Sabtu, 12 Juni 2010

ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN PATOLOGIS ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN PATOLOGIS TERHADAP Ny. R DENGAN ROBEKAN PADA SERVIKS DI BPS Ny. PALUPI

ROBEKAN SERVIKS I. Pengertian Pada hakekatnya persalinan selalu mengakibatkan perlukaan jalan lahir, robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua tersering dari pendarahan pasca persalinan. Robekan pada serviks biasanya uterus berkontraksi lemah untuk menghindari adanya perdarahan hebat yang akan mengancam nyawa ibu, maka perlu dilakukan pemeriksaan yang seksama pada kala dua dan segera perbaiki robekan pada serviks. Pemeriksaan pada serviks harus secara cepat dan hati-hati, beritahukan pada ibu bahwa pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan ada tidaknya robekan yang akan berpotensial kematian pada ibu. Robekan serviks biasanya terjadinya secara lateral disalah satu sisi atau kedua sisi, robekan ini juga dapat mengenai cabang arteri uterus ke serviks dan menyebabkan perdarahan hebat. (Dikutip dari: Modul Hemoragi Post Partum dan Modul Episiotomi & Robekan Jalan Lahir) II. Etiologi Robekan pada serviks karena: 1. Persalinan lama: apabila serviks terjepit diantara kepala bayi dan Sympisis pubis, sisi anterior dapat membengkak, tidak teregang dengan baik dan kemungkinan akan ruptur. 2. Kelahiran dengan bantuan misalnya:forsep, ekstraksi vakum, atau ekstraksi pada bokong sebelum serviks berdilatasi penih. 3. Persalinan Pretiposisi (secara spontan atau distimulasi dengan oksitosik) 4. Kegagalan serviks atau berdilatasi karena kelainan kongenital atau jaringan parut akibat luka terdahulu. (dikutip dari: Modul Hemoragi Post Partum. 2001. Jakarta. EGC) III. Tanda Biasanya pada robekan serviks ditandai dengan perdarahan. Jika robekan besar dan dalam biasanya keadaan umum ini buruk dan apabila dengan rehidrasi intravena keadaan ibu tidak membaik, segera pasang tampon kasa dan segera rujuk ibu dengan Baksoku Do. IV. Komplikasi yang mungkin terjadi dan penanganannya. a. Komplikasi awal 1. Perdarahan Perdarahan dapat terjadi jika pembuluh darah tidak diikat dengan baik. Pencegahannya adalah dengan mengikat titik perdarahan ketika sedang menjahit, pastikan bahwa perdarahan tidak berasal dari uterus yang atonik. 2. Hematoma

jika robekan serviks meluas harus dijahit. 4. 4. Tahan fundus. dengan mengambil seluruh ketebalan pada setiap bibir serviks. Infeksi Komplikasi paling umum dan dapat dihindari dengan memberikan anti biotik profilatik pada maternal dan gunakan teknik aseptik saat menjahit robekan. 9. Tempatkan klem dalam satu tangan. Jika robekan luas beri diazepam dan petidin IV. Periksa tanda vital tiap 2-4 jam 2. Beri antibiotic profilaktik. jika robekan yang terjadi tidak diperbaiki. Pada robekan ringan akan cepat sembuh. 5. 1. dan akan terlihat pada saat inspeksi vagina dan serviks. Beri cairan IV dan atau donor sesuai keadaan pasien. Jakarta: EGC) V. 3. 10. Retensi Urine Maternal harus sering dianjurkan untuk sering berkemih. Beritahu ibu tentang tujuan prosedur yang akan dilakukan dan beri dukungan. (Dikutip dari: Modul Hemoragi Post Partum. 3. Jika ditemukan robekan tinggalkan 2 klem diantara robekan. jika diperlukan hanya setelah infeksi teratasi. 6. Perawatan lanjutan. Hematoma terlihat adanya pembengkakan vagina atau nyeri hebat dan retensi urine. . 2.Hematoma adalah mengumpulnya darah pada dinding vagina yang biasanya terjadi akibat komplikasi luka pada vagina. jahitan harus segera dilepas dan diganti dengan jahitan kedua kali. 1. Perbaikan Robekan Serviks: 1. 7. 2. Penatalaksanaan. b. Jika ibu tidak mampu maka pasang kateter untuk menghindari ketegangan kandung kemih. 4. Tarik kearah kita. Lakukan penjahitan terputus disepanjang luka berjarak 1 cm. itulah sebabnya pemeriksaan serviks dan vagina harus dilakukan secara teliti. Komplikasi lanjut. Perbaikan robekan Serviks Biasanya pada robekan serviks terjadi pada bagian kiri tengah atau kanan tengah (posisi jam 3/9). Perhatikan jika ada robekan atau terjadinya hematoma. (gambar A). perlahan. 2001. robekan serviks juga dapat terjadi pada persalinan spontan. tapi tampilannya akan berubah dari bukaan sirkuler yang halus menjadi irisan transversal. Mulailah menjahit bagian apeks (atas) serviks. dapat menyebabkan nyeri selama bersenggama dan persalinan lama pada kelahiran berikutnya. vesiko serviks atau fistula dapat terjadi apabila robekan vagina atau serviks meluas kekandung kemih atau rectum. misal amoksilin 500 mg oral tiap 8 jam selama 5 hari. Vesiko Vagina. 3. Jepit bibir serviks dengan klem ovum. Jaringan parut dan stenosis (penyempitan) vagina. Gunakan pembalut steril pada perineum.. kemudian pindahkan klem bergantian searah jarum jam sehingga semua bagian serviks dapat diperiksa. Jika terjadi infeksi. 8.

Jakarta) Persiapan dan informasi berikut kedalam rujukan atau sering disebut dengan BAKSOKU Do yaitu: Bidan : Pastikan penolong persalinan mendampingi ibu dan yang Alat : kompeten untuk menatalaksana gawat darurat obstetri. Pasien harus segera dirujuk kerumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap. Rujuk pasien kerumah sakit dengan membuat/membawa surat rujukan.9%) dan selalu diamati pemberian cairan selama perjalanan kerumah sakit dan segera ditangani oleh ahlinya (Dokter Ahli Kandungan). 1996. bila mungkin diperlukan dalam perjalanan. 4. Ingatkan keluarga untuk membawa uang yang cukup untuk membeli obat dan bahan kesehatan lain yang diperlukan selama ibu dan bayi difasilitas rujukan. Sertakan 2 orang anggota keluarga untuk menjadi donor darah bila diperlukan. ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN PATOLOGIS TERHADAP Ny. 3. Cantumkan alasan merujuk dan uraikan hasil pemeriksaan. Bila mungkin. Siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk. Sertakan juga partograf untuk membuat keputusan klinik. (DIkutip dari: Modul Unpad Episiotomi dan Penjahitan Robekan Jalan Lahir. Pengumpulan Data Dasar Tanggal : 2 September 2007 A. R DENGAN ROBEKAN PADA SERVIKS DI RB PALUPI METRO PUSAT 1. (Dikutip dari: Buku II. Pasang infus dengan cairan NaCl fisiologik (0. Bawa obat-obatan esensial pada saat merujuk. DepKes) Apabila terjadi robekan yang meluas dan dapat menyebabkan perdarahan hebat.9% dan selalu cermati selama perjalanan kerumah sakit. BBL ke tempat rujukan. sertakan 2 orang kerumah sakit untuk menjadi donor darah persiapan bila diperlukan. Proses Rujukan 1. asuhan dan obat-obatan yang diterima ibu. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada ibu. Tindak lanjuti selama 10 hari. alasan dan tujuannya dan suami atau anggota Uang : keluarga harus ada menemani. suami dan keluarga.5. dan dalam 6 minggu untuk memastikan bahwa luka benarbenar sembuh. Pasang infus NaCl 0. Donor darah : Berikan surat ketempat rujukan. nifas. Perdarahan Antepartum. DepKes. 1 Identifikasi Klien . Keluarga : Bawa perlengkapan dan bahan-bahan untuk asuhan Surat : persalinan. 2. Obat : Beritahu ibu dan keluarga mengenai kondisi ibu mengapa Kendaraan : perlu dirujuk.

Psikologos Ibu mengatakan takut dan cemas menghadapi persalinannya. His (+) dengan lama His 20 detik. Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir Ibu merasakan gerakan janin sangat kuat. 4. HN Umur : 22 th Umur : 23 th Pendidikan : D3 Pendidikan : S1 Pekerjaan : Guru Pekerjaan : Dosen Agama : Islam Agama : Islam Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Alamat : Jl. R Nama Suami : Tn. mengeluh perutnya mulas dan menjalar sampai kepinggang sejak pukul 05. Pandawa No. Pengeluaran Pervaginaan Lendir bercampur darah. kekuatan sedang. 5.Nama Ibu : Ny. 12. usia kehamilan cukup bulan. 11. Buang air besar terakhir Ibu BAB 1x terakhir pada pukul 08. 3. B. PEMERIKSAAN FISIK 1. Riwayat Imunisasi Selama hamil ibu imunisasi 2x Pertama : 7 Mei 2007 Kedua : 4 Juni 2007 Imunisasi dilakukan di rumah bidan. tapi setelah ibu merasa mulas sampai pengkajian ini dilakukan ibu tidak dapat tidur lagi. Riwayat Kehamilan HpHT : 12-12-2006 Tp : 19-09-1007 ANC dilakukan secara teratur ditempat bidan. Keluhan Ibu mengatakan hamil anak pertama. Buang air kecil terakhir Ibu mengatakan sering BAK hari ini. 7. ibu makan dan minum biasa Makan : 3x/hari Minum : 5-7 gelas/hari 9.13 Alamat : Jl. Istirahat/Tidur Ibu biasanya tidur 6-8 jam tiap harinya.30 WIB.13 Metro Pusat Metro Pusat 2. Tanda-tanda Persalinan Ibu datang pukul 13. Pandawa No. Djj 134x/menit.00 WIB dan mengeluarkan lendir bercampur darah dari vagina.30 WIB 10. Makan minum terakhir Sebelum mulas timbul. his muncul 3x dalam 10 menit. kesadaran: Composmentalis . 6. 8. Keadaan umum ibu: baik.

1. Leopold I : TFU ½ PS-Px. puting susu menonjol.00 WIB Perineum elastis. dalam 10 menit lama 18 detik Djj x/mnt 129 129 Penurunan kepala 5/5 Ketuban/ penyusupan +/0 05. penurunan 5/5. Tanda-tanda vital: TD : 120/70mmHg RR : 24x/menit Pols : 80x/menit Temp : 370C 4. dalam 10 menit lama 18 detik 3x. portio tipis. Sebelum hamil. Ekstermitas atas : Ekstermitas bawah : Tidak ada oedeme Tidak ada oedeme Jari-jari lengkap Tidak ada varises Pergerakan baik Reflek Patella (+) Fungsi Ekstermitas baik. bersih. presentasi kepala. Dada : Simetris. Abdomen : Tidak ada bekas operasi. Leopold III : bagian terendah kepala 4. i. Auskultasi : Djj 134x/menit 6. dinding vagina terabarugae dan tidak ada benjolan. k. TFU = 32 cm . Mata : Kanan/kiri simetris. tidak ada polip d. Serviks 0 cm Kondisi Ibu TD mmHg 120/70 POIS x/mnt 80 78 RR x/mnt 20 18 Temp 0C 37 Obat/cr yg diberikan His 3x. Genetalia Inspeksi : Pada vulva dan vagina tidak ada oedome dan varises. Gigi dan Mulut : Bersih. g. keadaan rectum kosong. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugolaris. 3. fungsi pendengaran baik f. Telinga : Kanan/kiri simetris. Pemeriksaan fisik Kepala : tidak ada benjolan dan lesi a. Pemeriksaan dalam pukul 05. Pengawasan Kala I Tgl Wkt Pemb. bersih. promontorium tidak teraba. BB : 55 Kg Selama hamil BB : 65 Kg TB : 158 cm TB : 158 cm Kenaikan berat badan selama hamil 10 kg. Leopold II : Teraba panjang. pembukaan 0 cm. perineum tidak ada bekas luka. Rectum Ibu mengatakan hari ini sudah BAB. Colostrum ada h. tidak ada ketombe. tidak ada caries e. His 3x setia 10 menit lama 18 detik. Hidung : Kanan/kiri simetris. ketuban (-). j. TBJ = 3100 gram 2. Rambut : Bersih. melengkung di sebelah kanan (puka) dan bagian kiri teraba bagaian kecil-kecil (eksimetris) 3. vulva slym ada. 5.2. tidak ada cedera dan bekas luka dan perdarahan. perineum elastis. Pengeluaran pervaginaan lender bercampur tanah. Leopold IV : Bagian terendah sudah masuk PAP.30 . konjungtiva merah muda c. Keadaan kandung kemih kosong.00 05. 5. tidak rontok b.

dalam 10 menit lama 20 detik 3x. dalam 10 menit lama 18 detik 3x.30 08. Hasil Pemeriksaan Dalam . intrauterine. Dasar: 1. Diagnosa G1P0A0 hamil aterm. dalam 10 menit lama 20 detik 3x. dalam 10 menit lama 18 detik 3x.00 12.30 11.30 10. dalam 10 menit lama 20 detik 3x.00 5 cm 120/70 2 cm 120/70 1 cm 120/70 78 78 80 80 75 75 80 80 80 78 78 78 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 18 18 18 20 18 20 18 18 20 18 20 23 23 20 21 22 22 22 22 22 22 22 22 37 37 Infus set dgn RL 36. Interpretasi dasar 1. Ibu mengatakan hamil anak pertama 2. dalam 10 menit lama 20 detik 3x.30 13. dalam 10 menit lama 20 detik 3x. dalam 10 menit lama 18 detik 3x.00 08.30 14. dalam 10 menit lama 20 detik 3x. dalam 10 menit lama 20 detik 129 129 129 130 130 130 129 129 129 129 130 134 134 134 130 130 130 129 129 134 134 130 130 3/5 +/0 4/5 +/0 5/5 +/0 II. dalam 10 menit lama 20 detik 3x. dalam 10 menit lama 20 detik 3x. dalam 10 menit lama 20 detik 3x. dalam 10 menit lama 20 detik 3x.00 07. janin tunggal.30 15. Fundus teraba kosong Leopold II : Bagian sebelah kanan ibu terasa keras dan panjang.30 16.06. presentasi kepala impasto kala I fase laten.30 17. HpHT : 12-12-2006. dalam 10 menit lama 18 detik 3x. dalam 10 menit lama 20 detik 3x.00 11.5 3x. dalam 10 menit lama 20 detik 3x.00 16. dalam 10 menit lama 18 detik 3x.00 10. dalam 10 menit lama 20 detik 3x.30 12. dalam 10 menit lama 20 detik 3x.30 07. Pada pemeriksaan Leopold didapat hasil Leopold I : Tfu pertengahan Px-Pusat. Leopold III : Bagian terendah kepala Leopold IV : Kepala sudah masuk PAP 4. puka memanjang.00 13. berarti puka. hidup. dalam 10 menit lama 18 detik 3x.00 06. dalam 10 menit lama 20 detik 3x.00 09.00 15. dalam 10 menit lama 18 detik 3x.30 09. dan bagian kiri teraba kecil-kecil berarti ekstremitas.00 14. Tp : 19-09-2007 3.

Ibu terlihat menahan sakit. Identifikasi kebutuhan tindakan dan kolaborasi Kolaborasi dengan dokter bila ada komplikasi yang mungkin terjadi selama proses melahirkan. Observasi cara mengedan ibu. 2. b. alat. Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis. Penyuluhan cara mengedan yang efektif 3. Dasar : Ibu mengatakan nyeri pada daerah sekitar pinggang menjalar sampai ke perut.Perineum elastis. Jelaskan manfaat posisi melahirkan yang baik. Pemenuhan nutrisi a. Ajarkan ibu cara mengatasi nyeri. Penyuluhan posisi melahirkan yang efektif 5. d. dinding vagina teraba rugal dan tidak ada benjolan promontorium tidak teraba. Pemeliharaan cairan dan nutrisi 2. 3. presentasi kepala. Beri makan ibu. Kebutuhan 1. pembukaan 0 cm. 2. Menjelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini. Penyuluhan posisi melahirkan yang baik a. VI. Rencana Manajemen 1. 3. vulva slym ada. c. b. a. b. 5. 4. Penyuluhan cara mengurangi rasa nyeri 4. V. portio tipis. Identifikasi diagnosa dan masalah potensial Potensial terjadinya partus lama Dasar : Inpartu Kala I Ibu hamil anak pertama IV. Implementasi Langsung 1. Ajarkan posisi melahirkan yang baik. Jelaskan manfaat mengedan yang efektif b. Observasi Kala I dengan partograf dan kolaborasi bila ada masalah potensial. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini. Ajarkan ibu cara mengedan yang efektif c. ketuban (-). Pertolongan persalinan yang aman dan nyaman III. Siapakan ruangan bersalin.penurunan His 3x dalam 10 menit selama 18 detik. Jelaskan penyebab nyeri. bahwa ibu telah memasuki Kala I persalinan . Penyuluhan cara mengedan yang efektif a. Beri miunum ibu yang manis sebagai penambah tenaga. kebutuhan fisik dan psikologis ibu serta persiapan bidan. Penyuluhan mengatasi rasa nyeri a. b. Masalah Gangguan rasa nyaman : Nyeri pada pinggang. a.

Mengobservasi cara mengejan ibu. . a. Menyiapkan alat-alat untuk bidan Mitela Skort Sepatu Masker Hand scan Kacamata 9. b. Memenuhi kebutuhan psikologis ibu Memberikan dukungan persalinan 8. Melakukan penyuluhan tentang posisi yang baik dan nyaman. 2 klem arteri. frekuensi His dan tanda vital setiap 30 menit. b. pinset anatomy. Menyiapkan pakaian bayi: bedong. Melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis. Ibu disuruh untuk berjalan-jalan bila masih bias. Menyediakan alat persalinan a. steteskop. c. mengenai Djj. Persiapan ruangan persalinan 2. mengejan dilakukan pada saat His dan telah memasuki Kala II persalinan. 1. 10. Melakukan penyuluhan cara mengatasi nyeri Menjelaskan pada ibu penyebab nyeri. Menjelaskan manfaat mengejan yang efektif. Nyeri disebabkan karena adanya kontraksi pad dinding rahim yang akan membantu janin untuk turun. Mengajarkan cara mengatasi nyeri. VII. Evaluasi Ibu mengerti tentang kondisinya saat ini bahwa sedang menjalani proses persalinan. slim pompa. Partograf PD setiap 4 jam/indikasi inpartu. d.b. Ambubag+O2. kaos tangan dan kaos kaki. pembukaan srviks. 2. Menjelaskan manfaat posisi yang baik dan nyaman. popok. Partus set: gunting episiotomi. gunting. 3. Mengajarkan ibu cara mengedan yang efektif. 6. Heating set: cutget. kaki ditark kearah badan sehingga lengkungan badan dapat membantu mendorong janin. Menyiapkan alat Resusitasi Sunkup. c. penurunan kepala. Dengan posisi setengah duduk ibu akan lebih efektif dalam mengedan dan ibu akan merasa lebih nyaman. gunting arteri. baju. Melakukan observasi Kala I. pengikat+lipst. Apabila ibu mengejan dengan baik dapat membantu mempercepat penurunan kepala dan pengeluaran bayi. b. nal pudel. Memenuhi kebutuhan fisik ibu Makan dan minum BAB dan BAK 7. yaitu posisi setengah duduk. menggunakan partograf. klem pudel. 4. agar pembukaan serviks lebih cepat. cateter nelaton. kemudian menganjurkan ibu untuk terus tidur dengan posisi miring kiri. Menjelaskan tentang posisi yang baik. dan libatkan keluarga atau suami untuk membantu ibu dengan posisi setengah duduk yaitu dengan duduk dibelakang ibu dan menopang punggung ibu. badan ibu dilengkungkan dengan dagu didada. topi. ½ kohr. Melakukan penyuluhan cara mengejan efektif a. 5. Sehingga diafragma berfungsi lebih baik.

Lata genetalia externa ibu terlhat bersih. lamanya 45 detik. Ibu menjadi tenang setelah diberi penjelasan tentang tahap-tahap persalinan yang akan ibu jalani. Ibu yakin persalinan akan berjalan lancer dengan didampingi keluarga dan suami. 4. kesadaran : cm TD : 120/70 mmHg RR : 22x/menit Pols : 80x/menit Temp : 37oC 1. Kontraksi uterus 5x dalam 10 menit intensitas kuat dan teratur lamanya >45 detik. teratur 3. Djj 130x/menit dalam 10 menit. Ibu mengerti cara mengejan yang baik bila His timbul. teratur.menit. ketuban (-). 4. dan ingin keluar air dari kemaluannya O : Vital Sign Keadaan Umum : Baik. Hasil observasi Djj 134x/menit. Keadaan kandung kemih kosong. 5. Ibu mengatakan hamil anak ke I 2. anus mengembang. perineum menonjol. Pembukaan : lengkap Presentasi : belakang kepala Posisi : Puka Ketuban : Jernih Penurunan : 0/5 hodge IV Effacement : 100% A : a. Pengeluaran pervaginaan blood slym yang makin banyak. Pemeriksaan dalam atas indikasi pemantauan kemajuan persalinan. Inspeksi: vulva membuka. Catatan Perkembangan. presentasi kepala. 2.00 WIB Kala II Pukul 21. Ibu berada diruangan yang nyaman. Dasar 1. Kontraksi uterus 5x dalam 10 menit. 11. Diagnosa G1P0A0 usia kehamilan 36 minggu. anus mengembang. 8. Pada Inspeksi tampak: vulva membuka. teratur. 2 September 2007 Jam 21. Kandung kemih dan kandung rectum telah kosong. fase aktif. 10.00 WIB S : Ibu mengatakan perutnya mulas-mulas seperti masuk angina BAB. penurunan kepala 0/5 hodge IV. . Pada pemeriksaan dalam. 9.Alat-alat persalinan telah disterilkan dan siap digunakan untuk menolong persalinan. janin hidup. intra uterus inpartu Kala II. perineum menonjol. Djj: 130x. tunggal. 3. Melakukan pengawasan Kala I. pembukaan servikx 10 cm. Melakukan pemeriksaan vital sign dengan hasil yaitu: TD : 120/70 mmHg Pols : 80x/menit RR : 24x/menit Temp : 37oC 7.

tinggi fundus sepusat. 9. Informasi tentang kondisi ibu saat ini.45 WIB S : Ibu mengatakan perutnya sangat mulas O : Keadaan umum : lemah Kesadaran : Composmentis TTV = TD : 90/70 mmHg Pols : 70x/menit RR : 24x/menit Tem : 37oC Kandung kemih kosong. warna kulit bayi merah muda pucat. 4.b. . terutama suami dalam memberikan motivasi dan dukungan pada ibu. Masalah potensial Potensial terjadinya partus lama. Relaksasi d. Libatkan keluarga. Dukungan psikologis. 7. pantau penurunan. 5. kemudian setelah memotong tali pusat dan mengikatnya. Masalah ibu cemas menghadapi persalinan Dasar : Ibu memasuki Kala II persalinan Ibu hamil anak pertama c. 3. dan vital Sign 3. kontraksi uterus. keadaan bayi lemah. sudah memasuki kala persalinan. Anjurkan ibu mengejan jika ada His. P : 1. Beri asuhan pertolongan persalinan normal. Lakukan pengawasan Kala II menggunakan partograf. bahu dan tubuh bayi kemudian lakukan resusitasi karena bayi tidak menangis spontan. Kebutuhan 1. 6. ganti dengan bedong/handuk kering sambil digosok (rangsangan taktil) pada seluruh tubuh dengan lembut. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini. a. darah memancar tiba-tiba. Bayi lahir pukul 21. lahirkan kepala. berikan pada ibu untuk disusukan. presentasi kepala janin dan Djj setelah kontraksi. 2. Pertolongan persalinan. kemudian bayi akan mulai menangis dan warna kulitnya kemerahan. Cara mengejan yang baik b. 2. tanda-tanda pelepasan plasenta: perut bulat keras. tali pusat memanjang dan tidak berdenyut. Observasi perdarahan pervaginaan. 8. pantau tenaga ibu.30 WIB BB : 2900gr Nilai apgar : 6-7 PB : 49 cm Anus : ada Jenis kelamin : Laki-laki Kala III Pukul 21. Segera keringkan bayi sebagai upaya mencegah kehilangan panas akibat evaporasi air ketuban pada permukaan kulit. Periksa dan pastikan bahwa janin tunggal. Lakukan pertolongan persalinan. Pernafasan saat His c. kontraksi baik.

Lakukan pemeriksaan tanda vital 3. secara IV perlahan. Lakukan manajemen aktif kala III a. kontraksi lemah. Panjang tali pusat 35 cm c. nifas. cantumkan alas an merujuk dan uraikan hasil pemeriksaan. sertakan juga partograf untuk membuat keputusan klinik Obat : Membawa obat-obatan esensial pada saat merujuk. dan ditemukan ada robekan pada serviks. Tahan fundus dan rujuk ke tempat yang memiliki fasilitas lengkap.A : 1. Kortiledon dan selaput utuh b. pervaginaan persalinan Kala III Dasar : Bayi lahir pukul 21. ditemukan fundus teraba lembek. Diagnosa P1A0 partus spontan. kita juga harus mengetahui proses rujukan yaitu: . Surat : Membawa surat ketempat rujukan. alasan dan tujuannya. secara IM di 1/3 paha bagian luar b.30 WIB Plasenta belum lahir. Berat Plasenta 200 gr e. kemudian jika robekan luas berikan diazepam dan petidin. mambantu melahirkan plasenta 4. Kebutuhan Memberi dukungan pada ibu Menghentikan perdarahan Melahirkan plasenta P : 1. Pada saat merujuk persiapan dalam rujukan yaitu dengan : BAKSOKU DO yaitu Bidan : Pastikan penolong persalinan yang kompeten untuk menatalaksanakan kegawatdaruratan obstetric Alat : Bawa perlengkapan untuk persiapan asuhan persalinan. Tebal plasenta 2 cm 5. Keluarga : Beritahu ibu dan keluarga mengenai kondisi ibu mengapa perlu dirujuk. Selain persiapan. Lakukan peregangan tali pusat terkendali c. Jelaskan kondisi ibu saat ini 2. Masalah potensial Potensial terjadi perdarahan hebat Dasar : Fase laten berkepanjangan 6-8 jam 3. bila mungkin diperlukan dalam perjalanan Kendaraan : Siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk Uang : Ingatkan keluarga untuk membawa uang yang cukup untuk membeli obat dan bahan kesehatan lain yang diperlukan selama difasilitas rujukan Donor Darah : Sertakan 2 anggota keluarga untuk menjadi donor darah bila diperlukan. setelah 19 detik lakukan masase fundus secara sirkuler. Memeriksa jalan lahir atau pemeriksaan inspekulo dengan menggunakan klem ovum. Lahirkan plasenta dengan hati-hati Plasenta lahir lengkap pukul 21. Pemberian oksitosin 10 IV. BBL ke tempat rujukan.55 WIB a. 2. 6. Lebar plasenta 14 cm d.

Diagnosa a. Kala IV Post Partum S : Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas O : 1. Perdarahan Antepartum. Jakarta) Segera lakukan kolaborasi dengan dokter kandungan. Kebutuhan Personal hygiene . sertakan 2 anggota keluarga untuk menjadi donor darah bila diperlukan. 5. 3.30 WIB Plasenta lahir lengkap pukul 21. tujuan dan alasannya. Keadaan kandung kemih kosong 3. Keadaan jahitan baik A : 1.55 WIB Perdarahan pervaginam berupa lochea negra Terdapat robekan pada serviks 2.1. Potensial terjadi perdarahan pervaginam Dasar : Plasenta lahir pukul 21. Ibu P1A0 partus spontan pervaginam kala IV Dasar : Ibu partus spontan pervaginam pukul 21.55 WIB Robekan pada serviks Pengeluaran lochea negra TFU sepusat b. Menjelaskan pada ibu dan keluarga serta beritahu prosedur yang akan dilakukan. 2.50 C 2. 4. Pengeluaran lochea negra 7. Masalah Gangguan rasa nyaman Dasar : Terdapat robekan pada serviks 3. Baringkan pasien dengan posisi miring ke kiri. (Dikutip dari: Buku II. Depkes. Kemudian amati tekanan darah dan nadi ibu untuk mengetahui ada atau tidaknya syok akibat perdarahan. Fundus teraba keras dan tingginya masih sepusat 4. perdarahan pervaginam s 800 cc 6. Rujuk pasien ke rumah sakit dengan membuat surat rujukan. Amati pemberian cairan selama perjalanan ke rumah sakit. 1996. penanganannya dilakukan oleh ahlinya sesuai dengan prosedur. Kontraksi uterus baik 5. Pemeriksaan tanda vital Keadaan umum : Ibu masih lemah TD : 100/70 mmHg Pols : 83 x/menit RR : 18 x/menit Temp : 36. karena robekan pada serviks yang luas bukan wewenang bidan dan harus segera ditangani karena dapat mengakibatkan kematian.

Jelaskan kondisi ibu saat ini dan dampingi ibu. Prosedur tindakan pada serviks : 1. anjurkan suami selalu berada di dekat ibu. Perawatan lajutan 1. Ambil darah untuk penggolongan. Bantu ibu berbaring dengan litotomi 3. 2. miring kanan/kiri P : 1. Letakkan pegangan kedua forsep padasatu tangan dan tarik kearah anda. Sumber pencahayaan yang baik 2. jika ibu tidak mampu lakukan kateterisasi 6. dan forsep kedua pada sisi lain laserasi. dengan mengambil seluruh ketebalan pada setiap bibir serviks. Bantu ibu berkemih. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada ibu 2. Anjurkan ibu untuk miring kekiri dan kekanan secara bergantian. 3. Transfusi darah bila diperlukan 5. Benang. Penyuluhan personal hygiene Mandi Vulva hygiene Ajarkan ibu untuk memantau perdarahan pervaginam setiap hygiene 7. Dua forsep sponge 8. cutget 6. Sarung tangan steril 4. 7. Pemenuhan mobilisasi ibu a. untuk menghindari dukubitus b. Larutkan antiseptik (klorin 0. Tempatkan korsep sponge pertama pada salah satu sisi laserasi. pencocokan silang dan mengukur kadar Hb. 9. Perbaikan robekan pada serviks Persiapan pasien : 1. Lakukan penjahitan terputus di sepanjang luka berjarak 1 cm. Memperbaiki keadaan umum ibu dengan memantau pemberian cairan infus dengan RL dan pantau tanda vital 2. Pantau tanda vital setiap 30 menit pada 1 jam kedua 6. Gunakan pembalut steril pada perineum.5%) 3. Bersihkan perineum. Ibu boleh mulai berjalan apabila keadaan ibu sudah mulai membaik. 5. Mulailah menjahit bagian apeks (atas) robekan 8.Pemberian cairan Perawatan jahitan laserasi Membantu ibu untuk memilih posisi yang nyaman. Pantau tanda vital setiap 15 menit pada 1 jam pertama 2. ibu sudah mampu . Klem (pemegang jarum) 7. Menyiapkan peralatan dan persediaan yang dibutuhkan antara lain : 1. Spekulum 4. untuk persiapan apabila memerlukan transfusi. vulva dan vagina (vulva hygiene) 4. Forsep akan menyeimbangkan serviks saat melakukan sutura pada serviks. Anestesi lokal (lidokain 1%) 9. Cuci tangan kemudian gunakan sarung tangan steril 5.

Pemenuhan istirahat Tidur 10. 2. Safe Motherhood. Jakarta. 3. Departemen Kesehatan RI. 1996.Modul hemoragi Post Partum. Safe Motherhood. Pemenuhan nutrisi ibu Makanan dan minuman 9. Sarwono. Buku II.8. Tridasa Printer.EGC. Jakarta.Jakarta. 2001. . Jakarta. Modul Unpad episiotomi dan Penjahitan Robekan Jalan Lahir. Ilmu Kebidanan. Prawiroharjo. 4. 5. 2005. Materi Pendidikan Kebidanan/WHO. Jakarta. Modul Persalinan Macet. misalnya dengan memberikan bantal untuk menopang baayi saat ibu menyusui dan posisi saat menyusui DAFTAR PUSTAKA 1. Departemen Kesehatan RI. Pada ibu Membantu mobilisasi Membantu ibu dalam merawat anak Memberikan dukungan b. EGC. Pada bayi Memberikan bantuan pada ibu saat menyusui. 2002. Libatkan suami dan keluarga untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari a. Perdarahan Antepartum. 1994. Materi Pendidikan Kebidanan/WHO.