MAKALAH BIOLOGI SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Biologi

Disusun Oleh

Tangkilisan P. Sualang Setiawan J. Moray Kelas : IX G

SMP NEGERI 4 KOTAMOBAGU 2010 / 2011

kulit. Dari kapsul Bowman keluar saluran yang panjang yang berbelit. Bagian korteks dan medula mengandung sekitar 1 juta nefron. 1. Ginjal merupakan alat ekskresi utama pada manusia secara anatomis ginjal tersusun atas lapisan luar yang berupa rongga ginjal disebut Pelvis renalis. Setiap alat ekskresi tersebut berfungsi mengeluarkan zat sisa metabolism yang berbeda. . Pada badan malpighi dan saluran terdapat kapsul bowman yang bentuknya seperti mangkuk. lengkung henle. dan paru-paru. yaitu korteks (bagian luar). Potongan melintang ginjal memperlihatkan tiga daerah utama. dan setiap menit sekitar 20-25% darah yang dipompa jantung mengalir menuju ginjal. berwarna merah. Nefron adalah satuan structural dan fungsional terkecil pada ginjal. sisa-sisa metabolism diserap dari darah. Kapsul bowman tersebut membungkus glomerulus yang merupakan jalinan pembuluh kapiler. kemudian diproses. Ginjal Pada sistem ekskresi manusia. Berikut ini dibahas satu persatu peranan keempat alat tersebut. kecuali air yang dapat diekskresikan melalui semua alat ekskresi. Diperkirakan berat total ginjal sekitar 1% dari berat badan. Struktur Ginjal Ginjal manusia berbentuk seperti kacang merah dengan panjang sekitar 10 cm. medula (bagian sumsum ginjal). dan pembuluh distal. dan terletak di bagian dorsal dinding tubuh sebelah kiri dan kanan tulang belakang. Setiap nefron terdiri atas badan Malpighi dan saluran panjang berbelit yang disebut saluran nefron. yaitu pembuluh (tubulus) proksimal. dan pelvis renalis (rongga ginjal). jumlahnya sepasang. dan akhirnya dikeluarkan melalui alatalat ekskresi.SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA Sistem ekskresi pada manusia melibatkan melibatkan alat ekskresi yang terdiri atas ginjal. Saluran panjang tersebut dibedakan atas tiga segmen. Pembuluh proksimal berbelit dekat kapsul Bowman. a. Pembuluh proksimal menuju ke segmen panjang berdinding tipis.

yaitu lengkung Henle. dan pembuluh pengumpul (pembuluh yang turun). . 2. Penyaringan (filrasi) Proses penyaringan darah terjadi pada kapiler glomerulus. air yang terdapat dalam filtrate glomerulus juga mengalami penyerapan melalui proses osmosis. antara lain air. Selanjutnya. Selian bahan-bahan tersebut. keeping darah. dan sebagian besar protein plasma agar tidak ikut dikeluarkan. Pembentukan Urin Pada proses pembentukan urin di dalam ginjal. 1. Penyerapan bahanbahan tersebut berlangsung secara transport aktif. di glomerulus terjadi pula pengikatan sel-sel darah. Di dalam pembuluh ini terjadi proses penyerapan kembali bahan-bahan yang masih berguna. asam amino. bahan-bahan yang telah diserap kembali tersebut dikembalikan ke dalam darah melalui pembuluh kapiler yang terdapat di sekeliling pembuluh. Selain proses penyaringan. Penyerapan kembali (reabsorpsi) Urin primer yang merupakan hasil proses penyaringan selanjutnya mengalir ke pembuluh proksimal. seperti protein plasma darah. dan sekresi. tetapi tidak berlaku untuk sel-sel darah dan molekul yang berukuran besar. Oleh karena mirip leher angsa. Pada glomerulus terdapat sel-sel endothelium sehingga mempermudah penyaringan. Hasil penyaringan ini berupa filtrate glomerulus (urin primer) yang komposisinya mirip dengan darah tetapi tidak mengandung protein. Darah dari glomerulus akan melitasi sel-sel epithelium dari kapsul bowman yang berfungsi sebagai penyaring yang disebut sel podosit. terjadi rangkaian proses filtrasi. dan sejumlah besar ion-ion anorganik NaCl. Proses penyerapan air ini terjadi juga di dalam pembuluh distal. lengkung henle. b. yakni kapiler darah yang bergelung-gelung di dalam kapsul bowman. terutama penyerapan ion natrium klorida. Proses penyerapan bahan-bahan yang masih berguna juga terjadi di lengkung henle (pembuluh yang naik). glukosa. Sel podosit dapat ditembus oleh air dan molekul-molekul berukuran kecil. reabsorpsi. engkung ini sering disebut sebagai angsa henle. Selanjutnya pembuluh proksimal berkelok-kelok lagi disebut kelokan kedua atau pembuluh distal yang bersambung dengan pembuluh pengumpul (pembuluh kolekta) yang berjalan melintasi korteks dan medula untuk bermuara pada rongga gonjal.

