Secara umum setelah Anda mempelajari mata kuliah ini Anda akan mampu menganalisis proses pembuatan hukum

di Indonesia dan implementasinya. Secara khusus setelah mempelajari mata kuliah ini Anda dapat: 1. menjelaskan hakikat dan karakteristik sistem hukum di Indonesia; 2. menjelaskan kaidah dasar dalam pembentukan hukum dan sumber hukum di Indonesia; 3. menjelaskan perkembangan sistem hukum di Indonesia; 4. menjelaskan komponen substitusi hukum; 5. menjelaskan substansi hukum positif di Indonesia; 6. menjelaskan susunan dan kekuasaan badan-badan peradilan di Indonesia; 7. menjelaskan kekuasaan kehakiman; 8. menjelaskan penafsiran, penggolongan dan klasifikasi hukum; 9. menjelaskan unsur-unsur bangunan sistem hukum di Indonesia.

MODUL 1: Hakekat dan Karakteristik Sistem Hukum di Indonesia Kegiatan Belajar 1: Pengertian dan Fungsi Hukum Indonesia Rangkuman Hukum Indonesia adalah keseluruhan kaidah dan asas berdasarkan keadilan yang mengatur hubungan manusia dalam masyarakat yang berlaku sekarang di Indonesia. Sebagai hukum nasional, berlakunya hukum Indonesia dibatasi dalam wilayah hukum tertentu, dan ditujukan pada subyek hukum dan objek hukum tertentu pula. Subyek hukum Indonesia adalah warga negara Indonesia dan warga negara asing yang berdomisili di Indonesia. Sedangkan objek hukum Indonesia adalah semua benda bergerak atau tidak bergerak, benda berwujud atau tidak berwujud yang terletak di wilayah hukum Indonesia. Hukum Indonesia sebagai perlengkapan masyarakat ini berfungsi untuk mengintegrasikan kepentingan-kepentingan anggota masyarakat sehingga tercipta ketertiban dan keteraturan. Karena hukum mengatur hubungan antar manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat dan sebaliknya, maka ukuran hubungan tersebut adalah: keadilan. Hukum Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu sistem, yang terdiri dari unsur-unsur atau bagian-bagian yang satu sama lain saling berkaitan dan berhubungan untuk mencapai tujuan yang didasarkan pada UUD 1945 dan dijiwai oleh falsafah Pancasila. Sebagai satu sistem, sistem hukum Indonesia telah menyediakan sarana untuk menyelesaikan konflik diantara unsur-unsurnya. Sistem hukum Indonesia juga bersifat terbuka, sehingga di samping faktor di luar sistem seperti: ekonomi, politik, sosial dapat mempengaruhi, sistem hukum Indonesia juga terbuka untuk penafsiran yang lain Kegiatan Belajar 2: Mazhab-mazhab (Aliran) dalam Hukum Rangkuman Beberapa aliran hukum yang telah berkembang sesuai dengan jamannya dan memberi pengaruh serta mewarnai sistem hukum di dunia adalah: aliran legisme, freie rechtslehre dan rechtsvinding. Masing-masing aliran mempunyai karakteristik yang berbeda. Aliran legisme yang telah memberi corak pada sistem hukum kontinental merupakan suatu mazhab yang menganggap undang-undang sebagai satu-satunya sumber hukum. Diasumsikan

bahwa hukum identik dengan undang-undang, sehingga tidak ada hukum yang lain di luar itu. Sebagai konsekuensi dari aliran ini, hakim bersifat pasif dan hanya berkewajiban untuk menerapkan undang-undang saja. Sedangkan aliran freie rechtlehre berpendapat bahwa undang-undang tidak cukup mampu mengikuti perkembangan masyarakat, sehingga hakim diberi kebebasan untuk menciptakan hukum sendiri sesuai dengan keyakinannya (judge made law), bebas untuk melakukan interpretasi bahkan hakim bebas untuk menyimpangi undang-undang. Aliran yang berada diantara dua aliran ekstrem di atas adalah aliran rechtsvinding. Pada aliran ini hakim tetap terikat pada undang-undang tetapi tidak seketat seperti aliran legisme. Hakim bertugas untuk menemukan hukum, dan diberi kebebasan untuk menyelaraskan undang-undang dengan perkembangan jaman. Pada aliran ini yurisprudensi mempunyai kedudukan yang penting sebagai sumber hukum formil setelah undang-undang. Aliran rechtsvinding ini sedikit banyak mempengaruhi sistem hukum di Indonesia Kegiatan Belajar 3: Karakteristik Hukum di Indonesia (Positif dan Progresif) Rangkuman Salah satu hal yang spesifik dari hukum Indonesia sehingga membedakannya dari hukum negara lain adalah tekad untuk tidak melanjutkan hukum warisan pemerintah kolonial yang pernah menjajahnya. Tekad ini direalisasikan dengan melakukan perubahan fundamental pada hukum "warisan" kolonial. Perubahan yang sudah dilakukan meliputi: 1). melakukan unifikasi terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana; 2) menghapus sistem pembagian golongan; dan 3) memberlakukan satu sistem peradilan umum di seluruh Indonesia dengan menghapuskan perbedaan sistem peradilan yang sempat ada pada masa pemerintahan kolonial. Ciri khas yang lain dari hukum Indonesia adalah: 1) diberlakukannya keanekaragaman (pluralistis) hukum perdata; 2) berlakunya hukum tidak tertulis di samping hukum tertulis; dan 3) membentuk hukum nasional yang mampu mengikuti perkembangan masyarakat dan tetap mewadahi keanekaragaman hukum adat. Kegiatan Belajar 4: Pluralisme Hukum di Indonesia Rangkuman Dalam hukum positif Indonesia berlaku bermacam-macam hukum perdata, yaitu hukum perdata Eropa (KUHPerdata), hukum adat dan hukum Islam. Pluralisme hukum perdata ini disebabkan karena berdasarkan Pasal 163 IS, penduduk Hindia Belanda digolongan menjadi golongan Eropa, Bumi Putra dan Timur Asing. Dan berdasarkan Pasal 131 IS kepada masingmasing golongan diberlakukan hukum perdata yang berbeda. Untuk mengatasi kevakuman hukum setelah Indonesia merdeka, berdasar pada Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945, ketentuan-ketentuan tersebut di atas masih diberlakukan. Tetapi UU Nomor 62 Tahun 1958 dan Instruksi Presidium Kabinet Nomor 31/U/IN/1966, hanya mengenal pembagian penduduk menjadi warga negara Indonesia dan warga negara Asing dan menghapuskan penggolongan penduduk. Sehingga meskipun hukum perdata dalam hukum positif Indonesia masih bersifat pluralistis, tetapi tidak lagi ditujukan pada golongan penduduk tertentu, melainkan ditujukan kepada warga negara Indonesia secara umum.

Daftar Pustaka
y y y y y y y y y y y y y y y y y

Achmad Sanoesi.(1987). Pengantar Ilmu Hukum dan Pengantar Tata Hukum Indonesia. Bandung: Tarsito. Artidjo Alkostar. (1997). Identitas Hukum Nasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Asis Safioedin. (1989). Beberapa Hal tentang Burgerlijke Wetboek. Bandung: Alumni Bachsan Mustafa .(2003). Sistem Hukum Indonesia Terpadu. Bandung: Citra Adiyta Bakti L.J. van Apeldorn. (1985). Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Pradnya Paramita Riduan Syahrani. (2000). Seluk Beluk dan Asas-asas Hukum Perdata. Bandung: Alumni Saleh Adiwinata .(1983). Perkembangan Hukum Perdata dan Adat Sejak tahun 1960. Bandung: Alumni. Satjipto Rahardjo. (1996). Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti. Siti Soetami. (1995). Pengantar Tata Hukum Indonesia. Bandung: Eresco Soedjono Dirdjosisworo. (1999). Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta. Raja Grafindo Persada Soediman Kartohadiprodjo. (1984). Pengantar Tata Hukum Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia Soedikno Mertokusumo. (1999). Mengenal Hukum. Yogyakarta: Liberty __________________. (1999). Penemuan Hukum. Yogyakarta: Liberty Soepomo. (1965). Sistem Hukum di Indonesia Setelah Perang Dunia ke II. Jakarta: Pradnya Paramita. Soerjono Soekanto dan Purnadi Purbotjaroko. (1989). Perihal Kaidah Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti. Soerojo Wignjodipoero (1988). Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: CV Haji Masagung. Sunaryati Hartono. (1991). Politik Hukum Menuju Satu Sistem Hukum Nasional. Bandung: Alumni.

MODUL 2: Kaidah Dasar Pembentukan Hukum dan Sumber-sumber Hukum di Indonesia Kegiatan Belajar 1: Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Rangkuman Pandangan hidup bangsa merupakan kesatuan dari rangkaian nilai-nilai luhur, yang berfungsi sebagai kerangka acuan untuk menata kehidupan individu, interaksi antar individu, dan individu dengan alam sekitarnya dalam suatu lingkup kehidupan berbangsa. Pedoman hidup (pandangan hidup) bangsa dan negara mengandung dua konsepsi dasar mengenai kehidupan bernegara yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia. Pertama, bersifat khusus yaitu "..melindungi segenap bangsa Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa...". Kedua, bersifat umum dengan artian dalam lingkup kehidupan sesama bangsa di dunia, yang dalam pembukaan UUD 1945 berbunyi: "«dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial«". Bangsa Indonesia merupakan kausa materialis Pancasila atau asal dari nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila pada hakikatnya merupakan kristalisasi nilai-nilai yang digali dari

umum-kolektif. Peraturan Pemerintah (PP) 4. Pancasila merupakan landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara. Unsur-unsur Pancasila telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kristalisasi dari asas-asas dalam kebudayaan.bangsa Indonesia sendiri. Susunan isi. kebudayaan. Peraturan Daerah (Perda). dan selanjutnya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara yang sah (asal mula karya/kausa efisien). arti. serta penerapannya dalam berbagai bidang kehidupan. UU No. secara formal Pancasila memperoleh kedudukan yuridis konstitusional dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia membawa konsekuensi logis. Menurut UU No. oleh karena secara tegas tidak dijadikan sebagai salah satu objek perubahan ketentuan Pasal 37 tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Sebab. yaitu sebagai pangkal tolak penjabarannya dalam bidang-bidang kenegaraan dan tertib hukum Indonesia. hanya pasal-pasal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai perubahan. nilai kemanusiaan. dan kebiasaan dalam memecahkan permasalahan mereka sehari-hari. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. nilainilai ketuhanan. Menurut ketentuan Pasal 37 ayat (1) sampai ayat (5) UUD 1945. arti. yang kemudian diformulasikan oleh para pendiri negara sebagai dasar negara oleh Panitia Sembilan (asal mula tujuan/kausa finalis). Ketiga. Pembukaan UUD 1945 yang di dalamnya tercantum sila-sila dalam Pancasila tidak dapat diubah. terdiri dari : . Pelanggaran terhadap Pancasila dan peraturan-peraturan yang dijiwainya diikuti dengan sanksi hukum sesuai dengan hukum yang berlaku. nilai kerakyatan. Nilai-nilai ketuhanan. dan esensi Pancasila dapat dijabarkan dalam berbagai bidang kehidupan. dalam artian isi. Kedua. yakni kekuatan imperatif atau memaksa secara hukum. nilai persatuan. Peraturan Presiden (Perpres) 5. yaitu sebagai pedoman kolektif negara dan bangsa Indonesia terutama dalam menegakkan tertib hukum Indonesia. khusus-kongkrit. Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) 2. Pancasila memiliki kedudukan yuridis sebagai dasar negara sejak 18 Agustus 1945 di mana bersamaan dengan diundangkannya UUD 1945 dalam berita Republik Indonesia Tahun II No 7 oleh PPKI. Tata urutan perundang-undangan adalah sebagai berikut : 1. dan nilai keadilan telah ada dan tercermin dan terkandung dalam kehidupan masyarakat yang berupa adat-istiadat. Undang-Undang (UU)/Peraturan Pemeerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) 3. dan esensi nilai-nilai Pancasila dapat dikategorikan ke dalam tiga lingkup: Pertama. Kegiatan Belajar 2: Pancasila Sebagai Dasar Negara Rangkuman Pancasila sebagai dasar negara amat penting dan mendasar bagi Indonesia. umum-universal. kedudukan Pancasila secara konstitusional tidak dapat diubah. Dengan demikian. Dasar negara menjiwai dan dijabarkan dalam bentuk perundang-undangan. dengan tujuan untuk mengatur ketertiban masyarakat dan mencapai tujuan hidup bernegara. Kekuatan imperatif atau memaksa artinya menuntut warga negara untuk taat dan tunduk kepada Pancasila dan aturan hukum yang dijiwainya.

(2001). Mengenal hukum Suatu Pengantar. yaitu: Pertama. Yogyakarta: Paradigma. Peraturan Desa/Peraturan yang setingkat Kegiatan Belajar 3: Kaidah Pancasila. sebagai cita-cita hukum nasional. Maria Farida Indrati Soeprapto. Perda Propinsi 7. sebagai perekat kesatuan hukum nasional. . Jakarta: Rajawali. (1996). Dan. Kedua. (1975). 10 Tahun 2004. Darmodihardio. sudut pandang ahli sosiologi. bermakna bahwa seluruh peraturan yang timbul dan mengatur kehidupan masyarakat dibentuk untuk mewujudkan citacita berbangsa dan bernegara yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila secara utuh. Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. Peran dan Fungsi Sumber Hukum Rangkuman Sumber hukum adalah segala apa saja yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang bersifat memaksa. Fungsi dan peranan Pancasila sebagai sumber hukum. L. yaitu sumber hukum yang menentukan isi suatu norma hukum. Kaelan. Yogyakarta: Kanisius. Abdul Karim. sumber hukum formil. dan sebagainya. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Sumber hukum materil dapat ditinjau dari banyak sudut pandang. Dalam kesatuan integral hukum di Indonesia. yaitu sumber hukum ditinjau dari bentuk dan tata cara penyusunannya. Keputusan-keputusan Hakim (Jurisprudensi). menurut Pasal 2 UU No. antara lain. Notonagoro. Jakarta: PT Balai Pustaka. Traktat (treaty). _____________ (2000). Ilmu Perundang-indangan Dasar dan Pembentukannya. Daftar Pustaka y y y y y y y y y y y y CST Kansil.Pengantar Ilmu Hukum. M. Yogyakarta: Liberty. Kebiasaan (custom). Yogyakarta: Paradigma. Menggali Menggali Muatan Pancasila dalam Perspektif Islam. Yang termasuk sumber hukum formil adalah sebagai berikut : Undang-Undang (statute). (1998). Pancasila secara Ilmiah Populer. pandangan hidup dan dasar negara. dan Pendapat Sarjana Hukum (doktrin) Dalam hukum positif Indonesia. J. (2000). Jakarta: PT Pradnya Paramita. pertama. Jakarta: Pantjuran Tujuh. (1999). Pendidikan Pancasila. Penjabaran Nilai-Nilai Pancasila dalam Sistem Hukum Indonesia. UU No. Sumber-sumber hukum diklasifikasikan ke dalam dua kelompok besar. sumber hukum materiil. sudut pandang para filsuf. Bung Karno Menggali Pancasila. (2004). Jakarta: Gramedia. yakni aturan-aturan yang kalau dilanggar mengakibatkan sanksi yang tegas dan nyata. UUD1945 (`sebelum dan sesudah amandemen) Wawan Tunggul Alam. (1993). Pancasila Yuridis Kenegaraan. Sudikno Mertokusumo. Perda Kabupaten/Kota 8. misalnya sudut pandang ahli sejarah. van Apeldoorn. 10 Tahun 2004. kedua. dalam arti Setiap aturan hukum yang mengatur segi-segi kehidupan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar filsafat.6. (1989). hukum lahir dari berbagai sumber hukum formil tersebut. Yogyakarta: Surya Raya.

Masing-masing golongan mempunyai badan peradilan sendiri. Orde Baru dan reformasi Rangkuman Setelah kemerdekaan. Negara penjajah mempunyai kecenderungan untuk menanamkan nilai serta sistem hukumnya di wilayah jajahan. WvK. Sepanjang tahun 1945-1959 Indonesia menjalankan demokrasi liberal. HIR). Akibatnya hukum yang terbentuk merupakan hukum yang konservatif (ortodok) yang merupakan kebalikan dari hukum responsif. masih belum dapat membuat peraturan untuk mengatur segala aspek kehidupan bernegara. Hal ini penting untuk mencegah kekosongan hukum dalam sistem hukum di Indonesia pada masa itu. Inggris dan Jepang. tidak banyak perubahan di bidang hukum. Kemudian pada tahun 1917 Pemerintah Hindia Belanda memberi kemungkinan bagi golongan non Eropa untuk tunduk pada aturan Hukum Perdata dan Hukum Dagang golongan Eropa melalui apa yang dinamakan "penundukan diri". Namun ternyata Belanda masih membiarkan berlakunya hukum adat dan hukum lain bagi orang asing di Indonesia. Pada awal kemerdekaan dalam kondisi yang belum stabil. Indonesia pernah dijajah beberapa negara antara lain Belanda. sehingga hukum yang ada cenderung bercorak responsif dengan ciri partisipatif. banyak peraturan perundangan yang diberlakukan di Hindia Belanda baik itu dikodifikasi (seperti BW. Dengan demikian terdapat pluralisme hukum atau tidak ada unifikasi hukum saat itu. aspiratif dan limitatif. sementara masyarakat yang terjajah juga mempunyai tata nilai dan hukum sendiri. Peraturan penting yang dikeluarkan pemerintah yaitu beberapa peraturan pidana.MODUL 3: Perkembangan Sistem Hukum Indonesia Kegiatan Belajar 1: Perkembangan Hukum di Indonesia pada Masa Pendudukan Belanda dan Jepang Rangkuman Sepanjang sejarah. Demokrasi yang berlaku adalah Demokrasi Terpimpin yang menyebabkan kepemimpinan yang otoriter. Untuk mencegah kekosongan hukum. WvS) maupun tidak dikodifikasi (seperti RV. Pada tahun 1966 . Namun ketika diambil alih oleh Pemerintah Belanda. Masa Orde Lama. Indonesia bertekad untuk membangun hukum nasional yang berdasarkan kepribadian bangsa melalui pembangunan hukum. Pasal 192 Konstitusi RIS (pada saat berlakunya Konstitusi RIS) dan Pasal 142 UUDS 1950 (ketika berlaku UUDS 1950). kecuali hukum pidana yaitu pada tahun 1918 dengan memberlakukan WvS (KUH Pidana) untuk semua golongan. Pada tahun 1942 Pemerintahan Bala Tentara Jepang menguasai Indonesia. Kegiatan Belajar 2: Perkembangan Hukum di Indonesia pada Awal Kemerdekaan. Pada masa Orde Lama Pemerintah (Presiden) melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap UUD 1945. hukum lama masih berlaku dengan dasar Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945. yaitu oleh VOC. karena memang pendapat Pemimpin lah yang termuat dalam produk hukum. kemudian ada Osamu Seirei Nomor 1 Tahun 1942 yang dalam salah satu pasalnya menentukan badan/lembaga pemerintah serta peraturan yang sudah ada masih dapat berlaku asalkan tidak bertentangan dengan Pemerintahan Bala Tentara Jepang. Ketika Indonesia dikuasai Belanda pertama kali. Selain itu badan peradilan dibentuk tidak untuk semua golongan penduduk. Secara umum hukum Indonesia diarahkan ke bentuk hukum tertulis.

Perubahan terjadi ketika memasuki era reformasi yang menghendaki penataan kehidupan masyarakat di segala bidang. Pada masa Penjajahan Belanda. Daftar Pustaka . Setelah Indonesia merdeka. politik hukum yang dijalankan Pemerintah yaitu hukum diarahkan untuk melegitimasi kekuasaan Pemerintah. Apalagi pada masa ini hukum "hanya" sebagai pendukung pembangunan ekonomi karena pembangunan dari PELITA I . Setelah Presiden Soeharto mundur dari jabatannya pada tahun 1998. Hal ini merupakan efek dari berlakunya demokrasi liberal yang memberi kebebasan kepada warga untuk berpendapat. Namun Soeharto sebagai penguasa Orde Baru juga cenderung otoriter. di Indonesia masih terjadi pluralisme hukum. Pembenahan sistem hukum termasuk agenda penting reformasi.PELITA VI dititik beratkan pada sektor ekonomi. politik hukumnya tertuang dalam Pasal 131 IS (Indische Staatsregeling) yang mengatur hukum mana yang berlaku untuk tiap-tiap golongan penduduk. memberi keleluasaan kepada lembaga peradilan dalam menjalankan tugasnya serta memberi suasana kondusif dalam rangka mengembangkan sistem kontrol masyarakat untuk mendukung penegakan hukum. untuk mencegah kekosongan hukum dipakailah Aruran peralihan seperti yang terdapat pada Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945. karena politik hukum itu menentukan produk hukum yang dibuat dan implementasinya. karena UUD merupakan hukum dasar yang menjadi acuan dalam kehidupan bernegara di segala bidang. Akibatnya lembaga peradilan menjadi tidak bebas. Setelah itu diadakan pembenahan dalam pembuatan peraturan perundangan. baik yang mengatur bidang baru maupun perubahan/penggantian peraturan lama untuk disesuaikan dengan tujuan reformasi. Ketika Orde Baru berkuasa. Tetapi harus diakui peraturan perundangan yang dikeluarkan pada masa Orde Baru banyak dan beragam. Hukum yang lahir kebanyakan hukum yang kurang/tidak responsif. akan tetapi implementasinya relatif baik yang ditandai lembaga peradilan yang mandiri.merupakan titik akhir Orde lama dan dimulainya Orde Baru yang membawa semangat untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Kegiatan Belajar 3: Peranan Pemerintah dalam Implementasi Hukum pada Masingmasing Periode Rangkuman Berbicara bagaimana peranan Pemerintah dalam implementasi hukum di Indonesia terkait dengan politik hukum yang dijalankan Pemerintah. Sebaliknya pada masa Orde lama. Pasal 192 Konstitusi RIS dan Pasal 142 UUDS 1950. Berdasarkan politik hukum itu. peran pemimpin (Presiden) sangat dominan yang menyebabkan implementasi hukum mendapat campur tangan dari Presiden. Hal ini dikarenakan Pemerintah Orde Baru lebih mengutamakan bidang ekonomi dalam pembangunan. Adapun mengenai penggolongan penduduk terdapat pada Pasal 163 IS. Indonesia memasuki era reformasi yang bermaksud membangun kembali tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat kebebasan dan keterbukaan (transparansi) menciptakan kondisi terkontrolnya langkah Pemerintah untuk mendukung agenda reformasi termasuk bidang hukum. Hukum tidak terlalu berkembang pada masa awal kemerdekaan. Langkah-langkah yang diambil antara lain pembenahan peraturan perundangan. Langkah awal yang dilakukan yaitu melakukan amandemen atau perubahan terhadap UUD 1945. sebagai sarana untuk mendukung sektor ekonomi dan sebagai sarana untuk memfasilitasi proses rekayasa sosial.

Beracara perdata itu melalui 3 (tiga) tahap. MODUL 4: Komponen Substansi Hukum Kegiatan Belajar 1: Sistem Hukum Adat dan Hukum Perdata Rangkuman Hukum Adat merupakan hukum tidak tertulis yang dibentuk dan dipelihara oleh masyarakat hukum adat tanpa campur tangan dari penguasa. yaitu pendahuluan. Bandung: Citra Aditya Bakti.S. Kusumadi Pudjosewojo. yaitu: persekutuan desa. Pengantar Tata Hukum Indonesia. Sidang terbuka untuk umum. Jakarta: Aksara Baru. Buku II tentang Benda. terikatnya hakim pada alat bukti. yaitu: hukum Orang. Buku IV tentang Pembuktian dan daluwarsa. Asas-asas yang perlu diperhatikan dalam bercara perdata. Pengantar Hukum Indonesia. Gama Media. Nusantara. Moh. dan putusan hakim harus disertai alasan-alasan. R. Buku III tentang Perikatan. Yogyakarta. Hukum Perdata merupakan hukum yang mengatur hubungan antar perorangan. Hukum adat merupakan hukum yang bersifat lokal. Jakarta: Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia C. Sarjita (2004). Sistematika Hukum Perdata menurut Ilmu Pengetahuan terdiri dari 4 bagian. dan pelaksanaan. Hakim bersikap pasif. antara lain:Hakim bersifat menunggu. Sedangkan pembagian Hukum Perdata berdasarkan Undang-Undang. Abdoel Djamali (2005). persekutuan daerah dan perserikatan kampung. (1988). (1984). Yogyakarta: Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Kansil (1984). Ilmu Hukum. Yogyakarta: Liberty. hukum Perikatan dan hukum Waris. Kegiatan Belajar 2: Sistem Hukum Acara Perdata Indonesia Rangkuman Dalam rangka menegakan hukum perdata materil diperlukan hukum perdata formil (hukum acara perdata) atau adjective law . Jakarta: Balai Pustaka. Sekilas Tentang Mahkamah Konstitusi dan Komisi Konstitusi. yaitu masyarakat matrilineal. mendengar kedua belah pihak. mengatur hak dan kewajiban dalam lapangan hukum kekeluargaan dan dalam pergaulan masyarakat. Sesuai dengan faktor genealogis maka ada 3 masyarakat hukum adat.( 1999). yakni aturan hukum yang mengatur bagaimana menegakkan hukum perdata materil dengan perantaraan hakim di pengadilan sejak pemajuan gugatan sampai pada pelaksanaan putusan. beracara itu dikenakan biaya. Sedangkan berdasar pada faktor teritorial terbentuk 3 macam masyarakat. dan karena dibentuk oleh masyarakat hukum adat yang tata susunannya sangat tergantung pada faktor pembentuknya. yang dilengkapi dengan sanksi sebagai upaya pemaksa. Pedoman Pelajaran Tata Hukum Indonesia.y y y y y y y y Abdul Hakim G. Hartono Hadisoeprapto (1999). MD. mengakibatkan hukum adat menjadi plural dan berbeda diantara tiap daerah dan tiap masyarakat. hukum Harta Kekayaan. . Jakarta: Rajawali Pers. patrilineal dan parental. Satjipto Rahardjo (2000). Mahfud. terdiri atas 4 buku: Buku I tentang orang. T. Politik Hukum Indonesia. Hukum dan Pilar-Pilar Demokrasi. penentuan.

memperoleh bantuan hukum seluas-luasnya. Bandung. mengatur hak dan kewajiban bagi mereka yang bersangkut paut dengan proses perkara pidana berdasarkan undangundang. Hukum Internasional . Jakarta: Sinar Grafika. Anda mengecek kembali sejauh mana penguasaan Anda terhadap materi tentang sistem Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana. Jakarta: ghalia Indonesia. sedang Hukum Acara Pidana diatur dalam UU No. Selanjutnya dalam proses berita acara pidana meliputi beberapa tahap. Asas-asas hukum Pidana. 3. Hak dan kewajiban bagi pihak yang bersangkut paut dengan proses perkara pidata mengacu pada asas hukum Acara Pidana. Bachsan Mustafa . sedangkan Hukum Pidana dalam arti luas mencakup hukum pidana materil dan hukum pidana formil atau Hukum Acara Pidana.(2005). hadirnya terdakwa. perintah tertulis dari yang berwenang. Pemeriksaan di depan sidang oleh hakim. Penuntutan yang dilakukan oleh jaksa atau penuntut umum. KUHP dan KUHAP. yaitu: 1. Hukum Pidana dalam pengertian sempit hanya mencakup hukum pidana materiil saja. Alumni I Wayan Parthiana. Hukum Pidana materil diatur dalam KUHP. Bandung: Citra Adiyta Bakti. Bandung: Mandar Maju .Pengertian.(1987). antara lain: perlakuan di muka sidang.(2003) Sistem Hukum Indonesia Terpadu. Daftar Pustaka y y y y y y y y y Achmad Sanoesi. Peranan dan Fungsi dalam Era Dinamika Globalisasi. dan 4. Asas-asas Hukum Pidana. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP dan peraturan perundang-undangan lainnya. Setelah Anda baca rangkuman tersebut di atas. cobalah baca sekali lagi bagian-bagian yang dimaksud. Bandung: Tarsito. Adani Chazawi. Bila sekiranya ada hal-hal yang belum Anda kuasai. Pelaksanaan putusan pengadilan oleh jaksa dan lembaga pemasyarakatan. sidang terbuka untuk umum dll. Hukum Acara Pidana atau hukum formil merupakan ketentuan tentang tata cara proses perkara pidana sejak adanya sangkaan seseorang telah melakukan tindak pidana hingga pelaksanaan keputusan sampai pelaksanaan putusan pengadilan. (2006) . Pengantar Ilmu Hukum dan Pengantar Tata Hukum Indonesia. (1998). Pengantar Hukum Internasional. Penyidikan oleh penyidik (penyidik polisi dan penyidik PNS). (1994). Batas Berlakunya Hukum Pidana. ----------------. 2.Kegiatan Belajar 3: Sistem Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana Indonesia Rangkuman Hukum pidana merupakan bagian dari hukum publik yang mengatur hubungan antara negara dengan warga negara. Bambang Pornomo. Teori-teori Pemidanaan dan Andi Hamzah. Boer Mauna. serta diciptakan untuk penegakan hukum dan keadilan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. (2005).Hukum Acara Pidana Indonesia. (2003). Jakarta: Rineka Cipta. Fungsi dan tujuan Hukum Acara Pidana adalah melaksanakan ketentuan-ketentuan hukum pidana untuk mencari kebenaran materil dan bertujuan untuk mencari kebenaran materil.(1994). Jakarta: Rineka Cipta ----------------. Tindak Pidana. Stelsel Pidana.

Koesnardi 4 Bintan Saragih. Pokok-pokok Hukum Administrasi Negara.(1983). (Wawasan Nusantara Dan Implementasinya Dalam UUD 1945 Serta Pembangunan Nasional. Hukum Adat Suatu Pengantar Awal dan Prediksi Masa Mendatang.y y y y y y y y y y y y y y y y y y Hartono Hadisoeprapto. sebagian urusan pemerintahan diselenggarakan oleh pemerintahan daerah berdasar asas desentarlisasi. Soedjono Dirdjosisworo. Alumni. Sri Soemantri. . Rakyat sebagai salah satu unsur negara secara otomatis menjadi warga negara. Bandung: Alumni. Riduan Syahrani. Jakarta: gaya Media Pratama. Hukum Acara Perdata Indonesia. ------------. (2000). (1998). Ilmu Negara. (1998). (1990). Bandung: Eresco Sugeng Istanto. (1999). Jakarta: CV Haji Masagung. Yogyakarta: Liberty Moh. Bandung: Eresco.(1992). Seluk Beluk dan Asas-asas Hukum Perdata. Mengingat wilayah Indonesia yang luas dan jumlah penduduk yang banyak serta permasalahan yang komplek. Pengantar Tata Hukum Indonesia. (1976). Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. (1995). Pengantar Tata Hukum Indonesia. Koesnardi 4 Harmaily Ibrahim. Jakarta: Gramedia. Sistem-sistem Pemerintahan Negara Asean. Hukum Internasional. Sudikno Mertokusumo. Jakrat: Pusat Studi hukum tata negara FH UI. Toto Pandoyo. (1999) Pengantar Ilmu Hukum. Semarang: FH Undip Soerojo Wignjodipoero (1988). Sifat hubungan antara lembaga negara terutama antara eksekutif dan legislatif akan menentukan corak sistem pemerintahannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada Soediman Kartohadiprodjo (1984) Pengantar Tata Hukum Indonesia. Hukum Pidana I. SF. Liberty Soleman B. Pemerintah yang berdaulat tercermin dalam bentuk negara sebagai organisasi kekuasaan yang berdaulat kedalam dan keluar. (1987). Taneko. Yogyakarta: Universitas Atmajaya. Di samping Rakyat unsur negara yaitu Wilayah dan Pemerintahan yang berdaulat. Yogyakarta. Sesuai UUD 1945 kekuasaan negara tersebut didistribusikan ke dalam berbagai lembaga negara secara horisontal maupun vertikal. Mengenal Hukum. Moh. Max Boli Sabon dkk. Marbun & Moh Mahfud MD. Ilmu Negara .(1983). Saleh Adiwinata . Siti Soetami. Jakarta: Bina Aksara. sedangkan penduduk adalah warga negara Indonesia dan Orang asing yang bertempat tinggal secara sah di Indonesia. Pengantar Ilmu Hukum. (1987). Jakarta: Ghalia Indonesia Sudarto. dekonsentarsi dan tugas pembantuan. Yogyakarta: Liberty. (2000). MODUL 5: Substansi Hukum Positif Indonesia Kegiatan Belajar 1: Sistem Hukum Tata Negara Indonesia dan Sistem Hukum Administrasi Negara Rangkuman Negara merupakan pangkal tolak dari Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara. tetapi juga perairan (laut).(1988). Bandung. Yogyakarta: Liberty S. Wilayah negara tidak hanya daratan saja. Bandung: Tarsito. Perkembangan Hukum Perdata dan Adat Sejak tahun 1960.

Pengertian.(1987). Batas Berlakunya Hukum Pidana. Sehingga yang menjadi dasar berlakunya hukum internasional adalah anggapan pada hukum internasional itu. Bandung: Citra Adiyta Bakti. Moh. Adani Chazawi. (2005).(1983). . konsul ataupun atase. hukum internasional tidak memiliki kekuatan tersebut. Bandung. Pengantar Hukum Internasional. Jakarta: ghalia Indonesia. Asas-asas hukum Pidana. Alat Administrasi Negara dalam menjalankan fungsinya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat berwenang untuk melakukan perbuatan hukum dengan pihak masyarakat. Bambang Pornomo. Sehingga diantara mereka terjadi saling penempatan wakil diplomatik seperti duta. Jakarta: gaya Media Pratama. Tindak Pidana. Koesnardi 4 Bintan Saragih. (2003). ----------------. tahta suci. Max Boli Sabon dkk. sedang Hukum tata Negara meliputi semua aturan hukum yang bersifat fondamental (negara dalam keadaan diam/tidak bergerak). Kegiatan Belajar 2: Sistem Hukum Internasional Rangkuman Hukum Internasional sebagai hukum yang mengatur pergaulan negara-negara berdaulat memiliki subyek hukum yang antara lain terdiri dari: negara. Berbeda dengan hukum nasional yang memiliki kekuasaan eksekutif pusat sehingga mampu untuk memaksa warganya mentaati peraturan yang dibuatnya. (1994). Jakarta: Gramedia. (2006) . Bandung: Mandar Maju Hartono Hadisoeprapto. Hukum Administrasi negara meliputi semua aturan hukum yang bersifat teknis (negara dalam keadaan bergerak). Jakarta: Raja Grafindo Persada. Asas-asas Hukum Pidana.(2005). Jakarta: Sinar Grafika. Teori-teori Pemidanaan dan Andi Hamzah. Jakrat: Pusat Studi hukum tata negara FH UI. Jakarta: Rineka Cipta. Hukum Internasional . yang kemudian muncul menjadi dua asas: asas pacta sunt servanda dan asas primat hukum internasional. yang mengatur bagaimana hubungan antara negara-negara yang sedang berperang maupun sedang menjalin perdamaian. manusia. Sstelsel Pidana. Akan tetapi agar dalam menjalankan fungsinya tidak sewenang-wenang. Jakarta: Rineka Cipta ----------------. diantara negara-negara tersebut terjalin hubungan diplomatik. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. Pengantar Tata Hukum Indonesia.(1992). Bachsan Mustafa . (2000). Ilmu Negara. Di samping itu alat administrasi negara diperbolehkan melakukan kebebasan bertindak (freis ermessen). Daftar Pustaka y y y y y y y y y y y y y Achmad Sanoesi. Alumni I Wayan Parthiana.Hukum Acara Pidana Indonesia. baik di lapangan hukum privat maupun lapangan hukum publik.(1988). Boer Mauna. Dalam pergaulan internasional. KUHP dan KUHAP. Koesnardi 4 Harmaily Ibrahim. Pengantar Ilmu Hukum dan Pengantar Tata Hukum Indonesia. Palang Merah Internasional. Hukum internasional mencakup hukum perang dan damai. Bandung: Tarsito.Hukum Tata Negara dan Hukum administrasi Negara mempunyai hubungan erat. Yogyakarta: Liberty Moh.(1994). dan perusahaan transnasional. Ilmu Negara . (1998). Peranan dan Fungsi dalam Era Dinamika Globalisasi.(2003) Sistem Hukum Indonesia Terpadu. alat administrasi negara harus memperhatikan dan melaksanakan 13 (tiga belas) asas pemerintahan yang baik. organisasi internasional.

(1987). Dalam lingkungan Peradilan Umum dibentuk pengadilan khusus. (1998). Yogyakarta: Universitas Atmajaya. (1999). Saleh Adiwinata . Bandung: Alumni. Pengadilan Militer Tinggi.y y y y y y y y y y y y y y Riduan Syahrani. Jakarta: Raja Grafindo Persada Soediman Kartohadiprodjo (1984) Pengantar Tata Hukum Indonesia. Perkembangan Hukum Perdata dan Adat Sejak tahun 1960. Jakarta: Bina Aksara. Hukum Adat Suatu Pengantar Awal dan Prediksi Masa Mendatang. Hukum Pidana I. Sistem-sistem Pemerintahan Negara Asean. Yogyakarta. (1976). Toto Pandoyo. ------------. Pengantar Ilmu Hukum. (Wawasan Nusantara Dan Implementasinya Dalam UUD 1945 Serta Pembangunan Nasional. Yogyakarta: Liberty S. (1995). Soedjono Dirdjosisworo. SF. Hukum Internasional. Pengadilan HAM. Pengadilan Hubungan Industrial. Liberty Soleman B. Bandung: Tarsito MODUL 6: Susunan dan Kekuasaan Badan-badan Peradilan di Indonesia Kegiatan Belajar 1: Macam-macam Badan Peradilan di Indonesia Rangkuman Badan-badan Peradilan di bawah Mahkamah Agung merupakan suatu bagian sebagai pelaku kekuasan kehakiman guna menegakkan hukum dan keadilan. Pokok-pokok Hukum Administrasi Negara. Badan-badan Peradilan yang dimaksud. yakni badan peradilan dalam lingkungan peradilan Umum dan badan peradilan dalam lingkungan peradilan khusus. Sudikno Mertokusumo. Peradilan Militer dan Peradilan Tata usaha Negara. Lingkungan peradilan khusus terdiri dari: Peradilan Agama. Pengadilan Niaga. Bandung: Eresco Sugeng Istanto. (1990). Dalam lingkungan Peradilan Agama dibentuk pengadilan khusus sepanjang kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan agama. Dalam lingkungan Peradilan Agama terdiri dari Pengadilan Agama yang merupakan Pengadilan Tingkat Pertama dan Pengadilan Tinggi Agama merupakan Pengadilan Tingkat Banding. Bandung. Mengenal Hukum. Yogyakarta: Liberty. Bandung: Eresco. Selanjutnya dalam lingkungan Peradilan Militer terdiri dari: Pengadilan Militer. (1999) Pengantar Ilmu Hukum. Pengantar Tata Hukum Indonesia. Marbun & Moh Mahfud MD. Alumni. Lingkungan Peradilan Umum terdiri dari Pengadilan Negeri yang merupakan peradilan tingkat pertama dan Pengadilan Tinggi merupakan peradilan tingkat banding. Pengadilan Korupsi. Siti Soetami. (2000). (1998). Seluk Beluk dan Asas-asas Hukum Perdata. Taneko. (1987). Sri Soemantri. Semarang: FH Undip Soerojo Wignjodipoero (1988). Jakarta: CV Haji Masagung. Peradilan Syariah Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sepanjang kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan umum.(1983). terdiri dari Mahkamah Syariah sebagai peradilan tingkat pertama di ibukota kabupaten/Kota dan Mahkamah syariah sebagai peradilan tingkat banding di ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. yakni Peradilan Syariat Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Hukum Acara Perdata Indonesia. . antara lain: Pengadilan Anak. Jakarta: Ghalia Indonesia Sudarto.

organisatoris. Kegiatan Belajar 2: Kekuasaan Badan-badan Peradilan di Indonesia Rangkuman Badan Peradilan Umum (Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi) dan badan peradilan khusus (peradilan Agama. (70 Peradilan Syariat Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dilakukan oleh Mahkamah Syariah sepanjang kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan umum. Mahkamah Agung sebagai Pengadilan Negara tertinggi mempunyai wewenang mengadili pada tingkat kasasi terhadap putusan yang diberikan pada tingkat terakhir oleh semua lingkungan peradilan yan berada di bawah Mahkamah Agung. Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung) maupun dalam lingkungan peradilan lain (pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama). dan keuangan badan-badan pengadilan tersebut di atas di bawah Mahkamah Agung. dan memutuskan perkara pada tingkat pertama. (3) Pengadilan HAM. yaitu kekuasaan/kewenangan/ kompetensi Absolut maupun Relatif. (3) dan perkara lain di bidang perniagaan yang penetapannya dilakukan dengan UndangUndang. (1). (c) di tingkat pertama mengenai perselisihan pemutusan hubungan kerja. yaitu wewenang adalah wewenang yang berhubungan dalam memeriksa jenis perkara tertentu secara mutlak tidak dapat diperiksa oleh badan peradilan lain. (5) Pengadilan Hubungan Industrial. memeriksa dan memutus permohonan pernyataan pailit dan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang. . memeriksa dan memutus Pelanggaran HAM yang berat meliputi kejahatan genosida dan kejahatan Kemanusiaan. sedang Pengadilan Tinggi memeriksa dan memutus di tingkat banding. dan Pengadilan Pertempuran. Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara terdiri dari Peradilan Tata Usaha Negara sebagai peradilan tingkat pertama dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara sebagai peradilan tingkat banding. Dalam lingkungan Peradilan tata Usaha Negara juga dibentuk Pengadilan Khusus. antara lain.Pengadilan Utama. Dalam Peradilan Tata Usaha Negara juga dibentuk pengadilan khusus. memutus dan menyelesaikan perkara anak nakal. di pengadilan wilayah hukum Debitur. Adapun kekuasaan/wewenang badan peradilan Umum adalah memeriksa dan memutus dan menyelesaikan perkara-perkara pada umumnya perkara perdata dan perkara pidana.(4) di tingkat pertama dan terakhir mengenai perselisihan antarserikat pekerja/serikat buruh satu tempat perusahaan. kecuali Pengadilan Pajak pembinaan keuangan di bawah Departemen Keuangan.Pengadilan Anak berwenang memeriksa d. Kekuasaan pengadilan khusus dalam lingkungan Peradilan Umum. Kompetensi absolut. administrasi. (2) Pengadilan Niaga . Keempat badan pengadilan tersebut masing-masing mempunyai kekuasaan/wewenang untuk mengadili. Pengadilan Negeri berwenang memeriksa. (4) Pengadilan Korupsi. memeriksa dan memutus tindak pidana korupsi yang penuntutannya diajukan oleh KPK. Pembinaan teknis. baik dalam lingkungan yang sama (Pengadilan Negeri. memeriksa dan memutus (a) di tingkat pertama mengenai perselisihan hak. (b) di tingkat pertama dan terakhir mengenai perselisihan kepentingan. Kekuasaan relatif adalah suatu pembagian wewenang suatu pengadilan yang berkaitan dengan suatu perkara yang dapat diperiksa oleh pengadilan di tempat lain. yakni Pengadilan Pajak. Wewenang relatif Pengadilan Hubungan Industrial pada pengadilan yang daerah hukumnya tempat buruh /pekerja bekerja/tempat perusahaan berada. yakni Pengadilan Pajak.. Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara) merupakan badan-badan Peradilan di bawah Mahkamah Agung sebagai bagian dari pelaku kekuasaan kehakiman dalam rangka menegakkan hukum dan keadilan.

Bandung: Citra Samodra. Bandung: Citra Adya Bakti Galang Asmara. memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara. (2006). Wasiat. Kekuasaan badan Peradilan Militer berwenang: (1) mengadili tindak pidana yang dilakukan oleh seseorang yang pada waktu melakukan tindak pidana adalah:(a) prajurit. Yogyakarta: Liberty.. (2005). -------------. (2004). (2003). Peradilan Syariat Islam di Aceh: Latar Belakang dan Landasan Hukum. -------------. 37 Tahun 2005 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Lalu Husni. mempunyai wewenang memeriksa dan memutus sengketa pajak. -------------. Bachsan. Peradilan Pajak. 31 Tahun 1997. memutus dan menyelesaikan perkaraperkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang: perkawinan. Yogyakarta: Pustaka Yustisia. Peradilan Umum. Pasal. Undan-Undang No. -----------. dan sekaligus memutus kedua perkara tersebut dalam satu putusan (Undang-Undang No. Bandung: Fokusmedia. Undang-Undang Peradilan Militer.(2006). pewarisan. (3) Menggabungkan perkara gugatan ganti rugi dalam perkara pidana yang bersangkutan atas permintaan dari pihak yang dirugikan sebagai akibat yang ditimbulkan oleh tindak pidana yang menjadi dasar dakwaan. Wakaf. Pengadilan Pajak yang merupakan pengadilan khusus dari Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara. Jakrta: Raja Grafindo Persada. Pembaharuan Peradilan MODUL 7: Kekuasaan Kehakiman . (c) Anggota suatu golongan atau jawatan atau badan atau yang dipersamakan atau dianggap sebagai prajurit berdasarkan undang-undang. Shadaqoh dan ekonomi syariah.(1997). Daftar Pustaka y y y y y y y y y y y y y Anonim. ( 2004). memeriksa. ------------. memeriksa. (2003). pada pengadilan yang wilayah hukumnya kediaman pemohon. Yogyakarta: Citra Utama. (2) Memeriksa. dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Angkatan Bersenjata. Edisi 2 tahun II Juni 2004. huruf b dan huruf c tetapi atas keputusan Panglima dengan persetujuan Menteri Kehakiman harus diadili oleh suatu Pengadilan dalam lingkungan peradilan militer. Kumpulan Lengkap Perundangan HAM. Pengantar Tata Hukum Indonesia. Jentera Jurnal Hukum Pembaharuan Peradilan. Undang-Undang Peradilan Umum. (2003).Kekuasan/kewenangan Peradilan Agama. Jakarta: Grafindo.(d) seseorang yang tidak masuk golongan huruf a. -------------. Bandung: Fokusmedia. Infak. memutus. (20050. Bandung: Laks Bang Pressindo Hartono Hadisoeprapto. Jakarta: Departemen Kehakiman Indonesia. Jurnal: Ai Yasa Abubakar. (2006). Siostem Hukum Indonesia Terpadu. Hibah. Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industri Melalui Pengadilan dan di Luar Pengadilan. 9) Kekuasaan Peradilan Tata Usaha Negara. Bahan Pokok Bagi Penyuluhan Hukum. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006.( 1998). kecuali ditentukan lain dalam undang-undang. (b) Yang berdasarkan Undang-Undang dipersamakan dengan prajurit.

di mana semua peradilan-peradilan yang berada di bawahnya bernaung di bawah Mahkamah Agung. 2.o Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 yakni peradilan Umum. hal ini karena Mahkamah Agung merupakan puncak dari proses peradilan yang dilakukan di Indonesia. jujur dan tidak memihak pada sidang pengadilan. memeriksa dan memutus perkara. Adat dan Administrasi Negara. Selain itu suatu negara dikatakan sebagai negara hukum bila mempunyai ciriciri antara lain: Adanya pengakuan dan perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia. Mengapa yang disebut faktor yang menyebabkan kekuasaan kehakiman dapat bebas dan tidak memihak salah satunva adalah landasan yuridis tentang Mahkamah Agung. 3. Pengadilan Sipil terbagi lagi menjadi Pengadilan Umum dan Khusus. Ini menunjukkan bahwa segala tindakan harus dilandasi oleh hukum atau harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. karena ini menyangkut hakim dalam mengambil suatu keputusan dan kemudian tradisi hukum dalam masyarakat yakni bahwa adanya hukum untuk dapat memenuhi tuntutan rasa keadilan bagi masyarakat. Ada empat tiang peradilan yang kita kenal menurut Undang-undang No. Menurut UUD 1945 kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan lain seperti pemerintah maupun badan lain selain pemerintah sehubungan dengan kekuasaan kehakiman yang bebas dan merdeka. Tradisi kehidupan hukum dalam masyarakat. Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara. Pengadilan Tentara Tinggi dan Pengadilan Tentara Agung. Faktor kualitas dan integritas para hakim sangat penting. maka ada beberapa faktor yang menyebabkan kekuasaan kehakiman dapat bebas dan tidak memihak yakni : 1. serta adanya legalitas dalam arti hukum. . dan mengalami perubahan setelah Amandemen ke III UUD 1945 pada tanggal 9 November 2001 oleh MPR. Kekuasaan Kehakiman di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 yakni Pasal 24 ayat (1) dan (2) dan Pasal 25. menurut cara yang diatur dalam undang-undang. Pengadilan Tinggi adalah pengadilan banding yang mengadili pada tingkat kedua suatu perkara perdata atau pidana yang telah diadili atau diputus pada Pengadilan Negeri. sedangkan Pengadilan Khusus terdiri dari Pengadilan Agama. Pengadilan Negeri adalah suatu pengadilan yang umum atau sehari-hari. Peradilan Agama. hal ini dapat dilihat dalam penjelasan UndangUndang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan bukan berdasar atas kekuasaan semata-mata. Berdasarkan asas bebas. Landasan Yuridis tentang Mahkamah Agung. Sedangkan Pengadilan Militer sendiri terdiri dari Pengadilan Tentara. Kegiatan Belajar 2: Kekuasaan Mengadili Rangkuman Kekuasaan mengadili adalah kekuasaan yang dimiliki oleh hakim di peradilan dalam usaha menerima. 14 Tahun 1970 j. maka dibedakan atas Pengadilan Sipil dan Militer. Sedangkan jika dilihat dari macam pengadilan. Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung.Kegiatan Belajar 1: Kekuasaan Kehakiman yang Bebas dan Tidak Memihak Rangkuman Indonesia dikatakan sebagai negara hukum. yang memeriksa dan memutus perkara perdata dan pidana sipil untuk semua golongan penduduk pada pertama. Kualitas dan Integritas Para hakim. Pengadilan Umum terdiri dari Pengadilan Negeri. peradilan yang bebas dari pengaruh kekuasaan atau kekuatan lain dan tidak memihak.

kita juga mengenal Undang-undang anorganik mengenai kekuasaan kehakiman yang menjadi penjelasan dari berlakunya UUD 1945 Pasal 24 dan 25 tersebut. Hal ini berarti Mahkamah Konstitusi terikat pada prinsip umum penyelenggaraan kekuasaan kehakiman yang merdeka. Ada tiga UU tentang Kekuasaan Kehakiman yang pernah berlaku di Indonesia yakni: 1. Undang-undang No. Ditegaskan pula bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. 2. 2. Hak menguji oleh Mahkamah Agung. Mahkamah Konstitusi merupakan salah satu pelaku kekuasaan kehakiman. Kegiatan Belajar 3: Kekuasaan Kehakiman Setelah UUPKK (Undang-Undang Pokok Kekuasaan Kehakiman) dan KUHAP Rangkuman Mengenai kekuasaan kehakiman selain ketentuan dalam Pasal 24 dan 25 UUD 1945. Mahkamah Agung merupakan badan peradilan tertinggi dan terakhir di Indonesia di dalam memutuskan suatu perkara baik perkara perdata maupun perkara pidana. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Kekuasaan Kehakiman yang Bebas. dalam rangka menjaga konstitusi agar dilaksanakan secara bertanggung jawab sesuai dengan kehendak rakyat dan cita-cita demokrasi. Ditegaskan pula bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Keberadaan Mahkamah Konstitusi sekaligus untuk menjaga terselenggaranya pemerintahan negara yang stabil. di samping Mahkamah Agung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) dan ayat (2) UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. . maka seseorang dapat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Sejalan dengan prinsip ketatanegaraan di atas maka salah satu substansi penting perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah keberadaan Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga negara yang berfungsi menangani perkara tertentu di bidang ketatanegaraan.Jika segala upaya hukum telah dilakukan dan belum mencapai hasil yang memuaskan terhadap putusan Pengadilan Negeri maupun pengadilan Tinggi. Undang-undang No. dan juga merupakan koreksi terhadap pengalaman kehidupan ketatanegaraan di masa lalu yang ditimbulkan oleh tafsir ganda terhadap konstitusi. bebas dari pengaruh kekuasaan lembaga lainnya dalam menegakkan hukum dan keadilan. Undang-undang No. namun yang perlu dicatat bahwa ada dua hal pokok yang terdapat dalam ketiga undang-undang tersebut yakni: 1. 14 Tahun 1970 tentang Pokok-pokok Kekuasaan Kehakiman 4. Undang-undang No. 19 Tahun 1964 tentang Pokok-pokok Kekuasaan Kehakiman. 19 Tahun 1948 tentang Susunan dan Kekuasaan Badan-badan Kehakiman dan Kejaksaan. 3. Undang-undang Dasar 1945 menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. 5 Tahun 2004 tentang Mahkamah Agung Dari keempat Undang-undang ini terdapat perbedaan dan persamaan.

