P. 1
KUALITAS UDARA

KUALITAS UDARA

|Views: 857|Likes:
Published by Melinda Rose Diana

More info:

Published by: Melinda Rose Diana on Jan 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2013

pdf

text

original

KUALITAS UDARA Sumber Dampak 1. Kegiatan Konstruksi 2. Operasional Rumah Sakit 1.

Sumber dampak pencemaran udara dari kegiatan konstruksi yakni: Mobilisasi alat berat, pembersihan lahan, sarana dan prasarana penunjang kegiatan, penggalian tanah, pengangkutan tanah, pengangkutan material dan peralatan proyek, pondasi, pembuatan gudang penyimpanan material, fisik bangunan, landscape dan pembersihan akhir, rumah semi permanen untuk pekerja. 2. Sumber dampak pencemaran udara dari kegiatan operasional rumah sakit yakni: Operasional rumah sakit (infeksi nosokomial), sarana dan prasarana rumah sakit (pengoperasian genset dan incinerator), dan perparkiran. Dampak penting dan sumber dampak. Dampak penting berupa peningkatan gas pencemar dan partikel debu akibat dari kegiatan transportasi serta kegiatan pengoperasian genset, dan Incenerator.

1.

Penanganan Limbah Padat Sebelum Pembakaran dalam Incinerator  Dampak penting dan sumber dampak.

Dampak pentingnya ialah penurunan derajat kesehatan manusia dan estetika lingkungan serta kehadiran hewan vektor penyakit dan bakteri akibat dari kegiatan operasional Rumah Sakit Marga Cinta.  Lingkup pengelolaan lingkungan. Melakukan pengelolaan limbah padat yang bersifat infeksius dengan peralatan incenerator dengan tujuan menghindari terjadinya infeksi nosokomial. Penurunan kualitas udara dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan di sekitar rumah sakit terutama yang berasal dari kegiatan transportasi.

A. Membuat standar prosedur (SOP) tata cara pengelolaan limbah padat bagi rumah sakit (SOP No. 025 ).

Lingkup pengelolaan lingkungan 1.B. dengan cara dimusnahkan di incenerator sendiri wadah F. tempat penampungan sementara dan kemasan transportasi.Penanganan kebersihan terhadap ruangan-ruangan di RSPI secara rutin dan kali sehari yaitu pagi dan sore. Kantong warna hitam untuk sampah domestik. C.Melakukan pengelolaan sampah medik dengan kapasitas bakar 100 Kgs/hari. 3.  Lingkup pengelolaan lingkungan. Penanaman pohon-pohon (penghijauan) di sekitar areal rumah sakit. Kantong warna kuning untuk sampah medik dan infeksius. E. Mengumpulkan limbah padat/cair yang tergolong B3 dan dikirim ke PPLI untuk dimusnahkan. D. dua .Menempatkan seluruh sampah ke dalam kantong plastik agar tidak tercecer. 2. Melengkapi sarana dan prasarana pengelolaan berupa wadah penampungan awal. A. Pelaksanaan regular maintenance terhadap genset dan incinerator.Melakukan kerja sama dengan kontraktor dan dinas kebersihan untuk pengangkutan domestik dari tempat penampungan sementara ke tempat penampungan akhir. terjadwal. pengunjung) maupun masyarakat lingkungan dan kemungkinan terjadinya infeksi nosokomial akibat dari masih belum memadainya pelaksanaan implementasi prosedur sanitasi lingkungan. 2. karyawan. Dampak pentingnya ialah penurunan tingkat kesehatan manusia baik di dalam rumah sakit (pasien. Pengelolaan Mikroba Udara Ruangan  Dampak penting dan sumber dampak. 2. Memasang instalasi sirkulasi udara (exhaust dan fresh air) terutama di areal parkir basement.Melakukan pemilahan jenis sampah sejak diprodusen/penghasil dengan membedakan kantong plastik penampungan yaitu: 1. sampah E.

Melakukan pemeliharaan dan perbaikan terhadap ruangan dan bangunan rumah sakit seperti pengecatan.ICU.VK dan beberapa ruang lainnya yang dilengkapi dengan pre-filter.Menggunakan bahan kimia yang mengandung antiseptik . Pencemaran Keadaan pada Rona Lingkungan Awal Sebelum Adanya Pembangunan Rumah Sakit Marga Cinta Rata-rata curah hujan per bulan 161 mm dengan hari hujan rata-rata 16 hari per bulan (Bandung dalam angka tahun 2004). pemeliharaan saluran dan peralatan/fixture air bersih secara teratur/terjadwal. pembersihan dan penggantian secara berkala dan teratur terhadap filter udara dari sistim panata udara (AC sistim).B.ICCU. secondary filter dan HEPA filter. Tabel Cuaca dan Curah Hujan Di Kota Bandung Tabel Rata-Rata Curah Hujan (mm) di Kota Bandung . Terutama untuk beberapa ruang khusus seperti OT. D. C.Melakukan pemeriksaan.

yakni Jl. Marga Cinta.U Rumah Sakit Marga Cinta yang akan dibangun terletak pada Jl. . Buah Batu. SO2. HC. Marga Cinta. Dengan demikian pengambilan data kualitas udara awal (rona lingkungan udara awal) diambil pada lokasi terdekat dengan Jl. NOx. Berikut kadar pencemar timbal. CO.

Berdasarkan grafik di atas.21 ppm. Timbal merupakan logam lunak yang berwarna kebiru-biruan atau abu-abu keperakan. . Tampak bahwa pada Jl. baku mutu timbal 2 ppm. sedangkan berbagai bahan kimia yang mengandung timbal dapat menyebabkan kanker. Sangat beracun dan menyebabkan berbagai dampak kesehatan terutama pada anak-anak.Berdasarkan grafik di atas. baku mutu NOx adalah 0. Sehingga rona awal lingkungan masih bias dikatakan aman untuk dibangun rumah sakit. Tampak bahwa pada Jl. Buah Batu kadar NOx pada tahun 2005 melebihi bawah baku mutu (> 0. dan tahun 2004 masih di bawah baku mutu. Dapat menyebabkan kerusakan sistem syaraf dan pencernaan.21 ppm). Buah Batu kadar timbal masih di bawah baku mutu (< 2 ppm). Namun pada tahun 2003.

Berdasarkan grafik di atas baku mutu HC 0. Berdasarkan grafik di atas. bila masuk dalam paru-paru menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker.24 ppm). Buah Batu kadar gas HC pada tahun 2003. aktivitas geothermal. Namun pada . Bentuk cair menjadi semacam kabut minyak. Kadar HC di Jl.24 ppm. Jika padatan akan membentuk debu. pigmen. yakni sebesar 10 ppm. karet. dan 2005 telah melebihi baku mutu (>0. Di udara akan bereaksi dengan bahan lain dan membentuk Polycyclic Aromatic Hidrocarbon (PAH). dan 2005 melebihi baku mutu (>9 ppm). Berasal dari industri plastik. pembuangan sampah. baku mutu gas CO sebesar 9 ppm. kebakaran hutan serta transportasi. Tampak bahwa pada Jl. resin. 2004. Jika HC berbentuk gas di udara umumnya tergolong sebagai Volatile Organic Compounds (VOC). pestisida. Buah Batu kadar gas CO pada tahun 2004. Buah Batu pada tahun 2004 tertinggi di Kota Bandung. zat warna. Tampak bahwa pada Jl.

Konsentrasi rendah dapat menyebabkan pusing-pusing dan keletihan. Buah Batu kadar gas SO2 masih di bawah baku mutu. menghambat fotosintesis. seperti bensin. Sedangkan gas SO2 masih di bawah baku mutu. Senyawa tidak berbau. (<0. Berdasarkan grafik di atas. misalnya solar dan batubara. baku mutu gas SO2 sebesar 0. Banyak dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang mengandung sulfur. CO. Tampak bahwa pada Jl. termasuk rokok. . Bauh Batu pada tahun 2004 tertinggi di Kota Bandung sebesar 15 ppm. Gas tidak berwarna. Gas SO2 adalah kontributor utama hujan asam. Pada tumbuhan.tahun 2003 masih di bawah baku mutu. Merusak cat pada bangunan akibat reaksinya dengan bahan dasar cat dan timbal oksida (PbO). Kadar CO di Jl. Juga diproduksi dari pembakaran produk-produk alam dan sintesis. pencemar yang melebihi baku mutu adalah timbal. NOx.34 pm). konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kematian. minyak dan kayu bakar.34 ppm. CO dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil yang tidak sempurna. Menyebabkan sesak nafas bahkan kematian pada manusia dan juga pada hewan. tidak berasa dan pada suhu udara normal berbentuk gas tidak berwarna. HC. Berdasarkan grafik di atas. berbau dalam konsentrasi pekat. proses asimilasi dan respirasi.

merkuri). Inventarisasi emisi umumnya meliputi beberapa pencemar kriteria seperti TSP. NOx. dan pencemar udara berbahaya (hazardous air pollutants±HAP). . Berkaitan dengan masalah perubahan iklim pada saat ini inventarisasi juga dilakukan terhadap GRK seperti CO2 dan CH4. Inventarisasi dapat pula dilakukan untuk jenis-jenis pencemar lain seperti logam berat (timbal.Inventarisasi Emisi Inventarisasi emisi adalah basis data mengenai sumber-sumber pengemisi pencemar udara yang komprehensif yang dilengkapi dengan nilai beban pencemar untuk tiap-tiap parameter yang diinventarisasi yang terdapat pada suatu lokasi geografis dan pada periode waktu tertentu. PM10. hidrokarbon total. SO2 dan CO. pencemar organik persisten (POP).

Banyak komponen kegiatan mengeluarkan emisi yang tergolong . CO. dan sumber garis (line source). Dengan pola pengelompokan yang lain. PREDIKSI PENYEBARAN POLUSI UDARA Suatu rencana kegiatan mungkin saja memiliki sumber emisi bergerak (mobile source) dan sumber emisi tidak bergerak (stationary source).Pembakaran sampah dari insinerator akan memberikan tambahan terhadap emisi HC. Salah satu contoh sumber titik yang banyak terdapat dalam suatu rencana kegiatan adalah cerobong (stack). sumber-sumber emisi dari suatu rencana kegiatan dapat saja terdiri dari sumber titik (point source). dan TSP. sumber area (area source). sumber ruang (volume source).

menara pendingin (cooling towers). lokasi penurunan dan pemuatan barang (loading area). dan sebagainya. seperti cerobong atau ventilasi udara. sarana dan prasarana penunjang kegiatan. timbunan bahan baku (stockpile) terbuka. Beberapa contoh emisi liar adalah emisi polutan dari aktivitas konstruksi. pengangkutan tanah. HC. dan CO akibat kendaraan pengangkut. Disebut demikian karena polutan-polutan akan langsung terlepas ke udara tanpa melalui sistem penangkapan polutan dan pelepasan terkendali di suatu titik. Akan meningkatkan partikulat akibat debu tanah.sebagai emisi liar (fugitive emission). lahan terbuka yang tererosi oleh angin (open area wind erosion). penggalian tanah. Mobilisasi Alat Berat: Merupakan kategori emisi tidak bergerak berbentuk garis. instalasi pengolahan air limbah. Sumber dampak pencemaran udara dari kegiatan operasional rumah sakit beserta keterangannya adalah sebagai berikut: Sumber Emisi Kategori Tidak Bergerak Bergerak Bentuk Titik Wilayah Garis Keterkendaliaan Fugitive Terpusat Mobilisasi Alat Berat Pembersihan Lahan Sarana dan Prasarana Penunjang Kegiatan Penggalian Tanah Pengangkutan Tanah Pengangkutan Material & Peralatan Proyek Pondasi Pembuatan Gudang Material Fisik Bangunan Landscape & Pembersihan Akhir x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x a. . pelapisan aspal. kebocoran alat. fisik bangunan. rumah semi permanen untuk pekerja. landscape dan pembersihan akhir. tangki penyimpanan cairan (storage tanks) terbuka. pengangkutan material dan peralatan proyek. pembuatan gudang penyimpanan material. pembersihan lahan. akan meningkatkan kadarPb. Sumber dampak pencemaran udara dari kegiatan konstruksi yakni: Mobilisasi alat berat. pondasi. Keberadaan perangkat pengendali.

b. Penggalian Tanah: Akan meningkatkan partikulat akibat debu dari tanah. Pembersihan Lahan: Merupakan kategori emisi tidak bergerak berbentuk wilayah. dengan obyek penerima dampaknya adalah penduduk di sekitar jalan tersebut. Pengangkutan Tanah: Akan meningkatkan partikulat akibat debu dari tanah. h. Pondasi: Akan meningkatkan partikulat akibat adanya penggunaan semen dan pasir. d. Operasional Rumah Sakit . Pengangkutan Material dan Peralatan Proyek: Akan meningka g. Marga Cinta dan sekitarnya (khususnya menyangkut SO2 dan HC). Fisik Bangunan Landscape dan Pembersihan Akhir k. j. Komponen lingkungan terkena dampak: kualitas udara ambien Jl. Pembuatan Gudang Penyimpanan Material i. c. e. Rumah Semi Permanen untuk Pekerja Berikut keterangan pencemaran yang akan timbul dari masing-masing kegiatan: a. Akan meningkatkan partikulat akibat debu tanah. f. Selain itu akan diemisikan SO2 dan HC dari alat berat yang digunakan di lokasi konstruksi rumah sakit. Sarana dan Prasarana Penunjang Kegiatan: Merupakan kategori emisi tidak bergerak berbentuk wilayah. Akan meningkatkan partikulat akibat debu tanah.

. Insinerator merupakan sumber emisi tidak bergerak ataupun sumber emisi titik. Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Dalam mengolah limbah padat rumah sakit digunakan insinerator. b. Cerobong insinerator sudah direncanakan lengkap dengan perangkat pengendali polusi udara. Perangkat tersebut bertugas untuk mengurangi jumlah emisi polutan sampai ke tingkat kualitas yang diinginkan.Dalam operasional rumah sakit pencemaran udara dapat ditimbulkan dari infeksi nosokomial yang berasal bakteri dan mikroorganisme pathogen dari pasien dan pengunjung.

Hasil identifi kasi sumber emisi cerobong harus mencakup lokasi dan elevasi dasar cerobong. tinggi cerobong. diameter cerobong. . Kapan cerobong itu mulai dioperasikan juga merupakan salah satu informasi yang perlu kita ketahui. dan keberadaan perangkat pengendali polusi udara.

karena bahan bakar jenis tersebut merupakan prasyarat bagi penggunaan teknologi kendaraan yang mutakhir yang mampu mengurangi emisi kendaraan secara signifikan. Namun demikian. kualitas minyak solar masih mengandung belerang yang tinggi (>500 ppm wt). Pertamina sebagai pemasok utama bahan bakar di Indonesia hanya mampu menyediakan bensin tanpa timbal terbatas di beberapa kota di Indonesia.000 = (6 n ) + (12 n ) 30. dan Bensin RON 95. bensin masih mengandung timbal. yang isinya membagi minyak bensin ke dalam 4 jenis minyak bensin yaitu Bensin RON 88 bertimbal (leaded gasoline). Selanjutnya SK DirJen Migas No: 3675 . hidrokarbon (HC). dan sisanya untuk luas mobil sebesar 600 unit dapat digunakan untuk motor sebanyak 1800 unit. Berkenaan dengan minyak solar sebagai bahan bakar mesin diesel.000 = ( 18 n) n = 1600 dari 1600.000 m2 dari 45. Dalam rangka memperbaiki kualitas bahan bakar yang dijualbelikan di dalam negeri. Departemen ESDM mengeluarkan Surat Keputusan (SK) DirJen Migas No. Diperkirakan jumlah kendaraan yang terdapat dalam lahan parkir Ketersediaan bensin tanpa timbal (unleaded gasoline) dan minyak solar dengan kandungan belerang rendah merupakan faktor kunci dalam penurunan emisi kendaraan. carbon monoksida (CO) dan sulfur di sekitar rumah sakit meningkat.c. Batam. Perparkiran Adanya aktivitas transportasi penunjung rumah sakit dan pekerja rumah sakit membuat kadar timbal. Bensin RON 88 tidak bertimbal (unleaded gasoline). dan Cirebon. Di daerah lain termasuk di Kota Bandung dan sekitarnya. 367K/24/DJM/2006 tentang Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin yang dipasarkan di dalam negeri. yang diikuti dengan Denpasar. Bensin RON 91.000 m2 y Perhitungan jumlah kendaraan : Luas lahan= ( 3 x n x 2) + (6 x n x 2) 30. sebanyak Diasumsikan luas lahan yang digunakan untuk lahan parkir sebesar 3 ha atau 30. untuk mobil berjumlah 1000 unit. mulai dari Jakarta dan sekitarnya sejak Juli 2001.

absorber dan analisis yang digunakan dapat dilihat dalam tabel berikut: Lokasi Pengukuran Kualitas Udara Penentuan lokasi pengukuran kualitas udara didasarkan pada data meteorologi.K/24/DJM/2006 tentang Standard dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar yang Dipasarkan di Dalam Negeri yang menentukan dua kategori minyak solar. dilakukan juga orientasi lapangan untuk menentukan lokasi pengukuran. Sedangkan 83 pengukuran kadar debu diudara digunakan kertas saring dengan kecepatan udara tertentu. Parameter. khususnya tentang besar dan arah angin. dan Minyak Solar 51 (Cetane Number 51 dengan kandungan sulfur maksimum 500 [ppm m/m]). Dalam menentukan persebaran (dispersi) pencemaran udara digunakan Model Dispersi Pencemar Gauss di mana konsentrasi pencemar yang terdispersi di hilir sumber diperkirakan . Dengan dasar pertimbangan tersebut dipilih titik ukur di kawasan Kota Baru. Pengukuran contoh udara digunakan Midget Impenger dengan absorber yang tergantung pada macam parameter yang diukur. 2 Tahun 1988 tentang pedoman penetapan baku mutu lingkungan untuk udara ambien. Metoda Pengukuran Kualitas Udara Disesuaikan dengan keputusan Men KLH No. Selain dasar pertimbangan meteorologi. yaitu Minyak Solar 48 (Cetane Number 48 dengan kandungan sulfur maksimum 3500 [ppm m/m]).

kecepatan angin dan pencemaran udara yang potensinya tinggi serta episode days dalam waktu musiman dan bulanan. temperatur. Pengumpulan Data Meteorologi Rangkum data meteorologi dasar di area tersebut. median dan rata-rata konsentrasi setiap gas/partikel polutan yang berada di udara ambient. kecepatan dan arah angin. inversion height. Merupakan dasar penentuan dampak dan rencana masa yang akan datang. Identifikasi Pencemar Udara Identifikasi jenis dan jumlah pencemar yang diemisikan dari berbagai alternatif kegiatan mulai dari tahap konstruksi hingga operasi. radiasi matahari. Langkah Prediksi dan Analisa 1. jika ada) . Salah satu pendekatan yaitu dengan mengetahui faktor emisi berdasar berbagai kegiatan. yang diperoleh dari rata-rata pencemar yang dilepas ke atmosfer. Deskripsi Level Kualitas Udara yang Ada Tentukan tingkat kualitas udara pada daerah setempat Pelajari sejarah trend.memakai distribusi Gauss. tentukan distribusi frekuensi. 4. 3. Penentuan Potensi Dispersi Pencemar Udara Tentukan potensi dispersi polutan di area tersebut dengan cara mengumpulkan informasi mixing depth. seperti data presipitasi. Penyebaran konsentrasi pencemar dengan berbagai konsentrasi akan mempunyai distribusi berbentuk bel seperti yang dimiliki oleh fungsi Gauss/distribusi normal. dll. Tiap kegiatan diberi ranking dan diurut berdasar signifikansinya 2. Penting untuk menentukan skala mikro Identifikasi fenomena unik (misal tornado atau persistensi kabut .

tidak termasuk pertimbangan reaksi di atmosfer dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh pencemar tersebut. Strategi Pengurangan . Penentuan Dampak Skala Mikro Hitung konsentrasi zat pencemar di ground level berdasar variasi kondisi meteorologi Buat isophlet di sekitar area sumber Untuk menentukan dampak skala mikro bandingkan tingkat pencemar udara terhitung dengan standar kualitas udara ambien yang berlaku 9. Data digunakan untuk manajemen kualitas udara dan analisa trend. Inventarisasi Emisi Inventaris data emisi berdasar skala region. 7. Bandingkan antara standar kualitas udara ambien dengan standar emisi Standar kualitas udara ambien digunakan untuk seluruh atmosfer ambien Standar emisi berdasar pada material zat pencemar yang diemisikan dari sumber ke atmosfer ambien 6.5. Perhitungan Dampak Skala Meso Tentukan dampak skala meso berdasar tahap konstruksi dan operasi dari tiap alternatif kegiatan Ini didapatkan dari kalkulasi kuantitas pencemaran udara tahunan dari tiap alternatif serta tentukan persentase kenaikan tiap sumber Persentase kenaikan = emisi aktivitas / emisi saat ini x 100% 8. Merupakan jumlah pencemar dari semua sumber selama kurun waktu satu tahun. Penyajian Standar Kualitas Udara Tentukan standar yang akan dipakai untuk analisa. Identifikasi sumber titik pencemar utama di area tersebut dan kuantitas masing-masing jenis pencemar yang diemisikan.

Jika standar ambien udara tiap kegiatan telah ditentukan. maka strategi pengurangan dampak dapat dilakukan Dapat menggunakan berbagai teknologi kontrol untuk meminimalkan emisi gas dan partikulat .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->