6 Gaya Kepemimpinan Oleh : Kriswandaru ES, M.

Psi, Psikolog Masalah kepemimpinan (leadership) adalah masalah yang banyak dibahas beberapa dekade ini. Ada beberapa orang yang memang memiliki bakat kepemimpinan, namun ada beberapa orang yang mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang dimilikinya. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh para manager atau para pemimpin, sering kali merupakan fungsi atau bagian dari kepribadian mereka sendiri. Maka dari itu cenderung para pemimpin mempunyai gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kepribadian mereka. Dan seringkali gaya kepemimpinan yang digunakan hanya satu atau beberapa saja dan digunakan untuk semua aspek permasalahan yang dihadapi. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pemimpin yang sukses atau berhasil adalah pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi meliputi menerima, menilai, mengelola serta mengontrol emosi yang ada dalam dirinya sendiri dan orang lain disekitarnya. Selain itu pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak hanya memakai satu gaya kepemimpinan saja, melainkan menggunakan beberapa gaya kepemimpinan dan memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan dengan kasus atau situasi yang dihadapi.

Daniel Goleman, Richard Boyatzis dan Annie McKnee dalam buku Primal Leadership: Realizing the Power of Emotional Intelligence menggambarkan adanya 6 gaya kepemimpinan yang berpengaruh pada emosi para pengikutnya. Kita tahu bersama bahwa Daniel Goleman adalah seorang penulis yang menulis buku tentang kecerdasan emosional (EQ). Di dalam buku Primal Leadership, masalah kepemimpinan dan emosi akan di kaitkan. Disini akan dibahas mengenai 6 gaya kepemimpinan yang dimaksudkan.

1. The visionary leader Pemimpin dengan gaya ini bergerak dengan mengajak orang lain untuk mencapai visi, pemimpin akan menunjukkan arah kemana harus pergi. Visi yang diberikan akan membuat para pengikutnya termotivasi untuk mencapai visi yang diberikan. Pemimpin visioner akan berdiri di depan dan mengajak orang lain untuk berkontribusi dalam pencapaian visi. Gaya kepemimpinan ini sangat cocok diterapkan pada organisasi yang sedang berubah atau berkembang. 2. The coaching leader Pemimpin dengan tipe ini akan mencoba mencari kelebihan dan kelemahan dari pengikut mereka dan berusaha untuk mengembangkannya. Kelebihan dan kelemahan yang dimiliki dari para pengikut akan dicoba untuk dibenahi dan dibantu untuk dapat lebih berkembang. Pemimpin tipe ini akan lebih banyak melakukan delegasi dan memantau atau membimbing orang lain. Mereka akan mendengarkan kendala atau masalah yang dihadapi oleh pengikut dan kemudian memberi masukanmasukan. Mereka akan memberitahukan mana yang salah dan mana yang benar dari yang dilakukan

Gaya ini cocok diterapkan pada pengikut yang bandel . Mereka memberikan tantangan dan mengharapkan hasil yang tinggi. Pemimpin akan turun dan mengharmoniskan kembali. Pemimpin akan memberikan kontrol yang ketat pada pengikut supaya mereka melakukan apa yang diperintahkan. Walaupun memberikan standart yang tinggi. Gaya ini cocok bila untuk membangun organisasi yang ingin terus berkembang. Gaya ini cocok digunakan ketika anggota tim mengalami perpecahan atau masalah. Apabila terjadi perpecahan atau konflik maka akan diselesaikan dengan baik. Namun jika diterapkan dengan anggota tim yang memiliki motivasi dan kompetensi yang rendah maka akan menghasilkan kinerja yang sangat buruk. namun bimbingan dari pemimpin sedikit dilakukan. perintah dan komando yang jelas dan tegas. 5. Terkadang bila diperlukan pemimpin dengan gaya ini akan terun dan memberikan contoh dan menuntut pengikutnya untuk bisa melakukan apa yang dilakukannya. The commanding leader Gaya ini memberikan arah. maka para pengikut akan merasa dihargai dan mereka akan memberikan kontribusi maupun loyalitas yang lebih tinggi. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang fleksibel dengan gaya kepemimpinannya. (KES) . The democratic leader Pemimpin demokratis adalah pemimpin yang mau mendengarkan dan menerima masukan dari pengikut. Gaya kepemimpinan ini cocok untuk anggota tim yang memiliki motivasi yang tinggi dan kompetensi yang tinggi. Selain itu. Dengan didengarkan. Pemimpin dengan tipe ini akan mendorong anak buah dengan membangun hubungan yang baik. 4. Gaya kepemimpinan haruslah disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi.anak buahnya. Gaya kepemimpinan demokratis dibutuhkan ketika dibutuhkan masukan-masukan atau ide-ide dari pengikut. Untuk itu dibutuhkan kemampuan dalam mengelola kecerdasan emosi. gaya ini cocok dilakukan pada saat mengalami masa kritis dan membutuhkan tindakan yang cepat. 6. hal ini akan mengakibatkan penurunan rasa loyalitas dari orang lain. 3. Pemimpin tipe ini akan sangat menghargai masukan-masukan dari pihak lain. Kelemahan tipe ini adalah bila banyak mendengarkan namun tidak ada tindakan nyata yang dilakukan. The affiliative leader Tipe ini lebih mengarah ke hubungan yang baik antara atasan dan pengikut. The pace-setting leader Pemimpin dengan tipe ini akan menetapkan standart yang tinggi pada pengikut mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful