BAB 2 Fungsi Linier

April 8, 2010

Pengertian Fungsi Linier atau fungsi berderajat satu ialah fungsi yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah pangkat satu. Sesuai namanya, setiap persamaan linier apabila digambarkan akan menghasilkan sebuah garis lurus. Bentuk umum persamaan linier adalah : y = a + bx dimana a adalah penggal garisnya pada sumbu vertikal y, sedangkan b adalah koefisien arah atau gradien garis yang bersangkutan. 2.2.Pembentukan Persamaan Linier Sebuah persamaan linier dapat dibentuk melalui beberapa macam cara, tergantung pada data yang tersedia. Berikut ini dicontohkan empat macam cara yang dapat ditempuh untuk membentuk sebuah persamaan linier, masing-masing berdasarkan ketersediaan data yang diketahui. Keempat cara yang dimaksud adalah : Cara dwi-koordinat Dari dua buah titik dapat dibentuk sebuah persamaan linier yang memenuhi kedua titik tersebut. Apabila diketahui dua buah titik A dan B dengan koordinat masing-masing (x1,y1) dan (x2,y2),maka rumus persamaan liniernya adalah :

Contoh Soal: Misalkan diketahui titik A(2,3) dan titik B(6,5), maka persamaan liniernya:

4y -12 = 2x ± 4, 4y = 2x+ 8 , y = 2 + 0,5 x Cara koordinat-lereng Apabila diketahui sebuah titik A dengan koordinat (x1,y1) dan lereng garisnya b, maka persamaan liniernya adalah :

Contoh Soal : Andaikan diketahui bahwa titik A(2,3) dan lereng garisnya adalah 0,5 maka persamaan linier yang memenuhi kedua persamaan kedua data ini adalah

Cara penggal-lereng Sebuah persamaan linier dapat pula dibentuk apabila diketahui penggalnya pada salah satu sumbu (a) dan lereng garis (b) yang memenuhi persamaan tersebut, maka persamaan liniernya adalah : y=ax+b ; a = penggal, b = lereng Contoh Soal : Andaikan penggal dan lereng garis y =f (x) masing-masing adalah 2 dan 0,5, maka persamaan liniernya adalah : y=2+5x

Hubungan Dua garis lurus Berimpit Dua garis lurus akan berimpit apabila persamaan garis yang satu merupakan kelipatan dari garis yan lain. garis akan berimpit dengan garis . maka persamaan liniernya adalah : .3. Dengan demikian .Cara dwi-penggal Sebuah persamaan linier dapat pula dibentuk apabila diketahui penggal garis pada masingmasing sumbu. jika Sejajar . maka persamaan liniernya adalah : 2. a = penggal vertikal. yaitu penggal pada sumbu vertikal (ketika x = 0) dan penggal pada sumbu horisontal ( ketika y = 0). b = penggal horisontal Contoh Soal : Andaikan penggal sebuah garis pada sumbu vertikal dan sumbu horisontal masing-masing 2 dan -4 .

jika akan berpotongan Tegak lurus Dua garis lurus akan saling tegak lurus apabila lereng/gradien garis yang satu merupakan kebalikan dari lereng/gradien dari garis yang lain dengan tanda yang berlawanan. garis dengan garis . Dengan demikian . jika akan sejajar dengan 1. Dengan demikian . garis garis .Dua garis lurus akan sejajar apabila lereng/gradien garis yang satu sama dengan lereng/gradien dari garis yang lain. Berpotongan Dua garis lurus akan berpotongan apabila lereng/gradien garis yang satu tidak sama dengan lereng/gradien dari garis yang lain. jika atau Penerapan Ekonomi Fungsi Permintaan. garis akan tegak lurus dengan garis . Dengan demikian . Fungsi Penawaran dan Keseimbangan Pasar .

jumlah) mempunyai tanda yang berlawanan. tingkat teknologi yang tersedia.Fungsi Permintaan Fungsi permintaan menunjukkan hubungan antara jumlah barang/jasa yang diminta oleh konsumen dengan variabel harga serta variabel lain yang mempengaruhinya pada suatu periode tertentu. pendapatan konsumen. harga dari faktor produksi (input) yang digunakan. Variabel tersebut antara lain harga produk tersebut. harapan produsen terhadap harga produk tersebut di masa mendatang Bentuk Umum : Q = -a + bP atau . harga produk lain yang saling berhubungan dan selera konsumen Bentuk Umum Fungsi Permintaan : Q = a ± bP atau Dalam bentuk persamaan diatas terlihat bahwa variable P (price. Variabel tersebut antara lain harga produk itu sendiri. hukum permintaan yaitu apabila harga naikl jumlah yang diminta akan berkurang dan apabila harga turun jumlah yang diminta akan bertambah. Ini mencerminkan. harga produk lain yang berhubungan dalam produksi. harga) dan variable Q (quantity. harga produk yang diharapkan pada periode mendatang. Fungsi Penawaran Fungsi penawaran menunjukkan hubungan antara jumlah barang/jasa yang ditawarkan oleh produsen dengan variabel harga dan variabel lain yang mempengaruhinya pada suatu periode tertentu.

Dalam bentuk persamaan diatas terlihat bahwa variable P (price. hukum penawaran yaitu apabila harga naik jumlah yang ditawarkan akan bertambah dan apabila harga turun jumlah yang ditawarkan akan berkurang. Berapakah harga dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasar ? b. Syarat Keseimbangan Pasar : Qd = Qs Qd = jumlah permintaan Qs = jumlah penawaran E = titik keseimbangan Pe = harga keseimbangan Qe = jumlah keseimbangan Contoh Soal : Fungsi permintaan ditunjukan oleh persamaan Qd = 10 ± 5P dan fungsi penawarannya adalah Qs = ± 4 + 9P a. Keseimbangan Pasar Pasar suatu macam barang dikatakan berada dalam keseimbangan (equilibrium) apabila jumlah barang yang diminta di pasar tersebut sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. yaitu sama-sama positif. harga) dan variable Q (quantity.) Keseimbangan pasar : . Tunjukkan secara geometri ! Jawab : a. jumlah) mempunyai tanda yang sama. Ini mencerminkan.

Jika sebelum pajak persamaan penawarannya P = a + bQ. maka akan terjadi perubahan keseimbangan pasar atas produk tersebut.Pengaruh Pajak Terhadap Keseimbangan Pasar Jika produk dikenakan pajak t per unit.1 ) 2. Keseimbangan pasar sebelum dan sesudah kena pajak dapat digambarkan sebagai berikut. Pengenaan pajak sebesar t atas setiap unit barang yang dijual menyebabkan kurva penawaran bergeser ke atas.4. Biasanya tanggungan pajak sebagian dikenakan kepada konsumen sehingga harga produk akan naik dan jumlah barang yang diminta akan berkurang. dengan penggal yang lebih besar pada sumbu harga. baik harga maupun jumlah keseimbangan. maka sesudah pajak ia akan menjadi P = a + bQ + t Beban pajak yang ditanggung oleh konsumen : tk = Peµ ± Pe Beban pajak yang ditanggung oleh produsen : Jumlah pajak yang diterima oleh pemerintah : Contoh soal : tp = t ± tk T = t x Qeµ .2.Qd = Qs = ± 4 + 9P = = 1 14 Pe 10 ± 5 P 14P P Q Q = 10 ± 5P = 5 Qe Harga dan jumlah keseimbangan pasar adalah E ( 5.

10 ) Keseimbangan pasar sesudah pajak Fungsi penawaran menjadi : P = 16 ± 2Q + t = 16 ± 2Q + 3 = 19 ± 2Q 19 ± 2Q = 7 + Q 3Q Qeµ = P = 12 4 Os = Qd = 19 ± 2Q = 19 ± 8 Peµ = 11 Jadi keseimbangan pasar setelah pajak E¶ ( 4.11 ) . Berapa harga dan jumlah keseimbangan pasar sebelum dan sesudah pajak ? 2. Keseimbangan pasar sebelum pajak Qd = Qs P = 7+Q P = 7+3 Pe = 10 7 + Q = 16 ± 2Q 3Q Qe = 3 = 9 Jadi keseimbangan pasar sebelum pajak E ( 3. Berapa besar penerimaan pajak oleh pemerintah ? 3.-/unit 1. Produk tersebut dikenakan pajak sebesar Rp.Diketahui suatu produk ditunjukkan fungsi permintaan P = 7 + Q dan fungsi penawaran P = 16 ± 2Q. 3. Berapa besar pajak yang ditanggung kosumen dan produsen ? Jawab : 1.

tk = Peµ ± Pe = 11 ± 10 = 1 ( Besar pajak yang ditanggung konsumen Rp.) tp = t ± tk = 3±1 = 2 ( Besar pajak yang ditanggung produsen Rp. 12. 1. Jika produk dikenakan subsidi s per unit.4..4 = t x Qeµ = 12 ( Besarnya penerimaan pajak oleh pemerintah Rp.3. 2.) 2.Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar Subsidi yang diberikan atas produksi/penjualan suatu barang menyebabkan harga jual barang tersebut menjadi lebih rendah. Jika sebelum pajak persamaan penawarannya P = a + bQ.. 2. a. maka sesudah pajak ia akan menjadi P = a + bQ ± s Bagian subsidi yang dinikmati oleh konsumen : sk = Pe ± Peµ Bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen : sp = s ± sk S = s x Qeµ Jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah : Contoh Soal : Permintaan akan suatu komoditas dicerminkan oleh Qd = 12±2P sedangkan penawarannya Qs = 4 + 2P pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp.) 1.1.setiap unit barang. maka akan terjadi penurunan harga produk sehingga keseimbangan pasar atas produk tersebut juga akan bergeser. Berapakah jumlah dan harga keseimbangan sebelum subsidi ? .. T = 3..

) = 16 4 Keseimbangan pasar sesudah subsidi : => => P = ½ Qd + 6 P = ½ Qs + 2 Qd = 12 ± 2P Qs = -4 + 2P Sesudah Subsidi Fungsi Penawaran menjadi P = ½Q+2±2 P = ½Q Sehingga Kesimbangan pasar sesudah subsidi menjadi : -½Q+6 = ½Q Qeµ = 6 P = ½Q Peµ = 3 ( Keseimbangan pasar setelah subsidi E¶ = ( 6. Berapakah jumlah dan harga keseimbangan sesudah subsidi ? c.) Qd = Keseimbangan pasar sebelum subsidi Qs Q = 12 ± 2P = 12 ± 8 Qe = 4 ( Keseimbangan pasar sebelum subsidi E = ( 4.) sk = Pe ± Peµ sp = s ± sk = 2±1 = 4±3 . 4 )) 12 ± 2P = -4 + 2P P Pe = b. Berapa subsidi yang diberikan pemerintah ? Jawab .b. a. Berapa bagian dari subsidi untuk konsumen dan produsen ? d. 3 ) ) c.

Sedangkan biaya variabel tergantung pada jumlah barang yang dihasilkan.) d.) Subsidi yang diberikan pemerintah S = s x Qeµ = 1 ( Besar subsidi untuk produsen = Rp.. FC = k VC = f(Q) = vQ C = g (Q) = FC + VC = k + vQ Keterangan . biaya tetap merupakan sebuah konstanta. Secara matematik. 1. Semakin banyak jumlah barang yang dihasilkan semakin besar pula biaya variabelnya.4. biaya variabel merupakan fungsi dari jumlah barang yang dihasilkan.4..Fungsi Biaya dan Fungsi Penerimaan Fungsi Biaya Biaya total (total cost) yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan dalam operasi bisnisnya terdiri atas biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variabel cost). FC = biaya tetap VC= biaya variabel C = biaya total . Sifat biaya tetap adalah tidak tergantung pada jumlah barang yang dihasilkan.= 1 (Besar subsidi untuk konsumen Rp. 1.6 = 12 2.) = 2.

Tunjukkan persamaan dan kurva biaya totalnya ! Berapa biaya total yang dikeluarkan jika perusahaan tersebut memproduksi 500 unit barang ? Jawab : FC = 20.000 + 100 Q Jika Q = 500.k = konstanta V = lereng kurva VC dan kurva C Contoh Soal : Biaya tetap yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan sebesar Rp 20.000 Fungsi Penerimaan Penerimaan total (total revenue) adalah hasil kali jumlah barang yang terjual dengan harga jual per unit barang tersebut. Berapa besar penerimaannya bila terjual barang sebanyak 350 unit ? Jawab : R=QxP = Q x 200 = 200Q .00 per unit. C = 20.000 sedangkan biaya variabelnya ditunjukkan oleh persamaan VC = 100 Q. R = Q x P = f (Q) Contoh Soal: Harga jual produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan Rp 200.000 VC = 100 Q C = FC + VC C = 20. Tunjukkan persamaan dan kurva penerimaan total perusahaan ini.000 + 100(500) = 70.

000 + 100 Q dan penerimaan totalnya R = 200 Q. Contoh Soal : Andaikan biaya total yang dikeluarkan perusahaan ditunjukan oleh persamaan C = 20.000 = 200(150) ± 20.000 + 100Q R = 200Q Syarat Pulang Pokok R = C 300Q = 20.Bila Q = 350 R = 200 (350) = 70. maka =R±C = 300Q ± ( 20.4.Analisis Pulang Pokok Analisis Pulang Pokok (break-even) yaitu suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis jumlah minimum produk yang harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian.000 2. perusahaan tidak memperoleh keuntungan tetapi tidak pula menderita kerugian.000 + 100Q) = 200 Q ± 20. Diketahui : C = 20.000 Q = 100 Jadi pada tingkat produksi 100 unit dicapai keadaan pulang pokok Jika Q = 150.000 + 100Q 200Q = 20. = 0 ) terjadi apabila R = C .000 . Secara grafik hal ini ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva R dan kurva C. Pada tingkat produksi berapa unit perusahaan mengalami pulang pokok ? apa yang terjadi jika perusahaan memproduksi 150 unit ? Jawab .5. Keadaan pulang pokok (profit nol.

Mengingat pangkat dua dalam persamaan kuadrat sesungguhnya dapat terletak pada baik variable x maupun variable y.. maka persamaan baku lingkaran menjadi : ( x ± i )2 + ( y ± j )2 = r2 .) 5 Komentar | Matematika Bisnis (materi kuliah) | Ditulis oleh acil Permalink Bab 3 Fungsi Non Linier Maret 31.000 ( Perusahaan mengalami keuntungan sebesar Rp.Hiperbola .1 Lingkaran Bentuk Umum persamaan lingkaran ialah : ax2 + by2 + cx + dy + e = 0 Jika i dan j masing-masing adalah jarak pusat lingkaran terhadap sumbu vertikal y dan sumbu horizontal x.1. bahkan pada suku xy(jika ada) maka bentuk yang lebih umum untuk suatu persamaan kuadrat ialah : 3. 2010 3.000. sedangkan r adalah jari-jari lingkaran.1 Fungsi Kuadrat Fungsi kuadrat atau fungsi berderajat dua ialah fungsi yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah pangkat dua.Ellips Bentuk baku rumus ellips 3. jika sumbu lintang sejajar sumbu x .1.1. 10.= 10. dengan 3.2.3.

Parabola Bentuk umum persamaan parabola adalah : y = ax2 + bx + c. Penawaran dan Keseimbangan Pasar Selain berbentuk fungsi linier.1. pada perpotongan kurva permintaan dan kurva penawaran. jika sumbu lintang sejajar sumbu y 3. Keseimbangan pasar ditunjukkan oleh kesamaan Qd = Qs.1. jika sumbu simetri sejajar sumbu horisontal 3. Fungsi permintaan dan fungsi penawaran yang kuadratik dapat berupa potongan lingkaran.2. jika sumbu simetri sejajar sumbu vertical atau x = ay2 +by +c.2.Penerapan Ekonomi 3. Keseimbangan Pasar : Qd = Qs Qd = jumlah permintaan Qs = jumlah penawaran E = titik keseimbangan . potongan hiperbola maupun potongan parabola.. Cara menganalisis keseimbangan pasar untuk permintaan dan penawaran yang non linier sama seperti halnya dalam kasus yang linier. permintaan dan penawaran dapat pula berbentuk fungsi non linier. potongan elips.Permintaan.4.

Pe = harga keseimbangan Qe = jumlah keseimbangan Analisis pengaruh pajak dan subsidi terhadap keseimbangan pasar juga sama seperti pada kondisi linier. maka persamaan penawaran sesudah pengenaan pajak menjadi : Qsµ = ±8 + 2(P±1)2 = ±8 + 2(P2±2P+1) = ±6 ±4P+ 2P2 Keseimbangan pasar yang baru : Qd = Qsµ .3 ) Jika misalnya terhadap barang yang bersangkutan dikenakan pajak spesifik sebesar 1 (rupiah) per unit. Berapakah harga dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasar ? Jawab : Keseimbangan Pasar Qd = Qs 19 ± P2 = ±8 + 2P2 P2 = P Q 9 = 3 Pe = 19 ± P2 = 19 ± 32 Q = 10 Qe Harga dan jumlah keseimbangan pasar adalah E ( 10. sehingga harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasarpun berubah. Pajak menyebabkan harga keseimbangan menjadi lebih tinggi dan jumlah keseimbangan menjadi lebih sedikit. Sebaliknya subsidi menyebabkan harga keseimbangan menjadi lebih rendah dan jumlah keseimbangan menjadi lebih banyak. Contoh Soal: Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukan oleh persamaan Qd = 19 ± P2 . tercermin oleh berubahnya persamaan penawaran. sedangkan fungsi penawarannya adalah Qs = ±8 + 2P2 . Pajak atau subsidi menyebabkan harga jual yang ditawarkan oleh produsen berubah.

2.82 x 1 = 5. Biaya rata-rata adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan tiap unit produk atau keluaran.Fungsi Biaya Selain pengertian biaya tetap.82 Selanjutnya dapat dihitung beban pajak yang menjadi tanggungan konsumen dan produsen per unit barang. Jadi.63 = 0.63 tp = t ± tk = 1 ± 0.63 dan Qeµ = 5. Dengan memasukkan P = 3.30.37 T = Qeµ x t = 5.63 ke dalam persamaan Qd atau Qsµ diperoleh Q = 5. biaya variable dan biaya total.82. masing-masing : tk = Peµ ± Pe = 3. merupakan hasil bagi biaya total terhadap jumlah keluaran yang dihasilkan.63 dan P2 = ±2.19 ± P2 = ±6 ± 4P + 2P2 3P2 ± 4P ± 25 = 0 Dengan rumus abc diperoleh P1= 3.2. P2 tidak dipakai karena harga negative adalah irrasional. serta jumlah pajak yang diterima oleh pemerintah.63 ± 3 = 0. dalam konsep biaya dikenal pula pengertian biaya rata-rata (average cost) dan biaya marjinal (marginal cost). Adapun biaya marjinal ialah biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menghsilkan satu unit tambahan produk Biaya tetap Biaya variable Biaya total Biaya tetap rata-rata : : : : FC = k VC = f(Q) = vQ C = g (Q) = FC + VC = k + vQ Biaya variable rata-rata : Biaya rata-rata : . dengan adanya pajak : Peµ = 3.82 3.

Biaya total merupakan fungsi kubik Andaikan C = aQ3 ± bQ2 + cQ + d maka Maka dan FC=D Contoh Soal : Biaya total yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan ditunjukkan oleh persamaan .Biaya marjinal : Bentuk non linier dari fungsi biaya pada umumnya berupa fungsi kuadrat parabolic dan fungsi kubik. Hubungan antara biaya total dan bagian-bagiannya secara grafik dapat dilihat sebagai berikut : 1. Biaya total merupakan fungsi kuadrat parabolik Andaikan C = aQ2 ± bQ + c maka dan Maka 1.

biaya rata-rata. pada Q = 6 Jika Q = 7.C = 2Q2 ± 24 Q + 102. yaitu Selanjutnya. C = 2(7)2 ± 24(7) + 102 = 32 Berarti untuk menaikkan produksi dari 6 unit menjadi 7 unit diperlukan biaya tambahan (biaya marjinal) sebesar 2. Seandainya dari kedudukan ini produksi dinaikkan dengan 1 unit. biaya tetap rata-rata dan biaya variable rata-rata pada tingkat produksi tadi. Hitung pula besarnya biaya tetap. Fungsi Penerimaan . berapa besarnya biaya marjinal? Jawab : Berdasarkan rumus titik ekstrim parabola. Pada tingkat produksi berapa unit biaya total ini minimum? Hitunglah besarnya biaya total minimum tersebut. biaya variable. C minimum terjadi pada kedudukan Besarnya C minimum = 2Q2 ± 24 Q + 102 = 2(6)2 ± 24(6) + 102 = 30 Atau C minimum dapat juga dicari dengan rumus ordinat titik ekstrim parabola.

5 (200) = 600 Atau Jika Q = 250 . Tentukan tingkat penjualan yang menghasilkan penerimaan total maksimum. dan besarnya penerimaan maksimum tersebut.5 Q2 . dalam konsep penerimaanpun dikenal pengertian rata-rata dan marjinal. Penerimaan marjinal (marginal revenue. dan berapa harga jual perunit? Hitunglah penerimaan marjinal dari penjualan sebanyak 200 unit menjadi 250 unit. AR) ialah penerimaan yang diperoleh per unit barang. R = 900 (250) ± 1. merupakan hasilbagi penerimaan total terhadap jumlah barang.Bentuk fungsi penerimaan total (total revenue. MR) ialah penerimaan tambahan yang diperoleh dari setiap tambahan satu unit barang yang dihasilkan atau terjual. juga merupakan hasilkali jumlah barang dengan harga barang per unit. Penerimaan total Penerimaan rata-rata AR = R/Q Penerimaan marjinal R = Q x P = f (Q) MR = Contoh : Fungsi permintaan yang dihadapi oleh seorang produsen monopolis ditunjukkan oleh P = 900 ± 1.000 P = 900 ± 1.250 R = 900 Q ± 1. Seperti halnya dalam konsep biaya.5(250)2 = 131.5 Q R = Q x P = 900 Q ± 1. Bagaimana persamaan penerimaan totalnya? Berapa besarnya penerimaan total jika terjual barang sebanyak 200 unit. R) yang non linear pada umumnya berupa sebuah persamaan parabola terbuka ke bawah. Penerimaan rata-rata (average revenue. R = 900 (200) ± 1. Penerimaan total merupakan fungsi dari jumlah barang .5 Q2 Jika Q = 200 .5(200)2 = 120. Jawab : P = 900 ± 1.5 Q.

sebab penerimaan total lebih kecil dari pengeluaran total.25Q3 + 2. sebab penerimaan total lebih besar dari pengeluaran total. sedangkan biaya total yang dikeluarkan C = 0.1Q2 + 20Q ± 0. = R ± C = -0.5(300)2 = 135. Sedangkan area diantara Q1 dan Q4 mencerminkan keadaan untung.000 3.25Q3 + 3Q2 ± 7Q ± 20 = ± 0.25Q3 ± 3Q2 + 7Q + 20. Tingkat produksi Q3 mencerminkan tingkat produksi yang memberikan penerimaan total maksimum. R < C. Secara grafik hal ini ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva R dan kurva C. Tingkat produksi Q1 dan Q4 mencerminkan keadaan pulang pokok. Area disebelah kiri Q1 dan sebelah kanan Q4 mencerminkan keadaan rugi. = 0 ) terjadi apabila R = C . Besar kecilnya keuntungan dicerminkan oleh besar kecilnya selisih positif antara R dan C.R maksimum pada Besarnya R maksimum = 900 (300) ± 1. sebab penerimaan total sama dengan pengeluaran (biaya) total. Hitunglah profit perusahaan ini jika dihasilkan dan terjual barang sebanyak 10 dan 20 unit ? Jawab . Kerugian dan Pulang Pokok Analisis Pulang Pokok (break-even) yaitu suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis jumlah minimum produk yang harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian.1Q2 + 20Q.9Q2 + 13Q ± 20 . perusahaan tidak memperoleh keuntungan tetapi tidak pula menderita kerugian.3. Keadaan pulang pokok (profit nol. Contoh soal : Penerimaan total yang diperoleh sebuah perusahaan ditunjukkan oleh persamaan R = -0. R > C.2. Keuntungan maksimum tidak selalu terjadi saat R maksimum atau C minimum. R = C.Keuntungan.

berproduksi menguntungkan berproduksi pada tingkat produksi yang menghasilkan penerimaan total maksimum atau biaya total minimum ? Jawab : R = ± 0.1Q2 + 300Q.9(100) + 13(10) ± 20 = ±250 + 290 +130 ± 20 = 150 (keuntungan ) Q = 20 = ± 0. Manakah yang lebih baik bagi perusahaan.1Q2 + 300Q C = 0.000 R maksimum terjadi pada C minimum terjadi pada pada R maksimum Q = 1500 = ± 0.25(8000) + 2.9(400) + 13(20) ± 20 = ±2000 + 1160 +260 ± 20 = ± 600 (kerugian ) Contoh Soal : Penerimaan total yang diperoleh suatu perusahaan ditunjukkan oleh fungsi R = ± 0.25(1000) + 2.4(1500)2 + 1020(1500) ± 600.000 = 30. Tingkat produksi yang menunjukkan biaya total minimum ? 3.Q = 10 = ± 0.000 = ± 0. Hitunglah : 1. Tingkat produksi yang menghasilkan penerimaan total maksimum ? 2.3Q2 ± 720Q + 600. sedangkan biaya total yang dikeluarkannya C = 0.000.3Q2 ± 720Q + 600.4Q2 + 1020Q ± 600.000 .

Hitunglah harga dan jumlah keseimbangan pasar dari suatu barang yang permintaan dan penawarannya masing-masing ditunjukkan oleh persamaan Qd=20± P2 dan Qs=-28+ 3 P2. Penerimaan total yang diperoleh suatu perusahaan ditunjukkan oleh fungsi R= ± 3Q2+ 750Q.Tingkat produksi yang menunjukkan biaya total minimum ? c.000.000 = 30.4Q2 + 1020Q ± 600. Hitunglah : a.4(1200)2 + 1020(1200) ± 600.000 = ± 0. sedangkan biaya total yang dikeluarkannya C = 5Q2 ± 1000Q + 85. 2. Q = 1200 = ± 0. pada C minimum 2.3.000 3. Hitunglah harga dan jumlah keseimbangan pasar dari suatu barang yang permintaan dan penawarannya masing-masing ditunjukkan oleh persamaanQd=40 ±P2 dan Qs = -60+3 P2. Soal-Soal Latihan 1. Manakah yang lebih menguntungkan berproduksi pada tingkat produksi yang menghasilkan penerimaan total maksimum atau biaya total . Tingkat produksi yang menghasilkan penerimaan total maksimum ? b.1. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful