran Islam. karena jarang mobil atau kendaraan umum 212 . . Masa sekolahnya dilaluinya mulai dari Pesaguan.

melewati daerah tersebut. Di sini Hamzah mulai mengembangkan hobi berorganisasi yang mengantarkan Hamzah menjadi wakil ketua organisasi Ikatan Pelajar SMEAN Pontianak. Pendidikan agama diperolehnya melalui madrasah diniyah hingga tamat. Hamzah kemudian pindah ke SMPN Ketapang. untuk kumpul bersama orang tuanya. Pendidikan orang tua begitu besar mempengaruhi prilaku dan mentalitas Hamzah hingga menjadi politisi yang dikenal memiliki integritas perjuangan dan konsistensi sikap itu. Bahkan. Setelah menyelesaikan sekalah rakyat pada tahun 1954. disamping pendidkan agama yang diberikan orang tuanya secara langsung kepada anakanaknya. Dari keinginan itu pula yang menjadikan Hamzah melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Negeri (SMEAN) Pontianak setelah tamat SMP pada tahun 1957. sambil meneruskan pendidikan di Madrasah Diniyah. Bahkan ketika itu pula Hamzah pernah menjadi salah satu ketua Himpuanan Siswa Ekonomi Seluruh Indonesia (HIMSEKSI) Kalimantan Barat. Hamzah sudah tertarik dengan organisasi dan sering mengikuti berbagai aktivitas yang diadakan oleh sekolah maupun organisasi lainnya. yang pada waktu itu sudah menjadi pengusaha yang relatif sukses. . Ketika di SMPN. Bahkan diakuinya faktor orang tua sangat mempengaruhi proses pengenalan dia terhadap agama Islam sampai Hamzah tumbuh menjadi politisi yang mampu bertahan dalam posisinya hingga sekarang. Hamzah melanjutkan ke SMPN 1 Pontianak sampai kelas II. Keinginan untuk menjadi pengusaha pada waktu kecil menggambarkan betapa pengaruh orang tua begitu besar. Hamzah sempat mengikuti 213 .

bersama empat orang lainnya Hamzah Haz mendapakan tugas belajar dari Koperasi Kopra Kalimantan Barat untuk kuliah di Akademik Koperasi Negara Yogyakarta. terbukti Hamzah sempat menjadi calon ketua PWI (persatuan Wartawan Indonesia). Hingga selesai kursus perbankan. Keinginan untuk masuk di dunia perbankan bersamaan dengan niat pemerintah Daerah yang akan mendirikan Bank Perintis milik Masyumi. Dengan kata lain Hamzah sempat menjadi pengangguran untuk beberapa waktu. Itu terjadi pada tahun 1962 sampai dengan 1965. Sampai kemudian Hamzah memutuskan untuk pulang kembali ke Ketapang untuk mengajar SMA Ketapang dan dengan modal sebagai wartawan di Pontianak. Setamat dari SMEAN. Hamzah pun mengirim lamaran diterima masuk menjadi wartawan koran tersebut. Saat menjadi wartawan inilah. hamzah tidak langsung bekerja di bank tersebut karena sampai Hamzah lulus Bank tersebut tidak kunjung berdiri. Ketika menjadi “wartawan muda”. Hal ini karena orang tuanya sebagai anggota Koperasi Kopra dan mempunyai hak 214 . hobi berorganisasi Hamzah terus terlihat. pada pertengahan tahun 1961 dan tahun berikutnya dikaruniai seorang putra. Hamzah lebih tertarik untuk mengikuti Kursus Perbankan di Bandung. Pada saat itu pula Hamzah pernah dipanggil oleh Pejabat daerah itu berkaitan dengan tulisan-tulisan yang kritis dan vokal terhadap pemerintah daerah. Kalimantan Selatan.Kongres HIMSEKSI di Banjarmasin. Hamzah menikahi gadis yang bernama Asminah. Hamzah mendirikan surat Kabar “Berita Pawan” yang terbit tiga kali dalam seminggu dan dicetak dengan stensilan. Pada saat yang sama ada lowongan untuk menjadi wartawan surat kabar “Bebas” (sebuah koran daerah). Tidak lama setelah menjadi wartawan.

Di Yogyakarta. Naluri politik Hamzah muda sebagai aktivis mahaiswa mulai tumbuh dan berkembang di kota ini selama kurang lebih tiga tahun. yaitu 1962-1965 Hamzah juga menjabat sebagai ketua pelajar/mahasiswa kalimantan Barat di Yogyakarta. itu terlihat misalnya dari hasil mata kuliah yang tidak pernah gagal dalam setiap ujian. HMI atau lainya ?. apalagi suasana saat itu mengaharuskan orang untuk menentukan pilihan. karena kehidupan politik dan organisasi dikalangan mahasiswa sedang hangat-hangatnya. 215 .untuk itu. sebuah organisasi onderbouw NU yang bergerak di bidang pertanian. Di kota yang dunia mahasiswanya dikenal sangat dinamis ini. hobi berorganisasi Hamzah semakin mendapatkan saluran. Hamzah muda mulai banyak belajar tentang organisasi dan politik secara lebih dewasa. bukan GMNI. Di Yogyakarta. Bahkan Hamzah termasuk pendiri komisariat tersebut dan pernah menjadi ketuanya. karena PMII merupakan organisasi ekstra Universiter yang berada di bawah Nahdlatul Ulama (NU) sementara Hamzah Haz sendiri adalah pengurus NU cabang Ketapang. Hamzah banyak mengalami perubahan signifikan yang banyak membentuk dan mempengaruhi pola dan karakter politiknya dikemudian hari. Mengapa PMII. Hamzah termasuk orang yang sangat rajin dan tekun. Pertimbanganya. Di waktu kuliah. Pada periode yang sama. Hamzah bahkan pernah menjadi peserta Konferensi PERTANU (persatuan Tani NU). Hamzah kemudian masuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Akademi Koperasi Negara Yogyakarta. Dalam berbagai aktivitasnya yang cukup banyak itu.

bahkan kemudian dipercaya sebagai asisten dosen Hendro S. yakni 20 tahun. Hamzah sudah resmi menjadi pengurus NU Cabang Ketapang. orang yang bertitel sarjana muda di Kalimantan Barat masih sangat sedikit. ditambah pada waktu itu Masyumi sebagai partai politik sudah dilarang oleh pemerintah. Karir Politik Hamzah Haz Keterlibatan Hamzah dalam politik berawal dari ajakan guru agamanya. Buchori untuk menjadi pengurus NU Cabang Ketapang. Pada tahun 1965-an. ditingkat IV. Sambil terus mengembangkan hobinya berorganisasi. Kecintaanya pada NU. Hamzah menjalani ujian akhir. Hamzah melanjutkan kuliah dengan memasuki Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura. Belum selesai pengumuman ujian. Apalagi di Ketapang 216 . oleh karena tidak pernah her dalam setiap ujiannya. yaitu KH. 150. Dalam usianya yang relatif masih muda. salah satunya disebabkan NU bukan hanya karena mengurusi masalah duniawi tetapi juga hal ukhrowi (hablumminallah wahablumminannas) Hamzah memilih NU karena kecintaannya terhadap NU. 2. yang pada awalnya sebagai sekretaris yang kemudian menjadi ketua. persis peristiwa Gestapu. Hamzah sudah bisa pulang ke Pontianak (bukan ke Ketapang). Di Pontianak Hamzah mengabdikan dirinya pada lembaga yang telah memberinya kesempatan tugas belajar. maka kehadiran Hamzah memiliki posisi tersendiri dalam lingkungan masyarakat itu. dengan menjadi pengurus Koperasi Kalimantan Barat. Di samping itu Hamzah juga mengajar di SKOPMA (Sekolah Koperasi Menengah Atas).Setelah kurang lebih tiga tahun kuliah di Yogyakarta. dan secara resmi diangkat oleh PTIP dengan gaji sebesar Rp.

Di Senayan itu. karenanya Hamzah dan kawan-kawan lainnya melakukan konsolidasi dan pembenahan sehingga pada tahun pemilu 1971 Kalimantan Barat memperoleh kursi di DPR RI. Tetapi itu tidak berlangsung lama. tahlil atau lainnya. wilayah kalimantan Barat tidak memiliki wakil di DPR RI. setelah keluar. dengan wakil Hamzah sendiri. karena Hamzah mengundurkan diri menjadi anggota DPRD dari KAMI dan lebih memilih NU. Hamzah sudah mulai kenal dan “berguru” kepada senior- 217 . ayahnya mewakili Parmusi dan Hamzah mewakili NU. melainkan mewakili KAMI (kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) Kalimantan Barat atau angkatan 66. Pada tahun pemilu 1955. Di tingkat wilayah Kalimantan Barat. Tetapi yang menarik adalah perbedaan pilihan politik dalam sebuah keluarga tidak mempengaruhi hubungan antar keluarga. Hamzah menjadi anggota DPRD bukan “mewakili” NU.tidak ada perbedaan secara mencolok antara NU dan Muhammadiyah dalam hal ubudiyah. usia yang relatif muda dan mengagumkan dalam sebuah partai dengan sistem rekrutmen kader yang cukup ketat. Ketika itu usianya 30 tahun. semua memakai qunut. Bahkan dalam kampanye pemilu pada waktu itu mereka mewakili partai yang berbeda. Tetapi pada saat yang sama. setelah menjadi sekretaris wilayah. kebetulan ada kursi kosong dari NU yang kemudian Hamzah diminta untuk mengisi kembali Pengabdian Hamzah di NU sampai pada tingkat yang terus meningkat. Hamzah kemudian dipercaya menjadi wakil ketua tanfidziyah NU wilayah Kalimantan Barat. Pada waktu itu ada peraturan pemerintah yang mengharuskan semua orang KAMI atau angkatan 66 harus masuk Golkar atau berhenti. dari mulai cabang Ketapang sampai tingkat wilayah.

Perjalanan Hamzah Haz menjadi anggota DPR cukup panjang. Idham Kholid. Masykur dan lainnya. maka secara automatis Hamzah menjadi anggota MPW (Majelis Pertimbangan Wilayah) PPP Kalimantan Barat. Karena Hamzah menjadi anggota DPR RI dari NU. gurunya adalah orang-orang sudah lebih dulu mengenyam asam garam menjadi anggota DPR. muncul kebijakan pemerintah Orde baru untuk menyederhanakan partai-partai menjadi tiga partai politik NU bersama PERTI. KH. sejak masuk pada tahun 1971 sampai akhir tahun 1999. maka Hamzah menjadikan DPR sebagai “sekolah”. learning by doing. KH. MI. dijalaninya dengan penuh tanggung jawab karena sebuah kepercayaan. mengantarkan Hamzah menjadi wakil ketua komisi 218 . Hamzah sangat berbahagia sekali dapat berkumpul bersama mereka dan belajar terhadap pengalaman mereka. sejak menjadi anggota biasa sampai kemudian menjadi wakil ketua DPR. Kiprahnya di DPR diawali sebagai anggota komisi APBN. bahkan kepada putra-putri kyai/ulama yang menjadi “guru politik”nya. Hamzah masih tetap menghormati.seniornya seperti KH. Hamzah yang belum begitu menonjol pada saat itu. Pengalaman itu misalnya tentang konsistensi untuk memperjuangkan umat Islam dan bagaimana membangun hubungan dan relasi dalam berpolitik dan sebagainya. Maka dari itu. membuatnya nekat untuk belajar dan bekerja lebih keras lagi untuk “mengejar ketertinggalanya”. penghormatan terhadap mereka begitu terlihat sampai sekarang. Karena pengalamanya yang cukup panjang. PERSIS dan partai Islam lainnya mengaharuskan untuk berfusi dalam satu wadah yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Lebih dari itu. dan inilah kiprah awal Hamzah di lingkungan PPP. Ahmad Syaikhu.

Karena setelah itu Hamzah diangkat menjadi Menteri Koordinartor Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra dan Taskin) pada Kabinet Persatuan Nasional yang di bawah Komando KH. membuat orang menjulukinya sebagai Ayatullah APBN.APBN selama 10 tahun dari 1982-1992. Kiprah Politik Hamzah di Dewan berakhir setelah Ia menduduki posisi sebagai wakil Ketua DPR mendampingi Akbar Tanjung. Kecermatan analisisnya menjadi sumber dalam setiap penyusunan APBN. Bahkan pada era Reformasi. Dari kasus kredit macet BNI senialai 633. tepatnya ketika Habibie menjadi Presiden menggantikan Soeharto yang lengser pada tahun 10 Mei 1998. Kepakaran dan pengalaman Hamzah dalam bidang APBN. Hamzah sempat menjadi menteri Negara Investasi/Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Pada Pemilu tahun 1999 merupakan tantangan berat buat PPP untuk bertarung 219 . Bahkan karena penguasaanya terhadap APBN secara lebih mendetail dan menyeluruh. Bahkan bersama rekannya Umar Basalim (sekjen MPR RI dan Rektor Universitas Nasional). Hamzah menulis di surat kabar tentang persoalan politik dan terutama ekonomi. Abdurrahman Wahid sebagai Presiden.6 milyar paada tahun 1980 sampai pada kasus likuidasi dan penjualan tanah serta gedung KBRI di Singapura. Hamzah menjadi anggota Dewan sampai empat kalidisamping dipercaya sebagai ketua Fraksi PPP selama tahun 1992-1997 dan 1997-1998. Hamzah seringkali disebut sebagi kamus berjalan APBN yang selalu siap berkomentar tentang APBN kapan saja dimana saja. Bahkan bukan hanya itu masalah-masalah ekonomi yang berakit dengn devisa dan harta negara menjadi perhatian utamanya.

ditetapkannya asas Islam menjadi asas partai menggantikan Pancasila. Pertama. Muktamar IV PPP yang diselenggarakan tanggal 29 November 1998. Kedua. Seperti banyak dikatakan. Maka Habibie dalam merekrut kabinet mengakomodir dari partai lain termasuk PPP untuk menjadi kabinet Reformasi. Hal yang ketiga ini cukup peting terutama untuk basis NU di PPP. penggantian ini diperikirakan memiliki pengaruh yang signifikan dan meluas. Ir. Setelah satu tahun kurang tiga belas hari. Dari PPP ada dua orang yang masuk menjadi menteri. AM Saifuddin yang waktu itu juga menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Pangan dan Holtikultura pada Kabinet Reformasi . Setidaknya ada tiga hal penting yang dihasilkan muktamar. menetapkan kembali Ka’bah sebagai lambang partai menggantikan bintang dan Ketiga. memiliki makna yang sangat strategis. Ketika Habibie menggantikan Soeharto menjadi presiden pada tahun 1998. Hamzah Haz menjadi Ketua Umum DPP PPP periode 1999-2004 mengalahkan pesaing tunggal Dr.bersama partai-partai Islam lainnya. terpilihnya Dr. ada upaya untuk mengakomodir kekuatan partai lain selain Golkar untuk masuk dalam kabinet. bahwa pemilu 1999 diikuti oleh puluhan partai-partai Islam yang berarti jumlah pesaing semakin banyak dan beragam. yakni Hamzah Haz sebagai Menteri Investasi dan Kepala BKPM dan AM Saifuddin menjadi menteri Urusan Pangan dan Holtikultura. Maka menjadi ujian tersendiri buat PPP untuk bisa mempertahankan basis konstituenya untuk di DPR mapun DPRD. Hamzah bekerja sebagai Maninvest/kepala BKPM dengan penuh tanggung jawab dan sepenuh hati maka 220 . karena lebih 20 tahun lebih orang NU baru kembali memperoleh posisi Ketua Umum.

Karena dengan demikian Ia bisa berkosentrasi penuh pada partai 221 . Kekuatan poros tengah dalam sidang Umum MPR 1999. Tetapi karena desakan dan situasi politik pada waktu itu. Maka ketika harus memilih antara pertai atau menteri maka dirinya lebih memilih partai. kemunduran dirinya dari Kabinet Persatuan Nasional. Abdurrahman Wahid (atau yang akrab dipanggil Gus Dur). Sejak dari awal.Hamzah mengajukan pengunduran dirinya kepada presiden. Sejak menjadi menteri dirinya tidak pernah sekalipun datang ke kantor PPP. Bahkan dalam siaran persnya. Hamzah mengatakan. Hal itu pun diikuti juga oleh beberapa menteri lainnya seperti Akbar Tanjung yang terpilih sebagai Ketua umum Partai Golkar. Hal itu terbukti ketika dirinya tidak bisa berbuat apa-apa lagi terhadap partai karena kesibukannya menjadi menteri dengan perhatian yang minim dan lain sebagianya. sangat melegakan. Dalam kabinet Gus Dur itu Hamzah menduduki posisi sebagai Menteri Koodinator Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra Taskin). Hal itu sebenarnya sudah sering dikatakanya dalam intern PPP sendiri maupun poros tengah. Pilihan untuk mengundurkan diri sebagai menteri adalah konsekwensi yang harus diterima karena Hamzah terpilih sebagai Ketua Umum dan calon legeslatif dari daerah pemilihan Jakarta. kembali membawa Hamzah masuk dalam jajaran kabinet KH. sesungguhnya tidak ada niat atau keinginan sedikitpun diriinya untuk menjadi menteri karena berat dan besarnya tanggung jwab yang harus dikerjakan. maka Hamzah pun menerima tawaran tersebut. membuat Hamzah akhirnya lebih memilih mengundurkan diri dari Menko Kesra Taskin dan kosentrasi mengurus partai. padahal tamu yang datang banyak sekali.

. dengan KH. Ditambah Habibie didukung juga oleh beberapa kelompok Islam. maka Hamzah justru tidak. Pemilihan Umum tahun 1999 mengahasilkan PPP sebagai pemenang ketiga setelah PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Beberapa partai Islam selain PPP hanya mendapatkan kursi yang tidak terlalu signifikan. Hal itu cukup berpengaruh terhadap peta politik dan atmosfir politik Indonesia. Ia ingin merombak tradisi itu. Maka persaingan dan permusuhan politik pun tidak bisa dihindarkan. membuat policy. Abdurrahman Wahid sebagai calon presidennya Kekuatan tandingan itu yang kemudian populer disebut sebagai “Poros Tengah” terbukti berhasil mampu menggeser kekuatan politik utama dan menjadikan semua 222 . Bahkan ketua umum harus memosisikan dirinya seperti komisaris dalam perusahaan yang hanya berfungsi mengontrol. Pada saat yang sama Partai Golkar dengan Habibie sabagai calon presidenya tidak jauh berbeda suasana psikologispolitisnya dengan PDI Perjuangan. Pada umumnya ketua umum partai memiliki jabatan formal. Mengatasi kebuntuan politik dan menghindarakan dari Sidang Umum MPR dari ancaman deadlock maka para politisi yang tergabung dalam kelompok Islam membentuk suatu “kekuatan politik tandingan” sebagai kekuatan alternatif. yang merencanakan. untuk memastikan dan memperjuangkan Megawati sebagai Presiden RI. Sedangkan yang lain seperti direkturnya berfungsi melaksanakan tugas dari kebijakan-kebijakan tersebut. Kemenangan PDI Perjuangan dengan Megawati sebagai calon presidennya dalam pemilu 1999 membuat kelompok ini memilki keberanian dan kepercayaan diri dari para elite partai maupun masyarakat bawah yang sangat fanatik.

Poros tengah sesungguhnya. Maka tidak ada keterkaitan politik apapun ketika semua kepentingan sudah berhenti misalnya pada Sidang Umum belaka. poros tengah sebagai kekuatan politik secara formal pada saat ini dianggap telah bubar dan tidak ada. Poros tengah kemudian berubah menjadi kekuatan sentral yang menentukan. Meskipun secara individual mereka masih melakukan aktivitas politik secara bersamasama. Poros tengah hanya bisa disebutkan dalam konteks politik pada waktu sidang umum 223 . Sementara Megawati dan Akbar Tanjung sebagai pemenang pemilu pertama dan kedua hanya mendapatkan posisi wakil presiden dan ketua DPR. seiring dengan kecenderungan politik. Terbukti mampu menggilkan Gus Dur dan Amin Rais dalam posisi yang penting.Dus. Menyadari posisi tersebut. Hamzah memainkan kartukartu politiknya untuk melakukan bargaining position dengan kawan maupun lawan kelompoknya. seperti yang disebutkan oleh Azyumardi Azra. Artinya ikatan dan konsensi yang terjadi antara kelompok satu dengan yang lain dalam wadah poros tengah terbatas pada kepentingan yang terjadi pada saat itu. Tidak mengherankan apabila dalam perjalananya. Sebagai kekuatan politik alternatif. poros tengah. presiden Abdurrahman Wahid mendapatkan serangan dan kritik politiknya justru dari kelompok yang dulu membidani poros tengah. PPP dengan 58 kursi ditambah dengan 13 utusan daerah mempunyai peran yang sangat diperhitungkan terutama ketika bergabung dalam kelompok baru. Dalam pada itu.skenario politik Indonesia berubah drastis. tapi lagi lagi itu bukan mengatasnamakan secara eksplisit sebagai poros tengah. sifatnya sesaat dan kontraktual.

Aep Saifulloh Fatah. bahkan hampir di tiap lini kehidupan sosok santri dapat berkiprah dan menunjukkan eksistensinya.com 224 . Beberapa nama alumni menghiasi deretan panjang tokoh-tokoh terkemuka di Indonesia46 dari masa ke masa. artinya politik yang dibatasi oleh waktu dan situasi tertentu karena kepentingan tertentu dan akan habis ketika kepentingan itu sudah tercapai. silahkan klik www. Agenda-Agenda Demokratisasi Pasca Orde Baru.MPR 1999. ketika Gus Dur akhirnya harus lengser karena “dilengserkan” oleh sidang umum MPR tahun 2001. sekarang sudah ada ensiklopedi tokoh. Interaksi santri dengan dunia yang terus melaju pesat. Karennya. Megawati naik menjadi presiden dan sidang memutuskan Hamzah Haz sebagai wakil presiden. Beberapa posisi penting. 45 Eep Saifulloh Fatah. Zaman Kesempatan. bersama membangun agama dan bangsa. Pendidikan pesantren mengalami perubahan dari pola “tradisional” kepada polapola “modern”.tokohindonesia. pengamat politik dan dosen ilmu politik Universitas Indonesia mengibaratkan bahwa poros tengah sebagai politik mut’ah. poros tengah pada saat itu tidak terlalu solid. dalam arti dapat bubar. nampaknya tidak mampu lagi dihadapi hanya dengan pola pengajaran keagamaan semata. karena kecurigaan-kecurigaan akan monufer politik yang berkembang sangat cepat dan dinamis45. 59 46 Untuk lebih dekat dengan tohoh-tokoh Indonesia baik dari pesantren maupun non pesantren. Karir politik Hamzah sampai pada puncaknya.h. tetapi penting rasanya juga dibekali dengan ilmu-ilmu keterampilan yang dapat mendukung pergumulan mereka dengan dunianya.

sistem evaluasi. kurikulum. yang selama ini dianggap simbol kejumudan (kebekuan) dan kemandegan (stagnasi). kitab-kitab dan lain sebagainya. pondok. Dunia pesantren yang nyaris dipahami oleh masyarakat sebagai dimensi yang tidak berubah. untuk itu perlu adanya perbaikan dengan cara melakukan rekonstruksi terhadap sistem pendidikan yang ada. asalkan tidak lepas dari bingkai ashlah (lebih baik). Pesantren bukan berarti tidak mempunyai kelemahan dan kekurangan. Bahkan dunia pesantren telah memperkenalkan kaidah yang sangat populer al- muhafadzatu ‘ala qodimissalih wal-‘akhdu bil-jadidil ashlah (membina budaya-budaya klasik yang baik dan terus menggali budayua-budaya baru yang lebih konstruktif ). seperti: tujuan pendidikan. ketika dunia pesantren 225 . Selain itu pesantren . pada kenyataannya memiliki dinamika perkembangan yang dinamis. bisa berubah. Begitu pula. mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman..BAB VII PESANTREN MASA DEPAN (POST MODERN) Pesantren adalah dimensi pendidikan yang memiliki elemen-elemen penunjang yang khas. ruang belajar. Keharusan untuk mengadakan rekonstruksi ini sebetulnya telah dimaklumi. dan perangkat lainnya yang menunjang proses belajar mengajar. metode pengajaran. mempunyai dasar-dasar yang kuat untuk ikut mengarahkan dan menggerakkan perubahan yang diinginkan.mempunyai elemen yang bersifat soft-ware. Kebebasan membentuk sistem pendidikan baru merupakan keniscayaan. baik elemen yang bersifat hard-ware seperti : mesjid.

Pesantren modern berarti pesantren yang selalu tanggap terhadap perubahan dan tuntuan zaman. maka aspek ashlah merupakan aspek kunci yang harus dipegang. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren bukan berarti merombak seluruh sistem yang ada yang berakibat hilangnya jati diri pesantren.diharuskan mengadakan rekonstruksi sebagai konsekuensi dari kemajuan dunia modern. sehingga diharapkan pesantren mampu melahirkan ulama-ulama intelek yang mampu menjawab tantangan zaman. seperti : keikhlasan. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren tidak perlu mengorbankan nilai-nilai. Bingkai Pesantren Sebagaimana diungkap di atas bahwa rekontruksi pesantren atau perubahan apapun terhadap pendidikan pesantren harus selalu memperhatikan bingkai pesantren. Sistem pendidikan pesantren tidak seluruhnya baik dan tidak seluruhnya jelek. kesedarhanaan. Bingkai tersebut merupakan suatu yang harus ada dan menjiwai kehidupan dipesantren 226 . H. ukhuwah Islamiah. Rekonstruksi sistem pendidikan pesantren tidak harus merubah orientasi atau mereduksi orientasi dan idealisme pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddiin dalam pengertian luas. kemandirian. dan bebas dalam memilih alternatif jalan hidup dan menetukan masa depan dengan jiwa besar dan sifat optimis menghadap segala problematika hidup berdasarkan nilai-nilai Islam. Pelajaran agama tidak hanya diartikan ilmu-ilmu keagamaan dan apriori terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. untuk itu pimpinan pesantren dituntut untuk dapat memilih dan memilah mana yang harus diperbaharui dan mana yang harus dipertahankan.

Bentuk keikhlasan ini bisa beraneka ragam sesuai dengan tradisi yang dikembangkan di pesantren masing-masing. Jadi suatu lembaga bisa disebut pesantren bila kehidupan didalamnnya digerakkan oleh keikhlasan dan mendidik santrinya untuk mewarisi keikhlasan dalam beramal. apa lagi kalau tercerabut dari akar perjuangan dakwah Islamiyah.yang memang merupakan hasil pengamatan yang mendalam atas kehidupan yang dikembangkan di pesantren. kesederhanaan. demikian juga para santrin belajar dengan ikhlash niat ibadah mencari ilmu. 48 Santri membantu pekerjaan Kyai baik di rumah maupun di ladang tanpa mengharapkan imbalan material. maka menurut kerangka ini bukan pesantren tapi lebih tepat disebut sekolah berasrama atau boarding school atau lainnya. ukhuwah Islamiyah. Yang jelas semua aktivitas tidak dimotori atau diukur oleh imbalan material. Para kyai dan ustadz mengajar dengan ikhlash47 bukan karena imbalan materia (gaji). hal ini berlaku umum disemua pesantren tidak hanya Gontor saja. ada yang mengembangkan konsep khidmah48 kepada guru sebagai wujud dari keikhlasan. berdikari. maka ilmu yang didapat diharapkan bermanfaat. bukan karena mereka sudah bayar atau membayar guru. dan kebebasan. dan seterusnya. jika suatu lembaga pendidikan walaupun mengambil bentuk pesantren namun tidak ada semangat keikhlasan pengelolanya. Dalam hal ini KH Imam Zarkasyi mencoba merumuskan hasil pengamatannya terhadap dunia pesantren. 227 . 47 Ikhlash adalah inti yang membedakan anatara pesantren dengan lembaga pendidikan lain. menurutnya pesantren itu memiliki minimal lima jiwa: Keikhlasan. Ada yang menjadikan kepatuhan pada aturan yang digariskan pimpinan sebagai wujud dari keikhlasan. Dengan suasana ini diharapkan ada keterikatan batin anatara kyai sebagai guru dan santri sebagai murid dengan satu tujuan ibadah.

Kelima adalah kebebasan. atau jiwa mandiri. kehidupan di pesantren harus mandiri dan mendidik santrinya agar bisa mandiri. Jadi kehidupan di pesantren tidak berdasarkan pada hidup mewah dan serba berlebihan. supaya bisa beribadah lebih banyak. akan tetapi sebatas memenuhi kebutuhan. 228 . Selain kelima jiwa minimal yang membingkai pesantren bisa juga dikembangkan dengan menambah jiwa-jiwa lian yang bisa diamati dari kehidupan di pesantren. kebutuhan untuk hidup. pekerjaannya sendiri serta tidak manja. bersaudara karena satu agama. persaudaraan sesama muslim. serta kepedulian dan seterusnya. harus menjadi itu dan ini. bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. yang penting adalah bagaimana bisa mewujudkan bentuk keislamannya bagi dirinya dan bagi keluarga serta masyarakat sekelilingnya.Kedua adalah jiwa kesederhanaan. pengorbanan. kehidupan dipesantren diwarnai kesederhanaan. Ketiga adalah berdikari."makan untuk hidup bukan hidup untuk makan". sehingga tergambar suatu tatanan masyarakat yang memiliki rasa persaudaraan. bebas dalam menentukan jalan hidup dalam arti tidak diikat oleh mazhab atau partai kyainya. hal ini akan tercermin dalam suasana latihan tolong-menolong. satu keyakinan dan satu perguruan. atau juga sesama temannya. dan saling membantu. Untuk mengambarkan kondisi ini tidak jarang pak Kyai membantu santrinya yang menghadapi kesulitan keuangan. untuk mengerti arti sederhana yang paling mudah adalah menunjukkan lawan katanya yaitu kemewahan atau berlebihan. Keempat suasana persaudaran. seperti jiwa perjuangan.

Budaya swadaya ini begitu kental dalam dunia pesantren. Sebagaimana diungkap dalam kisah lahirnya pondok pesantren. dan menjadi pilar kemandirian pesantren maupun kemandirian para santrinya nanti. ada kyai yang memiliki ilmu. maka para santri dibantu masyarakat sekitar mulai membangun pondokan-pondokan untuk tinggal mereka. Problem Yang dihadapi Pesantren Pesantren sebagai refleksi dari kebutuhan masyarakat muslim atas lembaga pendidikan yang dapat mendidik dan mengajari putra-putri mereka tentang agama Islam dan pembiasaan kehidupan berpolakan ajaran Islam. datang para santri yang mau menuntut ilmu dan belajar pada kyai. karena rumah kyai tidak bisa menampung santri yang berdatangan. hampir semuanya terbangun atas dasar swadaya para santri dan orangtua santri serta masyarakat sekitar. Walaupun demikian bukan berarti masalah pendanaan tidak menjadi problema. Selain masalah pendanaan ada beberapa permasalahan lain yang dihadapi pesantren yang bisa disebutkan di sini: • • • • • • Pendanaan Pengembangan & Manajemen Pengelolaan Pengakuan dan Legalitas Pencitraan Informasi dan Publikasi Politik 229 . tapi tetap menjadi salah satu problema pesantren ketika kebutuhan akan sarana semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya populasi santri.I.

karena dalam prakteknya kalangan pesantren sentiasa terus berjuang dan gigih. Jika asrama menampung seratus santri artinya harus tersedia minimal 10 kamar mandi dan WC dengan persediaan air bersih yang cukup. bagi pesanatren masalah ini menjadi permasalahan serius49 ketika dituntut pasilitas sejalan dengan meningkatnya populasi santri.1.50 aran jemuran pakain dll. 50 Masalah air ini masih menjadi kendala bagi kebanyakan pesantren. masalahnya menjadi lebih kompleks. dan beberapa buah WC. Pendanaan Masalah pendanaan hampir menjadi kendala setiap pergerakan apapun. jika para santri ikut ke sumur-sumur penduduk sekitar. Permasalahan akan semakin komplek ketika pesantren memilih pola anak asuh bagi para duafa dan yatim piatu. karena jika diserbu 10 orang santri saja sumur mereka bisa kering 230 . tidak pernah terhenti kegiatannya dengan alasan dana. 49 Pengungkapan masalah pendanaan ini tidak berarti pesantren atau kyai mengeluh. sebuah pesantren juga harus mempersiapkan ruang tinggal dan saranannya seperti WC dan kamar mandi dengan ratio minimal 1 berbanding 10-20 orang santri. tidak ada pesantren terhenti kegiatannya karena alasan dana. kantor guru. apa lagi di musim kering. berbeda dengan sekolah atau perguruan tinggi. mushala. 1 orang 60 liter air per hari. tapi semata-mata mengungkap realitas hasil pengamatan. karena selain mempersiapkan ruangan belajar. Lain halnya dengan sekolah atau perguruan tinggi untuk prasarana standard cukup ruang belajar. jika ada yang terpaksa terhenti juga biasanya karena kekosongan kaderisasi kyai atau karena kyai alih profesi. karena pendanaan tidak saja dibutuhkan untuk sarana dan prasarana tapi juga untuk konsumsi para santri dan para asatidznya. berdasarkan pengalaman mereka tidak bisa mengizinkannya.

transportasi. ruang inap tamu yang semuanya semakin memperluas medan kebutuhan pesantren sesuai dengan tuntutan zaman dan pola hidup yang berkembang dimasyarakat. biasanya pesantren tidak menggantungkan diri pada bantuan pemerintah baik pusat maupun daerah. Pola-pola swadaya pesantren dalam pembangunan biasanya menghidupkan kegiatan infaq dan shadaqaoh dari kalangan masyarakat. wali santri dan bahkan dari pengelola pesantren sendiri. Karena berbagai pasilitas tadi menjadi tuntutan baik intansi pemerintahan maupun masyarakat yang akan memesantrenkan anaknya. juga sarana konsumsi seperti dapur dan ruang makan menjadi agenda tambahan. lahan bermain. Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan ini sejak awal pesantren sebagai lembaga swadaya yang mandiri berusaha menyelesaikannya sendiri.Selain masalah di atas. serta sarana olahraga. sarana kesehatan. apalagi pada masa-masa awal pemerintahan adalah pihak penjajah yang menganggap pesantren sebagai ancaman. Dewasa ini jika diinventarisir sumberdana pesantren adalah: • • • • Kyai Masyarakat Muslim Wali Santri Intansi Pemerintah mauapun Swasta 231 .

tepatnya desa Susukan Ciawigebang Kuningan ada sekitar 80 santri yang selain tinggal dipesantrennya (al-makmur) juga disekolahkan / kuliah dengan biaya dari hasil usaha pak kyainya termasuk konsumsi mereka sehari-hari. maka bantuan bervariasi antara barang dan uang. atau bahkan unit-unit gedung. baik dari usahanya atau dari hasil ladangnya.52penerbitan kalender atau penjualan produk pesantren.). (Jakarta: Risalah Gusti. lihat juga Hasan Basri "Kasta Di Antrara Kita" http://www.html 232 . besi ataubahanbahan material bangunan lainnya. Akhir-akhir ini ada trend baru penghimpunan dana dengan membuat "jaringan" di jalan raya 51 Sebagai contoh. di daerah sekitar penulis tinggal.com/msg02774.mailarchive.51 Kedua Masyarakat Muslim. 52 Tehnik pengumpulan dana seperti ini sering melahirkan kecurigaan di kalanagan masyarakt penderma yang meragukan kebenaran program dan kejujuran para pengumpul derma. Tidak jarang para dermawan yang kaya misalkan memngambil jatah pasir. 11.biasanya pola pengumpulan dana pembangunan dengan mengirimkan delegasi pengumpul dana yang berkeliling ke desa-desa dengan mebawa rencanan pembangunan. h. kalau bangunan itu berbentuk pisik. yakni para simpatisan yang peduli terhadap aktivitas pendidikan Islam dan dakwah Islamiyah biasanya dengan sukarela membantu pembangunan pesantren.com/indonews@indo-news. banyak kyai yang memiliki usaha atau bergerak dalam bidang tertentu yang kemudian sebagian dari penghasilannya itun dipakai untuk pendanaan pesantrennya. biasanya kyai berperan sebagai pelopor pendanaan pesantren. serta formulir atau list berisikan daftar penyumbang dengan nominal sumbangan yang diberikan.Pertama Kyai. lihat Ahmad Toharri Cerpen berjudul "Atasnama Agama" dalam kumpulan cerpennya Mas Mantri Menjenguk Tuhan. Selain pola di atas bagi pesantren pemula yang belum dilihat hasil pendidikannya.1997. ada juga yang mensuplay kebutuhan bangunan untuk satu lokal ruang belajar.

Ketiga wali santri. ada pesantren yang mencanangkan saja uang pangkal dan uang bangunan pada saat pendaftaran santri baru setiap angkatan. pola-pola pendanaan dari wali santri sangat beragam. biasanya tergantung pada latar belakang usaha atau profesi wali santri. dengam membangunkan sarana tertentu atau mengirimkan pasilitas tertentu. Hal ini berjalan seperti di pesantren Daarunnajah Jakarta.atau mengirimkan santri untuk berkeliling ke desa-desa dengan menghimpun infaq baik berupa uang maupun beras. atau kebutuhan sesuai kesimpulan yang diambil wali santri sendiri. artinya ia mengusulkan dan ia juga yang membuatnya. dalam hal ini kharisma kyai sanagtlah menentukan. Bantuan wali santri bisa juga sebagai respon atas kegiatan yang dilakukan pesantren. walaupun demikian tidak menutup kemungkinan bagi wali santri yang ingin berinfaq lebih dari yang di gariskan pesantren. 233 . warung-warung serta kantin untuk jajan santri yang semuanya diorganisir hingga labanya bisa dipakai pembangunan pondok dan kebutuhan pondok lainnya dengan motto dari kita oleh kita untuk kita. Selain cara di atas. biasanya dilakukan sendiri oleh kyai yang berpengaruh dan memaparkan kebutuhannya. penghimpunan dana juga dengan jalan silaturahmi kepada para hartawan / pengusaha lokal. Selain itu bisa juga berupa sisa uang makan dan spp santri yang diorganisir pesantren termasuk uang jajan santri. Al-Basyariyah Bandung dan pesantren lainnya. caranya dengan menyelenggarakan koperasi dapur.

karena sangat berhubungan erat dengan sistem soial masyarakat pesantren. 2. Untuk intansi yang formal spereti ini biasanya pihak pesantren mengajukan permohonan tertulis dengan proposal lengkap. Pengembangan dan Manajemen Pengelolaan Problem lain bagi pesantren adalah masalah manajemen dan pengelolaan. tahap berikutnya adalah tahap sosialisasi terhadap masyarakat luas yang merupakan basis pesantren. diluar definisi akademik).Keempat intansi pemerintah maupun swasta serta organisasi-organisasi keagamaan seperti Rabithah Alam Islami dan Haiah Igotsah yang programnya memang mendukung kativitas dakwah Islmaliyah. karena status dan kedudukan kyai maka perubahan ke arah pengembangan dan manajemen di dunia pesantren harus hati-hati. tentu saja dengan menyelenggarakanacara-acara mengkomunikasikan. Seperti sudah dimaklumi bahwa sistem suatu pesantren mengakar tidak saja di dalam lingkungan pesantren tapi juga di dalam tubuh komunitas pesantren dalam hal ini masyarakat luas yang biasa menghargai pesantren dan memiliki kerangka berpikir sendiri tentang pesantren (katakanlah sebuah sistem norma. bila yang dituju organisasi seperti Robithah maka dokumen harus disertai sertifikat wakaf dan laporan modal yang tersedia di pesantren. reini alumni dan semisalnya untuk 234 . Perubahan bisa dilakukan hanya dengan kaderisasi dan persiapan calon kyai. ini pada tahap pertama. ajaran dan kualifikasi suatu yang disebut dengan pesantren.

235 . SMP atau SMA.mereka mencoba menawarkan ide perkoprasian. pada tahun 2004 belakangan ini berkenaan dengan legalitas menjadi mencuat ketika lulusan pesantren dicalegkan dan menpata dukungan yang banyak. termasuk juga departemen kesehatan dan intansi lainnya seperti kependudukan dll. dan baca tulis di dunia pesantren. Belakangan departemen agama sejak tahun 2000 an mulai memperhatikan pesantren demikian juga diknas53. walaupun telah ada program kejar paket A. mereka terpaksa menghadapi masalah dengan dibutuhkannya ijazah formal seperti Aliyah. Pengakuan dan Legalitas Masalah yang dihadapi pesantren adalah masalah legalitas lulusannya. Masalah ini kini menjadi suatu yang diperjuangkan pesantren. kehutanan dengan HPH-nya. Tsanawiyah. B. pada tahun 1997 an di kab Kuningan Jawa Barat ada semacam pembentukan kopontren besar-besaran dan obral badan hukum --walaupun akhirnya tidak semuanya berjalan-. namun permasalahan legalitas bukan berarti terselesaikan. 3. selain depkop juga departemen pertanian dengan gagasan agribisnis pesantren. & C yang biasanya diarahkan ke pesantren sebagai solusi untuk memperkenalkan pelajaran umum. Bahkan 53 Usaha yang dilakukan biasanya berbentuk penataran dan pengarahan pimpinan pondok.Beberapa instansi yang mecoba masuk ke pesantren dengan gagasangagasan perbaikan adalah departemen koperasi dan UKM. untuk wilayah Jawa Barat bentuk nyata dari depkes adalah dengan dilibatkannya pesantren dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dalam bentuk poskestren pada masa Nuriana menjabat Gubernur.

Pada tahun 2003 an pesantren-pesantren ala Gontor (KMI/TMI) menyusul pesantren induknya mendapat penyetaraan dengan tamatan SMA Departemen Pendidikan Nasional.54 Semoga adalam waktu dekat sesuai dengan perkembangan budaya dan cara hidup yang semakain maju. 2414/C/MN/2004 tertanggal 20 April 2004 kepada seluruh rektor perguruan tinggi negri mapun swasta yang menjelaskan bahwa Ijazah yang dikeluarkan pesantren tersebut bisa dijadikan syarat tes masuk ptn/pts di Indonesia 236 . Ulu Jami Jakarta Selatan. KMI Pesantren Ta'miiruyl Islam Tegalsari Surakarta Jawa Tengah. TMI Pesantren Modern AlMizan Narimbang Rangkas Bitung Banten. Lenteng Sumenep Madura. tentu saja dengan usaha pembenahan di sana-sini dan dengan kualifikasi yang mampu mengangkat pendidikan kita. SK ini juga disusul dengan surat edaran bernomor. Pencitraan 54 Lihat SK Mendiknas Nomor: 240/C/KEP/MN/2003 dan lampirannya. legalitas pesantren bisa dinikmati seluruh lemabga pendidikan pesantren di Indonesia. MMI Pesantren Mathabul Ulum. melalui SK Mendiknas Nomor:240/C/KEP/MN/2003 tertanggal 20 Juni 2003 msilannya diakui 9 pesantren antara lain.pada masa kampanye presiden tahun 2004 menjadi janji calon presiden dan tuntutan masyarakat pesantren dalam berbagai dialog dan pertemuan. 4. TMI Pesantren Darunnajah. TMI pesantren Al-Basyariyah Cibaduyut Bandung dan TMI Pesantren Modern Al-Ikhlash Ciawilor Kuningan Jawa Barat.

Yang tidak kalah seriusnya pesantren menghadapi masalah pencitraan di mata ummat dan bangsa. tapi yang perlu ditandaskan bahwa dalam harta kita ada jatah untuk kepentingan agama dan kepentingan umum. menuntut hak shodaqoh yang kalau tidak didatangi juga tidak ingat akan keharusan bersedekah. yaitu mengingatkan kepada khalayak bahwa sebagian rijqi perlu dinafkahkan di jalan Allah. Dan masalah pendidikan agama adalah tanggungjawab semua. Agak apologi memang. sering terdengar istilah jorok dan kumuh dinisbahkan kepada pesantren. sementara masyarakat muslim berkewajiban menyokong kegiatan tersebut sehingga terciptalah sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan dan ummat sebagai penggunanya. Berkenaan dengan pencitraan lain adalah karena kegiatan pengumpulan dana pembangunan dengan pola jaringan dan delegasi pengumpul derma keliling ke kampung-kampung juga meninggalkan kesan pesantren dan santri selalu "mengemis". 5. Penjelsan tentang metode pengumpulan dana seperti itu sebenarnya kalangan pesantren memiliki misi. pihak pesantren hanya menyelenggarakan sesuai dengan tugasnya dakwah Islamiyah. Informasi dan Publikasi 237 . Walaupun sebagian pesantren telah menata diri tapi kesan tersebut masih belum sirna. pencitraan tersebut biasanya dikaitkan dengan kebersihan dan penataan lingkungan. Selain juga mempasilitasi mereka yang mau berderma supaya tidak usah jauh-jauh atau repot-repot mencari sasaran.

bahkan sampai pada isu terosrisme seperti "image" yang sedang dibangun AS di mata Internasional.Informasi dan publikasi bagi pesantren agak tertinggal. Perjuangan men"citrakan" Islam dalam kancah percaturan kehidupan sosial dan budaya dengan upaya Islamisasi berbagai sektor dan komponen kehidupan menjadi suatu keharusan dan kewajiban setiap individu muslim di 238 . atau jika keluarganya dari pesantren maka ada kerabat lain yang juga mesantren. Ini gejala umum. artinya jika bapaknya dasri pesantren. Kenyataan ini membentuk pesantren menjadi suatu komunitas turun temurun. Ada semacam daur ulang input pesantren. kecuali beberapa pesantren dan short couse yang dilakukan penyelenggara pesantren kilat di Puncak yang dengan mudajh bisa kita baca di koran misalnya. semua ini mungkin karena minimnya publikasi dan informasi tentang pesantren. mulai dari isu-isu politik isu pembangunan. juga karena pencitraan buruk sebagaimana dikemukakan di atas. walaupun ada juga kalangan non pesantren dengan niatan mendalami agama memasukkan anaknya ke pesantren sebagaimana alumni pesantren menyebrangkan anaknya ke luar pesantren. Politik Islam sebagai agama mayoritas bangsa Indonesia memungkinkan untuk dijadikan bahan rujukan berbagai persoalan. Tidak seluruh masyarakat mengetahui kegiatan dan keberadaan pesantren. 6. ada semacam tabu bagi pesantren untuk mengiklankan kegiatannya. maka anaknya juga dipesantrenkan. alumni memasukkan anaknya ke pesantren almamaternya. ekonomi.

Hal ini menjadi penting untuk dikritisi karena ada perbedaan tajam antara 'mencitrakan Islam" dengan menjadikan Islam sebagai perisai suatu kekusaan tertentu dalam kancah politik. Seperti kegiatan safari Romadlan yang dilakukan Harmoko dengan mengunjungi pesantren-pesantren pada saat ia jadi mentri. menguntungkan bagi pesantren dari satu sisi yaitu publikasi (Harmoko pemilik media saat itu karena menjabat menteri penerangan) pesantren bisa masuk TV.tengah "penggunaan isu-isu keislaman" seperti diungkap di muka. ketika pemerinatahan kurang menghargai pesantren seebagai asset bangsanya. Namun bisa juga mengancam keberadaan pesantren karena terkotakkan pada parpol tertentu. halaman berita koran dan majalah. 239 . yang terjadi adalah -sebagaimana di masa penjajahan-. di sisi lain menjadi negatif karena pengkotakan tadi dan karena dunia politik seringkali pada dataran tertentu berlawanan dengan misi pesantren.55 Konstelasi politik juga sering menjadi permasalahan bagi pesantren walau kadang menguntungkan juga. Problema lain adalah ketika kyai-nya dipercaya atau diminta untuk dicalegkan ini di satu sisi positif karena medan dakwah kyai menjadi luas.56 Selain masalah di atas juga sistem pemerintahan. Islam. Citra atau Perisai? (sebuah catatan untuk Pemda & DPRD) HU Mitradialog Selasa 11Januari2004 56 Pernah terjadi di masa ORBA suatu pesantren terhenti kegiatannya karena pimpinannya begabung dengan partai atau peserta pemilu. Tata Taufik.pesantren sebagai suatu yang harus dijauhi 55 M.

dan bisa kita analisa untuk membantu berpikir mencarikan jalan keluarnya. pernyataan ini tidak berarti bahwa SDM pesantren dewasa ini lemah. Cara mudah dalam hal ini adalah mengembangkan budaya baca dan budaya dengar di pesnatren. Bersamaan dengan kaderisasi juga pengayaan SDM yang ada dengan berbagai kemahiran baik manajerial maupun kemahiran lain yang sesuai dengan tuntutan zaman. Selain keenam permasalahan di atas sebenarnya masih banyak lagi problema lain yang bisa ditemukan dalam dunia pesantren. Dimensi SDM Medan-Medan Pengembangan Berangkat dari permasalahan di atas. J. yang dimaksud di sini adalah pengembangan terus-menerus serta kaderisasi. yang harus ditempuh adalah pengembangan sumber daya manusia. Jangan sampai suatu pesantren "terhenti" hanya karena meninggalnya kyai yang biasanya menjadi komandan sekaligus tumpuan kepercayaan ummat maupun santri. untuk pengembangan pesantren dalam berbagai segi baik pendanaan. 1.dan dimusuhi. sehingga ketika kyai tersebut (figur) wafat maka pesantrennya ikut mati juga. karena kepiawaian dalam berpidato maupun 240 . ungkapan pesantren sebagai "sarang teroris" misalkan yang muncul pada tahun 2000an ikut memperkeruh kesan terhadap pesantren. pengelolaan maupun manajemen serta permasalahan lainnya.

Pengembangan seperti ini dapat dilakukan pesantren dengan mudah karena sekarang sudah banyak sarjana-sarjana IAIN misalnya yang ada disekitar /mengelola pesantren.berdebat (biasanya sudah dimiliki para santri) harus didukung dengan informasi (pengetahuan) yang luas supaya tidak tertinggal. 241 . Di masa depan nampaknya sumberdaya yang handal sangat membantu pengembangan pesantren untuk senantiasa bisa eksis di era global tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisi baik yang telah dimiliki. para pemimpin negara kita serta pengarah kebijakan kita adalah orang-orang yang memiliki dasar pengamalan dan pengetahuan agama yang baik---sementara pengamalan keagamaan di pesantren telah menjadi tradisi. Tehnik pembuatan surat resmi serta kemahiran administratif lainnya juga layak untuk diajarkan terutama bagi santri senior yang biasanya dilibatkan membantu kyai mengelola pesantren. tehnik penyampaian gagasan (presentasi) dan tehnik pembuatan proposal bisa juga dijadikan kemahiran tambahan. maka bentuk pengembangan lain bisa dilakukan misalnya dengan menambah kemahiran teulis menulis baik tulis halus (kaligrafi) maupun penulisan karangan atau artikel serta kegiatan lain yang bisa membantu pengembangan diri santri di masa datang baik untuk dirinya maupun untuk pesantrennya. bila demikian adanya. coba bayangkan alangkah indahnya jika ilmuwan kita nanti. Mungkin kegiatan sebagaimana di atas bagi beberapa pesantren bukan hal yang asing.

tapi justru akan lebih mendukung semangat peran tadi dengan melahirkan ulama yang mumpuni. ini juga termasuk kegiatan dakwah. laboratorium. Artinya jangan sampai niatan baik masyarakat untuk mempercayakan pendidikan anaknya di pesantren terhalang karena kurangnya daya tarik penampilan fisik pesantren. Dimensi Fisik Selanjutnya sebagai jawaban atas pencitraan buruk pesantren yang sering dikesankan kumuh. Selain itu harus memiliki halaman dan tempat gerak / bermain yang memadai baik halaman asrama maupun ruang belajar. perpustakaan. Dalam kesejarahannya ulama itu dituntut serba bisa mulai dari memimpin sholat sampai memimpin perang sebagaimana yang dicontohkan Rasul SAW. dapur. Dalam daftar isian akreditasi diknas misalnya mencantumkan pertanyaan sekitar. ruang makan. 2. sebelum membawa anaknya ke pesantren wali santri biasanya melakukan survei terlebih dahulu. baik pencahayaan maupun luas ruangannya.Pengembangan ke arah ini tidak berarti mengesampingkan peran pesantren sebagai pencetak ulama dan tempat mengaji agama. 242 . ruang kantor. apalagi zaman sekarang. kedepan pesantren dituntut untuk menata bangunan fisiknya sehingga indah menawan. Mulai dari mengajarkan agama sampai mengajar berniaga dan memimpin negara. Idealnya bangunan pesantren sebagaimana tempat pendidikan lainnya memiliki ruang belajar sesuai standard. asrama dan ruang belajar serta sarana olahraga. dakwah harus berpenampilan simpatik dan memiliki daya tarik.

pembacaan tek bahan ajar serta tanya jawab sebagai variasi dari metode sorogan atau wetonan. yang pasti para santri nantinya akan hidup di masyarakat yang demikian kompleks. tergantung haluan yang mau dijadikan pijakan apakah tepe salafiyah plus madrasah atau salafiyah murni.3. Cuma barangkali tipe manapun yang diambil pengembangan materi maupun metodologi bisa senantiasa dilakukan sejalan dengan pola-pola pengajaran yang lebih banyak dipakai atau secara variasi. tepe KMI Gontor atau pesantren modern sesuai konsep dan pilihan yang dianggap tepat bagi para pengelolanya. serta bisa menghitung. Bisa saja misalkan materi "fathul kutub" dipakai sebagai cara pengenalan kitab-kitab kontemporer kepada para santri senior. Mengenai materi umum di pesantren salafiyah apakah harus dimasukkan atau tidak. 243 . bisa juga pengajaran kitab-kitab klasik dengan metode diskusi atau dengan metode pengajaran modern yakni dengan langkah-langkah misalkan penyampaian materi. pencarian kosa kata yang sulit. sudah barang tentu mereka harus mengenal cara-cara bermasyarakat dengan baik. Dimensi Materi dan Dimensi Metodologi Untuk materi sebagaimana telah dibahas dalam Bab II tentang metodologi dan upaya pembaruan. hidup sehat.Begitu juga sebaliknya bagi pesantren modern bisa mengenalkan kitab-kitab klasik lewat acara fathulkutub dst. Walaupun tidak diajarkan secara rutin ilmu-ilmu kemasyarakatan tersebut bisa disajikan dalam bentuk studium general atau penataran.

tidak mustahil nanti ada pesantren dengan kejuruan perfilman.Ag. atau alat-alat bantu pembelajaran lainnya (tehnologi pendidikan) karena biasanya para santri selepas pesantren lebih akrab dengan dunia pembelajaran dan presentasi (ceramah dan pidato). perikanan. maka materi tambahannya adalah metodologi dakwah. tapi lebih berupa pengenalan tekhnologi dan penggunaannya. Dimensi Teknologi Bagi pesantren. ilmu jiwa dan sosiologi. 244 . Demikian juga jika yang diambil jurusan pendidikan maka ada penambahan materi khusus berkenaan dengan pendidikan. peternakan dll. Kalau kejuruan yang diambil pertanian.Sejalan dengan kemajuan zaman dan perkembangan tehnologi. ia mengembangkan pesantren dengan kaligrafi sebagai kejuruannya. jurnalistik. maka materi tambahannya selain mengaji adalah bertani dengan cara yang benar sesuai perkembangan ilmu pertanian. tata boga. tapi ada tambahan kemahiran khusus bagi santri misalkan pertanian. akuntansi. atau pendidikan. pengembangan masalah tekhnologi ini tidak berarti pada dataran pembuat. semacam jurusan di perguruan tinggi. penyiaran. jika yag diambil adalah kejuruan dakwah. artinya kegiatan pesantren tetap sebagaimana adanya baik materi maupun metodologi. Bagaiamana cara menggunakan (mengoperasikan) komputer. nampaknya bisa juga diajukan gagasan pesantren kejuruan. dakwah. Misalkan yang dirintis Drs Didin Sirajuddin M. 4.

Seperti yang kita ketahui pesantren memiliki santri. Potensi swadaya dan kemandirian pesantren yang cukup bagus (tidak melulu menunggu bantuan pemerintah) akan lebih bagus lagi jika memiliki sumber dana yang pasti yang digali dari dalam pesantren. setiap komponen tadi ma sing-masing memiliki daya beli yang tinggi. wali santri.Dewasa ini berkenaan dengan teknologi nampaknya pesantren sudah tidak asing. Ekonomi Pesantren Pesantren Dan Ekonomi Yang dimaksud ekonomi pesantren di sini adalah bagaimana suatu pesantren menggali "potensi dalam" untuk perekonomiannya. 1. untuk itu pesantren bisa memanfatkan suasana tersebut dengan membuat warung yang bisa memenuhi kebutuhan mereka.57 K. 245 . bahkan kreatifitas para santri relatif lebih "nakal" dalam merekayasa teknologi kecil-kecilan seperti merangkai elektronik (tape player. penyambungan lampu dan merakit sound system bahkan menyediakan jasa penyewaan sound sitem) menyediakan jasa cetak undangan (sablon) serta setting komputer. dan sebagai labanya bisa dijadikan 57 Berdasarkan pengamatan penulis terhadap pesantren salafiyah "Raudlatul Huda" Ciawilor Kuningan Jawa Barat. sehingga pesantren tersebut bisa mandiri dan anggup memenuhi kebutuhannya dari sisi ekonomi. pembuatan pemancar gelap FM. dan para ustadz serta warga sekitar.

Di Kaso Malang Subang misalkan pesantren "Daarussalam" mengembangkan perekonomiannya dengan pabrik tahu dan pembuatan jamur tiram. Bagi pesantren-pesantren besar biasaya perekonomian pengelolanya dengan cara kesejahteraan bulanan (gaji?) Namaun itupun biasanya dibahasakan 246 . ada juga yang menjadi pkl di pasar menjual pakaian jadi. pagi hari setelah menjagajar subuh. Selain warung. selain juga membuat jasa relay TV swasta. Ada juga pesantren yang mengembangkan pertanian sebagai sumber masukkan pesantren semuanya disesuakan dengan situasi dan kondisi pesantren itu berada. pesantren juga bisa menggorganisir makan santri. pada tahun tujuh puluhan pola pencarian nafkah kyai yang penulis saksikan sendiri dengan jalan jualan kitab. di sana terjadi daur ulang siklus kehidupan. obat dan minyak wangi keliling kampung dengan bersepeda. bahakan di Al-Zaytun lebih dari sekedar potensi dalam. Hal ini biasa dilakukan di pesantren-pesantren modern seperti Gontor Darunnajah Jakarta serta pesantren lainnya. 2. ada juga dengan cara menerima panggilan ceramah. setelah dzuhur mengajar lagi.masukkan untuk pesantren. sesuai dengan sunnah para nabi yamsyuuna fil aswaaq (berjalan dipasar untuk berusaha) jadi mereka berusaha menghidupi dirinya baik dengan jalan berdagang. Ekonomi Pengelola Biasanya para pengelola pesantren berjiwa wira usaha yang tinggi. pergi ke pasar untuk berdagang. jika ada sisanya bisa dijadikan infaq untuk keperluan pesantren.

membonceng esbatu di sepedahnya lewat dihadapan anak-anak yang diajarinya tanpa gengsi untuk berjualan di warungnya. dan sering dijadikan 247 . kesan ini selalu membekas dibenak penulis. bukan gaji sebagai imbalan atau honor. saat itu penulis menyaksikan ustadz Edi Kusnanto ---semoga pengalaman ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi beliau mungkin tanpa beliau sadari--.sebagai pengganti uang sabun serta untuk membantu kesejahteraan agar bisa tetap beribadah mengajar. penggarapan sawah ladang milik pesantren dengan status penggarap dan lain sebagainya. dengan contoh dan keteladanan bukan hanya bicara. Jadi walau prakteknya gajian juga ditanamkan nilai religius dalam penyampaiannya sehingga para pengelola (asatidz) tidak "bekerja" sebagai pengajar hingga berhak mendapat upah. tapi karena semangat menyebarkan ilmu pengetahuan dan tanggungjawab dakwah Islamiyah. Ada pola lain yaitu dengan memproduksi jajanan bagi santri yang dikirim atau dititipkan di warung pondok / kantin. semangat untuk berkarya dan berbuat tanpa melihat kelas sosial (maksudnya gengsi) yang penulis alami sendiri adalah bayangan waktu penulis nyantri. by doing not by mouth. tapi beribadah mengajar para santri lillah sedang kesejahteraan yang diterima adalah rijqi dari Allah. Sebagai ilustrasi. Dari paparan ini yang terlihat adalah semangat "mengajar" kalangan pesantren bukan karena upah atau gaji. potensi inilah yang kemudian mampu mentransfer tidak saja pengetahuan tapi juga praktek ubudiyah amaliah serta jiwa wirausaha kepada para santrinya dan membekas di tubuh santri.

motivasi bagai rekan-rekan asatidz maupun santri. Hal ini berbeda dengan apa yang dituduhkan Hasan Basri --entah siapa dia--ketika dia menulis "proletar: kasta di antara kita' dalam e-mail tentang kasta dalam agama berikut

kutipannya: "Dalam Religi terdapat: 1. Habib, Ayatulah ( keturunan nabi ) Uskup, ikan Paus. 2. Kyai, Utadzah,Romo, Pendeta ( tukang kumpul duit ) 3. Santri ( yang di duitin / calon pengumpul duit ) 4. Umaah atau umat ( yang mesti di takut takuti agar duitnya keluar ) 5. Sekularis ( kurang beriman, tapi pelit dan cerdas ) 6. Atheis,agnostik,paganis ( lets worship humanism..)"58 Sebuah ungkapan yang perlu digarisbawahi karena dipublikasikan, penyataan tersebut mencerminkah suatu sudut pandang dalam melihat pesantren dari kaca matanya sendiri yang materialistis dan mengukur dengan keadaan dirinya, serta mewakili pendapat sebagian masyarakat. L. 1. Pesantren Dan Masyarakat

Pesantren Terhadap Masyarakat Sejak awal kemunculannya pesantren dibangun untuk dan oleh masyarakat, dan ia merupakan agen perubahan bagi masyarakatnya, kiprah kemasyarakatan pesantren misalkan dari segi ekonomi, dari segi kepemimpinan dan dari segi pelayanan umum.

58

http://www.mail-archive.com/indonews@indo-news.com/msg02774.html, Didistribusikan tgl.

12 May 1999 jam 02:41:56 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/

248

Dalam kharismanya

perannya atau

sebagai dinilai

agen

perubahan, masa--

pesantren bisa diajak

--karena untuk

karena

punya

mengkomunikasikan pesan-pesan moral dan pembangunan. Pada dimensi ini pemerintahan masa Orba sangat lihai menggunakan pesantren sebagai lembaga dalam penggalangan massa dan komunikator pembangunan, selain juga dijadikan alat untuk meredam isu-isu atau gejolak di masyakarakat yang bertemakan agama. Ingat kasus mie instan dengan isyu lemak babi, di zaman Orba, serta kasus Ajinomoto di masa Gus Dur yang dipungkas dengan tayangan iklan di media massa dengan menggunakan story Kyai dan komunitas keagamaan. Dari gambaran di atas menunjukkan potensi pesantren yang luar biasa dalam membentuk opini dan mempengaruhi khalayak, potensi ini seharusnya bisa disadari kalangan pesantren untuk mengembangkan misinya sebagai lembaga pendidikan dan lembaga dakwah Islamiyah, bukan hanya puas dipakai sebagai "alat" propaganda pihak lain. Dalam hal ini pesantren bisa menata kegiatannya yang berhubungan dengan pengembangan masyarakat,

mempelopori kegiatan bakti sosial, pelayanan umum dan menggagas kemajuan bagi masyarakat dengan santri sebagai pilarnya. Selain ia juga harus bisa mewakili masyarakat dalam membaca peluang usaha, peluang kegiatan dan permasalahn yang ditemui dimasyakat untuk kemudian dikomunikasikan kepada pihak yang berwenang. Jadi kalangan pesantren tidak saja menjadi komunikator

249

pemerintah, namun sebaliknya juga menjadi komunikator masyarakat terhadap pemerintah baik pusat maupun daerah, hingga tercipta hubungan yang sinergis. Selain peran sebagai agen pembangunan, dari sudut perekonomian masyarakat, pesantren membantu meningkatkan pendapatan mereka, lapangan kerja yang bisa direkrut pesantren seperti; pekerja bangunan, juru masak, sopir, bagian kebersihan, suplayer kayu bakar, binatu, produk makanan ringan (jajanan) jasa transportasi bahkan sampai tukang cukur. Lingkungan masyarakat disekitar pesantren besar relatif maju. Dari sudut ini pesantren bisa membangkitkan gairah hidup berwira usaha dan perokonomian masyarakat. Dari sudut kesehatan, pesantren bisa melakukan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, dalam bentuk penyuluhan hidup sehat, dalam hal ini biasanya mengakses dinas kesehatan setempat dan mengumpulkan masyarakat di kampus pesantren, bentuk lain juga bisa dilakukan dengan membuka poliklinik untuk melayani pengobatan dengan biaya terjangkau. Apa yang

dilakukan Pesantren Modern Al-Iklash Ciawilor Kuningan misalnya, setiap hari kerjanya Poskestren rata-rata melayani 10 pasen perhari dengan biaya yang cukup ringan (Rp.5000,_) pe kunjungan. Bentuk lain juga bisa menjembatani anatara masyarakat dan dinas kesehatan berupa penyampaian informasi dan kondisi kesehatan di masyarakat sekitarnya. 2. Masyarakat Terhadap Pesantren Masyarakat --terutama masyarakat muslim-- adalah pemilik pesantren, yang pengelolaannya dipercayakan kepada para kyai dan ustadz, tugas utama

250

dari masyarakat adalah memelihara dan menjaga kelangsungan hidup pesantren dengan berbagai cara baik moril maupun materil. Di desa-desa biasanya pesantren senantiasa mengkomunikasikan rencana-renacananya kepada masyarakat, dan dari situlah tercipta kerjasama yang "unik" kehidupan gotong royong dalam menghadapi kepentingan bersama. Bentuk sokongan dari masyarakat terhadap pesantren besar biasanya terungkap dalam kebanggaan dan penyebaran "informasi baik", meminjam istilah pak Amal Fathullah 'menciptakan kesan baik" dari mulut ke mulut, ini sangat

membantu pengembangan pesantren di masa datang. Perhatian dan rasa memiliki masyarakat terhadap pesantren tersebut harus senantiasa dikembangkan sebagai pilar kelangsungan hidup lembaga, berbagai cara bisa dilakukan dengan membuat kegiatan -kegiatan yang dirasakan meaningfull oleh masyarakat. Menjalin silaturahim antara pengelola pesantren dengan masyarakat, mengadakan pembinaan generasi muda, baik latihan-latihan kewirausahaan atau kegiatan lainnya, sebagai ilustrasi, Buya Saiful Azhar di pesantren Al-Basyariyah Margahayu Bandung misalkan menghimpun dan

memfasilitasi ojek motor, demikian para kyai yang aktif melayani kegiatan di masyarakat seperti tahlilan, kenduri dan tradisi masyarakat lainnya. M. 1. Pesantren Dan Negara

Negara Terhadap Pesantren Negara adalah negara kita, dan pesantren mempelopori kegitana pembentukan negri ini. Pertanyaannya adalah mungkinkah pesantren berniat

251

menghancurkan negara yang dibangunnya sendiri, yang telah menelan banyak korban baik dari santri maupun kyai pada saat perintisannya? Jawabannya pasti tidak mungkin, tapi kalau berperan sebagai kontrol sisial itu bisa terjadi bahkan harus. Menurut hemat penulis apa yang dilakukan pesantren adalah sebatas kegiatan kontrol sosuial terhadap pemerintahan, walau nampak keras dalam segi ucapan atau kritikan tapi tidak dalam bentuk kegiatan makar. Berdasarkan pada kenyatan bahwa pesantren jauh telah lahir sebelum negara ini berdiri, maka tuduhan pesantren sebagai sarang teroris dan tuduhan miring lainnya tidak bisa begitu saja dilontarkan terhadap pesantren. Ada perbedaan yang mendasar antara kegiatan jihad pesanatren masa penjajahan dengan pasca kemerdekaan. Jika pada masa penjajahan, pemerintah (penjajah) melihat pesantren sebagai anacaman, karena pesantren mengobarkan semangat kemerdekaan, jika cara pandang lama tersebut dipakai pasca kemerdekaan menjadi lucu dan menggelikan. Pada pasca kemerdekaan orientasi jihad pesantren adalah amar ma'ruf dan nahyi munkar, menyerukan kebaikan dan mencegah terjadinya kemunkaran. Kegiatan ini dilakukan baik melalui komunikatornya ustdaz maupun kyai atau oleh para santri sendiri. Dari sudut pembinaan masyarakat sebenarnya yang terjadi justru pesantren membantu negara dalam pendidikan dan pembinaan ma syarakat. Ada semacam pembagian tugas dalam mengatur negara. Karena pola hubungan tugas seperti di atas, maka sikap negara terhadap pesantren hendaknya memandang dan bersikap sebagai partner bukan lawan.

252

253 . 2. Sebagaimana diungkap dalam berbagai tema terdahulu. dengan tidak mengakui legalitas para santri dalam hal pendidikan. secara statistik akan nampak tetertinggalan Indonesia dari segi pendidikan. pesantren membantu negara dalam sektor ekonomi. karena kiriman biaya pendidikan (SPP & uang jajan) akan mengalir dari berbagai daerah kepada daerah lokasi pesantren. hampir mau memojokkan pesantren namun menjelang akhir mencoba meraih. mengesampingkan kompetensi dan 59 Masih segar dalam ingatan bagaimana Orba memperlakukan di masa awal dan menjelang akhir pemeintahannya.59 Selain sikap kerja sama. pada masa reformasi saat Megawati berkuasa. masa sekarang ? wait and see. pendidikan. selain juga akhirnya sering mendahulukan sertifikat. apada awal cenderung menjauihi dan pada masa pertengahan menuju akhir cenderung mendekati. Pesantren Terhadap Negara Sampai saat ini yang bisa dipotret aadalah kenyataan bahwa pesantren sama dengan lembaga pendidikan lainnya berperan aktif adalm membangun negara terutama dari sektor pendidikan. pemerintah juga harus mulai mengembangkan wacana sekitar legalitas. nampak sekali pesantren membantu pendapatan daerah. dan pembangunan sejalan dengan peran dan fungsi suatu lembaga dalam suatu negara.Dan senantiasa ikut memperjuangkan keberadaan pesantren baik moril maupun materil. Bahkan bagi pemerintahan daerah. karena keberadaan santri dari berbagai wilayah misalnya menghidupkan perekonomian daerahnya.

Tasikmalaya. majalah dan buku. Buntet. Namun sekarang --sejak tahun 1997an-. televisi. Cipasung .1 254 .Selain itu keberadaan dan keberhasilan suatu pesantren seringkali mengangkat 'keharuman" nama suatu daerah dan menjadikan daerah tersebut di kenal baik secara nasional maupun internasional. Ponorogo.60 Sedikitnya ada enam (6) media yang dimaksud pembahasan ini yaitu tiga media cetak.bisa ditambahkan lagi dua media elektronik yaitu internet d an telepone seluler. Rembang. 1986). surat kabar. radio dan film. Gresik. Posisi pesantren dihadapan media massa bisa berperan sebagai pelaku. Ciamis.h. Boundowoso. Jeffres. tapi lebih dari itu suatu medium yang berlaku secara massal dan dapat membawa pesan dari seseorang kepada ribuan atau jutaan orang sekaligus.Gontor. dengan penerbitan majalah. koran tabloid atau buku. Inc. Sebut saja satu kota Kediri. yaitu suatu alat yang memungkinkan untuk membawa pesan bukan saja dari satu orang kepada yang lainnya seperti telepone atau telegrap. secara ikonik pikiran kita akan langsung mengingat Pesantren Tebu Ireng. Cirebon.W. pendirian radio serta pendirian stasiun TV 60 Leo. Lirboyo. Pesantren Dan Media Massa Yang dimaksud media massa di sini adalah media massa dalam kerangka Ilmu Komunikasi. Manonjaya. (Illinois: Wapeland Press. Ciwaringin dst. Mass Media Processes and effects. serta tiga media elektronik. N. Pesantren Rembang . Jombang.

kamus. Selain yang bersifat intern atau laporan tahunan. kumpulan doa-doa dan buku populer. Berkaitan dengan yang pertama. Selain penerbitan buku juga pesantren bisa bergerak di bidang broadcasting atau penyiaran baik TV maupun Radio Siaran. Suara Hidayatullah dari pesantren Hidayatullah di kalimantan. Amtsilah Tashrifiyah dari Jombang. konten dari media tersebut. 255 . bisa juga menjadi objek. Ini sudah dilakukan oleh Persantren Modern Al-Ikhlash Kuningan dengan Radio DM Fm-nya.. biasanya berupa laporan kegiatan tahunan di pesantren tersbut untuk diinformasikan kepada santri atau wali santri bahkan lebih luas lagi kepada khalayak dan para alumni. ada beberapa pesantren yang menerbitkan kegiatan berkala secara priodik tahunan atau semesteran. begitu juga Daruttauhid Geger Kalong Bandung dengan MQ FM dan MQ TV-nya At-Tahiriyah Jakarta dengan Radio FM- Nya. beberapa pesantren juga telah menjadi pelaku media dengan penerbitan majalahnya seperti Al-Muslimun dari Bangil. Bisa juga menjadi pemerhati atau kontrol terhadap media. belakangan ini Majalah Gontor dari Pondok Modern Daarussalam Gontor. biografi. buku pelajaran. Sebagai pelaku juga dalam bentuk penerbitan buku -buku bacaan untuk umum baik materi dakwah. sebagai pelaku media. serta buku-buku Aagym dari Daru Tauhid Bandung. Gontor dengan Swargo FM begitu juga pesantren lain seperti Pesantren Suryalaya Tasikmalaya juga sudah mulai merintis Radio Siaran. Sebagai contoh kamus Al-Munawir dari Krapyak Yogyakarta.

pesantren biasanya mengisi pemberitaan atau penyiaran majalah. Kini pesantren sudah mulai menjadi pemain dalam hal media massa. portal milik telkom yang berisikan direktori pesantren diskusi dan informasi keislaman. untuk memberikan informasi pesantren dan kegiatannya kepada halayak di satu sisi untuk memberikan pelayanan dakwah di sisi lain dengan servis jaringan informasi yang diberikannya. Dapat dikemukakan misalkan www. Selain media modern konvensional (istilah untuk TV.com. pesantren juga telah melangkah pada media modern seperti internet. Selain web site yang dimiliki dan diselenggarakan sendiri oleh pesantren juga ada portal pesantren yang dikelola oleh alumni pesantren atau mereka yang peduli terhadap studi Islam melalui web. ini biasanya dihubungkan 256 .pesantrenvirtual. Selain itu juga ada yang dirintis dibawah bimbingan KH Mustofa Bisri dengan alamat www.myquran. menentukan berita dan menyajikan pilihan bagus bagi pengguna media (user). Kedua sebagai objek atau konten media.com dan lainnya.com.pesantrenonline. www.Lebih jauh lagi Daru Tauhid Bandung selain menyediakan layanan pesan-pesan dakwah dengan Radio dan Produksi TV. Di dunia maya ini sudah banyak yang memiliki alamat web sendiri. koran radio atau tv.Radio Surat Kabar Dll). DT juga sudah mulai menyediakan layanan dengan download menu MQ melalui telepon seluler dan mailing list. tidak saja bertindak sebagai objek dan menjadi konten media tapi lebih jauh sudah bisa membuat format media.

Pada tanggal 30 September pagi suasana tegang menyelimuti peserta yang terdiri dari calon santri wati dan walinya.dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pesantren tersebut. Para peserta dari berbagai kalangan memenuhi arena out bound.00 WIB penceramah yang ditunggu tiba di temapt. Ketiga sebagai kontrol media. berikut ini catatan pengalaman penulis yang berhubungan dengan kontrol media yang dilakukan pesantren. Semakin banyak kegiatan yang dilakukan semakin banyak juga pesantren menjadi konten media. undangan tersebut dimaknai penulis sebagai undangan out bound di halaman Pesantren Gontor Putri 2 dengan peserta tidak kurang dari 1000 orang. Hikayah ini terjadi saat penulis menerima undangan untuk penjemputan santri wati tanggal 2 Oktober 2004 yang lalu. Setelah terlebih dahulu berterima kasih atas kedatangan para peserta yang telah lama hadir di lokasi dengan meninggalkan berbagai macam kesibukan dan atribut keseharian mereka. acara out bound nampaknya meriah.halaman muka kampus putri 2. dan puncak kedatangan peserta terjadi pada tanggal 29 oktober malam. sekitar pukul 8. beliau adalah Ust. Hasan Abdullah Sahal. Tidak ada pendaftaran secara resmi ke panitia. karena semua peserta dengan ikhlash melepas 'aktivitas keseharian dan menanggalkan atribut mereka' 257 . pesantren biasanya berperan mengkritik konten media yang dinilai tidak sejalan dengan norma agama dan merusak generasi bangsa. yang mulai berdatangan sejak tanggal 25 September untuk berkemping di sana. Alasan inilah hingga penulis menyebut acara tersebut sebagai out bound. KH. selain booking di Bapenta. setelah dipersilahkan beliau menaiki podium dan mulai menyampaikan pesan-pesan kepada peserta.

ada yang dibangun atas dasar ketaqwaan dan tanggung jawab terhadap Islam. beliau mengomentari tayangan TV. menurut beliau sekarang ini semakin banyak bermunculan ponpes. dari iklan 258 . kemudian pada perjumpaan tahun berikutnya di Cirebon tahun 2002 saat itu beliau didampingi Ust. dan memilih lembaga pendidikan harus selektif. Akrim dan Samsul Hadi Untung. ini dengan intens beliau lakukan dan senantiasa dikomunikasikan bukan saja pada acara out bound tadi. kenakalan berfikir penulis terus saja mengomentari apa yang beliau sampaikan. ini terlihat dari air muka para peserta yang berseri-seri dan bersemangat. ada juga yang dibangun atas dasar niatan yang lainnya. Sembari menyimak apa yang disampaikan beliau. ma'had dliraar. Ada beberapa poin yang dismpaikan penceramah pada acara tersebut -sebagaimana biasa denga gaya jenakanya beliau mampu memukul sambil menghibur-pertama beliau mengemukakan bahwa lembaga pendidikan Islam harus bonafid. sampai pernyataan ini penulis mulai deg-degan apa gerangan yang akan muncul untuk perbandingan? Ternyata yang dimaksud ma'had dlirar versi beliau adalah AFI (akademi fantasinya Indosiar) dan Indonesian Idolnya RCTI serta pemilihan Abang dan Nona atau sejenisnya. semuannya disuguhkan kepada masyarakat. menyimak dan mendengar serta mengamati dengan suasana kegembiraan yang penuh. Saat penulis bertemu di Bandung beliau juga mengomentari Megawati.untuk merasakan. dan yang paling menarik adalah analisis Pak Kyai terhadap media terutama media TV. melakukan juga hal yang sama. kemudian pembicaraan mengarah kepada perbandingan pondok pesantren. "inilah tontonan kita.

penonton dengan selera rendah dengan jumlah yang sangat banyak.makanan sampai ke iklan sabun. semakin parah" . terakhir penonton dengan selera tinggi berada diatas selera medium (digambar sebagai piramida. pertama syirik. Saat itu penulis bertanya. ini untuk menyifati berbagai tayangan horor dan misteri yang senantiasa menghiasi layar kaca sekitar kita. kalau benar pasar berarti power ada pada masyarakat secara umum. tapi Ust. ia mengajukan teori bahwa ada pembagian selera penonton yang dianut oleh media : a large base of people with lowbrow tastes.teori media triple S. saat itu belaiu mengajukan --penulis menyebutnya -. Akrim berkomentar. 259 . Menurut teori ini ada suatu "power" yang membiayai tayangan seperti itu dan sengaja dilakukan dalam rangka de-moralisasi. fewer with middlebrow tastes. padahal jawaban yang penulis harapkan saat itu adalah. dan yang teraakhir Sex. de-humanisasi dan deislamisasi. Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang dimaksud "power" yang membiayai itu? Organisasi. dari atas kebawah. yang kita lakukan ini. Dengan ketiga tayangan berformat seperti itulah "jamaah" di garap setiap harinya. Teori Triple S: Puncak dari berbagai komentar itu didapat penulis saat aout bound di Mantingan. solusinya. ya kita harus jadi pemain. dengan mengngunakan tiga S. ngurus pondok" (baca dengan intonasi beliau). Pada tahun 1970 De Fleur mengadakan penelitian tentang sistem media di AS. perorangan. pembalut wanita dan kosmetika. kemudian penonton dengan selera menengah berada di atasnya and even fewer with highbrow tastes. solusinya gimana? Beliau hanya menatap. atau agen tertentu? Mneurut hemat penulis power di sini adalah pasar. kedua Sadisme. menurut beliau semakain banyak program yang dilakukan maahid dlirar. 'ente.

demikian juga halnya dengan cara duduk atau tingkah laku lainnya. tapi bagaimana dengan stori-strori iklan. medium dan rendah). Memang ada sitem lain yang dipakai media seperti sistem tanggungjawab sosial. dengan menyajikan tontonan selera rendah karena pertimbangan pasar dan bisnis. sekolah atau pesantren. Artinya tayangan yang berisikan selera rendah akan lebih banyak menghiasi layar media ketimbang tayangan yang berisi selera menengah dan selera tinggi. Karena dari merekalah diharapkan "media" dapat keuntungan secara finansial. artinya media dikontrol oleh khalayak penonton. kasus BCG yang diprotes MUI sudah menunjuk ke arah kontrol media.di Indonesia lebih berhaluan kepada pasar bebas. Sebagai kelanjutan dari teori Pak Kyai Hasan yang penulis sambung dengan teori De Fleur untuk menyelesaikan "power" tadi . namun untuk kasus Indonesia. Dari sini nampak bahwa apa yang dijalani oleh pelaku media TV terutama -walau tidak semuanya-. Dalam UU Pers nasional ada aturan tentang perikalanan yang 260 .selera tinggi. Inilah jurang yang harus diselesaikan. apakah pasar bebas atau tanggungjawab sosial. 'give the public what they want'. pemerintah dan lembaga swasta. Maka tidak heran jika dalam sistem pasar bebas out put dari media akan sesuai dengan proporsi penontonnya. cara makan anak-anak ynag dipertontonkan oleh stori iklan misalkan masih sangat berlawanan dengan etika makan yang diajarkan keluarga. kalau melihat dibentuknya KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan Dewan Perss nampaknya akan mengarah ke sistem tanggujwab sosial namun di lapangan para praktisi media menggunakan sistem pasar bebas. lembaga pengontrol itu relatif belaum berfungsi. rekomendasinya adalah bagaimana menyelesaikan pemilihan sistem media dalam kontek Indonesia.

ajaran ini penulis ingat suatu saat ketika al-marhum KH. Perusahaan iklan dilarang memuat iklan yang berakibat merendahkan martabat suatu agama dan atau mengganggu kerukunan hidup antarumat beragama. artinya informasi yang disuguhkan media tidak mampu memberikan "pesan" sebagaimana yang dikehendaki malah sebaliknya menjadi konfrontatif dan melahirkan kritik. beliau katakan. santri gontor tidak nonton even sebesar EURO" arahannya adalah santri Gontor harus tanggap dan peduli dengan sekeliling. 261 . pilih-pilih saya nonton "Dunia Dalam Berita". berangkat dari realitas yang ada yakni konten media melahirkan teori triple S. Pernyataan di atas jika dihubungkan dengan diskusi kita bersama pak Hasan ada kesinambungan pak Zar mengajarkan santrinya untuk menjadi penonton yang aktif tidak pasif. serta bertentangan dengan rasa kesusilaan masyarakat (Pasal 13:I). (Pasal 5:1). Ajaran yang sama juga diwarisi Pak Syukri:"masa. sehingga "pesan" yang diterima dari hasil nonton bisa berbalik menjadi positif. "saya juga nonton tv tapi saya. Teori Penonton Versi KH Imam Zarkasyi: Gambaran di atas mencerminkan praktek 'menonton" tv dengan aktif. termasuk juga aturan tengan penyiaran yang berlawanan dengan agama yang berbunyi: Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah. artinya kita yang memprogram informasi (seeking information theory) bukan kita yang diprogram media. pak Hasan mengajak untuk aktif menganalisis media. Imam Zarkasyi berpidato di hadapan para santri di BPPM. kalau film-film sih buat pembantu" maknanya kurang lebih begitu.mungkin bisa dijadikan payung pergerakan kontrol media.

surat kabar. film. radio. dunia dewasa ini dipenuhi oleh berbagai media sperti televisi. idealnya setiap pesantren bisa memiliki media masa sendiri. ada juga sisi dakwah Islamiyah yang lain. oleh siapa saja--sementara Islam dan Al-Qur'an di sisi lain sering disebut-sebut sebagai agama yang cocok 262 . sisi lay out bangunan fisik. buku serta media lainnya yang semuanya bisa diakses kapan dan di mana saja. juga melalui penyiaran publik bisa mulai dilirik pesantren. Terobosan-terobosan beberapa pesantren untuk menjadi "pemain" dalam berbagai sektor harus sudah mulai disosialisasikan dan diadopsi oleh pesantren yang ribuan banyaknya di Indonesia ini. ada sisi ekonomi. ini sangat diperlukan. para peserta nampaknya aktif dan merasa sebagai nara sumber paling kompeten dalam wasfu Gontor (mendiskripsikan Gontor). seperti perambahan pesantren terhadap media massa. bukan hanya santri tapi juga wali santri dan masyarakat. sisi kemasyarakatan dan kesejahteraan. majalah. Melalui pembahasan Bab ini tergambar ke mana arah pesantren di masa yang akan datang. seperti semangat calon wali santri saat menginformasikan tentang Gontor kepada siapa saja yang dijumpainya. bukan hanya masalah media saja.Sebetulnya masih banyak oleh-oleh dari Mantingan saat mengikuti out bound di sana. Penyebaran ilmu pengetahuan selain dengan melalui pendidikan formal di kelas-kelas. selain suasananya yang membuat penulis memilih istilah tersebut karena misi Gontor untuk dakwah dan mendidik. Acara yang penulis sebut out bound adalah acara pengumuman kelulusan di Mantingan. Mengingat di abad 21 tidak bisa melepaskan diri dari ketergantungannya kepada media.

1 61 263 . 1984) h. new. Stanley J.62 Maka dakwah Islamiyah dan pendidikan serta pembinaan ummat harus bersifat multi dimensi --tak terkecuali melalui pemanfaatan media. up-to-the-minute. Modern di sini berarti: current. Baran mengawali tulisannya tentang media sebagai berikut: " The mass media play a large and growing role in how we spend our time and live our lives. recent.untuk segala zaman. J. radio. Inc. modern-day. our environments change. magazines. We experience things vicariously or indirectly and people around us share those experience and have others of their own". 62 Baran. antonym: old-fashioned. and books. Stanley. fresh. up-to-date. Self. Symbols. Media menjadi suatu yang tak terelakkan sebagai produk peradaban modern. prevailing. Jadi peradaban modern berarti peradaban masa kini yang kemajuannya bisa dilihat dan dirasakan. and Society. news paper. as we devote more time to interacting with the mass media: television. film. (Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company.61 Ia bisa menemui siapa saja dan menyampaikan informasi baik yang dikehendaki maupun yang tidak dikehendaki. present.

ada fungsi kontrol dan wibawa dalam kepemepinan yang tergambar dalam kehidupan sosial pesantren. Yang ada hanaya usaha-usaha memperbaiki dan mendamaikan bukan sebaliknya.atau mumpungisme. Dikatakan miniatur masyarakat karena kegiatan yang ada di pesntren kalau diperhatikan merupakan suatu proses pembelajaran sekaligus pengamalan nilai-nilai keagamaan dengan berbagai tantangan dan proses penyelesaiannya. Kalau para ilmuwan sosial untuk menarik teori-teori sosialnnya tidak memiliki laboratotium. Selain sebagai kantong pertahanan dan penyebaran agama. tradsisi "pembiasaan di pesantren" menjadi suatu hal yang menarik sebagai miniatur masyarakat.BAB VIII PENUTUP Pesantren adalah asset ummat dan bangsa yang telah mengakar selama ratusan tahun dan berjasa dalam pendidikan dan pengembangan ummat. ia juga telah melahirkan banyak pemimpin dan pelopor di masyarakat. proses penjalanan hukuman dan mekanisme penjalanan hukum juga merupakan miniatur keadilan atas dasar keikhlasan yang berorientasi pada kontruksi tingkahlaku dan perbaikan. mengayomi dan mengarahkan anggotanya. juga sebaga laboratorium sosial kemasyarakatan.bukan pada pendahuluan kepentingan sendiri --me first generation-. 264 . Dari segi norma ajaran juga mencerminkan adanya norma yang berlaku dan dipatuhi oleh para santri dan ustadz sebagai anggota masyarakatnnya. Kepemimpinan dalam komunitas pesantren nampak berfungsi sebagai "pemimpin" yang senantiasa membina.

pengelola dan pimpinan bertujuan untuk memperbaiki dan membina. pelaku kontrol dan dasar kehendak untuk melakukan perbaikan tersedia dan dijalankan. pembicaraan apakah diskusi. aturan diciptakan untuk perbaikan. Jadi tugas pesantren ke depan adalah memperluas medan dakwah dan pendidikannya tidak hanya dalam komunitasnya saja tapi dengan menciptakan komunitas "santri maya" yang bisa jutaan orang jumlahnya dan menyebar diseluruh Nusantara dengan media massa sebagai sarananya. Media pemebritaan juga untuk pendidikan anggota masyarakat bukan untuk pemuasan nafsu atau keinginan. seminar dan musyawarah berorientasi pada perbaikan bukan pada kemenangan kelompok maupun individual. tujuan yang sama dan bekerja sama untuk mewujudkan cita-citanya. asalkan sarana dan prasarana terpenuhi baik yang bersifat aturan. asanya adalah mshlahat untuk umum. penegakkan hukum.Semua itu mengindikasikan bahwa sebenarnya masyarakat yang terartur dan suasana ibadah bisa tercipta dalam suatu komunitas baik kecil maupun besar. Asalkan semua yang terlibat baik dari pimpinan hingga pengelola dan anggota masyarakatnya memiliki semangat yang sama. baik tindakan maupun pembicaran diarahkan untuk mendidik dan memperbaiki. semua kondisi. sehingga semua pemikiran kegiatan diarahkan secara terpusat pada pencapaian tujuan. pada tanggal 14 September 2004 HU Mitra Dialog menurunkan sebuah profil pesantren Daarul Mukhlisin Cisantana Cigugur Kuningan dengan ungkapan pak kyai (Drs H Yayat Hidayat )mengajar ribuan 265 . Katakanlah ekonomi untuk sarana perbaikan ibadah dan kelangsungan hidup. Tatanan masyarakat ideal baldah tayyibah wa rabun ghafuur jika dikaitkan dengan situasi pesantren di atas nampaknya bukan suatu yang mustahil dan bisa direalisir.

ketika dikomformasi pihak Redaksi menyatakan" Kan punya radio yang didengar ribuan orang". kemudian dikembangkan dengan perbaikan metodologi dan materi dengan sistem klasikal dan perluasan materi / bahan ajar dengan penambahan pengetahuan umum disebut pesantren modern. 266 .63 Dengan singkat dapat digambarkan aspek pembaruan yang terus-menerus bisa dilakukan pesantren. tidak bergerak dan bermain dalam dunia media dan informasi. Dewasa ini kalau pesantren diam. sementara penulis tahu kalau jumlah santri di situ cuma sekitar 60 orangan. itu bisa dilakukan karena populasi penduduk masih sedikit.santri. menuju ke arah mana mereka dibawa? Maka pesantren harus merekontruksi dirinya sebagai pembaruan generasi ke tiga dengan memperluas medan garapan dan membuat komunitas santri maya. masyarakat luas siapa yang membina? Siapa yang akan mengisi perpustakaan? Dengan materi bacanaan macam apa? Siapa yang menyapa masyarakat? Bagaimana mereka disapa. bermula dari tradisional dalam arti sesuai kebutuhan pada masanya. pada saat itu kegiatan dakwah pesantren hanya sebatas menunggu memproduk alumni sebagai calon anggota masyarakat dan diharapkan bisa mewarnai masyarakat dengan sistem nilai dan bekal yang didapat. dan serangan-serangan informasi negatif belum gencar sebagaimana sekarang. maka garis pembaruan pesantren menjadi: Tradisional Modern Post Modern 63 HU Mitra Dialog edisi 14 September 2004.

Dan semuanya sejalan dengan kemajuan 267 .Ukuran terbatas /maya. Tabel Pembaruan Pesantren No 1 2 Tradisional -1920an Metodologi Tradisional Materi Kitab Kuning/ kitab klasik Media Tradisional: pidato. Pelajaran tambahan :ilmu bela diri Modern19201990an Metodologi pengajaran dg sistimatika modern Kitab-kitab kontemporer dan penyederhanaan materi Media Modern alat bantu pelajaran. Bahasa Indonesia. Sama dengan sistem Arab bahasa Irab Inggris modern Komunitas kecil/ Komunitas luas Komunitas luas tak lokal Ukuran jelas terbatas . bahasa lisan. Cyber Media (internet) dan Broadcasting. pembacaan teks. media elektonik Pelajaran tambahan: public speaking. 4 5 6 7 Pengembangan dari modern sesuai perkembangan zaman. manajemen dan pemanfaatan teknologi Bahasa lokal. jurnalistik. penerbitan. daerah.Dalam nentuk tabel bisa dilihat sebagai berikut ciri-ciri umum perkembangan tersebut yang menggambarkan inovasi pesantren sesuai dengan perkembangan pola kebutuhan masyarakat dan ketersediaan sarana dan situasi politik. Ukuran jelas tak jelas Kejuruan jika ada Kejuan berbagai Kejuruan menjadi terpokus pada profesi dan meluas dengan pertanian kecakapan munculnya pfosesi baru Gambaran pembaharuan dengan ketiga istilah di atas hanya untuk menunjukkan perkembangan yang sejalan dengan time lines (waktu) karena praktenya baik yang tradisonal maupun modern sebagaimana diungkap pada tabel tipologi pesantren pada BAB IV menunjukkan adanya variasi sistem. Post Modern 1990Sekarang Sama dengan sistem modern Sama dengan modern sistem 3 Media elektronik. penulisan ilmiah.

karena melihat kebutuhan dan perkembangan dalam masyarakat. Semua pembaruan tersebut adalah sebagai matarantai dari sistem tradisional yang memproduk para moderis. dan sistem modern membentuk post modernis64 pesantren. 268 . berperan sebagai 64 Istilah ini digunakan dalam pengertian sederhana. kediatan pesasntren yang merupakan babak baru dari kegiatan yang sebelumnya dan dinilai sebagai modern. sebagai pemilik dan penentu.teknologi dan perubahan kebutuhan manusia bisa juga melangkah menuju sitem post modern. Sementara pada pesantren modern. pesantren sudah masuk pada posisi pelaku namun terbatas dalam bentuk penerbitan. PR kita saat ini adalah rumusan yang tegas mengenai pesantren post modern apakah kehadiran seperti ma'had Al-Zaytun di Indramayu atau Daaru Tahuid di Bandung bisa dikembangkan sebagai model pesantren post modernis paska modernisasi tahun 1920 an yang ditandai dengan lahirnya Pondok Modern Gontor? Allahuma amiin. sedangkan perkembangan lainnya hanya sebatas pengisi acara atau penulis buku / artikel. Jadi pesantren post modern lebih bersifat pembaruan teknologi dan keluasan jangkauan serta berperan sebagai pelaku. Jadi tidak menunjuk pada aliran pemikiran tertentu dalam filsafat misalnya.

Jakarta : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.ke-1. Imam Zarkasyi dari Gontor Merintis Pesantren Modern. terj. Yogyakarta : PT Tiara Wacana. Ta’lim al-Muta’alim Versi Imam Zarkasyi. 1994 Ahmad. ______. 1997 . Esai-esai Pesantren. LKiS. Cetakan I. 1984. Penerjemah Tajul Arifin dengan judul Kajian Al-Quran di Indonesia Dari Mahmud Yunus Hingga Quraish shihab Mizan: Bandung. A. al-Bidayah fi al-Tafsir al-Mawdhu’iy: Dirasah Manhajiah Maudhu’iyah. Sekolah.ke-1 Arif Mudatsir Mandan. Pendidikan Islam. and Society. Zaman Kesempatan. Ahmad Wahib. Popular Indonesian Literature of the Qur’an.H. 2000. IPNU. Ismail SM (ed). 2001 . cet. Hayy Al-Farmawi. PP.. Hasan Muarif Ambari. Di Bawah Panji-Panji Ka’bah. cet I.Daftar Pustaka Atabik Ali. Pustaka Pelajar. Cet. Stanley. et. Trimurti. Ponorogo. Mizan. J.. Djohan Effendi. Gagasan Islam Liberal Indonesia : Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. K. Inc. Yogyakarta. Jakarta. Cet. Yogyakarta. Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company. (Penyusun) .Federspiel. Greg Barton. Bunga Rampai Pesantren Jakarta: Dharma Bakti.. Hamzah Haz. dan Madrasah. 1997 Amir Hamzah Wirosukarto. (Jakarta. dan Masyarakat Madani.ke-1. 1996 . Jamrah dengan judul: Metode Tafsir Maudhu’iy: Sebuah Pengantar. Thara>iq al-Nabiy fi> ta'li>mi ashh}a>bihi Beirut:Da>r Ibnu Hajm. Ke-1 Azyumardi Azra. cet. Menggerakan Tradisi . Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2000. Self. 1998 Howard M. Islam Substantif Agara Umat tidak Menjadi Buih. 1999). 1991. Ponorogo : Gontor Press. Yogyakarta. Muhammad. 2001 Ahmad Tohari. Nanang Tahqiq. Yayasan Ali Ma’sum. 1997. Mas mantri Menjenguk Tuhan. 1984 Eep Saifulloh Fatah. Suryan A. ke-2 Abdurrahman Wahid. cet. 1995.ke-1. dan Abdurrahman Wahid. Symbols. Penrj. 1996 Hilmi Faisal. Cet. Bandung: Mizan.Mukti Ali. 2001.al. Budhy Munawar Rahman. 269 . Jakarta:Georai Pratama Press.ke-1. Cet. 2000. Demokratisasi. 60 Tahun Dr. Agenda-Agenda Demokratisasi Pasca Orde Baru. Menemukan Peradaban Arkeologi dan Islam di Indonesia. Abd. Historisitas dan Eksistensi Pesantren. al-'Alimiy. jakarta: Risalah Gusti. Kamus Kontemporer Arab Indonesia. Kontekstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah Jakarta: Mizan. Konsistensi dan integritas Perjuangan. Cet ke-1 Haidar Putra Daulah. Paramadina. IPNU dan Tantangan Masa Depan. Baran.

______. Cet. hal.ke-3.pesantrenonline.(Jakarta: Inis. Gramedia. Cet. Quraish Shihab. 1995. 1997 Cet. Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia.tokohindonesia.com www.Jakarta:LP3ES. Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. © 1993-2002 Microsoft Corporation. Parenial Press. Purwadarminta.W.VII Ridin Sofwan. www.ke-1. 1996 . Inc. Steenbrink. 1984 Zuhairini.Karel A. Jakarta: Gema Insani Press. edisi 4 Juni 1999 Leo. 1997 Republika.2004 Wahjuetomo. LP3ES. Bandung : Mizan.darunajah.ke-7.Arifin. Jakarta : Bina Aksara.Cet. Jakarta: Hidakarya.hidayatullah..com www. Sejarah pendidikan di Indonesia. et. Cet. 1995. M. Islam Agama Peradaban: Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah.net www. 2 Desember 1998. Pergulatan dunia pesantren. Denyut Nadi Santri.. M. Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. 1992. Cet. Jeffres. All rights reserved Nurcholish Madjid. 1984) cet. Jakarta.S.J. Zamakhsyari. 1997 . 1986 Mastuhu. ke-1. Jakarta: Paramadina.ke-1. Wawasan Al-Qur’an. Paikologi Pembelajaran & Pengajaran. Jakarta: Paramadina. Ilmu dan Agama dalam Pesantren. Muhammad. Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Pesantren Madrasah Sekolah Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. Cet. Jakarta. ______ Membumikan Alquran: Fungsi dan Peran wahyu dalam kehidupan Masyarakat Bandung: Mizan. (Jakarta. 1985). Jakarta : PT Cemara Indah. Mass Media Processes and effects.ke-2. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Islamisasi di Jawa. l996 . Forum Keadilan. Jakarta.et www. Jakarta.com 270 . Kamus Umum Bahasa Indonesia. PPP dan Politik Orde Baru. Tradisi Pesantren. cet. Jakarta: LP3ES.. Kapita Selekta Pendidikan Islam dan Umum. Syamsuddin Haris. Dawam Raharjo (ed).ke-1. Perguruan Tingi Pesantren. 50 Manfred Ziemek. Jakarta : P3M. 14 Desember 1998 Suplemen Ensiklopedi Islam II Ichtiar Baru Van Hoeve. 1994. Cet. Yogyakarta: Tajidu Press. Muhammad Arwani.com www. 1991. Surya. Kafrawi. Dinamika Pendidikan Pondok Pesantren. Jakarta : Biona Aksara.al. M.14 September 2004.ke-1 W.gontor. 1995. Pesantren dan Perubahan Sosial. cet-ke1 M.1990.al-ikhlash. PT. Ke-1 Suharsono. Sejarah Pendidikan Islam. Cemerlangnya Poros Tengah.1999. HU Mitradialog Selasa 11 Januari2004. 88 Mahmud Yunus. P3M. 1978 Kompas. PN Balai Pustaka. Illinois: Wapeland Press. Habib Chirzin. Pembaharuan Sistem Pendidikan Pesantren. 1985 . Jakarta: 1996.2001. 2000 .

com www.myquran. 2001 Tempat Tanggal Lahir: Kuningan 4 Desember 1966 Arab 1992 Nasyaath.1987-1988 MI. Kosma B.id BIODATA PENULIS Nama Pekerjaan : M.www. Ketua Kosma B.com www. Tarbiyah / B.Tarbiyah IAIN Syahid Departemen Penerbitan SEMA F. al-Ikhlash Ciawilor Kuningan 1979 KMI Pondok Modern Daarussalaam Gontor 1985 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 4. Arab F. Riwayat Pendidikan : 1. 3. 2.deptan. 1988 271 .go.pesantrenvirtual. Tabiyah 1988-1989 Perintis dan Pemred Majalah Bahasa Arab alJkt. : Alamat : Kampus Pondok Modern al-Ikhlash Ciawilor Ciawigebang Kuningan Jawa Barat. IAIN SGD Bandung Program Pasca Sarjana. 3. Pengalaman Organisasi: 1. Arab IAIN Syahid Jkt.Sekarang : Komisaris Utama PT. 2. Tata Taufik : Pimpinan Pondok Modern al-Ikhlash 1990. Pengajar Ianstitut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Suryalaya. Fak. Radio Duta Muslim Kuningan 2000: Sekarang.

1989 Sekarang 272 . Pemred Majalah Gema Tarbiyah Fak Tarbiyah IAIN Pengurus Puskoppan Pesantren Jawa Barat. 1999- Jkt. 5.4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->