1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Merupakan tugas guru untuk menyediakan suasana yang menyenangkan selama proses belajar. Guru harus mencari cara untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan mengkesampingkan ancaman selama proses pembelajaran. Salah satu cara untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan adalah dengan menggunakan komik sebagai media pembelajaran. Mengapa komik? Karena anak ± anak, sebagaimana orang dewasa juga, menyukai komik. Oleh karena itu, jika media yang menyenangkan ini dipakai dalam proses pembelajaran, ia akan membawa suasana menyenangkan dalam proses pembelajaran. Jika siswa mendapati suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran, mereka akan terlibat total dalam proses pembelajaran itu. Keterlibatan secara total ini penting untuk melahirkan hasil akhir yang sukses. Musik dan film telah umum digunakan dalam proses belajar. Tapi komik belum. Meskipun komik disukai banyak orang, ratusan orang lainnya percaya bahwa komik tidak bagus untuk anak ± anak. Kebanyakan komik, memang, berisi berbagai hal negatif yang membuat orang tua khawatir jika anak ± anak mereka akan menirunya. komik yang berkembang di masyarakat luas ternyata mendapatkan respon kurang baik dalam mendukung kualitas belajar siswa. Banyak orang beranggapan bahwa dengan membaca komik akan membawa pengaruh buruk pada kegiatan belajar siswa. Mereka berasumsi ,komik dapat menurunkan minat belajar. Padahal dengan membaca komik ,seseorang dapat berefresing setelah mengikuti pelajaran seharian penuh. Komik dapat dimanfaatkan menjadi sarana dan media belajar yang menyenangkan bagi para siswa. Dengan tampilan yang sederhana, langsung, ringkas, menarik, lebih hidup dengan gambarnya dan diselingi humor pada beberapa bagian membuat pembaca tidak bosan. Komik yang menarik membuat pembaca semangat untuk belajar. Oleh karena itu media pembelajaran komik harus dikembangkan sedemikian rupa,tetapi harus ada pengawasan dan evaluasi. Karena tidak semua komik memiliki unsur pendidikan. Pada pembelajaran kimia komik bisa dijadikan media mengingat ilmu kimia dikenal sebagian siswa sebagai mata pelajaran yang sulit. media komik merupakan media yang menarik dan menyenangkan sehingga dapat memotivasi siswa dan membuat siswa tertarik untuk mempelajari kimia. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana penggunaan media dalam pembelajaran kimia ? 2. Bagaimana peran media dalam pembejaran kimia ? 3. Bagaimana peran komik sebagai media pembelajaran kimia ? 4. Apa kelemahan dan kelebihan komik sebagai media pembelajaran? Tujuan 1. Untuk mengetahui penggunaan media dalam pembelajaran kimia 2. Untuk mengetahui peran media dalam pembejaran kimia 3. Untuk mengetahui komik sebagai media pembelajaran kimia 4. Untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan komik sebagai media pembelajaran. Manfaat 1. Dapat mengetahui penggunaan media dalam pembelajaran kimia 2. Dapat mengetahui peran media dalam pembejaran kimia 3. Dapat mengetahui komik sebagai media pembelajaran kimia 4. Dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan komik sebagai media pembelajaran

C.

D.

BAB II PEMBAHASAN A. Penggunaan Media dalam Pembelajaran Munadi (2008: 7-8) memaparkan ³media pembelajaran dapat dipahami sebgai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif´. Menurut Madiya (2010) ³ada dua aspek yang paling menonjol dalam metodologi pembelajaran, yaitu metode pembelajaran dan media pembelajaran´. Sanjaya (2006) mengemukakan bahwa sering terjadi kegagalan dalam proses pembelajaran seperti kegagalan dalam penyampaian pesan pembelajaran, untuk itu sebaik mungkin guru dapat menggunakan strategi pembelajaran berupa penggunaan media. Materi pelajaran di dalam ingatan siswa yang dirangsang dengan media akan bertahan lebih lama karena sifat media mempunyai daya stimulus yang kuat. Mengacu pada pendapat di atas, maka jelaslah betapa pentingnya penggunaan media khususnya dalam memahami konsep-konsep kimia SMA. Akan tetapi, di lapangan guru jarang menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan (1) anggapan sebagian guru bahwa menggunakan media dalam pembelajaran merepotkan guru, (2) media dianggap canggih dan mahal, (3) guru kurang terampil dalam menggunakan media, (4) tidak tersedianya media pembelajaran di sekolah yang bersangkutan sehingga guru dalam KBM hanya menggunakan metode ceramah. Metode ceramah ini sangat membosankan, kurang komunikatif serta belum tentu siswa yang yang diajar dengan metode ini mengerti apa yang disampaikan oleh guru sehingga banyak siswa yang tidak fokus mengikuti KBM (Madiya, 2010). Pada sekolah-sekolah unggulan dengan siswa yang baik dan memiliki sistem pengajaran yang berbasis internasional, pembelajaran dengan menggunakan buku-buku teks dapat diterapkan dengan baik. Siswa biasanya tertarik untuk membaca setiap bukubuku yang diberikan oleh gurunya. Mereka akan mulai belajar dari buku tersebut dan menanyakan berbagai permasalahan yang mereka

Komik merupakan suatu bentuk bacaan dimana peserta didik membacanya tanpa harus dibujuk. media yang cocok dengan hal tersebut diatas adalah media CET (chemo-edutainment). Sedangkan buku yang mereka gunakan. Mereka menginginkan buku pelajaran yang memiliki banyak gambar. Minat terhadap sesuatu dipelajari dan mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan minat± minat baru.eduatinment). Di Jepang.media eduainment yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia antara lain gambar visual. media yang tepat dapat membuat materi yang disampaikan kepada siswa menjadi nyata dan jelas dan membuat proses penyajian materi menjadi efektif dan efisien. metode dan media yang digunakan guru dalam pembelajaran mempunyai pengaruh yang cukup signifikan. 2009). Disebabkan karena penampilannya yang luas.pabrik industri kimia dan komik (Nugraha. Sehingga perhatian dan minat siswa sangat diperlukan agar tujuan pembelajaran yang ditetapkan dapat tercapai. technology. bahkan beberapa buku sekolah di Jepang menggunakan media komik. Hal ini memungkinkan adanya kesulitan yang akan dihadapi oleh siswa dalam mengikuti pembelajarannya. Sehingga. Untuk dapat menarik minat siswa terhadap pelajaran. khususnya dalam mata pelajaran kimia. media CET merupakan media yang menarik dan menyenangkan sehingga dapat memotivasi siswa dan membuat siswa tertarik untuk mempelajari kimia (Nugraha.beda. karena gaya dan cara belajar siswa memang berbeda . Untuk memahami pokok bahasan tersebut mereka dituntut untuk banyak membaca contoh-contoh soal dan mengerjakan soal-soal yang ada dibuku. 2009). C.2 temui saat belajar. Komik sebagai Media Pembelajaran Upaya peningkatan mutu pendidikan sangat tergantung pada kiat-kiat guru dalam usaha memotivasi minat belajar siswa. compactdisk(CD). Bahan pelajaran yang menarik minat siswa. Minat tidak dibawa sejak lahir. Media sebagai salah satu sumber belajar dapat membantu guru dalam menarik minat siswa belajar kimia. and sociaty). Dalam ilmu kimia banyak konsep±konsep yang umumnya bersifat abstrak dan kuantitatif. Salah satu pembelajaran yang menarik perhatian saya adalah CET dalam pembelajaran menggunakan pembelajaran CET didalamnya menggunakan media yang menarik dan menyenangkan sehingga pembelajaran kimia tidak terasa jenuh dan membosankan (Nugraha. Oleh sebab itu. sehingga mampu menghasilkan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa dan meningkatkan motivasi siswa untuk terus belajar. 2008). dari segi lain tersedianya berbagai media juga menguntungkan. Yenhee (2008) mengemukakan bahwa ilmu kimia merupakan salah satu pelajaran yang tersulit bagi kebanyakan siswa sekolah menengah dan mahasiswa. lebih mudah dipelajari dan diingat. Siswa cenderung mampu memahami penjelasan yang diberikan guru dan berdampak pada hasil belajar yang baik bagi sekolah tersebut. 2009). Hal ini menyebabkan kimia menjadi sulit dipelajari dan kurang diminati siswa diantara pelajaran IPA lainnya. 2010). media . ada siswa yang tidak mengalami kesulitan memahami keterangan yang disajikan dalam bentuk rangkaian kata . Buku komik dapat diterapkan kepada berbagai lapangan ilmu pengetahuan. Minat baca siswa sangat penting dalam proses pembelajaran kimia. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara.agar siswa dari golongan tersebut dapat memahami materi dengan mudah dan jelas. karena minat menambah aktivitas siswa untuk belajar (Yenhee. Hal ini tentu saja berdampak buruk pada hasil belajar siswa. Penggunaan media yang tepat akan membuat proses belajar mengajar menjadi menarik dan menyenangkan.samar dan kabur. Minat sangat erat hubungannya dengan kebutuhan. kunjungan langsung ke pabrik . khususnya pada mata pelajaran Kimia (Madiya. Media yang dapat digunakan adalah media komik. keterangan yang disajikan dalam bentuk emdia pembelajaran harus disertai ilustrasi dan model. Salah satunya adalah dengan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan mampu memfokuskan perhatian siswa. diharapkan guru kimia dapat menarik minat siswa untuk mempelajari dan mengikuti proses belajar mengajar kimia. pembelajaran kimia di masa sekarang telah banyak mengalami kemajuan.edutainment). 2008). B. Berbeda halnya dengan sekolah-sekolah non unggulan yang memiliki siswa dengan kecerdasan menengah ke bawah.kata. namun ada pula siswa dimana keterangan verbal baginya hanya memberikan gambaran samar . SETS (scient. Pada kondisi ini. Siswa tidak perlu mendapat dorongan dari luar apabila pekerjaan atau aktivitas yang dilakukannya cukup menarik minatnya. dianggap tidak disusun secara menarik dari aspek visualnya. komik sudah bukan benda yang asing digunakan sebagai media pembelajaran. Komik dapat menjadi media pembelajaran yang sangat efektif . Siswa enggan membuka buku yang penuh dengan reaksi-reaksi serta hitung-hitungan yang membuat mereka bingung. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar. Minat yang timbul dari kebutuhan siswa untuk memahami konsep kimia akan menjadi faktor pendorong bagi siswa dalam melaksanakan usahanya mempelajari kimia. hal ini telah dibuktikan dengan munculnya banyak pendekatan pembelajaran kimia yang inovatif seperti pendekatan CEP (chemo . Siswa baru mendapatkan materi kimia secara utuh sebagai suatu mata pelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA). permainan. Siswa cenderung malas membaca buku-buku pelajaran (buku ajar) yang diberikan guru. melainkan diperoleh kemudian. Materi-materi dalam komik dikemas secara menarik. apalagi untuk pokok bahasan yang bersifat hitungan. and CET (chemo . dapat dilihat bahwa minat adalah sangat penting dalam pendidikan karena minat merupakan sumber dari usaha yang akan dilakukan. Sehingga minat siswa untuk membaca buku pelajaran tersebut menjadi berkurang (Yenhee. peran guru dalam mengelola pembelajaran sangat menentukan motivasi dan hasil belajar siswa. Melalui bimbingan dari guru. komik dapat berfungsi sebagai jembatan untuk menumbuhkan minat baca. ternyata buku pelajaran yang digunakan mempengaruhi minat belajar kimia mereka. Pokok bahasan ini diperlukan sebagai pemahaman dasar bagi konsep perhitungan kimia selanjutnya. Pokok bahasan yang bersifat kuantitatif pada kelas X SMA semester genap adalah stoikiometri. Peran Media dalam Pembelajaran Kimia Ilmu kimia merupakan salah satu mata pelajaran dalam kurikulum SMA yang wajib diikuti oleh semua siswa. komik seringkali diterapkan kepada penjelasan± penjelasan yang sunguh±sungguh daripada sebagai hiburan semata±mata. enviorenment. termasuk pada mata pelajaran Kimia. karena menurut mereka gambar-gambar tersebut dapat menarik minat mereka untuk membaca buku.

Gambar yang bervariasi serta penggunaan warna yang baik orang tidak akan cepat bosan dalam membacanya. dan menarik (Fitria. Sehingga menjadikan komik sebagai bacaan terpinggirkan yang keberadaannya di perpustakaan sekolah dilarang. dan menyebabkan iritasi mata. Padahal jika ditilik lebih dalam lagi. Aspek visual yang mengoptimalkan mata untuk mencermati alur gambar dan teks yang disertakan. komik ini telah berjasa menggugah kreativitas dalam berimajinasi. komik dapat diterapkan sebagai alat bantu pendidikan dan mampu menyampaikan informasi secara efektif dan efisien. Kondisi ini berlanjut sampai 1970an (Wurianto. Gaya belajar visual merupakan gaya belajar yang lebih mengandalkan indera visual untuk menyerap informasi (Waluyanto. Campbell mengintegrasikan komik kedalam program membaca. Komik adalah juga media komunikasi visual dan lebih daripada sekedar cerita bergambar yang ringan dan menghibur. pendidik Kay Haugaard (1973) dan Constance Alongi (1974) merekomendasikan komik bagi siswa yang tidak suka membaca. Komik sering dianggap bacaan anak-anak yang sangat sederhana. Apabila pembelajaran kimia dikaitkan dengan media komik tentu akan sangat menarik perhatian siswa sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar kimia (Yenhee. Karenanya. Beberapa tahun kemudian. melarang siswa membawa dan atau membaca komik dapat berarti membunuh kreativitas siswa. Robert Thorndike bekerja sama dengan DC Comics dan Harold Downes menciptakan buku latihan bahasa yang menggunakan gambar ± gambar Superman. 2009). Scout McCloud memberikan pendapat bahwa komik dapat memiliki arti gambar. Komik adalah suatu bentuk media komunikasi visual yang mempunyai kekuatan untuk menyampaikan informasi secara popular dan mudah dimengerti. kimia atau matematika. Komik sesungguhnya lebih dari sekedar cerita bergambar yang ringan dan menghibur. Dalam jurnal perdagangan. gaya belajar terdiri atas gaya visual. komik sering diartikan sebagai cerita bergambar. Tapi itu tidak berlangsung lama. Komik bukan cuma bacaan bagi anak-anak. yaitu sebagai media penghibur sekaligus menjadi media pembelajaran. Robert Schoof menganggap komik berguna untuk pembelajaran bahasa. komik akhirnya mendapat tempat di dunia pendidikan. 2010). Karena asumsi ± asumsi negatif ini. Seperti diketahui. dan bioskop. modul belajar dan komik maka akan menghasilkan Modul belajar berbentuk komik. Televisi. . Sebagai media komunikasi visual. 2008). 2009). utuk menyampaikan informasi dan/atau mencapai tanggapan estetis dari pembacanya. dan gaya keptik.mengenal lingkungan dan alam sekitar. yang dirangkai dalam suatu alur cerita gambar membuat informasi lebih mudah diserap. imajinasi. miskin seni dan bahasa. 2009). Teks membuatnya lebih dimengerti. Berikut ini adalah tokoh yang membawa komik ke ruang kelas lagi. Secara umum. Neil William mengganti buku ESLnya yang masih tradisional dengan komik Calvin and Hobbes untuk mengajar di American Language Institute of New York University (1995). Sehingga tidak salah jika komik dijadikan media pembelajaran bagi siswa di sekolah demi meningkatkan mutu kualitas sumber daya manusia. 2002) (Wurianto. komik telah lama digunakan sebagai media pembelajaran. runtut. Keterlibatan secara total ini penting untuk melahirkan hasil akhir yang sukses. Jika siswa mendapati suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran. Berbicara tentang komik. Karena komik memiliki sisi kelemahan dan kelebihan. Seperti diketahui. komik tidak lagi ditemukan di ruang pembelajaran. gambar. Komik adalah bacaan yang mempunyai tiga unsur penting. yaitu : alur cerita. Dalam konteks ini pembelajaran menunjuk pada sebuah proses komunikasi antara pemelajar dan sumber belajar (dalam hal ini komik pembelajaran). 2010). komik memiliki banyak arti dan debutan. bacaan ini sering dianggap rendah oleh berbagai kalangan masyarakat. Sebagai bacaan tentunya komik dapat berfungsi ganda. belajar menghitung. dan teks percakapan. Dengan demikian. Maka sudah menjadi tugas guru dan orang tua untuk mengawasi jalannya pembelajaran menggunakan komik (Lestari. bersebelahan) dalam urutan tertentu. Komik adalah media pembelajaran yang sangat potensial. Gaya ceritanya langsung dan sederhana menjadikan komik lebih hidup. Para pendidik di Amerika juga menciptakan komik yang mendukung kurikulum pendidikan. dan Bruce Brocka (1979) menganjurkan komik sebagai benteng pertahanan terhadap alat yang mengancam budaya membaca. Richard W. Misalkan fisika. Tapi perlu diwaspadai tidak semua komik yang beredar memiliki unsur pendidikan karena pada awalnya komik ini bersifat komersial. Sehingga komik dapat digunakan siswa untuk mengenali konsep. Terutama untuk menjelaskan konsep-konsep yang sangat abstrak dan memerlukan objek yang konkrit pada beberapa mata pelajaran. Jika kedua komponen tersebut digabung. Kebanyakan orang merupakan pembelajar visual yang mengasosiasikan informasi ke dalam gambar.3 dan sangat diminati siswa dengan gambar dan cara bertuturnya yang lugas. Terutama dari kalangan anak dan remaja yang senang dengan bacaan yang bersifat nyata. Mereka mencoba-coba mengubah dan menambah dialog dengan kalimatnya sendiri. gaya auditori. komik dapat menjadi media pembelajaran yang sangat efektif. Dan banyak pustakawan yang percaya bahwa komik dapat mengalihkan perhatian pelajar dari televisi dan video games (Bacon. Media yang menyenangkan dalam proses pembelajaran.serta mendorong minat baca. Komik merupakan media intruksional bagi pembelajaran yang efektif dan efisien. TV. Hal ini dimungkinkan karena komik memadukan kekuatan gambar dan tulisan. Komik sebagai media berperan sebagai alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan pembelajaran. Komik juga dituduh sebagai musuh dari membaca serius. Dewasa ini komik telah berfungsi sebagai media hiburan yang dapat disejajarkan dengan berbagai jenis hiburan lainnya seperti film. Tapi sebenarnya. dan alur membuatnya lebih mudah untuk diikuti dan diingat. Komunikasi belajar akan berjalan dengan maksimal jika pesan pembelajaran disampaikan secarajelas. khususnya dalam mengajarkan dialek dan karakterisasi. Banyak orang menyukai penyajian yang diberikan komik karena memberikan hiburan kepada para pembaca. yang disesuaikan dengan tempat masing-masing komik itu berada. mereka akan terlibat total dalam proses pembelajaran itu. Siswa lebih kreatif dan berani menuangkan idenya secara variatif. Yang lain percaya bahwa komik menghalangi minat baca.gambar serta lambang lain yang ter-jukstaposisi (berdekatan. Komik adalah bacaan yang mudah dipahami oleh siapa saja yang membacanya. Orang ± orang mulai percaya bahwa komik telah berperan dalam menciptakan kenakalan remaja.

sebagaimana ditulis¶ ³mampu membuat siswa menyelesaikan tugas yang seharusnya diselesaikan dalam satu minggu menjadi satu hari saja´ (Sones. 2010).4 Komik Pembelajaran Sebagai Penerapan Kawasan Teknologi Pendidikan Menjadikan komik sebagai media pembelajaran merupakan contoh penerapan Teknologi Pendidikan. Sehingga pesan yang hendak disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan tersebut. c. e. seperti konsep-konsep pada ilmu sains. c. Menggunakan komik sebagai media pembelajaran juga harus mempertimbangkan evaluasi dari materi yang telah disampaikan. 2010). dan menarik (Fitria. komik sebagai media pembelajaran termasuk ke dalam sub kawasan Desain Pesan. yaitu perhatian. ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. f. Kesesuaian Prinsip Komik Pembelajaran dengan Prinsip-Prinsip Penerapan Teknologi Pendidikan Dalam mendesain dan mengembangkan komik pembelajaran. Memberikan komunikasi satu arah ynag bersifat pasif. komik sebagai media pembelajaran termasuk ke dalam sub kawasan pengembangan teknologi cetak. Dalam kawasan desain. teori membaca. b. efisien. Hal-hal yang menjadi prinsip dalam sub kawasan desain pesan. Mereka menemukan bahwa siswa memiliki ³ketertarikan yang tak biasa´ dan. yaitu untuk memecahkan permasalahan dalam proses belajar. Dalam kawasan ini hasil desain pesan diterjemahkan ke dalam bentuk fisik. 2010). sehingga penerapan tersebut dapat dikatakan sesuai dengan prinsip penerapan teknologi pendidikan. b. hl. Manifestasi fisik dari teknologi ± perangkat keras. Dalam hal ini termasuk ke dalam penerapan TP dari kawasan Desain dan Pengembangan. Berpusat pada pemelajar. dan Downes juga menemukan bahwa komik juga mampu memotivasi siswa ketika mereka memperkenalkan buku latihan bahasa Superman ke kelasnya. 244). 1944. yang mengatur penjabaran bentuk fisik dari pesan agar terjadi komunikasi antara pengirim (pembuat komik pembelajaran) dan penerima (pemelajar yang membaca komik pembelajaran). Teks dibaca secara linier. dan teori belajar.yang meliputi proses perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan. yaitu dalam bentuk teks dan visual. Komik pembelajaran merupakan contoh dari penerapan TP. Strategi pembelajaran yang didorong oleh teori Pengembangan komik pembelajaran dalam bentuk bahan teks cverbal dan visual sangat bergantung pada teori persepsi visual. Itulah yang menjadi inti penerapan dari teknologi pendidikan. Dalam hal inilah komik pembelajaran berperan besar dalam menyajikan konsep-konsep abstrak tersebut ke dalam contoh yang konkrit dalam ke hidupan sehari-hari. sehingga pembelajar dapat mengetahui seberapa jauh tingkat pencapaian (pemahaman) pemelajar terhadap materi yang disampaikan melalui komik pembelajaran. 233). d. b. Hasil eksperimen di atas menunjukkan kepada kita bahwa komik benar ± benar mampu memotivasi siswa selama proses belajar mengajar. melalui teknologi cetak sebagai buku komik pembelajaran (Fitria. 244). Pesan atau materi ajar yang hendak disampaikan direkayasa sehingga dapat dirancang dalam bentuk komik pembelajaran. Pesan pembelajaran harus meningkatkan motivasi pemelajar. Pada dasarnya kawasan pengembangan dapat dijelaskan dengan adanya: a. sedangkan visual direkam menurut ruang. Isi dan gaya penyampaian pesan juga harus merangsang pemelajar memproses apa yang dipelajari serta memberikan rangsangan belajar baru. yaitu desain sumber untuk belajar dan pengembangan sumber untuk belajar. Pengkombinasian antara bahan visual dan bahan teks dalam pengembangan komik pembelajaran sangat membantu dalam menciptakan kegiatan belajar yang diinginkan. yaitu : a. Sehingga dengan pengembangan media belajar berupa komik pembelajaran dapat mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau kompetensi tertentu. 1. Pengembangannya bergantung pada prinsip-prinsip linguistik dan persepsi visual. secara khusus komik sebagai penerapan dari teknologi cetak mempunyai karakteristik sebagai berikut: a. 244). c. 2. Sedangkan dalam kawasan pengembangan. DC Comics. persepsi. Pemilihan isi dan gaya penyampaian pesan mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pemelajar. Pesan yang didorong oleh isi Artinya isi dari komik pembelajaran yang dikembangkan harus sesuai dengan pesan (informasi) yang hendak disampaikan. D. 1949. Kelebihan itu adalah: 1. sedangkan 79% mengatakan komik "meningkatkan partisipasi individu" (hl. Memotivasi Hutchinson (1949) menemukan bahwa 74% guru yang disurvei menganggap bahwa komik "membantu memotivasi" (hl. umpan balik dan juga mendorong pemelajar untuk melakukan praktik-praktik dengan benar. Informasi dapat diorganisasikan dan distruktur kembali oleh pemakai Menurut Fitria (2010) Pesan pembelajaran yang disampaikan dalam komik pembelajaran dapat dikatakan baik apabila memenuhi beberapa syarat. Pesan pembelajaran yang baik akan mengaktifkan pemelajar dalam memberikan tanggapan. dan daya serap pemelajar. khususnya dalam merealisasi konsep-konsep pelajaran yang bersifat abstrak apabila disajikan dalam bentuk teori saja dan perlu adanya penyajian konkrit. Menurut Fitria (2010). Menurut Fitria (2010). sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif. . yaitu belajar efektif. Komik pembelajaran merupakan contoh dari spsesifikasi desain pesan yang diterjemahkan dan diproduksi dalam bentuk buku (bahan visual) melalui teknologi cetak. Thorndike. Berbentuk visual yang statis. Kelebihan dan Kelemahan Komik sebagai Media Pembelajaran Menurut Gene Yang (2003) komik memiliki lima kelebihan jika dipakai dalam pembelajaran. Satu guru bahkan mengatakan bahwa komik membuat pembelajaran menjadi "pembelajaran yang sangat mudah" (Hutchinson. perangkat lunak dan bahan pembelajaran. serta mempertimbangkan persepsi-persepsi yang mungkin timbul dalam benak penerima pesan (Fitria. sebab dengan adanya media komik sebagai sumber untuk belajar akan mempermudah pemelajar dalam proses pembelajaran. hl.

Meskipun film dan animasi juga merupakan media visual. Sementara itu. ada baiknya jika guru menggunakan komik yang terkenal dan berbahasa Inggris. Kemudian kedua grup dites lagi. 2. 3. Adalah Sones¶ (1944) yang berkesimpulan bahwa kualitas gambar komik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran: Sones membagi empat ratus siswa kelas enam sampai kelas Sembilan kedalam dua kelompok. mereka tidak bisa mengulanginya.dll. komik Tin Tin dan Garfield bisa memenuhi kriteria ini (Wurianto. 2. Setelah itu. untuk melengkapi data angket dan tes. bisa digunakan untuk media pembelajaran bahasa Inggris. and George Chilcoat (2002) mengatakan bahwa dengan memasukkan budaya populer kedalam kurikulum bisa menjembatani kesenjangan perasaan siswa ketika di dalam dan luar sekolah. Komik adalah bagian dari budaya populer. . Dengan kelebihan ± kelebihan komik. komik sebagai media pembelajaran memiliki kelamahan sebagai berikut : Komik membatasi bahkan memungkinkan membunuh imajinasi Penggunaan komik yang terlalu berlebihan mengakibatkan penumpulan imajinasi otak. Bergaya visual Penggunaan media pembelajaran komik hanya efektif diberikan pada peserta didik yang bergaya visual. 5. Kita tahu bahwa Spiderman and Batman adalah film yang diambil dari komik. mereka dites untuk mengetahui isi dari pembelajaran cerita itu. pembelajaran diharapkan lebih efektif sekaligus efisien. Untuk lebih menariknya. Masing ± masing kelompok seimbang dalam pembagian kelas dan kecakapannya. Menarik dan langsung Penyajian gambar dan warna-warna membuat komik lebih menarik pembaca. Menurut Lestari (2009). kelompok pertama disuguhi teks saja sedang yang kedua diberikan komik. Komik menyajikan gambar yang langsung bisa dinikmati tanpa harus membayangkan perwatakan tokoh.setting tempat. Ini akan berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam belajar. Hal ini bila terjadi terus menerus mengakibatkan imajinasi menjadi terbatas seperti apa yang digambarkan. Terlalu sederhana Penyampaian materi melalui media komik sangat sederhana sehingga materi yang komplek tidak dapat disertakan. Populer Kita bisa mengatakan bahwa siswa kita saat ini berada dalam budaya populer. mereka bisa mengulangi sesuka hati mereka. 2009). Sederhananya. seperti yang disebutkan di atas. cerpen yang mengajak pembaca untuk berimajinasi dengan rangkaian kata-kata menggambarkan tokoh. Untuk peserta didik yang bergaya belajar audio sangat tidak cocok. perlu diperhatikan bahwa tidak setiap komik. Timothy Morrison.5 Visual Komik terdiri dari gambar ± gambar yang merupakan media visual. Berbeda dengan novel. berbeda dengannya. Kelompok pertama disuguhi pembelajaran cerita dengan menggunakan komik dan yang kedua hanya menggunakan teks saja. Untuk mengetahui keefektifan media komik terhadap pembelajaran sains. Di tes kedua kelompok kedua mendapatkan nilai jauh lebih tinggi daripada kelompok pertama. Komik bisa menjadi jembatan untuk membaca buku yang lebih serius. Gregory Bryan. Haugaard (1973) mengatakan bahwa komik bisa mengubah siswanya yang tidak suka membaca menjadi siswa penyuka Jules Verne and Ray Bradbury. Lalu. Pilihlah komik yang menggunakan kalimat . Materi yang disampaikan langsung tanpa harus membaca banyak kata sehingga pembaca tidak cepat bosan (Lestari. Akhirnya. Sedangkan untuk mengetahui keefektifan media komik terhadap hasil belajar. Tes pertama menunujukkan bahwa kelompok pertama mendapatkan nilai jauh lebih tinggi daripada kelompok kedua. maka pengembang melakukan wawancara dan observasi ( kurniawan.setting. 2010). Sones (1944) berkesimpulan bahwa "pengaruh gambar terlihat dalam hasil tes" (hl. prosesnya diubah. maka dilakukan analisis berdasarkan data uji coba dengan menggunakan rumusan presentase.kalimat sederhana dalam dialognya. 1. Perantara Karl Koenke (1981) mengatakan bahwa komik bisa mengarahkan siswa untuk disiplin membaca khususnya mereka yang tidak suka membaca atau yang memiliki kekhawatiran akan kesalahan. prosa. jika siswa tidak memahami suatu adegan film atau animasi. Permanen Menggunakan komik sebagai media pembelajaran jauh berbeda dengan menggunakan film atau animasi. Menurut penulis. meskipun berbahasa Inggris. Setelah seminggu. merupakan media yang permanen. 3. 6. maka dilakukan pretest dan post tes dan dihitung rataratanya. Seperti yang telah dilakukan oleh urusan Teknologi pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. 238). secara teknis bagaimana memanfaatkan komik dalam pembelajaran bahasa Inggris? Dialog ± dialog yang terdapat dalam gelembung bicara tokoh ± tokoh komik bisa digunakan untuk membantu siswa mengeksplorasi suatu tata bahasa Inggris.dll. 4. Komik. mereka hanya dapat dilihat tanpa bisa mengulanginya sekehendak kita. ini salah satu misal saja. Tapi dengan komik. 2009). Namun.

Selain itu harus dapat mempertimbangkan evaluasi yang sesuai dalam mengukur tingkat pemahaman emelajar terhadap materi yang dikemas dalam komik pemelajaran. Komunikasi belajar akan berjalan dengan maksimal jika pesan pembelajaran disampaikan secara jelas. 3. 2. runtut. Dalam konteks ini pembelajaran menunjuk pada sebuah proses komunikasi antara pemelajar dan sumber belajar (dalam hal ini komik pembelajaran). Pesan pembelajaran yang baik akan mengaktifkan pemelajar dalam memberikan umpan balik. yaitu desain sumber untuk belajar dan pengembangan sumber untuk belajar. Guru dan orang tua harus lebih seletif dalam memberikan media pembelajaran komik.6 BAB III PENUTUP Kesimpulan Komik sebagai media berperan sebagai alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan pembelajaran seperti pada pembelajaran kimia. Menjadikan komik sebagai media pembelajaran merupakan contoh penerapan Teknologi Pendidikan. Tapi sebaik apapun komik jika digunakan sebagai media pembelajaran pasti memiliki banyak kekurangan yang bisa berakibat buruk pada prkembangan siswa. Saran Komik memiliki banyak keunggulan sebagai media pembelajaran. dan menarik. Berikan komik yang sesuai dengan tingkat perkembangan otak mereka. Untuk mengoptimalkan pemberdayaan komik sebagai media pembelajaran. Isi dan gaya penyampaian pesan juga harus merangsang pemelajar memproses apa yang dipelajari serta memberikan rangsangan belajar baru. Pesan pembelajaran harus meningkatkan motivasi pemelajar. . B. maka pesan pembelajaran yang hendak disampaikan harus memenuhi syarat-syarat berikut: 1. Karena pada awalnya komik ini bersifat komersial. A. Dalam hal ini termasuk ke dalam penerapan TP dari kawasan Desain dan Pengembangan. Tidak semua komik yang beredar mempunyai tujuan untuk pembelajaran. Dalam penggunaan harus dipandu oleh guru dan orang tua.