P. 1
Proposal Skripsi

Proposal Skripsi

|Views: 150|Likes:
Published by sfrendiana

More info:

Published by: sfrendiana on Jan 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2012

pdf

text

original

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG MATERI APLIKASI PENGOLAH KATA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN

KOMUNIKASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT)

Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Ilmu Komputer

Oleh : Siti Sarah Munawaroh 0706722

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2011

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan merupakan media yang sangat berperan untuk

menciptakan manusia yang berkualitas dan berpotensi. Melalui pendidikan akan terjadi proses pendewasaan diri sehingga di dalam proses pengambilan keputusan terhadap suatu masalah yang dihadapi selalu disertai dengan rasa tanggung jawab yang besar. Pendidikan diharapkan dapat menggerakkan setiap individu untuk meningkatkan kualitas keberadaannya serta mampu

berpartisispasi dalam gerak pembangunan. Sekarang ini dunia pendidikan sedang diguncang oleh berbagai perubahan sesuai dengan tuntutan dan kenutuhan masyarakat, serta ditantang untuk dapat menjawab berbagai permasalahn lokal dan perubahan global yang terjadi begitu pesat. Permasalahan tersebut mencakup perkembangan masyarakat informasi, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya. Perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat yang semakin pesat menuntut perubahan cara dan strategi guru dalam membelajarkan siswa tentang sesuatu yang harus mereka ketahui untuk masa depan mereka, sehingga perlu adanya pembelajaran yang mampu membelajarkan siswa untuk menemukan fakta dan informasi, mengolah dan mengembangkannya agar menjadi sesuatu yang berharga dan bermanfaat bagi dirinya agar mereka mampu berkreativitas dan siap menghadapi masalah-masalah masa depan. Oleh karena

1

Oleh sebab itu perlu diterapkan suatu model tertentu dalam pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa secara keseluruhan. Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang 2 . Contextual Teaching Learning (CTL). diantaranya yaitu Pembelajaran Kooperatif. Terdapat banyak strategi dan metode yang dapat digunakan dalam proses pembelejaran dengan tujuan utamanya agar pembelajaran lebih konsdusif dan menyenangkan. Model pembelajaran yang monoton akan mengurangi motivasi siswa untuk belajar karena siswa merasa jenuh dengan pola pembelajaran yang sama secara terus-menerus. metode ekspositori.itu. guru sebagai agen pembelajaran dituntut untuk mampu menyelenggarakan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya. salah satunya adalah model pembelajaran yang digunakan oleh guru di kelas. dalam kerangka pembangunan pendidikan sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat dan siswa siap menghadapi masalah-masalah masa depan. Karena itu guru diharapkan mampu dan mau menggunakan model pembelajaran yang lebih bervariasi yang dapat membangkitkan daya kreatifitas dan motivasi untuk belajar secara mandiri dan bekerja sama dengan siswa yang lain dalam kelompok-kelompok belajar siswa. bertanggung jawab dan disiplin. PAKEM. memberi kesempatan siswa untuk mengembangkan potensinya secara maksimal sekaligus mengembangkan aspek kepribadian seperti kerja sama. dan inquiry. ternyata banyak faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belajar siswa dalam suatu proses pembelajaran. Berbicara mengenai hasil belajar.

Model pembelajaran kooperatif memiliki beberapa variasi model. Salah satu tipe dalam pembelajaran kooperatif yang dianggap peneliti dapat memotivasi siswa untuk berperan aktif dalam proses belajar-mengajar adalah model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Dengan pemilihan model ini. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas. 1.2. maka dalam penelitian ini permasalahan yang dikemukakan adalah ³Apakah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT prestasi belajar TIK siswa dapat ditingkatkan?. 3 . maka peneliti berkeinginan untuk mengadakan suatu penelitian kuasi eksperimen yang berjudul ³Implementasi Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe NHT Pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa´. Karena pada model ini siswa menempati posisi sangat dominan dalam proses pembelajaran dan terjadinya kerja sama dalam kelompok dengan ciri utamanya adanya penomoran sehingga semua siswa berusaha untuk memahami setiap materi yang diajarkan dan bertanggung jawab atas nomor anggotanya masingmasing.saat ini banyak digunakan oleh guru saat mengajar di kelas dan merupakan salah satu model pembelajaran yang dianjurkan oleh pemerintah. diharapkan pembelajaran yang terjadi dapat lebih bermakna dan memberi kesan yang kuat kepada siswa.

Pembatasan Masalah Untuk menjaga agar maslah dalam penelitian ini tidak meluas. Bagi siswa.5. Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat : 1. dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada pokok bahasan Sistem Operasi. Penelitian ini dilaksanakan untuk siswa kelas VII b. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang di atas. Materi pokok yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sistem Operasi kelas VII semester 1 c. Definisi Operasional 4 . dapat meningkatkan dan memperbaiki sistem pembelajaran di kelas 2. maka dalam penelitian ini permasalahan yang dikemukakan adalah ³Apakah dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT hasil belajar TIK siswa pada pokok bahasan sistem operasi di kelas VII dapat ditingkatkan?´ 1. Hasil belajar dalam penelitian ini diambil dari hasil pretest dan posttest yang dibatasi pada aspek kognitif 1. 3.6.1. dapat menjadi bahan referensi penunjang dan sebagaiinformasi pembelajaran 1. Bagi guru.4.3. maka penulis akan membatasi masalah sebagai berikut : a. Bagi peneliti.

Model pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan suatu pendekatan yang dikembangkan oleh Spencer Kagen. Adapun istilah-istilah itu adalah : a. Langkah-langkah pekerjaannya yaitu penomoran. yang melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. 5 .Dalam penelitian ini akan dijelaskan beberapa istilah penting yang akan digunakan pada bab-bab selanjutnya. menjawab. b. Hasil belajar adalah suatu nilai yang dicapai oleh siswa menurut kemampuannya dalam mengerjakan atau menyelesaikan soal-soal evaluasi tes hasil belajar pada pokok bahasan sistem operasi. Sebagai gantinya mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas. berpikir bersama. mengajukan pertanyaan.

Sedangkan menurut Nasution yang mengemukakan beberapa pengertian tentang belajar sebagai berikut : 1. belajar adalah perubahan-perubahan dengan sistem syaraf. Slameto mengemukakan bahwa belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. sebagai hasil pengalamannya sendiri dengan lingkungannya. Dari ketiga pengertian belajar yang telah disebutkan diatas. belajar adalah penambahan pengetahuan. secara etimologis belajar memiliki arti berusaha memiliki kepandaian atau ilmu.2. belajar sebagai perubahan kelakuan berkat pengalaman dan latihan. keterampilan dan sikap. 2. definisi ini memiliki pengertian belajar adalah proses orang memperoleh kecakapan.1. Model Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas untuk mengarahkan pendidik mendesain pembelajaran untuk membantu peserta didik 6 . Pengertian Belajar Dalam kamus besar bahasa Indonesia. 2.BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. karena pengertian tersebut memperhatikan seluruh perkembangan pribadi anak. beliau menekankan pada pengertian belajar yang ketiga. 3.

Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajra (tujuan pembelajaran yang akan dicapai). serta memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnya. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil. 4.sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai. 2. Model pengajaran memiliki empat ciri khusus : 1. 2. memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam berkelompok. Model pengajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran tertentu termasuk tujuannya. dan sistem pengelolaannya. 3.2. Prinsip Dasar Model Kooperatif Learning Prinsip dasar dalam model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut: 7 . sintaksnya. Rasional teoritik logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya.1. Pembelajaran kooperatif disusun untuk meningkatkan partisipasi siswa. lingkungannya.

Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggung jawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif Adapun karakteristik model pembelajaran kooperatif diantaranya : a. masing-masing anggota kooperatif berbeda suku. Kelompok dibentuk dari beberapa siswa yang memiliki kemampuan berbeda-beda. Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya f. Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya b. Setiap anggota (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya d. Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai b. dan sedang c. budaya. dan jenis kelamin d. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok daripada pada masing-masing individu 8 . baik tingkat kemampuan tinggi. Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi e. Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama c. Jika memungkinkan. rendah.a.

2. 2. yaitu : 1. terdapat empat tahapan keterampilan kooperatif yang harus ada dalam model pembelajaran kooperatif yaitu: 1. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Terdapat enam langkah utama atau tahapan di dalam pelajaran yang menggunakan pembelajaran kooperatif. 2. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa 2. Functioniong (pengaturan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatur aktivitas kelompok dalam menyelesaikan tugas dan membina hubungan kerja sama diantara anggota kelompok. konflik kognitif. mencari lebih banyak informasi. Forming (pembentukan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk membentuk kelompok dan membentuk sikap yang sesuai dengan norma. Formating (perumusan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk pembentukan pemahaman yang lebih dalam terhadap bahan-bahan yang dipelajari. Menyajikan informasi 9 . dan mengkomunikasikan pemikiran untuk memperoleh kesimpulan.Selain itu. dan menekankan penguasaan serta pemahaman dari materi yang diberikan. 4. Fermenting (penyerapan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk merangsang pemahaman konsep sebelum pembelajaran.2. merangsang penggunaan tingkat berpikir yang lebih tinggi. 3.

Mambantu siswa mengenali dengan adanya suatu masalah informasi dan yang memformulasikannya mengguankan diperoleh dari bacaan atau ceramah 5. Membantu siswa mengevaluasi logika dan bukti0bukti bagi posisi dirinya atau posisi yang lain 3. Manggunakan bahan-bahan dari anggota lain dalam kelompoknya 6.3.2. Evaluasi 6. Mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik 2. Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) Numbered Head Together (NHT) atau penomoran berpikir bersama adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas 10 .3. Membimbing kelompok bekerja dan belajar 5. Memberikan penghargaan 2. Keunggulan Model Pembelajaran Kooperatif Keunggulan dari model pembelajaran kooperatif antara lain : 1. Memberikan kesempatan pada siswa untuk memformulasikan penerapan prinsip 4. Membantu siswa belajar berpikir berdasarakan sudut pandang suatu subjek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir 2.3. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok kooperatif 4.

NHT pertama kali dikembangkan oleh Spenser Kagen (1993) untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pamahaman merak terhadap isi pelajaran tersebut. Pertanyaan dapat bervariasi pertanyaan dapat sangat spesifik dan dalam jumlah kalimat tanya. Fase 1 : Penomoran Dalam fase ini guru membagi siswa kedalam kelompok 3-5 orang dan kepada setiap anggota diberi nomor antara 1 sampai 5 b. c. guru menggunakan struktur empat fase sebagai sintaks NHT : a. Persiapan 11 .tradisional. d. Fase 3 : Berfikir bersama Siswa menyatukan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan itu dan meyakinkan tiap anggota dalam timnya mengetahui jawaban tim. Fase 2 : Mengajukan pertanyaan Guru mengajukan sebuah pertanyaan kepada siswa. Fase 4 : Menjawab Guru memanggil suatu nomor tertentu. Langkah-langkah tersebut kemudian dikembangkan menjadi enam langkah sebagai berikut : Langkah 1. Dalam mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas. kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangannya dan mencoba menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas.

Langkah 2. tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan agar memudahkan siswa dalam menyelesaikan LKS atau masalah yang diberikan oleh guru. Tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan Dalam pembentukan kelompok. jenis kelamin dan kemampuan belajar. Selain itu. dalam pembentukan kelompok digunakan nilai tes awal (pre-test) sebagai dasar dalam menentukan masing-masing kelompok. ras. Langkah 3. Diskusi masalah Dalam kerja kelompok. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda. guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Pembentukan kelompok Dalam pembentukan kelompok disesuaikan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. suku. Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Langkah 4. Guru membagi para siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3-5 orang siswa. Kelompok yang dibentuk merupakan percampuran yang ditinjau dari latar belakang sosial. Dalam kerja kelompok setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah 12 .Dalam tahap ini guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat Skenario Pembelajaran (SP).

Memberi kesimpulan Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan. Memperbaiki kehadiran 3. Pemahaman yang lebih mendalam 7. Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil 5. Pertanyaan dapat bervariasi. guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas. Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban Dalam tahap ini. kepekaan dan toleransi 8. Rasa harga diri menjadi lebih tinggi 2. Langkah 5. Meningkatkan kebaikan budi. 2.diberikan oleh guru. kemampuan dan sikap 13 . antara lain adalah : 1. Ada beberapa manfaat pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap siswa yang hasil belajar rendah yang dikemukakan oleh Linda Lundgren dalam Ibrahim (2000: 18). Konflik antara pribadi berkurang 6.4. Penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar 4. Hasil belajar lebih tinggi. Hasil Belajar Hasil belajar merupakan hasil dari suatu usaha. Langkah 6. dari yang bersifat spesifik sampai yang bersifat umum.

menindaklanjuti hasil ujian dan mencari sumber belajar. Hasil belajar siswa ditentukan oleh dua faktor yaitu intern dan ekstern. Kehadiran dalam hasil belajar ada dalam kehidupan manusia pada tingkat dan jenis tertentu yang berada di bangku sekolah. keterampilan belajar yang dimiliki oleh siswa yang meliputi caracara yang berkaitan dengan mengikuti mata pelajaran. yakni pengetahuan yang sudah dimiliki oleh siswa sebelum mengikuti pelajaran berikutnya. kondisi pribadi siswa yang meliputi kesehatan. dan kondisi sosial ekonomi keluarga. sikap. pengukuran. yaitu evaluasi. belajar kelompok mempersiapkan ujian.seseorang dalam menyelesaikan suatu hal dalam bidang pendidikan.4. 2. mengerjakan tugas. lingkungan belajar. sedangkan faktor ekstern merupakan faktor yang berasal atau bersumber dari luar peserta didik. hasil belajar akan mengajarkan sejauh mana siswa dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan di setiap bidang studi.1. Faktor intern merupakan faktor-faktor yang berasal atau bersumber dari siswa itu sendiri. Faktor ekstern antara lain meliputi proses belajar mengajar. membaca buku. cita-cita. dan hubungannya dengan orang lain. Penilaian Hasil Belajar Dalam penilaian hasil belajar terdapat beberapa istilah. 1) Evaluasi 14 . dan asesmen. sarana belajar yang dimiliki. kecerdasan. Faktor intern meliputi prasyarat belajar. tes.

hal. Pengukuran adalah proses kuantifikasi.Evaluasi yang sering diartikan penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan instrument tes maupun non tes. Tujuannya adalah member nilai tentang kualitas sesuatu untuk menjawab pertanyaan bagaimana suatu proses atau hasil suatu program. keterampilannya. dan sikapnya. hasilnya selalu digambarkan dalam angka-angka. 4) Asesmen 15 . atau obyek tertentu menurut aturan yang jelas. yang diukur adalah atribut atau karakteristik siswa. Demikian juga galnya dengan pengukuran dalam bidang pendidikan. 2) Pengukuran Pengukuran diartikan sebagai prosedur pemberian angka (biasa disebut skor) kepada suatu atribut atau karakter tertentu yang dimiliki seseorang. misalnya pengetahuannya. 3) Tes Tes dapaat diidentifikasi sebagai pernyataan atau tugas atau seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang atribut pendidikan yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar.

Pembahasan target hasil belajar dibagi atas ranah kognitif yang membahas aspek pengetahuan dan penalaran. Ranah-ranah Hasil belajar Target pencapaian hasil belajar siswa. keterampilan. dan afektif. assessment berarti proses pengambilan data dan membuat data tersebut ke dalam suatu bentuk yang dapat diinterpretasikan. 2. Ranah Afektif 16 . Ketiga aspek atau ranah hasil belajar itu erat sekali. bahkan tidak mungkin dapat dilepaskan dari kegiatan atau proses evaluasi hasil belajar. ranah afektif. keputusan atau pertimbangan dapat dibuat berdasarkan assesmen ini. serta ranah keterampilan dan produk. Ranah Kognitif Bidang kognitif termasuk hasil pembelajaran yang menegaskan hasil intelek seperti pengetahuan. produk. 2.Istilah asesmen berasal dari kata assess yang berarti menempatkan sesuatu atau membantu penilaian. Menurut Wallace & Larsen assemen adalah kegiatan mengevaluasi pendidikan dengan cara mengumpulkan informasi mengenai siswa untuk menentukan strategi pengajaran yang tepat. Dalam konteks evaluasi. penalaran.4. pemahaman dan kemahiran berfikir secara kritis dan kreatif. 1.2. menurut Stiggins (1994) meliputi pengetahuan.

Aspek-aspek dari ranah kognitif diantaranya : 1. 2. Ranah Psikomotor Bidang psikomotor termasuk hasil pembelajaran yang menegaskan kemahiran gerakan seperti penulisan. Pemahaman (C2) Pemahaman merujuk pada pengetahuan seseorang terhadap apa yang akan dikomunikasikan dan dapat menggunakan ide atau materinya itu tanpa dikaitkan dengan materi lain. bermain. Ranah kognitif lebih bannyak dinilai oleh para guru karena berkaitan dengan kemampuan dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran. melukis. Penerapan (C3) Penerapan merupakan kemampuan menggunakan abstraksi-abstraksi 17 . 3. 3. memasak. membina sesuatu dan mengoperasi mesin atau alat. menaip. Pengetahuan (C1) Aspek pengetahuan merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengingat kembali hal-hal yang telah dipelajari siswa. berenang.Bidang afektif termasuk hasil pembelajaran yang menegaskan rohani dan emosi seperti sikap dan nilai. Ketiga ranah di atas merupakan objjek penilaian hasil belajar. melompat tinggi.

Analisis (C4) Analisis adalah kemampuan seseorang untuk menguraikan sebuah informasi sehingga menjadi bagian-bagian yang jelas. kelompok diberi pretest sampai empat kali.suatu ide. konsep.1. 5. rumus pada situasi yang khusus. yaitu Time Series Design. Sintesis (C5) Sintesis adalah kemampuan memadukan unsure-unsur atau bagianbagian dari suatu ide sehingga . Evaluasi (C6) Evaluasi adalah kemampuan memberikan penilaian untuk maksud tertentu BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.menjadi suatu informasi 6. 4. dengan maksud untuk mengetahui kestabilan dan kejelasan keadaan kelompok sebelum 18 . Desain Penelitian Desain penelitian yang akan digunakan. Sebelum diberi perlakuan.

Sampelnya diambil secara acak sebanyak satu kelas dengan kemampuan yang heterogen. 19 . Setelah kestabilan keadaan kelompok dapat diketahui dengan jelas. tidak menentu.diberi perlakuan. maka baru diberi treatment. Instrument Penelitian Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrument berupa tes objektif dengan bentuk pilihan ganda. Selain untuk menghimpun data.2. Populasi dan Sampel Pada penelitian ini yang menjadi subjek populasi adalah seluruh siswa kelas VII SMP. sehingga tidak memerlukan kelompok kontrol. Besarnya pengaruh perlakuan adalah = (O5 + O6 + O7 + O8) ± (O1 + O2 + O3 + O4 ). Hasil pretest yang baik adalah O1 = O2 = O3 = O4 dan hasil perlakuan yang baik adalah O5 = O6 = O7 = O8. 3. dan tidak konsisten. 3. Bila hasil pretest selama empat kali ternyata nilainya berbedabeda. berarti kelompok tersebut keadaannya labil. penggunaan ini juga bertujuan untuk mengetahui hasil penguasaan siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Desain penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok saja.3.

dan penerapan (C3) . pemahaman (C2). Instrument tes ini dibatasi hanya pada aspek ingatan (C1).3.4. 20 . Tes bentuk objektif digunakan untuk mengetahui hasil belajar ranah kognitif siswa dalam mengaplikasikan konsep yang telah diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran (perlakuan) sebagai pre test dan post test. Pengolahan Data Setelah data terkumpul maka selanjutnya dilakukan pengolahan data atau analisis data.

3.5. Alur Penelitian Identifikasi masalah dan tujuan penelitian Studi literatur Pembuatan instrumen dan bahan ajar Pembuata media pembelajaran Pembuatan butir soal evaluasi dan lembar observasi Judgement Instrumen dan bahan ajar Memperbaiki hasil judgment Ujicoba Instrumen Pelaksanaan Penelitian Kelas Eksperimen Pretest 1 Pretest 2 Pretest 3 Cooperative Learning tipe NHT Cooperative Learning tipe NHT Cooperative Learning tipe NHT y y y y Penomoran Mengajukan pertanyaan Berfikir bersama Menjawab y y y y Penomoran Mengajukan pertanyaan Berfikir bersama Menjawab y y y y Penomoran Mengajukan pertanyaan Berfikir bersama Menjawab Postest 1 Postest 2 Postest 3 Dibandingkan 21 .

Sugiyono.wordpress. Kualitatif dan R& D). 2009. Mudjiono. 2005. E. Dasar-dasar Penelitian Pendidikan&Bidan Non-Eksakta Lainnya. Jakarta:Penerbit Rineka Cipta..com/2009/04/22/model-pembelajaran-nht-numberedhead-together/.Belajar dan Pembelajaran. 2007. 25 Agustus 2011. Ruseffendi. 22 . Herdian. From : http://herdy07. Bandung: Tarsito. 2009. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatak Kuantitatif.Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA Dimyati.T. Trianto. Model Pembelajaran Numbered Head Together. Bandung: Alfabeta.2009. Jakarta: Prestasi Pustaka. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->