materi kelas 6 sd, sistem tata surya

Standar Kompetensi 9. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata surya Kompetensi Dasar 9.1 Mendeskripsikan sistem tata surya dan posisi penyusun tata surya Indikator 1. 2. 3. 4. Mencari informasi tentang planet-planet yang beredar mengelilingi matahari. Menentukan posisi planet-planet dalam tata surya. Mendeskripsikan peredaran planetplanet di dalam tata surya. Membuat perbandingan ukuran anggota-anggota tata surya dengan skala yang tepat.

TATA SURYA Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi], dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya. Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar. Berdasarkan jaraknya dari matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km). Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.

dan bersama proses internal matahari. Hipotesis Pasang Surut Bintang . sebagian lain akan tetap di orbit. dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Tata Surya masih berupa kabut raksasa. di antaranya : Pierre-Simon Laplace. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan matahari. menarik materi berulang kali dari matahari. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace] secara independen pada tahun 1796. dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace. mendingin dan memadat. pendukung Hipotesis Nebula Gerard Kuiper. Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat. pada masa awal pembentukan matahari. gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. menyebutkan bahwa pada tahap awal.Asal usul Banyak hipotesis tentang asal usul Tata Surya telah dikemukakan para ahli. sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan matahari. Kabut ini terbentuk dari debu. pendukung Hipotesis Kondensasi Hipotesis Nebula Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772)] tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Akibat gaya gravitasi. suhu kabut memanas. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planetplanet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka. Moulton pada tahun 1900. dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). dan gas yang disebut nebula. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari. Chamberlin dan Forest R. Hipotesis ini. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu. Hipotesis Planetisimal Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. es. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali.

Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia ³lebih tajam´ dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang. . Susunan heliosentris adalah Matahari dikelilingi oleh Merkurius hingga Saturnus. Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa. Hipotesis Bintang Kembar Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. yaitu bahwa matahari adalah pusat alam semesta. bukan Bumi.Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam. Yupiter dan Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya. Sejarah penemuan Lima planet terdekat ke Matahari selain Bumi (Merkurius. Venus. ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan Venus.[4] Hipotesis Kondensasi Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G. Model heliosentris dalam manuskrip Copernicus. Penalaran Venus mengitari Matahari makin memperkuat teori heliosentris. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. Mars. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka.[3] Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi.P.[3] Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. yang sebelumnya digagas oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543). yang kemudian terkondensasi menjadi planet. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari. seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari.

Dan puncaknya. Pluto kemudian ditemukan pada 1930. Merkurius dan Mars.000 objek serupa yang dikenal sebagai Objek Sabuk Kuiper (Sabuk Kuiper adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus). Varuna.1% tidak nampak dalam diagram di atas. . Perhitungan cermat orbit Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada yang mengganggu. Pada saat Pluto ditemukan. Dan puncaknya adalah penemuan UB 313 (2. dan 2003 EL61 (1. yang total bersama hanya kurang dari 0. Pallas. Neptunus ditemukan pada Agustus 1846. Huya (750 km pada Maret 2000). Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Objek Sabuk Kuiper ini diketahui juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil dari Pluto.500 km pada Mei 2004). Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi. sebelumnya sempat dikira sebagai planet yang sebenarnya karena ukurannya tidak berbeda jauh dengan Pluto.800 km pada Maret 2004). William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus.700 km pada Oktober 2003) yang diberi nama oleh penemunya Xena.250 km pada Juni 2002). Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya Pada 1781. objek ini juga memiliki satelit. ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa yang berada setelah Neptunus. Di sana mungkin ada sekitar 100. satelit Saturnus. Struktur Perbanding relatif massa planet. Vesta. Selain lebih besar dari Pluto. Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak bendabenda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Yupiter adalah 71% dari total dan Saturnus 21%. yang berada hampir 2 kali jarak orbit Bumi-Yupiter. Orcus. Penemuan Neptunus ternyata tidak cukup menjelaskan gangguan orbit Uranus. Charon. Kemudian pada 1978. Hygiea. Belasan benda langit termasuk dalam Objek Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1. Para astronom kemudian menemukan sekitar 1.Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan. Sedna (1. satelit yang mengelilingi Pluto ditemukan.000 objek kecil lainnya yang letaknya melampaui Neptunus (disebut objek trans-Neptunus). yang juga mengelilingi Matahari.

Hukum Gerakan Planet Kepler menjabarkan bahwa orbit dari objek-objek Tata Surya sekeliling matahari bergerak mengikuti bentuk elips dengan matahari sebagai salah satu titik fokusnya.[5] Yupiter dan Saturnus. Beberapa benda ini memiliki ukuran lebih besar dari planet. sedangkan komet. kebanyakan diagram Tata Surya menunjukan jarak antara orbit yang sama antara satu dengan lainnya. semakin besar jarak antara objek itu dengan jalur edaran orbit sebelumnya. sedangkan Saturnus adalah 4.86 persen massa dari sistem dan mendominasi seluruh dengan gaya gravitasinya. dengan beberapa perkecualian. tetapi sejauh ini tidak satu teori pun telah diterima.Orbit-orbit Tata Surya dengan skala yang sesungguhnya Illustrasi skala Komponen utama sistem Tata Surya adalah matahari. Objek yang berjarak lebih dekat dari matahari (sumbu semi-mayor-nya lebih kecil) memiliki tahun waktu yang lebih pendek. Hampir semua satelit alami yang paling besar terletak di orbit sinkron. Venus terletak sekitar sekitar 0. dua komponen terbesar yang mengedari matahari. dengan satu sisi satelit berpaling ke arah planet induknya secara permanen. Semua objek Tata Surya bergerak tercepat di titik perihelion dan terlambat di titik aphelion. Pada kenyataannya. Semua planet terletak sangat dekat pada ekliptika.3 SA dari Yupiter. . Kebanyakan adalah benda pengorbit alami yang disebut satelit. Pada orbit elips. Untuk mempermudah representasi. yang umumnya dinamai ekliptika. dan Neptunus terletak 10.5 SA dari Uranus. Hampir semua planet-planet di Tata Surya juga memiliki sistem sekunder. sementara komet dan objek-objek sabuk Kuiper biasanya memiliki beda sudut yang sangat besar dibandingkan ekliptika. jarak antara objek dengan matahari bervariasi sepanjang tahun. Empat planet terbesar juga memliki cincin yang berisi partikel-partikel kecil yang mengorbit secara serempak. asteroid dan objek sabuk Kuiper kebanyakan orbitnya berbentuk elips. Sebagai contoh. Beberapa upaya telah dicoba untuk menentukan korelasi jarak antar orbit ini (hukum Titus-Bode). Orbit planet-planet bisa dibilang hampir berbentuk lingkaran.33 satuan astronomi (SA) lebih dari Merkurius[d]. Planet-planet dan objek-objek Tata Surya juga mengorbit mengelilingi matahari berlawanan dengan arah jarum jam jika dilihat dari atas kutub utara matahari. sebuah bintang deret utama kelas G2 yang mengandung 99. terkecuali Komet Halley. semakin jauh letak sebuah planet atau sabuk dari matahari.[c] Hampir semua objek-objek besar yang mengorbit matahari terletak pada bidang edaran bumi. sedangkan jarak terjauh dari matahari dinamai aphelion. Jarak terdekat antara objek dengan matahari dinamai perihelion. mencakup kira-kira 90 persen massa selebihnya.

You can follow any responses to this entry through RSS 2. 1:28 pm and is filed under Tak Berkategori. Comments are closed.This entry was posted on Oktober 27. Responses are currently closed. 2011.0. y y Archives o Oktober 2011 (6) Meta o Daftar o Masuk log o Valid XHTML o XFN o WordPress . but you can trackback from your own site.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful