Kepemimpinan Kepala Sekolah Yang Efektif Menuju Perubahan 1.

Pendahuluan Dunia dewasa ini sedang bergerak kearah tak terduga dimana terjadi perubahan cepat hampir di semua bidang. Sulitnya adalah dalam perubahan yang cepat itu masih banyak orang yang bergantung kepada ketentuan dasar dan keahlian di masa lalu pada hal mereka dengan perubahan yang cepat itu telah dipaksa memasuki abad baru yang serba kompetitif dan kreatif, yang mudah berubah dan ditandai globalisasi. Kemajuan pesat telah menyebabkan terjadinya perubahan pada lingkungan organisasi atau juga disebut faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi fungsi dan kinerja organisasi. Nadler dan Tushman (1988) dalam Sulaksana (2004:11) menjelaskan, bahwa lingkungan adalah ³ semua faktor, termasuk institusi, kelompok, individu, kejadian dan sebagainya, di luar organisasi yang sedang dianalisa, yang berpotensi mempengaruhi perusahaan tersebut´.

pemakalah mencoba mengangkat issu permasalahan realitas yang hampir dialami oleh semua sekolah. memahami perubahan lingkungannya.Untuk itu. ³Bagaimana perilaku efektif kepala sekolah dalam melakukan proses perubahan di Lingkungan Sekolah ditinjau dari perilaku guru dan kepala sekolah pada lingkungan organisasi pendidikan guna menuju perubahan ? 2. Karena rekayasa itu sangat perlu dalam pembentukan perilakuperilaku baru dalam pencapaian tujuan pendidikan yang tertuang dalam visi misi secara lebih efektif. Yaitu. Perilaku Kepala Sekolah Yang Efektif . organisasi pendidikan harus ikut berubah. Oleh karena itulah. agar tuntutan perubahan dan perubahan tuntutan masyarakat menjadi aspek yang harus dipertimbangkan dalam melakukan rekayasa ulang (reengineering ) dan transpormasi. Namun yang paling penting adalah sejauhmana keagresifan pihak organisasi dalam hal ini sekolah. Perubahan organisasi pendidikan itu berfokus pada analisa terhadap managemen perilaku kepala sekolah yang efektif menuju perubahan sekolah.

. .2.1. Perilaku organisasi merupakan suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu. Pembedaan antara individu dalam anggota organisasi dapat terjadi yang disebabkan perbedaan kemampuan dan penggunaan pengetahuan mereka dalam melakukan pekerjaannya dengan baik. Sudah menjadi keharusan bagi setiap individu anggota organisasi dalam memahami perilaku antara satu individu dengan individu lainnya.Perilaku organisasi sebagaimana suatu disiplin mengenal bahwa individu dipengaruhi oleh bagaimana pekerjaan diatur dan siapa yang bertanggungjawab untuk pelaksanaannya. Sebagaimana Duncan dalam Wahab (2006: 200) mengatakan. kemampuan disini fokus kepada kemampuan intelektual dan kemampuan fisik.Studi perilaku organisasi termasuk di dalamnya bagian-bagian yang relevan dari semua tingkah laku yang berusaha menjelaskan tindakan-tindakan manusia di dalam organisasi. Perilaku dalam Organisasi . Oleh .

2001 dalam wahab (2006. namun perilaku organisasi masih memusatkan pola kebutuhan manajer untuk menjamin bahwa keseluruhan tugas pekerjaan bisa dijalankan. 2. Boast dan Martin. Berdasarkan kutipan teori diatas. dan bagaimana pula suatu struktur. .304) . Perubahan sebagai nilai Dalam Sekolah Sekolah harus mampu memprediksi mengapa dan bagaimana perubahan itu bisa terjadi sehingga sekolah dapat memberikan respons yang pas dan seimbang serta tidak menjadi objek perubahan. berkembang. nilai dari sistem tumbuh bersamasama yang memungkinkan mereka dipelajari dan disesuaikan dengan lingkungan. disimpulkan bahwa perilaku organisasi dapat dipahami lewat penelaahan dari bagaimana organisasi itu dimulai. ilmu memperhitungkan pula pengaruh pengaruh struktur organisasi terhadap perilaku individu.karenanya.2.Walaupun dikenal adanya keunikan pada individu. tumbuh. proses.

guru. dan memancing pengikutnya untuk bekerja secara aktif dan terbuka mengeluarkan ide dan kreatifitas mereka. 2. bahwa keefektifan adalah derajat sebuah organisasi dalam mencapai tujuannya. Sergiovanni (1987:33) mengetengahkan pendapat Etzioni.mengatakan dalam mengelola perubahan diharapkan organisasi dapat merencanakan perubahan. Pemimpin perubahan mampu mengajak pengikutnya untuk mengeluarkan yang terbaik/maksimal dari mereka untuk kebaikan bersama.70) menyimpulkan bahwa kepala sekolah yang efektif adalah ia memiliki kompetensi yang mampu menciptakan sekolah yang efektif. Dalam suatu penelitian tentang kemampuan kepala sekolah di Florida dalam Sagala (2006. siswa dan personil sekolah lainnya. mengendalikan perubahan dan jika mungkin menjadi pemimpin perubahan (master of change). 1964 dalam Sagala (2006:65) mengatakan. Perilaku Efektif Kepala Sekolah Keefektifan sekolah mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aspek-aspek perilaku organisasi yang terdiri dari kepala sekolah.3. Hasil penelitian Lezotte (1987) mengutarakan bahwa dalam kurun .

kepemimpinan sekolah yang kuat. dan latihan dan pengembangan. Perencanaan dan perumusan tujuan. perpindahan. pemanfaatan lingkungan. keluwesan dan adaptasi. keahlian manajemen dan kepemimpinan keseluruhan. ketidakhadiran.lima tahun terakir ini prospek meningkatkan pendidikan yang lebih efektif menjadi lebih cerah semenjak Amerika melakukan perubahan sekolahnya dengan berbagai upaya dalam meningkatkan mutu sekolah untuk keefektifan organisasi sekolah. internalisasi. . penilaian oleh pihak luar. kepaduan. manajemen informasi dan komunikasi. kualitas. pertumbuhan. stabilitas. motivasi. kepuasan kerja guru. efisiensi. harapan-harapan bagi siswa dan staff. penyebaran pengaruh. Fokus dari kriteria keefektifan. Pendapat lain yang mengemukakan standarisasi dalam mengukur karakteristik keefektifan kepala sekolah dalam melakukan perubahan adalah Sergiovanni.1987:34 dalam Sagala (2006:70) yaitu: produktivitas. kesiagaan. dapat disimpulkan kembali bahwa penekanan pada dedikasi guru yang tinggi. semangat.

Issu dan realitas Sejenak kita mengarahkan pemikiran kita ke sebuah lingkungan sekolah. maka pemakalah akan mengemukakan temuan data riil dilapangan. Dan kesimpulan Sergiovanni inilah sebagai panduan pemakalah dalam menganalisa Perilaku kepala sekolah di lapangan. kesempatan belajar yang cukup. iklim belajar yang kondusif dan positif. keterlibatan orang tua siswa dan masyarakat dalam menyusun program sekolah.pemantauan kemajuan siswa secara konsisten. 3. namun mengingat keterbatasan informasi yang diperoleh. sehingga nantinya dapat ditawarkan karakteristik kepemimpinan yang efektif dalam pendidikan kita. dimana di tempat inilah . sehingga dibatasi dan fokus pada dedikasi kepala sekolah dan Guru saja yang akan dianalisis. Analisa Data Setelah mengemukakan konsep-konsep teori mengenai perilaku efektif kepala sekolah dalam menuju perubahan.

Deskriptif lingkungan Sekolah . tetapi karena tuntutan moral dalam mengontrol anak-anak didik selama berada di lingkungan sekolah.pemakalah melakukan silaturrahmi sekaligus melakukan penelitian. Norma ± norma ( dalam aktivitas Guru di sekolah ) Guru dianjurkan menyiapkan Silabus. Kualifikasi Guru Pada sebuah sekolah yang pemakalah kunjungi. alat belajar. lalu mereferensikannya dengan konsep teori mengenai kinerja kepala sekolah yang efektif. penyampaian materi sesuai target. dengan tujuan ingin mencaritau keberadaan lingkungan sekolah tersebut. hadir kesekolah bukan karena jam mengajar saja. yang berfokus pada sisi kepemimpinan kepala sekolah. RPP. setelah mendapatkan informasi-informasi riil dari sekolah tersebut. b. . a. Seratus persen guru yang mengajar di sekolah tersebut adalah sarjana ( strata-1 ) dan rata-rata masih berusia muda dengan beraneka ragam latar belakang belakang disiplin ilmu.

insentif pemerintah daerah Rp. dan sebagian sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi. pembinaan unit kesehatan sekolah. insentif transportasi kegiatan ekstrakokurikuler.mengajar.00/ bulan. menjalankan tugas piket guru dengan sungguh-sungguh.400. pengembangan minat bakat anak dengan mengadakan rohis ( bimbingan rohani Islam ). pembinaaan organisasi siswa antar sekolah dan persiapan bahan-bahan ajar berikutnya. kalau jam mengajar hanya 3 hari. para guru diberikan izin khusus untuk tidak hadir kesekolah hanya satu hari dalam seminggu. mereka mendapatkan gaji tambahan melalui jam lebih mengajar. Kesejahteeraan Guru Para guru yang mengajar adalah seratus persen Pegawai Negeri. dengan pendidikan sarjana. insentif provinsi Rp.000/bulan.000 setiap bulan. dengan berbagai disiplin ilmu. ( sertifikasi 5-6 juta ) . Jadi. ada pembinaan tim basket dan kesebelasan sekolah.200. dua hari lagi diisi dengan kegiatan piket guru. c.000. pembinaan sanggar teater sekolah. Di luar dari gaji PNS. rata-rata penghasilan setiap guru sudah mendapatkan minimal Rp.3.

namun kegiatan jam mendidik membuat beliau hadir setiap . dibagi dalam dua tipe yaitu guru yang berdedikasi tinggi dan guru yang berdedikasi rendah. Dalam sebuah tesisnya. Pada sekolah tersebut.Berdasarkan data riil di atas. kegiatan jam mengajar di kelas hanya dua hari perminggu. ada guru yang selalu mengisi watku kesehariannya penuh di sekolah. 1. Guru yang berdedikasi tinggi Dedikasi yang tinggi adalah jiwa pengabdian dan loyalitas yang tinggi terhadap kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi. Analisa Dedikasi Guru 2. Analisa Perilaku kepala sekolah a. yang ditinjau dari dua aspek yaitu . 1. Analisia Dedikasi Guru Menjelaskan dedikasi guru. kita akan melihat sejauhmana pengaruhnya terhadap keefektifan kepemimpinan kepala sekolah dalam menuju perubahan. Batubara ( 2008. 2) mengemukakan Standart perilaku yang dilakukan guru mampu mengelola pembelajaran yang kondusif dan dinamis disekolah.

bukan karena kepala sekolah. dan membantu kepala sekolah menangani bagian sarana prasarana sekolah.hari hadir di sekolah. namun di sekolah tersebut ada 2 orang guru yang memegang bidang studi itu. Membimbing sanggar seni sekolah. Kurang lebih kutipan hasil wawancara dengan salah seorang Guru : ³ Saya datang kesekolah bukan hanya karena jam mengajar. ada perasaan yang sunyi saat tidak melihat saudara-sudara guru yang lain ´ Berdasarkan pengakuan kepala sekolah. Si guru mengajar bahasa inggris. yang menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh hanyalah empat orang guru dari jumlah 24 guru yang ada. . sehingga jam mengajarnya hanya dua Hari saja. begitu sibuk beliau dengan berbagai kegiatannya. ketika tidak melihat anak-anak. rasa ada yang hilang. tetapi ketenangan diri saya.

dengan memberikan nama-nama julukan si guru sesuai karakter dan kepribadian guru tersebut.2. tipe perilaku guru yang seperti ini lebih besar. mereka akan datang kesekolah ketika ada jam mengajar saja. banyak ditemukan karakter yang seperti ini. dengan memanggil ketua kelas. dan yang lebih prihatin disekolah hadir. Terkadang siswapun berani mengakukan dirinya lebih layak jadi guru dari pada guru yang mengajar itu. yang akan dicatat oleh anak-anak didik melalui dikte oleh ketua kelas. Ketaatan terhadap peraturan dan disiplin sekolah sering dilanggar. menitipkan pesanpesan keramat dengan buku paket. Setelah melakukan wawancara lebih dalam dengan kepala sekolahnya. Dan pada umumnya lebih halus. namun di ruang kelas absen. disimpulkan bahwa penyebab yang paling mendasar adalah faktor .. Fakta dilapangan. dan guru-gurunya. Dalam sekolah yang dikunjungi. menganggap tugas mengajar itu merupakan hal yang sangat memberatkan jiwanya. ada dari kalangan guru laki ± laki dan ada juga dari kalangan perempuan. Guru Yang berdedikasi Rendah Berdedikasi rendah dipahami adalah guru yang memiliki tanggung jawab kurang baik terhadap keberadaannya sebagai guru.

Berdasarkan data ini. Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam menjalankan organisasi sekolah bersifat manajemen birokratik dan tertutup. yang memerlukan data-data .kenyamanan hati para guru tidak ditemukan pada iklim sekolah. setiap hari itu para guru bekerja sebagaimana mestinya. gundah kala sudah bertemu dengan kepala sekolah. Manajemen Birokratik digunakan pada saat berhubungan dengan permasalahan administratif sekolah dengan Kantor Dinas Pendidikan kabupaten. namun hanya dirasakan. dengan kata lain komunikasi psikologis yang kurang baik antara pimpinan dengan para guru. Lebih lanjut karakteristik kepala sekolah kita analisa pada topik selanjutnya. Guru merasa gelisah. b. Provinsi atau pusat. pada lingkungan sekolah angka guru yang loyalitas rendah adalah jauh lebih besar dibandingkan guru yang berloyalitas tinggi. tanpa ada protes secara lisan kepada atasan. tetapi suasana gundah itu tidak berwujud. hakikat kekeluargaan tidak pernah terasa. Hal ini biasanya dilakukan menyusun laporan bulanan sekolah.

serta pelayanan kebutuhan hak-hak administratif guru . dan siswa. Pengakuan guru yang sangat berkesan. yang akan dibangun oleh para guru dalam mendidik anak. dan pengeluaran biaya sekolah. dalam karakter guru secara tidak sadar sudah diracuni dengan sifat kekerasan. Beginilah realitas keberadaan kepemimpinan di sekolah yang terjadi.kegiatan dan keberadaan sekolah selama satu bulan. data-data itu menyangkut daftar absen para anggota organisasi sekolah. kenaikan golongan. Secara psikologis. ada kata ³ tidak bisa dibina. keberadaan inventaris sarana prasarana sekolah. Terkadang. moment pelayan kebutuhan akan hak guru ini dijadikan kepala sekolah sebagai ancaman kedisiplinan bagi para guru dalam menjalankan roda organisasi sekolah yang dia pimpin. pernyataan pernyataan bermakna keras. dan pengajuan sertifikasi guru. kedisiplinan. pengurangan dan pertambahan guru. seperti pengajuan berkala. pada tingkat lingkungan educatif. sehingga digolongkan kurang . dan menomor duakan hakikat nilai-nilai educatif . telah menanam kekerasan pada lingkungan educatif di sekolah itu. ya dibinasakan ³ terlontar oleh kepala sekolah ketika mengadakan rapat rapat guru.

efektif dalam menjalankan roda kegiatan sekolah dalam era yang serba kompetitif ini. bahwa lingkungan sekolah harus bangkit dari keterpurukan kualitas. dan mengarah ke budaya yang efektif . takala ini terus berlangsung. Nah. Bila dikaitkan dengan norma-norma yang ditetapkan disekolah tersebut lebih banyak yang dilanggar dari pada ditaati. dipandang . kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan. solusi yang ditawarkan. tentu akan hal ini akan sulit menatap kearah perubahan. baik itu lingkungan kegiatan fisik maupun lingkungan fisikis guru-guru. yang berdampak pada tujuan pendidikan nasional. Padahal penghasilan yang diperoleh guru cukup. dimana hakikat perubahan pendidikan sebagaimana konsep teori perubahan yang sudah dijelaskan. akan sulit untuk mencapai visi misi sekolah. maka diprediksikan. karateristik pemimpin yang tidak menguasai lingkungan. kreatif. objektif dan kritis. Guru yang berloyalitas tinggi jauh lebih kecil daripada berloyalitas rendah. harus bergerak munuju pendidikan yang kompetitif . berubah wujud dengan sentuhan-sentuhan teknologi.

sajian makalah ini kami sampaikan. 2008 .1 NA. menuliskan dan mengamalkan sesuatu hal yang lebih efektif dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nansional kita. A. AMIN dan TERIMA KASIH. Daftar Pustaka Batubara. 4.IX-X Aek kota Batu Kabupaten Labuhan Batu. sehingga dengan demikian akan menghasilkan produk-produk unggul dari sekolah itu. (Tesis. Penutup Demikianlah.perlu selektif dalam kualitas dan restrukturisasi dalam sistem kepemimpinan sekolah-sekolah yang arahnya akan lebih efektif dan sensitive dalam menghadapi gencarnya perubahan-perubahan dalam dunia pendidikan kita saat ini. untuk memikirkan.) Medan. Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Dan Kreativitas Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa SMA N. Universitas Negeri Medan. semoga kiranya menjadi celah bagi kita. Efira.

Ivanevich. Anatomi Organisasi Dan Keputusan Pendidikan. Bandung: PT. Alfabeta.. Jakarta. S. Erlangga. S. Manajemen Berbasis Sekolah Dan Masyarakat. dan Donnely. Terjemahan oleh Djoerban Wahid.L..1982 Sagala. Rakasta Samasta..J.Gibson. Jakarta: Uhamka Press. Jakarta. Organisasi Dan Manajemen.2006 Sagala.H.M.J. Abdul Azis.J.2006 . PT.2007 Wahab. Desain Organisasi Pendidikan Dalam Implementasi Kebijakan Daerah (Tesis).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful