P. 1
FIQIH II Inseminasi Buatan

FIQIH II Inseminasi Buatan

|Views: 306|Likes:
Published by Rasdiyanah

More info:

Published by: Rasdiyanah on Jan 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2014

pdf

text

original

Tugas Kelompok

INSEMINASI BUATAN

Oleh:

KELOMPOK 2

Nur Amalina Rahman Nur Hijrah Tiala Nur Iqbal Ikhwan Nur Islamiyah Nur Isnaini Nur Rahmi AR

JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

.tujuan . Dilema yang Timbul dari Teknologi Reproduksi (Inseminasi Buatan). Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.sebab dilakukan dan macam-macam Inseminasi Buatan. 05 Desember 2011 Penulis . oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Inseminasi Buatan dilihat dari aturan hukum dan agama.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul ³Inseminasi Buatan´ Makalah ini berisikan tentang Pengertian . Amin Tanggal. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Akhir kata. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang demokrasi Indonesia.

... DAFTAR ISI ..... C......................................................... F....................... Dilema yang Timbul dari Teknologi Reproduksi (Inseminasi Buatan).. Manfaat penulisan«««««««««««««««««««« D..... Kesimpulan««««««««««««««««««««««« 13 B. Tujuan Inseminasi Buatan««.................. Latar belakang ««««««««««««««««««««« B.............................................. D............... Pengertian Inseminasi Buatan«««««««««««««««« B.............« E. 13 DAFTAR PUSTAKA ......... 14 ...DAFTAR ISI SAMPUL ««««««««««««««««««««««««««......... Rumusan masalah«««««««««««««««««««« BAB II PEMBAHASAN ............................... BAB I PENDAHULUAN«««««««««««««««««««« A.................... 13 A... Saran «««««««««««««««««««««««««. Macam-macam Inseminasi Buatan«««««««««««««................... i ii iii 1 1 2 2 2 3 3 3 4 4 5 9 BAB III PENUTUP ........... A........................................ C.......................................................... Inseminasi Buatan dipandang dari Aturan Hukum dan Aturan Agama..... Tujuan Penulisan «««««««««««««««««««...................«««««««««««««««....................... KATA PENGANTAR ...................... Sebab dilakukan Inseminasi Buatan«««««««««««««....

H. Akan tetapi seiring perkembangannya. Namun kemudian mulai ada perkembangan dimana kemudian program ini diterapkan pula pada pasutri yang memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang menyebabkan tidak dimungkinkan untuk memperoleh keturunan. menyatakan bahwa bayi tabung pada satu pihak merupakan hikmah. mereka tidak dapat mempunyai anak. Latar Belakang Inseminasi buatan pada manusia sebagai suatu teknologi reproduksi berupa teknik menempatkan sperma di dalam vagina wanita. Banyak pihak yang kontra dan pihak yang pro. Otto Soemarwoto dalam bukunya ³Indonesia Dalam Kancah Isu Lingkungan Global´. Muhammad Djumhana. Pihak yang pro dengan program ini sebagian besar berasal dari dunia . Ia dapat membantu pasangan suami istri yang subur tetapi karena suatu gangguan pada organ reproduksi. mulai timbul persoalan dimana semula program ini dapat diterima oleh semua pihak karena tujuannya yang ³mulia´ menjadi pertentangan. Pada mulanya program pelayanan ini bertujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak mungkin memiliki keturunan secara alamiah disebabkan tuba falopii istrinya mengalami kerusakan yang permanen. S. Sperma bisa bertahan hidup lama bila dibungkus dalam gliserol yang dibenamkan dalam cairan nitrogen pada temperatur -321 derajat Fahrenheit. pertama kali berhasil dipraktekkan pada tahun 1970. Awal berkembangnya inseminasi buatan bermula dari ditemukannya teknik pengawetan sperma..BAB I PENDAHULUAN A. dengan tambahan dan keterangan dari Drs. Dalam kasus ini. sel telur istri dan sperma suami dipertemukan di luar tubuh dan zigot yang terjadi ditanam dalam kandungan istri. Dalam hal ini kiranya tidak ada pendapat pro dan kontra terhadap bayi yang lahir karena merupakan keturunan genetic suami dan istri.

Rumusan Masalah Adapun makalah yang berjudul Inseminasi Buatan ini membahas: 1. Sebagai bahan perkuliahan dalam mata kuliah FIKIH ataupun mata kuliah lainnya yang membahas materi mengenai Iseminasi Buatan . Memberi gambaran kepada mahasiswa bagaimana inseminasi buatan dilihat dari segi aturan hukum dan agama. B. D. macammacam inseminasi maupun tujuan dilakukannya inseminasi buatan. Informasi mengenai inseminasi buatan dan kasus-kasus yang terjadi menyangkut inseminasi buatan . Pengertian . baik itu pengertian. 2. 3. Memberi pengetahuan pada mahasiswa khususnya Program Studi Ilmu Keperawatan mengenai inseminasi buatan. Tujuan Penulisan Dengan disusunnya makalah yang berjudul Inseminasi Buatan ini maka bertujuan untuk : 1.kedokteran dan mereka yang kontra berasal dari kalangan alim ulama. Dilema yang Timbul dari Teknologi Reproduksi (Inseminasi Buatan) .sebab dilakukan dan macam-macam Inseminasi Buatan 2. 2. C. Inseminasi Buatan dilihat dari aturan hukum dan agama.tujuan . Tulisan ini tidak akan membahas mengenai pro kontra yang ada tetapi akan membahas mengenai aspek hukum perdata yang menekankan pada status hukum dari si anak dan segala akibat yang mengikutinya. Manfaat Penulisan 1.

bukan secara alamiah. pencatatan. B. Adapun tujuan dari inseminasi buatan adalah sebagai suatu cara untuk mendapatkan keturunan bagi pasutri yang belum mendapat keturunan. Inseminasi buatan (artificial insemination). inseminasi. penilaian. pengenceran.BAB II PEMBAHASAN A. . Sebagian kecil diantaranya memiliki berbagai kendala yang tidak memungkinkan mereka untuk memiliki keturunan. maka definisi tentang inseminasi buatan adalah memasukkan atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin wanita dengan menggunakan alat-alat buatan manusia dan bukan secara alami. dan penentuan hasil inseminasi pada manusia dan hewan. Berdasarkan pengertian tersebut. Tujuan Inseminasi Buatan Hadirnya seorang anak merupakan tanda dari cinta kasih pasangan suami istri. Namun perkembangan lebih lanjut dari inseminasi buatan tidak hanya mencangkup memasukkan semen ke dalam saluran reproduksi wanita. tetapi juga menyangkut seleksi dan pemeliharaan sperma. dalam bahasa arab adalah suatu cara atau teknik memperoleh kehamilan tanpa melalui persetubuhan (coitus). Inseminasi buatan merupakan terjemahan dari artificial insemination yang berarti memasukkan cairan semen (plasma semen) yang mengandung sel-sel kelamin pria (spermatozoa) yang diejakulasikan melalui penis pada waktu terjadi kopulasi atau penampungan semen. Pengertian Inseminasi Buatan Kata inseminasi berasal dari bahasa inggris ³insemination´ yang artinya pembuahan atau penghamilan secara teknologi. penampungan. penyimpanan atau pengawetan (pendinginan dan pembekuan) dan pengangkutan semen. tetapi tidak semua pasangan dapat melakukan proses reproduksi secara normal.

Selain untuk memperoleh keturunan. gangguan pada saluran reproduksi dan rendahnya kadar progesterone. latar belakang status physikologi. Sebab dilakukan Inseminasi Buatan Inseminasi buatan pertama kali dilakukan pada manusia dengan menggunakan sperma dari suami telah dilakukan secara intravagina pada tahun 1700 di Inggris. disebut juga artificial insemination husband (AIH) yaitu iseminasi buatan yang berasal dari sel air mani suami-isteri yang sah. Macam-macam Inseminasi Buatan 1. golongan darah. 2. D. Tingkat keberhasilan AIH hanya berkisar 10-20 %. azoospermia dan rendahnya kadar testosteron. Tingkat keberhasilan Inseminasi AID adalah 6070 %. Sedangkan pada pria berupa abnormalitas spermatozoa kriptorkhid. Inseminasi ini dilakukan jika suami tidak bisa memproduksi sperma atau azoospermia atau pihak suami mengidap penyakit kongenital yang dapat diwariskan kepada keturunannya. Inseminasi Homolog. tes IQ. Sophia Kleegman dari Amerika Serikat adalah salah satu perintis yang menggunakan inseminasi buatan dengan sperma suami ataupun sperma donor untuk kasus infertilitas. faktor kesehatan juga merupakan fokus utama penerapan teknologi reproduksi. Inseminasi yang menggunakan air mani suami hanya boleh dilakukan jika jumlah spermanya rendah atau suami mengidap suatu penyakit. dan bebas dari infeksi penyakit menular.C. yang disebut juga artificial insemination donor (AID) yaitu iseminasi buatan yang selnya bukan berasal dari air mani suami isteri yang sah. Penderma sperma harus melakukan tes kesehatan terlebih dahulu seperti tipe darah. Pada wanita kendala ini dapat berupa hipofungsi ovarium. Inseminasi Heterolog. Sebab-sebab utama kegagalan . penyakit keturunan.

 Jika ketika embrio diimplantasikan ke dalam rahim ibunya di saat ibunya telah bercerai dari suaminya maka jika anak itu lahir sebelum 300 hari perceraian mempunyai status sebagai anak sah dari pasangan tersebut.255 KUHPer. Hal ini pun dapat menjadi masalah bila yang menjadi bahan pembuahan tersebut diambil dari orang yang telah meninggal dunia. . Dasar hokum ps. E. b) Tinjauan dari Segi Hukum Perdata Terhadap Inseminasi Buatan Jika benihnya berasal dari Suami Istri  Jika benihnya berasal dari Suami Istri.AIH adalah jumlah sperma suami kurang banyak atau bentuk dan pergerakannya tidak normal. dilakukan proses fertilisasiin-vitro transfer embrio dan diimplantasikan ke dalam rahim Istri maka anak tersebut baik secara biologis ataupun yuridis mempunyai status sebagai anak sah (keturunan genetik) dari pasangan tersebut. maka anak itu bukan anak sah bekas suami ibunya dan tidak memiliki hubungan keperdataan apapun dengan bekas suami ibunya. Namun jika dilahirkan setelah masa 300 hari. Akibatnya memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya. Aturan Hukum a) Permasalahan Hukum Perdata yang Timbul Dalam Inseminasi Buatan Inseminasi buatan menjadi permasalahan hukum dan etis moral bila sperma/sel telur datang dari pasangan keluarga yang sah dalam hubungan pernikahan. Inseminasi Buatan dipandang dari Aturan Hukum dan Aturan Agama 1.

Anak yang dilahirkan memiliki status anak sah dan memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya sepanjang si Suami tidak menyangkalnya dengan melakukan tes golongan darah atau tes DNA. Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami. Jika semua benihnya dari donor  Jika sel sperma maupun sel telurnya berasal dari orang yang tidak terikat pada perkawinan. 1/1974 dan ps. maka dapat dilakukan fertilisasi-in-vitro transfer embrio dengan persetujuan pasangan tersebut.  Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami maka anak yang dilahirkan merupakan anak sah dari pasangan penghamil tersebut. Dasar hukum ps.250 KUHPer.1320 dan 1338 KUHPer. Sel telur Istri akan dibuahi dengan Sperma dari donor di dalam tabung petri dan setelah terjadi pembuahan diimplantasikan ke dalam rahim Istri. (Biasanya dilakukan perjanjian antara kedua pasangan tersebut dan perjanjian semacam itu dinilai sah secara perdata barat.250 KUHPer. 250 KUHPer. Dasar hokum ps. Dasar hukum ps. 42 UU No. Dalam hal ini Suami dari Istri penghamil dapat menyangkal anak tersebut sebagai anak sah-nya melalui tes golongan darah atau dengan jalan tes DNA. maka secara yuridis status anak itu adalah anak sah dari pasangan penghamil. tapi embrio diimplantasikan ke dalam rahim seorang wanita yang terikat dalam perkawinan maka anak yang lahir mempunyai status anak sah dari pasangan Suami Istri .) Jika salah satu benihnya berasal dari donor  Jika Suami mandul dan Istrinya subur. 42 UU No. 1/1974 dan ps. bukan pasangan yang mempunyai benih. sesuai dengan ps.

dr. bayi tabung. mengenai hukum inseminasi buatan dan bayi tabung pada manusia harus diklasifikasikan persoalannya secara jelas. Misalnya Majlis Tarjih Muhammadiyah dalam Muktamarnya tahun 1980. Aturan Agama Masalah inseminasi buatan ini sejak tahun 1980-an telah banyak dibicarakan di kalangan Islam. Mantan Ketua IDI. Dengan demikian. karena dipandang tak bermoral dan bertentangan dengan harkat manusia. tuba .tersebut karena dilahirkan oleh seorang perempuan yang terikat dalam perkawinan yang sah.  Jika diimplantasikan ke dalam rahim seorang gadis maka anak tersebut memiliki status sebagai anak luar kawin karena gadis tersebut tidak terikat perkawinan secara sah dan pada hakekatnya anak tersebut bukan pula anaknya secara biologis kecuali sel telur berasal darinya. Ia menghimbau masyarakat Indonesia dapat memahami dan menerima bayi tabung dengan syarat sel sperma dan ovumnya berasal dari suami-isteri sendiri. dan membolehkan pembuahan buatan dengan sel sperma suami dan ovum dari isteri sendiri. baik dengan cara mengambil sperma suami kemudian disuntikkan ke dalam vagina. Kartono Muhammad juga pernah melemparkan masalah inseminasi buatan dan bayi tabung. baik di tingkat nasional maupun internasional. Vatikan secara resmi tahun 1987 telah mengecam keras pembuahan buatan. 2. Bila dilakukan dengan sperma atau ovum suami isteri sendiri. Jika sel telur berasal darinya maka anak tersebut sah secara yuridis dan biologis sebagai anaknya. ibu titipan dan seleksi jenis kelamin anak. Lembaga Fiqih Islam Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam sidangnya di Amman tahun 1986 mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor atau ovum. mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor sebagaimana diangkat oleh Panji Masyarakat edisi nomor 514 tanggal 1 September 1986.

 Hadits Nabi Saw yang mengatakan. Berdasarkan hadits tersebut para ulama sepakat mengharamkan seseorang melakukan hubungan seksual dengan wanita hamil dari istri orang lain. Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan/keistimewaan sehingga melebihi makhluk-makhluk Tuhan lainnya. Sebaliknya. maka hal ini dibolehkan. Selain itu masih banyak lagi. Sebagai akibat hukumnya. Tetapi mereka berbeda pendapat apakah sah atau tidak . Dan Tuhan sendiri berkenan memuliakan manusia. Abu Daud. Tirmidzi dan dipandang Shahih oleh Ibnu Hibban). kemudian buahnya (vertilized ovum) ditanam di dalam rahim istri.´ (HR. anak hasil inseminasi itu tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya. Dalil-dalil syarâi yang dapat dijadikan landasan menetapkan hukum haram inseminasi buatan dengan donor ialah:  Firman Allah SWT dalam surat al-Isra:70 dan At-Tin :4. maka diharamkan dan hukumnya sama dengan zina. maka sudah seharusnya manusia bisa menghormati martabatnya sendiri serta menghormati martabat sesama manusia. Dalam hal ini inseminasi buatan dengan donor itu pada hakikatnya dapat merendahkan harkat manusia sejajar dengan tumbuhtumbuhan dan hewan yang diinseminasi. maupun dengan cara pembuahannya di luar rahim. Hal ini sesuai dengan kaidah ×al hajatu tanzilu manzilah al dharurat (hajat atau kebutuhan yang sangat mendesak diperlakukan seperti keadaan darurat).palupi atau uterus isteri. kalau inseminasi buatan itu dilakukan dengan bantuan donor sperma dan ovum. asal keadaan suami isteri tersebut benar-benar memerlukan inseminasi buatan untuk membantu pasangan suami isteri tersebut memperoleh keturunan. ³Tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir menyiramkan airnya (sperma) pada tanaman orang lain (istri orang lain).

Di negara barat. Menurut Abu Hanifah boleh. Dilema yang Timbul dari Teknologi Reproduksi (Inseminasi Buatan) 1. masalah inseminasi buatan belum timbul. Sedangkan Zufar tidak membolehkan. mereka atasi masalah Undang-Undang dengan menjalani proses ³adopsi´ secara sah. yang mana inseminasi benih penderma dilakukan dengan giatnya. Dalil lain untuk syarat kehalalan inseminasi buatan bagi manusia harus berasal dari sperma dan ovum pasangan yang sah menurut syariah adalah kaidah hukum fiqih yang mengatakan darâul mafsadah muqaddam ×ala jalbil mashlahah (menghindari mafsadah atau mudharat) harus didahulukan daripada mencari atau menarik maslahah/kebaikan. Aspek Agama Dalam hukum Islam tidak menerima cara pengobatan ini dan tidak boleh menerima anak yang dilahirkan sebagai anak yang sah. kita tidak bisa memperoleh fatwa hukumnya dari mereka. Bolehkah ³ayah´ yaitu suami yang memiliki gangguan reproduksi dapat diterima sebagai walinya? Selain masalah agama juga muncul soal hukum dalam pembagian harta.mengawini wanita hamil. Juga bisa berarti benda cair atau sperma seperti dalam An-Nur:45 dan Al-Thariq:6. Karena itu. seperti dalam Thaha:53. Bolehkah anak yang dilahirkan AID mewarisi harta ³ayah´ juga dalam hal lain-lain yang berkaitan dengan pewarisan. Tetapi kedudukan di negara Indonesia masih belum jelas. apalagi jika anak yang dilakukan perempuan karena nantinya akan mempersoalkan siapa walinya jika anak tersebut menikah. F. karena kata maa⼌ dalam bahasa Arab bisa berarti air hujan atau air secara umum. . asalkan tidak melakukan senggama sebelum kandungannya lahir. Hadits ini juga dapat dijadikan dalil untuk mengharamkan inseminasi buatan pada manusia dengan donor sperma dan/atau ovum. Pada saat para imam mazhab masih hidup.

Hal ini dianggap etis karena sperma yang digunakan berasal dari suaminya sendiri sehingga tidak menimbulkan masalah sosial. Aspek Hukum . misalnya antar anak dengan bapak atau dengan ibu atau bisa saja antar saudara sehingga besar kemungkinan akan lahir generasi cacat akibat inbreeding. karena sperma yang diperoleh sama halnya dari sperma pendonor. Aspek Sosial Posisi anak menjadi kurang jelas dalam tatanan masyarakat. Selain itu juga. sehingga akan menyebabkan persoalan dalam masyarakat seperti status anak yang tidak jelas. dengan alasan ingin mempunyai keturunan dari seseorang yang diidolakannya seperti artis dan tokoh terkenal. Selain itu juga akan ada pandangan negatif kepada wanita itu sendiri dari masyarakat sekitar. karena telah mempunyai anak tanpa menikah dan belum bersuami. karena status anak yang dilahirkan merupakan anak kandung sendiri. akibatnya status anak menjadi tidak jelas. Kasus lainnya adalah seorang wanita ingin mempunyai anak dengan inseminasi tetapi tanpa menikah.Alasan lain dari sekelompok agamawan menolak teknologi reproduksi ini karena mereka meyakini bahwa kegiatan tersebut sama artinya bertentangan dengan ajaran Tuhan yang merupakan Sang Pencipta. namun perlu diingat Allah adalah Sang pemberi hidup. Allah adalah kreator terbaik. 3. 2. terutama bila sperma yang digunakan berasal dari bank sperma atau sel sperma yang digunakan berasal dari pendonor. dan dia ingin mempunyai anak dari sperma beku suaminya. Lain halnya dengan kasus seorang janda yang ditinggal mati suaminya. Kasus tersebut akan menimbulkan sikap tidak etis. di kemudian hari mungkin saja terjadi perkawinan antar keluarga dekat tanpa di sengaja. Manusia dapat saja melakukan campur tangan dalam pekerjaannya termasuk pada awal perkembangan embrio untuk meningkatkan kesehatan atau untuk meningkatkan ruang terjadinya kehamilan.

Pengakuan hak-hak manusia telah diatur di dunia international. Dalam kasus ini akan timbul sikap etis dan tidak etis. 5. sebesar 2. sebab mereka berasumsii bahwa kegiatan tersebut termasuk Intervensi terhadap ³karya Illahi´. Contoh kasus pada bulan Juni 2002. salah satunya tentang hak reproduksi. Dan diberi sanksi untuk memberi tunjangan terhadap 3 orang anak hasil inseminasi spermanya. Dalam artian. Aspek Etik (Moral) Pada kasus yang sedang dibahas ini tampak sekali ketidaksesuaiannya dengan budaya dan tradisi ketimuran kita. Aspek Human Rigths Dalam DUHAM dikatakan semua orang dilahirkan bebas dengan martabat yang setara.5 juta perbulan. mereka yang melakukakan hal tersebut berarti ikut campur dalam hal penciptaan yang tentunya itu menjadi hak prioregatif Tuhan.Dilihat dari segi hukum pendonor sperma melanggar hukum. bayi itu terlahir melalui proses alamiah yaitu melalui hubungan sexsual antara suami-istri yang sah menurut agama. Swedia menjatuhkan hukuman kepada laki-laki yang mengaku sebagai pendonor sperma kepada pasangan lesbian yang akhirnya bercerai. karena berusaha untuk membantu pasangan tersebut untuk mempunyai anak. 4. Sedangkan sikap tidak etis muncul dari pasangan lesbian yang bercerai. karena telah menuntut pertanggungjawaban kepada pendonor sperma yang mengaku sebagai ayahnya untuk memberikan tunjangan hidup bagi ke-3 anak hasil inseminasi spermanya. Padahal semestinya hal tersebut bersifat natural. Sikap etis timbul dilihat dari sikap pendonor sperma yang telah memberikan spermanya kepada pasangan lesbian. Sebagian agamawan menolak Fertilisasi invitro pada manusia. . pengadilan di Stockholm.

Dalam kasus ini. hukum kesehatan serta etika(moral) ketimuran yang berlaku di Indonesia .hukum pidana . namun harus dipertimbangkan secara hukum. baik hukum perdata. . meskipun keputusan inseminasi buatan dengan donor sperma dari laki-laki yang bukan suami wanita tersebut adalah hak dari pasangan suami istri tersebut.hukum agama.

hingga saat ini belum ada penyelesaiannya di Indonesia. Kesimpulan Tampaknya hal ini akan tetap menjadi suatu dilema. teknik inseminasi buatan merupakan suatu titik terang dalam ilmu kedokteran yang dapat membantu penyelesaian masalah infertilitas . B. terutama aturan agama . harus memperhatikan aturan-aturan yang berlaku. permasalahan mengenai inseminasi buatan dengan bahan inseminasi berasal dari orang lain atau orang yang sudah meninggal dunia. Perlu segera dibentuk peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur penerapan teknologi fertilisasi-in-vitro transfer embrio ini pada manusia mengenai hal-hal apakah yang dapat dibenarkan dan hal-hal apakah yang dilarang .BAB III KESIMPULAN A. Saran Sebaiknya dalam pelaksanaan inseminasi buatan. Secara khusus. Di satu pihak.

BAYI TABUNG.com/?p=85 yudhim .2003.INSEMINASIBUATAN.com/2008/09/bayitabung. Mahjuddin .org/i ndex.fathurin-zen. Jakarta: Kalam Mulia.http://www.2011.Fiqih aktual.2011. Masjfuk Zuhdi.Jakarta :Gema insane.1998 .html .com/2008/05/30/hasil-anakinseminasi-dan-bayi-tabung/ fathurin .blogspot.Masil Faqhiyah .BAYI TABUNG DAN INSEMINASI BUATAN.Setawan.2003.http://www.2011.php/augus/106-inseminasi udhiexz . Jakarta :CV Haji Masagung.http://udhiexz.glorianet.DAFTAR PUSTAKA Budi Utomo.wordpress. AugustinusSimanjuntak.HASIL ANAK INSEMINASI DANBAYITABUNG. Masailul Fiqhiyah .2011. http://yudhim.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->