1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Salah satu daerah tambang nikel di Indonesia terdapat di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pertambangan nikel di daerah tersebut dikelola oleh PT.ANEKA TAMBANG, Tbk. UPBN Pomalaa. Nikel merupakan logam berwarna kelabu perak dan memiliki sifat fisik ideal. Kekeuatan dan kekereasannya menyerupai besi, sedangkan daya tahannya terhadap karat dan korosi lebih dekat dengan tembaga. Perkembangan selanjutnya menunjukkan bahwa paduan (alloy) nikel, terutama yang mempunyai sifat-sifat anti karat dan daya tahan serta keuletannya yang sangat diperlukan dalam kehidupan modern. Lebih dari 90% nikel di dunia digunakan sebagai paduan. Pemakaian nikel dalam bentuk logam murni digunakan sebagai mata uang logam, industry kimia dan elektronik, seperti baja biasanya dibuat dari bahan logam nikel murni, tetapi dengan berkembangnya teknik pembuatan besi baja pemakaian nikel dalam bentuk ferro-nikel dan besi terutama dalam bentuk stainless stell, baja magnet, dll. Dalam proses pengolahan bijih nikel mulai dari penambangan sampai prosesnya di Pomalaa melalui beberapa tahap yaitu : 1. Tahap pra-olahan 2. Tahap Peleburan 3. Tahap Pemurnian dan Casting B. Tujuan dan Manfaat Praktek Kerja Lapang 1. Tujuan Praktek Kerja Lapang a. Menambah wawasan berpikir serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa melalui interaksi dan aplikasi langsung berbagai pengetahuan yang diperoleh mahasiswa selama belajar di bangku kuliah.

2

b. Untuk mengetahui proses pengolahan bahan baku nikel (ore) sampai menjadi Ferro-Nikel pada PT.ANTAM, Tbk. c. Melatih mahasiswa untuk menganalisa permasalahan yang dijumpai di dalam PT.ANTAM, Tbk dalam hal ini menganalisa produksi tambang dan pabrik ferronikel. 2. Manfaat Praktek Kerja Lapang a. Bagi Mahasiswa 1) Memantapkan diri dengan pengalaman dan wawasan profesional sebagai calon Sarjana Sains dalam dunia kerja. 2) Melatih kemampuan dalam memahami struktur, mekanisme, dan nuansa kerja. 3) Mampu bekerja sama antar disiplin ilmu yang beragam dan

menempatkan peran Sainst Kimia dalam dunia kerja. 4) Memilki daya nalar, kreatifitas, dan rasa tanggung jawab terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. b. Bagi Universitas 1) Menjalin kerja sama yang baik dalam bidang pengembangan teknolgi antara pihak perusahaan yaitu PT. Aneka Tambang, Tbk. UPBN Pomalaa dengan pihak perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Negeri Makassar sehinnga keuntungan timbal balik dapt diperoleh kedua belah pihak. 2) Mengetahui sejauh mana ilmu yang diserap oleh mahasiswa selama kuliah. 3) Dapat memperoleh gambaran nyata tentang perusahaan sebagai bahan informasi untuk memperkaya wawasan keilmuan tenaga pengajar dalam menentukan keterkaitan antara teori dan kenyataan di lapangan. c. Bagi Perusahaan 1) Merupakan perwujudan nyata peran perusahaan dalam mengembangkan bidang pendidikan.

UBPN Pomalaa.3 2) Mendapatkan pemecahan masalah secara objektif serta pemikiran yang objektif. 3. Propinsi Sulawesi Tenggara. Kabupaten Kolaka. 3) Mengenal peran Saints Kimia dalam dunia kerja. . Tbk. Waktu dan Lokasi PKL Praktek Kerja Lapang dilaksanakan pada tanggal 28 Januari sampai 20 Februari 2011 pada PT.Aneka Tambang.

000 ton biji nikel.C. (SMM ) dan berhasil pula membangun sebuah pabrik pengolahan yang menghasilkan Nikel Matte yaitu senyawa nikel dengan belerang. Tahun 1942-1945.50% Ni. Aneka Tambang BUMN mendirikan UBPN Pomalaa mengolah biji nikel laterit menjadi logam ferro-nikel. Sejarah Singkat PT. Hal ini terjadi karena pabrik pengolahan nikel di Pomalaa terlanjur hancur oleh serangan Sekutu sehingga instalasi yang ada itu hancur berantakan. Setelah biji nikel ditemukan di Pomalaa oleh E. banyak pihak asing yang ingin melakukan eksplorasi di Pertambangan Nikel Pomalaa tersebut. Baru pada tahun 1957. Hasil eksplorasi menunjukkan endapan biji nikel di wilayah ini berkadar 3%-3. Sumitomo Metal Mining. Nikel ( Pertambangan Nikel Indonesia ) sebelum PT. Pengapalan pertama dilaksanakan oleh OBM pada tahun 1938 ke Jepang sebanyak 150. pabrik tersebut telah dikapalkan dan sisanya ditinggalkan di Pomalaa. Co. eksploitasi mulai dilaksanakan pada tahun 1934 oleh Oost Borneo Maatscappiji (OBM) dan Bone Tolo Maatscappiji.ANEKA TAMBANG Tbk.4 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Usaha pertambangan biji nikel dapat diulang sekali lagi oleh perusahaan . Abendanon pada tahun 1909. Pada tahun 1957 Pertambangan Pomalaa diambil alih oleh NV Perto yang segera saja mengekspor dtok biji nikel yang tersedia ke Jepang.000 ton biji nikel dan hal ini berlangsung sampai tahun 1942. Setelah Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Mengambil alih pertambangan ini dengan mengolahnya menjadi matte. Indonesia memiliki kekayaan alam berupa bahan galian berlimpah diantaranya adalah biji nikel di Sulawesi Tenggara yang diekploitasi oleh sejak tahun 1694 oleh PT. Tambang nikel Pomalaa selanjutnya diusulkan oleh Sumitomo Metal Mining CO. Sampai menyerahnya Jepang. Hasil yang diekspor ke Jepang sebanyak 150. Pada tahun PD II yaitu tahun 1942-1945 Indonesia diduduki oleh Jepang.

Pertambangan Nikel Indonesia dengan Sulawesi Nikel Development Corporation Co.30%) semakin menipis jumlah cadangannya maka agar bijih nikel yang kadar rendah tersebut dapat bernilai kemudian didirikan pabrik peleburan bijih nikel menjadi produk logam Fe-Ni. Untuk memperpanjang jangka waktu penambangan nikel di Pomalaa. LTD ( SUNIDECO ) suatu perusahaan yang dibentuk oleh para pemakai biji nikel dan beberapa Trading Companies di Jepang. Kemudian berdasarkan PP No. Akhir tahun 1962 belangsung kontrak kerjasama antara BPU- PERTAMBUNG/PT. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 29/1960 dan Undang-Undang Pertambangan Nomr 37/1960 yang menyatakan bahwa biji nikel sebagai bahan galian strategis. Pada tahun 1959 sampai tahun 1960 perusahaan ini baru melakukan penggalian di Pulau Maniang. Maka pada tahun 1960 usaha NV. kemudian dibentuk sebuah perusahaan bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang berstatus Perseroan Terbatas (PT) yang bernama PT.Pertambangan Indonesia ( PNI ). ANEKA TAMBANG (Persero) dan hingga sekarang. Pada tanggal 30 Desember 1974 status PN berubah menjadi PT. Perto. Usaha pertambangan di Pomalaa mulanya dalam lingkungan Biro Urusan Perusahaan±perusahaan Tambang umum ( BPU-PERTAMBUN ). Pertambangan Nikel Indonesia bersama BPU Pertambun beserta PT/PN dan proyek dijajarannya disatukan menjadi PN. Pelaksanaan pembangunan pabrik Unit I dimulai pada tanggal 12 Desember 1973 dengan penancapan tiang pertama dan selesai dikerjakan selama dua tahun.82% Ni) yang dapat dimamnfaatkan cukup besar sedangkan bijih nikel laterit berkadar tinggi (2.26 tahun 1968 PT. Perto diambil alih oleh pemerintah. Aneka tambang di Pomalaa selaku unit produksi dengan nama Unit Pertambangan Nikel Pomalaa.5 NV. Tanggal 14 Agustus 1976 dapur listrik Unit I dengan daya 20 MVA (18 MW) mulai . serta mengingat cadangan bijih nikel laterit kadar rendah (1. Mula-mula yang dikerjakan yaitu hanyalah mengekspor stok biji nikel yang tertinggal dari zaman perang Jepang.

Pabrik Unit II mulai dibangun 2 November 1992 dan sekitar bulan Februari 1995 sudah mulai produksi. Sampai saat ini PT. UBPN Pomalaa telah berhasil membangun dua unit pabrik Feni-Ni. Dan untuk pabrik Fe-Ni III maka sementara dalam tahap percobaan pengoperasian PLT III dengan kapasitas 6 unit dengan daya pembangkit tiap mesin 17. ANEKA TAMBANG (Persero) Tbk. Aneka tambang di Pomalaa selaku unit produksi dengan nama Unit Pertambangan Nikel Pomalaa. LTD (SUNIDECO) suatu perusahaan yang dibentuk oleh para pemakai bijih nikel dan beberapa Tranding Companies di Jepang.8 MW. Sejarah Eksplorasi Penambangan bijih nikel dilakukan sebelum perang dunia pada waktu giatgiatnya pengusaha-pengusaha tambang mencari bijih nikel. Untuk menjalankan proses produksi pabrik UBPN Pomalaa menggunakan diesel sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Diesel yang terdiri dari dua unit yaitu Unit PTL I dan Unit PTL II yang terinterkoneksi paralel sebelum didistribusikan ke masing-masing peralatan. Pabrik Fe-Ni II mulai diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 11 Maret 1994. B. Pada tanggal 30 Desember 1974 status PN berubah menjadi PT.5 MW.6 produksi secara komersial dan selanjutnya pabrik Feni-Ni diresmikan oleh wakil Presiden Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Akhir tahun 1962 berlangsung kontrak kerjasama antara BPU- PERTAMBUN/PT. yaitu: .ANEKA TAMBANG (Persero) hingga sekarang.26 tahun 1968 PT. Total mesin diesel PTL I. diesel PTL II ada 10 unit dengan kapasitas daya pembangkit tiap 5. Kemudian berdasarkan PP No. pada tanggal 23 Oktober 1976. Pertambangan Nikel Indonesia dengan Sulawesi Nikel Development Corporation Co. Sesuai penyelidikan geologi yang telah ikut mengeksplorasi bijih nikel memberikan data-data bahwa Sulawesi Tenggara termasuk daerah konsensi dimana memberikan gambaran yang cukup jelas terhadap jumlah persedian dan persentase endapan bijih nikel. Pertambangan Nikel Indonesia bersama BPU Pertambun beserta PT/PN dan proyek dijajarannya disatukan menjadi PN.

5% ( Ni+Co ). dengan musim kering terjadi pada bulan Mei-Agustus.7 1) Pada tahun 1917-1922 Dients Van De Miljnbow mengadakan survey di daerah Sulawesi Tenggara bagian selatan.500 ton biji nikel dengan kadar 3. 4) Pada tahun 1956 penyelidikan hanya bersifat peninjauan saja. Aneka Tambang UBPN Pomalaa dan selalu berair sepanjang tahun Temperatur berkisar antara 25oC-32oC.132. wilayah tengah dan selatan. Ketiga daerah penambangan masing-masing mempunyai luas wilayah sebagai berikut : 1) Tambang Utara = DU5/Sultra dengan luas 2617 Ha 2) Tambang Tengah = DU5/Sultar dengan luas 3625 Ha . 2) Pada tahun 1935 Oast Borneo Mastchapij mengadakan eksplorasi yang dilakukan oleh Ir. juga dengan pesawat udara dari Makassar. hasil eksplorasi menunjukan persediaan biji Nikel yang ada sebesar 6. 5) Pada tahun 1960 ekplorasi dilakukan oleh jawatan pertambangan di daerah Lemo dan Maniang Timur. C. Sungai Huko-huko merupakan salah satu dari tiga sungai yang mengalir dalam konsesi PT. Penambangan tersebut mencakup daerah KP ( Kuasa Penambangan ) seluas 7500 Ha. Daerah penambangan di bagi tiga wilayah yaitu wilayah utara. 3) Pada tahun 1948 eksplorasi dilakukan oleh sebuah perusahaan Amerika Freeport Sulfur Co dan Amerika Smelting Co.5% ( Ni+Co ). Dengan hasil jumlah persediaan 606 ton biji nikel dengan kadar 2. Angin barat merupakan angin kencang yang biasanya terjadi di bulan Februari-Maret dengan rata-rata hari hujan 129 hari. Pomalaa dapat dicapai dengan kendaraan darat dari Kolaka dan Kendari. Propinsi Sulawesi Tenggara. Aneka Tambang UBPN Pomalaa berada pada garis lintang 3o30 ± 4o30¶ dan 1200-1220 BT. Vermielj daerah selatan kolaka sampai ke Tanjung Pakar. sedangkan musim hujan terjadi pada bulan September-April. Geografis Daerah Penambangan Penambangan biji Nikel UBPN Pomalaa berpusat di Pomalaa Kabupaten Kolaka. pada peta Indonesia konsensi PT.

Kesker Tambang Tapunopaka 4) Supt. Deputy Vice Persident Feni Plant 1) Manager Material Handling a) Supt. Vice President Sulawesi Tenggara Operations a. Pengolahan Produk lain 2) Manager Ore Prepations a) Supt. Rotary Kiln 1. Quality Management Asurance 2. Rotary Dryer 3 c) Supt. Struktur Organisasi PT. Kesker Tambang Pomalaa 3) Supt. Ore Blending c) Supt. Senior Vice President a. erosi dan pengkayaan (enrichment) dari batuan ultra basa. Leppe Batu Kilat dan tanjung Pakar terdiri dari : a. Rotary Dryer 1. Hiperkes b.8 3) Tambang Selatan Tg.2 d) Supt. Kesker Pabrik 2) Supt. Manager Safety 1) Supt. Batuan tersebut mengintruksi formasi crystalline schist yang merupakan formasi dasar daerah Pomalaa. Rotary Kiln 3 3) Manager Smelting a) Supt. Peleburan 1. Transportasi Kalsin b) Supt. UBPN Pomalaa 1. Management Representtative b. Transfer Material b) Supt. Antam Tbk. DU52/Sultra denagn luas 400 Ha Endapan biji nikel di Pomalaa terbentuk karena pelapukan. D. DU4/Sultar dengan luas 727 Ha b.2 b) Supt.2 .

Bengkel Alat Produksi 6) Manager Electrical Maintenance a) Supt. Perencanaan Pemeliharaan Mekanikal b) Supt. Produksi Tambang c) Supt. Pemeliharaan Mekanikal c) Supt. Pemeliharaan Elektrikal c) Supt. Kasting c) Supt. Lining Work 5) Manager Mechanical Maintenance a) Supt. Eksplorasi Pengukuran dan Perencanaan Tambang b) Supt. Pengolahan Lingkungan Tambang d. Pemutusan Pembongkaran . Deputy Vice President Mining Operations 1) Manager Pomalaa Mining a) Supt. Pemeliharaan Instrument c. Keagenan b) Supt. Deputy Vice President Operation Support 1) Manager Shipping a) Supt. Peleburan 3 d) Supt.9 c) Supt. Penyelesaian Produksi d) Supt. Eksplorasi Pengukuran dan Perencanaan Tambang b) Supt. Pengerjaan Logam d) Supt. Produksi Tambang c) Supt. Perencanaan Pemeliharaan Elektrikal dan Instrument b) Supt. Pemurnian b) Supt. Pengolahan Lingkungan Tambang 2) Manager Tapunopaka Mining a) Supt. Air Pabrik 4) Manager Refineri dan Casting a) Supt.

B Sujana di Jakarta. Hal ini merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan bagi PT. Pengolahan Energi c) Supt. I. Aneka Tambang Tbk. Laboratorium Pomalaa c) Supt. UBPN Pomalaa memperoleh sertfikat ISO 9002 Pada hari jumat tanggal 31 Mei 1996 secara resmi telah diserahkan oleh pimpinan Society General de Surveleinse ( SGS ) di Indonesia.eric rogers. adalah produsen ferronikel pertama di dunia dan sedikit dari perusahaan di Indonesia yang telah meraih sertifikat tersebut. Aneka Tambang Tbk. . berarti PT. Perencanaan Sipil b) Supt. Sejarah PT. Dengan telah diserahkannya serifikat ISO 9002 berarti secara resmi sistem-sistem manajemen mutu yang dilaksanakan dikembangkan pada seluruh kegiatan proses produksi di pabrik ferronikel Pomalaa telah diakui secara Internasional. Aneka Tambang. Khusus UBPN Pomalaa untuk tetap mempertahankan prestasi tersebut.10 2) Manager Utility a) Supt. Persiapan Sampel Pomalaa b) Supt. Jaminan Kualitas Biji Pomalaa d) Supt. Pengolahan Air e) Supt. Ir. Aneka Tambang Tbk. Bpk Ir. Bpk. Zat asam d) Supt. Mr. sertifikat ISO 9002 kepada Direktur Uttama PT. Galangan f) Supt. Darmoko Slamet disaksikan oleh Menteri Pertambangan dan Energi. Distribusi Listrik dan Komtel 3) Manager Outsource Controlling 4) Manager Quality Control a) Supt. Pengawasan Kualitas Biji Tapunopaka 5) Manager Processing dan Engiecering E.

Untuk bidang Teknik Adalah : 1) Bagian Pemeliharaan Pabrik (Biro Pemeliharaan Pabrik) 2) Bagian Pemeliharaan listrik (Biro distribusi dan Pemeliharaan Listrik 3) Biro Pengadaan c. ini . Standart Operating Procedure (SOP) dan dokumen-dokumen penunjang. Untuk bidang produksi adalah : 1) Bagian Kalsinasi (Biro praolahan) 2) Bagian Peleburan (Biro Peleburan) 3) Biro Pemurnian 4) Biro Pengapalan 5) Bagian Laboratorium Instrument dan Laboratorium Kimia (Biro Pengawasan Kualitas) b. Untuk Bidang Administrasi dan Keuangan adalah : Bagian gudang II (Biro keuangan) d. UBPN Pomalaa yang diresmikan secara langsung oleh direktur Operasi dan Produksi PT. Aneka Tambang Tbk. 2) Gerakan implementasi ISO 9002 di PT. Bpk Ir. Adapun item yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Penyusunan dokumen yang berupa instruksi kerja. a. Aneka Tambang Tbk. Untuk bidang dinas kesehatan adalah : 1) Biro Hyperkes 2) Bagian Keselamatan Kerja Hal ini sepanjang Agustus hingga akhir oktober 1995 adalah pelatihan Pengenalan ISO 9002 oleh consultant kepada para pimpinan dan kemudian diteruskan kepada seluruh. pada tanggal 21 Oktober 1995. dan sesuai penggarisan bahwa sertifikat hanya meliputi proses produksi ferronikel dan unsurnya. Harsoyo Diharjo.11 Penentuan bidang/biro apa saja yang mendapat prioritas untuk melaksanakan sistem manajemen Mutu ISO 9002. maka ditentukan bahwa.

Kebijakan Mutu tersebut adalah : PT. Rahmat Budiman pada akhir November 1995. . dimana seluruh personilnya diwajibkan mengikuti pelatihan untuk auditor ISO 9002 oleh konsultan Arthur Andressen.12 3) Penentuan Kebijakan Mutu Perusahaan. Pembentukan Tim Audit Mutu Internal ( AMI ) yang diketahui Bpk. UBPN Pomalaa yang berproduksi Ferronikel berusaha meningkatkan mutu yang berkesinambungan melalui peningkatan disiplin karyawan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan mampu meningkatkan daya saing di pusaran dunia. Tugas dari AMI ini adalah membantu wakil manajemen untuk menjaga dan memelihara pelaksanaan mutu di pabrik Ferronikel Pomala. Aneka Tambang Tbk.

Aliase baja biasanya dibuat dari bahan logam nikel murni. pemakaian nikel dalam bentuk feronikel yaitu aliase nikel dan bes dalam bentuk stainless stell (baja tahan karat) dan lain. 70% dari logam nikal digunakan dalam bentuk aliase yang merupakan paduan dari berbagai macam unsure. lebih sulit teroksidasi dan sifat-sifat mekanismenya juga lebih baik.13 BAB III URAIAN TEORI A. B. tetapi dengan berkembangnya teknik pembuatan besi baja. Adapun jenis-jenis baja tahan karat (stainless stell) dibagi dalam tiga kelompok yaitu: . Sifat yang lebih nyata dalam bentuk aliase. Non Ferrous Metal Nikel digolongkan pada logam yang berat seperti halnya dengan Cu. Sifat pada udara terbuka atau air laut lebih stabil dari besi. Zn dan lain-lain. Dewasa ini nikel bersama dengan besi dan alumunium sebagai logam yang erat sekali hubungannya dengan kehidupan kita. tahan terhadap korosi dan karat lebih dari tembaga. Tipe dari nikel yang diperdagangkan tergantung dari tujuan pemakaiannya. digunakan dalam bermacam-macam bidang dan merupakan salah satu bahan baku utama bagi banyak industri. terdapat logam nikel kadar nikel tinggi. feronikel dengan kadar 18 ± 28% Ni dan Nikel oxide dengan 75% Ni. Kombinasi dari sifat-sifat baik inilah yang menyebabkan penggunaan nikel begitu luas. Diantaranya. Dalam lingkungan alkalis nikel mempunyai sifat tahan korosif. Kegunaan Logam Nikel Pemanfaatan logam nikel yang terbesar pada saat ini adalah baja tahan karat. Oleh karena itu.lain. Sifat-sifat logam Nikel Nikel merupakan logam yang berwarna kelabu perak yag memiliki sifat logam yang kekuatannya dan kekerasannya menyerupai besi. dari bagian-bagian kecil alat elektronika sampai dengan peralatanperalatan besar. Pb.

yaitu : 1. Kuba. Adapun jenis-jenis bijih Nikel berdasarkan mineralnya terdiri dari 2 jenis.14 1. 2. Martensitic steel yang sangat keras dengan kandungan kromium sampai 18%. Paduan ini tahan terhadap korosi. unsur yang dominan adalah Tembaga. Usteni Steel yang mengandung nikel dan kromium 2. Ferritic Steel yang mengandung karbon rendah termasuk paduan yang begitu khas dan mengandung kromium sampai dengan 275. dan Indonesia. . Sulfida Bijih Nikel Sulfida terbentuk pada proses magnetik dan replacement (proses andogan). Proses Pembentukan Endapan Bijih Nikel Kegiatan penambangan dilaksanakan untuk pemenuhan kebutuhan ekspor bijih Nikel dan sebagai umpan pabrik. Jenis ini terdapat di Kaledonia baru. Afrika Selatan dan Rusia yang cadangan diperkirakan 18% dari daratan dunia. tapi pada pemakaiannya Nikel lebih banyak dipadukan dengan Besi untuk dibentuk sebagai baja tahan karat. Pada proses metalurgi Pada proses metalurgi pengolahan bijih Nikel masuk pada golongan bukan Besi. Filipina. Adapun pemanfaatan logam Nikel antara lain : a) Baja paduan untuk bahan berkekuatan tinggi b) Paduan Tembaga Nikel. 4. Lateris Bijih Nikel Lateris terbentuk sebagai hasil pelapukan batuan ultra basa periodit (batuan induk) yang banyak mengandung Nikel. Jenis ini terdapat di Kanada. c) Alat pengolahan produk kimia dan proses pemurnian d) Bahan untuk konstruksi bangunan gedung e) Bahan untuk konstruksi kapal f) Bahan untuk industri batu baterai C. 3. Cadangannya diperkirakan 82% dari daratan dunia.

Lapisan ini adalah zona saprolit. c) Lapisan ketiga. eksplorasi pendahuluan. Adapun langkah-langkah kegiatan penambangan antara lain: 1. b) Lapisan kedua. mengandung Nikel dan Besi dalam perbandingan tak tentu. atau abu-abu putih dengan warna kehijauan pada tepi luar atau Batuan ultra basah Pomalaa ini telah banyak mengalami proses serpentinisasi yang cukup kuat. merupakan tanah yang sudah sangat lapuk. Lapisan kedua ini adalah zona limonit. Tebal lapisan ini antara 2-4 meter. Batuan ini merupakan bijih keras Nikel yang tak tentu. memiliki kadar Nikel relatif tinggi anatara 2-4%. warna coklat kekuningan sampai kehijauan dengan banyak urat-urat garnerit krisoprat. d) Lapisan keempat. sampai perhitungan cadangan untuk mengetahui seberapa jauh . D.15 Endapan bijih Nikel yang ditemukan di daerah Pomalaa adalah termasuk bijih Nikel lateris yang terbentuk oleh hasil pelapukan batuan ultra basah. merupakan tanah hasil pelapukan lunak warna kuning coklat. berwarna kuning coklat berbintik hitam. gali/muat dan alat angkut. yang terdiri dari batuan peridotit serpenintit yang agak lapuk dengan sedikit urat-urat garnerit dan krisoprast. memiliki warna coklat kemerahan. e) Lapisan bawah merupakan batuan induk dari peridotit serpentinit yang belum lapuk dengan kandungan Fe ± 5 % dan Ni + Co ± 3 %. Batuan ultra basa umumnya telah banyak mengalami pelapukan. dengan menggunakan alat dorong. eksplorasi detail. Eksplorasi Dalam usaha mencari cadangan bijih Nikel (Nikel Ore) dilakukan penyelidikan baik secara umum (geologi permukaan). Kegiatan Penambangan Bijih Nikel Kegiatan penambangan bijih Nikel di Pomalaa dilakukan dengan metode terbuka. Penampang umum endapan bijih Nikel di daerah Pomalaa sebagai berikut: a) Lapisan pertama. terdiri dari tanah hasil pelapukan dengan bongkah-bongkahan bijih laterit keras. tebal lapisan antara 0-2 meter.

Rechecking sample Tumpukan bijih nikel pada fron penambangan akan dimuat dan akan diangkut pada stockyard / stock file sesuai dengan titik bor / penglihatan mata (visual) dan jumlah increment. lalu dilakukan stripping (pengupasan) lapisan tanah penutup hingga kedalaman tanah tertentu. Setelah ada rechecking kadar diketahui dan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan kadar selective mining maka diadakan pemindahan tumpukan sesuai dengan kebutuhan baik untuk pabrik maupun untuk ekspor. Pelaksanaan ini dikerjakan dengan menggunakan bulldozer. Upaya diatas dilakukan dengan pengambilan sampel menggunakan alat bor. Bijih Nikel baik untuk umpan pabrik maupun untuk diekspor.16 kandungan Nikel pada daerah tersebut. sebelum ditumpuk di stockyard yang berupa batuan besar atau boulder (>20 cm) terlebih dulu disaring pada saringan tetap (stationary grizzly) lalu boulder tersebut dipecahkan dengan mesin pemecah (crushing plant) hingga ukuran lebih kecil dari 20 cm. Dan setelah sampai di stock file akan diadakan pengecekan ulang kadar untuk mengetahui ketelitian atau kebenaran bijih Nikel yang ada pada front penambangan. . Penambangan sistem selektif mining Selektif mining yaitu suatu cara penambangan yang diterapkan bila bijih menyebar dalam keadaan tidak merata. 4. 2. tempat penampungan bijih Nikel. dimana pada tempat-tempat tertentu terdapat bijih yang relatif tinggi atau di atas COG (Cut of Grade) dan tempat lainnya terdapat bijih dengan kadar rendah atau di bawah COG. Pengangkutan Pengangkutan bijih Nikel dari front pertambangan ke stockyard. 5. 3. daerah tambang dibersihkan dari pepohonan dan semak belukar. Pengupasan tanah tertutup Sebelum dilaksanakan penambangan.

10 mm. 3. 3 mm. Dari stock yard bijih Nikel dibagi dalam 2 bagian. Top Grinder Top grinder berfungsi untuk menggiling sampel yang berupa butiran-butiran halus. jadi menghancurkan batuan dalam bongkahan besar yang diterima dari tambang. Crusher Alat ini berfungsi untuk mengiling sample yang masih dalam bentuk kasar. Pencampuran Pencampuran pada stockyard bijih dengan berbagai kadar dimaksud untuk memperoleh bijih dengan kadar tertentu. sebagian lagi untuk umpan pabrik. Adapun alat-alat yang digunakan untuk melakukan preparasi sampel antara lain: 1. b) Roll Crusher Roll Crusher merupakan alat penghancur tingkat 2 yang berguna memperkecil ukuran batuan yang sudah lolos dari jaw crusher.17 6. Oven Oven berfungsi untuk mengeringkan sample setelah pengayakan ukuran 3 mm agar tidak lengket pada saat pengayakan ukuran 100 mesh. Ukuran yang diloloskan oleh jaw crusher yaitu ukuran 20 mm. Ayakan yang digunakan yaitu ukuran 20 mm. Ukuran yang dilolosakan yaitu ukuran 100 mesh partikel hingga didapat kadar . dan 100 mesh. dilakukan preparasi sample untuk menganalisa kadar Nikel. E. 2. Preparasi Sample Setelah sample diperoleh. Crusher yang digunakan pada preparasi sample yaitu : a) Jaw Crusher Jaw Crusher merupakan alat penghancur tingkat pertama. Ukuran yang diloloskan oleh roll crusher yaitu 3 mm. Ayakan Ayakan berfungsi untuk memisahkan butiran yang halus dan kasar. 4. sebagian diangkut ke kapal ekspor dengan menggunakan belt conveyer dan tongkang untuk di ekspor.

20 ± 2. Proses Pengolahan Bijih Nikel Pomalaa Mineral Nikel yang terdapat di Indonesia pada umumnya adalah bijih lateris. tengah.000 ton dilakukan pencampuran untuk mendapatkan komposisi kadar Ni. tapi yang dominan adalah jenis saprolit. Sifat-sifat khusus dari tiap-tiap jenis ini dengan sendirinya akan menentukan cara pengolahannya yang paling cocok. Nikel lateris ini dibagi dalam 2 jenis. Pencampuran dilakukan oleh alat Wheel Louder di beberapa tumpukan yang tersedia di stock yard pabrik pengolahan. Kedua jenis bijih tersebut didapatkan di konsesi Aneka Tambang Pomalaa. yang didistribusikan pada : 1) 1 kantung untuk lab. bacisity dan ratio Fe/Ni yang sesuai dan dikeringkan dalam rotary dryer. Bijih Nikel yang ditimbun di stockyard pabrik butiran-butirannya belum seragam. Kimia 3) 1 kantung untuk arsip F. yaitu hasil pelapukan batuan ultra basa yang mengandung Nikel. yaitu : 1.30 % Ni yang dikonsumsi per tahun sekitar 320. yang merupakan ayakan getar yang berfungsi untuk . Instrument 2) 1 kantung untuk lab. Secara garis besar pengolahan bijih Nikel Pomalaa dapat dilihat dalam bagian alir pengolahan bijih Nikel yang dibagi dalam 3 tahap. Tahap Pra Olahan Tahap pra olahan merupakan tahap persiapan bahan baku dimana bijih basah dari wilayah-wilayah penambangan yang berbeda yaitu dari wilayah penambangan utara. Hasil ahir dari preparasi sample adalah 3 kantung sample dengan berat masing-masing 160 gram. hingga dilakukan pengerjaan pendahuluan yang disebut proses Ore Handling yang meliputi : a) Persiapan Bijih (Preparation Ore) Bijih Nikel basah diumpan oleh Wheel Loader di permukaan Shake Out Machine (SOM). oksida atau limonite dan jenis silika yang biasa dinamakan saprolit atau garnierite. selatan. maupun dari Pulau Gebe dan Pulau Buli Maluku yang mempunyai kadar 2.18 yang dianggap mewakili seluruh partikel tersebut.

b) Proses Drying Wet Ore yang masuk di SOM dan tertampung di Hopper selanjutnya di angkat oleh Belt Conveyer masuk kedalam rotry dryer untuk dipanaskan. d) Proses Mixing Mixing adalah suatu tempat proses pencampuran material ore dengan bahan produksi lainnya seperti limestone. dan coal. anthracite. sedangkan bijih yang over size terpisah dan masuk dalam impeller breaker untuk dipecahkan atau dihancurkan. Ukuran saringan SOM 20 cm yang diatas base ditahan dengan 8-12 spring. .Bijih yang telah mengalami pemanasan di rotary dryer mengalami pengurangan Moisture Content (MC) sekitar 21-23 % dan disebut Dry Ore. Suhu pada inlet rotary dryer sekitar 750°C dan setelah mengalami pengurangan kelembaban pada bijih basah maka temperature outlet sekitar 180°C.Sumber panas berasal dari proses pembakaran minyak beker (IDO MFO) dan Pullverized Coal dan uap panasnya saja yang dihembuskan masuk pada rotary dryer. Proses pencampuran material ini mempunyai komposisi tertentu sesuai hasil laporan bagian produksi dan biasanya sangat bergantung pada permintaan pasar.19 menyaring ukuran bijih Nikel tersebut. slag. Impeller breaker adalah suatu alat yang memiliki kemampuan yang sangat baik untuk memecahkan bahan atau material yang keras jika ditinjau dari hasil pemecah bahannya (gradasinya). Yang lolos saringan akan langsung jatuh ke belt conveyer untuk diangkut masuk ke dalam bak penampungan ore. c) Proses Sizing Dry Ore yang keluar dari proses drying di rotary dryer selanjutnya diangkut oleh belt conveyer masuk ke Riple Flow Screen (RFS) untuk dilakukan sizing. Saringan di RFS berukuran 5 cm proses pemisahan bijih Nikel. pada pertengahan shaft dipasang unbalance weight.

2. Pengeluaran slag dari dapur listrik setiap 90. Proses ini berlangsung pada suhu 1000°C. derajat kalsinasi dapat ditetapkan.000 KWH o sebanyak ± 35 cm per tapping pada suhu 1550 C.20 e) Proses Kalsinasi Condition Ore yang telah di mixing diangkut oleh belt conveyor untuk dimasukkan dalam rotary kiln sebagai umpan melalui charging chute lalu condition ore tersebut mengalami proses Kalsinasi untuk menghilangkan kandungan Loss of Ignation (LOI). Calcined ore yang keuar dari rotary kiln diampung dalam surge hopper kemudian dituang ke dalam container lalu diangkat oleh screen keatas dapur listrik . Tahap Peleburan Tujuan dari proses peleburan adalah mengambil logam nikel semaksimal mungkin dari kalsin yang terdapat pada alectric furnace yang dilebur menjadi feronikel dengan bantuan energi listrik. f) Proses Pembakaran Bijih Nikel Proses pembakaran bijih Nikel dalam rotary kiln dan air (MC) dan kandungan air kristal (LOI) yang terdapat pada bijih dilenyapkan semuanya. Bijih nikel atau condition ore yang dimasukkkan dalam rotary kiln akan mengalami proses kalsainasi untuk menjadi kalsin. Untuk mengetahui degree for calcine dari proses pembakaran ini. kemudian dialirkan kedalam kolam air dan diberi semprotan air sehingga menjadi butiran-butiran yang mempunyai ukuran 6 ± 10 cm yang dapat digunakan untuk penimbunan jalanan.000 ± 110. Pada tahap ini kalsin ore dilebur di dalam dapur listrik dengan menggunakan tenaga listrik kapasitas 20 MVA. Reduksi pendahuluan terhadap bijih nikel didalam rotary kiln tidak terjadi. . Atmosfir di dalam kiln adalah oxidizing atmospher suhu atmosfer tertinggi adalah 13000C. dilakukan pengambilan sampel dalam interval waktu tertentu untuk menganalisa volatile metter .

b. dan Chrom.18 ton gross FeNi yang sebelumnya telah dipanaskan. Carbon. 2) Proses De-Carbonisasi Tujuan dari proses ini yaitu untuk menghilangkan unsur Karbon yang terkandung dalam logam FeroNikel. Fosfor. Tahapan prosesnya adalah sbb : 1) Proses De-Siliconisasi Proses ini bertujuan untuk menurunkan unsur Silika sampai di bawah 0. hingga komposisinya menjadi dibawah 0.30 % dengan menghembuskan Oksigen melalui pipa yang diletakkan di atas shaking converter hingga unsur Si yang terdapat pada FeroNikel teroksidasi menjadi SiO2. Proses Oksidasi Tujuan dari proses ini adalah untuk menurunkan atau mengurangi unsur Silika dan Karbon pada pembuatan logam Fero Nikel jenis Low Carbon. 3.21 Untuk logam feronikel dihasilkan pada temperatur 1450oC dikeluarkan (tapping) dan ditampung kedalam ladle dengan kapasitas 16 . Penghilangan unsur-unsur tersebut dilakukan dengan beberapa proses : a. Proses De-Sulfurisasi Proses ini adalah penghilangan unsur Sulfur yang dilakukan dengan penambahan karbit dan soda ash untuk mengikat sulfur yang terkandung dalam crude metal. SiO2 yang terlepas diikat oleh kapur bakar dan batu kapur yang ditambahkan pada saat proses De-Siliconisasi. proses ini juga ditambahkan scrap/coolant yang berfungsi sebagai pendingin untuk menstabilkan suhu yang tinggi karena dapat menyebabkan lapisan dalam shaking converter . Silica.03 % sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Jumlah penambahan batu kapur dan kapur bakar disesuaikan dengan banyaknya kandungan Si yang akan dihilangkan. Tahap Pemurnian Tujuan dari pemurnian adalah menghilangkan unsur-unsur pengotor seperti Sulfur.

0 cm yang diproduksi dalam jenis low Carbon. Produk (5 mm ± 5 cm) b. sedangkan untuk ekspor FeroNikel batangan (ingot) dan butiran (shot) sebesar 7. dan Korea. 1) Ingot FeroNikel Ini adalah metal FeroNikel yang dicetak dalam bentuk batangan yang mempunyai berat 80-100 kg per batang. Bagian Casting Dalam tahap pemurnian terdapat satuan kerja yang bertugas mencetak metal FeroNikel menjadi batangan (ingot) dan butiran (shot) FeroNikel tergantung dari permintaan konsumen. Shot yang telah di keringkan masuk dalam tromol screen hingga uklurannya bervariasi. Ingot Low Carbon 2) Shot FeroNikel Shot FeroNikel merupakan FeroNikel butiran yang ukurannya 0. . g.038 ton. yaitu : a. a. Produk kasar (> 5 mm) h. Tahap De-Carbonisasi ini dihentikan jika kadar Karbon yang terkandung dalam FeroNikel sudah memenuhi standar ( < 0.22 makin rendah. Jenisnya ada 2.000 ton. Target ekspor tahun 2005 untuk ore high Carbon dan low Carbon sebesar 800. Pengapalan Kegiatan pengapalan yang dilakukan oleh Unit Bisnis Pertambangan Nikel Operasi Pomalaa bertujuan untuk mengekspor bijih Nikel mentah (ore) dan mengekspor FeroNikel batangan serta FeroNikel butiran. Proses pencetakannya menggunakan tilting ladle yang mempunyai mulut penuangan yang berbentuk corong pada bagian atasnya.5 ± 5. Australia.02 %). Produk halus (< 5 mm) c. Adapun negara tujuan ekspor antara lain Jepang. Ingot High Carbon b.

030% dan maksimal 2. Unit Kerja Laboratorium 1. b) Mesin Bor Metal c) Wheel Cutter : Alat yang digunakan untuk mem-bor Metal. dan Batu Kapur yang dihaluskan (ukuran 100 mesh). 2. Sample-sample yang di analisa di lab. ini serta asal sample tersebut diantaranya adalah : a) Sample Kiln Feed Ore berasal dari pra olahan b) Sample Metal Feni berasal dari pemurnian c) Sample bijih Nikel eksport d) Sample Batu Kapur berasal dari Tungku Kapur e) Sample Slag berasal dari pemurnian Scrap/coolant yang berfungsi sebagai pendingin untuk menstabilkan suhu yang tinggi karena dapat menyebabkan lapisan dalam shaking converter makin rendah. Laboratorium Kimia Lab. : Alat yang digunakan untuk mencampur sample . Instrument. Slag. sample yang akan di analisa di preparasi terlabih dahulu dengan menggunakan alat-alat sbb : a) Mesin Press : Alat yang digunakan untuk mem-press sample bijih Nikel. Laboratorium Instrument Pada Lab. Kimia berfungsi untuk menganalisa sample dengan melakukan berbagai macam penetapan yang prosedurnya diperoleh dari referensi asli yang berasal dari JIS (Japan Industrial Standar) dan PAMCO (Pacific Metal CO. d) Mixer yang telah halus. Ltd) dengan beberapa modifikasi setelah dilakukan beberapa percobaan. Tahap De-Carbonisasi ini dihentikan jika kadar Karbon yang terkandung dalam FeroNikel sudah memenuhi standar maksimal 0.23 i. : Alat yang digunakan untuk memotong sample Metal Feni yang akan di analisa pada alat Spektrofotometer X-Ray.00% pada High Carbon.

MgO. Spektrofotometer Sinar X-Ray. g) Jaw Crusher : Alat yang digunakan untuk menghancurkan sample menjadi ukuran-3 mm. CaO. Fe. Metal Feni. Mn. Cr. unsur yang di analisa : Ni. alat yang digunakan untuk menganalisa beberapa macam sample. unsur yang di analisa : Ni. dan Basicity. f) Bomb Calorimeter. Metal Feni. antara lain : a) Sample Ore. d) Sample Crude Feni. dan Metal Feni. Co. e) Carbon Determination atau LECO C-200. Fe. P. untuk pengontrolan proses pabrik Crude Feni. XRF Adapun sampel yang dianalisa dengan menggunakan metode XRF adalah analisa bijih nikel berupa Kiln Feed Ore. Crude DeS. Si. CaO. Calsain. Co. MgO. alat yang digunakan untuk menganalisa Carbon. Dust Champer. instrument berfungsi untuk menganalisa sample secara non destruktif dengan menggunakan alat-alat sebagai berikut : 1. Lab. Cr. CaO. unsur yang di analisa : SiO2.24 e) Grinder Belt permukaan sample f) Dish Mill : Alat yang digunakan untuk menghaluskan Metal. S. h) Sieve Shaker : Alat yang digunakan untuk mengayak sample. dan Al2O3. SiO2. . dan Dust EP. b) Sample Slag. unsur yang di analisa : Ni. Cu. Fe. Shot Metal Feni. Crud Des. : Alat yang digunakan untuk menghaluskan sample menjadi sample berukuran 100 mesh. Beberapa macam sample antara lain : Crude Feni. c) Sample Lime Stone. Al2O3. alat yang digunakan untuk mengukur nilai kalori dari sample Antrasit dan Batu Bara. SiO2. MgO. dan Slag serta bahan pendukung Batu kapur. dan Basicity.

Spektrofotometer X-Ray Spektrofotometer Sinar X-Ray adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur intensitas Fluorosensi Sinar X yang dipancarkan oleh suatu sample. Aneka Tambang Tbk. b) Spektrometer Merupakan unit yang berfungsi sebagai spectrum pemancaran sinar X fluorosensi yang berasal dari sample. Alat detector yang digunakan pada alat tersebut adalah PC dan SC.000 kV) untuk digunakan pada tabung sinar X. 3. yaitu : a) X-Ray Generator Merupakan suatu unit yang berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi yang stabil (10 ± 10. VM. Secara garis besar. UBPN Operasi Pomalaa adalah LECO C ± 200 & LECO ± CS 200. . Spektrofotometer yang demikian ini biasanya disebut sebagai Spectrofotometer Fluorosensi Sinar X (X-Ray Fluorocent Spectrofotometer).25 g) TGA 701N. susunan alat spektrofotometer dapat dibagi atas 3 bagian. dan MC pada sampel Batu Bara. alat yang digunakan untuk mengukur kadar Ash. 2. Carbon Determinator Type alat Carbon Determinator yang digunakan pada Lab. Instrument PT. Suatu sample akan memancarkan fluorosensi sinar apabila sample tersebut disinari dengan sinar X yang berasal dari tabung sinar X. Intensitas fluorosensi sinar yang dipancarkan tersebut berbanding lurus dengan konsentrasi unsur-unsur yang terdapat dalam sample tersebut. c) Electronic Circuit Sample Merupakan suatu unit yang berfungsi untuk menghitung dan merekam sinyal yang dideteksi oleh spektrometer.

d) Waktu yang diperlukan untuk analisa : 129 detik.075 dari karbon yang ada.5% g) Temperatur pada saat operasi : 15 ± 300C. Selama proses pembakaran. c) Metode detaksi : molekul yang dibebaskan oleh saringan penangkap gas.000 gram f) Gas pembawa :oksigen 99.00001 % carbon. b) Sensitifitas .26 y Adapun spesifikasi alat ini yaitu : a) Ketelitian : 0. y Adapun diagram dalam proses kerja carbon determinator adalah sebagai berikut : Sample di bor ditimbang Penambahan iron chip / LECO CELL II Hasil terbaca pada monitor Analisa selesai Hasil terbaca pada monitor Awal analisa dimulai dengan mengalirkan gas Oksigen sebagai pembersih untuk membersihkan furnace dari pengotoran udara. Proses pembakaran dapat dimulai apabila waktu yang diperlukan untuk menghilangkan kotoran telah cukup dingin dari analisa sebelumnya.5000 ± 1. CO2 dan uap air. kemudian dideteksi oleh sel hantaran panas (thermalconductifity cel). e) Berat sample yang ditimbang : 0. sampel dibakar dan menghasilkan gas dari furnace yang dibawa oleh gas Oksigen sebagai gas pembawa dan terus menerus menuju pada suatu unit penangkap. . 0.0005 atau 0.

. Waktu yang digunakan selama analisa yaitu 120 detik. Selama proses analisa berlangsung. bila suhu penangkap gas CO2 akan mengalirkan gas CO2 yang kemudian dideteksi oleh hantaran panas. Sejumlah gas SO2 yang dihasilkan akan di ubah menjadi gas SO3 oleh Oksigen dan membersihkan aliran gas.27 Sebuah saringan debu akan menyaring debu-debu Oksida dari sampel atau accelerator. Sisa-sisa gas SO2 yang terdapat pada saringan pengkap gas menarik gas CO2 pada temperatur di bawah 60°C dan meneruskan gasgas yang lain. Hasil kasar yang diperoleh kemudian dikoreksi oleh faktor kalibrasi lalu ditampilkan dan dicetak sebagai persentase Carbon.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful