BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Ditengah persaingan yang semakin mengglobal disegala bidang,banyak pihak yang tak berdaya dan semakin terpuruk dari segi kesejahteraan hidupnya dan tidak sedikit dari masyarakat Indonesia yang dapat diketegorikan termasuk didalam kelompok ini. Mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang cukup bukan lagi hal yang melegakan untuk setiap orang,keadaan ekonomi yag serba sulit dan kompleks menjadikan kita tengah berada perlombaan dengan bayang-bayang kemiskinan yang bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Tantangan kesejahteraan hidup sekarang ini semakin sulit dipenuhi,baik sektor formal maupun informal masih saja dirasa belum memberikan solusi berarti dalam permasalah ekonomi yang ada. Karena itu sebagai individu, kita harus mampu berpikir kreatif dan inofatif untuk mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkan peluang tersebut guna mencapai sisi-sisi ekonomis yang optimal demi meningkatkan kesejahteraan hidup. Kompetisi setiap saat kita lakukan baik secara sadar ataupun tidak,semua tidak banyak hal ditimbang menurut keuntungan sisi ekonomis,bisnis,manfaat tampilnnya tidak dan lagi keuntungannya.seperti hlnya sesuatu yang terlihat spektakuler (hebat) tetapi memberikan sehebat populer.Inilah fase awal dari pembentukan pradigma kompetisi dan bisnis, bahwa harus ada kesadaran untuk bergerak dan tidak tinggal diam melihat pergerakan global yang menyingkirkan semua pihak yang hidup tanpa kemampuan dan kreatifitas serta tidak bersikap kritis dengan kesejahteraan hidupnya. Wirausaha memenuhi tingkat merupakan salah satu bentuk implementasi dari untuk segi kesejahteraan.Selain menguntungkan

ekonomi,sebagian besar kegiatannya juga sangat berperan dalam usaha memenuhi kebutuhan masyarakat banyak baik secara langsung maupun tidak

langsung.Manfaat lainnya dapat membantu mengatasi permasalahan tenaga kerja walaupun kadang kala hanya bersifat jangka pendek atau sekedar tenaga kerja musiman, akan tetapi cukup realistis jika diungkap bahwa berwirausaha memiliki banyak manfaat lain selain sekedar menyangkut nilai nominal, seperti kepuasan diri dan pecapaian tujuan personal yang dicapai oleh pengusaha tersebut. Banyak hal yang perlu diperhatikan seorang entrepreuner untuk berwirausaha, ketidak pastian kondisi menjadikan wirausaha sebagai ajang pembuktian kredibilitas diri dan usaha yang dijalankannya, serta keterbatasan modal dianalisir sebagai hambatan utama dalam memulai suatu usaha baru ataupun meneruskan kejayaan usaha yang sudah berjalan. Entreprenuership yang berhasil setdaknya memiliki manfaat yang riil bagi diriya sendiri,masyrakat luas,juga dalam ruang lingkup regional. Seorang pengusaha jelas saja tidak bisa menjalankan usahanya tanpa bantuan pihak lain (seperti tenaga kerja, pemasok, dan pembeli) serta dukungan kondisi eksternal perusahaan yang kondusif (keadaan ekonomi negara, regulasi, dan sebagainya). Sinergi yang terjalin juga berasal dari internal perusahaan dalam perspektif mengenai kehandalan mengelola perusahaan, menciptakan strategi dan manajemen yang adaptif terhadap market trend, atau sekedar memanfaatkan peluang untuk menciptakan perubahan yang lebih baik diperusahaan untuk mengoptimalkan potensi kemenangan dari sebuah bisnis. Agar bisa mencapai tingkat perkembangan dan keuntungan usaha yang optimal,seseorang hendakanya mengkaji lebih dulu bidang usaha yang akan dimasukinya melalui sebuah studi kelayakan bisnis. Dari pengkajian awal ini pula resiko kegagalan bisa diantisipasi (Umar,2007 dalam studi Kelayakan Bisnis). Perencanaan bisnis yang baik baik seorang entrepreuner berguna sebagai dokumen untuk investor,tetapi yang lebih utama perencanaan bisnis yang baik akan menjadi sebuah jalan pembuka menuju laba.Dengan menggunakan langkah-langkah yang teruji dalam menyusun bisnis, pemilik dapat mengembangkan rencana bisnis yang matang, profesional, dan

berorientasi hasil sejak awal hingga akhir. Penilaian investasi yang dilakukan para investor terhadap sebuah usaha dan pemiliknya haruslah menghasilkan nilai yang cukup setidaknya untuk kedua belah pihak. Rencana bisnis ‘’Fabaa Department Store’’ adalah rencana bisnis aktual yang dibuat untuk perusahaan Fabaa pada awal tahun 2008, konsep bisnis’’mini department store’’khusus wanita yang akan menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan pertama yang bergerak dalam industi fashion dan kebutuhan wanita lainnya yang menyediakan produk secara retail dipandu dengan penjualan jasa designer secara langsung dilokasi yang sama. Sisi inovatif Fabaa Dept.Store adalah konsep unik untuk mengimplemtasikan bentuk lain sebuah butik penyedia pakaian wanita. Differensiasi dari segi skala usaha yang tidak terlalu besar dan segmentasi yang mendalam terhadap konsumen wanita serta konsep penjualan yang multi profit yang menjadikan perusahaan ini kelak dikenal sebagai department store penjual barang dan jasa. Di bawah naungan sebuah asosiasi sesigner lokal yang akan didirikan bersama sejalan dengan pembentukan perusahaan ini, Fabaa menyediakan semua kebutuhan busana wanita dan aksesorinya yang didesain secara langsung oleh perancang muda yang masih sangat baru (fresh graduate) akan tetapi mampu menampilkan koleksi yang menarik bagi konsumen. Puluhan perancang baru yang merupakan anggota asosiasi akan menempatkan koleksinya masing-masing berdampingan layaknya sebuah pusat perbenjar, berskala sedang,hanya saja Fabaa Dept.Store memusatkan perhatiannya khusus untuk kebutuhan wanita,setidaknya sampai tujuan

perusahaan ditahun ke-tiga sudah terlaksana.Perusahaan ini berencana memantenkan konsep perusahaan yang inovatif, yaitu memadukan penjualan jasa designer bersamaan dengan penjualan prodeknya.para pelanggannya didesain tidak hanya mendapati pakaian ready to wear di Fabaa Dept.Store tetapi juga berhak menemui banyak perancang busana pilihannya untuk berkonsultasi, serta memesan pakaian yang mereka inginkan secara detail dengan penetapan hara yang paling optimal untuk kelas menengah.

juga bagi pemerintah dan pihak industri terkait yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan. akan dibahas lebih mendalam lagi mengenai manajemen sumber daya manusia dan bagian perencanaan keuangan Fabaa Dept.2 Identifikasi Masalah Mengingat banyaknya pertimbangan-pertimbangan tertentu didalam studi kelayakan untuk sebuah perencanaan bisnis maka masalah yang akan dianalisa diantaranya adalah : . Dalam konteks tersebut. Hal yang perlu ditelaah lebih dalam yakni mengenai menjalankan proses bisnis produk dan jasa bersamaan memerlukan perencanaan yang matang dan menyeluruh.Store secara melalaui analisa SWOT (Strengh. Dalam proses analisa aspek internal perusahaan. and Threath). secara garis besar penulis akan mencoba menganalisa perencanaan bisnis milik perusahaan Fabaa Dept.dan keuangan. Weakness. Maka dari itu. Opportunity. analisa pasar yaitu mengenai situasi pasar yaitu mengenai situasi pasar dan produsen. Semakin berkembangnya suatu negara mengakibatkan industri jasa mulai mengimbangi nilai-nilai pertumbuhan industri manufaktur. Store berikut resiko-resiko bisnisnya. bank selaku pemberi kredit berkepentingan mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya. serta yang terakhir yaitu menganalisa aspek internal perusahaan yang menyangkut pemasaran. suber daya manusia. tekik dan teknologi. 1. Store sangat diperlukan oleh banyak kalangan terutama bagi para investor selaku pemrakarsa berkepentingan untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi. karena mengingat kepada kedua aspek inilah proses pembentukan budaya perusahaan dimulai dan pengoptimalan oprasional perusahaan dimulaiakan dicapai jika manajemen memiliki perencanaan keuangan yang terarah dan konsisten. manajemen.menjalankan satu unit bisnis yang terpusat saja belum tentu bisa mendapatkan market share yang significant.Studi kelayakan bagi rencana bisnis Fabaa Dept.

Store melalui merupakan bisnis yang inovatif? Apakah bisnis yang dijalankan Fabaa Dept. Agar dapat menganalisa aspek keuangan dengan tepat untuk suatu bisnis baru.ditunda atau dibatalkan? - - - - - 1.Store layak jika dinilai dari berbagai aspek studi kelayakan bisnis? Apakah perencanaan manajemen sumber daya manusia yang direncanakan oleh Fabaa Dept.- Apakah strategi bisnis yang dilakukan Fabaa Dept.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini yaitu sebagai berikut : Agar dapat mengetahui strategis bisnis yang baik bagi perencanaan bisnis baru. atau dibatalkan. . Agar dapat memutuskan apakah bisnis Fabaa Dept.Store sudah tepat? Apakah asumsi keuangan perhusaan yang direncanakan Fabaa Dept. ditunda. Agar dapat mengetahui cara menganalisa keuntungan yang optimal pada rencana bisnis baru.Store kredibel? Apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dijalankan. Agar dapat menganalisa perencanaan bisnis dari berbagai aspek kelayakan bisnis. Store ini layak dijalankan.Store dapat menghasilkan keuntungan yang optimal? Apakah rencana bisnis Fabaa Dept. Agar dapat menganalisa aspek pengelolaan sumber daya manusia secara optimal untuk suatu bisnis baru.

Store itu sendiri. . kreditro. masyarakat.4 Manfaat Penelitian Manfaat yang akan didapat diantaranya yaitu: - Laporan studi kelayakan bisnis pada akhirnya akan menyatakan rencana bisnis milik Fabaa Dept. Sebagai bahan masukan utama dalam mengkaji ulang ide bisnis reviewer rencana bisnis Fabaa Dept. Aspek psikomotorik bagi penulis yaitu mengenai memanfaatkan - - - - pengetahuan yang diterima selama masa kuliah serta berkaitan dengan peminatan kewirausahaan. Merupakan rekomendasi kebijakan bagi pemilik Fabaa Dept. bahkan bagai manajemen perusahaan Fabaa Dept. Store sebelumnya. pemerintah.1.Store untuk memperbaiki dan menganalisa lebih lanjut mengenai ide bisnisnya.Store layak untuk direalisasikan atau tidak. Sebagai rekomendasi bagi investor.

Dalam kegiatan bisnis. misalnya rencana peluncuran produk.1. Studi kelayakan bisnis merupakan penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidak layaknya suatu bisnis dibangun. maka dibutuhkan kesiapan dalam menghadapi tantangan dan resiko untuk mengkombinasikan tenaga kerja. tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan yang maksimal untuk waktu yang ditentukan. Produsen adalah orang yang mampu membuat produk secara efisien dalam jumlah maupun variasi yang dibutuhkan. pedagang. modal dan manajemen secara baik sebelum memasarkan produk. Laba dedefinisikan sebagai perbedaan antara penghasilan dan seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses bisnis. Dari penjelasan kedua istilah diatas. orang yang memiliki kompetensi tersebut sering dikenal sebagai pengusaha. fokusnya lebih kepada organisasi. konsumen.BAB 2 LANDASAN TEORI dan KERANGKA PEMIKIRAN 2. serta diharapkan akan memberikan laba kepada para pemiliknya. maka dapat disimpulkan bahwa pengertian bisnis lebih luas dibandingkan pengertian perusahaan karena perusahaan merupakan bagian dari bisnis.1 Pengertian Bisnis dan Perusahaan Perusahaan dapat diartikan sebagai sebuah organisasi yang memproses perubahan keahlian dan sumber daya ekonomi menjadi barang dan/atau jasa yang diperuntukkan bagi pemuasan kebutuhan para pembeli. material. dan industri dimana perusahana berada) dalam rangka memperbaiki standar serta kualitas hidup mereka. . Sedangkan bisnis dapat diartikan sebagai seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang yang terlibat didalam bidang perniagaan (produsen. Jadi. Motivasi utama dalam kegiatan bisnis adalah laba.1 Landasan Teori 2.

maka kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan yang berbentuk proyek sehingga kegiatan lainnya yang belum ada dalam bisnis akan berlangsung setelah adanya kegiatan berbentuk proyek ini dilakukan. 2. antara lain : • • • • • • • • Perubahan regulasi pemerintah Swastanisasi perusahaan-perusahaan pemerintah dan organisasi nirlaba. Komputerisasi dan inovasi teknologi Perkembangan waralaba (franchising) Ekspansi leasing dan bisnis persewaan Pertumbuhan pusat-pusat jada dalam perusahaan manufaktur Tekanan finansial terhadap organisasi-organsiasi publik dan nirlaba. Akan tetapi berbeda jika kegiatan yang dilakukan merupakan proses pembangunan dan perluasan sistem. Misalnya jika sebuah perusahaan akan berdiri maka sistem dibangun terlebih dahulu oleh proyek.2 Industri Manufaktur dan Industri Jasa Semakin maju sebuah negara industri-industri yang dimilikinya semakin tidak didominasi oleh industri-industri manufaktur yang memproduksi barang-barang melainkan semakin berkembangnya industri jasa yang mungkin lebih pesat dibandingkan industri manufakturnya. baru kemudian dioperasionalkan secara rutin.Kegiatan utama bisnis bisa dikategorikan kedalam kegiatan yang berbentuk operasional rutin yang didasarkan pada suatu konsep pendayagunaan sistem yang telah ada dilakukan secara terus menerus serta berulang-ulang.1. . serta Internasionalisasi bisnis jasa. Beberapa faktor yang mempengaruhi bisnis untuk bergerak kearah bisnis jasa.

konsumen akan mencari informasi yang lebih spesifik dan lengkap dengan menggunakan internet. dan kesehatan) yang secara prinsip adalah intingible bagi pembeli pertamanya”. konsekuensi dari sifat ini adalah bahwa : jasa tidak bisa dilihat.1. misalnya adanya aktivitas (jasa) yang tidak diduga ditempat rekreasi. liburan. akibat . Semakin meningkatnya partisipasi konsumen terhadap jasa. Intangibilitas (intangible) merupakan prinsip dari jasa. Akan terjadi inovasi jasa. e-commerce b. Perbedaan Barang dan Jasa Jasa memiliki karakteristik antara lain : intangibilitas.2. Dan untuk ciri-ciri barang memiliki perbedaan terbalik dari karakter jasa itu sendiri. jasa tidak bisa disimpan. Oleh karena itu. keberagaman. c. Perkembangan bisnis jasa kedepannya akan memiliki implikasi pada lingkungan bisnis jasa pada saat ini. atau pencarian informasi dengan menggunakan barang yang memiliki tingkat kemudahan dan penggunaan (operasional) yang lebih baik akan memiliki nilai tersendiri contohnya radio. antara lain : a. Semakin meningkatnya kandungan jasa pada barang-barang. simultanitas akan produksi dan konsumsi jasa. dicicipi atau disentuh. sebagai contoh.3 Bisnis dibidang Jasa Perkembangan Bisnis Jasa Zeithhami dan Bitner (1996) mencoba merangkum banyak pendapat para ahli tentang definisi jasa sebagai “Semua aktivitas ekonomi yang output-nya bukanlah produk atau kontruksi fisik yang secara umum konsumsi dari produksinya dilakukan pada waktu yang sama dan nilai tambah yang diberikan dalam bentuk lainnya (seperti: kenyamanan. Dan jasa tidak dapat dipatenkan. sebagai contoh. kecepatan. serta kerentanan (perishability). sehingga fluktuasi permintaan jasa sulit untuk dikendalikan.

Simutanistas produksi dan konsumsi. ini dikarenakan jasa tidak dapat disimpan.suatu konsep jasa akan mudah ditiru oleh pesaingnya. Kerentanan (perishability) merupakan sebuah timbal balik dari kegiatan jasa yang telah dilakukan. Sebagai contoh. Keberagaman pada penerapannya menyebabkan jasa sulit distandarisasi sebagai kegiatan yang konsisten. karena itu kualitas jasa sulit untuk dinilai oleh konsumen. Biasanya jasa akan dimulai pada saat adanya permintaan konsumen. Sebagai contoh jika rambut yang sudah dicukur tidak akan dapat dikembalikan kepada asalnya.1. Dan juga. karena dari pihak ini dana bisa dipinjamkan yang pada akhirnya keputusan pemberian pinjaman dipertimbangkan setelah . Adapun pihak-pihak yang membutuhkan laporan studi kelayakan bisnis adalah sebagai berikut : • Pihak Investor. jasa sulit dikomunikasikan kepada konsumen. ini dikarenakan biaya pemrosesan jasa sulit dibedakan mana biaya tetapnya dan mana yang termasuk biaya variable. Sehingga penentuan pada harga jasa sulit dilakukan. karena investor adalah pemilik modal yang memiliki kepentingan langsung tentang keuntungan yang akan diperoleh serta jaminan keselamatan atas modal yang ditanamkannya. sehingga produksi dan konsumsi dilakukan bersamaan setelah terjadinya kesepakatan antara konsumen dengan penyedia jasa. • Pihak Kreditor. adanya perbedaan keinginan konsumen menjadikan aktivitas dan kegiatan dibidang jasa memiliki perbedaan dalam prakteknya dilapangan meskipun dilakukan untuk suatu jasa yang sama.4 Rieviwer Studi Kelayakan Bisnis Manfaatnya dalam studi adalah sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik persetujuan ataupun penolakan terhadap kelayakan suatu rencana bisnis yang akan direalisasikan sesuai dengan kepentingan pihak yang terkait didalamnya. dijual lagi atau pun dikembalikan. 2.

Permintaan yang didukung oleh kekuatan tenaga beli disebut permintaan efektif. Permintaan dapat diartikan sebagai jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. pengaruh sosial. • Pihak Pemerintah dan Masyarakat. sebagai analisis manfaat yang akan didapat dan biaya yang akan ditimbulkan oleh proyek terhadap perekonomian nasional.1. Hukum permintaan mengatakan bahwa bila harga suatu barang meningkat.5 Aspek-aspek Studi Kelayakan Bisnis 1. Aspek Pasar Pasar merupakan tempat pertemuan antara penjual dengan pembeli. sebagai pihak yang memberikan kebijakan terhadap langkah perencanaan dari studi kelayakan bisnis tersebut sebagai bentuk realisasi dari ide proyek dalam rangka meningkatkan laba perusahaan.melakukan pengkajian ulang studi kelayakan bisnis yang telah dibuat sebelumnya. maka kuantitas harga barang yang diminta akan berkurang. atau saling bertemunya antara kekuatan permintaan dengan kekuatan penawaran untuk membentuk suatu harga. distribusi nilai tambah pada seluruh masyarakat. 2. serta analisis kemanfaatan dan beban sosial. sedangkan permintaan yang didasari pada kebutuhan saja disebut sebagai permintaan potensial. Aspek-aspek yang perlu dianalisis untuk mengetahui biaya dan manfaat tersebut antara lain ditinjau dari aspek Rencana Pembangunan Nasional (kebijakan pemerintah). ini disebabkn karena adanya kebijakan pemerintah yang akan mempengaruhi kebijakan perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung terkait prioritas pemerintah sebagai unsur pendukung rencana yang akan dijalankan. begitu . • Pihak Manajemen Perusahaan. nilai investasi per tenaga kerja. • Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi.

ongkos produksi. serta peramalan permintaan pada saat yang akan datang. Sedangkan penawaran dapat diartikan sebagai berbagai kuantitas barang yang ditawarkan dipasar pada berbagai tingkat harga. pasar dibedakan atas empat bentuk jenis pasar. dan terakhir dapat menentukan prediksi berbagai peluang dan ancaman sekaligus kekuatan dan kelemahan dalam peningkatan pangsa pasar (market share). maka pasar dapat dibedakan atas asas persaingan sempurna. Implikasi pada skb biasanya terlibat pada tugas analis yakni mampu menentukan rancangan produk atau jasa (benchmark) yang akan dijual. Aspek Internal Perusahaan Jika pasar yang akan ditujukan tidak dapat ditentukan. pasar industri. harga barang lain. Tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor.pula sebaliknya. dan tujuan-tujuan perusahaan. persaingan monopolitik. mampu menentukan jenis pasar yang akan dipilih. tingkat teknologi. antara lain : harga barang itu sendiri. dengan arti resiko kegagalan bisnis menjadi besar. mampu melakukan antisipasi selanjutnya dalam menentukan pergerakan permintaan konsumen dan juga penawaran produsen yang diperoleh melalui informasi product life cycle (PLC). pasar penjualan ulang kembali dan pasar pemerintah. maka kualitas barang yang diminta menaik (asumsi cetris paribus). Proyeksi permintaan dan penawaran produk dapat dilakukan dengan melakukan estimasi total terhadap permintaan pasar. yakni pasar konsumen. Segmentasi target posisi di pasar . estimasi penjualan aktual dan pangsa pasar. Dari sisi produsen. maka prospek kedepan pun tidak jelas arahnya. 2. Bentuk pasar bisa dilihat dari sisi produsen dan sisi konsumen. bila harga barang yang diminta menurun. estimasi wilayah permintaan pasar. oligopoli dan monopoli. Dan dari sisi konsumen.

posisi produk. masalah opersional. strategi bersaing.dapat dilakukan dengan beberapa tahapan. termasuk proses keputusan yang mendahului an mengikuti tindakan tersebut. masalah desain. Kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan antara apa yang dia terima dengan harapannya. Aspek Teknik dan Teknologi Dengan tujuan adalah untuk meyakini apakah secara teknis dan pilihan teknologi. antara lain segmentasi pasar. menetapkan pasar sasaran. ada tiga hal yang harus dihadapi oleh perusahaan. rencana bisnis dapat dilaksanakan secara layak atau tidak layak. sedangkan perilaku konsumen merupakan tindakan langsung dalam mendapatkan. Sikap konsumen merupakan reaksi konsumen etrhadap pasar yang akan memberikan pengaruh dalam menilai efektivitas kegiatan pemasaran. yang bertujuan merencanakan menentukan harga. serta menentukan posisi pasar. program pemasaran dan market-share. hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli. target. . Menurut Stanton (1995). baik yang aktual maupun yang potensial. mengkonsumsikan serta menghabiskan produk atau jasa. pemasaran meliputi keseluruhan sistem yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha. Dalam hal masalah manajemen operasional. yakni maslah penentuan posisi perusahaan. Implikasi pada SKB yakni informasi dalam menentukan seputar segmentasi. Selanjutnya diperlukan manajemen dalam pemasaran dalam pencapaian barang dan atau jasa yang sampai ke tangan konsumen dengan memeulai manajemen strategi terlebih dahulu sebelum kegiatan dan pengelolaan lain dilakukan. baik pada saat pembangunan proyek atau operasional secara rutin.

dan kelom. Perencanaan Karir. Orientasi Produktivitas Pelatihan dan Pengembangan Prestasi Kerja.Selain itu. . kelompok maslaah desain. Dalam pembangunan proyek bisnis dan implementasinya dapat dilakukan melalui pendekatan-pendekatan. dan dikendalikan. kapasitas produksi. antara lain : Perencanaan (Planning) Pengorganisasian (Organizing) Pergeraka (Actuating) Pengendalian (Controlling) Aspek Sumber Daya Manusia : Perencanaan SDM Analissi Pekerjaan Rekrutmen. dan perencanaan dan kualitas produk serta operasional rutinnya. sehingga rencana bisnis dapat dinyatakan layak atau tidak. teknologi yang digunakan. Seleksi. persoalan lain mengenai amsalah proses dan operasi akan bermunculan. penentuan letak dan layout secara geografis. Aspek Manajemen Tujuan studi aspek manajemen adalah untuk mengetahui apakah pembangunan dan implementasi bisnis dapat direncanakan. maka untuk itu persoalan yang timbul harus disesuaikan dan di kelompokkan sesuai dengan masalah manajemen operasional yakni sebagai kelompok masalah posisi perusahaan. Kompensasi. Implikasi pada SKB akan memberikan informasi mengenai pemilihan strategi produk.pok masalah operasional. dilaksanakan.

1. Aspek Lingkungan Aspek Ekonomi Aspek Sosial Aspek Politik Implikasi pada SKB Lingkungan Industri Mencakup : 2.- Keselamatan dan Kesehatan Kerja.6 Ancaman Masuk Pendatang Baru Persaingan Sesama Perusahaan dalam Industri Ancaman dari Produk Pengganti Kekuatan Tawar-Menawar Pembeli (Buyers) Kekuatan Tawar-Menawar Pemasok (Suppliers) Pengaruh Kekuatan Stakeholder Lainnya Resiko Bisnis Resiko pada Aspek SDM . Pemberhentian. Implikasi pada SKB Kebutuhan Dana dan Sumbernya Aliran Kas (Cash Flow) Biaya Modal (Cost of Capital) Inisial dan Operasional Aliran Kas Analisis kepekaan (Sensitivity Analysis) Penilaian dan Pemilihan Investasi Implikasi pada SKB Aspek Keuangan - 3.

Resiko pada Para Eksekutif dan Pekerja Inti Resiko Menangani Karyawan Resiko dalam Hubungan Industri dan Perselisihan Stres dan Pelayanan Etika Resiko pada Aspek Keuangan Biaya produksi yang Berlebihan Biaya over-heads yang lebih tinggi Utang Pinjaman yang Berlebihan Resiko pada Aspek Pemasaran Masalah Kebijakan Pemerintah Masalah Perubahan Permintaan Pasar Masalah Perang Harga Pemalsuan Performa Produk yang Rendah Promosi yang Kurang Baik Masalah Merk Masalah Pengembangan Produk Masalah Distribusi Resiko pada Aspek Produksi/Operasi Masalah pemasok Kerusakan Kualitas Produk Minimalisasi Resiko Komputerisasi Resiko pada Aspek Sistem Informasi Nilai Data di Komputer Resiko Komputersisasi Minimalisasi Resiko Komputerisasi .

sehingga para konsumen bisa . Teknologi juga memudahkan pelayanan. Selain itu.1.7 Bisnis Ritel Ruang Lingkup Bisnis Ritel Bisnis ritel mengalami perkembangan cukup besar. dan (4) penggunaan berb agai cara untuk berinteraksi dengan konsumen. Pengelolaan ritel modern tentunya membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai terutama kebutuhan teknologi tinggi (hightech). dengan menggunakan sistem informasi.Menetapkan Kebijakan SISFO 2. teliti. dan memuaskan pelanggan. yaitu (1) perbedaan yang mendasar dan terus berkembang dalam format ritel. para peritel mampu mengatur persediaan di gudang-gudang ritel. serta pengantaran layanan yang lebih cepat. sehingga sistem pasokan dan persediaan menjadi semakin terintegrasi terhadap berbagai kebutuhan gerai atau toko ritek yang dimilikinya. Masing-masing format ritel menargetkan segmen pasar yang berbeda dan menggambarkan tren atau kecenderungan terhadap keanekaragaman barang dagangan yang semakin meningkat. (2) meningkatkan konsentrasi industri. pemrosesan. ditandai dengan semkain banyaknya bisnis ritel tradisional yang mulai membenahi diri menjadi bisnis ritel modern maupun munculnya bisnis riter modern yang baru. Trend dalam Industri Ritel Perubahan-perubahan yang paling penting dibahas pada bagian ini. Tiap jenis ritel menawarkan manfaat yang berbeda. Teknologi tinggi ini memungkinkan ritel membangun sistem informasi canggih yang mendukung pengelolaan sistem persediaan yang lebih efisien sehingga manajemen ritel mampu menyediakan berbagai produk makana dan minuman yang selalu segar. (3) globalisasi.

e-mail. Peritel juga dapat berposisi sebagai perusahaan yang menyimpan persediaan dengan ukuran lebih kecil. Fungsi utama ritel adalah mempertahankan persediaan yang sudha ada. Pelanggan membutuhkan ritel karena tidak semua barang dijual dalam keadaan lengkap. Sedikit peritel nasional yang mampu mendominasi kebanyakan format.berlangganan pada ritel yang berbeda untuk pembelian dan kebutuhan yang berbeda. Saat jumlah format ritel yang berebda meningkat. Pembelian salah satu barang ke ritel tersebut akan menambah nilai barang tersebut terhadap kebutuhan konsumen. interaksi langsung didalam toko. Karakteristik Dasar Ritel . Contohnya PT Matahari Putra Prima yang memiliki departement store masuk dalam format ritel berorientasi makanan dengan membuka hypermarket dan disebut hypermart. Faktor penentu cara interaksi tersebut adalah adanya kemajuan teknologi maupun keberagaman jenis format ritel. Ritel dengan format tanpa toko (nonstore) akan lebih banyak mengoptimalkan kemajuan teknologi informasi untuk berinteraksi dengan konsumen. Penyedia Jasa Ritel yang mengantar produk hingga dekat ke tempat konsumen. Sebagian besar peritel menggunakan kombinasi dari berbagai cara dalam berinteraksi seperti dilakukan oleh Matahari Departement Store yang menggunakan katalog/direct mail. sehingga produk akan selalu tersedia saat konsumen menginginkannya. menyediakan jasa yang memudahkan konsumen dalam membeli dan menggunakan produk. jumlah pesaing dalam tiap format akan cenderung menurun. maupun menawarkan kredit sehingga konsumen dapat memiliki produk dengan segera dan membayar belakangan. Tidak semua peritel yakin telah melakukan upaya yang otimal dalam berinteraksi dengan kosnumen dengan hanya memilih satu cara.

maupun upaya pemerintah untuk mendorong perkembangan bisnis ritel. Selain itu juga dapat dibagi menurut jenis olahraga itu sendiri. Pengelompokan berdasarkan unsur-unsur yang digunakan ritel untuk memuaskan kebutuhan konsumen. seperti basket. dan lain-lain Peluang Bisnis Ritel di Indonesia Usaha atau bisnis ritel di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup besar. Harga barang Jenis Barang yang Dijual Ritel dapat dibedakan berdasarkan jenis produk yang dijualnya. Sebagai contoh ritel yang menjual produk olahraga biasanya toko peralatan olahraga. yaitu : 1. b. golf. Investasi perusahaan ritel asing tetap berinvestasi ke Indonesia dengan tiga cara yaitu (1) . Sebagai akibat dari adanya perkembangan usaha manufaktur dan peluang pasar yang cukup terbuka. Tingkat layanan konsumen 4. Perbedaan dan keanekaragaman barang yang dijual 3. Jenis barang yang dijual 2. Pengelompokan berdasarkan kepemilikan Pengelompokan Berdasarkan Unsur-unsur yang Digunakan Ritel untuk Memuaskan. Pengelompokan berdasarkan sarana atau media yang digunakan c.Widya (2006) mengemukakan bahwa karakteristik dasar ritel dapat digunakan sebagai dasar dalam mengelompokkan jenis ritel. Kebutuhan Konsumen Terdapat empat unsur yang dapat digunakan ritel untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang berguna untuk menggolongkan ritel. Terdapat tiga karakteristik dasar yaitu : a. sepakbola.

Aspek bauran komunikasi dalam ritel meliputi hal-hal sebagai berikut : • • • • Startegi komunikasi dalam mengembangkan merek dan membangun kesetiaan pelanggan. yang meliputi aktivitas harian yang harus dilakukan oleh manajer toko mulai dari kesiapan toko sebelum buka untuk memastikan toko telah siap untuk melayani pelanggan. Kerja sama komunikasi antara peritel dengan vendor atau pemasok. Aspek kualitas layanan dalam bisnis ritel. dan waktu yang paling tepat dalam menjalankan aktivitas komunikasi dengan pelanggan. meliputi hal-hal sebagai berikut : . meliputi : • • Hal-hal yang menjadi tujuan melakukan rancangan dalam toko. Memilih media komunikasi. desain. menentukan frekuensi. Bagian IV : Manajemen Toko Manajer toko harus menentukan bagaimana melakukan pengelolaan barang dagangan dan pengoperasian toko. Alternatif metode yang dapat digunakan dalam tata letak toko. • Teknik terbaik yang dapat digunakan untuk menampilkan barang dagangan. Beberapa metode untuk berkomunikasi dengan pelanggan. dan visualisasi barang dagangan.• • Pengaturan objek dalam perencanaan barang dagangan. sampai dengan toko tutup melalui management by walking (morning walk and night flash). Pengaturan tata letak toko. misalnya menetapkan jarak lorong (space yang sesuai untuk setiap jenis barang dagangan pada setiap departemen atau kelompok barang dagangan. Implikasi perencanaan dan pengelolaan keanekaragaman barang dagangan terhadap kinerja keuangan dan kinerja operasional ritel.

Strategi ritel menekankan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada guna mencapai tujuannya. serta bagaimana mengiklankan dan mempromosikan barang. strategi keuangan. strategi lokasi. istilah pembelian. Bagaimana ritel dalam membangun strategi keunggulan bersaing yang berkelanjutan. struktur organisasi. Aspek pemasaran dalam ritel meliputi hal-hal sebagai berikut : • • • • Definisi strategi pemasaran ritel Pemahaman terhadap target pasar bila dikaitkan dengan pilihan terhadap format ritel. .• • • Pemahaman bahwa ritel adalah bagian dari bisnis jasa Perkembangan konsep kualitas layanan Mengidentifikasi dimensi dan atribut kualitas layanan dalam ritel. Tahapan dalam mengembangkan strategi pemasaran ritel. mengatur harga. Manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management CRM) meliputi hal-hal sebagai berikut : • • • Pengertian manajemen hubungan pelanggan Peran CRM sebagai strategi membangun kesetiaan pelanggan Implementasi program CRM dalam bisnis ritel Bagian II : Manajemen Barang Dagangan Para manager dalam organisasi pembelian harus memutuskan berapa banyak tipe barang yang dibeli dan penggunaannya. Bagian kebutuhan strategi dalam strategi ritel antara lain penentuan strategi pasar. dan sumber daya manusia. strategi ritel meliputi penentuan target pasar. Aspek perencanaan dan pengelolaan keanekaragaman barang dagangan meliputi hal-hal sebagai berikut : • Pengorganisasian proses pembelian menurut kategori barang dagangan yang disediakan oleh toko.

dan staf perusahaan. Manajemen produk c. • Konsumen Untuk menyusun strategi yang efektif maka peritel harus memahami perilaku konsumennya seperti kebutuhan konsumen yang selalu berubah. Staf perusahaan Proses Keputusan Manajemen ritel Dibutuhkan pemahaman terhadap keseluruhan proses keputusan dalam manajemen ritel yang akan diperjelas dalam empat bagian seperti berikut : Bagian I : Memahami Lingkup Bisnis Ritel Faktor lingkungan dalam dunia ritel adalah lingkungan makro dan lingkungan mikro. peluang berkarier terdapat pada bagian pembelian. Bisnis ritel yang menghasilkan berbagai peluang bagi orang yang berkeinginan memulai usaha. dan yang terpenting adalah lingkungan mikro. 3. Yang dimaksud lingkungan mikro adalah para pesaing dan konsumen. Karier yang dapat dikembangkan di perusahaan ritel antara lain : a. Peluang pengembangan karier Pada peraturan ritel. Bagian II : Mengembangkan Strategi Ritel 1. Manajemen toko b. Peluang manajemen . • Pesaing Pesaing utama ritel adalah perusahaan dengan format yang sama dan kompetensi antara tipe ritel yang sama yang disebut persaingan intratype seperti departemen store yang lain. manajemen toko. produk.• Pengelolaan barang dagangan.

tetapi juga dengan hypermarket. demografi. supermarket. Evolusi dalam perkembangan bisnis ritel di Indonesia secara faktual didorong oleh semakin pesatnya persaingan dalam pasar .Untuk mengatasi persaingan yang semakin tinggi dan adanya lingkungan yang semakin menantang. 1 triliun pada tahun 2002.5. dan sosial budaya.1% pada tahun 2002. super store. grosir. Salah satu format ritel yang mengalami pertumbuhan dengan peluang cukup besar adalah ritel kelompok orientasi makanan skala besar khususnya hypermarket dan grosir. terjadi peralihan pola belanja. Sedangkan omzet khusus pada usaha swalayan (supermarket). Sebaliknya supermarket mengalami kenaikan dari 3% tahun 1999 menjadi 20. dan hypermarket. Sebagian besar ritel modern di Indonesia ternyata mempunyai modal yang kepemilikan permodalan usaha ritel modern di Indonesia dengan format minimarket. Menurut riset konsumen yang dilakukan oleh AC Nielsen dan dikutip pada Pilar Bisnis (Juli 2003). Peluang kewirausahaan Sebagai contoh. supermarket bukan saja harus bersaing dengan supermarket lain.14 triliun pada tahun 2001 dan turun hampir Rp. peritel mulai merekrut dan mempromosikan beberapa orang dengan berbagai keterampilan dan keahlian di bidang manajemen. departemen store. dari hasil penelitian yang dilakukan oleh BPS pada 13 (tiga belas) provinsi adalah sebesar Rp. maupun toko kulakan. pekembangan bisnis ritel di Indonesia dipengaruhi oleh bisnis ritel di negara maju terutama dalam mengaplikasikan teknologi informasi dalam operasional kegiatan sehari-hari bisnis ritel. di mana sekitar 24% konsumen kini cenderung untuk berbelanja di pasar modern (untuk perkotaan jumlahnya mencapai 41%). Selain faktor ekonomi. Ketiga faktor makro di atas menunjukkan besarnya peluang bisnis ritel di Indonesia. 2.

dan Mark & Spencer. Tahun 1970 hingga 1980-an Era perkembangan ritel modern dengan format supermarket dan departement store.MH. lokasinya mudah dicapai. Hero. .konsumen akhir (end customer) juta jiwa pada tahun 2010. Tahun 1960-an Era perkenalan ritel modern dengan format departemen store dengan barang dagangan dalam jumlah besar (mass merchandise) ditandai dengan dibukanya gerai ritel pertama yaitu Sarinah di Jl. Tahapan dan evolusi perkembangan industri ritel ini dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Faktor ketiga adalah faktor sosial budaya. Tahun 1980-an Era perkembangan convenience store. dan (3) kemitraan bersama pengusaha kecil (joint venture). ditandai dengan hadirnya ritel modern seperti Matahari. Salah satu elemen penting yang mendorong pertumbuhan industri ritel adalah meningkatnya jumlah penduduk golongan menengah (middle income group). 4. Konsumen saat in menginginkan tempat belanja yang aman. Sejarah perkembanmgan ritel di Indonesia dapat dibagi menjadi berbagai tahap. 3. dan sekaligus dapat digunakan sebagai tempat rekreasi. Kemitraan sistem waralaba seperti Body Shop.Thamrin Jakarta. seperti terjadinya perubahan gaya hidup dan kebiasaan berbelanja. 2. (2) kerja sama operasi – KSO (technical assisteance) seperti Sogo dan Seibu. yang ditandai dengan maraknya pertmbuhan minimarket seperti Indomaret. dan Ramayana. Era sebelum tahun 1960-an Era perkembangan ritek tradisional yang terdiri atas perdagangan independen. ragam barang yang bervariasi. JC Penney.

2.5. Faktor kedua adalah demografi. perkembangan industri ritel tidak terlepas dari pengaruh tiga faktor utama yaitu ekonomi. Era ini ditandai dengan hadirnya Carrefour dengan format hypermarket dan hadirnya LippoShop yang memperkenalkan e-retailing di Indonesia. maka idealnya sebuah perencanaan bisnis merupakan rencana menuju sebuah kemapanan secara sektoral. Tahun 2000 – 2010 Era perkembangan hypermarket dan perkenalan e-retailing. Jumlah penduduk tahun 2000 tercatat kurang lebih 211 juta jiwa dan diprediksi akan berjumlah 242. Walaupun dinilai secara relatif atas dasar kepentingan atau dasar hubungan sosial yang cukup mendalam dikebudayaan Indonesia secara berbeda-beda. era baru pada perekonomian memerlukan suatu fase sinergis antara semua aspek di lingkungan bisnis dan regulasi yang dibangun oleh pemerintah sesuai dengan point-point pembangunan ekonomi yang dituju untuk kesejahteraan makro. seperti banyak kalangan menilai aspek baru seperti lingkungan industri aspek yuridis. Untuk aspek Yuridis terkait dengan masalah perundang – . demografi. dan sosial budaya. aspek lingkungan hidup dan lain-lain. Dalam bentuk suatu proposal usaha pemilik ide bisnis berupa meyakinkan bagaimana reviewer memberikan tanggapan yang diharapkan.2 Kerangka Pemikiran Analisa kelayakan bisnis merupakan suatu hal yang penting bagi seseorang maupun sebuah organisasi ketika akan melakukan atau memulai bisnis. Penilaian sebuah ide bisnispun akan semakin luas dengan munculnya fase sinergis. Secara makro. Pengembangan perspektif aspek lingkungan idnustripun kemudian diperluas lagi secara teknik dan metode yang diterapkan serta kebijakan public strategis dalam konsep kompetisi yang sehat dengan pesaing lain dalam industri yang terkait. Kemudian. yaitu peningkatan jumlah penduduk Indonesia.

3. latar belakang perusahaan. Menganalis manajemen pada perusahaan retail dan jasa yang memposisikan diri dalam ruang lingkup industri fashion. baik dari segi pemilik. 4. 6. 2. Hal ini perlu mendapat perhatian karena sampai sejauh mana suatu usaha berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan disekitarnya. Menganalisa optimasi nilai-nilai suatu manajemen dan organisasi. Maka secara umum penulis akan menganalisa sudut pandang analisa perencanaan bisnis dan penilaian ideal sebagai nilai representatif untuk sebuah analisa bisnis yang belum berjalan. Akan tetapi dinamika pencitraan seorang reviewe begitu penting. . 5. Menganalisa keseluruhan konsep bisnis. Menganalisa latar belakang dan sisi histori yang bernilai tambah untuk usaha yang dipilihnya. dan faktor-faktor pencetus lainnya yang dinilai sebagai sesuatu yang menjadikannya sebagai sesuai yang berbeda dan inovatif. dan lembaga sosial. Sedangkan aspek ANDAL berkaitan dengan lingkungan sekitar yang menjadi dampak dari usaha tersebut. 2007) dan dipadukan dengan Metode Penelitian Kualitatif menurut Bungin.undangan dan pengawasan dari pemerintah. 2007. Menganalisa resiko bisnis. Menganalisa prioritas rencana bisnis perusahaan. Ini merupakan keputusan yang cukup rumit untuk menyimpulkan diawal sebelum berjalannya usaha itu sendiri. antara lain : 1. Berikut teknik menganalisis dan alur pemikiran studi kelayakan rencana bisnis secara komprehensif yang diambil dari buku Studi Kelayakan Bisnis (Husein Umar.

3. alur kegiatan perusahaan.2 Jenis dan Sumber Data Sumber Data yang digunakan merupakan .p25).1 Desain Penelitian Desain Penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif dengan sub-desain deskriptif kualitatif. Dengan model deduksi yairu teori merupakan alat peneliti sejak memilih dan menemukan masalah. dalam hal ini merupakan pembahasan secara mendalam sebuah Perencanaan Bisnis (Business Plan) yang dirancang oleh pemilik konsep Fabaa Departement Store. Unit yang diteliti yaitu merupakan studi kasus pada satu permasalahan bisnis dan ekonomi. meringkas dan menggambarkan berbagai kondisi dan situasi yang terdapat dalam wacana memulai datu bisnis baru di Indonesia secara umum dan dikota Jakarta dan sekitarnya secara khusus. membangun hipotesis (asumsi implisit). serta memberikan keyakinan kepada reviewer mengenai kehandalannya menjalankan fungsi manajerial. sampai dengan menguji data sebagaimana dinyatakan oleh Bungin (2007. Didalam business Plannya. yaitu Nuril Ahmad Al-Anwar. tujuannya dan harapan dalam menuliskan rencana bisnis. kondisi psikologis dan nilai kematangan dalam usahanya kelak. pemilik menggambarkan kondisi perusahaannya pada saat ini. Dimana tujuan penelitian merupakan pengeksplorasian.BAB 3 METODE PENELITIAN 3.

Nina Adelia Business Development Manager PT. . Tahapan elite interview digunakan agar informasi yang didapat merupakan bahan tinjauan langsung. 3.4 Metode Analisis Dengan Menggunakan Metode Analisis Domain yaitu berupa gambaran umum dan analisa ketepatan aspek uji. Trinaya Tirta (ELLE Indonesia) - 3.A.3 Teknik Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan Data dengan mode wawancara secara tertulis melalui surat dan email demi pertimbangan fleksibilitas para eksekutif tersebut. H Indra Harapan Managing Director PT. karena berdasarkan pengalaman dan analisa pihak-pihak yang memiliki andil dalam suatu pembuatan keputusan berwirausaha. dan literatur pendukung kesimpulan penelitian. kutipan.- Data Sekunder yaitu data dalam bentuk teks. Data Primer yang didapat hasil wawancara untuk tujuan peningkatan validitas dan realibiltas. berupa dokumen mengenai rencana bisnis Fabaa Departement Store. serta implementasi menyeluruh serta dilengkapi dengan metode Peningkatan Validitas dan Reliabilitas Penelitian Kualitatif wawancara. Berlian Permata Bunda General Contractor and Supplier Drs.J Sinungan Managing Director Asosiasi Pusat Pertokoan dan Perbelanjaan Indonesia (AP3I) Kustajono Projolalito Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) K.H. diantaranya : Ir.

PT Gramedia Pustaka Utama. Rhenald (2006). Jakarta. Burhan. Edisi 3. Christina Utami (2006). Jakarta. Tak Peduli Berapa Jauh Jalan Salah yang Anda Jalani. Edisi V.Bugin. Manajemen Ritel Strategi dan Implementasi Ritel Modern. Jakarta. Lin Pophal (2008). Husein. Anatomy of a Business Plan. Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya. Human Resources Book. (2003). Bruno (2008). (2008). PT Gramedia Pustaka Utama. Penelitian Kualitatif: Komunikasi. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis. Jakarta. Linda. From Competing to Collaborating. Whidiya. PT Gramedia Pustaka Utama. Gresing. Salemba Empat. Prenada. Jakarta Hasion. Cetakan ke 2. Canary. Jede (2007).(2007).(2007). Jakarta. Jakarta. Pt Gramedia Pustaka Utama. Kencana. .DAFTAR PUSTAKA Pinson. Edisi Pertama. Putar Arah Sekarang juga (Manajemen Perubahan dan Manajemen Harapan). Studi Kelayakan Bisnis. Fashion Branding. Kuncoro. Umar. Kasali. Maragaretha. M. Farah. Panduan Lengkap Menyusun Proposal dan Rencana Bisnis. Ekonomi. Jakarta. Jakarta. Manajemen Keuangan Bagi Industri Jasa PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Resume Tahap Awal Penulisan Skripsi “Analisa Kelayakan dan Resiko Bisnis pada Rencana Bisnis Baru Fabaa Departement Store” Latar Belakang Ditengah persaingan yang semakin mengglobal di segala bidang. Kompetisi setiap saat kita lakukan baik secara sadar ataupun tidak. mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang cukup bukan lagi hal yang melegakan untuk setiap orang. Tantangan kesejahteraan hidup sekarang ini semakin sulit dipenuhi. bahwa harus ada kesadaran untuk . banyak pihak yang tak berdaya dan semakin terpuruk dari segi kesejahteraan hidupnya dan tidak sedikit dari masyarakat Indonesia yang dapat dikategorikan termasuk didalam kelompok ini. bisnis. karena itu sebagai individu. Inilah fase awal dari pembentukan paradigma kompetisi dan bisnis. Seperti halnya sesuatu yang terlihat spektakuler (hebat) tetapi tidak layak memberikan keuntungan sehebat tampilannya tidak lagi popular. baik sektor formal maupun informal! Masih saja dirasa belum membeirkan solusi berarti dalam permasalahan ekonomi yang ada. kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif untuk mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkan peluang tersebut guna mencapai sisi-sisi ekonomis yang optimal demi meningkatkan kesejahteraan hidup. manfaat dan keutungannya. semua hal ditimbang menurut sisi ekonomis. keadaan ekonomi yang serba sulit dan kompleks menjadikan kita tengah berada perlombaan dengan bayang-bayang kemiskinman yang bisa menimpa siapa saja dan kapan saja.

akan tetapi cukup realistis jika diungkap bahwa berwirausaha memiliki banyak manfaat lain selain sekedar menyangkut nilai nominal. masyarakat luas. seperti kepuasan diri dan pencapaian tujuan personal yang dicapai oleh pengusaha tersebut. . regulasi. Seorang pengusaha jelas saja tidak bisa menjalankan usahanya tanpa bantuan pihak lain (seperti tenaga kerja. dan pembeli) serta dukungan kondisi eksternal perusahaan yang kondusif (keadaan ekonomi negara. pemasok. Banyak hal yang perlu diperhatikan seorang entrepreuner untuk berwirausaha. Wirausaha merupakan salah satu bentuk implementasi untuk memenuhi tingkat kesejahteraan. sebagian besar kegiatannya juga sangat berperan dalam usaha memenuhi kebutuhan masyarakat banyak baik secara langsung maupun tidak langsung. ketidakpastian kondisi menjadi wirausaha sebagai ajang pembuktian kredibilitas diri dan usaha yang dijalankannya. sinergi yang terjalin juga berasal dari internal perusahaan dalam perspektif mengenai kehandalan mengelola perusahaan. serta keterbatasan modal dianalisir sebagai hambatan utama dalam memulai suatu usaha baru ataupun menersukan kejayaan usaha yang sudah berjalan. dan sebagainya). Agar bisa mencapai tingkat perkembangan dan keuntungan usaha yang optimal. Dari pengkajian awal ini pual resiko kegagalan bisa diantisipasi (Umar. Entreprenuership yang berhasil setidaknya memiliki manfaat yang riil bagi dirinya sendiri. Selain menguntungkan dari segi ekonomi. Manfaat lainnya dapat membantu mengatasi permasalahan tenaga kerja walaupun kadangkala hanya bersifat jangka pendek atau sekedar tenaga kerja musiman.bergerak dan tidak tinggal diam melihat pergerakan global yang menyingkirkan semua pihak yang hidup tanpa kemampuan dan kreatifitas serta tidak bersikap kritis dengan kesejahteraan hidupnya. juga dalam ruang lingkup regional. atau sekedar memanfaatkan peluang untuk menciptakan perubahan yang lebih baik diperusahaannya untuk mengoptimalkan potensi kemenangan dari sebuah bisnis. seseornag hendkanya mengkaji lebih dulu bidang usaha yang akan dimasukinya melalui sebuah studi kelayakan bisnis. menciptakan strategi dan manajemen yang adaptif terhadap market trend.2007 dalam Studi Kelayakan Bisnis).

Differensiasi dari segi skala usaha yang tidak terlalu besar dan segmentasi yang mendalam terhadap konsumen wanita serta konsep penjualan yang multi profil yang menajdikan peruahaan ini kelak dikenal sebagai departement store penjualan barang dan jasa. Para pelanggannya didesain tidak . Dengan menggunakan langkahlangkah yang teruji dalam menysuun bisnis. profesional. pemilik dapat mengembangkan rencana bisnis yang matang. yaitu memadukan penjualan jasa designer bersamaan dengan pejualan produknya. Store memusatkan perhatiannya khususn perusahaan ditahun untuk ke-tiga kebutuhan sudah wanita. Fabaa menyediakan semua kebutuhan busana wanita dan aksesorisnya yang didesain secara langsung oleh perancang muda yang masih sangat baru (fres graduate) akan tetapi mampu menampilkan koleksi yang menarik bagi konsumen. konsep bisnis “mini departement store” khusus wanita yang akan menajdikan persuahaan ini sebagai perusahaa pertama yang bergerak dalam industri fashion dan kebutuhan wanita lainnya yang menyediakan produk secara retail dipandu dengan penjualan jasa designer secara langsung di lokasi yang sama. Penilaian investasi yang dilakukan para investor terhadap sebuah usaha dan pemiliknya haruslah menghasilkan nilai yang cukup setidaknya untuk kedua belah pihak.Perencaaan bisnis yang baik bagi seorang entrepreuner berguna sebagai dokumen untuk investor. dan berorientasi hasil sejak awal hingga akhir. setidaknya Perusahaan sampai ini tujuan terlaksana. Store adalah konsep unik untuk mengimplemtasikan bentuk lain sebuah butik penyedia pakaian wanita. hanya saja Fabaa Dept. berencana mematenkan konsep perusahaan yang inovatif. tetapi yang lebih utama perencanaan bisnis yang baik akan menajdi sebuah jalan pembuka menuju laba. Di bawah naungan sebuah asosiasi designer lokal yang akan didirikan bersama sejalan dengan pembentukan perusahaan ini. Sisi inovatif Fabaa Dept. Rencana bisnis “Fabaa Departement Store” adalah rencana bisnis aktual yang dibuat untuk perusahaan Fabaa pada awal tahuan 2008. Puluhan perancang baru yang merupakan anggota asosiasi akan menempatkan koleksinya masing-masing berdampingan layaknya sebuah pusat perbelanjaan berskala sedang.

manajemen. Maka dari itu. Store secara melalui analisa SWOT (Strengh. Semakin berkembangnya suatu negara mengakibatkan industri jasa mulai mengimbangi nilai-nilai pertumbuhan industri manufactur. Dalam konteks tersebut. akan dibahas lebih mendalam lagi mengenai manajemen sumber daya manusia dan bagian perencanaan keuangan Fabaa Dept. Weakness. karena mengingat pada kedua aspek inilah proses pembentukan budaya perusahaan dimulai dan pengoptimalan operasional perusahaan akan dicapai jika manajemen memilik perencanaan keuangan yang terarah dan konsisten. terutama bagi para investor selaku pemrakarsa berkepentingan untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi. juga bagi pemerintah dan pihak industri terkait yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan. Hal yang perlu ditelaah lebih dalam yakni mengenai menjalankan proses bisnis produk dan jasa secara bersamaan memerlukan perencanaan yang matang dan menyeluruh. Store sangat diperlukan oleh banyak kalangan. Identifikasi Masalah . serta memesan pakaian yang mereka inginkan secara detail dengan penetapan harga yang paling optimal untuk kelas menengah. and Threath). Studi kelayakan bagi rencana bisnis Fabaa Dept. menjalankan satu unit bisnis yang terpusat saja belum tentu bisa mendapatkan market share yang significant. sumber daya manusia. teknik dan teknologi. Store berikut resiko-resiko bisnisnya. Dalam proses analisa aspek internal perusahaan. analisa pasar yaitu mengenai situasi pasar dan produsen serta yang terakhir yaitu menganalisa aspek internal perusahaan yang menyangkut pemasaran. bank selaku pemberi kredit berkepntingan mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya. Opportunity. Store tetapi juga berhak menemui banyak perancang busana pilihannya untuk berkonsultasi. secara garis besar penulis akan mencoba menganalisa perencanaan bisnis milik perusahaan Fabaa Dept. dan keuangan.hanya mendapati pakaian ready to wear di Fabaa Dept.

Agar dapat mengetahui cara menganalisa keuntungan yang optimal pada rencana bisnis baru. Agar dapat menganalisa aspek pengelolaan sumber daya manusia secara optimal untuk suatu bisnis baru. Store melalui merupakan bisnis yang inovatif ? Apakah bisnis yang dijalankan Fabaa Dept. Manfaat Penelitian Manfaat yang akan didapat diantaranya yaitu : . Store layak jika dinilai dari berbagai aspek studi kelayakan bisnis ? Apakah perencanaan manajemen sumber daya manusia yang direncanakan oleh Fabaa Dept. Agar dapat menganalisa perencanaan bisnis dari berbagai aspek kelayakan bisnis. Gar dapat memutuskan apakah bisnis Fabaa Dept. Store sudah tepat? Apakah asumsi keuangan perusahaan yang direncanakan Fabaa Dept. Store dapat menghasilkan keuntungan yang optimal? Apakah rencana bisnis Fabaa Dept. ditunda. Store kredibel? Apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dijalankan. Agar dapat menganalisa aspek keuangan dengan tepat untuk suatu bisnis baru.Mengingat banyaknya pertimbangan-pertimbangan tertentu didalam studi kelayakan untuk sebuah perencanaan bisnis maka masalah yang akan dianalisa diantaranya adalah : Apakah startegi bisnis yang dilakukan Fabaa Dept. ditunda atau dibatalkan? Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini yaitu sebagai berikut : Agar dapat mengetahui strategi bisnis yang baik bagi perencanaan bisnis baru. Store ini layak dijalankan. atau dibatalkan.

pemerintah. Store untuk memperbaiki dan menganalisa lebih lanjut mengenai ide bisnisnya. Sebagai bahan masukan utama dalam mengkaji ulang ide bisnis reviewer rencana bisnis Fabaa Dept. Store itu sendiri. Store sebelumnya. kreditor. bahkan bagi manaaajemen perusahaan Fabaa Dept. Merupakan rekomendasi kebijakan bagi pemilik Fabaa Dept. - - - - . Store layak untuk direalisasikan atau tidak.- Laporan studi bisnis pada akhirnya akan menyatakan rencana bisnis milik Fabaa Dept. masyarakat. Aspek prikomotorik bagi penulis yaitu mengenai memanfaatkan pengetahuan yang diterima selama masa kuliah serta berkaitan dengan peminatan kewirausahaan. Sebagai rekomendasi bagi investor.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.