d. Nefritis Nefritis terjadi akibat infeksi kuman. sedangkan urea kadarnya meningkat dibandingkan di dalam urin primer. Diabetes mellitus (kencing manis) disebabkan karena kadar hormone insulin di dalam tubuh sangat rendah. selanjutnya air akan tertimbun di kaki atau organ tubuh lain. misalnya bakteri Streptococcus. melalui mekanisme transport aktif dan pasif. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Urin Urin yang dikeluarkan oleh ginjal sebenarnya sangat dipengaruhi oleh factor dalam dan luar dari individu yang bersangkutan. dan karenanya gukosa dalam darah meningkat. dan hormon insulin. Akibat infeksi ini. Diabetes melitus. Di dalam urin sekunder ini zat-zat yang masih dibutuhkan tidak ditemukan kembali lagi. jumlah air yang diminum. Meningkatnya glukosa tidak mampu diserap kembali seluruhnya sehingga glukosa tersebut akan diekskresikan bersama urin. 1. pada nefron (glomerulus). sekresi merupakan proses pemilihan molekul yang sangat selektif. Terdapatnya urea di dalam darah mengakibatkan penyerapan air terganggu. Factor-faktor tersebut meliputi hormone antidiuretik. Selain itu dapat mengakibatkan uremia. glomerulus mengalami peradangan sehingga protein dan sel-sel darah yang masuk bersama urin primer tidak dapat disaring dan keluar bersama urin. Akibatnya proses perombakan glukosa menjadi glikogen terganggu.Setelah terjadi penyerapan akan dihasilkan urin sekunder yang komposisi zat-zat penyusunnya sangat berbeda dengan urin primer. 2. yaitu urea yang masuk dalam darah melebihi kadar normal. Berbeda dengan proses filtasi.kuman ini masuk melalui saluran pernapasan kemudia dibawa oleh darah ke ginjal. 3. Gangguan tubuh tersebut antara lain sebagai berikut. c. Sekresi Sekresi adalah proses penambahan zat-zat terarut yang ada di dalam plasma darah ke filtrate yang ada di dalam saluran nefron. Contohnya pengontrolan ion-ion hydrogen dari cairan interstisial ke dalam pembuluh nefron untuk menjaga pH cairan tubuh tetap konstan. . yaitu di pembuluh proksimal dan pembuluh distal. Gangguan Fungsi Ginjal Kelainan pada ginjal dan hormone tertentu dapat mengakibatkan terganggunya proses dan sistem ekskresi.

2. Batu ginjal yang masih kecil dapat dihancurkan dengan obat-obatan atau sinar laser. Pada dasarnya fungsi utama paruparu adalah sebagai alat pernapasan. Endapan terbentuk dari senyawa kalisum dan penumpukan asam urat. Anuria Anuria merupakan kegagalan ginjal sehingga tidak dapat membuat urin. Proses filtrasi tidak dapat dilakukan sehingga tidak ada urin yang dihasilkan. Masih ingatkah kalian apa fungsi homron ini? Karena kekurangan hormon ADH. Serpihannya dikeluarkan bersama urin. Diabetes insipidus Seseorang dapat terserang penyakit diabetes insipidus apabila di dalam tubuhnya kekurangan hormone antidiuretik (ADH). sehingga ditemukan dalam urin. Hal ini dikarenakan CO2 dan air yang merupakan hasil proses metabolisme di jaringan yang diangkut melalui darah akhirnya akan dibawa ke paruparu untuk dibuang dengan cara difusi di . 5. khususnya dalam menyaring protein. Batu ginjal yang besar dikeluarkan melalui operasi. namun peranan tersebut juga erat hubungannya dengan sistem ekskresi. Batu ginjal Penyakit batu ginjal terjadi karena adanya endapan di dalam rongga ginjal (pelvis renalisa) atau kandung kemih. Albuminuria Penyakit albuminuria terjadi karena kegagalan proses penyaringan. Akibatnya protein (albumin) lolos dalam penyaringan. 6. Paru-paru Paru-paru manusia berjumlah dua atau sepasang. volume urin yang dihasilkan jauh melebihi normal.3. Kurang minum atau sering menahan keinginan kencing kemungkinan besar dapat mengakibatkan terbentuknya batu ginjal. Keadaan ini disebabkan adanya kerusakan di glomerulus. Kelainan metabolisme sehingga terjadi penumpukan senyawa kalsium dan asam urat juga dapat menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal. Penderita sering buang air kecil 4. bahkan dapat encapai 30 kali dari volume urin normal.

Akan tetapi akhirnya CO2 dan air dieluarkan melalui udara yang diembuskan. Proses ini dapat berjalan dengan baik karena pada alveolus banyak bermuara kapiler yang memiliki selapis sel. hati juga Berdasarkan termasuk sebagai alat ekskresi. dan biliverdin. garam mineral. hati menghasilkan empedu yang mencapai ½ liter setiap hari. Sel-sel darah merah dirombak di dalam hati. 3. Sebagian besar (75%) CO2 yang diangkut dalam plasma darah berbentuk senyawa HCO3 (asam bikarbonat) dan sisanya (25%) akan diikat oleh Hb membentuk senyawa HbCO2 (karboksi hemoglobin). 4. urea. Hati Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh. Empedu yang disekresikan berfungsi untuk mencerna lemak. sedangkan heme dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau kebiruan. pigmen bilirubin. Di dalam usus. Empedu berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua. Proses ini dapat berjalan dengan baik karena dibuang dengan difusi di alveolus. diafragma. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan ammonia. Zat besi dan globin didaur ulang. globin dan heme.alveolus. dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Empedu merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit. tepatnya di bawah fungsinya.Empedu mengandung kolesterol. terletak dalam rongga perut sebelah kanan. Zat ini disimpan di dalam kantong empedu. mengaktipkan lipase. Hemoglobin yang terkandung di dalamnya dipecah menjadi zat besi. zat warna empedu ini mengalami oksidasi menjadi urobilin sehingga warna feses dan urin kekuningan. Sebagai kelenjar. membantu daya absorpsi lemak di usus dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air. garam empedu. Kulit . Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

Banyaknya keringat yng dikeluarkan dapat mencapai 2. serta untuk pengaturan suhu tubuh. ujung saraf. H2O. Ekskresi merupakan pengeluaran zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak diperlukan lagi bagi tubuh organism. garam-garam mineral. NH3. dan urea. kecuali air dapat diekskresikan melalui semua alat ekskresi tersebut. penuinaran dan bibit penyakit. Lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum. kelenjar keringat. Epidermis Epidermis tersusun atas lapisan korneum) tanduk dan (lapisan lapisan Malpighi. . dan kelenjar minyak. 2. kulit. Kesimpulan 1. dan zat warna empedu mengalami oksidasi terlebih dahulu menjadi urobilinogen. tergantung pada kebutuhan tubuh dan pengaturan suhu. hati dan paru-paru. Kelenjar kerngat menghasilkan keringat. Dermis Lapisan ini mengandung pembuluh darah. Zat sisa metabolisme yang harus dikeluarkan dari tubuh antara lain CO2. a.Kulit manusia terdiri atas epidermis dan dermis. menggantikan lapisan sel-sel pada lapisan korneum. Setiap alat ekskresi mengeluarkan zat sisa metabolisme yang berbeda. Keringat mengandung air. Lapisan germanativum mengandung sel-sel yang aktif membeah diri. Lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati.000 mL setiap hari. 3.. Lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang memberi warna pada kulit. garam. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar. yang dapat mengelupas dan digantikan oleh sel-sel yang baru. Sistem ekskresi pada manusia terdiri atas ginjal. yang menyebabkan warna kekuningan pada urin dan feses. b. Pada dasarnya peranan sistem ekskresi adalah untuk memelihara homeostasis tubuh. akar rambut. elindung terhadap fisik. Fungsi lain kulit selain sebagai organ penerima rangsang.

jumlah air yang diminum. Proses sekresi terjadi di pembuluh proksimal dan distal. Proses pembentukan urin di dalam ginjal meliputi proses penyaringan (filtrasi). pembuluh distal. paru-paru mengekspresikan H2O dan CO2. dan penambahan zat-zat (sekresi). 7. 8. Pengaturan suhu tubuh manusia merupakan contoh sistem homesostatis yang menggunakan sistem umpan balik. dan pembuluh pengumpul. lengkung Henle. Daftar Pustaka http://chemyalfaruq. Proses penyaringan terjadi di glomerulus dan kapsul Bowman.4. 6.html . Bagian korteks dan medulla ginjal tersusun atas nefron-nefron. penyerapan kembali (reabsorpsi).com/2010/06/makalah-sistem-ekskresi. dan hormone insulin. Penggunaan ginjal buatan yang dikenal engan cuci darah dan transplantasi ginjal merupakan alternative pengobatan bagi penderita yang mengalami gangguan fungsi ginjal. Sesl-sel yang mengontrol termoregulasi terdapat di hipotalamus. Banyak sedikitnya urin yang dihasilkan dipengaruhi oleh ADH (hormone antidiuretik). Ginjal merupakan alat ekskresi utama dan urin sebagai hasil produksinya. Tiga bagian utama penyusun ginjal ailah korteks (bagian luar). 5. medula. (sumsum ginjal) dan pelvis renalis (rongga ginjal). Proses reabsorpsi terjadi di pembuluh proksimal.blogspot. Hati menghasilkan empedu. sedangkan kulit mengekskresikan keringat.

amoniak.2. yaitu: a. Zat yang dikeluarkan meliputi zat yang tidakl diserap usus sel epitel. ekskresi : yaitu pengeluaran zat sampah sisa metabolisme yang tidak berguna lagi bagi tubuh. usus yang rusak dan mikroba usus. benruknya bersegman. yaitu mempertahankan tekanan osmotik ektraseluler d. semakin kompleks alat ekskresinya. Setiap nit memiliki 1 nefrostoma yang bernuara ke dalam selom. Getah yang dikeluarkan masih berguna bagi tubuh dan umumnya mengandun genzim. NH3.BAB II PEMBAHASAN 2. Fungi ginjal : a. mengatur konsentrasi garam dalam darah dan keseimbangan asam basa darah. tiak memiliki . zat warna empedu dan asam urat. Zat hasil metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui alat ekskresi. Tipe Ginjal Dalam sistem ekskresi vertebrata. Zat yang dikeluarkan belum pernah mengalami metabolisme di dalam jaringan. creatinin. mengekskresikan gula kelebihan gula dalam darah c.1. membantu keseimbangan air dalam tubuh. yaitu: 1. Tipe protonefros Ginjal tipe ini muncul pertama kali pada saat embrio.semakin tinggi tingkatan mahluk hidup. asam urat. Ginjal merupaka alat pengeluaran sisa metabolisme dalam bentuk urine yang di dalamnya mengandung air. eliminasi : yaitu proses pengeluaran zat dari rongga tubuh. dan terletak jauh ke arah rongga tubuh. ureum. kulit. seperti CO2. Alat ekskresi yang dimiliki oleh mahluk hidup berbedabeda. H2O. 2. Setiap alat ekskresi tersebut berfungsi mengeluarkan zat sisa metabolism yang berbeda. Beberapa istilah yang erat kaitannya dengan ekskresi : defekasi : yaitu proses pengeluaran sisa pencernaan makana yang disebut feses. amoniak (NH3).kecuali air yang dapat diekskresikan melalui semua alat ekskresi. Untuk mengetahui peranan ginjal sebagai alat ekskresi. mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh. Sistem Ekskresi pada Manusia Sistem ekskresi pada manusia melibatkan alat ekskresi yang terdiri atas ginjal. garam anorganik. Ginjal Ginjal merupakan alat ekskresi utama pada manusia. asam urat dan garam mineral tertentu. sekresi : yaitu pengeluaran getah oleh kelenjar pencernaan ke dalam saluran pencernaan. baik dari rongga yang kecil (saluran air mata) maupun dari rongga yang besar (usus). hati dan paruparu. Berikut ini akan dibahas satu persatu peranan keempat alat ekskresi tersebut 1. Pengertian Sistem Ekskresi Ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme tubuh. antara lain : urea. kita perlu mengetahui aspek-aspek yang penting dai ginjal. bacteri dan juga obat-obatan b. terdapat tiga tipe ginjal.

2. Tipe mesonefros Ginjal tipe ni secara segmental di tengah rongga tubuh. Tipe metanefros Ginjal tipe ini tidak bersegmen. Pada badan malpighi terdapat kapsul bowman yang bentuknya seperti mangkuk. reabsorpsi. Struktur Ginjal Ginjal manusia berbentuk seperti kacang merah dengan panjang sekitar 10 cm. c.2 liter per menit. Pembentukan Urin Pada proses pembentukan urin. 1. . Beberapa nefrostoma bermuara ke dalam selom. Namun demikian. natrium. Saluran panjang tersebut dibedakan atas tiga segmen yaitu pembuluh (tubulus) proksimal. b. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350 kali setiap hari dengan laju 1. berwarna merah. yaitu korteks (bagian luar). lengkung henle. Ginjal ini dimiliki oleh hewan reptilia. Dari kapsul bowman keluar saluran panjang berbelit. glukosa. dan jumlah glomerulunya banyak. dan mamalia (termasuk manusia) dan berfungsi terus selama hewan-hewan tersebut hidup. Hasil penyaringan ini berupa filtrate glomerulus (urine primer) yang komposisinya mirip dengan darah tetapi tidak mengandung protein. Ekskresi dilakukan oleh glomerulus. jumlahnya sepasang dan terletak dibagian dorsal dinding tubuhsebelah kiri dan kanan tulang belakang. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnosa fungsi ginjal. dan pelvis renalis (rongga ginjal). ion-ion. burung. dan setiap menit sekitar 2025% darah yang dipompa jantung mengalir menuju ginjal. lengkung ini sering disebut sebagai angsa henle. tubulus proksimal menuju ke segmen panjang berdinding tipis yaitu lengkung henle. Darah dari glomerulus akan melintasi selsel epiteleum dari kapsul bowman yang berfungsi sebagai penyaring disebut sel podosit.glomerulus. Diperkirakan berat total ginjal sekitar 1% dari berat badan. menghasilkan 125 cc filtrat glomerular per menitnya. Bagian luar dan sumsum ginjal mengandung satu juta nefron. Potongan melintang ginjal memperlihatkan tiga daerah utama. Nefron adalah satuan struktural dan fungsional terkecil pada ginjal. Kapsul bowman tersebut membungkus glomerulus yang merupakan jaringan pembuluh kapiler. Karena mirip leher angsa. kalium.selanjutnya pembuluh (tubulus) ini berkelokkelok lagi disebut tubulus distal yang bersanbunbg dengan pembuluh penampung (tubulus kolekta) yang berjalan melntasi korteks dam medula untuk bernuara pada rongga ginjal. medula (bagian sumsum ginjal). Dari kandung kencing menuju luar tubuh urine melewati saluran yang disebut uretra. Penyaringan (filtrasi) Proses penyaringan darah terjadi pada kapiler glomerulus. Fungsi kandung kencing adalah sebagai tenpat penampungan sementara urine sebellum keluar tubuh. Selanjutnya urine keluar melalui lubang seni. dan pembuluh distal. 3. tidak memiliki nefrostoma. Dari rongga ginjal keluar saluran ureter yang bermuara pada kandung kencing (vesikula urinaria). terjadi beberapa proses yaitu proses filtrasi. Setiap nefron terdiri atas bada malpighi dan saluran panjang berbelit yang disebut saluran nefron. di dalam urin primer terdapat asam amino. dan augmentasi. dan garam-garam lainnya.

lengkung henle. di dalam urine sekunder ini zat-zat yang masih di utuhkan tidak ditemukan lagi. Jumlah air yang diminum Apabila jumlah air yang diminum banyak.2. dan sebaliknya. Selain bahan-bahan tersebut. 3.diserap kembali.air juga mengalami rebsorpsi melalui proses osmosis. sehingga glukosa dalam darah meningkat. Keberadaan zat gula tersebut akan mengganggu proses penyerapan kembali air di dalam tubulus distal. Proses penyerapan air ini terjadi juga di dalam pembuluh distal. Proses augmentasi terjadi di pembuluh proksimal dan pembuluh distal. Penyerapan tersebut berlangsung secara transpor aktif. Akibatnya. Akibatnya proses perombakan glukosa menjadi glikogen terganggu. Gangguan tubuh karena kelainan ginjal Kelainan pada ginjal dapat mengakibatkan terganggunya proses dan sistem ekskresi. Gangguan tubuh tersebut antara lain sebagai berikut: 1. Komposisi urin normal terdiri atas 96% air dan 4% benda-benda padat yang meliputi 2% urea dan 2% hasil metabolik lain. Selanjutnya. d. Penyerapan kembali (reabsorpsi) Urin primer yang merupakan hasil penyaringan selanjutnya mengalir ke pembuluh proksimal. Kuman ini masuk melalui saluran pernafasan kemudian dibawa oleh darah ke ginjal. 2. Meningkatnya glukosa tidak mampu diserap kembali seluruhnya sehingga glukosa tersebut akan diekskresikan bersama urin. asam amino. 2. Di dalam pembuluh ini terjadi proses penyerapan kembali bahan-bahan yang masih berguna antara lain glukosa. Karena itu tekana koloid protein turun. Akibatnya permebilitas dinding tubulus distal dan saluran pengumpul terhadap air meningkat sehingga air masuk. Nefritis Nefritis terjadi akibat infeksi kuman misalnya bakteri streptococcus pada nefron (glomerulus). air yang diserap berkurang dan urin yang diproduksi meningkat. Factor-faktor yang mempengaruhi produksi urin 1. maka kadar gula dalam darah tinggi dan akan dikeluarkan melalui tubulus distal. Penambahan (augmentasi) Augmentasi adalah proses penambahan zat-zat yang terlarut di dalam cairan tubuh ke filtrate yang ada di dalam saluran nefron. konsentrasi protein darah menurun dan konsentrasi air meningkat. e. 3. Akibatny orang yang bersangkutan akan sering mengeluarkan air. bahan-bahan yang telah diserap kembali tersebut dikembalikan ke dalam darah melalui pembuluh kapiler yang terdapat di sekeliling pembuluh. Diabetes mellitus (kencing manis) disebabkan karena kadar hormone insulin di dalam tubuh sangat rendah. Konsentrasi hormone insulin Apabila konsentrasi hormone insulin rendah. Setelah terjadi penyerapan akan dihasilkan urin sekunder yang komposisi zat-zat penyusunnya berbeda sekali dengan urine primer. sehingga tekanan filtrasinya menjadi kurang efektif. . Akibatnya urin yang terbentuk sedikit. Hormone antidiuretik (ADH) Apabila konsentrasi air di dalam darah turun. protein dan serta karena berkembangnya komplikasi makrovaskuler dan neurologis. maka ADH disekresikan dan dialirkan kedalam ginjal bersama darah. dan pembuluh pengumpul. Diabetes mellitus Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit kronik yang kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat. Cirri-ciri penyakit ini adalah kaki penderita membengkak. dan ion-ion organik.

Malnutrasi dapat merusak pancreas. c. Diabetes insipidus Seseorang dapat terserang penyakit diabetes insipidus apabila di dalam tubuhnya kekurangan hormone antidiuretik (ADH). sehingga ditemukan dalam urin. Batu ginjal yang besar dikeluarkan melalui operasi.sehingga penderita sering buang air kecil. 5. Stres juga akan meningkatkan kerja metabolisme dan meningkatkan kebutuhan akan sumber energi yang berakibat pada kenaikan kerja pankreas. b. Serpihannya dikeluarkan bersama urin. bahakan dapat mencapai 30 kali dari volume urin normal. Albuminuria Penyakit albuminuria terjadi karena kegagalan proses penyaringan. tetapi factor yang banyak berperan antara lain: a.Penyebab resistansi insulin pada diabetes sebenarnya tidak begitu jelas. Kelainan genetik Diabetes dapat menurun menurut silsilah keluarga yang mengidap diabetes. Penuruna ini yang akan beresiko pada penurunan fungsi endokrin pankreas untuk memproduksi insulin. d. lemak dan gula. Kerusakan ini berakibat pada penurunan fungsi pankreas. Karena kekurangan hormone ADH. 3. e. 4. Pola makan yang tidak teratur dan cenderung terlambat juga akan berperan pada ketidakstabilan kerja pancreas. Ini terjadi karena DNA pada orang diabetes mellitus akan ikut diinformasikan pada gen berikutnya terkait dengan penurunan produksi insulin. Batu ginjal yang masih kecil dapat dihancurkan dengan obat-obatan atau sinar laser. Pola makan yang salah Kurang gizi atau kelebihan berat badan meniungkatkan resiko terkena diabetes. Kurang minum atau sering menahan kencing kemungkinan besar dapat mengakibatkan terbentuknya batu ginjal. f. Akibatnya protein (albumin) lolos dalam penyaringan. sedangkan obesitas meningkatkan gangguan kerja atau resistensi insulin. Makanan ini berpengaruh besar terhadap kerja pankreas. 6. Endapan terbentuk dari senyawa kalsium dan penumpukan asam urat. Obesitas Obesitas mengakibatkan sel-sel beta pankreas mangalami hipertropi yang akan berpengaruh terhadap penuruna produksi insulin. khususnya dalam menyaring protein. Gaya hidup stress Stress kronis cenderung membuat seseorang mancari makanan yang cepat saji yang kaya pengawet. Hipertropi pancreas disebabkan karena peningkatan beban metabolisme glukosa pada penderita obesitas untuk mencukupi energi sel yang terlalu banyak. Batu ginjal Penyakit batu ginjal terjadi karena adanya endapan di dalam pelvis ginjal. Anuria . Usia Umumnya manusia mengalami penurunan fisiologis yang secara dramatis menurun denga cepat pada usia setelah 40 tahun. volume urin yang dihasilkan jauh melebihi normal. Infeksi Masuknya bakteri atau virus ke dalam pankreas akan berakibat rusaknya sel-sel pankreas.

terletak didalam rongga perut sebelah kanan. sebagai tempat pengubahan provitamin A menjadi vitamin A e. sebagai tempat untuk menyimpan gula dalam bentuk glikogen b. membentuk protein tertentu dan merombaknya Sedangkan penyakit virus pada hati diantaranya: a. yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernafasan yang disebabkan oleh alergi terhadap rambut. menguraikan molekul hemoglobin tua g. dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air. b. . Ornitin yang terbentuk dapat mengikat NH3 dan CO2 yang bersifat racun. hati juga termasuk alat ekskresi. 2. Hepatitis virus tipe A Hepatitis virus tipe A disebut juga hepatitis infeksiosa atau hepatitis epidemik adalah hepatitis viral yang akut. mengaktifkan lipase. a. 3. membantu daya absorpsi lemak di usus. dan asam urat. menyingkirkan hormon-hormon berlebihan h. menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit c. Paru-paru Paru-paru manusia berjumlah dua atau sepasang. mengubah glukosa menjadi glikogen. Empedu yang disekresikan berfungsi untuk mencerna lemak. glutaraldehid aktif. urea. debu atau tekanan psikologis. kanker Paru-Paru.Anuria merupakan kegagalan ginjal sehingga tidak dapat membuat urin. namun peranan tersebut juga erat kaitannya dengan system ekskresi. Hati juga menghasilkan enzim arginase yang dapat mengubah arginin menjadi ornitin dan urea. tepatnya di bawah diafragma. Adapun fungsi hati bagi tubuh sebagai berikut. Hati Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh. menghasilkan empedu yang berguna untuk mengemulsikan lemak f. yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. bulu. Proses filtrasi tidak dapat dilakukan sehingga tidak ada urin yang dihasilkan. Fungsi lain dari hati adalah mengubah zat buangan dan bahan racun untuk dikeluarkan ke dalam empedu dan urin. mempunyai partikel ikosahedral dengan garis tengah 27 nm. Hal ini dikarenakan CO2 dan air yang merupakan hasil proses metabolisme di jaringan yang diangkut melalui darah akhirnya akan dibawa ke paru-paru untuk dibuang dengan cara difusi di alveolus. Kelainan-kelainan pada paru-paru. diantaranya adalah: a.hati menghasilkan empedi yang mencapai ½ liter setiap hari. virus akan menjadi tidak aktif oleh formalin. mengatur kadar gula dalam darah d. Sebagai kelenjar. Berdasarkan fungsinya. Keadaan ini disebabakan adanya kerusakan di glomerulus. asma atau sesak nafas. merupakan penyakit menular yang paling penting di negara-negara sedang berkembang.pada dasarnya fungsi utama paru-paru adalah sebagai alat pernafasan. Virus hepatitis tipe A (HAV) yang mirip vicorna virus merupakan virus RNA yang tidak berselubung. dan larutan hipoklorit. Hal ini dikarenakan hati mambantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan ammonia.

pelindung terhadap . jaundis yang dapat diikuti dengan kematian penderita akibat terjadinya emboli. dan Meksiko. Penyebab hepatitis B adalah hepatitis B virus (HBV) yaitu hepadnavirus yang termasuk virus DNA . Algeria. secara antigenic virus hepatitis tipe C berbeda dari virus hepatitis tipe A maupun tipe B. Hepatitis virus tipe D Hepatitis delta virus (HDV) hanya dapat menimbulkan infeksi bila terdapat bersama-sama hepatitis B virus (HBV) . yang mula-mula dikenal sebagai hepatitis non-A non-B. Penularan terjadi melalui air minum yang tercemar tinja penderita. lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan germinativum. Lapisan germinativum mengandung sel-sel yang aktif membelah diri. Hepatitis virus C (HCV) adalah flavirus. Stratum korneum merupakan lapisan kulit mati. Dermis Lapisan ini mengandung pembuluh darah. d. yang dapat mengelupas digantikan sel-sel yang baru. Burma. Kulit Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi berkat adanya kelenjar keringat yang terletak di lapisan dermis. tubuh sangat lemah dan pada penyakit yang berat dapat terjadi muntah berdarah. ujung saraf. suatu virus RNA yang morfologinya mirip vicorna virus. Lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang member warna pada kulit. Yellow fever disebabkan oleh flavirus. akar rambut. Keringat mengandung air. menggantikan lapisan selsel pada stratum korneum. dan urea. Hepatitis virus tipe C Hepaitits C virus (HCV) merupakan penyebab utama hepatitis kronik pascatransfusi. f. Hepatitis virus tipe B Masa inkubasi yang panjang. Epidermis Epidermis tersusun atas lapisan tanduk (stratum korneum) dan lapisan Malpighi. yaitu bila seseorang sedang menderita HBV kronis. tidak berkembang menjadi kronis dan viremia yang terjadi kemudian akan hilang. kemudian terinfeksi dengan HDV. sekitar 75% penderita hepatitis C akan berkembanmg menjadi hepatitis kronik. virus RNA yang termasuk dalam grup B arbovirus dari family togaviridae. HEV endemic di beberapa daerah di dunia dan epidemi dilaporkan telah terjadi di India. albuminuri. Afghanistan. kelenjar keringat. Kelenjar keringat menghasilkan keringat. 4. c. Hepatitis virus tipe E Hepatitis E virus (HEV) merupakan hepatitis yang dapat sembuh dengan sendirinya. timbul secara mendadak dengan gejala demam tinggi . dengan virion yak berselubung. dan kelenjar minyak. Yellow fever (demam kuning) Yellow fever disebut juga black vomit adalah penyakit viral yang akut. b. e.b. Fungsi lain kulit selain sebagai alat ekskresi adalah sebagai organ penerima rangsang. berserat tunggal. mempunyai ukuran garis tengah 27 nm.garam. yaitu dalam bentuk koinfeksi ( HDV dan HBV bersama-sama menginfeksi eorang penderita pada saat yang sama) atau dalam bentuk superinfeksi. Kulit manusia terdiri atas: a. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar. Sekitar 30% penderita hepatitis B tidak menunjukan gejala atau keluhan yang nyata. dengan gejala-gejala yang timbul perlahan-lahan serta keluhan yang ringan menyulitkan mengenai infeksi hepatitis virus B secara dini. Hepatits B juga disebut hepatitis serum. HEV merupakn virus RNA mirip calcivirus.

dengan cirri khas berupa radang unilateral dari akar dorsal ganglia atau ganglia saraf cranial yang ekstramedula. Keluarnya keringat dikontrol oleh hipotalamus. dan pengaturan suhu tubuh.penyebab penyakit rubella. Mengeluarkan keringat b. Akan tetapi ternyata bahwa infeksi rubella yang menyerang ibu hamil pada trimester pertama dapat menimbulkan infeksi terhadap janin yang dikandungnya dan menimbulkan kelainan congenital pada organ-organ janin. dan radang kataral saluran pernafasan. Mengatur suhu tubuh e. bayi. menimbulkan demam tinggi disertai gambaran khas pada kulit berupa ruam makulopapula. Sedangkan Penyakit virus pada kulit diantaranya: 1. Rubella Penyakit yang disebut jtga sebagai campak Jerman ini sebenarnya termasuk penyakit eksantematus jinak pada anak-anak dan orang dewasa muda. Varicella maupun zoster disebabkan olah serotype viru yang sama.penyebab herpes simplex adalah herves simplex virus yang terdiri dari 2 tipe. Measles (Rubeola) Measles adalah penyakit virus akut yang sangat menular. yang mempunyai cirri khas berupa lesi-lesi vesikula dan pustula. Penderita umumnya orang dewasa dan mungkin terjadi sebagai akibat reaktivasi virus yang berada dalam keadaan laten sesudah sembuh dari varicella. Cacar disebabkan oleh variola virus yang sangat menular dan dapat menimbulkan angka kematian yang tinggi. Variola Cacar ( variola major. Adapun fungsi kulit antara lain: a. Sebagai pelindung tubuh c. Sedangkan alastrim (variola minor) adalah bentuk cacar yang secara klinis gejalanya lebih ringan daripada cacar dengan angka kematian yang selalu rendah. gejala-gejala pada mata. Molluscum contagioscum . Zoster merupakan penyakit menular yang sporadik. Varicella dan Zoster Varicella atau disebut juga chickenpox adalah penyakit yang sangat menular yang terutama menyerang anak-anak. Herpes simplex Herpes simplex primer sebenarnya merupakan penyakit local yang tidak selalu menunjukan gejala dan keluhan nyata. bibit penyakit. 5. Tempat pembuatan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet. 2. penyinaran. yaitu virus varicella-zoster (V-Z). smallpox) adalah penykit demam yang sangat menular . yang secara antigenic berbeda dari rubella virus. 4. 3. namun dapat berkembang menjadi penyakit sistematik yang berbahaya dan bahkan fatal. yaitu herves simplex virus tipe 1 (HSV-1) dan herves simplex virus tipe 2 (HSV-2). yang termasuk family togaviridae. Penyakit ini akan berlangsung lebih parah apabila menyerang orang dewasa. Menyimpan kelebihan lemak d. Penyebab rubeola adalah measles virus. dan oranmg-orang yang mempunyai daya tahan rendah.kerusakan fisik. 6. Penyebab rubella adalah rubella virus. yang termasuk dalam family herpetoviridae.

System ekskresi pada cacing pipih System ekskresi pada cacing pipih. Nefridior. Sel api hanya berperan mengekskresikan air dan air dikeluarkan melalui lubang (nefridiofor). dan zat buangan terlarut keluar dari sel. Setiap segmen tubuh cacing tanah mengandung sepasang nefridium.3. 3. Bahan yang tidak berguna akhirnya akan dikeluarkan dari tunuh cacing menuju ke lingkungan. Setiap cabang berakhir pada sel-sel api yang dilengkapi dengan seberkas silia (bulu getar). dan serangga. Pada saat cairan mengalir dalam duktus ekskretori. 2.dari saluran tersebut terbentuk banyak cabang ke seluruh bagian tubuh cacing.Adalah penyakit infeksi kulit jinak yang menunjukan gambaran khas adanya nodul-nodul kecil seperti mutiara pada kulit penderita. Sistem Ekskresi pada Hewan Invertebrata System ekskresi pada hewan invertebrata sangat sederhana bila di bandingkan dengan system ekskresi vertebrata. Duktus ekskretoris. Sementara itu permukaan tubuhnya berfungsi untuk mengeluarkan co2 dengan cara difusi. yaitu corong bersilia yang terdapat pada rongga tubuh semu (pseudoselom). Verrucae (warts) Adalah tumor kulit yang juga menimbulkan kelainan pada membrane mukosa yang berdekatan dengan kulit yang sakit. merupakan lubang tempat keluarnya sisa metabolisme. BAB III PENUTUP . ekskresi biasanya dilakukan menggunakan vakuola kontraktil. System ekskresi pada serangga System ekskresi pada serangga misalkan belalang. Adapun sisa metabolisme selain air akan dikeluarkan dari tubuh secara difusi. Berikut ini akan dibahas system ekskresi pada cacing pipih. merupakan suatu system protonefridium. cacing tanah. kecuali pada tiga segman pertama da satu segman terakhir. garam-garaman. dan bahkan juga pada spons. yaitu saluran atau pipa halus yang berliku. B. Pada protista bersel tunggal.berupa pembuluh malphigi. yaitu suatu organel berisi cairan yang secara periodik berkontraksi untuk mendorong cairan. Setiap nefridium terdiri atas: A. 2.selanjutnya menuju saluran ekskresi. Nefrostoma. Air di dalam sel dipompa keluar. Penyakit ini ditimbulkan oleh molluscum contagiosum virus yang termasuk dalam kelompok poxvirus dari family poxviridae. misalnya pada planaria. Jika silia di nefrostoma bergetar akan menimbulkan aliran cairan tubuh yang mengandung sisa-sisa metabolism dari rongga tubuh menuju nefridium. Pembuluh-pembuluh malphigi merupakan serabut seperti benang halus berwarna putihkekuninga dalam jumlah yang banyak. Cairan tubuh yang masuk ke sel api. 1. C. System ekskresi pada cacing tanah System ekskresi pada cacing tanah berupa system nefridium. System protonefridium merupakan suatu sistem yang tersusun atas dua saluran longitudinal yang memanjang sejajar pada setiap bagian lateral tubuh. 7. Sedangkan karbondioksida akan dikeluarkan melalui permukaan kulit.bahan-bahan yang masih berguna akan direabsorpsi oleh sel-sel yang melapisi saluran. dan air di lingkungan masuk ke dalam sel secara osmosis. Pada manusia warts disebabkan oleh human papillomavirus yang dapat menimbulkan berbagai jenis kelainan yang bentuknya sesuai denga tempat infeksi dan reaksi yang ditimbulkan oleh hospes.

dan zat warna empedu. Pada sistem ekskresi manusia terdapat banyak kelainan dalam proses pengeluaran sisa metabolisme.1. . kulit. baik kelainan yang terdapat di ginjal. Simpulan Sistem ekskresi merupakan pengeluaran limbah hasil metabolisme pada organisme hidup. Sehingga kita bisa merawat sistem ekskresi kita dengan baik. kelebihan vitamin. air (H2O). karena tubuh kita rentan sekali terkena kelainan yang telah disebutkan di atas. paru-paru dan hati. Sedangkan pada hewan vertebrata berupa pembuluh malphigi. Organ pengeluaran zat sisa pada manusia dan hewan vertebrata berupa ginjal.3. amonia (NH3). urea. Zat sisa metabolisme yang harus dikeluarkan antara lain karbondioksida (CO2). 3.2. sel-sel api dan nefridior. Saran Dengan mengetahui proses sistem ekskresi dan kelainannya. paru-paru. hati. maupun di kulit. semoga kita bisa lebih menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan kita sehari-hari. Sistem ekskresi pada hewan invertebrata sangat sederhana bila di bandingkan dengan sistem ekskresi vertebrata.