Ontologi

dalam bahasa inggris ´ontologyµ; dari bahasa Yunani on, ontos (ada, keberadaan) dan logos (studi, ilmu tentang). Ada beberapa pengertian dasar mengenai apa itu ´ontologiµ1 . Pertama, ontologi merupakan studi tentang ciri-ciri ´esensialµ dari Yang Ada dalam dirinya sendiri yang berbeda dari studi tentang hal-hal yang ada secara khusus. Dalam mempelajari ¶yang ada· dalam bentuknya yang sangat abstrak studi tersebut melontarkan pertanyaan seperti ´Apa itu Ada dalam dirinya sendiri?µ Kedua, ontologi juga bisa mengandung pengertian sebuah cabang filsafat yang menggeluti tata dan struktur realitas dalam arti seluas mungkin, yang menggunakan katagori-katagori seperti : ada/menjadi, aktualitas/potensialitas, esensi, keniscayaan dasar, yang ada sebagai yang ada. Ketiga, ontologi bisa juga merupakan cabang filsafat yang mencoba melukiskan hakikat Ada yang terakhir, ini menunjukan bahwa segala hal tergantung padanya bagii eksistensinya. Keempat, Ontologi juga mengandung pengertian sebagai cabang filsafat yang melontarkan pertanyaan, apa arti Ada dan Berada dan juga menganalisis bermacam-macam makna yang memungkinkan hal-hal dapat dikatakan Ada. Kelima, Ontologi bisa juga mengandung pengertian sebuah cabang filsafat a) menyelidiki status realitas suatu hal misalnya ´apakah objek pencerapan atau persepsi kita nyata atau bersifat ilusif (menipu)? ´apakah bilangan itu nyata?µ ´apakah pikiran itu nyata?µ b) menyelidiki apakah jenis realitas yang dimiliki hal-hal (misalnya, ´Apa jenis realitas yang dimiliki bilangan? Persepsi? Pikiran ´ dan c) yang menyelidiki realitas yang menentukan apa yang kita sebut realitas. Dari beberapa pengertian dasar tersebut bisa disimpulkan bahwa ontologi mengandung pengertian ´pengetahuan tentang yang adaµ Istilah ontologi muncul sekitar pertengahan abad ke-17. Pada waktu itu ungkapan filsafat mengenai yang ada (philosophia entis) digunakan untuk hall yang sama. Menurut akar kata Yunani, ontologi berarti ¶teori mengenai ada yang berada·.2 Oleh sebab itu, orang bisa menggunakan ontologi dengan filsafat pertama Aristoteles, yang kemudian disebut sebagai metafisika. Namun pada kenyataannya, ontologi hanya merupakan bagian pertama metafisika, yakni teori mengenai yang ada, yang berada secara terbatas sebagaimana adanya dan apa yang secara hakiki dan secara langsung termasuk ada tersebut. Beberapa ahli filsafat memang banyak hal mempunyai pengertian yang berbeda satu sama lain. Namun jika ditarik dalam garis benang yang saling berkaitan maka ada beberapa hubungan yang hampir sama bahwa ontologi adalah ilmu tentang yang ada sebagai bagian cabang filsafat yang sama. Baumgarten mendefinisikan ontologi sebagai studi tentang predikat-predikat yang paling umum atau abstrak dari semua hal pada umumnya. Ia sering menggunakan istilah ´metafisika universalµ dan µfilsafat pertamaµ sebagai sinonim ontologi.3 Heidegger memahami ontologi sebagai analisis konstitusi ´ yang ada dari eksistensiµ, ontologi menemukan keterbatasan eksistensi, dan bertujuan menemukan apa yang memungkinkan eksistensi.4 Ontologi merupakan ¶ilmu pengetahuan· yang paling universal dan paling menyeluruh. Penyelidikannya meliputi segala pertanyaan dan penelitian lainnya yang lebih bersifat ¶bagian·. Ia merupakan konteks untuk semua konteks lainnya, cakrawala yang merangkum semua cakrawala lainnya, pendirian yang meliputi segala pendirian lainnya. Sebagai tugasnya memang ¶ontologi· selalu mengajukan pertanyaan tentang bagaimana proses ¶mengada· ini muncul. Pertanyaannya selalu berangkat dari situasi kongkrit. Dengan demikian ontologi menanyakan sesuatu yang tidakserba tidak terkenal. Andaikata memang sesuatu tidak terkenal maka mustahil pernah akan dapat ditanyakan. Dalam ruang kerjanya ¶ontologi· bergerak di antara dua kutub, yaitu antara pengalaman akan kenyataan kongkrit dan prapengertian ¶mengada·5 yang paling umum. Dalam refleksi ontologis kedua kutub ini saling menjelaskan. Pengalaman tentang kenyataan akan semakin disadari dieksplisitkan arti dan hakikat ¶mengada·. Sebaliknya juga , prapemahaman tentang cakrawala ¶mengada· akan semakin menyoroti pengalaman kongkrit dan membuatnya terpahami sungguh-sungguh.

Dasar Ontologi Ilmu
Dasar ontologi ilmu sebenarnya ingin berbicara pada sebuah pertanyaan dasar yaitu : apakah yang ingin diketahui ilmu ? Atau bisa dirumuskan secara eksplisit menjadi : apakaj yang menjadi bidang telaah ilmu ? Berbeda dengan agama atau bentuk pengetahuan yang lainnya, maka ilmu membatasi diri hanya kepada bkejadian yang bersifat empiris. Secara sederhana objek kajian ilmu ada dalam jangkauan pengalaman manusia. Objek kajian ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh pacaindera manusia. Dalam batasbatas tersebut maka ilmu mempelajari objek-objek empiris seperti batu-batuan, binatang, tumbuh-tumbuhan , hewan atau manusia itu sendiri. Berdasarkan hal itu maka ilmu ilmu dapat

di mana objek-objek yang berbeda di luar jangkaun manusia tidak termasuk di dalam bidang penelaahan keilmuan tersebut. Secara lebih terperinsi ilmu mempunyai tiga asumsi yang dasar. umpamanya dalam hal bentuk.8 Masing-masing mempunyai metodologi yang khas tetapi masih dalam kesatuan ciri khas kerja sebuah ilmu. Jika kita lihat di sana akan ditemukan pengertian-pengertian Rasionalisme.6 Untuk mendapatkan pengetahuan ini. sifat dan sebagainya. Positivisme. Karakteristik yang kedua adalah bahwa bahasa ilmu sifatnya tertutup dan memakai cara kerja sistem sendiri. Tekanan ilmu terletak pada bagaimana sebuah metode dibangun. di antaranya paham tentang kepastian. Ilmu sebagai sebuah konsep memang mengandung pengertian yang cukup komplek.9 Cara kerja filsafat ilmu pengetahuan pada prinsipnya adalah sebuah penelitian tentang apa yang memungkinkan ilmu-ilmu tersebut terjadi dan berkembang. Kegiatan keilmuan bertujuan mempelajari tingkah laku suatu objek dalam suatu keadaan tertentu. kebenaran dan objektivitas. di abad modern ini memang mendapat tempat dan porsi terbesar. Konstruktivisme. Metode berarti bahwa penyelidikan berlangsung menurut suatu rencana tertentu. Ilmu yang dalam perkembangannya memakai metode ilmiah di dalam hukum-hukumnya mempunyai bahasabahasa ilmiah yang berbeda dengan bahasa keseharian yang lain. Ada banyak model dan cara kerja ilmu yagn berkembang sesuai dengan perkembangan filsafat manusia. Asumsi ketiga. Abad modern memang sangat didorong oleh kemunculan rasionalitas ilmu sebagai dasar dominan rasionalitas modern. ilmu menganggap bahwa suatu benda tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu . . ilmu membuat beberapa asumsi mengenai objekobjek empiris. Pada prinsipnya ¶ilmu· merupakan cabang pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Namunpun demikian dalam determinisme dalam pengertian ilmu mempunyai konotasi yang bersifat peluang (probabilistik) Karakteristik Filsafat Ilmu Ilmu sebagai salah satu bidang dalam filsafat. karena permasalahan-permasalahan teknis yang bersifat khas. maka filsafat ilmu sering dibagi menjadi ¶filsafat ilmu alam· dan filsafat ilmu sosial·. ilmu menganggap bahwa tiap gejala bukan merupakan suatu kejadian yang bersifat kebetulan. Asumsi kedua. Tiap gejala mempunyai suatu hubungan pola-pola tertentu yang bersifat tetap dengan urutan kejadian yang sama. dari bahasa Latin ¶scientia· (pengetahuan).disebut sebagai suatu pengetahuan empiris. Filsafat ilmu pada prinsipnya bertugas meneliti dan menggali sebab-musabab pertama dari gejala ilmu pengetahuan. Ilmu dalam bahasa inggris ¶science·.7 Karakteristik ilmu yang paling kentara adalah bahwa cara kerjanya ditentukan oleh sebuah metode. Sinonim yang paling akurat dalam bahasa Yunani adalah ¶ episteme·. Karakteristik yang nampak dalam bahasa ini adalah bahwa bahasa ilmiah selalu menekankan unsur ´bebas nilaiµ. Asumsi pertama. struktur. Rasionalitas Kritis. Dalam penegartian ini ilmu mempunyai sifat deterministik. Perkembangan ilmu saat ini banyak mendorong terjadinya perubahan-perubahan peradaban. Empirisme. menganggap objek-objek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lain. Meskipun secara metodologis ilmu tidak membedakan antara ilmu sosial dan ilmu alam . Sebuah pengetahuan baru dianggap benar selama kita bisa menerima asumsi yang dikemukakannya.

yang menjadi objek pemikiran. yaitu membahas tentang bagaimana cara mendapatkan pengetahuan dari objek yang ingin dipikirkan. epistemologi dan ontologi. hakikat dan pengaruh epistemologi B. Begitu juga. epistemologi ternyata menyimpan ´misteriµ pemaknaan atau pengertian yang tidak mudah dipahami. Epistemologi adalah teori pengetahuan. guna mengungkap substansi persoalan yang terkandung dalam konsep tersebut. Sebagai sub sistem filsafat. sebab ketiga-tiganya memiliki fungsi sendiri-sendiri yang berurutan dalam mekanisme pemikiran. epistemologi. ada sesuatu yang dipikirkan (ontologi). Sebenarnya kita baru dapat menganggap mempunyai suatu pengetahuan setelah kita meneliti pertanyaan-pertanyaan epistemologi. Ferrier. Oleh karena itu. maka hal ini harus dikatikan dengan ontologi dan aksiologi ilmu. bagaimana (epistemologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. Demikian juga. kita perlu memahami seluk beluk diseputar epistemologi. kita tidak akan mencoba untuk mengetahui hal-hal yang pada akhirnya tidak dapat diketahui. Sistem filsafat disamping meliputi epistemologi. Keterkaitan antara ontologi. ruang lingkup. meskipun ciri-ciri yang melekat padanya juga tidak bisa diabaikan. Latar Belakang Masalah epistemologi bersangkutan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pengetahuan. berarti kita sedang menekankan bahasan tentang upaya. setiap jenis pengetahuan selalui mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi). mulai dari ontologi. sehingga tidak diperoleh pengetahuan apapun. PENGERTIAN EPISTEMOLOGI Secara historis. cara-cara juga adam tetapi tidak diektahui manfaat apa yang bisa dihasilkan dari sesuatu yang dipikirkan itu. melainkan juga pada substansi persoalannya. epistemologi dikenal sebagai sub sistem dari filsafat. seandainya objek pemikran sudah ada. ketiga sub sistem ini biasanya disebutkan secara berurutan. Kalau kita ingin membicarakan epistemologi ilmu. 2004 Dalam pembahasan filsafat. Pengertian epistemologi ini cukup menjadi perhatian para ahli. maka objek pemikiran itu akan ´diamµ. selalu diawali dengan memperkenalkan pengertian (definisi) secara teknis. jika kita renungkan bahwa meskipun terdapat objek pemikiran. ontologi ilmu terkait dengan epistemologi ilmu. Ketiga landasan ini saling berkaitan. Oleh karena itu. Jadi. kemudian timbul hasil pemikiran yang memberikan suatu manfaat atau kegunaan (aksiologi). Kita mungkin terpaksa mengingkari kemungkinan untuk memperoleh pengetahuan. atau mungkin dapat menenatapkan batas-batas antara bidang-bidang yang memungkinkan adanya kepastian yang mutlak dengan bidang-bidang yang tidak memungkinkannya (Luis O. Secara detail. Apalagi bahasan yang didasarkan model berpikir sistemik. buka saja pada redaksinya. Ontologi adalah teori tentang ´adaµ. yaitu tentang apa yang dipikirkan. istilah epistemologi digunakan pertama kali oleh J. Kattsoff. cara. epistemologi. Substansi persoalan menjadi titik sentral dalam upaya memahami pengertian suatu konsep. Dari sini setidaknya didapatkan perbedan yang cukup signifikan bahwa aktivitas berpikir dalam lingkup epistemologi adalah aktivitas yang paling mampu mengembangkan kreativitas keilmuan dibanding ontologi dan aksiologi. objek. ketika kita membicarakan epistemologi disini. Jika kita mengetahui batas-batas pengetahuan. tetapi mereka memiliki sudut pandang yang berbeda ketika mengungkapkannya. tujuan. epistemologi ilmu terkait dengan aksiologi ilmu dan seterusnya. landasan. tetapi jika tidak didapatkan cara-cara berpikir. Hal iini . maka hanya akan sia-sia. justru ketiganya harus senantiasa dikaitkan. Lazimnya. Sebelum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kefilsafatan. kegunaan maupun fungsi dari objek yang dipikirkan itu. sehingga didapatkan pengertian yang berbeda-beda. metode. perlu diperhatikan bagaimana dan sarana apakah kita dapat memperoleh pengetahuan. Sedangkan aksiologi adalah teori tentang nilai yang membahas tentang manfaat. ketiganya adalah interrelasi dan interdependensi (saling berkaitan dan saling bergantung). untuk membedakan dua cabang filsafat.EPISTEMOLOGI A. lalu dicari cara-cara memikirkannnya (epistemologi). Namun demikian. mulai dari pengertian. atau mungkin sampai kepada kesimpulan bahwa apa yang kita punyai hanya kemungkinan-kemungkinan dan bukannya kepastian. dan aksiologi³seperti juga lazimnya keterkaitan masing-masing sub sistem dalam suatu sistem--membuktikan betapa sulit untuk menyatakan yang satu lebih pentng dari yang lain. atau langkah-langkah untuk mendapatkan pengetahuan. kemudian aksiologi.F. Hal ini akan lebih jelas lagi. pembahasan konsep apa pun. juga ontologi dan aksiologi. tidak mungkin bahasan epistemologi terlepas sama sekali dari ontologi dan aksiologi. Dengan gambaran senderhana dapat dikatakan.

yaitu realisme dan idealisme. karena definisi-definisi itu tampaknya didasarkan pada rincian aspek-aspek yang tercakup dalam lingkup epistemologi daripada aspek-aspek lainnya. tetapi kedua pengertian ini sedikit perbedaan dari kedua pengertian tersebut. Kendati ada sedikit perbedaan dari kedua pengertian tersebut. diungkapkan oleh Dagobert D. bahwa epistemologi sebagai ´ilmu yang membahas tentang keasliam. ada baiknya dikemukakan pernyataan-pernyataan lain yang mencoba menguraikan ruang lingkup epistemologi. tetapi kedua pengertian ini telah menyajikan pemaparan yang relatif lebih mudah dipahami.Bagaimanakah manusia dapat mengetahui sesuatu?.Runes. 2).W Hamlyn mendefinisikan epistemologi sebagai cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan. gaya belajar. Kodrat pengetahuan berbeda dengan hakikat pengetahuan. epistemologi adalah cabang filsafat yang membicarakan mengenai hakikat ilmu. Sementara itu. . dalam Jujun S.berfungsi mempermudah dan memperjelas pembahasan konsep selanjutnya. metode dan sahnya (validitasnya) pengetahuan. Menurut Musa Asy·arie. Demikian pula. Sedangkan hal yang cukup membedakan adalah bahwa pengertian yang pertama menyinggung persoalan kodrat pengetahuan.32). dan logos berarti teori. Secara etimologi. Epistemologi dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat yang mempelajari asal mula atau sumber. C. Misalnya. metode-metode dan validitas pengetahuan. Dari mana pengetahuan itu dapat diperoleh?. 3). Sebenarnya masing-masing definisi diatas telah memberi pemahaman tentang ruang lingkup epistemologi sekaligus. hambatan-hambatan belajar. epistemologi juga disebut teori pengetahuan (theory of knowledge). prinsip-prinsip belajar. sedang hakikat pengetahuan berkaitan dengan ciri-ciri pengetahuan. Setelah memahami substansi belajar tersebut. bahwa epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari dan mencoba menentukan kodrat dan skope pengetahuan. Sedangkan D. jangkauan dan ruang lingkup pengetahuan? Sampai tahap mana pengetahuan yang mungkin untuk ditangkap manuasia (William S. 1965. Bertolak dari pengertian-pengertian epistemologi tersebut. teori belajar. seperti proses maupun tujuan. metode dan validitas ilmu pengetahuanµ. Jadi. cara mengetasi hambatan belajar dan sebagainya. Dalam Epistemologi. Ada beberapa pengertian epistemologi yang diungkapkan para ahli yang dapat dijadikan pijakan untuk memahami apa sebenarnya epistemologi itu. pengertian. Azyumardi Azra menambahkan. Pengertian lain. Dia menyatakan. pertanyaan pokoknya adalah ´apa yang dapat saya ketahuiµ? Persoalan-persoalan dalam epistemologi adalah: 1. istilah epistemologi berasal dari kata Yunani episteme berarti pengetahuan. Inti pemahaman dari kedua pengertian tersebut hampir sama.Suriasumantri. Sedangkan. Pembahasan hakikat pengetahuan ini akhirnya melahirkan dua aliran yang saling berlawanan. hal. P. menyatakan bahwa epistemologi merupakan pembahasan mengenai bagaimana kita mendapatkan pengetahuan: apakah sumber-sumber pengetahuan ? apakah hakikat. seseorang tidak akan mampu menjelaskan persoalan-persoalan belajar secara mendetail jika dia belum bisa memahami substansi belajar itu sendiri. struktur. Akan tetapi. pengertian epistemologi yang lebih jelas daripada kedua pengertian tersebut. struktur. sehingga menghasilkan pengertian yang sebenarnya. pengertian epistemologi diharapkan memberikan kepastian pemahaman terhadap substansinya. pemahaman terhadap substansi suatu konsep merupakan ´jalan pembukaµ bagi pembahasanpembahsan selanjutnya yang sedang dibahas dan substansi konsep itu biasanya terkandung dalam definisi (pengertian). 2003. RUANG LINGKUP EPISTEMOLOGI. pengandaian-pengendaian dan dasarnya. kiranya kita perlu memerinci aspek-aspek yang menjadi cakupannya atau ruang lingkupnya. bahwa epistemologi adalah cabang filsafat yang membahas sumber. Bagaimanakah validitas pengetahuan a priori (pengetahuan pra pengalaman) dengan pengetahuan a posteriori (pengetahuan purna pengalaman) (Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM. struktur. dasar dan pengendaian-pengendaiannya serta secara umum hal itu dapat diandalkannya sebagai penegasan bahwa orang memiliki pengetahuan. sebab pernyataan-pernyataan ini akan membantu pemahaman secara makin komprehensif dan utuh (holistik) mengenai ruang lingkup pemabahasan epistemologi. dan ilmu sebagai proses adalah usaha yang sistematik dan metodik untuk menemukan prinsip kebenaran yang terdapat pada suatu obyek kajian ilmu. Kodrat berkaitan dengan sifat yang asli dari pengetahuan. sedangkan pengertian kedua tentang hakikat pengetahuan.Hardono Hadi menyatakan.Sahakian dan Mabel Lewis Sahakian. Selanjutnya. 2005). sehingga memperlancar pembahasan seluk-beluk yang terkait dengan epistemologi itu. dia baru bisa menjelaskan proses belajar. serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki.

akan tetapi epistemologi dapat menyentuh pembahasan yang amat luas. pertanggungjawaban dan skope pengetahuan. atau setidak-tidaknya kurang mendapat perhatian yang layak. dan sasaran pengetahuan. terutama ketika dimensi-dimensi itu dicoba untuk digali. keaslian. sekalipun ia sebenarnya merupakan doktrin tentang psikologi kepercayaan. sampai Gallagher secara ekstrem menarik kesimpulan. Aspek-aspek itu berkisar pada sumber pengetahuan. Kenyataannya. seserorang cenderung menyederhanakan pemahaman. ontologi dan aksiologi serta dimensi lainnya. pengandaian. atau bahkan suatu sains yang bukan epistemologi dari sains. apakah ilmu itu. masalah sumber ilmu dan masalah benarnya ilmu. ontologi sebagai objek pemikiran. Amin Abdullah menilai. dan sampai dimanakah batasannya. Epistemologi senantiasa ´mengawaliµ dimensi-dimensi lainnya. unsur. tumpuan. sebagaimana diuraikan tersebut. Bahkan. mungkinkah kita mencapai ilmu yang benar. macam. penyederhanaan makna epistemologi itu berfungsi memudahkan pemahaman seseorang. dari mana asalnya. Hanya saja. Mudlor Achmad merinci menjadi enam aspek. D. sehingga senantiasa berkaitan dengan nilai. Jelasnya. sumber. OBJEK DAN TUJUAN EPISTEMOLOGI . Bagian-bagian lainnya jauh lebih banyak. tetapi cakupannya luas sekali. melainkan bisa juga sebaliknya. saat ini literatur-literatur filsafat masih terjadi pemusatan perhatian pada aspekaspek tertentu saja. sehingga mengesankan bahwa seolah-olah wilayah pembahasan epistemologi hanya terbatas pada aspek-aspek tertentu. Padahal sebenarnya metode pengetahuan itu hanya salah satu bagian dari cakupan wilayah epistemologi. batas. sasaran. Filsafat merupakan refleksi. validias. Mengingat epistemologi mencakup aspek yang begitu luas. Jika kita memaduakan rincian aspek-aspek epistemologi. tentunya tidak bisa hanya memegangi makna epistemologi sebatas metode pengetahuan. unsur. khususnya bidang epistemologi. Bahkan menurut. batas. Sedangkan aspek-aspek lain yang jumlahnya lebih banyak cenderung diabaikan. bahwa seringkali kajian epistemologi lebih banyak terbatas pada dataran konsepsi asal-usul atau sumber ilmu pengetahuan secara konseptualfilosofis. atau psikologi yang tidak sekaligus epistemologi dari psikologi. M. taklid kepada pengetahuan atas kewibaan orang yang memberikannya termasuk epistemologi. apa sumbernya. seperti psikologi selalu diiringi oleh epistemologi. sedangkan aksiologi sebagai hasil pemikiran. seluruh permasalahan yang berkaitan dengan pengetahuan adalah menjadi cakupan epistemologi. Jadi meskipun epistemologi itu merupakan sub sistem filsafat. Usaha menyelidiki dan mengungkapkan kenyataan selalu seiring dengan usaha untuk menentukan apa yang diketahui dibidang tertentu. bahkan epistemologi sering hanya diidentikkan dengan metode pengetahuan. bahwa epistemologi mencakup pertanyaan yang harus dijawab. yaitu hakikat.M Saefuddin menyebutkan. baik yang bercorak positif maupun negatif. Kenyataan ini kembali mempertegas. A. Sementara itu. Kecenderungan sepihak ini menimbulkan kesan seolah-olah cakupan pembahasan epistemologi itu hanya terbatas pada sumber dan metode pengetahuan. maka teori pengetahuan itu bisa meliputi. bagaimana membangun ilmu yang tepat dan benar. bahwa epistemologi sama luasnya dengan filsafat. yaitu komponen-komponen yang terkait langsung dengan ´bangunanµ pengetahuan. dan pembentukan pengetahuan. agar dapat menyajikan pembahasan terhadap aspek-aspek epistemologi seluruhnya secara proporsional. aspek-aspek lainnya justru diabaikan dalam pembahasan epistemologi. Namun. apa kebenaran itu.M. sehingga memaknai epistemologi sebagai metode pemikiran. hakikat. kodrat. sumber dan validitas pengetahuan. macam. perubahan kecenderungan pembahasan tersebut dapat memperkenalkan pengetahuan yang makin luas dan mendalam tentang cakupan epistemologi. Semestinya harus ada pergeseran pusat perhatian pembahasan ke arah aspek-aspek yang terabaikan itu. maka tidak mungkin seserorang memiliki suatu metafisika yang tidak sekaligus merupakan epistemologi dari metafisika. meliputi hakekat. dasar. dan refleksi selalu bersifat kritis. apa hakikatnya. Semua pertanyaan itu dapat diringkat menjadi dua masalah pokok. apa yang dapat kita ketahui. metode. ternyata hanya aspek-aspek tertentu yang mendapat perhatian besar dari para filosof. Sedangkan Paul Suparno menilai epistemologi banyak membicarakan mengenai apa yang membentuk pengetahuan ilmiah. tumpuan. Lebih dari itu. struktur. Dalam pembahasa-pembahsan epistemologi. Terlebih lagi ketika dikaitkan dengan ontologi dan aksiologi secara sistemik. bahwa antara epistemologi selalu berkaitan dengan ontologi dan aksiologi. jika dia ingin mendalami dan menajamkan pemahaman epistemologi.Arifin merinci ruang lingkup epistemologi. sebagaimana diuraikan di atas. terutama pada tahap pemula untuk mengenali sistematika filsafat. Sidi Gazalba.

jika telah melalui objek lebih dulu. sehingga pengertiannya menjadi rancu bahkan kabur. sedangkan cara memperoleh pengetahuan melambangkan sikap dinamis. tetapi terjadinya pembunuhan tidak hanya melalui menembak kepala perampok. sejak lama ia menjadi objek penelitian dan pengamatan yang memiliki tujuan bermacam-macam. Sebagai sub sistem filsafat.µ Proses untuk memperoleh pengetahuan inilah yang menjadi sasaran teori pengetahuan dan sekaligus berfungsi mengantarkan tercapainya tujuan. meskipun secara spesifik tekanan perhatian dalam meneliti dan mengamati itu berbeda-beda. sedangkan objeknya adalah kepalanya. maka sasaran menjadi tidak terarah sama sekali. Oleh karena itu. Dalam filsafat terdapat objek material dan objek formal. ilmu hukum dan sebagainya. Objek material adalah sarwa-yang-ada. pedagogi. Keadaan pertama hanya berorientasi pada hasil. tidak jarang pemahaman objek disamakan dengan tujuan. tetapi seseorang yang mengetahui hasilnya. bisa juga dadanya atau perutnya. tetapi untuk menemukan syarat-syarat yang memungkinkan saya dapat tahuµ. ekonomi. Objek sama dengan sasaran. sedangkan keadaan kedua lebih berorientasi pada proses. Rumusan tersebut menumbuhkan kesadaran seseorang bahwa jangan sampai dia puas dengan sekedar memperoleh pengetahuan. tetapi objek dan tujuan memiliki hubungan yang berkesinambungan. acapkali tidak mengetahui prosesnya. sebab keadaan memperoleh pengetahuan melambangkan sikap pasif. Misalnya. Jadi. Dewasa ini. sedang tujuan hampir sama dengan harapan. Namun. Jacques Martain mengatakan: ´Tujuan epistemologi bukanlah hal yang utama untuk menjawab pertanyaan. sebab objeklah yang mengantarkan tercapainya tujuan. siswa yang cerdas tidak pernah puas dengan pengetahuan . sedang berpikir dalam kecenderungan kedua (satu objek untuk tujuan yang berbeda-beda) lebih mendorong pencarian hasil yang sebanyak-banyaknya. tujuan baru dapat diperoleh. Kecenderungan ini justru memiliki efektifitas dan efisiensi yang tinggi dan bersifat dinamis. Sedangkan objek formal ialah usaha mencari keterangan secara radikal (sedalam-dalamnya. Objek epistemologi ini menurut Jujun S. Dengan kata lain.Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. sosiologi. Ternyata ini juga mungkin terjadi bahkan sering terjadi. baik berpikir dalam kecenderungan pertama maupun kecenderungan kedua. yang secara garis besar meliputi hakikat Tuhan. ada upaya bagaimana menjadikan bahan yang sama untuk kepentingan yang berbeda-beda. pembunuhan sebagai tujuan polisi baru mungkin tercapai setelah melalui tindakan menembak kepala perampok sebagai sasaran. mendorong kreativitas seseorang. Rumusan tujuan epistemologi tersebut memiliki makna strategis dalam dinamika pengetahuan. Meskipun berbeda. ketika akan ditangkap dengan menambak kepalanya sebagai sasaran. Tanpa suatu sasaran. tetap saja membutuhkan banyak cara untuk mewujudkan keinginan pemikirnya. baik untuk membangun psikologi. sebaliknya tanpa suatu tujuan. tujuannya adalah pembunuhan.Suriasumatri berupa ´segenap proses yang terlibat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan. sampai ke akarnya) tentang objek material filsafat (sarwa-yang-ada). Hal ini merupakan implikasi dari tekanan masing-masing pola berpikir tersebut. tanpa disertai dengan cara atau bekal untuk memperoleh pengetahuan. Guru dapat mengajarkan kepada siswanya bahwa dua kali tiga sama dengan enam (2 x 3 = 6) dan siswa mengetahui. Sebaliknya. bahwa epistemologi bukan untuk memperoleh pengetahuan kendatipun keadaan ini tak bisa dihindari. sebab sasaran itu merupakan suatu tahap pengantara yang harus dilalui dalam mewujudkan tujuan. yaitu ingin memiliki potensi untuk memperoleh pengetahuan. bilogi. tentu akan dapat mengetahui hasilnya. perekayasa. Aktivitas berfikir dalam kecenderungan pertama (satu tujuan dengan objek yang berbeda-beda) lebih mendorong pencarian cara sebanyak-banyaknya. Seseorang yang mengetahui prosesnya. Manusia misalnya. dan juga pengusaha. hakikat alam dan hakikat manusia. antropologi. Jika diamati secara cermat. Hal ini menunjukkan. Secara global. sebenarnya objek tidak sama dengan tujuan. mustahil tujuan bisa terealisir. Artinya. mungkinkan suatu kegiatan hanya memiliki objek satu tetapi tujuannya banyak. seorang polisi bertujuan membunuh perampok yang melakukan perlawanan. Selanjutnya. bahkan hafal. apakah yang menjadi tujuan epistemologi tersebut. apakah saya dapat tahu. akan tetapi yang menjadi pusat perhatian dari tujuan epistemologi adalah lebih penting dari itu. justru kecenderungan ini mulai memperoleh perhatian yang sangat besar di kalangan para pemikir. epistemologi atau teori pengetahuan yang pertama kali digagas oleh Plato ini memiliki objek tertentu. Ini berarti dalam satu tujuan bisa dicapai melalui objek yang berbeda-beda atau lebih dari satu.

dan hafalan itu. metode ilmiah merupakan penentu layak tidaknya pengetahuan menjadi ilmu. membangun dan mengembangkan pengetahuan ilmu. Bangunan pengetahuan bagaikan bangunan rumah. Dia tentu akan mengejar bagaimana prosesnya. sebab ia merupakan tempat berpijak. E. Di dalam filsafat pengetahuan. Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan bisa disebut ilmu yang tercantum dalam metode ilmiah. kemudian diperiksa satu persatu barang-barang yang ada didalamnya. sebab tidak ada pemikiran yang terpenggal begitu saja. sistematis. Dengan demikian. Faktor. Dengan istilah lain. sedangkan ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang telah diatur berdasarkan metode ilmiah. meskipun seseorang diberi tahu bahwa di dalam gudang terdapat bermacam-macam barnag. Dengan demikina. Proses ini bisa diibaratkan seperti kunci gudang. Bangunan pengetahuan menjadi mapan. maka acapkali seseorang tidak akan bisa memahami pemikiran orang lain. yang jelas dalam kenyataanya metode ilmiah telah dijadikan pedoman dalam menyusun. termasuk juga ide. Demikian juga dengan epistemologi. Sesungguhnya sikap berlebihan itu memang riil. Timbulnya suatu pemikiran senantiasa sebagai akibat adanya faktor-faktor yang mempengaruhi. tetapi terlepas dari sikap tersebut yang seharusnya tidak perlu terjadi. Kekuatan bangunan rumah bisa diandalkan berdasarkan kekuatan fundamennya. Ketika faktor. sedangkan landasan bagaikan fundamennya. tetapi benar-benar tahu berdasarkan pembuktian melalui proses itu. Sikap ini mencerminkan bahwa mereka berlebihan dalam menilai begitu tinggi terhadap metode ilmiah. Sebaliknya. objektif. akhirnya berkembang menjadi: sains adalah metode. Dalam kehidupan masyarakat tidak jarang terjadi sikap saling menyalahkan pemikiran seseorang. sehingga banyak pakar yang sangat kuat berpegang teguh pada metode dan cenderung kaku dalam menerapkannya. maka dia akan mampu mengenali pemikiran orang lain dengan baik. akan dipengaruhi atau tergantung landasannya. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Proses menjadi tahu atau ´proses pengetahuanµ inilah yang menjadi pembuka terhadap pengetahuan. padahal mereka belum pernah melacak proses terjadinya pemikiran itu. semuanya tergantung pada titik tolaknya. Pengetahuan adalah pengalaman atau pengetahuan sehari-hari yang masih berserakan. Tidak semua pengetahuan disebut ilmiah. ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah. Sedangkan landasan epistemologi ilmu disebut metode ilmiah. jika seseorang terlebih dahulu berupaya mengenali faktor. tetapi dia tetap hanya apriori semata. seseorang tidak sekedar mengetahuai sesuatu atas informasi orang lain. alasan-alasan yang melatar belakangi. gagasa. jika memiliki landasan yang kokoh. tanpa menyadari semuanya yang hanya sekedar salah satu sarana dari sains untuk mengukuhkan objektivitas dalam memahami sesuatu. sedangkan ilmu pengetahuan dengan istilah pengetahuan ilmiah . maka gudang itu akan segera dibuka. Begitu pentingnya fungsi metode ilmiah dalam sains. logis dan empiris. tanpa ada alasan-alasan yang mendasarinya. sehingga dia dapat memakluminya. maupun motif-motif yang mendasarinya. sehingga timbul sifat-sifat atau ciricirinya. yaitu cara yang dilakukan ilmu dalam menyusun pengetahuan yang benar. Penguasaan terhadap proses tersebut berfungsi mengetahui dan memahami pemikiran seseorang secara komprehensif dan utuh. sehingga memiliki fungsi yang sangat penting dalam bangunan ilmu pengetahuan. alasan dan motif itu maupun komponen yang lain sesungguhnya termasuk dalam mata rantai proses sebuah pemikiran. Dengan membawa kuncinya. Maka guru yang profesional akan menerangkan proses tersebut secara rinci dan mendetail. alasan dan motif ini belum dikenali. alasan dan motif tersebut. seakan-akan mereka menganut motto: tak ada sains tanpa metode. konsep dan teorinya. Kholil Yasin menyebut pengetahuan tersebut dengan sebutan pengetahuan biasa (ordinary knowledge). Disini perlu dibedakan antara pengetahuan dengan ilmu pengetahuan (ilmu). LANDASAN EPISTEMOLOGI Landasan epistemologi memiliki arti yang sangat penting bagi bangunan pengetahuan. dua kali tiga didapatkan hasil enam. sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu. sehingga siswa benar-benar mampu memahaminya dan mampu mengembangkan perkalian angka-angka lainnya. Jadi. karena tidak pernah membuktikan. pemahaman dan pengembangan-pengembangannya.

maka metodologilah yang mengkerangkai secara konseptual terhadap prosedur tersebut. atau pengalaman seharihari. sedangkan metodologi merupakan salah satu aspek yang tercakup dalam epistemologi. maka metode sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari filsafat. sedangkan substansisnya relatif sama. mengingat dalam kehidupan sehari-hari sering dikacaukan antara metode dengan metodologi dan bahkan dengan epistemologi. METODE DAN METODOLOGI Selanjutnya perlu ditelusuri dimana posisi metode dan metodologi dalam konteks epistemologi untuk mengetahui kaitan-kaitannya. Sesuatu fenomena pengetahuan logis. Sebutan-sebutan tersebut hanyalah pengayaan istilah. Penggunaan metode penelitian tanpa memahami metode logisnya mengakibatkan seseorang buta terhadap filsafat ilmu yang dianutnya. Metode ilmiah berperan dalam tataran transformasi dari wujud pengetahuan menuju ilmu pengetahuan. metodologi dan epistemologi. Hal ini perlu penegasan. epistemologi mencakup bahasan metodologis. Epistemologi itu sendiri adalah sub sistem dari filsafat. HUBUNGAN EPISTEMOLOGI. Bisa tidaknya pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan yang bergantung pada metode ilmiah. Pada bagian lain. Lebih jauh lagi Peter R. antara metode. yaitu rasio dan fakta secara integrative F. kelemahan dan kelebihannya dalam karya ilmiah dilanjutkan dengan pemilihan metode yang digunakan. sehingga ditentukan oleh sebab akibat (mengikuti paham determinsime. metodologi juga menyentuh bahasan tantang aspek filosofis yang menjadi pijakan penerapan suatu metode.(scientific knowledge). misalnya antar sains dengan ilmu melalui pelacakan akar sejarah dari dua kata tersebut. Adapun epistemologi merupakan bagian dari filsafat. juga sering disebut ilmu dan sains. Sedangkan metodologi merupakan suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan dalam metode tersebut. Banyak peneliti pemula yang tidak bisa membedakan paradigma penelitian ketika dia mengadakan penelitian kuantitatif dan kualitatif. yaitu cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang sedang dikajiµ. tampaknya perlu memahami terlebih dahulu makna metode dan metodologi. Padahal mestinya dia harus benar-benar memahami. dilanjutkan dengan merinci pada metodologi. ´Dalam dunia keilmuan ada upaya ilmiah yang disebut metode. metodologi dan metode sebagai berikut: Dari epistemologi. sedangkan penelitian kualitatif menggunakan paradigma naturalisme (fenomenologis).Senn mengemukakan. Untuk mengetahui peta masing-masing dari ketiga istilah ini. metode merupakan perwujudan dari metodologi. melaikan termasuk wilayah filsafat. Dengan demikian. dapat dijelaskan urutan-urutan secara struktural-teoritis antara epistemologi. ´metode merupakan suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematisµ. Jadi. sedangkan metode penelitian mengemukakan secara teknis metode-metode yang digunakan dalam penelitian. Dengan demikian metode ilmiah selalu disokong oleh dua pilar pengetahuan. kendatipun ada juga yang menajamkan perbedaan. juga tidak termasuk dalam ilmu pengetahuan. Hal ini sebenarnya hanya sebutan lain. juga bisa disebut pengetahuan sehari-hari. Aspek filosofis yang menjadi pijakan metode tersebut terdapat dalam wilayah epistemologi. Disamping istilah pengetahuan dan pengetahuan biasa. yang biasanya terfokus pada metode atau tehnik. Secara sederhana dapat dikatakan. dan sebagainya.] Metodologi membahas konsep teoritik dari berbagai metode. sumber-sumbernya. disamping disebut ilmu pengetahuan dan pengetahuan ilmiah. Oleh karena itu. dalam metodologi dapat ditemukan upaya membahas permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan metode. . sesuatu yang ditentukan oleh yang lain). karena metode ilmiah menjadi standar untuk menilai dan mengukur kelayakan suatu ilmu pengetahuan. batas-batasanya. bahwa penelitian kuantitatif menggunakan paradigma positivisme. bahwa metodologi adalah ilmu tentang metode atau ilmu yang mempelajari prosedur atau cara-cara mengetahui sesuatu. Filsafat mencakup bahasan epistemologi. Jika metode merupakan prosedur atau cara mengetahui sesuatu. dan dari metodologi itulah akhirnya diperoleh metode. Implikasinya. tetapi tidak empiris.

macam. Lebih jelas lagi.Posisi masing-masing istilah ini. sebab epistemologi menjangkau permasalahan-permasalahan yang membentang seluas jangkauan metafisika sendiri. validitas. epistemologi keilmuan adalah rumit dan penuh kontroversi. Aktivitas-aktivitas ini ditempuh melalui perenunganperenungan secara filosofis dan analitis. apa yang benar dan dapat dipergunakan sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan. membedakan cabang-cabangnya yang pokok. Pandangan yang lebih ekstrim lagi menurut Kelompok Wina. seperti lingkaran besar yang melingkari lingkaran kecil. justru karena epistemologi menjadi ilmu dan filsafat sebagai objek penyelidikannya. Metode pengetahuan berada dalam dataran filosofis-teoritis. sasaran dan dasar pengetahuan. ´Apa yang bisa kita ketahui dan bagaimana kita mengetahuiµ adalah masalah-masalah sentral epistemologi. Cara pandang demikian akan berimplikasi secara luas dalam menghilangkan spesifikasi-spesifikasi keilmuan. Tidak ada satu pun aspek filsafat yang tidak berhubungan dengan pekerjaan pikiran manusia. Sejak semula. Selain itu. . lagi-lagi terasa sulit. tetapi bahasan filsafat tidak hanya epistemologi karena masih ada bahasan lain. mengingat pembahasan tentang seluk-beluk metode itu ada pada metodologi. sedangkan metode penelitian berada dalam dataran teknis. tetapi masalah-masalah ini bukanlah semata-mata masalah-masalah filsafat. seperti: hakikat. epistemologi lebih berkaitan dengan filsafat. Dalam epistemologi terdapat upaya-upaya untuk mendapatkan pengetahuan dan mengembangkannya. kecuali psikologi. problem penyelidikan ilmiah yang secara filosofis menjadi kajian utama cabang epistemologi yang berkaitan dengan problem metodologi juga berkaitan dengan rancangan tata pikir. the workings of human mind. Tampaknya Kelompok Wina melihat sepintas terhadap cara kerja ilmiah dalam epistemologi yang memang berkaitan dengan pekerjaan pikiran manusia. mengidentifikasikan sumber-sumbernya dan menetapkan batas-batasnya. padahal realitasnya banyak sekali. sumber. yaitu ontologi dan aksiologi. Apalagi hakikat epistemologi. Oleh karena itu.Hunt yang menilai. Sebab epistemologi itu berkenaan dengan pekerjaan pikiran manusia. kendatipun tidak bisa dipisahkan. bahwa filsafat adalah landasan dalam menumbuhkan disiplin ilmu. Ini berarti bahwa filsafat mencakup bahasan epistemologi. Perbedaaan padangan tentang eksistensi epistemologi ini agaknya bisa dijadikan pertimbangan untuk membenarkan Stanley M. struktur. baik dalam aspek parsial atau total. epistemologi merupakan salah satu bagian dari filsafat sistematik yang paling sulit. Kemudian berbicara tentang metodologi yang berarti berbicara tentang cara-cara atau metode-metode yang digunakan oleh manusia untuk mencapai pengetahuan tentang realita atau kebenaran. Pengetahuan biasanya diandaikan begitu saja. Ini berarti tidak ada disiplin ilmu lain. kecuali ciri-cirinya. Honer dan Thomas C. maka dia harus mengacu pada metodologi. maka minat untuk membicarakan dasar-dasar pertanggungjawaban terhadap pengetahuan dirasakan sebagai upaya untuk melebihi takaran minat kita. Kemudian jika diingat. bahwa seseorang yang sedang mempertimbangkan penggunaan dan penerapan metode untuk memperoleh pengetahuan. sehingga tidak ada sesuatu pun yang boleh disingkirkan darinya. lingkaran kecil berupa epistemologi. HAKIKAT EPISTEMOLOGI Pembahasan tentang hakikat. karena filsafat mengedepankan upaya pendayagunaan pikiran. G. tumpuan. karena ada bahasan lain. Metodologi inilah yang memberikan penjelasan-penjelasan konseptual dan teoritis terhadap metode. Demikian juga epistemologi mencakup bahasan metode (metodologi). batas. terutama pada saat proses aplikasi metode deduktif yang penuh penjelasan dari hasil pemikiran yang dapat diterima akal sehat. unsur. Untuk lebih jelas lagi perlu dibedakan adanya metode pengetahuan dan metode penelitian. walaupun objeknya tidak merupakan ilmu yang empirik. Dalam filsafat. istilah metodologi berkaitan dengan praktek epistemologi. maka seluruh disiplin ilmu selalu berhubungan dengan pekerjaan pikiran manusia. Secara lebih khusus. namun bahasan epistemologi bukan hanya metode semata-mata. dan dalam lingkaran kecil masih terdapat lingkaran yang lebih kecil lagi. karena ita tidak bisa menangkapnya. Lingkaran besar disini diumpamakan filsafat. pengetahaun merupakan hal yang sangat abstrak dan jarang dijadikan permasalahan ilmiah di dalam kehidupan sehari-hari. bidang epistemologi bukanlah lapangan filsafat. melainkan termasuk dalam kajian psikologi. tentu lebih sulit lagi. dan lingkaran yang lebih kecil kecuali berupa metodologi. Epistemologi berusaha memberi definisi ilmu pengetahuan.

Kedua cara berpikir tersebut digabungan dalam mempelajari gejala alam untuk menemukan kebenaran. Popper. sedangkan usaha untuk membuktikan adalah aplikasi berpikir empiris. akan kehilangan kekhasannya. dan di sisi lain berarti hakikat epistemologi itu bertumpu pada landasannya. Epistemologi dengan demikian bisa dijadikan sebagai penyaring atau filter terhadap objek-objek pengetahuan. Ilmu pengetahuan harus berkembang terus. diluar epistemologi sama sekali. sehingga tidak mungkin bisa diketahui. Adakalanya seseorang selalu mengarahkan pemikirannya ke masa depan yang masih jauh. berarti dia menggunakan pendekatan deduktif. Jujun S. sedangkan usah membuktikan berkaitan dengan induksi. ontologi dan aksiologi). jika dilihat dari kepentingan jangka panjang. Usaha menafsirkan adalah aplikasi berpikir rasional. sehingga tidka jarang temuan ilmu pengetahuan yang lebih dulu ditentang atau disempurnakan oleh temuan ilmu pengetahuan yang kemudian. epistemologi dan aksiologi. bahwa epistemologi keilmuan pada hakikatnya merupakan gabungan antara berpikir secara rasional dan berpikir secara empiris. Sebagai teori pengetahuan ilmiah. Kita terkadang menemukan seseorang beraktivitas dengan serba strategis. Ada juga objek yang benar-benar merupakan misteri. Di samping itu. Tetapi terkadang kita jumpai seseorang dalam melakukan sesuatu sesungguhnya sia-sia.Luasnya jangkauan epistemologi ini menyebabkan objek pembahasannya sangat detail dan pelik. bahwa usaha menafsirkan berkaitan dengan deduksi. maka suatu temuan dianggap benar. Menurut. Tetapi. PENGARUH EPISTEMOLOGI Bagi Karl R. yakni pikiran dan indera. H. atau deduktif dengan induktif). Oleh sebab itu. maka tindakannya itu justru merugikan. sebab secara epistemologi ilmu memanfaatkan dua kemampuan manusia dalam mempelajari alam. Metodologi misalnya telah digabungan secara teliti dengan epistemologi dan logika. Hal ini juga bisa dikatakan. karena lebih mencerminkan esensi dari epistemologi. tidak bisa lepas dari ontologi dan aksiologi. meskipun memungkinkan untuk diketahui. bahwa persoalan utama yang dihadapi oleh tiap epistemologi pengetahuan pada dasarnya adalah bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar dengan memperhitungkan aspek ontologi dan aksiologi masing-masing. epistemologi tersebut sebenarnya tidak bisa berdiri sendiri. epistemologi adalah teori pengetahuan ilmiah. Epistemologi ini juga bisa menentukan cara dan arah berpikir manusia. epistemologi atau teori mengenai ilmu pengetahuan itu adalah inti sentral setiap pandangan dunia. epistemologi berfungsi dan bertugas menganalisis secara kritis prosedur yang ditempuh ilmu pengetahuan dalam membentuk dirinya. bahwa kebenaran ilmu pengetahuan itu bersifat tentatif. bahwa posisi logika berada diluar ontologi. apa yang mungkin dan apa yang tidak mungkin menurut bidang-bidangnya. yaitu masa lampau yang telah dilalui. karena jangkauan berpikirnya yang amat pendek. maka menimbulkan pemahaman. dan apa yang sama sekali tidak mungkin diketahui. apakah logika itu bagian dari epistemologi. berarti dia menggunakan pendekatan induktif. epistemologi adalah usaha untuk menafsir dan membuktikan keyakinan bahwa kita mengetahuan kenyataan yang lain dari diri sendiri. Jika metode ilmiah sebagai hakikat epistemologi. sehingga tidak perlu diketahui. apa yang mungkin diketahui dan harus diketahui. sebab jangkauan berpikirnya adalah masa depan. bahwa di satu sisi terjadi kerancuan antara hakikat dan landasan dari epistemologi yang sama-sama berupa metode ilmiah (gabungan rasionalisme dengan empirisme. Suriasumatri. Selanjutnya. Selama belum digugurkan oleh temuan lain. logika itu sendiri patut dipertanyakan. Gabungan kedua macaram cara berpikir tersebut disebut metode ilmiah. Perkemabangan ilmu pengetahuan dengan demikian membuktikan. Ada objek-objek tertentu yang manfaatnya kecil dan madaratnya lebih besar. Ada yang menyatakan. baruk ditarik kesimpulan secara umum. Tidak semua objek mesti dijelajahi oleh pengetahuan manusia. sehingga selalu membutuhkan kajian-kajian yang dilakukan secara berkesinambungan dan serius. sebab ilmu pengetahuan yang berhenti. Seseorang yang senantiasa condong menjelaskan sesuatu dengan bertolak dari teori yang bersifat umum menuju detail-detailnya. ada yang cenderung bertolak dari gejala-gejala yang sama. Sebaliknya. ilmu pengetahuan harus ditangkap dalam pertumbuhannya. Pola-pola berpikir ini akan berimplikasi terhadap corak sikap seseorang. Dua macam pemahaman ini merupakan sinyalemen bahwa epistemologi itu memang rumit sekali. atau sekedar memiliki persentuhan yang erat dengan epistemologi. ada yang hanya berpikir berdasarkan pertimbangan jangka pendek sekarang dan ada pula seseorang yang berpikir dengan kencenderungan melihat ke belakang. Perbedaan hasil teman dalam masalah yang sama ini . Ia merupakan parameter yang bisa memetakan. Dalam pemahaman yang sederhana epistemologi memiliki interrelasi (saling berhubungan dengan komponen lain. Sementara itu. Pada bagian lain dikatakan. apa yang mungkin diketahui tetapi lebih baik tidak usah diketahui.

kemudian disusun secara sistematis menjadi ilmu pengetahuan (sains). Berdasarkan pada manfaat epistemologi dalam mempengaruhi kemajuan ilmiah maupun peradaban tersebut. Melalui pelaksanaan fungsi dan tugas dalam menganalisis prosedur ilmu pengetahuan tersebut. Dalam filsafat. ilmu-ilmu mereka itu³suatu kesatuan yang merupakan hasil pengamatan kritis dari ilmu-ilmu³dipandang dari keyakinan. sehingga didapatkan percikan-percikan pengetahuan. Kondisi demikian sesungguhnya dalam dunia ilmu pengetahuan adalah suatu kelaziman. Suatu peradaban. Koreksi secara kontinyu terhadap pemikirannya sendiri ini untuk menyempurnakan argumentasi atau alasan supaya memperoleh hasil pemikiran yang maksimal. sudah tentu dibentuk oleh teori pengetahuannya. Pada awalnya seseorang yang berusaha menciptakan sesuatu yang baru.disebabkan oleh perbedaan prosedur yang ditempuh para ilmuwan dalam membentuk ilmu pengetahuan. Akhirnya ilmu pengetahuan tersebut diaplikasikan melalui teknologi. Dinamika pemikiran tersebut mengakibatkan polarisasi pandangan. Sebab dibalik kegagalan itu ditemukan rahasia pengetahuan. dari filsafat dan ilmu murni sampai ilmu sosial. perangkat-perangkat apa yang harus disediakan untuk mewujudkan sesuatu itu. maka epistemologi bukan hanya mungkin. sehingga perkembangan ilmu pengetahuan relatif mudah dicapai. Epistemologi menjadi modal dasar dan alat yang strategis dalam merekayasa pengembangan-pengembangan alam menjadi sebuah produk sains yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. . Mohammad Arkoun menyebutkan. baik yang dimiliki seseorang maupun masyarakat. kepercayaan dan sistem nilai mereka. banyak konsep dari pemikiran filosof yang kemudian mendapat serangan yang tajam dari pemikiran filosof lain berdasarkan pendekatan-pendekatan epistemologi. sehingga kemajuan sains dan teknologi tanpa didukung oleh kemajuan epistemologi. Proses ini lebih penting daripada hasil. melainkan mutlak perlu dikuasai. berupa faktor-faktor penyebabnya. sehingga perbedaan pemikiran itu dapat dipahami secara memuaskan dengan melacak akar persoalannya pada perbedaan sudut pandang. Akhirnya. Epistemologilah yang menentukan kemajuan sains dan teknologi. technology is an apllied of science (teknologi adalah penerapan sains). Epistemologi dari masyarakatlah yang memberikan kesatuan dan koherensi pada tubuh. dan sebagainya. mungki saja mengalami kegagalan tetapi kegagalan itu dimanfaatkan sebagai bagian dari proses menuju keberhasilan. maka epistemologi dapat memberikan pengayaan gambaran proses terbentuknya pengetahuan ilmiah. tetapi jika dilacak lebih jauh lagi ternyata teknologi sebagai akibat dari pemanfaatan dan pengembangan epistemologi. terutama cara-cara memperoleh pengetahuan yang membantu seseorang dalam melakukan koreksi kritis terhadap bangunan pemikiran yang diajukan orang lain maupun oleh dirinya sendiri. Epistemologi mengatur semua aspek studi manusia. Kendati terhadap satu persoalan. Ini menunjukkan bahwa epistemologi bisa mengarahkan seseorang untuk mengkritik pemikiran orang lain (kritik eksternal) dan pemikirannya sendiri (kritik internal). epistemologi senantiasa mendorong dinamika berpikir secara korektif dan kritis. Wujud sains dan teknologi yang maju disuatu negara. Demikian halnya yang terjadi pada teknologi. sedangkan perbedaan sudut pandangan itu dapat dilacak dari epistemologinya. ide atau gagasan. Epistemologi senantiasa mendorong manusia untuk selalu berfikir dan berkreasi menemukan dan menciptakan sesuatu yang baru. Penguasaan epistemologi. mengingat bahwa proses itulah menunjukkan mekanisme kerja ilmiah dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Tidak ada bangsa yang pandai merekayasa fenomena alam. karena didukung oleh penguasaan dan bahkan pengembangan epistemologi. Implikasinya. Keberangaman pandangan seseorang dalam mengamati suatu fenomena akan melahirkan keberagaman pemikiran. bila para ilmuwan memperkuat penguasaannya. tidak ada yang aneh sama sekali. Secara global epistemologi berpengaruh terhadap peradaban manusia. Semua bentuk teknologi yang canggih adalah hasil pemikiran-pemikiran secara epistemologis. pada gilirannya juga menghasilkan pemikiran yang berbeda. Meskipun teknologi sebagai penerapan sains. tetapi karena sudut pandang yang ditempuh seseorang berbeda. Epistemologi juga membekali daya kritik yang tinggi terhadap konsep-konsep atau teori-teori yang ada. yaitu pemikiran dan perenungan yang berkisar tentang bagaimana cara mewujudkan sesuatu. epistemologi bisa menentukan cara kerja ilmiah yang paling efektif dalam memperoleh ilmu pengetahuan yang kebenarannya terandalkan. bahwa keragaman seseorang atau masyarakat akan dipengaruhi pula oleh pandangan epistemologinya serta situasi sosial politik yang melingkupinya. Pemikiran pada wilayah proses dalam mewujudkan teknologi itu adalah bagian dari filsafat yang dikenal dengan epistemologi. Jadi kronologinya adalah sebagai berikut: mula-mula seseorang berpikir dan mengadakan perenungan.

Menurut Aristoteles bahwa memandang kebenaran adalah aktivitas manusia yang tertinggi. Kata kunci aksiologisme adalah nilai. Untuk mencapainya diperlukan arete atau keahlian.Pengertian Umum Aksiologi Ilmu Aksiologi adalah ilmu tentang nilai.benda. Untuk mencapai kesejahteraan aktivitas harus mengandung dasar-dasar moral baik dalam membuahkan keputusan maupun nilai etika yang dijadikan norma. tujuan kehidupan manusia adalah mencapai eudamania atau kebahagiaan. "logos" berarti gagasan. Beberapa definisi terminologis aksiologis : 1. "axiology" berasal dari bahasa Yunani kuno "axios" yang berarti berharga atau bernilai. Nilai tertinggi ialah nilai yang diupayakan yang tidak dikompromikan dengan nilai-nilai yang lain. cabang filsafat yang terkait dengan masalah nilai 2. gagasan. makhluk hidup. Membicarakan tingkah laku manusia itu penting karena dianggap suatu metode atau cara untuk mencapai kesejahteraan. Jadi hidup yang bahagia ialah hidup sebagai filsuf. Nilai-nilai diturunkan dari maksud-maksud dan keinginan-keinginan. Jadi menurut Sokrates dan Aristoteles etika adalah cara manusia dapat mencapai kebahagiaan. Etika adalah ilmu yang membicarakan sifat-sifat yang menyebabkan orang dapat disebut susila atau bijak. barang. Mempunyai arête berarti memiliki kesempurnaan sebagai manusia. Menurut Sokrates.minat dan keinginan manusia. Etika juga bermacam-macam. mencakup : .studi sasaran-sasaran kepentingan Kegunaan aksiologi ialah membangkitkan pengetahuan baru tentang dunia ini dan menciptakan kerangka referensi yang menyediakan cara baru melihat diri dan lingkungan. cita-cita dan kekayaan yang melekat pada semua itu. Tetapi kami hanya akan membahas sedikit tentang ajaran Sokrates dan Aristoteles mengenai etika. Keutamaan itu adlah keutamaan moral dan keutamaan intelektual. Dalam praktek bernilainya perbuatan ditetapkan berdasarkan tujuan. teori umum nilai. Itulah sebabnya keutamaan selalu berdasar pada pengertian yang sama. Menurutnya keutamaan adalah pengetahuan dan `yang baik` mempunyai nilai yang sama bagi semua manusia. Sedang menurut Aristoteles keutamaan baginya ada dua untuk mencapai tujuan kehidupan yaitu kebahagiaan. Nilai intrinsik ialah nilai yang berasal dari maksud atau keinginan yang berujung pada maksud dan keinginan itu sendiri dan tidak murni muncul dari maksud dan keinginan lain.maksud dan motif orang yang melakukanya. tujuan. Dalam keutamaan intelektual terdapat dua kebijaksanaan teoretis yang dimiliki oleh orang-orang yang telah menempuh pendidikan ilmiah dan kebijaksanaan praktis atau sikap jiwa yang memungkinkan manusia untuk mengatakan yang mana dari barang ²barang konkret boleh dianggap baik untuk hidupnya. Aksiologisme berarti sistem yang menilai baik buruknya perbuatan dari segi bernilai dan tidak bernilainya. Dapat juga dikatakan bahwa etika berkaitan dengan dasar-dasar filosofis dalam hubungan dengan tingkah laku manusia. yang mempunyai daya kekuatan untuk menarik dan memikat budi.Macam-macam nilai : y Nilai manusia : nilai yang cocok bagi manusia pada tingkat hidup fisik biologisnya y Nilai sosial : nilai yang berporos pada manusia sebagai makhluk sosial y Nilai Budaya : perwujudan nyata dari proses perjuangan dan perenungan manusia sebagai makhluk sosial yang berhadapan dengan tantangan zamanya y Nilai moral : nilai yang membuat manuisia bernilai baik dan bermutu sebagai manusia y Nilai religius : nilai yang menitik beratkan relasi antara manusia dan Ilahi y Nilai keagamaan : nilai yang ada antara manusia dan Ilahi sejauh dikonkritkan dalam agama tertentu y Nilai berguna : pada benda-benda material dan makhluk hidup non manusiawi dan dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan y Nilai kenikmatan : berhubungan dengan panca indera y Nilai ekstrinsik :nilai yang dikejar orang kerena dirinya sendiri y Nilai Instrumental : nilai-nilai yang baik untuk mencapai nilai-nilai yang lain Etika dan Sikap Ilmiah Para Filsuf Yunani memiliki pengertian sendiri tentang etika yang berasal dari kata ethica. studi sifat dasar tipe dan kriteria nilai-nilai dan pertimbangan nilai 3. Dengan demikian Sokrates menciptakan suatu etika yang berlaku bagi semua manusia. Maksud ialah hasrat bagi tercapainya tujuan tertentu sedang keinginan adalah hasrat-hasrat yang muncul dari muatan rasa senang dan rasa sakit. harga yaitu apa saja. pribadi.pikiran atau teori nilai.

kejujuran intelektual. Mempunyai pemikiran ilmiah belum menjamin seseorang berkembang dalam menemukan kebenaran ilmiah tadi bila tidak didukung dengan sikap ilmiah. Contoh : seseorang yang menghormati sesama dan lingkunganya Etika politik : ilmu yang membicarakan tentang perilaku manusia dengan negaranya. yaitu kebenaran ilmiah yang dapat ditemukan secara ilmiah atau dengan menggunakan metode ilmiah. Contoh : seseorang yang selalu membaca kitab suci agamanya serta mengamalkanya. yaitu : y Keinginan mengetahui dan memahami y Kecondongan bertanya mengenai semua hal y Kecondongan mencari data dan makna y Kecondongan menuntut suatu pengujian y Kecondongan memeriksa pangkal pikiran y Menyelidiki kesalahan atau kebenaran dan kesimpulan logis y Penghargaan terhadap logika .y y y Etika Prilaku : ilmu yang membicarakan tingkah laku manusia dengan sesama dan lingkunganya. sikap obyektif. Sikap ilmiah bisa diartikan sebagai suatu kecendurangan pribadi seorang (ilmuwan) untuk berperilaku atau memberi tanggapan dalam hal-hal tertentu yang sesuai dengan pemikiran ilmiahnya atau tidak bertentangan dengan cita keilmuan pada umumnya. Dalam proses menemukan kebenaran ilmiah ini dapat berkembang nilai-nilai lain yang sering dinamakan pola umum. Sikap ilmiah ini mempunyai ciri-ciri pokok. berpandangan terbuka dan sebagainya. Pemikiran ilmiah yaitu kebenaran berfikir. Sikap Ilmiah Tujuan pokok suatu ilmu adalah menemukan kebenaran. Contoh : Kebijakan pemerintah menaikan harga BBM Etika beragama : ilmu yang membicarakan perilaku manusia dengan Tuhanya dan agamanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful