PENDIDIKAN AKHLAK SEBAGAI DASAR DALAM PEMBENTUKAN SIKAP DAN KARAKTER BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Kehidupan manusia semakin kompleks. Kompleksitas mengemuka dalam tatanan global yang ditandai dengan munculnya berbagai masalah dan isu-isu global seperti pelanggaran hak-hak asasi manusia (HAM), fenomena kekerasan,dan penyalahgunaan narkotika. Hal ini menuntut adanya pemikiran yang berkaitan dengan sistem pendidikan yang cocok untuk menjawab permasalahan tersebut. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negarayang demokratis serta bertanggung jawab. Fungsi dan tujuan di atas, menunjukkan bahwa pendidikan di setiap satuan pendidikan harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Permasalahannya adalah apakah pendidikan di masing-masing satuan pendidikan telah diselenggarakan dengan baik, dan mencapai hasil seperti yang diharapkan. Kemajuan teknologi tentunya harus diimbangi dengan kemajuan pendidikan akhlak. Misal saja Agama Islam maju karena fungsi masjid sebagai sarana dakwah berjalan. Kini banyak masjid tidak berfungsi sebagai sarana dakwah. Keterpurukan umat Islam atau pun negara karena masyarakat telah jauh dan menyimpang dari norma-norma syariat agama. Masyarakat telah mulai jauh dari ajaran agama, jauh dari ajaran Nabi. Bahkan di televisi atau media lain banyak berkembang aliran sesat di masyarakat yang merupakan bukti kuat bahwa Indonesia ini kurang atau jauh dalam mendapat pendidikan akhlak. Indonesia sekarang adalah surga bagi para pemikir liberalis, apalagi dalam soal pornografi. Tentu kita semua tidak ingin melihat akhlak rakyat Indonesia makin merosot. Oleh karena itu masyarakat harus benar-benar di didik dengan akhlak yang baik bukan dengan perilaku jelek dan menyimpang.

2. DASAR TEORI
1

a. Pengertian Akhlak Akhlak dari kata Al-Akhlak, jamak dari Al-khuluq yang artinya kebiasaan, perangai, tabiat dan agama.Menurut Al Gazali, kata akhlak sering diidentikkan dengan kata kholqun (bentuk lahiriyah) dan Khuluqun (bentuk batiniyah), jika dikaitkan dengan seseorang yang bagus berupa kholqun dan khulqunnya, maka artinya adalah bagus dari bentuk lahiriah dan rohaniyah. Dari dua istilah tersebut dapat kita pahami, bahwa manusia terdiri dari dua susunan jasmaniyah dan batiniyah. Untuk jasmaniyah manusia sering menggunakan istilah kholqun, sedangkan untuk rohaniyah manusia menggunakan istilah khuluqun. Kedua komponen ini memilih gerakan dan bentuk sendiri-sendiri, ada kalanya bentuk jelek (Qobi’ah) dan adakalanya bentuk baik (jamilah). Akhlak yang baik disebut adab. Kata adab juga digunakan dalam arti etiket, yaitu tata cara sopan santun dalam masyarakat guna memelihara hubungan baik antar mereka. Akhlak disebut juga ilmu tingkah laku / perangai (Imal-Suluh) atau Tahzib al-akhlak (Filsafat akhlak), atau Al-hikmat al-Amaliyyat, atau al-hikmat alkhuluqiyyat. Yang dimaksudkan dengan ilmu tersebut adalah pengetahuan tentang kehinaan-kehinaan jiwa untuk mensucikannya. Dalam bahasa Indonesia akhlak dapat diartikan dengan moral, etika, watak, budi pekerti, tingkah laku, perangai, dan kesusilaan. Secara terminologi kata "budi pekerti" yang terdiri dari kata budi dan pekerti. Budi adalah yang ada pada manusia, yang berhubungan dengan kesadaran, yang didorong oleh pemikiran, rasio atau character. Pekerti adalah apa yang terlihat pada manusia karena didorong oleh hati, yang disebut behavior. Jadi budi pekerti adalah merupakan perpaduan dari hasil rasio dan rasa yang termanifestasikan pada karsa dan tingkah laku manusia. Sedangkan secara terminologi akhlak suatu keinginan yang ada di dalam jiwa yang akan dilakukan dengan perbuatan tanpa intervensi akal/pikiran. Menurut Al Ghazali akhlak adalah sifat yang melekat dalam jiwa seseorang yang menjadikan ia dengan mudah tanpa banyak pertimbangan lagi. Sedangkan sebagaian ulama yang lain mengatakan akhlak itu adalah suatu sifat yang tertanam didalam jiwa seseorang dan sifat itu akan timbul disetiap ia bertindak tanpa merasa sulit (timbul dengan mudah) karena sudah menjadi budaya sehari-hari. Wajib atas seorang muslim untuk berakhlak dengan akhlak-akhlak yang mulia, yaitu yang baiknya. Yang mulia dari segala sesuatu adalah yang baik darinya sesuai dengan sesuatu itu. Di antaranya sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Mu’adz: ((‫))إياك وكرائم أموالهم‬ ْ ِ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ َ َ ِّ “Hati-hati kamu dari harta-harta mereka yang karim (yang mulia, berharga).” Ketika beliau mengutusnya untuk mengambil zakat dari penduduk Al-Yaman. Hendaknya seorang manusia jiwanya mulia, sehingga dia menyukai kedermawanan, keberanian, al-hilm (mengendalikan diri ketika marah*), sabar, dan dia menemui manusia dengan wajah yang berseri-seri, dada yang lapang, dan jiwa yang tenang. Semua pekerti ini termasuk akhlak yang mulia. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
1

sehingga telah menjadi kepribadiannya. Kedua. Keempat. Disini kita harus bisa membedakan antara ilmu akhlak dangan akhlak itu sendiri. perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam dalam jiwa seseorang. tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar. dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ 1230. karena hanya dengan insyaf dan sadar kepada diri sendirilah. dengan semuanya itu manusia 2 . Ini berarti bahwa saat melakuakan sesuatu perbuatan. 1232) Maka sepantasnya hadits ini selalu berada di hadapan seorang mukmin. Ketiga. sejalan dengan ciri yang keempat. yang bersangkutan dalam keadaan tidak sadar. pangkal kesempurnaan akhlak yang utama. Ruang Lingkup Akhlak a)Akhlak Pribadi Yang paling dekat dengan seseorang itu adalah dirinya sendiri. HR. perbuatan akhlak (khususnya akhlak yang baik) adalah perbuatan yang dilakukan karena keikhlasan sematamata karena Allah. bukan karena dipuji orang atau karena ingin mendapatkan suatu pujian ataupun sanjungan dari orang-orang yang melihatnya. bukan main-main atau karena bersandiwara Kelima. Karena manusia jika mengetahui bahwa tidak akan menjadi orang yang sempurna imannya kecuali jika baik akhlaknya. Perbuatan akhlak adalah perbutan yang dilakukan atas dasar kemauan. dan darinya kita dapat melihat lima ciri yang terdapat dalam perbuatan akhlak. hilang ingatan. serta meninggalkan yang jelek dan buruk b. Bahwa ilmu akhlak adalah ilmu yang membahas tentang perbuatan manusia yang dapat dinilai baik atau buruk. disamping itu manusia telah mempunyai fitrah sendiri. c. Ilmu akhlak adalah ilmunya yang hanya bersifat teoritis. bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesunggunya. maka itu menjadi pendorong untuk berusaha berakhlak dengan akhlak-akhlak yang baik dan sifat-sifat yang luhur. Abu Dawud 4682 dan At-Tirmidzi 1162. sedangkan akhlak lebih kepada yang bersifat praktis. Manusia terdiri dari jasmani dan rohani.” (Shahih. yaitu : Pertama. budi yang tinggi. maka hendaknya seseorang itu menginsyafi dan menyadari dirinya sendiri. perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran.((‫))َكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا‬ ً ُُ ْ ُ ُ َ ْ َ ً َ ْ ِ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ ُ َ ْ ‫أ‬ “Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya. tidur dan gila. Ciri-ciri dalam Perbuatan Akhlak Defenisi akhlak secara substansi tampak saling melengkapi. pilihan dan keputusan yang bersangkutan.

ini merupakan apa yang disebut masyarakat. Dan coba ketahuilah bahwa saudaramu laki-laki dan permpuan adalah putera ayah dan ibumu yang juga cinta kepada engkau. Dan ketahuilah bahwa engkau adalah salah seorang dari mereka dan engkau timbul tenggelam bersama mereka. d) Akhlak Bernegara Mereka yang sebangsa denganmu adalah warga masyarakat yang berbahasa yang sama denganmu. Seorang anak haruslah mencintai kedua orang tuanya karena mereka lebih berhak dari segala manusia lainya untuk engkau cintai. sikap lemah lembut dan perlakuan kasih sayang. berguna dalam masyarakat. mereka gembira bilamana engkau gembira dan membelamu bilamana perlu. islam telah memerintahkan kepada setiap oarang yang mempunyai tanggung jawab untuk mengarahkan dan mendidik. dan karib kerabat. Sehingga anak akan tumbuh secara istiqomah. dalam islam mengarahkan para orang tua dan pendidik untuk memperhatikan anak-anak secara sempurna. saling membutuhkan dan saling mepengaruhi. baik 2 . engkau hidup bersama mereka dengan nasib dab penanggungan yang sama. Pendidikan kesusilaan/akhlak tidak dapat terlepas dari pendidikan sosial kemasyarakatan. terutama bapak-bapak dan ibu-ibu untuk memiliki akhlak yang luhur. orang tuamu cinta dan hormat pada mereka maka wajib atasmu mengikuti ayah dan ibumu. kesusilaan/moral timbul didalam masyarakat. e) Akhlak Beragama Akhlak ini merupakan akhlak atau kewajiban manusia terhadap tuhannya. anak. karena mereka mencintai ayah dan ibumu dan menolong keduanya disetiap keperluan.mengasuh. yaitu cinta dan hormat pada tetangga. menolong ayah dan ibumu dalam mendidikmu. Kewjiban orang tua terhadap anak. taati dan hormati.mempunyai kelebihan dan dimanapun saja manusia mempunyai perbuatan. tidak segan berkorban untuk kemuliaan tanah airmu. kemudian merasa bahwa mereka mempunyai harga diri. dengan ajaran –ajaran yang bijak. tetapi berkelompok-kelompok. dan mendidik. dan bersam-sama mencari kemanfaatan dan menolak kemudhorotan. kehormatan dan kemuliaan. berbahagia dunia dan akhirat. karena itulah ruang lingkup akhlak sangat luas mencakup seluruh aspek kehidupan. Kesusilaan/moral selalu tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat. bantu-membantu. Karena keduanya memelihara. bibimu dan anakanaknya mereka sayang kepadamu dan ingin agar engkau selamat dan berbahagia. terdidik untuk berani berdiri sendiri.menyekolahkan engkau. Kehidupan dan perkembangan masyarakat dapat lancar dan tertib jika tiap-tiap individu sebagai anggota masyarakat bertindak menuruti aturan-aturan yang sesuai dengan norma. Pamanmu. b) Akhlak Berkeluarga Akhlak ini meliputi kewajiban orang tua. mereka menolong. c) Akhlak Bermasyarakat Tetanggamu ikut bersyukur jika orang tuamu bergembira dan ikut susah jika orang tuamu susah. mencintai dengan ikhlas agar engkau menjadi seseorang yang baik. Sejak dahulu manusia tidak dapat hidup sendiri–sendiri dan terpisah satu sama lain.norma kesusilaan yang berlaku.

secara vertikal dengan Tuhan. Akhlak terhadap Rasullah Swt 3.ak bernagara Dalam konsep akhlak segala sesuatu dinilai baik atau buruk. Akhlak Pribadi 4. Jadi maksud dari tujuan pendidikan akhlak atau kesusilaan adalah memimpin anak setia serta mengerjakan segala sesuatu yang baik dan meninggalkan yang buruk atas kemauan sendiri dalam segala hal dan setiap waktu. Akhl. Akhlak dalam keluarga 5. Pembinaan Akhlak Pembinaan adalah suatu usaha untuk membina. yang penuh dengan aturanaturan dan norma-norma kesusilaan. Metode Pendidikan Akhlak Yang dimaksud dengan metode disini ialah semua cara yang digunakan dalam upaya mendidik. jikqa etika dibatasi pada sopan santun antar sesama manusia. Sedangkan yang dimaksud dengan pembiasaan untuk 3 . Menurut Al-Gazaly adalah menunjukkan suatu hikmah bahwa anak puber tersebut memerlukan bekal untuk mengisi kekosongan jiwanya melalui sublimasi dan “way out” dari problema yang dihindarinya. dipimpin kearah yang dapat dan sanggup hidup menuruti aturan-aturan dan norma-norma kesusilaan. Akhlak terhadap Allah SWT 2. Anak didik adalah anak yang masih dalam proses perkembangan menuju kearah kedewasaan. Berangkat dari sistematika diatas dengan sedikit modifikasi penulis membagi pembahasan ruang lingkup akhlak antar lain: 1. Oleh karena itu perlulah anak di didik. maka dari itu diperlukan usaha-usaha pendidikan dalam mengupayakan pembinaan akhlak terutama pada masa remaja. keragu-raguan. Adapun metode Islam dalam upaya perbaikan terhadap akhlak adalah mengacu pada dua hal pokok. Hal ini berarti bahwa anak harus berkembang menjadi manusia yang dapat hidup dan menyesuaikan dari dalam masyarakat. maupun secara horizontal dengan sesama makhluk Tuhan. Pada masa sekarang ini demoralisasi telah merajalela dalam kehidupan masyarakat. Akhlak bermasyarakat 6. keyakinan agama. Yang dimaksud dengan pengajaran adalah sebagai dimensi teoritis dalam upaya perbaikan dan pendidikan. e. Namun akhlak dalam ajaran agama tidak dapat disamakan dengan etika. Membina adalah memelihara dan mendidik. serta hanya berkaitan dengan tingkah laku lahiriah. semata-mata karena syara (Qu’an dan Sunah) yang menilainya demikian. karena pada masa pubertas dan usia baligh anak mengalami kekosongan jiwa yang merupakan gejala kegoncangan pikiran. d. terpuji atau tercela. yakni pengajaran dan pembiasaan. atau kehilangan agama. dapat diartikan sebagai bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.

Kisah Qur’ani adalah untuk mendidik perasaan keimanan. zakat. Menggemarkan dan menakutkan atau dorongan dan ancaman. dll. Metode ini dapat dilakukan melalui ibadah shalat. kesabaran dan kasih sayang. Dalam percakapan itu bahan pembicaraan tidak dibatasi. filsafat. Ali Kholil Abu’Ainin didalam kitabnya : Falsafahtul Tarbiyatul Islamiyahtu AlQur’anil karim” mengemukakan secara panjang lebar tentang metode pendidikan Islam. antara lain : 1. dan dengan sengaja diarahkan kepada satu tujuan yang dikehendaki (dalam hal ini oleh guru). Menyalurkan bakat. Menanamkan atau menghilangkan kebiasaan. 3. dan memang cukup efektif untuk melatih anak didik lebih mandiri karena mereka dapat berdialog dari hasil bacaan mereka sendiri pada tema yang telah di tentukan oleh gurunya. Metode Hiwar pada saat ini masih efektif dipakai dalam belajar mengajar. Pengajaran tentang cara beramal dan pengalaman / ketrampilan. terutama pendidikan agama Islam (sebagai suatu bidang studi). Nasihat-nasihat 6. kadang-kadang tidak sampai pada kesimpulan. wahyu. 2. Kadang-kadang pembicaraan sampai pada satu kesimpulan. masing-masing mengambil pelajaran untuk menentukan sikap pada dirinya. 10. 5. kisah sebagai suatu metode pendidikan amatlah penting. Tamsil 8. puasa. seni. Perumpamaan orang-orang yang berlindung 2 . yaitu : 1. untuk dapat merenungkan kisahnya. 2. larangan perbuatan munkar saling berwasiat kebenaran. Menurut al-nahlawi metode pendidikan yang diajurkan. Metode amtsal (perumpamaan) Metode ini banyak kita temui dalam Al-qur’an. Contoh yang baik dan jujur 4. Perumpamaan orang-orang kafir itu adalah seperti orang yang menyalakan api.Mempergunakan akal 3. haji dan ijtihad. 11.dimensi praktis dalam upaya pembentukan (pembinaan) dan persiapan. yang menyentuh hati umat manusia. Metode kisah Qur’ani dan Nabawi Dalam pendidikan Islam. Perintah kepada kebaikan. Peristiwa-peristiwa yang berlalu. yakni sama dengan diskusi pada zaman sekarang ini. karena salah satu pihak tidak puas terhadap pendapat pihak lain. dapat digunakan berbagai konsep sains. 9. Kisah-kisah 7. antara lain : Dalam surah Al-Baqarah ayat 17. yang diringkasnya menjadi 11 (sebelas) macam. ‫مثلهم كمثل الذي استو قدنارا فلما اضأت ما حوله ذهب ال بنورهم وتركهم فى ظلمت ليبصرون‬ Dalam surah Al-Ankabut ayat 41 Allah mengumpamakan sesembahan atau Tuhan orang kafir dengan sarang laba-laba. Yang manapun ditemukan hasilnya dari segi pendidikan tidak jauh berbeda. Metode Hiwar Qur’ani dan Nabawi Hiwar (dialog) ialah percakapan silih berganti antara dua pihak atau lebih mengenai suatu topik.

Sedangkan menurut Prof. tumbuhan dan sebagainya. kenilematan akhirat yang disertai bujukan.M Arifin Med. yang jelekpun ditirunya. Metode Ibrah dan mau’idah Ibrah ialah suatu kondisi psikis yang menyampaikan manusia kepada intisari sesuatu yang disaksikan. metode mendidik anak murid pada masa kini. hujan. Metode Pembiasaan Inti dari pembiasaan adalah pengulangan. begini dan begitu dan lain sebainya. 5. ‫مثلهم الذين اتخذوا من دون ال اوليأ كمثل المنكبوت اتخذت بيتا وان اوهن البيوت لبيت المنكبوت لوكانوا‬ ‫يعلمون‬ Kebaikan dari metode ini adalah : a) Memudahkan siswa memahami konsep yang abstrak. Metode Teladan Secara psikologis anak menang senang meniru. misalnya menyebutkan tingkah laku orang yang 3 . bahwa dalam Al-Qur’an dan sunah nabi dapat ditemukan metode-metode untuk pendidikan agama.kepada selain Allah atau seperti laba-laba yang membuat rumah. yang menyebabkan hati mengakuinya. e) Acquisition (self : aducation). Metode Targib dan Tarhib Targib ialah janji terhadap kesenangan. Tarhib ialah ancaman karena dosa yang dilakukan.H. misalnya manusia disuruh melihat kejadian dalam alam ini. d) Perumpamaan Qur’ani dan Nabawi memberikan motivasi kepada pendengarnya untuk berbuat amal baik dan menjauhi kejahatan. b) Perumpamaan dapat merangsang kesan terhadap makna yang tersirat dalam perumpamaan tersebut. misalnya menyebutkan sifat-sifat orang yang beriman. laut. berbeda dengan pengalaman-pengalaman tanpa melalui praktik. tidak saja yang baik. padahal rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba. dengan menggunakan nalar. Dr. 4. c) Merupakan pendidikan agar bila menggunakan perumpamaan haruslah logis dan mudah dipahami. dan dari aspek inilah anak akan mendapatkan kenikmatan pada waktu mengulangngulangi pengalaman yang baik itu. Adapun Mu’idah ialah nasihat yang lembut yang diterima oleh hati dengan cara menjelaskan pahala atau ancamannya. Yang menetapkan bahwa dengan cara mengulang –ngulangi pengalaman dalam berbuat sesuatu dapat meninggalkan kesan-kesan yang baik dalam jiwanya. 6. c) Peragaan. 7. antara lain : a) Perintah / larangan b) Cerita tentang orang-orang yang taat dan orang-orang yang berdosa (kotor) serta akibat-akibat dari perbuatannya. Dalam teori tabula rasa (John Lock dan Francis Bacon). bahwa anak yang baru dilahirkan dapat di umpamakan sebagai kertas putih bersih yang belum ditulisi. segala kecakapan dan pengetahuan manusia timbul dari pengalaman yang masuk melalui alat indra. yang dihadapi. d) Instruksional (bersifat pengajaran). dengan melihat gunung.

dapat dipercaya dengan jujur. f) Mutual Education (mengajar dalam kelompok). dan dari aspek inilah anak akan mendapatkan kenikmatan pada waktu mengulang-ulangi pengalaman yang baik itu. Konsep pendidikan modern saat ini sejalan dengan pandangan al-Gazaly tentang pentingnya pembiasaan melakukan suatu perbuatan sebagai suatu metode pembentukan akhlak yang utama. Tujuan Pembinaan Akhlak Akhlak dalam ajaran agama tidak dapat disamakan dengan etika. Sehingga kebajikan dan moralitas dan pengertian yang terkandung didalam cerita-cerita tidak mungkin dipindahkan (transformasikan) kedalam jiwa anak untuk menjadi akhlaknya.munafik itu merugikan diri mereka sendiri. yang mengatakan “Pendidikan moral itu terbentuk dari proses pendidikan dalam kehidupan dan kegiatan yang dilakukan oleh murid secara terus menerus”. h) Function (pelajaran dihidupkan dengan praktek) misalnya nabi mengajarkan tentang hukum-hukum dan syarat-syarat haji. kemudian baru menjelaskan pelajarannya. 4 . kemudian nabi bersama-sama untuk mempraktekannya. yang kemudian berinteraksi dengan anak lain berdasarkan atas pemeliharaan keutamaan-keutamaannya. seperti ayat-ayat yang memerintahkan bersembahyang dan sebagainya. jika etika diatasi pada sopan santun antar sesama manusia. Begitu juga metode mendidik anak pada masa kini yang menetapkan bahwa dengan cara mengulang-ulangi pengalaman dalam berbuat sesuatu dapat meninggalkan kesan-kesan yang baik dalam jiwanya. John Dewey. Oleh karena itu pendidikan akhlak menurut John Dewey adalah pendidikan dengan berbuat dan berkegiatan (learning by doing) yang terdiri dari pada tolong menolong. akan tetapi hanya dapat diajarkan melalui praktek yang manusiawi saja. f. Pandangan Al-Gazaly tersebut sesuai dengan pandangan ahli pendidikan Amerika Serikat. terutama karena pembiasaan itu dapat berpengaruh baik terhadap jiwa manusia. berbeda dengan pengalaman yang diperoleh dengan tanpa melalui praktek. dengan maksud manusia jangan menjadi munafik dan mau mendidik dirinya sendiri kearah iman yang sesungguhnya. berbuat kebajikan dan melayani orang lain. i) Explanation (memberi penjelasan tentang hal-hal yang kurang jelas) misalnya nabi memberi penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an. g) Exposition (dengan menyajikan) yang didahului dengan motivasion (menumbuhkan minat) yakni dengan memberikan muqodimah lebih dahulu. yang memberikan rasa nikmat jika diamalkan sesuai dengan akhlak yang telah terbentuk dalam dirinya. serta hanya berkaitan dengan tingkah laku lahiriah. misalnya nabi mengajar sahabat tentang cara-cara sembah yang dengan contoh perbuatan yang mendemonstrasikannya. akhlak (moralitas) hanya dapat diajarkan dengan cara membiasakan dengan perbuatan praktis. maka kesan yang ditinggalkan adalah jelek. John Dewey berpendapat bahwa akhlak (moralitas) tidak dapat diajarkan kepada anak dengan melalui cerita-cerita yang dikisahkannya.

Dia memiliki sifat-sifat terpuji. dimulai dari akhlak terhadap Allah. Pelaksanaan Pendidikan Karakter: P e n d i d i k a n k a r a k t e r t e l a h m a s u k d a l a m Rencana Pembangunan Jangka Panjang(RPJP) pemerintah tahun 2005 hingga2 0 2 5 . tidak peduli aib itu benar atau salah. namun dinyatakan pula sebagai Rosul yang memperoleh penghormatan melebihi manusia lain. T a h u n 2 0 1 0 s a m p a i 2 0 1 5 pendidikan karakter menjadi programu n g g u l a n .S. hingga kepada sesama makhluk (manusia. Akhlak diniah (agama) mencakup berbagai aspek. Disisi lain Al-Qur’an menekankan bahwa setiap orang hendaknya didudukan secara wajar. menyakiti badan.Akhlak lebih luas maknanya daripada yang telah dikemukakan terlebih dahulu serta mencakup pula beberapa hal yang tidak merupakan sifat lahiriah. binatang. Pendidikank a r a k t e r m e n j a d i t a n g g u n g j a w a b s e m u a pemangku kepentingan. b) Akhlak Terhadap Sesama Manusia Banyak sekali rincian yang dikemukakan Al-Qur’an berkaitan dengan perlakuan terhadap sesama manusia. K e t i g a o l a h pikir. Petunjuk mengenai hal ini bukan hanya dalam bentuk larangan melakukan hal-hal negatif seperti membunuh. yang jangankan manusia. g. T a h u n 2 0 1 2 d i h a r a p k a n 2 5 % sekolah di Indonesia bisa menerapkanpedidikan karakter. demikian Agung sifat terpuji itu. a)Akhlak Terhadap Allah Titik tolak akhlak terhadap Allah atau pengukuran dan kesadaran bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Untuk tahun 2015d i h a r a p k a n s e m u a s e k o l a h t e l a h melaksanakan pendidikan karakter. tumbuh-tumbuhan. Karena itu Al-Qur’an berpesan kepada orang-orang mukmin. Misalnya yang berkaitan dengan sikap batin maupun pikiran. misalnya dinyatakan sebagai manusia yang sempurna. yaitu mengembangkan aset yangterkait dengan akal agar bisa berfikir jernihdan cerdas. Keempat olah raga. Semua guruterlibat 2 . malaikat pun tidak akan mampu menjunjungkan hakikatnya. (Q. walaupun sambil memberikan materi kepada yang disakiti hatinya itu. Nabi Muhammad SAW.y a i t u m e n g e m b a n g k a n a s e t y a n g t e r k a i t dengan Tuhan (hablum minallah) sehinggab i s a b e k e r j a d e n g a n i k h l a s . Pertama olah hati. atau mengambil harta hati dengan jalan menceritakan aib seseorang dibelakangnya. K e d u a o l a h rasa/karsa. dan benda-benda tak bernyawa). (MediaIndonesia)A d a e m p a t k a r a k t e r y a n g d i k e m b a n g k a n oleh bangsa Indonesia.Pendidikan karakter bukanlah materikhusus dan bukan hanya tanggung jawabguru agama dan PPKn. yaitu mengembangkan asetyang terkait dengan hubungan antar s e s a m a ( h a b l u m m i n a n n a s ) . 263 :/2 ‫)قول معروف ومغفرة خير من صدقة يتبعهاازى وال غني حليم ) البقره‬ Artinya : “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang disertai dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima)”. yaitumengembangkan aset fisik agar selalusehat dan bisa bekerja dengan keras. Al-Baqarah/2 : 263).

pendidikan karakter terbangun dalam budaya sekolah. Ketiga . dsb. Tentunyaakan bisa dilihat dalam lesson plan karenalesson plan adalah standar operasionalpelaksanaan (SOP) guru dalam prosespembelajaran. Pertama .sekolah. Strategi Pendidikan Karakter :Ada beberapa strategi pendidikankarakter.membangun sinergi sekolah dan rumahdalam mengawal perilaku mulia padaanak. Kedua . danpembiasaan.pelatihan. p e n g e m b a n g a n m e l a l u i pendidikan. Ketiga . non formal.) agar berperan aktif dalam pendidikan karakter. ormas.Pembudayaan berkarakter dibina dandikuatkan dengan penanaman nilainilaikehidupan agar menjadi budaya. seminan. pendidikan karakter terintegrasidalam semua mata pelajaran. .dalam mengawal pendidikankarakter. pembedayaansemua pemangku kepentingan (orang tua. Keempat . Kelima .maupun informal.M i n i m a l d a l a m pengembangan pendidikan karakter. Kedua .p e n d i d i k a n k a r a k t e r t e r l i h a t d a l a m kegiatan ekstra kurikuler. Keenam 2 yang dilakukanpemerintah dalam membangun ke semua instansi intervensi regulasi. m e t o d e y a n g digunakan adalah workshop. adanya sosialisasi baik di media maupun untuk penyadaran akan pentingnya pendidikankarakter. Pertama ada empat hal . Keempat . baik formal.

Kedua. p e d a g o g i puerocentris lewat perayaan atasspontanitas anak-anak 2 . Pencetus pendidikan karakter yangmenekankan dimensi etis-spiritualdalam proses pembentukan pribadii a l a h p e d a g o g J e r m a n F W F o e r s t e r (18691966). perasaan. perilaku/tingkah laku.perkembangan. Ketiga. baikdalam perbuatan. Pendidikan Karakter A. D i sinilah pendidikan sangat berperandan pendidikan harus kembalikepada substansi utama yaitumembangun pribadi dengan karaktermulia sebagai individu. kebutuhan dankepentingan peserta didik danlingkungannya. Tujuan kurikulum tingkats a t u a n p e n d i d i k a n a d a l a h meletakkan dasar kecerdasan. karena :Pertama. akhlakmulia serta keterampilan hidupmandiri dan mengikuti pendidikanl e b i h l a n j u t . Lebih dari itu. Konsep pendidikan karakterterbaca dalam rumusan yang telahdibuat oleh Badan Standar NasionalPendidikan (BSNP) yaitu : Pendidikanyang mengintegrasikan semuap o t e n s i peserta didik d i d i k . sosial.kepribadian. keluarga. pengetahuan. akhlakmulia. perkataan. kepribadian. guru-guru memiliki peluangbesar untuk menerapkan pendidikankarakter ke dalam masingmasingsatuan pendidikan.b u d a y a . kepribadian. dan kepribadian.. Pendidikan karakter yang diterapkand a l a m satuan pendidikan kita bisam e n j a d i salah satu s a r a n a p e m b u d a y a a n d a n p e m a n u s i a n .sikap.Pendidikan Karakter adalah upayapenyiapan kekayaan batin pesertadidik yang berdimensi agama.Secara umum pendidikan karaktermemang belum menjadi prioritasutama dalam pembangunan bangsadan belum diterapkan secara holistikd a l a m k u r i k u l u m P e n d i d i k a n Nasional. KTSP didefinisikan sebagaikurikulum operasional yang disusunoleh dan dilakspeserta didikan dimasing-masing satuan pendidikan.membangun kerjasama sinergi antarasemua pemangku kepentingan. serta keterampilan untukh i d u p m a n d i r i d a n mengikutup e n d i d i k a n lebih l a n j u t .Salah satu prinsip pengembanganK T S P di antaranya k u r i k u l u m dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip yang berpusat pada potensi. Pendidikan karakterm e r u p a k a n reaksi atas kejumudanpedagogi natural Rousseauian dani n s t r u m e n t a l i s m e p e d a g o g i s Deweyan. pikiran.m a s y a r a k a t dan b a n g s a . Namun dengan adanyaKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP). Perspektif pendidikan karakteradalah peranan pendidikan dalammembangun karakter peserta didik. y a n g m a m p u d i w u j u d k a n dalam bentuk budi pekerti.pengetahuan.d a n kebiasaan yang b e r p o l a . Pengertian Pendidikan Karakter Secara bahasa karakter dapat puladipahami sebagai sifat dasar.

Keteraturan interior di manasetiap tindakan diukur berdasarhierarki nilai. MariaMontessori) yang mewarnai Eropadan Amerika Serikat awal abad ke-19k i a n d i a n g g a p t a k mencukupi l a g i bagi formasi intelektual dan kulturals e o r a n g p r i b a d i . tradisi budaya. Ovide Decroly.1 9 merupakan gerakan pembebasandari determinisme natural menujudimensi spiritual. membuat seseorangteguh pada prinsip. memungkinkanm a n u s i a m e l e w a t i t a h a p individualitas menuju personalitas. Dan kesetiaanm e r u p a k a n d a s a r b a g i penghormatan atas komitmen yangdipilih. 3. Koherensi merupakan dasar yang membangunr a s a p e r c a y a s a t u s a m a l a i n . Menurut Foerster ada empat ciridasar dalam pendidikan karakter.” Karakter inilah yangmenentukan norma seorang pribadid a l a m segala t i n d a k a n n y a .4 . B a g i Foerster. K a r a k t e r m e n j a d i i d e n t i t a s y a n g m e n g a t a s i p e n g a l a m a n kontingen yang selalu berubah.Pendidikan karakter merupakansebuah usaha untuk menghidupkankembali pedagogi idealspiritual yangsempat hilang diterjang gelombangp o s i t i v i s m e a l a C o m t e . K o h e r e n s i y a n g m e m b e r i keberanian. karakter merupakansesuatu yang mengualifikasi seorangp r i b a d i .o r a n g m o d e r n s e r i n g m e n c a m p u r a d u k k a n a n t a r a individualitas dan personalitas. M e m u p u k k e t e g a r a n d a n kepekaan mental peserta didikterhadap 2 .a n t a r a a k u a l a m i d a n a k u r o h a n i . B. bergerak dariformasi personal dengan pendekatanp s i k o . Tujuan Pendidikan Karakter meliputi:1 . T i d a k adanya koherensi meruntuhkankredibilitas seseorang. Nilai menjadi pedomannormatif setiap tindakan.1. Tujuan Pendidikan KarakterTujuan pendidikan adalah untukp e m b e n t u k a n k a r a k t e r y a n g terwujud dalam kesatuan esensial sis u b y e k d e n g a n p e r i l a k u d a n s i k a p h i d u p y a n g d i m i l i k i n y a . tidak mudahterombang-ambing pada situasi barua t a u takut risiko.2 . Di situ seseorangmenginternalisasikan aturan dari luarsampai menjadi nilainilai bagipribadi.(EdouardClaparède. antara independensi eksterior daninterior.K e m a t a n g a n k e e m p a t k a r a k t e r i n i .Keteguhan merupakan daya t a h a n seseorang guna mengingini apa yangdipandang baik. Otonomi. Ini dapat dilihat lewatpenilaian atas keputusan pribaditanpa terpengaruh atau desakanpihak lain.2.” O r a n g . Darikematangan karakter inilah. kualitass e o r a n g p r i b a d i d i u k u r . Polemik antipositivis dan anti-n a t u r a l i s d i E r o p a a w a l a b a d k e . M e n d o r o n g k e b i a s a a n d a n perilaku yang terpuji sejalan dengannilai-nilai universal. lanjut Foerster. K e t e g u h a n d a n kesetiaan.3.c i t a humanisme yang lebih integral.kesepaatan sosial dan religiositasagama. Menanamkan jiwa kepemimpinanyang bertanggung jawab sebagaip e n e r u s b a n g s a .s o s i a l m e n u j u c i t a .

ketulusan. percaya diri. kewarganegaraan/citizenship. d a n p e r s a t u a n . d a n i n i a k a n m e m b u a t d u n i a menjadi tempat yang lebih baiku n t u k d i h u n i . kreatif. tanggungjawab. peduli dankerja sama. tekun.situasi sekitarnya. menghidupi nilai moral. Setiap keputusan yang kamuambil menentukan akan menjadio r a n g m a c a m a p a d i r i m u . M e n i n g k a t k a n k e m a m p u a n menghindari sifat tercela yang dapatmerusak diri sendiri. Nilai-nilai karakter dapat 2 . n i l a i . Jangan pernah mengambil perilakuburuk yang dilakukan oleh orang lainsebagai patokan bagi dirimu.d.visioner. peduli.b. orang lain danlingkungan. tanggung jawab.e.keadilan dan kepemimpinan. nilaicinta tanah air (patriotisme). cintad a m a i . adil.d i s i p l i n . bahkans e a n d a i n y a p u n k a m u h a r u s membayarnya secara mahal. bukan apa yangkamu katakan atau kamu yakini. h o r m a t d a n santun. tanggung jawab. K a r a k t e r m u d i t e n t u k a n o l e h a p a yang kamu lakukan.4 .C.D. kasih sayang. c. berani. integritas. sifatnya terbuka. jujur. nilainilaikemanusiaanNilai-nilai di atas diambil sebagaigaris besarnya saja. Strategi dan MetodologiP e n d i d i k a n K a r a k t e r Strategi yang diterapkan olehpendidikan karakter yaitu denganmenggunakan strategi terintegrasidalam mata pelajaran lainnya. Nilai-Nilai Pendidikan KarakterN i l a i . baik secaraindividu maupun sosial. r a s a h o r m a t d a n perhatian. baikdan rendah hati. bukanmerupakan mata p e l a j a r a n tersendiri. Agar siswa memahami danmenghayati nilai-nilai yang relevanb a g i p e r t u m b u h a n d a n pengahargaan harkat dan martabatmanusia.Seorang individu bisa mengubahdunia. d a p a t d i p e r c a y a . Bayaran bagi mereka yangmemiliki karakter baik adalah bahwakamu menjadi pribadi yang lebihb a i k .nilai tersebut disampaikan dengancara terintegrasi dalam matap e l a j a r a n yang lain. sehinggatidak terjerumus ke dalam perilakuyang menyimpang. sebabmengandung resiko.f. m a n d i r i .5. dan pantang menyerah. Prinsip Pelaksanaan Pendidikan KarakterPendidikan karakter di sekolahmemerlukan prinsip-prinsip dasary a n g m u d a h d i m e n g e r t i d a n dipahami oleh siswa dan setiapindividu yang bekerja di sekolahtersebut. Misalnya: taqwakepada tuhan.jujur. peduli.n i l a i d i b a w a h i n i m e r u p a k a n uraian berbagai perilaku dasar dansikap yang diharapkan dimilikip e s e r t a d i d i k s e b a g a i d a s a r pembentukan karakternya yakni:nilai keutamaan. Karakter yang baik mengandaikanb a h w a h a l y a n g b a i k i t u d i l a k u k a n dengan cara-cara yang baik. Prinsip-prinsip tersebutantara lain:a . nilai kerja. Kamud a p a t m e m i l i h p a t o k a n y a n g l e b i h baik dari mereka. disiplin.n i l a i l a i n y a n g r e l e v a n d e n g a n situasi sekolah.artinya masih bisa ditambahkann i l a i .kerja keras. n i l a i k e s a t u a n . kerjasama. Apa yang kamu lakukan itumemiliki makna dan transformatif. j u j u r . toleransi. nilaid e m o k r a s i .Mengingat jam pelajaran yangd i t e r i m a s i s w a s u d a h p a d a t . E.

I P S bahasa Indonesia d a n pengembangan diri.p e m b e l a j a r a n b e r b u a t ( A c t i o n Learning Approach)5.pendidikan kewarganegaraan (PKn). diamalkan. analisis nilai (ValuesAnalysis Approach). Praktis Prioritas. sehinggatujuan pendidikan karakter itu akansemakin terarah dan efektif.F. yaitu suatu kegiatanyang dilakukan oleh guru. berkesinambungan. Penilaian pendidikan karakter lebihdititikberatkan kepada keberhasilanpenerimaan nilai-nilai dalam sikapdan perilaku peserta didik sesuaidengan nilai-nilai karakter yangditerapkan 2 .dan menyeluruh tentang proses danh a s i l p e r t u m b u h a n s e r t a perkembangan karakter yang dicapaisiswa. Penilaian Pendidikan KarakterPenilaian adalah suatu usaha untukmemperoleh berbagai informasisecara berkala.n i l a i p e m a n d u p e r i l a k u y a n g bisad i k e m b a n g k a n d a l a m mengembangkan k a r a k t e r pribadinya.Menentukan prioritas. Adapunu n s u r .Keteladanan.u n s u r y a g h a r u s dipertimbangkan dalam menentukanmetode yang dapat diterapkandalam pendidikan karakter antaralain:M e n g a j a r . P e n d i d i k a n karakter agar dapat disebut sebagaiintegral dan utuh harus menentukanmetode yang dipakai. yaitu setiapyang terlibat dalam sebuah lembagapendidikan yang ingin menekankanpendidikan karakter juga harusmemahami secara jernih prioritasn i l a i a p a k a h y a n g i n g i n d i t e k a n k a n dalam pendidikan karakter dalams a t u a n pendidikan t e r t e n t u . Karena siswa akan lebih banyakbelajar dari apa yang mereka lihat.Pendidikan karakter di sekolah lebihb a n y a k berurusan d e n g a n penanaman nilai. Student ActiveL e a r n i n g . refleksi untukm e l i h a t s e j a u h m a n a s a t u a n pendidikan telah berhasil atau gagaldalam melaksanakan pendidikankarakter. dan staf administrasi dis e k o l a h y a n g d a p a t d i j a d i k a n s e b a g a i m o d e l t e l a d a n b a g i s i s w a . yaitu satuanpendidikan harus mempu membuatv e r i f i k a s i s e j a u h m a n a v i s i s e k o l a h telah direalisasikan dalam lingkupp e n d i d i k a n skolastik m e l a l u i b e r b a g a i u n s u r y a n g a d a d i d a l a m sekolah.h a r i . perkembangan moralkognitif. diterapkan dandipertahankan oleh siswa dalamk e h i d u p a n s e h a r i .R e f l e k s i . D e v e l o p m e n t a l l y Appropriate Practices.p e n d i d i k a n jasmani dan olah raga.disampaikanmelalui mata pelajaran: agama. kepalasekolah.Tujuan penilaian dilakukan untukm e n g u k u r s e b e r a p a j a u h n i l a i . y a i t u d e n g a n c a r a mengajarkan nilai-nilai itu sehinggapeserta didik memiliki gagasank o n s e p t u a l t e n t a n g n i l a i .Metode-metode yang bisa diterapkandalam pendidikan karakter misalnyadengan menggunakan pendekatanp e n a n a m a n nilai ( I n c u l c a t i o n Approach). dan Contextual Learning yang dapatmenciptakan pengalaman belajaryang efektif dan menyenangkan. klarifikasi nilai. y a i t u m e n g a d a k a n semacam pendalaman.n i l a i yang dirumuskan sebagai standarminimal telah dikembangkan dand i t a n a m k a n d i s e k o l a h s e r t a dihayati.

Informasi yang diperolehdari berbagai teknik penilaiankemudian dianalisis oleh guru untukmemperoleh gambaran tentangkarakter peserta didik. Grand design menjadirujukan konseptual dan operasionalpengembangan.Selebihnya (70%). dan jenis satuanpendidikan. peserta didikb e r a d a dalam keluarga d a n lingkungan sekitarnya. baik pada jam pelajaranmaupun di luar jam pelajaran. dik e l a s m a u p u n d i l u a r k e l a s d e n g a n cara pengamatan dan pencatatan.Instrumen penilaian dapat berupalemabar observasi. d a n O l a h R a s a d a n Karsa (Affective and Creativitydevelopment). lemabar portofolio. pendidikan informalterutama dalam lingkungan keluargabelum memberikan kontribusi berartidalam mendukung pencapaiank o m p e t e n s i d a n p e m b e n t u k a n karakter peserta didik. danpenilaian pada setiap jalur danjenjang pendidikan. pelaksanaan. Pengembangan danimplementasi pendidikan karakterperlu dilakukan dengan mengacup a d a grand design t e r s e b u t . Kesibukand a n a k t i v i t a s k e r j a o r a n g t u a y a n g relatif tinggi. dani n f o r m a l y a n g d a p a t s a l i n g melengkapi dan memperkaya. Olah Pikir (intellectualdevelopment). lemabarcheck list. Kementerian PendidikanNasional mengembangkan granddesign pendidikan karakter untuksetiap jalur. Jenis penilaiandapat berbentuk penilaian sikap danperilaku. Peserta didik mengikutipendidikan di sekolah hanya sekitar7 jam per hari.Pendidikan informal adalah jalurpendidikan keluarga dan lingkungan. Konfigurasikarakter dalam konteks totalitasproses psikologis dan sosial-kulturaltersebut dikelompokan dalam: OlahH a t i (Spiritual and e m o t i o n a l development). Peningkatkan Mutu PendidikanKarakter Di Jenjang PendidikanSebagai upaya untuk meningkatkankesesuaian dan mutu pendidikankarakter. Selama ini. Gambaranmenyeluruh tersebut kemudiand i l a p o r k a n s e b a g a i s u p l e m e n b u k u r a p o r o l e h w a l i k e l a s . atau kurang dari 30%. pendidikan di sekolah berkontribusih a n y a s e b e s a r 3 0 % t e r h a d a p h a s i l p e n d i d i k a n p e s e r t a d i d i k . jenjang. Jika dilihatd a r i aspek kuantitas w a k t u . Olah Raga danKinestetik (Physical and kinesteticd e v e l o p m e n t ) . kurangnya pemahamano r a n g t u a d a l a m m e n d i d i k a n a k d i lingkungan keluarga. dan lembar pedomanwawancara. lemabar skalasikap. Penilaian dilakukansetiap saat.Cara penilaian pendidikan karakterpada pserta didik dilakukan olehsemua guru. 2.Pendidikan informal sesungguhnyamemiliki peran dan kontribusi yangsangat besar dalam keberhasilanpendidikan. nonformal. pengaruh 2 .dan diamalkan dalamkehidupan sehari-hari. baik individu maupunkelompok. Menurut UU No 20 Tahun 2003Tentang Sistem Pendidikan Nasionalpada Pasal 13 Ayat 1 menyebutkanb a h w a J a l u r p e n d i d i k a n t e r d i r i a t a s pendidikan formal.

P e n g e l o l a a n t e r s e b u t a n t a r a l a i n m e l i p u t i . yaitu memadukan danm e n g o p t i m a l k a n k e g i a t a n pendidikan informal lingkungankeluarga dengan pendidikan formaldi sekolah. Dalam hal ini. Pendidikan karakter di sekolah jugasangat terkait dengan manajemena t a u p e n g e l o l a a n s e k o l a h .Dengan demikian. Kegiatan ekstra kurikuler yangselama ini diselenggarakan sekolahm e r u p a k a n s a l a h s a t u m e d i a y a n g potensial untuk pembinaan karakterdan peningkatan mutu akademikpeserta didik. Kegiatan EkstraK u r i k u l e r m e r u p a k a n k e g i a t a n p e n d i d i k a n d i l u a r m a t a p e l a j a r a n untuk membantu pengembanganp e s e r t a d i d i k s e s u a i d e n g a n kebutuhan. potensi. m a n a j e m e n sekolah merupakan salah satu mediayang efektif dalam pendidikan a.h a r i di m a s y a r a k a t . P e n d i d i k a n k a r a k t e r d a p a t diintegrasikan dalam pembelajaranpada setiap mata pelajaran. pembelajaran. penilaian. Pengelolaan yang dimaksud adalahbagaimana pendidikan karakterdirencanakan. bakat. tetapi menyentuhpada internalisasi. waktubelajar peserta didik di sekolah perludioptimalkan agar peningkatan mutuhasil belajar dapat dicapai.Melalui kegiatan ekstra kurikulerdiharapkan dapat mengembangkankemampuan dan rasa tanggungjawab sosial. dan pengamalannyata dalam kehidupan peserta didiks e h a r i .pergaulan di lingkungan sekitar. dan minatmereka melalui kegiatan yangsecara khusus diselenggarakan olehp e n d i d i k d a n a t a u t e n a g a kependidikan yang berkemampuandan berkewenangan di sekolah. dikaitkan dengankonteks kehidupan seharihari.pendidik dan tenaga kependidikan. dilaksanakan. terutamad a l a m pembentukan karakterp e s e r t a d i d i k . Pembentukan kepribadian Muslim secara menyeluruh adalah pembentukan yang meliputi berbagai aspek. Aspek-aspek Kepribadian Seorang Muslim Dengan demikian pembentukan kepribadian muslim pada dasarnya merupakan suatu pembentukan kebiasaan yang baik dan serasi dengan nilai-nilai akhlak alkarimah. yaitu: 2 .dan komponen terkait lainnya.D e n g a n d e m i k i a n .nilai yang perlu ditanamkan. serta potensi danp r e s t a s i peserta d i d i k . Untuk itu setiap Muslim diajurkan untuk belajar seumur hidup. dand i k e n d a l i k a n d a l a m k e g i a t a n kegiatan pendidikan di sekolahs e c a r a memadai. sejak lahir (dibesarkan dengan yang baik) hingga diakhir hayat. Materipembelajaran yang berkaitan dengannorma atau nilai-nilai pada setiapmata pelajaran perlu dikembangkan.dieksplisitkan. muatankurikulum. n i l a i . Salah satu alternatif untukmengatasi permasalahan tersebutadalah melalui pendidikan karakterterpadu. pembelajarannilai-nilai karakter tidak hanya padatataran kognitif. danp e n g a r u h media e l e k t r o n i k ditengarai bisa berpengaruh negatif t e r h a d a p p e r k e m b a n g a n d a n pencapaian hasil belajar pesertadidik.

Pembentukan kepribadian muslim merupakan pembentukan kepribadian yang utuh. watak. budi pekerti. yaitu pembentukan kepribadian Muslim meliputi bimbingan terhadap peningkatan dan pengembangan kemampuan jasmani. juga pada ruang lingkup keluarga. hingga dinilai sulit untuk diterapakn dalam suatu sistem pendidikan. Konsep ini cenderung dijadikan alasan untuk memberi peluang bagi tuduhan bahwa filsafat pendidikan Islam bersifat apologis (memihak dan membenarkan diri). BAB II PEMBAHASAN Dari beberapa teori dapat kita lihat. maka hendaknya seseorang itu menginsyafi dan menyadari dirinya sendiri. • Aspek materiil (bahan). Akhlak pribadi Yang paling dekat dengan seseorang itu adalah dirinya sendiri. Kewjiban orang tua terhadap anak. disamping itu manusia telah mempunyai fitrah sendiri. Akhlak tidak hanya mencakup dalam pribadi seseorang tetapi. pembentukan kepribadian Muslim dilakukan sejak lahir hingga meninggal dunia. terarah dan berimbang. bahwa akhlak memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. tabiat dan agama. dalam islam mengarahkan para orang tua dan 1 . etika.agama maupun bernegara. • Aspek teologis (tujuan). tingkah laku. karena hanya dengan insyaf dan sadar kepada diri sendirilah. dan kesusilaan. budi yang tinggi. • Aspek teologi. jamak dari Al-khuluq yang artinya kebiasaan. rohani dan ruh. tujuan yang akan dicapai terlampau jauh.• Aspek idiil (dasar). Penyebabnya antara lain adalah ruang lingkupnya terlalu luas. menyeluruh. perangai. pembentukan kepribadian Muslim yang didasarkan atas penghargaan terhadap factor-faktor bawaan yang berbeda (perbedaan individu). pembentukan kepribadian Muslim mempunyai tujuan yang jelas.masyarakat. dengan semuanya itu manusia mempunyai kelebihan dan dimanapun saja manusia mempunyai perbuatan. pembentukan kepribadian muslim ditujukan pada pembentukan nilai-nilai tauhid sebagai upaya untuk menjadikan kemampuan diri sebagai pengabdi Allah yang setia. pangkal kesempurnaan akhlak yang utama. • Aspek dimensional. • Aspek sosial. Manusia terdiri dari jasmani dan rohani. b) Akhlak Berkeluarga Akhlak ini meliputi kewajiban orang tua. • Aspek duratife (waktu). dan karib kerabat. perangai. khususnya sesama manusia. Dalam bahasa Indonesia akhlak dapat diartikan dengan moral. anak. berupa pedoman dan materi ajaran yang terangkum dalam materi bagi pembentukan akhlak al-karimah. menitik beratkan pada hubungan yang baik antara sesama makhluk. dari landasan pemikiran yang bersumber dari ajaran wahyu. Akhlak dari kata Al-Akhlak. • Aspek fitrah manusia.

Karena keduanya memelihara. Dan coba ketahuilah bahwa saudaramu laki-laki dan permpuan adalah putera ayah dan ibumu yang juga cinta kepada engkau. karena itulah ruang lingkup akhlak sangat luas mencakup seluruh aspek kehidupan.mengasuh. tidak segan berkorban untuk kemuliaan tanah airmu. yaitu cinta dan hormat pada tetangga. dan bersam-sama mencari kemanfaatan dan menolak kemudhorotan. Sejak dahulu manusia tidak dapat hidup sendiri–sendiri dan terpisah satu sama lain. berguna dalam masyarakat. kemudian merasa bahwa mereka mempunyai harga diri. kehormatan dan kemuliaan. taati dan hormati. Pamanmu. Dan ketahuilah bahwa engkau adalah salah seorang dari mereka dan engkau timbul tenggelam bersama mereka. berbahagia dunia dan akhirat. Sehingga anak akan tumbuh secara istiqomah. tetapi berkelompok-kelompok. terdidik untuk berani berdiri sendiri. Seorang anak haruslah mencintai kedua orang tuanya karena mereka lebih berhak dari segala manusia lainya untuk engkau cintai. bibimu dan anakanaknya mereka sayang kepadamu dan ingin agar engkau selamat dan berbahagia. bantu-membantu. orang tuamu cinta dan hormat pada mereka maka wajib atasmu mengikuti ayah dan ibumu. dengan ajaran –ajaran yang bijak. Kehidupan dan perkembangan masyarakat dapat lancar dan tertib jika tiap-tiap individu sebagai anggota masyarakat bertindak menuruti aturan-aturan yang sesuai dengan norma. mencintai dengan ikhlas agar engkau menjadi seseorang yang baik. c) Akhlak Bermasyarakat Tetanggamu ikut bersyukur jika orang tuamu bergembira dan ikut susah jika orang tuamu susah. Kesusilaan/moral selalu tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat. maupun secara horizontal dengan sesama makhluk Tuhan 2 . engkau hidup bersama mereka dengan nasib dab penanggungan yang sama. baik secara vertikal dengan Tuhan. kesusilaan/moral timbul didalam masyarakat. karena mereka mencintai ayah dan ibumu dan menolong keduanya disetiap keperluan. d) Akhlak Bernegara Mereka yang sebangsa denganmu adalah warga masyarakat yang berbahasa yang sama denganmu.menyekolahkan engkau.pendidik untuk memperhatikan anak-anak secara sempurna. menolong ayah dan ibumu dalam mendidikmu. ini merupakan apa yang disebut masyarakat. sikap lemah lembut dan perlakuan kasih sayang. mereka gembira bilamana engkau gembira dan membelamu bilamana perlu. islam telah memerintahkan kepada setiap oarang yang mempunyai tanggung jawab untuk mengarahkan dan mendidik.norma kesusilaan yang berlaku. terutama bapak-bapak dan ibu-ibu untuk memiliki akhlak yang luhur. saling membutuhkan dan saling mepengaruhi. dan mendidik. Pendidikan kesusilaan/akhlak tidak dapat terlepas dari pendidikan sosial kemasyarakatan. e) Akhlak Beragama Akhlak ini merupakan akhlak atau kewajiban manusia terhadap tuhannya. mereka menolong.

berperangai atau beradat istiadat yang baik. Adapun yang dapat menyempurnakan akidah yang benar terhadap Allah adalah berakidah dengan benar terhadap malaikat-malaikat-Nya. Yang mana pada dasarnya memberikan jalan menuju perbuatan yang mulia dan sesuai dengan islam dan peraturan yang berlaku. Karena barang siapa mengetahui Sang Penciptanya dengan benar. Malaikat. Dengan akhlak yang mulia manusia akan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat. niscaya ia akan dengan mudah berperilaku baik sebagaimana perintah Allah. dan para Rasul-rasul-Nya berserta syariat yang mereka bawa tidak akan dapat mencapai kesempurnaan kecuali jika disertai dengan keyakinan akan adanya hari Ahkir dan kejadiankejadian yang menggiringnya seperti hari kebangkitan. agar setiap manusia berbudi pekerti (berakhlak). d. Sehingga ia tidak mungkin menjauh atau bahkan meninggalkan perilaku-perilaku yang telah ditetapkan-Nya . yaitu : a. yang sesuai dengan ajaran Islam c. karena akhlak tersarikan dari akidah dan pancaran dirinya. baik dan lurus. bertingkah laku. Peranan pendidikan akhlak ini tidak dapat di lepaskan dari pendidikan dasar maupun menengah. Keyakinan terhadap Allah. akidah yang benar kepada Allah harus diikuti pula dengan akidah 1 . pengmpulan. Membentuk dan mengarahkan manusia dalam pembentukan karakter diri serta sikap dan perilaku yang mulia Dari hal tersebut dapat dinyatakan bahwa peran akhlak dalam pembentukan karakter dan sikap seseorang sangatlah penting. Kitab. niscaya akhlaknya pun akan benar. memimpin anak setia serta mengerjakan segala sesuatu yang baik dan meninggalkan yang buruk atas kemauan sendiri dalam segala hal dan setiap waktu. b. Hal tersebut membuat pelajaran akhlak sangatlah penting. Dari jenjang pendidikan dasar seseorang telah dikenalkan dengan materi pelajaran pendidikan misalnya melalui pendidikan agama islam di sekolah atau dapat pula dibuat kajian tersendiri dalam hal ini. perhitungan amal dan pembalasan bagi yang taat serta yang durhak dengan masuk surga atau masuk neraka. kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada para Rasul dan percaya kepada Rasul-rasul utusan-Nya yang mempunyai sifat jujur dan amanah dalam menyampaikan risalah Tuhan Mereka. Oleh karena itu. jika akidah salah dan melenceng maka akhlaknya pun akan tidak benar. Akidah seseorang akan benar dan lurus jika kepercayaan dan keyakinannya terhadap Allah juga lurus dan benar. e. Dasar pendidikan akhlak bagi seorang muslim adalah akidah yang benar terhadap alam dan kehidupan.Pada era masa kini akhlak seringkali diabaikan dimana perilaku manusia mengalami banyak kemerosotan dan kemunduran budi pekerti maupun tingkah laku. Hal tersebut dapat dilihat dari tujuan pembinaan dan pendidikan akhlak bagi manusia. Begitu pula sebaliknya. Pembinaan akhlak yang baik di harapkan mampu membuat manusia mencapai kesempurnaan sikap yang mulia. jika seseorang berakidah dengan benar. Di samping itu.

Kedua. Keluraga menempati peran penting dalam pembentukan masyarakat. Malikat. rasul. Langkah yang ditempuh adalah. Pendidikan akhlak yang bersumber dari kaidah yang benar merupakan contoh perilaku yang harus diikuti oleh manusia. kitab-kitab-Nya maupun hari Akhir. keluarga paling berpotensi untuk membentuk nilai – nilai dasar. Membiasakan untuk mengahargai peraturan-peraturan dalam rumah. Mereka harus mempraktikannya dalam kehidupan mereka. Ketidakberesan dan adanya keresahan yang selalu menghiasi kehidupan manusia timbul sebagai akibat dari penyelewengan terhadap akhlak – akhlak yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan semua ini berlaku setelah Allah memerpingatkan umat manusia dan mengancam siapa saja yang mematuhinya setan tersebut. Adapun kegiatan pembentukan karakteristik kepribadian seorang muslim antara lain : Pembentukan nilai-nilai Islam dalam keluarga Bentuk penerapannya adalah dengan Cara melaksanakan pendidikan akhlak dilingkungan keluarga. Pembentukan nilai-nilai dalam hubungan sosial Kegiatan hubungan sosial mencakup upaya penerapan nilai-nilai akhlak dalam pergaulan sosial langkah-langkah pelaksanaanya mencakup: • Melatih diri untuk tidak melakukan perbuatan keji dan tercela. Untuk menjaga kebenaran pendidikan akhlak dan agar seseorang selalu dijalan Allah yang lurus. b. • • • • Memberikan bimbingan untuk berbuat baik kepda kedua orang tua Memelihara anak dengan kasih saying Memberi tuntunan anak akhlak kepada anggota keluarga. Mereka menghiasi manusia dengan kebatilan dan syahwat. karena hanya inilah yang akan mengantarkan mereka mendapatkan ridha Allah dan akan membawa mereka mendapatkan balasan kebaikan dari Allah. Keluarga senagai organisasi sosial yang paling kecil. Pembentukan nilai-nilai Islam dalam keluarga dinilai penting. baik kepada Allah. agar dia dapat memberikan pahala kepada orang-orang yang tidak mengikuti setan dan menyiksa orang yang menaatinya. Demikianlah tugas –tugas setan sesuai dengan yang telah digariskan Allah dalam penciptaannya. karena lingkungan sosial pertama kali yang dikenal anak. Merekalah yang mendorong manusia untuk durhaka kepada Tuhannya.atau kepercayaan yang benar terhadap kekuatan jahat dan setan. Merekalah yang merusak hubungan baik yang telah terjalin di antara sesamanya. Pertama. Penyelewengan ini tidak akan mungkin terjadi jika tidak ada kesalahan dalam berakidah. yaitu jalan yang sesuai dengan apa yang telah digariskan-Nya. maka akidah harus dijadikan dasar pendidikan akhlak manusia. tapi mempengaruhi masa depan suatu masyarakat. • Membiasakan untuk memenuhi kewajiban sesame kerabat seperti ketentuan soal waris. 2 .

• Masyarakat Muslim berkewajiban mentaati peraturan. dan tanggung jawab. Puncaknya adalah menempatkan rasa cinta kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. • Membina hubungan menurut tata tertib. Membentuk nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa. Adapun upaya untuk membentuk nilai-nilai Islam dalam konteks ini adalah. 1 . Baik secara individu atau secara ummah. baik secara pribadi (individu) maupun secara komunitas (ummah) untuk menjadi pengabdi Allah yang setia. Pembentukan Nilai-nilai Islam dalam Hubungannya dengan Tuhan. Dengan menerapkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya diatas segalanya. diharapkan kepribadian Muslim sebagai individu maupun sebagai ummah akan membuahkan sikap untuk lebih mendahulukan kepentingan melaksanakan perintah khalikNya dari kepentingan lain. Tujuan utamanya adalah guna merealisasikan diri. serta memberi dan membalas Salam. • Menggalakkan perbuatan-perbuatan yang terpuji dan memberi manfaat dala kehidupan bermasyarakat seperti memaafkan kasalahan. meminta izin ketika masuk rumah. d. • Kepala negara menerapkan prinsip musyawarah. mensucikan diri. Pada tingkat ini terlihat bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki sifat yang mendasar (sejalan dengan fitrah). c. Realisasi dari pembinaan hubungan yang baik kepada Allah ini adalah cinta kepada Allah. universal (umum) dan terarah pada tujuan yang didasarkan atas konsep yang jelas dan benar adanya. seperti berlaku sopan. keluarga. menepati janji. Pembentukan kepibadian Muslim sebagai individu. Bertaqwa kepada-Nya • Menyatakan syukur atas segala nikmat Allah dan tidak berputus asa dalam mengaharapkan rahmat-Nya. adil. masyarakat. memperbaiki hubungan antar manusia. mengagungkan-Nya serta senantiasa mengingat-Nya • Menggantungkan niat atas segala perubahan kepada-Nya. dan amanah. maupun ummah pada hakikatnya berjalan seiring dan menuju ketujuan yang sama. menghindarkan dari perbuatan yang merugikan keharmonisan hidup berbangsa. Nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam membina hubungan itu mencakup: • • Senantiasa beriman kepada Allah.• Mempererat hubungan kerjasama dengan cara menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat mengarah kepada rusaknya hubungan sosial. berkata baik. • Berdo’a kepada Allah. jujur. kaum muslimin diharuskan untuk senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT.

dan masyarakat. KESIMPULAN Para ulama Islam yang menulis tentang akhlak itu menjelaskan bahkan menkankan pa yang diperhatikan oleh para penulis barat. sehingga di dalamnya terdapat kebaikan dunia dan akherat Sub judul ini berbicara tentang segi etimologi pendidikan akhlak. yaitu bahwa akhlak yang baik adalah apa yang dinilai baik oleh akal dan syariat. Sedangkan akal saja tak cukup untuk menilai baik dan buruknya suatu perbuatan. maka kami masih perlu penjelasan dimensi-dimensi maknawi bagi pendidikan bagi pendidikan akhlak ini Akhlak memilki peranan yang sangat penting dalam pembentukan moral. ukuran akhlak yang baik jika sesuai dengan syariat Allah. 3 . Allah mengutus para Rasul dan menurunkan pertimbangan (Kitab Suci) bersama mereka yang memperlakukan manusia dengan penuh keadilan Demikianlah. Berhak mendapatkan ridha-Nya dan dalam memegang akhlak yang baik ini sambil memperhatikan pribadi.BAB III PENUTUP A. keluarga. Oleh karena itu.sikap dan karakter seseorang.

2010. http://delsajoesafira.Diakses tanggal 19 Juni 2011 Anonim.Akhlak dan Etika.com/2010/05/pembentukan-kepribadian-muslimmenurut.blogspot.http://grms.blogspot.2011.Pendidikan Karakter Bangsa.Pengertian Akhlak.Pembentukan Kepribadian Muslim.com/journal/item/26. (http://sahroelsajjjah.2010. 3 .multiply. http://sobatbaru.Akidah sebagai Dasar PendidikanAkhlak.Diakses tanggal 19 juni 2011 Anonim. Diakses tanggal 20 Juni Anonim.DAFTAR PUSTAKA Anonim.blogspot.html.2011. Diakses tanggal 20 Juni 2011 Anonim.2011.com/2010/03/pengertian-akhlak.html .com)).

Raja Gafindo Persada .shvoong.com/books/guidance-self-improvement/1972047-tujuanpendidikan-akhlak/#ixzz1Pry99rId.wordpress. http://bimbinganislami. Diakses tanggal 19 Juni 2011 Jalaludin.com/doc/50719415/Pendidikan-Karakter-Bangsa-ArtikelMakalah.scribd. http://id.2011.2010. Syaikh. Diakses tanggal 20 Juni 2011 2 .http://www.Definisi Akhlak.Diakses tanggal 19 Juni 2011 Anonim.Jakarta: 2002 Muhammad.com/2010/06/27/pengertian-definisi-akhlakakhlaq/..Tujuan Pendidikan Akhlak. Teologi Pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful