P. 1
metode pelaksanaan

metode pelaksanaan

|Views: 10,202|Likes:
Published by bimaseta2006

More info:

Published by: bimaseta2006 on Jan 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2014

pdf

text

original

4 Votes Setelah pekerjaan pile yang meliputi pengeboran dan pemotongan pile yang tersisa di permukaan tanah, maka

dilakukan penulangan untuk membuat pile cap. Pile cap tersusun atas tulangan baja berdiameter 16mm, 19mm dan 25mm yang membentuk suatu bidang dengan ketebalan 50mm dan lebar yang berbeda-beda tergantung dari jumlah tiang yang tertanam.

Fungsi dari pile cap adalah untuk menerima beban dari kolom yang kemudian akan terus disebarkan ke tiang pancang dimana masing-masing pile menerima 1/N dari beban oleh kolom dan harus ” daya dukung yang diijinkan (Y ton) (N= jumlah kelompok pile). Jadi beban maksimum yang bisa diterima oleh pile cap dari suatu kolom adalah sebesar N x (Y ton). Pile cap merupakan suatu cara untuk mengikat pondasi sebelum didirikan kolom di bagian atasnya. Pile cap ini bertujuan agar lokasi kolom benar-benar berada dititik pusat pondasi sehingga tidak menyebabkan eksentrisitas yang dapat menyebabkan beban tambahan pada pondasi. Selain itu, seperti halnya kepala kolom, pile cap juga berfungsi untuk menahan gaya geser dari pembebanan yang ada. Selain itu, bentuk dari pile cap juga bervariasi dengan bentuk segitiga dan persegi panjang. Jumlah kolom yang diikat pada tiap pile cap pun berbeda tergantung kebutuhan atas beban yang akan diterimanya. Terdapat pile cap dengan pondasi tunggal, ada yang mengikat 2 dan 4 buah pondasi yang diikat menjadi satu. Tahapan-tahapan pengerjaan pile cap, yaitu : 1. Setelah dilakukan penggalian tanah, dilakukan pemotongan pile sesuai elevasi pile cap yang diinginkan. 2. Tanah disekeliling pile digali lagi sesuai dengan bentuk pile cap yang telah direncanakan. 3. Pada pile dilakukan pembobokan pada bagian betonnya hingga tersisa tulangan besinya yang kemudian dijadikan sebagai stek pondasi sebagai pengikat dengan pile cap. Pembobokan hanya sampai elevasi dasar pile cap saja. 4. Melakukan pemasangan bekisting dari batako disekeliling daerah pile. Penggunaan batako ini dipilih karena batako cukup kuat untuk menahan beban sebagai bekisting serta cukup murah untuk pada akhirnya ditimbun bersama saat pengecoran. 5. Sebagai landasan pile cap, dibuat lantai kerja terlebih dahulu dengan ketebalan 10 cm. 6. Melakukan pemasangan tulangan-tulangan pile cap yang meliputi tulangan utama atas dan bawah, persiapan stek pondasi, pemasangan kaki ayam, beton decking dan pemasangan stek pile cap sebagai penghubung menuju kolom. 7. Sebelum dilakukan pengecoran, tanah disekitar bekisting ditimbun kembali untuk menahan beban pengecoran dan meratakan kondisi tanah seperti semula. 8. Setelah semua persiapan sudah matang, maka dapat dilakukan pengecoran pada pile cap.

Metode Pelaksanaan : 1. Tahap pertama, dilakukan pengecoran dengan bucket dan pipa tremie untuk daerah stage 1, lalu diratakan dengan menggunakan vibrator. 2. Tahap keduan beton di curing dan besi tulanagan dibersihkan dari kotoran dan debu. 3. Tahap ketiga, beton stage 1 yang telah kering diberikan bonding agent pada pemukaannya untuk pengecoran stage 2 yaitu pengecoran pelat basement. Bonding agent in berfungsi sebagai pengikat beton lama dengan beton baru. 4. Tahap Keempat, pengecoran stage 2 dengan menggunakan concrete pump untuk pelat basement. Pada pengecoran ini menggunakan beton yang dicampur dengan waterproofing intergral (Conplast X421M)
ADVER TI SEMENT

Metode Kerja Kolom Pada Bangunan Gedung
Pekerjaan struktur atas melibatkan beberapa kegiatan antara lain adalah pekerjaan pengukur n, pembesian, bekisting, pengecoran, pembongkaran bekisting, dan perawatan beton yang dilakukan pada elemen-elemen struktur atas seperti kolom, shear wall dan corelift, ok dan pelat lantai.

Kolom adalah struktur yang merupakan penyangga atau pilar yang akan menyalurkan beban atau gaya vertikal dan lateral ke pondasi. Konstruksi kekakuan kolom akan menentukan besarnya gaya lateral yang akan dipikul oleh kolom tersebut. Adapun

besar kecilnya kolom (dimensi kolom) tergantung pada distribusi pembebanan. Urutan pelaksanaan pekerjaan kolom dapat dilihat pada gambar 1.1 berikut. y Stek Tulangan Kolom + M rk n y Pabrikasi Tulangan Kolom y Pemasangan Tulangan Kolom + Decking y Pemasangan Sepatu Kolom y Instalasi Pipa Elektrikal y Pabrikasi Bekisting Kolom y Instalasi Bekisting yang Telah Diberi Oil Form y Pemberian Beton Eksisting dengan Calbond y Pengecoran Kolom y Pembongkaran Bekisting Kolom y Perawatan Beton Urutan Pelaksanaan Kolom

Marking Kolom

Fabrikasi Penulangan Kolom Fabrikasi Bekisting Kolom .

Sepatu Kolom Pelepasan Bekisting Kolom .

Bekisting Kepala Kolom Perapihan Kolom Penentuan A Kolom (Pemberian M rk n ) Titik-titik kolom diperoleh dari hasil pekerjaan tim survey yang melakukan pengukuran dan pematokan. Proses pemindahan titik (axis) kolom dari lantai bawah ke lantai atas berikutnya dengan pembuatan lubang-lubang pada pelat lantai (gambar 1. Untuk pekerjaan pengukuran ini diperlukan juru ukur (surveyor) yang berpengalaman. Posisi kolom arah vertikal ditentukan berdasarkan kolom pada lantai sebelumnya. . khususnya dalam pelaksanaan gedung bertingkat (surveyor yang bersertifikat).2). Penentuan kolom dilakukan dengan menggunakan alat theodolite. Lubang-lubang tersebut nantinya ditutup kembali setelah pemindahan titik kolom selesai. yaitu m rk n berupa titik-titik atau garis yang digunakan sebagai dasar penentuan letak bekisting dan tulangan kolom.

untuk itu dilakukan juga pengecekan dengan menggunakan benang dan unting-unting. Contoh Gambar Kerja Kolom . Penempatan titik kontrol pada proyek ini dilakukan pada pagar di salah satu sisi dan titik kontrol lainnya berada pada  over dikarenakan proyek ini berada tepat di pinggir jalan yang dilintasi oleh  over tersebut. Pengecekan kolom dilakukan dengan menempatkan alat theodolite pada m rk n tersebut dan kemudian mengecek kelurusan m rk n kolom. maka dapat ditentukan letak kolom dan kemudian dibuat . Dengan bantuan titik-titik acuan bangunan yang sentris disetiap lantainya.yang lain dengan mengikuti jarak yang telah disyaratkan dalam perencanaan awal.Posisi kolom harus sentris kedudukannya terhadap pada lantai sebelumnya.

Metode Kerja Pembongkaran Bekisting Kolom y y y Persiapan Lahan Pembersihan Area Kerja Pada saat dilakukan bongkaran kolom area kerja harus bebas dari aktifitas pekerja dan material proyek Prosedur Pelaksanaan y y Persiapan Alat TC (Tower Crane) Persiapan Pekerja (2 Orang) .

y y y y y y y Tahap pertama melepas support bekisting kolom Tahap kedua melonggarkan ikatan tie rod samping bekisting kolom Tahap ketiga pengikatan sling TC ke bekisting Kolom Tahap keempat pengangkatan bekisting kolom menggunakan TC Bekisting Kolom diletakan ke area stock bekisting kolom Pekerjaan Pelepasan Bekisting Kolom menggunakan Metode ini membutuhkan kurang lebih 10 menit Repair kolom yang kurang mulus .

Dalamnya pondasi tiang pancang yang tertanam di dalam tanah tergantung dari jenis dan kondisi tanah tersebut. dilanjutkan kemudian dengan pemancangan tiang pondasi.Proses Pelaksanaan Pembangunan Gedung 21 Juni. karena pondasi tiang pancang harus berdiri di atas tanah yang . Operator mesin pancang diharapkan terus mengontrol posisi tiang pancang. yang biasa disebut dengan Tiang Pancang. Tahapan-tahapan dan berapa lama pengerjaan proyek tersebut disusun dahulu sebelum pelaksanaan. Proses pemancangan ini harus sangat diperhatikan. perlu ditentukan dahulu titiktitik pondasi tersebut. karena saat proses pemancangan. Tahapan pelaksanaan proyek ini harus disusun sedemikian rupa mulai dari pengerjaan awal hingga finishing (jika pengerjaan proyek hingga finishing). Pekerjaan Pondasi Setelah tanah bersih dan rata. dapat terjadi berbagai kesalahan. Pekerjaan Pembersihan Pengerjaan dimulai dari pembersihan lapangan dan pemerataan permuakaan tanah seperti yang telah direncanakan. Sebelum pemancangan ini. barulah proses pemancangan dapat dilakukan. Semuanya ini disusun didalam Time Schedule. setelah itu tanah dipadatkan. sehingga proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan tepat waktu. Setelah titik-titik pondasi ditentukan. Bahkan kalau perlu dilakukan pengerukan dan pengurugan tanah. 2008 Ada beberapa tahapan-tahapan dalam pelaksanaan perencanaan suatu gedung.

Setelah pembuatan bekisting dan penulangan selesai. sehingga kekuatannya pun dalam satu ikatan. Pengerjaan struktur atas dimulai dari pengerjaan kolom. Dan tiap Pile Cap ini juga dihubungkan satu sama lain oleh Sloof. yaitu pemancangan selesai. Sama seperti pengerjaan kolom. Pengerjaan berikutnya adalah bagian balok dan pelat. pengerjaan bekisting dan penganyaman tulangan dapat dilakukan secara bersamaan. dilanjutkan kembali dengan pengerjaan bagian struktur atas. balok dan pelat. baru dilanjutkan dengan pengecoran beton. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Pile Cap dan Sloof. yang berarti proses pengecoran pelat dan balok harus serempak selesainya dan beton pun akan kering bersamaan. Dalam proses pengerjaan kolom. sehingga hasil cor-an diperoleh dengan baik dan bentuk kolom sesuai perencanaan. Agar waktu yang dibutuhkan seminimal mungkin. karena pengerjaannya harus hati-hati sehingga didapat bentuk yang rapi dan sesuai perencanaan. Sebelum pengecoran kolom. Pile Cap ini berfungsi untuk membagi rata beban dari kolom kepada beberapa pondasi dibawahnya. . sehingga cor beton dapat masuk semuanya sampai kebawah dan penuh mengisi bekisting. dan cor-an beton yang masuk itupun harus dirojok. sehingga titik-titik kolom tersebut sejajar satu sama lain. sehingga semua tiang pancang mempunyai satu ikatan struktur. Pekerjaan Finishing Jika struktur telah berdiri kokoh. Dan selama proses pengecorannya pun juga harus dirojok. sehingga cor beton penuh mengisi bekisting. pengerjaan finishing inilah yang membutuhkan waktu paling lama. Namun. pemasangan keramik. Ketika proses pengecoran harus dilakukan teliti. pondasi tiang pancang tertanam lebih dalam. elektrikal dan sanitasi. pengecatan dan sebagainya. Lain halnya jika berada di sekitar Jakarta Selatan. titik-titik kolom harus ditentukan posisinya dan dengan bantuan alat. pondasi tiang pancang akan tertanam sangat dalam. Sebagai contoh jika proyek berada di daerah Jakarta Utara. prosesnya pun sama dengan sebelumnya. terlebih dahulu dibuat bekisting yang dibentuk seperti kolom sehingga beton dapat dicor di dalamnya. Tapi terlebih dahulu. hal yang pertama dilakukan adalah pengerjaan tulangantulangan kolom seperti yang telah didisain. Hal yang terpenting adalah semua beton yang di-cor itu harus berada dalam satu ikatan. Bekisting harus dibuat kokoh dan kuat.keras. yang merupakan tanah rawa. Pekerjaan Struktur Atas Setelah pekerjaan struktur bawah. Jika proyek berada di daerah tanah rawa. Struktur atas terdiri dari kolom. yaitu pengerjaan dinding. baru dapat dilanjutkan dengan pengerjaan finishing. yang mempunyai tanah lebih keras. Begitu juga pengerjaan lantai berikutnya. pondasi tiang pancang tertanam tidak terlalu dalam. Balok dan pelat memang dikerjakan bersamaan. pertama kali juga dilakukan pengerjaan bekisting.

Adukan dan dasar lantai yang akan dipasang harus bersih dari kerikil. 2.5 mm sehingga tidak saling bertubrukan. Jangan pasang semen oker atau nat pada sisi keramik saat itu juga. Hasilnya? Mungkin tidak sebagus tukang.Teknik Memasang Keramik Lantai Agustus 6. 4. 5. atau malah lebih bagus dari tukang. nat keramik harus dipasang longgar karena masing-masing keramik memiliki selisih 0. Periksa kembali. user manual yang saya cari yaitu resep memasang keramik lantai. . Nat keramik dipasang belakangan. Hal ini akan membuat keramik menjadi lebih elastis dan lebih mudah menempel pada saat pemasangan. 6. Bilaskan semen yang sudah dicampur air sedikit ke bawah keramik. saya menjadi bisa memasang keramik lantai. Jangan diinjak-injak. dan Anda dapat mewujudkan desain lantai yang Anda inginkan. mungkin sama bagusnya. Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan tidak ada yang kopong atau bagian dasar berongga karena itu akan membuat keramik lepas di kemudian hari. 7. 2008 Posted by ybandung in Rumah Kita. orang yang tidak pernah membuat pizza ternyata menjadi bisa membuat pizza yang lezat. Hal ini akan membuat daya rekat keramik ke adukan benar-benar lengket. Gunakan peralatan yang tepat. Berikut teknik memasang keramik lantai: 1. Biarkan selama dua atau tiga hari. Keramik akan ambles karena adukan di bawahnya masih belum kuat untuk dibebani. Ibarat resep masakan. Bersihkan dari kerikil. orang yang tidak bisa menjadi bisa. batu. 8. Untuk itu. Ini dia. Oleskan air semen. Dalam sebuah areal pemasangan 3×3 m biasanya terdapat 3 5 keramik yang kopong. Belajar Cara Memasang Lantai Keramik Sendiri Memasang keramik sendiri itu mudah! Ikuti langkah-langkah dasar ini. atau ganjalan lain yang akan membuat rongga di bawah keramik. Siapa tahu kan. Untuk itu segera bongkar dan ulangi pemasangannya. Secara tidak sengaja. 3. trackback Seorang engineer dituntut untuk bisa dan terbiasa membuat dokumen teknik. Setelah itu baru diberi semen nat dan jangan lupa membersihkan nat yang masih kosong dari kotoran yang mengendap. salah satunya adalah user manual yang akan memudahkan orang lain mengerjakan sesuatu. Periksa ketinggiannya apakah sudah sama rata dengan benang yang ditarik untuk menentukan ketinggian lantai. saya menemukan artikel dari Bandung Advertiser yang menjelaskan tata cara pemasangan keramik lantai. Keramik kualitas rendah akan susah memasang secara presisi. Hal ini akan membuat sisa udara yang mengendap akan keluar melalui nat yang belum ditutup. Perhatikan kualitas keramik. Dengan resep ini. Padatkan secara rata. Amankan areal keramik yang baru dipasang dari lalu lalang orang selama 2 3 hari. Dengan user manual.2 0. Rendam keramik di dalam air.

dan menjadi tantangan bagi Anda. ubin keramik Anda dapat terlepas bahkan pecah dan harus diganti. Material Mortar seperti thin set mortar.Untuk memulai. Pecahan keramik dan serpihan lain dapat menyebabkan luka. Tiling grout dan sealant. jika Anda tidak hati-hati. Untuk awalnya. Selalu gunakan pakaian dan peralatan yang aman. atau hand held micro cutter. jika Anda ingin mengetahui bagaimana cara memasang keramik sendiri. 6. kacamata pengaman. Lalu. atau menyewa. Jika Anda melihat retakan yang terlalu besar untuk diperbaiki. dan bubble level. Jika Anda hendak menghaluskan subfloor ± Anda dapat menyewa sander untuk mengerjakannya. Anda harus memiliki peralatan dan material yang tepat untuk pekerjaan ini. Kenakan kacamata pengaman. Haluskan dan bersihkan. Untuk subfloor plywood. atau pilih dari sejumlah perekat ubin yang tersedia. dan rubber grout float. Gunakan sarung tangan kulit khusus untuk pekerjaan berat. terutama saat membongkar ubin keramik yang lama. 5. gunakan pahat yang besar dan palu. 3. 2. bersihkan serpihanserpihan. Sebagian besar pengerjaan ubin dimulai pada tahap ini. tile spacer. Anda dapat membeli. sarung tangan kulit tebal. 4. dan pakaian kerja overall. pisau plamur (putty knife). Berikut peralatan mendasar yang paling Anda butuhkan untuk pemasangan ubin: 1. Pita pengukur. Tiling grout tersedia dalam berbagai warna sehingga Anda dapat memilih yang cocok dengan desain Anda. Pemotong ubin (yang dapat disewa) dan tang ubin. dan pakaian kerja overall. Jika tidak. pengukur siku. ganti bagian lantai yang retak dengan beton baru. Lantai yang sudah berkeramik akan menambah satu tahap pengerjaan ubin. Akan bermanfaat jika Anda mengetahui bagaimana cara memasang keramik dengan mempelajari jenis lantai yang akan Anda pasangi. Untuk peralatan yang harganya terlalu mahal seperti pemotong ubin. lalu ketok-ketok pahat dengan palu. dan cetok (lebih baik yang bertakik). Perbaiki sebanyak mungkin retakan sejauh Anda mampu. Persiapkan subfloor sebelum memasang ubin. Anda harus membongkar keramik yang lama. pastikan kayunya setidaknya setebal 1 1/8 inchi dan ditopang kuat. Selalu periksa adanya retakan atau serpihan saat Anda mengerjakan subfloor beton. . sebagian besar dari peralatan dan material yang Anda butuhkan di toko perkakas terdekat. Palu. Anda dapat menyewanya di home center atau penyewaan peralatan terdekat. Pastikan diri Anda terlindung.

Anda juga dapat mewujudkan desain lantai keramik Anda. Permukaan lantai/dinding yang akan dipasang keramik harus bersih. Namun Anda tetap dapat menggunakan cetok biasa jika Anda tidak memilikinya. gunakan spon basah untuk membersihkan grout yang berlebih. dan sedikit warna. waktunya mengisi sela-sela ubin dengan grout. Mengisi sela-sela ubin Setelah ubin keramik terpasang. Penggunaan cetok bertakik untuk membubuhkan mortar adalah pilihan terbaik untuk memasang ubin keramik. Perpotongan dari kedua garis merupakan titik pusat lantai yang akan Anda pasangi ubin. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan / tangga / dinding yang ada. b. . Mempelajari cara memasang lantai keramik dengan benar akan memberikan kepuasan tersendiri terhadap pekerjaan yang berhasil dilakukan dengan baik. Gunakan rubber grout float dan masukkan grout ke sela-sela ubin. Grout tersedia dalam berbagai warna dan Anda dapat memilih yang sesuai dengan warna ubin. Mulailah dengan menemukan titik pusat dari area lantai. Cara pemasangan keramik lantai dan dinding a. dan sebuah lantai keramik yang indah. Anda dapat membubuhkan sealant pada garis-garis grout setelah grout mengering. Anda dapat melakukan ini dengan mengukur ruangan dengan menyilang dari sudut ke sudut dan menandai tengah-tengahnya. air. Ia digunakan untuk mengisi sela-sela ubin dan merekatnya. gunakan cetok (atau spon basah) untuk menyingkirkannya. sampai Anda selesai memasang.Layout lantai Anda Mengukur panjang dan lebar lantai Anda akan membantu untuk menentukan bagaimana Anda memasang ubin keramik dan memperkirakan jumlah ubin keramik yang harus Anda beli. tekan ke bawah sambil menggerakkannya maju mundur sampai posisi ubin mantap. Buat garis dengan kapur. atau adhesive ubin yang Anda pilih. Rekatkan ke subfloor dengan menggunakan thin set mortar. pasir. Pemasangan keramik lantai dan dinding sebaiknya pada tahap akhir. Jika ada mortar atau adhesive yang meluber keluar. Lakukan proses ini sampai ubin berikutnya. Dan selesai! Mempelajari cara memasang ubin keramik itu mudah! Dengan mengikuti langkah-langkah dasar ini. c. untuk menghindari kerusakan akibat pekerjaan yang belum selesai. Untuk mengepaskan ubin pada tempatnya. Grout adalah material terbuat dari semen. Garis-garis kapur ini akan membantu Anda dalam hal posisi untuk meletakkan ubin. dan seterusnya. Pasang ubin dimulai! Tempatkan ubin pertama di perpotongan dua garis tadi. Bilas spon untuk melarutkan grout yang berlebih supaya tiap ubin tetap bersih. Setelah mengisi grout di sela-sela ubin keramik. Gunakan grout float pada sudut sedemikian rupa sehingga Anda dapat mengisi celah dengan sebanyak mungkin grout. cukup kering dan rata air.

.5 mm dan dinding = 2 mm.Untuk lantai. j. Bagi area yang luas dianjurkan untuk diberi expansion joint.Pemasangan keramik lantai atau dinding dimulai dari tulangan ini. Lebar nat yang dianjurkan. untuk lantai = 4 . dengan ketebalan rata-rata : 2. i. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh. dan masih banyak lagi. agar tidak menerima beban terlalu berat. buat permukaan cor beton menjadi kasar. dengan campuran pengisi nat (Grout) semen atau bahan khusus yang ada dipasaran. Semen : Pasir = 1:4. Teknik Pemasangan Keramik yang Benar Banyak keluhan yang berhubungan dengan keramik sebagai penutup lantai dalam bangunan. d. masalah semacam ini sebenarnya dapat diatasi sejak tahap pemasangan keramik. penyebab seluruh masalah tersebut adalah teknik pemasangan keramik yang tidak sesuai petunjuk. sebab kondisi ini akan menimbulkan masalah dikemudian hari. dengan ketebalan rata-rata : 2 . h. f. yang disebabkan proses pembakaran pada temperatur tinggi.4 cm . dapat digunakan bahan pembersih yang ada dipasar dengan kadar asam tidak lebih dari 5%. Setiap jalur pemasangan sebaiknya ditarik benang dan rata air. untuk ini periksa dan pastikan keramik lantai atau dinding yang akan dipasang mempunyai seri dan golongan ukuran yang sama. keramik lepas dari lantai. Perbandingan adukan dan ketebalan rata-rata yang dianjurkan adalah: . setelah itu segera bersihkan dengan air bersih. e. Khusus untuk dinding luar. permukaan keramik tidak rata. keramik lantai atau dinding agar direndam dalam air terlebih dahulu. baik permukaan dasar maupun dibadan belakang keramik lantai atau dinding yang terpasang.0 cm g. Mulai dari keramik yang retak atau gumpil. Sebelum dipasang. dapat terjadi perbedaan warna dan ukuran. harap diberi tali air per jarak tertentu dengan mem pertimbangkan desainnya. Teknik pemasangan keramik terbagi atas 6 tahap penting: 1. Karena sifat alamiah dari produk keramik. Sadar atau tidak. Anda dapat menggunakan sapu penggaruk sebagai alat bantu. sebab jika ditilik lebih lanjut. Tahap Persiapan untuk Kondisi Permukaan y y Hal paling awal yang harus dipersiapkan adalah kematangan cor beton yang akan menjadi base atau fondasi keramik.Untuk dinding. Jangan memulai dengan cor beton yang belum matang. Jika Anda benar-benar yakin betonnya sudah cukup umur. Bersihkan segera bekas adukan/grout dari permukaan keramik. Semen : Pasir = 1:6.

Periksa permukaannya untuk mengetahui rongga dibawahnya. Tahap Pemasangan Nat . Cara yang biasa digunakan para tukang adalah mengetuk-ngetuk partikel yang menonjol dengan palu atau baji. Setelah semua partikel yang menonjol dikelotok. sebaiknya basahi dulu keseluruhan permukaannya agar lembab. Jika bahan perekat yang dipakai adalah adhesive. Jika pemasangan keramik menggunakan adukan semen sebagai bahan perekat.y y Pastikan permukaan beton bebas dari partikel menonjol yang kemungkinan akan mengganggu. ketuk perlahan-lahan permukaan keramik dengan bantuan alat untuk memastikan keramik tersebut benar-benar merekat sempurna. ketuk-ketuk permukaan tersebut dengan alat. Biasanya garis ini dibuat dengan benang yang diikat dari ujung ke ujung pada permukaan yang akan dipasang keramik. Jangan lupa tandai jalur-jalur instalasinya. terlebih dahulu rendam keramik yang akan Anda pasang dalam seember air. Tahap Pemasangan Keramik y y y y y y Jangan melakukan pemasangan keramik dengan pencahayaan kurang. Pasang Screed secara merata pada seluruh permukaan. Jika bahan perekat yang dipakai adalah adukan semen. bersihkan bagian dasar/sisi bawah keramik. 2. amankan dengan diberi lapisan penutup. Perekat yang sudah kadaluarsa pasti berkurang daya rekatnya. semprot saja dengan selang air. Agar lapisan screed benar-benar kering. Jika bahan perekat yang dipakai adalah adhesive (perekat siap pakai yang tidak perlu dicampur atau diaduk seperti pada saat membuat adukan semen). Bersihkan permukaan keramik dengan kain lap kering atau spoons. Pencahayaan yang tidak memadai dapat mengganggu kelurusan keramik yang akan dipasang. bersihkan kotoran tersebut dengan air. Agar lebih mudah mendeteksi adanya rongga. Setelah keramik terpasang dipermukaan. buatlah semacam garis panduan meletakkan keramik. Jangan pernah menggunakan adhesive yang sudah kadaluarsa. ikuti petunjuk pada label produk tersebut. Agar efisien. 4. Tahap Persiapan Pemasangan Keramik y y y y y Agar keramik terpasang lurus dan rata. 5. Jangan lupa memeriksa kesejajaran/kelurusan serta kerataan level keramik dipermukaan. Tahap Pengerjaan Lapisan Screed y y y y y Tahap ini baru dapat dimulai jika permukaan beton yang dibersihkan benar-benar kering. Pasang adhesive pada permukaan yang akan dipasangi keramik dengan bantuan rubber float. 3.

Bersihkan sisa grout yang masih menempel pada permukaan keramik dengan lap atau spons basah. Tunggu beberapa saat agar keramik benar-benar merekat dengan sempurna. 4.y y Isi spasi antar keramik dengan grout (bahan pengisi celah). Tahap Proteksi y y y Tutup permukaan lantai keramik yang baru saja dipasang dengan tripleks. Pasang Rangka Tepi Plafon ( Steel Hollow dan Wall Angle Profil) sebagai list tepi pada garis sipatan . atau plastik agar mengering dengan sempurna. Pasang Penggantung Rangka Plafon ( Hanger dan Clip Adjuster) dengan posisi tegak lurus. July 16. Pasang Paku Kait 3. 2010 Pemasangan Plafon Gypsum Metode Pemasangan Plafon Gypsum adalah sebagai berikut: 1. Gunakan bantuan rubber float. Dengan demikian diharapkan tidak ada orang yang melewati atau menginjaknya. 2. Friday. kain terpal. Tentukan Marking Elevasi Plafon dan buat garis sipatan serta titik-titik paku kait. Keramik membutuhkan waktu untuk memuai dan menyusut hingga akhirnya mencapai kestabilan. 6. Beri petunjuk atau ±jika perlu²pasangi rambu yang bertuliskan lantai keramik di area tersebut baru dipasang.

6. Pasang tarikan benang sebagai pedoman penentu kelurusan dan ketinggian rangka plafon.5. . Tentukan jarak penempatan Kait Penggantung. Pasang Rangka Utama (Top Cross Rail) 8. Pasang dan kencangkan Clip /Rod. 10. 7. Pasang Panel Gypsum pada rangka plafon dengan Sekrup Ceiling menggunakan Screw Driver dan setiap sambungan harus tepat pada rangka. Pasang Rangka Pembagi ( Furing Channel) dengan menggunakan Locking Clip 9.

Subgrade atau lapisan tanah dasar tersebut harus kita padatkan dengan kepadatan minimal 90 % MDD (Modified Max Dry Density) sebelum pekerjaan subbase dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang kita butuhkan. kita harus memperhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut: 1. Sebelum pekerjaan pemasangan Paving. dua arah . Ini sangat penting untuk kekuatan landasan area Paving nantinya.5 %. Lapisan Subgrade Subgrade atau lapisan tanah paling dasar harus diratakan terlebih dahulu.kita mulai. 2. Lapisan Subbase Pekerjaan lapisan subbase harus disesuaikan dengan gambar dan spesifikasi teknis yang kita butuhkan.Cara Pasang Paving Block METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMASANGAN PAVING Persyaratan dan tata cara Pemasangan Paving block. Profil lapisan permukaan dario subbase juga harus mempunyai minimal kemiringan 2 %. sehingga mempunyai profil dengan kemiringan sama dengan yang kita perlukan untuk kemiringan Drainage (Water run off) yaitu minimal 1.

4. 3. Drainage yang dikerjaan setelah paving terpasang akan sangat mengganggu pekerjaan pemasangan paving itu sendiri karena harus membongkar paving yang sudah terpasang. Kayu yang diserut rata/jidar untuk Levelling Screeding abu batu/pasir.3. Adapun alat-alat yang kita butuhkan adalah sebagai berikut: 5. 5. 5. Benang.4.melintang kekiri dan kekanan.2. Pin stick/Linggis yang bagian bawahnya dibuat runcing melebar sebagai naating. 5. 5. Kelengkapan Peralatan Kerja Peralatan yang kita butuhkan harus sudah disiapkan sebelum pemasangan paving dimulai.1. 6. Hal ini harus dilakukan untuk menahan paving pada tiap sisi agar paving tidak bergeser sehingga paving akan lebih rapi pada hasil akhirnya. Drainase/Saluran Air Seperti halnya kanstin. Mesin Plat Compactor (Stamper Kodok) dengan luas permukaan plat antara 0. Abu batu/pasir alas seperti yang dipersyaratkan segera digelar diatas lapisan base.1. Cara Pemasangan Paving 6.6.50 m2 dan mempunyai gaya sentrifugal sebesar 16 s/d 20 kN dengan frekwensi getaran berkisar 75 s/d 00 Hz. . 5. 5. Drainage atau Saluran air ini juga harus sudah kita pasang sebelum pemasangan paving dilakukan. Hal ini sangat wajib dilakukan untuk effisiensi waktu/kecepatan pekerjaan. Kanstin/Penguat Tepi Kanstin atau Penguat tepi atau Kerb harus sudah kita pasang sebelum pemasangan paving dilakukan.35 s/d 0. Alat handling berupa Lori/gerobak untuk pemindahan paving.5. Alat Pemotong paving (Cutter). Kemudian diratakan dengan jidar kayu sehingga mencapai kerataan yang seragam dan harus mengikuti kemiringan yang sudah dibentuk sebelumnya pada lapisan base. Kemiringan ini sangat penting untuk jangka panjang kestabilan paving kita.

Semua pelaksanaan harus didasarkan pada petunjuk dari pabrik pembuat bahan ± bahan tersebut dan harus mampu memberikan perkerasan permukaan lantai. 6.3. kemudian kita buat pasangan kepala masing-masing diujung benang tersebut. Water cement ratio sebaiknya rendah dan ditambahkan bahan plasticizer Conplast untuk memudahkan pelaksanaan pengecoran.INJEKSI BETON 1. ruang AHU.4. Pemasangan paving harus kita mulai dari satu titik/garis (starting point) diatas lapisan abu batu/pasir alas (laying course). METODE KERJA FLOOR HARDENER Pekerjaan ini dilaksanakan pada semua pekerjaan lantai parkir kendaraan. Tentukan kemiringan dengan menggunakan benang yang kita tarik tegang dan kita arahkan melintang sebagai pedoman garis A dan memanjang sebagai garis B.6. Penggelaran abu batu/pasir alas tidak melebihi jarak 1 meter didepan paving terpasang dengan tebal screeding. Metode Kerja 3 WATERPROOFING & GROUTING. . 6. Lantai beton dasar harus memiliki kadar minimum semen sebesar 300 kg/m3 dan didesain untuk mengurangi segresi dan control terhadap bleeding.2. tangga darurat dan lain ± lain. 1. area bongkar muat. gudang.

2. Aplikasi floor hardener ini harus berlangsung tanpa terputus hingga didapatkan kondisi lantai dasar yang mengeras pada kondisi di bebani injakan kaki akan menimbulkan bekas injakan sedalam 3 ± 6 mm. . 4. Bila air yang naik ke permukaan beton yang baru selesai di cor sudah tidak kelihatan lagi (telah melewati setting time) maka floor hardener ini dapat ditaburkan secara merata dengan dosis rata ± rata 4 kg/m2 atau sesuai dengan yang disyaratkan. Lantai beton harus padat dan rata dan dikerjakan sesuai dengan standar pengerjaan lantai beton yang baik dan benar dimana resiko terjadinya retak susut / kering sudah dikurangi dengan adanya siar ± siar pada jarak tertentu dan kerataan permukaan dengan menggunakan dudukan bekisting yang kuat dan kaku serta jidar yang rata dan kaku. Pada area pengecoran yang luas sangat direkomendasikan untuk membuat metode pengecoran secara bertahap dan memastikan bahwa lokasi pengecoran dapat dilaksanakan dengan tenaga kerja dan dosis bahan floor hardener yang cukup secara continue hingga selesai. Setiap kelebihan air di permukaan (bleeding water) harus menguap seluruhnya. 3. 5.

dan ketika bahan menjadi berwarna gelap secara merata akibat absorpsi air dari lantai dasar maka dapat segera digosok (di trowel).6. Setelah itu 1/3 bagian sisanya ditaburkan secara merata diatas permukaan beton. 10. Finishing akhir harus menggunakan mesin trowel pada saat beton sudah mengeras dan kuat menahan beban mesin tanpa mengalami kerusakan agar didapatkan permukaan yang lebih padat. 9. Waktu pelaksanaan diupayakan agar dikerjakan pada saat arus lalu lintas lancar sehingga pengecoran tidak terputus. Pada area yang terbuka sebaiknya setelah di curing dilindungi lagi dengan karung basah untuk mengurangi terjadinya retak susut. Untuk mendapatkan hasil pengecoran yang baik disarankan setiap pengecoran . 8. Floor hardener ditaburkan secara bertahap dengan dosis 2/3 bagian dahulu. jika akan segera dibebani dengan lalu lintas yang berat dalam 2 minggu pertama umur beton maka sebaiknya dilindungi dengan multipleks plywood. 2. Jika bahan mulai meresap dan menjadi berwarna gelap secara merata akibat absorpsi air dari lantai dasar maka dapat segera digosok (di trowel). Lantai yang sudah dikerjakan tidak boleh terkena air hujan selama 48 jam dan sebaiknya tidak dipakai selama 1 minggu. apabila batching plant berada di luar proyek. METODE KERJA WATERPROOFING INTEGRAL (CONPLAST X 421 M) 1. 2. 7. Setelah pekerjaan hardener selesai maka harus segera dilapisi Concure (Curing Compound) untuk mengurangi terjadinya penguapan air beton.

apabila memenuhi persyaratan dapat ditambahkan Conplast X 421 M ke dalam truck mixer. Biarkan primer mengering 3 4 jam. 2. Selama pengecoran integral waterproofing belum berakhir. Tidak boleh adanya penambahan air ke dalam beton oleh pihak manapun sejak truck mixer keluar dari batching plant sampai tiba di lokasi. 5. tebal selimut beton yang cukup & masa pemeliharaan (curing beton).harus menggunakan pompa beton. 4. Lalu dicorkan pada area yang akan dikerjakan. 3. Penggunaan Conplast X 421 M maksimum 4 liter / m3. 5. Pembersihan lokasi. bekisting yang tidak bocor. Pada lahan yang telah disiapkan tekan tekan hingga rata. Pada saat truck mixer sampai di lokasi diadakan pengambilan slump beton dimana slump yang disyaratkan 6 ± 10 cm. untuk menjaga kerusakan pada waterproofing membrane. . truck mixer ditolak. diaduk ± 5 menit hingga merata dan homogen dengan campuran beton yang ada. 3. pasang camper / pinggulan pada tiap tiap pertemuan lantai dan dinding. Primer dengan alat kuas / roll cat sampai merata. 4. 6. METODE KERJA WATERPROOFING MEMBRANE (PROOFEX TORCHSEAL 3PV) 1. Pasang screed proteksi pada lokasi waterproofing. 7. 8. dalam pelaksanaan pekerjaan berikutnya diusahakan waterproofing tidak dipaku atau kena benda tajam lain. Aplikasilkan waterproofing membrane Proofex Torchseal 3 PV yang dipanasi dengan alat Torching dan Elpiji. 3. Apabila slump tidak memenuhi syarat. Apabila ada penurunan slump dapat ditambahkan kembali Conplast X 421 M dengan maksimum pemakaian 4 liter / m3 6. seluruh system dewatering harus terus menerus berlangsung. Pelaksanaan pengecoran secara baik termasuk mechanical vibrator.

keringkan dan bersihkan dari genangan air hujan jika tertampung di dalam bekisting. ‡ Jarak pemasangan Napples satu dengan lainnya ditentukan berjarak 20 cm. ‡ Posisi Napples harus tegak lurus dan kemudian ditekan sampai napples tidak bergerak lagi. 8. Membuat pinggulan pada bagian pertemuan lantai dengan dinding serta di plester / aci bagian dinding yang naik 20 cm. selanjutnya stick Napples ditarik kembali. METODE KERJA WATERSTOP 1. 7. METODE KERJA INJEKSI KERETAKAN (CONBEXTRA EP 10 TG) 1. pekerjaan belum dapat dilakukan mengingat perapihan dan pinggulan tersebut sangat penting. 5. Setelah kering dilakukan test rendam minimal 1 x 24 jam. Dilakukan pemasangan waterproofing dengan system coating dengan alat kuas pada lapisan I. Setelah test segera di proteksi dengan menggunakan screed. 2. Lakukan pengecoran yang baik pada area stop cor / cold joint dengan bekisting yang kedap dan kuat. 3. 3. Pemasangan Napples ‡ Kaki Napples diolesi dengan Sealent Agent (Nitbond EC) agar Napples dapat melekat pada permukaan retakan beton. 2. 6. . Apabila dinyatakan belum siap. 5. Pasang waterstop pada tengah ± tengah ketebalan beton. ‡ Napples dipasang dengan menggunakan stick Napples. METODE KERJA WATERPROOFING COATING 1. 4. Setelah kengering dilakukan coating lagi untuk lapisan II. serta vibrator yang cukup untuk menghasilkan beton padat. Menutupi bagian yang berlubang dan membuat langsam pada bagian yang tidak sama tinggi dan lokasi lantai disarankan di trowel agar rata.4. 6. Sediakan ruang kerja yang cukup untuk perataan permukaan beton yang akan di pasang waterstop pada waktu beton belum kering. 4. 2. Kalau kondisi belum siap dan dipaksakan akan mengakibatkan kebocoran pada lokasi tersebut. Lakukan pengecoran beton selanjutnya sehingga waterstop ini tertanam di dalamnya. dilanjutkan dengan sikat ijuk sampai bersih dari segala kotoran. Pembersihan Permukaan retakan dibersihkan dengan sikat kawat. Lakukan pembersihan lokasi sampai bersih dari kotoran.

Mixing dan Injeksi ‡ Setelah instalasi siap terpasang.3. Napples yang sedang di injeksi untuk segera ditutup bila sudah penuh. Setiap rangkaian terdiri dari 5 Napples yang disambungkan dalam satu jaringan tertutup dengan 2 3 rangkaian lainnya. Finishing tanda sebagai berikut : . Pencampuran material Conbextra EP 10 TG dilakukan sesuai dengan persyaratan. Pemasangan Sealent Retakan diantara Napples ditutup dengan sealent agar material yang diinjeksi tidak terbuang. c. ‡ Untuk memperoleh campuran yang homogen digunakan mixer dan paddle mixer yang sesuai. b. ‡ Setelah cairan Epoxy mencapai homogenitas. maka dilakukan mixing dengan menggunakan tabung pengaduk. ‡ Proses Injeksi dianggap selesai apabila terlihat tanda a. ‡ Selama proses injeksi berlangsung dilakukan pengawasan pada : a. 6. Pada sela sela kaki Napples timbul cairan Epoxy juga pada retakan lain yang jaraknya sangat berdekatan pada retakan yang sedang mengalami proses injeksi. kemudian Napples tersebut dihubungkan dengan Napples yang lain dengan menggunakan Connected Tubing (selang penghubung) dalam satu rangkaian. Kecepatan aliran Epoxy terlihat sangat lambat. b. sehingga dalam saru eangkaian terdapat antara 10 s/d 15 Napples. yaitu yang berkecepatan rendah. yaitu Hard : Base = 1 : 3. 5. 4. Sumber tekanan dan Compressor. maka cairan tersebut dimasukkan kedalam tabung injeksi pada mesin LPI P untuk segera dilakukan proses injeksi. Pemasangan Instalasi ‡ Setelah 8 jam Tees Connector / pembagi dipasang pada Napples. Cairan dalam tabung yang dapat menimbulkan panas akibat cairan mendekati waktu setting dan persiapan mixing jika cairan dalam tabung sudah mendekati habis. ‡ Untuk membagi aliran cairan Epoxy pada setiap ujung rangkaian digunakan Tees Connector / pembagi yang kemudian dihubungkan dengan mesin injeksi LPI-P dengan menggunakan selang penghubung.

Ø Bila tidak ada penurunan. yaitu vertical & Horizotal. Ø Coating / water proofing (Barralastc) layer (lapis I) dengan arah horizontal atau vertical. 4. Ø Plugging lubang pipe tie rod dengan Non Shrink Grout atau plugging material lain. Ø Setelah mengering permukaan kira ± kira ± 6 ± 12 jam. PEKERJAAN PERSIAPAN Ø Chipping sisa ± sisa beton mortar plester dan cleaning debu. Ø Chipping beton yang keropos (honey comb) sp beton yang keras dan patching kembali atau grouting dengan Non Shrink Grout material. 2. dan sebelumnya diberi tanda pada HWL (High Water Level) dengan memasang lakban untuk monitoring. Ø Diperiksa bersama ± sama untuk mendeteksi level tersebut apakah mengalami penurunan level atau tetap. PEKERJAAN TEST RENDAM (FLOOD WATER TEST) Ø Setelah water proofing mongering minimal 1 x 24 jam. 3. PROSEDURE PELAKSANAAN PEKERJAAN BARRALASTIC WATER PROOFING COATING DI STP DAN GROUND WATER TANK 1. dapat diteruskan coating tahap II (2nd layer) dengan arah berlawanan. oli dan material lain yang menempel pada beton. sisa ± sisa curing compound. sehingga Napples sudah dapat di potong dengan gerinda.Setelah 12 jam cairan Epoxy sudah berfungsi dengan baik. PEKERJAAN WATER PROOFING Ø Cleaning dan spray (siram) permukaan beton agar lembab. minyak. PEKERJAAN PROTECTION (PELINDUNG WATER PROOFING) . tetap dilihat kembali pada dinding yang lain (bagian luarnya) apakah ada kelembapan ataupun rembesan walaupun kecil sekali. segera di isi / direndam air selama minimum 1 x 24 jam. Ø Segera diatasi dengan cara injeksi epoxy (low viscosity) sampai semua kering 100% dan sebelumnya bila ada kebocoran / rembesan yang cukup besar injeksi dahulu dengan cement grouting sebelum diinjeksi dengan epoxy. Ø Treatment construction joint dengan Cement Pc + SBR (additive).

Memberikan perlindungan terhadap tulangan pada lokasi retak agar tidak terpengaruh lingkungan luar. W2. Check kesikuan prefab. Pukul lemah pada kolom dan balok praktis untuk menghindari beton kopong. bukan dari posisi atas window stool. H2.Retak struktural (retak tembus).Merekatkan kembali beton setelah mengalami pemisahan akibat retak agar beton yang telah mengalami pemisahan tersebut dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya. 3. PROSEDUR STANDAR PENGECHECKAN PREFAB 1. W1. PERBAIKAN KERETAKAN BETON Perbaikan terhadap retak dilakukan dengan tujuan : 1.Retak non struktural (retak rambut). 2. H3. 4. Pastikan ukuran H1. Batasan Untuk pelaksanaan perbaikan dilakukan dengan beberapa metode yang sesuai dengan batasan berikut : ‡Coating Metode perbaikan dengan coating dilaksanakan pada retak yang bersifat non struktural (retak rambut) bertujuan untuk memberikan perlindungan pada tulangan terhadap pengaruh lingkungan luar ‡Epoxy Injection Metode perbaikan dengan epoxy injection dilaksanakan pada retak yang bersifat struktural (retak tembus) bertujuan untuk merekatkan kembali beton yang mengalami pemisahan Methodologi ‡Coating .Ø Setelah kebocoran tidak terjadi atau berhasil. 2. Check kerataan dengan jidar. & W3 sesuai dengan design yang sudah di approval. Tipe retak Tipe tipe retak yang terjadi dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. 2. 5. maka permukaan water proofing coating tersebut minimal di proteksi dengan skim coat (cement + SBR) dengan tebal 3 mm atau diproteksi dengan mortar plaster + aci dengan tebal 3 cm. Check permukaan prefab dari retak besar maupun retak rambut. Untuk tali air diambil dari posisi atas prefab.

Kape . 3.Bor Beton .Roskam .Pasang Nepel dan lem pada tempat tempat yang telah dibor dengan menggunakan bahan epoxy.Amplas Cara : 1.Tabung Pengatur Angin . 4. Tutup semua bagian yang retak dengan bahan epoxy coating 4.Material epoxy coating .Nepel Plastik .Pompa Kompressor Mini/Tabung Suntik . Bersihkan bagian bekas coating dengan amplas Epoxy Injection Bahan : .Mesin Gerinda . 6.Material bonding agent Alat : . Beri material bonding agent pada bagian yang retak.Sendok semen .Material Resin Injeksi Alat ± alat Bantu : .Bahan : .Cipping pada jalur retak 2 Bersihkan permukaan beton pada bagian yang retak dari semua kotoran dan debu dengan menggunakan angin kompressor/sikat kawat.Selang Plastik Cara Pelaksanaan : 1. Bersihkan permukaan beton pada bagian yang retak dari semua kotoran dan debu.Material Epoxy . 3.Tutup semua bagian retak dengan epoxy.Mesin Gerinda .Bor pada bagian atas atau bawah pada lokasi retak untuk penempatan nepel dengan jarak 20 cm. Biarkan material sampai mengeras selama 24 jam 5. Alat yang digunakan untuk menginjeksi yaitu : Memakai Mini Kompressor : .Pekerjaan injeksi dilakukan dari lebar retak yang besar ke arah lebar retak yang kecil.Ember . 2.Sterofoam . 5.Tabung Material Injeksi .

Isi tabung dengan material injeksi dengan dosis sesuai prosedur/brosur 2. Hidupkan mini kompressor dengan tekanan 2±3 MPa (Low Pressure) 4. 5. Isi tabung suntik dengan material injeksi dengan dosis sesuai prosedur/brosur 2.1. Referensi : American Concrete Institut. ACI. lakukan dengan cara yang sama pada seluruh nepel yang terpasang. 4. Buka tabung pengatur angin dengan perlahan sampai campuran injeksi mengalir masuk nepel 1 dan mengisi bagian yang retak sampai material injeksi keluar dari lubang kontrol pada nepel 2. Evaluation and Repair of Concrete in Concrete Structure) Precast Concrete Institute. Setelah isi dalam tabung di nepel 1 habis.IR-93 (Cause. Gunakan tali karet untuk mendesak secara perlahan bahan epoxy yang ada di tabung suntik. Ikat selang yang sudah terpasang pada nepel 4 agar cairan dapat menyebar ke seluruh bagian yang retak sehingga dapat terisi oleh material injeksi. 3. 7. Biarkan material mengeras selama 24 jam untuk nepel±nepel plastik kemudian bisa dilepas. PCI PERALATAN EPOXY Mesin Polyester Mesin Vacum Mesin Disander Roskam Roll Mouher Seal tape Sepatu paku Kemoceng Sapu Injuk Kain Ball Methode Injeksi GAP sistem . 5. Memakai Tabung Suntik : 1. 6. Buka tabung pengatur angin dengan perlahan sampai campuran injeksi mengalir masuk nepel 3 dan mengisi bagian yang retak sampai material injeksi keluar dari lubang kontrol pada nepel 4. segera tempatkan lubang tabung suntik pada lubang nepel 2.224. Ikat selang yang sudah terpasang pada nepel 2 agar cairan dapat menyebar ke seluruh bagian yang retak sehingga dapat terisi oleh material injeksi. 6. Bersihkan bagian bekas injeksi dengan amplas. Hubungkan selang antar mini kompressor±tabung pengatur angin±tabung material injeksi±nepel. Tempatkan lubang tabung suntik pada lubang nepel 1 3.

PEKERJAAN GROUTING PADA TEMPATAN CELAH YANG SULIT DI CAPAI TERSEBUT ANTARA LAIN : a. Grouting-Regrouting pondasi mesin . yaitu dengan memasukan sejenis bahan cairan cement groutt atau Epoxy resin yang tidak menyusut kedalam celah atau tempat yang sulit di capai.beton kropos dll.kebakaran.menyambung keretakan beton structure akibat gempa.Base plate konstruksi baja dll b. . Repairing Concrete Fondation dan Structure .Injeksi/Grouting Aplikasi Proses Sistem Grouting aplication proses sistem adalah suatu sistem dan peroses aplikasi pekerjaan Grouting/Injeksi bertekanan tinggi.

retak di sesuaikan dengan bahan yang akan di pergunakan untuk Grouting/Injeksi .lantai kamar mandi. Memperbaiki problema kebocoran lama atau baru pada atap beton .adalah salah satu sistem untuk memperbaiki kebocoran pada lantai / dinding basement yang bocor.bak air. Memberesihkan dan menutup bagian yang keropos atau celah terbuka kemudian dipasang pipa penghubung grout guna proses Grouting/Injeksi.c.kolam renang. serta kebocoran lainnya yang sangat sulit di ketahui. Injeksi Beton.GWT yang mengalami penurunan debit air akibat kebocoran yang sangat sulit di deteksi titik kebocoranya. Concrete Waterproofing Sistem. atau sebaliknya pada pit lift dan lantai atau dinding basemant yang tekanan air tanahnya tinggi. deck beton yang sipatnya kebocoran setempat. Sebelum pekerjaan Grouting/Injeksi di laksanakan. bahan untuk menutup celah bagian yang keropos. d.P Sistem adalah suatu cara dan teknik yang unik dalam peroses Grouting/Injeksi bertekanan tinggi .A.resevoir. dll TEKNIK APLIKASI /CARA PELAKSANAAN GAP SISTEM G. yaitu : 1. ada beberapa yang harus di persiapkan. memperbaiki retakan beton seperti pada balok beton/konstrucsi beton.

lalu kemudian di pasang pipa/atau selang nevel oleh tenaga ahli guna proses penghubung grout ke dalam celah beton. Epoxy Resin Epoxy Resin adalah bahan Injeksi cairan adhesive 2 componen A+B yang di aduk sesuai dosis atau perbanding yang dianjurkan dalam borusur yang setelah kering akan menyambung dan membuat pengikatan kembali sifat monolitisnta terhadap kerusakan akibat gempa. 2. Ada beberapa jenis bahan untuk Grouting/Injeksi : 1 Cemen Grout Cairan semen halus non shrink grout dan tida mengandung pasir silika yang bertujuan dan di disain khusus untuk membantu penetrasi semen grout kedalam celah kropos.2. Setelah pekerjaan persiapan awal selesai kurang lebih 24 jam.tabung pengatur angin. selang penyuplay grout atau di sesuaikan dengan pemakaian bahan grout yang di gunakan. kemudian proses Grouting/Injeksi di mulai dengan menggunakan unit mesin antara lain kompresor mini. atau retakan .tabung grout.Grouting base plate. Untuk memperbaiki kebocoran terlebih dahulu kami harus mencari titik kebocoran dan melakukan pepbobokan/pengeboran (tergantung jenis kebocoran) setempat di area kebocoran yang di timbulkan oleh keropos beton atau retakan dengan kedalaman kurang lebih 3cm dan lebar 4 cm.konstruksi baja. Non Shrink Grout Mix Cairan kental semen Non Shrink semen Grout mix mengandung bahan pasir silika yang di buat untuk siap pakai oleh pabrik pembuatnya (Premixed) mempunyai compressive strength 800-900 kg/cm di gunakan untuk pondasi mesin berat. 3.dll.retak/rembesan air.

beton. Komentar .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->