Ontologi

dalam bahasa inggris ´ontologyµ; dari bahasa Yunani on, ontos (ada, keberadaan) dan logos (studi, ilmu tentang). Ada beberapa pengertian dasar mengenai apa itu ´ontologiµ1 . Pertama, ontologi merupakan studi tentang ciri-ciri ´esensialµ dari Yang Ada dalam dirinya sendiri yang berbeda dari studi tentang hal-hal yang ada secara khusus. Dalam mempelajari ¶yang ada· dalam bentuknya yang sangat abstrak studi tersebut melontarkan pertanyaan seperti ´Apa itu Ada dalam dirinya sendiri?µ Kedua, ontologi juga bisa mengandung pengertian sebuah cabang filsafat yang menggeluti tata dan struktur realitas dalam arti seluas mungkin, yang menggunakan katagori-katagori seperti : ada/menjadi, aktualitas/potensialitas, esensi, keniscayaan dasar, yang ada sebagai yang ada. Ketiga, ontologi bisa juga merupakan cabang filsafat yang mencoba melukiskan hakikat Ada yang terakhir, ini menunjukan bahwa segala hal tergantung padanya bagii eksistensinya. Keempat, Ontologi juga mengandung pengertian sebagai cabang filsafat yang melontarkan pertanyaan, apa arti Ada dan Berada dan juga menganalisis bermacam-macam makna yang memungkinkan hal-hal dapat dikatakan Ada. Kelima, Ontologi bisa juga mengandung pengertian sebuah cabang filsafat a) menyelidiki status realitas suatu hal misalnya ´apakah objek pencerapan atau persepsi kita nyata atau bersifat ilusif (menipu)? ´apakah bilangan itu nyata?µ ´apakah pikiran itu nyata?µ b) menyelidiki apakah jenis realitas yang dimiliki hal-hal (misalnya, ´Apa jenis realitas yang dimiliki bilangan? Persepsi? Pikiran ´ dan c) yang menyelidiki realitas yang menentukan apa yang kita sebut realitas. Dari beberapa pengertian dasar tersebut bisa disimpulkan bahwa ontologi mengandung pengertian ´pengetahuan tentang yang adaµ Istilah ontologi muncul sekitar pertengahan abad ke-17. Pada waktu itu ungkapan filsafat mengenai yang ada (philosophia entis) digunakan untuk hall yang sama. Menurut akar kata Yunani, ontologi berarti ¶teori mengenai ada yang berada·.2 Oleh sebab itu, orang bisa menggunakan ontologi dengan filsafat pertama Aristoteles, yang kemudian disebut sebagai metafisika. Namun pada kenyataannya, ontologi hanya merupakan bagian pertama metafisika, yakni teori mengenai yang ada, yang berada secara terbatas sebagaimana adanya dan apa yang secara hakiki dan secara langsung termasuk ada tersebut. Beberapa ahli filsafat memang banyak hal mempunyai pengertian yang berbeda satu sama lain. Namun jika ditarik dalam garis benang yang saling berkaitan maka ada beberapa hubungan yang hampir sama bahwa ontologi adalah ilmu tentang yang ada sebagai bagian cabang filsafat yang sama. Baumgarten mendefinisikan ontologi sebagai studi tentang predikat-predikat yang paling umum atau abstrak dari semua hal pada umumnya. Ia sering menggunakan istilah ´metafisika universalµ dan µfilsafat pertamaµ sebagai sinonim ontologi.3 Heidegger memahami ontologi sebagai analisis konstitusi ´ yang ada dari eksistensiµ, ontologi menemukan keterbatasan eksistensi, dan bertujuan menemukan apa yang memungkinkan eksistensi.4 Ontologi merupakan ¶ilmu pengetahuan· yang paling universal dan paling menyeluruh. Penyelidikannya meliputi segala pertanyaan dan penelitian lainnya yang lebih bersifat ¶bagian·. Ia merupakan konteks untuk semua konteks lainnya, cakrawala yang merangkum semua cakrawala lainnya, pendirian yang meliputi segala pendirian lainnya. Sebagai tugasnya memang ¶ontologi· selalu mengajukan pertanyaan tentang bagaimana proses ¶mengada· ini muncul. Pertanyaannya selalu berangkat dari situasi kongkrit. Dengan demikian ontologi menanyakan sesuatu yang tidakserba tidak terkenal. Andaikata memang sesuatu tidak terkenal maka mustahil pernah akan dapat ditanyakan. Dalam ruang kerjanya ¶ontologi· bergerak di antara dua kutub, yaitu antara pengalaman akan kenyataan kongkrit dan prapengertian ¶mengada·5 yang paling umum. Dalam refleksi ontologis kedua kutub ini saling menjelaskan. Pengalaman tentang kenyataan akan semakin disadari dieksplisitkan arti dan hakikat ¶mengada·. Sebaliknya juga , prapemahaman tentang cakrawala ¶mengada· akan semakin menyoroti pengalaman kongkrit dan membuatnya terpahami sungguh-sungguh.

Dasar Ontologi Ilmu
Dasar ontologi ilmu sebenarnya ingin berbicara pada sebuah pertanyaan dasar yaitu : apakah yang ingin diketahui ilmu ? Atau bisa dirumuskan secara eksplisit menjadi : apakaj yang menjadi bidang telaah ilmu ? Berbeda dengan agama atau bentuk pengetahuan yang lainnya, maka ilmu membatasi diri hanya kepada bkejadian yang bersifat empiris. Secara sederhana objek kajian ilmu ada dalam jangkauan pengalaman manusia. Objek kajian ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh pacaindera manusia. Dalam batasbatas tersebut maka ilmu mempelajari objek-objek empiris seperti batu-batuan, binatang, tumbuh-tumbuhan , hewan atau manusia itu sendiri. Berdasarkan hal itu maka ilmu ilmu dapat

menganggap objek-objek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lain. sifat dan sebagainya. Tiap gejala mempunyai suatu hubungan pola-pola tertentu yang bersifat tetap dengan urutan kejadian yang sama. maka filsafat ilmu sering dibagi menjadi ¶filsafat ilmu alam· dan filsafat ilmu sosial·.disebut sebagai suatu pengetahuan empiris. Asumsi ketiga. karena permasalahan-permasalahan teknis yang bersifat khas. Sebuah pengetahuan baru dianggap benar selama kita bisa menerima asumsi yang dikemukakannya. Perkembangan ilmu saat ini banyak mendorong terjadinya perubahan-perubahan peradaban. Pada prinsipnya ¶ilmu· merupakan cabang pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu. di antaranya paham tentang kepastian. kebenaran dan objektivitas. Konstruktivisme. dari bahasa Latin ¶scientia· (pengetahuan). Abad modern memang sangat didorong oleh kemunculan rasionalitas ilmu sebagai dasar dominan rasionalitas modern. Asumsi kedua. Empirisme. Karakteristik yang nampak dalam bahasa ini adalah bahwa bahasa ilmiah selalu menekankan unsur ´bebas nilaiµ. Meskipun secara metodologis ilmu tidak membedakan antara ilmu sosial dan ilmu alam . Dalam penegartian ini ilmu mempunyai sifat deterministik. Karakteristik yang kedua adalah bahwa bahasa ilmu sifatnya tertutup dan memakai cara kerja sistem sendiri. Sinonim yang paling akurat dalam bahasa Yunani adalah ¶ episteme·. Ilmu dalam bahasa inggris ¶science·. Ilmu sebagai sebuah konsep memang mengandung pengertian yang cukup komplek.7 Karakteristik ilmu yang paling kentara adalah bahwa cara kerjanya ditentukan oleh sebuah metode. Rasionalitas Kritis. Filsafat ilmu pada prinsipnya bertugas meneliti dan menggali sebab-musabab pertama dari gejala ilmu pengetahuan. Positivisme. di abad modern ini memang mendapat tempat dan porsi terbesar. Ilmu yang dalam perkembangannya memakai metode ilmiah di dalam hukum-hukumnya mempunyai bahasabahasa ilmiah yang berbeda dengan bahasa keseharian yang lain.9 Cara kerja filsafat ilmu pengetahuan pada prinsipnya adalah sebuah penelitian tentang apa yang memungkinkan ilmu-ilmu tersebut terjadi dan berkembang. di mana objek-objek yang berbeda di luar jangkaun manusia tidak termasuk di dalam bidang penelaahan keilmuan tersebut. Metode berarti bahwa penyelidikan berlangsung menurut suatu rencana tertentu. Secara lebih terperinsi ilmu mempunyai tiga asumsi yang dasar. . ilmu membuat beberapa asumsi mengenai objekobjek empiris. Tekanan ilmu terletak pada bagaimana sebuah metode dibangun. ilmu menganggap bahwa suatu benda tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu . Jika kita lihat di sana akan ditemukan pengertian-pengertian Rasionalisme.8 Masing-masing mempunyai metodologi yang khas tetapi masih dalam kesatuan ciri khas kerja sebuah ilmu. Kegiatan keilmuan bertujuan mempelajari tingkah laku suatu objek dalam suatu keadaan tertentu. Asumsi pertama. ilmu menganggap bahwa tiap gejala bukan merupakan suatu kejadian yang bersifat kebetulan. umpamanya dalam hal bentuk. Namunpun demikian dalam determinisme dalam pengertian ilmu mempunyai konotasi yang bersifat peluang (probabilistik) Karakteristik Filsafat Ilmu Ilmu sebagai salah satu bidang dalam filsafat. Ada banyak model dan cara kerja ilmu yagn berkembang sesuai dengan perkembangan filsafat manusia. struktur.6 Untuk mendapatkan pengetahuan ini.

Hal ini akan lebih jelas lagi. atau mungkin dapat menenatapkan batas-batas antara bidang-bidang yang memungkinkan adanya kepastian yang mutlak dengan bidang-bidang yang tidak memungkinkannya (Luis O. Lazimnya. istilah epistemologi digunakan pertama kali oleh J. Kattsoff. ada sesuatu yang dipikirkan (ontologi). metode. seandainya objek pemikran sudah ada. mulai dari ontologi. maka hal ini harus dikatikan dengan ontologi dan aksiologi ilmu. Kita mungkin terpaksa mengingkari kemungkinan untuk memperoleh pengetahuan.EPISTEMOLOGI A. Substansi persoalan menjadi titik sentral dalam upaya memahami pengertian suatu konsep. sehingga didapatkan pengertian yang berbeda-beda. Ferrier. kegunaan maupun fungsi dari objek yang dipikirkan itu. Ketiga landasan ini saling berkaitan. guna mengungkap substansi persoalan yang terkandung dalam konsep tersebut. juga ontologi dan aksiologi. Begitu juga. objek. pembahasan konsep apa pun. Oleh karena itu. dan aksiologi³seperti juga lazimnya keterkaitan masing-masing sub sistem dalam suatu sistem--membuktikan betapa sulit untuk menyatakan yang satu lebih pentng dari yang lain. Ontologi adalah teori tentang ´adaµ. Jadi. kemudian aksiologi. ketiga sub sistem ini biasanya disebutkan secara berurutan. melainkan juga pada substansi persoalannya. Secara detail. ruang lingkup. epistemologi ilmu terkait dengan aksiologi ilmu dan seterusnya. Sebelum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kefilsafatan. ketika kita membicarakan epistemologi disini. atau mungkin sampai kepada kesimpulan bahwa apa yang kita punyai hanya kemungkinan-kemungkinan dan bukannya kepastian. kita tidak akan mencoba untuk mengetahui hal-hal yang pada akhirnya tidak dapat diketahui. Namun demikian. Sebagai sub sistem filsafat. tidak mungkin bahasan epistemologi terlepas sama sekali dari ontologi dan aksiologi. meskipun ciri-ciri yang melekat padanya juga tidak bisa diabaikan. Dari sini setidaknya didapatkan perbedan yang cukup signifikan bahwa aktivitas berpikir dalam lingkup epistemologi adalah aktivitas yang paling mampu mengembangkan kreativitas keilmuan dibanding ontologi dan aksiologi. yang menjadi objek pemikiran. 2004 Dalam pembahasan filsafat. landasan. selalu diawali dengan memperkenalkan pengertian (definisi) secara teknis. yaitu membahas tentang bagaimana cara mendapatkan pengetahuan dari objek yang ingin dipikirkan. kita perlu memahami seluk beluk diseputar epistemologi. ketiganya adalah interrelasi dan interdependensi (saling berkaitan dan saling bergantung). epistemologi dan ontologi. yaitu tentang apa yang dipikirkan. berarti kita sedang menekankan bahasan tentang upaya. maka objek pemikiran itu akan ´diamµ. buka saja pada redaksinya. Oleh karena itu. perlu diperhatikan bagaimana dan sarana apakah kita dapat memperoleh pengetahuan. cara. atau langkah-langkah untuk mendapatkan pengetahuan. Jika kita mengetahui batas-batas pengetahuan. jika kita renungkan bahwa meskipun terdapat objek pemikiran. Hal iini . epistemologi. Sedangkan aksiologi adalah teori tentang nilai yang membahas tentang manfaat. mulai dari pengertian. PENGERTIAN EPISTEMOLOGI Secara historis. lalu dicari cara-cara memikirkannnya (epistemologi). Latar Belakang Masalah epistemologi bersangkutan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pengetahuan. Epistemologi adalah teori pengetahuan. tetapi jika tidak didapatkan cara-cara berpikir. justru ketiganya harus senantiasa dikaitkan. tetapi mereka memiliki sudut pandang yang berbeda ketika mengungkapkannya. epistemologi ternyata menyimpan ´misteriµ pemaknaan atau pengertian yang tidak mudah dipahami. Sistem filsafat disamping meliputi epistemologi. sebab ketiga-tiganya memiliki fungsi sendiri-sendiri yang berurutan dalam mekanisme pemikiran. epistemologi. bagaimana (epistemologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. maka hanya akan sia-sia. Sebenarnya kita baru dapat menganggap mempunyai suatu pengetahuan setelah kita meneliti pertanyaan-pertanyaan epistemologi. ontologi ilmu terkait dengan epistemologi ilmu. kemudian timbul hasil pemikiran yang memberikan suatu manfaat atau kegunaan (aksiologi). sehingga tidak diperoleh pengetahuan apapun. hakikat dan pengaruh epistemologi B.F. Keterkaitan antara ontologi. Pengertian epistemologi ini cukup menjadi perhatian para ahli. epistemologi dikenal sebagai sub sistem dari filsafat. Kalau kita ingin membicarakan epistemologi ilmu. tujuan. Dengan gambaran senderhana dapat dikatakan. untuk membedakan dua cabang filsafat. cara-cara juga adam tetapi tidak diektahui manfaat apa yang bisa dihasilkan dari sesuatu yang dipikirkan itu. Demikian juga. setiap jenis pengetahuan selalui mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi). Apalagi bahasan yang didasarkan model berpikir sistemik.

32). Dari mana pengetahuan itu dapat diperoleh?. sebab pernyataan-pernyataan ini akan membantu pemahaman secara makin komprehensif dan utuh (holistik) mengenai ruang lingkup pemabahasan epistemologi. Misalnya. pemahaman terhadap substansi suatu konsep merupakan ´jalan pembukaµ bagi pembahasanpembahsan selanjutnya yang sedang dibahas dan substansi konsep itu biasanya terkandung dalam definisi (pengertian). struktur. Setelah memahami substansi belajar tersebut. dalam Jujun S. C. 3). sedang hakikat pengetahuan berkaitan dengan ciri-ciri pengetahuan. jangkauan dan ruang lingkup pengetahuan? Sampai tahap mana pengetahuan yang mungkin untuk ditangkap manuasia (William S. sedangkan pengertian kedua tentang hakikat pengetahuan. Dalam Epistemologi. seseorang tidak akan mampu menjelaskan persoalan-persoalan belajar secara mendetail jika dia belum bisa memahami substansi belajar itu sendiri. Ada beberapa pengertian epistemologi yang diungkapkan para ahli yang dapat dijadikan pijakan untuk memahami apa sebenarnya epistemologi itu. hal. Sedangkan D. seperti proses maupun tujuan. sehingga memperlancar pembahasan seluk-beluk yang terkait dengan epistemologi itu. Demikian pula. pengertian epistemologi yang lebih jelas daripada kedua pengertian tersebut. Sedangkan hal yang cukup membedakan adalah bahwa pengertian yang pertama menyinggung persoalan kodrat pengetahuan. dan logos berarti teori. 2005). pertanyaan pokoknya adalah ´apa yang dapat saya ketahuiµ? Persoalan-persoalan dalam epistemologi adalah: 1. Pembahasan hakikat pengetahuan ini akhirnya melahirkan dua aliran yang saling berlawanan. istilah epistemologi berasal dari kata Yunani episteme berarti pengetahuan. 2003. metode dan validitas ilmu pengetahuanµ. Epistemologi dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat yang mempelajari asal mula atau sumber. 2). . 1965. pengandaian-pengendaian dan dasarnya.Suriasumantri. serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki. Kodrat pengetahuan berbeda dengan hakikat pengetahuan. Sementara itu. bahwa epistemologi sebagai ´ilmu yang membahas tentang keasliam. sehingga menghasilkan pengertian yang sebenarnya. bahwa epistemologi adalah cabang filsafat yang membahas sumber. P. menyatakan bahwa epistemologi merupakan pembahasan mengenai bagaimana kita mendapatkan pengetahuan: apakah sumber-sumber pengetahuan ? apakah hakikat. dia baru bisa menjelaskan proses belajar. Azyumardi Azra menambahkan. kiranya kita perlu memerinci aspek-aspek yang menjadi cakupannya atau ruang lingkupnya.W Hamlyn mendefinisikan epistemologi sebagai cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan.Sahakian dan Mabel Lewis Sahakian. Kodrat berkaitan dengan sifat yang asli dari pengetahuan. pengertian. ada baiknya dikemukakan pernyataan-pernyataan lain yang mencoba menguraikan ruang lingkup epistemologi. Menurut Musa Asy·arie. metode dan sahnya (validitasnya) pengetahuan. tetapi kedua pengertian ini sedikit perbedaan dari kedua pengertian tersebut. RUANG LINGKUP EPISTEMOLOGI. Sedangkan. diungkapkan oleh Dagobert D. epistemologi juga disebut teori pengetahuan (theory of knowledge). Bagaimanakah validitas pengetahuan a priori (pengetahuan pra pengalaman) dengan pengetahuan a posteriori (pengetahuan purna pengalaman) (Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM. tetapi kedua pengertian ini telah menyajikan pemaparan yang relatif lebih mudah dipahami.Runes. hambatan-hambatan belajar.Hardono Hadi menyatakan. dasar dan pengendaian-pengendaiannya serta secara umum hal itu dapat diandalkannya sebagai penegasan bahwa orang memiliki pengetahuan.Bagaimanakah manusia dapat mengetahui sesuatu?. struktur. struktur. metode-metode dan validitas pengetahuan. dan ilmu sebagai proses adalah usaha yang sistematik dan metodik untuk menemukan prinsip kebenaran yang terdapat pada suatu obyek kajian ilmu. prinsip-prinsip belajar. Bertolak dari pengertian-pengertian epistemologi tersebut. cara mengetasi hambatan belajar dan sebagainya. Kendati ada sedikit perbedaan dari kedua pengertian tersebut. Selanjutnya.berfungsi mempermudah dan memperjelas pembahasan konsep selanjutnya. Secara etimologi. Jadi. Pengertian lain. pengertian epistemologi diharapkan memberikan kepastian pemahaman terhadap substansinya. Inti pemahaman dari kedua pengertian tersebut hampir sama. Sebenarnya masing-masing definisi diatas telah memberi pemahaman tentang ruang lingkup epistemologi sekaligus. Akan tetapi. Dia menyatakan. teori belajar. yaitu realisme dan idealisme. karena definisi-definisi itu tampaknya didasarkan pada rincian aspek-aspek yang tercakup dalam lingkup epistemologi daripada aspek-aspek lainnya. bahwa epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari dan mencoba menentukan kodrat dan skope pengetahuan. epistemologi adalah cabang filsafat yang membicarakan mengenai hakikat ilmu. gaya belajar.

Sementara itu. bahwa seringkali kajian epistemologi lebih banyak terbatas pada dataran konsepsi asal-usul atau sumber ilmu pengetahuan secara konseptualfilosofis. Usaha menyelidiki dan mengungkapkan kenyataan selalu seiring dengan usaha untuk menentukan apa yang diketahui dibidang tertentu. akan tetapi epistemologi dapat menyentuh pembahasan yang amat luas. Mengingat epistemologi mencakup aspek yang begitu luas. seserorang cenderung menyederhanakan pemahaman. bahwa antara epistemologi selalu berkaitan dengan ontologi dan aksiologi. seluruh permasalahan yang berkaitan dengan pengetahuan adalah menjadi cakupan epistemologi. melainkan bisa juga sebaliknya. seperti psikologi selalu diiringi oleh epistemologi. unsur. Jadi meskipun epistemologi itu merupakan sub sistem filsafat. Kecenderungan sepihak ini menimbulkan kesan seolah-olah cakupan pembahasan epistemologi itu hanya terbatas pada sumber dan metode pengetahuan. dan sampai dimanakah batasannya. tumpuan. D. maka teori pengetahuan itu bisa meliputi. jika dia ingin mendalami dan menajamkan pemahaman epistemologi. apa sumbernya.Arifin merinci ruang lingkup epistemologi. maka tidak mungkin seserorang memiliki suatu metafisika yang tidak sekaligus merupakan epistemologi dari metafisika. baik yang bercorak positif maupun negatif. Amin Abdullah menilai. sumber dan validitas pengetahuan. aspek-aspek lainnya justru diabaikan dalam pembahasan epistemologi. yaitu komponen-komponen yang terkait langsung dengan ´bangunanµ pengetahuan. bahwa epistemologi sama luasnya dengan filsafat. tumpuan. Epistemologi senantiasa ´mengawaliµ dimensi-dimensi lainnya. terutama ketika dimensi-dimensi itu dicoba untuk digali. validias. sekalipun ia sebenarnya merupakan doktrin tentang psikologi kepercayaan. Bagian-bagian lainnya jauh lebih banyak. tentunya tidak bisa hanya memegangi makna epistemologi sebatas metode pengetahuan. penyederhanaan makna epistemologi itu berfungsi memudahkan pemahaman seseorang. terutama pada tahap pemula untuk mengenali sistematika filsafat. A. sehingga senantiasa berkaitan dengan nilai. batas. metode. OBJEK DAN TUJUAN EPISTEMOLOGI . Namun. Bahkan. Semestinya harus ada pergeseran pusat perhatian pembahasan ke arah aspek-aspek yang terabaikan itu. M. pertanggungjawaban dan skope pengetahuan. dasar. saat ini literatur-literatur filsafat masih terjadi pemusatan perhatian pada aspekaspek tertentu saja. Sidi Gazalba. atau psikologi yang tidak sekaligus epistemologi dari psikologi. khususnya bidang epistemologi. Bahkan menurut. atau bahkan suatu sains yang bukan epistemologi dari sains. Padahal sebenarnya metode pengetahuan itu hanya salah satu bagian dari cakupan wilayah epistemologi.M Saefuddin menyebutkan. dari mana asalnya. keaslian. ternyata hanya aspek-aspek tertentu yang mendapat perhatian besar dari para filosof.M. unsur. macam. sebagaimana diuraikan di atas. Terlebih lagi ketika dikaitkan dengan ontologi dan aksiologi secara sistemik. Sedangkan Paul Suparno menilai epistemologi banyak membicarakan mengenai apa yang membentuk pengetahuan ilmiah. atau setidak-tidaknya kurang mendapat perhatian yang layak. taklid kepada pengetahuan atas kewibaan orang yang memberikannya termasuk epistemologi. struktur. masalah sumber ilmu dan masalah benarnya ilmu. ontologi dan aksiologi serta dimensi lainnya. dan refleksi selalu bersifat kritis. yaitu hakikat. kodrat. Semua pertanyaan itu dapat diringkat menjadi dua masalah pokok. dan sasaran pengetahuan. meliputi hakekat. apa hakikatnya. Filsafat merupakan refleksi. apa yang dapat kita ketahui. agar dapat menyajikan pembahasan terhadap aspek-aspek epistemologi seluruhnya secara proporsional. apakah ilmu itu. Jelasnya. perubahan kecenderungan pembahasan tersebut dapat memperkenalkan pengetahuan yang makin luas dan mendalam tentang cakupan epistemologi. bahwa epistemologi mencakup pertanyaan yang harus dijawab. macam. sedangkan aksiologi sebagai hasil pemikiran. Dalam pembahasa-pembahsan epistemologi. hakikat. bahkan epistemologi sering hanya diidentikkan dengan metode pengetahuan. sehingga mengesankan bahwa seolah-olah wilayah pembahasan epistemologi hanya terbatas pada aspek-aspek tertentu. sampai Gallagher secara ekstrem menarik kesimpulan. sasaran. sehingga memaknai epistemologi sebagai metode pemikiran. batas. sumber. tetapi cakupannya luas sekali. Mudlor Achmad merinci menjadi enam aspek. Kenyataan ini kembali mempertegas. sebagaimana diuraikan tersebut. Sedangkan aspek-aspek lain yang jumlahnya lebih banyak cenderung diabaikan. ontologi sebagai objek pemikiran. Jika kita memaduakan rincian aspek-aspek epistemologi. Lebih dari itu. pengandaian. bagaimana membangun ilmu yang tepat dan benar. mungkinkah kita mencapai ilmu yang benar. apa kebenaran itu. Hanya saja. Aspek-aspek itu berkisar pada sumber pengetahuan. Kenyataannya. dan pembentukan pengetahuan.

sebaliknya tanpa suatu tujuan. ada upaya bagaimana menjadikan bahan yang sama untuk kepentingan yang berbeda-beda. tetapi terjadinya pembunuhan tidak hanya melalui menembak kepala perampok. bahkan hafal. dan juga pengusaha. sebab keadaan memperoleh pengetahuan melambangkan sikap pasif. sebenarnya objek tidak sama dengan tujuan. maka sasaran menjadi tidak terarah sama sekali. Jadi. Sedangkan objek formal ialah usaha mencari keterangan secara radikal (sedalam-dalamnya. Selanjutnya. Objek material adalah sarwa-yang-ada. Kecenderungan ini justru memiliki efektifitas dan efisiensi yang tinggi dan bersifat dinamis. Sebagai sub sistem filsafat.Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Rumusan tersebut menumbuhkan kesadaran seseorang bahwa jangan sampai dia puas dengan sekedar memperoleh pengetahuan. apakah yang menjadi tujuan epistemologi tersebut. ketika akan ditangkap dengan menambak kepalanya sebagai sasaran. siswa yang cerdas tidak pernah puas dengan pengetahuan . Jika diamati secara cermat. sedangkan keadaan kedua lebih berorientasi pada proses. Rumusan tujuan epistemologi tersebut memiliki makna strategis dalam dinamika pengetahuan. tetapi untuk menemukan syarat-syarat yang memungkinkan saya dapat tahuµ. mendorong kreativitas seseorang. sedangkan objeknya adalah kepalanya. sebab objeklah yang mengantarkan tercapainya tujuan. tetapi objek dan tujuan memiliki hubungan yang berkesinambungan. yaitu ingin memiliki potensi untuk memperoleh pengetahuan. Objek epistemologi ini menurut Jujun S. pembunuhan sebagai tujuan polisi baru mungkin tercapai setelah melalui tindakan menembak kepala perampok sebagai sasaran. tanpa disertai dengan cara atau bekal untuk memperoleh pengetahuan. tidak jarang pemahaman objek disamakan dengan tujuan. tetapi seseorang yang mengetahui hasilnya. Namun. baik berpikir dalam kecenderungan pertama maupun kecenderungan kedua. Objek sama dengan sasaran. sedang berpikir dalam kecenderungan kedua (satu objek untuk tujuan yang berbeda-beda) lebih mendorong pencarian hasil yang sebanyak-banyaknya. bahwa epistemologi bukan untuk memperoleh pengetahuan kendatipun keadaan ini tak bisa dihindari. Guru dapat mengajarkan kepada siswanya bahwa dua kali tiga sama dengan enam (2 x 3 = 6) dan siswa mengetahui. sehingga pengertiannya menjadi rancu bahkan kabur. Dengan kata lain. baik untuk membangun psikologi. Misalnya. Sebaliknya. justru kecenderungan ini mulai memperoleh perhatian yang sangat besar di kalangan para pemikir. tetap saja membutuhkan banyak cara untuk mewujudkan keinginan pemikirnya. Tanpa suatu sasaran. Oleh karena itu. sosiologi. Manusia misalnya. Aktivitas berfikir dalam kecenderungan pertama (satu tujuan dengan objek yang berbeda-beda) lebih mendorong pencarian cara sebanyak-banyaknya. perekayasa. bilogi. Keadaan pertama hanya berorientasi pada hasil. yang secara garis besar meliputi hakikat Tuhan. tujuan baru dapat diperoleh. epistemologi atau teori pengetahuan yang pertama kali digagas oleh Plato ini memiliki objek tertentu. tujuannya adalah pembunuhan. meskipun secara spesifik tekanan perhatian dalam meneliti dan mengamati itu berbeda-beda. acapkali tidak mengetahui prosesnya. sampai ke akarnya) tentang objek material filsafat (sarwa-yang-ada). Artinya. pedagogi. hakikat alam dan hakikat manusia. mungkinkan suatu kegiatan hanya memiliki objek satu tetapi tujuannya banyak. seorang polisi bertujuan membunuh perampok yang melakukan perlawanan. Hal ini merupakan implikasi dari tekanan masing-masing pola berpikir tersebut. Jacques Martain mengatakan: ´Tujuan epistemologi bukanlah hal yang utama untuk menjawab pertanyaan. sebab sasaran itu merupakan suatu tahap pengantara yang harus dilalui dalam mewujudkan tujuan. Dewasa ini. Meskipun berbeda. sedang tujuan hampir sama dengan harapan. jika telah melalui objek lebih dulu. Dalam filsafat terdapat objek material dan objek formal. Secara global.µ Proses untuk memperoleh pengetahuan inilah yang menjadi sasaran teori pengetahuan dan sekaligus berfungsi mengantarkan tercapainya tujuan. antropologi. bisa juga dadanya atau perutnya. ekonomi. ilmu hukum dan sebagainya. Ternyata ini juga mungkin terjadi bahkan sering terjadi. sedangkan cara memperoleh pengetahuan melambangkan sikap dinamis. Hal ini menunjukkan. mustahil tujuan bisa terealisir. sejak lama ia menjadi objek penelitian dan pengamatan yang memiliki tujuan bermacam-macam. apakah saya dapat tahu.Suriasumatri berupa ´segenap proses yang terlibat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan. akan tetapi yang menjadi pusat perhatian dari tujuan epistemologi adalah lebih penting dari itu. Seseorang yang mengetahui prosesnya. tentu akan dapat mengetahui hasilnya. Ini berarti dalam satu tujuan bisa dicapai melalui objek yang berbeda-beda atau lebih dari satu.

sehingga dia dapat memakluminya. seakan-akan mereka menganut motto: tak ada sains tanpa metode. Proses ini bisa diibaratkan seperti kunci gudang. alasan-alasan yang melatar belakangi. sebab tidak ada pemikiran yang terpenggal begitu saja. objektif. tanpa menyadari semuanya yang hanya sekedar salah satu sarana dari sains untuk mengukuhkan objektivitas dalam memahami sesuatu. ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah. Faktor. sedangkan ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang telah diatur berdasarkan metode ilmiah. Sebaliknya. akhirnya berkembang menjadi: sains adalah metode. maka gudang itu akan segera dibuka. LANDASAN EPISTEMOLOGI Landasan epistemologi memiliki arti yang sangat penting bagi bangunan pengetahuan. sebab ia merupakan tempat berpijak. Sesungguhnya sikap berlebihan itu memang riil. maka acapkali seseorang tidak akan bisa memahami pemikiran orang lain. akan dipengaruhi atau tergantung landasannya. sedangkan ilmu pengetahuan dengan istilah pengetahuan ilmiah . alasan dan motif tersebut. Sedangkan landasan epistemologi ilmu disebut metode ilmiah. tetapi dia tetap hanya apriori semata. Bangunan pengetahuan bagaikan bangunan rumah. seseorang tidak sekedar mengetahuai sesuatu atas informasi orang lain. Dengan demikian. Timbulnya suatu pemikiran senantiasa sebagai akibat adanya faktor-faktor yang mempengaruhi. Dengan demikina. sedangkan landasan bagaikan fundamennya. Proses menjadi tahu atau ´proses pengetahuanµ inilah yang menjadi pembuka terhadap pengetahuan. Disini perlu dibedakan antara pengetahuan dengan ilmu pengetahuan (ilmu). konsep dan teorinya. jika seseorang terlebih dahulu berupaya mengenali faktor. maka dia akan mampu mengenali pemikiran orang lain dengan baik. sehingga siswa benar-benar mampu memahaminya dan mampu mengembangkan perkalian angka-angka lainnya. metode ilmiah merupakan penentu layak tidaknya pengetahuan menjadi ilmu. Jadi. sehingga memiliki fungsi yang sangat penting dalam bangunan ilmu pengetahuan. Begitu pentingnya fungsi metode ilmiah dalam sains. Dengan istilah lain. Demikian juga dengan epistemologi. Dengan membawa kuncinya. tetapi terlepas dari sikap tersebut yang seharusnya tidak perlu terjadi. pemahaman dan pengembangan-pengembangannya. Ketika faktor. kemudian diperiksa satu persatu barang-barang yang ada didalamnya. sehingga banyak pakar yang sangat kuat berpegang teguh pada metode dan cenderung kaku dalam menerapkannya. Pengetahuan adalah pengalaman atau pengetahuan sehari-hari yang masih berserakan. padahal mereka belum pernah melacak proses terjadinya pemikiran itu. Kholil Yasin menyebut pengetahuan tersebut dengan sebutan pengetahuan biasa (ordinary knowledge). semuanya tergantung pada titik tolaknya. sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu. yaitu cara yang dilakukan ilmu dalam menyusun pengetahuan yang benar. E. Maka guru yang profesional akan menerangkan proses tersebut secara rinci dan mendetail. Dalam kehidupan masyarakat tidak jarang terjadi sikap saling menyalahkan pemikiran seseorang. termasuk juga ide. Dia tentu akan mengejar bagaimana prosesnya. karena tidak pernah membuktikan. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. alasan dan motif ini belum dikenali. Bangunan pengetahuan menjadi mapan. dua kali tiga didapatkan hasil enam. Tidak semua pengetahuan disebut ilmiah. sehingga timbul sifat-sifat atau ciricirinya. maupun motif-motif yang mendasarinya. logis dan empiris. jika memiliki landasan yang kokoh. sistematis. tanpa ada alasan-alasan yang mendasarinya. tetapi benar-benar tahu berdasarkan pembuktian melalui proses itu. gagasa. Penguasaan terhadap proses tersebut berfungsi mengetahui dan memahami pemikiran seseorang secara komprehensif dan utuh. Di dalam filsafat pengetahuan. alasan dan motif itu maupun komponen yang lain sesungguhnya termasuk dalam mata rantai proses sebuah pemikiran. membangun dan mengembangkan pengetahuan ilmu. meskipun seseorang diberi tahu bahwa di dalam gudang terdapat bermacam-macam barnag. yang jelas dalam kenyataanya metode ilmiah telah dijadikan pedoman dalam menyusun. Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan bisa disebut ilmu yang tercantum dalam metode ilmiah. Kekuatan bangunan rumah bisa diandalkan berdasarkan kekuatan fundamennya. Sikap ini mencerminkan bahwa mereka berlebihan dalam menilai begitu tinggi terhadap metode ilmiah.dan hafalan itu.

bahwa metodologi adalah ilmu tentang metode atau ilmu yang mempelajari prosedur atau cara-cara mengetahui sesuatu. yaitu rasio dan fakta secara integrative F. Hal ini sebenarnya hanya sebutan lain. sedangkan substansisnya relatif sama. Implikasinya.] Metodologi membahas konsep teoritik dari berbagai metode. Penggunaan metode penelitian tanpa memahami metode logisnya mengakibatkan seseorang buta terhadap filsafat ilmu yang dianutnya. Sebutan-sebutan tersebut hanyalah pengayaan istilah. antara metode. misalnya antar sains dengan ilmu melalui pelacakan akar sejarah dari dua kata tersebut. ´Dalam dunia keilmuan ada upaya ilmiah yang disebut metode. metode merupakan perwujudan dari metodologi. yang biasanya terfokus pada metode atau tehnik. sedangkan metode penelitian mengemukakan secara teknis metode-metode yang digunakan dalam penelitian. sedangkan penelitian kualitatif menggunakan paradigma naturalisme (fenomenologis). sesuatu yang ditentukan oleh yang lain). karena metode ilmiah menjadi standar untuk menilai dan mengukur kelayakan suatu ilmu pengetahuan. Filsafat mencakup bahasan epistemologi. disamping disebut ilmu pengetahuan dan pengetahuan ilmiah. tampaknya perlu memahami terlebih dahulu makna metode dan metodologi. maka metodologilah yang mengkerangkai secara konseptual terhadap prosedur tersebut. Metode ilmiah berperan dalam tataran transformasi dari wujud pengetahuan menuju ilmu pengetahuan. Banyak peneliti pemula yang tidak bisa membedakan paradigma penelitian ketika dia mengadakan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Secara sederhana dapat dikatakan. epistemologi mencakup bahasan metodologis. Sesuatu fenomena pengetahuan logis. metodologi juga menyentuh bahasan tantang aspek filosofis yang menjadi pijakan penerapan suatu metode. bahwa penelitian kuantitatif menggunakan paradigma positivisme. dalam metodologi dapat ditemukan upaya membahas permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan metode. METODE DAN METODOLOGI Selanjutnya perlu ditelusuri dimana posisi metode dan metodologi dalam konteks epistemologi untuk mengetahui kaitan-kaitannya. Sedangkan metodologi merupakan suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan dalam metode tersebut. Jadi. batas-batasanya. Bisa tidaknya pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan yang bergantung pada metode ilmiah. Dengan demikian. juga bisa disebut pengetahuan sehari-hari. Pada bagian lain. ´metode merupakan suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematisµ. Oleh karena itu. maka metode sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari filsafat. melaikan termasuk wilayah filsafat. sehingga ditentukan oleh sebab akibat (mengikuti paham determinsime. dan sebagainya. Disamping istilah pengetahuan dan pengetahuan biasa. metodologi dan metode sebagai berikut: Dari epistemologi. kelemahan dan kelebihannya dalam karya ilmiah dilanjutkan dengan pemilihan metode yang digunakan. Hal ini perlu penegasan. yaitu cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang sedang dikajiµ. Epistemologi itu sendiri adalah sub sistem dari filsafat. . Lebih jauh lagi Peter R. juga tidak termasuk dalam ilmu pengetahuan. HUBUNGAN EPISTEMOLOGI.(scientific knowledge). dapat dijelaskan urutan-urutan secara struktural-teoritis antara epistemologi. mengingat dalam kehidupan sehari-hari sering dikacaukan antara metode dengan metodologi dan bahkan dengan epistemologi. sumber-sumbernya. dilanjutkan dengan merinci pada metodologi. Untuk mengetahui peta masing-masing dari ketiga istilah ini. Adapun epistemologi merupakan bagian dari filsafat. kendatipun ada juga yang menajamkan perbedaan. Padahal mestinya dia harus benar-benar memahami. sedangkan metodologi merupakan salah satu aspek yang tercakup dalam epistemologi. juga sering disebut ilmu dan sains. Aspek filosofis yang menjadi pijakan metode tersebut terdapat dalam wilayah epistemologi. Dengan demikian metode ilmiah selalu disokong oleh dua pilar pengetahuan.Senn mengemukakan. atau pengalaman seharihari. metodologi dan epistemologi. dan dari metodologi itulah akhirnya diperoleh metode. Jika metode merupakan prosedur atau cara mengetahui sesuatu. tetapi tidak empiris.

the workings of human mind. mengidentifikasikan sumber-sumbernya dan menetapkan batas-batasnya. sasaran dan dasar pengetahuan. yaitu ontologi dan aksiologi. Dalam filsafat. maka minat untuk membicarakan dasar-dasar pertanggungjawaban terhadap pengetahuan dirasakan sebagai upaya untuk melebihi takaran minat kita. kecuali ciri-cirinya. maka dia harus mengacu pada metodologi. problem penyelidikan ilmiah yang secara filosofis menjadi kajian utama cabang epistemologi yang berkaitan dengan problem metodologi juga berkaitan dengan rancangan tata pikir. Sejak semula. bidang epistemologi bukanlah lapangan filsafat. Oleh karena itu.Posisi masing-masing istilah ini. kendatipun tidak bisa dipisahkan. sebab epistemologi menjangkau permasalahan-permasalahan yang membentang seluas jangkauan metafisika sendiri. Demikian juga epistemologi mencakup bahasan metode (metodologi). G. lagi-lagi terasa sulit. . Perbedaaan padangan tentang eksistensi epistemologi ini agaknya bisa dijadikan pertimbangan untuk membenarkan Stanley M. walaupun objeknya tidak merupakan ilmu yang empirik. mengingat pembahasan tentang seluk-beluk metode itu ada pada metodologi. Pengetahuan biasanya diandaikan begitu saja. macam. tetapi bahasan filsafat tidak hanya epistemologi karena masih ada bahasan lain. bahwa seseorang yang sedang mempertimbangkan penggunaan dan penerapan metode untuk memperoleh pengetahuan. Pandangan yang lebih ekstrim lagi menurut Kelompok Wina. sehingga tidak ada sesuatu pun yang boleh disingkirkan darinya. karena ita tidak bisa menangkapnya. Aktivitas-aktivitas ini ditempuh melalui perenunganperenungan secara filosofis dan analitis. Secara lebih khusus. pengetahaun merupakan hal yang sangat abstrak dan jarang dijadikan permasalahan ilmiah di dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian jika diingat. bahwa filsafat adalah landasan dalam menumbuhkan disiplin ilmu. melainkan termasuk dalam kajian psikologi. istilah metodologi berkaitan dengan praktek epistemologi. Lebih jelas lagi. tentu lebih sulit lagi. epistemologi keilmuan adalah rumit dan penuh kontroversi. namun bahasan epistemologi bukan hanya metode semata-mata. struktur. seperti: hakikat. dan lingkaran yang lebih kecil kecuali berupa metodologi. epistemologi merupakan salah satu bagian dari filsafat sistematik yang paling sulit. Epistemologi berusaha memberi definisi ilmu pengetahuan. Ini berarti tidak ada disiplin ilmu lain. apa yang benar dan dapat dipergunakan sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan. lingkaran kecil berupa epistemologi. dan dalam lingkaran kecil masih terdapat lingkaran yang lebih kecil lagi. Sebab epistemologi itu berkenaan dengan pekerjaan pikiran manusia. padahal realitasnya banyak sekali. Metode pengetahuan berada dalam dataran filosofis-teoritis. Untuk lebih jelas lagi perlu dibedakan adanya metode pengetahuan dan metode penelitian. karena filsafat mengedepankan upaya pendayagunaan pikiran. epistemologi lebih berkaitan dengan filsafat. Lingkaran besar disini diumpamakan filsafat. validitas. tumpuan. terutama pada saat proses aplikasi metode deduktif yang penuh penjelasan dari hasil pemikiran yang dapat diterima akal sehat. HAKIKAT EPISTEMOLOGI Pembahasan tentang hakikat. Selain itu. Dalam epistemologi terdapat upaya-upaya untuk mendapatkan pengetahuan dan mengembangkannya. Kemudian berbicara tentang metodologi yang berarti berbicara tentang cara-cara atau metode-metode yang digunakan oleh manusia untuk mencapai pengetahuan tentang realita atau kebenaran. seperti lingkaran besar yang melingkari lingkaran kecil. Apalagi hakikat epistemologi. Tampaknya Kelompok Wina melihat sepintas terhadap cara kerja ilmiah dalam epistemologi yang memang berkaitan dengan pekerjaan pikiran manusia. baik dalam aspek parsial atau total. justru karena epistemologi menjadi ilmu dan filsafat sebagai objek penyelidikannya. Honer dan Thomas C. sedangkan metode penelitian berada dalam dataran teknis. kecuali psikologi. Tidak ada satu pun aspek filsafat yang tidak berhubungan dengan pekerjaan pikiran manusia. Cara pandang demikian akan berimplikasi secara luas dalam menghilangkan spesifikasi-spesifikasi keilmuan.Hunt yang menilai. Metodologi inilah yang memberikan penjelasan-penjelasan konseptual dan teoritis terhadap metode. karena ada bahasan lain. tetapi masalah-masalah ini bukanlah semata-mata masalah-masalah filsafat. unsur. maka seluruh disiplin ilmu selalu berhubungan dengan pekerjaan pikiran manusia. batas. membedakan cabang-cabangnya yang pokok. Ini berarti bahwa filsafat mencakup bahasan epistemologi. sumber. ´Apa yang bisa kita ketahui dan bagaimana kita mengetahuiµ adalah masalah-masalah sentral epistemologi.

jika dilihat dari kepentingan jangka panjang. Sebaliknya. baruk ditarik kesimpulan secara umum. karena lebih mencerminkan esensi dari epistemologi. Seseorang yang senantiasa condong menjelaskan sesuatu dengan bertolak dari teori yang bersifat umum menuju detail-detailnya. dan di sisi lain berarti hakikat epistemologi itu bertumpu pada landasannya. berarti dia menggunakan pendekatan deduktif. sebab secara epistemologi ilmu memanfaatkan dua kemampuan manusia dalam mempelajari alam. tidak bisa lepas dari ontologi dan aksiologi. Kedua cara berpikir tersebut digabungan dalam mempelajari gejala alam untuk menemukan kebenaran. Kita terkadang menemukan seseorang beraktivitas dengan serba strategis. sedangkan usah membuktikan berkaitan dengan induksi. Perbedaan hasil teman dalam masalah yang sama ini . epistemologi dan aksiologi. yaitu masa lampau yang telah dilalui. diluar epistemologi sama sekali. Menurut. Dua macam pemahaman ini merupakan sinyalemen bahwa epistemologi itu memang rumit sekali. ilmu pengetahuan harus ditangkap dalam pertumbuhannya. H. ontologi dan aksiologi). bahwa posisi logika berada diluar ontologi. Epistemologi ini juga bisa menentukan cara dan arah berpikir manusia. Metodologi misalnya telah digabungan secara teliti dengan epistemologi dan logika.Luasnya jangkauan epistemologi ini menyebabkan objek pembahasannya sangat detail dan pelik. Hal ini juga bisa dikatakan. Ada objek-objek tertentu yang manfaatnya kecil dan madaratnya lebih besar. Popper. sebab ilmu pengetahuan yang berhenti. bahwa persoalan utama yang dihadapi oleh tiap epistemologi pengetahuan pada dasarnya adalah bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar dengan memperhitungkan aspek ontologi dan aksiologi masing-masing. maka suatu temuan dianggap benar. epistemologi adalah usaha untuk menafsir dan membuktikan keyakinan bahwa kita mengetahuan kenyataan yang lain dari diri sendiri. Jika metode ilmiah sebagai hakikat epistemologi. epistemologi atau teori mengenai ilmu pengetahuan itu adalah inti sentral setiap pandangan dunia. berarti dia menggunakan pendekatan induktif. logika itu sendiri patut dipertanyakan. yakni pikiran dan indera. Suriasumatri. Oleh sebab itu. Ilmu pengetahuan harus berkembang terus. apakah logika itu bagian dari epistemologi. sehingga tidak mungkin bisa diketahui. epistemologi tersebut sebenarnya tidak bisa berdiri sendiri. sehingga tidak perlu diketahui. sedangkan usaha untuk membuktikan adalah aplikasi berpikir empiris. sebab jangkauan berpikirnya adalah masa depan. ada yang cenderung bertolak dari gejala-gejala yang sama. Sebagai teori pengetahuan ilmiah. ada yang hanya berpikir berdasarkan pertimbangan jangka pendek sekarang dan ada pula seseorang yang berpikir dengan kencenderungan melihat ke belakang. bahwa di satu sisi terjadi kerancuan antara hakikat dan landasan dari epistemologi yang sama-sama berupa metode ilmiah (gabungan rasionalisme dengan empirisme. Sementara itu. atau deduktif dengan induktif). Pola-pola berpikir ini akan berimplikasi terhadap corak sikap seseorang. sehingga selalu membutuhkan kajian-kajian yang dilakukan secara berkesinambungan dan serius. Di samping itu. Usaha menafsirkan adalah aplikasi berpikir rasional. meskipun memungkinkan untuk diketahui. apa yang mungkin diketahui dan harus diketahui. Dalam pemahaman yang sederhana epistemologi memiliki interrelasi (saling berhubungan dengan komponen lain. bahwa kebenaran ilmu pengetahuan itu bersifat tentatif. Ia merupakan parameter yang bisa memetakan. Ada yang menyatakan. bahwa usaha menafsirkan berkaitan dengan deduksi. sehingga tidka jarang temuan ilmu pengetahuan yang lebih dulu ditentang atau disempurnakan oleh temuan ilmu pengetahuan yang kemudian. atau sekedar memiliki persentuhan yang erat dengan epistemologi. dan apa yang sama sekali tidak mungkin diketahui. Ada juga objek yang benar-benar merupakan misteri. akan kehilangan kekhasannya. Pada bagian lain dikatakan. Selanjutnya. Tetapi terkadang kita jumpai seseorang dalam melakukan sesuatu sesungguhnya sia-sia. Tidak semua objek mesti dijelajahi oleh pengetahuan manusia. epistemologi berfungsi dan bertugas menganalisis secara kritis prosedur yang ditempuh ilmu pengetahuan dalam membentuk dirinya. PENGARUH EPISTEMOLOGI Bagi Karl R. epistemologi adalah teori pengetahuan ilmiah. apa yang mungkin diketahui tetapi lebih baik tidak usah diketahui. Epistemologi dengan demikian bisa dijadikan sebagai penyaring atau filter terhadap objek-objek pengetahuan. Perkemabangan ilmu pengetahuan dengan demikian membuktikan. Adakalanya seseorang selalu mengarahkan pemikirannya ke masa depan yang masih jauh. Jujun S. apa yang mungkin dan apa yang tidak mungkin menurut bidang-bidangnya. karena jangkauan berpikirnya yang amat pendek. bahwa epistemologi keilmuan pada hakikatnya merupakan gabungan antara berpikir secara rasional dan berpikir secara empiris. maka tindakannya itu justru merugikan. Gabungan kedua macaram cara berpikir tersebut disebut metode ilmiah. Tetapi. maka menimbulkan pemahaman. Selama belum digugurkan oleh temuan lain.

Epistemologi senantiasa mendorong manusia untuk selalu berfikir dan berkreasi menemukan dan menciptakan sesuatu yang baru. pada gilirannya juga menghasilkan pemikiran yang berbeda. sudah tentu dibentuk oleh teori pengetahuannya. karena didukung oleh penguasaan dan bahkan pengembangan epistemologi. sedangkan perbedaan sudut pandangan itu dapat dilacak dari epistemologinya. Mohammad Arkoun menyebutkan. melainkan mutlak perlu dikuasai. mengingat bahwa proses itulah menunjukkan mekanisme kerja ilmiah dalam memperoleh ilmu pengetahuan. sehingga kemajuan sains dan teknologi tanpa didukung oleh kemajuan epistemologi. epistemologi bisa menentukan cara kerja ilmiah yang paling efektif dalam memperoleh ilmu pengetahuan yang kebenarannya terandalkan. Epistemologi mengatur semua aspek studi manusia. Epistemologilah yang menentukan kemajuan sains dan teknologi. Koreksi secara kontinyu terhadap pemikirannya sendiri ini untuk menyempurnakan argumentasi atau alasan supaya memperoleh hasil pemikiran yang maksimal. Keberangaman pandangan seseorang dalam mengamati suatu fenomena akan melahirkan keberagaman pemikiran. Suatu peradaban. baik yang dimiliki seseorang maupun masyarakat. bahwa keragaman seseorang atau masyarakat akan dipengaruhi pula oleh pandangan epistemologinya serta situasi sosial politik yang melingkupinya. sehingga didapatkan percikan-percikan pengetahuan. kemudian disusun secara sistematis menjadi ilmu pengetahuan (sains). Semua bentuk teknologi yang canggih adalah hasil pemikiran-pemikiran secara epistemologis. Pada awalnya seseorang yang berusaha menciptakan sesuatu yang baru. Sebab dibalik kegagalan itu ditemukan rahasia pengetahuan. Kondisi demikian sesungguhnya dalam dunia ilmu pengetahuan adalah suatu kelaziman.disebabkan oleh perbedaan prosedur yang ditempuh para ilmuwan dalam membentuk ilmu pengetahuan. sehingga perbedaan pemikiran itu dapat dipahami secara memuaskan dengan melacak akar persoalannya pada perbedaan sudut pandang. banyak konsep dari pemikiran filosof yang kemudian mendapat serangan yang tajam dari pemikiran filosof lain berdasarkan pendekatan-pendekatan epistemologi. ide atau gagasan. Meskipun teknologi sebagai penerapan sains. Penguasaan epistemologi. Proses ini lebih penting daripada hasil. sehingga perkembangan ilmu pengetahuan relatif mudah dicapai. perangkat-perangkat apa yang harus disediakan untuk mewujudkan sesuatu itu. berupa faktor-faktor penyebabnya. dari filsafat dan ilmu murni sampai ilmu sosial. Akhirnya ilmu pengetahuan tersebut diaplikasikan melalui teknologi. mungki saja mengalami kegagalan tetapi kegagalan itu dimanfaatkan sebagai bagian dari proses menuju keberhasilan. Demikian halnya yang terjadi pada teknologi. Wujud sains dan teknologi yang maju disuatu negara. Melalui pelaksanaan fungsi dan tugas dalam menganalisis prosedur ilmu pengetahuan tersebut. Dinamika pemikiran tersebut mengakibatkan polarisasi pandangan. ilmu-ilmu mereka itu³suatu kesatuan yang merupakan hasil pengamatan kritis dari ilmu-ilmu³dipandang dari keyakinan. bila para ilmuwan memperkuat penguasaannya. Tidak ada bangsa yang pandai merekayasa fenomena alam. technology is an apllied of science (teknologi adalah penerapan sains). . kepercayaan dan sistem nilai mereka. tetapi karena sudut pandang yang ditempuh seseorang berbeda. terutama cara-cara memperoleh pengetahuan yang membantu seseorang dalam melakukan koreksi kritis terhadap bangunan pemikiran yang diajukan orang lain maupun oleh dirinya sendiri. Berdasarkan pada manfaat epistemologi dalam mempengaruhi kemajuan ilmiah maupun peradaban tersebut. Pemikiran pada wilayah proses dalam mewujudkan teknologi itu adalah bagian dari filsafat yang dikenal dengan epistemologi. Dalam filsafat. dan sebagainya. Secara global epistemologi berpengaruh terhadap peradaban manusia. Implikasinya. tetapi jika dilacak lebih jauh lagi ternyata teknologi sebagai akibat dari pemanfaatan dan pengembangan epistemologi. Akhirnya. epistemologi senantiasa mendorong dinamika berpikir secara korektif dan kritis. maka epistemologi bukan hanya mungkin. tidak ada yang aneh sama sekali. Kendati terhadap satu persoalan. Jadi kronologinya adalah sebagai berikut: mula-mula seseorang berpikir dan mengadakan perenungan. Ini menunjukkan bahwa epistemologi bisa mengarahkan seseorang untuk mengkritik pemikiran orang lain (kritik eksternal) dan pemikirannya sendiri (kritik internal). Epistemologi dari masyarakatlah yang memberikan kesatuan dan koherensi pada tubuh. maka epistemologi dapat memberikan pengayaan gambaran proses terbentuknya pengetahuan ilmiah. Epistemologi juga membekali daya kritik yang tinggi terhadap konsep-konsep atau teori-teori yang ada. Epistemologi menjadi modal dasar dan alat yang strategis dalam merekayasa pengembangan-pengembangan alam menjadi sebuah produk sains yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. yaitu pemikiran dan perenungan yang berkisar tentang bagaimana cara mewujudkan sesuatu.

studi sifat dasar tipe dan kriteria nilai-nilai dan pertimbangan nilai 3. Membicarakan tingkah laku manusia itu penting karena dianggap suatu metode atau cara untuk mencapai kesejahteraan.studi sasaran-sasaran kepentingan Kegunaan aksiologi ialah membangkitkan pengetahuan baru tentang dunia ini dan menciptakan kerangka referensi yang menyediakan cara baru melihat diri dan lingkungan. Tetapi kami hanya akan membahas sedikit tentang ajaran Sokrates dan Aristoteles mengenai etika.minat dan keinginan manusia. Kata kunci aksiologisme adalah nilai.benda. Maksud ialah hasrat bagi tercapainya tujuan tertentu sedang keinginan adalah hasrat-hasrat yang muncul dari muatan rasa senang dan rasa sakit. Mempunyai arête berarti memiliki kesempurnaan sebagai manusia.Pengertian Umum Aksiologi Ilmu Aksiologi adalah ilmu tentang nilai. Menurut Sokrates.maksud dan motif orang yang melakukanya. makhluk hidup. Menurutnya keutamaan adalah pengetahuan dan `yang baik` mempunyai nilai yang sama bagi semua manusia. Jadi hidup yang bahagia ialah hidup sebagai filsuf. mencakup : . Untuk mencapainya diperlukan arete atau keahlian. Beberapa definisi terminologis aksiologis : 1. pribadi. Dapat juga dikatakan bahwa etika berkaitan dengan dasar-dasar filosofis dalam hubungan dengan tingkah laku manusia.Macam-macam nilai : y Nilai manusia : nilai yang cocok bagi manusia pada tingkat hidup fisik biologisnya y Nilai sosial : nilai yang berporos pada manusia sebagai makhluk sosial y Nilai Budaya : perwujudan nyata dari proses perjuangan dan perenungan manusia sebagai makhluk sosial yang berhadapan dengan tantangan zamanya y Nilai moral : nilai yang membuat manuisia bernilai baik dan bermutu sebagai manusia y Nilai religius : nilai yang menitik beratkan relasi antara manusia dan Ilahi y Nilai keagamaan : nilai yang ada antara manusia dan Ilahi sejauh dikonkritkan dalam agama tertentu y Nilai berguna : pada benda-benda material dan makhluk hidup non manusiawi dan dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan y Nilai kenikmatan : berhubungan dengan panca indera y Nilai ekstrinsik :nilai yang dikejar orang kerena dirinya sendiri y Nilai Instrumental : nilai-nilai yang baik untuk mencapai nilai-nilai yang lain Etika dan Sikap Ilmiah Para Filsuf Yunani memiliki pengertian sendiri tentang etika yang berasal dari kata ethica. gagasan. Sedang menurut Aristoteles keutamaan baginya ada dua untuk mencapai tujuan kehidupan yaitu kebahagiaan. barang. teori umum nilai. Keutamaan itu adlah keutamaan moral dan keutamaan intelektual. "axiology" berasal dari bahasa Yunani kuno "axios" yang berarti berharga atau bernilai. Etika adalah ilmu yang membicarakan sifat-sifat yang menyebabkan orang dapat disebut susila atau bijak. tujuan kehidupan manusia adalah mencapai eudamania atau kebahagiaan.pikiran atau teori nilai. yang mempunyai daya kekuatan untuk menarik dan memikat budi. cita-cita dan kekayaan yang melekat pada semua itu. cabang filsafat yang terkait dengan masalah nilai 2. Menurut Aristoteles bahwa memandang kebenaran adalah aktivitas manusia yang tertinggi. harga yaitu apa saja. Jadi menurut Sokrates dan Aristoteles etika adalah cara manusia dapat mencapai kebahagiaan. Etika juga bermacam-macam. Untuk mencapai kesejahteraan aktivitas harus mengandung dasar-dasar moral baik dalam membuahkan keputusan maupun nilai etika yang dijadikan norma. Nilai intrinsik ialah nilai yang berasal dari maksud atau keinginan yang berujung pada maksud dan keinginan itu sendiri dan tidak murni muncul dari maksud dan keinginan lain. Dengan demikian Sokrates menciptakan suatu etika yang berlaku bagi semua manusia. Nilai tertinggi ialah nilai yang diupayakan yang tidak dikompromikan dengan nilai-nilai yang lain. Dalam praktek bernilainya perbuatan ditetapkan berdasarkan tujuan. Nilai-nilai diturunkan dari maksud-maksud dan keinginan-keinginan. Itulah sebabnya keutamaan selalu berdasar pada pengertian yang sama. Dalam keutamaan intelektual terdapat dua kebijaksanaan teoretis yang dimiliki oleh orang-orang yang telah menempuh pendidikan ilmiah dan kebijaksanaan praktis atau sikap jiwa yang memungkinkan manusia untuk mengatakan yang mana dari barang ²barang konkret boleh dianggap baik untuk hidupnya. Aksiologisme berarti sistem yang menilai baik buruknya perbuatan dari segi bernilai dan tidak bernilainya. tujuan. "logos" berarti gagasan.

Sikap ilmiah ini mempunyai ciri-ciri pokok. Sikap ilmiah bisa diartikan sebagai suatu kecendurangan pribadi seorang (ilmuwan) untuk berperilaku atau memberi tanggapan dalam hal-hal tertentu yang sesuai dengan pemikiran ilmiahnya atau tidak bertentangan dengan cita keilmuan pada umumnya. Contoh : Kebijakan pemerintah menaikan harga BBM Etika beragama : ilmu yang membicarakan perilaku manusia dengan Tuhanya dan agamanya. Contoh : seseorang yang selalu membaca kitab suci agamanya serta mengamalkanya. Dalam proses menemukan kebenaran ilmiah ini dapat berkembang nilai-nilai lain yang sering dinamakan pola umum.y y y Etika Prilaku : ilmu yang membicarakan tingkah laku manusia dengan sesama dan lingkunganya. Mempunyai pemikiran ilmiah belum menjamin seseorang berkembang dalam menemukan kebenaran ilmiah tadi bila tidak didukung dengan sikap ilmiah. Pemikiran ilmiah yaitu kebenaran berfikir. sikap obyektif. Sikap Ilmiah Tujuan pokok suatu ilmu adalah menemukan kebenaran. yaitu : y Keinginan mengetahui dan memahami y Kecondongan bertanya mengenai semua hal y Kecondongan mencari data dan makna y Kecondongan menuntut suatu pengujian y Kecondongan memeriksa pangkal pikiran y Menyelidiki kesalahan atau kebenaran dan kesimpulan logis y Penghargaan terhadap logika . yaitu kebenaran ilmiah yang dapat ditemukan secara ilmiah atau dengan menggunakan metode ilmiah. berpandangan terbuka dan sebagainya. Contoh : seseorang yang menghormati sesama dan lingkunganya Etika politik : ilmu yang membicarakan tentang perilaku manusia dengan negaranya. kejujuran intelektual.