Jakarta Noer. Jakarta: Masagung. Saleh. Bintan. Sistem Pemerintahan di Indonesia. Jakarta: Pradya Paramita. 29 Januari 1997. Goenawan. Jakarta: Erlangga Kansil. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Praktik Sistem Ketatanegaraan Menurut UUD 1945. Jakarta: Alumni Tempo. Budiarto. Wantjik. Budiman.S. pengisian. (1978). menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Peraturan perundangan yang ada terkadang masih ada halhal yang sangat penting tetapi tidak dimuat. korupsi. C. memutus pembubaran partai politik. Gramedia Musanef. Jakarta: Balai Pustaka. c. Untuk mencapai ke arah itu tentu hakim dapat melakukan pembentukan hukum. Oemar. Sekretaris Jendral Mahkamah Konstitusi (2006). atau perbuatan tercela. B. Keadaan seperti ini mengharuskan Badan-badan Peradilan (Hakim) untuk melakukan tindakan guna mencapai keadilan. Islam. Kusnardi. & Saragih. . M.J. kekosongan hukum. Jakarta: Ghalia Indonesia.T. Jakarta: Ghalia Indonesia. Hal tersebut bisa disebabkan oleh dinamika kehidupan masyarakat yang lebih cepat dibandingkan dengan saat penetapan peraturan perundangan yang bersangkutan. Susunan Pembagian Kekuasaan Menurut Sistem UUD 1945.Mahkamah Konstitusi berdasarkan Pasal 24C ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berwenang untuk: a. Padmo.S. KUHAP 1981. dan e. MODUL 8: Penafsiran. memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Masalah Ketatanegaraan Indonesia Dewasa ini. d. tindak pidana berat lainnya. Anthony. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Mahkamah Konstitusi. K. penyuapan. Sagala. (1984). Media Indonesia. Peranan MA di Amerika Serikat. Poerwadarminta. memutus perselisihan hasil pemilihan umum. Jakarta: PT. Jakarta: P & K. Moehammad. memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden diduga telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara. B. Deliar. (1982). Moh. Penggolongan dan Klasifikasi Hukum Kegiatan Belajar 1: Penafsiran Hukum Rangkuman Agar tercipta suatu kepastian hukum. Lewis. Ghalia Indonesia. Pancasila dan Asas Tunggal. Untuk terciptanya atau kepastian hukum tentu syarat yang paling utama yang harus dipenuhi adalah adanya hukum atau peraturan perundangan yang mengaturnya dengan jelas. Mengapa Kami Menggugat. (1993). (1990). Rabu. dan/atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (1989). Peradilan Bebas Negara Hukum. (1984). Jakarta: Yayasan Penghidmatan. (1984). b. W. Daftar Pustaka y y y y y y y y y y y y y Adji Seno. Wahyono. (1981).

Penafsiran Historis (sejarah hukum dan sejarah undang-undang). 3. 1. hukum traktat. Hukum tertulis. Penafsiran Sahih (Authentic. 2. Hukum Dagang dan Hukum Privat Internasional. 4. Penafsiran Sistematis. sedangkan Hukum Publik meliputi. meliputi hukum undang-undang. Hubungan aturan-aturan hukum itu satu sama lain. Semua itu dilakukan hanya untuk terciptanya suatu kepastian hukum dalam masyarakat. Hukum undang-undang. Penggolongan ditinjau dari sumber-sumbernya. 4. Sedangkan Hukum tidak tertulis. Tidak sedikit macam-macam penafsiran hukum yang ada. Hakikat dan penafsiran hukum meliputi: a. Hukum Tata Negara. Mengikuti susunan tradisional. h. Penafsiran Teleologis (Sosiologis). 2. Penafsiran Analogis dan J. Kepentingan yang diatur atau dilindunginya. Hukum privat adalah hukum yang mengatur kepentingankepentingan orang perseorangan dan juga kepentingan-kepentingan negara dalam kedudukannya bukan sebagai penguasa. Mengingat sumber hukum itu ada yang berbentuk naskah (tertulis) dan ada yang tidak berbentuk naskah (tidak tertulis). terdapat penggolongan hukum sebagai berikut: Hukum Privat meliputi. penafsiran Tata Bahasa. Sumber-sumber dan bentuk sumber keberlakuannya. i. Hukum Acara Perdata dan Hukum (Acara) Pengadilan Tata Usaha Negara . Hukum yurisprudensi. Hukum Tata Usaha Negara. hukum dapat digolongkan ke dalam hukum privat dan hukum publik.melakukan konstruksi hukum atau harus menafsirkan hukum. 3. Hal kerjanya berikut pelaksana sanksinya. Hukum Antar Negara. Hukum publik adalah hukum yang mengatur/melindungi kepentingan-kepentingan negara sebagai penguasa. 1. Penafsiran Eksekutif. Pertaliannya dengan hubungan-hubungan hukum. c. meliputi hukum kebiasaan dan hukum adat. d. Penafsiran a. bahwa hukum dapat digolongkan menurut hal-hal berikut. dan 5. Penafsiran Nasional. Hukum kebiasaan dan hukum adat. Contrario (Menurut Peringkaran) Kegiatan Belajar 2: Penggolongan dan Klasifikasi Hukum Rangkuman Penggolongan hukum menurut Achmad Sanusi (1977). dan 6. Di tinjau dari sudut kepentingan yang diaturnya. b. hukum dapat kita golongkan ke dalam klasifikasi. Resmi). Hal tersebut tergantung dari para ahli yang mengemukakan pandangannya. Penafsiran Restriktif. Hukum Acara Pidana. Hukum Pidana. hukum perjanjian. e. Hukum persetujuan. Hukum Perdata. g. 5. Hukum traktat (perjanjian antar negara). f.

9. Hukum Acara Pidana. . Hukum Dagang. Hukum Tata Negara (Staatsrecht=Constitusional Law). 2. 5. Hukum Pasar Uang. Hukum Investasi. Hukum Acara Perdata. 2. Hukum tentang E-Commerce (Hukum E-Banking dan E-Business. 4. 5. Hukum Acara Perdata (Burgelijkeprocessrecht). 2). Hukum Pidana. 3).Pembidangan hukum secara klasik yang sudah dikenal dan senantiasa dianut dalam banyak tata hukum. Hukum Pasar Modal. 1. Hukum Perdata (Privaatrech atau Burgelijkerecht atau Civil Law). Awal abad 19 merupakan saat mulai terjadinya perkembangan lapangan-lapangan hukum baru di banyak negara yang menganut sistem welfare state (negara kesejahteraan). Pembidangan secara tradisional. 6. 4. di antaranya: 1). 5. 3. 3. 3. 6. seperti jenis-jenis hukum tersebut adalah. Hukum Dagang. Pembidangan secara tradisional. Hukum Adat. 6. Hukum Tata Usaha Negara (Administratierecht atau Administrative Law). 3. Hukum Acara Pidana (Strafprocessrecht). 5). Hukum Pidana (Handelsrecht atau Commercial Law. 4. pembidangan yang didasarkan pada terkodifikasinya bidang-bidang hukum tersebut. Hukum Persaingan usaha. Hukum Acara Perdata. 5. Hukum Agraria. dan lain-lain. Hukum Internasional dan 6). Hukum Dagang (Handelsrecht atau Commercial Law). Sedangkan. 10. Sedangkan. Hukum Tentang Perempuan. 7. Hukum Asuransi. Hukum Pidana. 1. 7. 4). Hukum Kontrak. Hukum Tata Usaha Negara. Hukum Perdata (Privaatrech atau Burgerlijkerecht atau Civil Law). Hukum Perburuhan yang kemudian bernama hukum ketenagakerjaan. yaitu: 1. Hukum Perlindungan Konsumen. 11. Hukum Pidana (Strafrecht atau Criminal Law). Hukum korporasi. Bidang-bidang hukum baru pada abad ke 20 berefek pada perkembangan hukum yang lebih pesat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan melahirkan bermacam-macam bidang hukum yang makin spesifik. Perkembangan itu memunculkan lapangan-lapangan hukum baru yang belum dikodifikasikan. 2. Hukum Acara Pidana. 8. terutama di Eropa serta Hindia Belanda dulu meliputi. Hukum Perbankan. Hukum tentang Anak. pembidangan yang didasarkan pada terkodifikasinya bidang-bidang hukum tersebut meliputi: 1. 4. Hukum Pidana (Strafrech atau Criminal Law). Hukum Hak Atas Kekayaan Intelektual. 2. 6.

Hukum Tata Negara Indonesia. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka MODUL 9: Unsur-unsur Bangunan Sistem Hukum di Indonesia Kegiatan Belajar 1: Pengertian Sistem Hukum Rangkuman Sistem adalah seperangkat unsur-unsur yang mempunyai hubungan fungsional secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas.T (2004). Pengantar Ilmu Hukum dan Pengantar Tata Hukum Indonesia. Rusli Effendy dkk. Jakarta: Rineka Cipta. Pengantar Ilmu Hukum. Sri Harini Dwiyatmi. Sekitar UUD 1945 Dewasa Ini. Afrika Selatan. Jakarta: Balai Pustaka Mustafa. Dalam konteks negara kita. Moch. Bandung: Alumni. dan juga akibat hukum. Kegiatan Belajar 2: Sistem Hukum di Indonesia Rangkuman Hukum Positif Indonesia adalah hukum yang berlaku saat ini di Indonesia. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Sistem hukum ini diterapkan di Irlandia.S. (1983). Jakarta: Percetakan Negara RI. (1980). Inggris. dkk. (2003). Van Apeldoorn. (1986). Desril Radjab. yaitu (1) sistem hukum Common Law atau Anglo Saxon dan (2) sistem hukum Civil Law atau Kontinental. (2005). Kanada (kecuali Quebec) dan Amerika Serikat. Pengantar Hukum Indonesia Bogor: Ghalia Indonesia. Pengantar Hukum Tata Negara. Selandia Baru. fakta hukum dan sebagainya. Jakarta: Pradnya Paramita Udin S Winataputra. Daftar Pustaka y y y y y y y y y y y y y Achmad Sanusi. Indonesia menganut sistem hukum campuran dengan sistem hukum utama yaitu sistem hukum Eropa Kontinental. Termasuk didalamnya antara lain: asas hukum. Ada dua sistem hukum besar. (1991).S. (1983).Ujung Pandang: Hasanuddin University Press. khususnya hukum syariat Islam. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara UI. sistem hukum adat dan sistem hukum agama. Bandung: Remaja Karya Satjipto Rahardjo. Ilmu Hukum Bandung: Citra Aditya Bakti. (2006).T Kansil. dkk. Sistem hukum Common Law adalah suatu sistem hukum yang didasarkan pada yurisprudensi. Surojo Wignyodiputra. Modul Materi dan Pembelajaran PKN. ---------------. (1985).Kategori atau golongan hukum adalah mencakup pengertian-pengertian dasar hukum mengenai subjek hukum. (1994). hukum positif . Sistem Hukum Indonesia. Bandung: Alumni. (1991). Pengantar Ilmu Hukum. C. Jakarta: Balai Pustaka. walaupun negara bagian Louisiana mempergunakan sistem hukum ini bersamaan dengan sistem Eropa Kontinental Napoleon). (1977). Bachsan. Teori Hukum. Australia. yaitu keputusan-keputusan hakim terdahulu yang kemudian menjadi dasar putusan hakim-hakim selanjutnya. Kansil C. Sedangkan Pengertian hukum : merupakan konsep-konsep yang digunakan untuk menyampaikan "kehendak" dari aturan hukum. Kusnardi. hubungan hukum dan objek hukum. Pengantar Ilmu Hukum Indonesia.

H. 5. P. Van. y y y y Pengertian Sumber Hukum. http://id. Sistem hukum Administrasi negara. R. Sistem hukum Adat dan hukum Kebiasaan. 6. namun demikian berlakunya peraturan perundangundangan tidak harus ditetapkan setelah diundangkannya. yakni hukum yang merupakan serangkaian peraturanperaturan hukum yang mengatur cara bagaimana badan-badan pemerintah melaksanakan tugas pemerintah. Kansil. B. Sistem hukum perdata Eropa. Sistem hukum Pidana. Jakarta: Pradnya Paramita. J. Bandung: Tarsito. 7. Apedoorn. yakni hukum acara atau hukum proses atau hukum formal adalah bagaimana cara mempertahankan hukum pidana materil. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. SUMBER HUKUM Kegiatan Belajar 1. 4. Pengantar Ilmu Hukum. Bogor: Ghalia Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. wewenang dan tanggung jawab organisasi kenegaraan tersebut. Kalau menetapkan saat . yakni hukum yang mengatur tentang tata cara bagaimana tentang mempertahankan hukum materil.wikipedia. Teori Hukum. 2 (dua) Arti Sumber Hukum dan Undang-undang Sebagai Bentuk Sumber Hukum Formal Yang menjadi sumber hukum bukan hanya yang mempunyai kualifikasi sebagai hukum. S.S. Ujung Pandang: Hasanudin University Press.org/wiki/Hukum. (2006). Sistem Hukum Indonesia. Bandung: Remadja Karya.T. (1991).).R. Penetapan saat berlakunya peraturan perundang-undangan sangat penting untuk menjamin kepastian hukum. dan Purbacaraka. (1985). Ibrahim. atau merupakan hukum proses. Sistem hukum acara pidana. Hukum pidana adalah serangkaian peraturan yang memuat tentang kejahatan dan pelanggaran. M. 2. yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Indonesia sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Faktor-faktor kemasyarakat merupakan sumber isi hukum. S. (1993). (1981). Hukum acara sering disebut juga hukum formal. Bandung: Citra Aditya Bakti. C. MODUL 3. Jakarta: Gunung Agung. namun lebih luas dari itu. Hukum perdata adalah hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lain yang menitikberatkan kepada kepentingan perseorangan. Sistem hukum Acara Perdata. Wignyodipuro. Soerojo. 3. S. (1986. Mustafa. Djaja. Sistem hukum Tata Negara. Soekanto. (1983). Effendy . yakni hukum perdata yang diberlakukan di Indonesia oleh Pemerintah kolonial berdasarkan asas konkordasi. Pengantar Hukum Indonesia. Daftar Pustaka y y y y y y y y y y y Dwiyatni Harini. Hukum adat adalah hukum asli masyarakat Indonesia. Kusnardi. hukum acara perdata berarti mengatur tata cara bagaimana mempertahankan hukum perdata. Jakarta: FHUI.Indonesia menurut lapangan hukumnya adalah sebagai berikut: 1. adalah hukum yang menyangkut organisasi-organisasi kenegaraan yakni yang menyangkut struktur. L. Kedudukan Serta Perkembangan Hukum Adat Setelah Kemerdekaan. (1980). Tata Hukum Indonesia Suatu Pengantar. dkk. Melia. Pengantar 11mu Hukum dan Pengantar Tata Hukum Indonesia. Sendi-sendi Ilmu Hukum dan Tata Hukum. (1984).

Ilmu Hukum. Treaty. Rahardjo. PN Balai Pustaka. Jakarta. E. hakim sering menggunakan doktrin dalam putusannya. Jakarta. Achmad.. Doktrin dan Perjanjian Tidak semua perilaku yang diulang menjadi hukum kebiasaan. Kusumadi. oleh sebab itu kalau terjadi kasus harus memperhatikan sifat materi yang diatur dan ruang lingkup berlakunya. dan Putusan Pengadilan. Sebagai unsur pokok atau essensialia adanya perjanjian yang sah adalah harus memenuhi syarat-syarat sahnya perjanjian. 1992.S. Penyitaan. 1980. Hukum acara perdata tentang Gugatan. 1961. Pengantar Ilmu Hukum. sedangkan adatrecht ada bagiannya yang tertulis. Persidangan. maka harus ditetapkan secara tegas dalam peraturan perundang-undangan itu sendiri.. Paton. Mertokusumo. 1951. Satjipto. Jakarta. M. Oxford at the Clarendon Press. 1990. Irawan. Sudikno. Yurisprudensi. Pembuktian. Teknik Membuat Undang-undang. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Asas-asas peraturan perundangundangan melengkapi berlakunya sistem peraturan perundang-undangan.. Yurisprudensi yang tepat dan baik sering diikuti oleh hakim berikutnya sebagai dasar dalam memutus perkara yang sejenis. Alumni. Pengantar Dalam Hukum Indonesia. A. Mengenal Hukum (suatu pengantar). Hukum kebiasaan dan hukum adat sama-sama sebagai hukum yang tidak tertulis. 1971. Tarsito. van. Bandung. y . sebab masih ada syarat lain. Textbook of Jurisprudence. 1983. Sinar Grafika.W. Bandung. Pudjosewojo. Alumni. Penerbit Universitas. PT Ichtiar.berlakunya berbeda dengan asas yang berlaku. Utrecht. Kegiatan Belajar 2.T. Yahya. Pradnya Paramita. 1969. 2005. Sanusi. Pradnya Paramita. 1982. DAFTAR PUSTAKA Apeldoorn. Kansil. Hal tersebut kalau dilakukan dalam kurun waktu yang lama dapat menjadi yurisprudensi tetap. C. Pedoman Pelajaran Tata Hukum Indonesia. Undang-undang dan juga treaty harus diundangkan agar diketahui umum serta sah berlakunya. Harahap. 1971. y Kebiasaan. Bandung. Agar putusannya bersifat obyektif dan berwibawa. Soedjito. Aneka Masalah Hukum dan Hukum Acara Perdata. G. Setiawan. Jakarta. Yogyakarta.. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Bandung. Liberty.

1971. Yogyakarta. Pengurusan kepentingan tanpa diminta sebagai perbuatan yang sah dan mempunyai akibat hukum. Textbook of Jurisprudence. Bandung. itu sebagai akibat adanya peraturan perundang-undangan yang menetapkan sebagai perbuatan pidana. Seseorang yang terbukti bersalah dan dijatuhi pidana. berbeda halnya dengan perbuatan melawan hukum yang mempunyai akibat hukum tetapi perbuatannya termasuk yang tidak sah. Suatu perbuatan hukum adalah perbuatan yang sah. SUBJEK HUKUM. Rahardjo. Peristiwa Hukum Peristiwa alamiah dapat menjadi peristiwa hukum jika telah ada peraturan perundangundangan yang mengaturnya. Asas hukum ada dalam sistem hukum dan tidak selalu dituangkan dalam peraturan hukum konkrit. Dengan terjadi perluasan bidang hukum publik. yang memiliki 2 (dua) unsur. Liberty. BEBERAPA PENGERTIAN HUKUM Kegiatan Belajar 1. Sudikno. MODUL 5.. Ilmu Hukum. OBJEK HUKUM DAN HAK Kegiatan Belajar 1. 1951. DAFTAR PUSTAKA Mertokusumo. agar aktif memerlukan peristiwa alamiah atau peristiwa konkrit. G. Sanusi. Paton. Sistem Hukum dan Klasifikasi Hukum Pengertian hukum berbeda dengan pengertian sehari-hari. Alumni. Ciri sistem hukum adalah terdiri dari sub-sub sistem yang saling berhubungan dan saling pengaruh mempengaruhi. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. A. dan tidak dibenarkan kalau sampai hak-hak keperdataannya dihapuskan sama sekali. 1982. 1990. Pemegang kekuasaan . Satjipto. Setiap manusia sebagai subjek hukum dan mempunyai kewenangan hukum. serta diantara sub-sub sistem tersebut mempunyai struktur tertentu. Penyamaan badan hukum dengan manusia sebagai subjek hukum. y Asas Hukum. Bandung. Mengenal Hukum (suatu pengantar). sebab ada hak-hak dalam lapangan hukum badan pribadi dan dalam lapangan hukum keluarga yang hanya mungkin melekat pada manusia. y y y y Kegiatan Belajar 2. Oxford at the Clarendon Press. Tarsito. y y Subjek Hukum Subjek hukum adalah segala sesuatu yang dianggap dapat menjadi pendukung hak dan kewajiban. jika undang-undang itu sendiri tidak mengaturnya. Sebagai subjek hukum tidak semua manusia dapat melakukan perbuatan hukum. sifatnya terbatas. Kaidah hukum dalam peraturan perundang-undangan bersifat pasif dan umum.MODUL 4.W. Manfaat dan tujuan klasifikasi hukum adalah untuk kepentingan teoritis dan untuk kepentingan praktis. Kalau terjadi pertentangan diantara 2 (dua) peraturan perundangundangan penyelesaiannya dengan asas hukum. maka pada waktu sekarang pembedaan hukum publik dan hukum privat tidak dapat dipertahankan secara konsekuen. Achmad.

Jakarta. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Mertokusumo. y y Kegiatan Belajar 2. Pustaka Kartini. A Textbook of Jurisprudence. Adiwimarta. Rajawali Pers. Penegakan hukum sebenarnya bukan hanya ditangani oleh lembaga yudikatif. Undang-undang yang baik. Hukum Badan Pribadi. 1988. sehingga yang berhak tidak dapat dipaksa untuk melaksanakan haknya. berlaku dalam kenyataan dan sesuai dengan Pancasila dan menopang terbentuknya masyarakat adil dan makmur. Sistem Anglo Saks lebih menekankan hukum yang lahir dari peradilan. Vollmar. dan hal itu berbeda dengan keadaan di negara kita yang banyak berorientasi pada peraturan perundangundangan. seseorang tidak bebas artinya tidak boleh menyalahgunakan haknya dan tidak boleh sampai merugikan orang lain. Dalam perkembangan lalu lintas hukum telah terjadi perubahan perlakuan terhadap benda bergerak. 1989 Pengantar Studi Hukum Perdata. Dalam melaksanakan haknya. Budaya Hukum dan Kesadaran Hukum Setiap orang wajib melaksanakan hukum. Oxford at the Clerendon Press. G. Lebih dahulu mana antara hukum dan hak itu tergantung dari sudut pandangan yang digunakan. Ada yang mengartikan penegakan hukum sebagai bentuk pelaksanaan peratur-an perundang-undangan dan/atau putusan hakim. Paton. sehingga perlu ditentukan siapa yang berhak atasnya. Yogyakarta.. tetapi belum dapat terealisasi. terjemahan I. sedang pada PT ada pada RUPS.S. Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Umum. Liberty. y . H. Sofwan. PENEGAKAN HUKUM DAN PENEMUAN HUKUM Kegiatan Belajar 1. 1975. 1951. Kegiatan Belajar 2. Yogyakarta. y Penegakan Hukum. Liberty. Penegakan hukum sebagai kegiatan menserasikan hubungan nilai-nilai dalam kaidah untuk terciptanya kedamaian dalam pergaulan hidup. hal itu sebagai akibat adanya benda bergerak yang terdaftar. Mengenal Hukum (Suatu Pengantar). Syahrani. Sudikno.F. Pemilihan domisili termasuk hak asasi manusia sebagaimana diatur dalam Pasal 28E ayat (1) UUD 1945. Ada hak-hak warganegara yang menjadi kewajiban Negara untuk memenuhinya.tertinggi pada yayasan adalah pengurus. Kesadaran hukum merupakan faktor esensial dari hukum yang berlaku dan sekaligus merupakan faktor sentral dalam penegakan hukum. Objek Hukum dan Hak Objek hukum yang berupa benda mempunyai nilai atau harga. Riduan.W.. 1986. tetapi kalau dilanggar penegakannya menjadi monopoli penguasa. yaitu dibuat oleh DPR dengan persetujuan bersama Presiden.A.. Sri Soedewi M. MODUL 6. Hak sebagai suatu kenikmatan. Hak relatif yang timbul karena perikatan melahirkan timbulnya hak dan kewajiban secara bertimbal balik.

Interpretasi otentik diberikan oleh pembentuk undang-undang. 1979. Perundang-undangan dan Jurisprudensi. Prentice-Hall. tetapi cara penerapannya berbeda dengan yang berlaku bagi janda.y y Penemuan Hukum Dalam memutus perkara hakim wajib memperhatikan hukum kebiasaan dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat. 1977. Jakarta. Pembangunan Hukum Dan Penegakan Hukum Di Indonesia. dan Soerjono Soekanto. Ketentuan hukum yang mengatur waktu tunggu juga berlaku bagi duda (bekas suami). Hukum Acara Perdata Indonesia. Tandjung Pengharapan. Ismail. Budaya Hukum dan Pembangunan Hukum Nasional.³´ ---. 2006. UII Press. Sudikno. Loudoe. 1985. Liberty. Ceramah Menteri Kehakiman RI pada Seminar Hukum Nasional ke-VI.. Law and Society. Sinar Grafika. Penemuan Hukum Sebuah Pengantar. 108 September 1994. Kebebasan hakim tidak bersifat mutlak. Friedman. Bina Aksara. Satjipto. Yogyakarta. Jakarta. Ilmu Hukum. 1966. Penyitaan. Saleh. Perihal Kaidah Hukum. Pembuktian. Remadja Karya CV. Jimly. Alumni. 1986. DAFTAR PUSTAKA Asshiddiqie. Alumni. Menemukan Hukum Melalui Tafsir Dan Fakta. Mertokusumo. sehingga menjadi peristiwa hukum. New Jersey. Purnadi. 1993. Sistem Peradilan Berwibawa (Suatu Pencarian). Mengenal Hukum (Suatu Pengantar). Yogyakarta. Bandung. Seminar Hukum Nasional Keenam Tahun 1994 Buku II. dan Putusan Pengadilan. kecuali yang bersifat self executing. Bandung. Dalam penemuan hukum peristiwa konkrit dicarikan dan sekaligus diarahkan kepada peraturan hukum. Lili. 1994. Manan. 2001. Ceramah . Perjanjian internasional tidak dapat langsung digunakan oleh hakim. 1982. Yogyakarta. Yahya. M. Hukum Acara Perdata tentang Gugatan. Liberty. Rahardjo. Persidangan. Purbacaraka. Rasjidi. Jakarta. 1988. --. 2005. dan sebaliknya peraturan hukum disesuaikan dengan peristiwa tersebut. 1994. BPHN. Purnadi. Bandung. Yogyakarta. 2005. Bagir. Jakarta. Purbacaraka. 1988. Harahap. Dalam menggunakan metode interpretasi hakim bebas. Liberty. Filsafat Hukum. dalam Varia Peradilan Tahun IX No. Yogyakarta. John Z. Departemen Kehakiman. ---³´---. Oetojo Oesman.

tatanan hukum Indonesia berlaku semenjak diproklamasikan kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945. y y y Bentuk Peraturan Hukum Bentuk peraturan hukum akan bermacam coraknya mengikuti pada arahan kerja pembentuk undang-undangnya. Bidang hukum baru diadakan mengingat bermacam hal perlu diatur dalam suatu peraturan perundangan seiring dengan perkembangan tingkat kebutuhan dan kepentingan anggota masyarakat. Bandung Soekanto. pembelajaran Tata Hukum Indonesia dimaksudkan untuk mengetahui hukum yang berlaku sekarang ini dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Efektivikasi Hukum dan Peranan Sanksi. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. mempengaruhi perkembangan hukum. tata hukum nasional saat ini sudah mengenal beberapa tambahan bidang hukum baru yang bersifat pokok. Hukum Teknologi. TATA HUKUM INDONESIA y y y Kegiatan Belajar 1. maupun perubahan yang terjadi seiring masa reformasi yang bergulir saat ini. Hukum Islam. dan hukum dagang. Achmad. Soerjono. Hukum Agraria. Hukum Pajak. Dari hal tersebut maka secara resmi. hukum acara. 1977. Sumber hukum diartikan sebagai tempat asal (diketemukan) hukum. Produk hukum di Indonesia cukup beragam terutama dengan adanya masa pemberlakuan Undang-undang Dasar Sementara. pemberlakuan UUD 1945 hingga Dekrit Presiden 5 Juli 1959. di luar bidang-bidang hukum tersebut. dan menciptakan hukum. Bandung MODUL 7. CV Rajawali. Politik hukum nasional saat ini tetap dipengaruhi oleh sejarah politik hukum nasional. dalam Varia Peradilan Tahun III No. hukum administrasi negara. Tarsito. dan lainnya. Kegiatan Belajar 2. Pengantar Ilmu Hukum dan Pengantar Tata Hukum Indonesia. Sosiologi Hukum. Pelaksanaan aturan hukum akan terikat dengan politik hukum yang meliputi melaksanakan hukum. Pengertian Tata Hukum Indonesia Istilah Tata Hukum Indonesia dapat diartikan sebagai suatu tatanan hukum yang berlaku di Indonesia saat ini. Sumber hukum . Bidang kajian hukum yang merupakan bidang pokok yang ada di dalam tata hukum Hindia Belanda adalah hukum tata negara. Di antaranya yaitu Hukum Lingkungan.Menteri Kehakiman RI dalam Rangka Kaji Bakti 30 tahun FISIP UNPAD. Politik Hukum. 1985. 36 September 1988 Sanusi. hukum perdata. 1983. Politik hukum Indonesia tidak dapat kita lepaskan dari sejarah nasional. Corak yang berbeda ini dapat dilihat pada sejarah berlakunya produk hukum di Indonesia. Hukum Adat. Jakarta. Masing-masing corak produk perundangan yang ada ini sekaligus mencirikan warna dan karakter masingmasing pemegang kekuasaan pemerintahan.³´----. --. Hukum Perburuhan. Namun. Bidang-bidang hukum senantiasa berkembang sesuai dengan kepentingan masyarakat. masa pemberlakuan Konstitusi RIS. Remaja Karya CV. hukum pidana.

Ilmu Hukum. Kegiatan Belajar 2. Sutorius. E. Penerbit Universitas Atma Jaya. Satjipto. yaitu: faktor historis.H. 1995. Sedangkan sumber hukum formal adalah karena bentuknya (form) itu dijadikan sumber hukum. dan yurisprudensi pengadilan. sumber hukum formal berupa berbagai bentuk peraturan perundang-undangan. Bandung: Penerbit Alumni. Sumber hukum yang dipakai dalam hubungan internasional ini meliputi perjanjian internasional. Steven and Sons. y y Hukum Internasional Hukum internasional ada untuk menjembatani kepentingan hukum antar negara yang melintasi batas-batas wilayah. London. aturan kebiasaan internasional. D. Isi (materi) hukum itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. 2003. Hukum pidana dalam pengertian yang sempit hanya mencakup hukum pidana materiil semata. filosofis.Schaffmeister. Sedangkan hukum pidana dalam arti luas baik mencakup hukum pidana materiil maupun hukum pidana formal. prinsip hukum umum.E. dalam beberapa hal terutama untuk hal yang dianggap penting dapat mensyaratkan adanya proses ratifikasi terlebih dahulu sebelum suatu aturan hukum internasional dapat diterapkan di dalam hukum nasional. Pemberlakuan hukum internasional ke dalam hukum nasional ditentukan dalam isi perjanjian internasional yang ada. Hukum Pidana. Hukum Internasional. Sugeng. 1982. Sahetapy Liberty. KUHP yang saat ini digunakan adalah warisan dari penjajahan Belanda yang diberlakukan dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946. diterjemahkan oleh J. The Law of International Institution. dan sosiologis. DAFTAR PUSTAKA Bowett.W.dibedakan menjadi dua yaitu sumber hukum material dan sumber hukum formal. 1982. Namun. MODUL 8.. DAFTAR PUSTAKA Raharjo. y y Hukum Pidana Hukum pidana merupakan bagian dari hukum publik yang mengatur hubungan antara negara dengan warga negara. Peran hukum internasional dipakai sebagai petunjuk pelaksanaan dari hubungan antar negara. HUKUM PIDANA DAN HUKUM INTERNASIONAL Kegiatan Belajar 1. Yogyakarta. 1998. Istanto. Hukum internasional timbul karena adanya hubungan saling membutuhkan antar negara dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat.P. Jan Remmelink. Secara umum perjanjian internasional dilakukan dalam tahap perundingan dan penandatanganan perjanjian. N. Asas-asas hukum pidana selain terdapat dalam KUHP juga terdapat asas-asas hukum pidana di luar KUHP. Oleh karena itu. D.Keijzer. Yogyakarta. Hukum Pidana: Komentar atas Pasal-Pasal Terpenting Dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Belanda Dan Padanannya Dalam Kitab . Sumber hukum material adalah hal-hal yang seharusnya menjadi isi (materi) hukum.

1993. (3) . Beberapa Kasus Hukum Organisasi Internasional.Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia. Alumni. Suryokusumo. mengingat sifat resistansi lingkungan yang relatif. dan luas. Ajaran Sifat Melawan Hukum Material Dalam Hukum Pidana Di Indonesia. Jakarta. Frans E. Likadja. Bambang. (2) hak Menguasai dari Negara. (1) hak Bangsa Indonesia. juga bisa mempunyai arti yang sempit. 1982. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta. 2002. bisa mempunyai arti yang sempit (tanah). air. Sifat pembahasan yang luas menyebabkan perlunya konsistensi dan koherensi antara satu peraturan dengan peraturan lainnya. Jakarta. Kegiatan Belajar 2. Hukum Agraria. dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya). secara hirarkhi dibagi sebagai berikut. Moeljatno. Gramedia Pustaka Utama. (2) meletakkan dasar-dasar untuk mengadakan kesatuan dan kesederhanaan dalam hukum pertanahan. yang objeknya senada dengan arti kata agraria di atas. 2000. Penegakan hukum lingkungan menerapkan sanksi hukum secara bertahap. Penegakan hukum pertama yang dilakukan adalah penegakan hukum administratif. selanjutnya dengan penegakan hukum perdata. Bandung. ruang angkasa. 1960. Sapardjaja. Desain Instruksional Dasar Hukum Internasional.. dan sanksi hukum pidana sebagai ketentuan terakhir. Utrecht. Bandung. HUKUM LINGKUNGAN. Ghalia Indonesia. Penerbitan Universitas. HUKUM AGRARIA. Asas-Asas Hukum Pidana. y y Hukum Lingkungan Hukum Lingkungan merupakan lapangan hukum yang menjembatani antara kebutuhan manusia untuk memanfaatkan lingkungan dengan kelestarian lingkungan. dan (3) Meletakkan dasar-dasar untuk memberikan kepastian hukum mengenai hak-hak atas tanah bagi rakyat seluruhnya. Sumaryo. Komariah E. DAN HUKUM PAJAK Kegiatan Belajar 1. Adapun Hak penguasaan atas tanah dalam hukum tanah nasional. Bandung. Hukum Pidana. Ghalia Indonesia. Disinilah penegasan peran penting dari Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagai umbrella act (UU Payung). 1988. Jakarta. Termasuk juga koherensi diperlukan antara ketentuan nasional dengan ketentuan internasional. Rineka. Hukum Agraria dilaksanakan berdasar UUPA yang bertujuan untuk: (1) Meletakkan dasar-dasar bagi penyusunan hukum agraria nasional. Sistem dan regulasi hukum tidak akan berjalan tanpa penegakan hukum yang tepat. dan bisa mempunyai arti yang luas (bumi. MODUL 9. y y Hukum Agraria Kata Agraria. Poernomo..

Pengantar Ilmu Hukum Pajak. Djambatan. Hardjasoemantri. Yogyakarta. Hukum Pajak Hukum Pajak adalah keseluruhan peraturan yang mengatur hubungan antara pemerintah sebagai pemungut pajak dan rakyat sebagai wajib pajak. wakaf. MODUL 10. hak jaminan atas tanah. Asas dan Dasar Perpajakan 3. Suparman. y y Kegiatan Belajar 3. DAFTAR PUSTAKA Brotodiharjo. Aspek Hukum Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Gunadi. siapa yang dikenai pajak dan apa yang dikenai pajak. Di samping itu juga harus memperhatikan asas yuridis. Eresco. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Liberty. tanpa mendapat suatu imbalan yang secara langsung dapat ditunjuk. Pengantar Tata Hukum Indonesia. 1991. asas ekonomis dan asas pembagian beban pajak. 1993. yang digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara (rutin dan pembangunan) dan yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan di luar bidang keuangan. Pajak adalah suatu perikatan yang timbul karena undang-undang yang mewajibkan seseorang atau badan yang telah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh undang-undang. asas finansial. dan (4) Hak-hak perorangan [hakhak atas tanah. Eresco. Jakarta. untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada Kas Negara yang dapat dipaksakan. Hukum Tata Lingkungan. Bandung. 1991. Eresco. Agar pemungutan pajak itu mendekati rasa keadilan maka dalam pemungutan pajak harus memperhatikan asas-asas perpajakan yang meliputi asas pemungutan pajak guna mengetahui negara mana yang berwenang memungut pajak. Bandung.Hak Ulayat masyarakat-masyarakat hukum adat. R. --------. --------. 1994. Hukum Agraria Indonesia. Harsono. Jakarta. Jogjakarta: Gadjah Mada University Press. 1992. isi dan Pelaksanaannnya. Bandung. Bandung. 1992. HUKUM ADMINISTRASI DAN HUKUM TATA NEGARA Kegiatan Belajar 1.1986. Asas dan Dasar Perpajakan 2. Koesnadi. 1992. ---------. 1997. 1990. Rochmat. Citra Aditya Bakti. Asas dan Dasar Perpajakan 1. Tindak Pidana di Bidang Perpajakan. hak tanggungan]. Eresco. Eresco. . Hadisoeprapto. Hartono. Bandung. --------. Bandung. Sejarah Pembentukan Undangundang Pokok Agraria. Pajak Internasional. Santoso. Soemitro.1999. Pajak Ditinjau dari Segi Hukum. Jogjakarta: Gadjah Mada University Press. Boedi.

Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Pengantar Tata Hukum Indonesia. kesemuanya itu tentu saja yang berkaitan dengan Hukum Administrasi Negara. Wilayah negara tidak hanya berupa daratan saja. Pebuatan hukum ini dilakukan di lapangan hukum privat maupun lapangan hukum publik. Dalam menjalankan fungsinya untuk mewujudkan kesejahteraan umum. . alat administrasi negara berwenang untuk melakukan perbuatan hukum dengan pihak masyarakat. Alumni. Kegiatan Belajar 2. Warga Negara dan Orang Asing. Gautama. Pemerintahan yang berdaulat tercermin dalam bentuk negara sebagai organisasi kekuasaan. Kansil. Hadisoeprapto. SF. sedangkan Hukum Tata Negara meliputi semua aturan hukum yang bersifat fundamental (negara dalam keadaan tetap/tidak bergerak). yurisprudensi. Sumber Hukum Administrasi Negara meliputi undang-undang. 1987. Kekuasaan negara didistribusikan ke dalam berbagai lembaga negara baik secara horizontal maupun vertikal. Yogyakarta. Balai Pustaka. Jakarta. PSHTN FHUI . Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. Sedangkan penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal secara sah di Indonesia. Marbun. Cetakan ke 4. Mahfud MD. Liberty. Yogyakarta. Ghalia Indonesia. Hukum Administrasi Negara melingkupi semua aturan hukum yang bersifat teknis (negara dalam keadaan bergerak). 1987. konvensi. dan doktrin. Hukum Administrasi Negara. Jakarta. 2000. Prajudi. maka terdapat tiga belas (13) asas yang harus diperhatikan oleh alat administrasi negara. Kusnardi. 1977. Pokok-Pokok Hukum Administrasi Negara. Harmaily Ibrahim. 1981. CST. Bandung. Hartono. Sudargo. tetapi juga perairan (laut). Di samping itu alat administrasi negara juga diperbolehkan melakukan kebebasan bertindak yang disebut ³freies ermessen´. Sifat hubungan antar lembaga negara utamanya antara lembaga legislatif dengan eksekutif akan menentukan corak sistem pemerintahannya. Liberty. Di samping itu. Moh. Edisi 4.y y Hukum Administrasi Negara Hukum Administrasi Negara mempunyai hubungan yang erat dengan Hukum Tata Negara. y y Hukum Tata Negara Rakyat sebagai komponen negara otomatis menjadi warga negara Indonesia. Jakarta. bentuk susunan negara akan menyebabkan sifat hubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah DAFTAR PUSTAKA Atmosudirdjo. Dalam rangka perlindungan terhadap warganegara maka dicantumkan ketentuan-ketentuan hak-hak asasi manusia dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Agar tidak bertindak sewenang-wenang dalam menjalankan fungsinya.

Bandung. PT Aditya Bakti. y y Hukum Perdata Hukum mengatur hak dan kewajiban dalam hidup bermasyarakat dan juga mengatur bagaimana cara melaksanakan dan mempertahankan hak dan kewajiban itu. Pandoyo. Hukum Waris (erfrecht). 1990. Sedangkan Fiqh atau Hukum Islam . Pokok-Pokok Hukum Administrasi Negara. Pedoman Peladjaran Tata Hukum Indonesia. Soehino. religio magis (keagamaan). pengampuan dan cacat tersembunyi. Sistem Hukum Adat mendekati sistem hukum Inggris (common law) bahkan menurut Djojodigoeno dikatakan bahwa dalam negara Anglo saxon dengan sistem hukum common law sama dengan sistem hukum adat. dengan dirinya sendiri. Yogyakarta. 1985. Liberty. kebersamaan. Yang membedakan adalah sistem common law sumber atau bahan-bahannya diambil dari unsur-unsur hukum Romawi kuno. Ilmu Negara. terbuka dan sederhana. Yogyakarta MODUL 11. yaitu: Hukum tentang Orang (personenrecht). sedangkan dalam pergaulan masyarakat melahirkan Hukum Benda dan Hukum Perikatan. Dalam hubungan keluarga melahirkan Hukum Tentang Orang dan Hukum Keluarga. dan hubungan manusia dengan benda dalam masyarakat serta alam sekitarnya. Jakarta. Bachsan. DAN HUKUM ISLAM Kegiatan Belajar 1. 2001. Hukum Harta Kekayaan (vermogensrecht).Muchsan. Hukum Perdata Materiil itu mengatur persoalan-persoalan keperdataan berdasarkan siklus hidup manusia. Liberty. y y Asas-asas Hukum Adat Hukum Adat mempunyai corak yang tradisional. Hukum Perdata yang mengatur hak dan kewajiban dalam hidup bermasyarakat itu disebut hukum perdata. Wawasan Nusantara dan Implementasinya Dalam UUD 1945 Serta Pembangunan Nasional. S. Kegiatan Belajar 3. Syari¶ah mempunyai pengertian sebagai hukum-hukum yang telah digariskan oleh Allah kepada para hambanya agar mereka beriman dan mengamalkan hal-hal yang membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat. dengan manusia lain. Hukum Perdata adalah keseluruhan peraturan yang mempelajari hubungan antara orang yang satu dengan lainnya dalam hubungan keluarga dan dalam pergaulan masyarakat. sedangkan hukum adat sumbernya adalah hukum Indonesia. Pengantar Hukum Administrasi Negara. Mustafa. musyawarah dan mufakat. perwalian. 1971. Jakarta. Kegiatan Belajar 2. HUKUM ADAT. Kusumadi. Hukum Keluarga (familierecht). y y Asas-asas Hukum Islam Hukum Islam adalah hukum yang mengatur berbagai hubungan manusia dengan Tuhan. Pudjosewojo. HUKUM PERDATA. Toto. fleksibel. Hukum tentang orang mengatur materi yang berkaitan dengan subjek hukum. Bina Aksara. tidak dikodifikasikan. PD Aksara. 1982. konkrit dan visual.

Yogyakarta Hanafi. 1992. 1974. Sofwan. Hukum Perjanjian. PT. Yogyakarta. Alumni. Badrulzaman. Kedua. 1971. --------. --------. Seksi Hukum Perdata FHUGM. Hukum Islam bersumber Wahyu/ Firman Allah yang tercantum di dalam Al-Qur¶an dan dalam Sunnah Nabi sebagai penjelasannya dan akal manusia yaitu hasil ijtihad atau ra¶yu. Hukum Orang dan Keluarga. Basyir. Satrio. Hilman Hadikusuma. 1990. Setiawan. 1982. Liberty. peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara sesama manusia dalam hidup bermasyarakat atau antara manusia dengan benda-benda di sekelilingnya. Citra Aditya Bakti. Liberty. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Buku III tentang Hukum Perikatan. Hukum Adat Bekal Pengantar. Binacipta. Hukum Perjanjian. --------. Jakarta. Citra Aditya Bakti. 1986. Intermasa. Hukum Perutangan A dan B. PT. 1986. PT. . Pengantar dan Sejarah Hukum Islam. Mariam Darus. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 1974. J. Alumni Bandung. Hukum Benda. DAFTAR PUSTAKA Ali. 1991. yaitu: pertama. 1974. Ahmad Azhar. R. Hukum Perdata Indonesia. PT. Bandung. peraturanperaturan/ hukum-hukum yang mengatur hubungan manusia dan Tuhan. Jakarta Muhammad. Asis Safioedin. Abdulkadir. Jakarta. 1981. Sudiyat. Hukum Islam Pengantar Ilmu Hukum 1. Ushul Fiqih. Yogyakarta . Seksi Hukum Perdata FH-UGM. Wijaya. yang disebut hukum Ibadah. Hukum Islam mempunyai dua objek hukum. Jakarta --------. Burgerlijk Wetboek. Yogyakarta. Pengantar Ilmu Hukum Adat. . 1982. Bandung. Hukum Adat Sketsa Asas. Mohammad Daud. Liberty. Bulan Bintang. Kota Kembang.adalah Ilmu tentang hukum-hukum Syariah yang berkenaan dengan perbuatan dan amalan manusia dan didasarkan pada dalil-dalil yang terperinci. Bandung. Alumni. Yogyakarta. Soetojo. Prawirohamidjojo. Bandung. Pradnya Paramita. Pokok-Pokok Hukum Perikatan. Yogyakarta. Ushul Fiqih. Bandung. 1996. Subekti dan Tjitrosudibio. Iman.. 2003. Sri Soedewi Masjchun. yang disebut hukum Muammalah. 1983. Subekti. 1987. Hukum Badan pribadi.

Jakarta. pengadilan yang lebih tinggi dan ilmu hukum dalam proses penegakan hukum perdata materiil dengan instrumen hukum perdata formal di pengadilan. dan mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelaan secara wajar. Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Acara Pidana (KUHAP) bertujuan untuk menggantikan Hukum Acara Pidana Lama (HIR) yang sudah tidak sesuai dengan kemerdekaan. HUKUM ACARA Kegiatan Belajar 1. Prosedur PTUN maupun upaya administratif. y y Hukum Acara PTUN Berkenaan dengan pelaksanaan hukum yang menimbulkan sengketa antara pihakpihak yang saling bertentangan kepentingannya. Asas-asas tersebut dimaksudkan untuk membuka peluang kontrol sosial. Soerojo. 1993. Sedangkan peradilan khusus adalah peradilan yang secara spesifik mengadili perkara atau golongan rakyat tertentu saja. PTUN termasuk ke dalam kategori peradilan khusus karena ia hanya mengadili perkara dalam sengketa TUN. sekaligus menegakkan hukum perdata materiil di pengadilan. pemeriksaan sidang. diselenggarakan oleh Pengadilan Negeri. baik yang menyangkut perkara perdata maupun pidana. artinya kebenaran yang sesuai dengan peristiwa. upaya hukum dan eksekusi. dikenal prosedur penyelesaian sengketa melalui peradilan. y y Hukum Acara Pidana Hukum acara pidana atau hukum formal atau hukum in konkrito merupakan sekumpulan norma yang mengatur cara alat negara untuk menegakkan hukum pidana materiil. penuntutan.Wignjodipoero. tersangka atau terdakwa belum bisa dinyatakan bersalah kecuali ada alat bukti yang cukup. y y Hukum Acara Perdata Pengelompokan hukum berdasarkan fungsinya meletakkan hukum acara perdata dalam ranah hukum perdata formal (adjective law) karena ia merupakan ketentuan hukum yang mengatur bagaimana cara mempertahankan. Kegiatan Belajar 3. Tujuan KUHAP adalah untuk mencapai kebenaran materiil. . KUHAP pada prinsipnya mengatur tentang hak-hak tersangka dan terdakwa serta mengatur pelbagai tatacara penyidikan. Kegiatan Belajar 2. ada beberapa asas penting harus diperhatikan. terdapat unsur kesalahan. Di dalam upaya penegakan hukum perdata materiil melalui hukum acara perdata di pengadilan. MODUL 12. Pengantar dan Asas Asas Hukum Adat. para pihak. menjamin. baik umum maupun khusus. menjaga objektifitas dan jaminan HAM serta merupakan perwujudan pertanggungjawaban pengadilan (akuntabilitas) pengadilan terhadap masyarakat. Djambatan. Peradilan umum adalah peradilan rakyat pada umumnya. pada hakekatnya merupakan bentuk pengawasan yang bersifat internal (built in control) terhadap badan atau pejabat yang secara struktural keorganisasian masih termasuk dalam lingkungan organisasi dari badan atau pejabat TUN yang terkait. perlindungan HAM dan profesionalisme penegak hukum. selain bersifat represif. Asas penting tersebut misalnya adalah asas ³pemeriksaan perkara dalam sidang pengadilan yang terbuka´ dan asas ³Putusan hakim harus memuat alasan-alasannya´.

DAFTAR PUSTAKA Hadisoeprapto. Persidangan. Iskandar Oeripkartawinata. Pengantar Tata Hukum Indonesia. Bandung. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta. 1982. Sistem Pengawasan terhadap Perbuatan Aparat Pemerintah dan Peradilan Tata Usaha Negara di Indonesia. Liberty. Hukum Acara Perdata: tentang Gugatan. Soepomo. Pradnya Paramita. Jakarta. Bogor. 2000. Muchsan. 1983. 1994 Soemitro. Pembuktian dan Putusan Pengadilan. Bambang. Bandung. Citra Aditya Bakti. Eresco. Liberty. Hukum Acara Perdata Indonesia. 2005. Peradilan Tata Usaha Negara. Bina Cipta. Harahap. Hartono. Hukum Acara Pengadilan Tata Usaha Negara dan UU PTUN 2004. 1993. Abdul Kadir. Yahya. I Nengah. Yogyakarta. N. Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktek. Mula Hukum. Moeljatno. Bandung. 1992. y . Muhammad. Asas-Asas Hukum Pidana.E Agra. Mandar Maju. Rochmat. Citra Aditya Bakti. Jakarta. Ghalia Indonesia. Yogyakarta. 1987. Poernomo. Bandung 1997. Yogyakarta. 2004. Martiman. Liberty. Hukum Acara Perdata Indonesia. 2005. Kompilasi Perundang-undangan dan Penegakan Hukum di Indonesia. Sinar Grafika. 1996. Mertokusumo. Prodjohamidjojo. Bandung. Sudikno. Ghalia Indonesia. Rineka. Retnowulan. Penyitaan. 2001. Hukum Acara Perdata Pengadilan Negeri. Sutanto. Juliana.