Catatan Kuliah

Bahasa Indonesia
Oleh Ande Akhmad S. (A 1O99010 FH UNPA D) Dosen: 1. Dadang Epi Sukarsa, S.H. 2. Eidy Sandra, S.H.
PENDAHULUAN  Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi.  Tujuan bahasa adalah untuk mengerti.  Bahasa Indonesia yang baik; sesuai sopan santun berbahasa bergantung kepada siapa yang dihadapi (lebih tua, muda, terhormat, dsb.).  Bahasa Indonesia yang benar; sesuai norma / aturan berbahasa (realisasinya misal; pada karya tulis ilmiah, pidato resmi, dll., tujuannya adalah untuk mengerti sesuai norma).  Penting atau tidaknya bahasa Indonesia dapat dilihat dari sudut pandang: 1. Jumlah penutur, 2. Jumlah penyebaran. Konsekuensinya: Makin banyak penutur dan makin luas penyebarannya maka bahasa Indonesia makin penting.  Bahasa Indonesia dipakai sebagai sarana ilmu, budaya dan sastra. TATA BUNYI diftong (misal; sentosa → sentausa, teladan → tauladan, dll.).

 Monoftongisasi  Kluster  Lafal

adalah proses perubahan diftong menjadi monoftong (misal; santai → sante, ramai → rame, dll.) (gugus konsonan) adalah dua buah / lebih konsonan yang diucapkan serempak (misal; str pada struktur, dll.).

adalah cara seseorang / sekelompok orang dalam masyarakat bahasa mengucapkan bunyi bahasa, misal; bunyi /k/ pada bapak → bapa’, dll.  Ejaan adalah keseluruhan sistem penulisan bunyi dan bahasa.

 Ejaan yang berlaku di Indonesia adalah Ejaan
van Ophuysen, Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) dan Ejaan Yang Disempurnakan ( EYD; yang berlaku sekarang).  Tekanan dinamik adalah tekanan keras untuk memberikan sebuah tekanan terhadap sepatah kata karena mendapat perhatian khusus, berfungsi untuk; mengemukakan suatu pertentangan, mengalihkan pembicaraan, menyebutkan beberapa jenis benda atau hal berturut-turut. MORFOLOGI  Morfem adalah satuan gramatika terkecil yang mempunyai arti atau ikut mendukung arti.  Morfem terdiri dari: 1. Morfem bebas (kata dasar), yaitu morfem yang berdiri sendiri dan dapat diucapkan Kumpulan Catatan Kuliah Oleh Ande Akhmad Sanusi

 Fonem

adalah kesatuan terkecil yang terjadi dari bunyi bahasa yang dapat membedakan arti (lambang fonem → huruf); f, q, v, x, dan z merupakan fonem serapan.  Diftong adalah dua vokal diucapkan secara serempak dalam satu kesatuan waktu (misal; ai, oi, au, dll.).

 Diftongisasi adalah proses perubahan kata-kata
yang mengandung bunyi monoftong menjadi

1

saya sudah… → …sudah saya. Kumpulan Catatan Kuliah Oleh Ande Akhmad Sanusi 2 . karena (nya) di sini adalah untuk orang ke-3) → Atas perhatian anda. dsb. dsb. Dalam pasal 27 UUD 1945 menjelaskan (tak baku) → dijelaskan (baku. Pasal 27 UUD 1945 menjelaskan. yaitu morfem yang tak dapat berdiri sendiri dan baru mengandung makna setelah morfem itu diletakkan dalam hubungan kalimat atau dengan morfem yang lain / bentuk lain. Atas perhatiannya (tak baku. Dosen menugasi mahasiswa untuk membuat makalah → Dosen menugaskan membuat makalah kepada mahasiswa. STRUKTUR KALIMAT  Yang perlu kita perhatikan dalam upaya memahami struktur kalimat bahasa Indonesia ialah: 1. Rektor membawahi para dekan (tak baku) → Rektor membawahkan para dekan / Dekan membawahi rektor (baku). Morfem terikat. 2. Contoh. Morfem dasar terikat secara morfologis. Contoh. Contoh. dipasifkan) atau diaktifkan (supaya baku) menjadi.: 1. bila tak → apabila tidak. disebabkan karena → disebabkan oleh. Penggunaan kosa kata. kasih tahu → memberi tahu. Alat uji kalimat. Misal. legalisir → legalisasi. lagi bikin → sedang membuat. RAGAM BAHASA  Skema: Tentang ragam bahasa Ragam bahasa baku Ragam bahasa lisan Ragam bahasa tak baku Ragam bahasa Ragam bahasa baku Ragam bahasa tulisan Ragam bahasa tak baku  Ragam lisan dan ragam tulisan berbeda. 3. Penggunaan struktur kalimat. perbedaannya dapat kita lihat sbb. yaitu morfem yang tak dapat berdiri sendiri jika tidak dalam bentuk kompleks. tersendiri meskipun tidak diletakkan dalam hubungan kalimat. dsb.2. Penggunaan bentuk kata.. nabrak → menabrak. terbayang). cetus dan bayang → harus diberi imbuhan ter (tercetus. 3.

Tidak didahului kata depan (di. Merupakan jawaban atas pertanyaan mengapa atau bagaimana. Terdapat dalam kalimat yang berpredikat kata kerja (pola kalimat III dan pola kalimat V). atau menyisipkan di antara S dan P). Berupa kata benda. ke. kata sifat atau kelompok kata sifat. Dapat disertai kata pengingkaran tidak dan bukan. Terdapat dalam kalimat transitif. → Cantik. Pel. Ad 2): Ciri-ciri S. Kalimat majemuk. Merupakan jawaban atas pertanyaan apa dan siapa.). awal. 3. Tidak didahului kata depan. Kalimat efektif. sudah. Berupa kata kerja atau kelompok kata kerja. kata bilangan atau kelompok kata bilangan. 2. 2. 5. 3. kata benda. 3. 5. Pelengkap memiliki ciri-ciri antara lain: 1. kelompok kata benda. Tidak didahului kata merupakan. dengan. 4. 5. Suatu kata atau kelompok kata dapat berfungsi sebagai predikat jika kata atau kelompok kata itu dapat disertai kata benda.. sebab. kata sifat atau kelompok kata sifat. pelengkap (Pel). 6. Berupa kata benda atau kelompok kata benda. O. Langsung mengikuti predikat (kata kerja transitif). 2. waktu. sedang. Pembalikan unsur-unsur kalimat. akibat. gadis (bukan janda). atau kelompok kata benda yang mempunyai relasi predikatif (hubungan subjek – predikat). atau adalah. atau anak kalimat. 4. 4. gadis itu. Hanya menempati posisi setelah predikat. Dapat disertai kata-kata seperti ingin. objek (O). Tidak didahului kata depan. Objek memiliki ciri-ciri antara lain: 1. atau kelompok kata benda. baik lisan maupun tulisan. 5. Kkt  Subjek memiliki ciri-ciri antara lain: 1. Tidak dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. 6. mau. belum. akan. 4. Suatu tuturan merupakan kalimat jika urutan unsur-unsurnya dapat kita pertukarkan tempatnya. 2. Contoh: gadis yang cantik itu (frase) → Gadis itu cantik (kalimat). 4. predikat (P). Setiap kalimat sekurang-kurangnya memiliki predikat.2. Keterangan memiliki ciri-ciri antara lain: 1. Unsur predikat. Predikat memiliki ciri-ciri antara lain: 1. 3. Melengkapi makna kata kerja (predikat). 2. hendak.. ialah. P.    Berupa kata benda atau kelompok kata benda atau kelas kata lain yang dapat memiliki salah satu subjek di atas. Memberikan informasi tentang tempat. cara. alat. dsb. Memiliki keleluasaan posisi (akhir. dsb. Kumpulan Catatan Kuliah Oleh Ande Akhmad Sanusi 3 . keterangan (Kkt). dalam.  Ad 1): Alat uji kalimat  Persyaratan pokok yang perlu diperhatikan dalam menentukan apakah sebuah tuturan. Pola kalimat. 3. Dapat menjadi subjek kalimat pasif (dalam oposisi aktif). Gadis itu cantik. merupakan sebuah kalimat atau baru merupakan gabungan kata (frase) antara lain: 1. Ciri-ciri subjek (S). tanpa ada perubahan informasi yang disampaikan. dan. 2. Contoh: gadis yang cantik itu → yang cantik itu. Disertai kata itu / ini (takrif). Dapat diperluas / disertai frase atau klausa. dsb.

ketika. atau anak kalimat. apabila. Kalimat dasar berpola S P (P: KB). Semua peserta datang. kelompok kata (frase berpreposisi). Kalimat dasar berpola SPO (P: Kkt). supaya. tidak memiliki unsur kalimat yang lengkap (jika subjek kalimat sama dengan subjek induk kalimat. b. sesaat. Kalimat tunggal. Orang itu baik. serta. a. dari. misalnya. sebab. walaupun. b. jika. II. atau. Kalimat dasar berpola S P K. Kalimat dasar berpola S P (P: KK). Didahului kata depan (seperti di. Ciri-ciri induk kalimat. Dapat menempati posisi awal. kalau. seperti: dan. dan atau objek serta pelengkap / keterangan). Berupa kata. akhir. waktu. Kalimat dasar berpola S P Pel. 2. Kalimat dasar berpola S P O K. VI. karena. sesudah. sebelum. kepada. subjek anak kalimat dapat ditiadakan. c. sekalipun. Saya membaca novel baru. dapat berdiri sebagai kalimat tunggal yang mandiri. Dia membuatkan temannya lukisan Bali. tetapi. kalimat yang hanya terdiri atas satu kalimat dasar. predikat. Memiliki dua kalimat dasar atau lebih. Kalimat majemuk bertingkat (tak setara). Itu rumah saya. Memiliki kalimat induk dan anak kalimat. tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal yang mandiri. Gadis itu memasukkan tangannya ke dalam kantong jaketnya. tidak didahului kata penghubung. agar. b. setelah. - - ditandai dengan kata penghubung (menyatakan hubungan tak setara). kalimat yang sekurang-kurangnya terdiri atas dua kalimat dasar. tetapi dalam induk kalimat subjek harus ada). pada. kemudian. Kalimat majemuk setara. antara lain. V. Ad 5): Kalimat efektif Kumpulan Catatan Kuliah Oleh Ande Akhmad Sanusi 4 . dalam. meskipun. Kalimat dasar berpola S P (P: KS). 4. Saya tertarik pada matanya. Ditandai oleh kata penghubung. atau menyisip dalam induk kalimat (di antara subjek dan predikat) untuk anak kalimat yang menduduki fungsi keterangan. biarpun. entah. Ad 3): Pola kalimat  Antara lain: I. mempunyai unsur kalimat yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan anak kalimat (subjek. yaitu: 1. a. ke. IV. sedangkan.3. dan dengan) atau kata penghubung (untuk keterangan yang berupa anak kalimat). Ciri-ciri anak kalimat. Kalimat majemuk. lalu. III. Kalimat dasar berpola SPO (P: Kkt turunan). Ad 4): Kalimat majemuk  Kalimat dibedakan menjadi dua macam. Anak pertamanya telah menjadi pengusaha. meliputi: a. Dia menjalankan perusahaan ayahnya. terus. Kalimat dasar berpola S P Pel. andaikata. lantas.

3. Koran-koran diganti dengan koran. Kata yang dihilangkan karena dapat mengaburkan subjek. Kelogisan (kenalaran). 5. membuktikan bahwa koran dan majalah belum mencerminkan penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Kesalahan yang paling banyak ditemukan dalam penulisan kalimat dan merusak koherensi kalimat adalah penempatan kata-kata yang tidak tepat dan penempatan preposisi konjungsi dan sejumlah kata tugas yang salah. Kepaduan (koherensi). Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran pembicara / penulis. (3): Menjadi: Sebagai sampel. Hemat menggunakan kata. - Dengan → Penulis. dan pe-an. Penggunaan bentuk gramatikal yang sejajar / sama untuk unsur-unsur kalimat yang mempunyai bagian / jabatan yang sama. misal Maha Mengetahui. (7) Cara menyusun kalimat. pembentukan kata serta menggunakan ejaan masih banyak yang salah. (4) Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Mahaesa). Setiap kalimat harus mempunyai gagasan pokok / ide pokok yang jelas dan utuh. (3) Sebagai sampel. untuk kesejajaran kalimat. (2): Menjadi: Makalah ini membahas penggunaan bahasa Indonesia dalam media masa cetak. Kumpulan Catatan Kuliah Oleh Ande Akhmad Sanusi 5 . Maha + (imbuhan +…) → di pisah. Kehematan. makalah ini penulis dapat selesaikan. (4): Menjadi: Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. 2. Kesatuan gagasan. (2) Makalah ini yang membahas penggunaan bahasa Indonesia dalam media masa cetak. antara lain harus memiliki: 1.  Syarat-syaratnya. sehingga bila tidak dibubuhi imbuhan maka disatukan (misal. (5) Berdasarkan hasil analisa data. Komentar: (1): Menjadi: Penulis memanjatkan puji syukur pada Tuhan Yang Mahakuasa. atau bentuk lain yang dianggap tak perlu sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa. makalah ini penulis dapat selesaikan. Kesatuan gagasan ini ditentukan oleh faktor kejelasan makna kalimat. (6) Dengan perkataan lain para wartawan belum mahir menterapkan kaidah bahasa Indonesia ke dalam tulisannya. Hubungan timbal balik yang tepat antara bagian-bagian yang membentuk sebuah kalimat. me-. Suatu alur berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan unsur-unsur yang terdapat dalam kalimat sehingga membentuk kesatuan pikiran yang masuk akal. katakata lain yang mempunyai fungsi harus menggunakan bentuk yang sama juga. 4. mengambil beberapa koran-koran dan majalah.  Contoh: (1) Dengan memanjatkan puji syukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa. artinya makna kalimat itu tidak menimbulkan penafsiran yang ganda. karena makna jamak sudah diwakili oleh kata beberapa. Bila digunakan kata-kata yang mengandung di-. frase. (5): Menjadi: Hasil analisa data membuktikan bahwa koran dan majalah belum mencerminkan penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar. penulis mengambil beberapa koran dan majalah. Kesejajaran (kepararelan).

“…dst. kutipan terdiri dari: 1. maka demi kesejajaran kalimat. Prinsip-prinsip Mengutip  Antara lain: 1.) sebagai penghubung. Pengertian  Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang. - Karena rincian lebih dari satu maka di antara kata kata dan serta ditambahkan koma (. kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. (6): Menjadi: Dengan perkataan lain. maka lebih baik memasukkannya dalam bagian Apendiks atau Lampiran. 3. […] diberikan setelah kata atau kalimat yang mengalami perubahan. baik terdapat dalam buku-buku maupun majalah-majalah. - Antara kata lain dan para ditambah koma (. Kutipan tidak langsung (kutipan isi). [sic !] diberikan setelah kata yang (mis. Efisiensi. misal. Bila ada kesalahan. serta menggunakan ejaan masih banyak yang salah. oleh Drs. (7): Cara menyusun kalimat. Agar kualitas akademis tercapai dan dapat dipertanggungjawabkan. Menghilangkan bagian kutipan. Adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata. Adalah pinjaman pendapat seseorang atau tokoh terkenal berupa inti sari atau ikhtisar dari pendapat tersebut. adalah sbb.). “… [sic !]…“. Gorys Keraf. Penghilangan bagian kutipan dinyatakan dengan tanda: […]. Misalnya.“ Cara Mengutip  Antara lain: 1. maka dapat dilakukan dengan memberikan keterangan. Untuk kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris. misal.: a.) sebagai penghubung. 2. Jenis Kutipan  Menurut jenisnya. Untuk mengadakan analitis atau kritik. maka diberikan catatan singkat. penulis menganggap perlu memasukkan kutipan yang panjang. KUTIPAN Dirangkum dari: Komposisi. Jangan mengadakan perubahan. Kumpulan Catatan Kuliah Oleh Ande Akhmad Sanusi 6 . jika kita tidak setuju dengan suatu bagian dalam kutipan. Tetapi jika perlu. para wartawan belum mahir menerapkan kaidah bahasa Indonesia ke dalam tulisannya. Antara kata data dan membuktikan tidak perlu koma (. Kutipan langsung. kata pembentukan diganti dengan membentuk. - Untuk memperluas uraian.  Bila - Karena predikat yang ada dalam satu kalimat tersebut yaitu menyusun dan menggunakan adalah merupakan kata kerja transitif (memerlukan objek penderita). Tidak boleh merubah makna. Keterangan tersebut berupa. Penulis]…”. atau ucapan seseorang yang terkenal. “… [huruf miring dari saya. 2. Untuk bahan penunjang gagasan. penulisannya) tidak kita setujui. ide penulis atau pengarang. Kutipan itu diintegrasikan langsung dengan teks.- Kata berdasarkan dihilangkan untuk kesejajaran kelimat. menterapkan → menerapkan. membentuk kata.  Tujuan: Untuk menghindarkan duplikasi.

atau dalam kurung ditempatkan nama singkat pengarang. b. dalam menjawab …). atau dalam kurung ditempatkan nama singkat pengarang. 2. Jarak antara baris dengan baris dua spasi. Kutipan ditempatkan dalam spasi rapat (meskipun singkat). atau dalam kurung ditempatkan nama singkat pengarang. maka konsekuensinya: Kumpulan Catatan Kuliah Oleh Ande Akhmad Sanusi 7 . Untuk menyampaikan keterangan tambahan. maka baris pertama dari kutipan itu dimasukkan lagi 5 – 7 ketikan. c. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas (untuk footnote). 3. 2. (misal. Prinsip-prinsip Membuat Catatan Kaki  Antara lain: 1. c. Kutipan itu dipisahkan dari teks dalam jarak 2.: a. Kutipan itu boleh atau tidak diapit dengan tanda kutip. adalah sbb. Kutipan tidak diapit dengan tanda kutip. Dinyatakan dengan mempergunakan nomor urut penunjukan baik yang terdapat dalam teks maupun yang terdapat pada catatan kaki. Catatan penjelas. c. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas (untuk footnote). Nomor urut penunjukan. 5. d..” Untuk kutipan tak langsung. b. Untuk menyatakan utang budi. misal. c. 4. CATATAN KAKI Pengertian  Catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. Keterangan nomor footnote. sebagaimana ditegaskan dengan katakata sebagai berikut: “…. adalah sbb. Hubungan catatan kaki dengan teks. Kutipan itu diapit dengan tanda kutip. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas (untuk footnote). dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu. Catatan sumber dan penjelas. misal. dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu. adalah sbb.5 spasi. Kutipan diintegrasikan dengan teks b. dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu (untuk endnote). Untuk kutipan atas ucapan lisan.: a. e. Jarak antara baris dengan baris kutipan satu spasi. Untuk kutipan pada catatan kaki. tahun terbit. Kutipan dimasukkan dalam tanda kutip.  Jenis catatan kaki antara lain: 1.: Misal: …. Apabila nomor urut penunjukan hanya berlaku untuk tiap bab. Penunjukan sumber (referensi). tanggal. Untuk merujuk bagian lain dari teks. Jarak antar baris dua spasi. Apabila terdapat kutipan dalam kutipan. “… ‘…’… .“ nomor footnote. maka dapat menggunakan [‘…’] untuk kutipan dalam kutipan tersebut. tahun terbit. Dikutip tepat seperti teks aslinya.  Tujuan catatan kaki: Untuk menyusun pembuktian. 3. nama yang memberikan keterangan. adalah sbb. Untuk kutipan langsung yang lebih dari empat baris. d. d. Seluruh kutipan itu dimasukkan ke dalam 5 – 7 ketikan.: a.b. tahun terbit. 2. bila kutipan itu dimulai dengan alinea baru.

- Sesudah catatan kaki pertama. dsb.a. Sesudah baris terakhir dari teks.Judul buku. e. 3. Berebey. maka pada penyebutan kedua dan seterusnya atas sumber yang sama. (et alii = dan lain-lain). sedangkan bagi nama-nama yang lain digantikan dengan singkatan et. - Bila terdapat lebih dari seorang pengarang. mulai dari margin kiri sepanjang 15 ketikan dengan huruf pika. Dr. atau 18 ketikan dengan huruf elite [_______________]. . dalam jarak 5–7 ketikan dari margin kiri diketik nomor penunjukan. maka catatan kaki dimulai dengan judul buku atau judul artikel. . Dr. Antara lain sbb.. misal. cit. cit. f. Op. dalam jarak 3 spasi harus dibuat sebuah garis. b. Nama pengarang dan sumber yang untuk pertama kali disebut dalam satu bab. Kumpulan Catatan Kuliah Oleh Ande Akhmad Sanusi 8 . Baris kedua dari tiap catatan kaki selalu dimulai dari margin kiri. setengah spasi ke bawah mulai diketik baris pertama cari catatan kaki. Teknik pembuatan catatan kaki. dsb. harus disebut secara lengkap. antologi). judul majalah. nama keluarga. Pada penunjukan kedua dan selanjutnya cukup dipergunakan nama singkat. b. .Urutan. jika hanya terdapat dua atau tiga orang maka semua nama pengarang dicantumkan. al. Pengarang. cit. d. Apabila nomor penunjukan itu berlaku untuk seluruh karangan. Untuk tiap bab selalu dimulai dengan nomor urut 1 untuk catatan yang pertama. Berebey. Judul. cit. Totong Bajingos. dan penunjukan berikutnya atas sumber yang sama dalam bab tersebut dipergunakan singkatan Ibid.Jika tidak ada nama pengarang atau editor. penunjukan sumber secara lengkap hanya dipergunakan untuk penyebutan yang pertama kali.: a. Misal. Dalam jarak dua spasi dari garis tadi. Op. sedangkan jarak antar catatan kaki pada halaman yang sama (kalau ada) adalah dua spasi. Konvensi yang berlaku di FH UNPAD (dalam penulisan tugas akhir). Jarak antar baris dalam catatan kaki adalah spasi rapat. (editor) dibelakang nama penyunting atau penyunting terakhir. judul artikel ditempatkan dalam tanda kutip. c. gelar (kalau ada). tetapi jika lebih maka cukup nama pertama yang dicantumkan. Langsung sesudah nomor penunjukan. Penunjukan kepada sebuah kumpulan (bunga rampai. atau Loc. atau ensiklopedi digarisbawahi atau dicetak dengan huruf miring. nama kecil.. atau Loc. Harus disediakan ruang atau tempat secukupnya pada kaki halaman tersebut sehingga margin bawah tidak boleh lebih sempit dari 3 cm sesudah diketik baris terakhir dari catatan kaki. sama dengan point 1 dan 2 ditambah singkatan ed. dan penunjukan berikutnya atas sumber yang sama dalam bab tersebut dipergunakan singkatan Ibid. harian. - 2. bahwa untuk nama dalam catatan kaki tidak menuliskan gelar. Unsur-unsur Referensi  Antara lain: 1. dipisahkan oleh sebuah tanda koma. Prof. Totong. maka.

Referensi kepada buku dengan dua atau tiga pengarang. Buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih. hal. berikutnya mengalami H.cit. Dalam referensi yang pertama. tempat dan tahun tidak dipisahkan dalam tanda kurung. New York. Graebner.A. 3. et. . hal. 1923). 2003). Contoh Catatan Kaki  Antara lain: 1.Data publikasi bagi sebuah majalah. College English.) dipakai untuk menunjukan nomor halaman. Concepts of Calculus (Vol. F. Anthropology and Sociology (New York: Social Science Research Council. . cit.. dan digantikan dengan singkatan Ibid. Konvensi yang berlaku di FH UNPAD (dalam penulisan tugas akhir). singkatan untuk halaman adalah hlm. Konvensi yang berlaku di FH UNPAD: F. maka singkatan halaman (hal. Alton C. Gleason. Referensi kepada buku dengan seorang pengarang. tahun dan nomor halaman. Angell. Loc. tetapi harus mencantumkan nomor jilid dan nomor halaman. judul buku. Op. Leipzig.Tempat dan tahun penerbitan sebuah buku dapat dicantumkan pada referesni pertama: referensi-referensi selanjutnya (dalam kesatuan nomor urut itu) ditiadakan. 4. Lighstones. Gottschalk. misal. . .Untuk buku yang terdiri dari satu jilid. Kalau edisi perubahan.Sesudah penunjukan pertama kepada sebuah artikel dalam majalah atau harian. al. maka untuk selanjutnya cukup dipergunakan judul majalah atau harian tanpa judul artikel. 4. An Introduction to Descriptive Linguistics (rev. hlm. tanggal. New York: Haper & Row. Konvensi yang berlaku di FH UNPAD (dalam penulisan tugas akhir). Etnologie in die Kultur der Gegenwart. 1961). The Use of Personal Documents in History. L. I. tidak perlu disebut lagi.Data publikasi bagi sebuah artikel harian terdiri dari: bulan. . 75. A.3. Referensi kepada buku dengan banyak pengarang. 56. . 1923. tidak perlu memuat nama tempat dan penerbit. hal.H. the first year (New York. (Bandung. maka harus dicantumkan nomor jilid (dengan angka Romawi) dan nomor halaman (dengan angka Arab).. (Selanjutnya bentuk penulisan footnote yang dianut di FH UNPAD adalah seperti demikian). 5. hal. 1966). 82 – 173. tanggal dan bulan (tidak boleh disingkat) dan tahun.. dsb. Etnologie in die Kultur der Gegenwart (Leipzig. 2. tempat dan tahun terbit ditempatkan dalam tanda kurung dan dipisahkan dengan sebuah koma. 544. Kumpulan Catatan Kuliah Oleh Ande Akhmad Sanusi 9 . tetapi apabila ada lebih dari satu penomoran yang dipergunakan maka cara tersebut tidak berlaku. Kluckhoh. 1945). Morris.. R. 1964). hal. Graebner. 544. Jilid dan nomor halaman. ed. Data publikasi..Jika sebuah buku terdiri dari beberapa jilid. C. 51 – 56. hari.

1964). 1962). Jassin (Djakarta. 1973.. 1984). Op. … + penjelaskan terhadap kata / kalimat / pernyataan yang dikutip…). hal. 1967). Sebuah terjemahan. 9. hal. Sebuah edisi dari pengarang atau lebih. H. (… menjelaskan kata / kalimat / pernyataan yang dikutip…). Multatuli. hal. 15. 50. William M. 7.B. Bila halamannya sama maka hanya dipergunakan singkatan Ibid. Referensi kepada dua sumber atau lebih. hal. 8. 35 – 55. Parera. Referensi pada artikel majalah.. Referensi dan catatan penjelas. 12. Dan. M. 122. atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda. Lukman Ali. Dipergunakan bila catatan kaki yang berikutnya menunjuk kepada karya atau artikel yang telah disebut dalam catatan nomor sebelumnya. sebagai Tjermin Manusia Indonesia Baru (Djakarta. 10. Louis G. Referensi dari sumber kedua M. I. “Partikel-partikel Bahasa Indonesia. I. “Seminar Bahasa Indonesia 1968 (Ende: Nusa Indah. 1972). Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Jakarta. Dubbeldeman. 572 – 573. Man and His Works: The Science of Cultural Anthropology (New York: Alfred A. Ramlan.. 257 – 260. Knopft. A Course in Modern Linguistics (New York: The MacMillan Company. Cit. 84 – 85. Catatan penjelas. Singkatan dari Ibidem yang berarti pada tempat yang sama. Max Havelaar.” Toward Liberal Education. Gibson. “Fonologi Bahasa Gorontalo” (Skripsi Sarjana. “Rhetoric. Singkatan yang Digunakan Dalam Penulisan Footnote  Diantarnya: - 11. 47 – 58. hal. 50. Soebadio. Tajuk Rencana dalam Kompas. 1928). terj. Ny. mengutip Charles F. hal.A. saja. Kumpulan Catatan Kuliah Oleh Ande Akhmad Sanusi Jos. karya seorang 13. Robert Ralph Bolgar.” Madjalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia. Tesis dan diterbitkan. Mallinckrodt. Bahasa dan Kesusastraan Indonesia.J. eds. 1933). hal. 4. Singkatan dari Opere Citato yang berarti pada karya yang telah dikutip. David Riesman. hal. XIX. 222. Hockett. H. 30. hal. “Character and Society. - 10 . 16. Het Adatrecht van Borneo (Leiden: M. disertasi yang belum Ibid. Trench.6. 1971). April 1963. Locke.. A. Artikel dalam ensiklopedi. 501. Herskovits. 14. 19 Januari. Trubner & Co. Goldenweiser. J.” Encyclopaedia Britannica (1970). hal. The Principles of Limited Possibilities in the Development of Cultural (London: Kegan Paul. and Geroge Arms (New York. ed. Artikel dalam sebuah antologi. “Penggunaan Sansekerta dalam Pembentukan Istilah Baru. 1959). Referensi pada artikel harian.

-  Cara penyusunan daftar bibliografi ( daftar pustaka ): 1. An Introduction to The Study of Speech: New York. : dan halamanhalaman berikutnya. al. 1962. Sapir. Ms. dan et.Dipergunakan bila catatan itu menunjuk kembali kepada sumber yang telah disebut lebih dahulu. 4. London: George Allen & Unwin Ltd... lihat pada artikel atau karangan yang sama di bawah. Leonard. 3.: editor (penyunting) atau edition ( edisi). 205 Et. dipakai untuk menyatakan atau menggantikan pengarang-pengarang yang tidak disebutkan namanya. Bila tidak ada nama pengarang.. berarti halaman 205 dan 206. harian. Jarak antara baris dengan baris untuk satu referensi adalah satu spasi. atau bandingan dengan. 207. dst. Language. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi. Edward. Language.” American Journal of Society. Nama pengarang diurut menurut alfabet (nama yang dipakai dalam urutan itu adalah nama keluarga).  Contoh daftar bibliografi: Apabila menggunakan cara footnote: BIBLIOGRAFI Bloomfiled. tetapi jarak antara pokok dengan pokok yang lain adalah dua spasi. Language. infra: di bawah.: dan lain-lain. atau ensiklopedi yang telah disebutkan sebelumnya. - - BIBLIOGRAFI Kumpulan Catatan Kuliah Oleh Ande Akhmad Sanusi 11 . supra: di atas. atau jilid. 1949. _______. Brace and Company. 1962. “ Speech as a Personality Trait. Seri. Leonard. 32: 892 – 906 (1927). [Sic!]: demikianlah. dari tiap pokok dimasukkan ke dalam sebanyak 3 atau 4 ketikan. maka judul buku atau artikel dimasukkan dalam urutan alfabet. 2. seq. Apabila menggunakan cara endnote. Konvensi yang berlaku di FH UNPAD: tidak menggunakan nama keluarga untuk diurutkan dalam alfabet. Hal. Passim: tersebar di sana-sini (pada suatu majalah atau tempat tertentu).. sudah terdapat lebih dulu pada teks yang sama. cf. Dipergunakan untuk menyebut atau menunjuk kepada sebuah artikel majalah. Baris pertama dimulai dari margin kiri. atau conf. maka daftar bibliografinya adalah sbb. et. Hal. London: George Allen & Unwin Ltd. seq.: Manuscript : naskah. 205 Et. tetapi diselingi oleh sumber lain. seqq. nama pengarang diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan. seqq. seperti pada aslinya. - Loc.: confer berarti bandingkan. tetapi diselingi oleh sumber lain. Ser. Vol: volume..: BIBLIOGRAFI Bloomfiled. Harcourt. maka untuk referensi yang kedua dst. et. baris kedua dst. berarti halaman 205. cap: bab. Singkatan dari Loco Citato yang berarti pada tempat yang telah dikutip. ed. 206. Cit.

S. Brace and Company. _______. oleh Ukun Suryaman. 1927. Membina Bahasa Indonesia Baku 1 dan 2 Pelik-pelik Bahasa Indonesia. Pilihan Kata dalam Bahasa Indonesia.” American Journal of Society.Sapir. Edward. Badudu. “ Speech as a Personality Trait. oleh Dr. 1949. J. Gorys Keraf. Kumpulan Catatan Kuliah Oleh Ande Akhmad Sanusi 12 . oleh Drs. 32: 892 – 906. REFERENSI  Diantaranya : - Komposisi. An Introduction to The Study of Speech: New York. Language. Harcourt. Dll.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful