P. 1
Ilmu Kealaman Dasar -SDA & Lingkungan-

Ilmu Kealaman Dasar -SDA & Lingkungan-

|Views: 1,749|Likes:
Published by Sania M. Jayanti

More info:

Published by: Sania M. Jayanti on Jan 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2013

pdf

text

original

SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN

MATA KULIAH ILMU KEALAMAN DASAR
ZUL AZHAR, MM.,Ir.

DI SUSUN OLEH : SANIA MASTIA JAYANTI DEVI MAULINA RAKA UTAMA FACHRIYADI BUNGA NASUTION DEFI JUMADIL MUSELI YULIANA PUTRI HAQI FADILLAH (0221 11 235) (0221 11 242) (0221 11 247) (0221 11 252) (0221 11 257) (0221 11 264) (0221 11 709)

KELAS G AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PAKUAN 2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan petunjuk-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul ³SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN´, yang mana makalah ini disusun bertujuan untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar. Seperti pepatah yang mengatakan ³Tak ada gading yang tak retak´, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam penyajian makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini berguna dan dapat menambah pengetahuan pembaca. Demikian makalah ini penulis susun, apabila ada kata- kata yang kurang berkenan dan banyak terdapat kekurangan, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Bogor, 30 Desember 2011

Penulis

Sumber Daya Alam dan Lingkungan

2

DAFTAR ISI
Sampul«««««««««««««««««««««««««««««««««««.1 Kata Pengantar«««««««««««««««««««««««««««««««.....2 Daftar Isi««««««««««««««««««««««««««««««««««..3 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang«««««««««««««««««««««««««««4 1.2 Tujuan««««««««««««««««««««««««««««««.4 1.3 Sistematika Penulisan««««««««««««««««««««««««.4 BAB II PEMBAHASAN SUMBER DAYA ALAM 2.1 Pengertian Sumber Daya Alam««««««««««««««««««««..5 2.2 Jenis-Jenis Sumber Daya Alam««««««««««««««««««««..5 2.3 Manfaat Sumber Daya Alam untuk Manusia«««««««««««««««.7 2.4 Konservasi Sumber Daya Alam««««««««««««««««««««10 BAB III PEMBAHASAN LINGKUNGAN 3.1 Pengertian Lingkungan Hidup««««««««««««««««««««..13 3.2 Unsur-Unsur Lingkungan Hidup«««««««««««««««««««..14 3.3 Pentingnya Lingkungan Hidup««««««««««««««««««««.15 3.4 Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya««««15 3.5 Upaya-Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup ««««««««««««««.20 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan««««««««««««««««««««««««««...«22 4.2 Kritik dan Saran««««««««««««««««««««««««««22 Daftar Pustaka««««««««««««..«««««««««««««««««««.23

Sumber Daya Alam dan Lingkungan

3

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negeri yang sangat kaya akan sumber daya alam dan lingkungannya. Semua jenis sumber daya alam hampir semua ada di Indonesia, sehingga banyak investor dari luar negeri yang mau menjalin kerja sama dengan Indonesia. Banyak hal yang dilakukan untuk mengeruk sumber daya yang ada untuk keperluan masyarakat dan pembangunan negara. Tapi manusia yang tidak pernah puas telah melampaui batas dan mengeksploitasi sumber daya yang ada tanpa memikirkan akibatnya pada lingkungan sekitar dan pada sumber daya itu sendiri. Yang ditimbulkan malah bukan kesejahteraan melainkan kerusakan pada lingkungan. Sebenarnya Indonesia tidak butuh dunia untuk bisa berkembang dan tetap hidup, karena semuanya dimiliki oleh Indonesia. Dunia lah yang membutuhkan Indonesia. 1.2 Tujuan Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Ilmu Kealaman Dasar yang dibimbing oleh Bapak Zul Azhar, MM, Ir. Selain itu, makalah ini juga diharapkan bisa menjadi bahan pembelajaran bersama untuk membentuk kehidupan yang lebih baik. Menambah ilmu pengetahuan pembaca, agar pembaca termotivasi untuk ikut serta memperbaiki kerusakan lingkungan yang telah ditimbulkan akibat eksploitasi sumber daya alam serta menjaga bumi yang menjadi tempat tinggal umat manusia. 1.3 Sistematika Penulisan Latar Belakang Pengertian Sumber Daya Alam Jenis-Jenis Sumber Daya Alam Manfaat Sumber Daya Alam untuk Manusia Konservasi Sumber Daya Alam Pengertian Lingkungan Hidup Unsur-Unsur Lingkungan Hidup Pentingnya Lingkungan Hidup Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya Upaya-Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup
4

Sumber Daya Alam dan Lingkungan

BAB II PEMBAHASAN SUMBER DAYA ALAM
2.1 Pengertian Sumber Daya Alam Sumber Daya Alam (SDA) adalah segala sesuatu yang ada di alam bumi ini yang dapat dipergunakan untuk pemenuhan hidup manusia lalu dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera. 2.2 Jenis-Jenis Sumber Daya Alam Pembagian jenis-jenis sumber daya alam dapat bermacam-macam: -Berdasarkan Sifat Ketersediaannya: 1. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui Contoh : minyah tanah, gas bumi, batu bara, bahan tambang lainnya 2. Sumber daya alam yang dapat diperbarui Contoh : hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah 3. Sumber daya alam yang tidak akan habis pakai Contoh : udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut -Berdasarkan asalnya sumber daya alam dibagi: 1. Sumber Daya Alam Biotik (organik) merupakan SDA yang berasal dari kehidupan. Contoh: batubara, minyak bumi. 2. Sumber Daya Alam Abiotik (anorganik) merupakan SDA yang berasal bukan dari kehidupan. Contoh: timah, emas, bauksit. -Berdasarkan kelestariannya: 1. Renewable Natural Resources (Sumber Daya Alam yang dapat diperbarui) merupakan Sumber Daya Alam yang dapat terus diusahakan keberadaanya atau dapat dilestarikan. Contoh: Air, Tumbuh - Tumbuhan. 2. Unrenewable Natural Resources (Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbarui) merupakan Sumber Daya Alam yang akan habis jika terus menerus digunakan atau sulit dijaga kelestariaannya. Karena membutuhkan waktu yang sangat lama dalam proses pembentukannya. Contoh: barang-barang tambang.
Sumber Daya Alam dan Lingkungan 5

- Berdasarkan pemanfaatannya/penggunaannya : 1. Sumber daya alam materi: yang di manfaatkan adalah materi sumber daya alam tersebut. Contoh: bahan galian yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan. 2. Sumberdaya alam hayati: sumber daya yang memanfatkan makhluk hidup. meliputi hewan dan tumbuhan. 3. Sumber daya alam energi: Yang dimanfaatkan adalah energi yang tekandung dalam sumber daya alam tersebut. Contoh: BBM,batu bara, gas bumi, sinar matahari. 4. Sumber daya alam ruang merupakan pemanfaatan ruang atau tempat yang diperlukan manusia dalam hidupnya misalnya area tanah (daratan) dan angkasa. 5. Sumber daya alam waktu: Sumber Daya Alam yang pemanfaatannya tergantung waktu. Contoh: Sawah tadah hujan hanya dapat difungsikan saat musim penghujan - Berdasarkan Pembentukan: 1. Sumber Daya Alam Biotik terbentuk dari adanya proses tumbuh dan berkembangnya makhluk hidup. Contoh: Tumbuhan, Hewan 2. Sumber Daya Alam Fisis terbentuk dari proses fisis dan kekuatan alam. Contoh: air, tanah, udara, barang tambang. 3. Sumber Daya Alam Lingkungan terbentuk dari penggabungan antara faktor fisis dan biotik. Contoh: Lingkungan pegunungan, lingkungan lembah. - Sumber daya alam berdasarkan nilai ekonomis atau nilai kegunaannya: 1. Sumber Daya Alam Ekonomis Tinggi merupakan sumber daya alam yang dalam mendapatkannya memerlukan biaya yang tinggi. Contoh: mineral dan logam mulia seperti emas, perak, intan. 2. Sumber Daya Alam Ekonomis Rendah merupakan sumber daya alam yang dalam mendapatkannya memerlukan biaya yang relatif murah. Contoh: Pasir, Batu. 3. Sumber Daya Alam nonEkonomis merupakan sumber daya alam yang dalam mendapatkannya tidak memerlukan biaya. Contoh: Udara, Sinar dan Panas Matahari

Sumber Daya Alam dan Lingkungan

6

- Sumber daya alam berdasarkan bentuknya dapat dikelompokkan ke dalam lima (5) kelompok, yaitu sebagai berikut: 1. Sumber daya lahan atau tanah 2. Sumber daya hutan 3. Sumber daya air 4. Sumber daya laut 5. Sumber daya mineral - Sumber daya (resources) menurut Undang-Undang Republik Indonesia tentang Lingkungan Hidup No.4 Tahun 1982 dapat dikelompokkan menjadi empat kategori utama, yaitu: 1. sumber daya manusia; 2. sumber daya alam hayati; 3. sumber daya alam nonhayati; 4. sumber daya buatan. - Sumber daya alam menurut Barlow dapat dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu sebagai berikut: 1. Sumber Daya Alam yang dapat diperbarui 2. Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbarui 3. Sumber Daya Alam yang Memiliki sifat Gabungan a. Sumber Daya Biologis b. Sumber Daya Tanah (lahan) 2.3 Manfaat Sumber Daya Alam untuk Manusia Sumber daya alam sangat besar manfaatnya untuk kehidupan manusia. Manfaat tersebut diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Tumbuhan : y y Menghasilkan oksigen bagi manusia dan hewan. Mengurangi polusi karena dapat menyerap karbondioksida yang dipakai tumbuhan untuk proses fotosintesis. y y y Mencegah terjadinya erosi, tanah longsor dan banjir. Bahan industri, misalnya kelapa sawit sebagai bahan industri minyak goreng. Bahan makanan dan minuman, misalnya padi menjadi beras, lalu teh dan jahe.
7

Sumber Daya Alam dan Lingkungan

2.

Air y y y y y y y Sarana wisata/rekreasi. Sarana irigasi/pengairan. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Pemenuhan kehidupan primer manusia. Menjaga kelangsungan hidup manusia sebab manusia akan mati jika tidak ada air. Kebutuhan rumah tangga. Kebutuhan industry dan ekonomi.

3.

Udara y y y y y Pembangkit Listrik Tenaga Angin. Mengarahkan kapal layar ke laut. Membersihkan ruang ventilasi di rumah. Menyejukkan tubuh. Lapisan udara yang menyelimuti bumi yaitu atmosfer dan pada atmosfer ada lapisan ozon yang berfungsi untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari.

4.

Tanah y y y Tempat penyimpanan air Dibutuhkan untuk lahan pertanian Untuk menanam sumber daya alam pertanian

5.

Hewan y y y Dapat dijadikan hewan peliharaan yang dapat diperjualbelikan Lauk pauk makanan manusia Hewan liar yang hidup di hutan bermanfaat untuk kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem.

6.

Hutan y y y y Tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan hewan Tempat penyimpanan air alamiah Menentukan iklim Mengurangi erosi
8

Sumber Daya Alam dan Lingkungan

y y

Tempat wisata Hasil hutan dimanfaatkan manusia dan bisa diekspor untuk menambah devisa Negara. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan kemungkinan akan habis

adalah hasil tambang, diantaranya sebagai berikut : 1. Batu bara, banyak digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan industry dan rumah tangga. 2. Minyak bumi, digunakan sebagai bahan bakar minyak. 3. Vaselin untuk bahan obat (salep). 4. Parafin untuk bahan pembuat lilin. 5. Aspal untuk bahan pembuat jalan. 6. Bijih besi dimanfaatkan untuk peralatan rumah tangga dan pertanian. 7. Tembaga untuk membuat perabotan dapur. 8. Bauksit bermanfaat sebagai bahan dasar pembuatan alumunium. 9. Emas dan perak untuk perhiasan. 10. Marmer untuk bahan bangunan rumah atau gedung. 11. Belerang untuk bahan obat penyakit kulit dan korek api. 12. Yodium untuk obat dan peramu garam dapur beryodium. 13. Nikel untuk bahan pelapis besi agar tidak mudah berkarat. 14. Gas alam untuk bahan bakar kompor gas. 15. Mangaan untuk pembuatan besi dan baja. 16. Grafit untuk pembuatan pensil. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui, antara lain berasal dari tanah, seperti hasil pertanian, perhutanan, dan perkebunan yang sangat bermanfaat untuk manusia, diantaranya sebagai berikut : 1. Karet sebagai bahan baku pembuatan ban. 2. Kapas sebagai bahan baku tekstil. 3. Tembakau sebagai bahan baku rokok atau obat. 4. Kopi sebagai bahan baku pembuatan minuman. 5. Tebu sebagai bahan baku gula pasir. 6. Vanili sebagai penyedap rasa.
Sumber Daya Alam dan Lingkungan 9

7. Agave sebagai bahan pembuat tali. 8. Rosela sebagai bahan pembuat karung goni. 9. Kina sebagai bahan obat malaria. 2.4 Konservasi Sumber Daya Alam A. Konservasi Energi dan Sumber Daya Mineral Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan energy supaya berkelanjutan, antara alain mengatur penggunaan energy yang berkualitas, meminimumkan penggunaan energy untuk transportasi, dan mengubah energy secara efisien. Konservasi energy dapat dilakukan pada bidang-bidang transportasi, bangunan, dan industry. Jenis-jenis sumber daya mineral dapat digolongkan menurut kegunaannya, yaitu menjadi sumber daya mineral logam dan nonlogam. Sumber daya mineral logam dibagi menjadi : 1. Logam yang berlimpah, contohnya besi dan aluminium. 2. Logam yang jarang, contohnya tembaga dan seng. Sumber daya mineral nonlogam dibagi menjadi : 1. Mineral untuk bahan kimia pupuk buatan dan keperluan khusus, contohnya fosfat dan nitrat. 2. Bahan bangunan, contohnya asbes dan pasir. 3. Bahan bakar fosil, contohnya minyak bumi dan batu bara. 4. Air, contohnya air sungai dan air tanah. Ketentuan tentang pengelolaan sumber daya mineral diatur dalam UU No. 11 tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan. Pada Pasal 3 UU tersebut, dinyatakan bahwa bahan-bahan galian dibagi atas tiga golongan, yaitu golongan A adalah bahan galian strategis, golongan B adalah bahan galian vital, dan golongan C adalah bahan galian yang tidak termasuk dalam golongan A dan B. Pelaksanaan UU No. 11 tahun 1967 tersebut ditetapkan pada PP No. 32 tahun 1969. Dalam ketentuan Pasal 1 tersebut, dikatakan bahwa kuasa pertambangan untuk melaksanakan usaha pertambangan bahan galian golongan A dan B diberikan oleh Menteri, sedangkan golongan C diberikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I.
Sumber Daya Alam dan Lingkungan 10

B. Konservasi Sumber Daya Buatan dan Cagar Budaya Sumber daya buatan adalah hasil pengembangan buatan dari sumber daya alam hayati atau nonhayati untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kemampuan daya dukungnya. Pengertian tersebut menggambarkan bahwa sumber daya buatan adalah sumber daya alam yang karena intervensi manusia telah berubah menjadi sumber daya buatan. Bentuk sumber daya buatan diantaranya kawasan budi daya, kawasan perdesaan, kawasan perkotaan, dan kawasan cagar alam. Fungsi kawasan tersebut adalah sebagai : y y y y y y pelindung kelestarian lingkungan hidup, pembudidayaan, pemukiman, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan social, pelaksanaan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan manusia dan kesinambungan pembangunan. Benda cagar budaya adalah benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak, yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya, atau sisasisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50 tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Bendabenda cagar budaya juga dapat berupa benda alam. Benda cagar budaya berada dalam suatu lokasi yang disebut dengan situs, sedangkan situs berada dalam suatu kawasan yang disebut dengan kawasan cagar budaya. Bentuk benda cagar budaya dalam sebuah konteks lingkungan kota atau kawasan perkotaan dapat berupa satuan areal, satuan visual (landscape), ataupun satuan fisik. Konservasi sumber daya buatan meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan yang mencakup preservasi, restorasi, rekonstruksi, adaptasi, dan revitalisasi. Adapun criteria konservasi sumber daya buatan dapat ditinjau dari estetika, kejamakan, kelangkaan, peranan sejarah, keadaan kawasan di sekitarnya, dan keistimewaan dari sumber daya buatan tersebut.

Sumber Daya Alam dan Lingkungan

11

Konservasi dapat dilakukan dengan melaksanakan hal-hal berikut : 1. Memelihara proses ekologi yang penting dan system penyangga kehidupan. 2. Menjamin keragaman genetic. 3. Melestarikan pemanfaatan jenis dan ekosistem. Peranan kawasan konservasi dalam pembangunan, meliputi : 1. Penyelamatan usaha pembangunan dan hasil-hasil pembangunan. 2. Pengembangan ilmu pendidikan. 3. Pengembangan kepariwisataan dan peningkatan devisa. 4. Pendukung pembangunan bidang pertanian. 5. Penyeimbang lingkungan alam. 6. Pemanfaatan bagi manusia.

Sumber Daya Alam dan Lingkungan

12

BAB III PEMBAHASAN LINGKUNGAN
3.1 Pengertian Lingkungan hidup Lingkungan hidup dapat didefinisikan sebagai: a. Daerah di mana sesuatu mahluk hidup berada. b. Keadaan/kondisi yang melingkupi suatu mahluk hidup. c. Keseluruhan keadaan yang meliputi suatu mahluk hidup atau sekumpulan mahluk hidup, terutama: 1. Kombinasi dari berbagai kondisi fisik di luar mahluk hidup yang mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan kemampuan mahluk hidup untuk bertahan hidup. 2. Gabungan dari kondisi sosial and budaya yang berpengaruh pada keadaan suatu individu mahluk hidup atau suatu perkumpulan/komunitas mahluk hidup. Istilah lingkungan dan lingkungan hidup atau lingkungan hidup manusia seringkali digunakan silih berganti dalam pengertian yang sama. Definisi Lingkungan Hidup Indonesia Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berWawasan Nusantara dalam melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya. Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup. Merujuk pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain merupakan Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua samudera dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat bangsa Indonesia menyelenggarakan kehidupan bernegara dalam segala aspeknya.
Sumber Daya Alam dan Lingkungan 13

Secara hukum maka wawasan dalam menyelenggarakan penegakan hukum pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia adalah Wawasan Nusantara. 3.2 Unsur-Unsur Lingkungan Menurut Undang-Undang No 4 Tahun 1982, lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Berdasarkan pengertian tersebut, lingkungan hidup tersusun dari berbagai unsur yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu unsur biotik, abiotik, dan sosial budaya. 1. Unsur Biotik Unsur biotik adalah unsur-unsur makhluk hidup atau benda yang dapat menunjukkan ciri-ciri kehidupan, seperti bernapas, memerlukan makanan, tumbuh, dan berkembang biak. Unsur biotik terdiri atas manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Secara umum, unsur biotik meliputi produsen, konsumen, dan pengurai. a) Produsen, yaitu organisme yang dapat membuat makanan sendiri dari bahan anorganik sederhana. Produsen pada umumnya adalah tumbuhan hijau yang dapat membentuk bahan makanan (zat organik) melalui fotosintesis. b) Konsumen, yaitu organisme yang tidak mampu membuat makanan sendiri. Konsumen terdiri atas hewan dan manusia. Konsumen memperoleh makanan dari organisme lain, baik hewan maupun tumbuhan. c) Pengurai atau perombak (dekomposer), yaitu organisme yang mampu menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepas bahan-bahan yang sederhana yang dapat dipakai oleh produsen. Pengurai terdiri atas bakteri dan jamur. 2. Unsur Abiotik Unsur abiotik adalah unsur-unsur alam berupa benda mati yang dapat mendukung kehidupan makhluk hidup. Termasuk unsur abiotik adalah tanah, air, cuaca, angin, sinar matahari, dan berbagai bentuk bentang lahan. 3. Unsur Sosial Budaya Unsur sosial budaya merupakan bentuk penggabungan antara cipta, rasa, dan karsa manusia yang disesuaikan atau dipengaruhi oleh kondisi lingkungan alam setempat.
Sumber Daya Alam dan Lingkungan 14

Termasuk unsur sosial budaya adalah adat istiadat serta berbagai hasil penemuan manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3.3 Pentingnya Lingkungan Hidup Lingkungan hidup juga dapat dimanfaatkan sebagai: 1. media penghasil bahan kebutuhan pokok (sandang, pangan, dan papan; 2. wahana bersosialisasi dan berinteraksi dengan makhluk hidup atau manusia lainnya; 3. sumber energi; 4. sumber bahan mineral yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kelangsungan hidup manusia; serta 5. media ekosistem dan pelestarian flora dan fauna serta sumber alam lain yang dapat dilindungi untuk dilestarikan. 3.4 Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya Berdasarkan penyebabnya, kerusakan lingkungan dapat dikarenakan proses alam dan karena aktivitas manusia. 1. Kerusakan Lingkungan Akibat Proses Alam Kerusakan lingkungan hidup oleh alam terjadi karena adanya gejala atau peristiwa alam yang terjadi secara hebat sehingga memengaruhi keseimbangan lingkungan hidup. Peristiwa-peristiwa alam yang dapat memengaruhi kerusakan lingkungan, antara lain meliputi hal-hal berikut ini. a. Letusan Gunung Api Letusan gunung api dapat menyemburkan lava, lahar, material-material padat berbagai bentuk dan ukuran, uap panas, serta debu-debu vulkanis. Selain itu, letusan gunung api selalu disertai dengan adanya gempa bumi lokal yang disebut dengan gempa vulkanik. Aliran lava dan uap panas dapat mematikan semua bentuk kehidupan yang dilaluinya, sedangkan aliran lahar dingin dapat

menghanyutkan lapisan permukaan tanah dan menimbulkan longsor lahan. Uap belerang yang keluar dari pori-pori tanah dapat mencemari tanah dan air karena dapat
Sumber Daya Alam dan Lingkungan 15

meningkatkan kadar asam air dan tanah. Debu-debu vulkanis sangat berbahaya bila terhirup oleh makhluk hidup (khususnya manusia dan hewan), hal ini dikarenakan debu-debu vulkanis mengandung kadar silika (Si) yang sangat tinggi, sedangkan debu-debu vulkanis yang menempel di dedaunan tidak dapat hilang dengan sendirinya. Hal ini menyebabkan tumbuhan tidak bisa melakukan fotosintesis sehingga lambat laun akan mati. Dampak letusan gunung memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dapat kembali normal. Lama tidaknya waktu untuk kembali ke kondisi normal tergantung pada kekuatan ledakan dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Akan tetapi, setelah kembali ke kondisi normal, maka daerah tersebut akan menjadi daerah yang subur karena mengalami proses peremajaan tanah. b. Gempa Bumi Gempa bumi adalah getaran yang ditimbulkan karena adanya gerakan endogen. Semakin besar kekuatan gempa, maka akan menimbulkan kerusakan yang semakin parah di muka bumi. Gempa bumi menyebabkan bangunan-bangunan retak atau hancur, struktur batuan rusak, aliran-aliran sungai bawah tanah terputus, jaringan pipa dan saluran bawah tanah rusak, dan sebagainya. Jika kekuatan gempa bumi melanda lautan, maka akan menimbulkan tsunami, yaitu arus gelombang pasang air laut yang menghempas daratan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Masih ingatkah kalian dengan peristiwa tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam di penghujung tahun 2004 yang lalu? Contoh peristiwa gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia antara lain gempa bumi yang terjadi pada tanggal 26 Desember

2004 di Nanggroe Aceh Darussalam dengan kekuatan 9,0 skala richter. Peristiwa tersebut merupakan gempa paling dasyat yang menelan korban diperkirakan lebih dari 100.000 jiwa. Gempa bumi juga pernah melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah pada bulan Mei 2006 dengan kekuatan 5,9 skala richter. c. Banjir Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena alam yang unik. Dikatakan unik karena banjir dapat terjadi karena murni gejala alam dan dapat juga karena dampak dari ulah manusia sendiri. Banjir dikatakan sebagai gejala alam murni jika kondisi alam memang
Sumber Daya Alam dan Lingkungan 16

memengaruhi terjadinya banjir, misalnya hujan yang turun terus menerus, terjadi di daerah basin, dataran rendah, atau di lembah-lembah sungai. Selain itu, banjir dapat juga disebabkan karena ulah manusia, misalnya karena penggundulan hutan di kawasan resapan, timbunan sampah yang menyumbat aliran air, ataupun karena rusaknya dam atau pintu pengendali aliran air. Kerugian yang ditimbulkan akibat banjir, antara lain, hilangnya lapisan permukaan tanah yang subur karena tererosi aliran air, rusaknya tanaman, dan rusaknya berbagai bangunan hasil budidaya manusia. Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang hampir setiap musim penghujan melanda di beberapa wilayah di Indonesia. Contoh daerah di Indonesia yang sering dilanda banjir adalah Jakarta. Selain itu beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada awal tahun 2008 juga dilanda banjir akibat meluapnya DAS Bengawan Solo. d. Tanah Longsor Karakteristik tanah longsor hampir sama

dengan karakteristik banjir. Bencana alam ini dapat terjadi karena proses alam ataupun karena dampak kecerobohan manusia. Bencana alam ini dapat merusak struktur tanah, merusak lahan pertanian, pemukiman, sarana dan prasarana penduduk serta berbagai bangunan lainnya. Peristiwa tanah longsor pada umumnya

melanda beberapa wilayah Indonesia yang memiliki topografi agak miring atau berlereng curam. Sebagai contoh, peristiwa tanah longsor pernah melanda daerah Karanganyar (Jawa Tengah) pada bulan Desember 2007 e. Badai/Angin Topan Angin topan terjadi karena perbedaan tekanan udara yang sangat mencolok di suatu daerah sehingga menyebabkan angin bertiup lebih kencang. Di beberapa belahan dunia, bahkan sering terjadi pusaran angin. Bencana alam ini pada umumnya merusakkan berbagai tumbuhan, memorakporandakan berbagai bangunan, sarana
Sumber Daya Alam dan Lingkungan 17

infrastruktur dan dapat membahayakan penerbangan. Badai atau angin topan sering melanda beberapa daerah tropis di dunia termasuk Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia pernah dilanda gejala alam ini. Salah satu contoh adalah angin topan yang melanda beberapa daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. f. Kemarau Panjang Bencana alam ini merupakan kebalikan dari bencana banjir. Bencana ini terjadi karena adanya penyimpangan iklim yang terjadi di suatu daerah sehingga musim kemarau terjadi lebih lama dari biasanya. Bencana ini menimbulkan berbagai kerugian, seperti mengeringnya sungai dan sumber-sumber air, munculnya titik-titik api penyebab kebakaran hutan, dan menggagalkan berbagai upaya pertanian yang diusahakan penduduk. 2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Aktivitas Manusia a. Pencemaran Lingkungan Pencemaran disebut juga dengan polusi, terjadi karena (polutan) keseimbangan masuknya yang bahan-bahan dapat pencemar

mengganggu Bahan-bahan

lingkungan.

pencemar tersebut pada umumnya merupakan efek samping dari aktivitas manusia dalam pembangunan. Berdasarkan jenisnya,

pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah,

pencemaran air, dan pencemaran suara. 1. Pencemaran udara yang ditimbulkan oleh ulah manusia antara lain, disebabkan oleh asap sisa hasil pembakaran, khususnya bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan mesinmesin pesawat terbang atau roket. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara, antara lain, berkurangnya kadar oksigen (O2) di udara, menipisnya lapisan ozon (O3), dan bila bersenyawa dengan air hujan akan menimbulkan hujan asam yang dapat merusak dan mencemari air, tanah, atau tumbuhan.

Sumber Daya Alam dan Lingkungan

18

2. Pencemaran tanah disebabkan karena sampah plastik ataupun sampah anorganik lain yang tidak dapat diuraikan di dalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk atau obat-obatan kimia yang digunakan secara berlebihan dalam pertanian, sehingga tanah kelebihan zat-zat tertentu yang justru dapat menjadi racun bagi tanaman. Dampak rusaknya ekosistem tanah adalah semakin berkurangnya tingkat kesuburan tanah sehingga lambat laun tanah tersebut akan menjadi tanah kritis yang tidak dapat diolah atau dimanfaatkan. 3. Pencemaran air terjadi karena masuknya zat-zat polutan yang tidak dapat diuraikan dalam air, seperti deterjen, pestisida, minyak, dan berbagai bahan kimia lainnya, selain itu, tersumbatnya aliran sungai oleh tumpukan sampah juga dapat menimbulkan polusi atau pencemaran. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air adalah rusaknya ekosistem perairan, seperti sungai, danau atau waduk, tercemarnya air tanah, air permukaan, dan air laut. 4. Pencemaran suara adalah tingkat kebisingan yang sangat mengganggu kehidupan manusia, yaitu suara yang memiliki kekuatan > 80 desibel. Pencemaran suara dapat ditimbulkan dari suara kendaraan bermotor, mesin kereta api, mesin jet pesawat, mesin-mesin pabrik, dan instrumen musik. Dampak pencemaran suara menimbulkan efek psikologis dan kesehatan bagi manusia, antara lain, meningkatkan detak jantung, penurunan pendengaran karena kebisingan (noise induced hearing damaged), susah tidur, meningkatkan tekanan darah, dan dapat menimbulkan stres. b . Degradasi Lahan Degradasi lahan adalah proses berkurangnya daya dukung lahan terhadap kehidupan. Degradasi lahan merupakan bentuk kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan lingkungan oleh manusia yang tidak memerhatikan

keseimbangan lingkungan. Bentuk degradasi lahan, misalnya laut, lahan dan kritis, kerusakan hutan.

ekosistem

kerusakan

Sumber Daya Alam dan Lingkungan

19

1) Lahan kritis dapat terjadi karena praktik ladang berpindah ataupun karena eksploitasi penambangan yang besar-besaran. 2) Rusaknya ekosistem laut terjadi karena bentuk eksploitasi hasil-hasil laut secara besar-besaran, misalnya menangkap ikan dengan menggunakan jala pukat, penggunaan bom, atau menggunakan racun untuk menangkap ikan atau terumbu karang. Rusaknya terumbu karang berarti rusaknya habitat ikan, sehingga kekayaan ikan dan hewan laut lain di suatu daerah dapat berkurang. 3) Kerusakan hutan pada umumnya terjadi karena ulah manusia, antara lain, karena penebangan pohon secara besar-besaran, kebakaran hutan, dan praktik peladangan berpindah. Kerugian yang ditimbulkan dari kerusakan hutan, misalnya punahnya habitat hewan dan tumbuhan, keringnya mata air, serta dapat menimbulkan bahaya banjir dan tanah longsor. 3.5 Upaya-Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup Usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia. Dalam hal ini, usaha pelestarian lingkungan hidup tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Pada pelaksanaannya, pemerintah telah mengeluarkan digunakan beberapa kebijakan hukum yang bagi dapat aparat

sebagai

payung

pemerintah dan masyarakat dalam bertindak untuk melestarikan lingkungan hidup. Beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah tersebut, antara lain meliputi hal-hal berikut ini: 1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan- Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. 2. Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/11/SK/4/1985 tentang Pengamanan Bahan Beracun dan Berbahaya di Perusahaan Industri. 3. Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 4. Pembentukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada tahun 1991.
Sumber Daya Alam dan Lingkungan 20

Selain itu, usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini: 1. Melakukan pengolahan tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan, serta mengatur sistem irigasi atau drainase sehingga aliran air tidak tergenang. 2. Memberikan perlakuan khusus kepada limbah, seperti diolah terlebih dahulu sebelum dibuang, agar tidak mencemari lingkungan. 3. Melakukan reboisasi pada lahan-lahan yang kritis, tandus dan gundul, serta melakukan sistem tebang pilih atau tebang tanam agar kelestarian hutan, sumber air kawasan pesisir/pantai, dan fauna yang ada di dalamnya dapat terjaga. 4. Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industri yang ramah lingkungan. 5. Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perilaku para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) agar tidak mengeksploitasi hutan secara besar-besaran. Sementara itu, sebagai seorang pelajar apa upaya yang dapat kalian lakukan dalam usaha pelestarian lingkungan hidup? Beberapa hal yang dapat kalian lakukan sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut: 1. menghemat penggunaan kertas dan pensil, 2. membuang sampah pada tempatnya, 3. memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang, 4. menghemat penggunaan listrik, air, dan BBM, serta 5. menanam dan merawat pohon di sekitar lingkungan rumah tinggal.

Sumber Daya Alam dan Lingkungan

21

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan Begitu banyak jenis dari sumber daya alam yang sebenarnya semua dimiliki oleh Indonesia. Seharusnya banyak juga manfaat yang bisa didapatkan dari semua yang dimiliki oleh Indonesia. Namun hanya sebagian kecil saja yang dikelola oleh bangsa Indonesia sendiri, selebihnya dikelola oleh pihak asing yang mengeruk keuntungan di tanah Indonesia. Hal tersebut menyebabkan kurang kepedulian akan sumber daya itu sendiri dan mengeksploitasi sumber daya yang ada. Manfaat besar yang seharusnya dinikmati oleh rakyat yang tinggal di sekitar kawasan sumber daya malah mendapatkan kerugian yang besar karena kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya yang berlebihan. Saat ini sudah banyak cara dan solusi untuk menanggulanginya agar pemanfaatan sumber daya alam tidak mengganggu keseimbangan alam. Semua hal itu hanya perlu dilaksanakan bersama-sama agar semua unsure mendapat keuntungan yang sama tanpa merusak lingkungan yang ada. 4.2 Kritik dan Saran Sebagai generasi penerus, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Hal itu bisa diwujudkan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat tanpa harus merusak lingkungan dan mengganggu keseimbangan alam. Kita harus bangga akan produk yang dihasilkan oleh bangsa kita sendiri, dan jangan ragu untuk menggunakannya. Dan kita pun jangan hanya bisa menjadi bawahan bangsa lain untuk mengelola sumber daya yang ada di tanah air, melainkan kita harus bisa mengelola sendiri semua sumber daya alam yang dimiliki Negara. Negara yang kaya akan sumber daya alam sesungguhnya adalah Negara yang berkuasa.

Sumber Daya Alam dan Lingkungan

22

DAFTAR PUSTAKA

y y

Herabudin, Drs. Ilmu Alamiah Dasar. Bandung:Pustaka Setia.2010. Hermawati, Henhen.Pencemaran Lingkungan. (http://hend-learning.blogspot.com/, diakses 10 November 2011)

y

Danaria, Ukas. Definisi Lingkungan Hidup. (http://yukez.wordpress.com/2009/02/12/definisi-lingkungan-hidup/, diakses 10 November 2011)

y

Lingkungan Hidup dan Pelestariannya. (http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Lingkungan_Hidup_dan_Pelestariannya_8.1_%28 BAB_3%29, diakses 10 November 2011)

Sumber Daya Alam dan Lingkungan

23

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->