1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Merupakan tugas guru untuk menyediakan suasana yang menyenangkan selama proses belajar. Guru harus mencari cara untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan mengkesampingkan ancaman selama proses pembelajaran. Salah satu cara untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan adalah dengan menggunakan komik sebagai media pembelajaran. Mengapa komik? Karena anak ± anak, sebagaimana orang dewasa juga, menyukai komik. Oleh karena itu, jika media yang menyenangkan ini dipakai dalam proses pembelajaran, ia akan membawa suasana menyenangkan dalam proses pembelajaran. Jika siswa mendapati suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran, mereka akan terlibat total dalam proses pembelajaran itu. Keterlibatan secara total ini penting untuk melahirkan hasil akhir yang sukses. Musik dan film telah umum digunakan dalam proses belajar. Tapi komik belum. Meskipun komik disukai banyak orang, ratusan orang lainnya percaya bahwa komik tidak bagus untuk anak ± anak. Kebanyakan komik, memang, berisi berbagai hal negatif yang membuat orang tua khawatir jika anak ± anak mereka akan menirunya. komik yang berkembang di masyarakat luas ternyata mendapatkan respon kurang baik dalam mendukung kualitas belajar siswa. Banyak orang beranggapan bahwa dengan membaca komik akan membawa pengaruh buruk pada kegiatan belajar siswa. Mereka berasumsi ,komik dapat menurunkan minat belajar. Padahal dengan membaca komik ,seseorang dapat berefresing setelah mengikuti pelajaran seharian penuh. Komik dapat dimanfaatkan menjadi sarana dan media belajar yang menyenangkan bagi para siswa. Dengan tampilan yang sederhana, langsung, ringkas, menarik, lebih hidup dengan gambarnya dan diselingi humor pada beberapa bagian membuat pembaca tidak bosan. Komik yang menarik membuat pembaca semangat untuk belajar. Oleh karena itu media pembelajaran komik harus dikembangkan sedemikian rupa,tetapi harus ada pengawasan dan evaluasi. Karena tidak semua komik memiliki unsur pendidikan. Pada pembelajaran kimia komik bisa dijadikan media mengingat ilmu kimia dikenal sebagian siswa sebagai mata pelajaran yang sulit. media komik merupakan media yang menarik dan menyenangkan sehingga dapat memotivasi siswa dan membuat siswa tertarik untuk mempelajari kimia. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana penggunaan media dalam pembelajaran kimia ? 2. Bagaimana peran media dalam pembejaran kimia ? 3. Bagaimana peran komik sebagai media pembelajaran kimia ? 4. Apa kelemahan dan kelebihan komik sebagai media pembelajaran? Tujuan 1. Untuk mengetahui penggunaan media dalam pembelajaran kimia 2. Untuk mengetahui peran media dalam pembejaran kimia 3. Untuk mengetahui komik sebagai media pembelajaran kimia 4. Untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan komik sebagai media pembelajaran. Manfaat 1. Dapat mengetahui penggunaan media dalam pembelajaran kimia 2. Dapat mengetahui peran media dalam pembejaran kimia 3. Dapat mengetahui komik sebagai media pembelajaran kimia 4. Dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan komik sebagai media pembelajaran

C.

D.

BAB II PEMBAHASAN A. Penggunaan Media dalam Pembelajaran Munadi (2008: 7-8) memaparkan ³media pembelajaran dapat dipahami sebgai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif´. Menurut Madiya (2010) ³ada dua aspek yang paling menonjol dalam metodologi pembelajaran, yaitu metode pembelajaran dan media pembelajaran´. Sanjaya (2006) mengemukakan bahwa sering terjadi kegagalan dalam proses pembelajaran seperti kegagalan dalam penyampaian pesan pembelajaran, untuk itu sebaik mungkin guru dapat menggunakan strategi pembelajaran berupa penggunaan media. Materi pelajaran di dalam ingatan siswa yang dirangsang dengan media akan bertahan lebih lama karena sifat media mempunyai daya stimulus yang kuat. Mengacu pada pendapat di atas, maka jelaslah betapa pentingnya penggunaan media khususnya dalam memahami konsep-konsep kimia SMA. Akan tetapi, di lapangan guru jarang menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan (1) anggapan sebagian guru bahwa menggunakan media dalam pembelajaran merepotkan guru, (2) media dianggap canggih dan mahal, (3) guru kurang terampil dalam menggunakan media, (4) tidak tersedianya media pembelajaran di sekolah yang bersangkutan sehingga guru dalam KBM hanya menggunakan metode ceramah. Metode ceramah ini sangat membosankan, kurang komunikatif serta belum tentu siswa yang yang diajar dengan metode ini mengerti apa yang disampaikan oleh guru sehingga banyak siswa yang tidak fokus mengikuti KBM (Madiya, 2010). Pada sekolah-sekolah unggulan dengan siswa yang baik dan memiliki sistem pengajaran yang berbasis internasional, pembelajaran dengan menggunakan buku-buku teks dapat diterapkan dengan baik. Siswa biasanya tertarik untuk membaca setiap bukubuku yang diberikan oleh gurunya. Mereka akan mulai belajar dari buku tersebut dan menanyakan berbagai permasalahan yang mereka

2009). Minat tidak dibawa sejak lahir. media CET merupakan media yang menarik dan menyenangkan sehingga dapat memotivasi siswa dan membuat siswa tertarik untuk mempelajari kimia (Nugraha. Untuk dapat menarik minat siswa terhadap pelajaran.media eduainment yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia antara lain gambar visual. Komik merupakan suatu bentuk bacaan dimana peserta didik membacanya tanpa harus dibujuk. Pokok bahasan ini diperlukan sebagai pemahaman dasar bagi konsep perhitungan kimia selanjutnya. metode dan media yang digunakan guru dalam pembelajaran mempunyai pengaruh yang cukup signifikan. Komik dapat menjadi media pembelajaran yang sangat efektif . Pokok bahasan yang bersifat kuantitatif pada kelas X SMA semester genap adalah stoikiometri. termasuk pada mata pelajaran Kimia. ada siswa yang tidak mengalami kesulitan memahami keterangan yang disajikan dalam bentuk rangkaian kata . Siswa cenderung malas membaca buku-buku pelajaran (buku ajar) yang diberikan guru. Di Jepang. Penggunaan media yang tepat akan membuat proses belajar mengajar menjadi menarik dan menyenangkan. Siswa enggan membuka buku yang penuh dengan reaksi-reaksi serta hitung-hitungan yang membuat mereka bingung. Buku komik dapat diterapkan kepada berbagai lapangan ilmu pengetahuan. Materi-materi dalam komik dikemas secara menarik. 2009). Mereka menginginkan buku pelajaran yang memiliki banyak gambar. ternyata buku pelajaran yang digunakan mempengaruhi minat belajar kimia mereka. peran guru dalam mengelola pembelajaran sangat menentukan motivasi dan hasil belajar siswa. Berbeda halnya dengan sekolah-sekolah non unggulan yang memiliki siswa dengan kecerdasan menengah ke bawah. and sociaty). Yenhee (2008) mengemukakan bahwa ilmu kimia merupakan salah satu pelajaran yang tersulit bagi kebanyakan siswa sekolah menengah dan mahasiswa. enviorenment. Media yang dapat digunakan adalah media komik. diharapkan guru kimia dapat menarik minat siswa untuk mempelajari dan mengikuti proses belajar mengajar kimia. media . 2009). karena gaya dan cara belajar siswa memang berbeda . Peran Media dalam Pembelajaran Kimia Ilmu kimia merupakan salah satu mata pelajaran dalam kurikulum SMA yang wajib diikuti oleh semua siswa. komik seringkali diterapkan kepada penjelasan± penjelasan yang sunguh±sungguh daripada sebagai hiburan semata±mata. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara. B. permainan.kata. Minat terhadap sesuatu dipelajari dan mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan minat± minat baru. Hal ini tentu saja berdampak buruk pada hasil belajar siswa. Minat baca siswa sangat penting dalam proses pembelajaran kimia.2 temui saat belajar. karena minat menambah aktivitas siswa untuk belajar (Yenhee. Sedangkan buku yang mereka gunakan. Siswa cenderung mampu memahami penjelasan yang diberikan guru dan berdampak pada hasil belajar yang baik bagi sekolah tersebut.samar dan kabur. khususnya dalam mata pelajaran kimia. Salah satu pembelajaran yang menarik perhatian saya adalah CET dalam pembelajaran menggunakan pembelajaran CET didalamnya menggunakan media yang menarik dan menyenangkan sehingga pembelajaran kimia tidak terasa jenuh dan membosankan (Nugraha. keterangan yang disajikan dalam bentuk emdia pembelajaran harus disertai ilustrasi dan model. Minat yang timbul dari kebutuhan siswa untuk memahami konsep kimia akan menjadi faktor pendorong bagi siswa dalam melaksanakan usahanya mempelajari kimia. melainkan diperoleh kemudian. bahkan beberapa buku sekolah di Jepang menggunakan media komik. Untuk memahami pokok bahasan tersebut mereka dituntut untuk banyak membaca contoh-contoh soal dan mengerjakan soal-soal yang ada dibuku. lebih mudah dipelajari dan diingat. C. pembelajaran kimia di masa sekarang telah banyak mengalami kemajuan. media yang tepat dapat membuat materi yang disampaikan kepada siswa menjadi nyata dan jelas dan membuat proses penyajian materi menjadi efektif dan efisien. Oleh sebab itu. 2008). SETS (scient. dianggap tidak disusun secara menarik dari aspek visualnya.edutainment). Minat besar pengaruhnya terhadap belajar. Salah satunya adalah dengan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan mampu memfokuskan perhatian siswa. Hal ini memungkinkan adanya kesulitan yang akan dihadapi oleh siswa dalam mengikuti pembelajarannya. Hal ini menyebabkan kimia menjadi sulit dipelajari dan kurang diminati siswa diantara pelajaran IPA lainnya. dapat dilihat bahwa minat adalah sangat penting dalam pendidikan karena minat merupakan sumber dari usaha yang akan dilakukan. Siswa baru mendapatkan materi kimia secara utuh sebagai suatu mata pelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA). Disebabkan karena penampilannya yang luas. Sehingga.eduatinment). komik dapat berfungsi sebagai jembatan untuk menumbuhkan minat baca. Komik sebagai Media Pembelajaran Upaya peningkatan mutu pendidikan sangat tergantung pada kiat-kiat guru dalam usaha memotivasi minat belajar siswa. media yang cocok dengan hal tersebut diatas adalah media CET (chemo-edutainment). sehingga mampu menghasilkan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa dan meningkatkan motivasi siswa untuk terus belajar. Melalui bimbingan dari guru. namun ada pula siswa dimana keterangan verbal baginya hanya memberikan gambaran samar . apalagi untuk pokok bahasan yang bersifat hitungan. Sehingga minat siswa untuk membaca buku pelajaran tersebut menjadi berkurang (Yenhee. Dalam ilmu kimia banyak konsep±konsep yang umumnya bersifat abstrak dan kuantitatif. kunjungan langsung ke pabrik . 2010). hal ini telah dibuktikan dengan munculnya banyak pendekatan pembelajaran kimia yang inovatif seperti pendekatan CEP (chemo . komik sudah bukan benda yang asing digunakan sebagai media pembelajaran. compactdisk(CD). Bahan pelajaran yang menarik minat siswa. Minat sangat erat hubungannya dengan kebutuhan. dari segi lain tersedianya berbagai media juga menguntungkan. technology.agar siswa dari golongan tersebut dapat memahami materi dengan mudah dan jelas. and CET (chemo . karena menurut mereka gambar-gambar tersebut dapat menarik minat mereka untuk membaca buku.pabrik industri kimia dan komik (Nugraha. Pada kondisi ini. Media sebagai salah satu sumber belajar dapat membantu guru dalam menarik minat siswa belajar kimia. 2008).beda. Siswa tidak perlu mendapat dorongan dari luar apabila pekerjaan atau aktivitas yang dilakukannya cukup menarik minatnya. Sehingga perhatian dan minat siswa sangat diperlukan agar tujuan pembelajaran yang ditetapkan dapat tercapai. khususnya pada mata pelajaran Kimia (Madiya.

Gaya belajar visual merupakan gaya belajar yang lebih mengandalkan indera visual untuk menyerap informasi (Waluyanto. gaya auditori. runtut. Tapi sebenarnya. Dalam konteks ini pembelajaran menunjuk pada sebuah proses komunikasi antara pemelajar dan sumber belajar (dalam hal ini komik pembelajaran). komik telah lama digunakan sebagai media pembelajaran.3 dan sangat diminati siswa dengan gambar dan cara bertuturnya yang lugas. Padahal jika ditilik lebih dalam lagi. Komik adalah bacaan yang mudah dipahami oleh siapa saja yang membacanya. miskin seni dan bahasa. Sebagai bacaan tentunya komik dapat berfungsi ganda. komik dapat menjadi media pembelajaran yang sangat efektif. Tapi itu tidak berlangsung lama. Beberapa tahun kemudian. dan gaya keptik. Komik adalah media pembelajaran yang sangat potensial. Banyak orang menyukai penyajian yang diberikan komik karena memberikan hiburan kepada para pembaca. Seperti diketahui. komik memiliki banyak arti dan debutan. Tapi perlu diwaspadai tidak semua komik yang beredar memiliki unsur pendidikan karena pada awalnya komik ini bersifat komersial. Dengan demikian. dan teks percakapan. Komik bukan cuma bacaan bagi anak-anak. komik tidak lagi ditemukan di ruang pembelajaran. Apabila pembelajaran kimia dikaitkan dengan media komik tentu akan sangat menarik perhatian siswa sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar kimia (Yenhee. . 2002) (Wurianto. Kebanyakan orang merupakan pembelajar visual yang mengasosiasikan informasi ke dalam gambar. Komik merupakan media intruksional bagi pembelajaran yang efektif dan efisien. Neil William mengganti buku ESLnya yang masih tradisional dengan komik Calvin and Hobbes untuk mengajar di American Language Institute of New York University (1995). melarang siswa membawa dan atau membaca komik dapat berarti membunuh kreativitas siswa. Komik sering dianggap bacaan anak-anak yang sangat sederhana. Sehingga tidak salah jika komik dijadikan media pembelajaran bagi siswa di sekolah demi meningkatkan mutu kualitas sumber daya manusia. Orang ± orang mulai percaya bahwa komik telah berperan dalam menciptakan kenakalan remaja. dan Bruce Brocka (1979) menganjurkan komik sebagai benteng pertahanan terhadap alat yang mengancam budaya membaca. komik dapat diterapkan sebagai alat bantu pendidikan dan mampu menyampaikan informasi secara efektif dan efisien. TV. Komunikasi belajar akan berjalan dengan maksimal jika pesan pembelajaran disampaikan secarajelas. Berikut ini adalah tokoh yang membawa komik ke ruang kelas lagi. yaitu sebagai media penghibur sekaligus menjadi media pembelajaran. Karenanya. Gambar yang bervariasi serta penggunaan warna yang baik orang tidak akan cepat bosan dalam membacanya. Terutama untuk menjelaskan konsep-konsep yang sangat abstrak dan memerlukan objek yang konkrit pada beberapa mata pelajaran. yang disesuaikan dengan tempat masing-masing komik itu berada. kimia atau matematika. Teks membuatnya lebih dimengerti. Media yang menyenangkan dalam proses pembelajaran. 2009). Dalam jurnal perdagangan. Seperti diketahui. Karena komik memiliki sisi kelemahan dan kelebihan. 2008). pendidik Kay Haugaard (1973) dan Constance Alongi (1974) merekomendasikan komik bagi siswa yang tidak suka membaca.serta mendorong minat baca. Campbell mengintegrasikan komik kedalam program membaca. modul belajar dan komik maka akan menghasilkan Modul belajar berbentuk komik. Sebagai media komunikasi visual. Komik adalah bacaan yang mempunyai tiga unsur penting. Dewasa ini komik telah berfungsi sebagai media hiburan yang dapat disejajarkan dengan berbagai jenis hiburan lainnya seperti film. komik sering diartikan sebagai cerita bergambar. 2010). mereka akan terlibat total dalam proses pembelajaran itu. bersebelahan) dalam urutan tertentu. Hal ini dimungkinkan karena komik memadukan kekuatan gambar dan tulisan. Sehingga komik dapat digunakan siswa untuk mengenali konsep. Komik sebagai media berperan sebagai alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan pembelajaran. Siswa lebih kreatif dan berani menuangkan idenya secara variatif. dan alur membuatnya lebih mudah untuk diikuti dan diingat. Sehingga menjadikan komik sebagai bacaan terpinggirkan yang keberadaannya di perpustakaan sekolah dilarang. Jika kedua komponen tersebut digabung. 2010). Berbicara tentang komik. Komik adalah suatu bentuk media komunikasi visual yang mempunyai kekuatan untuk menyampaikan informasi secara popular dan mudah dimengerti. Komik adalah juga media komunikasi visual dan lebih daripada sekedar cerita bergambar yang ringan dan menghibur. gaya belajar terdiri atas gaya visual. Robert Thorndike bekerja sama dengan DC Comics dan Harold Downes menciptakan buku latihan bahasa yang menggunakan gambar ± gambar Superman. yang dirangkai dalam suatu alur cerita gambar membuat informasi lebih mudah diserap. komik ini telah berjasa menggugah kreativitas dalam berimajinasi. bacaan ini sering dianggap rendah oleh berbagai kalangan masyarakat. Dan banyak pustakawan yang percaya bahwa komik dapat mengalihkan perhatian pelajar dari televisi dan video games (Bacon. gambar. dan bioskop. 2009). 2009). imajinasi. Kondisi ini berlanjut sampai 1970an (Wurianto. Komik juga dituduh sebagai musuh dari membaca serius.gambar serta lambang lain yang ter-jukstaposisi (berdekatan. Para pendidik di Amerika juga menciptakan komik yang mendukung kurikulum pendidikan. Mereka mencoba-coba mengubah dan menambah dialog dengan kalimatnya sendiri. Jika siswa mendapati suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran. yaitu : alur cerita. khususnya dalam mengajarkan dialek dan karakterisasi. belajar menghitung. Terutama dari kalangan anak dan remaja yang senang dengan bacaan yang bersifat nyata. Televisi. Scout McCloud memberikan pendapat bahwa komik dapat memiliki arti gambar. Aspek visual yang mengoptimalkan mata untuk mencermati alur gambar dan teks yang disertakan. Gaya ceritanya langsung dan sederhana menjadikan komik lebih hidup. dan menarik (Fitria. Secara umum. Komik sesungguhnya lebih dari sekedar cerita bergambar yang ringan dan menghibur. komik akhirnya mendapat tempat di dunia pendidikan. dan menyebabkan iritasi mata. Misalkan fisika. Robert Schoof menganggap komik berguna untuk pembelajaran bahasa. Keterlibatan secara total ini penting untuk melahirkan hasil akhir yang sukses. Maka sudah menjadi tugas guru dan orang tua untuk mengawasi jalannya pembelajaran menggunakan komik (Lestari. Yang lain percaya bahwa komik menghalangi minat baca. Richard W. utuk menyampaikan informasi dan/atau mencapai tanggapan estetis dari pembacanya. Karena asumsi ± asumsi negatif ini.mengenal lingkungan dan alam sekitar.

d. Teks dibaca secara linier. dan daya serap pemelajar. dan teori belajar. Menggunakan komik sebagai media pembelajaran juga harus mempertimbangkan evaluasi dari materi yang telah disampaikan.4 Komik Pembelajaran Sebagai Penerapan Kawasan Teknologi Pendidikan Menjadikan komik sebagai media pembelajaran merupakan contoh penerapan Teknologi Pendidikan. 244). sebab dengan adanya media komik sebagai sumber untuk belajar akan mempermudah pemelajar dalam proses pembelajaran. khususnya dalam merealisasi konsep-konsep pelajaran yang bersifat abstrak apabila disajikan dalam bentuk teori saja dan perlu adanya penyajian konkrit. Menurut Fitria (2010). yaitu desain sumber untuk belajar dan pengembangan sumber untuk belajar. 244). secara khusus komik sebagai penerapan dari teknologi cetak mempunyai karakteristik sebagai berikut: a. 2010). melalui teknologi cetak sebagai buku komik pembelajaran (Fitria. yaitu belajar efektif. f. Pesan atau materi ajar yang hendak disampaikan direkayasa sehingga dapat dirancang dalam bentuk komik pembelajaran. yang mengatur penjabaran bentuk fisik dari pesan agar terjadi komunikasi antara pengirim (pembuat komik pembelajaran) dan penerima (pemelajar yang membaca komik pembelajaran). Pada dasarnya kawasan pengembangan dapat dijelaskan dengan adanya: a.yang meliputi proses perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan. Pesan pembelajaran harus meningkatkan motivasi pemelajar. Berpusat pada pemelajar. sehingga penerapan tersebut dapat dikatakan sesuai dengan prinsip penerapan teknologi pendidikan. b. yaitu : a. Dalam kawasan desain. umpan balik dan juga mendorong pemelajar untuk melakukan praktik-praktik dengan benar. Pesan pembelajaran yang baik akan mengaktifkan pemelajar dalam memberikan tanggapan. yaitu perhatian. komik sebagai media pembelajaran termasuk ke dalam sub kawasan Desain Pesan. 1. 1944. . 1949. 233). b. Sedangkan dalam kawasan pengembangan. efisien. Manifestasi fisik dari teknologi ± perangkat keras. sedangkan visual direkam menurut ruang. Strategi pembelajaran yang didorong oleh teori Pengembangan komik pembelajaran dalam bentuk bahan teks cverbal dan visual sangat bergantung pada teori persepsi visual. Pemilihan isi dan gaya penyampaian pesan mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pemelajar. persepsi. c. dan Downes juga menemukan bahwa komik juga mampu memotivasi siswa ketika mereka memperkenalkan buku latihan bahasa Superman ke kelasnya. ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. c. Pesan yang didorong oleh isi Artinya isi dari komik pembelajaran yang dikembangkan harus sesuai dengan pesan (informasi) yang hendak disampaikan. serta mempertimbangkan persepsi-persepsi yang mungkin timbul dalam benak penerima pesan (Fitria. 2010). Komik pembelajaran merupakan contoh dari penerapan TP. Memberikan komunikasi satu arah ynag bersifat pasif. Thorndike. 2010). c. hl. DC Comics. Dalam kawasan ini hasil desain pesan diterjemahkan ke dalam bentuk fisik. sedangkan 79% mengatakan komik "meningkatkan partisipasi individu" (hl. Hal-hal yang menjadi prinsip dalam sub kawasan desain pesan. Sehingga pesan yang hendak disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan tersebut. Mereka menemukan bahwa siswa memiliki ³ketertarikan yang tak biasa´ dan. Berbentuk visual yang statis. Kelebihan dan Kelemahan Komik sebagai Media Pembelajaran Menurut Gene Yang (2003) komik memiliki lima kelebihan jika dipakai dalam pembelajaran. Memotivasi Hutchinson (1949) menemukan bahwa 74% guru yang disurvei menganggap bahwa komik "membantu memotivasi" (hl. 2. Isi dan gaya penyampaian pesan juga harus merangsang pemelajar memproses apa yang dipelajari serta memberikan rangsangan belajar baru. komik sebagai media pembelajaran termasuk ke dalam sub kawasan pengembangan teknologi cetak. Dalam hal inilah komik pembelajaran berperan besar dalam menyajikan konsep-konsep abstrak tersebut ke dalam contoh yang konkrit dalam ke hidupan sehari-hari. yaitu untuk memecahkan permasalahan dalam proses belajar. Pengkombinasian antara bahan visual dan bahan teks dalam pengembangan komik pembelajaran sangat membantu dalam menciptakan kegiatan belajar yang diinginkan. 244). sebagaimana ditulis¶ ³mampu membuat siswa menyelesaikan tugas yang seharusnya diselesaikan dalam satu minggu menjadi satu hari saja´ (Sones. Menurut Fitria (2010). Informasi dapat diorganisasikan dan distruktur kembali oleh pemakai Menurut Fitria (2010) Pesan pembelajaran yang disampaikan dalam komik pembelajaran dapat dikatakan baik apabila memenuhi beberapa syarat. yaitu dalam bentuk teks dan visual. seperti konsep-konsep pada ilmu sains. Pengembangannya bergantung pada prinsip-prinsip linguistik dan persepsi visual. Satu guru bahkan mengatakan bahwa komik membuat pembelajaran menjadi "pembelajaran yang sangat mudah" (Hutchinson. sehingga pembelajar dapat mengetahui seberapa jauh tingkat pencapaian (pemahaman) pemelajar terhadap materi yang disampaikan melalui komik pembelajaran. Kelebihan itu adalah: 1. Kesesuaian Prinsip Komik Pembelajaran dengan Prinsip-Prinsip Penerapan Teknologi Pendidikan Dalam mendesain dan mengembangkan komik pembelajaran. hl. Komik pembelajaran merupakan contoh dari spsesifikasi desain pesan yang diterjemahkan dan diproduksi dalam bentuk buku (bahan visual) melalui teknologi cetak. teori membaca. sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif. perangkat lunak dan bahan pembelajaran. b. Dalam hal ini termasuk ke dalam penerapan TP dari kawasan Desain dan Pengembangan. Itulah yang menjadi inti penerapan dari teknologi pendidikan. Hasil eksperimen di atas menunjukkan kepada kita bahwa komik benar ± benar mampu memotivasi siswa selama proses belajar mengajar. Sehingga dengan pengembangan media belajar berupa komik pembelajaran dapat mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau kompetensi tertentu. D. e. dan menarik (Fitria.

perlu diperhatikan bahwa tidak setiap komik. 1. 238). Seperti yang telah dilakukan oleh urusan Teknologi pendidikan FIP Universitas Negeri Malang.dll. 2010). Setelah itu. 2. Materi yang disampaikan langsung tanpa harus membaca banyak kata sehingga pembaca tidak cepat bosan (Lestari. Tapi dengan komik. . Sones (1944) berkesimpulan bahwa "pengaruh gambar terlihat dalam hasil tes" (hl. Kita tahu bahwa Spiderman and Batman adalah film yang diambil dari komik. Terlalu sederhana Penyampaian materi melalui media komik sangat sederhana sehingga materi yang komplek tidak dapat disertakan. berbeda dengannya. Hal ini bila terjadi terus menerus mengakibatkan imajinasi menjadi terbatas seperti apa yang digambarkan. Masing ± masing kelompok seimbang dalam pembagian kelas dan kecakapannya. Meskipun film dan animasi juga merupakan media visual. prosesnya diubah. Pilihlah komik yang menggunakan kalimat . Haugaard (1973) mengatakan bahwa komik bisa mengubah siswanya yang tidak suka membaca menjadi siswa penyuka Jules Verne and Ray Bradbury. Berbeda dengan novel. Untuk mengetahui keefektifan media komik terhadap pembelajaran sains. Sederhananya. Untuk lebih menariknya. pembelajaran diharapkan lebih efektif sekaligus efisien. Ini akan berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam belajar.5 Visual Komik terdiri dari gambar ± gambar yang merupakan media visual. Namun. Menarik dan langsung Penyajian gambar dan warna-warna membuat komik lebih menarik pembaca.setting tempat. maka pengembang melakukan wawancara dan observasi ( kurniawan. 3.setting. mereka tidak bisa mengulanginya. mereka bisa mengulangi sesuka hati mereka. Menurut penulis. ada baiknya jika guru menggunakan komik yang terkenal dan berbahasa Inggris. Tes pertama menunujukkan bahwa kelompok pertama mendapatkan nilai jauh lebih tinggi daripada kelompok kedua.kalimat sederhana dalam dialognya.dll. mereka dites untuk mengetahui isi dari pembelajaran cerita itu. prosa. Perantara Karl Koenke (1981) mengatakan bahwa komik bisa mengarahkan siswa untuk disiplin membaca khususnya mereka yang tidak suka membaca atau yang memiliki kekhawatiran akan kesalahan. untuk melengkapi data angket dan tes. secara teknis bagaimana memanfaatkan komik dalam pembelajaran bahasa Inggris? Dialog ± dialog yang terdapat dalam gelembung bicara tokoh ± tokoh komik bisa digunakan untuk membantu siswa mengeksplorasi suatu tata bahasa Inggris. 2. kelompok pertama disuguhi teks saja sedang yang kedua diberikan komik. Sementara itu. bisa digunakan untuk media pembelajaran bahasa Inggris. meskipun berbahasa Inggris. ini salah satu misal saja. Untuk peserta didik yang bergaya belajar audio sangat tidak cocok. 3. Komik menyajikan gambar yang langsung bisa dinikmati tanpa harus membayangkan perwatakan tokoh. Akhirnya. Populer Kita bisa mengatakan bahwa siswa kita saat ini berada dalam budaya populer. 2009). and George Chilcoat (2002) mengatakan bahwa dengan memasukkan budaya populer kedalam kurikulum bisa menjembatani kesenjangan perasaan siswa ketika di dalam dan luar sekolah. Bergaya visual Penggunaan media pembelajaran komik hanya efektif diberikan pada peserta didik yang bergaya visual. Lalu. komik sebagai media pembelajaran memiliki kelamahan sebagai berikut : Komik membatasi bahkan memungkinkan membunuh imajinasi Penggunaan komik yang terlalu berlebihan mengakibatkan penumpulan imajinasi otak. komik Tin Tin dan Garfield bisa memenuhi kriteria ini (Wurianto. 6. Timothy Morrison. Kemudian kedua grup dites lagi. Gregory Bryan. merupakan media yang permanen. 2009). Kelompok pertama disuguhi pembelajaran cerita dengan menggunakan komik dan yang kedua hanya menggunakan teks saja. 5. Komik adalah bagian dari budaya populer. 4. jika siswa tidak memahami suatu adegan film atau animasi. maka dilakukan pretest dan post tes dan dihitung rataratanya. maka dilakukan analisis berdasarkan data uji coba dengan menggunakan rumusan presentase. Sedangkan untuk mengetahui keefektifan media komik terhadap hasil belajar. Komik. Menurut Lestari (2009). mereka hanya dapat dilihat tanpa bisa mengulanginya sekehendak kita. Komik bisa menjadi jembatan untuk membaca buku yang lebih serius. Adalah Sones¶ (1944) yang berkesimpulan bahwa kualitas gambar komik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran: Sones membagi empat ratus siswa kelas enam sampai kelas Sembilan kedalam dua kelompok. seperti yang disebutkan di atas. Permanen Menggunakan komik sebagai media pembelajaran jauh berbeda dengan menggunakan film atau animasi. cerpen yang mengajak pembaca untuk berimajinasi dengan rangkaian kata-kata menggambarkan tokoh. Dengan kelebihan ± kelebihan komik. Setelah seminggu. Di tes kedua kelompok kedua mendapatkan nilai jauh lebih tinggi daripada kelompok pertama.

Dalam hal ini termasuk ke dalam penerapan TP dari kawasan Desain dan Pengembangan. Dalam penggunaan harus dipandu oleh guru dan orang tua. Selain itu harus dapat mempertimbangkan evaluasi yang sesuai dalam mengukur tingkat pemahaman emelajar terhadap materi yang dikemas dalam komik pemelajaran. .6 BAB III PENUTUP Kesimpulan Komik sebagai media berperan sebagai alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan pembelajaran seperti pada pembelajaran kimia. runtut. Pesan pembelajaran yang baik akan mengaktifkan pemelajar dalam memberikan umpan balik. Menjadikan komik sebagai media pembelajaran merupakan contoh penerapan Teknologi Pendidikan. Untuk mengoptimalkan pemberdayaan komik sebagai media pembelajaran. Pesan pembelajaran harus meningkatkan motivasi pemelajar. Tidak semua komik yang beredar mempunyai tujuan untuk pembelajaran. Dalam konteks ini pembelajaran menunjuk pada sebuah proses komunikasi antara pemelajar dan sumber belajar (dalam hal ini komik pembelajaran). Isi dan gaya penyampaian pesan juga harus merangsang pemelajar memproses apa yang dipelajari serta memberikan rangsangan belajar baru. Tapi sebaik apapun komik jika digunakan sebagai media pembelajaran pasti memiliki banyak kekurangan yang bisa berakibat buruk pada prkembangan siswa. Berikan komik yang sesuai dengan tingkat perkembangan otak mereka. dan menarik. 3. Karena pada awalnya komik ini bersifat komersial. 2. Saran Komik memiliki banyak keunggulan sebagai media pembelajaran. maka pesan pembelajaran yang hendak disampaikan harus memenuhi syarat-syarat berikut: 1. yaitu desain sumber untuk belajar dan pengembangan sumber untuk belajar. Guru dan orang tua harus lebih seletif dalam memberikan media pembelajaran komik. A. Komunikasi belajar akan berjalan dengan maksimal jika pesan pembelajaran disampaikan secara jelas. B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful