P. 1
Pengendalian Persimpangan

Pengendalian Persimpangan

|Views: 248|Likes:
Published by Mamet Edvant

More info:

Published by: Mamet Edvant on Jan 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2015

pdf

text

original

Pengaturan Simpang Sebidang

AtAt-grade Intersection Control

DasarDasar-dasar Rekayasa Lalulintas

Konsep Umum Pengaturan Simpang   

Persimpangan: suatu area yang dimiliki bersama oleh dua ruas jalan atau lebih. Fungsi utama: memberikan kesempatan untuk mengubah rute/arah trip. Tipe:
Grade-separated (tak Gradesebidang) Grade-separated with ramps Grade(interchange) Simpang sebidang 

Tujuan pengaturan simpang:
Mengatur hak jalan bagi pengguna jalan secara teratur dan aman

Konsep Umum Pengaturan Simpang 

Agar pengaturan lalulintas efektif, hal-hal berikut harus haldiperhatikan:
Desain: kombinasi ukuran, warna & bentuk untuk mengirim pesan yang jelas dan sederhana serta mudah ditanggapi oleh pengguna jalan. Penempatan: ditempatkan dalam area kerucut pandangan (cone vision) (cone vision) pengemudi dan pada posisi yg masih memberikan kesempatan bagi waktu respon yang cukup. Operasi: konsisten Perawatan Keseragaman

Titik Konflik pada Persimpangan
3 tipe konflik:
Merging (menggabung) Diverging (memisah) Crossing (melanggar)  

Pada per4an tipikal terdapat 32 titik konflik:
8 titik merging 8 titik diverging 16 titik crossing

Jenis Pengaturan Simpang
Pengaturan tanpa sinyal lampu:
Dengan rambu YIELD Dengan rambu STOP  

STOP
Rambu stop

Pengaturan dengan sinyal lampu:
Pretimed signal Semi-actuated signal SemiActuated signal 



Pengaturan dengan kanalisasi Kombinasi kanalisasi & sinyal
Rambu yield

Pengaturan dengan Sinyal Lampu
Merupakan cara yang paling efektif untuk mengatur lalulintas pada simpang. Kapan sinyal lampu sebaiknya mulai digunakan pada suatu simpang? 11 traffic warrants MUTCD (Manual on Uniform Traffic Control Devices) sebagai guidance: guidance:
1. Volume lalulintas 8-jam min 82. Kombinasi warrants: volume & interupsi lalin telah mencapai 80% dari nilai warrant 3. Interupsi atas aliran lalin menerus 4. Volume pjln kaki minimum 5. Penyeberangan zona sekolahan yang tidak memiliki celah (gap) yang cukup (lamanya & banyaknya) utk menyeberang minimal 20 anak sekolah saat wkt puncak penyeberangan 6. Pada titik-titik simpang dengan titiksinyal terkoordinasi 7. Riwayat kecepakaan tinggi (>5 kecelakaan dlm 12 bln terakhir) 8. Adanya alasan konsentrasi dan organisasi lalin pada jaringan jalan 9. Volume 4 jam-an jam10. Tundaan jam sibuk tinggi 11. Volume jam sibuk  

Pengaturan dengan Sinyal Lampu
Tabel Volume Lalulintas Minimum untuk warrant #1
Bany akny a lajur lalulintas tiap pendekat Jalan May or 1 2 atau lebih 2 atau lebih 1 Sumber: MUTCD, 2000 Jalan Minor 1 1 2 atau lebih 2 atau lebih 500 600 600 500 Knd/jam pd Jln May or (kedua pendekat) Knd/jam pd Jl. Minor dg v olume lalin terbesar (1 arah saja) 150 150 200 200

Tabel Volume Lalulintas Minimum untuk warrant #3
Banyaknya lajur lalulintas tiap pendekat Jalan Mayor 1 2 atau lebih 2 atau lebih 1 Sumber: MUTCD, 2000 Jalan Minor 1 1 2 atau lebih 2 atau lebih Knd/jam pd Jln Mayor (kedua pendekat) 750 900 900 750 Knd/jam pd Jl. Minor dg volume lalin terbesar (1 arah saja) 75 75 100 100

Penentuan waktu sinyal 

Beberapa istilah penting:
Controller: Controller: alat pada lampu lalulintas untuk mengubah indikasi warna yang diberikan kepada pemakai jalan, baik secara tetap maupun berubahberubah-ubah. Waktu siklus: Waktu [detik] yang diperlukan untuk mencapai satu siklus: urutan indikasi sinyal secara komplit. (lihat contoh: kasus 2 fase) fase)

Merah untuk Fase #1

Fase #1

Merah untuk Fase #2 Fase #2

1 siklus

Penentuan waktu sinyal 

Beberapa istilah penting:
Fase: Fase: (fase sinyal) bagian dari satu siklus yang dialokasikan untuk memberikan hak jalan bagi satu atau kombinasi dari dua atau lebih arus lalulintas secara simultan dalam suatu interval. Interval : bagian dari waktu siklus selama suatu indikasi sinyal yang diberikan tidak berubah. Change & clearance interval: total lama waktu [detik] sinyal kuning dan merah. Waktu ini disediakan untuk mengosongkan simpang setelah interval hijau, sebelum pergerakan berikutnya dilepaskan. Faktor Jam Puncak: (Peak-hour factor/PHF) ukuran variabilitas arus (Peaklalulintas selama jam puncak. Dihitung sebagai: PHF = volume selama jam puncak 4 x V15 menitan tertinggi JP Volume jam-jaman rencana: (Design hourly volume/DHV) jamDHV = volume jam puncak / PHF

Contoh:
Survey pada sebuah pendekat simpang saat jam puncak memberikan: Waktu 06.00 - 06.15 06.15 - 06.30 06.30 - 06.45 06.45 - 07.00 Volume 375 380 412 390

Berapakah nilai PHF dan volume jam-jaman desainnya? Jawab: Total volume jam puncak = 375 + 380 + 412 + 390 = 1557 Volume 15 menit puncak = 412 PHF = 1557 / (4 x 412) = 0,945 DHV = 1557 / 0,945 = 1648

Penentuan waktu sinyal 

Beberapa istilah penting:
Kelompok lajur (lane group): lajur-lajur pada suatu pendekat yang group): lajurmemiliki fase hijau yang sama. Kelompok lajur kritis (critical lane group): Kelompok lajur yang memerlukan waktu hijau terlama pada suatu fase. Kelompok ini menentukan bagi panjang alokasi waktu hijau untuk fase tersebut. Arus jenuh: jumlah arus [kendr./jam] yang dapat dilayani oleh kelompok lajur dengan asumsi diberikan sinyal hijau kepadanya secara terusterus-menerus. 

Pada umumnya, arus jenuh dasar (S0) per lajur diambil 1900 kendr./jam (HCM, 2000), sedangkan besarnya arus jenuh aktual (S) pada satu pendekat simpang dipengaruhi oleh berbagai faktor: S = S0.N.fw.fHV.fg.fp.fbb.fa.fLU.fLT.fRT.f.Lpb.fRpb

Penentuan waktu sinyal 

Tujuan pengaturan waktu sinyal:
Mengurangi waktu tundaan rata-rata seluruh kendaraan yang ratamengakses simpang Mencegah kejadian tabrakan 

Tujuan ini dicapai dengan:.
Meminimalkan titik konflik dalam memberikan hak jalan

Penentuan waktu sinyal pada simpang terisolasi
Interval Kuning
Interval Kuning diberikan setelah Hijau untuk memperingatkan pengendara bhw sinyal hijau akan segera berakhir. Interval Kuning harus memberi kesempatan bagi kendaraan yang telah berada di dalam simpang untuk melaluinya dengan aman (cukup waktu). Penentuan Interval Kuning yang buruk menciptakan Zona Dilemma
Zona Dilemma Xc Tak dapat terus 

X0 Tak dapat stop

Interval Kuning yang cukup diperlukan untuk menjamin kendaraan yang mendekati simpang dapat stop dengan aman atau melalui simpang tanpa mempercepat lajunya (ngebut)
W L

Penentuan waktu sinyal pada simpang terisolasi
Interval Kuning
Agar zona dilema tereliminasi, maka panjang Xc harus sama dengan X0 Jika tmin adalah wkt kuning (detik), dan jarak yang ditempuh selama waktu kuning tanpa ada percepatan adalah tmin.u0 (u0: batas kecepatan di pendekat simpang), maka pada kondisi suatu kendaraan tepat telah melintasi simpang diperoleh: Xc = (tmin.u0) (W+L) (t
Xc Tak dapat terus 

Zona Dilemma

Namun, agar kendaraan dapat stop: X0 = u0.H+ u02/2a H+ Dgn demikian, jika harus Xc = X0, maka: (tmin.u0) (W+L) = u0.H+ u02/2a H+ tmin = H+ (W+L)/u0 + u0/2a H+

X0 Tak dapat stop

W

L

[d: wkt PIEV, a: perlambatan rem konstan]

Penentuan waktu sinyal pada simpang terisolasi
Interval Kuning
Jika pada pendekat simpang ada tanjakan/turunan (G) yg perlu diperhitungkan, maka: (g: konstanta percepatan gravitasi) tmin = H+ (W+L)/u0 + [u0/2(a+Gg)] H+ 

Zona Dilemma Xc Tak dapat terus

Secara praktis, syarat keselamatan (safety) mengharuskan interval kuning tidak kurang dari 3 detik. Namun, agar isyarat kuning diperhatikan pengendara, maka intervalnya dibuat tidak lebih dari 5 detik. Jika interval kuning masih kurang memadai, maka dapat ditambahkan dengan fase merah semua (all-red phase)

X0 Tak dapat stop

W

L

Penentuan waktu sinyal pada simpang terisolasi 

Penentuan waktu siklus optimum (metode Webster)
Menurut Webster (1958), waktu tundaan minimum pada suatu simpang dapat diperoleh jika waktu siklusnya diperoleh melalui rumus empiris: dimana:

Co !

1,5 L  5 1  §Yi
i !1 J

C0 : waktu siklus optimum (detik) L : waktu hilang total per siklus (detik) Yi : nilai max rasio antara arus pendekat dan arus jenuh untuk semua klpk. lajur yg menggunakan fase i , yaitu qij/Sj J : banyaknya fase qij : arus pada kelompok lajur yg memiliki hak jalan pada fase i. Sj : arus jenuh pada kelompok lajur j.

Penentuan waktu sinyal pada simpang terisolasi 

Penentuan waktu siklus optimum (metode Webster)
Waktu hilang total (L) (L

waktu hilang pada fase i :
Tingkat pelepasan arus Arus jenuh ~ S

wi = Gai + ti
Waktu hilang Hijau efektif ~ Gei

Gei

waktu hilang total:
J

Waktu hilang waktu

L ! § wi  R
i !1

(R: waktu All-red dalam siklus, AllGei: wkt hijau efektif fase i, Gai : w.hj. Aktual fase i, ti : waktu kuning fase i)

Penentuan waktu sinyal pada simpang terisolasi 

Penentuan waktu siklus optimum (metode Webster)
Alokasi waktu-waktu hijau waktu

Secara umum, waktu hijau efektif total tiap siklus (Gte) diberikan oleh: (G
Gte ! C  L ¨ J ¸ ! C  © § wi  R ¹ © ¹ ª i !1 º 

Maka untuk mendapatkan tundaan total yang minimum, waktu hijau efektif total harus didistribusikan bagi fase-fase yang berbeda secara proporsional faseterhadap nilai Y masing-masing, sehingga didapatkan waktu hijau efektif masinguntuk tiap-tiap fase (Gei): tiap-

Gei !

Yi * Gte Y1  Y2  ...  YJ 

Dan waktu hijau aktual tiap fase diperoleh dari: Gai = Gei + wi + ti

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->