Peradaban Lembah Sungai Indus

Peradaban Lembah Sungai Indus berada sepanjang Sungai Indus di Pakistan sekarang ini. Puing Mohenjo-daro difoto di atas merupakan pusat dari masyarakat kuno ini. Peradaban Lembah Sungai Indus, 2800 SM±1800 SM, merupakan sebuah peradaban kuno yang hidup sepanjang Sungai Indus dan sungai Ghaggar-Hakra yang sekarang merupakan wilayah Pakistan dan India barat. Peradaban ini sering juga disebut sebagai Peradaban Harappan Lembah Indus, karena kota penggalian pertamanya disebut Harappa, atau juga Peradaban Indus Sarasvati karena Sungai Sarasvati yang mungkin kering pada akhir 1900 SM. Pemusatan terbesar dari Lembah Indus berada di timur Indus, dekat wilayah yang dulunya merupakan Sungai Sarasvati kuno yang pernah mengalir. 1. Pusat Peradaban Peradaban Lembah Sungai Indus diketahui melalui penemuan-penemuan arkeologi-di Kota Harappa dan Mohenjodaro. Kota Mohenjodaro diperkirakan sebagai ibukota daerah Lembah Sungai Indus bagian selatan dan Kota Harappa sebagai ibukota Lembah Sungai Indus bagian utara. Mohenjodaro dan Harappa merupakan pusat peradaban bangsa India pada masa lampau. 2. Tata Kota Di Kota Mohenjodaro dan terdapat gedung-gedung dan rumah tinggal serta pertokoan dibangun secara teratur dan berdiri kukuh. Gedung-gedung dan rumah tinggal dan pertokoan itu sudah terbuat dari batu bata lumpur. Wilayah kota dibagi atas beberapa bagian atau blok yang dilengkapi jalan yang ada aliran airnya. 3. Sistem Pertanian dan Pengairan Daerah Lembah Sungai Indus merupakan daerah yang subur. Pertanian menjadi mata pencaharian utama masyarakat India. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat telah berhasil menyalurkan air yang mengalir dari Lembah Sungai Indus sampai jauh ke daerah pedalaman. Pembuatan saluran irigasi dan pembangunan daerah-daerah pertanian menunjukkan bahwa masyarakat Lembah Sungai Indus telah memiliki peradaban yang tinggi. Hasil-hasil pertanian yang utama adalah padi, gandum, gula/tebu, kapas, teh, dan lain-lain. 4. Sanitasi (Kesehatan) Masyarakat Mohenjodaro dan Harappa telah memperhatikan sanitasi (kesehatan) lingkungannya. Teknik-teknik atau cara-cara pembangunan rumah yang telah memperhatikan faktor-faktor kesehatan dan kebersihan lingkungan yaitu rumah mereka sudah dilengkapi oleh jendela.

yaitu daerah Kashmir di sebelah barat dan Lembah Sungai Gangga di sebelah timur. Candragupta Maurya Setelah berhasil menguasai Persia. timbul penyesalan dan tidak lagi melakukan peperangan. Pada tahun 324 SM muncul gerakan di bawah Candragupta. perak. Setelah Ashoka meninggal. perhiasan emas. daerah kekuasaan Kerajaan Maurya diperluas ke arah timur. Pada masa pemerintahannya. Teknologi Masyarakat Lembah Sungai Indus sudah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada masa pemerintahannya. Ashoka Ashoka memerintah. . Namun. dan anak panah 6. Maka berdirilah Kerajaan Gupta dengan Candragupta I sebagai rajanya. pedang. tetapi kemudian menjadi pengikut agama Buddha. sehingga sebagian besar daerah India bagian utara menjadi bagian dari kekuasaannya. pasukan Iskandar Zulkarnaen melanjutkan ekspansi dan menduduki India pada tahun 327 SM melalui Celah Kaibar di Pegunungan Himalaya. Sejak saat itu Ashoka menjadikan agama Buddha sebagai agama resmi negara. Candragupta Maurya menjadi raja pertama Kerajaan Maurya. Kemampuan mereka dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan budaya yang ditemukan.5. Dalam waktu singkat. dan berbagai macam meterai dengan lukisannya yang bermutu tinggi dan alat-alat peperangan seperti tombak. setelah ia menyaksikan korban bencana perang yang maha dahsyat di Kalingga.Kerajaan Maurya dari tahun 268-282 SM. kerajaan terpecah-belah menjadi kerajaan kecil. pasukannya berhasil diusir dari daerah Punjab dan selanjutnya berdirilah Kerajaan Maurya dengan ibu kota di Pattaliputra. Kalingga dan Dekkan berhasil dikuasainya. wilayah Kerajaan Maurya sudah mencapai daerah yang sangat iuas. seperti bangunan Kota Mohenjodaro dan Harappa. Pendudukan yang dilakukan oleh pasukan Iskandar Zulkarnaen hanya sampai di daerah Punjab. Kerajaan Maurya mengalami masa yang gemilang. berbagai macam patung. Setelah Iskandar Zulkarnaen meninggal tahun 322 SM. Ashoka merupakan cucu dari Candragupta Maurya. Pemerintahan Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Maurya antara lain sebagai berikut : a. b. Mula-mula Ashoka beragama Hindu. Peperangan sering terjadi dan baru pada abad ke-4 M muncul seorang raja yang berhasil mempersatukan kerajaan yang terpecah belah itu.

Berdasarkan benda-benda yang ditemukan di Mohenjodaro. unta. sekitar 1500-1000 SM.7. kerbau. Pemujaan tersebut dimaksudkan sebagai tanda terima kasih terhadap kehidupan yang dinikmatinya. permainan anak-anak yang sudah dihiasi berbagai seni gambar dan seni ukir yang indah. Ukiran itu member makna bahwa ibu merupaka sumber kehidupan. Diduga bahwa syair-syair yang dibuat oleh bangsa Arya dibuat setelah kebudayaan Harappa dan Mohenjodaro runtuh. Dewa-dewa tersebut misalnya dewa kesuburan dan kemakmuran (Dewi Ibu). LSI juga dapat dikatakan lebih tinggi daripada di Eropa pada saat yang sama. lembu yang bertanduk. Kedatangannya di India harus menyingkirkan terlebih dulu masyarakat sebelumnya. sebuah patung pohon disamping dewa (gambaran kesucian pohon bodhi tempat Sidharta menerima wahyu) beberapa ratus tahun kemudian. pembakaran dari batu keras (masih kuat sampai sekarang). Kepercayaan Sistem kepercayaan masyarakat Lembah Sungai Indus bersifat politeisme atau memuja banyak dewa. perhiasan. berupa kesejahteraan dan perdamaian. Mereka memiliki kemampuan bersyair yang tinggi walau tidak mengenal bahasa tulis. anjing. 2. bangunan. Mohenjodaro Benda-benda yang ditemukan: huruf. Tradisi lisan ini merupakan transisi masa prasejarah dan sejarah. maka dapat disimpulkan bahwa peradaban Lembah Sungai Indus di Mohenjodaro sudah sangat tinggi. sebagai gambaran bahwa mereka sangat mensuckan binatang. arca-arca yg melukiskan lembu yg menyerang harimau. KEBUDAYAAN LEMBAH SUNGAI INDUS (Abad 3 SM) 1. seperti ikan. patung (terra cotta) yang diukir seperti bentuk wanita telanjang dg dada terbuka. . BANGSA ARYA Bangsa Arya atau Indo Arya mendiami kawasan di sebelah timur sungai Indus: Diantara sungai Sutlej dan Yamuna. mereka telah mengenal biantang: gajah. Hal ini tampak ketika masyarakat India mensucikan sapi sampai sekarang. Masyarakat lembah Sungai Indus juga menyembah binatang-binatang seperti buaya dan gajah serta menyembah pohon seperti pohon pipal (beringin). mengenal huruf pictograph (huruf yg terdiri dari gambar yg berbentuk binatang. alat dapur dari tanah liat. alat rumah tangga. Arya adalah bangsa pengembara. Harappa Benda-benda yang ditemukan: arca-arca. Kesimpulan: Peradaban LSI sama dengan kebudayaan di Sumeria dan Babylonia: mereka ahli dalam pembuatan barang batu dan logam. periuk belanga.

Bangsa Arya sangat menghargai wanita. maka sang istri harus menaiki pancake. Bagi mereka perkawinan adalah sesuatu yang suci. Adapun bagi masyarakat lembah Sungai Indus untuk berhubungan dengan negara-negara asia barat daya dan Cina adalah melalui jalan laut. dan melahirkan anak (laki-laki). Tari-tarian dilakukan dengan gembira yg diiringi dg music. karena kawasan ini berhadapan langsung dengan Laut Arab dan Samudra Hindia. dan tidak berhidung (menurut kitab Veda). mencuci alat-alat dapur. kulit hitam.yakni masyarakat pendukung kebudayaan Mohenjodaro dan Harappa. Ciri masyarakat itu adalah berbahasa Dravida. Secara geografis. Abu jenazah serta tulang belulang dicuci dan disimpan dalam guci. Cikal bakal peradaban India ini dikenal dengan sebutan peradaban lembah Sungai Indus. Prajurit harus ditopang dengan kejujuran ketika berhadapan dengan musuhnya. rangkaian pegunungan Himalaya dan pegunungan Hindu Kush yang melindungi penduduk lembah Sungai Indus dari serangan bangsa asing. Pada tahun 1921. Kebiasaan lain bangsa Arya yaitu gemar melakukan lomba perang-perangan atau lomba memanah. Kedua. LEMBAH SUNGAI INDUS Sejak 4. Budaya Arya sangat mendambakan anak-anak laki-laki. di kota Mohenjo Daro dan Harappa ditemukan benteng yang mengelilingi kedua kota tersebut. kemegahan yg terbesar adalah mati dalam pertempuran. Satu-satunya jalan bagi para pendatang untuk memasuki kawasan lembah Sungai Indus adalah melalui celah Khyber. yg bakal menjamin kemasyuran abadi. Dari reruntuhan dua kota ini. para ahli sejarah dapat menggambarkan berbagai segi kehidupan masyarakat lembah sungai Indus. Perkawinan hanya terjadi pada wanita dewasa dan tidak dikenal poligami. Wanita juga ditugaskan menggiling gandum. membangi kurban. dan menyembah dewa phallus (dewa kejantanan). seorang ayah yang member nasehat. KITAB RAMAYANA DAN MAHABARATA Inti cerita tersebut adalah kisah perjalanan Bangsa Arya. kesenangan dan kekasih dalam keluarga. Begitupula ketika suami meninggal. jika tidak diperoleh maka istri bisa dicerai. sumber abadi dari sifat baik. Penelitian tentang peradaban India kuno dilakukan oleh para arkeolog dari Inggris. Istri yg baik adalah telam dalam kesunyian. Hal itu dapat dilihat dalam kitab veda: ³Saya menggandeng tanganmu untuk kebahagiaan dan kebesaranmu sampai ke hari tua dengan saya suamimu´. mengatur para budak dan anggota keluarga yang lain. Mereka juga punya kebiasaan bermain judi (permainan dadu). kawasan ini meliputi negara Pakistan dan India bagian barat. tempat pembakaran jenazah suami dan ikut terbakar bersama suami.500 tahun yang lalu masyarakat yang hidup di lembah Sungai Indus telah memiliki organisasi kemasyarakatan yang sangat tinggi. dan suatu peristirahatan dalam menempuh pengembaraan hidup. kecuali para kepala suku. yg menjadi teman sejati. Sistem Pemerintahan Berdasarkan penelitian. Dua kota ini dikenal dengan nama Mohenjo Daro dan Harappa. kedudukan pendeta tidak terlalu penting dibading ksatria. Kota Harappa dikelilingi benteng sepanjang 450 meter dan . arkeolog Inggris bernama Sir John Marshall menemukan reruntuhan dua kota kuno yang sangat indah dan rapi. Hal itu terbukti ketika para wanita dipercayakan untuk mengatur rumah tangga. Sedangkan wanita digambarkan sebagai wanita setengah pria. bibir tebal. Ketiga.

dan gading. Jadi. Kelebihan hasil pertanian membuat mereka dapat melakukan perdagangan dengan bangsa lain terutama dengan penduduk Mesopotamia. Tiap kota dipimpin oleh pendeta yang berkuasa secara mutlak. Hal ini terbukti dengan ditemukannya sejenis patung "Dewi Ibu" yang terbuat dari tanah liat. sayuran. Dari peninggalan-peninggalan tersebut para ahli menduga bahwa peradaban lembah Sungai Indus telah menjalankan sistem pemerintahan yang bersifat theokrasi. Rumah-rumah banyak yang bertingkat dua dan tiga lengkap dengan tangganya. kedua kota tersebut diperkirakan telah memiliki pemerintahan pusat. buah-buahan. kulit. serta lumbung-lumbung tempat penyimpanan bahan makanan terutama gandum dengan ukuran 15 meter X 6 meter. bejana dari perak dan emas. gandum. Di dekat barak-barak tersebut dibangun lumbung-lumbung tempat menyimpan hasil pertanian dengan ukuran panjang 15 meter dan lebar 6 meter. Untuk itu. Kebudayaan agraris yang dikembangkan masyarakat lembah Sungai Indus telah melandasi kepercayaan yang mereka anut. Diduga cap stempel manusia berkepala tiga ini adalah dewa utama mereka yang pada perkembangan selanjutnya menjadi Dewa Syiwa dalam agama Hindu. Di kawasan ini. serta perhiasan dari kulit dan gading. domba. Perumahan penduduk sangat teratur. serta dilengkapi pula oleh sumur dan kamar mandi. Patung dewi Ibu dipercayai sebagai perwujudan dari dewi kesuburan. petani menanam padi. Selain pertanian dan peternakan. Kedua kota ini dipisahkan oleh gurun tandus sepanjang 644 km. Peninggalan Budaya A. Barang dagangan yang diperjual-belikan masyarakat lembah Sungai Indus adalah barangbarang dari perunggu dan tembaga. dan kapas. jalan-jalannya dibuat lurus dan lebar. kerbau. perdagangan juga merupakan aspek perekonomian penting bagi masyarakat lembah Sungai Indus. dan dibuat pula tempat pemandian umum dengan ukuran 12 meter X 7 meter. Selain itu mereka juga beternak sapi. . Sistem Kepercayaan Sama halnya dengan sistem kepercayaan bangsa Mesir dan Mesopotamia. B. Masyarakat lembah Sungai Indus juga menyembah manusia berwajah tiga dan binatang yang banyak ditemukan dalam cap stempel.di sekitar benteng tersebut dibangun barak-barak untuk tempat tinggal para pasukan. Kota Mohenjo Daro dan Harappa dibangun berdasarkan pada pola perencanaan kota yang sangat baik. Arsitektur Peninggalan masyarakat lembah Sungai Indus yang sangat berperan dalam mengungkap peradaban mereka adalah ditemukannya reruntuhan kota kuno Mohenjo daro di Pakistan Selatan dan Harappa di Punjab. Perhiasan Di reruntuhan Mohenjo Daro dan Harappa banyak ditemukan berbagai bentuk perhiasan wanita yang terbuat dari logam. masyarakat lembah Sungai Indus sangat mengagungkan dan memuja akan kesuburan. Sistem Ekonomi Sistem perekonomian masyarakat lembah Sungai Indus sangat bergantung pada pengolahan lahan pertanian di sekitar sungai. dan babi. India. saluran-saluran air yang baik. Bangunan kota kuno ini dibuat dengan batu bata merah yang sudah dibakar serta dipoles dengan kapur dan semen. tumbuh dan berkembangnya sistem kepercayaan masyarakat lembah Sungai Indus selalu berkaitan dengan lingkungan geografis tempat tinggalnya.

Namun. sistem sosial. dan kutub fanatisme yang menerima secara buta dan bangga sebagai sebuah ideologi turunan. saya akan memperluas cakupan kajian dengan tidak hanya terkurung dalam tempurung keminangkabauan. Diluar itu semua saya menemukan di luar sana berserakan serpihan-serpihan yang tak terbantahkan memiliki kaitan dengan Kebudayaan Hellenisme. bahkan malu akan cerita yang mengada ada itu. Dalam tulisan saya sebelumnya saya telah menyinggung soal suku-suku pertama Minangkabau yang menunjukkan asal daerah mereka dan ideologi agama yang menjadi latar belakang mereka. Saya memandang mitos tidak dengan cara benar atau salahnya mitos tersebut.5 cm saja. Cap atau stempel tersebut berbentuk segi empat dan hanya berukuran 2. binatang dan disertai dengan tulisan gambar (piktograf). dan kejadian walaupun miskin informasi tarikh sejarah. Cap atau Stempel Benda peninggalan masyarakat lembah Sungai Indus yang banyak ditemukan adalah cap atau stempel yang terbuat dari tanah liat yang dibakar. Reaksi dari para penerima cerita ini juga cenderung terbagi antar dua kutub ekstrim yaitu kutub sinisme yang nyata-nyata menolak dan antipati terhadap cerita itu bahkan sedikitpun tidak mau mendengar. namun dengan titik fokus kenapa mitos itu tercipta. Mitos menyimpan kunci-kunci nama tokoh. Mainan Anak Banyak ditemukan berbagai bentuk mainan anak berupa kereta binatang yang terbuat dari tanah liat yang dibakar yang disebut dengan terracota. D. Biasanya cap stempel ini dipergunakan para pedagang untuk menandai barang-barang miliknya. Tidak ada bukti-bukti tertulis dan ranji silsilah yang dapat dijadikan rujukan. tulisan gambar yang tertera di cap stempel tersebut sampai sekarang masih belum bisa diterjemahkan. Saya akan mendengar semua sumber baik logis maupun mitos. Hasil budaya. . pranata sosial politik dan bahasa menyimpan ribuan kunci yang menarik untuk diteliti. Cap stempel ini ditemukan sebanyak 250 lambang dengan berbagai bentuk gambar manusia. Kebudayaan Hellenisme. Sistem Matrilineal dan Sistem Pemerintahan Nagari yang betul-betul khas Yunani. Untuk menjawab semua itu. nama tempat. yaitu : keluar dari tempurung keminangkabauan.C. dari Lembah Sungai Indus ke Minangkabau Misteri soal mitos orang Minangkabau sebagai keturunan dari Iskandar Zulkarnain (Alexander Agung dari Macedonia) tidak henti-hentinya menjadi bahan perdebatan sekaligus penelitian. tentu saja dengan syarat pertama tadi. saya menenggelamkan diri dalam kutub ketiga yaitu kutub kritis dan peneliti. Saya juga sudah mengulas soal ke-identikan antara seni ukiran yang berkembang di Gandhara dengan motif ukiran Minangkabau dalam tulisan warisan ukiran dari Gandhara.

Tibet. tidak punya pilihan selain melalui Gandhara (Afghanistan sekarang). Budaya dan agama yang bercampur baur di Gandhara diantaranya adalah agama tradisional Yunani. Kemudian di Hadda. Hanya lewat Jalur Sutra inilah perdagangan sutra Cina. pecah belah Alexandria. dari wilayah Afghanistan inilah ajaran Buddha tersebar hingga ke Cina. Bahkan Lembaga Raja itu sendiri berbentuk suatu Triumvirat yang disebut Rajo Nan Tigo Selo dengan anggota-anggota Rajo Alam. Bactria dan Gandhara mendirikan kota-kota menurut model Yunani. sebelum melakukan perjalanan kembali. sambil menyebarkan ajaran-ajaran Buddha sepanjang perjalanan. Gaya bangunan adalah Yunani. Jepang. ribuan biksu Buddha juga ikut lalu lalang di Jalur Sutra. Bhutan. dan Mongolia. dan kedudukan raja sifatnya adalah simbol semata. Korea. pada masa itu. Adalah suatu misteri sebelumnya ketika kita menemui bahwa di Minangkabau terdapat suatu sistem pemerintahan yang sangat asing untuk wilayah Nusantara. Seluruh pengelana yang menempuh jalan darat dari timur Asia ke barat Eropa atau sebaliknya. Dalam kerajaan juga berlaku 2 mazhab pemerintahan yang disebut kelarasan yaitu Sistem Kelarasan Koto Piliang yang aristoktratis dan Sistem Kelarasan Bodi Caniago yang demokratis. dan ukiran gading yang indah produksi India pada masa itu bisa terlaksana. Kerajaan-kerajaan Hellenistic yang berkembang disekitar lembah sungai Indus seperti Seleucid Empire. Buddha. Pada tahun 326 SM. Pemerintahan sendiri dijalankan dengan bantuan dewan menteri yang disebut Basa Ampek Balai dengan anggota sejumlah 4 menteri dan sejumlah 7 lembaga negara yang disebut dengan Langgam Nan Tujuah yang berkedudukan di 7 nagari penting. kuil-kuil itu dilengkapi dengan arca-arca dewa yang tentunya dibuat menurut gaya seni Hellas. Nepal. Rajo Adat dan Rajo Ibadat. Tak hanya pedagang. bersama dengan agama-agama lainnya seperti Hindu dan Zoroastrianisme. seperti . dewa Yunani Atlas digambarkan menopang monumen Buddha yang dihias dengan pilar-pilar kolom Yunani. Sebuah versi sejarah menyatakan. Gandhara Scrolls dan Motif Ukiran Minangkabau Gandhara scrolls adalah motifÃà hiasan gulungan khas Helenistik dengan ukiran dedaunan  anggur dari Hadda. yang dibangun oleh Demetrius sudah menunjukkan sebuah sinkretisme yang kuat atau perpaduan antara agama Yunani dan Buddha. patung perunggu asal Roma. Motif ini berasal dari Yunani yang dibawa oleh pengikut dan tentara-tentara Alexander Agung pada saat penaklukan dunia timur. yang dihias dengan pilar-pilar kolom Korintus. Hindu dan Zoroatrianisme. Kerajaan Minangkabau lebih merupakan konfederasi dari ratusan nagari.Gandhara di Lembah Sungai Indus (600 SM) Gandhara merupakan tempat percampuran berbagai budaya dan agama setelah daerah di Lembah Sungai Indus bagian tengah ini ditaklukkan oleh Alexander Agung pada 327 SM. Belakangan muncul pula Sistem Kelarasan Lareh Nan Panjang yang menggabungkan kedua mazhab yang ada sebelumnya. Alexander memerintahkan bala tentaranya untuk mendirikan 12 kuil yang sebagai ungkapan terima kasih kepada dewa-dewa Yunani. Pakistan utara. Keberadaan stupa di kota Yunani Sirkap. Mereka menemani kafilah-kafilah pembawa dagangan.

daun rimbun rantiangnyo banyak batang panjang luruih pulo. tabayanglah sabatang kayu gadang nan tumbuah dihulu Batang Masia banamo kayu Sajatalobi. mancaliak anak lah mulai gadang lah masak alemu jo pangaja. Dalam Tambo daerah asal ini disebut Tanah Basa atau dalam bahasa asalnya adalah Mahajanapada. di Kerajaan  Champa di Vietnam sekarang dan di wilayah Naxi di China Kesimpulan dan Hipotesa Dari data-data diatas terjawab sudah keheranan selama ini tentang mitos asal-usul orang Minangkabau. melihat anak yang mulai dewasa. timbua niaik dalam hati nak manyuruah anak pai marantau mancari alimu jo pangalaman. Kauthara dan Panduranga. dan Tamil  Nadu dià ƶââà ¬Å¡Ã â¼ Ãà India . Belakangan mereka menciptakan mitos bahwa mereka itulah keturunan langsung dari Alexander Agung. Kota-kota ini juga diatur dengan sistem pemerintahan polis-polis ala Yunani kuno. Amaravati. Di sepanjang jalur perdagangan India-China sistem ini ditemukan dià ƶââà ¬Å¡Ã â¼ Ãà Kerala. tabik pangana andak manabangnyo kadibuek pincalang (parahu) tigo buah untuak palapeh anak marantau (adapun Iskandar Zulkarnain. sistem pemerintahan berbentuk Konfederasi ini juga di temukan di Kerajaan Champa. Siam/Thailand (pada beberapa daerah) dan Champa (Vietnam). Kerajaan Champa yang berdiri sepanjang abad ke 7 hingga tahun 1832 ini berbentuk Konfederasi Kota yang terdiri dari Indrapura. Terakhir saya kutipkan sebagian isi Tambo pada episode awal keberangkatan (eksodus dari Tanah Basa): adopun Sutan Sikandareni rajo alam nan arih bijaksano. Klaim sebagai keturunan Iskandar Zulkarnain itu bisa dipahami sebagai bentuk kekaguman nenek moyang orang Minangkabau yang berasal dari Gandhara di Lembah Sungai Indus terhadap sosok Alexander Agung yang mendirikan peradaban Hellenistic. Harimau Campa (asal Champa). India) dan Anjing Mualim (asal Persia) sebagai navigator. Vijaya. timbullah niat dalam hati untuk menyuruh anak pergi . mako tapikialah maso itu jo apo anak nak kadilapeh balayia dilauik basa. sebagaian wilayah Siam (Thailand). Buddha. Dari nama tersebut sangat jelas bahwa dia berasal dari India. Sistem Matrilineal dan Jejaknya di Jalur Perdagangan India-China Satu lagi kunci untuk mengungkap asal-usul dan diaspora nenek moyang orang Minangkabau adalah sistem kekerabatan Matrilineal yang dianut suku ini. Karnataka dan Tamil Nadu). Sistem inilah yang dibawa oleh nenek moyang orang Minangkabau yang sangat mengagumi Alexander Agung itu. Nenek moyang orang Minangkabau menurut Tambo Alam Minangkabau bernama (bergelar) Sultan Maharajo Dirajo. sudah sempurna ilmu pengetahuan. Tiga daerah asal pengiring ini masih menganut sistem matrilineal hingga saat ini yaitu India (di Kerala. Dalam rombongan tersebut ikut anggota-anggota bernama Cateri Bilang Pandai (asal India) berkasta ksatria.di Ai-Khanoum di Baktria. Karnataka. peradaban perpaduan timur dan barat yang meramu unsur-unsur Yunani. raja yang arif bijaksana. yang hanya menunjukkan ciri-ciri khas arsitektural Hellenistic. Kambing Hutan (asal Cambay. Selain di Minangkabau. Kebudayaan Hindu India dan Kebudayaan Persia serta Zoroatrianisme. Kucing Siam (asal Siam).

daunnya rimbun dan rantingnya banyak. batangnya panjang dan lurus pula. . Terbayanglah sebuah pohon kayu besar yang tumbuh di hulu sungai Batang Masia bernama pohon sajatalobi. untuk dibuat perahu sebanyak 3 buah. mencari ilmu dan pengalaman. Terpikirlah untuk menebang pohon tersebut.merantau. untuk melepas anak pergi merantau ) Apakah Sungai Batang Masia yang dimaksud dalam cerita itu adalah Sungai Indus? Wallahualam bis shawab. Maka terpikirlah waktu itu tentang sarana yang akan digunakan anaknya untuk berlayar di samudera.