MAKALAH BIOLOGI SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Biologi

Disusun Oleh

Tangkilisan P. Sualang Setiawan J. Moray Kelas : IX G

SMP NEGERI 4 KOTAMOBAGU 2010 / 2011

Potongan melintang ginjal memperlihatkan tiga daerah utama. Pembuluh proksimal menuju ke segmen panjang berdinding tipis. jumlahnya sepasang. Pada badan malpighi dan saluran terdapat kapsul bowman yang bentuknya seperti mangkuk. kulit. dan paru-paru. kemudian diproses. Nefron adalah satuan structural dan fungsional terkecil pada ginjal. a. dan setiap menit sekitar 20-25% darah yang dipompa jantung mengalir menuju ginjal. 1. Pembuluh proksimal berbelit dekat kapsul Bowman. Ginjal merupakan alat ekskresi utama pada manusia secara anatomis ginjal tersusun atas lapisan luar yang berupa rongga ginjal disebut Pelvis renalis. sisa-sisa metabolism diserap dari darah. dan pelvis renalis (rongga ginjal). dan akhirnya dikeluarkan melalui alatalat ekskresi. dan pembuluh distal. Bagian korteks dan medula mengandung sekitar 1 juta nefron. kecuali air yang dapat diekskresikan melalui semua alat ekskresi. Setiap alat ekskresi tersebut berfungsi mengeluarkan zat sisa metabolism yang berbeda. medula (bagian sumsum ginjal). dan terletak di bagian dorsal dinding tubuh sebelah kiri dan kanan tulang belakang. Setiap nefron terdiri atas badan Malpighi dan saluran panjang berbelit yang disebut saluran nefron. Berikut ini dibahas satu persatu peranan keempat alat tersebut.SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA Sistem ekskresi pada manusia melibatkan melibatkan alat ekskresi yang terdiri atas ginjal. yaitu korteks (bagian luar). Struktur Ginjal Ginjal manusia berbentuk seperti kacang merah dengan panjang sekitar 10 cm. Saluran panjang tersebut dibedakan atas tiga segmen. Diperkirakan berat total ginjal sekitar 1% dari berat badan. Dari kapsul Bowman keluar saluran yang panjang yang berbelit. . lengkung henle. berwarna merah. Ginjal Pada sistem ekskresi manusia. Kapsul bowman tersebut membungkus glomerulus yang merupakan jalinan pembuluh kapiler. yaitu pembuluh (tubulus) proksimal.

antara lain air. Penyerapan kembali (reabsorpsi) Urin primer yang merupakan hasil proses penyaringan selanjutnya mengalir ke pembuluh proksimal. engkung ini sering disebut sebagai angsa henle. Oleh karena mirip leher angsa. yakni kapiler darah yang bergelung-gelung di dalam kapsul bowman. Proses penyerapan air ini terjadi juga di dalam pembuluh distal. b. asam amino. glukosa. 2. Pada glomerulus terdapat sel-sel endothelium sehingga mempermudah penyaringan. bahan-bahan yang telah diserap kembali tersebut dikembalikan ke dalam darah melalui pembuluh kapiler yang terdapat di sekeliling pembuluh. Penyerapan bahanbahan tersebut berlangsung secara transport aktif. Selian bahan-bahan tersebut. terjadi rangkaian proses filtrasi. dan sebagian besar protein plasma agar tidak ikut dikeluarkan. dan pembuluh pengumpul (pembuluh yang turun). reabsorpsi. Proses penyerapan bahan-bahan yang masih berguna juga terjadi di lengkung henle (pembuluh yang naik). Selanjutnya. Penyaringan (filrasi) Proses penyaringan darah terjadi pada kapiler glomerulus. seperti protein plasma darah. dan sekresi. Di dalam pembuluh ini terjadi proses penyerapan kembali bahan-bahan yang masih berguna. 1. terutama penyerapan ion natrium klorida. tetapi tidak berlaku untuk sel-sel darah dan molekul yang berukuran besar. . di glomerulus terjadi pula pengikatan sel-sel darah. air yang terdapat dalam filtrate glomerulus juga mengalami penyerapan melalui proses osmosis. Selanjutnya pembuluh proksimal berkelok-kelok lagi disebut kelokan kedua atau pembuluh distal yang bersambung dengan pembuluh pengumpul (pembuluh kolekta) yang berjalan melintasi korteks dan medula untuk bermuara pada rongga gonjal. Sel podosit dapat ditembus oleh air dan molekul-molekul berukuran kecil. dan sejumlah besar ion-ion anorganik NaCl. keeping darah. lengkung henle. Darah dari glomerulus akan melitasi sel-sel epithelium dari kapsul bowman yang berfungsi sebagai penyaring yang disebut sel podosit. Pembentukan Urin Pada proses pembentukan urin di dalam ginjal.yaitu lengkung Henle. Selain proses penyaringan. Hasil penyaringan ini berupa filtrate glomerulus (urin primer) yang komposisinya mirip dengan darah tetapi tidak mengandung protein.

d. Diabetes melitus. misalnya bakteri Streptococcus. Meningkatnya glukosa tidak mampu diserap kembali seluruhnya sehingga glukosa tersebut akan diekskresikan bersama urin. 3. Berbeda dengan proses filtasi. 2. dan hormon insulin. glomerulus mengalami peradangan sehingga protein dan sel-sel darah yang masuk bersama urin primer tidak dapat disaring dan keluar bersama urin. Akibatnya proses perombakan glukosa menjadi glikogen terganggu.kuman ini masuk melalui saluran pernapasan kemudia dibawa oleh darah ke ginjal. jumlah air yang diminum. Selain itu dapat mengakibatkan uremia. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Urin Urin yang dikeluarkan oleh ginjal sebenarnya sangat dipengaruhi oleh factor dalam dan luar dari individu yang bersangkutan. Factor-faktor tersebut meliputi hormone antidiuretik. Terdapatnya urea di dalam darah mengakibatkan penyerapan air terganggu. Gangguan tubuh tersebut antara lain sebagai berikut.Setelah terjadi penyerapan akan dihasilkan urin sekunder yang komposisi zat-zat penyusunnya sangat berbeda dengan urin primer. Sekresi Sekresi adalah proses penambahan zat-zat terarut yang ada di dalam plasma darah ke filtrate yang ada di dalam saluran nefron. Contohnya pengontrolan ion-ion hydrogen dari cairan interstisial ke dalam pembuluh nefron untuk menjaga pH cairan tubuh tetap konstan. dan karenanya gukosa dalam darah meningkat. yaitu di pembuluh proksimal dan pembuluh distal. c. melalui mekanisme transport aktif dan pasif. Diabetes mellitus (kencing manis) disebabkan karena kadar hormone insulin di dalam tubuh sangat rendah. sekresi merupakan proses pemilihan molekul yang sangat selektif. Akibat infeksi ini. Nefritis Nefritis terjadi akibat infeksi kuman. sedangkan urea kadarnya meningkat dibandingkan di dalam urin primer. 1. . yaitu urea yang masuk dalam darah melebihi kadar normal. Gangguan Fungsi Ginjal Kelainan pada ginjal dan hormone tertentu dapat mengakibatkan terganggunya proses dan sistem ekskresi. pada nefron (glomerulus). Di dalam urin sekunder ini zat-zat yang masih dibutuhkan tidak ditemukan kembali lagi. selanjutnya air akan tertimbun di kaki atau organ tubuh lain.

Batu ginjal yang besar dikeluarkan melalui operasi. volume urin yang dihasilkan jauh melebihi normal. Akibatnya protein (albumin) lolos dalam penyaringan.3. Penderita sering buang air kecil 4. Kelainan metabolisme sehingga terjadi penumpukan senyawa kalsium dan asam urat juga dapat menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal. Hal ini dikarenakan CO2 dan air yang merupakan hasil proses metabolisme di jaringan yang diangkut melalui darah akhirnya akan dibawa ke paruparu untuk dibuang dengan cara difusi di . Albuminuria Penyakit albuminuria terjadi karena kegagalan proses penyaringan. Keadaan ini disebabkan adanya kerusakan di glomerulus. 2. Proses filtrasi tidak dapat dilakukan sehingga tidak ada urin yang dihasilkan. Serpihannya dikeluarkan bersama urin. khususnya dalam menyaring protein. Masih ingatkah kalian apa fungsi homron ini? Karena kekurangan hormon ADH. 6. Kurang minum atau sering menahan keinginan kencing kemungkinan besar dapat mengakibatkan terbentuknya batu ginjal. 5. Batu ginjal Penyakit batu ginjal terjadi karena adanya endapan di dalam rongga ginjal (pelvis renalisa) atau kandung kemih. Pada dasarnya fungsi utama paruparu adalah sebagai alat pernapasan. namun peranan tersebut juga erat hubungannya dengan sistem ekskresi. Anuria Anuria merupakan kegagalan ginjal sehingga tidak dapat membuat urin. Batu ginjal yang masih kecil dapat dihancurkan dengan obat-obatan atau sinar laser. Endapan terbentuk dari senyawa kalisum dan penumpukan asam urat. sehingga ditemukan dalam urin. Paru-paru Paru-paru manusia berjumlah dua atau sepasang. bahkan dapat encapai 30 kali dari volume urin normal. Diabetes insipidus Seseorang dapat terserang penyakit diabetes insipidus apabila di dalam tubuhnya kekurangan hormone antidiuretik (ADH).

hati juga Berdasarkan termasuk sebagai alat ekskresi. Sebagai kelenjar. urea. dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino.Empedu mengandung kolesterol.alveolus. Proses ini dapat berjalan dengan baik karena dibuang dengan difusi di alveolus. zat warna empedu ini mengalami oksidasi menjadi urobilin sehingga warna feses dan urin kekuningan. pigmen bilirubin. membantu daya absorpsi lemak di usus dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air. globin dan heme. dan biliverdin. garam empedu. Empedu merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit. Sel-sel darah merah dirombak di dalam hati. Hati Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh. tepatnya di bawah fungsinya. Empedu berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua. garam mineral. Proses ini dapat berjalan dengan baik karena pada alveolus banyak bermuara kapiler yang memiliki selapis sel. Empedu yang disekresikan berfungsi untuk mencerna lemak. terletak dalam rongga perut sebelah kanan. mengaktipkan lipase. diafragma. Sebagian besar (75%) CO2 yang diangkut dalam plasma darah berbentuk senyawa HCO3 (asam bikarbonat) dan sisanya (25%) akan diikat oleh Hb membentuk senyawa HbCO2 (karboksi hemoglobin). sedangkan heme dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau kebiruan. Zat besi dan globin didaur ulang. Zat ini disimpan di dalam kantong empedu. Akan tetapi akhirnya CO2 dan air dieluarkan melalui udara yang diembuskan. 4. 3. Kulit . Hemoglobin yang terkandung di dalamnya dipecah menjadi zat besi. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan ammonia. hati menghasilkan empedu yang mencapai ½ liter setiap hari. Di dalam usus.

Kesimpulan 1. elindung terhadap fisik. Lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum. Kelenjar kerngat menghasilkan keringat. dan kelenjar minyak. ujung saraf. akar rambut. Keringat mengandung air. yang menyebabkan warna kekuningan pada urin dan feses. dan zat warna empedu mengalami oksidasi terlebih dahulu menjadi urobilinogen. Ekskresi merupakan pengeluaran zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak diperlukan lagi bagi tubuh organism.000 mL setiap hari. 3. Lapisan germanativum mengandung sel-sel yang aktif membeah diri. . Sistem ekskresi pada manusia terdiri atas ginjal.Kulit manusia terdiri atas epidermis dan dermis. yang dapat mengelupas dan digantikan oleh sel-sel yang baru. dan urea. b. Setiap alat ekskresi mengeluarkan zat sisa metabolisme yang berbeda. Pada dasarnya peranan sistem ekskresi adalah untuk memelihara homeostasis tubuh.. penuinaran dan bibit penyakit. NH3. 2. menggantikan lapisan sel-sel pada lapisan korneum. Zat sisa metabolisme yang harus dikeluarkan dari tubuh antara lain CO2. serta untuk pengaturan suhu tubuh. Lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang memberi warna pada kulit. Banyaknya keringat yng dikeluarkan dapat mencapai 2. garam-garam mineral. Dermis Lapisan ini mengandung pembuluh darah. Epidermis Epidermis tersusun atas lapisan korneum) tanduk dan (lapisan lapisan Malpighi. H2O. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis. garam. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar. a. kelenjar keringat. kulit. Fungsi lain kulit selain sebagai organ penerima rangsang. Lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati. kecuali air dapat diekskresikan melalui semua alat ekskresi tersebut. hati dan paru-paru. tergantung pada kebutuhan tubuh dan pengaturan suhu.

sedangkan kulit mengekskresikan keringat. dan hormone insulin. Ginjal merupakan alat ekskresi utama dan urin sebagai hasil produksinya. Sesl-sel yang mengontrol termoregulasi terdapat di hipotalamus. (sumsum ginjal) dan pelvis renalis (rongga ginjal). Bagian korteks dan medulla ginjal tersusun atas nefron-nefron. 7. Tiga bagian utama penyusun ginjal ailah korteks (bagian luar). dan penambahan zat-zat (sekresi). Pengaturan suhu tubuh manusia merupakan contoh sistem homesostatis yang menggunakan sistem umpan balik. paru-paru mengekspresikan H2O dan CO2. penyerapan kembali (reabsorpsi).blogspot. jumlah air yang diminum. Proses penyaringan terjadi di glomerulus dan kapsul Bowman. Proses reabsorpsi terjadi di pembuluh proksimal. lengkung Henle. Daftar Pustaka http://chemyalfaruq. 8. Proses sekresi terjadi di pembuluh proksimal dan distal.com/2010/06/makalah-sistem-ekskresi. Proses pembentukan urin di dalam ginjal meliputi proses penyaringan (filtrasi). 5.html . pembuluh distal. Banyak sedikitnya urin yang dihasilkan dipengaruhi oleh ADH (hormone antidiuretik). Hati menghasilkan empedu. Penggunaan ginjal buatan yang dikenal engan cuci darah dan transplantasi ginjal merupakan alternative pengobatan bagi penderita yang mengalami gangguan fungsi ginjal.4. dan pembuluh pengumpul. medula. 6.

Alat ekskresi yang dimiliki oleh mahluk hidup berbedabeda. Getah yang dikeluarkan masih berguna bagi tubuh dan umumnya mengandun genzim. Zat yang dikeluarkan belum pernah mengalami metabolisme di dalam jaringan. mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh. yaitu: a.BAB II PEMBAHASAN 2. Sistem Ekskresi pada Manusia Sistem ekskresi pada manusia melibatkan alat ekskresi yang terdiri atas ginjal.1. tiak memiliki . garam anorganik. amoniak. ekskresi : yaitu pengeluaran zat sampah sisa metabolisme yang tidak berguna lagi bagi tubuh. eliminasi : yaitu proses pengeluaran zat dari rongga tubuh. ureum. Setiap nit memiliki 1 nefrostoma yang bernuara ke dalam selom. creatinin. mengatur konsentrasi garam dalam darah dan keseimbangan asam basa darah. zat warna empedu dan asam urat. Pengertian Sistem Ekskresi Ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme tubuh. NH3. seperti CO2. sekresi : yaitu pengeluaran getah oleh kelenjar pencernaan ke dalam saluran pencernaan. baik dari rongga yang kecil (saluran air mata) maupun dari rongga yang besar (usus). 2. kulit. asam urat. Zat yang dikeluarkan meliputi zat yang tidakl diserap usus sel epitel. hati dan paruparu. Setiap alat ekskresi tersebut berfungsi mengeluarkan zat sisa metabolism yang berbeda. H2O. Tipe protonefros Ginjal tipe ini muncul pertama kali pada saat embrio. Fungi ginjal : a. yaitu mempertahankan tekanan osmotik ektraseluler d. amoniak (NH3). usus yang rusak dan mikroba usus. Zat hasil metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui alat ekskresi. bacteri dan juga obat-obatan b. asam urat dan garam mineral tertentu.2. Berikut ini akan dibahas satu persatu peranan keempat alat ekskresi tersebut 1. terdapat tiga tipe ginjal. Beberapa istilah yang erat kaitannya dengan ekskresi : defekasi : yaitu proses pengeluaran sisa pencernaan makana yang disebut feses. semakin kompleks alat ekskresinya. mengekskresikan gula kelebihan gula dalam darah c. dan terletak jauh ke arah rongga tubuh. antara lain : urea.semakin tinggi tingkatan mahluk hidup. Ginjal merupaka alat pengeluaran sisa metabolisme dalam bentuk urine yang di dalamnya mengandung air. Untuk mengetahui peranan ginjal sebagai alat ekskresi. Tipe Ginjal Dalam sistem ekskresi vertebrata. membantu keseimbangan air dalam tubuh. kita perlu mengetahui aspek-aspek yang penting dai ginjal.kecuali air yang dapat diekskresikan melalui semua alat ekskresi. yaitu: 1. Ginjal Ginjal merupakan alat ekskresi utama pada manusia. benruknya bersegman.

lengkung ini sering disebut sebagai angsa henle. Diperkirakan berat total ginjal sekitar 1% dari berat badan. 3. dan garam-garam lainnya. tidak memiliki nefrostoma. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350 kali setiap hari dengan laju 1. terjadi beberapa proses yaitu proses filtrasi. Fungsi kandung kencing adalah sebagai tenpat penampungan sementara urine sebellum keluar tubuh. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnosa fungsi ginjal. jumlahnya sepasang dan terletak dibagian dorsal dinding tubuhsebelah kiri dan kanan tulang belakang. lengkung henle. Setiap nefron terdiri atas bada malpighi dan saluran panjang berbelit yang disebut saluran nefron. Selanjutnya urine keluar melalui lubang seni. Tipe metanefros Ginjal tipe ini tidak bersegmen. Hasil penyaringan ini berupa filtrate glomerulus (urine primer) yang komposisinya mirip dengan darah tetapi tidak mengandung protein. glukosa. dan setiap menit sekitar 2025% darah yang dipompa jantung mengalir menuju ginjal. Nefron adalah satuan struktural dan fungsional terkecil pada ginjal. 1. dan mamalia (termasuk manusia) dan berfungsi terus selama hewan-hewan tersebut hidup. Beberapa nefrostoma bermuara ke dalam selom. Ginjal ini dimiliki oleh hewan reptilia. dan augmentasi. . kalium. Tipe mesonefros Ginjal tipe ni secara segmental di tengah rongga tubuh. reabsorpsi. dan pembuluh distal. Darah dari glomerulus akan melintasi selsel epiteleum dari kapsul bowman yang berfungsi sebagai penyaring disebut sel podosit. menghasilkan 125 cc filtrat glomerular per menitnya. Dari kandung kencing menuju luar tubuh urine melewati saluran yang disebut uretra. b.2 liter per menit. berwarna merah.selanjutnya pembuluh (tubulus) ini berkelokkelok lagi disebut tubulus distal yang bersanbunbg dengan pembuluh penampung (tubulus kolekta) yang berjalan melntasi korteks dam medula untuk bernuara pada rongga ginjal. Karena mirip leher angsa. Kapsul bowman tersebut membungkus glomerulus yang merupakan jaringan pembuluh kapiler. di dalam urin primer terdapat asam amino. medula (bagian sumsum ginjal). Penyaringan (filtrasi) Proses penyaringan darah terjadi pada kapiler glomerulus. tubulus proksimal menuju ke segmen panjang berdinding tipis yaitu lengkung henle. Dari kapsul bowman keluar saluran panjang berbelit. Pada badan malpighi terdapat kapsul bowman yang bentuknya seperti mangkuk. Saluran panjang tersebut dibedakan atas tiga segmen yaitu pembuluh (tubulus) proksimal. Struktur Ginjal Ginjal manusia berbentuk seperti kacang merah dengan panjang sekitar 10 cm. Pembentukan Urin Pada proses pembentukan urin. Bagian luar dan sumsum ginjal mengandung satu juta nefron. dan pelvis renalis (rongga ginjal). burung. natrium. Dari rongga ginjal keluar saluran ureter yang bermuara pada kandung kencing (vesikula urinaria). Potongan melintang ginjal memperlihatkan tiga daerah utama. ion-ion. Ekskresi dilakukan oleh glomerulus.glomerulus. Namun demikian. yaitu korteks (bagian luar). dan jumlah glomerulunya banyak. c. 2.

Keberadaan zat gula tersebut akan mengganggu proses penyerapan kembali air di dalam tubulus distal. asam amino. Akibatnya permebilitas dinding tubulus distal dan saluran pengumpul terhadap air meningkat sehingga air masuk. Akibatnya proses perombakan glukosa menjadi glikogen terganggu. protein dan serta karena berkembangnya komplikasi makrovaskuler dan neurologis. maka kadar gula dalam darah tinggi dan akan dikeluarkan melalui tubulus distal. 2.diserap kembali. Proses penyerapan air ini terjadi juga di dalam pembuluh distal. Karena itu tekana koloid protein turun. Gangguan tubuh karena kelainan ginjal Kelainan pada ginjal dapat mengakibatkan terganggunya proses dan sistem ekskresi. Cirri-ciri penyakit ini adalah kaki penderita membengkak.air juga mengalami rebsorpsi melalui proses osmosis. sehingga glukosa dalam darah meningkat. Penyerapan kembali (reabsorpsi) Urin primer yang merupakan hasil penyaringan selanjutnya mengalir ke pembuluh proksimal. e. Diabetes mellitus (kencing manis) disebabkan karena kadar hormone insulin di dalam tubuh sangat rendah. Jumlah air yang diminum Apabila jumlah air yang diminum banyak. Akibatny orang yang bersangkutan akan sering mengeluarkan air. maka ADH disekresikan dan dialirkan kedalam ginjal bersama darah. Penyerapan tersebut berlangsung secara transpor aktif.2. Selain bahan-bahan tersebut. Penambahan (augmentasi) Augmentasi adalah proses penambahan zat-zat yang terlarut di dalam cairan tubuh ke filtrate yang ada di dalam saluran nefron. dan ion-ion organik. Konsentrasi hormone insulin Apabila konsentrasi hormone insulin rendah. 3. Meningkatnya glukosa tidak mampu diserap kembali seluruhnya sehingga glukosa tersebut akan diekskresikan bersama urin.lengkung henle. Kuman ini masuk melalui saluran pernafasan kemudian dibawa oleh darah ke ginjal. Nefritis Nefritis terjadi akibat infeksi kuman misalnya bakteri streptococcus pada nefron (glomerulus). 3. Gangguan tubuh tersebut antara lain sebagai berikut: 1. Akibatnya. . d. sehingga tekanan filtrasinya menjadi kurang efektif. Proses augmentasi terjadi di pembuluh proksimal dan pembuluh distal. konsentrasi protein darah menurun dan konsentrasi air meningkat. Akibatnya urin yang terbentuk sedikit. Factor-faktor yang mempengaruhi produksi urin 1. air yang diserap berkurang dan urin yang diproduksi meningkat. Hormone antidiuretik (ADH) Apabila konsentrasi air di dalam darah turun. Setelah terjadi penyerapan akan dihasilkan urin sekunder yang komposisi zat-zat penyusunnya berbeda sekali dengan urine primer. Di dalam pembuluh ini terjadi proses penyerapan kembali bahan-bahan yang masih berguna antara lain glukosa. di dalam urine sekunder ini zat-zat yang masih di utuhkan tidak ditemukan lagi. bahan-bahan yang telah diserap kembali tersebut dikembalikan ke dalam darah melalui pembuluh kapiler yang terdapat di sekeliling pembuluh. Diabetes mellitus Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit kronik yang kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat. dan sebaliknya. Komposisi urin normal terdiri atas 96% air dan 4% benda-benda padat yang meliputi 2% urea dan 2% hasil metabolik lain. Selanjutnya. dan pembuluh pengumpul. 2.

sehingga penderita sering buang air kecil. e. Endapan terbentuk dari senyawa kalsium dan penumpukan asam urat. f. Batu ginjal yang besar dikeluarkan melalui operasi.Penyebab resistansi insulin pada diabetes sebenarnya tidak begitu jelas. Akibatnya protein (albumin) lolos dalam penyaringan. Batu ginjal yang masih kecil dapat dihancurkan dengan obat-obatan atau sinar laser. d. Stres juga akan meningkatkan kerja metabolisme dan meningkatkan kebutuhan akan sumber energi yang berakibat pada kenaikan kerja pankreas. 4. sehingga ditemukan dalam urin. Pola makan yang salah Kurang gizi atau kelebihan berat badan meniungkatkan resiko terkena diabetes. Malnutrasi dapat merusak pancreas. Usia Umumnya manusia mengalami penurunan fisiologis yang secara dramatis menurun denga cepat pada usia setelah 40 tahun. Kelainan genetik Diabetes dapat menurun menurut silsilah keluarga yang mengidap diabetes. Hipertropi pancreas disebabkan karena peningkatan beban metabolisme glukosa pada penderita obesitas untuk mencukupi energi sel yang terlalu banyak. Infeksi Masuknya bakteri atau virus ke dalam pankreas akan berakibat rusaknya sel-sel pankreas. tetapi factor yang banyak berperan antara lain: a. khususnya dalam menyaring protein. c. b. Makanan ini berpengaruh besar terhadap kerja pankreas. Anuria . Gaya hidup stress Stress kronis cenderung membuat seseorang mancari makanan yang cepat saji yang kaya pengawet. Kurang minum atau sering menahan kencing kemungkinan besar dapat mengakibatkan terbentuknya batu ginjal. 3. Albuminuria Penyakit albuminuria terjadi karena kegagalan proses penyaringan. 6. Penuruna ini yang akan beresiko pada penurunan fungsi endokrin pankreas untuk memproduksi insulin. lemak dan gula. Diabetes insipidus Seseorang dapat terserang penyakit diabetes insipidus apabila di dalam tubuhnya kekurangan hormone antidiuretik (ADH). Pola makan yang tidak teratur dan cenderung terlambat juga akan berperan pada ketidakstabilan kerja pancreas. Karena kekurangan hormone ADH. Kerusakan ini berakibat pada penurunan fungsi pankreas. Obesitas Obesitas mengakibatkan sel-sel beta pankreas mangalami hipertropi yang akan berpengaruh terhadap penuruna produksi insulin. Batu ginjal Penyakit batu ginjal terjadi karena adanya endapan di dalam pelvis ginjal. Serpihannya dikeluarkan bersama urin. sedangkan obesitas meningkatkan gangguan kerja atau resistensi insulin. Ini terjadi karena DNA pada orang diabetes mellitus akan ikut diinformasikan pada gen berikutnya terkait dengan penurunan produksi insulin. volume urin yang dihasilkan jauh melebihi normal. bahakan dapat mencapai 30 kali dari volume urin normal. 5.

. Keadaan ini disebabakan adanya kerusakan di glomerulus. sebagai tempat untuk menyimpan gula dalam bentuk glikogen b. Hati Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh. menghasilkan empedu yang berguna untuk mengemulsikan lemak f. menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit c. namun peranan tersebut juga erat kaitannya dengan system ekskresi. Hepatitis virus tipe A Hepatitis virus tipe A disebut juga hepatitis infeksiosa atau hepatitis epidemik adalah hepatitis viral yang akut. Adapun fungsi hati bagi tubuh sebagai berikut. mempunyai partikel ikosahedral dengan garis tengah 27 nm. Ornitin yang terbentuk dapat mengikat NH3 dan CO2 yang bersifat racun. dan larutan hipoklorit. 3. menyingkirkan hormon-hormon berlebihan h. kanker Paru-Paru. debu atau tekanan psikologis. Virus hepatitis tipe A (HAV) yang mirip vicorna virus merupakan virus RNA yang tidak berselubung. dan asam urat. Empedu yang disekresikan berfungsi untuk mencerna lemak. yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok.hati menghasilkan empedi yang mencapai ½ liter setiap hari. merupakan penyakit menular yang paling penting di negara-negara sedang berkembang. menguraikan molekul hemoglobin tua g. bulu. virus akan menjadi tidak aktif oleh formalin. Sebagai kelenjar. 2. Kelainan-kelainan pada paru-paru. sebagai tempat pengubahan provitamin A menjadi vitamin A e. Berdasarkan fungsinya. hati juga termasuk alat ekskresi. Hal ini dikarenakan CO2 dan air yang merupakan hasil proses metabolisme di jaringan yang diangkut melalui darah akhirnya akan dibawa ke paru-paru untuk dibuang dengan cara difusi di alveolus. yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernafasan yang disebabkan oleh alergi terhadap rambut. diantaranya adalah: a. mengubah glukosa menjadi glikogen. membantu daya absorpsi lemak di usus. asma atau sesak nafas. membentuk protein tertentu dan merombaknya Sedangkan penyakit virus pada hati diantaranya: a. b. urea. Hal ini dikarenakan hati mambantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan ammonia. dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air. Fungsi lain dari hati adalah mengubah zat buangan dan bahan racun untuk dikeluarkan ke dalam empedu dan urin.pada dasarnya fungsi utama paru-paru adalah sebagai alat pernafasan. Hati juga menghasilkan enzim arginase yang dapat mengubah arginin menjadi ornitin dan urea. glutaraldehid aktif. terletak didalam rongga perut sebelah kanan. Proses filtrasi tidak dapat dilakukan sehingga tidak ada urin yang dihasilkan. mengaktifkan lipase.Anuria merupakan kegagalan ginjal sehingga tidak dapat membuat urin. a. mengatur kadar gula dalam darah d. Paru-paru Paru-paru manusia berjumlah dua atau sepasang. tepatnya di bawah diafragma.

yaitu dalam bentuk koinfeksi ( HDV dan HBV bersama-sama menginfeksi eorang penderita pada saat yang sama) atau dalam bentuk superinfeksi. kelenjar keringat. dengan gejala-gejala yang timbul perlahan-lahan serta keluhan yang ringan menyulitkan mengenai infeksi hepatitis virus B secara dini. Stratum korneum merupakan lapisan kulit mati. Hepatitis virus tipe D Hepatitis delta virus (HDV) hanya dapat menimbulkan infeksi bila terdapat bersama-sama hepatitis B virus (HBV) . dan kelenjar minyak. ujung saraf. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar. sekitar 75% penderita hepatitis C akan berkembanmg menjadi hepatitis kronik. e. Hepatitis virus tipe C Hepaitits C virus (HCV) merupakan penyebab utama hepatitis kronik pascatransfusi. Dermis Lapisan ini mengandung pembuluh darah. menggantikan lapisan selsel pada stratum korneum. yang dapat mengelupas digantikan sel-sel yang baru. Kelenjar keringat menghasilkan keringat. Afghanistan. Yellow fever disebabkan oleh flavirus. Lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang member warna pada kulit. Keringat mengandung air. Burma. Hepatitis virus tipe E Hepatitis E virus (HEV) merupakan hepatitis yang dapat sembuh dengan sendirinya. f. Hepatitis virus C (HCV) adalah flavirus. Kulit manusia terdiri atas: a. HEV merupakn virus RNA mirip calcivirus. yaitu bila seseorang sedang menderita HBV kronis. Algeria. secara antigenic virus hepatitis tipe C berbeda dari virus hepatitis tipe A maupun tipe B.b. Yellow fever (demam kuning) Yellow fever disebut juga black vomit adalah penyakit viral yang akut. Lapisan germinativum mengandung sel-sel yang aktif membelah diri. mempunyai ukuran garis tengah 27 nm. HEV endemic di beberapa daerah di dunia dan epidemi dilaporkan telah terjadi di India. berserat tunggal. jaundis yang dapat diikuti dengan kematian penderita akibat terjadinya emboli. tubuh sangat lemah dan pada penyakit yang berat dapat terjadi muntah berdarah. Sekitar 30% penderita hepatitis B tidak menunjukan gejala atau keluhan yang nyata. b. yang mula-mula dikenal sebagai hepatitis non-A non-B. Fungsi lain kulit selain sebagai alat ekskresi adalah sebagai organ penerima rangsang. dan Meksiko. akar rambut.garam. virus RNA yang termasuk dalam grup B arbovirus dari family togaviridae. Penularan terjadi melalui air minum yang tercemar tinja penderita. c. d. Hepatits B juga disebut hepatitis serum. Epidermis Epidermis tersusun atas lapisan tanduk (stratum korneum) dan lapisan Malpighi. dan urea. kemudian terinfeksi dengan HDV. timbul secara mendadak dengan gejala demam tinggi . lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan germinativum. albuminuri. suatu virus RNA yang morfologinya mirip vicorna virus. Hepatitis virus tipe B Masa inkubasi yang panjang. tidak berkembang menjadi kronis dan viremia yang terjadi kemudian akan hilang. Penyebab hepatitis B adalah hepatitis B virus (HBV) yaitu hepadnavirus yang termasuk virus DNA . dengan virion yak berselubung. Kulit Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi berkat adanya kelenjar keringat yang terletak di lapisan dermis. 4. pelindung terhadap .

Penderita umumnya orang dewasa dan mungkin terjadi sebagai akibat reaktivasi virus yang berada dalam keadaan laten sesudah sembuh dari varicella. Penyebab rubella adalah rubella virus. Penyakit ini akan berlangsung lebih parah apabila menyerang orang dewasa. gejala-gejala pada mata. Sedangkan Penyakit virus pada kulit diantaranya: 1. Molluscum contagioscum . yaitu virus varicella-zoster (V-Z). Rubella Penyakit yang disebut jtga sebagai campak Jerman ini sebenarnya termasuk penyakit eksantematus jinak pada anak-anak dan orang dewasa muda. menimbulkan demam tinggi disertai gambaran khas pada kulit berupa ruam makulopapula. Varicella maupun zoster disebabkan olah serotype viru yang sama. penyinaran. Sebagai pelindung tubuh c.penyebab penyakit rubella. Varicella dan Zoster Varicella atau disebut juga chickenpox adalah penyakit yang sangat menular yang terutama menyerang anak-anak. Sedangkan alastrim (variola minor) adalah bentuk cacar yang secara klinis gejalanya lebih ringan daripada cacar dengan angka kematian yang selalu rendah. bayi. Cacar disebabkan oleh variola virus yang sangat menular dan dapat menimbulkan angka kematian yang tinggi. Measles (Rubeola) Measles adalah penyakit virus akut yang sangat menular.kerusakan fisik. smallpox) adalah penykit demam yang sangat menular . Zoster merupakan penyakit menular yang sporadik. 4. dengan cirri khas berupa radang unilateral dari akar dorsal ganglia atau ganglia saraf cranial yang ekstramedula. bibit penyakit. yang termasuk family togaviridae. Mengeluarkan keringat b. dan oranmg-orang yang mempunyai daya tahan rendah. dan pengaturan suhu tubuh. yang mempunyai cirri khas berupa lesi-lesi vesikula dan pustula. Adapun fungsi kulit antara lain: a. Penyebab rubeola adalah measles virus. Variola Cacar ( variola major. Herpes simplex Herpes simplex primer sebenarnya merupakan penyakit local yang tidak selalu menunjukan gejala dan keluhan nyata. Mengatur suhu tubuh e. 3. 2. yaitu herves simplex virus tipe 1 (HSV-1) dan herves simplex virus tipe 2 (HSV-2). Menyimpan kelebihan lemak d. 5. 6.penyebab herpes simplex adalah herves simplex virus yang terdiri dari 2 tipe. Akan tetapi ternyata bahwa infeksi rubella yang menyerang ibu hamil pada trimester pertama dapat menimbulkan infeksi terhadap janin yang dikandungnya dan menimbulkan kelainan congenital pada organ-organ janin. namun dapat berkembang menjadi penyakit sistematik yang berbahaya dan bahkan fatal. dan radang kataral saluran pernafasan. yang secara antigenic berbeda dari rubella virus. Keluarnya keringat dikontrol oleh hipotalamus. yang termasuk dalam family herpetoviridae. Tempat pembuatan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet.

Nefridior. Sementara itu permukaan tubuhnya berfungsi untuk mengeluarkan co2 dengan cara difusi. B. Pada protista bersel tunggal.Adalah penyakit infeksi kulit jinak yang menunjukan gambaran khas adanya nodul-nodul kecil seperti mutiara pada kulit penderita. merupakan lubang tempat keluarnya sisa metabolisme. 1.selanjutnya menuju saluran ekskresi. misalnya pada planaria. yaitu corong bersilia yang terdapat pada rongga tubuh semu (pseudoselom). Duktus ekskretoris. Nefrostoma. cacing tanah. dan air di lingkungan masuk ke dalam sel secara osmosis. Sistem Ekskresi pada Hewan Invertebrata System ekskresi pada hewan invertebrata sangat sederhana bila di bandingkan dengan system ekskresi vertebrata. Air di dalam sel dipompa keluar. Adapun sisa metabolisme selain air akan dikeluarkan dari tubuh secara difusi. ekskresi biasanya dilakukan menggunakan vakuola kontraktil. BAB III PENUTUP . Bahan yang tidak berguna akhirnya akan dikeluarkan dari tunuh cacing menuju ke lingkungan.dari saluran tersebut terbentuk banyak cabang ke seluruh bagian tubuh cacing. Sel api hanya berperan mengekskresikan air dan air dikeluarkan melalui lubang (nefridiofor). System ekskresi pada cacing pipih System ekskresi pada cacing pipih.3. 2. Jika silia di nefrostoma bergetar akan menimbulkan aliran cairan tubuh yang mengandung sisa-sisa metabolism dari rongga tubuh menuju nefridium. Sedangkan karbondioksida akan dikeluarkan melalui permukaan kulit. 3. yaitu suatu organel berisi cairan yang secara periodik berkontraksi untuk mendorong cairan. System ekskresi pada serangga System ekskresi pada serangga misalkan belalang. Pada saat cairan mengalir dalam duktus ekskretori. Penyakit ini ditimbulkan oleh molluscum contagiosum virus yang termasuk dalam kelompok poxvirus dari family poxviridae. 7. Setiap nefridium terdiri atas: A.bahan-bahan yang masih berguna akan direabsorpsi oleh sel-sel yang melapisi saluran. Verrucae (warts) Adalah tumor kulit yang juga menimbulkan kelainan pada membrane mukosa yang berdekatan dengan kulit yang sakit. Pada manusia warts disebabkan oleh human papillomavirus yang dapat menimbulkan berbagai jenis kelainan yang bentuknya sesuai denga tempat infeksi dan reaksi yang ditimbulkan oleh hospes. System ekskresi pada cacing tanah System ekskresi pada cacing tanah berupa system nefridium.berupa pembuluh malphigi. Cairan tubuh yang masuk ke sel api. kecuali pada tiga segman pertama da satu segman terakhir. Setiap segmen tubuh cacing tanah mengandung sepasang nefridium. Pembuluh-pembuluh malphigi merupakan serabut seperti benang halus berwarna putihkekuninga dalam jumlah yang banyak. Berikut ini akan dibahas system ekskresi pada cacing pipih. merupakan suatu system protonefridium. garam-garaman. C. Setiap cabang berakhir pada sel-sel api yang dilengkapi dengan seberkas silia (bulu getar). yaitu saluran atau pipa halus yang berliku. System protonefridium merupakan suatu sistem yang tersusun atas dua saluran longitudinal yang memanjang sejajar pada setiap bagian lateral tubuh. 2. dan zat buangan terlarut keluar dari sel. dan bahkan juga pada spons. dan serangga.

Pada sistem ekskresi manusia terdapat banyak kelainan dalam proses pengeluaran sisa metabolisme. kelebihan vitamin. karena tubuh kita rentan sekali terkena kelainan yang telah disebutkan di atas. semoga kita bisa lebih menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan kita sehari-hari. Simpulan Sistem ekskresi merupakan pengeluaran limbah hasil metabolisme pada organisme hidup. Sehingga kita bisa merawat sistem ekskresi kita dengan baik. amonia (NH3).3. 3. maupun di kulit. Zat sisa metabolisme yang harus dikeluarkan antara lain karbondioksida (CO2). Sedangkan pada hewan vertebrata berupa pembuluh malphigi. paru-paru dan hati. paru-paru. Organ pengeluaran zat sisa pada manusia dan hewan vertebrata berupa ginjal. Saran Dengan mengetahui proses sistem ekskresi dan kelainannya. kulit. . baik kelainan yang terdapat di ginjal.2. dan zat warna empedu. hati. air (H2O).1. urea. Sistem ekskresi pada hewan invertebrata sangat sederhana bila di bandingkan dengan sistem ekskresi vertebrata. sel-sel api dan nefridior.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful